Back to announcement
20250626_DOID_Laporan Informasi dan Fakta Material_31909261_lamp1.pdf
Other Text extracted DOIDSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
SIARAN PERS UNTUK SEGERA DITERBITKAN
Kinerja Q1 2025 BUMA International Group Terdampak Tantangan
Operasional Besar yang Belum Pernah Terjadi; Langkah Tegas Diambil
untuk Dorong Pemulihan
▪ Tantangan operasional besar yang belum pernah terjadi sebelumnya, disebabkan oleh
cuaca ekstrem, insiden keselamatan dari pihak lain, dan penurunan aktivitas operasional
(Ramp-Down) oleh klien, menyebabkan volume pemindahan lapisan tanah penutup
(overburden removal) turun 26% year-on-year (YoY), sementara produksi dan pendapatan
batu bara masing-masing turun sebesar 17% YoY.
▪ Seiring penurunan produksi, biaya Ramp-Up di lokasi-lokasi pertumbuhan Grup, yang
sebagian besar bersifat tetap, semakin menekan margin, yang menyebabkan penurunan
EBITDA sebesar 82% dan rugi bersih sebesar USD70 juta.
▪ Grup mempertahankan likuiditas yang kuat dengan posisi kas sebesar USD231 juta. Kuartal
pertama juga mencatat keberhasilan lebih lanjut dalam diversifikasi pendanaan dengan
perluasan sindikasi pinjaman yang ada dengan masuknya fasilitas akordion senilai USD250
juta dari Bank BCA, serta kesuksesan penyelesaian Sukuk Ijarah senilai Rp2 triliun, yang
merupakan pencapaian perdana di industri ini.
▪ Grup merespons secara cepat dan tegas di Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat
dengan menerapkan program efisiensi menyeluruh, memperketat alokasi modal secara
lebih bijak, serta mempercepat peningkatan produktivitas yang signifikan di seluruh
operasi.
▪ Pengendalian biaya yang disiplin dan manajemen modal kerja yang cermat memberikan
hasil nyata: Biaya kas konsolidasi turun 7% YoY dan siklus konversi kas secara signifikan
diperpendek dari 21 hari menjadi 13 hari.
▪ Berkat langkah-langkah tersebut, kinerja komersial dan keuangan Grup mulai
menunjukkan perbaikan di kuartal kedua. Meskipun kondisi cuaca ekstrem masih berlanjut,
Grup telah melihat arah perkembangan positif di seluruh KPI utama yaitu Produksi,
Produktivitas, Pendapatan, dan EBITDA, yang akan disampaikan pada waktunya. Selain itu,
Grup juga telah memulai produksi di lokasi baru di Indonesia, PT Persada Kapuas Prima
(PKP).
Jakarta, 26 Juni 2025 - PT BUMA Internasional Grup Tbk (BUMA Internasional Grup, IDX: DOID,
“Grup”), mengumumkan laporan operasional dan keuangan konsolidasi yang telah diaudit penuh untuk
kuartal pertama tahun 2025 (“1Q25”), periode yang ditandai dengan tantangan operasional besar yang
belum pernah terjadi sebelumnya berdampak signifikan terhadap volume produksi dan kinerja
keuangan. Meski menghadapi tantangan eksternal yang luar biasa, Grup tetap fokus pada pengendalian
biaya yang disiplin, efisiensi operasional, dan penguatan portofolio bisnis yang terdiversifikasi.
Kondisi Cuaca yang Tidak Terduga Menganggu Operasional di Lokasi-lokasi Tambang Utama
Kuartal ini terdampak secara signifikan oleh curah hujan ekstrem di lokasi-lokasi tambang utama di
Indonesia dan Australia, disertai dengan penghentian operasional berkepanjangan yang dipicu oleh
insiden keselamatan dari pihak lain, serta penurunan aktivitas operasional (Ramp-Down) di beberapa
lokasi. Di Australia, jumlah hari hujan (rain days) melonjak 47% year-on-year (YoY), sementara di salah
satu lokasi tambang utama Indonesia, durasi hujan meningkat 59%, menyebabkan banjir di area
1
Page 2
tambang (pit flooding) dan gangguan akses yang signifikan. Insiden keselamatan dari pihak lain juga
menyebabkan penghentian operasional selama 27 hari di dua lokasi pertambangan utama. Di saat yang
sama, penurunan aktivitas operasional oleh klien di Indonesia dan Australia juga berkontribusi
terhadap penurunan volume produksi secara keseluruhan.
Gangguan operasional sepanjang kuartal berdampak signifikan terhadap kinerja produksi, dengan
volume overburden removal turun 26% YoY menjadi 101 juta BCM, dan produksi batu bara turun 17%
menjadi 18 juta ton. Penurunan volume ini menyebabkan penurunan pendapatan sebesar 17%
menjadi USD352 juta. Selain penurunan produksi, biaya Ramp-Up, yang sebagian besar bersifat tetap,
di lokasi-lokasi pertumbuhan Grup, juga menekan profitabilitas, dan berkontribusi pada penurunan
EBITDA sebesar 82% menjadi USD14 juta. Akibatnya, Grup mencatatkan rugi bersih sebesar USD70 juta
pada kuartal ini, dibandingkan kerugian sebesar USD19 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Iwan Fuad Salim, Direktur BUMA International Group, menyampaikan, “Kinerja Grup pada kuartal
pertama 2025 dipengaruhi oleh tantangan operasional besar yang belum pernah terjadi sebelumnya
dan berada di luar kendali kami. Kami menghadapi tantangan ini dengan respons yang cepat dan tegas
di Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat, melalui penerapan kebijakan alokasi modal yang lebih
disiplin, implementasi program efisiensi di seluruh grup, serta percepatan peningkatan produktivitas di
area-area kunci. Berkat langkah-langkah tersebut, Grup mencatatkan perbaikan kinerja di kuartal
kedua, menempatkan kami kembali ke jalur yang tepat. Kami tetap yakin akan kemampuan kami untuk
memulihkan momentum dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.”
Ketangguhan Melalui Pengendalian Biaya yang Disiplin dan Strategi Harga
Dalam merespons tantangan yang ada, Grup dengan sigap memperkuat upaya pengurangan biaya di
seluruh Grup, menerapkan alokasi modal yang lebih disiplin, pengelolaan modal kerja yang bijak, dan
keunggulan operasional:
▪ Biaya tunai konsolidasi turun 7% YoY, didorong oleh penurunan sebesar 8% di Indonesia
dan 21% di Australia.
▪ Belanja modal untuk pertumbuhan diprioritaskan pada proyek-proyek yang berdampak
besar.
▪ Siklus konversi kas membaik, dari 21 hari menjadi 13 hari, mencerminkan pengelolaan
modal yang lebih ketat.
▪ Atlantic Carbon Group, Inc. yang diakuisisi pada 2024, berkontribusi sebesar USD13 juta
pada kuartal penuh pertamanya di bawah kepemimpinan manajemen baru.
Jalur Pemulihan: Momentum Operasional Mulai Terbangun di Kuartal Kedua
Langkah cepat dan tegas Grup dalam menghadapi tantangan kuartal pertama telah mulai
membuahkan hasil. Indikator awal yang positif terlihat di kuartal kedua, dengan peningkatan
produktivitas alat, meskipun masih ada tantangan dari cuaca ekstrem. Selain itu, produksi di lokasi
ramp-up utama Grup mengalami kemajuan, dan PT Persada Kapuas Prima (PKP) telah mulai beroperasi
pada Juni, yang diharapkan dapat berkontribusi pada pemulihan volume di paruh kedua 2025.
Momentum komersial terus berlanjut, ditandai dengan keberhasilan perpanjangan kontrak utama
selama dua tahun di site Goonyella di Australia. Pencapaian ini memperkuat kepercayaan klien dan
memberikan landasan yang solid bagi pemulihan margin.
2
Page 3
Posisi Likuiditas dan Diversifikasi Keuangan Tetap Solid
Grup menutup kuartal pertama dengan kas sebesar USD231 juta, naik 9% dibandingkan akhir 2024,
menunjukkan likuiditas yang tetap kuat di tengah tekanan terhadap pendapatan. Grup berhasil
menyelesaikan penerbitan Sukuk senilai Rp2 triliun – Sukuk Ijarah korporasi terbesar dengan peringkat
Syariah A+ dalam penerbitan tunggal di Indonesia – yang merefleksikan kepercayaan investor yang
berkelanjutan. Pada Februari, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bergabung dalam sindikasi fasilitas
perbankan senilai USD250 juta yang didukung oleh Bank BNI dan Bank Mandiri, yang semakin
memperkuat fleksibilitas pembiayaan untuk mendukung kebutuhan operasional dan pertumbuhan di
masa depan.
Grup tetap berada di jalur yang tepat dengan berfokus pada keunggulan operasional, disiplin keuangan,
dan penciptaan nilai jangka panjang, seiring upaya untuk mengatasi tantangan jangka pendek dan
mempercepat langkah menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.
***
Tentang PT BUMA Internasional Grup Tbk (BUMA International Group)
Didirikan pada 1990, PT BUMA Internasional Grup Tbk (BUMA International Group) adalah perusahaan pertambangan
yang terdiversifikasi secara global dengan kegiatan usaha yang tersebar di Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat.
Grup beroperasi di bawah empat pilar bisnis utama: Jasa Pertambangan, Kepemilikan Tambang, Kewirausahaan Sosial,
dan Teknologi.
Inti dari operasi Jasa Pertambangan adalah PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), salah satu penyedia jasa
pertambangan terbesar di Indonesia dan Australia (beroperasi di bawah anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya,
BUMA Australia Pty Ltd). Grup mentransformasi bisnisnya sebagai pemilik tambang pada 2024 dengan mengakuisisi
Atlantic Carbon Group, Inc (ACG), dan memposisikan diri sebagai produsen terkemuka antrasit bermutu sangat tinggi
di Amerika Serikat. Grup semakin memperkuat portofolio kepemilikan tambang dengan mengakuisisi Dawson Complex,
salah satu tambang batu bara metalurgi terbesar di Australia, pada bulan November 2024 (tunduk pada persetujuan
regulator dan hak memesan efek terlebih dahulu, dengan penyelesaian ditargetkan pada tahun 2025).
Memperluas diversifikasinya, Grup memasuki sektor komoditas masa depan pada 2024 dengan mengakuisisi saham di
29Metals Limited, sebuah perusahaan pertambangan tembaga dan logam dasar yang berbasis di Australia. Grup juga
berinvestasi di Asiamet Resources Limited yang tercatat di AIM untuk Proyek Tembaga BKM di Kalimantan Tengah.
Portofolio Grup lainnya termasuk PT Bukit Teknologi Digital (BTech), yang berfokus pada pengembangan teknologi
pembelajaran mendalam (deep learning) yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi emisi,
dan meminimalkan risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), serta PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), sebuah
wirausaha sosial yang didedikasikan untuk pendidikan, pelatihan kejuruan, dan mendorong ekonomi sirkular.
Berkantor pusat di Jakarta, BUMA International Group tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (IDX:
DOID) dan mempekerjakan lebih dari 15.000 orang di seluruh dunia. Pada Juni 2025, perusahaan ini sekali lagi masuk
dalam jajaran 200 perusahaan teratas di FORTUNE Southeast Asia 500, yang menegaskan posisinya sebagai salah satu
perusahaan terbesar di kawasan Asia Tenggara berdasarkan pendapatan.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
PT BUMA Internasional Grup Tbk (BUMA International Group)
Corporate Communications
Email: communications@bumainternational.com
Website: www.bumainternational.com
3
Names mentioned 13 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank BCA
p.1
unresolved
org
PT Persada Kapuas Prima
p.1 ×2
unresolved
org
Internasional Grup Tbk
p.1 ×4
unresolved
org
BUMA Australia Pty Ltd
p.3
unresolved
org
Asiamet Resources Limited
p.3
unresolved
org
PT Bukit Teknologi Digital
p.3
unresolved
org
PT BISA Ruang Nuswantara
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.