Skip to content
Back to announcement

LK Interim 30 Juni_PLAN_2025.pdf

Financial statement Text extracted PLAN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 43

Page 1
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk

LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2025
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2025
(TIDAK DIAUDIT)




d1/
Page 2
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
DAFTAR ISI


                                                        Halaman

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Keuangan

  Laporan Posisi Keuangan                                  1

  Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain      3

  Laporan Perubahan Ekuitas                                4

  Laporan Arus Kas                                         5

  Catatan atas Laporan Keuangan                          6 - 40
Page 3

          
Page 4
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                               30 Juni             31 Desember
                                                             Catatan            2025                   2024

ASET

ASET LANCAR
Kas dan Bank                                                    4               62.464.462            517.067.106
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga                                 5              438.618.206            777.186.122
Piutang Lain-lain
  Pihak Berelasi                                               25              738.370.143          1.176.928.572
  Pihak Ketiga                                                  6                        -             46.359.961
Pajak Dibayar Dimuka                                                                     -             19.861.936
Persediaan                                                      7              730.465.729            674.602.409
Beban Dibayar Dimuka                                            8               41.666.672            166.666.670
Jumlah Aset Lancar                                                           2.011.585.212          3.378.672.776

ASET TIDAK LANCAR
Persediaan                                                      7            1.169.141.961          1.006.630.387
Aset Tetap
  (Setelah dikurangi akumulasi
  penyusutan sebesar Rp30.059.233.333,
  dan Rp29.112.596.375 masing-masing
  per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024)                        9           56.946.223.247         81.766.465.209
Aset Hak - Guna
  (Setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar
  Rp97.500.000 dan Rp90.000.000 masing-masing
  per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024)                       10              352.500.000            360.000.000
Investasi Saham                                                11           20.510.000.000                      -
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                    78.977.865.208         83.133.095.596

JUMLAH ASET                                                                 80.989.450.420         86.511.768.372




       Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim secara keseluruhan

2012                                                   -1-
Page 5
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                               30 Juni             31 Desember
                                                             Catatan            2025                   2024

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga                                 12           1.773.080.843          1.713.368.861
Beban Akrual                                                    13             216.577.049            306.435.229
Utang Pajak                                                    14a             415.341.948          1.017.389.259
Utang Bank                                                      15          23.171.804.696         23.898.476.747
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                             25.576.804.536         26.935.670.096

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas Imbalan Pascakerja                                  16              245.782.000            245.782.000
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                               245.782.000            245.782.000

JUMLAH LIABILITAS                                                           25.822.586.536         27.181.452.096

EKUITAS
Modal Saham - Nilai nominal Rp 80,-
Pada 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
 Modal Dasar - 1.875.000.000 Saham
 Modal Ditempatkan dan Disetor 896.709.596 Saham
 Pada 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024                        17           71.736.767.680         71.736.767.680
Tambahan Modal Disetor - Bersih                                18            6.711.738.981          6.711.738.981
Penghasilan Komprehensif Lain                                                   38.520.038             38.520.038
Akumulasi Rugi                                                             (23.320.162.815)       (19.156.710.423)

JUMLAH EKUITAS                                                              55.166.863.884         59.330.316.276

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                               80.989.450.420         86.511.768.372




       Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim secara keseluruhan

2012                                                   -2-
Page 6
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                              2025                   2024
                                                             Catatan      (Enam Bulan)           (Enam Bulan)

PENDAPATAN USAHA                                               19           6.479.821.360         6.198.990.967

BEBAN POKOK PENDAPATAN                                         20          (4.887.513.571)       (4.767.760.298)

LABA BRUTO                                                                  1.592.307.789         1.431.230.669

Beban Umum dan Administrasi                                    21          (1.092.972.401)         (731.429.371)
Pendapatan (Beban) Lain-Lain - Bersih                          22          (3.461.738.162)           47.939.206
Jumlah Beban Usaha                                                         (4.554.710.563)         (683.490.165)

LABA USAHA                                                                 (2.962.402.774)          747.740.504

Beban Bunga dan Keuangan                                       23          (1.201.049.618)       (1.085.531.910)

RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                             (4.163.452.392)         (337.791.406)

Beban Pajak Penghasilan                                        14b

RUGI PERIODE BERJALAN                                                      (4.163.452.392)         (337.791.406)

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN                                                             -                     -

RUGI KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN                                         (4.163.452.392)         (337.791.406)

RUGI PER SAHAM                                                 24                    (4,64)                 (0,38)




       Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim secara keseluruhan

2012                                                   -3-
Page 7
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)



                                                                      Tambahan Modal             Pengukuran Kembali
                                               Modal Saham                Disetor                Program Imbalan Pasti             Akumulasi Rugi       Jumlah Ekuitas

Saldo per 1 Januari 2024                       71.736.767.680              6.711.738.981                        43.244.652          (18.541.402.278)    59.950.349.035

Rugi Periode Berjalan                                            -                         -                                -           (337.791.406)     (337.791.406)
Saldo per 30 Juni 2024                         71.736.767.680              6.711.738.981                        43.244.652          (18.879.193.684)    59.612.557.629
Saldo per 1 Januari 2024                       71.736.767.680              6.711.738.981                        43.244.652          (18.541.402.278)    59.950.349.035
Rugi Tahun Berjalan                                          -                             -                              -             (615.308.145)     (615.308.145)
Penghasilan Komprehensif Lain                                -                             -                     (4.724.614)                     -          (4.724.614)
Saldo per 31 Desember 2024                     71.736.767.680              6.711.738.981                        38.520.038          (19.156.710.423)    59.330.316.276

Rugi Periode Berjalan                                            -                         -                                -        (4.163.452.392)     (4.163.452.392)
Saldo per 30 Juni 2025                         71.736.767.680              6.711.738.981                        38.520.038          (23.320.162.815)    55.166.863.884




                                   Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim secara keseluruhan


                                                                                     -4-
Page 8
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN ARUS KAS INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                              2025                    2024
                                                            Catatan       (Enam Bulan)            (Enam Bulan)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan                                  5, 19        7.256.947.705           6.403.797.433
Pembayaran Kas kepada Karyawan                                12, 20       (1.515.170.239)         (1.567.881.200)
Pembayaran Kas kepada Pemasok dan                            7,12,20
Operasional Lainnya                                              8         (4.756.610.448)         (3.316.822.530)
Pembayaran Beban Bunga dan Keuangan                             23         (1.201.049.618)         (1.085.531.910)
Kas Bersih Diperoleh dari
(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi                                          (215.882.600)           433.561.793

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap                                            9            (238.720.044)            (76.659.000)
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi                               (238.720.044)            (76.659.000)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan Utang Lain-lain dari Pihak Berelasi                 25                      -             (614.878.597)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                                          -             (614.878.597)

KENAIKAN KAS DAN BANK                                                        (454.602.644)           (257.975.804)

KAS DAN BANK AWAL PERIODE                                                     517.067.106            539.516.597

KAS DAN BANK AKHIR PERIODE                                                     62.464.462            281.540.793




       Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan interim secara keseluruhan

2012                                                  -5-
Page 9
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


1.   UMUM

     1.a.   Pendirian dan Informasi Umum

            PT Planet Properindo Jaya Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Bandung berdasarkan akta No. 1
            tanggal 7 Juni 2003 dibuat di hadapan Lili Sugianto, S.H. Notaris di Bandung. Akta pendirian
            ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
            berdasarkan Surat Keputusan No. C-22912 HT.01.01.TH.2003. Tahun 2003, tanggal 26
            September 2003. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan,
            terakhir Akta No. 05 tanggal 31 Mei 2024 dari Rahayu Ningsih, S.H., Notaris di Jakarta, yang
            telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan
            Surat Keputusan No. AHU-0108094.AH.01.11.TAHUN.2024 tanggal 03 Juni 2024.

            Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
            berusaha di bidang perhotelan. Ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang
            penyediaan kamar tempat menginap, penyediaan tempat dan pelayanan makan dan minum,
            pelayanan pencucian/binatu, penyediaan fasilitas akomodasi dan pelayanan lain yang
            diperlukan bagi penyelenggaraan kegiatan usaha hotel.

            Perusahaan adalah pemilik Hotel Vue Palace, Artotel Curated yang berdomisili di Bandung
            dengan kantor beralamat di Jl. Otto Iskandar Dinata No. 3 Babakan Ciamis Kec. Sumur
            Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat.

            Pada saat ini kegiatan utama Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang perhotelan
            yaitu mengelola dan menyewakan Hotel Vue Palace, Artotel Curated di Bandung.

            Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha PT Wahana Tata Bangun, dengan PT Sosial
            Integrasi Internasional sebagai pemegang saham utama dan Tn. Antonyo Hartono Tanujaya
            sebagai pengendali terakhir.

            Perusahaan memiliki 6 dan 7 karyawan tetap (tidak diaudit) masing-masing pada tanggal
            30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024.

     1.b.   Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

            Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
            sebagai berikut:

                                                       30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
            Dewan Komisaris
            Komisaris Utama                : Seto Andry Wibowo
            Komisaris Independen           : Hannar Yogia
            Dewan Direksi
            Direktur Utama                 : Antonyo Hartono Tanujaya
            Direktur                       : Emilia Marlina Kiuk

            Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Planet
            Properindo Jaya Tbk No. 09 tanggal 09 Juni 2023, Perusahaan mengangkat Emilia Marlina
            Kiuk sebagai Direktur Perseroan, efektif sejak tanggal Surat Keputusan Rapat Umum
            Pemegang Saham tersebut.




                                                 -6-
Page 10
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


            Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Planet Properindo Jaya Tbk No. 009/IX/2021 tanggal
            3 September 2021, Perusahaan mengangkat Komite Audit sebagai berikut:

             Komite Audit:
             Ketua Komite Audit             : Hannar Yogia
             Anggota Komite Audit           : Asen Julianto
             Anggota Komite Audit           : Defi Desmiati

     1.c.   Penawaran Umum Saham Perusahaan

            Pada tanggal 31 Agustus 2020, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif
            No S-238/D.04/2020 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan penawaran umum
            saham kepada masyarakat sebanyak 267.856.800 saham atau sebanyak 30% dari jumlah
            saham yang ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp 80 setiap saham dengan
            harga penawaran Rp 112 setiap saham disertai dengan penerbitan Waran Seri I sebanyak
            212.053.300 yang diberikan secara cuma-cuma dengan nilai nominal Rp 80 per saham
            dengan harga pelaksanaan Rp 130 per saham. Selisih lebih antara harga penawaran per
            saham dengan nilai nominal per saham dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor” setelah
            dikurangi biaya emisi saham, yang disajikan pada bagian ekuitas pada laporan posisi
            keuangan. Masa pelaksanaan waran yaitu mulai tanggal 15 Maret 2021 sampai dengan
            15 September 2023. Setiap pemegang 1 (satu) saham baru Perusahaan berhak membeli
            1 (satu) waran. Bila waran tidak dilaksanakan sampai masa berlakunya habis, maka waran
            tersebut menjadi kedaluwarsa.

            Pada tanggal 30 Juni 2025 seluruh saham Perusahaan sejumlah 896.709.596 saham telah
            tercatat pada Bursa Efek Indonesia.

     1.d.   Penyelesaian Laporan Keuangan

            Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan ini yang
            telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal
            28 Juli 2025.


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN

       2.a. Pernyataan Kepatuhan

            Laporan Keuangan Perusahaan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
            Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
            Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar
            Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI), dan peraturan pasar modal
            antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
            Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
            Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

       2.b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

            Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual,
            kecuali laporan arus kas yang menggunakan dasar kas.




                                               -7-
Page 11
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


            Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan
            (historical cost), kecuali untuk beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain
            sebagaimana yang diungkapkan pada kebijakan akuntansi dalam masing-masing akun
            tersebut.

            Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan
            mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

            Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsisten dengan
            yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2024, kecuali untuk penerapan amendemen PSAK yang berlaku efektif pada
            tanggal 1 Januari 2024 seperti yang diungkapkan dalam Catatan ini.

            Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah (“Rp”) yang
            juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

       2.c. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

            Pada tanggal 1 Januari 2024, Perusahaan menerapkan amendemen dan penyesuaian
            standar akuntansi yang relevan dengan pelaporan keuangan Perusahaan dan
            efektif berlaku sejak tanggal tersebut, sebagai berikut:

            Amendemen PSAK 201, ”Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai
            Jangka Pendek atau Jangka Panjang”

            Amendemen menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan liabilitas sebagai
            jangka pendek atau jangka panjang. Amendemen tersebut menjelaskan:

            •   Apa yang dimaksud dengan hak untuk menangguhkan penyelesaian;
            •   Bahwa hak entitas untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas harus ada pada akhir
                periode pelaporan;
            •   Klasifikasi tersebut tidak terpengaruholeh kemungkinan bahwa entitas akan menggunakan
                haknya untukmenangguhakan penyelesaian liabilitas;
            •   Hanya jika suatu derivatif melekat dalam liabilitas konvertibel merupakan instrumen ekuitas
                saja, penggunaaan frasa liabilitas tidak akan memengaruhi klasifikasinya;

            Amendemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau
            setelah 1 Januari 2024 dan harus diterapkan secara retrospektif.

            Perseroan saat ini sedang menilai dampakamendemen terhadap praktik saat ini danapakah
            negosiasi ulang atas perjanjianpinjaman yang ada mungkin diperlukanPenerapan lebih dini
            diperkenankan.

            Amendemen PSAK 201, ”Penyajian Laporan Keuangan” – Pengungkapan Kebijakan
            Akuntansi.

            Amendemen tersebut mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan ”informasi kebijakan
            akuntansi material” yang sebelumnya ”kebijakan akuntansi signifikan” dan mengklarifikasi
            bahwa tidak seluruh informasi kebijakan akuntansi terkait dengan transaksi, kejadian atau
            kondisi material lainnya adalah material terhadap laporan keuangan.

            Amendemen PSAK 212 ”Pajak Penghasilan”- Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitasyang
            Timbul dari Transaksi Tunggal

            Amendemen PSAK 212 ”Pajak Penghasilan” - pajak tangguhan terkait aset dan liabilitas yang
            timbul dari transaksi tunggal mensyaratkan entitas untuk mengakui pajak tangguhan atas


                                                  -8-
Page 12
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


            transaksi dimana pada pengakuan awalnya, menimbulkan perbedaan temporer kena pajak
            yang dapat dikurangkan dalam jumlah yang sama.

            Amendemen ini akan berlaku untuk jenis transaksi seperti sewa menyewa dan kewajiban
            pembongkaran yang mensyaratkan pengakuan tambahan atas aset dan liabilitas pajak
            tangguhan.

            Amendemen PSAK 216 ”Aset Tetap” tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan

            Amendemen tersebut melarang entitas untuk biaya perolehan aset tetap dari penerimaan
            penjualan yang dihasilkan oleh aset tetap sebelum penggunaan yang diintensikan.
            Penerimaan atas penjualan memenuhi definisi pendapatan sehingga harus diakui dalam
            laporan laba rugi.

            Sampai dengan tanggal penerbitan laporankeuangan, manajemen sedangmengevaluasi
            dampak dari standar,amandemen, dan interpretasi ini terhadaplaporan keuangan.

       2.d. Transaksi Pihak Berelasi

            Sesuai dengan PSAK 224, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, pihak dianggap berelasi jika
            salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan, secara
            langsung atau tidak langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi
            dalam kebijakan keuangan dan operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan
            keuangan dan operasional.

            Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 25 atas
            laporan keuangan.

       2.e. Instrumen Keuangan

            Aset Keuangan

            Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Klasifikasi
            dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual –
            apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.

            Aset keuangan diklasifikasikan dalam kategori berikut:

            •     Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
            •     Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
                  komprehensif lain.

            Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset
            keuangan lainnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam
            waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

            Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai
            berikut:

            (i)   Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi

                  Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya diamortisasi jika kedua kondisi berikut
                  terpenuhi: (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk
                  mengumpulkan arus kas kontraktual; dan (2) persyaratan kontraktual dari aset keuangan
                  menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang semata-mata pembayaran
                  pokok dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.


                                                  -9-
Page 13
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


                Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan
                menggunakan metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi
                dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan
                memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan
                bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laba rugi. Kerugian yang
                timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laba rugi.

                Kelompok aset keuangan ini meliputi kas dan bank, piutang usaha dan piutang lain-lain.

            (ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI

                Instrumen utang

                Perusahaan mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi
                berikut terpenuhi: (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk
                mengumpulkan arus kas kontraktual dan penjualan; dan (2) persyaratan kontraktual dari aset
                keuangan menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang semata-mata
                pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.

                Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga,
                revaluasi selisih kurs, dan kerugian atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi
                dan dihitung dengan cara yang sama seperti aset keuangan yang diukur dengan biaya
                perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui dalam OCI. Setelah
                penghentian pengakuan, perubahan nilai wajar kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang
                menjadi laba rugi. Perusahaan tidak memiliki instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai
                aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI.

                Perusahaan tidak memiliki instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan
                yang diukur pada OCI.

                Instrumen ekuitas

                Setelah pengakuan awal, Perusahaan dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi
                ekuitasnya secara tidak dapat dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada
                nilai wajar melalui OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK 232: Instrumen Keuangan:
                Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan
                instrumen per instrumen.

                Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi laba
                atau rugi. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak
                pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Perusahaan memperoleh keuntungan dari hasil
                tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini,
                keuntungan tersebut adalah dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai
                wajar melalui OCI tidak tunduk pada penilaian penurunan nilai.

                Perusahaan memiliki investasi saham yang merupakan instrumen ekuitas, yang
                diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

            (iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

                Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk
                diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar
                melalui laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar. Aset keuangan
                diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual
                atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan,
                juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai
                instrumen lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata

                                                  - 10 -
Page 14
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


                  pembayaran pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi,
                  terlepas dari model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan
                  diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti
                  dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada
                  pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, ketidak
                  sesuaian akuntansi.

                  Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selanjutnya disajikan dalam
                  laporan keuangan sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba
                  rugi.

                  Perusahaan memiliki aset keuangan lainnya, yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan
                  yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

                  Aset keuangan (atau mana yang lebih tepat, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
                  kelompok aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya pada saat: (1) hak untuk
                  menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau (2) Perusahaan telah
                  mengalihkan hak mereka untuk menerima arus kas yang berasal dari aset atau
                  berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan
                  material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “pass through”; dan baik (a) Perusahaan telah
                  secara substansial, mengalihkan seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau (b) Perusahaan
                  secara substansial tidak mengalihkan atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat suatu
                  aset, namun telah mengalihkan kendali atas aset tersebut.

            Liabilitas Keuangan

            Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) diklasifikasikan sebagai
            berikut:
            • Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
            • Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.

            Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.

            Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan dalam hal pinjaman dan
            utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

            Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan hanya memiliki liabilitas
            keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.
            Liabilitas keuangan Perusahaan meliputi utang lain-lain, deposit tamu, beban akrual, dan utang
            bank. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo
            melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari
            12 bulan.

            Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai
            berikut:

            i)    Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi

                  Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang
                  dikenakan bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR
                  termasuk di dalam biaya keuangan dalam laba rugi.

            ii)   Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

                  Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk liabilitas
                  keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat


                                                    - 11 -
Page 15
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


                pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

                Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka
                diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk
                instrumen keuangan derivatif yang diambil Perusahaan yang tidak ditujukan sebagai
                instrumen lindung nilai dalam hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam
                PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71). Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan
                sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung
                nilai efektif.

                Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam
                laporan laba rugi.

            Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau
            dibatalkan atau kedaluwarsa.

            Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari
            pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau
            modifikasi secara substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau
            modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan
            liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laba rugi.

            Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai

            Metode pengakuan keuntungan atau kerugian yang timbul tergantung dari apakah derivatif
            tersebut dimaksudkan sebagai instrumen lindung nilai, dan jika demikian, sifat dari item yang
            dilindung nilai.

            Untuk derivatif yang dikategorikan sebagai lindung nilai arus kas, pada awal transaksi,
            Perusahaan mendokumentasikan hubungan antara instrumen lindung nilai dengan item yang
            dilindung nilai, beserta tujuan manajemen risiko dan strategi pelaksanaan transaksi lindung nilai.
            Perusahaan juga mendokumentasikan penilaiannya, pada saat dimulainya lindung nilai dan
            secara berkesinambungan, apakah derivatif yang digunakan dalam transaksi lindung nilai sangat
            efektif dalam menghapus dampak perubahan nilai wajar atas arus kas yang dilindung nilai.

            Nilai wajar penuh derivatif lindung nilai diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas
            jangka panjang jika jatuh tempo yang tersisa untuk pokok yang dilindung nilai melebihi 12 bulan,
            dan sebagai aset lancar atau liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12
            bulan.

            Perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan dan memenuhi kriteria lindung nilai atas arus kas
            untuk tujuan akuntansi, bagian efektifnya, diakui di penghasilan komprehensif lain di dalam
            "cadangan lindung nilai arus kas". Ketika instrumen derivatif tersebut kadaluarsa atau tidak lagi
            memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi, maka keuntungan atau kerugian kumulatif
            di penghasilan komprehensif lain diakui pada laporan laba rugi.

            Perubahan nilai wajar derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi
            diakui langsung pada laporan laba rugi di dalam "(Kerugian) keuntungan perubahan nilai wajar
            derivatif - bersih".

            Saling Hapus antar Aset dan Liabilitas Keuangan

            Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan
            posisi keuangan jika, dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum
            untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk
            menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
            secara simultan.

                                                   - 12 -
Page 16
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


            Penurunan Nilai Aset Keuangan

            Perusahaan menerapkan model kerugian kredit ekspektasian ("ECL") untuk pengukuran dan
            pengakuan kerugian penurunan nilai. Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai
            apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan
            awal. Ketika melakukan penilaian, Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar
            yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah
            ECL. Dalam melakukan penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang
            terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang
            terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran
            serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan
            terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa
            depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.

            Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur ECL tersebut terhadap
            piutang usaha dan lain-lain tanpa komponen pendanaan yang signifikan.

       2.f. Penentuan Nilai Wajar

            Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
            dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar
            utama (atau pasar yang paling menguntungkan) pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar
            saat ini (yaitu harga keluar) terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung
            atau diestimasi dengan menggunakan teknik penilaian lain pada tanggal pengukuran.

            Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
            liabilitas terjadi:
            (a) di pasar utama (principal market) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau
            (b) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous
                market) untuk aset atau liabilitas tersebut.

            Perusahaan mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan
            digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi
            bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomis terbaiknya.

            Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
            menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
            terbaiknya (highest and best use) atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
            menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

            Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
            memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
            diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

            Hierarki nilai wajar dikategorikan dalam 3 (tiga) level input untuk teknik penilaian yang digunakan
            dalam pengukuran nilai wajar, sebagai berikut:
            (a) Input Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas
                 yang identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
            (b) Input Level 2 - input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat
                diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
            (c) Input Level 3 - input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.

            Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan
            menentukan apakah terjadi transfer antara Level di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi
            kategori (berdasarkan input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar)
            setiap akhir periode pelaporan.


                                                   - 13 -
Page 17
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


              Perusahaan menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan
              risiko aset dan liabilitas, dan level hirarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut
              dikategorikan.

              Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
              dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
              tanggal pengukuran.

              Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
              liabilitas terjadi di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling
              menguntungkan di mana Perusahaan memiliki akses pada tanggal tersebut.

              Jika tersedia, Perusahaan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan
              harga kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Jika harga kuotasian tidak tersedia di
              pasar aktif, Perusahaan menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan
              input yang dapat diobservasi dan relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak
              dapat diobservasi. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang
              dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length
              market transactions), penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial
              sama, analisis arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lain.

       2.g. Kas dan Bank

              Kas dan bank terdiri dari kas dan bank yang tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak
              dibatasi penggunaannya.

       2.h. Dana Cadangan Untuk Penggantian Perabotan dan Perlengkapan Hotel

              Pemasukan yang diperoleh dari hasil pengelolaan hotel harus diambil sebagian terlebih dahulu
              untuk dimasukkan sebagai Dana Cadangan yang diperlukan untuk penggantian, penambahan
              perabotan dan semua perlengkapan yang tidak dapat digunakan lagi dalam pengelolaan hotel.

              Besar Dana Cadangan tersebut adalah sebagai berikut:

              a. Tahun buku pertama sebesar 1% dari Pendapatan Total (Total Revenue).
              b. Tahun buku kedua sebesar 1,5% dari Pendapatan Total (Total Revenue).
              c. Tahun buku ketiga dan seterusnya sebesar 3% dari Pendapatan Total (Total Revenue).

              Dana Cadangan yang tidak digunakan dalam tahun-tahun yang bersangkutan dapat digunakan
              pada tahun-tahun berikutnya.

              Sampai dengan 30 Juni 2025 belum dibentuk dana cadangan untuk penggantian perabotan
              dan perlengkapan hotel.

       2.i.   Persediaan Hotel

              Persediaan hotel merupakan makanan dan minuman, perlengkapan hotel lainnya, peralatan
              operasional dan barang dagangan yang dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai
              realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata
              tertimbang (weighted average method). Nilai realisasi bersih merupakan estimasi harga jual
              dari persediaan dikurangi seluruh biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan
              untuk melakukan penjualan.

       2.j.   Beban Dibayar di Muka

              Beban dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang
              bersangkutan dengan menggunakan metode garis lurus.

                                                    - 14 -
Page 18
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


       2.k. Aset Tetap

            Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri dari
            harga pembelian dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa
            aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan supaya aset siap digunakan sesuai dengan maksud
            manajemen. Setelah pengakuan awal, aset tetap, kecuali tanah, diukur sebesar biaya
            perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Tanah
            dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan.

            Sesuai dengan ISAK 36, Perusahaan menganalisa fakta dan keadaan untuk masing-masing
            jenis hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”)
            dan Hak Pakai (“HP”) dalam menentukan akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah
            tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi
            ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian
            atas aset pendasar kepada Perusahaan, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan
            aset pendasar, Perusahaan menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai
            sewa berdasarkan PSAK 116 (sebelumnya PSAK 73), “Sewa”. Jika hak atas tanah secara
            substansi menyerupai pembelian tanah, maka Perusahaan menerapkan PSAK 216
            (sebelumnya PSAK 16) “Aset tetap”.

            Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset
            yang terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di
            masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya
            tersebut dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan
            pengakuannya pada tahun dimana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya
            perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi.

            Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan jumlah
            tersusutkan selama estimasi manfaat aset tetap sebagai berikut:

                                                                                                Tahun
             Bangunan dan Prasarana                                                               40
             Mebel dan Perlatan                                                                  4-8

            Nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap akhir tahun
            keuangan atas pengaruh dari setiap perubahan estimasi akuntansi yang berlaku prospektif.

            Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi
            masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian
            yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai selisih antara jumlah neto hasil
            pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
            komprehensif lain pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

            Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.

            Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif pada
            saat terjadinya. Biaya-biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah,
            mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset, jika dan hanya
            jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut
            akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.

            Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi
            penurunan nilai. Aset dalam penyelesaian akan direklasifikasi ke aset tetap yang bersangkutan
            pada saat aset tersebut selesai dan siap untuk digunakan. Penyusutan mulai dibebankan pada
            tanggal aset tersebut siap digunakan.

            Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aset


                                                 - 15 -
Page 19
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


              tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap
              tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi pada periode yang bersangkutan.

       2.l.   Sewa

              Perusahaan sebagai Penyewa

              Pada insepsi kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak adalah, atau mengandung, sewa.
              Suatu kontrak adalah atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk
              mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk
              dipertukarkan dengan imbalan.

              Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang
              identifikasian, Perusahaan menilai apakah:

              -   Perusahaan memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat
                  ekonomik dari penggunaan aset identifikasian selama periode penggunaan; dan
              -   Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian.
                  Perusahaan memiliki hak ini ketika Perusahaan memiliki hak pengambilan keputusan yang
                  paling relevan untuk mengubah cara dan tujuan penggunaan aset telah ditentukan
                  sebelumnya:
                  1. Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset identifikasian;
                  2. Perusahaan telah mendesain aset identifikasian dengan cara yang telah ditentukan
                       sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset itu akan digunakan.

              Pada insepsi atau penilaian kembali kontrak yang berisi komponen sewa, Perusahaan
              mengalokasikan imbalan dalam kontrak untuk setiap komponen sewa atas dasar harga
              tersendiri relatif dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa. Akan tetapi, untuk sewa
              perbaikan di mana Perusahaan adalah penyewa, Perusahaan telah memilih untuk tidak
              memisahkan komponen nonsewa dan mencatat komponen sewa dan nonsewa sebagai
              komponen sewa tunggal.

              Pada saat permulaan sewa, penyewa mengakui aset hak-guna. Aset hak guna awalnya diukur
              pada harga perolehan, yang terdiri dari jumlah awal yang disesuaikan dengan pembayaran
              sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah biaya langsung awal
              yang timbul dan estimasi biaya untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau
              merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa,
              dikurangi insentif sewa yang diterima.

              Setelah tanggal permulaan, Perusahaan mengukur aset hak guna dengan menggunakan
              model biaya yang berkaitan aset tetap sesuai PSAK 216 (sebelumnya PSAK 16).

              Berdasarkan model biaya, aset hak guna diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi
              penyusutan dan akumulasi penurunan nilai. Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar
              kepada Perusahaan pada akhir masa sewa atau jika biaya perolehan aset hak guna
              mencerminkan bahwa penyewa akan mengeksekusi opsi beli, Perusahaan mendepresiasi hak
              guna sejak tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak,
              Perusahaan mendepresiasi aset hak guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih
              awal antara akhir umur manfaat aset hak guna atau akhir masa sewa.

              Liabilitas sewa pada awalnya diukur pada nilai kini dari pembayaran sewa yang terutang
              selama masa sewa, didiskontokan pada suku bunga implisit dalam sewa jika hal itu dapat
              segera ditentukan. Jika suku bunga implisit tersebut tidak dapat segera ditentukan,
              Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental.




                                                   - 16 -
Page 20
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


            Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri dari:

            •     Pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara-substansi dikurangi piutang
                 insentif sewa;
            •     Pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga, awalnya
                 diukur menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
            •     Jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh Perusahaan dalam jaminan nilai residual;
            •     Harga eksekusi opsi beli yang cukup pasti Perusahaan akan mengeksekusi; dan
            •     Pembayaran penalti untuk penghentian sewa lebih awal kecuali Perusahaan cukup pasti
                 untuk tidak menghentikan kontrak lebih awal.

            Liabilitas sewa selanjutnya diukur kembali untuk mencerminkan perubahan dalam:

             •  Masa sewa (menggunakan tingkat diskonto yang direvisi);
             •  Penilaian opsi beli (menggunakan tingkat diskonto yang direvisi);
             •  Jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan dalam jaminan nilai residual (menggunakan
               tingkat diskonto yang tidak berubah); atau
             • Pembayaran sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau suku bunga
               yang digunakan untuk menentukan pembayaran tersebut (menggunakan tingkat diskonto
               yang tidak berubah).

             Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
             selama estimasi manfaat ekonomi aset hak-guna adalah sebagai berikut:


                   Jenis Aset Hak-Guna                      Masa Manfaat
                  Tanah                                        30 tahun

            Sewa Jangka Pendek dan Sewa Aset Bernilai Rendah

            Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek (untuk sewa yang
            memiliki jangka waktu selama 12 bulan atau kurang dari tanggal dimulainya dan tidak
            mengandung opsi pembelian). Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa untuk
            aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

       2.m. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

            Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menelaah nilai tercatat aset non-keuangan
            untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan
            nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, jumlah terpulihkan dari aset diestimasi untuk menentukan
            tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi
            jumlah terpulihkan atas suatu aset individual, Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan
            dari unit penghasil kas atas aset.

            Estimasi jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan
            dan nilai pakai. Dalam menilai nilai pakai, estimasi arus kas masa depan didiskontokan ke nilai
            kini menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini
            dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset yang mana estimasi arus kas masa depan
            belum disesuaikan.

            Jika jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai
            tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar jumlah
            terpulihkan dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi.

            Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset keuangan dijelaskan dalam Catatan 3.



                                                  - 17 -
Page 21
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


       2.n. Liabilitas Imbalan Kerja

            Perusahaan menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai dengan Peraturan
            Pemerintah (“PP”) No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 (Undang-
            Undang Cipta Kerja) yang diundangkan pada November 2020, sebagaimana diubah menjadi
            Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah
            Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-
            Undang. Program imbalan pasti ini tidak didanai.

            Liabilitas neto Perusahaan atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan
            pascakerja pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada.
            Perhitungan liabilitas imbalan pascakerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected
            Unit Credit dalam perhitungan aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.

            Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian
            aktuarial,b) imbal hasil atas aset program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan
            dampak batas atas aset, tidak termasuk bunga, diakui di penghasilan komprehensif lain pada
            saat terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.

            Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang
            berubah terkait biaya jasa lalu, atau keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi
            pada saat terdapat perubahan atau kurtailmen atas program.

            Perusahaan menentukan (penghasilan) beban bunga neto atas (aset) liabilitas imbalan
            pascakerja neto dengan menerapkan tingkat bunga diskonto pada awal periode pelaporan
            tahunan untuk mengukur liabilitas imbalan pascakerja selama periode berjalan.

            Perusahaan mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan
            pascakerja pada saat penyelesaian terjadi. keuntungan atau kerugian atas penyelesaian
            merupakan selisih antara nilai kini liabilitas imbalan pascakerja yang ditetapkan pada tanggal
            penyelesaian dengan harga penyelesaian, termasuk setiap aset program yang dialihkan dan
            setiap pembayaran yang dilakukan secara langsung oleh Perusahaan sehubungan dengan
            penyelesaian tersebut.

            Perusahaan mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan
            setiap keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga
            neto di laba rugi pada saat terjadinya.


       2.o. Biaya Pinjaman

            Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi atau
            pembuatan aset kualifikasian, merupakan aset yang membutuhkan waktu yang cukup lama
            agar siap untuk digunakan atau dijual, ditambahkan pada biaya perolehan aset tersebut,
            sampai dengan saat selesainya aset secara substansial siap untuk digunakan atau dijual.

            Penghasilan investasi diperoleh atas investasi sementara dari pinjaman yang secara spesifik
            belum digunakan untuk pengeluaran aset kualifikasian dikurangi dari biaya pinjaman yang
            dikapitalisasi.

            Semua biaya pinjaman lainnya diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya.

            Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan
            aset agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya dan pengeluaran untuk aset tersebut
            dan biaya pinjaman telah terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat selesainya
            secara substansial yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat
            digunakan sesuai dengan maksudnya.

                                                  - 18 -
Page 22
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


       2.p. Pengakuan Pendapatan dan Beban

            Perusahaan mengakui pendapatan sesuai dengan ketentuan PSAK 115 (sebelumnya PSAK
            72), Perusahaan mengakui pendapatan pada saat dan sejauh pengalihan barang atau jasa
            kepada pelanggan akan mencerminkan jumlah yang diharapkan akan diterima Perusahaan
            dalam pertukaran untuk barang atau jasa tersebut. Dalam menerapkan Standar ini,
            Perusahaan mempertimbangkan
            syarat-syarat kontrak dan semua fakta dan keadaan yang relevan. Pendapatan diakui
            menggunakan penilaian 5 langkah:

            1.   Identifikasi Kontrak dengan Pelanggan

                 Kontrak adalah kesepakatan antara dua pihak atau lebih yang menciptakan hak dan
                 kewajiban yang dapat dipaksakan.

            2.   Identifikasi Kewajiban Pelaksanaan dalam Kontrak

                 Kewajiban pelaksanaan adalah janji kepada pelanggan untuk mengalihkan barang atau
                 jasa (atau sekumpulan barang atau jasa) yang bersifat dapat dibedakan; atau serangkaian
                 barang atau jasa bersifat dapat dibedakan yang secara substansial sama dan memiliki
                 pola pengalihan yang sama kepada pelanggan. Bersifat dapat dibedakan artinya dapat
                 dipisahkan, atau dapat diidentifikasi secara terpisah.

            3.   Penetapan Harga Transaksi

                 Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diperkirakan menjadi hak Perusahaan dalam
                 pertukaran untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan, tidak termasuk jumlah
                 yang ditagih atas nama pihak ketiga (misalnya, pajak pertambahan nilai). Jika imbalan
                 yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Perusahaan mengestimasi
                 jumlah imbalan yang diharapkan menjadi haknya dalam pertukaran untuk mengalihkan
                 barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dikurangi estimasi jumlah variabel
                 yang akan dibayar selama kontrak.

            4.   Alokasi Harga Transaksi untuk Kewajiban Pelaksanaan

                 Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual
                 berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak.
                 Jika hal ini tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif perlu
                 diestimasi.

            5.   Pengakuan Pendapatan ketika Kewajiban Pelaksanaan Dipenuhi

                 Pendapatan dari penjualan diakui sebagai representasi penyerahan barang atau jasa
                 dengan jumlah yang secara tepat mewakili kewajiban yang dilakukan dan hak untuk
                 menerima imbalan sebagai imbalan atas barang dan/atau jasa tersebut. Pengakuan
                 pendapatan tergantung pada apakah pengalihan diselesaikan sepanjang waktu atau pada
                 waktu tertentu. Pengalihan kendali diperhitungkan.

            Untuk setiap kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, pendapatan diakui
            dengan mengukur kemajuan penyelesaian kewajiban pelaksanaan tersebut berdasarkan
            pengukuran kemajuan yang tepat baik “Metode Keluaran” atau “Metode Masukan”.

            Biaya Mendapatkan Kontrak
            Biaya inkremental untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan diakui sebagai aset jika
            Perusahaan mengharapkan untuk memulihkan biaya tersebut. Biaya inkremental tersebut
            adalah biaya yang timbul untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan yang tidak akan
            terjadi jika kontrak tersebut tidak berhasil diperoleh.

                                                  - 19 -
Page 23
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


            Biaya Pemenuhan Kontrak

            Biaya inkremental untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan diakui sebagai aset jika
            Perusahaan mengharapkan untuk memulihkan biaya tersebut. Biaya inkremental tersebut
            adalah biaya yang timbul untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan yang tidak akan
            terjadi jika kontrak tersebut tidak berhasil diperoleh.

            Suatu aset diakui untuk biaya yang timbul untuk memenuhi kontrak hanya jika biaya tersebut
            memenuhi semua kriteria berikut:

            a)   biaya terkait langsung dengan kontrak atau kontrak yang diantisipasi yang secara spesifik
                 dapat diidentifikasi oleh Perusahaan;
            b)   biaya menghasilkan atau meningkatkan sumber daya Perusahaan yang akan digunakan
                 untuk memenuhi (atau terus memenuhi) kewajiban pelaksanaan di masa depan; dan
            c)   biaya diharapkan dapat dipulihkan.
            d)   biaya terkait langsung dengan kontrak atau kontrak yang diantisipasi yang secara spesifik
                 dapat diidentifikasi oleh Perusahaan;
            e)   biaya menghasilkan atau meningkatkan sumber daya Perusahaan yang akan digunakan
                 untuk memenuhi (atau terus memenuhi) kewajiban pelaksanaan di masa depan; dan
            f)   biaya diharapkan dapat dipulihkan.

            Aset yang dihasilkan akan diamortisasi secara sistematis selama periode kontrak. Ketika biaya
            yang timbul dalam memenuhi kontrak dengan pelanggan berada dalam lingkup Pernyataan
            lain, biaya tersebut diperhitungkan sesuai dengan Pernyataan lainnya.

            Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).

       2.q. Pajak Penghasilan

            Beban pajak penghasilan terdiri dari jumlah beban pajak kini dan pajak tangguhan.

            Pajak diakui sebagai pendapatan atau beban dan termasuk dalam laba rugi untuk periode
            berjalan,kecuali pajak yang timbul dari transaksi atau kejadian yang diakui di luar laba rugi.
            Pajak terkait denganpos yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain, diakui dalam
            penghasilan komprehensif lain dan pajak terkait dengan pos yang diakui langsung di ekuitas,
            diakui langsung di ekuitas.

            Pajak kini

            Pajak terutang kini didasarkan pada laba kena pajak tahun berjalan. Laba kena pajak berbeda
            dari laba yang dilaporkan dalam masing-masing laporan laba rugi dan penghasilan
            komprehensif lain perusahaan dalam Perusahaan karena tidak termasuk pos-pos dari
            pendapatan atau beban yang dapat dikenakan pajak atau dikurangkan di tahun-tahun lainnya
            dan selanjutnya tidak termasuk pos-pos yang tidak dapat dikenakan pajak atau dikurangkan
            dari pajak.

            Liabilitas pajak kini masing-masing perusahaan di dalam Perusahaan dihitung dengan
            menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial berlaku pada tanggal laporan
            posisi keuangan.

            Manajemen secara berkala mengevaluasi jumlah yang dilaporkan di dalam Surat
            Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) terkait dengan keadaan dimana peraturan pajak yang berlaku
            memerlukan interpretasi dan, jika diperlukan, manajemen akan menghitung provisi atas jumlah
            yang mungkin timbul.




                                                 - 20 -
Page 24
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


             Pajak tangguhan

             Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer
             antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan
             pada akhir periode pelaporan.

             Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang kena pajak.

             Nilai tercatat dari aset dan liabilitas pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode
             pelaporan dan diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba
             kena pajak yang memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut
             untuk direalisasi. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap tanggal
             pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak di masa depan akan
             memungkinkan aset pajak tangguhan untuk dipulihkan.

             Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan
             akan berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif
             pajak dan peraturan pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada
             tanggal pelaporan.

             Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan
             secarahukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan
             pajak tangguhantersebut terkait dengan Perusahaan kena pajak yang sama dan otoritas
             perpajakan yang sama.

       2.r. Laba Per Saham

             Berdasarkan PSAK 233 (sebelumnya PSAK 56), “Laba per Saham”, laba per saham dasar
             dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan
             jumlah rata-rata tertimbang dari saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan yang
             disesuaikan dengan jumlah saham biasa yang dibeli kembali.

             Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada
             pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan
             dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif.


3.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

     Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi

     Penyusunan laporan keuangan mengharuskan manajemen Perusahaan untuk membuat
     pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan,
     beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir periode pelaporan.
     Ketidakpastian mengenai pertimbangan, estimasi dan asumsi tersebut dapat mengakibatkan
     penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan
     berikutnya.

     Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan
     yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas
     untuk periode berikutnya diungkapkan dibawah ini.

     Perusahaan mendasarkan estimasi dan asumsi pada parameter yang tersedia pada saat laporan
     keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat
     perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam
     asumsi terkait pada saat terjadinya.


                                                   - 21 -
Page 25
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


     Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan
     kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui
     dalam laporan keuangan:

     Menentukan Mata Uang Fungsional
     Mata uang fungsional adalah mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana Perusahaan
     beroperasi. Manajemen mempertimbangkan mata uang yang paling memengaruhi pendapatan dan
     harga pokok penjualan dan indikator lainnya dalam menentukan mata uang yang paling sesuai
     mewakili dampak ekonomi yang mendasari transaksi, peristiwa dan kondisi.


     Menentukan Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

     Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
     liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK 109 dipenuhi. Dengan
     demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi
     Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 3 pada laporan keuangan.

     Menentukan Penilaian Model Bisnis

     Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil pengujian semata pembayaran
     pokok dabunga (“SPPI”) atas jumlah pokok terutang dan model bisnis. Perusahaan menentukan model
     bisnis padtingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama untuk
     mencapai tujuabisnis tertentu.

     Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk bagaimana
     kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset dan bagaimana
     pengelolaannya. Perusahaan memantau aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
     diamortisasi atau nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain yang dihentikan pengakuannya
     sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut konsisten
     dengan tujuan bisnis dimana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian
     berkelanjutan Perusahaan tentang apakah model bisnis yang memiliki aset keuangan yang tersisa
     masih sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan model bisnis dan oleh karena itu
     terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut.

     Menentukan Peningkatan Risiko Kredit yang Signifikan

     ECL diukur sebagai penyisihan yang setara dengan ECL 12-bulan (“12mECL”) untuk aset tahap 1,
     atau ECL sepanjang umur untuk aset tahap 2 atau tahap 3. Suatu aset bergerak ke tahap 2 ketika
     risiko kreditnya telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Dalam menilai apakah risiko
     kredit suatu aset telah meningkat secara signifikan, Perusahaan mempertimbangkan informasi
     berwawasan ke depan yang wajar dan dapat didukung secara kualitatif dan kuantitatif.

     Menentukan dan Menghitung Penyisihan Kerugian

     Ketika mengukur ECL, Perusahaan menggunakan informasi berwawasan ke depan yang wajar dan
     dapat didukung, yang didasarkan pada asumsi untuk pergerakan masa depan dari berbagai
     pendorong ekonomi dan bagaimana pendorong ini akan saling memengaruhi.

     Loss given default adalah estimasi kerugian yang timbul karena gagal bayar (default). Hal ini
     didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo dan yang diharapkan akan
     diterima pemberi pinjaman, dengan mempertimbangkan arus kas dari agunan dan peningkatan kredit
     integral.

     Probabilitas default merupakan input utama dalam mengukur ECL. Default adalah estimasi
     kemungkinan default selama jangka waktu tertentu, yang penghitungannya mencakup data historis,
     asumsi, dan ekspektasi kondisi masa depan.

                                                 - 22 -
Page 26
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


      Menentukan Apakah Suatu Pengaturan adalah atau Mengandung Sewa

      Penentuan apakah suatu pengaturan merupakan atau mengandung sewa memerlukan
      pertimbangan yang cermat untuk menilai apakah pengaturan tersebut memberikan hak untuk
      memperoleh secara substansial semua manfaat ekonomik dari penggunaan aset selama periode
      penggunaan dan hak untuk mengarahkan penggunaan aset, bahkan jika pengaturan tersebut hak
      tidak secara eksplisit ditentukan dalam pengaturan.

      Penentuan Opsi Masa Sewa

      Masa sewa merupakan komponen signifikan dalam pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa.
      Pertimbangan dilakukan dalam menentukan apakah terdapat opsi untuk memperpanjang sewa atau
      membeli aset pendasar cukup pasti akan dieksekusi, atau opsi untuk mengakhiri sewa tidak akan
      dieksekusi, ketika memastikan periode yang akan disertakan dalam masa sewa. Dalam menentukan
      masa sewa, semua fakta dan keadaan yang menciptakan insentif ekonomik untuk menggunakan opsi
      perpanjangan, atau tidak untuk menggunakan opsi penghentian, dipertimbangkan pada tanggal
      insepsi sewa.

     Faktor-faktor yang dipertimbangkan dapat mencakup pentingnya aset untuk operasi Perusahaan;
     perbandingan syarat dan ketentuan dengan harga pasar yang berlaku; timbulnya penalti yang
     signifikan; adanya perbaikan hak penyewaan yang signifikan; dan biaya serta masalah gangguan
     untuk mengganti aset. Perusahaan menilai kembali apakah cukup pasti untuk mengeksekusi opsi
     perpanjangan, atau tidak mengeksekusi opsi penghentian, jika terdapat peristiwa signifikan atau
     perubahan keadaan yang signifikan.

     Menentukan Suku Bunga Pinjaman Inkremental

     Jika suku bunga implisit dalam sewa tidak dapat segera ditentukan, suku bunga pinjaman inkremental
     diestimasi untuk mendiskontokan pembayaran sewa di masa mendatang untuk mengukur nilai kini
     liabilitas sewa pada tanggal permulaaan sewa. Suku bunga tersebut didasarkan pada estimasi
     Perusahaan yang harus dibayarkan oleh Perusahaan kepada pihak ketiga untuk meminjam dana yang
     diperlukan untuk memperoleh aset dengan nilai yang sama dengan aset hak-guna, dengan
     persyaratan, keamanan, dan lingkungan ekonomi yang serupa.

     Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan

     Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan
     membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang
     lambat, denganmempertimbangkan nilai realisasi neto dari persediaan berdasarkan pada harga jual
     dan kondisi pasar saatini. Jumlah tercatat persediaan diungkapkan di dalam Catatan 7 atas laporan
     keuangan.

     Menentukan Metode Penyusutan dan Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap

     Perusahaan mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan utilisasi dari aset yang
     diharapkan dan didukung dengan rencana dan strategi usaha dan perilaku pasar.

     Estimasi dari masa manfaat aset tetap adalah berdasarkan penelaahan Perusahaan terhadap praktek
     industri, evaluasi teknis internal dan pengalaman untuk aset yang setara

     Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
     masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4
     sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana
     Perusahaan menjalankan bisnisnya. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 9 atas laporan
     keuangan.



                                                - 23 -
Page 27
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


     Imbalan Kerja
     Nilai kini dari kewajiban imbalan pasti tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan berdasarkan
     basis aktuarial dengan menggunakan sejumlah asumsi. Asumsi yang digunakan dalam menentukan
     biaya untuk imbalan pascakerja termasuk tingkat diskonto dan kenaikan gaji dimasa datang. Setiap
     perubahan dalam asumsi ini akan berdampak pada nilai tercatat atas kewajiban imbalan pensiun.

     Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji dimasa datang yang sesuai pada
     akhir periode pelaporan. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan
     mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang
     dimana imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas
     terkait. Dalam menentukan tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data
     historis mengenai perubahan gaji dasar pekerja dan menyesuaikan dengan perencanaan bisnis masa
     mendatang.

4.   KAS DAN BANK

                                                                       30 Juni          31 Desember
                                                                        2025                2024
     Kas                                                               12.101.935              139.719
     Bank
      PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                    37.043.805         397.646.833
      PT Bank Central Asia Tbk                                          6.680.222          78.107.232
      PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan
       Banten Tbk                                                       3.713.491          29.521.643
      PT Bank KEB Hana Indonesia                                        2.925.009          11.651.679
     Jumlah                                                            62.464.462         517.067.106



5.   PIUTANG USAHA DARI PIHAK KETIGA

     Berdasarkan Pelanggan:

                                                                       30 Juni          31 Desember
                                                                        2025                2024
       Agen Wisata                                                   277.208.684          634.140.336
       Instansi Pemerintahan                                          67.791.000            6.942.400
       Kartu Kredit                                                   60.633.540           25.023.518
       PT Rumah Karya Entertaiment                                    31.881.388           87.600.038
       Korporasi                                                       1.103.594           23.479.830
     Jumlah                                                          438.618.206          777.186.122

     Berdasarkan umur:

                                                                       30 Juni          31 Desember
                                                                        2025                2024
      Telah jatuh tempo dan tidak Mengalami
      penurunan nilai:
       Kurang dari 30 hari                                           435.350.126          534.660.088
       31 – 60 hari                                                    3.268.080          154.191.806
       61 – 90 hari                                                            -              734.190
       Lebih dari 90 hari                                                      -           87.600.038
     Jumlah                                                          438.618.206          777.186.122

      Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Rumah Karya Entertaiment (Conclave

                                                - 24 -
Page 28
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


      Bar) sehubungan dengan pembukaan restoran dan bar yang berada di properti milik perusahaan.
      (Catatan 26).

      Seluruh piutang usaha dari pihak ketiga didenominasi dalam mata uang rupiah.

      Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang usaha dapat ditagih, sehingga, tidak ada penurunan
      nilai yang diakui.


6.   PIUTANG LAIN-LAIN

                                                                     30 Juni          31 Desember
                                                                      2025                2024
      Pihak Berelasi                                                738.370.143       1.176.928.572
      Pihak Ketiga                                                            -          46.359.961
     Jumlah                                                        738.370.143        1.223.288.533

     Piutang lain-lain ke Pihak Ketiga merupakan piutang karyawan yang berkeyakinan bahwa seluruh
     piutang lain-lain dapat ditagih, sehingga tidak ada penurunan nilai yang diakui.

7.   PERSEDIAAN

                                                                     30 Juni          31 Desember
                                                                      2025                2024
     Aset Lancar
      Bahan Baku                                                     419.718.399         399.855.079
      Perlengkapan                                                   310.747.330         274.747.330
     Sub Jumlah                                                      730.465.729         674.602.409
     Aset Tidak Lancar
      Perlengkapan Operasional Hotel                               1.169.141.961       1.006.630.387
     Sub Jumlah                                                    1.169.141.961       1.006.630.387
     Jumlah                                                        1.899.607.690       1.681.232.796

     Berdasarkan penelaahan pada akhir tahun berjalan, pihak manajemen berkeyakinan bahwa semua
     jenis persediaan masih dalam kondisi baik dan masih dapat digunakan.


8.   BEBAN DIBAYAR DIMUKA

      Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, akun ini merupakan biaya digital marketing yang
      telah dibayar dimuka dengan nilai masing-masing sebesar Rp 41.666.672 dan Rp166.666.670.




                                               - 25 -
Page 29
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


9.   ASET TETAP

                                                              30 Juni 2025
                                   Saldo Awal         Penambahan       Pengurangan              Saldo Akhir
     Biaya Perolehan
      Tanah                       14.000.000.000                       -                   -   14.000.000.000
      Bangunan dan Prasarana      66.528.366.267                       -                   -   66.528.366.267
      Mebel dan Peralatan          6.350.726.037            126.364.276                    -    6.477.090.313
     Sub Jumlah                   86.879.092.304            126.364.276                    -   87.005.456.580

     Aset dalam Penyelesaian
      Bangunan Hotel              23.999.969.280                       -    23.999.969.280                      -
     Jumlah                      110.879.061.584            126.364.276     23.999.969.280      87.005.456.580

     Akumulasi Penyusutan
      Bangunan dan Prasarana      23.734.670.880            831.604.577                    -    24.566.275.457
      Mebel dan Peralatan          5.377.925.495            115.032.381                    -     5.492.957.876
     Jumlah                       29.112.596.375            946.636.958                    -    30.059.233.333
     Nilai Buku                   81.766.465.209                                                56.946.223.247


                                                           31 Desember 2024
                                   Saldo Awal         Penambahan    Reklasifikasi               Saldo Akhir

     Biaya Perolehan
      Tanah                       14.000.000.000                      -                   -      14.000.000.000
      Bangunan dan Prasarana      66.528.366.267                      -                   -      66.528.366.267
      Mebel dan Peralatan          6.161.711.269            189.014.768                   -       6.350.726.037
     Sub Jumlah                   86.690.077.536            189.014.768                   -      86.879.092.304
     Aset dalam Penyelesaian
      Bangunan Hotel              23.999.969.280                       -                  -      23.999.969.280
     Jumlah                      110.690.046.816                       -                  -     110.879.061.584
     Akumulasi Penyusutan
      Bangunan dan Prasarana      22.071.461.723       1.663.209.157                      -      23.734.670.880
      Mebel dan Peralatan          5.165.190.096         212.735.399                      -       5.377.925.495
     Jumlah                       27.236.651.819       1.875.944.556                      -      29.112.596.375
     Nilai Buku                   83.453.394.997                                                 81.766.465.209

     Beban Penyusutan dialokasikan sebagai berikut:

                                                                               2025                2024
                                                                           (Enam Bulan)        (Enam Bulan)
      Beban Pokok Pendapatan (Catatan 20)                                    831.604.578         831.604.578
      Beban Umum dan Administrasi (Catatan 21)                               115.032.381         104.358.438
      Jumlah                                                                 946.636.958         935.963.016

      Pada tanggal 25 Juni 2025, Perusahaan melakukukan inbreng atau memasukkan aset ke PT Wahana
      Makmur Jaya yaitu berupa aset yang terdiri dari pekerjaan interior, peralatan, perlengkapan dan
      furniture pendukungnya untuk hotel di Lantai 9, 10 dan 11 Gedung Citi Hub, yang terletak di
      Jl. Boulevard Artha Gading Blok D, No, 3, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa
      Gading, Jakarta Utara dengan nilai seluruhnya sebesar Rp 20.510.000.000, nilai tersebut berdasarkan
      penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Pung’s Zulkarnain dan Rekan dengan laporan
      tertanggal 16 Juni 2025 dengan laporan No. 00892/2.0004-01/PI/10/0378/I/VI/2025, atas inbreng
      tersebut Perusahaan menerima kompensasi berupa hak/kepemilikan 31.982 saham atau setara

                                                   - 26 -
Page 30
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


      dengan nilai nominal Rp 31.982.000.000 saham PT Wahana Makmur Jaya (Catatan 11).

      Pada periode yang berakhir enam bulan pada tanggal 30 Juni 2025, perhitungan rugi pelepasan aset
      tetap adalah sebagai berikut:

                                                                         2025                2024
                                                                     (Enam Bulan)        (Enam Bulan)
      Nilai Wajar Aset Inbreng                                       20.510.000.000                     -

      Dikurangi Nilai Buku Aset:
      Bangunan Hotel                                                (23.999.969.280)                    -
      Rugi Pelepasan Aset Tetap (Catatan 22)                         (3.489.969.280)                    -

      Bangunan dan Prasarana merupakan Bangunan Hotel Vue Palace, Artotel Curated yang berdomisili di
      Jl. Otto Iskandardinata no.3 Bandung, dengan luas bangunan 7408 m2.

      Bangunan hotel dalam penyelesaian merupakan hotel yang berlokasi di CITI HUB Kelapa Gading
      sesuai dengan Surat Perintah Kerja No. 005/SPK/PPJ/VIII/2020 tanggal 2 Agustus 2020. Perusahaan
      mengadakan perjanjian kerja dengan PT Wahana Sugiharto Makmur, atas pekerjaan pembangunan
      Hotel 3 lantai di CITI HUB Kelapa Gading dengan nilai kontrak sebesar Rp23.999.969.280.

      Perusahaan memiliki sebidang tanah berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli
      No. 224 tanggal 20 Desember 2019 oleh Notaris Yunita Aristina, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Utara.
      Tanah seluas 17.370 m2 yang terletak di Kelurahan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang,
      Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Hak kepemilikan berupa Sertifikat Hak Milik Nomor:
      116/Bojong Koneng. Penurunan Hak Milik yang sedang dalam proses penurunan hak menjadi
      Sertifikat Hak Guna Bangunan.

      Perusahaan juga memiliki sebidang tanah berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli
      No. 225 tanggal 20 Desember 2019 oleh Notaris Yunita Aristina, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Utara,
      dengan tanah total seluas 13.010 m2 yang terletak di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Babakan
      Madang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat atas beberapa Sertifikat Hak Milik
      Nomor: 315/Karang Tengah seluas 3.270 m2, Nomor: 316/Karang Tengah seluas 3.265 m2,
      Nomor: 317/Karang Tengah seluas 3.240 m2, Nomor: 318/Karang Tengah seluas 3.235 m2.
      Penurunan Hak Milik menjadi Sertifikat Hak Guna Bangunan sedang dalam proses.

      Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Bangunan dan tanah Perusahaan berupa hotel
      dengan nilai sebesar Rp48.000.000.000 digunakan sebagai jaminan atas utang bank (Catatan 15).

      Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, aset tetap tertentu, kecuali tanah, telah
      diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar
      Rp 50.972.498.980. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk
      menutup kerugian yang mungkin timbul atas aset tersebut.

      Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
      mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember
      2024.

10.   ASET HAK - GUNA

                                                                         30 Juni          31 Desember
                                                                          2025                2024
      Tanah                                                             450.000.000          450.000.000
      Akumulasi Amortisasi                                              (97.500.000)         (90.000.000
      Jumlah                                                             352.500.000         360.000.000



                                                  - 27 -
Page 31
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


      Perusahaan mengadakan perjanjian Sewa-Menyewa dengan Tn. Hartono Tanujaya atas sebidang
      tanah dengan Sertifikat Hak Milik No. 481/Babakan Ciamis, seluas 3.020 m2 yang kemudian didirikan
      sebuah banguna Hotel dengan nama Hotel Vue Palace, Artotel Curated yang beralamat di Jl. Otto
      Iskandardinata No.3 Bandung. Masa sewa ini berlaku selama 30 tahun sejak Hotel mulai
      beroperasional dengan harga sewa Rp 450.000.000.

      Beban amortisasi sebesar Rp 7.500.000 untuk periode enam bulan 2025 dan 2024 dicatat pada
      Beban Pokok Pendapatan (Catatan 20).

11.   INVESTASI SAHAM

                                                                       30 Juni         31 Desember
                                                                        2025               2024
      PT Wahana Makmur Jaya                                        20.510.000.000                     -
      Jumlah                                                       20.510.000.000                     -

      Perusahaan menempatkan investasi saham pada PT Wahana Makmur Jaya, berkedudukan di Jakarta
      Utara, dengan persentase kepemilikan sebesar 13,78%. Investasi saham tersebut dicatat dengan
      menggunakan metode biaya (cost method). PT Wahana Makmur Jaya adalah Perusahaan yang
      bergerak dalam pengembang dan pengelola properti. Berdasarkan akta No. 33 tanggal 25 Juni 2025
      dari Notaris Syarifudin, S.H disetujui peningkatan modal disetor pada PT Wahana Makmur Jaya
      senilai Rp 31.982.000.000 atau 31.982 saham. Setoran modal Perusahaan kepada PT Wahana
      Makmur Jaya yaitu berupa aset yang terdiri dari pekerjaan interior, peralatan, perlengkapan dan
      furniture pendukungnya untuk hotel di Lantai 9, 10 dan 11 Gedung Citi Hub, yang terletak di Jl.
      Boulevard Artha Gading Blok D, No, 3, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading,
      Jakarta Utara dengan nilai seluruhnya sebesar Rp 20.510.000.000, nilai tersebut berdasarkan
      penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Pung’s Zulkarnain dan Rekan dengan laporan
      tertanggal 16 Juni 2025 dengan laporan No. 00892/2.0004-01/PI/10/0378/I/VI/2025, sebagaimana
      Akta Perjanjian Inbreng No. 32 tertanggal 25 Juni 2025.

12.   UTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA

                                                                       30 Juni         31 Desember
                                                                        2025               2024
       PT Artotel Indonesia                                           504.763.737         471.027.111
       PT Falco Security                                              158.169.204         123.416.340
       PD Berkah Putra Lestari                                        135.513.900         116.695.600
       Djitu Groseries                                                103.822.650          49.260.000
       PT Ganesha Multi Karya                                          76.245.500                   -
       CV. Sidojaya                                                    59.963.300                   -
       Global Food                                                     59.571.680          29.345.000
       PT Anugerah Jayamas Lestari                                     54.814.200                   -
       CV Sun Prima                                                    47.232.863          47.732.863
       La Sabu                                                         37.108.000                   -
       CV Citra Jaya Padalarang                                        36.764.380                   -
       PT Citra Jelajah Informasi (CIFO)                               31.480.000                   -
       Ootigo                                                          20.915.000          31.658.500
       Tuti Mart                                                       17.712.158          33.697.900
       Dennis Catering                                                 14.256.060          46.046.000
       Bintang Mandiri                                                 11.519.300          36.579.700
       Lain-lain (Dibawah Rp 30.000.000)                              403.228.911         727.909.847
      Jumlah                                                         1.773.080.843       1.713.368.861

      Utang kepada Artotel Group merupakan utang tagihan Manajemen Artotel Group kepada Perusahaan
      sehubungan dengan biaya jasa manajemen.

                                                - 28 -
Page 32
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


      Utang kepada Berkah Putra Lestari merupakan utang untuk pembelian bahan baku makanan oleh
      Perusahaan.

13.   BEBAN AKRUAL

                                                                  30 Juni          31 Desember
                                                                   2025                2024
      Service Charge                                             101.031.490        134.011.856
      Biaya Utilitas                                              96.426.701        118.259.642
      Gaji dan Tunjangan                                          19.116.166         21.463.731
      Jasa Profesional                                                     -         32.700.000
      Jumlah                                                     216.577.050         306.435.229


14.   PERPAJAKAN

      a. Utang Pajak

                                                                  30 Juni          31 Desember
                                                                   2025                2024
         Pajak Penghasilan
          Pasal 21                                                 4.560.000                   -
          Pasal 23                                                17.072.048          20.847.420
          Pasal 25                                                         -                   -
         Pajak Hotel dan Restoran                                339.195.999         996.541.839
         Pajak Bumi dan Bangunan                                  54.513.900                   -
         Jumlah                                                  415.341.948       1.017.389.259

      b. Pajak Penghasilan Badan

                                                                   2025                2024
                                                               (Enam Bulan)        (Enam Bulan)
         Rugi Sebelum Pajak
         Penghasilan                                           (4.163.452.392)       (337.791.406)
         Beda Temporer:
         Jumlah Beda Temporer                                  (4.163.452.392)      (337.791.406)
         Beda Permanen:
         Beban yang Tidak Dapat
         Dikurangkan Secara Pajak                                              `
         Penghasilan yang telah
         Dikenakan Pajak Final:
           Bunga Jasa Giro                                         1.152.899           1.380.386
         Jumlah Beda Permanen                                      1.152.899           1.380.386
         Rugi Fiskal                                           (4.162.299.493)       (336.411.020)
         Akumulasi Rugi Fiskal
         2024                                                     (636.101.489                    -
         2023                                                    (922.672.382)       (922.672.382)
         2022                                                  (1.962.905.623)     (1.962.905.623)
         2021                                                    (673.214.171)       (673.214.171)
         2020                                                                -        603.879.511
         2019                                                                -        870.169.917
         Total Akumulasi Rugi Fiskal                           (8.357.193.158)     (2.421.153.768)


                                               - 29 -
Page 33
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


15.   UTANG BANK

                                                                      30 Juni             31 Desember
                                                                       2025                   2024
      Bank KEB Hana Indonesia                                      23.171.804.696         23.898.476.747
      Jumlah                                                       23.171.804.696         23.898.476.747

      Bank KEB Hana Indonesia

      Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit dan Pengakuan utang Nomor 17 tanggal 8 Maret 2013 yang
      dibuat dihadapan Hariyanti Poerbiantari, S.H, Notaris di Jakarta Utara, Perusahaan memperoleh
      Kredit Investasi dari Bank KEB Hana Indonesia. Perjanjian ini mengalami beberapa kali perubahan,
      terakhir berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Perpanjangan Fasilitas
      Pembiayaan antara Perusahaan dengan PT Bank KEB Hana Indonesia No.69/MK/2024/KRED
      tanggal 24 Oktober 2024 sebagai berikut:

      1. Fasilitas Kredit

         Jenis Kredit                    : Fixed Loan (FL) – Investasi - Uncommitted
         Tujuan Kredit                   : Refinancing Pembelian dan Renovasi Hotel yang berlokasi di
                                           Jl. Otto Iskandardinata - No.3, Kel.Babakan-Ciamis, Kec.Sumur
                                           Bandung, Jawa Barat.
         Plafon Kredit                   : Rp 22.277.000.000
         Jangka Waktu                    : 25 Oktober 2024 s/d 25 Oktober 2025.
         Suku Bunga                      : 10 % p.a (sepuluh persen per annum), efektif, mengambang
                                           (floating).
         Suku Bunga Dasar Kredit         : 7,5% p.a (tujuh koma lima persen per annum), efektif.
         Provisi                         : 0,25% p.a (nol koma dua lima persen per annum), dari
                                           Plafon Kredit, dibayar dimuka.
         Biaya Administrasi              : Rp2.500.000,- (Lima Juta Rupiah), dibayar dimuka.
         Biaya Custody                   : Rp 250.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)
         Pembayaran Kewajiban            : Kewajiban Perusahaan per bulannya hanya bunga yang
                                           dibayarkan pada tanggal 25 (dua puluh lima) setiap bulannya.
                                           Seluruh pokok pinjaman akan dibayarkan oleh Perusahaan
                                           sekaligus pada akhir jangka waktu Fasilitas Kredit.


         Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan Jaminan Berjalan 1 (satu) unit Tanah dan Bangunan
         berupa Hotel, yang terletak di Jl. Otto Iskandardinata No. 3, Kelurahan Babakan Ciamis
         Kecamatan Sumur Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sesuai dengan SHM
         No.481/Babakan-Ciamis terdaftar atas nama Tn. Hartono Tanujaya, Ny. Nanirich Tanujaya, Ny.
         Allentina Tanujaya, Angela Tanujaya, Amelina Tanjaya.

      2. Perjanjian pinjaman ini juga mencakup persyaratan tertentu untuk melakukan hal-hal berikut:

         •     Wajib memberikan laporan secara tertulis apabila memperoleh fasilitas kredit / pinjaman dari
               pihak lain atau kreditur lain kepada Bank.
         •     Memberi kuasa kepada Bank untuk mendebet secara otomatis rekening giro atau tabungan
               atas nama Perusahaan untuk pembayaran angsuran Perusahaan untuk pembayaran
               angsuran pada tanggal yang telah ditentukan setiap bulannya dan biaya-biaya lain yang
               berhubungan dengan fasilitas kredit sebagaimana tercantum dalam SPPK ini.
         •     Wajib menerima petugas Bank yang melaksanakan kunjungan untuk penilaian aktivitas
               usaha.
         •     Wajib menyalurkan aktivitas keuangan usaha melalui rekening di Bank.
         •     Wajib menggunakan fasilitas kredit sesuai dengan tujuan penggunaan kredit.


                                                   - 30 -
Page 34
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


         •    Wajib menjaga saldo rekening koran / tabungan pada Bank untuk pembebanan bunga/
              angsuran minimum sejumlah 1 (satu) bulan.
         •    Wajib memberitahukan kepada Bank apabila melakukan perubahan Anggaran Dasar.
         •    Tidak melakukan penurunan modal dan perubahan pemegang saham mayoritas tanpa
              persetujuan terlebih dahulu dari Bank.

      3. Pembiayaan Kewajiban

          Perusahaan wajib melakukan pembayaran selisih suku bunga sebesar 4,0% (empat persen),
          efektif, fixed, ditambah dengan suku bunga yang berjalan normal pada saat itu yang akan
          dibayarkan pada bulan Januari 2024 berturut - turut sampai dengan bulan November 2024, yang
          dibayarkan pada tanggal 25 (dua puluh lima) setiap bulannya.

          Seluruh pokok pinjaman akan dibayarkan oleh Perusahaan sekaligus pada akhir jangka waktu per
          pencairan fasilitas kredit (dalam hal fasilitas tersebut memiliki tenor atau jangka waktu per
          pencairan). Atas keterlambatan pembayaran kewajiban kepada Bank, Perusahaan dikenakan
          denda sebesar 36,0% (tiga puluh enam persen) p.a.
          Syarat - syarat khusus:

          1. Terhadap Selisih suku bunga Fasilitas Kredit FL lnvestasi milik Perusahaan, sisanya
             sebesar 4,0% p.a (Empat Persen Per Annum), efektif fixed, akan dibebankan kembali
             pada bulan Januari 2023 berturut - turut sampai dengan Agustus 2024 ditambah dengan
             bunga berjalan normal pada saat itu.
          2. Jaminan wajib dinilai oleh appraisal intemal Bank dan appraisal independen dengan nilai yang
             dapat diterima oleh Bank. Appraisal internal Bank wajib dilakukan sebelum penandatanganan
             Perjanjian Kredit dan Jaminan, sedangkan untuk appraisal independen wajib dilampirkan
             selambat-lambatnya pada bulan Desember 2024.


16.   LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA

      Perusahaan menghitung dan membukukan imbalan pascakerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai
      dengan Undang-Undang Cipta Kerja No. 11/2020. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan
      pascakerja tersebut adalah 6 dan 7 orang pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024.

      Risiko Tingkat Bunga

      Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.

      Risiko Harapan Hidup

      Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada estimasi terbaik dari mortalitas
      peserta program baik selama dan setelah kontrak kerja. Peningkatan harapan hidup peserta program
      akan meningkatkan liabilitas program.

      Risiko Gaji

      Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program.
      Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program.




                                                 - 31 -
Page 35
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


     Beban imbalan pascakerja yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah
     sebagai berikut:

                                                                   30 Juni            31 Desember
                                                                    2025                  2024
     Biaya Jasa:
      Biaya Jasa Kini                                                          -          58.259.615
      Biaya Bunga                                                              -          19.427.672
      Biaya Jasa Lalu                                                          -                   -
      Dampak Kurtailmen                                                        -        (128.056.631
     Komponen dari biaya imbalan pasti yang diakui dalam
     laba rugi                                                                 -        (50.369.344)
     Komponen beban imbalan pasti yang diakui dalam
     penghasilan komprehensif lain                                             -           4.724.614
     Jumlah                                                                    -        (45.644.730)

     Beban Imbalan Pascakerja sebesar Rp 50.369.344 untuk tahun 2024 dicatat sebagai bagian dari
     beban umum dan administrasi. Perusahaan melakukan estimasi perhitungan imbalan pascakerja
     setiap akhir tahun.

                                                                   30 Juni            31 Desember
                                                                    2025                  2024
     Kewajiban Imbalan Pasti – Awal                                245.782.000           291.426.730
     Biaya Jasa Kini                                                         -            58.259.615
     Biaya Bunga                                                             -            19.427.672
     Kurtailmen-Penyelesaian                                                 -         (128.056.631)
     Komponen beban imbalan pasti yang diakui dalam
     penghasilan komprehensif lain                                            -            4.724.614
     Kewajiban Imbalan Pasti – Akhir                               245.782.000          245.782.000

     Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Budi
     Ramdani untuk tanggal 31 Desember 2024 dengan nomor laporan 346/PSAK/KKA-BR /III-2025
     tanggal laporan 13 Maret 2025. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial
     adalah sebagai berikut:

                                                                   30 Juni            31 Desember
                                                                    2025                  2024
     Tingkat diskonto per tahun                                               -               7,13%
     Tingkat kenaikan gaji per tahun                                          -               8,00%
     Tingkat pensiun normal                                                   -             55 tahun
     Tabel Amortisasi                                                         -            TMI-2019
                                                                              -            (Average)

     Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto,
     kenaikan gaji yang diharapkan dan mortalitas. Sensitivitas analisis di bawah ini ditentukan
     berdasarkan masing-masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan,
     dengan semua asumsi lain konstan.




                                                - 32 -
Page 36
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


      Perubahan sebesar satu persen pada tingkat diskonto akan berdampak pada nilai kini liabilitas
      imbalan kerja dan biaya jasa kini:

                                                                        30 Juni             31 Desember
                                                                         2025                   2024
      Kenaikan 1%:
      Nilai kini                                                                    -          231.203.666
      Biaya jasa kini                                                               -           52.939.360
      Penurunan 1%:
      Nilai kini                                                                    -          262.162.411
      Biaya jasa kini                                                               -           64.595.473

      Perubahan sebesar satu persen pada tingkat kenaikan gaji akan berdampak pada nilai kini liabilitas
      imbalan kerja dan biaya jasa kini:

                                                                        30 Juni             31 Desember
                                                                         2025                   2024
      Kenaikan 1%:
      Nilai kini                                                                    -          260.644.011
      Biaya jasa kini                                                               -           64.165.465
      Penurunan 1%:
      Nilai kini                                                                    -          232.301.369
      Biaya jasa kini                                                               -           53.194.287

      Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam
      kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain
      karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi.

      Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas di atas, nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung
      dengan menggunakan metode projected unit credit pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan
      yang diterapkan dalam menghitung liabilitas manfaat pasti yang diakui dalam laporan posisi keuangan.

      Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis
      sensitivitas dari tahun sebelumnya.


17.   MODAL SAHAM

      Pemegang saham Perusahaan, jumlah saham yang ditempatkan dan disetor dan saldo yang
      terkait pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                       Jumlah           Persentase          Jumlah Modal
             Nama Pemegang Saham                       Saham           Pemilikan (%)           Disetor
      PT Wahana Tata Bangun                           599.462.500             66,85%        47.957.000.000
      Tn. Antonyo Hartono Tanujaya                     25.537.500              2,85%         2.043.000.000
      Masyarakat (Masing-masing
      dibawah 5%)                                     271.709.596             30,30%        21.736.767.680
      Jumlah                                          896.709.596               100%        71.736.767.680

      Informasi mengenai susunan pemegang saham dan kepemilikan saham Perusahaan per 31 Desember
      2024 adalah berdasarkan laporan dari PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek Perusahaan.

      Modal ditempatkan dan disetor penuh adalah saham biasa yang memberikan hak satu suara per
      saham dan berpartisipasi dalam dividen.



                                                    - 33 -
Page 37
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


18.   TAMBAHAN MODAL DISETOR-BERSIH

                                                                  30 Juni        31 Desember
                                                                   2025              2024
      Tambahan modal disetor dari Initial
      Public Offering (IPO) Penawaran
      Perdana Saham Sebesar 271.709.596 saham
      dengan nilai nominal Rp 80 yang ditawarkan Rp 130        8.571.417.600     8.571.417.600
      Pelaksanaan Waran                                              319.000           319.000
      Dikurangi dengan biaya emisi saham                       (1.859.997.619)   (1.859.997.619)
      Jumlah                                                   6.711.738.981     6.711.738.981


19.   PENDAPATAN USAHA

                                                                  2025               2024
                                                              (Enam Bulan)       (Enam Bulan)
      Hotel                                                     6.479.821.360     6.198.990.967
      Jumlah                                                    6.479.821.360     6.198.990.967

      Pendapatan usaha perusahaan merupakan pendapatan atas sewa kamar hotel, penjualan makanan,
      minuman dan lain-lain.


20.   BEBAN POKOK PENDAPATAN

                                                                  2025               2024
                                                              (Enam Bulan)       (Enam Bulan)
      Gaji dan Tunjangan                                       1.779.911.685      1.566.503.606
      Penyusutan Bangunan (Catatan 9)                            831.604.578        831.604.578
      Listrik dan Air                                            581.993.552        708.765.377
      Makanan dan Minuman                                        551.338.716        597.496.156
      Biaya Layanan Manajemen                                    382.663.936        356.079.567
      Telepon dan Internet                                       144.939.630         88.432.610
      Perlengkapan Hotel                                         134.193.480        223.481.823
      Keamanan dan Kebersihan                                    119.030.750        371.572.202
      Amortisasi Aset Hak-Guna (Catatan 10)                        7.500.000          7.500.000
      Lain-lain                                                  354.337.244         16.324.379
      Jumlah                                                   4.887.513.571      4.767.760.298

21.   BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

                                                                  2025               2024
                                                              (Enam Bulan)       (Enam Bulan)
      Jasa Profesional                                           165.283.966         98.870.600
      Pemasaran                                                  134.262.234        243.469.539
      Perbaikan dan Pemeliharaan                                 124.199.601        183.070.605
      Penyusutan (Catatan 9)                                     115.032.380        104.358.438
      Biaya Asuransi                                              31.238.747          4.890.047
      Transportasi dan Perjalanan                                 11.164.069         10.424.949
      Lain-lain                                                  511.791.404         86.345.194
      Jumlah                                                   1.092.972.401        731.429.371



                                               - 34 -
Page 38
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


22.   PENDAPATAN LAIN-LAIN-BERSIH

                                                                     2025                 2024
                                                                 (Enam Bulan)         (Enam Bulan)
      Pendapatan Jasa Giro                                             1.152.899           1.380.386
      Pendapatan Lain-lain                                            31.881.388          87.600.038
      Provisi dan Administrasi Bank                                  (4.803.169)        (41.040.218)
      Kerugian atas Pelepasan Aset Tetap (Catatan 9)             (3.489.969.280)                   -
      Jumlah                                                     (3.461.738.162)         47.939.206


23.   BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN

                                                                     2025                 2024
                                                                 (Enam Bulan)         (Enam Bulan)
      Bunga Pinjaman Bank                                         (1.201.049.618)      (1.085.531.910)
      Jumlah                                                      (1.201.049.618)      (1.085.531.910)


24.   LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR

                                                                     2025                 2024
                                                                 (Enam Bulan)         (Enam Bulan)
      Rugi untuk Perhitungan
      Rugi Per Saham                                              (4.163.452.392)       (337.791.406)
      Jumlah Saham                                                                       Lembar
      Jumlah rata-rata
        Tertimbang saham untuk Perhitungan Laba
        Bersih Per Saham                                             896.709.596         896.709.596
      Laba (Rugi) per saham Dasar (Rupiah Penuh)                             (4,64)             (0,38)

      Pada setiap tanggal pelaporan, tidak ada efek berpotensi saham yang dapat menimbulkan pengaruh
      dilusi pada laba (rugi) bersih per saham Perseroan.


25.   SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI

      Perusahaan melakukan transaksi usaha kepada pihak-pihak berelasi dimana menurut manajemen
      dilakukan dengan persyaratan dan kondisi normal sebagaimana hal nya bila dilakukan dengan pihak
      ketiga.

      Saldo dari transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

                                                                   30 Juni            31 Desember
                                                                    2025                  2024
      Piutang Lain-lain
      Tn. Antonyo Hartono Tanujaya (Catatan 6)                      738.370.143         1.176.928.572
      Jumlah                                                        738.370.143         1.176.928.572




                                                 - 35 -
Page 39
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


      Perusahaan menyediakan remunerasi kepada Dewan Direksi masing-masing untuk periode
      enam bulan yang berakhir 30 Juni 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                     2025                  2024
                                                                 (Enam Bulan)          (Enam Bulan)
      Dewan Direksi                                                  120.000.000             18.000.000
      Jumlah                                                         120.000.000             18.000.000

         Sifat transaksi dan hubungan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

           Pihak-pihak Berelasi             Sifat Pihak Berelasi                Sifat Transaksi
      Tn. Antonyo Hartono Tanujaya           Pemegang Saham                   Piutang Lain-lain


26.   IKATAN

      • Berdasarkan Surat Perjanjian Pengelolaan antara Perusahaan dengan PT Artotel Indonesia
        No.150/SU-MA/DIR/X/2021 tanggal 14 Oktober 2021, bahwa Perusahaan dan PT Artotel Indonesia
        telah melakukan perjanjian kerjasama pengelolaan dengan PT Artotel Indonesia dengan jangka
        waktu selama 10 tahun dengan syarat-syarat sebagai berikut:

         1. Selama Jangka Waktu Perjanjian, Hotel akan menggunakan Merek “VUE PALACE, ARTOTEL
            CURATED”.

         2. Pemilik wajib melakukan perancangan, kontruksi, furnishing dan melengkapi di atas lahan,
            sebuah Hotel yang sesuai dengan brand Standart ARTOTEL dengan ketentuan sebagai
            berikut:

             a.   Memiliki sedikitnya 102 (seratus dua) kamar;
             b.   Adanya ruang pertemuan;
             c.   Lobby;
             d.   Back-of-house facility; dan
             e.   Fasilitas lain yang terkait.

         3. Pemilik harus membayar tiap bulan kepada operator atas jasa yang telah diberikan
            berdasarkan Perjanjian ini termasuk seluruh imbalan jasa intensif selama masa perjanjian
            berlaku. Jumlah pembayaran Imbalan Kerja Manajemen sebesar 2% (Dua Persen) dihitung
            dari Gross Operating Revenue (GOR) dan Perusahaan harus membayar Imbalan Jasa
            Intensif sebesar 5% (lima persen) dihitung dari Gross Operating Profit (GOP). Pembayaran
            Imbalan Jasa insentif dan Imbalan Jasa Manajemen dilakukan setiap bulan.

         Perjanjian ini efektif sejak 1 Januari 2022, dan akan mulai mengakui pendapatan bersama pada
         periode buku 2022.

      • Pada tanggal 25 April 2022, Perusahaan mengadakan perjanjian Kerja Sama tempat ruang usaha
        dengan PT Rumah Karya Entertaiment selaku Pengelola Conclave Bar dengan jangka waktu 10
        tahun terhitung sejak tanggal ditandatanganinya dan dapat diperpanjang selama 5 tahun sebagai
        hak prioritas sesuai kesepakatan tertulis. Perusahaan berhak mendapatkan service tata kelola
        yang layak serta berasaskan ketertiban dan keamanan di dalam maupun luar Hotel Bar.
        Keuntungan didapat sebesar 2,5% dari omset apabila total Omset per bulan di bawah Rp 1,7 Miliar
        dan 3% dari omset apabila total Omset per bulan di atas Rp 1,7 Miliar.

      • Pada tanggal 11 November 2021, The Peak Vue Palace Hotel membuat rincian anggaran dalam
        pembuatan design 3D kurang lebih 30 hari kerja setelah Commitment Fee ditransfer ke rekening
        BCA, kerja kurang lebih 30 hari setelah design 3D disetujui oleh pihak klien. Proses produksi dan

                                                 - 36 -
Page 40
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


         pengerjaan interior dilakukan setelah gambar kerja dan RAB disetujui dan uang muka tahap 1
         diterima oleh pihak kontraktor.

      • Pada tanggal 23 September 2011, Perusahaan mengadakan perjanjian Sewa-Menyewa dengan
        Tn. Hartono Tanujaya atas sebidang tanah Sertifikat Hak Milik No. 481/Babakan Ciamis, seluas
        3.020 m2 yang terletak di Kelurahan Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Bandung,
        Jawa Barat. Masa sewa ini berlaku selama 30 tahun sejak Hotel mulai beroperasional dengan
        harga sewa Rp 450.000.000. Perjanjian ini memiliki opsi perpanjangan masa sewa. Sampai
        dengan saat ini, Perusahaan menggunakan tanah ini sebagai lokasi Hotel Vue Palace milik
        Perusahaan. Hotel mulai beroperasional secara komersil tahun 2019. Beban sewa tanah sebesar
        Rp 7.500.000 untuk periode enam bulan dicatat pada Beban Pokok Pendapatan (Catatan 20).

      • Pada tanggal 18 Juli 2018, berdasarkan surat perpanjangan perjanjian Sewa-Menyewa
        No. 219/XL-LM/VII/2018 Perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT XL Axiata, Tbk bahwa
        Perusahaan menyediakan tempat pada area gedung yang akan digunakan untuk memasang
        peralatan telekomunikasi milik PT XL Axiata, Tbk yang digunakan untuk pengembangan areal jasa
        pelayanan GSM didalam gedung dan sebagai fasilitas jasa telekomunikasi lainnya. Jangka waktu
        sewa selama 5 (lima) tahun yang mulai berlaku efektif sejak tanggal 1 Oktober 2018 sampai
        dengan 30 September 2023, dengan harga sewa Rp 444.444.445.

      • Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Investasi Perusahaan dengan PT Wahana Makmur Jaya
        (WMJ) No: 001/WMJ-PPJ/V/2020 tanggal 14 Mei 2020, bahwa Perusahaan dan WMJ telah
        membuat dan menyetujui perjanjian kerjasama investasi dalam kegiatan pembangunan
        infrastruktur dan interior hotel serta penyediaan modal kerja hotel oleh pihak Perusahaan di
        gedung CITI HUB milik WMJ. Obyek dalam perjanjian ini adalah area di lantai 9, 10 dan 11
        gedung CITI HUB seluas +/- 3.105 m2 yang terletak di Jl. Sentra Bisnis Artha Gading Blok D kav
        No. 3 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Perusahaan dapat melakukan pembangunan
        infrastruktur dan interior hotel dengan memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan
        peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perjanjian ini berlaku efektif sampai dengan 10
        tahun berikut seluruh perubahan-perubahan dan perpanjangan-perpanjangan serta
        pembaharuannya, dan akan diperpanjang secara otomatis berdasarkan kesepakatan Perusahaan
        dan WMJ, kecuali disepakati lain oleh Para pihak secara tertulis.

      • Berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) No. 005/SPK/PPJ/VIII/2020 tanggal 2 Agustus 2020
        antara Perusahaan dengan PT Wahana Sugiharto Makmur, dengan ini Perusahaan telah
        memberikan perintah kerja untuk melakukan pekerjaan pembangunan hotel 3 (tiga) lantai di CITI
        HUB kelapa gading yang berlokasi di Jl. Sentra Bisnis Artha Gading Blok D kav No. 3 Kelapa
        Gading Barat, Jakarta Utara dengan nilai kontrak sebesar Rp 23.999.969.280.


27.   PENGUNGKAPAN TAMBAHAN ATAS AKTIVITAS INVESTASI NON-KAS


                                                                  2025                   2024
                                                              (Enam Bulan)           (Enam Bulan)
      Penambahan Investasi Saham melalu Inbreng
      Aset Tetap                                                20.510.000.000                       -
      Jumlah                                                    20.510.000.000                       -




                                                - 37 -
Page 41
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


28.   KATEGORI DAN KELAS INSTRUMEN KEUANGAN

                                                                          Pinjaman yang
                                                                          Diberikan dan
                                                                              Piutang
      30 Juni 2025
      Aset Keuangan Lancar
      Kas di Bank                                                               52.362.527
      Piutang Usaha dari Pihak Ketiga                                          438.618.206
      Piutang Lain-lain dari Pihak Berelasi                                    738.370.143
      Jumlah Aset Keuangan                                                   1.229.350.876

                                                                           Liabilitas pada
                                                                          Biaya Perolehan
                                                                            Diamortisasi
      Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
      Utang Usaha kepada Pihak Ketiga                                        1.773.080.843
      Beban Akrual                                                             216.577.049
      Utang Bank                                                            23.171.804.696
      Liabilitas Keuangan Jangka Panjang                                                -
      Jumlah Liabilitas Keuangan                                            25.161.462.588

                                                                          Pinjaman yang
                                                                          Diberikan dan
                                                                              Piutang
      31 Desember 2024
      Aset Keuangan Lancar
      Kas di Bank                                                              516.927.387
      Piutang Usaha dari Pihak Ketiga                                          777.186.122
      Piutang Lain-lain
         Pihak Berelasi                                                      1.176.928.572
         Pihak Ketiga                                                           46.359.961
      Jumlah Aset Keuangan                                                   2.517.402.042

                                                                           Liabilitas pada
                                                                          Biaya Perolehan
                                                                            Diamortisasi
      Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
      Utang Usaha kepada Pihak Ketiga                                        1.713.368.861
      Beban Akrual                                                             306.435.229
      Utang Bank                                                            23.898.476.747
      Liabilitas Keuangan Jangka Panjang                                                -
      Jumlah Liabilitas Keuangan                                            25.918.280.837




                                               - 38 -
Page 42
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


29.   INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL

      a. Manajemen Risiko Modal
         Perusahaan mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk
         melanjutkan keberlangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham
         melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas.

         Struktur modal Perusahaan terdiri dari kas dan bank dan ekuitas yang terdiri dari modal
         ditempatkan dan disetor. Direksi Perusahaan secara berkala akan melakukan reviu struktur
         permodalan Perusahaan. Sebagai bagian dari reviu ini, Direksi akan mempertimbangkan biaya
         permodalan dan risiko yang berhubungan.

         Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan

         Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan adalah untuk memastikan bahwa
         sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta
         untuk mengelola risiko kredit Perusahaan beroperasi dengan pedoman yang telah ditentukan oleh
         Dewan Direksi.

      b. Manajemen Risiko Likuiditas

         Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada dewan direksi, yang telah
         membentuk kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan manajemen
         likuiditas dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang Perusahaan. Perusahaan
         mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan simpanan, fasilitas bank dan fasilitas
         simpan pinjam dengan terus menerus memonitor perkiraan dan arus kas aktual dan mencocokkan
         profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.

         Tabel Risiko Likuiditas dan Suku Bunga

         Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan non-derivatif dengan
         periode pembayaran yang disepakati Perusahaan. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas yang
         tidak didiskontokan dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal di mana Perusahaan
         dapat diminta untuk membayar. Tabel mencakup arus kas bunga dan pokok. Sepanjang arus
         bunga tingkat mengambang jumlah tidak didiskontokan berasal dari kurva suku bunga pada akhir
         periode pelaporan. Jatuh tempo kontrak didasarkan pada tanggal terawal dimana Perusahaan
         mungkin akan diminta untuk membayar.


                                                                  30 Juni 2025
                                               Kurang dari         Lebih dari
                                                1 Tahun             1 Tahun              Jumlah
         Tanpa Bunga
          Beban Akrual                             216.577.050                   -       216.577.050
          Utang Usaha kepada
            Pihak Ketiga                       1.773.080.843                     -     1.773.080.843
         Dengan Bunga
          Utang Bank                          23.171.804.696                     -    23.171.804.696
         Jumlah                               25.161.462.589                     -    25.161.462.589




                                                  - 39 -
Page 43
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                 31 Desember 2024
                                                Kurang dari          Lebih dari
                                                 1 Tahun              1 Tahun               Jumlah
          Tanpa Bunga
           Beban Akrual                            306.435.229                     -        306.435.229
           Utang Lain-lain kepada
             Pihak Ketiga                        1.713.368.861                     -      1.713.368.861
          Dengan Bunga
           Utang Bank                           23.898.476.747                     -     23.898.476.747
          Jumlah                                25.918.280.837                     --    25.918.280.837

      c. Nilai Wajar Instrumen Keuangan

         Direksi menganggap bahwa nilai tercatat aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui dalam
         laporan keuangan mendekati nilai wajarnya karena jatuh tempo dalam jangka pendek atau
         menggunakan tingkat bunga pasar.


30.   KELANGSUNGAN USAHA

      Liabilitas Jangka Pendek Melebihi Aset Lancar

      Jumlah liabilitas jangka pendek melebihi aset lancar pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember
      2024.

      Dalam menghadapi kondisi ini, manajemen Perusahaan telah mengambil kebijakan dan langkah-
      langkah sebagai berikut:

      1. Melakukan restrukturisasi utang bank kepada PT Bank KEB Hana Indonesia (Catatan 15). Pihak
         Bank telah menyetujui perpanjangan jatuh tempo dari yang semula tanggal 25 Oktober 2024,
         diperpanjang 12 bulan menjadi tanggal 25 Oktober 2025.

      2. Melakukan efisiensi beban operasional hotel dengan cara mengelola sendiri hotel Vue Palace milik
         Perusahaan.

      Manajemen berkeyakinan bahwa kebijakan dan langkah-langkah yang telah diambil Perusahaan saat
      ini dan yang akan dikerjakan di masa mendatang dapat memperkuat Perusahaan dalam melanjutkan
      operasinya sebagai entitas yang berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.




                                                 - 40 -

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.02 MB
Published30 Jul 2025
Pages43
Characters145,421
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 36 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PLANET PROPERINDO JAYA Tbk p.1 ×134
linked org PT Wahana Tata Bangun p.9 ×3
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.27 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.27 ×2
linked org PT Bank KEB Hana Indonesia p.27 ×9
linked org PT XL Axiata p.40 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.10 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.10
possible person Syarifudin p.31
unresolved person Lili Sugianto · Notaris p.9
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9 ×2
unresolved person Rahayu Ningsih p.9
unresolved org PT Sosial Integrasi Internasional p.9
unresolved person Antonyo Hartono Tanujaya p.9 ×12
unresolved — Emilia Marlina Kiuk · Direktur p.9
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.10
unresolved org Bapepam-LK p.10 ×2
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat p.27
unresolved org Banten Tbk p.27
unresolved org PT Rumah Karya Entertaiment p.27 ×3
unresolved org PT Wahana Makmur Jaya p.29 ×8
unresolved org Pung’s Zulkarnain dan Rekan p.29 ×2
unresolved org PT Wahana Sugiharto Makmur p.30 ×2
unresolved person Yunita Aristina · Notaris p.30 ×3
unresolved org PT Artotel Indonesia p.31 ×4
unresolved org PT Falco Security p.31
unresolved org PT Ganesha Multi Karya p.31
unresolved org PT Anugerah Jayamas Lestari p.31
unresolved org PT Citra Jelajah Informasi p.31
unresolved org Bank KEB Hana Indonesia Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit p.33
unresolved person Hariyanti Poerbiantari · Notaris p.33
unresolved org Bank KEB Hana Indonesia. Perjanjian p.33
unresolved person Nanirich Tanujaya p.33
unresolved person Allentina Tanujaya p.33
unresolved org PT Adimitra Jasa Korpora p.36

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

FinancialStatement-2025-II-PLAN.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result