Skip to content
Back to announcement

LK SMK Juni 2025.pdf

Financial statement Text extracted SOTS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 60

Page 1

          
Page 2
                            PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                               LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                 PER 30 JUNI 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


                                                     ASET

                                                       Catatan          30 Juni 2025          31 Desember 2024
ASET LANCAR
  Kas dan Setara Kas                                     2g, 4              4.712.556.791         5.722.483.612
  Piutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih                  2h, 5                930.157.161           595.988.398
  Piutang Lain-Lain:
  - Pihak Ketiga                                         2h, 6                 50.145.272            54.224.551
  - Pihak Berelasi                                                              2.480.000                   -
  Persediaan                                             2i, 7                367.606.817           433.086.354
  Perlengkapan                                           2i, 8              1.637.333.443         1.632.681.211
  Pajak Dibayar Di Muka                                 2r, 16a             4.834.127.461         4.805.481.987
  Uang Muka dan Biaya Dibayar Di Muka:                     9                1.455.208.356           832.486.351

     Jumlah Aset Lancar                                                   13.989.615.301         14.076.432.464

ASET TIDAK LANCAR
  Piutang Pihak Berelasi                               2f, 6,12b                     -                      -
  Biaya Dibayar di Muka                                     9                        -                2.187.903
  Aset Tetap                                             2l, 10          400.815.388.846        403.844.523.031
  Aset Pajak Tangguhan                                  2r, 16d            2.019.269.217          2.019.269.217
  Aset Lain-lain                                           11              1.200.000.000          1.200.000.000

     Jumlah Aset Tidak Lancar                                            404.034.658.063        407.065.980.151

JUMLAH ASET                                                              418.024.273.364        421.142.412.615




                       Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                      bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini




                                                       1
Page 3
                               PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                  LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                    PER 30 JUNI 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


                                             LIABILITAS DAN EKUITAS

                                                          Catatan          30 Juni 2025          31 Desember 2024
LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Hutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih                   2n, 13a               930.149.900            483.004.068
   Utang Lain-Lain:
    - Pihak Ketiga                                           14a                  38.671.148           158.728.407
    - Pihak Berelasi                                       2f, 12b             1.554.031.000         1.300.031.000
   Utang Pajak                                               16b                 183.878.628           721.730.974
   Beban Akrual                                               15               2.150.868.698         2.277.327.155
   Jaminan Pelanggan                                          20                 314.930.447           256.763.744
   Liabilitas Jangka Panjang- Bagian yang jatuh
      tempo dalam Waktu Satu Tahun:
   - Utang Bank                                              17                9.510.684.033         8.905.873.087
    - Liabilitas Sewa Pembiayaan                           2s, 18                 54.950.000            65.940.000

     Jumlah Liabiltas Jangka Pendek                                          14.738.163.854         14.169.398.435

LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Utang Pihak Berelasi                                   12b, 14           116.827.624.956        107.095.747.230
   Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi
      Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu
      Satu Tahun:
    - Utang Bank                                             17              44.624.668.711         49.681.445.097
    - Liabilitas Sewa Pembiayaan                           2r, 18                       -               21.980.000
   Liabilitas Imbalan Pascakerja                           2t, 19             1.559.685.070          1.559.685.070
   Liabilitas Pajak Tangguhan                                                53.626.451.774         53.626.451.774
      Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                      216.638.430.511        211.985.309.171

     Jumlah Liabilitas                                                      231.376.594.365        226.154.707.606




                          Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                         bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini


                                                          2
Page 4
                            PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                               LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                 PER 30 JUNI 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)




                                                      Catatan          30 Juni 2025          31 Desember 2024
EKUITAS
  Modal Saham
    Modal Dasar 2.400.000.000 saham
      dengan nilai nominal Rp 100 per saham
    Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
    -1.000.003.979 lembar saham pada 31 Maret 2025
    dan 31 Desember 2024                                  21            100.000.397.900         100.000.397.900
  Tambahan Modal Disetor                                  22             14.491.453.870          14.491.453.870
  Surplus Revaluasi Aset Tetap                                          183.875.074.658         183.875.074.658
  Pendapatan Komprehensif Lainnya                                         1.630.418.401           1.630.418.401
  Saldo Laba Ditahan                                                   (123.111.400.091)       (114.862.484.236)

    Jumlah Ekuitas yang Dapat Didistribusikan
      kepada Pemilik Entitas Induk                                      176.885.944.738        185.134.860.593
        Kepentingan Non Pengendali                        23              9.761.734.261          9.852.844.416
  Jumlah Ekuitas                                                        186.647.678.999        194.987.705.009

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                           418.024.273.364        421.142.412.615




                      Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                     bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini




                                                      3
Page 5
                         PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
              LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
                      UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
                                       30 JUNI 2025 DAN 2024
                          (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)




                                                     Catatan          30 Juni 2025            30 Juni 2024
PENDAPATAN
  Hotel                                                                   9.228.553.257          9.684.520.661
  Spa                                                                        70.571.281             55.001.653
    Jumlah Pendapatan                                 2q, 24              9.299.124.538          9.739.522.314

BEBAN POKOK PENDAPATAN
  Hotel                                                                  (3.347.351.777)         (3.522.033.165)
  Spa                                                                       (36.509.524)            (31.812.072)
    Jumlah Beban Pokok Pendapatan                     2q, 25             (3.383.861.301)         (3.553.845.237)

LABA KOTOR                                                                5.915.263.237          6.185.677.077

BEBAN USAHA
Beban Penjualan                                       2q, 26               (464.676.759)           (426.037.548)
Beban Umum dan Administrasi                           2q, 27            (10.987.769.631)        (10.257.298.046)
    Jumlah Beban Usaha                                                  (11.452.446.390)        (10.683.335.594)

RUGI USAHA                                                               (5.537.183.153)         (4.497.658.517)

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan Bunga                                                             19.272.890             125.069.492
Beban Keuangan                                          28               (2.811.456.374)         (3.446.497.032)
Lain-Lain - Bersih                                                           66.144.957             (34.183.588)
      Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain                                (2.726.038.527)         (3.355.611.128)


RUGI SEBELUM PAJAK FINAL DAN PAJAK                                       (8.263.221.680)         (7.853.269.645)
  PENGHASILAN
Pajak Final                                                                          -                       -

RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                           (8.263.221.680)         (7.853.269.645)
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan                                                   -                       -

RUGI TAHUN BERJALAN                                                      (8.263.221.680)         (7.853.269.645)




                       Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                      bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini




                                                       4
Page 6
                        PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
         LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
                      UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGA-TANGGAL
                                     31 MARET 2025 DAN 2024
                         (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)




                                                      Catatan          30 Juni 2025            30 Juni 2024
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
  Pos yang Tidak Akan Direklasifikasikan ke
    Laba Rugi:
    Surplus Revaluasi Aset Tetap                                                       -                       -
    Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja                                        -                       -
    Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Terkait                                          -                       -

  Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan                                         -                       -

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                   (8.263.221.680)         (7.853.269.645)

RUGI TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
  DIATRIBUSIKAN KEPADA:
    Pemilik Entitas Induk                                                 (8.172.111.525)         (7.803.642.874)
    Kepentingan Non-Pengendali                                               (91.110.155)            (49.626.771)

     Jumlah                                                               (8.263.221.680)         (7.853.269.645)
                                                                                                             -
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT
  DIATRIBUSIKAN KEPADA:
    Pemilik Entitas Induk                                                 (8.172.111.525)         (7.803.642.874)
    Kepentingan Non-Pengendali                                               (91.110.155)            (49.626.771)

     Jumlah                                                               (8.263.221.680)         (7.853.269.645)

RUGI PER SAHAM DASAR                                     33                           (8,26)                  (7,85)




                        Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                       bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini




                                                        5
Page 7
                                                                       PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                                        LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                                            UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGAL-TANGGAL 3O JUNI 2025 DAN 2024
                                                                        (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                                   Surplus
                                                              Tambahan            Revaluasi        Komponen Ekuitas          Saldo Laba                             Kepentingan
                           Catatan      Modal Saham          Modal Disetor        Aset Tetap           Lainnya                 (Rugi)             Jumlah           Non-Pengendali     Jumlah Ekuitas

SALDO PER 31 DESEMBER 2023                100.000.397.900    14.491.453.870      183.875.074.658        1.561.103.217        (98.403.115.285)   201.524.914.360     10.007.115.249     211.532.029.609
Rugi Tahun Berjalan                                   -                 -                    -                    -           (7.803.642.874)    (7.803.642.874)       (49.626.771)     (7.853.269.645)
Pengukuran Kembali Liabilitas                                                                                                                               -
     Imbalan Kerja, Setelah Pajak                     -                 -                      -                   -                       -                -                  -                   -
Transaksi Ekuitas Lainnya                             -                                                            -                       -                -                  -                   -

SALDO PER 30 JUNI 2024                    100.000.397.900    14.491.453.870      183.875.074.658        1.561.103.217       (106.206.758.159)   193.721.271.486      9.957.488.478     203.678.759.964
Rugi Tahun Berjalan                                   -                 -                    -                    -           (8.655.726.077)    (8.655.726.077)      (104.739.566)     (8.760.465.643)
Setoran Modal                                                                                                                            -                  -                                      -
Pengukuran Kembali Liabilitas                                                                                                                               -                                      -
     Imbalan Kerja, Setelah Pajak                     -                 -                      -                  -                      -                  -                  -                   -
Transaksi Ekuitas Lainnya                             -                                                    69.315.184                    -           69.315.184             95.504          69.410.688
SALDO PER 31 DESEMBER 2024                100.000.397.900    14.491.453.870      183.875.074.658        1.630.418.401       (114.862.484.236)   185.134.860.593      9.852.844.416     194.987.705.009
Penyesuaian Tahun Sebelumnya                          -                 -                    -                    -              (76.804.330)       (76.804.330)               -           (76.804.330)
Rugi Tahun Berjalan                                   -                 -                    -                    -           (8.172.111.525)    (8.172.111.525)       (91.110.155)     (8.263.221.680)
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan                                                                                                                       -
     Kerja, Setelah Pajak                             -                 -                      -                   -                       -                -                  -                   -
Transaksi Ekuitas Lainnya                             -                 -                                                                                   -                                      -

SALDO PER 30 JUNI 2025                    100.000.397.900    14.491.453.870      183.875.074.658        1.630.418.401       (123.111.400.091)   176.885.944.738      9.761.734.261     186.647.678.999




                                                                    Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                                                                   bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini


                                                                                                    6
Page 8
                              PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                      LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
                          UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
                                             30 JUNI 2025 DAN 2024
                               (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)



                                                            Catatan      30 Juni 2025         30 Juni 2024


ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Kas yang Diperoleh dari Pelanggan                                         8.865.741.639       9.357.366.195
  Kas yang Dibayarkan kepada Pemasok                                       (6.758.359.569)     (4.094.015.072)
  Kas yang Dibayarkan kepada Karyawan                                      (5.539.007.901)     (6.468.914.388)
  Kas yang dihasilkan dari operasi                                         (3.431.625.831)     (1.205.563.265)
  Penerimaan (Pembayaran):
    Pajak Penghasilan                                                        (393.676.286)       (717.862.072)
    Penerimaan Bunga                                                           19.272.890         125.069.492
    Penerimaan (Pengeluaran) Kas Lainnya                                     182.041.056       (1.226.800.419)
    Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                           (3.623.988.171)     (3.025.156.264)


ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  Perolehan Aset Tetap                                         10             (44.120.050)        (64.258.150)
  Aset Tetap dalam Pembangunan                                 10            (187.695.404)       (131.720.000)
  Penjualan Aset Tetap                                                       191.351.352            3.693.694
    Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                            (40.464.102)       (192.284.456)


ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  Pembayaran Liabilitas Sewa Pembiayaan                        18             (21.980.000)        (32.970.000)
  Pembayaran Utang Bank                                        17          (4.500.000.000)     (3.900.000.000)
  Peningkatan Utang Lain-Lain - Pihak Berelasi                              9.985.877.726       8.245.787.531
  Pembayaran bunga dari aktivitas pendanaan                 17, 18, 28     (2.809.372.274)     (3.444.710.288)
    Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                          2.654.525.452         868.107.243


PENINGKATAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                      (1.009.926.821)     (2.349.333.477)


KAS DAN SETARA KAS, AWAL PERIODE                              2g, 4         5.722.483.612      11.887.905.520


KAS DAN SETARA KAS, AKHIR PERIODE                             2g, 4         4.712.556.791       9.538.572.043




                         Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                      bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini


                                                        7
Page 9
                                PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                      30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                               (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1. UMUM
   a. Pendirian dan Informasi Umum
      PT Satria Mega Kencana Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo,
      SH No.62 tanggal 16 Juni 2004. Anggaran Dasar Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
      Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.C-10271HT.01.01.TH.2005 tanggal 14 April
      2005.

      Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dilakukan
      berdasarkan Akta Notaris No. 167 tanggal 20 November 2024 oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum.,
      M.Kn., sehubungan dengan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”), antara lain
      tentang persetujuan pengeluaran saham dalam simpanan/portepel Perseroan dan menawarkan/menjual
      saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel tersebut melalui Penawaran Umum kepada masyarakat.
      Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
      dalam Surat No.AHU-AH.01.09-0285089 tertanggal 6 Desember 2024.


      Pada tanggal 7 Juni 2023, terdapat perubahan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, di mana
      kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang real estate yang di miliki sendiri atau di sewa; kawasan
      pariwisata; kawasan industri; real estate atas dasar balas jasa (fee ) atau kontrak; dan aktivitas perusahaan
      holding, dan perubahan dalam Pasal 17 ayat 5 Anggaran Dasar Perusahaan mengenai pengumuman
      laporan keuangan Perusahaan sebagaimana di muat dalam Akta No.75 tanggal 7 Juni 2023. Perubahan
      dan penyesuaian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
      Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0036710.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 27
      Juni 2023.

      Pada saat ini, Perusahaan melakukan kegiatan berupa real estate dan kawasan pariwisata yang juga
      melakukan investasi saham pada Entitas Anak.
      Kantor pusat Perusahaan terletak di Jl. Panglima Polim Raya No.28, Kelurahan Pulo, Kecamatan
      Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
      Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2013.
      Pemegang saham pengendali Perusahaan adalah Herman Herry Adranacus.

   b. Penawaran Umum

      Pada tanggal 23 Agustus 2018, melalui Surat Pengantar Pernyataan Pendaftaran No.097/SMK-
      DIR/VII/2018 serta perubahan terakhir yang disampaikan melalui Surat No. 160/SMK-DIR/XI/2018 tanggal
      28 November 2018, Perusahaan telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal
      sejumlah 400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp165 per
      saham. Pada tanggal 30 November 2018, berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No.S-171/D.04/2018,
      Perusahaan telah memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif Pernyataan Pendaftaran. Selisih lebih jumlah
      yang diterima dari pengeluaran saham terhadap nilai nominalnya sebesar Rp21.299.134.834 di catat dalam
      akun “Tambahan Modal Disetor” setelah dikurangi biaya emisi saham sebesar Rp4.700.865.166 (catatan
      22). Pada tanggal 10 Desember 2018, seluruh saham Perseroan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.


      Pada tanggal 10 Desember 2018, Perusahaan menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000
      yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran Umum,
      dan waran ini dapat dialihkan dan/atau diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut. Rincian
      waran seri I yang sudah dikonversi sejak tahun 2019 sampai dengan per 31 Desember 2023 dengan
      mengisi tabel sebagai berikut:




                                                        6
Page 10
                                    PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                    Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                     Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                          30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1. UMUM (Lanjutan)
   b. Penawaran Umum (Lanjutan)
                                                               Nilai Nominal                             Jumlah (Rp) (lembar saham x
          Nama Waran    Tanggal Konversi Lembar Saham                           Harga Pelaksanaan (Rp)
                                                                    (Rp)                                     harga pelaksanaan)

     Waran Seri I           11-07-2019                   5               100                       600                          3.000
     Waran Seri I           04-11-2020                  10               100                       600                          6.000
     Waran Seri I           11-02-2021                  50               100                       600                         30.000
     Waran Seri I           05-07-2021                  10               100                       600                          6.000
     Waran Seri I           30-11-2023                   4               100                       600                          2.400
     Waran Seri I           06-12-2023                 800               100                       600                        480.000
     Waran Seri I           07-12-2023               3.100               100                       600                      1.860.000
         Jumlah                                      3.979                                                                  2.387.400

     Untuk waran yang belum diterbitkan sampai dengan batas waktu tanggal peralihan (7 Desember 2023)
     dengan jumlah 199.996.021 lembar waran tidak dilakukan konversi.

  c. Entitas Anak
     Per tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Perusahaan memiliki kepemilikan pada Entitas Anak berikut ini:


                                                                   Persentase           Tahun operasi             Jumlah aset
             Entitas Anak        Domisili      Jenis Usaha
                                                                kepemilikan efektif       komersial            sebelum eliminasi

                                                                                                          30 Jun 2025   31 Des 2024
     PT Tanjung Karoso Permai
     ("TKP")                  Jakarta       Belum beroperasi            90,00                 -           136.650.984      136.628.846

     PT Dwimukti Mitra Wisata
     ("DMW")                  Jakarta       Perhotelan                  99,00               2013           15.213.514       13.437.211


     i.    Pendirian Entitas Anak
           Pada tanggal 14 Desember 2012, Perusahaan dan Vonny Kristiani mendirikan PT Tanjung Karoso
           Permai ("TKP") dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 90% dan 10% saham.

     ii. Pembelian Saham Entitas Anak
           Pada tanggal 31 Januari 2013, Perusahaan membeli saham PT Dwimukti Mitra Wisata ("DMW") dari
           Yudi Adranacus dan Herman Herry Adranacus masing-masing sebanyak 50 lembar saham (atau sebesar
           1% kepemilikan dalam DMW) dan 2.450 lembar saham (atau sebesar 49% kepemilikan dalam DMW)
           sehingga kepemilikan saham Perusahaan setelah pembelian tersebut adalah sebesar 50% dan sisanya
           dimiliki oleh Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 25%. Nilai buku aset
           bersih entitas anak pada saat pembelian adalah sebesar Rp5.000.000.000 dan tidak ada Selisih Nilai
           Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali yang dicatat terkait transaksi pembelian ini.


           Pada tanggal 29 Maret 2018, Perusahaan membeli 49% kepemilikan saham dalam DMW dari Herman
           Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar saham (atau sebesar 25%
           kepemilikan dalam DMW) dan 1.200 lembar saham (atau sebesar 24% kepemilikan dalam DMW)
           dengan harga beli Rp1.000.000 per lembar saham dengan total sebesar Rp2.450.000.000. Setelah
           pembelian saham tersebut, kepemilikan saham Perusahaan adalah 99% dan sisanya dimiliki oleh Vonny
           Kristiani sebesar 1%. Atas pembelian ini, timbul selisih antara nilai perolehan investasi dengan proporsi
           nilai buku aset bersih entitas anak sebesar Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi
           Restrukturisasi Entitas Sepengendali dalam akun Tambahan Modal Disetor dalam bagian Ekuitas pada
           Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian per 31 Desember 2024 (catatan 22).




                                                                    7
Page 11
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1. UMUM (Lanjutan)
   d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan

     Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
     adalah sebagai berikut:

                                                  30 Juni 2025                      31 Desember 2024
     Dewan Komisaris
     Komisaris Utama                         Stevano Rizki Adranacus              Stevano Rizki Adranacus
     Komisaris Independen                    Husni Heron                          Husni Heron

     Direksi
     Direktur Utama                          Floreta Tane                         Martinelly
     Direktur                                Sorta Delima Rosida                  Floreta Tane
                                             Elisabeth Cesilia Purba
     Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 20 November 2024, para pemegang saham
     menyetujui pengangkatan kembali Floreta Tane selaku Direktur Utama dan Sorta Delima Rosida Elisabeth
     Cesilia selaku Direktur Perusahaan terhitung sejak ditutupnya rapat. Perubahan ini diaktakan dengan akta
     notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.Kn. No.167 tanggal 20 November 2024 dan telah dicatatkan
     oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat No.AHU-AH.01.09-
     0285089 tanggal 6 Desember 2024.

     Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, susunan Komite Audit Perusahaan adalah sebagai
     berikut:
                                             30 Juni 2025                  31 Desember 2024

     Ketua                                   Husni Heron                          Husni Heron
     Anggota                                 Maskanah                             Maskanah
                                             Aryo Kusumo Wibowo                   Aryo Kusumo Wibowo
     Sekretaris Perusahaan                   Margaretha R.W. Tanaji               Yovita
     Kepala Audit Internal                   Anne Rahardja                        Anne Rahardja

     Pada tanggal 28 Agustus 2024 terdapat perubahan jabatan Sekretaris Perusahaan, berdasarkan surat
     keputusan Direksi Perusahaan No.126/SMK-Dir/SK/VIII/2024 tentang pengangkatan sekretaris Perusahaan,
     mengangkat Margaretha R.W. Tanaji sebagai Sekretaris Perusahaan menggantikan Yovita. Pengangkatan
     Sekretaris Perusahaan tersebut telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat
     No.Ref.:126/SMK-Dir/SK/VIII/2024.

     Jumlah remunerasi yang diterima oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Entitas Anak untuk
     tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp2.255.668.100
     dan Rp2.034.354.000.
     Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan dan Entitas Anak mempekerjakan masing-
     masing 11 karyawan tetap.

  e. Izin Usaha Kawasan Industri

     Pada tanggal 31 Desember 2020 Perusahaan memiliki Izin Usaha Kawasan Industri yang berlokasi di jalan
     Panglima Polim Raya No.28 Kelurahan Pulo Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan luas
     lahan 246 m2. Adapun rencana kegiatan adalah untuk Real Estate atas dasar balas jasa (fee ) atau kontrak,
     kawasan pariwisata dan kawasan industri.




                                                     8
Page 12
                             PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                             Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                              Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                   30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                            (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1. UMUM (Lanjutan)
   f. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian

     Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian yang telah
     diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2025.


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

  a. Dasar Penyusunan laporan keuangan konsolidasian
     Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disusun dan disajikan sesuai Standar Akuntansi Keuangan
     di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
     Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
     Indonesia dan Peraturan No.VIII.G7 Lampiran Keputusan Ketua OJK No.KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni
     2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
     yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


     Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disajikan berdasarkan konsep Biaya Perolehan (Historical
     Cost), kecuali beberapa akun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam masing-masing
     Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
     Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
     mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk
     membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan dan Entitas Anak. Area
     yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area dimana asumsi dan
     estimasi dapat berdampak signifikan terhadap Laporan Keuangan Konsolidasian diungkapkan di Catatan 3.


     Laporan Keuangan Konsolidasian disusun dengan menggunakan dasar Akrual (Accrual basis ), kecuali
     Laporan Arus Kas Konsolidasian. Laporan Arus Kas Konsolidasian disajikan dengan menggunakan metode
     Langsung (Direct method ) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan
     pendanaan.

     Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian adalah Rupiah
     yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.

  b. Standar dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif Tahun Berjalan


     Standar dan interpretasi standar akuntansi keuangan yang baru serta amendemen dan penyesuaian
     terhadap standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan dan berlaku efektif untuk tahun buku yang
     dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 namun tidak berdampak secara material terhadap pelaporan
     kinerja ataupun posisi keuangan Perusahaan adalah sebagai berikut:
     •   Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1) tentang “Penyajian Laporan Keuangan - Klasifikasi
         Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang”;
     •   Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1) tentang “Penyajian Laporan Keuangan - Liabilitas Jangka
         Panjang dengan Kovenan”;
     •   Amendemen PSAK (sebelumnya PSAK 73) tentang “Sewa - Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa-balik”;
         dan
     •   Amendemen PSAK 207 (sebelumnya PSAK 2), “Laporan Arus Kas” dan PSAK 107 (sebelumnya PSAK
         60), “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, tentang “PSAK 207 dan PSAK 107 - Pengaturan
         Pembiayaan Pemasok”.




                                                    9
Page 13
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   c. Standar dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi telah Diterbitkan namun Belum Berlaku
      Efektif pada Tahun Berjalan
      Pada tanggal penerbitan laporan keuangan ini, terdapat pula beberapa standar dan interpretasi standar
      akuntansi keuangan yang baru serta amendemen ataupun penyesuaian terhadap standar akuntansi
      keuangan lainnya yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif.

      Standar, interpretasi, amendemen ataupun penyesuaian tersebut akan berlaku efektif untuk tahun buku
      yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025, sebagai berikut:
      •   PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74) tentang “Kontrak Asuransi”;
      •   Amendemen PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74) tentang “Kontrak Asuransi - Penerapan Awal PSAK 117
          dan PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) - Informasi Komparatif”; dan
      •   Amendemen PSAK 221 (sebelumnya PSAK 10) tentang “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing -
          Kekurangan Ketertukaran”.

      Beberapa PSAK juga diamendemen yang merupakan amendemen konsekuensial karena berlakunya PSAK
      117: Kontrak Asuransi, yaitu:
      •   PSAK 103: Kombinasi Bisnis (sebelumnya PSAK 22);
      •   PSAK 105: Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan (sebelumnya
          PSAK 58);
      •   PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan (sebelumnya PSAK 60);
      •   PSAK 109: Instrumen Keuangan (sebelumnya PSAK 71);
      •   PSAK 115: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan (sebelumnya PSAK 72);
      •   PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan (sebelumnya PSAK 1);
      •   PSAK 207: Laporan Arus Kas (sebelumnya PSAK 2);
      •   PSAK 216: Aset Tetap (sebelumnya PSAK 16);
      •   PSAK 219: Imbalan Kerja (sebelumnya PSAK 24);
      •   PSAK 228: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama (sebelumnya PSAK 15);
      •   PSAK 232: Instrumen Keuangan: Penyajian (sebelumnya PSAK 50);
      •   PSAK 236: Penurunan Nilai Aset (sebelumnya PSAK 48);
      •   PSAK 237: Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi (sebelumnya PSAK 57);
      •   PSAK 238: Aset Takberwujud (sebelumnya PSAK 19); dan
      •   PSAK 240: Properti Investasi (sebelumnya PSAK 13).
      Penerapan dini untuk standar, interpretasi, amandemen ataupun penyesuaian terhadap standar akuntansi
      keuangan di atas diperkenankan.
      Manajemen masih mengevaluasi penerapan dari standar, interpretasi, amendemen ataupun penyesuaian
      tersebut, dan belum dapat menentukan dampak yang mungkin timbul terhadap pelaporan keuangan
      Perusahaan secara keseluruhan.




                                                    10
Page 14
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                  Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   d. Prinsip-prinsip konsolidasian
      (i) Entitas anak

            Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas terstruktur) dimana Grup memiliki pengendalian.
            Grup mengendalikan entitas lain ketika Grup terekspos atas, atau memiliki hak untuk, pengembalian
            yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
            pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas entitas tersebut. Entitas anak dikonsolidasikan
            secara penuh sejak tanggal dimana pengendalian dialihkan kepada Grup. Entitas anak tidak
            dikonsolidasikan lagi sejak tanggal dimana Grup kehilangan pengendalian.

            Transaksi, saldo dan keuntungan antar entitas Grup yang belum direalisasi telah dieliminasi. Kerugian
            yang belum direalisasi juga dieliminasi. Jika diperlukan, nilai yang dilaporkan oleh entitas anak telah
            diubah untuk menyesuaikan dengan kebijakan akuntansi yang diadopsi oleh Grup.


            Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 38 (Revisi 2012)
            “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” dimana selisih harga perolehan yang dibayar dengan nilai
            tercatat aset neto yang diperoleh dicatat sebagai bagian akun tambahan modal disetor di ekuitas.


            Berdasarkan PSAK 38 (Revisi 2012) tersebut, unsur-unsur laporan keuangan konsolidasian dari
            entitas yang bergabung, untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali dan untuk
            periode komparatif, disajikan sedemikian rupa seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi sejak
            awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.


     (ii)   Entitas asosiasi

            Entitas asosiasi adalah seluruh entitas dimana Grup memiliki pengaruh signifikan namun bukan
            pengendalian, biasanya melalui kepemilikan hak suara antara 20% dan 50%. Investasi pada entitas
            asosiasi dicatat dengan metode ekuitas (lihat poin (iii) di bawah), setelah pada awalnya diakui pada
            nilai perolehan.

            Nilai perolehan diukur pada nilai wajar aset yang dialihkan, kepemilikan ekuitas yang diterbitkan, atau
            liabilitas yang diakui pada tanggal transaksi, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
            langsung dengan perolehan. Goodwill pada entitas asosiasi merupakan selisih lebih dari nilai
            perolehan entitas asosiasi atas bagian Grup atas nilai wajar aset neto teridentifikasi entitas asosiasi
            dan dimasukkan dalam nilai tercatat investasi. Jika bagian Grup atas nilai wajar aset neto teridentifikasi
            entitas asosiasi melebihi nilai perolehannya dalam kasus pembelian diskon, selisih tersebut diakui
            pada laba rugi.

     (iii) Pengaturan bersama

            Menurut PSAK 66, pengaturan bersama diklasifikasikan sebagai operasi bersama atau ventura
            bersama bergantung pada hak dan kewajiban kontraktual para investor bukan struktur hukum dari
            pengaturan bersama. Grup telah menilai sifat dari pengaturan bersama dan menentukan pengaturan
            tersebut sebagai ventura bersama. Ventura bersama dicatat menggunakan metode ekuitas, setelah
            pada awalnya diakui sebagai biaya pada laporan posisi keuangan konsolidasian.




                                                         11
Page 15
                                PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                      30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                               (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   d. Prinsip-prinsip konsolidasian
      (iv) Metode ekuitas

           Pada metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat pada biaya perolehan dan selanjutnya
           disesuaikan untuk mengakui bagian investor atas laba rugi pasca akuisisi dari investee pada laba rugi
           dan bagiannya dalam pergerakan penghasilan komprehensif lainnya dari investee pada penghasilan
           komprehensif lainnya.

           Keuntungan yang belum terealisasi atas transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi atau ventura
           bersama dieliminasi sebesar kepentingan Grup dalam entitas-entitas tersebut. Kerugian yang belum
           direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan bukti penurunan nilai atas aset yang
           dialihkan. Kebijakan akuntansi entitas asosiasi atau ventura bersama telah diubah jika diperlukan untuk
           memastikan konsistensi dengan kebijakan yang diterapkan oleh Grup.


           Jika bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi atau ventura bersama sama dengan atau melebihi
           kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama, termasuk piutang tanpa agunan, Grup
           menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Grup memiliki kewajiban atau melakukan
           pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama.
           Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa telah terjadi
           penurunan nilai atas investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Jika demikian, maka nilai
           tercatat dari investasi yang dicatat dengan akuntansi ekuitas diuji untuk penurunan nilai sesuai dengan
           kebijakan yang dijelaskan pada Catatan 2n. Dividen yang diterima dan yang akan diterima dari entitas
           asosiasi atau ventura bersama diakui sebagai pengurang jumlah tercatat investasi.


  e. Penjabaran mata uang asing

     (i)   Mata uang fungsional dan penyajian
           Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang fungsional
           Perusahaan dan mata uang penyajian Grup. Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan
           konsolidasian setiap entitas anak di dalam Grup diukur menggunakan mata uang dari lingkungan
           ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi (“mata uang fungsional”). Untuk tujuan konsolidasi,
           untuk entitas anak Grup yang memiliki mata uang fungsional berbeda, maka aset dan liabilitas entitas
           anak Grup ditranslasikan dengan kurs tengah Bank Indonesia pada akhir periode pelaporan.
           Sementara itu, pendapatan dan beban ditranslasikan dengan kurs rata-rata dari kurs tengah Bank
           Indonesia selama periode laporan laba rugi.


           Selisih yang timbul dari penjabaran laporan keuangan konsolidasian entitas anak Grup tersebut ke
           dalam Rupiah disajikan dalam akun “Penghasilan komprehensif lainnya” pada ekuitas dalam laporan
           posisi keuangan konsolidasian.




                                                       12
Page 16
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   e. Penjabaran mata uang asing (lanjutan)
      (ii) Transaksi dan saldo
          Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan menjadi mata uang fungsional menggunakan kurs yang
          berlaku pada tanggal transaksi.
          Pada setiap tanggal pelaporan, setiap aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke
          dalam mata uang Rupiah disesuaikan untuk mencerminkan kurs penutup. Keuntungan dan kerugian
          selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset
          dan liabilitas moneter dalam mata uang asing menggunakan kurs yang berlaku pada akhir periode
          pelaporan diakui di dalam laba rugi.

          Kurs Dolar Amerika Serikat (Dolar AS atau AS$) terhadap Rupiah berdasarkan kurs tengah yang
          diterbitkan oleh bank Indonesia pada tanggal 30 Juni 2025 dalam nilai penuh adalah Rp16.233 (2024:
          Rp16.162).

     Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi sesuai dengan yang diatur
     dalam PSAK 224, "Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi".
     Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas laporan
     keuangan konsolidasian.

  f. Transaksi Pihak-pihak Berelasi

     Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan
     keuangannya (dalam pernyataan ini dirujuk sebagai entitas pelapor).
     1) Orang atau anggota keluarga terdekat yang mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
        tersebut:
        a. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor,
        b. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor atau,
        c. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.

     2) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
        a. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk,
           entitas anak, berikutnya terkait dengan entitas lain).
        b. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau
           ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut
           adalah anggotanya).
        c. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
        d. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas lain adalah entitas asosiasi dari
           entitas ketiga.
        e. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas
           pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang
           menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.

        f. Orang yang diidentifikasi dalam angka 1 butir b memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
           personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
        g. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut,
           menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari
           entitas pelapor.




                                                      13
Page 17
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   f. Transaksi Pihak-pihak Berelasi (lanjutan)
     Semua transaksi dengan pihak-pihak yang berelasi, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan tingkat
     bunga atau harga, persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga,
     diungkapan dalam laporan keuangan.

  g. Kas dan Setara Kas

     Kas dan setara kas termasuk kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu tiga
     bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi
     penggunaannya.

     Bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya disajikan pada akun “kas yang dibatasi
     penggunaannya” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

  h. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain

     Piutang usaha adalah jumlah tagihan dari pelanggan untuk barang yang dijual atau jasa yang diberikan
     dalam transaksi bisnis pada umumnya. Piutang lain-lain adalah jumlah tagihan dari pihak ketiga atau pihak
     yang berelasi di luar kegiatan usaha. Jika pembayaran piutang diharapkan selesai dalam satu tahun atau
     kurang (atau dalam siklus normal operasi dari bisnis jika lebih lama), piutang tersebut dikelompokkan
     sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang tersebut disajikan sebagai aset tidak lancar.


     Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur pada
     biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan provisi
     atas penurunan nilai.

     Kolektibilitas piutang usaha dan piutang lain-lain ditinjau secara berkala. Piutang yang diketahui tidak
     tertagih, dihapuskan dengan secara langsung mengurangi nilai tercatatnya. Akun provisi digunakan ketika
     terdapat bukti yang objektif bahwa Perusahaan tidak dapat menagih seluruh atau sebagian nilai terutang
     sesuai dengan persyaratan awal piutang.

     Kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur, debitur dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi
     keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan indikator yang dianggap dapat
     menunjukan adanya penurunan nilai piutang. Arus kas terkait dengan piutang jangka pendek tidak
     didiskontokan apabila efek diskonto tidak material.

     Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan disajikan sebagai “(beban)/pendapatan lain-lain,
     neto” untuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Ketika piutang usaha dan piutang lain-lain, yang rugi
     penurunan nilainya telah diakui, tidak dapat ditagih pada periode selanjutnya, maka piutang tersebut
     dihapusbukukan dengan mengurangi akun provisi. Jumlah yang selanjutnya dapat ditagih kembali atas
     piutang yang sebelumnya telah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap “(beban)/pendapatan lain-lain, neto”
     pada laba rugi.




                                                     14
Page 18
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   i. Persediaan
      Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi bersih (the
      lower of cost or net realizable value ). Biaya perolehan persediaan di nilai dengan menggunakan metode
      Rata-rata (Average method ). Penyisihan persediaan usang dan penyisihan penurunan nilai persediaan
      ditentukan untuk menyesuaikan nilai persediaan ke nilai realisasi bersih.

      Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan
      taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.


      Pembayaran dimuka adalah biaya yang dibayar dimuka dan dicatat sebagai aset sebelum dimanfaatkan.
      Akun ini terdiri dari uang muka pembelian dan biaya dibayar dimuka. Uang muka pembelian merupakan
      pembayaran dimuka atas pembelian perlengkapan keperluan operasional dan beban lainnya. Pembayaran
      dimuka dialokasikan selama jangka waktu pembayaran dan dibebankan ke akun yang sesuai dalam laporan
      laba rugi saat terjadinya. Pembayaran dimuka yang diharapkan akan terealisasi dalam waktu tidak lebih dari
      12 bulan setelah periode pelaporan, diklasifikasikan sebagai aset lancar, selebihnya, diklasifikasikan
      sebagai aset tidak lancar.

   k. Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan

      Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan diukur pada nilai yang lebih rendah antara
      jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
      Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan harus diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk
      dijual jika jumlah tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan dari pada melalui
      pemakaian berlanjut.
      Kondisi ini dapat terpenuhi hanya ketika investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan
      berada dalam keadaan segera dapat dijual dan penjualannya harus sangat mungkin terjadi. Manajemen
      harus berkomitmen terhadap rencana penjualan tersebut, yang diperkirakan memenuhi ketentuan
      pengakuan sebagai penjualan dalam waktu satu tahun dari tanggal klasifikasi.

   l. Aset Tetap dan Penyusutan
      Pemilikan Langsung
      Perusahaan dan Entitas Anak melakukan perubahan kebijakan akuntansi aset tetap untuk kelompok tanah
      dan bangunan pada tahun 2017, semula dicatat berdasarkan metode biaya perolehan, menjadi metode
      revaluasi, yang dihitung oleh penilai independen. Perubahan kebijakan akuntansi ini dilakukan dengan
      tujuan agar Laporan Keuangan Konsolidasian dapat menggambarkan investasi Perusahaan dan Entitas
      Anak dalam aset tetap kelompok tanah dan bangunan dan perubahan dalam investasi tersebut sesuai
      dengan nilai pasar pada periode Laporan Keuangan Konsolidasian (Catatan 10).

      Aset tetap tanah dan bangunan dinyatakan berdasarkan nilai revaluasi yang merupakan nilai wajar pada
      tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang terjadi setelah
      tanggal revaluasi. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang memadai untuk memastikan bahwa jumlah
      tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada
      tanggal pelaporan.




                                                      15
Page 19
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   l. Aset Tetap dan Penyusutan (lanjutan)
      Pemilikan Langsung (lanjutan)
     Kenaikan yang berasal dari revaluasi tanah dan bangunan diakui pada penghasilan komprehensif lain dan
     terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi, kecuali sebelumnya penurunan revaluasi atas
     aset tetap yang sama pernah diakui dalam laporan laba rugi, dalam hal ini kenaikan revaluasi hingga
     sebesar penurunan nilai aset akibat revaluasi tersebut, dikreditkan dalam laba rugi. Penurunan jumlah
     tercatat berasal dari revaluasi dibebankan dalam laba rugi apabila penurunan tersebut melebihi nilai saldo
     surplus revaluasi aset yang bersangkutan, jika ada.

     Surplus revaluasi tanah dan bangunan yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke saldo
     laba pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya.
     Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan
     akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat
     suatu kejadian atau transaksi ekonomis yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan
     pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset
     pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK
     73, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan
     PSAK 16, “Aset Tetap” yaitu hak atas tanah diakui sebesar harga perolehan dan tidak disusutkan.


     Aset tetap pemilikan langsung kecuali tanah disajikan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
     penyusutan dan rugi penurunan nilai aset, jika ada dan disusutkan dengan menggunakan metode Garis
     Lurus (Straight-line ) dengan taksiran masa manfaat keekonomian aset tetap sebagai berikut:

                                                                                                  Tahun
     Bangunan Permanen                                                                              20
     Bangunan Semi Permanen                                                                         10
     Kendaraan                                                                                     4-8
     Perabotan dan Peralatan                                                                       4-8

     Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan dalam laba rugi pada saat terjadinya biaya-biaya tersebut,
     sedangkan pengeluaran dalam jumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aset secara signifikan
     dikapitalisasi. Semua pengeluaran setelah perolehan awal aset tetap akan ditambah (kapitalisasi) pada
     jumlah tercatat aset yang bersangkutan.
     Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
     ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul
     dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan
     jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba rugi pada periode/tahun aset tersebut dihentikan
     pengakuannya.
     Secara berkala, nilai residu, metode penyusutan dan masa manfaat setiap aset ditelaah, dan disesuaikan
     jika perlu.

     Keuntungan dan kerugian yang timbul dari pelepasan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan antara
     penerimaan hasil pelepasan dan jumlah tercatat aset tersebut dan diakui dalam akun “(Beban)/penghasilan
     lain-lain, bersih” di laba rugi.




                                                     16
Page 20
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   l. Aset Tetap dan Penyusutan (lanjutan)
      Pemilikan Langsung (lanjutan)

     Aset Tetap dalam Pembangunan


     Aset tetap dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset
     tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing aset tetap pada saat aset tersebut
     selesai dikerjakan dan siap digunakan, dan penyusutan mulai dibebankan pada saat itu.

  m. Aset keuangan
     (i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran
          Grup menerapkan PSAK 71, yang mensyaratkan pengaturan instrumen keuangan terkait klasifikasi
          dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen aset keuangan dan akuntansi lindung nilai.


          Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan ditentukan berdasarkan jenis aset. Untuk aset keuangan
          berupa instrumen utang, pengklasifikasiannya harus didasarkan pada model bisnis dan arus kas
          kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.

          Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
          a. Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
          b. Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
             komprehensif lain.
          Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis Grup dan persyaratan kontraktual arus kas - apakah
          penentuan arus kasnya semata dari pembayaran pokok dan bunga.
          Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal.
          Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model bisnis atas
          aset keuangan tersebut.
          Untuk investasi pada instrumen ekuitas yang bukan termasuk dimiliki untuk diperdagangkan,
          tergantung apakah Grup telah melakukan pemilihan yang tidak dapat dibatalkan pada saat pengakuan
          awal untuk instrumen ekuitas yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.


          Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model bisnis atas
          aset keuangan tersebut.
          Pembelian dan penjualan aset keuangan diakui pada saat tanggal perdagangan dimana, Grup
          berkomitmen untuk membeli atau menjual aset keuangan. Aset keuangan dihentikan pengakuannya
          ketika hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut telah kedaluwarsa atau dialihkan dan
          Grup telah mengalihkan secara substansial risiko dan manfaat atas kepemilikan.


          Saat pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajar ditambah dengan, dalam hal
          aset keuangan diukur dengan nilai wajar tidak melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat
          diatribusikan secara langsung pada akuisisi aset keuangan. Biaya transaksi atas aset keuangan pada
          nilai wajar melalui laba rugi dibebankan pada laba rugi.




                                                     17
Page 21
                                  PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                  Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                   Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                        30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   m. Aset keuangan (Lanjutan)
      (i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran (Lanjutan)
           Instrumen utang
             Pengukuran selanjutnya atas instrumen utang bergantung kepada model bisnis Grup dalam mengelola
             aset dan karakteristik dari arus kas. Berikut adalah kategori pengukuran dalam mengklasifikan
             instrumen utang:
             •   Biaya perolehan diamortisasi: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus kas kontraktual, dimana
                 arus kas tersebut merupakan pembayaran pokok dan bunga, diukur dengan biaya perolehan
                 diamortisasi. Penghasilan bunga dari aset keuangan ini termasuk dalam penghasilan keuangan
                 menggunakan metode suku bunga efektif. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan
                 diakui secara langsung dalam laba rugi dan disajikan dalam keuntungan/ (kerugian) lainnya
                 bersama dengan keuntungan dan kerugian selisih kurs. Penurunan nilai aset keuangan disajikan
                 terpisah dalam laba rugi.

             •   Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus kas
                 kontraktual dan untuk penjualan keuangan aset, dimana arus kas aset merupakan pembayaran
                 pokok dan bunga diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Mutasi dalam
                 jumlah tercatat dilakukan melalui penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk pengakuan
                 keuntungan atau kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga dan keuntungan dan kerugian selisih
                 kurs, yang diakui dalam laba rugi. Ketika aset keuangan dihentikan pengakuannya, akumulasi
                 keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
                 direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi pada pendapatan/(beban) lain-lain. Pendapatan bunga dari
                 aset keuangan ini termasuk dalam penghasilan keuangan menggunakan metode suku bunga
                 efektif. Keuntungan dan kerugian selisih kurs disajikan pada pendapatan/(beban) lain-lain, dan
                 penurunan nilai disajikan pada bagian terpisah dalam laba rugi.



             Instrumen ekuitas
             Grup selanjutnya mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar. Dimana manajemen Grup telah
             memilih untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar dari investasi ekuitas pada penghasilan
             komprehensif lain. Tidak ada reklasifikasi selanjutnya atas keuntungan dan kerugian dari nilai wajar ke
             laba rugi setelah penghentian pengakuan investasi. Dividen dari investasi tersebut terus diakui dalam
             laba rugi sebagai penghasilan lainnya ketika hak Grup untuk menerima pembayaran ditetapkan.
             Kerugian penurunan nilai pada investasi ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
             komprehensif lain tidak dilaporkan secara terpisah dari perubahan nilai wajarnya.


      (ii)   Penghentian pengakuan
             Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari investasi tersebut
             telah jatuh tempo atau telah ditransfer dan Grup telah mentransfer secara substansial seluruh risiko
             dan manfaat atas kepemilikan aset.
             Ketika aset keuangan instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai wajar
             melalui penghasilan komprehensif lain dihentikan pengakuannya, akumulasi penyesuaian nilai wajar
             yang diakui pada ekuitas tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.




                                                         18
Page 22
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  m. Aset keuangan (lanjutan)

     (iii) Saling hapus antar instrumen
          Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
          keuangan konsolidasian jika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan
          saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan terdapat maksud untuk menyelesaikan secara
          bersih atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.


          Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum
          dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan atau
          kebangkrutan Grup atau pihak lawan.

  n. Penurunan nilai dari aset keuangan

     Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur Kerugian Kredit Ekspektasian (“KKE”)
     yang menggunakan cadangan KKE seumur hidup berdasarkan basis forward-looking untuk seluruh saldo
     piutang usaha. Selain untuk piutang usaha, Grup menerapkan pendekatan umum untuk mengukur KKE.


     Grup menilai berdasarkan basis forward-looking untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian terhadap
     instrumen utang yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Metode penurunan
     nilai dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan.


  o. Utang Usaha

     Utang usaha adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diperoleh dari pemasok dalam
     kegiatan usaha normal. Utang usaha dikelompokkan sebagai liabilitas jangka pendek apabila pembayaran
     jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang usaha tersebut disajikan sebagai liabilitas
     jangka panjang.

  p. Kombinasi Bisnis

     Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode Akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi diukur
     pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan jumlah setiap
     KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur KNP pada
     entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar atau pun pada proporsi kepemilikan KNP atas aset neto yang
     teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul dibebankan langsung pada tahun
     berjalan.

     Pada tanggal akuisisi, selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk
     KNP dengan aset teridentifikasi dan liabilitas yang diambil-alih (aset neto) dicatat sebagai goodwill. Jika
     imbalan lebih rendah dari nilai wajar aset neto dari Perusahaan yang diakuisisi maka selisihnya diakui dalam
     Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian.




                                                      19
Page 23
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   p. Kombinasi Bisnis (Lanjutan)

     Transaksi yang dilakukan dengan entitas sepengendali diterapkan metode Penyatuan Kepemilikan.
     Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam
     rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama, bukan perubahan
     pemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi demikian tidak menimbulkan laba rugi bagi
     seluruh kelompok usaha atau bagi entitas individual dalam kelompok usaha tersebut. Selisih antara harga
     pengalihan dengan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali pada
     tanggal pengalihan dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor”.


  q. Pendapatan dan beban

     Pendapatan

     Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah penilaian:
     a) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
     b) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam kontrak
        untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.
     c) Tentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak entitas
        sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan. Jika
        pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Grup memperkirakan jumlah
        imbalan yang diharapkan berhak sebagai imbalan atas pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan
        kepada pelanggan dikurangi perkiraan jumlah jaminan tingkat layanan yang akan dibayarkan selama
        masa kontrak.
     d) Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri sendiri
        relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat diamati
        secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi berdasarkan biaya ekspektasian ditambah
        margin.
     e) Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang atau jasa
        yang dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang atau jasa
        tersebut).

     Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:
     a) Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
     b) Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan pelayanan pada pelanggan). Untuk kewajiban
        pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran kemajuan yang sesuai untuk
        menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi.


     Pendapatan Sewa
     Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa
     sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa tambahan ke jumlah
     tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar Garis Lurus selama masa sewa.

     Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka dan
     akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku.




                                                       20
Page 24
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   q. Pendapatan dan beban (Lanjutan)

     Pendapatan Hotel
     Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang
     diserahkan.

     Pendapatan Spa
     Pendapatan dari spa diakui pada saat jasa diberikan kepada pelanggan.

     Beban
     Beban diakui pada saat terjadi berdasarkan konsep akrual.
     Pendapatan bunga dan beban bunga diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
     Konsolidasian secara akrual menggunakan metode Suku Bunga Efektif.

  r. Pajak penghasilan kini dan tangguhan

     Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak tersebut diakui dalam laba rugi,
     kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui dalam ekuitas atau
     dalam penghasilan komprehensif lain. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam ekuitas
     atau penghasilan komprehensif lain.
     Pajak penghasilan kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang telah diberlakukan pada tanggal
     posisi keuangan.
     Pajak penghasilan tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak atas
     aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya. Pajak penghasilan tangguhan diukur menggunakan tarif pajak
     yang telah berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan dan yang diharapkan akan
     diterapkan pada saat aset pajak tangguhan yang bersangkutan direalisasi atau pada saat liabilitas pajak
     tangguhan diselesaikan.
     Aset pajak penghasilan tangguhan diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba kena pajak pada masa
     mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang menimbulkan aset pajak
     tangguhan tersebut.
     Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang berkekuatan
     hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini dan apabila aset dan
     liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama, baik atas entitas
     kena pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya niat untuk melakukan penyelesaian saldo-saldo
     tersebut secara neto.

  s. Sewa

     Suatu kontrak mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan
     aset selama jangka waktu tertentu yang dipertukarkan dengan imbalan. Entitas menyewa aset tetap tertentu
     dengan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa.
     Aset hak-guna diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan penurunan
     nilai. Aset hak guna disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset hak-guna
     atau masa sewa.




                                                      21
Page 25
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   s. Sewa (Lanjutan)
     Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar. Setiap pembayaran sewa
     dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan. Liabilitas sewa, disajikan sebagai
     liabilitas jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang yang
     disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur bunga dalam biaya keuangan dibebankan ke laba rugi
     selama masa sewa yang menghasilkan tingkat suku bunga konstan atas sisa saldo liabilitas.


     Grup tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk:
     - Sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa dua belas (12) bulan atau kurang; atau
     - Sewa yang asetnya bernilai rendah. Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut dibebankan ke
        laba rugi dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

  t. Liabilitas manfaat karyawan

     Entitas mengakui liabilitas atas imbalan kerja karyawan berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja atau
     Perjanjian Kerja Bersama. Nilai kini liabilitas imbalan pasti, beban jasa kini dan beban jasa lalu ditentukan
     dengan menggunakan metode penilaian “Projected Unit Credit” .
     Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas di masa depan
     dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah jangka panjang pada akhir periode pelaporan
     dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan dibayarkan dan yang
     memiliki jangka waktu yang sesuai dengan liabilitas imbalan pensiunan yang bersangkutan.


     Pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial langsung
     diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya.
     Biaya jasa lalu yang timbul dari amendemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban dalam laba rugi
     pada saat terjadinya.
  u. Aset dan liabilitas pengampunan pajak

     Grup telah menerapkan PSAK 70 mengenai "Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak". PSAK ini
     mengatur mengenai perlakuan akuntansi atas aset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai dengan
     Undang-Undang No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.

     Aset pengampunan pajak diukur sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset pengampunan pajak
     merupakan deemed cost dan menjadi dasar bagi Grup dalam melakukan pengukuran setelah pengakuan
     awal.
     Liabilitas pengampunan pajak diukur sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau setara kas
     untuk menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan aset pengampunan pajak.


     Selisih antara aset pengampunan pajak dan liabilitas pengampunan pajak diakui di ekuitas dalam pos
     tambahan modal disetor. Grup mengakui uang tebusan yang dibayarkan pada laba rugi pada periode Surat
     Keterangan disampaikan.




                                                      22
Page 26
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  v. Informasi Segmen

     Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang
     digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan alokasi
     sumber daya yang dimilikinya. Segmen didasarkan pada aktivitas dari setiap kegiatan operasi entitas legal di
     dalam Perusahaan dan Entitas Anak.
     Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
     - yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
        pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
     -   yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat
         keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan

     -   yang informasi keuangan yang terpisah miliknya tersedia.

  w. Provisi

     Provisi diakui ketika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun
     konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Perusahaan dan Entitas Anak
     diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.


     Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
     menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan
     ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang
     diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.

  x. Laba Per Saham Dasar

     Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang
     saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
     Untuk tujuan perhitungan laba per saham dilusian, Perusahaan menyesuaikan laba atau rugi yang dapat
     diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham yang
     beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.


3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING

  Asumsi kelangsungan usaha

  Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa Perusahaan tetap dapat melangsungkan usahanya. laporan
  keuangan konsolidasian ini tidak mencakup penyesuaian-penyesuaian yang mungkin timbul sebagai dampak
  dari ketidakpastian tersebut.




                                                      23
Page 27
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
   Estimasi dan asumsi ini memiliki risiko dan ketidakpastian; sehingga ada kemungkinan bahwa perubahan
   situasi akan mengubah proyeksi ini, yang selanjutnya dapat mempengaruhi kelangsungan usaha Perusahaan.
   Dalam keadaan seperti itu, asumsi kelangsungan usaha Perusahaan dapat berubah.

   Perusahaan telah mengidentifikasi hal-hal berikut dimana diperlukan pertimbangan, estimasi, dan asumsi dan
   dimana hasil aktual dapat berbeda dari estimasi tersebut jika menggunakan asumsi dan kondisi yang berbeda
   dan dapat mempengaruhi secara material hasil keuangan atau posisi keuangan Perusahaan yang dilaporkan
   dalam periode mendatang.

   Rugi penurunan nilai piutang

   Perusahaan menilai penurunan nilai piutang pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi
   penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah terdapat bukti objektif
   bahwa kerugian telah terjadi. Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi dan asumsi untuk
   memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang direviu secara berkala untuk mengurangi
   perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya.

   Pajak penghasilan dan pajak lainnya
   Pertimbangan dan asumsi diperlukan dalam menentukan besaran fasilitas pengurang pajak dan investasi
   (capital allowance) dan pengurangan beban tertentu untuk tujuan fiskal selama proses estimasi atas
   perhitungan beban pajak penghasilan Perusahaan. Secara khusus, perhitungan beban pajak penghasilan
   Perusahaan melibatkan penafsiran terhadap peraturan perpajakan dan peraturan lainnya. Banyaknya transaksi
   dan perhitungan yang dapat menyebabkan ketidakpastian di dalam penentuan kewajiban pajak selama bisnis
   normal.

   Semua pertimbangan dan estimasi yang dibuat manajemen seperti yang diungkapkan di atas dapat
   dipertanyakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) atau Auditor Pemerintah. Sebagai akibatnya, terjadi
   ketidakpastian dalam penentuan kewajiban pajak. Resolusi posisi pajak yang diambil oleh Perusahaan, dapat
   berlangsung bertahun-tahun dan sangat sulit untuk memprediksi hasil akhirnya. Apabila terdapat perbedaan
   perhitungan pajak dengan jumlah yang telah dicatat, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak
   Aset pajak tangguhan, termasuk yang timbul dari rugi fiskal, besaran capital allowance, dan perbedaan
   temporer lainnya, diakui hanya apabila dianggap lebih mungkin daripada tidak bahwa mereka dapat diterima
   kembali, dimana hal ini tergantung pada kecukupan pembentukan laba kena pajak di masa depan. Sama
   seperti “penurunan nilai aset non-keuangan” asumsi atas laba kena pajak masa depan yang dapat dihasilkan
   sangat dipengaruhi oleh estimasi dan asumsi manajemen atas volume penjualan, harga komoditas, dan lain-
   lain; yang mana terpapar risiko dan ketidakpastian, sehingga terdapat kemungkinan perubahan keadaan akan
   mengubah proyeksi laba kena pajak di masa mendatang.


   Kewajiban imbalan pascakerja
   Nilai kini kewajiban imbalan pascakerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar
   aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya/(penghasilan)
   pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan kenaikan gaji di masa datang. Adanya perubahan pada asumsi ini
   akan mempengaruhi jumlah tercatat kewajiban imbalan pascakerja.
   Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan kenaikan gaji masa datang yang sesuai pada akhir tahun
   pelaporan. Tingkat diskonto adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini atas
   estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban imbalan pascakerja.
   Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga
   obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu
   yang serupa dengan jangka waktu kewajiban imbalan pascakerja yang terkait.




                                                     24
Page 28
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
  Perusahaan menentukan tingkat     diskonto
                               Catatan        dan kenaikan
                                        atas laporan keuangan gajikonsolidasian
                                                                   masa datang yang sesuai pada akhir tahun
  pelaporan. Tingkat diskonto adalah
                                Untuktingkat suku bunga
                                       tahun-tahun       yang harus
                                                   yang berakhir      digunakan
                                                                   pada tanggal untuk menentukan nilai kini atas
  estimasi arus kas keluar masa depan    yang  diharapkan   untuk  menyelesaikan
                                     30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024             kewajiban imbalan pascakerja.
  Dalam menentukan tingkat (Dinyatakan
                              suku bungadalam
                                            yang Rupiah,
                                                  sesuai, kecuali
                                                           Perusahaan    mempertimbangkan
                                                                  dinyatakan lain)           tingkat suku bunga
  obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu
  yang serupa dengan jangka waktu kewajiban imbalan pascakerja yang terkait.
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
  Untuk tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data historis mengenai perubahan gaji
  dasar pekerja dan menyesuaikannya dengan perencanaan bisnis masa datang.

  Penurunan nilai aset nonkeuangan dan aset tetap
  Jumlah nilai yang dapat dipulihkan kembali dari sebuah aset atau kelompok aset penghasil kas diukur
  berdasarkan nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai. Penentuan
  nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai mewajibkan manajemen untuk membuat estimasi dan
  asumsi atas tingkat produksi yang diharapkan dan volume penjualan, harga komoditas (mempertimbangkan
  harga saat ini dan harga masa lalu, tren harga dan faktor-faktor terkait), cadangan (lihat ‘Estimasi Cadangan’),
  biaya operasi, biaya penutupan dan rehabilitasi serta belanja modal di masa depan. Estimasi dan asumsi ini
  terpapar risiko dan ketidakpastian; sehingga terdapat kemungkinan perubahan situasi yang dapat mengubah
  proyeksi ini, sehingga dapat mempengaruhi nilai aset yang dapat dipulihkan kembali. Dalam keadaan seperti
  itu, sebagian atau seluruh nilai tercatat aset mungkin akan mengalami penurunan nilai lebih lanjut atau terjadi
  pengurangan rugi penurunan nilai yang dampaknya akan dicatat dalam laba rugi.



  Revaluasi Aset Tetap
  Grup mengukur tanah dan bangunan pada nilai revaluasian, dan perubahan nilai wajar aset tersebut diakui
  dalam penghasilan komprehensif lain. Nilai revaluasian aset tersebut pada 31 Desember 2023 berdasarkan
  laporan penilai independen dari KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan tanggal 28 Juni 2024. Asumsi asumsi
  utama yang digunakan untuk menentukan nilai wajar tanah dan bangunan diungkapkan dalam Catatan 10.


  Penyusutan Aset Tetap
  Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
  manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai dengan
  20 tahun. Ini adalah umur secara umum diharapkan dalam industri dimana Grup menjalankan bisnisnya.
  Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan
  nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat bersih aset tetap
  Grup pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp400.815.388.846 dan
  Rp403.844.523.031 . Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 10.




                                                       25
Page 29
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                  Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


4. KAS DAN SETARA KAS

  Kas dan setara kas terdiri dari:
                                                                        30 Juni 2025        31 Desember 2024
  Kas - Rupiah                                                                72.765.903         175.165.505

  Bank
  Pihak ketiga - rupiah
   PT Bank Central Asia Tbk                                                1.866.181.551        3.082.268.828
   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                                  1.382.585.577        1.523.542.109
   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                             331.398.774          338.984.430
   PT Bank Pan Indonesia Tbk                                                  15.880.035           16.414.836
   PT Bank Bukopin Tbk                                                        41.278.453           83.722.479
     Jumlah Bank                                                           3.637.324.390        5.044.932.682

  Deposito Berjangka
  Pihak ketiga - rupiah
   PT Bank Capital                                                           502.466.498         502.385.425
   PT Bank MNC Internasional Tbk                                             500.000.000                   -
     Jumlah Deposito Berjangka                                             1.002.466.498         502.385.425
  Jumlah                                                                   4.712.556.791         5.722.483.612

  Deposito berjangka mempunyai jangka waktu 1 bulan dan memiliki tingkat bunga berkisar antara 5,75% - 7,25%
  per tahun pada 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024.
  Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 tidak terdapat bank yang dibatasi penggunaannya dan
  seluruh bank ditempatkan pada pihak ketiga.


5. PIUTANG USAHA

  Akun ini merupakan piutang atas jasa penyewaan kamar hotel dan spa, berikut fasilitas dan penunjang lainnya
  dengan rincian per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 sebagai berikut:

  a. Berdasarkan pelanggan
                                                                        30 Juni 2025        31 Desember 2024
     Pelanggan yang telah check out:
        PT Mitra Global Holiday                                              231.197.200          44.150.000
        Online Travel Agent                                                  149.398.234          37.129.153
        Lemdiklat Polri                                                      118.314.050                   -
        Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan                                111.494.477                   -
        KB Bank                                                               80.850.000                   -
        Klik N Book                                                           51.785.500          16.250.000
        Mabes polri                                                           38.550.000                   -
        MG BedBank                                                                     -         163.030.000
        Pelanggan sektor pemerintahan                                                  -         125.842.900
        Lain-lain (Saldo di bawah Rp 10.000.000)                              92.052.693          60.927.400
        Subjumlah                                                            873.642.154         447.329.453
     Pelanggan yang belum check out                                           38.644.341         137.368.479
     Kartu Kredit                                                             15.764.300          12.105.650
     Kartu Debit                                                               6.267.800           3.346.250
                                                                             934.318.595         600.149.832
     Provisi atas penurunan nilai                                             (4.161.434)         (4.161.434)
     Jumlah                                                                  930.157.161         595.988.398




                                                       26
Page 30
                                  PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                  Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                   Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                        30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


5. PIUTANG USAHA (Lanjutan)

  b. Berdasarkan umur

     Rincian piutang berdasarkan umur piutang per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 sebagai berikut:

                                                                         30 Juni 2025          31 Desember 2024
     1 - 30 hari                                                                471.870.598         487.712.967
     31 - 60 hari                                                               392.552.997          72.536.865
     61 - 90 hari                                                                67.405.000          39.900.000
     > 90 hari                                                                    2.490.000                   -
     Jumlah                                                                     934.318.595         600.149.832


  Kolektibilitas piutang usaha pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                         30 Juni 2025          31 Desember 2024
     Rata-rata Piutang usaha - Bersih                                         763.072.780            496.125.814
     Penjualan                                                              9.299.124.538         22.552.571.484
     Kolektibilitas Piutang                                                7,39 hari               7,92 hari

     Seluruh piutang usaha kepada pihak ketiga merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang Rupiah
     serta tidak dikenakan jaminan dan bunga serta tidak digunakan sebagai jaminan kredit.


     Mutasi provisi penurunan nilai piutang lain-lain adalah sebagai berikut:
                                                                         30 Juni 2025          31 Desember 2024
     Saldo awal                                                                   5.317.921            5.317.921
     Penambahan (pemulihan) Penyisihan                                           (1.156.487)          (1.156.487)
     Saldo akhir                                                                  4.161.434            4.161.434
     Manajemen berpendapat bahwa provisi penurunan nilai piutang lain-lain tersebut cukup untuk menutupi
     kerugian dari tidak tertagihnya piutang lain-lain.


6. PIUTANG LAIN-LAIN

                                                                         30 Juni 2025          31 Desember 2024
  Pihak ketiga
     Karyawan                                                                    48.075.000          52.075.000
     Piutang Bunga                                                                2.070.272           2.149.551
     Sub Jumlah                                                                  50.145.272          54.224.551
  Pihak berelasi (Catatan 12b)                                                            -                    -
  Provisi atas penurunan nilai                                                            -                    -
  Jumlah                                                                         50.145.272          54.224.551
  Bagian lancar                                                                  50.145.272          54.224.551
  Bagian tidak lancar                                                                     -                   -
  Jumlah                                                                         50.145.272          54.224.551




                                                        27
Page 31
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


6. PIUTANG LAIN-LAIN (Lanjutan)
  Seluruh piutang lain-lain merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang Rupiah serta tidak dikenakan
  jaminan dan bunga.
  Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih sehingga tidak perlu dilakukan
  cadangan kerugian penurunan nilai.


7. PERSEDIAAN

                                                                     30 Juni 2025       31 Desember 2024
  Makanan                                                                  58.364.030          87.872.488
  Minuman                                                                  45.765.708          58.220.507
  Lain-lain                                                               263.477.079         286.993.359
  Jumlah                                                                  367.606.817         433.086.354

  Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban masing-masing sebesar Rp650.011.899 dan Rp714.207.710
  untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 2024.
  Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dari persediaan, Manajemen berkeyakinan bahwa tidak
  perlu dilakukan penyisihan atas keusangan persediaan karena Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh
  persediaan dapat dijual atau digunakan sesuai dengan periode peruntukannya.
  Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, persediaan tidak diasuransikan atas resiko kerugian,
  kebakaran dan bencana alam. Manajemen memahami adanya risiko yang terkait sehubungan dengan
  persediaan yang tidak diasuransikan.

8. PERLENGKAPAN

                                                                     30 Juni 2025       31 Desember 2024
  Linen                                                                 1.217.201.939       1.223.611.943
  Perkakas, Alat, Bahan bakar dan supply                                  167.663.462         157.781.307
  Barang Pecah Belah                                                      156.691.444         156.966.162
  Perangkat Makan Perak                                                    29.714.204          28.526.704
  Seragam                                                                  12.161.843          12.049.043
  Lain-lain                                                                53.900.551          53.746.052
  Jumlah                                                                1.637.333.443       1.632.681.211




                                                    28
Page 32
                                           PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                           Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                            Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                                 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                                          (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


9. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA

                                                                                                        30 Juni 2025                      31 Desember 2024
  Uang Muka:
   Uang muka pembelian                                                                                        242.722.962                          184.063.584
   Uang muka karyawan                                                                                          55.745.864                           73.000.000

  Biaya Dibayar Dimuka:
   Beban Tangguhan                                                                                            527.645.698                                    -
   Perijinan                                                                                                  317.764.473                          243.581.620
   Asuransi                                                                                                   102.311.721                          206.180.688
   Sewa                                                                                                        61.050.000                           68.128.684
   Kontrak Service                                                                                                      -                           45.796.862
   Lain-lain                                                                                                  147.967.638                           13.922.816
  Jumlah                                                                                                    1.455.208.356                          834.674.254


                                                                                                        30 Juni 2025                      31 Desember 2024
  Bagian lancar                                                                                             1.455.208.356                          832.486.351
  Bagian tidak lancar                                                                                                   -                            2.187.903
                                                                                                            1.455.208.356                          834.674.254


10. ASET TETAP
                                                                                     30 Juni 2025
                                                                                                      Saldo Akhir Sebelum       Revaluasi
                             Saldo Awal       Penambahan       Pengurangan        Reklasifikasi                                                   Saldo Akhir
                                                                                                           Revaluasi         (Penurunan Nilai)

  Harga perolehan
  Kepemilikan langsung
    Tanah                   332.483.700.000               -                 -                 -            332.483.700.000                  -    332.483.700.000
    Bangunan                 73.789.700.000               -                 -                 -             73.789.700.000                  -     73.789.700.000
    Kendaraan                 8.373.340.022               -      (269.200.000)                -              8.104.140.022                  -      8.104.140.022
    Perabot dan peralatan    16.249.974.135      44.120.050       (79.541.721)      118.000.000             16.332.552.464                  -     16.332.552.464
  Subjumlah                 430.896.714.157      44.120.050      (348.741.721)      118.000.000            430.710.092.486                  -    430.710.092.486

  Aset Hak Guna
    Kendaraan                  282.600.000                 -                 -                    -            282.600.000                  -       282.600.000
  Subjumlah                    282.600.000                 -                 -                    -            282.600.000                  -       282.600.000

  Aset Tetap dalam
    Pembangunan                201.795.000      187.695.404                  -      (118.000.000)              271.490.404                  -       271.490.404

  Jumlah harga
    perolehan               431.381.109.157     231.815.454      (348.741.721)                    -        431.264.182.890                  -    431.264.182.890


  Akumulasi penyusutan
  Kepemilikan langsung
    Bangunan                  5.552.646.923    2.776.323.462                -                -               8.328.970.385                  -      8.328.970.385
    Kendaraan                 8.080.561.309      119.085.337     (269.200.000)               -               7.930.446.646                  -      7.930.446.646
    Perabot dan peralatan    13.844.502.894      353.826.953      (85.490.334)               -              14.112.839.513                  -     14.112.839.513
  Subjumlah                  27.477.711.126    3.249.235.752     (354.690.334)                    -         30.372.256.544                  -     30.372.256.544

  Aset Hak Guna
    Kendaraan                    58.875.000      17.662.500                  -                    -             76.537.500                  -         76.537.500
  Subjumlah                      58.875.000      17.662.500                  -                    -             76.537.500                  -         76.537.500

  Jumlah akumulasi
    penyusutan               27.536.586.126    3.266.898.252     (354.690.334)                    -         30.448.794.044                  -     30.448.794.044


  Nilai buku                403.844.523.031                                                                                                      400.815.388.846




                                                                             29
Page 33
                                           PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                           Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                            Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                                 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                                          (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


10. ASET TETAP (Lanjutan)

                                                                                  31 Desember 2024
                                                                                                      Saldo Akhir Sebelum       Revaluasi
                             Saldo Awal       Penambahan       Pengurangan        Reklasifikasi                                                   Saldo Akhir
                                                                                                           Revaluasi         (Penurunan Nilai)

  Harga perolehan
  Kepemilikan langsung
    Tanah                   332.483.700.000               -                 -                 -            332.483.700.000                  -    332.483.700.000
    Bangunan                 73.789.700.000               -                 -                 -             73.789.700.000                  -     73.789.700.000
    Kendaraan                 8.373.340.022               -                 -                 -              8.373.340.022                  -      8.373.340.022
    Perabot dan peralatan    15.056.488.374     782.778.625      (114.500.000)      525.207.136             16.249.974.135                  -     16.249.974.135
  Subjumlah                 429.703.228.396     782.778.625      (114.500.000)      525.207.136            430.896.714.157                  -    430.896.714.157

  Aset Hak Guna
    Kendaraan                  282.600.000                 -                 -                    -            282.600.000                  -       282.600.000    ok
  Subjumlah                    282.600.000                 -                 -                    -            282.600.000                  -       282.600.000    ok
  Aset Tetap dalam
    Pembangunan                427.207.136      659.779.075      (359.984.075)      (525.207.136)              201.795.000                          201.795.000

  Jumlah harga
    perolehan               430.413.035.532    1.442.557.700     (474.484.075)                    -        431.381.109.157                  -    431.381.109.157

  Akumulasi penyusutan
  Kepemilikan langsung
    Bangunan                              -    5.552.646.923                -                     -          5.552.646.923                         5.552.646.923
    Kendaraan                 7.842.390.639      238.170.670                -                     -          8.080.561.309                         8.080.561.309
    Perabot dan peralatan    13.220.130.379      738.872.515     (114.500.000)                    -         13.844.502.894                        13.844.502.894
  Subjumlah                  21.062.521.018    6.529.690.108     (114.500.000)                    -         27.477.711.126                  -     27.477.711.126

  Aset Hak Guna
    Kendaraan                    23.550.000      35.325.000                  -                    -             58.875.000                            58.875.000
  Subjumlah                      23.550.000      35.325.000                  -                    -             58.875.000                  -         58.875.000

  Jumlah akumulasi
    penyusutan               21.086.071.018    6.565.015.108     (114.500.000)                    -         27.536.586.126                  -     27.536.586.126

  Nilai buku                409.326.964.514                                                                                                      403.844.523.031



   Tanah milik Perusahaan dan Entitas Anak merupakan tanah yang berlokasi di Jakarta Pusat (Pejompongan),
   Jakarta Selatan (Falatehan dan Pondok Pinang), Kepulauan Seribu, NTT (Tanjung Karoso) dan Bali (Canggu)
   dengan total area seluas masing-masing seluas 1.175.063m2 pada 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2023.


   Atas tanah di Kepulauan Seribu, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)
   tertanggal 8 Mei 2015 dengan PT Setia utama Island atas pembelian sebuah villa dengan total area seluas
   1.500 m2 yang berlokasi di Pulau Tengah, Kepulauan Seribu dengan harga beli sebesar Rp15.800.000.000.
   Aset tersebut telah diserah terima dengan baik oleh Perusahaan melalui berita acara serah terima dengan PT
   Setia utama Island. Sampai saat ini, akta jual beli masih dalam proses karena harus menunggu proses
   pemecahan dari sertifikat induk oleh penjual.

   Tanah, bangunan dan perabotan dan peralatan yang berlokasi di Jalan Falatehan I No.21-22, Melawai, Jakarta
   Selatan (Sotis Falatehan) dan di Jalan Raya Kayu Tulang, Desa Canggu (Sotis Villa Canggu) digunakan oleh
   PT Dwimukti Mitra Wisata (Entitas Anak) untuk menjalankan kegiatan usaha perhotelan. Pada tahun 2024 dan
   2023, tanah dan bangunan di Jalan Falatehan tersebut dijadikan sebagai jaminan sehubungan dengan
   pinjaman bank yang diperoleh Entitas Anak dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Catatan 17).


   Aset dalam penyelesaian merupakan proyek pembangunan fasilitas pendukung hotel dan bangunan pendukung
   yang masih dalam tahap penyelesaian.

   Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut:
                                                                                                        30 Juni 2025                    31 Desember 2024
   Beban umum dan administrasi (Catatan 27)                                                                 3.266.898.252                        6.565.015.108
   Jumlah                                                                                                   3.266.898.252                        6.565.015.108




                                                                             30
Page 34
                                        PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                        Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                         Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                              30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                                       (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



10. ASET TETAP (Lanjutan)
   Biaya perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan sebesar Rp19.393.839.274 dan
   Rp19.051.672.274 masing-masing pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024.

   Aset tetap tidak termasuk tanah telah diasuransikan terhadap risiko akibat kerusakan, bencana alam,
   kebakaran dan risiko lainnya pada PT Asuransi Central Asia dengan nilai pertanggungan sebesar
   Rp119.692.733.894 pada 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024. Manajemen akan meningkatkan nilai
   pertanggungan tersebut untuk menutupi kerugian yang mungkin terjadi.

   Analisis laba (rugi) terkait yang timbul dari penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
                                                                                       30 Juni 2025              31 Desember 2024
   Harga jual                                                                               191.351.352                  21.793.694
   Nilai buku                                                                                         -                           -
       Jumlah                                                                               191.351.352                  21.793.694

   Perusahaan telah melakukan penilaian kembali aset tetap pada tahun 2023 dengan Laporan No.
   00068/2.0004-14/PI/03/0595/1/VI/2024 tanggal 28 Juni 2024 oleh KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan yang
   ditandatangani oleh Ir. Aguson Rosano. MAPPI (Cert.) Laporan penilaian tersebut dilakukan sesuai dengan
   Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditentukan berdasarkan transaksi terkini dalam ketentuan yang wajar
   dan Peraturan Bapepam-LK No.VIII.C.4 tentang pedoman penilaian dan penyajian laporan penilaian properti di
   pasar modal. Penilaian kembali aset tetap untuk tanah pada tanggal 31 Desember 2023 hanya untuk tujuan
   akuntansi sesuai dengan PSAK No.16 tentang “Aset Tetap” dan tidak ditujukan untuk tujuan pajak. Penentuan
   nilai wajar dilakukan dengan metode pendekatan biaya.
                                                                31 Desember 2023
  No. Lokasi        Alamat Aset                                 Jenis Aset             Nilai Wajar               Metode Pendekatan

  1.    Jakarta     Jl. Falatehan I No. 21-22
                    Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan    Tanah (523 m2)                  36.262.200.000   Pendekatan Biaya
                                                                Bangunan (3.020 m2)             21.744.000.000   dan Pendapatan

  2.    Jakarta     Jl. Penjernihan Bendungan                   Tanah (501 m2)                  29.904.700.000   Pendekatan Biaya
                    Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat           Bangunan (2.974 m2)             19.925.800.000   dan Pendapatan

  3.    Jakarta     Jl. Pinang Kuningan I No.25 Kel. Pondok     Tanah (3.027 m2)                60.181.200.000   Pendekatan Pasar
                    Pinang Kec. Kebayoran Lama Jakarta
                    Selatan

  4.    Jakarta     Lexington Apartement L : 26-06, Jl. Deplu   Bangunan - Apartemen             2.020.600.000   Pendekatan Pasar
                    Raya No. 12, Bintaro Pesanggrahan           Lexington (68 m2)
                    Jakarta Selatan
                    Lexington Apartement L : 26-08, Jl. Deplu   Bangunan - Apartemen             2.279.400.000   Pendekatan Pasar
                    Raya No. 12, Bintaro Pesanggrahan           Lexington (76 m2)
                    Jakarta Selatan

  5.    Jakarta     Pulau Tengah Kav. 51, Pulau Pari, Pulau     Tanah (1.500 m2)                18.761.600.000   Pendekatan   Biaya   dan
                    Seribu Selatan, Kep. Seribu                 Bangunan (1.677 m2)             17.608.500.000   Pendapatan

  6.    Sumba       Desa Tanjung Karoso, Kec. Kodi, Kab.        Tanah (1.162.282 m2)           135.615.700.000   Pendekatan Pendapatan
        Barat Daya, Sumba Barat Nusa Tenggara Timur
        Nusa
        Tenggara
        Timur

  7.    Canggu, Bali Jalan Raya Kayutulang,                     Tanah (7.230 m2)                51.758.300.000   Pendekatan Biaya
                     Desa Canggu, Kec. Kuta Utara, Kab. Badung, Bali
                                                                 Bangunan (1.674 m2)            10.211.400.000   dan Pendapatan
                                                                      Jumlah                   406.273.400.000




                                                                      31
Page 35
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


11. ASET LAIN-LAIN

  Rincian per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                     30 Juni 2025              31 Desember 2024
  Kas yang dibatasi penggunaannya                                       1.200.000.000               1.200.000.000
  Jumlah                                                                1.200.000.000               1.200.000.000

  Kas yang di batasi penggunaannya adalah uang jaminan sehubungan dengan pinjaman kredit investasi BNI,
  yang dapat digunakan ketika hutang sudah lunas.

12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI

  a. Sifat hubungan dengan pihak berelasi
     Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi keuangan dengan pihak-
     pihak berelasi.

     Sifat Pihak Berelasi

     Hubungan dan jenis akun atau transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

     No    Pihak Berelasi                         Hubungan                     Sifat Saldo Akun/Transaksi
      1.   Herman Herry Adranacus       Pemegang        Saham   dan       Utang lain-lain
                                        Komisaris Utama di Entitas
                                        Anak
      2.   Vonny Kristiani              Pemegang Saham Perusahaan         Piutang lain-lain
                                        dan   Entitas     Anak serta
                                        Komisaris Entitas Anak
      3.   Cindy Angelina Adranacus     Pemegang Saham Perusahaan         Piutang lain-lain; Utang lain-lain
      4.   PT Dwimukti Graha Elektrindo Di bawah pengendali yang          Piutang lain-lain; Utang lain-lain
                                        sama dengan Perusahaan dan
                                        Entitas Anak
      5.   PT Dwimukti Inti Boga        Di bawah pengendali yang          Piutang lain-lain; Utang lain-lain
                                        sama dengan Perusahaan dan
                                        Entitas Anak
      6.   PT Sotis Hotel Manajemen     Di bawah pengendali yang          Piutang lain-lain; Utang lain-lain
                                        sama dengan Perusahaan dan
                                        Entitas Anak
      7.   PT Sungai Mas Propertindo    Di bawah pengendali yang          Piutang lain-lain
                                        sama dengan Perusahaan dan
                                        Entitas Anak
      8.   Stevano Rizki Adranacus      Komisaris Utama Perusahaan        Utang lain-lain




                                                     32
Page 36
                             PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                             Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                              Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                   30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                            (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


b. Utang lain-lain
                                                                        30 Juni 2025       31 Desember 2024
   PT Dwimukti Graha Elektrindo                                          111.199.926.473      101.468.048.747
   Herman Herry Adranacus                                                 5.627.698.483        5.627.698.483
   PT Sotis Hotel Manajemen                                               1.554.031.000        1.300.031.000
    Jumlah                                                               118.381.655.956     108.395.778.230
   Bagian lancar                                                          1.554.031.000        1.300.031.000
   Bagian tidak lancar                                                   116.827.624.956      107.095.747.230

    Jumlah                                                               118.381.655.956     108.395.778.230
   Persentase terhadap jumlah liabilitas                                  51,16%                47,93%

   Transaksi signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

   PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE")

   Pada tahun 2025, Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh tambahan dana dari DGE untuk operasional
   sehingga saldo utang per 30 Juni 2025 menjadi sebesar Rp111.199.926.473 terdiri dari saldo utang PT
   SMK sebesar Rp87.371.486.634, PT DMW sebesar Rp19.174.205.811 dan saldo utang PT TKP sebesar
   Rp 4.234.234.028.

   a. SMK
      Perusahaan menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran
      atas pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman Perusahaan
      kepada DGE adalah sebesar Rp10.441.864.479. Atas saldo sisa hutang tersebut telah dinyatakan dalam
      Addendum Perjanjian Utang Piutang No.289/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember 2022. Pinjaman
      tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
      Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan
      dengan cash flow Perusahaan.

      Pada tanggal 30 Desember 2024 SMK memiliki utang dan menerima pinjaman dana dari waktu ke waktu
      sebagai mana tercantum pada Perjanjian Pengakuan Hutang No. 214A/SMK-DGE/PH/XII/2024 sebesar
      Rp9.585.483.185.
      Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pembaharuan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024 dengan
      Nomor: 225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT Dwimukti Mitra
      Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk mengalihkan atau memindahkan
      seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui perhitungan utang dengan nilai Utang DMW ke
      DGE.
      Sehingga saldo utang SMK kepada DGE sebesar Rp86.436.286.634

   b. DMW
      Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No.147/PHP/XII/2016 antara DMW (Entitas Anak) dengan DGE
      tanggal 28 Desember 2016, DGE setuju untuk memberikan pinjaman kepada DMW sebagai tambahan
      modal/modal kerja dan atau keperluan operasional DMW dengan nilai sebanyak-banyaknya sebesar
      Rp11.000.000.000 yang dapat diterima secara sekaligus ataupun secara bertahap. Atas pinjaman
      tersebut, tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali secara bertahap setiap bulannya dengan
      nominal yang disesuaikan dengan keuangan DMW.




                                                    33
Page 37
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                  30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


b. Utang lain-lain (Lanjutan)
   b. DMW (Lanjutan)
      Perjanjian ini telah mengalami perubahan melalui Penegasan Perjanjian Utang Piutang
      No.149/PPHP/XII/2017 tanggal 27 Desember 2017, dimana DMW mengakui utang kepada DGE sebesar
      Rp10.825.825.978.

      Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No.150/PHP/XII/2017 antara DMW dengan DGE tanggal 28
      Desember 2017, DMW setuju untuk memberikan pinjaman kepada DGE sebagai tambahan modal/modal
      kerja dan atau keperluan operasional DGE sebesar Rp66.693.458.803. Atas pinjaman tersebut, tidak
      dikenakan bunga dan dibayarkan kembali secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
      disesuaikan dengan keuangan DGE.

      Atas kedua Perjanjian Utang Piutang di atas (No.149/PPHP/XII/2017 dan No.150/PHP/XII/2017), DMW
      dan DGE membuat Perjanjian Perjumpaan Utang (Kompensasi) pada tanggal 28 Desember 2017,
      dimana kedua belah pihak setuju untuk melakukan perjumpaan utang/kompensasi antara saldo utang
      DGE kepada DMW sebesar Rp66.693.458.803 dengan saldo utang DMW kepada DGE sebesar
      Rp10.825.825.978 sehingga saldo akhir utang DGE kepada DMW menjadi sebesar Rp55.867.632.824.


      Sehubungan dengan Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) antara Perusahaan, DMW dan DGE,
      dimana DGE bermaksud melunasi sebagian utangnya kepada DMW dengan jalan Perusahaan
      menyatakan mengakui utang kepada DMW sejumlah Rp12.527.470.050 maka atas novasi tersebut,
      saldo utang DGE kepada DMW yang sebelumnya sebesar Rp55.867.632.824 setelah dikurangi nilai
      utang di dalam novasi sebesar Rp12.527.470.050 maka akan menjadi sebesar Rp43.340.162.774.


      Berdasarkan Nota Kesepahaman tanggal 29 Desember 2017 antara DMW dengan DGE, dimana atas
      nilai sisa utang DGE kepada DMW sebesar Rp43.340.162.774 (“Sisa Utang”) akan dilunasi oleh DGE
      dengan cara menjual kepada DMW sebidang tanah yang terletak di daerah Propinsi DKI Jakarta, Kota
      Administrasi Jakarta Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Kelurahan Pondok Pinang yang dikenal
      sebagai Jalan Pinang Kuningan I sebagaimana diuraikan dalam Sertifikat Hak Guna Bangunan
      No.09017/Pondok Pinang tertanggal 21 November 2017 seluas 3.239m2 yang terdaftar atas nama DGE.
      Harga Jual Beli yang disepakati adalah sebesar Rp54.122.438.057 yang pembayarannya dilakukan
      secara bertahap oleh DMW dengan cara sebagai berikut:
      1. Sejumlah sisa utang diakui sebagai pembayaran uang muka oleh DMW kepada DGE atas pembelian
         tanah pada saat tanggal penandatanganan Nota Kesepahaman.
      2. Sebesar Rp10.782.275.282 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal 29 Desember 2018
         yang akan diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
      Atas nota kesepahaman di atas, DMW mencatat saldo masing-masing sebesar Rp43.340.162.774
      sebagai Uang Muka Pembelian Tanah pada Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian per 31 Desember
      Pada tahun 2018, DMW memperoleh pinjaman dari DGE dengan total sebesar Rp11.733.332.653 per 31
      Desember 2018 yang tertuang di dalam perubahan kedua Perjanjian Utang Piutang No. 166/PPHP-
      II/XII/2018 tanggal 28 Desember 2018.




                                                  34
Page 38
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                  30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


b. Utang lain-lain (Lanjutan)
   b. DMW (Lanjutan)
      Pada tanggal 31 Desember 2018, sesuai dengan Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) antara DGE,
      DMW dan Perusahaan, bahwa Perusahaan bermaksud mengalihkan sebagian utangnya dengan DGE
      menjadi utang kepada DMW dan DMW ingin melunasi sebagian utangnya kepada DGE dengan
      memperhitungkan uang muka pembelian tanah Pondok Pinang sehingga jumlah pinjaman adalah
      sebagai berikut:
      1. Saldo utang Perusahaan kepada DGE sebesar Rp28.740.395.980 telah dialihkan menjadi utang
         kepada DMW. Saldo utang Perusahaan kepada DMW per 31 Desember 2018 adalah sebesar
         Rp68.832.147.811 dan saldo utang Perusahaan kepada DGE per 31 Desember 2018 adalah
         sebesar Rp4.153.781.850.
      2. Saldo uang muka pembelian tanah Pondok Pinang sebesar Rp43.340.162.774 diperhitungkan
         dengan utang DMW kepada DGE sebesar Rp11.733.332.653 dan pengalihan atas utang
         Perusahaan kepada DGE yang diterima oleh DMW yaitu sebesar Rp28.740.395.980 sehingga saldo
         uang muka pembelian tanah Pondok Pinang per 31 Desember 2018 yaitu sebesar Rp2.866.434.141.


      Pada tanggal 30 Desember 2022 dibuat Penegasan Nota Kesepahaman antara DMW dengan DGE
      untuk melakukan Addendum II atas Nota Kesepahaman dimana para pihak sepakat untuk mengubah
      ketentuan dan menegaskan kembali pasal 2 pada MOU, sebagai berikut:
      1. Sisa utang sebesar Rp2.866.434.141 diakui oleh DGE sebagai pembayaran uang muka oleh DMW
         kepada DGE atas pembelian tanah Pondok Pinang.
      2. Sisa pembayaran sebesar Rp51.224.865.859 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal 30
         Desember 2024 yang diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
      3. Semua syarat dan ketentuan hutang piutang sebagaimana dinyatakan dan ditetapkan dalam
         Perjanjian terdahulu yang telah ada, selama tidak dinyatakan berubah dalam Penegasan Perjanjian,
         tetap berlaku sebagaimana adanya.
      Pada tahun 2023, uang muka yang diberikan oleh DMW senilai Rp2.866.434.141 sesuai dengan
      adendum nota kesepahaman tahun 2022 dikompensasikan menjadi pembayaran utang DMW kepada
      DGE. Yang berarti DMW tidak menjadi membeli tanah Pondok Pinang dan tidak terdapat sisa
      pembayaran yang harus dibayar oleh DMW.
      DMW menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran atas
      pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman Perusahaan
      kepada DGE adalah sebesar Rp75.717.419.658. Atas saldo sisa hutang tersebut telah dinyatakan dalam
      Addendum II Perjanjian Utang Piutang No.284/DGE-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal 29 Desember 2023.
      Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
      lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
      disesuaikan dengan cash flow DMW.
      Saldo piutang lain-lain DGE per 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing sebesar Rp0 dan
      Rp6.033.100 merupakan sisa saldo piutang atas transaksi penjualan kendaraan Perusahaan kepada
      DGE. Atas saldo sisa piutang tersebut telah dinyatakan dalam 284/DGE-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29
      Desember 2023. Piutang tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa
      biaya tambahan lainnya. Pembayaran dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal
      yang disesuaikan dengan cash flow DGE.




                                                  35
Page 39
                             PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                             Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                              Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                   30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                            (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
    b. Utang lain-lain (Lanjutan)
       b. DMW (Lanjutan)
        DMW menerima pinjaman dari DGE pada tanggal 30 Desember 2024 yang telah dinyatakan pada
        Addendum III Perjanjian Utang Piutang No.213/DGE-DMW/PHP/XII/2024 sebesar Rp88.425.009.260.
        Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
        lainnya.
        Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pembaharuan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024 dengan
        Nomor: 225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT Dwimukti Mitra
        Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk mengalihkan atau memindahkan
        seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui perhitungan utang dengan nilai Utang DMW ke
        DGE.
        Sehingga saldo hutang DMW kepada DGE per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 sebesar
        Rp19.594.205.811 dan Rp11.574.205.810.
     c. TKP
        Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.284/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember 2022
        TKP (Entitas Anak) mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar Rp2.110.516.548. Pinjaman
        tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
        Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan
        dengan cash flow TKP.
        TKP menerima pinjaman dari DGE pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah dinyatakan pada
        Addendum II Perjanjian Utang Piutang No.217/TKP-DGE/PHP/XII/2024 sebesar Rp3.457.556.303.
        Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan
        lainnya.

        TKP menerima pinjaman dari DGE dari waktu ke waktu pada tahun 2025 sehingga utang TKP ke DGE
        per 30 Juni 2025 sebesar Rp4.234.234.028.

     Herman Herry Adranacus ("HHA")
     a. DMW
        Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No. 285/PHP/XII/2022 tanggal 30 Desember 2022, dimana HHA
        setuju untuk memberikan pinjaman sebanyak-banyaknya Rp6.627.698.483 yang dapat diterima
        sekaligus ataupun secara bertahap kepada DMW. Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan
        dibayarkan kembali setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan DMW.


        Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) No.279/HH-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29 Desember 2023,
        dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp5.627.698.483. Saldo utang DMW per
        31 Desember 2023 sebesar Rp5.627.698.483.
        Perjanjian Utang No. 222/HH-DMW/PPH/XII/2024 tanggal 30 Desember 2024, dimana DMW mengakui
        utang kepada pihak pertama sebesar Rp5.627.698.483. Saldo utang DMW per 30 Juni 2025 dan 31
        Desember 2024 sebesar Rp5.627.698.483
        Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya dengan nominal
        yang disesuaikan dengan keuangan DMW.

     PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM")

     Utang DMW kepada SHM sebesar Rp 1.554.031.000 dan Rp1.300.031.000 pada 30 Juni 2025 dan 31
     Desember 2024.

     Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No.193a/PHP/XII/2012 tertanggal 31 Desember 2021 SHM
     mengakui dan menerima pinjaman dari DMW. Pinjaman tersebut diberikan untuk keperluan operasional
     SHM dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran
     pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash
     flow pihak peminjam.




                                                   36
Page 40
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
    b. Utang lain-lain (Lanjutan)
       PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM") (Lanjutan)

     Sisa piutang per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp9.017.457 yang dicatat sebagai bagian dari piutang
     lain-lain.
     Berdasarkan Addendum III Perjanjian Hutang Piutang No.281/SHM-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal 29
     Desember 2023 DMW telah menerima pinjaman dari SHM dari waktu ke waktu dan saat perjanjian pada
     saat perjanjian ditandatangani total pinjaman adalah sebesar Rp935.707.000.

     Adapun perincian jumlah pinjaman tersebut sebagai berikut:
     1. Pinjaman untuk dana operasional sebesar Rp 385.707.000.
     2. Biaya Jasa Manajemen (Management Fee) yang belum dibayar atas pengoperasian Sotis Hotel sebesar
        Rp550.057.000. Terhadap biaya Jasa Manajemen (Management Fee) ini tidak dikenakan biaya
        tambahan berupa denda dan/atau bunga atas keterlambatan pembayaran yang belum dilakukan oleh
        DMW.
     Berdasarkan Perjanjian Manajemen Hotel No.0012/CTR/SHM/VIII/2018 tanggal 1 Agustus 2018 antara
     Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata) dengan PT Sotis Hotel Manajemen (SHM), bahwa Entitas Anak
     bermaksud menggunakan merk Sotis, sistem manajemen serta jasa pengelolaan hotel dari SHM. Jangka
     waktu perjanjian ini adalah selama periode 2 tahun mulai dari tanggal 1 Agustus 2018 sampai dengan 31
     Juli 2020. Atas perjanjian ini, Entitas Anak membayar biaya pelaksanaan pekerjaan yang terdiri dari
     incentive management fee sebesar Rp70.000.000 setiap bulan untuk masing-masing hotel. Selain itu,
     Entitas Anak wajib mencadangkan 3% dari GOP (Gross Operating Profit) hotel setiap bulannya sebagai
     cadangan untuk penggantian, penambahan dan penyempurnaan alat terpasang dan perlengkapan hotel. Di
     tahun 2023 dan 2022, Entitas Anak membayar jasa manajemen kepada SHM masing-masing sebesar
     Rp1.800.000.000 dan Rp1.800.000.000 yang dicatat sebagai “Jasa Manajemen” sebagai bagian dari Beban
     Umum dan Administrasi (Catatan 27).

     Berdasarkan Addendum IV Perjanjian Hutang Piutang No.220/SHM-DMW/PHP/XII/2024 tertanggal 31
     Desember 2024 DMW telah menerima pinjaman dari SHM sebesar Rp1.306.031.000.
     Adapun perincian jumlah pinjaman tersebut sebagai berikut:
     1. Pinjaman untuk dana operasional sebesar Rp 538.031.000.
     2. Biaya Jasa Manajemen (Management Fee) yang belum dibayar atas pengoperasian Sotis Hotel sebesar
        Rp762.000.000. Terhadap biaya Jasa Manajemen (Management Fee) ini tidak dikenakan biaya
        tambahan berupa denda dan/atau bunga atas keterlambatan pembayaran yang belum dilakukan oleh
        DMW.


13. UTANG USAHA

  Akun ini terdiri dari:

  a. Berdasarkan pemasok

                                                                     30 Juni 2025       31 Desember 2024
     Pihak ketiga
      Rupiah
        Kepemerintahan                                                    136.516.368                  -
        Sari Alam Supplier                                                101.757.163         83.511.154
        PT Rumah Duta Pangan                                               53.329.600         43.989.255
        Lapak Bawang Setiawan Pamungkas                                    47.643.400                  -
        PLN                                                                38.866.106                  -
        CV Jasa Boga Niaga                                                 35.059.800         10.290.100
        Makmur Stand Buah                                                  34.685.000         10.649.695
        PT Sahih Mitra Sinergi                                             29.758.425         14.902.350
        PT Seiga Plus Energy                                               28.600.000         17.800.000
        Aulia Fresh Fruits                                                 27.129.790                  -
        PT Firetomation Engineering Sejahtera                              26.795.078                  -
        Booking.Com                                                        23.731.748                  -
        Pastry The Maleo                                                   20.533.480         20.533.480




                                                     37
Page 41
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                  Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


13. UTANG USAHA (Lanjutan)
    a. Berdasarkan pemasok (Lanjutan)
                                                                        30 Juni 2025         31 Desember 2024
           PT Sentral Sari Prima Sentosa                                     19.521.000             15.186.000
           Jeng Rince Kitchen                                                18.090.000             11.634.000
           PT Citra Jaya Mandiri                                             13.251.320                      -
           Snack Bites                                                       11.920.250                      -
           Rico, Toko Plastik                                                11.561.000                      -
           PT Fitra Food International                                                -             15.192.133
           CV Santi Jaya Lestari                                                      -             16.825.000
           PT Paskomnas Niaga Utama                                                   -             16.161.454
           PT Yuza Graha Gemilang Raya                                                -             18.482.750
           Pratama Laundry & Dry Cleaning                                             -             11.581.500
           Lain-lain (Saldo dibawah Rp10.000.000)                           251.400.372            176.265.197
                                                                             930.149.900           483.004.068


   b. Berdasarkan umur
       Rincian utang usaha dikategorikan berdasarkan tanggal tertagih adalah sebagai berikut :
                                                                        30 Juni 2025         31 Desember 2024
       0 - 30 hari                                                           478.664.935           268.502.172
       31 - 60 hari                                                          158.528.858           100.481.677
       61 - 90 hari                                                           86.622.930            23.649.541
       > 90 hari                                                             206.333.177            90.370.677
       Jumlah                                                                930.149.900           483.004.067

       Seluruh utang usaha kepada pihak ketiga merupakan utang kepada pemasok dalam mata uang Rupiah per
       30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024. Seluruh utang usaha berjangka waktu 30 sampai dengan 120 hari
       dan tanpa jaminan.


14. UTANG LAIN-LAIN
    Akun ini terdiri dari:

   a. Berdasarkan pemasok

                                                                        30 Juni 2025         31 Desember 2024
       Pihak ketiga
        Rupiah
          PT Asuransi Central Asia                                                      -            39.797.164
          Lainnya                                                              38.671.148           118.931.243
                                                                              38.671.148            158.728.407

       Pihak berelasi (catatan 12d)                                       118.381.655.956        108.395.778.230

       Jumlah                                                             118.420.327.104        108.554.506.637

       Bagian lancar                                                        1.592.702.148          1.458.759.407
       Bagian tidak lancar                                                116.827.624.956        107.095.747.230
                                                                          118.420.327.104        108.554.506.637

       Seluruh utang lain-lain kepada pihak berelasi dilakukan tanpa dikenakan bunga, tanpa jaminan dan jatuh
       tempo sewaktu-waktu.




                                                       38
Page 42
                             PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                             Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                              Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                   30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                            (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


15. BEBAN AKRUAL

                                                                    30 Juni 2025        31 Desember 2024
  Jasa Pelayanan                                                         585.731.567         600.236.472
  Kerusakan dan Penggantian                                              376.191.219         348.904.780
  Provisi                                                                288.753.720         218.507.172
  Jasa Profesional                                                        14.049.115         100.000.000
  Komisi                                                                  89.920.997          71.743.578
  Kontrak Service                                                         70.249.173                   -
  Gaji dan Tunjangan                                                      62.352.281         385.109.061
  Pembelian aset                                                                   -         118.640.000
  Listrik                                                                 59.377.786          77.548.025
  Lain-lain dibawah Rp50.000.000                                         604.242.840         356.638.067
   Jumlah                                                              2.150.868.698        2.277.327.155

16. PERPAJAKAN

  a. Pajak dibayar dimuka
                                                                    30 Juni 2025        31 Desember 2024
     Perusahaan
      Pajak Pertambahan Nilai                                          4.832.235.824        4.790.913.030
      Pasal 21                                                                     -            8.677.320
     Entitas anak
      Pasal 23                                                             1.891.637            5.891.637
     Jumlah                                                            4.834.127.461        4.805.481.987

  b. Utang pajak
                                                                    30 Juni 2025        31 Desember 2024
     Perusahaan
      Pasal 21                                                            23.344.747          75.842.550
      Pasal 23                                                               773.019             818.001
      Pasal 4 (2)                                                         44.000.000                   -
     Entitas anak
      Pajak pembangunan 1                                                116.431.641         289.253.175
      Pasal 29                                                                     -         275.301.813
      Pasal 21                                                            (3.330.732)         64.411.616
      Pasal 23                                                             2.659.953          16.103.819
     Jumlah                                                              183.878.628         721.730.974

  c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan
                                                                     30 Juni 2025       31 Desember 2024

     Pajak Kini
      Anak                                                                          -         (478.471.358)
      Penyesuaian Tahun Lalu                                                        -            1.963.745
     Tangguhan
      Perusahaan                                                                    -          (96.345.678)
      Anak                                                                          -         113.643.160
     Jumlah                                                                         -         (459.210.131)




                                                   39
Page 43
                                      PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                      Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                       Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                            30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                                     (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


16. PERPAJAKAN (Lanjutan)
    c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan (Lanjutan)
       Rekonsiliasi antara laba sebelum Pajak Penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi
       komprehensif, dengan taksiran laba fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31
       Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                    30 Juni 2025             31 Desember 2024
      Laba sebelum Pajak Penghasilan konsolidasian                                                   -          (16.154.525.157)
      Laba sebelum Pajak Penghasilan - Entitas anak                                                  -            5.970.027.232
      Laba sebelum Pajak Penghasilan Perusahaan                                                      -          (10.184.497.925)

      Beda waktu:
       Selisih Penyusutan Aset Tetap Komersial dan Fiskal                                            -           1.716.091.422
       Beban Imbalan Kerja                                                                           -            (437.934.900)
       Realisasi Pembayaran Manfaat                                                                  -                        -
       Jumlah beda waktu                                                                             -           1.278.156.522
      Beda tetap:
       Jasa giro                                                                                     -                (556.062)
       Pendapatan Lain-lain                                                                          -                        -
       Beban Penyusutan Aset Tetap yang Tidak Diakui oleh Fiskal                                     -                        -
       Beban yang tidak dapat dikurangkan lain-lain                                                  -             625.960.919
       Jumlah beda tetap                                                                             -             625.404.857
      Taksiran Rugi Fiskal                                                                           -           (8.280.936.546)
      Rugi Fiskal Tahun sebelumnya:
       Tahun 2019                                                                                    -                        -
       Tahun 2020                                                                                    -           (8.273.978.141)
       Tahun 2021                                                                                    -           (8.912.287.273)
       Tahun 2022                                                                                    -           (9.302.166.990)
       Tahun 2023                                                                                    -           (8.167.893.601)
      Taksiran Akumulasi Rugi Fiskal                                                                 -          (42.937.262.551)

      Rugi fiskal Perusahaan dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak untuk periode lima tahun
      mendatang sejak kerugian fiskal terjadi. Namun, Manajemen berpendapat bahwa Perusahaan tidak akan
      memiliki laba kena pajak yang mengakibatkan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat digunakan sebelum
      tanggal kadaluarsanya, sehingga aset pajak tangguhan atas rugi fiskal tersebut tidak diakui.

      Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan konsolidasian dengan taksiran rugi fiskal
      Perusahaan diatas menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan.

   d. Aset Pajak Tangguhan

      Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan
      liabilitas menurut komersial dengan ketentuan pajak, dengan rincian perhitungan sebagai berikut:


                                                                               30 Juni 2025
                                                                  Dikreditkan                 Dikreditkan
                                         1 Januari 2025      (dibebankan) ke             (dibebankan) ke        30 Juni 2025
                                                            laporan laba rugi                penghasilan

      Perusahaan
      Liabilitas Pajak Tangguhan -
        Bersih
      Aset Tetap                         (26.264.355.311)                  -                             -       (26.264.355.311)
      Imbalan kerja                          185.454.337                   -                             -           185.454.337
      Jumlah                             (26.078.900.974)                  -                             -       (26.078.900.974)

      Entitas Anak
      Aset Pajak Tangguhan -
        Bersih
      Aset Tetap                           1.974.039.026                   -                             -         1.974.039.026
      Cadangan penurunan piutang                 915.735                   -                             -               915.735
      Imbalan kerja                          157.676.049                   -                             -           157.676.049
      Amortisasi                            (113.361.593)                  -                             -          (113.361.593)
      Jumlah aset
        pajak tangguhan                    2.019.269.217                   -                             -         2.019.269.217



                                                             40
Page 44
                                      PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                      Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                       Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                            30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                                     (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


16. PERPAJAKAN (Lanjutan)
    d. Aset Pajak Tangguhan (Lanjutan)
      Liabilitas Pajak Tangguhan -
        Bersih
      Aset Tetap                         (27.547.550.800)                   -                            -       (27.547.550.800)
      Jumlah aset (liabilitas)
        pajak tangguhan                  (27.547.550.800)                   -                            -       (27.547.550.800)


                                                                                30 Juni 2025
                                                                  Dikreditkan                  Dikreditkan
                                         1 Januari 2025      (dibebankan) ke              (dibebankan) ke       30 Juni 2025
                                                            laporan laba rugi                 penghasilan

      Konsolidasian

      Aset Pajak Tangguhan
       Entitas Anak :
         PT Dwimukti Mitra Wisata          2.019.269.217                    -                            -         2.019.269.217

      Liabilitas Pajak Tangguhan
        Perusahaan                       (26.078.900.974)                   -                            -       (26.078.900.974)
        Entitas Anak :
          PT Tanjung Karoso Permai       (27.547.550.800)                   -                            -       (27.547.550.800)


      Liabilitas Pajak Tangguhan         (53.626.451.774)                                                        (53.626.451.774)
      Manfaat (Beban)
        Pajak Tangguhan                                                     -                            -



                                                                          31 Desember 2024
                                                                  Dikreditkan                  Dikreditkan
                                         1 Januari 2024      (dibebankan) ke              (dibebankan) ke     31 Desember 2024
                                                            laporan laba rugi                 penghasilan

      Perusahaan
      Liabilitas Pajak Tangguhan -
        Bersih
      Aset Tetap                         (26.264.355.311)                 -                              -       (26.264.355.311)
      Imbalan kerja                          298.683.673       (113.229.336)                             -           185.454.337
      Jumlah                             (25.965.671.638)      (113.229.336)                             -       (26.078.900.974)

      Entitas Anak
      Aset Pajak Tangguhan -
        Bersih
      Aset Tetap                           1.963.524.611           10.514.415                            -         1.974.039.026
      Cadangan penurunan piutang               1.170.163             (254.428)                           -               915.735
      Imbalan kerja                           34.700.794          142.552.628                  (19.577.373)          157.676.049
      Amortisasi                             (91.075.796)         (22.285.797)                           -          (113.361.593)
      Jumlah aset
        pajak tangguhan                    1.908.319.772          130.526.818                  (19.577.373)        2.019.269.217
      Liabilitas Pajak Tangguhan -
        Bersih
      Aset Tetap                         (27.547.550.800)                   -                            -       (27.547.550.800)
      Jumlah aset (liabilitas)
        pajak tangguhan                  (27.547.550.800)                   -                            -       (27.547.550.800)




                                                             41
Page 45
                                     PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                     Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                      Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                           30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                                    (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


16. PERPAJAKAN (Lanjutan)
    d. Aset Pajak Tangguhan (Lanjutan)

                                                                          31 Desember 2024
                                                                 Dikreditkan               Dikreditkan
                                        1 Januari 2024      (dibebankan) ke           (dibebankan) ke    31 Desember 2024
                                                           laporan laba rugi              penghasilan

      Konsolidasian

      Aset Pajak Tangguhan
       Entitas Anak :
         PT Dwimukti Mitra Wisata         1.908.319.772          130.526.818             (19.577.373)         2.019.269.217

      Liabilitas Pajak Tangguhan
        Perusahaan                      (25.965.671.638)         (113.229.336)                      -       (26.078.900.974)
        Entitas Anak :
          PT Tanjung Karoso Permai      (27.547.550.800)                    -                       -       (27.547.550.800)
      Liabilitas Pajak Tangguhan        (53.513.222.438)                                                    (53.626.451.774)
      Manfaat (Beban)
       Pajak Tangguhan                                            17.297.482             (19.577.373)

   e. Pengampunan Pajak

      Pada tahun 2017 dan 2016, Perusahaan dan Entitas Anak ikut berpartisipasi dalam program pengampunan
      pajak. Perusahaan dan Entitas Anak telah melaporkan Surat Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak
      (SPHPP) kepada Direktorat Jenderal Pajak antara tanggal 28 September 2016 sampai dengan 31 Maret
      2017. Aset dan liabilitas pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak adalah
      sebagai berikut:

                                         Jenis Aset/Liabilitas                                             Jumlah
      Kas                                                                                                  22.205.650.000
      Bank                                                                                                      16.857.636
      Investasi dalam saham                                                                                 2.500.000.000
      Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan                                           4.950.000.000
      Tanah                                                                                                41.899.430.000
      Bangunan                                                                                              4.176.000.000
      Kendaraan                                                                                             1.798.600.000
      Utang Bank                                                                                             (516.930.801)
      Utang Lain-lain                                                                                     (11.850.000.000)
      Liabilitas Sewa Pembiayaan                                                                               (80.846.577)
       Jumlah                                                                                              65.098.760.258

      Seluruh aset dan liabilitas terkait dengan pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh Perusahaan dan
      Entitas Anak telah diakui, diukur dan dibukukan sesuai dengan kriteria yang ditentukan dalam UU No. 11
      Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.
      Perusahaan dan Entitas Anak membayar uang tebusan sebesar Rp197.500.000 pada tahun 2017 dan
      dicatat sebagai bagian dari Beban Pajak dalam akun Penghasilan (Beban) Lain-lain.




                                                            42
Page 46
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


16. PERPAJAKAN (Lanjutan)
    f. Ketetapan Pajak

     Pada 31 Desember 2024, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (”STP”) untuk berbagai jenis pajak
     tahun fiskal 2021 yang menyatakan sanksi administrasi atas keterlambatan pelaporan sebesar Rp
     38.645.890. Perusahaan telah menyetujui tagihan pajak tersebut dan dicatat sebagai beban pajak pada laba
     atau rugi tahun 2024.
       Jenis Pajak           Periode Pajak                   No. SKP                          Jumlah SKP
          PPH                Februari 2021           S-403/P2DK/KPP.0708/2024                      1.106.000
          PPH                 Maret 2021             S-403/P2DK/KPP.0708/2024                      1.106.200
          PPH                  April 2021            S-403/P2DK/KPP.0708/2024                      1.106.200
          PPH                  Mei 2021              S-403/P2DK/KPP.0708/2024                      1.106.200
          PPH                  Juni 2021             S-403/P2DK/KPP.0708/2024                      1.106.200
          PPH                  Juli 2021             S-403/P2DK/KPP.0708/2024                      1.106.200
          PPH                Agustus 2021            S-403/P2DK/KPP.0708/2024                      1.106.200
          PPH               September 2021           S-403/P2DK/KPP.0708/2024                      1.106.200
          PPH                Oktober 2021            S-403/P2DK/KPP.0708/2024                      1.106.200
          PPH               November 2021            S-403/P2DK/KPP.0708/2024                      1.106.200
          PPH               Desember 2021            S-403/P2DK/KPP.0708/2024                      1.106.200
          PPH               Desember 2021            S-403/P2DK/KPP.0708/2024                    23.693.291
          PPH                Februari 2021              00022/101/21/054/25                          249.513
          PPH                 Maret 2021                00023/101/21/054/25                          257.523
          PPH                  April 2021               00024/101/21/054/25                          254.868
          PPH                  Mei 2021                 00025/101/21/054/25                          252.213
          PPH                  Juni 2021                00026/101/21/054/25                          252.213
          PPH                  Juli 2021                00027/101/21/054/25                          252.213
          PPH                Agustus 2021               00028/101/21/054/25                          249.558
          PPH               September 2021              00029/101/21/054/25                          246.903
          PPH                Oktober 2021               00030/101/21/054/25                          246.903
          PPH               November 2021               00031/101/21/054/25                          244.248
          PPH               Desember 2021               00032/101/21/054/25                          249.671
          PPH               Desember 2024               00180/101/24/054/25                           28.773
                                                              TOTAL                              38.645.890



     Pada 31 Desember 2024, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (”STP”) untuk berbagai jenis pajak
     tahun fiskal 2021 yang menyatakan sanksi administrasi atas keterlambatan pelaporan sebesar Rp
     4.668.579. Perusahaan telah menyetujui tagihan pajak tersebut dan dicatat sebagai beban pajak pada laba
     atau rugi tahun 2024.

       Jenis Pajak          Periode Pajak                     No. SKP                         Jumlah SKP
          PPH               Desember 2021                00026/103/21/019/24                       1.657.929
          PPH               Desember 2021                00072/101/21/019/24                       3.010.650
                                                               TOTAL                               4.668.579

  g. Administrasi
     Undang-undang perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa Perusahaan menghitung,
     menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang secara individu. Berdasarkan
     peraturan perundang-undangan yang berlaku, DJP dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak
     terutang dalam jangka waktu 5 (lima) tahun.
     Pemerintah mengurangi tarif Pajak Penghasilan Badan menjadi 22% untuk tahun 2020-2021 dan 20% untuk
     tahun 2022 dan seterusnya, sesuai dengan Pasal 5 bagian 1 dari Perppu No. 1 tahun 2020. Kebijakan ini
     mulai berlaku sejak 31 Maret 2020, setelah dikeluarkannya Peraturan sebagai Pengganti Undang-Undang
     tentang Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Sistem Keuangan sehubungan dengan
     Wabah Virus Corona 2019 (“COVID-19”) dan/atau untuk mengantisipasi ancaman yang akan
     membahayakan Ekonomi Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Negara. Perpu tersebut telah
     diundangkan dalam Undang-undang No. 2 Tahun 2020 yang berlaku efektif 18 Mei 2020.




                                                    43
Page 47
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


16. PERPAJAKAN (Lanjutan)
    g. Administrasi (Llanjutan)
      Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun
      2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (“UU HPP”). Aturan tersebut menetapkan tarif pajak
      penghasilan badan menjadi sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan seterusnya.



17. UTANG BANK

                                                                       30 Juni 2025         31 Desember 2024
   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                                54.400.000.000         58.900.000.000
   Dikurangi:
    Biaya Transaksi Utang Bank yang Belum
      Diamortisasi                                                         (264.647.256)           (312.681.816)
   Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun                        (9.510.684.033)         (8.905.873.087)
   Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun                         44.624.668.711         49.681.445.097

   Entitas Anak

   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

   Berdasarkan Perjanjian Kredit No.240/JRM/PK-KI/2017 tanggal 15 Desember 2017 antara PT Dwimukti Mitra
   Wisata (Entitas Anak) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Entitas Anak mendapatkan Fasilitas
   Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp100.000.000.000 untuk keperluan refinancing pembiayaan
   Hotel Sotis Falatehan dan Sotis Residence Penjernihan berikut sarana prasarana, mesin dan perlengkapan.


   Jangka waktu kredit diberikan selama 144 bulan terhitung sejak tanggal 15 Desember 2017 sampai dengan 14
   Desember 2029. Pinjaman ini dikenakan bunga mengambang dan memiliki jadwal pembayaran atas angsuran
   pokok setiap bulannya yang berkisar antara Rp300.000.000-Rp1.300.000.000 per bulan selama jangka waktu
   kredit. Tingkat suku bunga yang dikenakan atas pinjaman di tahun 2023 dan 2022 adalah sebesar 12% per
   tahun.
   Jaminan yang diberikan atas fasilitas kredit tersebut adalah:
   - Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1458/melawai seluas 523 m2 di Jalan Falatehan I No.21 dan 22, Jakarta
     Selatan yang terdaftar atas nama PT Satria Mega Kencana (Perusahaan).
   - Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1256/bendungan hilir seluas 567 m2 di Jalan Penjernihan I No.10B,
     Jakarta Pusat yang terdaftar atas nama PT Dwimukti Graha Elektrindo.
   - Jaminan perusahaan oleh PT Satria Mega Kencana (Perusahaan) dan PT Dwimukti Graha Elektrindo.
   - Jaminan perorangan oleh Vonny Kristiani.
   Jumlah pembayaran pokok pinjaman atas fasilitas tersebut sebesar Rp4.500.000.000 dan Rp3.900.000.000
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan 30 Juni 2024.

   Saldo utang pinjaman per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp 54.135.352.744
   dan Rp 58.587.318.184 .

   Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak
   yaitu:
   a. Mengubah bentuk atau status hukum Entitas Anak, anggaran dasar, memindah tangankan saham Entitas
      Anak yang mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan;
   b. Mengubah susunan pengurus, direksi, komisaris dan kepemilikan saham Entitas Anak;
   c. Mengadakan merger dan/atau konsolidasi;
   d. Melakukan akuisisi/pengambilalihan aset milik pihak ketiga;
   e. Mengijinkan pihak lain menggunakan Entitas Anak untuk kegiatan pihak lain;
   f. Melunasi seluruh atau sebagian utang ke pemegang saham atau perusahaan afiliasi;
   g. Menjual atau menyewakan harta kekayaan atau barang-barang agunan;




                                                      44
Page 48
                                PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                      30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                               (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


17. UTANG BANK (Lanjutan)
    Entitas Anak (Lanjutan)
    PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Lanjutan)

   h. Melakukan interfinancing dengan perusahaan afiliasi, induk, entitas anak tanpa underlying transaction;
   i. Mengalihkan seluruh atau sebagian hak dan kewajiban berdasarkan perjanjian kredit kepada pihak lain;
   j. Menggunakan dana Entitas Anak untuk tujuan diluar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit;
   k. Menerima fasilitas kredit baru dari bank lain;
   Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak
   yaitu: (lanjutan)
   l. Mengikatkan diri sebagai penjamin dan menjaminkan harta kekayaan yang telah dijaminkan kepada pihak
      lain;
   m. Membayar dividen;
   n. Melakukan likuidasi;
   o. Melakukan investasi yang melebihi proceed Entitas Anak;
   p. Membuka usaha baru yang tidak terkait dengan usaha yang telah ada;
   q. Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar, namun tidak terbatas pada:
      - Mengadakan atau membatalkan kontrak yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha.
      - Mengadakan kerjasama yang mengancam keberlangsungan usaha.
      - Mengadakan transaksi dengan pihak lain dengan cara-cara yang berada di luar kebiasaan yang wajar.

   Disamping itu, terdapat juga rasio-rasio keuangan yang harus dipenuhi oleh Entitas Anak yaitu:
   a. Current Ratio (Rasio Lancar) minimal 1 kali;
   b. Debt to Equity Ratio maksimal 2,5 kali;
   c. Debt Service Coverage minimal 100%.

   Per tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, rasio-rasio keuangan DMW (Entitas Anak) sebagai berikut:


                                                                        30 Juni 2025          31 Desember 2024
   Current Ratio                                                            0,62 kali                0,64 kali
   Debt to Equity Ratio                                                    -1,21 kali               -1,19 kali
   Debt Service Coverage                                                     -4,23%                  15,11%
   Per tanggal 30 Juni 2025, Perusahaan belum dapat memenuhi batasan atas syarat Rasio Lancar, Debt to
   Equity Ratio (DER) dan Debt Service Coverage (DSCR).
   Pada tanggal 17 Juli 2018, Entitas Anak mendapatkan surat tertulis dari BNI No.JRM/1/365/R terkait batasan
   yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak, yaitu membayar dividen. Berdasarkan surat
   tersebut, Entitas Anak dapat membagi dividen tanpa persetujuan BNI selama Entitas Anak masih memenuhi
   financial convenant yang ditetapkan oleh BNI. Pemberitahuan wajib dilakukan 7 hari kerja sebelum tanggal
   efektif pembayaran dividen.




                                                       45
Page 49
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


18. LIABILITAS SEWA PEMBIAYAAN

                                                                      30 Juni 2025           31 Desember 2024
  Jumlah utang sewa guna usaha                                            120.890.000             153.860.000
  Pembayaran                                                               (65.940.000)            (65.940.000)
                                                                           54.950.000              87.920.000
  Dikurangi:
   Bagian jangka pendek                                                    54.950.000              65.940.000

  Bagian jangka panjang                                                                  -         21.980.000

  Liabilitas sewa pembiayaan merupakan sewa pembiayaan kepada Bank Central Asia yang dilakukan oleh
  entitas anak DMW pada unit Sotis Falatehan untuk kendaraan operasional. Jangka waktu nya adalah 3 tahun
  dengan bunga 2,66% setiap tahunnya


19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA

  Perusahaan dan Entitas Anak mencatat liabilitas imbalan pasca kerja sesuai UU CIPTAKERJA No.11/2020
  berdasarkan perhitungan aktuaris independen, Kantor Konsultan Aktuaria Arya Bagiastra yang dalam
  laporannya tertanggal 29 Februari 2024 dan 14 Maret 2023 untuk perhitungan per 30 Juni 2025 dan 31
  Desember 2024 dengan menggunakan metode Proyeksi Kredit Unit, dengan asumsi sebagai berikut :


                                                                      30 Juni 2025           31 Desember 2024
  Usia pensiun normal                                                                -            55 tahun
  Tingkat bunga diskonto (per tahun)                                                 -         6,91% - 7,10%
  Tingkat kenaikan gaji (per tahun)                                                  -            10,00%
  Tingkat kematian                                                                   -             TMI IV
  Tingkat cacat dari tingkat kematian                                                -        10% dari TMI IV

  Beban imbalan pasca kerja karyawan untuk 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
                                                                      30 Juni 2025           31 Desember 2024
  Biaya jasa kini                                                                        -        196.911.154
  Biaya bunga liabilitas manfaat pasti, neto                                             -         98.491.004
  Biaya terminasi                                                                        -        (12.244.159)
  Pengakuan Segera dari Biaya Jasa Lalu yang Vested                                      -        431.267.281
    Jumlah                                                                               -        714.425.280

  Mutasi liabilitas manfaat karyawan adalah sebagai berikut:
                                                                      30 Juni 2025           31 Desember 2024
  Saldo awal                                                                             -       1.515.385.440
  Beban yang diakui di laporan laba rugi                                                 -         714.425.280
  Pembayaran tahun berjalan                                                              -                   -
  Kurtailmen                                                                             -        (593.381.748)
  Penyesuaian liabilitas atas pengakuan masa kerja lalu                                  -         (76.743.902)
    Jumlah                                                                               -       1.559.685.070




                                                       46
Page 50
                                   PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                    Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                         30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (Lanjutan)
  Jumlah tercantum pada laporan posisi keuangan yang timbul dari liabilitas Entitas dalam rangka liabilitas
  imbalan pasca kerja adalah sebagai berikut:
                                                                          30 Juni 2025          31 Desember 2024
  Nilai kini liabilitas imbalan pasti                                        1.559.685.070           1.559.685.070
    Jumlah                                                                   1.559.685.070           1.559.685.070

  Analisa sensitivitas kuantitatif untuk asumsi-asumsi yang signifikan pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai
  berikut:

                                                                                   Pengaruh atas nilai kini liabilitas
                       Keterangan                        Persentase (%)
                                                                                              imbalan pasca kerja
  Tingkat diskonto
    Kenaikan                                                  1,00%                                  1.466.376.494
    Penurunan                                                 1,00%                                  1.663.970.521
  Kenaikan gaji di masa depan
    Kenaikan                                                  1,00%                                  1.653.745.117
    Penurunan                                                 1,00%                                  1.473.561.099



20. JAMINAN PELANGGAN

                                                                          30 Juni 2025          31 Desember 2024
  Pihak ketiga                                                                 314.930.447             256.763.744
    Jumlah                                                                     314.930.447             256.763.744

  Jaminan Pelanggan merupakan uang muka atau deposit yang diberikan terlebih dahulu oleh pelanggan
  sebelum menggunakan jasa hotel.


21. MODAL SAHAM

  Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.12 tertanggal 4 Mei 2018, para pemegang
  saham Perusahaan telah menyetujui untuk:
  - Meningkatkan modal dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp 10.000.000.000 menjadi sebesar Rp
    240.000.000.000.
  - Meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan dari semula sebesar Rp10.000.000.000
    yang terbagi atas 10.000 saham menjadi sebesar Rp60.000.000.000 yang terbagi atas 60.000 saham.
    Peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan dilakukan dengan menerbitkan saham baru dalam
    simpanan yaitu sebanyak 50.000 saham dengan nilai nominal sebesar Rp1.000.000, seluruhnya diambil
    bagian dan disetor oleh Herman Herry Adranacus.


  Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
  Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010228.AH.01.02. Tahun 2018 tanggal 8 Mei
  2018.




                                                         47
Page 51
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


21. MODAL SAHAM (Lanjutan)
  Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.27 tertanggal 9 Mei 2018, para pemegang
  saham Perusahaan telah menyetujui untuk merubah nilai nominal saham Perusahaan dari semula sebesar Rp
  1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 100 per saham.
  Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dalam Akta Notaris
  Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.49 tertanggal 25 Juli 2018, para pemegang saham Perusahaan telah
  menyetujui untuk:
  1. Merubah jumlah saham yang dikeluarkan dalam simpanan/portepel Perusahaan yang akan ditawarkan/dijual
     ke masyarakat melalui Penawaran Umum dari semula sebanyak-banyaknya 150.000.000 saham baru
     menjadi sebanyak-banyaknya 400.000.000 saham baru dengan nilai nominal masing-masing saham
     sebesar Rp100, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk peraturan
     Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang berlaku.


  2. Menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma kepada
     masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran Umum, dan waran ini dapat dialihkan dan/atau
     diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut, dengan memperhatikan peraturan perundang-
     undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang
     berlaku.
  3. Mencatatkan Waran Seri I dan saham-saham hasil pelaksanaan Waran Seri I pada Bursa Efek Indonesia
     serta mendaftarkan saham-saham Perusahaan dalam Penitipan Kolektif sesuai dengan Peraturan
     Kustodian Sentral Efek Indonesia.

  Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No.59 tanggal 21 September 2018 dan Akta
  Hibah Saham No.60 tanggal 22 September 2018 dari Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn., para
  pemegang saham Perusahaan menyetujui pengalihan saham dalam Perusahaan yang dimiliki oleh Herman
  Herry Adranacus kepada Stevano Rizki Adranacus sebanyak 240.000.000.
  Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak
  Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
  Perusahaan No. AHU-AH.01.03-0245655 tanggal 24 September 2018.
  Berdasarkan Laporan dari Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora, susunan pemegang saham per 30
  Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
                                    30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                                          Jumlah saham
                                                                    Persentase
           Pemegang Saham               ditempatkan dan                                    Jumlah
                                                                kepemilikan (%)
                                           disetor penuh
  Herman Herry Adranacus                      260.000.000                    26,00%       26.000.000.000
  Stevano Rizki Adranacus                     247.967.600                    24,80%       24.796.760.000
  Indjun                                      143.471.000                    14,34%       14.347.100.000
  Vonny Kristiani                              99.000.000                     9,90%        9.900.000.000
  Cindy Angelina Adranacus                      1.000.000                     0,10%          100.000.000
  Masyarakat                                  248.565.379                    24,86%       24.856.537.900
  Jumlah                                    1.000.003.979                   100,00%      100.000.397.900




                                                    48
Page 52
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


21. MODAL SAHAM (Lanjutan)


  Sesuai dengan Daftar Pemegang Saham per tanggal 31 Desember 2024, jumlah saham yang telah dikeluarkan
  oleh Perseroan dalam rangka pelaksanaan Waran sampai dengan tanggal 31 Desember 2024, adalah
  sebanyak 3.979 (tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
  Rp397.900 (tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah), sehingga jumlah seluruh saham yang
  telah dikeluarkan oleh Perseroan adalah sebanyak 1.000.003.979 (satu milyar tiga ribu sembilan ratus tujuh
  puluh sembilan) saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp100.000.397.900 (seratus milyar tiga ratus
  sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah).


22. TAMBAHAN MODAL DISETOR

                                                                       30 Juni 2025         31 Desember 2024
  Agio Saham - Penawaran Umum Perdana                                    26.000.000.000         26.000.000.000
  Biaya Emisi Saham - Penawaran Umum Perdana                             (4.700.865.166)        (4.700.865.166)
   Subjumlah                                                             21.299.134.834         21.299.134.834
  Agio Saham - Saham Waran                                                    1.989.500              1.989.500
  Selisih Nilai Transaksi Rekstrukturisasi Entitas Sepengendali          (6.809.670.464)        (6.809.670.464)
    Jumlah                                                               14.491.453.870         14.491.453.870

  Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali merupakan tambahan modal disetor atas peningkatan
  modal saham Perusahaan di Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata (DMW)). Peningkatan dilakukan melalui
  pembelian saham DMW dari Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250
  lembar saham dan 1.200 lembar saham dengan harga beli seluruhnya sebesar Rp2.450.000.000. Atas
  pembelian ini, timbul selisih antara harga pengalihan dengan proporsi nilai liabilitas bersih entitas anak pada
  saat pembelian sebesar Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
  Sepengendali.


23. KEPENTINGAN NON PENGENDALI

  Kepentingan non pengendali atas aset bersih entitas anak per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
  sebagai berikut:
                                                                       30 Juni 2025         31 Desember 2024
  Vonny Kristiani                                                         9.764.342.064          9.852.844.416
    Jumlah                                                                9.764.342.064          9.852.844.416
  Kepentingan non pengendali atas rugi bersih entitas anak:
                                                                       30 Juni 2025         31 Desember 2024
  Vonny Kristiani                                                           (91.110.155)          (154.366.337)
                                                                            (91.110.155)          (154.366.337)

  Mutasi kepentingan non pengendali adalah:
                                                                       30 Juni 2025         31 Desember 2024
  Saldo awal                                                              9.852.844.416         10.007.115.249
  Rugi Tahun Berjalan                                                       (91.110.155)          (154.366.337)
  Surplus Revaluasi Aset Tetap                                                        -                      -
  Penghasilan Komprehensif Lain:
   Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja, Setelah Pajak                          -                 95.504
                                                                          9.761.734.261          9.852.844.416




                                                       49
Page 53
                                PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                      30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                               (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


24. PENDAPATAN USAHA

   Penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:


                                                                         30 Juni 2025            30 Juni 2024
   Pendapatan Hotel
    Kamar                                                                   6.398.186.923          6.616.733.140
    Makanan dan Minuman                                                     2.790.605.108          3.021.472.467
    Lain-lain                                                                  39.761.226             46.315.054
    Subjumlah                                                               9.228.553.257          9.684.520.661
   Pendapatan Spa                                                              70.571.281             55.001.653
    Jumlah                                                                  9.299.124.538          9.739.522.314

   Pendapatan kamar merupakan pendapatan atas penggunaan kamar hotel Sotis Falatehan, hotel Sotis
   Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
   Pendapatan makanan dan minuman merupakan pendapatan atas penjualan dari restoran dan bar hotel Sotis
   Falatehan, hotel Sotis Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
   Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan dari telepon, laundry, business center, listrik dan parkir.

   Tidak terdapat pendapatan dari pihak berelasi maupun pelanggan dengan transaksi lebih dari 10% total nilai
   pendapatan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 2024.


25. BEBAN POKOK PENDAPATAN
    Beban pokok pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 adalah
    sebagai berikut:

                                                                         30 Juni 2025            30 Juni 2024
   Beban Hotel
    Gaji dan Tunjangan                                                      1.467.852.646          1.728.333.456
    Makanan dan Minuman                                                       865.804.919            932.291.425
    Reservasi                                                                 287.651.004            127.776.104
    Perlengkapan Kantor dan Rumah                                             220.552.671            264.198.272
    Internet dan TV Kabel                                                     216.500.662            156.051.543
    Pemeliharaan                                                              158.658.537            173.415.656
    Bahan Bakar                                                                66.607.055             67.118.600
    Penyisihan Perlengkapan dan Alat                                           20.246.887             29.869.613
    Transportasi dan Perjalanan Dinas                                           4.635.510              3.845.350
    Lain-lain                                                                  38.841.886             39.133.146
    Subjumlah                                                               3.347.351.777          3.522.033.165
   Beban Operasional Spa                                                       36.509.524             31.812.072
    Jumlah                                                                  3.383.861.301          3.553.845.237

   Sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 tidak terdapat transaksi
   dengan pihak berelasi maupun transaksi dengan pemasok yang berjumlah lebih dari 10% dari jumlah beban
   konsolidasian.




                                                        50
Page 54
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


26. BEBAN PENJUALAN
    Beban penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 30 Juni 2025 dan 2024 adalah sebagai
    berikut:
                                                                  30 Juni 2025         30 Juni 2024
   Gaji dan tunjangan                                                      315.608.134       256.158.889
   Transportasi dan Perjalanan Dinas                                        32.688.600        31.330.917
   Iklan dan Promosi                                                        29.219.014        14.520.780
   Komisi                                                                   25.500.000        95.185.500
   Lain-lain                                                                61.661.011        28.841.462
   Jumlah                                                                  464.676.759       426.037.548


27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
    Beban umum dan administrasi untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 30 Juni 2025 dan 2024 adalah
    sebagai berikut:

                                                                      30 Juni 2025        30 Juni 2024
   Gaji dan Tunjangan                                                    3.425.831.513     3.716.831.565
   Penyusutan dan Amortisasi (catatan 10)                                3.266.898.252     3.246.354.485
   Jasa Manajemen                                                          900.000.000       900.000.000
   Listrik, Air dan Telekomunikasi                                         748.038.037       685.493.547
   Keamanan                                                                467.840.800       107.828.400
   Perbaikan dan Pemeliharaan                                              439.138.268       441.334.139
   Perijinan dan Legalitas                                                 325.096.511       331.544.905
   Jasa Profesional                                                        220.692.619       142.010.000
   Asuransi                                                                114.252.064       118.255.165
   Transportasi dan Perjalanan Dinas                                       108.756.716       167.734.990
   Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel                       55.928.576                 -
   Administrasi Bank                                                        49.618.223        36.041.468
   Perlengkapan Kantor dan Rumah                                            33.979.137        83.971.345
   Lain-lain                                                               831.698.915       279.898.037
   Jumlah                                                              10.987.769.631     10.257.298.046


28. BEBAN KEUANGAN

                                                                      30 Juni 2025        30 Juni 2024
   Beban Bunga Pinjaman Bank                                             2.786.818.588     3.442.078.688
   Beban Bunga dari Liabilitas Sewa Pembiayaan                              22.553.686         2.631.600
   Biaya Administrasi Bank                                                   2.084.100         1.786.744
   Jumlah                                                                2.811.456.374     3.446.497.032




                                                     51
Page 55
                                  PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                  Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                   Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                        30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN

  Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau disajikan
  dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai
  wajarnya tidak dapat diukur secara handal.

  Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi penggunaannya,
  piutang usaha, piutang lain-lain, uang muka pembelian, utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus
  dibayar, utang pembelian aset tetap dan liabilitas sewa kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena instrumen
  keuangan tersebut sebagian besar berjangka pendek.

  Tabel berikut menyajikan aset dan liabilitas keuangan Entitas pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember
  2024:

                                                  30 Juni 2025                             31 Desember 2024
                                      Nilai tercatat         Nilai wajar        Nilai tercatat            Nilai wajar

  Aset Keuangan
   Kas dan Setara Kas                  4.712.556.791         4.712.556.791         5.722.483.612            5.722.483.612
   Piutang usaha                         930.157.161           930.157.161           595.988.398              595.988.398
   Piutang lain-lain                      50.145.272            50.145.272            54.224.551               54.224.551
   Aset lain-lain                      1.200.000.000         1.200.000.000         1.200.000.000            1.200.000.000
  Jumlah                               6.892.859.224         6.892.859.224         7.572.696.561            7.572.696.561

  Liabilitas Keuangan
    Utang Usaha                          930.149.900          930.149.900            483.004.068              483.004.068
    Utang lain-lain                  118.420.327.104      118.420.327.104        108.554.506.637          108.554.506.637
    Beban akrual                       2.150.868.698        2.150.868.698          2.277.327.155            2.277.327.155
    Jaminan pelanggan                    314.930.447          314.930.447            256.763.744              256.763.744
    Pinjaman bank                     54.135.352.744       54.135.352.744         58.587.318.184           58.587.318.184
    Liabilitas sewa                    1.614.635.070        1.614.635.070          1.625.625.070            1.625.625.070
  Jumlah                             177.566.263.963      177.566.263.963        171.784.544.858          171.784.544.858

  Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
  mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran
  nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:


  a. Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau
  b. Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.

  Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
  menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
  kepentingan ekonomi terbaiknya.
  Pengukuran nilai wajar atas aset non-keuangan mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar dalam
  menghasilkan keuntungan ekonomi dengan penggunaan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik aset atau
  dengan menjualnya ke pelaku pasar yang lain yang akan menggunakan aset di kemampuan tertinggi dan
  terbaik.
  Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data untuk
  mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
  meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

  PSAK 60, "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar
  dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut:
  (i)    Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat 1);
  (ii)  Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau
        liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari harga)
        (tingkat 2), dan;
  (iii) Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang
        tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).




                                                            52
Page 56
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)
  Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi nilai
  pasar pada tanggal pelaporan. Instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 1.

  Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan menggunakan
  teknik penilaian tertentu. Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat diobservasi sepanjang tersedia,
  dan seminimal mungkin mengacu pada estimasi. Apabila seluruh input signifikan atas nilai wajar dapat
  diobservasi, instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 2.
  Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi, maka instrumen
  tersebut masuk ke dalam tingkat 3.

  Entitas tidak mempunyai aset dan liabilitas keuangan yang diukur dan diakui pada nilai wajar (tingkat 1 dan 2).
  The Entity does not have financial asset and liability which is measured and recognized on fair value (level 1
  and 2). Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dari setiap
  golongan instrumen keuangan Entitas:
  1. Kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi pengguaannya, piutang usaha, dan piutang lain-lain. Untuk
     aset keuangan yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, nilai tercatat aset keuangan tersebut dianggap
     telah mencerminkan nilai wajar dari aset keuangan tersebut.
  2. Utang usaha, utang lain-lain dan beban yang masih harus dibayar.
     Seluruh liabilitas keuangan di atas merupakan liabilitas yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan
     sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah mencerminkan nilai wajar.
  3. Liabilitas sewa dan utang pembelian aset tetap
     Liabilitas keuangan di atas memiliki suku bunga variabel yang disesuaikan dengan pergerakan suku bunga
     pasar sehingga jumlah terutang liabilitas keuangan tersebut telah mendekati nilai wajar.

30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

  Risiko keuangan utama yang dihadapi oleh Grup adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang dan
  risiko suku bunga. Grup mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko di atas melalui
  pendekatan manajemen risiko.

  (i)   Risiko kredit
        Risiko kredit adalah di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi liabilitasnya
        dan mengakibatkan pihak lain mengalami kerugian keuangan.
        Instrumen keuangan Grup yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas di
        bank dan piutang usaha. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai tercatat atas akun-
        akun tersebut.

        Untuk risiko kredit yang berhubungan dengan bank, hanya bank-bank dengan predikat baik yang dipilih.
        Selain itu, kebijakan Grup adalah untuk tidak membatasi eksposur hanya kepada satu institusi tertentu,
        sehingga Grup memiliki kas dan setara kas di bank dan piutang di berbagai institusi (catatan 4, 5, 6 dan
        12).
                                                                     30 Juni 2025           31 Desember 2024
        Kas dan setara kas                                                 4.712.556.791           5.722.483.612
        Piutang usaha                                                        930.157.161             595.988.398
        Piutang lain-lain                                                     50.145.272              54.224.551
        Aset lain-lain                                                     1.200.000.000           1.200.000.000
        Jumlah                                                             6.892.859.224           7.572.696.561

        Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum Grup terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai tercatat
        masing-masing kategori aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan.




                                                      53
Page 57
                                      PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                      Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                       Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                            30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                                     (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
         Tabel berikut menganalisis aset keuangan berdasarkan jatuh tempo:
                                                                         30 Juni 2025
                               Belum jatuh                             Jatuh Tempo
                                                                                                                 Jumlah
                                 tempo            < 30 hari           30 - 90 hari         > 90 hari
           Kas dan
             Setara Kas                      -   4.712.556.791                  -                      -         4.712.556.791
           Piutang usaha                     -     471.870.598        459.957.997                      -           931.828.595
           Piutang lain-lain                 -               -                  -                      -                     -
           Aset lain-lain                    -               -                  -          1.200.000.000         1.200.000.000
         Jumlah                              -   5.184.427.389        459.957.997          1.200.000.000         6.844.385.386



                                                                      31 Desember 2024
                               Belum jatuh                             Jatuh Tempo
                                                                                                                 Jumlah
                                 tempo            < 30 hari           30 - 90 hari         > 90 hari
         Kas dan
           Setara Kas                        -   5.722.483.612                  -                      -         5.722.483.612
         Piutang usaha                       -     471.870.598        459.957.997                      -           931.828.595
         Piutang lain-lain                   -      50.145.272                  -                      -            50.145.272
         Aset lain-lain                      -               -                  -          1.200.000.000         1.200.000.000
         Jumlah                              -   6.244.499.482        459.957.997          1.200.000.000         7.904.457.479


  (ii)   Risiko likuiditas
         Risiko likuiditas adalah risiko di mana Grup akan mengalami kesulitan dalam rangka memperoleh dana
         untuk memenuhi komitmennya terkait dengan instrumen keuangan.
         Liabilitas keuangan terdiri dari:
                                                                                    30 Juni 2025           31 Desember 2024
         Utang usaha                                                                     930.149.900             483.004.068
         Beban akrual                                                                  2.150.868.698           2.277.327.155
         Liabilitas sewa                                                                  54.950.000              87.920.000
         Utang lain-lain                                                             118.420.327.104         108.554.506.637
         Pinjaman bank                                                                54.135.352.744          58.587.318.184
         Jumlah                                                                      175.691.648.446         169.990.076.044

         Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas yang mencukupi untuk memungkinkan Grup
         dalam memenuhi komitmen Grup untuk operasi normal Grup. Selain itu Grup juga melakukan pengawasan
         proyeksi dan arus kas aktual secara terus menerus serta pengawasan tanggal jatuh tempo aset dan
         liabilitas keuangan.

  (iii) Risiko nilai tukar mata uang asing
         Risiko mata uang adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai tukar
         nilai mata uang asing.

         Grup melakukan transaksi-transaksi dengan menggunakan mata uang asing, diantaranya adalah transaksi
         penjualan, pembelian dan pinjaman Entitas. Entitas harus mengkonversikan Rupiah ke mata uang asing,
         terutama Dolar Amerika Serikat, untuk memenuhi kebutuhan liabilitas dalam mata uang asing pada saat
         jatuh tempo. Fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat dapat
         memberikan dampak pada kondisi keuangan Entitas.




                                                                 54
Page 58
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
        Grup mengelola risiko mata uang dengan melakukan pengawasan terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang
        secara terus-menerus sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat untuk mengurangi risiko mata uang.

  (iv) Risiko suku bunga
        Risiko suku bunga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan suku
        bunga pasar.
        Grup memiliki risiko bunga terutama karena melakukan pinjaman. Grup melakukan pengawasan terhadap
        dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Grup.
        Utang yang berdampak bunga terdiri dari:
                                                                        30 Juni 2025        31 Desember 2024
        Utang bank                                                        54.135.352.744         58.587.318.184
        Liabilitas sewa                                                       54.950.000             87.920.000
        Jumlah                                                            54.190.302.744         58.675.238.184

  (v)   Risiko harga
        Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga pasar,
        terlepas apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen individual atau
        penerbitnya atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrumen yang diperdagangkan di pasar.


        Perusahaan mengelola risiko harga dengan melakukan pengawasan internal oleh manajemen secara
        berkelanjutan.


31. PENGELOLAAN MODAL

  Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat untuk
  mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
  Grup dipersyaratkan oleh Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, efektif sejak 2007,
  untuk mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh ke dalam dana
  cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut telah dipertimbangkan
  oleh Grup bahwa pembentukan dana cadangan belum bisa dilakukan.

  Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, bila diperlukan, berdasarkan perubahan
  kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat mengusahakan
  pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses selama tahun yang
  berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024.
  Grup mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit, dengan membagi jumlah utang yang
  berdampak bunga dengan jumlah ekuitas. Kebijakan Grup adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran dari
  perusahaan terkemuka di Indonesia untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang rasional.
  Termasuk dalam total pinjaman berdampak bunga adalah liabilitas sewa dan utang pembelian aset tetap.




                                                      55
Page 59
                                   PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                    Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                         30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


31. PENGELOLAAN MODAL (Lanjutan)

  Rasio pengungkit pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
                                                                           30 Juni 2025         31 Desember 2024
  Utang bank                                                                 54.135.352.744        58.587.318.184
  Liabilitas sewa                                                                54.950.000            87.920.000
  Dikurangi: Kas dan setara kas                                              (4.712.556.791)       (5.722.483.612)
  Utang Bersih                                                               49.477.745.953        52.952.754.572
  Jumlah Ekuitas                                                            186.647.678.999       194.987.705.009
  Rasio pengungkit                                                           26,51%                 27,16%

33. RUGI PER SAHAM DASAR

                                                                           30 Juni 2025           30 Juni 2024

  Rugi untuk perhitungan Rugi Bersih per saham                               (8.263.221.680)        (7.853.269.645)
  Jumlah Lembar Saham
  Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa yang Beredar
    untuk perhitungan Rugi Bersih per saham Dasar                             1.000.000.000         1.000.000.000
  Pengaruh Efek Berpotensi Saham Biasa yang Dilutif -
    Waran                                                                       199.996.021           199.996.021
  Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa untuk
    Perhitungan Rugi Bersih per Saham Dilusian                                  800.003.979           800.003.979
  Rugi per saham:
  - Dasar                                                                              (8,26)                (7,85)


35. KELANGSUNGAN USAHA


  Perusahaan menjalankan kegiatan usahanya melalui Entitas Anak yaitu DMW dan TKP. DMW bekerjasama
  dengan pemilik merk Sotis Hotel, yang merupakan operator dari 3 hotel yang dimiliki oleh Perusahaanya itu
  Sotis Hotel Falatehan Jakarta, Sotis Residence Perjernihan Jakarta dan Sotis Villa Canggu Bali. TKP memiliki
  aset tanah dan akan mengoperasikan kawasan di Tanjung Karoso, Sumba Barat Daya.
  DMW sebagai pemegang kendali perhotelan akan terus mengembangkan perhotelan dari aset yang dimiliki
  oleh Perusahaan di masa yang akan datang. Pencapaian dan rencana manajemen di dalam upaya
  mengembangkan perhotelan, sebagai berikut:

  1. Mengeksplorasi penawaran produk dan jasa yang inovatif, di luar produk kamar hotel, makanan dan
     minuman melalui pengoptimalan lahan dan ruang yang dimiliki di seluruh properti dengan:
     •  Perluas varian produk dan jasa diluar kamar, makanan, dan minuman;
     •  Optimalisasi pemanfaatan ruang di seluruh aset;
     •  Berkolaborasi dengan pihak ketiga untuk formulasi produk dan jasa baru.
  2. Mengimplementasikan program peningkatan dan renovasi aset untuk meningkatkan kualitas aset properti
     guna memperpanjang masa penggunaannya dengan:
     •  Renovasi aset (yang sedang berlangsung);
     •  Implementasi Rencana Pembaharuan dan Perbaikan Properti;
     •  Standarisasi desain dan interior;
  TKP akan berfungsi untuk mewujudkan rencana strategis Perusahaan jangka waktu panjang dalam
  meningkatkan zona pariwisata di Tanjung Karoso, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.




                                                         56
Page 60
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


36. PERISTIWA SIGNIFIKAN

  a. Perjanjian sewa
     Hotel Sotis

     Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 212/LGL-PSM/XII/2024 tanggal 30
     Desember 2024, Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Falatehan I Nomor 21-22, Melawai,
     Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang dipakai untuk Hotel Sotis Falatehan.

     Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
     Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
     setiap tahun berikutnya.

     Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 210/LGL-PSM/XII/2024 tanggal 30
     Desember 2024., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Raya Kayu Tulang, Banjar Kayu
     Tulang, Canggu, Kuta Utara, Badung yang dipakai untuk Sotis Villa Canggu.
     Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
     Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
     setiap tahun berikutnya.

     Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 211/LGL-PSM/XII/2022 tanggal 30
     Desember 2024., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Penjernihan I No. 10B, Bendungan
     Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang dipakai untuk Sotis Residence Penjernihan.

     Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
     Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat diperpanjang
     setiap tahun berikutnya.

  b. Peristiwa Kontinjensi
     Peristiwa kontinjensi antara lain : karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi; estimasi dari dampak
     keuangannya; indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu arus keluar sumber
     daya; dan kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga tidak ada.




                                                    57

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.68 MB
Published29 Jul 2025
Pages60
Characters228,847
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 53 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT SATRIA MEGA KENCANA p.2 ×178
linked — Herman Herry Adranacus. p.9 ×11
linked — Vonny Kristiani p.10 ×10
linked person Stevano Rizki Adranacus · Komisaris Utama p.11 ×6
linked person Husni Heron · Komisaris Independen p.11 ×5
linked org Bank Central Asia Tbk p.29 ×4
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.29 ×2
linked org Bank Pan Indonesia Tbk p.29 ×2
linked org Bank MNC Internasional Tbk p.29 ×2
linked org PT Asuransi Central Asia p.34 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.9 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.29 ×12
unresolved person Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo p.9
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9 ×5
unresolved org PT Tanjung Karoso Permai p.10 ×4
unresolved org PT Dwimukti Mitra Wisata p.10 ×10
unresolved person Floreta Tane · Direktur Utama p.11 ×2
unresolved — Sorta Delima Rosida Elisabeth Cesilia · Direktur p.11 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.11
unresolved person Maskanah · Anggota p.11
unresolved person Margaretha · Sekretaris Perusahaan p.11 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.15 ×3
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.27 ×2
unresolved org KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan p.28 ×2
unresolved org KJPP Pung's Zulkarnain p.28 ×2
unresolved org Bank Bukopin Tbk p.29 ×2
unresolved org PT Mitra Global Holiday p.29
unresolved org Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan p.29
unresolved org PT Setia p.33 ×2
unresolved person Ir. Aguson Rosano. MAPPI p.34
unresolved org Bapepam-LK p.34 ×2
unresolved org PT Dwimukti Graha Elektrindo Di p.35
unresolved org PT Dwimukti Inti Boga p.35
unresolved org PT Sotis Hotel Manajemen p.35 ×5
unresolved org PT Sungai Mas Propertindo p.35
unresolved org PT Dwimukti Graha Elektrindo p.36 ×6
unresolved org PT SMK p.36
unresolved org PT DMW p.36
unresolved org PT TKP p.36
unresolved org PT Satria Mega Kencana. Perjanjian p.36 ×2
unresolved org PT Rumah Duta Pangan p.40
unresolved org PT Sahih Mitra Sinergi p.40
unresolved org PT Seiga Plus Energy p.40
unresolved org PT Firetomation Engineering Sejahtera p.40
unresolved org PT Sentral Sari Prima Sentosa p.41
unresolved org PT Citra Jaya Mandiri p.41
unresolved org PT Fitra Food International p.41
unresolved org PT Paskomnas Niaga Utama p.41
unresolved org PT Yuza Graha Gemilang Raya p.41
unresolved person Akta Notaris Christina Dwi Utami p.50 ×6
unresolved org Sentral Efek Indonesia p.51
unresolved org PT Adimitra Jasa Korpora p.51

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2025-II-SOTS.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result