Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
LAPORAN PELAKSANAAN PAPARAN PUBLIK (PUBLIC EXPOSE)
PT SOLUSI BANGUN INDONESIA TBK
TANGGAL 25 JUNI 2025
I. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Hari/Tanggal : Rabu, 25 Juni 2025
Waktu : Pukul 16.40-17.40 WIB
Tempat : Space Ballroom
Aloft Hotel South Jakarta, Jl TB Simatupang Kav.8, Cilandak, Jakarta Selatan,
DKI Jakarta.
II. Manajemen Perseroan yang Hadir
1. Bapak Asri Mukhtar, Direktur Utama
2. Bapak Ony Suprihartono, Direktur
3. Bapak Soni Asrul Sani, Direktur
4. Bapak Yasuhide Abe, Direktur
5. Bapak Andika Lukmana, Corporate Secretary
6. Bapak Joan, ACM Group Head
7. Bapak Farid Nugraha, Finance Group Head
III. Susunan Acara
1. Paparan Publik (Public Expose) dibuka oleh pembawa acara, Saudari Asty Asmawaty pada
pukul 16.40 WIB.
2. Acara dilanjutkan dengan penyampaian kata pembuka, perkenalan manajemen Perseroan
yang hadir dan pemaparan presentasi manajemen oleh Bapak Asri Mukhtar, Direktur Utama
Perseroan dan juga melalui video presentasi manajemen. Adapun presentasi Paparan Publik
(Public Expose) antara lain terdiri dari:
a. Tinjauan sektor bisnis semen dan konstruksi tahun 2024;
b. Ikhtisar kinerja keuangan perusahaan tahun 2024;
c. Tinjauan operasional Perseroan tahun 2024;
d. Tinjauan kinerja keuangan periode kuartal I/2025;
e. Fokus Perseroan tahun 2024;
f. Proyeksi bisnis tahun 2025;
g. Hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 25 Juni 2025.
Untuk materi presentasi Paparan Publik (Public Expose) kami lampirkan pada laporan ini.
3. Paparan Publik (Public Expose) diakhiri dengan tanya jawab dan ditutup pada pukul 17.40
WIB.
Page 2
IV. Daftar Hadir
Paparan Publik (Public Expose) dihadiri oleh analis, investor, media dan pihak lainnya. Jumlah
peserta paparan public (Public Expose) adalah 102 peserta.
Daftar hadir Paparan Publik (Public Expose) kami lampirkan pada laporan ini.
V. Tanya Jawab
1. Sofya Tresnawati, Radar Berita Nasional = Bagaimana rencana Capex untuk tahun 2025
dan rencana bisnis jangka panjang perseroan?
Pada tahun 2025, alokasi belanja modal (CAPEX) PT Solusi Bangun Indonesia Tbk akan
difokuskan secara selektif pada proyek-proyek prioritas, terutama penyelesaian fasilitas
produksi untuk pasar ekspor di Tuban yang saat ini telah memasuki tahap commissioning.
Selain itu, CAPEX juga diarahkan untuk mendukung kegiatan pemeliharaan rutin guna
memastikan operasional yang andal dan efisien. Dalam jangka panjang, Perseroan tetap
berkomitmen menjalankan strategi yang berlandaskan pada empat pilar utama, yaitu
efisiensi operasional, optimalisasi aset dan keberlanjutan, pengembangan sumber daya
manusia, serta inovasi produk. Perusahaan juga akan memperluas pasar ekspor melalui
dukungan jaringan strategis Taiheiyo, sekaligus memperkenalkan produk semen rendah
karbon dengan spesifikasi yang mampu bersaing di pasar.
Penguatan bisnis pengelolaan limbah melalui Nathabumi tetap menjadi perhatian utama,
khususnya melalui kerja sama dengan pemerintah daerah untuk menjadi offtaker RDF
sebagai alternatif pengganti batubara, sejalan dengan tujuan menciptakan bisnis yang
efisien, berkelanjutan, dan berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Dalam
menjaga kinerja operasional, rata-rata utilisasi pabrik saat ini tercatat di atas 70%,
melampaui rata-rata nasional yang berada di bawah 60%. Oleh karena itu, sebagian
CAPEX juga digunakan untuk memastikan keberlanjutan dan keandalan fasilitas
produksi, termasuk pembangunan infrastruktur pelabuhan untuk mendukung ekspor ke
pasar Amerika.
Perseroan juga tengah mengeksplorasi peluang ekspor baru sebagai bagian dari inisiatif
jangka pendek yang berpotensi memberikan manfaat bisnis lebih besar. Untuk jangka
menengah dan panjang, perusahaan menggagas kolaborasi teknologi bersama Taiheiyo
dari Jepang guna mengembangkan produk dan layanan baru yang dapat membuka
peluang pasar baru serta menambah pendapatan. Di sisi lain, SBI akan memperkuat lini
bisnis agregat sebagai bagian dari diversifikasi usaha yang berkelanjutan.
2. Siti Salamah, Jurnal Nusantara. Strategi marketing apa yang perseroan lakukan untuk
meningkatkan income dan menghadapi kompetitor yang ada?
Page 3
Saat ini, Perseroan menerapkan strategi pemasaran yang adaptif, berbasis data, dan
bersinergi dengan SIG. Kami memanfaatkan jaringan institusi nasional SIG untuk
mengakses pasar retail maupun curah, dengan fokus utama pada efisiensi distribusi.
Artinya, Perseroan dapat melayani suatu wilayah dengan lebih baik dan lebih cepat, dan
dengan demikian akan memiliki peluang lebih besar dalam menyalurkan produk secara
optimal langsung ke pelanggan.
Pada dasarnya, menjaga keberlangsungan industri di masing-masing daerah, terutama
daerah yang dekat dengan lokasi produksi adalah kunci untuk mempertahankan
profitabilitas.
3. Dimas Andi Sadewo, dari Kontan. Ada beberapa poin.
a. Berapa target penjualan dan laba bersih SMCB pada tahun 2025?
Terkait laba bersih, proyeksi saat ini masih bergantung pada kondisi pasar. Namun, jika
skenario berjalan seperti 2024 atau lebih baik, kami yakin laba bersih dapat meningkat,
seiring dengan efisiensi dan strategi pemasaran yang lebih fokus.
b. Apakah resiko kelemahan permintaan semen masih jadi tantangan SMCB pada tahun
ini?
Risiko melemahnya permintaan semen masih menjadi tantangan bagi Perseroan di tahun
2025. Berdasarkan kondisi di tahun 2024, perusahaan tidak mengalami pola permintaan
musiman yang biasa disebut efek kobra—di mana permintaan mulai naik pada Juli dan
memuncak di Oktober. Sebaliknya, tahun lalu menunjukkan anomali dengan tren
permintaan yang memanjang tanpa lonjakan awal yang biasa terjadi. Perseroan berharap
kondisi ini bersifat sementara dan pada 2025 pola permintaan akan kembali normal agar
tren pasar lebih mudah diprediksi. Sebagai langkah mitigasi, perusahaan bersama SIG
akan mempertahankan pangsa pasar melalui strategi yang lebih terfokus dan menyentuh
langsung konsumen akhir. Selain itu, Perseroan melihat peluang perbaikan margin yang
lebih tinggi di wilayah Tepi Barat Amerika Serikat karena harga yang lebih kompetitif
dibandingkan dengan wilayah lain.
Sumber pendanaan CAPEX tahun 2025 masih berasal dari internal perusahaan (internal
cash flow).
4. Mustika Widiani, Detik. Pipit, Liputan 6.id. Apakah ada pembagian dividen kepada para
pemegang saham dan apakah perubahan direksi?
Pembagian dividen tahun ini kepada pemegang saham sebesar 50%.
5. Zulfikar, iNews,ID. Bagaimana SBI melihat prospek semen di Indonesia, khususnya di
tengah tantangan pembangunan hijau dan apa strategi keberlanjutan sustainability yang
dijalankan oleh SBI dalam operasi pabrik semen?
Page 4
Perseroan menerima berbagai apresiasi dari pemerintah, termasuk dari Kementerian Perindustrian, atas pencapaian sebagai pelopor dalam penggunaan RDF dan thermal services di industri semen. Perseroan juga tercatat sebagai perusahaan semen pertama yang memiliki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 6,39 MWp. Meskipun transisi menuju industri hijau penuh tantangan, Perseroan memandangnya sebagai peluang untuk terus tumbuh secara berkelanjutan. Ada empat langkah utama yang dilakukan perusahaan dalam mendukung transisi hijau. Pertama, peralihan dari energi fosil ke energi alternatif dan penggunaan bahan baku alternatif. Kedua, efisiensi operasional melalui penerapan prinsip operational excellence. Ketiga, pengembangan produk semen ramah lingkungan, di mana Perseroan telah memasarkan empat jenis semen rendah emisi CO₂. Keempat, implementasi teknologi canggih, seperti advanced process control berbasis AI dan machine learning yang sudah diterapkan di seluruh pabrik untuk menjaga stabilitas operasional. Perseroan juga menjadi satu-satunya perusahaan di Asia Tenggara yang menggunakan teknologi hydrogen-rich gas (HRG) di pabrik Narogong. Teknologi ini meningkatkan efisiensi pembakaran, produktivitas, dan menurunkan emisi CO₂ sebesar 8–10 juta indeks. Di sisi lain, kerja sama dengan lebih dari 15 pemerintah daerah dalam pemanfaatan RDF menunjukkan kontribusi SBI sebagai solusi pengolahan sampah yang tuntas tanpa residu. Kolaborasi juga dilakukan dengan berbagai industri dalam mengolah limbah menjadi bahan baku atau bahan bakar alternatif. Langkah-langkah ini memperkuat posisi Perseroan dalam persaingan industri hijau. Dalam momentum ulang tahun ke-54, SBI menegaskan komitmennya membangun masa depan melalui inovasi, ketangguhan, dan keberlanjutan. 6. Saut Simajuntak, UpRadio : Di tahun lesunya properti saat ini, stategi apa yang sudah disiapkan untuk mendongkrak angka penjualan produk? Salah satu dari program yang sudah dicanangkan oleh SIG yaitu mengenalkan solusi baru, bata interlock presisi. Perseroan juga akan mendorong solusi ini. Kemudian kita juga sudah sampaikan bagaimana menghadapi lesunya permintaan dan apa yang akan kita lakukan. 7. 3 pertanyaan dari Hilda Alexander (Kompas.com) Meskipun ada gencatan senjata, bagaimana ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, khususnya potensi gangguan di selat Hormuz, mempengaruhi biaya dan ketersediaan bahan bakar, minyak dan gas, serta biaya pengiriman yang merupakan komponen signifikan dalam produksi dan distribusi semen SBI. Apakah ada indikasi perubahan rute pengiriman, atau strategi diversifikasi pasokan bahan baku, misalnya batu bara untuk pabrik semen yang dilakukan oleh produsen semen sebagai
Page 5
respon terhadap risiko konflik, dan bagaimana hal ini mempengaruhi efisiensi dan biaya
produksi?
Hingga saat ini, belum ada perubahan dalam pola distribusi, namun Perseroan menyadari
bahwa jika terjadi lonjakan harga minyak secara tiba-tiba, seluruh pelaku industri semen akan
terdampak. Oleh karena itu, fokus utama perusahaan adalah meningkatkan efisiensi
operasional melalui peningkatan thermal substitution rate (TSR) untuk mengurangi
ketergantungan terhadap batu bara dan solar. Upaya ini dilakukan dengan mengganti
sebagian kebutuhan energi panas dari bahan bakar alternatif, terutama pada tahap heating
up, guna menekan konsumsi energi fosil dan menjaga keberlanjutan operasional di tengah
fluktuasi harga energi.
8. Bagaimana pandangan SBI atas ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh konflik
geopolitik Iran-Israel, misalnya inflasi dan potensi resesi dan penundaan investasi dapat
mempengaruhi permintaan semen untuk proyek-proyek konstruksi, infrastruktur dan properti
terutama di pasar-pasar yang sensitif terhadap biaya dan ketersediaan modal?
Perseroan menyadari bahwa ketidakpastian geopolitik global turut menekan inflasi dan suku
bunga, yang berdampak pada sektor konstruksi dan properti—terutama segmen yang sensitif
terhadap biaya dan pembiayaan. Kondisi ini berpotensi menyebabkan penundaan proyek,
belanja infrastruktur yang kurang efisien, serta melemahnya permintaan di sektor perumahan.
Tantangan ini dihadapi perusahaan dengan strategi yang cermat, termasuk efisiensi
operasional dan optimalisasi distribusi melalui sinergi dengan grup SIG. Perseroan juga
menargetkan pengoperasian fasilitas produksi ekspor di Tuban untuk mendukung ekspor
semen tipe 5 ke Amerika Serikat. Selain itu, perusahaan terus mendorong pengembangan
produk yang lebih kompetitif dan ramah lingkungan. Dengan pondasi bisnis yang tangguh,
Perseroan optimis tetap dapat bertumbuh di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
9. Mengingat potensi kenaikan biaya produksi semen akibat konflik geopolitik, adakah potensi
untuk mempercepat transisi industri semen menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan,
misalnya bahan bakar alternatif, untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil
yang harganya rentan terhadap gejolak geopolitik?
Potensi kenaikan biaya produksi akibat konflik global justru memperkuat komitmen
Perseroan terhadap transisi energi berkelanjutan. Ketergantungan pada batu bara yang
harganya fluktuatif menjadi pendorong utama untuk meningkatkan pemanfaatan bahan bakar
pengganti seperti RDF, biomassa, dan limbah industri. Bagi Perseroan, transisi energi bukan
sekadar respons terhadap risiko global, tetapi merupakan bagian dari strategi jangka panjang
untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat ketahanan operasional, dan mendukung agenda
industri hijau di Indonesia. Targetnya adalah pertumbuhan signifikan pemanfaatan energi
alternatif hingga tahun 2030.
-----------------------------------------------********--------------------------------------------------------
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Andika Lukmana
p.1
unresolved
person
Joan
p.1
unresolved
person
Farid Nugraha
p.1
unresolved
person
Asty Asmawaty
p.1
unresolved
org
Kementerian Perindustrian
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.