Skip to content
Back to announcement

PGJO - LK 30 JUNI 2025.pdf

Financial statement Text extracted PGJO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 39

Page 1
PT Tourindo Guide Indonesia Tbk
dan Entitas Anak



Laporan Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
Page 2
PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk
DAFTAR ISI


                                                                                                  Halaman/
                                                                                                    Page

Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan
Konsolidasian PT Tourindo Guide Indonesia Tbk dan Entitas Anak pada Tanggal 30 Juni 2025
(Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) serta untuk Periode 6 (Enam) bulan yang berakhir
pada Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN - Pada Tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
   31 Desember 2024 (Diaudit) serta Untuk Periode 6 (Enam) bulan yang berakhir pada Tanggal
   30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)

    Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian                                                            1

    Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian                                3

    Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian                                                          4

    Laporan Arus Kas Konsolidasian                                                                   5

    Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian                                                      6
Page 3

          
Page 4

          
Page 5
PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)



                                                                       30 Juni             31 Desember
                                                   Catatan               2025                 2024
ASET

ASET LANCAR

Kas dan bank                                           4                  771.156.961         187.503.944
Piutang usaha pihak ketiga
   setelah dikurangi cadangan kerugian
   kredit ekspektasian sebesar
   Rp 201.462.145 pada 30 juni 2025 dan
   31 Desember 2024                                    5                3.367.590.542        3.411.445.474
Pajak dibayar dimuka                                   6                    4.730.797           6.970.089
Biaya dibayar dimuka dan uang muka                                          6.594.571           8.081.868
Jaminan operasional                                                        52.562.354          40.409.479

Jumlah Aset Lancar                                                      4.202.635.225        3.654.410.854


ASET TIDAK LANCAR

Aset tetap - setelah dikurangi
 akumulasi penyusutan sebesar
 Rp 797.859.410 dan Rp 714.508.590
 pada tanggal 30 Juni 2025 dan
 31 Desember 2024                                      7                  171.501.542         165.442.315
Aset takberwujud - setelah dikurangi
 akumulasi amortisasi sebesar
 Rp 15.781.513.169 dan Rp 15.041.106.920
 pada tanggal 30 Juni 2025 dan
 31 Desember 2024                                      8                  473.317.709        1.213.723.958
Jaminan gedung                                                             13.828.500                 -


Jumlah Aset Tidak Lancar                                                  658.647.751        1.379.166.273


JUMLAH ASET                                                             4.861.282.976        5.033.577.127




                       Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
                       Bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian




                                                      1
Page 6
PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                              30 Juni            31 Desember
                                                                Catatan        2025                 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK

Utang usaha pihak ketiga                                                                   -            640.000
Utang lain-lain pihak ketiga                                      9           1.369.181.197        1.680.650.000
Utang pajak                                                       10             13.189.476            2.866.928
Beban akrual                                                                               -         79.150.000
Uang muka penjualan                                                              29.625.000                   -
Bagian liabilitas sewa jangka panjang
 yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun                                    29.419.962                   -

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                               1.441.415.635        1.763.306.928

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa jangka panjang - setelah dikurangi
 yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun                                    20.468.836                   -
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                           17            531.366.943         531.366.943

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                551.835.779         531.366.943


Jumlah Liabilitas                                                             1.993.251.414        2.294.673.871

EKUITAS

Modal saham
 Modal dasar - 776.250.000 saham Seri A
   dengan nilai nominal Rp 80 per saham dan 1.000.000.000
   saham Seri B dengan nilai nominal Rp 50
 Modal ditempatkan dan disetor - 306.250.000 saham Seri A dan
   489.609.095 saham Seri B pada tanggal 30 Juni 2025
 Modal ditempatkan dan disetor - 306.250.000 saham Seri A dan
   466.209.095 saham Seri B pada tanggal 31 Desember 2024         11         48.980.454.750       47.810.454.750
Tambahan modal disetor                                            12          1.821.600.000         932.400.000
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan nonpengendali                         (12.690.806)        (12.690.806)
Defisit                                                                      (47.921.405.398)    (45.991.344.020)

Jumlah Ekuitas yang dapat Diatribusikan
  kepada pemilik entitas induk                                                2.867.958.546        2.738.819.924

Kepentingan Nonpengendali                                         13                    73.016             83.332

Jumlah Ekuitas                                                                2.868.031.562        2.738.903.256

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                 4.861.282.976        5.033.577.127



                          Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
                          bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian



                                                            2
Page 7
PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                             30 Juni                       31 Desember
                                                                2025                        2024               2024
                                                           (Tidak Diaudit)             (Tidak Diaudit)       (Diaudit)
                                               Catatan        (6 bulan)                   (6 bulan)         (12 bulan)

PENDAPATAN BERSIH                               14,20           314.738.628               1.536.656.381      1.935.948.217

BEBAN POKOK PENDAPATAN                           15            (289.362.445)             (1.392.955.125)    (1.760.936.234)

LABA KOTOR                                                       25.376.183                 143.701.256       175.011.983

BEBAN USAHA

Umum dan administrasi                            16           (1.957.456.456)            (2.910.414.693)    (5.283.393.817)

RUGI USAHA                                                    (1.932.080.273)            (2.766.713.437)    (5.108.381.834)

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Penghasilan bunga                                                14.472.559                   1.471.925          1.852.224
Beban keuangan lainnya                                          (12.449.311)                 (4.230.156)       (16.391.261)
Penyisihan kerugian penurunan nilai
  piutang usaha                                   5                      -                          -         (201.462.145)
Lain-lain - bersih                                                   (14.669)               218.181.332        275.265.429

Penghasilan lain-lain - Bersih                                    2.008.579                 215.423.100        59.264.247

RUGI SEBELUM PAJAK                                            (1.930.071.694)            (2.551.290.336)    (5.049.117.587)

BEBAN PAJAK                                      18                      -                          -          (11.176.527)

RUGI TAHUN BERJALAN                                           (1.930.071.694)            (2.551.290.336)    (5.060.294.114)

RUGI KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan
 direklasifikasikan ke laba rugi
 Pengukuran kembali liabilitas
  imbalan kerja jangka panjang                   17                      -                          -          70.944.895
 Pajak penghasilan terkait                       18                      -                          -            (950.929)

PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF
 LAIN SETELAH PAJAK                                                      -                          -          69.993.966

JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF                                      (1.930.071.694)            (2.551.290.336)    (4.990.300.148)




                           Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
                           bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian

                                                          3
Page 8
PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                         30 Juni                           31 Desember
                                                            2025                        2024                   2024
                                                       (Tidak Diaudit)             (Tidak Diaudit)           (Diaudit)
                                           Catatan        (6 bulan)                   (6 bulan)             (12 bulan)

  JUMLAH RUGI TAHUN BERJALAN
   YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:

   Pemilik entitas induk                                  (1.930.061.378)            (2.551.294.574)        (5.060.276.177)
   Kepentingan nonpengendali                                     (10.316)                     4.238                (17.937)

                                                          (1.930.071.694)            (2.551.290.336)        (5.060.294.114)

  JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF
   YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:

   Pemilik entitas induk                                  (1.930.061.378)            (2.551.294.574)        (4.990.282.380)
   Kepentingan nonpengendali                                     (10.316)                     4.238                (17.768)

                                                          (1.930.071.694)            (2.551.290.336)        (4.990.300.148)

  RUGI TAHUN/PERIODE BERJALAN
   PER SAHAM DASAR                            19                      (2)                            (3)                 (7)




                       Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
                       bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian

                                                      3
Page 9
PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
dan untuk Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)



                                                                                                Selisih Nilai
                                                                          Tambahan Modal     Transaksi dengan                                              Kepentingan
                                              Catatan   Modal Saham                                                 Defisit              Jumlah                              Total Ekuitas
                                                                              Disetor          Kepentingan                                                Nonpengendali
                                                                                              Nonpengendali


Saldo Pada tanggal 1 Desember 2024                       47.450.454.750        745.200.000         (12.617.359)   (41.001.060.087)      7.181.977.304             26.100       7.182.003.404

Rugi komprehensif
Rugi tahun berjalan                                                 -                  -                   -       (5.060.276.177)      (5.060.276.177)           (17.937)    (5.060.294.114)

Penghasilan komprehensif lain
 Pengukuran kembali liabilitas
   imbalan kerja jangka panjang - bersih                            -                  -                   -          69.993.797           69.993.797                169          69.993.966

Jumlah rugi komprehensif                                            -                  -                   -       (4.990.282.380)      (4.990.282.380)           (17.768)    (4.990.300.148)

Transaksi dengan pemilik
 Penerbitan modal saham berasal dari
  Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan
   Efek terlebih dahulu                                    360.000.000         187.200.000                 -                     -        547.200.000                 -          547.200.000
 Selisih nilai transaksi dengan kepentingan
   kepentingan non-pengendali                                       -                  -               (73.447)               (1.553)          (75.000)           75.000                 -

 Jumlah transaksi dengan pemilik                           360.000.000         187.200.000             (73.447)               (1.553)     547.125.000             75.000         547.200.000

Saldo Pada tanggal 31 Desember 2024                      47.810.454.750        932.400.000         (12.690.806)   (45.991.344.020)      2.738.819.924             83.332       2.738.903.256

Rugi komprehensif
Rugi tahun berjalan                                                 -                  -                   -       (1.930.061.378)      (1.930.061.378)           (10.316)    (1.930.071.694)

Transaksi dengan pemilik
 Penerbitan modal saham berasal dari
  Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan
   Efek terlebih dahulu                                   1.170.000.000        889.200.000                 -                     -      2.059.200.000                 -        2.059.200.000
 Selisih nilai transaksi dengan kepentingan
   kepentingan non-pengendali                                       -                  -                                                           -                                     -

 Jumlah transaksi dengan pemilik                          1.170.000.000        889.200.000                 -                     -      2.059.200.000                 -        2.059.200.000

Saldo Pada tanggal 30 Juni 2025                          48.980.454.750      1.821.600.000         (12.690.806)   (47.921.405.398)      2.867.958.546             73.016       2.868.031.562

                                                         Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
                                                         bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian


                                                                                             5
Page 10
PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir
Pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit), 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
Dan untuk Tahun yang berakhir 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka-angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                30 Juni                     31 Desember
                                                      2025                   2024                2024
                                                    (6 bulan)              (6 bulan)          (12 bulan)
ARUS KAS DARI
 AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan dari pelanggan                            388.218.560           1.458.051.800      1.991.602.652
Pembayaran kepada pemasok dan lainnya               (518.591.417)         (1.606.897.661)    (2.194.209.793)
Pembayaran kepada karyawan                          (920.935.579)         (1.135.088.908)    (1.961.887.209)

Kas Bersih Digunakan
 untuk Aktivitas Operasi                           (1.051.308.436)        (1.283.934.769)    (2.164.494.350)

ARUS KAS DARI
 AKTIVITAS INVESTASI

Perolehan aset tetap                                 (89.410.047)           (16.305.900)        (16.305.900)
perolehan aset takberwujud                                   -                      -           (25.625.000)
Penerimaan dari (pembayaran untuk)
  jaminan gedung                                     (13.828.500)                      -         53.795.000

Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan
 untuk) Aktivitas Investasi                         (103.238.547)           (16.305.900)         11.864.100

ARUS KAS DARI
 AKTIVITAS PENDANAAN

Penerimaan (pembayaran) utang lain-lain
 pihak ketiga                                       (300.000.000)           600.000.000       1.250.000.000
Pembayaran atas liabilitas sewa                      (21.000.000)           (42.255.000)        (55.012.000)
Penambahan Modal Tanpa
 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu                  2.059.200.000            547.200.000         547.200.000

Kas Bersih Diperoleh dari
 Aktivitas Pendanaan                               1.738.200.000          1.104.945.000       1.742.188.000

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH
 KAS DAN BANK                                        583.653.017           (195.295.669)       (410.442.250)

KAS DAN BANK
 AWAL TAHUN                                          187.503.944            597.946.194         597.946.194

KAS DAN BANK
 AKHIR TAHUN                                         771.156.961            402.650.525         187.503.944




                      Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
                      bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian

                                                      5
Page 11
 PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
 (Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)


1.   Umum

      a. Pendirian dan Informasi Umum

          PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (Grup) didirikan berdasarkan Akta No. 22 tanggal 20 Februari 2017
          yang dibuat di hadapan Argo Wahyu Jati Kusumo, S.H., M.Kn., notaris di Tangerang Selatan. Akta
          Pendirian tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0008712.AH.01.01 Tahun 2017 tanggal 23
          Februari 2017.

          Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 38
          tanggal 13 Februari 2024 dari Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., notaris di Jakarta, mengenai
          peningkatan modal ditempatkan dan disetor. Penyesuaian Anggaran Dasar ini telah diterima dan
          dicatat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
          Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0038602 tanggal 15 Februari 2024 dan telah diumumkan dalam
          Berita Negara Republik Indonesia No. 40 tanggal 17 Mei 2024, Tambahan No. 14653.

          Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Grup, ruang lingkup kegiatan Grup adalah di bidang aktivitas
          professional, ilmiah dan teknis serta informasi dan komunikasi.

          Perusahaan dan Entitas Anak selanjutnya disebut sebagai Grup. Perusahaan mulai beroperasi
          secara komersial pada tahun 2018. Perusahaan berdomisili di Jakarta Selatan. Kantor pusat
          Perusahaan beralamat di Satrio Tower Lt. 9 Unit B2, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav C4, Karet Kuningan,
          Setiabudi, Jakarta Selatan 12950.


     b.   Penawaran Umum Saham

          Pada tanggal 27 Desember 2019, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Otoritas
          Jasa Keuangan (OJK) dengan surat No. S-204/D.04/2019 untuk melakukan penawaran umum
          perdana 150.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 80 per saham
          dan harga penawaran sebesar Rp 80 per saham. Pada tanggal 8 Januari 2020, seluruh saham telah
          tercatat di Bursa Efek Indonesia.

          Pada tanggal 17 Januari 2023, Perusahaan memperoleh surat persetujuan pencatatan saham dari
          Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Keputusannya No. S-00644/BEI.PP2/01-2023 untuk
          melakukan Penambahan Modal dengan menerbitkan saham melalui Penambahan Modal Tanpa Hak
          Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Perusahaan telah melaksanakan Penambahan Modal
          Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan mengeluarkan saham baru
          sebanyak 3.600.000 saham Seri B dengan nilai nominal sebesar Rp 50 per saham dan harga
          pelaksanaan Rp 70 per saham. Saham-saham tersebut dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada
          tanggal 2 Februari 2023.

          Pada tanggal 22 Januari 2024, Perusahaan memperoleh surat persetujuan pencatatan saham dari
          Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Keputusannya No. S-00631/BEI.PP2/01-2024 untuk
          melakukan Penambahan Modal dengan menerbitkan saham melalui Penambahan Modal Tanpa Hak
          Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Perusahaan telah melaksanakan Penambahan Modal
          Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan mengeluarkan saham baru
          sebanyak 7.200.000 saham Seri B dengan nilai nominal sebesar Rp 50 per saham dan harga
          pelaksanaan Rp 76 per saham. Saham-saham tersebut dicatat pada Bursa Efek Indonesia pada
          tanggal 15 Februari 2024.

          Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh saham Perusahaan masing- masing
          sejumlah 795.859.095 dan 772.459.095 saham telah tercatat di Bursa Efek Indonesia

     c.   Entitas Anak yang Dikonsolidasikan

          Perusahaan mempunyai kepemilikan sebesar 99,995% di PT Pigijo Travelindo Sakti (PTS) pada
          tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024. Entitas Anak berdomisili di Jakarta dan bergerak di
          bidang aktivitas agen perjalanan dan penyelenggara tur dan jasa. Jumlah aset (sebelum eliminasi)
          Entitas Anak sebesar Rp 3.493.784.172 dan Rp 3.494.906.040 masing-masing pada tanggal
          30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024.

          Berdasarkan Akta No. 5 tanggal 9 Oktober 2023 dari Rini Yulianti, S.H., notaris di Jakarta, para

                                                      7
Page 12
 PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
 (Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)

          pemegang saham PTS menyetujui penjualan saham Adi Putera Widjaja kepada Perusahaan
          sebanyak 249 saham atau sebesar Rp 24.900.000 sehingga untuk kepemilikan Perusahaan menjadi
          4.999 saham atau Rp 499.900.000 dengan persentase kepemilikan sebesar 99,980%. Perubahan ini
          telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
          Surat Pemberitahuan No. AHU-AH.01.09-0171336 tanggal 9 Oktober 2023.

          Berdasarkan Akta No. 19 tanggal 24 November 2023 dari Rini Yulianti, S.H., notaris di Jakarta, para
          pemegang saham PTS menyetujui peningkatan modal dasar dari sebesar Rp 1.000.000.000 menjadi
          sebesar Rp 8.000.000.000 serta modal ditempatkan dan disetor dari sebesar Rp 500.000.000 menjadi
          sebesar Rp 2.000.000.000. Penambahan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 1.500.000.000
          tersebut diambil seluruhnya oleh Perusahaan sehingga jumlah investasi saham Perusahaan di PTS
          menjadi sebesar Rp 1.999.900.000 dengan persentase kepemilikan sebesar 99,995%. Perubahan ini
          telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-
          0073006.AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 24 November 2023.

     d.   Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

          Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, susunan pengurus Perusahaan berdasarkan Akta
          No. 69, tanggal 30 April 2024 dari Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., notaris di Jakarta, adalah sebagai
          berikut:

          Dewan Komisaris
          Komisaris Utama              :    Claudia Ingkiriwang
          Komisaris Independen         :    Supandi Widi Siswanto

          Direksi
          Direktur Utama               :    Adi Putera Widjaja
          Direktur Keuangan            :    Benny

          Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, susunan Komite Audit Perusahaan berdasarkan
          Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 002/TGI-GCG/I/2024 tanggal 9 Januari 2024, adalah sebagai
          berikut:

          Ketua                    :       Supandi Widi Siswanto
          Anggota                  :       Sary
                                           Hengki Darmawan

          Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Mega Nurfitria adalah Internal Audit Perusahaan
          sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perusahaan No. 002/TGI-GCG/VI/2021 tertanggal 7
          Juni 2021.

          Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Benny adalah Sekretaris Perusahaan sesuai
          dengan Surat Penunjukan No. 030/TGI-GCG/V/2024 tertanggal 6 Mei 2024.

          Jumlah rata-rata karyawan Perusahaan (tidak diaudit) masing-masing adalah 7 karyawan pada 30 Juni
          2025 dan 31 Desember 2024. Jumlah rata-rata karyawan Grup (tidak diaudit) masing-masing adalah
          8 karyawan pada 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024.

     e.   Penyelesaian Laporan Keuangan

          Laporan keuangan PT Tourindo Guide Indonesia Tbk untuk tahun yang berakhir 30 Juni 2025 telah
          diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada tanggal 28 Juli 2025. Direksi
          Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian
          tersebut.


2.   Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Material

     a.   Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan

          Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar Akuntansi
          Keuangan di Indonesia, meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar
          Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Peraturan OJK No. VIII.G.7 tentang
          “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.


                                                         8
Page 13
PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)


        Dasar pengukuran laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun
        tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi
        masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan ini disusun dengan metode akrual, kecuali laporan
        arus kas.

        Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus
        kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

        Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir
        30 Juni 2025 adalah konsisten dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan
        laporan keuangan pada 31 Desember 2024.

        Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian adalah
        mata uang Rupiah (Rupiah) yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

   b.   Prinsip Konsolidasi

        Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas
        (termasuk entitas terstruktur) yang dikendalikan oleh Perusahaan dan Entitas Anak (Grup).
        Pengendalian diperoleh apabila Perusahaan memiliki seluruh hal berikut ini:

                kekuasaan atas investee;
                eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
                kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah
                 imbal hasil Grup

        Pengkonsolidasian entitas anak dimulai pada saat Perusahaan memperoleh pengendalian atas entitas
        anak dan berakhir pada saat Perusahaan kehilangan pengendalian atas entitas anak. Secara khusus,
        penghasilan dan beban entitas anak yang diakuisisi atau dilepaskan selama tahun berjalan termasuk
        dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak tanggal Perusahaan
        memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Perusahaan kehilangan pengendalian atas entitas
        anak.

        Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra kelompok usaha
        terkait dengan transaksi antar entitas dalam Perusahaan dieliminasi secara penuh dalam laporan
        keuangan konsolidasian.

        Laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik
        Perusahaan dan kepentingan nonpengendali (KNP) meskipun hal tersebut mengakibatkan KNP
        memiliki saldo defisit.

        KNP disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam
        ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan
        kepada pemilik Perusahaan.

        Transaksi dengan KNP yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi
        ekuitas. Selisih antara nilai wajar imbalan yang dialihkan dengan bagian relatif atas nilai tercatat aset
        bersih entitas anak yang diakuisisi dicatat di ekuitas. Keuntungan atau kerugian dari pelepasan
        kepada KNP juga dicatat di ekuitas

   c.   Transaksi Pihak Berelasi

        Orang atau entitas dikategorikan sebagai pihak berelasi Perusahaan apabila memenuhi definisi pihak
        berelasi berdasarkan PSAK No. 224, Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi.

        Semua transaksi signifikan dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam laporan keuangan
        konsolidasian.


   d.   Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar

        Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi


                                                       9
Page 14
PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)

        lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:

             i.       akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal,

             ii.      untuk diperdagangkan, atau

          iii.        akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas, kecuali
                      yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam
                      paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

        Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

        Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:

             i.       akan dilunasi dalam siklus operasi normal,

             ii.      untuk diperdagangkan,

          iii.        akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau

          iv.         tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan
                      setelah tanggal pelaporan.

        Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.

   e.   Kas dan Bank

        Kas terdiri dari kas dan bank yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi pencairannya.

   f.   Instrumen Keuangan

        Grup menerapkan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, mengenai pengaturan instrumen keuangan
        terkait klasifikasi dan pengukuran dan penurunan nilai atas instrumen keuangan.

        Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Grup memiliki instrumen keuangan dalam
        kategori aset dan liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Oleh karena itu, kebijakan
        akuntansi terkait dengan instrumen keuangan dalam kategori aset keuangan yang diukur pada nilai
        wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
        rugi dan liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi tidak diungkapkan.

        Aset Keuangan

        Grup mengklasifikasikan aset keuangan sesuai dengan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan,
        sehingga setelah pengakuan awal aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, nilai
        wajar melalui penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi, dengan menggunakan
        dua dasar, yaitu:

        a)         Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan; dan

        b)         Karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan.

        Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi.

        Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:

        a)         Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam
                   rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan

        b)         Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang
                   semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

        Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat pengakuan
        awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif
        menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh

                                                           10
Page 15
PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)

        temponya, dan dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.

        Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, kategori ini meliputi kas dan bank, piutang usaha,
        piutang lain-lain, jaminan operasional dan jaminan gedung yang dimiliki oleh Grup.

       Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas

        Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Grup diklasifikasikan berdasarkan substansi perjanjian
        kontraktual serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas. Kebijakan akuntansi yang
        diterapkan atas instrumen keuangan tersebut diungkapkan berikut ini.

       Instrumen Ekuitas

        Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas
        setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah hasil yang diterima,
        setelah dikurangkan dengan biaya penerbitan langsung.

       Liabilitas Keuangan

        Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 109 diklasifikasikan sebagai berikut: (i) liabilitas
        keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi, (ii) liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai
        wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif lain. Perusahaan menentukan
        klasifikasi liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.

        Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan
        utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan selanjutnya diukur
        pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku
        bunga efektif disajikan sebagai bagian dari beban keuangan dalam laba rugi.

        Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi

        Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat
        pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi kumulatif
        menggunakan métode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal dan nilai jatuh
        temponya.

        Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, kategori ini meliputi utang usaha, utang lain-lain
        dan beban akrual dan liabilitas sewa yang dimiliki oleh Grup.

       Saling Hapus Instrumen Keuangan

       Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
       keuangan jika dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan
       saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan berniat untuk menyelesaikan secara neto
       atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

       Reklasifikasi Instrumen Keuangan

       Sesuai dengan ketentuan PSAK No. 109, Instrumen Keuangan, Grup mereklasifikasi seluruh aset
       keuangan dalam kategori yang terpengaruh, jika dan hanya jika, Grup mengubah model bisnis untuk
       pengelolaan aset keuangan tersebut. Sedangkan, liabilitas keuangan tidak direklasifikasi.

       Penurunan Nilai Aset Keuangan

       Grup selalu mengakui kerugian kredit ekspektasian (KKE) sepanjang umur untuk piutang usaha.
       Kerugian kredit ekspektasian atas aset keuangan diestimasi menggunakan pendekatan tingkat
       kerugian berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis Grup, disesuaikan dengan kondisi ekonomi
       umum dan penilaian baik atas kondisi kini maupun perkiraan masa depan pada tanggal pelaporan,
       termasuk nilai waktu atas uang jika tepat.

       Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Grup mengakui ECL sepanjang umur ketika telah ada
       peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal. Jika sebaliknya, risiko kredit pada
       instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, Grup mengukur
       penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah ECL 12 bulan. Penilaian apakah
       ECL sepanjang umur harus diakui didasarkan pada peningkatan signifikan dalam kemungkinan
       terjadinya atau pada risiko gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan bukti aset

                                                     11
Page 16
PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)

         keuangan yang mengalami kerugian kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian gagal bayar
         sebenarnya. KKE sepanjang umur merupakan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari seluruh
         kemungkinan peristiwa gagal bayar selama perkiraan umur instrumen keuangan. Sebaliknya, KKE 12
         bulan mewakili porsi KKE sepanjang umur yang timbul dari peristiwa gagal bayar pada instrumen
         keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

        Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan

        1.     Aset Keuangan

               Aset keuangan (atau bagian dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa) dihentikan
               pengakuannya jika:

                a.   Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir;

                b.   Grup tetap mempertahankan hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut,
                     namun juga menanggung liabilitas kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima
                     tersebut kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan; atau

                c.   Grup telah mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas dari aset keuangan dan (i)
                     telah secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, atau (ii)
                     secara substansial tidak mengalihkan atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset
                     keuangan, namun telah mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.

        2.     Liabilitas Keuangan

               Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, dibatalkan,
               atau telah kadaluarsa.


   g.    Aset Tetap

         Kepemilikan Langsung

         Aset tetap dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk biaya perawatan sehari-
         hari, dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada.

         Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian
         yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk
         membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang
         ditetapkan.

         Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan,
         dibebankan ke laba rugi pada saat terjadinya. Apabila beban-beban tersebut menimbulkan
         peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat
         melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya
         perolehan aset tetap.

         Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat
         aset tetap sebagai berikut:
                                                                                          Tahun

             Peralatan Kantor                                                                           4
             Furniture dan perlengkapan                                                                 4
             Komputer                                                                                   4

             Nilai tercatat aset tetap ditelaah kembali dan dilakukan penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau
             perubahan kondisi tertentu yang mengindikasikan nilai tercatat tersebut tidak dapat dipulihkan
             sepenuhnya.

             Dalam setiap inspeksi yang signifikan, biaya inspeksi diakui dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai
             suatu penggantian apabila memenuhi kriteria pengakuan. Biaya inspeksi signifikan yang dikapitalisasi
             tersebut diamortisasi selama periode sampai dengan saat inspeksi signifikan berikutnya.



                                                          12
Page 17
PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)

        Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat
        ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau
        kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap diakui dalam laba rugi pada tahun
        terjadinya penghentian pengakuan.

        Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan
        penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.

   h.   Aset Takberwujud

        Biaya yang dibayarkan atas biaya perolehan piranti lunak komputer, ditangguhkan dan diamortisasi
        menggunakan garis lurus

        Amortisasi dihitung berdasarkan metode garis lurus (straight-line method) selama masa manfaat aset
        takberwujud selama 4 tahun.


   i.   Transaksi Sewa

        Perusahaan menerapkan PSAK No. 116 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan
        dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai ‘sewa operasi’.

        Sebagai Penyewa

        Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung,
        sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk
        mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan
        dengan imbalan.

        Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian,
        Grup harus menilai apakah:

            Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari
             penggunaan aset identifikasian; dan

            Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini
             ketika Grup memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan
             untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:

                  1.   Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;

                  2.   Grup telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan
                       untuk tujuan apa aset akan digunakan selama periode penggunaan

        Pada tanggal awal dimulainya kontrak atau pada tanggal penilaian kembali atas kontrak yang
        mengandung sebuah komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-
        masing komponen sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri
        agregat dari komponen nonsewa.

        Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna diukur pada biaya perolehan,
        dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa
        yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan.

        Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga
        tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

        Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
        didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut
        tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup
        menggunakan suk bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.

        Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:

            pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi;


                                                   13
Page 18
PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)

              jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
              penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Perusahaan cukup pasti untuk tidak
               menghentikan lebih awal.

        Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan
        dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik
        yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.

        Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika
        biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan Perusahaan akan mengeksekusi opsi beli, maka Grup
        menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika
        tidak, maka Grup menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal
        antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

        Sewa jangka-pendek

        Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-
        pendek yang memiliki masa sewa 12 (dua belas) bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran
        sewa atas sewa tersebut sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.


   j.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

        Pada setiap akhir periode pelaporan tahunan, Grup menelaah apakah terdapat indikasi suatu aset
        mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat uji tahunan penurunan nilai
        aset perlu dilakukan, maka Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.

        Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dinyatakan
        mengalami penurunan nilai dan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Dalam menghitung nilai
        pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat
        diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko
        spesifik atas aset.

        Penelaahan dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan untuk mengetahui apakah
        terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai aset yang telah diakui dalam periode sebelumnya
        mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka Grup
        mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.

        Kerugian penurunan nilai yang diakui dalam tahun sebelumnya akan dipulihkan apabila nilai tercatat
        aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun nilai tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya
        tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun-tahun sebelumnya.

        Setelah pemulihan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk
        mengalokasikan nilai tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis
        selama sisa umur manfaatnya.

   k.   Pengakuan Pendapatan dan Beban

        Grup menerapkan PSAK No. 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi 5
        langkah analisa sebagai berikut:

          1.    Identifikasi kontrak dengan pelanggan.

          2.    Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji
                janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda
                ke pelanggan.

          3.    Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak
                diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
                dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah
                yang bersifat variabel, maka Grup membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah
                yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke
                pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan
                selama periode kontrak.


                                                     14
Page 19
PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)

          4.   Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga
               jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak.
               Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan
               berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.

          5.   Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
               barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki pengendalian
               atas barang atau jasa tersebut).

        Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:

          a.   Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau

          b.   Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke (pelanggan). Untuk
               kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Grup memilih ukuran
               penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah
               terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.

        Pendapatan diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima dari penjualan jasa
        dalam kegiatan usaha normal Grup. Pendapatan disajikan bersih setelah dikurangkan dengan
        pengembalian dan diskon.

        Pendapatan dari penjualan tiket dan paket wisata diakui pada saat penyerahan jasa kepada
        pelanggan.

        Penghasilan bunga dan beban bunga dari instrumen keuangan diakui dalam laba rugi secara akrual
        menggunakan metode suku bunga efektif.

        Penghasilan dan beban lainnya masing masing diakui pada saat terjadinya dan sesuai dengan masa
        manfaatnya (accrual basis).


   l.   Imbalan Kerja


        Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang

        Liabilitas imbalan kerja jangka panjang merupakan imbalan pasca-kerja manfaat pasti yang dibentuk
        tanpa pendanaan khusus dan didasarkan pada masa kerja dan jumlah penghasilan karyawan pada
        saat pensiun yang dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit.

        Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti langsung diakui dalam laporan posisi keuangan dan
        penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi,
        namun menjadi bagian dari saldo laba. Biaya liabilitas imbalan pasti lainnya terkait dengan program
        imbalan pasti diakui dalam laba rugi.

        Presiden Republik Indonesia telah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.
        2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja (Perppu Cipta Kerja 2/2022) pada tanggal 30 Desember 2022 yang
        merupakan pelaksanaan dari Putusan MK No. 91/PUU-XVIII/2020. Dengan berlakunya Perppu ini, UU
        No. 11/2020 tentang Cipta Kerja dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Perppu Cipta Kerja 2/2022
        telah ditetapkan menjadi Undang-Undang pada tanggal 31 Maret 2023 berdasarkan Undang-Undang
        No. 6 Tahun 2023.


   m. Pajak Penghasilan

        Pajak Kini

        Pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
        berdasarkan tarif pajak yang berlaku.

        Pajak Tangguhan

        Pajak tangguhan diakui sebagai liabilitas jika terdapat perbedaan temporer kena pajak yang timbul
        dari perbedaan antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada
        tanggal pelaporan.

                                                    15
Page 20
 PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
 (Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)


          Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi
          fiskal yang dapat dikompensasikan. Aset pajak tangguhan diakui dan direviu pada setiap tanggal
          pelaporan atau diturunkan jumlah tercatatnya, sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak tersedia
          untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal yang dapat
          dikompensasikan.

          Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku
          ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (atau peraturan pajak) yang
          telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.

          Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus jika dan hanya jika, terdapat hak
          yang dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak
          kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan entitas kena pajak yang sama dan dikenakan oleh
          otoritas perpajakan yang sama.

     n.   Rugi per Saham

          Rugi per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih yang dapat diatribusikan kepada
          pemilik Perusahaan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada periode yang
          bersangkutan.

     o.   Peristiwa Setelah Periode Pelaporan

          Peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah periode pelaporan yang menyediakan tambahan informasi
          mengenai posisi keuangan Perusahaan pada tanggal laporan posisi keuangan (peristiwa
          penyesuaian), jika ada, telah tercermin dalam laporan keuangan. Peristiwa-peristiwa yang terjadi
          setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian (peristiwa non-penyesuai), apabila
          jumlahnya material, telah diungkapkan dalam laporan keuangan.


3.   Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen

     Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada laporan
     keuangan, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan dan asumsi atas nilai tercatat aset dan
     liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi tersebut, berdasarkan
     pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.

     Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi, pertimbangan
     dan asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berpengaruh terhadap jumlah-jumlah yang
     dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.

     Pertimbangan

     Pertimbangan-pertimbangan berikut dibuat oleh manajemen dalam proses penerapan kebijakan
     akuntansi. Grup yang memiliki dampak yang paling signifikan terhadap jumlah-jumlah yang diakui dalam
     laporan keuangan konsolidasian:

     a.   Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

          Grup menentukan klasifikasi aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan
          dengan menilai apakah aset dan liabilitas tersebut memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam PSAK
          No. 109. Aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sesuai dengan kebijakan akuntansi
          Perusahaan sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2.

     b.   Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian

          Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam menghitung kerugian kredit ekspektasian
          untuk piutang usaha. Oleh karena itu, Grup tidak melacak perubahan risiko kredit, namun mengakui
          penyisihan kerugian berdasarkan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya pada setiap
          tanggal pelaporan.

          Untuk pendekatan umum, pada setiap tanggal laporan posisi keuangan, Grup menilai apakah risiko
          kredit atas instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika
          melakukan penilaian tersebut, Grup mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar yang terjadi


                                                        16
Page 21
PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)

        selama umur instrumen keuangan. Dalam melakukan penilaian tersebut, Grup membandingkan risiko
        gagal bayar yang terjadi pada tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar pada saat pengakuan
        awal, serta mempertimbangkan informasi, termasuk informasi masa lalu, kondisi saat ini, dan
        informasi bersifat perkiraan masa depan (forward-looking), yang wajar dan terdukung yang tersedia
        tanpa biaya atau upaya berlebihan.

        Grup mengukur cadangan kerugian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan
        tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, jika tidak, maka Grup mengukur
        cadangan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12
        bulan. Suatu evaluasi yang bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah cadangan kerugian ekspektasian
        yang harus dibentuk, dilakukan secara berkala pada setiap periode pelaporan. Oleh karena itu, saat
        dan besaran jumlah cadangan kerugian ekspektasian yang tercatat pada setiap periode dapat
        berbeda tergantung pada pertimbangan atas informasi yang tersedia atau berlaku pada saat itu.

        Nilai tercatat aset keuangan Grup yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi tanggal 30 Juni
        2025 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:

                                                                      30 Juni 2025        31 Desember 2024

         Kas dan bank                                                     771.156.961            187.503.944
         Piutang usaha                                                  3.367.590.542          3.411.445.474
         Jaminan operasional                                               52.562.354             40.409.479
         Jaminan gedung                                                    13.828.500                    -

        Jumlah                                                          4.205.138.357          3.639.358.897




   c.   Sewa

        Perusahaan Sebagai Penyewa

        Grup telah menandatangani sejumlah perjanjian sewa ruangan. Grup menentukan bahwa sewa
        tersebut memenuhi kriteria pengakuan dan pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa sesuai
        dengan PSAK No. 116, Sewa.

   d.   Pajak Penghasilan

        Pertimbangan yang signifikan dibutuhkan untuk menentukan jumlah pajak penghasilan. Terdapat
        sejumlah transaksi dan perhitungan yang menimbulkan ketidakpastian penentuan jumlah pajak
        penghasilan karena interpretasi atas peraturan pajak yang berbeda. Jika hasil pemeriksaan pajak
        berbeda dengan jumlah yang sebelumnya telah dibukukan, maka selisih tersebut akan berdampak
        terhadap aset dan liabilitas pajak kini dalam periode dimana hasil pemeriksaan tersebut terjadi.


   Estimasi dan Asumsi

   Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian pada
   tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material
   terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup
   mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan keuangan disusun. Kondisi
   yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah karena perubahan situasi
   pasar yang berada di luar kendali Grup. Perubahan tersebut tercermin dalam asumsi ketika keadaan
   tersebut terjadi.

   a.   Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

        Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mensyaratkan pengukuran aset keuangan dan liabilitas
        keuangan tertentu pada nilai wajarnya dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi.
        Komponen pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti-bukti obyektif yang
        dapat diverifikasi (seperti nilai tukar, suku bunga), sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar
        dapat menjadi berbeda karena penggunaan metode penilaian yang berbeda.


                                                     17
Page 22
PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)

         Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, nilai wajar aset dan liabilitas keuangan Grup
         mendekati nilai tercatatnya.

    b.   Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap

         Masa manfaat dari masing-masing aset tetap Grup diestimasi berdasarkan jangka waktu aset
         tersebut diharapkan tersedia untuk digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif
         berdasarkan bidang usaha yang sama, evaluasi teknis internal dan pengalaman dengan aset sejenis.
         Estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah secara berkala dan diperbarui jika estimasi berbeda dari
         perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena pemakaian, usang secara teknis atau komersial serta
         keterbatasan hak atau pembatasan lainnya terhadap penggunaan aset.

         Dengan demikian, hasil operasi di masa mendatang mungkin dapat terpengaruh secara signifikan
         oleh perubahan dalam jumlah dan waktu terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh
         faktor-faktor yang disebutkan di atas. Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset tetap
         akan menyebabkan kenaikan beban penyusutan dan penurunan nilai tercatat aset tetap.

         Nilai tercatat aset tetap pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar
         Rp 171.501.542 dan Rp 165.442.315 (Catatan 7).

    c.   Penurunan Aset Takberwujud

         Aset takberwujud, diuji penurunan nilai apabila indikasi penurunan nilai telah terjadi. Penentuan nilai
         pakai aset takberwujud membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari
         pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas aset tersebut (UPK) serta tingkat diskonto yang
         tepat untuk menghitung nilai kini.

         Manajemen berkeyakinan bahwa asumsi-asumsi yang digunakan dalam estimasi nilai pakai dalam
         laporan keuangan adalah tepat dan wajar, namun demikian, perubahan signifikan dalam asumsi-
         asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah nilai terpulihkan dan jumlah kerugian
         penurunan nilai yang terjadi mungkin berdampak material pada hasil operasi Grup.

         Nilai tercatat aset takberwujud pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing
         sebesar Rp 473.317.709 dan Rp 1.213.723.958 (Catatan 8).

    d.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

         Penelaahan atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai aset tertentu.

         Penentuan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari
         pemakaian berkelanjutan dan pelepasan akhir atas aset tersebut. Perubahan signifikan dalam
         asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar dapat berdampak signifikan pada nilai
         terpulihkan dan jumlah kerugian penurunan nilai yang terjadi mungkin berdampak material pada hasil
         operasi Grup.

         Nilai tercatat aset non-keuangan pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai
         berikut:

                                                                          30 Juni 2025      31 Desember 2024

          Aset tetap                                                          171.501.542         165.442.315
          Aset takberwujud                                                    473.317.709       1.213.723.958

          Jumlah                                                              644.819.251       1.379.166.273


    e.   Imbalan Kerja Jangka Panjang

         Penentuan liabilitas imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan
         oleh aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan
         17 dan mencakup, antara lain, tingkat kenaikan gaji, dan tingkat diskonto yang ditentukan dengan
         mengacu pada imbal hasil pasar atas bunga obligasi korporasi berkualitas tinggi dalam mata uang
         yang sama dengan mata uang pembayaran imbalan dan memiliki jangka waktu yang mendekati
         estimasi jangka waktu liabilitas imbalan kerja jangka panjang tersebut.

                                                      18
Page 23
 PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
 (Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)


             Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi Grup dibukukan pada penghasilan komprehensif lain dan
             dengan demikian, berdampak pada jumlah penghasilan komprehensif lain yang diakui dan liabilitas
             yang tercatat pada tahun mendatang.

            Manajemen berkeyakinan bahwa asumsi-asumsi yang digunakan adalah tepat dan wajar, namun
            demikian, perbedaan signifikan pada hasil aktual, atau perubahan signifikan dalam asumsi-asumsi
            tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah liabilitas imbalan kerja jangka panjang

            Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, liabilitas imbalan kerja jangka panjang masing-
            masing sebesar Rp 531.366.943 (Catatan 17).

     f.     Aset Pajak Tangguhan

            Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara nilai tercatat aset dan liabilitas
            pada laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak jika kemungkinan besar jumlah laba kena
            pajak akan memadai untuk pemanfaatan perbedaan temporer yang diakui. Estimasi manajemen yang
            signifikan diperlukan untuk menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang diakui berdasarkan
            kemungkinan waktu terealisasinya dan jumlah laba kena pajak pada masa mendatang serta strategi
            perencanaan pajak masa depan.

            Pada tanggal 30 Juni 2025 aset pajak tangguhan adalah nihil (Catatan 18).


4.   Kas dan Bank

     Kas dan bank ini terdiri dari:
                                                                            30 Juni 2025      31 Desember 2024


     Kas                                                                         2.000.000            2.000.000
     Bank
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                           711.782.993         115.255.719
       PT Bank Permata Tbk                                                      31.666.678          44.148.808
       PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                                   12.915.864          12.902.991
       PT Bank Mayapada International Tbk                                       10.566.426          10.846.426
       PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk                                     1.225.000           1.350.000
       PT Bank Central Asia Tbk                                                  1.000.000           1.000.000

          Subjumlah                                                            769.156.961         185.503.944

          Jumlah                                                               771.156.961         187.503.944



     Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh kas dan bank didenominasi dalam mata uang
     Rupiah.

     Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat kas dan bank Perusahaan yang
     digunakan sebagai jaminan.

5.   Piutang Usaha Pihak Ketiga

     Piutang usaha pihak ketiga terdiri dari:
                                                                      30 Juni 2025           31 Desember 2024

     PT Jojaro Mandiri Trasindo                                          3.569.052.687           3.612.907.619
     Lainnya                                                              (201.462.145)           (201.462.145)

          subtotal                                                       3.367.590.542           3.411.445.474

     Total                                                               3.367.590.542           3.411.445.474

                                                        19
Page 24
 PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
 (Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)


     Piutang usaha pihak ketiga jatuh tempo berkisar 45 hari sampai dengan 360 hari.

     Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh piutang usaha pihak ketiga didenominasi dalam
     Rupiah.

     Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk menghitung cadangan kerugian kredit
     ekspektasian yang disyaratkan oleh PSAK No. 109, yang memperbolehkan penerapan cadangan kerugian
     kredit ekspektasian sepanjang umurnya untuk seluruh piutang usaha.

     Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian
     kredit ekspektasian memadai untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang usaha.

     Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat piutang usaha pihak ketiga Grup yang
     digunakan sebagai jaminan.

6.   Pajak Dibayar Dimuka

     Pajak dibayar dimuka terdiri dari:

                                                                       30 Juni 2025       31 Desember 2024

     Pajak Penghasilan Pasal 23                                                620.345                   -
     Pajak Penghasilan Pasal 21                                                    -               3.380.239
     Pajak Pertambahan Nilai - Bersih                                        4.110.452             3.589.850

     Jumlah                                                                  4.730.797             6.970.089



7.   Aset Tetap

     Aset tetap terdiri dari:

                                                            Perubahan selama tahun 2025
                                          1 Januari 2025    Penambahan      Pengurangan       30 Juni 2025
     Biaya perolehan:
     Peralatan kantor                       414.539.306                -              -          414.539.306
     Furniture dan perlengkapan             158.807.699         10.230.000            -          169.037.699
     Komputer                               306.603.900                               -          306.603.900
     Aset hak-guna ruang kantor                     -           79.180.047                        79.180.047

     Jumlah                                 879.950.905         89.410.047            -          969.360.952

     Akumulasi penyusutan:
     Peralatan kantor                       288.796.110         44.474.874            -          333.270.984
     Furniture dan perlengkapan             152.417.277          5.333.750            -          157.751.027
     Komputer                               273.295.202         13.747.182            -          287.042.384
     Aset hak-guna ruang kantor                     -           19.795.014                        19.795.014

     Jumlah                                 714.508.590         83.350.820            -          797.859.410

     Nilai Tercatat                         165.442.315                                          171.501.542




                                                           20
Page 25
 PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
 (Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)

                                                              Perubahan selama tahun 2024
                                         1 Januari 2024       Penambahan      Pengurangan         31 Desember 2024
     Biaya perolehan:
     Peralatan kantor                         414.539.306                  -               -             414.539.306
     Furniture dan perlengkapan               158.807.699                  -               -             158.807.699
     Komputer                                 290.298.000           16.305.900             -             306.603.900
     Aset hak-guna ruang kantor               256.629.401                  -       256.629.401                   -

     Jumlah                                 1.120.274.406                    -     256.629.401           879.950.905

     Akumulasi penyusutan:
     Peralatan kantor                         199.325.742           89.470.368             -             288.796.110
     Furniture dan perlengkapan               143.454.777            8.962.500             -             152.417.277
     Komputer                                 242.318.482           30.976.720             -             273.295.202
     Aset hak-guna ruang kantor               187.270.104           62.423.368     249.693.472                   -

     Jumlah                                   772.369.106          191.832.956     249.693.472           714.508.590

     Nilai Tercatat                           347.905.300                                                165.442.315


     Beban penyusutan dialokasikan pada beban umum dan administrasi (Catatan 16).

     Rincian penghentian aset hak-guna adalah sebagai berikut:

                                                                                                 31 Desember 2024

     Nilai tercatat liabilitas sewa                                                                      20.886.580
     Nilai tercatat aset hak-guna                                                                         6.935.929

     Keuntungan penghentian aset hak-guna                                                                13.950.651


     Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, tidak ada aset tetap yang digunakan sebagai jaminan.

     Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, aset tetap Perusahaan tidak diasuransikan

     Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat
     penurunan nilai atas aset tetap.


8.   Aset Takberwujud

     Aset tak berwujud terdiri dari:
                                                            Perubahan selama tahun 2025
                                  1 Januari 2024            Penambahan           Pengurangan        30 Juni 2025
     Biaya perolehan:
     Perangkat lunak              16.254.830.878                         -                -         16.254.830.878

     Amortisasi
     Perangkat lunak              15.041.106.920                 740.406.249              -         15.781.513.169


     Nilai Tercatat                   1.213.723.958                                                    473.317.709




                                                            21
Page 26
 PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
 (Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)

                                                    Perubahan selama tahun 2024
                                  1 Januari 2024       Penambahan         Pengurangan       31 Desember 2024
     Biaya perolehan:
     Perangkat lunak               16.203.580.878            51.250.000             -          16.254.830.878

     Amortisasi
     Perangkat lunak               12.874.851.711        2.166.255.209              -          15.041.106.920


     Nilai Tercatat                 3.328.729.167                                               1.213.723.958



     Beban amortisasi dialokasikan pada beban umum dan administrasi (Catatan 16).

     Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, tidak ada aset takberwujud yang digunakan sebagai
     jaminan.

     Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, aset takberwujud Perusahaan tidak diasuransikan.

     Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat
     penurunan nilai atas aset takberwujud.

9.   Utang Lain-lain Pihak Ketiga

     Utang lain-lain pihak ketiga terdiri dari:
                                                                  30 Juni 2025          31 Desember 2024

     PT Tekno Bersama Indonesia                                       900.000.000             900.000.000
     PT Sentral Teknologi Kapital                                     300.000.000             600.000.000
     PT Sejahtera Sejagat Digital                                     150.000.000             150.000.000
     Lainnya                                                           19.181.197              30.650.000

     Jumlah                                                         1.369.181.197           1.680.650.000



     PT Pigijo Travelindo Sakti (PTS)

     PT Tekno Bersama Indonesia (TBI)

     Pada tanggal 14 Juni 2024, berdasarkan Perjanjian Pinjaman No. 024/PP/TBI-PTS/VI/2024, PTS, entitas
     anak, memperoleh pinjaman dari TBI sebesar Rp 700.000.000. Pinjaman tersebut dikenakan bunga
     sebesar 3% per tahun yang akan dibayarkan pada saat berakhirnya perjanjian. Jangka waktu pinjaman
     adalah 12 (dua belas) bulan sejak perjanjian ini ditandatangani atau sampai dengan tanggal 13 Juni
     2025. Jangka waktu pinjaman dapat diperpanjang atau berakhir sebelum jangka waktu pinjaman berakhir
     berdasarkan kesepakatan.

     Pada tanggal berdasarkan 30 Oktober Perjanjian 2024, Pinjaman No. 028/PP/TBI-PTS/X/2024, PTS,
     entitas anak, memperoleh pinjaman dari TBI sebesar Rp 200.000.000. Pinjaman tersebut dikenakan
     bunga sebesar 3% per tahun yang akan dibayarkan pada saat berakhirnya perjanjian. Jangka waktu
     pinjaman adalah 12 (dua belas) bulan sejak perjanjian ini ditandatangani atau sampai dengan tanggal 29
     Oktober 2025. Jangka waktu pinjaman dapat diperpanjang atau berakhir sebelum jangka waktu pinjaman
     berakhir berdasarkan kesepakatan.




                                                        22
Page 27
 PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
 (Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)


      PT Sentral Teknologi Kapital (STK)

      Pada tanggal berdasarkan 8 Desember Perjanjian 2023, Pinjaman No. 043/PP/STK-PTS/XII/2023, PTS,
      entitas anak, memperoleh pinjaman dari STK sebesar Rp 400.000.000. Pinjaman tersebut dikenakan
      bunga sebesar 3% per tahun yang akan dibayarkan pada saat berakhirnya perjanjian. Jangka waktu
      pinjaman adalah 12 (dua belas) bulan sejak perjanjian ini ditandatangani atau sampai dengan tanggal 7
      Desember 2024. Jangka waktu pinjaman dapat diperpanjang atau berakhir sebelum jangka waktu
      pinjaman berakhir berdasarkan kesepakatan. PTS telah melunasi pinjaman 31 Januari 2025.

      Pada tanggal berdasarkan 27 ini pada tanggal Desember Perjanjian 2024, Pinjaman No. 038/PP/STK-
      PTS/XII/2024, PTS, entitas anak, memperoleh pinjaman dari STK sebesar Rp 300.000.000. Pinjaman
      tersebut dikenakan bunga sebesar 3% per tahun yang akan dibayarkan pada saat berakhirnya
      perjanjian. Jangka waktu pinjaman adalah 12 (dua belas) bulan sejak perjanjian ini ditandatangani atau
      sampai dengan tanggal 26 Desember 2025. Jangka waktu pinjaman dapat diperpanjang atau berakhir
      sebelum jangka waktu pinjaman berakhir berdasarkan kesepakatan.

      PT Sejahtera Sejagat Digital (SSD)

      Pada tanggal 30 Agustus 2024, berdasarkan Perjanjian Pinjaman No. 023/PP/SSD-PTS/VIII/2024, PTS,
      entitas anak, memperoleh pinjaman dari SSD sebesar Rp 150.000.000. Pinjaman tersebut dikenakan
      bunga sebesar 3% per tahun yang akan dibayarkan pada saat berakhirnya perjanjian. Jangka waktu
      pinjaman adalah 12 (dua belas) bulan sejak perjanjian ini ditandatangani atau sampai dengan tanggal 29
      Agustus 2025. Jangka waktu pinjaman dapat diperpanjang atau berakhir sebelum jangka waktu pinjaman
      berakhir berdasarkan kesepakatan.

      Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh utang lain-lain pihak ketiga didenominasi
      dalam Rupiah.

10.   Utang Pajak

      Utang pajak terdiri dari:

                                                                   30 Juni 2025         31 Desember 2024
      Pajak penghasilan:
        Pasal 21                                                        11.129.160                     -
        Pasal 4(2)                                                       1.050.000                     -
        Pasal 23/26                                                        705.156                  49.583
        Pajak pertambahan nilai - keluaran                                 305.160               2.817.345


      Jumlah                                                            13.189.476               2.866.928


      Besarnya pajak yang terutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri oleh
      wajib pajak (self-assessment). Kantor Pajak dapat melakukan pemeriksaan atas perhitungan pajak
      dalam jangka waktu tertentu setelah terutangnya pajak, sebagaimana diatur dalam Undang-undang yang
      berlaku.

11.   Modal Saham

      Sesuai dengan daftar pemegang saham yang dikeluarkan oleh PT Adimitra Jasa Korpora (Biro
      Administrasi Efek Grup), susunan pemegang saham Perusahaan adalah sebagai berikut:




                                                      23
Page 28
PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                        30 Juni 2025
                                                                                         Jumlah modal
                                                        Jumlah       Persentase         ditempatkan dan
              Nama pemegang saham                       saham      Kepemilikan (%)           disetor

    Saham seri A
     Claudia Ingkiriwang                              54.218.750            6,81%         4.337.500.000
     PT Surya Fajar Capital Tbk                       47.343.750            5,95%         3.787.500.000
     Ing Ing Cindy Eva                                31.250.000            3,93%         2.500.000.000
     Henri Widodo                                     11.718.750            1,47%           937.500.000
     Ellen Yanury Luassa                              11.718.750            1,47%           937.500.000
     Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)           150.000.000           18,85%        12.000.000.000

    Saham seri B
     PT Surya Fajar Capital Tbk                      142.031.250           17,85%         7.101.562.500
     Henri Widodo                                    111.208.984           13,97%         5.560.449.200
     Ellen Yanury Luassa                              35.156.250            4,42%         1.757.812.500
     Ing Ing Cindy Eva                                25.041.016            3,15%         1.252.050.800
     Adi Putera Widjaja - Direktur Utama              41.025.250            5,15%         2.051.262.500
     Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)           135.146.345           16,98%         6.757.317.250

    Jumlah                                           795.859.095             100%        48.980.454.750




                                                                     31 Desember 2024
                                                                                         Jumlah modal
                                                        Jumlah       Persentase         ditempatkan dan
              Nama pemegang saham                       saham      Kepemilikan (%)           disetor

    Saham seri A
     Claudia Ingkiriwang                              54.218.750            7,02%         4.337.500.000
     PT Surya Fajar Capital Tbk                       47.343.750            6,13%         3.787.500.000
     Ing Ing Cindy Eva                                31.250.000            4,05%         2.500.000.000
     Henri Widodo                                     11.718.750            1,52%           937.500.000
     Ellen Yanury Luassa                              11.718.750            1,52%           937.500.000
     Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)           150.000.000           19,42%        12.000.000.000

    Saham seri B
     PT Surya Fajar Capital Tbk                      142.031.250           18,39%         7.101.562.500
     Henri Widodo                                    111.208.984           14,40%         5.560.449.200
     Ellen Yanury Luassa                              35.156.250            4,55%         1.757.812.500
     Ing Ing Cindy Eva                                25.041.016            3,24%         1.252.050.800
     Adi Putera Widjaja - Direktur Utama              17.625.250            2,28%           881.262.500
     Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)           135.146.345           17,48%         6.757.317.250

    Jumlah                                           772.459.095             100%        47.810.454.750




   Berdasarkan Akta No. 31 tanggal 23 April 2025 dari Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., notaris di Jakarta,
   Perusahaan menyetujui penambahan modal melalui MESOP Tahap IV dan V adalah sebanyak
   23.400.000 saham seri B. Pemberitahuan perubahan modal tersebut telah diterima dan dicatat oleh
   Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.03-
   0111185 tanggal 24 April 2025.

   Berdasarkan Akta No. 91 tanggal 30 Juni 2025 dari Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., notaris di Jakarta,
   Perusahaan menyetujui penegasan susunan pemegang saham Perusahaan menjadi Masyarakat
   sebanyak 306.250.000 saham seri A dan 489.609.095 saham seri B sehingga seluruhnya menjadi

                                                   24
Page 29
 PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
 (Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)

      795.859.095 saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp 48.980.454.750. Pemberitahuan perubahan
      modal tersebut telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
      Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.09-0305781 tanggal 2 Juli 2025. .

      Berdasarkan Akta No. 38 tanggal 13 Februari 2024 dari Humberg Lie, S.H., S.E., M.Kn., notaris di Jakarta,
      Perusahaan menyetujui perubahan modal ditempatkan dan disetor saham seri B sebesar 7.200.000
      saham atau sebesar Rp 360.000.000 sehingga saham seri B menjadi sebesar 466.209.095 saham
      dengan nominal Rp 50 atau sebesar Rp 23.310.454.750 dengan Penambahan Modal Tanpa Hak
      Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) melalui Program Penambahan Modal MESOP III.
      Pemberitahuan perubahan modal tersebut telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum dan Hak
      Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Pemberitahuan No. AHU-AH.01.03-0038602 tanggal 15
      Februari 2024 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 40 tanggal 17 Mei 2024,
      Tambahan No. 14653.

      Saham Seri A dan Seri B adalah saham biasa kelas A dan B yang memiliki hak yang sama.

      Perubahan jumlah saham beredar adalah sebagai berikut:
                                                                                             Jumlah Saham

      Saldo pada tanggal 1 Desember 2024                                                         765.259.095


      Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek -
        Terlebih Dahulu selama periode berjalan                                                    7.200.000


      Saldo pada tanggal 31 Desember 2024                                                        772.459.095


      Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek -
        Terlebih Dahulu selama periode berjalan                                                   23.400.000

      Saldo pada tanggal 30 Juni 2025                                                            795.859.095



      Manajemen Permodalan

      Tujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa Grup mempertahankan
      rasio modal yang sehat dalam rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham.
      Grup tidak diwajibkan untuk memenuhi syarat-syarat modal tertentu.

      Grup mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian terhadap struktur modal sehubungan dengan
      perubahan kondisi ekonomi.

12.   Tambahan Modal Disetor

      Akun ini merupakan tambahan modal disetor sehubungan dengan:
                                                                                                 Jumlah

      Saldo pada tanggal 1 Desember 2024                                                         745.200.000

      Selisih nilai dari Penerbitan Modal saham berasal dari Penambahan
        Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu                                             187.200.000

      Saldo pada tanggal 31 Desember 2024                                                        932.400.000




                                                       25
Page 30
 PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
 (Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                                               Jumlah

      Selisih nilai dari Penerbitan Modal saham berasal dari Penambahan
        Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu                                           889.200.000


      Saldo pada tanggal 30 Juni 2025                                                         1.821.600.000



      Selisih nilai dari Penerbitan modal saham berasal dari Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek
      Terlebih Dahulu (PMTHMETD) merupakan selisih antara jumlah nilai nominal saham Perusahaan
      dengan hasil bersih penjualan saham yang diterima.

13.   Kepentingan Nonpengendali

      Akun ini merupakan bagian kepemilikan nonpengendali atas aset bersih Entitas Anak dengan rincian
      sebagai berikut:
                                                                           Aset Bersih
                                                                          30 Juni 2025
                                                   Modal ditempatkan        Saldo laba
                                                                                                Jumlah
                                                      dan disetor            (Defisit)

        PT Pigijo Travelindo Sakti                          100.000               (26.984)           73.016



                                                                          Aset Bersih
                                                                       31 Desember 2024
                                                   Modal ditempatkan       Saldo laba
                                                                                                Jumlah
                                                      dan disetor           (Defisit)

        PT Pigijo Travelindo Sakti                          100.000               (16.668)           83.332


14.   Pendapatan Bersih

      Rincian dari pendapatan bersih Perusahaan adalah sebagai berikut:

                                                30 Juni 2025           30 Juni 2024       31 Desember 2024

      Tiket pesawat                                192.172.698            955.999.083        1.166.175.019
      Paket perjalanan wisata                       70.935.000            440.166.000          609.552.500
      Event                                         31.017.250             54.863.818           65.708.818
      Tiket Kereta                                     535.000                790.000              790.000
      Lain-lain                                     20.078.680             84.837.480           93.721.880

      Jumlah                                       314.738.628          1.536.656.381        1.935.948.217



      Pendapatan bersih dari pihak berelasi mewakili masing-masing 28,49% dan 19,07% dari jumlah
      pendapatan usaha untuk tahun-tahun yang berakhir 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 (Catatan 20).




                                                      26
Page 31
 PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
 (Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)


15.   Beban Pokok Pendapatan

      Rincian dari beban pokok pendapatan adalah sebagai berikut:


                                               30 Juni 2025           30 Juni 2024           31 Desember 2024

      Tiket pesawat                               186.017.097              939.809.823            1.138.565.829
      Paket perjalanan wisata                      61.157.500              334.379.588             485.181.614
      Event                                        23.163.752               42.724.360              52.752.137
      Tiket Kereta                                    510.000                  630.000                 630.000
      Lain-Lain                                    18.514.096               75.411.354              83.806.654

      Jumlah                                      289.362.445             1.392.955.125           1.760.936.234



      Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, tidak terdapat pembelian melebihi 10% dari jumlah
      pendapatan bersih Grup.

16.   Beban Umum dan Administrasi

      Rincian dari beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:

                                                      30 Juni 2025           30 Juni 2024      31 Desember 2024

      Umum dan administrasi
      Gaji dan tunjangan                                    920.935.579      1.135.088.908         1.961.887.209
      Amortisasi (Catatan 8)                                740.406.249      1.153.062.501         2.166.255.209
      Penyusutan (Catatan 7)                                 83.350.820        106.944.163           191.832.956
      Jasa profesional                                       72.851.282        156.223.846           338.277.692
      Perlengkapan kantor                                    47.108.762         51.476.209            98.248.200
      Beban pajak                                            23.238.126         33.300.756            49.331.919
      Perjalanan dinas dan transportasi                       2.052.000         15.120.880            31.950.473
      Biaya pemeliharaan                                            -                  -             137.499.999
      Imbalan kerja
       jangka panjang (Catatan 20)                                  -                  -            127.759.809
      Lain-lain                                              67.513.638        259.197.430          180.350.351


       Jumlah                                           1.957.456.456        2.910.414.693         5.283.393.817




17.   Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang

      Besarnya imbalan pasca-kerja dihitung berdasarkan ketentuan yang berlaku.

      Tidak ada manfaat pendanaan yang dibuat sampai saat ini.

      Perhitungan aktuaria terakhir atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang dilakukan oleh Kantor Konsultan
      Aktuaria Agus Susanto, aktuaris independen, tertanggal 10 Februari 2025.

      Jumlah karyawan Perusahaan yang berhak atas imbalan kerja jangka panjang tersebut masing-masing
      sebanyak 8 karyawan pada 31 Desember 2024.

      Jumlah-jumlah yang diakui dalam Iaporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain sehubungan dengan
      imbalan pasti adalah sebagai berikut:


                                                       27
Page 32
PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                                         31 Desember 2024

    Biaya jasa kini                                                                             96.019.948
    Biaya bunga                                                                                 31.739.861

    Komponen biaya imbalan pasti
     yang diakui dilaba rugi (Catatan 16)                                                      127.759.809

    Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti:
     Kerugian (keuntungan) aktuarial timbul dari:
      Perubahan asumsi keuangan                                                                  (7.005.807)
      Penyesuaian pengalaman                                                                    (63.939.088)

    Komponen biaya imbalan pasti
     yang diakui di rugi (penghasilan)
     komprehensif lainnya                                                                       (70.944.895)

    Jumlah                                                                                      56.814.914




   Mutasi nilai kini kewajiban imbalan pasti adalah sebagai berikut:


                                                                                          31 Desember 2024


    Saldo awal                                                                                 474.552.029
    Beban imbalan kerja (Catatan 16)                                                           127.759.809
    Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti                                                 (70.944.895)


    Saldo akhir tahun                                                                          531.366.943



   Asumsi-asumsi aktuarial utama yang digunakan dalam perhitungan imbalan kerja jangka panjang:

                                                                                                 2023

    Tingkat diskonto                                                                            7,1%
    Tingkat kenaikan gaji                                                                       5,0%
    Tingkat kematian                                                                     Indonesia - IV (2019)
    Uang pensiun                                                                              55 tahun



   Analisa sensitivitas dari perubahan asumsi-asumsi utama terhadap liabilitas imbalan kerja jangka panjang
   adalah sebagai berikut:
                                                                   31 Desember 2024
                                                          Dampak terhadap liabilitas imbalan pasti
                                                    Perubahan             Kenaikan           Penurunan
                                                      Asumsi               Asumsi              Asumsi

    Tingkat diskonto                                       1%             (14.908.715)          16.119.569
    Tingkat pertumbuhan gaji                               1%              14.626.975          (13.749.910)




                                                      28
Page 33
 PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
 (Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)


18.   Pajak Penghasilan

      Beban pajak terdiri dari:

                                                                                      31 Desember 2024


      Pajak kini                                                                                         -
      Pajak tangguhan                                                                         (11.176.527)


      Jumlah                                                                                  (11.176.527)



      Pajak Kini

      Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
      dengan rugi fiskal adalah sebagai berikut:


                                                                                     31 Desember 2024

       Rugi sebelum pajak menurut laporan laba rugi
         dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian                                    (5.049.117.587)
       Dikurangi: Rugi Entitas Anak sebelum pajak                                             347.556.197

       Rugi Perusahaan sebelum pajak                                                        (4.701.561.390)

       Perbedaan temporer:
        Imbalan kerja jangka panjang                                                           19.160.611
        Aset hak-guna                                                                           8.605.018


        Subjumlah                                                                              27.765.629

       Perbedaan tetap:
        Beban pajak                                                                            48.017.743
        Pendapatan bunga                                                                        (1.199.883)

         Subjumlah                                                                             46.817.860

       Rugi fiskal tahun berjalan                                                           (4.626.977.902)

       Kerugian fiskal tahun:
        - 2023                                                                           (6.741.822.045)
        - 2022                                                                          (10.101.226.361)
        - 2021                                                                          (10.400.898.086)


       Akumulasi rugi fiskal                                                            (31.870.924.394)



      Rugi fiskal pajak tahun 2024 sesuai dengan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) yang disampaikan
      Perusahaan kepada Kantor Pelayanan Pajak.



                                                      29
Page 34
 PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
 (Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)


      Aset pajak tangguhan Grup pada tanggal 31 Desember 2023 telah dihitung dengan menggunakan tarif
      pajak yang diperkirakan berlaku pada saat direalisasi.

      Aset Pajak Tangguhan

      Rincian aset pajak tangguhan Grup adalah sebagai berikut:

                                                         Dikreditkan/(Dibebankan) ke
                                                                           Penghasilan
                                                                                                                  31 Desember
                                        1 Januari 2024   Laba rugi        komprehensif           Koreksi
                                                                                                                      2024
                                                                              lain

      Aset Pajak Tangguhan
       Entitas anak
         Liabilitas imbalan kerja
           jangka panjang                   12.127.456     9.234.876             (950.929)      (20.411.403)                -


      Grup berkeyakinan bahwa rugi fiskal tidak dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak tahun
      mendatang. Oleh karena itu, aset pajak tangguhan dari rugi fiskal tidak diakui pada tanggal 31 Desember
      2024.

19.   Rugi Per Saham

      Perhitungan rugi per saham dasar berdasarkan pada informasi berikut:

                                                                 30 Juni 2025            30 Juni 2024         31 Desember 2024


      Rugi tahun berjalan                                        (1.930.061.378)         (2.551.294.574)         (5.060.276.177)


      Jumlah rata-rata tertimbang saham
           biasa untuk perhitungan rugi per saham                   791.859.095              771.159.095           771.159.095


      Rugi per saham                                                            (2)                     (3)                     (7)



      Rata-rata tertimbang jumlah saham beredar untuk perhitungan rugi saham untuk tahun yang berakhir 30 Juni
      2025 dan 31 Desember 2024 telah memperhitungkan efek berpotensi saham biasa dari Penambahan Modal
      dengan Memberikan Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).


20.   Sifat dan Transaksi Hubungan Berelasi

      Sifat Pihak Berelasi

      a.        PT Surya Fajar Sekuritas dan PT Surya Fajar Urun Dana memiliki kesamaan pemegang saham.

      b.        PT Mareco Prima Mandiri dan PT Bursa Akselerasi Indonesia memiliki kesamaan induk grup usaha.

      c.        PT Surya Fajar Capital Tbk merupakan pemegang saham Perusahaan.

      d.        PT Mandara Cipta Estetika memiliki kesamaan Manajemen dengan Perusahaan.

      Transaksi dengan Pihak Berelasi

           a.   Jumlah gaji dan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah masing-masing
                sebesar Rp 332.060.000 dan Rp 706.785.000 untuk tahun-tahun yang berakhir 30 Juni 2025 dan
                31 Desember 2024.



                                                            30
Page 35
 PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
 (Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)


       b. Rincian transaksi pihak berelasi adalah sebagai berikut:
                                                                                     Persentase terhadap Jumlah
                                                                                       Aset/Beban Umum dan
                                                                                    Administrasi/Pendapatan Bersih
                                                 30 Juni        31 Desember           30 Juni         31 Desember
                                                  2025              2024                  2025            2024


               Pendapatan bersih

               PT Surya Fajar Sekuritas           49.386.464         105.983.512             15,69%           5,47%
               PT Mandara Cipta Estetika          14.472.270                   -              4,60%
               PT Bursa Akselerasi Indonesia      10.871.440           8.778.500              3,45%           0,45%
               PT Surya Fajar Capital Tbk          2.783.500           243471847              0,88%           0,1258
               PT Mareco Prima Mandiri                   -             1.658.000              0,00%           0,09%
               PT Surya Fajar Urun Dana                  -             9.288.000              0,00%           0,48%

               Jumlah                             77.513.674         369.179.859             24,63%          19,07%




21.   Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan

      Aktivitas Grup terpengaruh berbagai risiko keuangan: risiko kredit dan risiko likuiditas. Program manajemen
      risiko Grup secara keseluruhan difokuskan pada pasar keuangan yang tidak dapat diprediksi dan Grup
      berusaha untuk meminimalkan dampak yang berpotensi merugikan kinerja keuangan Grup.

      Manajemen risiko merupakan tanggung jawab Direksi. Direksi bertugas menentukan prinsip dasar
      kebijakan manajemen risiko Grup secara keseluruhan serta kebijakan pada area tertentu seperti risiko
      kredit dan risiko likuiditas.

      Risiko Kredit

      Manajemen bertanggung jawab mengelola dan menganalisa risiko kredit pelanggan baru sebelum
      persyaratan pembayaran dan distribusi ditawarkan. Risiko kredit timbul dari bank termasuk piutang yang
      belum dibayar dan transaksi yang mengikat.

      Penggunaan limit kredit secara teratur diamati.

      Tidak ada limit kredit yang dilampaui selama periode pelaporan dan manajemen tidak mengharapkan
      kerugian dari kegagalan pihak-pihak dalam melunasi utangnya.

      Berikut adalah eksposur maksimum terhadap risiko kredit untuk komponen laporan posisi keuangan pada
      tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024.

                                                                           30 Juni 2025           31 Desember 2024

       Bank                                                                    769.156.961              185.503.944
       Piutang usaha                                                         3.367.590.542            3.411.445.474
       Jaminan operasional                                                      52.562.354               40.409.479
       Jaminan gedung                                                           13.828.500                        -

      Jumlah                                                                 4.203.138.357            3.637.358.897

      Risiko Likuiditas

      Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Perusahaan memiliki arus kas yang tidak cukup
      untuk memenuhi liabilitasnya.

      Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan bank yang
      dianggap memadai untuk membiayai operasional Perusahaan dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus

                                                           31
Page 36
 PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
 (Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)

      kas. Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, dan terus-
      menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber pendanaan yang optimal.

      Tabel di bawah ini menganalisa liabilitas keuangan Perusahaan yang diselesaikan secara neto yang
      dikelompokkan berdasarkan periode yang tersisa sampai dengan tanggal jatuh tempo kontraktual. Jumlah
      yang diungkapkan dalam tabel merupakan arus kas kontraktual yang tidak didiskontokan:

                                                                        30 Juni 2025
                                       <= 1 tahun           1-2 tahun        3-5 tahun      > 5 tahun          Jumlah
      Pada biaya perolehan
       diamortisasi liabilitas
       keuangan
       Utang lain-lain                 1.369.181.197                    -             -              -       1.369.181.197
       Liabilitas sewa                    29.419.962        20.468.836                -              -          49.888.798

      Jumlah                           1.398.601.159        20.468.836                -              -       1.419.069.995


                                                               31 Desember 2024
                                      <= 1 tahun       1-2 tahun      3-5 tahun          > 5 tahun         Jumlah

      Liabilitas keuangan yang
       diukur dengan biaya
       diamortisasi
       Utang usaha                          640.000                -              -              -            640.000
       Utang lain-lain                1.680.650.000                -              -              -       1.680.650.000
       Beban akrual                      79.150.000                -              -              -         79.150.000

      Jumlah                          1.760.440.000                -              -              -       1.760.440.000


22.   lkatan dan Perjanjian Penting

      a. Perjanjian Kerja Sama

         PT Pigijo Travelindo Sakti (PTS)


         PTS melakukan perjanjian Kerjasama Operasional (Joint Operasional) dengan PT Jojaro Mandiri
         Trasindo (JMT) untuk penyediaan pembelian tiket pesawat, jasa akomodasi, dan transportasi, lane
         agreement serta paket tour umroh dan haji dengan nominal plafon sebesar Rp 10.000.000.000. Pihak
         yang memperoleh project dari pihak lainnya dan telah selesai menjalankan project tersebut berhak
         mendapatkan pembagian hasil usaha atau bagi hasil sebesar 6% (enam persen) dari pihak yang
         memberikan project, dimana jumlah tersebut dihitung dari kewajiban jumlah pembayaran pihak yang
         menjalankan project kepada vendor. Perjanjian ini mulai berlaku efektif dan mengikat para pihak pada
         tanggal 27 September 2023 dan akan terus mengikat para pihak untuk jangka waktu 24 (dua puluh
         empat) bulan dan jangka waktu tersebut akan diperpanjang secara otomatis dalam hal para pihak tidak
         mengakhiri Perjanjian ini pada saat jangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan tersebut terlampaui.

      b. Perjanjian Sewa, Lisensi, Implementasi dan Pemeliharaan aplikasi

         Pada tanggal 20 Desember 2024, Perusahaan menandatangani perjanjian novasi sewa dari PT Surya
         Fajar Capital Tbk dengan PT Mandrasekar Lestari, pihak ketiga, dengan area seluas 25 m2 di Satrio
         Tower, Lt.14 Unit 5B, Jakarta Selatan, dengan masa sewa selama 2 (dua) tahun yang dimulai pada
         tanggal 6 Januari 2025 sampai dengan tanggal 5 Januari 2027.

         Pada 1 April 2021 Perusahaan menandatangani perjanjian kerja sama No. 011/PKS/SJD-TGI/IV/2021
         dengan PT Serangkai Jaya Digitek, untuk melakukan pemeliharaan website PIGIJO dengan biaya

                                                       32
Page 37
 PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
 (Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)

            sebesar Rp 2.500.000.000. Periode kerjasama berlaku sampai dengan 30 Maret 2023. Sampai dengan
            tanggal laporan keuangan konsolidasian tidak terdapat perpanjangan atas perjanjian ini.

            Pada tanggal 13 Desember 2021 Perusahaan menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Lestari
            Tekno Utama dalam Membuat jaringan host to host dengan pihak ketiga dan pemeliharaan Management
            System dengan biaya Rp 1.000.000.000. Perjanjian ini berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember
            2024. Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian tidak terdapat perpanjangan atas
            perjanjian ini.

23.   Kelangsungan Usaha

      Grup membukukan rugi bersih sebesar Rp 1.930.071.694 untuk tahun yang berakhir 30 Juni 2025.
      sehingga mengakibatkan saldo defisit sebesar Rp 47.921.405.398 pada tanggal 30 Juni 2025. Kondisi
      tersebut, mengindikasikan adanya suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan
      signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.

      Untuk mengatasi ketidakpastian kondisi ekonomi tersebut, manajemen melakukan langkah-langkah
      sebagai berikut:

      a.      Grup akan fokus pada klien korporasi melalui produk outing kantor dan private trip dengan target
              market pegawai kantoran.

      b.      Grup akan melakukan kolaborasi open trip maupun private trip serta menambah kuantitas dan
              kualitas paket wisata untuk memberikan variasi pilihan paket yang menarik bagi traveler.

      c.      Grup akan membuat program paket open trip keluar negeri, khususnya Asia Tenggara dan Asia
              Timur.

      d.      Grup akan mengembangkan dan menjual paket-paket wisata otentik Indonesia yang memiliki
              kekuatan pada story telling untuk kegiatan komunitas dan rombongan tour dalam jumlah besar,
              khususnya bagi wisatawan asing yang tertarik dengan budaya Indonesia.

      e.      Grup akan mengaktifkan fitur pesan tiket pesawat.

      f.      Grup akan memperkuat branding dan awareness melalui sosial media dan blog. Saat ini tersedia
              ribuan konten original di blog tentang daerah wisata dan budaya nusantara yang secara otomatis
              diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan Jepang.

      g.      Grup akan mengembangan maskot Jojo (Joyful Journey) dalam berbagai format sebagai upaya lebih
              dekat secara personal kepada para pelanggan.

      Manajemen berkeyakinan bahwa Langkah-langkah tersebut di atas dapat dilaksanakan dan dapat
      memungkinkan Perusahaan untuk dapat meminimalkan dampak ketidakpastian ekonomi dan
      merealisasikan aset serta memenuhi kewajibannya.


24.   Pengungkapan Tambahan Laporan Arus Kas Konsolidasian

      Aktivitas pendanaan dan investasi yang tidak mempengaruhi kas:

                                                                        30 Juni 2025        31 Desember 2024

           Penghapusan aset hak-guna melalui liabilitas sewa                           -            6.935.929
           Perolehan aset tak berwujud melalui aset lain-lain                          -           25.625.000


25.   Rekonsiliasi Liabilitas Konsolidasian yang Timbul dari Aktivitas Pendanaan

      Table berikut menjelaskan perubahan pada liabilitas Perusahaan yang timbul dari aktivitas pendanaan yang
      meliputi perubahan terkait kas dan non kas:




                                                                33
Page 38
 PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
 Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
 (Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)


                                                            Perubahan Nonkas

                            01 Januari 2025     Arus kas pendanaan         Perubahan            30 Juni

                                                                            lainnya              2025

      Utang lain-lain          1.650.000.000           (300.000.000)                   -        1.350.000.000
      Liabilitas sewa                    -               49.888.798                                49.888.798

      Jumlah                   1.650.000.000           (250.111.202)                   -        1.399.888.798




                                                            Perubahan Nonkas

                            01 Januari 2024     Arus kas pendanaan         Perubahan         31 Desember

                                                                            lainnya              2024

      Utang lain-lain            400.000.000          1.250.000.000                   -         1.650.000.000
      Liabilitas sewa             61.947.929            (55.012.000)           (6.935.929)                -

      Jumlah                     461.947.929          1.194.988.000    -        6.935.929       1.650.000.000




26.   Perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan

      Sejak 1 Januari 2024, perubahan penomoran Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
      Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan telah berlaku efektif.

      Perubahan pada PSAK

      Diterapkan pada tahun 2024

      Penerapan standar akuntansi keuangan revisi berikut, yang berlaku efektif 1 Januari 2024, relevan bagi
      Perusahaan namun tidak menyebabkan perubahan signifikan atas kebijakan akuntansi Perusahaan dan
      tidak berdampak material terhadap jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian
      tahun berjalan maupun sebelumnya.

      -    Amendemen PSAK No. 201, Penyajian Laporan Keuangan, terkait liabilitas jangka panjang dengan
           kovenan.

      -    Amendemen PSAK No. 201, Penyajian Laporan Keuangan, tentang klasifikasi liabilitas sebagai
           jangka pendek atau jangka Panjang.

      -    Amendemen PSAK No. 116, Sewa, terkait liabilitas sewa pada transaksi jual dan sewa-balik.

      -    Amendemen PSAK No. 207, Laporan Arus Kas dan Amendemen PSAK No. 107, Instrumen
           Keuangan: Pengungkapan, terkait pengaturan pembiayaan pemasok.

      Telah diterbitkan namun belum berlaku efektif

      Amandemen atas PSAK yang telah diterbitkan yang bersifat wajib untuk tahun buku yang dimulai pada
      atau setelah:

      1 Januari 2025

      -    Amendemen PSAK No. 221, Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing, terkait kondisi ketika suatu
           mata uang tidak tertukarkan.

      Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, Grup masih mempelajari dampak
      yang mungkin timbul dari penerapan amandemen PSAK tersebut dan dampak dari penerapan

                                                       34
Page 39
PT TOURINDO GUIDE INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 (Tidak Diaudit) dan
30 Juni 2024 (Tidak Diaudit) dan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 (Diaudit)
(Angka Disajikan Dalam Rupiah kecuali Dinyatakan Lain)

   amandemen PSAK tersebut pada laporan keuangan konsolidasian belum dapat ditentukan.




                                                *********




                                                 35

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.98 MB
Published28 Jul 2025
Pages39
Characters129,474
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 42 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Pigijo Travelindo Sakti p.11 ×9
linked person Adi Putera Widjaja p.12 ×5
linked person Claudia Ingkiriwang p.12 ×4
linked person Supandi Widi Siswanto p.12 ×2
linked person Hengki Darmawan p.12
linked person Mega Nurfitria p.12
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.23 ×2
linked org Bank Permata Tbk p.23 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.23 ×2
linked org Surya Fajar Capital Tbk p.28 ×23
linked — Henri Widodo p.28 ×7
linked — Ellen Yanury Luassa p.28 ×7
linked org Surya Fajar p.34 ×4
possible org Negara Republik Indonesia p.11 ×2
possible person Prof. Dr. Satrio p.11
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.11 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.11 ×4
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.23 ×2
possible — Ing Ing Cindy Eva p.28 ×8
possible person Agus Susanto p.31
unresolved org Tourindo Guide Indonesia Tbk p.1 ×80
unresolved person Argo Wahyu Jati Kusumo p.11
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.11 ×2
unresolved person Humberg Lie p.11 ×5
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.11 ×5
unresolved person Rini Yulianti p.11 ×2
unresolved org Bank Mayapada International Tbk p.23 ×2
unresolved org PT Jojaro Mandiri Trasindo p.23 ×2
unresolved org PT Tekno Bersama Indonesia p.26 ×2
unresolved org PT Sentral Teknologi Kapital p.26 ×2
unresolved org PT Sejahtera Sejagat Digital p.26 ×2
unresolved org PT Adimitra Jasa Korpora p.27
unresolved — Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) p.28 ×4
unresolved org PT Surya Fajar Sekuritas p.34 ×2
unresolved org PT Surya Fajar Urun Dana p.34 ×2
unresolved org PT Mareco Prima Mandiri p.34 ×2
unresolved org PT Bursa Akselerasi Indonesia p.34 ×2
unresolved org PT Mandara Cipta Estetika p.34 ×2
unresolved org PT Mandrasekar Lestari p.36
unresolved org PT Serangkai Jaya Digitek p.36
unresolved org PT Lestari Tekno Utama p.37

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 4

FinancialStatement-2025-II-PGJO.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result