Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 40
Page 1
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan Tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Enam Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
Page 2
Page 3
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6 - 37
Page 4
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2025 31 Desember 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 4 6.047.531.462 1.531.890.163
Piutang usaha 5 2.831.704.864 3.898.098.171
Piutang lain-lain 6 57.461.780 58.926.798
Persediaan 7 92.921.915 111.055.170
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 8 910.459.360 50.000.000
Jumlah Aset Lancar 9.940.079.381 5.649.970.302
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - net 9 66.258.277.140 68.155.922.347
Aset tak berwujud 10 598.680.710 719.029.090
Aset pajak tangguhan 78.310.907 78.310.907
Jumlah Aset Tidak Lancar 66.935.268.757 68.953.262.344
JUMLAH ASET 76.875.348.138 74.603.232.646
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
1
Page 5
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2025 31 Desember 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 11 2.606.998.513 2.865.147.736
Utang usaha 12 123.563.685 77.382.127
Utang lain-lain 13 49.807.370 137.787.800
Utang pajak 14a 170.874.076 367.924.469
Pendapatan diterima dimuka 15 511.203.500 14.899.333
Biaya masih harus dibayar 16 232.581.049 327.422.569
Bagian lancar liabilitas jangka panjang:
Utang pembiayaan konsumen 17 131.362.822 131.362.822
Utang bank jangka panjang 18 609.879.032 2.373.626.376
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 4.436.270.047 6.295.553.232
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pembiayaan konsumen 17 242.415.233 155.442.632
Utang bank jangka panjang 18 8.699.638.194 6.725.274.714
Liabilitas imbalan pascakerja 19 9.000.448 9.000.448
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 8.951.053.875 6.889.717.794
Jumlah Liabilitas 13.387.323.922 13.185.271.026
EKUITAS
Modal saham
Modal dasar - 3.399.800.000 lembar saham
dengan nilai nominal Rp 40,-
Modal ditempatkan dan disetor penuh
- 1.062.437.500 lembar saham 20 42.497.500.000 42.497.500.000
Tambahan modal disetor 21 17.707.968.529 17.707.968.529
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 200.000.000 200.000.000
Belum ditentukan penggunaannya 3.072.998.496 1.002.963.752
Kerugian aktuaria atas program imbalan pasti 19 7.540.783 7.540.783
Total Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Ekuitas Induk 63.486.007.808 61.415.973.064
Kepentingan non-pengendali 23 2.016.408 1.988.556
Jumlah Ekuitas 63.488.024.216 61.417.961.620
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 76.875.348.138 74.603.232.646
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
2
Page 6
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2025 30 Juni 2024
PENJUALAN NETO 24 12.799.249.315 10.962.298.786
BEBAN POKOK PENJUALAN 25 (3.820.760.187) (3.850.180.366)
LABA BRUTO 8.978.489.128 7.112.118.420
Penghasilan lain-lain 26 50.184.654 36.337.288
Beban penjualan 27 (1.461.578.521) (1.096.287.307)
Beban administrasi dan umum 28 (4.642.316.631) (4.387.409.187)
Beban keuangan 29 (804.303.511) (681.117.817)
Beban lain-lain 30 (50.412.525) (26.855.735)
LABA SEBELUM PAJAK 2.070.062.596 956.785.663
MAMFAAT (BEBAN) PAJAK
Pajak kini - -
Pajak tangguhan - -
Total beban pajak, neto - -
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 2.070.062.596 956.785.663
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak direklasifikasi ke laba rugi:
- Pengukuran kembali atas program imbalan pasti - -
- Pajak penghasilan terkait - -
Jumlah penghasilan (beban) komprehensif lain - -
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 2.070.062.596 956.785.662
Jumlah laba bersih tahun berjalan
yang dapat diatribusikan kepada:
- Pemilik entitas induk 2.070.034.744 957.132.895
- Kepentingan non-pengendali 23 27.852 (347.232)
2.070.062.596 956.785.663
Jumlah laba komprehensif tahun
berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
- Pemilik entitas induk 2.070.034.744 957.132.895
- Kepentingan non-pengendali 23 27.852 (347.232)
2.070.062.596 956.785.663
LABA BERSIH PER SAHAM YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA ENTITAS INDUK 32 1,95 0,90
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
3
Page 7
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Keuntungan
(Kerugian)
Saldo laba Aktuaria atas Total Ekuitas
Tambahan Belum ditentukan Sudah ditentukan Program Pemilik Kepentingan
Catatan Modal Disetor Modal disetor Penggunaannya Penggunaannya Imbalan pasti Entitas induk Non-pengendali Total Ekuitas
Saldo per 1 Januari 2024 42.497.500.000 17.707.968.529 1.699.674.967 100.000.000 8.063.853 62.013.207.349 1.816.467 62.015.023.816
Dana cadangan (100.000.000) 100.000.000 - - - -
laba bersih tahun berjalan - - 957.132.895 - - 957.132.895 (347.232) 956.785.663
Saldo per 30 Juni 2024 42.497.500.000 17.707.968.529 2.556.807.862 200.000.000 8.063.853 62.970.340.244 1.469.235 62.971.809.479
Saldo per 1 Januari 2025 42.497.500.000 17.707.968.529 1.002.963.752 200.000.000 7.540.783 61.415.973.064 1.988.556 61.417.961.620
Laba bersih tahun berjalan - - 2.070.034.744 - - 2.070.034.744 27.852 2.070.062.596
Saldo per 31 Desember 2024 42.497.500.000 17.707.968.529 3.072.998.496 200.000.000 7.540.783 63.486.007.808 2.016.408 63.488.024.216
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
4
Page 8
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2025 30 Juni 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 14.412.131.444 9.178.632.310
Pembayaran kepada pemasok dan karyawan (8.489.897.014) (7.201.270.541)
Pembayaran untuk bunga pinjaman (804.303.511) (673.916.988)
Pembayaran pajak penghasilan (197.050.393) (216.255.406)
Kas neto diperoleh dari aktivitas operasi 4.920.880.526 1.087.189.375
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian aset tetap (444.678.741) (192.603.162)
Perolehan aset tak berwujud - -
Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi (444.678.741) (192.603.162)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang bank jangka panjang (9.289.383.864) (1.192.931.620)
Penerimaan utang bank jangka panjang 9.500.000.000 -
Pembayaran utang pembiayaan konsumen 86.972.601 (82.445.000)
Pembayaran pinjaman jangka pendek (2.900.000.000) -
Penerimaan pinjaman jangka pendek 2.641.850.777 -
Pembayaran pinjaman berelasi - (468.636.899)
Kas neto digunakan untuk aktivitas pendanaan 39.439.514 (1.744.013.520)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN BANK 4.515.641.299 (849.427.307)
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 1.531.890.163 3.047.197.821
KAS DAN BANK AKHIR PERIODE 6.047.531.462 2.197.770.514
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
5
Page 9
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. INFORMASI UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Idea Indonesia Akademi Tbk ("Perusahaan") didirikan dengan akta No. 24, tanggal 13 Agustus
2019 dari Panji Kresna, SH., M.Kn., Notaris di Kota Bekasi. Anggaran Dasar Perusahaan tersebut telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No.AHU-0039874.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 13 Agustus 2019, serta diumumkan dalam Tambahan
Berita Negara Republik Indonesia No. 24541 tahun 2019, Berita Negara Republik Indonesia No. 68
tanggal 23 Agustus 2019.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta No. 56 tanggal 30 Mei
2024, dari Rini Yulianti S.H., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan Dewan Komisaris dan
Direksi Perusahaan, Perubahan ini telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0209026.Tahun 2024 tanggal 3 Juni 2024.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi Pendidikan
lainnya swasta, Konsultasi Manajemen lainnya dan Penyediaan akomodasi lainnya. Selain kegiatan
usaha utama, Perusahaan dapat melakukan kegiatan usaha pendukung untuk melakukan segala
kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mendukung terlaksananya kegiatan usaha utama Perusahaan.
Perusahaan berdomisili di Jakarta Selatan di Jl. Wr. Sila No.1, RT.1/RW.5 Cipedak, Kecamatan
Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Perusahaan beroperasi secara
komersil pada tahun 2019.
b. Penawaran Umum Saham
Pada tanggal 31 Agustus 2021, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Dewan Komisioner
Otoritas Jasa Keuangan No. S-154/D.04/2021 untuk melakukan Penawaran Umum Perdana (Initial
Public Offering / IPO). Penawaran Umum Perdana ini terdiri dari 212.487.500 (dua ratus dua belas juta
empat ratus delapan puluh tujuh ribu lima ratus) Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp40
(empat puluh rupiah) setiap saham dan harga penawaran Rp140 (seratus empat puluh rupiah) per
saham. Penawaran Umum Perdana tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal
9 September 2021.
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh saham Perusahaan atau sejumlah masing-
masing 1.062.437.500 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit dan Karyawan
Berdasarkan Akta Notaris No. 56 dari notaris Rini Yulianti, S.H., tanggal 30 Mei 2024 dan Akta Notaris
No. 03 tanggal 03 Juni 2025, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni
2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Dody Arifianto Teuku Chairul Wisal
Komisaris Independen : Wendy Isnandar Wendy Isnandar
Dewan Direksi:
Direktur utama : Eko Desriyanto Eko Desriyanto
Direktur : Qonita Qonita
Direktur : Yusuf Nur Fauzan Muhammad Rino Alpassa
6
Page 10
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan)
c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit dan Karyawan (lanjutan)
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 berdasarkan
Keputusan Dewan Komisaris, adalah sebagai berikut:
Komite Audit:
Ketua : Wendy Isnandar
Anggota : Lukman Prasetyo
: Yuki Ariawan
Pada tahun 2025, Grup mempunyai 2 orang karyawan tetap dan 77 orang karyawan tidak tetap [2024: 2
orang karyawan tetap dan 71 karyawan tidak tetap (tidak diaudit)].
d. Entitas Anak yang Dikonsolidasi
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Entitas Anak yang dikonsolidasikan dengan
persentase kepemilikan secara langsung lebih dari 50% adalah sebagai berikut:
Total Aset
Persentase Sebelum Sebelum
Tahun Kepemilikan Eliminasi Eliminasi
Entitas Anak Jenis Usaha Operasi 2025 2024 2025 2024
PT Aidia Indonesia Propertindo Hotel 2019 99,99 99,99 48.915.980.110 49.135.233.730
PT Idea Hospitallity Management Jasa Manajemen 2020 99,80 99,80 841.189.736 841.352.308
PT Aidia Indonesia Propertindo ("AIP")
PT Aidia Indonesia Propertindo didirikan di Kota Metro Lampung berdasarkan Akta Notaris No. 48,
tanggal 20 Agustus 2019 dibuat oleh Panji Kresna, SH., M.Kn. Akta pendirian tersebut telah disahkan
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No.AHU-
0041950.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 23 Agustus 2019 dan diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 70 Tambahan No.26358 tanggal 30 Agustus 2019.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar AIP, ruang lingkup kegiatan AIP adalah berusaha dalam
bidang jasa hotel bintang lima, hotel bintang empat, hotel bintang tiga, hotel bintang dua, hotel bintang
satu, apartemen hotel, penyedia akomodasi dan penyedia akomodasi jangka pendek. AIP mulai
melakukan kegiatan usaha secara komersial pada tahun 2019.
PT Idea Hospitallity Management ("IHM")
PT Idea Hospitality Management, didirikan pada tanggal 15 September 2020 di Kota Metro berdasarkan
akta notaris No. 03 dari Karamia Dwi Monica, S.H.,M.Kn. Anggaran Dasar tersebut telah mendapat
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusannya No.AHU-0047135.AH.01.01.Tahun 2020 tanggal 17 September 2020.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar IHM, ruang lingkup kegiatan IHM dalam bidang aktivitas
profesional, ilmiah dan teknis. IHM mulai melakukan kegiatan usaha secara komersil pada tahun 2023.
7
Page 11
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan)
e. Persetujuan Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian
Dewan Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan
konsolidasian Grup, yang telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan
pada tanggal 30 Juli 2025
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian ini telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia, yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia serta Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan ("BAPEPAM-LK") No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
Emiten atau Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan No. KEP-347/BL/2012.
Peraturan tersebut sekarang merupakan regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan ("OJK").
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep harga perolehan (historical cost)
menggunakan dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian. Beberapa akun disajikan
dengan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun
tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah
mata uang Rupiah yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
c. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI ("PSAK") DAN
INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ("ISAK")
Dalam tahun berjalan, Perusahaan telah menerapkan, sejumlah amendemen dan interpretasi PSAK
yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Ikatan Akuntan Indonesia yang relevan
dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah
1 Januari 2024.
▪ Amendemen PSAK 201 "Penyajian laporan keuangan" tentang klasifikasi liabilitas sebagai jangka
pendek atau jangka panjang.
▪ Amendemen PSAK 116 "Sewa" tentang liabilitas sewa pada transaksi jual dan sewa-balik.
▪ Amendemen PSAK 201 "Penyajian Laporan Keuangan" tentang liabilitas jangka panjang dengan
kovenan.
▪ Amendemen PSAK 207 "Laporan Arus Kas" dan amendemen PSAK 107 "Instrumen Keuangan:
Pengungkapan" tentang pengaturan pembiayaan pemasok.
Grup telah menganalisa penerapan standar dan interpretasi akuntansi tersebut di atas dan penerapan
tersebut tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian.
8
Page 12
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
c. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI ("PSAK") DAN
INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ("ISAK") (lanjutan)
Standar baru sudah diterbitkan tapi belum diterapkan
Standar baru dan amendemen standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2025, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu sebagai berikut:
▪ PSAK 117 "Kontrak Asuransi".
▪ PSAK 117 "Kontrak Asuransi" tentang penerapan awal PSAK 117 dan PSAK 109 - informasi
komparatif.
▪ Amendemen PSAK 221 "Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing" tentang kekurangan ketertukaran.
Efektif pada 1 Januari 2026:
▪ Penyesuaian tahunan PSAK 107 "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", PSAK 109 "Instrumen
Keuangan", PSAK 110 "Laporan Keuangan", dan PSAK 207 "Laporan Arus Kas".
▪ Amendemen PSAK 109 "Instrumen Keuangan" dan PSAK 107 "Instrumen Keuangan:
Pengungkapan" tentang klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan.
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, dampak dari standar dan
interpretasi tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui atau diestimasi
oleh manajemen Grup.
d. Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan Perusahaan
yang dikendalikan oleh Grup (termasuk Perusahaan terstruktur). Pengendalian tercapai jika
Perusahaan memiliki kekuasaan atas investee; eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan investee; dan kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee
untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor.
Perusahaan menilai kembali apakah Perusahaan tersebut mengendalikan investee jika fakta dan
keadaan yang mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen
pengendalian yang disebutkan di atas.
Ketika Perusahaan memiliki hak suara kurang dari mayoritas di-investee, ia memiliki kekuasaan atas
investee ketika hak suara investor cukup untuk memberinya kemampuan praktis untuk mengarahkan
aktivitas relevan secara sepihak. Perusahaan mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan yang
relevan dalam menilai apakah hak suara Perusahaan cukup untuk memberikan Perusahaan
kekuasaan, termasuk (i) ukuran kepemilikan hak suara Perusahaan relatif terhadap ukuran dan
penyebaran kepemilikan pemilik hak suara lain; (ii) hak suara potensial yang dimiliki oleh Perusahaan,
pemegang suara lain atau pihak lain; (iii) hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain; dan (iv)
setiap fakta dan keadaan tambahan apapun mengindikasikan bahwa Perusahaan memiliki, atau tidak
memiliki, kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas yang relevan pada saat keputusan perlu dibuat,
termasuk pola pemungutan suara pemilikan dalam RUPS sebelumnya.
Konsolidasi Perusahaan Anak dimulai ketika Perusahaan memperoleh pengendalian atas Perusahaan
Anak dan akan dihentikan ketika Perusahaan kehilangan pengendalian pada Perusahaan Anak.
Secara khusus, pendapatan dan beban Perusahaan Anak diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan
termasuk dalam laporan laba rugi konsolidasian dan penghasilan komprehensif lain dari tanggal
diperolehnya pengendalian Perusahaan sampai tanggal ketika Perusahaan berhenti mengendalikan
9
Page 13
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
d. Prinsip-prinsip Konsolidasian (lanjutan)
Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik
Perusahaan Induk dan untuk kepentingan nonpengendali. Perusahaan juga mengatribusikan total laba
komprehensif Perusahaan Anak kepada pemilik Perusahaan Induk dan kepentingan non-pengendali
meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan non-pengendali memiliki saldo defisit.
Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan Perusahaan Anak agar
kebijakan akuntansi sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup.
Seluruh aset dan liabilitas dalam intra kelompok usaha, ekuitas, pendapatan, biaya dan arus kas yang
berkaitan dengan transaksi dalam kelompok usaha dieliminasi secara penuh pada saat konsolidasian.
Perubahan kepemilikan Perusahaan Induk pada Perusahaan Anak yang tidak mengakibatkan
kehilangan pengendalian Perusahaan Induk atas Perusahaan Anak dicatat sebagai transaksi ekuitas.
Jumlah tercatat dari kepemilikan Grup dan kepentingan nonpengendali disesuaikan untuk
mencerminkan perubahan kepentingan relatifnya dalam Perusahaan Anak. Selisih antara jumlah
tercatat kepentingan nonpengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau
diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan dengan pemilik Perusahaan Induk.
Ketika Grup kehilangan pengendalian pada Perusahaan Anak, keuntungan atau kerugian diakui dalam
laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i) agregat nilai wajar pembayaran yang diterima dan
nilai wajar sisa kepemilikan dan (ii) jumlah tercatat sebelumnya dari aset (termasuk goodwill), dan
liabilitas dari Perusahaan Anak dan setiap kepentingan non-pengendali. Seluruh jumlah yang diakui
sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan Perusahaan Anak yang dicatat
seolah-olah Grup telah melepaskan secara langsung aset atau liabilitas terkait Perusahaan Anak (yaitu
direklasifikasi ke laba rugi atau ditransfer ke kategori lain dari ekuitas sebagaimana ditentukan diizinkan
oleh standar akuntansi yang berlaku). Nilai wajar setiap sisa investasi pada Perusahaan Anak terdahulu
pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk
akuntansi berikutnya dalam PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, atau, ketika berlaku, biaya perolehan
pada saat pengakuan awal dari investasi pada Perusahaan asosiasi atau ventura bersama.
e. Penjabaran Mata Uang Asing
Manajemen Grup menentukan mata uang fungsional adalah Rupiah dan memilih menggunakan mata
uang Rupiah sebagai mata uang penyajian laporan keuangan.
Transaksi dan Saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang
berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing dijabarkan dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal
laporan posisi keuangan (Dolar AS 1 = Rp 16.221 dan Rp 16.162, masing-masing pada tanggal 30 Juni
2025 dan 31 Desember 2024). Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam
mata uang asing dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing, diakui pada
laporan laba rugi.
10
Page 14
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
f. Transaksi Pihak Berelasi
Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Grup apabila memenuhi definisi pihak berelasi
berdasarkan PSAK No. 224 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan
konsolidasian.
g. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan
klasifikasi lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
• akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,
• untuk diperdagangkan, atau
• akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas, kecuali yang
dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12
bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:
• akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
• untuk diperdagangkan,
• akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
• tidak ada hak pada akhir periode pelaporan untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak
12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
h. Kas dan Bank
Kas dan bank terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan
atau kurang sejak tanggal penempatannya.
Deposito berjangka yang jatuh temponya kurang dari tiga bulan pada saat penempatan namun
dijaminkan, atau dibatasi pencairannya, dan deposito berjangka yang jatuh temponya lebih dari 3 (tiga)
bulan pada saat penempatan disajikan sebagai investasi jangka pendek, dan disajikan sebesar nilai
nominal.
i. Instrumen Keuangan
Grup menerapkan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, mengenai pengaturan instrumen keuangan
terkait klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen keuangan dan akuntansi lindung nilai.
Aset Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, sehingga
setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan dua dasar,
• Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan; dan
• Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.
11
Page 15
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
i. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Grup hanya memiliki instrumen keuangan dalam
kategori aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam
rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan awal
dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan
metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya, dan
dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, kategori ini meliputi kas dan setara kas, piutang
usaha, piutang lain-lain serta jaminan yang termasuk dalam akun aset lain-lain yang dimiliki oleh Grup.
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi perjanjian
kontraktual serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan akuntansi yang
diterapkan atas instrumen keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi. Grup menentukan
klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif
disajikan sebagai bagian dari beban keuangan dalam laba rugi.
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Grup memiliki instrumen keuangan dalam kategori
liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Liabilitas Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan
awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan
metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, kategori ini meliputi utang bank jangka pendek,
utang usaha, utang lain-lain, beban dibayar dimuka, utang bank jangka panjang dan utang pembiayaan
konsumen yang dimiliki oleh Grup.
12
Page 16
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
i. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan
secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Reklasifikasi Instrumen Keuangan
Grup mereklasifikasi seluruh aset keuangan dalam kategori yang terpengaruh, jika dan hanya jika, Grup
mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan tersebut. Sedangkan, liabilitas keuangan
tidak direklasifikasi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup selalu mengakui kerugian kredit ekspektasian (ECL) sepanjang umur untuk piutang usaha.
Kerugian kredit ekspetasian atas aset keuangan diestimasi menggunakan pendekatan tingkat kerugian
berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis Grup, disesuaikan dengan kondisi ekonomi umum
dan penilaian baik atas kondisi kini maupun perkiraan masa depan pada tanggal pelaporan, termasuk
nilai waktu atas uang jika tepat.
Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Grup mengakui ECL sepanjang umur ketika telah ada
peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal. Jika sebaliknya, risiko kredit pada
instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, Grup mengukur
penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah ECL 12 bulan. Penilaian apakah ECL
sepanjang umur harus diakui didasarkan pada peningkatan signifikan dalam kemungkinan terjadinya
atau pada risiko gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan bukti aset keuangan yang
mengalami kerugian kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian gagal bayar sebenarnya. ECL
sepanjang umur merupakan kerugian kredit ekspetasian yang timbul dari seluruh kemungkinan
peristiwa gagal bayar selama perkiraan umur instrumen keuangan. Sebaliknya, ECL 12 bulan mewakili
porsi ECL sepanjang umur yang timbul dari peristiwa gagal bayar pada instrumen keuangan yang
mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
• Aset Keuangan
Penghentian pengakuan atas suatu aset keuangan, atau, bila dapat diterapkan untuk bagian dari aset
keuangan atau bagian dari kelompok aset keuangan serupa, terjadi apabila:
a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir atau aset telah
dialihkan;
b. Grup tetap mengalihkan hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut
atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tersebut tanpa penundaan
yang signifikan terhadap pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i) Grup secara
substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut,
atau (ii) Grup secara substansial tidak mengalihkan maupun tidak mempertahankan seluruh
risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, namun telah mengalihkan
pengendalian atas aset keuangan tersebut.
13
Page 17
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
i. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan (lanjutan)
• Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan,
atau telah kadaluarsa.
j. Pengukuran Nilai Wajar
Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
liabilitas akan terjadi:
• di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
• jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada tanggal
pengukuran
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya, atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut
dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya
Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau diungkapkan,
dikategorikan dalam hirarki nilai wajar sebagai berikut:
• Level 1 – harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
• Level 2 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
• Level 3 – teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan
konsolidasian, maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hirarki dengan
menilai kembali pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.
14
Page 18
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
k. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan jumlah terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto.
Biaya persediaan terdiri dari seluruh biaya pembelian, biaya konversi dan biaya lain yang timbul sampai
persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-
rata tertimbang. Nilai realisasi neto merupakan taksiran harga jual dalam kegiatan usaha biasa
dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk membuat penjualan.
Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan seluruh
kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut.
Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi neto,
diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan
tersebut.
Barang dan perlengkapan hotel terdiri dari makanan, minuman, perlengkapan teknik dan perlengkapan
hotel.
l. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka dibebankan selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan
metode garis lurus.
m. Aset Tetap
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan (pengakuan awal) setelah dikurangi akumulasi
penyusutan dan akumulasi penurunan nilai aset. Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga
perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang
dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai
dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan.
Setelah pengakuan awal, aset tetap diukur dengan model biaya.
Nilai residu, estimasi umur ekonomis dan metode penyusutan aset tetap ditelaah dan disesuaikan jika
lebih tepat, pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, untuk memastikan bahwa nilai sisa, estimasi
umur ekonomis dan metode penyusutan tersebut telah mencerminkan manfaat ekonomi yang
diharapkan dari aset tersebut.
Aset tetap disusutkan sejak aset mulai atau siap digunakan, dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan estimasi umur masa manfaat ekonomis sebagai berikut:
Masa Manfaat
Bangunan dan prasarana 20
Perlengkapan dan Perabot 4-8
Kendaraan 4
Peralatan Kantor 4-8
15
Page 19
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
m. Aset Tetap (lanjutan)
Tanah dinyatakan pada harga perolehan dan tidak disusutkan. Biaya legal awal untuk mendapatkan hak
legal dan biaya terkait dengan pembaruan hak atas tanah, diakui sebagai bagian biaya akuisisi tanah,
dan biaya-biaya tersebut tidak didepresiasikan.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif tahun berjalan;
sedangkan renovasi dan penambahan yang jumlahnya signifikan dan memperpanjang masa manfaat
dikapitalisasi ke aset tetap yang bersangkutan. Nilai tercatat serta akumulasi penyusutan atas aset tetap
yang tidak digunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan,
dan keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi tahun berjalan.
Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya
dikeluarkan dari laporan posisi keuangan, dan keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui dalam
laporan laba rugi tahun berjalan.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang
timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan nilai tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut
dihentikan pengakuannya.
Pada akhir periode pelaporan, Grup melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat ekonomis aset,
nilai sisa aset, metode penyusutan dan sisa umur pemakaian berdasarkan kondisi teknis.
n. Aset tak berwujud
Perangkat lunak
Perangkat lunak pada awalnya dinyatakan sebesar harga perolehan. Setelah pengakuan awal, aset tak
berwujud diukur menggunakan model biaya, dicatat sebesar biaya perolehannya dikurangi akumulasi
amortisasi dan akumulasi kerugian penurunan nilai.
Pengeluaran selanjutnya untuk perangkat lunak akan dikapitalisasi hanya jika pengeluaran tersebut
menambah manfaat ekonomi di masa mendatang untuk aset yang bersangkutan. Semua pengeluaran
lainnya dibebankan pada saat terjadinya.
Amortisasi diakui dalam laporan laba rugi dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang estimasi
masa manfaatnya, dimulai dari tanggal perangkat lunak tersebut tersedia untuk dipakai. Estimasi masa
manfaat perangkat lunak adalah lima tahun.
Metode amortisasi, estimasi masa manfaat dan nilai residual ditelaah pada setiap akhir tahun pelaporan
dan disesuaikan jika dianggap tepat
o. Sewa
Grup menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak adalah, atau berisi, sewa. Artinya, jika kontrak
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset teridentifikasi untuk suatu periode waktu
sebagai imbalan untuk imbalan.
16
Page 20
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
o. Sewa (lanjutan)
Sebagai penyewa
Grup menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk seluruh sewa, kecuali untuk
sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas sewa untuk
melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset
(i) Aset Hak-Guna
Grup mengakui aset hak-guna pada tanggal dimulainya sewa (yaitu tanggal aset tersedia untuk
digunakan). Aset hak-guna diukur pada harga perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan
aset hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung yang timbul di awal,
dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai dikurangi setiap insentif
sewa yang diterima. Aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus selama periode yang
lebih pendek antara sewa dan estimasi masa manfaat aset.
Jika kepemilikan aset sewaan beralih ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya perolehan
mencerminkan pelaksanaan opsi beli, penyusutan dihitung dengan menggunakan estimasi masa
manfaat aset. Aset hak-guna juga mengalami penurunan nilai (Catatan 2m).
(ii) Liabilitas Sewa
Pada tanggal dimulainya sewa, Grup mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
pembayaran sewa yang harus dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa mencakup
pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif sewa,
pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau tarif, dan jumlah yang diharapkan
akan dibayar di bawah jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan
dari opsi beli yang cukup pasti akan dilaksanakan oleh Perusahaan, dan pembayaran denda untuk
penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan Perusahaan melaksanakan opsi untuk
menghentikan sewa. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau tarif
diakui sebagai beban (kecuali terjadi untuk menghasilkan persediaan) pada periode di mana
peristiwa atau kondisi yang memicu terjadinya pembayaran.
Dalam menghitung nilai kini dari pembayaran sewa, Grup menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental penyewa pada tanggal dimulainya sewa karena suku bunga implisit dalam sewa tidak
dapat ditentukan. Setelah tanggal dimulainya sewa, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk
mencerminkan pertambahan bunga dan dikurangi pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu,
jumlah tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika terdapat modifikasi, perubahan jangka waktu
sewa, perubahan pembayaran sewa, atau perubahan dalam penilaian opsi untuk membeli aset
Grup menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa mesin dan peralatan
jangka pendeknya (yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang, dari
tanggal permulaan dan tidak mengandung opsi beli). Hal ini juga berlaku untuk pengecualian
pengakuan sewa aset bernilai rendah untuk sewa peralatan kantor yang dianggap bernilai rendah.
Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset bernilai rendah diakui sebagai
beban dengan metode garis lurus selama masa sewa.
17
Page 21
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
o. Sewa (lanjutan)
Sebagai pesewa
Ketika Grup bertindak sebagai pesewa, Grup mengklasifikasi masing-masing sewanya baik sewa
operasi atau sewa pembiayaan.
Untuk mengklasifikasi masing-masing sewa, Grup membuat penilaian secara keseluruhan atas apakah
sewa mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset
pendasar. Jika penilaian membuktikan hal tersebut, maka sewa diklasifikasikan sebagai sewa
pembiayaan; jika tidak maka, merupakan sewa operasi. Sebagai bagian dari penilaian ini, Grup
mempertimbangkan beberapa indikator seperti apakah masa sewa adalah sebagian besar dari umur
ekonomik aset pendasar.
p. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Grup mengakui rugi penurunan nilai aset apabila taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali
(recoverable amount) dari suatu aset lebih rendah dari nilai tercatatnya. Pada setiap tanggal laporan
posisi keuangan, Perusahaan melakukan penelaahan untuk menentukan apakah terdapat indikasi
pemulihan penurunan nilai. Pemulihan penurunan nilai diakui sebagai laba pada periode terjadinya
pemulihan.
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pengakuan Pendapatan
Grup menerapkan PSAK No. 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi 5
langkah analisa sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, dimana Grup mencatat kontrak dengan pelanggan
hanya jika seluruh kriteria berikut terpenuhi:
i. Kontrak telah disetujui oleh para pihak dalam kontrak
ii. Perusahaan dapat mengindentifikasi hak dari para pihak dan jangka waktu pembayaran atas
barang yang akan dialihkan
iii. Kontrak memiliki subtansi komersial
iv. Kemungkinan besar Perusahaan akan menerima imbalan atas barang yang dialihkan
2. Mengindentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
pelanggan;
3. Menentukan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh
suatu Perusahaan sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke
pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat
variabel, maka Grup membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan
berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi
dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak;
4. Mengalokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar
harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin;
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang
atau jasa ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut (pada suatu waktu
tertentu atau sepanjang waktu).
18
Page 22
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Kriteria lainnya
Pendapatan diakui ketika Grup telah memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan mengalihkan barang
atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan, yaitu ketika pelanggan memperoleh pengendalian atas
barang atau jasa tersebut. Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi pada suatu waktu tertentu atau dari
sepanjang waktu. Jumlah pendapatan yang diakui adalah jumlah yang dialokasikan untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan diakui pada saat kepemilikan aset dialihkan kepada
pelanggan, umumnya pada saat penyerahan aset kepada pelanggan. Uang muka yang diperoleh dari
pelangan diakui sebagai liabilitas kontrak.
Pengakuan Beban
Biaya penambahan yang secara langsung berhubungan untuk mendapatkan kontrak ("biaya untuk
memperoleh") dan diharapkan dapat dipulihkan, biaya tersebut dengan demikian memenuhi syarat
kapitalisasi berdasarkan PSAK No. 115 dan dicatat sebagai bagian dari akun “Biaya dibayar dimuka”.
Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan penyerahan barang atau jasa yang
terkait dengan aset tersebut.
Beban pokok penjualan diakui pada saat terjadinya (metode akrual). Termasuk didalam beban pokok
penjualan adalah taksiran beban untuk pengembangan prasarana di masa yang akan datang atas
tanah yang telah terjual.
Beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual menggunakan metode
suku bunga efektif.
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
r. Distribusi Dividen
Distribusi dividen kepada pemegang saham Grup diakui sebagai liabilitas dalam laporan keuangan
konsolidasian dalam periode saat dividen tersebut disetujui oleh pemegang saham Grup.
s. Informasi Segmen
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal komponen-komponen Grup yang secara
berkala dilaporkan kepada pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya ke
dalam segmen dan penilaian kinerja Grup
t. Pajak Penghasilan
Pajak kini
Pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
19
Page 23
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
t. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang timbul dari
perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tanggal
pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal
yang dapat dikompensasikan. Aset pajak tangguhan diakui dan direviu pada setiap tanggal pelaporan
atau diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak tersedia untuk
pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang dapat dikompensasikan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku
ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau peraturan pajak) yang
telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika, terdapat hak yang
dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini
dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama.
u. Imbalan Kerja
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah yang tidak terdiskonto sebagai liabilitas pada
laporan posisi keuangan setelah dikurangi jumlah yang telah dibayar dan sebagai beban dalam laba
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan manfaat pasti yang dibentuk dengan pendanaan
khusus melalui program dana pensiun dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan
karyawan pada saat pensiun yang dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit. Pengukuran
kembali liabilitas imbalan pasti langsung diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan
penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi,
namun menjadi bagian dari saldo laba. Biaya liabilitas imbalan pasti lainnya terkait dengan program
imbalan pasti diakui dalam laba rugi.
Pada tanggal 2 Februari 2021, Pemerintah mengundangkan dan memberlakukan Peraturan Pemerintah
Nomor 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) untuk melaksanakan ketentuan Pasal 81 dan Pasal 185 (b) UU
No. 11/2020 mengenai Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja yang seluas-
luasnya.
20
Page 24
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
u. Imbalan Kerja (lanjutan)
Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang (lanjutan)
Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2
Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Perppu Cipta Kerja 2/2022) pada tanggal 30 Desember 2022 yang
merupakan pelaksanaan dari Putusan MK Nomor 91/PUU-XVIII/2020. Dengan berlakunya Perppu ini,
UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Perppu Cipta Kerja 2/2022
telah ditetapkan menjadi Undang-Undang pada tanggal 31 Maret 2023 berdasarkan Undang-Undang
No. 6 Tahun 2023.
v. Laba per Saham Dasar
Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
w. Saling Hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan
posisi keuangan jika dan hanya jika,
• Saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah
diakui tersebut; dan
• Berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitasnya secara simultan.
3. PENGGUNAAN ESTIMASI, PERTIMBANGAN, DAN ASUMSI MANAJEMEN
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada laporan
keuangan konsolidasian, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai
tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut,
berdasarkan pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.
Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan
dan asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berpengaruh terhadap jumlah-jumlah yang
dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.
Pertimbangan
Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
Grup yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan konsolidasian:
a. Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan
dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi definisi yang ditetapkan dalam PSAK No.
109. Aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan informasi kebijakan akuntansi
sebagaimana material diungkapkan Catatan 2.
21
Page 25
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
3. PENGGUNAAN ESTIMASI, PERTIMBANGAN, DAN ASUMSI MANAJEMEN (lanjutan)
Pertimbangan (lanjutan)
Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
Grup yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan konsolidasian (lanjutan):
b. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai
Grup mengakui ECL sepanjang umur ketika telah ada peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak
pengakuan awal. Jika sebaliknya, risiko kredit pada instrumen keuangan tidak meningkat secara
signifikan sejak pengakuan awal, Grup mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan
tersebut sejumlah ECL 12 bulan. Penilaian apakah ECL sepanjang umur harus diakui didasarkan pada
peningkatan signifikan dalam kemungkinan terjadinya atau pada risiko gagal bayar sejak pengakuan
awal dan bukan didasarkan bukti aset keuangan yang mengalami kerugian kredit pada tanggal
pelaporan atau kejadian gagal bayar sebenarnya. ECL sepanjang umur merupakan kerugian kredit
ekspetasian yang timbul dari seluruh kemungkinan peristiwa gagal bayar selama perkiraan umur
instrumen keuangan. Sebaliknya, ECL 12 bulan mewakili porsi ECL sepanjang umur yang timbul dari
peristiwa gagal bayar pada instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal
Suatu evaluasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang
harus dibentuk, dilakukan secara berkala pada setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat dan
besaran jumlah cadangan kerugian kredit ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat
berbeda tergantung pada pertimbangan atas informasi yang tersedia atau berlaku pada saat itu.
c. Pajak Penghasilan
Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat
sejumlah transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak
penghasilan karena interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil pemeriksaan pajak
berbeda dengan jumlah yang sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak
terhadap aset dan liabilitas pajak kini dan tangguhan dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada
tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup
mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian
disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah karena
perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi
ketika keadaan tersebut terjadi:
a. Estimasi Masa Manfaat dan Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4
tahun sampai dengan 20 tahun, yang merupakan umur yang secara umum diharapkan dalam industri
yang sama dan pengalaman aset yang sejenis. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan
teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya
penyusutan masa depan mungkin direvisi.
22
Page 26
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
3. PENGGUNAAN ESTIMASI, PERTIMBANGAN, DAN ASUMSI MANAJEMEN (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada
tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup
mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan konsolidasian
disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah karena
perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi
ketika keadaan tersebut terjadi (lanjutan):
b. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu.
Penentuan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari
pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas aset tersebut. Perubahan signifikan dalam asumsi-
asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat berdampak signifikan pada nilai terpulihkan
dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin berdampak material pada hasil operasi Grup.
c. Imbalan Kerja Jangka Panjang
Penentuan liabilitas imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan
oleh aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan 19
dan mencakup, antara lain, tingkat kenaikan gaji dan tingkat diskonto yang ditentukan dengan mengacu
pada imbal hasil pasar atas bunga obligasi pemerintah dalam mata uang yang sama dengan mata uang
pembayaran imbalan dan memiliki jangka waktu yang mendekati estimasi jangka waktu liabilitas
imbalan kerja jangka panjang tersebut. Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi Grup dibukukan pada
penghasilan komprehensif lain dan dengan demikian, berdampak pada jumlah penghasilan
komprehensif lain yang diakui dan liabilitas yang tercatat pada periode-periode mendatang. Manajemen
berkeyakinan bahwa asumsi-asumsi yang digunakan adalah tepat dan wajar, namun demikian,
perbedaan signifikan pada hasil aktual, atau perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat
berdampak signifikan pada jumlah liabilitas imbalan kerja jangka panjang.
23
Page 27
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
4. KAS DAN BANK
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Kas 39.711.612 137.199.844
Bank
PT Bank Central Asia Tbk 5.646.873.204 1.308.005.275
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 302.225.466 55.404.494
PT Bank CIMB Niaga Tbk. 15.689.317 15.837.374
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 36.034.033 8.418.299
PT Bank Pembangunan Daerah Lampung 6.997.831 7.024.877
Jumlah 6.047.531.462 1.531.890.163
5. PIUTANG USAHA
▪ Berdasarkan Segmen:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga:
Piutang program 2.895.355.848 4.079.949.333
Kamar, makanan dan minuman, dan lain-lain 283.307.235 165.107.056
3.178.663.083 4.245.056.389
Dikurangi:
cadangan kerugian kredit ekspektasian (346.958.218) (346.958.218)
Jumlah 2.831.704.865 3.898.098.171
▪ Berdasarkan Analisis Umur Piutang Usaha:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Belum jatuh tempo 1.017.397.301 1.358.718.682
Telah jatuh tempo:
< 30 hari 2.061.481.804 2.753.077.717
31 - 60 hari 61.842.701 82.589.990
61 - 90 hari - -
> 90 hari 37.941.277 50.670.000
3.178.663.082 4.245.056.389
Dikurangi:
cadangan kerugian kredit ekspektasian (346.958.218) (346.958.218)
Jumlah 2.831.704.864 3.898.098.172
Mutasi cadangan kerugian kredit ekspektasian adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 346.958.218 80.925.640
Penambahan (Catatan 30) - 266.032.578
Saldo akhir 346.958.218 346.958.218
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian kredit ekspektasian pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31
Desember 2024 adalah cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas menurunnya nilai piutang.
24
Page 28
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
6. PIUTANG LAIN-LAIN
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga:
Karyawan 57.461.780 58.926.798
Jumlah 57.461.780 58.926.798
7. PERSEDIAAN
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Perlengkapan 50.656.415 54.801.590
Makanan dan minuman 27.808.895 38.994.762
Peralatan dapur 14.456.605 17.258.818
Jumlah 92.921.915 111.055.170
Grup tidak membentuk penyisihan penurunan nilai persediaan, karena Manajemen berkeyakinan bahwa
tidak ada persediaan barang usang dan lambat bergerak pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember
2024.
8. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Uang muka
Proyek 283.052.360 -
Biaya dibayar dimuka
Sistem penunjang 383.560.000 -
Sewa 230.197.000 50.000.000
Lain-lain 13.650.000 -
Jumlah 910.459.360 50.000.000
9. ASET TETAP
30 Juni 2025
1 Jan 2024 Penambahan Pengurangan 30 Juni 2025
Harga Perolehan:
Perolehan langsung:
Tanah 12.315.263.667 - - 12.315.263.667
Bangunan & prasarana 57.672.525.347 223.078.740 - 57.895.604.087
Kendaraan 1.143.520.000 - - 1.143.520.000
Peralatan kantor 2.009.506.430 - - 2.009.506.430
Perlengkapan dan perabot 12.958.491.950 221.600.000 - 13.180.091.950
86.099.307.394 444.678.740 - 86.543.986.134
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan langsung:
Bangunan & prasarana 9.056.589.382 1.312.094.162 - 10.368.683.544
Kendaraan 313.177.919 22.500.000 - 335.677.919
Peralatan kantor 1.376.024.893 126.401.514 - 1.502.426.407
Perlengkapan dan perabot 7.197.592.854 881.328.271 - 8.078.921.125
17.943.385.047 2.342.323.948 - 20.285.708.994
Nilai tercatat bersih 68.155.922.347 66.258.277.140
25
Page 29
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
9. ASET TETAP (lanjutan)
31 Desember 2024
1 Jan 2024 Penambahan Pengurangan 31 Des 2024
Harga Perolehan:
Perolehan langsung:
Tanah 12.315.263.667 - - 12.315.263.667
Bangunan & prasarana 56.414.644.180 1.257.881.167 - 57.672.525.347
Kendaraan 1.143.520.000 - - 1.143.520.000
Peralatan kantor 1.890.693.221 118.813.209 - 2.009.506.430
Perlengkapan dan perabot 12.922.869.950 35.622.000 - 12.958.491.950
84.686.991.018 1.412.316.376 - 86.099.307.394
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan langsung:
Bangunan & prasarana 6.139.599.296 2.916.990.086 - 9.056.589.382
Kendaraan 155.237.919 157.940.000 - 313.177.919
Peralatan kantor 1.091.019.756 285.005.136 - 1.376.024.893
Perlengkapan dan perabot 5.437.572.145 1.760.020.709 - 7.197.592.854
12.823.429.116 5.119.955.931 - 17.943.385.047
Nilai tercatat bersih 71.863.561.902 68.155.922.347
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Beban penyusutan dialokasikan pada:
Beban umum dan administrasi (Catatan 28) 2.342.323.948 5.119.955.931
Jumlah 2.342.323.948 5.119.955.931
Tanah merupakan hak atas tanah Perusahaan dan entitas anak yang sebagaimana ternyata dalam
Sertifikat Hak Guna Bangunan Hak Guna Bangunan (HGB) No. 1057-1060 yang berlaku sampai tanggal 20
November 2039, Hak Guna Bangunan (HGB) No. 1062-1070 yang berlaku sampai tanggal 18 Mei 2040
dan Hak Guna Bangunan (HGB) No.1110/Metro yang berlaku sampai tanggal 26 Agustus 2040.
Pada tanggal 30 Juni 2025 Grup mengasuransikan aset tetapnya, kecuali tanah, kepada PT Asuransi
Umum Mega, pihak ketiga, dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 26.447.955.000 dan 31 Desember
2024, Grup mengasuransikan aset tetapnya, kecuali tanah, kepada PT Asuransi Dayin Mitra Tbk, pihak
ketiga, dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 25.241.500.000.
Tanah dan bangunan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas kredit dari PT Bank Mega Tbk.
Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat indikasi penurunan nilai aset tetap sehingga
Grup tidak melakukan penyisihan penurunan nilai untuk aset tetap.
10. ASET TAK BERWUJUD
30 Juni 2025
1 Jan 2025 Penambahan Pengurangan 30 Juni 2025
Harga Perolehan:
System 986.097.037 - - 986.097.037
986.097.037 - - 986.097.037
Akumulasi amortisasi :
System 267.067.947 120.348.380 - 387.416.327
267.067.947 120.348.380 - 387.416.327
Nilai tercatat 719.029.090 598.680.710
26
Page 30
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
10. ASET TAK BERWUJUD (lanjutan)
31 Desember 2024
1 Jan 2024 Penambahan Pengurangan 31 Des 2024
Harga Perolehan:
System 986.097.037 - - 986.097.037
986.097.037 - - 986.097.037
Akumulasi amortisasi :
System 20.543.688 246.524.259 - 267.067.947
20.543.688 246.524.259 - 267.067.947
Nilai tercatat 965.553.349 719.029.090
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Beban amortisasi dialokasikan pada:
Beban umum dan administrasi (Catatan 28) 120.348.380 246.524.259
Jumlah 120.348.380 246.524.259
11. UTANG BANK JANGKA PENDEK
30 Juni 2025 31 Desember 2024
PT Bank Mega Tbk 2.606.998.513 -
PT Bank Ganesha Tbk - 2.865.147.736
Berdasarkan Perjanjian Perpanjangan Kredit No. 015/PJPK/KRD/KCU/2024 Pada tanggal 6 Maret 2024,
AIP memperoleh fasilitas kredit dalam bentuk pinjaman rekening koran dari PT Bank Ganesa Tbk dengan
plafon sebesar Rp 2.900.000.000 dengan tingkat bunga 10% pertahun dengan jangka waktu 12 bulan, yang
akan jatuh tempo pada tanggal 20 Maret 2025.
Fasilitas Kredit tersebut kemudian di take over oleh PT Bank Mega Tbk sehingga AIP memperoleh Surat
Keterangan Lunas dari PT Bank Ganesha Tbk No. 120/ADK-SL/II/2025 tanggal 27 Februari 2025.
Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 30 tanggal 27 Februari 2025, AIP memperoleh fasilitas kredit dalam
bentuk pinjaman rekening koran dari PT Bank Mega Tbk dengan plafon sebesar Rp 2.900.000.000 dengan
tingkat bunga 9,75% pertahun dengan jangka waktu 12 bulan, yang akan jatuh tempo pada tanggal 25
Maret 2026.
Jaminan atas fasilitas kredit ini sama dengan utang bank jangka panjang (Catatan 18)
12. UTANG USAHA
▪ Berdasarkan Segmen:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga:
Supplier 120.903.685 75.082.127
Refund program 2.660.000 2.300.000
Jumlah 123.563.685 77.382.127
27
Page 31
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
12. UTANG USAHA (lanjutan)
▪ Berdasarkan Analisis Umur Utang Usaha:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Belum Jatuh Tempo - -
Jatuh Tempo:
1 - 30 Hari 120.903.685 75.082.127
> 31 Hari 2.660.000 2.300.000
Jumlah 123.563.685 77.382.127
13. UTANG LAIN-LAIN
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga:
Deposit 49.807.370 137.787.800
Jumlah 49.807.370 137.787.800
14. PERPAJAKAN
a. Utang Pajak
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Entitas induk
Pajak penghasilan pasal 21 - -
Pajak penghasilan pasal 23 2.040.000 1.720.000
Pajak penghasilan pasal 29 - 151.632.967
Entitas anak
Pajak penghasilan pasal 21 - -
Pajak penghasilan pasal 23 359.400 431.621
Pajak penghasilan pasal 29 - 122.709.345
Pajak restoran - PB 1 168.474.676 91.430.536
Jumlah 170.874.076 367.924.469
b. Administrasi
Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia, Perusahaan menghitung,
menetapkan dan membayar sendiri (self assessment) jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal
Pajak dapat menetapkan dan mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 tahun sejak tanggal
terutangnya pajak.
Berdasarkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang "Harmonisasi Peraturan Perpajakan",
Pemerintah menetapkan tarif tunggal pajak penghasilan badan mulai Tahun Pajak 2022 menjadi 22%
dan Perusahaan Terbuka dalam negeri yang memenuhi kriteria tertentu dapat memperoleh tarif pajak
3% lebih rendah dari tarif pajak yang disebutkan di atas.
15. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Pendaftaran siswa 511.203.500 14.899.333
Pendapatan diterima dimuka merupakan pendaftaran program siswa diterima dimuka oleh perusahaan
untuk program ditahun 2025.
28
Page 32
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
16. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Insentif jasa layanan 48.011.906 129.774.071
Jasa profesional 107.610.000 118.710.000
Listrik, air dan telepon 54.121.044 61.496.818
Laundry 8.845.743 12.441.678
Lain-lain < Rp 5.000.000 13.992.356 5.000.002
Jumlah 232.581.049 327.422.569
17. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
30 Juni 2025 31 Desember 2024
PT Mandiri Tunas Finance 439.695.301 484.085.522
Dikurangi : bunga tahun berjalan (65.917.246) (65.917.246)
Nilai sekarang atas pembayaran minimum 373.778.055 418.168.276
Dikurangi: Bagian lancar < 12 bulan (131.362.822) (131.362.822)
Bagian jangka panjang 242.415.233 286.805.454
Pada tahun 2023, Perusahaan memperoleh dua Fasilitas Pembiayaan Multiguna 1 unit kendaraan Wuling
dari PT Mandiri Tunas Finance dengan keseluruhan nilai aset yang diperoleh sebesar Rp 197.000.000, di
mana total nilai yang dibiayai oleh fasilitas ini adalah sebesar Rp 146.800.000, dengan jangka waktu 48
bulan dengan tingkat bunga sebesar 8,57% per tahun.
Pada tahun 2022, Perusahaan memperoleh dua Fasilitas Pembiayaan Multiguna 3 unit kendaraan Wuling
dari PT Mandiri Tunas Finance dengan keseluruhan nilai aset yang diperoleh sebesar Rp 587.640.000, di
mana total nilai yang dibiayai oleh fasilitas ini adalah masing-masing sebesar Rp 512.640.000, dengan
jangka waktu 48 bulan dengan tingkat bunga sebesar 8,53% per tahun.
18. UTANG BANK JANGKA PANJANG
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Entitas anak
PT Bank Ganesa Tbk
Kredit investasi - I - 4.549.450.545
Kredit investasi - II - 4.549.450.545
PT Bank Mega Tbk
Term Loan - I 9.309.517.226 -
Jumlah 9.309.517.226 9.098.901.090
Dikurangi:
Bagian lancar < 12 bulan (609.879.032) (2.373.626.376)
Utang bank jangka panjang 8.699.638.194 6.725.274.714
PT Bank Ganesa Tbk - Kredit investasi I
Berdasarkan surat persetujuan dan pengalihan fasilitas kredit (novasi) dari PT Idea Asia Investama untuk
menjadi PT Aidia Indonesia Propertindo No.060/KCU-ADK/III/2021 tanggal 29 Maret 2021 dan akta
perjanjian kredit No. 06 tanggal 01 Juli 2021, entitas anak memperoleh fasilitas Pinjaman Kredit Investasi 1
(KI 1) sebesar Rp 9.000.000.000, untuk tujuan investasi pembangunan hotel, asrama dan sarana
penunjang dari PT Bank Ganesha Tbk dengan bunga sebesar 10,75% dan akan jatuh tempo pada tanggal
23 Oktober 2028.
29
Page 33
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
18. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT Bank Ganesa Tbk - Kredit investasi II
Berdasarkan surat persetujuan dan pengalihan fasilitas kredit (novasi) dari PT Idea Asia Investama untuk
menjadi PT Aidia Indonesia Propertindo No.060/KCU-ADK/III/2021 tanggal 29 Maret 2021 dan akta
perjanjian kredit No. 07 tanggal 01 Juli 2021, entitas anak memperoleh fasilitas Pinjaman Kredit Investasi 2
(KI 2) sebesar Rp16.750.000.000, untuk tujuan investasi pembangunan hotel, asrama dan sarana
penunjang lainnya dari PT Bank Ganesha Tbk dengan bunga 10,75% dan akan jatuh tempo pada tanggal
23 Oktober 2028.
Fasilitas Kredit tersebut kemudian di take over oleh PT Bank Mega Tbk sehingga AIP memperoleh Surat
Keterangan Lunas dari PT Bank Ganesha Tbk No. 120/ADK-SL/II/2025 tanggal 27 Februari 2025.
Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 30 tanggal 27 Februari 2025, AIP memperoleh fasilitas kredit dalam
bentuk pinjaman TL 1 dari PT Bank Mega Tbk dengan plafon sebesar Rp 9.500.000.000 dengan tingkat
bunga 9,75% yang bertujuan untuk take over 2 fasilitas KI di PT Bank Ganesha Tbk. Pinajamn tersebut
akan jatuh tempo pada tanggal 27 Maret 2035.
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan:
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1066/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02011/2020, seluas 484 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1063/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02016/2020, seluas 496 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1070/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02013/2020, seluas 474 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1067/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02017/2020, seluas 1.471 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1064/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02015/2020, seluas 963 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1065/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02018/2020, seluas 2.973 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1069/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02012/2020, seluas 236 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1062/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02019/2020, seluas 239 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1068/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 5 Mei 2020, No.02014/2020, seluas 1.689 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1057/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01926/2019, seluas 195 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1058/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01929/2019, seluas 188 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1059/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01928/2019, seluas 242 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1060/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 15 November 2019, No.01927/2019, seluas 200 m2 atas nama PT Aidia Indonesia
Propertindo;
› Sebidang tanah sebagaimana ternyata dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1110/Metro, diurai dalam
surat ukur tanggal 24 Agustus 2020, No.02102/2020, seluas 974 m2, terletak di Letjend Alamsyah Ratu
Prawira Negara, kelurahan Metro, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Propinsi Lampung, tertulis atas
nama PT Idea Indonesia Akademi.
› Corporate guarantee atas nama PT Idea Indonesia Akademi Tbk.
30
Page 34
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
19. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Liabilitas imbalan kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.6 tahun 2023 sesuai
PSAK 219 dengan pendekatan IFRIC, yang antara lain mengatur kembali uang pesangon dan atau uang
penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima karyawan dalam hal terjadi
pemutusan hubungan kerja.
Perhitungan aktuaris atas liabilitas imbalan kerja untuk 2 karyawan tetap pada tahun 2024, dilakukan oleh
Kantor Konsultan Aktuaria Budi Ramdani, dengan menggunakan metode "Projected Unit Credit" dengan
asumsi-asumsi utama sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Tingkat diskonto 6.80% 6.80%
Tingkat kenaikan gaji 5% 5%
Tingkat kematian TMI 2019 TMI 2019
Tingkat cacat 10% dari TMI IV 10% dari TMI IV
Usia pensiun normal 55 Tahun 55 Tahun
Tingkat pengunduran diri
17 - 29 Tahun 10% 10%
30 - 39 Tahun 5% 5%
40 - 44 Tahun 3% 3%
45 - 49 Tahun 2% 2%
50 - 54 Tahun 1% 1%
≥ 55 0% 0%
▪ Mutasi estimasi liabilitas imbalan pascakerja adalah sebagai berikut:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Saldo awal tahun 9.000.448 9.778.372
Beban (pendapatan) tahun berjalan - (1.448.526)
Pengukuran kembali yang dicatat di OCI - 670.602
Saldo akhir tahun 9.000.448 9.000.448
▪ Beban imbalan pascakerja
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Beban jasa kini - 4.590.038
Biaya Bunga - -
Pengakuan Segera dari Biaya Jasa Lalu yang Vested - 4.410.410
Dampak Kurtailmen / Penyelesaian - (10.448.974)
Beban (pendapatan) yang diakui dalam laba rugi - (1.448.526)
20. MODAL SAHAM
Berdasarkan Akta Christina Dwi Utami, S.H., M.H.,M.Kn., No. 111 tanggal 14 September 2021, modal
dasar Perusahaan adalah sebesar Rp 135.992.000.000, terdiri dari 3.399.800.000 lembar saham dengan
nilai nominal Rp 40 per lembar saham. Dari modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh
sebesar Rp 42.497.500.000 oleh para pemegang saham, terdiri dari 1.062.437.500 lembar saham dengan
nilai nominal Rp 40.
31
Page 35
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
20. MODAL SAHAM (lanjutan)
Susunan pemegang saham Entitas pada tanggal 30 Juni 2025 berdasarkan daftar yang dikeluarkan oleh
PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
Lembar Persentase Total
Pemegang saham Saham Kepemilikan Modal Disetor
% Rp
PT Idea Asia Investama 434.549.100 41 17.381.964.000
Eko Desriyanto 411.746.400 39 16.469.856.000
Masyarakat 216.142.000 20 8.645.680.000
Jumlah 1.062.437.500 100 42.497.500.000
Susunan pemegang saham Entitas pada tanggal 31 Desember 2024 berdasarkan daftar yang dikeluarkan
oleh PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
Lembar Persentase Total
Pemegang saham Saham Kepemilikan Modal Disetor
% Rp
PT Idea Asia Investama 434.549.100 41 17.381.964.000
Eko Desriyanto 411.746.400 39 16.469.856.000
Masyarakat 216.142.000 20 8.645.680.000
Jumlah 1.062.437.500 100 42.497.500.000
21. TAMBAHAN MODAL DISETOR, NETO
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Tambahan modal disetor saat
Penawaran Umum Saham Perdana 21.248.750.000 21.248.750.000
Biaya emisi saham (3.271.122.780) (3.271.122.780)
Selisih nilai transaksi kombinasi bisnis
entitas sepengendali (269.658.691) (269.658.691)
Jumlah 17.707.968.529 17.707.968.529
22. DIVIDEN
Berdasarkan Surat Keputusan Sirkuler Direksi No. 01.251/AG/SK/IIA/XI/2024, tanggal 14 November 2024
yang sudah mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris berdasarkan Surat Keputusan Sirkuler Dewan
Komisaris No. 003/SK.KOM/XI/2024, tanggal 15 November 2024 memutuskan dan menyetujui membagi
dividen interim sebesar Rp 903.071.875 atau Rp 0,85 per lembar saham dan akan dibayarkan secara tunai
pada tanggal 18 Desember 2024.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Akta No. 55, tanggal 30 Mei 2024,
Pemegang saham menyetujui menetapkan pembagian dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp
531.218.750 atau sebesar Rp 0,5 per saham dan dibayarkan secara tunai pada tanggal 3 Juli 2024.
23. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Bagian Laba
(Rugi) Perusahaan
Perusahaan Anak 1 Januari 2025 Anak/ 30 Juni 2025
PT Aidia Indonesia Propertindo 941.605 1.457 943.062
PT Idea Hospitality Management 1.046.951 26.395 1.073.346
Jumlah 1.988.556 27.852 2.016.408
32
Page 36
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
23. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI (lanjutan)
Bagian Laba
(Rugi) Perusahaan
Perusahaan Anak 1 Januari 2024 Anak/ 31 Desember 2024
PT Aidia Indonesia Propertindo 917.029 24.576 941.605
PT Idea Hospitality Management 899.438 147.513 1.046.951
Jumlah 1.816.467 172.089 1.988.556
24. PENJUALAN NETO
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Program siswa 8.021.077.646 5.804.307.800
Makanan dan minuman 1.435.717.476 2.582.366.402
Sewa kamar 2.167.839.392 2.465.034.605
Lain-lain 1.174.614.801 110.589.979
Jumlah 12.799.249.315 10.962.298.786
25. BEBAN POKOK PENJUALAN
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Bahan dan perlengkapan 1.958.902.352 1.973.527.964
Makanan dan minuman 504.336.609 736.780.459
Gaji dan tunjangan 495.694.412 588.534.430
Listrik dan air 357.576.058 405.587.743
Pendaftaran / Pelayanan 13.500.000 5.653.845
Transportasi 4.571.000 142.500
Hotel 14.168.335 2.264.381
Departemen lain 472.011.422 137.689.044
Jumlah 3.820.760.187 3.850.180.366
26. PENGHASILAN LAIN-LAIN
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Jasa giro 1.217.367 710.687
Lain-lain 48.967.287 35.626.601
Jumlah 50.184.654 36.337.288
27. BEBAN PENJUALAN
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Gaji dan tunjangan 794.861.593 495.823.851
Promosi dan Iklan 192.689.845 259.491.822
Perjalanan dinas 283.936.360 177.657.980
Entertainment 13.161.270 543.708
Lain-lain 176.929.453 162.769.946
Jumlah 1.461.578.521 1.096.287.307
33
Page 37
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
28. BEBAN ADMINISTRASI DAN UMUM
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Penyusutan dan amortisasi 2.458.330.660 2.512.306.327
Gaji dan tunjangan 1.244.433.733 1.062.703.949
Biaya kantor 119.650.759 245.265.447
Jasa profesional 245.997.473 215.193.958
Listrik, telephone dan air 141.244.390 122.989.664
Perjalanan dinas 38.616.009 29.977.532
Perijinan 10.360.000 2.000.000
Perbaikan dan pemeliharaan 148.998.544 49.861.995
Pajak 72.295.986 117.027.378
Trasportasi 99.481.221 25.562.088
Jamuan dan sumbangan 51.893.899 4.022.849
Lain-lain < Rp 20.000.000 11.013.959 498.000
Jumlah 4.642.316.631 4.387.409.187
29. BEBAN KEUANGAN
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Bunga pinjaman 641.029.598 673.916.988
Administrasi bank 163.273.913 7.200.829
Jumlah 804.303.511 681.117.817
30. BEBAN LAIN-LAIN
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Zakat 34.031.531 18.408.434
Lain-lain (Neto) 16.380.994 8.447.301
Jumlah 50.412.525 26.855.735
31. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK YANG BERELASI
Sifat Hubungan Istimewa
Pihak yang Berelasi Sifat transaksi Transaksi
Direksi dan Komisaris Pemegang Saham, Manajemen kunci Remunerasi
▪ Kompensasi Manajemen Kunci
Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah merupakan personal manajemen kunci.
Perusahaan melakukan pembayaran remunerasi kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan
dengan rincian sebagai berikut:
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Dewan Komisaris 116.000.000 120.000.000
Dewan Direksi 342.000.000 217.000.000
Jumlah 458.000.000 337.000.000
34
Page 38
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
32. LABA BERSIH PER SAHAM DASAR
Laba bersih per saham dihitung dengan membagi laba bersih yang tersedia bagi pemegang saham dengan
jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun bersangkutan.
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik 2.070.062.593 957.132.894
Perusahaan induk
Rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar 1.062.437.500 1.062.437.500
Laba per saham dasar 1,95 0,90
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Dalam aktivitasnya Grup dipengaruhi oleh berbagai risiko keuangan, termasuk risiko kredit dan risiko
likuiditas.
Tujuan manajemen risiko Grup secara keseluruhan adalah untuk secara efektif mengendalikan risiko-risiko
ini dan meminimalkan pengaruh merugikan yang dapat terjadi terhadap kinerja keuangan. Direksi
menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengendalikan setiap risiko yang dirangkum di bawah ini, dan
juga memantau harga pasar semua instrumen keuangan.
Risiko Suku Bunga
Grup memiliki risiko suku bunga yang signifikan, terutama karena sebagian pinjaman bank dilakukan
dengan menggunakan suku bunga mengambang. Perusahaan melakukan pengawasan terhadap tingkat
suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif yang mungkin timbul.
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak lawan
akibat gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya. Perusahaan mengendalikan risiko kredit dengan cara
melakukan hubungan usaha dengan pihak lain yang memiliki kredibilitas, menetapkan kebijakan verifikasi
dan otorisasi kredit, serta memantau kolektibilitas piutang secara berkala untuk mengurangi jumlah piutang
tak tertagih.
Berikut adalah eksposur laporan posisi keuangan yang terkait risiko kredit pada tanggal 30 Juni 2025 dan
31 Desember 2024:
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Aset
Kas dan bank 6.047.531.462 1.531.890.163
Piutang usaha 2.831.704.865 3.898.098.171
Piutang lain-lain 57.461.780 58.926.798
Jumlah 8.936.698.107 5.488.915.132
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko yang timbul dari kemungkinan Grup mengalami kesulitan pendanaan untuk
memenuhi komitmen dan liabilitas Grup kepada pihak kreditur pada saat jatuh tempo pembayaran.
Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang
dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas.
Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal
jatuh tempo utang, dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan
sumber pendanaan yang optimal.
35
Page 39
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Risiko Likuiditas (lanjutan)
Tabel di bawah ini menganalisa liabilitas keuangan Grup yang dikelompokkan berdasarkan periode yang
tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual. Jumlah yang diungkapkan dalam tabel merupakan
arus kas kontraktual yang tidak didiskontokan:
30 Juni 2025
Jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan/
Kurang dari Antara Lebih dari
1 Tahun 1 dan 2 Tahun 2 Tahun Total
Utang bank jangka pendek 2.606.998.513 - - 2.606.998.513
Utang usaha 123.563.685 - - 123.563.685
Utang lain-lain 49.807.370 - - 49.807.370
Beban masih harus dibayar 232.581.049 - - 232.581.049
Utang pembiayaan konsumen 131.362.822 242.415.233 - 373.778.055
Utang bank jangka panjang 609.879.032 672.072.800 8.027.565.394 9.309.517.226
Jumlah 3.754.192.471 914.488.033 8.027.565.394 12.696.245.898
31 Desember 2024
Jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan/
Kurang dari Antara Lebih dari
1 Tahun 1 dan 2 Tahun 2 Tahun Total
Utang bank jangka pendek 2.865.147.736 - - 2.865.147.736
Utang usaha 77.382.127 - - 77.382.127
Utang lain-lain 374.169.415 - - 374.169.415
Beban masih harus dibayar 327.422.569 - - 327.422.569
Utang pembiayaan konsumen 131.362.822 155.442.632 - 286.805.454
Utang jangka panjang 2.373.626.376 2.373.626.376 4.351.648.338 9.098.901.090
Jumlah 6.149.111.045 2.529.069.008 4.351.648.338 13.029.828.391
34. INFORMASI SEGMEN
Informasi segmen Grup dikelompokkan berdasarkan segmen usaha yaitu lembaga pendidikan, hotel dan
restoran dan jasa manajemen, berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
30 Juni 2025
Lembaga Jasa
Pendidikan Hotel Manajemen Total
Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain
Pendapatan usaha 8.021.077.646 4.760.371.669 17.800.000 12.799.249.315
Beban pokok pendapatan (2.301.386.354) (1.519.373.833) - (3.820.760.187)
Laba bruto 5.719.691.292 3.240.997.836 17.800.000 8.978.489.128
Beban usaha (3.707.512.867) (2.391.942.288) (4.440.000) (6.103.895.154)
Laba usaha 2.012.178.426 849.055.548 13.360.000 2.874.593.975
Penghasilan (beban) neto (9.178.145) (795.190.665) (162.572) (804.531.382)
Laba sebelum pajak 2.003.000.280 53.864.883 13.197.428 2.070.062.593
Pajak kini - - - -
Laba tahun berjalan 2.003.000.280 53.864.883 13.197.428 2.070.062.593
36
Page 40
PT IDEA INDONESIA AKADEMI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Dan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
(Dinyatakan Dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
34. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
Informasi segmen Grup dikelompokkan berdasarkan segmen usaha yaitu lembaga pendidikan, hotel dan
restoran dan jasa manajemen, berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
30 Juni 2025
Lembaga Jasa
Pendidikan Hotel Manajemen Total
Laporan posisi keuangan
Konsolidasian
Aset segmen dilaporkan 29.054.509.859 47.776.980.110 43.858.194 76.875.348.163
Liabilitas segmen dilaporkan 973.045.380 12.414.278.542 - 13.387.323.922
30 Juni 2024
Lembaga Jasa
Pendidikan Hotel Manajemen Total
Laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain
Pendapatan usaha 5.804.307.800 5.094.844.989 63.145.997 10.962.298.786
Beban pokok pendapatan (1.887.886.400) (1.893.527.166) (68.766.800) (3.850.180.366)
Laba bruto 3.916.421.400 3.201.317.823 (5.620.803) 7.112.118.420
Beban usaha (2.968.361.360) (2.344.997.048) (170.338.087) (5.483.696.495)
Laba usaha 948.060.040 856.320.775 (175.958.890) 1.628.421.925
Penghasilan (beban) neto (7.305.665) (664.072.761) (257.835) (671.636.261)
Laba sebelum pajak 940.754.375 192.248.014 (176.216.725) 956.785.664
Pajak kini -
Laba tahun berjalan 940.754.375 192.248.014 (176.216.725) 956.785.664
31 Desember 2024
Lembaga Jasa
Pendidikan Hotel Manajemen Total
Laporan posisi keuangan
Konsolidasian
Aset segmen dilaporkan 25.423.978.151 49.135.233.730 44.020.765 74.603.232.646
Liabilitas segmen dilaporkan 599.971.677 12.566.617.046 18.682.300 13.185.271.023
35. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Akta No. 02, tanggal 3 Juni 2024,
Pemegang saham menyetujui menetapkan pembagian dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp
531.218.750 atau sebesar Rp 0,5 per saham dan dibayarkan secara tunai pada tanggal 4 Juli 2025.
37
Names mentioned 41 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Panji Kresna
p.9 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.
p.9
unresolved
person
Rini Yulianti
p.9
unresolved
org
PT Aidia Indonesia Propertindo Hotel
p.10
unresolved
org
PT Idea Hospitallity Management Jasa Manajemen
p.10
unresolved
org
PT Aidia Indonesia Propertindo
p.10 ×10
unresolved
org
PT Idea Hospitallity Management
p.10
unresolved
org
PT Idea Hospitality Management
p.10 ×3
unresolved
person
Karamia Dwi Monica
p.10
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.11
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.11 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.13
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Lampung
p.27
unresolved
org
Bank Ganesa Tbk
p.30 ×8
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.31
unresolved
org
PT Aidia Indonesia
p.33 ×9
unresolved
person
Akta Christina Dwi Utami
p.34
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.35 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.