Back to announcement
20250717_URBN_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31915615_lamp4.pdf
Other Text extracted URBNSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
1. a. Rencana Perseroan untuk diversifikasi dan penambahan jenis produk dan jasa akan berdasarkan
dengan perkembangan ekonomi secara nasional dan secara internasional. Mempertimbangkan
kondisi yang sudah terjadi, Perseroan dalam hal ini memiliki rencana untuk pengembangan kawasan
mixed use yang berbasis landed serta meningkatkan kawasan yang dapat memberikan recurring
income untuk Perseroan.
b. Strategi Perseroan adalah untuk mengoptimalisasi profitabilitas dengan meminimalisir fixed cost atas
produk tersebut dengan tetap mempertimbangkan perkembangan ekonomi secara nasional dan
internasional.
c. Tantangan terbesar yang akan dan telah dihadapi Perseroan dalam melakukan pengembangan bisnis
adalah terkait dengan faktor ekonomi nasional yang masih belum pulih pasca pandemi COVID-19.
d. Strategi Perseroan yang terutama untuk meningkatkan kinerja dan pangsa pasar adalah untuk
melakukan diversifikasi produk dengan kawasan berbasis landed serta membuat kawasan yang dapat
menghasilkan recurring income.
2. a. Nature account atas akun piutang lain-lain :
Piutang non-usaha yang belum dibayar oleh pihak ketiga dan pihak berelasi secara khusus untuk hal-
hal yang berhubungan dengan kegiatan operasional Perusahaan. (Signifikan transaksi dapat dilihat
pada kolom 2d)
b. Latar belakang peningkatan piutang lain-lain 11,2% dari tahun 2023 :
Kenaikan piutang lain-lain 11,2% merupakan pemberian pinjaman kepada PT Sintesis Kreasi Bersama
sebesar Rp86,3M dan terdapat pembayaran atas piutang lain-lain pada tahun 2024.
c. Latar belakang piutang lain-lain yg sudah jatuh tempo 90 hari sebesar Rp626,3M :
Belum adanya pembayaran dari pihak ketiga dan pihak berelasi untuk pembayaran atas piutang
tersebut. (Signifikan transaksi dapat dilihat pada kolom 2d)
d. Nama pihak terkait atas piutang lain-lain yg sudah jatuh tempo 90 hari sebesar Rp626,3M :
No Nama Pihak Nominal (Rp) Keterangan
1 PT Wijaya Karya Realty 583.058.136.000 Piutang Cessie dan Bunga Pinjaman
2 PT Ciptaruang Persada Property 41.594.341.849 Piutang Bunga Pinjaman
3 Lain-lain (dibawah 1M) 1.637.343.930
e. Perseroan masih melakukan negosiasi dan mediasi dengan melakukan tindakan-tindakan korporasi
dalam prinsip kehati-hatian dan Good Corporate Governance.
f. Terkait dengan transaksi pembelian Piutang (Cessie)
g. Perseroan telah menempuh jalur negosiasi dan mediasi dalam menagih piutang tersebut. Perseroan
mengikuti secara berkala terkait rencana penyelesaian pembayaran dari PT Wijaya Karya Realty
kepada Perseroan dan Perseroan berkeyakinan bahwa PT Wijaya Karya Realty dapat melunasi piutang
tersebut.
h. Latar belakang Perseroan hanya membukukan penyisihan kerugian piutang Rp8,6M:
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai piutang lain-lain tersebut cukup
untuk menutupi kerugian dari tidak tertagihnya piutang lain-lain.
Dikarenakan untuk piutang lain-lain yang sudah jatuh tempo 90 hari masih ada potensi untuk
dibayarkan sesuai diskusi manajemen dengan pihak peminjam.
3. a. Nama Proyek Progress Perkiraan Waktu Keterangan
Terkini (%) Siap Jual
KSO Gateway Park 34,88% 2031 2031 adalah waktu penyelesaian
proyek secara keseluruhan
KSO Urban Signature Ciracas 20,73% 2031 2031 adalah waktu penyelesaian
proyek secara keseluruhan
Proyek Urban Sky 48% 2027 Penyelesaian pembangunan paling
lambat 2027
Page 2
Proyek Urban Suites 0% 2031 Dalam proses pembebasan lahan sisa
tanah. Penyelesaian seluruhnya paling
lambat 2031
Lainnya (jika ada)
b. Rasio inventory turnover Perseroan per 31 Desember 2024 dan 2023
2024 2023
CO GS 12,114,829,178 169,531,129,221
R asio inventory turnover = =
Average Inventory 1,426,767,427,146 1,466,090,769,277
= 0.01 0.12
c. Latar belakang penurunan nilai asuransi KSO GWP USC :
Menurunnya nilai pertanggungan Asuransi (PAR) di Gateway Park & Urban Signature Ciracas
dikarenakan berubahnya nilai konstruksi (project value) menjadi nilai aktual bangunan berdiri. Resiko
kerusakan selama konstruksi lebih tinggi, dan setelah bangunan selesai resiko dianggap lebih kecil
sehingga nilai pertanggungan disesuaikan.
Dikarenakan hal diatas maka ada penurunan nilai PAR.
d. Terkait dengan Urban Sky masih dalam proses perolehan Asuransi. Terkait dengan Urban Suites
masih masuk dalam tanah pengembangan dan pembebasan.
e. Perseroan pada prinsipnya atas nilai pertanggungan akan menyesuaikan dengan kebutuhan
Perseroan
f. Sebagaimana disampaikan pada poin e
g. Sebagaimana disampaikan pada poin e
4. a. Grup Perseroan masih mempertimbangkan untuk biaya-biaya yang dibutuhkan untuk pengurusan
balik nama.
b. Grup Perseroan memiliki PPJB antar pembeli dan penjual dengan luas total lahan pengembangan
c. Perseroan masih dalam pembicaraan terkait dengan mitra untuk pengembangan lebih lanjut atas
tanah tersebut. Dalam hal ini Perseroan memiliki target untuk bisa mulai pengembangan paling
lambat pada tahun 2026
d. Sebagaimana disampaikan pada poin c
5. a. Utang Bank Mandiri sebesar Rp492M diperpanjang kembali dan akan jatuh tempo pada 31 Oktober
2025 pada Addendum VII (Ketujuh) Perjanjian Kredit Modal Kerja No. WCO.KP/142/KMK/2022.
b. Melakukan optimalisasi biaya fixed cost serta meningkatkan cash in untuk proyek yang dimiliki oleh
Perseroan
c. Atas hasil operasional Perseroan
6. a. Latar belakang utang usaha yg sudah jatuh tempo 90 hari sebesar Rp347,1M :
Utang usaha tersebut merupakan hutang kepada kontraktor Pembangunan proyek Urban Sky,
Gateway Park, dan Urban Signature. Belum ada pembayaran atas utang tersebut karena masih
menunggu pembayaran dari Pembeli/Customer proyek tersebut.
b. Rincian supplier utang usaha :
No Nama Pihak Nominal (Rp) Keterangan
1 PT Adhi Persada Gedung 341.155.949.972 Proyek Urban Sky, GWP, USC
2 PT Adhi Karya 5.951.511.440 Proyek USC
c. Secara operasional tidak berdampak pada Perseroan. Dalam hal ini Perseroan tetap melakukan
komunikasi dengan pihak-pihak yang terkait sebagai mitigasi risiko
d. Perseroan tidak pernah menerima somasi atas utang yang sudah jatuh tempo tersebut.
e. Atas hasil operasional Perseroan dan Grup Perseroan
7. a. Nature account utang lain-lain :
Utang lain-lain pihak ketiga maupun berelasi merupakan pinjaman dana ke antar relasi. (Signifikan
transaksi dapat dilihat pada kolom 7c)
b. Latar belakang terdapat utang lain-lain yg sudah jatuh tempo 90 hari sebesar Rp312,8M :
Page 3
Belum adanya pembayaran untuk utang tersebut karena masih menunggu adanya penerimaan
piutang dari pihak lain.
c. Nama pihak terkait atas utang lain-lain yg sudah jatuh tempo 90 hari :
No Nama Pihak Nominal (Rp) Keterangan
1 PT Ciptaruang Persada Property 306.198.380.000 Utang pembelian piutang Cessie
2 Lain-lain (dibawah 1M) 6.641.834.385
d. Secara operasional tidak berdampak pada Perseroan. Dalam hal ini Perseroan tetap melakukan
komunikasi dengan pihak-pihak yang terkait sebagai mitigasi risiko
e. Perseroan tidak pernah menerima somasi atas utang yang sudah jatuh tempo tersebut.
f. Atas hasil operasional Perseroan dan Grup Perseroan
8. a. Latar belakang kenaikan liabilitas kontrak :
Adanya kenaikan signifikan liabilitas kontrak pembelian apartemen sebesar Rp28M pada Apartemen
Urban Signature dari pembayaran customer di tahun 2024 yang belum bisa diakui sebagai
pendapatan.
b. Latar belakang tingginya liabilitas kontrak Perseroan :
Liabilitas kontrak tersebut belum dapat diakui sebagai pendapatan.
c. Perseroan memperkirakan sampai dengan tahun 2026
9. a. Latar belakang penurunan Pendapatan :
Pada 31 Desember 2024 proyek Urban Signature tidak mengakui pendapatan pada segmen
apartemen. Pendapatan hanya di dapat dari proyek Gateway Park.
b. Sebagaimana disampaikan pada poin nomor 1
10. a. Latar belakang rugi usaha sebesar Rp5,6M :
Pada 31 Desember 2024 proyek Urban Signature tidak mengakui pendapatan sehingga rugi usaha
sebesar Rp5,6M.
b. Latar belakang penurunan laba Rp16,2M :
Pada 31 Desember 2024 proyek Urban Signature tidak mengakui pendapatan sehingga adanya
penurunan laba usaha sebesar Rp16,2M.
c. Sebagaimana disampaikan pada poin nomor 1
11. Latar belakang arus kas operasi negatif Rp94,5M :
Sesuai dengan Laporan Arus Kas, kas yang digunakan untuk aktivitas operasi lebih tinggi
dibandingkan penerimaan kas dari pelanggan.
12. a. Latar belakang pengakuan pendapatan dari penjualan apartemen USC tanggal 31 Desember 2023 :
KSO Urban Signature Ciracas mengakui pendapatan sebesar Rp458M berdasarkan laporan keuangan
audit 31 Desember 2023 dengan KAP yang sudah ditunjuk oleh KSO Urban Signature Ciracas. Pada
saat proses konsolidasi Perseroan memiliki porsi 40% untuk mengakui pendapatan USC sebesar
Rp183,2M.
b. Masih dalam target dan kontrol dari Perseroan dan Grup Perseroan
c. Selambat-lambatnya pada Q1 2026
d. Perseroan membukukan pendapatan sesuai dengan penjelasan pada 12a.
13. a. AP mengeluarkan pendapat wajar dengan pengecualian dan bukan perfasiv karena, menurut
pertimbangan AP, dampak dari pengakuan pendapatan yang tidak semestinya hanya terbatas pada
akun-akun atau pos-pos tertentu dalam laporan keuangan (yaitu Kewajiban Kontrak, Persediaan,
Pajak Dibayar di Muka, dan Saldo Laba). Pendapat wajar dengan pengecualian yang dikeluarkan
merupakan dampak dari akun dan transaksi yang telah dibukukan oleh entitas untuk tahun buku
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
b. Berdasarkan SA 510 tentang tanggung jawab auditor yang bekaitan dengan saldo awal dalam
perikatan audit tahun pertama. Dalam melaksanakan suatu perikatan audit tahun pertama, tujuan
auditor yang berkaitan dengan saldo awal adalah untuk memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat
tentang apakah: (1) Saldo awal mengandung kesalahan penyajian yang berdampak material terhadap
laporan keuangan periode kini; dan (2) Kebijakan akuntansi yang tepat yang tercermin dalam saldo
Page 4
awal telah diterapkan secara konsisten dalam laporan keuangan periode kini, atau perubahannya
telah dicatat dengan tepat serta disajikan dan diungkapkan secara memadai berdasarkan kerangka
pelaporan keuangan yang berlaku.
Ketika auditor tidak dapat memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat yang berkaitan dengan saldo
awal, auditor harus menyatakan opini wajar dengan pengecualian berdasarkan SA 705.
Grup belum memenuhi kewajiban pelaksanaan kontrak karena belum dapat mengalihkan
sepenuhnya risiko dan manfaat kepada pembeli, yang merupakan penyimpangan dari pengakuan
pendapatan yang disyaratkandalam psak 115, yang berdampak kepada persediaan real estat diakui
lebih kecil dari yang seharusnya.
14. Tidak Ada
15. Tidak Ada
Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Sintesis Kreasi Bersama
p.1
unresolved
org
PT Ciptaruang Persada Property
p.1 ×2
unresolved
org
PT Adhi Persada
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.