Skip to content
Back to announcement

20250630_LF_PPRI_Final.pdf

Financial statement Text extracted PPRI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 50

Page 1

          
Page 2

          
Page 3
    PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
             LAPORAN KEUANGAN
                 30 JUNI 2025
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
          30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
Page 4
                                  PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                                      LAPORAN KEUANGAN
                                         30 JUNI 2025



                                            DAFTAR ISI


Surat Pernyataan Direksi


                                                               Ekshibit

Laporan Posisi Keuangan                                          A


Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain              B


Laporan Perubahan Ekuitas                                        C


Laporan Arus Kas                                                 D


Catatan atas Laporan Keuangan                                    E
Page 5
                                                                                                 Ekshibit A


                                        PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                                         LAPORAN POSISI KEUANGAN
                                                30 JUNI 2025
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                      Catatan       30 Juni 2025        31 Desember 2024

ASET

Aset Lancar
Kas dan bank                                             4              2.056.623.008        2.826.287.141
Deposito berjangka                                       5             33.667.500.000       33.667.500.000
Piutang usaha – Neto                                     6             21.366.395.507       26.605.842.999
Persediaan                                               7              7.960.920.749        8.937.826.163
Biaya dibayar di muka                                                   1.854.312.524        1.453.019.981
Uang muka                                                                 441.521.222          152.904.940

Total Aset Lancar                                                    67.347.273.010        73.643.381.224

Aset Tidak Lancar
Uang jaminan                                            24b            13.500.000.000       13.500.000.000
Aset tetap - Neto                                        8             45.470.588.665       33.406.553.189
Aset pajak tangguhan                                    12d               674.211.428          674.211.428

Total Aset Tidak Lancar                                              59.644.800.093        47.580.764.617

TOTAL ASET                                                          126.992.073.103       121.224.145.841




                        Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
              yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 6
                                                                                                             Ekshibit A/2


                                             PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                                              LAPORAN POSISI KEUANGAN
                                                     30 JUNI 2025
                                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                           Catatan         30 Juni 2025           31 Desember 2024

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak ketiga                                                 9               8.161.573.920             5.741.227.599
  Pihak berelasi                                            9, 25c             4.734.610.283            10.274.329.876
Biaya yang masih harus dibayar                                                   417.460.876               512.495.681
Utang pajak                                                  12a               1.410.017.881             2.208.419.830
Uang muka penjualan                                                              321.667.014                29.263.214
Utang jangka panjang – Bagian jangka pendek:
  Utang bank                                                  11                           -                   424.781
  Liabilitas sewa                                             10                 144.803.810               243.870.247

Total Liabilitas Jangka Pendek                                              15.190.133.784             19.010.031.228

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi
  bagian jangka pendek:
   Utang bank                                                 11              13.849.940.220             4.882.466.584
   Liabilitas sewa                                            10                 379.554.068               434.055.046
Liabilitas imbalan pascakerja                                 13               1.565.178.840             1.565.178.840

Total Liabilitas Jangka Panjang                                             15.794.673.128              6.881.700.470

TOTAL LIABILITAS                                                            30.984.806.912             25.891.731.698

EKUITAS
Modal saham
  Modal dasar – 2.000.000.000 saham dengan nilai
   nominal Rp 50 per saham
  Modal ditempatkan dan disetor penuh – 1.075.027.288
   saham pada 30 Juni 2025 dan 1.075.027.288 saham
   pada 31 Desember 2024                                      14              53.751.364.400            53.751.364.400
Tambahan modal disetor                                        15              24.440.201.533            24.440.201.533
Saldo laba
  Telah ditentukan penggunaannya                                                 120.000.000               120.000.000
  Belum ditentukan penggunaannya                                              11.530.676.223            10.855.824.175
Surplus revaluasi                                                              6.244.865.000             6.244.865.000
Pengukuran kembali atas imbalan pascakerja                           (            79.840.965) (             79.840.965 )

TOTAL EKUITAS                                                               96.007.266.191             95.332.414.143

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                               126.992.073.103            121.224.145.841


                             Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
                   yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 7
                                                                                                     Ekshibit B


                                         PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
                                      UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
                                                 30 JUNI 2025
                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                      Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                                  30 Juni
                                                     Catatan           2025                     2024

PENJUALAN                                               18           78.420.389.420           73.707.681.941

BEBAN POKOK PENJUALAN                                   19     (     66.265.470.971) (        61.976.962.086)

LABA KOTOR                                                          12.154.918.449           11.730.719.855

Beban penjualan dan pemasaran                           20     (      2.847.944.177) (          3.313.292.611)
Beban umum dan administrasi                             21     (      6.728.344.550) (          5.909.421.386)
Pendapatan lain-lain                                    22              490.312.978               636.028.734
Beban lain-lain                                         23     (       631.437.929) (             649.799.133)

LABA SEBELUM (BEBAN) MANFAAT
 PAJAK PENGHASILAN                                                   2.437.504.771            2.494.235.459

(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN                      12b
  Kini                                                         (        637.228.222) (            661.502.000)
  Tangguhan

Beban pajak penghasilan - Neto                                 (        637.228.222) (            661.502.000 )

LABA TAHUN BERJALAN                                                  1.800.276.549            1.832.733.459

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi
 ke laba rugi:
 Revaluasi aset tetap                                                              -                         -
 Rugi pengukuran kembali atas
   imbalan pascakerja                                   14                         -                         -
 Pajak penghasilan terkait                             13d                         -                         -

Penghasilan komprehensif lain -
 Setelah pajak                                                                     -                         -

PENGHASILAN KOMPREHENSIF NETO                                        1.800.276.549            1.832.733.459

LABA PER SAHAM DASAR                                    24                     1,67                      1,70


                        Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
              yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 8
                                                                                                                                                                   Ekshibit C

                                                           PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                                                          LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
                                                        UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
                                                                   30 JUNI 2025
                                                 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                        Modal saham                                       Saldo laba                                       Pengukuran
                                        ditempatkan                                 Telah             Belum                                kembali atas
                                         dan disetor        Tambahan             ditentukan        ditentukan           Surplus              imbalan
                             Catatan       penuh           modal disetor       penggunaannya     penggunaannya         revaluasi            Pascakerja        Total ekuitas

Saldo 31 Desember 2023                   53.750.000.000     24.436.108.333         80.000.000         6.393.984.975    6.244.865.000 (       110.301.236)      90.794.657.072

Pelaksanaan Waran                             1.364.400          4.093.200                  -                     -                -                    -           5.457.600
Pembentukkan Cadangan Umum                            -                  -         40.000.000   (       40.000.000)                -                    -                   -
Laba tahun berjalan                                   -                  -                  -         4.501.839.200                -           30.460.271       4.532.299.471

Saldo 31 Desember 2024                 53.751.364.400      24.440.201.533        120.000.000        10.855.824.175    6.244.865.000    (     79.840.965)      95.332.414.143


Saldo 31 Desember 2024                   53.750.000.000     24.436.108.333        120.000.000        10.855.824.175    6.244.865.000   (     79.840.965 )      95.332.414.143

Laba tahun berjalan                                    -                   -                -         1.800.276.549                -                      -     1.800.276.549

Dividen Tunai                                          -                   -                -       (1.125.424.501)                -                      -   (1.125.424.501)

Saldo 30 Juni 2025                       53.751.364.400     24.440.201.533        120.000.000        11.530.676.223    6.244.865.000   (      79.840.965)      96.007.266.191


                                             Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
                                   yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 9
                                                                                                        Ekshibit D


                                          PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                                               LAPORAN ARUS KAS
                                       UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
                                                  30 JUNI 2025
                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                           Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                                       30 Juni
                                                       Catatan              2025                     2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari:
 Pelanggan                                                                83.952.240.712           74.723.267.787
 Bunga                                                                       455.689.909              514.220.041

Pembayaran untuk:
 Pemasok                                                           (      68.408.193.048) (        65.683.564.824)
 Karyawan                                                          (       4.330.525.206) (         4.303.942.100)
 Bunga                                                             (         386.568.279) (           298.369.964)
 Pajak                                                             (         613.719.955) (           651.893.189)
 Operasi lainnya                                                   (       8.299.032.020) (         9.186.022.271)

Arus kas neto diperoleh dari
  (digunakan untuk) aktivitas operasi                             (        2.369.892.113) (         4.886.304.520)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                      10       (      12.650.962.467) (           538.977.451)
Penjualan aset tetap                                      10                            -              97.000.000
Pencairan (Penempatan) Deposito                                                         -           5.000.000.000

Arus kas neto digunakan
 untuk aktivitas investasi                                         (      12.650.962.467) (         4.558.022.549)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Setoran modal                                           15,16                          -                1.012.200
Penerimaan pinjaman bank                                                  28.005.356.651            9.668.268.068
Pembayaran pinjaman bank                                           (      18.340.383.015) (         8.094.537.143)
Pembayaran liabilitas sewa                                         (         153.567.415)              79.383.410

Arus kas neto diperoleh dari
 aktivitas pendanaan                                                       9.511.406.221            1.654.126.535

KENAIKAN NETO DALAM
 KAS DAN BANK                                                      (         769.664.133)           1.325.844.564

KAS DAN BANK PADA AWAL PERIODE                                             2.826.287.141            6.910.792.127

KAS DAN BANK PADA AKHIR PERIODE                                            2.056.623.008            8.236.636.691




                        Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
              yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 10
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       30 JUNI 2025
                DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM

  a. Pendirian Perusahaan

    PT Paperocks Indonesia Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan akta Notaris No. 65 tanggal
    14 Februari 2011 yang dibuat oleh Buntario Tigris, S.H., S.E., M.H., Notaris di Jakarta Pusat. Akta
    Pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
    Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-10842.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal
    03 Maret 2011 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 62 tanggal
    3 Agustus 2012, Tambahan No. 31605/2012.

    Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, antara lain berdasarkan
    Akta     pernyataan    keputusan    sirkuler     para   pemegang       saham       Perusahaan
    No. 2 tanggal 15 September 2022 yang dibuat di hadapan Notaris Roza, S.H., Notaris di Bekasi, di
    mana pemegang saham memutuskan untuk melakukan perubahan beberapa pasal dalam
    Anggaran Dasar Perusahaan. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari
    Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusannya
    No. AHU-0067858.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal 20 September 2022.

    Berdasarkan Akta No. 18 tanggal 28 September 2022 dibuat dihadapan Notaris Roza, S.H., Notaris
    di Bekasi, para pemegang saham menerima dan menyetujui penetapan penggunaan laba bersih
    Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 untuk disisihkan
    sebesar Rp 40.000.000 sebagai cadangan dan memberikan sebesar Rp 9.800.000.000 sebagai
    dividen saham yang berasal dari laba ditahan tahun buku 2021 yang dikonversi menjadi setoran
    saham kepada masing-masing pemegang saham secara proporsional sesuai dengan persentase
    kepemilikan.

    Berdasarkan Akta No. 19 tanggal 28 September 2022 dibuat dihadapan Notaris Roza, S.H., Notaris
    di Bekasi, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar Perusahaan menjadi
    sebesar Rp 100.000.000.000 dengan modal ditempatkan dan disetor penuh menjadi sebesar
    Rp 30.000.000.000. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh tersebut dengan
    menerbitkan sebanyak 297.500 lembar saham baru, setelah mengeluarkan 500 lembar saham
    dalam simpanan terlebih dahulu dengan nilai nominal saham sebesar Rp 100.000, sehingga
    seluruhnya bernilai nominal sebesar Rp 29.800.000.000. Atas persetujuan peningkatan modal
    Perusahaan tersebut, pemegang saham menyetujui penyetoran atas pengambilan bagian saham
    baru yang dilakukan dengan cara konversi dividen saham yang berasal dari laba ditahan tahun
    buku 2021 sebesar Rp 9.800.000.000, menambahkan setoran modal secara tunai sebesar
    Rp 20.000.000.000, serta menyetujui perubahan nilai nominal saham (stock split) yang semula
    sebesar Rp 100.000 per lembar saham menjadi Rp 50 per lembar saham, sehingga jumlah saham
    yang dimiliki oleh para pemegang saham adalah 600.000.000 lembar saham dengan nilai nominal
    seluruhnya sebesar Rp 30.000.000.000. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari
    Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusannya
    No. AHU-0070410.AH.01.02 Tahun 2022 pada tanggal 29 September 2022.




                                                  6
Page 11
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       30 JUNI 2025
                DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)

  a. Pendirian Perusahaan (lanjutan)

     Berdasarkan Akta No. 36 tanggal 20 Oktober 2022, yang dibuat dihadapan Notaris Yulia, S.H.,
     Notaris di Jakarta Selatan, para pemegang saham menyetujui rencana Perusahaan untuk
     melakukan penawaran umum perdana saham-saham Perusahaan kepada masyarakat dalam
     jumlah sebanyak - banyaknya 250.000.000 lembar saham dan mencatatkan saham-saham
     Perusahaan tersebut pada Bursa Efek Indonesia, serta mengubah status Perseroan dari
     Perusahaan Tertutup menjadi Perusahaan Terbuka, menyetujui rencana untuk mengeluarkan
     saham baru melalui Penawaran Umum kepada masyarakat dalam jumlah sebanyak - banyaknya
     250.000.000 lembar saham dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 50, menyetujui
     rencana Perseroan untuk menerbitkan waran seri I atas nama Perusahaan sebanyak-banyaknya
     150.000.000 waran, menyetujui untuk mencatatkan seluruh saham dan waran Perusahaan,
     memberikan kuasa pada Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan sehubungan dengan
     Penawaran Umum saham dan jumlah pasti waran yang akan diterbitkan atas nama Perusahaan
     mengubah maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan, dan menyetujui untuk mengubah
     dan menyusun kembali seluruh Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan dengan perubahan
     status Perusahaan menjadi Perseroan Terbatas Terbuka (Tbk). Perubahan tersebut telah
     mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat
     keputusannya No. AHU-0076068.AH.01.02 Tahun 2022 pada tanggal 20 Oktober 2022.
     Berdasarkan Akta No. 129 Tanggal 22 Desember 2022 dibuat dihadapan Notaris Yulia, S.H.,
     Notaris di Jakarta Selatan, para pemegang saham menyetujui untuk mengubah status Perusahaan
     yang semula Perseroan Terbatas Terbuka (Tbk) menjadi Perseroan Tertutup, menyetujui
     peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp 30.000.000.000 menjadi
     sebesar Rp 40.000.000.000 yang terbagi atas 800.000.000 lembar saham yang diambil bagian oleh
     para pemegang saham secara proporsional, dan menyetujui untuk mengubah seluruh Anggaran
     Dasar Perusahaan sehubungan dengan perubahan status Perusahaan menjadi Perseroan
     Terbatas Tertutup untuk disesuaikan dengan perundang - undangan yang berlaku. Perubahan
     tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
     Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-0096920.AH.01.02 Tahun 2022 pada tanggal
     22 Desember 2022.
     Berdasarkan Akta No. 60 tanggal 22 Februari 2023, yang dibuat dihadapan Notaris Yulia, S.H.,
     Notaris di Jakarta Selatan, para pemegang saham menyetujui rencana Perusahaan untuk
     melakukan penawaran umum perdana saham-saham Perusahaan kepada masyarakat dalam
     jumlah sebanyak-banyaknya 275.000.000 lembar saham dan mencatatkan saham-saham
     Perusahaan tersebut pada Bursa Efek Indonesia, serta mengubah status Perusahaan dari
     Perusahaan Tertutup menjadi Perusahaan Terbuka, menyetujui rencana untuk mengeluarkan
     saham baru melalui Penawaran Umum kepada masyarakat dalam jumlah sebanyak banyaknya
     275.000.000 lembar saham dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 50, menyetujui
     rencana Perusahaan untuk menerbitkan waran seri I atas nama Perusahaan sebanyak-banyaknya
     165.000.000 waran, menyetujui untuk mencatatkan seluruh saham dan waran Perusahaan,
     memberikan kuasa pada Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan sehubungan dengan
     Penawaran Umum saham dan jumlah pasti waran yang akan diterbitkan atas nama Perusahaan,
     mengubah maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan, dan menyetujui untuk mengubah
     dan menyusun kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan perubahan status
     Perusahaan menjadi Perseroan Terbatas Terbuka (Tbk).
     Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
     Republik Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-0012041.AH.01.02 Tahun 2023 pada
     tanggal 22 Februari 2023 diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
     Kementerian    Hukum     dan    Hak    Asasi   Manusia     Republik Indonesia    dengan
     surat No. AHU-AH.01.03-0030062 tanggal 22 Februari 2023.



                                                7
Page 12
                                    PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                          30 JUNI 2025
                   DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
  a. Pendirian Perusahaan (lanjutan)
     Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, perubahan terakhir
     berdasarkan Akta Notaris Yulia, S.H., No. 06 tanggal 07 September 2023 mengenai peningkatan
     modal ditempatkan/ disetor. Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan ini telah disetujui oleh Menteri
     Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusannya
     No. AHU-0176387.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 07 September 2023 dan telah diterima dan
     dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
     Republik Indonesia dengan surat No. AHU-AH.01.03-0114970 tanggal 07 September 2023.
     Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan saat ini
     meliputi perdagangan besar barang dari kertas dan karton, angkutan bermotor untuk barang umum,
     dan pergudangan dan penyimpanan. Kegiatan usaha utama yang saat ini sedang dijalankan oleh
     Perusahaan adalah perdagangan kemasan makanan dan minuman.
     Perusahaan berlokasi di Ruko Cibubur Times Square Blok C1 No. 23, Jl. Alternatif Cibubur
     (Transyogi), RT.001/RW.010, Kel. Jatikarya, Kec. Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat 17435.
     Perusahaan memulai kegiatan operasinya pada bulan Mei 2011.
     Dillon Sutandar, Philip Sumali dan Catur Jatiwaluyo merupakan pemegang saham Perusahaan.
  b. Penawaran Umum Efek Perusahaan

     Pada tanggal 31 Juli 2023, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Dewan Komisioner
     Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan surat No. S-200/D.04/2023 untuk melakukan penawaran
     umum perdana saham kepada masyarakat sebanyak 275.000.000 saham dengan nilai nominal
     Rp 50 per saham dan harga penawaran Rp 140 per saham.
     Perusahaan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 165.000.000 Waran Seri I dengan nilai
     nominal Rp 50 per saham dan harga pelaksanaan sebesar Rp 200 per saham.
     Pada tahun 2024, terdapat peningkatan modal disetor yang berasal dari hasil pelaksaan Waran
     sebanyak 27.288 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 50 per saham dan harga
     pelaksanaan sebesar Rp 200 per saham. Selisih harga pelaksanaan dan harga nominal atas
     pelaksanaan waran telah dibukukan pada tambahan modal disetor sebesar Rp 5.457.600.
  c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi,
     dan Karyawan
     Berdasarkan akta No. 36 tanggal 20 Oktober 2022 dibuat dihadapan Notaris Yulia, S.H., Notaris
     di Jakarta Selatan, akta No. 14 tanggal 19 Januari 2021 dari Notaris Roza, S.H., Notaris di Bekasi,
     serta akta No. 24 tanggal 6 Desember 2016 dari Notaris Buntario Tigris, S.H., S.E., M.H, Notaris
     di Bekasi, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2025 dan
     31 Desember 2024 adalah sebagai berikut :

                                                               30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024

     Dewan Komisaris
     Komisaris Utama                                                         Philip Sumali
     Komisaris                                                             Frederick Rompas

     Direksi
     Direktur Utama                                                         Catur Jatiwaluyo
     Direktur                                                               Dillon Sutandar*
     * Merupakan Direktur yang membawahi bidang akuntansi dan keuangaan Perusahaan.




                                                          8
Page 13
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       30 JUNI 2025
                DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)

  c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi,
     dan Karyawan (lanjutan)

     Berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris No.KOM.001/PI/VII/2024 sesuai dengan peraturan
     Otoritas Jasa Keuangan nomor 55/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015, tentang
     ”Pembentukan dan pedoman pelaksaan kerja komite audit” Perusahaan melakukan perubahan
     struktur dan keanggotaan Komite Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
     adalah sebagai berikut:

                                                    30 Juni 2025           31 Desember 2024
     Komite Audit
     Ketua                                  Frederick Rompas            Frederick Rompas
     Anggota                                Wito                        Wito
     Anggota                                Aries Murdyana              Aries Murdyana

     Komite Nominasi dan Remunerasi
     Ketua                                  Frederick Rompas            Frederick Rompas
     Anggota                                Zayatri Novlesia            Zayatri Novlesia
     Anggota                                Winda Aryuningsih           Winda Aryuningsih

     Perusahaan memiliki karyawan tetap masing-masing sebanyak 32 dan 28 karyawan, serta
     karyawan tidak tetap masing – masing sebanyak 22 dan 24 karyawan pada 30 Juni 2025 dan 31
     Desember 2024 (Audit).

  d. Penyelesaian Laporan Keuangan

     Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang
     telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan pada tanggal 28 Juli 2025.

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

  a. Dasar penyusunan laporan keuangan

     Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
     (“SAK”) yang merupakan Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar
     Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan
     Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. Kebijakan tersebut telah
     diterapkan secara konsisten untuk setiap tahun penyajian, kecuali dinyatakan lain.

     Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan PSAK No. 201 (Sebelumnya PSAK 1): Penyajian
     Laporan Keuangan. Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan basis
     akrual, menggunakan dasar akuntansi biaya historis, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang
     disajikan berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-
     masing akun tersebut.

     Laporan arus kas yang disajikan dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan
     dan pengeluaran kas dan bank yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan
     pendanaan.

     Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah konsisten
     dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun
     yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025.




                                                9
Page 14
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       30 JUNI 2025
                DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
  b. Perubahan Kebijakan Akuntansi
    Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan bank yang dikelompokkan
    ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas disajikan dengan
    menggunakan metode langsung.
    Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah mata uang
    Rupiah (“Rp”), yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
    Standar baru, amendemen, revisi, penyesuaian dan interpretasi yang telah diterbitkan, dan yang
    berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada 1 Januari 2024, dan relevan terhadap aktifitas
    Perusahaan, adalah sebagai berikut:
    -   Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1), “Penyajian Laporan Keuangan”, tentang
        tentang liabilitas jangka panjang dengan kovenan;
        Efektif tanggal 1 Januari 2024, Perusahaan telah menerapkan Amendemen PSAK 201
        (sebelumnya PSAK 1), “Penyajian Laporan Keuangan” tentang liabilitas jangka panjang dengan
        kovenan. Amendemen ini mengatur bahwa hanya kovenan yang harus dipatuhi entitas pada
        atau sebelum tanggal pelaporan yang akan memengaruhi klasifikasi liabilitas jangka pendek
        atau jangka panjang serta pengungkapannya.
    -   Amendemen PSAK 207 (sebelumnya PSAK 2), “Laporan Arus Kas” dan PSAK 107
        (sebelumnya PSAK 60) “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” tentang Pengaturan
        Pembiayaan Pemasok;
        Efektif tanggal 1 Januari 2024, Perusahaan telah menerapkan Amendemen PSAK 207
        (sebelumnya PSAK 2), “Laporan Arus Kas” dan PSAK 107 (sebelumnya PSAK 60) “Instrumen
        Keuangan: Pengungkapan” tentang pengaturan pembiayaan pemasok. Amendemen ini
        memperjelas pengungkapan terkait pengaturan pembiayaan pemasok.
    -   Amendemen PSAK 116 (sebelumnya PSAK 73) “Sewa” tentang Sewa pada Transaksi Jual
        dan Sewa balik;
        Amandemen ini mengatur tentang Perusahaan telah menerapkan Amendemen PSAK 116
        (sebelumnya PSAK 73), “Sewa”, tentang liabilitas sewa dalam jual dan sewa balik. Amendemen
        ini mengatur pengukuran selanjutnya atas transaksi jual dan sewa balik.
    Standar baru, interpretasi dan amendemen yang belum efektif
    Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah menerbitkan beberapa standar, amendemen dan penyesuaian
    atas standar, serta interpretasi atas standar akuntansi namun belum berlaku efektif untuk periode
    tahun buku yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2024.
    Standar baru dan amendemen PSAK yang telah diterbitkan dan berlaku efektif untuk periode tahun
    buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025, dengan penerapan dini
    diperkenankan, yaitu:
      - PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74) "Kontrak Asuransi";
      - Amendemen PSAK 117 "Kontrak Asuransi" tentang Penerapan Awal PSAK 117 dan
     - PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) - Informasi Komparatif; dan
      - Amendemen PSAK 221 (sebelumnya PSAK 10) "Pengaruh Kurs Valuta Asing"
        tentangKekurangan Ketertukaran.
    Penerapan dini atas amendemen dan PSAK baru tersebut diperkenankan.
    Pada tanggal penerbitan laporan keuangan ini, manajemen masih dalam proses melakukan
    evaluasi atas dampak dari amendemen, penyesuaian dan PSAK baru tersebut di atas terhadap
    laporan keuangan Perusahaan.



                                                10
Page 15
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       30 JUNI 2025
                DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  c. Pengukuran Nilai Wajar

    Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
    untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama atau
    pasar yang paling menguntungkan pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu
    harga keluar) terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi
    dengan menggunakan teknik penilaian lain pada tanggal pengukuran.

    Perusahaan mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan
    digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi
    bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomis terbaiknya.

    Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
    menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
    terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset
    tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

    Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan di mana data yang
    memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
    diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

    Perusahaan menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko
    aset dan liabilitas, dan level hirarki nilai wajar di mana pengukuran nilai wajar tersebut
    dikategorikan.

  d. Kas dan Bank

    Kas dan bank terdiri dari saldo kas dan kas di bank, yang tidak digunakan sebagai jaminan atau
    tidak dibatasi penggunaannya.

    Deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari tiga bulan disajikan sebagai “deposito
    berjangka”, dalam laporan posisi keuangan.

  e. Transaksi Pihak-pihak Berelasi

      a) Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan. Orang atau anggota
         keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan Perusahaan, jika:
         (i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Perusahaan;
         (ii) memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan; atau
         (iii) merupakan personil manajemen kunci Perusahaan.

      b) Suatu entitas berelasi dengan Perusahaan jika memenuhi salah satu hal berikut:
         (i) entitas dan Perusahaan adalah anggota dari Perusahaan yang sama.
         (ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari Perusahaan (atau entitas
               asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu Perusahaan, yang mana
               Perusahaan adalah anggotanya).
         (iii) entitas dan Perusahaan adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
         (iv) Perusahaan adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
               entitas asosiasi dari entitas ketiga.
         (v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari
               Perusahaan atau entitas yang terkait dengan Perusahaan.




                                                 11
Page 16
                                 PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                         30 JUNI 2025
                  DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  e. Transaksi Pihak-pihak Berelasi (lanjutan)

           (vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasikan
                 dalam huruf a
           (vii) Seseorang yang diidentifikasi dalam poin a (i) memiliki pengaruh signifikan terhadap atau
                 merupakan anggota personel manajemen kunci entitas.

    Transaksi signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 24.

  f. Instrumen Keuangan

    Perusahaan mengklasifikasi instrumen keuangan dalam bentuk aset dan liabilitas keuangan.

    1. Aset Keuangan

       Pengakuan Awal

       Aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah biaya transaksi.
       Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangan menjadi:
       (i) aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi,
       (ii) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVOCI)
             dan
       (iii) aset keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL),
             Klasifikasi aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model Perusahaan dan
             persyaratan kontraktual arus kas apakah penentuan arus kasnya semata dari pembayaran
             pokok dan bunga. Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada
             pengakuan awal dan tidak melakukan perubahan atas klasifikasi yang telah dibuat.

       Pengukuran selanjutnya

       -      Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi.

              Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan
              diamortisasi dimana aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk
              memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual. Aset keuangan
              yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi pada awalnya diakui sebesar nilai
              wajarnya ditambah dengan biaya-biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya
              perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

       -      Aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.

             Aset keuangan berupa instrumen utang diklasifikasikan sebagai aset keuangan FVOCI jika
             aset keuangannya dimiliki dalam model bisnis yang tujuannya dicapai dengan
             mengumpulkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan.

              Untuk aset keuangan berupa instrumen ekuitas di mana Perusahaan memilih opsi FVOCI
              maka keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah direklasifikasi ke laba
              rugi.




                                                    12
Page 17
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      30 JUNI 2025
               DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                             30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

    1. Aset Keuangan (lanjutan)

       Pengukuran selanjutnya (lanjutan)

       -   Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi.

           Aset keuangan diklasifikasikan sebagai FVTPL jika aset keuangan tersebut tidak memenuhi
           kriteria sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dan
           FVOCI.

       Penurunan Nilai Aset Keuangan

       Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen
       keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian,
       Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan
       umur instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam
       melakukan penilaian tersebut, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang
       terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang
       terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal, yang mempertimbangkan
       kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha yang tidak
       semestinya pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
       perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan signifikan risiko
       kredit sejak pengakuan awal.

       Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit
       ekspektasian yang menggunakan cadangan kerugian kredit ekspektasian seumur hidup untuk
       seluruh saldo piutang usaha, piutang lain-lain dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan
       yang signifikan.

       Penghentian Pengakuan Aset Keuangan

       Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan jika, dan hanya jika, hak kontraktual atas
       arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau mengalihkan hak kontraktual
       untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan, atau tetap memiliki hak kontraktual
       untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan namun juga menanggung kewajiban
       kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak
       penerima melalui suatu kesepakatan yang memenuhi persyaratan tertentu. Ketika Perusahaan
       mengalihkan aset keuangan, maka Perusahaan mengevaluasi sejauh mana Perusahaan tetap
       memiliki risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut.

    2. Liabilitas Keuangan

       Pengakuan Awal

       Perusahaan mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangannya pada saat pengakuan awal.
       Perusahaan memiliki liabilitas keuangan yang diklasifikasikan dalam liabilitas keuangan yang
       diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya
       sebesar nilai wajar dan dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya transaksi yang dapat
       diatribusikan secara langsung.




                                                13
Page 18
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                         30 JUNI 2025
                  DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

    2. Liabilitas Keuangan (lanjutan)

       Pengukuran Selanjutnya

       Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan dalam kategori ini selanjutnya diukur pada biaya
       perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku
       bunga efektif termasuk di dalam biaya keuangan dalam laba rugi.

       Keuntungan atau kerugian diakui dalam laba rugi pada saat liabilitas tersebut dihentikan
       pengakuannya serta melalui proses amortisasi suku bunga efektif.

       Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan

       Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan jika, dan hanya jika, kewajiban
       Perusahaan dilepaskan, dibatalkan atau kedaluwarsa.

    3. Penghentian Pengakuan Instrumen Keuangan

       Penghentian pengakuan aset keuangan

       Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika, hak kontraktual atas
       arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau mengalihkan hak kontraktual
       untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan, atau tetap memiliki hak kontraktual
       untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan namun juga menanggung kewajiban
       kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak
       penerima melalui suatu kesepakatan yang memenuhi persyaratan tertentu. Ketika Perusahaan
       mengalihkan aset keuangan, maka Perusahaan mengevaluasi sejauh mana Perusahaan tetap
       memiliki risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut.

       Penghentian pengakuan liabilitas keuangan

       Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan jika, dan hanya jika, kewajiban
       Perusahaan dilepaskan, dibatalkan atau kedaluwarsa.

    4. Saling Hapus Instrumen Keuangan

       Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya dilaporkan dalam
       laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum
       untuk saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan terdapat tujuan untuk menetapkannya
       secara neto (net basis), atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
       simultan.

  g. Persediaan

    Persediaan Persediaan awalnya diakui pada biaya perolehannya dan kemudian pada nilai terendah
    antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih. Biaya perolehan terdiri atas semua biaya
    pembelian dan biaya lainnya yang terjadi untuk menempatkan persediaan sampai kepada lokasi
    dan kondisi saat ini. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata
    tertimbang.

    Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi
    estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya penjualan.




                                                14
Page 19
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                         30 JUNI 2025
                  DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  h. Aset Tetap

    Pada pengakuan awal, item-item aset tetap dinilai sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan
    meliputi harga pembelian, biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dan estimasi nilai
    kini dari seluruh biayabiaya masa mendatang yang tidak dapat dihindari dari pembongkaran dan
    pemindahan aset tetap.

    Pada tahun 2022, Perusahaan melakukan perubahan kebijakan akuntansi atas tanah didalam
    pengukuran setelah pengakuan awal dari model biaya menjadi model revaluasi. Perusahaan
    menetapkan      untuk    melakukan     revaluasi   maksimal     5      tahun     sekali.

    Perusahaan telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi
    pengukuran asset tetapnya kecuali untuk tanah dinyatakan sebesar nilai revaluasi. Aset tetap selain
    tanah dinyatakan sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai.
    Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus dengan masa manfaat ekonomis
    berikut ini:
                                                                 Tarif                     Tahun
    Bangunan                                                       5%                        20
    Kendaraan                                                      20%                       5
    Peralatan kantor                                            10% - 33 %                 3 - 10

    Tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Bangunan
    (“HGB”) ketika tanah diperoleh pertama kali dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak
    diamortisasi karena manajemen berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut
    dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat masa berlakunya selesai.

    Kenaikan nilai tercatat yang timbul dari revaluasi tanah dicatat sebagai “Surplus Revaluasi”.
    Penurunan nilai tercatat yang timbul dari revaluasi dicatat sebagai beban pada tahun berjalan.
    Apabila aset tersebut memiliki saldo “Keuntungan Revaluasi Aset Tetap” yang disajikan sebagai
    “Penghasilan Komprehensif Lain”, maka selisih penurunan nilai tercatat tersebut dibebankan
    terhadap “Keuntungan Revaluasi Aset Tetap” dan sisanya diakui sebagai beban tahun berjalan.

    Surplus revaluasi tanah yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke saldo laba
    pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya.

    Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi beban
    pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam
    penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun “Aset Tetap” yang
    bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan.
    Aset tetap dalam penyelesaian tidak disusutkan sampai memenuhi syarat pengakuan sebagai aset
    tetap seperti diungkapkan di atas.

    Nilai sisa, masa manfaat dan metode penyusutan dikaji pada tiap akhir periode pelaporan, dan
    disesuaikan secara prospektif, sesuai dengan keadaan.

    Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya, biaya
    penggantian atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada saat terjadinya jika besar
    kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke
    Perusahaan, dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.




                                                 15
Page 20
                                PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                        30 JUNI 2025
                 DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                               30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  h. Aset Tetap (lanjutan)

    Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis
    masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
    penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laba rugi pada periode aset tersebut dihentikan
    pengakuannya.

  i. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan (Tidak Termasuk Persediaan dan Aset Pajak
     Tangguhan)

    Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami
    penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka Perusahaan mengestimasi jumlah
    terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah
    yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakainya. Jika jumlah
    terpulihkan suatu aset lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset harus diturunkan menjadi
    sebesar jumlah terpulihkan. Kerugian penurunan nilai diakui segera dalam laba rugi.

    Pembalikan rugi penurunan nilai untuk aset nonkeuangan, diakui jika, dan hanya jika, terdapat
    perubahan estimasi yang digunakan dalam menentukan jumlah terpulihkan aset sejak pengujian
    penurunan nilai terakhir kali dilakukan. Pembalikan rugi penurunan nilai tersebut diakui segera
    dalam laba rugi.

  j. Sewa

    Perusahaan mengevaluasi pada saat insepsi kontrak bila kontrak tersebut adalah, atau
    mengandung sewa yaitu jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan
    aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.

    Perusahaan sebagai Penyewa

    Perusahaan menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa,
    kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa dengan aset pendasar bernilai rendah. Perusahaan
    mengakui liabilitas sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-guna yang mewakili
    hak untuk menggunakan aset pendasar.

    Aset hak-guna

    Perusahaan mengakui aset hak-guna pada tanggal permulaan sewa. Aset hak-guna diukur pada
    biaya perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk
    setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan aset hak-guna mencakup jumlah
    liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, dan pembayaran sewa yang
    dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai dikurangi insentif sewa yang diterima.

    Setelah pengakuan awal, aset hak-guna diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan disusutkan
    selama masa sewa menggunakan metode garis lurus.

     Liabilitas sewa

    Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
    dari pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa.




                                                   16
Page 21
                                 PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       30 JUNI 2025
                DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  j. Sewa (lanjutan)

    Liabilitas sewa (lanjutan)

    Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan dari opsi pembelian yang secara wajar pasti
    akan dilaksanakan oleh Perusahaan dan pembayaran denda untuk penghentian sewa, jika masa
    sewa mencerminkan pelaksanaan opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak
    bergantung pada indeks atau tarif diakui sebagai beban pada periode terjadinya peristiwa atau
    kondisi yang memicu terjadinya pembayaran tersebut.

    Dalam menghitung nilai kini dari pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan Suku Bunga
    Pinjaman Inkremental (“SBPI”) pada tanggal permulaan sewa karena tingkat bunga yang tersirat
    dalam sewa tidak tersedia untuk ditentukan. Setelah tanggal permulaan, jumlah liabilitas sewa
    ditingkatkan untuk mencerminkan peningkatan bunga dan dikurangi pembayaran sewa yang
    dilakukan.

    Selain itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu
    sewa, perubahan pembayaran sewa (misalnya, perubahan pembayaran masa depan yang
    dihasilkan dari perubahan indeks atau kurs yang digunakan untuk menentukan pembayaran sewa)
    atau perubahan dalam penilaian opsi untuk memperoleh aset pendasar.

    Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa jangka
    pendeknya (yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 (dua belas) bulan atau kurang dari
    tanggal permulaan dan tidak memiliki opsi pembelian). Perusahaan juga menerapkan pengecualian
    pengakuan sewa aset bernilai rendah untuk sewa yang dianggap bernilai rendah.

    Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset pendasar bernilai rendah diakui
    sebagai beban dengan metode garis lurus selama masa sewa.

    Perusahaan sebagai Pesewa

    Sewa yang dalam pengaturannya Perusahaan tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko
    dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
    Pendapatan sewa yang timbul dicatat dengan metode garis lurus selama masa sewa dan
    disertakan dalam pendapatan pada laba rugi karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang
    timbul dalam negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan ke nilai tercatat dari aset
    sewaan dan diakui selama masa sewa atas dasar yang sama dengan pendapatan sewa.

  k. Imbalan Kerja

    Imbalan kerja jangka pendek

    Imbalan kerja jangka pendek merupakan kompensasi yang diberikan oleh Perusahaan seperti
    gaji,tunjangan, bonus dan iuran pensiun yang diakui pada saat diberikan kepada karyawan.

    Imbalan pascakerja

    Perusahaan mengakui liabilitas imbalan pascakerja yang tidak didanai sesuai dengan
    Undang-Undang Ketenagakerjaan.




                                                  17
Page 22
                                PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                         30 JUNI 2025
                  DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  k. Imbalan Kerja (lanjutan)

    Imbalan pascakerja (lanjutan)

    Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Perusahaan ditentukan melalui
    perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit-credit dan
    menerapkan asumsi atas tingkat diskonto, hasil yang diharapkan atas aset dana pensiun dan
    tingkat kenaikan manfaatpasti pensiun tahunan.

     i.     Program iuran pasti
            iuran untuk program iuran pasti untuk program pensiun dibebankan pada laba rugi pada
            periode di mana iuran tersebut terkait.

     ii.    Program imbalan pasti
            Surplus dan defisit program imbalan pasti diukur pada:
            • Nilai wajar dari aset yang direncanakan pada tanggal pelaporan; dikurangi
            • Liabilitas program yang dihitung dengan menggunakan metode projected-unit-credit yang
              didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan imbal hasil obligasi Pemerintah
              (dikarenakan saat ini tidak ada pasar aktif untuk obligasi Perusahaan yang berkualitas
              tinggi) yang tersedia yang memiliki tanggal jatuh tempo yang mendekati persyaratan
              liabilitas; ditambah
            • Biaya servis masa lalu yang tidak diakui; dikurangi
            • Dampak persyaratan pendanaan minimum yang disetujui dengan skema wali amanat.

            Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja diakui langsung dalam ekuitas.
            Pengukuran kembali tersebut termasuk:

            • Keuntungan dan kerugian aktuaris;
            • Imbalan atas aset program (tidak termasuk bunga); dan
            • Aset dengan efek batas tertinggi (tidak termasuk bunga).

            Biaya jasa diakui dalam laba rugi, dan termasuk biaya jasa kini dan masa lalu, serta
            keuntungan dan kerugian kurtailmen.

            Beban (pendapatan) bunga neto diakui dalam laba rugi dan dihitung dengan menerapkan
            tingkat diskonto untuk mengukur liabilitas imbalan pascakerja (aset) pada awal
            periode tahunan dengan saldo neto liabilitas imbalan pascakerja (aset) dan
            mempertimbangkan dampak kontribusi dan pembayaran manfaat selama periode.

            Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan program manfaat atau program
            kurtailmen diakui secara langsung dalam laba rugi.

            Penyelesaian program manfaat pasti diakui dalam periode di mana penyelesaian tersebut
            terjadi.

     iii.   Manfaat jasa jangka panjang lain

            Imbalan kerja lain yang diharapkan untuk diselesaikan secara keseluruhan dalam
            12 (dua belas) bulan setelah akhir periode pelaporan disajikan sebagai liabilitas jangka
            pendek.




                                                  18
Page 23
                                PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                         30 JUNI 2025
                  DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  k. Imbalan Kerja (lanjutan)

    Imbalan pascakerja (lanjutan)

     iv.   Manfaat jasa jangka panjang lain (lanjutan)

           Imbalan kerja lain yang tidak diharapkan untuk diselesaikan secara keseluruhan dalam
           12 (dua belas) bulan setelah akhir periode pelaporan disajikan sebagai liabilitas jangka
           panjang dan dihitung dengan menggunakan metode projected-unit-credit dan kemudian
           didiskonto dengan menggunakan imbal hasil obligasi Pemerintah yang tersedia dengan
           tanggal jatuh tempo mendekati sisa periode yang diharapkan untuk diselesaikan.

  l. Modal Saham

    Modal saham merupakan jumlah nominal atas seluruh saham yang ditempatkan dan disetor.

  m. Saldo Laba

    Saldo laba merupakan saldo kumulatif laba rugi dan penghasilan komprehensif lain bersih,
    distribusi dividen, penyesuaian periode sebelumnya, efek dari perubahan kebijakan akuntansi dan
    penyesuaian modal lainnya.

  n. Pengakuan Pendapatan, Biaya dan Beban

    Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan

    Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Perusahaan melakukan analisa transaksi melalui lima
    langkah penilaian berikut:
    1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
    2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak;
    3. Penetapan harga transaksi;
    4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual berdiri sendiri
        relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Ketika tidak dapat
        diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang
        diharapkan ditambah margin; dan
    5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
        barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
        barang atau jasa tersebut).

    Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 (dua) cara, sebagai berikut:
    a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
    b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan).

    Pendapatan diukur berdasarkan nilai yang diharapkan dapat diterima Perusahaan atas pengalihan
    barang yang dijanjikan kepada pelanggan, tidak termasuk jumlah yang ditagihkan atas nama pihak
    ketiga.

    Pendapatan diakui ketika Perusahaan memenuhi kewajibannya untuk mengalihkan barang yang
    dijanjikan kepada pelanggan, yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang atau jasa
    tersebut. Jumlah pendapatan yang diakui adalah sebesar jumlah yang dialokasikan dari kewajiban
    yang terpenuhi.




                                                  19
Page 24
                                PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                         30 JUNI 2025
                  DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  n. Pengakuan Pendapatan, Biaya dan Beban (lanjutan)

    Perusahaan telah secara umum menentukan bahwa hal itu merupakan prinsipal dalam pengaturan
    pendapatannya dan mencatat pendapatan secara bruto karena Perusahaan mengendalikan
    barang sebelum mengalihkannya kepada pelanggan.

    Kriteria spesifik berikut juga harus dipenuhi sebelum pendapatan diakui:

    Pendapatan dari penjualan barang

    Untuk pendapatan dari penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan
    pendapatan diakui, pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan
    (pada suatu titik waktu).

    Beban

    Beban diakui pada saat terjadinya (dasar akrual).

  o. Perpajakan

    Pajak Penghasilan

    Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak penghasilan tangguhan.
    Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak periode berjalan.

    Pajak penghasilan diakui dalam laba rugi, kecuali untuk transaksi yang berhubungan dengan
    transaksi yang diakui langsung dalam ekuitas atau penghasilan komprehensif lain, dalam hal ini
    diakui dalam ekuitas atau penghasilan komprehensif lain.

    Pajak kini

    Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini dilakukan saling hapus jika, dan hanya jika, entitas memiliki
    hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus jumlah yang diakui; dan
    memiliki intensi untuk menyelesaikan dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan
    menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.

    Pajak tangguhan

    Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas untuk
    tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan
    diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan sepanjang besar kemungkinan
    perbedaan temporer yang boleh dikurangkan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba
    fiskal pada masa yang akan datang. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal
    yang belum digunakan, diakui sejauh besar kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut.

    Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan pada
    periode ketika aset direalisasi atau ketika liabilitas dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan peraturan
    perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada akhir periode pelaporan.




                                                   20
Page 25
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       30 JUNI 2025
                DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
  o. Perpajakan (lanjutan)
    Pajak tangguhan (lanjutan)

    Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan dilakukan saling hapus jika, dan hanya jika,
    entitas memiliki hak secara hukum untuk saling hapus aset pajak kini pada liabilitas pajak kini, dan
    aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang
    dikenakan oleh otoritas perpajakan atas entitas kena pajak yang sama, atau entitas kena pajak
    berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau
    merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa
    depan yang mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan
    diselesaikan atau dipulihkan.

  p. Dividen

    Dividen diakui pada saat dividen secara legal menjadi terutang. Pembagian dividen interim menjadi
    terutang pada saat diumumkan oleh Direksi. Pembagian dividen final menjadi terutang pada saat
    disetujui oleh para pemegang saham pada saat Rapat Umum Pemegang Saham.

  q. Pelaporan Segmen

    Suatu segmen adalah suatu unsur yang dapat dibedakan dari Perusahaan yang beroperasi baik di
    dalam menghasilkan produk dan jasa tertentu (segmen bisnis), atau di dalam menghasilkan produk
    dan jasa di antara lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang merupakan subjek
    manfaat dan risiko yang berbeda dari segmen-segmen lainnya. Segmen operasi dilaporkan secara
    konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan kepada pengambil keputusan pimpinan
    operasi. Pengambil keputusan pimpinan operasi, yang bertanggung jawab di dalam
    mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi, telah diidentifikasi sebagai
    komite pengendali yang membuat keputusan strategis.

    Pendapatan, beban, hasil aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan
    langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
    kepada segmen tersebut.

    Termasuk di dalamnya adalah penjelasan singkat atas segmen operasi yang digabungkan dan
    indikator ekonomi yang dinilai dalam penentuan apakah segmen operasi memiliki karakteristik
    ekonomi serupa. Selain dari itu, penerapan dari penyesuaian ini tidak memiliki dampak untuk tahun
    berjalan atau tahun sebelumnya dan tidak akan berpengaruh di periode yang akan datang.

  r. Provisi dan Kontinjensi

    Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
    konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban
    tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan
    estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

    Provisi ditelah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi
    terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban
    kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.

    Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan. Liabilitas kontinjensi
    diungkapkan dalam laporan keuangan, kecuali arus keluar sumber daya yang mengandung
    manfaat ekonomi kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi diungkapkan dalam laporan keuangan



                                                  21
Page 26
                                PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                        30 JUNI 2025
                 DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                               30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
     jika terdapat kemungkinan besar arus masuk manfaat ekonomis akan diperoleh.
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  s. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan

     Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan atas posisi Perusahaan
     pada akhir periode pelaporan (peristiwa yang memerlukan penyesuaian) tercermin dalam laporan
     keuangan.

     Peristiwa setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian diungkapkan dalam
     catatan atas laporan keuangan apabila material.

  t. Laba Neto per Saham Dasar

     Laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba neto dengan rata-rata tertimbang dari
     jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun yang bersangkutan.


3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING

  Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan
  manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah
  yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat
  dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda
  dengan jumlah estimasi yang dibuat.

  Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan
  keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat
  perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam
  asumsi terkait pada saat terjadinya.

  a. Pertimbangan di dalam penerapan kebijakan akuntansi

     Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah membuat keputusan
     berikut, yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan
     keuangan:

     Pajak Penghasilan

     Perusahaan memiliki eksposur pajak penghasilan. Pertimbangan signifikan diperlukan di dalam
     menentukan provisi pajak penghasilan. Ada beberapa transaksi dan penghitungan di mana
     penentuan pajak akhir adalah tidak pasti selama kegiatan usaha biasa. Perusahaan mengakui
     liabilitas bagi isu perpajakan yang diharapkan berdasarkan estimasi apakah pajak tambahan akan
     jatuh tempo. Apabila terdapat perbedaan perhitungan pajak dengan jumlah yang telah dicatat,
     maka jumlah tersebut akan berdampak pada pajak penghasilan kini di dalam periode di mana
     penentuan tersebut dibuat.

     Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

     Klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan ditetapkan
     oleh Perusahaan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK 109 dipenuhi.
     Dengan demikian aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi
     seperti dijelaskan pada Catatan 2f.




                                                    22
Page 27
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       30 JUNI 2025
                DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.    ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

a. Pertimbangan di dalam penerapan kebijakan akuntansi (lanjutan)

     Penentuan Mata Uang Fungsional

     Perusahaan mengukur transaksi mata uang asing di dalam mata uang fungsional Perusahaan.
     Di dalam menentukan mata uang fungsional entitas dalam Perusahaan, pertimbangan diperlukan
     untuk menentukan mata uang yang paling mempengaruhi harga jual barang dan jasa dan negara
     di mana kekuatan persaingan dan regulasi paling menentukan harga jual barang dan jasa. Mata
     uang fungsional entitas di dalam Perusahaan ditentukan berdasarkan penilaian manajemen
     terhadap lingkungan ekonomi di mana entitas beroperasi dan proses entitas di dalam menentukan
     harga jual.

b. Sumber utama ketidakpastian estimasi

     Asumsi utama berkenaan dengan sumber utama dan sumber lainnya dari ketidakpastian estimasi
     di masa depan pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang dapat
     menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada tahun buku
     mendatang, diungkapkan sebagai berikut:

     Penyisihan atas Penurunan Nilai Piutang Usaha

     Perusahaan mengevaluasi penggunaan cadangan kerugian ekspektasian sepanjang taksiran umur
     piutang untuk seluruh piutang usaha dan piutang lain-lain. Untuk mengukur kerugian kredit
     ekspektasian, piutang usaha dan piutang lain-lain dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko
     kredit dan jatuh tempo yang serupa. Ketika melakukan penilaian atas cadangan kerugian kredit
     ekspektasian, Perusahaan mengevaluasi risiko gagal bayar yang mungkin terjadi sepanjang
     perkiraan usia instrumen keuangan dalam menentukan jumlah kerugian kredit ekspektasian
     dengan mempertimbangkan ketersediaan informasi kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
     perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan.

     Penyusutan Aset Tetap

     Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan
     taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen Perusahaan mengestimasi masa manfaat
     ekonomi aset tetap antara 3 tahun sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum
     diharapkan dalam industri di mana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat
     pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomik dan nilai
     sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci
     atas nilai tercatat aset tetap Perusahaan diungkapkan dalam Catatan 8.

     Aset Pajak Tangguhan

     Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan sepanjang
     besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan
     temporer yang dapat dikurangkan tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen
     disyaratkan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat
     penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan strategi perencanaan pajak masa depan.
     Penjelasan lebih rinci atas nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan Perusahaan
     diungkapkan dalam Catatan 12.




                                                 23
Page 28
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       30 JUNI 2025
                DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

  b. Sumber utama ketidakpastian estimasi (lanjutan)

    Pensiun dan Imbalan Kerja

    Nilai kini liabilitas imbalan pascakerja bergantung pada faktor-faktor yang ditetapkan berdasarkan
    basis akrual dengan menggunakan sejumlah asumsi. Asumsi yang digunakan di dalam
    menetapkan biaya (pendapatan) neto pensiun meliputi tingkat suku bunga diskon dan tingkat
    kenaikan gaji di masa depan. Semua perubahan di dalam asumsi-asumsi ini akan berdampak pada
    nilai kini liabilitas imbalan pascakerja.

    Perusahaan menetapkan tingkat suku bunga yang sesuai dan kenaikan tingkat gaji di masa depan
    pada tiap akhir periode pelaporan. Tingkat suku bunga adalah tingkat suku bunga yang harus
    digunakan untuk menetapkan arus kas keluar masa depan yang diharapkan yang disyaratkan untuk
    menyelesaikan liabilitas imbalan pascakerja. Di dalam menetapkan tingkat suku bunga yang
    sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang
    didenominasi oleh mata uang di mana manfaat tersebut akan dibayarkan dan memiliki syarat-syarat
    jatuh tempo yang mendekati syarat-syarat liabilitas imbalan pascakerja terkait.

    Tingkat kenaikan gaji di masa depan ditentukan dengan mengumpulkan semua data historis terkait
    dengan perubahan dasar gaji dan menyesuaikannya pada rencana bisnis di masa depan.

    Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan
    signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan
    dapat mempengaruhi secara material liabilitas imbalan pascakerja yang diestimasi dan beban
    imbalan kerja neto.

    Penjelasan lebih rinci atas nilai tercatat liabilitas imbalan pascakerja Perusahaan diungkapkan
    dalam Catatan 13.

    Pengukuran Nilai Wajar

    Beberapa kebijakan akuntansi dan pengungkapan Perusahaan membutuhkan pengukuran nilai
    wajar, baik untuk aset dan liabilitas keuangan maupun nonkeuangan. Ketika mengukur kewajaran
    aset atau liabilitas, Perusahaan sebisa mungkin menggunakan data dari penelitian di pasar. Nilai
    wajar dikategorikan ke beberapa tingkatan berbeda di hirarki nilai wajar berdasarkan teknik
    penilaian sebagai berikut:
    • Tingkat 1: Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di dalam pasar aktif bagi aset maupun liabilitas
    yang identikal yang dapat diakses Perusahaan pada tanggal pengukuran;
    • Tingkat 2: Input selain harga kuotasian yang termasuk di dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi
    bagi aset atau liabilitas, baik langsung (misalnya, harga) maupun tidak langsung (misalnya, derivatif
    harga); dan
    • Tingkat 3: Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.

    Perusahaan memiliki instrumen keuangan yang disajikan sebesar jumlah tercatat baik karena
    jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai wajarnya tidak dapat
    diukur secara andal.




                                                  24
Page 29
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       30 JUNI 2025
                DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN BANK

                                                             30 Juni 2025     31 Desember 2024

  Kas                                                            20.000.000           15.000.000
  Bank
    Rupiah
    PT Bank Central Asia Tbk                                  1.721.670.009        2.077.798.125
    PT Bank Maybank Indonesia Tbk                               178.549.198          306.419.575
    PT Bank OCBC NISP Tbk                                        91.338.491          310.653.162
    PT Bank CIMB Niaga Tbk                                       45.065.310          116.416.279
  Subtotal                                                    2.036.623.008        2.811.287.141
  Total                                                       2.056.623.008        2.826.287.141

  Seluruh saldo kas di bank ditempatkan pada pihak ketiga.
  Tidak terdapat saldo kas dan kas di bank yang dibatasi penggunaannya ataupun dijaminkan oleh
  Perusahaan.

5. DEPOSITO BERJANGKA
                                                              30 Juni 2025    31 Desember 2024
  Deposito berjangka – Rupiah
    PT Bank Maybank Indonesia Tbk                            28.667.500.000       28.667.500.000
    PT Bank OCBC NISP Tbk                                     5.000.000.000        5.000.000.000
  Total                                                      33.667.500.000       33.667.500.000

  Suku bunga tahunan atas deposito berjangka adalah 3,25% - 4,00% untuk tahun yang berakhir pada
  tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024.
  Seluruh saldo deposito berjangka ditempatkan pada pihak ketiga.
6. PIUTANG USAHA - NETO

                                                             30 Juni 2025     31 Desember 2024
  Pihak ketiga
     PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk                       8.141.443.740        7.130.075.464
     PT. Indomarco Prismatama                                 1.662.583.535        3.833.851.197
     PT. Circleka Indonesia Utama                             1.654.350.866        2.649.194.598
     PT. Inti Cakrawala Citra                                   964.912.733          743.424.442
     PT. Sriboga Marugame Indonesia                             603.415.370          789.210.153
     PT. Diamond Cold Storage                                   561.917.520          194.671.800
     Lain-lain (dibawah 500jt)                                7.890.780.594       11.076.967.380
                                                             21.479.404.358       26.417.395.034




                                                25
Page 30
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                        30 JUNI 2025
                 DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                               30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA – NETO (Lanjutan)

                                                            30 Juni 2025            31 Desember 2024
  Pihak ketiga
  Pindahan                                                  21.479.404.358             26.417.395.034
  Pihak berelasi
     PT Glopac Indonesia (Catatan 24a)                          88.800.488                390.257.304
  Total                                                     21.568.204.846             26.807.652.338
  Penyisihan kerugian penurunan nilai                  (      201.809.339)     (         201.809.339)
  Total                                                     21.366.395.507             26.605.842.999

  Analisa umur piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                              30 Juni 2025         31 Desember 2024
  Belum jatuh tempo                                          13.268.804.044            15.282.134.300
  1 - 30 hari                                                 8.004.664.990             9.028.080.150
  31 - 60 hari                                                  260.623.448             1.630.250.229
  61 - 90 hari                                                   27.365.676               447.817.351
  91 – 120 hari                                                   6.746.688               419.370.308
  Total                                                      21.568.204.846            26.807.652.338

  Mutasi dari penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                              30 Juni 2025         31 Desember 2024

  Saldo awal                                                    201.809.339              201.809.339
  Penambahan penyisihan pada tahun berjalan                               -                        -
  Total                                                         201.809.339              201.809.339

  Seluruh piutang usaha pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 adalah dalam mata uang
  Rupiah.

  Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun,
  manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai tersebut cukup
  untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.

  Tidak terdapat piutang usaha yang dijadikan sebagai jaminan untuk fasilitas pinjaman yang diperoleh
  dari bank.

7. PERSEDIAAN
                                                              30 Juni 2025         31 Desember 2024

  Cups, Bowl dan Lids                                         4.425.574.907            4.543.417.246
  Box, Cartoon dan Wrap                                       2.325.655.951            2.997.522.091
  Tray dan Bag                                                  752.603.095              844.325.927
  Bottle                                                        370.205.855              450.332.105
  Stirrer                                                        73.525.969               76.895.569
  Lain – lain                                                    13.354.972               25.333.225
  Total                                                       7.960.920.749            8.937.826.163



                                                 26
Page 31
                                     PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                                CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                              30 JUNI 2025
                       DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                     30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PERSEDIAAN (Lanjutan)

  Persediaan telah diasuransikan pada PT Great Eastern General Insurance Indonesia dengan jenis
  pertanggungan pada produk asuransi yaitu product liability, dengan nilai pertanggungan sebesar USD
  500.000 pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024. Manajemen Perusahaan berkeyakinan
  bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko tersebut.

  Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban pokok penjualan adalah masing-masing sebesar
  Rp 66.265.470.971 dan Rp 61.976.962.086 untuk tahun - tahun yang berakhir pada tanggal
  30 Juni 2025 dan 30 Juni 2024 (Catatan 19).

  Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa persediaan dapat direalisasi sesuai jumlah di atas dan
  karenanya tidak perlu ada penyisihan penurunan nilai persediaan.

8. ASET TETAP - NETO

  Rincian aset tetap sebagai berikut:




                                                                        2025
                                     Saldo Awal                                                        Saldo Akhir
                                      1 Januari        Penambahan       Pengurangan   Reklasifikasi      30 Juni
  Biaya Perolehan
  Pemi l i ka n l a ngs ung
  Ta na h                             22.674.577.495                -            -                 -   22.674.577.495
  Ba nguna n                          12.557.187.575                -            -                 -   12.557.187.575
  Kenda ra a n                         1.803.273.714                -            -                 -    1.803.273.714
  Pera l a tan Ka ntor                 1.256.855.137       88.796.500            -                 -    1.345.651.637
  As et da l a m penyel es a i a n       310.125.000   12.562.165.967            -                 -   12.872.290.967
  Sub total                           38.602.018.921   12.650.962.467            -             -       51.252.981.388

  As et Ha k Guna
  Ba nguna n                             231.292.283                -            -                 -      231.292.283
  Kenda ra a n                         1.392.408.045                -            -                 -    1.392.408.045
  Sub Total                            1.623.700.328                -            -                 -    1.623.700.328
  Total Bi a ya Perol eha n           40.225.719.249   12.650.962.467            -                 -   52.876.681.716

  Akumul a s i Penyus utan
  Pemi l i ka n l a ngs ung
  Ba nguna n                           3.822.701.363     305.567.189             -                 -    4.128.268.552
  Kenda ra a n                         1.574.937.967      64.561.653             -                 -    1.639.499.620
  Pera l a tan Ka ntor                   995.298.910      54.428.016             -                 -    1.049.726.926
  Sub Total                            6.392.938.240     424.556.858             -                 -    6.817.495.098

  As et Ha k Guna
  Ba nguna n                              38.548.714      23.129.328             -                 -       61.678.042
  Kenda ra a n                           387.679.106     139.240.805             -                 -      526.919.911
  Sub Total                              426.227.820     162.370.133             -                 -      588.597.953
  Total Akumul a s i Penyus utan       6.819.166.060     586.926.991             -                 -    7.406.093.051

  Jumlah Tercatat                     33.406.553.189                                                   45.470.588.665




                                                       27
Page 32
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                          30 JUNI 2025
                   DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                 30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8.   ASET TETAP – NETO (Lanjutan)

                                                                 2024
                              Saldo Aw al                                                           Saldo Akhir
                               1 Januari      Penam bahan      Pengurangan         Reklasifikasi   31 Desem ber
Biaya Perolehan
Pemilikan langsung
Tanah                        12.874.577.495    9.800.000.000              -                    -   22.674.577.495
Bangunan                     12.557.187.575                -              -                    -   12.557.187.575
Kendaraan                     2.004.605.201                -    201.331.487                    -    1.803.273.714
Peralatan kantor              1.115.211.449      141.643.688              -                    -    1.256.855.137
Aset dalam penyelesaian                   -      310.125.000              -                    -      310.125.000
Subtotal                     28.551.581.720   10.251.768.688    201.331.487                    -   38.602.018.921

Aset hak-guna
Bangunan                                 -      231.292.283               -                    -      231.292.283
Kendaraan                      698.849.360      693.558.685               -                    -    1.392.408.045
Subtotal                        698.849.360      924.850.968              -                    -    1.623.700.328
Total Biaya Perolehan        29.250.431.080   11.176.619.656    201.331.487                    -   40.225.719.249

Akum ulasi Penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan                      3.194.841.984     627.859.379               -                   -     3.822.701.363
Kendaraan                     1.666.027.180     194.630.383     201.331.487    (     84.388.109)    1.574.937.967
Peralatan kantor                905.172.851      90.126.059               -                   -       995.298.910
Subtotal                      5.766.042.015     912.615.821     201.331.487    (     84.388.109)    6.392.938.240
Aset hak-guna
Bangunan                                 -       38.548.714               -                   -       38.548.714
Kendaraan                      110.763.526      192.527.471               -          84.388.109      387.679.106
Subtotal                       110.763.526      231.076.185               -          84.388.109      426.227.820
Total Akumulasi Penyusutan    5.876.805.541    1.143.692.006    201.331.487                    -    6.819.166.060
Jum lah Tercatat             23.373.625.539                                                        33.406.553.189




Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut :

                                                                 Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                              30 Juni
                                                                        2025                         2024
Beban umum dan administrasi (Catatan 21)                            586.926.991                    551.004.365

Rincian penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
                                                                        2025                         2024
Hasil penjualan aset tetap                                                            -             97.000.000
Dikurangi: Nilai buku                                                                 -                      -
Laba penjualan aset tetap (Catatan 22)                                                -             97.000.000

Aset tetap berupa bangunan dan kendaraan telah diasuransikan pada PT Asuransi Sinar Mas,
PT Asuransi Umum Mega Unit Usaha Syariah, PT Asuransi Total Bersama, PT Zurich General Takaful
Indonesia dan PT Asuransi Umum BCA, dengan jenis pertanggungan semua risiko properti,
kebakaran, gangguan usaha termasuk gempa bumi dan risiko kerugian lainnya dengan nilai
pertanggungan masing-masing sebesar Rp 9.842.016.000 dan Rp 10.078.271.000 pada tanggal
30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024.
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian dari risiko tersebut.




                                                 28
Page 33
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                         30 JUNI 2025
                  DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
  8.    ASET TETAP – NETO (Lanjutan)

  Jumlah tercatat bruto dari setiap aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan
  masing-masing sebesar Rp 2.034.088.358, dan Rp 1.610.434.039 pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31
  Desember 2024.

  Aset dalam pembangunan berupa bangunan berlokasi di Cikarang. Pada 30 Juni 2025, kemajuan
  pekerjaan sebesar dengan 80% dan estimasi penyelesaian pada 31 Juli 2025. Manajemen
  berkeyakinan tidak terdapat hambatan dalam proses pembangunan yang terjadi.

  Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Cibubur dan Cikarang dengan luas
  keseluruhan sebesar 2.832 m2. Hak Guna Bangunan (HGB) berjangka waktu 28 (dua puluh delapan)
  tahun sampai dengan 50 (lima puluh) tahun. Manajemen Perusahaan berpendapat tidak terdapat
  masalah dengan perpanjangan HGB karena tanah tersebut diperoleh secara sah dan didukung
  dengan bukti pemilikan yang memadai.

  Tidak terdapat aset tetap yang tidak dipakai sementara ataupun yang dihentikan dari penggunaan aktif
  dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual.

  Menurut penilaian manajemen Perusahaan, tidak akan ada kejadian ataupun perubahan keadaan
  yang merupakan indikasi penurunan nilai aset tetap masing-masing pada tanggal
  30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024.

  30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, aset tetap berupa tanah dan bangunan dijaminkan untuk fasilitas
  pinjaman bank (Catatan 11).

9. UTANG USAHA

                                                             30 Juni 2025       31 Desember 2024
  Pihak ketiga
     PT Wijaya Inti Packindo                                  1.509.231.480           1.362.487.260
     PT Tekarindo Sejahtera                                     672.284.376             430.014.888
     PT Putra Kemas Makmur                                      491.378.130             953.390.988
     PT Perfect Partner Abadi                                   447.856.140             115.637.580
     PT Kevin Persada Mandiri                                   372.495.733             108.178.779
     PT Pradaya Sinar Abadi                                     317.824.080             711.112.065
     Lain-lain (dibawah Rp 300 jt)                            4.350.503.981           2.060.406.039
       Subtotal pihak ketiga                                  8.161.573.920           5.741.227.599


   Pihak Berelasi
      PT Glopac Indonesia (Catatan 25c)                       4.734.610.283          10.274.329.876
   Total                                                     12.896.184.203          16.015.557.475

   Utang usaha tidak dijamin, tidak dikenakan bunga dan umumnya dikenakan syarat pembayaran
   antara 30 hari sampai dengan 60 hari.




                                                 29
Page 34
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       30 JUNI 2025
                DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
 9. UTANG USAHA ( Lanjutan)

   Analisis umur utang usaha adalah sebagai berikut:

                                                             30 Juni 2025         31 Desember 2024

   Belum jatuh tempo                                        10.020.736.237           12.627.092.264
   1 - 30 hari                                               2.172.725.044            2.844.781.020
   31 - 60 hari                                                702.722.922              543.684.191
   61 - 90 hari                                                          -                        -
   91 - 120 hari                                                         -                        -
   Total                                                    12.896.184.203           16.015.557.475

   Sumber dana yang digunakan untuk melunasi utang-utang tersebut berasal dari internal
   kas Perusahaan yang merupakan hasil operasi Perusahaan.

10. LIABILITAS SEWA

   Perusahaan melakukan perjanjian sewa untuk gedung kantor dan memperoleh pembiayaan
   konsumen dari PT BCA Finance. Pembayaran sewa minimum di masa yang akan datang
   berdasarkan perjanjian sewa dan pembiayaan pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
   adalah sebagai berikut:

                                                           30 Juni 2025           31 Desember 2024

     Liabilitas Sewa
     Saldo awal                                               677.925.293                297.930.549
     Penambahan                                                         -                715.393.228
     Akresi bunga                                                       -                 32.420.816
     Pembayaran liabilitas sewa                        (     153.567.415)     (         367.819.300)
     Saldo akhir                                             524.357.878                 677.925.293
     Bagian jangka pendek                                    144.803.810                 243.870.247
     Bagian jangka panjang                                   379.554.068                 434.055.046


                                                             30 Juni 2025         31 Desember 2024

   2024                                                                  -                         -
   2025                                                         90.681.203               244.248.618
   2026                                                        235.490.197               235.490.197
   2027                                                         94.835.903                94.835.903
   2028                                                        103.350.575               103.350.575
   Total                                                       524.357.878               677.925.293

   Perusahaan menyewa bangunan untuk periode kontrak berkisar antara 2 - 5 tahun. Kontrak sewa
   termasuk opsi untuk memperbaharui periode sewa untuk tambahan durasi setelah akhir masa
   kontrak sesuai kesepakatan bersama.
   Perusahaan menilai pada saat permulaan sewa apakah Perusahaan cukup pasti untuk
   mengeksekusi opsi perpanjangan. Perusahaan menilai kembali apakah cukup pasti untuk
   mengeksekusi opsi tersebut apabila terdapat peristiwa signifikasi atau perubahan signifikasi atas
   keadaan yang berada dalam pengendalian Perusahaan.



                                                30
Page 35
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       30 JUNI 2025
                DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. UTANG BANK JANGKA PANJANG
                                                              30 Juni 2025           31 Desember 2024

   PT Bank Central Asia Tbk                                   8.156.850.663                          -
   PT Bank Cimb Niaga Tbk                                     5.693.089.557              4.882.891.365
   Dikurangi: bagian jangka pendek                                        -      (            424.781)
   Utang bank jangka panjang - setelah
      dikurangi bagian jangka pendek                         13.849.940.220              4.882.466.584

   PT Bank Central Asia Tbk

   Pada tanggal 10 Februari 2025, Perusahaan memperoleh fasilitas Multi dari PT Bank Central Asia
   Tbk, dengan jumlah plafon tidak melebihi Rp. 10.000.000.001,- yang terdiri dari sublimit Fasilitas
   Kredit Lokal (Rekening Koran), dan sublimit fasilitas Kredit Investasi dengan ketentuan sebagai
   berikut :
      - Sublimit fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran) maksimal sebesar Rp. 1,-
      - Sublimit fasilitas Kredit Investasi maksimal sebesar Rp. 10.000.000.000,-
   Fasilitas Kredit tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan gudang yang akan
   digunakan untuk perluasan gudang Perusahaan.

   Sublimit Fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran) dikenakan bunga sebesar 7,88% per tahun yang
   dihitung dari utang yang timbul dari Fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran), dimana suku bunga
   tersebut berlaku secara tetap (fixed) selama Periode Suku Bunga Tetap yaitu untuk periode yang
   dimulai sejak tanggal 10 Februari 2025 sampai dengan tanggal yang sama 1 tahun kemudian.

   Sublimit Fasilitas Kredit Investasi dikenakan biaya sebesar 7,88 % dimana suku bunga tersebut
   berlaku secara tetap (fixed) selama Periode Suku Bunga Tetap, yaitu untuk periode yang dimulai
   sejak tanggal 10 Februari 2025 sampai dengan tanggal yang sama 5 tahun kemudian, yang dihitung
   dari jumlah Fasilitas Kredit Investasi yang telah ditarik.

   Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan yang terletak di kelurahan
   Sukasari, Kecamatan Serang baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

   PT Bank CIMB Niaga Tbk
   Pada tanggal 21 Mei 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas Pembiayaan Transaksi
   Khusus - Musyarakah Mutanaqisah - 2 dari PT Bank CIMB Niaga Tbk sebesar Rp 6.000.000.000.
   Fasilitas pembiayaan transaksi khusus digunakan untuk pengambilalihan porsi kepemilikan aset
   MMQ nasabah atas tanah dan bangunan berupa ruko, dengan jangka waktu pinjaman berakhir pada
   tanggal 27 Juni 2026. Fasilitas Pembiayaan Transaksi Khusus dikenakan bunga imbal hasil sebesar
   8,25% (fix 5 tahun).
   Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
   - Tanah dan bangunan sebanyak lima (5) Sertifikat Hak Guna Bangunan yang terletak di kelurahan
     Jatikarya, Kecamatan Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat.
   - Tanah dan bangunan sebanyak dua (2) Sertifikat Hak Guna Bangunan yang terletak di kelurahan
     Jatikarya, Kecamatan Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat.
   Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas Pembiayaan Transaksi Khusus
   Musyarakah Mutanaqisah-2 dari PT Bank CIMB Niaga Tbk sebesar Rp 6.975.000.000. Fasilitas
   pembiayaan transaksi khusus digunakan untuk pengambilalihan porsi kepemilikan aset MMQ
   nasabah atas tanah dan bangunan berupa ruko, dengan jangka waktu pinjaman berakhir pada
   tanggal 27 Juni 2028. Fasilitas Pembiayaan Transaksi Khusus dikenakan bunga imbal hasil
   sebesar 7,50% (fix 5 tahun).
   Pada tanggal 15 Agustus 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas Pembiayaan Transaksi Khusus -
   Musyarakah Mutanaqisah - dari PT Bank CIMB Niaga Tbk sebesar Rp 906.148.333; Fasilitas



                                                 31
Page 36
                             PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      30 JUNI 2025
               DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                             30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. UTANG BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan)

   pembiayaan transaksi khusus digunakan untuk pengambilalihan porsi kepemilikan aset MMQ
   nasabah atas tanah dan bangunan berupa ruko, dengan jangka waktu pinjaman berakhir pada
   tanggal 15 Agustus 2025. Fasilitas Pembiayaan Transaksi Khusus dikenakan bunga imbal hasil
   sebesar 7,50% (fix 5 tahun).
   Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
   - Tanah dan bangunan sebanyak lima (5) Sertifikat Hak Guna Bangunan yang terletak di Kelurahan
     Jatikarya, Kecamatan Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat.
   - Tanah dan bangunan sebanyak dua (2) Sertifikat Hak Guna Bangunan yang terletak di Kelurahan
     Jatikarya, Kecamatan Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat.

12. PERPAJAKAN
   a. Utang pajak
                                                           30 Juni 2025          31 Desember 2024
     Pajak penghasilan
        Pasal 4 (2)                                            2.722.091                   495.494
        Pasal 21                                              42.771.466     (         31.923.796)
        Pasal 23                                               5.494.995                 9.587.924
        Pasal 25                                             171.964.572               157.728.361
        Pasal 29                                                       -               456.189.011
     Pajak pertambahan nilai - keluaran                    1.187.064.757             1.616.342.836
     Total                                                 1.410.017.881             2.208.419.830

   b. Beban Pajak Penghasilan
                                                            Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                        30 Juni
                                                               2025                   2024


     Kini                                             (     637.228.222)     (        661.502.000)
     Tangguhan                                                         -                         -
     Neto                                             (     637.228.222)     (        661.502.000)




                                               32
Page 37
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       30 JUNI 2025
                DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12. PERPAJAKAN (Lanjutan)

   c. Perhitungan pajak:
      Rekonsiliasi antara laba sebelum (beban) manfaat pajak penghasilan, sesuai dengan laporan
      laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan taksiran penghasilan kena pajak
      masing-masing untuk tahun - tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan 2024 adalah
      sebagai berikut:
                                                              Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                          30 Juni

                                                                  2025                    2024
      Laba sebelum beban pajak penghasilan                    2.437.504.771           2.494.235.459
      Beda temporer
        Penyisihan imbalan kerja karyawan                                 -                       -
        Provisi bonus karyawan                                  100.000.000          534.000.000,00
        Beban depresiasi                                                  -                       -
      Beda tetap
        Biaya - biaya yang tidak dapat
           Dikurangkan                                          358.987.149     (        21.409.884)
      Taksiran penghasilan kena pajak                         2.896.491.920           3.006.825.575

      Beban pajak penghasilan                                   637.228.222             661.502.000

      Laba kena pajak hasil rekonsiliasi 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 menjadi dasar dalam
      pengisian SPT Tahunan PPh Badan yang disampaikan kepada otoritas perpajakan.

      Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti
      Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 (“Perpu No.1 2020”) tentang Kebijakan Keuangan Negara
      Dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk menangani pandemi Coronavirus Disease 2019
      ("COVID-19"). Melalui peraturan ini, Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan baru dan
      salah satunya terkait dengan penyesuaian tarif pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri
      dan bentuk usaha tetap sebagai berikut:
         - Tarif pajak penghasilan sebesar 22% yang berlaku pada tahun pajak 2020 dan 2021, dan
         - Tarif pajak penghasilan sebesar 20% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan
            selanjutnya.

      Pada tanggal 7 Oktober 2021, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan
      Undang - Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan No. 7 (UU No. 7 Tahun 2021). Dalam
      undang - undang ini terdapat perubahan tarif pajak penghasilan badan dalam negeri dan bentuk
      usaha tetap dari semula 20% menjadi 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan
      selanjutnya.




                                                33
Page 38
                                         PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                         30 JUNI 2025
                  DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12. PERPAJAKAN (Lanjutan)

 d. Pajak Tangguhan




                                                                               30 Juni 2025
                                                                                         Dikreditkan ke
                                                                      Dikreditkan          Penghasilan
                                                                    (dibebankan) ke       komprehensif
                                                     saldo              laba rugi              lain           Saldo Akhir
        Li a bi l i tas i mba l a n pa s ca kerja    344.339.345                   -                      -     344.339.345
        Provi s i bonus ka rya wa n                  210.474.611                   -                      -     210.474.611
        Penyi s i ha n kerugi a n
           Penuruna n ni l a i                         44.398.055                  -                      -      44.398.055
        As et tetap                                    74.997.417                  -                      -      74.997.417
        As et pa ja k tangguha n                     674.209.428                   -                      -     674.209.428


                                                                           31 Desember 2024
                                                                                      Dikreditkan ke
                                                                      Dikreditkan       Penghasilan
                                                                    (dibebankan) ke    komprehensif
                                                     saldo              laba rugi           lain              Saldo Akhir
        Li a bi l i ta s i mba l a n pa s ca kerja   272.688.500         80.242.203         (8.591.358)        344.339.345
        Provi s i bonus ka rya wa n                  103.400.000        107.074.611                    -       210.474.611
        Penyi s i ha n kerugi a n
          Penuruna n ni l a i                         44.398.055                  -                    -         44.398.055
        As et teta p                                  50.766.927         24.230.490                    -         74.997.417
        As et pa ja k ta ngguha n                    471.253.482        211.547.304          -8.591.358        674.209.428



   Aset pajak tangguhan pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 telah dihitung dengan
   memperhitungkan tarif pajak yang diharapkan berlaku pada saat realisasi. Manajemen
   berpendapat bahwa aset pajaktangguhan yang timbul dari perbedaan temporer diperkirakan akan
   dapat direalisasikan pada periode mendatang.

 e. Administrasi

   Administrasi  Sesuai   dengan    peraturan    perpajakan    di   Indonesia,    Perusahaan
   melaporkan/menyetorkan pajak berdasarkan prinsip self-assessment. Direktorat Jenderal Pajak
   dapat menetapkan/mengubah pajak-pajak tersebut dalam jangka waktu tertentu sesuai peraturan
   yang berlaku.




                                                             34
Page 39
                             PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       30 JUNI 2025
                DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



13. LIABILITAS IMBALAN KERJA

   Perusahaan menghitung dan membukukan liabilitas imbalan pascakerja untuk seluruh karyawan
   yang berhak yang memenuhi kualifikasi sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan dan
   Peraturan Perusahaan.

   Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan mencatat liabilitas imbalan
   pascakerja berdasarkan laporan aktuaris yang dihitung oleh Kantor Konsultan Aktuaria Riana &
   Rekan sesuai nomor laporan 516/LAP/KKA/III/25 dan 6706/II/24/KKA-RM masing-masing pada
   tanggal
   03 Maret 2025 dan 25 Februari 2024 dengan asumsi-asumsi utama sebagai berikut:

                                                          30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024

   Tingkat diskonto                                                 7,00% per tahun
   Tingkat kenaikan gaji                                             8% per tahun
   Tingkat mortalita                                                  100% TMI-4
   Tingkat cacat                                                       5% TMI4
   Usia pension                                                         56 tahun

   Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
   berikut:

                                                         30 Juni 2025           31 Desember 2024

   Beban yang diakui pada laba rugi
   Biaya jasa kini                                                      -             283.364.224
   Biaya bunga                                                          -              84.233.259
   Pengukuran kembali liabilitas imbalan
      pasti neto atas penghargaan masa kerja                            -                139.804
   Total                                                                -             367.737.287

   Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
   berikut:

                                                         30 Juni 2025           31 Desember 2024
   Kerugian (keuntungan) yang diakui pada
     Penghasilan (komprehensif) lain
   Kerugian (keuntungan) aktuarial yang
     timbul dari:
     - asumsi pengalaman                                                -   (          7.434.137)
     - asumsi keuangan                                                  -   (         31.617.492)
   Total                                                                -   (         39.051.629)




                                               35
Page 40
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                        30 JUNI 2025
                 DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                               30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




13. LIABILITAS IMBALAN KERJA (Lanjutan)

   Mutasi nilai kini kewajiban imbalan pasti adalah sebagai berikut:

                                                              30 Juni 2025           31 Desember 2024

   Saldo awal                                                 1.565.178.840              1.239.493.182
   Biaya yang diakui pada laporan
      laba rugi                                                              -             367.737.287
   Pembayaran manfaat oleh Perusahaan                                        -   (          3.000.000)
   Kerugiaan (keuntungan) yang diakui
     pada penghasilan komprehensif lain                                      -   (         39.051.629)
   Saldo Akhir                                                1.565.178.840              1.565.178.840

   Analisis sensitivitas didasarkan pada perubahan asumsi ketika menganggap asumsi lainnya adalah
   tetap. Dalam praktIknya, hal ini tidak mungkin terjadi, dan perubahan beberapa asumsi mungkin
   saling berkorelasi. Apabila menghitung sensitivitas kewajiban imbalan terhadap asumsi pokok,
   metode yang sama (nilai kini liabilitas imbalan pascakerja dihitung menggunakan metode projected
   unit credit di akhir periode) telah diterapkan.
                                                              30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
   Analisis sensitivitas
     Tingkat diskonto
     Di atas 10 tahun
          Kenaikan 1%                                                    1.447.598.482
          Penurunan 1%                                                   1.697.569.278
   Analisis sensitivitas
     Kenaikan gaji
          Kenaikan 1%                                                    1.699.360.032
          Penurunan 1%                                                   1.443.846.795


   Pembayaran kontribusi yang diharapkan dari kewajiban imbalan kerja pada tahun mendatang adalah
   sebagai berikut:

                                                              30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024

   Dalam 12 bulan mendatang                                               167.573.099
   Antara 1 sampai 2 tahun                                                109.223.168
   Antara 2 dan 5 tahun                                                   692.695.845
   Diantara 5 tahun                                                      7.966.219.820
   Total                                                                 8.935.711.932

  Durasi rata-rata tertimbang liabilitas imbalan pascakerja masing-masing pada                 tanggal
  30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing adalah 11,94 tahun dan 11,94 tahun.




                                                  36
Page 41
                                PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                        30 JUNI 2025
                 DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                               30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




14. MODAL SAHAM

   Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

                                                             Persentase
   Pemegang saham                         Total saham       pemilikan (%)             Total

   Dillon Sutandar                           215.000.000            20,00%            10.750.000.000
   Philip Sumali                             280.000.000            26,05%            14.000.000.000
   Catur Jatiwaluyo                          140.000.000            13,02%             7.000.000.000
   Masyarakat lain - lain
       (masing - masing dibawah 5%)          440.027.288            40,93%            22.001.364.400

   Total                                   1.075.027.288              100%            53.751.364.400


   Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                             Persentase
   Pemegang saham                         Total saham       pemilikan (%)             Total

   Dillon Sutandar                           215.000.000            20,00%            10.750.000.000
   Philip Sumali                             280.000.000            26,05%            14.000.000.000
   Catur Jatiwaluyo                          140.000.000            13,02%             7.000.000.000
   Masyarakat lain – lain
       (masing – masing dibawah 5%)          440.027.288            40,93%            22.001.364.400

   Total                                   1.075.027.288              100%            53.751.364.400


   Pada Tahun 2024 selisih harga pelaksanaan dan harga nominal atas pelaksaanan Warran seri I telah
   dibukukan pada tambahan modal disetor sebesar Rp 5.457.600 yang berakhir pada tanggal
   7 Agustus 2024.
   Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat sebagai Pengganti
   Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dalam akta Notaris Roza, S.H., Notaris di
   Kabupaten Bekasi, No. 19 tanggal 28 September 2022, para pemegang saham Perusahaan
   menyetujui beberapa keputusan sebagai berikut:
   1) Menyetujui peningkatan modal dasar Perusahaan dari sebesar Rp 250.000.000 menjadi sebesar
      Rp 100.000.000.000, dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan dari
      Rp 200.000.000 menjadi sebesar Rp 30.000.000.000 dengan nilai per lembar saham sebesar
      Rp 100.000. Perusahaan mengalihkan pembagian dividen sebesar Rp 9.800.000.000 sebagai
      tambahan modal ditempatkan dan disetor penuh.
   2) Atas peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh tersebut, Perusahaan menerbitkan
      sebanyak 298.000 lembar saham yang terdiri dari 297.500 lembar saham baru dan 500 lembar
      saham dalam simpanan.
   3) Menyetujui pemecahan nilai nominal saham (stock split), dari semula sebesar Rp 100.000
      per lembar saham menjadi Rp 50 per lembar saham.
   4) Susunan pemegang saham Perusahaan menjadi:
      a. Philip Sumali memiliki 210.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
         Rp 10.500.000.000.
      b. Dillon Sutandar memiliki 210.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
         Rp 10.500.000.000.



                                                37
Page 42
                             PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      30 JUNI 2025
               DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                             30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
      c. Catur Jatiwaluyo memiliki 180.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
         Rp 9.000.000.000.
14. MODAL SAHAM (Lanjutan)

   Perubahan Anggaran Dasar ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
   Indonesia dalam surat keputusan No. AHU-0070410.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal
   29 September 2022.
   Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham dalam akta Notaris Yulia, S.H., Notaris
   di Kota Jakarta Selatan, No. 129 tanggal 22 Desember 2022, para pemegang saham Perusahaan
   menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan dari sebesar
   Rp 30.000.000.000 menjadi sebesar Rp 40.000.000.000 dengan nilai per lembar saham sebesar
   Rp 50, sehingga susunan pemegang saham Perusahaan menjadi:
   1) Philip Sumali memiliki 280.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
      Rp14.000.000.000.
   2) Dillon Sutandar memiliki 280.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
      Rp14.000.000.000.
   3) Catur Jatiwaluyo memiliki 240.000.000 lembar saham dengan nilai nominal
      sebesar Rp12.000.000.000.
   Perubahan Anggaran Dasar ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
   Indonesia dalam surat keputusan Nomor AHU-0096920.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal
   26 Desember 2022.
   Berdasarkan Akta Notaris Yulia, S.H., No. 60 tanggal 02 Februari 2023, para pemegang saham
   Perusahaan menyetujui pengeluaran saham dalam simpanan atau portepel Perusahaan dalam
   jumlah sebanyak-banyaknya 275.000.000 (dua ratus tujuh puluh lima juta) saham dengan
   masing-masing saham bernilai nominal Rp 50 (lima puluh Rupiah) (selanjutnya disebut sebagai
   “Saham Baru”) untuk ditawarkan kepada masyarakat melalui Penawaran Umum Perdana Saham
   (Initial Public Offering/IPO). Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perusahaan telah menyelesaikan
   penawaran umum perdana atas 275.000.000 saham kepada publik.

   Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
   Republik Indonesia dalam surat keputusan Nomor AHU-0012041.AH.01.02 Tahun 2023 pada
   tanggal 22 Februari 2023 diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
   Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat
   Nomor AHU-AH.01.03-0030062 tanggal 22 Februari 2023.

15. TAMBAHAN MODAL DISETOR

                                                         30 Juni 2025          31 Desember 2024

   Tambahan modal disetor                                3.406.000.000             3.406.000.000
   Penambahan modal dari penawaran
      umum perdana saham                                24.750.000.000            24.750.000.000
   Biaya emisi saham                               (    3.719.891.667)     (      3.719.891.667)
   Agio saham                                                4.093.200                 4.093.200
   Total                                                24.440.201.533            24.440.201.533




                                              38
Page 43
                            PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      30 JUNI 2025
               DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                             30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)




16. CADANGAN UMUM

   Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat sebagai Pengganti
   Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dalam akta Notaris Roza, S.H., Notaris di
   Kabupaten Bekasi, No. 18 tanggal 19 Juni 2024, para pemegang saham Perusahaan memutuskan
   untuk menyisihkan cadangan umum atas saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya sebesar
   Rp 40.000.000 dan sisanya, akan menambah saldo laba untuk mendukung operasional dan
   pengembangan usaha Perusahaan.

17. DIVIDEN

   Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham dalam akta notaris Yulia, S.H. No.19 tanggal 7 Mei
   2025, memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp. 1.125.424.501 yang berasal dari laba
   ditahan tahun 2024.

18. PENJUALAN

                                                         Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                     30 Juni
                                                           2025                   2024

   Cups, Bowl dan Lids                                 46.122.625.952           36.672.504.960
   Box, Cartoon dan Wrap                               22.739.698.573           26.644.235.303
   Tray dan Bag                                         6.915.972.367            5.455.741.260
   Botol                                                2.648.518.938            2.763.744.925
   Stirrer                                                 11.761.500               10.977.200
   Lain-lain                                              679.300.700            2.223.594.800
   Subtotal                                            79.117.878.030           73.770.798.448

   Potongan penjualan                             (      697.488.610)    (         63.116.507)
   Total                                               78.420.389.420           73.707.681.941


   Pada 30 Juni 2025, terdapat penjualan kepada pelanggan pihak ketiga yang melebihi 10% dari
   jumlah penjualan, yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dengan persentase sebesar 21,61%.
   Seluruh penjualan yang dilakukan Perusahaan merupakan penjualan kepada pihak ketiga.

19. BEBAN POKOK PENJUALAN

                                                         Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                     30 Juni
                                                            2025                 2024

   Cups, Bowl dan Lids                                  39.711.890.323        30.796.486.288
   Box, Cartoon dan Wrap                                18.546.276.013        22.683.696.827
   Tray dan Bag                                          5.282.466.230         4.375.543.161
   Botol                                                 2.127.978.000         2.246.679.000
   Stirrer                                                   8.759.860             8.756.000
   Lain-lain                                               588.100.545         1.865.800.810
   Total                                                66.265.470.971        61.976.962.086



                                             39
Page 44
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       30 JUNI 2025
                DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. BEBAN POKOK PENJUALAN (Lanjutan)

   terdapat pembelian kepada penjual yang melebihi 10% dari jumlah penjualan, yaitu PT Glopac
   Indonesia, pihak berelasi, dengan persentase sebesar 76,44% dan 71,76% masing – masing pada
   tanggal 30 Juni 2025 dan 30 Juni 2024.

   Seluruh beban pokok penjualan yang dimiliki Perusahaan merupakan beban pokok penjualan dari
   pihak ketiga dan pihak berelasi (Catatan 25d).

20. BEBAN PENJUALAN DAN PEMASARAN

                                                         Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                     30 Juni
                                                            2025                 2024
   Pengiriman                                            1.472.108.683         1.044.272.479
   Bahan bakar, parkir dan tol kantor                      516.057.250           745.660.369
   Insentif penjualan                                      321.088.410           150.513.049
   Representasi dan Hiburan                                194.836.622           337.142.835
   Lain-lain                                               343.853.212         1.035.703.879
   Total                                                 2.847.944.177         3.313.292.611


21. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

                                                         Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                     30 Juni
                                                            2025                 2024
   Gaji dan lembur                                       3.010.510.000         2.457.172.273
   Bonus, insentif dan tunjangan hari raya                 676.910.169           926.707.462
   Penyusutan aset tetap (Catatan 8)                       586.926.991           551.004.365
   Tunjangan karyawan                                      488.047.876           360.230.054
   Pajak                                                   540.781.991           426.467.125
   Sewa kendaraan                                          420.802.466           264.502.042
   Jasa profesional                                        287.475.000           253.550.962
   BPJS ketenagakerjaan                                    145.857.161           134.569.315
   Air, listrik, telepon, fax dan internet                 102.995.733           155.292.966
   Lain-lain (di bawah Rp 100 juta)                        468.037.163           379.924.822
   Total                                                 6.728.344.550         5.909.421.386

22. PENDAPATAN LAIN-LAIN

                                                         Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                     30 Juni
                                                            2025                 2024
   Pendapatan bunga deposito                              451.421.057            488.750.797
   Pendapatan jasa giro                                      4.268.852            25.469.244
   Laba Penjualan Aset Tetap                                         -            97.000.000
   Lain-lain                                                34.623.069            24.808.693
   Total                                                490.312.978,00
                                                          490.312.978            636.028.734
                                                                                 636.028.734




                                             40
Page 45
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       30 JUNI 2025
                DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. BEBAN LAIN-LAIN

                                                             Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                         30 Juni
                                                                2025                 2024
   Bunga pinjaman bank                                         372.758.951                  288.282.231
   Administrasi bank                                           192.355.154                   44.784.371
   Bunga Leasing                                                13.809.328                   10.087.733
   Selisih persediaan                                            9.240.145                  120.287.368
   Lain-lain                                                    43.274.351                  186.357.430
   Total                                                       631.437.929                  649.799.133

24. LABA PER SAHAM DASAR

   Berikut ini adalah data yang digunakan untuk perhitungan laba per saham dasar:

                                                             Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                         30 Juni
                                                                2025                 2024
   Laba neto
   Laba neto untuk perhitungan
     laba per saham dasar                                     1.800.276.549             1.832.733.459

   Jumlah saham
   Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa
     untuk perhitungan laba per saham dasar                   1.075.027.288             1.075.005.061
   Laba per saham dasar                                                1,67                 3,83.8323
                                                                                                 1,70

25. SIFAT HUBUNGAN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI

   Sifat hubungan

    No      Pihak-pihak berelasi                                         Sifat hubungan
     1.     PT Glopac Indonesia                                          Entitas afiliasi

   Hubungan afiliasi antara Perseroan dengan PT Glopac Indonesia disebabkan karena kesamaan
   manajemen dan pemegang saham.

   Transaksi dengan pihak berelasi

   Transaksi pihak berelasi dilakukan dengan ketentuan yang setara dengan yang berlaku dalam
   transaksi yang wajar, hanya jika pernyataan tersebut dapat dibuktikan. Penjualan dan pembelian dari
   pihak berelasi dilakukan pada harga yang disepakati tergantung jenis produk terkait yang mengacu
   pada harga pasar.




                                                 41
Page 46
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      30 JUNI 2025
               DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                             30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. SIFAT HUBUNGAN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)

   a. Piutang Usaha

                                                          30 Juni 2025        31 Desember 2024
     PT Glopac Indonesia                                      88.800.488             390.257.304
     Persentase terhadap total aset                               0,07%                   0,32%

   b. Uang Jaminan

                                                          30 Juni 2025        31 Desember 2024
     PT Glopac Indonesia                                  13.500.000.000          13.500.000.000
     Persentase terhadap total aset                              10,73%                  11,14%

     Pada tanggal 16 September 2022, Perusahaan dan PT Glopac Indonesia (GI), pihak berelasi,
     menandatangani perjanjian kerja sama, dimana GI memberikan jaminan penyediaan kemasan
     dari plastik dan karton (packaging) secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan
     Perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya, sedangkan Perusahaan setuju untuk
     membayarkan uang jaminan sebesar Rp 10.000.000.000. Perjanjian ini berlaku selama 5 (lima)
     tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

     Pada tanggal 12 Desember 2024, Perusahaan dan PT Glopac Indonesia (GI), pihak berelasi
     menandatangani perjanjian kerja sama, secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan
     Perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya, sedangkan Perusahaan setuju untuk
     membayarkan uang jaminan sebesar Rp 3.500.000.000. Perjanjian ini berlaku selama 2 (dua)
     tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

   c. Utang usaha

                                                            30 Juni 2025       31 Desember 2024
     PT Glopac Indonesia                                     4.734.610.283        10.274.329.876
     Persentase terhadap total Liabilitas                          15,18%                39,68%


   d. Beban pokok penjualan

     Total beban pokok penjualan dari pihak berelasi adalah sebesar Rp 51.587.903.340 dan
     Rp 47.364.248.628 atau sebesar 77,85% dan 76,42% dari total beban pokok penjualan
     Perusahaan masing-masing untuk tahun - tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
     2024.

   e. Hubungan manajemen atau karayawan kunci Perusahaan

     Gaji dan kompensasi lainnya yang dibayarkan kepada Direksi dan Komisaris untuk tahun - tahun
     yang berakhir pada 30 Juni 2025 dan 30 Juni 2024 adalah sebesar Rp. 957.502.025,- dan Rp
     780.000.000.




                                              42
Page 47
                                PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                         30 JUNI 2025
                  DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. SEGMEN OPERASI
    Tabel berikut ini menyajikan informasi pendapatan dan laba dan aset dan liabilitas tertentu
    sehubungan dengan segmen usaha Perusahaan:
                                                                 30 Juni 2025
                                             Jawa                Luar Jawa               Total
    Penjualan segmen                    65.088.923.219        13.331.466.201        78.420.389.420
    Beban pokok penjualan segmen     ( 55.000.340.906)     ( 11.265.130.065)     ( 66.265.470.971)

    Laba kotor                                                                        12.154.918.449

    Beban penjualan dan pemasaran                                                (    2.847.944.177)
    Beban umum dan administrasi                                                  (    6.728.344.550)
    Beban lain-lain - neto                                                       (      141.124.951)
    Laba sebelum beban pajak
       penghasilan                                                                     2.437.504.771
    Beban pajak penghasilan - neto                                               (      637.228.222)
    Laba neto tahun berjalan                                                           1.800.276.549
    Penghasilan komprehensif
      lain – setelah pajak                                                                         -
    Penghasilan komprehensif
      neto                                                                             1.800.276.549

    Aset segmen                                                                      126.992.073.103
    Liabilitas segmen                                                                 30.984.806.912
    Pengeluaran modal                                                                 12.650.962.467
    Penyusutan                                                                           586.926.991

                                                           31 Desember 2024
                                               Jawa                Luar Jawa              Total
    Penjualan segmen                      66.896.183.187        80.756.518.943      147.652.702.130
    Beban pokok penjualan segmen     (   57.824.530.007)   (   66.149.348.788)   ( 123.973.878.795)

    Laba kotor                                                                        23.678.823.335

    Beban penjualan dan pemasaran                                                (    6.533.737.040)
    Beban umum dan administrasi                                                  (   11.506.055.846)
    Beban lain-lain - neto                                                       (      258.621.860)
    Laba sebelum beban pajak
     penghasilan                                                                       5.897.652.309
    Beban pajak penghasilan - neto                                               (    1.395.813.109)
    Laba neto tahun berjalan                                                           4.501.839.200
    Rugi komprehensif
      lain - setelah pajak                                                       (        30.460.271
    Penghasilan komprehensif
      neto                                                                             4.532.299.471

    Aset segmen                                                                      121.224.145.841
    Liabilitas segmen                                                                 25.891.731.698
    Pengeluaran modal                                                                 10.251.768.688
    Penyusutan                                                                         1.143.692.006




                                                43
Page 48
                                 PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                        30 JUNI 2025
                 DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                               30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
   Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan adalah risiko tingkat suku bunga, risiko kredit
   dan risiko likuiditas. Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola masing-masing
   risiko tersebut yang dijelaskan dengan lebih rinci sebagai berikut:
   a. Risiko tingkat suku bunga atas nilai wajar dan arus kas
      Risiko tingkat suku bunga Perusahaan terutama timbul dari pinjaman untuk modal kerja dan
      investasi. Pinjaman pada berbagai suku bunga menimbulkan risiko suku bunga atas nilai wajar
      kepada Perusahaan. Tidak terdapat pinjaman bank Perusahaan yang dikenakan suku bunga
      tetap.
      Saat ini, Perusahaan tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai atas risiko suku bunga.
   b. Risiko kredit
      Risiko kredit adalah risiko dimana pihak yang berhubungan dengan Perusahaan terkait dengan
      instrumen keuangan atau kontrak pelanggan tidak akan memenuhi kewajibannya sehingga
      menyebabkan kerugian keuangan. Risiko kredit Perusahaan terutama berasal dari piutang usaha
      dan piutang lain lain. Untuk aset keuangan lainnya (termasuk kas dan bank dan deposito
      berjangka), Perusahaan meminimalkan risiko kredit dengan berurusan secara khusus dengan
      pihak yang mempunyai kredibilitas tinggi.
      Tujuan Perusahaan adalah meningkatkan pendapatan dan mengurangi kerugian yang timbul dari
      peningkatan risiko kredit. Transaksi Perusahaan hanya dengan pihak ketiga yang diakui dan
      kredibel serta menggunakan prosedur verifikasi kredit untuk semua transaksi dengan pelanggan
      secara kredit. Selain itu, saldo piutang dimonitor secara terus-menerus sehingga piutang tak
      tertagih Perusahaan tidak signifikan.
      Pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, maksimum eksposur Perusahaan untuk risiko
      kredit disajikan sebesar nilai tercatat setiap aset keuangan yang diakui dalam laporan posisi
      keuangan.
   c. Risiko likuiditas
      Perusahaan mengelola profil likuiditasnya untuk membiayai belanja modal dan melunasi utang
      yang jatuh tempo dengan menyediakan kas dan bank yang cukup, dan ketersediaan pendanaan
      melalui kecukupan jumlah fasilitas kredit yang diterima.
      Perusahaan secara teratur mengevaluasi informasi arus kas proyeksi dan aktual dan
      terus-menerus memantau kondisi pasar keuangan untuk mengidentifikasikan kesempatan
      melakukan penggalangan dana yang mencakup utang bank.
      Tabel di bawah ini merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan, berdasarkan
      arus kas kontraktual yang tidak terdiskonto:
                                                                   30 Juni 2025
                                                          Lebih dari
                                     Sewaktu-waktu     1 tahun sampai
                                       dan dalam           Dengan            Lebih dari
                                     waktu 1 tahun         5 tahun            5 tahun           Total

      Liabilitas keuangan
         Utang usaha                  12.896.184.203                  -                   -   12.896.184.203
         Biaya masih harus dibayar       417.460.876                  -                   -      417.460.876
         Utang bank jangka panjang                 -     13.849.940.220                   -   13.849.940.220
         Liabilitas sewa                 144.803.810        379.554.068                   -      524.357.878
      Total                           13.458.448.889     14.229.494.288                   -   27.687.943.177




                                                  44
Page 49
                                        PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                              CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                            30 JUNI 2025
                     DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                   30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

   c. Risiko likuiditas (lanjutan)

       Tabel di bawah ini merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan, berdasarkan
       arus kas kontraktual yang tidak terdiskonto: (lanjutan)

                                                                               31 Desember 2024
                                                                         Lebih dari
                                               Sewaktu-waktu          1 tahun sampai
                                                 dan dalam                Dengan        Lebih dari
                                               waktu 1 tahun              5 tahun        5 tahun             Total

       Liabilitas keuangan
          Utang usaha                            16.015.557.475                      -               -     16.015.557.475
          Biaya masih harus dibayar                 512.495.681                      -               -        512.495.681
          Utang bank jangka panjang                     424.781          4.882.466.584               -      4.882.891.365
          Liabilitas sewa                           243.870.247            434.055.046               -        677.925.293
       Total                                     16.772.348.184          5.316.521.630               -     22.088.869.814


28. MANAJEMEN PERMODALAN

   Tujuan utama manajemen permodalan Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan tingkat
   kredit yang kuat dan rasio permodalan yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan
   nilai pemegang saham.

   Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan strategi dan
   kondisi keuangan Perusahaan, serta kondisi ekonomi global dan domestik. Untuk memelihara atau
   menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada
   pemegang saham, pengembalian modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru.

   Selanjutnya, Perusahaan memiliki kebijakan kas manajemen untuk mengelola modal. Perusahaan
   menerapkan manajemen keuangan terpusat untuk menjaga fleksibilitas pembiayaan dan
   mengurangi risiko likuiditas. Perusahaan juga berusaha untuk mempertahankan kebutuhan modal
   kerja yang memadai.

29. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN

                                                        30 Juni 2025                             31 Desember 2024
                                            Nilai tercatat            Nilai wajar**      Nilai tercatat      Nilai wajar**

   Aset keuangan
   Kas dan bank                             2.056.623.008          2.056.623.008          2.826.287.141      2.826.287.141
   Deposito berjangka                      33.667.500.000         33.667.500.000         33.667.500.000     33.667.500.000
   Piutang usaha                           21.366.395.507         21.366.395.507         26.605.842.999     26.605.842.999
   Uang jaminan                            13.500.000.000         13.500.000.000         13.500.000.000     13.500.000.000
   Total                                   70.590.518.515         70.590.518.515         76.599.630.140     76.599.630.140

   Liabilitas keuangan
   Utang usaha                             12.896.184.203         12.896.184.203         16.015.557.475     16.015.557.475
   Biaya yang masih harus dibayar             417.460.876            417.460.876            512.495.681        512.495.681
   Utang jangka panjang                    13.849.940.220         13.849.940.220          4.882.891.365      4.882.891.365
   Total                                   27.163.585.299         27.163.585.299         21.410.944.521     21.410.944.521


   **) Diukur dengan hirarki pengukuran nilai wajar Tingkat 3.




                                                                 45
Page 50
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       30 JUNI 2025
                DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              30 JUNI 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)

   Manajemen Perusahaan menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan bank, deposito berjangka, piutang
   usaha, piutang lain-lain, uang jaminan, utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain dan
   biaya yang masih harus dibayar kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena dampak dari diskonto
   yang tidak signifikan.

   Nilai tercatat dari utang bank jangka panjang dengan tingkat suku bunga mengambang kurang lebih
   sebesar nilai wajarnya karena dinilai ulang secara berkala.




                                                 46

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.98 MB
Published28 Jul 2025
Pages50
Characters157,470
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 47 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PAPEROCKS INDONESIA Tbk p.3 ×146
linked person Philip Sumali · Komisaris Utama p.12 ×7
linked person Frederick Rompas · Komisaris p.12 ×7
linked person Catur Jatiwaluyo · Direktur Utama p.12 ×7
linked person Dillon Sutandar · Direktur p.12 ×7
linked person Aries Murdyana · Anggota p.13 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.29 ×11
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk p.29 ×4
linked org Bank OCBC NISP Tbk p.29 ×5
linked org Bank CIMB Niaga Tbk p.29 ×17
linked org Indofood CBP Sukses Makmur Tbk p.29 ×5
linked org Sinar Mas p.32
linked org Asuransi Umum Mega p.32
possible org Negara Republik Indonesia p.10
possible org Bursa Efek Indonesia p.11 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.12 ×2
possible person Wito · Anggota p.13
unresolved person Buntario Tigris · Notaris p.10 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.10 ×10
unresolved person Roza · Notaris p.10 ×8
unresolved person Yulia · Notaris p.11 ×9
unresolved org Kementerian p.11
unresolved person Akta Notaris Yulia p.12 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12 ×2
unresolved — Frederick Romp · Anggota p.13 ×2
unresolved person Zayatri Novlesia · Anggota p.13
unresolved person Winda Aryuningsih · Anggota p.13
unresolved org PT. Indomarco Prismatama p.29
unresolved org PT. Circleka Indonesia Utama p.29
unresolved org PT. Inti Cakrawala Citra p.29
unresolved org PT. Sriboga Marugame Indonesia p.29
unresolved org PT. Diamond Cold Storage p.29
unresolved org PT Glopac Indonesia p.30 ×10
unresolved org PT Great Eastern General Insurance Indonesia p.31
unresolved org PT Asuransi Sinar Mas p.32
unresolved org PT Asuransi Umum Mega Unit Usaha Syariah p.32
unresolved org PT Zurich General Takaful Indonesia p.32
unresolved org PT Asuransi Umum BCA p.32
unresolved org PT Wijaya Inti Packindo p.33
unresolved org PT Tekarindo Sejahtera p.33
unresolved org PT Putra Kemas Makmur p.33
unresolved org PT Perfect Partner Abadi p.33
unresolved org PT Kevin Persada Mandiri p.33
unresolved org PT Pradaya Sinar Abadi p.33
unresolved org PT BCA Finance. Pembayaran p.34
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.38
unresolved org Kantor Konsultan Aktuaria Riana & Rekan p.39

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2025-II-PPRI.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result