Skip to content
Back to announcement

Checklist Pengungkapan LK 31 Des 2024.pdf

Financial statement Text extracted MTFN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 67

Page 1 OCR 0.925
CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA

Petunjuk Pengisian Checkli:

1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini,
kecuali Emiten dan Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus
menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan No. VILGA7).

2. Tanda (NW) diisi pada kolom 'Ada' apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan
pengungkapan yang diharuskan dan selanjutnya pada kolom “Keterangan' ditambahkan cross reference ke
nomor catatan atas laporan keuangan.

3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka tanda
) diisi pada kolom "Tidak Ada' dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom keterangan.

4. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos-pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi persyaratan
pengungkapan yang ada maka tanda (“) diisi pada kolom 'N/A'.

5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan (untuk
laporan keuangan audited).

Data Umum
Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Capitalinc Invesment Tbk
Bidang Usaha Perdagangan umum, pengangkutan dan jasa, serta

melakukan investasi pada Perusahaan lain
Jenis penawaran Umum -

31 Desember 2024 | 31 Desember 2023

Nama Kantor Akuntan Heliantono Heliantono
Publik & Rekan & Rekan
Nama Partner Raimon Raimon
Opini Akuntan Wajar tanpa Wajar tanpa

pengecualian pengecualian
Catatan tentang Opini - -
(jika ada)

Ya Tidak

Pemenuhan Peraturan No.VIN.G.11 Tentang “Tanggung Jawab 1
Direksi Atas Laporan Keuangan"
Pemenuhan Peraturan No.VIIILA.2 tentang “Independensi Akuntan J
Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal”

Page 2 OCR 0.879
Data Keuangan Penting

31 Desember 2024 31 Desember 2023
Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan 531.103.385.873 486 210.227.940
EBITDA (45.629.493.894) (26.693.999.119)
Laba (rugi) Bersih tahun berjalan (87.563.495.894) (29.611.805.516)
Laba (rugi) komprehensif (94.200.846.814) (26.508.896.381)
Laba Per saham (dasar) (2,72) (0.93)
31 Desember 2024 31 Desember 2023
Laporan Posisi keuangan
Jumiah Aset 465.861.265.205 505.431.368.727
Jumlah Liabilitas 964.961.439.303 M10.331.196.011
Jumlah Ekuitas (499.100.174.098) (404.899.327 284)
Modal Disetor 4.919.937.154.200 4.919.937.154.200
Saldo Laba (Rugi) (5.331.234.791.220) (5.244.649.375.680)
Rasio Keuangan"
ROA (0.19) (0.06)
ROE 0,18 0.07
Ebitda thd pendapatan (W) (8,74) (5.49)

“dapat disesuaikan berdasarkan industrinya
Catatan:

1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali
pengungkapan tersebut tidak relevan atau tidak dapat diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik.
Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesuaikan pengungkapan sesuai dengan karakteristik industri
apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami laporan
keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

2. Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist ini,
namun mengikuti peraturan Bapepam-LK No VIII.G.47 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.

Y S
Page 3 OCR 0.906
Laporan Keuangan Terdiri dari:

Laporan posisi keuangan pada akhir periode
Laporan laba rugi komprehensif selama periode
Laporan perubahan ekuitas selama periode
Laporan arus kas selama periode

Laporan posisi keuangan pada awa! periode V
komparatif yang disajikan saat Perusahaan
menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara
retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-
pos laporan keuangan atau ketika Perusahaan
mereklasifikasi — pos-pos — dalam — laporan
keuangannya.
Catatan atas La

sanjanjonjan

alalelnja

Ketentuan Umum

1. Perusahaan wajib menyajikan catatan atas laporan
keuangan dengan urutan sebagai berikut:
a. gambaran umum Perusahaan: “
b. dasar penyusunan laporan keuangan dan ikhtisar “

kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan:
Cc. informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan (
dalam laporan posisi keuangan, laporan laba rugi
komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan
laporan arus kas, sesuai dengan urutan penyajian
laporan dan penyajian masing-masing pos, dan
d. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi: ,
1) informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang
tidak disajikan di bagian manapun dalam
laporan keuangan: dan
2) informasi yang tidak disajikan di bagian
manapun dalam laporan keuangan, tetapi
informasi tersebut relevan untuk memahami
laporan keuangan.

2. Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau
persentase untuk menjelaskan adanya bagian dari “
suatu jumlah, tidak menggunakan kata "sebagian".

3. Perusahaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan

masing-masing pos mengenai Aset yang dijaminkan,
nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan

dijaminkan.
4. Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib
diungkapkan jenis dan nilai aset yang diasuransikan, Y

nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup
serta pendapat manajemen atas kecukupan
pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan
wajib diungkapkan alasannya.

Unsur-unsur Catatan Atas Laporan Keuangan

1. Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus diungkapkan, antara lain:
a Pendirian perusahaan
1) Riwayat ringkas perusahaan: v
2) Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan Y

terakhir, pengesahan dari instansi yang berwenang, dan
nomor serta tanggal Berita Negara,

3) Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar Perusahaan dan “
yang sedang dijalankan pada periode pelaporan:
4) Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama “v

kegiatan usaha:

Page 4 OCR 0.897
5)

Tanggal mulai bergperasinya penisahaan secara
komersial. Dalam hal perusahaan melakukan ekspansi
atau perampingan usaha secara signifikan pada periode
laporan yang disajikan, wajib disebutkan saat
dimulainya operasi komersial dari ekspansi atau
perampingan usaha dan kapasitas produksinya: dan

8)

Nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir
dalam kelompok usaha (ultimate parent cf the group).
Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib disebutkan
alasannya.

»

Khusus Industri Media
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki.

8

Khusus Industri Jalan Tol
Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah
yang mendasari penyelenggaraan jalan tol tersebut

9

Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan
Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Otoritas
yang berwenang.

10)

Khusus untuk Industri Perbankan

Izin usaha sebagai bank umum, sebagai bank devisa
(ika ada), sena izin untuk menjalankan kegiatan
berdasarkan prinsip syariah (jika ada).

1)

Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan
Pertambangan Umum
Area Eksplorasi dan Eksploitasi/Pengembangan
Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasi
Perseroan meliputi :
a) Area Eksplorasi, meliputi:
«Nama lokasi,
. Nama pemilik izin lokasi,
«Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal
jatuh temponya,
. Persentasi kepemilikan saham Perseroan
pada perusahaan pemilik izin lokasi, dan
& Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan
sebagai Aset Minyak dan Gas Bumi per
tanggal Laporan Posisi Keuangan,
b) Area Ekspioitasi/Pengembangan meliputi:
. Nama lokasi,
& Nama pemilik ijin lokasi,
# Tanggal perolehan ijin eksploitasi serta
tanggal jatuh temponya:
. Persentasi kepemilikan saham Perseroan
pada perusahaan pemilik ijin lokasi:
«Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan
tentang pihak yang melakukan sertifikasi, dan
tanggal sertifikasi:
. Jurnlah produksi pada tahun berjalan: dan
& Akumulasi jumlah produksi sejak awal
kegiatan eksploitasi/bengembangan oleh
Perseroan hingga tanggal taporan posisi
keuangan.

12)

Khusus Industri Kehutanan

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan:

b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola
selama masa sisa manfaat HPH, dan

C) sisa umur HPH.

&

Page 5 OCR 0.883
ena Bae

b. Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan
antara lain:

1) Tanggal dan/atau nomor surat efektif penawaran umum, V
termasuk penawaran Efek yang diterbitkan di luar
Indonesia:

2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan: “

2 Bursa tempat Efek dicatatkan: dan V

4 Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah “
Efek yang diterbilkan (corporate action) sejak
penawaran umum perdana sampai dengan periode
pelaporan terakhir.

Cc. Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas
Bertujuan Khusus (EBK)

Yang harus diungkapkan antara lain:

1) Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan “
baik secara langsung maupun tidak langsung:

2 Tempat kedudukan: Y

3) Jenis usaha, x

4) Tahun beroperasi secara komersial: “

5) Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika v
berbeda):

8) Total Aset, dan X

1 Informasi penting lainnya antara lain:

a) sifat hubungan antara entitas induk dan entitas N

anak, apabila entitas induk tidak memiliki baik
langsung maupun tidak langsung melalui entitas
anak, lebih dari 5046 (lima puluh perseratus) hak
suara yang sah:
alasan mengapa kepemilikan baik tangsung maupun v
tidak langsung lebih dari 5096 (lima puluh
perseratus) hak suara atau hak suara potensial atas
investee tidak diikuti dengan pengendalian:
C) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan “
entitas anak apabila laporan keuangan tersebut
digunakan untuk menyusun laporan keuangan
konsolidasian dan tanggal atau periode berbeda dari
tanggal laporan keuangan entitas induk, dan alasan
menggunakan tanggal atau periode yang berbeda:

sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam N

kemampuan entitas anak untuk mentransfer dana ke

entitas induk dalam bentuk dividen tunai, atau
pembayaran kembali pinjaman atau uang muka:

@e) suatu rincian yang menunjukkan dampak setiap Y
perubahan bagian kepemilikan entitas induk pada
entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
Pengendatian atas ekuitas yang dapat diatribusikan
pada pemilik entitas induk: dan

? dalam hal hilangnya pengendalian atas entitas anak,
maka entitas induk harus mengungkapkan:

(1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang v
diakui dari hilangnya Pengendalian, dan porsi
dari keuntungan atau kerugian yang dapat
diatribusikan pada pengakuan sisa investasi
pada entitas anak terdahulu dengan Nilai
Wajar pada tanggal hilangnya Pengendalian:

b)

d.

5 TTU
Page 6 OCR 0.911
(2) jumlah persentase “kepemilikan — yang
dilepaskan:

(3) jumlah harga yang diterima:

(4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan
Setara Kas:

(5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak
atau bisnis lainnya dimana Pengendalian
dilepaskan, dan

(6) jumlah Aset dan Liabililas selain Kas dan
Setara Kas pada entitas anak atau bisnis
lainnya dimana Pengendalian dilepaskan,
yang diikhtisarkan berdasarkan kategori

keuangan.

Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan
Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebagai
berikut:

utamanya.
d Karyawan, direksi, komisaris, dan komite audit
Yang harus diungkapkan antara lain:
1 Nama dan jabatan untuk masing-masing anggota “
direksi, dewan komisaris, dan komite audit,

2 Cakupan manajemen kunci: dan Ki
3 Jumlah karyawan tetap pada masing-masing akhir V
periode atau rata-rata jumlah karyawan tetap selama
periode yang bersangkutan, secara konsolidasi untuk

Perusahaan dan entitas anak.
e. Penerbitan Laporan Keuangan
1) Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit: dan hi
2) | Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi laporan “

Pernyataan kepatuhan terhadap SAK

Pernyataan ini merupakan pernyataan bahwa laporan
keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan
SAK.

Dasar pengukuran dan penyusunan laporan
keuangan

Dasar pengukuran laporan keuangan yaitu berdasarkan
biaya historis (histoncal cost), biaya perolehan kini
(current cosi), nilai realisasi neto (net realizable value),
Nilai Wajar Gair value) atau jumlah yang dapat
dipulihkan berdasarkan SAK yang berlaku.

2)

Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar
akrual, kecusli untuk taporan arus kas.

3

Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang

digunakan, meliputi:

a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak:

b) fakta dan alasan perubahan, apabila terdapat
perubahan mata uang fungsional Perusahaan
maupun kegiatan usaha asing yang signifikan: dan

C) alasan perubahan mata uang penyajian (jika ada).

4

Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada).

Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi
Signifikan oleh Manajemen

1

Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar
kebijakan akuntansi signifikan atau bagian sin dari
catatan atas laporan keuangan, pertimbangan yang
telah dibuat manajemen dalam proses penerapan
kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang paling

—
Page 7 OCR 0.876
signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan,

a) Instrumen Keuangan selain Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:

2) Perusahaan harus mengungkapkan informasi tentang v
asumSi yang dibuat mengenai masa depan, dan sumber

utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir

periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang

mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah
tercatat Aset dan Liabilitas dalam periode pelaporan
berikutnya: dan

3 Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana N
dimaksud dalam angka 2), catatan atas laporan
keuangan memasukkan rincian atas sifat dan jumlah
tercatat pada akhir periode pelaporan.

d. Kebijakan Akuntansi Tertentu

Kebijakan akuntansi tertentu merupakan kebijakan

akuntansi lainnya yang diterapkan dan relevan untuk

memahami laporan keuangan. Kebijakan akuntansi
tertentu meliputi, tetapi tidak terbatas pada hal-hal
sebagai berikut:

1) | Prinsip-prinsip konsolidasi

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian, v
yang meliputi pos-pos entitas induk dan entitas
anak:

b) dasar dan kapan suatu entitas anak “
dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan
entitas induk:

c) kebijakan akuntansi sehubungan — dengan PI
perubahan — kepemilikan tanpa — kehilangan
Pengendalian atas entitas anak,

d) kebijakan akuntansi sehubungan — dengan 4
kehilangan Pengendalian atas entitas anak,

8) kebijakan akuntansi sehubungan dengan
pencatatan dan penyajian kepentingan “N
nonpengendaii: dan

? pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi material
antar entitas yang dikonsolidasi telah dieliminasi. BI

2) Kombinasi bisnis

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, “
termasuk metode yang digunakan untuk mengukur
kepentingan nonpengendali:

b) pengakuan awal untuk goodwill, v

C) pengukuran setelah pengakuan awal untuk
goodwill, dan “

d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan
kombinasi bisnis yang ada di Perusahaan, antara
lain:

(1) pembelian dengan diskon:
(2) akuisisi secara bertahap: dan
(3) imbalan kontinjensi.
3) Kas dan setara kas,
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan dalam “
menentukan komponen kas dan setara kas.
4 Instrumen Keuangan

Page 8 OCR 0.895
bj

c)

(1) pengakuan awal instrumen keuangan setiap
kategori, termasuk perlakuan atas biaya
transaksi,

(2)pengukuran setelah pengakuan awal
instrumen keuangan setiap kategori:

(3)ketentuan saling hapus dari instrumen
keuangan,

(4) metode yang digurakan untuk menentukan
Nilai Wajar instrumen keuangan:

(5) metode perhitungan yang digunakan untuk
menentukan penurunan nilai dari aset
keuangan:

(5) ketentuan penghentian pengakuan instrumen
keuangan:

(7) khusus instrumen keuangan derivatif dan
akuntansi lindung nilai, selain penjelasan
sebagaimana dimaksud dalam angka (1),
angka (2), angka (3), angka (4), angka (5),
dan angka (8), wajib ditambahkan penjelasan
mengenai:

(Ka) ketentuan — pemenuhan kriteria
akuntansi lindung nilai:

(b) klasifikasi lindung nilai untuk tujuan
akuntansi lindung nilai atas instrumen
keuangan derivatif, dan

(C) perlakuan akuntansi indung nilai untuk
tujuan akuntansi lindung nilai,

Investasi pada Sukuk

Yang harus dijelaskan antara lain:

(l)klasifikasi dan reklasifikasi investasi pada

Sukuk:

(2)pengakuan awal Sukuk.

(3)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk,

(4)Penyajian pendapatan sukuk, dan

(5)penyajian amortisasi biaya transaksi.

Sukuk yang diterbitkan

Yang harus dijelaskan antara lain:
(L)pengakuan awal Sukuk:

(2)pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk:
(3) biaya transaksi penerbitan Sukuk,

(4)posisi penyajian Sukuk: dan

(S)akad syariah yang digunakan.

Le 2

-

naa

5

Khusus Industri Perbankan

a)

b)

K3

Giro Wajib Minimum

Yang harus dijelaskan antara lain ketentuan
mengenai jumlah giro wajib minimum.

Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain

Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian
Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain.
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank
Lain

Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian
Pensmpatan pada Bank Indonesia dan Bank
lain.

8)

Piutang Reverse Repo
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Piutang
Reverse Repo, metode pencatatan dan pengukurannya.

1)

Khusus Industri Perbankan

Page 9 OCR 0.847
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki, “
b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap “
kelompok Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah.dan
C) Dasar penyajian efek-etek dalam laporan “
keuangan.
8) Khusus Industri Perbankan
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Penjelasan atas masing-masing jenis kredit yang v
diberikan,
(2) Dasar penyajian atas kredit: v
(3)Kebijakan manajemen dan pelaksanaan “
pengendalian risiko portofolio kredit:
(4)Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibali V
dari BPPN jika ada): dan
(5) Kebijakan bank akan agunan kredit. “
b)  Tagihan/Kewajiban Akseptasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian “
atas tagihan/kewajiban akseptasi.
c) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1)Dasar penilaian dan penyajian: BI
(2)Perkekuan akuntansi — atas nilai realisasi PI
piutangbembiayaan yang diberikan dengan
saldo piutang/bemblayaan yang tidak dapat
ditagih: dan
(3)Periakuan akuntansi atas — keuntungan v
(kerugian) dari realisasi penjualan agunan.
9) | Khusus untuk Industri Pembiayaan
Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penyajian piutang pembiayaan konsumen: “
dan
b) Dasar penilaian aset jika perusahaan menarik “
kembali aset pembiayaan konsumen dari
konsumennya.
10) | Anjak Piutang
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Jenis transaksi anjak piutang (dengan recourse 4
atau tanpa recourse),
b) Penyajian transaksi anjak piutang: V
Cc) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga “
pengalihan dan jumlah bersih piutang dialihkan:
dan
d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak V
piutang(ditagihkan kembali ke klien atau
ditanggung oleh perusahaan).
11) | Sewa
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung
suatu sewa,
b) kebijakan penentuan suatu sewa merupakan sewa
pembiayaan atau sewa operasi: dan
€) kebijakan akuntansi apabila Perusahaan bertindak
sebagai lessee dan/atau lessor.
12) | Persediaan :

yang harus dijelaskan antara lain mengenai kebijakan
akuntansi yang digunakan dan rumusan biaya yang

ka

Page 10 OCR 0.899
digunakan.

a) Khusus industri Kehutanan
HTI Dalam Pengembangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
Beban-beban yang dikapitalisasi, antara lain:
kewajiban kepada negara, pemeliharaan sarana
dan pra-sarana.
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara lain:
Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya
produksi.

bj

Khusus Industri Perkebunan

Tanaman Perkebunan

Yang harus dijelaskan antara lain:

(1) Dasar klasifikasi untuk jenis tanaman sebagai
persediaan, tanaman belum menghasilkan,
atau tanaman telah menghasilkan:

(2) Dasar penilaian dan pengukuran:

(3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman
belum menghasilkan ke tanaman telah
menghasilkan:

(4) Metode penyusutan dan masa manfaat
tanaman yang disusutkan: dan

(5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman.

c) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Hewan temak telah menghasilkan :
(a) Metode penilaian:
(b) Metode amortisasi (deptesi): dan
(c) Cadangan kematian atau metode
penghapusan langsung, jika ada.
(2) Hewan temak dalam pertumbuhan (belum
menghasiikan) :
(a) Metode penilaian: dan
(0) Perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk
dapat berpindah menjadi hewan ternak
telah menghasilkan.

13) | Aset Tetap:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tetap. v
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tetap: Bi
€) pengelompokan Aset Tetap. v
d) metode penyusutan yang digunakan. “
e) kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap: 5
H estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan: v
9) penghentian pengakuan: “v
h) nilai residu, dan V
ih pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji “
ulang atas estimasi umur ekonomis, metode
penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir
periode pelaporan.
14) | Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang
digunakan untuk mencatat investasi pada asosiasi.
15) | Bagian partisipasi dalam Ventura Bersama

Yang harus dijelaskan antara lain metode yang
digunakan untuk mencatat bagian partisipasi dalam
Ventura Bersama.

Page 11 OCR 0.899
16)

Pola Kerjasama

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Kriteria dari bentuk kerjasama,

b) Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan
liabilitas yang timbul, dan

C) Sistem pembagian hasil, jika ada.

2.2.

17

Aset Tak Berwujud

Yang harus dijelaskan antara lain :

a) pengakuan awal Aset Tak berwujud:

b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset
Takberwujud,

C) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan
apabila umur manfaat terbatas, diungkapkan tarif
amortisasi yang digunakan dan umur manfaatnya:

d) sumber terjadinya Aset Tak berwujud:

€) metode amortisasi yang digunakan:

f) penghentian pengakuan Aset Tak berwujud: dan

9). riset dan pengembangan (jika ada).

2

aa

18)

Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang

dimiliki untuk dijual

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi suatu
aset tidak lancar diklasifikasikan sebagai aset yang
Gimiliki untuk dijual, dan

b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok
lepasan yang dimiliki untuk dijual,

“

19)

Properti Investasi :

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) pengakuan awal Properti Investasi:

b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti
Investasi,

C) metode penyusutan yang digunakan. khusus untuk
model biaya,

d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan
untuk model biaya, dan

2) penghentian pengakuan Properti Investasi.

20)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi

Aset Minyak dan Gas Bumi

Yang harus dijelaskan antara lain:

a@) Dasar pengukuran yang digunakan untuk
menentukan jumlah tercatat bruto,

b) Kriteria kapitalisasi biaya, penurunan nilai
(impairment) dan penilaian kembali aset
(revaluasi),

CG) Metode penyusutan dan amortisasi yang
digunakan:

d) Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi
yang digunakan: dan

e) Pertanggungan Asuransi,

21)

Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) ketentuan peristiwa dan kondisi yang
mengindikasikan — kemungkinan —— terjadinya
penurunan nilai: dan

b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilai
aset nonkeuangan dan pembalikannya.

22)

Khusus Industri Perbankan

Liabilitas Segera

Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian
Tiabilitas segera.

11

Page 12 OCR 0.921
Simpanan Nasabah

Yang harus dijelaskan antara lain

a) Penjelasan atas simpanan, dan

b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori
simpanan.

Simpanan dari bank lain

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain: dan

b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain

Surat Berharga yang Diterbitkan

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Kriteria dan jenis-jenis surat berharga yang
diterbitkan: dan

b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto.

23)

Provisi

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) kondisi provisi yang harus diakui, dan
b) dasar penentuan nilai provisi.

24)

Utang Repo
Yang harus dijelaskan antara lain unsur-unsur Utang
Repo, metode pencatatan dan pengukurannya.

25)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup Tangguhan/ Penyisihan Liabilitas
Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup
Tangguhan.
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH:
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang
ditangguhkan:
€) Metode penyusutan prasarana PLH, dan
d) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Lokasi penambangan,
(2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi:
(3) Penambahan dan Pengurangan untuk
masing-masing lokasi penambangan: dan
(4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi
penambangan.

2.2.

28)

Khusus Industri Pertambangan Umum
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara lain:

a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan
eksplorasi yang masih berjalan dengan penjelasan
mengenai jangka waktu kontrak untuk Area of
Interest yang bersangkutan:

b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan
eksplorasi yang sudah menemukan adanya
Cadangan Terbukti dengan penjelasan bahwa
amortisasinya baru akan dilaksanakan pada saat
dimulainya produksi,

C) Dasar penentuan ditangguhkannya biaya
pengembangan dan kapitalisasi biaya pekerjaan
konstruksi dan prasarana, dan

Gd) Metode amortisasi dan penyusutan yang
dipergunakan dengan penjelasan jangka waktu
perijinan penambangan, taksiran umur ekonomis
tambang dan dasar perhitungan amortisasi.

Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan

Hidup — Tangguhan/ — Penyisihan — Liabilitas

Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup

Tangguhan

Yang harus dijelaskan antara lain.

12

Page 13 OCR 0.905
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PI H:

b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang
ditangguhkan, dan

C) Metode penyusutan prasarana PLH.

27)

Pengakuan Pendapatan
a) Yang harus dijelaskan antara lain:

(1)

lea

kondisi dan metode pengakuan pendapatan
serta dasar pengukuran yang digunakan
berdasarkan jenis pendapatan yang ada: dan
dalam hal terdapat transaksi hubungan
keagenan, kebijakan pengakuan pendapatan
dan penjualan dari hubungan keagenan serta
beban terkait.

b,

Pengakuan pendapatan dan Beban dengan

menggunakan metode persentase penyelesaian
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang
Giterapkan untuk menentukan tahap penyelesaian
suatu kontrak.

c

1

2

Khusus Industri Asuransi

Pengakuan pendapatan premi

Penjelasan yang harus ditambahkan antara
lain:

(a) Tarif yang digunakan — dalam
perhitungan premi yang belum
merupakan pendapatan,

(b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi
reasuransi prospektif dan retroaktif. dan

(c) Penyajian pendapatan premi dalam
laporan laba rugi.

Beban Klaim

Penjelasan yang harus ditambahkan antara
lain:

(a) Kelompok beban klaim dalam bentuk:
klaim yang disetujui, klaim dalam
proses penyelesaian, klaim yang terjadi
namun belum dilaporkan dan beban
penyelesaian klaim. dan

(b) Penyajian beban klaim dalam laporan
laba rugi.

4

d) Khusus Industri Real Estate
Kapitalisasi dan metode alokasi biaya proyek

Yang harus dijelaskan antara lai

d)
(2)

(3)

4)
(5)

(5)

pengembangan Real Estat

Unsur biaya yang kapitalisasi ke proyek
pengembangan Real Estat:

Unsur biaya yang dialokasikan sebagai beban
proyek,

Penyisihan atas realisasi pendapatan pada
masa mendatang lebih rendah dari nilai
tercatat proyek,

Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi
ke setiap unit Real Estat:

Biaya yang direvisi dan direalokasi akibat
perubahan mendasar pada estimasi kini: dan
Unsur biaya yang diakui sebagai beban pada
saat terjadinya.

28,

Program Loyalitas Pelangan
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan terkait
program loyalitas pelanggan

13

Page 14 OCR 0.902
29)

Transksi dan Saldo dalam mata uang asing

Yang harus dijelaskan antara lain:

a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo
dalam mata uang asing,

b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari “
penjabaran aset dan liabilitas moneter, dan
Cc) referensi dan kurs yang digunakan untuk “
menjabarkan transaksi dan saldo dalam mata uang
asing.
30) | Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
2) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi, “
b) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi dalam Laporan v
Keuangan, dan
31) | Hibah Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi
tentang metode penyajian dalam laporan keuangan.
32) | Pajak Penghasilan
Yang harus dijelaskan antara ain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak V
kini dan pajak tangguhan:
b) ketentuan mengenai saling hapus: “
EC) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan: Si
dan
d) metode yang digunakan dalam menilai aset Si
(Mabilitas) pajak tangguhan.
33) | Imbalan Kerja
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) jenis imbalan kerja yang diberikan kepada v
karyawan,
b) deskripsi umum mengenai jenis program imbalan “
pascakerja yang diselenggarakan oleh Perusahaan,
c) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui V
keuntungan dan kerugian aktuarial: dan
d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk Ad
curtaiiment dan penyelesaian
32) | Saham Treasuri
Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan
dan pengukuran atas pembelian, penjualan, atau
pembatalan saham treasuri.
35) | Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi
untuk transaksi pembayaran berbasis saham yang
diselesaikan melalui instrumen ekuitas dan/atau
diselesaikan melalui Kas, termasuk pengukurannya.
36) | Kuasi-Reorganisasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar dilakukannya kuasi-reorganisasi:
b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan Liabilitas:
dan
c) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi
Aset dan Liabilitas.
Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebelum
1 Januari 2013.
37) | Biaya Pinjaman
Yang harus dijelaskan antara lain kondisi yang
mengharuskan biaya pinjaman dikapitalisasikan sebagai
bagian dari biaya perolehan aset kualifikasian.
38) | Segmen Operasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan Si
oleh manajemen untuk mengidentifikasikan Segmen
Operasi.
39) | Laba (Rugi) per saham
Yang harus dijelaskan antara lain dasar perhitungan “

taba (rugi) per saham dasar dan laba (rugi) per saham

14

Page 15 OCR 0.864
Pengungkapan atas Pos-Pos Laporan Keuangan

Aset

1) | Kas dan Setara Kas
Yang harus diungkapkan antara lain:
ah unsur Kas dan Setara Kas pada pihak berelasi “
dan pihak ketiga:
b) rincian jumlah penempatan di bank berdasarkan 4
nama bank serta jenis mata uang asing:
Cc) kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas “
selama periode pelaporan, dan
d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang Y
signifikan yang tidak dapat digunakan oleh
kelompok usaha disertai pendapat manajemen.
2) | Khusus Industri Perbankan
a) Kas
Yang harus diungkapkan adalah rincian jumlah v
kas berdasarkan jenis mata uang.
b) Giro pada Bank Indonesia
Yang harus diungkapkan antara lain:
(4) Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia “
berdasarkan jenis mata uang (nilai dalam
mata uang original): dan
(2) Ketentuan Giro Wajib Minimum (SWM) “
menurut BI dan posisi GWM bank pada
saat periode pelaporan.
C) Giro pada Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan
jenis mata uang,
(1) Jumlah penyisihan penurunan nilai: “
(2) Perubahan penyisihan selama periode “
berjalan untuk masing-masing giro:
(3)Rincian jumlah Giro pada Bank Lain Si
berdasarkan pihak yang — mempunyai
hubungan istimewa dan pihak ketiga:
(4) Tingkat suku bunga rata-rata pertahun: dan N
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah v
penyisihan penurunan nilai
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank
Lain
Yang harus diungkapkan antara Isin:
(1) Rincian jumlah penempatan berdasarkan Ad
jenis dan mata uang:
(2) Rincian penempatan berdasarkan yang “
mengalami penurunan nilai (impaired) dan
tidak mengalami penurunan nilai
(unimpaired),
(3) Jangka waktu (rata-rata atau per kelompok), “
(4) Jumlah penyisihan penurunan nilai” dan v
mutasi selama periode berjalan,
(5) Rincian jumlah penempatan berdasarkan v
pihak yang mempunyai hubungan istimewa
dan pihak ketiga,
(6) Tingkat suku bunga rata-rata pertahun: “
(7) Jumiah dana yang diblokir dan alasannya, “
(8) Jumlah dana yang tidak dapat dicairkan Y

pada bank bermasatah, bank beku operasi
atau likuidasi termasuk tingkat

15

Page 16 OCR 0.874
kemungkinan diterimanya kembali dana
tersebut berdasarkan informasi dari otoritas
yang berwenang: dan

(9) Pendapat manajemen akan kecukupan “
jumlah penyisihan penurunan nilai
3) | Piutang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga
dan pihak berelasi,
b) jumlah piutang menurut debitur,
C) jumlah piutang menurut mata uang:
d) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian
penurunan nilai:
e) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban
cadangan kerugian penurunan nilai secara
individual dan kolektif, dan penghapusan piutang:
f) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah
cadangan atau keyakinan manajemen atas
ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk
cadangan.
9) piutang yang dijaminkan, nama pihak yang Ad
menerima jaminan, dan alasan dijaminkan:
h) jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode “A
suku bunga efektif, dan
i) informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang
yang ditransfer, meliputi
(1) jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi,
jatuh tempo, dan ikatan penting lain yang v
diatur dalam perjanjian, dan V
(2) jaminan yang diberikan (bila ada).
4) | Khusus Industri Asuransi
2) Piutang Premi
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan “
asuradur,
(2) Jumlah piutang berdasarkan janis asuransi: Fj
dan
(3) Jumlah piutang premi yang diperkenankan “
dalam perhitungan solvabilitas.
b) Piutang Koasuransi
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain:
(1) Jumlah berdasarkan ko-asuradur, “
(2) Jumlah menurut jenis asuransi: dan Si
(3) Jumlah piutang koasuransi yang V
diperkenankan dalam perhitungan
solvabilitas.
c) Piutang Reasuransi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan reasuradur. Y
(2) Jumlah piutang atau utang reasuransi yang V
disalinghapuskan: dan
(3) Jumlah — piutang — reasuransi — yang Bi
diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas.
d) Piutang Hasil Investasi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Pemisahan antara piutang kepada pihak Si

berelasi dan pihak ketiga,
(2) Jumlah piutang menurut jenis investasi,

16

Page 17 OCR 0.917
(3) Jumlah piutang menurut mata uang, dan
(4) Jumlah piutang yang diperkenankan daiam
perhitungan solvabilitas.

—

5

Khusus Industri Pembiayaan
a) Piutang Pembiayaan Konsumen

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Jumlah piutang menurut dan jenis obyek
pembiayaan (contoh: kendaraan bermotor,
elektronik, rumah, dan lain-lain),

(2) Rincian umur dari angsuran pembiyaan
konsumen,

(3) Bagian pinjaman yang dibiayai bank-bank
sehubungan dengan transaksi kerja sama

(4) Pembiayaan bersama, penunjukan selaku
pengelola piutang, penerusan pinjaman dan
pengambilalihan piutang apabila
perusahaan membagi risiko — tidak
tertagihnya piutang tersebut dengan bank-
bank dalam rangka transaksi di atas,

(S) Pendapatan pembiayaan konsumen yang
belum diakui,

(6) Nilai dan jenis jaminan yang diserahkan
oleh pelanggan atas piutang pembiayaan
konsumen yang diberikan berdasarkan
objek pembiayaan:

(7) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan

(8) Piutang pembiayaan konsumen yang
dialihkan dan atau digunakan sebagai
jaminan atas utang

b) Tagihan Anjak Piutang

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa
recourse dan dengan recourse, beserta
jumlah utang retensi anjak piutang dan
pendapatan anjak piutang (tanpa recourse)
serta pendapatan anjak piutang tangguhan
(dengan recourse): dan

(2) Pengungkapan mengenai tingkat bunga,
jatuh tempo dan jumlah piutang yang
diperoleh serta ikatan penting yang diatur
datam perjanjian anjak piutang.

c)  PiutangSewa Pembiayaan

Yang harus diungkapkan antara lain

(d4) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi
dan pihak ketiga,

(2) Rekonsiliasi antara investasi sewa bruto dan
nilai kini piutang pembayaran sewa minimum
pada akhir periode pelaporan. Di samping
itu, lessor mengungkapkan investasi sewa
bruto dan nilai kini piutang pembayaran sewa
minimum pada akhir periode pelaporan,
untuk setiap periode berikut:

Ka) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima tahun
(2) lebih dari lima tahun
(3) Pendapatan keuangan yang belum diterima:
(4) Nilai residu yang tidak dijamin yang diakru

17

He

7S

Page 18 OCR 0.907
sebagai manfaat lessor,
(5) Akumulasi penyisihan piutang tidak tertagih
atas pembayaran sewa minimum,

(6) Rental kontinjen yang diakui sebagai
pendapatan dalam periode: dan
(7) Penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor
yang material.
d) Piutang Sewa Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(4) jumlah agregat pembayaran sewa minimum
masa depan dalam sewa operasi yang tidak

Gapat dibatalkan untuk setiap periode
berikut,

(a) kurang dari satu tahun
(b) lebih dari satu tahun sampai lima
tahun
(C) lebih dari lima tahun
(2) total rental kontinjen yang diakui sebagai
pendapatan pada periode, dan
(3). penjelasan umum isi perjanjian sewa lessor.

8)

Khusus Kontrak Konstruksi

Piutang Retensi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Jumlah piutang dari masing-masing kontrak
konstruksi: dan

b) Pendapat manajemen akan kemungkinan
tertagihnya piutang retensi.

»

Tagihan Bruto kepada Pelanggan

Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain
tagihan bruto dari setiap kontrak

konstruksi.

Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci
dalam bentuk tabel yaitu

a) biaya kontrak yang terjadi,

b) laba yang diakui:

C) kerugian yang terjadi, dan

d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).

Pa NN

4.

8)

Piutang Reverse Repo

Yang harus diungkapkan antara lain.

a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang
ditransaksikan:

b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan
penjualan kembali Efek,

c) Nama pihak/counterparty:

d) Lokasi Efek jaminan:

e) Tingkat bunga piutang reverse repo:

H Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada): dan

@) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (ika
ada).

9)

Agunan Yang Diambil Alih

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Nilai realisasi bersih pada saat diambilalih:

b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan
yang diambilalih dengan saldo piutang yang tidak
tertagih: dan

C) Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya-biaya
yang timbul setelah pengambilalihan agunan

18

Page 19 OCR 0.912
tersebut.

10,

Piutang Dividen dan Bunga
Yang harus diungkapkan antara tain rincian jenis dan

jurnlah tagihan dividen, bunga, dan denda kepada pihak
lain.

11)

Piutang Lain-Lain

Yang harus diungkapkan antara lain

a) Rincian jenis dan jumlah piutang:

b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai
(CKPN): dan

Cc) Pendapat manajamen atas kecukupan jumlah
penyisihan.

12)

Aset Keuangan Lainnya

Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset keuangan

lainnya yang bersifat tancar maupun tidak lancar.

a) Pengelompokkan aset keuangan tainnya sesuai
klasifikasi yang dipisahkan antara pihak ketiga dan
pihak berelasi.

b) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) nilai tercatat aset keuangan untuk setiap
kelompok dan rincian investasinya,

(2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset
keuangan berdasarkan klasifikasi, baik yang
disajikan pada pos pendapatan komprehensif
lainnya maupun yang diakui sebagai laba
atau rugi periode berjalan:

(3) total pendapatan bunga yang dihitung
menggunakan metode suku bunga efektif
untuk aset keuangan selain yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi:

(4) biaya perolehan termasuk jumlah premium
dan diskonto yang belum diamortisasi, untuk
Efek dimiliki hingga jatuh tempo:

(5) peringkat Efek utang berikut nama
perneringkat (jika ada).

(6) uraian tentang alasan diambilnya keputusan
menjual untuk aset keuangan yang
diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo:

“

“

(7) jika terdapat reklasifikasi aset keuangan,
maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari
setiap kategori,

(b) alasan rekiasifikasi: dan

(c) sisa investasi dalam kelompok dimiliki
hingga jatuh tempa yang telah
Gireklasifikasi dalam kelompok tersedia
untuk dijual.

(B) jumlah tercatat aset keuangan yang
dijaminkan sebagal agunan untuk Liabilitas
atau liabilitas kontinjensi serta syarat dan
kondisi yang terkait dengan penjaminan
tersebut,

(9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan
(jika ada), termasuk mutasinya, dipisahkan
antara aset keuangan yang mengalami
penurunan nilai dan aset keuangan yang
tidak mengalami penurunan nilai, serta
dipisahkan antara penurunan nilai yang
dihitung secara kolektif dan individual,
termasuk beban penurunan nilai yang diakui
dalam laba rugi: dan

19

Page 20 OCR 0.891
(10) jumlah amortisasi keuntungan (kerugian) yang
belum direalisasi atas investasi yang tersedia
untuk dijual yang direklasifikasi menjadi
dimiliki hingga jatuh tampo.

13) | Khusus Deposito
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan N
pihak berelasi:
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode v
pelaporan,
Cc) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing: v
dan
d) hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas v
pencairan deposito tersebut.
14) | Khusus Investasi pada Sukuk
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad v
syariah,
b) tujuan model usaha yang digunakan: 4
C) jumlah investasi yang direklasifikasikan, jika ada, “
dan penyebabnya: dan
d) Nilai Wajar untuk investasi yang diukur pada biaya PI
perolehan.
15) | Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek Y
berdasarkan jenis:
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran v
bunga,
€) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun: dan 51
G) Informasi penting lainnya. BI
16) | Khusus Unit Penyertaan Reksadana
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset “
Bersih: dan
b) laba atau rugi neto berdasarkan klasifikasi, baik Bi
yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif
lainnya maupun yang diakui sebagai laba atau rugi
periode berjalan
17) | Khusus Wesel Tagih
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain, pihak “
penerbit, kisaran tingkat bunga, jatuh tempo, jenis mata
uang, dan uraian tentang sifat dan asal terjadinya (dari
transaksi usaha atau lainnya).
18) | Khusus Industri Asuransi
Tambahan pengungkapan mengenai aset-aset yang d
menjadi dana jaminan.
19) | Pinjaman Polis
Yang harus diungkapkan antaralain rincian berdasarkan:
a) Saldo pinjaman polis menurut jenis mata uang: si
b) Tingkat suku bunga. Ki
20) | Khusus Industri Perbankan

Kredit

Yang harus diungkapkan antara lain

3 Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata
uang, sektor ekonomi dan jangka waktu serta
kolektibilitas,

bo) Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai

20

Page 21 OCR 0.898
Ke)

d)

dan mutasi setama periode berjatan:

Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak
berelasi dan pihak ketiga:

Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit
yang diberikan:

9

KB)

n

Tingkat suku bunga rata-rata per tahun,

Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor
dan jumlah cadangan penghapusan menurut
ketentuan Bank Indonesia,

Rasio kradit bermasalah terhadap jumlah Aset
keuangan dan rasio jumlah cadangan kerugian
penurunan nitai Aset keuangan yang telah
dibentuk — terhadap — jumlah — minimum
Cadangankerugian penurunan nilai Aset
keuangan sesuai ketentuan Bank Indonesia:
Jumlah — kredit” yang — direstrukturisasi
berdasarkan jenis dan kolektibilitas:

Jumlah dan persentase bagian bank atas kredit
sindikasi baik selaku pimpinan, agen, atau
anggota sindikasi:

Ikhtisar pembelian kredit dari BPPN
berdasarkan periode pembelian, jika ada:
Pendapat manajemen akan ketaatan bank
terhadap Batas Maksimum Pemberian Kredit
(BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia:
Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah
Cadangan kerugian penurunan nilai,

21) | Tagiban dan Liabilitas Akseptasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan
pihak, mata uang, dan jatuh tempo,

b) Untuk — tagihan — akseptasi — diungkapkan
kolektibilitas, jumlah cadangan penghapusan dan
mutasi selama periode berjalan:

Cc) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan
pihak beralasi dan pihak ketiga:

d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah
cadangan kerugian penurunan nilai — tagihan
akseptasi

22) | Persediaan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah
nilai tercatat menurut klasifikasi yang sesuai
bagi Perusahaan:

(2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat
dengan Nilai Wajar dikurangi biaya untuk
menjual:

(3) jumlah persediaan yang diakui sebagai
beban selama periode berjalan:

(4) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui
sebagai pengurang jumlah persediaan yang
diakui sebagai beban dalam periode
berjalan:

(5) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap
penurunan nilai yang diakui sebagai
pengurang jumlah persediaan yang diakui
sebagai beban dalam periode berjalan:

(6) kondisi atau peristwa penyebab terjadinya
pemulihan nilai persediaan yang

21

Page 22 OCR 0.855
diturunkan,

(7) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya
pinjaman untuk persediaan yang memenuhi
kriteria aset kualifikasian, maka
diungkapkan:
(I) jumlah biaya pinjaman — yang V
dikapitalisasi selama periode berjalan:
dan
Gi) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk “
menentukan jumlah biaya pinjaman
yang fayak dikapitalisasi.
(8) persediaan yang dijaminkan, nama pihak
yang menerima jaminan, dan alasan
dijaminkan: dan
(9) jenis dan nilai “persediaan yang
diasuransikan, nilai pertanggungan
asuransi, dan risiko yang ditutup serta
pendapat manajemen atas kecukupan
pertanggungan asuransi, apabila tidak
diasuransikan wajib diungkapkan
alasannya.
b) Khusus Industri Perhotelan
Tambahan — pengungkapan nilai — tercatat
persediaan menurut klasifikasi yang harus
diungkapkan antara lain:
Kl) Makanan dan minuman: Pi
(2) Perlengkapan: dan Pi
(3) Barang Dagangan v
c) Khusus Industri Real Estat
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Pengungkapan nilai tercatat persediaan
menurut klasifikasi
(a) Tanah Matang, v
(b) Unit Bangunan: dan v
(0 Unit Bangunan dalam Penyelesaian. 4
(2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat “
yang pengikatan jual belinya telah berlaku
namun penjualannya belum diakui,
termasuk jumlah utang terkait yang akan
dialihkan, bila ada.
d) Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara tain:
(1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan: Pi
(2) Jumlah biaya bunga dan rugi kurs yang |
dikapitalisasi ke tanah untuk
pengembangan, dan
(3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan v
utang.
e) Khusus Industri Media
Tambahan pengungkapan antara lain,
(1) Materi program lokal, impor (media Si
(2) Buku, kertas koran, barang pra cetak V
(media cetak).
(3) Barang promosi dan barter (media cetak): “
dan
(4) Bahan persediaan lain yang sesuai dengan “
industrinya.
? Khusus Industri Rumah Sakit

Tambahan pengungkapan antara lain:

22

Page 23 OCR 0.914
(4) Obat-obatan,
(2) Perlengkapan medis (disposable): dan
(3) Persediaan lainnya

-

9) Khusus Industri Peternakan
(1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilai
tercatat menurut klasifikasi tertentu, seperti
hewan ternak menjadi:

(a) Hewan Temak Tersedia untuk Dijual:
dan

(b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan

(2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek

Yang harus diungkapkan antara lain:

(a) Total jumlah tercatat dan nilai tercatat
menurut klasifikasi hewan temak telah
menghasilkan dan hewan ternak belum
menghasilkan:

(b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir
hewan ternak tiap kelompok selama
paling tidak 2 tahun terakhir:

(c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan
ternak telah menghasilkan:

(d) Pendapat manajemen atas kecukupan
jumlah penyisihan atau penghapusan
persediaan yang mali atau hilang:

(€) Nilai hewan ternak yang diasuransikan,
nilai pertanggungan asuransi dan risiko
yang ditutup:

(PM Jika tak ada asuransi untuk wabah
penyakit, perlu dibuat cadangan
kematian atau metode penghapusan
langsung:

(9) Pendapat manajemen atas kecukupan
nilai pertanggungan asuransi: dan

(h) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan
nama pihak yang menerima jaminan.

Ri

23)

Pajak Dibayar Di muka

Yang harus diungkapkan antara lain:

8) rincian menurut jenis dan jumlah masing-masing
pajaknya: dan

b) uraian mengenai jumlah restitusi pajak yang
diajukan dan statusnya.

24)

Biaya Dibayar Dimuka
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut
jenis dan jumlah.

25)

Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang

Dimiliki untuk Dijual

Yang harus diungkapkanantara lain:

(1) uraian dari aset yang dimiliki untuk dijual atau
kelompok lepasan:

(2) uraian fakla dan keadaan dari penjualan, atau
yang mengarah kepada pelepasan yang
diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan:

(3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan
pemulihan penurunan nilai:

(4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijuat belum
dapat direalisasikan dalam satu tahun,
diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat
memperpanjang periode penyelesaian penjualan
menjadi lebih dari satu tahun:

23

Page 24 OCR 0.909
(5) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang
dilaporkan dari aset yang dimiliki untuk dijual dan
kelompok lepasan disajikan sesuai dengan SAK
yang berlaku: dan

(6) dalam hal aset yang diklasifikasikan sebagai aset
yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan
dihentikan pengklasifikasiannya, diungkapkan:
(a)nilai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih

rendah antara:

I. jumlah tercatat aset tersebut sebelum
asel atau kelompok — lepasan
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk
dijual, disesuaikan dengan penyusutan,
amortisasi atau penilaian kembali yang
telah diakui apabila aset atau kelompok
lepasan tersebut tidak diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk dijual, dan

ii. jumlah terpulihkan pada saat tanggal
keputusan untuk tidak menjual:

(bjuraian fakta dan keadaan yang mengarah
kepada keputusan tersebut: dan

(c)dampaknya terhadap hasit operasi untuk
periode tersebut dan periode sajian
sebelumnya.

26)

Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) Rincian jenis, nama pihak berelasi, dan jumlah
piutang:

b) Alasan dan dasar pembentukan cadangan
kerugian penurunan nilai serta penjelasan
terjadinya piutang pihak berelasi tersebut:

c) Jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban
cadangan kerugian penurunan nilai secara
individual dan kolektif, dan penghapusan piutang:

d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah
cadangan kerugian penurunan nilai, dan

e) Dalam hal piutang berelasi non usaha disajikan
dalam aset iancar, hal tersebut harus dibuktikan
serta diungkapkan alasannya.

!
Bi

“

27)

Investasi pada Entitas Asoslasi

Yang harusdiungkapkan antara lain:

a) nama entitas asosiasi,

b) Persentase kepemilikan dan penjelasan adanya
pengaruh signifikan, beserta alasannya:

c) Nilai tercatat dan Nilai Wajar investasi dalam
entitas asosiasi yang kuotasi harganya tersedia:

d) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi
termasuk jumlah agregat Aset, Liabilitas,
pendapatan, dan laba atau rugi,

e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun
Perusahaan memiliki lebih dari 206 (dua puluh
perseratus) hak suara atau hak suara potensial
investee secara langsung atau tidak langsung:

PD akhir periode pelaporan dari laporan keuangan
entitas asosiasi, ketika laporan keuangan tersebut
digunakan dalam menerapkan metode ekuitas dan
tanggal atau periode yang berbeda dengan
Perusahaan, dan alasan menggunakan tanggal
atau periode yang berbeda:

9) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan

“

24

Page 25 OCR 0.914
atas kemampuan entitas asosiasi untuk
mentransfer dana kepada Perusahaan:

h) bagian rugi entitas asosiasi yang tidak diakui dan
alasannya, apabila Perusahaan menghentikan
pengakuan bagiannya atas rugi entitas asosiasi,
baik untuk periode terjadinya kerugian tersebut
maupun secara kumulatif,

i) bagian atas liabilitas kontinjensi entitas asosiasi
yang terjadi bersama-sama dengan investor lain:

i) liabilitas kontinjensi yang terjadi karena investor
berkewajiban bersama-sama untuk semua atau
sebagian Liabilitas entitas asosiasi, dan

k) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi,
secara individual atau dalam kelompok, yang tidak
dicatat dengan menggunakan metode ekuitas
termasuk total Aset, total Liabilitas, Pendapatan,
dan laba atau rugi.

28)

Khusus Industri Konstruksi Jaminan

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan
yang diberikan dan jumlah jaminan tersebut serta
kontrak konstruksi yang mensyaratkan adanya jaminan
tersebut.

29)

Khusus Industri Kehutanan HTI dan HTI dalam

pengembangan

Berupabiaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan

pembangunan HTI, yang disajikan sebaga: berikut.

a) Saldo awal:

b) Penyisihan periode berjalan:

c) Realisasi yang dilakukan selama periode berjalan.
dan

d) Saldo akhir.

30)

Khusus Industri Jalan Tol Hak Bagi Hasil Tol

Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus

mengungkapkan hal-hal berikut:

(a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol:

(b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya:

(C) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode
berjalan: dan

(d) Reklasifikasi proyek kerjasama operasi dalam
pelaksanaan ke hak bagi hasil tol

Pn

31)

Khusus Industri Perkebunan Tanaman Perkebunan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk tanaman telah menghasilkan

(1) Rincian nilai tercatat dan akumulasi
penyusutan menurut jenis tanaman,

(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir
tahun tanaman untuk setiap kelompok selama
paling sedikit 2 tahun terakhir:

(3) Status tanah yang digunakan untuk menanam,

(4) Nilai” tanaman — telah — menghasilkan
berdasarkan areallokasi penanaman,

(5) Perbandingan sakio tanaman belum
menghasilkan selama paling sedikit 2 tahun,
dan

(6) Tanaman yang dijaminkan

b) Untuk tanaman belum menghasilkan

(1) Mutasi tanaman belum menghasilkan sebagai

berikut :
(a) Saido awal
Ii. Tambahan tahun berjalan

25

Page 26 OCR 0.898
ii. Biaya langsung

(b) Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan
rugi kurs dalam hal terjadi depresiasi luar
biasa
i. Pengurangan tahun berjalan
ti. Jumlah yang direklasifikasi ke

tanaman telah menghasilkan

(c) Pengurangan lainnya

(d) Saldo akhir.

(2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat /
Perkebunan Inti Plasma yang menjadi milik
perusahaan (ing) dan tanaman yang bukan
milik perusahaan (perkebunan
rakyat/perkebunan plasma): dan

(3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul
pada plasma.

Y

32)

Khusus Industri Peternakan Hewan Ternak Produksi

— Berumur Panjang

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan
(belum menghasilkan) dan hewan ternak telah
menghasilkan.

b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap
kelompok selama paling tidak 2 tahun terakhir:

Cc) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah
menghasilkan:

d) Nilai hewan temak tiap kelompok berdasarkan
Iokasi/area peternakan:

8) Kondisi hewan ternak:

? Persentase kematian selama tiga tahun terakhir.

9) Nilai hewan temak yang diasuransikan, nilai
pertanggungan asuransi dan risiko yang ditutup:

h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu
dibuat cadangan kematian atau metode
penghapusan langsung:

) Nilai cadangan kematian atau — metode
penghapusan langsung, jika ada:

ih Pendapat manajemen atas kecukupan nilai
cadangan kematian, jika ada: dan

k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama
pihak yang menerima jaminan.

33)

Properti Investasi
a) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) model pengukuran setalah pengakuan awal
yang digunakan, model Nilai Wajar atau
model biaya,

(2) metode dan asumsi signifikan yang
diterapkan dalam menentukan Nilai Wajar
dari Properti Investasi:

(3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar
didukung oleh bukti pasar atau lebih banyak
berdasarkan faktor lain karena sifat properti
tersebut dan keterbatasan data pasar yang
dapat diperbandingkan:

(4) nama Penilai, tanggal penilaian, dan
tanggal laporan penilaian terakhir,

(5) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk:
(a)penghasian sewa dari Properti

Investasi:
(b)beban operasi langsung yang terjadi

26

AA

Page 27 OCR 0.900
baik dari Properti Investasi yang
menghasilkan maupun yang tidak
menghasilkan penghasilan sewa
selama periode tersebut, dan

(c) perubahan kumulatif dalam Nilai Wajar
yang diakui dalam laba rugi atas
penjualan Properti Investasi dari
sekelompok aset yang menggunakan
model biaya ke kelompok aset yang
menggunakan model Nilai Wajar,

(6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas
realisasi dari Properti Investasi atau
pembayaran penghasilan dan hasil
pelepasan, dan

(7) kewajiban kontraktual untuk membeli,
membangun atau mengembangkan
Properti Investasi atau untuk perbaikan,
pemeliharaan atau peningkatan,

b) Khusus untuk Properti investasi yang menggunakan
modei Nilai Wajar, selain pengungkapan
sebagaimana dimaksud dalam huruf (a)
ditambahkan pengungkapan antara lain:

(1)rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti
Investasi pada awal dan akhir periode dengan
menunjukkan penambahan, pengurangan,
dan reklasifikasi,

(2)suatu penilaian terhadap Properti Investasi
disesuaikan secara signifikan untuk tujuan
pelaporan keuangan, maka Perusahaan harus
mengungkapkan rekonsiliasi antara penilaian
tersebut dan penilaian yang telah disesuaikan
yang dilaporkan dalarn laporan keuangan,
dengan menunjukkan secara terpisah

Ca) jumlah agregat dari pengakuan
kewajiban sewa yang telah
ditambahkan kembali, dan

(b) penyesuaian signifikan lain.

€) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan
model biaya, selain pengungkapan sebagaimana
dimaksud — dalam — huruf” a) ditambahkan
pengungkapan antara lain:

b. umur manfaat:

C. tekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan
akumulasi penyusutan Properti Investasi
pada awal dan akhir periode dengan
menunjukkan penambahan, pengurangan,
dan reklasifikasi,

Gd. jumlah penyusutan untuk masing-masing
periode penyajian dan alokasi beban
penyusutan,

@. jumlah rugi penurunan nilai yang diakui, dan
jumlah pemulihan rugi penurunan nilai,
selama satu periode sesuai SAK yang
berlaku,

f transfer ke dan dari persediaan dan properti
yang digunakan sendiri, dan

9. Nilai Wajar Properti Investasi

d)Khusus untuk Properti Investasi dalam proses

pembangunan dan pengembangan, Yang harus
diungkapkan antara jain:

27

Page 28 OCR 0.897
h. rincian Properti Investasi dalam proses
pembangunan dan pengembangan:
i. persentase jumtah tercatat terhadap nilai
kontrak,
j- estimasi saat penyelesaian:
k. hambatan kelanjutan penyelesaian.
| jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah
tercatat Properti Investasi dalam proses
pembangunan dan pengembangan: dan
m.dalam hal — terdapat kapitalisasi biaya
pinjaman untuk properti investasi yang
memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka
wajib diungkapkan
(a) jumlah — biaya pinjaman — yang
dikapitalisasi selama periode berjalan,
dan
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk
menentukan jumlah biaya pinjaman
yang layak dikapitalisasi.

34)

Aset Tetap

Yang harus diungkapkan antara

a) setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan
secara terpisah berdasarkan kepemilikan aset yaitu
aset pemilikan langsung dan/atau aset sewa
pembiayaan:

b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi
penyusutan Aset Tetap pada awali dan akhir
periode dengan menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan reklasifikasi:

c) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode
penyajian dan alokasi beban penyusutan:

d) rugi penurunan nilai dan jumlah yang dijumal balik
yang diakui dalam laba rugi dan ekuitas (jika ada):

€) jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset
Tetap,

H jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset
Tetap yang mengaiami penurunan nilai, hilang,
atau dihentikan yang dimasukkan dalam laba rugi,
apabila tidak diungkapkan secara terpisah pada
laporan laba rugi komprehensif:

9) Dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah
revaluasian, yang harus diungkapkan:

(1)tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian):

(2)tanggal efektif persetujuan dari Direktorat
Jenderal Pajak (DJP) apabila Aset Tetap untuk
perhitungan pajak menggunakan jumiah
revaluasian:

(3)nama Penilai dan tanggal laporan penilaian
terakhir,

(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan
dalam mengestimasi Nilai Wajar aset:

(S)jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap
seandainya aset tersebut dicatat dengan model
biaya: dan

(6)surplus nevaluasi atau rugi penurunan nilai,
yang menunjukkan prubahan selama periode
dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo
surplus kepada para pemegang saham

h) Khusus untuk — Aset Tetap dalam proses
pembangunan, yang harus diungkapkan antara
lain:

(ljrincian Aset Tetap yang sedang dalam
pembangunan:
(2)persentase jumlah tercatat terhadap nilai

“

28

Page 29 OCR 0.908
kontrak,

(3) estimasi saat penyelesaian,

(4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada):
(5)jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah
tercatat aset tetap dalam pembangunan: dan
(S) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman

untuk aset yang memenuhi kriteria aset

kualifikasian, maka wajib diungkapkan:

(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi
selama periode berjalan, dan

(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk
menentukan jumlah biaya pinjaman yang
layak dikapitalisasi.

1) Pengungkapan lainnya antara lain:

(1)jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakai
sementara:

(2)jumlah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap
yang telah disusutkan penuh dan masih
digunakan:

(3)iumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan
dari penggunaan aktif dan tidak diklasifikasikan
sebagai tersedia untuk dijual:

(4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai Wajar
Aset Tetap apabila berbeda secara material
dari jumlah tercatat,

(S)nilai buku, hasil penjualan neto, keuntungan
(kerugian) dari Aset Tetap yang dihentikan
pengakuannya:

(6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal
dari hibah, agar diungkapkan jenis Aset, nilai
tercatat, dan tanggal perolehan:

(7)perubahan estimasi masa guna dan/atau
metode penyusutan menurut jenis Aset Tetap:

(8)Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan
terjadinya penurunan nilai atau pemulihan
penurunan nilai:

(9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan,
nama pihak yang menerima jaminan dan
alasan penjaminan, dan

(10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan,
nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang
ditutup, serta pendapat manajemen atas
kecukupan pertanggungan asuransi, apabila
tidak — diasuransikan agar diungkapkan
alasannya.

na

35)

Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi Aset Minyak

dan Gas Bumi

(khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu

minyak dan gas buri)

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti: operatad
acreage, unoperatad acreage, sumur dan
peralatan serta fasilitas yang berhubungan,
peralatan kantor, kendaraan, sumur dan peralatan
serta fasilitas dalam pengerjaan:

(2) Tabel yang memuat penjelasan tentang

(a) Lokasi penambangan:

(b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi:
(e)Penambahan dan Pengurangan — untuk
masing-masing lokasi penambangan: dan
(d)Saldo akhir untuk masing-masing lokasi

penambangan

(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut
mengandung hak tagih kepada Regulator terkait,
perlu penjelasan kolektabiltas tagihan tersebut
dalam bentuk tabel analisa umur tagihan

Pa aga

29

Page 30 OCR 0.912
36)

Aset Tak Berwujud
Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis Aset
Takberwujud antara lain:
a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi,
b) alokasi jumlah amortisasi Aset Tak berwujud ke
dalam pos laporan laba rugi komprehensif,
rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi
amortisasi Aset Tak berwujud pada awal dan akhir
periode dengan menunjukkan penambahan,
pengurangan, dan reklasifikasi,

dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman

untuk aset yang memenuhi kriteria aset

kualifikasian, maka harus diungkapkan:

(1) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi

selama periode berjalan: dan

(2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk

menentukan jumlah biaya pinjaman yang
layak dikapitalisasi,

jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang

mendukung penentuan dan penilaiannya untuk

Aset Tak berwujud yang dinilai dengan umur

manfaat tidak terbatas:

f) penjelasan atas jumlah tercatat dan sisa periode
amortisasi dari setiap Aset Tak berwujud yang
material terhadap laporan keuangan Perusahaan,

9) Aset Tak berwujud yang diperoleh melalui Hibah
Pemerintah dan awalnya diakui pada Nilai Wajar
sesuai SAK yang berlaku, diungkapkan:

(4) Nilai Wajar pada pengakuan awal atas aset-
aset tersebut,

(2) jumlah tercatatnya: dan

(3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal
dengan model biaya atau model revaluasi,

h) keberadaan dan jumlah tercatat Aset Tak berwujud
yang kepemilikannya dibatasi dan jurniah tercatat
Aset Tak berwujud yang menjadi jaminan untuk
Liabilitas:

i) nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi Aset
Takberwujud:

i) Aset Tak berwujud — disajikan pada jumlah
revaluasian, diungkapkan:

(1) tanggai efektif revaluasi (Tanggal Penilaian).

(2) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian
terakhir,

(3) jumlah tercatat Aset Tak berwujud yang
direvaluasi,

(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan
dalam mengestimasi Nilai Wajar aset,

(S) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tak
berwujud seandainya Aset tersebut dicatat
dengan model biaya. dan

(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai,
yang menunjukkan perubahan selama
periode dan pembatasan-pembatasan
distribusi saldo surplus kepada para
pemegang saham.

c)

d

37)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan
Pertambangan umum

a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup — Tangguhan/Penyisihan — Liabilitas

30

Page 31 OCR 0.891
Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan

Hidi
Yani

up Tangguhan
Gg harus diungkapkan antara lain tabel yang

memuat penjelasan tentang

(1)
2
(3)

Saldo awal:
Penambahan dan pengurangan,
Saldo akhir.

b)

Aset Eksplorasi dan Evaluasi
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1)

(2)

Rincian biaya perolehan aset eksplorasi
dan evaluasi per area of interest yang
mencakup saldo awal, penambahan dan
pengurangan, dan saldo akhir: dan

Jumlah aset, liabilitas, penghasilan dan
beban, arus kas operasi, dan arus kas
investasi yang timbul dari eksplorasi dan
evaluasi pertambangan.

9

Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan:
pengupasan tanah tambang.
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1)

(2)

(3)
4

Kebijakan akuntansi sehubungan dengan:

(a) Metode — pembebanan — biaya
pengupasan tanah, dan

(b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata
Tanah Penutup.

Jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang

Ditangguhkan yang terdiri dari (1) biaya

pengupasan awal. (2) biaya pengupasan

lanjutan dengan penjelasan mengenai
perbedaan antara rasio aktual tanah
menutup terhadap rasio rata-ratanya,

Perubahan atas Rasio Rata-Rata Tanah

Penutup (bila ada),

Biaya Pengupasan Tanah yang

Ditangguhkan dimana terjadi penundaan

masa produksi. meliputi penjelasan :

(a) Alasan terjadinya penundaan:

(b) Amortisasi belum diperhitungkan
karena belum dimulainya produksi,
dan

(c) Jumlah penurunan (write down)
akibat dilakukannya evaluasi (jika
ada), terhadap — biaya — yang
ditangguhkan tersebut, serta metode
dan asumsi utama yang
dipergunakan datam menghitung
penurunan nilai tersebut.

4)

Biaya Pengembangan Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain

ken)

(2)

Mutasi Biaya Eksplorasi dan Pengembangan
Tangguhan selama tahun berjalan dengan
menunjukkan:

(a) Lokasi eksplorasi dan pengembangan,
(b) Saldo awal:

(c) Penambahan/pengurangan:

(d) Amortisasi, dan

(e) Saldo akhir.

Biaya pengembangan yang ditangguhkan
atas kegiatan pengembangan yang masih
berjalan:

Pan

Pa Na TN

3

Tu

Page 32 OCR 0.911
(3) Penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya
eksplorasi dan pengembangan tangguhan
yang menurut penelaahan manajemen tidak
dapat dipulihkan:

(4)Jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan
yang ditangguhkan dimana terjadi penundaan
masa produksi, meliputi penjelasan:

(a) Alasan terjadinya penundaan:

(b) Amortisasi belum diperhitungkan
karena belum dinilainya produksi: dan

(Cc) Jumlah penurunan (write down) akibat
dilakukannya evaluasi bila ada,
terhadap biaya yang ditangguhkan
tersebut, serta metode dan asumsi
utama yang dipergunakan dalam
menghitung penurunan nilai tersebut.

(S)Apabila terdapat lebih dari satu Area of
Interest, maka harus diungkapkan rincian dari
Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan untuk
tiap-tiap Area of Interest.

Liabilitas

1

Utang Usaha

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak
ketiga dan pihak berelasi,

b) jumlah utang usaha menurut mata uang: dan

C) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan
menunjuk pos-pos yang berhubungan.

2)

Provisi

a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi
jangka pendek dan provisi jangka panjang

b) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) nilai tercatat pada awal dan akhir periode:

(2) provisi — tambahan — dalam — periode
bersangkutan,

(3) jumlah yang terjadi dan dibebankan pada
provisi selama periode bersangkutan:

(4) jumlah yang dibatalkan selama periode
bersangkutan atas jumlah yang belum
digunakan:

(5) peningkatan selama periode yang
bersangkutan, dalam nilai kini, yang terjadi
karena berlalunya waktu dan dampak dari
setiap perubahan tingkat diskonto:

(6) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan
perkiraan saat terjadinya arus keluar
sumber daya ekonomi,

(7) indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah
arus keluar sebagaimana dimaksud dalam
angka(6). Dalam hal diperlukan, Perusahaan
mengungkapkan asumsi utama yang
mendasari prakiraan peristiwa masa depan:
dan

(8) jumlah estimasi penggantian yang akan
diterima dengan menyebutkan jumlah Aset
yang telah diakui untuk estimasi penggantian
tersebut.

3)

Beban akrual
Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah
dari unsur utama beban yang belum jatuh tempo.

4

Khusus Industri Perbankan Liabilitas Segera
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang: dan

32

Page 33 OCR 0.924
b) Uraian mengenai sifat masing-masing kewajiban.

5)

Utang Repo

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang
dijual Perusahaan pada transaksi repo:

b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan
penjualan kembali Efek

8)

Khusus Kontrak Konstruksi Utang Bruto kepada
Pelanggan

Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain
fiabilitas bruto dari setiap kontrak konstruksi. Dalam
penjelasan lagihan tersebut, juga harus dirinci dalam
bentuk tabel

yaitu :

a) biaya kontrak yang terjadi,

b) laba yang diakui:

€) kerugian yang dialami, dan

d) pekerjaan yang sudah ditagih (termin).

BN

Khusus Industri Perbankan
a) Simpanan Nasabah

Yang harus diungkapkan antara lain rincian tiap

jenis simpanan yang mengungkapkan:

(1) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka
waktu,

(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak
berelasi dan pihak ketiga:

(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun,

(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk
sertifikat deposito,

(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan
statusnya, misalnya diblokir atau dijaminkan:
dan

(6) Pemberian fasilitas istimewa kepada pemilik
rekening giro.

b) Simpanan dari Bank Lain

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan
jangka waktu:

(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak
beralasi dan pihak ketiga:

(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun:

(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk
sertifikat deposito: dan

(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan
jenis dan statusnya, misalnya diblokir atau
dijaminkan.

ah

3)

Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa
a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Rincian berdasarkan program asuransi:
(2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan:
(3) Rincian berdasarkan mata uang:
(4) Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris:
dan
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir
periode yang memperlihatkan penambahan
dan pengurangan.

mn

b) Utang Klaim

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Pemisahan antara utang klaim kepada
pihak berelasi dan pihak ketiga.

(2) Jumlah — utang klaim — berdasarkan
tertanggung:

(3) Jumlah utang klaim menurut jenis asuransi,
dan

33

DH

Page 34 OCR 0.895
(4) Jumlah utang menurut mata uang,

C) Estimasi Klaim Retensi Sendiri
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah menurut jenis asuransi:
(2) Jumlah menurut tertanggung,
(3) Jumlah menurut mata uang: dan
(4) Jumlah estimasi klaim yang sudah terjadi
namun belum dilaporkan.

na

d) Premi yang belum merupakan Pendapatan

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Jumlah menurut program asuransi:

(2) Jumlah menurut jenis pertanggungan:

(3) Pemisahan antara premi yang belum
merupakan pendapatan kepada pihak
berelasi dan pihak ketiga:

(4) Metode perhitungan yang digunakan, dan

(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir
periode yang memperlihatkan penambahan
dan pengurangan.

aa

e) Utang Koasuransi (rewrite)
Yang harus diungkapkan antara lain.
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada
pihak berelasi dan pihak ketiga:
(2) Jumlah berdasarkan ko-asuradur:
(3) Jumlah menurut jenis mata uang: dan
(3) Jumlah menurut umur utang.

La

Gi) Utang Reasuransi

Yang harus diungkapkan antara lain

(1) Pemisahan antara utang kiaim kepada
pihak berelasi dan pihak ketiga,

(2) Jumlah berdasarkan reasuradur,

(3) Jumlah menurut jenis mata uang:

(4) Jumlah menurut umur utang: dan

(5) Jumlah utang atau piutang reasuransi yang
disalinghapuskan.

an

9) Utang Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan
asuradur,
(2) Jumlah menurut janis mata uang: dan
(3) Jumlah menurut janis asuransi.

an

h) Titipan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian
menunut jenis asuransi.
i) Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum
Dibagikan
Yang harus diungkapkan:
(1) Tanggal dan hasil keputusan rapat
pemegang saham:
(2) Dasar perhitungan: dan
(3) Saldo menurut usia.

»

Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
Yang harus diungkapkan antara jain jenis dan
jumlahnya.

10)

Utang Pajak

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jenis dan jumlahnya: dan

b) informasi mengenai ketetapan pajak.

11)

Khusus Industri Pembiayaan Kewajiban Anjak
Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain

La) Jumian nabiiras anjak piutang Oalam rangka arjak

34

Page 35 OCR 0.900
piutang dengan recourse, dan

b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak
piutang, dan jatuh tempo serta ikatan penting
lainnya yang diatur dalam perjanjian anjak piutang.

12)

Khusus Kontrak Konstruksi Uang Muka Kontrak
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka
kontrak yang diterima.

13

Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang

Yang harus diungkapkan antara lain bagian lancar atas
Nabilitas jangka panjang sesuai dengan pengungkapan
utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang
sebagaimana diatur dalam Checklist ini.

14

Liabilitas Keuangan Lainnya
a) Yang harus diungkapkan antara lain:

(L)Pengungkapan untuk liabilitas keuangan
lainnya berlaku untuk liabilitas keuangan
lainnya yang bersifat jangka pendek dan
jangka panjang.

(2)Perusahaan wajib mengelompokkan sesuai
klasifikasi yang dipisahkan antara pihak
ketiga dan pihak berelasi:

(3) Yang harus diungkapkan antara lain:

Ca) nilai tercatat liabilitas keuangan untuk
setiap kategori,

(b) laba atau rugi neto pada setiap
liabilitas keuangan, dan

(Cc) kejadian penting lainnya antara lain
kepatuhan Perusahaan dalam
memenuhi persyaratan dan kondisi
utang (misalnya restrukturisasi utang
dan kondisi default).

b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang

Yang harus diungkapkan antara lain :

(1)Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan

persyaratan dan penyelesaian utang,

(2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang
dan dampak pajak penghasilan yang terkait,
(3) Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas

pengalihan aset yang diakui selama periode
tersebut: dan
(4) Jumlah utang kontinjen yang dimasukkann
datam nilai tercatat utang yang telah
direstrukturisasi.

45)

Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi

Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Rekiamasi
Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo dalam Satu
Tahun

Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan
jumlahnya.

16) | Khusus Industri Pertambangan Umum
Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan
Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo
dalam Satu Yahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan
jumlahnya

17) | Liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang

dimiliki untuk dijual.
Yang harus diungkapkan antara lain liabilitas terkait

35

Page 36 OCR 0.885
aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual
sesuai dengan dan dapat digabung dengan
pengungkapan aset tidak lancar atau kelompok lepasan
yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual.

Liabilitas Jangka Panjang

18)

Utang Pihak Berelasi Non-Usaha

Yang Harus diungkapkan antara lain :

a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumlah
utang:

b) jumlah utang menurut mata uang, dan

€) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos
yang berhubungan.

19)

Utang Bank dan Lembaga Kewangan Jangka

Panjang

Yang Harus diungkapkan antara lain:

a) fincian jumlah utang berdasarkan nama
bank/tembaga keuangan dan jenis mata uang:

b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode
pelaporan:

c) tanggal jatuh tempo:

d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam
waktu 12 (dua belas) bulan:

e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang
diperoteh, termasuk jumlah dan tujuan
perolehannya:

PN pembayaran yang dilakukan pada periode
berjatan untuk masing-masing fasilitas pinjaman:

9 kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan
Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan
kondisi default):

h) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-
pos yang berhubungan:

i) persyaratan lain yang penting, seperti adanya
pembatasan pembagian dividen, pembatasan
rasio tertentu, dan/atau pembatasan perolehan
utang baru, dan

ip pengungkapan informasi sehubungan dengan
Habilitas berbunga jangka panjang yang akan
jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas)
bulan sejak tanggal laporan posisi keuangan
tetapi tetap diklasifikasikan sebagai liabilitas
jangka panjang, antara lain adalah:

(i)nama  banklembaga keuangan — dan
jumlahnya, dan

(2)ringkasan perjanjian lama dan baru, yang
meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu
pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan
persyaratan penting.

20)

Utang Sewa Pembiayaan

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) jumlah neto nilai tercatat untuk setiap kelompok
aset dan pemberi sewa (lessor) pada tanggal
laporan posisi keuangan,

36

—7e

Page 37 OCR 0.911
b) rekonsiliasi antara total pembayaran sewa
minimum di masa depan pada tanggal laporan
pesisi keuangan, dengan nilai kininya, Selain itu
wajib mengungkapkan total pembayaran sewa
Minimum di masa depan pada tanggat taporan
posisi keuangan, dan nilai kininya, untuk setiap
periode berikut:

(1) sampai dengan satu tahun,

(2) lebih dari satu tahun sampai 5 (lima) tahun:
dan

(3) lebih dari 5 (limajtahun.

C) pembayaran sewa kontinjen yang diakui sebagai
beban pada periode tersebut:

d) total pembayaran minimum sewa-lanjut (sublease)
masa depan yang diperkirakan akan diterima dari
kontrak sewa-lanjut yang tidak dapat dibatalkan
(non-cancellable sublease) pada tanggal laporan
posisi keuangan,

€) keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan
beserta amortisasinya sehubungan dengan
transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale
and leaseback), dan

penjelasan umum isi perjanjian sewa yang
materiaf, antara lain:

(1) dasar penentuan utang sewa kontinjen:

(2) ada tidaknya klausuk-klausul yang berkaitan
dengan opsi perpanjangan atau pembelian
dan eskalasi beserta syarat-syaratnya: dan

(3)pembatasan-pembatasan yang ditetapkan
dalam perjanjian sewa,

“

21)

Khusus Industri Perbankan
8) Surat Berharga yang Diterbitkan

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan
jangka waktu:

(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi
dan pihak ketiga,

(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun:

(4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan
perusahaan pemeringkat,

(5) Jumiah amortisasi pada tahun berjalan:

(6) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal
kesepakatan, jangka waktu perjanjian,
tanggal jatuh tempo, kewajiban yang harus
dipenuhi, dan persyaratan penting lainnya
(Debt Covenance),

(7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan
Debt Covenanceatas surat berharga yang
diterbitkan.

b) Pinjaman Diterima

Yang harus diungkapkan antara lain:

(4) Rincian berdasarkan pihak, jenis, dan
mata uang,

(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi
dan pihak ketiga:

(3) Ringkasan perjanjian yang meliputi
tanggal kesepakatan, jangka waktu
perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh
tempo, nilai Aset bank yang
dan persyaratan penting lainnyadebt

“

-

37

Page 38 OCR 0.870
covenance):

(4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan
debt covenance,

(5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas
pinjaman dari pemerintah atau pihak lain
dengan tingkat imbalan yang lebih rendah
dari tingkat bunga pasar maka manajemen
mengungkapkan mengenai fasilitas
tersebut dan dampaknya terhadap laba
bersih.

Cc) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan X
kolektibilitas,
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi “
dan pihak ketiga,
(3) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan Y
mutasi selama pertode berjalan:
(4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan “
nilai komitmen dan kontinjensi menurut BI
dan posisi penyisihan penghapusan bank
pada saat periode pelaporan, dan
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan Y
jumlah penyisihan penurunan nilai
komitmen dan kontinjensi.
22) | Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan
Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain
a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan
dengan menunjukkan:
(1) Saldo awal: Ad
(2) Penyisihan yang dibentuk: Pi
(3) Pengeluaran yang terjadi: dan Ad
(4) Saldo akhir. “
b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang v
sedang berjalan:
c) Uabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan “
liabilitas bersyarat lainnya sebagaimana diatur
dalam standar akuntansi keuangan:
d) Apabila dalam pos ini terdapat komponen biaya Pi
yang sifatnya material, misalnya beban penutupan
tambang, maka perusahaan dapat menyajikannya
daiam pos yang terpisah:
e) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Saldo awal: Bi
(2) Penambahan dan Pengurangan : v
(3) Saldo akhir “
23) | Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang

a) imbalan Pasti

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) gambaran umum mengenai jenis program.

(2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini
kewajiban imbalan pasti yang menunjukkan
secara terpisah, pengaruhnya selama periode
berjalan yang dapat diatribusikan ke dalam:
ta) biaya jasa kini:

(b) biaya bunga,
(iuran Oleh peserta program.
(d) keuntungan dan kerugian aktuarial:

38

Page 39 OCR 0.891
(3)

(Ga)

(5)

(5)

(e) perubahan kurs mata uang asing pada
program yang diukur dengan mata
uang yang berbeda dengan mata uang
penyajian,

(f) imbalan yang dibayarkan:

(9) biaya jasa lalu,

(h) kombinasi bisnis:

(i) — curtaiiment, dan

() penyelesaian

analisis kewajiban imbalan pasti terhadap
jumlah yang dihasilkan dari program yang
seluruhnya tidak didanai dan jumlah yang
dihasilkan dari program yang seluruhnya atau
sebagian didanai:
rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari Nilai
Wajar aset program serta saldo awal dan
akhir dari setiap hak penggantian yang diakui
sebagai Aset sesuai dengan SAK
menunjukkan secara terpisah, “dampak
selama periode yang dapat diatribusikan
pada setiap

(a) hasil yang diharapkan dari aset
program,

(b) keuntungan dan kerugian aktuariat:

(c) perubahan kurs mata uang asing
pada program yang diukur dengan
mata uang yang berbeda dengan mata
uang penyajian,

(d) iuran oleh pemberi pekerja:

(e) iuran oleh peserta program,

(P)- imbalan yang dibayarkan:

(9) kombinasi bisnis: dan

(h) penyelesaian:

rekonsiliasi nilai kini kewajiban imbalan pasti

sebagaimana dimaksud dalam butir (2) dan

Nilai Wajar aset program sebagaimana

dimaksud dalam butir (4) atas Aset dan

Liabilitas yang diakui dalam laporan posisi

keuangan, paling kurang mengungkapkan!

Ka) keuntungan dan kerugian aktuariat neto
yang tidak diakui dalam laporan posisi
keuangan,

(b) biaya jasa latu yang tidak diakui dalam
laporan posisi keuangan,

(c) setiap jumlah yang tidak diakui sebagai
Aset, dikarenakan oleh batasan dalam
SAK:

(d) Nilai Wajar pada akhir periode
pelaporan dari setiap hak penggantian
yang diakui sebagai Aset sesuai
dengan SAK: dan

(e) jumlah lainnya yang diakui dalam
taporan posisi keuangan,

total beban yang diakui di laba rugi untuk

setiap hal-hal berikut dan nama pos dimana

hal tersebut termasuk.

(a) biaya jasa kini,

(b) biaya bunga,

(c) hasil yang diharapkan dari aset

Pan

Na aa SNN

39

Page 40 OCR 0.920
program,

(d) hasil yang diharapkan dari setiap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset
sesuai dengan SAK,

(e) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika
Perusahaan memilih metode koridor
104 (sepuluh per seratus):

(PP biayajasa lalu:

(9) dampak dari curtailment terutama
terkait dengan penyelesaiannya, dan

(h) dampak dari batasan dalam SAK:

(7) jumlah total yang diakui dalam pendapatan
komprehensif lain yang akan diakui segera
dalam saldo laba, meliputi:

(a) keuntungan dan kerugian aktuaria!: dan

(b) dampak dari batasan dalam SAK:

(8) jumlah kumulatif dari keuntungan dan
kerugian aktuarial yang diakui pada
pendapatan komprehensif lain, dalam hal
Perusahaan mengakui keuntungan dan
kerugian dalam pendapatan komprehensif
lain sesuai dengan SAK,

(9) persentase atau jumlah setiap kategori ulama
yang merupakan Nilai Wajar total aset
program, untuk setiap kategori utama dari
aset program, yang mencakup. namun tidak.
terbatas pada, instrumen ekuitas, instrumen
utang, properti, dan seluruh aset lain:

(10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset
program untuk:

(2) setiap kategori instrumen keuangan
milik Perusahaan: dan

(b) setiap properti atau Aset lain yang
digunakan oleh Perusahaan,

(11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk
menentukan tingkat pengembalian yang
diharapkan atas Aset secara keseluruhan,
termasuk dampak kategori utama dari aset
program:

(12) imbal hasil aktual atas aset program, serta
imbal hasil aktual atas setiap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset:

(13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan
sampai pada akhir periode pelaporan dan
Giungkapkan dalam ukuran yang absolut dan
tidak hanya sebagai marjin antara persentase
dan variabel lainnya, termasuk:

(a) tingkat diskonto:

(b) tingkat imbal hasil yang diharapkan
atas setiap aset program untuk periode
yang disajikan dalam laporan
keuangan,

(c) tingkat imbal hasil yang diharapkan
untuk periode yang disajikan dalam
laporan keuangan pada setiap hak
penggantian yang diakui sebagai Aset,

(d) tingkat kenaikan gaji yang diharapkan
(dan perubahan dalam indeks atau
variabel tertentu lainnya dalam masa
program formal atau konstruktif sebagai

40

TM

Page 41 OCR 0.908
Gasar untuk kenaikan imbalan masa

depan):

(e) tingkat tren biaya kesehatan: dan

(f) asumsi material lain yang digunakan
dalam aktuaria,

(14) dampak kenaikan atau penurunan satu
angka persentase dalam tingkat tren biaya
kesehatan yang diasumsikan pada:

(a) biaya jasa kini agregat dan komponen
biaya bunga dari biaya kesehatan
pascakerja periodik neto, dan

(b) akumulasi kewajiban imbalan
pascakerja untuk biaya kesehatan.

(c) Dalam hal program dioperasikan
dalam lingkungan inflasi yang tinggi,
wajib diungkapkan dampak
persentase kenaikan atau penurunan
tingkat tren biaya kesehatan yang
diasumsikan dari makna yang serupa
dengan satu angka persentase dalam
lingkungan inflasi yang rendah.

(15) Jumlah periode tahunan saat ini dan periode
@mpat tahun sebelumnya dari:

(a) nilai kini kewajiban imbalan pasti, Nilai
Wajar aset program dan surplus atau
defisit pada program: dan

(b) penyesuaian yang timbul pada:

i) Iabilitas — program — dinyatakan
sebagai jumlah atau persentase dari
liabilitas program pada akhir periode
Pelaporan: dan

(iljaset program dinyatakan sebagai
jumlah atau persentase dari aset
program pada akhir periode
pelaporan:

(16) estimasi terbaik pemberi kerja, segera setelah
dapat ditentukan secara andal, dari iuran
yang diharapkan akan dibayar dalam program
selama periode tahunan dimulai setelah
periode pelaporan:

(17) khusus untuk program imbalan pasti yang
membagi risiko antar entitas sepengendali,
wajib diungkapkan sebagai berikut:

(Ca) perjanjian kontraktual atav kebijakan
tertulis untuk pembebanan biaya
imbalan pasti neto atau bukti bahwa
tidak ada kebijakan seperti itu:

(b) dalam hal Perusahaan mencatat
alokasi biaya imbalan pasti neto sesuai
SAK, maka Perusahaan
mengungkapkan:

(W informasi yang — memungkinkan
pengguna laporan keuangan untuk
mengevaluasi sifat program
imbalan pasti dan dampak
keuangan atas perubahan program
selama periode tersebut,

(ii) pengungkapan gambaran umum
jenis program sesuai dengan huruf
a) butir (1) mencakup penjelasan

HM

Page 42 OCR 0.904
praktik informal yang menimbulkan
kewajiban konstruktif termasuk
dalam pengukuran kewajiban
imbalan pasti, dan
Clil)jika Perusahaan mencatat juran
yang terutang untuk periode sesuai
SAK informasi tentang program
secara keseluruhan disyaratkan
sesuai dengan butir (1), butir (2),
butir (3), butir (4), butir (9), butir
(13), butir (14), dan butir (16) serta
butir ii
b) luran Pasti
Perusahaan yang menyelenggarakan program
iuran pastiharus mengungkapkan jumlah yang
diakui sebagai beban untuk program iuran pasti.
C) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan
jumlah imbalan kerja jangka panjang lainnya.
d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja
Yang harus diungkapkan antara lain:
(i) iuran program dan jumlah pesangon
pemutusan kontrak kerja, dan
(2) penjelasan mengenai labilitas kontinjen (ika
ada),

24)

Utang Obligasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

B8) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai
tercatat dalam rupiah dan mata uang asing,
tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga,
suku bunga, bursa tempat obligasi dicatatkan,
dan tujuan penerbitannya:

b) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat
Efek:

c) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu
12 (dua belas) bulan:

d) nama Wali Amanat dan ketarkaitan usaha dengan
Perusahaan:

@) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan
utang pokok obligasi dengan menunjuk pos-pos
yang berhubungan, jika ada:

P9 pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak
Perwaliamanatan:

OI) kejadian penting Isinnya antara lain kepatuhan
Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan
kondisi default), dan

h) persyaratan penting lainnya.

25)

Sukuk
a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk
berdasarkan akad syariah yang digunakan.
b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
(l) uraian tentang persyaratan utama dalam
penerbitan Sukuk, termasuk:
(a) ringkasan akad syariah dan skema
transaksisyariah yang digunakan:
(b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang
mendasari,
(c) nilai nominal:
(d) besaran imbalan (untuk Sukuk ijarah):
(e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar
bagi hasil, dan besaran nisbah bagi
hasil (untuk Sukuk mudharabah):

Pan

42

TA

Page 43 OCR 0.881
() rencana jadwal dan tata cara
pembagian dan/atau pembayaran
imbalan atau bagi hasil,

(9) jangka waktu,
(h) tujuan penerbitannya, dan
Ci) persyaratan penting lain,
(2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat
Efek:

(3) bursa tempat Sukuk dicatatkan:

(diumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam

waktu 12 (dua belas) bulan:

(S)nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha

dengan Perusahaan,

(S)jaminan dangan menunjuk pos-pos yang

berhubungan (jika ada),
(7)pembatasan yang dipersyaratkan dalam
Kontrak Perwaliamanatan: dan

(8)kejadian penting lainnya antara lain
kepatuhan Emiten atau Perusahaan Publik
dalam memenuhi persyaratan dan kondisi
Sukuk (misalnya restrukturisasi Sukuk dan
kondisi default).

Pa Na Ha

Pan

26)

Utang Subordinasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) nama kreditur, sifat ikatan, jangka waktu, jenis
mata uang, dan kisaran suku bunga kontraktual
selama periode pelaporan

b) tujuan perolehannya:

€) persyaratan terkait dengan pelunasan utang
subordinasi,

d) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan
Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan
kondisi default).

€) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak
Perwaliamanatan: dan

? persyaratan penting lainnya

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) rincian mengenai jenis, nii nominal dan nilai
tercatat, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran
bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi
konversi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya:

b) periode konversi dani persyaratan konversi, antara
lain meliputi rasia konversi, harga pefaksanaan,
hak konversi sebelum jaluh tempo serta
persyaratannya, dan penalti:

c) dampak dilusi apabila seluruh obligasi
dikonversikan, dengan memperhatikan tingkat
konversi atau harga pelaksanaan (exercise price)
yang pating menguntungkan dari sudut pandang
pemegang obligasi konversi:

d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan
dampak dilusinya,

e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat
Efek,

H jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu
12 (dua belas) bulan:

9) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan
Perusahaan,

h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan
utang pokok obligasi dengan menunjuk pos-pos
yang berhubungan (jika ada):

) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan

43

Page 44 OCR 0.912
&
h)
m

Perusahaan dalam memenuhi persyaratan dan
kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan
kondisi default):

dalam hal Perusahaan menerbilkan obligasi
konversi tanpa melalui penawaran umum, wajib
diungkapkan tujuan penerbitan dan nama pembeli:
komponen Liabilitas dari obligasi konversi:
keberadaan fitur derivatif melekat, dan
persyaratan penting lainnya

ng

Ekuitas

Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk

Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :

a)

b)

2)

d)

Kal

Bagi setiap jenis saham, antera lain:

(1) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada
awal dan akhir periode:

(2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang
melekat pada setiap jenis saham, termasuk
pembatasan atas dividen dan pembayaran
kembali atas modal: dan

(3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan
dengan hak opsi dan kontrak penjualan
saham, termasuk jumlah dan persyaratan:

Penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos

cadangan dalam ekuitas.

Susunan pemegang saham dengan

mengungkapkan jumlah lembar saham dan

persentase kepemilikan, yaitu:

(1) Pemegang saham yang memiliki 544 (lima
perseratus) atau lebih:

(2) Nama direktur dan komisaris yang memiliki
saham: dan

(3) Pemegang saham lainnya:

Dalam hat terjadi perubahan modal saham

dalam periode berjalan:

(1) Keputusan yang berhubungan dengan
perubahan modal saham tersebut, seperti
pengesahan Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia, persetujuan dan/atau
pemberitahuan Menteri terkait, dan
keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
(RUPS):

(2) Sumber peningkatan modal saham, antara
lain dari kapitalisasi agio, saldo laba,
penerbitan saham baru dari Penawaran
Umum dengan danatau tanpa Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (right issue
dan private placemenf), pelaksanaan
waran, serta konversi obligasi: dan

(3) Tujuan perubahan modal saham, antara
lain dalam rangka ekspansi, penyelesaian
pinjaman, atau pemenuhan kecukupan
modal,

Dalam hal hanya sebagian saham Perusahaan

yang dicatatkan di Bursa Efek, agar disebutkan

jumlah saham yang dicatatkan dan yang tidak
dicatatkan pada Bursa Efek.

Page 45 OCR 0.905
2

Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in Capital)

Yang harus diungkapkan antara lain

@) Rincian jumlah tambahan modal disetor,

b) Uraian sumber agio saham,

c) Rincian biaya emisi Efek ekuitas berdasarkan
penerbitan Efek ekuitas:

d) Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs atas
modal disetor,

e) Uraian mengenai sifat dan asal tambahan modal
disetor lainnya:

N Pengungkapan untuk selisih nilai transaksi dengan
entitas sepengendali, antara lain:

(1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau
bisnis yang berkombinasi:

(2) Penjelasan mengenai hubungan
sepengendali dari entitas-entitas yang
bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut
tidak bersifat sementara,

(3) Tanggal efektif transaksi:

(4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah
diputuskan untuk dijual atau dihentikan akibat
kombinasi bisnis tersebut:

(5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang
dialihkan serta jenis dan jumlah imbalan
yang terjadi:

(6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau
dialihkan serta selisih antara nilai tercatat
tersebut dengan jumlah imbalan yang
Giserahkan atau diterima, dan

(7) Penyajian kembali laporan keuangan yang
memberikan informasi antara lain:

Ca) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan
yang telah dilaporkan sebelumnya
untuk periode yang disajikan kembali:

(b) Ikhtisar jumlah — tercatat Aset dan
Liabilitas entitas atau bisnis yang
dikombinasikan.

(c) Dampak penyesuaian kebijakan
akuntansi, dan

(d) Ikhtisar angka-angka laporan keuangan
setelah disajikan kembali,

'
“

3)

Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain
a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa
hilangnya Pengendatian yang meliputi:
(1) Jenis transaksi dan perubahan persentase
kepemilikan:
(2) Nama entitas anak, dan
(3) Nama pihak yang bertransaksi:
b) Perhitungan selisih — transaksi perubahan
kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian, dan
C) Jumlah yang direalisasi ke laba rugi atas pelepasan
investasi pada saat hilangnya Pengendalian.

Fi

4

Saham Treasuri

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Latar belakang pembelian kembali saham,
pelepasan, atau pengurangan modal disetor:

b) Tanggal atau periode perolehan serta jumlah

45

Page 46 OCR 0.904
lembar dan nilai saham treasuri yang diperoleh:
c) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang
digunakan sebagai pengurangan modal disetor,
d) Tanggal dan jumlah saham treasuri yang
dilepaskan kembali serta selisih antara harga
perolehan dengan harga pelepasan saham

treasuri, dan
€)  Akumutasi jumlah lembar dan nilai saham
treasuri.
5) | Saldo Laba
Yang harus diungkapkan antara lain
a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode yang lalu
Gika ada).
b) Perubahan saldo laba pada periode bersangkutan
dan persetujuan RUPS yang terkait: dan
C) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat,
dan tujuan setiap pos cadangan.
6) | Waran
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-
masing waran,
b) dasar penentuan Nilai Wajar waran,
C) nilai waran yang belum dan tidak dilaksanakan
(kadaluwarsa):
d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta
dampak dilusinya, dan
€) ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran.
7) | Pendapatan Komprehensif Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain keterangan
mengenai perubahan masing-masing komponen
pendapatan komprehensif lainnya.
8) Kepentingan Nonpengendali
Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian “
pemegang saham nonpengendali atas ekuitas masing-
masing entitas anak yang tidak dapat diatribusikan
secara langsung atau tidak langsung pada entitas induk,
Laba Rugi Komprehensif
1 | Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan
yang diakui selama periode, termasuk pendapatan
yang berasal dari:
(1) Penjualan barang: “v
(2) Penjualan jasa: P
(3) Bunga, “
(4) Royalti, dan/atau
(5) Dividen:
diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak
berelasi dan pihak ketiga.
b) Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama, “
c) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan “

yang melebihi 10x (sepuluh perseratus) dari
pendapatan,

d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran
barang atau jasa yang tercakup dalam setiap
kategori signifikan dari pendapatan (jika ada), yang
diungkapkan terpisah berdasarkan pihak berelasi
dan pihak ketiga,

@) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan
antara lain:

46

Page 47 OCR 0.834
(1) Pendapatan kontrak konstruksi

(a) Jumlah pendapatan kontrak yang diakui V
sebagai pendapatan dalam periode
berjalan,
(b) Metode yang digunakan untuk “v
menentukan pendapatan kontrak yang
diakui dalam periode berjalan: dan
(c) Metode yang digunakan — untuk “
menentukan — tahap — penyelesaian
kontrak,
(2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada
tanggai akhir periode pelaporan:
(a) Jumlah agregat biaya yang terjadi dan v
laba/rugi yang diakui sampai tanggal
pelaporan,
(b) Jumiah uang muka yang diterima: dan “
(c) Jumlah retensi: V
(3) Jumlah tagihan dan utang bruto kepada “
pemberi kerja, masing-masing sebagai Aset
dan Liabilitas:
fh Dalam hal Perusahaan memitiki transaksi
hubungan keagenan, diungkapkan secara terpisah,
antara lain:
(1) Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan v
keagenan,
(2) Pendapatan — komisi yang diperoleh V
Perusahaan sebagai agen dari transaksi
keagenan dengan pendapatan lainnya, dan
(3) Perincian dari komponen pendapatan neto
yang diperoleh Perusahaan sebagai prinsipal
dari transaksi keagenan, yang antara lain
terdiri dari:
Ka) Pendapatan bruto: “
(b)  Returirabat/diskon terkait: dan “
(c) Total pendapatan neto. “
2) | Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator
Ketentuan Tarif
Yang harus diungkapkan antara lain:
3) Dasar ketentuan tarif, v
b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif. Si
9 Masa berlaku tarif: pl
d) Besaran tarif: dan “
Di Perjanjian lain yang terkait “X
3) | Khusus Industri pembiayaan
Rincian jumlah berdasarkan kelompok produksjasa
utama antara lain:
a) Pendapatan pembiayaan konsumen: “
b) Pendapatan anjak piutang: dan “
c). Pendapatan sewa. “
4) | Khusus Industri Rumah Sakit
Terdiri dari:
Jasa pelayanan medis, jasa penunjang lainnya, jasa
dokter, rawat inap, rawat jalan dan penunjang medis,
Rincian pengurang pendapatan, antara lain:
a) Restitusi: v
b) Subsidi tidak mampu, dan v
c) Selisih perhitungan klaim. A
5) | Khusus Industri Transportasi

Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara
lain:

47

NA

Page 48 OCR 0.880
a) Rincian pendapatan bersih jasa transportasi: v
b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan Si
alat transportasi,
c) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi: y
d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan, dan “
e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan “
jenisnya armada (bus, taksi, feri, tanker dan
pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan
atas dasar kepemilikan armada tersebut.
6) | Khusus Industri Telekomunikasi
Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan “
usaha jasa interkoneksi, jasa telekomunikasi sendiri,
jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melalui
kerjasama dengan pihak lain,
7) | Khusus Industri Asuransi:
Pendapatan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah “
berdasarkan kelompok premi bruto, premi reasuransi,
dan penurunan (kenaikan) premi yang belum
merupakan pendapatan untuk setiap jenis asuransi.
Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang berlaku
(PSAK 36 dan 62)
8) | Khusus Industri Jalan Tol:
Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol “v
sendiri, rincian pendapatan jasa lain, dan rincian
pendapatan kerjasama operasi:
b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan “
sejumilah ruas jalan tol, maka pendapatan usaha
untuk setiap ruas jalan tol tersebut harus
diungkapkan
9) | Khusus Industri Perbankan
Pendapatan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain.
Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak
terbatas pada :
a) Obligasi Pemerintah: “
b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk si
provisi dan komisi yang diakui,
Cc) Efek-efek, dan “
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank lain, “
10) | Beban Pokok Penjualan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk perusahaan manufaktur, diungkapkan beban
pokok produksi yang dirinci:
(L) Biaya bahan baku: v
(2) Biaya tenaga kerja: dan v
(3) Biaya overhead ditambah dan dikurangi saldo 4d
awal dan akhir persediaan:
b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang
melebihi 104 (sepuluh perseratus) dari
pendapatan: dan
c) Untuk Industri jasa, diungkapkan beban pokok Si
berdasarkan pada jasa yang dijual
11) | Khusus Industri Rumah Sakit

Beban Departementalisasi/Beban Operasional

Yang harus diungkapkan antara lain, rincian beban
departementalisasi:

a) Beban bahan

48

IP

Page 49 OCR 0.899
b) Beban jasa pelayanan:

c) Beban pegawai:

d) Beban penyusutan sarana medis,
€) Beban pemeliharaan sarana.

fh Beban asuransi,

9) Beban langganan daya dan jasa:
h) Beban depresiasi.

PSA SN NN

12)

Khusus Industri Asuransi:

a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan
jumlah berdasarkan kelompok klaim bruto, klaim
reasuransi, dan kenaikan (penurunan) estimasi
ktaim retensi sendiri untuk setiap jenis asuransi.

bj Beban Klaim Asuransi Jiwa
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian dan jumlah beban menunut jenis klaim dan
manfaat, diantaranya : klaim jatuh tempo, klaim nilai
tunai, dan ktaim kematian.

c) Komisi Neto
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan
jumlah berdasarkan kelompok pendapatan komisi
dan beban komisi untuk setiap jenis asuransi.

d) Hasil Investasi
Yang harus diungkapkan antara tain rincian dan
jumlah menurut jenis investasi

13)

Khusus industri Perhotelan

Beban Departementalisasi

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Rincian jumiah unsur-unsur beban
departementalisasi,

b) Gaji dan beban pegawai lainnya: dan

c) Rincian jumlah unsur-unsur beban departemen
lainnya.

2.2

14)

Beban Usaha

Yang harus diungkapkan rincian sifat beban
berdasarkan kategori fungsinya, yaitu antara lain:

a) Beban penjualan:

b) Beban distribusi, dan

Cc). Beban umum dan administrasi.

ai

15)

Khusus Industri Perbankan

8) Beban Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah
beban bunga berdasarkan kelompok produk/jasa
utama.

b) Beban Provisi dan Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah
beban beban provisi dan komisi berdasarkan
kelompok produk/jasa utama.

16)

Khusus Industri Pembiayaan Beban Kerugian
Penurunan Nilai

Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban
kerugian penurunan nilai untuk masing-masing akun
Piutang Pembiayaan Konsumen, Tagihan Anjak
Piutang, dan Piutang Sewa Pembiayaan.

17)

Pendapatan dan Beban Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian dan jumlah Pendapatan lainnya.
b) rincian dan jumlah Beban lainnya.
Cc) Untuk Biaya Keuangan, meliputi :
(1) biaya pinjaman meliputi:
Ka) beban keuangan yang dihitung dengan
menggunakan metode suku bunga

2.2.

49

ka

Page 50 OCR 0.901
efektif,

(b) beban keuangan — dalam sewa
pembiayaan yang diakui sesuai SAK
yang berlaku, dan

(C) selisih kurs yang berasal dari pinjaman
dalam mata uang asing sepanjang
selisih kurs tersebut diperlakukan
Sebagai penyesuaian terhadap bunga,

(2) biaya keuangan lainnya yang terjadi dari
transaksi instrumen keuangan meliputi:

(a) rugi penurunan nilai dan kuotasi atas
investasi tersedia untuk dijual:

(b) rugi neto dari instrumen keuangan yang
diakui pada Nilai Wajar melalui laba
rugi, dan

(c) amortisasi —premi/diskonto — kontrak
berjangka yang bertujuan untuk lindung
nilai.

G) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asosiasi
dan/atau Ventura Bersama meliputi :

(1) bagian laba rugi dari masing-masing entitas
asosiasi dan/atau Ventura Bersama yang
dicatat dengan menggunakan metode
ekuitas, dan

(2) bagian laba rugi dari entitas asosiasi dari
operasi yang dihentikan, yang diungkapkan

secara terpisah.
18) | Khusus Industri Perbankan
2) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah
berdasarkan jenis aset keuangan.
b) Keuntungan (Kerugian) dari kenaikan
(penurunan) nilai surat-surat berharga dan
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumtah
berdasarkan jenis.
C) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Suratsurat
Berharga dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus diungkapkan antara iain rincian jumlah
berdasarkan jenis.
19) | Pendapatan Komprehensif Lain

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap
maupun Aset Takberwujud:

b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas program
manfaat pasti:

C) selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan,

d) keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia
untuk dijual:

@) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian
instrumen lindung nilai dalam rangka lindung nilai
arus kas, dan

f) bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas
asosiasi dan/atau Ventura Bersama.

Pajak Penghasilan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) komponen beban (penghasilan) pajak yang terdiri
dari:
(1) beban (penghasilan) pajak kini:
(2) penyesusian yang diakui pada periode atas
pajak kini yang berasal dari periode lalu:
(3) jumlah beban (penghasilan) pajak
tangguhan yang berasal dari perbedaan
temporer dan pembalikannya:

50

TIA

Page 51 OCR 0.912
b)

(3

9)

e)

3)

h

Ls)

(4) jumlah” beban (penghasilan) — pajak
tangguhan terkait dengan perubahan tarif
pajak atau penerapan peraturan perpajakan
yang baru:

(5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi
pajak yang tidak diakui sebelumnya atau
perbedaan temporer suatu periode lalu
yang digunakan untuk mengurangi beban
pajak kini dan beban pajak tangguhan:

(6) beban pajak tangguhan yang disebabkan
oleh penurunan atau pembalikan
penurunan sebelumnya alas aset pajak
tangguhan, dan

(7) jumlah beban (penghasilan) terkait dengan
perubahan kebijakan akuntansi dan
kesalahan yang diperhitungkan dalam

laporan laba rugi — komprehensif,
dikarenakan tidak dapat diperlakukan
secara retrospektif,

agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkait

dengan transaksi yang dibebankan atau

dikreditkan langsung ke ekuitas:

jumlah pajak penghasilan terkait dengan setiap

komponen pendapatan komprehensif lain, kecuali

untuk bagian pendapatan komprehensif Jain dari
entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama:
penjelasan hubungan antara beban (penghasilan)
pajak dan laba akuntansi dalam satu atau kedua
bentuk berikut ini:

(1) rekonsiiasi antara beban (penghasilan)
pajak dan hasil perkalian laba akuntansi
dengan tarif pajak yang berlaku, dengan
mengungkapkan dasar perhitungan tarif
pajak yang berlaku, atau

(2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata-rata
dan tarif pajak yang berlaku, dengan
mengungkapkan dasar perhitungan tarif
pajak yang berlaku:

penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang

berlaku dan perbandingan dengan tarif pajak yang

berlaku pada periode akuntansi sebelumnya,
jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada)
perbedaan temporer yang dapat dikurangkan
dan rugi pajak belum dikompensasi yang tidak
diakui sebagai aset pajak tangguhan dalam
laporan keuangan,

jumlah agregat perbedaan temporer yang terkait

dengan investasi pada entitas anak, cabang,

entitas asosiasi, dan bagian partisipasi dalam

Ventura Bersama atas liabilitas pajak tangguhan

yang belum diakui:

rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak

kini dengan cara sebagai berikut:

(1)laba sebelum pajak menurut akuntansi.

(2)ditambah'dikurangi koreksi positif atau negatif
(dirinci), dan

(3)laba kena pajak,

perhitungan beban dan liabilitas pajak kini dengan

menerapkan tarif pajak sesuai dengan ketentuan

perundang-undangan pajak yang berlaku,
pernyataan bahwa laba kena pajak hasil
rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian SPT

Tahunan PPh Badan.

setiap jenis perbedaan temporer dan setiap jenis

rugi pajak yang belum dikompensasi.

(4) jumlah aset dan liabilitas pajak tangguhan

Le aa

51

Page 52 OCR 0.915
yang diakui pada laporan posisi keuangan
untuk periode sajian, dan

(2) jumlah beban (penghasilan) — pajak
tangguhan yang diakui dalarn laba rugi,
apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari
perubahan jumlah aset atau liabilitas pajak
tangguhan yang diakui dalam laporan posisi

keuangan,
h beban pajak terkait dengan operasi yang
dihentikan:
(1)keuntungan atau kerugian atas penghentian:
dan

(2)laba rugi dari kegiatan normal alas operasi
yang dihentikan selama periode, bersama
dengan jumlah terkait untuk setiap periode
sajian,

m) jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas
dividen kepada pemegang saham Perusahaan
yang diusulkan atau diumumkan sebelum
Laporan Keuangan Diotorisasi untuk Terbit
namun tidak diakui sebagai Liabilitas dalam
laporan keuangan:

A) uraian jumlah perubahan pada jumlah pengakuan
untuk aset pajak tangguhan praakuisisi apabila
Perusahaan adalah pihak pengakuisisi dalam
suatu kombinasi bisnis,

o) peristiwa atau perubahan keadaan yang
menyebabkan manfaat pajak tangguhan wajib
diakui apabila manfaat pajak tangguhan yang
diperoleh dari kombinasi bisnis tidak diakui pada
tanggal akuisisi tetapi diakui setelah tanggal
akuisisi: dan

p) jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau
bukti yang mendukung pengakuan atas aset pajak
tangguhan, apabila:

(L)penggunaan aset pajak tangguhan
bergantung pada kondisi laba kena pajak
mendatang — lebih besar dari laba
pembalikan perbedaan temporer kena
pajak yang telah ada, dan

(2)entitas mengalami kerugian pada periode kini
atau periode sebelumnya yang
mengakibatkan diakuinya aset pajak
tangguhan terkait.

20)

Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) jumlah yang digunakan sebagai pembilang dalam
penghitungan laba per saham dasar dan dilusian,
dan rekonsiliasi jumlah tersebut terhadap laba atau
rugi yang dapat diatribusikan kepada entitas induk
untuk periode tersebut. Rekonsiliasi tersebut
mencakup dampak individual dari setiap jenis
instrumen yang mempengaruhi laba per saham:

b) jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang
digunakan sebagai penyebut dalam penghitungan
laba per saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi
penyebut tersebut. Rekonsiliasi tersebut mencakup
dampak individual dari setiap jenis instrumen yang
mempengaruhi laba per saham,

instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan

secara kontinjen) yang berpotensi mendilusi laba per

saham dasar di masa depan, namun tidak
dimasukkan dalam penghitungan laba per saham
ditusian karena instrumen tersebut bersifat antidilutif

Untuk periode sajian,

d) penjelasan transaksi saham biasa atau transaksi

CJ

v

52

Page 53 OCR 0.901
8

instrumen berpotensi saham biasa, selain yang
dihitung sesuei dengan SAK yang berlaku, yang
terjadi setelah periode pelaporan dan akan secara
signifikan mengubah jumlah saham biasa atau
instrumen berpotensi saham biasa yang beredar
pada akhir periode tersebut seandainya transaksi
dimaksud terjadi sebelum akhir periode pelaporan:
dan

laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi
yang dihentikan.

“

21)

Transaksi Pihak Berelasi
Yang harus diungkapkan antara lain

3

b)

9)

9

Pengungkapan mengenai transaksi atau saido

dengan pihak berelasi, yang jumlahnya:

(1) lebih dari Rp 1.000.090.000,00 (satu millar
tupiah) untuk transaksi dengan orang atau
anggota keluarga terdekat: dan/atau

(2) lebih dari 0,546 (nol kama lima perseratus)
dari modal disetor untuk transaksi dengan
entitas berelasi.

terkait dengan transaksi dengan orang atau
anggota keluarga terdekat meliputi nama, sifat
dan hubungan dengan pihak bersiasi serta
informasi tentang transaksi dan saldo dengan
pihak dimaksud:
terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi
meliputi sifat dan hubungan dengan pihak-pihak
berelasi serta informasi mengenai transaksi dan
saldo, termasuk komitmen, yang diperlukan untuk
memahami potensi dampak hubungan tersebut
dalam laporan keuangan, paling kurang:

(1) jumlah transaksi beserta persentasenya
terhadap total pendapatan dan beban
terkait:

(2) jumlah saldo beserta persentasenya
terhadap total Aset atau Liabilitas,
termasuk komitmen, dan:

(a) persyaratan dan — ketentuannya,
termasuk apakah terdapat jaminan,
dan sifat imbalan yang akan
diberikan, untuk penyelesaian: dan

(b) rincian garansi yang diberikan atau
diterima,

(3) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai,
beban cadangan kerugian penurunan nilai
secara individual dan kolektif, dan
penghapusan piutang terkait dengan jumlah
saldo piutang usaha dan piutang pihak
berelasi non-usaha, dan

(4) alasan dan dasar pembentukan cadangan
kerugian penurunan nilai, jika dilakukan
pembentukan:

pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana

dimaksud dalam huruf a) dan b) dilakukan

secara terpisah untuk masing-masing kategori
berikut:

(1)entitas induk:

(2)entitas dengan pengendalian bersama atau

Pengaruh Signifikan terhadap entitas:

(3)entitas anak:

(4)entitas asosiasi:

(5)Ventura Bersama dimana entitas merupakan

venturer,

(6)personil manajemen kunci dari entitas pelapor

atau entitas induknya: dan

(7) pihak-pihak berelasi lainnya

mh 2 A

&

53

TA

Page 54 OCR 0.890
e)

seluruh kompensasi yang diberikan kepada
masing-masing anggota atau kelompok direksi,
komisaris, pemegang saham utama yang juga
sebagai karyawan, dan manajemen kunci lainnya
untuk masing-masing kategori berikut:

(imbalan kerja jangka pendek: “
(2)imbalan pascakerja: “
(3)imbalan kerja jangka panjang lainnya: N
(4)pesangon pemutusan kontrak kerja: dan “
(5)pembayaran berbasis saham. v
HP — untuk entitas berelasi dengan pemerintah
(L) nama entitas berelasi dengan pemerintah “
dan sifat hubungannya dengan
Perusahaan,
(2) sifat dan jumlah setiap transaksi yang Pi
secara individual signifikan: dan
(3) untuk transaksi iainnya yang secara “
kolektif, tetapi tidak secara individual,
signifikan, indikasi secara kuantitatif atau
kualitatif atas luasnya transaksi tersebut.
22) | Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing
a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata
uang selain mata uang fungsional.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(MD rincian aset dan llabilitas moneter dalam
mata uang asing serta ekuivalennya dalam
mata uang fungsional:
(2) posisi neto dari aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing:
(8) rincian kontrak valuta berjangka dan Ki
ekuivalen dalam mata uang fungsional:
(8) jumlah selisih kurs yang diakui dalam laba
rugi, kecuali untuk selisih kurs yang timbul
pada instrumen keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi, dan
(5) selisih kurs neto diakui dalam pendapatan v
komprehensif lain dan diakumulasikan dalam
komponen ekuitas yang terpisah, serta
rekonsiliasi selisih kurs tersebut pada awat
dan akhir periode.
23) | Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) untuk setiap rugi penurunan nilai yang diakui atau
dibalik selama periode tertentu untuk suatu aset
individual, termasuk goodwilf atau suatu unit
penghasil kas:
(1) peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan “
pengakuan atau pembalikan rugi penurunan
nilai,
(2) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui dalam “
laba rugi selama periode tersebut dan unsur
laporan laba rugi komprehensif yang
didalamnya tercakup rugi penurunan nilai:
(3) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai yang V
diakui dalam laba rugi selama periode
tersebut dan unsur laporan laba rugi
komprehensif yang di dalamnya tercakup
rugi penurunan nilai yang dibalik:
(4) goodwil yang telah diakui rugi penurunan v
nilainya,
(5) jumlah rugi penurunan nilai atas aset v

(6)

revaluasian yang diakui dalam pendapatan
komprehensif lain selama periode tersebut:
dan

jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas
aset revaluasian yang diakui dalam

54

Page 55 OCR 0.867
pendapatan komprehensif lain selama
periode tersebul.

b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam S1
angka (1) dilakukan untuk setiap kelompok aset.
24) | Perubahan Estimasi Akuntansi, Perubahan
Kebijakan Akuntansi, dan Kesalahan Periode Laiu
a) Perubahan Estimasi Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dan alasan perubahan estimasi “
akuntansi:
(2) jumlah perubahan — estimasi yang “
berdampak pada periode berjalan: dan
(3) perkiraan dampak estimasi pada periode “
mendatang. Dalam hal jumlah dampak
pada periode mendatang tidak praktis, fakta
tersebut harus diungkapkan.
b) Perubahan Kebijakan Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi: v
(2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru 4
memberikan informasi yang andal dan
relevan,
(BD jumlah penyesuaian untuk periode berjalan
dan setiap periode Ialu sajian:
(a) setiap pos laporan keuangan yang v
terpengaruh, dan
(b) laba per saham dasar dan dilusian: “N
(4) jumlah penyesuaian yang terkait dengan N
perioda-periode sebelum periode yang
disajikan. — Dalam hal tidak praktis
dilakukan, maka diungkapkan alasannya,
dan
(5) keadaan yang membuat penerapan V
retrospektif tidak praktis untuk suatu
periode tertentu atau untuk periode-periode
sebelum periode-periode tersebut disajikan
dan tanggal dimulainya perubahan
kebijakan akuntansi.
Cc) Kesalahan Periode Lalu
Yang harus diungkapkan antara lain :
(M) sifat dari kesalahan periode lalu: Bi
(2) jumlah koreksi untuk setiap periode sajian:
(a) bagi setiap pos laporan keuangan: dan N
(b) laba per saham dasar dan dilusian, AN
(89 jumlah koreksi pada awal periode sajian BI
paling awal: dan
(4) keadaan yang membuat penerapan y
Tetrospketif tidak praktis dilakukan dan
penjelasan mengenai cara dan waktu
dilakukannya koreksi apabila penyajian
kembali retrospektif tidak praktis.
25) | Kombinasi Bisnis
a) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal sebagai
berikut untuk setiap kombinasi bisnis yang terjadi
selama periode pelaporan, yaitu:
(1) nama dan penjelasan tentang pihak yang Y
diakuisisi,
(2) tanggal akuisisi: 4
(3) biaya terkait akuisisi, di luar biaya penerbitan “
Efek utang dan Efek ekuitas, periode berjalan,
dan akumulasinya untuk masing-masing
kombinasi bisnis,
(4) persentase kepentingan ekuitas berhak suara “

(5)

yang diperoleh:
alasan utama untuk kombinasi bisnis dan
penjelasan tentang cara pihak pengakuisisi

55

TA

Page 56 OCR 0.884
memperoleh Pengendalian atas pihak yang
diakuisisi,

(6) penjelasan kualitatif tentang faktor yang
membentuk goodwill yang diakui,

(7) Nilai Wajar pada saat tanggal akuisisi atas si
total imbalan yang dialihkan dan Nilai Wajar
tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama
imbalan,
(8) kesepakatan imbalan kontinjensi dan aset
indemnifikasi.
(@) jumlah yang diakui pada tanggal “V
akuisisi,
(b) penjelasan tentang kesepakatan dan “
dasar penentuan jumlah pembayaran:
dan
(c) estimasi kisaran hasil (tidak Si
didiskonto) atau, jika apabila kisaran
tidak dapat diestimasikan maka fakta
dan alasan mengapa kisaran tersebut
tidak dapat diestimasikan. Dalam hal
jumlah maksimum pembayaran tidak
terbatas, maka pihak pengakuisisi
mengungkapkan fakta tersebut:
(9) Perusahaan harus mengungkapkan piutang
yang diperoleh berdasarkan kelompok utama
piutang, misalnya pinjaman yang diberikan,
sewa pembiayaan langsung, dan kelompok
Piutang lain, yaitu sebagai berikut:
(a) Nilai Wajar piutang:
(b) jumlah piutang bruto kontraktual: dan v
(c) estimasi terbaik pada tanggal akuisisi “
atas jumlah arus kas kontraktual yang Ad
diperkirakan lidak tertagih:
(10) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi untuk
setiap kelompok utama Aset yang diperolah Pi
dan Liabilitas yang diambil alih:
(11) setiap liabilitas kontinjensi yang diakui pada
Nilai Wajar:
(a) uraian mengenai karakteristik
kewajiban dan perkiraan saat arus Si
keluar sumber daya ekonomi terjadi,
(b) indikasi ketidakpastian saat atau
jumlah arus keluar tersebut. Dalam “
hal diperlukan, Perusahaan harus
mengungkapkan asumsi utama yang
mendasari prakiraan peristiwa masa
depan, dan
(c) jumlah estimasi penggantian yang
akan diterima dengan menyebutkan v
jumlah Aset yang telah diakui untuk
estimasi penggantian tersebut,
(12) dalam hal liabilitas kontinjensi tidak diakui
karena Nilai Wajarnya tidak dapat diukur
secara andal, maka pihak pengakuisisi
mengungkapkan:
ta) informasi sebagaimana dimaksud Y
dalam angka 33 huruf b) angka (4)
terkait perikatan dan kontijensi: dan
(b) alasan Liabilitas tidak dapat diukur “
secara andal,
(13) dalam hal pembetian dengan diskon:
la) jumlah keuntungan yang diakui dan “
pos dalam laporan laba rugi
komprehensif dimana keuntungan
tersebut diakui, dan
(b) penjelasan tentang alasan transaksi Ki

56

1

Page 57 OCR 0.915
tersebut menghasiikan keuntungan,
(14)setiap kombinasi bisnis dimana pihak
pengakuisisi memiliki kurang dari 1004
(seratus perseratus) dari kepentingan ekuitas
pihak yang diakuisisi pada tanggal akuisisi:

(a) jumlah dari kepentingan
nonpengendaii pada pihak yang
diakuisisi, yang diakui pada tanggal
akuisisi dan dasar pengukurannya,
dan

(b) teknik penilaian dan input model
utama yang digunakan dalam
penentuan nilai tersebut, untuk setiap
kepentingan nonpengendali pada
pihak yang diakuisisi yang diukur
pada Nilai Wajar.

(15) dalam hal suatu kombinasi bisnis yang
dilakukan secara bertahap:
la) Nilai Wajar pada tanggal akuisisi

atas kepentingan ekuitas pihak yang
diakuisisi yang dimiliki oleh pihak
pengakuisisi segera sebelum tanggal
akuisisi, dan

(b) jumiah keuntungan atau kerugian
yang diakui sebagai hasil dari
pengukuran kembali Nilai Wajar dari
kepentingan ekuitas pada pihak yang
diakuisisi yang dimiliki oleh pihak
pengakuisisi sebelum — kombinasi
bisnis dan pos dalam laporan laba
rugi komprehensif untuk mengakui
keuntungan atau kerugian tersebut:

(16) Informasi sebagai berikut:

(a) jumlah pendapatan dan laba atau rugi
dari pihak yang diakuisisi sejak
tanggal akuisisi yang dimasukkan
dalam laporan laba rugi komprehensif
pada periode pelaporan: dan

(bp) pendapatan dan laba atau rugi dari
entitas hasil penggabungan untuk
periode pelaporan berjalan seolah-
olah tanggal akuisisi untuk semua
kombinasi bisnis yang terjadi selama
tahun berjalan telah diperhitungkan
sejak awal periode pelaporan.

b) Terhadap kombinasi bisnis yang terjadi pada
periode sekarang dan periode sebelumnya,
Perusahaan yang menjadi pihak pengakuisisi wajib
mengungkapkan informasi berikut untuk setiap
kombinasi bisnis yang material atau secara kolektif
material:

Ti dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi
bisnis belum selesai untuk Aset, Liabilitas,
kepentingan nonpengendali tertentu atau
jenis imbalan dan jumlah yang diakui dalam
laporan keuangan kombinasi bisnis
sehingga ditentukan hanya bersifat
penyisihan, maka diungkapkan:

(a) alasan akuntansi awal untuk
kombinasi bisnis beium selesai:

(b) Aset, Liabilitas, kepentingan ekuitas
atau jenis imbalan yang akuntansi
awalnya belum selesai, dan

(ce) sifat dan jumlah dai setiap
penyesuaian periode pengukuran
yang diakui selama periode

57

ET

(A

Page 58 OCR 0.887
pelaporan

(BD setiap periode pelaporan setelah tanggat
akuisisi sampai dengan Perusahaan
mendapatkan, menjual atau kehilangan hak
atas aset imbalan kontinjensi, atau sampai
dengan Perusahaan menyelesaikan
liabilitas imbalan kontinjensi atau liabilitas
tersebut dibatalkan atau lewat waktu, maka
diungkapkan:

(a) setiap perubahan dalam jumlah yang
diakui, termasuk setiap perbedaan
yang timbul selama penyelesaian:

(b) setiap perubahan dalam kisaran hasil
(tidak “didiskonto) dan alasan
perubahan tersebut: dan

(c) teknik penilaian dan input model
utama yang digunakan untuk
mengukur imbalan kontinjansi:

3 liabilitas kontinjensi yang diakui dalam
kombinasi bisnis, jika ada,

(4 rekonsiliasi atas nilai tercatat” goodwili
pada awal dan akhir periode pelaporan:

(5) jumlah dan penjelasan dari setiap
keuntungan atau kerugian yang diakui pada
periode pelaporan yang:
la) terkait dengan aset teridentifikasi

yang diperoleh atau liabilitas yang
diambil-alih dalam kombinasi bisnis
pada periode pelaporan berjalan atau
periode pelaporan sebelumnya, dan

(b) ukuran, sifat, atau kejadian relevan
yang diungkapkan untuk memahami
laporan keuangan Perusahaan hasil
penggabungan:

c) pernyataan kesesuaian dengan peraturan Bapepam
dan LK dalam pelaksanaan transaksi kombinasi
bisnis, dan

d) Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut
secara — keseluruhan, sehubungan — dengan
perolehan atas entitas anak dan unit bisnis lainnya
selama suatu periode:

1 jumlah harga yang dibayarkan:

(2) bagian dari harga yang merupakan Kas dan
Setara Kas:

(8 jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas
anak atau bisnis lainnya apabila
Pengendalian diperoleh: dan

4) jumlah aset dan liabilitas selain Kas dan
Setara Kas pada entitas anak atau bisnis
lainnya apabila Pengendalian diperoleh,
diikhtisarkan berdasarkan kategari
utamanya.

4.

26)

Segmen Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain
a) pengungkapan pada level segmen:

(1) informasi umum, yang terdiri dari:

(a) faktor-faktor yang digunakan oleh
manajemen untuk — mengidentifikasi
segmen dilaporkan: dan

(b) jenis produk dan jasa yang
menghasilkan pendapatan dari setiap
segmen dilaporkan:

(2) informasi mengenai laba atau rugi segmen,
termasuk pendapatan dan beban tertentu,
aset segmen, dan Ilabilitas segmen dari
segmen dilaporkan, serta dasar

58

Page 59 OCR 0.920
pengukurannya,

(9) rekonsiliasi dari total pendapatan segmen,
ukuran laba atau rugi segmen dilaporkan.
aset segmen, liabilitas segmen, dan unsur
segmen material lainnya terhadap jumlah
yang terkait dalam laporan keuangan
Perusahaan,

b) pengungkapan pada level entitas

(1) Informasi produk dan jasa
Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk
setiap produk dan jasa atau setiap kelompok
produk dan jasa yang serupa.

(2) Informasi wilayah geografis
(a) Pendapatan dari pelanggan ekstemal

yang diatribusikan kepada:

|. negara domisili Perusahaan, dan

Ii. semua negara asing secara total
dimana Perusahaan memperoleh
pendapatan. Dalam hal
pendapatan dari suatu negara asing
secara individual jumlahnya
material, pendapatan tersebut
diungkapkan secara terpisah,
termasuk dasar pengatribusian
pendapatannya kepada negara
tersebut secara individual.

(b) Aset tidak lancar selain instrumen
keuangan, aset pajak yang
ditangguhkan, aset imbalan pascakerja,
dan hak yang terjadi akibat kontrak
asuransi yang berlokasi di:

I. negara domisili Perusahaan, dan

Ii. semua negara asing secara total
dimana Perusahaan memiliki aset
Dalam hal aset dari suatu negara
asing secara individual jumlahnya
material, maka aset tersebut
diungkapkan secara terpisah.

(3) Informasi pelanggan utama
Dalam hai pendapatan dari transaksi dengan
pelanggan eksternai tunggal mencapai 104
(sepuluh perseratus) atau lebih dari
pendapatan konsolidasi, Perusahaan harus
mengungkapkan:
ta) fakta,

(b) total pendapatan dari setiap pelanggan:
dan

(ch identitas segmen yang melaporkan
pendapatan tersebut.

-

27)

Operasi yang Dihentikan

a) Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) uraian tentang alasan operasi dihentikan:

(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan,
atau yang mengarah kepada pelepasan
yang diharapkan, cara, dan waktu
pelepasan dari aset dan liabilitas operasi
yang dihentikan: dan

(8) pengaruh dari operasi yang dihentikan
terhadap segmen yang dilaporkan dari aset
tidak lancar atau kelompok lepasan
disajikan sesuai SAK yang bertaku.

b) Yang harus diungkapkan atas informasi terkait
dengan laba (rugi) operasi yang dihentikan, antara
lain:

(1) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan
dalam laporan laba rugi komprehensif

59

Page 60 OCR 0.896
meliputi:

(a) pendapatan, beban, dan laba atau
rugi sebelum pajak dari operasi yang
dihentikan dan — beban pajak
penghasilan yang terkait: dan

(D) laba atau rugi yang diakui dalam
pengukuran ke Nilai Wajar setelah
dikurangi biaya untuk menjual atau
pelepasan aset atau kelompok
lepasan yang terkait dengan operasi
yang dihentikan dan beban pajak
penghasilan yang terkait:

(2) arus kas neto yang dapat diatribusikan
pada aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan dari operasi yang dihentikan:
dan

(3) jumlah penghasilan dari operasi yang
dilanjutkan dan operasi yang dihentikan
yang dapat diatribusikan pada pemilik
entitas induk.

28)

Instrumen Derivatif selain Derivatif Melekat

2)

b)

9)

Perusahaan wajib mengelompokkan instrumen

derivatif sesuai dengan tujuannya, yaitu untuk

lindung nilai atau tujuan lainnya (non lindung
nilai), seperti untuk tujuan spekulasi:

Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan

instrumen derivatif wajib mengungkapkan untuk

setiap kontrak instrumen derivatif dalam
kelompok klasifikasi lindung nilai dan kelompok
non lindung nilai:

(W)hakikat dan sifat dari transaksi, berupa
transaksi berjangka dalam bentuk valuta,
bunga, komoditas atau lain-lain,

(2) pihak lawan transaksi (counterparties):

(8) tanggal jatuh tempo:

(4)nilai keseluruhan kontrak dan Nilai Wajar
pada tangga! laporan posisi keuangan:

(5) beban atau Pendapatan pada periode
pelaporan,

(S)pos Aset dan/atau Liabilitas yang diindung
nilai, dan

(7) persyaratan penting lainnya

Yang harus diungkapkan antara Jain

(1) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami
tujuan transaksi derivatif dan strategi untuk
mencapai tujuan tersebut,

(2) Kebijakan manajemen risiko untuk setiap
klasifikasi Indung — nilai, — termasuk
penjelasan mengenai Aset dan/atau
Liebilitas dan jenis transaksi yang dilindung
nilai: dan

(3) Bagi instrumen yang tidak dimaksudkan
sebagai suatu lindung nilai, disebutkan
tujuannya

29)

Nilai Wajar Instrumen Keuangan

Yang harus diungkapkan untuk setiap kelompok aset

keuangan dan liabilitas keuangan antara lain:

a)

b)

Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan Liabilitas
tersebut dengan cara yang memungkinkan untuk
dapat diperbandingkan dengan nilai tercatat dalam
laporan posisi keuangan: dan

hierarki, metode, dan asumsi signifikan yang

60

Page 61 OCR 0.902
digunakan dalam menentukan Nilai Wajar aset
keuangan dan liabilitas keuangan.

30)

Dividen
Yang harus diungkapkan antara lain:

a)

b,

9

d)

jumlah dividen dan dividen per saham yang telah
dideklarasikan dan dibayarkan sebagai distribusi
kepada pemilik pada periode pelaporan:

jumlah utang dividen untuk:

(1) periode pelaporan, dan

(2) periode sebelumnya:

jumlah dividen dan dividen per saham yang
diusulkan atau dideklarasikan setelah periode
pelaporan tetapi sebelum tanggal penyelesaian
laporan keuangan dan tidak diakui sebagai
Liabilitas kepada pemilik pada akhir periode
pelaporan, dan

jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui

-

3)

Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus diungkapkan antara lain:

a) jumlah agregat dari liat

las kontinjensi dengan
jumlah liabilitas kontinjensi lainnya secara
terpisah,

b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait

dengan bagian partisipasinya dalam Ventura
Bersama secara terpisah dari komitmen lainnya:

C) daftar dan penjelasan bagian partisipasi dalam

Ventura Bersama yang signifikan dan bagian
partisipasi kepemilikan dalam pengendalian
bersama entitas: dan

d) dalam hal Ventura Bersama diakui dalam

pengendalian bersama entitas, agar

ditambahkan pengungkapan tambahan tentang:

(l)metode yang digunakan untuk mengakui
bagian partisipasinya: dan

(2)jumlah agregat setiap aset lancar, aset tidak
lancar, liabiltas jangka pendek, liabilitas
jangka panjang, penghasilan dan beban
yang terkait dengan bagian partisipasinya
dalam Ventura Bersama.

33)

Perikatan dan Kontinjensi

3)

Perikatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perikatan yang meliputi
(a) perjanjian sewa, keagenan dan
distribusi, bantuan manajemen dan
teknis, royalti, dan lisensi, diungkapkan:
i pihak-pihak yang terkait dalam
perjanjian:
Hi. periode berlakunya perikatan:
li. — dasar penentuan kompensasi dan
denda,
iv jumlah beban atau pendapatan
pada periode pelaporan: dan
v. pembatasan-pembatasan lainnya:
(b) kontrak — atau — perjanjian yang
memerlukan penggunaan dana di masa
yang akan datang, seperti:
pembangunan pabrik, perjanjian
pembelian, ikatan untuk investasi,
diungkapkan:

&

61

A.A

Page 62 OCR 0.882
i. pihak-pihak yang terkait dalam
perjanjian,

ii. periode berlakunya perikatan.

iii. nilai keseluruhan, mata uang, dan
bagian yang telah direalisasi, dan

iv, sanksi-sanksi,

(2) pemberian jaminan atau garansi,
diungkapkan:
ta) pihak-pihak yang dijamin dan yang

menerima jaminan, yang dipisahkan
antara pihak beretasi dan pihak ketiga
untuk pihak yang dijamin.

(o)  tatar belakang dikeluarkannya jaminan:

(c) periode berlakunya jaminan: dan

(d) nilai jaminan:

(3) fasilitas kredit yang belum digunakan,
misalnya fasilitas LC, cerukan bank: dan

(4) uraian mengenai sifat, jenis, jumlah dan
batasan-batasannya.

b) Kontinjensi

Yang harus diungkapkan antara lain .

(1) perkara atau sengketa hukum,
diungkapkan:
fa) pihak-pihak yang terkait,

(b) jumlah yang diperkarakan.

(c) latar belakang, isi dan status
perkaradan pendapat hukum (legal
opinion): dan

(d) dampak keuangan,

(2) Peraturan Pemerintah yang berdampak
terhadap Perusahaan, misalnya masalah
lingkungan hidup, diungkapkan uraian singkat
tentang peraturan dan estimasi dampak
keuangannya:

(3) kemungkinan liabilitas pajak tambahan:

(a) jenis ketetapan atau tagihan pajak,
jenis pajak, tahun pajak serta jumlah
pokok dan denda atau bunganya: dan

(b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan
atau tagihan pajak (keberatan atau
banding):

(4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang
diungkapkan antara lain:

(a) karakteristik aset atau liabilitas
kontinjensi:

(b) estimasi dari dampak keuangannya:

(c) indikasi tentang ketidakpastian yang
terkait dengan jumlah atau waktu arus
keluar sumber daya: dan

(d) kemungkinan penggantian oleh pihak
ketiga.

Pn

na

-

a.n

34)

Khusus Industri Perkebunan

Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma

Yang harus diungkapkan antara lain:

a) Isi perjanjian kerjasama IFVPlasma:

b)  Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama:

C) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan:

d) Hak dan liabilitas dari masing-masing pihak dalam
kerjasama:

Pa NN

62

Page 63 OCR 0.916
@) Ketentuan tentang perbahan perjanjian kerjasama,
dan

?) Isi perubahan perjanjian, jika ada.

35)

Manajemen Risiko Keuangan
a) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang
memungkinkan para pengguna laporan keuangan
untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko yang timbul
dar instrumen keuangan, serta kebijakan dalam
pengelolaan risiko, termasuk, namun tidak terbatas
pada risiko sebagai berikut:
(1) risiko kredit, antara lain ikhtisar analisis umur
aset keuangan yang belum jatuh tempo atau
tidak mengalami penurunan nilai dan yang
lewat jatuh tempo pada akhir periode
pelaporan tetapi tidak mengalami penurunan
nilai:
(2) risiko likuiditas, antara lain:
la) analisis jatuh tempo untuk Jiabilitas
keuangan derivatif dan nonderivatif
yang menunjukkan sisa jatuh tempo
kontraktual yang bertujuan untuk
pemahaman terhadap periode arus kas:
dan

(b) deskripsi mengenai cara Perusahaan
mengelola risiko likuiditas:

(3) risiko pasar, antara Isin analisis sensitivitas
untuk setiap jenis risiko pasar dimana entitas
terdampak pada akhir periode pelaporan,
yang menunjukkan dampak perubahan pada
variabel risiko yang relevan pada tanggal
tersebut terhadap aba rugi dan ekuitas: dan

(A) risiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan.

Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam

huruf a) terdiri dari pengungkapan kualitatif dan

pengungkapan kuantitatif untuk setiap jenis risiko
yang timbul dari instrumen keuangan.

b

36)

Khusus Industri Perbankan
a) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adeguacy
Ratio)
Yang harus diungkapkan antara lain
(1) Rincian perhitungan dan jumlah rasio
kecukupan modal pada tanggal laporan posisi
keuangan,
(2) Posisi CAR minimum berdasarkan peraturan Bank
Indonesia, dan
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan
CAR.

b) Posisi Devisa Neto

Yang harus diungkapkan antara lain:

(1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto
menurut jenis mata uang pada tangga!
laporan posisi keuangan:

(2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan
peraturan Bank Indonesia,

(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan
posisi devisa neto.

C) Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas Pembayaran

Bank Umum

Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum

yang melandasi jaminan atas dana pihak keliga di

bank.

d) Aktivitas Fiduciary
Yang harus diungkapkan antara lain uraian masing-

“

“

63

F1

“

Page 64 OCR 0.912
masing aktivitas fiduciaryyang meliputi jasa
kustodian, wali amanat, pengelolaan investasi dan
reksadana.

37)

Kuasi-Reorganisasi

Yang harus diungkapkan antara lain uraian mengenai

kegiatan kuasi-reorganisasi yang meliputi:

a) Jumlah saldo negatif yang dieliminasi dalam
laporan posisi keuangan dan jumlah tersebut
disajikan selama tiga tahun berurutan sejak kuasi-
reorganisasi.

b) Status going concern perusahaan dan rencana
manajemen dan pemegang saham setelah kuasi-
reorganisasi yang menggambarkan prospek usaha
di masa mendatang,

c) Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada
saat dan sesudah kuasi-reorganisasi.

d) Rincian dari jumlah yang membentuk akun selisih
penilaian Aset dan liabilitas sebelum digunakan
untuk mengeliminasi defisit, dan

e) Keterangan tentang tanggal terjadin kuasi-
reorganisasi pada akun saldo laba dalam laporan
posisi keuangan untuk jangka waktu 10 tahun ke
depan sejak kuasi-reorganisasi.

38)

Pengelolaan Modal

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) informasi kualitatif tentang tujuan, kebijakan, dan
proses Perusahaan dalam mengelola
permodalannya, termasuk:

(9) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai
modal,

(2) sifat persyaratan dan implementasinya dalam
hal Perusahaan diharuskan untuk memenuhi
persyaratan permodalan yang disyaratkan olah
pihak eksternal, dan

(3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam
mengelola permodalannya:

b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang
dikelola sebagai modal:

6) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari
periode sebelumnya:

d) pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap
persyaratan permodalan dari pihak ekstemal (jika
ada). dan

@) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan
permodaian dari pihak eksternal, apabila terjadi
ketidakpatuhan.

39)

Transaksi Nonkas

Yang harus diungkapkan antara lain :

Transaksi pada aktivitas investasi dan pendanaan yang
tidak memerlukan penggunaan Kas dan Setara Kas
yang tidak termasuk dalam laporan arus kas.

Transaksi tersebut antara lain berupa perolehan Aset
secara kredit atau sewa pembiayaan, akuisisi melalui
penerbitan saham, dan konversi utang menjadi modal.

40)

Pembayaran Berbasis Saham

Yang harus diungkapkan antara lain :

a) rincian jumlah — Liabilitas atas pembayaran
berbasis saham baik untuk jangka pendek
ataupun jangka panjang:

64

———

Page 65 OCR 0.886
b)

penjelasan mengenai setiap jenis perjanjian
pembayaran berbasis saham yang ada pada
suatu periode, termasuk syarat dan ketentuan
umum setiap perjanjian, seperti kondisi vesting,
jangka waktu maksimum atas opsi yang
diberikan, dan metode penyelesaian:

Cc) jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi “
Opsi saham untuk setiap kelompok opsi saham:
d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama v
periode, rata-rata tertimbang harga saham pada
tanggal eksekusi atau selama periode pelaporan,
8) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang “
sisa umur kontrak untuk opsi saham yang beredar
pada akhir periode:
HN penentuan Nilai Wajar dengan mengungkapkan “
paling kurang hal-hal sebagai berikut:
(1) opsi yang diberikan selama suatu periode,
rata-rata tertimbang Nilai Wajar opsi
tersebut pada tanggal pengukuran dan
informasi tentang bagaimana Nilai Wajar
tersebut diukur, dan
(2) jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar
instrumen ekuitas tersebut pada tanggal
pengukuran, dan informasi tentang
pengukuran Nilai Wajar tersebut untuk
instrumen ekuitas lain yang diberikan
selama suatu periode (yaitu selain opsi
saham),
9) dampak transaksi pembayaran berbasis saham “v
terhadap laba rugi Perusahaan dalam suatu
periode dan terhadap posisi keuangannya.
41) | Khusus Industri Asuransi:
a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat KI
Solvabilitas
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Analisis Kekayaan:
(2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas:
(3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi:
(4) Tingkat solvabilitas yang dicapai perusahaan
per tanggal pelaporan: dan
(5) Jumlah investasi yang diperkenankan dalam
perhitungan solvabilitas.
42) | Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi
Syariah
Hal-hal yang harus diungkapkan:
a) jin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi X
Syariah:
b) Jenis Akad Asuransi Syariah: “
c) Rincian Aset, Liabilitas, Pendapatan, Beban, dan “
Laba Usaha Unit Asuransi Syariah: dan
d) Zakat. “
43) | Informasi Penting Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah
dan dampak dari:
a) Kontrak reasuransi: v
b) Perjanjian penting dan ikatan lainnya: Pi
GC) Rasio keuangan penting: J
d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting: dan v
e) Peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi Pi
kinerja atau kelangsungan hidup perusahaan
44) | Khusus Industri Kehutanan :
a) Rincian volume penjualan kayu bulat (jenis kayu): Pi
b) Pemenuhan liabiltas terhadap negara seperti DR, v

IHH, BPPHH, IHPH dan iuran wajib lainnya,

65

AA

Page 66 OCR 0.906
ku)

9)

8

Realisasi kegiatan dan biaya yang berhubungan

dengan pelaksanaan penanaman kembali hutan

alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan hutan,

penanaman tanah kosong dan usaha lainnya untuk

kelestarian alam):

Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan

Bina desa hutan dan biayanya,

Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan

penanaman pada periode berjalan dan

akumulasinya, dan

Sehubungan dengan pembangunan sarana dan

prasarana :

(1) Realisasi pembangunan jalan dan jembatan
serta pemeliharaannya, dan

(2) Jenis jalan yang dibangun pada periode
berjalan dan akumulasinya.

Pa

45)

Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Yang harus diungkapkan antara lain:

a)

b)

dalam hal Perusahaan menerima informasi

setelah periode pelaporan tentang kondisi yang

ada pada akhir periode pelaporan, maka

Perusahaan  memutakhirkan pengungkapan

kondisi tersebut sesuai dengan informasi terkini,

dan

contoh peristiwa setelah periode pelaporan yang

mensyaratkan entitas untuk menyesuaikan jumlah

yang diakui dalam taporan keuangannya, atau

untuk mengakui peristiwa yang sebelumnya tidak

diakui:

dalam hal terdapat peristiwa nonpenyesuai yang

material setelah periode pelaporan, maka

Perusahaan mengungkapkan uraian peristiwa,

misalnya:

(1) tanggal terjadinya,

(2) sifat peristiwa: dan

(8) estimasi atas dampak keuangan, atau
pernyataan dan alasan bahwa estimasi
tersebut tidak dapat dibuat.

46)

Perkembangan — Terakhir Standar — Akuntansi
Keuangan dan Peraturan yang Terkait dengan
Aktivitas Perusahaan

Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK
dan/atau peraturan yang terkait dengan aktivitas
Perusahaan, yang telah diterbilkan tetapi belum efektif
berlaku, Yang harus diungkapkan antara lain:

aa)
b)

e)

9)

judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut:

sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif
atau perubahan kebijakan akuntansi:

tanggal penerapan SAK dan peraturan baru
tersebut disyaratkan: dan

pembahasan mengenai dampak penerapan awal
SAK dan peraturan baru atas laporan keuangan
atau pernyataan manajemen bahwa dampak
tersebut tidak dapat diketahui atau diestimasi
secara wajar.

“

47)

Rekiasifikasi

2

Dalam hai Perusahaan mengubah penyajian atau

pengklasifikasian pos-pos dalam laporan

keuangan, maka Perusahaan harus

mengungkapkan antara lain:

(1) sifat reklasifikasi,

(2)jumlah masing-masing pos atau gabungan
beberapa pos yang direklasifikasi, dan

56

GA

Page 67 OCR 0.920
(3) alasan reklasifikasi.

b) Dalam ha! reklasifikasi jumiah komparatif tidak
praktis untuk dilakukan, maka Perusahaan harus
mengungkapkan:

(1) alasan tidak merekiasifikasi jumlah tersebut:
dan

(2)sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika
jumlah tersebut direklasifikasi.

48) | Hibah Pemerintah

Setiap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan

harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut:

a) sifatdanluas Hibah Pemerintah yang diakui dalam
laporan keuangan dan indikasi bentuk lain dari
bantuan pemerintah: dan

b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain
yang melekat atas bantuan pemerintah yang telah
diakui

49) | Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi

di Negara Lain

a) Ketentuan ini berlaku bagi Perusahaan yang
menyusun laporan keuangan dengan
menggunakan standar akuntansi selain SAK
untuk memenuhi persyaratan otoritas pasar
modal di negara lain atau dalam rangka
penawaran Efek di negara lain.

b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(L)ringkasan perbedaan SAK dengan standar

akuntansi di negara lain:

(2)rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk
laporan — posisi — keuangan — beserta
penjelasannya, dan

(3)rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk
laporan laba rugi komprehensif beserta
penjelasannya.

c) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan oleh
otoritas pasar modal di negara lain untuk
melakukan pengungkapan tambahan mengikuti
ketentuan yang berlaku di negara tersebut, maka
pengungkapan tersebut wajib ditambahkan dalam
laporan keuangan.

50) | Informasi Penting Lainnya

Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah
dan dampak dari peristiwa atau keadaan tertentu yang
mempengaruhi — kinerja — perusahaan, — seperti
peristiwa/keadaan yang mempengaruhi kelangsungan
hidup perusahaan.

Jakarta, 26 Juni 2025

Rizal F Bamahry Khaerudin!
Direktur Utama Direktur

67

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.2 MB
Published30 Jun 2025
Pages67
Characters147,604
Text sourceOCR
OCR confidence0.898

Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

unresolved org Capitalinc Invesment Tbk p.1 ×2
unresolved org Nama Kantor Akuntan Heliantono Heliantono Publik & Rekan p.1
unresolved org Bapepam-LK p.2 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.4 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.8 ×13
unresolved org Bank Lain. Penempatan p.8
unresolved org Bank Lain Si p.15
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.44
unresolved org Bapepam p.58 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result