Skip to content
Back to announcement

20250624_SPTO_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31907993_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review SPTO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 47

Page 1
                   LAPORAN
00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025
          STUDI KELAYAKAN

             RENCANA
    PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
       PT SURYA PERTIWI TBK




                         Oleh


   KJPP Felix Sutandar dan Rekan
        Certi fied Business and Assets Appraiser
Page 2
Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                   Jakarta, 28 Mei 2025

Kepada Yth,
Direksi
PT SURYA PERTIWI TBK
Wisma 81 TOTO Office Building
Jalan Letjen S Parman Kav.81
Jakarta Barat 11420


Perihal: Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha


Dengan Hormat,

Menunjuk Surat Kesepakatan Penugasan No. 0206/FSR/Spn/FS/2104/2025 tanggal 21
April 2025 yang telah disetujui Manajemen PT Surya Pertiwi Tbk (“SPTO” atau disebut
juga “Perseroan”), kami telah menerbitkan buku Laporan Studi Kelayakan
No..00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 tanggal 21 Mei 2025. Merujuk kepada
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”), dengan ini kami sampaikan revisi atas
Laporan Studi Kelayakan tersebut mengenai analisis kajian internal Perseroan dan
koreksi opini auditor pada bab sumber data, maka bersama ini kami sampaikan laporan
mengenai hal tersebut dan laporan sebelumnya dinyatakan tidak berlaku.


Latar Belakang

Pada tahun 2024 tren penjualan melalui website di Indonesia menunjukkan
perkembangan signifikan, seiring dengan adopsi teknologi dan perubahan perilaku
konsumen. Transaksi belanja online di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan
mencapai Rp 487 triliun, meningkat dari Rp 453 triliun pada tahun sebelumnya. Oleh
sebab itu, PT Surya Pertiwi Tbk (“SPTO” atau “Perseroan”) yang bergerak pada
kegiatan usaha distribusi bahan konstruksi porselen dan perlengkapan rumah tangga
merasa perlu untuk beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi dengan melakukan
penjualan online melalui website. Untuk dapat menjual produk-produknya melalui
internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya, Perseroan perlu
untuk menyesuaikan KBLI sehubungan dengan rencana Perseroan tersebut, yaitu
dengan kode KBLI Nomor 47919.

Dengan adanya penambahan KBLI tersebut, Perseroan hanya perlu mengeluarkan biaya
untuk pembuatan website dan diharapkan penjualan online akan memberikan kontribusi
tambahan terhadap kinerja keuangan Perseroan. Selain itu, tidak ada dampak signifikan
atau perubahan atas kegiatan operasional Perseroan karena rencana penambahan KBLI
hanya untuk menunjang kegiatan usaha yang telah berjalan selama ini.


Obyek Studi Kelayakan

Obyek Studi Kelayakan adalah kelayakan atas rencana Penambahan Bidang Kegiatan
Usaha terkait dengan KBLI 47919 tentang Perdagangan Eceran Melalui Media Untuk
Berbagai Macam Barang Lainnya.



Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                       i
Page 3
Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari Studi Kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Perseroan adalah untuk melakukan analisa dan pengkajian mengenai kelayakan
Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dalam rangka memenuhi Peraturan POJK 17/
POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.


Tanggal Studi Kelayakan

Tanggal (cut-off date) dari laporan Studi Kelayakan ini adalah 31 Desember 2024.
Pemilihan tanggal Studi Kelayakan didasarkan atas tujuan Studi Kelayakan, aturan yang
ada dan ketersediaan data.


Pendekatan dan Metodologi

Pendekatan yang digunakan dalam menganalisa kelayakan Penambahan Kegiatan
Usaha Perseroan adalah dengan melakukan analisis atas kelayakan pasar, kelayakan
teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan.

Dari kajian kelayakan pasar, dengan adanya penambahan KBLI, maka tidak ada
perubahan pangsa pasar, potensi pasar dan potensi nilai pasar Perseroan, karena
rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas KBLI yang dimiliki
oleh Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui
internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya.

Dari kajian kelayakan teknis, menunjukan bahwa secara legalitas, dengan adanya
penambahan KBLI, maka ke depannya, perijinan Perseroan terkait klasifikasi KBLI yang
dimiliki menjadi sesuai dengan kegiatan usahanya yang telah berjalan selama ini. Selain
itu, dengan penambahan KBLI, maka kegiatan operasional Perseroan tidak mengalami
perubahan.

Dari kajian kelayakan pola bisnis, menunjukan bahwa dengan adanya penambahan
usaha, maka pola bisnis Perseroan tidak mengalami perubahan, karena rencana
penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas KBLI yang dimiliki oleh
Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui internet
(termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya.

Dari kajian kelayakan model manajemen, menunjukan bahwa dengan adanya
penambahan usaha, maka model manajemen Perseroan tidak mengalami perubahan,
karena rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas KBLI yang
dimiliki oleh Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui
internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya.

Pada kajian kelayakan keuangan, penambahan KBLI Perseroan dinilai Layak karena
memberikan manfaat secara kuantitatif yaitu peningkatan perolehan laba bersih
sebesar Rp510 juta pada tahun 2025 hingga sebesar Rp718 juta pada tahun 2029
dibandingkan Tanpa Penambahan KBLI.




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025
Page 4
Dampak Keuangan

Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka dampak terhadap keuangan
Perseroan ke depannya adalah berupa penambahan pendapatan, beban pokok
pendapatan, dan beban usaha atas kegiatan usaha yang baru, yang mengakibatkan
penambahan atas laba bersih Perseroan yang baru, yaitu sebagai berikut:




Kesimpulan

Berdasarkan hal-hal sebagaimana diungkapkan di atas maka kami berpendapat bahwa
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Surya Pertiwi Tbk dimaksud adalah “LAYAK”.


Hormat kami,
KJPP Felix Sutandar & Rekan




Felix Sutandar, MSc
Pemimpin Rekan

Kualifikasi    : Penilai Properti dan Bisnis
Ijin Penilai   : PB-1.08.00022
STTD           : STTD.PPB-31/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI          : 81-S-00017




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                 i
Page 5
 DAFTAR ISI

SURAT PENGANTAR .......................................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ............................................................................................................. vi
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................... . vii
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ................................................................... vi
1. PENDAHULUAN............................................................................................ 1
   1.1. Identifikasi Status Penilai ....................................................................... 1
   1.2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ....................................... 1
   1.3. Latar Belakang ..................................................................................... 1
   1.4. Obyek Studi Kelayakan .......................................................................... 2
   1.5. Maksud dan Tujuan ............................................................................... 2
   1.6. Tanggal Studi Kelayakan ........................................................................ 2
   1.7. Ruang Lingkup ...................................................................................... 2
   1.8. Prosedur yang Digunakan ...................................................................... 2
   1.9. Pedoman Studi Kelayakan ...................................................................... 3
   1.10. Sumber Data ....................................................................................... 3
   1.11. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................... 4
   1.12. Independensi Penilai ............................................................................ 4
   1.13. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian ............................................. 4
2. KAJIAN INTERNAL PERSEROAN ..................................................................... 5
   2.1. Pendirian Perusahaan ............................................................................ 5
   2.2. Perizinan .............................................................................................. 5
   2.3. Permodalan .......................................................................................... 5
   2.4. Susunan Komisaris dan Direksi ............................................................... 5
   2.5. Kegiatan Usaha ..................................................................................... 7
   2.6. Produk yang Dihasilkan .......................................................................... 8
   2.7. Pola Bisnis............................................................................................ 8
   2.8. Struktur Organisasi Perseroan ................................................................ 0
   2.9. Sumber Daya Manusia ........................................................................... 1
   2.10. Aspek Lingkungan ................................................................................ 1
   2.11. Kinerja Keuangan ................................................................................ 2
   2.12. Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ................................................ 6
3. KAJIAN KELAYAKAN PASAR ........................................................................... 7
   3.1. Tinjauan Ekonomi Dunia ........................................................................ 7
   3.2. Tinjauan Ekonomi Indonesia ................................................................... 7
   3.5. Analisis Industri Sanitari .......................................................................11
   3.6. Prospek Usaha .....................................................................................12
   3.7. Kesinambungan dan Potensi Nilai Pasar Produk ........................................12
   3.8. Pesaing Usaha .....................................................................................12
   3.9. Target Pasar ........................................................................................13
   3.10. Strategi Pemasaran .............................................................................13
4. KAJIAN KELAYAKAN TEKNIS ........................................................................15
   4.1. Jangkauan Pemasaran ..........................................................................15
   4.2. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, dan Ahli Professional ..................15
   4.3. Proses Distribusi dan Penjualan .............................................................15
5. KAJIAN KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................17
   5.1. Keunggulan Kompetitif..........................................................................17
   5.2. Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ..............................................17
   5.3. Kemampuan untuk Menciptakan Nilai .....................................................17
6. KAJIAN KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN .......................................................18
   6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja ....................................................................18
Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                                                                   ii
Page 6
     6.2. Manajemen kekayaan Intelektual ...........................................................18
     6.3. Manajemen Risiko ................................................................................18
     6.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ..................................................19
     6.5. Struktur Organisasi ..............................................................................19
7.   KAJIAN KELAYAKAN KEUANGAN ...................................................................20
     7.1. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan
          Usaha .................................................................................................20
     7.2. Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ..........22
     7.3. Dampak Keuangan ...............................................................................27
     7.4. Manfaat ..............................................................................................27
     7.5. Kesimpulan .........................................................................................27




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                                                    iii
Page 7
 DAFTAR TABEL


Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham Perseroan ........................................................ 5
Tabel 2 : Sumber Daya Manusia Perseroan ........................................................... 1
Tabel 3 : Laporan Laba-Rugi Perseroan periode 2020 – 2024 .................................. 2
Tabel 4 : Posisi Keuangan Perseroan periode 2020 - 2024 ...................................... 3
Tabel 5 : Laporan Arus Kas Perseroan periode 2020 - 2024 .................................... 4
Tabel 6 : Rasio Keuangan Perseroan periode 2020 - 2024 ...................................... 5
Tabel 7 : Laporan Laba Rugi Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha ......20
Tabel 8 : Laporan Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan ......21
Tabel 9 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Dengan Penambahan KBLI .........................22
Tabel 10 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan Penambahan KBLI ..............23
Tabel 11 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan Penambahan KBLI .........................24
Tabel 12 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Penambahan KBLI .........................24
Tabel 13 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan KBLI ................25
Tabel 14 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Tanpa Penambahan KBLI ...........................25
Tabel 15 : Proyeksi Ekuitas Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI ..........................26
Tabel 16 : Proyeksi Pendapatan Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI ....................26
Tabel 17 : Proyeksi Beban Pokok Pendapatan.......................................................26
Tabel 18 : Proyeksi Beban Usaha Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI ..................27
Tabel 19 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI ....................27




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                                      iv
Page 8
 DAFTAR GAMBAR


Gambar 1 : Bagan Struktur Organisasi Perseroan .................................................. 0
Gambar 2 : Pertumbuhan PDB Dunia ................................................................... 7
Gambar 3 : PMI Global ....................................................................................... 7
Gambar 4 : Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan ...................... 8
Gambar 5 : Neraca Pembayaran Indonesia ........................................................... 9
Gambar 6 : Rupiah vs Negara Kawasan ...............................................................10
Gambar 7 : Inflasi IHK Provinsi ..........................................................................10




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                                                v
Page 9
 PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI


Dalam batas kemampuan kami dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda
tangan dibawah ini menyatakan bahwa:
1. Pernyataan, analisis, opini dan kesimpulan dalam Laporan Studi Kelayakan ini,
   sebatas kemampuan kami adalah benar.
2. Analisis, opini dan kesimpulan yang dinyatakan dalam Laporan ini dibatasi oleh
   asumsi dan syarat-syarat pembatas yang diungkapkan dalam laporan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau dimasa yang akan datang
   terhadap perusahaan yang distudi.
4. Penunjukan terhadap pekerjaan Studi Kelayakan ini tidak berhubungan dengan
   Opini yang diberikan.
5. Penilai telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan oleh
   Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
6. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan perusahaan
   dan/atau bidang usaha perusahaan yang distudi.
7. Studi Kelayakan ini telah dilaksanakan dengan ruang lingkup sebagai berikut:
   •   Obyek Penilaian yang perlu diidentifikasi dan diinspeksi.
   •   Data yang perlu diteliti.
   •   Analisis data dan informasi yang perlu dilakukan untuk memperoleh opini dan
       hasil penilaian.
8. Tak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan, telah memberikan
   bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan ini.
9. Penilai bertanggungjawab atas hasil Studi kelayakan Usaha.




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                     vi
Page 10
Pihak-pihak di bawah ini telah bekerja secara profesional untuk membantu pihak yang
menandatangani Laporan ini:


                     Keterangan                        Tanda Tangan
      Penilai Berijin
      Nama           : Felix Sutandar, M.Sc
      Kualifikasi    : Properti dan Bisnis
      Ijin Penilai   : PB-1.08.00022
      STTD           : STTD.PPB-31/PM.2/2018
      No. MAPPI      : 81-S-00017
      No. Register   : RMK-2017.00022
      Reviewer
      Nama           : Natalia Goysal, SE
      No. MAPPI      : 10-S-02509
      No. Register   : RMK-2017.00307
      Pelaksana Penilai
      Nama           : Symphony Sonata, SE
      No. MAPPI      : 16-T-07047
      No. Register   : RMK-2019.03050




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                    vii
Page 11
    1.    PENDAHULUAN


1.1.     Identifikasi Status Penilai

Pendapat Kewajaran ini disusun oleh Tim Penilai Independen dari KJPP Felix Sutandar
dan Rekan. Buku Laporan Studi Kelayakan ini ditandatangani oleh:
-    Felix Sutandar, MSc (MAPPI No. 81-S-00017; PB-1.08.00022; STTD.PPB-
     31/PM.2/2018; No. RMK-2017-00022) sebagai Penilai Berizin.
-    Natalia Goysal (MAPPI No. 10-S-02509; P.1-12.00347; No. RMK-2017.00307)
     sebagai Reviewer.
-    Symphony Sonata (MAPPI No. 16-T-07047; Register No. RMK-2019.03050) sebagai
     Pelaksana Penilai.

Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.


1.2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:

Nama                : PT Surya Pertiwi Tbk
Bidang usaha        : Distribusi bahan konstruksi porselen dan perlengkapan rumah
                      tangga
Alamat              : Wisma 81 TOTO Office Building
                      Jl. Letjen S. Parman Kav 81, Jakarta Barat
Website             : www.suryapertiwi.co.id
Telepon             : 021 - 2929 8585


1.3.     Latar Belakang

Pada tahun 2024 tren penjualan melalui website di Indonesia menunjukkan
perkembangan signifikan, seiring dengan adopsi teknologi dan perubahan perilaku
konsumen. Transaksi belanja online di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan
mencapai Rp 487 triliun, meningkat dari Rp 453 triliun pada tahun sebelumnya. Oleh
sebab itu, PT Surya Pertiwi Tbk (“SPTO” atau “Perseroan”) yang bergerak pada
kegiatan usaha distribusi bahan konstruksi porselen dan perlengkapan rumah tangga
merasa perlu untuk beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi dengan melakukan
penjualan online melalui website. Untuk dapat menjual produk-produknya melalui
internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya, Perseroan perlu
untuk menyesuaikan KBLI sehubungan dengan rencana Perseroan tersebut, yaitu
dengan kode KBLI Nomor 47919.

Dengan adanya penambahan KBLI tersebut, Perseroan hanya perlu mengeluarkan biaya
untuk pembuatan website dan diharapkan penjualan online akan memberikan kontribusi




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                       1
Page 12
tambahan terhadap kinerja keuangan Perseroan. Selain itu, tidak ada dampak signifikan
atau perubahan atas kegiatan operasional Perseroan karena rencana penambahan KBLI
dilakukan untuk menyesuaikan legalitas Perseroan atas KBLI yang dimiliki saat ini, agar
ke depannya Perseroan dapat melakukan penjualan secara online.


1.4.   Obyek Studi Kelayakan

Obyek Studi Kelayakan adalah kelayakan atas rencana Penambahan Bidang Kegiatan
Usaha terkait dengan KBLI 47919 tentang Perdagangan Eceran Melalui Media Untuk
Berbagai Macam Barang Lainnya.


1.5.   Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari Studi Kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Perseroan adalah untuk melakukan analisa dan pengkajian mengenai kelayakan
Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dalam rangka memenuhi Peraturan POJK 17/
POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.


1.6.   Tanggal Studi Kelayakan

Tanggal (cut-off date) dari laporan Studi Kelayakan ini adalah 31 Desember 2024.
Pemilihan tanggal Studi Kelayakan didasarkan atas tujuan Studi Kelayakan, aturan yang
ada dan ketersediaan data.


1.7.   Ruang Lingkup

Ruang lingkup Studi Kelayakan ini meliputi:
1. Obyek Penilaian yang perlu diidentifikasi dan diinspeksi
   Analisa dan pengkajian mengenai alasan dan latar belakang dilakukannya
   Penambahan Kegiatan usaha oleh Perseroan.
2. Data yang perlu diteliti
   Analisa dan pengkajian mengenai kondisi internal Perseroan, meliputi legalitas
   usaha, permodalan, bidang usaha, produk yang dihasilkan, fasilitas produksi, pasar
   dan pemasaran serta perkembangan kinerja keuangan selama lima tahun terakhir.
3. Analisis data dan informasi yang perlu dilakukan untuk memperoleh opini dan hasil
   penilaian
   Analisa dan pengkajian mengenai kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
   Perseroan, dilihat dari aspek-aspek terkait, meliputi legalitas usaha, pasar, teknis,
   pola bisnis, model manajemen dan keuangan baik secara kualitatif dan kuantitatif.


1.8.   Prosedur yang Digunakan

Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, prosedur yang digunakan adalah analisis
mencakup kajian tentang:




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                         2
Page 13
1.     Kelayakan Pasar,
2.     Kelayakan Teknis,
3.     Kelayakan Pola Bisnis,
4.     Kelayakan Model Manajemen, dan
5.     Kelayakan Keuangan.


1.9.     Pedoman Studi Kelayakan

Dalam melakukan penyusunan Studi Kelayakan ini kami berpedoman kepada:
1. Standar Penilaian Indonesia yang meliputi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
   Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI
   310, SPI 320, SPI 330 tahun 2020;
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang
   Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
3. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang
   Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.


1.10. Sumber Data

Dalam membuat Studi Kelayakan ini kami telah melaksanakan prosedur yang mencakup
pengkategorian, pengkorelasian, pengecekan validitas dan penelaahan data dan
informasi berikut:

1. Laporan Keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31
   Desember 2024 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Drs. Nursal dari Kantor
   Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra dalam Laporan Nomor
   00111/2.0851/AU.1/05/0272-2/1/III/2025 tanggal 25 Maret 2025 dengan opini
   wajar, tanpa modifikasian.
2. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Drs. Nursal dari Kantor Akuntan Publik
   Teramihardja,     Pradhono      &     Chandra       dalam      Laporan     Nomor
   00129/2.0851/AU.1/05/0272-1/1/III/2024 tanggal 27 Maret 2024 dengan opini
   wajar, tanpa modifikasian.

3. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Muhamad Muhidin dari Kantor Akuntan
   Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam Laporan Nomor
   00314/2.1051/AU.1/05/1801-1/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan opini
   wajar, tanpa modifikasian.

4. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2021 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Jenly Hendrawan dari Kantor Akuntan
   Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam Laporan Nomor
   00278/2.1051/AU.1/05/1648-1/1/III/2022 tanggal 30 Maret 2022 dengan opini
   wajar, tanpa modifikasian.
5. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
   2020 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Drs. Ruchjat Kosasih dari Kantor
   Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam Laporan
   Nomor 00404/2.1051/AU.1/05/0271-1/1/IV/2021 tanggal 26 April 2021 dengan
   opini wajar, tanpa modifikasian.




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                       3
Page 14
6. Proyeksi keuangan Perseroan selama 5 tahun ke depan dalam kondisi Dengan dan
   Tanpa dilakukannya Penambahan Kegiatan Usaha.
7. Hasil wawancara dengan pihak internal manajemen Perseroan yang diwakilkan oleh
   Bapak Adhi Sudargo Tasmin, selaku Direktur Perseroan beserta tim mengenai
   alasan, latar belakang dan hal-hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi.
8. Copy akta dan perizinan SPTO.
9. Informasi dari pihak/instansi lain, termasuk data-data mengenai kondisi ekonomi,
   perkembangan industri pasar modal dan lain-lain.



1.11. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas

Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Studi Kelayakan ini dibatasi
oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
   dalam proses penilaian.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
   keakuratannya.
4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran
   proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
   pencapaiannya.
5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan kewajaran
   proyeksi keuangan.
6. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
   bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan Kesimpulan
   Akhir.
8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi Kelayakan
   dari Pemberi Tugas.


1.12. Independensi Penilai

Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
independen, tidak ada benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak
yang terlibat rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini. Kami juga tidak mempunyai
kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan Studi
Kelayakan ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada
pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh
kesimpulan yang dihasilkan.


1.13. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian

Tidak ada kejadian penting setelah tanggal penilaian yang dapat mempengaruhi hasil
penilaian.




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                     4
Page 15
 2. KAJIAN INTERNAL PERSEROAN


2.1.    Pendirian Perusahaan

PT Surya Pertiwi Tbk (Perusahaan) yang sebelumnya bernama PT Surya Nusantara
didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 5 Juli 1978 dan diumumkan dalam lembar
Berita Negara No. 172, Tambahan No. 31 tanggal 17 April 1979 berdasarkan Akta
Notaris Hendra Karyadi, S.H., No. 1. Akta pendirian telah disahkan oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.Y.A.5/395/17
tanggal 21 Desember 1978.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta Notaris No. 26 tanggal 5 Juni 2024 dari Christina Dwi Utami, SH,
Mhum, Mkn, tentang perubahan susunan Direksi Perusahaan. Perubahan ini telah
didaftarkan pada database Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat
No. AHU-0119924.AH.01.11.TAHUN 2024 tanggal 19 Juni 2024.


2.2.    Perizinan

Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Nomor Induk Berusaha (NIB) Perizinan Berusaha Berbasis Risiko No.
   8120105793513 yang diterbitkan tanggal 31 Juli 2018 dan perubahan ke-5 tanggal
   15 Juli 2022.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.305.911.8-038.000.


2.3.    Permodalan

Berdasarkan Akta Notaris No. 104 tanggal 14 Juni 2022, susunan pemegang saham
Perseroan adalah sebagai berikut:

                       Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham Perseroan

                                                Jumlah                  Jumlah Nilai
 No                 Keterangan                                %
                                                Saham                   Nominal (Rp)

 1.    PT Suryaparamitra Abadi               810.000.000      30,00     81.000.000.000

 2.    PT Multifortuna Asindo                810.000.000      30,00     81.000.000.000

 3.    Masyarakat (masing-masing <5%)      1.080.000.000      40,00    108.000.000.000

       Jumlah                             2.700.000.000     100,00    270.000.000.000



2.4.    Susunan Komisaris dan Direksi

Berdasarkan Akta Notaris No. 26 tanggal 5 Juni 2024, susunan Dewan Komisaris dan
Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                          5
Page 16
Dewan Komisaris
   Presiden Komisaris              : Tjahjono Alim
   Komisaris                       : Usman Andy
   Komisaris Independen            : Goh Poh Heng

Direksi
    Presiden Direktur              :   Willianto Alim
    Wakil Presiden Direktur        :   Johan Gojali
    Direktur                       :   Efendy Gojali
    Direktur                       :   Irene Hamidjaja
    Direktur                       :   Iwan Tjahjadi
    Direktur                       :   Reinhart Muljadi
    Direktur                       :   Benny Suryanto
    Direktur                       :   Umarsono Andy
    Direktur                       :   Roys Tanudjaja
    Direktur                       :   Adhi Sudargo Tasmin


Tjahjono Alim
Komisaris Utama

Bergabung dengan Perseroan pada tahun 1979 dan diangkat sebagai Presiden Komisaris
sejak tahun 2023.

Usman Andy
Wakil Komisaris Utama

Merupakan Sarjana Sains di bidang marketing dari California State Unversity pada tahun
1986. Bergabung dengan Perseroan pada tahun 1988 dan diangkat sebagai Komisaris
Perseroan sejak tahun 2018.

Goh Poh Heng
Komisaris

Merupakan Sarjana Bisnis dari Eastern Michigan University pada tahun 1986 dan Master
of Business Administration in International Finance di Eastern Michigan University pada
tahun 1988. Diangkat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2018.

Willianto Alim
Presiden Direktur

Merupakan Sarjana Ekonomi dari Ohio State University pada tahun 2003. Bergabung
dengan Perseroan pada tahun 2004 dan diangkat sebagai Presiden Direktur Perseroan
sejak tahun 2023.

Johan Gojali
Wakil Presiden Direktur

Merupakan Sarjana Sains di bidang matematika dari University of Sydney pada tahun
2004. Bergabung dengan Perseroan pada tahun 2014 dan diangkat sebagai Wakil
Presiden Direktur Perseroan sejak tahun 2023.




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                        6
Page 17
Efendy Gojali
Direktur

Bergabung dengan Perseroan pada tahun 1980 dan diangkat sebagai Direktur Perseroan
sejak tahun 2023.

Irene Hamidjaja
Direktur

Merupakan Sarjana Sains di bidang akuntansi dari University of New Orleans           pada
tahun 1987. Diangkat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2017.

Reinhart Muljadi
Direktur

Bergabung dengan Perseroan pada tahun 1990 dan diangkat sebagai Direktur Perseroan
sejak tahun 2016.

Benny Suryanto
Direktur

Lulusan Sekolah Menengah Atas di Surabaya pada tahun 1972. Pernah menjabat
sebagai Direktur di Pabrik Saniter PT Surya Toto Indonesia Tbk pada tahun 1981-2019.
Diangkat menjadi Direktur Perseroan sejak tahun 2020.

Umarsono Andy
Direktur

Diangkat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2016 hingga saat ini. Selain itu beliau
juga menjabat sebagai Komisaris di PT Surya Toto Indonesia Tbk.

Roys Tanudjaja
Direktur

Merupakan Sarjana Manajemen di Universitas Tarumanegara pada tahun 1998.
Diangkat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2024.

Adhi Sudargo Tasmin
Direktur

Merupakan Sarjana Sains di bidang bisnis dari Kelly School of Business pada tahun
2010. Bergabung dengan Perseroan pada tahun 2018 dan diangkat sebagai Direktur
Perseroan sejak tahun 2024.


2.5.   Kegiatan Usaha

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
terutama bidang industri sanitari porselen, industri furnitur dari kayu, industri furnitur
lainnya, pengerjaan lantai, dinding, peralatan sanitari dan plafon dan real estate yang
dimiliki sendiri atau disewa. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada 6
Desember 1978.




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                           7
Page 18
KBLI yang telah dimiliki Perseroan untuk menjalankan usahanya adalah sebagai berikut:

•    KBLI 46635 terkait Perdagangan Besar Bahan Konstruksi Dari Porselen
•    KBLI 46491 terkait Perdagangan Besar Peralatan Dan Perlengkapan Rumah Tangga
•    KBLI 31009 terkait Industri Furnitur Lainnya, Industri Peralatan Saniter Dari Porselen
•    KBLI 23923 terkait Industri Peralatan Saniter Dari Porselen, Pengerjaan Lantai
•    KBLI 43302 terkait Dinding, Peralatan Saniter Dan Plafon


2.6.      Produk yang Dihasilkan

Kegiatan usaha Perseroan berfokus pada distribusi produk-produk kamar mandi dan
peralatan dapur di Indonesia. Perseroan membagi kegiatan oper asional berdasarkan
segmentasi produk menjadi 4 (empat) segmen yang terdiri dari saniter, fitting,
peralatan dapur, dan lainnya.

Keempat segmen tersebut membawahi 9 (sembilan) brand yang didistribusikan oleh
Perseroan, yaitu TOTO, Villeroy & Boch, Geberit, Stiebel Eltron, Franke, Kaldewei, Eco,
Jacuzzi, dan W. Atelier. Segmentasi produk-produk tersebut meliputi:

    1.   TOTO              :   produk kamar mandi terkemuka dari Jepang yang terkenal
                               di Indo nesia dan di seluruh dunia.
    2.   Villeroy & Boch   :   produk interior bergaya Eropa yang sudah berdiri sejak
                               tahun 1748.
    3.   Geberit           :   produk saniter asal Eropa yang menyediakan teknologi
                               saniter dan keramik kamar mandi
    4.   Stiebel Eltron    :   teknologi pemanas air (water heater).
    5.   Franke            :   produk dan solusi dapur, kamar mandi, pelayanan
                               makanan profesional, dan kamar mandi umum berkualitas
                               dunia.
    6.   Kaldewei          :   produk saniter dan kamar mandi berbahan enamel.
    7.   Eco               :   produk flushing system dan aksesori kamar mandi
    8.   Jacuzzi           :   produk fungsional untuk interior maupun eksterior rumah,
                               seperti hot tubs, shower, bathtubs, dan aksesori kamar
                               mandi
    9.   Zanru             :   produk-produk kamar mandi modern, seperti keran,
                               jetshower, dan aksesoris. Mengutamakan desain inovatif
                               dengan harga terjangkau


2.7.      Pola Bisnis

Pola bisnis yang dimiliki Perseroan saat ini adalah bertidak sebagai agen, perwakilan
atau distributor dari badan-badan atau perusahaan-perusahaan lain (baik dari dalam
maupun luar negeri), serta sebagai leveransir/supplier berbagai macam barang saniter,
porselin dan alat rumah tangga. Selain itu, anak usaha Perseroan juga membuat atau
memproduksi berbagai macam barang saniter dari porselen, termasuk komponen, alat
perlengkapan dan suku cadang saniter, kemudian Perseroan memasarkan/ menjualnya.




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                            8
Page 19
2.8.   Struktur Organisasi Perseroan

Struktur Organisasi Perseroan disusun dengan memperhatikan tata kelola Perseroan yang baik dan hukum serta peraturan yang
berlaku.

                                        Gambar 1 : Bagan Struktur Organisasi Perseroan




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                                                         0
Page 20
2.9.   Sumber Daya Manusia

Per 31 Desember 2024, tenaga kerja Perseroan berjumlah 1.570 orang, dengan rincian
sebagai berikut:

                     Tabel 2 : Sumber Daya Manusia Perseroan

                    Keterangan                        Jumlah
                    Komisaris                               6
                    Direksi                                16
                    Manajer                                18
                    Komite                                  2
                    Staf                                1.528
                     Jumlah                             1.570


2.10. Aspek Lingkungan

Perseroan melakukan kegiatan operasional dengan memperhatikan tanggung jawab
terhadap lingkungan diantaranya:

   •   Bahan baku yang digunakan adalah bahan baku yang terbaik dan telah lulus
       seleksi dan uji kelayakan guna menghasilkan produk yang ramah lingkungan.
       Komitmen Perseroan adalah menyediakan barang yang terbaik untuk pelanggan
       tanpa meninggalkan jejak yang dapat merusak lingkungan. Semua pemasok
       Perseroan juga sudah memiliki sertifikat yang menjelaskan bahwa proses
       pembuatan produk dan pembuangan limbah produksi adalah proses yang ramah
       lingkungan.

   •   Perseroan senantiasa berupaya meminimalkan dampak negatif bisnis bagi
       lingkungan, dengan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
       Sebagai distributor sekaligus produsen produk-produk saniter, Perseroan
       berkomitmen pada tanggung jawab sosial untuk mengelola kegiatan usaha yang
       ramah lingkungan agar dapat mewujudkan keberlangsungan bisnis dalam janga
       panjang, dan tidak adanya pengaduan lingkungan hidup terhadap perseroan.
       Pelaksanaan CSR di bidang Lingkungan Hidup berlandaskan ketentuan yang
       dimuat dalam Undang-Undang No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
       Pengelolaan Lingkungan Hidup. Perseroan menetapkan sejumlah kebijakan
       sebagai salah satu bentuk nyata dukungan Perseroan dalam menjaga kelestarian
       lingkungan.

   •   Perseroan berkomitmen dalam menciptakan iklim operasional yang berorientasi
       pada efisiensi penggunaan energi, termasuk diantaranya penggunaan air, listrik,
       dan bahan bakar. Perseroan merupakan distributor utama produk saniter TOTO
       yang terus berinovasi dalam menciptakan produk-produk saniter yang
       mengedepankan kenyamanan dan kualitas dengan tetap memperhatikan
       efisiensi penggunaan air dan listrik. Perseroan telah menerapkan kebijakan ini
       melalui kehadiran kamar mandi pada kantor utama TOTO yang seluruhnya
       menggunakan perangkat dan alat kamar mandi berkualitas tinggi dengan
       teknologi yang mampu menekan penggunaan air secara efektif. Selain itu,
       Perseroan terus mendorong kegiatan operasional yang berorientasi pada
       kelestarian lingkungan melalui pengurangan penggunaan kertas dan beralih
       pada kegiatan administratif yang bersifat paperless. Perseroan juga telah




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                       1
Page 21
            menggunakan penerangan gedung yang hemat listrik dan senantiasa
            menghimbau seluruh pegawai Perseroan untuk selalu menghemat penggunaan
            listrik dengan mematikan alat elektronik dan lampu apabila tidak diperlukan.

     •      Anak perusahaan Perseroan, PT. Surya Pertiwi Nusantara (SPN), yang
            merupakan pabrik saniter TOTO, telah melakukan uji Emisi dan ambien sebanyak
            2 kali setahun. Dalam kegiatan operasional pabrik saniter Perseroan
            menghasilkan limbah padat dan limbah cair yang tidak termasuk ke dalam jenis
            limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Limbah padat yang dihasilkan
            Perseroan antara lain berupa kertas, alat tulis, dan sampah plastik. Pengelolaan
            limbah padat Perseroan menggunakan jasa pengangkutan dan pengelolaan
            sampah oleh dinas kebersihan daerah. Sementara itu, pengelolaan limbah cair
            menggunakan sistem septic tank yang kemudian diangkut dan diproses oleh
            pihak ketiga.


2.11. Kinerja Keuangan

Laba Rugi

Secara ringkas Laba Rugi Perseroan untuk periode 2020 - 2024 adalah seperti disajikan
di bawah ini.
              Tabel 3 : Laporan Laba-Rugi Perseroan periode 2020 – 2024

 Dalam Rp                               2020                  2021                  2022                  2023                  2024

 Penjualan                         1.910.989.899.637     2.238.536.055.114     2.505.644.878.372     2.605.488.939.158     2.915.244.767.837
 Beban Pokok Penjualan            (1.373.145.699.210)   (1.601.268.586.960)   (1.818.620.479.813)   (1.858.295.991.138)   (2.071.370.832.529)
 Laba Kotor                          537.844.200.427       637.267.468.154       687.024.398.559       747.192.948.020       843.873.935.308
 Beban Usaha                        (363.704.690.620)     (366.867.178.361)     (398.878.281.979)     (436.679.312.219)     (471.439.600.917)
 Laba Usaha                          174.139.509.807       270.400.289.793       288.146.116.580       310.513.635.801       372.434.334.391
 Penghasilan (Beban) Lain-lain       (31.636.262.501)       (3.791.538.358)       (8.396.934.617)       22.922.384.405         5.530.616.929
 Laba Sebelum Pajak Penghasilan      142.503.247.306       266.608.751.435       279.749.181.963       333.436.020.206       377.964.951.320
 Pajak Penghasilan                   (37.205.220.778)      (42.828.387.027)      (54.704.632.239)      (58.484.458.523)      (63.204.693.396)
 Laba Tahun Berjalan                 105.298.026.528       223.780.364.408       225.044.549.724       274.951.561.683       314.760.257.924




a. Penjualan

Penjualan Perseroan pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,91 triliun kemudian terus
meningkat pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp2,24 triliun, tahun 2022 sebesar Rp2,51
triliun, tahun 2023 sebesar Rp2,61 triliun, dan tahun 2024 sebesar Rp2,92 triliun.

b. Beban Pokok Penjualan

Beban pokok penjualan Perseroan meningkat mengikuti penjualan. Pada tahun 2020
tercatat sebesar Rp1,37 triliun kemudian meningkat pada tahun 2021-2024 menjadi
berturut-turut sebesar Rp1,60 triliun, Rp1,82 triliun, Rp1,86 triliun, dan Rp2,07 triliun.

c. Beban Usaha

Beban usaha Perseroan meningkat mengikuti penjualan. Pada tahun 2020 tercatat
sebesar Rp363,7 miliar kemudian meningkat pada tahun 2021-2024 menjadi berturut-
turut sebesar Rp366,9 miliar, Rp398,9 miliar, Rp436,7 miliar, dan Rp471,4 miliar.

d. Laba Tahun Berjalan

Perolehan laba Perseroan pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp105,3 miliar kemudian




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                                                                              2
Page 22
terus meningkat pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp223,8 miliar, tahun 2022 sebesar
Rp225,0 miliar, tahun 2023 sebesar Rp275,0 miliar dan tahun 2024 sebesar Rp314,8
miliar.


Posisi Keuangan

Posisi keuangan Perseroan untuk periode periode 2020 - 2024 adalah seperti terlihat
berikut ini.

                         Tabel 4 : Posisi Keuangan Perseroan periode 2020 - 2024

 Dalam Rp                             2020                2021                2022                2023                2024
 Aset Lancar                     1.041.712.652.187   1.285.604.554.744   1.175.602.452.283   1.268.404.496.700   1.411.495.643.021
 Aset Tidak Lancar               1.993.871.966.506   1.857.854.096.105   1.940.548.352.879   1.969.251.287.969   2.004.098.038.644
 Jumlah Aset                     3.035.584.618.693   3.143.458.650.849   3.116.150.805.162   3.237.655.784.669   3.415.593.681.665

 Liabilitas Jangka Pendek          723.308.486.604     792.813.597.840     791.069.117.798     789.166.654.793     825.475.645.889
 Liabilitas Jangka Panjang         371.220.188.671     297.778.149.647     217.441.360.997     218.896.074.026     226.271.255.601
 Jumlah Liabilitas               1.094.528.675.275   1.090.591.747.487   1.008.510.478.795   1.008.062.728.819   1.051.746.901.490

 Ekuitas                         1.941.055.943.418   2.052.866.903.362   2.107.640.326.367   2.229.593.055.850   2.363.846.780.175

 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas   3.035.584.618.693   3.143.458.650.849   3.116.150.805.162   3.237.655.784.669   3.415.593.681.665




a. Aset

Secara keseluruhan, total aset Perseroan mengalami peningkatan selama periode 31
Desember 2020 - 31 Desember 2024. Total aset pada tahun 2020 sebesar Rp3,04 triliun
kemudian meningkat menjadi sebesar Rp3,14 triliun pada tahun 2021. Peningkatan ini
terutama disebabkan oleh peningkatan kas dan setara kas. Pada tahun 2022 total aset
Perseroan mengalami sedikit penurunan sebesar Rp3,12 triliun, terutama disebabkan
oleh penurunan kas dan setara kas. Pada tahun 2023, total aset Perseroan kembali
meningkat menjadi sebesar Rp3,23 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan
piutang usaha, persediaan dan investasi pada obligasi. Pada tahun 2024, total aset
Perseroan tercatat sebesar Rp3,42 triliun. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh
peningkatan kas dan setara kas, piutang, dan aset tetap.

b. Liabilitas

Secara keseluruhan, total liabilitas Perseroan mengalami penurunan selama periode
2020-2023. Pada tahun 2020, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp1,09 triliun
kemudian menurun secara bertahap hingga sebesar Rp1,01 triliun 2023. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh pelunasan utang. Pada tahun 2024, total liabilitas Perseroan
meningkat sedikit menjadi sebesar Rp1,05 triliun disebabkan oleh peningkatan utang
usaha.

c. Ekuitas

Secara keseluruhan, total ekuitas Perseroan mengalami peningkatan selama periode
2020-2024. Pada tahun 2020, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp1,94 triliun
kemudian meningkat secara bertahap hingga sebesar Rp2,36 triliun pada tahun 2024.
Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan saldo laba setiap tahun.




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                                                                    3
Page 23
Arus Kas

Gambaran arus kas Perseroan untuk periode 2020 - 2024 adalah seperti berikut:

                        Tabel 5 : Laporan Arus Kas Perseroan periode 2020 - 2024

Dalam Rp                                                         2020                2021                2022                2023                2024

Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi               278.943.662.070     404.626.899.810     184.995.491.620     243.478.306.312     442.573.171.222
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi           (138.937.284.566)    (55.258.702.069)   (198.273.270.241)    (80.695.262.801)   (137.714.143.818)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan            (70.925.153.076)   (144.407.475.498)   (221.193.110.428)   (182.659.986.066)   (231.305.650.713)

Dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara kas        27.280.618         210.206.000          (40.951.834)       201.685.554         472.650.060

Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas                      69.108.505.046     205.170.928.243     (234.511.840.883)   (19.675.257.001)     74.026.026.751
Kas dan Setara Kas Awal Tahun                               148.789.684.509     217.898.189.555      423.069.117.798    188.557.276.915     168.882.019.914
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                              217.898.189.555     423.069.117.798      188.557.276.915    168.882.019.914     242.908.046.665




a. Aktivitas Operasi

Arus kas neto diperoleh dari aktivitas operasi selama periode 2020 - 2024 selalu berada
pada posisi positif. Pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp278,9 miliar dan tahun 2024
tercatat sebesar Rp442,6 miliar.

b. Aktivitas Investasi

Selama periode 2020 – 2024, Perseroan mencatat adanya kas yang digunakan untuk
aktivitas investasi. Pada tahun 2022 dan 2023, arus kas neto digunakan untuk investasi
adalah sebesar Rp198,3 miliar dan Rp80,7 miliar, di mana sebesar Rp177,8 miliar dan
Rp18,5 miliar digunakan untuk investasi pada obligasi. Pada tahun 2024 arus kas neto
digunakan untuk investasi adalah sebesar Rp137,7 miliar, di mana sebesar Rp123,1
miliar digunakan untuk memperoleh aset tetap.

c. Aktivitas Pendanaan

Selama periode 2020 - 2024, Perseroan mencatat adanya pembagian dividen setiap
tahun.


Rasio-rasio Keuangan

Gambaran rasio keuangan Perseroan periode 2020 - 2024 adalah seperti disajikan
berikut ini.




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                                                                                              4
Page 24
                       Tabel 6 : Rasio Keuangan Perseroan periode 2020 - 2024

 RASIO                                           2020      2021      2022      2023      2024

 Profitabilitas
 GPM                                               28,1%     28,5%     27,4%     28,7%     28,9%
 OPM                                                9,1%     12,1%     11,5%     11,9%     12,8%
 NPM                                                5,5%     10,0%      9,0%     10,6%     10,8%

 Likuiditas (x)
 Aset lancar terhadap Liabilitas Jangka Pendek      1,4       1,6       1,5       1,6       1,7

 Efisiensi rasio (x)
 Aset Turnover                                      0,6       0,7       0,8       0,8       0,9
 Inventory Turnover                                 3,8       4,3       4,1       3,5       3,7

 Solvabilitas (x)
 Liabilitas terhadap Aset (DAR)                    36,1%     34,7%     32,4%     31,1%     30,8%
 Liabilitas terhadap Ekuitas (DER)                 56,4%     53,1%     47,9%     45,2%     44,5%



Rasio Profitabilitas

Berdasarkan rasio profitabilitas, marjin laba kotor terhadap pendapatan bersih secara
keseluruhan mengalami peningkatan yaitu sebesar 28,1% pada tahun 2020 kemudian
meningkat menjadi sebesar 28,9% pada tahun 2024. Marjin laba bersih terhadap
pendapatan bersih Perseroan adalah sebesar 5,5% pada tahun 2020 kemudian
meningkat menjadi sebesar 10,8% pada tahun 2024.

Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban
keuangannya dalam jangka pendek digambarkan dengan rasio lancar (current Ratio).
Rasio lancar dihitung dengan cara membandingkan jumlah aset lancar dengan jumlah
liabilitas jangka pendek. Pada periode 2020 - 2024, rasio lancar Perseroan berturut-
turut sebesar 1,4 kali, 1,6 kali, 1,5 kali, 1,6 kali dan 1,7 kali. Secara keseluruhan, rasio
lancar Perseroan menunjukkan bahwa Perseroan mampu memenuhi kewajiban
keuangan jangka pendeknya dengan baik.

Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas menggambarkan tingkat perputaran usaha, yang dapat dihitung
berdasarkan perbandingan total penjualan terhadap total aset (Perputaran Aset), dan
total beban pokok pendapatan terhadap total persediaan (Perputaran Persediaan).

Perputaran aset Perseroan adalah sebesar 0,6 kali pada tahun 2020 dan sebesar 0,9
pada tahun 2024. Perputaran persediaan Perseroan adalah sebesar 3,8 kali pada tahun
2020 dan sebesar 3,7 kali pada tahun 2024.

Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas digunakan untuk menghitung perbandingan dana yang tersedia
dengan dana yang dipinjam sehingga dapat menunjukkan tingkat keamanan aset dan
ekuitas dari jumlah pinjaman, yang diukur dengan perbandingan total liabilitas dengan
total ekuitas perseroan (DER, Debt to Equity Ratio) dan total liabilitas terhadap total
aset (DAR, Debt to Asset Ratio).

Pada tahun 2020, DAR Perseroan adalah sebesar 36,1% kemudian turun menjadi




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                                     5
Page 25
sebesar 30,8% pada tahun 2024. Sedangkan DER adalah sebesar 56,4% pada tahun
2020 kemudian menurun menjadi sebesar 44,5% pada tahun 2024. Hal ini menunjukan
bahwa pembiayaan Perseroan sebagian besar berasal dari ekuitas.

2.12. Persyaratan Modal dan Strategi Finansial

Struktur permodalan Perseroan terdiri dari modal saham dan saham publik dengan
komposisi sesuai ketentuan OJK, liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang
dengan rasio utang terhadap modal 45%-56%. Modal Kerja Perseroan berasal dari hasil
operasi dan liabilitas jangka pendek. Strategi keuangan Perseroan mengandalkan arus
kas hasil operasi.




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                       6
Page 26
 3. KAJIAN KELAYAKAN PASAR


3.1.   Tinjauan Ekonomi Dunia

Divergensi pertumbuhan ekonomi dunia melebar dan ketidakpastian pasar keuangan
global berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih kuat dari prakiraan
didukung oleh stimulus fiskal yang meningkatkan permintaan domestik dan kenaikan
investasi di bidang teknologi yang mendorong peningkatan produktivitas. Sebaliknya,
ekonomi Eropa, Tiongkok, dan Jepang masih lemah dipengaruhi oleh menurunnya
keyakinan konsumen dan tertahannya produktivitas, sementara ekonomi India masih
tertahan akibat sektor manufaktur yang terbatas. Sejalan dengan itu, prospek
pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya
menjadi 3,2%. Di sisi lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh
pada ketidakpastian pasar keuangan global. Kuatnya ekonomi AS serta dampak
kebijakan tarif menahan proses disinflasi di AS dan berdampak pada menguatnya
ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih terbatas. Kebijakan fiskal AS
yang lebih ekspansif mendorong yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka
pendek maupun jangka panjang. Bersamaan dengan ketegangan geopolitik yang
meningkat, perkembangan tersebut menyebabkan makin besarnya preferensi investor
global untuk memindahkan portofolionya ke AS. Indeks mata uang dolar AS naik tinggi
makin menambah tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia. Berbagai
perkembangan global ini memerlukan penguatan respons kebijakan dalam memitigasi
dampak rambatan global untuk tetap menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan
ekonomi di dalam negeri.

 Gambar 2 : Pertumbuhan PDB Dunia                            Gambar 3 : PMI Global




              Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2024, Bank Indonesia



3.2.   Tinjauan Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih rendah dari
prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024 sedikit di bawah
prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya permintaan domestik, baik konsumsi
maupun investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan
sedikit di bawah titik tengah kisaran 4,7–5,5%. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                        7
Page 27
diperkirakan juga cenderung lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Ekspor
diprakirakan lebih rendah sehubungan dengan melambatnya permintaan negara-
negara mitra dagang utama, kecuali AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah,
khususnya golongan menengah ke bawah sehubungan dengan belum kuatnya
ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang sama,
dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih besarnya kapasitas
produksi dalam memenuhi permintaan, baik domestik maupun ekspor. Bank Indonesia
memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai kisaran 4,7–5,5%,
sedikit lebih rendah dari kisaran prakiraan sebelumnya 4,8–5,6%. Dalam kaitan ini,
Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakannya untuk tetap menjaga
stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya
tersebut dilakukan melalui optimalisasi stimulus kebijakan makroprudensial dan
akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia dengan
kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Lebih dari itu, Bank Indonesia mendukung penuh
implementasi program-program Pemerintah dalam Asta Cita, termasuk untuk
ketahanan pangan, pembiayaan ekonomi, serta akselerasi ekonomi dan keuangan
digital.

        Gambar 4 : Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan
                                 Pengeluaran




              Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2024, Bank Indonesia



Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung ketahanan
eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2024 yang tercatat
2,2 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang
kuat, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja.
Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2024 tetap sehat dan diprakirakan
dalam kisaran defisit rendah 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Sementara itu,
tingginya ketidakpastian pasar keuangan global menurunkan aliran masuk modal asing
ke instrumen keuangan domestik dengan SBN dan SRBI masing-masing hanya
mencatat inflows 19 juta dolar AS dan 288 juta dolar AS pada awal tahun 2025 (hingga
13 Januari 2025). Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                       8
Page 28
tinggi sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau
6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas
standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, NPI pada 2025
diprakirakan tetap sehat seiring dengan surplus transaksi modal dan finansial yang
berlanjut dan defisit transaksi berjalan yang terjaga dalam kisaran defisit 0,5% sampai
dengan 1,3% dari PDB. Surplus neraca transaksi modal dan finansial didukung oleh
aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek
perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.

                       Gambar 5 : Neraca Pembayaran Indonesia




               Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2024, Bank Indonesia



Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang tinggi, didukung
oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada
Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya melemah sebesar 1,00% (ptp) dari level
nilai tukar akhir 2024. Perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga relatif
lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti rupee India, peso
Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 1,20%; 1,33%; dan
1,92%. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat terhadap mata uang kelompok
negara maju di luar dolar AS, dan stabil terhadap mata uang kelompok negara
berkembang. Perkembangan tersebut sejalan dengan kebijakan stabilisasi Bank
Indonesia serta didukung oleh aliran masuk modal asing yang masih berlanjut, imbal
hasil instrumen keuangan domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia
yang tetap baik. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen
Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi
yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Seluruh
instrumen moneter akan terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi
moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk
memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi portofolio
asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                          9
Page 29
                        Gambar 6 : Rupiah vs Negara Kawasan




              Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan VI 2024, Bank Indonesia

Inflasi

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya 2,5±1%,
sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy). Perkembangan ini
dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan
konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan
ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu, kelompok volatile
food (VF) mencatat inflasi 0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan
seiring berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID
melalui GNPIP.

                            Gambar 7 : Inflasi IHK Provinsi




              Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan VI 2024, Bank Indonesia




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                      10
Page 30
Secara spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran
inflasi nasional. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam
sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar
dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons
permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan
stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya
digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi
Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen
memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026
terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung upaya turut mendorong
pertumbuhan ekonomi.


3.5.   Analisis Industri Sanitari

Industri sanitari, terutama kloset masih sangat menjanjikan karena permintaan properti
yang masih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Kontribusi industri properti sebagai
salah satu sektor unggulan untuk menggerakkan perekonomian Indonesia terhadap PDB
pada triwulan kedua 2023 tercatat sebesar 9,43% untuk sektor konstruksi dan 2,40%
untuk sektor real estate. Industri properti juga turut memberikan multiplier effect bagi
industri pendukung serta mempengaruhi perkembangan sektor keuangan sekaligus
menyerap tenaga kerja secara signifikan.

Meski sektor real estate pada triwulan kedua 2023 masih menunjukkan penurunan
sebesar 12,30% (yoy), namun penjualan rumah berukuran besar mengalami
peningkatan sebesar 15,11% (yoy). Dari sisi permintaan, Indeks Permintaan Properti
Komersial kategori sewa tumbuh sebesar 5,87% (yoy) dan Indeks Permintaan Properti
Komersial kategori penjualan meningkat 0,36% (yoy) pada triwulan kedua 2023.
Peningkatan indeks permintaan ini dapat menimbulkan momentum positif dalam
industri properti komersial, termasuk berpotensi meningkatkan aktivitas dan penjualan
properti di Indonesia secara keseluruhan.

Selain itu, saat ini angka backlog perumahan mencapai 9,9 juta keluarga yang belum
memiliki rumah. Kemudian, setiap tahun diperkirakan sebanyak 700 ribu - 800 ribu
keluarga baru yang tentunya juga membutuhkan hunian. Di sisi lain, bila mengacu pada
dokumen visi dan misi para calon presiden dan wakil presiden periode 2024-2029
terlihat bahwa mereka memiliki komitmen tinggi terkait penyediaan perumahan dan
hunian yang layak. Berdasarkan pada dokumen visi dan misi para calon presiden dan
wakil presiden periode 2024-2029, setidaknya sebanyak 2 juta rumah yang diperkirakan
akan dibangun setiap tahunnya oleh pemerintahan baru mendatang, atau dua kali lipat
dibanding program sejuta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

Dengan demikian, industri sanitari masih menjanjikan karena seiring dengan
meningkatnya kebutuhan akan properti, baik berupa properti komersial maupun
residensial akan meningkatkan kebutuhan akan produk-produk sanitari.

Sumber:
•  https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/5385/menko-airlangga-indonesia-telah-menjadi-
   tujuan-investasi-properti-terbaik-di-dunia
• https://www.cnbcindonesia.com/opini/20240131115052-14-510443/prospek-properti-2024-
   potensi-pertumbuhan-dan-tantangannya




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                           11
Page 31
3.6.    Prospek Usaha

Memasuki tahun 2025, masih terdapat ketidak pastian dan risiko, fragmentasi geopolitik
kemungkinan besar masih akan berlanjut, dan kondisi perekonomian global
diperkirakan masih akan terhambat. Di sisi lain, tampaknya kebijakan suku bunga tinggi
diperkirakan akan berubah dan tingkat inflasi akan terkendali. Di dalam negeri,
Indonesia terlihat tetap tangguh karena neraca pembayaran tetap solid dan mata uang
serta inflasi tetap terkendali. Bank Indonesia memperkirakan perekonomian Indonesia
akan tumbuh pada kisaran 4,7-5,5%. Sektor properti mungkin akan terus menghadapi
tantangan pada tahun 2024, karena tingginya suku bunga yang mungkin akan bertahan
selama beberapa waktu. Namun, pemerintah juga telah menunjukkan dukungannya
terhadap sektor properti dengan memberikan stimulus pajak bagi sektor tersebut untuk
memacu permintaan. Hal ini juga harus menjadi faktor positif bagi sektor ini dan pada
akhirnya penjualan proyek-proyek Perseroan.

Peluang dan prospek usaha Perseroan berkaitan dengan pertumbuhan perekonomian
Indonesia dan industri properti. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi Indonesia, maka
semakin besar pula daya beli konsumen terhadap perlengkapan kamar mandi. Dengan
komitmen yang kuat terhadap Tata Kelola Perusahaan yang Baik, analisa pasar yang
detail, dan kolaborasi yang erat dengan para pemangku kepentingan, Perseroan akan
mampu       menghadapi      ketidakpastian  perekonomian    bahkan    memanfaatkan
pertumbuhan ekonomi Indonesia. Prospek pertumbuhan industri properti dan
infrastruktur juga penting bagi Perseroan karena akan meningkatkan kebutuhan akan
produk-produk Perseroan. Perseroan akan mengembangkan produk-produk yang lebih
berkelanjutan dengan harga yang bervariasi, sehingga dapat mengikuti perkembangan
sektor ritel dan properti saat ini.

Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2024, Bank Indonesia



3.7.    Kesinambungan dan Potensi Nilai Pasar Produk

Dengan masih tingginya permintaan akan sektor properti khususnya rumah tinggal,
keinginan masyarakat untuk memiliki tempat tinggal yang layak, serta kesadaran
masyarakat akan sanitasi yang baik dan hidup yang higenis, maka Perseroan memiliki
peluang untuk meningkatkan penjualan produknya. Hal ini dikarenakan Perseroan
menjual produk-produk pelengkap rumah tinggal seperti peralatan kamar mandi dan
dapur. Selain itu, merek produk Perseroan juga sudah sangat dikenal oleh masyarakat
baik di dalam maupun di luar negri. Produk-produk Perseroan juga sudah dipercaya
memiliki kualitas yang baik dan tahan lama. Dengan strategi pemasaran dan inovasi
produk terus menerus, maka Perseroan diharapkan mampu mempertahankan
kinerjanya yang baik.


3.8.    Pesaing Usaha

Diantara pesaing usaha Perseroan, tidak ada pihak-pihak yang mendominasi. Peluang
yang dimiliki oleh Perseroan dan industri ini cukup besar, dipacu oleh potensi
pertumbuhan ekonomi Indonesia dan potensi pertumbuhan populasi kelas menengah
kedepannya.

Beberapa pesaing SPTO di Indonesia, antara lain:




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                      12
Page 32
PT American Standard Indonesia

Telah memulai usaha selama 140 tahun, dengan merek American Standard antara lain
produk kloset, keran, bathup, wastafel dan aksesori lainnya; merupakan pesaing yang
memiliki produk serupa bagi Perseroan.

PT Inax International

Perusahaan saniter yang berlokasi di Semarang ini, memulai usahanya sejak tahun
1982. Merupakan salah satu pesaing Perseroan yang menjual produk merek INA,
dengan ragam berupa INA Sanitary, INA Home and Living dan Ina Sanitary Fittings.

PT Kohler Indonesia

Didirikan dengan nama Kohler Co pada tahun 1873, menyediakan produk dan layanan
untuk rumah berupa kloset, keran dapur dan kamar mandi, bathup, wastafel dan
aksesori lainnya dengan merek Kohler.

PT Grohe Indonesia.

Perusahaan yang berasal dari Jerman ini merupakan penyedia peralatan saniter dengan
merek Grohe berupa kloset, keran dapur dan kamar mandi, bathup, wastafel dan
aksesori lainnya.


3.9.     Target Pasar

Strategi Perseroan dalam memperoleh pelanggan, dilaksanakan melalui tim pemasaran
dan tim penjualan. Guna menunjang pemasaran, Perseroan juga telah memiliki
sejumlah Showroom atau Ruang Pamer, di antaranya terletak di Jakarta (Panglima
Polim, Pinangsia, IDD PIK 2, Slipi) dan Surabaya (Gubernur Suryo).

Perseroan menjual produk Perseroan melalui jaringan distributor tunggal dan agen di
Indonesia, yang pada gilirannya menjual dan mendistribusikan produk Perseroan ke
agen dan pengguna akhir lainnya. Agen Perseroan meliputi toko-toko tradisional dan
gerai ritel modern. Perseroan juga menjual sebagian produk Perseroan langsung kepada
pelanggan proyek yang terdiri dari pengembang properti yang terlibat dalam proyek
pengembangan yang mereka gunakan untuk produk kamar mandi.

Perseroan menjual semua jenis produk yang berhubungan dengan kamar mandi di
seluruh Indonesia, terutama dengan merek TOTO. Produk terkait kamar mandi
Perseroan terdiri dari barang saniter dan fitting.


3.10. Strategi Pemasaran

Tujuan utama Perseroan adalah untuk memperluas jejak Perseroan sebagai agen
eksklusif untuk TOTO Jepang, yang mencakup seluruh nusantara Indonesia, dengan
berfokus pada strategi utama yang ditetapkan di bawah ini:
1.     Perseroan bermaksud untuk terus memperluas fasilitas manufaktur yang baru
       dibangun di Surabaya untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas
       jangkauan   geografis,  memperluas jangkauan     produk   Perseroan,  dan
       mengoptimalkan biaya Perseroan.




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                    13
Page 33
2.   Perseroan terus melatih dan memotivasi tim penjualan Perseroan dan memperkuat
     saluran distribusi Perseroan untuk mendorong pertumbuhan penjualan. Perseroan
     percaya bahwa memiliki tim penjualan dan strategi penjualan yang kuat sangat
     penting bagi bisnis Perseroan.
3.   Perseroan bermaksud mempertahankan penjualan yang kuat dengan distributor
     tunggal dan diler, serta pelanggan proyek Perseroan
4.   Perseroan bermaksud menawarkan produk pelengkap untuk memberikan solusi ‘all-
     in-one’ dan keterpaparan terbalik terhadap pasar produk non-tradisional
5.   Strategi pemasaran diperintahkan dan didukung oleh pemasok Perseroan. PT Surya
     Toto Indonesia Tbk pada umumnya mendorong inisiatif pencitraan merek dan iklan
     yang terkait dengan produk merek TOTO, termasuk, misalnya, segmen pasar mana
     yang harus ditargetkan dengan lini produk dan keputusan tertentu tentang saluran
     iklan dan skema warna. Untuk produk non-TOTO, umumnya Perseroan mengikuti
     strategi pemasaran masing-masing pemasok.




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                     14
Page 34
 4. KAJIAN KELAYAKAN TEKNIS


4.1.   Jangkauan Pemasaran

Perseroan memiliki 11 distributor tunggal yang mencakup 14 kota besar dan sekitarnya
di luar Jakarta dan Surabaya dan lebih dari 100 agen di Jakarta dan Surabaya.

Dengan adanya penambahan usaha, jangkauan pemasaran SPTO bisa semakin luas ke
seluruh Indonesia, yang terdapat jaringan internet, karena rencana penambahan KBLI
ini membuat Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui internet (termasuk di
website sendiri), media massa, dan sejenisnya. Sehingga, dengan penambahan KBLI,
tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional Perseroan, namun ke
depannya dapat memperluas jangkauan pemasaran.


4.2.   Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, dan Ahli Professional

Guna memenuhi kebutuhan Perseroan dan menempatkan keterampilan serta keahlian
yang dimiliki SDM ke dalam posisi yang sesuai, Perseroan senantiasa memperbarui dan
mengevaluasi kebijakan pengelolaan SDM. Langkah pemberdayaan SDM tersebut
diharapkan pada akhirnya dapat memperkuat fondasi bisnis di masa depan. Sepanjang
tahun 2024, Perseroan telah menjalankan komitmen pengembangan SDM melalui
pemberian akses dan pengikutsertaan karyawan dalam program pelatihan dan
pengembangan kompetensi. Perseroan mengadakan program-program pelatihan dan
pengembangan SDM didasarkan pada standar kompetensi yang dibutuhkan guna
mendukung kapabilitas dan pertumbuhan perusahaan.

Dalam rangka menyesuaikan dengan kebutuhan organisasi serta mengoptimalkan
kinerja Perseroan sesuai rencana bisnis yang telah ditetapkan bersama, Perseroan
melakukan program rekrutmen karyawan. Proses rekrutmen sendiri dilaksanakan
dengan mengedepankan prinsip keadilan, kewajaran serta transparansi melalui
sejumlah tahapan seleksi yang telah ditentukan. Perseroan berkomitmen untuk selalu
mempertimbangkan kompetensi dan kualitas yang dimiliki setiap individu tanpa
membedakan antara ras, agama, suku, dan jenis kelamin.

Dengan adanya penambahan usaha, tidak ada perubahan terkait tenaga kerja maupun
tenaga ahli professional Perseroan, karena rencana penambahan KBLI hanya untuk
penyesuaian legalitas atas KBLI yang dimiliki oleh Perseroan saat ini agar Perseroan
dapat menjual produk-produknya melalui internet (termasuk di website sendiri), media
massa, dan sejenisnya. Sehingga, dengan penambahan KBLI, tidak menimbulkan
perubahan atas kegiatan operasional perseroan ke depannya.


4.3.   Proses Distribusi dan Penjualan

Perseroan membuat Purchase Order (PO) kepada pabrik secara rutin setiap bulan.
Logistik dari pabrik merupakan tanggung jawab Perseroan, sehingga Perseroan
melakukan pengambilan barang dengan truk dari pabrik ke gudang Perseroan.
Selanjutnya, atas PO yang diterima oleh Perseroan dari distributor dan agen yang
merupakan pelanggan Perseroan, Perseroan melakukan pengiriman barang dalam




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                    15
Page 35
waktu 2 sampai 3 hari.

Pengiriman dari gudang Perseroan akan ditanggung oleh Perseroan sampai ke gudang
pelanggan (titik bongkar). Perseroan mengangkut produk jadi Perseroan kepada
pelanggan Perseroan dengan menggunakan kemampuan pengiriman secara langsung
atau perusahaan pengiriman pihak ketiga Perseroan.

Perseroan menggunakan armada kendaraan Perseroan di Jakarta dan di Surabaya untuk
pengiriman ke pelanggan Perseroan di wilayah Jakarta dan Surabaya yang lebih besar.

Perseroan melakukan alih daya pengiriman atau pengiriman yang lebih besar ke luar
wilayah Jabodetabek dan Surabaya. Perseroan memiliki sekitar sepuluh penyedia
logistik yang Perseroan gunakan secara teratur, dan Perseroan memilih layanan mereka
berdasarkan jangkauan geografis dan kemampuan mereka untuk memberikan harga
yang kompetitif.

Dengan adanya penambahan usaha, tidak ada perubahan terkait proses distribusi
Perseroan, karena rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas
KBLI yang dimiliki oleh Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual produk-
produknya melalui internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya.
Sehingga, dengan penambahan KBLI, tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan
operasional perseroan ke depannya.




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                      16
Page 36
    5. KAJIAN KELAYAKAN POLA BISNIS


5.1.     Keunggulan Kompetitif

Perseroan percaya bahwa kekuatan berikut memberi Perseroan keunggulan kompetitif
di pasar Perseroan:

1.     Perseroan adalah distributor terbesar produk saniter bermerek dan fitting di
       Indonesia yang menjual langsung kepada pengembang properti besar seperti Grup
       Agung Podomoro dan Grup Ciputra.
2.     Perseroan memiliki posisi yang baik untuk mendapatkan keuntungan dari
       pertumbuhan makroekonomi Indonesia yang terus berlanjut.
3.     Perseroan memiliki jaringan distribusi nasional yang mapan.
4.     Kekuatan merek TOTO dan hubungan TOTO dengan para pendiri sejak 1968.
5.     Perseroan menghasilkan laba bersih dan margin keuntungan yang stabil.
6.     Tim manajemen Perseroan memiliki banyak pengalaman dalam menjalankan
       Perusahaan.


5.2.     Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk

Perseroan dipercaya untuk memasarkan seluruh hasil produksi TOTO. Perseroan
merupakan perusahaan swasta nasional yang telah mempunyai pengalaman pemasaran
barang-barang saniter lebih dari 50 tahun lamanya. Sarana yang dimiliki Perseroan,
seperti staf pemasaran yang berpengalaman, pergudangan dan armada pengangkutan
yang sangat memadai, ditambah dengan 11 agen penjualan yang didukung oleh lebih
dari 100 penyalur lokal di seluruh kota besar masing-masing provinsi merupakan
jaminan bagi perkembangan Perseroan untuk masa kini maupun mendatang.


5.3.     Kemampuan untuk Menciptakan Nilai

Nilai tambah dari produk yang dijual oleh Perseroan adalah kualitas yang baik dari
produk-produk TOTO seperti body dari produk-produknya yang dibuat dari bahan baku
kuningan dengan kualitas tinggi, design elegan yang mendapat pengujian dan
persetujuan dari TOTO Jepang, serta kualitas produk yang lebih tahan korosif dengan
teknologi Plating yang memiliki ketebalan lapisan Plating yang melebihi standar industri
pada Nikel dan Krom-nya, juga aman digunakan untuk air minum.

Ditambah lagi dengan menjadi distribusi Tunggal merk seperti Villeroy & Boch dan
Stiebel Eltron, kami menghadirkan standar baru dalam kualitas, desain, dan teknologi
Eropa ke pasar Indonesia.

•      Villeroy & Boch telah berdiri sejak 1748, menjadikannya salah satu pelopor keramik
       dan sanitasi premium dunia dengan warisan desain Eropa klasik dan modern.
•      Stiebel Eltron, berdiri sejak 1924, adalah pelopor teknologi pemanas air dan solusi
       energi terbarukan yang telah dipercaya secara global.




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                          17
Page 37
    6. KAJIAN KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN


6.1.     Ketersediaan Tenaga Kerja

Per 31 Desember 2024, tenaga kerja Perseroan berjumlah sebanyak 1.570 orang.
Seluruh karyawan-karyawati bagian produksi adalah minimal lulusan Sekolah Lanjutan
Tingkat Atas (SLTA) serta telah mendapat pelatihan menyeluruh dalam hal pembuatan
produk. Perseroan menyadari bahwa sumber daya manusia (SDM) sangat penting bagi
perkembangan dan keberhasilan Perseroan.

Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka tidak ada perubahan pada
ketersediaan tenaga kerja Perseroan karena Perseroan telah memiliki divisi e-commerce
dan rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas KBLI yang
dimiliki oleh Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui
internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya. Sehingga, dengan
penambahan KBLI, tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional perseroan
ke depannya.


6.2.     Manajemen kekayaan Intelektual

Perseroan tidak memiliki HAKI. HAKI adalah milik perusahaan yang menciptakan
produk-produk yang dijual oleh Perseroan.


6.3.     Manajemen Risiko

Dalam melakukan kegiatan usahanya, Perseroan menanggung beberapa risiko. Berikut
risiko dan upaya Perseroan dalam memitigasi atau mengatasi risiko-risiko tersebut :

•      Risiko tingkat suku bunga

Risiko tingkat suku bunga terjadi akibat fluktuasi nilai wajar atau arus kas masa depan
dari instrumen keuangan yang disebabkan oleh perubahan suku bunga pasar. Risiko ini
terutama berpengaruh pada kewajiban utang jangka pendek dan jangka panjang
Perseroan yang menggunakan suku bunga mengambang. Sebagai langkah mitigasi,
Perseroan secara aktif memantau tren suku bunga pasar dan ekspektasi ekonomi,
sehingga dapat mengambil keputusan strategis yang tepat waktu dan menguntungkan.
Saat ini, manajemen belum mempertimbangkan perlunya melakukan perjanjian swap
suku bunga.

•      Risiko mata uang asing

Risiko nilai tukar mata uang muncul akibat fluktuasi nilai wajar atau arus kas masa
depan dari instrumen keuangan yang dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar mata uang
asing. Perseroan menghadapi risiko ini terutama dari aset dan liabilitas moneter bersih
yang tidak menggunakan mata uang fungsional Perseroan. Untuk mengelola risiko ini,
Perseroan secara ketat memantau pergerakan nilai tukar mata uang asing dan kondisi
pasar guna mengambil langkah strategis yang tepat waktu, sehingga dapat




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                       18
Page 38
meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan.

•      Risiko kredit

Risiko kredit merupakan potensi kerugian keuangan akibat kegagalan pihak ketiga
dalam memenuhi kewajibannya berdasarkan instrumen keuangan atau kontrak
pelanggan. Perseroan tidak memiliki konsentrasi risiko kredit yang signifikan, karena
hanya menjalin hubungan bisnis dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi baik dan
kredibel. Untuk mengurangi risiko ini, Perseroan menerapkan kebijakan verifikasi kredit
yang ketat bagi seluruh pelanggan yang melakukan transaksi kredit. Selain itu, jumlah
piutang dipantau secara berkelanjutan guna meminimalkan risiko penurunan nilai
piutang



6.4.      Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

Perseroan berkeyakinan bahwa untuk mencapai target bisnis, diperlukan pemenuhan
kebutuhan sumber daya manusia secara efektif. Oleh karenanya, Perseroan berupaya
untuk terus melaksanakan serta memperbaharui program-program pendukung
pengembangan kualitas SDM sebagai bentuk kesinambungan regenerasi. Salah satu
unsur penting dalam membangun sumber daya manusia yang mengedepankan daya
saing dan mendukung pertumbuhan Perseroan, adalah melalui proses rekrutmen,
seleksi, pelatihan dan pengembangan kompetensi. Serangkaian proses dilakukan
sebelum pemilihan kandidat sesuai dengan kebutuhan Perusahaan. Sebagai bagian dari
upaya untuk mendukung program pengembangan kompetensi dan keterampilan,
Perseroan juga terus berupaya menciptakan iklim kerja yang kondusif, dinamis, serta
mendukung terciptanya kesejahteraan bagi para karyawan. Suasana kerja yang baik
dapat mendorong rasa kepemilikan atau sense of belonging di dalam pribadi setiap
anggota Perseroan

Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka tidak ada perubahan pada
Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perseroan karena rencana penambahan KBLI
hanya untuk penyesuaian legalitas atas KBLI yang dimiliki oleh Perseroan saat ini agar
Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui internet (termasuk di website
sendiri), media massa, dan sejenisnya. Sehingga, dengan penambahan KBLI, tidak
menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional perseroan kedepannya.


6.5.      Struktur Organisasi

Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka tidak ada perubahan pada struktur
organisasi Perseroan karena rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian
legalitas atas KBLI yang dimiliki oleh Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual
produk-produknya melalui internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan
sejenisnya. Penjualan online akan digabung dengan divisi e-commerce.




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                       19
Page 39
 7. KAJIAN KELAYAKAN KEUANGAN


7.1.     Proforma Laporan                  Keuangan         Sebelum          dan     Setelah        Penambahan
         Kegiatan Usaha

Berikut ini adalah gambaran laba rugi dan posisi keuangan Perseroan sebelum dan
setelah Penambahan Kegiatan Usaha. Laba rugi dan posisi keuangan sebelum
penambahan KBLI adalah laporan per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra sedangkan posisi keuangan dan laba
rugi setelah perubahan adalah proforma posisi keuangan Perseroan, yang disiapkan oleh
manajemen.


    Tabel 7 : Laporan Laba Rugi Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                           Per 31 Desember 2024
 Keterangan                                         Sebelum Penambahan                             Setelah Penambahan
                                                           KBLI                Penyesuaian                 KBLI

 PENDAPATAN NETO                                     2.915.244.767.837                       -     2.915.244.767.837

 BEBAN POKOK PENDAPATAN                             (2.071.370.832.529)                      -     (2.071.370.832.529)

 LABA BRUTO                                           843.873.935.308                        -       843.873.935.308

 BEBAN USAHA
 Penjualan                                             (261.386.582.813)           (350.000.000)      (261.736.582.813)
 Umum dan administrasi                                 (210.053.018.104)                    -         (210.053.018.104)
 Total beban usaha                                     (471.439.600.917)           (350.000.000)      (471.789.600.917)

 LABA USAHA                                           372.434.334.391            (350.000.000)       372.084.334.391

 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
  Pendapatan bunga                                       22.963.596.569                      -         22.963.596.569
  Kenaikan (penurunan) dari perubahan nilai wajar
                                                           (612.338.154)                     -            (612.338.154)
  properti investasi
  Keuntungan penjualan aset tetap                        (3.062.399.065)                     -          (3.062.399.065)
  Keuntungan neto penurunan nilai piutang usaha             789.984.150                      -             789.984.150
  Laba (rugi) selisih kurs - neto                            92.146.860                      -              92.146.860
  Beban bank                                               (624.181.358)                     -            (624.181.358)
  Beban bunga aset hak guna                              (7.505.306.171)                     -          (7.505.306.171)
  Beban bunga atas pinjaman bank                        (11.444.002.353)                     -         (11.444.002.353)
  Beban bunga atas utang pembiayaan konsumen               (114.770.267)                     -            (114.770.267)
  Lain-lain - neto                                        5.047.886.718                      -           5.047.886.718
 Beban lain-lain - Neto                                   5.530.616.929                      -           5.530.616.929

 LABA SEBELUM PAJAK FINAL DAN PAJAK
                                                      377.964.951.320            (350.000.000)       377.614.951.320
 PENGHASILAN

  Beban pajak final                                      (8.047.831.637)                     -          (8.047.831.637)

 LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN                   369.917.119.683            (350.000.000)      369.567.119.683

  Beban pajak penghasilan                               (55.156.861.759)                     -         (55.156.861.759)

 LABA NETO TAHUN BERJALAN                             314.760.257.924            (350.000.000)       314.410.257.924




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                                                       20
Page 40
   Tabel 8 : Laporan Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan

                                                                           Per 31 Desember 2024
   Keterangan                                        Sebelum Penambahan                              Setelah Penambahan
                                                            KBLI               Penyesuaian                   KBLI

   ASET LANCAR
    Kas dan setara kas                                   242.908.046.665          (350.000.000)         242.558.046.665
    Piutang usaha
     Pihak ketiga - neto                                 587.702.251.499                         -      587.702.251.499
     Pihak berelasi                                           64.825.498                         -           64.825.498
    Piutang lain-lain
     Pihak ketiga - neto                                   3.988.761.872                   -              3.988.761.872
     Pihak berelasi                                          284.933.428                   -                284.933.428
    Persediaan - neto                                    559.525.136.785                   -            559.525.136.785
    Uang muka                                             14.306.937.428                   -             14.306.937.428
    Biaya dibayar di muka                                  2.531.038.645                   -              2.531.038.645
    Pajak dibayar di muka                                    183.711.201                   -                183.711.201
   TOTAL ASET LANCAR                                  1.411.495.643.021          (350.000.000)       1.411.145.643.021

   ASET TIDAK LANCAR
    Investasi pada Obligasi                              191.883.094.408                         -      191.883.094.408
    Aset hak guna                                         82.439.158.258                         -       82.439.158.258
    Taksiran tagihan pajak                                    62.664.704                         -           62.664.704
    Uang muka pembelian aset tetap dan
      properti investasi                                   8.840.878.601                         -        8.840.878.601
    Aset tetap                                         1.050.074.143.292                         -    1.050.074.143.292
    Properti investasi                                   646.106.227.866                         -      646.106.227.866
    Aset takberwujud                                       3.198.792.485                         -        3.198.792.485
    Aset pajak tangguhan                                  20.127.250.576                         -       20.127.250.576
    Aset tidak lancar lainnya                              1.365.828.454                         -        1.365.828.454
   TOTAL ASET TIDAK LANCAR                            2.004.098.038.644                          -   2.004.098.038.644

   TOTAL ASET                                         3.415.593.681.665          (350.000.000)       3.415.243.681.665

   LIABILITAS JANGKA PENDEK
    Utang bank jangka pendek                             66.194.000.000                          -       66.194.000.000
    Utang usaha
      Pihak ketiga                                        29.184.511.572                         -       29.184.511.572
      Pihak berelasi                                     494.198.095.483                         -      494.198.095.483
    Utang lain-lain
      Pihak ketiga                                        15.484.806.141                         -       15.484.806.141
      Pihak berelasi                                         181.533.325                         -          181.533.325
    Biaya yang masih harus dibayar                        16.341.948.498                         -       16.341.948.498
    Utang pajak                                           35.404.215.177                         -       35.404.215.177
    Uang muka dan jaminan dari pelanggan                 136.201.497.499                         -      136.201.497.499
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                 9.809.769.878                         -        9.809.769.878
    Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
    satu tahun:
      Utang pembiayaan konsumen                             674.258.627                          -          674.258.627
      Utang bank                                         17.958.427.684                          -       17.958.427.684
      Liabilitas sewa                                     3.842.582.005                          -        3.842.582.005
    Utang dividen
   TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK                       825.475.645.889                          -     825.475.645.889

   LIABILITAS JANGKA PANJANG
    Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian
    yang jatuh tempo dalam setahun:
      Utang pembiayaan konsumen                              444.095.184                         -          444.095.184
      Utang bank                                          99.605.713.836                         -       99.605.713.836
    Liabilitas sewa                                       86.001.542.960                         -       86.001.542.960
    Liabilitas imbalan kerja jangka panjang               40.219.903.621                         -       40.219.903.621
   TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG                      226.271.255.601                          -     226.271.255.601

   TOTAL LIABILITAS                                   1.051.746.901.490                      -       1.051.746.901.490

   EKUITAS
    Modal saham                                          270.000.000.000                    -           270.000.000.000
    Tambahan modal disetor                               704.485.563.169                    -           704.485.563.169
    Cadangan umum                                          5.000.000.000                    -             5.000.000.000
    Saldo laba                                           654.530.163.687          (350.000.000)         654.180.163.687
    Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada:
     Pemilik entitas induk                             1.634.015.726.856          (350.000.000)        1.633.665.726.856
     Kepentingan non-pengendali                          729.831.053.319                    -            729.831.053.319

   TOTAL EKUITAS                                      2.363.846.780.175          (350.000.000)       2.363.496.780.175

   TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                       3.415.593.681.665          (350.000.000)       3.415.243.681.665




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                                                              21
Page 41
Sebagaimana diperlihatkan pada tabel di atas, terdapat perubahan antara laba rugi dan
posisi keuangan Perseroan sebelum dan setelah dilakukannya penambahan KBLI.
Perubahan terjadi akibat adanya biaya implementasi website yang diestimasikan
sebesar Rp350.000.000. Dengan mengabaikan dampak pajak yang timbul atasnya,
maka perubahan-perubahan terdapat pada akun:

• Pada laporan laba rugi, setelah penambahan KBLI maka beban penjualan bertambah
  sebesar Rp350 juta sehingga laba Perseroan berkurang sebesar Rp350 juta.
• Pada posisi keuangan, setelah penambahan KBLI maka kas dan setara kas dan saldo
  laba Perseroan berkurang masing-masing sebesar Rp350 juta.


7.2.         Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

Proyeksi laporan keuangan telah dipersiapkan oleh manajemen Perseroan dengan
asumsi-asumsi yang menurut Penilai cukup wajar sebagai berikut:

                  Tabel 9 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Dengan Penambahan KBLI

Keterangan                                                                  DENGAN PENAMBAHAN KBLI
                                           2025                  2026                2027                    2028                  2029
PENDAPATAN NETO                      3.094.193.934.647     3.373.475.654.335     3.678.422.439.537     4.011.424.539.459     4.375.097.385.731

BEBAN POKOK PENDAPATAN              (2.173.744.015.724) (2.367.066.200.453) (2.566.350.449.369) (2.785.527.314.986) (2.934.726.471.019)

LABA BRUTO                            920.449.918.923      1.006.409.453.882     1.112.071.990.168     1.225.897.224.473     1.440.370.914.711

BEBAN USAHA
 Penjualan                             (260.723.641.472)     (284.485.333.455)     (310.437.490.558)     (338.784.320.258)     (369.749.274.267)
 Umum dan administrasi                 (202.804.021.847)     (222.025.121.691)     (240.904.274.456)     (261.073.105.617)     (283.050.492.309)
 Depreciation - Fixed Assets            (22.665.263.545)      (29.298.526.723)      (30.963.453.059)      (34.661.625.712)     (125.052.023.604)
Total beban usaha                      (486.192.926.864)     (535.808.981.869)     (582.305.218.073)     (634.519.051.587)     (777.851.790.180)

LABA USAHA                            434.256.992.059       470.600.472.013       529.766.772.096       591.378.172.886       662.519.124.531

Penghasilan (beban) lain-lain           (25.801.947.075)      (33.131.671.543)      (29.595.298.821)      (20.616.337.771)      (12.176.943.337)

LABA SEBELUM PAJAK                    408.455.044.984       437.468.800.470       500.171.473.275       570.761.835.115       650.342.181.195

Manfaat (beban) pajak penghasilan       (76.817.063.963)      (84.806.427.994)      (93.893.602.740)     (103.537.322.968)     (119.645.321.300)

LABA NETO TAHUN BERJALAN              331.637.981.021       352.662.372.475       406.277.870.535       467.224.512.147       530.696.859.895




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                                                                               22
Page 42
          Tabel 10 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan Penambahan KBLI

                                                                                 DENGAN PENAMBAHAN KBLI
Keterangan
                                                 2025                 2026                2027                  2028                 2029

ASET LANCAR
 Kas dan setara kas                           411.442.424.095      662.732.510.663      633.298.577.686      688.907.541.391      770.573.891.259
 Piutang usaha                                609.494.897.382      665.040.715.723      725.706.819.044      791.970.531.054      864.354.156.105
 Piutang lain-lain
  Pihak ketiga                                  2.770.681.901        2.770.681.901        2.770.681.901        2.770.681.901        2.770.681.901
 Persediaan                                   595.772.955.984      662.200.826.314      724.206.947.398      790.010.636.789      864.129.123.497
 Uang muka                                     14.306.937.428       14.306.937.428       14.306.937.428       14.306.937.428       14.306.937.428
 Biaya dibayar di muka                            880.664.789          880.664.789          880.664.789          880.664.789          880.664.789
 Aset lancar lainnya                              809.561.160          809.561.160          809.561.160          809.561.160          809.561.160
TOTAL ASET LANCAR                          1.635.478.122.739    2.008.741.897.978    2.101.980.189.405    2.289.656.554.513    2.517.825.016.139

ASET TIDAK LANCAR
 Aset tetap                                   969.025.623.137      924.819.779.808    1.017.699.010.142    1.006.880.067.824      995.328.044.219
 Aset hak guna                                118.789.344.020      118.789.344.020      118.789.344.020      118.789.344.020      118.789.344.020
 Properti investasi                           842.890.407.661      842.890.407.661      842.890.407.661      842.890.407.661      842.890.407.661
 Aset pajak tangguhan                          20.127.250.576       20.127.250.576       20.127.250.576       20.127.250.576       20.127.250.576
 Aset tidak lancar lainnya                    237.454.545.925      242.627.697.194      247.614.272.829      252.507.560.646      255.354.204.555
TOTAL ASET TIDAK LANCAR                    2.188.287.171.319    2.149.254.479.258    2.247.120.285.228    2.241.194.630.726    2.232.489.251.031

TOTAL ASET                                 3.823.765.294.058    4.157.996.377.236    4.349.100.474.633    4.530.851.185.239    4.750.314.267.170

LIABILITAS JANGKA PENDEK
 Utang usaha                                  493.977.505.709      526.942.330.317      568.916.586.702      619.130.493.286      673.816.013.391
 Utang lain-lain                               15.310.380.746       15.310.380.746       15.310.380.746       15.310.380.746       15.310.380.746
 Biaya yang masih harus dibayar                12.674.057.568       12.674.057.568       12.674.057.568       12.674.057.568       12.674.057.568
 Utang pajak                                   23.972.183.956       23.972.183.956       23.972.183.956       23.972.183.956       23.972.183.956
 Utang bank jangka pendek                      66.194.000.000       66.194.000.000       66.194.000.000       66.194.000.000       66.194.000.000
 Uang muka dan jaminan dari pelanggan         136.201.497.499      136.201.497.499      136.201.497.499      136.201.497.499      136.201.497.499
 Utang jangka panjang yang jatuh tempo
 dalam satu tahun:
  Utang bank                                  17.958.427.684       17.958.427.684       17.958.427.684       17.958.427.684       17.958.427.684
  Liabilitas sewa                              3.842.582.005        3.842.582.005        3.842.582.005        3.842.582.005        3.842.582.005
  Pembiayaan konsumen                            674.258.627          674.258.627          674.258.627          674.258.627          674.258.627
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK              770.804.893.794      803.769.718.402      845.743.974.787      895.957.881.371      950.643.401.476

LIABILITAS JANGKA PANJANG
 Utang jangka panjang setelah dikurangi
 bagian yang jatuh tempo dalam setahun:
   Utang bank                                266.355.101.664      416.355.101.664      416.355.101.664      366.355.101.664      316.355.101.664
   Liabilitas sewa                            82.403.850.674       82.403.850.674       82.403.850.674       82.403.850.674       82.403.850.674
   Pembiayaan konsumen                         1.522.523.706        1.522.523.706        1.522.523.706        1.522.523.706        1.522.523.706
 Liabilitas imbalan kerja jangka panjang      37.896.597.908       37.896.597.908       37.896.597.908       37.896.597.908       37.896.597.908
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG             388.178.073.952      538.178.073.952      538.178.073.952      488.178.073.952      438.178.073.952

TOTAL LIABILITAS                           1.158.982.967.746    1.341.947.792.354    1.383.922.048.739    1.384.135.955.323    1.388.821.475.428

EKUITAS
 Modal saham                                  974.485.563.169      974.485.563.169      974.485.563.169      974.485.563.169      974.485.563.169
 Saldo laba ditahan                           942.438.802.845    1.088.281.528.979    1.224.911.826.522    1.384.439.588.049    1.567.677.397.312
 Kepentingan non-pengendali                   747.857.960.298      753.281.492.734      765.781.036.203      787.790.078.698      819.329.831.262
TOTAL EKUITAS                              2.664.782.326.312    2.816.048.584.882    2.965.178.425.894    3.146.715.229.917    3.361.492.791.743

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS               3.823.765.294.058    4.157.996.377.236    4.349.100.474.633    4.530.851.185.239    4.750.314.267.170




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                                                                                 23
Page 43
                  Tabel 11 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan Penambahan KBLI

                                                                                                         DENGAN PENAMBAHAN KBLI
Keterangan
                                                                     2025                    2026                 2027                     2028                    2029

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
 Penerimaan dari pelanggan                                       3.014.632.116.805       3.272.820.100.520     3.571.329.792.424       3.897.378.883.184       4.253.536.688.825
 Pembayaran kepada pemasok, karyawan dan operasional            (2.553.689.913.303)     (2.781.095.994.672)   (2.999.158.869.290)     (3.260.997.615.620)     (3.553.186.537.276)
 Penerimaan bunga                                                    7.730.628.608          12.082.273.295        18.637.142.504          24.170.061.888          28.451.956.322
 Pembayaran bunga                                                  (19.519.926.024)        (31.201.295.179)      (34.219.791.667)        (30.773.750.000)        (26.616.250.000)
 Pembayaran pajak penghasilan badan                                (76.817.063.963)        (84.806.427.994)      (93.893.602.740)       (103.537.322.968)       (119.645.321.300)
Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi                   372.335.842.123         387.798.655.969       462.694.671.232         526.240.256.485         582.540.536.572

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
 Penerimaan (Perolehan) aset                                     (112.746.302.539)        (62.373.151.269)     (212.186.575.635)       (112.093.287.817)       (112.046.643.909)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi               (112.746.302.539)        (62.373.151.269)     (212.186.575.635)       (112.093.287.817)       (112.046.643.909)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
 Penerimaan (pembayaran) atas utang bank jangka pendek            100.000.000.000         150.000.000.000                   -           (50.000.000.000)        (50.000.000.000)
 Pembayaran Dividen                                              (190.705.162.155)       (224.135.418.132)     (279.942.028.575)       (308.538.004.962)       (338.827.542.795)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                (90.705.162.155)        (74.135.418.132)     (279.942.028.575)       (358.538.004.962)       (388.827.542.795)

KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS                          168.884.377.430         251.290.086.568       (29.433.932.977)         55.608.963.705          81.666.349.868
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                               242.558.046.665         411.442.424.095       662.732.510.663         633.298.577.686         688.907.541.391
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                              411.442.424.095         662.732.510.663       633.298.577.686         688.907.541.391         770.573.891.259




                  Tabel 12 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Penambahan KBLI

Keterangan                                                                                          TANPA PENAMBAHAN KBLI
                                                         2025                         2026                   2027                       2028                      2029
PENDAPATAN NETO                                3.090.544.632.498            3.369.481.119.286          3.674.049.638.873       4.006.637.246.925            4.369.855.869.917

BEBAN POKOK PENDAPATAN                       (2.171.034.827.345) (2.364.101.786.583) (2.563.106.483.843) (2.781.977.128.067) (2.930.840.821.430)

LABA BRUTO                                      919.509.805.153             1.005.379.332.702         1.110.943.155.030       1.224.660.118.859             1.439.015.048.487

BEBAN USAHA
 Penjualan                                       (260.411.724.764)            (284.143.908.665)          (310.063.734.281)          (338.375.136.128)         (369.301.266.323)
 Umum dan administrasi                           (202.804.021.847)            (222.025.121.691)          (240.904.274.456)          (261.073.105.617)         (283.050.492.309)
 Depreciation - Fixed Assets                      (22.665.263.545)             (29.298.526.723)           (30.963.453.059)           (34.661.625.712)         (125.052.023.604)
Total beban usaha                                (485.881.010.157)            (535.467.557.079)          (581.931.461.795)          (634.109.867.457)         (777.403.782.235)

LABA USAHA                                      433.628.794.996              469.911.775.623            529.011.693.235         590.550.251.401              661.611.266.252

Penghasilan (beban) lain-lain                       (25.801.947.075)           (33.131.671.543)            (29.555.087.029)          (20.586.294.516)          (12.153.423.385)

LABA SEBELUM PAJAK                              407.826.847.921              436.780.104.080            499.456.606.206         569.963.956.885              649.457.842.867

Manfaat (beban) pajak penghasilan                   (76.698.962.915)           (84.676.953.073)            (93.759.207.731)         (103.387.321.861)         (119.479.065.694)

LABA NETO TAHUN BERJALAN                        331.127.885.006              352.103.151.007            405.697.398.475         466.576.635.024              529.978.777.173




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                                                                                                                24
Page 44
             Tabel 13 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan KBLI

                                                                                                    TANPA PENAMBAHAN KBLI
Keterangan
                                                         2025                         2026                   2027                      2028                      2029

ASET LANCAR
 Kas dan setara kas                                 411.534.814.456            662.600.763.522           632.998.216.771            688.403.433.849           769.845.358.283
 Piutang usaha                                      609.342.843.126            664.874.276.762           725.524.619.016            791.771.060.532           864.135.759.612
 Piutang lain-lain
  Pihak ketiga                                     2.770.681.901                 2.770.681.901             2.770.681.901           2.770.681.901                2.770.681.901
 Persediaan                                      595.122.750.774               661.489.366.986           723.428.395.671         789.158.591.929              863.196.567.596
 Uang muka                                        14.306.937.428                14.306.937.428            14.306.937.428          14.306.937.428               14.306.937.428
 Biaya dibayar di muka                               880.664.789                   880.664.789               880.664.789             880.664.789                  880.664.789
 Aset lancar lainnya                                 809.561.160                   809.561.160               809.561.160             809.561.160                  809.561.160
TOTAL ASET LANCAR                             1.634.768.253.633             2.007.732.252.548         2.100.719.076.737       2.288.100.931.587            2.515.945.530.770

ASET TIDAK LANCAR
 Aset tetap                                      969.025.623.137               924.819.779.808         1.017.699.010.142       1.006.880.067.824              995.328.044.219
 Aset hak guna                                   118.789.344.020               118.789.344.020           118.789.344.020         118.789.344.020              118.789.344.020
 Properti investasi                              842.890.407.661               842.890.407.661           842.890.407.661         842.890.407.661              842.890.407.661
 Aset pajak tangguhan                             20.127.250.576                20.127.250.576            20.127.250.576          20.127.250.576               20.127.250.576
 Aset tidak lancar lainnya                       237.454.545.925               242.627.697.194           247.614.272.829         252.507.560.646              255.354.204.555
TOTAL ASET TIDAK LANCAR                       2.188.287.171.319             2.149.254.479.258         2.247.120.285.228       2.241.194.630.726            2.232.489.251.031

TOTAL ASET                                    3.823.055.424.952             4.156.986.731.807         4.347.839.361.965       4.529.295.562.314            4.748.434.781.801

LIABILITAS JANGKA PENDEK
 Utang usaha                                        493.300.208.614            526.201.226.850           568.105.595.320            618.242.946.556           672.844.600.993
 Utang lain-lain                                     15.310.380.746             15.310.380.746            15.310.380.746             15.310.380.746            15.310.380.746
 Biaya yang masih harus dibayar                      12.674.057.568             12.674.057.568            12.674.057.568             12.674.057.568            12.674.057.568
 Utang pajak                                         23.972.183.956             23.972.183.956            23.972.183.956             23.972.183.956            23.972.183.956
 Utang bank jangka pendek                            66.194.000.000             66.194.000.000            66.194.000.000             66.194.000.000            66.194.000.000
 Uang muka dan jaminan dari pelanggan               136.201.497.499            136.201.497.499           136.201.497.499            136.201.497.499           136.201.497.499
 Utang jangka panjang yang jatuh tempo
 dalam satu tahun:
  Utang bank                                      17.958.427.684               17.958.427.684             17.958.427.684          17.958.427.684              17.958.427.684
  Liabilitas sewa                                  3.842.582.005                3.842.582.005              3.842.582.005           3.842.582.005               3.842.582.005
  Pembiayaan konsumen                                674.258.627                  674.258.627                674.258.627             674.258.627                 674.258.627
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK                  770.127.596.699              803.028.614.935            844.932.983.405         895.070.334.641             949.671.989.078

LIABILITAS JANGKA PANJANG
 Utang jangka panjang setelah dikurangi
 bagian yang jatuh tempo dalam setahun:
   Utang bank                                    266.355.101.664              416.355.101.664            416.355.101.664         366.355.101.664             316.355.101.664
   Liabilitas sewa                                82.403.850.674               82.403.850.674             82.403.850.674          82.403.850.674              82.403.850.674
   Pembiayaan konsumen                             1.522.523.706                1.522.523.706              1.522.523.706           1.522.523.706               1.522.523.706
 Liabilitas imbalan kerja jangka panjang          37.896.597.908               37.896.597.908             37.896.597.908          37.896.597.908              37.896.597.908
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG                 388.178.073.952              538.178.073.952            538.178.073.952         488.178.073.952             438.178.073.952

TOTAL LIABILITAS                              1.158.305.670.651             1.341.206.688.887         1.383.111.057.357       1.383.248.408.593            1.387.850.063.030

EKUITAS
 Modal saham                                     974.485.563.169               974.485.563.169           974.485.563.169         974.485.563.169              974.485.563.169
 Saldo laba ditahan                              942.406.230.834             1.088.012.987.017         1.224.461.705.235       1.383.771.511.854            1.566.769.324.339
 Kepentingan non-pengendali                      747.857.960.298               753.281.492.734           765.781.036.203         787.790.078.698              819.329.831.262
TOTAL EKUITAS                                 2.664.749.754.301             2.815.780.042.920         2.964.728.304.607       3.146.047.153.721            3.360.584.718.770

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                  3.823.055.424.952             4.156.986.731.807         4.347.839.361.965       4.529.295.562.314            4.748.434.781.801




                   Tabel 14 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
                                                                                                           TANPA PENAMBAHAN KBLI
Keterangan
                                                                     2025                    2026                   2027                  2028                    2029

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
 Penerimaan dari pelanggan                                       3.011.134.868.913       3.268.839.950.174     3.566.972.752.827      3.892.608.861.145       4.248.314.098.982
 Pembayaran kepada pemasok, karyawan dan operasional            (2.550.695.900.101)     (2.777.792.708.267)   (2.995.543.943.003)    (3.257.041.306.784)     (3.548.856.234.369)
 Penerimaan bunga                                                    7.730.628.608          12.082.273.295        18.677.354.296         24.200.105.143          28.475.476.274
 Pembayaran bunga                                                  (19.519.926.024)        (31.201.295.179)      (34.219.791.667)       (30.773.750.000)        (26.616.250.000)
 Pembayaran pajak penghasilan badan                                (76.698.962.915)        (84.676.953.073)      (93.759.207.731)      (103.387.321.861)       (119.479.065.694)
Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi                   371.950.708.480         387.251.266.950       462.127.164.723        525.606.587.643         581.838.025.193

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
 Penerimaan (Perolehan) aset                                     (112.746.302.539)        (62.373.151.269)     (212.186.575.635)      (112.093.287.817)       (112.046.643.909)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi               (112.746.302.539)        (62.373.151.269)     (212.186.575.635)      (112.093.287.817)       (112.046.643.909)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
 Penerimaan (pembayaran) atas utang bank jangka pendek            100.000.000.000         150.000.000.000                   -          (50.000.000.000)        (50.000.000.000)
 Pembayaran Dividen                                              (190.577.638.151)       (223.812.166.614)     (279.543.135.840)      (308.108.082.748)       (338.349.456.849)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                (90.577.638.151)        (73.812.166.614)     (279.543.135.840)      (358.108.082.748)       (388.349.456.849)

KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS                          168.626.767.791         251.065.949.067       (29.602.546.751)        55.405.217.077          81.441.924.435
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                               242.908.046.665         411.534.814.456       662.600.763.522        632.998.216.771         688.403.433.849
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                              411.534.814.456         662.600.763.522       632.998.216.771        688.403.433.849         769.845.358.283




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                                                                                                               25
Page 45
Dari gambaran di atas terlihat bahwa diproyeksikan terdapat beberapa perbedaan
antara Dengan dan Tanpa dilakukannya Penambahan KBLI yaitu sebagai berikut:


Posisi Keuangan:

Dengan adanya penambahan KBLI maka ekuitas Perseroan lebih tinggi dibandingkan
tanpa penambahan KBLI karena adanya tambahan perolehan laba bersih dari pekerjaan
yang dapat dilakukan setelah Perseroan menambah KBLI, yaitu melakukan penjualan
melalui internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya.

               Tabel 15 : Proyeksi Ekuitas Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI

 Dalam Rp                       2025                2026                2027                2028                2029
 Dengan transaksi         2.664.782.326.312   2.816.048.584.882   2.965.178.425.894   3.146.715.229.917   3.361.492.791.743
 Tanpa transaksi          2.664.749.754.301   2.815.780.042.920   2.964.728.304.607   3.146.047.153.721   3.360.584.718.770
 Perbedaan                       32.572.011         268.541.962         450.121.287         668.076.196         908.072.972


Selain itu, akun lainnya pada posisi keuangan mengalami perbedaan akibat dari
perubahan perputaran modal kerja yang diakibatkan oleh perbedaan jumlah
pendapatan, beban langsung, beban usaha dan perolehan laba bersih antara Dengan
dilakukannya penambahan KBLI dan Tanpa dilakukannya penambahan KBLI.


Laba Rugi:

❖ Pendapatan
  Dengan adanya penambahan KBLI, maka diproyeksikan bahwa Perseroan akan
  memperoleh tambahan pendapatan karena dapat melakukan penjualan melalui
  internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya.

               Tabel 16 : Proyeksi Pendapatan Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI

       Dalam Rp                       2025                2026                2027                2028                2029
       Dengan transaksi         3.094.193.934.647   3.373.475.654.335   3.678.422.439.537   4.011.424.539.459   4.375.097.385.731
       Tanpa transaksi          3.090.544.632.498   3.369.481.119.286   3.674.049.638.873   4.006.637.246.925   4.369.855.869.917
       Perbedaan                    3.649.302.149       3.994.535.049       4.372.800.664       4.787.292.534       5.241.515.813


❖ Beban Pokok Pendapatan
  Dengan dilakukannya penambahan KBLI, maka beban pokok pendapatan juga akan
  bertambah seiring dengan peningkatan pendapatan.

                             Tabel 17 : Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
                                Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI

       Dalam Rp                       2025                2026                2027                2028                2029
       Dengan transaksi         2.173.744.015.724   2.367.066.200.453   2.566.350.449.369   2.785.527.314.986   2.934.726.471.019
       Tanpa transaksi          2.171.034.827.345   2.364.101.786.583   2.563.106.483.843   2.781.977.128.067   2.930.840.821.430
       Perbedaan                    2.709.188.379       2.964.413.870       3.243.965.526       3.550.186.920       3.885.649.589


❖ Beban Usaha
  Dengan dilakukannya penambahan KBLI, maka beban usaha juga akan bertambah
  seiring dengan peningkatan pendapatan.




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                                                           26
Page 46
             Tabel 18 : Proyeksi Beban Usaha Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI

       Dalam Rp                 2025              2026              2027              2028              2029
       Dengan transaksi     486.192.926.864   535.808.981.869   582.305.218.073   634.519.051.587   777.851.790.180
       Tanpa transaksi      485.881.010.157   535.467.557.079   581.931.461.795   634.109.867.457   777.403.782.235
       Perbedaan                311.916.707       341.424.790       373.756.277       409.184.130       448.007.945




7.3.     Dampak Keuangan

Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka dampak terhadap keuangan
Perseroan ke depannya adalah berupa penambahan pendapatan, beban pokok
pendapatan, dan beban usaha atas kegiatan usaha yang baru, yang mengakibatkan
penambahan atas laba bersih Perseroan yang baru, yaitu sebagai berikut:

           Tabel 19 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI




7.4.     Manfaat

Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan ini akan memberikan manfaat kepada Perseroan
maupun Pemegang Saham Perseroan, antara lain:
1. Dengan Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan laba bersih Perseroan untuk tahun
   2025-2029 diproyeksikan bertambah sebesar Rp510 juta hingga Rp718 juta
   dibandingkan Tanpa Penambahan KBLI.
2. Dengan Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan ekuitas Perseroan untuk tahun 2025–
   2029 diproyeksikan bertambah sebesar Rp33 juta hingga Rp908 juta dibandingkan
   Tanpa Penambahan KBLI.


7.5.     Kesimpulan

Pendekatan yang digunakan dalam menganalisa kelayakan Penambahan Kegiatan
Usaha Perseroan adalah dengan melakukan analisis atas kelayakan pasar, kelayakan
teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan.

Dari kajian kelayakan pasar, dengan adanya penambahan KBLI, maka tidak ada
perubahan pangsa pasar, potensi pasar dan potensi nilai pasar Perseroan, karena
rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas KBLI yang dimiliki
oleh Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui
internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya.

Dari kajian kelayakan teknis, menunjukan bahwa secara legalitas, dengan adanya
penambahan KBLI, maka ke depannya, perijinan Perseroan terkait klasifikasi KBLI yang
dimiliki menjadi sesuai dengan kegiatan usahanya yang telah berjalan selama ini. Selain
itu, dengan penambahan KBLI, maka kegiatan operasional Perseroan tidak mengalami
perubahan.




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                                             27
Page 47
Dari kajian kelayakan pola bisnis, menunjukan bahwa dengan adanya penambahan
usaha, maka pola bisnis Perseroan tidak mengalami perubahan, karena rencana
penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas KBLI yang dimiliki oleh
Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui internet
(termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya.

Dari kajian kelayakan model manajemen, menunjukan bahwa dengan adanya
penambahan usaha, maka model manajemen Perseroan tidak mengalami perubahan,
karena rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas KBLI yang
dimiliki oleh Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui
internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya.

Pada kajian kelayakan keuangan, penambahan KBLI Perseroan dinilai Layak karena
memberikan manfaat secara kuantitatif yaitu peningkatan perolehan laba bersih
sebesar Rp510 juta pada tahun 2025 hingga sebesar Rp718 juta pada tahun 2029
dibandingkan Tanpa Penambahan KBLI.


Berdasarkan hal-hal sebagaimana diungkapkan di atas maka kami berpendapat bahwa
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Surya Pertiwi Tbk dimaksud adalah “LAYAK”.




Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025                                      28

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.39 MB
Published24 Jun 2025
Pages47
Characters125,975
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 48 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SURYA PERTIWI TBK p.1 ×28
linked person Adhi Sudargo Tasmin · Direktur p.14 ×3
linked org PT Suryaparamitra Abadi p.15
linked org PT Multifortuna Asindo p.15
linked person Tjahjono Alim p.16 ×2
linked person Usman Andy p.16 ×2
linked person Goh Poh Heng p.16 ×2
linked person Willianto Alim p.16 ×2
linked person Johan Gojali p.16 ×2
linked person Efendy Gojali p.16 ×2
linked person Irene Hamidjaja p.16 ×2
linked person Iwan Tjahjadi p.16
linked person Reinhart Muljadi p.16 ×2
linked person Benny Suryanto p.16 ×2
linked person Umarsono Andy · Direktur p.16 ×2
linked person Roys Tanudjaja p.16 ×2
linked org International Finance p.16
linked org Surya Toto Indonesia Tbk p.17 ×8
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×3
unresolved org KJPP Felix Sutandar & Rekan p.4
unresolved person Felix Sutandar, MSc · Pemimpin Rekan p.4 ×2
unresolved — Kualifikasi p.10
unresolved — Ijin Penilai p.10
unresolved — STTD p.10
unresolved — MAPPI p.10 ×3
unresolved person Natalia Goysal p.10
unresolved person Symphony Sonata p.10
unresolved — Ref. No.: 00499/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 p.10 ×2
unresolved org KJPP Felix Sutandar dan Rekan p.11
unresolved person Drs. Nursal p.13 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Teramihardja p.13
unresolved org Tjahjo & Rekan p.13 ×3
unresolved person Drs. Ruchjat Kosasih p.13
unresolved org PT Surya Nusantara p.15
unresolved person Akta Notaris Hendra Karyadi p.15
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.15
unresolved person Christina Dwi Utami p.15
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia p.15
unresolved org PT. Surya Pertiwi Nusantara p.21
unresolved org Bank Indonesia p.26 ×19
unresolved org Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia p.27
unresolved org Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Nilai p.28
unresolved org Bank Indonesia Inflasi Inflasi Indeks Harga Konsumen p.29
unresolved org Bank Indonesia Ref. p.29
unresolved org PT American Standard Indonesia Telah p.32
unresolved org PT Inax International Perusahaan p.32
unresolved org PT Kohler Indonesia Didirikan p.32
unresolved org PT Grohe Indonesia. Perusahaan p.32

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 1953 ms 12 Sep 2026 22:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result