Skip to content
Back to announcement

20250630_INDR_Informasi Transaksi Afiliasi_31909787_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review INDR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 42

Page 1

          
Page 2 OCR 0.911
MV KJPP MUNIR, WISNU, HERU & REKAN
Property & Business Valuation, Consultant & Advisory Services

No Izin: 2.15.0129 KMK: 479/KM.1/2015 Wilayah Kerja Negara Republik Indonesia

Jakarta, 30 Juni 2025
NO. LAP : 00176/2.0129-00/BS/10/0062/1/V1/2025

Kepada Yth,

Direksi

PT. Indo-Rama Synthetics Tbk
Graha Irama Lt 17

JIHR Rasuna Said Blok X-1 Kav 1-2
Jakarta Selatan 12950

Perihal : Laporan penilaian 100 saham PT. Unggul Jaya Indonesia

Dengan hormat,

Memenuhi permintaan penugasan dari PT. Indo-Rama Synthetics Tbk (“Indorama”) sebagaimana
tercantum dalam proposal kami No: 114/PP-B/MWH-00/HM/V/25, tertanggal 20 Mei 2025, maka kami
telah melakukan penilaian 10074 saham PT. Unggul Jaya Indonesia (“UJI”), untuk tujuan Jual Beli,
dengan dasar Nilai Pasar.

Berdasarkan hasil kajian kami atas informasi/data-data yang kami peroleh, maka opini nilai per tanggal
31 Maret 2025 untuk Nilai Pasar (Market Value) 100Yo saham UJI berdasarkan Pendekatan Aset
(Asset Approach) metode Penyesuaian Aktiva Bersih (Adjusted Net Asset Method) adalah:

Rp230.307.000,-
(dua ratus tiga puluh juta tiga ratus tujuh ribu rupiah).

Laporan ini merupakan laporan lengkap, terdiri dari beberapa bagian yang tidak dapat dipisahkan dan
hanya digunakan sesuai tujuan yang telah disebutkan dalam laporan penilaian ini.

Demikian kami sampaikan atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

Hormat kami

AP KUPP MUNI WISNU, HERU & REKAN

Managing Partner

Izin Penilai Publik : No. PB - 1.08.00062
OJK : STTD.PPB-03/PJ-1/PM.2/2023
Anggota MAPPI : No. 88 - S - 00132
Klasifikasi Bidang Jasa: Properti & Bisnis

Kantor Pusat : Gedung Lina Lt.03 R.307 JI.HR. Rasuna Said Kav.B-7 Kuningan Jakarta Selatan 12920, T: 462 21 5204352, 462 21 5204353, F : 462 21 5204353,
E : kantor. mwh@kjppmwh.com, kipp.mwh@yahoo.com, W : www.kjppmwh.com

Kantor Cabang Semarang : Jl. Pamularsih Barat VII No, 4 Semarang Provinsi Jawa Tengah, Telp Hotline. 0812-2551-6633, E : mwh.semarang@gmail.com
Kantor Cabang Surabaya : Jl. Taman Jambangan Indah No. 28, Surabaya 60232, Telp. (031) 82517157, E : kippmwhsby@gmail.com
Page 3 OCR 0.948
AV

PERNYATAAN PENILAI

KJPP Munir Wisnu Heru dan Rekan dengan ini menyatakan bahwa :

1:

1.
12.

13.
14.
15.
16.

Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam Laporan Penilaian ini adalah benar sesuai dengan
pemahaman terbaik dari Penilai,

Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap obyek-obyek yang dinilai:.
Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar
Penilai Indonesia (SPI) Edisi VII-2018,

Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh asosiasi penilai yang diakui oleh Pemerintah,

Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha yang dinilai,

Dalam melakukan penilaian ini kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk bertindak secara
obyektif dan independen serta tidak terafiliasi dengan perseroan ataupun pihak-pihak lain yang
terafiliasi dengan perusahaan tersebut,

Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian usaha ini:

Penugasan penilaian professional telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada tanggal
penilaian (Cut Off Date),

Analisis telah dilakukan untuk tujuan penilaian yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian:

Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

Telah dilakukan inspeksi terhadap obyek penilaian:

Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
kesimpulan nilai,

Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan:

Kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas,

Keseluruhan data dan informasi yang diungkapkan dalam laporan dapat dipertanggungjawabkan:
Besaran imbalan jasa penilai tidak tergantung pada hasil penilaian.

Selanjutnya KJPP Munir Wisnu Heru dan Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan
dalam penugasan Penilaian ini adalah Penilai professional yang kompeten dan memiliki keahlian
penilaian yang baik.

Penanggung jawab/Penilai

Hasan Munir, MBA., MAPPI (Cert)

Izin Penilai Publik No. PB - 1.08.00062
OJK: STTD.PPB-03/PJ-1/PM.02/2023
Anggota MAPPI No. 88 - S — 00132
Klasifikasi Bidang Jasa : Properti & Bisnis

Guality Control

Ir. Heru Hendra Martono

Izin Penilai Publik NO : P-1.13.00365
Anggota MAPPI No : 89-S-00143

, Surveyor
Redian Ferdo,MBA

Anggota MAPPI No : 14-P-05380
Izin RMK : 2017-00987

Page 4 OCR 0.892
AW

RINGKASAN EKSEKUTIF

Pemberi Tugas

Nama Perusahaan yang dinilai
Bidang Usaha

Persentase saham yang dinilai
Tujuan Penilaian

Dasar Nilai

Tanggal Penilaian (Cut OFF Date)
Pendekatan

Metodologi

Nilai Pasar saham 100Y6
Jumlah lembar saham

Nilai Pasar/lembar saham

Nilai buku 1006

Nilai buku/lembar sahanm
Price to Book Value (PBV)

: PT. Indo-Rama Synthetics Tbk

: PT. Unggul Jaya Indonesia (Non-Tbk)

: Konsultan Manajemen Lainnya, Perusahaan Holding
110076

: Jual Beli

: Nilai Pasar

: 81 Maret 2025

: Aset (Asset Approach)

: Penyesuaian Aktiva Bersih (Adjusted Net Asset Method)
: Rp230.307.000,-

:16.775

: Rp13.729,-

: Rp16.369.362.000,-

: Rp975.819,-

10,014 X

Pengalokasian Harga Pembelian (Purchase Price Allocation)

Pengalokasian Harga Pembelian (Purchase Price Allocation)

dalam ribuan rupiah
Rpribuan Rpribuan
Pembelian
100Yc saham UJ 230.307
“280.307
ASET
Nilai wajar aset lancar 185.723
Nilai wajar investasi 73.098.422
“73.284 145
LIABILITAS
Utangpihak ketiga 3.000.000
Utangpihak berelasi 69.900.000
Utang pajak 300
“72.900.300
Nilai Aset 10096 383.845
Keuntungan atas pembelian 100Y6

iii
Page 5 OCR 0.932
AW

14

12

1.3

14

PENDAHULUAN

PT Unggul Jaya Indonesia ("UJI") didirikan berdasarkan akta Vidi Andito, SH. Notaris di
Jakarta Selatan bisnis utama perusahaan adalah sebagai perusahaan induk investasi.

Sehubungan dengan rencana pembelian 10076 saham UJI oleh PT. Indo-Rama Synthetics
(“Indorama”) Tbk diperlukan indikasi nilai pasar atas saham tersebut, maka Indorama
berdasarkan proposal No. 114/PP-BS/MWH-00/HM/V/2025 tertanggal 20 Mei 2025 telah
menugaskan KJPP Munir, Wisnu, Heru & Rekan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik yang
telah memperoleh Izin Usaha dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 2.15.0129
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 479/KM.1/2015 tanggal 3 Juni 2015,
NPWP No. 72.848.905.5-011.000 dan juga sebagai profesi penunjang pasar modal
berdasarkan Surat OJK No. S-564/PM.223/2015 tanggal 7 Juli 2015.

Identifikasi Status Penilai

KJPP Munir, Wisnu, Heru & Rekan sebagai konsultan penilai berdasarkan Izin Usaha Kantor
Jasa Penilai Publik dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 2.15.0129 sesuai KMK
479IKM.1/2015 tanggal 3 Juni 2015, NPWP No. 72.848.905.5-011.000 yang berdomisili di
Jakarta Selatan, Gedung Lina Lantai 3. R.307 Jl. HR. Rasuna Said Kav B.7 Kuningan,
Telepon 021-5204352, Fax 021-5204353, dalam hal ini diwakili oleh:

Nama : Hasan Munir H, MBA., MAPPI (Cert)
Izin Penilai : PB-1.008.00062

STTD OJK : STTD.PPB-03/PJ-1/PM.2/2023
Kualifikasi : Properti dan Bisnis

Jabatan : Pemimpin Rekan

Alamat 1 Gedung Lina, Lt 3 R 307

Jl. HR. Rasuna Said Kav B-7, Kuningan
Jakarta Selatan 12920

Email ! kantor mwh@kippmwh.com

Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian atas objek dimaksud, tidak memiliki
benturan kepentingan dengan pemberi tugas dan atau objek penilaian, objektif dan tidak
memihak dalam memberikan opini penilaian.

Identifikasi Pemberi Tugas Sekaligus Pengguna Laporan

Nama : PT. Indo-Rama Synthetics Tbk

Alamat : Graha Irama Lt.17
Jl. H.R Rasuna Said Blok X-1 Kav 1-2
Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan

Identifikasi Objek Penilaian dan Kepemilikan
100Ys saham PT. Unggul Jaya Indonesia yang dimiliki oleh PT. Indorama Investments
Indonesia.

Jenis Mata Uang Yang Digunakan

Mata uang yang digunakan dalam penilaian ini adalah Mata Uang Negara Republik Indonesia
Rupiah (Rp).

Page 6 OCR 0.943
AA

15

1.6

17

18

1.9

Maksud dan Tujuan Penilaian

Maksud dari penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan pendapat independen dalam
menentukan nilai pasar 100Ys saham UJI dengan tujuan jual beli.

Dasar Nilai

Sesuai dengan maksud dan tujuan sebagaimana tersebut di atas, maka dasar penilaian yang
digunakan adalah Nilai Pasar.

Tanggal Penilaian

Penilaian dilakukan pada tanggal 31 Maret 2025 sesuai dengan tanggal laporan keuangan
UJI periode yang berakhir 31 Maret 2025.

Pengumpulan data dalam rangka penilaian saham UJI dilakukan pada periode 26 Mei — 25
Juni 2025.

Tingkat Kedalaman Investigasi

Dalam melakukan penugasan, tidak ada pembatasan dalam pelaksanaan inspeksi,
penelaahan, verifikasi, penghitungan dan analisis. MWH telah melakukan wawancara dengan
manajemen UJI.

Sifat dan Sumber Informasi yang dapat diandalkan

Inspeksi terhadap penilaian telah dilakukan termasuk melakukan wawancara dengan
Manajemen untuk kelengkapan data dan informasi. Hasil pemeriksaan Dokumen Hukum yang
relevan dan dokumen yang diperoleh serta informasi keuangan. Kami menerima copy
dokumen-dokumen hukum milik perusahaan obyek penilaian, namun kami tidak melakukan
pengecekan keabsahan dari dokumen hukum tersebut.

“Akta No. 09 tertanggal 22 Juni 2015 dibuat oleh Vidi Andito, S.H. di Jakarta, tentang
pendirian perseroan, akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-2445758.AH.01.01. Tahun 2015 tanggal
29 Juni 2015.

» Akta No. 05 tertanggal 18 Maret 2024 dibuat oleh Sari Jacob, SH, M.Kn. Notaris di Jakarta
tentang perubahan anggaran dasar Perseroan akta tersebut telah dicatat didalam Sistem
Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-0029562.AH.01.02 tanggal 18 Mei 2024.

"Akta No. 01 tertanggal 03 Desember 2024 dibuat oleh Sari Jacob, SH, M.Kn. Notaris di
Jakarta tentang perubahan anggaran dasar Perseroan akta tersebut telah mendapata
persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
000693.AH.01.02 Tahun 2025 tertanggal 5 Februari 2025

«Laporan Keuangan per tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Jojo Sunarjo & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material, dengan
nomor laporan 00005/2.0946/AU.1/10/1203-4/1/1/2022 tanggal 17 Januari 2022.

» Laporan Keuangan per tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Jojo Sunarjo & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material, dengan
nomor laporan 00005/3.0445/AU.1/10/1799-1/1/1/2023 tanggal 18 Januari 2023.

« Laporan Keuangan per tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Jojo Sunarjo & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material, dengan
nomor laporan 00004/3.0408/AU.1/10/1889-1/1/11/2024 tanggal 18 Januari 2024.

Page 7 OCR 0.958
AV

Laporan Keuangan per tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Jojo Sunarjo & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material, dengan
nomor laporan 00022/2.0946/AU.1/10/1935-1/1/1/2025 tanggal 10 Februari 2025.

Laporan Keuangan per tanggal 31 Maret 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Publik Jojo Sunarjo & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material,
dengan nomor laporan 00271/2.0946/AU.1/10/1883-1/1/VI/2025 tanggal 23 Juni 2025.

Laporan Sumberdaya dan Cadangan milik PT. Tigadaya Minergy No. SNI 5015:2019 &
KCMI 2027 tertanggal 15 Juni 2025.

Business plan yang dipersiapkan oleh manajemen dan telah direviu.

Tinjauan terhadap kondisi fundamental perusahaan, yang menyangkut sejarah singkat
perusahaan, struktur modal dan susunan pengurus, struktur organisasi, informasi jumlah
karyawan, deskripsi bidang usaha dan produk/jasa yang dihasilkan.

Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, kondisi pasar dan
lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan hasil analisis lain dari pihak
independen yang kami anggap relevan.

Hasil wawancara dengan pihak manajemen UJI tentang berbagai hal yang berkaitan
dengan operasional perusahaan.

Asumsi dan asumsi khusus

Opini nilai dalam laporan ini dibentuk berdasarkan informasi yang kami peroleh dari
manajemen perusahaan dan informasi lain di luar perusahaan, yang kami asumsikan benar
dan cukup memadai.

Kami telah menggunakan informasi keuangan UJI terutama dari Laporan Keuangan
yang telah diaudit (audited) untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021, 2022, 2023, 2024 dan 31 Maret 2025.

Kami telah menggunakan Pernytaan Estimasi Sumberdaya dan Cadangan Komoditas
Batubata Blok H1, yang diterbitkan oleh PT. Citrakansa Emeralindo dengan No. Report
SNI 515 : 2019 & KCMI 2027, tertanggal 15 Juni 2025.

Kami telah memperoleh informasi atas status hukum obyek penilaian dari pemberi tugas,
namun kami tidak melakukan penyelidikan atas keabsahan surat-surat dan atas legalitas
obyek penilaian serta kami tidak bertanggung jawab atas hal-hal yang menyangkut
hukum, selain itu kami tidak mengemukakan pendapat mengenai kepemilikan dari obyek
penilaian yang kami nilai.

Saham yang kami nilai ini tidak mempunyai masalah hukum dan bahwa hak
kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan (Marketable).

Proyeksi keuangan yang kami gunakan sebagai dasar penilaian adalah yang kami terima
dan reviu, telah mencerminkan kewajaran proyeksi dengan kemampuan pencapaian
(fiduciary duty).

Kami juga berasumsi bahwa perusahaan akan mengoperasikan usahanya dengan
berhati-hati sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen yang baik. Kami juga tidak
memprediksi akan perubahan ekonomi yang signifikan sehingga dapat mempengaruhi
perusahaan, baik pasar maupun industri yang tidak terduga.

Kami juga meyakini bahwa tidak ada informasi yang ditutup-tutupi sehingga mempunyai
potensi yang dapat membebani perusahaan secara signifikan di masa yang akan datang
yang dapat mempengaruhi nilai.

Page 8 OCR 0.950
AV

112

114

» Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan
atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian, data dan informasi
yang diperoleh berasal dari manajemen UJI maupun dari sumber lain yang dapat
dipercaya.

Persyaratan atas persetujuan untuk publikasi

Laporan penilaian ini hanya digunakan untuk Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan sesuai
dengan tujuan sebagaimana disebutkan dalam laporan penilaian ini. Siapapun yang
mendapat laporan ini, atau tembusan dari padanya, tidak ada hak untuk mengumumkan di
media cetak/media elektronik atau mempergunakannya untuk keperluan apa-pun tanpa
persetujuan tertulis KJPP Munir Wisnu Heru & Rekan dan atau Klien. Persetujuan ini-pun
hanya diberikan dengan syarat-syarat yang layak.

Penggunaan Standar Penilaian

Laporan Penilaian ini berpedoman pada Kode Etik Penilaian Indonesia (KEPI) & Standar
Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII — 2018 dan Edisi Revisi 1 September 2020.

Premis Nilai

Perusahaan dinilai sedang dalam keadaan beroperasi secara komersial namun bukan untuk
likuidasi tetap (going concern) dan dimana perusahaan akan berjalan terus meskipun terjadi
pergantian pada pemilik atau manajemen dan merupakan perusahaan tertutup.

Pelaporan

Laporan disampaikan dalam Bahasa Indonesia dan dalam mata uang Republik Indonesia
Rupiah (Rp).

Kondisi/Batasan
Hasil penilaian ini dibatasi oleh kondisi-kondisi sebagai berikut:

Y Laporan keuangan yang kami sajikan dalam laporan ini termasuk penyesuaian
normalisasi semata-mata untuk pembentukan nilai dari saham UJI sebagaimana
disebutkan pada tujuan dari laporan ini, sehingga tidak dapat dipergunakan untuk tujuan
lain.

“  Kondisi-kondisi tidak wajar apabila ada, yang tersembunyi pada Laporan Keuangan
perusahaan atau pada data/informasi lain yang diberikan manajemen, yang dapat
membawa efek negatif terhadap nilai, tidak menjadi tanggung jawab kami karena
merupakan bagian pekerjaan ahli lainnya.

Y Laporan ini hanya dapat dipergunakan secara keseluruhan dan untuk keperluan
sebagaimana telah dipersiapkan.

Y Laporan Penilaian ini seluruh atau sebagian tidak untuk dipublikasikan, juga tidak boleh
digunakan untuk tujuan apa pun oleh siapa pun selain yang telah disebutkan diatas,
kecuali mendapat ijin terlebih dahulu dari klien atau kami. Dalam melakukan penilaian ini
kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk bertindak secara objektif dan
independen serta tidak terafiliasi dengan klien ataupun pihak-pihak lain yang terafiliasi
dengan perusahaan tersebut.

“ Laporan Penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian
kepada pihak manapun dan kami juga tidak mempunyai kepentingan atau mengambil
keuntungan pribadi dalam penugasan ini. Sedangkan imbalan yang kami terima tidak
dipengaruhi oleh nilai yang kami tetapkan tetapi berdasarkan Man Days dan Billing Rate
sebagaimana dalam surat No. 114/PP-BS/MWH-00/HM/V/25, tanggal 20 Mei 2025.

Page 9 OCR 0.956
AA

Semua tuntutan hukum, gugatan dan atau sengketa serta ikatan, jika ada, telah
diabaikan dan obyek penilaian telah dinilai sebagai pemilikan yang bebas dan jelas
pemiliknya yang bertanggung jawab.

Kami karena penilaian ini, tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir
didepan pengadilan atau pejabat pemerintah mengenai penilaian ini, terkecuali jika telah
diadakan persetujuan sebelumnya.

Kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian operasional dimasa yang akan datang.

Penilaian atas perusahaan tertutup adalah berdasarkan ketelitian dan ilmu pengetahuan.
Bagaimanapun kami telah melakukan penilaian tersebut berdasarkan konseptual
dengan metode dan prosedur penilaian yang umum dilakukan untuk menentukan
perkiraan nilai pasar dalam laporan ini.

Kami berhak (namun tidak berkewajiban) merevisi dan memperbaiki semua perhitungan
dalam laporan ini, jika kami anggap perlu, untuk merevisi laporan kami bila sesudah
penyelesaian laporan ini kami menerima data yang tidak kami ketahui sebelumnya.

Kejadian Penting Setelah Tanggal penilaian

Tidak ada kejadian penting setelah tanggal penilaian

Definisi dan Istilah

Arus Kas Bersih (Net Cash Flow)
Sejumlah kas yang tersisa setelah semua kebutuhan kas untuk bisnis terpenuhi selama
masa operasi.

Arus Kas Bersih Ekuitas (Net or Free Cash Flow to Eguity)

Laba bersih setelah pajak, ditambah dengan depresiasi dan komponen bukan kas lainnya,
dikurang atau ditambah perubahan modal kerja, dikurang pengeluaran modal/investasi,
dikurang penurunan pokok pinjaman investasi, ditambah kenaikan pokok pinjaman
investasi.

Arus Kas Bersih bagi Perusahaan atau Para Pemodal (Free Cash Flow to Firm or Invested
Capital)

Laba bersih setelah pajak, ditambah dengan depresiasi dan komponen bukan kas lainnya,
ditambah pembayaran bunga bebas pajak, dikurang atau ditambah perubahan modal
kerja, dikurang pengeluaran modal/investasi (capex).

Aset Operasional
Aset yang digunakan dalam operasional perusahaan yang digunakan secara
berkelanjutan (Peraturan Bapepam dan LK No. VIII.C.4.1.a.9)

Aset Non Operasional

Aset yang terpisahkan dari operasional perusahaan dan terdiri dari aset yang akan
dipakai pada masa yang akan datang (Reserve Asset), Aset Surplus atau Aset Investasi
(Peraturan Bapepam dan LK No. VIII.C.4.1.a.10)

Asumsi

Sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang mungkin
dapat mempengaruhi Obyek Penilaian atau Pendekatan Penilaian dan kewajarannya
telah dianalisi oleh Penilai Usaha sebagai bagian dari proses penilaian.

Diskonto Arus Kas (Dicounted Cash Flow, DCF)
Arus kas yang diproyeksikan didiskonto kembali ke tanggal penilaian, menghasilkan nilai
kini dari aset.

Page 10 OCR 0.934
AA

“  CAGR (Compounded Annual Growth Rate)
Tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun

" Diskon Pengendali (Discount For Lack of Control)
Suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurangan dari nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas obyek penilaian.

# Diskon Likuiditas Pasar (Discount For Lack of Marketabilites)
Suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurangan dari nilai suatu
ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas obyek penilaian.

« Going Concern yaitu
Sebuah entitas yang terus melaksanakan kegiatan operasionalnya secara berkelanjutan
di masa depan tanpa adanya maksud atau kebutuhan untuk melikuidasi atau
memperkecil secara material skala usaha.

“ Metode Penilaian
Suatu cara atau rangkaian cara atau ringkasan cara tertentu dalam melakukan penilaian.
“Nilai Wajar

Harga yang akan diterima dari penjualan aset atau dibayarkan untuk pengalihan liabilitas
dalam transaksi yang teratur diantara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. (SPI-
102.3.17, Edisi VII-2018)

“Nilai Entitas (enterprise value) adalah Nilai Ekuitas dalam bisnis ditambah nilai utang atau
kewajiban utang terkait, dikurangi kas atau setara kas yang tersedia untuk memenuhi
liabilitas yang ada.

« Pendekatan Penilaian

Suatu cara untuk memperkirakan nilai dengan menggunakan satu atau lebih metode
penilaian.

« Pendekatan Pendapatan (Income Approach)

Memberikan indikasi nilai dengan mengkonversi arus kas masa depan menjadi satu nilai
saat ini.

Pada pendekatan pendapatan, nilai aset ditentukan dengan referensi kepada
pendapatan arus kas atau penghematan biaya yang dihasilkan aset.

" Pendekatan Pasar
Memberikan indikasi nilai dengan membandingkan aset dengan aset lainnya yang identik
atau sebanding dimana terdapat informasi harga.

« Pendekatan Aktiva (Asset Based Approach)

Pendekatan Penilaian berdasarkan laporan keuangan historis Obyek Penilaian yang
telah diaudit, dengan cara menyesuaikan seluruh aset dan kewajiban menjadi Nilai Pasar
Wajar sesuai dengan Premis Nilai yang digunakan dalam Penilaian ini.

« Tingkat Diskonto

Suatu tingkat imbal balik (return) untuk mengkonversi nilai di masa depan ke nilai
sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang (time value of money) dan
ketidakpastian atas terealisasinya pendapatan ekonomi.

« Tanggal Penilaian (Cut Off Date)
Tanggal pada saat nilai, hasil penilaian, atau perhitungan manfaat ekonomi dinyatakan.

»  WACC (Weigthed Average Cost of Capital)
Biaya modal rata-rata tertimbang.

Page 11 OCR 0.939
ANA

21

2.2

2.3

25

2.6

PENJELASAN UMUM PERUSAHAAN

Nama dan Domisili Perusahaan

Nama : PT. Unggul Jaya Indonesia
Alamat : Graha Irama Lt.15A
Jl. H.R Rasuna Said Blok X-1 Kav 1-2
Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan
Telepon 1 462 21 5261555
Bidang Usaha : Konsultan Manajemen Lainnya, Perusahaan Holding

Sejarah Singkat Pendirian Perusahaan

PT Unggul Jaya Indonesia (“UJI”) didirikan berdasarkan Akta Vidi Andito, S.H. di Jakarta, Akta
pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No. AHU-2445758.AH.01.01. Tahun 2015 tanggal 29 Juni 2015.

Akta pendirian Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
Akta Perubahan No. 01 dari Sari Jacob, S.H., M.Kn., tanggal 3 Desember 2024, mengenai
penyesuaian maksud dan tujuan serta kegiatan Perusahaan, dan pengurangan modal dasar,
modal ditempatkan dan modal disetor serta perubahan klasifikasi saham. Perubahan ini telah
tercatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan Surat No. AHU
0006093.AH.01.02 Tahun 2025 Tanggal 3 Februari 2025.

Bidang Usaha

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 06 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, Pemerintah
Republik Indonesia menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB): 8120104863712 kepada: PT.
Unggul Jaya Indonesia dengan bidang usaha sebagai berikut:

No | No. KBLI | Nama KBLI

1 70209 Aktivitas Konsultan Manajemen Lainnya

2 64200 Aktivitas Perusahaan Holding

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No: 0733 4878 9606 3000

Pengurus

Berdasarkan Akta No. 5 tertanggal 18 Maret 2024 susunan dewan komisaris dan direksi
menjadi sebagai berikut:

Komisaris : Mr. Pramod Kumar Jalan
Direktur : Mr. Vishnu Swaroop Baldwa
Permodalan

Pada tanggal 31 Maret 2025, Susunan pemegang saham perusahaan adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1
Daftar Pemegang Saham
Nama Pemegang Saham tumeh Na Maba Yo
PT Indorama Investments Indonesia 16.774 | 16.589.486.000 | 99,994
PT Indorama Niaga Bersama 1 989.000 0,006
Jumlah 16.775 | 16.590.475.000 | 100,00

Page 12 OCR 0.953
AW

31

ANALISIS KINERJA KEUANGAN

Laporan keuangan historis suatu perusahaan umumnya memberikan informasi yang paling
dapat diandalkan untuk memperkirakan kinerja dimasa yang akan datang dan juga dapat
membantu dalam penilaian risiko. Laporan keuangan yang telah diaudit akan lebih
memberikan kepercayaan karena disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum dan mengandung pengungkapan dan catatan-catatan atas laporan keuangan.

Analisis kinerja keuangan dilakukan atas Laporan Keuangan 5 tahun terakhir yang
diperbandingkan yaitu untuk periode yang berakhir 31 Desember 2021, 2022, 2023, 2024
dan 31 Maret 2025 yang telah diaudit oleh KAP.

Untuk keperluan penilaian perlu dilakukan penyesuaian atas laporan keuangan baik neraca
maupun laporan laba rugi, dengan melakukan normalisasi dapat menghindari kesalahan
dalam melakukan analisis yang mengakibatkan kesalahan memproyeksikan kedepan yang
pada akhirnya kekurang akuratan nilai. Tujuan dari normalisasi adalah untuk menghindari
distorsi (bias) dari laporan keuangan dalam mencerminkan perkiraan terbaik dari nilai
ekonomis yang nyata atau kemampuan menghasilkan pendapatan nyata (true earning power)
dari perusahaan yang dinilai, pada umumnya distorsi yang terjadi antara lain adanya
pendapatan atau biaya yang signifikan namun jarang sekali terjadi (non recurring income and
expense), transaksi yang pembayarannya lebih besar atau lebih kecil dari kondisi normal
karena adanya hubungan istimewa, dan kebijakan yang tidak wajar. Setelah melakukan
penelaahan atas laporan keuangan UJI, maka tidak ditemukan adanya transaksi yang jarang
terjadi (non recurring income and expenses) untuk itu tidak perlu melakukan penyesuaian.

Analisis Laba Rugi Horizontal dan Vertikal

Tabel 3-1
Perbandingan Laba Rugi
Disajikan dalam ribuan rupiah kecuali dinyatakan lain.

2021 2022 2023 2024 Maret 2025
ribuan ribuan ribuan ribuan ribuan

Pendapatan

Harga pokok pendapatan
Laba (rugi) kotor

Beban umum dan admin (17.111) (12.629) (10.709) (25.263) (18.616)

Rugi operasional (17.11) (12.629) (10.709) (25.263) (18.616)
Pendapatan lain-lain

Pendapatan jasa giro & bunga 9 34 2 13.885 161.042
Jumlah pendapatan (beban) lain 9 34 2 13.885 161.042

Rugi sebelum pajak penghasilan (17.102) (12.595) (10.707) (11.378) 142.426
Pajak penghasilan

Pajak final 2) 7) (0) (2.777) (32.208)
Rugi bersih (17.104) (12.602) (10.707) (14.155) 110.217

Penghasilan komprehensif lain
Jumlah rugi komprehensif (17.104) (12.602) (10.707) (14.155) 110.217

Page 13 OCR 0.865
AVVA

Pendapatan selama periode analisis nihil karena perusahaan hanya sebagai Induk dari anak
Perusahaan PT. Tigadaya Minergy

Beban usaha, selama periode analisis nihil.

Beban umum dan admin pada tahun 2021 sebesar Rp17.111 turun menjadi Rp12.629 pada
tahun 2022 kembali turun menjadi sebesar Rp10.709 pada tahun 2023 naik menjadi
Rp25.263 pada tahun 2024 sedangkan pada periode sampai dengan 31 Maret 2025 sebesar
Rp18.616.

Pendapatan lain-lain selama periode analisis meningkat dari Rp9 pada tahun 2021 naik
menjadi Rp34 pada tahun 2022 kemudian turun menjadi Rp2 pada tahun 2022, selanjutnya
naik signifikan menjadi Rp13.885 pada tahun 2024 sedangkan pada periode sampai Maret
2025 sebesar Rp161.042.

Laba (rugi) bersih selama periode analisis, empat tahun pertama (sampai periode tahun
2023) rugi dari Rp17.104 pada tahun 2021 turun menjadi Rp14.155 pada tahun 2024
sedangkan pada periode sampai dengan Maret 2025 laba sebesar Rp110.217.

3.2 Analisis Neraca Horizontal dan Vertikal
Aset
Jumlah aset selama periode analisis berfluktuasi dari Rp89.111.134 ribu pada tahun 2021
naik menjadi Rp93.178.532 pada tahun 2022 selanjutnya dari tahun ke tahun turun sehingga
menjadi Rp92.158.335 pada tahun 2024 sedangkan pada 31 Maret 2025 turun menjadi
Rp89.269.662.
Tabel 3-2
Perbandingan Neraca
Disajikan dalam ribuan rupiak, kecuali dinyatakan lain
2021 2022 2023 2024 Maret 2025
ribuan Ko buan Ko ribuan ribuan Ko ribuan
ASET
(ASET LANCAR
Kas dan setara kas 21.194 0,6 14.592 0,0 3.885 00. 3.074.395 3 185.723
Jumlah Aset Lancar 21194 0,0 14.592 0,0 3.885 00 3.074.395 3, 185.723
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada anak perusahaan 89.083.940 1000 93.163.940 1000 93.163.940 100,0 89.083.940 y5,1. 89.083.940 39,8
Jumlah Aset Tidak Lancar 89.083.940 1000 93.163.940 1000 93.163.940 1000 89.083.940 36,7 89.083.940 398
Jumlah Aset 89111134 1000 93.178.532 1000 93.167.825 1000 92.158.335 1000 89.269.662 100,
UABILITAS & EKUITAS
UABILITAS
Utang lain-lain
Pihak ketiga 3.000.000 44. 3.000.000 3, 3.000.000 14. 3.000.000 4. 3.000.000 34
Pihak berelasi 69.900.000 8,
Utang pajak 300 0
Jumlah Uabilitas 3.000.000 JA. 3.000.000 32. 3.000.000 32. 3.000.000 33. 72.900.300
EKUITAS
, Modal saham 86.405.000 "70 90.485.000 311 90.485.000 1 89.489.665 3 16.590.475 8,6
“| Defisit (293.866) (03) (306468) (O3) (317.175) (03) (331.330) (ox) (221113) (02
Jumlah Ekuitas 86.111.134 966 90.178.532 968 90.167.825 “G4 89.158.335 "57 16.369.362 8
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 89.111.134 1000 93.178.532 1000 93.167.825 1000 92.158.335 1000 89.269.662 100

Page 14 OCR 0.935
AV

3.3

Jumlah aset lancar juga mengalami berfluktuasi dan relatif kecil yaitu dari Rp27.194 atau
0,0” dari jumlah aset pada tahun 2021 selanjutnya turun sehingga menjadi Rp3.885 atau
0,0” dari jumlah aset pada tahun 2023 sedangkan pada tahun 2024 naik signifikan menjadi
Rp3.074.395 atau 3,3Yo dari jumlah aset pada tahun 2023 dan Rp185.723 atau 0,26 dari
jumlah aset pada 31 Maret 2025.

Jumlah aset tidak lancar berfluktuasi dari Rp89.083.940 atau 100,0” dari jumlah aset pada
tahun 2021 naik menjadi Rp93.163.940 atau 100,096 dari jumlah aset pada tahun 2023 dan
tahun 2024 sebesar Rp89.083.940 ribu atau 96,74 dari jumlah aset, pada periode 31 Maret
2025 sama dengan tahun 2024.

Jumlah liabilitas selama periode analisis stagnan sebesar Rp3.000.000 ribu sampai tahun
2024 sedangkan pada 31 Maret 2025 naik menjadi Rp72.900.300 atau 81,7”o dari jumlah
liabilitas & ekuitas.

Jumlah ekuitas selama periode analisis berfluktuasi tren menurun dari Rp86.111.134 atau
96,6” dari jumlah liabilitas & ekuitas pada tahun 2021 naik menjadi Rp90.178.532 atau 96,84
dari jumlah liabilitas & ekuitas pada tahun 2022 selanjutnya dari tahun ke tahun turun
sehingga menjadi Rp89.158.335 atau 96,742 dari jumlah liabilitas & ekuitas pada tahun 2024,
sedangkan pada 31 Maret 2025 turun signifikan menjadi Rp16.369.362 atau 18,3”b dari
jumlah liabilitas & ekuitas.

Grafik
Neraca

Analisis Arus Kas

Salah satu analisis keuangan yang sangat penting disamping alat keuangan lainnya adalah
laporan arus kas. Dengan analisis arus kas dapat diketahui darimana dana (kas) diperoleh
dan untuk apa dana (kas) tersebut digunakan.

Ada dua metode penyusunan arus kas yaitu metode langsung dan tidak langsung, metode
langsung dengan cara mengikuti setiap aliran kas, sedangkan metode tidak langsung
pengaruh semua dari penangguhan penerimaan dan pengeluaran kas di masa lalu dan
semua akrual dari penerimaan kas dan pengeluaran kas yang diharapkan di masa yang akan
datang dihilangkan sehingga sumber dana diperoleh dari laba bersih dengan menambahkan
pos-pos yang tidak memerlukan pengeluaran kas kembali ke laba bersih serta penambahan
dan pengurangan kenaikan maupun penurunan modal kerja. Dalam laporan ini penyusunan
arus kas menggunakan metode langsung.

Page 15 OCR 0.923
NA

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

Jumlah arus kas dari aktivitas operasi selama periode analisis sampai dengan tahun 2023
berupa penggunaan berfluktuatif dari Rp17.104 pada tahun 2021 selanjutnya turun sehingga
menjadi sebesar Rp10.707 tahun 2023 sedangkan tahun 2024 naik menjadi sebesar
Rp14.155 dan periode sampai dengan Maret 2025 menjadi perolehan Rp110.517.

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

Jumlah arus kas dari aktivitas investasi berfluktuasi dari penggunaan Rp5.707.944 pada
tahun 2021 turun menjadi Rp4.080.000 pada tahun 2022 dan pada tahun 2023 nihil
sedangkan pada tahun 2024 menjadi perolehan Rp4.080.000 dan Rp69.900.000 pada 31
Maret 2025.

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Jumlah arus kas dari aktivitas pendanaan berfluktuatif dari perolehan sebesar Rp5.707.000
ribu pada tahun 2021 turun menjadi Rp4.080.000 ribu tahun 2022 dan tahun 2023 nihil
kemudian tahun 2024 menjadi penggunaan Rp995.335 ribu dan pada 31 Maret
Rp72.899.190.

Tabel 3-3
Perbandingan Arus Kas
Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain

2021 2022 2023 2024 Maret 2025

Ribuan Ribuan Ribuan Ribuan Ribuan
Arus kas dari aktivitas operasi
Rugi setelah beban pajak final (7.20a) (12.602) (10.707) (14.155) 110.217
Perubahan modal kerja 300
Kas bersih aktivitas operasi (17.10) (12.602) (10.707) (12.155) 110.517
Arus kas dari aktivitas investasi
Pengembalian uang muka (5.707.914) (4.080.000) - 4.080.000
Penerimaan dari pihak berelasi 69.900.000
Kas bersih aktivitas Investasi (5.707.944) — (4.080.000) - 4.080.000 69.900.000
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Penambahan (Pengurangan) modal disetor 5.750.000 4.080.000 Ka (995.335) (72.899.190)
Kas bersih aktivitas pendanaan 5.750.000 4.080.000 - (995.335) — (72.899.190)
Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas 24.952 (12.602) (10.707) — 3.070.510 (2.888.673)
Kas bank awal tahun 2.212 27.194 14.592 3.885 3.074.395
Kas dan bank akhir tahun 27.194 14.592 3.885 3.074.395 185.723

Page 16 OCR 0.917
AVVA

41

ANALISIS EKONOMI DAN INDUSTRI

Perkembangan Ekonomi Global

Dinamika perekonomian global berubah cepat dengan ketidakpastian yang tinggi. Di awal tahun
2024, ketegangan politik dunia tetap tinggi dengan berlanjutnya konflik antara Rusia dan Ukraina.
Setelah sedikit mereda, ketegangan geopolitik dunia kembali meningkat tinggi dipicu serangan
Israel ke Palestina. Di penghujung tahun 2024, terpilihnya kembali Presiden Trump di Amerika
Serikat (AS) dengan kebijakan America First dapat menyebabkan perubahan besar pada
lanskap geopolitik dan perekonomian dunia ke depan. Asesmen awal menunjukkan
kemungkinan Pemerintah AS di bawah Presiden Trump akan menerapkan tarif yang tinggi
kepada negara-negara yang mengalami surplus perdagangan besar dengan AS dalam kebijakan
internasionalnya (Gambar 1.1.). Negara-negara itu seperti Kawasan Eropa, Inggris, Tiongkok,
Meksiko, Kanada, Jepang, Korea Selatan, dan Vietnam. Misalnya, tarif tinggi dapat dikenakan
terhadap seluruh produk impor dari Tiongkok dan juga terhadap impor besi baja, aluminium,
logam dasar, dan kendaraan dari Kawasan Eropa dan Inggris, yang dapat saja mengundang
retaliasi dari ketiga negara ini. Kebijakan imigrasi yang sangat ketat juga akan diterapkan
terhadap tenaga kerja asing yang ilegal, demikian pula kebijakan politik luar negeri terhadap the
North Atlantic Treaty Organization (NATO), Rusia-Ukraina dan Timur Tengah dapat mengubah
peta geopolitik dunia.

Tabel 1.1, Kinerja dan P'

Pertumbuhan Ekonomi Global ("6)

2022 2023 20241 2025" 2026"
Dunia 35 33 32 32 3
Negara Maju 26 12 18 18 18

merika Serikat 1g 29 28 24 23

Kawasan Eropa 34 oa os Ii 13
Jepang 10 19 01 12 o
Negara Berkembang “1 ad ar a0 39

Tiongkok 10 s2 48 aa :8

Sementara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri, Pemerintah AS yang baru
diprakirakan akan memberlakukan kebijakan pemotongan pajak, baik kepada korporasi maupun
penghasilan personal, dengan konsekuensi pada meningkatnya defisit fiskal dari 6,56 menjadi
7,79 dari PDB pada tahun 2025 dan makin membengkaknya utang Pemerintah AS ke depan.
Hasil Pemilihan Umum di AS ini telah berdampak negatif pada memburuknya kondisi pasar
keuangan global pada triwulan IV 2024, dan ke depan diprakirakan dapat menyebabkan
melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia dengan risiko fragmentasi perdagangan dan
investasi yang makin meningkat. Perubahan dinamika geopolitik dunia yang cepat telah
berdampak pada perkembangan ekonomi dan pasar keuangan global di sepanjang tahun 2024
serta diprakirakan masih berlanjut pada tahun 2025 dan tahun-tahun berikutnya. Secara
keseluruhan, pertumbuhan ekonomi global pada 2024 melambat dari 3,3Yo pada 2023 menjadi
3,2” pada 2024 dan diprakirakan tetap 3,2” pada 2025 dan melambat lebih lanjut menjadi 3,146
pada 2026 (Tabel 1.1.). Divergensi pola pertumbuhan antarnegara berlanjut dengan fragmentasi

12
Page 17 OCR 0.942
Ava

ekonomi dan perdagangan dunia yang meningkat. Ekonomi AS diprakirakan tetap kuat pada
2024 dan 2025 disertai dengan risiko pemanasan ekonomi membayangi dengan
membengkaknya defisit fiskal dan utang Pemerintah. Pertumbuhan Tiongkok dan Kawasan
Eropa akan cenderung melambat
dengan masih lemahnya
permintaan domestik dan
kemungkinan dampak pengenaan
tarif dagang yang tinggi oleh
Pemerintah — AS. Pertumbuhan
ekonomi India, Indonesia, dan
sejumlah negara Emerging Market
Economies (EMEs) masih cukup
baik, didukung oleh permintaan
domestik di tengah kendala ekspor
karena perlambatan ekonomi dan
fragmentasi perdagangan global.
Inflasi dunia menurun dari 6,246
pada 2023 ke 5,2” pada 2024, namun diprakirakan masih tetap tinggi pada 2025 dan 2026,
masing-masing 4,544 dan 4,2”b, dengan kemungkinan terjadinya perang dagang antara AS
dengan sejumlah mitra dagang utamanya, serta terganggunya mata rantai pasok perdagangan
dunia (Grafik 1.1.).

Grafik 1.1. Inflasi Global

Dinamika geopolitik dunia yang cepat berubah telah memengaruhi perkembangan ekonomi
global sepanjang tahun 2024, dan diprakirakan akan terus berlanjut. Pertumbuhan ekonomi
global pada 2024 diprakirakan melambat menjadi 3,2” dari 3,3/s pada 2023 dan diproyeksikan
tetap 3,2” pada 2025, serta melambat lebih lanjut menjadi 3,194 pada 2026. Divergensi pola
pertumbuhan antarnegara juga berlanjut seiring dengan meningkatnya fragmentasi ekonomi dan
perdagangan global. Ekonomi AS diprakirakan tetap kuat pada 2024 dan 2025 disertai dengan
risiko pemanasan ekonomi yang berasal dari pembengkakan defisit fiskal. Sementara itu,
pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan Kawasan Eropa diprakirakan akan melanjutkan
perlambatan seiring dengan lemahnya permintaan domestik dan dampak dari kebijakan tarif
dagang yang diterapkan oleh Pemerintah AS. Di sisi lain, prospek pertumbuhan ekonomi India,
Indonesia, serta sejumlah negara Emerging Market Economies (EMEs) diprakirakan masih tetap
positif, didorong oleh permintaan domestik, meskipun menghadapi potensi perlambatan ekspor
akibat penurunan pertumbuhan ekonomi global dan fragmentasi perdagangan dunia.
Perkembangan geopolitik dan perekonomian global berdampak signifikan terhadap dinamika
kebijakan moneter bank-bank sentral dan pasar keuangan internasional. Penurunan inflasi
global pada triwulan III 2024 mendorong penurunan suku bunga kebijakan pada sejumlah bank
sentral, termasuk Bank Sentral AS, The Fed, yang mulai menurunkan Federal Funds Rate (FFR)
pada September 2024. Pelonggaran kebijakan moneter ini memberikan dampak positif pada
pasar keuangan global, ditandai dengan penurunan Indeks Dolar AS (DXY) dari sekitar 105 pada
awal 2024 menjadi sekitar 101 pada September 2024. Namun, hasil Pemilihan Umum di AS dan
ketegangan geopolitik yang berlanjut di Timur Tengah memunculkan efek negatif pada pasar
keuangan dan mengubah kebijakan moneter bank sentral. Penurunan FFR dan suku bunga bank
sentral lainnya diprakirakan akan lebih kecil dibandingkan prakiraan sebelumnya. Akibatnya, nilai
tukar dolar AS kembali menguat tajam, dengan DXY mencapai sekitar 107, sementara yield US
Treasury yang sebelumnya menurun, kembali meningkat untuk semua tenor. Perkembangan
tersebut memicu kembali naiknya premi risiko obligasi negara-negara berkembang dan volatilitas

Indone 13
Page 18 OCR 0.951
AV

4.2.

pasar keuangan global yang selanjutnya berdampak pada pembalikan aliran portofolio asing dan
menyebabkan pelemahan nilai tukar mata uang negara EMEs.

Ke depan, perekonomian global diprakirakan akan menghadapi tantangan yang makin kompleks
dengan lima kecenderungan utama yang perlu diantisipasi melalui kebijakan ekonomi nasional
yang optimal. Pertama, meningkatnya risiko geopolitik dan berlanjutnya fragmentasi
perdagangan global. Kedua, pergeseran dalam pola pertumbuhan ekonomi global. Ketiga,
tingginya suku bunga dan risiko utang Pemerintah. Keempat, ketidakpastian yang berlanjut serta
perubahan dalam pola investasi keuangan global. Kelima, percepatan digitalisasi antarnegara
dan peningkatan risiko operasional, khususnya yang terkait dengan keamanan siber.

Berbagai tantangan ini perlu direspons dengan tepat sehingga tidak mengganggu stabilitas
perekonomian nasional dan terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat dalam memitigasi dampak rambatan
global dan dengan kinerja yang diakui secara internasional. Pertama, kinerja ekonomi Indonesia
termasuk salah satu yang terbaik di negara Emerging Market Economies (EMEs) dengan
stabilitas makroekonomi terjaga dan pertumbuhan yang cukup tinggi. Bahkan, Indonesia mampu
mencegah terjadinya krisis akibat pandemi Covid-19 dan terus melanjutkan pemulihan ekonomi
hingga kini. Kedua, kuatnya koordinasi kebijakan makroekonomi, khususnya kebijakan fiskal
Pemerintah dan kebijakan moneter Bank Indonesia, menjadi pilar penting dalam menjaga
ketahanan ekonomi nasional dengan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan.
Indonesia juga mempunyai komitmen yang tinggi dalam transformasi ekonomi, termasuk
perbaikan iklim investasi, pembangunan infrastruktur, dan hilirisasi sumber daya alam. Ketiga,
Indonesia menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam sejumlah kerja sama dan lembaga
internasional. Keberhasilan Keketuaan Indonesia dalam G20 pada tahun 2022 di tengah konflik
dunia yang memanas diakui sebagai "making the impossible possible”. Bahkan, sejumlah
agenda penting berhasil diperjuangkan, seperti perlunya koordinasi f iskal-moneter yang erat,
kerja sama dalam mengatasi kesehatan, resolusi bagi masalah utang negara miskin, dan kerja
sama digitalisasi sistem pembayaran antarnegara. Kepemimpinan Indonesia juga dipuji dalam
Keketuaan ASEAN pada tahun 2023.

Perkembangan dalam lima tahun terakhir menunjukkan kinerja ekonomi Indonesia termasuk
salah satu yang terbaik di EMEs dengan stabilitas yang terjaga dan pertumbuhan yang cukup
tinggi. Pertumbuhan ekonomi sejak tahun 2018 dapat mencapai di atas 5Yo, kecuali pada periode
pandemi Covid-19 (Tabel 2.1.). Bahkan, kontraksi ekonomi sebagai dampak Covid-19 termasuk
yang relatif kecil dibandingkan dengan kondisi negara-negara lain. Stabilitas makroekonomi dan
sistem keuangan tetap terjaga. Inflasi tetap terkendali rendah, dengan rerata di bawah 344
selama periode 2018-2023, dan nilai tukar Rupiah terjaga stabil, didukung komitmen tinggi dari
kebijakan moneter Bank Indonesia. Defisit fiskal terjaga rendah di bawah 3X6 dari PDB, kecuali
pada periode puncak Covid-19 tahun 2020 dan 2021 yang kemudian secara cepat kembali
prudent dengan konsolidasi fiskal Pemerintah. Defisit transaksi berjalan juga rendah dan
menurun, bahkan mencatat surplus pada tahun 2021 dan 2022, sebagai buah dari hilirisasi
sumber daya alam. Perkembangan ini menunjukkan ketahanan eksternal ekonomi Indonesia
yang makin kuat. Demikian pula, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga dengan kecukupan
permodalan (Capital eacy Ratio , CAR) perbankan yang tinggi di atas 20Y4.

Page 19 OCR 0.851
AA

Kredit perbankan tumbuh tinggi dan berkontribusi penting dalam pembiayaan untuk mendukung
pertumbuhan ekonomi. Berbagai perkembangan positif ini juga disertai dengan digitalisasi
sistem pembayaran yang berkembang cepat, mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi
yang inklusif dengan makin tumbuhnya ekosistem ekonomi-keuangan digital nasional.

Tabel 2.1. Kinerja Ekonomi Indonesia: 2018-2023

Satuan 2018 2019 2020 2021 2022 2023

pe sa 502 201 3.10 ss

Transaksi Berjalan "on 294 042 oo an oto

Defisit Fiskal ob 182 eta 41 238 161

Inftasi It 313 250 Les 17 551 201

Kilas Tukar Rupiah DRtusD 14245 1139 14525 Yaz06 tag73 sar
(rerata)

Suku Bunga Bi Rate s0 s0 37 380 550 #00

135 s0. 2 u 10.38

2289 zat 2 263 21.66

Kinerja positif perekonomian Indonesia pada 2018-2023 tersebut sebagai hasil sinergi yang erat
antara Pemerintah dan Bank Indonesia. Kebijakan fiskal Pemerintah diarahkan pada stimulus
bagi perekonomian melalui belanja modal untuk mendorong investasi dan program

perlindungan sosial untuk mendorong konsumsi masyarakat. Bank Indonesia memprioritaskan
kebijakan moneternya untuk menjaga stabilitas dari dampak rambatan global, sementara
kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran difokuskan untuk turut mendorong
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pada periode 2018-2023, sejumlah program
transformasi sektoral terus dilakukan. Pembangunan infrastruktur terus ditingkatkan dalam
berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk transportasi, perairan, perumahan,
telekomunikasi, dan lainnya. Perbaikan iklim investasi ditempuh melalui diundangkannya
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, sementara pengembangan dan
penguatan stabilitas sistem keuangan ditempuh melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023
tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Ke depan, sinergi bauran
kebijakan ekonomi nasional tersebut perlu terus diperkuat dan diperluas untuk tetap menjaga
stabilitas dan memperkuat transformasi ekonomi nasional. Berbagai capaian kemajuan selama
ini menjadi landasan kuat untuk mencapai kinerja ekonomi nasional yang makin baik. Penguatan
lebih lanjut sinergi bauran kebijakan perlu terus dilakukan guna mengatasi berbagai

Tabel 2.2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia-Sisi Pengeluaran (86, yoy)

&
Page 20 OCR 0.894
AVVA

permasalahan yang ada serta mengantisipasi peluang dan tantangan perekonomian global yang
penuh dinamika tinggi. Sinergi kebijakan juga penting untuk membawa kinerja ekonomi nasional
menuju Indonesia Emas 2045 bagi kesejahteraan rakyat. Proses pemulihan ekonomi Indonesia
terus berlanjut pada 2024 dengan pertumbuhan yang diprakirakan tetap baik pada 2025 dan
meningkat pada 2026. Pertumbuhan ekonomi hingga triwulan III 2024 cukup baik didukung oleh
permintaan domestik, meskipun melambat dari 5,115 pada triwulan | 2024 menjadi 5,056 pada
triwulan II 2024 dan 4,95”s pada triwulan III 2024 (Tabel 2.2.). Investasi tetap membaik,
khususnya investasi bangunan sejalan dengan penyelesaian berbagai PSN. Konsumsi rumah
tangga, khususnya kelas menengah ke atas, tetap terjaga. Ekspor nonmigas tumbuh relatif tinggi
di tengah perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas. Sementara itu, impor
meningkat baik untuk kebutuhan ekspor maupun permintaan domestik, dan karenanya
menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi. Pada triwulan IV 2024, pertumbuhan ekonomi
diprakirakan tetap baik ditopang terutama oleh kenaikan investasi dan terjaganya konsumsi
rumah tangga, serta peningkatan belanja Pemerintah pada akhir tahun. Secara keseluruhan
tahun, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2024 berada dalam kisaran 4,7-
5,59, tetap baik pada tahun 2025 dengan kisaran yang sama, dan akan meningkat lebih tinggi
pada 2026 dalam kisaran 4,8-5,6Y4.

Ke depan, berbagai upaya perlu terus ditempuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, baik
dari sisi permintaan maupun dari sisi penawaran. Untuk itu, Bank Indonesia memperkuat bauran
kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih tinggi, serta bersinergi erat dengan
kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Dari sisi penawaran, kebijakan reformasi struktural perlu
terus diperkuat untuk mendorong sektor ekonomi yang dapat menyerap tenaga kerja. Upaya
tersebut didukung dengan optimalisasi stimulus kebijakan makroprudensial dan akselerasi
digitalisasi transaksi pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia.

Tabel 2.3. Pertumbuhan Ekonomi Indo

Sisi Lap:

Lapangan Usaha 2022”| 2023

Pertumbuhan Ekonomi (“e. yoy) 531 505 Sit 5,05 AISS ATSS 48-56

Pertambangan nggalian a38 609 93 2 38 A4A2 2290 5361

just Pengalahan a83 16441 40-47 414, 2250 A35

» Reparasi Mob

Makan Minun tna8 a00

Page 21 OCR 0.942
AVVA

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh sektor ekonomi yang cenderung
padat modal, dan karenanya sektor ekonomi yang padat tenaga kerja perlu lebih didorong ke
depan. Perkembangan ini tecermin pada sektor-sektor yang berorientasi ekspor dan sebagai
hasil dari hilirisasi sumber daya alam seperti Pertambangan dan Penggalian, serta Industri
Pengolahan yang tumbuh relatif tinggi (Tabel 2.3.). Sektor-sektor yang mencerminkan
pembangunan infrastruktur dan konektivitas seperti Konstruksi, serta Transportasi dan
Pergudangan juga mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, sektor-sektor yang sejalan dengan kenaikan konsumsi masyarakat dan digitalisasi
seperti Perdagangan Besar dan Eceran, Akomodasi dan Makanan-Minuman (Akmamin), serta
Informasi dan Komunikasi, juga makin tumbuh tinggi. Demikian pula berbagai sektor jasa seperti
Jasa Keuangan dan Asuransi, Jasa Perusahaan, serta Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
yang terus menunjukkan peningkatan. Perkembangan berbagai lapangan usaha ini
menunjukkan pola pemulihan ekonomi Indonesia pasca-Covid-19 yang makin kuat, dari sektor-
sektor yang makin pulih dari dampak memar (scarring effect) Covid-19 pada periode 2021-2022
ke sektor sektor yang berorientasi ekspor pada periode 2022-2024, dan selanjutnya ke sektor-
sektor untuk makin mendorong permintaan domestik ke depan. Ke depan, perkembangan sektor
sektor seperti Pertanian, Perdagangan khususnya eceran, Akmamin, Informasi dan Komunikasi
khususnya digitalisasi, serta berbagai sektor jasa, perlu terus didorong karena tidak saja penting
untuk pertumbuhan berkelanjutan, tetapi juga untuk penyerapan tenaga kerja yang lebih besar.
Pola pertumbuhan dengan keseimbangan antara sektor padat modal dan padat tenaga kerja
seperti inilah yang perlu ditingkatkan dan diperluas untuk memperkuat ketahanan dan
transformasi ekonomi nasional yang lebih tinggi ke depan.3 Pertumbuhan ekonomi di hampir
seluruh wilayah Indonesia juga menunjukkan kinerja yang cukup baik. Pada tahun 2024,
pertumbuhan ekonomi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) diprakirakan membaik,
yaitu menjadi sekitar 5,544 dari 4,0yb, didorong oleh pariwisata dan ekspor pertambangan.
Ekonomi wilayah Kalimantan juga tumbuh membaik dari 5,446 pada 2023 menjadi sekitar 5,54
pada 2024, karena pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan ekspor pertambangan.
Demikian pula, pertumbuhan ekonomi wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua)
meningkat dari 6,54 pada 2023 menjadi sekitar 6,9”s pada 2024, didukung oleh investasi industri
dan pertambangan terkait dengan hilirisasi sumber daya alam.4 Ekonomi wilayah Jawa tumbuh
sekitar 4,9” karena aktivitas industri dan perdagangan, sementara ekonomi wilayah Sumatera
melambat dari 4,7”s menjadi 4,5” karean aktivitas industry dan pertambanga (Gambar 2-1).

Grafik 2.1. Ekspor Nonmigas Indonesia Grafik 2.2. Ekspor Produk Hilirisasi Minerba

17
Page 22 OCR 0.784
AV

Pada tahun 2025, ekonomi wilayah Jawa dan wilayah Sumatera diprakirakan akan kembali
membaik dengan aktivitas perdagangan dan ekspor perkebunan. Sementara itu, perlambatan
ekonomi diprakirakan akan terjadi di wilayah Sulampua serta wilayah Balinusra karena
penurunan aktivitas pertambangan, selain juga di wilayah Kalimantan karena penurunan
aktivitas di IKN. Stabilitas eksternal ekonomi Indonesia terjaga dengan Neraca Pembayaran
Indonesia (NPI) yang tetap sehat. Pada tahun 2024, secara keseluruhan NPI diprakirakan akan
surplus seiring dengan rendahnya defisit transaksi berjalan dan peningkatan surplus neraca
transaksi modal dan finansial. Defisit transaksi berjalan terjaga rendah dalam kisaran 0,1-0,9Y4
dari PDB. Hal ini didukung oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang hingga triwulan III
2024 mencapai 36,0 miliar dolar AS. Kinerja ekspor nonmigas Indonesia baik manufaktur,
pertanian maupun pertambangan, tetap tumbuh tinggi di tengah perlambatan ekonomi dunia
(Grafik 2.1.). Bahkan ekspor pertambangan hasil dari program hilirisasi sumber daya alam terus
meningkat, khususnya komoditas nikel dan tembaga (Grafik 2.2.).

Sementara itu, aliran masuk investasi portofolio hingga triwulan III 2024 tercatat tinggi 11,0 miliar
dolar AS di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global (Tabel 2.4.). Inflow terbesar
dari investasi portofolio asing tercatat pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI),
di samping Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan global, dan saham.

Tabel 2.4. ndonesia (Miliar Dolar AS)
2023 2024
Komponen 2020| 2021 | 2022
1 TT IA ' Tn
Transaksi Berjalan aa 38 132 28 285 A12 A3 21 28 TU

M3 438 621 M8 100 102 Aoa6d oo 93 100
toga 2023

Ba asg0

3100 378 98 190 60 tag
s4 30 248 sa 8 PI
98 16200 PI Boa ad
per 320353 H9 03 8, 2808996 89
DO. Pendapatan 59 e3 s8 td 13 12 SA A3 1s 16
Sekunder
19 2 92-42 BI 06 10 9S 1 20 66
ta 181 a “0 34 4 a 21
38 ' 1630 28 0.49 1803 6
“6 102 156-838 63 02 26 IA 4 28 86
26 138 A0 65 IA AS 86 64 60 08 s9
1859 N449 1312 1852 137 NAM NAGA NAGA NAOA 1402 M9
48 18 59 62 60 60 65 63 62 Gt 64

Transaksi Berjalan 04 03 1008 07 03 04 02 07 09 06
(Si PB)

Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2024 tercatat tinggi, sebesar 155,7 miliar
dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran
utang luar negeri Pemerintah. Posisi cadangan devisa ini jauh berada di atas standar kecukupan
internasional sekitar 3 bulan impor. Pada tahun 2025, NPI diprakirakan akan tetap sehat dengan
defisit transaksi berjalan yang terjaga pada kisaran 0,5-1,3/o dari PDB. Surplus neraca modal

Page 23 OCR 0.952
AVVA

dan finansial diprakirakan akan lebih besar, khususnya dari aliran masuk investasi portofolio
asing, sehingga mendukung kesehatan NPI dan ketahanan eksternal ekonomi Indonesia ke
depan Stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga didukung kebijakan moneter Bank Indonesia. Seperti
dijelaskan pada bagian sebelumnya, dinamika geopolitik dunia dan pasar keuangan global yang
berubah cepat dengan ketidakpastian tinggi mendorong tingginya yield US Treasury dan
penguatan mata uang dolar AS, yang berpengaruh besar pada aliran investasi portofolio asing
dan nilai tukar negara-negara EMEs, termasuk Indonesia. Hingga pertengahan tahun 2024
indeks dolar AS terhadap mata uang dunia (DXY) menguat secara luas hingga mencapai sekitar
105 pada Juni 2024 dari sekitar 103 pada akhir 2023 (Grafik 2.3.). Dengan kejelasan arah dan
kemudian penurunan FFR, indeks mata uang dolar AS kemudian melemah hingga sekitar 101
pada September 2024.

Tetapi dolar AS kemudian kembali menguat dengan memanasnya ketegangan politik di Timur
Tengah dan hasil Pemilihan Umum di AS hingga sekitar 107 pada Desember 2024. Penguatan
mata uang dolar AS secara luas tersebut menimbulkan tekanan pelemahan pada seluruh mata
uang dunia, tidak terkecuali Rupiah. Nilai tukar Rupiah yang pada akhir tahun 2023 berada pada
sekitar Rp15.500 per dolar AS, melemah hingga sekitar Rp16.328 pada Juni 2024, kemudian
menguat ke sekitar Rp15.319 pada September 2024, dan kembali tertekan karena gejolak global
tersebut ke sekitar Rp16.102 per dolar AS pada akhir Desember 2024.

Untuk menahan dampak negatif tingginya rambatan global ini, Bank Indonesia meningkatkan
intensitas kebijakan moneternya dalam stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi valas
secara spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian SBN dari pasar
sekunder. Strategi operasi moneter dengan instrumen khususnya SRBI juga ditingkatkan, dan
seperti dikemukakan di atas, berhasil menarik kembali masuknya aliran portofolio asing sehingga
memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah. Secara keseluruhan, hingga 31 Desember 2024
Rupiah melemah sebesar 4,346 (point-to-point, ptp) atau 3,749 (rerata) dibandingkan dengan
kondisi tahun 2023 (Grafik 2.4.).

Grafik 2.3. Nilai Tukar Rupiah dan Dolar AS Grafik 2.4. Nilai Tukar Rupiah vs Negara lain

Tingkat pelemahan Rupiah sebanding dan bahkan lebih rendah dibandingkan dengan mata uang
sejumlah negara lain seperti Won Korea, Peso Mexico, Real Brasil, Yen Jepang, dan Lira Turki.
Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan akan stabil sejalan dengan positifnya kondisi
fundamental ekonomi Indonesia, yaitu menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi dan
meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta tingginya komitmen kebijakan moneter
Bank Indonesia Stabilitas harga terjaga dengan konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia
dan koordinasi erat dengan kebijakan Pemerintah. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada
tahun 2024 menurun dan terjaga dalam kisaran sasaran 2,519. Inflasi IHK pada Desember

Indonesi 1

c
Page 24 OCR 0.926
AA

2024 tercatat rendah 1,57Yo dan juga pada seluruh komponennya (Grafik 2.5.). Inflasi inti tercatat
rendah sebesar 2,26” (yoy), sementara inflasi volatile food (VF) terus menurun menjadi 0,126
(yoy). Terkendalinya inflasi inti sejalan dengan konsistensi kebijakan suku bunga Bank Indonesia
untuk mengarahkan ekspektasi inflasi ke depan berada dalam kisaran sasaran 2,5t1”o dengan
mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi.

Grafik 2.5. Inflasi INK, Inti, VK dan AP Grafik 2.6. Suku Bunga Bl-Rate dan INDONIA

AE

Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah juga berpengaruh positif pada terkendalinya inflasi barang
impor (imported inflation). Penurunan inflasi VF didukung oleh peningkatan pasokan pangan
seiring berlanjutnya musim panen, eratnya sinergi pengendalian inflasi melalui Tim
Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID), juga diperkuat melalui Gerakan Nasional
Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), dan pengaruh base effect harga pangan. Ke depan, Bank
Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga
seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang masih
besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan
dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif
berkembangnya digitalisasi.5 Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi
pengendalian inflasi Bank Indonesia bersama Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank Indonesia
terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun 2025
dan 2026 terkendali dalam sasaran yang ditetapkan Pemerintah sebesar 2,541Y4.

Sebagaimana disampaikan sebelumnya, Bank Indonesia secara konsisten menetapkan suku
bunga kebijakan moneternya untuk mengarahkan prakiraan dan ekspektasi inflasi dalam dua
tahun ke depan tetap terkendali pada kisaran sasaran 2,5 Yo yang ditetapkan Pemerintah.

Gratik 2.7. Suku Bunga Perbankan Grafik 2.8. Posisi SRBI: Bank, Nonresiden,
€

L
Page 25 OCR 0.931
AVVA

421

Seperti dikemukakan di atas, dolar AS yang menguat tajam pada paruh pertama tahun 2024
memberikan tekanan pelemahan Rupiah yang diprakirakan dapat berdampak pada
meningkatnya inflasi harga impor (imported inflation). Karena itu, di samping terus memperkuat
kebij akan stabilisasi nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan BlI-Rate
sebesar 25 bps dari 6,00”4 menjadi 6,254 pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan April 2024.
Kemudian dengan kejelasan arah kebijakan FFR dan juga penguatan nilai tukar Rupiah, Bank
Indonesia pada RDG September 2024 menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 6,00/c dan
memandang masih terbuka ruang penurunan lebih lanjut sepanjang stabilitas Rupiah terjaga.
Suku bunga pasar uang (INDONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 6,1895 pada 31 Desember
2024 (Grafik 2.6.). Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 27 Desember 2024
tercatat masing- masing pada level 7,18Y4: 7,21Y4: dan 7,307h, tetap menarik untuk mendukung
aliran masuk modal asing. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun, per 31 Desember 2024,
meningkat masing-masing menjadi 6,90Yc dan 6,97”4 sejalan kenaikan yield UST. Suku bunga
deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Desember 2024 tercatat masing-masing sebesar
4,87» dan 9,20”b, relatif stabil dibandingkan dengan level bulan sebelumnya (Grafik 2.7.).
Likuiditas yang memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan harga yang makin baik
dengan kebijakan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK), berdampak positif pada suku
bunga perbankan yang tetap terjaga. Strategi operasi moneter pro-market terus dioptimalkan
untuk mendukung penguatan kebijakan suku bunga dan intervensi valas dalam stabilisasi nilai
tukar Rupiah dan pencapaian sasaran inflasi. Seluruh instrumen moneter, baik SRBI (Sekuritas
Rupiah Bank Indonesia), SVBI (Sekuritas Valas Bank Indonesia), dan SUVBI (Sukuk Valas Bank
Indonesia) terus dioptimalkan untuk memperkuat efektivitas transmisi kebijakan moneter, di
samping untuk mempercepat upaya pendalaman pasar uang dan pasar valas serta mendorong
aliran masuk modal asing ke dalam negeri. Hingga 31 Desember 2024, posisi instrumen SRBI,
SVBI, dan SUVBI masing-masing tercatat sebesar Rp923,53 triliun, 1,97 miliar dolar AS, dan
516 juta dolar AS (Grafik 2.8.).

Penguatan Sektor Padat Karya untuk Mendorong Pertumbuhan Pascapandemi

Sektor padat modal menunjukkan pertumbuhan kuat pascapandemi dan memberikan kontribusi
signifikan terhadap pertumbuhan PDB nasional, tetapi memiliki keterbatasan dalam menyerap
tenaga kerja. Hal ini mencerminkan karakteristik sektor tersebut yang lebih bergantung pada
penggunaan modal (capital) dibandingkan tenaga
kerja dalam menghasilkan output. Sebagai
gambaran, pangsa output sektor Pertambangan
terhadap PDB pada tahun 2023 mencapai sekitar
7,496, sementara penyerapan tenaga kerja sektor ini
hanya mencapai 1,246 dari total tenaga kerja
nasional (Tabel B2.1.1.). Di sektor Manufaktur,
Industri Logam Dasar yang tumbuh tinggi sejak
2021 hanya menyumbang penyerapan tenaga kerja
sebanyak 0,246 dari total tenaga kerja nasional,
sementara kontribusinya terhadap PDB mencapai
1,26 dari total PDB. Mengingat keterbatasan peran
sektor padat modal dalam menyerap tenaga kerja,
kinerja sektor padat karya perlu terus didorong
untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
Secara keseluruhan, sektor padat karya menyerap
sebanyak 117 juta tenaga kerja atau sekitar 83Yo

Tabel 821.1. Pangsa PDB dan
a Kerja

Page 26 OCR 0.909
AA

dari total pekerja di Indonesia di tahun 2023.6  cratik 82.11. formalitas Sektor dan
Tantangannya adalah penyerapan tenaga kerja di Tingkat Upah

sektor padat karya tersebut masih terkonsentrasi
pada sektor-sektor dengan produktivitas tenaga
kerja rendah seperti Pertanian serta Perdagangan
Besar dan Eceran. Kedua sektor tersebut masing-
masing menyerap 28 dan 19”4 dari tenaga kerja
nasional atau secara total mencapai 474 dari
tenaga kerja nasional. Meskipun demikan, kedua
sektor ini didominasi oleh lapangan pekerjaan
informal dengan tingkat upah yang relatif rendah
yang kurang berdampak pada daya beli
masyarakat (Grafik B2.1.1.). Sementara di sisi
lain, perbaikan pendapatan diperlukan untuk mendorong konsumsi terutama kelompok
berpendapatan menengah bawah (Beckers et al. 2024 (RBA), Dautovit et al. 2024 (ECB)) antara
lain melalui ekspansi sektor formal yang secara umum memberikan pendapatan lebih baik
(Danguah et al. 2023). Peningkatan kinerja sektor padat karya dengan tingkat formalitas tinggi
disertai perbaikan kualitas tenaga kerja akan mendukung perbaikan daya beli masyarakat.
Pertumbuhan lapangan kerja formal perlu didukung dengan kemudahan ijin usaha dan investasi,
terutama ke sektor padat karya dengan tingkat serapan tenaga kerja formal tinggi didukung
dengan akses pembiayaan (ILO, 2021). Beberapa sektor padat karya dengan tingkat formalitas
tinggi antara lain adalah subsektor Industri Pengolahan seperti Industri Makanan dan Minuman,
Industri Alas Kaki, Konstruksi, serta Jasa Perusahaan. Sementara itu, kualitas tenaga kerja juga
perlu ditingkatkan antara lain melalui perbaikan lama sekolah (years of schooling) dan
pendidikan vokasi yang mampu memberikan

keterampilan yang memadai. Sebagaimana Sratik 82.1.2. jani
terlihat pada (Grafik B2.1.2.), tenaga kerja yang

berkualitas dengan tingkat pendidikan yang

memadai memiliki rata-rata tingkat pendapatan

yang lebih tinggi. Pemerintah telah menyiapkan

program peningkatan kualitas tenaga kerja melalui :
Bidikmisi-Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, i
pendidikan gratis hingga SMA, revitalisasi vokasi
melalui Program Kampus Merdeka Vokasi, dan
insentif fiskal bagi korporasi pendukung . am mn ae o

pendidikan vokasi. Penyerapan tenaga kerja v1. poriinan

diperkuat melalui ekspansi pasar eKSPOF, susu Kaku san or

penguatan UMKM, serta pelaksanaan program Kartu Prakerja yang mencakup pelatihan dan
program traineeship. Selain itu, perlindungan pekerja ditingkatkan dengan mendorong
perusahaan menciptakan kondisi kerja yang mendukung produktivitas dan retensi tenaga kerja.

at Pendidikan dan
a Upah IT

Rerata Upah ttp juta/bulan)

Dampak Hilirisasi Mineral terhadap Perekonomian

Hilirisasi merupakan salah satu kebijakan transformasi struktural yang ditempuh Pemerintah
Indonesia. Salah satu kebijakan hilirisasi ialah melalui hilirisasi mineral komoditas tambang yang
ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah produk tambang di dalam negeri. Dalam
penerapannya, Pemerintah melakukan beberapa penyesuaian ketentuan seperti UU No. 3
Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 sebagai penguatan kebijakan
hilirisasi mineral. Selain melarang ekspor bahan mentah, Pemerintah juga mengeluarkan

22
Page 27 OCR 0.924
AVVA

regulasi insentif fiskal (tax holiday, tax allowance, super deduction tax) serta kemudahan
berusaha guna mendorong investasi terkait hilirisasi. Rangkaian kebijakan yang diambil tersebut
menunjukkan komitmen Pemerintah untuk memastikan keberhasilan kebijakan hilirisasi mineral.
Dalam perkembangannya, hilirisasi mineral telah meningkatkan investasi, khususnya di wilayah
Sulampua. Hal ini sejalan dengan kondisi cadangan (reserves) mineral sebagian besar berada
di Indonesia Timur, khususnya di wilayah Sulampua yang tersebar di Provinsi Sulawesi Tengah,
Sulawesi Tenggara, serta Maluku Utara. Sejak diamanatkan pada 2009, hilirisasi telah
mendorong pengembangan kawasan industri berbasis mineral di wilayah sentra tersebut melalui
pembangunan smelter. Aliran investasi meningkat secara masif, terutama realisasi Penanaman
Modal Asing (PMA). Pada 2010, PMA ke wilayah Sulampua tercatat hanya sebesar 1,5 miliar
dolar AS (9,04 total PMA). Angka tersebut naik signifikan menjadi 5,5 miliar dolar AS (19,646
total PMA) pada 2019 dan 4,0 miliar dolar AS pada periode Januari-September 2024 (25,8Y4
total PMA). Pertumbuhan investasi yang tinggi di Sulampua ini secara keseluruhan berhasil
mendorong peningkatan peran ekonomi wilayah di luar Jawa. Bila sebelum implementasi
kebijakan hilirisasi, PMA ke wilayah di luar Jawa memiliki pangsa hanya sebesar 29,1”o pada
2010, maka pada 2024 telah meningkat tinggi hingga mencapai 51,36 (kumulatif hingga triwulan
III). Hilirisasi mineral juga mendorong peningkatan ekspor produk bernilai tambah di Sulampua
dan berkontribusi terhadap diversifikasi ekspor Indonesia. Seperti diuraikan di atas, investasi
terkait hilirisasi mineral meningkat pesat di wilayah Sulampua. Dampak positif dari peningkatan
investasi tersebut ialah terjadinya peningkatan nilai ekspor. Pasca dilarangnya ekspor mineral
mentah per Januari 2020, kinerja ekspor wilayah

Sulampua meningkat secara signifikan. Pada 2019, nilai ekspor wilayah Sulampua secara total
baru tercatat sebesar 11,7 miliar dolar AS dengan pangsa ekspor bijih nikel mencapai 9,444.
Seiring terus berkembangnya aktivitas hilirisasi, nilai ekspor produk hilirisasi nikel wilayah
Sulampua tercatat tumbuh hampir lima kali lipat pada 2023 menjadi 26,0 miliar dolar AS dan
sepanjang Januari-Oktober 2024 telah mencapai 20,5 miliar dolar AS. Dorongan ekspor produk

hilirisasi (industri logam) dari Sulampua turut mendorong perbaikan komposisi ekspor Indonesia
secara keseluruhan, dengan porsi ataupun ketergantungan terhadap ekspor barang mentah
yang makin mengecil (Grafik B2.2.1.).

Gratik B2.2.1. Perbandingan Komposisi Ekspor

2016
010, MB Mineral & Batubara
IE Produk Logam
MB Minyak NabatiHewani
388 IM Mesin & Perlengkapan

last & Katet
Kontribusi positif hilirisasi mineral di Sulampua juga berdampak positif pada pertumbuhan
ekonomi. Aktivitas hilirisasi mineral terlihat telah mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi
di wilayah Sulampua. Selama periode 2017-2019, rerata pertumbuhan ekonomi Sulampua
tercatat sebesar 5,84 (yoy). Pada periode pandemi tahun 2020, wilayah ini tetap mencatatkan
pertumbuhan positif sebesar 0,64 (yoy), di saat wilayah lain mengalami kontraksi. Pada periode
pascapandemi (2022-2024), pertumbuhan ekonomi Sulampua terus terakselerasi dengan rata-
rata pertumbuhan mencapai 7,04 (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan periode

Pulp & Kertas
IM barang tispor Lainnya
"Jatwari Oktober 2024

Penilaian saham PT. Unggul Jaya Indonesia 23
Page 28 OCR 0.898
AV

43

44

prapandemi (Grafik B2.2.2.). Hilirisasi mineral juga Grafik 82.2.2. Pertumbuhan PDRB Sebelum

turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat. dan Sesudah Pandemi
Pengembangan hilirisasi mineral turut menciptakan Rerata 2022-2024 (36, yoy)
lapangan kerja baru yang berkualitas di wilayah “
sentra dan mendorong produktivitas sektor industri Ss 10
pengolahan. Pendapatan (upah), baik di sektor ha
industri pengolahan maupun sektor tersier, juga ak 55
membaik, yang pada gilirannya turut meningkatkan @ a
kesejahteraan secara luas. Sebagai indikasi, 10

persentase penduduk miskin di Sulawesi Tengah, — 88 ?8 10 88 60 58 80 AS A0 3S
Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara, tercatat Segan ala 2024
menurun dari 18,1Y6, 17,196, dan 9,46 pada 2010 - -
menjadi 11,846: 11,276: dan 6,344 pada 2024. lampua Batinusra
Ketimpangan (Rasio Gini) juga turun dari 0,37, 0,425 sumber: 85 dan BKPM, diolah

dan 0,34 pada 2010 menjadi 0,30, 0,37, dan 0,32

pada 2024

Kalimantan

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia oleh Dunia

Bank Dunia (World Bank) merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi
sebesar 56 untuk tahun 2024. Proyeksi ini naik dibandingkan 4,94 pada laporan Bank Dunia,
bulan Januari lalu.

Sementara itu, pada 2024-2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 5,194.
Bank Dunia menilai perekonomian Indonesia dan India menjadi dua negara yang memiliki kinerja
kuat di kawasan. Keduanya diuntungkan oleh konsumsi masyarakat.

Indonesia diperkirakan akan mendapatkan dorongan dari pertumbuhan kelas menengah dan
kebijakan ekonomi yang prudent dengan pertumbuhan rata-rata 5,196 selama 2 tahun ke depan,
tulis Bank Dunia dalam laporan Global Economic Prospects edisi Juni 2024, dikutip Kamis
(13/6/2024). Indonesia, Malaysia dan Filipina adalah negara-negara di Asia Pasifik yang
diuntungkan dengan pertumbuhan konsumsi masyarakat sejalan dengan inflasi yang terjaga,
biaya pinjaman yang turun dan pasar tenaga kerja yang kuat. Namun, investasi di sektor swasta
dan pemerintah diperkirakan mengalami perlambatan. Kondisi ini dipengaruhi oleh transisi
politik, konflik hingga kebijakan perdagangan global. Sementara itu, masalah penetapan budget
atau APBN diperkirakan akan mempengaruhi investasi pemerintah di sejumlah negara. Kendati
demikian, menurut Bank Dunia, Indonesia adalah salah satu negara yang berhasil
mengimplementasikan kebijakan fiskal yang baik.

Di tingkat global, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara berkembang dan
emerging markets melambat dari 4,14 pada 2023 menjadi 4Yo pada 2024. Namun, pertumbuhan
negara-negara tersebut diperkirakan berbalik stabil pada 2025 hingga 2026.

Tanpa memperhitungkan China, Bank Dunia mengungkapkan perekonomian negara
berkembang akan mengalami kenaikan tipis meski berada pada laju yang lemah, yakni 3,546
pada 2024, sebelum akhirnya menguat menjadi 3,94 pada 2025 hingga 2026.

Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2025

Dalam sepuluh tahun terakhir, Pemerintah berhasil mengantisipasi dan memitigasi tantangan
yang datang silih berganti. Pada periode tersebut, eskalasi tensi geopolitik dan perang dagang
menimbulkan fragmentasi global dan disrupsi rantai pasok. Pandemi Covid-19 dan perubahan

Penilaian saham PT. Unggul Jaya Indonesia 24
Page 29 OCR 0.945
AVWA

iklim mengancam kemanusiaan serta menimbulkan dampak ekonomi yang besar. Di sisi lain,
volatilitas harga komoditas dan dinamika sektor keuangan memunculkan tekanan pada
pertumbuhan global.

Di tengah berbagai guncangan tersebut, Pemerintah melalui instrumen fiskal dan berbagai
strategi kebijakan mampu menopang kinerja perekonomian Indonesia, termasuk antisipatif untuk
mengatasi tantangan jangka panjang. Terbukti, lima tahun sebelum Covid-19, ekonomi
Indonesia rata-rata mampu tumbuh 5,0Yo, melampaui pertumbuhan ekonomi global di 3,494.
Pada masa pandemi, dengan kolaborasi kebijakan yang responsif, Indonesia mampu pulih lebih
cepat, dari kontraksi pertumbuhan ekonomi -2,1s pada 2020 menjadi tumbuh positif sebesar
3,7 pada tahun 2021. Dalam dua tahun terakhir, ekonomi Indonesia tetap kuat, selalu tumbuh
di atas 5,0Yo. Pertumbuhan yang kuat mampu menciptakan lapangan kerja dan menurunkan
tingkat pengangguran. Per Februari 2024, tingkat pengangguran turun ke bawah level
prapandemi, di 4,8246. Tingkat kemiskinan terus menurun, per Maret 2023 berada di 9,4Y2.
Selain itu, kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter yang solid dapat mengendalikan inflasi di level
moderat. Di sisi lain, pengelolaan kebijakan fiskal yang efektif, prudent, dan kredibel membuat
kondisi fiskal mengalami perbaikan secara signifikan pasca pandemi. Untuk menghadapi
tantangan jangka panjang dalam mewujudkan visi Indonesia Maju 2045, percepatan reformasi
struktural, termasuk melalui strategi hilirisasi SDA, terus diperkuat.

Di tahun 2025, penguatan ekonomi nasional diperkirakan terus berlanjut. KEM PPKF 2025
dirumuskan agar selalu adaptif, fleksibel, responsif terhadap perkembangan, namun tetap
kredibel dan sustainable. KEM PPKF harus terus menjaga daya tarik investasi dengan terus
menjaga stabilitas dan prediktabilitas, memperbaiki pemerataan (ekualitas dan inklusivitas),
serta harus berkelanjutan.

Dengan kerja keras dan komitmen menjaga stabilitas ekonomi, diperkuat dengan terobosan
kebijakan, pertumbuhan ekonomi diharapkan lebih tinggi dan berkualitas sebagai fondasi
pertumbuhan jangka panjang yang kuat. Pertumbuhan tahun 2025 diperkirakan di 5,196 - 5,59,
ditopang terkendalinya inflasi, penguatan hilirisasi SDA, pengembangan industri kendaraan
listrik, dan digitalisasi yang didukung perbaikan iklim investasi dan kualitas SDM. Dengan
mempertimbangkan risiko pasar keuangan global yang masih tinggi, yield SBN Tenor 10 Tahun
diperkirakan berada di kisaran 6,974 - 7,39o, Rupiah di rentang Rp15.300 - Rp16.000. Sementara,
inflasi diperkirakan terkendali di 1,544 - 3,594. Di tengah tensi geopolitik yang masih berlanjut,
harga minyak mentah Indonesia diperkirakan di USD75 - 85 per barel, lifting minyak bumi 580
ribu - 601 ribu barel per hari: dan lifting gas 1.003-1.047 ribu barel setara minyak per hari.

Desain kebijakan fiskal tahun 2025 diarahkan untuk "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang
Inklusif dan Berkelanjutan." Strategi kebijakan fiskal ditempuh melalui dua strategi utama, yaitu
strategi jangka menengah-panjang dengan fokus untuk mendukung transformasi ekonomi-sosial
melalui penguatan SDM yang berdaya saing, hilirisasi dan transformasi ekonomi hijau untuk
meningkatkan nilai tambah dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, penguatan
inklusivitas untuk menghadirkan kesejahteraan yang berkeadilan, melanjutkan pembangunan
infrastruktur pendukung transformasi ekonomi serta penguatan kelembagaan dan simplifikasi
regulasi, pengembangan ekonomi kreatif dan kewirausahaan, penguatan pertahanan dan
keamanan, ketahanan energi dan pangan, serta memperkokoh nasionalisme, demokrasi dan
HAM. Sementara itu, strategi jangka pendek ditempuh dengan menjaga keberlanjutan program
prioritas saat ini, sekaligus penguatan berbagai program unggulan yang difokuskan untuk
akselerasi pertumbuhan ekonomi, penguatan well-being, serta penguatan konvergensi
antardaerah.

Penilaian saham PT. Unggul Jaya Indonesia 25
Page 30 OCR 0.944
Aya

45

Untuk mewujudkan pertumbuhan yang tinggi dan inklusif, peningkatan kesejahteraan dan
pemerataan antardaerah perlu ditopang APBN yang efisien, sehat dan kredibel. Sejalan dengan
hal tersebut, reformasi fiskal yang selama ini sudah berjalan harus dilanjutkan dan diperkuat
melalui collecting more, spending better, dan innovative financing.

Kebijakan optimalisasi pendapatan negara (collecting more) dilakukan dengan tetap menjaga
iklim investasi dan bisnis serta kelestarian lingkungan. Pemerintah juga memberikan insentif
fiskal secara terarah dan terukur pada berbagai sektor strategis untuk mendukung akselerasi
transformasi ekonomi. Penguatan PNBP dilakukan melalui optimalisasi pengelolaan SDA,
perbaikan tata kelola, inovasi layanan publik, serta mendorong reformasi pengelolaan aset
negara. Dengan berbagai kebijakan dan upaya perbaikan, pendapatan negara diperkirakan di
kisaran 12,1496 hingga 12,3696 dari PDB.

Kebijakan belanja negara diarahkan untuk penguatan spending better agar belanja lebih efisien
dan efektif. Upaya penguatan spending better ditempuh melalui efisiensi belanja nonprioritas,
penguatan belanja produktif, efektivitas subsidi dan bansos melalui peningkatan akurasi data,
perbaikan mekanisme penyaluran, dan sinergi antar program yang relevan, serta penguatan
perlinsos yang berbasis pemberdayaan untuk akselerasi pengentasan kemiskinan dan
kesenjangan. Pada sisi lain, Pemerintah berkomitmen untuk penguatan sinergi dan harmonisasi
kebijakan pusat dan daerah yang diarahkan untuk peningkatan kualitas belanja di daerah agar
lebih produktif, peningkatan kualitas layanan publik dan kemandirian daerah. Belanja negara
diperkirakan di kisaran 14,59 s.d. 15,184 PDB.

Defisit fiskal diperkirakan di kisaran 2,45” - 2,82” PDB. Upaya untuk menutup defisit tersebut
dilakukan dengan mendorong pembiayaan yang inovatif, prudent dan sustainable yang
ditempuh, antara lain dengan: (1) mengendalikan rasio utang dalam batas manageable di kisaran
37,98» - 38,71Yo PDB, (2) mendorong efektivitas pembiayaan investasi untuk mendukung
transformasi ekonomi dengan memberdayakan peran BUMN, BLU, SMV dan SWF, (3)
memanfaatkan SAL untuk antisipasi ketidakpastian: dan (4) peningkatan akses pembiayaan bagi
MBR dan UMKM, serta (5) mendorong skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)
yang sustainable.

Efektivitas kebijakan fiskal dalam mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional dan
peningkatan kesejahteraan diharapkan akan berkontribusi positif pada penurunan tingkat
pengangguran terbuka tahun 2025 pada kisaran 4,546-5,0Yo. Sementara itu, angka kemiskinan
diperkirakan akan berada pada rentang 7,096-8,0Yo. Rasio Gini diperkirakan terus membaik
dalam rentang 0,379 - 0,382. Indeks Modal Manusia (IMM) juga ditargetkan sekitar 0,56. Selain
itu, Nilai Tukar Petani (NTP), dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) juga ditargetkan untuk terus
meningkat, masing-masing di rentang 113 - 115 dan 104 - 105.

KEM PPKF 2025 merupakan dokumen negara yang disusun Pemerintah sebagai bahan
pembicaraan pendahuluan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(RAPBN), sebagaimana amanat UU Nomor 17 Tahun 2003. Dengan penyampaian dokumen
KEM PPKF 2025 ini, Pemerintah bersama DPR akan melanjutkan pembahasan dan penyusunan
RAPBN hingga menjadi APBN Tahun 2025 sebagai bagian untuk mencapai tujuan
pembangunan nasional.

Perkembangan Industri Batubara di Indonesia

Indonesia tercatat sebagai salah satu negara penghasil batubara terbesar di dunia. Bersama
Tiongkok dan Australia, Indonesia menjadi negara yang memiliki cadangan terbukti batubara
terbesar di kawasan Asia-Pasifik. Total cadangan terbukti batubara Indonesia terhadap seluruh

Penilaian saham PT. Unggul Jaya Indonesia 26
Page 31 OCR 0.947
AV

A54

dunia adalah 3,7”61. Dari aspek produksi, pada tahun 2019 Indonesia menyumbang 9,04
produksi batubara dunia dengan konsumsi batubara hanya 2,24 terhadap konsumsi batubara
dunia. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan batubara di dalam negeri untuk keperluan
energi dan non-energi memiliki peluang pemanfaatan yang sangat besar di masa mendatang
mengingat konsumsi batubara dalam negeri masih jauh lebih kecil dibandingkan kapasitas
produksi batubara Indonesia.

Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun
2020, Indonesia memiliki total sumber daya batubara sebesar 143,73 miliar ton dengan
cadangan batubara mencapai 38,80 miliar ton. Sebagian besar batubara Indonesia berupa
batubara dengan kualitas rendah dan sedang yang memiliki nilai keekonomian lebih rendah
dibandingkan batubara kalori tinggi. Program peningkatan nilai tambah atau hilirisasi batubara
diharapkan mampu meningkatkan nilai keekonomian kedua jenis batubara tersebut.

Tantangan industri batubara ke depan memang tidaklah mudah. Saat ini batubara menghadapi
berbagai tekanan terutama dari aspek isu dampak negatif terhadap lingkungan dan sulitnya
mendapat dukungan untuk pendanaan proyek batubara. Kedua tantangan utama ini dapat
berdampak pada turunnya pasar batubara Indonesia yang saat ini masih didominasi untuk
penjualan pasar ekspor. Di sisi lain, pemerintah tengah mendorong kebijakan pengembangan
dan pemanfaatan batubara dalam rangka meningkatkan nilai tambah batubara dalam negeri.
Semangat hilirisasi batubara diharapkan mampu menciptakan keunggulan komparatif dan
kompetitif batubara serta berbagai produk turunannya. Produk-produk turunan batubara
diharapkan secara keekonomian mampu bersaing dengan minyak dan gas bumi sehingga bisa
diandalkan untuk substitusi impor yang pada akhirnya dapat menghemat devisa negara dan
meningkatkan kompetensi dalam negeri di bidang batubara.

Perkembangan Harga Batubara

Pemerintah melalui Kementerian ESDM menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA) penjualan
batubara untuk periode pertama Mei 2025 pada titik serah penjualan secara Free on Board di
atas kapal pengangkut (FOB Vessel) yaitu sebesar USD121,15 per ton. Angka ini naik tipis dari
periode sebelumnya USD0,95 atau naik tipis 0,794 dibandingkan dengan HBA Periode Kedua
April 2025, yaitu sebesar USD120,20 per ton. Menteri ESDM melalui Keputusan Menteri
(Kepmen) ESDM No. 169.K/MB.01/MEM.B/2025 menetapkan Harga Batubara Acuan (HBA)
penjualan batubara untuk periode pertama bulan Mei 2025 yaitu USD 121,15 per ton, sedikit naik
dibanding periode sebelumnya.

Penetapan HBA periode pertama Mei 2025 digunakan sebagai dasar perhitungan Harga
Patokan Batubara (HPB) untuk periode pertama Mei 2025 untuk batubara dengan kalori lebih
besar dari 6.000 kcal/kg GAR. Sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 72 Tahun 2025 tentang
Pedoman Penetapan Harga Patokan untuk Penjualan Komoditas Mineral Logam dan Batubara,
nilai HBA periode pertama bulan berjalan merupakan rata-rata tertimbang volume harga jual
batubara pada titik serah secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel). Hal ini
diperhitungkan dalam kesetaraan spesifikasi HBA dengan rentang sampel 6.100-6.500 kcal/kg
GAR transaksi penjualan batubara untuk pembayaran royalti pada aplikasi PNBP Minerba pada
tanggal pengapalan minggu kedua dua bulan sebelumnya hingga minggu pertama bulan
sebelumnya.

Terdapat empat jenis HBA berdasarkan nilai kalori batubara, yaitu HBA untuk kesetaraan nilai
kalori 6.322 kcal/kg GAR, HBA | untuk kesetaraan nilai kalori 5.300 kcal/kg GAR, HBA II untuk

ul Jaya Indonesia 27
Page 32 OCR 0.915
AW

kesetaraan nilai kalori 4.100 kcal/kg GAR, dan HBA III untuk kesetaraan nilai kalori 3.400 kcal/kg
GAR. Berdasarkan HBA selanjutnya dihitung Harga Patokan Batubara (HPB) yang dipengaruhi
kualitas batubara, yaitu nilai kalor batubara, kandungan air, kandungan sulphur, dan kandungan
abu (Parlindungan, 2025).

Adapun nilai masing-masing nilai HBA, HBA I, HBA II, dan HBA III untuk Periode Pertama Mei
2025 yang berlaku untuk tanggal 1 Mei sampai dengan 14 Mei 2025 adalah sebagai berikut:

e HBA (6.322 GAR): USD121,15 per ton (naik 0,796 dibandingkan HBA Periode Kedua April
2025)

e HBA | (5.300 GAR) : USD80,80 per ton (naik 2,98Yc dibandingkan HBA Periode Kedua April
2025)

e  HBA II (4.100 GAR): USD50,43 per ton (naik 0,72Yo dibandingkan HBA Periode Kedua April
2025)

»  HBA III (3.400 GAR): USD34,73 per ton (naik 1,196 dibandingkan HBA Periode Kedua April
2025)

Selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 72 Tahun 2025 maka HBA, HBA I,
HBA II, dan HBA III digunakan untuk menghitung Harga Patokan Batubara (HPB) I, dengan
ketentuan sebagai berikut:

e HBA digunakan untuk menghitung HPB untuk batubara kalori lebih besar dari 6.000 kcal/kg
GAR.

» HBA I digunakan untuk menghitung HPB untuk batubara kalori 5.300 kcal/kg GAR sampai
dengan 6.000 kcal/kg GAR.

e  HBAII digunakan untuk menghitung HPB untuk batubara kalori lebih besar dari 3.400 kcal/kg
GAR sampai kurang dari 5.300 kcal/kg GAR

4.5.2 Nilai Export Batubara

Realisasi ekspor batubara Indonesia selama kuartal pertama tahun ini menurun. Selain
berkurangnya permintaan dan koreksi harga global, kebijakan harga batubara acuan (HBA)
sebagai patokan ekspor dinilai turut mempengaruhi tersendatnya kinerja ekspor batubara
nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, selama kuartal pertama tahun ini (Januari-Maret
2025), nilai ekspor batubara Indonesia turun 17,83Y6 year-on-yeer (yoy) menjadi US$ 6,22 miliar.
Di periode yang sama, volume ekspor batubara nasional menyusut 4,234 (yoy) menjadi 91,97
juta ton.

Secara bulanan, BPS melaporkan, nilai ekspor batubara pada Maret 2025 sebesar US$ 1,97
miliar, turun 5,546 dibandingkan bulan sebelumnya atau month-to-month (mom) serta merosot
23,14”b dibandingkan Maret 2024 atau yoy. Dari sisi volume, ekspor batubara Maret 2025
tercatat 30,73 juta ton, sedikit turun dari Februari 2025 yang mencapai 30,83 juta ton. Tiga
negara tujuan ekspor utama batubara Indonesia pada Maret 2025 adalah China, Amerika
Serikat, dan India.

Penilaian saham PT nggul Jaya Indonesia 28
Page 33 OCR 0.954
WA

4.53

Gambar 4-9
Nilai export bulanan hasil tambang
Nilai Ekspor Bulanan Hasil Tambang
Menurut Komoditas Tidak Termasuk Migas Juta US$) 2025

Komoditas Ekspor Hasil Tambang Januari Februari Maret
Batu bara 2.168 2.083 1.968
Bijih Tembaga - - 573
Lignit 499 476 459
Batu Kerikil 4 5 5
Lainnya 15 17 21
Jumlah 2.687 2.580 3.025

Penurunan nilai ekspor batubara dipicu oleh berbagai faktor. Plt Direktur Eksekutif Asosiasi
Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Gita Mahyarani menilai, pasar tengah menunjukkan
reaksi terhadap kebijakan HBA yang diumumkan pemerintah, sebagai harga referensi ekspor
emas hitam itu. Menurut nya kami belum bisa menyimpulkan apakah ini juga pengaruh dari
kebijakan HBA sehingga market reaktif. Tapi memang ada reaksi pasar saat pengumuman HBA.
beberapa negara tujuan ekspor masih memiliki stok batubara yang tinggi. Selain itu, perlambatan
ekonomi global turut membuat pelaku pasar menahan pembelian dan perang tarif Amerika
Serikat juga menekan permintaan batubara dari China.

Direktur Eksekutif Indonesian Mining Association (IMA) Hendra Sinadia mengakui tren harga
batubara global melemah. Harga batubara year-to-date sudah turun 13,996 untuk kalori rendah
dan 12Y6 untuk kalori menengah secara tahunan dan tren serupa di negara eksportir lain. Harga
batubara dari Australia juga turun 16,446 secara yoy, sedangkan harga domestik di China turun
18,245. penurunan ekspor juga terjadi karena penurunan volume pembelian dari negara-negara
utama. China mulai mengalihkan impor batubara dari Indonesia ke negara lain. Selain itu, harga
HBA menjadi salah satu sebab utama penurunan ekspor ke China (Business insight, 2025).

Tantangan Industri Batubara di Indonesia

Industri batu bara Indonesia menghadapi tantangan signifikan di tengah penurunan harga global
yang dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, lingkungan, dan kebijakan internasional.
Sebagai salah satu produsen dan eksportir batu bara terbesar di dunia, Indonesia sangat
bergantung pada komoditas ini untuk mendukung perekonomian nasional, khususnya melalui
penerimaan negara dan penciptaan lapangan kerja. Namun, penurunan harga batu bara global
dalam beberapa tahun terakhir telah menimbulkan tekanan berat pada industri ini. Salah satu
penyebab utama penurunan harga adalah melambatnya permintaan dari negara-negara
pengimpor utama seperti China dan India, yang mulai beralih ke sumber energi yang lebih bersih,
termasuk gas alam dan energi terbarukan, sebagai bagian dari komitmen mereka mengurangi
emisi karbon.

Tantangan pertama yang dihadapi industri batu bara Indonesia adalah menurunnya profitabilitas
perusahaan tambang. Harga batu bara yang rendah mengurangi margin keuntungan, terutama
bagi perusahaan dengan biaya produksi tinggi. Hal ini memaksa banyak perusahaan untuk
menutup tambang yang tidak efisien atau mengurangi skala operasi, yang berimbas pada
pemutusan hubungan kerja (PHK) dan penurunan kontribusi sektor ini terhadap perekonomian
daerah. Selain itu, penurunan harga juga mengurangi penerimaan negara dari pajak dan royalti,
yang selama ini menjadi sumber pendapatan penting bagi pemerintah.

saham PT. Unggul Jaya Indonesia 29
Page 34 OCR 0.963
AW

Tantangan kedua adalah meningkatnya tekanan global untuk mengurangi penggunaan batu
bara sebagai sumber energi. Banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika Utara, telah
mengadopsi kebijakan energi hijau yang ketat, termasuk pengenaan pajak karbon dan larangan
impor batu bara. Hal ini menyempitkan pasar ekspor Indonesia dan memaksa industri untuk
mencari pasar baru atau diversifikasi produk. Namun, upaya diversifikasi ini memerlukan
investasi besar dalam teknologi dan infrastruktur, yang sulit dilakukan dalam kondisi harga yang
rendah.

Tantangan ketiga adalah isu lingkungan dan sosial yang semakin mengemuka. Aktivitas
penambangan batu bara sering dikaitkan dengan kerusakan lingkungan, seperti deforestasi,
polusi air, dan emisi gas rumah kaca. Tekanan dari masyarakat sipil dan organisasi lingkungan
semakin besar, mendorong pemerintah dan perusahaan untuk mengadopsi praktik
penambangan yang lebih berkelanjutan. Namun, penerapan teknologi ramah lingkungan
memerlukan biaya tinggi, yang menjadi beban tambahan bagi perusahaan yang sudah tertekan
oleh harga rendah.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia juga menghadapi dilema dalam merespons tantangan ini. Di
satu sisi, pemerintah perlu mendukung industri batu bara sebagai tulang punggung ekonomi,
terutama di daerah-daerah yang bergantung pada sektor ini. Di sisi lain, pemerintah juga harus
memenuhi komitmen global untuk mengurangi emisi karbon dan mendorong transisi energi.
Kebijakan yang tidak tepat dapat memperburuk kondisi industri atau menghambat upaya transisi
energi. Industri batu bara Indonesia berada di persimpangan jalan yang kritis. Untuk bertahan di
tengah penurunan harga global, industri ini perlu meningkatkan efisiensi operasional,
mengadopsi teknologi ramah lingkungan, dan mencari peluang baru di pasar yang masih
terbuka. Sementara itu, pemerintah perlu merancang kebijakan yang seimbang, yang tidak
hanya melindungi kepentingan ekonomi jangka pendek tetapi juga mendukung transisi menuju
energi yang lebih berkelanjutan (Lisnawati, 2025).

saham PT. Unggul Jaya Indonesia 30
Page 35 OCR 0.958
AW

54

PENDEKATAN DAN METODOLOGI PENILAIAN

Metodologi Penilaian Yang Umum Dilakukan

Prosedur penilaian dilaksanakan dengan mengaplikasikan metode yang berlaku umum dalam
penilaian penyertaan dalam perusahaan atau ekuitas.

Secara umum ada tiga pendekatan penilaian yaitu, Pendekatan biaya dalam penilaian usaha
biasa disebut pendekatan aset (Asset Base Approach), pendekatan pasar (Market Approach),
dan pendekatan pendapatan (Income Approach).

Pendekatan Pasar (Market Approach)

Pendekatan pasar yang digunakan untuk memperkirakan nilai adalah melalui analisis dari
transaksi terbaru dari perusahaan yang sebanding. Pendekatan tersebut sering digunakan
untuk memberikan indikasi nilai ekuitas seluruh pemegang saham atau kepentingan parsial
atau nilai dari seluruh modal yang diinvestasikan (utang dan ekuitas, invested to capital).
Pendekatan pasar memerlukan pemilihan perusahaan pembanding yang tepat (perusahaan
publik atau perusahaan tertutup), penentuan nilai adalah berdasarkan rasio berdasarkan
harga pasar atau harga jual dibandingkan dengan berbagai parameter, seperti laba, arus kas,
nilai buku dan sebagainya. Pemilihan rasio nilai pasar yang tepat untuk perusahaan subjek
berdasarkan perbandingan dari perusahaan pembanding, dan penentuan premi atau diskon
berdasarkan perbedaan persen kepemilikan, hak kepemilikan, bentuk kepemilikan bisnis.
Pendekatan ini dapat dilakukan jika data pembanding dapat diperoleh. Penilaian dengan
pendekatan pasar berdasarkan data aktual, perkiraan nilai berdasarkan harga saham aktual
atau harga transaksi, bukan perkiraan berdasarkan asumsi-asumsi yang dibangun atau
Judgments.

Metode yang umum dilakukan dalam Pendekatan Pasar antara lain:

» Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek (Guideline Publicly Company
Method).

» Metode Pembanding Perusahaan Tertutup (Gideline Transaction Method atau Direct
Market Data Method).

» Metode Pembanding Perusahaan Merger dan Akuisisi (Guideline Merger and
Acguired Company Method).

» Metode Transaksi Sebelumnya (Prior Transaction Method).

Pendekatan Pendapatan (Income Approach)

Penghasilan seperti yang di gunakan dalam pendekatan pendapatan adalah istilah umum
yang berkonotasi manfaat lebih lanjut yang dapat diukur dalam moneter. Ini tidak berarti
bahwa pendekatan pendapatan harus digunakan hanya dengan proyeksi pendapatan dalam
arti akuntasi. Sebaliknya metode ini melakukan dua langkah umum. Pertama adalah membuat
proyeksi total manfaat yang diukur dengan moneter yang diharapkan para investor. Kedua
menentukan pada tingkat diskonto berapa yang layak digunakan selama periode proyeksi
keseluruhan, termasuk terminal value, atau selama periode perpetuity.

Nilai suatu perusahaan dapat dinyatakan sebagai nilai kini (Present Value) dari semua
manfaat masa depan yang diharapkan akan dihasilkan oleh perusahaan.

Pendekatan ini pada umunya digunakan untuk :

m PT, Unggul Jaya Indonesia 31
Page 36 OCR 0.942
AA

“Y perusahaan yang telah melakukan kegiatan operasional selama satu tahun atau lebih:
atau

Y perusahaan yang telah melakukan kegiatan operasional kurang dari satu tahun namun
merupakan perusahaan yang dibentuk untuk menjalankan kontrak penjualan atau
penyediaan jasa dengan Pihak ketiga.

“Y perusahaan yang memiliki riwayat pendapatan yang mempunyai prospek positif,

Proyeksi Arus Kas Bersih dapat ditetapkan dalam 2 (dua) periode proyeksi yaitu:

“Y periode waktu tetap atau khusus yang mengacu pada: 1. umur teknis faktor produksi

utama, dan 2. periode waktu perencanaan usaha yang belum stabil,

“Y periode waktu kekal yang dimulai dari satu tahun setelah periode waktu tetap sampai
dengan seterusnya.

Metode yang umum dilakukan dalam Pendekatan Pendapatan adalah:
» Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Cash Flow Method)
» Metode Kapitalisasi Pendapatan (Capitalization of Income Method)

Pendekatan Biaya (Cost Approach)

Pendekatan biaya atau aset nilai ditentukan berdasarkan biaya mereproduksi atau mengganti
biaya baru dikurang penyusutan dari kerusakan fisik (physical deterioration), fungsional dan
kemunduran ekonomi (economic obsolescence), dalam penilaian usaha disebut Pendekatan
Aset (Asset Based Approach) dimana semua akun-akun neraca baik aset berwujud
(tangible asset) maupun aset tidak berwujud (intangible asset) dan liabilitas dilakukan
penilaian berdasarkan nilai pasar pada tanggal laporan keuangan/tanggal penilaian untuk
menggantikan nilai buku. metode ini umunya dilakukan untuk menilai:

“ ekuitas suatu perusahaan dimana Nilai perusahaan sangat bergantung pada nilai aset
tetap (a heavy based on fixed assets company),

Y ekuitas dari Holding Company,

Y perusahaan yang tidak memiliki riwayat pendapatan yang mempunyai prospek positif,
perusahaan yang memiliki pendapatan yang berfluktuasi, atau perusahaan yang
diragukan kemampuannya untuk melanjutkan Kelangsungan Usaha, seperti
perusahaan yang baru berdiri atau perusahaan yang berada dalam kesulitan untuk
memperoleh pendapatan (troubled companies),

Y perusahaan yang memiliki dan/atau menguasai aset berwujud dalam jumlah yang
signifikan,

“Y perusahaan yang memiliki tenaga kerja yang memberikan nilai tambah relatif kecil
terhadap barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan, atau

“ perusahaan yang memiliki aset tak berwujud dalam jumlah yang tidak signifikan,
Pendekatan tersebut biasanya menghasilkan nilai untuk kepentingan pengendali.
Metode yang digunakan dalam Pendekatan Aset adalah sebagai berikut:

» Metode Penyesuaian Aktiva Bersih (PAB) (Adjusted Net Asset Method)
» Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (KKP) / Excess Earning Method (EEM)

Ketiga pendekatan dan metode penilaian tersebut dapat dilakukan bersama-sama atau
sendiri-sendiri. Dalam studi penilaian apapun semua pendekatan dan metode harus
dipertimbangkan dan metode yang dianggap paling benar kemudian akan dipilih sebagai
metode yang tepat untuk digunakan dalam penilaian aset atau bisnis.

Penilaian

saham PT. Unggul Jaya Indonesia 32
Page 37 OCR 0.946
AW

5.2

53.

Aplikasi Pendekatan dan Metode Penilaian

Untuk menentukan pendekatan dan metodologi mana yang akan diaplikasikan sangat
tergantung dari karakteristik dari aset tersebut dan juga mempertimbangkan ketersediaan data
untuk dapat melaksanakan penilaian.

Mempertimbangkan bahwa UJI adalah perusahaan induk yang tidak memiliki operasional
selain dari anak perusahaan, maka pendekatan penilaian yang paling tepat untuk
diaplikasikan adalah Pendekatan Aset (Asset Baset Approach) dengan Metode Penyesuaian
Aktiva Bersih (PAB) (Adjusted Net Asset Method), sedangkan Pendekatan Pasar data
pembanding yang sebanding yang diperjual belikan secara aktif dipasar atau bursa saham
sangat terbatas maka pendekatan ini kurang tepat dilakukan begitu juga pendekatan
pendapatan karena tidak memiliki pendapatan operasional.

Pendekatan Aset (Asset Based Approach)

Pendekatan Biaya menghasilkan indikasi nilai dengan menggunakan prinsip ekonomi, dimana
pembeli tidak akan membayar suatu aset lebih dari pada biaya untuk memperoleh aset dengan
kegunaan yang sama atau setara, pada saat pembelian atau konstruksi. (SP/ Edisi V/I-2018,
KPUP.17.0).

Pendekatan ini berdasarkan pada prinsip harga yang akan dibayar pembeli di pasar untuk
aset yang akan dinilai, tidak lebih dari biaya untuk membeli atau membangun untuk aset yang
setara, kecuali ada faktor waktu yang tidak wajar, ketidaknyamanan, risiko atau factor lainnya.
Umumnya aset yang dinilai akan kurang menarik dikarenakan faktor usia atau sudah usang,
dibandingkan dengan aset alternatif yang baru dibeli atau dibangun. Untuk hal ini diperlukan
penyesuaian karena adanya perbedaan biaya dengan aset alternatif, tergantung pada Dasar
Nilai yang diperlukan.

Dalam penilaian bisnis, Pendekatan Biaya dikenal sebagai Pendekatan Aset (Asset
Approach).

Pendekatan biaya atau aset nilai ditentukan berdasarkan biaya mereproduksi atau mengganti
biaya baru dikurang penyusutan dari kerusakan fisik (physical deterioration), fungsional dan
kemunduran ekonomi (economic obsolescence), dalam penilaian usaha semua akun-akun
neraca baik aset berwujud (tangible asset) maupun aset tidak berwujud (intangible asset) dan
liabilitas dinilai berdasarkan nilai pasar pada tanggal laporan keuangan/tanggal penilaian
untuk menggantikan nilai buku.

— Uabilities

Asset

Eguity

1
|
— Eguity
|

Premi dan Diskonto

Dalam menentukan kesimpulan Nilai akhir atas Objek Penilaian, Penilai dapat
mempertimbangkan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) dan Premi
Pengendalian (Premium for Control) atau Diskon Pengendalian (Discount For Lack of Control).

Penilaian saham PT. Unggul Jaya Indonesia 33
Page 38 OCR 0.934
AA

534

5.3.2

Diskon Likuiditas Pasar (Discount For Lack of Marketability)

Diskon Likuiditas Pasar adalah suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan
pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas Obyek
Penilaian. Berdasarkan POJK 35-2020 besaran diskon adalah sebagai berikut:

a. dalam hal objek Penilaian bukan merupakan perusahaan terbuka maka:

1) Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi pemegang saham
mayoritas adalah antara 20 (dua puluh persen) sampai dengan 40”c (empat puluh
persen) dari indikasi Nilai, dan

2) Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi pemegang saham
minoritas adalah antara 3076 (tiga puluh persen) sampai dengan 5044 (lima puluh
persen) dari indikasi Nilai, dan

b. dalam hal objek Penilaian merupakan perusahaan terbuka maka:

1) Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi pemegang saham
mayoritas paling besar adalah 206 (dua puluh persen) dari indikasi Nilai, dan

2) Diskon Likuiditas Pasar (Discount for Lack of Marketability) bagi pemegang saham
minoritas adalah antara 10Y6 (sepuluh persen) sampai dengan 3074 (tiga puluh
persen) dari indikasi Nilai.

Diskon dan Premi Pengendali

Diskon Pengendalian (Discount For Lack of Control) adalah suatu jumlah atau persentase
tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari tingkat
pengendalian atas Obyek Penilaian dan Premi Pengendalian (Premium for Control) adalah
suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu ekuitas
sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas Obyek Penilaian. Berdasarkan POJ 35-2020
besaran diskon dan premi adalah sebagai berikut:

a. dalam hal objek Penilaian adalah perusahaan terbuka, Premi Pengendalian (Premium for
Control) atau Diskon Tanpa Pengendalian (Discount for Lack of Control) yang dapat
digunakan dalam Penilaian adalah antara 2046 (dua puluh persen) sampai dengan 3544
(tiga puluh lima persen) dari indikasi Nilai: dan

b. dalam hal objek Penilaian adalah perusahaan tertutup, Premi Pengendalian (Premium for
Control) atau Diskon Tanpa Pengendalian (Discount for Lack of Control) yang dapat
digunakan dalam Penilaian adalah antara 304 (tiga puluh persen) sampai dengan 704
(tujuh puluh persen) dari indikasi Nilai.

Penilaian

saham PT. Unggul Jaya Indonesia 34
Page 39 OCR 0.951
AW

VI

61

PERHITUNGAN NILAI

Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa UJI adalah Perusahaan Induk yang tidak memiliki
operasional secara komersial selain anak perusahaan, maka pendekatan penilaian yang
diaplikasikan adalah Pendekatan Aset atau Neraca (Adjusted Net Asset Method).

Penilaian Pendekatan Aset

Dalam pendekatan ini, neraca perusahaan berdasarkan nilai buku pada tanggal penilaian
adalah merupakan awal dari pendekatan aset untuk membuat necara berdasarkan nilai pasar
wajar, setiap aset yang tercatat harus diperiksa dan disesuaikan dengan nilai pasar wajar, aset
tidak berwujud (intangible assets) secara individual harus diidentifikasi dan dinilai juga.
Setelah sisi aset dari neraca disajikan kembali berdasarkan nilai pasar wajar dengan
mengurangkan semua kewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang maka diperoleh
nilai ekuitas, ada kalanya tingkat bunga utang berbeda dengan tingkat bunga yang berlaku
dipasar untuk itu perlu juga dilakukan penilaian sebelum dikurangkan kepada sisi aset nilai
wajar.

Penjelasan Atas Penyesuaian Yang Dilakukan

1. Kas dan setara kas

Atas akun tersebut kami tidak melakukan kas opname dan jumlah tersebut adalah sesuai
dengan laporan keuangan.

2. Investasi pada anak perusahaan

Sesuai hasil penilaian penyertaan 5144 pada anak perusahaan (PT. Tigadaya Minergy)
dengan nilai Rp73.098.422 maka perlu penyesuaian kredit sebesar Rp15.985.517.

3. Utang lain-lain pihak ke-tiga

Atas akun ini tidak dilakukan penyesuaian karena nilai tersebut telah menggambarkan
nilai wajar berdasarkan face value.

4. Utang lain-lain pihak berelasi

Atas akun ini tidak perlu dilakukan penyesuaian karena nilai tersebut telah
menggambarkan nilai wajar berdasarkan face value.

5. Utang pajak

Atas akun ini tidak dilakukan penyesuaian karena nilai tersebut telah menggambarkan
nilai wajar berdasarkan face value.

6. Penyesuaian

Atas penyesuaian-penyesuain pos-pos diatas maka perlu dilakukan penyesuian debit
untuk ekuitas sebesar Rp15.985.517.

» saham PT. Unggul Jaya Indonesia 35
Page 40 OCR 0.914
AW

6.2

Tabel 6-1
Metode Penyesuaian Aktiva Bersih (PAB) (Adjusted Net Asset Method)
Neraca 31 Maret 2025, disajikan dalam ribuan rupiah.

Catatan Sebelum Penyesuaian Setelah
Penyesuaian| Debit | Kredit | Penyesuaian

ASET

ASET LANCAR

Kas dan setara kas 1 185.723 185.723
Jumlah Aset Lancar 185.723 5 2 185.723

ASET TIDAK LANCAR

Investasi pada anak perusahaan 2 89.083.940 15.985.517 73.098.422
Jumlah Aset Tidak Lancar 89.083.940 - “15.985.517 73.098.422
Jumlah Aset “89.269.662 - 15.985.517 73.284.145
LIABILITAS & EKUITAS
LIABILITAS
Utang lain-lain
Pihak ketiga 3 3.000.000 3.000.000
Pihak berelasi 4 69.900.000 69.900.000
Utang pajak 5 300 300
Jumlah Liabilitas 72.900.300 - - 72.900.300
EKUITAS
Modal saham 16.590.475 16.590.475
Defisit (221.113) (221.113)
Penyesuaian 6 - 15.985.517 - (15.985.517)
Jumlah Ekuitas “16.369.362 15.985.517 - 383.845
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 89.269.662 15.985.517 573.284.145
Kesimpulan

Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa dalam menentukan kesimpulam Nilai akhir atas Objek
Penilaian, Penilai dapat mempertimbangkan diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya
tingkat kendali (Premium for Control) atau (Discount For Lack of Control) serta tingkat
kemampuan untuk dipasarkan (degree of marketability) atau Diskon Likuiditas Pasar (Discount
For Lack of Marketabilities (DLOM) dari saham yang dinilai.

Berdasarkan hasil Pendekatan Aset, maka indikasi Nilai Pasar 10096 saham UJI sebelum
DLOM adalah sebesar Rp383.845 untuk mencapai likuiditas pasar dikenakan diskon (Discount
For Lack of Marketabilities) 4096, hal ini mempertimbangkan bahwa perusahaan adalah
perusahaan tertutup (non-tbk) dan relatif kecil. Karena yang dinilai adalah saham mayoritas
(100Y6) maka diskon ketidak mampuan untuk mengkontrol perusahaan atau (Discount For
Lack of Control) tidak dikenakan. Nilai 100Yo saham UJI setelah DLOM adalah Rp230.307.

Berdasarkan hasil kajian kami atas informasi/data-data yang kami peroleh, maka opini Nilai
Pasar 10096 saham UJI per tanggal 31 Maret 2025 berdasarkan hasil pendekatan Aset
metode penyesuaian aktiva bersih (adjusted net asset method) adalah :

Rp230.307.000,- mo

(dua ratus tiga puluh juta tiga ratus tujuh ribu rupiah).

Penilaian saham PT

ul Jaya Indonesia 36

Page 41 OCR 0.917
AV

6.3 Pengalokasian Harga pembelian (Purchase Price Allocation)

Pengalokasian Harga Pembelian (Purchase Price Allocation)

dalam ribuan rupiah
Rpribuan Rpribuan
Pembelian
100”o saham UJ 230.307
230.307

ASET
Nilai wajar aset lancar 185.723
Nilai wajar investasi 73.098.422

73.284.145
LIABILITAS
Utang pihak ketiga 3.000.000
Utangpihak berelasi 69.900.000
Utangpajak 300

72.900.300
Nilai Aset 100” 383.845
Keuntungan atas pembelian 1006

1. Nilai Aset Lancar terdiri dari Kas sebesar Rp185.723 ribu nilai tersebut telah
menggambarkan nilai wajar berdasarkan face value.

2. Nilai investasi berdasarkan hasil Penilaian Pendekatan Pendapatan metode Discounted
Cash Flow diperoleh Rp73.098.422 ribu, (perhitungan terlampir).

3. Utang pihak ketiga nilai tersebut telah menggambarkan nilai wajar berdasarkan face value.

4. Utang pihak berelasi nilai tersebut telah menggambarkan nilai wajar berdasarkan face
value.

5. Utang pajak nilai tersebut telah menggambarkan nilai wajar berdasarkan face value.

Penilaian saham PT. Unggul Jaya Indonesia 37
Page 42 OCR 0.849
MVA

Lampiran Penilaian PT. Tigadaya Minergy

PT. Tigadaya Minergy
DCF Analysis
Dalam Ribuan Rupiah

Proyeksi
Periode yang berakhir 31 Desember| Maret 25 | Apr-Des 25 2026 2027 2028 2029
Kas Bersih Untuk Ekuitas
laba bersih 35.056.903 | 27.695.367 53.801.581 46.922.952 4.382.737 (33.651.107)
Liabilitas imbalan kerja (1.554.054) - (1.036.577) (1.307.246) (1.294.508) (1.294.524)
Penyusutan & Amortisasi 2.001.032 | 9.414.369 13.317.365 13.886.120 14511107 14.511.107
Perubahan Modal Kerja (25.705.933)| (29.980.129) (7.545.724) — (708.505) 9.670.959 49.711.712
Capital Expenditures - (132862) (1.650.000) (1.650.000) (1.650.000) — (1.650.000)|
Jumlak kas bersih untuk ekuitas 9.797.9a9| 6.996.745 56.886.643 57.143.321 25.620.294 27.627.188
Salvage Value 16.868.219
Net Present Value Calulation
Periode 0,7 7 5 ,
Discounted Cash Flow 13,849 6.348.706 45.343.840 40.012.190 15.759.042 — 24.042.506
Total Net Present Value 131.506.283
Non-operasional
Kas 11.823.956
Nilai Ekuitas sebelum DLOM 10096 143, 0
Kepemilikan UJI 51K

Capital Asset Pricing Modal

Beta Mar-25 Keterangan

Unlevered Beta Coal 0,80 Emerging market, Damodaran Jan 2025
D/E 0,21 Damodaran Jan 2025

Relevered Beta 0,93 Unlevered Bx (1 4 (1-t) x D/E

Interest (kd) 8,964 Bank Indonesia 2025

Tax (t) 22K Income tax

Net Cost of debt

KA kd x (1-4)

Risk Free rate (Rf) 6,8496 Yield Obligasi Pemerintah Indonesia 5 thn
Risk Premium (Rm - Rf) 6,874 Damodaran Jan 2025

Rating based defauld spread (RBDS) -1,894 Damodaran Jan 2025

Compnay Spesific risk 2,5096

Cost Of eguity (ke) BEJELYA Ke - Rf 4 B (Rm-Rf) - RBDS

Debt (Wd) 17,25 Damodaran Jan 2024

Eguity (We) 82,84 Damodaran Jan 2024

WACC PPM WACC - (ke x We) # (kd x (1-t) x Wd)

Penilaian saham PT. Unggul Jaya Indonesia

38

File

File Open PDF
Source IDX
Size7.26 MB
Published30 Jun 2025
Pages42
Characters108,499
Text sourceOCR
OCR confidence0.925

Names mentioned 46 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Indo-Rama Synthetics Tbk p.2 ×9
linked org Negara Maju p.16
possible org Negara Republik Indonesia p.2 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.11
unresolved org KJPP MUNIR p.2 ×3
unresolved org HERU & REKAN p.2 ×4
unresolved org PT. Unggul Jaya Indonesia p.2 ×20
unresolved org AV PERNYATAAN PENILAI KJPP Munir Wisnu Heru dan Rekan p.3
unresolved org KJPP Munir Wisnu Heru p.3 ×3
unresolved org Selanjutnya KJPP Munir Wisnu Heru dan Rekan p.3
unresolved person Penilai Hasan Munir p.3
unresolved person MBA. p.3 ×2
unresolved person Ir. Heru Hendra Martono Izin Penilai Publik p.3
unresolved person Surveyor Redian Ferdo p.3
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.5 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.5
unresolved person Hasan Munir H p.5
unresolved org PT. Indorama Investments Indonesia. Jenis Mata Uang p.5
unresolved org Menteri p.6
unresolved person Sari Jacob · Notaris p.6 ×4
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.6
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.6 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Jojo Sunarjo & Rekan p.6 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Publik Jojo Sunarjo & Rekan p.7
unresolved org PT. Tigadaya Minergy No. SNI p.7
unresolved org PT. Citrakansa Emeralindo p.7
unresolved org KJPP Munir Wisnu Heru & Rekan p.8
unresolved org Bapepam p.9 ×4
unresolved person Akta Vidi Andito p.11 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.11
unresolved person Pramod Kumar · Komisaris p.11
unresolved person Vishnu Swaroop Baldwa Permodalan · Direktur p.11 ×3
unresolved org PT Indorama Investments Indonesia p.11
unresolved org PT Indorama Niaga Bersama p.11
unresolved org PT. Tigadaya Minergy Beban p.13
unresolved org Bank Sentral AS p.17
unresolved org Bank Indonesia p.18 ×24
unresolved org Bank Indonesia. Defisit p.18
unresolved org Kota Nusantara p.21
unresolved org Bank Indonesia Stabilitas p.23
unresolved org Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral p.31
unresolved org Kementerian ESDM p.31
unresolved org Menteri ESDM p.31 ×3
unresolved org Pusat Statistik p.32
unresolved org PT. Tigadaya Minergy p.39 ×2
unresolved org PT. Tigadaya Minergy DCF Analysis Dalam Ribuan p.42

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 2973 ms 13 Sep 2026 15:12
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result