Skip to content
Back to announcement

Report Keuangan DCP Periode Juni 2025.pdf

Financial statement Text extracted DADA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 63

Page 1
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK

Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
30 Juni 2025 (Unaudited) dan 31 Desember 2024 (Audited) Dan Untuk Periode
Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024
Page 2
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO DAN ENTITAS ANAK
                             LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                               30 JUNI 2025 dan 31 Desember 2024
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




                                              DAFTAR ISI

                                                                             Halaman

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Auditor

Independen

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian                                                  1- 3

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian                      4- 5

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian                                                 6

Laporan Arus Kas Konsolidasian                                                          7

Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian                                        8 - 57

Informasi Tambahan

Laporan posisi keuangan entitas induk                                              58 - 59

Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain entitas induk                      60
Page 3

          
Page 4
                   PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                           LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
                             KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
                              Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                 30 JUNI 2025 dan 31 Desember 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                           Catatan         Jun 2025          Des 2024

ASET

ASET LANCAR

Kas dan setara kas                       2, 5, 31, 32       4.259.702.889     3.910.525.243
Piutang usaha                            2, 6, 31, 32
   Pihak ketiga                                             6.799.316.101     8.390.323.566
Persediaan                                   2, 8         142.990.517.201   145.574.359.465
Biaya dibayar dimuka                         2, 9              11.483.713        22.967.425
Uang Muka                                                     185.877.666
Pajak dibayar dimuka                        2, 18a          1.462.223.531     1.322.626.363

Jumlah Aset Lancar                                        155.709.121.101   159.220.802.062

ASET TIDAK LANCAR

Piutang lain - lain                      2, 7, 30, 31
  Pihak ketiga                                              1.300.000.000     1.300.000.000
  Pihak berelasi                             29               602.985.600       602.985.600
Konstruksi dalam pengerjaan                 2, 10          66.580.409.433    66.092.717.007
Aset tetap - bersih                         2, 11             599.746.057       623.830.539
Uang muka                                   2, 13         404.926.289.600   404.926.289.600
Properti investasi                          2, 12          10.235.675.769    10.618.302.342

Jumlah Aset Tidak Lancar                                  484.243.106.459   484.164.125.088

JUMLAH ASET                                               639.952.227.560   643.384.927.150
Page 5
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                             LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
                               KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
                                Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                    30 Jun 2025 dan 31 Desember 2024
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                             Catatan         Jun 2025          Des 2024

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK

Utang usaha
    Pihak ketiga                           2, 14, 30, 31     26.796.364.362    24.301.736.988
Utang lain - lain                          2, 15, 30, 31
    Pihak berelasi                              29                6.734.847         6.734.847
Utang pajak                                 2, 18b, 18c       1.708.080.624     2.046.777.448
Beban akrual                                    17              106.000.000       106.000.000
Pendapatan ditangguhkan                        2, 16        158.396.820.496   162.805.568.712
Bagian jangka pendek dari
 liabilitas jangka panjang:
 Utang bank                                2, 19, 30, 31     71.271.076.618    72.671.076.618

Jumlah Liabilitas Jangka
 Pendek                                                     258.285.076.947   261.937.894.613

LIABILITAS JANGKA
  PANJANG
Utang jangka panjang - setelah
 dikurangi bagian jangka pendek:
 Utang bank                                 2, 19, 30        28.209.703.289    28.209.703.288
Liabilitas imbalan kerja                      2, 20           1.068.235.771     1.068.235.771
Jumlah Liabilitas Jangka
  Panjang                                                    29.277.939.060    29.277.939.059

JUMLAH LIABILITAS                                           287.563.016.007   291.215.833.672
Page 6
                   PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                           LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
                             KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
                              Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                              Catatan      Jun 2025           Des 2024

EKUITAS

Modal saham - nilai nominal Rp20
Modal dasar - 20.120.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor 7.431.530.800
 saham pada tanggal 2025
 dan 2024.                                      21         148.630.616.000   148.630.616.000
Tambahan modal disetor                          22         154.685.723.750   154.685.723.750
Saldo laba:                                     23
 - Dicadangkan                                                 532.475.586       532.475.586
 - Tidak dicadangkan                                        47.834.486.707    47.614.809.575

Jumlah ekuitas yang dapat
 Diatribusikan kepada
 Pemilik entitas induk                                     351.683.302.043   351.463.624.911

Kepentingan non - pengendali                    24            705.909.510       705.468.567

JUMLAH EKUITAS                                             352.389.211.553   352.169.093.478

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                              639.952.227.560   643.384.927.150
Page 7
                   PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                           LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
                             KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
                              Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                       30 JUNI 2025 dan 2024
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                            Catatan        Jun 2025           Jun 2024


PENDAPATAN NETO                              2, 25          5.394.737.775     3.816.426.555

BEBAN POKOK PENDAPATAN                       2, 26          (1.983.001.304)   (1.123.370.769)

LABA BRUTO                                                  3.411.736.471      2.693.822.515
  Beban penjualan dan pemasaran              2, 27            (578.710.348)   (1.005.273.530)
  Beban umum dan administrasi                2, 27          (2.086.800.420)   (1.627.548.985)

JUMLAH BEBAN USAHA                                          (2.665.510.768)   (2.632.822.515)


LABA USAHA                                                    746.225.703       60.233.271

Pendapatan (beban) lain - lain

  Penghasilan keuangan                         2                3.796.452         2.472.021
  Penghasilan Lainya                         2, 20                       -      116.430.283
  Beban keuangan                               2             (396.980.462 )     (12.070.283)

LABA SEBELUM PAJAK
  PENGHASILAN                                                3.53.041.693       167.064.956

BEBAN PAJAK FINAL                           2, 18d            (133.364.561)     (95.410.664)

LABA NETO TAHUN BERJALAN                                      219.677.132        71.654.292

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAINNYA
Pos yang tidak akan direklasifikasikan ke
  laba rugi:
Pengukuran kembali program imbalan
  kerja pasti                                2, 20

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
  TAHUN BERJALAN                                            219.677.132          71.654.292
Page 8
                 PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                        LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
                      KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
                         Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                     30 JUNI 2025 dan 2024
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                            Catatan           Jun 2025          Jun 2024

LABA BERSIH TAHUN BERJALAN YANG
 DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk                                          212.010.568          69.153.612
Kepentingan non - pengendali                                     7.666.564           2.500.680

Jumlah                                                         219.677.132          71.654.292


LABA KOMPREHENSIF TAHUN
 BERJALAN YANG DAPAT
 DIATRIBUSIKAN
 KEPADA:
Pemilik entitas induk                                          212.010.568          69.153.612
Kepentingan non - pengendali                                     7.666.564           2.500.680

Jumlah                                                         219.677.132          71.654.292


LABA PER SAHAM                                28                         0,03              0,01
Page 9
                                                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                         LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                                              Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
                                                                            30 JUNI 2025
                                                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                   Ekuitas yang dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
                                Modal
                            Ditempatkan         Tambahan                     Saldo Laba
                            dan Disetor           Modal                                     Tidak                               Kepentingan          Jumlah
                                Penuh            Disetor          Dicadangkan           Dicadangkan             Jumlah         Non-pengendali        Ekuitas


Saldo 31 Desember
   2023                    148.630.616.000    154.685.723.750       532.475.586          45.367.378.690      350.216.194.026       687.389.144      350.903.583.170
Penambahan modal
   saham melalui
   exercise waran seri I                                                        -                        -                                      -

Laba neto tahun
   berjalan                               -                 -                   -         1.105.984.528        1.105.984.528          2.203.894       1.108.188.422

Penghasilan
  komprehensif lain                       -                 -                   -          141.446.257           141.446.357         15.875.529         157.321.886

Saldo 31 Desember
   2024                    148.630.616.000    154.685.723.750       532.475.586         47.614.809.575       351.463.624.911       705.468.567      352.169.093.478


Laba neto tahun
   berjalan                               -                 -                   -          212.010.568           212.010.568         7.666.564          219.677.132

Penghasilan
  komprehensif lain                       -                 -                   -

Saldo 31 Juni
   2025                    148.630.616.000    154.685.723.750       532.475.586         47.826.820.143       351.675.635.479      713.135.131       352,389.211.553




                                                Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
                                                           tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.




                                                                                    6
Page 10
                PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                  LAPORAN ARUS KAS
                 Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                   2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




                                                Catatan                Jun 2025                  Jun 2024


ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                                        10.940.854.429             23.831.487.190
Pembayaran kas ke kontraktor                                         (5.756.420.103)              (924.095.141)
Pembayaran kas kepada karyawan                                       (2.008.050.599)              (258.954.794)
Pembayaran kas untuk operasi lainnya                                 (1.984.360.383)             (1.795386.845)
Pembayaran kas untuk pajak final                                       (458.070.275)                (95.410.664)
Penerimaan kas dari penghasilan
   keuangan dan lainnya                                                                            118.902.304
Pembayaran kas untuk beban keuangan                                     (388.571.875)               (12.070614)

Arus Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan
   untuk) Aktivitas Operasi                                              349.177.646             20.864.471.436


ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS
   INVESTASI
Pengeluaran konstruksi dalam
   pengerjaan                                      10                                           (17.685.254.667)

Arus Kas Neto Digunakan untuk
   Aktivitas Investasi                                                                          (17.685.254.667)


ARUS KAS DARI AKTIVITAS
   PENDANAAN
Penerimaan utang bank jangka
   panjang                                         19                                -                         -
Penerimaan dari Antar Grup                         21                                                          -
Pembayaran utang bank                              19

Arus Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan
   untuk) Aktivitas Pendanaan


PENURUNAN NETO KAS DAN SETARA KAS                                      349.177.646                3.199.216.769

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                       5                 3.910.525.243               5.691.427.129

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                      5                 4.259.702.889               8.690.643.898




                 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
                            tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                        7
Page 11
                         PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                          Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                            2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1. UMUM

  Pendirian Perusahaan

  PT Diamond Citra Propertindo Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 86 tanggal 29
  Desember 2014 dari Dewi Kusumawati, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian Perusahaan tersebut
  telah memperoleh pengesahan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai
  Surat keputusan AHU-0000274.AH.01.01.Tahun 2015 tanggal 6 Januari 2015 dan telah diumumkan
  dalam Berita Negara Republik Indonesia, tertanggal 11 Juni 2021 nomor 047, Tambahan nomor 019695.
  Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta No
  104 tanggal 30 Juni 2023 dibuat dihadapan Elizabeth Karina Leonita, SH., M. Kn., Notaris di Jakarta
  Selatan, yang mengesahkan peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebagai hasil dari exercise
  Waran Seri I. Akta ini disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
  berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0076681.AH.01.11 Tahun 2023 tanggal 12 April 2023.

  Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Kelompok Usaha meliputi
  bidang perdagangan dan jasa, pembangunan, pengangkutan dan percetakan. Saat ini, kegiatan usaha
  utama Kelompok Usaha adalah bergerak dalam bidang real estate.

  Kantor pusat Kelompok Usaha berlokasi di Jl. Palakali Raya, Kel. Kukusan, Kec. Beji, Depok, Jawa
  Barat. Perusahaan beroperasi secara komersial pada bulan Januari 2015.

  PT Karya Permata Inovasi Indonesia adalah entitas induk Kelompok Usaha dan pemegang saham
  pengendali Kelompok Usaha.

  Penawaran Umum Saham

  Pada tanggal 11 Februari 2020 Kelompok Usaha memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa
  Keuangan (OJK) melalui Surat Nomor S-00952/BEI.PP3/02-2020 untuk melakukan Penawaran Umum
  Perdana Saham sebanyak 2.147.000.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp20 per
  saham dengan harga penawaran sebesar Rp104 per saham dan 1.610.250.000 Waran Seri 1 yang
  menyertai saham biasa atas nama yang dikeluarkan dalam rangka penawaran umum. Pada tanggal 14
  Februari 2020, saham dan Waran Seri 1 tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

  Struktur Entitas Anak

  Rincian Entitas Anak pada tanggal 31 Juni 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                        Persentase        Mulai
                                          Kegiatan       Kepemilikan   Operasional    Jumlah Aset Sebelum Eliminasi
       Nama Entitas           Domisili     Usaha       2025    2024     Komersial       2025            2024

   Kepemilikan langsung

   Entitas anak
                                         Pengembang
   PT Arba Propertindo        Jakarta      properti   99,44% 99,44%       2018       480.703.014.402   529.726.405.443

   Tidak langsung
                                         Pengembang
   PT Kalibata Inovasi Maju   Jakarta      properti   99,90% 99,90%       2020       458.082.099.387   469.915.035.798




                                                            8
Page 12
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                         2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1.   UMUM (lanjutan)

     Akuisisi Entitas Anak

     PT Arba Propertindo (AP)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 110 dari Rosida Rajagukguk - Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 22 Juli 2019, Kelompok Usaha melakukan akuisisi saham AP melalui setoran saham atas
     peningkatan modal dasar dan disetorkan AP sebanyak 410.000 lembar saham atau setara
     Rp41.000.000.000. Dalam Akta Notaris yang sama, diputuskan juga pengalihan saham AP dari KPII ke
     Kelompok Usaha yang dibeli berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 111 dari Rosida Rajagukguk -
     Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta tanggal 22 Juli 2019 sebanyak 376.669 lembar saham atau
     setara Rp37.669.000.000 sehingga kepemilikan saham Kelompok Usaha atas AP menjadi sebesar
     786.669 lembar saham atau setara 99,44% dari modal disetorkan AP. Akta tersebut telah mendapat
     pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia AHU-
     0041113.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 24 Juli 2019.

     Pembelian saham AP oleh Kelompok Usaha dari KPII dilakukan dengan nilai transaksi sebesar
     Rp48.957.808.285. Cara pembayaran atas pembelian saham tersebut adalah dengan set-off piutang
     PT KPII kepada Kelompok Usaha sebesar Rp43.913.799.254 dan sisanya sebesar Rp5.044.009.031
     dengan penyerahan kas.

     PT Kalibata Inovasi Maju (KIM)

     Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham KIM No. 44 tertanggal
     17 April 2020 para pemegang saham sepakat untuk pemindahan hak atas saham PT. Cipta Permata
     Properti Indonesia sebanyak 24.999.999 saham kepada AP.
     Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham KIM No. 54 tertanggal
     22 April 2020 para pemegang saham menyetujui untuk meningkatkan modal dasar dan modal disetor
     yang semula modal dasar Kelompok Usaha Rp250.000.000 menjadi Rp44.000.000.000 dan modal
     disetor yang semula Rp250.000.000 menjadi Rp11.000.000.000.

     Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham KIM No. 06 tertanggal 9 Juni 2021
     para pemegang saham menyetujui untuk meningkatkan modal dasar dan modal disetor yang semula
     modal dasar Kelompok Usaha Rp 44.000.000.000 menjadi Rp600.000.000.000 dan modal disetor yang
     semula Rp11.000.000.000 menjadi Rp300.000.000.000.

     Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan

     Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, susunan Dewan Komisaris Direksi dan Komite Audit
     Kelompok Usaha adalah sebagai berikut:

     Komisaris:                                  31 Jun 2025                    31 Des 2024
     Komisaris Utama                     :   Anisah                         Anisah
     Komisaris                           :   Tjandra Tjokrodiponto          Tjandra Tjokrodiponto
     Komisaris Independen                :   Iwan Gunarwan Baroto           Iwan Gunarwan Baroto

     Direksi:
     Direktur Utama                      :   Adam                           Adam
     Direktur                            :   Bayu Setiawan                  Bayu Setiawan

     Komite Audit
     Ketua                               :   Iwan Gunarwan Baroto           Iwan Gunarwan Baroto
     Anggota                             :   Dedeh                          Ermida Lindra
     Anggota                             :   Vivi Shahab                    -




                                                     9
Page 13
                   PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                      2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1. UMUM (lanjutan)

   Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan (lanjutan)

   Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Juni 2025 dan 2024 adalah Maria Aruan dan Ermida Lindra.

   Pada tanggal 31 Juni 2025 dan 2024 Perusahaan dan entitas anak (secara bersama-sama selanjutnya
   disebut sebagai (Kelompok Usaha) mempekerjakan masing - masing 16 dan 18 karyawan tetap (Tidak
   diaudit).

   Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian

   Laporan keuangan konsolidasian ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Dewan Direksi Perusahaan,
   selaku pihak yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan
   konsolidasian pada tanggal 31 Juni 2025


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

  Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

  Laporan keuangan Kelompok Usaha telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang
  meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi
  Keuangan (PSAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan
  Indonesia (PSAK – IAI ), serta Peraturan No. VIII.G.7 yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK, tentang
  Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

   Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian

   Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara akrual
   dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun - akun tertentu yang
   diukur berdasarkan basis lain seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi terkait.

   Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, dan dikelompokkan
   ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

   Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian konsisten
   dengan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir
   pada tanggal 31 Desember 2023, kecuali untuk penerapan PSAK yang baru dan revisi yang berlaku
   efektif pada tanggal 1 Januari 2024 seperti yang diungkapkan dalam Catatan ini.

   Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan SAK Indonesia mengharuskan
   manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi penerapan
   kebijakan akuntansi dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun
   estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan
   tindakan saat ini, hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal - hal yang
   melibatkan pertimbangan atau kompleksitas yang lebih tinggi atau hal - hal di mana asumsi dan estimasi
   adalah signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan
   keuangan konsolidasian.

   Mata uang fungsional dan pelaporan yang digunakan oleh Kelompok Usaha adalah Rupiah




                                                    10
Page 14
                   PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                      2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Penerapan PSAK yang Baru dan Direvisi

   Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK yang baru dan revisi, yang berlaku efektif tanggal 1 Januari
   2024:
   • Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1): Penyajian Laporan Keuangan terkait Liabilitas
       Jangka Panjang dengan Kovenan;

   •   Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1): Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi
       Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang;

   •   Amendemen PSAK 207 (sebelumnya PSAK 2): Laporan Arus Kas;

   •   Amendemen PSAK 107 (sebelumnya PSAK 60): Instrumen Keuangan tentang Pengungkapan -
       Pengaturan Pembiayaan Pemasok;

   •   Amendemen PSAK 116 (sebelumnya PSAK 73): Sewa terkait Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual
       dan Sewa-balik;

   Penerapan standar yang direvisi tidak mengakibatkan perubahan substansial terhadap kebijakan
   akuntansi Kelompok Usaha dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan untuk
   tahun berjalan.

   Dasar konsolidasian

   Entitas Anak adalah seluruh entitas di mana Kelompok Usaha memiliki pengendalian. Kelompok Usaha
   mengendalikan investee ketika (a) memiliki kekuasaan atas investee, (b) eksposur atau hak atas imbal
   hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan (c) memiliki kemampuan untuk menggunakan
   kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil. Kelompok Usaha menilai kembali
   apakah Kelompok Usaha mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
   perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.

   Konsolidasi atas Entitas Anak dimulai sejak tanggal Kelompok Usaha memperoleh pengendalian atas
   Entitas Anak dan berakhir ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas Entitas Anak.
   Penghasilan dan beban Entitas Anak dimasukkan atau dilepaskan selama tahun berjalan dalam laba
   rugi dari tanggal diperolehnya pengendalian sampai dengan tanggal ketika Kelompok Usaha kehilangan
   pengendalian atas Entitas Anak.

   Laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik Entitas
   Induk dan kepentingan non pengendali, meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan non
   pengendali memiliki saldo defisit. Jika diperlukan, dilakukan penyesuaian atas laporan keuangan Entitas
   Anak guna memastikan keseragaman dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. Mengeliminasi
   secara penuh aset dan liabilitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra Kelompok Usaha terkait
   dengan transaksi antar entitas dalam Kelompok Usaha.

   Perubahan dalam bagian kepemilikan atas Entitas Anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
   pengendalian pada Entitas Anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Setiap perbedaan antara jumlah
   tercatat kepentingan non pengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau
   diterima diakui secara langsung di ekuitas dan mengatribusikannya kepada pemilik Entitas Induk.

   Ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka Kelompok Usaha
   menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait,
   sementara keuntungan atau kerugian yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang
   tersisa diakui pada nilai wajar.




                                                     11
Page 15
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                       2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Kombinasi Bisnis

   Kelompok Usaha menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan
   untuk akuisisi suatu entitas anak adalah sebesar nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil
   alih dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Kelompok Usaha. Beban akuisisi terkait dibebankan
   pada saat terjadinya. Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas serta liabilitas kotinjensi yang
   diambil alih dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada awalnya sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi.

   Imbalan kontijensi yang akan dibayarkan oleh pihak pengakuisisi diakui pada nilai wajar pada tanggal
   akuisisi. Perubahan nilai wajar atas imbalan kontijensi setelah tanggal akuisisi yang diklasifikasikan
   sebagai aset atau liabilitas, akan diakui pada laba rugi atau sebagai penghasilan komprehensif lain
   sesuai dengan PSAK 239 (sebelumnya PSAK 55). Jika diklasifikasikan sebagai ekuitas, imbalan
   kontijensinya tidak diukur kembali sampai penyelesaian terakhir dalam ekuitas.

   Pada akuisisi bertahap, Kelompok Usaha mengakui kepentingan non pengendali sebesar nilai wajar
   atau sebesar bagian proporsional kepentingan non pengendali atas aset neto pihak yang di akuisisi.

   Selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan, jumlah kepentingan non pengendali pada pihak
   yang di akuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi dari kepentingan ekuitas sebelumnya pada pihak
   yang di akuisisi yang melebihi nilai wajar bagian Kelompok Usaha atas aset bersih yang dapat
   diidentifikasi yang di akuisisi dicatat sebagai goodwill. Jika nilai wajar atas aset neto yang di akuisisi
   melebihi nilai gabungan imbalan yang dialihkan dalam kasus pembelian dengan diskon, maka selisih
   tersebut diakui langsung dalam laba rugi.

   Goodwill pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, menjadi selisih lebih nilai gabungan dari imbalan
   yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk kepentingan nonpengendali, dan setiap kepentingan yang
   dimiliki sebelumnya, atas jumlah neto aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil - alih.
   Dalam kasus pembelian dengan diskon, jika nilai wajar atas aset neto yang di akuisisi melebihi nilai
   gabungan imbalan yang dialihkan, maka selisih tersebut diakui langsung dalam laba rugi.

   Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan
   nilai. Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak
   tanggal akuisisi, dialokasikan ke setiap unit penghasil kas dari Kelompok Usaha yang diharapkan
   bermanfaat untuk kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang di
   akuisisi ditetapkan ke unit - unit tersebut.

   Jika goodwill yang telah dialokasikan pada suatu unit penghasil kas dan bagian operasi atas unit tersebut
   dilepas, maka goodwill yang terkait dengan operasi yang dilepas tersebut dimasukkan ke dalam jumlah
   tercatat operasi ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepas
   dalam keadaan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dilepas dan porsi unit penghasil
   kas yang ditahan.

   Transaksi dengan Pihak - pihak Berelasi

   Sesuai dengan PSAK 224 (sebelumnya PSAK 7), <Pengungkapan Pihak - pihak Berelasi=, suatu pihak
   dianggap berelasi jika salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara
   kepemilikan, secara langsung atau tidak langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara
   partisipasi dalam kebijakan keuangan dan operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan
   keuangan dan operasional.

   Seluruh transaksi signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 29 atas laporan
   keuangan.




                                                        12
Page 16
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                       2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Instrumen Keuangan

   Aset Keuangan

   Kelompok Usaha menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak bisa
   melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.

   Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual
   - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.

   Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
    • Aset keuangan yang diukur dengan biaya amortisasi; dan
    • Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
      komprehensif lain.

   Aset keuangan Kelompok Usaha meliputi Kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain - lain
   (instrumen keuangan yang memiliki dan tidak memiliki kuotasi harga). Aset keuangan diklasifikasikan
   sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini
   diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

   Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

   i)   Aset keuangan yang diukur dengan biaya amortisasi

        Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya amortisasi jika kedua kondisi berikut
        terpenuhi: (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan
        arus kas kontraktual; dan (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal
        yang ditentukan untuk arus kas yang semata - mata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah
        pokok yang belum dibayar.

  ii)   Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI

        Instrumen utang

        Kelompok Usaha mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi berikut
        terpenuhi: (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan
        arus kas kontraktual dan penjualan; dan (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan
        menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang semata - mata pembayaran pokok
        dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.

        Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga, revaluasi selisih
        kurs, dan kerugian atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi dan dihitung dengan cara
        yang sama seperti aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan amortisasi. Perubahan nilai
        wajar yang tersisa diakui dalam OCI. Setelah penghentian pengakuan, perubahan nilai wajar
        kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang menjadi laba rugi.

        Instrumen ekuitas

        Setelah pengakuan awal, Kelompok Usaha dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi
        ekuitasnya secara tidak dapat dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar
        melalui OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK 232 (sebelumnya PSAK 50): Instrumen Keuangan:
        Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per
        instrumen.




                                                      13
Page 17
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                       2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Instrumen Keuangan (lanjutan)

   Aset Keuangan (lanjutan)

       Instrumen ekuitas (lanjutan)

       Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi keuntungan atau
       kerugian. Dividen diakui sebagai pendapatan lain - lain dalam laba rugi pada saat hak pembayaran
       telah ditetapkan, kecuali jika Kelompok Usaha memperoleh keuntungan dari hasil tersebut sebagai
       pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut adalah
       dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada
       penilaian penurunan nilai.

   (iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

       Aset keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk
       diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui
       laporan laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar. Aset keuangan
       diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau
       dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga
       diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen
       lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata - mata pembayaran
       pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, terlepas dari
       model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya
       perolehan amortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang
       dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut
       menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.

       Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi selanjutnya disajikan dalam
       laporan posisi keuangan sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam
       laporan laba rugi.

       Kelompok Usaha tidak memiliki investasi dalam instrumen ekuitas, yang diklasifikasikan sebagai
       aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

       Aset keuangan (atau mana yang lebih tepat, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok
       aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya pada saat: (1) hak untuk menerima arus kas yang
       berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau (2) Kelompok Usaha telah mengalihkan hak mereka
       untuk menerima arus kas yang berasal dari aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang
       diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga dalam perjanjian <pass-
       through=; dan baik (a) Kelompok Usaha telah secara substansial, mengalihkan seluruh risiko dan
       manfaat dari aset, atau (b) Kelompok Usaha secara substansial tidak mengalihkan atau tidak
       memiliki seluruh risiko dan manfaat suatu aset, namun telah mengalihkan kendali atas aset tersebut.

   Liabilitas Keuangan

       Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) diklasifikasikan sebagai
       berikut:
       • Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya amortisasi; dan
       • Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.

   Kelompok Usaha menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.




                                                      14
Page 18
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                       2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Instrumen Keuangan (lanjutan)

   Liabilitas Keuangan (lanjutan)

   Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
   termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

   Liabilitas keuangan Kelompok Usaha meliputi utang usaha, utang lain - lain dan utang bank. Liabilitas
   keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan
   sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.

   Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

   (i) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya amortisasi

       Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang
       dikenakan bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk
       di dalam biaya keuangan dalam laporan laba rugi konsolidasian.

   (ii) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

       Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk liabilitas
       keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal
       untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

       Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh
       untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen keuangan
       derivatif yang diambil Kelompok Usaha yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai dalam
       hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71).
       Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali
       mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif

       Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan
       laba rugi konsolidasian.

       Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan
       atau kadaluarsa.

       Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi
       pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
       substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut
       diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan
       selisih antara nilai tercatat masing - masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian.

   Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai

   Metode pengakuan keuntungan atau kerugian yang timbul tergantung dari apakah derivatif tersebut
   dimaksudkan sebagai instrumen lindung nilai, dan jika demikian, sifat dari item yang dilindung nilai.




                                                       15
Page 19
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                       2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai (lanjutan)

   Untuk derivatif yang dikategorikan sebagai lindung nilai arus kas, pada awal transaksi, Kelompok Usaha
   mendokumentasikan hubungan antara instrumen lindung nilai dengan item yang dilindung nilai, beserta
   tujuan manajemen risiko dan strategi pelaksanaan transaksi lindung nilai. Kelompok Usaha juga
   mendokumentasikan penilaiannya, pada saat dimulainya lindung nilai dan secara berkesinambungan,
   apakah derivatif yang digunakan dalam transaksi lindung nilai sangat efektif dalam menghapus dampak
   perubahan nilai wajar atas arus kas yang dilindung nilai.

   Nilai wajar penuh derivatif lindung nilai diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas jangka
   panjang jika jatuh tempo yang tersisa untuk pokok yang dilindung nilai melebihi 12 bulan, dan sebagai
   aset lancar atau liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.

   Perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan dan memenuhi kriteria lindung nilai atas arus kas untuk
   tujuan akuntansi, bagian efektifnya, diakui di penghasilan komprehensif lain di dalam "cadangan lindung
   nilai arus kas". Ketika instrumen derivatif tersebut kadaluarsa atau tidak lagi memenuhi kriteria lindung
   nilai untuk tujuan akuntansi, maka keuntungan atau kerugian kumulatif di penghasilan komprehensif lain
   diakui pada laporan laba rugi.

   Perubahan nilai wajar derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi diakui
   langsung pada laporan laba rugi di dalam "(Kerugian) keuntungan perubahan nilai wajar derivatif -
   bersih".

   Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan

   Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
   keuangan jika, dan hanya jika, Kelompok Usaha saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
   melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara
   neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

   Penurunan Nilai Aset Keuangan

   Pada setiap periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan
   telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Kelompok Usaha
   menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen
   keuangan dari pada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian,
   Kelompok Usaha membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada
   saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat
   pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa
   biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
   perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak
   pengakuan awal.

   Kelompok Usaha menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit
   ekspektasian tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang
   signifikan.

   Penentuan Nilai Wajar

   Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
   untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama (atau
   pasar yang paling menguntungkan) pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga
   keluar) terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi dengan
   menggunakan teknik penilaian lain pada tanggal pengukuran.



                                                       16
Page 20
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                       2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
   Penentuan Nilai Wajar (lanjutan)
   Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
   terjadi:

   (a) di pasar utama (principal Junket) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau
   (b) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous Junket)
       untuk aset atau liabilitas tersebut.

   Kelompok Usaha mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan
   digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa
   pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomis terbaiknya.

   Pengukuran nilai wajar aset non keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
   menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
   terbaiknya (highest and best use) atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
   menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

   Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
   memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
   diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

   Hierarki nilai wajar dikategorikan dalam tiga (3) level input untuk teknik penilaian yang digunakan dalam
   pengukuran nilai wajar, sebagai berikut:

   (a) Input Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
       identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
   (b) Input Level 2 - input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi
       untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
   (c) Input Level 3 - input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.

   Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Kelompok Usaha
   menentukan apakah terjadi transfer antara Level di dalam hierarki dengan cara mengevaluasi kategori
   (berdasarkan input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode
   pelaporan.

   Kelompok Usaha menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko
   aset dan liabilitas, dan level hierarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.

   Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
   untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.

   Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
   terjadi di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan di
   mana Perusahaan memiliki akses pada tanggal tersebut.

   Jika tersedia, Kelompok Usaha mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga
   kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif
   Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang dapat
   diobservasi dan relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

   Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak
   - pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length Junket transactions), penggunaan nilai
   wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang didiskonto, atau model
   penilaian lain.


                                                      17
Page 21
                   PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                      2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Penentuan Nilai Wajar (lanjutan)

   Kas dan setara kas

   Kas dan setara kas terdiri dari kas dan giro di bank yang dapat dicairkan sewaktu - waktu, tidak
   dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi penggunaannya.

   Persediaan

   Kelompok Usaha menerapkan PSAK 202 (sebelumnya PSAK 14), <Persediaan=. Persediaan terdiri dari
   bangunan apartemen dan kios yang siap dijual, tanah yang sedang dikembangkan dan bangunan dalam
   penyelesaian, dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi
   bersih.

   Biaya perolehan tanah yang sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah untuk
   pengembangan, biaya pengembangan langsung dan tidak langsung terkait kegiatan pengembangan
   apartemen serta biaya pinjaman. Tanah yang sedang dikembangkan akan dipindahkan ke persediaan
   pada saat tanah tersebut selesai dikembangkan. Seluruh biaya pengembangan tanah, termasuk tanah
   yang digunakan sebagai jalan dan prasarana atau area yang tidak dapat dijual lainnya, dialokasikan
   kepada luas area yang dapat dijual.

   Biaya perolehan bangunan dalam penyelesaian meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai
   dikembangkan ditambah dengan biaya konstruksi, biaya lainnya yang dapat diatribusikan pada aktivitas
   pengembangan apartemen dan biaya pinjaman. Biaya yang dikapitalisasi pada bangunan dalam
   penyelesaian dialokasikan untuk setiap unit apartemen menggunakan metode area yang dapat dijual.

   Biaya perolehan bangunan dalam penyelesaian dipindahkan ke bangunan tersedia untuk dijual pada
   saat pembangunan telah selesai.

   Untuk proyek properti komersial, pada saat selesainya pengembangan dan pembangunan infrastruktur,
   harga perolehan akan tetap disajikan sebagai bagian dari persediaan atau direklasifikasi ke aset tetap
   atau properti investasi, mana yang lebih sesuai.

   Biaya pemeliharaan dan perbaikan yang terjadi atas proyek yang sudah selesai dan secara substansial
   siap untuk digunakan sesuai tujuannya dibebankan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
   lain konsolidasian pada saat terjadinya.

   Pengkajian atas estimasi biaya dilakukan pada setiap akhir tahun pelaporan sampai proyek selesai
   secara substansial, jika terjadi perubahan atas rencana pemanfaatan dan penggunaan, Kelompok
   Usaha akan melakukan revisi dan realokasi biaya.

   Beban yang tidak berhubungan dengan proyek apartemen dibebankan ke laporan laba rugi dan
   penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat terjadinya.

   Nilai realisasi bersih merupakan estimasi harga jual setelah dikurangi dengan taksiran biaya untuk
   menyelesaikan dan menjual persediaan barang jadi yang dihasilkan, jika material, dikurangi taksiran
   biaya penyelesaian dan taksiran biaya untuk melaksanakan penjualan.




                                                    18
Page 22
                   PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                      2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Konstruksi dalam pengerjaan

   Konstruksi dalam pengerjaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan. Biaya perolehan termasuk biaya
   perolehan tanah dan akumulasi biaya pembangunan. Konstruksi dalam pengerjaan meliputi
   pembangunan yang diperuntukan untuk menjadi persediaan, aset tetap atau properti investasi pada saat
   penyelesaiannya dan pembangunan yang belum dapat ditentukan secara andal pembagian
   peruntukannya pada saat tanggal pelaporan. Pada saat pembangunan tersebut selesai dan siap
   digunakan, jumlah biaya yang terjadi direklasifikasi ke akun <Persediaan=, <Aset Tetap= atau <Properti
   Investasi= yang bersangkutan.

   Penyusutan dibebankan pada saat aset tersebut siap untuk digunakan.

   Biaya Dibayar Dimuka

   Biaya dibayar dimuka amortisasi selama masa manfaat setiap biaya, dengan menggunakan metode
   garis lurus.

   Aset Tetap

   Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri dari harga
   pembelian dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi
   dan kondisi yang diinginkan supaya aset siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah
   pengakuan awal, aset tetap, kecuali tanah, diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
   penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai.

   Penyusutan aset tetap dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan jumlah
   tersusutkan selama estimasi masa manfaat aset sebagai berikut:
                                                                        Tahun      Persentase
   Bangunan kantor                                                          20              5%
   Peralatan Kantor                                                          4             25%
   Sarana dan Prasarana                                                      4             25%

   Masa manfaat, nilai residu dan metode penyusutan direviu setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap
   perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif

   Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan
   yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
   penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai selisih antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah
   tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada tahun
   aset tersebut dihentikan pengakuannya.

   Properti Investasi

   Kelompok Usaha menerapkan PSAK 240 (sebelumnya PSAK 13), <Properti Investasi=. Properti investasi
   adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua - duanya) yang
   dikuasai oleh pemilik atau penyewa melalui sewa pembiayaan untuk menghasilkan sewa atau untuk
   kenaikan nilai atau kedua - duanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang
   atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.

   Properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomik masa
   depan yang terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan properti
   investasi dapat diukur dengan andal.




                                                    19
Page 23
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                       2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Properti Investasi (lanjutan)

   Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan, meliputi harga pembelian dan setiap
   pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung (biaya jasa hukum, pajak pengalihan properti
   dan biaya transaksi lain). Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal tersebut.

   Setelah pengakuan awal, Kelompok Usaha memilih menggunakan model biaya dan mengukur properti
   investasi sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai
   aset.

   Penyusutan properti investasi dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan
   jumlah tersusutkan selama estimasi masa manfaat aset sebagai berikut:

                                                                                             Tahun
   Bangunan kantor                                                                             20
   Sarana dan Prasarana                                                                        20

   Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya, sedangkan
   pemugaran dan penambahan dikapitalisasi.

   Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
   ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik dan dimulainya sewa operasi kepada pihak
   lain.

   Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
   ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik dan dimulainya pengembangan untuk dijual.

   Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi
   secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari
   pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan ditentukan dari
   selisih antara hasil bersih pelepasan dan jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada periode
   terjadinya penghentian atau pelepasan.

   Penurunan Nilai Aset Non - keuangan

   Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas tidak amortisasi namun diuji penurunan nilainya
   setiap tahun, atau lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan pada kondisi yang
   mengindikasikan kemungkinan penurunan nilai. Aset yang amortisasi ditelaah untuk penurunan nilai
   apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat
   diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui sebesar selisih jumlah tercatat aset terhadap jumlah
   terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya
   penjualan dengan nilai pakai.

   Untuk tujuan menguji penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus
   kas terpisah teridentifikasi (unit penghasil kas). Aset non - keuangan yang mengalami penurunan nilai
   ditelaah untuk kemungkinan pembalikkan atas penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.

   Biaya Pinjaman

   Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pembangunan atau pembuatan
   aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya
   diakui sebagai beban pada saat terjadi. Biaya pinjaman dapat mencakup beban bunga, beban keuangan
   dalam sewa pembiayaan atau selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang
   selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas biaya bunga.



                                                      20
Page 24
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                         2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Liabilitas Imbalan Kerja

   Kelompok Usaha menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai dengan Peraturan Pemerintah
   (<PP=) No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 (Undang-Undang Cipta Kerja) yang
   diundangkan pada November 2020, sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Republik Indonesia No. 6
   tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta
   Kerja menjadi Undang-Undang. Program imbalan pasti ini tidak didanai.

   Liabilitas neto Kelompok Usaha atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan pascakerja
   pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan liabilitas imbalan
   pascakerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam perhitungan aktuaria yang
   dilakukan setiap akhir periode pelaporan.

   Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial, b) imbal hasil
   atas aset program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk
   bunga, diakui di penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi
   ke laba rugi pada periode berikutnya.

   Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang berubah terkait
   biaya jasa lalu, atau keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi pada saat terdapat perubahan
   atau kurtailmen atas program.

   Kelompok Usaha menentukan (penghasilan) beban bunga neto atas (aset) liabilitas imbalan pascakerja neto
   dengan menerapkan tingkat bunga diskonto pada awal periode pelaporan tahunan untuk mengukur liabilitas
   imbalan pascakerja selama periode berjalan.

   Kelompok Usaha mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan pascakerja pada
   saat penyelesaian terjadi. Keuntungan atau kerugian atas penyelesaian merupakan selisih antara nilai kini
   liabilitas imbalan pascakerja yang ditetapkan pada tanggal penyelesaian dengan harga penyelesaian, termasuk
   setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang dilakukan secara langsung oleh Kelompok
   Usaha sehubungan dengan penyelesaian tersebut.

   Kelompok Usaha mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap keuntungan
   atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi pada saat terjadinya.

   Pengakuan Pendapatan dan Beban

   Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

   Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
   (i) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
   (ii) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji - janji dalam
         kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
   (iii) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas
         sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang
         dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Kelompok Usaha membuat
         estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang
         atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan
         dibayarkan selama periode kontrak.
   (iv) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri
         sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
         langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah Junjin.
   (v) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa
         yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).



                                                             21
Page 25
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                       2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)

   Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)

   Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
   • Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
   • Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
      pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu Kelompok Usaha memilih ukuran
      penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah
      terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.

   Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah
   penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban
   kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang
   telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak disajikan dalam
   "Pendapatan diterima dimuka".

   Penjualan unit apartemen

   Pendapatan dari penjualan unit apartemen diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara
   signifikan telah dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat unit rumah diserahkan
   dan pelanggan telah menerima unit apartemen tersebut.

   Beban

   Biaya yang secara langsung berhubungan dengan kontrak, menghasilkan sumber daya untuk memenuhi
   kontrak ("biaya untuk memenuhi") atau penambahan untuk mendapatkan kontrak ("biaya untuk
   memperoleh") dan diharapkan dapat dipulihkan. Beban tersebut dengan demikian memenuhi syarat
   kapitalisasi berdasarkan PSAK 115 (sebelumnya PSAK 72) dan diakui sebagai aset lancar lain - lain.
   Beban tersebut amortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan penyerahan barang atau jasa yang
   terkait dengan aset tersebut.

   Beban lain - lain diakui pada saat terjadinya.

   Laba Neto per Saham

   Laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan
   kepada pemilik entitas dengan rata - rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama tahun tersebut

   Laba per saham dilusian dihitung manakala Kelompok Usaha memiliki instrumen berpotensi saham
   biasa yang bersifat dilutif.

   Selisih Nilai Transaksi Entitas dengan Sepengendali

   Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 338 (sebelumnya PSAK 38),
   <Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali=, dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan. Selisih
   antara harga pengalihan dengan nilai buku dicatat dalam akun <Selisih Nilai Transaksi dengan Entitas
   Sepengendali= dan disajikan sebagai bagian dari akun <Tambahan Modal Disetor= dalam laporan posisi
   keuangan konsolidasian.




                                                    22
Page 26
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                       2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Pajak Penghasilan (lanjutan)

   Pajak Final

   Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat final.
   Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku
   transaksi mengalami kerugian.

   Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 71 tanggal 4 November 2008 yang telah diganti
   dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 34 tanggal 8 Agustus 2016 tentang Pajak Penghasilan
   atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan, dan Perjanjian Pengikatan Jual Beli
   atas Tanah dan/atau Bangunan beserta Perubahannya diatur bahwa besarnya Pajak Penghasilan dari
   Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan dikenakan pajak bersifat final sebagai berikut:

   a. 2,5% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan selain pengalihan hak atas
      tanah dan/atau bangunan berupa Rumah Sederhana atau Rumah Susun Sederhana yang dilakukan
      oleh Wajib Pajak yang usaha pokoknya melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan.
   b. 1% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan berupa Rumah Sederhana atau
      Rumah Susun Sederhana yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang usaha pokoknya melakukan pengalihan
      hak atas tanah dan/atau bangunan.
   c. 0% atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan kepada Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara
      yang mendapat penugasan khusus dari Pemerintah, atau Badan Usaha Milik Daerah yang mendapat
      penugasan khusus dari Kepala Daerah, sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yang mengatur
      mengenai pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum.

   Mengacu pada PSAK 212 (sebelumnya PSAK 46) tentang Akuntansi Pajak Penghasilan, Kelompok Usaha
   menggunakan konsep akrual dalam mengakui beban, aset dan kewajiban perpajakan sehingga setiap
   penghasilan menurut akuntansi harus diperhitungkan dampak pajak yang harus dibayar pada masa
   mendatang atau telah dibayar pada masa sekarang. Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur
   oleh PSAK 212 (sebelumnya PSAK 46), oleh karena itu, Kelompok Usaha memutuskan untuk menyajikan
   beban pajak final sehubungan dengan penjualan tanah dan bangunan sebagai pos tersendiri.

   Pajak Kini

   Untuk kegiatan lainnya, apabila ada, maka pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun
   yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang telah berlaku atau secara
   substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.

   Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi
   dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan.

   Perubahan terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat diterimanya surat ketetapan pajak atau, jika
   Kelompok Usaha mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut ditetapkan.

   Segmen operasi

   Segmen adalah bagian khusus dari Kelompok Usaha yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa
   (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen
   geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya

   Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk akun-akun yang dapat diatribusikan langsung
   kepada suatu segmen serta hal - hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen
   tersebut.




                                                        23
Page 27
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                       2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Provisi dan Kontinjensi

   Provisi diakui jika Kelompok Usaha mempunyai liabilitas kini (hukum maupun konstruktif) sebagai akibat
   peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar
   sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan jumlah liabilitas tersebut dapat diestimasi secara
   andal.

   Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik
   yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan liabilitas kemungkinan besar tidak
   terjadi, maka provisi dibatalkan. Jika dampak nilai waktu dari uang cukup material, maka jumlah provisi
   adalah nilai kini dari perkiraan pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan liabilitas. Ketika provisi
   didiskontokan, peningkatan jumlah provisi dikarenakan berlalunya waktu diakui sebagai beban
   keuangan.


3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI PENTING

   Penyusunan laporan keuangan Kelompok Usaha mengharuskan manajemen untuk membuat
   pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah - jumlah pendapatan, beban, aset dan
   liabilitas yang dilaporkan serta pengungkapan atas liabilitas kontijensi pada setiap akhir periode
   pelaporan. Namun, hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi, ketidakpastian atas
   asumsi serta estimasi tersebut dapat menimbulkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset
   dan liabilitas pada tahun berikutnya.

   Pertimbangan

   Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha, manajemen telah membuat
   pertimbangan berikut, selain yang telah tercakup dalam estimasi, yang memiliki dampak signifikan atas
   jumlah - jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:

   Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan

   Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset dan liabilitas
   keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan dalam PSAK 109 (sebelumnya
   PSAK 71) telah terpenuhi. Aset dan liabilitas keuangan diakui dan dikelompokkan sesuai dengan
   kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2 atas laporan keuangan.

   Sumber Estimasi Ketidakpastian

   Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
   memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
   tahun/periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Kelompok Usaha mendasarkan asumsi dan estimasi
   pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai
   perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali
   Kelompok Usaha. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.




                                                       24
Page 28
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                       2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI PENTING (lanjutan)

   Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan)

   Penurunan Nilai Piutang Usaha dan Piutang Lain - lain

   Penurunan piutang dan piutang lain - lain terjadi jika terdapat bukti objektif bahwa Kelompok Usaha tidak
   dapat menagih seluruh atau sebagian nilai piutang sesuai dengan persyaratan awal piutang. Penilaian
   dilakukan pada setiap tanggal laporan posisi keuangan untuk menentukan ada tidaknya indikasi
   penurunan nilai atau apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang sebelumnya diakui pada
   tahun-tahun sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun.

   Ketika hasil aktual berbeda dari jumlah yang awalnya dinilai, perbedaan tersebut akan mengakibatkan
   penyesuaian material terhadap jumlah tercatat piutang usaha dan lain - lain dalam laporan keuangan
   tahun berikutnya. Jumlah tercatat dari piutang usaha diungkapkan pada Catatan 6 atas laporan
   keuangan.

   Penurunan Nilai Persediaan

   Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan
   membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang lambat
   yang diidentifikasi tidak lagi sesuai untuk digunakan dalam produksi, dengan mempertimbangkan nilai
   realisasi neto dari persediaan barang jadi dan barang dalam proses berdasarkan pada harga jual dan
   kondisi pasar saat ini. Jumlah tercatat persediaan diungkapkan di dalam Catatan 8 atas laporan
   keuangan.

   Mengestimasi Masa Manfaat Aset Tetap dan Properti Investasi

   Biaya perolehan aset tetap dan properti investasi disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
   berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis
   aset tetap dan properti investasi antara 4 sampai dengan 20 tahun, suatu kisaran yang umumnya
   diperkirakan dalam industri sejenis. Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan
   teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai sisa aset dan karenanya biaya
   penyusutan masa depan memiliki kemungkinan untuk diubah.

   Jumlah tercatat aset tetap dan properti investasi Kelompok Usaha pada tanggal 31 Juni 2025 dan 2024
   diungkapkan dalam Catatan 11 dan 12 atas laporan keuangan.

   Penurunan Nilai Aset Non - Keuangan

   Penilaian penurunan untuk aset non-keuangan, selain goodwill dilakukan ketika indikator penurunan nilai
   tertentu yang hadir. Sedangkan untuk goodwill, pengujian penurunan nilai wajib dilakukan minimal setiap
   tahun terlepas dari apakah atau tidak ada indikasi penurunan nilai.

   Menentukan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari
   penggunaan lanjutan dan disposisi akhir dari aset tersebut. Setiap perubahan signifikan dalam asumsi
   yang digunakan dalam menentukan nilai wajar material dapat mempengaruhi penilaian nilai dipulihkan
   dan kerugian penurunan nilai yang dihasilkan bias memiliki dampak material terhadap hasil usaha.

   Liabilitas Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja Karyawan

   Penentuan imbalan pasca kerja dan beban imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung pada pemilihan
   asumsi yang digunakan oleh manajemen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut
   termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan
   tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.




                                                      25
Page 29
                   PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                      2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI PENTING (lanjutan)

   Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan)

   Liabilitas Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja Karyawan (lanjutan)

   Hasil aktual yang berbeda dengan jumlah yang diestimasi diperlakukan sesuai dengan kebijakan
   sebagaimana diatur dalam Catatan 2 atas laporan keuangan konsolidasian. Sementara manajemen
   Kelompok Usaha berpendapat bahwa asumsi yang digunakan adalah wajar dan sesuai, perbedaan
   signifikan dari hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan secara material
   dapat mempengaruhi perkiraan jumlah liabilitas imbalan kerja jangka panjang dan beban imbalan kerja
   karyawan. Jumlah tercatat liabilitas imbalan kerja jangka panjang Kelompok Usaha diungkapkan pada
   Catatan 20 atas laporan keuangan konsolidasian.

   Mengevaluasi Provisi dan Kontinjensi

   Kelompok Usaha terlibat dalam berbagai proses hukum dan pajak. Manajemen melakukan penilaian
   untuk membedakan antara provisi dan kontinjensi terutama melalui konsultasi dengan penasehat hukum
   Kelompok Usaha yang menangani proses hukum dan pajak tersebut. Kelompok Usaha mempersiapkan
   provisi yang sesuai untuk proses hukum saat ini atau kewajiban konstruktif, jika ada, sesuai dengan
   kebijakan provisinya dan memperhitungkan risiko dan ketidakpastian yang relevan.

   Dalam situasi tertentu, Kelompok Usaha tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak
   mereka pada saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan, atau negosiasi dengan otoritas
   perpajakan. Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks
   serta jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan. Dalam menentukan jumlah yang
   harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Kelompok Usaha menerapkan pertimbangan
   yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai
   dengan PSAK 237 (sebelumnya PSAK 57).


4. KOMBINASI BISNIS ENTITAS SEPENGENDALI                   DAN PENYAJIAN KEMBALI            LAPORAN
   KEUANGAN KONSOLIDASIAN

   Seperti yang diungkapkan pada Catatan 1 atas laporan keuangan konsolidasian, pada tanggal 17 April
   2020, PT Arba Propertindo (AP) melakukan penyertaan saham pada PT Kalibata Inovasi Maju (KIM)
   yang merupakan pihak yang berada di bawah pengendalian yang sama, sehingga sesuai dengan PSAK
   338 (sebelumnya PSAK 38) <Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali=, laporan keuangan konsolidasian
   Perusahaan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal - tanggal 31 Desember 2019
   disajikan kembali untuk mencerminkan dampak proforma seolah - olah penggabungan tersebut terjadi
   sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.

   Ringkasan dari transaksi penyertaan saham adalah sebagai berikut:

   Jumlah aset neto terindikasi                                                   (1.003.287.943 )
   Dikurangi kepentingan nonpengendali                                                        (40 )

   Jumlah aset neto terindikasi yang diterima (dilepas)                           (1.003.287.903 )
   Dikurangi imbalan yang dibayarkan                                                 249.999.990

   Selisih Nilai Transaksi Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali                  (1.253.287.893 )


   Pada tanggal 22 Juli 2019, Kelompok Usaha melakukan penyertaan saham pada PT Arba Propertindo
   (AP) yang merupakan pihak yang berada di bawah pengendalian yang sama.




                                                     26
Page 30
                       PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                        Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                          2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



 4. KOMBINASI BISNIS ENTITAS SEPENGENDALI                   DAN PENYAJIAN            KEMBALI     LAPORAN
    KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)

    Ringkasan dari transaksi penyertaan saham adalah sebagai berikut:

     Jumlah aset neto terindikasi                                                     73.033.296.404
     Dikurangi kepentingan nonpengendali                                                 408.696.799

     Jumlah aset neto terindikasi yang diterima (dilepas)                             72.624.599.605
     Dikurangi imbalan yang dibayarkan                                                82.625.000.000

     Selisih Nilai Transaksi Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali                    (10.000.400.395 )


    Selisih nilai transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat di akun Tambahan Modal Disetor=
    sebagai bagian dari ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian.


 5. KAS DAN SETARA KAS

    Akun ini terdiri dari:
                                                                      Jun 2025                   Des 2024
    Kas                                                                    94.636                  174.100
    Bank:
       PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                       1.559.816.624              2.612.055.026
       PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                           62.465.676                530.014.354
       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                         441.830.288                448.995.312
       PT Bank Central Asia Tbk                                     2.083.914.871                160.933.614
       PT Bank Oke Indonesia Tbk                                       77.192.640                 77.235.062
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                      808.050                  45.163.650
       PT Bank UOB Indonesia                                           20.286.739                 21.021.739
       PT Bank Panin Tbk                                                2.717.537                 13.931.669
       PT Bank BTN Syariah                                              9.634.303                   1.000.417
    Jumlah                                                          4.259.702.889              3.910.351.143


 6. PIUTANG USAHA

    Akun ini terdiri dari:
                                                                     Jun 2025                   Des 2024
    Pihak Ketiga
    Penjualan apartemen                                            12.850.004.591              14.441.012.056
    Penyisihan penurunan nilai piutang                             (6.050.688.490 )            (6.050.688.490)
    Jumlah                                                          6.799.316.101              8.390.323.566

    Rincian piutang usaha berdasarkan umur kontrak adalah sebagai berikut:
                                                                      Jun 2025                   Des 2024
     Kurang dari 3 bulan                                            5.543.042.757               6.500.281.622
     3 sampai 6 bulan                                                1.670.224.400
     Lebih dari 6 bulan                                             5.636.737.433               7.940.730434
     Jumlah                                                       12.850.004.591               14.441.012.056
Dikurangin Cadangan Kerugian                                      (6.050.618.627)             (6.050.688.490)
Saldo Piutang                                                       6.799.316.101               8.390.323.566


                                                       27
Page 31
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                       2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


6. PIUTANG USAHA (lanjutan)

   Mutasi cadangan kerugian kredit ekspektasian piutang usaha adalah sebagai berikut:
                                                                        Jun 2025              Des 2024
   Saldo awal tahun                                                   6.050.688.490          3.441.398.630
   Penyisihan penurunan nilai tahun berjalan (Catatan 27)                         0          2.609.289.860
   Jumlah                                                             6.050.688.490          6.050.688.490

   Piutang usaha pihak ketiga digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka panjang (Catatan 19).

   Berdasarkan telaah atas piutang usaha masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen
   Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang tersebut cukup untuk
   menutupi kerugian yang mungkin timbul dari penurunan nilai piutang.


7. PIUTANG LAIN - LAIN

   Piutang Lain - lain Jangka Panjang
                                                                        Jun 2025              Des 2024
   Pihak Ketiga
      PT Cipta Permata Properti Indonesia                              1.300.000.000        1.300.000.000

   Pihak Berelasi (Catatan 29)
      PT Diamond Karya Abadi                                             602.985.600          602.985.600

   Berdasarkan telaah atas piutang lain-lain masing - masing pihak pada akhir tahun, manajemen
   Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang tersebut dapat ditagih,
   sehingga, tidak ada penurunan nilai yang diakui.


8. PERSEDIAAN

   Akun ini terdiri persediaan unit apartemen tersedia untuk dijual yang terdiri dari:
                                                                        Jun 2025               Des 2024

   Dave                                                               68.896.537.548        69.880.005.081
   Apple 1                                                            55.810.886.221        55.810.886.221
   Apple 3                                                            18.283.093.432        19.883.468.163
   Jumlah                                                           142.990.517.201        145.574.359.465

   Mutasi persediaan selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
                                                                        Jun 2025              Des 2024
   Dave
   Saldo awal                                                        69.880.005.081         69.880.005.081
   Penambahan:
      Pembangunan konstruksi
   Pengurangan:
      Pengalihan Unit                                                 (983.467.533)
   Saldo Akhir                                                       68.896.537.548         69.880.005.081




                                                       28
Page 32
                   PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                      2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


8. PERSEDIAAN (lanjutan)

   Mutasi persediaan selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)
                                                                    Jun 2025                  Des 2024
   Apple 1
   Saldo awal                                                     55.810.886.221         62.210.158.012
   Penambahan:
      Pembangunan konstruksi                                                                   940.286.054
   Pengurangan:
      Pengalihan                                                                        -
       Beban pokok pendapatan (Catatan 26)                                                  (7.339.557.845)
   Saldo Akhir                                                    55.810.886.221         55.810.886.221

   Apple 3
   Saldo awal                                                       19.883.468.163                        -
   Penambahan:
      Pembangunan konstruksi                                                                22.422.430.113
   Pengurangan:
       Beban pokok pendapatan (Catatan 26)                         (1.600.374.731)          (2.538.961.950)
   Saldo Akhir                                                    18.283.093.432        19.883.468.163
   Jumlah                                                        142.990.517.201        145.574.359.465

   Apartemen Dave (Perusahaan)

   Hak legal atas tanah Apartemen Dave berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan atas nama Perusahaan:
   a. No. 14 Tahun 2015, berjangka waktu 25 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2040.
   b. No. 15 Tahun 2015, berjangka waktu 25 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2040.
   c. No. 17 Tahun 2015, berjangka waktu 25 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2040.

   Ketiga hak legal atas tanah tersebut kini tergabung di dalam Hak Guna Bangunan Induk No. 19 Tahun
   2018, yang akan jatuh tempo pada tahun 2040.

   Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak terdapat hambatan dalam proses perpanjangan
   sertifikasi hak atas tanah dan balik nama karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung
   dengan bukti pemilikan yang memadai.

   Pada tanggal 31 Desember 2024, apartemen telah diasuransikan terhadap risiko gempa bumi dan risiko
   lainnya kepada PT Asuransi Umum Bumida 1967, pihak ketiga, dengan nilai pertanggungan sebesar
   Rp160.618.000.000,-. Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup
   memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

   Pada tanggal 31 Juni 2025, asuransi apartemen Perusahaan terhadap risiko gempa bumi dan risiko
   lainnya kepada pihak ketiga, sedang dalam proses perpanjangan asuransi.

   Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan pada tanggal
   pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai persediaan sehingga
   tidak diperlukan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai persediaan.

   Persediaan digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka panjang (Catatan 19).




                                                     29
Page 33
                   PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                      2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


8. PERSEDIAAN (lanjutan)

   PT Arba Propertindo (AP)

   Apartemen Apple 1

   Hak legal atas tanah Apartemen Apple 1 berupa Hak Guna Bangunan atas nama PT AP, entitas anak:
   a. No. 1585 Tahun 2003, berjangka waktu 39 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2042, dengan
      Jumlah luas tanah sebesar 1.502 m2.
   b. No. 1603 Tahun 2015, berjangka waktu 27 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2042, dengan
      Jumlah luas tanah sebesar 1.503 m2.

   Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023, asuransi apartemen Apple 1 terhadap risiko
   gempa bumi dan risiko lainnya kepada pihak ketiga, sedang dalam proses asuransi.

   Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan pada tanggal
   pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai persediaan sehingga
   tidak diperlukan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai persediaan.

   Persediaan digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka panjang (Catatan 19).

   PT Kalibata Inovasi Maju (KIM)

   Apartemen Apple 3

   Hak legal atas tanah Apartemen Apple 3 berupa Hak Guna Bangunan atas nama PT KIM, entitas anak,
   dengan No. 4491 Tahun 2013, berjangka waktu 19 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2032,
   dengan Jumlah luas tanah sebesar 451 m2.

   Pada tanggal 31 Desember 2024, asuransi apartemen Apple 3 terhadap risiko gempa bumi dan risiko
   lainnya kepada pihak ketiga, sedang dalam proses asuransi.

   Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan pada tanggal
   pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai persediaan sehingga
   tidak diperlukan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai persediaan.


9. BIAYA DIBAYAR DIMUKA

   Pada tanggal 31 Juni 2025 dan 2024, akun ini seluruhnya merupakan biaya yang dikeluarkan
   Perusahaan dan Entitas anaknya untuk Asuransi apartemen dan persediaan terhadap resiko gempa
   bumi, kebakaran dan resiko bencana lainnya masing - masing sebesar Rp22.967.425 dan
   Rp22.967.425.




                                                    30
Page 34
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                         2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


10. KONSTRUKSI DALAM PENGERJAAN

   Pada tanggal 31 Juni 2025 dan 2024, akun ini seluruhnya merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan
   oleh Kelompok Usaha untuk proyek Apple 3 masing-masing sebesar Rp69.580.409.433 dan Rp
   66.092.717.007.

   Persentase penyelesaian proyek Apartemen Apple 3 pada tanggal 31 Juni 2025 dan 2024 masing-
   masing sebesar 87,5% dan 72%. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat hambatan yang dapat
   mempengaruhi penyelesaian apartemen dalam penyelesaian apartemen tersebut.

   Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kontruksi dalam pengerjaan pada tanggal pelaporan,
   manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai, sehingga tidak diperlukan
   pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai.


11. ASET TETAP

   Akun ini terdiri dari:
                                                                Juni 2025

                                                    Penambahan /         Pengurangan /
                                   Saldo Awal        Reklasifikasi        Reklasifikasi   Saldo Akhir

   Biaya Perolehan
   Kepemilikan langsung
   Bangunan kantor                   959.739.290                     -               -       959.739.290
   Peralatan kantor                  799.903.550                     -               -       799.903.550
   Sarana dan prasarana            1.833.832.021                     -               -     1.833.832.021

   Jumlah Biaya Perolehan           3.593.474.861                    -               -     3.593.474.861

   Akumulasi Penyusutan
   Kepemilikan langsung
   Bangunan kantor                   335.908.751          24.084.482                 -       359.993.233
   Peralatan kantor                  799.903.550                                     -       799.903.550
   Sarana dan prasarana            1.833.832.021                     -               -     1.833.832.021

   Jumlah Akumulasi
     Penyusutan                    2.969.644.322          24.084.482                 -     2.993.728.804

   Nilai Buku                        623.830.539                                            599.746.057




                                                     31
Page 35
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                         2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


11. ASET TETAP (lanjutan)

   Akun ini terdiri dari: (lanjutan)
                                                                   Des 2024

                                                       Penambahan /         Pengurangan /
                                       Saldo Awal       Reklasifikasi        Reklasifikasi   Saldo Akhir

   Biaya Perolehan
   Kepemilikan langsung
   Bangunan kantor                       959.739.290                 -                  -       959.739.290
   Peralatan kantor                      799.903.550                 -                  -       799.903.550
   Sarana dan prasarana                1.833.832.021                 -                  -     1.833.832.021

   Jumlah Biaya Perolehan              3.593.474.861                    -               -     3.593.474.861

   Akumulasi Penyusutan
   Kepemilikan langsung
   Bangunan kantor                       287.739.787         48.168.964                 -       335.908.751
   Peralatan kantor                      796.175.893          3.727.657                 -       799.903.550
   Sarana dan prasarana                1.833.832.021                                    -     1.833.832.021

   Jumlah Akumulasi
     Penyusutan                        2.917.747.701         51.896.621                 -     2.969.644.322

   Nilai Buku                           675.727.160                                            623.830.539



   Beban penyusutan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Juni 2025 dan 2024 masing - masing
   sebesar Rp24.084.482dan Rp 51.896.621 pada beban usaha (Catatan 27).

   Bangunan kantor merupakan unit kantor Perusahaan di Apartemen Dave, Depok, Jawa Barat, dengan
   luas area 120 m2.

   Aset tetap diasuransikan bersama dengan persediaan dan properti investasi melalui program tipe
   asuransi property all risk (Catatan 8 dan 12).

   Pada tanggal 31 Juni 2025 dan 2024, sebagian aset tetap digunakan sebagai jaminan atas
   fasilitas utang bank jangka panjang yang diperoleh Kelompok Usaha (Catatan 19).

   Pada tanggal 31 Juni 2025, Kelompok Usaha memiliki aset tetap dengan total biaya sebesar
   Rp2.993.728.804 yang telah sepenuhnya disusutkan tetapi masih digunakan.

   Manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa tidak terdapat kondisi atau peristiwa yang
   menimbulkan indikasi penurunan nilai atas jumlah tercatat aset tetap, sehingga tidak diperlukan
   cadangan kerugian penurunan nilai untuk aset tetap.




                                                        32
Page 36
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                         2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


12. PROPERTI INVESTASI

   Rincian dan mutasi properti investasi adalah sebagai berikut:
                                                                Jun 2025

                               Saldo Awal          Penambahan              Pengurangan       Saldo Akhir
   Biaya Perolehan
   Bangunan                      11.045.319.571                    -                     -     11.045.319.571
   Sarana dan prasarana           4.259.743.339                    -                     -      4.259.743.339
   Jumlah Biaya Perolehan        15.305.062.910                    -                     -     15.305.062.910
   Akumulasi Penyusutan
   Bangunan                       3.126.622.486         276.132.989                      -      3.402.755.475
   Sarana dan prasarana           1.560.138.082         106.493.584                      -      1.666.631.666
   Jumlah Akumulasi
     Penyusutan                   4.686.760.568         382.626.573                      -      5.069.387.141
   Nilai Buku Neto               10.618.302.342                                                10.235.675.770



                                                                Des 2024

                               Saldo Awal          Penambahan              Pengurangan       Saldo Akhir
   Biaya Perolehan
   Bangunan                      11.045.319.571                    -                     -     11.045.319.571
   Sarana dan prasarana           4.259.743.339                    -                     -      4.259.743.339
   Jumlah Biaya Perolehan        15.305.062.910                    -                     -     15.305.062.910
   Akumulasi Penyusutan
   Bangunan                       2.574.356.508         552.265.978                      -      3.126.622.486
   Sarana dan prasarana           1.347.150.915         212.987.167                      -      1.560.138.082
   Jumlah Akumulasi
     Penyusutan                   3.921.507.423         765.253.145                      -      4.686.760.568
   Nilai Buku Neto               11.383.555.487                                                10.618.302.342


   Kelompok Usaha memiliki properti investasi berupa unit apartment (guest house), ruang meeting, kios,
   dan business area lainnya yang terletak di Apartemen Dave, Jl. Palakali Raya, Kel. Kukusan, Kec. Beji,
   Depok, Jawa Barat.

   Beban penyusutan periode yang berakhir              pada     tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 dibebankan
   ke beban pokok pendapatan (Catatan 26).

   Properti investasi diasuransikan bersama dengan persediaan dan aset tetap melalui program tipe
   asuransi property all risk (Catatan 8 dan 11).

   Manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa tidak terdapat kondisi atau peristiwa yang
   menimbulkan indikasi penurunan nilai atas jumlah tercatat properti investasi karena nilai wajar yang
   meningkat tiap tahunnya, sehingga tidak diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai untuk properti
   investasi.

   Pada 31 Juni 2025 dan 2024, sebagian properti investasi digunakan sebagai jaminan atas fasilitas utang
   bank jangka panjang yang diperoleh Kelompok Usaha (Catatan 19).




                                                      33
Page 37
                  PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                     2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


13. UANG MUKA

                                                                    Jun 2025               Jun 2024
   Uang muka perolehan tanah
     Desa Cijujung                                              184.220.955.678        184.220.955.678
     Kelurahan Cilodong                                         127.698.120.204        127.698.120.204
     Kelurahan Pejaten Barat                                     60.459.470.743         60.459.470.743
     Kelurahan Sepinggan Raya                                    32.547.742.975         32.547.742.975

   Jumlah                                                       404.926.289.600        404.926.289.600


  Pada tanggal 31 Desember 2023 Kelompok Usaha melakukan konversi piutang menjadi uang muka
  perolehan tanah sebesar Rp334.378.546.625.

  Lokasi tanah tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Tanah kosong di Kelurahan Cilodong dari PT Adam Inovasi Utama dengan luas 17.199 m2.
     Nilai pasar dari tanah tersebut adalah sebesar Rp160.633.000.000.

  2. Tanah kosong di Desa Cijujung dari PT Cipta Permata Properti Indonesia dengan luas 35.198 m2.
     Nilai pasar dari tanah tersebut adalah sebesar Rp210.329.000.000.

  3. Tanah kosong di Kelurahan Pejaten Barat dari PT Arba Propertindo Utama dengan luas 3.391 m2.
     Nilai pasar dari tanah tersebut adalah sebesar Rp85.206.000.000.

  Manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa tidak terdapat kondisi atau peristiwa yang
  menimbulkan indikasi penurunan nilai atas jumlah tercatat uang muka perolehan tanah karena nilai wajar
  yang meningkat tiap tahunnya, sehingga tidak diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai.

  Berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 261 tanggal 30 September 2021, Perusahaan
  membeli 6 bidang tanah di Kelurahan Cilodong dari PT Adam Inovasi Utama dengan rincian sebagai
  berikut:
  1. HGB No. 139/ Kel. Cilodong sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 27 Januari 2014 No.
      00032/Cilodong/2014 seluas 113 m2.
  2. HGB No. 139/ Kel. Cilodong sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 3 Desember 2014
      No. 00091/Cilodong/2014 seluas 1.418 m2.
  3. HGB No. 145/ Kel. Cilodong sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 3 September 2014
      No. 00091/Cilodong/2014 seluas 728 m2.
  4. HGB No. 138/ Kel. Cilodong sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 27 Januari 2014 No.
      00033/Cilodong/2014 seluas 9.494 m2.
  5. HGB No. 143/ Kel. Cilodong sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 3 Desember 2014
      No. 00090/Cilodong/2014 seluas 3.927 m2.
  6. HGB No. 142/ Kel. Cilodong sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 3 Desember 2014
      No. 00089/Cilodong/2014 seluas 1.416 m2.




                                                   34
Page 38
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                         2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


13. UANG MUKA (lanjutan)

   Berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 260 tanggal 15 September 2021, KIM membeli 6
   bidang tanah di Kelurahan Sepinggan Raya dari PT Diyatama Putera Mandiri Pariwisata dengan rincian
   sebagai berikut:
   1. HGB No. 20/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25 September
       2013 No. 00015/Sepinggan Raya/2013 seluas 913 m2.
   2. HGB No. 21/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25 September
       2013 No. 00016/Sepinggan Raya/2013 seluas 93 m2.
   3. HGB No. 23/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25 September
       2013 No. 00018/Sepinggan Raya/2013 seluas 404 m2.
   4. HGB No. 24/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25 September
       2013 No. 00017/Sepinggan Raya/2013 seluas 888 m2.
   5. HGB No. 25/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25 September
       2013 No. 00013/Sepinggan Raya/2013 seluas 782 m2.
   6. HGB No. 00128/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 3 Juni 2016
       No. 000358/2016 seluas 93 m2.

   Harga jual beli 6 bidang tanah tersebut adalah sebesar Rp54.960.000.000. Sampai dengan
   31 Desember 2024, KIM telah membayar uang muka sebesar Rp32.547.742.975.


14. UTANG USAHA - PIHAK KETIGA

   Akun ini terdiri dari:
                                                                Juni 2025             Des 2024
       PT Abadi Prima Intikarya                                  6.068.833.617        13.927.898.239
       PT Praja Vita                                             8.877.189.322         8.960.333.872
       PT Trimatra Liguna                                                    0         1.410.689.605
       Lain – lain                                              11.850.341.423             2.815.272
   Jumlah                                                       26.796.364.362        24.301.736.988


   Rincian utang usaha - pihak ketiga berdasarkan umur adalah sebagai berikut:

                                                                  Juni 2025             Des 2024
   Belum jatuh tempo                                                             -                  -
   Telah jatuh tempo:
      1 - 30 hari                                                 1.786.000.000
      31 - 60 hari                                                3.567.000.000                     -
      61 - 90 hari                                                2.433.000.000
      > 90 hari                                                 19.010.364.362        24.301.736.988
   Jumlah                                                       26.796.364.362        24.301.736.988


   Tidak ada jaminan yang diberikan oleh Kelompok Usaha sehubungan dengan utang usaha di atas.




                                                    35
Page 39
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                         2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


15. UTANG LAIN - LAIN

   Akun ini terdiri dari:
   Utang Lain - lain Jangka Pendek

                                                                   Jun 2025                Jun 2024

   Pihak Berelasi
      PT Diamond Karya Abadi                                          6.734.847               6.734.847


   Pada tanggal 31 Desember 2023 Kelompok Usaha melakukan pengalihan utang lain-lain pihak ketiga
   dan pihak berelasi ke Entitas Anak KIM sebesar Rp88.005.500.993. Utang lain-lain menjadi bagian dari
   konversi piutang lain - lain menjadi uang muka perolehan tanah sebesar Rp334.378.546.625 (Catatan
   13).


16. PENDAPATAN DITANGGUHKAN

                                                                  Jun 2025                Des 2024
   Saldo awal                                                 162.805.568.712         192.795.097.548
   Penambahan/Pengurangan                                      (4.408.748.216)          7.037.417.326
   Pengakuan pendapatan berdasarkan model lima langkah
     PSAK 115 (sebelumnya PSAK 72) pada titik waktu
     tertentu (lihat Catatan 25)                                                       (37.026.946.162)

   Jumlah                                                     158.396.820.496         162.805.568.712


   Pendapatan ditangguhkan adalah sumber daya yang diterima Kelompok Usaha sehubungan dengan
   penagihan berdasarkan progress proyek dan angsuran sampai dengan tanggal 31 Desember 2024.
   Kelompok Usaha mengakui pendapatan proyek pada waktu tertentu (point in time) yaitu pada saat
   proyek telah selesai 100% dan dibuktikan dengan dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST). Saldo
   ini akan dialokasikan ke pendapatan proyek pada saat proyek telah selesai dan diserahterimakan.


17. BEBAN AKRUAL

                                                                   Jun 2025                Des 2024


   Jasa Profesional                                                106.000.000           106.000.000 -




                                                   36
Page 40
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                       2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


18. PERPAJAKAN

   a. Pajak Dibayar Dimuka

      Akun ini terdiri dari:
                                                                Jun 2025              Des 2024
      Perusahaan:
         Pajak pertambahan nilai                               1.462.223.531          1.322.626.363

      Entitas anak:
         Pajak pertambahan nilai
         Pajak penghasilan pasal 4 (2)

      Jumlah                                                   1.462.223.531         1.322.768.589


   b. Utang Pajak
      Akun ini terdiri dari:
                                                               Jun 2025               Des 2024
      Perusahaan
      Taksiran kurang bayar pajak 2021                        1.571.246.063          1.598.928.925
      Pajak penghasilan:
        Pasal 4 (2)                                            133.364.561            428.624.523
        Pasal 21                                                 3.470.000             12.624.000
        Pasal 23
        PPn Keluaran                                                                    6.600.000
        Jumlah
                                                              1.708.080.624         2.046.777.448

   c. Pemeriksaan Pajak
      Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan dan PT Diamond Citra Propertindo
      sedang dalam proses pemeriksaan oleh DJP atas PPh 4 (2), PPN dan pajak lainnya untuk tahun
      2021 dan 2020. Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini, hasil pemeriksaan tersebut
      belum diterima. Namun manajemen berpendapat bahwa hasil pemeriksaan tersebut akan
      memberikan dampak terhadap laporan posisi keuangan dengan taksiran kurang bayar pajak
      sebagai berikut:

                                                               Jun 2025               Des 2024
      Perusahaan
      Pajak pertambahan nilai                                  739.240.883                       -
      Pajak penghasilan:
       Pasal 4 (2)                                             188.901.911                       -
       Pasal 23                                                 13.591.172                       -
      Sub jumlah                                               941.733.966                       -




                                                 37
Page 41
                  PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                   Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                     2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


18. PERPAJAKAN (lanjutan)


      Manajemen berencana akan membayar taksiran kurang bayar pajak untuk tahun 2021 dan 2020
      secara bertahap.

   d. Pajak Penghasilan Final

                                                                  Jun 2025                Des 2024
      Pendapatan yang dikenakan pajak final pada tarif
        pajak yang berlaku                                        133.364.561               85.882.065

      Beban pajak penghasilan final                               133.364.561               85.882.065

      Perusahaan akan melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan Badan sesuai dengan Laporan
      Keuangan yang telah diaudit.

      Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 34/2016 tanggal 8 Agustus 2016, efektif tanggal
      8 September 2016, penghasilan atas transaksi penjualan atau pengalihan hak atas tanah dan/atau
      bangunan dikenakan pajak final sebesar 2,5% dari nilai penjualan atau pengalihan.

      Berdasarkan Undang - Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia. Kelompok Usaha
      menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Direktorat
      Jenderal Pajak (DJP) dapat menetapkan atau mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu 5
      (lima) tahun sejak saat terutangnya pajak. Koreksi terhadap kewajiban pajak Kelompok Usaha diakui
      pada saat Surat Ketetapan Pajak diterima atau jika Kelompok Usaha mengajukan keberatan pada
      saat keputusan atas keberatan Kelompok Usaha tersebut telah ditetapkan.




                                                   38
Page 42
                   PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                      2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


19. UTANG BANK JANGKA PANJANG

  Rincian utang bank jangka panjang adalah sebagai berikut:

                                                               Jun 2025                   Des 2024
   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                         42.138.232.639          43.540.232.638
   PT Bank Oke Indonesia Tbk                                     28.102.586.468          28.102.586.468
   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                        16.096.070.365          16.096.070.365
   PT Bank Aceh Syariah                                          13.141.890.435          13.141.890.435

   Sub Jumlah                                                    99.478.779.907          100.880.799.906

   Utang bank jangka panjang                                     99.478.779.907          100.880.799.906
   Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu
      satu tahun                                                 71.269.076.618          72.671.076.618

   Bagian Jangka Panjang                                         28.209.703.288          28.209.703.288

   Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari utang bank jangka panjang adalah sebagai berikut:

                                                                   Jun 2024               Des 2024
   Saldo awal                                                    100.880.799.906              98.420.778.511
   Penerimaan/peningkatan utang bank                                                            6.518.130.965
   Pembayaran/pelunasan utang bank                               (1.402.000.000)              (4.058.109.570)

   Saldo Akhir                                                    99.478.779.907          100.880.799.906


  Perusahaan
  PT Bank Oke Indonesia Tbk
  Berdasarkan surat No. 216/BOI/BLC1/VII/2023 perihal permohonan perusahaan mengenai penarikan
  jaminan dengan sertifikat unit ET 25/15 SHMSRS No. 10.27.05.04.7.00886 karena sudah laku terjual,
  Bank menyetujui permohonan tersebut dengan pertimbangan sebagai berikut:
  - Menyetujui penarikan jaminan dan pelunasan Sebagian dengan nilai tebus sebesar Rp461.343.750
  - Nominal tersebut akan disetorkan langsung dari BTN Kuningan selaku Bank penyedia KPA atas unit
    tersebut
  - Untuk proses surat roya, pengambilan sertifikat akan dilakukan setelah penandatanganan bawah
    tangan penarikan jaminan dan pelunasan Sebagian dan penarikan jaminan akan berlangsung H+3
    dari pelunasan.
  Berdasarkan surat persetujuan perjanjian pinjaman surat No 113/BOI/SME2/V/2021 tanggal 6 Mei 2021,
  perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi dari PT Bank Oke Indonesia Tbk, dengan rincian
  sebagai berikut:
  Plafond            : Rp38.000.000.000
  Tujuan             : Tambahan modal untuk penyelesaian pembangunan proyek
  Suku bunga         : 11% per tahun
  Jangka waktu       : 72 bulan sejak perjanjian kredit ditandatangani
  Provisi            : 1% per tahun flat dari limit kredit dan dibayar dimuka




                                                     39
Page 43
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                       2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

   Perusahaan (lanjutan)
   PT Bank Oke Indonesia Tbk (lanjutan)
   Fasilitas pinjaman dijamin antara lain :
   1. Apartemen =Diamond AJuna Avenue=: yang terletak di Jalan Palakali Raya, Kelurahan Kukusan,
       Kecamatan Beji, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, tercatat atas nama PT Diamond Citra Propetindo
       Tbk, sebanyak 170 (seratus tujuh puluh) unit. Jaminan tersebut akan dipasang Hak Tangguhan
       peringkat I untuk kepentingan Bank sebesar Rp45.611.000.000, dengan rincian pada masing-
       masing sertifikat terpasang sebesar Rp268.300.000/sertifikat.
   2. Pemberian Jaminan Pribadi atas nama Adam.

   Pembatasan dan kewajiban Atas pinjaman yang diterima Perusahaan, Oke Bank mensyaratkan adanya
   pembatasan-pembatasan dan kewajiban tertentu yang harus dipenuhi oleh Perusahaan antara lain:
   1. Jaminan wajib diasuransikan dengan asuransi rekanan Bank yang bersifat banker’s clause. Untuk
      calon debitur yang berasa dari take over bank lain, asuransinya harus dengan asuransi rekanan
      Bank, dan apabila calon debitur akan melanjutkan asuransi sebelumnya yang bukan rekanan Bank,
      maka apabila telah jatuh tempo harus langsung dipindahkan ke asuransi rekanan Bank.
   2. Jaminan wajib diikat secara notarial (kecuali jaminan back to back Deposito atau Giro), dan tersedia
      covernote notaris bahwa setelah proses pengikatan selesai, dokumen jaminan dan pengikatan
      diserahkan kepada Bank.
   3. Setiap penarikan unit Dave Apartemen yang menjadi agunan di Bank (apabila akan dijual), debitur
      harus melunasi fasilitas KI terebih dagulu dengan perhitungan nilai tebus [Nilai Jual Rill - Pajak
      (12,5%)] atau [Nilai Pasar sesuai Appraisal x 70%]. Pilih mana yang lebih tinggi.
   4. Dilakukan Kerjasama pembiayaan KPA untuk end user yang akan melakukan pembelian unit
      apartemen Diamond AJuna Avenue (Dave).

   Current Ratio Perusahaan masih diatas satu kali sehingga masih memenuhi financial covenant terkait
   pinjaman bank.

   PT Bank Aceh Syariah

   Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Perubahan Objek Syirkah dan Pergantian Agunan
   Pembiayaan Refinancing Aset PT Diamond Citra Propertindo Tbk, No. 112/JKT.04/SPPP/II/2024 pada
   tanggal 1 Februari 2024, PT Bank Aceh Syariah telah memberikan fasilitas pembiayaan kepada
   Kelompok Usaha.

   Adapun rincian fasilitas pinjaman sebagai berikut:

   Jenis pembiayaan/akad       : Pembiayaan Refinancing Aset / Musyarakah Mutanaqishah (MMq)
   Orientasi penggunaan        : Investasi
   Sifat pembiayaan            : Non Revolving (On Liquidation Basis)
   Jumlah objek MMq            : 45 unit Dave Apartement
   Tujuan Pembiayaan           : Refinancing Aset 45 unit apartement untuk finishing proyek properti
                               Sebagai berikut:
                               -Apart House Chrstal Blok M
                               -Apart House Puri Mutiara Kemang
                               -Apart House Vanadium Intercon.




                                                        40
Page 44
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                       2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

   PT Bank Aceh Syariah (lanjutan)

   Adapun rincian fasilitas pinjaman sebagai berikut: (lanjutan)

   (a) Akad MMq 2
       Objek MMq                                 : 9 unit Dave Apartment
       Porsi kepemilikan modal Bank              : Rp3.096.702.000 (70%)
       Porsi kepemilikan modal nasabah           : Rp1.313.298.000 (30%)
       Jumlah modal syirkah                      : 4.410.000.000 (100%)
       Jangka waktu                              : 60 bulan
       Nilai per unit hisbah                     : Rp100 / unit
       Hishbah awal                              : Bank          : Rp30.967.020 unit (70%)
                                                   Nasabah       : Rp13.132.980 unit (30%)
       Proyeksi Jumlah ujroh                     : Rp3.993.612.257
       Angsuran ujroh perbulan                   : Rp66.560.204
       Proyeksi Jumlah bagi hasil Bank           : Rp896.910.257 (Eq. Rate setara 10.50% p.a)
       Proyeksi bagi hasil Bank perbulan         : Rp14.948.504
       Kewajiban pembayaran (buyback)
          Penyertaan Bank perbulan               : Rp51.611.700
       Nisbah bagi hasil porsi Bank
          Perbulan                               : (22,46%)
       Nisbah bagi hasil porsi Nasabah
          Perbulan                               : (77,54%)
       Pengikatan akad                           : Notarill

   (b) Akad MMq 3 Objek MMq                      : 9 unit Dave Apartment
       Porsi kepemilikan modal Bank              : Rp2.970.306.000 (70%)
       Porsi kepemilikan modal nasabah           : Rp1.259.694.000 (30%)
       Jumlah modal syirkah                      : Rp4.230.000.000 (100%)
       Jangka waktu                              : 60 bulan
       Nilai per unit hisbah                     : Rp100 / unit
       Hishbah awal                              : Bank     : Rp29.703.060 unit (70%)
                                                   Nasabah : Rp12.596.940 unit (30%)

       Proyeksi Jumlah ujroh                     : Rp3.830.607.675
       Angsuran ujroh perbulan                   : Rp63.843.461
       Proyeksi Jumlah bagi hasil                : Rp860.301.675 (Eq. Rate setara 10.50% p.a)
       Proyeksi bagi hasil Bank perbulan         : Rp14.338.361
       Kewajiban pembayaran (buyback)
          Penyertaan Bank perbulan               : Rp49.505.100
       Nisbah bagi hasil porsi Bank Perbulan     : (22,46%)
       Nisbah bagi hasil porsi Nasabah
          Perbulan                               : (77,54%)
       Pengikatan akad                           : Notarill




                                                       41
Page 45
                   PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                      2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

   PT Bank Aceh Syariah (lanjutan)

      Hal - hal yang dianggap penting selama masa pembiayaan:
      - Objek fasilitas pembiayaan per masing - masing akad pembiayaan MMq merupakan satu
        kesatuan yang utuh dan tidak boleh dilakukan penjualan/penarikan selama jangka waktu
        pembiayaan.
      - Apabila terjadi penjualan/penarikan dari unit salah satu fasilitas pembiayaan MMq, maka nasabah
        wajib melinaskan fasilitas MMq pada rekening tersebut.
      - penarikan objek MMq (unit) wajib disampaikan kepada Bank secara tertulis.

      Perubahan Agunan dan Objek Syirkah Pembiayaan:
      1. Agunan Utama dan Objek Syirkah sebelum dilakukan perubahan; Agunan utama dan objek
         Refinancing berupa Fasilitas MMq Rekening 1, Fasilitas MMq Rekening 2, Fasilitas MMq
         Rekening 3, Fasilitas MMq Rekening 4, Fasilitas MMq Rekening 5 masing - masing sejumlah 9
         Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS).
      2. Usulan Agunan dan Objek Syirkah yang akan dilakukan perubahan; Berdasarkan Bank Aceh
         Cabang Jakarta No. 1141/JKT.04/SPPP/XII/2023 tanggal 26 Desember 2023.

      Perubahan Agunan dan Objek Syirkah Pembiayaan:

      Agunan dan Objek Syirkah yang diserahkan, antara lain:
      a. Fasilitas MMq 2 sejumlah 9 Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS). Agunan
         dan Objek Syirkah sejumlah 1 SHMSRS telah terjual sebelum dilakukan akad dan akan diganti
         dengan sertifikat SHMSRS yang lain.

      b. Fasilitas MMq 3 sejumlah 9 Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS). Sejumlah
         1 SHMSRS telah terjual sebelum dilakukan akad dan akan dirubah dengan sertifikat SHMSRS
         yang lain.

          Agunan yang akan dirubah tersebut telah dinilai KJPP Firman Suryantoro, Sugeng Suzy
          Hartomo & Rekan No.00008/2.0074-01/PI/03/0141/1/I/2024 tertanggal 9 Januari 2024, dan
          Agunan tersebut memiliki nilai, bentuk dan lokasi yang sama berupa apartemen studio.

          Keterangan Agunan

          Agunan Utama
          1. Seluruh agunan utama SHMSRS Fasilitas MMq 1, MMq 4 dan MMq 5 telah dilakukan
             pengikatan HT sesuai dengan cover note notaris DR. H. Syafran, SH, M.Hum No. 003/NOT-
             SS/CN/I/2024.
          2. Seluruh agunan utama SHMSRS Fasilitas MMq Rekening 3 akan dilakukan pengikatan HT
             oleh notaris rekanan Bank Aceh.
          3. Seluruh jaminan agunan tidak dapat ditarik, dipindahtangankan/dialihkan sebelum
             pembiayaan per fasilitas pembiayaan MMq dinyatakan lunas oleh Bank Aceh.
          4. Warkat/fisik asli jaminan/agunan dan pengikatannya wajib dikuasai oleh Bank Aceh Syariah.
          5. Agunan wajib diikat Hak Tanggungan (HT) dan fidusia (FEO) sebesar minimal 125% dari
             Plafond pembiayaan.
          6. Agunan yang diserahkan wajib dilakukan retaksasi oleh penilai eksternal/independent
             (KJPP) setiap 2 tahun sekali dan wajib didampingi oleh petugas Bank.




                                                   42
Page 46
                   PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                      2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


19. PINJAMAN BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

   PT Bank Aceh Syariah (lanjutan)

       Agunan Tambahan
       1. Agunan tambahan berupa piutang usaha senilai Rp8.000.000.000 dan telah dilakukan
          pengikatan akta fidusia secara cross collateral untuk fasilitas Rekening MMq 1, MMq 4 dan MMq
          5 senilai Rp4.000.000.000 oleh notaris rekanan Bank Aceh akan dilakukan Roya dan akan
          dilakukan pengikatan utang fidusia secara notaril dan cross collateral terhadap fasilitas
          Rekening MMq 1, MMq 2, MMq 3, MMq 4, MMq 5 dan didaftarkan ke Kantor Pendaftaran Fidusia
          untuk keseluruhan fasilitas MMq.
       2. Daftar piutang usaha akan dievaluasi setiap triwulan, jika hasil review nilai piutang tidak
          mengcover lagi nilai pasar sebesar Rp8.000.000.000 maka plafond pembiayaan harus
          diturunkan sehingga coverage ratio mengcover 125% dari Jumlah fasilitas plafond pembiayaan
          MMq.
       3. Daftar piutang usaha diikat secara cross collateral untuk menjamin keseluruhan fasilitas MMq.

   PT Arba Propertindo (AP)

   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)

   Berdasarkan       surat    persetujuan  perpanjangan   jangka      waktu   kredit PT AP No.
   1245/S/CBC/JKTRY/XI/2023 tanggal 28 November 2023, perusahaan memperoleh perpanjangan
   fasilitas kredit modal kerja pembangunan dari BTN,dengan rincian sebagai berikut:

   Plafond              : Rp44.000.000.000
   Tujuan               : Penyelesaian pembiayaan pembangunan apartement beserta sarana dan
                           prasarananya pada proyek D’Apple apartemen yang terletak di Jl. Raya
                           Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan.
   Bentuk               : Non - revolving
   Suku bunga           : 12,5% efektif p.a
   Jangka waktu          : diperpanjang 36 bulan s.d 6 November 2025 (empat puluh delapan) bulan
   Provisi               : 0,75% dari plafond kredit perpanjangan.
   Biaya administrasi    : 0,25% dari plafond kredit perpanjangan.
   Denda                 : 2% di atas suku bunga yang berlaku.
   Fasilitas pinjaman dijamin antara lain dengan:
   a. Agunan pokok berupa 307 Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS) atas nama
       PT Arba Propertindo.
   b. Personal Guarantee atas nama Adam Bifaqih, Tjandra Tjokrodiponto dan Bayu Setiawan.
   c. Corporate Guarantee atas nama PT Cipta Permata Internasional dan PT Karya Permata Inovasi
      Indonesia.

   Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 10 tanggal 6 November 2018, AP memperoleh fasilitas Kredit
   Modal Kerja Pembangunan dari BTN, dengan rincian sebagai berikut:
   Plafond            : Rp70.000.000.000
   Tujuan             : Modal kerja pelengkap pembangunan Apartemen Apple
   Bentuk             : Non - revolving
   Suku bunga         : 12,5% efektif p.a
   Jangka waktu       : 48 (empat puluh delapan) bulan
   Provisi            : 0,50% dari plafond kredit dan wajib dibayarkan sebelum penandatangan
                        Perjanjian Kredit (PK).
   Biaya administrasi : 0,25% dari plafond kredit dan wajib dibayarkan sebelum penandatangan
                        Perjanjian Kredit (PK).
   Denda              : 2% di atas suku bunga yang berlaku atas tunggakan bunga




                                                   43
Page 47
                   PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                      2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

   PT Arba Propertindo (AP) (lanjutan)

   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) (lanjutan)

   Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 10 tanggal 6 November 2018, AP memperoleh fasilitas Kredit
   Modal Kerja Pembangunan dari BTN, dengan rincian sebagai berikut: (lanjutan)
   Biaya cadangan HT: 0,50% dari plafond kredit atau jumlah tertentu, bilamana biaya yang dikeluarkan
                      untuk Sertifikat Hak Tanggungan melebihi dana cadangan tersebut, maka debitur
                      berjanji mengikatkan diri untuk menanggung kekurangan beban biaya tersebut.
   Fasilitas pinjaman dijamin antara lain dengan:
   a. Agunan pokok berupa tanah beserta bangunan yang telah terbangun maupun yang akan dibangun
      kemudian diatas lahan Proyek Apartemen Apple yang berlokasi di Jalan Raya Jatipadang No. 03
      dan 42A, Kel. Jatipadang, Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan sesuai bukti kepemilikan berupa
      SHGB No.1585 dan No. 1603 atas nama AP dengan luas 3.005 m2.
   b. Personal Guarantee atas nama Adam Bifaqih, Tjandra Tjokrodiponto dan Bayu Setiawan.
   c. Corporate Guarantee atas nama PT Cipta Permata Internasional dan PT Karya Permata Inovasi
      Indonesia.
   d. Standing Instruction (SI) melalui BTN Cabang Kebon Jeruk. Apabila penjualan unit-unit apartemen
      dilakukan melalui fasilitas kredit Bank lain, maka AP harus menerbitkan SI yang telah memperoleh
      persetujuan dari Pemberi Kredit, serta wajib memindahbukukan/mentransfer seluruh hasil
      penerimaan realisasi kredit maupun bentuk penjualan lain ke rekening giro escrow atas nama AP di
      BTN Kantor Cabang Jakarta Kebon Jeruk.
   e. Cessie/ fiducia atas piutang AP yang berkaitan dengan semua penerimaan proyek Apartemen Apple.
   f. Akta Subordinasi yang menyatakan bahwa AP tidak akan melunasi utang kepada pemegang saham
      atau tidak pihak terafiliasi lainnya sebelum kredit pada BTN telah lunas.

   Pembatasan dan kewajiban

   Atas pinjaman yang diterima AP, BTN mensyaratkan adanya pembatasan-pembatasan dan kewajiban
   tertentu yang harus dipenuhi oleh AP antara lain:
   - Memperoleh fasilitas kredit dari pihak lain sehubungan dengan proyek tersebut kecuali pinjaman dari
        pemegang saham dan transaksi yang lazim.
   - Mengikatkan diri sebagai penjamin utang.
   - Mengubah Anggaran Dasar Perusahaan (terkait modal, kepemilikan dan pengurus).
   - Melakukan merger atau akuisisi.
   - Melunasi utang kepada pemegang saham/ Perusahaan afiliasi/ Kelompok Usaha.
   - Membayar dividen.
   - Membubarkan dan menyatakan pailit.
   - Menyewakan kepada pihak ketiga.
   - Memindahtangankan dalam bentuk apapun atau dengan nama apapun dan dengan maksud apapun
        juga kepada pihak ketiga.

   Atas pinjaman tersebut, AP wajib mempertahankan kinerja keuangan dengan indikator rasio keuangan
   (Financial Covenant), antara lain DER dibawah 500%.

   Current Ratio PT AP dibawah satu kali sehingga belum memenuhi financial covenant terkait pinjaman
   bank.




                                                    44
Page 48
                   PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                      2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

   PT Arba Propertindo (AP) (lanjutan)

   PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) (lanjutan)

   Pembatasan dan kewajiban (lanjutan)

   Berdasarkan Surat BTN No,8516/S/JKJ.I/BCSU/XII/2019 tanggal 30 Desember 2019 perihal: Keputusan
   Atas Permohonan Perubahan Klausula Negative Covenant dan Anggaran Dasar PT ARBA Propertindo,
   BTN telah menyetujui perubahan klausula Negative Covenant sebagai berikut:

   1. Mengubah ketentuan pada Pasal 10 Angka 6 Perjanjian Kredit No.10 tanggal 6 November 2018
      menjadi:
      - <Perseroan diperkenankan melakukan pembagian dividen kepada pemegang saham Perseroan
         tanpa memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari BTN melainkan cukup pemberitahuan.=
   2. Menambahkan syarat teknis tambahan berupa pemenuhan financial covenant:
      - Dalam hal akan dilakukan tindakan pembagian dividen PT Arba Propertindo kepada Induk
         Usaha, PT Arba Propertindo wajib melakukan hal - hal sebagai berikut:
         a. Tidak ada pelanggaran terhadap klausula perjanjian kredit;
         b. Tidak ada tunggakan kewajiban pokok, bunga, dan denda PT Arba Propertindo atas kredit
             kepada BTN; Menjaga rasio DER maksimal 500%;
         c. Menjaga RPC (repayment capacity) terhadap kewajiban Bank meliputi pokok, bunga, dan
             denda (apabila ada) minimal 120%; Menjaga coverage rasio agunan minimal sebesar 125%;
         d. Pembayaran dividen wajib melalui rekening BTN.
      -  Financial covenant tersebut menjadi satu kesatuan dengan Perjanjian Kredit.
      -  Melaporkan hasil keputusan yang berkaitan tentang pembagian dividen selambat - lambatnya
         14 (empat belas) hari sejak dilaksanakannya RUPS Tahunan PT Diamond Citra Propertindo Tbk
         melalui surat yang ditandatangani oleh Direksi dan Komisaris kepada BTN;
          - Transaksi dana hasil IPO a.n.PT Diamond Citra Propertindo Tbk melalui BTN;
          - Menyerahkan surat komitmen dalam rangka peningkatan penggunaan layanan jasa
             perbankan BTN oleh PT Arba Propertindo dalam kegiatan operasional maupun kredit
             konsumsi (KPR/KPA) seperti:
              a. Mengaktifkan penggunaan fasilitas financial service dari BTN Cash Management System
                 (CMS) untuk kegiatan transaksional perusahaan dan penegasan penggunaan virtual
                 account BTN;
              b. Pencairan fasilitas Kredit Konstruksi harus disertai dengan progress fisik, progress
                 pemasaran, dan realisasi share PT Arba Propertindo sesuai ketentuan.

      Dalam Surat yang sama BTN juga telah menyetujui perubahan anggaran dasar ARBA terkait
      perubahan modal dasar dan modal disetor sehubungan dengan rencana penggunaan dana IPO dan
      Waran PT Diamond Citra Propertindo Tbk.

   Berdasarkan Surat No. 5824/S/JKJ.I/BCSU/IX/2019 tanggal 4 September 2019, BTN menyetujui
   perubahan anggaran dasar dan susunan pemegang saham AP dapat disetujui dengan syarat dan
   ketentuan sebagai berikut:
   i. AP wajib melakukan hal - hal sebagai berikut: - Menyampaikan corporate guarantee dan personal
        guarantee terhadap Anisah dan Kasimun atas fasilitas kredit konstruksi atas nama AP pada BTN
        (Akta Corporate Guarantee dan Personal Guarantee wajib Notarial). Menyampaikan akta perubahan
        pemegang saham dan anggaran dasar AP beserta pengesahan Menkumham.
   ii. PT AP wajib membuat surat pernyataan yang berisi bahwa akan tetap mematuhi dan mengikuti
        ketentuan yang tertuang dalam Perjanjian Kredit No. 10 tanggal 6 November 2018 antara BTN
        Kantor Cabang. Jakarta Kebon Jeruk yang dibuat dihadapan Gamal Wasidin S.H., Notaris di Jakarta
        Pusat
   iii. Terhadap perubahan sebagaimana butir 1.a diatas, maka akan dilakukan Adendum Perjanjian Kredit
        secara Notarial.



                                                   45
Page 49
                   PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                    Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                      2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

   PT Arba Propertindo (AP) (lanjutan)

   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)
   Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. BDM/1/078A/R tanggal 27 Juni 2020, AP memperoleh fasilitas
   Kredit Modal Kerja Pembangunan dari BNI, dengan rincian sebagai berikut:

   Plafond            : Rp37.000.000.000
   Tujuan             : Tambahan modal kerja pembangunan 5 proyek Aparthouse yaitu Puri (64 unit),
                        Condo (132 unit), Emerald (34unit) dan Crystal (41unit)
   Bentuk             : Plafond menurun/Aflopend
   Suku bunga         : 11,75% per tahun efektif
   Jangka waktu       : 60 bulan sejak Perjanjian Kredit ditandatangani
   Provisi            : 0,25% per tahun yang dipungut proporsional pada saat Penandatanganan
                        perjanjian kredit
   Fasilitas pinjaman dijamin antara lain dengan:
   a. 3 (tiga) bidang tanah dalam satu hamparan beserta bangunan apartemen diatasnya terletak di Jl.
      Palakali raya RT 05/RW 07, Kel. Kukusan, Kec. Beji, Depok, dengan rincian sebagai berikut:
      - SHGB No. 14 atas nama Perusahaan.
             - SHGB No. 15 atas nama Perusahaan.
             - SHGB No. 17 atas nama Perusahaan.
             - Luas Jumlah tanah 3.885 m2
             - Luas Jumlah bangunan 28.264 m2
             - IMB No.640/2846/IMB/BPMP2T/2015
   b. Personal Guarantee atas nama Adam Bifaqih.
   c. Corporate Guarantee atas nama PT Karya Permata Inovasi Indonesia.
   d. 9 unit hunian dan 30 unit non-hunian Dave Apartemen yang berlokasi di Jl, Palakali Raya
   e. Tanah kavling di perumahan D'Junco Residence - Cluster Casablanca 1
   f. 3 tanah kavling di perumahan D'Junco Residence - Cluster Casablanca 2
   g. 21 tanah kavling di perumahan D'Junco Residence - Cluster Tangier
   h. Tanah dan bangunan rumah tinggal di perumahan D'Crown Residence blok O No. 11-12
   i. Piutang dari end user posisi 29 Februari 2020, akan diikat Fidusia Notariil
   j. Akan diikat SOL atas hutang kepada pemegang saham
   k. Akan diikat personal guarantee an. Adam
   Pembatasan dan kewajiban
   Atas pinjaman yang diterima AP, BNI mensyaratkan adanya pembatasan-pembatasan dan kewajiban
   tertentu yang harus dipenuhi oleh AP antara lain:
   - Mengadakan penggabungan usaha (merger), atau konsolidasi dengan perusahaan lain.
   - Melakukan akuisisi/pengambilalihan aset milik pihak ketiga.
   - Mengubah susunan pengurus, Direksi, Komisaris dan pemilikan saham AP.
   - Melakukan investasi, penyertaan modal atau pengambilalihan saham pada perusahaan lain.
   - Mengizinkan pihak lain menggunakan AP untuk kegiatan usaha pihak lain.
   - Merubah bentuk atau status hukum AP, merubah Anggaran Dasar (kecuali meningkatkan modal
        AP), memindahtangankan resipis atau saham AP baik antar pemegang saham maupun kepada
        pihak lain.
   - Melunasi seluruh atau sebagian hutang AP kepada pesero dan/atau perusahaan afiliasi yang belum
        atau telah didudukkan sebagai pinjaman subordinasi fasilitas kredit BNI (Sub-Ordinated Loan).
   - Membagikan dividen atau keuntungan usaha (laba) dalam bentuk apapun juga.
   - Memberikan pinjaman kepada siapapun juga, termasuk kepada para persero, kecuali jika pinjaman
        tersebut diberikan dalam rangka transaksi dagang yang berkaitan langsung dengan kegiatan
        usahanya.




                                                   46
Page 50
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                       2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

   PT Arba Propertindo (AP) (lanjutan)

   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) (lanjutan)

   Pembatasan dan kewajiban (lanjutan)

  Atas pinjaman yang diterima AP, BNI mensyaratkan adanya pembatasan-pembatasan dan kewajiban tertentu
  yang harus dipenuhi oleh AP antara lain: (lanjutan)
  -   Menerima pinjaman dari pihak lain (termasuk menerbitkan obligasi), kecuali jika pinjaman tersebut diterima
      dalam rangka transaksi dagang yang berkaitan langsung dengan kegiatan usahanya.
   - Mengambil lease dari perusahaan leasing.
   - Mengikatkan diri sebagai Penjamin (Borg), menjaminkan harta kekayaan dalam bentuk dan maksud
      apapun (baik yang belum dan/atau telah dijaminkan oleh AP kepada BNI) kepada pihak lain.
   - Menjual dan/atau menyewakan harta kekayaan atau barang - barang agunan.
   - Membubarkan AP dan meminta menyatakan pailit.
   - Menggunakan dana AP untuk tujuan di luar usaha yang biayai dengan fasilitas kredit dari BNI.
   - Menggadaikan atau dengan cara lain mempertanggungkan saham perusahaan kepada pihak manapun.
   - Mengubah bidang usaha.
   - Melakukan interfinancing dengan perusahaan afiliasi, induk perusahaan dan/atau anak perusahaan.
   - Menyerahkan atau mengalihkan seluruh atau sebagian dari hak dan/atau kewajiban AP yang timbul
      berdasarkan Perjanjian Kredit dan/atau dokumen jaminan kepada pihak lain.

   Atas pinjaman tersebut, AP wajib mempertahankan kinerja keuangan dengan indikator rasio keuangan
   (Financial Covenant), sebagai berikut:
   - Current Ratio minimal 1,00 kali
   - Debt to Equity Ratio maksimal 2,50 kali
   - Debt Service Coverage minimal 100%

   Current Ratio PT AP dibawah satu kali sehingga belum memenuhi financial covenant terkait pinjaman bank.




                                                        47
Page 51
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                        2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


20. MODAL SAHAM

  Rincian pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Juni 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                     Jumlah Saham
                                    Ditempatkan dan          Persentase              Jumlah
         Pemegang Saham              Disetor Penuh           Kepemilikan           Modal Disetor
   PT Karya Permata Inovasi
       Indonesia                          4.995.000.000               67,21 %         99.900.000.000
   Tjandra Tjokrodiponto                     35.000.000                0,47%             700.000.000
   Modal Masyarakat                       2.401.530.800               32,32%          48.030.616.000

   Jumlah                                 7.431.530.800                 100%         148.630.616.000

  Berdasarkan Akta Perusahaan No 104 tanggal 30 Juni 2023, tentang Pernyataan Keputusan Para
  Pemegang Saham Perusahaan yang dibuat di hadapan Notaris Elizabeth Karina Leonita, SH., M. Kn.,
  Notaris di Jakarta Selatan. Akta perubahan ini telah dilaporkan dan diterima oleh Menteri Hukum dan
  Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-0076681.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal
  12 April 2023, para pemegang saham antara lain memutuskan bahwa sebagai hasil exercise Penerbitan
  Waran Seri I, modal ditempatkan dan disetor Perseroan mengalami peningkatan. Sebelumnya sejumlah
  7.177.000.000 saham dengan nominal seluruhnya sebesar Rp143.540.000.000, selanjutnya mengalami
  peningkatan menjadi sejumlah 7.431.530.800 saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
  Rp148.630.616.000.


21. TAMBAHAN MODAL DISETOR

  Akun ini terdiri dari:
                                                                Jun 2025                Des 2024

   Selisih transaksi entitas pengendali Entitas Induk                                (10.000.400.395)
   Selisih transaksi entitas pengendali Entitas Anak                                 (1.253.287.893)
   Penyesuaian sehubungan dengan penerapan
     standar akuntansi baru                                                           (5.735.654.618)
   Penerimaan saham penawaran umum perdana                                            176.053.993.860
   Biaya emisi saham                                                                  (4.378.925.704)
   Penambahan modal saham melalui exercise waran seri                                          (1.500)

   Jumlah                                                                           154.685.723.750




                                                  48
Page 52
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                         2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


22. SALDO LABA
   Akun ini terdiri dari:
                                                                   Jun 2025             Des 2024
   Saldo awal:
    - Dicadangkan                                                   532.475.586          532.475.586
    - Tidak dicadangkan                                          47.614.809.575       46.367.378.690
   Laba tahun berjalan                                              219.677.132        1.105.984.528
   Penghasilan komprehensif lain                                                         141.446.357

   Saldo akhir                                                   48.366.962.293       48.147.285.161

   Berdasarkan Keputusan Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diaktakan
   dalam Akta No. 1 tanggal 1 September 2020 oleh Dyah Madya Ruth S.N.,S.H.,M.Kn. Notaris di
   Kabupaten Bogor, para pemegang saham menyetujui penyisihan saldo laba bersih tahun 2019 sebesar
   Rp532.475.586.

23. KEPENTINGAN NON - PENGENDALI
   Mutasi kepentingan non - pengendali adalah sebagai berikut:
                                                                   Jun 2025            Des 2024
   Saldo awal                                                       705.468.567          687.389.144
   Laba tahun berjalan                                                7.666.564            2.203.894
   Penghasilan komprehensif lain                                                           15.875.529

   Saldo Akhir                                                      219.677.132          705.468.567



24. PENDAPATAN NETO
   Rincian pendapatan usaha berdasarkan unit usaha adalah sebagai berikut:
                                                                 Jun 2025               Jun 2024
   Apple Residence 1                                                  60.155.338          50.000.000
   Apartemen Dave
   Apple Residence 3                                              5.334.582.437        3.385.282.600
   Jumlah                                                         5.394.737.775        3.435.282.600

   Tidak terdapat transaksi penjualan kepada satu pelanggan yang melebihi 10% dari penjualan bersih
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Juni 2025 dan 2024.




                                                    49
Page 53
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                         2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


26. BEBAN POKOK PENDAPATAN
   Akun ini terdiri dari:
                                                                 Jun 2025                Jun 2024
   Apartemen, bangunan komersil, dan kios (Catatan 8)           1.600.374.731             740.744.196
   Penyusutan properti investasi (Catatan 12)                     382.626,573             382.626.573

   Jumlah                                                       1.983.001.304           1.123.370.769


   Tidak terdapat transaksi pembelian kepada satu kontraktor dan pemasok yang melebihi 10% dari beban
   pokok pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.


27. BEBAN USAHA

   Akun ini terdiri dari:
                                                                Jun 2025                 Jun 2024
   Beban Penjualan dan Pemasaran
     Operasional Marketing                                        245.597.951             235.497.295
     Komisi Marketing                                              57.062.041             315.994.148
     Media Cetak Iklan Spanduk,Flyer Brosur                       276.050.356             453.782.087
     Lain - lain
   Sub - Jumlah                                                   578.710.348           1.005.273.530
   Beban Umum dan Administrasi
     Pajak                                                         70.879.500
     Beban penurunan nilai piutang (Catatan 6)
     Keperluan kantor                                           1.256.886.438            596.644.487
     Gaji dan tunjangan                                           712.200.000            258.753.393
     Tenaga ahli                                                   22.750.000            288.753.393
     Imbalan pascakerja (Catatan 20)                                                               -
     Asuransi
     Penyusutan (Catatan 11)                                       24.084.482             410.347.712
     Perijinan                                                                             73.050.000
   Sub - Jumlah                                                 2.086.800.420           1.637.548.985
   Jumlah                                                       2.665.510.768           2.632.822.515


28. LABA PER SAHAM DASAR

   Perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut:
                                                                Jun 2025                Des 2024
   Jumlah laba yang digunakan dalam perhitungan
      laba per saham dasar:
   Jumlah laba bersih yang diatribusikan kepada
      pemilik entitas induk                                     1.105.984.528           1.105.984.528
   Jumlah rata-rata tertimbang saham (dalam lembar
      saham penuh)                                              7.431.530.800           7.431.530.800

   Laba per Saham Dasar                                                    0,15                  0,15




                                                     50
Page 54
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                        2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


29. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK - PIHAK YANG BERELASI

   Dalam kegiatan usaha normal, Kelompok Usaha melakukan transaksi usaha dan keuangan dengan
   pihak - pihak berelasi tertentu. Kelompok Usaha melakukan transaksi berdasarkan persyaratan dan
   ketentuan yang disepakati bersama dengan pihak - pihak berelasi yang sama dengan pihak ketiga dalam
   transaksi yang wajar (arm’s length basis). Saldo akun - akun yang signifikan dengan pihak - pihak
   berelasi adalah sebagai berikut:
                                                                          Jun 2025                   Des 2024
   Aset
   Piutang Lain - lain
       PT Diamond Karya Abadi                                              600.985.600               603.500.000

   Persentase terhadap Jumlah Aset                                               0,09%                      0,09%

   Liabilitas
   Utang lain - lain
     PT Diamond Karya Abadi                                                   6.734.847                              -

   Persentase terhadap Jumlah Liabilitas                                         0,00%                               -



   Transaksi dengan pihak yang berelasi dilakukan berdasarkan syarat dan kondisi yang disepakati antar
   Perusahaan dengan pihak - pihak yang berelasi.

   Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak - pihak berelasi adalah sebagai berikut:
        Pihak Berelasi                 Hubungan dengan Perusahaan                          Transaksi
   PT Diamond Karya Abadi          Entitas dengan pengendalian yang             Piutang lain - lain dan utang
                                   Sama                                         lain - lain



30. INSTRUMEN KEUANGAN

   Pengelompokan aset keuangan telah diklasifikasikan menjadi pinjaman yang diberikan dan piutang.
   Demikian halnya dengan liabilitas keuangan telah diklasifikasikan menjadi liabilitas keuangan yang diukur
   pada biaya perolehan amortisasi.

   Metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar adalah sebagai berikut:
   - Nilai wajar Kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain - lain, utang usaha, utang lain - lain, mendekati
     nilai tercatat karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas instrumen keuangan tersebut.
   - Nilai wajar utang bank jangka panjang ditentukan dengan menggunakan metode arus kas yang didiskonto
     berdasarkan tingkat bunga masing - masing pinjaman yang diutilisasi.
   - Nilai wajar piutang dan utang kepada pihak berelasi tidak dapat ditentukan dengan andal sehingga
     dinyatakan dengan nilai nominal. Penentuan estimasi nilai wajar menjadi tidak praktis karena tidak memiliki
     jadwal pembayaran yang pasti.

   Nilai tercatat dari aset dan liabilitas keuangan lainnya mendekati nilai wajarnya karena sifat jangka pendek
   dari instrumen keuangan.




                                                         51
Page 55
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                        2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


31. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

  Kelompok Usaha memiliki beberapa eksposur risiko keuangan dalam bentuk risiko kredit dan risiko
  likuiditas. Manajemen senantiasa memonitor proses manajemen risiko Kelompok Usaha guna
  memastikan kesesuaian antara risiko dan pengendalian terhadap risiko tersebut. Kebijakan dan sistem
  manajemen risiko secara rutin dikaji untuk mengantisipasi perubahan dari kondisi pasar dan aktivitas
  Kelompok Usaha.

  a. Risiko Kredit

     Risiko kredit adalah risiko bahwa pihak ketiga tidak akan memenuhi kewajibannya berdasarkan
     instrumen keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan. Perusahaan
     dihadapkan pada risiko kredit dari kegiatan operasi dan dari aktivitas pendanaan, termasuk
     deposito pada bank dan instrumen keuangan lainnya.

     Guna meminimumkan eksposur yang ada atas simpanan dana di bank, Kelompok Usaha hanya
     akan menempatkan dana pada bank yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Manajemen
     juga senantiasa memantau kesehatan bank serta mempertimbangkan keikutsertaan bank di dalam
     Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).

     Selain itu, Kelompok Usaha hanya melakukan transaksi dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi
     dan kredibilitas yang baik. Ini adalah kebijakan Kelompok Usaha bahwa semua nasabah harus
     melalui prosedur verifikasi. Lebih jauh, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan
     bahwa eskposur atas piutang tak tertagih tidak siginifikan.

     Pada tanggal 31 Juni 2025 dan 2024 kualitas kredit pada setiap klasifikasi aset keuangan adalah
     sebagai berikut:
                                                        Jun 2025
                                                Telah Jatuh
                              Belum Jatuh      Tempo tetapi
                               Tempo dan           Tidak
                                 Tidak          Mengalami        Mengalami         Penyisihan
                               Mengalami        Penurunan        Penurunan         Penurunan
                             Penurunan Nilai        Nilai           Nilai             Nilai          Jumlah
     Kas dan setara kas        4.259.702.889                                                         4.259.702.889
     Piutang usaha
       Pihak ketiga                        -   6.799.316.101                                         6.739.316.101
     Piutang lain - lain
       Pihak ketiga            1.300.000.000                  -                -                -    1.300.000.000
       Pihak berelasi            600.985.600                  -                -                -      600.985.600

      Jumlah                   6.162.687.889   6.799.316.101                                        12.962.003.990


                                                                  Des 2024
                                                Telah Jatuh
                              Belum Jatuh      Tempo tetapi
                               Tempo dan           Tidak
                                 Tidak          Mengalami          Mengalami       Penyisihan
                               Mengalami        Penurunan          Penurunan       Penurunan
                             Penurunan Nilai        Nilai             Nilai           Nilai          Jumlah
      Kas dan setara kas       3.910.525.243                  -                -                -    3.910.525.243
      Piutang usaha
        Pihak ketiga                       -   8.390.323.566                                        8.390.323.566
      Piutang lain - lain                                                      -
        Pihak ketiga           1.300.000.000                  -                                 -   1.300.000.000
        Pihak berelasi           602.985.600                  -                -                -     602.985.600

      Jumlah                   5.813.510.843   8.390.323.566                                        14.203.834.409




                                                      52
Page 56
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                         2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


31. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

   b. Risiko Likuiditas

      Risiko likuiditas adalah risiko di mana posisi arus kas Kelompok Usaha menunjukkan pendapatan
      jangka pendek tidak cukup untuk menutupi pengeluaran jangka pendek.

       Untuk mengatur risiko likuiditas, Kelompok Usaha menerapkan manajemen risiko sebagai berikut:
       1. Memonitor dan menjaga level Kas dan setara kas yang diperkirakan cukup untuk mendanai
          operasional Kelompok Usaha dan mengurangi pengaruh fluktuasi dalam arus kas.
       2. Secara rutin melakukan monitor atas perkiraan arus kas dan arus kas aktual.
       3. Melakukan monitor atas profil jatuh tempo pinjaman.
       4. Secara terus - menerus menilai kondisi pasar keuangan untuk kesempatan memperoleh dana.
       5. Sebagai tambahan, Kelompok Usaha juga mengatur untuk memiliki fasilitas stand-by loan yang
          dapat ditarik sesuai dengan permintaan untuk mendanai kegiatan operasi pada saat diperlukan.

       Tabel berikut memperlihatkan liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan amortisasi
       berdasarkan sisa umur jatuh temponya:
                                                                      Jun 2025

                                   Jumlah tercatat       Dibawah 1 tahun         1 - 3 tahun       Nilai wajar
      Liabilitas Keuangan
      Utang usaha - pihak ketiga       26.803.099.209                      -                  -     26.803.099.209
      Utang bank jangka Panjang        99.480.779.907        71.269.076.618      28.209.703.288     99.480.779.907

      Jumlah                          126.389.879.116        71.271.076.618      28.209.703.288    126.389.879.116


                                                                     Des 2024

                                   Jumlah tercatat       Dibawah 1 tahun         1 - 3 tahun       Nilai wajar
      Liabilitas Keuangan                                                                      -
      Utang usaha - pihak ketiga
                                       24.301.736.988                      -                  -     24.301.736.988
      Utang bank jangka Panjang       100.880.799.906        72.671.076.618      28.209.703.288    100.880.779.906

      Jumlah                          125.182.516.894        72.671.076.618      28.209.703.288    125.182.516.894




32. MANAJEMEN RISIKO MODAL

   Tujuan utama pengelolaan modal Kelompok Usaha adalah untuk memastikan pemeliharaan peringkat
   kredit yang baik dan rasio modal yang sehat guna mendukung usaha dan memaksimalkan nilai
   pemegang saham.

   Kelompok Usaha mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan
   kondisi ekonomi. Untuk memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Kelompok Usaha dapat
   menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang
   saham atau menerbitkan saham baru. Tidak terdapat perubahan tujuan, kebijakan atau proses selama
   tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.

   Kelompok Usaha mengelola permodalan dengan menggunakan rasio pengungkit. Kebijakan Kelompok
   Usaha adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran yang umum dalam industri sejenis dengan tujuan
   untuk mengamankan pendanaan terhadap biaya yang rasional.




                                                        53
Page 57
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                         2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


31. MANAJEMEN RISIKO MODAL (lanjutan)

   Rasio utang terhadap modal dihitung sebagai hutang bersih dibagi dengan Jumlah modal. Hutang bersih
   dihitung sebagai pinjaman (utang bank, kewajiban di bawah sewa pembiayaan, surat utang senior dan
   utang pemegang saham) ditambah perdagangan dan utang lainnya dikurangi Kas dan setara kas.
   Jumlah modal dihitung sebagai ekuitas ditambah utang bersih.

   Perhitungan rasio utang terhadap modal 31 Juni 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
                                                                         Jun 2025                    Des 24

   Jumlah utang                                                        287.563.016.007             291.215.833.672
   Dikurangi: Kas dan setara kas                                        (4.259.702.889)             (3.910.525.243)
   Utang neto                                                          283.303.313.118             287.684.236.212
   Jumlah ekuitas                                                      352.382.025.157             352.169.093.478
   Rasio utang terhadap modal                                                            0,80                    0,82



33. SEGMEN OPERASI

   Dalam pengambilan keputusan oleh manajemen, Kelompok Usaha digolongkan menjadi unit usaha
   berdasarkan segmentasi produksi.

   Segmen operasi Kelompok Usaha berdasarkan segmentasi produksi adalah sebagai berikut:
                                                                               Jun 25
                                              Apartemen             Properti Investasi               Jumlah
   Pendapatan
                                                 5,394.737,775                                           5,394.737,775
   Beban pokok penjualan                        (1,983.001.304 )                               )         (1,983.001.304 )
   Laba (rugi) kotor                             3.411.736.471                                 )          3.411.736.471
   Beban penjualan dan pemasaran                   (578.710.348)                          -                 (578.710.348)
   Beban umum dan administrasi                   (2.086.800.420)                          -               (2.121.325.183)
   Penghasilan keuangan                                                                   -                  31.149.215
   Beban keuangan                                  (396.980.462)                          -               (396.980.462)
   Laba sebelum beban pajak final dan pajak
     penghasilan                                   353.041.693                                 )           345.689.963
   Beban pajak final                               (133.364.561)                          -                (133.364.561)
   Laba neto tahun berjalan                        219.677.132                                 )           212.505.132

                                                                                Jun 24
                                              Apartemen             Properti Investasi               Jumlah

   Pendapatan                                    3.816.426.555                                              3.816.426.555
   Beban pokok penjualan                        (1.123.370.769)                                )          (1.123.370.769)
   Laba (rugi) kotor                              2.693.055.786                                )            2.693.055.786
   Beban penjualan dan pemasaran                 (1.005.273.530 )                          -            (1.005.273.530 )
   Beban umum dan administrasi                   (1.627.548.985 )                          -            (1.627.548.985 )
   Penghasilan keuangan                             118.902.304                            -                  118.902.304
   Beban keuangan                                    (12.070619 )                         -                 (12.070619 )
   Pendapatan (Beban) lain - lain-neto
   Laba sebelum beban pajak final dan pajak        167.064.956                                 )           167.064.956
     penghasilan
   Beban pajak final                                (95.410.664)                          -                   (95.410.664)
   Laba neto tahun berjalan                          71.654.292                                )                71.654.292




                                                          54
Page 58
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                         2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


34. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS

   Aktivitas yang tidak memengaruhi arus kas adalah sebagai berikut:

                                                                                  Jun 2025
                                          1 Januari 2025        Aktivitas kas      Aktivitas non kas    31 Juni 2025

   Pengeluaran konstruksi dalam
    pengerjaan                               66.092.717.007      3.487692.426                          69.580.409.433
   Utang bank                               100.880.779.906     (1.402.000.000)                        99.478.779.907




35. PERJANJIAN PENTING

   PT Kalibata Inovasi Maju (KIM)

   Perjanjian Kerjasama Usaha

   Berdasarkan akta notaris Rosida Rajagukguk - Siregar, SH., M.Kn., No. 22 tanggal 7 September 2020,
   PT Kalibata Inovasi Maju (KIM) dan PT Javateafurn (JAV) menandatangi perjanjian kerja sama
   operasional (KSO) untuk pembangunan properti di lahan seluas 4.800 m2 yang berlokasi di Perumahan
   Bumi Karang indah, Jalan Karang Tengah Raya, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta
   Selatan. Berdasarkan perjanjian ini KIM dan JAV sepakat dalam hal - hal dibawah ini:
    a. JAV adalah pemilik lahan seluas 4.800 m2 yang berlokasi di Perumahan Bumi Karang indah, Jalan
       Karang Tengah Raya, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.
    b. KIM dan JAV sepakat untuk membangun low rise dilahan tersebut dimana KIM bertanggung jawab atas
       segala bentuk operasional atau penyelengaraan proyek dan berkewajiban serta bertanggung jawab atas
       kegiatan prapembangunan, membiayai seluruh bangunan sampai selesai dan pemasaran, dimana JAV
       bertanggung jawab sebagai kepemilikan lahan yang sah dan hanya bertindak sebagai penyedia lahan.
    c. KIM dan JAV sepakat atas untuk melakukan bagi hasil dengan komposisi bagi hasil masing masing 65%
       dan 35%.
    d. Secara bersama - sama KIM dan JAV dapat melakukan Kelompok Usaha baru yang bertujuan untuk
       melakukan manajemen proyek dan penjualan.


36. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN

   Berdasarkan surat Entitas Anak KIM No. 002/KIM/III/2025 tanggal 20 Juni 2025 dan pada tanggal 21
   Juni 2025, PT Diyatama Putra Mandiri Pariwisata melalui Surat No. 043/SK-DPMP/III/2025
   menyampaikan bahwa terkait 6 bidang tanah di Kelurahan Sepinggan Raya sedang dilakukan
   penjajakan dengan pihak lain yang akan membeli tanah tersebut.

   Saat ini Entitas Anak KIM dan PT Diyatama Putra Mandiri Pariwisata sedang melakukan proses
   pembatalan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) No. 260 tanggal 15 September 2021 terkait 6 bidang
   tanah tersebut. Harga jual beli 6 bidang tanah tersebut berdasarkan PPJB yang harus dilunasi KIM
   adalah sebesar Rp54.960.000.000. Sementara itu, sampai dengan tanggal laporan audit ini diterbitkan,
   nilai uang muka yang telah dibayarkan KIM adalah sebesar Rp32.547.742.975.




                                                           55
Page 59
                 PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                  CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                    2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


37. KELANGSUNGAN USAHA

  Liabilitas lancar konsolidasian Kelompok Usaha pada tanggal 31 Desember 2024 telah melampaui total
  aset lancar konsolidasian sebesar Rp261.937.894.613.

  Untuk menghadapi kondisi tersebut, Kelompok Usaha memfokuskan pada upaya meningkatkan
  penjualan dan efisiensi biaya dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
  a. Menyelesaikan project apple 3 di 2025 dan menghasilkan pendapatan;
  b. Peningkatan penjualan melalui flashsale (optimalisasi agent).

  Entitas Anak PT AP memiliki tunggakan pembayaran utang dan bunga yang sudah jatuh tempo kepada
  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Desember 2024 adalah
  sebesar Rp43.540.232.638 dan akan jatuh tempo pada Triwulan 4 2025. Sampai dengan
  laporan audit ini diterbitkan, PT AP telah melakukan beberapa pembayaran sehingga sisa
  pinjaman tersisa sebesar Rp34.677.000.000. PT AP merencanakan restrukturisasi melalui surat
  No.02/S.Kel/ADM-FATA/DLD/VI/2025 dan menjadwalkan pembayaran selama 48 bulan kedepan dengan
  rincian sebagai berikut:
  1. Tahun Pertama dibayarkan 15% Rp5.201.550.000
  2. Tahun Kedua dibayarkan 25% Rp8.669.250.000
  3. Tahun Ketiga dibayarkan 35% Rp12.136.950.000
  4. Tahun Keempat dibayarkan 25% Rp8.669.250.000

  Entitas Anak PT AP memiliki tunggakan pembayaran utang dan bunga yang sudah jatuh tempo kepada
  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Desember 2024 adalah
  sebesar Rp16.096.070.365 dan akan jatuh tempo pada Triwulan 1 2025. PT AP mengajukan
  restrukturisasi melalui surat No.02/S.Kel/ADM-FATA/DLD/III/2025 dan menjadwalkan pembayaran
  selama 48 bulan kedepan dengan rincian sebagai berikut:
  1. Tahun Pertama dibayarkan 15%
  2. Tahun Kedua dibayarkan 25%
  3. Tahun Ketiga dibayarkan 35%
  4. Tahun Keempat dibayarkan 25%

  Selain itu, Kelompok Usaha juga telah memperoleh surat dukungan dari pemegang sahamnya, yang
  memberikan konfirmasi bahwa akan terus memberikan dukungan finansial bagi Kelompok Usaha agar
  Kelompok Usaha mampu mempertahankan kelangsungan usahanya dan untuk dapat memenuhi
  kewajiban Kelompok Usaha.


38. PENERBITAN AMANDEMEN DAN PENYESUAIAN PSAK, PSAK DAN ISAK BARU

  DSAK-IAI telah menerbitkan amandemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan ISAK baru yang akan
  berlaku efektif atas laporan keuangan untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal
  sebagai berikut:
  1 Januari 2025
  • Amendemen PSAK 221 (sebelumnya PSAK 10): Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing -
     Kekurangan Ketertukaran.
  • PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74): Kontrak Asuransi.
  • Amendemen PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74): Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal
     PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74) dan PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) - Informasi
     Komparatif.

  Kelompok Usaha masih mengevaluasi dampak dari amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan
  ISAK baru di atas dan belum dapat menentukan dampak yang timbul terkait dengan hal tersebut
  terhadap laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.




                                                   56
Page 60
                     PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                      Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                        2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




ASET                                                            Jun 2025           Des 2024

ASET LANCAR
                                                                 980.750.890       1.038.416.201
Kas dan setara kas                            2, 5, 31, 32        3.254.878.497     3.910.525.243
Piutang usaha                                 2, 6, 31, 32        753.112.728        773.315.583
   Pihak ketiga                                                   7.491.618.627     8.390.323.566
Persediaan                                        2, 8          144.076.442.059
                                                                68.896.537.548    145.574.359.465
                                                                                   69.880.005.081
Biaya dibayar dimuka                              2, 9               22.967.425
                                                                    11.483.713          22.967.425
                                                                                       22.967.425
Uang Muka                                                           171.920.117
                                                                    83.408.500
Pajak dibayar dimuka                            2, 18a            1.434.768.589
                                                                   131.073.855      1.322.626.363
                                                                                     117.213.855

                                                                156.422.595.314   159.220.802.062

Jumlah Aset Lancar                                              70.856.367.235     71.831.918.145

Piutang lain - lain                           2, 7, 30, 31
   Pihak ketiga                                                  10.837.687.911
                                                                  1.300.000.000    10.837.687.911
                                                                                     1.300.000.000
   Pihak berelasi                                 29              6.286.167.076        602.985.600
Investasi Saham                                  2, 10          299.625.000.000
                                                                 70.165.355.214   299.625.000.000
                                                                                    66.092.717.007
Konstruksi Dalam Pembangunan
Aset tetap - bersih                              2, 11              611.788.298
                                                                    599.746.057       623.830.539
                                                                                     623.830.539
Uang muka                                        2, 13          404.926.289.600
                                                                 74.299.851.590   404.926.289.600
                                                                                  74.299.851.590
Properti investasi                               2, 12           10.235.675.769
                                                                 10.246.989.055   10.618.302.341
                                                                                   10.618.302.342

Jumlah Aset Tidak Lancar                                        395.597.961.327
                                                                493.716.589.243   396.004.672.381
                                                                                   484.164.125.088

JUMLAH ASET                                                     466.454.328.562
                                                                650.139.184.557   467.836.590.526
                                                                                   643.384.927.150

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK

Utang usaha
    Pihak ketiga                             2, 14, 30, 31                          1.413.504.721
Utang lain - lain                            2, 15, 30, 31
    Pihak berelasi                                29                181.816.434
Utang pajak                                   2, 18b, 18c           896.190.214     1.165.607.342
Beban akrual                                      17                 67.500.000        67.500.000
Pendapatan ditangguhkan                          2, 16           13.992.342.354    12.835.910.904
Bagian jangka pendek dari
 liabilitas jangka panjang:
 Utang bank                                  2, 19, 30, 31       19.790.773.635    19.790.773.635

Jumlah Liabilitas Jangka
 Pendek                                                          34.928.622.817    35.273.296.758




                                                  57
Page 61
                      PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                       Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                         2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

LIABILITAS JANGKA
  PANJANG
 Utang jangka panjang - setelah

  Utang bank                                    2, 19, 30         21.453.703.269    21.453.703.269
  Utang Antar Grup                                                38.211.824.674    38.211.824.674

 Liabilitas imbalan kerja                         2, 20              555.933.531       555.933.531

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  60.221.461.474    60.221.461.474
JUMLAH LIABILITAS
                                                                  95.150.084.291    95.494.758.232
Equitas

Modal Saham – Nilai Nominal Rp
  20, Modal dasar –
  20.120.000.000 saham modal
  ditempatkan dan disetor
Tambahan Modal disetor                                           148.630.616.000   148.630.616.000
Saldo Laba                                                       171.675.066.656   171.675.066.656
   Dicadangkan
   Tidak dicadangkan                                                 532.475.579       532.475.579
                                                                  50.466.086.028    51.503.674.059


Jumlah Equitas
                                                                371.304..244.270   372.341.832.294


JUMLAH LIABILITAS                                                466.454.328.562   467.836.590.526




                                                   58
Page 62
                    PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                     Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 30 JUNI 2025 dan
                       2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                              31 Jun 2025                 31 Jun 2024

PENDAPATAN NETO
                                                                             431.143.955
BEBAN POKOK PENDAPATAN                         (382.626.573)                (107.785.989)

LABA BRUTO                                    (382.626.573)                 323.357.966
  Beban penjualan dan pemasaran
  Beban umum dan administrasi                   (81.942.754)                 (77.417.075)
                                               (574.296.013)                (899.454.050)
JUMLAH BEBAN USAHA
                                              (656.238.767)                 (976.871.125)


LABA USAHA                                    (1.030.865.340)               (653.513.159)

Pendapatan (beban) lain - lain

  Penghasilan keuangan
  Keuntungan imbalan kerja                         3.998.998                      51.697.015
  Beban keuangan                                  (2.721.682)                      (5.171.319)
LABA SEBELUM PAJAK                              (1.037.588.024)                 (606.987.464)
  PENGHASILAN

BEBAN PAJAK FINAL                                                                (10.778.599)


LABA NETO TAHUN BERJALAN                        (1.037.588.024)                  (617.766.062)

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAINNYA
Pos yang tidak akan direklasifikasikan ke
  laba rugi:
Pengukuran kembali program imbalan
  kerja pasti




                                                 59
Page 63
Lampiran            PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk
           LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
                             ENTITAS INDUK SAJA
                     Untuk Tahun yang Berakhir pada tanggal




                                   60

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.04 MB
Published31 Jul 2025
Pages63
Characters190,579
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 58 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk p.1 ×200
linked person Tjandra Tjokrodiponto p.12 ×5
linked person Iwan Gunarwan Baroto p.12 ×4
linked person Bayu Setiawan p.12 ×4
linked org Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk p.30 ×17
linked org Bank Central Asia Tbk p.30 ×2
linked org Bank Oke Indonesia Tbk p.30 ×14
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.30 ×2
linked org PT Bank UOB Indonesia p.30
possible org Negara Republik Indonesia p.11
possible org PT Karya Permata Inovasi Indonesia p.11 ×8
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.11
possible org Bursa Efek Indonesia p.11
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.26 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.30 ×10
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.30 ×2
possible org Bank Panin Tbk p.30 ×2
unresolved org PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO DAN ENTITAS ANAK p.2
unresolved person Dewi Kusumawati p.11
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.11
unresolved person Elizabeth Karina Leonita p.11 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.11
unresolved org PT Arba Propertindo p.11 ×17
unresolved org PT Kalibata Inovasi Maju p.11 ×6
unresolved person Siregar p.12 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia AHU- p.12
unresolved org PT KPII p.12
unresolved org PT. Cipta Permata Properti Indonesia p.12 ×3
unresolved org BAPEPAM-LK p.13 ×2
unresolved org Milik Negara p.26
unresolved org Milik Daerah p.26
unresolved org PT Bank BTN Syariah p.30
unresolved org PT Diamond Karya Abadi p.31 ×5
unresolved org PT Asuransi Umum Bumida p.32
unresolved org PT AP p.33 ×10
unresolved org PT KIM p.33
unresolved org PT Adam Inovasi Utama p.37 ×2
unresolved org PT Arba Propertindo Utama p.37
unresolved org PT Diyatama Putera Mandiri Pariwisata p.38
unresolved org PT Abadi Prima Intikarya p.38
unresolved org PT Praja Vita p.38
unresolved org PT Trimatra Liguna p.38
unresolved org PT Bank Aceh Syariah p.42 ×6
unresolved org Diamond Citra Propetindo Tbk p.43 ×2
unresolved org PT Bank Aceh Syariah Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan p.43
unresolved org Bank Perbulan p.44 ×2
unresolved org Bank Aceh Cabang p.45
unresolved org KJPP Firman Suryantoro p.45
unresolved org Sugeng Suzy Hartomo & Rekan p.45
unresolved person DR. H. Syafran p.45 ×2
unresolved org Bank Aceh. p.45 ×3
unresolved org PT Cipta Permata Internasional p.46 ×2
unresolved org PT Karya Permata Inovasi Indonesia. Berdasarkan Akta Perjanjian p.46
unresolved person Gamal Wasidin S.H. · Notaris p.48
unresolved org Menteri p.51
unresolved person Dyah Madya Ruth S.N. · Notaris p.52
unresolved org PT Javateafurn p.58
unresolved org PT Diyatama Putra Mandiri Pariwisata p.58 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2025-II-DADA.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result