Back to announcement
Report PT DCP Tbk dan Entitas Periode Mar 2025.pdf
Financial statement Text extracted DADASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 61
Page 1
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Interim 31 Maret 2025 (Unaudited) dan 31 Desember 2024 (Audited) Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan 2024
Page 2
Page 3
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 MARET 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan Mar 2025 Des 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2, 5, 31, 32 3.254.878.497 3.910.525.243
Piutang usaha 2, 6, 31, 32
Pihak ketiga 7.461.618.627 8.390.323.566
Persediaan 2, 8 144.998.746.407 145.574.359.465
Biaya dibayar dimuka 2, 9 22.967.425 22.967.425
Uang Muka 171.920.117
Pajak dibayar dimuka 2, 18a 1.434.768.589 1.322.626.363
Jumlah Aset Lancar 157.344.899.662 159.220.802.062
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain - lain 2, 7, 30, 31
Pihak ketiga 1.300.000.000 1.300.000.000
Pihak berelasi 29 602.985.600 602.985.600
Konstruksi dalam pengerjaan 2, 10 70.165.355.214 66.092.717.007
Aset tetap - bersih 2, 11 611.788.298 623.830.539
Uang muka 2, 13 404.926.289.600 404.926.289.600
Properti investasi 2, 12 10.426.989.055 10.618.302.342
Jumlah Aset Tidak Lancar 488.033.407.767 484.164.125.088
JUMLAH ASET 645.378.307.429 643.384.927.150
1
Page 4
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 MARET 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan Mar 2025 Des 2024
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak ketiga 2, 14, 30, 31 32.045.457.076 24.301.736.988
Utang lain - lain 2, 15, 30, 31
Pihak berelasi 29 6.734.847 6.734.847
Utang pajak 2, 18b, 18c 1.642.869.456 2.046.777.448
Beban akrual 17 106.000.000 106.000.000
Pendapatan ditangguhkan 2, 16 158.655.948.008 162.805.568.712
Bagian jangka pendek dari
liabilitas jangka panjang:
Utang bank 2, 19, 30, 31 71.269.076.618 72.671.076.618
Jumlah Liabilitas Jangka
Pendek 263.726.086.001 261.937.894.613
LIABILITAS JANGKA
PANJANG
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian jangka pendek:
Utang bank 2, 19, 30 28.209.703.289 28.209.703.288
Liabilitas imbalan kerja 2, 20 1.068.235.771 1.068.235.771
Jumlah Liabilitas Jangka
Panjang 29.277.939.060 29.277.939.059
JUMLAH LIABILITAS 293.004.025.061 291.215.833.672
2
Page 5
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 MARET 2025 dan 31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan Mar 2025 Des 2024
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp20
Modal dasar - 20.120.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor 7.431.530.800
saham pada tanggal 2025
dan 2024. 21 148.630.616.000 148.630.616.000
Tambahan modal disetor 22 154.685.723.750 154.685.723.750
Saldo laba: 23
- Dicadangkan 532.475.586 532.475.586
- Tidak dicadangkan 47.819.587.428 47.614.809.575
Jumlah ekuitas yang dapat
Diatribusikan kepada
Pemilik entitas induk 351.668.402.764 351.463.624.911
Kepentingan non - pengendali 24 705.879.603 705.468.567
JUMLAH EKUITAS 352.374.282.367 352.169.093.478
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 645.378.307.429 643.384.927.150
3
Page 6
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 MARET 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan Mar 2025 Mar 2024
PENDAPATAN NETO 2, 25 2.264.843.750 3.435.282.600
BEBAN POKOK PENDAPATAN 2, 26 (766.926.344) (1.030.584.780)
LABA BRUTO 1.423.697.122 2.404.697.820
Beban penjualan dan pemasaran 2, 27 (103.549.909) (826.902.016)
Beban umum dan administrasi 2, 27 (743.371.184 ) (938.031.250)
JUMLAH BEBAN USAHA (846.921.093) (1.764.933.266)
LABA USAHA 650.996.313 639.764.554
Pendapatan (beban) lain - lain
Penghasilan keuangan 2 1.837.024 1.251.535
Keuntungan imbalan kerja 2, 20 - 31.011.329
Beban keuangan 2 (393.289.897 ) (339.257.851)
LABA SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN 259.543.440 332.769.567
BEBAN PAJAK FINAL 2, 18d (54.765.587 ) (85.882.065)
LABA NETO TAHUN BERJALAN 204.777.853 246.887.502
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAINNYA
Pos yang tidak akan direklasifikasikan ke
laba rugi:
Pengukuran kembali program imbalan
kerja pasti 2, 20
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 204.777.853 246.887.502
4
Page 7
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 MARET 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan Mar 2025 Mar 2024
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik entitas induk 202.067.001 243.619.202
Kepentingan non - pengendali 2.710.852 3.268.300
Jumlah 204.777.853 246.887.502
LABA KOMPREHENSIF TAHUN
BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Pemilik entitas induk 202.067.001 243.619.202
Kepentingan non - pengendali 2.710.852 3.268.300
Jumlah 204.777.853 246.887.502
LABA PER SAHAM 28 0,03 0,03
5
Page 8
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 MARET 2025
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Ekuitas yang dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
Modal
Ditempatkan Tambahan Saldo Laba
dan Disetor Modal Tidak Kepentingan Jumlah
Penuh Disetor Dicadangkan Dicadangkan Jumlah Non-pengendali Ekuitas
Saldo 31 Desember
2023 148.630.616.000 154.685.723.750 532.475.586 45.367.378.690 350.216.194.026 687.389.144 350.903.583.170
Penambahan modal
saham melalui
exercise waran seri I - - -
Laba neto tahun
berjalan - - - 1.105.984.528 1.105.984.528 2.203.894 1.108.188.422
Penghasilan
komprehensif lain - - - 141.446.257 141.446.357 15.875.529 157.321.886
Saldo 31 Desember
2024 148.630.616.000 154.685.723.750 532.475.586 47.614.809.575 351.463.624.911 705.468.567 352.169.093.478
Laba neto tahun
berjalan - - - 204.777.028 204.777.028 411.861 205.188.889
Penghasilan
komprehensif lain - - -
Saldo 31 maret
2025 148.630.616.000 154.685.723.750 532.475.586 47.819.586.603 351.668.401.939 705.880.428 352.374.282.367
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
6
6
Page 9
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan Maret 2025 Maret 2024
ARUS KAS AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 2.182.440.554 10.933.958.945
Pembayaran kas ke kontraktor (1.256.420.097) (1.020.697.282)
Pembayaran kas kepada karyawan (400.486.804) (201.919.160)
Pembayaran kas untuk operasi lainnya (1.984.360.383) (1.164.587.954)
Pembayaran kas untuk pajak final (466.786.792) (85.882.065)
Penerimaan kas dari penghasilan
keuangan dan lainnya 1.837.024 32.262.864
Pembayaran kas untuk beban keuangan (393.289.897) (6.536.420)
Arus Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan
untuk) Aktivitas Operasi (2.317.066.395) 8.486.598.933
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS
INVESTASI
Pengeluaran konstruksi dalam
pengerjaan 10 (4.072.638.207) (6.338.524.363)
Arus Kas Neto Digunakan untuk
Aktivitas Investasi (4.072.638.207) (6.338.524.363)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penerimaan utang bank jangka
panjang 19 - -
Penerimaan dari Antar Grup 21 7.136.057.856 -
Pembayaran utang bank 19 (1.402.000.000)
Arus Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan
untuk) Aktivitas Pendanaan
PENURUNAN NETO KAS DAN SETARA KAS (655.646.746) 2.148.074.570
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 5 3.910.525.243 5.691.427.129
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 5 3.254.878.497 7.839.501.699
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
7
Page 10
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
Pendirian Perusahaan
PT Diamond Citra Propertindo Tbk (Perusahaan) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 86 tanggal 29
Desember 2014 dari Dewi Kusumawati, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian Perusahaan tersebut
telah memperoleh pengesahan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai
Surat keputusan AHU-0000274.AH.01.01.Tahun 2015 tanggal 6 Januari 2015 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia, tertanggal 11 Juni 2021 nomor 047, Tambahan nomor 019695.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta No
104 tanggal 30 Maret 2023 dibuat dihadapan Elizabeth Karina Leonita, SH., M. Kn., Notaris di Jakarta
Selatan, yang mengesahkan peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebagai hasil dari exercise
Waran Seri I. Akta ini disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0076681.AH.01.11 Tahun 2023 tanggal 12 April 2023.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Kelompok Usaha meliputi
bidang perdagangan dan jasa, pembangunan, pengangkutan dan percetakan. Saat ini, kegiatan usaha
utama Kelompok Usaha adalah bergerak dalam bidang real estate.
Kantor pusat Kelompok Usaha berlokasi di Jl. Palakali Raya, Kel. Kukusan, Kec. Beji, Depok, Jawa Barat.
Perusahaan beroperasi secara komersial pada bulan Januari 2015.
PT Karya Permata Inovasi Indonesia adalah entitas induk Kelompok Usaha dan pemegang saham
pengendali Kelompok Usaha.
Penawaran Umum Saham
Pada tanggal 11 Februari 2020 Kelompok Usaha memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) melalui Surat Nomor S-00952/BEI.PP3/02-2020 untuk melakukan Penawaran Umum
Perdana Saham sebanyak 2.147.000.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp20 per saham
dengan harga penawaran sebesar Rp104 per saham dan 1.610.250.000 Waran Seri 1 yang menyertai
saham biasa atas nama yang dikeluarkan dalam rangka penawaran umum. Pada tanggal 14 Februari
2020, saham dan Waran Seri 1 tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
Struktur Entitas Anak
Rincian Entitas Anak pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
Persentase Mulai
Kegiatan Kepemilikan Operasional Jumlah Aset Sebelum Eliminasi
Nama Entitas Domisili Usaha 2025 2024 Komersial 2025 2024
Kepemilikan langsung
Entitas anak
Pengembang
PT Arba Propertindo Jakarta properti 99,44% 99,44% 2018 480.703.014.402 529.726.405.443
Tidak langsung
Pengembang
PT Kalibata Inovasi Maju Jakarta properti 99,90% 99,90% 2020 458.082.099.387 469.915.035.798
8
Page 11
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
Akuisisi Entitas Anak
PT Arba Propertindo (AP)
Berdasarkan Akta Notaris No. 110 dari Rosida Rajagukguk - Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
tanggal 22 Juli 2019, Kelompok Usaha melakukan akuisisi saham AP melalui setoran saham atas
peningkatan modal dasar dan disetorkan AP sebanyak 410.000 lembar saham atau setara
Rp41.000.000.000. Dalam Akta Notaris yang sama, diputuskan juga pengalihan saham AP dari KPII ke
Kelompok Usaha yang dibeli berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 111 dari Rosida Rajagukguk -
Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta tanggal 22 Juli 2019 sebanyak 376.669 lembar saham atau setara
Rp37.669.000.000 sehingga kepemilikan saham Kelompok Usaha atas AP menjadi sebesar 786.669
lembar saham atau setara 99,44% dari modal disetorkan AP. Akta tersebut telah mendapat pengesahan
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia AHU- 0041113.AH.01.02.Tahun 2019
tanggal 24 Juli 2019.
Pembelian saham AP oleh Kelompok Usaha dari KPII dilakukan dengan nilai transaksi sebesar
Rp48.957.808.285. Cara pembayaran atas pembelian saham tersebut adalah dengan set-off piutang PT
KPII kepada Kelompok Usaha sebesar Rp43.913.799.254 dan sisanya sebesar Rp5.044.009.031
dengan penyerahan kas.
PT Kalibata Inovasi Maju (KIM)
Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham KIM No. 44 tertanggal
17 April 2020 para pemegang saham sepakat untuk pemindahan hak atas saham PT. Cipta Permata
Properti Indonesia sebanyak 24.999.999 saham kepada AP.
Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham KIM No. 54 tertanggal
22 April 2020 para pemegang saham menyetujui untuk meningkatkan modal dasar dan modal disetor
yang semula modal dasar Kelompok Usaha Rp250.000.000 menjadi Rp44.000.000.000 dan modal
disetor yang semula Rp250.000.000 menjadi Rp11.000.000.000.
Berdasarkan akta Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham KIM No. 06 tertanggal 9 Juni 2021
para pemegang saham menyetujui untuk meningkatkan modal dasar dan modal disetor yang semula
modal dasar Kelompok Usaha Rp 44.000.000.000 menjadi Rp600.000.000.000 dan modal disetor yang
semula Rp11.000.000.000 menjadi Rp300.000.000.000.
Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, susunan Dewan Komisaris Direksi dan Komite Audit
Kelompok Usaha adalah sebagai berikut:
Komisaris: 31 Mar 2025 31 Des 2024
Komisaris Utama : Anisah Anisah
Komisaris : Tjandra Tjokrodiponto Tjandra Tjokrodiponto
Komisaris Independen : Iwan Gunarwan Baroto Iwan Gunarwan Baroto
Direksi:
Direktur Utama : Adam Adam
Direktur : Bayu Setiawan Bayu Setiawan
Komite Audit
Ketua : Iwan Gunarwan Baroto Iwan Gunarwan Baroto
Anggota : Dedeh Ermida Lindra
Anggota : Vivi Shahab -
9
Page 12
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan (lanjutan)
Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 adalah Maria Aruan dan Ermida
Lindra.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 Perusahaan dan entitas anak (secara bersama-sama selanjutnya
disebut sebagai (Kelompok Usaha) mempekerjakan masing - masing 16 dan 18 karyawan tetap (Tidak
diaudit).
Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Dewan Direksi Perusahaan,
selaku pihak yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan
konsolidasian pada tanggal 31 Maret 2025
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Laporan keuangan Kelompok Usaha telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang
meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (PSAK –
IAI ), serta Peraturan No. VIII.G.7 yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK, tentang Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara akrual
dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun - akun tertentu yang
diukur berdasarkan basis lain seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi terkait.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, dan dikelompokkan
ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian konsisten
dengan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023, kecuali untuk penerapan PSAK yang baru dan revisi yang berlaku
efektif pada tanggal 1 Januari 2024 seperti yang diungkapkan dalam Catatan ini.
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan SAK Indonesia mengharuskan manajemen
untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi penerapan kebijakan akuntansi
dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini dibuat
berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan tindakan saat ini,
hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal - hal yang melibatkan
pertimbangan atau kompleksitas yang lebih tinggi atau hal - hal di mana asumsi dan estimasi adalah
signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan
keuangan konsolidasian.
Mata uang fungsional dan pelaporan yang digunakan oleh Kelompok Usaha adalah Rupiah
10
Page 13
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Penerapan PSAK yang Baru dan Direvisi
Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK yang baru dan revisi, yang berlaku efektif tanggal 1 Januari
2024:
• Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1): Penyajian Laporan Keuangan terkait Liabilitas
Jangka Panjang dengan Kovenan;
• Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1): Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi
Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang;
• Amendemen PSAK 207 (sebelumnya PSAK 2): Laporan Arus Kas;
• Amendemen PSAK 107 (sebelumnya PSAK 60): Instrumen Keuangan tentang Pengungkapan -
Pengaturan Pembiayaan Pemasok;
• Amendemen PSAK 116 (sebelumnya PSAK 73): Sewa terkait Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual
dan Sewa-balik;
Penerapan standar yang direvisi tidak mengakibatkan perubahan substansial terhadap kebijakan
akuntansi Kelompok Usaha dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan untuk
tahun berjalan.
Dasar konsolidasian
Entitas Anak adalah seluruh entitas di mana Kelompok Usaha memiliki pengendalian. Kelompok Usaha
mengendalikan investee ketika (a) memiliki kekuasaan atas investee, (b) eksposur atau hak atas imbal
hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan (c) memiliki kemampuan untuk menggunakan
kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil. Kelompok Usaha menilai kembali
apakah Kelompok Usaha mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
Konsolidasi atas Entitas Anak dimulai sejak tanggal Kelompok Usaha memperoleh pengendalian atas
Entitas Anak dan berakhir ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas Entitas Anak.
Penghasilan dan beban Entitas Anak dimasukkan atau dilepaskan selama tahun berjalan dalam laba rugi
dari tanggal diperolehnya pengendalian sampai dengan tanggal ketika Kelompok Usaha kehilangan
pengendalian atas Entitas Anak.
Laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik Entitas
Induk dan kepentingan non pengendali, meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan non
pengendali memiliki saldo defisit. Jika diperlukan, dilakukan penyesuaian atas laporan keuangan Entitas
Anak guna memastikan keseragaman dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. Mengeliminasi
secara penuh aset dan liabilitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra Kelompok Usaha terkait
dengan transaksi antar entitas dalam Kelompok Usaha.
Perubahan dalam bagian kepemilikan atas Entitas Anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian pada Entitas Anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Setiap perbedaan antara jumlah
tercatat kepentingan non pengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima
diakui secara langsung di ekuitas dan mengatribusikannya kepada pemilik Entitas Induk.
Ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka Kelompok Usaha
menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait,
sementara keuntungan atau kerugian yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang
tersisa diakui pada nilai wajar.
11
Page 14
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Kombinasi Bisnis
Kelompok Usaha menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan
untuk akuisisi suatu entitas anak adalah sebesar nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil
alih dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Kelompok Usaha. Beban akuisisi terkait dibebankan
pada saat terjadinya. Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas serta liabilitas kotinjensi yang
diambil alih dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada awalnya sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi.
Imbalan kontijensi yang akan dibayarkan oleh pihak pengakuisisi diakui pada nilai wajar pada tanggal
akuisisi. Perubahan nilai wajar atas imbalan kontijensi setelah tanggal akuisisi yang diklasifikasikan
sebagai aset atau liabilitas, akan diakui pada laba rugi atau sebagai penghasilan komprehensif lain sesuai
dengan PSAK 239 (sebelumnya PSAK 55). Jika diklasifikasikan sebagai ekuitas, imbalan kontijensinya
tidak diukur kembali sampai penyelesaian terakhir dalam ekuitas.
Pada akuisisi bertahap, Kelompok Usaha mengakui kepentingan non pengendali sebesar nilai wajar atau
sebesar bagian proporsional kepentingan non pengendali atas aset neto pihak yang di akuisisi.
Selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan, jumlah kepentingan non pengendali pada pihak
yang di akuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi dari kepentingan ekuitas sebelumnya pada pihak
yang di akuisisi yang melebihi nilai wajar bagian Kelompok Usaha atas aset bersih yang dapat
diidentifikasi yang di akuisisi dicatat sebagai goodwill. Jika nilai wajar atas aset neto yang di akuisisi
melebihi nilai gabungan imbalan yang dialihkan dalam kasus pembelian dengan diskon, maka selisih
tersebut diakui langsung dalam laba rugi.
Goodwill pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, menjadi selisih lebih nilai gabungan dari imbalan
yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk kepentingan nonpengendali, dan setiap kepentingan yang
dimiliki sebelumnya, atas jumlah neto aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil - alih.
Dalam kasus pembelian dengan diskon, jika nilai wajar atas aset neto yang di akuisisi melebihi nilai
gabungan imbalan yang dialihkan, maka selisih tersebut diakui langsung dalam laba rugi.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai.
Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak
tanggal akuisisi, dialokasikan ke setiap unit penghasil kas dari Kelompok Usaha yang diharapkan
bermanfaat untuk kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang di
akuisisi ditetapkan ke unit - unit tersebut.
Jika goodwill yang telah dialokasikan pada suatu unit penghasil kas dan bagian operasi atas unit tersebut
dilepas, maka goodwill yang terkait dengan operasi yang dilepas tersebut dimasukkan ke dalam jumlah
tercatat operasi ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepas
dalam keadaan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dilepas dan porsi unit penghasil kas
yang ditahan.
Transaksi dengan Pihak - pihak Berelasi
Sesuai dengan PSAK 224 (sebelumnya PSAK 7), <Pengungkapan Pihak - pihak Berelasi=, suatu pihak
dianggap berelasi jika salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara
kepemilikan, secara langsung atau tidak langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara
partisipasi dalam kebijakan keuangan dan operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan
keuangan dan operasional.
Seluruh transaksi signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 29 atas laporan
keuangan.
12
Page 15
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Instrumen Keuangan
Aset Keuangan
Kelompok Usaha menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak bisa
melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual
- apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
• Aset keuangan yang diukur dengan biaya amortisasi; dan
• Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Aset keuangan Kelompok Usaha meliputi Kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain - lain
(instrumen keuangan yang memiliki dan tidak memiliki kuotasi harga). Aset keuangan diklasifikasikan
sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini
diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
i) Aset keuangan yang diukur dengan biaya amortisasi
Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya amortisasi jika kedua kondisi berikut
terpenuhi: (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan
arus kas kontraktual; dan (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal
yang ditentukan untuk arus kas yang semata - mata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok
yang belum dibayar.
ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI
Instrumen utang
Kelompok Usaha mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi berikut
terpenuhi: (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan
arus kas kontraktual dan penjualan; dan (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan
menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang semata - mata pembayaran pokok
dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.
Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga, revaluasi selisih
kurs, dan kerugian atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi dan dihitung dengan cara
yang sama seperti aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan amortisasi. Perubahan nilai
wajar yang tersisa diakui dalam OCI. Setelah penghentian pengakuan, perubahan nilai wajar
kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang menjadi laba rugi.
Instrumen ekuitas
Setelah pengakuan awal, Kelompok Usaha dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi
ekuitasnya secara tidak dapat dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar
melalui OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK 232 (sebelumnya PSAK 50): Instrumen Keuangan:
Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per
instrumen.
13
Page 16
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)
Instrumen ekuitas (lanjutan)
Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi keuntungan atau
kerugian. Dividen diakui sebagai pendapatan lain - lain dalam laba rugi pada saat hak pembayaran
telah ditetapkan, kecuali jika Kelompok Usaha memperoleh keuntungan dari hasil tersebut sebagai
pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut adalah
dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada
penilaian penurunan nilai.
(iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk
diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar. Aset keuangan
diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau
dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen
lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata - mata pembayaran
pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, terlepas dari
model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya
perolehan amortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang
dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut
menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi selanjutnya disajikan dalam
laporan posisi keuangan sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam
laporan laba rugi.
Kelompok Usaha tidak memiliki investasi dalam instrumen ekuitas, yang diklasifikasikan sebagai
aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Aset keuangan (atau mana yang lebih tepat, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok
aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya pada saat: (1) hak untuk menerima arus kas yang
berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau (2) Kelompok Usaha telah mengalihkan hak mereka
untuk menerima arus kas yang berasal dari aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang
diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga dalam perjanjian <pass-
through=; dan baik (a) Kelompok Usaha telah secara substansial, mengalihkan seluruh risiko dan
manfaat dari aset, atau (b) Kelompok Usaha secara substansial tidak mengalihkan atau tidak memiliki
seluruh risiko dan manfaat suatu aset, namun telah mengalihkan kendali atas aset tersebut.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) diklasifikasikan sebagai
berikut:
• Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya amortisasi; dan
• Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.
Kelompok Usaha menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
14
Page 17
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Liabilitas keuangan Kelompok Usaha meliputi utang usaha, utang lain - lain dan utang bank. Liabilitas
keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan
sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.
Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
(i) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya amortisasi
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang dikenakan
bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk di dalam
biaya keuangan dalam laporan laba rugi konsolidasian.
(ii) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk liabilitas
keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal
untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh
untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen keuangan
derivatif yang diambil Kelompok Usaha yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai dalam
hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71). Derivatif
melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif
Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan
laba rugi konsolidasian.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan
atau kadaluarsa.
Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut
diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan
selisih antara nilai tercatat masing - masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian.
Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai
Metode pengakuan keuntungan atau kerugian yang timbul tergantung dari apakah derivatif tersebut
dimaksudkan sebagai instrumen lindung nilai, dan jika demikian, sifat dari item yang dilindung nilai.
15
Page 18
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai (lanjutan)
Untuk derivatif yang dikategorikan sebagai lindung nilai arus kas, pada awal transaksi, Kelompok Usaha
mendokumentasikan hubungan antara instrumen lindung nilai dengan item yang dilindung nilai, beserta
tujuan manajemen risiko dan strategi pelaksanaan transaksi lindung nilai. Kelompok Usaha juga
mendokumentasikan penilaiannya, pada saat dimulainya lindung nilai dan secara berkesinambungan,
apakah derivatif yang digunakan dalam transaksi lindung nilai sangat efektif dalam menghapus dampak
perubahan nilai wajar atas arus kas yang dilindung nilai.
Nilai wajar penuh derivatif lindung nilai diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas jangka
panjang jika jatuh tempo yang tersisa untuk pokok yang dilindung nilai melebihi 12 bulan, dan sebagai
aset lancar atau liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.
Perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan dan memenuhi kriteria lindung nilai atas arus kas untuk
tujuan akuntansi, bagian efektifnya, diakui di penghasilan komprehensif lain di dalam "cadangan lindung
nilai arus kas". Ketika instrumen derivatif tersebut kadaluarsa atau tidak lagi memenuhi kriteria lindung
nilai untuk tujuan akuntansi, maka keuntungan atau kerugian kumulatif di penghasilan komprehensif lain
diakui pada laporan laba rugi.
Perubahan nilai wajar derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi diakui
langsung pada laporan laba rugi di dalam "(Kerugian) keuntungan perubahan nilai wajar derivatif - bersih".
Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan jika, dan hanya jika, Kelompok Usaha saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara
neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan
telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Kelompok Usaha
menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen
keuangan dari pada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian,
Kelompok Usaha membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada
saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat
pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa
biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak
pengakuan awal.
Kelompok Usaha menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit
ekspektasian tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang
signifikan.
Penentuan Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama (atau pasar
yang paling menguntungkan) pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga keluar)
terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi dengan
menggunakan teknik penilaian lain pada tanggal pengukuran.
16
Page 19
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Penentuan Nilai Wajar (lanjutan)
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
terjadi:
(a) di pasar utama (principal market) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau
(b) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous market)
untuk aset atau liabilitas tersebut.
Kelompok Usaha mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan
digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa
pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomis terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset non keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya
(highest and best use) atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset
tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Hierarki nilai wajar dikategorikan dalam tiga (3) level input untuk teknik penilaian yang digunakan dalam
pengukuran nilai wajar, sebagai berikut:
(a) Input Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
(b) Input Level 2 - input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi
untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
(c) Input Level 3 - input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Kelompok Usaha
menentukan apakah terjadi transfer antara Level di dalam hierarki dengan cara mengevaluasi kategori
(berdasarkan input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode
pelaporan.
Kelompok Usaha menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko
aset dan liabilitas, dan level hierarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
terjadi di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan di mana
Perusahaan memiliki akses pada tanggal tersebut.
Jika tersedia, Kelompok Usaha mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga
kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif
Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi dan relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak
- pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length market transactions), penggunaan nilai
wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang didiskonto, atau model
penilaian lain.
17
Page 20
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Penentuan Nilai Wajar (lanjutan)
Kas dan setara kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas dan giro di bank yang dapat dicairkan sewaktu - waktu, tidak
dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi penggunaannya.
Persediaan
Kelompok Usaha menerapkan PSAK 202 (sebelumnya PSAK 14), <Persediaan=. Persediaan terdiri dari
bangunan apartemen dan kios yang siap dijual, tanah yang sedang dikembangkan dan bangunan dalam
penyelesaian, dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi
bersih.
Biaya perolehan tanah yang sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah untuk
pengembangan, biaya pengembangan langsung dan tidak langsung terkait kegiatan pengembangan
apartemen serta biaya pinjaman. Tanah yang sedang dikembangkan akan dipindahkan ke persediaan
pada saat tanah tersebut selesai dikembangkan. Seluruh biaya pengembangan tanah, termasuk tanah
yang digunakan sebagai jalan dan prasarana atau area yang tidak dapat dijual lainnya, dialokasikan
kepada luas area yang dapat dijual.
Biaya perolehan bangunan dalam penyelesaian meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai
dikembangkan ditambah dengan biaya konstruksi, biaya lainnya yang dapat diatribusikan pada aktivitas
pengembangan apartemen dan biaya pinjaman. Biaya yang dikapitalisasi pada bangunan dalam
penyelesaian dialokasikan untuk setiap unit apartemen menggunakan metode area yang dapat dijual.
Biaya perolehan bangunan dalam penyelesaian dipindahkan ke bangunan tersedia untuk dijual pada saat
pembangunan telah selesai.
Untuk proyek properti komersial, pada saat selesainya pengembangan dan pembangunan infrastruktur,
harga perolehan akan tetap disajikan sebagai bagian dari persediaan atau direklasifikasi ke aset tetap
atau properti investasi, mana yang lebih sesuai.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan yang terjadi atas proyek yang sudah selesai dan secara substansial
siap untuk digunakan sesuai tujuannya dibebankan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian pada saat terjadinya.
Pengkajian atas estimasi biaya dilakukan pada setiap akhir tahun pelaporan sampai proyek selesai
secara substansial, jika terjadi perubahan atas rencana pemanfaatan dan penggunaan, Kelompok Usaha
akan melakukan revisi dan realokasi biaya.
Beban yang tidak berhubungan dengan proyek apartemen dibebankan ke laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat terjadinya.
Nilai realisasi bersih merupakan estimasi harga jual setelah dikurangi dengan taksiran biaya untuk
menyelesaikan dan menjual persediaan barang jadi yang dihasilkan, jika material, dikurangi taksiran
biaya penyelesaian dan taksiran biaya untuk melaksanakan penjualan.
18
Page 21
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Konstruksi dalam pengerjaan
Konstruksi dalam pengerjaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan. Biaya perolehan termasuk biaya
perolehan tanah dan akumulasi biaya pembangunan. Konstruksi dalam pengerjaan meliputi
pembangunan yang diperuntukan untuk menjadi persediaan, aset tetap atau properti investasi pada saat
penyelesaiannya dan pembangunan yang belum dapat ditentukan secara andal pembagian
peruntukannya pada saat tanggal pelaporan. Pada saat pembangunan tersebut selesai dan siap
digunakan, jumlah biaya yang terjadi direklasifikasi ke akun <Persediaan=, <Aset Tetap= atau <Properti
Investasi= yang bersangkutan.
Penyusutan dibebankan pada saat aset tersebut siap untuk digunakan.
Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka amortisasi selama masa manfaat setiap biaya, dengan menggunakan metode
garis lurus.
Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri dari harga
pembelian dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi
dan kondisi yang diinginkan supaya aset siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah
pengakuan awal, aset tetap, kecuali tanah, diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai.
Penyusutan aset tetap dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan jumlah
tersusutkan selama estimasi masa manfaat aset sebagai berikut:
Tahun Persentase
Bangunan kantor 20 5%
Peralatan Kantor 4 25%
Sarana dan Prasarana 4 25%
Masa manfaat, nilai residu dan metode penyusutan direviu setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap
perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan
yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai selisih antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah
tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada tahun
aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Properti Investasi
Kelompok Usaha menerapkan PSAK 240 (sebelumnya PSAK 13), <Properti Investasi=. Properti investasi
adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua - duanya) yang
dikuasai oleh pemilik atau penyewa melalui sewa pembiayaan untuk menghasilkan sewa atau untuk
kenaikan nilai atau kedua - duanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang
atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomik masa
depan yang terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan properti
investasi dapat diukur dengan andal.
19
Page 22
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Properti Investasi (lanjutan)
Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan, meliputi harga pembelian dan setiap
pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung (biaya jasa hukum, pajak pengalihan properti dan
biaya transaksi lain). Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal tersebut.
Setelah pengakuan awal, Kelompok Usaha memilih menggunakan model biaya dan mengukur properti
investasi sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai
aset.
Penyusutan properti investasi dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan
jumlah tersusutkan selama estimasi masa manfaat aset sebagai berikut:
Tahun
Bangunan kantor 20
Sarana dan Prasarana 20
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya, sedangkan
pemugaran dan penambahan dikapitalisasi.
Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik dan dimulainya sewa operasi kepada pihak lain.
Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik dan dimulainya pengembangan untuk dijual.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi secara
permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari pelepasannya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan ditentukan dari selisih antara
hasil bersih pelepasan dan jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya
penghentian atau pelepasan.
Penurunan Nilai Aset Non - keuangan
Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas tidak amortisasi namun diuji penurunan nilainya
setiap tahun, atau lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan pada kondisi yang
mengindikasikan kemungkinan penurunan nilai. Aset yang amortisasi ditelaah untuk penurunan nilai
apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat
diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui sebesar selisih jumlah tercatat aset terhadap jumlah
terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya
penjualan dengan nilai pakai.
Untuk tujuan menguji penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus
kas terpisah teridentifikasi (unit penghasil kas). Aset non - keuangan yang mengalami penurunan nilai
ditelaah untuk kemungkinan pembalikkan atas penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.
Biaya Pinjaman
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pembangunan atau pembuatan
aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya
diakui sebagai beban pada saat terjadi. Biaya pinjaman dapat mencakup beban bunga, beban keuangan
dalam sewa pembiayaan atau selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang
selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas biaya bunga.
20
Page 23
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Liabilitas Imbalan Kerja
Kelompok Usaha menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai dengan Peraturan Pemerintah
(<PP=) No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 (Undang-Undang Cipta Kerja) yang
diundangkan pada November 2020, sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Republik Indonesia No. 6
tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta
Kerja menjadi Undang-Undang. Program imbalan pasti ini tidak didanai.
Liabilitas neto Kelompok Usaha atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan pascakerja
pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan liabilitas imbalan
pascakerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam perhitungan aktuaria yang
dilakukan setiap akhir periode pelaporan.
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial, b) imbal hasil
atas aset program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk
bunga, diakui di penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi
ke laba rugi pada periode berikutnya.
Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang berubah terkait
biaya jasa lalu, atau keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi pada saat terdapat perubahan
atau kurtailmen atas program.
Kelompok Usaha menentukan (penghasilan) beban bunga neto atas (aset) liabilitas imbalan pascakerja neto
dengan menerapkan tingkat bunga diskonto pada awal periode pelaporan tahunan untuk mengukur liabilitas
imbalan pascakerja selama periode berjalan.
Kelompok Usaha mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan pascakerja pada
saat penyelesaian terjadi. Keuntungan atau kerugian atas penyelesaian merupakan selisih antara nilai kini
liabilitas imbalan pascakerja yang ditetapkan pada tanggal penyelesaian dengan harga penyelesaian, termasuk
setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang dilakukan secara langsung oleh Kelompok
Usaha sehubungan dengan penyelesaian tersebut.
Kelompok Usaha mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap keuntungan
atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi pada saat terjadinya.
Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
(i) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
(ii) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji - janji dalam
kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
(iii) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas
sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang
dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Kelompok Usaha membuat
estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan
dibayarkan selama periode kontrak.
(iv) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
(v) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa
yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).
21
Page 24
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
• Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
• Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu Kelompok Usaha memilih ukuran
penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah
terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan
dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui
ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak disajikan dalam "Pendapatan diterima
dimuka".
Penjualan unit apartemen
Pendapatan dari penjualan unit apartemen diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara
signifikan telah dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat unit rumah diserahkan
dan pelanggan telah menerima unit apartemen tersebut.
Beban
Biaya yang secara langsung berhubungan dengan kontrak, menghasilkan sumber daya untuk memenuhi
kontrak ("biaya untuk memenuhi") atau penambahan untuk mendapatkan kontrak ("biaya untuk
memperoleh") dan diharapkan dapat dipulihkan. Beban tersebut dengan demikian memenuhi syarat
kapitalisasi berdasarkan PSAK 115 (sebelumnya PSAK 72) dan diakui sebagai aset lancar lain - lain.
Beban tersebut amortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan penyerahan barang atau jasa yang
terkait dengan aset tersebut.
Beban lain - lain diakui pada saat terjadinya.
Laba Neto per Saham
Laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas dengan rata - rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama tahun tersebut
Laba per saham dilusian dihitung manakala Kelompok Usaha memiliki instrumen berpotensi saham
biasa yang bersifat dilutif.
Selisih Nilai Transaksi Entitas dengan Sepengendali
Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 338 (sebelumnya PSAK 38),
<Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali=, dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan. Selisih
antara harga pengalihan dengan nilai buku dicatat dalam akun <Selisih Nilai Transaksi dengan Entitas
Sepengendali= dan disajikan sebagai bagian dari akun <Tambahan Modal Disetor= dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian.
22
Page 25
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Pajak Penghasilan (lanjutan)
Pajak Final
Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat final.
Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku
transaksi mengalami kerugian.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 71 tanggal 4 November 2008 yang telah diganti
dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 34 tanggal 8 Agustus 2016 tentang Pajak Penghasilan
atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan, dan Perjanjian Pengikatan Jual Beli
atas Tanah dan/atau Bangunan beserta Perubahannya diatur bahwa besarnya Pajak Penghasilan dari
Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan dikenakan pajak bersifat final sebagai berikut:
a. 2,5% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan selain pengalihan hak atas
tanah dan/atau bangunan berupa Rumah Sederhana atau Rumah Susun Sederhana yang dilakukan
oleh Wajib Pajak yang usaha pokoknya melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan.
b. 1% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan berupa Rumah Sederhana atau
Rumah Susun Sederhana yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang usaha pokoknya melakukan pengalihan
hak atas tanah dan/atau bangunan.
c. 0% atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan kepada Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara
yang mendapat penugasan khusus dari Pemerintah, atau Badan Usaha Milik Daerah yang mendapat
penugasan khusus dari Kepala Daerah, sebagaimana dimaksud dalam undang-undang yang mengatur
mengenai pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum.
Mengacu pada PSAK 212 (sebelumnya PSAK 46) tentang Akuntansi Pajak Penghasilan, Kelompok Usaha
menggunakan konsep akrual dalam mengakui beban, aset dan kewajiban perpajakan sehingga setiap
penghasilan menurut akuntansi harus diperhitungkan dampak pajak yang harus dibayar pada masa
mendatang atau telah dibayar pada masa sekarang. Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur
oleh PSAK 212 (sebelumnya PSAK 46), oleh karena itu, Kelompok Usaha memutuskan untuk menyajikan
beban pajak final sehubungan dengan penjualan tanah dan bangunan sebagai pos tersendiri.
Pajak Kini
Untuk kegiatan lainnya, apabila ada, maka pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun
yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang telah berlaku atau secara
substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi
dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan.
Perubahan terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat diterimanya surat ketetapan pajak atau, jika
Kelompok Usaha mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut ditetapkan.
Segmen operasi
Segmen adalah bagian khusus dari Kelompok Usaha yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa
(segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen
geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk akun-akun yang dapat diatribusikan langsung
kepada suatu segmen serta hal - hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen
tersebut.
23
Page 26
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Provisi dan Kontinjensi
Provisi diakui jika Kelompok Usaha mempunyai liabilitas kini (hukum maupun konstruktif) sebagai akibat
peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar
sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan jumlah liabilitas tersebut dapat diestimasi secara
andal.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik
yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan liabilitas kemungkinan besar tidak
terjadi, maka provisi dibatalkan. Jika dampak nilai waktu dari uang cukup material, maka jumlah provisi
adalah nilai kini dari perkiraan pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan liabilitas. Ketika provisi
didiskontokan, peningkatan jumlah provisi dikarenakan berlalunya waktu diakui sebagai beban
keuangan.
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI PENTING
Penyusunan laporan keuangan Kelompok Usaha mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah - jumlah pendapatan, beban, aset dan
liabilitas yang dilaporkan serta pengungkapan atas liabilitas kontijensi pada setiap akhir periode
pelaporan. Namun, hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi, ketidakpastian atas
asumsi serta estimasi tersebut dapat menimbulkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset
dan liabilitas pada tahun berikutnya.
Pertimbangan
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha, manajemen telah membuat
pertimbangan berikut, selain yang telah tercakup dalam estimasi, yang memiliki dampak signifikan atas
jumlah - jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan dalam PSAK 109 (sebelumnya
PSAK 71) telah terpenuhi. Aset dan liabilitas keuangan diakui dan dikelompokkan sesuai dengan
kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2 atas laporan keuangan.
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
tahun/periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Kelompok Usaha mendasarkan asumsi dan estimasi
pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai
perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali
Kelompok Usaha. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
24
Page 27
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI PENTING (lanjutan)
Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan)
Penurunan Nilai Piutang Usaha dan Piutang Lain - lain
Penurunan piutang dan piutang lain - lain terjadi jika terdapat bukti objektif bahwa Kelompok Usaha tidak
dapat menagih seluruh atau sebagian nilai piutang sesuai dengan persyaratan awal piutang. Penilaian
dilakukan pada setiap tanggal laporan posisi keuangan untuk menentukan ada tidaknya indikasi
penurunan nilai atau apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang sebelumnya diakui pada
tahun-tahun sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun.
Ketika hasil aktual berbeda dari jumlah yang awalnya dinilai, perbedaan tersebut akan mengakibatkan
penyesuaian material terhadap jumlah tercatat piutang usaha dan lain - lain dalam laporan keuangan
tahun berikutnya. Jumlah tercatat dari piutang usaha diungkapkan pada Catatan 6 atas laporan
keuangan.
Penurunan Nilai Persediaan
Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan
membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang lambat
yang diidentifikasi tidak lagi sesuai untuk digunakan dalam produksi, dengan mempertimbangkan nilai
realisasi neto dari persediaan barang jadi dan barang dalam proses berdasarkan pada harga jual dan
kondisi pasar saat ini. Jumlah tercatat persediaan diungkapkan di dalam Catatan 8 atas laporan
keuangan.
Mengestimasi Masa Manfaat Aset Tetap dan Properti Investasi
Biaya perolehan aset tetap dan properti investasi disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis
aset tetap dan properti investasi antara 4 sampai dengan 20 tahun, suatu kisaran yang umumnya
diperkirakan dalam industri sejenis. Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan
teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai sisa aset dan karenanya biaya
penyusutan masa depan memiliki kemungkinan untuk diubah.
Jumlah tercatat aset tetap dan properti investasi Kelompok Usaha pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024
diungkapkan dalam Catatan 11 dan 12 atas laporan keuangan.
Penurunan Nilai Aset Non - Keuangan
Penilaian penurunan untuk aset non-keuangan, selain goodwill dilakukan ketika indikator penurunan nilai
tertentu yang hadir. Sedangkan untuk goodwill, pengujian penurunan nilai wajib dilakukan minimal setiap
tahun terlepas dari apakah atau tidak ada indikasi penurunan nilai.
Menentukan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari
penggunaan lanjutan dan disposisi akhir dari aset tersebut. Setiap perubahan signifikan dalam asumsi
yang digunakan dalam menentukan nilai wajar material dapat mempengaruhi penilaian nilai dipulihkan
dan kerugian penurunan nilai yang dihasilkan bias memiliki dampak material terhadap hasil usaha.
Liabilitas Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja Karyawan
Penentuan imbalan pasca kerja dan beban imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung pada pemilihan
asumsi yang digunakan oleh manajemen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut
termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan
tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.
25
Page 28
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI PENTING (lanjutan)
Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan)
Liabilitas Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja Karyawan (lanjutan)
Hasil aktual yang berbeda dengan jumlah yang diestimasi diperlakukan sesuai dengan kebijakan
sebagaimana diatur dalam Catatan 2 atas laporan keuangan konsolidasian. Sementara manajemen
Kelompok Usaha berpendapat bahwa asumsi yang digunakan adalah wajar dan sesuai, perbedaan
signifikan dari hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan secara material dapat
mempengaruhi perkiraan jumlah liabilitas imbalan kerja jangka panjang dan beban imbalan kerja
karyawan. Jumlah tercatat liabilitas imbalan kerja jangka panjang Kelompok Usaha diungkapkan pada
Catatan 20 atas laporan keuangan konsolidasian.
Mengevaluasi Provisi dan Kontinjensi
Kelompok Usaha terlibat dalam berbagai proses hukum dan pajak. Manajemen melakukan penilaian
untuk membedakan antara provisi dan kontinjensi terutama melalui konsultasi dengan penasehat hukum
Kelompok Usaha yang menangani proses hukum dan pajak tersebut. Kelompok Usaha mempersiapkan
provisi yang sesuai untuk proses hukum saat ini atau kewajiban konstruktif, jika ada, sesuai dengan
kebijakan provisinya dan memperhitungkan risiko dan ketidakpastian yang relevan.
Dalam situasi tertentu, Kelompok Usaha tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak
mereka pada saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan, atau negosiasi dengan otoritas
perpajakan. Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks
serta jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan. Dalam menentukan jumlah yang
harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Kelompok Usaha menerapkan pertimbangan
yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan yang harus diakui sesuai
dengan PSAK 237 (sebelumnya PSAK 57).
4. KOMBINASI BISNIS ENTITAS SEPENGENDALI DAN PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN
KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Seperti yang diungkapkan pada Catatan 1 atas laporan keuangan konsolidasian, pada tanggal 17 April
2020, PT Arba Propertindo (AP) melakukan penyertaan saham pada PT Kalibata Inovasi Maju (KIM) yang
merupakan pihak yang berada di bawah pengendalian yang sama, sehingga sesuai dengan PSAK 338
(sebelumnya PSAK 38) <Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali=, laporan keuangan konsolidasian
Perusahaan dan Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal - tanggal 31 Desember 2019
disajikan kembali untuk mencerminkan dampak proforma seolah - olah penggabungan tersebut terjadi
sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.
Ringkasan dari transaksi penyertaan saham adalah sebagai berikut:
Jumlah aset neto terindikasi (1.003.287.943 )
Dikurangi kepentingan nonpengendali (40 )
Jumlah aset neto terindikasi yang diterima (dilepas) (1.003.287.903 )
Dikurangi imbalan yang dibayarkan 249.999.990
Selisih Nilai Transaksi Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali (1.253.287.893 )
Pada tanggal 22 Juli 2019, Kelompok Usaha melakukan penyertaan saham pada PT Arba Propertindo
(AP) yang merupakan pihak yang berada di bawah pengendalian yang sama.
26
Page 29
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KOMBINASI BISNIS ENTITAS SEPENGENDALI DAN PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN
KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
Ringkasan dari transaksi penyertaan saham adalah sebagai berikut:
Jumlah aset neto terindikasi 73.033.296.404
Dikurangi kepentingan nonpengendali 408.696.799
Jumlah aset neto terindikasi yang diterima (dilepas) 72.624.599.605
Dikurangi imbalan yang dibayarkan 82.625.000.000
Selisih Nilai Transaksi Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali (10.000.400.395 )
Selisih nilai transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat di akun Tambahan Modal Disetor=
sebagai bagian dari ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
5. KAS DAN SETARA KAS
Akun ini terdiri dari:
Mar 2025 Des 2024
Kas 174.400 27.457.568
Bank:
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1.637.199.500 2.612.055.026
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 448.680.264 530.014.354
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 872.898.437 448.995.312
PT Bank Central Asia Tbk 182.136.731 160.933.614
PT Bank Oke Indonesia Tbk 77.192.640 77.235.062
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 954.395 45.163.650
PT Bank UOB Indonesia 20.391.739 21.021.739
PT Bank Panin Tbk 2.846.348 13.931.669
PT Bank BTN Syariah 9.561,902 1.000.417
Jumlah 3.254.878.497 5.691.427.129
6. PIUTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:
Mar 2025 Des 2024
Pihak Ketiga
Penjualan apartemen 13.512.307.117 14.441.012.056
Penyisihan penurunan nilai piutang (6.050.688.490 ) (6.050.688.490)
Jumlah 7.461.618.627 8.390.323.566
Rincian piutang usaha berdasarkan umur kontrak adalah sebagai berikut:
Mar 2025 Des 2024
Kurang dari 3 bulan 6.082.246.956 6.500.281.622
3 sampai 6 bulan 1.502.799.449
Lebih dari 6 bulan 5.927.260.712 7.940.730434
Jumlah 13.512.307.117 14.441.012.056
Dikurangin Cadangan Kerugian (6.050.618.627) (6.050.688.490)
Saldo Piutang 7.461.618.627 8.390.323.566
27
Page 30
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA (lanjutan)
Mutasi cadangan kerugian kredit ekspektasian piutang usaha adalah sebagai berikut:
Mar 2025 Des 2024
Saldo awal tahun 6.050.688.490 3.441.398.630
Penyisihan penurunan nilai tahun berjalan (Catatan 27) 0 2.609.289.860
Jumlah 6.050.688.490 6.050.688.490
Piutang usaha pihak ketiga digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka panjang (Catatan 19).
Berdasarkan telaah atas piutang usaha masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen
Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang tersebut cukup untuk
menutupi kerugian yang mungkin timbul dari penurunan nilai piutang.
7. PIUTANG LAIN - LAIN
Piutang Lain - lain Jangka Panjang
Mar 2025 Des 2024
Pihak Ketiga
PT Cipta Permata Properti Indonesia 1.300.000.000 1.300.000.000
Pihak Berelasi (Catatan 29)
PT Diamond Karya Abadi 602.985.600 602.985.600
Berdasarkan telaah atas piutang lain-lain masing - masing pihak pada akhir tahun, manajemen Kelompok
Usaha berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai piutang tersebut dapat ditagih, sehingga, tidak
ada penurunan nilai yang diakui.
8. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri persediaan unit apartemen tersedia untuk dijual yang terdiri dari:
Mar 2025 Des 2024
Dave 69.880.005.081 69.880.005.081
Apple 1 55.810.886.221 55.810.886.221
Apple 3 19.307.855.105 19.883.468.163
Jumlah 144.998.746.407 145.574.359.465
Mutasi persediaan selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
Mar 2025 Des 2024
Dave
Saldo awal 69.880.005.081 69.880.005.081
Penambahan:
Pembangunan konstruksi
Pengurangan:
Beban pokok pendapatan (Catatan 26)
Saldo Akhir 69.880.005.081 69.880.005.081
28
Page 31
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PERSEDIAAN (lanjutan)
Mutasi persediaan selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: (lanjutan)
Mar 2025 Des 2024
Apple 1
Saldo awal 55.810.886.221 62.210.158.012
Penambahan:
Pembangunan konstruksi 940.286.054
Pengurangan:
Pengalihan - -
Beban pokok pendapatan (Catatan 26) (7.339.557.845)
Saldo Akhir 55.810.886.221 55.810.886.221
Apple 3
Saldo awal 19.883.468.163 -
Penambahan:
Pembangunan konstruksi 22.422.430.113
Pengurangan:
Beban pokok pendapatan (Catatan 26) (575.613.058) (2.538.961.950)
Saldo Akhir 19.307.855.105 19.883.468.163
Jumlah 144.998.746.407 145.574.359.465
Apartemen Dave (Perusahaan)
Hak legal atas tanah Apartemen Dave berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan atas nama Perusahaan:
a. No. 14 Tahun 2015, berjangka waktu 25 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2040.
b. No. 15 Tahun 2015, berjangka waktu 25 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2040.
c. No. 17 Tahun 2015, berjangka waktu 25 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2040.
Ketiga hak legal atas tanah tersebut kini tergabung di dalam Hak Guna Bangunan Induk No. 19 Tahun
2018, yang akan jatuh tempo pada tahun 2040.
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak terdapat hambatan dalam proses perpanjangan
sertifikasi hak atas tanah dan balik nama karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung
dengan bukti pemilikan yang memadai.
Pada tanggal 31 Desember 2024, apartemen telah diasuransikan terhadap risiko gempa bumi dan risiko
lainnya kepada PT Asuransi Umum Bumida 1967, pihak ketiga, dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp160.618.000.000,-. Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup
memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.
Pada tanggal 31 Maret 2025, asuransi apartemen Perusahaan terhadap risiko gempa bumi dan risiko
lainnya kepada pihak ketiga, sedang dalam proses perpanjangan asuransi.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan pada tanggal
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai persediaan sehingga
tidak diperlukan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai persediaan.
Persediaan digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka panjang (Catatan 19).
29
Page 32
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PERSEDIAAN (lanjutan)
PT Arba Propertindo (AP)
Apartemen Apple 1
Hak legal atas tanah Apartemen Apple 1 berupa Hak Guna Bangunan atas nama PT AP, entitas anak:
a. No. 1585 Tahun 2003, berjangka waktu 39 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2042, dengan
Jumlah luas tanah sebesar 1.502 m2.
b. No. 1603 Tahun 2015, berjangka waktu 27 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2042, dengan
Jumlah luas tanah sebesar 1.503 m2.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023, asuransi apartemen Apple 1 terhadap risiko
gempa bumi dan risiko lainnya kepada pihak ketiga, sedang dalam proses asuransi.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan pada tanggal
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai persediaan sehingga
tidak diperlukan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai persediaan.
Persediaan digunakan sebagai jaminan atas utang bank jangka panjang (Catatan 19).
PT Kalibata Inovasi Maju (KIM)
Apartemen Apple 3
Hak legal atas tanah Apartemen Apple 3 berupa Hak Guna Bangunan atas nama PT KIM, entitas anak,
dengan No. 4491 Tahun 2013, berjangka waktu 19 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2032,
dengan Jumlah luas tanah sebesar 451 m2.
Pada tanggal 31 Desember 2024, asuransi apartemen Apple 3 terhadap risiko gempa bumi dan risiko
lainnya kepada pihak ketiga, sedang dalam proses asuransi.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan pada tanggal
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai persediaan sehingga
tidak diperlukan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai persediaan.
9. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024, akun ini seluruhnya merupakan biaya yang dikeluarkan
Perusahaan dan Entitas anaknya untuk Asuransi apartemen dan persediaan terhadap resiko gempa
bumi, kebakaran dan resiko bencana lainnya masing - masing sebesar Rp22.967.425 dan Rp22.967.425.
30
Page 33
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. KONSTRUKSI DALAM PENGERJAAN
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024, akun ini seluruhnya merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan
oleh Kelompok Usaha untuk proyek Apple 3 masing-masing sebesar Rp70.165.355.214 dan Rp
66.092.717.007.
Persentase penyelesaian proyek Apartemen Apple 3 pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 masing-
masing sebesar 87,5% dan 72%. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat hambatan yang dapat
mempengaruhi penyelesaian apartemen dalam penyelesaian apartemen tersebut.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kontruksi dalam pengerjaan pada tanggal pelaporan,
manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi penurunan nilai, sehingga tidak diperlukan
pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai.
11. ASET TETAP
Akun ini terdiri dari:
Maret 2025
Penambahan / Pengurangan /
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Kepemilikan langsung
Bangunan kantor 959.739.290 - - 959.739.290
Peralatan kantor 799.903.550 - - 799.903.550
Sarana dan prasarana 1.833.832.021 - - 1.833.832.021
Jumlah Biaya Perolehan 3.593.474.861 - - 3.593.474.861
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan kantor 335.908.751 12.042.241 - 347.950.992
Peralatan kantor 799.903.550 - 799.903.550
Sarana dan prasarana 1.833.832.021 - - 1.833.832.021
Jumlah Akumulasi
Penyusutan 2.969.644.322 12.042.241 - 2.981.686.563
Nilai Buku 623.830.539 611.788.298
31
Page 34
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)
Akun ini terdiri dari: (lanjutan)
Des 2024
Penambahan / Pengurangan /
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Kepemilikan langsung
Bangunan kantor 959.739.290 - - 959.739.290
Peralatan kantor 799.903.550 - - 799.903.550
Sarana dan prasarana 1.833.832.021 - - 1.833.832.021
Jumlah Biaya Perolehan 3.593.474.861 - - 3.593.474.861
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan kantor 287.739.787 48.168.964 - 335.908.751
Peralatan kantor 796.175.893 3.727.657 - 799.903.550
Sarana dan prasarana 1.833.832.021 - 1.833.832.021
Jumlah Akumulasi
Penyusutan 2.917.747.701 51.896.621 - 2.969.644.322
Nilai Buku 675.727.160 623.830.539
Beban penyusutan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 masing - masing
sebesar Rp12.042.241 dan Rp 51.896.621 pada beban usaha (Catatan 27).
Bangunan kantor merupakan unit kantor Perusahaan di Apartemen Dave, Depok, Jawa Barat, dengan
luas area 120 m2.
Aset tetap diasuransikan bersama dengan persediaan dan properti investasi melalui program tipe
asuransi property all risk (Catatan 8 dan 12).
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024, sebagian aset tetap digunakan sebagai jaminan atas
fasilitas utang bank jangka panjang yang diperoleh Kelompok Usaha (Catatan 19).
Pada tanggal 31 Maret 2025, Kelompok Usaha memiliki aset tetap dengan total biaya sebesar
Rp2.633.735.571 yang telah sepenuhnya disusutkan tetapi masih digunakan.
Manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa tidak terdapat kondisi atau peristiwa yang
menimbulkan indikasi penurunan nilai atas jumlah tercatat aset tetap, sehingga tidak diperlukan
cadangan kerugian penurunan nilai untuk aset tetap.
32
Page 35
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. PROPERTI INVESTASI
Rincian dan mutasi properti investasi adalah sebagai berikut:
Mar 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Bangunan 11.045.319.571 - - 11.045.319.571
Sarana dan prasarana 4.259.743.339 - - 4.259.743.339
Jumlah Biaya Perolehan 15.305.062.910 - - 15.305.062.910
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 3.126.622.486 138.066.495 - 3.264.688.981
Sarana dan prasarana 1.560.138.082 53.246.792 - 1.613.384.874
Jumlah Akumulasi
Penyusutan 4.686.760.568 191.313.286 - 4.878.073.854
Nilai Buku Neto 10.618.302.342 10.426.989.056
Des 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Bangunan 11.045.319.571 - - 11.045.319.571
Sarana dan prasarana 4.259.743.339 - - 4.259.743.339
Jumlah Biaya Perolehan 15.305.062.910 - - 15.305.062.910
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 2.574.356.508 552.265.978 - 3.126.622.486
Sarana dan prasarana 1.347.150.915 212.987.167 - 1.560.138.082
Jumlah Akumulasi
Penyusutan 3.921.507.423 765.253.145 - 4.686.760.568
Nilai Buku Neto 11.383.555.487 10.618.302.342
Kelompok Usaha memiliki properti investasi berupa unit apartment (guest house), ruang meeting, kios,
dan business area lainnya yang terletak di Apartemen Dave, Jl. Palakali Raya, Kel. Kukusan, Kec. Beji,
Depok, Jawa Barat.
Beban penyusutan sebesar Rp191.313.286untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2025 dan 2024 dibebankan ke beban pokok pendapatan (Catatan 26).
Properti investasi diasuransikan bersama dengan persediaan dan aset tetap melalui program tipe
asuransi property all risk (Catatan 8 dan 11).
Manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa tidak terdapat kondisi atau peristiwa yang
menimbulkan indikasi penurunan nilai atas jumlah tercatat properti investasi karena nilai wajar yang
meningkat tiap tahunnya, sehingga tidak diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai untuk properti
investasi.
Pada 31 Maret 2025 dan 2024, sebagian properti investasi digunakan sebagai jaminan atas fasilitas utang
bank jangka panjang yang diperoleh Kelompok Usaha (Catatan 19).
33
Page 36
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. UANG MUKA
Mar 2025 Mar 2024
Uang muka perolehan tanah
Desa Cijujung 184.220.955.678 184.220.955.678
Kelurahan Cilodong 127.698.120.204 127.698.120.204
Kelurahan Pejaten Barat 60.459.470.743 60.459.470.743
Kelurahan Sepinggan Raya 32.547.742.975 32.547.742.975
Jumlah 404.926.289.600 404.926.289.600
Pada tanggal 31 Desember 2023 Kelompok Usaha melakukan konversi piutang menjadi uang muka
perolehan tanah sebesar Rp334.378.546.625.
Lokasi tanah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Tanah kosong di Kelurahan Cilodong dari PT Adam Inovasi Utama dengan luas 17.199 m2.
Nilai pasar dari tanah tersebut adalah sebesar Rp160.633.000.000.
2. Tanah kosong di Desa Cijujung dari PT Cipta Permata Properti Indonesia dengan luas 35.198 m2.
Nilai pasar dari tanah tersebut adalah sebesar Rp210.329.000.000.
3. Tanah kosong di Kelurahan Pejaten Barat dari PT Arba Propertindo Utama dengan luas 3.391 m2.
Nilai pasar dari tanah tersebut adalah sebesar Rp85.206.000.000.
Manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa tidak terdapat kondisi atau peristiwa yang
menimbulkan indikasi penurunan nilai atas jumlah tercatat uang muka perolehan tanah karena nilai wajar
yang meningkat tiap tahunnya, sehingga tidak diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai.
Berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 261 tanggal 30 September 2021, Perusahaan
membeli 6 bidang tanah di Kelurahan Cilodong dari PT Adam Inovasi Utama dengan rincian sebagai
berikut:
1. HGB No. 139/ Kel. Cilodong sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 27 Januari 2014 No.
00032/Cilodong/2014 seluas 113 m2.
2. HGB No. 139/ Kel. Cilodong sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 3 Desember 2014
No. 00091/Cilodong/2014 seluas 1.418 m2.
3. HGB No. 145/ Kel. Cilodong sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 3 September 2014
No. 00091/Cilodong/2014 seluas 728 m2.
4. HGB No. 138/ Kel. Cilodong sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 27 Januari 2014 No.
00033/Cilodong/2014 seluas 9.494 m2.
5. HGB No. 143/ Kel. Cilodong sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 3 Desember 2014
No. 00090/Cilodong/2014 seluas 3.927 m2.
6. HGB No. 142/ Kel. Cilodong sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 3 Desember 2014
No. 00089/Cilodong/2014 seluas 1.416 m2.
34
Page 37
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. UANG MUKA (lanjutan)
Berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 260 tanggal 15 September 2021, KIM membeli 6
bidang tanah di Kelurahan Sepinggan Raya dari PT Diyatama Putera Mandiri Pariwisata dengan rincian
sebagai berikut:
1. HGB No. 20/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25 September
2013 No. 00015/Sepinggan Raya/2013 seluas 913 m2.
2. HGB No. 21/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25 September
2013 No. 00016/Sepinggan Raya/2013 seluas 93 m2.
3. HGB No. 23/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25 September
2013 No. 00018/Sepinggan Raya/2013 seluas 404 m2.
4. HGB No. 24/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25 September
2013 No. 00017/Sepinggan Raya/2013 seluas 888 m2.
5. HGB No. 25/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25 September
2013 No. 00013/Sepinggan Raya/2013 seluas 782 m2.
6. HGB No. 00128/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 3 Juni 2016
No. 000358/2016 seluas 93 m2.
Harga jual beli 6 bidang tanah tersebut adalah sebesar Rp54.960.000.000. Sampai dengan
31 Desember 2024, KIM telah membayar uang muka sebesar Rp32.547.742.975.
14. UTANG USAHA - PIHAK KETIGA
Akun ini terdiri dari:
Maret 2025 Des 2024
PT Abadi Prima Intikarya 12.568.833.617 13.927.898.239
PT Praja Vita 8.877.189.322 8.960.333.872
PT Trimatra Liguna 1.413.504.877 1.410.689.605
Lain – lain 9.185.929.260 2.815.272
Jumlah 32.045.457.076 24.301.736.988
Rincian utang usaha - pihak ketiga berdasarkan umur adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Des 2024
Belum jatuh tempo - -
Telah jatuh tempo:
1 - 30 hari -
31 - 60 hari 9.185. 929..260 -
61 - 90 hari -
> 90 hari 22.859.527.816 24.301.736.988
Jumlah 32.045.457.075 24.301.736.988
Tidak ada jaminan yang diberikan oleh Kelompok Usaha sehubungan dengan utang usaha di atas.
35
Page 38
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UTANG LAIN - LAIN
Akun ini terdiri dari:
Utang Lain - lain Jangka Pendek
Mar 2025 Mar 2024
Pihak Berelasi
PT Diamond Karya Abadi 6.734.847 6.734.847
Pada tanggal 31 Desember 2023 Kelompok Usaha melakukan pengalihan utang lain-lain pihak ketiga
dan pihak berelasi ke Entitas Anak KIM sebesar Rp88.005.500.993. Utang lain-lain menjadi bagian dari
konversi piutang lain - lain menjadi uang muka perolehan tanah sebesar Rp334.378.546.625 (Catatan
13).
16. PENDAPATAN DITANGGUHKAN
Mar 2025 Des 2024
Saldo awal 162.805.568.712 192.795.097.548
Penambahan/Pengurangan (4.149.620.704) 7.037.417.326
Pengakuan pendapatan berdasarkan model lima langkah
PSAK 115 (sebelumnya PSAK 72) pada titik waktu
tertentu (lihat Catatan 25) (37.026.946.162)
Jumlah 158.655.948.008 162.805.568.712
Pendapatan ditangguhkan adalah sumber daya yang diterima Kelompok Usaha sehubungan dengan
penagihan berdasarkan progress proyek dan angsuran sampai dengan tanggal 31 Desember 2024.
Kelompok Usaha mengakui pendapatan proyek pada waktu tertentu (point in time) yaitu pada saat proyek
telah selesai 100% dan dibuktikan dengan dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST). Saldo ini akan
dialokasikan ke pendapatan proyek pada saat proyek telah selesai dan diserahterimakan.
17. BEBAN AKRUAL
Mar 2025 Des 2024
Jasa Profesional 106.000.000 106.000.000 -
36
Page 39
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
Akun ini terdiri dari:
Mar 2025 Des 2024
Perusahaan:
Pajak pertambahan nilai 1.434.768.589 1.322.626.363
Entitas anak:
Pajak pertambahan nilai
Pajak penghasilan pasal 4 (2)
Jumlah 1.434.768.589 1.322.768.589
b. Utang Pajak
Akun ini terdiri dari:
Mar 2025 Des 2024
Perusahaan
Taksiran kurang bayar pajak 2021 1.598.928.925 1.598.928.925
Pajak penghasilan:
Pasal 4 (2) 54.765.587 428.624.523
Pasal 21 363.210 12.624.000
Pasal 23 800.000
PPn Keluaran 13.200.000 6.600.000
Jumlah
1.642.869.453 2.046.777.448
c. Pemeriksaan Pajak
Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan dan PT Diamond Citra Propertindo
sedang dalam proses pemeriksaan oleh DJP atas PPh 4 (2), PPN dan pajak lainnya untuk tahun
2021 dan 2020. Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini, hasil pemeriksaan tersebut belum
diterima. Namun manajemen berpendapat bahwa hasil pemeriksaan tersebut akan memberikan
dampak terhadap laporan posisi keuangan dengan taksiran kurang bayar pajak sebagai berikut:
Mar 2025 Des 2024
Perusahaan
Pajak pertambahan nilai 739.240.883 -
Pajak penghasilan:
Pasal 4 (2) 188.901.911 -
Pasal 23 13.591.172 -
Sub jumlah 941.733.966 -
37
Page 40
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. PERPAJAKAN (lanjutan)
Manajemen berencana akan membayar taksiran kurang bayar pajak untuk tahun 2021 dan 2020
secara bertahap.
d. Pajak Penghasilan Final
Mar 2025 Des 2024
Pendapatan yang dikenakan pajak final pada tarif
pajak yang berlaku 54.765.587 85.882.065
Beban pajak penghasilan final 54.765.587 85.882.065
Perusahaan akan melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan Badan sesuai dengan Laporan
Keuangan yang telah diaudit.
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 34/2016 tanggal 8 Agustus 2016, efektif tanggal
8 September 2016, penghasilan atas transaksi penjualan atau pengalihan hak atas tanah dan/atau
bangunan dikenakan pajak final sebesar 2,5% dari nilai penjualan atau pengalihan.
Berdasarkan Undang - Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia. Kelompok Usaha menghitung,
menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal Pajak
(DJP) dapat menetapkan atau mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak
saat terutangnya pajak. Koreksi terhadap kewajiban pajak Kelompok Usaha diakui pada saat Surat
Ketetapan Pajak diterima atau jika Kelompok Usaha mengajukan keberatan pada saat keputusan
atas keberatan Kelompok Usaha tersebut telah ditetapkan.
38
Page 41
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. UTANG BANK JANGKA PANJANG
Rincian utang bank jangka panjang adalah sebagai berikut:
Mar 2025 Des 2024
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 42.138.232.639 43.540.232.638
PT Bank Oke Indonesia Tbk 28.102.586.468 28.102.586.468
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 16.096.070.365 16.096.070.365
PT Bank Aceh Syariah 13.141.890.435 13.141.890.435
Sub Jumlah 99.478.779.907 100.880.799.906
Utang bank jangka panjang 99.478.779.907 100.880.799.906
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun 71.269.076.618 72.671.076.618
Bagian Jangka Panjang 28.209.703.288 28.209.703.288
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari utang bank jangka panjang adalah sebagai berikut:
Mar 2024 Des 2024
Saldo awal 100.880.799.906 98.420.778.511
Penerimaan/peningkatan utang bank 6.518.130.965
Pembayaran/pelunasan utang bank (1.402.000.000) (4.058.109.570)
Saldo Akhir 99.478.779.907 100.880.799.906
Perusahaan
PT Bank Oke Indonesia Tbk
Berdasarkan surat No. 216/BOI/BLC1/VII/2023 perihal permohonan perusahaan mengenai penarikan
jaminan dengan sertifikat unit ET 25/15 SHMSRS No. 10.27.05.04.7.00886 karena sudah laku terjual,
Bank menyetujui permohonan tersebut dengan pertimbangan sebagai berikut:
- Menyetujui penarikan jaminan dan pelunasan Sebagian dengan nilai tebus sebesar Rp461.343.750
- Nominal tersebut akan disetorkan langsung dari BTN Kuningan selaku Bank penyedia KPA atas unit
tersebut
- Untuk proses surat roya, pengambilan sertifikat akan dilakukan setelah penandatanganan bawah
tangan penarikan jaminan dan pelunasan Sebagian dan penarikan jaminan akan berlangsung H+3 dari
pelunasan.
Berdasarkan surat persetujuan perjanjian pinjaman surat No 113/BOI/SME2/V/2021 tanggal 6 Mei 2021,
perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi dari PT Bank Oke Indonesia Tbk, dengan rincian
sebagai berikut:
Plafond : Rp38.000.000.000
Tujuan : Tambahan modal untuk penyelesaian pembangunan proyek
Suku bunga : 11% per tahun
Jangka waktu : 72 bulan sejak perjanjian kredit ditandatangani
Provisi : 1% per tahun flat dari limit kredit dan dibayar dimuka
39
Page 42
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
Perusahaan (lanjutan)
PT Bank Oke Indonesia Tbk (lanjutan)
Fasilitas pinjaman dijamin antara lain :
1. Apartemen =Diamond Amara Avenue=: yang terletak di Jalan Palakali Raya, Kelurahan Kukusan,
Kecamatan Beji, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, tercatat atas nama PT Diamond Citra Propetindo
Tbk, sebanyak 170 (seratus tujuh puluh) unit. Jaminan tersebut akan dipasang Hak Tangguhan
peringkat I untuk kepentingan Bank sebesar Rp45.611.000.000, dengan rincian pada masing-
masing sertifikat terpasang sebesar Rp268.300.000/sertifikat.
2. Pemberian Jaminan Pribadi atas nama Adam.
Pembatasan dan kewajiban Atas pinjaman yang diterima Perusahaan, Oke Bank mensyaratkan adanya
pembatasan-pembatasan dan kewajiban tertentu yang harus dipenuhi oleh Perusahaan antara lain:
1. Jaminan wajib diasuransikan dengan asuransi rekanan Bank yang bersifat banker’s clause. Untuk
calon debitur yang berasa dari take over bank lain, asuransinya harus dengan asuransi rekanan
Bank, dan apabila calon debitur akan melanjutkan asuransi sebelumnya yang bukan rekanan Bank,
maka apabila telah jatuh tempo harus langsung dipindahkan ke asuransi rekanan Bank.
2. Jaminan wajib diikat secara notarial (kecuali jaminan back to back Deposito atau Giro), dan tersedia
covernote notaris bahwa setelah proses pengikatan selesai, dokumen jaminan dan pengikatan
diserahkan kepada Bank.
3. Setiap penarikan unit Dave Apartemen yang menjadi agunan di Bank (apabila akan dijual), debitur
harus melunasi fasilitas KI terebih dagulu dengan perhitungan nilai tebus [Nilai Jual Rill - Pajak
(12,5%)] atau [Nilai Pasar sesuai Appraisal x 70%]. Pilih mana yang lebih tinggi.
4. Dilakukan Kerjasama pembiayaan KPA untuk end user yang akan melakukan pembelian unit
apartemen Diamond Amara Avenue (Dave).
Current Ratio Perusahaan masih diatas satu kali sehingga masih memenuhi financial covenant terkait
pinjaman bank.
PT Bank Aceh Syariah
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Perubahan Objek Syirkah dan Pergantian Agunan
Pembiayaan Refinancing Aset PT Diamond Citra Propertindo Tbk, No. 112/JKT.04/SPPP/II/2024 pada
tanggal 1 Februari 2024, PT Bank Aceh Syariah telah memberikan fasilitas pembiayaan kepada
Kelompok Usaha.
Adapun rincian fasilitas pinjaman sebagai berikut:
Jenis pembiayaan/akad : Pembiayaan Refinancing Aset / Musyarakah Mutanaqishah (MMq)
Orientasi penggunaan : Investasi
Sifat pembiayaan : Non Revolving (On Liquidation Basis)
Jumlah objek MMq : 45 unit Dave Apartement
Tujuan Pembiayaan : Refinancing Aset 45 unit apartement untuk finishing proyek properti
Sebagai berikut:
-Apart House Chrstal Blok M
-Apart House Puri Mutiara Kemang
-Apart House Vanadium Intercon.
40
Page 43
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT Bank Aceh Syariah (lanjutan)
Adapun rincian fasilitas pinjaman sebagai berikut: (lanjutan)
(a) Akad MMq 2
Objek MMq : 9 unit Dave Apartment
Porsi kepemilikan modal Bank : Rp3.096.702.000 (70%)
Porsi kepemilikan modal nasabah : Rp1.313.298.000 (30%)
Jumlah modal syirkah : 4.410.000.000 (100%)
Jangka waktu : 60 bulan
Nilai per unit hisbah : Rp100 / unit
Hishbah awal : Bank : Rp30.967.020 unit (70%)
Nasabah : Rp13.132.980 unit (30%)
Proyeksi Jumlah ujroh : Rp3.993.612.257
Angsuran ujroh perbulan : Rp66.560.204
Proyeksi Jumlah bagi hasil Bank : Rp896.910.257 (Eq. Rate setara 10.50% p.a)
Proyeksi bagi hasil Bank perbulan : Rp14.948.504
Kewajiban pembayaran (buyback)
Penyertaan Bank perbulan : Rp51.611.700
Nisbah bagi hasil porsi Bank
Perbulan : (22,46%)
Nisbah bagi hasil porsi Nasabah
Perbulan : (77,54%)
Pengikatan akad : Notarill
(b) Akad MMq 3 Objek MMq : 9 unit Dave Apartment
Porsi kepemilikan modal Bank : Rp2.970.306.000 (70%)
Porsi kepemilikan modal nasabah : Rp1.259.694.000 (30%)
Jumlah modal syirkah : Rp4.230.000.000 (100%)
Jangka waktu : 60 bulan
Nilai per unit hisbah : Rp100 / unit
Hishbah awal : Bank : Rp29.703.060 unit (70%)
Nasabah : Rp12.596.940 unit (30%)
Proyeksi Jumlah ujroh : Rp3.830.607.675
Angsuran ujroh perbulan : Rp63.843.461
Proyeksi Jumlah bagi hasil : Rp860.301.675 (Eq. Rate setara 10.50% p.a)
Proyeksi bagi hasil Bank perbulan : Rp14.338.361
Kewajiban pembayaran (buyback)
Penyertaan Bank perbulan : Rp49.505.100
Nisbah bagi hasil porsi Bank Perbulan : (22,46%)
Nisbah bagi hasil porsi Nasabah
Perbulan : (77,54%)
Pengikatan akad : Notarill
41
Page 44
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT Bank Aceh Syariah (lanjutan)
Hal - hal yang dianggap penting selama masa pembiayaan:
- Objek fasilitas pembiayaan per masing - masing akad pembiayaan MMq merupakan satu
kesatuan yang utuh dan tidak boleh dilakukan penjualan/penarikan selama jangka waktu
pembiayaan.
- Apabila terjadi penjualan/penarikan dari unit salah satu fasilitas pembiayaan MMq, maka nasabah
wajib melinaskan fasilitas MMq pada rekening tersebut.
- penarikan objek MMq (unit) wajib disampaikan kepada Bank secara tertulis.
Perubahan Agunan dan Objek Syirkah Pembiayaan:
1. Agunan Utama dan Objek Syirkah sebelum dilakukan perubahan; Agunan utama dan objek
Refinancing berupa Fasilitas MMq Rekening 1, Fasilitas MMq Rekening 2, Fasilitas MMq
Rekening 3, Fasilitas MMq Rekening 4, Fasilitas MMq Rekening 5 masing - masing sejumlah 9
Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS).
2. Usulan Agunan dan Objek Syirkah yang akan dilakukan perubahan; Berdasarkan Bank Aceh
Cabang Jakarta No. 1141/JKT.04/SPPP/XII/2023 tanggal 26 Desember 2023.
Perubahan Agunan dan Objek Syirkah Pembiayaan:
Agunan dan Objek Syirkah yang diserahkan, antara lain:
a. Fasilitas MMq 2 sejumlah 9 Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS). Agunan
dan Objek Syirkah sejumlah 1 SHMSRS telah terjual sebelum dilakukan akad dan akan diganti
dengan sertifikat SHMSRS yang lain.
b. Fasilitas MMq 3 sejumlah 9 Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS). Sejumlah
1 SHMSRS telah terjual sebelum dilakukan akad dan akan dirubah dengan sertifikat SHMSRS
yang lain.
Agunan yang akan dirubah tersebut telah dinilai KJPP Firman Suryantoro, Sugeng Suzy Hartomo
& Rekan No.00008/2.0074-01/PI/03/0141/1/I/2024 tertanggal 9 Januari 2024, dan Agunan
tersebut memiliki nilai, bentuk dan lokasi yang sama berupa apartemen studio.
Keterangan Agunan
Agunan Utama
1. Seluruh agunan utama SHMSRS Fasilitas MMq 1, MMq 4 dan MMq 5 telah dilakukan
pengikatan HT sesuai dengan cover note notaris DR. H. Syafran, SH, M.Hum No. 003/NOT-
SS/CN/I/2024.
2. Seluruh agunan utama SHMSRS Fasilitas MMq Rekening 3 akan dilakukan pengikatan HT
oleh notaris rekanan Bank Aceh.
3. Seluruh jaminan agunan tidak dapat ditarik, dipindahtangankan/dialihkan sebelum
pembiayaan per fasilitas pembiayaan MMq dinyatakan lunas oleh Bank Aceh.
4. Warkat/fisik asli jaminan/agunan dan pengikatannya wajib dikuasai oleh Bank Aceh Syariah.
5. Agunan wajib diikat Hak Tanggungan (HT) dan fidusia (FEO) sebesar minimal 125% dari
Plafond pembiayaan.
6. Agunan yang diserahkan wajib dilakukan retaksasi oleh penilai eksternal/independent
(KJPP) setiap 2 tahun sekali dan wajib didampingi oleh petugas Bank.
42
Page 45
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT Bank Aceh Syariah (lanjutan)
Agunan Tambahan
1. Agunan tambahan berupa piutang usaha senilai Rp8.000.000.000 dan telah dilakukan
pengikatan akta fidusia secara cross collateral untuk fasilitas Rekening MMq 1, MMq 4 dan MMq
5 senilai Rp4.000.000.000 oleh notaris rekanan Bank Aceh akan dilakukan Roya dan akan
dilakukan pengikatan utang fidusia secara notaril dan cross collateral terhadap fasilitas Rekening
MMq 1, MMq 2, MMq 3, MMq 4, MMq 5 dan didaftarkan ke Kantor Pendaftaran Fidusia untuk
keseluruhan fasilitas MMq.
2. Daftar piutang usaha akan dievaluasi setiap triwulan, jika hasil review nilai piutang tidak
mengcover lagi nilai pasar sebesar Rp8.000.000.000 maka plafond pembiayaan harus
diturunkan sehingga coverage ratio mengcover 125% dari Jumlah fasilitas plafond pembiayaan
MMq.
3. Daftar piutang usaha diikat secara cross collateral untuk menjamin keseluruhan fasilitas MMq.
PT Arba Propertindo (AP)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)
Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu kredit PT AP No.
1245/S/CBC/JKTRY/XI/2023 tanggal 28 November 2023, perusahaan memperoleh perpanjangan
fasilitas kredit modal kerja pembangunan dari BTN,dengan rincian sebagai berikut:
Plafond : Rp44.000.000.000
Tujuan : Penyelesaian pembiayaan pembangunan apartement beserta sarana dan
prasarananya pada proyek D’Apple apartemen yang terletak di Jl. Raya
Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan.
Bentuk : Non - revolving
Suku bunga : 12,5% efektif p.a
Jangka waktu : diperpanjang 36 bulan s.d 6 November 2025 (empat puluh delapan) bulan
Provisi : 0,75% dari plafond kredit perpanjangan.
Biaya administrasi : 0,25% dari plafond kredit perpanjangan.
Denda : 2% di atas suku bunga yang berlaku.
Fasilitas pinjaman dijamin antara lain dengan:
a. Agunan pokok berupa 307 Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS) atas nama
PT Arba Propertindo.
b. Personal Guarantee atas nama Adam Bifaqih, Tjandra Tjokrodiponto dan Bayu Setiawan.
c. Corporate Guarantee atas nama PT Cipta Permata Internasional dan PT Karya Permata Inovasi
Indonesia.
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 10 tanggal 6 November 2018, AP memperoleh fasilitas Kredit
Modal Kerja Pembangunan dari BTN, dengan rincian sebagai berikut:
Plafond : Rp70.000.000.000
Tujuan : Modal kerja pelengkap pembangunan Apartemen Apple
Bentuk : Non - revolving
Suku bunga : 12,5% efektif p.a
Jangka waktu : 48 (empat puluh delapan) bulan
Provisi : 0,50% dari plafond kredit dan wajib dibayarkan sebelum penandatangan
Perjanjian Kredit (PK).
Biaya administrasi : 0,25% dari plafond kredit dan wajib dibayarkan sebelum penandatangan
Perjanjian Kredit (PK).
Denda : 2% di atas suku bunga yang berlaku atas tunggakan bunga
43
Page 46
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT Arba Propertindo (AP) (lanjutan)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) (lanjutan)
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 10 tanggal 6 November 2018, AP memperoleh fasilitas Kredit
Modal Kerja Pembangunan dari BTN, dengan rincian sebagai berikut: (lanjutan)
Biaya cadangan HT: 0,50% dari plafond kredit atau jumlah tertentu, bilamana biaya yang dikeluarkan
untuk Sertifikat Hak Tanggungan melebihi dana cadangan tersebut, maka debitur
berjanji mengikatkan diri untuk menanggung kekurangan beban biaya tersebut.
Fasilitas pinjaman dijamin antara lain dengan:
a. Agunan pokok berupa tanah beserta bangunan yang telah terbangun maupun yang akan dibangun
kemudian diatas lahan Proyek Apartemen Apple yang berlokasi di Jalan Raya Jatipadang No. 03 dan
42A, Kel. Jatipadang, Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan sesuai bukti kepemilikan berupa SHGB
No.1585 dan No. 1603 atas nama AP dengan luas 3.005 m2.
b. Personal Guarantee atas nama Adam Bifaqih, Tjandra Tjokrodiponto dan Bayu Setiawan.
c. Corporate Guarantee atas nama PT Cipta Permata Internasional dan PT Karya Permata Inovasi
Indonesia.
d. Standing Instruction (SI) melalui BTN Cabang Kebon Jeruk. Apabila penjualan unit-unit apartemen
dilakukan melalui fasilitas kredit Bank lain, maka AP harus menerbitkan SI yang telah memperoleh
persetujuan dari Pemberi Kredit, serta wajib memindahbukukan/mentransfer seluruh hasil
penerimaan realisasi kredit maupun bentuk penjualan lain ke rekening giro escrow atas nama AP di
BTN Kantor Cabang Jakarta Kebon Jeruk.
e. Cessie/ fiducia atas piutang AP yang berkaitan dengan semua penerimaan proyek Apartemen Apple.
f. Akta Subordinasi yang menyatakan bahwa AP tidak akan melunasi utang kepada pemegang saham
atau tidak pihak terafiliasi lainnya sebelum kredit pada BTN telah lunas.
Pembatasan dan kewajiban
Atas pinjaman yang diterima AP, BTN mensyaratkan adanya pembatasan-pembatasan dan kewajiban
tertentu yang harus dipenuhi oleh AP antara lain:
- Memperoleh fasilitas kredit dari pihak lain sehubungan dengan proyek tersebut kecuali pinjaman dari
pemegang saham dan transaksi yang lazim.
- Mengikatkan diri sebagai penjamin utang.
- Mengubah Anggaran Dasar Perusahaan (terkait modal, kepemilikan dan pengurus).
- Melakukan merger atau akuisisi.
- Melunasi utang kepada pemegang saham/ Perusahaan afiliasi/ Kelompok Usaha.
- Membayar dividen.
- Membubarkan dan menyatakan pailit.
- Menyewakan kepada pihak ketiga.
- Memindahtangankan dalam bentuk apapun atau dengan nama apapun dan dengan maksud apapun
juga kepada pihak ketiga.
Atas pinjaman tersebut, AP wajib mempertahankan kinerja keuangan dengan indikator rasio keuangan
(Financial Covenant), antara lain DER dibawah 500%.
Current Ratio PT AP dibawah satu kali sehingga belum memenuhi financial covenant terkait pinjaman
bank.
44
Page 47
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT Arba Propertindo (AP) (lanjutan)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) (lanjutan)
Pembatasan dan kewajiban (lanjutan)
Berdasarkan Surat BTN No,8516/S/JKJ.I/BCSU/XII/2019 tanggal 30 Desember 2019 perihal: Keputusan
Atas Permohonan Perubahan Klausula Negative Covenant dan Anggaran Dasar PT ARBA Propertindo,
BTN telah menyetujui perubahan klausula Negative Covenant sebagai berikut:
1. Mengubah ketentuan pada Pasal 10 Angka 6 Perjanjian Kredit No.10 tanggal 6 November 2018
menjadi:
- <Perseroan diperkenankan melakukan pembagian dividen kepada pemegang saham Perseroan
tanpa memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari BTN melainkan cukup pemberitahuan.=
2. Menambahkan syarat teknis tambahan berupa pemenuhan financial covenant:
- Dalam hal akan dilakukan tindakan pembagian dividen PT Arba Propertindo kepada Induk
Usaha, PT Arba Propertindo wajib melakukan hal - hal sebagai berikut:
a. Tidak ada pelanggaran terhadap klausula perjanjian kredit;
b. Tidak ada tunggakan kewajiban pokok, bunga, dan denda PT Arba Propertindo atas kredit
kepada BTN; Menjaga rasio DER maksimal 500%;
c. Menjaga RPC (repayment capacity) terhadap kewajiban Bank meliputi pokok, bunga, dan
denda (apabila ada) minimal 120%; Menjaga coverage rasio agunan minimal sebesar 125%;
d. Pembayaran dividen wajib melalui rekening BTN.
- Financial covenant tersebut menjadi satu kesatuan dengan Perjanjian Kredit.
- Melaporkan hasil keputusan yang berkaitan tentang pembagian dividen selambat - lambatnya 14
(empat belas) hari sejak dilaksanakannya RUPS Tahunan PT Diamond Citra Propertindo Tbk
melalui surat yang ditandatangani oleh Direksi dan Komisaris kepada BTN;
- Transaksi dana hasil IPO a.n.PT Diamond Citra Propertindo Tbk melalui BTN;
- Menyerahkan surat komitmen dalam rangka peningkatan penggunaan layanan jasa
perbankan BTN oleh PT Arba Propertindo dalam kegiatan operasional maupun kredit
konsumsi (KPR/KPA) seperti:
a. Mengaktifkan penggunaan fasilitas financial service dari BTN Cash Management System
(CMS) untuk kegiatan transaksional perusahaan dan penegasan penggunaan virtual
account BTN;
b. Pencairan fasilitas Kredit Konstruksi harus disertai dengan progress fisik, progress
pemasaran, dan realisasi share PT Arba Propertindo sesuai ketentuan.
Dalam Surat yang sama BTN juga telah menyetujui perubahan anggaran dasar ARBA terkait
perubahan modal dasar dan modal disetor sehubungan dengan rencana penggunaan dana IPO dan
Waran PT Diamond Citra Propertindo Tbk.
Berdasarkan Surat No. 5824/S/JKJ.I/BCSU/IX/2019 tanggal 4 September 2019, BTN menyetujui
perubahan anggaran dasar dan susunan pemegang saham AP dapat disetujui dengan syarat dan
ketentuan sebagai berikut:
i. AP wajib melakukan hal - hal sebagai berikut: - Menyampaikan corporate guarantee dan personal
guarantee terhadap Anisah dan Kasimun atas fasilitas kredit konstruksi atas nama AP pada BTN
(Akta Corporate Guarantee dan Personal Guarantee wajib Notarial). Menyampaikan akta perubahan
pemegang saham dan anggaran dasar AP beserta pengesahan Menkumham.
ii. PT AP wajib membuat surat pernyataan yang berisi bahwa akan tetap mematuhi dan mengikuti
ketentuan yang tertuang dalam Perjanjian Kredit No. 10 tanggal 6 November 2018 antara BTN Kantor
Cabang. Jakarta Kebon Jeruk yang dibuat dihadapan Gamal Wasidin S.H., Notaris di Jakarta Pusat
iii. Terhadap perubahan sebagaimana butir 1.a diatas, maka akan dilakukan Adendum Perjanjian Kredit
secara Notarial.
45
Page 48
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT Arba Propertindo (AP) (lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. BDM/1/078A/R tanggal 27 Maret 2020, AP memperoleh fasilitas
Kredit Modal Kerja Pembangunan dari BNI, dengan rincian sebagai berikut:
Plafond : Rp37.000.000.000
Tujuan : Tambahan modal kerja pembangunan 5 proyek Aparthouse yaitu Puri (64 unit),
Condo (132 unit), Emerald (34unit) dan Crystal (41unit)
Bentuk : Plafond menurun/Aflopend
Suku bunga : 11,75% per tahun efektif
Jangka waktu : 60 bulan sejak Perjanjian Kredit ditandatangani
Provisi : 0,25% per tahun yang dipungut proporsional pada saat Penandatanganan
perjanjian kredit
Fasilitas pinjaman dijamin antara lain dengan:
a. 3 (tiga) bidang tanah dalam satu hamparan beserta bangunan apartemen diatasnya terletak di Jl.
Palakali raya RT 05/RW 07, Kel. Kukusan, Kec. Beji, Depok, dengan rincian sebagai berikut:
- SHGB No. 14 atas nama Perusahaan.
- SHGB No. 15 atas nama Perusahaan.
- SHGB No. 17 atas nama Perusahaan.
- Luas Jumlah tanah 3.885 m2
- Luas Jumlah bangunan 28.264 m2
- IMB No.640/2846/IMB/BPMP2T/2015
b. Personal Guarantee atas nama Adam Bifaqih.
c. Corporate Guarantee atas nama PT Karya Permata Inovasi Indonesia.
d. 9 unit hunian dan 30 unit non-hunian Dave Apartemen yang berlokasi di Jl, Palakali Raya
e. Tanah kavling di perumahan D'Marco Residence - Cluster Casablanca 1
f. 3 tanah kavling di perumahan D'Marco Residence - Cluster Casablanca 2
g. 21 tanah kavling di perumahan D'Marco Residence - Cluster Tangier
h. Tanah dan bangunan rumah tinggal di perumahan D'Crown Residence blok O No. 11-12
i. Piutang dari end user posisi 29 Februari 2020, akan diikat Fidusia Notariil
j. Akan diikat SOL atas hutang kepada pemegang saham
k. Akan diikat personal guarantee an. Adam
Pembatasan dan kewajiban
Atas pinjaman yang diterima AP, BNI mensyaratkan adanya pembatasan-pembatasan dan kewajiban
tertentu yang harus dipenuhi oleh AP antara lain:
- Mengadakan penggabungan usaha (merger), atau konsolidasi dengan perusahaan lain.
- Melakukan akuisisi/pengambilalihan aset milik pihak ketiga.
- Mengubah susunan pengurus, Direksi, Komisaris dan pemilikan saham AP.
- Melakukan investasi, penyertaan modal atau pengambilalihan saham pada perusahaan lain.
- Mengizinkan pihak lain menggunakan AP untuk kegiatan usaha pihak lain.
- Merubah bentuk atau status hukum AP, merubah Anggaran Dasar (kecuali meningkatkan modal AP),
memindahtangankan resipis atau saham AP baik antar pemegang saham maupun kepada pihak lain.
- Melunasi seluruh atau sebagian hutang AP kepada pesero dan/atau perusahaan afiliasi yang belum
atau telah didudukkan sebagai pinjaman subordinasi fasilitas kredit BNI (Sub-Ordinated Loan).
- Membagikan dividen atau keuntungan usaha (laba) dalam bentuk apapun juga.
- Memberikan pinjaman kepada siapapun juga, termasuk kepada para persero, kecuali jika pinjaman
tersebut diberikan dalam rangka transaksi dagang yang berkaitan langsung dengan kegiatan
usahanya.
46
Page 49
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT Arba Propertindo (AP) (lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) (lanjutan)
Pembatasan dan kewajiban (lanjutan)
Atas pinjaman yang diterima AP, BNI mensyaratkan adanya pembatasan-pembatasan dan kewajiban tertentu
yang harus dipenuhi oleh AP antara lain: (lanjutan)
- Menerima pinjaman dari pihak lain (termasuk menerbitkan obligasi), kecuali jika pinjaman tersebut diterima
dalam rangka transaksi dagang yang berkaitan langsung dengan kegiatan usahanya.
- Mengambil lease dari perusahaan leasing.
- Mengikatkan diri sebagai Penjamin (Borg), menjaminkan harta kekayaan dalam bentuk dan maksud
apapun (baik yang belum dan/atau telah dijaminkan oleh AP kepada BNI) kepada pihak lain.
- Menjual dan/atau menyewakan harta kekayaan atau barang - barang agunan.
- Membubarkan AP dan meminta menyatakan pailit.
- Menggunakan dana AP untuk tujuan di luar usaha yang biayai dengan fasilitas kredit dari BNI.
- Menggadaikan atau dengan cara lain mempertanggungkan saham perusahaan kepada pihak manapun.
- Mengubah bidang usaha.
- Melakukan interfinancing dengan perusahaan afiliasi, induk perusahaan dan/atau anak perusahaan.
- Menyerahkan atau mengalihkan seluruh atau sebagian dari hak dan/atau kewajiban AP yang timbul
berdasarkan Perjanjian Kredit dan/atau dokumen jaminan kepada pihak lain.
Atas pinjaman tersebut, AP wajib mempertahankan kinerja keuangan dengan indikator rasio keuangan
(Financial Covenant), sebagai berikut:
- Current Ratio minimal 1,00 kali
- Debt to Equity Ratio maksimal 2,50 kali
- Debt Service Coverage minimal 100%
Current Ratio PT AP dibawah satu kali sehingga belum memenuhi financial covenant terkait pinjaman bank.
47
Page 50
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. MODAL SAHAM
Rincian pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham
Ditempatkan dan Persentase Jumlah
Pemegang Saham Disetor Penuh Kepemilikan Modal Disetor
PT Karya Permata Inovasi
Indonesia 4.995.000.000 67,21 % 99.900.000.000
Tjandra Tjokrodiponto 35.000.000 0,47% 700.000.000
Modal Masyarakat 2.401.530.800 32,32% 48.030.616.000
Jumlah 7.431.530.800 100% 148.630.616.000
Berdasarkan Akta Perusahaan No 104 tanggal 30 Maret 2023, tentang Pernyataan Keputusan Para
Pemegang Saham Perusahaan yang dibuat di hadapan Notaris Elizabeth Karina Leonita, SH., M. Kn.,
Notaris di Jakarta Selatan. Akta perubahan ini telah dilaporkan dan diterima oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-0076681.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 12
April 2023, para pemegang saham antara lain memutuskan bahwa sebagai hasil exercise Penerbitan
Waran Seri I, modal ditempatkan dan disetor Perseroan mengalami peningkatan. Sebelumnya sejumlah
7.177.000.000 saham dengan nominal seluruhnya sebesar Rp143.540.000.000, selanjutnya mengalami
peningkatan menjadi sejumlah 7.431.530.800 saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
Rp148.630.616.000.
21. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Akun ini terdiri dari:
Mar 2025 Des 2024
Selisih transaksi entitas pengendali Entitas Induk (10.000.400.395)
Selisih transaksi entitas pengendali Entitas Anak (1.253.287.893)
Penyesuaian sehubungan dengan penerapan
standar akuntansi baru (5.735.654.618)
Penerimaan saham penawaran umum perdana 176.053.993.860
Biaya emisi saham (4.378.925.704)
Penambahan modal saham melalui exercise waran seri (1.500)
Jumlah 154.685.723.750
48
Page 51
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. SALDO LABA
Akun ini terdiri dari:
Mar 2025 Des 2024
Saldo awal:
- Dicadangkan 532.475.586 532.475.586
- Tidak dicadangkan 46.367.378.690 46.367.378.690
Laba tahun berjalan 204.777.853 1.105.984.528
Penghasilan komprehensif lain 141.446.357
Saldo akhir 48.406.828.601 48.147.285.161
Berdasarkan Keputusan Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diaktakan
dalam Akta No. 1 tanggal 1 September 2020 oleh Dyah Madya Ruth S.N.,S.H.,M.Kn. Notaris di
Kabupaten Bogor, para pemegang saham menyetujui penyisihan saldo laba bersih tahun 2019 sebesar
Rp532.475.586.
23. KEPENTINGAN NON - PENGENDALI
Mutasi kepentingan non - pengendali adalah sebagai berikut:
Mar 2025 Des 2024
Saldo awal 705.468.567 687.389.144
Laba tahun berjalan 2.710.852 2.203.894
Penghasilan komprehensif lain 15.875.529
Saldo Akhir 708.179.419 705.468.567
24. PENDAPATAN NETO
Rincian pendapatan usaha berdasarkan unit usaha adalah sebagai berikut:
Mar 2025 Mar 2024
Apple Residence 1 74.220.284 50.000.000
Apartemen Dave
Apple Residence 3 2.190.623.466 3.385.282.600
Jumlah 2.264.843.750 3.435.282.600
Tidak terdapat transaksi penjualan kepada satu pelanggan yang melebihi 10% dari penjualan bersih
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024.
49
Page 52
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Akun ini terdiri dari:
Mar 2025 Mar 2024
Apartemen, bangunan komersil, dan kios (Catatan 8) 575.613.058 839.271.494
Penyusutan properti investasi (Catatan 12) 191.313.286 191.313.286
Jumlah 766.926.344 1.030.584.780
Tidak terdapat transaksi pembelian kepada satu kontraktor dan pemasok yang melebihi 10% dari beban
pokok pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
27. BEBAN USAHA
Akun ini terdiri dari:
Mar 2025 Mar 2024
Beban Penjualan dan Pemasaran
Operasional marketing 82.695.553 199.517.316
Komisi marketing 282.880.840
Iklan 20.854.356 344.503.860
Lain - lain
Sub - Jumlah 103.549.909 826.902.016
Beban Umum dan Administrasi
Pajak 70.879.500
Beban penurunan nilai piutang (Catatan 6)
Keperluan kantor 213.118.382 427.382.406
Gaji dan tunjangan 400.486.804 201.919.160
Tenaga ahli 46.844.257 255.679.604
Imbalan pascakerja (Catatan 20) -
Asuransi
Penyusutan (Catatan 11) 12.042.241
Perijinan 53.050.000
Sub - Jumlah 743.371.184 938.031.050
Jumlah 846.921.093 1.764.933.266
28. LABA PER SAHAM DASAR
Perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut:
Mar 2025 Des 2024
Jumlah laba yang digunakan dalam perhitungan
laba per saham dasar:
Jumlah laba bersih yang diatribusikan kepada
pemilik entitas induk 1.105.984.528 1.105.984.528
Jumlah rata-rata tertimbang saham (dalam lembar
saham penuh) 7.431.530.800 7.431.530.800
Laba per Saham Dasar 0,15 0,15
50
Page 53
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK - PIHAK YANG BERELASI
Dalam kegiatan usaha normal, Kelompok Usaha melakukan transaksi usaha dan keuangan dengan pihak
- pihak berelasi tertentu. Kelompok Usaha melakukan transaksi berdasarkan persyaratan dan ketentuan
yang disepakati bersama dengan pihak - pihak berelasi yang sama dengan pihak ketiga dalam transaksi
yang wajar (arm’s length basis). Saldo akun - akun yang signifikan dengan pihak - pihak berelasi adalah
sebagai berikut:
Mar 2025 Des 2024
Aset
Piutang Lain - lain
PT Diamond Karya Abadi 602.985.600 603.500.000
Persentase terhadap Jumlah Aset 0,09% 0,09%
Liabilitas
Utang lain - lain
PT Diamond Karya Abadi 6.734.847 -
Persentase terhadap Jumlah Liabilitas 0,00% -
Transaksi dengan pihak yang berelasi dilakukan berdasarkan syarat dan kondisi yang disepakati antar
Perusahaan dengan pihak - pihak yang berelasi.
Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak - pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak Berelasi Hubungan dengan Perusahaan Transaksi
PT Diamond Karya Abadi Entitas dengan pengendalian yang Piutang lain - lain dan utang
Sama lain - lain
30. INSTRUMEN KEUANGAN
Pengelompokan aset keuangan telah diklasifikasikan menjadi pinjaman yang diberikan dan piutang.
Demikian halnya dengan liabilitas keuangan telah diklasifikasikan menjadi liabilitas keuangan yang diukur
pada biaya perolehan amortisasi.
Metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar adalah sebagai berikut:
- Nilai wajar Kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain - lain, utang usaha, utang lain - lain, mendekati
nilai tercatat karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas instrumen keuangan tersebut.
- Nilai wajar utang bank jangka panjang ditentukan dengan menggunakan metode arus kas yang didiskonto
berdasarkan tingkat bunga masing - masing pinjaman yang diutilisasi.
- Nilai wajar piutang dan utang kepada pihak berelasi tidak dapat ditentukan dengan andal sehingga
dinyatakan dengan nilai nominal. Penentuan estimasi nilai wajar menjadi tidak praktis karena tidak memiliki
jadwal pembayaran yang pasti.
Nilai tercatat dari aset dan liabilitas keuangan lainnya mendekati nilai wajarnya karena sifat jangka pendek
dari instrumen keuangan.
51
Page 54
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Kelompok Usaha memiliki beberapa eksposur risiko keuangan dalam bentuk risiko kredit dan risiko
likuiditas. Manajemen senantiasa memonitor proses manajemen risiko Kelompok Usaha guna
memastikan kesesuaian antara risiko dan pengendalian terhadap risiko tersebut. Kebijakan dan sistem
manajemen risiko secara rutin dikaji untuk mengantisipasi perubahan dari kondisi pasar dan aktivitas
Kelompok Usaha.
a. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa pihak ketiga tidak akan memenuhi kewajibannya berdasarkan
instrumen keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan. Perusahaan
dihadapkan pada risiko kredit dari kegiatan operasi dan dari aktivitas pendanaan, termasuk deposito
pada bank dan instrumen keuangan lainnya.
Guna meminimumkan eksposur yang ada atas simpanan dana di bank, Kelompok Usaha hanya akan
menempatkan dana pada bank yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Manajemen juga
senantiasa memantau kesehatan bank serta mempertimbangkan keikutsertaan bank di dalam
Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).
Selain itu, Kelompok Usaha hanya melakukan transaksi dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi
dan kredibilitas yang baik. Ini adalah kebijakan Kelompok Usaha bahwa semua nasabah harus
melalui prosedur verifikasi. Lebih jauh, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan
bahwa eskposur atas piutang tak tertagih tidak siginifikan.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 kualitas kredit pada setiap klasifikasi aset keuangan adalah
sebagai berikut:
Mar 2025
Telah Jatuh
Belum Jatuh Tempo tetapi
Tempo dan Tidak
Tidak Mengalami Mengalami Penyisihan
Mengalami Penurunan Penurunan Penurunan
Penurunan Nilai Nilai Nilai Nilai Jumlah
Kas dan setara kas 3.254.878.497 3.254.878.497
Piutang usaha
Pihak ketiga - 7.461.618.627 7.461.618.627
Piutang lain - lain
Pihak ketiga 1.300.000.000 - - - 1.300.000.000
Pihak berelasi 602.985.600 - - - 602.985.600
Jumlah 5.157.864.097 7.461.618.627 12.619.482.724
Des 2024
Telah Jatuh
Belum Jatuh Tempo tetapi
Tempo dan Tidak
Tidak Mengalami Mengalami Penyisihan
Mengalami Penurunan Penurunan Penurunan
Penurunan Nilai Nilai Nilai Nilai Jumlah
Kas dan setara kas 3.910.525.243 - - - 3.910.525.243
Piutang usaha
Pihak ketiga - 8.390.323.566 8.390.323.566
Piutang lain - lain -
Pihak ketiga 1.300.000.000 - - 1.300.000.000
Pihak berelasi 602.985.600 - - - 602.985.600
Jumlah 5.813.510.843 8.390.323.566 14.203.834.409
52
Page 55
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
b. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko di mana posisi arus kas Kelompok Usaha menunjukkan pendapatan
jangka pendek tidak cukup untuk menutupi pengeluaran jangka pendek.
Untuk mengatur risiko likuiditas, Kelompok Usaha menerapkan manajemen risiko sebagai berikut:
1. Memonitor dan menjaga level Kas dan setara kas yang diperkirakan cukup untuk mendanai
operasional Kelompok Usaha dan mengurangi pengaruh fluktuasi dalam arus kas.
2. Secara rutin melakukan monitor atas perkiraan arus kas dan arus kas aktual.
3. Melakukan monitor atas profil jatuh tempo pinjaman.
4. Secara terus - menerus menilai kondisi pasar keuangan untuk kesempatan memperoleh dana.
5. Sebagai tambahan, Kelompok Usaha juga mengatur untuk memiliki fasilitas stand-by loan yang
dapat ditarik sesuai dengan permintaan untuk mendanai kegiatan operasi pada saat diperlukan.
Tabel berikut memperlihatkan liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan amortisasi
berdasarkan sisa umur jatuh temponya:
Mar 2025
Jumlah tercatat Dibawah 1 tahun 1 - 3 tahun Nilai wajar
Liabilitas Keuangan
Utang usaha - pihak ketiga 32.045.457.075 - - 32.045.457.075
Utang bank jangka Panjang 99.478.779.907 71.269.076.618 28.209.703.288 99,478.779.907
Jumlah 125.182.516.894 71.269.076.618 28.209.703.288 131.524.236.983
Des 2024
Jumlah tercatat Dibawah 1 tahun 1 - 3 tahun Nilai wajar
Liabilitas Keuangan -
Utang usaha - pihak ketiga
24.301.736.988 - - 24.301.736.988
Utang bank jangka Panjang 100.880.799.906 72.671.076.618 28.209.703.288 100.880.779.906
Jumlah 125.182.516.894 72.671.076.618 28.209.703.288 125.182.516.894
32. MANAJEMEN RISIKO MODAL
Tujuan utama pengelolaan modal Kelompok Usaha adalah untuk memastikan pemeliharaan peringkat
kredit yang baik dan rasio modal yang sehat guna mendukung usaha dan memaksimalkan nilai
pemegang saham.
Kelompok Usaha mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan
kondisi ekonomi. Untuk memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Kelompok Usaha dapat
menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang saham
atau menerbitkan saham baru. Tidak terdapat perubahan tujuan, kebijakan atau proses selama tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
Kelompok Usaha mengelola permodalan dengan menggunakan rasio pengungkit. Kebijakan Kelompok
Usaha adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran yang umum dalam industri sejenis dengan tujuan
untuk mengamankan pendanaan terhadap biaya yang rasional.
53
Page 56
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. MANAJEMEN RISIKO MODAL (lanjutan)
Rasio utang terhadap modal dihitung sebagai hutang bersih dibagi dengan Jumlah modal. Hutang bersih
dihitung sebagai pinjaman (utang bank, kewajiban di bawah sewa pembiayaan, surat utang senior dan
utang pemegang saham) ditambah perdagangan dan utang lainnya dikurangi Kas dan setara kas. Jumlah
modal dihitung sebagai ekuitas ditambah utang bersih.
Perhitungan rasio utang terhadap modal 31 Maret 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
Mar 2025 Des 24
Jumlah utang 293.004.025.061 291.215.833.672
Dikurangi: Kas dan setara kas (3.254.878.497) (3.910.525.243)
Utang neto 289.749.146.564 287.684.236.212
Jumlah ekuitas 352.374.282.367 352.169.093.478
Rasio utang terhadap modal 0,82 0,82
33. SEGMEN OPERASI
Dalam pengambilan keputusan oleh manajemen, Kelompok Usaha digolongkan menjadi unit usaha
berdasarkan segmentasi produksi.
Segmen operasi Kelompok Usaha berdasarkan segmentasi produksi adalah sebagai berikut:
Mar 25
Apartemen Properti Investasi Jumlah
Pendapatan
2.264.843.750 2.264.843.750
Beban pokok penjualan (756.926.344 ) ) (756.926.344 )
Laba (rugi) kotor 1.497.917.406 ) 1.497.917.406
Beban penjualan dan pemasaran (103.549.909) - (103.549.909)
Beban umum dan administrasi (743.371.184) - (743.371.184)
Penghasilan keuangan 1.837.024 - 1.837.024
Beban keuangan (393.289.897) - (393.289.897)
Laba sebelum beban pajak final dan pajak
penghasilan 259.543.440 ) 259.543.440
Beban pajak final (54.765.587) - (54.765.587)
Laba neto tahun berjalan 204.777.853 ) 204.777.853
Mar 24
Apartemen Properti Investasi Jumlah
Pendapatan 3.435.282.600 3.435.282.600
Beban pokok penjualan (1.030.584.780)) ) (1.030.584.780))
Laba (rugi) kotor 2.404.697.820 ) 2.404.697.820
Beban penjualan dan pemasaran (826.902.016 ) - (826.902.016 )
Beban umum dan administrasi (938.031.250 ) - (938.031.250 )
Penghasilan keuangan 32.262.864 - 32.262.864
Beban keuangan (339.257.851 ) - (339.257.851 )
Pendapatan (Beban) lain - lain-neto
Laba sebelum beban pajak final dan pajak 332.769.567 ) 332.769.567
penghasilan
Beban pajak final (85.882.065) - (85.882.065)
Laba neto tahun berjalan 246.887.502 ) 246.887.502
54
Page 57
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS
Aktivitas yang tidak memengaruhi arus kas adalah sebagai berikut:
Mar 2025
1 Januari 2025 Aktivitas kas Aktivitas non kas 31 Maret 2025
Pengeluaran konstruksi dalam
pengerjaan 66.092.717.007 4.072.638.207 70.165.355.214
Utang bank 100.880.779.906 (1.402.000.000) 99.478.779.907
35. PERJANJIAN PENTING
PT Kalibata Inovasi Maju (KIM)
Perjanjian Kerjasama Usaha
Berdasarkan akta notaris Rosida Rajagukguk - Siregar, SH., M.Kn., No. 22 tanggal 7 September 2020,
PT Kalibata Inovasi Maju (KIM) dan PT Javateafurn (JAV) menandatangi perjanjian kerja sama
operasional (KSO) untuk pembangunan properti di lahan seluas 4.800 m2 yang berlokasi di Perumahan
Bumi Karang indah, Jalan Karang Tengah Raya, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta
Selatan. Berdasarkan perjanjian ini KIM dan JAV sepakat dalam hal - hal dibawah ini:
a. JAV adalah pemilik lahan seluas 4.800 m2 yang berlokasi di Perumahan Bumi Karang indah, Jalan
Karang Tengah Raya, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.
b. KIM dan JAV sepakat untuk membangun low rise dilahan tersebut dimana KIM bertanggung jawab atas
segala bentuk operasional atau penyelengaraan proyek dan berkewajiban serta bertanggung jawab atas
kegiatan prapembangunan, membiayai seluruh bangunan sampai selesai dan pemasaran, dimana JAV
bertanggung jawab sebagai kepemilikan lahan yang sah dan hanya bertindak sebagai penyedia lahan.
c. KIM dan JAV sepakat atas untuk melakukan bagi hasil dengan komposisi bagi hasil masing masing 65%
dan 35%.
d. Secara bersama - sama KIM dan JAV dapat melakukan Kelompok Usaha baru yang bertujuan untuk
melakukan manajemen proyek dan penjualan.
36. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN
Berdasarkan surat Entitas Anak KIM No. 002/KIM/III/2025 tanggal 20 Maret 2025 dan pada tanggal 21
Maret 2025, PT Diyatama Putra Mandiri Pariwisata melalui Surat No. 043/SK-DPMP/III/2025
menyampaikan bahwa terkait 6 bidang tanah di Kelurahan Sepinggan Raya sedang dilakukan
penjajakan dengan pihak lain yang akan membeli tanah tersebut.
Saat ini Entitas Anak KIM dan PT Diyatama Putra Mandiri Pariwisata sedang melakukan proses
pembatalan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) No. 260 tanggal 15 September 2021 terkait 6 bidang
tanah tersebut. Harga jual beli 6 bidang tanah tersebut berdasarkan PPJB yang harus dilunasi KIM
adalah sebesar Rp54.960.000.000. Sementara itu, sampai dengan tanggal laporan audit ini diterbitkan,
nilai uang muka yang telah dibayarkan KIM adalah sebesar Rp32.547.742.975.
55
Page 58
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. KELANGSUNGAN USAHA
Liabilitas lancar konsolidasian Kelompok Usaha pada tanggal 31 Desember 2024 telah melampaui total
aset lancar konsolidasian sebesar Rp261.937.894.613.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Kelompok Usaha memfokuskan pada upaya meningkatkan
penjualan dan efisiensi biaya dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menyelesaikan project apple 3 di 2025 dan menghasilkan pendapatan;
b. Peningkatan penjualan melalui flashsale (optimalisasi agent).
Entitas Anak PT AP memiliki tunggakan pembayaran utang dan bunga yang sudah jatuh tempo kepada
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Desember 2024 adalah
sebesar Rp43.540.232.638 dan akan jatuh tempo pada Triwulan 4 2025. Sampai dengan
laporan audit ini diterbitkan, PT AP telah melakukan beberapa pembayaran sehingga sisa pinjaman
tersisa sebesar Rp34.677.000.000. PT AP merencanakan restrukturisasi melalui surat
No.02/S.Kel/ADM-FATA/DLD/VI/2025 dan menjadwalkan pembayaran selama 48 bulan kedepan dengan
rincian sebagai berikut:
1. Tahun Pertama dibayarkan 15% Rp5.201.550.000
2. Tahun Kedua dibayarkan 25% Rp8.669.250.000
3. Tahun Ketiga dibayarkan 35% Rp12.136.950.000
4. Tahun Keempat dibayarkan 25% Rp8.669.250.000
Entitas Anak PT AP memiliki tunggakan pembayaran utang dan bunga yang sudah jatuh tempo kepada
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Desember 2024 adalah
sebesar Rp16.096.070.365 dan akan jatuh tempo pada Triwulan 1 2025. PT AP mengajukan
restrukturisasi melalui surat No.02/S.Kel/ADM-FATA/DLD/III/2025 dan menjadwalkan pembayaran
selama 48 bulan kedepan dengan rincian sebagai berikut:
1. Tahun Pertama dibayarkan 15%
2. Tahun Kedua dibayarkan 25%
3. Tahun Ketiga dibayarkan 35%
4. Tahun Keempat dibayarkan 25%
Selain itu, Kelompok Usaha juga telah memperoleh surat dukungan dari pemegang sahamnya, yang
memberikan konfirmasi bahwa akan terus memberikan dukungan finansial bagi Kelompok Usaha agar
Kelompok Usaha mampu mempertahankan kelangsungan usahanya dan untuk dapat memenuhi
kewajiban Kelompok Usaha.
38. PENERBITAN AMANDEMEN DAN PENYESUAIAN PSAK, PSAK DAN ISAK BARU
DSAK-IAI telah menerbitkan amandemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan ISAK baru yang akan
berlaku efektif atas laporan keuangan untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal
sebagai berikut:
1 Januari 2025
• Amendemen PSAK 221 (sebelumnya PSAK 10): Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing -
Kekurangan Ketertukaran.
• PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74): Kontrak Asuransi.
• Amendemen PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74): Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal
PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74) dan PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) - Informasi
Komparatif.
Kelompok Usaha masih mengevaluasi dampak dari amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan
ISAK baru di atas dan belum dapat menentukan dampak yang timbul terkait dengan hal tersebut
terhadap laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
56
Page 59
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
ASET Mar 2025 Des 2024
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2, 5, 31, 32 3.254.878.497
1.012.728.746 3.910.525.243
1.038.416.201
Piutang usaha 2, 6, 31, 32
Pihak ketiga 7.491.618.627
773.315.583 8.390.323.566
773.315.583
Persediaan 2, 8 144.076.442.059 145.574.359.465
Biaya dibayar dimuka 2, 9 22.967.425
69.880.005.081 22.967.425
69.880.005.081
Uang Muka 171.920.117
22.967.425 22.967.425
Pajak dibayar dimuka 2, 18a 1.434.768.589
81.516.828 1.322.626.363
131.073.855 117.213.855
Jumlah Aset Lancar 156.422.595.314 159.220.802.062
ASET TIDAK LANCAR
71.901.607.518 71.831.918.145
Piutang lain - lain 2, 7, 30, 31
Pihak ketiga 1.300.000.000 1.300.000.000
Pihak berelasi 29 10.837.687.911
6.286.167.076 10.837.687.911
602.985.600
Investasi Saham 2, 10 70.165.355.214 66.092.717.007
Aset tetap - bersih 2, 11 299.625.000.000
611.788.298 299.625.000.000
623.830.539
Uang muka 2, 13 611.788.298
404.926.289.600 623.830.539
404.926.289.600
Properti investasi 2, 12 74.299.851.590
10.246.989.055 74.299.851.590
10.618.302.342
10.426.989.055 10.618.302.341
Jumlah Aset Tidak Lancar 493.716.589.243 484.164.125.088
395.801.316.854 396.004.672.381
JUMLAH ASET 650.139.184.557 643.384.927.150
467.702.924.372 467.836.590.526
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak ketiga 2, 14, 30, 31 1.413.504.721 1.413.504.721
Utang lain - lain 2, 15, 30, 31
Pihak berelasi 29
Utang pajak 2, 18b, 18c 942.884.696 1.165.607.342
Beban akrual 17 67.500.000 67.500.000
Pendapatan ditangguhkan 2, 16 13.716.899.954 12.835.910.904
Bagian jangka pendek dari
liabilitas jangka panjang:
Utang bank 2, 19, 30, 31 19.790.773.635 19.790.773.635
Jumlah Liabilitas Jangka
Pendek 35.931.563.006 35.273.296.758
57
Page 60
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
LIABILITAS JANGKA
PANJANG
Utang jangka panjang - setelah
Utang bank 2, 19, 30 21.453.703.269 21.453.703.269
Utang Antar Grup 38.333.324.674 38.211.824.674
Liabilitas imbalan kerja 2, 20 555.933.531 555.933.531
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 60.342.961.474 60.221.461.474
JUMLAH LIABILITAS
96.274.524.480 95.494.758.232
Equitas
Modal Saham – Nilai Nominal Rp
20, Modal dasar –
20.120.000.000 saham modal
ditempatkan dan disetor
Tambahan Modal disetor 148.630.616.000 148.630.616.000
Saldo Laba 171.675.066.656 171.675.066.656
Dicadangkan
Tidak dicadangkan 532.475.579 532.475.579
50.590.241.657 51.503.674.059
Jumlah Equitas
371.428.399.892 372.341.832.294
JUMLAH LIABILITAS 467.702.924.372 467.836.590.526
58
Page 61
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Untuk Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025 dan
2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Mar 2025 31 Mar 2024
PENDAPATAN NETO
1.500.000 50.000.000
BEBAN POKOK PENDAPATAN (191.313.286) (15.000.000)
LABA BRUTO (189.813.286) 35.000.000
Beban penjualan dan pemasaran
Beban umum dan administrasi (60.900.025) (48.823.337)
(662.430.332) (456.523.632)
JUMLAH BEBAN USAHA
(723.330.357) (505.346.582)
LABA USAHA (913.143.643) (470.346.582)
Pendapatan (beban) lain - lain
Penghasilan keuangan
Keuntungan imbalan kerja 1.498.385 1.148.315
Beban keuangan (1.787.144) (337.417.437)
LABA SEBELUM PAJAK (913.432.402) (806.615.704)
PENGHASILAN
BEBAN PAJAK FINAL (1.250.000)
LABA NETO TAHUN BERJALAN (913.432.402) (807.865.704)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAINNYA
Pos yang tidak akan direklasifikasikan ke
laba rugi:
Pengukuran kembali program imbalan
kerja pasti
59
Names mentioned 57 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Dewi Kusumawati
p.10
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10 ×2
unresolved
person
Elizabeth Karina Leonita
p.10 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10
unresolved
org
PT Arba Propertindo
p.10 ×17
unresolved
org
PT Kalibata Inovasi Maju
p.10 ×6
unresolved
person
Siregar
p.11 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia AHU-
p.11
unresolved
org
PT KPII
p.11
unresolved
org
PT. Cipta Permata Properti Indonesia
p.11 ×3
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.12 ×2
unresolved
org
Milik Negara
p.25
unresolved
org
Milik Daerah
p.25
unresolved
org
PT Bank BTN Syariah
p.29
unresolved
org
PT Diamond Karya Abadi
p.30 ×5
unresolved
org
PT Asuransi Umum Bumida
p.31
unresolved
org
PT AP
p.32 ×10
unresolved
org
PT KIM
p.32
unresolved
org
PT Adam Inovasi Utama
p.36 ×2
unresolved
org
PT Arba Propertindo Utama
p.36
unresolved
org
PT Diyatama Putera Mandiri Pariwisata
p.37
unresolved
org
PT Abadi Prima Intikarya
p.37
unresolved
org
PT Praja Vita
p.37
unresolved
org
PT Trimatra Liguna
p.37
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.40
unresolved
org
PT Bank Aceh Syariah
p.41 ×6
unresolved
org
Diamond Citra Propetindo Tbk
p.42 ×2
unresolved
org
PT Bank Aceh Syariah Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan
p.42
unresolved
org
Bank Perbulan
p.43 ×2
unresolved
org
Bank Aceh Cabang
p.44
unresolved
org
KJPP Firman Suryantoro
p.44
unresolved
org
Sugeng Suzy Hartomo & Rekan
p.44
unresolved
person
DR. H. Syafran
p.44 ×2
unresolved
org
Bank Aceh.
p.44 ×3
unresolved
org
PT Cipta Permata Internasional
p.45 ×2
unresolved
org
PT Karya Permata Inovasi Indonesia. Berdasarkan Akta Perjanjian
p.45
unresolved
person
Gamal Wasidin S.H.
· Notaris
p.47
unresolved
person
Dyah Madya Ruth S.N.
· Notaris
p.51
unresolved
org
PT Javateafurn
p.57
unresolved
org
PT Diyatama Putra Mandiri Pariwisata
p.57 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.