Skip to content
Back to announcement

LK PT MTB Tbk per 31 Des 2024.pdf

Financial statement Text extracted SOUL

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 48

Page 1
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk

Laporan Keuangan
31 Desember 2024 dan 2023
Dan
Laporan Auditor Independen
Page 2
                                        DAFTAR ISI


                                                      Halaman

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Auditor Independen

Laporan Posisi Keuangan                                  1

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprenehsif Lain      2

Laporan Perubahan Ekuitas                                3

Laporan Arus Kas                                         4

Catatan atas Laporan Keuangan                          5 - 41
Page 3

          
Page 4
                                                                                                                     An Independent Member of


SIIR.                                                                                                                    &
                                                      LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN


        Laporan No. 00151/2.1061/AU.1/05/1753-4/1/V1/2025

        Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi
        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk

        Opini Wajar dengan Pengecualian

        Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Mitra Tirta Buwana Tbk ("Perusahaan”), yang terdiri dari laporan posisi
        keuangan tanggal 31 Desember 2024, untuk laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan
        ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta catatan atas laporan keuangan,
        termasuk ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan.

        Menurut opini kami, kecuali untuk dampak hal yang dijelaskan dalam paragraf Basis untuk Opini Wajar dengan
        Pengecualian pada laporan kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material,
        posisi keuangan PT Mitra Tirta Buwana Tbk tanggal 31 Desember 2024, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk
        tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

        Basis untuk Opini Wajar dengan Pengecualian

        Sebagaimana dijelaskan pada catatan 7, Perusahaan memiliki saldo uang muka lainnya sebesar Rp 14.372.712.233.
        Kami tidak dapat memperoleh bukti yang cukup dan tidak dapat melakukan prosedur alternatif untuk meyakinkan kami
        bahwa saldo uang muka telah disajikan. Oleh karena itu, kami tidak dapat menentukan apakah diperlukan penyesuaian
        terhadap jumlah tersebut di atas.

        Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.
        Tanggung Jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung Jawab Auditor
        terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada laporan kami. Kami independen terhadap Perusahaan berdasarkan
        ketentuan etika yang relevan dalam audit kami atas laporan keuangan di Indonesia, dan kami telah memenuhi tanggung
        jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah
        cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit kami.

        Hal Audit Utama

        Hal audit utama adalah hal-hal yang, menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang paling signifikan
        dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal-hal tersebut disampaikan dalam konteks audit kami atas
        laporan keuangan secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas laporan keuangan terkait, kami tidak
        menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama tersebut.

        Kesesuaian pencatatan atas pembelian aset tetap dan umur manfaat aset tetap.

        Pada tanggal 31 Desember 2024, Perusahaan mencatat aset tetap sebesar Rp17.893.068.696, yang sebagian besar
        terdiri dari tanah, bangunan, peralatan, kendaran, Bottle 19 liter (Galon) dan aset dalam pelaksanaan. Penentuan umur
        manfaat bangunan, peralatan, kendaran dan Bottle 19 liter (Galon) melibatkan estimasi dan pertimbangan yang
        signifikan.




Slamet Riyanto, Aryanto & Rekan
Registered                Public          Accountants                                                       Independent Affliated of
Fatmawati Festival Blok B 11 - JI. RS Fatmawati No. 50 , Jakarta 12430                                   UC&CS         AMERICA
Phone : +62 21 751 4054   | Fax : +62 21 - 751 4054   | Email : office@kapslr.co.id                         WWWe BIETi Ofg
www. kapslr.co.id                                                                                    "Accounting Legal and Business Advisors
                                                                                                               A Strategic Alliance
License No : 227/ KM.1/2016                                                                                     New York Mexico
Page 5
SR
 Hal Audit Utama (lanjutan)

 Bagaimana audit kami merespons hal audit utama

 e    Kami memahami dan mengevaluasi pengendalian manajemen sehubungan dengan penilaian estimasi umur
      manfaat aset;
 e    Kami memahami rencana manajemen sehubungan dengan pembelian aset.
 e    Kami melakukan pemeriksaan fisik dan dokumen terkait atas pembelian aset tetap.
 e     Kami menilai apakah penilaian manajemen atas umur manfaat aset sesuai dengan informasi yang tersedia secara
      umum dan kebijakan akuntansi perusahaan-perusahaan lain di industri sejenis.

 Pencatatan atas uang muka untuk operasional keperluan perusahaan
 Pada tanggal 31 Desember 2024 perusahaan mencatat atas uang muka sebesar Rp14.978.832.233. yang terdiri dari
 uang muka pembelian aset tetap, pembelian bahan penolong, biaya persiapan pabrik dan uang muka lainnya.

 Kami merespon atas pencatatan diatas dengan melakukan prosedur sebagai berikut

      Kami   membandingkan saldo periode saat ini dengan periode sebelumnya;
      Kami   melakukan pengujian terhadap dokumen sumber pengakuan atas transaksi tersebut
      Kami   melakukan pemahaman atas perjanjian atau kontrak
      Kami   melakukan permintaan keterangan ke manajemen atas dasar pencatatan akuntansi akun tersebut termasuk
      standar akuntansi terkait

 Informasi Lain

 Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum dalam laporan
 tahunan, tetapi tidak mencantumkan laporan keuangan dan laporan auditor kami. Laporan tahunan diharapkan akan
 tersedia bagi kami setelah tanggal laporan auditor ini.

 Opini kami atas laporan keuangan tidak mencakup informasi lain, dan oleh karena itu, kami tidak menyatakan bentuk
 keyakinan apapun atas informasi lain tersebut.

 Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan, tanggung jawab kami adalah untuk membaca informasi lain
 yang teridentifikasi di atas, jika tersedia dan, dalam melaksanakannya, mempertimbangkan apakah informasi lain
 mengandung ketidakkonsistensian material dengan laporan keuangan atau pemahaman yang kami peroleh selama
 audit, atau mengandung kesalahan penyajian material.

 Ketika kami membaca laporan tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan penyajian material di
 dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan masalah tersebut kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata
 kelola dan mengambil tindakan yang tepat berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
 Indonesia.

 Tanggung     Jawab   Manajemen   Dan   Pihak   Yang   Bertanggung      Jawab       Atas   Tata   Kelola     Terhadap     Laporan
 Keuangan

 Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut sesuai dengan
 Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk
 memungkinkan peyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh
 kecurangan maupun kesalahan.




                                                              An Independent Member of                     Independent Affiliated of
                                                                     EN
                                                                     @ SE                             UC&CS
                                                                                                       WN   AMERICA
                                                                                                             Gie aa
                                                                                                  Accounting Legal and Business Advisors
                                                               A                laa                         A Strategic Alliance
                                                                     wwwacesgiobalorg                         New York   Mexico
Page 6
SR
 Tanggung Jawab Manajemen          Dan   Pihak   Yang   Bertanggung      Jawab      Atas    Tata Kelola Terhadap        Laporan
 Keuangan (lanjutan)

 Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen bertanggung jawab untuk menilai kemampuan Perusahaan dalam
 mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya hal-hal yang berkaitan dengan
 kelangsungan usaha, kecuali manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi dalam melikuidasi Perusahaan atau
 menghentikan operasi, atau tidak memiliki alternatif yang realistis selain melaksanakannya.

 Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan keuangan
 Perusahaan.

 Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Audit Laporan Keuangan

 Tujuan kami adalah untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara keseluruhan
 bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, dan untuk
 menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi,
 namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu
 mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh
 kecurangan maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik secara individual maupun secara agregat, dapat
 diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan
 keuangan tersebut.
 Sebagai bagian suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan
 mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga:

 e    Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian materi dalam laporan keuangan, baik yang disebabkan oleh
     kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan melaksanakan prosedur audit yang responsif terhadap risiko
     tersebut, serta memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak
     terdeteksinya kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan
     oleh kesalahan, karena kecurangan dapat melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan
     salah, atau pengabaian pengendalian internal.
 e   Memperoleh suatu pemahaman tentang pengendalian intemal yang relevan dengan audit untuk mendesain
     prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas
     keefektivitasan pengendalian internal Perusahaan.
 e   Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan
     pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.
 e   Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan, berdasarkan
     bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait dengan peristiwa atau kondisi
     yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan
     usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu ketidakpastian material, kami diharuskan untuk
     menarik perhatian dalam laporan auditor kami ke pengungkapan terkait dalam laporan keuangan atau, jika
     pengungkapam tersebut tidak memadai, harus menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami.
     Kesimpulan kami didasarkan pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa
     atau kondisi masa depan dapat menyebabkan Perusahaan tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha.
 e   Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk pengungkapannya, dan
     apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan peristiwa yang mendasarinya dengan suatu cara yang
     mencapai penyajian wajar.
 Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain, ruang lingkup
 dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap defisiensi signifikan dalam
 pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit.



                                                                 An Independent Member of               Independent Affiliated of
                                                                      oD
                                                                       EN                            UC&CS AMERICA
                                                                                                      e amera   G
                                                                                                 'Accounting Legal and Business Advisors
                                                                 i      SR        s e                      A Strategic Alliance
                                                                      wwwacesgiobal.org                     New York Mexico
Page 7
SIR
 Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Audit Laporan Keuangan (lanjutan)

 Kami juga memberikan pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami telah mematuhi
 ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan mengomunikasikan seluruh hubungan, serta hal-hal lain
 yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi kami, dan, jika relevan, terkait.

 Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan hal-hal
 tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode kini dan oleh karenanya menjadi hal audit
 utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam laporan auditor kami, kecuali peraturan perundang-undangan
 melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami
 menentukan bahwa suatu hal tidak boleh dikomunikasikan dalam laporan kami karena konsekuensi merugikan dari
 mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas
 komunikasi tersebut.


 SLAMET RIYANTO, ARYANTO & REKAN




 Nur Khosim, SE., M          CA., CPA., ASEAN CPA
 Izin Akuntan Publik Né.AP.1753

 5 Juni 2025




                                                              An Independent Member of              Independent Affiliated of
                                                                  N=                     Q       UC&CS
                                                                                                  oA AMERICA
                                                                                                       OG
                                                                                             Accounting Legal and Business Advisors
                                                                                                       A Strategic Alliance
                                                                   wscesglobalorg.                     New York   Mexico
Page 8

          
Page 9

          
Page 10

          
Page 11
                                                                 PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                                                LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
                                                   Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2024 dan 2023
                                                         (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                                                                                                             Saldo laba
                                                                         Tambahan Modal             Komponen              Belum ditentukan
                                     Catatan         Modal saham             Disetor                ekuitas lain          penggunaannya             Jumlah Ekuitas


Saldo per 1 Januari 2023                              16.250.000.000                         -        (446.723.112)                 637.009.595        16.440.286.483
Laba neto                                                            -                       -                      -            (3.251.843.662)       (3.251.843.662)
Penerbitan saham baru                   15b             5.400.459.420        20.753.865.116                         -                           -      26.154.324.536
Dividen                                 15d                          -                       -                      -              (108.202.553)        (108.202.553)
Keuntungan aktuaria                     14                           -                       -        (162.455.333)                             -       (162.455.333)
Saldo per 31 Desember 2023                            21.650.459.420         20.753.865.116           (609.178.445)              (2.723.036.620)       39.072.109.471

Laba neto                                                            -                       -                      -            (4.034.320.334)       (4.034.320.334)
Penerbitan saham baru                   15b                    65.040                  260.160                      -                           -             325.200
Keuntungan aktuaria                     14                           -                       -          247.997.995                             -         247.997.995
Saldo per 31 Desember 2024                            21.650.524.460         20.754.125.276           (361.180.450)              (6.757.356.954)       35.286.112.332




                           Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                                                                   4
Page 12
                                           PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                               LAPORAN ARUS KAS
                       Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                           Catatan        31 Desember 2024             31 Desember 2023

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                                                       3.849.343.261               4.607.802.857
Pembayaran kas kepada pemasok                                                     (2.200.301.997)             (2.274.807.407)
Pembayaran kas kepada karyawan                                                    (2.579.455.134)             (2.961.375.551)
Pembayaran beban usaha                                                            (8.146.861.783)             (4.295.037.953)
Kas yang diperoleh dari operasi                                                   (9.077.275.654)             (4.923.418.054)
Pembayaran beban keuangan                                     20                    (254.812.611)                 (32.617.190)
Pembayaran pajak penghasilan
    dan pajak pertambahan nilai                                                     (354.443.779)               (190.988.936)
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
  operasi                                                                         (9.686.532.044)             (5.147.024.180)

ARUS KAS DARI
  AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                           8                                 -            (3.896.902.530)
Perolehan aset lain-lain - tak berwujud                        9                                 -              (137.240.000)
Uang muka pembelian                                            7                                 -            (4.716.000.000)
Biaya persiapan pabrik (Pra Ops)                                                                 -            (2.229.324.020)
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
   investasi                                                                                     -           (10.979.466.550)

ARUS KAS DARI
  AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran pinjaman pemegang saham                                                              -             (1.319.726.450)
Pembayaran pinjaman bank                                      12                    (198.061.760)                           -
Penerimaan pinjaman bank                                                              200.000.000               1.998.061.760
Setoran modal                                                 15                          325.200             26.154.324.536
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan
  untuk) aktivitas pendanaan                                                            2.263.440             26.832.659.846

KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                                (9.684.268.604)             10.706.169.116

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                                                   10.714.193.144                    8.024.028

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                                                   1.029.924.540              10.714.193.144




      Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

                                                              5
Page 13
                                       PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                  Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                               (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM

  a. Pendirian dan informasi umum
     PT Mitra Tirta Buwana Tbk (“Perusahaan”), berkedudukan di Yogyakarta, didirikan berdasarkan Akta Notaris
     Emanuel Retinanto, SH No. 01 tanggal 5 Juni 2009. Nama Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
     Hak Asasi Manusia melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-
     31298.AH.01.01.Tahun 2009 tanggal 07 Juli 2009. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali
     perubahan, terakhir melalui Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham oleh notaris Rini Yulianti, SH No.
     4 tanggal 6 Januari 2023 mengenai perubahan-perubahan anggaran dasar Perusahaan. Perubahan tersebut telah
     dilaporkan dan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui surat Menteri Hukum dan Hak
     Asasi Manusia No. AHU-AH.01.03-0002135 tanggal 6 Januari 2023.

     Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan perusahaan bergerak di bidang
     perindustrian dan perdagangan. Perusahaan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang makanan,
     minuman dan air mineral khususnya dalam produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).
     Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya sejak tahun 2009. Perusahaan tidak memiliki entitas induk
     langsung dan entitas induk terakhir, Perusahaan dikendalikan langsung oleh pemegang saham sebagaimana
     diungkapkan dalam catatan 15.
     Perusahaan berkedudukan di Jl Waru No.74 Sambilegi Baru Rt.001 Rw.053 Maguwoharjo, Depok, Sleman, D.I
     Yogyakarta 55282.

  b. Susunan pengurus dan informasi lain
     Berdasarkan Akta Dr. Tabitha Sri Jeany, S.H., M.Kn. Nomor 18 tanggal 20 November 2024 pada pernyataan
     keputusan pemegang saham PT Mitra Tirta Buwana, menyetujui perubahan susunan Direksi, yang telah disahkan
     oleh kementerian hukum dan ham sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perusahaan
     No. AHU-AH.01.09-0279298 dan berdasarkan pernyataan keputusan para pemegang saham Perusahaan yang
     telah diaktakan dengan Notaris Notaris Ardiansyah, SH., MKn No. 01 tanggal 10 November 2021. Susunan
     Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
                                              2024                                  2023
     Dewan Komisaris
     Komisaris Utama         : Tn. Andika Fazri                     Ny. Iriyanti
     Komisaris               : Nn. Eni Mia                          Tn. Hery Gunawan Muhamad
                                                                    Tn. Doktorandus Sulaiman
     Dewan Direksi
     Direktur Utama          : Tn. Ardianto Wibowo                  Tn. Ardianto Wibowo
     Direktur                : Tn. Achmad Taufik Hidayat            Ny. Rini Anggorowati
     Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Perusahaan memiliki masing-masing 19 dan 46 karyawan tetap (tidak
     diaudit).
     Manajemen kunci adalah komisaris dan direksi Perusahaan.




                                                       6
Page 14
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                    31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                   Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
   a. Dasar penyusunan laporan keuangan
      Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”),
      yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
      (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta peraturan
      regulator pasar modal yaitu Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
      Emiten atau Perusahaan Publik. Kebijakan ini telah diterapkan secara konsisten terhadap seluruh tahun yang
      disajikan, kecuali jika dinyatakan lain.
      Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras dengan kebijakan
      akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang
      berakhir pada tanggal tersebut.
      Laporan keuangan kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep akrual dan dasar pengukuran
      dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran
      lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
      Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam
      aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
      Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah mata uang Rupiah yang
      merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
      Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan
      penggunaan estimasi dan asumsi. Hal ini juga mengharuskan manajemen untuk menggunakan pertimbangan dalam
      proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan. Area yang komplek atau memerlukan tingkat pertimbangan
      yang lebih tinggi dari penilaian atau kompleksitas, atau area di mana asumsi dan estimasi dapat berdampak yang
      signifikan terhadap laporan keuangan.
   b. Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi
      Keuangan (“ISAK”)
      Penerapan dari standar, interpretasi baru/ revisi standar berikut yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2024, yang
      relevan dengan operasi Perusahaan, tidak menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi
      Perusahaan dan pengaruh yang material atas jumlah yang dilaporkan atas tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
      •   Amendemen PSAK 201 "Penyajian Laporan Keuangan" - Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan;
      •   Amendemen PSAK 116 “Sewa" - Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual dan Sewa Balik; dan
      •   Amendemen PSAK 201 “Penyajian Laporan Keuangan” tentang klasifikasi liabilitas.
      •   Amendemen PSAK 207 “Laporan Arus Kas" dan PSAK 107 "Instrumen Keuangan: Pengungkapan" -
          Pengaturan Pembiayaan Pemasok.
      Standar baru dan amendemen dan interpretasi yang telah diterbitkan, yang relevan dengan operasi Perusahaan,
      namun belum berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada 1 Januari 2024.
      Berlaku efektif sejak 1 Januari 2025
      •    PSAK 117 “Kontrak Asuransi”
      •    Amendemen PSAK 221 “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”
      Pada tanggal penerbitan laporan keuangan ini, Perusahaan sedang mempelajari dampak yang mungkin timbul dari
      penerapan standar baru, amendemen dan penyesuaian tahunan pada laporan keuangan Perusahaan.
                                                          7
Page 15
                                         PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                    Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

   c. Kas dan bank
      Kas dan setara kas terdiri dari kas dan kas pada bank, investasi jangka pendek dan semua deposito berjangka yang
      tidak dibatasi penggunaannya (termasuk deposito on call ) yang jatuh tempo dalam jangka waktu tiga bulan atau
      kurang sejak tanggal penempatan dan deposito yang jatuh tempo dalam jangka waktu lebih dari tiga bulan
      digunakan untuk kebutuhan kas jangka pendek dan tidak memiliki risiko perubahan nilai yang signifikan sebagai
      akibat penarikan dini. Kas merupakan alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai
      kegiatan umum Perusahaan.
      Kas dan setara kas yang telah ditentukan penggunaannya atau yang tidak dapat digunakan secara bebas tidak
      tergolong dalam kas dan setara kas.

   d. Piutang usaha dan piutang lain-lain
      Piutang usaha disajikan sebesar jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan piutang tak tertagih yang
      diestimasi berdasarkan penelaahan atas kolektibilitas saldo piutang. Piutang dihapuskan pada saat piutang tersebut
      dipastikan tidak akan tertagih.

   e. Persediaan
      Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya
      perolehan ditentukan dengan menggunakan metode pertama-masuk, pertama-keluar (“FIFO”). Biaya perolehan
      barang jadi dan barang dalam proses terdiri dari bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya langsung lainnya dan
      biaya overhead produksi (berdasarkan kapasitas operasi normal), tidak termasuk biaya pinjaman.
      Penyisihan untuk persediaan usang dan penurunan nilai persediaan, jika ada, dilakukan dengan mengurangi nilai
      tercatat persediaan ke nilai realisasi neto persediaan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan
      pada akhir tahun.
      Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi dengan estimasi biaya
      penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.

   f. Uang muka dan biaya dibayar di muka
      Uang muka mengacu pada pembayaran yang dilakukan oleh Perusahaan untuk barang dan jasa yang benar benar
      diterima.
      Pengeluaran-pengeluaran yang memiliki manfaat untuk periode lebih dari satu tahun dicatat sebagai biaya dibayar
      di muka dan diamortisasi menggunakan metode garis lurus selama periode dimana manfaat itu terealisasi.

   g. Aset tetap
      Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya
      perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria
      pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah
      tercatat (“carrying amount” ) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya
      perbaikan dan pemeliharaan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada saat
      terjadinya.

                                                          8
Page 16
                                          PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                     Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

   g. Aset tetap
      Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method ) berdasarkan taksiran masa
      manfaat ekonomis aset tetap, sebagai berikut:
                                                                                Tahun
      Bangunan                                                                   20
      Peralatan                                                                   8
      Perlengkapan                                                                8
      Kendaraan                                                                   4
      Inventaris                                                                  8
      Tanah dinyatakan pada biaya perolehan dan tidak disusutkan. Biaya legal awal untuk mendapatkan hak legal diakui
      sebagai bagian biaya akuisisi tanah dan biaya-biaya tersebut tidak didepresiasikan. Biaya terkait dengan
      pembaruan hak atas tanah diakui sebagai aset takberwujud pada aset lain-lain dan diamortisasi sepanjang umur
      hukum hak.
      Setelah penerapan PSAK 116, Perusahaan menganalisa fakta dan keadaan untuk masing masing jenis hak atas
      tanah dalam menentukan akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat
      merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah
      tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Perusahaan, melainkan mengalihkan hak
      untuk menggunakan aset pendasar, Perusahaan menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai
      sewa berdasarkan PSAK 116, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka
      Perusahaan menerapkan PSAK 216 “Aset tetap”.
      Nilai tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis
      masa depan yang diharapkan dari penggunaannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset
      diakui dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
      Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap.
      Akumulasi biaya perolehan aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang
      bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.
      Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan aset tetap direviu dan jika sesuai
      dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
   h. Penurunan nilai aset non-keuangan
      Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami
      penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian secara tahunan penurunan nilai aset
      diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
      Rugi penurunan nilai diakui sebagai rugi tahun berjalan, kecuali untuk aset non-keuangan yang dicatat dengan nilai
      penilaian kembali.
      Rugi penurunan nilai tersebut harus dipulihkan jika telah terjadi perubahan dalam perkiraan yang digunakan untuk
      menentukan jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan. Kerugian penurunan nilai hanya akan dipulihkan sampai
      sebatas bahwa nilai tercatat aset non-keuangan yang tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat,
      neto setelah penyusutan seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada
      tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi.
                                                          9
Page 17
                                           PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                      Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

   i.   Perpajakan
        Perusahaan mengakui kewajiban atas seluruh pajak penghasilan periode berjalan dan periode sebelumnya yang
        belum dibayar. Jika jumlah yang telah dibayar untuk periode berjalan dan periode sebelumnya melebihi jumlah yang
        terutang untuk periode tersebut, Perusahaan harus mengakui kelebihan tersebut sebagai aset. Perusahaan tidak
        mengakui pajak tangguhan.
        Pajak tangguhan
        Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pengenaan
        pajak dari aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Aset pajak tangguhan diakui
        untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal belum dikompensasi, bila
        kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dikurangkan, dan rugi fiskal
        belum dikompensasi, dapat dimanfaatkan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena
        pajak.
        Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan diturunkan ketika tidak lagi
        terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang memungkinkan semua atau sebagian dari aset
        pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi. Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset
        pajak tangguhan yang tidak diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan
        besar laba kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.
        Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan berlaku pada
        tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang berlaku atau
        yang secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
        Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
        melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan
        entitas kena pajak yang sama dan otoritas perpajakan yang sama.

   j.   Sewa
        Sewa pembiayaan - sebagai lessee
        Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh
        risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewa. Sewa tersebut diklasifikasi sejak awal masa sewa
        sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah
        dari nilai wajar.
        Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang
        merupakan pelunasan liabilitas, sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang
        konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan dibebankan langsung pada laba rugi.
        Jika terdapat kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa,
        aset sewaan disusutkan selama masa penggunaan aset yang diestimasi berdasarkan umur manfaat aset tersebut.
        Jika tidak terdapat kepastian tersebut, maka aset sewaan disusutkan selama periode yang lebih pendek antara
        masa sewa atau umur manfaat aset sewaan. Laba atau rugi yang timbul dari transaksi jual dan sewa-balik kembali
        ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa sewa.


                                                              10
Page 18
                                          PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                     Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

   j.   Sewa
        Sewa pembiayaan - sebagai lessee
        Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan atau mengandung sewa. Suatu
        kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
        penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Perusahaan dapat
        memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk:
        - Sewa jangka pendek; dan
        - Sewa yang aset pendasarnya bernilai rendah.
        Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Perusahaan
        harus menilai apakah:
        - Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset; dan,
        - Perusahaan telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset
           akan digunakan selama periode penggunaan.
        Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak- guna diukur
        pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan
        pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal
        yang dikeluarkan. Aset hak-guna diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang jangka waktu
        sewa.
        Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan
        dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka
        menggunakan suku bunga pinjaman inkremental.
        Perusahaan menyajikan aset hak-guna sebagai bagian dari “Aset tetap” dan liabilitas sewa di dalam laporan posisi
        keuangan.

   k. Imbalan kerja
        Imbalan kerja jangka pendek
        Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan setelah
        akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa kerjanya. Kewajiban diakui ketika
        karyawan memberikan jasa kepada perusahaan dimana smua perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban diakui
        pada laba rugi.
        Perusahaan mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan
        No. 13/2003, tanggal 25 Maret 2003. Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Perusahaan
        ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected unit credit dan
        menerapkan asumsi atas tingkat diskonto, hasil atas aset program dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun
        tahunan.
        Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak batas atas aset (jika ada)
        dan dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan posisi
        keuangan yang dibebankan atau dikreditkan kepenghasilan komprehensif lain periode terjadinya untuk
        mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program. Pengukuran kembali diakui dalam penghasilan
        komprehensif lain tercermin sebagai pos terpisah pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan
        direklasifikasi ke laba rugi.

                                                           11
Page 19
                                           PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                      Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

   k. Imbalan kerja
        Imbalan kerja jangka pendek
        Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amandemen/kurtailmen terjadi atau ketika
        biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui.
        Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya
        imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
        i. Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan
             penyelesaian)
        ii. Beban atau pendapatan bunga neto
        iii. Pengukuran kembali
        Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, keuntungan dan kerugian
        kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.
        Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan merupakan defisit atau surplus aktual dalam
        program imbalan pasti Perusahaan. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat
        ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan atas
        program.

   l.   Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa
        Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan:
        a. Orang atau anggota keluarga dekatnya yang mempunyai relasi dengan Perusahaan jika orang tersebut
           (i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Perusahaan;
           (ii) memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan ; atau
           (iii) personil manajemen kunci Perusahaan.
        b. Suatu entitas berelasi dengan Perusahaan dan jika memenuhi salah satu hal berikut
           (i) Entitas dan Perusahaan adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas berikutnya saling
                 berelasi dengan entitas lainnya);
           (ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau
                 ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut
                 adalah anggotanya);
           (iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
           (iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari
                 entitas ketiga.
           (v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan kerja untuk imbalan kerja dari Perusahaan atau entitas
                 yang terkait dengan Perusahaan;
           (vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a).
           (vii) Orang yang diidentifikasi dalam huruf a.(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan
                 personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
                 Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut,
                 menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Perusahaan.


                                                            12
Page 20
                                           PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                      Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

   l.   Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa
        Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak. Beberapa persyaratan
        tersebut mungkin tidak sama dengan persyaratan yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
        Seluruh transaksi signifikan dan saldo dengan pihak pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan
        keuangan terkait.

   m. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
        Pembukuan Perusahaan diselengarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan
        kedalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada akhir periode pelaporan, aset dan
        Kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan mengunakan kurs tengah yang
        ditetapkan oleh Bank Indonesia pada tanggal tersebut.
        Keuntungan dan kerugian dari selisih kurs mata uang asing dan penjabaran aset dan kewajiban moneter dalam
        mata uang asing ke dalam mata uang Rupiah diakui dalam laba rugi tahun berjalan.

   n. Penggunaan taksiran-taksiran
        Penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, mengharuskan manajemen
        untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban dan pengungkapan aset dan
        kewajiban kontijen pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan.
        Hasil yang sebenarnya dapat berbeda dari jumlah yang diestimasi.

   o. Instrumen keuangan
        Aset keuangan
        Klasifikasi
        Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori pengukuran berikut:
        1. Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif lain.
        2. Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.
        Klasifikasi tersebut tergantung pada model bisnis entitas untuk mengelola aset keuangan dan persyaratan
        kontraktual arus kas.
        Untuk aset yang diukur pada nilai wajar, keuntungan dan kerugian akan dicatat dalam laporan laba rugi atau
        penghasilan komprehensif lain. Untuk investasi pada instrumen utang, hal ini akan bergantung pada model bisnis
        dimana investasi tersebut diadakan. Untuk investasi pada instrumen ekuitas yang tidak dimiliki untuk
        diperdagangkan, hal ini akan tergantung pada apakah Perusahaan telah melakukan pemilihan tak terbatalkan pada
        saat pengakuan awal untuk mencatat investasi ekuitas pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
        Perusahaan mereklasifikasi investasi utang jika dan hanya jika model bisnis untuk mengelola aset tersebut berubah.
        Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Perusahaan hanya memiliki aset keuangan yang diukur menggunakan
        biaya perolehan diamortisasi, yang terdiri atas kas dan setara kas dan piutang usaha.



                                                            13
Page 21
                                         PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                    Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

   o. Instrumen keuangan
      Aset keuangan
      Pengukuran
      Pada pengakuan awal, Perusahaan mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset
      keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung
      dengan perolehan aset keuangan. Biaya transaksi dari aset keuangan yang dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi
      dibebankan pada laba rugi.
      Aset yang dimiliki untuk mengumpulkan arus kas kontraktual dimana arus kas tersebut hanya mewakili pembayaran
      pokok dan bunga diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Keuntungan atau kerugian dari investasi utang yang
      selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan bukan merupakan bagian dari hubungan lindung nilai,
      diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya
      atau penurunan nilainya. Pendapatan bunga dari aset keuangan tersebut dimasukkan ke dalam pendapatan
      keuangan dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

      Penurunan nilai
      Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat
      secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Perusahaan menggunakan perubahan atas
      risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah
      kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar
      yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas
      instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi,
      yang tersedia tanpa biaya atau usaha, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
      Untuk piutang usaha tanpa komponen pendanaan yang signifikan, perusahaan menerapkan pendekatan yang
      disederhanakan yang diizinkan oleh PSAK 109, yang mensyaratkan kerugian ekspektasian seumur hidup harus
      diakui dari pengakuan awal piutang.

      Liabilitas keuangan
      Aset keuangan dihentikan pengakuannya apabila hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan telah jatuh
      tempo atau telah ditransfer dan Perusahaan telah mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas
      kepemilikan aset keuangan tersebut.

      Saling hapus instrumen keuangan
      Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan posisi
      keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah
      diakui tersebut dan adanya niat untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan
      menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan
      dapat dipaksakan secara hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa
      kepailitan atau kebangkrutan Perusahaan atau pihak lawan.




                                                          14
Page 22
                                         PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                    Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

   p. Pengukuran nilai wajar
      Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
      mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur di antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran
      nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas akan terjadi:
      1. di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
      2. jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
      Perusahaan harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan.
      Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan
      harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
      terbaiknya.
      Pengukuran nilai wajar aset non keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan
      manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya, atau dengan
      menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan
      terbaiknya.
      Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia
      untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
      meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
      Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut
      diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan level input terendah yang signifikan terhadap
      keseluruhan pengukuran, sebagai berikut:
      1. Tingkat 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
      2. Tingkat 2 - Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat
                     diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung; dan
      3. Tingkat 3 - Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak
                     dapat diobservasi.
      Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan, maka Perusahaan
      menentukan apakah telah terjadi transfer di antara tingkat hirarki nilai wajar dengan cara menilai kembali
      pengkategorian tingkat nilai wajar (berdasarkan tingkat input terendah yang signifikan terhadap keseluruhan
      pengukuran) pada setiap akhir periode pelaporan.




                                                           15
Page 23
                                         PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                    Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

   q. Pengakuan pendapatan dan beban
      Perusahaan menerapkan PSAK 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah
      analisa sebagai berikut:
      1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
      2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak
         untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan;
      3. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu entitas
         sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang
         dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Perusahaan membuat estimasi
         jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa
         yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan
         selama periode kontrak;
      4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual berdiri sendiri
         relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
         langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin;
      5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau jasa
         yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut).
      Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi:
      a. Pada suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
      b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan).
      Pendapatan dari penjualan barang diakui ketika pengendalian dialihkan kepada pelanggan. Terdapat kondisi di
      mana pertimbangan diperlukan berdasarkan lima indikator pengendalian di bawah ini:
      1. Pelanggan telah memiliki risiko dan manfaat signifikan atas kepemilikan aset dan memperoleh kemampuan
         untuk mengarahkan penggunaan atas, dan memperoleh secara substansial seluruh sisa manfaat dari barang;
      2. Pelanggan memiliki kewajiban kini untuk membayar sesuai dengan syarat dan ketentuan dalam kontrak
         penjualan;
      3. Pelanggan telah menerima barang. Penjualan barang dapat tergantung pada penyesuaian berdasarkan inspeksi
         terhadap pengiriman oleh pelanggan. Dalam hal ini, penjualan diakui berdasarkan estimasi terbaik Perusahaan
         terhadap kualitas dan/atau kuantitas saat pengiriman, dan penyesuaian kemudian dicatat dalam akun
         pendapatan. Secara historis, perbedaan antara kualitas dan kuantitas, estimasi dan/atau aktual tidak signifikan;
      4. Pelanggan telah memiliki hak kepemilikan legal atas barang; dan
      5. Pelanggan telah menerima kepemilikan fisik atas barang.
      Beban dari kontrak dengan pelanggan
      Biaya yang secara langsung berhubungan dengan kontrak, menghasilkan sumber daya untuk memenuhi kontrak
      (“biaya untuk memenuhi”) atau penambahan untuk mendapatkan kontrak (“biaya untuk memperoleh”) dan
      diharapkan dapat dipulihkan. Beban tersebut dengan demikian memenuhi syarat kapitalisasi berdasarkan PSAK
      115 dan diakui sebagai aset. Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan penyerahan
      barang atau jasa yang terkait dengan aset tersebut.
      Beban lainnya
      Beban-beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).

                                                          16
Page 24
                                         PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                    Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

   r. Estimasi dan pertimbangan akuntansi yang penting
      Penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan
      manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas yang dilaporkan
      dan pengungkapan aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal pelaporan, serta jumlah pendapatan dan beban
      selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi.
      Estimasi dan asumsi
      Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan yang
      memiliki resiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun atau
      periode berikutnya, diungkapkan dibawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang
      tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin
      berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam
      asumsi terkait pada saat terjadinya.
      Estimasi provisi untuk kerugian penurunan nilai atas piutang
      Bila Perusahaan memutuskan bahwa tidak terdapat bukti obyektif atas penurunan nilai pada evaluasi individual atas
      piutang, baik yang nilainya signifikan maupun tidak, menyertakannya dalam kelompok piutang dengan karakteristik
      risiko kredit yang serupa dan melakukan evaluasi kolektif atas penurunan nilai. Karakteristik yang dipilih
      mempengaruhi estimasi arus kas masa depan atas kelompok piutang tersebut karena merupakan indikasi bagi
      kemampuan pelanggan dan debitur untuk melunasi jumlah terutang.
      Liabilitas imbalan pasca-kerja
      Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris
      independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto,
      tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan
      tingkat kematian. Dikarenakan kompleksitas dari penilaian dan dasar asumsinya dan periode jangka panjang,
      kewajiban manfaat pasti sangat sensitif terhadap perubahan asumsi.
      Perusahaan percaya bahwa asumsi mereka adalah memadai dan tepat, perbedaan signifikan dalam pengalaman
      aktual Perusahaan atau perubahan signifikan dalam asumsi dapat mempengaruhi secara material beban dan
      kewajiban pensiun dan imbalan kerja jangka panjang lainnya. Semua asumsi direviu pada setiap tanggal pelaporan.


      Penyisihan penurunan nilai persediaan
      Dalam menentukan penyisihan penurunan nilai persediaan, manajemen menggunakan estimasi mengenai tingkat
      penjualan serta permintaan pasar dimasa datang atas persediaannya. Perubahan signifikan atas asumsi ini akan
      berdampak secara material terhadap hasil usaha.
      Perhitungan atas pajak penghasilan
      Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan
      perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal.
      Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan
      pajak penghasilan badan.




                                                            17
Page 25
                                         PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                    Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

   r. Estimasi dan pertimbangan akuntansi yang penting
      Nilai wajar instrumen keuangan
      Penentuan nilai wajar instrumen keuangan memerlukan adanya estimasi-estimasi tertentu. Dalam pasar yang tidak
      aktif, manajemen menggunakan teknik penilaian tertentu untuk menentukan nilai wajar. Manajemen memilih teknik
      penilaian yang dapat memaksimumkan penggunaan parameter yang dapat diamati dan meminimalkan penggunaan
      yang tidak dapat diamati dalam menentukan nilai wajar. Ketika menentukan nilai wajar dengan cara tersebut di atas,
      manajemen juga memasukkan unsur kondisi pasar saat ini serta membuat penyesuaian risiko yang dianggap tepat
      akan dibuat oleh pelaku pasar.
      Estimasi masa manfaat atas aset tetap
      Masa manfaat dari masing-masing aset tetap Perusahaan diestimasikan berdasarkan periode dimana aset
      diharapkan tersedia untuk digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif usaha sejenis, evaluasi
      teknis internal dan pengalaman dengan aset yang sejenis. Taksiran masa manfaat setiap aset diperiksa secara
      periodik dan diperbaharui jika ekspektasi berbeda dengan estimasi sebelumnya yang dikarenakan oleh keausan
      dan kerusakan fisik, keusangan secara teknis dan komersial dan terdapat batas hukum atau lainnya atas
      pengunaan aset. Hal ini dimungkinkan, bagaimanapun, bahwa hasil operasi di masa mendatang dapat terpengaruh
      secara material oleh perubahan yang dilakukan atas jumlah dan masa pencatatan beban terkait dengan perubahan
      atas faktor-faktor yang disebutkan sebelumnya. Penurunan estimasi masa manfaat dari setiap aset tetap akan
      meningkatkan beban penyusutan dan mengurangi nilai tercatat dari aset tersebut.

   s. Laba per saham
      Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023. Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang
      bersifat dilutif, oleh karena itu, laba per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi dan
      penghasilan komprehensif lain.
      Berdasarkan PSAK 233, “Laba per Saham“, laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) yang dapat
      diatribusikan kepada pemilik entitas induk periode berjalan dengan total rata-rata tertimbang saham yang beredar
      dalam periode yang bersangkutan.

   t. Informasi segmen
      Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan jasa (segmen usaha),
      maupun dalam menyediakan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan
      imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.
      Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan secara langsung
      kepada suatu segmen serta hal-hal yang dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut.




                                                          18
Page 26
                                          PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                     Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3. KAS DAN BANK

                                                                              2024             2023
  Kas
  Mata uang rupiah                                                              1.547.513             843.562
  Bank
  Mata uang rupiah
     PT Bank Central Asia Tbk                                               1.027.502.146     10.088.810.508
     PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk                                      874.880        624.539.073
     Sub total                                                              1.028.377.027     10.713.349.582
  Total                                                                     1.029.924.540     10.714.193.144
  Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, tidak terdapat kas dan setara kas Perusahaan yang dibatasi
  penggunaannya, dijaminkan atau ditempatkan pada pihak berelasi.

4. PIUTANG USAHA

                                                                              2024             2023
  Pihak ketiga - Rupiah
      Hendrik                                                                  31.322.574         28.265.574
      Tirta Makmur                                                             13.369.500         13.863.000
      Hotel Caesar (Ibu Yulia)                                                  7.825.000          7.825.000
      Harda Bupati                                                              6.600.000                  -
      PT Assalaam Niaga Utama                                                   5.569.172            467.682
      Jiman Manding                                                             5.280.000                  -
      Toko Rukun Jaya                                                           5.147.500         11.147.500
      Wungu Maju (WM)                                                           4.900.000          6.000.000
      Muhyani                                                                   4.049.000          4.049.000
      Toko Azarah Ihwan                                                         3.765.000          3.765.000
      PT Primissima                                                             3.592.406          2.052.969
      Toko Kuat                                                                 3.482.500          3.482.500
      Darusman (Bengkel)                                                        3.467.000          1.885.000
      Iim                                                                       3.206.250                  -
      Piutang dibawah 3.000.000                                              142.039.159        394.652.420
  Jumlah piutang pihak ketiga                                                243.615.061        477.455.645
  Dikurangi penyisihan penurunan nilai                                       (57.302.029)       (70.631.430)
  Piutang usaha - bersih                                                     186.313.032        406.824.215




                                                       19
Page 27
                                          PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                     Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

4. PIUTANG USAHA

   Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:
                                                                                   2024                    2023
   Lewat jatuh tempo:
      0 - 30 hari                                                                   26.104.072               61.300.655
      31 - 60 hari                                                                  18.663.000               40.898.104
      60 - 90 hari                                                                   5.566.665               37.416.695
      90 -120 hari                                                                   7.649.742               17.767.875
      Lebih dari 120 hari                                                          185.631.582              320.072.316
   Total                                                                           243.615.061              477.455.645

   Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:
                                                                                   2024                    2023
   Saldo awal tahun                                                                  70.631.430              17.947.243
   Penambahan nilai selama tahun berjalan                                            14.743.647              52.733.811
   Pemulihan nilai selama tahun berjalan                                           (28.073.048)                 (49.624)
   Saldo akhir tahun                                                                57.302.029               70.631.430
   Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 manajemen menentukan penyisihan penurunan nilai piutang usaha secara
   individual dan kolektif atas saldo piutang usaha yang kemungkinan tidak akan tertagih.
   Manajemen berpendapat bahwa penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha tersebut cukup untuk menutupi
   kemungkinan kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya piutang.
   Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas kerugian penurunan nilai piutang lain-lain telah memadai untuk
   menutup kerugian atas penurunan nilai piutang terkait.

5. PIUTANG LAIN - LAIN

                                                                                   2024                   2023
   Reza Naufal Ramadian                                                          2.200.000.000            2.200.000.000
   Karyawan                                                                          5.530.000               58.792.690
   Piutang Direksi (Catatan 23)                                                              -              669.000.000
   Sugiyem                                                                                   -               18.000.000
   Jumlah piutang lain-lain                                                      2.205.530.000            2.945.792.690
   Dikurangi penyisihan penurunan nilai                                                      -                        -
   Piutang lain-lain - bersih                                                    2.205.530.000            2.945.792.690
   Piutang Reza Naufal Ramadian merupakan piutang atas jasa perencanaan dan penyelenggaraan event .
   Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat bukti objektif penurunan nilai piutang lain-lain dan seluruh piutang lain-
   lain tersebut dapat tertagih sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai atas piutang lain lain.




                                                           20
Page 28
                                         PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                    Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



6. PERSEDIAAN

                                                                                  2024                    2023

   Bahan baku                                                                     169.424.923                26.016.641
   Persediaan barang Jadi                                                           36.347.774             261.665.162
   Bahan penolong                                                                            -                1.850.000
   Persediaan bahan                                                                          -               11.899.230
   Sub Total                                                                      205.772.697              301.431.033
   Penyisihan atas penurunan nilai                                                (62.271.838)             (62.271.838)
   Neto                                                                           143.500.859              239.159.195

   Mutasi penyisihan penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:
                                                                                  2024                    2023
   Saldo awal tahun                                                                62.271.838                90.271.838
   Pemulihan nilai selama tahun berjalan                                                     -             (28.000.000)
   Saldo akhir tahun                                                               62.271.838               62.271.838
   Persediaan tidak diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya. Tidak ada biaya pinjaman yang
   dikapitalisasi ke persediaan.
   Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan tersebut cukup untuk menutupi
   kemungkinan kerugian yang terjadi akibat penurunan nilai persediaan.

7. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
                                                                                  2024                    2023
   Biaya persiapan pabrik (Pra Ops)                                               482.000.000            2.229.324.020
   Uang muka pembelian aset tetap                                                  88.000.000            4.716.000.000
   Uang muka pembelian bahan penolong                                              36.120.000            3.525.808.790
   Biaya sewa gedung                                                                        -               80.000.000
   Uang muka lainnya                                                           14.372.712.233                        -
   Total                                                                       14.978.832.233           10.551.132.810
   Biaya persiapan pabrik merupakan uang muka atas biaya arsitek untuk gambar set plan pabrik dan pengurusan ijin
   pengambilan air tanah atau bor.

   Uang muka lainnya merupakan uang muka untuk keperluan perusahaan.




                                                           21
Page 29
                                           PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                      Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

8. ASET TETAP
                                                                31 Desember 2024
                                       Saldo Awal        Penambahan     Pengurangan            Saldo Akhir
   Biaya perolehan:
   Tanah                                7.715.120.000                 -                    -    7.715.120.000
   Bangunan                             2.874.880.000                 -                    -    2.874.880.000
   Peralatan                            3.896.967.925                 -                    -    3.896.967.925
   Kendaraan                            2.329.438.765                 -                    -    2.329.438.765
   Perlengkapan                            38.301.450                 -                    -       38.301.450
   Inventaris                              90.742.600                 -                    -       90.742.600
   Bottle 19 liter (Galon)              2.896.725.930                 -                    -    2.896.725.930
   Aset dalam penyelesaian                          -     2.606.000.000                    -    2.606.000.000
                                       19.842.176.670     2.606.000.000                    -   22.448.176.670
   Akumulasi penyusutan:
   Bangunan                               179.680.000       143.744.000                    -      323.424.000
   Peralatan                            1.037.379.383       462.427.083                    -    1.499.806.466
   Kendaraan                              718.443.818       259.699.530                    -      978.143.348
   Perlengkapan                            38.301.450                 -                    -       38.301.450
   Inventaris                              17.490.921        22.685.650                            40.176.571
   Bottle 19 liter (Galon)              1.391.915.397       283.340.741                    -    1.675.256.138
                                        3.383.210.969     1.171.897.005                    -    4.555.107.974
   Nilai tercatat                      16.458.965.701                                          17.893.068.696

                                                                31 Desember 2023
                                       Saldo Awal        Penambahan     Pengurangan            Saldo Akhir
   Biaya perolehan:
   Tanah                                5.565.120.000     2.150.000.000                    -    7.715.120.000
   Bangunan                             2.874.880.000                 -                    -    2.874.880.000
   Peralatan                            3.758.467.925       138.500.000                    -    3.896.967.925
   Kendaraan                            1.066.558.765     1.262.880.000                    -    2.329.438.765
   Perlengkapan                            38.301.450                 -                    -       38.301.450
   Inventaris                                       -        90.742.600                    -       90.742.600
   Bottle 19 liter (Galon)              2.641.946.000       254.779.930                    -    2.896.725.930
                                       15.945.274.140     3.896.902.530                    -   19.842.176.670
   Akumulasi Penyusutan
   Bangunan                                35.936.000       143.744.000                    -      179.680.000
   Peralatan                              573.952.300       463.427.083                    -    1.037.379.383
   Kendaraan                              458.744.288       259.699.530                    -      718.443.818
   Perlengkapan                           38.301.450                  -                    -       38.301.450
   Inventaris                                       -        17.490.921                    -       17.490.921
   Bottle 19 liter (Galon)              1.119.069.407       272.845.990                    -    1.391.915.397
                                        2.226.003.445     1.157.207.524                    -    3.383.210.969
   Nilai tercatat                      13.719.270.695                                          16.458.965.701

                                                        22
Page 30
                                          PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                     Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

8. ASET TETAP

   Aset dalam pelaksanaan merupakan pembelian mesin yang sedang dalam proses perakitan untuk meningkatkan
   produksi air minum dalam kemasan. Pembelian mesin tersebut terdiri dari mesin galon automatic, water treatment ,
   mesin ink jet dan satu set mesin cup .
   Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aset Perusahaan tersebut dapat dipulihkan, sehingga tidak
   diperlukan penurunan nilai atas aset tersebut.
   Beban penyusutan aset tetap untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, masing-
   masing adalah sebesar Rp1.171.897.005 dan Rp1.157.207.524,- yang dibebankan sebagai berikut:
                                                                                    2024                 2023
   Beban pokok penjualan (Catatan 18)                                               745.767.825           736.273.073
   Beban umum dan administrasi (Catatan 20)                                         426.129.180           420.934.451
   Total                                                                          1.171.897.005          1.157.207.524

9. ASET LAIN-LAIN

                                                                                    2024                 2023
   Aset Tak Berwujud
      Perangkat Lunak                                                               137.240.000           137.240.000
      Amortisasi                                                                    (25.160.667)                    -
   Total                                                                            112.079.333           137.240.000
   Aset lain-lain berupa asset tak berwujud merupakan program aplikasi sistem produksi dan distribusi.

10. UTANG USAHA

                                                                                    2024                 2023
   Pihak ketiga - Rupiah
      PT Darma Pringga Birama                                                        15.632.000                     -
      PT Lendis Box                                                                  13.252.500            16.952.700
      PT Ciplasindo                                                                   6.069.600             5.482.500
      CV Coolclean                                                                    2.805.000             2.628.625
      PT Megasatria Hiciter                                                           1.243.200             4.234.650
      PT Kiewell Plastic Packaging                                                            -           104.715.778
      Taufik Pekalongan                                                                       -             8.425.000
   Total                                                                             39.002.300           142.439.253
   Analisa umur utang usaha adalah sebagai berikut:
                                                                                    2024                 2023
   - 1 sampai dengan 30 hari                                                         36.197.300            79.409.701
   - 30 sampai dengan 60 hari                                                         2.805.000            15.881.200
   - Lebih dari 90 hari                                                                       -            47.148.352
   Total                                                                             39.002.300           142.439.253
   Utang usaha merupakan utang atas pembelian bahan penolong cup, botol, sedotan, kardus dan lainnya.
                                                           23
Page 31
                                           PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                      Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


11. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR
                                                                                  2024                   2023
   Jasa Profesional                                                                91.219.195              78.000.000
   Total                                                                           91.219.195              78.000.000
12. UTANG BANK
                                                                                  2024                   2023
   PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                                      2.000.000.000            1.998.061.760
   dikurangi :
       Jangka pendek                                                            1.800.000.000           1.998.061.760
       Jangka panjang                                                             200.000.000                         -
   Berdasarkan Akta Notaris Anita Kurniawati, SH., M.Kn. di Yogyakarta No. 88 dan No.89 tanggal 31 Juli 2024, sesuai
   dengan Surat Penawaran Putusan Kredit (Offering Letter ) No. B.2407/KC-VII/ADK/07/2024 dari PT Bank Rakyat Indonesia
   (Persero) Tbk, Perusahaan mendapatkan perpanjangan waktu dengan pengurangan plafond kredit menjadi
   Rp1.800.000.000 dengan jangka waktu 12 bulan yang berakhir pada 14 April 2025 dan mendapatkan tambahan fasilitas
   kredit pinjaman sebesar Rp200.000.000 dengan jangka waktu 36 bulan yang berakhir pada 31 Juli 2027.
   Jaminan untuk pinjaman ini adalah sebagai berikut:
   1. Persediaan sebesar Rp1.000.000.000,-
   2. Sebidang tanah sertifikat Hak Milik No. 06825/Maguwoharjo tanggal 1 Mei 2001 dalam Surat Ukur No.
      1084/Maguwoharjo/2001 tanggal 24 Juli 2021 seluas 221 M2 dengan NIB 13.04.07.02.02073 terletak di Desa
      Maguwoharjo, Depok Yogyakarta atas nama Sri Lestari.
   Berdasarkan perjanjian kredit dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, selama fasilitas kredit belum dilunasi,
   Perusahaan tidak diperbolehkan untuk melakukan hal-hal tersebut dibawah ini tanpa persetujuan tertulis dari bank:
   1. Melakukan tindakan merger, akuisisi, penjualan aset usaha.
   2. Melakukan perubahan anggaran dasar termasuk didalamnya pemegang saham, direktur dan komisaris, permodalan
       dan nilai saham.
   3. Mengikat diri sebagai penjamin utang atau menjaminkan harta kekayaan Perusahaan kepada pihak lain.
   4. Melunasi utang kepada pemegang saham.
   5. Mengambil bagian dividen atau modal untuk kepentingan diluar usaha dan kepentingan pribadi.
   6. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari pihak lain.
   7. Mengajukan permohonan dan/atau menyuruh pihak lain mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk dinyatakan
       pailit atau meminta penundaan pembayaran utang.
   8. Mengagunkan, menyewakan, dan mengalihkan aset yang menjadi agunan kepada pihak lain.
   9. Mengadakan transaksi dengan seseorang atau suatu pihak, dengan cara yang berada di luar praktik dan kebiasaan
       yang wajar.
   Pada tanggal 31 Desember 2024, manajemen berpendapat bahwa Perusahaan telah memenuhi semua persyaratan terkait
   sebagai mana diharuskan dalam semua perjanjian kredit di atas.




                                                          24
Page 32
                                         PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                    Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


13. PERPAJAKAN

                                                                                    2024                      2023
   a. Utang Pajak
         PPN Keluaran                                                                27.363.713                 28.588.655
         Pajak Penghasilan Pasal 21                                                   5.997.037                  7.039.213
      Total                                                                          33.360.750                 35.627.868

   b. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
         Pajak tangguhan                                                            920.443.872                780.829.155
      Total                                                                         920.443.872                780.829.155

   c. Pajak Kini
      Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
      dengan taksiran rugi fiskal Perusahaan untuk tahun-tahun yang berakhir tahun 2024 dan 2023 adalah sebagai
      berikut: berdasarkan Undang-Undang perpajakan pasal 17 dan pasal 13e adalah sebagai berikut:
                                                                                    2024                      2023

      Laba sebelum pajak penghasilan
         sesuai dengan laporan laba rugi
         dan penghasilan komprehensif
         rugi dan penghasilan lain                                              (4.954.764.206)           (4.032.672.817)

      Beda tetap:
        Sumbangan, jamuan dan lain-lain                                               8.751.316               (125.746.625)
        Penghasilan bunga kena pajak final                                         (30.626.858)               (110.235.240)
        Beban lain-lain yang tidak diperkenankan                                   352.880.711                1.119.868.458
      Beda temporer:
         Penyusutan                                                               (135.247.991)             (175.173.582)
         Penurunan nilai persediaan                                                           -                         -
         Penyisihan piutang tak tertagih                                             14.743.647                52.733.811
         Imbalan kerja                                                              140.926.581               138.507.650
      Taksiran rugi fiskal Perusahaan                                           (4.603.336.800)           (3.132.718.345)

      Taksiran fiskal tahun sebelumnya
          2023                                                                  (3.132.718.345)                         -
      Estimasi akumulasi rugi fiskal                                            (7.736.055.145)           (3.132.718.345)
      Kerugian fiskal dapat dimanfaatkan untuk periode lima tahun setelah tahun terjadinya kerugian fiskal.




                                                           25
Page 33
                                         PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                    Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



13. PERPAJAKAN
   d. Pajak Tangguhan
      Perhitungan pajak tangguhan atas beda temporer yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak dengan
      menggunakan tarif pajak yang berlaku untuk tahun 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
                                                                                  Dikreditkan pada
                                                                                    pendapatan
                                                                 Dikreditkan       komprehensif        31 Desember
                                            1 Januari 2024      pada laba rugi         lainnya             2024
      Aset pajak tangguhan
         Rugi fiskal                           690.677.955       1.011.254.177                 -         1.701.932.132
         Penurunan nilai persediaan             13.699.804                    -                -            13.699.804
         Penyisihan piutang tak tertagih        15.538.914          (2.932.468)                -            12.606.446
         Imbalan kerja                         228.023.764          31.003.848       (69.948.152)          189.079.459
         Aset tetap                            (38.538.188)       (118.881.685)                -          (157.419.873)
      Total aset pajak tangguhan               909.402.250         920.443.872       (69.948.152)        1.759.897.969
                                                                                  Dikreditkan pada
                                                                                    pendapatan
                                                                 Dikreditkan       komprehensif        31 Desember
                                            1 Januari 2023      pada laba rugi/        lainnya             2023
      Aset pajak tangguhan
         Rugi fiskal                                      -        690.677.955                  -         690.677.955
         Penurunan nilai persediaan             19.859.804          (6.160.000)                 -           13.699.804
         Penyisihan piutang tak tertagih         3.948.393          11.590.521                  -           15.538.914
         Imbalan kerja                         151.731.346          30.471.683         45.820.735         228.023.764
         Aset tetap                            (92.787.184)         54.248.996                  -         (38.538.188)
      Total aset pajak tangguhan                82.752.360         780.829.155         45.820.735         909.402.250

   e. Perubahan Tarif Pajak
      Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131 Tahun 2024
      Pada tanggal 31 Desember 2024, Menteri Keuangan Republik Indonesia telah mengesahkan PMK 131/2024 tentang
      Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas Impor Barang Kena Pajak, Penyerahan Barang Kena Pajak,
      Penyerahan Jasa Kena Pajak, Pemanfaatan Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dari Luar Daerah Pabean di Dalam
      Daerah Pabean, dan Pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari Luar Daerah Pabean di Dalam Daerah Pabean, yang mulai
      berlaku pada tanggal 1 Januari 2025.

      PMK 131/2024 ini menetapkan tarif PPN menjadi 12% untuk barang kena pajak yang tergolong mewah berupa
      kendaraan bermotor, hunian mewah (rumah mewah, apartemen, kondominium, town house), pesawat udara, balon
      udara, peluru senjata api, dan kapal pesiar.
      Selain barang kena pajak yang tergolong mewah sebagaimana di atas, PPN dihitung dengan cara mengalikan tarif 12%
      dengan Dasar Pengenaan Pajak berupa Nilai Lain sebesar 11/12 dari nilai impor, harga jual atau penggantian (tidak
      termasuk untuk penyerahan barang dan/atau jasa kena pajak dengan menggunakan dasar pengenaan pajak nilai lain
      dan besaran tertentu yang ketentuannya telah diatur dalam peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan
      secara tersendiri), sehingga tarif efektif PPN tetap 11%.

                                                         26
Page 34
                                            PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                        CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                        31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                       Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                    (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



13. PERPAJAKAN

   f.   Lain - lain
        Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan telah disampaikan kepada Kantor Pajak sampai dengan tahun
        fiskal tahun 2024. SPT tahun 2024 Perusahaan akan dilaporkan sesuai dengan taksiran laba fiskal yang diungkapkan
        dalam laporan keuangan. Semua utang pajak dan pendapatan kena pajak/ laba fiskal telah dihitung dengan baik dan
        dilaporkan kepada Kantor Pajak sesuai dengan laporan keuangan auditan Perusahaan.

14. IMBALAN KERJA

   Asumsi utama yang digunakan untuk menentukan kewajiban atas kesejahteraan karyawan pada tanggal 31 Desember
   2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
                                                                             2024                  2023
   Tingkat bunga diskonto                                                   7,06%                 6,79%
   Tingkat kenaikan gaji                                                   10,00%                10,00%
   Tingkat kematian                                                   TMI-IV tahun 2019     TMI-IV tahun 2019
   Umur pensiun                                                           57 Tahun              57 Tahun
   Tingkat Tetap                                                              5%                    5%
   Tingkat pengunduran diri                                                   5%                    5%
   Perusahaan mencatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31
   Desember 2023, berdasarkan perhitungan aktuaria yang dilakukan oleh KKA Nurichwan, aktuaris independen,
   berdasarkan laporan masing-masing tanggal 10 Februari 2025 dan 21 Maret 2024, dengan menggunakan metode
   “Projected Unit Credit”.
   a. Nilai tercatat di laporan posisi keuangan yang timbul dari imbalan kerja Perusahaan adalah sebagai berikut:
                                                                                    2024                    2023
        Nilai kini kewajiban
              imbalan kerja                                                       (859.452.087)           (1.036.471.653)




                                                           27
Page 35
                                           PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                      Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


14. IMBALAN KERJA

   b. Rekonsiliasi jumlah yang diakui dalam laporan posisi keuangan
                                                                                        2024             2023

        (Kewajiban) / kekayaan pada awal periode                                  (1.036.471.653)        (689.687.935)
        (Beban) / pendapatan                                                        (140.926.581)        (138.507.650)
        (Beban) / pendapatan komprehensif lain                                        317.946.147        (208.276.068)
        (Kewajiban) / kekayaan pada akhir periode                                     (859.452.087)    (1.036.471.653)

   c.   Mutasi liabilitas imbalan pasti selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
                                                                                        2024             2023
        Nilai kini kewajiban imbalan pasti pada awal periode                            828.195.585      689.687.935
        Biaya bunga                                                                      70.376.425       89.539.807
        Biaya jasa kini                                                                  70.550.156       48.967.843
        Nilai ekspektasi dari
            Nilai kini kewajiban Imbalan pasti pada akhir periode                       969.122.166       828.195.585
        (Keuntungan) / kerugian aktuaria atas kewajiban                               (317.946.147)                  -
        Pada akhir tahun                                                                651.176.019       828.195.585

   d. Perhitungan pendapatan komprehensif lain
                                                                                        2024              2023
        Pendapatan / (beban) komprehensif lain                                          317.946.147      (208.276.068)
        Total pendapatan / (beban) komprehensif lain awal periode                     (780.998.006)      (572.721.938)
        Pendapatan / (beban) komprehensif lain periode berjalan                         317.946.147      (208.276.068)
        Total pendapatan / (beban) komprehensif
             lain pada akhir periode                                                  (463.051.859)      (780.998.006)

   e. Mutasi nilai kini imbalan pasti selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:

                                                                                        2024             2023
        Biaya jasa kini                                                                (70.550.156)                  -
        Biaya bunga                                                                    (70.376.425)                  -
        Beban imbalan kerja                                                           (140.926.581)                   -
        Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.




                                                               28
Page 36
                                          PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                     Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. IMBALAN KERJA

       Analisa sensitivitas Perusahaan dari perubahan asumsi-asumsi utama terhadap liabilitas imbalan kerja jangka
       panjang pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
                                                          Dampak terhadap Liabilitas Imbalan Pasti pada tahun 2024
                                                          Perubahan           Kenaikan                 Penurunan
                                                           Asumsi               Asumsi                   Asumsi
       Tingkat diskonto                                      1%                   778.910.878              952.787.459
       Tingkat kenaikan gaji                                 1%                   949.229.877              780.244.549

                                                          Dampak terhadap Liabilitas Imbalan Pasti pada tahun 2023
                                                          Perubahan           Kenaikan                 Penurunan
                                                           Asumsi               Asumsi                   Asumsi
       Tingkat diskonto                                      1%                   929.383.440            1.160.754.443
       Tingkat kenaikan gaji                                 1%                1.155.690.428               931.402.198

15. MODAL SAHAM

   Komposisi pemegang saham Perusahaan dan kepemilikan sahamnya masing-masing pada tanggal 31 Desember 2024
   dan 2023 adalah sebagai berikut:

   a. Modal Saham
      Berdasarkan Akta Notaris Elizabeth Karina Leonita, S.H., M.Kn. No. 123-128 tanggal 31 Oktober 2024, Perseroan
      melakukan pengoperan hak atas saham Tn. Ardiyanto Wibowo, Ny. dr. Putri Hertriastuti, Ny. Sri Lestari, Ny. Iriyanti,
      Tn. Djoko Sriyono, dan Nn. Nindya Ayu Oktavia Ardianti Wibowo dengan jumlah total 792.487.500 lembar saham
      kepada PT Makna Prakarsa Utama dan sesuai dengan surat keterangan dari Biro Administrasi Efek PT Bima
      Registra tanggal 26 Februari 2024.
       Susunan pemegang saham Perusahaan dan persentase kepemilikannya pada tanggal 31 Desember 2024
       berdasarkan catatan yang disediakan oleh PT Bima Registra, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
                                                              2024
                                                                                Persentase
                   Pemegang Saham                       Jumlah Saham                                      Jumlah
                                                                                Pemilikan

       PT Makna Prakarsa Utama                                792.487.500         73,21%                  15.849.750.000
       Tuan Ardianto Wibowo                                       262.900         0,02%                        5.258.000
       Masyarakat                                             289.775.823         26,77%                   5.795.516.460
       Total                                                1.082.526.223          100%                   21.650.524.460




                                                           29
Page 37
                                       PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                   31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                  Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                               (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



15. MODAL SAHAM

     Berdasarkan Akta Notaris Dr. Tabitha Sri Jeany, S.H., M.Kn, No. 13 tanggal 26 Januari 2024 pada Berita Acara
     Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Mitra Tirta Buwana Tbk, Perseroan telah mengkonversi waran
     sejumlah 22.971 menjadi saham sesuai dengan surat keterangan dari Biro Administrasi Efek PT Bima Registra
     tanggal 26 Februari 2024.
     Susunan pemegang saham Perusahaan dan persentase kepemilikannya pada tanggal 31 Desember 2023
     berdasarkan catatan yang disediakan oleh PT Bima Registra, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
                                                        2023
                                                                          Persentase
                Pemegang Saham                     Jumlah Saham                                   Jumlah
                                                                          Pemilikan

     Tuan Ardianto Wibowo                               244.187.500         22,52%                 4.883.750.000
     Nyonya Dokter Putri Hertriastuti                   243.750.000         22,52%                 4.875.000.000
     Nyonya Sri Lestari                                  81.250.000         7,51%                  1.625.000.000
     Nyonya Iriyanti                                     81.250.000         7,51%                  1.625.000.000
     Tuan Djoko Sriyono                                  71.093.750         6,57%                  1.421.875.000
     Nona Nindya Ayu Oktavia Ardianti Wibowo             71.093.750         6,57%                  1.421.875.000
     Tuan Hery Gunawan Muhamad                            2.917.100          1,88%                    58.342.000
     Masyarakat                                         286.980.871         24,94%                 5.739.617.420
     Total                                            1.082.522.971          100%                 21.650.459.420

  b. Tambahan Modal Disetor
                                                                             2024                   2023

     Saham penawaran umum perdana                                        24.300.000.000          24.300.000.000
     Agio atas pelaksanaan waran                                              2.097.840               1.837.680
     Biaya emisi                                                         (3.547.972.564)         (3.547.972.564)
     Jumlah                                                              20.754.125.276          20.753.865.116




                                                      30
Page 38
                                         PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                    Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. MODAL SAHAM (Lanjutan)

   c. Saldo Laba
      Ditentukan Penggunaannya
      Perusahaan belum menentukan penggunaannya atas saldo laba Perusahaan.
      Tidak Ditentukan Penggunaannya
      Merupakan saldo laba yang belum ditentukan penggunaanya oleh Perusahaan.
                                                                                 2024                2023
      Saldo Laba                                                              (6.757.356.954)      (2.723.036.620)
                                                                              (6.757.356.954)      (2.723.036.620)

   d. Dividen
      Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan oleh Notaris Dr. Tabitha Sri Jeany, S.H., M.Kn
      di Yogyakarta No. 22 tanggal 26 Juni 2023 para pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen kas sebesar
      Rp0,1 per saham atau dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp108.202.552 atas saldo laba tahun 2022. Seluruh
      dividen telah dibayarkan pada tanggal 2 Agustus 2023.

   e. Komponen Ekuitas Lain
                                                                                 2024                2023
      Komponen Ekuitas Lain                                                     (361.180.450)       (609.178.445)
                                                                                (361.180.450)       (609.178.445)
      Komponen ekuitas lain merupakan keuntungan atau kerugian aktuaria.

16. PENDAPATAN USAHA

                                                                                 2024                2023

   Galon                                                                        2.704.887.657       3.225.955.511
   Bukan Galon                                                                    857.803.922       1.554.692.820
   Lain lain                                                                       66.140.499          34.671.563
   Total                                                                        3.628.832.078       4.815.319.894
   Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan atas tisu, tutup galon, galon dan sewa dispenser.
   Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, tidak ada penjualan kepada pelanggan yang melebihi 10% dari total
   penjualan.




                                                          31
Page 39
                                           PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                      Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



17. BEBAN POKOK PENJUALAN

   Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
                                                                               2024            2023
   Bahan baku yang digunakan                                                   159.897.050       282.485.525
   Pemakaian bahan penolong                                                    443.503.073     1.072.085.265
   Beban produksi :
      Penyusutan galon                                                         283.340.741       272.845.990
      Penyusutan peralatan                                                     462.427.083       463.427.083
      Biaya atas pengiriman barang                                             347.179.709       293.855.177
      Biaya bagi hasil                                                         175.200.000        71.527.000
   Beban pokok produksi :                                                    1.871.547.657     2.456.226.040
   Persediaan barang jadi
       Awal tahun                                                              261.665.162       124.529.282
       Akhir tahun                                                             (36.347.774)    (261.665.162)
   Beban pokok penjualan :                                                   2.096.865.045     2.319.090.160
   Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, tidak ada pembelian kepada pemasok yang melebihi 10% dari total
   penjualan.

18. BEBAN PENJUALAN

                                                                               2024            2023

   Biaya pemasaran                                                             73.861.468       161.116.458
   Komisi penjualan                                                                      -       23.914.500
   Total                                                                       73.861.468       185.030.958




                                                           32
Page 40
                                         PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                    Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. BEBAN ADMINISTRASI DAN UMUM

                                                                             2024            2023

   Gaji direksi, komisaris dan karyawan                                    2.058.544.618     2.160.732.173
   Jasa profesional                                                        1.989.321.618       212.673.419
   Penyusutan                                                                426.129.180       420.934.451
   Pajak                                                                     352.880.711       179.775.573
   Perjalanan dinas                                                          154.988.270       342.230.966
   Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial                                       153.823.177       131.643.378
   Sewa                                                                      147.311.538       171.135.000
   Imbalan pasca kerja                                                       140.926.581       138.507.650
   Rumah tangga                                                               89.207.921       198.997.096
   Listrik dan telepon                                                        99.880.103       107.465.773
   Perbaikan dan pemeliharaan                                                 79.100.796       261.144.392
   Administrasi OJK                                                           75.550.105        25.181.750
   Asuransi                                                                   39.364.282        33.958.280
   Transportasi                                                               39.090.569        65.838.684
   Lembur                                                                     25.542.110        26.834.500
   Amortisasi                                                                 25.160.667                  -
   Perizinan                                                                  22.987.000     1.166.170.247
   Alat tulis kantor                                                          10.912.850        18.292.500
   Perjamuan tamu                                                              8.751.316        61.222.347
   Lain-lain                                                                 216.678.503       583.870.538
   Total                                                                   6.156.151.914     6.306.608.717

20. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN LAIN

                                                                             2024            2023
   PENDAPATAN LAIN-LAIN
      Jasa giro                                                                2.553.810         2.032.687
      Lain-lain                                                               29.320.488        46.055.438
      Subtotal                                                                31.874.298        48.088.125
   BEBAN LAIN LAIN
      Beban keuangan                                                         253.550.411        30.580.290
      Biaya penurunan nilai piutang                                           14.743.647        52.733.811
      Administrasi bank                                                        1.262.200         2.036.900
      Lain-lain                                                               19.035.897                 -
      Subtotal                                                               288.592.155        85.351.001
   Total                                                                   (256.717.857)      (37.262.876)




                                                      33
Page 41
                                          PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                     Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21. LABA (RUGI) PER SAHAM

   Rincian perhitungan laba (rugi) per saham adalah sebagai berikut:
                                                                            Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31
                                                                                        Desember
                                                                               2024                   2023
   Laba untuk perhitungan laba per saham                                    (4.034.320.334)        (3.251.843.662)
   Jumlah rata-rata tertimbang saham untuk
      Perhitungan laba bersih per saham                                      1.082.524.561          1.078.072.909
   Laba per saham dasar                                                              (3,73)                  (3,02)

22. SEGMEN OPERASI

   Informasi segmen di bawah ini dilaporkan berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi
   kinerja setiap segmen usaha dan mengalokasikan sumber daya.
   Segmen Usaha
                                                                31 Desember 2024
                                     Galon              Bukan Galon         Lain-lain               Jumlah

   Penjualan bersih                2.704.887.657              857.803.922        66.140.499          3.628.832.078
   Beban pokok penjualan         (1.562.977.910)            (495.668.860)      (38.218.274)        (2.096.865.045)
   Hasil segmen (laba bruto)       1.141.909.747              362.135.062        27.922.225         1.531.967.033
   Beban penjualan tidak
     dapat dialokasikan                                                                               (73.861.468)
   Beban umum dan
     administrasi tidak
     dapat dialokasikan                                                                            (6.156.151.914)
   Beban keuangan
     dan lain lain bersih                                                                            (256.717.857)
   Laba sebelum beban
      pajak final dan pajak
       penghasilan                                                                                 (4.954.764.206)
   Beban pajak penghasilan                                                                            920.443.872
   Laba periode berjalan                                                                           (4.034.320.334)
   Rugi komprehensif lain setelah pajak                                                            (4.034.320.334)
   Laba komprehensif
      tahun berjalan                                                                               (4.034.320.334)




                                                           34
Page 42
                                           PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                      Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

22. SEGMEN OPERASI (Lanjutan)

   Aset Segmen
   Persediaan barang jadi                  126.287.294      40.049.625      3.088.004             169.424.923
   Aset tidak dapat dialokasikan                                                               38.139.721.741
   Jumlah Aset                                                                                 38.309.146.663
   Liabilitas tidak dapat dialokasikan                                                          3.023.034.332
   Jumlah Liabilitas                                                                            3.023.034.332
   Penambahan aset tetap                                                                        2.606.000.000
   Penyusutan                                                                                   1.171.897.005

   Segmen Usaha
                                                                 31 Desember 2023
                                         Galon           Bukan Galon         Lain-lain          Jumlah

   Penjualan bersih                  3.225.955.511          1.554.692.820        34.671.563      4.815.319.894
   Beban pokok penjualan           (1.553.641.679)          (748.750.426)      (16.698.056)    (2.319.090.161)
   Hasil segmen (laba bruto)         1.672.313.832            805.942.394        17.973.507     2.496.229.733
   Beban penjualan tidak
     dapat dialokasikan                                                                         (185.030.958)
   Beban umum dan
     administrasi tidak
     dapat dialokasikan                                                                        (6.306.608.717)
   Beban keuangan
     dan lain-lain bersih                                                                         (37.262.876)
   Laba sebelum beban
      pajak final dan pajak
       penghasilan                                                                             (4.032.672.818)
   Pajak final
   Laba sebelum beban
      pajak penghasilan                                                                        (4.032.672.818)
   Beban pajak penghasilan                                                                        780.829.155
   Laba periode berjalan                                                                       (3.251.843.663)
   Rugi komprehensif lain setelah pajak                                                        (3.251.843.662)
   Laba komprehensif
      tahun berjalan                                                                           (3.251.843.662)




                                                           35
Page 43
                                           PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                      Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

22. SEGMEN OPERASI (Lanjutan)

   Aset Segmen
   Persediaan barang jadi                175.298.877      84.482.227        1.884.058                  261.665.162
   Aset tidak dapat dialokasikan                                                                    42.101.044.844
   Jumlah Aset                                                                                      42.362.710.005
   Liabilitas tidak dapat dialokasikan                                                               3.290.600.534
   Jumlah Liabilitas                                                                                 3.290.600.534
   Penambahan aset tetap                                                                             3.896.902.530
   Penyusutan                                                                                        1.157.207.524

   Informasi segmen operasi menurut daerah geografis kegiatan usaha Perusahaan adalah sebagai berikut:
                                                                                2024                     2023

   Yogyakarta                                                                 2.534.697.704              2.607.430.711
   Jawa Tengah                                                                1.077.912.004              1.994.332.946
   Jakarta                                                                       16.222.369               180.426.000
   Jawa Timur                                                                              -                33.130.237
   Total                                                                      3.628.832.078              4.815.319.894

23. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK HUBUNGAN BERELASI

   Saldo dengan pihak hubungan istimewa
                                                                                2024                     2023
   Piutang lain-lain (Catatan 5)
   Ardianto Wibowo                                                                         -              669.000.000
   Total                                                                                   -              669.000.000
   Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023, jumlah beban yang diakui
   Perusahaan sehubungan dengan kompensasi bruto bagi manajemen kunci Perusahaan adalah sebagai berikut:
                                                                                2024                     2023

   Imbalan kerja jangka pendek                                                  468.000.000               755.014.080
                                                                                468.000.000               755.014.080
   Jumlah dalam tabel di atas merupakan jumlah yang diakui sebagai biaya selama periode pelaporan sehubungan
   dengan kompensasi yang diberikan kepada personil manajemen kunci tersebut.




                                                         36
Page 44
                                           PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                      Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                   (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

24. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

   Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan adalah risiko pasar (termasuk risiko tingkat bunga dan risiko
   perubahan nilai tukar mata uang asing) dan risiko kredit serta risiko likuiditas. Kebijakan keuangan Perusahaan
   dimaksudkan untuk mengurangi dampak keuangan dari fluktuasi tingkat bunga dan nilai tukar mata uang asing serta
   meminimalisir potensi kerugian yang dapat berdampak pada risiko keuangan Perusahaan.
   Faktor-faktor risiko keuangan
   a. Risiko pasar
      Risiko Tingkat Bunga
      Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar arus kas di masa depan akan berfluktuasi karena
      perubahan tingkat suku bunga di pasar. Pinjaman yang diperoleh dengan tingkat bunga mengambang menimbulkan
      risiko suku bunga atas arus kas.
      Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas dampak perubahan suku bunga dan senantiasa menjaga
      komposisi pendanaan sesuai dengan kebutuhan untuk mengelola risiko suku bunga.
      Tabel berikut menyajikan nilai tercatat instrumen keuangan yang dimiliki oleh Perusahaan yang terpengaruh oleh
      risiko suku bunga berdasarkan tanggal jatuh tempo:
                                                                           31 Desember 2024
                                                   Kurang dari 1 Tahun    Lebih dari 1 Tahun        Nilai Tercatat
       Suku bunga mengambang
       Kas di bank dan setara kas                         1.029.924.540                    -           1.029.924.540
       Utang jangka panjang yang
          Jatuh tempo dalam satu tahun
          Utang bank                                      1.800.000.000                        -        1.800.000.000
                                                          2.829.924.540                        -        2.829.924.540
          Risiko tingkat bunga
          Instrumen keuangan lainnya yang dimiliki perusahaan yang tidak dimasukkan di tabel di atas adalah yang tidak
          dikenakan bunga atau tidak signifikan sehingga tidak terpengaruh risiko tingkat bunga.

   b. Risiko kredit
       Ketika pelanggan tidak mampu melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang telah diberikan, Perusahaan akan
       menghubungi pelanggan untuk menindaklanjuti piutang yang telah lewat jatuh tempo. Jika pelanggan tidak melunasi
       piutang yang telah jatuh tempo dalam jangka waktu yang telah ditentukan, Perusahaan akan menindaklanjuti
       melalui jalur hukum. Tergantung pada penilaian Perusahaan, penyisihan khusus mungkin dibuat jika piutang
       dianggap tidak tertagih. Untuk meringankan risiko kredit, Perusahaan akan menghentikan penyaluran semua produk
       kepada pelanggan sebagai akibat gagal bayar.




                                                         37
Page 45
                                          PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                     Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

24. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

   c. Risiko likuiditas
       Risiko likuiditas adalah risiko dimana posisi arus kas Perusahaan menunjukkan pendapatan jangka pendek tidak
       cukup untuk menutupi pengeluaran jangka pendek.
       Perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya senantiasa menjaga fleksibilitas melalui dana kas dan setara
       kas yang memadai dan ketersediaan dana dalam bentuk kredit yang memadai. Manajemen mengelola risiko
       likuiditas dengan senantiasa memantau perkiraan cadangan likuiditas perusahaan berdasarkan arus kas yang
       diharapkan serta menelaah kebutuhan pembiayaan untuk modal kerja dan aktivitas pendanaan secara teratur dan
       pada saat yang dianggap perlu.

   d. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan
       Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan nilai wajar dari masing-masing kategori instrumen keuangan Perusahaan
       yang tercatat pada laporan posisi keuangan 31 Desember 2024 dan 2023:

                                                          2024                                         2023
                                         Nilai tercatat            Nilai wajar        Nilai tercatat          Nilai wajar

       Aset keuangan:
       Kas dan setara kas                  1.029.924.540            1.029.924.540     10.714.193.144          10.714.193.144
       Piutang usaha - neto                  186.313.032              186.313.032        406.824.215             406.824.215
       Piutang lain - lain                 2.205.530.000            2.205.530.000      2.945.792.690           2.945.792.690
       Total                               3.421.767.572            3.421.767.572     14.066.810.049          14.066.810.049

                                                          2024                                         2023
                                        Nilai tercatat            Nilai wajar       Nilai tercatat            Nilai wajar

       Liabilitas keuangan
       Utang usaha - pihak ketiga           39.002.300               39.002.300        142.439.253               142.439.253
       Biaya yang masih harus
        dibayar                             91.219.195               91.219.195         78.000.000                78.000.000
       Utang utang bank yang
           jatuh tempo dalam waktu
           satu tahun                    1.800.000.000            1.800.000.000                  -                         -
       Total                             1.930.221.495            1.930.221.495        220.439.253               220.439.253

       Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan disajikan dalam jumlah di mana instrumen tersebut dapat dipertukarkan
       dalam transaksi kini antara pihak pihak yang berkeinginan (willing parties ), selain penjualan akibat kesulitan
       keuangan atau likuidasi yang dipaksakan. Metode yang digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap aset
       dan liabilitas keuangan mengikuti kebijakan akuntansi.




                                                             38
Page 46
                                         PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                    Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

24. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

      Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau disajikan
      dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai
      wajarnya tidak dapat diukur secara andal.
      Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok instrumen
      keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:
      Nilai tercatat dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain, utang usaha, biaya masih harus dibayar, utang lain-
      lain dan utang bank mendekati nilai wajarnya.
      Jumlah tercatat dari utang bank - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dengan suku
      bunga mengambang, mendekati nilai wajarnya karena selalu dinilai ulang secara berkala.
      Nilai tercatat atas seluruh aset dan liabilitas keuangan Perusahaan tersebut mendekati nilai wajarnya karena
      bersifat jangka pendek ataupun merupakan instrumen yang dikenakan tingkat bunga mengambang yang akan
      disesuaikan dengan tingkat bunga pasar.
      Nilai wajar atas jaminan dan jaminan pelanggan tidak dapat diukur secara andal dimana aset dan liabilitas
      keuangan tersebut tidak memiliki jangka waktu penyelesaian secara kontraktual.

   e. Manajemen Permodalan
      Perusahaan melakukan manajemen pemeliharaan modal dengan tujuan menjaga kemampuan Perusahaan untuk
      melanjutkan kelangsungan usaha, dengan demikian Perusahaan dapat melanjutkan untuk memberikan imbal hasil
      kepada pemegang saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya. Juga untuk memberikan imbal hasil
      yang cukup kepada para pemegang saham dengan memberikan harga produk yang sepadan dengan risiko.
      Perusahaan menetapkan jumlah modal yang dibutuhkan yang seimbang dengan risiko. Perusahaan mengelola
      struktur permodalan dan membuat pertimbangan terhadap jumlah modal yang dibutuhkan terkait dengan perubahan
      kondisi ekonomi dan karakteristik risiko aset yang mendasarinya. Untuk memelihara atau menyesuaikan struktur
      permodalan, Perusahaan mungkin menyesuaikan jumlah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham, imbal
      hasil modal kepada pemegang saham, menerbitkan saham-saham baru, atau menjual aset untuk mengurangi
      utang.
      Konsisten dengan Perusahaan lainnya di dalam industri, Perusahaan memantau modal berdasarkan rasio utang
      terhadap ekuitas. Untuk tujuan ini, utang neto yang disesuaikan didefinisikan sebagai total liabilitas, yang terdiri dari
      utang dikurangi kas dan setara kas. Ekuitas yang disesuaikan terdiri dari komponen ekuitas selain jumlah yang
      diakumulasikan di dalam cadangan lindung nilai.




                                                             39
Page 47
                                        PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                    31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                   Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

25. KELANGSUNGAN USAHA

  Laporan keuangan disusun dengan asumsi bahwa akan terus beroperasi sebagai entitas yang mampu
  mempertahankan kelangsungan usahanya. Saldo rugi Perusahaan per tanggal 31 Desember 2024 sebesar
  Rp6.757.356.954,-
  Kemampuan Perusahaan untuk melanjutkan sebagai entitas yang berkelanjutan tergantung pada kemampuan
  Perusahaan untuk menghasilkan arus kas yang cukup untuk memenuhi kewajibannya secara tepat waktu. Pada tahun
  2024, Perusahaan memiliki beberapa rencana dan tindakan (action), sebagai berikut:
  Rencana manajemen
  1. Pengendali Baru memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan melalui pengendalian
     manajemen dan operasional, diversifikasi portofolio, penciptaan sinergi bisnis, serta optimalisasi potensi bisnis
     secara keseluruhan. Salah satu langkah strategis yaitu memperluas penjualan Perseroan ke wilayah potensial
     seperti Bogor dan sekitarnya. Dengan dukungan koneksi dan jaringan yang dimiliki oleh Pengendali Baru, Perseroan
     tidak hanya dapat memperluas jangkauan pasarnya tetapi juga mengeksplorasi peluang baru yang dapat
     memperluas ruang lingkup bisnis secara signifikan.
  2. Selama proses pembangunan pabrik, manajemen akan tetap melakukan upaya peningkatan produksi dengan pabrik
     Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) lain dengan cara maklon (jasa pengerjaan produk dengan pihak lain). Saat
     manajemen telah melakukan penandatanganan perjanjian maklon dengan CV. Tirta Shahadah di klaten.

  3. Perusahaan akan melakukan inovasi produk baik menambah varian segmen ataupun inovasi kemasan produk.
     Inovasi kemasan produk yang sudah terealisasi saat ini dengan mengganti kemasan gallon dengan kemasan bebas
     BPA yang berwarna jernih.
  Tindakan (action) manajemen
  1. Perseroan sudah melakukan realisasi pembelian tanah dengan pesetujuan RUPSLB di Dusun Koroulon,
     Bimomartani,Ngempak, Sleman, Yogyakarta.
  2. Perseroan sudah menandatangani perjanjian kontrak dengan CV Tirta Shahadah sebagai upaya untuk meningkatkan
     produksi dan peningkatan pendapatan, dengan cara maklon produk Perseroan di fasilitas produksi yang dimiliki oleh
     CV Tirta Shahadah.
  3. Pembangunan pabrik di lokasi tanah yang dibeli Perseroan sudah dimulai per 13 Februari 2025.
  4. Rencana maklon di PT Giri Mulya dan PT Tirta Lancar Sejahtera masih tertunda dan belum terealisasi karena belum
     ada kesepakatan.
  5. Diversifikasi produk dengan menambah varian barang dagang, sebelum perseroan memiliki fasilitas produksi sendiri
     dengan cara maklon.
  Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat suatu ketidakpastian material pada tanggal 31 Desember 2024 yang
  dapat mengakibatkan keraguan signifikan atas kemampuan Perseroan dalam mempertahankan kelangsungan




                                                         40
Page 48
                                         PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
                                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023
                    Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



26. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING

   a. Perjanjian Distribusi
      PT Rocket Chicken
      Perusahaan mengadakan kerjasama dengan PT Rocket Chicken untuk pengadaan air minum dalam kemasan
      galon dengan jangka waktu mulai 1 Juni 2024 sampai dengan pada tanggal 30 Juni 2025. Harga jual air minum
      sebesar Rp7.500,-/Galon.
      PT Tirta Jaya Sukses
      Perusahaan mengadakan kerjasama dengan PT Tirta Jaya Sukses untuk pengadaan bahan baku air dengan jangka
      waktu selama 2 (dua) tahun terhitung mulai 1 April 2022 dan akan berakhir pada tanggal 1 April 2025. Perusahaan
      mengunakan air sumber dari PT Tirta Jaya Sukses dan dengan ketentuan minimal pengambilan 20-30 tangki
      perbulan.
      SKE City Park
      Perusahaan telah mengadakan kerjasama dengan SKE City Park berdasarkan Surat Perintah Kerja No. 001/X/2024
      tanggal 12 Oktober 2024 untuk melaksanakan perjanjian kerjasama menjual produk air minum kemasan galon
      merk HEXSOUL dan sekaligus pula meminjamkan galon (sesuai kebutuhan) serta 10 (sepuluh) dispenser portable
      sesuai dengan kebutuhan yang telah disepakati bersama. Harga jual air dalam perjanjian ini adalah sebesar
      12.000/galon bersifat mengikat. Jangka waktu minimal tidak kurang dari 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal 12
      Oktober 2024 dan berakhir sampai dengan 12 Oktober 2026.

27. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN

   Piutang Lain-Lain
   Piutang atas nama Reza Naufal Ramadian merupakan piutang atas jasa perencanaan dan penyelenggaraan event telah
   dibayarkan pada tanggal 26 Maret 2025 dan 27 Maret 2025 dengan masing-masing nilai sebesar Rp2.000.000.0000,-
   (dua miliar rupiah) dan Rp200.000.000 (dua ratus juta rupiah).

   Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer / MTO)
   Berkaitan dengan adanya perubahan pengendali baru pada Perseroan (PT Mitra Tirta Buwana, TBk), berdasarkan surat
   Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No.S-89/PM.02/2025 tanggal 25 Februari 2025 perihal Pengumuman Keterbukaan
   Informasi dalam rangka Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO), pihak pengendali baru PT Makna
   Prakarsa Utama (PT MPU) telah melaksanakan MTO kepada para pemegang saham publik yang dimulai pada tanggal
   28 Februari 2025 dan berakhir pada tanggal 29 Maret 2025. Penyelesaian pembayaran atas saham yang diterima
   dalam MTO telah dilakukan pada tanggal 9 April 2025. Selanjutnya, Pengendali baru telah menyampaikan Laporan
   Hasil Penawaran Tender Wajib kepada OJK pada tanggal 11 April 2025.

28. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN

   Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan terlampir yang diselesaikan dan
   diotorisasi pada tanggal 5 Juni 2025.



                                                        41

File

File Open PDF
Source IDX
Size5.72 MB
Published24 Jun 2025
Pages48
Characters147,795
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 49 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org MITRA TIRTA BUWANA Tbk p.1 ×135
linked person Andika Fazri p.13
linked person Ardianto Wibowo p.13 ×8
linked person Rini Anggorowati p.13
linked org Bank Central Asia Tbk p.26 ×2
linked person Sri Lestari. p.31 ×4
linked person Djoko Sriyono p.36 ×3
linked — Makna Prakarsa p.36 ×3
linked person Dokter Putri Hertriastuti p.37 ×2
possible person Iriyanti p.13 ×3
possible org PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) p.26 ×10
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.48
unresolved org Aryanto & Rekan p.4 ×2
unresolved org REKAN Nur Khosim p.7
unresolved person Akta Notaris Emanuel Retinanto p.13
unresolved org Menteri p.13
unresolved person Rini Yulianti p.13
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.13
unresolved person Akta Dr. Tabitha Sri Jeany p.13
unresolved person Ardiansyah p.13
unresolved person Hery Gunawan Muhamad Tn. Doktorandus Sulaiman p.13 ×4
unresolved person Achmad Taufik Hidayat p.13 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.20
unresolved person Yulia p.26
unresolved org PT Assalaam Niaga Utama p.26
unresolved org PT Primissima p.26
unresolved org PT Darma Pringga Birama p.30
unresolved org PT Lendis Box p.30
unresolved org PT Ciplasindo p.30
unresolved org PT Megasatria Hiciter p.30
unresolved org PT Kiewell Plastic Packaging p.30
unresolved person Akta Notaris Anita Kurniawati p.31
unresolved org Menteri Keuangan p.33
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.33
unresolved person Akta Notaris Elizabeth Karina Leonita p.36
unresolved person Ardiyanto Wibowo p.36
unresolved org PT Makna Prakarsa Utama p.36 ×3
unresolved org PT Bima Registra p.36 ×4
unresolved person Akta Notaris Dr. Tabitha Sri Jeany p.37 ×5
unresolved person Nindya Ayu Oktavia Ardianti Wibowo p.37 ×3
unresolved — Agio atas pelaksanaan waran p.37
unresolved org Penyelenggaran Jaminan Sosial p.40
unresolved org PT Giri Mulya p.47
unresolved org PT Tirta Lancar Sejahtera p.47
unresolved org PT Rocket Chicken Perusahaan p.48
unresolved org PT Rocket Chicken p.48
unresolved org PT Tirta Jaya Sukses Perusahaan p.48
unresolved org PT Tirta Jaya Sukses p.48 ×2
unresolved org PT MPU p.48

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 4

FinancialStatement-2024-Tahunan-SOUL.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result