Skip to content
Back to announcement

20250624_MANG_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31907995_lamp1.pdf

Other Text extracted MANG

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 14

Page 1
No : 156/CORSEC-MPR/VI/2025                                              23 Juni 2025


Kepada Yth.


Direktur Bursa Efek Indonesia
Up. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1
Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1, Lantai 6
Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53
Jakarta Selatan 12190

Perihal : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Surat Bursa Efek Indonesia Nomor
          S-05991BEI.PP1/06-2025.


Dengan Hormat,

Merujuk pada Surat Bursa Efek Indonesia ("BEI") Nomor S-05991/BEI.PP1/06-2025 perihal
Permintaan Penjelasan dan Kelengkapan Dokumen, bersama ini PT Manggung Polahraya Tbk
("Perseroan") menyampaikan tanggapan permintaan penjelasan terlampir.

Demikian kami sampaikan, terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.




Hormat Kami




Lie Kurniawan
Corporate Secretary
Page 2
Lampiran I

                                   Permintaan Penjelasan
                             PT Manggung Polahraya Tbk (MANG)

Agar disampaikan menggunakan Form E023/menu Reminder (publish)

 1.   Pada tanggal 11 Januari 2024, Perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa dan memperoleh
      dana sebesar Rp58,14 miliar dan merujuk pada laporan posisi keuangan Perseroan, akun kas dan
      setara kas Perseroan mengalami penurunan signifikan sebesar Rp2,97 miliar atau setara dengan
      91,38% dengan sisa saldo kas dan setara kas Perseroan adalah sebesar Rp280,72 juta dan secara
      vertikal kas dan setara kas hanya sebesar 0,15% dari total aset. Agar dijelaskan sebagai berikut:
      a. Detail peruntukan dana IPO dan proyek-proyek yang akan dibiayai dari dana tersebut.
           Tanggapan Manajemen.
            No Keterangan                                          Nominal
            1     Uang Muka Proyek – PT Abil                       Rp 69.246.631.748
            2     Uang Muka Proyek – CV Muda                       Rp 4.143.750.000
                  Total                                            Rp 73.390.381.748

      b.   Apakah penurunan saldo kas dan setara kas berdampak pada operasional harian Perseroan?
           Jika ya, bagaimana mitigasi yang dilakukan?
           Tanggapan Manajemen.
           Penurunan saldo kas dan setara kas tidak berdampak pada operasional harian Perseroan
           karena saldo kas dan setara kas Perseroan sebesar Rp 280,72 juta merupakan bagian dari
           mutasi normal siklus bisnis Perseroan.

      c.   Apakah Perseroan memiliki strategi pendanaan atau likuiditas jangka pendek untuk
           menjaga kestabilan arus kas ke depan?
           Tanggapan Manajemen.
           Perseroan memiliki strategi pendanaan jangka pendek berupa menargetkan penagihan
           piutang Perseroan secara intensif dan simultan yang telah jatuh tempo dan juga jika
           diperlukan maka Perseroan akan mengupayakan perpanjangan periode pembayaran
           pinjaman kepada pihak perbankan/kreditur.


 2.   Merujuk pada laporan arus kas, pada tahun 2024 Perseroan melakukan pembayaran secara tunai
      kepada pemasok dan karyawan sebesar Rp111,48 miliar meningkat sebesar Rp69,18 miliar atau
      setara dengan 164% dibandingkan dengan periode sebelumnya.
      a. Latar belakang kenaikan signifikan pada pos pembayaran kepada pemasok dan karyawan.
           Tanggapan Manajemen.
           Kenaikan signifikan pada pos pembayaran kepada pemasok dan karyawan terjadi karena
           adanya realisasi pembayaran uang muka bahan baku proyek kepada pemasok sebesar Rp
           71.107.130.000,-

      b.   Alasan Perseroan melakukan pembayaran secara tunai dengan nilai signifikan
           dibandingkan dengan kredit.
           Tanggapan Manajemen.
           Perseroan melakukan pembayaran secara tunai dengan nilai signifikan dibandingkan
Page 3
          dengan kredit agar supplier bersedia mengunci harga bahan baku proyek sehingga biaya
          proyek Perseroan dapat terjaga di angka yang sesuai dengan rencana anggaran proyek.

     c.   Apakah terdapat kontrak baru atau proyek besar yang menyebabkan kenaikan
          signifikan pembayaran kepada pemasok?
          Tanggapan Manajemen.
          Kenaikan signifikan pembayaran kepada pemasok di awal tahun 2024 terjadi karena di
          periode tersebut ada potensi besar Perseroan dapat memenangkan tender paket-paket
          pekerjaan pembangunan jalan di Sumatera Selatan.

     d.   Agar dijelaskan detail rincian pembelian kepada pemasok.
          Tanggapan Manajemen.
          Dibawah ini adalah detail rincian rencana pembelian kepada pemasok.
           No Keterangan           Harga Satuan (Rp) Kuantitas (unit)      Nominal (Rp)
           1    Besi                    11.000/kg           625.000         6.875.000.000
           2    Batu Split             450.000/m3            57.000        25.650.000.000
           3    Aspal                11.500.000/ton          12.000      138.000.000.000
           4    Semen                 1.300.000/ton          30.000        39.000.000.000
           5    Pasir                  350.000/m3            35.000        12.250.000.000
           6    Abu Batu               381.200/m3            40.000        15.248.000.000
                Total                                                    237.023.000.000
          Atas rencana pembelian sebesar Rp 237.023.000.000,- dari pemasok, Perseroan telah
          membayarkan uang muka sebesar Rp 71.107.130.000,- atau setara 30% dari total rencana
          pembelian tersebut.


3.   Merujuk pada CALK 5 Piutang Usaha pada laporan keuangan tahunan, terdapat kenaikan
     signifikan pada akun piutang pada tahun 2024 sebesar Rp42,42 miliar atau setara dengan
     241,48% apabila dibandingkan dengan tahun buku terakhir dan pada saldo piutang tersebut,
     terdapat piutang jatuh tempo sebesar Rp38.25 miliar. Agar dijelaskan sebagai berikut:
     a. Latar belakang peningkatan saldo piutang usaha pada 31 Desember 2024.
          Tanggapan Manajemen.
          Saldo piutang usaha pada 31 Desember 2024 mengalami peningkatan karena adanya
          tambahan piutang dari penagihan beberapa proyek diantaranya sebesar Rp 16.138.869.995
          dari proyek PT Syabangun Bumitirta, sebesar Rp 16.087.030.718 dari proyek Amphitheater
          PT ASDP Indonesia Ferry, sebesar Rp 5.542.975.823 dari proyek penataan Siger Park tahap
          3 PT ASDP Indonesia Ferry dan sebesar Rp 5.722.748.940 dari proyek PT Rindang 31
          Pratama.

     b.   Latar belakang kenaikan piutang jatuh tempo pada tahun 2024.
          Tanggapan Manajemen.
          Kenaikan piutang jatuh tempo pada tahun 2024 terjadi karena diantara piutang Perseroan
          yang telah ditagihkan pada tahun 2024, terdapat piutang-piutang yang belum dibayarkan
          kepada Perseroan, diantaranya adalah sebesar Rp 16.138.869.995,- dari proyek PT
          Syabangun Bumitirta dan sebesar Rp 5.722.748.940 dari proyek PT Rindang 31 Pratama.

     c.   Penyebab lambatnya kolektibilitas pendapatan mengingat besaran Account Receivable
          Turnover (AR Turnover) pada 31 Desember 2024 hanya sebesar 1,86x dan membutuhkan
          rata-rata 196,18 hari untuk penagihan piutang.
Page 4
     Tanggapan Manajemen.
     Lambatnya kolektibilitas pendapatan terjadi karena banyak pelanggan Perseroan yang
     mengalami kesulitan keuangan akibat dari sulitnya mereka menagih dan menerima
     pembayaran dari pemberi kerja mereka sehingga mereka hanya mampu membayar secara
     bertahap dari waktu ke waktu.

d.   Analisis dampak peningkatan saldo piutang dan piutang jatuh tempo terhadap likuiditas
     dan solvabilitas Perseroan.
     Tanggapan Manajemen.
      Keterangan                Tahun 2024      Tahun 2023
      Rasio Lancar                  4,17            2,52
      Rasio Solvabilitas            0,22            0,30
     Berdasarkan tabel analisa kedua rasio diatas, bahwa Perseroan untuk jangka pendek
     memiliki kemampuan untuk menutup kewajiban jangka pendek.
     Demikian juga untuk jangka panjang, porsi total kewajiban dapat dilunasi secara
     keseluruhan dari total aset yang dimiliki oleh Perseroan.

e.   Kebijakan dan prosedur penagihan piutang yang diterapkan Perseroan saat ini.
     Tanggapan Manajemen.
     Perseroan secara periodik melakukan penagihan piutang yang telah dan akan jatuh tempo
     dan secara simultan melakukan komunikasi dengan pihak pelanggan atas target mereka
     melakukan realisasi pembayaran.

f.   Rencana mitigasi risiko terkait peningkatan piutang tak tertagih (bad debt) di masa
     mendatang mengingat jumlah piutang jatuh tempo Perseroan pada 31 Desember 2024
     adalah sebesar Rp38,25 miliar atau setara dengan 63,76% dari keseluruhan nilai piutang
     usaha.
     Tanggapan Manajemen.
     Perseroan telah melakukan rencana mitigasi risiko terkait peningkatan piutang tak tertagih
     di masa mendatang dengan melakukan pencadangan kerugian piutang dan menjaga
     komunikasi dengan para pihak yang berhutang agar mereka dapat terus melakukan
     pembayaran secara bertahap sesuai kemampuan finansial mereka dari waktu ke waktu.

g.   Proyeksi arus kas Perseroan untuk 12 bulan ke depan dengan mempertimbangkan kondisi
     piutang saat ini.
     Tanggapan Manajemen.
     Realisasi penagihan yang telah berhasil dilakukan oleh Perseroan sampai dengan 31 Maret
     2025 adalah sebesar Rp 14,6 miliar dan sisanya diharapkan dapat tertagih dalam tahun ini.

h.   Bagaimana Perseroan memastikan kecukupan modal kerja untuk mendukung operasional,
     terutama mengingat perbedaan kecepatan antara pembayaran ke pemasok (tunai) dan
     kolektibilitas pendapatan yang lambat?
     Tanggapan Manajemen.
     Kondisi modal kerja Perseroan saat ini relatif stabil karena perbedaan kecepatan antara
     pembayaran ke pemasok (tunai) dan kolektibilitas pendapatan yang lambat hanya terjadi di
     tahun 2024 saja. Pada Kuartal 1 tahun 2025, Perseroan telah mengalami kenaikan posisi
     kas di bank sebesar Rp 431,41 juta dari Rp 280,72 juta menjadi Rp 712,14 juta.
Page 5
4.   Berdasarkan CALK 5 Piutang Usaha pada laporan keuangan tahunan, terdapat penambahan
     cadangan kerugian penurunan nilai piutang sebesar Rp550,67 juta. Agar dijelaskan sebagai
     berikut:
     a. Metodologi atau asumsi yang digunakan Perseroan dalam menentukan besaran
          cadangan kerugian penurunan nilai piutang.
          Tanggapan Manajemen.
          Perseroan menerapkan pendekatan kerugian kredit ekspektasian sesuai dengan PSAK 109
          untuk mengukur besaran cadangan kerugian penurunan nilai piutang, dimana Perseroan
          akan mempertimbangkan semua informasi wajar dan terukur, termasuk seperti informasi
          yang bersifat perkiraan masa depan, hubungan dengan pelanggan, kondisi pelunasan
          historis pelanggan.

     b.   Alasan saldo akhir cadangan kerugian penurunan nilai piutang jauh lebih kecil (hanya 2%)
          dibandingkan dengan jumlah piutang jatuh tempo?
          Tanggapan Manajemen.
          Sesuai dengan yang disampaikan pada penjelasan tanggapan poin 4a, Perseroan
          menggunakan pendekatan metode kerugian kredit ekspektasian sesuai dengan PSAK 109
          dalam hal menghitung besar cadangan kerugian penurunan nilai piutang.

     c.   Penjelasan mengenai risiko yang melekat pada perbedaan signifikan antara cadangan
          kerugian dengan piutang jatuh tempo.
          Tanggapan Manajemen.
          Sesuai dengan yang disampaikan pada tanggapan 4a, potensi risiko yang melekat pada
          perbedaan signifikan antara cadangan kerugian dengan piutang jatuh tempo adalah risiko
          kerugian finansial yang tidak terduga. Jika piutang jatuh tempo ternyata tidak tertagih
          sesuai perkiraan, kekurangan cadangan dapat menyebabkan kerugian yang lebih besar di
          masa depan. Dampaknya adalah penurunan laba bersih dan posisi keuangan yang lebih
          lemah.

          Namun, Perseroan percaya bahwa risiko tersebut telah dimitigasi secara memadai dengan
          langkah-langkah yang telah dan akan Perseroan lakukan, antara lain:
          - Evaluasi individual atas kondisi pelanggan bersangkutan, termasuk rekam jejak
              pembayaran dan kemampuan membayar secara bertahap;
          - Pengamatan atas indikator awal penurunan kualitas kredit/piutang yang hingga saat ini
              tidak teridentifikasi secara material;
          - Melakukan komunikasi yang lebih insentif dan simultan terhadap pelanggan dalam hal
              penagihan piutang Perseroan.

          Dengan demikian, risiko kerugian kredit aktual yang melekat atas piutang tersebut dinilai
          rendah dan masih dalam batas kewajaran berdasarkan evaluasi yang dapat
          dipertanggungjawabkan.

     d.   Strategi Perseroan untuk memitigasi risiko piutang tak tertagih di masa mendatang,
          mengingat proporsi cadangan yang relatif kecil.
          Tanggapan Manajemen.
          Strategi yang dilakukan Perseroan adalah evaluasi dan monitoring berkala piutang usaha
          dengan cara berkomunikasi secara simultan dengan pihak pelanggan mengenai kondisi
          keuangan pelanggan. Perseroan akan melakukan review rutin dan analisis aging piutang
Page 6
          untuk mengidentifikasi piutang bermasalah secara lebih dini. Pemantauan ini dapat
          membantu menentukan kapan cadangan kerugian perlu ditingkatkan berdasarkan kondisi
          aktual dan pola pembayaran pelanggan.


5.   Merujuk pada CALK 5 Piutang Usaha pada laporan keuangan tahunan, terdapat saldo piutang
     usaha dengan pihak berelasi yaitu PT Syabangun Bumitirta sebesar Rp16.13 miliar pada tahun
     2024 dan telah jatuh tempo selama 91-180 hari. Agar dijelaskan sebagai berikut:
     a. Proyek yang sedang dikerjakan bersama PT Syabangun Bumitirta.
         Tanggapan Manajemen.
         Proyek yang sedang dikerjakan bersama PT Syabangun adalah proyek pembangunan
         perumahan Green Kemiling di Kota Bandar Lampung.

     b.   Progress penyelesaian proyek dengan PT Syabangun Bumitirta.
          Tanggapan Manajemen.
          Progress penyelesaian proyek dengan PT Syabangun adalah 90%.

     c.   Tanggal mulai proyek dengan PT Syabangun Bumitirta.
          Tanggapan Manajemen.
          Tanggal perjanjian proyek dengan PT Syabangun adalah 11 Maret 2020. Proyek dimulai
          tidak lama setelah tanggal perjanjian tersebut.

     d.   Latar belakang lambatnya kolektibilitas pendapatan terhadap PT Syabangun Bumitirta.
          Tanggapan Manajemen.
          PT Syabangun mengalami kesulitan pembayaran karena proses untuk mendapatkan
          pembayaran dari pembeli berjalan lambat.

     e.   Kebijakan dan prosedur penagihan piutang yang diterapkan Perseroan terhadap pihak
          berelasi.
          Tanggapan Manajemen.
          Perseroan menerapkan kebijakan penagihan piutang yang sama dengan pihak ketiga
          lainnya. Perseroan masih berkomunikasi dan melakukan penagihan secara berkala.

     f.   Apakah terdapat kontrak atau dokumen kerja sama yang mengatur mekanisme pembayaran
          dari PT Syabangun Bumitirta ke Perseroan?
          Tanggapan Manajemen.
          Terdapat kontrak antara PT Syabangun dengan Perseroan yang didalamnya terdapat pasal
          mengenai mekanisme pembayaran. Kontrak tersebut telah dilampirkan melalui Form E074
          bersama jawaban Surat ini.

     g.   Apa tindakan Perseroan jika piutang kepada pihak berelasi tidak dibayar setelah jatuh
          tempo lebih lanjut?
          Tanggapan Manajemen.
          Pihak berelasi telah berkomitmen kepada Perseroan bahwa seluruh piutang akan
          dibayarkan secara bertahap.

     h.   Apakah piutang kepada PT Syabangun Bumitirta telah dikenakan                cadangan
          kerugian penurunan nilai? Jika belum, mohon dijelaskan pertimbangannya.
          Tanggapan Manajemen.
Page 7
          Perseroan belum mencadangkan kerugian penurunan nilai karena PT Syabangun telah
          berkomitmen kepada Perseroan bahwa seluruh piutang akan dibayarkan secara bertahap.


6.   Merujuk pada CALK 8 Uang Muka Proyek pada laporan keuangan tahunan, terdapat
     peningkatan uang muka proyek sebesar Rp71,10 Miliar atau sebesar 100% dibandingkan
     dengan periode sebelumnya. Agar dijelaskan sebagai berikut:
     a. Latar belakang peningkatan saldo uang muka proyek.
         Tanggapan Manajemen.
         Terjadi peningkatan saldo uang muka proyek sebesar Rp 71,10 Miliar karena Perseroan
         membayarkan uang muka proyek sebesar Rp 71,10 Miliar kepada pemasok sebagai langkah
         persiapan untuk mengikuti tender proyek-proyek di Sumatera Selatan.

     b.   Penjelasan terkait dengan proyek PT Abil Putra Perkasa beserta status terkini proyek
          tersebut.
          Tanggapan Manajemen.
          Proyek-proyek yang rencananya akan dikerjakan bersama pemasok hingga saat ini belum
          terealisasi karena banyak proyek yang tidak berjalan sesuai rencana tahun 2024.

     c.   Status settlement uang muka proyek saat ini.
          Tanggapan Manajemen.
          Hingga saat ini uang muka proyek masih dikelola pemasok dan Perseroan masih
          berkomunikasi dengan pemasok untuk terus berupaya mendapatkan proyek-proyek di
          Sumatera Selatan.

     d.   Sumber pendanaan transaksi uang muka proyek tersebut termasuk komposisi pendanaan
          transaksi menggunakan dana dari IPO
          Tamggapan Manajemen.
          Berikut sumber pendanaan transaksi uang muka proyek tersebut termasuk komposisi
          pendanaan transaksi menggunakan dana IPO.
           No Keterangan                Nominal
           1     Dana IPO         Rp 69.246.631.748
           2     Kas Internal     Rp 1.860.498.252
                 Total            Rp 71.107.130.000

     e.   Mengapa Perseroan memilih skema pembayaran uang muka untuk pengadaan bahan baku,
          dibandingkan dengan opsi pembayaran bertahap atau Letter of Credit (L/C) yang lebih
          umum dalam proyek konstruksi besar?
          Tanggapan Manajemen.
          Perseroan memilih skema pembayaran uang muka untuk pengadaan bahan baku
          dibandingkan dengan opsi pembayaran bertahap atau Letter of Credit (L/C) dengan tujuan
          agar dapat mengikat harga bahan baku.

     f.   Rencana mitigasi risiko Perseroan atas tidak terpenuhinya tanggung jawab PT Abil Putra
          Perkasa dalam hal pengadaan bahan baku.
          Tanggapan Manajemen.
          Perseroan terus melakukan komunikasi secara berkala untuk menjaga komitmen PT Abil
          kepada kami. Seandainya tanggung jawab tersebut tidak terpenuhi, maka Perseroan akan
          melakukan tindakan hukum apabila diperlukan.
Page 8
     g.   Apakah terdapat perjanjian tertulis dengan PT Abil Putra Perkasa sehubungan dengan
          pengadaan bahan baku?
          Tanggapan Manajemen.
          Terdapat perjanjian tertulis dengan PT Abil sehubungan dengan pengadaan bahan baku ini.
          Perjanjian tersebut telah kami lampirkan bersama dengan jawaban Surat via Form E074.


7.   Merujuk pada CALK 14 Utang Bank Jangka Pendek pada laporan keuangan tahunan, agar
     dijelaskan sebagai berikut:
     a. Assessment risiko atas aset yang dijaminkan.
         Tanggapan Manajemen.
         Cara Perseroan memitigasi risiko untuk aset yang dijaminkan adalah:
           Perseroan berupaya melakukan penagihan piutang secara intensif dan simultan agar
              dapat mendanai pelunasan utang bank jangka pendek;
           Namun apabila, terdapat keterlambatan pembayaran piutang oleh pelanggan, sehingga
              pembayaran utang bank jangka pendek tertunda, Perseroan akan melakukan negosiasi
              untuk melakukan perpanjangan periode pembayaran utang bank tersebut

     b. Agar dijelaskan strategi Perseroan dalam menyelesaikan kewajiban utang jangka pendek
        mengingat secara vertikal, kas dan setara kas Perseroan hanya sebesar 0,15% dari total aset
        dan current ratio Perseroan didominasi oleh piutang usaha yang telah jatuh tempo.
        Tanggapan Manajemen.
        Seperti yang dijelaskan pada tanggapan 7.a., Perseroan akan terus berkomunikasi secara
        intensif dan simultan dalam hal penagihan piutang Perseroan, melakukan upaya
        perpanjangan periode pembayaran utang bank jangka pendek dengan pihak
        kreditor/perbankan apabila diperlukan.

     c. Apakah perusahaan memiliki proyeksi arus kas jangka pendek yang menunjukkan
        kemampuan pelunasan seluruh pinjaman jangka pendek?
        Tanggapan Manajemen.
        Ya, Perseroan memiliki proyeksi arus kas jangka pendek yang menunjukan kemampuan
        pelunasan pinjaman jangka pendek.

     d. Apakah aset yang dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk
        dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk merupakan milik pribadi pemegang saham?
        Jika ya, apakah hal tersebut telah diungkapkan sebagai transaksi dengan pihak terafiliasi.
        Tanggapan Manajemen.
        Ya, sebagian aset yang dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia
        Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Peresero) Tbk merupakan milik salah satu pemegang
        saham Perseroan dan hal tersebut telah diungkapkan dalam CALK 14 – Utang Bank Jangka
        Pendek.


8. Berdasarkan informasi umum yang disampaikan Perseroan pada laporan keuangan, Jumlah
   karyawan Perusahaan per 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing berjumlah 18 dan 21
   orang. Namun, berdasarkan CALK 24 Beban Umum dan Administrasi, Beban umum dan
   Administrasi Perseroan berjumlah Rp13,84 miliar. Agar dijelaskan sebagai berikut:
    a. Justifikasi besarnya nilai beban umum dan administrasi senilai Rp13,84 miliar mengingat
Page 9
        jumlah karyawan Perseroan relatif sedikit.
        Tanggapan Manajemen.
        Besarnya nilai beban umum dan administrasi senilai Rp 13,84 miliar karena mencakup
        beberapa pos besar diantaranya beban penyusutan aset tetap sebesar Rp 5.494.504.391,
        beban gaji dan tunjangan sebesar Rp 4.139.546.337, beban pengembangan usaha yang
        mencakup biaya-biaya profesi penunjang pasar modal sebesar Rp 1.089.405.220, beban
        keperluan kantor sebesar Rp 587.929.896, beban jasa konsultan sebesar Rp 572.304.115 dan
        beban kerugian piutang sebesar Rp 550.673.521.

     b. Latar belakang kenaikan signifikan pada beban umum dan administrasi di tahun 2024
        sebesar Rp4,87 miliar atau setara dengan 54,43% dibandingkan dengan periode sebelumnya.
        Tanggapan Manajemen.
        Kenaikan beban umum dan administrasi di tahun 2024 sebesar Rp 4,87 miliar terjadi karena
        adanya kenaikan pada beberapa pos, diantaranya kenaikan beban penyusutan aset tetap
        sebesar Rp 1,46 miliar, kenaikan beban gaji dan tunjangan sebesar Rp 1,34 miliar, kenaikan
        beban pengembangan usaha sebesar Rp 829 juta dan kenaikan beban jasa konsultan sebesar
        Rp 512 juta.

     c. Alasan kenaikan pada pos Gaji dan Tunjangan di tahun 2024 sebesar Rp1,34 miliar atau
        sebesar 48% apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya. Mengingat di tahun 2024
        justru jumlah karyawan Perseroan mengalami penurunan dari 21 di tahun 2023 menjadi 18
        di tahun 2024.
        Tanggapan Manajemen.
        Kenaikan pada pos Gaji dan Tunjangan di tahun 2024 sebesar Rp 1,34 miliar atau sebesar
        48% apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya terjadi karena Perseroan melakukan
        penyesuaian gaji untuk mendekati standar gaji Perusahaan tbk.


9.   Merujuk pada CALK 22 Pendapatan pada laporan keuangan tahunan, terdapat peningkatan
     signifikan sebesar Rp12,56 miliar atau setara dengan 21,08%. Bursa meminta penjelasan:
     a. Metode pengakuan pendapatan perseroan.
         Tanggapan Manajemen.
         Perseroan memiliki 2 sumber pendapatan yakni pendapatan atas penjualan barang dan jasa,
         dan pendapatan atas pembangunan/konstruksi. Atas 2 sumber pendapatan tersebut dibagi
         menjadi 2 metode pencatatan diantaranya sebagai berikut :

          o   Metode pengakuan pendapatan yang bersumber dari penjualan barang dalam kegiatan
              bisnis normal diakui pada saat Perseroan memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan
              mengalihkan kendali atas barang yang dijanjikan kepada pelanggan. Jumlah
              pendapatan yang diakui adalah jumlah harga transaksi yang dialokasikan pada
              kewajiban pelaksanaan yang terpenuhi, sesuai dengan PSAK 115.

          o   Metode pengakuan pendapatan yang bersumber dari pembangunan/konstruksi adalah
              pendapatan dapat diakui pada waktu tertentu atau sepanjang waktu mengikuti waktu
              pemenuhan kewajiban pelaksanaan. Jika pemenuhan kewajiban pelaksanaan adalah
              dari sepanjang waktu, pendapatan diakui berdasarkan persentase penyelesaian yang
              mencerminkan kemajuan menuju pemenuhan kewajiban pelaksanaan tersebut secara
              penuh, sesuai dengan PSAK 115.
Page 10
   b. Latar belakang kenaikan pendapatan secara signifikan di tahun 2024
      Tanggapan Manajemen.
      Pada tahun 2024 terdapat proyek baru dengan total pendapatan lebih dari Rp 57 miliar
      yakni terdiri dari Pembangunan Rumah Citra Garden Cisauk, Pembangunan SMA HFO
      Depok, Pembangunan Perumahan Rumello Verde Sawangan, Siger Park Tahap 3, dan
      Amphitheater Kawasan Bakauheni Harbour City.

   c. Apakah terdapat risiko pengembalian uang muka jika penjualan tidak terealisasi?
      Bagaimana pengelolaan risiko tersebut?
      Tanggapan Manajemen.
      Tidak terdapat risiko pengembalian uang muka jika penjualan tidak terealisasi karena
      Perseroan setelah menerima uang muka dari pemberi kerja, selalu berkomitmen untuk
      melaksanakan dan menyelesaikan proyek tersebut.

   d. Agar dijelaskan rincian persentase pekerjaan yang telah diselesaikan di tahun 2024 sebagai
      basis penentuan pendapatan Perseroan pada tahun 2024.
      Tanggapan Manajemen.
      Rincian persentase pekerjaan yang telah diselesaikan di tahun 2024 sebagai basis penentuan
      pendapatan Perseroan pada tahun 2024 adalah sebagai berikut:
       No Keterangan                                                 Persentase Proyek
       1      Proyek Perencanaan Lapangan Padel Court                100%
       2      Proyek Struktur Padel Court                            100%
       3      Proyek Reservasi Jalan                                 100%
       4      Proyek Pembangunan Perumahan Citra Garden              30%
              Serpong
       5      Proyek Pembangunan Perumahan Green Kemiling            90%
       6      Proyek Pembangunan Gedung Sekolah HFO Depok 50,63%
       7      Proyek Pembangunan Perumahan Rumello Verde             21,28%
              Sawangan
       8      Proyek Penataan Siger Park Tahap 3                     40,08%
       9      Proyek Pembangunan Amphitheater                        52,04%


10. Merujuk pada CALK 21 Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi pada laporan
    keuangan tahunan, Bursa meminta penjelasan:
    a. Apa dasar komersial dari transaksi pendapatan sebesar Rp15,08 miliar dengan PT
       Syabangun Bumimitra?
       Tanggapan Manajemen.
       Dasar komersial dari transaksi pendapatan sebesar Rp 15,08 miliar dengan PT Syabangun
       adalah sebagai berikut:
         No Keterangan                                  Nominal
         1     Proyek pembangunan rumah subsidi         Rp 1.800.000.000
         2     Proyek pembangunan rumah komersial       Rp 2.702.702.703
         3     Proyek pembangunan infrastruktur         Rp 10.579.345.250
               Total                                    Rp 15.082.047.953

   b. Bagaimana perusahaan memastikan bahwa harga transaksi dengan PT Syabangun
      Bumimitra dilakukan pada harga wajar.
      Tanggapan Manajemen.
Page 11
        Perseroan telah melakukan penagihan terhadap pekerjaan-pekerjaan yang telah diselesaikan
        sesuai dengan harga-harga yang telah disepakati pada saat pekerjaan tersebut akan mulai
        dikerjakan.

   c. Mengapa terjadi kenaikan hampir 2x lipat pendapatan dari PT Syabangun Bumimitra
      dibanding tahun 2023.
      Tanggapan Manajemen.
      Terjadi kenaikan hampir 2x lipat pendapatan dari PT Syabangun dibandingkan tahun 2023
      karena selain menyelesaikan pembangunan unit rumah, Perseroan juga telah menyelesaikan
      proyek pembangunan infrastruktur pada tahun 2024 sebesar Rp 10.579.345.250.


11. Merujuk pada LKTW1 yang telah disampaikan Perseroan, saldo pada akun piutang usaha neto
    berkurang sebesar Rp4,4 miliar atau setara dengan 7%. Bagaimana strategi Perseroan dalam
    menghadapi rendahnya kolektibilitas pendapatan mengingat saldo piutang Perseroan per 31
    Maret 2025 masih sebesar Rp55,55 miliar dan semuanya merupakan piutang yang telah jatuh
    tempo.
    Tanggapan Manajemen.
    Strategi Perseroan dalam menghadapi rendahnya kolektibilitas pendapatan adalah dengan
    melakukan penagihan piutang secara intensif dan simultan kepada para pihak yang berhutang
    termasuk didalamnya ada piutang proyek berjalan yang telah dibayarkan kepada Perseroan dan
    akan tercermin pada posisi piutang per Juni 2025.


12. Merujuk pada LKTW1 yang telah disampaikan Perseroan, saldo pada akun uang muka proyek
    tidak mengalami perubahan apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya yaitu 31
    Desember 2024. Bursa meminta penjelasan:
    a. Mengapa belum ada realisasi pengadaan bahan baku yang menyebabkan penyesuaian nilai
         uang muka proyek?
         Tanggapan Manajemen.
         Belum ada realisasi pengadaan bahan baku disebabkan karena Perseroan masih berupaya
         untuk mendapatkan proyek-proyek pembangunan jalan di Sumatera Selatan untuk
         menunjang kinerja Perseroan di tahun 2025. Dengan adanya uang muka di pemasok, maka
         Perseroan akan memiliki keleluasaan mendapatkan surat dukungan bahan baku untuk
         memenuhi persyaratan lelang proyek.

   b.   Apakah ada perjanjian waktu serah terima atau skema termin untuk pencairan uang muka
        ke pengiriman barang?
        Tanggapan Manajemen.
        Tidak ada perjanjian waktu serah terima atau skema termin untuk pencairan uang muka ke
        pengiriman barang karena sifat dari proyek-proyek ABPN/APBD dimana Perseroan harus
        memenangkan lelang terlebih dahulu sebelum dapat memulai pengerjaan proyek. Apabila
        Perseroan menerapkan waktu serah terima, maka akan timbul risiko bahan baku hilang
        atau rusak.

   c.   Apakah pemasok memiliki histori keterlambatan atau wanprestasi sebelumnya?
        Tanggapan Manajemen.
        Berdasarkan kerjasama yang telah dilakukan selama ini, pemasok tidak memiliki histori
        keterlambatan atau wanprestasi sebelumnya.
Page 12
   d.   Bagaimana penilaian risiko gagal pasok atas uang muka tersebut?
        Tanggapan Manajemen.
        Berdasarkan kerjasama yang telah dilakukan selama ini, Perseroan yakin bahwa risiko gagal
        pasok atas uang muka tersebut sangat rendah. Seandainya Perseroan akan mengalihkan fokus
        upaya mendapatkan proyek ke daerah lain dimasa akan datang, pemasok akan tetap dapat
        memasok bahan baku sesuai dengan kesepakatan baru.


13. Merujuk pada LKTW1 yang telah disampaikan Perseroan, tidak terdapat pergerakan pada akun
    proyek dalam pelaksanaan dari 31 Desember 2024 sampai dengan 31 Maret 2025. Namun,
    Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp10,21 miliar.
    a. Alasan tidak terdapat mutasi pada akun proyek dalam pelaksanaan, mengingat
        terdapat pengakuan pendapatan dengan jumlah yang signifikan?
        Tanggapan Manajemen.
        Detail Proyek dalam pelaksanaan sebagai berikut:

                                                                                                               Proyek dalam pelaksanaan
         No                    Pelanggan                              Nama Proyek   Nilai Proyek
                                                                                                           December 31, 2024 March 31, 2025
            1 PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)   Proyek Amphitheater                    26.500.553.460          1.889.357.520 1.889.357.520
            2 PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)   Proyek Siger Park Tahap 3              12.185.772.526          1.168.665.194 1.168.665.194
            3 PT Syabangun Bumitirta              Proyek Perumahan Green Kemiling        186.600.000.000        12.819.008.016 12.819.008.016
            4 PT Karang Baru Pratama              Rekonstruksi Simpang Umbar             15.000.000.000             31.887.774      31.887.774
            5 PT Angkasa Pura II (Persero)        Proyek Resrvoir Tank Kualanamu         17.247.915.000          5.468.717.255 5.468.717.255
                                                                       Total                                    21.377.635.759 21.377.635.759

                PT ASDP Indonesia Ferry - Terdapat perubahan desain, dengan diterbitkannya
                 addendum proyek pada tahun 2025, yang menyebabkan pelaksanaan pekerjaan proyek
                 Q1 2025 ditunda sementara.
                PT Syabangun Bumitirta - Terdapat permintaan project owner dikarenakan adanya
                 kesulitan kondisi keuangan untuk Q1 2025, pelaksanaan proyek ditunda sementara.
                PT Karang Baru Pratama – Terdapat perubahan desain sehingga pelaksanaan proyek
                 ditunda sementara.
                PT Angkasa Pura - Sesuai penjelasan pada catatan 9, pelaksanaan pekerjaan proyek ini
                 tertunda dikarenakan terdapat upaya renegosiasi nilai proyek.

   b.   Agar dijelaskan basis pengakuan pendapatan Perseroan sebesar 10,21 miliar.
        Tanggapan Manajemen.
        Detil basis pengakuan pendapatan Perseroan sebesar Rp 10,21 miliar adalah sebagai
        berikut:
         No Keterangan                                    Nominal
         1    PT ASDP Indonesia Ferry                     Rp 9.376.610.456
         2    Yayasan Pokok Kegirangan Anak Bangsa        Rp 717.725.380
         3    PT Rindang 31 Pratama                       Rp 100.000.000
         4    Penjualan Aspal Beton Retail                Rp     19.784.416
              Total                                       Rp 10.214.120.752
Page 13
       c.     Daftar proyek yang menjadi dasar pengakuan pendapatan sebesar Rp10,21 miliar tersebut
              Tanggapan Manajemen.
              Daftar proyek yang menjadi dasar pengakuan pendapatan sebesar Rp 10,21 miliar tersebut
              adalah:
               No Keterangan                                   Nominal
               1    Proyek Pembangunan Amphitheater            Rp 9.376.610.456
               2    Proyek Pembangunan Sekolah HFO             Rp 717.725.380
               3    Proyek Preservasi Jalan                    Rp 100.000.000
               4    Penjualan Aspal Beton Retail               Rp     19.784.416
                    Total                                      Rp 10.214.120.752

       d.     Agar dijelaskan masing-masing detail kontrak dengan pelanggan dengan mengisi
              kolom sebagai berikut:
              Tanggapan Manajemen.
              Detail kontrak dengan pelanggan adalah sebagai berikut:
              No.                Pelanggan               Detail Kewajiban      Penetapan harga
                                                         Pelaksanaan           transaksi
               1 JO Citra Garden Serpong                 Pembangunan rumah Rp
                                                         cluster Bellefleur    169.000.000/unit
               2 PT ASDP Indonesia Ferry                 Penataan Menara Siger Rp      12.185.772.526
                                                         Tahap 3
               3 PT ASDP Indonesia Ferry                 Pembangunan           Rp      26.500.553.460
                                                         Amphitheater
               4 Yayasan Pokok Kegirangan Bangsa         Pembangunan Gedung Rp          6.767.260.367
                                                         Sekolah HFO
               5 Wisnu Sari Nugroho                      Pembangunan           Rp      7.416.000.000
                                                         Perumahan Rumello
                                                         Verde


14. Merujuk pada LKTW1 dan LKT yang telah disampaikan Perseroan, Perusahaan memperoleh
    kontrak pekerjaan untuk pembangunan Amphitheater Siger Park di Kawasan Bakauheni
    Harbour City pada tanggal 27 Agustus 2024 dengan nilai kontrak sebesar Rp 22.144.500.871.
    Namun, pada 31 Desember 2024 Perseroan mengakui pendapatan dari PT ASDP Indonesia
    Ferry (Persero) sebesar Rp26 miliar dan Rp9,3 miliar pada 31 Maret 2025. Agar dijelaskan
    sebagai berikut:
    a. Kesesuaian nilai pendapatan dengan kontrak pekerjaan.
         Tanggapan Manajemen.
                                                                                                                                        Pendapatan
          No           Customer                                           Proyek                              Nilai Kontrak
                                                                                                                            December 31, 2024 March 31, 2025
          1 PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Proyek Siger Park Tahap 3 Kawasan Bakauheni Harbour City      12.185.772.526      9.931.807.725                -
          2 PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Proyek Amphitheater Siger Park Kawasan Bakauheni Harbour City 26.500.553.460 * 16.071.079.106 9.376.610.456
             TOTAL                                                                                          38.686.325.986     26.002.886.831 9.376.610.456
        *Sebelum adendum sebesar Rp 22.144.500.871.

       b.     Apakah terdapat adendum, perubahan kontrak (variation order), pekerjaan tambah
              (additional work), atau eskalasi harga yang menyebabkan kenaikan nilai kontrak awal?
              Tanggapan Manajemen.
Page 14
     Ya, terdapat addendum kontrak yang menyebabkan kenaikan nilai kontrak awal atas
     pembangunan Amphitheater Siger Park di Kawasan Bakauheni Harbour City yang
     sebelumnya sebesar Rp 22.144.500.871 menjadi sebesar Rp 26.500.553.460 dan kontrak
     Penataan Siger Park tahap 3 yang sebelumnya sebesar Rp 9.880.311.884 menjadi sebesar
     Rp 12.185.772.526.

c.   Berapa nilai pengakuan pendapatan (total Rp35,3 miliar sepanjang 2024 hingga 31 Maret
     2025) yang telah ditagihkan dan dibayarkan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)?
     Tanggapan Manajemen.
     Pembayaran yang telah diterima hingga 31 Maret 2025 untuk proyek Amphitheater Siger
     Park di Kawasan Bakauheni Harbour City telah diterima Perseroan dari Januari-Maret
     2025 sebesar Rp 9 miliar dan April-Mei 2025 sebesar Rp 10 miliar.

d.   Bagaimana metode pengakuan pendapatan yang digunakan untuk proyek ini?
     Tanggapan Manajemen.
     Berdasarkan yang metode pengakuan pendapatan yang dijelaskan pada 9a yakni pendapatan
     dapat diakui pada sepanjang waktu mengikuti waktu pemenuhan kewajiban pelaksanaan.
     Jika pemenuhan kewajiban pelaksanaan adalah dari sepanjang waktu, pendapatan diakui
     berdasarkan persentase penyelesaian yang mencerminkan kemajuan menuju pemenuhan
     kewajiban pelaksanaan tersebut secara penuh, sesuai dengan PSAK 115.


                                        ***

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.59 MB
Published24 Jun 2025
Pages14
Characters39,477
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 21 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Manggung Polahraya Tbk p.1 ×5
linked org Bank Central Asia Tbk p.8 ×5
linked org PT Angkasa Pura p.12
possible org Bursa Efek Indonesia p.1 ×5
possible org Pembangunan Perumahan p.10 ×4
unresolved person Lie Kurniawan · Corporate Secretary p.1
unresolved org PT Abil p.2 ×3
unresolved org PT Syabangun Bumitirta p.3 ×7
unresolved org PT ASDP Indonesia Ferry p.3 ×12
unresolved org PT Rindang p.3 ×3
unresolved org PT Syabangun Bumitirta. Tanggapan Manajemen. Proyek p.6
unresolved org PT Syabangun p.6 ×8
unresolved org PT Syabangun Bumitirta. Tanggapan Manajemen. Progress p.6
unresolved org PT Syabangun Bumitirta. Tanggapan Manajemen. p.6 ×2
unresolved org PT Abil Putra Perkasa p.7 ×3
unresolved org PT Syabangun Bumimitra p.10 ×3
unresolved org PT Karang Baru Pratama p.12 ×2
unresolved org Yayasan Pokok Kegirangan Anak Bangsa p.12
unresolved org Yayasan Pokok Kegirangan Bangsa p.13

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result