Back to announcement
Laporan Keuangan Interim 30-06-2025.pdf
Financial statement Text extracted BSLTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 98
Page 1
Page 2
KATA PENGANTAR
Sehubungan dengan transparansi dan publikasi Laporan Keuangan Bank dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I
PT. Bank Sulutco, bersama ini disampaikan Laporan Keuangan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30
Juni 2025 dan 3 I Desember 2A24.
Pen)msunan Laporan Keuangan untuk periods yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 disusun oleh
manajemen Bank sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang tidak diaudit. Informasi
keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024 disusun oleh manajemen Bank sesuai Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia yang telah diaudit oleh Kantor Ahmtan HanmiaBudianto & Rekan dalarn
Iaporannya tertanggal 24 Januari 2A25 yang menyatakaa bahwa Laporan 1(srrangan pT. Bank pembangunan
Daerah Sulawesi Utara Gorontalo telah disajikan secara wajar dalam ssmrm hal yang material, posisi keuangan
Bank tanggal 3l Desember 2o24, serta kinerja keuangan dan arus kasnya unh.rk tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akunlansi Keuangan di Indonesia.
Demikian Laporan Keuangan ini disusun kiranya dapat memberikan gambaran perkembangan usaha dari
PT. Bank Pembangunal Daerah Sulawesi Utara Gorontalo untuk periode yang berakhir tanggal 30 Juni 2025.
Manado,25 JuIi 2025
PT. BANKST]LUTGO
(- I
Direktur Umum
#tu
Page 3
AHSG w
be6ema m6mbanelun lndon6sla
SURAT PERNYATAAN I}IREKSI
TENTANG
TANGGUNG JAWAB ATAS LAFORAN KEUANGAi{
PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
TJNTUKPERIODE YANIG BERAKHIR TAFIGGAL 30 JUNI2025 DAN 2024
Kami yang bertanda tafigafidi bawah ini:
Nama : Maudy Revino Pepah
Alamat Kantor : Jl. Piere Tendean No. 100
Kompleks Marina Plaza Boulevard Manado 95111
Jabatan : Direktur Utarna
Nomor Telepon :0431-888659
AlamatRumah : Lingkungan II Kelurahan Winangun Dua Kecamatan Malalayang
Kota Manado Sulawesi Utara
Nama Joubert Rosano Jacobus Dondokambey
AIamat Kantor Jl. Piere Tendean No. 100
Kornpleks Marina Plaza Boulevard Manado 951 I I
Jabatan Direktur Umum
Nomor Telepon 043 1 -8886s9
Alamat Rumah Desa Paslaten Jaga II Kecamatan Likupang Selatan
Kabupaten Minahasa Utara - Sulawesi Utara
Menyatakan bahwa:
I . Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan PT Bank Pembangunan Daerah
Sulawesi Utara Gorontalo;
2" Laporan Keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo telah disusun dan disajikan
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia,
3. a. Sernua infbrmasi dalar:r Laporan Keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Lltara Gorontalo
telah dimuat secara lengkap dan benar;
b. Laporan Keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Corontalo tidak mengandung
informasi atau fakta material i/ang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material;
4. Kami bertanggung jar.vab atas sistem pengendalian internal PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara
Gorontalo.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Atas nama dan mewakili Direksi,
25 Juli2O25 f
Iil 20
MATIDY REVINO PEPAH JOUBERT R. J. pONpOKAMBEY vfu t
Direktur Utama Direktur Umum
Kantor Pusat
Jl. Piere Tendean No. 100 Manado 951 11, lndonesia
Telp. (0431 ) 888559
www.banksul utgo.co.id
Page 4
DAFTAR ISI
LAPORAN KEUANGAN PT. BANK SULUTGO 30 JUNI 2025
Halaman
Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan 1-2
Laporan Laba Rugi 3
Laporan Arus Kas 4
Laporan Perubahan Ekuitas 5
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi 6 - 94
Page 5
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Rupiah)
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Catatan (Unaudited) (Audited)
ASET
Kas 4 157,672,557,850 282,626,904,900
Giro Pada Bank Indonesia 5 1,281,662,570,717 1,400,554,714,626
Giro pada Bank Lain
Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
6 14,158,598,375 8,914,849,369
masing-masing Rp. 8.848.691,- pada 30 Juni 2025 dan Rp.
10.515.669,- per 31 Desember 2024
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
7 700,000,000,000 150,000,000,000
masing-masing Rp. 0,- pada 30 Juni 2025 dan Rp. 0,- per 31
Desember 2024
Surat-Surat Berharga
Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
8 2,383,662,894,783 1,853,276,645,776
masing-masing Rp. 0,- pada 30 Juni 2025 dan Rp. 0,- per 31
Desember 2024
Tagihan Atas Surat Berharga Dengan Janji Untuk Dibeli Kembali
Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
9 - 292,963,494,750
masing-masing Rp. 0,- pada 30 Juni 2025 dan Rp. 0,- per 31
Desember 2024
Tagihan Atas Surat Berharga Dengan Janji Untuk Dijual Kembali 10
Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
593,518,516,000 447,604,917,000
masing-masing Rp. 0,- pada 30 Juni 2025 dan Rp. 0,- per 31
Desember 2024
Kredit Yang Diberikan
Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
11 15,980,607,018,023 15,921,802,906,408
masing-masing Rp. 210.244.451.218,- per 30 Juni 2025 dan Rp.
208.860.044.185,- per 31 Desember 2024
Penyertaan
Setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai sebesar
12 968,252,850 968,252,850
masing-masing Rp. 9.247.150,- pada 30 Juni 2025 dan Rp.
9.247.150,- pada 31 Desember 2024
Aset Tetap, Inventaris, Aset Lease dan Aktiva dalam Penyelesaian
Setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp.
13 663,936,174,249 603,847,334,776
258.858.223.141,- pada 30 Juni 2025 dan Rp. 250.073.677.894,-
pada 31 Desember 2024
Aset Pajak Tangguhan 14 33,290,247,760 33,290,247,760
Aset Lain-Lain 15 274,484,791,236 123,294,358,798
JUMLAH ASET 22,083,961,621,844 21,119,144,627,012
Catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
1
Page 6
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
LAPORAN POSISI KEUANGAN (Lanjutan)
Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Rupiah)
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Catatan (Unaudited) (Audited)
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Segera 16 273,555,767,007 188,361,105,689
Simpanan Nasabah 17
Giro 2,358,206,156,605 1,122,173,039,142
Tabungan 2,627,611,675,664 2,732,065,780,017
Deposito 12,122,525,614,919 11,184,773,091,284
Simpanan dari Bank Lain 18 108,645,993,915 725,438,678,117
Kewajiban Repo 19 - 292,412,090,000
Surat Berharga Yang Diterbitkan 20
Setelah dilakukan set-off dengan Biaya Emisi Obligasi Yang
748,935,738,993 748,479,627,123
Ditangguhkan sebesar Rp. 1.064.261.007,- pada 30 Juni 2025 dan
Rp. 1.520.372.877,- pada 31 Desember 2024
Pinjaman Yang Diterima 21 1,500,000,000,000 1,850,000,000,000
Hutang Pajak 22 59,043,569,298 15,303,781,023
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 23 154,616,653,870 151,319,308,000
Liabilitas Lainnya 24 26,535,115,314 67,755,888,413
Liabilitas Estimasi 24 288,344,400 497,622,399
JUMLAH LIABILITAS 19,979,964,629,986 19,078,580,011,208
EKUITAS
Modal Saham
Modal Dasar :
Saham jumlah 50.000.000 lembar, nominal Rp. 100.000,- per
saham pada 30 Juni 2025 dan Saham jumlah 50.000.000 lembar,
nominal Rp. 100,000,- per saham pada 31 Desember 2024
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh :
Jumlah saham 14.006.676 lembar dan 13.271.176 lembar
25 1,400,067,600,000 1,327,117,600,000
pada 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, nominal Rp. 100,000,-
Modal Disetor Lainnya 48,275,321,007 14,951,321,007
Agio Saham 26 11,965,836,253 11,965,836,253
Laba (Rugi) Komprehensif Lainnya 27 77,932,606,981 77,932,606,981
Saldo Laba
Yang Telah Ditentukan Penggunaannya 386,357,133,136 384,477,151,993
28
Yang Belum Ditentukan Penggunaannya 179,398,494,481 224,120,099,570
JUMLAH EKUITAS 2,103,996,991,859 2,040,564,615,804
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 22,083,961,621,844 21,119,144,627,012
Catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
2
Page 7
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 30 Juni 2024
(Dalam Rupiah)
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Catatan (Unaudited) (Unaudited)
PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL
Pendapatan Bunga
Bunga 29 1,176,359,436,922 1,140,437,141,604
Jumlah Pendapatan Bunga 1,176,359,436,922 1,140,437,141,604
Beban Bunga
Beban Bunga 30 (514,942,354,391) (519,627,343,399)
Jumlah Beban Bunga (514,942,354,391) (519,627,343,399)
Jumlah Pendapatan Bunga-Bersih 661,417,082,532 620,809,798,204
BEBAN PENYISIHAN PENURUNAN NILAI ASET PRODUKTIF
DAN NON PRODUKTIF 36 (1,989,629,661) 18,400,588,184
Jumlah Pendapatan (Beban) Non Operasional (1,989,629,661) 18,400,588,184
PENDAPATAN (BEBAN) OPERASIONAL LAINNYA
Pendapatan Lain-Lain 31 71,903,276,702 121,464,298,293
Personalia 32 (325,681,787,932) (369,294,918,604)
Kerugian Terkait Risiko Operasional 33 (1,876,612,079) (800,000)
Umum dan Administrasi 34 (152,814,917,629) (184,928,173,431)
Beban Premi Program Penjaminan Pemerintah 35 (16,900,852,789) (16,086,506,668)
Perubahan Nilai Wajar Aset Keuangan Diperdagangkan 37 - -
Pendapatan (Beban) Operasional Lainnya - Bersih (425,370,893,727) (448,846,100,411)
LABA OPERASIONAL 234,056,559,144 190,364,285,977
PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL
Pendapatan Non Operasional 38 2,366,793,826 272,976,024
Beban Non Operasional 39 (6,425,283,122) (35,775,776,352)
Jumlah Pendapatan (Beban) Non Operasional (4,058,489,296) (35,502,800,328)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 229,998,069,848 154,861,485,650
PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Pajak Tangguhan - -
Pajak Kini (50,599,575,367) (34,069,526,843)
Jumlah Beban Pajak Penghasilan (50,599,575,367) (34,069,526,843)
LABA PERIODE BERJALAN 179,398,494,481 120,791,958,807
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN SETELAH PAJAK PENGHASILAN
Pos-Pos Yang Tidak Akan Direklasifikasikan Ke Laba-Rugi
Keuntungan (kerugian) Revaluasi Aset tetap - -
Keuntungan (kerugian) aktuarial program manfaat pasti - -
Pajak penghasilan terkait dengan komponen pendapatan
komprehensif lainnya - -
Jumlah Pos-Pos Yang Tidak Akan Direklasifikasikan Ke Laba-Rugi - -
Pos-Pos Yang Tidak Akan Direklasifikasikan Ke Laba-Rugi
Keuntungan (kerugian) dari aset keuangan yang diklasifikasikan
tersedia untuk dijual - -
Jumlah Pos-Pos Yang Tidak Akan Direklasifikasikan Ke Laba-Rugi - -
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN PERIODE BERJALAN
SETELAH PAJAK PENGHASILAN - -
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 179,398,494,481 120,791,958,807
Catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
3
Page 8
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
LAPORAN ARUS KAS
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 30 Juni 2024
(Dalam Rupiah)
30 Juni 2025 30 Juni 2024
(Unaudited) (Unaudited)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pendapatan bunga 1,176,359,436,923 1,140,437,141,604
Pembayaran bunga (514,942,354,391) (519,627,343,399)
Pembayaran beban karyawan (289,635,378,364) (315,836,241,760)
Pembayaran beban umum dan administrasi (171,592,382,497) (201,015,480,099)
Penerimaan lainnya 81,064,986,115 148,973,133,468
Pembayaran beban lainnya (7,489,544,129) (35,775,776,352)
Pembayaran pajak (86,645,984,934) (87,528,203,687)
Arus kas sebelum perubahan aset dan liabilitas operasi 187,118,778,722 129,627,229,775
Penurunan (kenaikan) dalam aset operasi
Surat-surat berharga (530,386,249,008) (776,723,409,351)
Tagihan Atas Surat Berharga Dengan Janji Dibeli Kembali 292,963,494,750 (102,131,534,775)
Tagihan Atas Surat Berharga Dengan Janji Dijual Kembali (145,913,599,000) 1,547,974,910,000
Kredit yang diberikan (58,804,111,616) (590,340,161,369)
Aset lain-lain (149,670,059,561) (100,040,569,555)
Kenaikan (penurunan) dalam liabilitas operasi
Liabilitas segera 85,194,661,318 53,278,825,378
Simpanan nasabah 2,069,331,536,746 688,500,398,844
Simpanan dari bank lain (616,792,684,202) 301,036,787,251
Kewajiban Repo (292,412,090,000) 99,987,174,000
Pembayaran pinjaman yang diterima (350,000,000,000) 250,000,000,000
Liabilitas lainnya 13,779,553,626 (32,982,719,246)
Kas Bersih yang diperoleh (digunakan) untuk Aktivitas Operasi 504,409,231,775 1,468,186,930,952
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (68,873,384,720) (28,009,084,601)
Penyertaan - -
Kas Bersih yang diperoleh (digunakan) untuk Aktivitas Investasi (68,873,384,720) (28,009,084,601)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari obligasi yang diterbitkan - -
Agio saham - -
Biaya emisi obligasi - -
Pembayaran dividen (222,240,118,427) (200,975,895,575)
Penerimaan tambahan setoran modal 106,274,000,000 44,722,400,000
Kenaikan (Penurunan) Cadangan - -
Tanggung jawab sosial perusahaan (8,172,470,580) (27,452,058,716)
Penerbitan (Pelunasan) obligasi yang diterbitkan - -
Kas Bersih yang diperoleh (digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan (124,138,589,007) (183,705,554,291)
KENAIKAN KAS DAN SETARA KAS 311,397,258,048 1,256,472,292,060
SALDO KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 1,842,096,468,895 2,376,962,689,744
SALDO KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2,153,493,726,942 3,633,434,981,804
Kas dan Setara Kas Pada Akhir Periode Terdiri Dari :
Kas 157,672,557,850 194,444,943,050
Giro pada Bank Indonesia 1,281,662,570,717 1,455,689,602,076
Giro pada Bank Lain 14,158,598,375 33,300,436,678
Penempatan pada Bank Lain-Jangka Waktu Jatuh Tempo 600,000,000,000 100,000,000,000
< 3 bulan dari tanggal jatuh tempo
Fasilitas Simpanan Bank Indonesia 100,000,000,000 1,850,000,000,000
< 3 bulan dari tanggal jatuh tempo
2,153,493,726,942 3,633,434,981,804
4
Page 9
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Rupiah)
Modal ditempatkan Modal disetor Agio Saham Keuntungan/(Kerugian) Keuntungan/(Kerugian) Keuntungan/(Kerugian) Pajak Penghasilan Saldo Laba Jumlah
Yang Belum Direalisasi
Dari Efek-Efek Yang Aktuarial Program Terkait Keuntungan
dan disetor lainnya Diukur pada Nilai Wajar Yangg Telah Ditentukan Penggunaannya Yang belum ditentukan ekuitas
Dalam OCI Revaluasi Aktiva Tetap Manfaat Pasti Program Imbal Pasti Cadangan umum Cadangan tujuan penggunaannya
Saldo 1 Januari 2024 1,261,022,200,000 30,024,321,007 11,965,836,253 - 189,192,362,563 (132,289,792,277) 22,834,696,175 343,445,095,557 - 250,007,952,011 1,976,202,671,289
Deviden - - - - - - - - - (200,975,895,575) (200,975,895,575)
Deviden Saham - - - - - - - - - - -
Pengesahan RUPS Menjadi
Modal Disetor 66,095,400,000 (66,095,400,000) - - - - - - - - -
Agio Saham - - - - - - - - - - -
Cadangan Umum & Tujuan - - - - - - - 41,032,056,436 - (41,032,056,436) -
Tambahan Modal Disetor - 51,022,400,000 - - - - - - - - 51,022,400,000
Dana Tanggung Jawab - - - - - - - - - (8,000,000,000) (8,000,000,000)
Sosial & Lingkungan
Reklasifikasi - - - - - - - - - - -
Total Laba Periode Berjalan - - - - - - - - - 224,120,099,570 224,120,099,570
Total Laba Komprehensif
Tahun Berjalan - - - - - (2,313,666,000) 509,006,520 - - - (1,804,659,480)
-
Saldo 31 Desember 2024 1,327,117,600,000 14,951,321,007 11,965,836,253 - 189,192,362,563 (134,603,458,277) 23,343,702,695 384,477,151,993 - 224,120,099,570 2,040,564,615,804
- - - - - - - - - - -
Saldo 1 Januari 2025 1,327,117,600,000 14,951,321,007 11,965,836,253 - 189,192,362,563 (134,603,458,277) 23,343,702,695 384,477,151,993 - 224,120,099,570 2,040,564,615,804
Deviden - - - - - - - - - (197,240,118,427) (197,240,118,427)
Deviden Saham - - - - - - - - - - -
Pengesahan RUPS Menjadi
Modal Disetor 72,950,000,000 - - - - - - - - - 72,950,000,000
Agio Saham - - - - - - - - - - -
Cadangan Umum & Tujuan - - - - - - - 1,879,981,143 - (1,879,981,143) -
Tambahan Modal Disetor - 33,324,000,000 - - - - - - - - 33,324,000,000
Dana Tanggung Jawab - - - - - - - - - - -
Sosial & Lingkungan (25,000,000,000) (25,000,000,000)
Total Laba Periode Berjalan - - - - - - - - - 179,398,494,481 179,398,494,481
Total Laba Komprehensif
Tahun Berjalan
- - - - - - - - - - -
Saldo 30 Juni 2025 1,400,067,600,000 48,275,321,007 11,965,836,253 - 189,192,362,563 (134,603,458,277) 23,343,702,695 386,357,133,136 - 179,398,494,481 2,103,996,991,859
- - - - - - - - - - -
TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE
Catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan.
FALSE FALSE FALSE TRUE TRUE TRUE TRUE FALSE TRUE TRUE
5
Page 10
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
1. UMUM
a. Pendirian Bank
PT Bank Sulut (Bank) dahulu bernama PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara didirikan dengan nama Bank Pembangunan Daerah
Sulawesi Utara Tengah berdasarkan akta No. 88 tanggal 17 Maret 1961 oleh Raden Hadiwido, S.H., Notaris pengganti dari Raden Kadiman S.H.,
Notaris di Jakarta yang diperbaiki dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 22 tanggal 4 Agustus 1961 oleh Raden Kadiman S.H., Notaris di
Jakarta dan Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 46 tanggal 10 Oktober 1961 oleh Raden Hadiwido S.H., pengganti dari Raden Kadiman S.H.,
Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan penetapan No. J.A.5/109/6 tanggal 13
Oktober 1961.
Anggaran dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, diantaranya berdasarkan Peraturan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi
Utara No. 1 tahun 1999 tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara dari Perusahaan Daerah menjadi
Perseroan Terbatas (PT) yang telah disahkan dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 584.61-174 tanggal 11 Maret 1999, dan
diundangkan dalam Lembaran Daerah Propinsi Sulawesi Utara Seri D No. 01/1999 tanggal 12 April 1999, memutuskan hal-hal antara lain tentang
perubahan status bentuk badan hukumnya dari Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Terbatas (PT) dan peningkatan modal dasar.
Perubahan anggaran dasar tersebut di atas telah diaktakan dengan akta No. 7 tanggal 14 April 1999 oleh Joanes Tommy Lasut, S.H., Notaris di
Manado yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C-8298.HT.01.01.TH'99 tanggal 14 Mei 1999 dan
telah didaftarkan dalam daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kotamadya Manado dengan No. 83/BH/18.05/V/1999 tanggal 21
Mei 1999, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 63 tanggal 6 Agustus 1999 dan Tambahan Berita Negara Republik
Indonesia No. 4772.
Perubahan anggaran dasar Bank berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Sulut yang diadakan tanggal 18
Mei 2009 dan dilanjutkan tanggal 27 Mei 2009, yang diaktakan melalui akta No. 67 tanggal 12 Juni 2009 oleh M.S.E. Pangemanan, S.H., Notaris
di Manado mengenai peningkatan modal dasar dari Rp 300.000.000.000,- menjadi Rp 500.000.000.000,-. Akta perubahan anggaran dasar tersebut
telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-37607. AH. 01. 02. Tahun 2009
tanggal 6 Agustus 2009.
Perubahan anggaran dasar Bank berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Sulut yang diadakan tanggal 28
September 2012 yang diaktakan melalui akta No. 6 tanggal 1 Oktober 2012 oleh M.S.E. Pangemanan, S.H., Notaris di Manado mengenai
peningkatan modal dasar dari Rp 500.000.000.000,- menjadi Rp 1.000.000.000.000,-. Akta perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapatkan
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-62074.AH.01.02 Tahun 2012 tanggal 5 Desember 2012.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasarnya, Bank berusaha dalam bidang perbankan dan jasa keuangan lainnya yang dapat dilakukan oleh suatu
bank berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia.
Berdasarkan Akte RUPS No. 72 Tanggal 22 Mei 2015 menyetujui perubahan nama perseroan PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara
atau juga PT. Bank Sulut sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat 1 anggaran dasar Perseroan, diubah menjadi PT. Bank Pembangunan Daerah
Sulawesi Utara Gorontalo atau disebut juga PT. BANK SULUTGO (BSG). Direksi perseroan telah menyampaikan perubahan nama tersebut
kepada Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, serta pihak-pihak eksternal lainnya.
Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-215/PB.12/2015 Tanggal 28 September 2015 Perihal Penetapan Penggunaan Izin Usaha PT.
Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo dan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. 17/KDK.03/2015 Tanggal
23 September 2015 Tentang Penetapan Penggunaan Izin Usaha Atas Nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara menjadi izin usaha
atas nama PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo, serta Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-0935695.AH.01.02. Tahun 2015 Tanggal 23 Mei 2015 Tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas
PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo menyetujui perubahan nama perseroan yang semula PT. Bank Pembangunan Daerah
Sulawesi Utara atau juga PT. Bank Sulut diubah menjadi PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo atau disebut juga PT. BANK
SULUTGO (BSG).
Berdasarkan Akte RUPS No. 16 Tanggal 12 Oktober 2015 oleh notaris M.S.E. Pangemanan SH., Notaris di Manado menyetujui peningkatan
modal dasar perseroan dari semula Rp. 1.000.000.000.000,- (satu trilyun rupiah) menjadi Rp. 1.500.000.000.000,- (satu trilyun lima ratus milyar
rupiah). Akta perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
No. AHU-0943848.AH.01.02 Tahun 2015 tangal 13 Oktober 2015. Akte RUPS No. 17 Tanggal 12 Oktober 2015 oleh notaris M.S.E.
Pangemanan SH., Notaris di Manado menyetujui penghapusan agio saham dalam setiap setoran modal. Selain itu kapitalisasi seluruh agio saham
yang tersaji dalam portofolio neraca per 31 Desember 2015 sebesar Rp. 62.917.906.000,- sebagai saham bonus dan dibagikan kepada semua
pemegang saham secara proporsional berdasarkan harga nominal saham perseroan yaitu Rp. 100.000,- untuk satu lembar saham.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara
Gorontalo (BANK SULUTGO) Nomor : 11 tanggal 09 Februari 2023, Edmund Lodi Mangowal, SH., Mkn, Notaris Kota Manado, para pemegang
saham menyetujui dan mengesahkan perubahan anggaran dasar Perseroan sehubungan dengan peningkatan modal dasar menjadi Rp.
5.000.000.000,- (lima triliun rupiah) yang terbagi atas 50.000.000 (lima puluh juta) lembar saham.
6
Page 11
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
b. Program Rekapitalisasi
Sejalan dengan jatuhnya industri perbankan di Indonesia pada tahun 1997, Bank menjadi salah satu Bank Pembangunan Daerah yang mengikuti
Program Rekapitalisasi karena mempunyai risiko Liabilitas Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) lebih dari 8%. Dengan mengacu kepada
Peraturan Pemerintah No. 84 tahun 1998 tentang Program Rekapitalisasi Bank Umum serta Surat Keputusan Bersama menteri Keuangan dan
Gubernur Bank Indonesia No. 53/KMK.017/1999 dan No. 31/12/KEP/GBI tanggal 8 Februari 1999 tentang Pelaksanaan Program Rekapitalisasi
Bank Umum dan Surat Keputusan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia No. 135/KMK.017/1999 dan 32/17/KEP/GBI tanggal 9 April
1999 tentang Pelaksanaan Program Rekapitalisasi Bank Pembangunan Daerah, pada tanggal 7 Mei 1999, Bank telah menandatangani Perjanjian
Rekapitalisasi antara Pemerintah Republik Indonesia, Bank Indonesia dan Bank dengan syarat dan ketentuan antara lain sebagai berikut :
- Pemegang saham pengendali wajib melakukan setoran modal secara tunai sebesar Rp 4.621.000.000,- atau sebesar 20% dari kekurangan
modal.
- Pemegang saham Bank menyetujui keikutsertaan Pemerintah dalam permodalan Bank dengan jumlah penyertaan modal sebesar Rp
18.482.000.000,- atau sejumlah 80% dari kekurangan modal.
- Bank wajib membeli Surat Utang Pemerintah yang dimiliki oleh Bank Indonesia (Obligasi Pemerintah Republik Indonesia).
- Bank wajib mengalihkan kredit/aset secara hukum kepada Assets Management Unit (AMU) di Badan Penyehatan Perbankan Nasional
(BPPN) dengan harga nihil yaitu :
1) Kredit yang tergolong macet
2) Kredit yang semua tergolong macet namun telah direstrukturisasi
3) Aset yang sudah dihapusbukukan yang menjadi milik BPD akibat dari penyelesaian kredit.
Pada tanggal 31 Desember 2004, Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Keuangan telah menjual kembali (divestasi) seluruh
kepemilikan saham di Bank Sulut dengan nilai penjualan sebesar Rp 30.916.776.697,- (tiga puluh milyar sembilan ratus enam belas juta tujuh
ratus tujuh puluh enam ribu enam ratus sembilan puluh tujuh rupiah). Bersamaan dengan penjualan saham tersebut, Pemerintah juga melunasi
Surat Utang Negara yang dibeli dalam rangka rekapitalisasi tersebut. Penjualan saham dan pelunasan obligasi tersebut dilaksanakan dengan
mengacu pada Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 543/KMK/06/2003 tentang Divestasi Saham Negara Dalam Rangka
Penyertaan Modal Negara Dan Pelunasan Obligasi Negara Pada Bank Pembangunan Daerah Peserta Program Rekapitalisasi.
c. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, dan Karyawan
Berdasarkan Akte Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Bank Sulawesi Utara Gorontalo No. 02 tanggal 05 Februari 2023, Notaris
Edmund Lodi Mangowal, SH., M.Kn, Notaris di Manado; yang dilangsungkan tanggal 05 Februari 2023; para pemegang saham menyetujui dan
dan mengesahkan perubahan keputusan RUPS tahun 2021 (dua ribu dua puluh satu) sesuai Akta RUPS Nomor 6 tahun 2021 (dua ribu dua puluh
satu) khususnya pada periode kepengurusan dari sebelumnya 18-03-2021 (delapan belas Maret dua ribu dua puluh satu) sampai dengan 18-03-
2025 (delapan belas Maret dua ribu dua puluh lima) 4 (empat) tahun, disesuaikan menjadi 18-03-2021 (delapan belas Maret dua ribu dua puluh
satu) sampai dengan 18-03-2026 (delapan belas Maret dua ribu dua puluh enam) 5 (lima tahun). Adapun susunan Dewan Komisaris dan Dewan
Direksi Perseroan, sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Edwin Harminto Silangen
Komisaris : Max Kembuan
Komisaris : Marhany Victor Poly Pua
Komisaris : Buhari Mokoagow
Komisaris : Fedriyanto Koniyo
Dewan Direksi
Direktur Utama : Maudy Revino Pepah
Direktur Kepatuhan : Machmud Turuis
Direktur Operasional : Louisa Jeane Parengkuan
Direktur Umum : Joubert Rosano Jacobus Dondokambey
Direktur Pemasaran : Pius Sefrianto Lande Batara
Berdasarkan Akte Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT. Bank Sulawesi Utara Gorontalo No. 02 tanggal 09 April 2025, Notaris Hesky
Nofri Sompie, SH., MKn, Notaris berkedudukan di Minahasa dengan wilayah jabatan Provinsi Sulawesi Utara; yang dilangsungkan di Manado
tanggal 09 April 2025, para pemegang saham menyetujui pemberhentian dengan hormat sebagian pengurus (Dewan Komisaris) sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Edwin Harminto Silangen
Komisaris : Marhany Victor Poly Pua
Komisaris : Buhari Mokoagow
Komisaris : Fedriyanto Koniyo
7
Page 12
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
c. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, dan Karyawan (lanjutan)
Dewan Komisaris
Dan melakukan penetapan dan pengangkatan Dewan Komisaris sebagai berikut:
Komisaris Utama : Ramoy Markus Thimotius Luntungan*
Komisaris : Max Kembuan**
Komisaris : Sam Sachrul Mamonto*
Komisaris : Djafar Alkatiri*
Komisaris : Jaclyn Ivana Koloay*
*) Menunggu hasil Fit and Proper Test dari Otoritas Jasa Keuangan
**Pengurus (Dewan Komisaris) yang baru diangkat dan Pengurus (Dewan Komisaris dan Direksi) yang tidak diberhentikan menjabat sampai
dengan akhir periode jabatan sampai dengan 18 Maret 2026 atau sampai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham berikutnya di tahun 2026;
Susunan Komite Audit, Komite Nominasi & Renumerasi, dan Sekertaris Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Komite Audit
Ketua Komite Audit : Sam Sachrul Mamonto
Anggota : Berty Wilhelmus Togas
Anggota : Galyano Marco Maramis
Anggota : Anthon Kojansow
Anggota : Natalia Megawati Roring
Anggota : Rina Ceydi Maindoka
Anggota : Oske Kaligis (Ex-Officio Pemimpin Satuan Kerja Audit Intern)
Komite Nominasi & Remunerasi
Ketua Komite R & N : Djafar Alkatiri
Anggota : Max Kembuan
Anggota : Wenda Welly Rumambi (Ex-Officio Pemimpin Divisi Human Capital)
Komite Pemantau Risiko
Ketua Komite Pemantau Risiko : Jaclyn Ivana Koloay
Anggota : Izaac Julius Ruryama Litaay
Anggota : Audy Endey
Anggota : Myuku Monginsidi
Anggota : Jeine Sambuaga
Anggota : Rusly Aimbu
Anggota : Sepriyono Gairudin Kadir (Ex-Officio Pemimpin Divisi Manajemen Risiko)
Sekertaris Perusahaan : Heince Jusva Rumende (Ex-Officio Pemimpin Corporate Secretary )
Susunan Komite Audit, Komite Nominasi & Renumerasi, dan Sekertaris Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Komite Audit
Ketua Komite Audit : Marhany Victor Poly Pua
Anggota : Perry Robert Lolombulan Sondakh
Anggota : Mieke Pangkong
Anggota : Jeffy Korengkeng
Anggota : Happy Trully Rebelly Korah
Anggota : Oske Kaligis (Ex-Officio Pemimpin Satuan Kerja Audit Intern)
Komite Nominasi & Remunerasi
Ketua Komite R & N : Fedriyanto Koniyo
Anggota : Max Kembuan
Anggota : Wenda Welly Rumambi (Ex-Officio Pemimpin Divisi Human Capital)
Komite Pemantau Risiko
Ketua Komite Pemantau Risiko : Buhari Mokoagow
Anggota : Rudy Surjadi Iksan
Anggota : Tiernney Gene Waani
Anggota : Bart Senduk
Anggota : Yeittij Fonnie Roring
Anggota : Rudiyanto Katili (Ex-Officio Pemimpin Divisi Manajemen Risiko)
Sekertaris Perusahaan
Sekertaris Perusahaan : Heince Jusva Rumende (Ex-Officio Pemimpin Corporate Secretary )
8
Page 13
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
c. Dewan Komisaris, Dewan Direksi, dan Karyawan (lanjutan)
Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, perusahaan memiliki karyawan masing-masing sejumlah 1.726 orang dan 1.733 orang. Jumlah
ini telah dikurangi karyawan PT. Bohusami Sukses Global yang merupakan perusahaan outsourcing yang pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31
Desember 2024 masing-masing sejumlah 347 orang dan 299 orang.
d. Jaringan Kantor
Pada tanggal 30 Juni 2025, PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo berkantor pusat di Jl. Piere Tendean No. 100, Kompleks
Marina Plaza Boulevard Manado, Sulawesi Utara dan mempunyai 1 kantor pusat, 1 kantor wilayah Gorontalo, 26 kantor cabang, dan 25 kantor
cabang pembantu yang tersebar di seluruh Kabupaten dan Kotamadya di Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Gorontalo, Provinsi DKI Jakarta, dan
Provinsi Jawa Timur.
e. Penawaran Umum Obligasi
Obligasi Bank Sulut I diterbitkan tahun 1990 dengan nilai nominal sebesar Rp 10.000.000.000,- dengan tingkat bunga tetap per tahun sebesar
17%. Obligasi ini telah jatuh tempo dan dilunasi tanggal 20 April 1995.
Obligasi Bank Sulut II diterbitkan tahun 1993 dengan nilai nominal sebesar Rp 20.000.000.000,- dengan tingkat bunga tetap per tahun sebesar
15%. Obligasi ini telah jatuh tempo dan dilunasi tanggal 30 Desember 1998.
Obligasi Bank Sulut III diterbitkan tanggal 29 April 2005 dengan nilai nominal sebesar Rp 200.000.000.000,- dengan tingkat bunga tetap per
tahun sebesar 12,75%. Obligasi ini memiliki jangka waktu lima periode yang berakhir pada tanggal 12 Mei 2010. Obligasi ini telah dilunasi.
Pada tanggal 30 Maret 2010, Bank telah menerbitkan Obligasi Bank Sulut IV sebesar Rp 390.000.000.000,- dengan tingkat bunga tetap per tahun
sebesar 12% dan Obligasi Subordinasi Bank Sulut I sebesar Rp 10.000.000.000,- dengan tingkat bunga tetap sebesar 12,20%. Obligasi ini
memiliki jangka waktu lima periode yang berakhir pada tanggal 9 April 2015.
Bank Sulut telah menerbitkan Obligasi V efektif pada tanggal 31 Desember 2014 dengan nilai nominal sebesar Rp. 750.000.000.000,- dengan
tingkat bunga tetap sebesar 11,90%. Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi.
Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 8 Januari 2015, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh
tempo obligasi adalah pada tanggal 8 Oktober 2019.
Bank SulutGo telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I efektif pada tanggal 07 September 2021 dengan nilai nominal sebesar
Rp. 750.000.000.000,- dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,80%. Pembayaran bunga obligasi dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan
tanggal pembayaran bunga obligasi. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 07 Desember 2021, sedangkan pembayaran
bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi adalah pada tanggal 07 September 2026.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
Kebijakan-kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan oleh Perseroan dalam penyusunan laporan keuangan interim diterapkan secara
konsisten dengan yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan untuk periode yang berakhir 30 Juni 2025, kecuali untuk penerapan
beberapa Pernyataan/Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan yang telah direvisi dan berlaku sejak tanggal 01 Januari 2020 seperti yang
diungkapkan pada catatan 2.d.
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan Keuangan interim Perseroan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia.
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan Keuangan interim disusun berdasarkan konsep biaya historis, kecuali untuk akun-akun tertentu yang disajikan berdasarkan kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan Keuangan Bank untuk periode yang berakhir tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 disusun sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan (SAK) yang berlaku umum di Indonesia yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), SEOJK No. 34/SEOJK.03/2021 tentang
Buku Panduan Akuntansi Perbankan bagi Bank Umum Konvensional (BPAK) yang diterbitkan atas kerjasama IAI dengan Otoritas Jasa Keuangan
dan praktek-praktek industri perbankan yang berlaku, serta peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK)
No. VIII.G.7 yang merupakan lampiran Surat Keputusan Ketua BAPEPAM No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang Pedoman
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung yang dimodifikasi dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi,
investasi dan pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas, kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain,
investasi jangka pendek likuid lainnya dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan, sepanjang tidak digunakan sebagai
jaminan atas pinjaman yang diterima serta tidak dibatasi penggunaannya.
Mata uang yang digunakan dalam laporan keuangan adalah mata uang rupiah. Angka yang disajikan dalam laporan keuangan dinyatakan dalam
rupiah penuh, kecuali bila dinyatakan secara khusus.
9
Page 14
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan (lanjutan)
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan SAK di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi, dan asumsi
yang mempengaruhi penerapan kebijakan akuntansi, dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini
dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan kegiatan saat ini, hasil aktual mungkin berbeda dengan jumlah yang
diestimasi semula.
c. Penggunaan Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi
Estimasi dan asumsi yang digunakan ditelaah secara berkesinambungan. Revisi atas taksiran akuntansi diakui pada periode dimana taksiran
tersebut direvisi dan periode-periode yang akan datang yang dipengaruhi oleh revisi estimasi tersebut.
Informasi mengenai hal-hal signifikan yang terkait dengan ketidakpastian estimasi dan pertimbangan signifikan dalam penerapan kebijakan
akuntansi yang signifikan terhadap laporan keuangan dijelaskan di catatan 3.
d. Perubahan Kebijakan Akuntansi
Standar, perubahan dan interpretasi yang berlaku efektif tanggal 01 Januari 2020
Berikut ini adalah standar, perubahan dan interpretasi yang berlaku efektif tanggal 01 Januari 2020 dan mempunyai pengaruh terhadap laporan
keuangan interim Perseroan:
a. PSAK No. 1 (Revisi 2013), “Penyajian Laporan Keuangan”
b. PSAK No. 4 (Revisi 2013), “Laporan KeuanganTersendiri”
c. PSAK No. 15 (Revisi 2013), “Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama”
d. PSAK No. 24 (Revisi 2013), “Imbalan Kerja”
e. PSAK No. 46 (Revisi 2014), “Pajak Penghasilan”
f. PSAK No. 48 (Revisi 2014), “Penurunan Nilai Aset”
g. PSAK No. 60 (Revisi 2014),“Instrumen Keuangan: Pengungkapan”
h. PSAK No. 65 (Revisi 2013), “Laporan Keuangan Konsolidasian”
i. PSAK No. 66, “Pengaturan Bersama”
j. PSAK No. 67, “Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain”
k. PSAK No. 68, “Pengukuran Nilai Wajar”
l. PSAK No. 71, “Instrumen Keuangan”
m. PSAK No. 73, “Sewa”
n. ISAK No. 15 (Revisi 2014), “Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum, dan Interaksinya”
o. ISAK No. 26 (Revisi 2014), “Penilaian Ulang Derivatif Melekat”
PSAK 1 – Penyajian Laporan Keuangan (Revisi 2013)
Pada 27 Agustus 2013, DSAK IAI menerbitkan penyesuaian atas PSAK 1 yang efektif tanggal 01 Januari 2015. Berikut adalah penyesuaian yang
terdapat pada PSAK 1 (Revisi 2013)
- Perubahan judul untuk ”Laporan Laba Rugi Komprehensif” menjadi “Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain”
- Kewajiban menyajikan informasi komparatif minimum.
Penghasilan komprehensif lain dikelompokkan berdasarkan sifat yaitu penghasilan komprehensif yang akan direklasifikasi lebih lanjut ke
Laba Rugi dan penghasilan komprehensif yang tidak akan direklasifikasi lebih lanjut di Laba Rugi
PSAK 4 – Laporan Keuangan Tersendiri (Revisi 2013)
DSAK IAI menerbitkan penyesuaian atas PSAK 4 yang efektif tanggal 01 Januari 2015. Penyesuaian pada PSAK 4 adalah perubahan ruang
lingkup pengaturan dari sebelumnya laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan tersendiri menjadi hanya laporan keuangan tersendiri.
PSAK 15 - Investasi pada Entitas Asosiasi (Revisi 2013)
DSAK IAI menerbitkan penyesuaian atas PSAK 15 yang efektif tanggal 01 Januari 2015. Berikut adalah penyesuaian yang terdapat pada PSAK
15 (Revisi 2013):
- Ruang lingkup PSAK 15 adalah investor dengan pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas investee .
- Pengecualian penerapan metode ekuitas untuk investasi yang dimiliki baik langsung atau tidak langsung.
PSAK 24 – Imbalan Kerja (Revisi 2013)
DSAK IAI menerbitkan penyesuaian atas PSAK 24 yang berlaku efektif pada tanggal 01 Januari 2015. Berikut adalah penyesuaian yang terdapat
pada PSAK 24 (Revisi 2013) :
- Penghapusan metode koridor untuk pengakuan keuntungan/kerugian aktuarial atas perubahan nilai kini kewajiban imbalan pasti.
- Pengakuan keuntungan/kerugian aktuarial dalam Penghasilan Komprehensif lain.
- Penegasan terkait dengan komponen biaya jasa lalu dan komponen biaya imbalan pasti
PSAK 46 – Pajak Penghasilan (Revisi 2014)
DSAK IAI menerbitkan penyesuaian atas PSAK 46 yang berlaku efektif pada tanggal 01 Januari 2015. Penyesuaian yang terdapat pada PSAK 46
(Revisi 2014) adalah penghapusan pengaturan mengenai pajak final dan pengaturan khusus terkait dengan pengakuan denda yang dimuat dalam
Surat Ketetapan Pajak
10
Page 15
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
d. Perubahan Kebijakan Akuntansi (lanjutan)
PSAK 60 – Instrumen Keuangan Pengungkapan (Revisi 2014)
DSAK IAI menerbitkan penyesuaian atas PSAK 60 yang berlaku efektif pada tanggal 01 Januari 2015. Berikut adalah penyesuaian yang terdapat
pada PSAK 60 (Revisi 2014):
- Penambahan persyaratan pengungkapan atas saling hapus antara aset keuangan dan liabilitas keuangan.
- Penambahan persyaratan pengungkapan atas aset keuangan alihan yang tidak dihentikan pengakuannya secara keseluruhan.
PSAK 65 – Laporan Keuangan Konsolidasian
DSAK IAI menerbitkan PSAK 65 tentang Laporan Keuangan Konsolidasian yang berlaku per 01 Januari 2015. Berikut adalah pokok-pokok
pengaturan dalam PSAK 65:
- Perubahan definisi pengendalian dan elemen pengendalian
- Pengaturan mengenai kekuasaan tanpa hak suara mayoritas.
- Pengecualian konsolidasi untuk entitas investasi
PSAK 66 – Pengaturan Bersama
DSAK IAI menerbitkan PSAK 66 tentang Pengaturan Bersama yang berlaku per 01 Januari 2015. Berikut adalah pokok-pokok pengaturan dalam
PSAK 66:
- Definisi pengaturan bersama yang mencangkup operasi bersama dan ventura bersama.
- Perlakukan akuntansi untuk operasi bersama dan ventura bersama.
PSAK 67 – Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain
DSAK IAI menerbitkan PSAK 67 tentang Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain yang berlaku per 01 Januari 2015. Berikut adalah
pokok-pokok pengaturan dalam PSAK 67:
- Pengungkapan terkait dengan pertimbangan dan asumsi signifikan dalam menentukan bahwa suatu entitas memiliki suatu pengendalian.
- Pengungkapan terkait komposisi kelompok usaha dan kepentingan yang dimiliki oleh kepentingan non pengendali.
- Pengungkapan mengenai sifat dan risiko yang terkait dengan kepentingan entitas dalam entitas terstruktur yang dikonsolidasikan.
- Pengungkapan kepentingan dalam entitas anak yang tidak dikonsolidasikan (entitas investasi)
PSAK 68 – Pengukuran Nilai Wajar
DSAK IAI menerbitkan PSAK 68 tentang Pengukuran Nilai Wajar yang berlaku per 01 Januari 2015. Berikut adalah pokok-pokok pengaturan
dalam PSAK 68:
- Definisi dan kerangka pengukuran nilai wajar.
- Pengukuran nilai wajar aset non keuangan dengan mempertimbangkan highest and best use.
- Teknik penilaian yang digunakan dalam mengukur nilai wajar.
- Pengungkapan kepentingan dalam entitas anak yang tidak dikonsolidasikan (entitas investasi)
PSAK 71 – Instrumen Keuangan
DSAK IAI menerbitkan PSAK 71 tentang Instrumen Keuangan yang berlaku per 01 Januari 2020. Berikut adalah pokok-pokok pengaturan dalam
PSAK 71:
- Klasifikasi dan kategori pengukuran instrumen keuangan yaitu: model bisnis dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik kontraktual
cash flow.
- Impairment (penurunan nilai) yang meliputi rugi ekspektasian (expected credit loss); Tahapan penurunan nilai: 12 months (stage 1) dan
lifetime (stage 2 dan 3); Memperhitungkan eksposur off balance sheet ; Memperhitungkan forward looking macroeconomic;
Memperhitungkan eksposur off balance sheet; Memperhitungkan forward looking macroeconomic .
- Hedge accounting yang meliputi: keterkaitan antara lindung nilai dan manajemen risiko; manajemen pengakuan keuntungan dan kerugian
dari fluktuasi pasar
PSAK 73 – Sewa
DSAK IAI menerbitkan PSAK 73 tentang Sewa yang berlaku per 01 Januari 2020. Berikut adalah pokok-pokok pengaturan dalam PSAK 73:
-
Unsur-unsur kontrak sewa yaitu Jangka waktu sewa > 12 bulan, Entitas menentukan masa sewa sebagai periode sewa yang tidak dapat
dibatalkan; nilai aset pendasar dari suatu kontrak sewa aset > IDR 70 juta; aset tersebut dapat di identifikasikan dengan jelas; dan adanya
hak untuk mengendalikan yang diberikan kepada penyewa.
- Jika memungkinkan, di dalam kontrak disebutkan tingkat diskonto (suku bunga implisit) selama jangka waktu sewa. Namun jika tidak,
dapat menggunakan suku bunga inkremental yaitu Suku bunga pinjaman inkremental penyewa Suku bunga yang akan dibayar oleh
penyewa untuk meminjam selama masa serupa, dan dengan jaminan yang serupa, dana yang diperlukan untuk memperoleh aset yang
memiliki nilai yang serupa dengan aset hak-guna dalam lingkungan ekonomik yang serupa.
11
Page 16
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
e. Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset keuangan Perseroan terutama terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank-
bank lain, efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, kredit dan tagihan lainnya.
Liabilitas keuangan Perseroan terutama terdiri dari liabilitas segera, simpanan dari nasabah, simpanan dari bank-bank lain, pinjaman yang
diterima, obligasi yang diterbitkan, dan utang subordinasi.
e.1. Klasifikasi
Sesuai dengan PSAK No. 71, Perseroan mengklasifikasikan aset keuangannya ke dalam kategori pengukuran sebagai berikut pada saat
pengakuan awal berdasarkan sifat dan tujuannya:
i Nilai wajar dalam laporan laba rugi (Fair value through profit and loss) ;
ii Nilai wajar dalam pendapatan komprehensif lainnya (Fair value through other comprehensive income) ;
iii Biaya perolehan diamortisasi (Amortized cost) ;
Liabilitas keuangan diklasifikasikan ke dalam kategori pengukuran sebagai berikut pada saat pengakuan awal berdasarkan sifat dan
tujuannya:
i Nilai wajar dalam laporan laba rugi (Fair value through profit and loss) ;
ii Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lainnya (Fair value through other comprehensive income) ;
iii Biaya perolehan diamortisasi (Amortized Cost) ;
Aset keuangan diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
i aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas
kontraktual; dan
ii persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari
pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang (kriteria solely payments of principal and interest / SPPI).
Aset keuangan diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
i aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset
keuangan; dan
ii persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memenuhi kriteria SPPI
Aset keuangan diukur pada Nilai Wajar Dalam Laporan Laba Rugi Aset keuangan lainnya yang tidak memenuhi persyaratan untuk
diklasifikasikan sebagai diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi (amortised cost) atau Nilai Wajar Melalui Penghasilan
Komprehensif Lain (Fair value through other comprehensive income) , diklasifikasikan sebagai diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba
Rugi (Fair value through profit and loss) .
Liabilitas keuangan dapat dikategorikan sebagai:
Diukur pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba Rugi
i Liabilitas keuangan yang memenuhi salah satu kondisi yang sama dengan kondisi penetapan aset keuangan dalam kategori
Diukur pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba Rugi.
ii Liabilitas keuangan yang masuk kategori Diperdagangkan antara lain mencakup:
- Liabilitas derivatif yang tidak dilaporkan sebagai instrumen lindung nilai;
- Liabilitas untuk menyerahkan aset keuangan yang dipinjam oleh short seller , yaitu bank yang menjual aset keuangan yang
dipinjamnya meski belum memiliki aset tersebut;
- Liabilitas keuangan yang diterbitkan dengan suatu intensi untuk dibeli kembali dalam waktu dekat (misalnya instrumen utang yang
memiliki pasar aktif, dimana penerbitnya dapat membeli kembali instrumen tersebut dalam waktu dekat, tergantung pada perubahan
nilai wajarnya); dan
- Liabilitas keuangan yang merupakan bagian dari portofolio instrument keuangan tertentu yang dikelola bersama-sama dan atas
bagian tersebut ditemukan bukti adanya pola ambil untung jangka pendek terkini.
Liabilitas keuangan yang diterbitkan ditetapkan untuk Diukur pada Nilai Wajar melalui Laba Rugi meskipun tidak dimaksudkan untuk
diperjualbelikan.
Bank dapat membuat penetapan yang tidak dapat dibatalkan untuk mengukur lialibilitas keuangan yang diterbitkan pada nilai wajar melalui
laba rugi jika penetapan ini menghasilkan informasi yang lebih relevan, karena:
i Mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkonsistensi pengukuran atau pengakuan (accounting mismatch) yang
timbul dari pengukuran aset atau liabilitas keuangan dengan dasar yang berbeda-beda.
ii Sekelompok liabilitas keuangan yang diterbitkan dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar sesuai manajemen
risiko atau strategi investasi yang terdokumentasi.
Liabilitas lainnya
Liabilitas keuangan selain yang memenuhi kriteria Liabilitas keuangan dalam kategori Diukur pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba
Rugi.
e.2. Pengakuan
Perseroan pada awalnya mengakui kredit yang diberikan dan simpanan pada tanggal perolehan. Pembelian dan penjualan aset keuangan
yang lazim (regular) diakui pada tanggal perdagangan dimana Perseroan memiliki komitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
Semua aset dan liabilitas keuangan lainnya pada awalnya diakui pada tanggal perdagangan dimana Perseroan menjadi suatu pihak dalam
ketentuan kontraktual instrumen tersebut.
12
Page 17
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
e. Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (lanjutan)
e.2. Pengakuan (lanjutan)
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan atau liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar ditambah (untuk instrumen keuangan yang tidak
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi setelah pengakuan awal) biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung atas perolehan
aset keuangan atau penerbitan liabilitas keuangan. Pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung
pada klasifikasi aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut.
Biaya transaksi hanya meliputi biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk perolehan suatu aset keuangan atau penerbitan
suatu liabilitas keuangan dan merupakan biaya tambahan yang tidak akan terjadi apabila instrumen keuangan tersebut tidak diperoleh atau
diterbitkan. Untuk aset keuangan, biaya transaksi ditambahkan pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan aset, sedangkan untuk
liabilitas keuangan, biaya transaksi dikurangkan dari jumlah utang yang diakui pada awal pengakuan liabilitas. Biaya transaksi tersebut
diamortisasi selama umur instrumen berdasarkan metode suku bunga efektif dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga untuk biaya
transaksi sehubungan dengan aset keuangan atau sebagai bagian dari beban bunga untuk biaya transaksi sehubungan dengan liabilitas
keuangan.
e.3. Pengukuran biaya perolehan diamortisasi
Biaya perolehan diamortisasi dari Instrumen keuangan dalam kategori Biaya Perolehan Dimortisasi (Amortized Cost) pada saat pengakuan
awal diukur sebesar nilai wajar dari instrumen keuangan tersebut dikurangi/ditambah pendapatan dan/atau beban yang dapat diatribusikan
secara langsung pada saat pengakuan awal. Untuk pengukuran setelah pengakuan awal instrumen keuangan dalam kategori Biaya
Perolehan Dimortisasi (Amortized Cost) diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi (amortized cost) , yaitu nilai pada saat pengakuan
awal ditambah/dikurangi pembayaran pokok, ditambah/dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif.
Tingkat suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau
liabilitas keuangan (atau kelompok aset keuangan atau kewajiban keuangan) dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau
beban bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran
atau penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih
singkat untuk memperoleh jumlah tercatat netto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif,
entitas mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut (seperti
pelunasan dipercepat, opsi beli (call option) dan opsi serupa lainnya), namun tidak mempertimbangkan kerugian kredit di masa datang.
Perhitungan ini mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan
bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premi atau diskon lainnya. Secara umum arus kas dan
perkiraan umur dari kelompok instrumen keuangan yang serupa dapat diestimasi secara handal. Namun demikian, dalam kasus yang
jarang terjadi, apabila tidak mungkin mengestimasi arus kas atau perkiraan umur instrumen keuangan (atau kelompok instrumen
keuangan) secara andal, maka entitas menggunakan arus kas kontraktual selama periode kontraktual dari instrumen keuangan (atau
kelompok instrumen keuangan) tersebut.
Perhitungan suku bunga efektif mencakup biaya transaksi (Catatan 2e.2) dan seluruh imbalan/provisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau
diterima yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif.
e.4. Pengukuran nilai wajar
Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain (FVOCI) yaitu Instrumen keuangan dalam kategori Nilai Wajar Melalui Penghasilan
Komprehensif Lain (FVOCI) pada saat pengakuan awal diukur sebesar nilai wajar dari instrumen keuangan tersebut dikurangi/ditambah
pendapatan dan/atau beban yang dapat diatribusikan secara langsung pada saat pengakuan awal. Untuk pengukuran setelah pengakuan
awal, Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain (FVOCI) diukur sebesar nilai wajar setelah ditambah/dikurangi
pembayaran pokok, ditambah/dikurangi dengan amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif.
Keuntungan/kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui secara langsung dalam Ekuitas atau Other Comprehensive Income
(OCI).
Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL) yaitu Instrumen keuangan dalam kategori Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (FVTPL) pada saat
pengakuan awal diukur sebesar nilai wajar dari instrumen keuangan tersebut. Pendapatan dan/atau beban yang terjadi pada saat pengakuan
awal diakui langsung sebagai pendapatan atau beban.Untuk pengukuran setelah pengakuan awal, Nilai Wajar Melalui Laba Rugi
(FVTPL) diukur sebesar nilai wajar. Sebesar nilai wajar. Keuntungan/kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui secara
langsung dalam Laba/Rugi.
Mulai tanggal 01 Januari 2015, nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur (orderly transaction ) antara pelaku pasar (market participants ) pada tanggal
pengukuran di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan dimana Perseroan memiliki akses
pada tanggal tersebut. Nilai wajar liabilitas mencerminkan risiko wanprestasinya.
Jika tersedia, Perseroan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga kuotasian di pasar aktif untuk instrumen
tersebut. Suatu pasar dianggap aktif jika transaksi atas aset dan liabilitas terjadi dengan frekuensi dan volume yang memadai untuk
menyediakan informasi penentuan harga secara berkelanjutan.
13
Page 18
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
e. Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
e.4. Pengukuran nilai wajar (lanjutan)
Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif, Perseroan menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang
dapat diobservasi dan relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. Teknik penilaian yang dipilih
menggabungkan semua faktor yang diperhitungkan oleh pelaku pasar dalam penentuan harga transaksi.
Bukti terbaik atas nilai wajar instrumen keuangan pada saat pengakuan awal adalah harga transaksi, yaitu nilai wajar dari pembayaran yang
diberikan atau diterima. Jika Perseroan menetapkan bahwa nilai wajar pada pengakuan awal berbeda dengan harga transaksi dan nilai
wajar tidak dapat dibuktikan dengan harga kuotasian di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik atau berdasarkan teknik penilaian
yang hanya menggunakan data dari pasar yang dapat diobservasi, maka nilai wajar instrumen keuangan pada saat pengakuan awal
disesuaikan untuk menangguhkan perbedaan antara nilai wajar pada saat pengakuan awal dan harga transaksi. Setelah pengakuan awal,
perbedaan tersebut diakui dalam laba rugi berdasarkan umur dari instrumen tersebut namun tidak lebih lambat dari saat penilaian tersebut
didukung sepenuhnya oleh data pasar yang dapat diobservasi atau saat transaksi ditutup.
Jika aset atau liabilitas yang diukur pada nilai wajar memiliki harga penawaran dan harga permintaan, maka Perseroan mengukur aset dan
posisi long berdasarkan harga penawaran dan mengukur liabilitas dan posisi short berdasarkan harga permintaan.
Kelompok aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar, yang terekspos risiko pasar dan risiko kredit yang dikelola
oleh Perseroan berdasarkan eksposur netonya baik terhadap risiko pasar ataupun risiko kredit diukur berdasarkan harga yang akan diterima
untuk menjual posisi net long (atau dibayar untuk mengalihkan posisi net short ) untuk eksposur risiko tertentu. Penyesuaian pada level
portofolio tersebut dialokasikan pada aset dan liabilitas individual berdasarkan penyesuaian risiko relatif dari masing-masing instrumen
individual di dalam portofolio.
Sebelum 01 Januari 2015, nilai wajar adalah nilai dimana suatu aset dapat dipertukarkan, atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak
yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm’s length transaction ) pada tanggal pengukuran.
Jika tersedia, Perseroan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga kuotasi di pasar aktif untuk instrumen
tersebut. Suatu pasar dianggap aktif jika harga kuotasi sewaktu- waktu dan secara berkala tersedia dan mencerminkan transaksi pasar yang
aktual dan aktif dalam suatu transaksi yang wajar.
Bukti terbaik atas nilai wajar instrumen keuangan pada saat pengakuan awal adalah harga transaksi, yaitu nilai wajar dari pembayaran yang
diberikan atau diterima, kecuali jika nilai wajar dari instrumen keuangan tersebut ditentukan dengan perbandingan terhadap transaksi pasar
terkini yang dapat diobservasi dari suatu instrumen yang sama (yaitu tanpa modifikasi atau pengemasan ulang) atau berdasarkan suatu
teknik penilaian yang variabelnya hanya menggunakan data dari pasar yang dapat diobservasi.
Jika harga transaksi memberikan bukti terbaik atas nilai wajar pada saat pengakuan awal, maka instrumen keuangan pada awalnya diukur
pada harga transaksi dan selisih antara harga transaksi dan nilai yang sebelumnya diperoleh dari model penilaian diakui dalam laba rugi
setelah pengakuan awal tergantung pada masing-masing fakta dan keadaan dari transaksi tersebut namun tidak lebih lambat dari saat
penilaian tersebut didukung sepenuhnya oleh data pasar yang dapat diobservasi atau saat transaksi ditutup. Nilai wajar mencerminkan
risiko kredit atas instrumen keuangan dan termasuk penyesuaian yang dilakukan untuk memasukkan risiko kredit Perseroan dan pihak
lawan, mana yang lebih sesuai. Taksiran nilai wajar yang diperoleh dari model penilaian akan disesuaikan untuk mempertimbangkan faktor-
faktor lainnya, seperti risiko likuiditas atau ketidakpastian model penilaian, sepanjang Perseroan yakin bahwa keterlibatan suatu pasar
pihak ketiga akan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam penetapan harga suatu transaksi.
Aset keuangan dan posisi long diukur menggunakan harga penawaran; liabilitas keuangan dan posisi short diukur menggunakan harga
permintaan. Jika Perseroan memiliki posisi aset dan liabilitas dimana risiko pasarnya saling hapus, maka Perseroan dapat menggunakan
nilai tengah dari harga pasar sebagai dasar untuk menentukan nilai wajar posisi risiko yang saling hapus tersebut dan menerapkan
penyesuaian terhadap harga penawaran atau harga permintaan terhadap posisi terbuka bersih (net open position ), mana yang lebih sesuai.
e.5. Penghentian Pengakuan
Perseroan menghentikan pengakuan aset keuangan pada saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut
kadaluwarsa, atau Perseroan mentransfer seluruh hak untuk menerima arus kas kontraktual dari aset keuangan dalam transaksi dimana
Perseroan secara substansial telah mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan yang ditransfer. Setiap hak atau
liabilitas atas aset keuangan yang ditransfer yang timbul atau yang masih dimiliki oleh Perseroan diakui sebagai aset atau liabilitas secara
terpisah. Perseroan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan pada saat liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau
dibatalkan atau kadaluwarsa.
Dalam transaksi dimana Perseroan secara substansial tidak memiliki atau tidak mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan
aset keuangan, Perseroan menghentikan pengakuan aset tersebut jika Perseroan tidak lagi memiliki pengendalian atas aset tersebut. Hak
dan kewajiban yang timbul atau yang masih dimiliki dalam transfer tersebut diakui secara terpisah sebagai aset atau liabilitas. Dalam
transfer dimana pengendalian atas aset masih dimiliki, Perseroan tetap mengakui aset yang ditransfer tersebut sebesar keterlibatan
berkelanjutan, dimana tingkat keberlanjutan Perseroan dalam aset yang ditransfer adalah sebesar perubahan nilai aset yang ditransfer.
14
Page 19
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
e. Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan (Lanjutan)
e.5. Penghentian Pengakuan (lanjutan)
Perseroan menghapusbukukan aset keuangan dan cadangan kerugian penurunan nilai terkait, pada saat Perseroan menentukan bahwa aset
keuangan tersebut tidak dapat ditagih. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan informasi seperti telah terjadinya perubahan
signifikan pada posisi keuangan debitur/penerbit aset keuangan sehingga debitur/penerbit aset keuangan tidak lagi dapat melunasi
kewajibannya, atau hasil penjualan agunan tidak akan cukup untuk melunasi seluruh eksposur kredit yang diberikan.
e.6. Saling Hapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika Perseroan
memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk
menyelesaikan secara neto atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Pendapatan dan beban disajikan
dalam jumlah bersih hanya jika diperkenankan oleh standar akuntansi.
f. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas meliputi deposito dan investasi jangka pendek lainnya yang jatuh tempo sama atau kurang dari 3 (tiga) bulan sejak tanggal
penempatan dan tidak dijadikan jaminan.
g. Giro Pada Bank Indonesia dan Pada Bank Lain
Giro pada Bank Indonesia, BI Fast dan Giro pada Bank Lain diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi (amortized cost) . Giro pada
Bank lain dan Bank Indonesia dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi (amortized cost) menggunakan suku bunga efektif, dikurangi
cadangan kerugian penurunan nilai.
Giro pada Bank Indonesia telah dihitung berdasarkan PBI No. 7/29/PBI/2005 tanggal 6 September 2005 yang telah diubah dengan PBI No.
10/19/PBI/2008 tanggal 14 Oktober 2008, selanjutnya diubah dengan PBI No. 10/25/PBI/2008 tanggal 23 Oktober 2008, selanjutnya diubah
dengan PBI No. 12/19/PBI/2010 tanggal 4 Oktober 2010, diubah dengan PBI No. 15/15/PBI/2013 tanggal 24 Desember 2013, diubah dengan PBI
No. 17/11/PBI/2015 tanggal 25 Juni 2015 serta SE BI No. 17/17 DKMP tanggal 26 Juni 2015, diubah dengan PBI No. 18/14/PBI/2016, diubah
dengan PBI No.20/3/PBI/2018 tanggal 29 Maret 2018, PBI No. 22/3/PBI/2020 tanggal 24 Maret 2020 dan PBI No. 22/4/PBI/2020 tanggal 26
Maret 2020 tentang Insetif Bagi Bank Yang Memberikan Penyediaan Dana Untuk Kegiatan Ekonomi Tertentu Guna Mendukung Penanganan
Dampak Perekonomian Akibat Wabah Virus Corona, PADG No. 23/7/PADG/2021 tanggal 01 Mei 2021, dan terakhir diubah lewat PADG No
24/8/PADG/2022 tentang Perubahan Kedelapan atas PADG No. 20/10/PADG/2018. Berdasarkan peraturan tersebut GWM dalam rupiah
ditetapkan sebesar menjadi 7,5% (mulai berlaku 01 Juni 2022), dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Secara harian sebesar 0%; dan
b. Secara rata-rata untuk:
- Tahap pertama sebesar 7,5%
- Tahap kedua sebesar 9%
h. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain, terdiri dari FASBI (Fasilitas Simpanan Bank Indonesia), Call Money , dan Term Deposit.
Penempatan pada Bank Indonesia dan pada Bank lain diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi (amortized cost) . Penempatan pada
Bank Indonesia dan pada Bank lain dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi menggunakan suku bunga efektif, dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai.
i. Surat-surat berharga
Efek-efek atau surat berharga terdiri dari Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Obligasi Pemerintah dan Obligasi Corporate .
SBI diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi (amortized cost) , sedangkan Obligasi Pemerintah dan Obligasi Corporate
diklasifikasikan sebagai diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (fair value through profit and loss) .
Surat-Surat Berharga yang diklasifikasikan sebagai diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi pada saat pengakuan awal dan setelah pengakuan
awal diakui dan diukur pada nilai wajar. Biaya transaksi yang terjadi diakui langsung pada laba rugi periode berjalan.
Semua perubahan nilai wajar Surat-Surat Berharga yang diklasifikasikan sebagai diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi diakui sebagai
bagian dari pendapatan bersih dari transaksi perdagangan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Keuntungan atau kerugian
yang direalisasi pada saat penghentian pengakuan aset keuangan dan liabilitas keuangan untuk diperdagangkan diakui dalam laba rugi periode
berjalan.
Surat Berharga yang diklasifikasikan sebagai amortized cost (biaya perolehan diamortisasi) pada mulanya diukur pada nilai wajar ditambah biaya
transaksi dan setelah pengakuan awal dicatat pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi cadangan
kerugian penurunan nilai, jika ada.
15
Page 20
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
j. Kredit Yang Diberikan
Kredit yang Diberikan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disetarakan dengan kas, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-
meminjam dengan debitur yang mewajibkan debitur untuk melunasi hutang berikut bunganya setelah jangka waktu tertentu.
Kredit yang diberikan diklasifikasikan sebagai amortized cost (biaya perolehan diamortisasi).
Kredit yang Diberikan pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan merupakan
biaya tambahan untuk memperoleh aset keuangan tersebut dan setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan
metode suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.
Kredit yang diberikan dalam rangka pembiayaan bersama (kredit sindikasi) dicatat sesuai dengan porsi kredit yang risikonya ditanggung oleh
Bank dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi.
Kredit yang direstrukturisasi dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah diantara nilai tercatat kredit pada tanggal restrukturisasi atau nilai tunai
penerimaan kas masa depan setelah restrukturisasi. Kerugian akibat selisih antara nilai tercatat kredit pada tanggal restrukturisasi dengan nilai
tunai penerimaan kas masa depan setelah restrukturisasi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif. Setelah restrukturisasi, semua penerimaan
kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru dicatat sebagai pengembalian pokok kredit dan penghasilan bunga secara proporsional.
Setelah tanggal 01 Januari 2010 saat persyaratan kredit telah dinegosiasi ulang, penurunan nilai yang ada diukur dengan menggunakan suku
bunga efektif awal yang digunakan sebelum persyaratan diubah dan kredit tidak lagi diperhitungkan sebagai menunggak. Manajemen secara
berkelanjutan mereview kredit yang restrukturisasi untuk meyakinkan terpenuhinya seluruh kriteria dan pembayaran dimasa depan. Kredit akan
terus menjadi subyek penilaian penurunan nilai individual atau kolektif, dihitung dengan menggunakan suku bunga efektif awal.
k. Penyertaan
Penyertaan saham merupakan penanaman dana dalam bentuk saham pada perusahaan non-publik yang bergerak di bidang jasa keuangan yang
tidak melalui pasar modal untuk tujuan jangka panjang.
Penyertaan diklasifikasikan sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang.
Untuk penyertaan saham dengan persentase kepemilikan di bawah 20% dicatat dengan metode biaya. Dengan metode ini, penyertaan saham
dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi dengan penyisihan kerugian. Pendapatan dividen diakui pada saat keputusan pembagian dividen
diumumkan.
Bank yang mempunyai persentase kepemilikan 20% sampai dengan 50% dicatat dengan menggunakan metode ekuitas (Equity Method) . Dengan
metode ini, investasi dicatat sebesar biaya perolehan dan disesuaikan dengan bagian Bank atas laba atau rugi bersih pada masing-masing
perusahaan asosiasi sesuai dengan jumlah persentase pemilikan dan dikurangkan dengan penerimaan deviden sejak tanggal perolehan.
Bank merencanakan untuk menjual seluruh saham pada PT BPR Prisma Dana, karena rencana Bank untuk menambah modal menjadi pemegang
saham mayoritas ditolak oleh PT BPR Prisma Dana. Sejak tahun 2012 Bank telah melakukan penjualan sebagian saham PT BPR Prisma Dana
sehingga penyertaannya menjadi dibawah 20%. Untuk itu pada laporan keuangan tahun 2012 Bank menggunakan metode biaya atas penyertaan
PT BPR Prisma Dana.
Penyertaan dalam bentuk saham dicatat berdasarkan harga perolehannya dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai. Cadangan
kerugian penurunan nilai dihitung berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 40/POJK.03/2019 tanggal 19 Desember 2019 tentang
Penilaian Kualitas Aset Bank Umum.
l. Aset Tetap dan Aset Lease
Aset Tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan. Semua aset tetap kecuali tanah dan bangunan (penyusutan
bangunan menggunakan metode garis lurus), disusutkan dengan menggunakan saldo menurun berdasarkan taksiran masa manfaat aset tetap
sebagai berikut :
Jenis Aset Presentase
Bangunan 5%
Kendaraan 25-50%
Mesin kantor 25%
Perabot kantor / rumah dinas 25-50%
Inventaris lainnya 25-50%
Hardware komputer 50%
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif pada saat terjadinya pemugaran dan penambahan dalam
jumlah signifikan dikapitalisasi. Nilai buku aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang
bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dilaporkan dalam laporan laba rugi komprehensif pada tahun yang bersangkutan.
16
Page 21
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
l. Aset Tetap dan Aset Lease (lanjutan)
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan
dipindahkan ke akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.
Perubahan kebijakan akuntansi PSAK No.16 (Revisi 2011) "Aset Tetap" disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan
Indonesia pada bulan November 2011, dan berlaku untuk laporan keuangan dengan periode yang dimulai pada atau setelah 01 Januari 2012 Bank
telah menerapkan metode biaya, sehingga aset tetap Bank dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi
penurunan nilai aset, jika ada.
Pada setiap tanggal pelaporan, nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan dikaji ulang, dan jika diperlukan, akan disesuaikan dan
diterapkan sesuai dengan ketentuan SAK yang berlaku.
Sesuai dengan PSAK No. 47 "Akuntansi Tanah", semua biaya dan beban yang terjadi sehubungan dengan perolehan hak atas tanah antara lain
biaya perijinan, biaya survey dan pengukuran lokasi, biaya notaris dan pajak yang berhubungan dengan hal tersebut, ditangguhkan dan disajikan
secara terpisah dari biaya perolehan hak atas tanah. Selain itu hak atas tanah tidak diamortisasi kecuali memenuhi kondisi-kondisi tertentu yang
telah ditentukan.
Bank memiliki kebijakan kapitalisasi aset tetap dengan nilai minimum sebesar Rp 5.000.000,- (nilai penuh).
Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai perolehan dan akumulasi penyusutannya dihapuskan dari akun tersebut.
Keuntungan atau kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi.
Sesuai dengan PMK 191/PMK.10/2015 Tentang Penilaian Kembali Aktiva Tetap Untuk Tujuan Perpajakan, Bank telah melaksanakan revaluasi
atas aktiva tetap oleh KJPP Toto Suharto & Rekan. Proses revaluasi dilaksanakan selama bulan Desember 2016 dan keuntungan atas revaluasi aset
tetap telah dipindahbukukan pada tanggal 30 Desember 2016.
Pada Tahun 2020 Perseroan telah melakukan perhitungan aset tanah dan bangunan melalui KJPP Teguh Hermawan Yusuf & Rekan pada laporan
nomor file 01713/2.0009-00/PI/07/0020/1/IV/2020 pada tanggal 22 April 2020 dengan nomor STTD 037/NB.122/STTD-P/2017, yang
ditandatangani oleh Teguh Hermawan SE, M.Ec.Dev., MAPPI (Cert), Tanggal efektif revaluasi adalah 5 Februari 2020, seperti yang diungkapkan
pada catatan nomor 12., sehingga mendapatkan keuntungan atas revaluasi aset tetap tersebut sebesar Rp. 4.834.893.000,-
Aset lease/Aset sewa
Suatu kontrak sewa merupakan, atau dapat dikategorikan mengandung sewa PSAK 73 jika kontrak tersebut
i Mempunyai jangka waktu sewa >12 bulan (PSAK 73 lampiran A Daftar Istilah “Sewa jangka pendek”), dan
ii Nilai aset pendasar dari suatu kontrak sewa aset > IDR 70 juta (IFRS USD 5000),
iii Aset tersebut dapat diidentifikasikan dengan jelas, yaitu:
- Ditetapkan secara eksplisit atau secara implisit
- Pesewa tidak dapat mengganti aset tersebut (pesewa tidak memiliki hak substitusi substantive)
- Bagian kapasitas aset secara fisik dapat dibedakan
iv Pihak penyewa diberikan hak untuk mengendalikan, di mana penyewa:
- Penyewa secara substantial mendapat manfaat ekonomik dari penggunaan aset
- Penyewa mengarahkan penggunaan aset
- Bagian kapasitas aset secara fisik dapat dibedakan
v Penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu sewa untuk dipertukarkan dengan imbalan tertentu yang disepakati.
Revaluasi Aset
Bank dapat menggunakan model revaluasi (revaluation model) sebagai dasar kebijakan akuntansi aset tetap apabila nilai wajar aset tetap dapat
diukur dengan andal dan diterapkan konsisten untuk kelompok aset yang sejenis. Aset tetap yang diukur menggunakan model revaluasi dicatat
pada jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai setelah
tanggal revaluasi. Nilai Revaluasi adalah Nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan
setelah revaluasi.
Revaluasi Aset Tetap adalah Penilaian kembali aset tetap perusahaan, yang diakibatkan adanya kenaikan/penurunan nilai aset tetap tersebut di
pasaran atau karena rendahnya nilai aset tetap dalam laporan keuangan perusahaan yang disebabkan oleh devaluasi atau sebab lain, sehingga nilai
aset tetap dalam laporan keuangan tidak lagi mencerminkan nilai yang wajar. Aset tetap yang dapat direvaluasi meliputi, tanah, bangunan, dan
bukan bangunan, dengan syarat tidak dimaksudkan untuk dialihkan. Model Revaluasi Setelah pengakuan sebagai aset, aset tetap yang nilai
wajarnya dapat diukur secara andal dicatat pada jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi
penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai setelah tanggal revaluasi. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang cukup reguler untuk
memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dengan jumlah yang ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada akhir
periode pelaporan. Jika jumlah tercatat aset meningkat akibat revaluasi, maka kenaikan tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan
terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi. Akan tetapi, kenaikan tersebut diakui dalam laporan laba rugi hingga sebesar jumlah
penurunan nilai aset yang sama akibat revaluasi yang pernah diakui sebelumnya dalam laba rugi. Jika jumlah tercatat aset turun akibat revaluasi,
maka penurunan tersebut diakui dalam laba rugi. Akan tetapi, penurunan nilai tersebut diakui dalam penghasilan komprehensif lain sepanjang
tidak melebihi saldo surplus revaluasi untuk aset tersebut. Penurunan nilai yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain tersebut mengurangi
jumlah akumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi.
17
Page 22
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
m. Aset Lain-Lain
Aset lain-lain terdiri dari bunga yang masih harus diterima, uang muka dan biaya dibayar dimuka, agunan yang diambil alih, persediaan barang
cetakan dan beban ditangguhkan emisi obligasi.
Agunan yang diambil alih diakui sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi. Selisih lebih saldo kredit diatas nilai netto yang dapat direalisasi dari
Agunan yang Diambil alih dibebankan kedalam akun Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset. Selisih nilai agunan yang diambil alih dengan
hasil penjualannya diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat agunan tersebut dijual.
n. Identifikasi dan Pengukuran Kerugian Penurunan Nilai
Aset Keuangan
Pada setiap tanggal pelaporan, Perseroan mengevaluasi apakah terdapat bukti obyektif bahwa aset keuangan yang tidak dicatat pada nilai wajar
melalui laba rugi telah mengalami penurunan nilai. Aset keuangan mengalami penurunan nilai jika bukti obyektif menunjukkan bahwa peristiwa
yang merugikan telah terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa tersebut berdampak pada arus kas masa datang atas aset
keuangan yang dapat diestimasi secara handal.
Bukti obyektif bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai meliputi wanprestasi atau tunggakan pembayaran oleh debitur, restrukturisasi
kredit oleh Perseroan dengan persyaratan yang tidak mungkin diberikan jika debitur tidak mengalami kesulitan keuangan, indikasi bahwa debitur
atau penerbit akan dinyatakan pailit, hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan, atau data yang dapat diobservasi lainnya
yang terkait dengan kelompok aset keuangan seperti memburuknya status pembayaran debitur atau penerbit dalam kelompok tersebut, atau kondisi
ekonomi yang berkorelasi dengan wanprestasi atas aset dalam kelompok tersebut.
Perseroan menentukan bukti penurunan nilai atas aset keuangan secara individual dan kolektif. Evaluasi penurunan nilai secara individual
dilakukan terhadap aset keuangan yang signifikan secara individual. Semua aset keuangan yang signifikan secara individual yang tidak mengalami
penurunan nilai secara individual dievaluasi secara kolektif untuk menentukan penurunan nilai yang sudah terjadi namun belum diidentifikasi.
Aset keuangan yang tidak signifikan secara individual akan dievaluasi secara kolektif untuk menentukan penurunan nilainya dengan
mengelompokkan aset keuangan tersebut berdasarkan karakteristik risiko yang serupa. Aset keuangan yang dievaluasi secara individual untuk
penurunan nilai, dan dimana kerugian penurunan nilai diakui, tidak lagi termasuk dalam penurunan nilai secara kolektif.
Dalam mengevaluasi penurunan nilai secara kolektif, Perseroan menggunakan model statistik dari tren probability of default di masa lalu, waktu
pemulihan dan jumlah kerugian yang terjadi, yang disesuaikan dengan pertimbangan manajemen mengenai apakah kondisi ekonomi dan kondisi
kredit saat ini mungkin menyebabkan kerugian aktual lebih besar atau lebih kecil daripada yang dihasilkan oleh model statistik. Tingkat
wanprestasi, tingkat kerugian dan waktu pemulihan yang diharapkan di masa datang secara berkala dibandingkan dengan hasil aktual yang
diperoleh untuk memastikan bahwa model statistik yang digunakan masih memadai.
Kerugian penurunan nilai atas aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi diukur sebesar selisih antara nilai tercatat aset
keuangan dengan nilai kini estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan dengan menggunakan suku bunga efektif awal dari aset keuangan
tersebut. Perhitungan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang atas aset keuangan dengan agunan (collateralised financial asset )
mencerminkan arus kas yang dapat dihasilkan dari pengambilalihan agunan dikurangi biaya-biaya untuk memperoleh dan menjual agunan,
terlepas apakah pengambilalihan tersebut berpeluang terjadi atau tidak. Kerugian yang terjadi diakui pada laba rugi dan dicatat pada akun
cadangan kerugian atas aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi. Ketika peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai
menyebabkan jumlah kerugian penurunan nilai berkurang, kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan dan pemulihan
tersebut diakui pada laba rugi periode berjalan.
Jika persyaratan kredit, piutang atau investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo dinegosiasi ulang atau dimodifikasi karena debitur atau penerbit
mengalami kesulitan keuangan, maka penurunan nilai diukur dengan suku bunga efektif awal yang digunakan sebelum persyaratan diubah.
Sesuai dengan PSAK 71, konsep perhitungan kerugian kredit di masa mendatang (Expected Credit Loss, “ECL”) akan mewajibkan Bank untuk
mencadangkan adanya potensi kerugian kredit dari seluruh aset keuangan yang dimiliki.
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk aset yang diukur pada nilai amortisasi (Amortized Cost) dan Nilai Wajar melalui Penghasilan
Komprehensif Lain (FVOCI) dibagi menjadi 3, sebagai berikut:
i Stage 1
Pada stage ini, Bank mengakui kerugian kredit ekspektasian 12 bulan atas aset keuangan. Perhitungan ECL untuk aset-aset yang
diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi (amortized cost) ataupun nilai wajar dalam pendapatan komprehensif lainnya (fair
value through other comprehensive income) akan diklasifikasikan sebagai stage 1 apabila belum ada adanya penurunan kualitas kredit
atau hal-hal yang memicu adanya peningkatan signifikan akan risiko kredit.
ii Stage 2
Pada stage ini, mengakui kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya atas aset keuangan yang tidak memburuk.
Perhitungan ECL untuk aset-aset yang diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi (amortized cost) ataupun nilai wajar dalam
pendapatan komprehensif lainnya (fair value through other comprehensive income) akan diklasifikasikan sebagai stage 2 apabila
memenuhi kriteria berikut :
- Day Past Due (DPD) sudah lebih dari 30 hari dan kurang dari 90 hari,
- Perubahan antara rating saat pertama kali pengakuan aset keuangan dan pelaporan yang melebihi nilai threshold tertentu.
18
Page 23
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
n. Identifikasi dan Pengukuran Kerugian Penurunan Nilai
Aset Keuangan (lanjutan)
iii Stage 3
Pada stage ini, mengakui kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya atas aset keuangan yang memburuk.
Perhitungan ECL untuk aset-aset yang diklasifikasikan sebagai AC ataupun FVOCI akan diklasifikasikan sebagai stage 3 apabila DPD
sudah lebih dari 90 hari.
Aset Non-Keuangan
Nilai tercatat aset non-keuangan Perseroan, selain aset pajak tangguhan, dikaji pada setiap tanggal pelaporan untuk menentukan ada tidaknya
indikasi penurunan nilai. Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, aset yang tidak dapat diuji secara individual dapat digabungkan ke dalam
kelompok aset terkecil yang menghasilkan arus kas masuk dari penggunaan berkelanjutan yang sebagian besar independen dari arus kas masuk
dari aset lainnya (Unit Penghasil Kas atau “CGU”). Jika terdapat indikasi adanya penurunan nilai tersebut, maka nilai terpulihkan aset diestimasi.
Kerugian penurunan nilai diakui jika nilai tercatat suatu aset atau CGU melebihi estimasi nilai terpulihkannya. Nilai terpulihkan suatu aset adalah
nilai yang terbesar antara nilai pakai aset atau CGU dan nilai wajar dikurangi biaya penjualan. Dalam penentuan nilai pakai aset, estimasi arus kas
masa depan didiskontokan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini atas nilai waktu dari uang dan
risiko yang terkait dengan aset yang bersangkutan.
Kerugian penurunan nilai atas aset non-keuangan yang diakui pada periode sebelumnya dikaji pada setiap tanggal pelaporan keuangan untuk
menilai apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui sebelumnya telah menurun atau tidak ada lagi. Kerugian penurunan
nilai dibalik jika terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan nilai terpulihkan. Jumlah kerugian penurunan nilai yang dibalik
tidak boleh menyebabkan nilai aset melebihi nilai tercatat neto setelah penyusutan atau amortisasi, seandainya tidak ada kerugian penurunan nilai
yang diakui.
o. Liabilitas Segera
Liabilitas segera dicatat pada saat timbulnya liabilitas atau diterima perintah dari pemberi amanat, baik dari masyarakat maupun dari bank lain.
Liabilitas segera disajikan sebesar jumlah yang akan dibayarkan atau diselesaikan.
Liabilitas segera diklasifikasikan sebagai liablitas keuangan lain dan dihitung berdasarkan biaya perolehan diamortisasi.
p. Simpanan Nasabah
Simpanan Nasabah terdiri dari Giro, Tabungan dan Deposito Berjangka.
Giro merupakan simpanan nasabah yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat melalui cek,
ATM, atau dengan cara pemindahbukuan dengan bilyet Giro atau sarana perintah pembayaran lainnya.
Tabungan merupakan simpanan berjangka yang penarikannya hanya dapat dilakukan melalui counter, perangkat mobile banking, dan ATM.
Deposito Berjangka merupakan simpanan nasabah yang penarikanya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu sesuai dengan perjanjian antara
nasabah dan bank.
Simpanan nasabah diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku
bunga efektif.
q. Simpanan dari Bank Lain
Simpanan dari Bank lain terdiri dari liabilitas terhadap Bank lain di dalam negeri dalam bentuk giro, tabungan, sertifikat deposito dan deposito
berjangka. Simpanan dari Bank lain dinyatakan sesuai jumlah liabilitas terhadap Bank lain.
Simpanan Dari Bank Lain diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode
suku bunga efektif.
r. Pinjaman yang Diterima
Pinjaman yang diterima merupakan dana yang diterima dari bank lain dan pihak lain dengan liabilitas pembayaran kembali sesuai dengan
persyaratan perjanjian pinjaman.
Pinjaman yang Diterima diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode
suku bunga efektif.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi terkait dengan pengakuan awal pinjaman yang diterima dan
biaya transaksi merupakan bagian tidak terpisahkan dari metode suku bunga efektif.
s. Perpajakan
Beban pajak terdiri dari beban pajak kini dan beban pajak tanguhan. Beban pajak diakui pada laba rugi, kecuali untuk komponen yang diakui
secara langsung di ekuitas atau dalam penghasilan komprehensif lain.
Pajak kini terdiri dari estimasi utang atau restitusi pajak atas laba atau rugi kena pajak untuk periode yang bersangkutan dan penyesuaian terkait
dengan utang atau restitusi pajak tahun-tahun sebelumnya. Pajak kini diukur dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial
telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Pajak tanguhan diakui atas perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tujuan pelaporan keuangan, dan nilai yang digunakan
untuk tujuan perpajakan. Pajak tanguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan untuk diterapkan atas perbedaan temporer pada
saat pembalikan, berdasarkan peraturan yang telah berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan. Metode ini juga mengharuskan
pengakuan manfaat pajak masa depan, seperti kompensasi rugi fiskal, apabila besar kemungkinan manfaat pajak tersebut dapat direalisasi.
19
Page 24
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
s. Perpajakan (lanjutan)
Koreksi atas kewajiban pajak diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima, atau apabila diajukan keberatan dan atau banding, maka koreksi
diakui pada saat keputusan atas keberatan atau banding itu diterima.
Koreksi atas kewajiban pajak diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima, atau apabila diajukan keberatan dan atau banding, maka koreksi
diakui pada saat keputusan atas keberatan atau banding itu diterima.
Manajemen juga dapat membentuk pencadangan terhadap liabilitas pajak dimasa depan sebesar jumlah yang diestimasikan akan dibayarkan
kekantor pajak jika berdasarkan evaluasi pada tanggal laporan posisi keuangan terdapat risiko pajak yang probable .
t. Surat Berharga yang Diterbitkan
Surat Berharga Yang diterbitkan merupakan obligasi yang diterbitkan oleh Bank SulutGo yang terdiri dari seri I, II, III, IV, V, dan Obligasi
Berkelanjutan I Tahap I.
Surat Berharga Yang diterbitkan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan lain yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi menggunakan
metode suku bunga efektif.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi terkait dengan pengakuan awal Surat Berharga Yang
diterbitkan dan biaya transaksi merupakan bagian tidak terpisahkan dari metode suku bunga efektif.
Biaya transaksi merupakan biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran emisi atau obligasi Bank dengan tingkat bunga tetap kepada
masyarakat yang harus dikurangkan langsung dari hasil emisi dalam rangka menentukan hasil emisi neto obligasi Bank yang diterima. Selisih
antara hasil emisi neto dengan nilai nominal obligasi Bank diakui sebagai diskonto atau premium dan diamortisasi selama jangka waktu obligasi
Bank tersebut dengan menggunakan metode bunga efektif.
Obligasi yang diterbitkan dicatat sebesar nilai nominal dikurangi saldo diskonto yang belum diamortisasi.
u. Imbalan Pasca Kerja
Liabilitas imbalan pasca-kerja dihitung sebesar nilai kini dari estimasi jumlah liabilitas imbalan pasca- kerja di masa depan yang timbul dari jasa
yang telah diberikan oleh karyawan pada masa kini dan masa lalu, dikurangi dengan nilai wajar aset program dana pensiun. Perhitungan dilakukan
oleh aktuaris independen dengan metode projected-unit- credit .
Mulai tanggal 01 Januari 2015, ketika imbalan pasca-kerja berubah, porsi imbalan sehubungan dengan jasa yang telah diberikan oleh karyawan
pada masa lalu, dibebankan atau dikreditkan segera dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian aktuaria diakui sebagai penghasilan komprehensif
lain pada periode dimana hal tersebut terjadi.
Sebelum tanggal 01 Januari 2015, ketika imbalan pasca-kerja berubah, porsi imbalan sehubungan dengan jasa yang telah diberikan oleh karyawan
pada masa lalu dibebankan atau dikreditkan dalam laba rugi dengan menggunakan metode garis lurus selama rata-rata masa kerja karyawan
hingga imbalan pasca-kerja menjadi hak karyawan (vested ). Porsi imbalan pasca-kerja yang telah menjadi hak karyawan diakui segera sebagai
beban dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian aktuaria diakui sebagai penghasilan komprehensif lain pada periode dimana hal tersebut terjadi.
v. Pendapatan dan Beban Bunga
Pendapatan dan Beban Bunga untuk semua instrumen keuangan yang dikenakan suku bunga diakui dalam laporan laba rugi dengan menggunakan
suku bunga efektif.
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa datang selama
perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari
aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, bank mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh
persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, namun tidak mempertimbangkan kerugian kredit di masa datang. Perhitungan ini
mencakup seluruh komisi, provisi, dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian tak
terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premi atau diskon lainnya.
Penerimaan tunai atas kredit yang diklasifikasikan sebagai diragukan atau macet digunakan terlebih dahulu untuk mengurangi pokok kredit.
Kelebihan penerimaan dari pokok kredit diakui sebagai pendapatan bunga dalam laporan laba rugi komprehensif.
w. Pendapatan Provisi dan Komisi
Pendapatan provisi dan komisi yang berkaitan langsung dengan kegiatan pinjaman, atau pendapatan provisi dan komisi yang berhubungan dengan
jangka waktu tertentu, diamortisasi sesuai dengan jangka waktu kontrak menggunakan metode suku bunga efektif dan diklasifikasikan sebagai
bagian dari pendapatan bunga pada laporan laba rugi.
Pendapatan provisi dan komisi yang tidak berkaitan dengan kegiatan pemberian kredit atau suatu jangka waktu diakui sebagai pendapatan pada
saat terjadinya transaksi sebagai pendapatan operasional lainnya.
20
Page 25
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
x. Transaksi Dengan Pihak Berelasi
Efektif tanggal 01 Januari 2011, Perusahaan menerapkan PSAK No. 7 (Revisi 2010), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”. PSAK revisi ini
mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan keuangan konsolidasian dan
juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara individual. Tidak terdapat dampak signifikan dari penerapan PSAK yang direvisi tersebut
terhadap laporan keuangan konsolidasian.
1. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut :
a) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
b) Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
c) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
2. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut :
a) Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Perusahaan yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya
terkait dengan entitas lain).
b) Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan
anggota suatu Perusahaan, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
c) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
d) Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
e) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait
dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
f) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifkasi dalam huruf (a).
g) Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau
entitas induk dari entitas).
Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan pihak ketiga
ataupun tidak diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
y. Laba per Saham
Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 56 tentang "Laba Per Saham". Laba usaha dan laba bersih per saham dihitung
dengan membagi laba usaha dan laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang dari jumlah saham Bank yang beredar pada tahun yang
bersangkutan.
z. Segmen Operasi
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
1. Yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait
dengan transaksi dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
2. Hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang
dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
3. Tersedianya informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Sesuai dengan PSAK No. 5 tentang Segmen Operasi, Bank mengungkapkan, menyajikan, dan menjalankan segmen usaha tunggal, yaitu segmen
usaha konvensional. Pengambil keputusan operasional disesuaikan dengan BPP Kewenangan yang dimiliki oleh Bank. Pengambil keputusan
operasional tertinggi adalah Direksi Bank.
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN
a. Sumber utama atas ketidakpastian estimasi
a.1. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan.
Evaluasi atas kerugian penurunan nilai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dijelaskan pada Catatan 2n.
Cadangan kerugian penurunan nilai terkait dengan pihak lawan spesifik dalam seluruh cadangan kerugian penurunan nilai dibentuk atas
tagihan yang penurunan nilainya dievaluasi secara individual berdasarkan estimasi terbaik manajemen atas nilai tunai arus kas yang
diharapkan akan diterima. Dalam mengestimasi arus kas ini, manajemen membuat pertimbangan mengenai kondisi keuangan dari pihak
lawan dan nilai bersih yang dapat direalisasi dari agunan yang diterima. Setiap aset yang mengalami penurunan nilai dievaluasi, dan
strategi penyelesaian serta estimasi arus kas yang dapat diperoleh disetujui secara independen oleh Unit Risiko.
Evaluasi cadangan kerugian penurunan nilai secara kolektif meliputi kerugian kredit yang melekat pada portofolio tagihan dengan
karakteristik ekonomi yang serupa ketika terdapat bukti obyektif bahwa telah terjadi penurunan nilai tagihan dalam portofolio tersebut
namun penurunan nilai secara individu belum dapat diidentifikasi. Dalam menentukan perlunya pembentukan cadangan kerugian
penurunan nilai kredit secara kolektif, manajemen mempertimbangkan faktor-faktor seperti kualitas kredit, besarnya portofolio, konsentrasi
kredit dan faktor-faktor ekonomi. Dalam mengestimasi cadangan yang diperlukan, asumsi-asumsi dibuat untuk menentukan model
kerugian bawaan dan untuk menentukan parameter input yang diperlukan, berdasarkan pengalaman historis dan kondisi ekonomi saat ini.
Ketepatan dari cadangan yang dihitung ini tergantung pada seberapa tepat estimasi arus kas masa depan untuk menentukan cadangan
individual serta asumsi model dan parameter yang digunakan dalam menentukan penyisihan kolektif.
21
Page 26
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
3. PENGGUNAAN ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN
a. Sumber utama atas ketidakpastian estimasi
a.2. Penentuan nilai wajar
Dalam menentukan nilai wajar atas aset keuangan dan liabilitas keuangan dimana tidak terdapat harga pasar yang dapat diobservasi,
Perseroan harus menggunakan teknik penilaian seperti dijelaskan pada Catatan 2e.4. Untuk instrumen keuangan yang jarang
diperdagangkan dan tidak memiliki harga yang transparan, nilai wajarnya menjadi kurang obyektif dan karenanya, membutuhkan tingkat
pertimbangan yang beragam, tergantung pada likuiditas, konsentrasi, ketidakpastian faktor pasar, asumsi penentuan harga, dan risiko
lainnya yang mempengaruhi instrumen tertentu.
b. Pertimbangan akuntansi yang penting dalam menerapkan kebijakan akuntansi Perseroan.
Pertimbangan akuntansi yang penting dalam menerapkan kebijakan akuntansi Bank meliputi:
b.1. Penilaian instrumen keuangan
Kebijakan akuntansi Perseroan untuk pengukuran nilai wajar dibahas pada Catatan 2e.4. Informasi mengenai nilai wajar dari instrumen
keuangan diungkapkan pada Catatan 34 b
b.2 Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan
Kebijakan akuntansi Perseroan memberikan keleluasaan untuk menetapkan aset dan liabilitas keuangan ke dalam berbagai kategori pada
saat pengakuan awal sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku berdasarkan kondisi tertentu:
- Dalam mengklasifikasikan aset keuangan dan liabilitas keuangan ke dalam kelompok “diperdagangkan”, Perseroan telah menetapkan
bahwa aset dan liabilitas keuangan tersebut sesuai dengan definisi aset dan liabilitas dalam kelompok diperdagangkan yang dijabarkan
pada Catatan 2e.
- Dalam mengklasifikasikan investasi pada surat berharga sebagai “diukur pada biaya perolehan”, Perseroan telah menetapkan bahwa
investasi tersebut telah memenuhi persyaratan klasifikasi sebagaimana dijabarkan dalam Catatan 2k.
22
Page 27
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
4. KAS
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
Kas 90,902,407,850 192,709,404,900
Kas pada ATM 66,770,150,000 89,917,500,000
Jumlah Kas 157,672,557,850 282,626,904,900
5. GIRO PADA BANK INDONESIA
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
Giro pada Bank Indonesia 1,258,635,561,064 1,318,684,286,711
BI FAST 23,027,009,653 81,870,427,915
Jumlah Giro Pada Bank Indonesia 1,281,662,570,717 1,400,554,714,626
Giro wajib minimum yang ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing menggambarkan
10,06% dan 11,65% dari jumlah dana pihak ketiga yang dihimpun oleh Bank atau masing-masing sebesar Rp. 1.126.104.000.000,- dan Rp.
1.096.415.000,-
Giro Wajib Minimum Bank telah sesuai dengan PBI No. 7/29/PBI/2005 tanggal 6 September 2005 yang telah diubah dengan PBI No.
10/19/PBI/2008 tanggal 14 Oktober 2008, selanjutnya diubah dengan PBI No. 10/25/PBI/2008 tanggal 23 Oktober 2008, selanjutnya diubah
dengan PBI No. 12/19/PBI/2010 tanggal 4 Oktober 2010, diubah dengan PBI No. 15/15/PBI/2013 tanggal 24 Desember 2013, diubah dengan PBI
No. 17/11/PBI/2015 tanggal 25 Juni 2015 serta SE BI No. 17/17 DKMP tanggal 26 Juni 2015, diubah dengan PBI No. 18/14/PBI/2016, diubah
dengan PBI No.20/3/PBI/2018 tanggal 29 Maret 2018, PBI No. 22/3/PBI/2020 tanggal 24 Maret 2020 dan PBI No. 22/4/PBI/2020 tanggal 26
Maret 2020 tentang Insetif Bagi Bank Yang Memberikan Penyediaan Dana Untuk Kegiatan Ekonomi Tertentu Guna Mendukung Penanganan
Dampak Perekonomian Akibat Wabah Virus Corona, PADG No. 23/7/PADG/2021 tanggal 01 Mei 2021 dan terakhir diubah PADG No
24/3/PADG/2022 tentang Perubahan Kedelapan atas PADG No. 20/10/PADG/2018.
6. GIRO PADA BANK LAIN
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
Bank Pemerintah
PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk 6,593,831,075 117,937,225
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk 251,114,207 250,721,604
PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk 400,996,983 400,279,069
Jumlah bersih 7,245,942,265 768,937,898
Bank Swasta Devisa
PT. Bank Mega, Tbk 6,561,825,442 7,796,747,781
PT. Bank Central Asia, Tbk 208,010,000 208,010,000
PT. Bank Maybank Indonesia, Tbk 151,669,359 151,669,359
Jumlah bersih 6,921,504,801 8,156,427,140
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (8,848,691) (10,515,669)
Jumlah Giro Pada Bank Lain 14,158,598,375 8,914,849,369
Suku bunga rata-rata per tahun giro tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing 1,5% - 1.9%.
Seluruh giro pada bank lain tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 digolongkan sebagai lancar.
23
Page 28
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
7. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
a. Klasifikasi penempatan pada bank lain berdasarkan jenis penempatan
Bank Indonesia Intervensi dan Term Deposit Bank Indonesia 100,000,000,000 -
Deposito berjangka - -
Deposito on call 200,000,000,000 -
Tabungan - -
Interbank call money 400,000,000,000 150,000,000,000
700,000,000,000 150,000,000,000
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai - -
Jumlah Penempatan Pada Bank Lain 700,000,000,000 150,000,000,000
b. Klasifikasi penempatan pada bank lain berdasarkan bank
Deposito
Bank BPR
PT. BPR Kartika Matuari Tomohon - -
Jumlah bersih - -
Interbank Call Money
Bank Pemerintah
PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk - 150,000,000,000
PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk - -
Bank Pembangunan Daerah
PT. Bank Jawa Timur 100,000,000,000 -
PT. Bank Sulawesi Selatan - -
Bank Swasta Devisa - -
PT. Bank CIMB Niaga, Tbk 150,000,000,000 -
PT. Bank Pan Indonesia, Tbk 150,000,000,000 -
Jumlah bersih 400,000,000,000 150,000,000,000
Deposito on call
Bank Pemerintah
PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk 200,000,000,000 -
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk - -
PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk - -
Bank Swasta Devisa
PT. Bank Panin, Tbk - -
PT. Bank Mayapada, Tbk - -
Jumlah bersih 200,000,000,000 -
Tabungan
Bank Pemerintah
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - -
Jumlah bersih - -
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai - -
Jumlah Penempatan Pada Bank Lain 600,000,000,000 150,000,000,000
c. Klasifikasi penempatan pada bank lain berdasarkan kolektibilitas
Suku bunga rata-rata per tahun giro tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing 1,50%.
Seluruh penempatan pada Bank Lain tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 digolongkan sebagai lancar.
24
Page 29
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
8. SURAT-SURAT BERHARGA
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
a. Klasifikasi surat-surat berharga berdasarkan jenis penerbit
Biaya Perolehan Diamortisasi (Amortized Cost) :
Pemerintah Negara Republik Indonesia - Seri FR 074 49,412,983,247 49,372,164,948
Pemerintah Negara Republik Indonesia - Seri FR 045 9,454,252,067 9,431,475,871
Pemerintah Republik Indonesia - Seri FR 056 50,984,059,869 51,387,034,612
Pemerintah Republik Indonesia - Seri FR 058 49,197,848,355 49,417,002,781
Pemerintah Republik Indonesia - Seri FR 059 120,021,562,975 120,083,633,002
Pemerintah Republik Indonesia - Seri FR 062 31,814,212,736 31,720,192,274
Pemerintah Republik Indonesia - Seri FR 064 227,126,860,037 29,614,147,361
Pemerintah Republik Indonesia - Seri FR 081 - 50,054,101,749
Pemerintah Republik Indonesia - Seri FR 095 49,001,156,695 48,842,846,154
Pemerintah Republik Indonesia - Seri FR 098 25,480,301,732 25,498,669,493
Pemerintah Republik Indonesia - Sukuk PBS 004 36,183,950,480 36,021,355,149
Pemerintah Republik Indonesia - PBS 005 18,481,699,468 18,439,407,624
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 1,716,504,007,122 1,333,394,614,758
2,383,662,894,783 1,853,276,645,776
Diukur Pada Nilai Wajar Dalam Pendapatan Komprehensif Lainnya (Fair Value Through Other Comprehensive Income) :
Pemerintah Republik Indonesia - FR 084 - -
Pemerintah Republik Indonesia - FR 085 - -
- -
Diukur Pada Nilai Wajar Dalam Laporan Laba Rugi (Fair Value Through Profil and Loss) :
Pemerintah Republik Indonesia - Seri FR 065 - -
Pemerintah Republik Indonesia - Seri VR 026 - -
- -
Jumlah Surat-Surat Berharga 2,383,662,894,783 1,853,276,645,776
b. Klasifikasi surat-surat berharga berdasarkan jatuh tempo dan suku bunga
Suku Bunga Tanggal
Penerbit Jenis
Per Tahun Jatuh Tempo
Biaya Perolehan Diamortisasi (Amortized Cost):
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0045 9.75% 15-May-37
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0074 7.50% 15-Aug-32
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0058 7.25% 15-Jun-32
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0059 7.00% 15-May-27
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0062 6.38% 15-Apr-42
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0064 6.13% 15-May-28
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia PBS004 6.100% 15-Feb-37
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia PBS005 6.750% 15-Apr-43
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0098 7.12% 15-Jun-38
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0081 6.500% 15-Jun-25
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0056 8.370% 15-Sep-26
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia FR0095 6.370% 15-Aug-28
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia SRBI 7.000% 31-Oct-25
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia SRBI 7.250% 01-Aug-25
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia SRBI 6.830% 17-Oct-25
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia SRBI 7.240% 19-Dec-25
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia SRBI 7.240% 02-Jan-26
Obligasi Pemerintah Negara Republik Indonesia SRBI 7.050% 31-Oct-25
25
Page 30
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
b. Klasifikasi surat-surat berharga berdasarkan jatuh tempo dan suku bunga (lanjutan)
Suku Bunga Tanggal
Penerbit Jenis
Per Tahun Jatuh Tempo
Diukur Pada Nilai Wajar Dalam Pendapatan Komprehensif Lainnya (Fair Value Through Other Comprehensive Income):
c. Klasifikasi surat-surat berharga berdasarkan kolektibilitas
Seluruh penempatan pada surat-surat berharga pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 digolongkan sebagai lancar.
d. Klasifikasi surat-surat berharga berdasarkan sisa umur sampai dengan jatuh tempo
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Kurang dari 1 tahun 1,716,504,007,122 1,383,448,716,507
1-5 tahun 447,133,639,576 249,927,661,129
Lebih dari 5 tahun 220,025,248,085 219,900,268,140
Jumlah Surat-Surat Berharga 2,383,662,894,783 1,853,276,645,776
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai - -
Jumlah Surat-Surat Berharga Bersih 2,383,662,894,783 1,853,276,645,776
9. SURAT BERHARGA DENGAN JANJI UNTUK DIBELI KEMBALI (REPO)
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
a. Klasifikasi surat berharga dengan janji dibeli kembali terdiri dari:
Repo kepada Bank Indonesia - 292,963,494,750
Repo kepada Bank Lain - -
Jumlah Tagihan Atas Surat Berharga Dengan Janji Untuk Dibeli Kembali - 292,963,494,750
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai - -
Jumlah Tagihan Atas Surat Berharga Dengan Janji Untuk Dibeli kembali - Bersih - 292,963,494,750
b. Klasifikasi atas surat berharga dengan janji dibeli kembali berdasarkan jatuh tempo dan suku bunga (lanjutan)
Jenis Price Haircut Price RR SUN Maturity
VR 0077 100.001% 7.50% 93.972% 03 Januari 2024
VR 0063 99.898% 5.00% 95.146% 03 Januari 2024
ISDR020525364S 97.511% 0.00% 97.630% 06 Januari 2025
ISDR020525364S 97.511% 0.00% 97.630% 06 Januari 2025
ISDR020525364S 97.390% 0.00% 97.629% 06 Januari 2025
Adapun Bank Indonesia yang menjadi counterparty untuk transaksi Repo pada tanggal 31 Desember 2024.
c. Klasifikasi Repo berdasarkan kolektibilitas
Seluruh Repo pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 digolongkan sebagai lancar.
26
Page 31
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
10. TAGIHAN ATAS SURAT BERHARGA DENGAN JANJI UNTUK DIJUAL KEMBALI (REVERSE REPO)
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
a. Klasifikasi tagihan atas surat berharga dengan janji dijual kembali terdiri dari:
FR 0091 184,590,116,000 -
FR 0096 97,355,097,000 -
FR 0068 106,007,671,000 -
FR 0078 205,565,632,000 -
ISDR300525364S - 145,489,455,000
FR 0078 - 302,115,462,000
Jumlah Tagihan Atas Surat Berharga Dengan Janji Untuk Dijual Kembali 593,518,516,000 447,604,917,000
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai - -
Jumlah Tagihan Atas Surat Berharga Dengan Janji Untuk Dijual Kembali - Bersih 593,518,516,000 447,604,917,000
b. Klasifikasi tagihan atas surat berharga dengan janji dijual kembali berdasarkan jatuh tempo dan suku bunga (lanjutan)
Jenis Price Haircut Price RR SUN Maturity
FR 0078 104.680% 5.00% 100.705% 06 Januari 2025
FR 0078 104.680% 5.00% 100.705% 06 Januari 2025
ISDR300525364S 96.993% 0.00% 96.993% 02 Januari 2025
FR 0091 92.295% 7.50% 98.576% 01 Juli 2025
FR 0096 97.355% 7.50% 102.322% 03 Juli 2025
FR 0068 106.008% 7.50% 111.164% 03 Juli 2025
FR 0078 102.783% 5.00% 106.752% 08 Juli 2025
Adapun PT. Bank Rakyat Indonesia dan PT. Bank Tabungan Negara yang menjadi counterparty untuk transaksi Reverse Repo pada
tanggal 31 Desember 2024.
Adapun PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT. Bank Mega Tbk, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT. Bank CIMB Niaga Tbk
yang menjadi counterparty untuk transaksi Reverse Repo pada tanggal 30 Juni 2025.
c. Klasifikasi Reverse Repo berdasarkan kolektibilitas
Seluruh penempatan pada Reverse Repo pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 digolongkan sebagai lancar.
27
Page 32
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
a. Menurut Jenis Kredit
Kredit Modal Kerja Biasa 44,390,422,364 117,455,425,879
Kredit Modal Kerja Mikro 102,062,345,249 116,044,218,012
Kredit Modal Kerja KUK 8,629,494,949 7,247,156,752
Kredit Modal Kerja Rekening Koran 260,537,452,864 288,894,849,286
Kredit Modal Kerja KUR 113,754,349,991 117,493,724,083
Kredit Investasi Biasa 471,712,382,393 437,269,620,879
Kredit Investasi Mikro 167,533,769,489 190,593,126,449
Kredit Investasi KUK 16,484,591,406 14,051,646,676
Kredit Investasi KUR 137,070,694,983 142,106,651,431
Kredit Konsumtif 14,846,456,339,344 14,676,267,127,702
KPR 22,219,626,211 23,239,403,445
Jumlah 16,190,851,469,241 16,130,662,950,593
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (210,244,451,218) (208,860,044,185)
Jumlah Kredit Yang Diberikan 15,980,607,018,023 15,921,802,906,408
Suku bunga rata-rata per tahun Kredit yang Diberikan masing-masing sebesar 9,96% untuk tanggal 30 Juni 2025 dan 10,48% untuk tanggal 31
Desember 2024.
Kredit konsumtif merupakan kredit yang diberikan untuk Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara dan
Gorontalo, semua kredit tersebut dijamin oleh PT Asuransi Jiwa Askrida, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) (Persero).
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
b. Menurut Jenis Kolektibilitas
Lancar 15,644,257,211,581 15,649,837,046,834
Dalam Perhatian Khusus 103,537,231,049 92,713,884,344
Kurang Lancar 31,274,316,927 7,724,201,387
Diragukan 27,930,063,861 16,433,392,803
Macet 383,852,645,823 363,954,425,225
Jumlah 16,190,851,469,241 16,130,662,950,593
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (210,244,451,218) (208,860,044,185)
Jumlah Kredit Yang Diberikan 15,980,607,018,023 15,921,802,906,408
28
Page 33
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Rupiah)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN - LANJUTAN
c. Menurut sektor ekonomi
30 Juni 2025
(Unaudited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
Konsumtif 14,648,399,424,812 63,853,813,978 14,227,528,403 24,782,981,540 117,412,216,819 14,868,675,965,554
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (10,466,800,894) (3,194,823,406) (1,524,703,267) (2,457,742,872) (30,788,472,708) (48,432,543,147)
Diberikan
Jumlah - Bersih 14,637,932,623,918 60,658,990,572 12,702,825,136 22,325,238,668 86,623,744,111 14,820,243,422,407
Perikanan 20,332,947,350 740,813,851 97,765,712 118,037,084 2,141,763,090 23,431,327,086
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (143,188,076) (144,471,455) (31,743,637) (56,097,650) (855,386,677) (1,230,887,495)
Diberikan
Jumlah - Bersih 20,189,759,274 596,342,396 66,022,075 61,939,434 1,286,376,413 22,200,439,591
Pertanian 71,122,890,961 970,796,281 285,096,457 522,192,759 2,294,007,269 75,194,983,727
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (386,293,390) (220,676,884) (112,183,328) (229,406,025) (972,647,369) (1,921,206,996)
Diberikan
Jumlah - Bersih 70,736,597,571 750,119,397 172,913,129 292,786,734 1,321,359,900 73,273,776,731
Peternakan 48,710,251,310 865,522,784 161,063,692 86,471,178 2,501,965,336 52,325,274,300
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (602,836,760) (156,772,749) (49,206,499) (30,273,838) (806,595,449) (1,645,685,295)
Diberikan
Jumlah - Bersih 48,107,414,550 708,750,035 111,857,193 56,197,340 1,695,369,887 50,679,589,005
Pertambangan 105,584,929,393 - 197,145,540 - - 105,782,074,933
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,337,341,348) - (60,785,191) - - (1,398,126,539)
Diberikan
Jumlah - Bersih 104,247,588,045 - 136,360,349 - - 104,383,948,394
Industri 228,176,001,370 1,166,438,083 48,494,702 418,212,072 10,960,490,114 240,769,636,342
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (2,776,764,323) (241,420,406) (18,464,319) (36,289,275) (5,147,348,202) (8,220,286,525)
Diberikan
Jumlah - Bersih 225,399,237,047 925,017,677 30,030,383 381,922,797 5,813,141,912 232,549,349,817
Listrik dan Air 85,068,198,406 - - - 81,942,364 85,150,140,770
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,065,058,821) - - - (46,885,994) (1,111,944,815)
Diberikan
Jumlah - Bersih 84,003,139,585 - - - 35,056,370 84,038,195,955
Konstruksi 3,244,390,564 8,726,572 15,498,641,378 79,268,705 182,850,563,488 201,681,590,707
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (201,205,818) (3,755,204) (497,786,161) (34,967,593) (105,600,323,089) (106,338,037,865)
Diberikan
Jumlah - Bersih 3,043,184,746 4,971,368 15,000,855,217 44,301,112 77,250,240,399 95,343,552,842
Perdagangan 299,674,629,102 31,121,679,618 644,960,694 1,528,356,170 54,939,956,476 387,909,582,061
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (3,955,825,668) (2,372,083,148) (246,910,431) (529,467,198) (24,531,683,156) (31,635,969,601)
Diberikan
Jumlah - Bersih 295,718,803,434 28,749,596,470 398,050,263 998,888,972 30,408,273,320 356,273,612,460
Pengangkutan 12,112,875,271 381,153,582 - 35,761,364 2,314,047,625 14,843,837,842
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (73,164,309) (92,879,325) - (15,771,353) (1,100,662,877) (1,282,477,864)
Diberikan
Jumlah - Bersih 12,039,710,962 288,274,257 - 19,990,011 1,213,384,748 13,561,359,978
29
Page 34
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Rupiah)
c. Menurut sektor ekonomi (lanjutan)
30 Juni 2025
(Unaudited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
-
Jasa-jasa dunia usaha 53,885,646,843 2,301,335,892 - 246,231,063 3,773,846,861 60,207,060,659
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,416,301,443) (362,869,031) - (67,877,121) (2,088,798,721) (3,935,846,316)
Diberikan
Jumlah - Bersih 52,469,345,400 1,938,466,861 - 178,353,942 1,685,048,140 56,271,214,343
Jasa sosial masyarakat 67,945,026,199 2,126,950,407 113,620,349 112,551,926 4,581,846,381 74,879,995,262
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (629,143,809) (318,991,501) (48,253,934) (39,289,113) (2,055,760,403) (3,091,438,760)
Diberikan
Jumlah - Bersih 67,315,882,390 1,807,958,906 65,366,415 73,262,813 2,526,085,978 71,788,556,502
Jumlah Kredit
Yang diberikan 15,644,257,211,581 103,537,231,049 31,274,316,927 27,930,063,861 383,852,645,823 16,190,851,469,241
Jumlah Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (23,053,924,659) (7,108,743,109) (2,590,036,767) (3,497,182,038) (173,994,564,645) (210,244,451,218)
Jumlah Kredit Yang
Diberikan - Bersih 15,621,203,286,922 96,428,487,940 28,684,280,160 24,432,881,823 209,858,081,178 15,980,607,018,023
15,644,257,211,581 103,537,231,049 31,274,316,927 27,930,063,861 383,852,645,823 16,190,851,469,241
(23,053,924,659) (7,108,743,109) (2,590,036,767) (3,497,182,038) (173,994,564,645) (210,244,451,218)
15,621,203,286,922 96,428,487,940 28,684,280,160 24,432,881,823 209,858,081,178 15,980,607,018,023
- - - - - -
- - - - - -
TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE # TRUE
30
Page 35
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Rupiah)
c. Menurut sektor ekonomi (lanjutan)
31 Desember 2024
(Audited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
-
Konsumtif 14,519,375,023,864 62,371,959,726 6,455,072,687 12,817,659,583 98,486,815,285 14,699,506,531,146
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (10,450,910,218) (3,528,008,015) (705,707,889) (2,018,533,207) (26,697,926,807) (43,401,086,136)
Diberikan
Jumlah - Bersih 14,508,924,113,646 58,843,951,711 5,749,364,798 10,799,126,376 71,788,888,478 14,656,105,445,010
Perikanan 22,461,854,362 1,241,994,637 128,023,366 279,859,786 1,778,544,253 25,890,276,404
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (159,898,037) (259,360,024) (41,580,354) (138,462,679) (733,568,259) (1,332,869,353)
Diberikan
Jumlah - Bersih 22,301,956,325 982,634,613 86,443,012 141,397,107 1,044,975,994 24,557,407,051
Pertanian 77,223,787,703 1,065,028,146 15,265,268 324,196,225 2,252,608,914 80,880,886,256
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (370,620,655) (217,335,542) (8,045,311) (67,422,556) (1,059,203,284) (1,722,627,348)
Diberikan
Jumlah - Bersih 76,853,167,048 847,692,604 7,219,957 256,773,669 1,193,405,630 79,158,258,908
Peternakan 50,230,105,133 365,577,272 166,284,684 12,543,907 2,620,172,204 53,394,683,200
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (602,541,436) (119,854,686) (54,985,470) (7,395,444) (1,002,425,955) (1,787,202,991)
Diberikan
Jumlah - Bersih 49,627,563,697 245,722,586 111,299,214 5,148,463 1,617,746,249 51,607,480,209
Pertambangan 44,112,314,619 219,301,733 - - - 44,331,616,352
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (641,940,792) (11,613,157) - - - (653,553,949)
Diberikan
Jumlah - Bersih 43,470,373,827 207,688,576 - - - 43,678,062,403
Industri 256,188,880,075 940,477,941 37,601,413 443,791,119 11,729,704,132 269,340,454,679
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (3,104,108,673) (334,478,237) (15,319,835) (114,171,945) (5,669,674,580) (9,237,753,270)
Diberikan
Jumlah - Bersih 253,084,771,402 605,999,704 22,281,578 329,619,174 6,060,029,552 260,102,701,409
-
Listrik dan Air 91,664,760,718 - - - 81,942,364 91,746,703,082
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,144,145,174) - - - (46,885,994) (1,191,031,168)
Diberikan
Jumlah - Bersih 90,520,615,544 - - - 35,056,370 90,555,671,914
Konstruksi 12,590,946,973 16,346,000,960 - - 182,778,455,370 211,715,403,303
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,649,171,739) (2,652,357,080) - - (105,559,186,685) (109,860,715,504)
Diberikan
Jumlah - Bersih 10,941,775,234 13,693,643,880 - - 77,219,268,685 101,854,687,799
Perdagangan 390,879,885,818 8,642,263,821 839,625,698 2,381,030,096 53,078,896,269 455,821,701,702
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (4,672,627,984) (1,739,840,139) (370,884,963) (1,083,360,568) (23,500,414,789) (31,367,128,443)
Diberikan
Jumlah - Bersih 386,207,257,834 6,902,423,682 468,740,735 1,297,669,528 29,578,481,480 424,454,573,259
Pengangkutan 44,933,246,043 171,043,725 63,229,138 3,523,489 2,275,291,820 47,446,334,214
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (65,149,481) (41,677,612) (27,248,491) (3,036,983) (1,071,487,037) (1,208,599,604)
Diberikan
Jumlah - Bersih 44,868,096,562 129,366,113 35,980,647 486,506 1,203,804,783 46,237,734,610
31
Page 36
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Rupiah)
c. Menurut sektor ekonomi (lanjutan)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
Jasa-jasa dunia usaha 63,775,875,235 589,908,856 - 20,090,683 3,979,111,573 68,364,986,347
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,665,956,177) (73,224,272) - (7,784,846) (2,196,300,570) (3,943,265,865)
Diberikan
Jumlah - Bersih 62,109,919,058 516,684,584 - 12,305,837 1,782,811,003 64,421,720,482
Jasa sosial masyarakat 76,400,366,292 760,327,527 19,099,132 150,697,915 4,892,883,042 82,223,373,908
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (691,053,528) (207,294,468) (10,149,336) (48,931,452) (2,196,781,770) (3,154,210,554)
Diberikan
Jumlah - Bersih 75,709,312,764 553,033,059 8,949,796 101,766,463 2,696,101,272 79,069,163,354
Jumlah Kredit
Yang Diberikan 15,649,837,046,834 92,713,884,344 7,724,201,387 16,433,392,803 363,954,425,225 16,130,662,950,593
Jumlah Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (25,218,123,894) (9,185,043,232) (1,233,921,649) (3,489,099,680) (169,733,855,730) (208,860,044,185)
Jumlah Kredit Yang
Diberikan - Bersih 15,624,618,922,940 83,528,841,112 6,490,279,738 12,944,293,123 194,220,569,495 15,921,802,906,408
32
Page 37
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Rupiah)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN - LANJUTAN
d. Menurut jenis kredit
30 Juni 2025
(Unaudited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
-
KI Biasa 398,830,579,584 21,247,470,106 - - 44,159,304,929 464,237,354,619
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (5,070,790,863) (361,982,343) - - (12,752,487,503) (18,185,260,709)
Diberikan
Jumlah - Bersih 393,759,788,721 20,885,487,763 - - 31,406,817,426 446,052,093,910
KI Kredit Mitra Usaha Kecil - - - - 145,768,631 145,768,631
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (57,230,039) (57,230,039)
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - 88,538,592 88,538,592
KI Kredit Mitra Usaha Mikro - - - - - -
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - - -
KI KUK 9,749,939,348 632,764,871 - 344,663,979 1,998,767,339 12,726,135,537
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (137,895,287) (25,476,360) - (86,817,113) (510,870,542) (761,059,302)
Diberikan
Jumlah - Bersih 9,612,044,061 607,288,511 - 257,846,866 1,487,896,797 11,965,076,235
KI Mikro 11,111,100 - - - - 11,111,100
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (682,118) - - - - (682,118)
Diberikan
Jumlah - Bersih 10,428,982 - - - - 10,428,982
KK Biasa 9,260,833,093,993 31,481,044,225 6,025,052,312 11,027,756,287 77,650,269,516 9,387,017,216,333
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (4,603,337,764) (779,354,007) (275,920,255) (607,919,734) (20,204,520,532) (26,471,052,292)
Diberikan
Jumlah - Bersih 9,256,229,756,229 30,701,690,218 5,749,132,057 10,419,836,553 57,445,748,984 9,360,546,164,041
KK KPR Bank Sulut - - - - 234,077,510 234,077,510
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (191,626,001) (191,626,001)
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - 42,451,509 42,451,509
KK Lainnya 474,303,617,279 2,049,154,671 725,739,927 495,595,999 7,518,472,132 485,092,580,008
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (867,198,373) (814,848,036) (315,876,098) (215,530,319) (3,079,676,323) (5,293,129,149)
Diberikan
Jumlah - Bersih 473,436,418,906 1,234,306,635 409,863,829 280,065,680 4,438,795,809 479,799,450,859
KMK Biasa 5,736,805,526 - - - 18,813,955,307 24,550,760,833
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,389,540,954) - - - (3,304,194,936) (4,693,735,890)
Diberikan
Jumlah - Bersih 4,347,264,572 - - - 15,509,760,371 19,857,024,943
KMK KUK 6,245,906,329 1,098,554,882 - - 1,285,033,738 8,629,494,949
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (92,146,190) (182,813,612) - - (403,196,475) (678,156,277)
Diberikan
Jumlah - Bersih 6,153,760,139 915,741,270 - - 881,837,263 7,951,338,672
33
Page 38
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Rupiah)
d. Menurut jenis kredit (lanjutan)
30 Juni 2025
(Unaudited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
-
KMK Mikro 197,152,747 28,811,347 - - 29,305,551 255,269,645
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (606,526) (10,336,282) - - (9,397,077) (20,339,885)
Diberikan
Jumlah - Bersih 196,546,221 18,475,065 - - 19,908,474 234,929,760
Pinjaman Rekening Koran 18,711,134,417 - - - 34,477,154,500 53,188,288,917
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (440,057,807) - - - (22,043,417,500) (22,483,475,307)
Diberikan
Jumlah - Bersih 18,271,076,610 - - - 12,433,737,000 30,704,813,610
KMK Rekening Koran Kontraktor 1,663,226,002 - 15,498,641,378 - 150,538,608,357 167,700,475,737
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (265,389,122) - (497,786,161) - (98,755,196,872) (99,518,372,155)
Diberikan
Jumlah - Bersih 1,397,836,880 - 15,000,855,217 - 51,783,411,485 68,182,103,582
KMK Agunan Tunai 17,693,747,935 - - - - 17,693,747,935
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Diberikan
Jumlah - Bersih 17,693,747,935 - - - - 17,693,747,935
KUR Mikro Investasi 47,991,506,685 3,894,293,202 382,044,344 792,549,682 2,588,776,172 55,649,170,085
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (741,365,047) (1,058,636,615) (169,084,101) (324,679,589) (1,355,401,228) (3,649,166,580)
Diberikan
Jumlah - Bersih 47,250,141,638 2,835,656,587 212,960,243 467,870,093 1,233,374,944 52,000,003,505
KUR Mikro Modal Kerja 55,099,395,069 2,693,411,004 280,849,268 565,139,685 2,229,770,803 60,868,565,829
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,378,365,304) (1,043,711,829) (139,893,410) (267,338,475) (1,242,759,472) (4,072,068,490)
Diberikan
Jumlah - Bersih 53,721,029,765 1,649,699,175 140,955,858 297,801,210 987,011,331 56,796,497,339
KUR Kecil Investasi 74,098,805,122 4,728,031,706 535,148,463 572,191,496 1,487,348,110 81,421,524,897
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (449,947,756) (616,908,318) (158,276,754) (250,058,122) (962,066,775) (2,437,257,725)
Diberikan
Jumlah - Bersih 73,648,857,366 4,111,123,388 376,871,709 322,133,374 525,281,335 78,984,267,172
KUR Kecil Modal Kerja 48,925,586,396 2,224,579,180 309,806,919 254,106,392 1,171,705,275 52,885,784,162
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (909,145,515) (311,107,541) (98,127,870) (85,302,170) (312,189,321) (1,715,872,417)
Diberikan
Jumlah - Bersih 48,016,440,881 1,913,471,639 211,679,049 168,804,222 859,515,954 51,169,911,745
KK Cash Collateral 11,067,300,000 - - - - 11,067,300,000
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Diberikan
Jumlah - Bersih 11,067,300,000 - - - - 11,067,300,000
KK Pensiunan PNS 1,330,927,430,341 9,713,982,546 3,394,921,392 4,090,729,843 7,256,221,803 1,355,383,285,925
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (738,819,688) (912,586,647) (561,351,486) (722,099,092) (1,464,041,616) (4,398,898,529)
Diberikan
Jumlah - Bersih 1,330,188,610,653 8,801,395,899 2,833,569,906 3,368,630,751 5,792,180,187 1,350,984,387,396
34
Page 39
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Rupiah)
d. Menurut jenis kredit (lanjutan)
30 Juni 2025
(Unaudited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
-
Kredit Konsumtif Umum 47,555,828,351 955,337,222 1,007,284 17,776,680 3,604,536,115 52,134,485,652
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (301,083,363) (96,305,708) (391,508) (4,598,624) (1,219,198,847) (1,621,578,050)
Diberikan
Jumlah - Bersih 47,254,744,988 859,031,514 615,776 13,178,056 2,385,337,268 50,512,907,602
KK Pejabat Publik 353,110,028,054 - 955,275,276 804,162,678 3,244,830,116 358,114,296,124
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,027,797,868) - (179,305,352) (207,982,462) (806,599,321) (2,221,685,003)
Diberikan
Jumlah - Bersih 352,082,230,186 - 775,969,924 596,180,216 2,438,230,795 355,892,611,121
KI KUP - - - - - -
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - - -
KMK Mikro Sejahtera - - - - 2,253,777,626 2,253,777,626
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (787,156,830) (787,156,830)
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - 1,466,620,796 1,466,620,796
KMK Kecil Sejahtera - - - - 53,608,079 53,608,079
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (24,117,550) (24,117,550)
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - 29,490,529 29,490,529
KI Mikro Sejahtera - - - - 962,596,747 962,596,747
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (321,989,965) (321,989,965)
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - 640,606,782 640,606,782
KI Kecil Sejahtera - - - - 8,359,256 8,359,256
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (1,674,202) (1,674,202)
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - 6,685,054 6,685,054
KSU Perseorangan Umum 495,617,147 157,877,757 - - 22,966,968 676,461,872
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (50,996,696) (16,212,061) - - (2,272,079) (69,480,836)
Diberikan
Jumlah - Bersih 444,620,451 141,665,696 - - 20,694,889 606,981,036
KPNS Pra Purnabakti 2,097,718,087,346 17,509,428,036 2,647,744,473 8,134,590,406 17,350,666,175 2,143,360,516,436
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (2,253,469,162) (527,484,765) (166,868,536) (681,712,904) (3,728,751,927) (7,358,287,294)
Diberikan
Jumlah - Bersih 2,095,464,618,184 16,981,943,271 2,480,875,937 7,452,877,502 13,621,914,248 2,136,002,229,142
KPNS Pra THT 10,121,400,000 526,993,257 50,000,000 128,161,777 43,858,879 10,870,413,913
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (5,655,260) (11,018,929) (3,251,690) (8,667,334) (8,350,263) (36,943,476)
Diberikan
Jumlah - Bersih 10,115,744,740 515,974,328 46,748,310 119,494,443 35,508,616 10,833,470,437
35
Page 40
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Rupiah)
d. Menurut jenis kredit (lanjutan)
30 Juni 2025
(Unaudited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
KSU Untuk Tokoh Lembaga 73,584,705,243 - - 7,343,189 72,720,159 73,664,768,591
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (72,976,548) - - (4,350,037) (16,969,243) (94,295,828)
Diberikan
Jumlah - Bersih 73,511,728,695 - - 2,993,152 55,750,916 73,570,472,763
KMK Kredit Usaha Pegawai - - - 33,913,596 33,913,596
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - (1,859,027) (1,859,027)
- - - - -
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - 32,054,569 32,054,569
KI Agunan Tunai 3,612,687,238 - - - - 3,612,687,238
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Diberikan
Jumlah - Bersih 3,612,687,238 - - - - 3,612,687,238
KI Kredit Mitra Pegawai 163,334,681,608 500,124,944 - 446,933,483 2,005,692,962 166,287,432,997
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (106,273,452) (4,983,235) - (10,225,176) (88,159,220) (209,641,083)
Diberikan
Jumlah - Bersih 163,228,408,156 495,141,709 - 436,708,307 1,917,533,742 166,077,791,914
KPR Sejahtera FLPP 21,985,548,700 - - - - 21,985,548,700
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (13,454,120) - - - - (13,454,120)
Diberikan
Jumlah - Bersih 21,972,094,580 - - - - 21,972,094,580
KMK Kredit Mitra Pegawai 95,410,281,347 817,950,501 38,335,028 157,779,070 2,148,260,237 98,572,606,183
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (60,962,024) (15,209,438) (1,999,248) (10,799,739) (245,997,784) (334,968,233)
Diberikan
Jumlah - Bersih 95,349,319,323 802,741,063 36,335,780 146,979,331 1,902,262,453 98,237,637,950
KMK Pinjaman Berjangka - - - - - -
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - - -
KMK Standby Loan Kontraktor - - - - - -
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - - -
KI Lembaga Agama 7,475,027,774 - - - - 7,475,027,774
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (235,361,144) - - - - (235,361,144)
Diberikan
Jumlah - Bersih 7,239,666,630 - - - - 7,239,666,630
36
Page 41
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Rupiah)
d. Menurut jenis kredit (lanjutan)
30 Juni 2025
(Unaudited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
KSU THL - - - - 64,826,803 64,826,803
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (11,761,089) (11,761,089)
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - 53,065,714 53,065,714
KPBS Pra Purnabakti 29,054,563,557 148,465,508 291,247,030 - - 29,494,276,095
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (16,756,915) (85,178) (14,485,470) - - (31,327,563)
Diberikan
Jumlah - Bersih 29,037,806,642 148,380,330 276,761,560 - - 29,462,948,532
KUR Super Mikro Investasi 230,720,833 18,877,202 1,963,124 2,964,115 9,744,115 264,269,389
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (2,913,654) (2,620,557) (165,956) (664,696) (2,956,319) (9,321,182)
Diberikan
Jumlah - Bersih 227,807,179 16,256,645 1,797,168 2,299,419 6,787,796 254,948,207
KUR Super Mikro Modal Kerja 858,803,498 18,548,126 - 10,754,419 38,977,674 927,083,717
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (25,795,271) (4,255,312) - (3,554,086) (23,773,300) (57,377,969)
Diberikan
Jumlah - Bersih 833,008,227 14,292,814 - 7,200,333 15,204,374 869,705,748
KK PPPK 936,929,297,633 1,311,530,756 136,540,709 76,864,681 348,770,643 938,803,004,422
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (514,851,876) (36,928,075) (7,252,872) (4,882,366) (54,705,467) (618,620,656)
Diberikan
Jumlah - Bersih 936,414,445,757 1,274,602,681 129,287,837 71,982,315 294,065,176 938,184,383,766
KPNS PP VERTIKAL 329,195,338 - - - - 329,195,338
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (186,696) - - - - (186,696)
Diberikan
Jumlah - Bersih 329,008,642 - - - - 329,008,642
KMK - Linkage Angsuran 39,648,688,210 - - - - 39,648,688,210
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,269,670,799) - - - - (1,269,670,799)
Diberikan
Jumlah - Bersih 38,379,017,411 - - - - 38,379,017,411
KMK Properti 332,000,000 1,780,000,000 - - - 2,112,000,000
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (10,214,932) (275,878,261) - - - (286,093,193)
Diberikan
Jumlah - Bersih 321,785,068 1,504,121,739 - - - 1,825,906,807
Kredit Holyland dan Umroh 383,711,831 - - - - 383,711,831
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (216,565) - - - - (216,565)
Diberikan
Jumlah - Bersih 383,495,266 - - - - 383,495,266
Jumlah Kredit Diberikan 15,644,257,211,581 103,537,231,049 31,274,316,927 27,930,063,861 383,852,645,823 16,190,851,469,241
Jumlah Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (23,053,924,659) (7,108,743,109) (2,590,036,767) (3,497,182,038) (173,994,564,645) (210,244,451,218)
Jumlah Kredit Yang
Diberikan - Bersih 15,621,203,286,922 96,428,487,940 28,684,280,160 24,432,881,823 209,858,081,178 15,980,607,018,023
37
Page 42
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Rupiah)
d. Menurut jenis kredit
31 Desember 2024
(Audited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
-
KI Biasa 383,101,929,678 1,998,185,418 - 587,150,294 43,819,179,129 429,506,444,519
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (4,865,201,229) (338,285,546) - (377,057,271) (12,494,650,455) (18,075,194,501)
Diberikan
Jumlah - Bersih 378,236,728,449 1,659,899,872 - 210,093,023 31,324,528,674 411,431,250,018
KI Kredit Mitra Usaha Kecil - - - - 145,768,631 145,768,631
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (57,230,039) (57,230,039)
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - 88,538,592 88,538,592
KI Kredit Mitra Usaha Mikro - - - - - -
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - - -
KI KUK 7,761,514,935 694,076,339 - - 1,889,533,045 10,345,124,319
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (108,993,005) (84,713,319) - - (505,434,591) (699,140,915)
Diberikan
Jumlah - Bersih 7,652,521,930 609,363,020 - - 1,384,098,454 9,645,983,404
KI Mikro 15,277,770 - - - - 15,277,770
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (937,913) - - - - (937,913)
Diberikan
Jumlah - Bersih 14,339,857 - - - - 14,339,857
KK Biasa 9,185,844,219,883 27,018,591,538 3,900,938,919 5,342,074,499 68,879,185,610 9,290,985,010,449
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (4,560,016,311) (584,181,252) (184,854,402) (307,432,317) (18,711,390,344) (24,347,874,626)
Diberikan
Jumlah - Bersih 9,181,284,203,572 26,434,410,286 3,716,084,517 5,034,642,182 50,167,795,266 9,266,637,135,823
KK KPR Bank Sulut - - - - 234,077,510 234,077,510
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (191,626,001) (191,626,001)
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - 42,451,509 42,451,509
KK Lainnya 497,719,725,775 3,240,530,072 539,931,619 3,010,177,352 5,559,539,320 510,069,904,138
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (910,040,659) (1,323,732,259) (235,227,455) (1,296,224,929) (1,998,659,112) (5,763,884,414)
Diberikan
Jumlah - Bersih 496,809,685,116 1,916,797,813 304,704,164 1,713,952,423 3,560,880,208 504,306,019,724
KMK Biasa 5,914,583,306 - - 263,157,048 18,560,808,259 24,738,548,613
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,435,716,229) - - (117,532,268) (3,086,852,265) (4,640,100,762)
Diberikan
Jumlah - Bersih 4,478,867,077 - - 145,624,780 15,473,955,994 20,098,447,851
KMK KUK 5,287,818,441 363,102,380 - - 1,596,235,931 7,247,156,752
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (77,322,663) (97,538,263) - - (501,461,221) (676,322,147)
Diberikan
Jumlah - Bersih 5,210,495,778 265,564,117 - - 1,094,774,710 6,570,834,605
38
Page 43
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Rupiah)
d. Menurut jenis kredit (lanjutan)
31 Desember 2024
(Audited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
-
KMK Mikro 219,736,095 45,560,141 - - 29,305,551 294,601,787
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (671,274) (16,535,274) - - (9,397,077) (26,603,625)
Diberikan
Jumlah - Bersih 219,064,821 29,024,867 - - 19,908,474 267,998,162
KMK Rekening Koran Biasa 27,724,840,249 - - - 35,222,289,169 62,947,129,418
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (656,875,561) - - - (22,511,522,862) (23,168,398,423)
Diberikan
Jumlah - Bersih 27,067,964,688 - - - 12,710,766,307 39,778,730,995
KMK Rekening Koran Kontraktor 11,994,372,358 16,080,695,837 - - 150,468,440,239 178,543,508,434
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,875,912,924) (2,586,806,103) - - (98,715,118,124) (103,177,837,151)
Diberikan
Jumlah - Bersih 10,118,459,434 13,493,889,734 - - 51,753,322,115 75,365,671,283
KMK Agunan Deposito 90,017,963,670 - - - - 90,017,963,670
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Diberikan
Jumlah - Bersih 90,017,963,670 - - - - 90,017,963,670
KUR Mikro Investasi 53,748,017,528 2,957,748,572 375,421,384 434,098,163 2,220,354,412 59,735,640,059
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (830,919,721) (842,638,138) (170,504,134) (177,255,841) (1,236,890,027) (3,258,207,861)
Diberikan
Jumlah - Bersih 52,917,097,807 2,115,110,434 204,917,250 256,842,322 983,464,385 56,477,432,198
KUR Mikro Modal Kerja 57,148,318,788 2,428,002,200 410,542,104 678,690,223 2,004,786,620 62,670,339,935
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,430,840,799) (972,597,876) (217,759,406) (357,079,358) (1,233,559,409) (4,211,836,848)
Diberikan
Jumlah - Bersih 55,717,477,989 1,455,404,324 192,782,698 321,610,865 771,227,211 58,458,503,087
KUR Kecil Investasi 76,817,621,849 3,343,728,726 124,783,542 759,368,188 1,325,509,067 82,371,011,372
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (466,581,028) (472,722,295) (38,895,495) (361,150,870) (878,840,504) (2,218,190,192)
Diberikan
Jumlah - Bersih 76,351,040,821 2,871,006,431 85,888,047 398,217,318 446,668,563 80,152,821,180
KUR Kecil Modal Kerja 51,515,423,035 1,676,172,793 329,851,024 202,185,305 1,099,751,992 54,823,384,149
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (957,674,688) (222,477,762) (88,467,525) (50,188,735) (323,607,724) (1,642,416,434)
Diberikan
Jumlah - Bersih 50,557,748,347 1,453,695,031 241,383,499 151,996,570 776,144,268 53,180,967,715
KK Cash Collateral 13,799,100,000 - - - - 13,799,100,000
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Diberikan
Jumlah - Bersih 13,799,100,000 - - - - 13,799,100,000
KK Pensiunan PNS 1,311,918,664,586 13,630,125,117 1,064,772,653 1,099,027,171 2,811,810,088 1,330,524,399,615
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (728,061,127) (944,739,545) (204,617,590) (116,447,294) (551,026,976) (2,544,892,532)
Diberikan
Jumlah - Bersih 1,311,190,603,459 12,685,385,572 860,155,063 982,579,877 2,260,783,112 1,327,979,507,083
39
Page 44
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Rupiah)
d. Menurut jenis kredit (lanjutan)
31 Desember 2024
(Audited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
-
Kredit Konsumtif Umum 51,500,611,558 708,072,091 55,507,789 - 3,476,588,062 55,740,779,500
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (326,174,927) (104,886,984) (23,852,553) - (1,174,327,402) (1,629,241,866)
Diberikan
Jumlah - Bersih 51,174,436,631 603,185,107 31,655,236 - 2,302,260,660 54,111,537,634
KK Pejabat Publik 348,071,209,366 - 7,148,826 - 3,319,742,864 351,398,101,056
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,013,219,926) - (1,163,230) - (824,972,937) (1,839,356,093)
Diberikan
Jumlah - Bersih 347,057,989,440 - 5,985,596 - 2,494,769,927 349,558,744,963
KI KUP - - - - - -
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - - -
KMK Mikro Sejahtera - - - - 2,260,100,019 2,260,100,019
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (789,358,679) (789,358,679)
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - 1,470,741,340 1,470,741,340
KMK Kecil Sejahtera - - - - 57,014,745 57,014,745
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (25,690,204) (25,690,204)
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - 31,324,541 31,324,541
KI Mikro Sejahtera - - - - 971,472,564 971,472,564
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (324,961,779) (324,961,779)
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - 646,510,785 646,510,785
KI Kecil Sejahtera - - - - 8,359,256 8,359,256
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (1,674,202) (1,674,202)
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - 6,685,054 6,685,054
KSU Perseorangan Umum 853,863,090 - - - 22,966,968 876,830,058
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (87,816,789) - - - (2,272,079) (90,088,868)
Diberikan
Jumlah - Bersih 766,046,301 - - - 20,694,889 786,741,190
KPNS Pra Purnabakti 2,065,422,526,071 16,411,371,145 769,643,175 3,234,796,334 13,892,260,304 2,099,730,597,029
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (2,217,808,914) (534,485,149) (49,691,939) (289,303,784) (3,186,514,472) (6,277,804,258)
Diberikan
Jumlah - Bersih 2,063,204,717,157 15,876,885,996 719,951,236 2,945,492,550 10,705,745,832 2,093,452,792,771
KPNS Pra THT 11,961,400,000 303,849,649 - 40,916,534 - 12,306,166,183
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (6,683,349) (8,035,103) - (2,786,734) - (17,505,186)
Diberikan
Jumlah - Bersih 11,954,716,651 295,814,546 - 38,129,800 - 12,288,660,997
40
Page 45
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Rupiah)
d. Menurut jenis kredit (lanjutan)
31 Desember 2024
(Audited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
KSU Untuk Tokoh Lembaga 69,733,550,954 246,552,922 - - 105,032,578 70,085,136,454
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (69,210,714) (2,338,938) - - (25,368,154) (96,917,806)
Diberikan
Jumlah - Bersih 69,664,340,240 244,213,984 - - 79,664,424 69,988,218,648
KMK Kredit Usaha Pegawai - - - - 33,913,596 33,913,596
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (1,859,027) (1,859,027)
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - 32,054,569 32,054,569
KI Agunan Deposito 3,560,753,726 - - - - 3,560,753,726
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Diberikan
Jumlah - Bersih 3,560,753,726 - - - - 3,560,753,726
KI Kredit Mitra Pegawai 186,931,168,796 141,067,784 - 410,450,924 1,816,682,746 189,299,370,250
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (121,595,506) (1,285,712) - (11,480,266) (83,998,519) (218,360,003)
Diberikan
Jumlah - Bersih 186,809,573,290 139,782,072 - 398,970,658 1,732,684,227 189,081,010,247
KPR Sejahtera FLPP 23,005,325,934 - - - - 23,005,325,934
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (14,078,148) - - - - (14,078,148)
Diberikan
Jumlah - Bersih 22,991,247,786 - - - - 22,991,247,786
KMK Kredit Mitra Pegawai 109,906,840,111 579,191,813 - 270,340,599 1,902,220,862 112,658,593,385
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (70,193,557) (10,495,552) - (13,597,639) (233,999,736) (328,286,484)
Diberikan
Jumlah - Bersih 109,836,646,554 568,696,261 - 256,742,960 1,668,221,126 112,330,306,901
KMK Pinjaman Berjangka - - - - - -
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - - -
KMK Standby Loan Kontraktor - - - - - -
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - - -
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - - -
KI Lembaga Agama 7,763,176,360 - - - - 7,763,176,360
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (244,444,606) - - - - (244,444,606)
Diberikan
Jumlah - Bersih 7,518,731,754 - - - - 7,518,731,754
41
Page 46
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Rupiah)
d. Menurut jenis kredit (lanjutan)
31 Desember 2024
(Audited)
Dalam
Lancar Perhatian Kurang Diragukan Macet Jumlah
Khusus Lancar
KSU THL - - - - 90,609,843 90,609,843
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai - - - - (16,432,173) (16,432,173)
Diberikan
Jumlah - Bersih - - - - 74,177,670 74,177,670
KPBS Pra Purnabakti 27,638,751,811 - - - - 27,638,751,811
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (15,952,818) - - - - (15,952,818)
Diberikan
Jumlah - Bersih 27,622,798,993 - - - - 27,622,798,993
KUR Super Mikro Investasi 282,680,536 - 3,779,739 704,206 11,482,128 298,646,609
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (3,564,715) - (495,395) (217,700) (3,455,895) (7,733,705)
Diberikan
Jumlah - Bersih 279,115,821 - 3,284,344 486,506 8,026,233 290,912,904
KUR Super Mikro Modal Kerja 680,774,306 34,392,615 24,750,907 9,588,270 24,401,979 773,908,077
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (20,444,490) (10,939,377) (12,091,805) (5,008,525) (16,366,584) (64,850,781)
Diberikan
Jumlah - Bersih 660,329,816 23,453,238 12,659,102 4,579,745 8,035,395 709,057,296
KK PPPK 911,168,444,284 812,867,192 117,129,706 90,667,693 95,002,138 912,284,111,012
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (501,431,299) (25,608,785) (6,300,720) (6,336,149) (15,337,157) (555,014,110)
Diberikan
Jumlah - Bersih 910,667,012,985 787,258,407 110,828,986 84,331,544 79,664,981 911,729,096,902
KPNS PP VERTIKAL 333,653,084 - - - - 333,653,084
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (189,225) - - - - (189,225)
Diberikan
Jumlah - Bersih 333,463,859 - - - - 333,463,859
KMK - Linkage Angsuran 47,404,211,434 - - - - 47,404,211,434
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (1,517,865,067) - - - - (1,517,865,067)
Diberikan
Jumlah - Bersih 45,886,346,367 - - - - 45,886,346,367
KMK Properti 2,665,000,000 - - - - 2,665,000,000
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (81,456,701) - - - - (81,456,701)
Diberikan
Jumlah - Bersih 2,583,543,299 - - - - 2,583,543,299
Kredit Holyland dan Umroh 403,977,467 - - - - 403,977,467
Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (228,012) - - - - (228,012)
Diberikan
Jumlah - Bersih 403,749,455 - - - - 403,749,455
Jumlah Kredit Diberikan 15,649,837,046,834 92,713,884,344 7,724,201,387 16,433,392,803 363,954,425,225 16,130,662,950,593
Jumlah Cadangan Kerugian
Penurunan Nilai (25,218,123,894) (9,185,043,232) (1,233,921,649) (3,489,099,680) (169,733,855,730) (208,860,044,185)
Jumlah Kredit Yang
Diberikan - Bersih 15,624,618,922,940 83,528,841,112 6,490,279,738 12,944,293,123 194,220,569,495 15,921,802,906,408
42
Page 47
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (Lanjutan)
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
d. Menurut Jangka Waktu
Berdasarkan sisa umur jatuh tempo
Kurang dari 1 tahun 546,986,358,583 550,398,005,985
1 tahun hingga 2 tahun 418,492,729,203 400,816,287,535
2 tahun hingga 5 tahun 2,798,737,301,338 2,833,864,476,616
Lebih dari 5 tahun 12,426,635,080,117 12,345,584,180,456
Jumlah 16,190,851,469,241 16,130,662,950,593
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (210,244,451,218) (208,860,044,185)
Jumlah Kredit Yang Diberikan 15,980,607,018,023 15,921,802,906,408
Berdasarkan Perjanjian
Kurang dari 1 tahun 359,115,109,988 350,624,860,559
1 tahun hingga 2 tahun 97,505,448,811 89,989,309,873
2 tahun hingga 5 tahun 2,043,732,725,217 2,079,746,765,061
Lebih dari 5 tahun 13,690,498,185,226 13,610,302,015,099
Jumlah 16,190,851,469,241 16,130,662,950,593
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (210,244,451,218) (208,860,044,185)
Jumlah Kredit Yang Diberikan 15,980,607,018,023 15,921,802,906,408
Sesuai dengan Surat Bank Indonesia No. 22/1/Dsta/Srt/B Tanggal 03 Januari 2020 Perihal Penyesuaian Tata Cara Pengisian Laporan Bulanan Bank
Umum dan Integrasi Pelaporan BI-Anatsena terkait implementasi PSAK 71 dan PSAK 73, dan Surat Otoritas Jasa Keuangan No. S17/PB.11/2020
Tanggal 14 Februari 2020 Hal Perlakuan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Dalam Perhitungan ATMR Risiko Kredit sesuai PSAK 71,
maka:
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Tata Cara Pengisian sesuai
Secara Individual Diisi dengan CKPN atas aset kurang baik (stage 2) dan CKPN atas aset tidak baik
(stage 3) sesuai kriteria PSAK 71
Secara Kolektif Diisi dengan CKPN atas aset baik (stage 1) dan sesuai kriteria PSAK 71.
Kolektibilitas Lancar Dalam Perhatian Khusus Kurang Lancar Diragukan Macet
Bucket Rating 1, Rating 2 Rating 3, Rating 4 Rating 5 Rating 6, Rating 7 Rating 8
Rating 1: 0 Hari
Rating 3: 31 - 60 Hari; Rating 6: 121 - 150 Hari;
DPD Rating 2: 1 - 30 Rating 5: 91 - 120 Hari Rating 8: > 180 Hari
Rating 4: 61 - 90 Hari Rating 7: 151 - 180 Hari
Hari;
Staging Stage 1 Stage 2 Stage 3
CKPN LBU Kolektif Individual
Kredit yang diberikan dijamin dengan deposito, agunan yang diikat dengan hak tanggungan, surat kuasa untuk hipotik, atau menjual atau jaminan
jaminan yang lain yang umumnya diterima bank.
Perhitungan rasio kredit non perfoming terdiri dari kredit dengan kolektibilitas (kurang lancar, diragukan dan macet) adalah :
NPL - Gross
Jumlah 443,057,026,612 388,112,019,414
Persentase 2.74% 2.41%
NPL - Netto
Jumlah 262,975,243,162 213,655,142,355
Persentase 1.62% 1.32%
Berdasarkan pada peraturan Bank Indonesia No. 3/PBI/2001 tanggal 26 Desember 2001, rasio untuk kredit non - performing adalah setinggi-tingginya
5 % dari jumlah kredit yang diberikan oleh Bank.
Bank telah membentuk tim dari Department Special Asset Management (SAM) menangani kredit bermasalah melalui SK Direksi.
43
Page 48
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
11. KREDIT YANG DIBERIKAN (Lanjutan)
Dalam upaya penanganan kredit bermasalah Bank senantiasa menjaga dan memelihara kualitas kredit serta meminimalisir resiko kredit. Untuk itu
bank melakukan upaya penyelamatan dan penyelesaian terhadap kredit-kredit bermasalah yang mencakup penagihan, restrukturisasi kredit,
pengalihan debitur atau kompensasi, pencairan agunan, pengajuan klaim kepada perusahaan asuransi kredit, penyerahan pengurusan kredit kepada
PUPN/BUPLN atau Pengadilan Negeri, hapus buku kredit dan atau cara-cara lain yang dapat ditempuh berdasarkan ketentuan perundang-
undangan yang berlaku.
12. PENYERTAAN
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
Penyertaan saham pada :
PT. BPR Prisma Dana 977,500,000 977,500,000
Harga perolehan 977,500,000 977,500,000
Dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai (9,247,150) (9,247,150)
.
Jumlah Penyertaan - Bersih 968,252,850 968,252,850
Berdasarkan Akta No. 01 Tanggal 01 Desember 2022 yang dibuat dihadapan Kristianto Naftali Poae, SH., M.Kn, notaris di Manado, Perusahaan
melakukan tambahan setoran modal dari pajak deviden tahun buku 2022 dan hibah saham kepemilikan Tn. Jopie Henrikus Lumintang kepada Ny.
Astrid Marcella Lumintang dan Tn. Gerald Fredrik Maynard Lumintang masing-masing sebesar 2.000 lembar saham, sehingga susunan
kepemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2022 sebagai berikut:
Jumlah Persentase
Nama Pemegang Saham Jumlah (Rp)
Saham Kepemilikan
Tn. Jopie Henrikus Lumintang 47,289 81.92% 23,644,500,000
Ny. Dorothea Samola 3,211 5.56% 1,605,500,000
Ny. Astrid Marcella Lumintang 2,000 3.46% 1,000,000,000
Tn. Gerald Fredrik Maynard Lumintang 2,000 3.46% 1,000,000,000
PT. BPD Sulawesi Utara Gorontalo 1,955 3.39% 977,500,000
Koperasi Serba Usaha Prisma 654 1.13% 327,000,000
Koperasi Unit Daerah Ayamen 186 0.32% 93,000,000
Koperasi Unit Daerah Kami Uman 186 0.32% 93,000,000
Tn. Johanis Untu 173 0.30% 86,500,000
Tn. H. Hanafi Sako 70 0.12% 35,000,000
Jumlah 57,724 100% 28,862,000,000
Sehubungan dengan adanya persetujuan penambahan modal ditempatkan dan disetor tersebut, PT Bank SulutGo tidak melakukan penambahan
atas kepemilikan saham pada PT BPR Prisma Dana sehingga mengakibatkan kepemilikan saham di perseroan ini terdelusi dari persentase
kepemilikan saham sebesar 7,59% menjadi sebesar 3,39%. PT Bank SulutGo menyatakan setuju dan tidak keberatan dengan adanya setoran
tambahan tersebut. Berdasarkan tindakan tersebut penyertaan pada PT BPR Prisma Dana tidak lagi menggunakan metode ekuitas tetapi
menggunakan metode biaya karena penyertaan yang dimiliki untuk dijual dalam jangka pendek.
Sehubungan dengan membaiknya kondisi/kinerja PT. BPR Prisma Dana, Bank melakukan perbaikan kualitas Penyertaan dari Kualitas ”5”
menjadi Kualitas ”1” dengan pertimbangan sebagai berikut:
a. Pada Tanggal 15 Maret 2019, PT. BPR Prisma Dana melakukan pembagian deviden atas kinerja tahun 2018 senilai Rp. 87.167.298
b. Pada Tanggal 05 April 2019, PT. BPR Prisma Dana melakukan pembagian deviden atas kinerja tahun 2012 senilai Rp. 123.223.390,-
Deviden tersebut sempat ditahan oleh PT. Prisma Dana atas permintaan Bank Indonesia saat itu karena kondisi penurunan CAR PT. BPR
Prisma Dana.
c. Pada tanggal 13 Februari 2020, PT. BPR Prisma Dana melakukan pembagian deviden atas kinerja tahun 2019 senilai Rp. 498.010.412,-
d. Pada tanggal 23 April 2021, PT. BPR Prisma Dana melakukan pembagian deviden atas kinerja tahun 2020 senilai Rp. 844.997.504,-
e. Pada tanggal 26 April 2022, PT. BPR Prisma Dana melakukan pembagian deviden atas kinerja tahun 2021 senilai Rp. 292.272.741,-
f. Pada tanggal 11 Mei 2023, PT. BPR Prisma Dana melakukan pembagian deviden atas kinerja tahun 2022 senilai Rp. 362.624.955,-
g. Pada tanggal 05 April 2024, PT. BPR Prisma Dana melakukan pembagian deviden atas kinerja tahun 2022 senilai Rp. 440.705.875,-
44
Page 49
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
13. ASET TETAP, INVENTARIS, ASET LEASE DAN AKTIVA DALAM PENYELESAIAN
Akun ini terdiri dari :
30 Juni 2025
(Unaudited)
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Revaluasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga perolehan
Hak atas tanah 185,881,776,298 - - - - 185,881,776,298
Bangunan 97,209,579,303 - - - 309,286,773,979 406,496,353,282
Kendaraan 3,039,921,688 - - - - 3,039,921,688
Mesin kantor 49,255,085,698 352,600,000 6,111,700 - - 49,601,573,998
Perabot kantor 25,308,453,849 21,458,000 80,905,000 - - 25,249,006,849
Inventaris lainnya 53,613,732,713 - 279,311,960 - - 53,334,420,753
Hardware komputer 79,633,098,825 275,297,800 130,938,000 - - 79,777,458,625
Software/Peranti Lunak 5,260,145,195 121,101,000 - - 5,381,246,195
Aset Lease 104,361,406,874 - 2,614,113,008 - - 101,747,293,866
Aset dalam penyelesaian 250,357,812,227 71,214,307,588 - - (309,286,773,979) 12,285,345,836
Jumlah 853,921,012,670 71,984,764,388 3,111,379,668 - - 922,794,397,390
Akumulasi penyusutan
Bangunan 12,061,018,189 3,731,391,811 - - - 15,792,410,000
Kendaraan 2,813,683,908 78,903,473 - - - 2,892,587,381
Mesin kantor 47,382,513,918 424,939,913 (291,139,661) - - 48,098,593,492
Perabot kantor 18,674,051,880 1,540,025,372 86,004,996 - - 20,128,072,256
Inventaris lainnya 44,168,551,031 2,271,673,808 380,034,757 - - 46,060,190,082
Hardware komputer 72,206,513,704 2,321,618,781 57,982,602 - - 74,470,149,883
Software/Peranti Lunak 3,136,915,811 541,764,145 - - - 3,678,679,956
Aset Lease 49,630,429,453 18,009,260,831 19,902,150,193 - - 47,737,540,091
Jumlah 250,073,677,894 28,919,578,134 20,135,032,887 - - 258,858,223,141
Nilai buku 603,847,334,776 663,936,174,249
31 Desember 2024
(Audited)
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Koreksi Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga perolehan
Hak atas tanah 184,348,866,298 - - - 1,532,910,000 185,881,776,298
Bangunan 81,016,634,400 1,479,480,000 - - 14,713,464,903 97,209,579,303
Kendaraan 3,542,671,688 24,090,000 551,840,000 - 25,000,000 3,039,921,688
Mesin kantor 48,992,742,408 241,355,890 104,514,000 - 125,501,400 49,255,085,698
Perabot kantor/rumah dinas 22,500,967,549 1,860,151,546 182,400,000 - 1,129,734,754 25,308,453,849
Inventaris lainnya 50,374,336,813 1,429,192,610 78,195,000 - 1,888,398,290 53,613,732,713
Hardware komputer 76,711,675,385 2,745,571,290 72,770,000 - 248,622,150 79,633,098,825
Software/Peranti Lunak 4,176,230,195 839,659,500 - 244,255,500 5,260,145,195
Aset Lease 107,232,093,018 7,416,448,373 10,287,134,517 - - 104,361,406,874
Aset dalam penyelesaian 209,682,746,895 60,582,952,329 - - (19,907,886,997) 250,357,812,227
Jumlah 788,578,964,649 76,618,901,538 11,276,853,517 - - 853,921,012,670
Akumulasi penyusutan
Bangunan 7,914,906,511 4,146,111,678 - - - 12,061,018,189
Kendaraan 3,203,082,348 197,801,256 587,199,696 - - 2,813,683,908
Mesin kantor 46,800,704,197 1,036,645,493 454,835,772 - - 47,382,513,918
Perabot kantor/rumah dinas 15,046,011,712 3,854,381,678 226,341,510 - - 18,674,051,880
Inventaris lainnya 38,385,562,883 6,078,947,198 295,959,051 - - 44,168,551,031
Hardware komputer 66,433,026,682 6,357,307,906 583,820,884 - - 72,206,513,704
Software/Peranti Lunak 1,594,951,561 1,541,964,250 - - - 3,136,915,811
Aset Lease 54,942,694,699 33,704,855,566 39,017,120,812 - - 49,630,429,453
Jumlah 234,320,940,593 56,918,015,025 41,165,277,724 - - 250,073,677,894
Nilai buku 554,258,024,056 603,847,334,776
45
Page 50
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
13. ASET TETAP, INVENTARIS, ASET LEASE DAN AKTIVA DALAM PENYELESAIAN (Lanjutan)
Bank membukukan hasil revaluasi tanah dan bangunan atas seluruh kepemilikan tanah dan bangunan sesuai dengan hasil KJPP Dasa'at, Yudistira &
Rekan pada tanggal 21 Desember 2021 dari hasil penilaiaan perusahaan mendapatkan keuntungan atas revaluasi aset tetap tersebut sebesar Rp
27.310.760.350,-.
Bank membukukan hasil revaluasi tanah dan bangunan yang berada di Kantor Cabang Kotamobagu, sesuai dengan hasil KJPP Teguh Hermawan
Yusuf & Rekan pada laporan nomor file 01713/2.0009-00/PI/07/0020/1/IV/2020 pada tanggal 22 April 2020 dengan nomor STTD
037/NB.122/STTD-P/2017, yang ditandatangani oleh Teguh Hermawan SE, M.Ec., Dev., MAPPI (Cert), Tanggal efektif revaluasi adalah 5 Februari
2020, dimana pendekatan nilai yang digunakan adalah pendekatan pasar (Market Approach) dan penilaiaan biaya (Cost Approach), dimana dalam
penilaiaan telah memenuhi kesesuaian dengan peraturan No. VIII.C.4, dampak penilaiaan mendapatkan keuntungan atas revaluasi aset tetap tersebut
sebesar Rp 4.834.893.000,-.
Bank membukukan hasil revaluasi tanah dan bangunan atas seluruh kepemilikan tanah dan bangunan, sesuai dengan hasil KJPP Dasa'at, Yudistira &
Rekan pada laporan nomor file 00293/2.0041-04/PI/07/0584/1/XII/2021 pada tanggal 21 Desember 2021, yang ditandatangani oleh Suhada ST,
M.Ec., Dev., MAPPI (Cert), Tanggal efektif revaluasi adalah 21 Desember 2020, dimana pendekatan nilai yang digunakan adalah pendekatan pasar
(Market Approach) dan penilaiaan biaya (Cost Approach), dimana dalam penilaiaan telah memenuhi kesesuaian dengan peraturan No. VIII.C.4,
dampak penilaiaan mendapatkan keuntungan atas revaluasi aset tetap tersebut sebesar Rp 28.528.302.151,-.
Sesuai dengan SK Direksi PT Bank Sulut No.078/SK-UMM/DIR/XI/2012 tentang panitia penghapusan dan pelelangan inventaris PT Bank Sulut
tahun 2012 memutuskan:
1. Membentuk panitia penghapusan dan pelelangan inventaris milik PT Bank Sulut dengan susunan dan personalia sebagaimana disebut dalam
lampiran.
2. Tugas panitia adalah meneliti administrasi daftar inventaris dan pembukuannya, membuat berita acara atas jurnal pembukuan inventaris yang
dihapus buku, lelang dan dimusnahkan, memeriksa dan menilai kembali aset, melakukan penyetoran atas hasil lelang ke rekening PT Bank Sulut,
menyampaikan laporan hasil penghapusbukuan dan hasil pelelangan kepada Direksi.
3. Dalam melaksanakan tugasnya, panitia penghapusan dan pelelangan bertanggung jawab kepada Direksi.
4. Tempat pelaksanaan lelang akan dilaksanakan di kantor dimana inventaris tersebut berada.
5. Segala biaya yang timbul akibat ditetapkannya keputusan Direksi ini dibebankan pada anggaran pendapatan dan biaya PT Bank Sulut.
6. Keputusan direksi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan ketentuan, jika terdapat kekeliruan akan diadakan perubahan sebagaimana
mestinya.
Berikut adalah informasi pokok lainnya sehubungan dengan aset tetap pada 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023:
1. Tidak terdapat hambatan dalam kelanjutan penyelesaian aset, rugi penurunan nilai aset yang di akui dalam laba rugi dan ekuitas, aset tetap yang
tidak digunakan sementara, dihentikan dari penggunaan aktif dan diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual, perubahan estimasi masa guna
dan/atau metode penyusutan menurut jenis aset tetap, kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai atau pemulihan
penurunan nilai, dan aset tetap yang menjadi jaminan
2. Bank tidak memiliki aset yang dikapitalisasi dengan biaya pinjaman yang memenuhi kriteria kualifikasian, jumlah biaya selama periode tahun
berjalan, dan tarif untuk menentukan jumlah biaya pinjaman yang layak dikapitalisasi.
3. Bank masih menggunakan aset tetap yang sudah disusutkan penuh untuk menunjang operasional.
4. Bank memliki komitmen kontraktual dalam perolehan aset tetap.
5. Bank melakukan revaluasi aset tetap.
6. Tidak ada aset yang berasal dari hibah.
7. Tidak ada aset tetap yang tidak dipakai sementara dan dijaminkan oleh Bank.
8. Tidak memiliki aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual.
Tidak terdapat aset tetap yang dijaminkan oleh Bank pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024.
14. ASET PAJAK TANGGUHAN
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Saldo Aset Pajak Tangguhan 33,290,247,760 33,290,247,760
15. ASET LAIN-LAIN
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
Bunga yang masih harus diterima :
Bunga Kredit 87,027,945,028 90,261,240,672
Bunga Antar Bank 285,833,333 -
Bunga Surat Berharga 8,626,250,362 7,327,072,008
Bunga Atas Tagihan Surat Berharga Janji Dijual Kembali (ReverseRepo) 308,363,325 53,289,811
46
Page 51
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
15. ASET LAIN-LAIN (lanjutan)
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Biaya dibayar dimuka :
Sewa Dibayar Dimuka & Biaya Lainnya Dibayar Dimuka 105,493,687,405 15,061,838,030
Uang Muka PPH Pasal 25 42,014,825,116 -
Lain-lain :
Persediaan barang cetakan dan Persediaan Perlengkapan Kantor 8,552,991,921 8,999,993,633
Piutang Manfaat Pensiun Pengurus Bank - -
Kecurangan Internal Dalam Penyelesaian 15,991,126,000 -
Aset terbengkalai - -
Lain-lain 6,183,768,746 1,590,924,645
Jumlah Aset Lain-Lain 274,484,791,236 123,294,358,798
Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan Satuan Khusus Audit Intern (SKAI) PT Bank SulutGo yang dilakukan sampai dengan 30 Juni 2025,
terdapat fraud yang telah terjadi di 4 (empat) Kantor Cabang yang berada di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo dengan nominal Rp.
17.797.938.079,-. Pada tanggal 25 Maret 2025, Bank telah melakukan pembebanan terhadap 1 (satu) kasus fraud tersebut ke Beban Risiko
Operasional sebesar Rp. 1.806.812.079,-. Manajemen telah melakukan langkah pemblokiran rekening dan aset yang dimilikinya. sampai dengan
laporan ini di terbitkan manajemen masih menunggu hasil penyidikan dari kepolisian hingga kasus ini naik ke persidangan, dimana hasil
keputusan tersebut berkekuatan tetap.
16. LIABILITAS SEGERA
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
Titipan lainnya 133,099,925,056 93,799,138,625
Bunga yang masih harus dibayar 42,024,120,055 43,839,381,162
Bonus dan kesejahteraan karyawan 50,944,030,804 3,622,146,223
Liabilitas dalam rangka capital lease 42,197,973,447 38,714,497,500
Lain-lain 5,289,717,645 8,385,942,180
Jumlah Liabilitas Segera 273,555,767,007 188,361,105,689
Titipan Lainnya diantaranya digunakan untuk pembayaran pajak, listrik, dan telepon yang dilakukan oleh pihak ketiga melalui bank.
17. SIMPANAN NASABAH
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Giro 2,358,206,156,605 1,122,173,039,142
Tabungan 2,627,611,675,664 2,732,065,780,017
Deposito :
- Deposito 12,122,525,614,919 11,184,773,091,284
- Deposito on call - -
Jumlah Simpanan Nasabah 17,108,343,447,189 15,039,011,910,443
Tingkat suku bunga rata-rata simpanan nasabah adalah sebagai berikut :
Giro 0% - 2.25% 0% - 2.25%
Tabungan 0% - 6.00% 0% - 6.00%
Deposito :
- Deposito 3.00% - 7.25% 3.00% - 7.50%
- Deposito on call - -
47
Page 52
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
17. SIMPANAN NASABAH (lanjutan)
Rincian Deposito Berjangka berdasarkan jangka waktu adalah sebagai berikut :
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
1 bulan 2,301,002,132,867 2,129,859,379,993
3 bulan 4,326,724,000,936 3,571,045,251,391
6 bulan 4,583,093,441,600 4,451,379,541,600
12 bulan 911,706,039,516 1,032,488,918,300
12,122,525,614,919 11,184,773,091,284
18. SIMPANAN DARI BANK LAIN
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Giro 1,481,352,028 6,830,369,576
Tabungan 63,164,641,887 89,108,308,541
Deposito :
- Deposito 44,000,000,000 54,500,000,000
- Deposito on Call - -
Interbank Call Money yang terdiri dari: - 575,000,000,000
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk - 100,000,000,000
PT. Bank Jawa Timur - 50,000,000,000
PT. Bank Kalimantan Tengah - -
PT. Bank Sulawesi Tenggara - 150,000,000,000
PT. Bank Kalimantan Timur - 25,000,000,000
PT. Bank Jawa Barat Banten - 50,000,000,000
PT. Bank Papua - 50,000,000,000
PT. Bank Jawa Tengah - 50,000,000,000
PT. Bank Sulawesi Tengah - 100,000,000,000
Jumlah Simpanan Dari Bank Lain 108,645,993,915 725,438,678,117
Tingkat suku bunga rata-rata simpanan dari bank lain adalah sebagai berikut :
Giro 0% - 2.25% 0% - 2.25%
Tabungan 0% - 3.50% 0% - 3.50%
Deposito berjangka
- Deposito 3.00% - 5.25% 2.75% - 5.25%
- Deposito on Call - -
- Interbank Call Money - 6.15% - 6.43%
19. KEWAJIBAN REPO
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
Kewajiban Repo Kepada Bank Indonesia - 292,412,090,000
Kewajiban Repo Kepada Bank Lain - -
Jumlah Kewajiban Repo - 292,412,090,000
20 SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri atas :
Obligasi Berkelanjutan I Tahap I PT. Bank SulutGo 750,000,000,000 750,000,000,000
Biaya emisi obligasi ditangguhkan (1,064,261,007) (1,520,372,877)
Jumlah Surat Berharga Yang Diterbitkan 748,935,738,993 748,479,627,123
48
Page 53
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
20. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN (Lanjutan)
Berdasarkan Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara
Gorontalo (BANK SULUTGO) Nomor : 05 tanggal 18 Maret 2021, Edmund Lodi Mangowal, SH., Mkn, Notaris Kota Manado, para pemegang
saham dengan suara bulat memutuskan untuk menyetujui penyesuaian keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Tahun 2018
sebagaimana dalam Akta Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Nomor 17 tanggal 09-02-2018 (sembilan Februari dua ribu delapan belas),
Diktum keempat menjadi: "Menyetujui Penawaran Umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan I Bank SulutGo sebanyak-banyaknya sebesar Rp.
1.000.000.000.000,- (satu triliun rupiah) dan memberikan persetujuan untuk menjaminkan sebagian maupun seluruh piutang Perseroan atas
tagihan berupa kredit yang diberikan Perseroan kepada nasabah-nasabahnya dengan kategori lancar sesuai ketentuan Bank Indonesia dan
memberikan persetujuan pada Direksi untuk melakukan segala tindakan yang diperlukan sehubungan dengan hal tersebut".
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi dengan tingkat bunga tetap
sebesar 7,80% (tujuh koma delapan nol persen) per tahun dan jangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi. Dimana pada tahap I, Bank telah
menerima dana Obligasi sebesar Rp. 750.000.000.000,- (tujuh ratus lima puluh miliar) rupiah. Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan, dimana
Bunga Obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 7 Desember 2021, sedangkan Bunga Obligasi terakhir sekaligus dengan pelunasan Obligasi
akan dibayarkan pada tanggal 7 September 2026. Pelunasan Obligasi akan dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo.
Bertindak sebagai wali amanat Obligasi Berkelanjutan I Tahap I PT. Bank SulutGo adalah PT. Bank Mandiri.
Dalam rangka penerbitan Obligasi ini, dan untuk memenuhi ketentuan Peraturan Bapepam dan LK No.IX.C.1 Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam No. KEP-42/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka
Penawaran Umum dan Peraturan Bapepam dan LK No. IX.C.11 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. KEP 712/BL/2012 tanggal 26
Desember 2012 tentang Pemeringkatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk, Perseroan telah melakukan pemeringkatan yang dilaksanakan oleh
PT. Fitch Ratings Indonesia (“Fitch”).
Berdasarkan surat dari PT. Fitch Ratings Indonesia (“Fitch”) No. 111/DIR/RATLTR/VI/2021 tanggal 28 Juni 2021, Peringkat Nasional Jangka
Panjang 'A(idn)' untuk Program Obligasi Berkelanjutan I Bank SulutGo sejumlah maksimum IDR 1 trilun.
Berdasarkan surat dari PT. Fitch Ratings Indonesia (“Fitch”) No. 111/DIR/RATLTR/VI/2021 tanggal 28 Juni 2021, Peringkat Nasional Jangka
Panjang 'A(idn)' untuk Obligasi Berkelanjutan I Bank SulutGo Tahap I Tahun 2021 sejumlah maksimum IDR 750 miliar dengan jangka waktu
maksimum 5 tahun.
Adapun maksud dan tujuan Emisi Obligasi Berkelanjutan I adalah sebagai berikut :
1. Memenuhi kebutuhan masyarakat Sulawesi Utara dan Gorontalo dalam bidang pinjaman kredit;
2. Mobilisasi dana jangka panjang untuk ekspansi kredit serta perbaikan struktur pendanaan bank;
3. Mobilisasi dana yang bersumber dari pihak investor diluar daerah;
4. Meningkatkan performance dan image di pasar bahwa PT. Bank SulutGo turut aktif dalam kegiatan Pasar Modal;
5. Meningkatkan hubungan kerja bisnis yang saling menguntungkan dengan pihak-pihak yang terlibat dalam emisi tersebut;
6. Meningkatkan Profitabilitas bank.
Dari hasil penjelasan tersebut dan hasil analisis manajemen, maka penawaran penjualan Obligasi Berkelanjutan I dipertimbangkan karena
menguntungkan bagi Perusahaan dengan kondisi sebagi berikut :
1. Benefit & Cost Ratio dari emisi Obligasi Berkelanjutan I, dimana Ratio Simple Interst sebesar 1,27% dan Ratio Compound Interest
sebesar 1,83%. Dari masing-masing metode perhitungan pendapatan bunga (Simple dan Compound Interest ) sehingga hal ini
menyimpulkan bahwa emisi obligasi dapat memberikan profitabilitas bagi bank.
2. Mekanisme pembelian kembali (buy back ) dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan perjanjian perwaliamanatan (tidak lebih 5 % dari
nominal obligasi).
3. Proses dan mekanisme melibatkan instansi terkait yang berkompeten yakni OJK, WALIAMANAT, BEI dan KSEI.
4. Pembelian kembali dengan maksud untuk disimpan atau dijual kembali.
5. Dilaksanakan sesuai dengan teknis dan mekanisme pasar serta teknis bank yang berlaku.
Dana Obligasi tersebut akan digunakan untuk mengoptimalkan ekspansi kredit yang potensial sehingga dapat meningkatkan profitabilitas bank
namun tetap memperhatikan asas prudential banking . Emisi Obligasi Berkelanjutan I dapat menjadi salah satu sumber pendanaan jangka panjang
untuk rencana ekspansi kredit.
49
Page 54
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
21. PINJAMAN YANG DITERIMA
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
a. Klasifikasi pinjaman yang diterima terdiri dari:
Pinjaman dari Pemerintah (Departemen Keuangan) - -
Pinjaman dari Bank Indonesia - -
Pinjaman dari PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) 1,150,000,000,000 1,500,000,000,000
Pinjaman dari Bank Lain yang terdiri dari:
PT. Bank Danamon, Tbk 350,000,000,000 350,000,000,000
Jumlah Pinjaman Yang Diterima 1,500,000,000,000 1,850,000,000,000
b. Klasifikasi pinjaman yang diterima berdasarkan maturity dan suku bunga
Tanggal Tanggal Suku Bunga
Nama Kreditur
Mulai Jatuh Tempo Per Tahun
PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) 23 Juni 2025 23 September 2025 7.00%
PT. Bank Danamon, Tbk 23 Juni 2025 23 September 2025 7.00%
PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) 19 September 2022 19 September 2025 6.25%
PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) 19 Oktober 2023 19 Januari 2025 6.55%
PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) 18 Januari 2024 18 Januari 2025 6.95%
PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) 09 September 2024 09 September 2025 6.95%
PT. Bank Danamon, Tbk 25 November 2024 08 Januari 2025 7.08%
Pinjaman yang diterima dari pihak ketiga tersebut merupakan kerjasama PT. Bank SulutGo dengan PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) yang
merupakan Lembaga Jasa Keuangan yang memiliki tugas membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan, yang salah
satu kegiatan usahanya adalah memberikan Fasilitas Pinjaman kepada lembaga penyalur kredit/pembiayaan sektor perumahan dan pemukiman
dengan agunan berupa hak tagih. Pinjaman yang diterima ini akan dipergunakan dalam rangka pemberian fasilitas pinjaman kredit multiguna
konsumtif.
22. PERPAJAKAN
a. Hutang Pajak
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
PPh Pasal 21 603,273,490 882,203,243
PPh Pasal 22 - -
PPh Pasal 23 315,088,193 371,141,389
PPh Pasal 29 Tahun 2023 - -
PPh Pasal 29 Tahun 2024 50,599,575,369 7,914,489,521
PPh Pasal 4 (2) 7,520,648,731 5,972,649,882
PPN 4,983,516 163,296,988
Jumlah Hutang Pajak 59,043,569,298 15,303,781,023
b. Rekonsiliasi fiskal
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif dengan taksiran
penghasilan kena pajak (rugi pajak) untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai
berikut:
50
Page 55
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
22. PERPAJAKAN
b. Rekonsiliasi fiskal (lanjutan)
30 Juni 2025 30 Juni 2024
(Unaudited) (Unaudited)
Laba sebelum manfaat (beban) pajak 229,998,069,848 154,861,485,650
Perbedaan temporer :
Jasa produksi, kesejahteraan pegawai, dan tantiem - -
Pemulihan penyisihan aset produktif yang tidak
diperkenankan oleh pajak - -
Imbalan pasca kerja - -
Jumlah perbedaan temporer : - -
Perbedaan permanen
Rapat dan pertemuan - -
Pemeliharaan rumah dinas dan kendaraan dinas - -
Sewa rumah dinas - -
Pengobatan - -
Listrik, telepon, dan air - -
Majalah dan surat kabar - -
Representasi dan jamuan - -
Pembinaan pegawai - -
Perayaan, rekreasi, dan olahraga - -
Sumbangan kepada karyawan - -
Sumbangan dan zakat - -
Pajak-pajak (sanksi administrasi, denda, bunga, dll) - -
Penyisihan penurunan nilai aset keuangan - -
Pembayaran uang lainya - -
Non operasional lainnya - -
Biaya promosi - -
PPh 21 yang ditanggung perusahaan - -
Corporate social responsibility - -
Selisih CKPN - PPAP - -
Penyusutan Bangunan Kantor - -
Biaya Operasional Lainnya - -
Koreksi negatif
Penyusutan Bangunan Kantor - -
Selisih CKPN - PPAP - -
Jumlah perbedaan permanen - -
Jumlah koreksi fiskal - -
Laba fiskal 229,998,069,848 154,861,485,650
Laba fiskal (Dibulatkan) 229,998,069,000 154,861,485,000
Taksiran penghasilan kena pajak
22% x Laba Fiskal 50,599,575,367 34,069,526,843
Jumlah taksiran pajak penghasilan 50,599,575,367 34,069,526,843
Pajak dibayar dimuka
PPh Pasal 25 - -
PPh Pasal 23 - -
Jumlah taksiran pajak penghasilan 50,599,575,367 34,069,526,843
51
Page 56
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
23. IMBALAN PASCA KERJA
Bank membukukan imbalan pasca kerja imbalan pasti sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 24 ("PSAK No. 24 (Revisi
2013)") sesuai dengan Ketetapan Peraturan Pemerintah No. 35 tahun 2021 tanggal 2 Februari 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih
Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja ("PP No. 25/2021") dan Perjanjian Kerja Bersama. Penilaian aktuaria
atas liabilitas imbalan pasti dan imbalan pensiun pada tanggal 31 Desember 2023 dihitung oleh Kantor Konsultan Aktuaria Steven & Mourits
dengan nomor 2883/ST-NM-PSAK24-BSGO/XII/2023 pada tanggal 22 Desember 2023. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pasca kerja
tersebut pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah 1.738 orang dan 1.733 orang.
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Saldo Liabilitas Imbalan Pasca Kerja 154,616,653,870 151,319,308,000
24. LIABILITAS LAINNYA
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
Pendapatan diterima dimuka 451,311,307 407,855,806
Setoran jaminan 536,826 536,826
Setoran angsuran pinjaman 1,458,720,103 55,538,931
Lain-lain 24,624,547,078 67,291,956,851
Jumlah Kewajiban Lainnya 26,535,115,314 67,755,888,413
25. LIABILITAS ESTIMASI
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Akun ini terdiri dari :
ECL atas longgar tarik kredit yang diberikan 103,215,039 250,286,120
ECL atas bank garansi 185,129,361 247,336,279
Jumlah Liabilitas Estimasi 288,344,400 497,622,399
26. MODAL SAHAM
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan Terbatas PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo
(BANK SULUTGO) Nomor : 01 tanggal 09 April 2025, Hesky Nofri Sompie, SH., Mkn, Notaris berkedudukan di Kabupaten Minahasa, seluruh
pemegang saham dengan suara bulat memutuskan :
I. Laporan tahunan mengenai jalannya Perseroan selama Tahun Buku 2024 dan penjelasan tentang Rencana Bisnis Bank (RBB) Tahun 2025 - 2027,
Rencana Aksi Pemulihan dan Rencana Resolusi.
1. Menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan mengenai jalannya Perseroan selama Tahun Buku 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Hananta Budianto dan Rekan.
2. Memberikan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi Perseroan atas semua tindakan kepengurusan
dan pelaksanaan kewenangan oleh Direksi serta Dewan Komisaris Perseroan atas semua tindakan pengawasannya selama Tahun Buku
2024.
3. Menyetujui dan mengesahkan tentang Rencana Bisnis Bank (RBB) Tahun 2025 - 2027 (dua ribu dua puluh lima sampai dengan dua ribu
dua puluh tujuh), Rencana Aksi Pemulihan dan Rencana Resolusi.
52
Page 57
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
26. MODAL SAHAM (Lanjutan)
II. Penetapan penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2024 (Deviden, Cadangan, Bonus Pegawai, dan Tantiem).
1. Menyetujui penetapan penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2024 sebesar Rp. 224.120.099.570,- (dua ratus dua puluh empar miliar
seratus dua puluh juta sembilan puluh sembilan ribu lima ratus tujuh puluh rupiah) dengan rincian:
(1) Sejumlah 87,50% dari Laba Bersih Perseroan atau sebesar Rp. 196.105.087.124,- (seratus sembilan puluh enam miliar seratus lima
juta delapan puluh tujuh ribu seratus dua puluh empat rupiah) dibagikan kepada Pemegang Saham sebagai Dividen secara
proporsional berdasarkan share saham per 31 Desember 2024, sebagai berikut:
- Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara, sebesar Rp. 71.294.004.424,- (tujuh puluh satu miliar dua ratus sembilan puluh empat juta empat
ribu empat ratus dua puluh empat rupiah);
- PT. Mega Corpora, sebesar Rp. 46.249.423.747,- (empat puluh enam miliar dua ratus empat puluh sembilan juta empat ratus dua
puluh tiga ribu tujuh ratus empat puluh tujuh rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Boalemo, sebesar Rp. 7.116.653.612,- (tujuh miliar seratus enam belas juta enam ratus lima puluh tiga ribu
enam ratus dua belas rupiah);
- Pemerintah Propinsi Gorontalo, sebesar Rp. 11.523.134.919,- (sebelas miliar lima ratus dua puluh tiga juta seratus tiga puluh empat
ribu sembilan ratus sembilan belas rupiah);
- Koperasi Karyawan Bank Sulut, sebesar Rp. 13.301.808.059,- (tiga belas miliar tiga ratus satu juta delapan ratus delapan ribu lima
puluh sembilan rupiah) dan kompensasi DSM sebesar Rp. 904.447.159,- (sembilan ratus empat juta empat ratus empat puluh tujuh
ribu seratus sembilan belas rupiah);
- Pemerintah Kota Gorontalo, sebesar Rp. 5.028.134.435,- (lima miliar dua puluh delapan juta seratus tiga puluh empat ribu empat ratus
tiga puluh lima rupiah), dan kompensasi DSM sebesar Rp. 403.825,- (empat ratus tiga ribu delapan ratus dua puluh lima rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Minahasa, sebesar Rp. 4.053.492.151,- (empat miliar lima puluh tiga juta empat ratus sembilan puluh dua ribu
seratus lima puluh satu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Gorontalo, sebesar Rp. 3.818.166.046,- (tiga miliar delapan ratus delapan belas juta seratus enam puluh enam
ribu empat puluh enam rupiah);
- Pemerintah Kota Manado, sebesar Rp. 4.877.133.517,- (empat miliar delapan ratus tujuh puluh tujuh juta seratus tiga puluh tiga ribu
lima ratus tujuh belas rupiah);
- Pemerintah Kota Bitung, sebesar Rp. 3.665.204.078,- (tiga miliar enam ratus enam puluh lima juta dua ratus empat ribu tujuh puluh
delapan rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, sebesar Rp. 3.502.436.856,- (tiga miliar lima ratus dua juta empat ratus tiga puluh enam ribu
delapan ratus lima puluh enam rupiah) ;
- Pemerintah Kabupaten Pohuwato, sebesar Rp. 2.727.821.762,- (dua miliar tujuh ratus dua puluh tujuh juta delapan ratus dua puluh
satu ribu tujuh ratus enam puluh dua rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, sebesar Rp. 3.463.215.839,- (tiga miliar empat ratus enam puluh tiga juta dua ratus lima
belas ribu delapan ratus tiga puluh sembilan rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, sebesar Rp. 2.070.869.720,- (dua miliar tujuh puluh juta delapan ratus enam puluh sembilan
ribu tujuh ratus dua puluh rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Sangihe, sebesar Rp. 1.751.218.428,- (satu miliar tujuh ratus lima puluh satu juta dua ratus delapan belas ribu
empat ratus dua puluh delapan rupiah);
- Pemerintah Kota Tomohon, sebesar Rp. 3.080.810.919,- (tiga miliar delapan puluh juta delapan ratus sepuluh ribu sembilan ratus
sembilan belas rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, sebesar Rp. 1.182.513.675,- (satu miliar seratus delapan puluh dua juta lima
ratus tiga belas ribu enam ratus tujuh puluh lima rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, sebesar Rp. 1.139.370.556,- (satu miliar seratus tiga puluh sembilan juta tiga ratus tujuh
puluh ribu lima ratus lima puluh enam rupiah);
- Pemerintah Kota Kotamobagu, sebesar Rp. 1.515.892.323,- (satu miliar lima ratus lima belas juta delapan ratus sembilan puluh dua
ribu tiga ratus dua puluh tiga rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, sebesar Rp. 890.317.096,- (delapan ratus sembilan puluh juta tiga ratus tujuh
belas ribu sembilan puluh enam rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, sebesar Rp. 739.316.178,- (tujuh ratus tiga puluh sembilan juta tiga ratus enam belas ribu
seratus tujuh puluh delapan rupiah) dan kompensasi DSM sebesar Rp. 230.180.327,- (dua ratus tiga puluh juta seratus delapan puluh
ribu tiga ratus dua puluh tujuh rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Talaud, sebesar Rp. 847.173.976,- (delapan ratus empat puluh tujuh juta seratus tujuh puluh tiga ribu sembilan
ratus tujuh puluh enam rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, sebesar Rp. 1.131.526.353,- (satu miliar seratus tiga puluh satu juta lima ratus dua puluh
enam ribu tiga ratus lima puluh tiga rupiah) ;
- Pemerintah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), sebesar Rp. 549.094.244,- (lima ratus empat puluh sembilan juta sembilan
puluh empat ribu dua ratus empat puluh empat rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, sebesar Rp. 586.354.211,- (lima ratus delapan puluh enam juta tiga ratus lima
puluh empat ribu dua ratus sebelas rupiah);
53
Page 58
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
26. MODAL SAHAM (Lanjutan)
(2) Sejumlah 12,50% dari Laba Bersih Perseroan atau Rp. 28.015.012.446,- (dua puluh delapan miliar lima belas juta dua belas ribu
empat ratus empat puluh enam rupiah) digunakan sebagai berikut:
- Sebesar Rp. 25.000.000.000,- (dua puluh lima miliar rupiah) digunakan sebagai dana TJSL perseroan 2025;
- Sebesar Rp. 1.135.031.311,- (satu miliar seratus tiga puluh lima juta tiga puluh satu ribu tiga ratus sebelas rupiah) digunakan untuk
membayar kompensasi Dana Setoran Modal sampai dengan tanggal tiga puluh satu desember dua ribu dua puluh empat (31-12-2024);
- Sisanya sebesar Rp. 1.879.981.135,- (satu miliar delapan ratus tujuh puluh sembilan juta sembilan ratus delapan puluh satu ribu
seratus tiga puluh lima rupiah) digunakan untuk menambah Cadangan Perseroan.
2. Pemberian Jasa Produksi, Kesejahteraan Pegawai dan Tantiem.
(1) Menyetujui pemberian Jasa Produksi dan Insetif Kesejahteraan Pegawai dalam keseluruhan sebesar 25% (dua puluh lima persen) yang
terdiri dari Jasa Produksi sebesar 10% (sepuluh persen) dan Insentif Kesejahteraan Pegawai sebesar 15% (lima belas persen) dihitung
dari Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2024;
(2) Menyetujui pemberian Tantiem kepada Anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan sebesar 10% (sepuluh persen) dihitung dari
Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2024;
(3) Jasa Produksi, Insentif Kesejahteraan Pegawai dan Tantiem dibebankan pada Tahun Buku 2025;
III. Penetapan Dana Kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Keuangan Berkelanjutan Tahun 2025.
1. Menyetujui Penetapan Dana Kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Keuangan Berkelanjutan Tahun 2025 sebesar Rp. 25.000.000.000,-
(dua puluh lima miliar rupiah) yang disisihkan dari Laba Bersih Tahun Buku 2024 dan akan dibagikan kepada seluruh Pemegang Saham
secara proporsional berdasarkan share saham terakhir.
- Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara, sebesar Rp. 9.508.000.000,- (sembilan miliar lima ratus delapan juta rupiah);
- PT. Mega Corpora, sebesar Rp. 5.589.000.000,- (lima miliar lima ratus delapan puluh sembilan juta rupiah);
- Koperasi Karyawan Bank Sulut, sebesar Rp. 1.834.000.000,- (satu miliar delapan ratus tiga puluh empat juta rupiah);
- Pemerintah Propinsi Gorontalo, sebesar Rp. 1.393.000.000,- (satu miliar tiga ratus sembilan puluh tiga juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Boalemo, sebesar Rp. 860.000.000,- (delapan ratus enam puluh juta rupiah);
- Pemerintah Kota Manado, sebesar Rp. 634.000.000,- (enam ratus tiga puluh empat juta rupiah);
- Pemerintah Kota Gorontalo, sebesar Rp. 626.000.000,- (enam ratus dua puluh enam juta rupiah)
- Pemerintah Kabupaten Minahasa, sebesar Rp. 490.000.000,- (empat ratus sembilan puluh juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Gorontalo, sebesar Rp. 462.000.000,- (empat ratus enam puluh dua juta rupiah);
- Pemerintah Kota Tomohon, sebesar Rp. 444.000.000,- (empat ratus empat puluh empat juta rupiah);
- Pemerintah Kota Bitung, sebesar Rp. 443.000.000,- (empat ratus empat puluh tiga juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, sebesar Rp. 423.000.000,- (empat ratus dua puluh tiga juta rupiah) ;
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, sebesar Rp. 419.000.000,- (empat ratus sembilan belas juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Pohuwato, sebesar Rp. 330.000.000,- (tiga ratus tiga puluh juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, sebesar Rp. 250.000.000,- (dua ratus lima puluh juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Sangihe, sebesar Rp. 212.000.000,- (dua ratus dua belas juta rupiah);
- Pemerintah Kota Kotamobagu, sebesar Rp. 183.000.000,- (seratus delapan puluh tiga juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, sebesar Rp. 143.000.000,- (seratus empat puluh tiga juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, sebesar Rp. 138.000.000,- (seratus tiga puluh delapan juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, sebesar Rp. 137.000.000,- (seratus tiga puluh tujuh juta rupiah) ;
- Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, sebesar Rp. 134.000.000,- (seratus tiga puluh empat juta rupiah) ;
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, sebesar Rp. 108.000.000,- (seratus delapan juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Talaud, sebesar Rp. 103.000.000,- (seratus tiga juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, sebesar Rp. 71.000.000,- (tujuh puluh satu juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), sebesar Rp. 66.000.000,- (enam puluh enam juta rupiah);
IV. Pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang Akan Melakukan Audit Laporan Keuangan
Perseroan Tahun Buku 2025
1. Menyetujui pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan melakukan audit Laporan
Keuangan Perseroan Tahun Buku 2025 (dua ribu dua puluh lima).
V. Pengesahan Dana Setoran Modal Tahun 2024 - 2025
1. Menyetujui dan mengesahkan Konversi Dana Setoran Modal sejumlah Rp. 72.950.000.000,- (tujuh puluh dua miliar sembilan ratus lima
puluh juta rupiah) untuk disahkan menjadi Modal Disetor;
2. Menyetujui Perubahan Struktur Modal Disetor setelah konversi Dana Setoran Modal menjadi Modal Disetor, dengan rincian
54
Page 59
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
26. MODAL SAHAM (Lanjutan)
- Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara, sebanyak 5.324.711 (lima juta tiga ratus dua puluh empat ribu tujuh ratus sebelas) lembar saham,
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 532.471.100.000,- (lima ratus tiga puluh dua miliar empat ratus tujuh puluh satu juta
seratus ribu rupiah);
- PT. Mega Corpora, sebanyak 3.129.849 (tiga juta seratus dua puluh sembilan ribu delapan ratus empat puluh sembilan) lembar saham,
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 312.984.900.000,- (tiga ratus dua belas miliar sembilan ratus delapan puluh empat juta
sembilan ratus ribu rupiah);
- Koperasi Karyawan PT. Bank Sulut, sebanyak 1.029.798 (satu juta dua puluh sembilan ribu tujuh ratus sembilan puluh delapan)
lembar saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 102.979.800.000,- (seratus dua miliar sembilan ratus tujuh puluh
sembilan juta delapan ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Propinsi Gorontalo, sebanyak 779.785 (tujuh ratus tujuh puluh sembilan ribu tujuh ratus delapan puluh lima) lembar
saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 77.978.500.000,- (tujuh puluh tujuh miliar sembilan ratus tujuh puluh delapan
juta lima ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Boalemo, sebanyak 481.612 (empat ratus delapan puluh satu ribu enam ratus dua belas) lembar saham, dengan
nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 48.161.200.000,- (empat puluh delapan miliar seratus enam puluh satu juta dua ratus ribu
rupiah);
- Pemerintah Kota Manado, sebanyak 353.030 (tiga ratus lima puluh tiga ribu tiga puluh) lembar saham, dengan nominal seluruhnya
sebesar Rp. 35.503.000.000,- (tiga puluh lima miliar lima ratus tiga juta rupiah);
- Pemerintah Kota Gorontalo, sebanyak 350.243 (tiga ratus lima puluh ribu dua ratus empat puluh tiga) lembar saham, dengan nominal
seluruhnya sebesar Rp. 35.024.300.000,- (tiga puluh lima miliar dua puluh empat juta tiga ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Minahasa, sebanyak 274.336 (dua ratus tujuh puluh empat ribu tiga ratus tiga puluh enam) lembar saham,
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 27.433.600.000,- (dua puluh tujuh miliar empat ratus tiga puluh tiga juta enam ratus ribu
rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Gorontalo, sebanyak 258.386 (dua ratus lima puluh delapan ribu tiga ratus delapan puluh enam) lembar saham,
dengan nilai seluruhnya sebesar Rp. 25.838.600.000,- (dua puluh lima milyar delapan ratus tiga puluh delapan juta enam ratus ribu
rupiah);
- Pemerintah Kota Tomohon, sebanyak 248.547 (dua ratus empat puluh delapan ribu lima ratus empat puluh tujuh) lembar saham,
dengan nominal seluruhnya sebesar Rp. 24.854.700.000,- (dua puluh empat miliar delapan ratus lima puluh empat juta tujuh ratus ribu
rupiah);
- Pemerintah Kota Bitung, sebanyak 248.043 (dua ratus empat puluh delapan ribu empat puluh tiga) lembar saham, dengan nilai
nominal seluruhnya sebesar Rp. 24.804.300.000,- (dua puluh empat miliar delapan ratus empat juta tiga ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, sebanyak 236.996 (dua ratus tiga puluh enam ribu sembilan ratus sembilan puluh enam)
lembar saham, dengan nominal seluruhnya sebesar Rp. 23.699.600.000,- (dua puluh tiga miliar enam ratus sembilan puluh sembilan
juta enam ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow, sebanyak 234.411 (dua ratus tiga puluh empat ribu empat ratus sebelas) lembar saham,
dengan nominal seluruhnya sebesar Rp. 23.411.100.000,- (dua puluh tiga miliar empat ratus sebelas juta seratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Pohuwato, sebanyak 184.585 (seratus delapan puluh empat ribu lima ratus delapan puluh lima) lembar saham,
dengan nominal seluruhnya sebesar Rp. 18.458.500.000,- (delapan belas miliar empat ratus lima puluh delapan juta lima ratus ribu
rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, sebanyak 140.154 (seratus empat puluh ribu seratus lima puluh empat) lembar saham, dengan
nominal seluruhnya sebesar Rp. 14.015.400.000,- (empat belas miliar lima belas juta empat ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Sangihe, sebanyak 118.483 (seratus delapan belas ribu empat ratus delapan puluh tiga) lembar saham, dengan
nominal seluruhnya sebesar Rp. 11.848.300.000,- (sebelas miliar delapan ratus empat puluh delapan juta tiga ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kota Kotamobagu, sebanyak 102.528 (seratus dua juta lima ratus dua puluh delapan) lembar saham, dengan nominal
seluruhnya sebesar Rp. 10.252.800.000,- (sepuluh miliar dua ratus lima puluh dua juta delapan ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, sebanyak 80.014 (delapan puluh ribu empat belas) lembar saham, dengan nilai
nominal seluruhnya sebesar Rp. 8.001.400.000,- (delapan miliar satu juta empat ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, sebanyak 77.102 (tujuh puluh tujuh ribu seratus dua) lembar saham, dengan nilai nominal
seluruhnya sebesar Rp. 7.710.200.000,- (tujuh miliar tujuh ratus sepuluh juta dua ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, sebanyak 76.578 (tujuh puluh enam ribu lima ratus tujuh puluh delapan) lembar saham,
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 7.657.800.000,- (tujuh miliar enam ratus lima puluh tujuh juta delapan ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, sebanyak 75.010 (tujuh puluh lima ribu sepuluh) lembar saham, dengan nilai nominal
seluruhnya sebesar Rp. 7.501.000.000,- (tujuh miliar lima ratus satu juta rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, sebanyak 60.234 (enam puluh ribu dua ratus tiga puluh empat) lembar saham,
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 6.023.400.000,- (enam miliar dua puluh tiga juta empat ratus ribu rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Talaud, sebanyak 57.347 (lima puluh tujuh ribu tiga ratus empat puluh tujuh) lembar saham, dengan nilai
nominal seluruhnya sebesar Rp. 5.734.700.000,- (lima miliar tujuh ratus tiga puluh empat juta tujuh ratus ribu rupiah);
55
Page 60
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
26. MODAL SAHAM (Lanjutan)
- Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, sebanyak 39.724 (tiga puluh sembilan ribu tujuh ratus dua puluh empat) lembar
saham, dengan nilai nominal sebesar sebanyak Rp. 3.972.400.000,- (tiga miliar sembilan ratus tujuh puluh dua juta empat ratus ribu
rupiah);
- Pemerintah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), sebanyak 37.170 (tiga puluh tujuh ribu seratus tujuh puluh) lembar saham,
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp. 3.717.000.000,- (tiga miliar tujuh ratus tujuh belas juta rupiah);
3. Berdasarkan perjanjian Kelompok Usaha Bersama (KUB) bahwa PT. Mega Corpora akan melakukan setoran modal untuk
mempertahankan posisi kepemilikan saham 24,90% (dua puluh empat koma sembilan puluh persen) sesudah pelaksanaan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS) ini sebesar Rp. 47.446.000.000,- (empat puluh tujuh miliar empat ratus empat puluh enam juta rupiah).
VI. Tindak Lanjut Implementasi Kelompok Usaha Bersama (KUB) sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEPR -
182/D.03/2024 Tanggal 24-12-2024 (dua puluh empat Desember dua ribu dua puluh empat).
Menyetujui pemenuhan modal inti akan ditempuh selama 8 (delapan) tahun, sebagai berikut:
1. Penyisihan cadangan yang bersumber dari Laba Bersih sebesar 30% (tiga puluh persen) per tahun.
2. Seluruh pemegang saham akan diberikan kuota setoran modal selama 8 tahun (2025 - 2032) yang akan direalisasikan per tahun dengan
rincian:
- Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara sebesar Rp. 41,3 miliar per tahun;
- PT. Mega Corpora sebesar Rp. 25,6 miliar per tahun;
- Koperasi Karyawan PT. Bank Sulut sebesar Rp. 6,6 miliar per tahun;
- Pemerintah Propinsi Gorontalo sebesar Rp. 3,1 miliar per tahun;
- Pemerintah Kabupaten/Kota Sulut dan Gorontalo sebesar Rp. 1,25 miliar per tahun.;
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan Terbatas PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo
(BANK SULUTGO) Nomor : 02 tanggal 09 April 2025, Hesky Nofri Sompie, SH., Mkn, Notaris berkedudukan di Kabupaten Minahasa, seluruh
pemegang saham dengan suara bulat memutuskan :
1. Pemberhentian sebagian Pengurus (Dewan Komisaris) sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Tuan Edwin Harminto Silangen tersebut,-
- Komisaris Independen: Tuan Marhany Victor Poly Pua tersebut,-
- Komisaris Independen: Tuan Haji Buhari Mokoagow, Sarjana Ekonomi, Magister Manajemen tersebut,-
- Komisaris Independen: Tuan Fedriyanto Koniyo, Sarjana Teknik tersebut,-
Kepada pengurus (Dewan Komisaris) yang diberhentikan rapat mengucapkan terima kasih selama menjabat di PT. Bank Pembangunan Daerah
Sulawesi Utara Gorontalo dan diberikan hak-hak yang bersangkutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
2. Penetapan dan Pengangkatan Dewan Komisaris sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama: Tuan Doktorandus Ramoy Markus Thimotius Luntungan, lahir di Sagerat pada tanggal 19-11-1952 (sembilan belas
November seribu sembilan ratus lima puluh dua), Pensiunan, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Kabupaten Minahasa Utara,
Kecamatan Kauditan, Kelurahan Watudambo, Jaga I, pemegang Kartu Tanda Penduduk Republik Indonesia Nomor Induk Kependudukan
3174021911520001;
- Komisaris Independen: Tuan Sam Sachrul Mamonto, lahir di Modayag, pada tanggal 16-12-1973 (enam belas Desember seribu sembilan
ratus tujuh puluh tiga), Bupati, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kecamatan
Modayag, Desa Modayag II, Dusun IV, pemegang Kartu Tanda Penduduk Republik Indonesia Nomor Induk Kependudukan
7110041612740001;
- Komisaris Independen: Tuan Djafar Alkatiri, lahir di Manado pada tanggal 03-01-1969 (tiga Januari seribu sembilan ratus enam puluh
sembilan), Wiraswasta, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Kota Manado, Kecamatan Tuminting, Kelurahan Maasing,
Lingkungan III, pemegang Kartu Tanda Penduduk Republik Indonesia Nomor Induk Kependudukan 710510521810002;
- Komisaris Independen: Nyonya Jaclyn Ivana Koloay, lahir di Amurang pada tanggal 12-12-1981 (dua belas Desember seribu sembilan
ratus delapan puluh satu), Wiraswasta, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Kabupaten Minahasa Selatan, Kecamatan Tenga,
Desa Tawaang, pemegang Kartu Tanda Penduduk Republik Indonesia Nomor Induk Kependudukan 7105105212810002;
3. Pengurus (Dewan Komisaris) yang baru diangkat dan Pengurus (Dewan Komisaris dan Direksi) yang tidak diberhentikan menjabat sampai
dengan akhir periode jabatan sampai dengan 18-03-2026 (delapan belas Maret dua ribu dua puluh enam) atau sampai pelaksanaan Rapat Umum
Pemegang Saham berikutnya di tahun 2026;
4. Untuk penempatan Direktur Kepatuhan dari PT. Mega Corpora akan dilaksanakan bersamaan dengan penggantian pengurus untuk periode yang
baru;
5. Pengurus yang baru diangkat dalam Rapat Umum Pemegang Saham harus mengikuti proses Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (PKK) oleh
Otoritas Jasa Keuangan;
56
Page 61
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
26. MODAL SAHAM (Lanjutan)
6. Pengurus yang baru diangkat, secara otomatis efektif menjalankan tindakan, tugas, dan fungsinya setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa
Keuangan;
7. Pengurus yang baru diangkat akan menerima remunerasi sesuai ketentuan baik ketentuan internal maupun regulator (Otoritas Jasa Keuangan);
8. Pengurus yang baru diangkat dapat menerima fasilitas lainnya sesuai dengan ketentuan dalam rangka persiapan Penilaian Kemampuan dan
Kepatutan (PKK) oleh Otoritas Jasa Keuangan;
9. Memberikan kuasa kepada Dewan Komisaris untuk mengatur batas kewenangan Direksi serta hal-hal yang dianggap penting dalam rangka
efisiensi untuk meningkatkan kinerja PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo.
Putusan lainnya
1. Pemegang saham dilarang meminta fasilitas dari PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo;
2. Rapat Umum Pemegang Saham menetapkan target Laba Tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp. 400.000.000.000,- (empat ratus miliar rupiah).
Sehubungan dengan adanya konversi dana setoran modal menjadi saham, sehingga menyusun kembali rincian para pemegang saham jumlah
saham dan nilai masing masing saham yang ditempatkan dan disetor oleh pemegang saham. Komposisi modal PT Bank SulutGo pada tanggal 30
Juni 2025 adalah sebagai berikut :
Jumlah Persentase
Nama Pemegang Saham Jumlah (Rp)
Saham Kepemilikan
Provinsi Sulawesi Utara 5,324,711 38.03% 532,471,100,000
Provinsi Gorontalo 779,785 5.57% 77,978,500,000
Pemda Kab/Kota di Sulawesi Utara
Kabupaten Minahasa 274,336 1.96% 27,433,600,000
Kabupaten Bolaang Mongondow 234,411 1.67% 23,441,100,000
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan 39,724 0.28% 3,972,400,000
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur 80,014 0.57% 8,001,400,000
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 60,234 0.43% 6,023,400,000
Kabupaten Minahasa Tenggara 75,010 0.54% 7,501,000,000
Kota Kotamobagu 102,528 0.73% 10,252,800,000
Kabupaten Sangihe 118,483 0.85% 11,848,300,000
Kabupaten Minahasa Selatan 77,102 0.55% 7,710,200,000
Kabupaten Minahasa Utara 76,578 0.55% 7,657,800,000
Kota Manado 355,030 2.54% 35,503,000,000
Kota Bitung 248,043 1.77% 24,804,300,000
Kota Tomohon 248,547 1.78% 24,854,700,000
Kabupaten Talaud 57,347 0.41% 5,734,700,000
Kabupaten Sitaro 37,170 0.27% 3,717,000,000
Pemda Kab/Kota di Gorontalo
Kota Gorontalo 350,243 2.50% 35,024,300,000
Kabupaten Gorontalo 258,386 1.85% 25,838,600,000
Kabupaten Boalemo 481,612 3.44% 48,161,200,000
Kabupaten Pohuwato 184,585 1.32% 18,458,500,000
Kabupaten Bone Bolango 140,154 1.00% 14,015,400,000
Kabupaten Gorontalo Utara 236,996 1.69% 23,699,600,000
Koperasi Karyawan PT. Bank SulutGo 1,029,798 7.36% 102,979,800,000
PT. Mega Corpora 3,129,849 22.35% 312,984,900,000
Jumlah 14,000,676 100.00% 1,400,067,600,000
Bank telah melaporkan perubahan kepemilikan dan penambahan modal disetor tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 25 April
2025 lewat Surat No. 271/A/AKT/DIR/IV/2025 tentang Laporan Perubahan Posisi Kepemilikan Bank.
57
Page 62
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
26. MODAL SAHAM (Lanjutan)
Sehubungan dengan adanya konversi dana setoran modal menjadi saham, sehingga menyusun kembali rincian para pemegang saham jumlah
saham dan nilai masing masing saham yang ditempatkan dan disetor oleh pemegang saham. Komposisi modal PT Bank SulutGo per 31 Desember
2024 adalah sebagai berikut :
Jumlah Persentase
Nama Pemegang Saham Jumlah (Rp)
Saham Kepemilikan
Provinsi Sulawesi Utara 4,824,711 36.35% 482,471,100,000
Provinsi Gorontalo 779,785 5.88% 77,978,500,000
Pemda Kab/Kota di Sulawesi Utara
Kabupaten Minahasa 274,336 2.07% 27,433,600,000
Kabupaten Bolaang Mongondow 234,411 1.77% 23,441,100,000
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan 39,724 0.30% 3,972,400,000
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur 80,014 0.60% 8,001,400,000
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 60,234 0.45% 6,023,400,000
Kabupaten Minahasa Tenggara 50,010 0.38% 5,001,000,000
Kota Kotamobagu 102,528 0.77% 10,252,800,000
Kabupaten Sangihe 118,483 0.89% 11,848,300,000
Kabupaten Minahasa Selatan 77,102 0.58% 7,710,200,000
Kabupaten Minahasa Utara 76,578 0.58% 7,657,800,000
Kota Manado 330,030 2.49% 33,003,000,000
Kota Bitung 248,043 1.87% 24,804,300,000
Kota Tomohon 208,547 1.57% 20,854,700,000
Kabupaten Talaud 57,347 0.43% 5,734,700,000
Kabupaten Sitaro 37,170 0.28% 3,717,000,000
Pemda Kab/Kota di Gorontalo
Kota Gorontalo 340,243 2.56% 34,024,300,000
Kabupaten Gorontalo 258,386 1.95% 25,838,600,000
Kabupaten Boalemo 481,612 3.63% 48,161,200,000
Kabupaten Pohuwato 184,585 1.39% 18,458,500,000
Kabupaten Bone Bolango 140,154 1.06% 14,015,400,000
Kabupaten Gorontalo Utara 236,996 1.79% 23,699,600,000
Koperasi Karyawan PT. Bank SulutGo 900,298 6.78% 90,029,800,000
PT. Mega Corpora 3,129,849 23.58% 312,984,900,000
Jumlah 13,271,176 100.00% 1,327,117,600,000
Bank telah melaporkan perubahan kepemilikan dan penambahan modal disetor tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 16 Februari
2024 lewat Surat No. 076/A/AKT/DIR/II/2024 tentang Laporan Perubahan Posisi Kepemilikan Bank.
58
Page 63
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
26. MODAL SAHAM (Lanjutan)
Rincian Modal Disetor lainnya per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut :
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Nama Pemegang Saham (Unaudited) (Audited)
DSM - Provinsi Sulawesi Utara 68,269 68,269
DSM - Kabupaten Minahasa 37,538 37,538
DSM - Kabupaten Bolaang Mongondow 77,058 77,058
DSM - Kabupaten Gorontalo 21,613 21,613
DSM - Kota Manado 95,464 95,464
DSM - Kota Gorontalo 58,248 1,000,058,248
DSM - Kabupaten Sangihe 89,631 89,631
DSM - Kota Bitung 22,729 22,729
DSM - Kabupaten Boalemo 78,435 78,435
DSM - Kota Tomohon 9,523 9,523
DSM - Kabupaten Minahasa Selatan 24,494 24,494
DSM - Kabupaten Pohuwato 49,430 49,430
DSM - Kabupaten Minahasa Utara 86,890 86,890
DSM - Kabupaten Bone Bolango 68,057 68,057
DSM - Kabupaten Gorontalo Utara 87,964 87,964
DSM - Koperasi Karyawan Bank Sulut 828,099,447 11,450,099,447
DSM - Kabupaten Talaud 97,793 97,793
DSM - Kabupaten Siau Tagulandang Biaro 32,374 32,374
DSM - PT. Mega Corpora 47,446,029,589 29,589
DSM - Provinsi Gorontalo 64,504 64,504
DSM - Kota Kotamobagu 21,512 21,512
DSM - Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan 31,514 31,514
DSM - Kabupaten Bolaang Mongondow Timur 4,064 4,064
DSM -Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 4,064 4,064
DSM - Kabupaten Minahasa Tenggara 60,803 2,500,060,803
Jumlah 48,275,321,007 14,951,321,007
27. AGIO SAHAM
Rincian agio saham per 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Saldo Agio Saham Lama 11,965,836,253 11,965,836,253
Kapitalisasi Agio Saham Ke Modal - -
Sisa Agio Saham 11,965,836,253 11,965,836,253
Tambahan Agio Dari Deviden Saham dan DSM - -
Jumlah 11,965,836,253 11,965,836,253
59
Page 64
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
28. LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAINNYA
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Rincian saldo laba (rugi) lainnya adalah sebagai berikut :
Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai wajar aset keuangan
tersedia untuk dijual - -
Keuntungan Revaluasi Aset Tetap 189,192,362,563 189,192,362,563
Keuntungan (Kerugian) Aktuarial Program Imbal Pasti (134,603,458,277) (134,603,458,277)
Pajak penghasilan terkait dengan penghasilan komprehensif lain 23,343,702,695 23,343,702,695
Jumlah 77,932,606,981 77,932,606,981
29. SALDO LABA
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Rincian saldo laba yang ditahan adalah sebagai berikut :
Yang belum ditentukan penggunaannya
Laba bersih tahun lalu - -
Laba Ditahan - -
Laba bersih tahun berjalan 179,398,494,481 224,120,099,570
Jumlah 179,398,494,481 224,120,099,570
Yang telah ditentukan penggunaannya
Cadangan tujuan - -
Cadangan umum 386,357,133,136 384,477,151,993
Jumlah 386,357,133,136 384,477,151,993
60
Page 65
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
30. PENDAPATAN BUNGA
30 Juni 2025 30 Juni 2024
(Unaudited) (Unaudited)
Pendapatan
Akun ini terdiri
bungadari
diperoleh
: dari :
Kredit yang diberikan 1,069,366,925,133 1,010,198,909,117
Penempatan pada Bank Indonesia 9,097,286,295 8,643,996,530
Penempatan pada Surat Berharga 68,519,293,091 59,654,386,167
Penempatan pada Bank Lain 4,633,061,011 18,952,141,212
Pendapatan Bunga Lainnya 24,742,871,393 42,987,708,579
Jumlah Pendapatan Bunga 1,176,359,436,922 1,140,437,141,604
31. BEBAN BUNGA
30 Juni 2025 30 Juni 2024
(Unaudited) (Unaudited)
Beban
Akun ini
Bunga
terdiri
terdiri
dari :dari :
Giro 15,187,874,790 17,555,022,608
Tabungan 15,292,822,815 17,673,113,227
Deposito 411,828,501,348 402,842,449,984
Obligasi 29,250,000,000 29,250,000,000
Bank Lain 2,241,549,792 2,924,025,138
Pinjaman yang diterima 40,819,147,404 49,077,091,616
Beban Bunga Lainnya 322,458,242 305,640,826
Jumlah Beban Bunga 514,942,354,391 519,627,343,399
32. PENDAPATAN LAIN-LAIN
30 Juni 2025 30 Juni 2024
(Unaudited) (Unaudited)
Akun ini terdiri dari :
Administrasi 71,832,098,636 121,391,174,775
Lain-lain 71,178,066 73,123,518
Jumlah Pendapatan Operasional Lainnya 71,903,276,702 121,464,298,293
Pendapatan administrasi merupakan pendapatan yang diterima oleh Bank atas administrasi kredit, administrasi pembukaan rekening untuk tabungan
dan giro. Termasuk didalamnya fee atas jasa bank sebagai bank persepsi.
33. BEBAN PERSONALIA
30 Juni 2025 30 Juni 2024
(Unaudited) (Unaudited)
Akun ini terdiri dari :
Gaji dan upah 90,037,715,818 88,470,705,964
Tunjangan 202,876,989,000 243,050,479,464
Honorarium 9,613,625,124 10,612,705,358
Pendidikan dan latihan 6,653,457,990 11,161,027,818
Imbalan Pasca Kerja 16,500,000,000 16,000,000,000
Jumlah Beban Personalia 325,681,787,932 369,294,918,604
34. KERUGIAN TERKAIT RISIKO OPERASIONAL
30 Juni 2025 30 Juni 2024
(Unaudited) (Unaudited)
Akun ini terdiri dari :
Kerugian terkait risiko operasional 1,876,612,079 800,000
Jumlah Biaya Terkait Risiko Operasional 1,876,612,079 800,000
61
Page 66
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
34. KERUGIAN TERKAIT RISIKO OPERASIONAL (lanjutan)
Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) PT Bank SulutGo yang dilakukan, sesuai dengan Surat Tugas Direktur
Utama No. 012/ST-SKAI/DIR/III/2025 tanggal 14 Maret 2025 terdapat penggelapan dana nasabah pada Kantor Cabang Pembantu Layanan Kas
Tolinggula Kantor Cabang Kwandang yang mengakibatkan kerugian yang cukup signifikan bagi PT Bank SulutGo sebesar Rp. 1.806.812.079,-.
Manajemen telah melakukan langkah pemblokiran rekening dan aset yang dimilikinya dan telah melakukan pembebanan atas kerugian sebagai Beban
Risiko Operasional pada tanggal 26 Maret 2025.
35. BEBAN ADMINISTRASI DAN UMUM
30 Juni 2025 30 Juni 2024
(Unaudited) (Unaudited)
Akun ini terdiri dari :
Beban bunga capital lease 3,172,515,953 2,429,393,060
Beban amortisasi atas aset lease 18,009,260,831 15,553,339,905
Beban sewa 5,034,738,812 8,524,154,794
Beban profesional 6,461,989,534 5,166,879,575
Beban asuransi 9,568,282,795 9,197,204,042
Beban pajak kendaraan, bumi bangunan, dan lainnya 132,977,604 2,102,541,730
Beban pemeliharaan dan perbaikan 4,457,437,437 4,756,424,867
Beban penyusutan aktiva tetap dan inventaris 10,910,317,303 11,124,830,667
Beban amortisasi emisi obligasi dan lainnya 456,111,870 456,111,870
Beban barang dan jasa 70,636,539,005 87,951,188,035
Beban promosi 2,947,410,444 4,157,002,731
Beban perjalanan dinas 8,927,717,812 15,000,031,814
Beban bank 11,591,463,431 16,528,332,751
Beban lain-lain 508,154,799 1,980,737,591
Jumlah Beban Umum dan Administrasi 152,814,917,629 184,928,173,431
36. BEBAN PREMI PROGRAM PENJAMINAN PEMERINTAH
30 Juni 2025 30 Juni 2024
(Unaudited) (Unaudited)
Akun ini terdiri dari :
Premi Asuransi Penjaminan Pihak III/LPS 16,900,852,789 16,086,506,668
Jumlah Biaya Premi Program Penjaminan Pemerintah 16,900,852,789 16,086,506,668
37. PENYISIHAN PENURUNAN NILAI ASET KEUANGAN
30 Juni 2025 30 Juni 2024
(Unaudited) (Unaudited)
Akun ini terdiri dari penyisihan penurunan nilai aset produktif atas:
Penempatan Antar Bank 7,830,541 23,622,054
Surat Berharga - -
Kredit yang diberikan 12,835,652,735 24,319,910,461
Penyertaan - -
Transaksi Rekening Administratif - Garansi yang diberikan 840,455,710 6,549,381,029
Transaksi Rekening Administratif - Longgar tarik atas kredit yang diberikan 29,994,212 82,500,338
Dikurangi koreksi cadangan penurunan nilai aset produktif atas:
Penempatan Antar Bank (9,497,519) (9,827,832)
Surat Berharga - -
Kredit yang diberikan (10,635,078,097) (41,249,784,630)
Penyertaan - -
Transaksi Rekening Administratif - Garansi yang diberikan (902,662,628) (7,726,366,383)
Transaksi Rekening Administratif - Longgar tarik atas kredit yang diberikan (177,065,293) (390,023,221)
Jumlah Penyisihan Penurunan Aktiva Produktif 1,989,629,661 (18,400,588,184)
62
Page 67
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
38. PERUBAHAN NILAI WAJAR ASET KEUANGAN
30 Juni 2025 30 Juni 2024
(Unaudited) (Unaudited)
Akun ini terdiri dari :
Kerugian perubahan nilai wajar aset keuangan diperdagangkan - -
Dikurangi
Keuntungan perubahan nilai wajar aset keuangan diperdagangkan - -
Jumlah MTM Surat Berharga Diperdagangkan - -
PENDAPATAN (BEBAN) NON OPERASIONAL
39. PENDAPATAN NON OPERASIONAL
30 Juni 2025 30 Juni 2024
(Unaudited) (Unaudited)
Penerimaan Klaim Asuransi Kerugian Operasional - -
Sewa 172,909,763 -
Penjualan Aktiva Tetap & Inventaris 887,594 22,634,991
Lain-lain 2,192,996,469 250,341,033
Jumlah 2,366,793,826 272,976,024
40. BEBAN NON OPERASIONAL
30 Juni 2025 30 Juni 2024
(Unaudited) (Unaudited)
Kerugian Penjualan Aset Tetap & Inventaris - -
Denda-denda 102,000,000 13,478,633
Lain-lain 6,323,283,122 35,762,297,719
Jumlah 6,425,283,122 35,775,776,352
Jumlah Pendapatan (Beban) Non Operasional (4,058,489,296) (35,502,800,328)
41. INFORMASI MENGENAI KOMITMEN DAN KONTIJENSI
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
a. Komitmen
Kewajiban komitmen
Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum digunakan 83,792,197,605 51,744,721,770
b. Kontinjensi
Tagihan kontinjensi
Pendapatan bunga dalam penyelesaian 179,490,968,344 170,496,247,816
Kewajiban kontinjensi
Garansi yang diberikan 11,986,770,568 16,014,549,246
63
Page 68
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
42. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM
Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum pada periode yang berakhir 30 Juni 2025 dan 30 Juni 2024 adalah sebagai berikut
30 Juni 2025 30 Juni 2024
(Unaudited) (Unaudited)
Komponen Modal
a Modal Inti
Modal Disetor 1,400,067,600,000 1,327,117,600,000
Cadangan tambahan modal 427,978,300,176 388,411,638,506
b Modal Pelengkap
Faktor-faktor yang memenuhi persyaratan modal pelengkap 119,881,225,000 110,335,737,500
Jumlah 1,947,927,125,176 1,825,864,976,006
Penyertaan - -
Total Modal Untuk Resiko Kredit dan Operasional 1,947,927,125,176 1,825,864,976,006
Aset Tertimbang Menurut Resiko (ATMR) Untuk
Resiko Kredit dan Operasional 10,360,743,628,945 9,557,775,366,552
Aset Tertimbang Menurut Resiko (ATMR) Untuk - -
Resiko Pasar
Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum 18.80 19.10
Untuk Resiko Kredit, Pasar & Operasional
43. INFORMASI MENGENAI RASIO KEUANGAN
30 Juni 2025 30 Juni 2024
(Unaudited) (Unaudited)
a. Rasio Kinerja
1 Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) 18.80 19.10
2 Aset produktif bermasalah dan aset non produktif bermasalah
terhadap total aset produktif dan aset non produktif 2.23 2.19
3 Aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif 2.23 2.19
4 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) aset keuangan
terhadap aset produktif 1.06 1.25
5 NPL gross 2.74 2.60
6 NPL net 1.62 1.43
7 Return on Asset (ROA) 2.11 1.43
8 Return on Equity (ROE) 19.56 14.22
9 Net Interest Margin (NIM) 6.79 6.47
10 Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) 81.25 85.13
11 Cost to Income Ratio (CIR) 67.81 76.83
12 Loan to Deposit Ratio (LDR) 94.64 95.19
b. Kepatuhan (Compliance )
1 Persentase pelanggaran BMPK
i. Pihak terkait - -
ii. Pihak tidak terkait - -
Persentase pelampauan BMPK
i. Pihak terkait - -
ii. Pihak tidak terkait - -
2 Giro Wajib Minimum (GWM)
i. GWM Utama Rupiah 10.06 9.42
ii. GWM Valuta Asing - -
3 Posisi Devisa Netto (PDN) secara keseluruhan - -
64
Page 69
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
44. PERATURAN-PERATURAN BARU YANG TELAH DITERBITKAN
Peraturan-peraturan baru yang telah terbit dan dapat memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:
1 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 27 Tahun 2022 tanggal 26 Desember 2022 perihal Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum.
2 Selain KPMM berdasarkan profil risiko, bank wajib membentuk tambahan modal sebagai penyangga (buffer) sebagai berikut:
a. Bank yang tergolong sebagai Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti 2, Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti 3, dan Kelompok Bank
berdasarkan Modal Inti 4 wajib membentuk Capital Conservation Buffer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf a.
b. Seluruh Bank wajib membentuk Countercyclical Buffer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) huruf b;
c. Bank yang ditetapkan sebagai Bank Sistemik wajib membentuk Capital Surcharge untuk Bank sistemik sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 3 ayat (3) huruf c.
Peraturan-peraturan baru yang telah terbit dan dapat memberikan dampak signifikan terhadap kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:
a. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 27 Tahun 2022 tanggal 26 Desember 2022 perihal Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank
Umum. yang merupakan perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 34/POJK.03/2016 tanggal 22 September 2016 perihal
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Bank Umum.
- Capital Conservation Buffer adalah tambahan modal yang berfungsi sebagai penyangga (buffer) apabila terjadi kerugian pada periode
krisis, ditetapkan sebesar 2,5% dari ATMR;
- Countercyclical Buffer adalah tambahan modal yang berfungsi sebagai penyangga (buffer) untuk mengantisipasi kerugian apabila
terjadi pertumbuhan kredit perbankan yang berlebihan sehingga berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan. Ditetapkan dalam
kisaran sebesar 0% sampai dengan 2,5% dari ATMR, berdasarkan penetapan otoritas yang berwenang;
- Capital Surcharge untuk Domestic Systemically Important Bank adalah tambahan modal yang berfungsi mengurangi dampak negatif
terhadap stabilitas sistem keuangan dan perekonomian apabila terjadi kegagalan bank yang berdampak sistemik melalui peningkatan
kemampuan Bank dalam menyerap kerugian. Ditetapkan dalam kisaran 1% sampai dengan 2,5% dari ATMR. Otoritas Jasa Keuangan
menetapkan besarnya persentase Capital Surcharge untuk Bank sistemik.
Bank wajib menyediakan modal inti (Tier 1) paling rendah sebesar 6% dari ATMR dan modal inti utama (Common Equity Tier 1) paling
rendah sebesar 4,5% dari ATMR, baik secara individual maupun secara konsolidasi dengan entitas anak. Pemenuhan rasio modal inti dan
modal inti utama sampai dengan tanggal 31 Desember 2014 masih menggunakan komponen modal inti Indonesia No. 14/18/PBI/2012
tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum.
b. POJK No. 37/POJK.03/2019 tanggal 19 Desember 2019 dan SEOJK No. 9/SEOJK.03/2020 tanggal 31 Desember 2020 tentang
Transparansi dan Publikasi Laporan Bank.
Peraturan ini mengatur ketentuan mengenai penyusunan, pengumuman dan penyampaian Laporan Publikasi Bulanan, Laporan Publikasi
Triwulanan, Laporan Publikasi Tahunan dan Laporan Publikasi Lainnya.
c. Surat Edaran Bank Indonesia No.17/11/DKSP tanggal 1 Juni 2015 perihal Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia.
Peraturan ini mengatur penggunaan Rupiah dalam setiap transaksi yang dilakukan di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, baik
dilakukan oleh penduduk maupun bukan penduduk, transaksi tunai maupun non tunai, sepanjang dilakukan di Wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia. Peraturan ini berlaku efektif pada tanggal 1 Juli 2015.
d. SEOJK No. 34/SEOJK.03/2021 Tanggal 31 Desember 2021 tentang Buku Pedoman Akuntansi bagi Bank Umum Konvensional. Termasuk
penerapan PSAK 71 mengenai Instrumen Keuangan: pengakuan dan pengukuran; PSAK 72 mengenai Pendapatan dari kontrak dengan
pelanggan; PSAK 73 mengenai Sewa. Penerapan ini untuk tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 01 Januari 2020.
Penerapan dini diperkenankan. Jika entitas memilih untuk menerapkan dini Pernyataan ini, entitas harus mengungkapkan fakta tersebut
dan menerapkan semua persyaratan dalam Pernyataan ini pada waktu yang sama.
Entitas menerapkan Pernyataan ini secara retrospektif sesuai dengan PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan
Kesalahan.
Pernyataan ini tidak diterapkan untuk item yang telah dihentikan pengakuannya pada tanggal penerapan awal.
Ketentuan Transisi untuk Akuntansi Lindung Nilai. Ketika entitas pertama kali menerapkan Pernyataan ini, entitas dapat memilih sebagai
bagian kebijakan akuntansinya untuk menerapkan persyaratan dalam Bab 6 dari PSAK 71 ini atau terus menerapkan persyaratan akuntansi
lindung nilai sesuai PSAK 55 untuk seluruh hubungan lindung nilainya. Hal ini dikarenakan PSAK 71 belum mengakomodir persyaratan
terkait macro hedging .
e. POJK No. 12/POJK.03/2019 tanggal 04 April 2019 tentang Pelaporan Bank Umum Melalui Sistem Pelaporan Otoritas Jasa Keuangan
Bank wajib melaporkan laporannya sebagaimana yang diatur dalam POJK tersebut pada aplikasi pelaporan Otoritas Jasa Keuangan, yang
implementasinya akan dilakukan secara bertahap terhadap masing-masing laporan
f. POJK No. 31/POJK.03/2019 tanggal 02 Desember 2019 tentang Kewajiban Pemenuihan Ratio Pengungkit Bank Umum
Rasio Pengungkit atau Leverage Ratio yang selanjutnya disebut Rasio Pengungkit adalah perbandingan antara modal inti dengan total
eksposur. Bank wajib menyediakan Modal Inti yang memadai berdasarkan Total Eksposur yang tercatat pada laporan posisi keuangan serta
laporan komitmen dan kontinjensi. Bank wajib memenuhi Rasio Pengungkit sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling rendah sebesar
3% (tiga persen) setiap waktu.
65
Page 70
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
44. PERATURAN-PERATURAN BARU YANG TELAH DITERBITKAN (Lanjutan)
g. SEOJK No. 6/SEOJK.03/2020 tanggal 29 April 2020 tentang Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko Untuk Risiko Operasional
Dengan Menggunakan Pendekatan Standar Bagi Bank Umum.
Perhitungan wajib dilakukan untuk posisi akhir bulan Desember 2022.
h. POJK No. 12/POJK.03/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Konsolidasi Bank Umum
Konsolidasi Bank dilakukan melalui skema:
- Penggabungan, Peleburan, atau Integrasi;
- Pengambilalihan yang diikuti dengan Penggabungan, Peleburan, atau Integrasi;
- Pembentukan KUB terhadap Bank yang telah dimiliki;
- Pembentukan KUB karena Pemisahan UUS; atau
- Pembentukan KUB karena Pengambilalihan.
Bank wajib memenuhi Modal Inti minimum yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Modal Inti minimum sebagaimana paling sedikit
Rp3.000.000.000.000,00 (tiga triliun rupiah).
Modal Inti minimum sebagaimana dimaksud wajib dipenuhi paling lambat tanggal 31 Desember 2022. Dengan tahapan sebagai berikut:
- Rp1.000.000.000.000,00 (satu triliun rupiah) paling lambat tanggal 31 Desember 2020;.
- Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun rupiah) paling lambat tanggal 31 Desember 2021; dan
- Rp3.000.000.000.000,00 (tiga triliun rupiah) paling lambat tanggal 31 Desember 2022
Bagi Bank milik pemerintah daerah wajib memenuhi Modal Inti minimum paling sedikit Rp3.000.000.000.000,00 (tiga triliun rupiah)
paling lambat tanggal 31 Desember 2024.
i. SEOJK No. 24/SEOJK.03/2021 tanggal 7 Oktober 2021 tentang Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko Untuk Risiko Kredit
Dengan Menggunakan Pendekatan Standar Bagi Bank Umum.
Perhitungan wajib dilakukan untuk posisi akhir bulan Januari 2023.
j. SEOJK No. 23/SEOJK.03/2022 tanggal 7 Desember 2022 tentang Perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko Untuk Risiko Pasar
Dengan Menggunakan Pendekatan Standar Bagi Bank Umum.
Perhitungan wajib dilakukan untuk posisi akhir bulan 01 Januari 2024.
k. POJK No. 15 Tahun 2024 tanggal 2 Oktober 2024 tentang Integritas Pelaporan Keuangan Bank.
POJK tersebut berlaku pada tanggal diundangkan.
45. INFORMASI TAMBAHAN PSAK 71 INSTRUMEN KEUANGAN
Sehubungan dengan implementasi PSAK 71 Instrumen Keuangan, Bank telah menggunakan Cadangan Perseroan (Cadangan Umum dan Cadangan
Tujuan) sebesar Rp. 198.466.712.331,- (seratus sembilan puluh delapan miliar empat ratus enam puluh enam juta tujuh ratus dua belas ribu tiga ratus
tiga puluh satu rupiah) agar saldo CKPN atas Instrumen Keuangan yang dimiliki Bank sesuai dengan perhitungan implementasi PSAK 71 Bank. Hal
tersebut telah diakomodir dan disetujui oleh para pemegang saham, seperti yang tercantum dalam Akta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa Nomor : 02 tanggal 02 Maret 2020, Notaris Ambat Stientje, SH., Mkn, Notaris Kota Manado.
Berdasarkan hasil Post Implementation Review (PIR) yang telah dilakukan terhadap implementasi PSAK 71 Instrumen Keuangan, terdapat
penyempurnaan dan penyesuaian Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian (CKKE) sebagai berikut:
1 Penyempurnaan teknis perhitungan Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian (CKKE) tidak akan merubah Tarif Probability of Default , Tarif
Loss Given Default , Skala Forward Looking Adjustment serta tarif Discount Factor . Perhitungan data historis untuk mendapatkan tarif tetap
menggunakan tarif yang sama dengan saat penerapan yaitu tarif triwulan I dan akan disesuaikan jika dilakukan penyesuaian tarif dalam tahun
depan (evaluasi tahunan).
2 Pembentukan Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian (CKKE) 12 bulan tetap sama mengingat teknik penetapan saldo EAD adalah sama yaitu
sebesar outstanding debitur per bulan laporan.
3 Pembentukan Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian (CKKE) Life Time disempurnakan yaitu pada perhitungan existing "menggunakan saldo
bulan laporan dan saldo pada akhir tahun-tahun berikutnya sampai dengan jatuh tempo. Pada perhitungan penyempurnaan, pembentukan
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian (CKKE) life time "menggunakan saldo cash flow pembayaran (pokok dan bunga) sampai dengan
tanggal jatuh tempo sesuai dengan kontrak pembiayaan.
4 Berdasarkan analisis, hasil perhitungan Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian (CKKE) life time dengan menggunakan cash flow lebih sesuai
dengan ketentuan PSAK 71 Instrumen Keuangan dan juga dinilai lebih sesuai dengan Profil Risiko kredit PT. Bank SulutGo.
5 Model penyempurnaan yang menggunakan pendekatan secara Cash Flow telah sesuai secara best practice dan juga telah diterapkan di beberapa
bank.
66
Page 71
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
45. INFORMASI TAMBAHAN (Lanjutan)
6 Jika hal ini diimplementasikan sejak 01 Januari 2020 (Awal implementasi PSAK 71 Instrumen Keuangan akan terjadi kelebihan penggunaan
Cadangan Modal perseroan sebesar Rp. 22.135.995.122,-) yang wajib dikembalikan oleh Bank ke rekening tersebut, dan tidak boleh menjadi
Pendapatan tahun berjalan.
7 Untuk bulan Januari 2021, akan dilakukan perubahan tarif dengan menggunakan tarif September 2020 dan hal ini akan berdampak pada
peningkatan Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian (CKKE) karena dasar penggunaan tarif secara tahunan.
8 Menetapkan kriteria significant loan adalah sebagai berikut:
- Data terakhir selama 3 (tiga) tahun Data terakhir selama 3 (tiga) tahun/36 (tiga puluh enam) bulan;
- Baki debet lebih dari Rp. 3.000.000.000,- (tiga miliar rupiah);
- Pengelompokkan fasilitas kredit tersebut berdasarkan umur tunggakan berada dalam kondisi rating 5 sampai dengan rating 8.
9 Minimum kriteria non significant loan adalah sebagai berikut:
- Data terakhir selama 3 (tiga) tahun Data terakhir selama 3 (tiga) tahun/36 (tiga puluh enam) bulan;
- Baki debet kurang dari atau sama dengan Rp. 3.000.000.000,- (tiga miliar rupiah);
- Pengelompokkan fasilitas kredit tersebut berdasarkan umur tunggakan berada dalam kondisi rating 1 sampai dengan rating 8.
- Baki debet lebih dari Rp. 3.000.000.000,- (tiga miliar rupiah) namun berada pada kondisi rating 1 sampai dengan rating 4.
10 CKPN dibentuk dengan metode Expected Credit Loss Model yang terdiri atas 2 (dua) jenis berdasarkan signifikansi dari aset tersebut, yaitu:
a. One year (satu tahun) excpected credit loss , dengan minimun kriteria:
- Kredit dengan kualitas berada pada stage 1 (performing loan dengan DPD 0 sampai dengan 30 hari); dan
- Tidak terdapat bukti peningkatan risiko kredit secara signifikan.
b. Lifetime expected credit loss , dengan minimum kriteria:
- Kredit dengan kualitas berada pada stage 2 (under performing portofolio dengan DPD 31 sampai dengan 90 hari); dan stage 3 (non
performing portofolio dengan DPD diatas 90 hari); dan
- Terdapat bukti peningkatan risiko kredit secara signifikan.
67
Page 72
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
`
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
46. EKSPOSUR RISIKO
Berdasarkan sisa jangka waktu kontrak
30 Juni 2025
(Unaudited)
Tagihan bersih berdasarkan jangka waktu kontrak
No Kategori Portofolio
< 1 tahun > 1 tahun s.d 3 tahun > 3 tahun s.d 5 tahun > 5 tahun Non Kontraktual Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan Kepada Pemerintah 3,815,967 - - - - 3,815,967
2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - -
3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - -
4. Tagihan Kepada Bank 1,360,522 47,777 - - - 1,408,299
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - - -
6. Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan Lainnya - - - - - -
7. Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi, Ekuitas dan Instrumen Modal Lainnya - - - - 978 978
8. Kredit Beragun Rumah Tinggal 726 4,910 5,887 21,446 - 32,969
9. Kredit Beragun Properti Komersial 42 702 870 - - 1,614
10. Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengelolaan Tanah dan Konstruksi - 2,213 - - - 2,213
11. Kredit Pegawai/Pensiunan 77,459 1,026,470 1,611,403 11,903,849 - 14,619,180
12. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 65,416 212,040 140,108 297,010 - 714,575
13. Tagihan Kepada Korporasi 134,117 33,873 105,171 173,064 - 446,224
14. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo 143,440 25,822 9,802 83,913 - 262,976
15. Aset Lainnya - - - - 809,324 809,324
TOTAL 5,597,688 1,353,806 1,873,241 12,479,282 810,302 22,114,319
68
Page 73
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
`
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
46. EKSPOSUR RISIKO
Berdasarkan sisa jangka waktu kontrak
31 Desember 2024
(Audited)
Tagihan bersih berdasarkan jangka waktu kontrak
No Kategori Portofolio
< 1 tahun > 1 tahun s.d 3 tahun > 3 tahun s.d 5 tahun > 5 tahun Non Kontraktual Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan Kepada Pemerintah - - - - 3,261,710 3,261,710
2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - -
3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - -
4. Tagihan Kepada Bank 940,244 - - - - 940,244
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - - -
6. Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan Lainnya - - - - - -
7. Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi, Ekuitas dan Instrumen Modal Lainnya - - - - 978 978
8. Kredit Beragun Rumah Tinggal 1,682 4,387 6,184 22,464 - 34,717
9. Kredit Beragun Properti Komersial 182 1,151 802 - - 2,134
10. Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengelolaan Tanah dan Konstruksi - 2,802 - - - 2,802
11. Kredit Pegawai/Pensiunan 80,230 727,382 1,857,148 11,814,891 - 14,479,651
12. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 113,368 196,214 178,759 326,698 - 815,038
13. Tagihan Kepada Korporasi 94,597 63,213 120,228 183,824 - 461,861
14. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo 62,704 5,926 10,639 134,386 - 213,655
15. Aset Lainnya - - - - 636,116 636,116
TOTAL 1,293,006 1,001,074 2,173,760 12,482,262 3,898,804 20,848,906
69
Page 74
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
46. EKSPOSUR RISIKO (Lanjutan)
Berdasarkan sektor ekonomi
30 Juni 2025
Berdasarkan Sektor Ekonomi
Tagihan berupa
No Tagihan Kepada Bank Tagihan kepada Surat Kredit untuk Tagihan Kepada
Kategori Portofolio / Portfolio Category Tagihan Kepada
Tagihan Kepada Pembangunan Tagihan Kepada Tagihan berupa Perusahaan Efek Berharga/Piutang Kredit Beragun Kredit Beragun Pengadaan Tanah, Kredit Pegawai / Usaha Mikro, Usaha Tagihan Kepada Tagihan Yang Telah
Entitas Sektor Aset Lainnya Total
Pemerintah Multilateral dan Bank Covered Bond dan Lembaga Subordinasi, Ekuitas Rumah Tinggal Properti Komersial Pengelolaan Tanah Pensiunan Kecil dan Portofolio Korporasi Jatuh Tempo
Publik
Lembaga Internasional Keuangan Lainnya dan Instrumen dan Konstruksi Ritel
Modal Lainnya
1. Pertanian, kehutanan, dan perikanan - - - - - - - 2,578 - - - 140,335 - 5,065 - 147,978
2. Pertambangan dan penggalian - - - - - - - - - - - 1,230 104,511 136 - 105,877
3. Industri pengolahan - - - - - - - 335 - - - 34,407 195,320 6,225 - 236,287
4. Pengadaan listrik, gas, uap, dan udara dingin - - - - - - - - - - - 214 89,409 35 - 89,658
5. Pengelolaan air, limbah, dan daur ulang sampah - - - - - - - - - - - 748 - - - 748
6. Konstruksi - - - - - - - - - - - 3,574 - 92,295 - 95,870
Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan perawatan
7. - - - - - - - 4,354 - - - 212,868 29,606 29,215 - 276,043
mobil dan sepeda motor
8. Pengangkutan dan pergudangan - - - - - - - - 1,204 - - 12,004 - 1,232 - 14,439
9. Penyediaan akomodasi dan makan minum - - - - - - - 2,477 410 - - 75,717 27,378 2,590 - 108,572
10. Informasi dan komunikasi - - - - - - - - - - - 450 - 1 - 451
11 Aktivitas keuangan dan asuransi 3,815,967 - - 1,408,299 - - 978 - - - - - - - - 5,225,244
12 Real estate - - - - - - - 151 - 2,213 - 2,203 - 1,247 - 5,814
13 Aktivitas profesi, ilmiah, dan teknis - - - - - - - - - - - 3,220 - 14 - 3,234
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
14 opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan, dan penunjang - - - - - - - 362 - - - 6,216 - 603 - 7,180
usaha lainnya
Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan
15 - - - - - - - - - - - - - - - -
sosial wajib
16 Pendidikan - - - - - - - - - - - 395 - - - 395
17 Aktivitas kesehatan manusia dan sosial - - - - - - - - - - - 6,399 - 5 - 6,404
18 Kesenian, hiburan, dan rekreasi - - - - - - - 66 - - - 9,905 - 162 - 10,134
19 Jasa lain - - - - - - - - - - - - - - - -
20 Aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja - - - - - - - 382 - - - 53,278 - 2,497 - 56,157
21 Aktivitas badan internasional - - - - - - - - - - - - - - - -
22 Bukan lapangan usaha - - - - - - - 22,265 - - 14,619,180 151,413 - 121,653 - 14,914,511
23 Lainnya - - - - - - - - - - - - - - 809,324 809,324
TOTAL 3,815,967 - - 1,408,299 - - 978 32,969 1,614 2,213 14,619,180 714,575 446,224 262,976 809,324 22,114,319
70
Page 75
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
46. EKSPOSUR RISIKO (Lanjutan)
Berdasarkan sektor ekonomi
31 Desember 2024
Berdasarkan Sektor Ekonomi
Tagihan berupa
No Tagihan Kepada Bank Tagihan kepada Surat Kredit untuk Tagihan Kepada
Kategori Portofolio / Portfolio Category Tagihan Kepada
Tagihan Kepada Pembangunan Tagihan Kepada Tagihan berupa Perusahaan Efek Berharga/Piutang Kredit Beragun Kredit Beragun Pengadaan Tanah, Kredit Pegawai / Usaha Mikro, Usaha Tagihan Kepada Tagihan Yang Telah
Entitas Sektor Aset Lainnya Total
Pemerintah Multilateral dan Bank Covered Bond dan Lembaga Subordinasi, Ekuitas Rumah Tinggal Properti Komersial Pengelolaan Tanah Pensiunan Kecil dan Portofolio Korporasi Jatuh Tempo
Publik
Lembaga Internasional Keuangan Lainnya dan Instrumen dan Konstruksi Ritel
Modal Lainnya
1. Pertanian, kehutanan, dan perikanan - - - - - - - 2,914 419 - - 149,712 - 4,464 - 157,508
2. Pertambangan dan penggalian - - - - - - - - - - - 1,367 47,545 - - 48,913
3. Industri pengolahan - - - - - - - 142 - - - 35,611 221,954 6,412 - 264,118
4. Pengadaan listrik, gas, uap, dan udara dingin - - - - - - - - - - - 552 93,205 35 - 93,792
5. Pengelolaan air, limbah, dan daur ulang sampah - - - - - - - - - - - 779 - - - 779
6. Konstruksi - - - - - - - 306 - - - 16,396 13,944 77,219 - 107,865
Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan perawatan
7. - - - - - - - 3,988 1,422 - - 235,921 57,239 29,189 - 327,759
mobil dan sepeda motor
8. Pengangkutan dan pergudangan - - - - - - - - - - - 45,130 - 1,240 - 46,370
9. Penyediaan akomodasi dan makan minum - - - - - - - 2,198 293 - - 79,298 27,975 2,156 - 111,919
10. Informasi dan komunikasi - - - - - - - - - - - 261 - - - 261
11 Aktivitas keuangan dan asuransi - - - 940,244 - - 978 - - - - - - - - 941,222
12 Real estate - - - - - - - 181 - 2,802 - 2,675 - 1,228 - 6,886
13 Aktivitas profesi, ilmiah, dan teknis - - - - - - - - - - - 2,710 - 22 - 2,732
Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
14 opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan, dan penunjang - - - - - - - 482 - - - 6,025 - 545 - 7,052
usaha lainnya
Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan
15 - - - - - - - - - - - - - - - -
sosial wajib
16 Pendidikan - - - - - - - - - - - 449 - 20 - 469
17 Aktivitas kesehatan manusia dan sosial - - - - - - - - - - - 7,004 - 5 - 7,010
18 Kesenian, hiburan, dan rekreasi - - - - - - - 567 - - - 10,641 - 134 - 11,343
19 Jasa lain - - - - - - - - - - - - - - - -
20 Aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja - - - - - - - 617 - - - 58,792 - 2,647 - 62,056
21 Aktivitas badan internasional - - - - - - - - - - - - - - - -
22 Bukan lapangan usaha - - - - - - - 23,323 - - 14,479,651 161,715 - 88,337 - 14,753,026
23 Lainnya 3,261,710 - - - - - - - - - - - - - 636,116 3,897,826
TOTAL 3,261,710 - - 940,244 - - 978 34,717 2,134 14,479,651 815,038 461,861 213,655 636,116 20,848,906
71
Page 76
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
46. EKSPOSUR RISIKO
Berdasarkan wilayah
30 Juni 2025
(Unaudited)
Tagihan bersih berdasarkan wilayah
No Kategori Portofolio
Manado & Minahasa Bolaang Mongondow Sangihe & Talaud Gorontalo Jawa Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan Kepada Pemerintah 3,815,967 - - - - 3,815,967
2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - -
3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - -
4. Tagihan Kepada Bank 1,374,801 1,967 3,612 17,230 10,690 1,408,299
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - - -
6. Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan Lainnya - - - - - -
7. Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi, Ekuitas dan Instrumen Modal Lainnya 978 - - - - 978
8. Kredit Beragun Rumah Tinggal 3,427 4,128 2,056 20,470 2,887 32,969
9. Kredit Beragun Properti Komersial 161 851 200 111 292 1,614
10. Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengelolaan Tanah dan Konstruksi 2,213 - - - - 2,213
11. Kredit Pegawai/Pensiunan 6,180,024 2,409,338 1,892,980 4,115,088 21,750 14,619,180
12. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 317,842 172,568 55,015 141,314 27,835 714,575
13. Tagihan Kepada Korporasi 8,530 - - 18,848 418,846 446,224
14. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo 150,195 26,451 13,123 71,802 1,405 262,976
15. Aset Lainnya 809,324 - - - - 809,324
TOTAL 12,663,461 2,615,303 1,966,986 4,384,864 483,705 22,114,319
31 Desember 2024
(Audited)
Tagihan bersih berdasarkan wilayah
No Kategori Portofolio
Manado & Minahasa Bolaang Mongondow Sangihe & Talaud Gorontalo Jawa Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan Kepada Pemerintah 3,261,710 - - - - 3,261,710
2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - -
3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - -
4. Tagihan Kepada Bank 940,244 - - - - 940,244
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - - -
6. Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan Lainnya - - - - - -
7. Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi, Ekuitas dan Instrumen Modal Lainnya 978 - - - - 978
8. Kredit Beragun Rumah Tinggal 3,563 2,843 3,288 21,453 3,569 34,717
9. Kredit Beragun Properti Komersial - 981 678 - 475 2,134
10. Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengelolaan Tanah dan Konstruksi 2,802 - - - - 2,802
11. Kredit Pegawai/Pensiunan 6,148,527 2,380,592 1,894,477 4,033,307 22,747 14,479,651
12. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 355,858 185,795 62,908 150,048 60,429 815,038
13. Tagihan Kepada Korporasi 62,073 - - 19,044 380,745 461,861
14. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo 117,738 20,082 10,024 64,446 1,365 213,655
15. Aset Lainnya 636,116 - - - - 636,116
TOTAL 11,529,609 2,590,294 1,971,375 4,288,298 469,330 20,848,906
72
Page 77
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
47. Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan
Berdasarkan wilayah
30 Juni 2025
(Unaudited)
Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Wilayah
No Keterangan
Manado & Minahasa Bolaang Mongondow Sangihe & Talaud Gorontalo Jawa Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan (Non Impaired) 12,488,371 2,578,677 1,946,443 4,279,939 514,568 21,807,998
2. Tagihan Yang Mengalami Peningkatan/Pemburukan Risiko Kredit - - - - - -
a. Belum Jatuh Tempo 43,313 13,654 8,584 40,442 730 106,722
b. Telah Jatuh Tempo 19,199 37,870 256,600 125,960 3,428 443,057
3 Cadagan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Stage 1 8,815 2,793 1,616 4,225 5,911 23,360
4 Cadagan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Stage 2 3,719 807 660 1,715 209 7,109
5 Cadagan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Stage 3 106,406 11,419 6,076 54,158 2,023 180,082
5 Tagihan Yang Telah Dihapus Buku - - - - - -
TOTAL 12,669,822 2,645,220 2,219,978 4,506,438 526,869 22,357,777
31 Desember 2024
(Audited)
Tagihan dan Pencadangan Berdasarkan Wilayah
No Keterangan
Manado & Minahasa Bolaang Mongondow Sangihe & Talaud Gorontalo Jawa Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan (Non Impaired) 11,398,964 2,559,476 1,955,000 4,203,129 471,864 20,588,432
2. Tagihan Yang Mengalami Peningkatan/Pemburukan Risiko Kredit - - - - - -
a. Belum Jatuh Tempo 56,378 11,606 7,725 18,964 384 95,057
b. Telah Jatuh Tempo 221,495 30,925 15,564 116,734 3,395 388,112
3 Cadagan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Stage 1 11,238 2,620 1,802 4,732 5,344 25,736
4 Cadagan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Stage 2 6,729 645 601 1,176 34 9,185
5 Cadagan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) - Stage 3 103,757 10,842 5,540 52,288 2,030 174,457
6 Tagihan Yang Telah Dihapus Buku - - - - - -
TOTAL 11,798,561 2,616,114 1,986,231 4,397,022 483,051 21,071,602
73
Page 78
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
47. Pengungkapan Tagihan dan Pencadangan
Berdasarkan wilayah
30 Juni 2025
(Unaudited)
Berdasarkan Sektor Ekonomi
No Berdasarkan Sektor ekonomi Yang Mengalami Penurunan Nilai
Cadagan Kerugian Cadagan Kerugian Cadagan Kerugian
Tagihan Yang Telah Dihapus
Tagihan (Non Impaired) Penurunan Nilai (CKPN) - Penurunan Nilai (CKPN) - Penurunan Nilai (CKPN) -
Buku
Stage 1 Stage 2 Stage 3
Belum Jatuh Tempo Telah Jatuh Tempo
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 140,989 2,597 8,208 1,132 522 3,144 -
2. Pertambangan dan Penggalian 105,748 - 197 1,337 - 61 -
3. Industri pengolahan 229,901 1,174 11,427 2,777 241 5,202 -
4. Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin 96,906 - 82 1,065 - 47 -
5. Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah 748 - - 0 - - -
6. Konstruksi 4,040 9 198,428 201 4 106,133 -
7. Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor 2,466,199 6,851 52,631 3,590 1,355 23,416 -
8. Pengangkutan dan Pergudangan 11,750 346 2,347 71 85 1,115 -
9. Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum 81,971 25,966 4,482 654 1,018 1,892 -
10. Informasi dan Komunikasi 417 41 3 2 8 2 -
11 Aktivitas Keuangan dan Asuransi 3,856,383 - - 1,288 - - -
12 Real Estat 3,120 2,304 2,864 21 323 1,617 -
13 Aktivitas Profesi, Ilmiah, dan Teknis 3,210 41 26 85 13 12 -
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan, dan Penunjang Usaha
14 6,401 203 1,129 41 26 527 -
Lainnya
15 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib - - - - - - -
16 Pendidikan 395 - - 0 - - -
17 Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial 6,399 - 18 29 - 13 -
18 Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi 9,919 74 333 259 21 171 -
19 Aktivitas Jasa Lainnya - - - - - - -
20 Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja 52,498 2,069 4,456 341 298 1,959 -
21 Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya - - - - - - -
22 Bukan Lapangan Usaha 14,731,003 65,050 156,423 10,467 3,195 34,771 -
23 Lainnya - - - - - - -
TOTAL 21,807,998 106,722 443,057 23,360 7,109 180,082 -
21,807,998 106,722 443,057 23,360 7,109 180,082 -
- - - - - - -
31 Desember 2024
(Audited)
Berdasarkan Sektor Ekonomi
No Berdasarkan Sektor ekonomi Yang Mengalami Penurunan Nilai
Cadagan Kerugian Cadagan Kerugian Cadagan Kerugian
Tagihan Yang Telah Dihapus
Tagihan (Non Impaired) Penurunan Nilai (CKPN) - Penurunan Nilai (CKPN) - Penurunan Nilai (CKPN) -
Buku
Stage 1 Stage 2 Stage 3
Belum Jatuh Tempo Telah Jatuh Tempo
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
1. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 151,510 2,699 7,577 1,133 597 3,113 -
2. Pertambangan dan Penggalian 55,522 219 - 642 12 - -
3. Industri pengolahan 257,574 961 12,211 3,104 334 5,799 -
4. Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin 97,302 - 82 1,144 - 47 -
5. Pengelolaan Air, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan dan Daur Ulang Sampah 779 - - 1 - - -
6. Konstruksi 22,150 17,436 182,778 1,649 2,652 105,559 -
7. Perdagangan besar dan eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor 287,335 5,292 52,622 4,248 1,181 23,433 -
8. Pengangkutan dan Pergudangan 45,461 106 2,338 64 27 1,098 -
9. Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum 107,767 3,435 3,678 923 559 1,522 -
10. Informasi dan Komunikasi 208 67 4 1 15 4 -
11 Aktivitas Keuangan dan Asuransi 673,385 - - 1,538 - - -
12 Real Estat 5,547 341 2,840 94 29 1,612 -
13 Aktivitas Profesi, Ilmiah, dan Teknis 2,700 12 34 17 2 12 -
Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan, dan Penunjang Usaha
14 6,309 241 1,126 37 42 581
Lainnya
15 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib - - - - - -
16 Pendidikan 449 - 55 1 - 35
17 Aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial 7,004 - 18 24 - 13
18 Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi 11,617 39 297 303 17 163
19 Aktivitas Jasa Lainnya - - - - - -
20 Aktivitas Rumah Tangga sebagai Pemberi Kerja 59,651 728 4,693 364 190 2,045
21 Aktivitas Badan Internasional dan Badan Ekstra Internasional Lainnya - - - - - -
22 Bukan Lapangan Usaha 14,604,737 63,480 117,760 10,451 3,528 29,422
23 Lainnya 4,191,425 - - - - -
TOTAL 20,588,432 95,057 388,112 25,736 9,185 174,457 -
20,588,432 95,057 388,112 25,736 9,185 174,457 -
- - - - - - -
74
Page 79
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
48. Risiko Kredit - Pengungkapan Rincian Mutasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai
30 Juni 2025 30 Juni 2024
(Unaudited) (Unaudited)
No Keterangan
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Stage 1 Stage 2 Stage 3
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Saldo awal CKPN 25,736 9,185 174,457 77,518 4,386 162,484
2. Pembentukan (pemulihan) CKPN pada periode berjalan (Net) - - - - - -
2.a. Pembentukan CKPN Pada Periode Berjalan 83,891 15,324 531,494 127,758 16,033 521,987
2.b. Pemulihan CKPN Pada Periode Berjalan (86,267) (17,400) (525,869) (167,519) (13,696) (502,964)
- - - - - -
CKPN yang digunakan untuk melakukan hapus buku atas tagihan pada periode
3.
berjalan
- - - - - -
4. Pembentukan (pemulihan) lainnya CKPN pada periode berjalan (Net) - - - - - -
Saldo Akhir CKPN 23,360 7,109 180,082 37,757 6,723 181,506
21,807,998 106,722 443,057 23,360 7,109 22,388,246
75
Page 80
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
49. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Kategori Portofolio dan Skala Peringkat - Bank secara Individual
30 Juni 2025
Tagihan Bersih
Lembaga Pemeringkat Peringkat Jangka panjang Peringkat Jangka Pendek
AAA AA+ s.d AA- A+ s.d A- BBB+ s.d BB+ s.d BB- B+ s.d B- Kurang dari B- A-1 A-2 A-3 Kurang dari A-
Standard and Poor's
BBB- 3
AAA AA+ s.d AA- A+ s.d A- BBB+ s.d BB+ s.d BB- B+ s.d B- Kurang dari B- F1+ s.d F1 F2 F3 Kurang dari
Fitch Ratings
BBB- F3
Kategori Portofolio Tanpa
Aaa Aa1 s.d Aa3 A1 s.d A3 Baa1 s.d Baa3 Ba1 s.d Ba3 B1 s.d B3 Kurang dari P-1 P-2 P-3 Kurang dari P- Total
Moody's Peringkat
B3 3
AAA (idn) AA+(idn) s.d A+(idn) s.d. A- BBB+(idn) s.d BB+(idn) s.d B+(idn) s.d B- Kurang dari B- F1+(idn) s.d F2(idn) F3(idn) Kurang dari
PT Fitch Ratings Indonesia
AA-(idn) (idn) BBB-(idn) BB-(idn) (idn) (idn) F1(idn) F3(idn)
idAAA idAA+ s.d idA+ s.d id A- id BBB+ s.d id id BB+ s.d id id B+ s.d id B- Kurang dari idA1 idA2 idA3 s.d id A4 Kurang dari
PT Pemeringkat Efek Indonesia
idAA- BBB- BB- idB- idA4
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16)
1 Tagihan Kepada Pemerintah - - - - - - - - - - - 3,815,967 3,815,967
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - - - - - - - - -
Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga
3 - - - - - - - - - - - - -
Internasional
4 Tagihan Kepada Bank 1,357,851 - - - - - - - - - - 50,448 1,408,299
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - - - - - - - - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan
6 - - - - - - - - - - - - -
Lainnya
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi, Ekuitas dan
7 - - - - - - - - - - - 978 978
Instrumen Modal Lainnya
8 Kredit Beragun Rumah Tinggal - - - - - - - - - - - 32,969 32,969
9 Kredit Beragun Properti Komersial - - - - - - - - - - - 1,614 1,614
Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengelolaan Tanah dan
10 - - - - - - - - - - - 2,213 2,213
Konstruksi
11 Kredit Pegawai/Pensiunan - - - - - - - - - - - 14,619,180 14,619,180
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
12 - - - - - - - - - - - 714,575 714,575
13 Tagihan Kepada Korporasi - - - - - - - - - - - 446,224 446,224
14 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo - - - - - - - - - - - 262,976 262,976
15 Aset Lainnya - - - - - - - - - - - 809,324 809,324
TOTAL 1,357,851 - - - - - - - - - - 20,756,468 22,114,319
76
Page 81
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah penuh, kecuali dinyatakan lain)
49. Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Kategori Portofolio dan Skala Peringkat - Bank secara Individual
31 Desember 2024
Tagihan Bersih
Lembaga Pemeringkat Peringkat Jangka panjang Peringkat Jangka Pendek
AAA AA+ s.d AA- A+ s.d A- BBB+ s.d BB+ s.d BB- B+ s.d B- Kurang dari B- A-1 A-2 A-3 Kurang dari A-
Standard and Poor's
BBB- 3
AAA AA+ s.d AA- A+ s.d A- BBB+ s.d BB+ s.d BB- B+ s.d B- Kurang dari B- F1+ s.d F1 F2 F3 Kurang dari
Fitch Ratings
BBB- F3
Kategori Portofolio Tanpa
Aaa Aa1 s.d Aa3 A1 s.d A3 Baa1 s.d Baa3 Ba1 s.d Ba3 B1 s.d B3 Kurang dari P-1 P-2 P-3 Kurang dari P- Total
Moody's Peringkat
B3 3
AAA (idn) AA+(idn) s.d A+(idn) s.d. A- BBB+(idn) s.d BB+(idn) s.d B+(idn) s.d B- Kurang dari B- F1+(idn) s.d F2(idn) F3(idn) Kurang dari
PT Fitch Ratings Indonesia
AA-(idn) (idn) BBB-(idn) BB-(idn) (idn) (idn) F1(idn) F3(idn)
idAAA idAA+ s.d idA+ s.d id A- id BBB+ s.d id id BB+ s.d id id B+ s.d id B- Kurang dari idA1 idA2 idA3 s.d id A4 Kurang dari
PT Pemeringkat Efek Indonesia
idAA- BBB- BB- idB- idA4
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16)
1 Tagihan Kepada Pemerintah - - - - - - - - - - - 3,261,710 3,261,710
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - - - - - - - - -
Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga
3 - - - - - - - - - - - - -
Internasional
4 Tagihan Kepada Bank 940,244 - - - - - - - - - - - 940,244
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - - - - - - - - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan
6 - - - - - - - - - - - - -
Lainnya
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi, Ekuitas dan
7 - - - - - - - - - - - 978 978
Instrumen Modal Lainnya
8 Kredit Beragun Rumah Tinggal - - - - - - - - - - - 34,717 34,717
9 Kredit Beragun Properti Komersial - - - - - - - - - - - 2,134 2,134
Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengelolaan Tanah dan
10 - - - - - - - - - - - 2,802 2,802
Konstruksi
11 Kredit Pegawai/Pensiunan - - - - - - - - - - - 14,479,651 14,479,651
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
12 - - - - - - - - - - - 815,038 815,038
13 Tagihan Kepada Korporasi - - - - - - - - - - - 461,861 461,861
14 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo - - - - - - - - - - - 213,655 213,655
15 Aset Lainnya - - - - - - - - - - - 636,116 636,116
TOTAL 940,244 - - - - - - - - - - 19,908,662 20,848,906
77
Page 82
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
50 Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Bobot Risiko setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit - Bank secara Individual
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 2025
No. Kategori Portofolio Tagihan Bersih Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit ATMR Beban Modal
0% 20% 45% 50% 75% 85% 100% 150% 250% Lainnya
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)
A Eksposur Laporan Posisi Keuangan
1 Tagihan Kepada Pemerintah 3,815,967 - - - - - - - - - -
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - - - - - - -
Tagihan Kepada Bank Pembangunan
3 - - - - - - - - - - -
Multilateral dan Lembaga Internasional
4 Tagihan Kepada Bank 16,194 764,024 - - 25,719 - - - - 172,094 15,988
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - - - - - - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan
6 - - - - - - - - - - -
Lembaga Keuangan Lainnya
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang
7 Subordinasi, Ekuitas dan Instrumen Modal - - - - - - - - 978 2,445 227
Lainnya
8 Kredit Beragun Rumah Tinggal - - - - 22,265 10,484 - - - 25,610 2,379
9 Kredit Beragun Properti Komersial - - - - - 1,614 - - - 1,372 127
Kredit untuk Pengadaan Tanah,
10 - - - - - - 1,859 - - 1,859 173
Pengelolaan Tanah dan Konstruksi
11 Kredit Pegawai/Pensiunan - - - 14,619,179 - - - - - 7,309,590 679,061
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil
12 25,471 - - - 140,427 539,595 - - - 563,976 52,393
dan Portofolio Ritel
13 Tagihan Kepada Korporasi 6,186 - - - - - 418,720 - - 418,720 38,899
14 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo - - - 66,083 - - 37,367 159,525 - 309,696 28,771
15 Aset Lainnya 157,673 - - - - - 651,651 - - 651,651 60,538
Total Eksposur Laporan Posisi Keuangan 4,021,491 764,024 - 14,685,262 188,411 551,693 1,109,597 159,525 978 - 9,457,013 878,556
B Eksposur Kewajiban Komitmen/Kontinjensi pada Transaksi Rekening Administratif
1 Tagihan Kepada Pemerintah - - - - - - - - - - -
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - - - - - - -
Tagihan Kepada Bank Pembangunan
3 - - - - - - - - - - -
Multilateral dan Lembaga Internasional
4 Tagihan Kepada Bank 420 - - - 8,115 - - - - 6,086 565
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - - - - - - - - -
6 Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan-Lainnya - - - - - - - - - -
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang
7 Subordinasi, Ekuitas dan Instrumen Modal - - - - - - - - - - -
Lainnya
8 Kredit Beragun Rumah Tinggal - - - - - 220 - - - 187 17
9 Kredit Beragun Properti Komersial - - - - - - - - - - -
Kredit untuk Pengadaan Tanah,
10 - - - - - - 355 - - 355 33
Pengelolaan Tanah dan Konstruksi
11 Kredit Pegawai/Pensiunan - - - - - - - - - - -
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil
12 713 5,993 - - - 2,375 - - - 3,217 299
dan Portofolio Ritel
13 Tagihan Kepada Korporasi 16,445 - - - - - 4,873 - - 4,873 453
14 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo - - - - - - - - - - -
Total Eksposur Transaksi Rekening Administratif 17,578 5,993 - - 8,115 2,595 5,228 - - - 14,719 1,367
C Eksposur Risiko Kredit akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk)
1 Tagihan Kepada Pemerintah - - - - - - - - - - -
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - - - - - - -
Tagihan Kepada Bank Pembangunan
3 - - - - - - - - - - -
Multilateral dan Lembaga Internasional
4 Tagihan Kepada Bank - 593,827 - - - - - - - 118,765 11,033
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan
5 - - - - -
Lembaga Jasa Keuangan Lainnya
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil
6 - - - - - - - - - - -
dan Portofolio Ritel
7 Tagihan kepada Korporasi - - - - - - - - - - -
Total Eksposur Counterparty Credit
- 593,827 - - - - - - - - 118,765 11,033
Risk
78
Page 83
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
50 Pengungkapan Tagihan Bersih Berdasarkan Bobot Risiko setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit - Bank secara Individual
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2024
No. Kategori Portofolio Tagihan Bersih Setelah Memperhitungkan Dampak Mitigasi Risiko Kredit ATMR Beban Modal
0% 20% 45% 50% 75% 85% 100% 150% 250% Lainnya
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14)
A Eksposur Laporan Posisi Keuangan
1 Tagihan Kepada Pemerintah 3,261,159 - - - - - - - - - -
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - - - - - - -
Tagihan Kepada Bank Pembangunan
3 - - - - - - - - - - -
Multilateral dan Lembaga Internasional
4 Tagihan Kepada Bank 18,760 436,456 - - 30,872 - - - - 110,445 10,260
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - - - - - - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan
6 - - - - - - - - - - -
Lembaga Keuangan Lainnya
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang
7 Subordinasi, Ekuitas dan Instrumen Modal - - - - - - - - 978 2,445 227
Lainnya
8 Kredit Beragun Rumah Tinggal - - - - 23,323 10,821 - - - 26,690 2,480
9 Kredit Beragun Properti Komersial - - - - - 2,134 - - - 1,814 169
Kredit untuk Pengadaan Tanah,
10 - - - - - - 2,668 - - 2,668 248
Pengelolaan Tanah dan Konstruksi
11 Kredit Pegawai/Pensiunan - - - 14,479,651 - - - - - 7,239,826 672,580
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil
12 29,121 - - - 148,103 626,319 - - - 643,448 59,776
dan Portofolio Ritel
13 Tagihan Kepada Korporasi 47,048 - - - - - 404,808 - - 404,808 37,607
14 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo - - - 66,080 - - 31,432 116,143 - 238,687 22,174
15 Aset Lainnya 282,627 - - - - - 353,489 - - 353,489 32,839
Total Eksposur Laporan Posisi Keuangan 3,638,715 436,456 - 14,545,731 202,298 639,274 792,397 116,143 978 - 9,024,320 838,359
B Eksposur Kewajiban Komitmen/Kontinjensi pada Transaksi Rekening Administratif
1 Tagihan Kepada Pemerintah - - - - - - - - - - -
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - - - - - - -
Tagihan Kepada Bank Pembangunan
3 - - - - - - - - - - -
Multilateral dan Lembaga Internasional
4 Tagihan Kepada Bank 440 - - - 6,058 - - - - 4,544 422
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - - - - - - - - -
6 Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan-Lainnya - - - - - - - - - -
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang
7 Subordinasi, Ekuitas dan Instrumen Modal - - - - - - - - - - -
Lainnya
8 Kredit Beragun Rumah Tinggal - - - - - 573 - - - 487 45
9 Kredit Beragun Properti Komersial - - - - - - - - - - -
Kredit untuk Pengadaan Tanah,
10 - - - - - - 134 - - 134 12
Pengelolaan Tanah dan Konstruksi
11 Kredit Pegawai/Pensiunan - - - - - - - - - - -
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil
12 580 5,413 - - - 5,503 - - - 5,760 535
dan Portofolio Ritel
13 Tagihan Kepada Korporasi 101 2,594 - - - - 7,310 - - 7,829 727
14 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo - - - - - - - - - - -
Total Eksposur Transaksi Rekening Administratif 1,121 8,007 - - 6,058 6,076 7,444 - - - 18,754 1,742
C Eksposur Risiko Kredit akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk)
1 Tagihan Kepada Pemerintah 551 - - - - - - - - - -
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - - - - - - -
Tagihan Kepada Bank Pembangunan
3 - - - - - - - - - - -
Multilateral dan Lembaga Internasional
4 Tagihan Kepada Bank - 447,658 - - - - - - - 89,532 8,317
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan
5 - - - - -
Lembaga Jasa Keuangan Lainnya
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil
6 - - - - - - - - - - -
dan Portofolio Ritel
7 Tagihan kepada Korporasi - - - - - - - - - - -
Total Eksposur Counterparty Credit
551 447,658 - - - - - - - - 89,532 8,317
Risk
79
Page 84
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
51 Pengungkapan Tagihan Bersih dan Teknik Mitigasi Risiko Kredit - Bank secara Individual
30 Juni 2025
No. Kategori Portofolio Bagian Yang Dijamin Dengan
Tagihan Bersih Bagian Yang Tidak Dijamin
Agunan Garansi Asuransi Kredit Lainnya
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) = (3)-[(4)+(5)+(6)+(7)]
A Eksposur Laporan Posisi Keuangan
1 Tagihan Kepada Pemerintah 3,815,967 - - - 3,815,967
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - -
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - -
4 Tagihan Kepada Bank 805,937 16,194 - - 789,743
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan Lainnya
6 - - - - -
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi, Ekuitas dan Instrumen Modal Lainnya
7 978 - - - 978
8 Kredit Beragun Rumah Tinggal 32,749 - - - 32,749
9 Kredit Beragun Properti Komersial 1,614 - - - 1,614
10 Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengelolaan Tanah dan Konstruksi 1,858 - - - 1,858
11 Kredit Pegawai/Pensiunan 14,619,180 - - - 14,619,180
12 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 705,493 25,471 - - 680,022
13 Tagihan Kepada Korporasi 424,906 6,186 - - 418,720
14 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo 262,976 - - - 262,976
15 Aset Lainnya 809,324 - - - 809,324
Total Eksposur Laporan Posisi Keuangan 21,480,982 47,851 - - 21,433,131
B Eksposur Transaksi Rekening Adminsitratif
1 Tagihan Kepada Pemerintah - - - - -
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - -
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - -
4 Tagihan Kepada Bank 8,535 420 - - 8,115
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - - -
6 Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan Lainnya - - - - -
7 Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi, Ekuitas dan Instrumen Modal Lainnya - - - - -
8 Kredit Beragun Rumah Tinggal 220 - - - 220
9 Kredit Beragun Properti Komersial - - - - -
10 Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengelolaan Tanah dan Konstruksi 355 - - - 355
11 Kredit Pegawai/Pensiunan - - - - -
12 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 9,082 713 5,993 - 2,376
13 Tagihan Kepada Korporasi 21,318 16,445 - - 4,873
14 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo - - - - -
Total Eksposur Transaksi Rekening Administratif 39,510 17,578 5,993 - 15,939
C Eksposur Risiko Kredit akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk)
1 Tagihan Kepada Pemerintah - - - - -
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - -
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - -
4 Tagihan Kepada Bank 593,827 - - - 593,827
5 Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya - - - - -
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
6
7 Tagihan kepada Korporasi - - - - -
Total Eksposur Risiko Kredit akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk) 593,827 - - - 593,827
TOTAL (A+B+C) 22,042,897
80
Page 85
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
31 Desember 2024
No. Kategori Portofolio Bagian Yang Dijamin Dengan
Tagihan Bersih Bagian Yang Tidak Dijamin
Agunan Garansi Asuransi Kredit Lainnya
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) = (3)-[(4)+(5)+(6)+(7)]
A Eksposur Laporan Posisi Keuangan
1 Tagihan Kepada Pemerintah 3,261,159 - - - 3,261,159
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - -
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - -
4 Tagihan Kepada Bank 486,088 18,760 - - 467,328
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - - -
Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan Lainnya
6 - - - - -
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi, Ekuitas dan Instrumen Modal Lainnya
7 978 - - - 978
8 Kredit Beragun Rumah Tinggal 34,144 - - - 34,144
9 Kredit Beragun Properti Komersial 2,134 - - - 2,134
10 Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengelolaan Tanah dan Konstruksi 2,668 - - - 2,668
11 Kredit Pegawai/Pensiunan 14,479,651 - - - 14,479,651
12 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 803,543 29,121 - - 774,422
13 Tagihan Kepada Korporasi 451,856 47,048 - - 404,808
14 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo 213,655 - - - 213,655
15 Aset Lainnya 636,116 - - - 636,116
Total Eksposur Laporan Posisi Keuangan 20,371,992 94,929 - - - 20,277,063
B Eksposur Transaksi Rekening Adminsitratif
1 Tagihan Kepada Pemerintah - - - - -
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - -
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - -
4 Tagihan Kepada Bank 6,498 440 - - 6,058
5 Tagihan berupa Covered Bond - - - - -
6 Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan Lainnya - - - - -
7 Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi, Ekuitas dan Instrumen Modal Lainnya - - - - -
8 Kredit Beragun Rumah Tinggal 573 - - - 573
9 Kredit Beragun Properti Komersial - - - - -
10 Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengelolaan Tanah dan Konstruksi 134 - - - 134
11 Kredit Pegawai/Pensiunan - - - - -
12 Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 11,495 580 5,413 - 5,502
13 Tagihan Kepada Korporasi 10,005 101 2,594 - 7,310
14 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo - - - - -
Total Eksposur Transaksi Rekening Administratif 28,705 1,121 8,007 - - 19,577
C Eksposur Risiko Kredit akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk)
1 Tagihan Kepada Pemerintah 551 - - - 551
2 Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - -
3 Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - -
4 Tagihan Kepada Bank 447,658 - - - 447,658
5 Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya - - - - -
Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel
6 -
7 Tagihan kepada Korporasi - - - - -
Total Eksposur Risiko Kredit akibat Kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk)
448,209 - - - - 448,209
TOTAL (A+B+C) 20,848,906 96,050 8,007 - 20,744,849
81
Page 86
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
52 Pengungkapan Perhitungan ATMR Risiko Kredit dengan Menggunakan Pendekatan Standar - Bank secara Individu
1. Eksposur Aset di laporan posisi keuangan, kecuali eksposur sekuritisasi
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 2025 31 Desember 2024
ATMR Setelah
No Kategori Portofolio Tagihan Bersih ATMR Sebelum MRK Tagihan Bersih ATMR Sebelum MRK ATMR Setelah MRK
MRK
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan Kepada Pemerintah 3,815,967 - - 3,261,159 - -
a. Tagihan Kepada Pemerintah Indonesia 3,815,967 - - 3,261,159 - -
b. Tagihan Kepada Pemerintah Negara Lain - - - - - -
2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - -
3. Tagihan Kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - -
4. Tagihan Kepada Bank 805,937 184,240 172,094 486,088 124,515 110,445
a. Tagihan Jangka Pendek 764,024 152,805 152,805 436,456 87,291 87,291
b. Tagihan Jangka Panjang 41,913 31,435 19,289 49,632 37,224 23,154
5. Tagihan berupa Covered Bond - - - - - -
6. Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan Lainnya - - - - - -
a. Tagihan Jangka Pendek - - - - - -
b. Tagihan Jangka Panjang - - - - - -
Tagihan berupa Surat Berharga/Piutang Subordinasi, Ekuitas dan Instrumen Modal
7. 978 2,445 2,445 978 2,445 2,445
Lainnya
a. Surat Berharga/Piutang Subordinasi - - - - - -
b. Instrumen Ekuitas 978 2,445 2,445 978 2,445 2,445
c. Instrumen Modal Lainnya - - - - - -
d. Penyertaan dalam Rangka Program Nasional - - - - - -
8. Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal 32,749 25,610 25,610 34,144 26,690 26,690
9. Kredit Beragun Properti Komersial 1,614 1,372 1,372 2,134 1,814 1,814
10 Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengelolaan Tanah dan Konstruksi 1,858 1,859 1,859 2,668 2,668 2,668
11. Kredit Pegawai atau Pensiunan 14,619,180 7,309,590 7,309,590 14,479,651 7,239,826 7,239,826
12. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Portofolio Ritel 705,493 584,529 563,976 803,543 666,840 643,448
13. Tagihan Kepada Korporasi 424,906 424,906 418,720 451,856 451,856 404,808
14. Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo 262,976 309,697 309,697 213,655 238,687 238,687
Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal yang tidak bergantung dari arus kas
a. 2,821 2,820 2,820 2,923 2,923 2,923
properti
b. Eksposur Lainnya 260,155 306,877 306,877 210,732 235,764 235,764
15. Aset Lainnya 809,324 651,651 651,651 636,116 353,489 353,489
a. Uang tunai, emas, dan commemorative coin 157,673 - - 282,627 - -
b. Aset tetap dan inventaris neto 649,948 649,948 649,948 351,366 351,366 351,366
c. Agunan Yang Diambil Alih (AYDA) - - - - - -
d. Antar kantor neto - - - - - -
e. Lainnya 1,703 1,703 1,703 2,123 2,123 2,123
TOTAL 21,480,982 9,495,899 9,457,014 20,371,992 9,108,830 9,024,320
2. Eksposur Kewajiban Komitmen/Kontinjensi pada Transaksi Rekening Administratif, kecuali eksposur sekuritisasi.
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Kategori Portofolio ATMR Setelah
No Tagihan Bersih ATMR Sebelum MRK Tagihan Bersih ATMR Sebelum MRK ATMR Setelah MRK
MRK
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan Kepada Pemerintah - - - - - -
a. Tagihan Kepada Pemerintah Indonesia - - - - - -
b. Tagihan Kepada Pemerintah Negara Lain - - - - - -
2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - -
3. Tagihan kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - -
4. Tagihan kepada Bank 8,535 6,401 6,086 6,498 4,874 4,544
a. Tagihan Jangka Pendek - - - - - -
b. Tagihan Jangka Panjang 8,535 6,401 6,086 6,498 4,874 4,544
5. Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan Lainnya - - - - - -
a. Tagihan Jangka Pendek - - - - - -
b. Tagihan Jangka Panjang - - - - - -
6. Kredit Beragun Rumah Tinggal 220 187 187 573 487 487
7. Kredit Beragun Properti Komersial - - - - - -
8. Kredit Pegawai/Pensiunan - - - - - -
9. Kredit untuk Pengadaan Tanah, Pengelolaan Tanah dan Konstruksi 355 355 355 134 134 134
10. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel 9,082 7,720 3,218 11,495 9,771 5,760
11 Tagihan Kepada Korporasi 21,318 21,318 4,873 10,005 10,005 7,829
12 Tagihan Yang Telah Jatuh Tempo - - - - - -
Kredit Beragun Properti Rumah Tinggal yang tidak bergantung dari arus kas
a. - - - - - -
properti
b. Eksposur Lainnya - - - - - -
TOTAL 39,510 35,981 14,719 28,705 25,271 18,754
82
Page 87
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
3. Eksposur yang Menimbulkan Risiko Kredit akibat kegagalan Pihak Lawan (Counterparty Credit Risk)
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 2025 31 Desember 2024
ATMR Setelah
No Kategori Portofolio Tagihan Bersih ATMR Sebelum MRK Tagihan Bersih ATMR Sebelum MRK ATMR Setelah MRK
MRK
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan Kepada Pemerintah - - - 551 - -
a. Tagihan Kepada Pemerintah Indonesia - - - 551 - -
b. Tagihan Kepada Pemerintah Negara Lain - - - - - -
2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - -
3. Tagihan kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - -
4. Tagihan kepada Bank 593,827 118,765 118,765 447,658 89,532 89,532
a. Tagihan Jangka Pendek 593,827 118,765 118,765 447,658 89,532 89,532
b. Tagihan Jangka Panjang - - - - - -
5. Tagihan kepada Perusahaan Efek dan Lembaga Keuangan Lainnya - - - - - -
a. Tagihan Jangka Pendek - - - - - -
b. Tagihan Jangka Panjang - - - - - -
6. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel - - - - - -
7. Tagihan Kepada Korporasi - - - - - -
TOTAL 593,827 118,765 118,765 448,209 89,532 89,532
4. Eksposur yang Menimbulkan Risiko Kredit akibat Kegagalan Setelmen (settlement risk)
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Jenis Transaksi Faktor Pengurang Faktor Pengurang
No Nilai Eksposur ATMR Nilai Eksposur ATMR
Modal Modal
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Delivery versus payment - - - -
a. Beban Modal 8% (5-15 hari) - - - -
b. Beban Modal 50% (16-30 hari) - - - -
c. Beban Modal 75% (31-45 hari) - - - -
d. Beban Modal 100% (lebih dari 45 hari) - - - -
2. Non-delivery versus payment - - -
TOTAL - - - - - -
5. Eksposur Sekuritisasi
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 2025 31 Desember 2024
Jenis Transaksi Faktor Pengurang Faktor Pengurang
No ATMR ATMR
Modal Modal
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. ATMR atas Eksposur Sekuritisasi yang dihitung dengan Metode External Rating Base Approach (ERBA) - -
2. ATMR atas Eksposur Sekuritisasi yang dihitung dengan Metode Standardized Approach (SA) - -
3. Eksposur Sekuritisasi yang merupakan Faktor Pengurang Modal Inti Utama - -
TOTAL - - - -
6. Eksposur Derivatif
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 2025 31 Desember 2024
ATMR Setelah
No Kategori Portofolio Tagihan Bersih ATMR Sebelum MRK Tagihan Bersih ATMR Sebelum MRK ATMR Setelah MRK
MRK
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. Tagihan Kepada Pemerintah - - - - - -
a. Tagihan Kepada Pemerintah Indonesia - - - - - -
b. Tagihan Kepada Pemerintah Negara Lain - - - - - -
2. Tagihan Kepada Entitas Sektor Publik - - - - - -
3. Tagihan kepada Bank Pembangunan Multilateral dan Lembaga Internasional - - - - - -
4. Tagihan kepada Bank - - - - - -
a. Tagihan Jangka Pendek - - - - - -
b. Tagihan Jangka Panjang - - - - - -
5. Tagihan Kepada Usaha Mikro, Usaha Kecil dan Portofolio Ritel - - - - - -
6. Tagihan Kepada Korporasi - - - - - -
7. Eksposur tertimbang dari Credit Valuation Adjustment (CVA risk weighted assets ) - - - - - -
TOTAL - - - - - -
7 Total Pengukuran Risiko Kredit (1+2+3+4+5+6)
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 2025 31 Desember 2024
TOTAL ATMR RISIKO KREDIT (A) 9,590,498 9,132,606
FAKTOR PENGURANG ATMR RISIKO KREDIT:
Selisih lebih antara cadangan umum PPKA atas aset produktif yang wajib dihitung dan (B)
1,25% ATMR untuk Risiko Kredit
TOTAL ATMR RISIKO KREDIT (A) - (B) (C) 9,590,498 9,132,606
TOTAL FAKTOR PENGURANG MODAL (D)
83
Page 88
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
53 Pengungkapan Risiko Operasional - Bank secara Individual
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 2025 31 Desember 2024
No. Pendekatan Yang Digunakan Komponen Indikator Bisnis Pendapatan Bruto (Rata-rata 3 tahun
Beban Modal ATMR Beban Modal ATMR
(KIB) terakhir)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Pendekatan Indikator Dasar 58,685 61,620 770,246 54,142 58,473 730,916
Total 58,685 61,620 770,246 54,142 58,473 730,916
54 Laporan Eksposur Risiko dan Ratio Leverage
PERIODE
No Keterangan 30 Juni 2025 30 Juni 2024
Jumlah Jumlah
Total aset di neraca pada laporan keuangan
1 21,874,763 22,383,472
publikasi (nilai gross sebelum dikurangi CKPN).
Penyesuaian untuk nilai penyertaan pada bank,
lembaga keuangan, perusahaan asuransi, dan/atau
entitas lain yang berdasarkan standar akuntansi
2 N/A N/A
keuangan harus dikonsolidasikan namun diluar
cakupan konsolidasi berdasarkan ketentuan Otoritas
Jasa Keuangan.
Penyesuaian untuk nilai kumpulan aset keuangan
atau aset syariah yang mendasari (underlying ) yang
telah dialihkan dalam sekuritisasi aset yang
memenuhi persyaratan jual putus sebagaimana
diatur dalam peraturan perundang-undangan OJK
mengenai Prinsip Kehati-hatian dalam Aktivitas
3 - -
Sekuritisasi Aset bagi Bank Umum.
Dalam hal aset keuangan atau aset syariah yang
mendasari (underlying ) tersebut telah dikurangkan
dari total aset di neraca pada laporan keuangan
publikasi (baris nomor 1) maka baris ini diisi
sebesar 0 (nol).
Penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas
penempatan giro pada Bank Indonesia dalam
4 N/A N/A
rangka memenuhi ketentuan giro wajib minimum
(jika ada).
Penyesuaian untuk aset fidusia yang diakui sebagai
komponen neraca berdasarkan standar akuntansi
5 - -
keuangan namun dikeluarkan dari perhitungan total
eksposur dalam Rasio Leverage .
Penyesuaian untuk nilai pembelian atau penjualan
6 aset keuangan secara regular dengan menggunakan
metode akuntansi tanggal perdagangan.
Penyesuaian untuk nilai transaksi dalam fasilitas
cash pooling yang memenuhi persyaratan
7
sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan ini.
Penyesuaian untuk nilai eksposur transaksi
8
derivatif.
Penyesuaian untuk nilai eksposur Securitities
9 Financing Transaction (SFT) sebagai contoh
transaksi reverse repo.
Penyesuaian untuk nilai eksposur Transaksi
10 Rekening Administratif (TRA) yang telah dikalikan 95,779 318,328
dengan Faktor Konversi Kredit (FKK).
Prudent valuation adjustments berupa faktor
11 pengurang modal dan Cadangan Kerugian (564,471) (521,774)
Penurunan Nilai (CKPN)
12 Penyesuaian lainnya (jika ada)
Total Eksposur dalam Perhitungan Rasio
13 21,406,071 22,180,026
Leverage
84
Page 89
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
54 Laporan Eksposur Risiko dan Ratio Leverage (lanjutan)
(dalam juta rupiah)
Periode
Keterangan
30 Juni 2025 30 Juni 2024
Eksposur Aset dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Eksposur Aset dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca) termasuk aset jaminan yang
tercatat dalam neraca, namun tidak termasuk eksposur transaksi derivatif dan eksposur
1 21,874,763 22,383,472
SFT.
*Menggunakan nilai gross sebelum dikurangi CKPN.
Nilai penambahan kembali untuk agunan derivatif yang diserahkan kepada pihak lawan
2 dan penyediaan agunan tersebut mengakibatkan penurunan total eksposur aset dalam - -
neraca karena adanya penerapan standar akuntansi.
(Pengurangan atas piutang terkait cash variation margin yang diberikan dalam transaksi
3 - -
derivatif).
(Penyesuaian untuk surat berharga yang diterima dalam eksposur SFT yang telah dicatat
4 - -
sebagai aset dalam neraca Bank).
(Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) atas aset tersebut sesuai standar akuntansi
5 (210,263) (224,552)
yang berlaku).
(Aset yang telah diperhitungkan sebagai faktor pengurang Modal Inti (tier 1) sebagaimana
6 dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang mengatur mengenai kewajiban (353,921) (295,787)
penyediaan modal minimum bank umum).
Total Eksposur Aset dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
7 21,310,580 21,863,133
(Penjumlahan dari baris 1 sampai dengan baris 6)
Eksposur Transaksi Derivatif
Nilai Replacement Cost (RC) untuk seluruh transaksi derivatif baik dalam hal terdapat
8 variation margin yang memenuhi syarat ataupun terdapat perjanjian saling hapus yang - -
memenuhi persyaratan tertentu.
Nilai penambahan yang merupakan Potential Futures Exposures (PFE) untuk seluruh
9
transaksi derivatif.
(pengecualian atas eksposur transaksi derivatif yang diselesaikan melalui central clearing
10 N/A N/A
counterparty (CCP))
11 Penyesuaian untuk nilai nosional efektif dari derivatif kredit
(Penyesuaian untuk nilai nosional efektif yang dilakukan saling hapus dan pengurangan
12 - -
add-on untuk transaksi penjualan kredit derivatif)
Total Eksposur Transaksi Derivatif
13 - -
(Penjumlahan baris 8 sampai dengan baris 12)
Eksposur Securities Financing Transaction (SFT)
14 Nilai Gross SFT
15 (Nilai bersih antara liabilitas kas dan tagihan kas) - -
Risiko Kredit akibat kegagalan pihak lawan terkait aset SFT yang mengacu perhitungan
16 Current Exposure sebagaimana diatur dalam Lampiran I Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan ini.
17 Eksposur sebagai agen SFT
Total Eksposur SFT
18 - -
(Penjumlahan baris 14 sampai dengan baris 17)
Eksposur Transaksi Rekening Administratif (TRA)
Nilai seluruh kewajiban komitmen atau kewajiban kontijensi.
19 95,779 318,328
*Nilai gross sebelum dikurangi CKPN
(Penyesuaian terhadap hasil perkalian antara nilai kewajiban komitmen atau kewajiban
20 - -
kontijensi dan Faktor Konversi Kredit (FKK))
(Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) atas TRA tersebut sesuai standar akuntansi
21 (288) (1,435)
yang berlaku).
Total Eksposur Transaksi Rekening Administratif (TRA)
22 95,491 316,893
(Penjumlahan dari baris 19 sampai dengan baris 21)
Modal dan Total Ekposur
23 Modal Inti (Tier 1) 1,828,046 1,715,529
24 Total Eksposur (Penjumlahan baris 7, 13, 18, dan 22) 21,406,071 22,180,026
Rasio Leverage
25 Nilai Rasio Leverage (Kolom 23 ÷ Kolom 24) 8.54% 7.73%
26 Nilai Minimum Rasio Leverage 3% 3%
27 Buffer terhadap nilai Rasio Leverage N/A N/A
85
Page 90
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
54 Template KM1: Key metrics secara Konsolidasi
No. Deskripsi 30 Juni 2025 31 Maret 2025 31 Desember 2024 30 September 2024 30 Juni 2024
Modal yang Tersedia (nilai)
1 Modal Inti Utama (CET1) 1,828,046 1,940,369 1,803,181 1,771,097 1,715,529
1a Model Kerugian Kredit Ekspektasian sesuai PSAK 71 secara Penuh N/A N/A N/A N/A N/A
2 Modal Inti (Tier 1) 1,828,046 1,940,369 1,803,181 1,771,097 1,715,529
2a Modal inti Tier 1 dengan adanya Model Kerugian Kredit Ekspektasian sesuai PSAK 71 secara Penuh N/A N/A N/A N/A N/A
3 Total Modal 1,947,927 2,055,854 1,917,338 1,885,645 1,825,865
3a Total Modal dengan adanya Model Kerugian Kredit Ekspektasian sesuai PSAK 71 secara Penuh N/A N/A N/A N/A N/A
Aset Tertimbang Menurut Risiko (Nilai)
4 Total Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) 10,360,744 10,009,052 9,863,522 9,894,720 9,557,775
4a Total Aset Tertimbang Menurut Risiko (pre-floor ) N/A N/A N/A N/A N/A
Rasio Modal berbasis Risiko dalam bentuk persentase dari ATMR
5 Rasio CET1 (%) 17.64% 19.39% 18.28% 17.90% 17.95%
5a CET1 dengan adanya Model Kerugian Kredit Ekspektasian sesuai PSAK 71 secara Penuh (%) N/A N/A N/A N/A N/A
5b Rasio CET1 (rasio pre-floor ) (%) N/A N/A N/A N/A N/A
6 Rasio Tier 1 (%) 17.64% 19.39% 18.28% 17.90% 17.95%
6a Rasio Tier1 dengan adanya Model Kerugian Kredit Ekspektasian sesuai PSAK 71 secara Penuh (%) N/A N/A N/A N/A N/A
6b Rasio Tier 1 (rasio pre-floor ) (%) N/A N/A N/A N/A N/A
7 Rasio Total Modal (%) 18.80% 20.54% 19.44% 19.06% 19.10%
7a Rasio Total Modal dengan adanya Model Kerugian Kredit Ekspektasian sesuai PSAK 71 secara Penuh (%) N/A N/A N/A N/A N/A
7b Rasio Total Modal (ratio pre-floor ) (%) N/A N/A N/A N/A N/A
Tambahan CET1 yang berfungsi sebagai buffer dalam bentuk persentase dari ATMR
8 Capital conservation buffer (2.5% dari ATMR) (%) 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
9 Countercyclical Buffer (0 - 2.5% dari ATMR) (%) 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
10 Capital Surcharge untuk Bank Sistemik (1% - 2.5%) (%) 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
11 Total CET1 sebagai buffer (Baris 8 + Baris 9 + Baris 10) 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
12 Komponen CET1 untuk buffer
Rasio pengungkit sesuai Basel III
13 Total Eksposur 21,406,071 20,512,731 20,454,813 21,534,771 22,180,026
Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam
14
rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada)
Nilai Rasio pengungkit sesuai dengan Basel III dengan adanya Model Kerugian Kredit Ekspektasian sesuai PSAK 71 secara Penuh. (%) (baris 2a
14a N/A N/A N/A N/A N/A
/ baris13)
Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia
14b
dalam rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada)
Nilai Rasio Pengungkit, termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia dalam
14c rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset Securities Financing Transaction
(SFT) secara gross
Nilai Rasio Pengungkit, tidak termasuk dampak dari penyesuaian terhadap pengecualian sementara atas penempatan giro pada Bank Indonesia
14d
dalam rangka memenuhi ketentuan GWM (jika ada), yang telah memasukkan nilai rata-rata dari nilai tercatat aset SFT secara gross
Rasio Kecukupan Likuiditas (LCR)
15 Total Aset Likuid Berkualitas Tinggi (HQLA) 4,210,210 4,355,929
16 Total Arus Kas Keluar Bersih (net cash outflow ) 2,917,056 3,235,419
17 LCR (%) 144.33% 134.63%
Rasio Pendanaan Stabil Bersih (NSFR)
18 Total Pendanaan Stabil yang Tersedia (ASF) 11,794,120 11,399,053
19 Total Pendanaan Stabil yang Diperlukan (RSF) 15,149,300 14,892,821
20 NSFR (%) 77.85% 76.54%
Analisis Kualitatif
86
Page 91
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
55. Perbedaan Antara Cakupan Konsolidasi Dan Mapping Pada Laporan Keuangan Sesuai SAK Dengan Kategori Risiko Sesuai Dengan Ketentuan OJK Kategori Risiko
30 Juni 2025
(Unaudited)
a b c d e f g
Nilai tercatat masing-masing risiko
Tidak mengacu
pada
persyaratan
permodalan atau
Nilai tercatat sebagaimana Sesuai kerangka Sesuai Sesuai berdasarkan
tercantum dalam publikasi Nilai tercatat berdasarkan Sesuai kerangka risiko counterparty credit kerangka kerangka risiko pengurangan
laporan keuangan prinsip kehati-hatian kredit risk sekuritisasi pasar modal
Indonesia
Aset
Kas 157,673 157,673 - - - - -
Penempatan pada Bank Indonesia 1,381,663 1,381,663 - - - - -
Penempatan pada bank lain 614,167 614,167 152,805 - - - -
Tagihan spot dan derivatif - - - - - - -
Surat berharga yang dimiliki 2,383,663 2,383,663 - - - - -
Repo - - - - - - -
Reverse repo 593,519 593,519 - 118,765 - - -
Tagihan akseptasi - - - - - - -
Kredit yang diberikan 16,190,851 16,190,851 8,650,112 - - - -
Pembiayaan syariah - - - - - - -
Penyertaan modal 978 978 2,444 - - - -
Aset keuangan lainnya - - - - - - -
Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/- (210,263) (210,263) - - - - -
a. Surat berharga - - - - - - -
b. Kredit (210,244) (210,244) - - - - -
c. Lainnya (18) (18) - - - - -
Aset tidak berwujud 5,381 5,381 1,703 - - - -
Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/- (3,679) (3,679) - - - - -
Aset tetap dan inventaris 905,128 905,128 649,948 - - - -
Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/- (255,180) (255,180) - - - - -
Aset non produktif - - - - - - -
a. Properti terbengkalai - - - - - - -
b. Aset yang diambil alih - - - - - - -
c. Rekening tunda - - - - - - -
d. Aset antar kantor - - - - - - -
Aset lainnya 320,060 320,060 29,914 - - - -
Total aset 22,083,962 22,083,962 9,486,925 118,765 - - -
Kewajiban
Giro 2,358,206 2,358,206 - - - - -
Tabungan 2,627,612 2,627,612 - - - - -
Deposito 12,122,526 12,122,526 - - - - -
Uang elektronik - - - - - - -
Liabilitas kepada Bank Indonesia - - - - - - -
Liabilitas kepada Bank Lain 108,646 108,646 - - - - -
Liabilitas spot dan derivatif/forward - - - - - - -
Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali
(repo) - - - - - - -
liabilitas akseptasi - - - - - - -
Surat berharga yang diterbitkan 748,936 748,936 - - - - -
Pinjaman/pembiayaan yang diterima 1,500,000 1,500,000 - - - - -
Setoran jaminan 1 1 - - - - -
Liabilitas antar kantor - - - - - - -
Liabilitas lainnya 514,039 514,039 - - - - -
Kepentingan minoritas (minority interest) - - - - - - -
Total kewajiban 19,979,965 19,979,965 - - - - -
Ekuitas
Modal disetor 1,400,068 1,400,068 - - - - -
a. Modal dasar 5,000,000 5,000,000 - - - - -
b. Modal yang belum disetor -/- (3,599,932) (3,599,932) - - - - -
c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/- - - - - - - -
Tambahan modal disetor 60,241 60,241 - - - - -
a. Agio 11,966 11,966 - - - - -
b. Disagio -/- - - - - - - -
c. Modal sumbangan - - - - - - -
d. Dana setoran modal 48,275 48,275 - - - - -
e. Lainnya - - - - - - -
Penghasilan komprehensif lainnya 77,933 77,933 - - - - -
a. Keuntungan 212,536 212,536 - - - - -
b. Kerugian -/- (134,603) (134,603) - - - - -
Cadangan 386,357 386,357 - - - - -
a. Cadangan umum 386,357 386,357 - - - - -
b. Cadangan tujuan - - - - - - -
Laba/rugi 179,398 179,398 - - - - -
a. Tahun-tahun lalu - - - - - - -
b. Tahun berjalan 179,398 179,398 - - - - -
c. Dividen yang dibayarkan -/- - - - - - -
Total ekuitas 2,103,997 2,103,997 - - - - -
Total kewajiban dan ekuitas 22,083,962 22,083,962
Kewajiban komitmen dan kewajiban kontijensi
Kewajiban komitmen 83,792 83,792 13,520 - - - -
Kewajiban kontijensi 11,987 11,987 1,199 - - - -
Total kewajiban komitmen dna kontijensi 95,779 95,779 14,719 - - - -
Analisis Kualitatif
87
Page 92
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
55. Perbedaan Antara Cakupan Konsolidasi Dan Mapping Pada Laporan Keuangan Sesuai SAK Dengan Kategori Risiko Sesuai Dengan Ketentuan OJK Kategori Risiko (lanjutan)
31 Desember 2024
(Audited)
a b c d e f g
Nilai tercatat masing-masing risiko
Tidak mengacu
pada
persyaratan
permodalan atau
Nilai tercatat sebagaimana Sesuai kerangka Sesuai Sesuai berdasarkan
tercantum dalam publikasi Nilai tercatat berdasarkan Sesuai kerangka risiko counterparty credit kerangka kerangka risiko pengurangan
laporan keuangan prinsip kehati-hatian kredit risk sekuritisasi pasar modal
Indonesia
Aset
Kas 282,627 282,627 - - - - -
Penempatan pada Bank Indonesia 1,400,555 1,400,555 - - - - -
Penempatan pada bank lain 158,925 158,925 31,785 - - - -
Tagihan spot dan derivatif - - - - - - -
Surat berharga yang dimiliki 1,853,277 1,853,277 - - - - -
(Repo ) 292,963 292,963 - - - - -
(Reverse repo ) 447,605 447,605 - 89,532
Tagihan akseptasi - - - - - - -
Kredit yang diberikan 16,130,663 16,130,663 8,581,094 - - - -
Pembiayaan syariah - - - - - - -
Penyertaan modal 978 978 2,444 - - - -
Aset keuangan lainnya - - - - - - -
Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/- (208,880) (208,880) - - - - -
a. Surat berharga - - - - - - -
b. Kredit (208,860) (208,860) - - - - -
c. Lainnya (20) (20) - - - - -
Aset tidak berwujud 5,260 5,260 2,123 - - - -
Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/- (3,137) (3,137) - - - - -
Aset tetap dan inventaris 598,303 598,303 351,366 - - - -
Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/- (246,937) (246,937) - - - - -
Aset non produktif - - - - - - -
a. Properti terbengkalai - - - - - - -
b. Aset yang diambil alih - - - - - - -
c. Rekening tunda - - - - - - -
d. Aset antar kantor - - - - - - -
Aset lainnya 406,942 406,942 55,506 - - - -
Total aset 21,119,145 21,119,145 9,024,318 89,532 - - -
Kewajiban
Giro 1,122,173 1,122,173 - - - - -
Tabungan 2,732,066 2,732,066 - - - - -
Deposito 11,184,773 11,184,773 - - - - -
Uang elektronik - - - - - - -
Liabilitas kepada Bank Indonesia - - - - - - -
Liabilitas kepada Bank Lain 725,439 725,439 - - - - -
Liabilitas spot dan derivatif/forward - - - - - - -
Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali
(repo) 292,412 292,412 - - - - -
liabilitas akseptasi - - - - - - -
Surat berharga yang diterbitkan 748,480 748,480 - - - - -
Pinjaman/pembiayaan yang diterima 1,850,000 1,850,000 - - - - -
Setoran jaminan 1 1 - - - - -
Liabilitas antar kantor - - - - - - -
Liabilitas lainnya 423,237 423,237 - - - - -
Kepentingan minoritas (minority interest) - - - - - - -
Total kewajiban 19,078,580 19,078,580 - - - - -
Ekuitas
Modal disetor 1,327,118 1,327,118 - - - - -
a. Modal dasar 5,000,000 5,000,000 - - - - -
b. Modal yang belum disetor -/- (3,672,882) (3,672,882) - - - - -
c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/- - - - - - - -
Tambahan modal disetor 26,917 26,917 - - - - -
a. Agio 11,966 11,966 - - - - -
b. Disagio -/- - - - - - - -
c. Modal sumbangan - - - - - - -
d. Dana setoran modal 14,951 14,951 - - - - -
e. Lainnya - - - - - - -
Penghasilan komprehensif lainnya 77,933 77,933 - - - - -
a. Keuntungan 212,536 212,536 - - - - -
b. Kerugian -/- (134,603) (134,603) - - - - -
Cadangan 384,477 384,477 - - - - -
a. Cadangan umum 384,477 384,477 - - - - -
b. Cadangan tujuan - - - - - - -
Laba/rugi 224,120 224,120 - - - - -
a. Tahun-tahun lalu 224,120 224,120 - - - - -
b. Tahun berjalan - - - - - - -
c. Dividen yang dibayarkan -/- - - - - - -
Total ekuitas 2,040,565 2,040,565 - - - - -
Total kewajiban dan ekuitas 21,119,145 21,119,145
Kewajiban komitmen dan kewajiban kontijensi
Kewajiban komitmen 51,745 51,745 17,152 - - - -
Kewajiban kontijensi 16,015 16,015 1,601 - - - -
Total kewajiban komitmen dna kontijensi 67,759 67,759 18,753 - - - -
Analisis Kualitatif
88
Page 93
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
56. Komposisi Permodalan
30 Juni 2025 31 Desember 2024
No Komponen
(Unaudited) (Audited)
CET 1: Instrumen dan Tambahan Modal Disetor
1 Saham biasa (termasuk stock surplus ) 1,460,309 1,354,035
2 Laba ditahan 179,398 224,120
3 Akumulasi penghasilan komprehensif lain (dan cadangan lain) 575,549 573,670
4 Modal yang termasuk phase out dari CET1 N/A N/A
5 Kepentingan Non Pengendali yang dapat diperhitungkan - -
6 CET1 sebelum regulatory adjustment 2,215,257 2,151,824
CET 1: Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment )
7 Selisih kurang jumlah penyesuaian nilai wajar dari instrumen keuangan dalam trading book - -
8 Goodwill N/A N/A
9 Aset tidak berwujud lainnya (selain Mortgage-Servicing Rights ) - -
10 Aset pajak tangguhan yang berasal dari future profitability - -
11 Cash-flow hedge reserve - -
12 Shortfall on provisions to expected losses - -
13 Keuntungan penjualan aset dalam transaksi sekuritisasi - -
14 Peningkatan/ penurunan nilai wajar atas kewajiban keuangan (DVA) - -
15 Aset pensiun manfaat pasti - -
16 Investasi pada saham sendiri (jika belum di net dalam modal di Laporan Posisi Keuangan) - -
17 Kepemilikan silang pada instrumen CET 1 pada entitas lain - -
18 Investasi pada modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan konsolidasi secara - -
ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana Bank tidak memiliki lebih dari 10%
modal saham yang diterbitkan (jumlah di atas batasan 10%)
19 Investasi signifikan pada saham biasa Bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan - -
konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan (jumlah di atas batasan
10%)
20 Mortgage servicing rights - -
21 Aset pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer (jumlah di atas batasan 10%, net - -
dari kewajiban pajak)
22 Jumlah melebihi batasan 15% dari: - -
23 investasi signifikan pada saham biasa financials - -
24 mortgage servicing rights - -
25 pajak tangguhan dari perbedaan temporer - -
26 Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional - -
26a. Selisih PPKA dan CKPN (353,921) (315,354)
26b. PPKA non produktif - -
26c. Aset Pajak Tangguhan (33,290) (33,290)
26d. Penyertaan - -
26e. Kekurangan modal pada perusahaan anak asuransi - -
26f. Eksposur sekuritisasi - -
26g. Lainnya - -
27 Penyesuaian pada CET 1 akibat AT 1 dan Tier 2 lebih kecil daripada faktor pengurangnya - -
28 Jumlah pengurang (regulatory adjustment ) terhadap CET 1 (387,211) (348,644)
29 Jumlah CET 1 setelah faktor pengurang 1,828,046 1,803,181
Modal Inti Tambahan (AT 1): Instrumen
30 Instrumen AT 1 yang diterbitkan oleh Bank (termasuk stock surplus ) - -
31 Yang diklasifikasikan sebagai ekuitas berdasarkan standar akuntansi - -
32 Yang diklasifikasikan sebagai liabilitas berdasarkan standar akuntansi - -
33 Modal yang termasuk phase out dari AT 1 - -
34 Instrumen AT 1 yang diterbitkan oleh Entitas Anak yang diakui dalam perhitungan KPMM - -
secara konsolidasi
35 Instrumen yang diterbitkan Entitas Anak yang termasuk phase out - -
36 Jumlah AT 1 sebelum regulatory adjustment - -
89
Page 94
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
56. Komposisi Permodalan
Modal Inti Tambahan: Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment )
37 Investasi pada instrumen AT 1 sendiri - -
38 Kepemilikan silang pada instrumen AT 1 pada entitas lain - -
39 Investasi pada modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan konsolidasi secara - -
ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana Bank tidak memiliki lebih dari 10%
modal saham yang diterbitkan (jumlah di atas batasan 10%)
40 Investasi signifikan pada modal Bank, entitas keuangan dan asuransi di luar cakupan - -
konsolidasi secara ketentuan (net posisi short yang diperkenankan)
41 Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional - -
41a. Penempatan dana pada instrumen AT 1 pada Bank lain - -
42 Penyesuaian pada AT 1 akibat Tier 2 lebih kecil daripada faktor pengurangnya - -
43 Jumlah faktor pengurang (regulatory adjustment ) terhadap AT 1 - -
44 Jumlah AT 1 setelah faktor pengurang - -
45 Jumlah Modal Inti (Tier 1) (CET 1 + AT 1) 1,828,046 1,803,181
Modal Pelengkap (Tier 2): Instrumen dan cadangan
46 Instrumen Tier 2 yang diterbitkan oleh Bank (termasuk stock surplus ) - -
47 Modal yang yang termasuk phase out dari Tier 2 - -
48 Instrumen Tier 2 yang diterbitkan oleh Entitas Anak yang diakui dalam perhitungan KPMM - -
secara konsolidasi
49 Modal yang diterbitkan Entitas Anak yang termasuk phase out - -
50 Cadangan umum PPKA atas aset produktif yang wajib dihitung dengan jumlah paling tinggi 119,881 114,158
sebesar 1,25% dari ATMR untuk Risiko Kredit
51 Jumlah Modal Pelengkap (Tier 2 ) sebelum faktor pengurang 119,881 114,158
Modal Pelengkap (Tier 2): Faktor Pengurang (Regulatory Adjustment )
52 Investasi pada instrumen Tier 2 sendiri - -
53 Kepemilikan silang pada instrumen Tier 2 pada entitas lain - -
54 Investasi pada kewajiban TLAC modal bank, entitas keuangan dan asuransi diluar cakupan - -
konsolidasi secara ketentuan, net posisi short yang diperkenankan, dimana Bank tidak
memiliki lebih dari 10% modal saham yang diterbitkan; nilai sebelumnya ditetapkan dengan
threshold 5% namun tidak lagi memenuhi kriteria (untuk bank Sistemik)
Investasi pada kewajiban TLAC lainnya dari entitas perbankan, keuangan, dan asuransi yang - -
berada di luar lingkup konsolidasi peraturan dan, yang mana bank tidak memiliki lebih dari
10% dari saham biasa entitas yang dikeluarkan: jumlah yang sebelumnya ditunjuk untuk batas
5% tetapi yang tidak lagi memenuhi syarat (hanya untuk Bank Sistemik G-SIBs)
55 Investasi signifikan pada modal atau instrumen TLAC Bank, entitas keuangan dan asuransi di - -
luar cakupan konsolidasi secara ketentuan (net posisi short yang diperkenankan)
56 Penyesuaian berdasarkan ketentuan spesifik nasional - -
56a. Sinking fund - -
56b. Penempatan dana pada instrumen Tier 2 pada Bank lain - -
57 Jumlah faktor pengurang (regulatory adjustment ) Modal Pelengkap - -
58 Jumlah Modal Pelengkap (Tier 2) setelah regulatory adjustment 119,881 114,158
59 Total Modal (Modal Inti + Modal Pelengkap) 1,947,927 1,917,338
60 Total Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) 10,360,744 9,863,522
Rasio Kecukupan Pemenuhan Modal Minimum (KPMM) dan Tambahan Modal
(Capital Buffer )
61 Rasio CET 1 (persentase terhadap ATMR) 17.64% 18.28%
62 Rasio Modal Inti Tier 1 (persentase terhadap ATMR) 17.64% 18.28%
63 Rasio Total Modal (persentase terhadap ATMR) 18.80% 19.44%
64 Buffer ( persentase terhadap ATMR) N/A N/A
65 Capital Conservation Buffer N/A N/A
66 Countercyclical Buffer N/A N/A
67 higher loss absorbency requirement N/A N/A
68 Untuk bank umum konvensional: CET 1 yang tersedia untuk memenuhi Buffer (persentase - -
terhadap ATMR)
Untuk kantor cabang dari Bank yang berkedudukan di luar negeri: Bagian Dana Usaha yang
ditempatkan dalam CEMA (diungkapkan sebagai persentase dari ATMR) yang tersedia untuk
memenuhi Buffer .
90
Page 95
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
56. Komposisi Permodalan
National minima (jika berbeda dari Basel 3)
69 Rasio terendah CET 1 nasional (jika berbeda dengan Basel 3) N/A N/A
70 Rasio terendah Tier 1 nasional (jika berbeda dengan Basel 3) N/A N/A
71 Rasio terendah total modal nasional (jika berbeda dengan Basel 3) N/A N/A
Jumlah di bawah batasan pengurangan (sebelum pembobotan risiko)
72 Investasi non-signifikan pada modal atau kewajiban TLAC lainnya pada entitas keuangan lain N/A N/A
73 Investasi signifikan pada saham biasa entitas keuangan N/A N/A
74 Mortgage servicing rights (net dari kewajiban pajak) N/A N/A
75 Aset pajak tangguhan yang berasal dari perbedaan temporer (net dari kewajiban pajak) N/A N/A
Cap yang dikenakan untuk provisi pada Tier 2
76 Provisi yang dapat diakui sebagai Tier 2 sesuai dengan eksposur berdasarkan pendekatan N/A N/A
standar (sebelum dikenakan cap )
77 Cap atas provisi yang diakui sebagai Tier 2 berdasarkan pendekatan standar N/A N/A
78 Provisi yang dapat diakui sebagai Tier 2 sesuai dengan eksposur berdasarkan pendekatan IRB N/A N/A
(sebelum dikenakan cap )
79 Cap atas provisi yang diakui sebagai Tier 2 berdasarkan pendekatan IRB N/A N/A
Instrumen Modal yang termasuk phase out (hanya berlaku antara 1 Jan 2018 s.d. 1 Jan
2022)
80 Cap pada CET 1 yang temasuk phase out N/A N/A
81 Jumlah yang dikecualikan dari CET 1 karena adanya cap (kelebihan di atas cap setelah N/A N/A
redemptions dan maturities )
82 Cap pada AT 1 yang temasuk phase out N/A N/A
83 Jumlah yang dikecualikan dari AT 1 karena adanya cap (kelebihan di atas cap setelah N/A N/A
redemptions dan maturities )
84 Cap pada Tier 2 yang temasuk phase out N/A N/A
85 Jumlah yang dikecualikan dari Tier 2 karena adanya cap (kelebihan di atas cap setelah N/A N/A
redemptions dan maturities )
Analisis Kualitatif
91
Page 96
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
57. Rekonsiliasi Permodalan
30 Juni 2025 31 Desember 2024
(Unaudited) (Audited)
Neraca Konsolidasi dengan cakupan Neraca Konsolidasi dengan cakupan
konsolidasi berdasarkan ketentuan konsolidasi berdasarkan ketentuan
Neraca Publikasi kehati-hatian Neraca Publikasi kehati-hatian
Indonesia
Aset
Kas 157,673 157,673 282,627 282,627
Penempatan pada Bank Indonesia 1,381,663 1,381,663 1,400,555 1,400,555
Penempatan pada bank lain 614,167 614,167 158,925 158,925
Tagihan spot dan derivatif - - - -
Surat berharga yang dimiliki 2,383,663 2,383,663 1,853,277 1,853,277
Repo - - 292,963 292,963
Reverse repo 593,519 593,519 447,605 447,605
Tagihan akseptasi - - - -
Kredit yang diberikan 16,190,851 16,190,851 16,130,663 16,130,663
Pembiayaan syariah - - - -
Penyertaan modal 978 978 978 978
Aset keuangan lainnya - - - -
Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/- (210,263) (210,263) (208,880) (208,880)
a. Surat berharga - - - -
b. Kredit (210,244) (210,244) (208,860) (208,860)
c. Lainnya (18) (18) (20) (20)
Aset tidak berwujud 5,381 5,381 5,260 5,260
Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/- (3,679) (3,679) (3,137) (3,137)
Aset tetap dan inventaris 905,128 905,128 598,303 598,303
Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/- (255,180) (255,180) (246,937) (246,937)
Aset non produktif - - - -
a. Properti terbengkalai - - - -
b. Aset yang diambil alih - - - -
c. Rekening tunda - - - -
d. Aset antar kantor - - - -
Aset lainnya 320,060 320,060 406,942 406,942
Total aset 22,083,962 22,083,962 21,119,145 21,119,145
Kewajiban
Giro 2,358,206 2,358,206 1,122,173 1,122,173
Tabungan 2,627,612 2,627,612 2,732,066 2,732,066
Deposito 12,122,526 12,122,526 11,184,773 11,184,773
Uang elektronik - - - -
Liabilitas kepada Bank Indonesia - - - -
Liabilitas kepada Bank Lain 108,646 108,646 725,439 725,439
Liabilitas spot dan derivatif/forward - - - -
Liabilitas atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali
-
(repo) - 292,412 292,412
liabilitas akseptasi - - - -
Surat berharga yang diterbitkan 748,936 748,936 748,480 748,480
Pinjaman/pembiayaan yang diterima 1,500,000 1,500,000 1,850,000 1,850,000
Setoran jaminan 1 1 1 1
Liabilitas antar kantor - - - -
Liabilitas lainnya 514,039 514,039 423,237 423,237
Kepentingan minoritas (minority interest) - - - -
Total kewajiban 19,979,965 19,979,965 19,078,580 19,078,580
Ekuitas
Modal disetor 1,400,068 1,400,068 1,327,118 1,327,118
a. Modal dasar 5,000,000 5,000,000 5,000,000 5,000,000
b. Modal yang belum disetor -/- (3,599,932) (3,599,932) (3,672,882) (3,672,882)
c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/- - - - -
Tambahan modal disetor 60,241 60,241 26,917 26,917
a. Agio 11,966 11,966 11,966 11,966
b. Disagio -/- - - - -
c. Modal sumbangan - - - -
d. Dana setoran modal 48,275 48,275 14,951 14,951
e. Lainnya - - - -
Penghasilan komprehensif lainnya 77,933 77,933 77,933 77,933
a. Keuntungan 212,536 212,536 212,536 212,536
b. Kerugian -/- (134,603) (134,603) (134,603) (134,603)
Cadangan 386,357 386,357 384,477 384,477
a. Cadangan umum 386,357 386,357 384,477 384,477
b. Cadangan tujuan - - - -
Laba/rugi 179,398 179,398 224,120 224,120
a. Tahun-tahun lalu - - 224,120 224,120
b. Tahun berjalan 179,398 179,398 - -
c. Dividen yang dibayarkan -/- - - -
Total ekuitas 2,103,997 2,103,997 2,040,565 2,040,565
Total kewajiban dan ekuitas 22,083,962 22,083,962 21,119,145 21,119,145
Kewajiban komitmen dan kewajiban kontijensi
Kewajiban komitmen 83,792 83,792 51,745 51,745
Kewajiban kontijensi 11,987 11,987 16,015 16,015
Total kewajiban komitmen dna kontijensi 95,779 95,779 67,759 67,759
Analisis Kualitatif
92
Page 97
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Jutaan Rupiah)
58. Perbedaan Utama Antara Eksposur Sesuai Ketentuan Kehati-Hatian dengan carrying values sesuai standar akuntansi keuangan
30 Juni 2025
(Unaudited)
a b c d e
Item sesuai:
Kerangka
Total Kerangka
Kerangka risiko kredit Counterparty Kerangka risiko pasar
sekuritisasi
credit risk
Nilai tercatat aset sesuai dengan cakupan konsolidasi
ketentuan kehati-hatian
(sebagaimana 22,083,962 9,486,925 - 118,765 -
dilaporkan pada
template LI1)
Nilai tercatat liabilitas
sesuai lingkup
sesuai dengan cakupan konsolidasi ketentuan kehati-hatian 19,979,965 - - - -
(sebagaimana
dilaporkan pada
template LI1)
Total nilai bersih sesuai dengan cakupan konsolidasi
ketentuan kehati-hatian
Nilai rekening administratif 95,779 14,719 - - -
Perbedaan valuasi
Perbedaan antara
netting rules , selain
dari yang termasuk
pada baris 2.
Perbedaan provisi
Perbedaan
prudential filters
….
Nilai eksposur
yang dipertimbangkan, sesuai dengan cakupan
konsolidasi ketentuan kehati-hatian
Analisis Kualitatif
31 Desember 2024
(Audited)
a b c d e
Item sesuai:
Kerangka
Total Kerangka
Kerangka risiko kredit Counterparty Kerangka risiko pasar
sekuritisasi
credit risk
Nilai tercatat aset sesuai dengan cakupan konsolidasi
ketentuan kehati-hatian
(sebagaimana 21,119,145 9,024,318 - 89,532 -
dilaporkan pada
template LI1)
Nilai tercatat liabilitas
sesuai lingkup
sesuai dengan cakupan konsolidasi ketentuan kehati-hatian 19,078,580 - - - -
(sebagaimana
dilaporkan pada
template LI1)
Total nilai bersih sesuai dengan cakupan konsolidasi
ketentuan kehati-hatian
Nilai rekening administratif 67,759 18,753 - - -
Perbedaan valuasi
Perbedaan antara
netting rules , selain
dari yang termasuk
pada baris 2.
Perbedaan provisi
Perbedaan
prudential filters
….
Nilai eksposur
yang dipertimbangkan, sesuai dengan cakupan
konsolidasi ketentuan kehati-hatian
Analisis Kualitatif
93
Page 98
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO
Catatan Atas Laporan Keuangan
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan Dalam Rupiah)
59. IKATAN KELOMPOK USAHA BANK
Berdasarkan perjanjian kerjasama No. 059/PKS/REN/DIR/X/2024 dan 022/DIR-MC/X/2024 tanggal 14 Oktober 2024 antara PT. Bank SulutGo
dengan PT. Mega Corpora, para pihak sepakat dan mengikatkan diri untuk mengadakan perjanjian kerjasama tentang Kelompok Usaha Bank (KUB)
PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo bersama PT. Bank Mega, Tbk, dengan maksud dan tujuan sebagai berikut:
1 Maksud Perjanjian Kerja Sama ini adalah untuk penguatan struktur, ketahanan, daya saing perbankan di daerah.
2 Tujuan Perjanjian Kerja Sama adalah untuk mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi dengan melakukan penguatan permodalan bank dan
konsolidasi perbankan di daerah.
Objek Perjanjian Kerja Sama adalah pelaksanaan kerja sama Kelompok Usaha Bank (KUB) diantara Para Pihak untuk pemenuhan Modal Inti
Minimum (MIM) Bank SulutGo sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.
Ruang Lingkup Perjanjian Kerja Sama ini memuat:
1 Konsolidasi Bank Umum;
2 Pembentukan KUB;
3 Pemenuhan Modal Inti Minimum bagi bank dalam skema konsolidasi dan bank milik pemerintah daerah; dan
4 Pengaturan lainnya.
Permodalan
1 Besaran kepemilikan saham Mega Corpora setelah pembentukan KUB adalah 24,9% (dua puluh empat koma sembilan persen) dengan ketentuan
sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai KUB, Mega Corpora adalah pemegang saham pengendali bersama Pemprov Sulut.
2 Pemprov Sulut dan Mega Corpora tetap menjaga kecukupan modal sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku bagi KUB.
3 Jika terdapat kebutuhan Modal oleh Bank SulutGo maka seluruh Pemegang Saham akan melakukan penyetoran secara proporsional sesuai dengan
bagian saham yang dimiliki.
4 Jika Pemprov Sulut dan Pemegang Saham Pemerintah Daerah lainnya pada Bank SulutGo belum mampu memenuhi kebutuhan modal tersebut
sebagaimana Point 3 di atas maka kekurangan modal sebagaimana dimaksud akan dipenuhi oleh Pemprov Sulut dan Mega Corpora dengan tetap
berpedoman pada Point 2 di atas. Setoran modal yang dilakukan Mega Corpora dalam rangka memenuhi kebutuhan modal tersebut dapat melebihi
nilai kepemilikan saham Mega Corpora di Bak SulutGo sebagaimana disebutkan pada Point 1 di atas.
5 Pemprov Sulut dan Pemegang Saham Pemerintah Daerah lainnya bersedia untuk nilai kepemilikan saham di Bank SulutGo terdelusi sebagai
konsekuensi dari setoran modal yang dilakukan oleh Mega Corpora sebagaimana dimaksud pada Point 4 yang berlaku setelah adanya Keputusan
dari RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).
Jangka Waktu
1 Perjanjian Kerja Sama antara Bank SulutGo dan Mega Corpora tentang KUB berlaku setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK).
2 Apabila Modal Inti Bank SulutGo telah mencapai Rp. 3.000.000.000.000,- (tiga triliun rupiah) sesuai POJK Nomor 12/POJK.03/2020, maka
Mega Corpora berhak atas keputusannya sendiri mengakhiri KUB dengan Bank SulutGo.
94
Names mentioned 169 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT. Bank Sulutco
p.2
unresolved
org
Kantor Ahmtan HanmiaBudianto & Rekan
p.2
unresolved
org
PT. Bank Pembangunal Daerah Sulawesi Utara Gorontalo
p.2
unresolved
org
PT. BANKST
p.2
unresolved
org
PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO TJNTUKPERIODE
p.3
unresolved
—
AlamatRumah
p.3
unresolved
—
AIamat Kantor
p.3
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo
p.3 ×20
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Lltara Gorontalo
p.3
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Corontalo
p.3
unresolved
—
Iil
p.3
unresolved
org
PT. BANK SULUTGO
p.4 ×21
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5 ×40
unresolved
org
Bank Lain-Jangka Waktu Jatuh Tempo
p.8
unresolved
org
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA GORONTALO Catatan
p.10 ×64
unresolved
org
PT Bank Sulut
p.10 ×16
unresolved
org
Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Tengah
p.10
unresolved
person
Raden Hadiwido
· Notaris
p.10
unresolved
person
Raden Kadiman S.H.
· Notaris
p.10
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.10
unresolved
org
Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara
p.10 ×5
unresolved
org
Menteri Dalam Negeri
p.10
unresolved
person
Joanes Tommy Lasut
· Notaris
p.10
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C-
p.10
unresolved
person
M.S.E. Pangemanan
· Notaris
p.10 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.10 ×4
unresolved
person
Edmund Lodi Mangowal
p.10 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia
p.11
unresolved
org
Penyehatan Perbankan Nasional
p.11
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.11
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.11
unresolved
org
Bank Pembangunan Daerah Peserta Program Rekapitalisasi.
p.11
unresolved
org
PT. Bank Sulawesi Utara Gorontalo
p.11 ×2
unresolved
person
Hesky Nofri Sompie
p.11 ×3
unresolved
—
Berty Wilhelmus Tog
· Anggota
p.12
unresolved
org
PT. Bohusami Sukses Global
p.13
unresolved
org
Bank Sulut I
p.13 ×2
unresolved
org
Bank Sulut II
p.13
unresolved
org
Bank Sulut III
p.13
unresolved
org
Bank Sulut IV
p.13
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.13
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.13 ×2
unresolved
org
BAPEPAM
p.13 ×9
unresolved
org
Bank Lain Giro
p.19
unresolved
org
Bank Yang Memberikan Penyediaan Dana Untuk Kegiatan Ekonomi
p.19 ×2
unresolved
org
Bank Lain Penempatan
p.19
unresolved
org
PT BPR Prisma Dana
p.20 ×15
unresolved
org
PT BPR Prisma Dana. Penyertaan
p.20
unresolved
org
KJPP Toto Suharto & Rekan
p.21
unresolved
org
KJPP Toto Suharto
p.21
unresolved
org
KJPP Teguh Hermawan Yusuf & Rekan
p.21 ×2
unresolved
org
KJPP Teguh Hermawan Yusuf
p.21 ×2
unresolved
person
Teguh Hermawan SE
p.21 ×2
unresolved
org
Bank Lain Simpanan
p.23
unresolved
org
Bank Indonesia Intervensi
p.28
unresolved
org
PT. BPR Kartika Matuari Tomohon
p.28
unresolved
org
PT. Bank Jawa Timur
p.28 ×2
unresolved
org
PT. Bank Sulawesi Selatan
p.28
unresolved
org
Bank Swasta Devisa
p.28
unresolved
org
PT. Bank Mayapada
p.28
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa Askrida
p.32
unresolved
person
Kristianto Naftali Poae
p.48
unresolved
person
Jopie Henrikus Lumintang
p.48 ×2
unresolved
person
Astrid Marcella Lumintang
p.48 ×2
unresolved
person
Gerald Fredrik Maynard Lumintang
p.48 ×2
unresolved
person
Dorothea Samola
p.48
unresolved
org
PT. BPD Sulawesi Utara Gorontalo
p.48
unresolved
org
Koperasi Serba Usaha Prisma
p.48
unresolved
org
Koperasi Unit Daerah Ayamen
p.48
unresolved
org
Koperasi Unit Daerah Kami Uman
p.48
unresolved
person
Johanis Untu
p.48
unresolved
person
H. Hanafi Sako
p.48
unresolved
org
PT. Prisma Dana
p.48
unresolved
org
KJPP Dasa'at
p.50 ×2
unresolved
org
Yudistira & Rekan
p.50 ×2
unresolved
person
Dev.
p.50 ×2
unresolved
person
Suhada ST
p.50
unresolved
org
PT. Bank Kalimantan Tengah
p.52
unresolved
org
PT. Bank Sulawesi Tenggara
p.52
unresolved
org
PT. Bank Kalimantan Timur
p.52
unresolved
org
PT. Bank Jawa Barat Banten
p.52
unresolved
org
PT. Bank Papua
p.52
unresolved
org
PT. Bank Jawa Tengah
p.52
unresolved
org
PT. Bank Sulawesi Tengah
p.52
unresolved
org
PT. Fitch Ratings Indonesia
p.53 ×3
unresolved
org
Bank SulutGo Tahap I Tahun
p.53
unresolved
org
Departemen Keuangan
p.54
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Hananta Budianto dan Rekan
p.56
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Boalemo
p.57 ×3
unresolved
org
Koperasi Karyawan Bank Sulut
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kota Gorontalo
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Minahasa
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Gorontalo
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kota Manado
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kota Bitung
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Pohuwato
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Bone Bolango
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Sangihe
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kota Tomohon
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kota Kotamobagu
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Talaud
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Siau Tagulandang Biaro
p.57 ×3
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
p.57 ×3
unresolved
person
Edwin Harminto Silangen
· Komisaris Utama
p.60
unresolved
person
Marhany Victor Poly Pua
· Komisaris Independen
p.60
unresolved
person
Haji Buhari Mokoagow
· Komisaris Independen
p.60
unresolved
person
Fedriyanto Koniyo
· Komisaris Independen
p.60
unresolved
person
Doktorandus Ramoy Markus Thimotius Luntungan
· Komisaris Utama
p.60
unresolved
person
Sam Sachrul Mamonto
· Komisaris Independen
p.60
unresolved
person
Djafar Alkatiri
· Komisaris Independen
p.60
unresolved
person
Jaclyn Ivana Koloay
· Komisaris Independen
p.60
unresolved
org
PT. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo. Putusan
p.61
unresolved
—
(Unaudited)
· Nama Pemegang Saham
p.63
unresolved
org
DSM - Provinsi Sulawesi Utara
p.63
unresolved
org
DSM - Kabupaten Minahasa
p.63
unresolved
org
DSM - Kabupaten Bolaang Mongondow
p.63
unresolved
org
DSM - Kabupaten Gorontalo
p.63
unresolved
org
DSM - Kota Manado
p.63
unresolved
org
DSM - Kota Gorontalo
p.63
unresolved
org
DSM - Kabupaten Sangihe
p.63
unresolved
org
DSM - Kota Bitung
p.63
unresolved
org
DSM - Kabupaten Boalemo
p.63
unresolved
org
DSM - Kota Tomohon
p.63
unresolved
org
DSM - Kabupaten Minahasa Selatan
p.63
unresolved
org
DSM - Kabupaten Pohuwato
p.63
unresolved
org
DSM - Kabupaten Minahasa Utara
p.63
unresolved
org
DSM - Kabupaten Bone Bolango
p.63
unresolved
org
DSM - Kabupaten Gorontalo Utara
p.63
unresolved
org
DSM - Koperasi Karyawan Bank Sulut
p.63
unresolved
org
DSM - Kabupaten Talaud
p.63
unresolved
org
DSM - Kabupaten Siau Tagulandang Biaro
p.63
unresolved
—
DSM - PT. Mega Corpora
p.63
unresolved
org
DSM - Provinsi Gorontalo
p.63
unresolved
org
DSM - Kota Kotamobagu
p.63
unresolved
org
DSM - Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
p.63
unresolved
org
DSM - Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
p.63
unresolved
org
DSM -Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
p.63
unresolved
org
DSM - Kabupaten Minahasa Tenggara
p.63
unresolved
—
Saldo Agio Saham Lama
p.63
unresolved
—
Kapitalisasi Agio Saham Ke
p.63
unresolved
—
Sisa Agio
p.63
unresolved
—
Tambahan Agio Dari Deviden Saham dan DSM
p.63
unresolved
—
Tug
· Direktur
p.66
unresolved
org
Bank Sistemik
p.69
unresolved
org
Bank Umum Rasio Pengungkit
p.69
unresolved
person
Ambat Stientje
p.70
unresolved
org
Bank Pembangunan Multilateral
p.72 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.