Skip to content
Back to announcement

20250621_MANG_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31897383_lamp1.pdf

Other Text extracted MANG

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 14

Page 1
   No.: S-05991/BEI.PP1/06-2025                                                                         17 Juni 2025

   Direksi PT Manggung Polahraya Tbk
   Jalan Pondok Pinang Raya No.1
   Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
   Jakarta - 12310

   u.p.: Yth. Bapak Lie Kurniawan, Corporate Secretary

   Perihal: Permintaan Penjelasan dan Kelengkapan Dokumen

   Dengan hormat,

   Merujuk kepada:
   1. Surat PT Manggung Polahraya Tbk (MANG) (Perseroan) nomor 084/CORSEC-MPR/IV/2025
      tanggal 8 April 2025 perihal Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan;
   2. Surat Perseroan nomor 106/CORSEC-MPR/IV/2025 tanggal 30 April 2025 perihal Penyampaian
      Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit,

  Bursa memandang perlu meminta konfirmasi lebih lanjut melalui permintaan penjelasan sebagaimana
  terlampir.

  Sesuai dengan ketentuan II.9 Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, Bursa
  meminta agar Perseroan menyampaikan penjelasan terkait dengan hal tersebut di atas paling lambat
  2 (dua) hari Bursa setelah tanggal surat ini diterima dengan menggunakan SPE-IDXnet form E023 -
  Tanggapan atas Permintaan Penjelasan, sebagai keterbukaan informasi kepada publik.

  Adapun apabila terdapat informasi confidential, informasi tersebut dapat disampaikan terpisah
  menggunakan form E074 - Surat Menyurat Emiten Kepada Bursa Non Publish. Dalam hal penjelasan
  yang diminta Bursa merupakan hal yang belum dapat dipublikasikan atau masih merupakan rahasia atau
  memang belum dapat ditentukan/dijelaskan oleh Perusahaan Tercatat, maka Perusahaan Tercatat wajib
  menyampaikan keterangan atau pernyataan bahwa Perusahaan Tercatat tidak dapat memenuhi
  permintaan penjelasan dimaksud beserta alasannya dan menembuskannya kepada Otoritas Jasa
  Keuangan (“OJK”).

  Sebagai komitmen penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, seluruh Insan BEI dilarang menerima
  gratifikasi dalam bentuk apapun sesuai ketentuan yang berlaku. Jika mengetahui tindakan pelanggaran
  terkait hal tersebut, mohon dilaporkan melalui saluran Whistleblowing System - Letter to IDX pada link
  berikut http://wbs.idx.co.id/.




                      Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id         Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
                       X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 2
   Atas perhatian dan kerja sama Bapak, kami ucapkan terima kasih.


                                                  Hormat kami,




                 I Gede Nyoman Yetna                                        Vera Florida
                        Direktur                                 Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1

   Tembusan:
   1. Yth. Direktur Pengawasan Transaksi Efek, Otoritas Jasa Keuangan.
   2. Yth. Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 1, Otoritas Jasa Keuangan.
   3. Yth. Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 2, Otoritas Jasa Keuangan.




                      Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id         Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
                       X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 3
   Lampiran I

                                           Permintaan Penjelasan
                                     PT Manggung Polahraya Tbk (MANG)

   Agar disampaikan menggunakan Form E023/menu Reminder (publish)

   1.   Pada tanggal 11 Januari 2024, Perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa dan memperoleh dana
        sebesar Rp58,14 miliar dan merujuk pada laporan posisi keuangan Perseroan, akun kas dan setara
        kas Perseroan mengalami penurunan signifikan sebesar Rp2,97 miliar atau setara dengan 91,38%
        dengan sisa saldo kas dan setara kas Perseroan adalah sebesar Rp280,72 juta dan secara vertikal
        kas dan setara kas hanya sebesar 0,15% dari total aset. Agar dijelaskan sebagai berikut:
        a. Detail peruntukan dana IPO dan proyek-proyek yang akan dibiayai dari dana tersebut.
             Tanggapan Manajemen.
              No Keterangan                                          Nominal
              1    Uang Muka Proyek – PT Abil                        Rp 69.246.631.748
              2    Uang Muka Proyek – CV Muda                        Rp 4.143.750.000
                   Total                                             Rp 73.390.381.748

        b.      Apakah penurunan saldo kas dan setara kas berdampak pada operasional harian Perseroan?
                Jika ya, bagaimana mitigasi yang dilakukan?
                Tanggapan Manajemen.
                Penurunan saldo kas dan setara kas tidak berdampak pada operasional harian Perseroan
                karena saldo kas dan setara kas Perseroan sebesar Rp 280,72 juta merupakan bagian dari
                mutasi normal siklus bisnis Perseroan.

        c.      Apakah Perseroan memiliki strategi pendanaan atau likuiditas jangka pendek untuk menjaga
                kestabilan arus kas ke depan?
                Tanggapan Manajemen.
                Perseroan memiliki strategi pendanaan jangka pendek berupa menargetkan penagihan
                piutang Perseroan secara intensif dan simultan yang telah jatuh tempo dan juga jika
                diperlukan maka Perseroan akan mengupayakan perpanjangan periode pembayaran
                pinjaman kepada pihak perbankan/kreditur.


   2.   Merujuk pada laporan arus kas, pada tahun 2024 Perseroan melakukan pembayaran secara tunai
        kepada pemasok dan karyawan sebesar Rp111,48 miliar meningkat sebesar Rp69,18 miliar atau
        setara dengan 164% dibandingkan dengan periode sebelumnya.
        a. Latar belakang kenaikan signifikan pada pos pembayaran kepada pemasok dan karyawan.
             Tanggapan Manajemen.
             Kenaikan signifikan pada pos pembayaran kepada pemasok dan karyawan terjadi karena
             adanya realisasi pembayaran uang muka bahan baku proyek kepada pemasok sebesar Rp
             71.107.130.000,-

        b.      Alasan Perseroan melakukan pembayaran secara tunai dengan nilai signifikan dibandingkan
                dengan kredit.
                Tanggapan Manajemen.
                Perseroan melakukan pembayaran secara tunai dengan nilai signifikan dibandingkan dengan
                kredit agar supplier bersedia mengunci harga bahan baku proyek sehingga biaya proyek
                Perseroan dapat terjaga di angka yang sesuai dengan rencana anggaran proyek.




                          Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id             Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
                           X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 4
        c.      Apakah terdapat kontrak baru atau proyek besar yang menyebabkan kenaikan signifikan
                pembayaran kepada pemasok?
                Tanggapan Manajemen.
                Kenaikan signifikan pembayaran kepada pemasok di awal tahun 2024 terjadi karena di
                periode tersebut ada potensi besar Perseroan dapat memenangkan tender paket-paket
                pekerjaan pembangunan jalan di Sumatera Selatan.

        d.      Agar dijelaskan detail rincian pembelian kepada pemasok.
                Tanggapan Manajemen.
                Dibawah ini adalah detail rincian rencana pembelian kepada pemasok.
                 No Keterangan           Harga Satuan (Rp) Kuantitas (unit)      Nominal (Rp)
                 1    Besi                    11.000/kg           625.000         6.875.000.000
                 2    Batu Split             450.000/m3            57.000        25.650.000.000
                 3    Aspal                11.500.000/ton          12.000      138.000.000.000
                 4    Semen                 1.300.000/ton          30.000        39.000.000.000
                 5    Pasir                  350.000/m3            35.000        12.250.000.000
                 6    Abu Batu               381.200/m3            40.000        15.248.000.000
                      Total                                                    237.023.000.000
                Atas rencana pembelian sebesar Rp 237.023.000.000,- dari pemasok, Perseroan telah
                membayarkan uang muka sebesar Rp 71.107.130.000,- atau setara 30% dari total rencana
                pembelian tersebut.


   3.   Merujuk pada CALK 5 Piutang Usaha pada laporan keuangan tahunan, terdapat kenaikan
        signifikan pada akun piutang pada tahun 2024 sebesar Rp42,42 miliar atau setara dengan 241,48%
        apabila dibandingkan dengan tahun buku terakhir dan pada saldo piutang tersebut, terdapat piutang
        jatuh tempo sebesar Rp38.25 miliar. Agar dijelaskan sebagai berikut:
        a. Latar belakang peningkatan saldo piutang usaha pada 31 Desember 2024.
             Tanggapan Manajemen.
             Saldo piutang usaha pada 31 Desember 2024 mengalami peningkatan karena adanya tambahan
             piutang dari penagihan beberapa proyek diantaranya sebesar Rp 16.138.869.995 dari proyek
             PT Syabangun Bumitirta, sebesar Rp 16.087.030.718 dari proyek Amphitheater PT ASDP
             Indonesia Ferry, sebesar Rp 5.542.975.823 dari proyek penataan Siger Park tahap 3 PT ASDP
             Indonesia Ferry dan sebesar Rp 5.722.748.940 dari proyek PT Rindang 31 Pratama.

        b.      Latar belakang kenaikan piutang jatuh tempo pada tahun 2024.
                Tanggapan Manajemen.
                Kenaikan piutang jatuh tempo pada tahun 2024 terjadi karena diantara piutang Perseroan
                yang telah ditagihkan pada tahun 2024, terdapat piutang-piutang yang belum dibayarkan
                kepada Perseroan, diantaranya adalah sebesar Rp 16.138.869.995,- dari proyek PT
                Syabangun Bumitirta dan sebesar Rp 5.722.748.940 dari proyek PT Rindang 31 Pratama.

        c.      Penyebab lambatnya kolektibilitas pendapatan mengingat besaran Account Receivable
                Turnover (AR Turnover) pada 31 Desember 2024 hanya sebesar 1,86x dan membutuhkan
                rata-rata 196,18 hari untuk penagihan piutang.
                Tanggapan Manajemen.
                Lambatnya kolektibilitas pendapatan terjadi karena banyak pelanggan Perseroan yang
                mengalami kesulitan keuangan akibat dari sulitnya mereka menagih dan menerima
                pembayaran dari pemberi kerja mereka sehingga mereka hanya mampu membayar secara
                bertahap dari waktu ke waktu.




                         Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id            Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
                          X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 5
        d.      Analisis dampak peningkatan saldo piutang dan piutang jatuh tempo terhadap likuiditas dan
                solvabilitas Perseroan.
                Tanggapan Manajemen.
                 Keterangan               Tahun 2024       Tahun 2023
                 Rasio Lancar                 4,17             2,52
                 Rasio Solvabilitas           0,22             0,30
                Berdasarkan tabel analisa kedua rasio diatas, bahwa Perseroan untuk jangka pendek
                memiliki kemampuan untuk menutup kewajiban jangka pendek.
                Demikian juga untuk jangka panjang, porsi total kewajiban dapat dilunasi secara
                keseluruhan dari total aset yang dimiliki oleh Perseroan.

        e.      Kebijakan dan prosedur penagihan piutang yang diterapkan Perseroan saat ini.
                Tanggapan Manajemen.
                Perseroan secara periodik melakukan penagihan piutang yang telah dan akan jatuh tempo
                dan secara simultan melakukan komunikasi dengan pihak pelanggan atas target mereka
                melakukan realisasi pembayaran.

        f.      Rencana mitigasi risiko terkait peningkatan piutang tak tertagih (bad debt) di masa mendatang
                mengingat jumlah piutang jatuh tempo Perseroan pada 31 Desember 2024 adalah sebesar
                Rp38,25 miliar atau setara dengan 63,76% dari keseluruhan nilai piutang usaha.
                Tanggapan Manajemen.
                Perseroan telah melakukan rencana mitigasi risiko terkait peningkatan piutang tak tertagih di
                masa mendatang dengan melakukan pencadangan kerugian piutang dan menjaga komunikasi
                dengan para pihak yang berhutang agar mereka dapat terus melakukan pembayaran secara
                bertahap sesuai kemampuan finansial mereka dari waktu ke waktu.

        g.      Proyeksi arus kas Perseroan untuk 12 bulan ke depan dengan mempertimbangkan kondisi
                piutang saat ini.
                Tanggapan Manajemen.
                Realisasi penagihan yang telah berhasil dilakukan oleh Perseroan sampai dengan 31 Maret
                2025 adalah sebesar Rp 14,6 miliar dan sisanya diharapkan dapat tertagih dalam tahun ini.

        h.      Bagaimana Perseroan memastikan kecukupan modal kerja untuk mendukung operasional,
                terutama mengingat perbedaan kecepatan antara pembayaran ke pemasok (tunai) dan
                kolektibilitas pendapatan yang lambat?
                Tanggapan Manajemen.
                Kondisi modal kerja Perseroan saat ini relatif stabil karena perbedaan kecepatan antara
                pembayaran ke pemasok (tunai) dan kolektibilitas pendapatan yang lambat hanya terjadi di
                tahun 2024 saja. Pada Kuartal 1 tahun 2025, Perseroan telah mengalami kenaikan posisi kas
                di bank sebesar Rp 431,41 juta dari Rp 280,72 juta menjadi Rp 712,14 juta.




                          Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id             Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
                           X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 6
   4.   Berdasarkan CALK 5 Piutang Usaha pada laporan keuangan tahunan, terdapat penambahan
        cadangan kerugian penurunan nilai piutang sebesar Rp550,67 juta. Agar dijelaskan sebagai
        berikut:
        a. Metodologi atau asumsi yang digunakan Perseroan dalam menentukan besaran cadangan
             kerugian penurunan nilai piutang.
             Tanggapan Manajemen.
             Perseroan menerapkan pendekatan kerugian kredit ekspektasian sesuai dengan PSAK 109
             untuk mengukur besaran cadangan kerugian penurunan nilai piutang, dimana Perseroan
             akan mempertimbangkan semua informasi wajar dan terukur, termasuk seperti informasi
             yang bersifat perkiraan masa depan, hubungan dengan pelanggan, kondisi pelunasan historis
             pelanggan.

        b.      Alasan saldo akhir cadangan kerugian penurunan nilai piutang jauh lebih kecil (hanya 2%)
                dibandingkan dengan jumlah piutang jatuh tempo?
                Tanggapan Manajemen.
                Sesuai dengan yang disampaikan pada penjelasan tanggapan poin 4a, Perseroan
                menggunakan pendekatan metode kerugian kredit ekspektasian sesuai dengan PSAK 109
                dalam hal menghitung besar cadangan kerugian penurunan nilai piutang.

        c.      Penjelasan mengenai risiko yang melekat pada perbedaan signifikan antara cadangan kerugian
                dengan piutang jatuh tempo.
                Tanggapan Manajemen.
                Sesuai dengan yang disampaikan pada tanggapan 4a, potensi risiko yang melekat pada
                perbedaan signifikan antara cadangan kerugian dengan piutang jatuh tempo adalah risiko
                kerugian finansial yang tidak terduga. Jika piutang jatuh tempo ternyata tidak tertagih sesuai
                perkiraan, kekurangan cadangan dapat menyebabkan kerugian yang lebih besar di masa
                depan. Dampaknya adalah penurunan laba bersih dan posisi keuangan yang lebih lemah.

                Namun, Perseroan percaya bahwa risiko tersebut telah dimitigasi secara memadai dengan
                langkah-langkah yang telah dan akan Perseroan lakukan, antara lain:

                -   Evaluasi individual atas kondisi pelanggan bersangkutan, termasuk rekam jejak
                    pembayaran dan kemampuan membayar secara bertahap;
                -   Pengamatan atas indikator awal penurunan kualitas kredit/piutang yang hingga saat ini
                    tidak teridentifikasi secara material;
                -   Melakukan komunikasi yang lebih insentif dan simultan terhadap pelanggan dalam hal
                    penagihan piutang Perseroan.

                Dengan demikian, risiko kerugian kredit aktual yang melekat atas piutang tersebut dinilai
                rendah dan masih dalam batas kewajaran berdasarkan evaluasi yang dapat
                dipertanggungjawabkan.

        d.      Strategi Perseroan untuk memitigasi risiko piutang tak tertagih di masa mendatang, mengingat
                proporsi cadangan yang relatif kecil.
                Tanggapan Manajemen.
                Strategi yang dilakukan Perseroan adalah evaluasi dan monitoring berkala piutang usaha
                dengan cara berkomunikasi secara simultan dengan pihak pelanggan mengenai kondisi
                keuangan pelanggan. Perseroan akan melakukan review rutin dan analisis aging piutang
                untuk mengidentifikasi piutang bermasalah secara lebih dini. Pemantauan ini dapat
                membantu menentukan kapan cadangan kerugian perlu ditingkatkan berdasarkan kondisi
                aktual dan pola pembayaran pelanggan.



                          Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id             Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
                           X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 7
   5.   Merujuk pada CALK 5 Piutang Usaha pada laporan keuangan tahunan, terdapat saldo piutang
        usaha dengan pihak berelasi yaitu PT Syabangun Bumitirta sebesar Rp16.13 miliar pada tahun
        2024 dan telah jatuh tempo selama 91-180 hari. Agar dijelaskan sebagai berikut:
        a. Proyek yang sedang dikerjakan bersama PT Syabangun Bumitirta.
            Tanggapan Manajemen.
            Proyek yang sedang dikerjakan bersama PT Syabangun adalah proyek pembangunan
            perumahan Green Kemiling di Kota Bandar Lampung.

        b.      Progress penyelesaian proyek dengan PT Syabangun Bumitirta.
                Tanggapan Manajemen.
                Progress penyelesaian proyek dengan PT Syabangun adalah 90%.

        c.      Tanggal mulai proyek dengan PT Syabangun Bumitirta.
                Tanggapan Manajemen.
                Tanggal perjanjian proyek dengan PT Syabangun adalah 11 Maret 2020. Proyek dimulai tidak
                lama setelah tanggal perjanjian tersebut.

        d.      Latar belakang lambatnya kolektibilitas pendapatan terhadap PT Syabangun Bumitirta.
                Tanggapan Manajemen.
                PT Syabangun mengalami kesulitan pembayaran karena proses untuk mendapatkan
                pembayaran dari pembeli berjalan lambat.

        e.      Kebijakan dan prosedur penagihan piutang yang diterapkan Perseroan terhadap pihak
                berelasi.
                Tanggapan Manajemen.
                Perseroan menerapkan kebijakan penagihan piutang yang sama dengan pihak ketiga lainnya.
                Perseroan masih berkomunikasi dan melakukan penagihan secara berkala.

        f.      Apakah terdapat kontrak atau dokumen kerja sama yang mengatur mekanisme pembayaran
                dari PT Syabangun Bumitirta ke Perseroan?
                Tanggapan Manajemen.
                Terdapat kontrak antara PT Syabangun dengan Perseroan yang didalamnya terdapat pasal
                mengenai mekanisme pembayaran. Kontrak tersebut telah dilampirkan melalui Form E074
                bersama jawaban Surat ini.

        g.      Apa tindakan Perseroan jika piutang kepada pihak berelasi tidak dibayar setelah jatuh tempo
                lebih lanjut?
                Tanggapan Manajemen.
                Pihak berelasi telah berkomitmen kepada Perseroan bahwa seluruh piutang akan dibayarkan
                secara bertahap.

        h.      Apakah piutang kepada PT Syabangun Bumitirta telah dikenakan cadangan kerugian
                penurunan nilai? Jika belum, mohon dijelaskan pertimbangannya.
                Tanggapan Manajemen.
                Perseroan belum mencadangkan kerugian penurunan nilai karena PT Syabangun telah
                berkomitmen kepada Perseroan bahwa seluruh piutang akan dibayarkan secara bertahap.


   6.   Merujuk pada CALK 8 Uang Muka Proyek pada laporan keuangan tahunan, terdapat peningkatan
        uang muka proyek sebesar Rp71,10 Miliar atau sebesar 100% dibandingkan dengan periode
        sebelumnya. Agar dijelaskan sebagai berikut:
        a. Latar belakang peningkatan saldo uang muka proyek.
             Tanggapan Manajemen.
             Terjadi peningkatan saldo uang muka proyek sebesar Rp 71,10 Miliar karena Perseroan
                          Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id             Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
                           X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 8
                membayarkan uang muka proyek sebesar Rp 71,10 Miliar kepada pemasok sebagai langkah
                persiapan untuk mengikuti tender proyek-proyek di Sumatera Selatan.

        b.      Penjelasan terkait dengan proyek PT Abil Putra Perkasa beserta status terkini proyek tersebut.
                Tanggapan Manajemen.
                Proyek-proyek yang rencananya akan dikerjakan bersama pemasok hingga saat ini belum
                terealisasi karena banyak proyek yang tidak berjalan sesuai rencana tahun 2024.

        c.      Status settlement uang muka proyek saat ini.
                Tanggapan Manajemen.
                Hingga saat ini uang muka proyek masih dikelola pemasok dan Perseroan masih berkomunikasi
                dengan pemasok untuk terus berupaya mendapatkan proyek-proyek di Sumatera Selatan.

        d.      Sumber pendanaan transaksi uang muka proyek tersebut termasuk komposisi pendanaan
                transaksi menggunakan dana dari IPO
                Tamggapan Manajemen.
                Berikut sumber pendanaan transaksi uang muka proyek tersebut termasuk komposisi
                pendanaan transaksi menggunakan dana IPO.
                 No Keterangan                Nominal
                 1     Dana IPO         Rp 69.246.631.748
                 2     Kas Internal     Rp 1.860.498.252
                       Total            Rp 71.107.130.000

        e.      Mengapa Perseroan memilih skema pembayaran uang muka untuk pengadaan bahan baku,
                dibandingkan dengan opsi pembayaran bertahap atau Letter of Credit (L/C) yang lebih umum
                dalam proyek konstruksi besar?
                Tanggapan Manajemen.
                Perseroan memilih skema pembayaran uang muka untuk pengadaan bahan baku
                dibandingkan dengan opsi pembayaran bertahap atau Letter of Credit (L/C) dengan tujuan
                agar dapat mengikat harga bahan baku.

        f.      Rencana mitigasi risiko Perseroan atas tidak terpenuhinya tanggung jawab PT Abil Putra
                Perkasa dalam hal pengadaan bahan baku.
                Tanggapan Manajemen.
                Perseroan terus melakukan komunikasi secara berkala untuk menjaga komitmen PT Abil
                kepada kami. Seandainya tanggung jawab tersebut tidak terpenuhi, maka Perseroan akan
                melakukan tindakan hukum apabila diperlukan.

        g.      Apakah terdapat perjanjian tertulis dengan PT Abil Putra Perkasa sehubungan dengan
                pengadaan bahan baku?
                Tanggapan Manajemen.
                Terdapat perjanjian tertulis dengan PT Abil sehubungan dengan pengadaan bahan baku ini.
                Perjanjian tersebut telah kami lampirkan bersama dengan jawaban Surat via Form E074.


   7.   Merujuk pada CALK 14 Utang Bank Jangka Pendek pada laporan keuangan tahunan, agar
        dijelaskan sebagai berikut:
        a. Assessment risiko atas aset yang dijaminkan.




                          Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id             Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
                           X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 9
                Tanggapan Manajemen.
                Cara Perseroan memitigasi risiko untuk aset yang dijaminkan adalah:
                •    Perseroan berupaya melakukan penagihan piutang secara intensif dan simultan agar
                     dapat mendanai pelunasan utang bank jangka pendek;
                •    Namun apabila, terdapat keterlambatan pembayaran piutang oleh pelanggan, sehingga
                     pembayaran utang bank jangka pendek tertunda, Perseroan akan melakukan negosiasi
                     untuk melakukan perpanjangan periode pembayaran utang bank tersebut

        b. Agar dijelaskan strategi Perseroan dalam menyelesaikan kewajiban utang jangka pendek
           mengingat secara vertikal, kas dan setara kas Perseroan hanya sebesar 0,15% dari total aset
           dan current ratio Perseroan didominasi oleh piutang usaha yang telah jatuh tempo.
           Tanggapan Manajemen.
           Seperti yang dijelaskan pada tanggapan 7.a., Perseroan akan terus berkomunikasi secara
            intensif dan simultan dalam hal penagihan piutang Perseroan, melakukan upaya
            perpanjangan periode pembayaran utang bank jangka pendek dengan pihak
            kreditor/perbankan apabila diperlukan.

        c. Apakah perusahaan memiliki proyeksi arus kas jangka pendek yang menunjukkan kemampuan
           pelunasan seluruh pinjaman jangka pendek?
           Tanggapan Manajemen.
           Ya, Perseroan memiliki proyeksi arus kas jangka pendek yang menunjukan kemampuan
           pelunasan pinjaman jangka pendek.

        d. Apakah aset yang dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk
           dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk merupakan milik pribadi pemegang saham? Jika
           ya, apakah hal tersebut telah diungkapkan sebagai transaksi dengan pihak terafiliasi.
           Tanggapan Manajemen.
           Ya, sebagian aset yang dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia
           Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Peresero) Tbk merupakan milik salah satu pemegang
           saham Perseroan dan hal tersebut telah diungkapkan dalam CALK 14 – Utang Bank Jangka
           Pendek.


  8. Berdasarkan informasi umum yang disampaikan Perseroan pada laporan keuangan, Jumlah
     karyawan Perusahaan per 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing berjumlah 18 dan 21 orang.
     Namun, berdasarkan CALK 24 Beban Umum dan Administrasi, Beban umum dan Administrasi
     Perseroan berjumlah Rp13,84 miliar. Agar dijelaskan sebagai berikut:
      a. Justifikasi besarnya nilai beban umum dan administrasi senilai Rp13,84 miliar mengingat
         jumlah karyawan Perseroan relatif sedikit.
         Tanggapan Manajemen.
         Besarnya nilai beban umum dan administrasi senilai Rp 13,84 miliar karena mencakup
         beberapa pos besar diantaranya beban penyusutan aset tetap sebesar Rp 5.494.504.391, beban
         gaji dan tunjangan sebesar Rp 4.139.546.337, beban pengembangan usaha yang mencakup
         biaya-biaya profesi penunjang pasar modal sebesar Rp 1.089.405.220, beban keperluan kantor
         sebesar Rp 587.929.896, beban jasa konsultan sebesar Rp 572.304.115 dan beban kerugian
         piutang sebesar Rp 550.673.521.

        b. Latar belakang kenaikan signifikan pada beban umum dan administrasi di tahun 2024 sebesar
           Rp4,87 miliar atau setara dengan 54,43% dibandingkan dengan periode sebelumnya.
           Tanggapan Manajemen.
           Kenaikan beban umum dan administrasi di tahun 2024 sebesar Rp 4,87 miliar terjadi karena
           adanya kenaikan pada beberapa pos, diantaranya kenaikan beban penyusutan aset tetap
           sebesar Rp 1,46 miliar, kenaikan beban gaji dan tunjangan sebesar Rp 1,34 miliar, kenaikan
           beban pengembangan usaha sebesar Rp 829 juta dan kenaikan beban jasa konsultan sebesar
                          Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id             Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
                           X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 10
            Rp 512 juta.

        c. Alasan kenaikan pada pos Gaji dan Tunjangan di tahun 2024 sebesar Rp1,34 miliar atau sebesar
           48% apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya. Mengingat di tahun 2024 justru jumlah
           karyawan Perseroan mengalami penurunan dari 21 di tahun 2023 menjadi 18 di tahun 2024.
           Tanggapan Manajemen.
           Kenaikan pada pos Gaji dan Tunjangan di tahun 2024 sebesar Rp 1,34 miliar atau sebesar
           48% apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya terjadi karena Perseroan melakukan
           penyesuaian gaji untuk mendekati standar gaji Perusahaan tbk.


   9.   Merujuk pada CALK 22 Pendapatan pada laporan keuangan tahunan, terdapat peningkatan
        signifikan sebesar Rp12,56 miliar atau setara dengan 21,08%. Bursa meminta penjelasan:
        a. Metode pengakuan pendapatan perseroan.
            Tanggapan Manajemen.
            Perseroan memiliki 2 sumber pendapatan yakni pendapatan atas penjualan barang dan jasa, dan
            pendapatan atas pembangunan/konstruksi. Atas 2 sumber pendapatan tersebut dibagi menjadi 2
            metode pencatatan diantaranya sebagai berikut :

                •   Metode pengakuan pendapatan yang bersumber dari penjualan barang dalam kegiatan
                    bisnis normal diakui pada saat Perseroan memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan
                    mengalihkan kendali atas barang yang dijanjikan kepada pelanggan. Jumlah pendapatan
                    yang diakui adalah jumlah harga transaksi yang dialokasikan pada kewajiban
                    pelaksanaan yang terpenuhi, sesuai dengan PSAK 115.

                •   Metode pengakuan pendapatan yang bersumber dari pembangunan/konstruksi adalah
                    pendapatan dapat diakui pada waktu tertentu atau sepanjang waktu mengikuti waktu
                    pemenuhan kewajiban pelaksanaan. Jika pemenuhan kewajiban pelaksanaan adalah dari
                    sepanjang waktu, pendapatan diakui berdasarkan persentase penyelesaian yang
                    mencerminkan kemajuan menuju pemenuhan kewajiban pelaksanaan tersebut secara
                    penuh, sesuai dengan PSAK 115.

        b. Latar belakang kenaikan pendapatan secara signifikan di tahun 2024
           Tanggapan Manajemen.
           Pada tahun 2024 terdapat proyek baru dengan total pendapatan lebih dari Rp 57 miliar yakni
           terdiri dari Pembangunan Rumah Citra Garden Cisauk, Pembangunan SMA HFO Depok,
           Pembangunan Perumahan Rumello Verde Sawangan, Siger Park Tahap 3, dan Amphitheater
           Kawasan Bakauheni Harbour City.

        c. Apakah terdapat risiko pengembalian uang muka jika penjualan tidak terealisasi? Bagaimana
           pengelolaan risiko tersebut?
           Tanggapan Manajemen.
           Tidak terdapat risiko pengembalian uang muka jika penjualan tidak terealisasi karena
           Perseroan setelah menerima uang muka dari pemberi kerja, selalu berkomitmen untuk
           melaksanakan dan menyelesaikan proyek tersebut.

        d. Agar dijelaskan rincian persentase pekerjaan yang telah diselesaikan di tahun 2024 sebagai
           basis penentuan pendapatan Perseroan pada tahun 2024.
           Tanggapan Manajemen.
           Rincian persentase pekerjaan yang telah diselesaikan di tahun 2024 sebagai basis
           penentuan pendapatan Perseroan pada tahun 2024 adalah sebagai berikut:
            No Keterangan                                                 Persentase Proyek
            1      Proyek Perencanaan Lapangan Padel Court                100%
            2      Proyek Struktur Padel Court                            100%
            3      Proyek Reservasi Jalan                                 100%
                           Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id              Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
                            X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 11
                4   Proyek Pembangunan Perumahan Citra Garden                      30%
                    Serpong
                5   Proyek Pembangunan Perumahan Green Kemiling                    90%
                6   Proyek Pembangunan Gedung Sekolah HFO Depok                    50,63%
                7   Proyek Pembangunan Perumahan                                   21,28%
                    Rumello Verde Sawangan
                8   Proyek Penataan Siger Park Tahap 3                             40,08%
                9   Proyek Pembangunan Amphitheater                                52,04%


   10. Merujuk pada CALK 21 Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi pada laporan keuangan
       tahunan, Bursa meminta penjelasan:
       a. Apa dasar komersial dari transaksi pendapatan sebesar Rp15,08 miliar dengan PT Syabangun
           Bumimitra?
           Tanggapan Manajemen.
           Dasar komersial dari transaksi pendapatan sebesar Rp 15,08 miliar dengan PT Syabangun
           adalah sebagai berikut:
            No Keterangan                                   Nominal
            1      Proyek pembangunan rumah subsidi         Rp 1.800.000.000
            2      Proyek pembangunan rumah komersial       Rp 2.702.702.703
            3      Proyek pembangunan infrastruktur         Rp 10.579.345.250
                   Total                                    Rp 15.082.047.953

        b. Bagaimana perusahaan memastikan bahwa harga transaksi dengan PT Syabangun Bumimitra
           dilakukan pada harga wajar.
           Tanggapan Manajemen.
           Perseroan telah melakukan penagihan terhadap pekerjaan-pekerjaan yang telah diselesaikan
           sesuai dengan harga-harga yang telah disepakati pada saat pekerjaan tersebut akan mulai
           dikerjakan.

        c. Mengapa terjadi kenaikan hampir 2x lipat pendapatan dari PT Syabangun Bumimitra
           dibanding tahun 2023.
           Tanggapan Manajemen.
           Terjadi kenaikan hampir 2x lipat pendapatan dari PT Syabangun dibandingkan tahun 2023
           karena selain menyelesaikan pembangunan unit rumah, Perseroan juga telah menyelesaikan
           proyek pembangunan infrastruktur pada tahun 2024 sebesar Rp 10.579.345.250.


   11. Merujuk pada LKTW1 yang telah disampaikan Perseroan, saldo pada akun piutang usaha neto
       berkurang sebesar Rp4,4 miliar atau setara dengan 7%. Bagaimana strategi Perseroan dalam
       menghadapi rendahnya kolektibilitas pendapatan mengingat saldo piutang Perseroan per 31 Maret
       2025 masih sebesar Rp55,55 miliar dan semuanya merupakan piutang yang telah jatuh tempo.
       Tanggapan Manajemen.
       Strategi Perseroan dalam menghadapi rendahnya kolektibilitas pendapatan adalah dengan
       melakukan penagihan piutang secara intensif dan simultan kepada para pihak yang berhutang
       termasuk didalamnya ada piutang proyek berjalan yang telah dibayarkan kepada Perseroan dan
       akan tercermin pada posisi piutang per Juni 2025.


   12. Merujuk pada LKTW1 yang telah disampaikan Perseroan, saldo pada akun uang muka proyek
       tidak mengalami perubahan apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya yaitu 31 Desember
       2024. Bursa meminta penjelasan:
       a. Mengapa belum ada realisasi pengadaan bahan baku yang menyebabkan penyesuaian nilai
            uang muka proyek?

                      Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id         Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
                       X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 12
                Tanggapan Manajemen.
                Belum ada realisasi pengadaan bahan baku disebabkan karena Perseroan masih berupaya
                untuk mendapatkan proyek-proyek pembangunan jalan di Sumatera Selatan untuk
                menunjang kinerja Perseroan di tahun 2025. Dengan adanya uang muka di pemasok, maka
                Perseroan akan memiliki keleluasaan mendapatkan surat dukungan bahan baku untuk
                memenuhi persyaratan lelang proyek.

        b.      Apakah ada perjanjian waktu serah terima atau skema termin untuk pencairan uang muka ke
                pengiriman barang?
                Tanggapan Manajemen.
                Tidak ada perjanjian waktu serah terima atau skema termin untuk pencairan uang muka ke
                pengiriman barang karena sifat dari proyek-proyek ABPN/APBD dimana Perseroan harus
                memenangkan lelang terlebih dahulu sebelum dapat memulai pengerjaan proyek. Apabila
                Perseroan menerapkan waktu serah terima, maka akan timbul risiko bahan baku hilang atau
                rusak.

        c.      Apakah pemasok memiliki histori keterlambatan atau wanprestasi sebelumnya?
                Tanggapan Manajemen.
                Berdasarkan kerjasama yang telah dilakukan selama ini, pemasok tidak memiliki histori
                keterlambatan atau wanprestasi sebelumnya.

        d.      Bagaimana penilaian risiko gagal pasok atas uang muka tersebut?
                Tanggapan Manajemen.
                Berdasarkan kerjasama yang telah dilakukan selama ini, Perseroan yakin bahwa risiko gagal
                pasok atas uang muka tersebut sangat rendah. Seandainya Perseroan akan mengalihkan fokus
                upaya mendapatkan proyek ke daerah lain dimasa akan datang, pemasok akan tetap dapat
                memasok bahan baku sesuai dengan kesepakatan baru.


   13. Merujuk pada LKTW1 yang telah disampaikan Perseroan, tidak terdapat pergerakan pada akun
       proyek dalam pelaksanaan dari 31 Desember 2024 sampai dengan 31 Maret 2025. Namun,
       Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp10,21 miliar.
       a. Alasan tidak terdapat mutasi pada akun proyek dalam pelaksanaan, mengingat terdapat
           pengakuan pendapatan dengan jumlah yang signifikan?
           Tanggapan Manajemen.
           Detail Proyek dalam pelaksanaan sebagai berikut:

                                                                                                                            Proyek dalam pelaksanaan
                 No                    Pelanggan                              Nama Proyek        Nilai Proyek
                                                                                                                        December 31, 2024 March 31, 2025
                    1 PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)   Proyek Amphitheater                         26.500.553.460          1.889.357.520 1.889.357.520
                    2 PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)   Proyek Siger Park Tahap 3                   12.185.772.526          1.168.665.194 1.168.665.194
                    3 PT Syabangun Bumitirta              Proyek Perumahan Green Kemiling             186.600.000.000        12.819.008.016 12.819.008.016
                    4 PT Karang Baru Pratama              Rekonstruksi Simpang Umbar                  15.000.000.000             31.887.774      31.887.774
                    5 PT Angkasa Pura II (Persero)        Proyek Resrvoir Tank Kualanamu              17.247.915.000          5.468.717.255 5.468.717.255
                                                                               Total                                         21.377.635.759 21.377.635.759

                        PT ASDP Indonesia Ferry - Terdapat perubahan desain, dengan diterbitkannya
                         addendum proyek pada tahun 2025, yang menyebabkan pelaksanaan pekerjaan proyek
                         Q1 2025 ditunda sementara.
                        PT Syabangun Bumitirta - Terdapat permintaan project owner dikarenakan adanya
                         kesulitan kondisi keuangan untuk Q1 2025, pelaksanaan proyek ditunda sementara.
                        PT Karang Baru Pratama – Terdapat perubahan desain sehingga pelaksanaan proyek
                         ditunda sementara.

                                     Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id                        Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
                                      X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 13
                        PT Angkasa Pura - Sesuai penjelasan pada catatan 9, pelaksanaan pekerjaan proyek ini
                         tertunda dikarenakan terdapat upaya renegosiasi nilai proyek.

          b.     Agar dijelaskan basis pengakuan pendapatan Perseroan sebesar 10,21 miliar.
                 Tanggapan Manajemen.
                 Detil basis pengakuan pendapatan Perseroan sebesar Rp 10,21 miliar adalah sebagai berikut:
                  No Keterangan                                    Nominal
                  1     PT ASDP Indonesia Ferry                    Rp 9.376.610.456
                  2     Yayasan Pokok Kegirangan Anak Bangsa       Rp 717.725.380
                  3     PT Rindang 31 Pratama                      Rp 100.000.000
                  4     Penjualan Aspal Beton Retail               Rp     19.784.416
                        Total                                      Rp 10.214.120.752

          c.     Daftar proyek yang menjadi dasar pengakuan pendapatan sebesar Rp10,21 miliar tersebut
                 Tanggapan Manajemen.
                 Daftar proyek yang menjadi dasar pengakuan pendapatan sebesar Rp 10,21 miliar tersebut
                 adalah:
                  No Keterangan                                   Nominal
                  1    Proyek Pembangunan Amphitheater            Rp 9.376.610.456
                  2    Proyek Pembangunan Sekolah HFO             Rp 717.725.380
                  3    Proyek Preservasi Jalan                    Rp 100.000.000
                  4    Penjualan Aspal Beton Retail               Rp     19.784.416
                       Total                                      Rp 10.214.120.752

          d.     Agar dijelaskan masing-masing detail kontrak dengan pelanggan dengan mengisi kolom
                 sebagai berikut:
                 Tanggapan Manajemen.
                 Detail kontrak dengan pelanggan adalah sebagai berikut:
                  No.               Pelanggan                  Detail Kewajiban   Penetapan harga
                                                                  Pelaksanaan         transaksi
                     1   JO Citra Garden Serpong                                       Pembangunan rumah cluster Rp                 169.000.000/unit
                                                                                       Bellefleur
                     2   PT ASDP Indonesia Ferry                                       Penataan Menara Siger     Rp                   12.185.772.526
                                                                                       Tahap 3
                     3   PT ASDP Indonesia Ferry                                       Pembangunan Amphitheater Rp                    26.500.553.460
                     4   Yayasan Pokok Kegirangan Bangsa                               Pembangunan Gedung        Rp                   6.767.260.367
                                                                                       Sekolah HFO
                     5   Wisnu Sari Nugroho                                            Pembangunan Perumahan Rp                       7.416.000.000
                                                                                       Rumello Verde



   14. Merujuk pada LKTW1 dan LKT yang telah disampaikan Perseroan, Perusahaan memperoleh
       kontrak pekerjaan untuk pembangunan Amphitheater Siger Park di Kawasan Bakauheni Harbour
       City pada tanggal 27 Agustus 2024 dengan nilai kontrak sebesar Rp 22.144.500.871. Namun, pada
       31 Desember 2024 Perseroan mengakui pendapatan dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)
       sebesar Rp26 miliar dan Rp9,3 miliar pada 31 Maret 2025. Agar dijelaskan sebagai berikut:
       a. Kesesuaian nilai pendapatan dengan kontrak pekerjaan.
            Tanggapan Manajemen.
                                                                                                                                           Pendapatan
             No           Customer                                           Proyek                              Nilai Kontrak
                                                                                                                               December 31, 2024 March 31, 2025
             1 PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Proyek Siger Park Tahap 3 Kawasan Bakauheni Harbour City      12.185.772.526      9.931.807.725                -
             2 PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Proyek Amphitheater Siger Park Kawasan Bakauheni Harbour City 26.500.553.460 * 16.071.079.106 9.376.610.456
                TOTAL                                                                                          38.686.325.986     26.002.886.831 9.376.610.456
            *Sebelum adendum sebesar Rp 22.144.500.871.

                                  Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id                     Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
                                   X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 14
        b.      Apakah terdapat adendum, perubahan kontrak (variation order), pekerjaan tambah
                (additional work), atau eskalasi harga yang menyebabkan kenaikan nilai kontrak awal?
                Tanggapan Manajemen.
                Ya, terdapat addendum kontrak yang menyebabkan kenaikan nilai kontrak awal atas
                pembangunan Amphitheater Siger Park di Kawasan Bakauheni Harbour City yang
                sebelumnya sebesar Rp 22.144.500.871 menjadi sebesar Rp 26.500.553.460 dan kontrak
                Penataan Siger Park tahap 3 yang sebelumnya sebesar Rp 9.880.311.884 menjadi sebesar
                Rp 12.185.772.526.

        c.      Berapa nilai pengakuan pendapatan (total Rp35,3 miliar sepanjang 2024 hingga 31 Maret
                2025) yang telah ditagihkan dan dibayarkan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)?
                Tanggapan Manajemen.
                Pembayaran yang telah diterima hingga 31 Maret 2025 untuk proyek Amphitheater Siger
                Park di Kawasan Bakauheni Harbour City telah diterima Perseroan dari Januari-Maret 2025
                sebesar Rp 9 miliar dan April-Mei 2025 sebesar Rp 10 miliar.

        d.      Bagaimana metode pengakuan pendapatan yang digunakan untuk proyek ini?
                Tanggapan Manajemen.
                Berdasarkan yang metode pengakuan pendapatan yang dijelaskan pada 9a yakni pendapatan
                dapat diakui pada sepanjang waktu mengikuti waktu pemenuhan kewajiban pelaksanaan.
                Jika pemenuhan kewajiban pelaksanaan adalah dari sepanjang waktu, pendapatan diakui
                berdasarkan persentase penyelesaian yang mencerminkan kemajuan menuju pemenuhan
                kewajiban pelaksanaan tersebut secara penuh, sesuai dengan PSAK 115.


                                                            ***




                          Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id             Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
                           X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.53 MB
Published21 Jun 2025
Pages14
Characters50,110
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 23 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Manggung Polahraya Tbk p.1 ×8
linked org Bank Central Asia Tbk p.9 ×5
linked org PT Angkasa Pura p.13
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×4
possible org Pembangunan Perumahan p.10 ×5
unresolved person Lie Kurniawan p.1
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.1 ×28
unresolved org PT Abil p.3 ×3
unresolved org PT Syabangun Bumitirta p.4 ×7
unresolved org PT ASDP Indonesia Ferry p.4 ×12
unresolved org PT Rindang p.4 ×3
unresolved org PT Syabangun Bumitirta. Tanggapan Manajemen. Proyek p.7
unresolved org PT Syabangun p.7 ×8
unresolved org PT Syabangun Bumitirta. Tanggapan Manajemen. Progress p.7
unresolved org PT Syabangun Bumitirta. Tanggapan Manajemen. p.7 ×2
unresolved org PT Abil Putra Perkasa p.8 ×3
unresolved org PT Syabangun Bumimitra p.11 ×3
unresolved org PT Karang Baru Pratama p.12 ×2
unresolved org Yayasan Pokok Kegirangan Anak Bangsa p.13
unresolved org Yayasan Pokok Kegirangan Bangsa p.13

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result