Back to announcement
LK KONSOL INTERIM CLPI 30 JUNI 2025.pdf
Financial statement Text extracted CLPISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 58
Page 1
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 JUNI 2025
( TIDAK DIAUDIT )
DAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
TERSEBUT BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Page 2
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
30 JUNI 2025
DAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian ………..….……………………………………………….……… 1-3
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Konsolidasian……………………………………………….………………………...…………....………….. 4-5
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian ……………………………………………………......…........ 6
Laporan Arus Kas Konsolidasian ............................................................................................................ 7
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian …………………………....………………….................8 - 56
***************************
Page 3
PT COLORPAK INDONESIA TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2025 31 Desember
Catatan 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 4 253.136.674.532 240.196.931.427
Investasi jangka pendek 5 8.836.206.669 -
Piutang usaha 6
Pihak ketiga, neto 282.123.744.736 263.567.597.755
Pihak berelasi 1.517.401.080 1.044.434.520
Piutang lain-lain - pihak ketiga,
neto 880.287.682 364.414.846
Persediaan, neto 7 180.250.754.123 185.993.361.107
Pajak dibayar di muka - -
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 1.544.891.742 1.344.794.251
Total Aset Lancar 728.289.960.564 692.511.533.906
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap, neto 8 91.599.266.601 94.030.426.880
Piutang lain-lain jangka panjang 113.342.724 10.554.750
Tagihan pajak 11 5.042.566.342 6.413.527.990
Aset pajak tangguhan, neto 11 4.488.597.265 4.334.388.392
Aset tidak lancar lainnya 6.074.508.322 4.357.260.997
Total Aset Tidak Lancar 107.318.281.254 109.146.159.009
TOTAL ASET 835.608.241.818 801.657.692.915
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
1
Page 4
PT COLORPAK INDONESIA TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2025 31 Desember
Catatan 2024
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek dan cerukan 9 82.944.562.386 60.128.041.216
Utang usaha 10
Pihak ketiga 127.527.071.723 145.156.644.370
Pihak berelasi - -
Utang lain-lain - pihak ketiga 42.832.191.711 698.859.268
Utang pajak 11 6.447.263.032 3.285.107.845
Beban masih harus dibayar 1.636.223.032 3.380.561.501
Utang pembiayaan konsumen 12 391.833.788 965.120.562
Bagian lancar atas:
Liabilitas sewa 14 568.720.379 1.137.440.758
Total Liabilitas Jangka Pendek 262.347.866.051 214.751.775.520
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja 13 14.653.462.225 13.603.462.225
Liabilitas sewa 14 - -
Total Liabilitas Jangka Panjang 14.653.462.225 13.603.462.225
Total Liabilitas 277.001.328.276 228.355.237.745
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
2
Page 5
PT COLORPAK INDONESIA TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2025
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2025 31 Desember
2024
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
kepada Pemilik Entitas
Induk
Modal saham - nilai nominal Rp100 per saham
Modal dasar - 1.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh
306.338.500 saham 15 30.633.850.000 30.633.850.000
Tambahan modal disetor 16 5.018.103.066 5.018.103.066
Saham tresuri 15 (307.467.982) -
Saldo laba
Cadangan umum 40.323.264.061 37.480.046.462
Belum ditentukan penggunaannya 482.844.063.666 500.084.264.932
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada
Pemilik Entitas Induk 558.511.812.811 573.216.264.460
Kepentingan Nonpengendali 95.100.731 86.190.710
Total Ekuitas 558.606.913.542 573.302.455.170
Total Liabilitas dan Ekuitas 835.608.241.818 801.657.692.915
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian secara keseluruhan.
3
Page 6
PT COLORPAK INDONESIA TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 30 Juni
2025 2024
Penjualan neto 19 458.751.479.620 438.018.912.399
Beban pokok penjualan 20 394.973.233.106 380.706.824.894
Laba bruto 63.778.246.514 57.312.087.505
Beban penjualan dan distribusi (4.035.626.802) (3.078.364.176)
Beban umum dan administrasi 21 (29.006.500.548) (27.029.044.914)
Pendapatan operasi lain 22 1.786.837.604 -
Beban operasi lain 22 (765.037.757) (1.253.611.228)
Laba usaha 31.757.919.011 25.951.067.187
Pendapatan keuangan 23 4.952.436.565 5.546.005.438
Biaya keuangan 24 (1.760.265.909) (2.170.809.452)
Laba sebelum pajak 34.950.089.667 29.326.263.173
Beban pajak penghasilan, neto 11 (6.689.899.328) (5.456.129.786)
Laba periode berjalan 28.260.190.339 23.870.133.387
Pendapatan komprehensif lain - -
Total pendapatan komprehensif periode
berjalan 28.260.190.339 23.870.133.387
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
4
Page 7
PT COLORPAK INDONESIA TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 30 Juni
2025 2024
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 28.251.280.318 23.858.993.306
Kepentingan nonpengendali 8.910.021 11.140.081
28.260.190.339 23.870.133.387
Total pendapatan komprehensif periode berjalan
yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 28.251.280.318 23.858.993.306
Kepentingan nonpengendali 8.910.021 11.140.081
28.260.190.339 23.870.133.387
Laba per saham yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 18 92,26 77,88
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangankonsolidasian secara keseluruhan.
5
Page 8
PT COLORPAK INDONESIA TBK DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
Modal Saham - Saldo Laba
Ditempatkan
dan Disetor Saham Tresuri Tambahan Modal
Penuh Disetor Cadangan Belum Ditentukan Kepentingan Total Ekuitas
Catatan Umum Penggunaannya Sub-total Nonpengendali
Saldo, 1 Januari 2024 15,16 30.633.850.000 - 5.018.103.066 34.860.788.020 485.150.799.684 555.663.540.770 63.439.052 555.726.979.822
Penyisihan cadangan umum - - - 2.169.258.442 (2.169.258.442) - - -
Dividen - - - - (39.288.876.633) (39.288.876.633) - (39.288.876.633)
Laba periode berjalan - - - - 23.858.993.306 23.858.993.306 11.140.081 23.870.133.387
Penghaslilan komprehensif
lain - - - - - - - -
Saldo, 30 Juni 2024 15,16 30.633.850.000 - 5.018.103.066 37.030.046.462 467.551.657.915 540.233.657.443 74.579.133 540.308.236.576
Saldo, 1 Januari 2025 15,16 30.633.850.000 - 5.018.103.066 37.480.046.462 500.084.264.932 573.216.264.460 86.190.710 573.302.455.170
Penyisihan cadangan umum - - - 2.843.217.599 (2.843.217.599) - - -
Dividen - - - - (42.648.263.985) (42.648.263.985) - (42.648.263.985)
Laba periode berjalan - - - - 28.251.280.318 28.251.280.318 8.910.021 28.260.190.339
Perolehan saham tresuri (307.467.982) - - - (307.467.982) - (307.467.982)
Penghaslilan komprehensif
lain - - - - - - - -
Saldo, 30 Juni 2025 15,16 30.633.850.000 (307.467.982) 5.018.103.066 40.323.264.061 482.844.063.666 558.511.812.811 95.100.731 558.606.913.542
catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
6
Page 9
PT COLORPAK INDONESIA TBK
DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2025
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 30 Juni
2025 2024
Arus Kas dan Aktivitas Operasi
Penerimaan tunai dari pelanggan 439.722.366.079 408.158.255.371
Pembayaran tunai kepada pemasok (384.978.866.923) (383.700.618.234)
Pembayaran kepada karyawan (34.556.356.545) (31.396.266.234)
Pembayaran untuk beban usaha (14.590.575.025) (8.965.518.484)
Kas yang diperoleh (digunakan untuk) dari operasi 5.596.567.586 (15.904.147.581)
Penerimaan bunga 4.952.436.565 5.546.005.438
Penerimaan pengembalian pajak 3.098.592.070 11.333.003.896
Pembayaran pajak (5.433.862.716) (13.404.523.371)
Pembayaran bunga (1.760.265.909) (2.170.809.452)
Penerimaan (Pembayaran) neto lain-lain (930.374.077) (1.728.964.758)
Kas Neto yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas
Operasi 5.523.093.519 (16.329.435.828)
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Penambahan aset tetap (1.219.174.191) (3.405.890.947)
Penerimaan atas penjualan aset tetap 245.000.000 -
Penambahan investasi jangka pendek (19.439.654.671) -
Perolehan atas penjualan investasi jangka pendek 11.616.564.885 -
Penerimaan atas pencairan surat berharga - 35.000.000.000
Kas Neto yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas
Investasi (8.797.263.977) 31.594.109.053
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran liabilitas sewa (600.000.000) (600.000.000)
Pembayaran atas utang pembiayaan konsumen (573.286.774) -
Perolehan saham tresuri (307.467.982) -
(Pembayaran atas) Penerimaan dari utang bank jangka pendek
17.694.668.319 27.000.000.000
Kas Neto yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas
Pendanaan 16.213.913.563 26.400.000.000
Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas 12.939.743.105 41.664.673.225
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 240.196.931.427 230.189.369.156
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 253.136.674.532 271.854.042.381
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
7
Page 10
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Colorpak Indonesia Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Republik Indonesia dalam rangka
Penanaman Modal Asing (“PMA”) berdasarkan Akta Notaris Tegoeh Hartanto, S.H., No. 86 tanggal
15 September 1988. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. C2-10158.HT.01.01.TH.88 pada tanggal 7 November 1988 dan diumumkan
dalam Berita Negara No. 38 Tambahan No. 1683 tanggal 11 Mei 1990.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir
sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H., No. 62 tanggal 26 Juli 2023,
mengenai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan dengan perubahan sebagian
ketentuan Anggaran Dasar Perusahaan untuk memenuhi ketentuan POJK Nomor.41/POJK.04/2022
dan POJK Nomor.14/POJK.04/2022. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-
0097628 tanggal 27 Juli 2023.
Perusahaan bergerak di bidang industri tinta, cat dan tinta cetak. Entitas Anak berusaha dalam
bidang perdagangan besar bahan dan barang kimia dasar atau kimia industri.
Kantor pusat dan pabrik Perusahaan berkedudukan di Jl. Industri II Blok F/7, Pasir Jaya, Jatiuwung,
Tangerang, 15135.
Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya pada tahun 1989.
b. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian,
yang telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh direksi Perusahaan pada tanggal 28 Juli
2025.
c. Entitas Induk dan Entitas Induk Terakhir
Ink Color International Pte. Ltd., Singapura adalah entitas induk Perusahaan. Pacific Plas Pte. Ltd.,
Singapura, adalah entitas induk terakhir Perusahaan.
d. Penawaran Umum dan Aksi Korporasi yang Mempengaruhi Modal Saham yang Ditempatkan
dan Disetor Penuh
Aksi korporasi (“corporate action”) yang mempengaruhi modal saham yang diterbitkan sejak
penawaran umum perdana sampai dengan tanggal 31 Desember 2024, adalah sebagai berikut:
Jumlah Nilai
saham ditempatkan nominal
Tanggal Keterangan dan beredar per saham
9 November 2001 Penawaran umum perdana 50.000.000 saham 50.000.000 100
30 November 2001 Pencatatan saham perdana dan Waran Seri I pada bursa
efek 304.700.000 100
23 November 2004 Pelaksanaan Waran Seri I ke saham biasa - 1.638.500
saham 306.338.500 100
6 November - Perolehan saham tresuri - 2.128.000 saham 304.210.500 100
30 Desember 2013
1 Januari - Perolehan saham tresuri - 367.000 saham 303.843.500 100
5 Januari 2014
19 Juni - Penjualan kembali saham tresuri - 2.495.000 saham 306.338.500 100
26 Juli 2017
8
Page 11
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Penawaran Umum dan Aksi Korporasi yang Mempengaruhi Modal Saham yang Ditempatkan
dan Disetor Penuh (lanjutan)
Pada tanggal 9 November 2001, Perusahaan memperoleh surat persetujuan No. S-278/PM/2001
dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“BAPEPAM-LK”, sekarang
merupakan bagian dari Otoritas Jasa Keuangan atau “OJK”) untuk menawarkan 50.000.000 lembar
saham dengan nilai nominal Rp100 per saham di bursa efek dengan harga penawaran Rp200 per
saham.
Selain itu, pada penawaran umum perdana tersebut, Perusahaan juga memberikan Waran Seri I
(“Waran”) secara cuma-cuma, dengan rasio satu (1) Waran untuk setiap pemegang satu (1) saham
baru. Waran tersebut memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru
Perusahaan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp250 yang dapat dilaksanakan (“be exercised”)
dalam periode tiga (3) tahun sejak tanggal 23 November 2001 hingga 23 November 2004.
Seluruh saham Perusahaan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
e. Struktur Perusahaan dan Entitas Anak
Entitas Anak yang dikendalikan oleh Perusahaan secara langsung pada tanggal 30 Juni 2025 dan
31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Entitas Domisili Permulaan Kegiatan Total Aset Sebelum eleminasi Presentasi Kepemilikan
Anak Operasi Usaha Efektif (%)
Komersial
2025 2024 2025 2024
PT Colorpak Indonesia 2010 Perdagangan 258.302.112.737 219.809.567.263 99.90 99.90
Flexible
Indonesia
Perusahaan dan Entitas Anak untuk selanjutnya disebut sebagai “Grup”.
f. Manajemen Kunci dan Informasi Lainnya
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2025
dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Harris Pranatajaya
Komisaris : Tjia Hwie Tjin
Komisaris Independen : Didik Susilo
Direksi
Direktur Utama : Santoso Jiemy
Direktur : Antoni Gunawan
Direktur : Herlina Hatorangan
9
Page 12
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
f. Manajemen Kunci dan Informasi Lainnya (lanjutan)
Komite Audit
Ketua : Didik Susilo
Anggota : Ardhini Baroto Rini
Anggota : Mieke Tioe
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan 2024, jumlah beban kompensasi bruto
bagi manajemen kunci Grup adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Imbalan kerja karyawan jangka pendek 13.287.560.000 12.180.400.000
Imbalan pasca kerja 1.673.791.344 1.399.897.456
Total kompensasi bruto yang dibayar kepada
manajemen kunci 14.961.351.344 13.580.297.456
Terdiri dari:
Direksi dan komisaris 11.819.410.000 10.754.440.000
Manajemen kunci lainnya 3.141.941.344 2.825.857.456
Total 14.961.351.344 13.580.297.456
Pada tanggal 30 Juni 2025, Grup memiliki karyawan tetap sejumlah 105 orang (2024: 105) (tidak
diaudit).
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”)
dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta Peraturan No. VIII.G.7 Lampiran Keputusan Ketua OJK No.
KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh OJK.
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan konsep
akrual dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang diungkapkan dalam catatan
atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan.
Laporan arus kas konsolidasian yang disusun dengan menggunakan metode langsung, menyajikan
penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi,
investasi dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh Grup adalah selaras bagi tahun yang dicakup oleh laporan
keuangan konsolidasian, kecuali untuk standar akuntansi baru dan revisi seperti diungkapkan pada
Catatan di bawah ini.
Grup telah menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa Grup akan
mempertahankan kelangsungan usaha.
10
Page 13
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Perubahan Kebijakan Akuntansi
Grup telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar akuntansi yang relevan dengan
pelaporan keuangan dan efektif untuk tahun yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 sebagai
berikut:
a) Amandemen PSAK 201: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan
Amandemen ini menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan suatu liabilitas sebagai jangka
pendek atau jangka panjang dan menjelaskan:
hal yang dimaksud sebagai hak untuk menangguhkan pelunasan,
hak untuk menangguhkan pelunasan harus ada pada akhir periode pelaporan,
klasifikasi tersebut tidak dipengaruhi oleh kemungkinan entitas akan menggunakan hakya untuk
menangguhkan liabilitas, dan
bahwa jika derivatif melekat dalam kewajiban yang dapat dikonversi dianggap sebagai instrumen
ekuitas, ketentuan kewajiban ini tidak akan mempengaruhi klasifikasinya sebagai lancar atau
tidak lancar
Selain itu, entitas diwajibkan untuk mengungkapkan ketika kewajiban, yang timbul dari perjanjian
pinjaman, diklasifikasikan sebagai tidak lancar dan hak entitas untuk menunda penyelesaian
bergantung pada kepatuhan terhadap kovenan di masa depan dalam jangka waktu dua belas bulan.
Amandemen ini tidak diharapkan akan memberikan dampak terhadap laporan keuangan
konsolidasian Grup.
b) Amandemen PSAK 116: Liabilitas Sewa dalam Jual Beli dan Sewa-balik
Amandemen ini menetapkan persyaratan yang digunakan penjual-penyewa dalam mengukur
kewajiban sewa yang timbul dalam transaksi jual beli dan sewa-balik, untuk memastikan penjual-
penyewa tidak mengakui jumlah setiap keuntungan atau kerugian yang terkait dengan hak guna
yang dipertahankan.
Amandemen ini tidak diharapkan akan memberikan dampak terhadap laporan keuangan
konsolidasian Grup.
c) Amandemen PSAK 207 dan PSAK 107: Pengaturan Pembiayaan Pemasok
Amandemen ini mengklarifikasi karakteristik pengaturan pembiayaan pemasok dan mensyaratkan
pengungkapan tambahan atas pengaturan pembiayaan pemasok tersebut. Persyaratan
pengungkapan dalam amandemen ini dimaksudkan untuk membantu pengguna laporan keuangan
dalam memahami dampak pengaturan pembiayaan pemasok terhadap liabilitas, arus kas, dan
eksposur terhadap risiko likuiditas suatu entitas.
Amandemen ini tidak diharapkan akan memberikan dampak terhadap laporan keuangan
konsolidasian Grup.
11
Page 14
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak pada tanggal
31 Desember setiap tahun. Kendali diperoleh bila Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil
variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal
hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee.
Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal
berikut ini:
i) Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan dari investee,
ii) Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan
iii) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal
hasil.
Bila Grup tidak memiliki hak suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu investee, Grup
mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam mengevaluasi apakah mereka
memiliki kekuasaan atas investee, termasuk:
i) Pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee,
ii) Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan
iii) Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.
Grup menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan mengindikasikan
adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen dari pengendalian. Konsolidasi atas
entitas-entitas anak dimulai sejak Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berhenti pada
saat Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban dari entitas
anak yang diakuisisi pada tahun tertentu disertakan dalam laporan keuangan konsolidasian sejak
tanggal Grup memperoleh kendali sampai tanggal Grup tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut.
Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik entitas
induk dan pada kepentingan nonpengendali (“KNP”), walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP
yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak untuk
diselaraskan dengan kebijakan akuntansi Grup.
Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan dan beban dan arus kas atas transaksi antar anggota
Grup dieliminasi sepenuhnya pada saat konsolidasi.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan pengendalian atas suatu
entitas anak, maka Grup menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas, KNP dan
komponen lain dari ekuitas terkait, sementara rugi atau laba yang dihasilkan diakui pada laba rugi.
Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.
Klasifikasi Lancar dan tak Lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan
klasifikasi lancar/tak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
i) akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
ii) untuk diperdagangkan,
iii) akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal perlaporan, atau
iv) kas dan setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya untuk melunasi suatu liabilitas dalam
paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
12
Page 15
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Klasifikasi Lancar dan tak Lancar (lanjutan)
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan lancar bila:
i) akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
ii) untuk diperdagangkan,
iii) akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
iv) tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah
tanggal pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas jangka panjang.
Pengukuran Nilai Wajar
Grup mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan liabilitas yang diperoleh
melalui kombinasi bisnis pada nilai wajar. Grup juga mengukur jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas
(“UPK”) tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan, dan aset keuangan tertentu pada
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“NWPKL”).
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
Pengukuran nilai wajar berdasarkan asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
liabilitas terjadi di:
• pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau
• dalam hal tidak terdapat pasar utama, maka pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau
liabilitas tersebut.
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Grup.
Nilai wajar aset dan liabilitas di ukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar dari suatu aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut
pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia
untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati (observable)
yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati (unobservable).
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
konsolidasian dikategorikan dalam hierarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah
yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:
• Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
• Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara langsung atau
tidak langsung.
• Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable).
13
Page 16
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Grup
menentukan apakah terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang
atas penetapan kategori (berdasarkan Level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.
Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian yang terdiri dari kas dan bank serta
deposito jangka pendek yang jatuh tempo dalam waktu 3 bulan atau kurang, yang dapat segera
dikonversikan menjadi kas dalam jumlah yang dapat ditentukan dan memiliki risiko perubahan nilai yang
tidak signifikan (Catatan 4).
Transaksi dengan Pihak Berelasi
Grup melakukan transaksi dengan pihak berelasi sesuai dengan definisi yang diuraikan pada PSAK 224.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, yang mungkin
tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan
yang relevan.
Kecuali diungkapkan khusus sebagai pihak berelasi, maka pihak-pihak lain yang disebutkan dalam
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan pihak tidak berelasi.
Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan
liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.
Aset Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran Awal
Pada pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi,
dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (“NWLR”). Piutang usaha yang
tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan, dimana Grup telah menerapkan cara praktis,
yaitu diukur pada harga transaksi yang ditentukan sesuai PSAK 72, seperti diungkapkan pada catatan
atas laporan keuangan konsolidasian yang relevan.
Agar aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau NWPKL, aset
keuangan harus menghasilkan arus kas yang SPPB dari jumlah pokok terutang. Penilaian ini disebut
sebagai uji SPPB dan dilakukan pada tingkat instrumen.
Model bisnis Grup untuk mengelola aset keuangan mengacu pada bagaimana Grup mengelola aset
keuangannya untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan
dari pengumpulan arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya.
14
Page 17
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)
Pengukuran Selanjutnya
Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan diklasifikasikan dalam empat kategori:
i) Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
ii) Aset keuangan pada NWPKL dengan reklasifikasi ke keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen
utang),
iii) Aset keuangan pada NWPKL tanpa reklasifikasi ke keuntungan dan kerugian kumulatif atas
pelepasan (instrumen ekuitas), dan
iv) NWLR
Pengukuran selanjutnya dari aset keuangan tergantung kepada klasifikasi masing-masing aset
keuangan seperti berikut ini:
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
Grup mengukur aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi
berikut terpenuhi:
i) Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset keuangan untuk
mengumpulkan arus kas kontraktual;
ii) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
merupakan SPPB dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan
menggunakan metode suku bunga efektif (“SBE”) dan mengalami penurunan nilai. Keuntungan dan
kerugian diakui dalam laporan laba rugi pada saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau
diturunkan nilainya.
Aset keuangan Grup yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi termasuk kas dan setara kas,
piutang usaha, piutang lain-lain dan piutang karyawan.
Aset keuangan pada NWPKL (instrumen utang)
Untuk instrumen utang yang diukur pada NWPKL, pendapatan bunga, revaluasi valuta asing, dan
kerugian atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan dihitung dengan cara yang
sama seperti untuk aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai
wajar yang tersisa diakui di PKL. Setelah penghentian pengakuan, perubahan nilai wajar kumulatif yang
diakui di PKL didaur ulang menjadi laba rugi.
Instrumen utang Grup yang diukur pada NWPKL termasuk investasi pada instrumen pada surat
berharga.
15
Page 18
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)
Penghentian Pengakuan
Aset keuangan (atau, jika berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan
serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapus dari laporan posisi keuangan konsolidasian
Grup) ketika:
i. Hak untuk menerima arus kas dari aset telah kedaluwarsa; atau
ii Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari aset atau telah mengasumsikan
kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada
pihak ketiga berdasarkan pengaturan 'pass-through'; dan salah satu (a) Grup telah mengalihkan
secara substansial semua risiko dan manfaat aset, atau (b) Grup tidak mengalihkan atau memiliki
secara substansial seluruh risiko dan manfaat aset, tetapi telah mengalihkan pengendalian aset.
Ketika Grup telah mengalihkan haknya untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah
menandatangani kesepakatan ‘pass-through’, Grup mengevaluasi jika, dan sejauh mana, Grup masih
mempertahankan risiko dan manfaat atas kepemilikan aset. Ketika Grup tidak mengalihkan maupun
seluruh risiko dan manfaat atas aset dipertahankan secara substansial, maupun tidak mengalihkan
kendali atas aset, Grup tetap mengakui aset yang dialihkan sebesar keterlibatan berkelanjutannya.
Dalam kasus tersebut, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait
diukur dengan basis yang mencerminkan hak dan kewajiban yang masih dipertahankan oleh Grup.
Keterlibatan berkelanjutan dalam bentuk jaminan atas aset yang ditransfer, diukur pada nilai yang lebih
rendah antara jumlah tercatat awal aset dan jumlah maksimum imbalan yang dibutuhkan oleh Grup untuk
membayar kembali.
Penurunan nilai
Grup mengakui penyisihan KKE untuk semua instrumen utang yang bukan diukur pada NWLR dan
kontrak jaminan keuangan. KKE ditentukan atas perbedaan antara arus kas kontraktual menurut kontrak
dan semua arus kas yang diharapkan akan diterima oleh Grup, yang didiskontokan dengan perkiraan
SBE orisinal. Arus kas yang diharapkan mencakup setiap arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki
atau perbaikan kredit lainnya yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam ketentuan kontrak.
KKE diakui dalam dua tahap. Bila belum terdapat peningkatan risiko kredit signifikan sejak pengakuan
awal, KKE diakui untuk kerugian kredit yang dihasilkan dari peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi
dalam jangka waktu 12 bulan ke depan (KKE 12 bulan). Namun, bila telah terdapat peningkatan
signifikan risiko kredit sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian diakui untuk kerugian kredit yang
diperkirakan selama sisa umur aset, tanpa mempertimbangkan waktu gagal bayar (KKE sepanjang
umurnya).
Karena piutang usaha dan piutang lain-lainnya tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Grup
menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan KKE. Oleh karena itu, Grup tidak
menelurusi perubahan dalam risiko kredit, namun justru mengakui penyisihan kerugian berdasarkan
KKE sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan. Grup membentuk matriks provisi berdasarkan
pengalaman kerugian kredit masa lampau, disesuaikan dengan perkiraan masa depan (forward-looking)
atas faktor yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.
16
Page 19
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)
Penurunan nilai (lanjutan)
Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran kontraktual telah lewat satu tahun.
Namun, dalam kasus tertentu, Grup juga dapat mempertimbangkan aset keuangan mengalami gagal
bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Grup tidak mungkin menerima jumlah
kontraktual yang terutang secara penuh sebelum memperhitungkan setiap peningkatan kredit yang
dimiliki oleh Grup. Aset keuangan dihapuskan jika tidak ada ekspektasi yang wajar untuk memulihkan
arus kas kontraktual.
Liabilitas Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran Awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan, pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada
NWLR, utang dan pinjaman atau derivatif ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai pada lindung nilai
yang efektif, sesuai dengan kondisinya.
Semua liabilitas keuangan diakui pada nilai wajar saat pengakuan awal dan, dalam hal liabilitas
keuangan dilklasifikasi sebagai utang dan pinjaman, diakui pada nilai wajar setelah dikurangi biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang usaha dan lain-lain, biaya masih harus dibayar dan utang
bank jangka pendek dan cerukan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi. Grup tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada NWLR.
Pengukuran Selanjutnya
Pengukuran selanjutnya dari liabilitas keuangan ditentukan oleh klasifikasinya sebagai berikut:
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (Utang dan pinjaman)
(i) Utang dan Pinjaman Jangka Panjang yang Dikenakan Bunga
Setelah pengakuan awal, utang dan pinjaman jangka panjang yang berbunga diukur pada biaya
perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Pada tanggal pelaporan, biaya
bunga yang masih harus dibayar dicatat secara terpisah, dari pokok pinjaman terkait, dalam bagian
liabilitas jangka pendek. Keuntungan dan kerugian diakui pada laba rugi ketika liabilitas dihentikan
pengakuannya maupun melalui proses amortisasi menggunakan metode SBE.
Biaya amortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskonto atau premium atas akusisi
dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE dicatat
sebagai beban keuangan pada laba rugi.
(ii) Utang dan Akrual
Liabilitas untuk utang usaha dan utang lain-lain jangka pendek, biaya masih harus dibayar dan
liabilitas imbalan kerja jangka pendek dinyatakan sebesar jumlah tercatat (jumlah nosional), yang
kurang lebih sebesar nilai wajarnya.
17
Page 20
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Penghentian Pengakuan
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak
berakhir atau dibatalkan atau kedaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang
sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas keuangan
tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai
penghentian pengakuan liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih
antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui pada laba rugi.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disaling hapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak secara hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk
menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan.
Surat Berharga
Surat berharga diukur pada FVOCI disajikan sebesar nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang
belum direalisasi dari surat berharga diukur pada FVOCI tercatat dalam ekuitas diakui sebagai
penghasilan atau beban pada periode dimana surat berharga tersebut dijual. Jika diketahui adanya
indikasi penurunan nilai yang sifatnya permanen, maka Perusahaan akan menyediakan cadangan
penurunan nilai.
Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi neto
adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan
estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
Biaya yang dikeluarkan untuk setiap produk agar berada pada lokasi dan kondisi siap untuk dijual dicatat
sebagai berikut:
• Bahan baku, suku cadang dan bahan pembantu: harga pembelian;
• Barang jadi dan persediaan dalam proses: biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung dan bagian
proporsional dari beban overhead berdasarkan kapasitas operasi normal namun tidak termasuk
biaya pinjaman.
Grup menetapkan penyisihan untuk keusangan dan/atau penurunan nilai pasar persediaan berdasarkan
hasil penelaahan berkala atas kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan.
Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama masa manfaatnya, dan
disajikan sebagai aset lancar atau aset tidak lancar sesuai sifatnya masing-masing.
18
Page 21
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-
biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang
diinginkan agar aset siap digunakan.
Setelah pengakuan awal, aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi
akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan dan dihitung dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset-aset tersebut
sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan penunjang 20
Instalasi listrik 20
Mesin 5
Kendaraan bermotor 5
Inventaris pabrik 5
Inventaris kantor 4
Jumlah tercatat aset tetap direviu atas penurunan nilai jika terdapat peristiwa atau perubahan keadaan
yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat mungkin tidak dapat seluruhnya terealisasi.
Jumlah tercatat komponen dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau
saat sudah tidak ada lagi manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan maupun
pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (ditentukan
sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto dan jumlah tercatatnya) dimasukkan ke dalam laba
atau rugi untuk tahun penghentian pengakuan tersebut dilakukan.
Nilai residu aset, umur manfaat dan metode penyusutan direviu setiap akhir tahun pelaporan dan
disesuaikan secara prospektif jika diperlukan.
Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi beban
pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam
penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun “Aset Tetap” yang
bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset
tetap dalam penyelesaian tidak disusutkan sampai memenuhi syarat pengakuan sebagai aset tetap
seperti diungkapkan di atas.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada operasi pada saat terjadinya. Beban pemugaran
dan renovasi dalam jumlah besar dikapitalisasi kepada jumlah tercatat aset terkait bila besar
kemungkinan bagi Grup manfaat ekonomi masa depan menjadi lebih besar dari standar kinerja awal
yang ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa manfaat aset terkait.
Tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak
Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali dinyatakan sebesar
biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen berpendapat bahwa kemungkinan besar hak
atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat masa berlakunya selesai.
Biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU, HGB
dan HP ditangguhkan dan diamortisasi yang lebih pendek antara umur hukum hak atas tanah dan umur
ekonomi tanah, dan disajikan sebagai bagian dari akun “Aset Lainnya” pada laporan posisi keuangan
konsolidasian.
19
Page 22
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Aset Tidak Lancar Lainnya
Biaya-biaya tertentu, terutama terdiri atas biaya dan beban-beban lain yang mempunyai masa manfaat
lebih dari satu tahun, sehubungan dengan biaya perolehan sistem perangkat lunak dan mesin,
ditangguhkan dan diamortisasi selama masa manfaatnya masing-masing menggunakan metode garis
lurus dan jumlah unit.
Penurunan Nilai Aset Non-keuangan
Pada setiap akhir tahun pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset (yaitu aset
takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas, aset takberwujud yang belum dapat digunakan, atau
goodwill yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis) diperlukan, maka Grup membuat estimasi formal
jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai
wajar aset atau Unit Penghasil Kas (“UPK”) dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya, kecuali
aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau
kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset atau UPK lebih besar daripada jumlah terpulihkannya, maka
aset tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi
sebesar jumlah terpulihkannya.
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu
uang dan risiko spesifik atas aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual,
digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup
menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan
ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar yang tersedia.
Penilaian dilakukan pada akhir setiap tanggal pelaporan untuk menilai apakah terdapat indikasi bahwa
rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin
telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset
atau UPK tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam tahun sebelumnya dibalik hanya
jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset
tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.
Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi
sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat yang telah
ditentukan, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk
aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui pada laba atau rugi.
Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk
mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis
selama sisa umur manfaatnya.
Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai aset tetap dan aset non-keuangan
tidak lancar lainnya yang disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni
2025.
Imbalan Kerja Karyawan
Grup mempunyai program dana pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi
syarat.
20
Page 23
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Imbalan Kerja Karyawan (lanjutan)
Grup juga mencatat penyisihan manfaat tambahan selain program dana pensiun tersebut di atas untuk
memenuhi dan menutup imbalan minimum yang harus dibayar kepada karyawan-karyawan sesuai
dengan Perjanjian Kerja Bersama dan Undang-undang dan Peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.
Penyisihan tambahan tersebut diestimasi dengan menggunakan perhitungan aktuarial metode
“Projected Unit Credit”.
Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial, segera diakui pada laporan posisi
keuangan konsolidasian dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui
penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba
rugi pada periode berikutnya.
Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:
i) ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi; dan
ii) ketika entitas mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.
Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas imbalan
kerja. Grup mengakui perubahan berikut pada kewajiban obligasi neto pada akun “Beban Umum dan
Administrasi” pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian:
i) Biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas kurtailmen dan
penyelesaian tidak rutin, dan
ii) Beban atau penghasilan bunga neto.
Provisi
Provisi diakui jika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang
akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan
arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah
kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik
yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak
terjadi, maka provisi dibatalkan.
Pengakuan Pendapatan dan Beban
Grup menerapkan PSAK 115: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, yang mensyaratkan
pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah analisa sebagai berikut:
Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji
dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
pelanggan;
Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh
suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke
pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel,
maka Grup membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak
diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan
estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak;
21
Page 24
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Grup menerapkan PSAK 115: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, yang mensyaratkan
pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah analisa sebagai berikut (lanjutan):
Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual
berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak
dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang
diharapkan ditambah marjin;
Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau
jasa tersebut).
Pendapatan dari penjualan barang diakui pada suatu titik waktu jika seluruh kondisi berikut terpenuhi:
Grup telah memindahkan risiko dan manfaat kepemilikan barang secara signifikan kepada pembeli;
Grup tidak lagi melanjutkan pengelolaan yang biasanya terkait dengan kepemilikan atas barang
ataupun melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual;
jumlah pendapatan dapat diukur secara andal;
kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut akan mengalir ke Grup;
dan
biaya yang terjadi atau akan terjadi sehubungan transaksi penjualan tersebut dapat diukur secara
andal.
Penghasilan/Beban Bunga
Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, penghasilan atau
beban bunga dicatat dengan menggunakan metode SBE, yaitu tingkat suku bunga digunakan
mendiskontokan secara tepat estimasi pembayaran atau penerimaan arus kas di masa yang akan
datang selama umur ekpektasian dari instrumen keuangan, atau jika lebih sesuai, selama periode yang
lebih singkat, untuk jumlah tercatat neto dari aset atau liabilitas keuangan.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (asas akrual).
Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Indonesia Rupiah
(“Rupiah”) yang juga merupakan mata uang fungsional Grup. Tiap entitas dalam Grup menentukan mata
uang fungsionalnya masing-masing dan laporan keuangannya masing-masing diukur menggunakan
mata uang fungsional tersebut.
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam mata uang fungsional berdasarkan kurs yang berlaku
pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada
tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang
timbul, dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun yang bersangkutan.
Pada tanggal 30 Juni 2025, nilai tukar yang digunakan untuk 1 Dolar Amerika Serikat (“US$”) adalah
sebesar Rp16.233 (31 Desember 2024: Rp16.162).
Transaksi dalam mata uang asing selain Dolar AS adalah tidak signifikan.
22
Page 25
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Sewa
Grup menilai pada saat insepsi kontrak apabila kontrak tersebut adalah, atau mengandung, sewa. Yaitu,
bila kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama
suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Grup sebagai Penyewa
Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali untuk
sewa jangka-pendek dan sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah. Grup mengakui liabilitas sewa
untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset
pendasar.
Aset hak-guna
Grup mengakui aset hak-guna pada tanggal permulaan sewa (yaitu tanggal aset pendasar tersedia untuk
digunakan). Aset hak-guna diukur pada harga perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai, serta disesuaikan dengan pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan aset
hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang terjadi, dan
pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan dikurangi setiap insentif sewa
yang diterima. Aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus selama masa sewa.
Jika kepemilikan aset pendasar sewa beralih ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya perolehan aset
hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka penyusutan aset hak-guna dihitung
menggunakan estimasi masa manfaat aset. Aset hak-guna juga dievaluasi untuk penurunan nilai.
Liabilitas sewa
Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini pembayaran
sewa yang harus dilakukan selama masa sewa.
Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan dari opsi beli yang secara wajar pasti
dilaksanakan oleh Grup dan pembayaran pinalti untuk mengakhiri sewa, jika masa sewa merefleksikan
adanya opsi dapat mengakhiri sewa. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks
atau tarif diakui sebagai beban pada periode terjadinya peristiwa atau kondisi yang memicu terjadinya
pembayaran tersebut.
Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Grup menggunakan Suku Bunga Pinjaman Inkremental
(“SBPI”) pada tanggal permulaan sewa karena suku bunga implisit dalam sewa tidak dapat langsung
ditentukan. Setelah tanggal permulaan, jumlah kewajiban sewa ditingkatkan untuk mencerminkan akresi
bunga (atas efek diskonto) dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai
tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika terdapat modifikasi, perubahan masa sewa, perubahan
pembayaran sewa, atau perubahan penilaian atas opsi untuk membeli aset pendasar.
Sewa jangka pendek dan sewa dengan aset bernilai rendah
Grup menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa yang jangka waktu
sewanya pendek (yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang dari tanggal
permulaan dan tidak memiliki opsi beli). Grup juga menerapkan pengecualian pengakuan sewa dengan
aset bernilai rendah untuk sewa yang aset pendasarnya dianggap bernilai rendah. Pembayaran sewa
untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan metode
garis lurus selama masa sewa.
23
Page 26
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Biaya Pinjaman
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pembangunan atau pembuatan
aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya
diakui sebagai beban pada saat terjadi. Biaya pinjaman terdiri dari beban bunga dan biaya lain yang
ditanggung Grup sehubungan dengan peminjaman dana.
Perpajakan
Pajak Kini
Aset dan liabilitas pajak kini untuk periode berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat
direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang
digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif telah
berlaku pada tanggal pelaporan di negara tempat Grup beroperasi dan menghasilkan pendapatan kena
pajak.
Bunga dan denda disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak
dianggap sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.
Pajak penghasilan kini terkait dengan pos-pos yang diakui secara langsung di ekuitas diakui dalam
ekuitas dan bukan dalam laporan laba rugi. Manajemen secara berkala mengevaluasi posisi yang
diambil dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana peraturan
perpajakan yang berlaku tunduk pada interpretasi dan menetapkan ketentuan yang sesuai.
Sebagai tanggapan terhadap penerapan kerangka Pilar Dua Organisasi untuk Kerja Sama dan
Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development atau "OECD"),
pada tanggal 31 Desember 2024, Pemerintah Indonesia menerapkan kerangka Pilar Dua melalui
Peraturan Menteri Keuangan No. 136/2024 (PMK 136/2024). Aturan model Pilar Dua sebagaimana
diterapkan dalam PMK 136/2024 akan berlaku untuk tahun fiskal yang dimulai pada atau setelah tanggal
1 Januari 2025. Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024, Grup telah menerapkan
amandemen PSAK 212: Pajak Penghasilan, yang memberikan pengecualian wajib sementara dari
pengakuan atau pengungkapan pajak tangguhan terkait Pilar Dua.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer pada tanggal
pelaporan antara dasar pengenaan pajak dari aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya untuk tujuan
pelaporan keuangan pada tanggal pelaporan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang kena pajak, kecuali:
i) liabilitas pajak tangguhan yang terjadi dari pengakuan awal goodwill atau dari aset atau liabilitas dari
transaksi yang bukan transaksi kombinasi bisnis, dan pada waktu transaksi tidak mempengaruhi
laba akuntansi dan laba kena pajak/rugi pajak;
ii) dari perbedaan temporer kena pajak atas investasi pada entitas anak, yang saat pembalikannya
dapat dikendalikan dan besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu tidak akan dibalik dalam
waktu dekat.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan akumulasi
rugi pajak belum dikompensasi, bila kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga
perbedaan temporer dapat dikurangkan tersebut, dan rugi pajak belum dikompensasi, dapat
dimanfaatkan, kecuali:
i) jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset atau liabilitas dalam transaksi yang bukan
transaksi kombinasi bisnis dan tidak mempengaruhi laba akuntansi maupun laba kena pajak/rugi
pajak; atau
24
Page 27
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Perpajakan (lanjutan)
Pajak Tangguhan (lanjutan)
ii) dari perbedaan temporer yang dapat dikurangkan atas investasi pada entitas anak, aset pajak
tangguhan hanya diakui bila besar kemungkinannya bahwa beda temporer itu tidak akan dibalik
dalam waktu dekat dan laba kena pajak dapat dikompensasi dengan beda temporer tersebut.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir setiap periode pelaporan dan diturunkan
apabila laba fiskal mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset
pajak tangguhan tersebut. Pada akhir setiap periode pelaporan, Grup menilai kembali aset pajak
tangguhan yang tidak diakui. Grup mengakui aset pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila
besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada masa depan akan tersedia untuk pemulihannya.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan
berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan peraturan
pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Pajak tangguhan terkait dengan pos-pos yang diakui di luar laba rugi diakui di luar laba rugi. Item pajak
tangguhan diakui sesuai dengan transaksi yang mendasarinya baik di PKL maupun secara langsung di
ekuitas.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika terdapat hak secara hukum untuk
melakukan saling hapus antara aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini, atau aset pajak tangguhan
dan liabilitas pajak tangguhan pada entitas yang sama, atau Grup bermaksud untuk merealisasikan aset
dan menyelesaikan liabilitas lancar berdasarkan jumlah neto.
Pajak Pertambahan Nilai
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah PPN, kecuali:
PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak,
yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari
item beban-beban yang diterapkan; dan
piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
Jumlah PPN neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai bagian
dari piutang atau utang pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pajak Final
Sesuai peraturan perpajakan di Indonesia, Pajak final dikenakan atas nilai bruto transaksi, dan tetap
dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.
Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 212: Pajak Penghasilan. Pajak
penghasilan final Grup yang timbul dari pendapatan bunga dari rekening koran, deposito dan
penghasilan sewa adalah tidak material, Grup memutuskan untuk menyajikan secara neto Pendapatan
Keuangan dan Penghasilan Sewa setelah pajak.
25
Page 28
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Dividen
Pembagian deviden kepada pemegang saham Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam laporan
keuangan konsolidasian Grup pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang saham
Perusahaan.
Laba per Saham
Laba per saham dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama periode
yang bersangkutan.
Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada tanggal 30 Juni
2025.
Saham Tresuri
Instrumen ekuitas sendiri yang diperoleh kembali (saham tresuri) diakui pada harga perolehan kembali
dan dikurangi dari ekuitas. Tidak ada laba atau rugi yang diakui pada laba rugi atas perolehan, penjualan
kembali, penerbitan atau pembatalan dari instrumen ekuitas Grup. Selisih antara jumlah tercatat dan
penerimaan, bila diterbitkan kembali, diakui sebagai bagian dari tambahan modal disetor pada ekuitas.
Informasi Segmen
Untuk tujuan manajemen, Grup dibagi menjadi dua segmen operasi berdasarkan produk dan jasa yang
dikelola secara independen oleh masing-masing pengelola segmen yang bertanggung jawab atas
kinerja dari masing-masing segmen. Para pengelola segmen melaporkan secara langsung kepada
manajemen Perusahaan yang secara teratur mengkaji laba segmen sebagai dasar untuk
mengalokasikan sumber daya ke masing-masing segmen dan untuk menilai kinerja segmen.
Pengungkapan tambahan pada masing-masing segmen terdapat dalam Catatan 29, termasuk faktor
yang digunakan untuk mengidentifikasi segmen yang dilaporkan dan dasar pengukuran informasi
segmen.
Standar Akuntansi yang Telah Diterbitkan Namun Belum Berlaku Efektif
Standar akuntansi yang telah diterbitkan sampai tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian
Grup namun belum berlaku efektif diungkapkan berikut ini. Manajemen bermaksud untuk menerapkan
standar-standar tersebut yang dipertimbangkan relevan terhadap Grup pada saat efektif, dan
dampaknya terhadap posisi dan kinerja keuangan konsolidasian Grup masih diestimasi pada tanggal 28
Juli 2025:
Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2025
• Amandemen PSAK 221: Kekurangan Ketertukaran
Amandemen tersebut mengharuskan pengungkapan informasi yang memungkinkan pengguna
laporan keuangan memahami dampak mata uang yang tidak dapat dipertukarkan dengan mata uang
lain yang memengaruhi, atau diperkirakan akan memengaruhi, kinerja keuangan, posisi keuangan,
dan arus kas entitas. Amandemen berlaku untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2025. Penerapan dini diperkenankan dimana entitas diharuskan mengungkapkan
fakta tersebut.
Grup saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut terhadap pelaporan keuangan Grup.
26
Page 29
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Standar Akuntansi yang Telah Diterbitkan Namun Belum Berlaku Efektif (lanjutan)
Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2025 (lanjutan)
• PSAK 117: Kontrak Asuransi
Standar akuntansi baru yang komprehensif untuk kontrak asuransi yang mencakup pengakuan dan
pengukuran, penyajian dan pengungkapan, pada saat berlaku efektif PSAK 117 akan menggantikan
PSAK 104: Kontrak Asuransi. PSAK 117 berlaku untuk semua jenis kontrak asuransi, jiwa, non-jiwa,
asuransi langsung dan reasuransi, terlepas dari entitas yang menerbitkannya, serta untuk jaminan
dan instrumen keuangan tertentu dengan fitur partisipasi tidak mengikat, serta beberapa
pengecualian ruang lingkup akan berlaku. Tujuan keseluruhan dari PSAK 117 adalah untuk
menyediakan model akuntansi untuk kontrak asuransi yang lebih bermanfaat dan konsisten untuk
asuradur.
PSAK 117 berlaku efektif untuk periode pelaporan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari
2025, dengan mensyaratkan angka komparatif. Penerapan dini diperkenankan bila entitas juga
menerapkan PSAK 109 dan PSAK 115 pada atau sebelum tanggal penerapan awal PSAK 117.
Standar ini tidak diharapkan memiliki dampak pada pelaporan keuangan Grup pada saat diadopsi
untuk pertama kali.
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan,
beban, aset dan liabilitas pada akhir tahun pelaporan.
Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas yang terpengaruh pada periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Grup
yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian:
Penentuan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional dari masing-masing entitas dalam Grup adalah mata uang yang paling
mempengaruhi pendapatan dan beban dari penjualan barang dan jasa yang dihasilkan serta sumber
pendanaan. Berdasarkan substansi ekonomi dari kondisi mendasar yang relevan, mata uang fungsional
dan penyajian Grup adalah Indonesia Rupiah.
Tagihan Pajak
Berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku saat ini, manajemen mempertimbangkan apakah
jumlah yang tercatat dalam akun tagihan pajak penghasilan dapat dipulihkan dan direstitusi oleh Kantor
Pajak. Nilai tercatat atas tagihan pajak penghasilan Grup diungkapkan dalam Catatan 11.
27
Page 30
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Pertimbangan (lanjutan)
Perpajakan
Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks, perubahan peraturan pajak dan
jumlah dan timbulnya pendapatan kena pajak di masa depan, dapat menyebabkan penyesuaian di masa
depan atas pendapatan dan beban pajak yang telah dicatat.
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
usaha normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan pertimbangan
apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Nilai tercatat neto utang pajak penghasilan badan diungkapkan dalam Catatan 11.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter
yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Situasi dan asumsi mengenai
perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup.
Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Penyisihan atas Penurunan Nilai Piutang Usaha
Grup menetapkan estimasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha menggunakan pendekatan yang
disederhanakan dari KKE. Matriks provisi digunakan untuk menghitung KKE untuk piutang usaha dan
lain-lain. Tarif provisi didasarkan pada hari tunggakan untuk pengelompokan berbagai segmen
pelanggan yang memiliki pola kerugian serupa.
Matriks provisi awalnya didasarkan pada riwayat tingkat kerugian pelanggan. Grup akan melakukan
penyesuaian pengalaman kerugian historis dengan informasi berwawasan ke depan. Misalnya, jika
prakiraan kondisi ekonomi yang terkait erat dengan riwayat tingkat kerugian diperkirakan akan
memburuk pada tahun berikutnya yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah gagal bayar pada
sektor-sektor pelanggan beroperasi, riwayat tingkat kerugian disesuaikan. Pada setiap tanggal
pelaporan, riwayat tingkat gagal bayar yang diamati diperbarui dan perubahan dalam estimasi
berwawasan ke depan dianalisis.
Evaluasi atas korelasi antara tingkat gagal bayar yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi
dan KKE, adalah estmasi signifikan. Jumlah KKE sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan
kondisi ekonomi. Kerugian kredit historis Grup dan perkiraan kondisi ekonomi mungkin tidak mewakili
tingkat gagal bayar pelanggan aktual di masa depan.
Penjelasan lebih lanjut atas piutang usaha diungkapkan dalam Catatan 6.
Program Pensiun dan Imbalan Kerja
Pengukuran liabilitas imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh
aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain,
tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat
kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Keuntungan atau kerugian aktuarial yang timbul dari
penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial diakui secara langsung pada laporan posisi
keuangan konsolidasian dengan debit atau kredit ke saldo laba melalui PKL dalam periode terjadinya.
28
Page 31
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Program Pensiun dan Imbalan Kerja (lanjutan)
Sementara Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan
pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi
secara material liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto.
Penjelasan lebih rinci atas imbalan kerja diungkapkan dalam Catatan 13.
Penyisihan atas Penurunan Nilai Pasar dan Keusangan Persediaan
Penyisihan atas penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan
situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga
jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Penyisihan
dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang yang mempengaruhi jumlah
yang diestimasi. Penjelasan lebih rinci mengenai persediaan diungkapkan dalam Catatan 7.
Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar
kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat
digunakan. Estimasi signifikan digunakan oleh manajemen dalam menentukan jumlah aset pajak
tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan
strategi perencanaan pajak masa depan.
Pada tanggal 31 Maret 2025, manajemen berpendapat bahwa seluruh perbedaan temporer yang dapat
dikurangkan dapat direalisasi seluruhnya sehingga aset pajak tangguhan diakui. Penjelasan lebih rinci
diungkapkan dalam Catatan 11.
Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4
sampai dengan 20 tahun, yang merupakan umur yang secara umum diharapkan dalam industri Grup
menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya beban penyusutan masa
depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci atas aset tetap diungkapkan dalam Catatan 8.
4. KAS DAN SETARA KAS
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Kas 222.503.633 137.106.173
Bank
Rekening Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk (“BCA”) 12.379.609.219 20.255.125.562
The Hongkong and Shanghai Banking
Corporation, Limited, cabang Jakarta
(“HSBC”) 567.602.406 169.122.437
PT Bank Permata Tbk (“Permata”) 222.889.946 222.989.946
PT Bank CIMB Niaga 10.620.000 10.850.000
PT Bank UOB Indonesia (“UOB”) 91.218.983 -
29
Page 32
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Rekening Dolar AS
BCA 12.728.288.807 4.248.071.960
Permata 333.230.050 332.473.997
HSBC 1.515.034.007 2.736.134.476
Rekening Yuan
BCA 1.065.677.481 85.056.876
Sub-total 28.914.170.899 28.059.825.254
Deposito Berjangka
Rekening Rupiah
PT Bank INA Perdana Tbk ("INA") 224.000.000.000 212.000.000.000
Permata - -
Total 253.136.674.532 240.196.931.427
Rekening di bank memiliki tingkat bunga mengambang sesuai dengan tingkat penawaran pada masing-
masing bank. Pada tanggal 30 Juni 2025 tingkat suku bunga tahunan deposito berjangka dalam mata
uang Rupiah berkisar antara 6,00% sampai 6,25% (31 Desember 2024: antara 6,00% sampai 6,25%).
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang
ditempatkan pada pihak-pihak berelasi ataupun yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman.
5. INVESTASI JANGKA PENDEK
Pada tahun 2025, Group mempunyai mempunyai investasi jangka pendek pada pasar uang dengan
rincian sebagai berikut:
Jumlah Lembar saham
30 Juni 2025 31 Desember 30 Juni 2025 31 Desember
2024 2024
PT Bank Central Asia 8.836.206.669 - 1.000.000 -
6. PIUTANG USAHA
Akun ini merupakan piutang atas penjualan lokal dengan rincian sebagai berikut :
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi (Catatan 27)
Dalam Rupiah 1.517.401.080 1.044.434.520
Pihak ketiga
Dalam Rupiah 282.573.287.665 264.017.140.684
Dikurangi penyisihan kerugian kredit ekspektasian -
pihak ketiga (449.542.929) (449.542.929)
Sub-total 282.123.744.736 263.567.597.755
Neto 283.641.145.816 264.612.032.275
30
Page 33
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA (lanjutan)
Sifat dari hubungan dan transaksi antara Grup dengan pihak berelasi dijelaskan pada Catatan 2 dan
27.
Piutang usaha tidak dikenakan bunga dan umumnya dikenakan syarat pembayaran selama 30 sampai
dengan 90 hari.
Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Umur Piutang Usaha
Lancar dan tidak mengalami penurunan nilai 178.249.140.370 139.101.351.660
Telah jatuh tempo namun tidak mengalami
penurunan nilai:
1 - 30 hari 57.794.355.727 65.819.534.023
31 - 60 hari 27.932.754.473 35.162.926.851
Lebih dari 60 hari 19.664.895.246 24.528.219.741
Telah jatuh tempo dan mengalami penurunan nilai
Lebih dari 60 hari 449.542.929 449.542.929
Total 284.090.688.745 265.061.575.204
Penyisihan atas penurunan nilai secara individual -
pihak ketiga (449.542.929) (449.542.929)
Neto 283.641.145.816 264.612.032.275
Analisis mutasi saldo penyisihan atas penurunan nilai adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 December 2024
Saldo awal tahun 449.542.929 439.853.466
Penyisihan - 9.689.463
Pemulihan - -
Saldo akhir tahun 449.542.929 449.542.929
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap adanya penurunan nilai pada akhir tahun, manajemen
berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha di atas cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian dari penurunan nilai piutang tersebut.
Catatan 25 mengenai risiko kredit piutang usaha mengungkapkan bagaimana Grup mengelola kualitas
kredit piutang usaha.
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, piutang usaha Perusahaan sebesar US$2.000.000
(masing-masing setara dengan Rp32.466.000.000 dan Rp32.324.000.000) digunakan sebagai jaminan
atas fasilitas pinjaman dari HSBC dan piutang usaha Entitas Anak sebesar US$2.000.000 (masing-
masing setara dengan Rp32.466.000.000 dan Rp32.324.000.000) digunakan sebagai jaminan fasilitas
pinjaman dari BCA (Catatan 9).
31
Page 34
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Barang jadi (Catatan 20) 90.451.152.447 75.093.432.580
Barang dalam proses (Catatan 20) 10.187.948.591 9.854.274.028
Bahan baku 80.256.727.296 99.460.676.755
Lain-lain 857.004.746 921.524.741
Sub-total 181.752.833.080 185.329.908.104
Barang dalam perjalanan 21.178.000 2.186.709.960
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan
Persediaan (1.523.256.957) (1.523.256.957)
Neto 180.250.754.123 185.993.361.107
Analisis mutasi saldo penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2025 31 December 2024
Saldo awal tahun (1.523.256.957) (1.618.901.877)
Pemulihan - 773.527.189
Penyisihan - (677.882.269)
Saldo akhir tahun (1.523.256.957) (1.523.256.957)
Pemulihan penyisihan atas penurunan nilai pasar persediaan tersebut di atas diakui karena terjualnya
barang jadi terkait kepada pihak ketiga.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap harga pasar dan kondisi fisik dari persediaan pada tanggal
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan tersebut di atas cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian dari penurunan nilai pasar dan keusangan.
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, persediaan Perusahaan sebesar US$1.000.000
(masing-masing setara dengan Rp16.233.000.000 dan Rp16.162.000.000) digunakan sebagai jaminan
atas fasilitas pinjaman dari HSBC dan persediaan Entitas Anak sebesar Rp10.000.000.000 digunakan
sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman dari BCA (Catatan 9).
Seluruh persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai
pertanggungan sebesar US$12.710.000 atau setara dengan Rp206.321.430.000 dan
Rp205.419.020.000 masing-masing pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024. Manajemen
berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas
persediaan yang dipertanggungkan.
8. ASET TETAP
30 Juni 2025
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Biaya Perolehan
Tanah 56.984.051.379 - - - 56.984.051.379
Bangunan dan sarana
penunjang 53.174.871.914 - - - 53.174.871.914
Mesin 88.781.317.499 - - - 88.781.317.499
Kendaraan bermotor 14.857.331.917 17.197.800 472.880.159 - 14.401.649.558
Inventaris pabrik 37.165.216.345 1.072.598.440 803.588.416 - 37.434.226.369
Inventaris kantor 5.882.864.751 129.377.951 - - 6.012.242.702
Aset dalam konstruksi - - - - -
Total Biaya Perolehan 256.845.653.805 1.219.174.191 1.276.468.575 - 256.788.359.421
Aset hak guna 3.415.583.657 - - - 3.415.583.657
Total Biaya Perolehan 260.261.237.462 1.219.174.191 1.276.468.575 - 260.203.943.078
32
Page 35
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. ASET TETAP (lanjutan)
30 Juni 2025
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Akumulasi penyusutan
Bangunan dan sarana
penunjang 26.255.604.265 1.228.783.996 - - 27.484.388.261
Mesin 87.479.013.681 319.097.334 - - 87.798.111.015
Kendaraan bermotor 10.170.414.166 852.588.456 472.880.159 - 10.550.122.463
Inventaris pabrik 34.331.950.145 633.818.730 803.588.416 - 34.162.180.459
Inventaris kantor 5.686.036.496 62.150.040 - - 5.748.186.536
Total Akumulasi
Penyusutan 163.923.018.753 3.096.438.556 1.276.468.575 - 165.742.988.734
Aset hak guna 2.307.791.829 553.895.914 - - 2.861.687.743
Total Akumulasi
Penyusutan 166.230.810.582 3.650.334.470 1.276.468.575 - 168.604.676.477
Nilai buku neto 94.030.426.880 91.599.266.601
30 Juni 2024
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Biaya Perolehan
Tanah 56.984.051.379 - - - 56.984.051.379
Bangunan dan sarana
penunjang 53.174.871.914 - - - 53.174.871.914
Mesin 88.781.317.499 - - - 88.781.317.499
Kendaraan bermotor 12.840.648.159 1.840.000.000 - - 14.680.648.159
Inventaris pabrik 35.632.744.570 1.532.471.775 - - 37.165.216.345
Inventaris kantor 5.791.261.354 33.419.172 - - 5.824.680.526
Aset dalam konstruksi - - - - -
Total Biaya Perolehan 253.204.894.875 3.405.890.947 - - 256.610.785.822
Aset hak guna 3.415.583.657 - - - 3.415.583.657
Total Biaya Perolehan 256.620.478.532 3.405.890.947 - - 260.026.369.479
Akumulasi penyusutan
Bangunan dan sarana
penunjang 23.798.036.269 1.253.283.988 - - 25.051.320.257
Mesin 85.683.064.942 910.326.783 - - 86.593.391.725
Kendaraan bermotor 10.125.274.319 735.606.390 - - 10.860.880.709
Inventaris pabrik 32.899.181.883 717.506.896 - - 33.616.688.779
Inventaris kantor 5.585.782.858 50.938.888 - - 5.636.721.746
Total Akumulasi
Penyusutan 158.091.340.271 3.667.662.945 - - 161.759.003.216
Aset hak guna 1.200.000.000 553.895.914 - - 1.753.895.914
Total Akumulasi
Penyusutan 159.291.340.271 4.221.558.859 - - 163.512.899.130
Nilai buku neto 97.329.138.261 96.513.470.349
Penyusutan dibebankan pada operasi sebagai bagian dari:
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Beban pokok penjualan 1.935.943.261 2.630.460.869
Beban umum dan administrasi (Catatan 21) 1.714.391.209 1.591.097.990
Total 3.650.334.470 4.221.558.859
Pada tanggal 31 Desember 2024, nilai perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh namun masih
digunakan adalah sebesar Rp131.381.311.825. Aset tetap tersebut terutama terdiri atas bangunan dan
sarana penunjang, instalasi listrik, mesin, kendaraan bermotor, inventaris pabrik dan inventaris kantor.
33
Page 36
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. ASET TETAP (lanjutan)
Perusahaan memiliki Hak Guna Bangunan (“HGB”) No. 218 dan 284 atas dua bidang tanah yang
berlokasi di Jatiuwung dengan luas masing-masing 6.920 meter persegi dan 6.205 meter persegi. HGB
No. 218 akan berakhir pada tahun 2037 dan HGB No. 284 akan berakhir pada tahun 2031. Selain itu,
Perusahaan juga memiliki HGB No. 1642 atas tanah yang terletak di Sidoarjo, Jawa Timur dengan luas
tanah 12.009 meter persegi hingga tahun 2025. Pada tanggal 14 Oktober 2016, Perusahaan
memperoleh empat bidang tanah dalam bentuk HGB yang terletak di Gresik, Jawa Timur dengan luas
tanah sejumlah 8.875 meter persegi yang akan jatuh tempo hingga tahun 2032, 2038 dan 2041.
Manajemen berpendapat bahwa hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat
jatuh tempo.
Aset tetap telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, kecurian dan risiko lainnya dengan nilai
pertanggungan sebesar 12.800.000 atau setara dengan Rp 207.782.400.000 dan Rp206.873.600.000
pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024. Manajemen menilai jumlah pertanggungan tersebut
cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari risiko-risiko tersebut.
Berdasarkan analisis manajemen, tidak terdapat peristiwa dan keadaan yang mengindikasikan
penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024.
9. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN CERUKAN
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
BCA
Kredit modal kerja 5.000.000.000 48.000.000.000
Cerukan - -
Omnibus letter of credit 17.249.894.067 2.826.005.349
HSBC - letter of credit - 9.302.035.867
Permata
Letter of credit - -
UOB- Clean Trust Receipt 60.694.668.319 -
Total 82.944.562.386 60.128.041.216
BCA
Perusahaan memperoleh beberapa fasilitas pinjaman dan Letter of Credit (“LC”) dari BCA, yang juga
dapat digunakan oleh Entitas Anak, sebagai berikut:
• Fasilitas kredit lokal (“cerukan”) sebesar Rp50.000.000.000 yang digunakan untuk modal kerja;
• Fasilitas kredit multi fasilitas (“KMF”) sebesar US$16.000.000 dengan sublimit untuk LC sebesar
US$12.000.000 dan fasilitas kredit modal kerja (“time revolving loan” sebesar Rp108,000,000,000
(dapat ditarik dalam Dolar AS sebesar US$4,000,000);
• Fasilitas forward line sebesar US$10.000.000 yang digunakan untuk lindung nilai.
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan persediaan dan piutang usaha Entitas Anak masing-masing
sebesar Rp10.000.000.000 dan US$2.000.000. Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 1 Juni
2026.
Pinjaman tersebut mensyaratkan Perusahaan untuk mempertahankan rasio keuangan tertentu,
memperoleh persetujuan dari BCA untuk menjaminkan aset tetap, memberikan jaminan dan
memberikan pinjaman kepada pihak lain.
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan telah memenuhi semua persyaratan
pinjaman tersebut.
34
Page 37
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN CERUKAN (lanjutan)
Pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan sebagai berikut:
Mata Uang 30 Juni 2025 31 Desember 2024
Dolar AS 6,25% 6,25%
Rupiah 7,50% 7,50%
HSBC
Perusahaan memperoleh fasilitas LC dari HSBC yang juga dapat digunakan oleh Entitas Anak.
Fasilitas maksimum LC yang diberikan adalah sebesar US$10.000.000, dengan kombinasi jumlah
maksimum sebagai berikut:
Kredit Berdokumen US$10.000.000
Kredit Berdokumen dengan Pembayaran Tertunda US$10.000.000
Pinjaman Impor US$10.000.000
Bank Garansi US$ 500.000
Pembiayaan Pemasok US$10.000.000
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan persediaan dan piutang usaha Perusahaan masing-masing
sebesar US$1.000.000 dan US$2.000.000. Fasilitas tersebut diperpanjang setiap tahun akan jatuh
tempo pada tanggal 1 Juni 2026.
Pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 5,75% pada tahun 2025 dan 2024.
Perjanjian ini juga mencakup pembatasan dan persyaratan tertentu, antara lain, mempertahankan rasio
keuangan tertentu, mempertahankan kepemilikan saham mayoritas keluarga Pranatajaya pada Pacific
Plas Pte. Ltd., Singapura, baik secara langsung atau tidak langsung, dan mendapat persetujuan tertulis
dari HSBC sehubungan dengan perolehan fasilitas kredit atau pinjaman baru dan penjaminan aset atau
pendapatan Perusahaan.
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Grup belum menggunakan fasilitas pinjaman Bank
Garansi dan Pembiayaan Pemasok.
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan telah memenuhi semua persyaratan
pinjaman tersebut.
Permata
Perusahaan memperoleh fasilitas LC dari Permata sebesar US$8.000.000 yang dapat juga digunakan
oleh Entitas Anak.
Pinjaman ini dikenakan tingkat suku bunga tahunan dalam mata uang Rupiah sebesar 7,95% dan dalam
mata uang Dolar AS sebesar 5,00% pada tahun 2025. Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada tanggal
26 November 2025.
Pinjaman tersebut mensyaratkan Perusahaan untuk menyerahkan seluruh rekening koran di bank lain
secara triwulanan, menyampaikan laporan keuangan inhouse secara triwulanan, mempertahankan
kepemilikan saham mayoritas PT Colorpak Flexible Indonesia dan an negative pledge atas aset tetap
Grup.
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan corporate guarantee dari Entitas Anak dan negative pledge
atas persediaan Grup.
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan telah memenuhi semua persyaratan
pinjaman tersebut.
35
Page 38
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. UTANG BANK JANGKA PENDEK DAN CERUKAN (lanjutan)
UOB
Pada tanggal 24 Februari 2025 Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dari UOB yang juga dapat
digunakan oleh Entitas Anak.
• Fasilitas Sight and Usance Letter of Credit dan/atau Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri
(“LC/SKBDS”) hingga jumlah pokok sebesar US$7.000.000, Uncommitted, tersedia dalam mata
uang US$, CNH, CHF dan matauang lain yang disetujui bank, dengan sublimit untuk Perusahaan:
Fasilitas Trust Receipt (“TR”) hingga jumlah pokok sebesar US$7.000.000, Uncommitted,
tersedia dalam mata uang Rupiah;
Fasilitas Import Invoice Financing (“IIF”) hingga jumlah pokok sebesar US$7.000.000,
Uncommitted, tersedia dalam mata uang Rupiah.
Jumlah outstanding Fasilitas LC/SKBDN, Fasilitas TR dan Fasilitas IIF tidak boleh melebihi
US$7.000.000.
• Fasilitas FX Forward (“FX FWD”) hingga jumlah pokok sebesar US$4.000.000, Uncommitted,
tersedia dalam mata uang US$
Fasilitas tersebut diperpanjang setiap tahun akan jatuh tempo pada tanggal 16 September 2025.
Pinjaman ini dikenakan suku bunga tahunan sebesar 8% pada tahun 2025.
Perjanjian ini juga mencakup pembatasan dan persyaratan tertentu, antara lain, mempertahankan rasio
keuangan tertentu, mempertahankan kepemilikan saham mayoritas keluarga Pranatajaya pada Pacific
Plas Pte. Ltd., Singapura, baik secara langsung atau tidak langsung, dan mendapat persetujuan tertulis
dari HSBC sehubungan dengan perolehan fasilitas kredit atau pinjaman baru dan penjaminan aset atau
pendapatan Perusahaan.
Pada tanggal 30 Juni 2025, Perusahaan telah memenuhi semua persyaratan pinjaman tersebut.
36
Page 39
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. UTANG USAHA
Akun ini merupakan liabilitas Grup atas pembelian bahan baku dari para pemasok:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Dalam Dolar AS (Catatan 28) 60.027.556.536 75.739.662.209
Dalam Rupiah 65.381.112.478 65.161.391.704
Dalam Yuan (Catatan 28) 2.118.402.709 4.255.590.457
Dalam Euro (Catatan 28) - -
Dalam Swiss Franc (Catatan 28) - -
Sub-total 127.527.071.723 145.156.644.370
Pihak berelasi (Catatan 27)
Dalam Dollar Australia (Catatan 28) - -
Dalam Yuan (Catatan 28) - -
Sub-total - -
Total 127.527.071.723 145.156.644.370
Sifat dari hubungan dan transaksi antara Grup dengan pihak berelasi dijelaskan pada Catatan 27.
Analisa umur utang usaha adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Umur Utang Usaha
Lancar 116.705.692.492 118.591.011.947
Jatuh tempo :
1 - 30 hari 6.079.446.502 20.217.835.585
31 - 60 hari 4.497.095.372 6.347.796.838
Lebih dari 60 hari 244.837.357 -
Total 127.527.071.723 145.156.644.370
Utang usaha tidak dijamin, tidak dikenakan bunga dan umumnya dikenakan syarat pembayaran antara
30 sampai dengan 90 hari.
11. PERPAJAKAN
a. Utang pajak
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Perusahaan
Pajak penghasilan
Pasal 4 (2) 449.625 -
Pasal 21 1.859.687.514 79.183.986
Pasal 23 27.091.072 11.907.095
Pasal 25 468.264.125 -
Pasal 26 - -
Pasal 29 1.434.851.315 1.244.037.838
Pajak lainnya - -
PPN 1.453.166.293 1.252.041.802
37
Page 40
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
a. Utang pajak (lanjutan)
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Entitas Anak
Pajak penghasilan
Pasal 4(2) 249.975 31.600.000
Pasal 21 637.768.033 (24.805.712)
Pasal 23 12.436.095 25.283.152
Pasal 25 - -
PPN 553.298.985 665.859.684
Total 6.447.263.032 3.285.107.845
Pada tanggal 31 Desember 2024, CFI memiliki kelebihan pembayaran PPH 21 sebesar Rp24.805.712
yang akan dikompensasi untuk masa pajak berikutnya.
b. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Beban pajak penghasilan - kini:
Perusahaan (4.172.100.624) (2.481.279.639)
Entitas Anak (2.672.007.577) (3.228.757.942)
Manfaat (beban) pajak penghasilan –
tangguhan
Perusahaan 83.475.329 224.119.795
Entitas Anak 70.733.544 29.788.000
Beban Pajak Penghasilan, Neto (6.689.899.328) (5.456.129.786)
Pajak Penghasilan Badan
Kini (6.844.108.201) (5.710.037.581)
Tangguhan 154.208.873 253.907.795
Beban Pajak Penghasilan yang Dilaporkan
pada Laporan Laba Rugi Komprehensif
Konsolidasian (6.689.899.328) (5.456.129.786)
38
Page 41
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Rekonsiliasi Fiskal (lanjutan)
Rekonsiliasi antara laba Perusahaan sebelum pajak dengan laba kena pajak Perusahaan adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Laba sebelum pajak Perusahaan 23.438.794.496 14.987.211.403
Beda temporer:
Penyusutan (61.825.600) (97.930.901)
Imbalan kerja karyawan 880.000.000 820.000.000
Persediaan -
Penurunan nilai piutang usaha -
Aset lainnya (438.741.086) 296.657.240
Beda Tetap:
Biaya yang tidak dapat dikurangkan untuk
tujuan pajak 1.106.608.957 817.958.792
Pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan bersifat final (5.960.743.023) (5.545.352.720)
Laba Kena Pajak – Perusahaan 18.964.093.744 11.278.543.814
Beban pajak kini (dalam Rupiah): (4.172.100.624) (2.481.279.639)
Pajak penghasilan dibayar di muka-Perusahaan
Pasal 22 1.332.456.925 1.525.263.975
Pasal 25 1.404.792.384 2.151.435.777
Tagihan (Utang) pajak penghasilan –
Perusahaan (1.434.851.315) 1.195.420.113
Rincian tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak adalah sebagai berikut:
Tahun 30 Juni 2025 31 Desember 2024
Perusahaan
Pajak Penghasilan Badan tahun:
2024 - -
2022 - -
Entitas Anak
Pajak Penghasilan Badan tahun:
2025 1.727.630.422 -
2024 3.314.935.920 3.314.935.920
2023 - 3.098.592.070
Total 5.042.566.342 6.413.527.990
39
Page 42
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Rekonsiliasi Tarif Pajak Efektif
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan, yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang
berlaku atas laba komersial sebelum pajak dan beban pajak penghasilan, seperti yang tercantum
dalam laporan laba-rugi komprehensif konsolidasian adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Laba sebelum pajak 34.950.089.667 29.326.263.173
Beban pajak penghasilan sesuai dengan tarif
pajak yang berlaku (7.689.019.727) (6.451.777.897)
Pengaruh pajak atas:
Biaya yang tidak dapat dikurangkan untuk
tujuan pajak (313.301.360) (224.473.085)
Pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan bersifat final 1.312.421.759 1.220.121.196
Pengaruh atas perbedaan tariff pajak -
Beban Pajak Penghasilan yang Dilaporkan
pada Laporan Laba Rugi Komprehensif
Konsolidasian (6.689.899.328) (5.456.129.786)
e. Tarif Pajak Penghasilan Badan
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Presiden Republik Indonesia menandatangani UU No.7/2021
tentang “Harmonisasi Peraturan Perpajakan”, yang menerapkan, antara lain, tarif pajak penghasilan
badan sebagai berikut:
a) Sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 (sebelumnya 20% yang diatur dalam
Perppu No.1 Tahun 2020 tertanggal 31 Maret 2020).
b) Perusahaan Terbuka dalam negeri dengan jumlah keseluruhan saham yang disetor
diperdagangkan pada bursa efek di Indonesia paling sedikit 40% dan memenuhi persyaratan
tertentu sesuai dengan peraturan pemerintah, dapat memperoleh tarif sebesar 3% lebih rendah
dari tarif pada butir a di atas.
f. Pajak tangguhan
Pengaruh pajak atas perbedaan temporer antara pelaporan komersial dan pajak dihitung
menggunakan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Manfaat (beban) pajak tangguhan
Perusahaan
Imbalan kerja karyawan 193.600.000 180.400.000
Aset tetap (13.601.632) (21.544.798)
Penyisihan penurunan nilai piutang usaha - -
Persediaan - -
Aset tidak lancar lainnya (96.523.039) 65.264.593
Entitas Anak
Imbalan kerja 37.400.000 29.788.000
Sewa (3.261.383) -
Aset tidak lancar lainnya 36.594.927 -
Jumlah manfaat pajak tangguhan 154.208.873 253.907.795
40
Page 43
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
f. Pajak tangguhan (lanjutan)
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Perusahaan
Imbalan kerja 2.868.110.857 2.674.510.857
Persediaan 250.772.974 250.772.974
Aset tetap 719.877.305 733.478.937
Piutang usaha 127.891.939 127.891.939
Aset tidak lancar lainnya (302.426.603) (205.903.564)
Sub-total 3.664.226.472 3.580.751.143
Entitas Anak
Imbalan kerja 355.650.829 318.250.829
Piutang usaha 66.407.763 66.407.763
Liabilitas sewa 3.261.382 6.522.765
Aset tidak lancar lainnya 314.707.261 278.112.334
Persediaan 84.343.558 84.343.558
Jumlah Aset Pajak Tangguhan, Neto 4.488.597.265 4.334.388.392
g. Surat Ketetapan Pajak
Perusahaan
Pada bulan Januari 2024, Perusahaan menerima beberapa surat ketetapan pajak atas lebih bayar
pajak penghasilan badan untuk tahun fiskal 2022 sebesar Rp2.051.211.580 dari klaim Perusahaan
sebesar Rp2.176.399.940. Perusahaan juga menerima surat tagihan pajak atas Pajak Penghasilan
Pasal 21 untuk periode fiskal Desember 2022 sebesar Rp405.041, surat ketetapan pajak kurang
bayar atas Pajak Penghasilan 23 untuk periode fiskal Desember 2022 sebesar Rp19.714.587 dan
surat ketetapan pajak kurang bayar atas Pajak Penghasilan untuk periode fiskal Januari-Desember
2022 sebesar Rp21.669.194 Perusahaan menyetujui ketetapan tersebut dan menerima
pengembalian sejumlah Rp2.009.422.758 pada tanggal 2 Februari 2024, setelah dikurangi dengan
kurang bayar tersebut yang dicatat sebagai bagian dari “Beban operasi lain” dan “Beban pajak
penghasilan” pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Pada bulan Mei 2023, Perusahaan menerima beberapa surat ketetapan pajak atas lebih bayar pajak
penghasilan badan untuk tahun fiskal 2021 sebesar Rp2.160.823.430 dari klaim Perusahaan
sebesar Rp2.282.976.450. Perusahaan juga menerima surat ketetapan pajak atas kurang bayar atas
Pajak Penghasilan Pasal 21 untuk periode fiskal Januari-Desember 2021 sebesar Rp57.942.494,
surat tagihan pajak atas Pajak Penghasilan untuk periode fiskal April 2020 sebesar Rp3.669.524.
Perusahaan menyetujui ketetapan tersebut dan menerima pengembalian sejumlah
Rp2.099.211.412 pada tanggal 15 Mei 2023, setelah dikurangi dengan kurang bayar tersebut yang
dicatat sebagai bagian dari “Beban operasi lain” dan “Beban pajak penghasilan” pada laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Entitas Anak
Pada bulan April 2024, CFI menerima beberapa surat ketetapan pajak atas lebih bayar pajak
penghasilan badan untuk tahun fiskal 2022 sebesar Rp9.463.522.630 dari klaim Perusahaan
sebesar Rp9.491.162.770. CFI juga menerima surat ketetapan pajak atas kurang bayar atas Pajak
Penghasilan Pasal 23 untuk periode fiskal Februari 2022 sebesar Rp5.549.408, surat ketetapan
pajak atas kurang bayar atas Pajak Penghasilan Pasal 23 untuk periode fiskal Juni 2022 sebesar
Rp133.958.371 dan surat ketetapan pajak atas kurang bayar atas Pajak Penghasilan Pasal 23 untuk
periode fiskal Desember 2022 sebesar Rp433.713. CFI menyetujui ketetapan tersebut dan
menerima pengembalian sejumlah Rp9.323.581.138 pada tanggal 25 April 2024, setelah dikurangi
dengan kurang bayar tersebut yang dicatat sebagai bagian dari “Beban operasi lain” dan “Beban
pajak penghasilan” pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
41
Page 44
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PERPAJAKAN (lanjutan)
g. Surat Ketetapan Pajak (lanjutan)
Entitas Anak
Pada tanggal 17 April 2025, CFI menerima surat ketetapan pajak atas lebih bayar pajak penghasilan
badan untuk tahun fiskal 2023 yang menyetujui seluruh klaim CFI sebesar Rp3.098.592.070. CFI
menyetujui ketetapan tersebut dan menerima pengembalian sejumlah Rp3.098.592.070 pada
tanggal 26 Juni 2025.
h. Pajak Penghasilan Pilar Dua
Berbagai negara telah memberlakukan atau bermaksud memberlakukan undang-undang
perpajakan untuk mematuhi aturan model Pilar Dua, termasuk Indonesia (Catatan 2). Grup berada
dalam lingkup PMK 136/2024, yang tidak berdampak pada laporan keuangan konsolidasian 2024
tetapi mungkin akan mempengaruhi laporan keuangan konsolidasian Grup mulai 1 Januari 2025 dan
seterusnya.
PMK 136/2024 menerapkan mekanisme perpajakan baru yang mensyaratkan Perusahaan
Multinasional ("PMN") untuk membayar pajak tambahan di suatu yurisdiksi ketika tarif pajak efektif,
yang ditentukan berdasarkan yurisdiksi menurut aturan Pilar Dua, lebih rendah dari tarif minimum
15%. PMK 136/2024 menetapkan mekanisme untuk menentukan entitas mana (atau entitas-entitas
mana) dalam Grup PMN yang harus menerapkan pajak tambahan tersebut dan porsi pajak yang
dibebankan kepada setiap entitas terkait.
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, Grup telah menerapkan amandemen
PSAK 212: Pajak Penghasilan, yang memberikan pengecualian wajib sementara dari pengakuan
atau pengungkapan pajak tangguhan terkait aturan Pilar Dua sehingga tidak ada dampak terhadap
laporan keuangan konsolidasian 2024. Dampak masa depan dari aturan Pilar Dua untuk Grup masih
dalam tahap.
12. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
30 Juni 2025 31 Desember 2024
PT BCA Finance 391.833.788 965.120.562
Dikurangi bagian lancar 391.833.788 965.120.562
-
Bagian jangka panjang - -
Perusahaan mengadakan perjanjian kredit pembiayaan dengan PT BCA Finance untuk pembelian
kendaraan. Utang akan dilunasi melalui angsuran bulanan selama 12 (dua belas) bulan dan dibebani
suku bunga tahunan tertentu.
42
Page 45
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Pada tahun 2020, Perusahaan mengikuti Program Pensiun untuk Kompensasi Pesangon (“PPUKP”)
pada Dana Pensiun Lembaga Keuangan (“DPLK”) AIA Financial, yang pendiriannya telah disetujui oleh
Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No: KEP-097/KM.17/2000 tanggal 15
Maret 2000, untuk beberapa karyawan tertentu Perusahaan yang memenuhi syarat. Beban pensiun
yang dibayarkan kepada AIA Financial sebesar Rp360.000.000 untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 disajikan sebagai bagian dari akun “Beban Pokok Penjualan” dan “Beban Umum
dan Administrasi” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Selain mempunyai program pensiun untuk karyawan yang memenuhi syarat, Grup juga mencatat
penyisihan imbalan kerja untuk memenuhi imbalan minimum yang diwajibkan untuk dibayar kepada
karyawan tetap yang memenuhi persyaratan sesuai dengan Undang-undang Penciptaan Lapangan
Kerja No. 11/2020 (“UU Cipta Kerja”, UUCK).
Pada tanggal 31 Desember 2024, Grup mencatat liabilitas diestimasi atas imbalan kerja berdasarkan
perhitungan aktuarial yang dilakukan oleh KKA Arya Bagiastra, aktuaris independen, dalam laporannya
tertanggal 14 Maret 2025, dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit”.
Perhitungan dilakukan dengan menggunakan asumsi-asumsi dasar sebagai berikut:
31 Desember 2024
Tingkat diskonto 7,12% - 7,14%
Tingkat kenaikan gaji 10,00%
Umur pensiun 55 tahun
Tingkat kematian TMI-IV
Tingkat kecacatan 5% dari tingkat
mortalitas
Tingkat pengunduran Usia pegawai
diri karyawan 0-39 tahun, 5%
40-44 tahun, 3%
45-49 tahun, 2%
50-54 tahun, 1%
>55 tahun, 0%
Liabilitas imbalan kerja karyawan
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Nilai kini kewajiban 15.928.603.191 14.878.603.191
Nilai wajar as et program (1.275.140.966) (1.275.140.966)
Liabilitas neto 14.653.462.225 13.603.462.225
43
Page 46
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)
Perubahan dalam nilai kini kewajiban imbalan kerja:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 14.878.603.191 13.713.630.225
Perubahan yang dibebankan ke laba rugi
Biaya jasa kini 1.050.000.000 1.655.290.085
Beban bunga - 897.707.509
Biaya jasa lalu - -
Imbalan yang dibayarkan - (498.292.500)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti neto
Kerugian (keuntungan) actuarial yang timbul dari:
Pengaruh perubahan asumsi keuangan - (422.506.849)
Perubahan asumsi demografik - -
Penyesuaian pengalaman - (467.225.279)
Saldo akhir 15.928.603.191 14.878.603.191
Perubahan dalam nilai wajar aset program PPUKP pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai
berikut:
Jumlah
Nilai wajar aset program penyesuaian 1 Jan 1.332.264.136
Imbal hasil aset program 68.747.277
Kontribusi program pensiun 360.000.000
Pembayaran imbalan dari aset program (498.292.500)
Kerugian aktuaria 12.422.053
1.275.140.966
Mutasi liabilitas imbalan kerja karyawan yang diakui di laporan posisi keuangan
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 13.603.462.225 12.381.366.089
Pembayaran imbalan - -
Kontribusi program pension - (360.000.000)
Beban (pendapatan) imbalan kerja karyawan 1.050.000.000 2.484.250.317
Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan kerja
karyawan - (902.154.181)
Aset - penyesuaian - -
Saldo akhir 14.653.462.225 13.603.462.225
Analisa sensitivitas terhadap asumsi utama yang digunakan dalam menentukan kewajiban imbalan kerja
per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Kenaikan/ (Penurunan)/Kenaikan Liabilitas imbalan kerja
Asumsi Utama (Penurunan) Neto/
Tingkat diskonto tahunan 1%/(1%) (1.087.019.583)/1.224.416.935
Kenaikan gaji tahunan 1%/(1%) 1.175.043.272/(1.065.729.691)
44
Page 47
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)
Pembayaran kontribusi yang diharapkan dari kewajiban imbalan kerja pada periode mendatang adalah
sebagai berikut:
Jumlah
Dalam 12 bulan mendatang 3.149.840.750
Antara 1 sampai 5 tahun 1.745.137.472
Antara 5 sampai 10 tahun 20.627.213.592
Diatas 10 tahun 115.231.758.841
Total 140.753.950.655
14. LIABILITAS SEWA
Mutasi jumlah tercatat liabilitas sewa:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 1.137.440.758 2.215.583.657
Penambahan - -
Pembayaran (568.720.379) (1.078.142.899)
Sub-total 568.720.379 1.137.440.758
Dikurangi bagian lancar 568.720.379 1.137.440.758
Bagian Jangka Panjang - -
Analisis jatuh tempo liabilitas sewa adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Dalam 1 tahun 568.720.379 1.137.440.758
Dalam 1 - 2 tahun - -
Total 568.720.379 1.137.440.758
45
Page 48
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. MODAL SAHAM
Pemegang saham Perusahaan dan besarnya kepemilikan pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember
2024 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025
Saham
Ditempatkan
dan Disetor Persentase
Pemegang Saham Penuh Kepemilikan Jumlah
Ink Color International Pte.Ltd. 156.230.000 51,05% 15.623.000.000
PT Bukit Jaya Semesta (‘‘BJS‘‘) 22.755.300 7,44% 2.275.530.000
Chandra Natalie Widjaja 20.364.500 6,65% 2.036.450.000
Masyarakat (dengan
kepemilikan
masing-masing di bawah 5%) 106.690.600 34,86% 10.669.060.000
306.040.400 100,00% 30.604.040.000
Saham Tresuri 298.100 29.810.000
306.338.500 30.633.850.000
31 Desember 2024
Saham
Ditempatkan
dan Disetor Persentase
Pemegang Saham Penuh Kepemilikan Jumlah
Ink Color International Pte.Ltd. 156.230.000 51,00% 15.623.000.000
PT Bukit Jaya Semesta (‘‘BJS‘‘) 22.755.300 7,43% 2.275.530.000
Chandra Natalie Widjaja 20.364.500 6,65% 2.036.450.000
Masyarakat (dengan
kepemilikan
masing-masing di bawah 5%) 106.988.700 34,92% 10.698.870.000
306.338.500 100,00% 30.633.850.000
Saham Tresuri
Pada tahun 2013, para pemegang saham menyetujui rencana pembelian kembali saham Perusahaan
guna meningkatkan nilai pemegang saham, dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal 4 Oktober 2013
sampai dengan 5 Januari 2014, dengan pembelian maksimum sebesar Rp6.000.000.000 atau 20% dari
seluruh modal saham ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan.
Sehubungan dengan hal itu, Perusahaan telah membeli kembali sebanyak 2.495.000 saham dengan
harga perolehan sejumlah Rp1.433.113.852. Pada tahun 2017, Perusahaan telah menjual kembali
seluruh saham tresuri sebanyak 2.495.000 saham dengan penerimaan neto sebesar Rp2.571.986.319.
Selisih antara nilai perolehan dari dengan penerimaan sebesar Rp1.138.872.467 dicatat sebagai bagian
dari “Tambahan Modal Disetor” pada laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 16).
Pada tahun 2025, para pemegang saham menyetujui rencana pembelian kembali saham Perusahaan
guna meningkatkan nilai pemegang saham, dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal 07 April 2025
sampai dengan 4 Juli 2025, dengan pembelian sebesar Rp307.467.982 atau 298.100 lembar saham.
Seluruh saham yang dibeli Kembali tersebut dicatat dan disajikan sebagai “Saham Tresuri” yang
mengurangi ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Tergantung pada kondisi usaha
Perusahaan di masa yang akan datang, Perusahaan dapat menjual kembali saham yang telah dibeli
tersebut melalui bursa efek sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang relevan.
Pengelolaan Modal
Grup menjadikan total ekuitas sebagai modal. Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk
memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan nilai
bagi pemegang saham.
46
Page 49
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. MODAL SAHAM (lanjutan)
Pengelolaan Modal (lanjutan)
Perusahaan dan Entitas Anak dipersyaratkan untuk memelihara tingkat permodalan tertentu oleh
perjanjian pinjaman. Persyaratan permodalan eksternal tersebut telah dipenuhi oleh Grup pada tanggal
30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024. Selain itu, Grup juga dipersyaratkan oleh Undang-undang
Perseroan Terbatas Tahun 2007 untuk mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal saham
ditempatkan dan disetor penuh ke dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan
tersebut akan dipertimbangkan oleh Grup dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (“RUPST”)
berikutnya.
Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan kondisi
ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat menyesuaikan
pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang saham atau
menerbitkan saham baru. Tidak ada perubahan tujuan, kebijakan maupun proses pada tahun yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024.
Kebijakan Grup adalah mempertahankan rasio modal kerja dan struktur permodalan yang sehat untuk
mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar.
16. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Akun ini terdiri dari:
Agio saham yang berasal dari penawaran umum perdana 5.000.000.000
Dikurangi biaya emisi saham (1.371.944.401)
3.628.055.599
Agio saham yang berasal dari konversi waran 245.775.000
Selisih kurs atas modal disetor 5.400.000
Penjualan kembali saham tresuri 1.138.872.467
Total 5.018.103.066
Agio Saham
Penawaran Umum Perdana
Agio saham merupakan agio yang diperoleh dari 50.000.000 saham yang dikeluarkan pada penawaran
umum saham perdana, setelah dikurangi biaya emisi saham (Catatan 1).
Konversi Waran
Agio saham merupakan agio yang diperoleh dari 1.638.500 lembar saham yang diterbitkan dalam rangka
pelaksanaan waran (Catatan 1).
Selisih Kurs atas Modal Disetor
Selisih kurs berasal dari selisih kurs valuta asing yang timbul dari modal saham yang ditempatkan dan
disetor penuh.
Penjualan kembali saham tresuri
Selisih antara nilai perolehan dari 2.495.000 saham yang diperoleh kembali dengan penerimaan dari
penjualannya (Catatan 16).
47
Page 50
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. DIVIDEN KAS DAN CADANGAN UMUM
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan masing-masing pada tanggal 18 Juni 2025 dan
25 Juni 2024, yang risalahnya masing-masing telah diaktakan dengan Akta Notaris No. 40 dan No. 44
tertanggal 18 Juni 2025 dan 25 Juni 2024 dari Notaris Leolin Jayayanti, S.H., para pemegang saham
menyetujui, antara lain:
i. Penambahan cadangan umum atas saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya masing-
masing sebesar Rp2.843.217.599 dan Rp2.619.258.442 untuk tahun yang berakhir masing-
masing pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023; dan
ii. Pembagian dividen kas masing-masing sebesar Rp42.648.263.985 dan Rp39.288.876.633 atau
masing-masing setara dengan Rp139,21 dan Rp128,25 per saham yang berasal dari laba
Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
Dividen kas yang diumumkan dan disetujui pada tahun 2024 telah dibayar seluruhnya oleh Perusahaan
pada bulan Juli 2024.
18. LABA PER SAHAM
Rincian perhitungan laba per saham adalah sebagai berikut:
Laba Tahun
Berjalan yang
dapat
Diatribusikan Jumlah Rata-rata
kepada Pemilik Tertimbang
Entitas Induk Saham Laba per Saham
30 Juni 2025 28.251.280.318 306.198.503 92,26
30 Juni 2024 23.858.993.306 306.338.500 77,88
Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada tanggal 30 Juni
2025 dan 31 Desember 2024.
19. PENJUALAN NETO
Rincian penjualan neto adalah sebagai berikut :
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Pihak ketiga 454.541.801.620 433.934.892.399
Pihak berelasi (Catatan 27) 4.209.678.000 4.084.020.000
Jumlah Penjualan Neto 458.751.479.620 438.018.912.399
Pada periode yang berakhir tanggal 30 Juni 2025 dan 2024, tidak ada penjualan neto yang melebihi
10%.
48
Page 51
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. BEBAN POKOK PENJUALAN
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Pemakaian bahan baku dan bahan penolong 157.224.466.641 156.017.463.618
Beban pabrikasi 6.985.423.385 7.005.341.903
Gaji, upah dan tunjangan 14.416.959.843 12.465.822.966
Total Beban Produksi 178.626.849.869 175.488.628.487
Barang dalam proses (Catatan 7)
Awal tahun 9.854.274.028 9.347.511.148
Akhir tahun (10.187.948.591) (8.485.798.045)
Beban Pokok Produksi 178.293.175.306 176.350.341.590
Barang jadi
Awal tahun (Catatan 7) 75.093.432.580 66.997.990.512
Pembelian 232.037.777.667 221.708.946.717
Akhir tahun (Catatan 7) (90.451.152.447) (84.350.453.925)
Beban Pokok Penjualan 394.973.233.106 380.706.824.894
Pada periode yang berakhir tanggal 30 Juni 2025 dan 2024, terdapat pembelian kepada pihak ketiga
dengan jumlah pembeliannya melebihi 10% dari jumlah pembelian masing-masing sebesar
Rp131.676.806.084 dan Rp118.872.839.507.
21. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Akun ini terdiri dari :
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Gaji, tunjangan dan lembur 11.205.397.169 10.365.960.813
Bonus dan THR 8.933.999.533 8.564.507.455
Penyusutan aset tetap (Catatan 8) 1.714.391.209 1.591.097.990
Perjalanan dinas 1.116.640.344 906.672.944
Lain-lain 6.036.072.293 5.600.805.712
Total 29.006.500.548 27.029.044.914
22. PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASI LAIN
Rincian pendapatan dan beban operasi lain adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Pendapatan operasi lain
Laba selisih kurs - -
Lain-lain 1.786.837.604 -
Total Pendapatan Operasi 1.786.837.604 -
Beban operasi lain
Rugi selisih kurs, neto (315.952.231) (486.996.987)
Lain-lain (449.085.526) (766.614.241)
Total Beban Operasi Lain (765.037.757) (1.253.611.228)
49
Page 52
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. PENNGHASILAN KEUANGAN
Peenghasilan keuangan merupakan penghasilan bunga atas rekening bank.
24. BEBAN KEUANGAN
Beban keuangan merupakan beban bunga atas utang bank jangka pendek dan cerukan.
25. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko utama dari instrumen keuangan Grup adalah risiko suku bunga, risiko mata uang, risiko kredit
dan risiko likuiditas. Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola masing-masing risiko
tersebut yang dijelaskan dengan lebih rinci sebagai berikut:
Risiko Suku Bunga
Risiko terhadap suku bunga merupakan risiko nilai wajar atau arus kas masa datang dari instrumen
keuangan yang berfluktuasi akibat perubahan tingkat suku bunga pasar. Eksposur Grup terhadap
perubahan suku bunga pasar terkait pada utang jangka pendek dan jangka panjang.
Grup didanai dengan utang yang dikenai bunga. Oleh karena itu, eksposur Grup tertentu terhadap risiko
pasar untuk perubahan tingkat suku bunga terutama sehubungan dengan liabilitas dengan bunga.
Kebijakan Perusahaan dan Entitas Anak adalah mendapatkan tingkat suku bunga yang paling
menguntungkan tanpa meningkatkan ekposur terhadap mata uang asing, yaitu dengan mengendalikan
beban bunga dengan menggunakan kombinasi antara pinjaman dengan tingkat suku bunga tetap dan
mengambang.
Pada tanggal 31 Desember 2024, berdasarkan simulasi yang rasional, jika tingkat suku bunga utang
jangka pendek lebih tinggi/lebih rendah 50 basis poin, dengan seluruh variabel-variabel lain tidak
berubah, maka laba sebelum pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 akan lebih rendah/lebih tinggi sebesar Rp393.876.338.
Risiko Mata Uang
Risiko nilai tukar mata uang asing yang dihadapi Grup terutama timbul dari aset dan liabilitas moneter
yang diakui dalam mata uang yang berbeda dengan mata uang fungsional entitas yang bersangkutan.
Grup menyadari adanya risiko pasar yang disebabkan oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Untuk
mengurangi dampak perubahan nilai tukar mata uang asing terhadap aset dan liabilitas tersebut, jika
memungkinkan, Grup selalu mengupayakan aset dan liabilitas signifikan dalam mata uang asing yang
dimiliki entitas yang bersangkutan bernilai seimbang. Untuk mencapai tujuan tersebut, tidak tertutup
kemungkinan untuk dilakukannya transaksi lindung nilai.
Pada tanggal 31 Desember 2024, berdasarkan simulasi yang rasional, jika nilai tukar Rupiah terhadap
Dolar AS menguat/melemah sebesar 10%, dengan seluruh variabel-variabel lain tidak berubah, maka
laba sebelum pajak penghasilan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 akan lebih
tinggi/lebih rendah sebesar Rp8.181.143.720, terutama sebagai akibat dari keuntungan/kerugian selisih
kurs atas penjabaran kas dan setara kas, utang usaha dan utang bank jangka pendek dalam Dolar AS.
Grup tidak mempunyai kebijakan lindung nilai yang formal untuk laju nilai tukar mata uang asing.
50
Page 53
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan, klien atau
pihak lawan yang gagal memenuhi kewajiban kontraktual mereka. Tidak ada risiko kredit yang terpusat
secara signifikan. Grup mengelola dan mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah
risiko yang dapat diterima untuk pelanggan secara individual dan memantau eksposur terkait dengan
batasan-batasan tersebut.
Grup melakukan hubungan usaha dengan pihak yang diakui dan kredibel. Grup memiliki kebijakan untuk
semua pelanggan yang akan melakukan perdagangan secara kredit harus melalui prosedur verifikasi
kredit. Sebagai tambahan, jumlah piutang dipantau secara terus menerus untuk mengurangi risiko
piutang tidak tertagih.
Sehubungan dengan risiko kredit yang timbul dari aset keuangan yang mencakup kas dan setara kas,
investasi jangka pendek dalam bentuk deposito, eksposur Grup terhadap risiko kredit yang dihadapi
timbul karena wanprestasi dari counterparty. Grup memiliki risiko kredit terpusat dari penempatan kas
dan setara kas, sebesar 88,26% dari total kas dan setara kas yang ditempatkan pada satu bank.
Grup memiliki kebijakan untuk tidak menempatkan investasi pada instrumen yang memiliki risiko kredit
tinggi dan hanya menempatkan investasinya pada bank-bank dengan peringkat kredit yang tinggi.
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas merupakan risiko disaat posisi arus kas Grup menunjukan nilai arus kas jangka pendek
tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhan nilai pengeluaran jangka pendek.
Kebutuhan likuiditas Grup timbul dari kebutuhan dalam membiayai kegiatan operasional Grup.
Pada dasarnya, di dalam mengelola risiko likuiditas, Grup memantau dan menjaga tingkat kas dan bank
yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak dari fluktuasi
arus kas. Grup juga secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal
jatuh tempo utang jangka pendek maupun jangka panjang mereka, dan terus menelaah kondisi pasar
keuangan untuk mengambil inisiatif penggalangan dana. Kegiatan ini dapat meliputi utang bank,
penerbitan surat utang ataupun ekuitas di pasar modal.
Tabel berikut menyajikan profil jatuh tempo liabilitas keuangan Grup pada tahun yang berakhir 30 Juni
2025 dan 31 Desember 2024 berdasarkan arus kas kontraktual yang tidak terdiskonto:
Dalam waktu 1
Dalam waktu 1 tahun sampai dengan 5
Total tahun Lebih dari 5 tahun
Pada tanggal 30 Juni
2025
Utang bank jangka
pendek 82.944.562.386 82.944.562.386 - -
Utang usaha
Pihak ketiga 127.527.071.723 127.527.071.723 - -
Utang lain-lain - pihak
ketiga 42.832.191.711 42.832.191.711 - -
Beban masih harus
dibayar 1.636.223.032 1.636.223.032 - -
Utang pembiayaan
konsumen 391.833.788 391.833.788 - -
Liabilitas sewa 568.720.379 568.720.379 - -
51
Page 54
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Risiko Likuiditas (lanjutan)
Dalam waktu 1
Dalam waktu 1 tahun sampai dengan 5
Total tahun Lebih dari 5 tahun
Pada tanggal 31
Desember 2024
Utang bank jangka
pendek dan cerukan 60.128.041.216 60.128.041.216 - -
Utang usaha
Pihak ketiga 145.156.644.370 145.156.644.370 - -
Utang lain-lain - pihak
ketiga 698.859.268 698.859.268 - -
Beban masih harus
dibayar 3.380.561.501 3.380.561.501 - -
Utang pembiayaan
konsumen 965.120.562 965.120.562 - -
Liabilitas sewa 1.137.440.758 1.137.440.758 - -
Perubahan Pada Liabilitas Yang Timbul Dari Aktivitas Pendanaan
Nilai tercatat instrumen keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan konsolidasian kurang
lebih sebesar nilai wajarnya.
1 Januari Arus Kas Mata Uang Asing 30 Juni
2025
Utang bank jangka
pendek 48.000.000.000 17.694.668.319 - 65.694.668.319
2024
Utang bank jangka
pendek 11.000.000.000 27.000.000.000 - 38.000.000.000
26. INSTRUMEN KEUANGAN
Nilai tercatat instrumen keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan konsolidasian kurang
lebih sebesar nilai wajarnya.
Nilai tercatat untuk kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, utang usaha, utang lain-lain,
utang bank jangka pendek dan cerukan dan beban masih harus dibayar mendekati nilai wajarnya karena
bersifat jangka pendek. Nilai tercatat utang jangka panjang dengan suku bunga mengambang mendekati
nilai wajarnya karena selalu dinilai ulang secara berkala. Nilai tercatat piutang karyawan jangka panjang
tidak dikenakan bunga disajikan pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE.
52
Page 55
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. TRANSAKSI DAN SALDO YANG SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha normal, Grup melakukan transaksi usaha dengan pihak berelasi. Transaksi usaha
dengan pihak berelasi ditentukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak.
Transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak yang berelasi adalah sebagai berikut:
Jumlah Persentase Terhadap Total Penjualan
Neto
Entitas dengan Entitas dengan
Pengendalian Pihak Berelasi Pengendalian Pihak Berelasi
Bersama Lainnya Bersama Lainnya
30 Juni 2025
Penjualan barang jadi - 4.209.678.000 - 0,92
30 Juni 2024
Penjualan barang jadi - 4.084.020.000 - 0,93
Jumlah Persentase Terhadap Total Beban
Pokok Penjualan
Entitas dengan Entitas dengan
Pengendalian Pihak Berelasi Pengendalian Pihak Berelasi
Bersama Lainnya Bersama Lainnya
30 Juni 2025
Pembelian bahan
baku - - - -
30 Juni 2024
Pembelian bahan
baku - - - -
Jumlah Persentase Terhadap Total Aset
Entitas dengan Pihak Berelasi Entitas dengan Pihak Berelasi
Pengendalian Lainnya Pengendalian Lainnya
Bersama Bersama
30 Juni 2025
Piutang usaha - 1.517.401.080 - 0,18
31 Desember 2024
Piutang usaha - 1.044.434.520 - 0,13
Jumlah Persentase Terhadap Total Liabilitas
Entitas dengan Entitas dengan
Pengendalian Pihak Berelasi Pengendalian Pihak Berelasi
Bersama Lainnya Bersama Lainnya
30 Juni 2025
Utang usaha - - - -
31 Desember 2024
Utang usaha - - - -
53
Page 56
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 30 Juni 2025, Grup memiliki aset dan liabilitas moneter yang signifikan dalam mata uang
asing, dengan nilai pada tanggal pelaporan dan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian
adalah sebagai berikut:
28 Juli 2025
(Tanggal
30 Juni 2025 Penyelesaian
(Tanggal Laporan
Mata Uang Asing Pelaporan) Keuangan)
Aset
Kas dan bank
Dalam Dolar Amerika Serikat 902.500 14.650.283.149 14.733.317.666
Dalam Dolar Singapura 536 6.833.843 6.839.273
Dalam Yuan Cina 490.922 1.111.875.054 1.118.293.862
Dalam Thailand Bath 15.228 7.636.690 7.679.938
Dalam Hongkong Dollar 15.328 31.697.844 31.884.463
Dalam Euro 350 6.653.098 6.715.945
Total Aset dalam Mata Uang Asing 15.814.979.678 15.904.731.147
Liabilitas
Utang bank jangka pendek dan cerukan
Dalam Dolar Amerika Serikat 806.882 13.098.115.573 13.172.348.700
Dalam Cina Yuan 1.833.120 4.151.778.494 4.175.746.538
Utang usaha
Dalam Dolar Amerika Serikat 3.697.872 60.027.556.536 60.367.779.251
Dalam Cina Yuan 935.331 2.118.402.709 2.130.632.159
Total Liabilitas dalam Mata Uang Asing 79.395.853.312 79.846.506.648
Liabilitas Neto dalam Mata Uang
Asing 63.580.873.634 63.941.775.501
Apabila aset moneter neto dalam mata uang asing pada tanggal 30 Juni 2025, dijabarkan ke dalam mata
uang Rupiah dengan menggunakan kurs pada tanggal 28 Juli 2025, maka liabilitas moneter neto akan
mengalami kenaikan sebesar Rp360.901.867.
54
Page 57
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. INFORMASI SEGMEN
Sesuai dengan PSAK No. 5 (Revisi 2009), “Segmen Operasi”, informasi segmen di bawah ini dilaporkan
berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi kinerja setiap segmen
usaha dan di dalam mengalokasikan sumber daya.
Grup mengklasifikasikan kegiatan usahanya menjadi empat (4) divisi, yaitu:
Divisi Gravure
Divisi Film
Divisi Adhesive
Divisi Coating
Segmen Operasi
Manajemen memantau hasil operasi dari unit usahanya secara terpisah guna keperluan pengambilan
keputusan mengenai alokasi sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dievaluasi berdasarkan
laba atau rugi operasi dan diukur secara konsisten dengan laba atau rugi operasi pada laporan keuangan
konsolidasian. Namun, pendanaan Grup (termasuk biaya pendanaan dan pendapatan pendanaan) dan
pajak penghasilan dikelola secara grup dan tidak dialokasikan kepada segmen operasi.
Harga transfer antar entitas hukum dan antar segmen diatur dengan cara yang serupa dengan transaksi
dengan pihak ketiga.
Tabel berikut ini menyajikan informasi pendapatan dan laba dan aset dan liabilitas tertentu sehubungan
dengan segmen operasi Grup:
a. Laba segmen
30 Juni 2025 Gravure Film Adhesive Coating Jumlah
Penjualan neto
Penjualan kepada
pelanggan
eksternal 211.311.067.122 98.704.779.081 139.418.150.603 9.317.482.814 458.751.479.620
Laba usaha
segmen 14.628.399.152 6.833.020.751 9.651.479.139 645.019.969 31.757.919.011
Pendapatan
keuangan 4.952.436.565
Biaya keuangan (1.760.265.909)
Laba sebelum
pajak 34.950.089.667
Laba periode
berjalan 28.260.190.339
Informasi
segmen lainnya
Pengeluaran
modal 1.219.174.191
Penyusutan
dan
amortisasi 3.650.334.470
55
Page 58
PT COLORPAK INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2025
(disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
a. Laba segmen (lanjutan)
30 Juni 2024 Gravure Film Adhesive Coating Jumlah
Penjualan neto
Penjualan kepada
pelanggan
eksternal 201.351.681.294 101.124.659.886 125.532.625.517 10.009.945.702 438.018.912.399
Laba usaha
segmen 11.929.373.052 5.991.277.474 7.437.362.878 593.053.783 25.951.067.187
Pendapatan
keuangan 5.546.005.438
Biaya keuangan (2.170.809.452)
Laba sebelum
pajak 29.326.263.173
Laba periode
berjalan 23.870.133.387
Informasi
segmen lainnya
Pengeluaran
modal 3.405.890.947
Penyusutan
dan
amortisasi 4.221.558.859
b. Aset dan liabilitas segmen
30 Juni 2025 Gravure Film Adhesive Coating Jumlah
Aset
Aset segmen 222.554.723.726 113.752.975.560 120.444.350.936 7.139.849.719 463.891.899.941
Aset tidak dapat
dialokasi 371.716.341.877
Total Aset 835.608.241.818
Liabilitas
Liabilitas segmen 51.825.396.839 75.516.794.020 78.071.554.505 57.888.746 205.471.634.110
Liabilitas tidak
dapat dialokasi 71.529.694.166
Total Liabilitas 277.001.328.276
31 Desember Gravure Film Adhesive Coating Jumlah
2024
Aset
Aset segmen 243.887.194.174 90.575.773.229 108.495.535.542 7.646.890.437 450.605.393.382
Aset tidak dapat
dialokasi 351.052.299.533
Total Aset 801.657.692.915
Liabilitas
Liabilitas segmen 76.414.254.595 58.924.914.910 69.885.077.913 60.438.168 205.284.685.586
Liabilitas tidak
dapat dialokasi 23.070.552.159
Total Liabilitas 228.355.237.745
Semua penjualan Grup adalah untuk pelanggan domestik. Seluruh aset non-keuangan Grup berada di
Indonesia.
56
Names mentioned 37 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Akta Notaris Tegoeh Hartanto
p.10
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.10
unresolved
person
Akta Notaris Leolin Jayayanti
p.10 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10
unresolved
org
Entitas Induk Terakhir Ink Color International Pte. Ltd.
p.10
unresolved
org
Perusahaan. Pacific Plas Pte. Ltd.
p.10
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.11
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.11 ×2
unresolved
org
PT Colorpak
p.11
unresolved
org
Bank Indonesia
p.24
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.26
unresolved
org
Shanghai Banking Corporation
p.31
unresolved
org
Bank Garansi
p.37 ×2
unresolved
org
Pacific Plas Pte. Ltd.
p.37 ×2
unresolved
org
PT Colorpak Flexible Indonesia
p.37
unresolved
org
Kini
p.40
unresolved
org
PT BCA Finance
p.44 ×2
unresolved
org
Dana Pensiun Lembaga Keuangan
p.45
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.45
unresolved
org
Ink Color International Pte.Ltd.
p.48 ×3
unresolved
org
PT Bukit Jaya Semesta (‘‘BJS‘‘)
p.48 ×2
unresolved
org
PT Bukit Jaya Semesta
p.48 ×2
unresolved
—
Chandra Natalie Widjaja
p.48 ×4
unresolved
—
masing-masing di bawah 5%)
p.48 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.