Back to announcement
20250621_MANG_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31897383_lamp1.pdf
Other Text extracted MANGSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 14
Page 1
No.: S-05991/BEI.PP1/06-2025 17 Juni 2025
Direksi PT Manggung Polahraya Tbk
Jalan Pondok Pinang Raya No.1
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta
Jakarta - 12310
u.p.: Yth. Bapak Lie Kurniawan, Corporate Secretary
Perihal: Permintaan Penjelasan dan Kelengkapan Dokumen
Dengan hormat,
Merujuk kepada:
1. Surat PT Manggung Polahraya Tbk (MANG) (Perseroan) nomor 084/CORSEC-MPR/IV/2025
tanggal 8 April 2025 perihal Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan;
2. Surat Perseroan nomor 106/CORSEC-MPR/IV/2025 tanggal 30 April 2025 perihal Penyampaian
Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit,
Bursa memandang perlu meminta konfirmasi lebih lanjut melalui permintaan penjelasan sebagaimana
terlampir.
Sesuai dengan ketentuan II.9 Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, Bursa
meminta agar Perseroan menyampaikan penjelasan terkait dengan hal tersebut di atas paling lambat
2 (dua) hari Bursa setelah tanggal surat ini diterima dengan menggunakan SPE-IDXnet form E023 -
Tanggapan atas Permintaan Penjelasan, sebagai keterbukaan informasi kepada publik.
Adapun apabila terdapat informasi confidential, informasi tersebut dapat disampaikan terpisah
menggunakan form E074 - Surat Menyurat Emiten Kepada Bursa Non Publish. Dalam hal penjelasan
yang diminta Bursa merupakan hal yang belum dapat dipublikasikan atau masih merupakan rahasia atau
memang belum dapat ditentukan/dijelaskan oleh Perusahaan Tercatat, maka Perusahaan Tercatat wajib
menyampaikan keterangan atau pernyataan bahwa Perusahaan Tercatat tidak dapat memenuhi
permintaan penjelasan dimaksud beserta alasannya dan menembuskannya kepada Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”).
Sebagai komitmen penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, seluruh Insan BEI dilarang menerima
gratifikasi dalam bentuk apapun sesuai ketentuan yang berlaku. Jika mengetahui tindakan pelanggaran
terkait hal tersebut, mohon dilaporkan melalui saluran Whistleblowing System - Letter to IDX pada link
berikut http://wbs.idx.co.id/.
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 2
Atas perhatian dan kerja sama Bapak, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
I Gede Nyoman Yetna Vera Florida
Direktur Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1
Tembusan:
1. Yth. Direktur Pengawasan Transaksi Efek, Otoritas Jasa Keuangan.
2. Yth. Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 1, Otoritas Jasa Keuangan.
3. Yth. Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 2, Otoritas Jasa Keuangan.
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 3
Lampiran I
Permintaan Penjelasan
PT Manggung Polahraya Tbk (MANG)
Agar disampaikan menggunakan Form E023/menu Reminder (publish)
1. Pada tanggal 11 Januari 2024, Perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa dan memperoleh dana
sebesar Rp58,14 miliar dan merujuk pada laporan posisi keuangan Perseroan, akun kas dan setara
kas Perseroan mengalami penurunan signifikan sebesar Rp2,97 miliar atau setara dengan 91,38%
dengan sisa saldo kas dan setara kas Perseroan adalah sebesar Rp280,72 juta dan secara vertikal
kas dan setara kas hanya sebesar 0,15% dari total aset. Agar dijelaskan sebagai berikut:
a. Detail peruntukan dana IPO dan proyek-proyek yang akan dibiayai dari dana tersebut.
Tanggapan Manajemen.
No Keterangan Nominal
1 Uang Muka Proyek – PT Abil Rp 69.246.631.748
2 Uang Muka Proyek – CV Muda Rp 4.143.750.000
Total Rp 73.390.381.748
b. Apakah penurunan saldo kas dan setara kas berdampak pada operasional harian Perseroan?
Jika ya, bagaimana mitigasi yang dilakukan?
Tanggapan Manajemen.
Penurunan saldo kas dan setara kas tidak berdampak pada operasional harian Perseroan
karena saldo kas dan setara kas Perseroan sebesar Rp 280,72 juta merupakan bagian dari
mutasi normal siklus bisnis Perseroan.
c. Apakah Perseroan memiliki strategi pendanaan atau likuiditas jangka pendek untuk menjaga
kestabilan arus kas ke depan?
Tanggapan Manajemen.
Perseroan memiliki strategi pendanaan jangka pendek berupa menargetkan penagihan
piutang Perseroan secara intensif dan simultan yang telah jatuh tempo dan juga jika
diperlukan maka Perseroan akan mengupayakan perpanjangan periode pembayaran
pinjaman kepada pihak perbankan/kreditur.
2. Merujuk pada laporan arus kas, pada tahun 2024 Perseroan melakukan pembayaran secara tunai
kepada pemasok dan karyawan sebesar Rp111,48 miliar meningkat sebesar Rp69,18 miliar atau
setara dengan 164% dibandingkan dengan periode sebelumnya.
a. Latar belakang kenaikan signifikan pada pos pembayaran kepada pemasok dan karyawan.
Tanggapan Manajemen.
Kenaikan signifikan pada pos pembayaran kepada pemasok dan karyawan terjadi karena
adanya realisasi pembayaran uang muka bahan baku proyek kepada pemasok sebesar Rp
71.107.130.000,-
b. Alasan Perseroan melakukan pembayaran secara tunai dengan nilai signifikan dibandingkan
dengan kredit.
Tanggapan Manajemen.
Perseroan melakukan pembayaran secara tunai dengan nilai signifikan dibandingkan dengan
kredit agar supplier bersedia mengunci harga bahan baku proyek sehingga biaya proyek
Perseroan dapat terjaga di angka yang sesuai dengan rencana anggaran proyek.
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 4
c. Apakah terdapat kontrak baru atau proyek besar yang menyebabkan kenaikan signifikan
pembayaran kepada pemasok?
Tanggapan Manajemen.
Kenaikan signifikan pembayaran kepada pemasok di awal tahun 2024 terjadi karena di
periode tersebut ada potensi besar Perseroan dapat memenangkan tender paket-paket
pekerjaan pembangunan jalan di Sumatera Selatan.
d. Agar dijelaskan detail rincian pembelian kepada pemasok.
Tanggapan Manajemen.
Dibawah ini adalah detail rincian rencana pembelian kepada pemasok.
No Keterangan Harga Satuan (Rp) Kuantitas (unit) Nominal (Rp)
1 Besi 11.000/kg 625.000 6.875.000.000
2 Batu Split 450.000/m3 57.000 25.650.000.000
3 Aspal 11.500.000/ton 12.000 138.000.000.000
4 Semen 1.300.000/ton 30.000 39.000.000.000
5 Pasir 350.000/m3 35.000 12.250.000.000
6 Abu Batu 381.200/m3 40.000 15.248.000.000
Total 237.023.000.000
Atas rencana pembelian sebesar Rp 237.023.000.000,- dari pemasok, Perseroan telah
membayarkan uang muka sebesar Rp 71.107.130.000,- atau setara 30% dari total rencana
pembelian tersebut.
3. Merujuk pada CALK 5 Piutang Usaha pada laporan keuangan tahunan, terdapat kenaikan
signifikan pada akun piutang pada tahun 2024 sebesar Rp42,42 miliar atau setara dengan 241,48%
apabila dibandingkan dengan tahun buku terakhir dan pada saldo piutang tersebut, terdapat piutang
jatuh tempo sebesar Rp38.25 miliar. Agar dijelaskan sebagai berikut:
a. Latar belakang peningkatan saldo piutang usaha pada 31 Desember 2024.
Tanggapan Manajemen.
Saldo piutang usaha pada 31 Desember 2024 mengalami peningkatan karena adanya tambahan
piutang dari penagihan beberapa proyek diantaranya sebesar Rp 16.138.869.995 dari proyek
PT Syabangun Bumitirta, sebesar Rp 16.087.030.718 dari proyek Amphitheater PT ASDP
Indonesia Ferry, sebesar Rp 5.542.975.823 dari proyek penataan Siger Park tahap 3 PT ASDP
Indonesia Ferry dan sebesar Rp 5.722.748.940 dari proyek PT Rindang 31 Pratama.
b. Latar belakang kenaikan piutang jatuh tempo pada tahun 2024.
Tanggapan Manajemen.
Kenaikan piutang jatuh tempo pada tahun 2024 terjadi karena diantara piutang Perseroan
yang telah ditagihkan pada tahun 2024, terdapat piutang-piutang yang belum dibayarkan
kepada Perseroan, diantaranya adalah sebesar Rp 16.138.869.995,- dari proyek PT
Syabangun Bumitirta dan sebesar Rp 5.722.748.940 dari proyek PT Rindang 31 Pratama.
c. Penyebab lambatnya kolektibilitas pendapatan mengingat besaran Account Receivable
Turnover (AR Turnover) pada 31 Desember 2024 hanya sebesar 1,86x dan membutuhkan
rata-rata 196,18 hari untuk penagihan piutang.
Tanggapan Manajemen.
Lambatnya kolektibilitas pendapatan terjadi karena banyak pelanggan Perseroan yang
mengalami kesulitan keuangan akibat dari sulitnya mereka menagih dan menerima
pembayaran dari pemberi kerja mereka sehingga mereka hanya mampu membayar secara
bertahap dari waktu ke waktu.
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 5
d. Analisis dampak peningkatan saldo piutang dan piutang jatuh tempo terhadap likuiditas dan
solvabilitas Perseroan.
Tanggapan Manajemen.
Keterangan Tahun 2024 Tahun 2023
Rasio Lancar 4,17 2,52
Rasio Solvabilitas 0,22 0,30
Berdasarkan tabel analisa kedua rasio diatas, bahwa Perseroan untuk jangka pendek
memiliki kemampuan untuk menutup kewajiban jangka pendek.
Demikian juga untuk jangka panjang, porsi total kewajiban dapat dilunasi secara
keseluruhan dari total aset yang dimiliki oleh Perseroan.
e. Kebijakan dan prosedur penagihan piutang yang diterapkan Perseroan saat ini.
Tanggapan Manajemen.
Perseroan secara periodik melakukan penagihan piutang yang telah dan akan jatuh tempo
dan secara simultan melakukan komunikasi dengan pihak pelanggan atas target mereka
melakukan realisasi pembayaran.
f. Rencana mitigasi risiko terkait peningkatan piutang tak tertagih (bad debt) di masa mendatang
mengingat jumlah piutang jatuh tempo Perseroan pada 31 Desember 2024 adalah sebesar
Rp38,25 miliar atau setara dengan 63,76% dari keseluruhan nilai piutang usaha.
Tanggapan Manajemen.
Perseroan telah melakukan rencana mitigasi risiko terkait peningkatan piutang tak tertagih di
masa mendatang dengan melakukan pencadangan kerugian piutang dan menjaga komunikasi
dengan para pihak yang berhutang agar mereka dapat terus melakukan pembayaran secara
bertahap sesuai kemampuan finansial mereka dari waktu ke waktu.
g. Proyeksi arus kas Perseroan untuk 12 bulan ke depan dengan mempertimbangkan kondisi
piutang saat ini.
Tanggapan Manajemen.
Realisasi penagihan yang telah berhasil dilakukan oleh Perseroan sampai dengan 31 Maret
2025 adalah sebesar Rp 14,6 miliar dan sisanya diharapkan dapat tertagih dalam tahun ini.
h. Bagaimana Perseroan memastikan kecukupan modal kerja untuk mendukung operasional,
terutama mengingat perbedaan kecepatan antara pembayaran ke pemasok (tunai) dan
kolektibilitas pendapatan yang lambat?
Tanggapan Manajemen.
Kondisi modal kerja Perseroan saat ini relatif stabil karena perbedaan kecepatan antara
pembayaran ke pemasok (tunai) dan kolektibilitas pendapatan yang lambat hanya terjadi di
tahun 2024 saja. Pada Kuartal 1 tahun 2025, Perseroan telah mengalami kenaikan posisi kas
di bank sebesar Rp 431,41 juta dari Rp 280,72 juta menjadi Rp 712,14 juta.
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 6
4. Berdasarkan CALK 5 Piutang Usaha pada laporan keuangan tahunan, terdapat penambahan
cadangan kerugian penurunan nilai piutang sebesar Rp550,67 juta. Agar dijelaskan sebagai
berikut:
a. Metodologi atau asumsi yang digunakan Perseroan dalam menentukan besaran cadangan
kerugian penurunan nilai piutang.
Tanggapan Manajemen.
Perseroan menerapkan pendekatan kerugian kredit ekspektasian sesuai dengan PSAK 109
untuk mengukur besaran cadangan kerugian penurunan nilai piutang, dimana Perseroan
akan mempertimbangkan semua informasi wajar dan terukur, termasuk seperti informasi
yang bersifat perkiraan masa depan, hubungan dengan pelanggan, kondisi pelunasan historis
pelanggan.
b. Alasan saldo akhir cadangan kerugian penurunan nilai piutang jauh lebih kecil (hanya 2%)
dibandingkan dengan jumlah piutang jatuh tempo?
Tanggapan Manajemen.
Sesuai dengan yang disampaikan pada penjelasan tanggapan poin 4a, Perseroan
menggunakan pendekatan metode kerugian kredit ekspektasian sesuai dengan PSAK 109
dalam hal menghitung besar cadangan kerugian penurunan nilai piutang.
c. Penjelasan mengenai risiko yang melekat pada perbedaan signifikan antara cadangan kerugian
dengan piutang jatuh tempo.
Tanggapan Manajemen.
Sesuai dengan yang disampaikan pada tanggapan 4a, potensi risiko yang melekat pada
perbedaan signifikan antara cadangan kerugian dengan piutang jatuh tempo adalah risiko
kerugian finansial yang tidak terduga. Jika piutang jatuh tempo ternyata tidak tertagih sesuai
perkiraan, kekurangan cadangan dapat menyebabkan kerugian yang lebih besar di masa
depan. Dampaknya adalah penurunan laba bersih dan posisi keuangan yang lebih lemah.
Namun, Perseroan percaya bahwa risiko tersebut telah dimitigasi secara memadai dengan
langkah-langkah yang telah dan akan Perseroan lakukan, antara lain:
- Evaluasi individual atas kondisi pelanggan bersangkutan, termasuk rekam jejak
pembayaran dan kemampuan membayar secara bertahap;
- Pengamatan atas indikator awal penurunan kualitas kredit/piutang yang hingga saat ini
tidak teridentifikasi secara material;
- Melakukan komunikasi yang lebih insentif dan simultan terhadap pelanggan dalam hal
penagihan piutang Perseroan.
Dengan demikian, risiko kerugian kredit aktual yang melekat atas piutang tersebut dinilai
rendah dan masih dalam batas kewajaran berdasarkan evaluasi yang dapat
dipertanggungjawabkan.
d. Strategi Perseroan untuk memitigasi risiko piutang tak tertagih di masa mendatang, mengingat
proporsi cadangan yang relatif kecil.
Tanggapan Manajemen.
Strategi yang dilakukan Perseroan adalah evaluasi dan monitoring berkala piutang usaha
dengan cara berkomunikasi secara simultan dengan pihak pelanggan mengenai kondisi
keuangan pelanggan. Perseroan akan melakukan review rutin dan analisis aging piutang
untuk mengidentifikasi piutang bermasalah secara lebih dini. Pemantauan ini dapat
membantu menentukan kapan cadangan kerugian perlu ditingkatkan berdasarkan kondisi
aktual dan pola pembayaran pelanggan.
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 7
5. Merujuk pada CALK 5 Piutang Usaha pada laporan keuangan tahunan, terdapat saldo piutang
usaha dengan pihak berelasi yaitu PT Syabangun Bumitirta sebesar Rp16.13 miliar pada tahun
2024 dan telah jatuh tempo selama 91-180 hari. Agar dijelaskan sebagai berikut:
a. Proyek yang sedang dikerjakan bersama PT Syabangun Bumitirta.
Tanggapan Manajemen.
Proyek yang sedang dikerjakan bersama PT Syabangun adalah proyek pembangunan
perumahan Green Kemiling di Kota Bandar Lampung.
b. Progress penyelesaian proyek dengan PT Syabangun Bumitirta.
Tanggapan Manajemen.
Progress penyelesaian proyek dengan PT Syabangun adalah 90%.
c. Tanggal mulai proyek dengan PT Syabangun Bumitirta.
Tanggapan Manajemen.
Tanggal perjanjian proyek dengan PT Syabangun adalah 11 Maret 2020. Proyek dimulai tidak
lama setelah tanggal perjanjian tersebut.
d. Latar belakang lambatnya kolektibilitas pendapatan terhadap PT Syabangun Bumitirta.
Tanggapan Manajemen.
PT Syabangun mengalami kesulitan pembayaran karena proses untuk mendapatkan
pembayaran dari pembeli berjalan lambat.
e. Kebijakan dan prosedur penagihan piutang yang diterapkan Perseroan terhadap pihak
berelasi.
Tanggapan Manajemen.
Perseroan menerapkan kebijakan penagihan piutang yang sama dengan pihak ketiga lainnya.
Perseroan masih berkomunikasi dan melakukan penagihan secara berkala.
f. Apakah terdapat kontrak atau dokumen kerja sama yang mengatur mekanisme pembayaran
dari PT Syabangun Bumitirta ke Perseroan?
Tanggapan Manajemen.
Terdapat kontrak antara PT Syabangun dengan Perseroan yang didalamnya terdapat pasal
mengenai mekanisme pembayaran. Kontrak tersebut telah dilampirkan melalui Form E074
bersama jawaban Surat ini.
g. Apa tindakan Perseroan jika piutang kepada pihak berelasi tidak dibayar setelah jatuh tempo
lebih lanjut?
Tanggapan Manajemen.
Pihak berelasi telah berkomitmen kepada Perseroan bahwa seluruh piutang akan dibayarkan
secara bertahap.
h. Apakah piutang kepada PT Syabangun Bumitirta telah dikenakan cadangan kerugian
penurunan nilai? Jika belum, mohon dijelaskan pertimbangannya.
Tanggapan Manajemen.
Perseroan belum mencadangkan kerugian penurunan nilai karena PT Syabangun telah
berkomitmen kepada Perseroan bahwa seluruh piutang akan dibayarkan secara bertahap.
6. Merujuk pada CALK 8 Uang Muka Proyek pada laporan keuangan tahunan, terdapat peningkatan
uang muka proyek sebesar Rp71,10 Miliar atau sebesar 100% dibandingkan dengan periode
sebelumnya. Agar dijelaskan sebagai berikut:
a. Latar belakang peningkatan saldo uang muka proyek.
Tanggapan Manajemen.
Terjadi peningkatan saldo uang muka proyek sebesar Rp 71,10 Miliar karena Perseroan
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 8
membayarkan uang muka proyek sebesar Rp 71,10 Miliar kepada pemasok sebagai langkah
persiapan untuk mengikuti tender proyek-proyek di Sumatera Selatan.
b. Penjelasan terkait dengan proyek PT Abil Putra Perkasa beserta status terkini proyek tersebut.
Tanggapan Manajemen.
Proyek-proyek yang rencananya akan dikerjakan bersama pemasok hingga saat ini belum
terealisasi karena banyak proyek yang tidak berjalan sesuai rencana tahun 2024.
c. Status settlement uang muka proyek saat ini.
Tanggapan Manajemen.
Hingga saat ini uang muka proyek masih dikelola pemasok dan Perseroan masih berkomunikasi
dengan pemasok untuk terus berupaya mendapatkan proyek-proyek di Sumatera Selatan.
d. Sumber pendanaan transaksi uang muka proyek tersebut termasuk komposisi pendanaan
transaksi menggunakan dana dari IPO
Tamggapan Manajemen.
Berikut sumber pendanaan transaksi uang muka proyek tersebut termasuk komposisi
pendanaan transaksi menggunakan dana IPO.
No Keterangan Nominal
1 Dana IPO Rp 69.246.631.748
2 Kas Internal Rp 1.860.498.252
Total Rp 71.107.130.000
e. Mengapa Perseroan memilih skema pembayaran uang muka untuk pengadaan bahan baku,
dibandingkan dengan opsi pembayaran bertahap atau Letter of Credit (L/C) yang lebih umum
dalam proyek konstruksi besar?
Tanggapan Manajemen.
Perseroan memilih skema pembayaran uang muka untuk pengadaan bahan baku
dibandingkan dengan opsi pembayaran bertahap atau Letter of Credit (L/C) dengan tujuan
agar dapat mengikat harga bahan baku.
f. Rencana mitigasi risiko Perseroan atas tidak terpenuhinya tanggung jawab PT Abil Putra
Perkasa dalam hal pengadaan bahan baku.
Tanggapan Manajemen.
Perseroan terus melakukan komunikasi secara berkala untuk menjaga komitmen PT Abil
kepada kami. Seandainya tanggung jawab tersebut tidak terpenuhi, maka Perseroan akan
melakukan tindakan hukum apabila diperlukan.
g. Apakah terdapat perjanjian tertulis dengan PT Abil Putra Perkasa sehubungan dengan
pengadaan bahan baku?
Tanggapan Manajemen.
Terdapat perjanjian tertulis dengan PT Abil sehubungan dengan pengadaan bahan baku ini.
Perjanjian tersebut telah kami lampirkan bersama dengan jawaban Surat via Form E074.
7. Merujuk pada CALK 14 Utang Bank Jangka Pendek pada laporan keuangan tahunan, agar
dijelaskan sebagai berikut:
a. Assessment risiko atas aset yang dijaminkan.
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 9
Tanggapan Manajemen.
Cara Perseroan memitigasi risiko untuk aset yang dijaminkan adalah:
• Perseroan berupaya melakukan penagihan piutang secara intensif dan simultan agar
dapat mendanai pelunasan utang bank jangka pendek;
• Namun apabila, terdapat keterlambatan pembayaran piutang oleh pelanggan, sehingga
pembayaran utang bank jangka pendek tertunda, Perseroan akan melakukan negosiasi
untuk melakukan perpanjangan periode pembayaran utang bank tersebut
b. Agar dijelaskan strategi Perseroan dalam menyelesaikan kewajiban utang jangka pendek
mengingat secara vertikal, kas dan setara kas Perseroan hanya sebesar 0,15% dari total aset
dan current ratio Perseroan didominasi oleh piutang usaha yang telah jatuh tempo.
Tanggapan Manajemen.
Seperti yang dijelaskan pada tanggapan 7.a., Perseroan akan terus berkomunikasi secara
intensif dan simultan dalam hal penagihan piutang Perseroan, melakukan upaya
perpanjangan periode pembayaran utang bank jangka pendek dengan pihak
kreditor/perbankan apabila diperlukan.
c. Apakah perusahaan memiliki proyeksi arus kas jangka pendek yang menunjukkan kemampuan
pelunasan seluruh pinjaman jangka pendek?
Tanggapan Manajemen.
Ya, Perseroan memiliki proyeksi arus kas jangka pendek yang menunjukan kemampuan
pelunasan pinjaman jangka pendek.
d. Apakah aset yang dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk
dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk merupakan milik pribadi pemegang saham? Jika
ya, apakah hal tersebut telah diungkapkan sebagai transaksi dengan pihak terafiliasi.
Tanggapan Manajemen.
Ya, sebagian aset yang dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia
Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Peresero) Tbk merupakan milik salah satu pemegang
saham Perseroan dan hal tersebut telah diungkapkan dalam CALK 14 – Utang Bank Jangka
Pendek.
8. Berdasarkan informasi umum yang disampaikan Perseroan pada laporan keuangan, Jumlah
karyawan Perusahaan per 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing berjumlah 18 dan 21 orang.
Namun, berdasarkan CALK 24 Beban Umum dan Administrasi, Beban umum dan Administrasi
Perseroan berjumlah Rp13,84 miliar. Agar dijelaskan sebagai berikut:
a. Justifikasi besarnya nilai beban umum dan administrasi senilai Rp13,84 miliar mengingat
jumlah karyawan Perseroan relatif sedikit.
Tanggapan Manajemen.
Besarnya nilai beban umum dan administrasi senilai Rp 13,84 miliar karena mencakup
beberapa pos besar diantaranya beban penyusutan aset tetap sebesar Rp 5.494.504.391, beban
gaji dan tunjangan sebesar Rp 4.139.546.337, beban pengembangan usaha yang mencakup
biaya-biaya profesi penunjang pasar modal sebesar Rp 1.089.405.220, beban keperluan kantor
sebesar Rp 587.929.896, beban jasa konsultan sebesar Rp 572.304.115 dan beban kerugian
piutang sebesar Rp 550.673.521.
b. Latar belakang kenaikan signifikan pada beban umum dan administrasi di tahun 2024 sebesar
Rp4,87 miliar atau setara dengan 54,43% dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Tanggapan Manajemen.
Kenaikan beban umum dan administrasi di tahun 2024 sebesar Rp 4,87 miliar terjadi karena
adanya kenaikan pada beberapa pos, diantaranya kenaikan beban penyusutan aset tetap
sebesar Rp 1,46 miliar, kenaikan beban gaji dan tunjangan sebesar Rp 1,34 miliar, kenaikan
beban pengembangan usaha sebesar Rp 829 juta dan kenaikan beban jasa konsultan sebesar
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 10
Rp 512 juta.
c. Alasan kenaikan pada pos Gaji dan Tunjangan di tahun 2024 sebesar Rp1,34 miliar atau sebesar
48% apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya. Mengingat di tahun 2024 justru jumlah
karyawan Perseroan mengalami penurunan dari 21 di tahun 2023 menjadi 18 di tahun 2024.
Tanggapan Manajemen.
Kenaikan pada pos Gaji dan Tunjangan di tahun 2024 sebesar Rp 1,34 miliar atau sebesar
48% apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya terjadi karena Perseroan melakukan
penyesuaian gaji untuk mendekati standar gaji Perusahaan tbk.
9. Merujuk pada CALK 22 Pendapatan pada laporan keuangan tahunan, terdapat peningkatan
signifikan sebesar Rp12,56 miliar atau setara dengan 21,08%. Bursa meminta penjelasan:
a. Metode pengakuan pendapatan perseroan.
Tanggapan Manajemen.
Perseroan memiliki 2 sumber pendapatan yakni pendapatan atas penjualan barang dan jasa, dan
pendapatan atas pembangunan/konstruksi. Atas 2 sumber pendapatan tersebut dibagi menjadi 2
metode pencatatan diantaranya sebagai berikut :
• Metode pengakuan pendapatan yang bersumber dari penjualan barang dalam kegiatan
bisnis normal diakui pada saat Perseroan memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan
mengalihkan kendali atas barang yang dijanjikan kepada pelanggan. Jumlah pendapatan
yang diakui adalah jumlah harga transaksi yang dialokasikan pada kewajiban
pelaksanaan yang terpenuhi, sesuai dengan PSAK 115.
• Metode pengakuan pendapatan yang bersumber dari pembangunan/konstruksi adalah
pendapatan dapat diakui pada waktu tertentu atau sepanjang waktu mengikuti waktu
pemenuhan kewajiban pelaksanaan. Jika pemenuhan kewajiban pelaksanaan adalah dari
sepanjang waktu, pendapatan diakui berdasarkan persentase penyelesaian yang
mencerminkan kemajuan menuju pemenuhan kewajiban pelaksanaan tersebut secara
penuh, sesuai dengan PSAK 115.
b. Latar belakang kenaikan pendapatan secara signifikan di tahun 2024
Tanggapan Manajemen.
Pada tahun 2024 terdapat proyek baru dengan total pendapatan lebih dari Rp 57 miliar yakni
terdiri dari Pembangunan Rumah Citra Garden Cisauk, Pembangunan SMA HFO Depok,
Pembangunan Perumahan Rumello Verde Sawangan, Siger Park Tahap 3, dan Amphitheater
Kawasan Bakauheni Harbour City.
c. Apakah terdapat risiko pengembalian uang muka jika penjualan tidak terealisasi? Bagaimana
pengelolaan risiko tersebut?
Tanggapan Manajemen.
Tidak terdapat risiko pengembalian uang muka jika penjualan tidak terealisasi karena
Perseroan setelah menerima uang muka dari pemberi kerja, selalu berkomitmen untuk
melaksanakan dan menyelesaikan proyek tersebut.
d. Agar dijelaskan rincian persentase pekerjaan yang telah diselesaikan di tahun 2024 sebagai
basis penentuan pendapatan Perseroan pada tahun 2024.
Tanggapan Manajemen.
Rincian persentase pekerjaan yang telah diselesaikan di tahun 2024 sebagai basis
penentuan pendapatan Perseroan pada tahun 2024 adalah sebagai berikut:
No Keterangan Persentase Proyek
1 Proyek Perencanaan Lapangan Padel Court 100%
2 Proyek Struktur Padel Court 100%
3 Proyek Reservasi Jalan 100%
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 11
4 Proyek Pembangunan Perumahan Citra Garden 30%
Serpong
5 Proyek Pembangunan Perumahan Green Kemiling 90%
6 Proyek Pembangunan Gedung Sekolah HFO Depok 50,63%
7 Proyek Pembangunan Perumahan 21,28%
Rumello Verde Sawangan
8 Proyek Penataan Siger Park Tahap 3 40,08%
9 Proyek Pembangunan Amphitheater 52,04%
10. Merujuk pada CALK 21 Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi pada laporan keuangan
tahunan, Bursa meminta penjelasan:
a. Apa dasar komersial dari transaksi pendapatan sebesar Rp15,08 miliar dengan PT Syabangun
Bumimitra?
Tanggapan Manajemen.
Dasar komersial dari transaksi pendapatan sebesar Rp 15,08 miliar dengan PT Syabangun
adalah sebagai berikut:
No Keterangan Nominal
1 Proyek pembangunan rumah subsidi Rp 1.800.000.000
2 Proyek pembangunan rumah komersial Rp 2.702.702.703
3 Proyek pembangunan infrastruktur Rp 10.579.345.250
Total Rp 15.082.047.953
b. Bagaimana perusahaan memastikan bahwa harga transaksi dengan PT Syabangun Bumimitra
dilakukan pada harga wajar.
Tanggapan Manajemen.
Perseroan telah melakukan penagihan terhadap pekerjaan-pekerjaan yang telah diselesaikan
sesuai dengan harga-harga yang telah disepakati pada saat pekerjaan tersebut akan mulai
dikerjakan.
c. Mengapa terjadi kenaikan hampir 2x lipat pendapatan dari PT Syabangun Bumimitra
dibanding tahun 2023.
Tanggapan Manajemen.
Terjadi kenaikan hampir 2x lipat pendapatan dari PT Syabangun dibandingkan tahun 2023
karena selain menyelesaikan pembangunan unit rumah, Perseroan juga telah menyelesaikan
proyek pembangunan infrastruktur pada tahun 2024 sebesar Rp 10.579.345.250.
11. Merujuk pada LKTW1 yang telah disampaikan Perseroan, saldo pada akun piutang usaha neto
berkurang sebesar Rp4,4 miliar atau setara dengan 7%. Bagaimana strategi Perseroan dalam
menghadapi rendahnya kolektibilitas pendapatan mengingat saldo piutang Perseroan per 31 Maret
2025 masih sebesar Rp55,55 miliar dan semuanya merupakan piutang yang telah jatuh tempo.
Tanggapan Manajemen.
Strategi Perseroan dalam menghadapi rendahnya kolektibilitas pendapatan adalah dengan
melakukan penagihan piutang secara intensif dan simultan kepada para pihak yang berhutang
termasuk didalamnya ada piutang proyek berjalan yang telah dibayarkan kepada Perseroan dan
akan tercermin pada posisi piutang per Juni 2025.
12. Merujuk pada LKTW1 yang telah disampaikan Perseroan, saldo pada akun uang muka proyek
tidak mengalami perubahan apabila dibandingkan dengan periode sebelumnya yaitu 31 Desember
2024. Bursa meminta penjelasan:
a. Mengapa belum ada realisasi pengadaan bahan baku yang menyebabkan penyesuaian nilai
uang muka proyek?
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 12
Tanggapan Manajemen.
Belum ada realisasi pengadaan bahan baku disebabkan karena Perseroan masih berupaya
untuk mendapatkan proyek-proyek pembangunan jalan di Sumatera Selatan untuk
menunjang kinerja Perseroan di tahun 2025. Dengan adanya uang muka di pemasok, maka
Perseroan akan memiliki keleluasaan mendapatkan surat dukungan bahan baku untuk
memenuhi persyaratan lelang proyek.
b. Apakah ada perjanjian waktu serah terima atau skema termin untuk pencairan uang muka ke
pengiriman barang?
Tanggapan Manajemen.
Tidak ada perjanjian waktu serah terima atau skema termin untuk pencairan uang muka ke
pengiriman barang karena sifat dari proyek-proyek ABPN/APBD dimana Perseroan harus
memenangkan lelang terlebih dahulu sebelum dapat memulai pengerjaan proyek. Apabila
Perseroan menerapkan waktu serah terima, maka akan timbul risiko bahan baku hilang atau
rusak.
c. Apakah pemasok memiliki histori keterlambatan atau wanprestasi sebelumnya?
Tanggapan Manajemen.
Berdasarkan kerjasama yang telah dilakukan selama ini, pemasok tidak memiliki histori
keterlambatan atau wanprestasi sebelumnya.
d. Bagaimana penilaian risiko gagal pasok atas uang muka tersebut?
Tanggapan Manajemen.
Berdasarkan kerjasama yang telah dilakukan selama ini, Perseroan yakin bahwa risiko gagal
pasok atas uang muka tersebut sangat rendah. Seandainya Perseroan akan mengalihkan fokus
upaya mendapatkan proyek ke daerah lain dimasa akan datang, pemasok akan tetap dapat
memasok bahan baku sesuai dengan kesepakatan baru.
13. Merujuk pada LKTW1 yang telah disampaikan Perseroan, tidak terdapat pergerakan pada akun
proyek dalam pelaksanaan dari 31 Desember 2024 sampai dengan 31 Maret 2025. Namun,
Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp10,21 miliar.
a. Alasan tidak terdapat mutasi pada akun proyek dalam pelaksanaan, mengingat terdapat
pengakuan pendapatan dengan jumlah yang signifikan?
Tanggapan Manajemen.
Detail Proyek dalam pelaksanaan sebagai berikut:
Proyek dalam pelaksanaan
No Pelanggan Nama Proyek Nilai Proyek
December 31, 2024 March 31, 2025
1 PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Proyek Amphitheater 26.500.553.460 1.889.357.520 1.889.357.520
2 PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Proyek Siger Park Tahap 3 12.185.772.526 1.168.665.194 1.168.665.194
3 PT Syabangun Bumitirta Proyek Perumahan Green Kemiling 186.600.000.000 12.819.008.016 12.819.008.016
4 PT Karang Baru Pratama Rekonstruksi Simpang Umbar 15.000.000.000 31.887.774 31.887.774
5 PT Angkasa Pura II (Persero) Proyek Resrvoir Tank Kualanamu 17.247.915.000 5.468.717.255 5.468.717.255
Total 21.377.635.759 21.377.635.759
PT ASDP Indonesia Ferry - Terdapat perubahan desain, dengan diterbitkannya
addendum proyek pada tahun 2025, yang menyebabkan pelaksanaan pekerjaan proyek
Q1 2025 ditunda sementara.
PT Syabangun Bumitirta - Terdapat permintaan project owner dikarenakan adanya
kesulitan kondisi keuangan untuk Q1 2025, pelaksanaan proyek ditunda sementara.
PT Karang Baru Pratama – Terdapat perubahan desain sehingga pelaksanaan proyek
ditunda sementara.
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 13
PT Angkasa Pura - Sesuai penjelasan pada catatan 9, pelaksanaan pekerjaan proyek ini
tertunda dikarenakan terdapat upaya renegosiasi nilai proyek.
b. Agar dijelaskan basis pengakuan pendapatan Perseroan sebesar 10,21 miliar.
Tanggapan Manajemen.
Detil basis pengakuan pendapatan Perseroan sebesar Rp 10,21 miliar adalah sebagai berikut:
No Keterangan Nominal
1 PT ASDP Indonesia Ferry Rp 9.376.610.456
2 Yayasan Pokok Kegirangan Anak Bangsa Rp 717.725.380
3 PT Rindang 31 Pratama Rp 100.000.000
4 Penjualan Aspal Beton Retail Rp 19.784.416
Total Rp 10.214.120.752
c. Daftar proyek yang menjadi dasar pengakuan pendapatan sebesar Rp10,21 miliar tersebut
Tanggapan Manajemen.
Daftar proyek yang menjadi dasar pengakuan pendapatan sebesar Rp 10,21 miliar tersebut
adalah:
No Keterangan Nominal
1 Proyek Pembangunan Amphitheater Rp 9.376.610.456
2 Proyek Pembangunan Sekolah HFO Rp 717.725.380
3 Proyek Preservasi Jalan Rp 100.000.000
4 Penjualan Aspal Beton Retail Rp 19.784.416
Total Rp 10.214.120.752
d. Agar dijelaskan masing-masing detail kontrak dengan pelanggan dengan mengisi kolom
sebagai berikut:
Tanggapan Manajemen.
Detail kontrak dengan pelanggan adalah sebagai berikut:
No. Pelanggan Detail Kewajiban Penetapan harga
Pelaksanaan transaksi
1 JO Citra Garden Serpong Pembangunan rumah cluster Rp 169.000.000/unit
Bellefleur
2 PT ASDP Indonesia Ferry Penataan Menara Siger Rp 12.185.772.526
Tahap 3
3 PT ASDP Indonesia Ferry Pembangunan Amphitheater Rp 26.500.553.460
4 Yayasan Pokok Kegirangan Bangsa Pembangunan Gedung Rp 6.767.260.367
Sekolah HFO
5 Wisnu Sari Nugroho Pembangunan Perumahan Rp 7.416.000.000
Rumello Verde
14. Merujuk pada LKTW1 dan LKT yang telah disampaikan Perseroan, Perusahaan memperoleh
kontrak pekerjaan untuk pembangunan Amphitheater Siger Park di Kawasan Bakauheni Harbour
City pada tanggal 27 Agustus 2024 dengan nilai kontrak sebesar Rp 22.144.500.871. Namun, pada
31 Desember 2024 Perseroan mengakui pendapatan dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)
sebesar Rp26 miliar dan Rp9,3 miliar pada 31 Maret 2025. Agar dijelaskan sebagai berikut:
a. Kesesuaian nilai pendapatan dengan kontrak pekerjaan.
Tanggapan Manajemen.
Pendapatan
No Customer Proyek Nilai Kontrak
December 31, 2024 March 31, 2025
1 PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Proyek Siger Park Tahap 3 Kawasan Bakauheni Harbour City 12.185.772.526 9.931.807.725 -
2 PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Proyek Amphitheater Siger Park Kawasan Bakauheni Harbour City 26.500.553.460 * 16.071.079.106 9.376.610.456
TOTAL 38.686.325.986 26.002.886.831 9.376.610.456
*Sebelum adendum sebesar Rp 22.144.500.871.
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Page 14
b. Apakah terdapat adendum, perubahan kontrak (variation order), pekerjaan tambah
(additional work), atau eskalasi harga yang menyebabkan kenaikan nilai kontrak awal?
Tanggapan Manajemen.
Ya, terdapat addendum kontrak yang menyebabkan kenaikan nilai kontrak awal atas
pembangunan Amphitheater Siger Park di Kawasan Bakauheni Harbour City yang
sebelumnya sebesar Rp 22.144.500.871 menjadi sebesar Rp 26.500.553.460 dan kontrak
Penataan Siger Park tahap 3 yang sebelumnya sebesar Rp 9.880.311.884 menjadi sebesar
Rp 12.185.772.526.
c. Berapa nilai pengakuan pendapatan (total Rp35,3 miliar sepanjang 2024 hingga 31 Maret
2025) yang telah ditagihkan dan dibayarkan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)?
Tanggapan Manajemen.
Pembayaran yang telah diterima hingga 31 Maret 2025 untuk proyek Amphitheater Siger
Park di Kawasan Bakauheni Harbour City telah diterima Perseroan dari Januari-Maret 2025
sebesar Rp 9 miliar dan April-Mei 2025 sebesar Rp 10 miliar.
d. Bagaimana metode pengakuan pendapatan yang digunakan untuk proyek ini?
Tanggapan Manajemen.
Berdasarkan yang metode pengakuan pendapatan yang dijelaskan pada 9a yakni pendapatan
dapat diakui pada sepanjang waktu mengikuti waktu pemenuhan kewajiban pelaksanaan.
Jika pemenuhan kewajiban pelaksanaan adalah dari sepanjang waktu, pendapatan diakui
berdasarkan persentase penyelesaian yang mencerminkan kemajuan menuju pemenuhan
kewajiban pelaksanaan tersebut secara penuh, sesuai dengan PSAK 115.
***
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I, 6th Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190 – Indonesia
www.idx.co.id Call Center: 150515 (Domestic Only) | Email: contactcenter@idx.co.id| WhatsApp: +62 811 81 150515
X/TikTok: @idx_bei |Instagram: @indonesiastockexchange | Facebook/YouTube/LinkedIn: Indonesia Stock Exchange
Names mentioned 23 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Lie Kurniawan
p.1
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.1 ×28
unresolved
org
PT Abil
p.3 ×3
unresolved
org
PT Syabangun Bumitirta
p.4 ×7
unresolved
org
PT ASDP Indonesia Ferry
p.4 ×12
unresolved
org
PT Rindang
p.4 ×3
unresolved
org
PT Syabangun Bumitirta. Tanggapan Manajemen. Proyek
p.7
unresolved
org
PT Syabangun
p.7 ×8
unresolved
org
PT Syabangun Bumitirta. Tanggapan Manajemen. Progress
p.7
unresolved
org
PT Syabangun Bumitirta. Tanggapan Manajemen.
p.7 ×2
unresolved
org
PT Abil Putra Perkasa
p.8 ×3
unresolved
org
PT Syabangun Bumimitra
p.11 ×3
unresolved
org
PT Karang Baru Pratama
p.12 ×2
unresolved
org
Yayasan Pokok Kegirangan Anak Bangsa
p.13
unresolved
org
Yayasan Pokok Kegirangan Bangsa
p.13
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.