Back to announcement
20250630_INDR_Informasi Transaksi Afiliasi_31909787_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review INDRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 42
Page 1
Page 2 OCR 0.911
MV KJPP MUNIR, WISNU, HERU & REKAN Property & Business Valuation, Consultant & Advisory Services No Izin: 2.15.0129 KMK: 479/KM.1/2015 Wilayah Kerja Negara Republik Indonesia Jakarta, 30 Juni 2025 NO. LAP : 00176/2.0129-00/BS/10/0062/1/V1/2025 Kepada Yth, Direksi PT. Indo-Rama Synthetics Tbk Graha Irama Lt 17 JIHR Rasuna Said Blok X-1 Kav 1-2 Jakarta Selatan 12950 Perihal : Laporan penilaian 100 saham PT. Unggul Jaya Indonesia Dengan hormat, Memenuhi permintaan penugasan dari PT. Indo-Rama Synthetics Tbk (“Indorama”) sebagaimana tercantum dalam proposal kami No: 114/PP-B/MWH-00/HM/V/25, tertanggal 20 Mei 2025, maka kami telah melakukan penilaian 10074 saham PT. Unggul Jaya Indonesia (“UJI”), untuk tujuan Jual Beli, dengan dasar Nilai Pasar. Berdasarkan hasil kajian kami atas informasi/data-data yang kami peroleh, maka opini nilai per tanggal 31 Maret 2025 untuk Nilai Pasar (Market Value) 100Yo saham UJI berdasarkan Pendekatan Aset (Asset Approach) metode Penyesuaian Aktiva Bersih (Adjusted Net Asset Method) adalah: Rp230.307.000,- (dua ratus tiga puluh juta tiga ratus tujuh ribu rupiah). Laporan ini merupakan laporan lengkap, terdiri dari beberapa bagian yang tidak dapat dipisahkan dan hanya digunakan sesuai tujuan yang telah disebutkan dalam laporan penilaian ini. Demikian kami sampaikan atas perhatiannya diucapkan terimakasih. Hormat kami AP KUPP MUNI WISNU, HERU & REKAN Managing Partner Izin Penilai Publik : No. PB - 1.08.00062 OJK : STTD.PPB-03/PJ-1/PM.2/2023 Anggota MAPPI : No. 88 - S - 00132 Klasifikasi Bidang Jasa: Properti & Bisnis Kantor Pusat : Gedung Lina Lt.03 R.307 JI.HR. Rasuna Said Kav.B-7 Kuningan Jakarta Selatan 12920, T: 462 21 5204352, 462 21 5204353, F : 462 21 5204353, E : kantor. mwh@kjppmwh.com, kipp.mwh@yahoo.com, W : www.kjppmwh.com Kantor Cabang Semarang : Jl. Pamularsih Barat VII No, 4 Semarang Provinsi Jawa Tengah, Telp Hotline. 0812-2551-6633, E : mwh.semarang@gmail.com Kantor Cabang Surabaya : Jl. Taman Jambangan Indah No. 28, Surabaya 60232, Telp. (031) 82517157, E : kippmwhsby@gmail.com
Page 3 OCR 0.948
AV PERNYATAAN PENILAI KJPP Munir Wisnu Heru dan Rekan dengan ini menyatakan bahwa : 1: 1. 12. 13. 14. 15. 16. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam Laporan Penilaian ini adalah benar sesuai dengan pemahaman terbaik dari Penilai, Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap obyek-obyek yang dinilai:. Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilai Indonesia (SPI) Edisi VII-2018, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh asosiasi penilai yang diakui oleh Pemerintah, Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha yang dinilai, Dalam melakukan penilaian ini kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk bertindak secara obyektif dan independen serta tidak terafiliasi dengan perseroan ataupun pihak-pihak lain yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut, Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian usaha ini: Penugasan penilaian professional telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada tanggal penilaian (Cut Off Date), Analisis telah dilakukan untuk tujuan penilaian yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian: Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Telah dilakukan inspeksi terhadap obyek penilaian: Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai kesimpulan nilai, Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan: Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas, Keseluruhan data dan informasi yang diungkapkan dalam laporan dapat dipertanggungjawabkan: Besaran imbalan jasa penilai tidak tergantung pada hasil penilaian. Selanjutnya KJPP Munir Wisnu Heru dan Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam penugasan Penilaian ini adalah Penilai professional yang kompeten dan memiliki keahlian penilaian yang baik. Penanggung jawab/Penilai Hasan Munir, MBA., MAPPI (Cert) Izin Penilai Publik No. PB - 1.08.00062 OJK: STTD.PPB-03/PJ-1/PM.02/2023 Anggota MAPPI No. 88 - S — 00132 Klasifikasi Bidang Jasa : Properti & Bisnis Guality Control Ir. Heru Hendra Martono Izin Penilai Publik NO : P-1.13.00365 Anggota MAPPI No : 89-S-00143 , Surveyor Redian Ferdo,MBA Anggota MAPPI No : 14-P-05380 Izin RMK : 2017-00987
Page 4 OCR 0.892
AW RINGKASAN EKSEKUTIF Pemberi Tugas Nama Perusahaan yang dinilai Bidang Usaha Persentase saham yang dinilai Tujuan Penilaian Dasar Nilai Tanggal Penilaian (Cut OFF Date) Pendekatan Metodologi Nilai Pasar saham 100Y6 Jumlah lembar saham Nilai Pasar/lembar saham Nilai buku 1006 Nilai buku/lembar sahanm Price to Book Value (PBV) : PT. Indo-Rama Synthetics Tbk : PT. Unggul Jaya Indonesia (Non-Tbk) : Konsultan Manajemen Lainnya, Perusahaan Holding 110076 : Jual Beli : Nilai Pasar : 81 Maret 2025 : Aset (Asset Approach) : Penyesuaian Aktiva Bersih (Adjusted Net Asset Method) : Rp230.307.000,- :16.775 : Rp13.729,- : Rp16.369.362.000,- : Rp975.819,- 10,014 X Pengalokasian Harga Pembelian (Purchase Price Allocation) Pengalokasian Harga Pembelian (Purchase Price Allocation) dalam ribuan rupiah Rpribuan Rpribuan Pembelian 100Yc saham UJ 230.307 “280.307 ASET Nilai wajar aset lancar 185.723 Nilai wajar investasi 73.098.422 “73.284 145 LIABILITAS Utangpihak ketiga 3.000.000 Utangpihak berelasi 69.900.000 Utang pajak 300 “72.900.300 Nilai Aset 10096 383.845 Keuntungan atas pembelian 100Y6 iii
Page 5 OCR 0.932
AW
14
12
1.3
14
PENDAHULUAN
PT Unggul Jaya Indonesia ("UJI") didirikan berdasarkan akta Vidi Andito, SH. Notaris di
Jakarta Selatan bisnis utama perusahaan adalah sebagai perusahaan induk investasi.
Sehubungan dengan rencana pembelian 10076 saham UJI oleh PT. Indo-Rama Synthetics
(“Indorama”) Tbk diperlukan indikasi nilai pasar atas saham tersebut, maka Indorama
berdasarkan proposal No. 114/PP-BS/MWH-00/HM/V/2025 tertanggal 20 Mei 2025 telah
menugaskan KJPP Munir, Wisnu, Heru & Rekan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik yang
telah memperoleh Izin Usaha dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 2.15.0129
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 479/KM.1/2015 tanggal 3 Juni 2015,
NPWP No. 72.848.905.5-011.000 dan juga sebagai profesi penunjang pasar modal
berdasarkan Surat OJK No. S-564/PM.223/2015 tanggal 7 Juli 2015.
Identifikasi Status Penilai
KJPP Munir, Wisnu, Heru & Rekan sebagai konsultan penilai berdasarkan Izin Usaha Kantor
Jasa Penilai Publik dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 2.15.0129 sesuai KMK
479IKM.1/2015 tanggal 3 Juni 2015, NPWP No. 72.848.905.5-011.000 yang berdomisili di
Jakarta Selatan, Gedung Lina Lantai 3. R.307 Jl. HR. Rasuna Said Kav B.7 Kuningan,
Telepon 021-5204352, Fax 021-5204353, dalam hal ini diwakili oleh:
Nama : Hasan Munir H, MBA., MAPPI (Cert)
Izin Penilai : PB-1.008.00062
STTD OJK : STTD.PPB-03/PJ-1/PM.2/2023
Kualifikasi : Properti dan Bisnis
Jabatan : Pemimpin Rekan
Alamat 1 Gedung Lina, Lt 3 R 307
Jl. HR. Rasuna Said Kav B-7, Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Email ! kantor mwh@kippmwh.com
Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian atas objek dimaksud, tidak memiliki
benturan kepentingan dengan pemberi tugas dan atau objek penilaian, objektif dan tidak
memihak dalam memberikan opini penilaian.
Identifikasi Pemberi Tugas Sekaligus Pengguna Laporan
Nama : PT. Indo-Rama Synthetics Tbk
Alamat : Graha Irama Lt.17
Jl. H.R Rasuna Said Blok X-1 Kav 1-2
Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan
Identifikasi Objek Penilaian dan Kepemilikan
100Ys saham PT. Unggul Jaya Indonesia yang dimiliki oleh PT. Indorama Investments
Indonesia.
Jenis Mata Uang Yang Digunakan
Mata uang yang digunakan dalam penilaian ini adalah Mata Uang Negara Republik Indonesia
Rupiah (Rp).
Page 6 OCR 0.943
AA 15 1.6 17 18 1.9 Maksud dan Tujuan Penilaian Maksud dari penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan pendapat independen dalam menentukan nilai pasar 100Ys saham UJI dengan tujuan jual beli. Dasar Nilai Sesuai dengan maksud dan tujuan sebagaimana tersebut di atas, maka dasar penilaian yang digunakan adalah Nilai Pasar. Tanggal Penilaian Penilaian dilakukan pada tanggal 31 Maret 2025 sesuai dengan tanggal laporan keuangan UJI periode yang berakhir 31 Maret 2025. Pengumpulan data dalam rangka penilaian saham UJI dilakukan pada periode 26 Mei — 25 Juni 2025. Tingkat Kedalaman Investigasi Dalam melakukan penugasan, tidak ada pembatasan dalam pelaksanaan inspeksi, penelaahan, verifikasi, penghitungan dan analisis. MWH telah melakukan wawancara dengan manajemen UJI. Sifat dan Sumber Informasi yang dapat diandalkan Inspeksi terhadap penilaian telah dilakukan termasuk melakukan wawancara dengan Manajemen untuk kelengkapan data dan informasi. Hasil pemeriksaan Dokumen Hukum yang relevan dan dokumen yang diperoleh serta informasi keuangan. Kami menerima copy dokumen-dokumen hukum milik perusahaan obyek penilaian, namun kami tidak melakukan pengecekan keabsahan dari dokumen hukum tersebut. “Akta No. 09 tertanggal 22 Juni 2015 dibuat oleh Vidi Andito, S.H. di Jakarta, tentang pendirian perseroan, akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-2445758.AH.01.01. Tahun 2015 tanggal 29 Juni 2015. » Akta No. 05 tertanggal 18 Maret 2024 dibuat oleh Sari Jacob, SH, M.Kn. Notaris di Jakarta tentang perubahan anggaran dasar Perseroan akta tersebut telah dicatat didalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0029562.AH.01.02 tanggal 18 Mei 2024. "Akta No. 01 tertanggal 03 Desember 2024 dibuat oleh Sari Jacob, SH, M.Kn. Notaris di Jakarta tentang perubahan anggaran dasar Perseroan akta tersebut telah mendapata persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- 000693.AH.01.02 Tahun 2025 tertanggal 5 Februari 2025 «Laporan Keuangan per tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material, dengan nomor laporan 00005/2.0946/AU.1/10/1203-4/1/1/2022 tanggal 17 Januari 2022. » Laporan Keuangan per tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material, dengan nomor laporan 00005/3.0445/AU.1/10/1799-1/1/1/2023 tanggal 18 Januari 2023. « Laporan Keuangan per tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material, dengan nomor laporan 00004/3.0408/AU.1/10/1889-1/1/11/2024 tanggal 18 Januari 2024.
Page 7 OCR 0.958
AV Laporan Keuangan per tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material, dengan nomor laporan 00022/2.0946/AU.1/10/1935-1/1/1/2025 tanggal 10 Februari 2025. Laporan Keuangan per tanggal 31 Maret 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Publik Jojo Sunarjo & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material, dengan nomor laporan 00271/2.0946/AU.1/10/1883-1/1/VI/2025 tanggal 23 Juni 2025. Laporan Sumberdaya dan Cadangan milik PT. Tigadaya Minergy No. SNI 5015:2019 & KCMI 2027 tertanggal 15 Juni 2025. Business plan yang dipersiapkan oleh manajemen dan telah direviu. Tinjauan terhadap kondisi fundamental perusahaan, yang menyangkut sejarah singkat perusahaan, struktur modal dan susunan pengurus, struktur organisasi, informasi jumlah karyawan, deskripsi bidang usaha dan produk/jasa yang dihasilkan. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan. Hasil wawancara dengan pihak manajemen UJI tentang berbagai hal yang berkaitan dengan operasional perusahaan. Asumsi dan asumsi khusus Opini nilai dalam laporan ini dibentuk berdasarkan informasi yang kami peroleh dari manajemen perusahaan dan informasi lain di luar perusahaan, yang kami asumsikan benar dan cukup memadai. Kami telah menggunakan informasi keuangan UJI terutama dari Laporan Keuangan yang telah diaudit (audited) untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, 2022, 2023, 2024 dan 31 Maret 2025. Kami telah menggunakan Pernytaan Estimasi Sumberdaya dan Cadangan Komoditas Batubata Blok H1, yang diterbitkan oleh PT. Citrakansa Emeralindo dengan No. Report SNI 515 : 2019 & KCMI 2027, tertanggal 15 Juni 2025. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum obyek penilaian dari pemberi tugas, namun kami tidak melakukan penyelidikan atas keabsahan surat-surat dan atas legalitas obyek penilaian serta kami tidak bertanggung jawab atas hal-hal yang menyangkut hukum, selain itu kami tidak mengemukakan pendapat mengenai kepemilikan dari obyek penilaian yang kami nilai. Saham yang kami nilai ini tidak mempunyai masalah hukum dan bahwa hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan (Marketable). Proyeksi keuangan yang kami gunakan sebagai dasar penilaian adalah yang kami terima dan reviu, telah mencerminkan kewajaran proyeksi dengan kemampuan pencapaian (fiduciary duty). Kami juga berasumsi bahwa perusahaan akan mengoperasikan usahanya dengan berhati-hati sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen yang baik. Kami juga tidak memprediksi akan perubahan ekonomi yang signifikan sehingga dapat mempengaruhi perusahaan, baik pasar maupun industri yang tidak terduga. Kami juga meyakini bahwa tidak ada informasi yang ditutup-tutupi sehingga mempunyai potensi yang dapat membebani perusahaan secara signifikan di masa yang akan datang yang dapat mempengaruhi nilai.
Page 8 OCR 0.950
AV 112 114 » Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian, data dan informasi yang diperoleh berasal dari manajemen UJI maupun dari sumber lain yang dapat dipercaya. Persyaratan atas persetujuan untuk publikasi Laporan penilaian ini hanya digunakan untuk Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan sesuai dengan tujuan sebagaimana disebutkan dalam laporan penilaian ini. Siapapun yang mendapat laporan ini, atau tembusan dari padanya, tidak ada hak untuk mengumumkan di media cetak/media elektronik atau mempergunakannya untuk keperluan apa-pun tanpa persetujuan tertulis KJPP Munir Wisnu Heru & Rekan dan atau Klien. Persetujuan ini-pun hanya diberikan dengan syarat-syarat yang layak. Penggunaan Standar Penilaian Laporan Penilaian ini berpedoman pada Kode Etik Penilaian Indonesia (KEPI) & Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII — 2018 dan Edisi Revisi 1 September 2020. Premis Nilai Perusahaan dinilai sedang dalam keadaan beroperasi secara komersial namun bukan untuk likuidasi tetap (going concern) dan dimana perusahaan akan berjalan terus meskipun terjadi pergantian pada pemilik atau manajemen dan merupakan perusahaan tertutup. Pelaporan Laporan disampaikan dalam Bahasa Indonesia dan dalam mata uang Republik Indonesia Rupiah (Rp). Kondisi/Batasan Hasil penilaian ini dibatasi oleh kondisi-kondisi sebagai berikut: Y Laporan keuangan yang kami sajikan dalam laporan ini termasuk penyesuaian normalisasi semata-mata untuk pembentukan nilai dari saham UJI sebagaimana disebutkan pada tujuan dari laporan ini, sehingga tidak dapat dipergunakan untuk tujuan lain. “ Kondisi-kondisi tidak wajar apabila ada, yang tersembunyi pada Laporan Keuangan perusahaan atau pada data/informasi lain yang diberikan manajemen, yang dapat membawa efek negatif terhadap nilai, tidak menjadi tanggung jawab kami karena merupakan bagian pekerjaan ahli lainnya. Y Laporan ini hanya dapat dipergunakan secara keseluruhan dan untuk keperluan sebagaimana telah dipersiapkan. Y Laporan Penilaian ini seluruh atau sebagian tidak untuk dipublikasikan, juga tidak boleh digunakan untuk tujuan apa pun oleh siapa pun selain yang telah disebutkan diatas, kecuali mendapat ijin terlebih dahulu dari klien atau kami. Dalam melakukan penilaian ini kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk bertindak secara objektif dan independen serta tidak terafiliasi dengan klien ataupun pihak-pihak lain yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut. “ Laporan Penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian kepada pihak manapun dan kami juga tidak mempunyai kepentingan atau mengambil keuntungan pribadi dalam penugasan ini. Sedangkan imbalan yang kami terima tidak dipengaruhi oleh nilai yang kami tetapkan tetapi berdasarkan Man Days dan Billing Rate sebagaimana dalam surat No. 114/PP-BS/MWH-00/HM/V/25, tanggal 20 Mei 2025.
Page 9 OCR 0.956
AA Semua tuntutan hukum, gugatan dan atau sengketa serta ikatan, jika ada, telah diabaikan dan obyek penilaian telah dinilai sebagai pemilikan yang bebas dan jelas pemiliknya yang bertanggung jawab. Kami karena penilaian ini, tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir didepan pengadilan atau pejabat pemerintah mengenai penilaian ini, terkecuali jika telah diadakan persetujuan sebelumnya. Kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian operasional dimasa yang akan datang. Penilaian atas perusahaan tertutup adalah berdasarkan ketelitian dan ilmu pengetahuan. Bagaimanapun kami telah melakukan penilaian tersebut berdasarkan konseptual dengan metode dan prosedur penilaian yang umum dilakukan untuk menentukan perkiraan nilai pasar dalam laporan ini. Kami berhak (namun tidak berkewajiban) merevisi dan memperbaiki semua perhitungan dalam laporan ini, jika kami anggap perlu, untuk merevisi laporan kami bila sesudah penyelesaian laporan ini kami menerima data yang tidak kami ketahui sebelumnya. Kejadian Penting Setelah Tanggal penilaian Tidak ada kejadian penting setelah tanggal penilaian Definisi dan Istilah Arus Kas Bersih (Net Cash Flow) Sejumlah kas yang tersisa setelah semua kebutuhan kas untuk bisnis terpenuhi selama masa operasi. Arus Kas Bersih Ekuitas (Net or Free Cash Flow to Eguity) Laba bersih setelah pajak, ditambah dengan depresiasi dan komponen bukan kas lainnya, dikurang atau ditambah perubahan modal kerja, dikurang pengeluaran modal/investasi, dikurang penurunan pokok pinjaman investasi, ditambah kenaikan pokok pinjaman investasi. Arus Kas Bersih bagi Perusahaan atau Para Pemodal (Free Cash Flow to Firm or Invested Capital) Laba bersih setelah pajak, ditambah dengan depresiasi dan komponen bukan kas lainnya, ditambah pembayaran bunga bebas pajak, dikurang atau ditambah perubahan modal kerja, dikurang pengeluaran modal/investasi (capex). Aset Operasional Aset yang digunakan dalam operasional perusahaan yang digunakan secara berkelanjutan (Peraturan Bapepam dan LK No. VIII.C.4.1.a.9) Aset Non Operasional Aset yang terpisahkan dari operasional perusahaan dan terdiri dari aset yang akan dipakai pada masa yang akan datang (Reserve Asset), Aset Surplus atau Aset Investasi (Peraturan Bapepam dan LK No. VIII.C.4.1.a.10) Asumsi Sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang mungkin dapat mempengaruhi Obyek Penilaian atau Pendekatan Penilaian dan kewajarannya telah dianalisi oleh Penilai Usaha sebagai bagian dari proses penilaian. Diskonto Arus Kas (Dicounted Cash Flow, DCF) Arus kas yang diproyeksikan didiskonto kembali ke tanggal penilaian, menghasilkan nilai kini dari aset.
Page 10 OCR 0.934
AA “ CAGR (Compounded Annual Growth Rate) Tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun " Diskon Pengendali (Discount For Lack of Control) Suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurangan dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas obyek penilaian. # Diskon Likuiditas Pasar (Discount For Lack of Marketabilites) Suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurangan dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas obyek penilaian. « Going Concern yaitu Sebuah entitas yang terus melaksanakan kegiatan operasionalnya secara berkelanjutan di masa depan tanpa adanya maksud atau kebutuhan untuk melikuidasi atau memperkecil secara material skala usaha. “ Metode Penilaian Suatu cara atau rangkaian cara atau ringkasan cara tertentu dalam melakukan penilaian. “Nilai Wajar Harga yang akan diterima dari penjualan aset atau dibayarkan untuk pengalihan liabilitas dalam transaksi yang teratur diantara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. (SPI- 102.3.17, Edisi VII-2018) “Nilai Entitas (enterprise value) adalah Nilai Ekuitas dalam bisnis ditambah nilai utang atau kewajiban utang terkait, dikurangi kas atau setara kas yang tersedia untuk memenuhi liabilitas yang ada. « Pendekatan Penilaian Suatu cara untuk memperkirakan nilai dengan menggunakan satu atau lebih metode penilaian. « Pendekatan Pendapatan (Income Approach) Memberikan indikasi nilai dengan mengkonversi arus kas masa depan menjadi satu nilai saat ini. Pada pendekatan pendapatan, nilai aset ditentukan dengan referensi kepada pendapatan arus kas atau penghematan biaya yang dihasilkan aset. " Pendekatan Pasar Memberikan indikasi nilai dengan membandingkan aset dengan aset lainnya yang identik atau sebanding dimana terdapat informasi harga. « Pendekatan Aktiva (Asset Based Approach) Pendekatan Penilaian berdasarkan laporan keuangan historis Obyek Penilaian yang telah diaudit, dengan cara menyesuaikan seluruh aset dan kewajiban menjadi Nilai Pasar Wajar sesuai dengan Premis Nilai yang digunakan dalam Penilaian ini. « Tingkat Diskonto Suatu tingkat imbal balik (return) untuk mengkonversi nilai di masa depan ke nilai sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang (time value of money) dan ketidakpastian atas terealisasinya pendapatan ekonomi. « Tanggal Penilaian (Cut Off Date) Tanggal pada saat nilai, hasil penilaian, atau perhitungan manfaat ekonomi dinyatakan. » WACC (Weigthed Average Cost of Capital) Biaya modal rata-rata tertimbang.
Page 11 OCR 0.939
ANA 21 2.2 2.3 25 2.6 PENJELASAN UMUM PERUSAHAAN Nama dan Domisili Perusahaan Nama : PT. Unggul Jaya Indonesia Alamat : Graha Irama Lt.15A Jl. H.R Rasuna Said Blok X-1 Kav 1-2 Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan Telepon 1 462 21 5261555 Bidang Usaha : Konsultan Manajemen Lainnya, Perusahaan Holding Sejarah Singkat Pendirian Perusahaan PT Unggul Jaya Indonesia (“UJI”) didirikan berdasarkan Akta Vidi Andito, S.H. di Jakarta, Akta pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-2445758.AH.01.01. Tahun 2015 tanggal 29 Juni 2015. Akta pendirian Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta Perubahan No. 01 dari Sari Jacob, S.H., M.Kn., tanggal 3 Desember 2024, mengenai penyesuaian maksud dan tujuan serta kegiatan Perusahaan, dan pengurangan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor serta perubahan klasifikasi saham. Perubahan ini telah tercatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan Surat No. AHU 0006093.AH.01.02 Tahun 2025 Tanggal 3 Februari 2025. Bidang Usaha Berdasarkan Undang-Undang Nomor 06 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB): 8120104863712 kepada: PT. Unggul Jaya Indonesia dengan bidang usaha sebagai berikut: No | No. KBLI | Nama KBLI 1 70209 Aktivitas Konsultan Manajemen Lainnya 2 64200 Aktivitas Perusahaan Holding Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No: 0733 4878 9606 3000 Pengurus Berdasarkan Akta No. 5 tertanggal 18 Maret 2024 susunan dewan komisaris dan direksi menjadi sebagai berikut: Komisaris : Mr. Pramod Kumar Jalan Direktur : Mr. Vishnu Swaroop Baldwa Permodalan Pada tanggal 31 Maret 2025, Susunan pemegang saham perusahaan adalah sebagai berikut: Tabel 2.1 Daftar Pemegang Saham Nama Pemegang Saham tumeh Na Maba Yo PT Indorama Investments Indonesia 16.774 | 16.589.486.000 | 99,994 PT Indorama Niaga Bersama 1 989.000 0,006 Jumlah 16.775 | 16.590.475.000 | 100,00
Page 12 OCR 0.953
AW 31 ANALISIS KINERJA KEUANGAN Laporan keuangan historis suatu perusahaan umumnya memberikan informasi yang paling dapat diandalkan untuk memperkirakan kinerja dimasa yang akan datang dan juga dapat membantu dalam penilaian risiko. Laporan keuangan yang telah diaudit akan lebih memberikan kepercayaan karena disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan mengandung pengungkapan dan catatan-catatan atas laporan keuangan. Analisis kinerja keuangan dilakukan atas Laporan Keuangan 5 tahun terakhir yang diperbandingkan yaitu untuk periode yang berakhir 31 Desember 2021, 2022, 2023, 2024 dan 31 Maret 2025 yang telah diaudit oleh KAP. Untuk keperluan penilaian perlu dilakukan penyesuaian atas laporan keuangan baik neraca maupun laporan laba rugi, dengan melakukan normalisasi dapat menghindari kesalahan dalam melakukan analisis yang mengakibatkan kesalahan memproyeksikan kedepan yang pada akhirnya kekurang akuratan nilai. Tujuan dari normalisasi adalah untuk menghindari distorsi (bias) dari laporan keuangan dalam mencerminkan perkiraan terbaik dari nilai ekonomis yang nyata atau kemampuan menghasilkan pendapatan nyata (true earning power) dari perusahaan yang dinilai, pada umumnya distorsi yang terjadi antara lain adanya pendapatan atau biaya yang signifikan namun jarang sekali terjadi (non recurring income and expense), transaksi yang pembayarannya lebih besar atau lebih kecil dari kondisi normal karena adanya hubungan istimewa, dan kebijakan yang tidak wajar. Setelah melakukan penelaahan atas laporan keuangan UJI, maka tidak ditemukan adanya transaksi yang jarang terjadi (non recurring income and expenses) untuk itu tidak perlu melakukan penyesuaian. Analisis Laba Rugi Horizontal dan Vertikal Tabel 3-1 Perbandingan Laba Rugi Disajikan dalam ribuan rupiah kecuali dinyatakan lain. 2021 2022 2023 2024 Maret 2025 ribuan ribuan ribuan ribuan ribuan Pendapatan Harga pokok pendapatan Laba (rugi) kotor Beban umum dan admin (17.111) (12.629) (10.709) (25.263) (18.616) Rugi operasional (17.11) (12.629) (10.709) (25.263) (18.616) Pendapatan lain-lain Pendapatan jasa giro & bunga 9 34 2 13.885 161.042 Jumlah pendapatan (beban) lain 9 34 2 13.885 161.042 Rugi sebelum pajak penghasilan (17.102) (12.595) (10.707) (11.378) 142.426 Pajak penghasilan Pajak final 2) 7) (0) (2.777) (32.208) Rugi bersih (17.104) (12.602) (10.707) (14.155) 110.217 Penghasilan komprehensif lain Jumlah rugi komprehensif (17.104) (12.602) (10.707) (14.155) 110.217
Page 13 OCR 0.865
AVVA Pendapatan selama periode analisis nihil karena perusahaan hanya sebagai Induk dari anak Perusahaan PT. Tigadaya Minergy Beban usaha, selama periode analisis nihil. Beban umum dan admin pada tahun 2021 sebesar Rp17.111 turun menjadi Rp12.629 pada tahun 2022 kembali turun menjadi sebesar Rp10.709 pada tahun 2023 naik menjadi Rp25.263 pada tahun 2024 sedangkan pada periode sampai dengan 31 Maret 2025 sebesar Rp18.616. Pendapatan lain-lain selama periode analisis meningkat dari Rp9 pada tahun 2021 naik menjadi Rp34 pada tahun 2022 kemudian turun menjadi Rp2 pada tahun 2022, selanjutnya naik signifikan menjadi Rp13.885 pada tahun 2024 sedangkan pada periode sampai Maret 2025 sebesar Rp161.042. Laba (rugi) bersih selama periode analisis, empat tahun pertama (sampai periode tahun 2023) rugi dari Rp17.104 pada tahun 2021 turun menjadi Rp14.155 pada tahun 2024 sedangkan pada periode sampai dengan Maret 2025 laba sebesar Rp110.217. 3.2 Analisis Neraca Horizontal dan Vertikal Aset Jumlah aset selama periode analisis berfluktuasi dari Rp89.111.134 ribu pada tahun 2021 naik menjadi Rp93.178.532 pada tahun 2022 selanjutnya dari tahun ke tahun turun sehingga menjadi Rp92.158.335 pada tahun 2024 sedangkan pada 31 Maret 2025 turun menjadi Rp89.269.662. Tabel 3-2 Perbandingan Neraca Disajikan dalam ribuan rupiak, kecuali dinyatakan lain 2021 2022 2023 2024 Maret 2025 ribuan Ko buan Ko ribuan ribuan Ko ribuan ASET (ASET LANCAR Kas dan setara kas 21.194 0,6 14.592 0,0 3.885 00. 3.074.395 3 185.723 Jumlah Aset Lancar 21194 0,0 14.592 0,0 3.885 00 3.074.395 3, 185.723 ASET TIDAK LANCAR Investasi pada anak perusahaan 89.083.940 1000 93.163.940 1000 93.163.940 100,0 89.083.940 y5,1. 89.083.940 39,8 Jumlah Aset Tidak Lancar 89.083.940 1000 93.163.940 1000 93.163.940 1000 89.083.940 36,7 89.083.940 398 Jumlah Aset 89111134 1000 93.178.532 1000 93.167.825 1000 92.158.335 1000 89.269.662 100, UABILITAS & EKUITAS UABILITAS Utang lain-lain Pihak ketiga 3.000.000 44. 3.000.000 3, 3.000.000 14. 3.000.000 4. 3.000.000 34 Pihak berelasi 69.900.000 8, Utang pajak 300 0 Jumlah Uabilitas 3.000.000 JA. 3.000.000 32. 3.000.000 32. 3.000.000 33. 72.900.300 EKUITAS , Modal saham 86.405.000 "70 90.485.000 311 90.485.000 1 89.489.665 3 16.590.475 8,6 “| Defisit (293.866) (03) (306468) (O3) (317.175) (03) (331.330) (ox) (221113) (02 Jumlah Ekuitas 86.111.134 966 90.178.532 968 90.167.825 “G4 89.158.335 "57 16.369.362 8 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 89.111.134 1000 93.178.532 1000 93.167.825 1000 92.158.335 1000 89.269.662 100
Page 14 OCR 0.935
AV 3.3 Jumlah aset lancar juga mengalami berfluktuasi dan relatif kecil yaitu dari Rp27.194 atau 0,0” dari jumlah aset pada tahun 2021 selanjutnya turun sehingga menjadi Rp3.885 atau 0,0” dari jumlah aset pada tahun 2023 sedangkan pada tahun 2024 naik signifikan menjadi Rp3.074.395 atau 3,3Yo dari jumlah aset pada tahun 2023 dan Rp185.723 atau 0,26 dari jumlah aset pada 31 Maret 2025. Jumlah aset tidak lancar berfluktuasi dari Rp89.083.940 atau 100,0” dari jumlah aset pada tahun 2021 naik menjadi Rp93.163.940 atau 100,096 dari jumlah aset pada tahun 2023 dan tahun 2024 sebesar Rp89.083.940 ribu atau 96,74 dari jumlah aset, pada periode 31 Maret 2025 sama dengan tahun 2024. Jumlah liabilitas selama periode analisis stagnan sebesar Rp3.000.000 ribu sampai tahun 2024 sedangkan pada 31 Maret 2025 naik menjadi Rp72.900.300 atau 81,7”o dari jumlah liabilitas & ekuitas. Jumlah ekuitas selama periode analisis berfluktuasi tren menurun dari Rp86.111.134 atau 96,6” dari jumlah liabilitas & ekuitas pada tahun 2021 naik menjadi Rp90.178.532 atau 96,84 dari jumlah liabilitas & ekuitas pada tahun 2022 selanjutnya dari tahun ke tahun turun sehingga menjadi Rp89.158.335 atau 96,742 dari jumlah liabilitas & ekuitas pada tahun 2024, sedangkan pada 31 Maret 2025 turun signifikan menjadi Rp16.369.362 atau 18,3”b dari jumlah liabilitas & ekuitas. Grafik Neraca Analisis Arus Kas Salah satu analisis keuangan yang sangat penting disamping alat keuangan lainnya adalah laporan arus kas. Dengan analisis arus kas dapat diketahui darimana dana (kas) diperoleh dan untuk apa dana (kas) tersebut digunakan. Ada dua metode penyusunan arus kas yaitu metode langsung dan tidak langsung, metode langsung dengan cara mengikuti setiap aliran kas, sedangkan metode tidak langsung pengaruh semua dari penangguhan penerimaan dan pengeluaran kas di masa lalu dan semua akrual dari penerimaan kas dan pengeluaran kas yang diharapkan di masa yang akan datang dihilangkan sehingga sumber dana diperoleh dari laba bersih dengan menambahkan pos-pos yang tidak memerlukan pengeluaran kas kembali ke laba bersih serta penambahan dan pengurangan kenaikan maupun penurunan modal kerja. Dalam laporan ini penyusunan arus kas menggunakan metode langsung.
Page 15 OCR 0.923
NA Arus Kas dari Aktivitas Operasi Jumlah arus kas dari aktivitas operasi selama periode analisis sampai dengan tahun 2023 berupa penggunaan berfluktuatif dari Rp17.104 pada tahun 2021 selanjutnya turun sehingga menjadi sebesar Rp10.707 tahun 2023 sedangkan tahun 2024 naik menjadi sebesar Rp14.155 dan periode sampai dengan Maret 2025 menjadi perolehan Rp110.517. Arus Kas dari Aktivitas Investasi Jumlah arus kas dari aktivitas investasi berfluktuasi dari penggunaan Rp5.707.944 pada tahun 2021 turun menjadi Rp4.080.000 pada tahun 2022 dan pada tahun 2023 nihil sedangkan pada tahun 2024 menjadi perolehan Rp4.080.000 dan Rp69.900.000 pada 31 Maret 2025. Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Jumlah arus kas dari aktivitas pendanaan berfluktuatif dari perolehan sebesar Rp5.707.000 ribu pada tahun 2021 turun menjadi Rp4.080.000 ribu tahun 2022 dan tahun 2023 nihil kemudian tahun 2024 menjadi penggunaan Rp995.335 ribu dan pada 31 Maret Rp72.899.190. Tabel 3-3 Perbandingan Arus Kas Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain 2021 2022 2023 2024 Maret 2025 Ribuan Ribuan Ribuan Ribuan Ribuan Arus kas dari aktivitas operasi Rugi setelah beban pajak final (7.20a) (12.602) (10.707) (14.155) 110.217 Perubahan modal kerja 300 Kas bersih aktivitas operasi (17.10) (12.602) (10.707) (12.155) 110.517 Arus kas dari aktivitas investasi Pengembalian uang muka (5.707.914) (4.080.000) - 4.080.000 Penerimaan dari pihak berelasi 69.900.000 Kas bersih aktivitas Investasi (5.707.944) — (4.080.000) - 4.080.000 69.900.000 Arus kas dari aktivitas pendanaan Penambahan (Pengurangan) modal disetor 5.750.000 4.080.000 Ka (995.335) (72.899.190) Kas bersih aktivitas pendanaan 5.750.000 4.080.000 - (995.335) — (72.899.190) Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas 24.952 (12.602) (10.707) — 3.070.510 (2.888.673) Kas bank awal tahun 2.212 27.194 14.592 3.885 3.074.395 Kas dan bank akhir tahun 27.194 14.592 3.885 3.074.395 185.723
Page 16 OCR 0.917
AVVA
41
ANALISIS EKONOMI DAN INDUSTRI
Perkembangan Ekonomi Global
Dinamika perekonomian global berubah cepat dengan ketidakpastian yang tinggi. Di awal tahun
2024, ketegangan politik dunia tetap tinggi dengan berlanjutnya konflik antara Rusia dan Ukraina.
Setelah sedikit mereda, ketegangan geopolitik dunia kembali meningkat tinggi dipicu serangan
Israel ke Palestina. Di penghujung tahun 2024, terpilihnya kembali Presiden Trump di Amerika
Serikat (AS) dengan kebijakan America First dapat menyebabkan perubahan besar pada
lanskap geopolitik dan perekonomian dunia ke depan. Asesmen awal menunjukkan
kemungkinan Pemerintah AS di bawah Presiden Trump akan menerapkan tarif yang tinggi
kepada negara-negara yang mengalami surplus perdagangan besar dengan AS dalam kebijakan
internasionalnya (Gambar 1.1.). Negara-negara itu seperti Kawasan Eropa, Inggris, Tiongkok,
Meksiko, Kanada, Jepang, Korea Selatan, dan Vietnam. Misalnya, tarif tinggi dapat dikenakan
terhadap seluruh produk impor dari Tiongkok dan juga terhadap impor besi baja, aluminium,
logam dasar, dan kendaraan dari Kawasan Eropa dan Inggris, yang dapat saja mengundang
retaliasi dari ketiga negara ini. Kebijakan imigrasi yang sangat ketat juga akan diterapkan
terhadap tenaga kerja asing yang ilegal, demikian pula kebijakan politik luar negeri terhadap the
North Atlantic Treaty Organization (NATO), Rusia-Ukraina dan Timur Tengah dapat mengubah
peta geopolitik dunia.
Tabel 1.1, Kinerja dan P'
Pertumbuhan Ekonomi Global ("6)
2022 2023 20241 2025" 2026"
Dunia 35 33 32 32 3
Negara Maju 26 12 18 18 18
merika Serikat 1g 29 28 24 23
Kawasan Eropa 34 oa os Ii 13
Jepang 10 19 01 12 o
Negara Berkembang “1 ad ar a0 39
Tiongkok 10 s2 48 aa :8
Sementara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri, Pemerintah AS yang baru
diprakirakan akan memberlakukan kebijakan pemotongan pajak, baik kepada korporasi maupun
penghasilan personal, dengan konsekuensi pada meningkatnya defisit fiskal dari 6,56 menjadi
7,79 dari PDB pada tahun 2025 dan makin membengkaknya utang Pemerintah AS ke depan.
Hasil Pemilihan Umum di AS ini telah berdampak negatif pada memburuknya kondisi pasar
keuangan global pada triwulan IV 2024, dan ke depan diprakirakan dapat menyebabkan
melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia dengan risiko fragmentasi perdagangan dan
investasi yang makin meningkat. Perubahan dinamika geopolitik dunia yang cepat telah
berdampak pada perkembangan ekonomi dan pasar keuangan global di sepanjang tahun 2024
serta diprakirakan masih berlanjut pada tahun 2025 dan tahun-tahun berikutnya. Secara
keseluruhan, pertumbuhan ekonomi global pada 2024 melambat dari 3,3Yo pada 2023 menjadi
3,2” pada 2024 dan diprakirakan tetap 3,2” pada 2025 dan melambat lebih lanjut menjadi 3,146
pada 2026 (Tabel 1.1.). Divergensi pola pertumbuhan antarnegara berlanjut dengan fragmentasi
12
Page 17 OCR 0.942
Ava ekonomi dan perdagangan dunia yang meningkat. Ekonomi AS diprakirakan tetap kuat pada 2024 dan 2025 disertai dengan risiko pemanasan ekonomi membayangi dengan membengkaknya defisit fiskal dan utang Pemerintah. Pertumbuhan Tiongkok dan Kawasan Eropa akan cenderung melambat dengan masih lemahnya permintaan domestik dan kemungkinan dampak pengenaan tarif dagang yang tinggi oleh Pemerintah — AS. Pertumbuhan ekonomi India, Indonesia, dan sejumlah negara Emerging Market Economies (EMEs) masih cukup baik, didukung oleh permintaan domestik di tengah kendala ekspor karena perlambatan ekonomi dan fragmentasi perdagangan global. Inflasi dunia menurun dari 6,246 pada 2023 ke 5,2” pada 2024, namun diprakirakan masih tetap tinggi pada 2025 dan 2026, masing-masing 4,544 dan 4,2”b, dengan kemungkinan terjadinya perang dagang antara AS dengan sejumlah mitra dagang utamanya, serta terganggunya mata rantai pasok perdagangan dunia (Grafik 1.1.). Grafik 1.1. Inflasi Global Dinamika geopolitik dunia yang cepat berubah telah memengaruhi perkembangan ekonomi global sepanjang tahun 2024, dan diprakirakan akan terus berlanjut. Pertumbuhan ekonomi global pada 2024 diprakirakan melambat menjadi 3,2” dari 3,3/s pada 2023 dan diproyeksikan tetap 3,2” pada 2025, serta melambat lebih lanjut menjadi 3,194 pada 2026. Divergensi pola pertumbuhan antarnegara juga berlanjut seiring dengan meningkatnya fragmentasi ekonomi dan perdagangan global. Ekonomi AS diprakirakan tetap kuat pada 2024 dan 2025 disertai dengan risiko pemanasan ekonomi yang berasal dari pembengkakan defisit fiskal. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan Kawasan Eropa diprakirakan akan melanjutkan perlambatan seiring dengan lemahnya permintaan domestik dan dampak dari kebijakan tarif dagang yang diterapkan oleh Pemerintah AS. Di sisi lain, prospek pertumbuhan ekonomi India, Indonesia, serta sejumlah negara Emerging Market Economies (EMEs) diprakirakan masih tetap positif, didorong oleh permintaan domestik, meskipun menghadapi potensi perlambatan ekspor akibat penurunan pertumbuhan ekonomi global dan fragmentasi perdagangan dunia. Perkembangan geopolitik dan perekonomian global berdampak signifikan terhadap dinamika kebijakan moneter bank-bank sentral dan pasar keuangan internasional. Penurunan inflasi global pada triwulan III 2024 mendorong penurunan suku bunga kebijakan pada sejumlah bank sentral, termasuk Bank Sentral AS, The Fed, yang mulai menurunkan Federal Funds Rate (FFR) pada September 2024. Pelonggaran kebijakan moneter ini memberikan dampak positif pada pasar keuangan global, ditandai dengan penurunan Indeks Dolar AS (DXY) dari sekitar 105 pada awal 2024 menjadi sekitar 101 pada September 2024. Namun, hasil Pemilihan Umum di AS dan ketegangan geopolitik yang berlanjut di Timur Tengah memunculkan efek negatif pada pasar keuangan dan mengubah kebijakan moneter bank sentral. Penurunan FFR dan suku bunga bank sentral lainnya diprakirakan akan lebih kecil dibandingkan prakiraan sebelumnya. Akibatnya, nilai tukar dolar AS kembali menguat tajam, dengan DXY mencapai sekitar 107, sementara yield US Treasury yang sebelumnya menurun, kembali meningkat untuk semua tenor. Perkembangan tersebut memicu kembali naiknya premi risiko obligasi negara-negara berkembang dan volatilitas Indone 13
Page 18 OCR 0.951
AV 4.2. pasar keuangan global yang selanjutnya berdampak pada pembalikan aliran portofolio asing dan menyebabkan pelemahan nilai tukar mata uang negara EMEs. Ke depan, perekonomian global diprakirakan akan menghadapi tantangan yang makin kompleks dengan lima kecenderungan utama yang perlu diantisipasi melalui kebijakan ekonomi nasional yang optimal. Pertama, meningkatnya risiko geopolitik dan berlanjutnya fragmentasi perdagangan global. Kedua, pergeseran dalam pola pertumbuhan ekonomi global. Ketiga, tingginya suku bunga dan risiko utang Pemerintah. Keempat, ketidakpastian yang berlanjut serta perubahan dalam pola investasi keuangan global. Kelima, percepatan digitalisasi antarnegara dan peningkatan risiko operasional, khususnya yang terkait dengan keamanan siber. Berbagai tantangan ini perlu direspons dengan tepat sehingga tidak mengganggu stabilitas perekonomian nasional dan terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat dalam memitigasi dampak rambatan global dan dengan kinerja yang diakui secara internasional. Pertama, kinerja ekonomi Indonesia termasuk salah satu yang terbaik di negara Emerging Market Economies (EMEs) dengan stabilitas makroekonomi terjaga dan pertumbuhan yang cukup tinggi. Bahkan, Indonesia mampu mencegah terjadinya krisis akibat pandemi Covid-19 dan terus melanjutkan pemulihan ekonomi hingga kini. Kedua, kuatnya koordinasi kebijakan makroekonomi, khususnya kebijakan fiskal Pemerintah dan kebijakan moneter Bank Indonesia, menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional dengan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan. Indonesia juga mempunyai komitmen yang tinggi dalam transformasi ekonomi, termasuk perbaikan iklim investasi, pembangunan infrastruktur, dan hilirisasi sumber daya alam. Ketiga, Indonesia menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam sejumlah kerja sama dan lembaga internasional. Keberhasilan Keketuaan Indonesia dalam G20 pada tahun 2022 di tengah konflik dunia yang memanas diakui sebagai "making the impossible possible”. Bahkan, sejumlah agenda penting berhasil diperjuangkan, seperti perlunya koordinasi f iskal-moneter yang erat, kerja sama dalam mengatasi kesehatan, resolusi bagi masalah utang negara miskin, dan kerja sama digitalisasi sistem pembayaran antarnegara. Kepemimpinan Indonesia juga dipuji dalam Keketuaan ASEAN pada tahun 2023. Perkembangan dalam lima tahun terakhir menunjukkan kinerja ekonomi Indonesia termasuk salah satu yang terbaik di EMEs dengan stabilitas yang terjaga dan pertumbuhan yang cukup tinggi. Pertumbuhan ekonomi sejak tahun 2018 dapat mencapai di atas 5Yo, kecuali pada periode pandemi Covid-19 (Tabel 2.1.). Bahkan, kontraksi ekonomi sebagai dampak Covid-19 termasuk yang relatif kecil dibandingkan dengan kondisi negara-negara lain. Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap terjaga. Inflasi tetap terkendali rendah, dengan rerata di bawah 344 selama periode 2018-2023, dan nilai tukar Rupiah terjaga stabil, didukung komitmen tinggi dari kebijakan moneter Bank Indonesia. Defisit fiskal terjaga rendah di bawah 3X6 dari PDB, kecuali pada periode puncak Covid-19 tahun 2020 dan 2021 yang kemudian secara cepat kembali prudent dengan konsolidasi fiskal Pemerintah. Defisit transaksi berjalan juga rendah dan menurun, bahkan mencatat surplus pada tahun 2021 dan 2022, sebagai buah dari hilirisasi sumber daya alam. Perkembangan ini menunjukkan ketahanan eksternal ekonomi Indonesia yang makin kuat. Demikian pula, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga dengan kecukupan permodalan (Capital eacy Ratio , CAR) perbankan yang tinggi di atas 20Y4.
Page 19 OCR 0.851
AA Kredit perbankan tumbuh tinggi dan berkontribusi penting dalam pembiayaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Berbagai perkembangan positif ini juga disertai dengan digitalisasi sistem pembayaran yang berkembang cepat, mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dengan makin tumbuhnya ekosistem ekonomi-keuangan digital nasional. Tabel 2.1. Kinerja Ekonomi Indonesia: 2018-2023 Satuan 2018 2019 2020 2021 2022 2023 pe sa 502 201 3.10 ss Transaksi Berjalan "on 294 042 oo an oto Defisit Fiskal ob 182 eta 41 238 161 Inftasi It 313 250 Les 17 551 201 Kilas Tukar Rupiah DRtusD 14245 1139 14525 Yaz06 tag73 sar (rerata) Suku Bunga Bi Rate s0 s0 37 380 550 #00 135 s0. 2 u 10.38 2289 zat 2 263 21.66 Kinerja positif perekonomian Indonesia pada 2018-2023 tersebut sebagai hasil sinergi yang erat antara Pemerintah dan Bank Indonesia. Kebijakan fiskal Pemerintah diarahkan pada stimulus bagi perekonomian melalui belanja modal untuk mendorong investasi dan program perlindungan sosial untuk mendorong konsumsi masyarakat. Bank Indonesia memprioritaskan kebijakan moneternya untuk menjaga stabilitas dari dampak rambatan global, sementara kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran difokuskan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pada periode 2018-2023, sejumlah program transformasi sektoral terus dilakukan. Pembangunan infrastruktur terus ditingkatkan dalam berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk transportasi, perairan, perumahan, telekomunikasi, dan lainnya. Perbaikan iklim investasi ditempuh melalui diundangkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, sementara pengembangan dan penguatan stabilitas sistem keuangan ditempuh melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Ke depan, sinergi bauran kebijakan ekonomi nasional tersebut perlu terus diperkuat dan diperluas untuk tetap menjaga stabilitas dan memperkuat transformasi ekonomi nasional. Berbagai capaian kemajuan selama ini menjadi landasan kuat untuk mencapai kinerja ekonomi nasional yang makin baik. Penguatan lebih lanjut sinergi bauran kebijakan perlu terus dilakukan guna mengatasi berbagai Tabel 2.2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia-Sisi Pengeluaran (86, yoy) &
Page 20 OCR 0.894
AVVA permasalahan yang ada serta mengantisipasi peluang dan tantangan perekonomian global yang penuh dinamika tinggi. Sinergi kebijakan juga penting untuk membawa kinerja ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045 bagi kesejahteraan rakyat. Proses pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut pada 2024 dengan pertumbuhan yang diprakirakan tetap baik pada 2025 dan meningkat pada 2026. Pertumbuhan ekonomi hingga triwulan III 2024 cukup baik didukung oleh permintaan domestik, meskipun melambat dari 5,115 pada triwulan | 2024 menjadi 5,056 pada triwulan II 2024 dan 4,95”s pada triwulan III 2024 (Tabel 2.2.). Investasi tetap membaik, khususnya investasi bangunan sejalan dengan penyelesaian berbagai PSN. Konsumsi rumah tangga, khususnya kelas menengah ke atas, tetap terjaga. Ekspor nonmigas tumbuh relatif tinggi di tengah perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas. Sementara itu, impor meningkat baik untuk kebutuhan ekspor maupun permintaan domestik, dan karenanya menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi. Pada triwulan IV 2024, pertumbuhan ekonomi diprakirakan tetap baik ditopang terutama oleh kenaikan investasi dan terjaganya konsumsi rumah tangga, serta peningkatan belanja Pemerintah pada akhir tahun. Secara keseluruhan tahun, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2024 berada dalam kisaran 4,7- 5,59, tetap baik pada tahun 2025 dengan kisaran yang sama, dan akan meningkat lebih tinggi pada 2026 dalam kisaran 4,8-5,6Y4. Ke depan, berbagai upaya perlu terus ditempuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, baik dari sisi permintaan maupun dari sisi penawaran. Untuk itu, Bank Indonesia memperkuat bauran kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih tinggi, serta bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Dari sisi penawaran, kebijakan reformasi struktural perlu terus diperkuat untuk mendorong sektor ekonomi yang dapat menyerap tenaga kerja. Upaya tersebut didukung dengan optimalisasi stimulus kebijakan makroprudensial dan akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia. Tabel 2.3. Pertumbuhan Ekonomi Indo Sisi Lap: Lapangan Usaha 2022”| 2023 Pertumbuhan Ekonomi (“e. yoy) 531 505 Sit 5,05 AISS ATSS 48-56 Pertambangan nggalian a38 609 93 2 38 A4A2 2290 5361 just Pengalahan a83 16441 40-47 414, 2250 A35 » Reparasi Mob Makan Minun tna8 a00
Page 21 OCR 0.942
AVVA Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh sektor ekonomi yang cenderung padat modal, dan karenanya sektor ekonomi yang padat tenaga kerja perlu lebih didorong ke depan. Perkembangan ini tecermin pada sektor-sektor yang berorientasi ekspor dan sebagai hasil dari hilirisasi sumber daya alam seperti Pertambangan dan Penggalian, serta Industri Pengolahan yang tumbuh relatif tinggi (Tabel 2.3.). Sektor-sektor yang mencerminkan pembangunan infrastruktur dan konektivitas seperti Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan juga mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, sektor-sektor yang sejalan dengan kenaikan konsumsi masyarakat dan digitalisasi seperti Perdagangan Besar dan Eceran, Akomodasi dan Makanan-Minuman (Akmamin), serta Informasi dan Komunikasi, juga makin tumbuh tinggi. Demikian pula berbagai sektor jasa seperti Jasa Keuangan dan Asuransi, Jasa Perusahaan, serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial yang terus menunjukkan peningkatan. Perkembangan berbagai lapangan usaha ini menunjukkan pola pemulihan ekonomi Indonesia pasca-Covid-19 yang makin kuat, dari sektor- sektor yang makin pulih dari dampak memar (scarring effect) Covid-19 pada periode 2021-2022 ke sektor sektor yang berorientasi ekspor pada periode 2022-2024, dan selanjutnya ke sektor- sektor untuk makin mendorong permintaan domestik ke depan. Ke depan, perkembangan sektor sektor seperti Pertanian, Perdagangan khususnya eceran, Akmamin, Informasi dan Komunikasi khususnya digitalisasi, serta berbagai sektor jasa, perlu terus didorong karena tidak saja penting untuk pertumbuhan berkelanjutan, tetapi juga untuk penyerapan tenaga kerja yang lebih besar. Pola pertumbuhan dengan keseimbangan antara sektor padat modal dan padat tenaga kerja seperti inilah yang perlu ditingkatkan dan diperluas untuk memperkuat ketahanan dan transformasi ekonomi nasional yang lebih tinggi ke depan.3 Pertumbuhan ekonomi di hampir seluruh wilayah Indonesia juga menunjukkan kinerja yang cukup baik. Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) diprakirakan membaik, yaitu menjadi sekitar 5,544 dari 4,0yb, didorong oleh pariwisata dan ekspor pertambangan. Ekonomi wilayah Kalimantan juga tumbuh membaik dari 5,446 pada 2023 menjadi sekitar 5,54 pada 2024, karena pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan ekspor pertambangan. Demikian pula, pertumbuhan ekonomi wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) meningkat dari 6,54 pada 2023 menjadi sekitar 6,9”s pada 2024, didukung oleh investasi industri dan pertambangan terkait dengan hilirisasi sumber daya alam.4 Ekonomi wilayah Jawa tumbuh sekitar 4,9” karena aktivitas industri dan perdagangan, sementara ekonomi wilayah Sumatera melambat dari 4,7”s menjadi 4,5” karean aktivitas industry dan pertambanga (Gambar 2-1). Grafik 2.1. Ekspor Nonmigas Indonesia Grafik 2.2. Ekspor Produk Hilirisasi Minerba 17
Page 22 OCR 0.784
AV Pada tahun 2025, ekonomi wilayah Jawa dan wilayah Sumatera diprakirakan akan kembali membaik dengan aktivitas perdagangan dan ekspor perkebunan. Sementara itu, perlambatan ekonomi diprakirakan akan terjadi di wilayah Sulampua serta wilayah Balinusra karena penurunan aktivitas pertambangan, selain juga di wilayah Kalimantan karena penurunan aktivitas di IKN. Stabilitas eksternal ekonomi Indonesia terjaga dengan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang tetap sehat. Pada tahun 2024, secara keseluruhan NPI diprakirakan akan surplus seiring dengan rendahnya defisit transaksi berjalan dan peningkatan surplus neraca transaksi modal dan finansial. Defisit transaksi berjalan terjaga rendah dalam kisaran 0,1-0,9Y4 dari PDB. Hal ini didukung oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang hingga triwulan III 2024 mencapai 36,0 miliar dolar AS. Kinerja ekspor nonmigas Indonesia baik manufaktur, pertanian maupun pertambangan, tetap tumbuh tinggi di tengah perlambatan ekonomi dunia (Grafik 2.1.). Bahkan ekspor pertambangan hasil dari program hilirisasi sumber daya alam terus meningkat, khususnya komoditas nikel dan tembaga (Grafik 2.2.). Sementara itu, aliran masuk investasi portofolio hingga triwulan III 2024 tercatat tinggi 11,0 miliar dolar AS di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global (Tabel 2.4.). Inflow terbesar dari investasi portofolio asing tercatat pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), di samping Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan global, dan saham. Tabel 2.4. ndonesia (Miliar Dolar AS) 2023 2024 Komponen 2020| 2021 | 2022 1 TT IA ' Tn Transaksi Berjalan aa 38 132 28 285 A12 A3 21 28 TU M3 438 621 M8 100 102 Aoa6d oo 93 100 toga 2023 Ba asg0 3100 378 98 190 60 tag s4 30 248 sa 8 PI 98 16200 PI Boa ad per 320353 H9 03 8, 2808996 89 DO. Pendapatan 59 e3 s8 td 13 12 SA A3 1s 16 Sekunder 19 2 92-42 BI 06 10 9S 1 20 66 ta 181 a “0 34 4 a 21 38 ' 1630 28 0.49 1803 6 “6 102 156-838 63 02 26 IA 4 28 86 26 138 A0 65 IA AS 86 64 60 08 s9 1859 N449 1312 1852 137 NAM NAGA NAGA NAOA 1402 M9 48 18 59 62 60 60 65 63 62 Gt 64 Transaksi Berjalan 04 03 1008 07 03 04 02 07 09 06 (Si PB) Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2024 tercatat tinggi, sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Posisi cadangan devisa ini jauh berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Pada tahun 2025, NPI diprakirakan akan tetap sehat dengan defisit transaksi berjalan yang terjaga pada kisaran 0,5-1,3/o dari PDB. Surplus neraca modal
Page 23 OCR 0.952
AVVA dan finansial diprakirakan akan lebih besar, khususnya dari aliran masuk investasi portofolio asing, sehingga mendukung kesehatan NPI dan ketahanan eksternal ekonomi Indonesia ke depan Stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga didukung kebijakan moneter Bank Indonesia. Seperti dijelaskan pada bagian sebelumnya, dinamika geopolitik dunia dan pasar keuangan global yang berubah cepat dengan ketidakpastian tinggi mendorong tingginya yield US Treasury dan penguatan mata uang dolar AS, yang berpengaruh besar pada aliran investasi portofolio asing dan nilai tukar negara-negara EMEs, termasuk Indonesia. Hingga pertengahan tahun 2024 indeks dolar AS terhadap mata uang dunia (DXY) menguat secara luas hingga mencapai sekitar 105 pada Juni 2024 dari sekitar 103 pada akhir 2023 (Grafik 2.3.). Dengan kejelasan arah dan kemudian penurunan FFR, indeks mata uang dolar AS kemudian melemah hingga sekitar 101 pada September 2024. Tetapi dolar AS kemudian kembali menguat dengan memanasnya ketegangan politik di Timur Tengah dan hasil Pemilihan Umum di AS hingga sekitar 107 pada Desember 2024. Penguatan mata uang dolar AS secara luas tersebut menimbulkan tekanan pelemahan pada seluruh mata uang dunia, tidak terkecuali Rupiah. Nilai tukar Rupiah yang pada akhir tahun 2023 berada pada sekitar Rp15.500 per dolar AS, melemah hingga sekitar Rp16.328 pada Juni 2024, kemudian menguat ke sekitar Rp15.319 pada September 2024, dan kembali tertekan karena gejolak global tersebut ke sekitar Rp16.102 per dolar AS pada akhir Desember 2024. Untuk menahan dampak negatif tingginya rambatan global ini, Bank Indonesia meningkatkan intensitas kebijakan moneternya dalam stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi valas secara spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian SBN dari pasar sekunder. Strategi operasi moneter dengan instrumen khususnya SRBI juga ditingkatkan, dan seperti dikemukakan di atas, berhasil menarik kembali masuknya aliran portofolio asing sehingga memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah. Secara keseluruhan, hingga 31 Desember 2024 Rupiah melemah sebesar 4,346 (point-to-point, ptp) atau 3,749 (rerata) dibandingkan dengan kondisi tahun 2023 (Grafik 2.4.). Grafik 2.3. Nilai Tukar Rupiah dan Dolar AS Grafik 2.4. Nilai Tukar Rupiah vs Negara lain Tingkat pelemahan Rupiah sebanding dan bahkan lebih rendah dibandingkan dengan mata uang sejumlah negara lain seperti Won Korea, Peso Mexico, Real Brasil, Yen Jepang, dan Lira Turki. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan akan stabil sejalan dengan positifnya kondisi fundamental ekonomi Indonesia, yaitu menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta tingginya komitmen kebijakan moneter Bank Indonesia Stabilitas harga terjaga dengan konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia dan koordinasi erat dengan kebijakan Pemerintah. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada tahun 2024 menurun dan terjaga dalam kisaran sasaran 2,519. Inflasi IHK pada Desember Indonesi 1 c
Page 24 OCR 0.926
AA 2024 tercatat rendah 1,57Yo dan juga pada seluruh komponennya (Grafik 2.5.). Inflasi inti tercatat rendah sebesar 2,26” (yoy), sementara inflasi volatile food (VF) terus menurun menjadi 0,126 (yoy). Terkendalinya inflasi inti sejalan dengan konsistensi kebijakan suku bunga Bank Indonesia untuk mengarahkan ekspektasi inflasi ke depan berada dalam kisaran sasaran 2,5t1”o dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi. Grafik 2.5. Inflasi INK, Inti, VK dan AP Grafik 2.6. Suku Bunga Bl-Rate dan INDONIA AE Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah juga berpengaruh positif pada terkendalinya inflasi barang impor (imported inflation). Penurunan inflasi VF didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, eratnya sinergi pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID), juga diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), dan pengaruh base effect harga pangan. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi.5 Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia bersama Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran yang ditetapkan Pemerintah sebesar 2,541Y4. Sebagaimana disampaikan sebelumnya, Bank Indonesia secara konsisten menetapkan suku bunga kebijakan moneternya untuk mengarahkan prakiraan dan ekspektasi inflasi dalam dua tahun ke depan tetap terkendali pada kisaran sasaran 2,5 Yo yang ditetapkan Pemerintah. Gratik 2.7. Suku Bunga Perbankan Grafik 2.8. Posisi SRBI: Bank, Nonresiden, € L
Page 25 OCR 0.931
AVVA 421 Seperti dikemukakan di atas, dolar AS yang menguat tajam pada paruh pertama tahun 2024 memberikan tekanan pelemahan Rupiah yang diprakirakan dapat berdampak pada meningkatnya inflasi harga impor (imported inflation). Karena itu, di samping terus memperkuat kebij akan stabilisasi nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan BlI-Rate sebesar 25 bps dari 6,00”4 menjadi 6,254 pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan April 2024. Kemudian dengan kejelasan arah kebijakan FFR dan juga penguatan nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia pada RDG September 2024 menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 6,00/c dan memandang masih terbuka ruang penurunan lebih lanjut sepanjang stabilitas Rupiah terjaga. Suku bunga pasar uang (INDONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 6,1895 pada 31 Desember 2024 (Grafik 2.6.). Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 27 Desember 2024 tercatat masing- masing pada level 7,18Y4: 7,21Y4: dan 7,307h, tetap menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun, per 31 Desember 2024, meningkat masing-masing menjadi 6,90Yc dan 6,97”4 sejalan kenaikan yield UST. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Desember 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,87» dan 9,20”b, relatif stabil dibandingkan dengan level bulan sebelumnya (Grafik 2.7.). Likuiditas yang memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan harga yang makin baik dengan kebijakan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK), berdampak positif pada suku bunga perbankan yang tetap terjaga. Strategi operasi moneter pro-market terus dioptimalkan untuk mendukung penguatan kebijakan suku bunga dan intervensi valas dalam stabilisasi nilai tukar Rupiah dan pencapaian sasaran inflasi. Seluruh instrumen moneter, baik SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia), SVBI (Sekuritas Valas Bank Indonesia), dan SUVBI (Sukuk Valas Bank Indonesia) terus dioptimalkan untuk memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter, di samping untuk mempercepat upaya pendalaman pasar uang dan pasar valas serta mendorong aliran masuk modal asing ke dalam negeri. Hingga 31 Desember 2024, posisi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI masing-masing tercatat sebesar Rp923,53 triliun, 1,97 miliar dolar AS, dan 516 juta dolar AS (Grafik 2.8.). Penguatan Sektor Padat Karya untuk Mendorong Pertumbuhan Pascapandemi Sektor padat modal menunjukkan pertumbuhan kuat pascapandemi dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan PDB nasional, tetapi memiliki keterbatasan dalam menyerap tenaga kerja. Hal ini mencerminkan karakteristik sektor tersebut yang lebih bergantung pada penggunaan modal (capital) dibandingkan tenaga kerja dalam menghasilkan output. Sebagai gambaran, pangsa output sektor Pertambangan terhadap PDB pada tahun 2023 mencapai sekitar 7,496, sementara penyerapan tenaga kerja sektor ini hanya mencapai 1,246 dari total tenaga kerja nasional (Tabel B2.1.1.). Di sektor Manufaktur, Industri Logam Dasar yang tumbuh tinggi sejak 2021 hanya menyumbang penyerapan tenaga kerja sebanyak 0,246 dari total tenaga kerja nasional, sementara kontribusinya terhadap PDB mencapai 1,26 dari total PDB. Mengingat keterbatasan peran sektor padat modal dalam menyerap tenaga kerja, kinerja sektor padat karya perlu terus didorong untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Secara keseluruhan, sektor padat karya menyerap sebanyak 117 juta tenaga kerja atau sekitar 83Yo Tabel 821.1. Pangsa PDB dan a Kerja
Page 26 OCR 0.909
AA dari total pekerja di Indonesia di tahun 2023.6 cratik 82.11. formalitas Sektor dan Tantangannya adalah penyerapan tenaga kerja di Tingkat Upah sektor padat karya tersebut masih terkonsentrasi pada sektor-sektor dengan produktivitas tenaga kerja rendah seperti Pertanian serta Perdagangan Besar dan Eceran. Kedua sektor tersebut masing- masing menyerap 28 dan 19”4 dari tenaga kerja nasional atau secara total mencapai 474 dari tenaga kerja nasional. Meskipun demikan, kedua sektor ini didominasi oleh lapangan pekerjaan informal dengan tingkat upah yang relatif rendah yang kurang berdampak pada daya beli masyarakat (Grafik B2.1.1.). Sementara di sisi lain, perbaikan pendapatan diperlukan untuk mendorong konsumsi terutama kelompok berpendapatan menengah bawah (Beckers et al. 2024 (RBA), Dautovit et al. 2024 (ECB)) antara lain melalui ekspansi sektor formal yang secara umum memberikan pendapatan lebih baik (Danguah et al. 2023). Peningkatan kinerja sektor padat karya dengan tingkat formalitas tinggi disertai perbaikan kualitas tenaga kerja akan mendukung perbaikan daya beli masyarakat. Pertumbuhan lapangan kerja formal perlu didukung dengan kemudahan ijin usaha dan investasi, terutama ke sektor padat karya dengan tingkat serapan tenaga kerja formal tinggi didukung dengan akses pembiayaan (ILO, 2021). Beberapa sektor padat karya dengan tingkat formalitas tinggi antara lain adalah subsektor Industri Pengolahan seperti Industri Makanan dan Minuman, Industri Alas Kaki, Konstruksi, serta Jasa Perusahaan. Sementara itu, kualitas tenaga kerja juga perlu ditingkatkan antara lain melalui perbaikan lama sekolah (years of schooling) dan pendidikan vokasi yang mampu memberikan keterampilan yang memadai. Sebagaimana Sratik 82.1.2. jani terlihat pada (Grafik B2.1.2.), tenaga kerja yang berkualitas dengan tingkat pendidikan yang memadai memiliki rata-rata tingkat pendapatan yang lebih tinggi. Pemerintah telah menyiapkan program peningkatan kualitas tenaga kerja melalui : Bidikmisi-Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, i pendidikan gratis hingga SMA, revitalisasi vokasi melalui Program Kampus Merdeka Vokasi, dan insentif fiskal bagi korporasi pendukung . am mn ae o pendidikan vokasi. Penyerapan tenaga kerja v1. poriinan diperkuat melalui ekspansi pasar eKSPOF, susu Kaku san or penguatan UMKM, serta pelaksanaan program Kartu Prakerja yang mencakup pelatihan dan program traineeship. Selain itu, perlindungan pekerja ditingkatkan dengan mendorong perusahaan menciptakan kondisi kerja yang mendukung produktivitas dan retensi tenaga kerja. at Pendidikan dan a Upah IT Rerata Upah ttp juta/bulan) Dampak Hilirisasi Mineral terhadap Perekonomian Hilirisasi merupakan salah satu kebijakan transformasi struktural yang ditempuh Pemerintah Indonesia. Salah satu kebijakan hilirisasi ialah melalui hilirisasi mineral komoditas tambang yang ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah produk tambang di dalam negeri. Dalam penerapannya, Pemerintah melakukan beberapa penyesuaian ketentuan seperti UU No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 sebagai penguatan kebijakan hilirisasi mineral. Selain melarang ekspor bahan mentah, Pemerintah juga mengeluarkan 22
Page 27 OCR 0.924
AVVA regulasi insentif fiskal (tax holiday, tax allowance, super deduction tax) serta kemudahan berusaha guna mendorong investasi terkait hilirisasi. Rangkaian kebijakan yang diambil tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah untuk memastikan keberhasilan kebijakan hilirisasi mineral. Dalam perkembangannya, hilirisasi mineral telah meningkatkan investasi, khususnya di wilayah Sulampua. Hal ini sejalan dengan kondisi cadangan (reserves) mineral sebagian besar berada di Indonesia Timur, khususnya di wilayah Sulampua yang tersebar di Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, serta Maluku Utara. Sejak diamanatkan pada 2009, hilirisasi telah mendorong pengembangan kawasan industri berbasis mineral di wilayah sentra tersebut melalui pembangunan smelter. Aliran investasi meningkat secara masif, terutama realisasi Penanaman Modal Asing (PMA). Pada 2010, PMA ke wilayah Sulampua tercatat hanya sebesar 1,5 miliar dolar AS (9,04 total PMA). Angka tersebut naik signifikan menjadi 5,5 miliar dolar AS (19,646 total PMA) pada 2019 dan 4,0 miliar dolar AS pada periode Januari-September 2024 (25,8Y4 total PMA). Pertumbuhan investasi yang tinggi di Sulampua ini secara keseluruhan berhasil mendorong peningkatan peran ekonomi wilayah di luar Jawa. Bila sebelum implementasi kebijakan hilirisasi, PMA ke wilayah di luar Jawa memiliki pangsa hanya sebesar 29,1”o pada 2010, maka pada 2024 telah meningkat tinggi hingga mencapai 51,36 (kumulatif hingga triwulan III). Hilirisasi mineral juga mendorong peningkatan ekspor produk bernilai tambah di Sulampua dan berkontribusi terhadap diversifikasi ekspor Indonesia. Seperti diuraikan di atas, investasi terkait hilirisasi mineral meningkat pesat di wilayah Sulampua. Dampak positif dari peningkatan investasi tersebut ialah terjadinya peningkatan nilai ekspor. Pasca dilarangnya ekspor mineral mentah per Januari 2020, kinerja ekspor wilayah Sulampua meningkat secara signifikan. Pada 2019, nilai ekspor wilayah Sulampua secara total baru tercatat sebesar 11,7 miliar dolar AS dengan pangsa ekspor bijih nikel mencapai 9,444. Seiring terus berkembangnya aktivitas hilirisasi, nilai ekspor produk hilirisasi nikel wilayah Sulampua tercatat tumbuh hampir lima kali lipat pada 2023 menjadi 26,0 miliar dolar AS dan sepanjang Januari-Oktober 2024 telah mencapai 20,5 miliar dolar AS. Dorongan ekspor produk hilirisasi (industri logam) dari Sulampua turut mendorong perbaikan komposisi ekspor Indonesia secara keseluruhan, dengan porsi ataupun ketergantungan terhadap ekspor barang mentah yang makin mengecil (Grafik B2.2.1.). Gratik B2.2.1. Perbandingan Komposisi Ekspor 2016 010, MB Mineral & Batubara IE Produk Logam MB Minyak NabatiHewani 388 IM Mesin & Perlengkapan last & Katet Kontribusi positif hilirisasi mineral di Sulampua juga berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi. Aktivitas hilirisasi mineral terlihat telah mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulampua. Selama periode 2017-2019, rerata pertumbuhan ekonomi Sulampua tercatat sebesar 5,84 (yoy). Pada periode pandemi tahun 2020, wilayah ini tetap mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 0,64 (yoy), di saat wilayah lain mengalami kontraksi. Pada periode pascapandemi (2022-2024), pertumbuhan ekonomi Sulampua terus terakselerasi dengan rata- rata pertumbuhan mencapai 7,04 (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan periode Pulp & Kertas IM barang tispor Lainnya "Jatwari Oktober 2024 Penilaian saham PT. Unggul Jaya Indonesia 23
Page 28 OCR 0.898
AV 43 44 prapandemi (Grafik B2.2.2.). Hilirisasi mineral juga Grafik 82.2.2. Pertumbuhan PDRB Sebelum turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. dan Sesudah Pandemi Pengembangan hilirisasi mineral turut menciptakan Rerata 2022-2024 (36, yoy) lapangan kerja baru yang berkualitas di wilayah “ sentra dan mendorong produktivitas sektor industri Ss 10 pengolahan. Pendapatan (upah), baik di sektor ha industri pengolahan maupun sektor tersier, juga ak 55 membaik, yang pada gilirannya turut meningkatkan @ a kesejahteraan secara luas. Sebagai indikasi, 10 persentase penduduk miskin di Sulawesi Tengah, — 88 ?8 10 88 60 58 80 AS A0 3S Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara, tercatat Segan ala 2024 menurun dari 18,1Y6, 17,196, dan 9,46 pada 2010 - - menjadi 11,846: 11,276: dan 6,344 pada 2024. lampua Batinusra Ketimpangan (Rasio Gini) juga turun dari 0,37, 0,425 sumber: 85 dan BKPM, diolah dan 0,34 pada 2010 menjadi 0,30, 0,37, dan 0,32 pada 2024 Kalimantan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia oleh Dunia Bank Dunia (World Bank) merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi sebesar 56 untuk tahun 2024. Proyeksi ini naik dibandingkan 4,94 pada laporan Bank Dunia, bulan Januari lalu. Sementara itu, pada 2024-2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 5,194. Bank Dunia menilai perekonomian Indonesia dan India menjadi dua negara yang memiliki kinerja kuat di kawasan. Keduanya diuntungkan oleh konsumsi masyarakat. Indonesia diperkirakan akan mendapatkan dorongan dari pertumbuhan kelas menengah dan kebijakan ekonomi yang prudent dengan pertumbuhan rata-rata 5,196 selama 2 tahun ke depan, tulis Bank Dunia dalam laporan Global Economic Prospects edisi Juni 2024, dikutip Kamis (13/6/2024). Indonesia, Malaysia dan Filipina adalah negara-negara di Asia Pasifik yang diuntungkan dengan pertumbuhan konsumsi masyarakat sejalan dengan inflasi yang terjaga, biaya pinjaman yang turun dan pasar tenaga kerja yang kuat. Namun, investasi di sektor swasta dan pemerintah diperkirakan mengalami perlambatan. Kondisi ini dipengaruhi oleh transisi politik, konflik hingga kebijakan perdagangan global. Sementara itu, masalah penetapan budget atau APBN diperkirakan akan mempengaruhi investasi pemerintah di sejumlah negara. Kendati demikian, menurut Bank Dunia, Indonesia adalah salah satu negara yang berhasil mengimplementasikan kebijakan fiskal yang baik. Di tingkat global, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara berkembang dan emerging markets melambat dari 4,14 pada 2023 menjadi 4Yo pada 2024. Namun, pertumbuhan negara-negara tersebut diperkirakan berbalik stabil pada 2025 hingga 2026. Tanpa memperhitungkan China, Bank Dunia mengungkapkan perekonomian negara berkembang akan mengalami kenaikan tipis meski berada pada laju yang lemah, yakni 3,546 pada 2024, sebelum akhirnya menguat menjadi 3,94 pada 2025 hingga 2026. Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2025 Dalam sepuluh tahun terakhir, Pemerintah berhasil mengantisipasi dan memitigasi tantangan yang datang silih berganti. Pada periode tersebut, eskalasi tensi geopolitik dan perang dagang menimbulkan fragmentasi global dan disrupsi rantai pasok. Pandemi Covid-19 dan perubahan Penilaian saham PT. Unggul Jaya Indonesia 24
Page 29 OCR 0.945
AVWA iklim mengancam kemanusiaan serta menimbulkan dampak ekonomi yang besar. Di sisi lain, volatilitas harga komoditas dan dinamika sektor keuangan memunculkan tekanan pada pertumbuhan global. Di tengah berbagai guncangan tersebut, Pemerintah melalui instrumen fiskal dan berbagai strategi kebijakan mampu menopang kinerja perekonomian Indonesia, termasuk antisipatif untuk mengatasi tantangan jangka panjang. Terbukti, lima tahun sebelum Covid-19, ekonomi Indonesia rata-rata mampu tumbuh 5,0Yo, melampaui pertumbuhan ekonomi global di 3,494. Pada masa pandemi, dengan kolaborasi kebijakan yang responsif, Indonesia mampu pulih lebih cepat, dari kontraksi pertumbuhan ekonomi -2,1s pada 2020 menjadi tumbuh positif sebesar 3,7 pada tahun 2021. Dalam dua tahun terakhir, ekonomi Indonesia tetap kuat, selalu tumbuh di atas 5,0Yo. Pertumbuhan yang kuat mampu menciptakan lapangan kerja dan menurunkan tingkat pengangguran. Per Februari 2024, tingkat pengangguran turun ke bawah level prapandemi, di 4,8246. Tingkat kemiskinan terus menurun, per Maret 2023 berada di 9,4Y2. Selain itu, kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter yang solid dapat mengendalikan inflasi di level moderat. Di sisi lain, pengelolaan kebijakan fiskal yang efektif, prudent, dan kredibel membuat kondisi fiskal mengalami perbaikan secara signifikan pasca pandemi. Untuk menghadapi tantangan jangka panjang dalam mewujudkan visi Indonesia Maju 2045, percepatan reformasi struktural, termasuk melalui strategi hilirisasi SDA, terus diperkuat. Di tahun 2025, penguatan ekonomi nasional diperkirakan terus berlanjut. KEM PPKF 2025 dirumuskan agar selalu adaptif, fleksibel, responsif terhadap perkembangan, namun tetap kredibel dan sustainable. KEM PPKF harus terus menjaga daya tarik investasi dengan terus menjaga stabilitas dan prediktabilitas, memperbaiki pemerataan (ekualitas dan inklusivitas), serta harus berkelanjutan. Dengan kerja keras dan komitmen menjaga stabilitas ekonomi, diperkuat dengan terobosan kebijakan, pertumbuhan ekonomi diharapkan lebih tinggi dan berkualitas sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang yang kuat. Pertumbuhan tahun 2025 diperkirakan di 5,196 - 5,59, ditopang terkendalinya inflasi, penguatan hilirisasi SDA, pengembangan industri kendaraan listrik, dan digitalisasi yang didukung perbaikan iklim investasi dan kualitas SDM. Dengan mempertimbangkan risiko pasar keuangan global yang masih tinggi, yield SBN Tenor 10 Tahun diperkirakan berada di kisaran 6,974 - 7,39o, Rupiah di rentang Rp15.300 - Rp16.000. Sementara, inflasi diperkirakan terkendali di 1,544 - 3,594. Di tengah tensi geopolitik yang masih berlanjut, harga minyak mentah Indonesia diperkirakan di USD75 - 85 per barel, lifting minyak bumi 580 ribu - 601 ribu barel per hari: dan lifting gas 1.003-1.047 ribu barel setara minyak per hari. Desain kebijakan fiskal tahun 2025 diarahkan untuk "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan." Strategi kebijakan fiskal ditempuh melalui dua strategi utama, yaitu strategi jangka menengah-panjang dengan fokus untuk mendukung transformasi ekonomi-sosial melalui penguatan SDM yang berdaya saing, hilirisasi dan transformasi ekonomi hijau untuk meningkatkan nilai tambah dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, penguatan inklusivitas untuk menghadirkan kesejahteraan yang berkeadilan, melanjutkan pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi serta penguatan kelembagaan dan simplifikasi regulasi, pengembangan ekonomi kreatif dan kewirausahaan, penguatan pertahanan dan keamanan, ketahanan energi dan pangan, serta memperkokoh nasionalisme, demokrasi dan HAM. Sementara itu, strategi jangka pendek ditempuh dengan menjaga keberlanjutan program prioritas saat ini, sekaligus penguatan berbagai program unggulan yang difokuskan untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi, penguatan well-being, serta penguatan konvergensi antardaerah. Penilaian saham PT. Unggul Jaya Indonesia 25
Page 30 OCR 0.944
Aya 45 Untuk mewujudkan pertumbuhan yang tinggi dan inklusif, peningkatan kesejahteraan dan pemerataan antardaerah perlu ditopang APBN yang efisien, sehat dan kredibel. Sejalan dengan hal tersebut, reformasi fiskal yang selama ini sudah berjalan harus dilanjutkan dan diperkuat melalui collecting more, spending better, dan innovative financing. Kebijakan optimalisasi pendapatan negara (collecting more) dilakukan dengan tetap menjaga iklim investasi dan bisnis serta kelestarian lingkungan. Pemerintah juga memberikan insentif fiskal secara terarah dan terukur pada berbagai sektor strategis untuk mendukung akselerasi transformasi ekonomi. Penguatan PNBP dilakukan melalui optimalisasi pengelolaan SDA, perbaikan tata kelola, inovasi layanan publik, serta mendorong reformasi pengelolaan aset negara. Dengan berbagai kebijakan dan upaya perbaikan, pendapatan negara diperkirakan di kisaran 12,1496 hingga 12,3696 dari PDB. Kebijakan belanja negara diarahkan untuk penguatan spending better agar belanja lebih efisien dan efektif. Upaya penguatan spending better ditempuh melalui efisiensi belanja nonprioritas, penguatan belanja produktif, efektivitas subsidi dan bansos melalui peningkatan akurasi data, perbaikan mekanisme penyaluran, dan sinergi antar program yang relevan, serta penguatan perlinsos yang berbasis pemberdayaan untuk akselerasi pengentasan kemiskinan dan kesenjangan. Pada sisi lain, Pemerintah berkomitmen untuk penguatan sinergi dan harmonisasi kebijakan pusat dan daerah yang diarahkan untuk peningkatan kualitas belanja di daerah agar lebih produktif, peningkatan kualitas layanan publik dan kemandirian daerah. Belanja negara diperkirakan di kisaran 14,59 s.d. 15,184 PDB. Defisit fiskal diperkirakan di kisaran 2,45” - 2,82” PDB. Upaya untuk menutup defisit tersebut dilakukan dengan mendorong pembiayaan yang inovatif, prudent dan sustainable yang ditempuh, antara lain dengan: (1) mengendalikan rasio utang dalam batas manageable di kisaran 37,98» - 38,71Yo PDB, (2) mendorong efektivitas pembiayaan investasi untuk mendukung transformasi ekonomi dengan memberdayakan peran BUMN, BLU, SMV dan SWF, (3) memanfaatkan SAL untuk antisipasi ketidakpastian: dan (4) peningkatan akses pembiayaan bagi MBR dan UMKM, serta (5) mendorong skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang sustainable. Efektivitas kebijakan fiskal dalam mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan diharapkan akan berkontribusi positif pada penurunan tingkat pengangguran terbuka tahun 2025 pada kisaran 4,546-5,0Yo. Sementara itu, angka kemiskinan diperkirakan akan berada pada rentang 7,096-8,0Yo. Rasio Gini diperkirakan terus membaik dalam rentang 0,379 - 0,382. Indeks Modal Manusia (IMM) juga ditargetkan sekitar 0,56. Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP), dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) juga ditargetkan untuk terus meningkat, masing-masing di rentang 113 - 115 dan 104 - 105. KEM PPKF 2025 merupakan dokumen negara yang disusun Pemerintah sebagai bahan pembicaraan pendahuluan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN), sebagaimana amanat UU Nomor 17 Tahun 2003. Dengan penyampaian dokumen KEM PPKF 2025 ini, Pemerintah bersama DPR akan melanjutkan pembahasan dan penyusunan RAPBN hingga menjadi APBN Tahun 2025 sebagai bagian untuk mencapai tujuan pembangunan nasional. Perkembangan Industri Batubara di Indonesia Indonesia tercatat sebagai salah satu negara penghasil batubara terbesar di dunia. Bersama Tiongkok dan Australia, Indonesia menjadi negara yang memiliki cadangan terbukti batubara terbesar di kawasan Asia-Pasifik. Total cadangan terbukti batubara Indonesia terhadap seluruh Penilaian saham PT. Unggul Jaya Indonesia 26
Page 31 OCR 0.947
AV A54 dunia adalah 3,7”61. Dari aspek produksi, pada tahun 2019 Indonesia menyumbang 9,04 produksi batubara dunia dengan konsumsi batubara hanya 2,24 terhadap konsumsi batubara dunia. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan batubara di dalam negeri untuk keperluan energi dan non-energi memiliki peluang pemanfaatan yang sangat besar di masa mendatang mengingat konsumsi batubara dalam negeri masih jauh lebih kecil dibandingkan kapasitas produksi batubara Indonesia. Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2020, Indonesia memiliki total sumber daya batubara sebesar 143,73 miliar ton dengan cadangan batubara mencapai 38,80 miliar ton. Sebagian besar batubara Indonesia berupa batubara dengan kualitas rendah dan sedang yang memiliki nilai keekonomian lebih rendah dibandingkan batubara kalori tinggi. Program peningkatan nilai tambah atau hilirisasi batubara diharapkan mampu meningkatkan nilai keekonomian kedua jenis batubara tersebut. Tantangan industri batubara ke depan memang tidaklah mudah. Saat ini batubara menghadapi berbagai tekanan terutama dari aspek isu dampak negatif terhadap lingkungan dan sulitnya mendapat dukungan untuk pendanaan proyek batubara. Kedua tantangan utama ini dapat berdampak pada turunnya pasar batubara Indonesia yang saat ini masih didominasi untuk penjualan pasar ekspor. Di sisi lain, pemerintah tengah mendorong kebijakan pengembangan dan pemanfaatan batubara dalam rangka meningkatkan nilai tambah batubara dalam negeri. Semangat hilirisasi batubara diharapkan mampu menciptakan keunggulan komparatif dan kompetitif batubara serta berbagai produk turunannya. Produk-produk turunan batubara diharapkan secara keekonomian mampu bersaing dengan minyak dan gas bumi sehingga bisa diandalkan untuk substitusi impor yang pada akhirnya dapat menghemat devisa negara dan meningkatkan kompetensi dalam negeri di bidang batubara. Perkembangan Harga Batubara Pemerintah melalui Kementerian ESDM menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) penjualan batubara untuk periode pertama Mei 2025 pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel) yaitu sebesar USD121,15 per ton. Angka ini naik tipis dari periode sebelumnya USD0,95 atau naik tipis 0,794 dibandingkan dengan HBA Periode Kedua April 2025, yaitu sebesar USD120,20 per ton. Menteri ESDM melalui Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 169.K/MB.01/MEM.B/2025 menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) penjualan batubara untuk periode pertama bulan Mei 2025 yaitu USD 121,15 per ton, sedikit naik dibanding periode sebelumnya. Penetapan HBA periode pertama Mei 2025 digunakan sebagai dasar perhitungan Harga Patokan Batubara (HPB) untuk periode pertama Mei 2025 untuk batubara dengan kalori lebih besar dari 6.000 kcal/kg GAR. Sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 72 Tahun 2025 tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan untuk Penjualan Komoditas Mineral Logam dan Batubara, nilai HBA periode pertama bulan berjalan merupakan rata-rata tertimbang volume harga jual batubara pada titik serah secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel). Hal ini diperhitungkan dalam kesetaraan spesifikasi HBA dengan rentang sampel 6.100-6.500 kcal/kg GAR transaksi penjualan batubara untuk pembayaran royalti pada aplikasi PNBP Minerba pada tanggal pengapalan minggu kedua dua bulan sebelumnya hingga minggu pertama bulan sebelumnya. Terdapat empat jenis HBA berdasarkan nilai kalori batubara, yaitu HBA untuk kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR, HBA | untuk kesetaraan nilai kalori 5.300 kcal/kg GAR, HBA II untuk ul Jaya Indonesia 27
Page 32 OCR 0.915
AW kesetaraan nilai kalori 4.100 kcal/kg GAR, dan HBA III untuk kesetaraan nilai kalori 3.400 kcal/kg GAR. Berdasarkan HBA selanjutnya dihitung Harga Patokan Batubara (HPB) yang dipengaruhi kualitas batubara, yaitu nilai kalor batubara, kandungan air, kandungan sulphur, dan kandungan abu (Parlindungan, 2025). Adapun nilai masing-masing nilai HBA, HBA I, HBA II, dan HBA III untuk Periode Pertama Mei 2025 yang berlaku untuk tanggal 1 Mei sampai dengan 14 Mei 2025 adalah sebagai berikut: e HBA (6.322 GAR): USD121,15 per ton (naik 0,796 dibandingkan HBA Periode Kedua April 2025) e HBA | (5.300 GAR) : USD80,80 per ton (naik 2,98Yc dibandingkan HBA Periode Kedua April 2025) e HBA II (4.100 GAR): USD50,43 per ton (naik 0,72Yo dibandingkan HBA Periode Kedua April 2025) » HBA III (3.400 GAR): USD34,73 per ton (naik 1,196 dibandingkan HBA Periode Kedua April 2025) Selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 72 Tahun 2025 maka HBA, HBA I, HBA II, dan HBA III digunakan untuk menghitung Harga Patokan Batubara (HPB) I, dengan ketentuan sebagai berikut: e HBA digunakan untuk menghitung HPB untuk batubara kalori lebih besar dari 6.000 kcal/kg GAR. » HBA I digunakan untuk menghitung HPB untuk batubara kalori 5.300 kcal/kg GAR sampai dengan 6.000 kcal/kg GAR. e HBAII digunakan untuk menghitung HPB untuk batubara kalori lebih besar dari 3.400 kcal/kg GAR sampai kurang dari 5.300 kcal/kg GAR 4.5.2 Nilai Export Batubara Realisasi ekspor batubara Indonesia selama kuartal pertama tahun ini menurun. Selain berkurangnya permintaan dan koreksi harga global, kebijakan harga batubara acuan (HBA) sebagai patokan ekspor dinilai turut mempengaruhi tersendatnya kinerja ekspor batubara nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama kuartal pertama tahun ini (Januari-Maret 2025), nilai ekspor batubara Indonesia turun 17,83Y6 year-on-yeer (yoy) menjadi US$ 6,22 miliar. Di periode yang sama, volume ekspor batubara nasional menyusut 4,234 (yoy) menjadi 91,97 juta ton. Secara bulanan, BPS melaporkan, nilai ekspor batubara pada Maret 2025 sebesar US$ 1,97 miliar, turun 5,546 dibandingkan bulan sebelumnya atau month-to-month (mom) serta merosot 23,14”b dibandingkan Maret 2024 atau yoy. Dari sisi volume, ekspor batubara Maret 2025 tercatat 30,73 juta ton, sedikit turun dari Februari 2025 yang mencapai 30,83 juta ton. Tiga negara tujuan ekspor utama batubara Indonesia pada Maret 2025 adalah China, Amerika Serikat, dan India. Penilaian saham PT nggul Jaya Indonesia 28
Page 33 OCR 0.954
WA 4.53 Gambar 4-9 Nilai export bulanan hasil tambang Nilai Ekspor Bulanan Hasil Tambang Menurut Komoditas Tidak Termasuk Migas Juta US$) 2025 Komoditas Ekspor Hasil Tambang Januari Februari Maret Batu bara 2.168 2.083 1.968 Bijih Tembaga - - 573 Lignit 499 476 459 Batu Kerikil 4 5 5 Lainnya 15 17 21 Jumlah 2.687 2.580 3.025 Penurunan nilai ekspor batubara dipicu oleh berbagai faktor. Plt Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Gita Mahyarani menilai, pasar tengah menunjukkan reaksi terhadap kebijakan HBA yang diumumkan pemerintah, sebagai harga referensi ekspor emas hitam itu. Menurut nya kami belum bisa menyimpulkan apakah ini juga pengaruh dari kebijakan HBA sehingga market reaktif. Tapi memang ada reaksi pasar saat pengumuman HBA. beberapa negara tujuan ekspor masih memiliki stok batubara yang tinggi. Selain itu, perlambatan ekonomi global turut membuat pelaku pasar menahan pembelian dan perang tarif Amerika Serikat juga menekan permintaan batubara dari China. Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA) Hendra Sinadia mengakui tren harga batubara global melemah. Harga batubara year-to-date sudah turun 13,996 untuk kalori rendah dan 12Y6 untuk kalori menengah secara tahunan dan tren serupa di negara eksportir lain. Harga batubara dari Australia juga turun 16,446 secara yoy, sedangkan harga domestik di China turun 18,245. penurunan ekspor juga terjadi karena penurunan volume pembelian dari negara-negara utama. China mulai mengalihkan impor batubara dari Indonesia ke negara lain. Selain itu, harga HBA menjadi salah satu sebab utama penurunan ekspor ke China (Business insight, 2025). Tantangan Industri Batubara di Indonesia Industri batu bara Indonesia menghadapi tantangan signifikan di tengah penurunan harga global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, lingkungan, dan kebijakan internasional. Sebagai salah satu produsen dan eksportir batu bara terbesar di dunia, Indonesia sangat bergantung pada komoditas ini untuk mendukung perekonomian nasional, khususnya melalui penerimaan negara dan penciptaan lapangan kerja. Namun, penurunan harga batu bara global dalam beberapa tahun terakhir telah menimbulkan tekanan berat pada industri ini. Salah satu penyebab utama penurunan harga adalah melambatnya permintaan dari negara-negara pengimpor utama seperti China dan India, yang mulai beralih ke sumber energi yang lebih bersih, termasuk gas alam dan energi terbarukan, sebagai bagian dari komitmen mereka mengurangi emisi karbon. Tantangan pertama yang dihadapi industri batu bara Indonesia adalah menurunnya profitabilitas perusahaan tambang. Harga batu bara yang rendah mengurangi margin keuntungan, terutama bagi perusahaan dengan biaya produksi tinggi. Hal ini memaksa banyak perusahaan untuk menutup tambang yang tidak efisien atau mengurangi skala operasi, yang berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penurunan kontribusi sektor ini terhadap perekonomian daerah. Selain itu, penurunan harga juga mengurangi penerimaan negara dari pajak dan royalti, yang selama ini menjadi sumber pendapatan penting bagi pemerintah. saham PT. Unggul Jaya Indonesia 29
Page 34 OCR 0.963
AW Tantangan kedua adalah meningkatnya tekanan global untuk mengurangi penggunaan batu bara sebagai sumber energi. Banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika Utara, telah mengadopsi kebijakan energi hijau yang ketat, termasuk pengenaan pajak karbon dan larangan impor batu bara. Hal ini menyempitkan pasar ekspor Indonesia dan memaksa industri untuk mencari pasar baru atau diversifikasi produk. Namun, upaya diversifikasi ini memerlukan investasi besar dalam teknologi dan infrastruktur, yang sulit dilakukan dalam kondisi harga yang rendah. Tantangan ketiga adalah isu lingkungan dan sosial yang semakin mengemuka. Aktivitas penambangan batu bara sering dikaitkan dengan kerusakan lingkungan, seperti deforestasi, polusi air, dan emisi gas rumah kaca. Tekanan dari masyarakat sipil dan organisasi lingkungan semakin besar, mendorong pemerintah dan perusahaan untuk mengadopsi praktik penambangan yang lebih berkelanjutan. Namun, penerapan teknologi ramah lingkungan memerlukan biaya tinggi, yang menjadi beban tambahan bagi perusahaan yang sudah tertekan oleh harga rendah. Di sisi lain, Pemerintah Indonesia juga menghadapi dilema dalam merespons tantangan ini. Di satu sisi, pemerintah perlu mendukung industri batu bara sebagai tulang punggung ekonomi, terutama di daerah-daerah yang bergantung pada sektor ini. Di sisi lain, pemerintah juga harus memenuhi komitmen global untuk mengurangi emisi karbon dan mendorong transisi energi. Kebijakan yang tidak tepat dapat memperburuk kondisi industri atau menghambat upaya transisi energi. Industri batu bara Indonesia berada di persimpangan jalan yang kritis. Untuk bertahan di tengah penurunan harga global, industri ini perlu meningkatkan efisiensi operasional, mengadopsi teknologi ramah lingkungan, dan mencari peluang baru di pasar yang masih terbuka. Sementara itu, pemerintah perlu merancang kebijakan yang seimbang, yang tidak hanya melindungi kepentingan ekonomi jangka pendek tetapi juga mendukung transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan (Lisnawati, 2025). saham PT. Unggul Jaya Indonesia 30
Page 35 OCR 0.958
AW 54 PENDEKATAN DAN METODOLOGI PENILAIAN Metodologi Penilaian Yang Umum Dilakukan Prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan metode yang berlaku umum dalam penilaian penyertaan dalam perusahaan atau ekuitas. Secara umum ada tiga pendekatan penilaian yaitu, Pendekatan biaya dalam penilaian usaha biasa disebut pendekatan aset (Asset Base Approach), pendekatan pasar (Market Approach), dan pendekatan pendapatan (Income Approach). Pendekatan Pasar (Market Approach) Pendekatan pasar yang digunakan untuk memperkirakan nilai adalah melalui analisis dari transaksi terbaru dari perusahaan yang sebanding. Pendekatan tersebut sering digunakan untuk memberikan indikasi nilai ekuitas seluruh pemegang saham atau kepentingan parsial atau nilai dari seluruh modal yang diinvestasikan (utang dan ekuitas, invested to capital). Pendekatan pasar memerlukan pemilihan perusahaan pembanding yang tepat (perusahaan publik atau perusahaan tertutup), penentuan nilai adalah berdasarkan rasio berdasarkan harga pasar atau harga jual dibandingkan dengan berbagai parameter, seperti laba, arus kas, nilai buku dan sebagainya. Pemilihan rasio nilai pasar yang tepat untuk perusahaan subjek berdasarkan perbandingan dari perusahaan pembanding, dan penentuan premi atau diskon berdasarkan perbedaan persen kepemilikan, hak kepemilikan, bentuk kepemilikan bisnis. Pendekatan ini dapat dilakukan jika data pembanding dapat diperoleh. Penilaian dengan pendekatan pasar berdasarkan data aktual, perkiraan nilai berdasarkan harga saham aktual atau harga transaksi, bukan perkiraan berdasarkan asumsi-asumsi yang dibangun atau Judgments. Metode yang umum dilakukan dalam Pendekatan Pasar antara lain: » Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek (Guideline Publicly Company Method). » Metode Pembanding Perusahaan Tertutup (Gideline Transaction Method atau Direct Market Data Method). » Metode Pembanding Perusahaan Merger dan Akuisisi (Guideline Merger and Acguired Company Method). » Metode Transaksi Sebelumnya (Prior Transaction Method). Pendekatan Pendapatan (Income Approach) Penghasilan seperti yang di gunakan dalam pendekatan pendapatan adalah istilah umum yang berkonotasi manfaat lebih lanjut yang dapat diukur dalam moneter. Ini tidak berarti bahwa pendekatan pendapatan harus digunakan hanya dengan proyeksi pendapatan dalam arti akuntasi. Sebaliknya metode ini melakukan dua langkah umum. Pertama adalah membuat proyeksi total manfaat yang diukur dengan moneter yang diharapkan para investor. Kedua menentukan pada tingkat diskonto berapa yang layak digunakan selama periode proyeksi keseluruhan, termasuk terminal value, atau selama periode perpetuity. Nilai suatu perusahaan dapat dinyatakan sebagai nilai kini (Present Value) dari semua manfaat masa depan yang diharapkan akan dihasilkan oleh perusahaan. Pendekatan ini pada umunya digunakan untuk : m PT, Unggul Jaya Indonesia 31
Page 36 OCR 0.942
AA “Y perusahaan yang telah melakukan kegiatan operasional selama satu tahun atau lebih: atau Y perusahaan yang telah melakukan kegiatan operasional kurang dari satu tahun namun merupakan perusahaan yang dibentuk untuk menjalankan kontrak penjualan atau penyediaan jasa dengan Pihak ketiga. “Y perusahaan yang memiliki riwayat pendapatan yang mempunyai prospek positif, Proyeksi Arus Kas Bersih dapat ditetapkan dalam 2 (dua) periode proyeksi yaitu: “Y periode waktu tetap atau khusus yang mengacu pada: 1. umur teknis faktor produksi utama, dan 2. periode waktu perencanaan usaha yang belum stabil, “Y periode waktu kekal yang dimulai dari satu tahun setelah periode waktu tetap sampai dengan seterusnya. Metode yang umum dilakukan dalam Pendekatan Pendapatan adalah: » Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash Flow Method) » Metode Kapitalisasi Pendapatan (Capitalization of Income Method) Pendekatan Biaya (Cost Approach) Pendekatan biaya atau aset nilai ditentukan berdasarkan biaya mereproduksi atau mengganti biaya baru dikurang penyusutan dari kerusakan fisik (physical deterioration), fungsional dan kemunduran ekonomi (economic obsolescence), dalam penilaian usaha disebut Pendekatan Aset (Asset Based Approach) dimana semua akun-akun neraca baik aset berwujud (tangible asset) maupun aset tidak berwujud (intangible asset) dan liabilitas dilakukan penilaian berdasarkan nilai pasar pada tanggal laporan keuangan/tanggal penilaian untuk menggantikan nilai buku. metode ini umunya dilakukan untuk menilai: “ ekuitas suatu perusahaan dimana Nilai perusahaan sangat bergantung pada nilai aset tetap (a heavy based on fixed assets company), Y ekuitas dari Holding Company, Y perusahaan yang tidak memiliki riwayat pendapatan yang mempunyai prospek positif, perusahaan yang memiliki pendapatan yang berfluktuasi, atau perusahaan yang diragukan kemampuannya untuk melanjutkan Kelangsungan Usaha, seperti perusahaan yang baru berdiri atau perusahaan yang berada dalam kesulitan untuk memperoleh pendapatan (troubled companies), Y perusahaan yang memiliki dan/atau menguasai aset berwujud dalam jumlah yang signifikan, “Y perusahaan yang memiliki tenaga kerja yang memberikan nilai tambah relatif kecil terhadap barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan, atau “ perusahaan yang memiliki aset tak berwujud dalam jumlah yang tidak signifikan, Pendekatan tersebut biasanya menghasilkan nilai untuk kepentingan pengendali. Metode yang digunakan dalam Pendekatan Aset adalah sebagai berikut: » Metode Penyesuaian Aktiva Bersih (PAB) (Adjusted Net Asset Method) » Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (KKP) / Excess Earning Method (EEM) Ketiga pendekatan dan metode penilaian tersebut dapat dilakukan bersama-sama atau sendiri-sendiri. Dalam studi penilaian apapun semua pendekatan dan metode harus dipertimbangkan dan metode yang dianggap paling benar kemudian akan dipilih sebagai metode yang tepat untuk digunakan dalam penilaian aset atau bisnis. Penilaian saham PT. Unggul Jaya Indonesia 32
Page 37 OCR 0.946
AW 5.2 53. Aplikasi Pendekatan dan Metode Penilaian Untuk menentukan pendekatan dan metodologi mana yang akan diaplikasikan sangat tergantung dari karakteristik dari aset tersebut dan juga mempertimbangkan ketersediaan data untuk dapat melaksanakan penilaian. Mempertimbangkan bahwa UJI adalah perusahaan induk yang tidak memiliki operasional selain dari anak perusahaan, maka pendekatan penilaian yang paling tepat untuk diaplikasikan adalah Pendekatan Aset (Asset Baset Approach) dengan Metode Penyesuaian Aktiva Bersih (PAB) (Adjusted Net Asset Method), sedangkan Pendekatan Pasar data pembanding yang sebanding yang diperjual belikan secara aktif dipasar atau bursa saham sangat terbatas maka pendekatan ini kurang tepat dilakukan begitu juga pendekatan pendapatan karena tidak memiliki pendapatan operasional. Pendekatan Aset (Asset Based Approach) Pendekatan Biaya menghasilkan indikasi nilai dengan menggunakan prinsip ekonomi, dimana pembeli tidak akan membayar suatu aset lebih dari pada biaya untuk memperoleh aset dengan kegunaan yang sama atau setara, pada saat pembelian atau konstruksi. (SP/ Edisi V/I-2018, KPUP.17.0). Pendekatan ini berdasarkan pada prinsip harga yang akan dibayar pembeli di pasar untuk aset yang akan dinilai, tidak lebih dari biaya untuk membeli atau membangun untuk aset yang setara, kecuali ada faktor waktu yang tidak wajar, ketidaknyamanan, risiko atau factor lainnya. Umumnya aset yang dinilai akan kurang menarik dikarenakan faktor usia atau sudah usang, dibandingkan dengan aset alternatif yang baru dibeli atau dibangun. Untuk hal ini diperlukan penyesuaian karena adanya perbedaan biaya dengan aset alternatif, tergantung pada Dasar Nilai yang diperlukan. Dalam penilaian bisnis, Pendekatan Biaya dikenal sebagai Pendekatan Aset (Asset Approach). Pendekatan biaya atau aset nilai ditentukan berdasarkan biaya mereproduksi atau mengganti biaya baru dikurang penyusutan dari kerusakan fisik (physical deterioration), fungsional dan kemunduran ekonomi (economic obsolescence), dalam penilaian usaha semua akun-akun neraca baik aset berwujud (tangible asset) maupun aset tidak berwujud (intangible asset) dan liabilitas dinilai berdasarkan nilai pasar pada tanggal laporan keuangan/tanggal penilaian untuk menggantikan nilai buku. — Uabilities Asset Eguity 1 | — Eguity | Premi dan Diskonto Dalam menentukan kesimpulan Nilai akhir atas Objek Penilaian, Penilai dapat mempertimbangkan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) dan Premi Pengendalian (Premium for Control) atau Diskon Pengendalian (Discount For Lack of Control). Penilaian saham PT. Unggul Jaya Indonesia 33
Page 38 OCR 0.934
AA 534 5.3.2 Diskon Likuiditas Pasar (Discount For Lack of Marketability) Diskon Likuiditas Pasar adalah suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas Obyek Penilaian. Berdasarkan POJK 35-2020 besaran diskon adalah sebagai berikut: a. dalam hal objek Penilaian bukan merupakan perusahaan terbuka maka: 1) Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20 (dua puluh persen) sampai dengan 40”c (empat puluh persen) dari indikasi Nilai, dan 2) Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi pemegang saham minoritas adalah antara 3076 (tiga puluh persen) sampai dengan 5044 (lima puluh persen) dari indikasi Nilai, dan b. dalam hal objek Penilaian merupakan perusahaan terbuka maka: 1) Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi pemegang saham mayoritas paling besar adalah 206 (dua puluh persen) dari indikasi Nilai, dan 2) Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi pemegang saham minoritas adalah antara 10Y6 (sepuluh persen) sampai dengan 3074 (tiga puluh persen) dari indikasi Nilai. Diskon dan Premi Pengendali Diskon Pengendalian (Discount For Lack of Control) adalah suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas Obyek Penilaian dan Premi Pengendalian (Premium for Control) adalah suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas Obyek Penilaian. Berdasarkan POJ 35-2020 besaran diskon dan premi adalah sebagai berikut: a. dalam hal objek Penilaian adalah perusahaan terbuka, Premi Pengendalian (Premium for Control) atau Diskon Tanpa Pengendalian (Discount for Lack of Control) yang dapat digunakan dalam Penilaian adalah antara 2046 (dua puluh persen) sampai dengan 3544 (tiga puluh lima persen) dari indikasi Nilai: dan b. dalam hal objek Penilaian adalah perusahaan tertutup, Premi Pengendalian (Premium for Control) atau Diskon Tanpa Pengendalian (Discount for Lack of Control) yang dapat digunakan dalam Penilaian adalah antara 304 (tiga puluh persen) sampai dengan 704 (tujuh puluh persen) dari indikasi Nilai. Penilaian saham PT. Unggul Jaya Indonesia 34
Page 39 OCR 0.951
AW VI 61 PERHITUNGAN NILAI Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa UJI adalah Perusahaan Induk yang tidak memiliki operasional secara komersial selain anak perusahaan, maka pendekatan penilaian yang diaplikasikan adalah Pendekatan Aset atau Neraca (Adjusted Net Asset Method). Penilaian Pendekatan Aset Dalam pendekatan ini, neraca perusahaan berdasarkan nilai buku pada tanggal penilaian adalah merupakan awal dari pendekatan aset untuk membuat necara berdasarkan nilai pasar wajar, setiap aset yang tercatat harus diperiksa dan disesuaikan dengan nilai pasar wajar, aset tidak berwujud (intangible assets) secara individual harus diidentifikasi dan dinilai juga. Setelah sisi aset dari neraca disajikan kembali berdasarkan nilai pasar wajar dengan mengurangkan semua kewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang maka diperoleh nilai ekuitas, ada kalanya tingkat bunga utang berbeda dengan tingkat bunga yang berlaku dipasar untuk itu perlu juga dilakukan penilaian sebelum dikurangkan kepada sisi aset nilai wajar. Penjelasan Atas Penyesuaian Yang Dilakukan 1. Kas dan setara kas Atas akun tersebut kami tidak melakukan kas opname dan jumlah tersebut adalah sesuai dengan laporan keuangan. 2. Investasi pada anak perusahaan Sesuai hasil penilaian penyertaan 5144 pada anak perusahaan (PT. Tigadaya Minergy) dengan nilai Rp73.098.422 maka perlu penyesuaian kredit sebesar Rp15.985.517. 3. Utang lain-lain pihak ke-tiga Atas akun ini tidak dilakukan penyesuaian karena nilai tersebut telah menggambarkan nilai wajar berdasarkan face value. 4. Utang lain-lain pihak berelasi Atas akun ini tidak perlu dilakukan penyesuaian karena nilai tersebut telah menggambarkan nilai wajar berdasarkan face value. 5. Utang pajak Atas akun ini tidak dilakukan penyesuaian karena nilai tersebut telah menggambarkan nilai wajar berdasarkan face value. 6. Penyesuaian Atas penyesuaian-penyesuain pos-pos diatas maka perlu dilakukan penyesuian debit untuk ekuitas sebesar Rp15.985.517. » saham PT. Unggul Jaya Indonesia 35
Page 40 OCR 0.914
AW 6.2 Tabel 6-1 Metode Penyesuaian Aktiva Bersih (PAB) (Adjusted Net Asset Method) Neraca 31 Maret 2025, disajikan dalam ribuan rupiah. Catatan Sebelum Penyesuaian Setelah Penyesuaian| Debit | Kredit | Penyesuaian ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 1 185.723 185.723 Jumlah Aset Lancar 185.723 5 2 185.723 ASET TIDAK LANCAR Investasi pada anak perusahaan 2 89.083.940 15.985.517 73.098.422 Jumlah Aset Tidak Lancar 89.083.940 - “15.985.517 73.098.422 Jumlah Aset “89.269.662 - 15.985.517 73.284.145 LIABILITAS & EKUITAS LIABILITAS Utang lain-lain Pihak ketiga 3 3.000.000 3.000.000 Pihak berelasi 4 69.900.000 69.900.000 Utang pajak 5 300 300 Jumlah Liabilitas 72.900.300 - - 72.900.300 EKUITAS Modal saham 16.590.475 16.590.475 Defisit (221.113) (221.113) Penyesuaian 6 - 15.985.517 - (15.985.517) Jumlah Ekuitas “16.369.362 15.985.517 - 383.845 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 89.269.662 15.985.517 573.284.145 Kesimpulan Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa dalam menentukan kesimpulam Nilai akhir atas Objek Penilaian, Penilai dapat mempertimbangkan diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali (Premium for Control) atau (Discount For Lack of Control) serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan (degree of marketability) atau Diskon Likuiditas Pasar (Discount For Lack of Marketabilities (DLOM) dari saham yang dinilai. Berdasarkan hasil Pendekatan Aset, maka indikasi Nilai Pasar 10096 saham UJI sebelum DLOM adalah sebesar Rp383.845 untuk mencapai likuiditas pasar dikenakan diskon (Discount For Lack of Marketabilities) 4096, hal ini mempertimbangkan bahwa perusahaan adalah perusahaan tertutup (non-tbk) dan relatif kecil. Karena yang dinilai adalah saham mayoritas (100Y6) maka diskon ketidak mampuan untuk mengkontrol perusahaan atau (Discount For Lack of Control) tidak dikenakan. Nilai 100Yo saham UJI setelah DLOM adalah Rp230.307. Berdasarkan hasil kajian kami atas informasi/data-data yang kami peroleh, maka opini Nilai Pasar 10096 saham UJI per tanggal 31 Maret 2025 berdasarkan hasil pendekatan Aset metode penyesuaian aktiva bersih (adjusted net asset method) adalah : Rp230.307.000,- mo (dua ratus tiga puluh juta tiga ratus tujuh ribu rupiah). Penilaian saham PT ul Jaya Indonesia 36
Page 41 OCR 0.917
AV 6.3 Pengalokasian Harga pembelian (Purchase Price Allocation) Pengalokasian Harga Pembelian (Purchase Price Allocation) dalam ribuan rupiah Rpribuan Rpribuan Pembelian 100”o saham UJ 230.307 230.307 ASET Nilai wajar aset lancar 185.723 Nilai wajar investasi 73.098.422 73.284.145 LIABILITAS Utang pihak ketiga 3.000.000 Utangpihak berelasi 69.900.000 Utangpajak 300 72.900.300 Nilai Aset 100” 383.845 Keuntungan atas pembelian 1006 1. Nilai Aset Lancar terdiri dari Kas sebesar Rp185.723 ribu nilai tersebut telah menggambarkan nilai wajar berdasarkan face value. 2. Nilai investasi berdasarkan hasil Penilaian Pendekatan Pendapatan metode Discounted Cash Flow diperoleh Rp73.098.422 ribu, (perhitungan terlampir). 3. Utang pihak ketiga nilai tersebut telah menggambarkan nilai wajar berdasarkan face value. 4. Utang pihak berelasi nilai tersebut telah menggambarkan nilai wajar berdasarkan face value. 5. Utang pajak nilai tersebut telah menggambarkan nilai wajar berdasarkan face value. Penilaian saham PT. Unggul Jaya Indonesia 37
Page 42 OCR 0.849
MVA Lampiran Penilaian PT. Tigadaya Minergy PT. Tigadaya Minergy DCF Analysis Dalam Ribuan Rupiah Proyeksi Periode yang berakhir 31 Desember| Maret 25 | Apr-Des 25 2026 2027 2028 2029 Kas Bersih Untuk Ekuitas laba bersih 35.056.903 | 27.695.367 53.801.581 46.922.952 4.382.737 (33.651.107) Liabilitas imbalan kerja (1.554.054) - (1.036.577) (1.307.246) (1.294.508) (1.294.524) Penyusutan & Amortisasi 2.001.032 | 9.414.369 13.317.365 13.886.120 14511107 14.511.107 Perubahan Modal Kerja (25.705.933)| (29.980.129) (7.545.724) — (708.505) 9.670.959 49.711.712 Capital Expenditures - (132862) (1.650.000) (1.650.000) (1.650.000) — (1.650.000)| Jumlak kas bersih untuk ekuitas 9.797.9a9| 6.996.745 56.886.643 57.143.321 25.620.294 27.627.188 Salvage Value 16.868.219 Net Present Value Calulation Periode 0,7 7 5 , Discounted Cash Flow 13,849 6.348.706 45.343.840 40.012.190 15.759.042 — 24.042.506 Total Net Present Value 131.506.283 Non-operasional Kas 11.823.956 Nilai Ekuitas sebelum DLOM 10096 143, 0 Kepemilikan UJI 51K Capital Asset Pricing Modal Beta Mar-25 Keterangan Unlevered Beta Coal 0,80 Emerging market, Damodaran Jan 2025 D/E 0,21 Damodaran Jan 2025 Relevered Beta 0,93 Unlevered Bx (1 4 (1-t) x D/E Interest (kd) 8,964 Bank Indonesia 2025 Tax (t) 22K Income tax Net Cost of debt KA kd x (1-4) Risk Free rate (Rf) 6,8496 Yield Obligasi Pemerintah Indonesia 5 thn Risk Premium (Rm - Rf) 6,874 Damodaran Jan 2025 Rating based defauld spread (RBDS) -1,894 Damodaran Jan 2025 Compnay Spesific risk 2,5096 Cost Of eguity (ke) BEJELYA Ke - Rf 4 B (Rm-Rf) - RBDS Debt (Wd) 17,25 Damodaran Jan 2024 Eguity (We) 82,84 Damodaran Jan 2024 WACC PPM WACC - (ke x We) # (kd x (1-t) x Wd) Penilaian saham PT. Unggul Jaya Indonesia 38
Names mentioned 46 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP MUNIR
p.2 ×3
unresolved
org
HERU & REKAN
p.2 ×4
unresolved
org
PT. Unggul Jaya Indonesia
p.2 ×20
unresolved
org
AV PERNYATAAN PENILAI KJPP Munir Wisnu Heru dan Rekan
p.3
unresolved
org
KJPP Munir Wisnu Heru
p.3 ×3
unresolved
org
Selanjutnya KJPP Munir Wisnu Heru dan Rekan
p.3
unresolved
person
Penilai Hasan Munir
p.3
unresolved
person
MBA.
p.3 ×2
unresolved
person
Ir. Heru Hendra Martono Izin Penilai Publik
p.3
unresolved
person
Surveyor Redian Ferdo
p.3
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.5 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.5
unresolved
person
Hasan Munir H
p.5
unresolved
org
PT. Indorama Investments Indonesia. Jenis Mata Uang
p.5
unresolved
org
Menteri
p.6
unresolved
person
Sari Jacob
· Notaris
p.6 ×4
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.6
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.6 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo & Rekan
p.6 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Publik Jojo Sunarjo & Rekan
p.7
unresolved
org
PT. Tigadaya Minergy No. SNI
p.7
unresolved
org
PT. Citrakansa Emeralindo
p.7
unresolved
org
KJPP Munir Wisnu Heru & Rekan
p.8
unresolved
org
Bapepam
p.9 ×4
unresolved
person
Akta Vidi Andito
p.11 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.11
unresolved
person
Pramod Kumar
· Komisaris
p.11
unresolved
person
Vishnu Swaroop Baldwa Permodalan
· Direktur
p.11 ×3
unresolved
org
PT Indorama Investments Indonesia
p.11
unresolved
org
PT Indorama Niaga Bersama
p.11
unresolved
org
PT. Tigadaya Minergy Beban
p.13
unresolved
org
Bank Sentral AS
p.17
unresolved
org
Bank Indonesia
p.18 ×24
unresolved
org
Bank Indonesia. Defisit
p.18
unresolved
org
Kota Nusantara
p.21
unresolved
org
Bank Indonesia Stabilitas
p.23
unresolved
org
Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.31
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.31
unresolved
org
Menteri ESDM
p.31 ×3
unresolved
org
Pusat Statistik
p.32
unresolved
org
PT. Tigadaya Minergy
p.39 ×2
unresolved
org
PT. Tigadaya Minergy DCF Analysis Dalam Ribuan
p.42
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
2973 ms
13 Sep 2026 15:12
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}