Skip to content
Back to announcement

20250620_CEKA_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31897352_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review CEKA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 61

Page 1
KJPP
DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




                                      LAPORAN
                                   STUDI KELAYAKAN
                              PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
                   PT WILMAR CAHAYA INDONESIA TBK
                              (“CEKA”)




                                            LOKASI :
                                        Kabupaten Bekasi
                                           Jawa Barat




NO. LAPORAN : 00011/2.0041-00/BS/NP-01/0384/1/V/2025




                                      Trusted Appraisal Services
Page 2
                   KJPP
                   DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
                   AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




              No. Laporan : 00011/2.0041-00/BS/NP-01/0384/1/V/2025

              Jakarta, 09 Mei 2025

              Kepada Yth.
              PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk
              Jl. Industri Selatan 3 Blok GG1
              Kawasan Industri Jababeka, Pasirsari
              Cikarang Selatan, Bekasi
              Jawa Barat 17550


              Dengan hormat,

              KANTOR JASA PENILAI PUBLIK DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN (“DYR”) telah ditunjuk oleh
              PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk (“CEKA”) berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran
              PR.DYR-00/IT/BS/WCI/IV/2025/ITK/0099 tanggal 16 April 2025 dengan maksud dan tujuan
              untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
              berupa penambahan bidang usaha sesuai dengan KBLI 52101 yang mana CEKA akan menambah
              kegiatan usaha pergudangan dan penyimpanan.

              Studi ini merupakan hasil kajian dan analisis yang dilakukan dengan meninjau kelayakan atas
              Rencana perubahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan oleh CEKA, ditinjau dari berbagai aspek
              yang meliputi aspek makro, aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model
              manajemen, dan aspek keuangan.

              Studi ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
              17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
              Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
              Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
              Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
              Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia
              (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.

              1.    Status Penilai

                    Penilai adalah partner dari KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN dengan kualifikasi sebagai
                    berikut :

                    Nama Penilai                               : Ivan T Khristian, SE., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert)
                    Ijin Penilai Publik                        : B.1-14.00384
                    STTD Penunjang Pasar Modal                 : STTD.PB-35/PJ-1/PM.02/2023
                    STTD IKNB                                  : 086/NB.122/STTD-P/2017
                    MAPPI                                      : 10-S-02664
                    Klasifikasi Izin                           : Penilaian Bisnis (B)

                    KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN (“DYR”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang
                    terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk
                    melakukan penugasan ini.




Business & Property Appraisal (PB) :
The Manhattan Square - Mid Tower
15th Floor Unit D
Jl. TB. Simatupang Kav.1S
Cilandak Timur, Jakarta Selatan, 12560
T : +62-21 2780 8586 (Hunting)
E : info@dyr.co.id
www.dyr.co.id                                            Trusted Appraisal Services
                                                                       i
                                                                Branch Office :
                         Jakarta (P), Semarang (PB), Medan (P), Surabaya (P), Denpasar (P), Bandung (P), Pekanbaru (P)
                            Lampung (P), Surakarta (PS), Banyumas (PS), Sleman (PS), Balikpapan (PS), Manado (PS)
Page 3
     KJPP
     DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
     AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




      Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami bertindak secara independen
      tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Obyek
      Studi Kelayakan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan pemberi tugas dan obyek Studi
      Kelayakan. DYR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
      dengan penugasan ini.

      Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
      pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai
      yang dihasilkan.

2.    Identitas Pemberi Tugas

        Nama Perusahaan                             :   PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk
        Jenis Usaha                                 :   Industri minyak mentah dan lemak nabati,
                                                        industri minyak mentah kelapa sawit,
                                                        industri minyak mentah inti kelapa sawit,
                                                        industri      pemisahan/fraksinasi    minyak
                                                        mentah kelapa sawit dan minyak mentah inti
                                                        kelapa sawit, industri pemurnian minyak
                                                        mentah kelapa sawit dan minyak mentah inti
                                                        kelapa sawit, industri pemisahan/fraksinasi
                                                        minyak murni kelapa sawit, industri
                                                        pemisahan/fraksinasi minyak murni inti
                                                        kelapa sawit, industri minyak goreng kelapa
                                                        sawit, perdagangan besar minyak dan lemak
                                                        nabati, dan perdagangan besar berbagai
                                                        macam barang.
        Alamat                                      :   Jl. Industri Selatan 3, Jababeka Tahap II
                                                        GG No. 1, RT 000, RW 000, Pasirsari
                                                        Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi 17856
                                                        Provinsi Jawa Barat, Indonesia
        No. Telp                                    :   +6221 8983 0003
        Email                                       :   ck-corsec-jkt@id.wilmar-intl.com
        Website                                     :   http://www.wilmarcahayaindonesia.com
3.    Identitas Pengguna Laporan

        Nama Perusahaan                             :   PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk
        Jenis Usaha                                 :   Industri minyak mentah dan lemak nabati,
                                                        industri minyak mentah kelapa sawit,
                                                        industri minyak mentah inti kelapa sawit,
                                                        industri      pemisahan/fraksinasi    minyak
                                                        mentah kelapa sawit dan minyak mentah inti
                                                        kelapa sawit, industri pemurnian minyak
                                                        mentah kelapa sawit dan minyak mentah inti
                                                        kelapa sawit, industri pemisahan/fraksinasi
                                                        minyak murni kelapa sawit, industri
                                                        pemisahan/fraksinasi minyak murni inti
                                                        kelapa sawit, industri minyak goreng kelapa
                                                        sawit, perdagangan besar minyak dan lemak
                                                        nabati, dan perdagangan besar berbagai
                                                        macam barang.
        Alamat                                      :   Jl. Industri Selatan 3, Jababeka Tahap II
                                                        GG No. 1, RT 000, RW 000, Pasirsari
                                                        Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi 17856
                                                        Provinsi Jawa Barat, Indonesia
        No. Telp                                    :   +6221 8983 0003
        Email                                       :   ck-corsec-jkt@id.wilmar-intl.com
        Website                                     :   http://www.wilmarcahayaindonesia.com

                                                        ii

                                           Trusted Appraisal Services
Page 4
     KJPP
     DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
     AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




4.    Obyek Studi Kelayakan

      Bahwa Obyek Studi Kelayakan sesuai dengan infromasi yang diberikan oleh pemberi tugas
      adalah Jasa Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa penambahan
      bidang usaha sesuai dengan KBLI No. 52101.

5.    Jenis Mata Uang Yang Digunakan

      Dalam penugasan ini Studi Kelayakan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.

6.    Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

      Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas penambahan
      Kegiatan Usaha PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”) dalam kaitannya kepentingan
      pasar modal dan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan penugasan tersebut.

      Penugasan ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
      17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
      Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
      Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
      Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
      Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
      Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.

7.    Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan

      Untuk melakukan Studi Kelayakan ini, kami akan menggunakan sesuai Peraturan Otoritas
      Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
      Kegiatan Usaha dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang
      Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran
      Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
      Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.

8.    Tanggal Studi Kelayakan dan Waktu Pelaporan

      Tanggal penilaian adalah per 31 Desember 2024 di mana batas tersebut diambil atas dasar
      pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Masa berlaku laporan ini adalah 6 (enam)
      bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025.

9.    Tingkat Kedalaman Investigasi

      Dalam penilaian ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
      memadai diantaranya dengan melakukan Wawancara terhadap Manajemen CEKA, yaitu :

      Pihak Yang Diwawancarai
            Pihak yang Diwawancarai                  Jabatan                        Entitas
                    Erry Tjuatja                 Presiden Direktur      PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk




                                                        iii

                                           Trusted Appraisal Services
Page 5
   KJPP
   DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
   AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




10. Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan

    Dalam melakukan penilaian ini, DYR juga menggunakan beberapa sumber informasi relevan
    yang handal tanpa perlu melakukan verifikasi:

     •     Data-data laporan keuangan historis yang telah diaudit;
     •     Dokumen hukum yang terkait dengan Studi Kelayakan;
     •     Data-data ekonomi yang diperoleh dari S&P Global;
     •     Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari
           instansi terkait seperti Bank Indonesia;
     •     Data statistik dari Badan Pusat Statistik.

    Dalam melakukan penilaian ini, DYR juga menggunakan beberapa sumber informasi relevan
    yang perlu melakukan verifikasi:

     •     Diskusi dengan pihak manajemen baik Pemberi Tugas maupun Objek Studi Kelayakan;
     •     Data finansial terkait dengan Objek Studi Kelayakan.

    Tinjauan terhadap kondisi fundamental obyek studi kelayakan yang menyangkut sejarah
    singkatnya, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha dan kinerja
    keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada.

     •     Data-data lainnya sebagai informasi pendukung, seperti Rencana Anggaran Biaya.

11. Asumsi Dan Asumsi Khusus
    Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan
    asumsi khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan dimana Studi
    Kelayakan diperlukan.

    Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada tanggal Studi
    Kelayakan atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu
    transaksi pada tanggal studi kelayakan.

    Asumsi khusus sering digunakan untuk menggambarkan efek dari suatu situasi yang akan
    mempengaruhi nilai.

    Dalam pelaksanaan penugasan, Penilai akan menggunakan asumsi yang wajar untuk
    diterima sebagai fakta dalam konteks penugasan.

12. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi

    Laporan Studi Kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi
    rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan Pengguna
    Laporan Studi Kelayakan ini sebagaimana yang disebutkan dalam lingkup penugasan,
    menginformasikan bahwa tidak terdapat informasi rahasia yang dapat mempengaruhi
    operasional perusahaan di dalam laporan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan
    yang disebutkan dalam lingkup Penugasan Laporan ini harus mendapatkan persetujuan
    tertulis dari KJPP DASA'AT YUDISTIRA DAN REKAN serta Pemberi Tugas.

    Tanda tangan Penilai Publik dan cap DYR yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan
    Studi Kelayakan yang dihasilkan.




                                                     iv

                                         Trusted Appraisal Services
Page 6
   KJPP
   DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
   AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




13. Konfirmasi Bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan Peraturan OJK dan KEPI & SPI

    Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah
    dibuat dengan memenuhi ketentuan kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
    17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
    Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
    Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
    Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
    Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
    Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.




                                                     v

                                         Trusted Appraisal Services
Page 7
   KJPP
   DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
   AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




14. Kesimpulan

   Berdasarkan kajian, evaluasi, analisa kelayakan pasar, Analisa kelayakan teknis, Analisa
   kelayakan pola bisnis, Analisa kelayakan manajemen, dan Analisa kelayakan keuangan serta
   proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat
   terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan Kegiatan Usaha yang akan
   dilaksanakan oleh CEKA layak.

Demikian hasil Studi Kelayakan yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada standar dan
kode etik yang berlaku.


Hormat kami,
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN




Ivan Teguh Khristian, SE., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert)
Partner

Ijin Penilai Publik                      : B.1-14.00384
STTD Penunjang Pasar Modal               : STTD.PB-35/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB                                : 086/NB.122/STTD-P/2017
MAPPI                                    : 10-S-02664
Klasifikasi Izin                         : Penilaian Bisnis (B)




                                                     vi

                                         Trusted Appraisal Services
Page 8
   KJPP
   DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
    AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




                              PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda-tangan
dibawah ini menerangkan bahwa :

1. Penugasan Studi Kelayakan ini telah dilakukan terhadap Obyek Studi Kelayakan dan
   dilakukan secara independen;

2. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;

3. Analisa telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi
   Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha;

4. Penugasan telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku;

5. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;

6. Pernyataan yang menjadi dasar dari analisa, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di
   dalam laporan ini adalah benar

7. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Studi Kelayakan diperoleh dari berbagai sumber
   yang diyakini Penilai Usaha dapat dipertanggungjawabkan;

8. Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
   analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini;

9. Penilai bertanggung jawab sepenuhnya atas prosedur, pelaporan dan hasil Studi Kelayakan
   yang dilakukan;

10. Penugasan ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
    17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
    Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
    Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
    Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
    Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
    Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.


Jakarta, 09 Mei 2025


Ivan Teguh Khristian, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) – Penanggung Jawab       ...........................
Izin Penilai                     : No. B.1-14.00384
MAPPI                            : No. 10-S-02664
RMK                              : RMK-2017.00578



H. Andi Noviastoko, S.E., M.Ec.Dev. – Quality Assurance                       ...........................
MAPPI                          : No. 12-T-03566
RMK                            : RMK-2017.00837




                                                      vii
                                          Trusted Appraisal Services
Page 9
    KJPP
    DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
    AREA SERVED: INDONESIA & WORLD WIDE




Lieke Herianto, B.Comm. – Penilai                                      ...........................
MAPPI          : No. 18-T-08709
RMK            : RMK-2021.03771



Michelle Maria Meylan Nender, S.E - Penilai                            ...........................
MAPPI        : No. 21-P-10757
RMK          : RMK-2024.04941



Monica Mega Pratiwi, S.AB – Penilai                                    ...........................
MAPPI        : No. 22-P-11222
RMK          : RMK-2023.04853



Monica Gede Dewinta Ekaristi, S.E – Penilai                            ...........................
No. MAPPI    : 24-P-12655
No. RMK      : RMK-2025.05057




                                                     viii
                                          Trusted Appraisal Services
Page 10
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)



                                          DAFTAR ISI
                                                                                                        Halaman

SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI
DAFTAR ISI
DAFTAR FIGUR



BAB I    1
P E N D A H U L U A N ......................................................................................... 1
           Latar Belakang .................................................................................... 1
           Identitas Penilai ................................................................................... 2
           Identitas Pemberi Tugas ......................................................................... 2
           Identitas Pengguna Laporan ..................................................................... 3
           Maksud dan Tujuan ............................................................................... 3
           Metodologi ......................................................................................... 3
           Pembatasan ........................................................................................ 4
BAB II   5
GAMBARAN UMUM PERSEROAN .............................................................................. 5
2.1        Profil PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk (“CEKA”) ......................................... 5
2.1.1      Pendirian ........................................................................................... 5
2.1.2      Produk dan Layanan .............................................................................. 7
2.1.3      Struktur Permodalan ............................................................................. 7
2.1.4      Susunan Pengurus CEKA .......................................................................... 7
2.2        Legalitas dan Perizinan yang dimiliki CEKA ................................................... 8
2.3        Tenaga Kerja ...................................................................................... 8
2.4        Tinjauan Kinerja Keuangan ...................................................................... 8
BAB III 17
ASPEK MAKRO INDONESIA .................................................................................. 17
3.1        Makro Ekonomi Indonesia ....................................................................... 17
3.1.1      Pertumbuhan Ekonomi .......................................................................... 17
BAB IV 22
ASPEK PASAR ................................................................................................. 22
4.1        Tinjauan Industri ................................................................................. 22
4.2        Persaingan Usaha ................................................................................ 24
4.3        Strategi Pemasaran .............................................................................. 24
4.4        Potensi Pasar dan Sasaran Pasar ............................................................... 25
BAB V    26
ASPEK TEKNIS ................................................................................................ 26
5.1        Bisnis PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk ....................................................... 26
5.2        Rencana Bisnis Baru CEKA ...................................................................... 27
5.3        Aspek Teknis Terkait ............................................................................ 27
5.4        Kapasitas, Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya termasuk Bahan Baku, Pekerja dan
Tim Ahli Profesional .......................................................................................... 27
5.5        Sumber Daya Manusia dan Tenaga Kerja CEKA .............................................. 28
BAB VI 29
ASPEK POLA BISNIS .......................................................................................... 29
6.1        Pola Bisnis ......................................................................................... 29
6.1.1      Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai ........................................................ 29
6.1.2      Keunggulan Kompetitif .......................................................................... 29
6.1.3      Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ................................................... 29
6.2        Analisis SWOT..................................................................................... 29



                                                        ix
Page 11
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


                                                                                                     Halaman

BAB VII 31
ASPEK MODEL MANAJEMEN ................................................................................ 31
7.1       Ketersediaan Tenaga Kerja ..................................................................... 31
7.2       Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ............................................. 31
7.3       Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ....................................................... 32
7.4       Manajemen Risiko ................................................................................ 32
BAB VIII 34
ASPEK KEUANGAN ........................................................................................... 34
8.1       Rencana CEKA .................................................................................... 34
8.2       Kebutuhan Investasi ............................................................................. 34
8.3       Sumber Pembiayaan ............................................................................. 34
8.4       Posisi Keuangan CEKA Setelah Transaksi ..................................................... 34
8.5       Working Capital CEKA ........................................................................... 36
8.6       Cut Off Date Dalam Analisa .................................................................... 36
8.7       Penetapan Tingkat Diskonto .................................................................... 36
8.8       Analisis Kelayakan Proyek ...................................................................... 39
8.9       Analisis Break event dengan Penambahan Usaha ........................................... 39
8.10      Analisis Sensitivitas Setelah Penambahan Usaha ............................................ 39
8.11      Kesimpulan........................................................................................ 40




                                                      x
Page 12
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)



                                  DAFTAR FIGUR
                                                                                                      Halaman
Figur 1. Struktur Permodalan .............................................................................. 7
Figur 2. Laba Rugi (Dalam Ribuan Rupiah) .............................................................. 9
Figur 3. Grafik Laporan Laba Rugi CEKA (dalam Ribuan Rupiah) .................................. 10
Figur 4. Posisi Keuangan (Dalam Ribuan Rupiah) ..................................................... 10
Figur 5. Grafik Laporan Posisi Keuangan CEKA (dalam Ribuan Rupiah) .......................... 12
Figur 6. Arus Kas (dalam Ribuan Rupiah) .............................................................. 13
Figur 7. Grafik Laporan Arus Kas CEKA (dalam Ribuan Rupiah) ................................... 13
Figur 8. Rasio Keuangan .................................................................................. 14
Figur 9. Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran .................................................... 17
Figur 10. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) .................................................... 18
Figur 11. Peta Inflasi Daerah 2024 .................................................................... 19
Figur 12. Rincian Investasi (Dalam Rupiah) .......................................................... 34
Figur 13. Proyeksi Laba Bersih CEKA Setelah Rencana Transaksi (dalam Ribuan Rupiah) .. 35
Figur 14. Asumsi Atas Proyeksi Pendapatan (dalam Ribuan Rupiah) ............................ 35
Figur 15. Woking Capital CEKA (dalam Ribuan Rupiah) ........................................... 36
Figur 16. Beta ............................................................................................. 38
Figur 17. Cost of Equity ................................................................................. 38
Figur 18. Analisis Break event (dalam Ribuan Rupiah) ............................................ 39
Figur 19. Analisis Sensitivitas Pendapatan dan Biaya (dalam Ribuan Rupiah) ................. 39




                                                      xi
Page 13
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)




                                               BAB I

                                     PENDAHULUAN


      Latar Belakang

      PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”) adalah suatu perseroan terbatas terbuka yang
      bergerak di bidang industri minyak mentah dan lemak nabati, industri minyak mentah kelapa
      sawit, industri minyak mentah inti kelapa sawit, industri pemisahan/fraksinasi minyak
      mentah kelapa sawit dan minyak mentah inti kelapa sawit, industri pemurnian minyak
      mentah kelapa sawit dan minyak mentah inti kelapa sawit, industri pemisahan/fraksinasi
      minyak murni kelapa sawit, industri pemisahan/fraksinasi minyak murni inti kelapa sawit,
      industri minyak goreng kelapa sawit, perdagangan besar minyak dan lemak nabati, dan
      perdagangan besar berbagai macam barang. Produk yang dihasilkan yaitu minyak kelapa
      sawit beserta produk-produk turunannya, minyak tengkawang dan minyak nabati spesialitas.
      Perusahaan juga bergerak dalam usaha bidang perdagangan lokal, ekspor, impor;
      perdagangan hasil bumi, hasil hutan; melakukan perdagangan barang-barang keperluan
      sehari-hari; bertindak sebagai grosir, distributor, leveransir, eceran dan lainya.

      PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk, dahulu dikenal dengan nama CV Tjahaja Kalbar yang
      didirikan pada tahun 1968. Perusahaan baru disahkan menjadi Perseroan Terbatas
      (PT Cahaya Kalbar) pada tahun 1988 berdasarkan SK Menteri Kehakiman RI No. C2-1390.
      HT.01.01.TH.88 tanggal 17 Februari 1988. Pada tahun 1996 menjadi perusahaan publik
      dengan nama PT Cahaya Kalbar Tbk. Pada tahun 2013 Perusahaan berganti nama menjadi
      PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk.

      Entitas induk PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk adalah PT Sentratama Niaga Indonesia dan
      entitas induk terakhir adalah Wilmar International Limited (“WIL”). WIL merupakan
      perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Singapura.

      Kantor pusat Perusahaan terletak di Jl. Industri Selatan 3 Jababeka Tahap II, GG No. 1,
      RT000, RW000, Pasirsari, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, 17856. Lokasi
      pabrik Perusahaan terletak di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat dan
      Pontianak, Kalimantan Barat.

      PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”) memiliki tanah dengan sertipikat HGB Nomor
      925/Pasirsari seluas 21.179 meter2 (2,1 Ha) yang terletak di Kawasan Industri Jababeka
      Tahap II, Jalan Industri Selatan 3, Blok GG No. 1, Pasirsari, Cikarang, Bekasi. Di atas bidang
      tanah tersebut, telah didirikan bangunan pabrik, pergudangan, laboratorium, kantor dan
      sarana pendukung lainnya. Pabrik, pergudangan, laboratorium, kantor dan sarana
      pendukung lainnya dan kantor tersebut dibangun pada tahun 2000. Mesin-mesin pabrik
      tersebut kebanyakan telah berumur tua dan dengan teknologi lama, sehingga tidak jarang
      mesin rusak dan menimbulkan biaya-biaya perawatan dan kapasitas produksi menjadi tidak
      maksimal, atau dengan kata lain, pabrik tersebut tidak efisien. Selain itu, luas tanah 2,1 ha
      tersebut sudah hampir seluruhnya dibangun dan tidak bisa diperluas /ekspansi lagi.

      Dalam beberapa waktu terakhir, Perusahaan melakukan terobosan dalam meningkatkan
      pendapatan dengan melakukan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan afiliasi di bawah
      grup Wilmar. Kerjasama tersebut dilaksanakan dengan mekanisme sebagai berikut: hasil
      produksi dari Perusahaan afiliasi yang sama dengan produk Perusahaan, dibeli oleh
      Perusahaan dan disimpan sementara di gudang Perusahaan tersebut untuk kemudian lalu
      dijual dan dikirimkan kepada pelanggan-pelanggan Perusahaan.

      Secara parallel dengan terobosan tersebut di atas, dan bahwa karena pabrik tersebut tidak
      beroperasi secara efisien, maka ada wacana dari manajemen Perusahaan untuk mengurangi

                                                                                         Halaman -1
Page 14
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


      produksi / menghentikan produksi dan akan menambah kegiatan usaha berupa Pergudangan
      dan Penyimpanan sebagaimana diatur dalam KBLI 52101. Sehubungan dengan hal tersebut,
      CEKA membutuhkan pihak Independen untuk melakukan kajian dan analisa kelayakan atas
      rencana penambahan kegiatan usaha sesuai dengan KBLI No. 52101. Untuk penyusunan Studi
      Kelayakan ini CEKA telah menunjuk KANTOR JASA PENILAI PUBLIK DASA’AT YUDISTIRA DAN
      REKAN (“DYR”) yang diharapkan dapat melakukan kajian secara obyektif dan independen
      sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam persetujuan atas Surat Penawaran PR.DYR-
      00/IT/BS/WCI/IV/2025/ITK/0099 tanggal 16 April 2025.

      Identitas Penilai

      Penilai adalah partner dari KJPP Dasa’at, Yudistira & Rekan dengan kualifikasi sebagai
      berikut:
      Nama Penilai                   : Ivan Teguh Khristian, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
      No. Izin Penilai               : B.1-14.00384
      No. STTD Penunjang Pasar Modal : STTD.PB-35/PJ-1/PM.02/2023
      No. MAPPI                      : 10-S-02664
      Klasifikasi Izin               : Penilaian Bisnis (B)

      KJPP Dasa’at, Yudistira & Rekan (“DYR”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di
      Kementerian Keuangan dan juga terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas
      Jasa Keuangan serta memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian ini.

      Dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
      benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Penilaian ataupun
      pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Penilaian. DYR juga tidak
      memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

      Laporan Penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
      manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang
      dihasilkan.

      Identitas Pemberi Tugas
      Nama Perusahaan                       :   PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk
      Jenis Usaha                           :   Industri minyak mentah dan lemak nabati,
                                                industri minyak mentah kelapa sawit,
                                                industri minyak mentah inti kelapa sawit,
                                                industri      pemisahan/fraksinasi    minyak
                                                mentah kelapa sawit dan minyak mentah inti
                                                kelapa sawit, industri pemurnian minyak
                                                mentah kelapa sawit dan minyak mentah inti
                                                kelapa sawit, industri pemisahan/fraksinasi
                                                minyak murni kelapa sawit, industri
                                                pemisahan/fraksinasi minyak murni inti
                                                kelapa sawit, industri minyak goreng kelapa
                                                sawit, perdagangan besar minyak dan lemak
                                                nabati, dan perdagangan besar berbagai
                                                macam barang.
      Alamat                                :   Jl. Industri Selatan 3, Jababeka Tahap II
                                                GG No. 1, RT 000, RW 000, Pasirsari
                                                Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi 17856
                                                Provinsi Jawa Barat, Indonesia
      No. Telp                              :   +6221 8983 0003
      Email                                 :   ck-corsec-jkt@id.wilmar-intl.com
      Website                               :   http://www.wilmarcahayaindonesia.com

                                                                                       Halaman -2
Page 15
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


      Identitas Pengguna Laporan

      Nama Perusahaan                       :   PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk
      Jenis Usaha                           :   Industri minyak mentah dan lemak nabati,
                                                industri minyak mentah kelapa sawit,
                                                industri minyak mentah inti kelapa sawit,
                                                industri      pemisahan/fraksinasi    minyak
                                                mentah kelapa sawit dan minyak mentah inti
                                                kelapa sawit, industri pemurnian minyak
                                                mentah kelapa sawit dan minyak mentah inti
                                                kelapa sawit, industri pemisahan/fraksinasi
                                                minyak murni kelapa sawit, industri
                                                pemisahan/fraksinasi minyak murni inti
                                                kelapa sawit, industri minyak goreng kelapa
                                                sawit, perdagangan besar minyak dan lemak
                                                nabati, dan perdagangan besar berbagai
                                                macam barang.
      Alamat                                :   Jl. Industri Selatan 3, Jababeka Tahap II
                                                GG No. 1, RT 000, RW 000, Pasirsari
                                                Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi 17856
                                                Provinsi Jawa Barat, Indonesia
      No. Telp                              :   +6221 8983 0003
      Email                                 :   ck-corsec-jkt@id.wilmar-intl.com
      Website                               :   http://www.wilmarcahayaindonesia.com


      Maksud dan Tujuan

      Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas penambahan
      Kegiatan Usaha PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”) dalam kaitannya kepentingan
      pasar modal dan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan penugasan tersebut.

      Penugasan ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
      17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
      Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
      Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
      Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
      Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
      Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.

      Metodologi

      Metode yang digunakan dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini adalah :
        • Pengumpulan data-data primer dari CEKA yang terkait dengan rencana penambahan
           kegiatan usaha yang meliputi data-data yang terkait dengan rencana penambahan
           kegiatan usaha.
        • Analisis makro ekonomi, analisis industri untuk mengevaluasi pengaruh dari faktor
           tersebut terhadap kinerja CEKA di masa mendatang.
        • Analisis kelayakan pasar ini membahas mengenai produk existing dan jasa
           perdagangan sesuai dengan rencana penambahan kegiatan usaha.
        • Analisis teknis Perseroan dalam merealisasikan rencana penambahan kegiatan
           usahanya menjadi perusahaan yang juga menawarkan bidang usaha pergudangan dan
           penyimpanan.
        • Analisis pola bisnis menunjukan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha CEKA
           masih bisa mendukung dengan bisnis existing.



                                                                                       Halaman -3
Page 16
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


           •    Analisis model manajemen yang menunjukan kesanggupan manajeman CEKA untuk
                menangani rencana penambahan kegiatan usaha CEKA, dalam hal ini merupakan
                kesiapan Sumber Daya Manusia.
           •    Analisis keuangan yang dilihat dari laporan keuangan historis serta prospektif CEKA
                untuk mengevaluasi kelayakan penambahan kegiatan usaha CEKA.
           •    Dalam melakasanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan
                penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator Net
                Present Valuve (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR), dan
                Break Even.

      Pembatasan
       •       Laporan Studi Kelayakan merupakan hasil analisis KJPP DYR atas rencana penambahan
               Kegiatan Usaha CEKA yang juga dimaksudkan untuk digunakan sebagai pemenuhan
               ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang
               Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
               Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
               Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
               No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
               Bisnis di Pasar Modal.
       •       Besaran investasi yang digunakan dalam proyeksi merujuk pada rencana dan
               pertimbangan manajemen dengan tetap memperhatikan data pasar.
       •       Penyusunan laporan studi ini merupakan intepretasi kami atas data dan informasi yang
               diperoleh dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan laporan ini
               dilakukan. Asumsi-asumsi yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku apabila terjadi
               sesuai atau kondisi tertentu yang mempengaruhi ketepatan asumsi-asumsi tersebut,
               seperti diberlakukannya peraturan-peraturan pemerintah yang baru maupun
               perubahan-perubahan penting di manajemen, bidang politik, sosial dan ekonomi.
       •       Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau
               kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi CEKA yang relevan dan
               signifikan pengaruhnya terhadap opini atau kesimpulan kami, yang tidak dan/ atau
               belum kami terima dari CEKA.
       •       Kami berasumsi bahwa CEKA mentaati semua peraturan yang ditetapkan Pemerintah,
               khususnya yang terkait dengan operasional perusahaan, baik di masa lalu maupun di
               masa mendatang.
       •       Kami tidak melaksanakan pemeriksanaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh
               CEKA. Kami berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-aset
               CEKA, baik saat ini maupun di masa yang akan datang.
       •       Kami berasumsi bahwa CEKA telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan dengan
               perpajakan, retribusi pungutan-pungutan, dan/atau kewajiban lainnya sesuai dengan
               peraturan yang berlaku.
       •       Kami telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses
               penyusunan Studi Kelayakan.
       •       Kami mengandalkan sepenuhnya data-data dari manajemen, adapun laporan keuangan
               audit per cut off date, kami peroleh dari manajemen.
       •       Data dan informasi diperoleh dari sumber dan data yang dapat dipercaya.
       •       Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
               kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
               pencapaian (fiduiary duty).
       •       Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Studi Kelayakan dan kewajaran
               proyeksi keuangan.
       •       Kami bukan konsultan yang berkompetensi masalah lingkungan hidup, dan karenanya
               tidak bertanggung jawab terhadap setiap kewajiban aktual atau potensial yang terkait
               dengan permasalahan lingkungan.
       •       Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non disclaimer opinion.
       •       Penilai bertanggung jawab pada laporan Studi Kelayakan ini dan kesimpulan akhir dari
               laporan ini.

                                                                                         Halaman -4
Page 17
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)




                                              BAB II

                                GAMBARAN UMUM PERSEROAN

2.1     Profil PT WILMAR CAHAYA INDONESIA Tbk (“CEKA”)

2.1.1    Pendirian

         PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. (“Perusahaan”), dahulu bernama CV Tjahaja Kalbar,
         didirikan di Pontianak berdasarkan Akta No. 1 tanggal 3 Februari 1968 yang dibuat di
         hadapan Mochamad Damiri, Notaris di Pontianak. Badan hukum Perusahaan berubah
         menjadi Perusahaan Terbatas berdasarkan Akta Pendirian Perusahaan tanggal 9 Desember
         1980 No. 49 yang dibuat di hadapan Mochamad Damiri, Notaris di Pontianak. Berdasarkan
         Akta No. 103.A tanggal 18 April 1984 yang dibuat di hadapan Tommy Tjoa Keng Liet, S.H.,
         Notaris di Pontianak, diputuskan, antara lain, perpindahan kedudukan Perusahaan dari
         Pontianak ke Jakarta. Akta pendirian dan perubahan yang dibuat di hadapan Mochamad
         Damiri dan Tommy Tjoa Keng Liet, S.H. tersebut telah mendapat persetujuan dari
         Kementerian Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-
         1390.HT.01.01.TH.88 tanggal 17 Februari 1988. Akta pendirian tersebut telah didaftarkan
         di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Pontianak No. 19/PT.Pendaf/95 tanggal 31 Juli 1995,
         dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 27 Oktober 1995
         No. 86, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 8884.

         Anggaran Dasar Perusahaan beberapa kali mengalami perubahan, antara lain dengan Akta
         tanggal 18 April 1996 No. 83 yang dibuat di hadapan Siti Pertiwi Henny Singgih, S.H.,
         Notaris di Jakarta mengenai Perusahaan menjadi perusahaan terbuka. Sesuai dengan Surat
         Persetujuan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (”Bapepam-LK”),
         sekarang Otoritas Jasa Keuangan (”OJK”), tanggal 10 Juni 1996 No. S-942/PM/1996,
         Pernyataan Pendaftaran Perusahaan menjadi efektif dalam rangka Perusahaan
         melaksanakan penawaran umum perdana atas 34.000.000 saham Perusahaan dengan nilai
         nominal Rp500 per saham kepada masyarakat melalui Bursa Efek Indonesia.

         Perubahan Anggaran Dasar ini telah disahkan oleh Kementerian Kehakiman Republik
         Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-7688.HT.01.04.TH.96 tanggal 29 April 1996 dan
         telah didaftarkan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Utara nomor agenda
         613/BH.09.01/IX/1998 tanggal 29 September 1998 dan telah diumumkan dalam Berita
         Negara Republik Indonesia tanggal 24 November 1998 No. 94, Tambahan Berita Negara
         Republik Indonesia No. 6538.

         Sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perusahaan tanggal 27 Juni 1997 No. 137
         yang dibuat dihadapan Veronica Lily Dharma, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan
         mengubah Anggaran Dasarnya untuk menyesuaikan dengan Keputusan Ketua BAPEPAM-LK
         (OJK) Nomor KEP-13/PM/1997 tanggal 30 April 1997 tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar
         Perusahaan Yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan
         Publik. Perusahaan juga meningkatkan modal dasar dari Rp150.000.000.000 menjadi
         sebesar Rp238.000.000.000 dengan jumlah saham dari 300.000.000 saham menjadi
         476.000.000 saham dengan nilai nominal Rp500 per saham. Perubahan ini telah
         memperoleh persetujuan dari Kementerian Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat
         Keputusan No. C2-9678.HT.01.04.TH.97 tanggal 19 September 1997 dan telah didaftarkan
         di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Utara No. 613/BH.09.01/XII/97 tanggal 8
         Desember 1997 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 6
         Maret 1998 No. 19 Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 1436.




                                                                                      Halaman -5
Page 18
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


        Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan
        tanggal 30 September 1998 No. 81 yang dibuat di hadapan Veronica Lily Dharma, S.H.,
        Notaris di Jakarta dan sesuai dengan Surat Keputusan BAPEPAM-LK (OJK) No. S-
        2026/PM/1998 tanggal 25 September 1998, Perusahaan melakukan Penawaran Umum
        Terbatas I Saham Perusahaan dengan menerbitkan hak memesan efek terlebih dahulu
        kepada pemegang saham Perusahaan, yaitu sejumlah 178.500.000 saham biasa atas nama
        dengan nilai nominal Rp500 per saham atau seluruhnya sebesar Rp89.250.000.000.

        Sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan rapat Perusahaan tanggal 20 Juni 2008 No. 19
        yang dibuat dihadapan Merry Susanti Siaril, S.H., Notaris di Jakarta, dilakukan penyesuaian
        Anggaran Dasar Perusahaan terhadap Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan
        Terbatas. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Kementerian Hukum dan
        Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan surat No. AHU-74160.A.H.01.02 Tahun
        2008.

        Berdasarkan akta Notaris No. 6 tanggal 10 Mei 2013 yang dibuat di hadapan Dr. Fransiscus
        Xaverius Arsin, S.H., notaris di Jakarta, Perusahaan mengubah namanya dari PT Cahaya
        Kalbar Tbk. menjadi PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. Perubahan Anggaran Dasar tersebut
        telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam
        Surat No. AHU-29266.AH.01.02.Tahun 2013 tanggal 30 Mei 2013 dan telah diumumkan
        dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 13 September 2013 No. 74, Tambahan
        Berita Negara Republik Indonesia No. 102700.

        Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
        Perusahaan tanggal 9 Juli 2015 No. 9 yang dibuat di hadapan Dr. Fransiscus Xaverius Arsin,
        S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan mengubah nilai nominal saham Perusahaan dari Rp500
        per masing-masing saham menjadi Rp250 per masing-masing saham. Perubahan Anggaran
        Dasar telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
        dalam Surat No. AHU-0939228.AH.01.02.Tahun 2015 tanggal 10 Juli 2015.

        Berdasarkan Akta tanggal 20 November 2019 No. 8 yang dibuat di hadapan Dr. Fransiscus
        Xaverius Arsin, S.H., Notaris di Jakarta, Perusahaan mengubah Anggaran Dasar sehubungan
        dengan perubahan maksud dan tujuan perusahaan sesuai dengan klasifikasi baku lapangan
        usaha Indonesia tahun 2017. Perubahan Anggaran Dasar ini telah disetujui oleh
        Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat No. AHU-
        0097154.AH.01.02.TAHUN 2019 tanggal 22 November 2019.

        Berdasarkan Akta tanggal 26 Mei 2023 No. 174 yang dibuat di hadapan Jimmy Tanal, S.H.,
        M.Kn, Notaris di Jakarta Selatan, Perusahaan menyesuaikan Anggaran Dasarnya
        sehubungan dengan perubahan maksud dan tujuan perusahaan sesuai dengan klasifikasi
        baku lapangan usaha Indonesia tahun 2020. Perubahan Anggaran Dasar ini telah disetujui
        oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat No. Asasi
        Manusia Republik Indonesia dalam surat No. AHU-0034430.AH.01.02 TAHUN 2023 tanggal
        19 Juni 2023.

        Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1971 dan Kantor pusat
        Perusahaan terletak di Jl. Industri Selatan 3 Jababeka Tahap II, GG No. 1, RT000, RW000,
        Pasirsari, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, 17856. Lokasi pabrik
        Perusahaan terletak di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Jawa Barat dan Pontianak,
        Kalimantan Barat.




                                                                                        Halaman -6
Page 19
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


2.1.2   Produk dan Layanan

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan meliputi industri minyak mentah dan lemak
        nabati, industri minyak mentah kelapa sawit, industri minyak mentah inti kelapa sawit,
        industri pemisahan/fraksinasi minyak mentah kelapa sawit dan minyak mentah inti kelapa
        sawit, industri pemurnian minyak mentah kelapa sawit dan minyak mentah inti kelapa
        sawit, industri pemisahan/fraksinasi minyak murni kelapa sawit, industri
        pemisahan/fraksinasi minyak murni inti kelapa sawit, industri minyak goreng kelapa sawit,
        perdagangan besar minyak dan lemak nabati, dan perdagangan besar berbagai macam
        barang.


2.1.3   Struktur Permodalan

        Berdasarkan Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2024, susunan pemegang saham CEKA
        adalah sebagai berikut :

        Figur 1. Struktur Permodalan
                                              Jumlah Saham
                                                                    Persentase
               Pemegang Saham            Ditempatkan dan Disetor                   Jumlah (Rp)
                                                                   Kepemilikan
                                                 Penuh
         PT Sentratama Niaga Indonesia            517.771.000           87,02%    129.442.750.000

         Masyarakat   (masing-masing
         dengan kepemilikan di bawah               77.229.000           12,98%     19.307.150.000
         5%)

         Jumlah                                  595.000.000          100,00%    148.750.000.000

        Sumber : Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2024

        Pemegang saham mayoritas CEKA adalah PT Sentratama Niaga Indonesia dengan
        kepemilikan sebesar 87,02%, sedangkan pemegang saham minoritas terdiri dari masyarakat
        dengan masing-masing kepemilikan dibawah 5% dengan total kepemilikan sebesar 12,98%.


2.1.4   Susunan Pengurus CEKA

        Berdasarkan Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2024, Susunan Dewan Komisaris dan
        Direksi CEKA adalah sebagai berikut :


        Dewan Komisaris
        Presiden Utama             : Darwin Indigo
        Komisaris Independen       : Mayor Jenderal TNI (Purn) Drs. Hendardji Soepandji, SH

        Direksi
        Presiden Direktur          : Erry Tjuatja
        Direktur                   : Tonny Muksim, S.E., MM
        Direktur                   : Teh Kenny Suryadi

        Komite Audit
        Ketua                      : Mayor Jenderal TNI (Purn) Drs. Hendardji Soepandji, SH
        Anggota                    : Prof. Dr. Sukrisno Agoes, AK. MM. CPA. CA
                                   : Beny Suharsono, S.E., MM.




                                                                                          Halaman -7
Page 20
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


2.2   Legalitas dan Perizinan yang dimiliki CEKA

      Legalitas dan Perizinan yang telah dimiliki CEKA adalah sebagai berikut :
       1. Akta Pendirian Perusahaan tanggal 9 Desember 1980 No. 49 yang dibuat di hadapan
           Mochamad Damiri, Notaris di Pontianak. Akta pendirian tersebut telah didaftarkan di
           Kepaniteraan Pengadilan Negeri Pontianak No. 19/PT.Pendaf/95 tanggal 31 Juli 1995,
           dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 27 Oktober 1995
           No. 86, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 8884;
       2. Akta No. 103.A tanggal 18 April 1984 yang dibuat di hadapan Tommy Tjoa Keng Liet,
           S.H., Notaris di Pontianak, diputuskan, antara lain, perpindahan kedudukan Perusahaan
           dari Pontianak ke Jakarta;
       3. Akta pendirian dan perubahan yang dibuat di hadapan Mochamad Damiri dan Tommy
           Tjoa Keng Liet, S.H. tersebut telah mendapat persetujuan dari Kementerian Kehakiman
           Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-1390.HT.01.01.TH.88 tanggal 17
           Februari 1988. Akta pendirian tersebut telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan
           Negeri Pontianak No. 19/PT.Pendaf/95 tanggal 31 Juli 1995, dan telah diumumkan
           dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 27 Oktober 1995 No. 86, Tambahan
           Berita Negara Republik Indonesia No. 8884;
       4. Akta Pernyataan Keputusan Rapat tanggal 26 Juni 2024 No. 235 yang dibuat di hadapan
           Jimmy Tanal, S.H.,M.Kn, Notaris di Jakarta Selatan, tentang pengangkatan kembali
           pengurus. Perubahan Data ini telah diterima oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
           Manusia Republik Indonesia dalam surat No. AHU-AH.01.09-0226604 tanggal 15 Juli
           2024;
       5. Nomor Induk Berusaha 8120106921821 yang ditetapkan tanggal 12 September 2018;
       6. NPWP 0011 1051 1105 4000;
       7. Laporan Keuangan CEKA per 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh Deden Riyadi
           dari KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (EY) dengan nomor laporan
           00324/2.1032/AU.1/04/0692-1/1/III/2021 tanggal 29 Maret 2021 dengan opini wajar
           tanpa modifikasian;
       8. Laporan Keuangan CEKA per 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Deden Riyadi
           dari KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (EY) dengan nomor laporan
           00350/2.1032/AU.1/04/0692-2/1/III/2022 tanggal 29 Maret 2022 dengan opini wajar
           tanpa modifikasian;
       9. Laporan Keuangan CEKA per 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Deden Riyadi
           dari KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (EY) dengan nomor laporan
           00261/2.1032/AU.1/04/0692-3/1/III/2023 tanggal 16 Maret 2023 dengan opini wajar
           tanpa modifikasian;
       10. Laporan Keuangan CEKA per 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Agung Purwanto
           dari KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (EY) dengan nomor laporan
           00226/2.1032/AU.1/04/0687-4/III/2024 tanggal 18 Maret 2024 dengan opini wajar
           tanpa modifikasian;
       11. Laporan Keuangan CEKA per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Agung Purwanto
           dari KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (EY) dengan nomor laporan
           00177/2.1032/AU.1/04/0687-5/1/III/2025 tanggal 12 Maret 2025 dengan opini wajar
           tanpa modifikasian.


2.3   Tenaga Kerja

      Jumlah karyawan Entitas dan entitas anak masing-masing 421 dan 417 karyawan pada
      tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.

2.4   Tinjauan Kinerja Keuangan

      Analisis kinerja keuangan historis CEKA didasarkan atas Laporan Keuangan periode 2020
      hingga 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik KAP Purwantono, Sungkoro &
      Surja (EY).

                                                                                      Halaman -8
Page 21
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


      Tinjauan Laba (Rugi)

        Figur 2. Laba Rugi (Dalam Ribuan Rupiah)
                                                2020              2021              2022              2023              2024
                    Deskripsi                Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des
                                              Audited           Audited           Audited           Audited           Audited
       Pendapatan dari kontrak dengan
                                            3.634.297.274     5.359.440.530     6.143.759.425     6.337.428.626     8.002.904.770
       pelanggan
       Beban pokok penjualan               (3.299.157.339)   (4.997.372.710)   (5.722.153.735)   (5.948.916.192)   (7.456.859.784)
       Laba Bruto                            335.139.935       362.067.820       421.605.690       388.512.434       546.044.986


       Beban Usaha
       Beban penjualan                       (79.134.141)     (105.714.296)      (95.770.791)     (145.223.699)      (99.903.828)
       Beban umum dan administrasi           (51.430.321)      (45.113.384)      (56.587.080)      (57.295.760)      (63.164.685)
       Laba/(rugi) selisih kurs - neto            (20.150)          491.018         2.114.842          (465.974)        4.467.668
       Laba / (rugi) / pelepasan aset
                                                   50.716        (1.882.726)          577.392        (1.676.791)          722.777
       tetap
       Pendapatan operasi lain-lain -
                                                2.937.044        17.315.114        10.284.229         3.179.477         2.816.905
       neto
       Jumlah beban usaha                   (127.596.852)     (134.904.274)     (139.381.408)     (201.482.746)     (155.061.164)
       Laba Usaha                            207.543.083       227.163.547       282.224.282       187.029.688       390.983.823


       Penghasilan / (Beban) Lain-Lain
       Pendapatan bunga                        31.618.558        11.629.952         1.698.550        10.781.760        27.194.352
       Pajak final atas pendapatan bunga       (6.281.561)       (2.454.461)         (344.136)       (2.001.999)       (5.429.493)
       Pendapatan bunga - neto setelah
                                               25.336.997         9.175.491         1.354.414         8.779.762        21.764.859
       dikurangi pajak final
       Beban bunga                                (15.289)           (4.220)         (429.590)           (1.829)                 0
       Pendapatan lain-lain - neto             25.321.708         9.171.271           924.824         8.777.933        21.764.859
       Laba Sebelum Pajak Penghasilan
                                             232.864.791       236.334.817       283.149.106       195.807.621       412.748.682
       Badan


       Beban Pajak Penghasilan Badan
       Kini                                  (45.117.566)      (48.009.596)      (59.718.850)      (40.493.104)      (88.404.121)
       Tangguhan                               (5.934.631)       (1.258.231)       (2.725.713)       (1.739.737)          597.955
       Jumlah beban penghasilan badan        (51.052.197)      (49.267.827)      (62.444.563)      (42.232.841)      (87.806.165)
       Laba Tahun Berjalan                   181.812.594       187.066.990       220.704.543       153.574.780       324.942.516
      Sumber : Laporan keuangan CEKA, diolah oleh DYR.

      Pendapatan Bersih CEKA mengalami peningkatan selama tahun 2020 hingga tahun 2024. Pada
      tahun 2021, pendapatan naik sebesar 47,47%, meningkat kembali pada tahun 2022 dengan
      peningkatan sebesar 14,63%. Lalu mengalami peningkatan kembali pada 2023 sebesar 3,15%.
      Dan pada tahun 2024 mengalami peningkatan sebesar 26,28% dan tercatat sebesar
      Rp8.002.904.770 Ribu. Sejalan dengan pendapatan, beban pokok pendapatan CEKA
      mengalami peningkatan selama tahun 2020 hingga tahun 2024. Pada tahun 2021 beban pokok
      pendapatan mengalami peningkatan sebesar 51,47%. Pada tahun 2022, beban pokok
      pendapatan kembali meningkat sebesar 14,50%, lalu pada tahun 2023, meningkat sebesar
      3,96%. Pada tahun 2024, beban pokok pendapatan mengalami peningkatan sebesar 25,35%
      dan tercatat sebesar Rp7.456.859.784 Ribu.




                                                                                                       Halaman -9
Page 22
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


      Laba Bruto CEKA relatif stabil dan mengalami perubahan fluktuatif selama tahun 2020 sampai
      tahun 2024. Pada tahun 2021, laba bruto naik sebesar 8,03%, kemudian meningkat pada tahun
      2022 sebesar 16,44%, dan pada tahun 2023 laba bruto mengalami penurunan sebesar 7,85%
      dan pada tahun 2024 mengalami peningkatan sebesar 40,55% dan tercatat sebesar
      Rp546.044.986 Ribu.

      Laba Usaha CEKA relatif stabil dan mengalami perubahan fluktuatif selama tahun 2020 sampai
      tahun 2024. Pada tahun 2021, laba usaha naik sebesar 9,45%, kemudian meningkat pada tahun
      2022 sebesar 24,24%, dan pada tahun 2023 laba usaha mengalami penurunan sebesar 33,73%
      dan pada tahun 2024 mengalami peningkatan sebesar 109,05% dan tercatat sebesar
      Rp390.983.823 Ribu.

      Pada tahun 2020 sampai tahun 2024 CEKA mencatat laba tahun berjalan yang menunjukkan
      perubahan pada tahun 2020 sampai dengan tahun 2024. Pada tahun 2021, laba meningkat
      sebesar 2,89%, lalu pada tahun 2022 mengalami peningkatan sebesar 17,98%. Pada tahun 2023
      mengalami penurunan sebesar 30,42% dan kembali meningkat sebesar 111,59% pada tahun
      2024 yang tercatat sebesar Rp324.942.516 Ribu.

        Figur 3. Grafik Laporan Laba Rugi CEKA (dalam Ribuan Rupiah)




        Sumber: Laporan Keuangan CEKA

      Tinjauan Posisi Keuangan

        Figur 4. Posisi Keuangan (Dalam Ribuan Rupiah)
                                          2020            2021            2022            2023            2024
                   Deskripsi            Jan - Des       Jan - Des       Jan - Des       Jan - Des       Jan - Des
                                         Audited        Audited         Audited         Audited         Audited
       ASET


       ASET LANCAR
       Kas dan setara kas                441.806.178    234.899.764     118.054.325     590.818.687     435.860.482
       Deposito berjangka                           -               -               -               -    55.035.651
       Piutang usaha
         Pihak ketiga                    119.694.603    231.747.886     192.708.210     391.665.995     537.018.793
         Pihak berelasi                  296.898.154    331.162.815     650.796.430     232.322.878     460.758.556


                                                                                          Halaman -10
Page 23
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


                                              2020              2021              2022              2023              2024
                     Deskripsi              Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des
                                             Audited           Audited           Audited           Audited           Audited
       Piutang lain-lain
         Pihak ketiga                           700.314         2.147.106         3.148.104           795.494           538.922
         Pihak berelasi                                 -         133.048            34.438                   -         109.261
       Persediaan - neto                    326.172.666       415.890.903       367.684.599       286.274.829       355.656.540
       Uang muka pembelian                   25.429.867        49.231.105        26.002.309        38.642.582        55.734.973
       Pajak dibayar di muka                 55.168.675        91.581.863        24.352.502        40.567.305       175.223.773
       Beban dibayar di muka                    716.008         1.290.865         1.217.425           503.736           975.861
       Jumlah Aset Lancar                 1.266.586.466     1.358.085.356     1.383.998.340     1.581.591.507     2.076.912.812


       ASET TIDAK LANCAR
       Aset pajak tangguhan - neto           15.613.339        14.535.376        11.461.364        10.256.284        10.580.221
       Estimasi tagihan pajak                75.838.681        86.214.147        41.569.286        41.179.819        41.179.819
       Aset tetap                           204.186.010       236.062.886       269.389.502       258.287.486       254.539.235
       Aset tidak lancar lainnya              4.449.332         2.489.431        11.868.961         2.245.702         2.069.648
       Jumlah Aset Tidak Lancar            300.087.362       339.301.840       334.289.113       311.969.291       308.368.924


       JUMLAH ASET                        1.566.673.828     1.697.387.196     1.718.287.454     1.893.560.798     2.385.281.736


       LIABILITAS DAN EKUITAS


       LIABILITAS


       LIABILITAS JANGKA PENDEK
       Utang usaha
         Pihak ketiga                        39.280.035        29.807.374        11.881.145        10.535.529        34.822.537
         Pihak berelasi                     153.499.432       174.668.579        61.140.428       143.521.129       329.041.786
       Utang lain-lain                                  -                 -                 -                 -                 -
         Pihak ketiga                        19.042.766        17.871.631        13.136.894        11.630.868         8.711.520
         Pihak berelasi                       3.259.906         6.755.332        13.974.815         5.681.525         3.041.309
       Liabilitas kontrak                               -                 -                 -                 -       1.474.426
       Uang muka penjualan                    5.456.976         9.313.528         1.361.657           130.811                   -
       Utang pajak                           25.766.720        18.139.783         9.530.255        11.557.440        30.120.615
       Beban akrual                          10.680.772        11.277.914        10.551.968        14.597.310        14.599.174
       Liabilitas imbalan kerja jangka
                                             14.179.467        14.711.376        17.052.652        18.933.721        15.512.909
       pendek
       Utang dividen                            474.932           559.312           407.207           427.970           420.980
       Jumlah Liabilitas Jangka Pendek     271.641.006       283.104.829       139.037.021       217.016.303       437.745.255


       LIABILITAS JANGKA PANJANG
       Liabilitas imbalan kerja jangka
                                             34.317.828        26.915.405        29.207.563        34.258.833        38.745.412
       panjang
       Jumlah Liabilitas Jangka Panjang     34.317.828        26.915.405        29.207.563        34.258.833        38.745.412




                                                                                                    Halaman -11
Page 24
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


                                            2020              2021              2022              2023              2024
                    Deskripsi             Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des
                                           Audited           Audited           Audited           Audited           Audited
       JUMLAH LIABILITAS                 305.958.833       310.020.233       168.244.584       251.275.135       476.490.667


       EKUITAS
       Modal saham                        148.750.000       148.750.000       148.750.000       148.750.000       148.750.000
       Tambahan modal disetor             109.952.994       109.952.994       109.952.994       109.952.994       109.952.994
       Komponen ekuitas lainnya             2.427.837         1.512.814         2.747.693           852.090         1.823.610
       Saldo laba                                     -                 -                 -                 -                 -
       Ditentukan penggunaannya                       -                 -                 -                 -                 -
       Cadangan umum                        9.030.025         9.530.025        10.030.025        10.530.025        11.030.025
       Cadangan khusus                                -                 -         236.485           300.102           391.472
       Belum ditentukan penggunaannya     990.554.139      1.117.621.129     1.278.325.672     1.371.900.452     1.636.842.969
       Jumlah Ekuitas                   1.260.714.995     1.387.366.963     1.550.042.870     1.642.285.662     1.908.791.069


       JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS    1.566.673.828     1.697.387.196     1.718.287.454     1.893.560.798     2.385.281.736
      Sumber : Laporan keuangan CEKA, diolah oleh DYR.

      Total aset perusahaan didominasi oleh aset lancar selama tahun 2020 sampai tahun 2024
      masing-masing sebesar 80,85% , 80,01% , 80,55% , 83,52% dan 87,07%. Pada tahun 2024,
      total aset tercatat sebesar Rp2.385.281.736 Ribu.

      Dari sisi passiva, ekuitas perusahaan mendominasi dari tahun 2020 sampai tahun 2024
      masing-masing sebesar 80,47% , 81,74% , 90,21% , 86,73% dan 80,02%. Pada tahun 2024,
      liabilitas dan ekuitas perusahaan masing-masing tercatat sebesar Rp476.490.667 ribu dan
      Rp1.908.791.069 Ribu.

        Figur 5. Grafik Laporan Posisi Keuangan CEKA (dalam Ribuan Rupiah)




        Sumber: Manajemen




                                                                                                   Halaman -12
Page 25
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


      Tinjauan Arus Kas

        Figur 6. Arus Kas (dalam Ribuan Rupiah)
                                              2020            2021           2022            2023            2024
                   Deskripsi                Jan - Des       Jan - Des      Jan - Des       Jan - Des       Jan - Des
                                             Audited        Audited         Audited         Audited        Audited
       Arus kas neto yang (digunakan
       untuk) / diperoleh dari aktivitas   171.295.450     (91.481.686)     11.867.531    542.472.807     (18.117.429)
       operasi
       Arus kas neto yang (digunakan
       untuk) / diperoleh dari aktivitas   (36.436.211)    (56.004.888)    (68.867.760)   (10.290.995)    (77.425.157)
       investasi
       Arus kas neto yang (digunakan
       untuk) / diperoleh dari aktivitas   (59.431.829)    (59.419.840)    (59.845.210)   (59.417.449)    (59.415.620)
       pendanaan


       Penurunan) / Kenaikan Neto Kas
                                            75.427.410    (206.906.414)   (116.845.439)   472.764.363    (154.958.205)
       dan Setara Kas
       Kas Dan Setara Kas Pada Awal
                                           366.378.768     441.806.178     234.899.764    118.054.325     590.818.687
       Tahun
       Kas Dan Setara Kas Pada Akhir
                                           441.806.178     234.899.764     118.054.325    590.818.687     435.860.482
       Tahun
      Sumber : Laporan keuangan CEKA, diolah oleh DYR.

      Dari laporan keuangan yang diperoleh, aktivitas arus kas CEKA pada                                 periode
      31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut :

       •   Arus kas bersih dari aktivitas operasi CEKA pada periode 31 Desember 2024 menunjukan
           arus kas yang keluar sebesar Rp18.117.429 ribu.

       •   Arus kas bersih untuk aktivitas investasi CEKA pada periode 31 Desember 2024
           menunjukkan arus kas keluar sebesar Rp77.425.157 ribu.

       •   Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan pada periode 31 Desember 2024 menunjukan
           arus kas keluar sebesar Rp59.415.620 ribu.


        Figur 7.   Grafik Laporan Arus Kas CEKA (dalam Ribuan Rupiah)




      Sumber: Manajemen



                                                                                                      Halaman -13
Page 26
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


      Rasio Keuangan

        Figur 8. Rasio Keuangan
                                            2020         2021        2022        2023       2024
       RASIO LIKUIDITAS (x)
       Rasio Lancar                          4,66         4,80        9,95       7,29       4,74
       Rasio Kas                             3,46         3,33        7,31       5,97       3,93
       Rasio Cepat                           1,63         0,83        0,85       2,72       1,00


       RASIO AKTIVITAS (hari)
       Rasio Perputaran Persediaan           36           30          23          17         17
       Rasio Perputaran Piutang Usaha        42           38          50          36         46
       Rasio Perputaran Utang Usaha          21           15           5          9          18


       RASIO SOLVABILITAS
       Rasio Liabilitas terhadap Aset       19,53%       18,26%      9,79%      13,27%     19,98%
       Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas    24,27%       22,35%      10,85%     15,30%     24,96%


       RASIO PROFITABILITAS
       Rasio Margin Laba Kotor              9,22%        6,76%       6,86%      6,13%       6,82%
       Rasio Margin Laba Usaha              5,71%        4,24%       4,59%      2,95%       4,89%
       Rasio Margin Laba Tahun Berjalan     5,00%        3,49%       3,59%      2,42%       4,06%
       Rasio Return on Assets               11,61%       11,02%      12,84%     8,11%      13,62%
       Rasio Return on Equity               14,42%       13,48%      14,24%     9,35%      17,02%
      Sumber : Laporan keuangan CEKA, diolah oleh DYR.

     1. Rasio Likuiditas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
        memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Rasio inilah yang dapat
        digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Berikut jenis rasio
        likuiditas CEKA:

             a. Rasio Lancar
                Rasio lancar pada 31 Desember 2024 sebesar 4,74 yang artinya aset lancar pada
                tahun tersebut cukup untuk mendanai utang lancar perusahaan.

             b. Rasio Cepat
                Rasio cepat pada 31 Desember 2024 sebesar 3,93 yang artinya aset lancar dikurangi
                persediaan pada tahun tersebut cukup untuk mendanai utang lancar perusahaan.

             c. Rasio Kas
                Rasio kas pada 31 Desember 2024 sebesar 1,00 yang artinya kas pada tahun
                tersebut cukup untuk mendanai utang lancar perusahaan.

        2. Rasio Aktivitas
           Rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa efektif suatu perusahaan dalam
           mengelola aset, dalam rangka untuk meraih manfaat ekonomis. Berikut jenis-jenis rasio
           aktivitas CEKA:




                                                                                         Halaman -14
Page 27
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


            a. Rasio Perputaran Persediaan
               Rasio perputaran persediaan CEKA pada 31 Desember 2024 menunjukkan angka 17
               hari.
            b. Rasio Perputaran Piutang Usaha
               Rasio perputaran piutang usaha CEKA pada 31 Desember 2024 menunjukkan angka
               46 hari.
            c. Rasio Perputaran Utang Usaha
               Rasio perputaran utang usaha CEKA pada 31 Desember 2024 menunjukkan angka
               18 hari.

        3. Rasio Solvabilitas
           Rasio solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva
           perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya, berapa besar beban utang
           yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Berikut jenis-jenis rasio
           solvabilitas CEKA:

            a. Rasio Liabilitas terhadap Aset
               Rasio liabilitas terhadap aset CEKA pada 31 Desember 2024 menunjukkan angka
               19,98%.

            b. Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas
               Rasio liabilitas terhadap ekuitas CEKA pada 31 Desember 2024 menunjukkan angka
               24,96%.

        4. Rasio Profitabilitas
           Rasio profitabilitas merupakan merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan
           dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Berikut jenis-jenis
           rasio profitabilitas CEKA:

            a. Rasio Margin Laba Bruto, Margin Laba Usaha dan Margin Laba Tahun Berjalan
               Rasio margin laba bruto, margin laba usaha dan margin laba (rugi) tahun berjalan
               CEKA pada 31 Desember 2024 masing-masing menunjukkan angka 6,82% , 4,89%
               dan 4,06%.

            b. Rasio Return on Assets
               Rasio return on assets CEKA pada 31 Desember 2024 menunjukkan angka 13,62%.

            c. Rasio Return on Equity
               Rasio return on equity CEKA pada 31 Desember 2024 menunjukkan angka 17,02%.

      Informasi Investigasi Lapangan

      Kami telah melakukan investigasi lapangan dalam rangka memperoleh informasi yang
      relevan dalam penugasan Penamabahan Kegiatan Usaha CEKA.

      Berikut informasi terkait pelaksanaan investigasi lapangan :

      Surat tugas       : ST-00/IT/BS/WCI/IV/2025/ITK/0099
      Lokasi            : Jl. Industri Selatan 3 Blok GG1 Kawasan Industri Jababeka, Pasirsari
      Tanggal           : 28 April 2025
      Pelaksana         : Ivan Teguh Khristian
                          H. Andi Noviastoko
                          Lieke Herianto



                                                                                       Halaman -15
Page 28
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)




                                                                                      Halaman -16
Page 29
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


                                              BAB III

                                   ASPEK MAKRO INDONESIA


3.1     Makro Ekonomi Indonesia

3.1.1   Pertumbuhan Ekonomi

        Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih rendah dari
        prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024 sedikit di bawah prakiraan
        dipengaruhi oleh lebih rendahnya permintaan domestik, baik konsumsi maupun investasi.
        Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan sedikit di bawah titik tengah
        kisaran 4,7–5,5%. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan juga cenderung lebih
        rendah dari prakiraan sebelumnya. Ekspor diprakirakan lebih rendah sehubungan dengan
        melambatnya permintaan negara-negara mitra dagang utama, kecuali AS. Konsumsi rumah
        tangga juga masih lemah, khususnya golongan menengah ke bawah sehubungan dengan
        belum kuatnya ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang
        sama, dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih besarnya kapasitas
        produksi dalam memenuhi permintaan, baik domestik maupun ekspor. Bank Indonesia
        memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai kisaran 4,7–5,5%, sedikit
        lebih rendah dari kisaran prakiraan sebelumnya 4,8–5,6%. Dalam kaitan ini, Bank Indonesia
        terus mengoptimalkan bauran kebijakannya untuk tetap menjaga stabilitas dan turut
        mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui
        optimalisasi stimulus kebijakan makroprudensial dan akselerasi digitalisasi transaksi
        pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah.
        Lebih dari itu, Bank Indonesia mendukung penuh implementasi program-program
        Pemerintah dalam Asta Cita, termasuk untuk ketahanan pangan, pembiayaan ekonomi,
        serta akselerasi ekonomi dan keuangan digital.

        Figur 9. Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran




        Sumber: Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2024


                                                                                      Halaman -17
Page 30
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung ketahanan eksternal.
        Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2024 yang tercatat 2,2 miliar dolar
        AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang kuat, seperti bahan
        bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja. Perkembangan ini
        mendukung transaksi berjalan 2024 tetap sehat dan diprakirakan dalam kisaran defisit
        rendah 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Sementara itu, tingginya ketidakpastian pasar
        keuangan global menurunkan aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik
        dengan SBN dan SRBI masing-masing hanya mencatat inflows 19 juta dolar AS dan 288 juta
        dolar AS pada awal tahun 2025 (hingga 13 Januari 2025). Posisi cadangan devisa Indonesia
        pada akhir Desember 2024 tercatat tinggi sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan
        pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
        Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
        Ke depan, NPI pada 2025 diprakirakan tetap sehat seiring dengan surplus transaksi modal
        dan finansial yang berlanjut dan defisit transaksi berjalan yang terjaga dalam kisaran
        defisit 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB. Surplus neraca transaksi modal dan finansial
        didukung oleh aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap
        prospek perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.

        Figur 10. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)




        Keterangan: *Angka sementara; ** Angka sangat sementara
        Sumber: Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2024

        Nilai Tukar Rupiah

        Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang tinggi, didukung
        oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada
        Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya melemah sebesar 1,00% (ptp) dari level nilai
        tukar akhir 2024. Perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga relatif lebih
        baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti rupee India, peso Filipina,
        dan baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 1,20%; 1,33%; dan 1,92%.
        Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat terhadap mata uang kelompok negara
        maju di luar dolar AS, dan stabil terhadap mata uang kelompok negara berkembang.
        Perkembangan tersebut sejalan dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung
        oleh aliran masuk modal asing yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan
        domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia yang tetap baik. Ke depan, nilai

                                                                                      Halaman -18
Page 31
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


        tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas
        nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan
        ekonomi Indonesia yang tetap baik. Seluruh instrumen moneter akan terus dioptimalkan,
        termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen
        SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran
        masuk investasi portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.

        Pergerakan Inflasi

        Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya 2,5±1%, sejalan
        inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh
        inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga
        kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan
        sasarannya. Sementara itu, kelompok volatile food (VF) mencatat inflasi 0,12% (yoy)
        didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, serta
        eratnya sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di
        berbagai daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank
        Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti diprakirakan
        terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian
        yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported inflation yang
        terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta
        dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung
        oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank
        Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga
        inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung
        upaya turut mendorong pertumbuhan ekonomi.

        Figur 11. Peta Inflasi Daerah 2024




        Sumber: Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2024
        Perkembangan Suku Bunga

                                                                                        Halaman -19
Page 32
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


        Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan baik dalam upaya turut
        mendukung pertumbuhan ekonomi. Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di sekitar
        BI-Rate, yaitu 6,03% pada 14 Januari 2025. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan
        tanggal 10 Januari 2025 tercatat menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing
        masing-masing pada level 7,06%; 7,10%; dan 7,23%. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10
        tahun per 14 Januari 2025, masing-masing meningkat menjadi 6,98% dan 7,25% sehingga
        juga tetap menjaga daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik di tengah
        berlanjutnya ketidakpastian global. Sementara itu, suku bunga perbankan tetap terjaga
        ditopang likuiditas perbankan yang memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan
        harga yang makin baik dengan transparansi SBDK. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku
        bunga kredit pada Desember 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,87% dan 9,20%, relatif
        stabil dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.

        Peran kredit/pembiayaan pada 2024 tetap kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.
        Pertumbuhan kredit pada 2024 mencapai 10,39% (yoy), berada dalam kisaran prakiraan
        Bank Indonesia 10–12%. Dari sisi penawaran, pertumbuhan kredit dipengaruhi oleh
        terjaganya minat penyaluran kredit perbankan, berlanjutnya realokasi alat likuid ke kredit
        oleh perbankan, tersedianya dukungan pendanaan dari pertumbuhan DPK, serta positifnya
        dampak KLM Bank Indonesia. Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit didukung oleh
        kinerja usaha korporasi yang terjaga, di tengah konsumsi rumah tangga yang terbatas.
        Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit modal kerja, kredit investasi, dan
        kredit konsumsi, masing-masing sebesar 8,35% (yoy), 13,62% (yoy), dan 10,61% (yoy).
        Pembiayaan syariah tumbuh sebesar 9,87% (yoy), sementara kredit UMKM tumbuh 3,37%
        (yoy). Ke depan, pertumbuhan kredit diprakirakan meningkat dalam kisaran sasaran 11–
        13% pada 2025 sejalan prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap baik dan dukungan
        kebijakan makroprudensial Bank Indonesia. Berbagai kebijakan insentif dari Pemerintah
        diprakirakan juga dapat mendorong permintaan kredit lebih lanjut.

        Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas implementasi KLM. Pada 2025, KLM
        diarahkan untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan guna mendukung pertumbuhan
        dan penciptaan lapangan kerja. Mulai 1 Januari 2025, insentif KLM telah disalurkan pada
        sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, yaitu antara
        lain sektor pertanian, perdagangan dan manufaktur, transportasi, pergudangan dan
        pariwisata dan ekonomi kreatif, konstruksi, real estate, dan perumahan rakyat, serta
        UMKM, Ultra Mikro, dan hijau. Hingga minggu kedua Januari 2025, Bank Indonesia telah
        menyalurkan insentif KLM sebesar Rp295 triliun, atau meningkat sebesar Rp36 triliun dari
        Rp259 triliun pada akhir Oktober 2024. Insentif dimaksud telah disalurkan kepada
        kelompok bank BUMN sebesar Rp129,1 triliun, bank BUSN sebesar Rp130,6 triliun, BPD
        sebesar Rp29,9 triliun, dan KCBA sebesar Rp5 triliun. Ke depan, Bank Indonesia akan terus
        mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan dan memperkuat sinergi dengan
        Pemerintah, otoritas keuangan, Kementerian/Lembaga, perbankan, dan pelaku usaha.

        Ketahanan sistem keuangan terjaga baik. Likuiditas perbankan tetap memadai, tecermin
        dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) pada Desember 2024 yang tinggi
        sebesar 25,59%. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada
        November 2024 tercatat tinggi sebesar 26,89%, tergolong kuat dalam menyerap risiko dan
        mendukung pertumbuhan kredit. Risiko kredit tetap terkendali, tecermin dari rasio kredit
        bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan pada November 2024 yang terjaga
        rendah, sebesar 2,19% (bruto) dan 0,75% (neto). Hasil stress-test Bank Indonesia
        menunjukkan ketahanan perbankan yang tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko,
        serta ditopang oleh kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga. Bank
        Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi
        berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan.




                                                                                      Halaman -20
Page 33
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


        Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada tahun 2024 tetap tumbuh didukung
        oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Pembayaran digital[1] mencapai
        34,5 miliar transaksi atau tumbuh 36,1% (yoy) yang didukung oleh seluruh komponennya.
        Volume transaksi pada aplikasi mobile tumbuh sebesar 39,1% (yoy), demikian pula volume
        transaksi pada internet yang tumbuh sebesar 4,4% (yoy) pada tahun 2024. Di samping itu,
        volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap tumbuh pesat sebesar 175,2% (yoy)
        didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Pembayaran digital diproyeksikan
        meningkat 52,3% (yoy) pada tahun 2025. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang
        diproses melalui BI-FAST mencapai 3,4 miliar transaksi atau tumbuh 62,4% (yoy) dengan
        nilai mencapai Rp8,9 triliun pada tahun 2024. Volume transaksi nilai besar yang diproses
        melalui BI-RTGS mencapai 10,3 juta transaksi atau tumbuh 3,1% (yoy) dengan nilai Rp126,3
        ribu triliun, meningkat 17,6% (yoy) pada tahun 2024. Pada tahun 2025, volume transaksi
        BI-FAST diprakirakan tumbuh 34,1% (yoy) dan nilai transaksi BI-RTGS diprakirakan tumbuh
        11,4% (yoy). Sementara itu, dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan
        (UYD) tumbuh 9,3% (yoy) menjadi Rp1.204,5 triliun pada akhir Desember 2024 dan
        diprakirakan tumbuh 5,7% (yoy) pada tahun 2025.

        Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, ditopang oleh struktur industri yang sehat dan
        infrastruktur yang stabil. Dari sisi infrastruktur, stabilitas sistem pembayaran tecermin
        pada penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) yang lancar dan andal
        serta kecukupan pasokan uang dalam jumlah dan kualitas yang memadai pada Desember
        2024. Dari sisi struktur industri, interkoneksi antarpelaku dalam sistem pembayaran terus
        menguat diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) yang meluas. Transaksi
        pembayaran berbasis Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) juga meningkat
        sejalan dengan perluasan tingkat adopsi. Bank Indonesia terus menjaga ketersediaan uang
        Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara
        Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, Terpencil (3T).




                                                                                       Halaman -21
Page 34
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


                                              BAB IV

                                          ASPEK PASAR

4.1   Tinjauan Industri

      Perkembangan Gudang di Indonesia

      Gudang secara fungsional memegang peranan yang jauh lebih dinamis dalam menjaga roda
      bisnis tetap berputar. Pengelolaan gudang yang efektif bisa menjadi pembeda antara
      perusahaan yang berkembang dan yang tertinggal. Tanpa sistem penyimpanan yang tertata,
      arus distribusi barang bisa tersendat dan merugikan banyak aspek operasional. Tidak semua
      gudang memiliki peran dan fungsi yang sama. Berbagi jenis gudang dirancang khusus untuk
      memenuhi kebutuhan bisnis yang berbeda-beda, tergantung pada tujuan dan kerakteristik
      penyimpanan. Gudang adalah tempat untuk menyimpan barang, bahan baku, atau produk
      dalam jangka waktu tertentu sebelum digunakan atau didistribusikan. Dalam rantai pasok,
      gudang berfungsi menjaga ketersediaan stok dan mendukung kelancaran operasional bisnis.
      Selain sebagai ruang penyimpanan, gudang juga berperan strategis dalam mengatur arus
      barang, mengelola persediaan, dan memenuhi permintaan pasar secara efisien. Pengelolaan
      gudang yang baik membantu perusahaan meningkatkan layanan dan mengoptimalkan
      produktivitas.

      Tujuan utama gudang adalah menyediakan ruang penyimpanan yang aman untuk barang
      hingga waklunya digunakan atau didistribusi kan. Dengan adanya gudang, perusahaan dapat
      mengelola stok lebih fleksibel, mengantisipasi fluktuasi permintaan, dan menjaga
      kontinuitas operasional. Gudang juga bertujuan untuk mendukung efisiensi logistik dengan
      mengatur arus masuk dan keluar barang secara terkontrol. Penyimpanan yang baik
      memungkinkan perusahaan mengurangi biaya distribusi, mempercepat layanan pelanggan,
      dan meningkatkan akurasi pengiriman.

      Dalam pengelolaan multi-gudang, tujuan strategis lainnya adalah memastikan koordinasi
      antar lokasi penyimpanan agar stok tetap terintegrasi dan mudah dilacak. Hal ini menjadi
      kunci untuk menjaga kelangsung an bisnis di tengah persaingan pasar yang dinamis.

      Fungsi Strategis Gudang dalam Dunia Bisnis
      Gudang merupakan elemen vital dalam rantai pasok dan operasional bisnis. Perannya tidak
      hanya sebatas tempat penyimpanan barang, tetapi juga sebagai pusat kendali logistik yang
      mendukung efisiensi dan kecepatan distribusi. Terlebih lagi, dengan kehadiran gudang
      digital yang terintegrasi dengan Software Manajemen Gudang (Warehouse Management
      System/WMS), fungsinya menjadi semakin luas, real-time, dan terstruktur. Berikut ini
      adalah empat fungsi utama dari gudang dalam mendukung kegiatan bisnis:

       1. Fungsi Penyimpanan (Storage/Movement)
          Fungsi dasar dari gudang adalah sebagai tempat penyimpanan berbagai jenis barang,
          mulai dari bahan baku, bahan setengah jadi, hingga produk akhir. Dalam istilah logistik
          internasional, fungsi ini dikenal dengan istilah storage atau movement. Gudang
          membantu memastikan bahwa barang-barang yang dibutuhkan dalam proses produksi
          maupun distribusi tersimpan dengan aman, terorganisir, dan mudah diakses saat
          dibutuhkan.

       2. Fungsi Pemenuhan Permintaan Konsumen (Order Fulfillment)
          Gudang juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan konsumen secara efisien. Fungsi ini
          dikenal dengan istilah order fulfillment, yaitu proses memastikan ketersediaan produk
          agar dapat segera dikirim kepada pelanggan ketika terjadi permintaan. Dengan
          pengelolaan yang baik, gudang dapat membantu mengurangi biaya pengiriman dan
          mempercepat proses distribusi ke berbagai titik pengantaran.


                                                                                      Halaman -22
Page 35
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


       3. Fungsi Distribusi
          Selain sebagai tempat penyimpanan, gudang juga berfungsi sebagai pusat distribusi.
          Barang yang telah siap jual akan ditampung di gudang sebelum didistribusikan ke
          pelanggan atau toko ritel. Keberadaan gudang memudahkan perusahaan untuk
          memantau ketersediaan barang dan memastikan distribusi berjalan tepat waktu. Tanpa
          fungsi distribusi ini, produsen akan kesulitan dalam memastikan keakuratan dan
          kelancaran pengiriman produk.

       4. Fungsi Konsolidasi
          Fungsi terakhir adalah konsolidasi, yaitu penggabungan berbagai jenis barang dari
          berbagai sumber menjadi satu pengiriman atau proses. Konsolidasi ini melibatkan
          koordinasi antar tim dan mitra logistik, serta komunikasi dua arah yang solid. Fungsi ini
          sangat penting untuk efisiensi logistik dan mempererat hubungan kerja antar pihak yang
          terlibat, yang pada akhirnya mencerminkan profesionalisme dan kualitas layanan suatu
          perusahaan.

      Dengan mengoptimalkan keempat fungsi ini, gudang tidak hanya menjadi bagian dari sistem
      penyimpanan, tetapi juga menjadi pusat strategis yang berkontribusi besar terhadap
      efektivitas dan keunggulan kompetitif sebuah perusahaan. Gudang bukan sekedar tempat
      penyimpanan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kelancaran operasional,
      memenuhi permintaan pasar, dan meningkatkan efisiensi logistik. Dengan pengelolaan yang
      tepat, gudang membantu bisnis mengelola stok, mempercepat pengiriman, dan menekan
      biaya operasional.

      Jenis Gudang Berdasarkan Struktur Fisik/Konstruksi

      Gudang memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran operasional logistik dan
      distribusi. Setiap jenis gudang dirancang dengan karakteristik fisik yang berbeda, tergantung
      pada kebutuhan penggunaannya, durasi penyimpanan, hingga jenis barang yang disimpan.
      Berikut ini adalah beberapa jenis gudang berdasarkan struktur fisik atau konstruksinya:

      1. Gudang Modular
         Gudang modular adalah jenis gudang yang dibangun dengan struktur yang dapat
         dibongkar pasang, sehingga sangat fleksibel untuk berbagai kebutuhan. Desainnya
         memungkinkan ekspansi atau pengurangan ruang penyimpanan sesuai kondisi
         operasional. Instalasi gudang ini relatif cepat, dan keunggulan utamanya adalah dapat
         dipindahkan ke lokasi lain bila diperlukan. Oleh karena itu, gudang modular sangat cocok
         untuk bisnis yang dinamis dan berkembang pesat.
      2. Gudang Permanen
         Gudang permanen merupakan bangunan yang dirancang untuk penggunaan jangka
         panjang, dengan konstruksi kokoh yang biasanya terbuat dari beton atau baja. Jenis
         gudang ini memberikan perlindungan maksimal terhadap barang dari faktor eksternal
         seperti cuaca ekstrem atau gangguan keamanan. Selain itu, gudang permanen umumnya
         dilengkapi dengan sistem pengamanan, ventilasi, dan fasilitas pendukung lainnya untuk
         mendukung kegiatan penyimpanan secara efisien dan aman.
      3. Gudang Sementara
         Gudang sementara dibangun untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan dalam jangka
         waktu tertentu, misalnya saat menghadapi lonjakan permintaan musiman atau proyek
         sementara. Struktur bangunannya cenderung lebih sederhana dibandingkan gudang
         permanen, dan umumnya menggunakan bahan ringan seperti rangka besi, tenda logistik,
         atau panel modular. Biaya pembangunan gudang sementara relatif rendah dan dapat
         dibongkar kembali setelah kebutuhan berakhir.




                                                                                       Halaman -23
Page 36
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


      4. Gudang Terbuka
         Gudang terbuka merupakan area penyimpanan tanpa atap atau dinding, yang biasanya
         digunakan untuk menyimpan barang-barang tahan cuaca seperti material konstruksi,
         kontainer, pipa, atau kendaraan berat. Kelebihan utama dari gudang jenis ini adalah
         kemudahan akses dan efisiensi dalam bongkar muat barang. Namun, gudang terbuka
         minim perlindungan terhadap kondisi lingkungan sehingga hanya cocok untuk jenis barang
         tertentu.

      Masa Depan Gudang

      Di masa depan, pergudangan akan semakin terotomatisasi dan terdigitalisasi, sehingga
      menghasilkan peningkatan efisiensi proses. Sistem penyimpanan dan pengambilan otomatis,
      serta sistem manajemen gudang yang canggih, akan membantu memastikan keakuratan dan
      membebaskan staf untuk fokus pada tugas-tugas yang bernilai lebih tinggi. Robot gudang
      akan menjadi hal yang umum, dan bisnis akan semakin banyak menggunakan wawasan
      berbasis data untuk merespons permintaan pelanggan dengan lebih cepat sekaLigus
      mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas. Teknologi tata letak adaptif akan memungkinkan
      gudang dengan ukuran apa pun untuk mengoptimalkan tata letak dan meningkatkan efisiensi
      operasional. Dengan merangkul semua teknologi ini, operasi gudang dapat menjadi lebih
      produktif, aman, dan menguntungkan.
      Masa depan pergudangan tampak sangat menarik, dengan berbagai solusi inovatif yang siap
      diimplementasikan. Meningkatnya penggunaan data dan teknologi Al kemungkinan akan
      mendorong efisiensi luar biasa dalam pergudangan, dan robotika dapat memainkan peran
      yang semakin penting dalam operasi yang lebih kompleks. Tekanan konsumen untuk
      mengirimkan barang lebih cepat dan lebih hemat biaya akan terus menjadi pendorong utama
      teknologi, mendorong praktik pergudangan ke tingkat berikutnya. Seiring terus
      berkembangnya pergudangan, perusahaan harus mengambil kesempatan untuk mengadopsi
      solusi baru yang akan membantu mereka tetap kompetitif di pasar digital yang bergerak
      cepat saat ini.
4.2   Persaingan Usaha

      Sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di industri minyak nabati dan minyak nabati
      khusus untuk industri makanan dan perdagangan umum, termasuk impor dan ekspor dan
      perdagangan tepung, menghadapi persaingan dari berbagai perusahaan yang menawarkan
      layanan serupa maka CEKA berencana untuk memperlebar cakupan bisnisnya dengan
      rencana penambahan kegiatan usahanya dalam bidang yang terkait dengan bisnis utamanya.
      Berikut merupakan perusahaan-perusahaan pesaing dari CEKA:

        •   J&T Cargo
        •   Wahana Logistik
        •   SiCepat Ekspres
        •   Kerry Logistics
        •   Pos Logistik Indonesia
        •   DHL Supply Chain Indonesia
        •   Ninja Van
        •   Kargo Technologies

4.3   Strategi Pemasaran

      Strategi pemasaran CEKA difokuskan pada segmen pasar yang memberikan keuntungan
      tinggi, baik di dalam negeri maupun luar negeri, serta menjalin komunikasi langsung dengan
      potential buyer. Departemen Marketing & Sales bertanggung jawab untuk mengeksekusi
      strategi ini, mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan yang sudah ada, dan
      memperluas pangsa pasar Perusahaan. Selain itu, Perusahaan mengutamakan layanan
      pelanggan, di mana pengamatan dan umpan balik dari pelanggan menjadi masukan penting
      dalam mendorong perbaikan dan peningkatan spesifikasi produk maupun layanan di masa
      depan.

                                                                                      Halaman -24
Page 37
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


      Sejalan dengan fokus pertumbuhan bisnis, CEKA menambahkan lini usaha baru di bidang
      pergudangan dan penyimpanan untuk memberikan nilai tambah yang lebih besar kepada
      pelanggan. Layanan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi produk serta
      meningkatkan efisiensi rantai pasok (supply chain), terutama dalam mendukung proses
      ekspor-impor dan distribusi regional.

      Portofolio produk dan layanan CEKA terus ditingkatkan melalui peluncuran solusi yang
      disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan berdasarkan karakteristik pasar dari tiap daerah
      maupun negara. Perusahaan juga aktif melakukan kegiatan dan program komunikasi
      pemasaran yang berfokus pada konsumen untuk memperkuat brand awareness dan brand
      experiences, serta mendorong peningkatan penjualan.

      Dalam merespons tren pergeseran perilaku pelanggan menuju kanal digital dan penggunaan
      E-commerce, CEKA menangkap peluang ini untuk menciptakan proses penjualan dan layanan
      logistik yang lebih cepat, fleksibel, dan dengan biaya yang lebih efisien. Kehadiran fasilitas
      pergudangan juga memperkuat kemampuan Perusahaan dalam menjawab kebutuhan pasar
      modern, termasuk permintaan untuk layanan penyimpanan barang yang andal dan
      terintegrasi dengan platform digital.

      Sebagai upaya adaptasi terhadap perubahan global dan menjaga posisi kompetitif, CEKA
      menetapkan langkah strategis seperti seleksi terhadap pelanggan yang memiliki reputasi
      pembayaran yang baik (good payer), serta memperkuat manajemen risiko untuk
      meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja secara keseluruhan.

4.4   Potensi Pasar dan Sasaran Pasar

      Berdasarkan     data    dari    Statista  (https://www.statista.com/outlook/tmo/data-
      center/storage/indonesia) pasar pergudangan di Indonesia diproyeksikan akan mengalami
      pertumbuhan signifikan antara tahun 2025 dan 2029, didorong oleh sektor e-commerce yang
      terus berkembang dan meningkatnya permintaan akan layanan penyimpanan dan distribusi
      yang       efisien.      Berdasarkan        data       dari       Market      Research
      (https://www.marketresearch.com/Ken-Research-v3771/Indonesia-Warehousing-Outlook-
      39070563/) pasar pergudangan Indonesia akan terus tumbuh.

      Dalam melakukan penambahan kegiatan usaha, CEKA memiliki potensi pasar sebesar 16.400
      MT per bulan dengan pangsa pasar CEKA sebesar 30,48%. Penambahan kegiatan usaha yang
      akan dijalankan berkaitan dengan industri tersebut. Oleh karena itu, industri ini memiliki
      potensi pasar dan sasaran pasar yang masih menjanjikan oleh CEKA.




                                                                                        Halaman -25
Page 38
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


                                              BAB V

                                          ASPEK TEKNIS

5.1   Bisnis PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk

      PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”) adalah suatu perseroan terbatas terbuka yang
      bergerak di bidang industri minyak mentah dan lemak nabati, industri minyak mentah kelapa
      sawit (crude palm oil), industri minyak mentah inti kelapa sawit (crude palm kernel oil),
      industri pemisahan/fraksinasi minyak mentah kelapa sawit dan minyak mentah inti kelapa
      sawit, industri pemurnian minyak mentah kelapa sawit dan minyak mentah inti kelapa sawit,
      industri pemisahan/fraksinasi minyak murni kelapa sawit, industri pemisahan/fraksinasi
      minyak murni inti kelapa sawit, industri minyak goreng kelapa sawit, perdagangan besar
      minyak dan lemak nabati, dan perdagangan besar berbagai macam barang.

      Berikut ini merupakan beberapa produk yang ditawarkan CEKA:

       1. Cocoa Butter Substitute (CBS)
          Merupakan lemak premium yang diproduksi dari minyak biji sawit dan turunannya
          yang dimurnikan, tidak berbau, dan dikelantang. Tersedia produk terhidrogenasi,
          yakni:
          • Sania Ultra Choco
          • Sania Ultra Choco 368
          • Fonta CK Special


       2. Cocoa Butter Replacer (CBR)
          Merupakan minyak yang berasal dari minyak sawit asli yang tersedia dalam bentuk
          non-lauric dan lauric, yakni:
          • Ceka 430
          • Willarine 800LT

       3. Confectionary Fat
          Merupakan minyak laurat dengan kekerasan normal, tidak berbau, tidak berasa dan
          memiliki kualitas penyimpanan yang luar biasa, yakni:
          • Fonta Extra
          • Fonta Mild
          • Sania Liko 393
          • Sania Piko
          • Fonta 38
          • Ceka Mesis
          • Willarine 420
          • Ceka Hardener

       4. Ice Cream Fat
          Merupakan lemak es krim yang terbuat dari minyak laurat. Proses hidrogenasi mungkin
          digunakan dalam proses produksinya. Produk:
          • Fonta Cream

      5.   Minyak Goreng
            • Fortune
            • SIIP
            • Camila
            • Sovia
            • Minyakita



                                                                                      Halaman -26
Page 39
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


5.2   Rencana Bisnis Baru CEKA

      PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“Perusahaan” atau “CEKA”) memiliki bidang tanah seluas
      21.179 m² (2,1 hektare) dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 925/Pasirsari,
      yang terletak di Kawasan Industri Jababeka Tahap II, Jalan Industri Selatan 3, Blok GG No.
      1, Pasirsari, Cikarang, Bekasi. Di atas tanah tersebut telah dibangun fasilitas pabrik, gudang,
      laboratorium, kantor, dan sarana pendukung lainnya sejak tahun 2000.

      Seiring berjalannya waktu, mesin-mesin produksi yang digunakan di fasilitas tersebut telah
      berusia tua dan menggunakan teknologi lama. Hal ini menyebabkan meningkatnya biaya
      perawatan, menurunnya efisiensi produksi, dan tidak maksimalnya kapasitas output. Selain
      itu, keterbatasan lahan yang sudah hampir seluruhnya terbangun menyebabkan tidak adanya
      ruang untuk ekspansi fasilitas produksi di lokasi tersebut.

      Sebagai bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi usaha,
      Perusahaan telah melakukan terobosan dengan menjalin kerja sama dengan perusahaan-
      perusahaan afiliasi dalam Grup Wilmar. Melalui kerja sama ini, produk hasil produksi afiliasi
      yang serupa dengan produk CEKA dibeli dan disimpan terlebih dahulu di gudang milik CEKA,
      sebelum kemudian dijual dan didistribusikan kepada pelanggan-pelanggan Perusahaan.

      Sebagai langkah konkret, Perusahaan merencanakan penambahan kegiatan usaha baru
      dalam bidang Pergudangan dan Penyimpanan, sebagaimana tercantum dalam Klasifikasi
      Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 52101. Kegiatan usaha ini meliputi penyimpanan dan
      pengelolaan barang secara profesional, termasuk namun tidak terbatas pada penyimpanan
      barang jadi, bahan baku, serta komoditas lainnya yang relevan dengan kegiatan usaha
      Perusahaan.

      Penambahan kegiatan usaha ini merupakan langkah strategis yang masih berkaitan erat
      dengan kegiatan usaha utama CEKA dan diharapkan dapat memberikan nilai tambah melalui
      optimalisasi aset tetap yang dimiliki Perusahaan, serta mendukung kelancaran rantai pasok
      untuk produk-produk yang diperdagangkan oleh CEKA maupun entitas dalam Grup Wilmar.


5.3   Aspek Teknis Terkait

      Penambahan lini usaha pergudangan dan penyimpanan berperan penting sebagai strategi
      diversifikasi yang memperkuat portofolio layanan perusahaan di sektor logistik dan rantai
      pasok. Dengan menyediakan layanan penyimpanan barang secara profesional mulai dari
      penyimpanan bahan baku, barang setengah jadi hingga produk jadi, CEKA mampu
      memberikan solusi logistik bagi pelanggan yang membutuhkan efisiensi operasional tanpa
      harus berinvestasi dalam pembangunan dan pengelolaan fasilitas pergudangan sendiri.

      Langkah ini tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan berulang melalui model sewa
      ruang gudang dan layanan manajemen penyimpanan, tetapi juga memperluas jangkauan
      pasar ke berbagai segmen baru seperti perusahaan distribusi, industri makanan dan
      minuman, perdagangan komoditas, serta sektor industri lainnya yang membutuhkan
      dukungan pergudangan yang andal dan terstandarisasi. Lini usaha ini juga memperkuat
      hubungan jangka panjang dengan pelanggan karena CEKA dapat terus berperan sebagai mitra
      strategis yang mendukung aktivitas dan pertumbuhan usaha mereka secara berkelanjutan.


5.4   Kapasitas, Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya termasuk Bahan Baku, Pekerja dan
      Tim Ahli Profesional

      Kapasitas tanah dan bangunan yang dimiliki CEKA saat ini untuk mendukung penambahan
      KBLI 52101 tentang Pergudangan dan Penyimpanan diantaranya adalah 1.920 m 2.


                                                                                         Halaman -27
Page 40
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


      Penambahan Kegiatan Usaha CEKA merupakan kegiatan jasa yang dalam pelaksanaannya
      tidak membutuhkan adanya bahan baku. Penentu dalam keberhasilan pelaksanaanya adalah
      ketersediaan gudang dan tenaga kerja, khususnya tenaga pemasaran.

      Untuk kebutuhan SDM akan dipenuhi dari sumber daya internal yang dimiliki oleh CEKA
      dengan melakukan optimalisasi jobdesc masing-masing pekerja. Kapasitas internal saat ini
      masih memadai untuk mendukung pelaksanaan penambahan kegiatan usaha tersebut
      sehingga tidak memerlukan adanya sumber daya khusus. Sumber daya manusia yang dimiliki
      CEKA per 31 Desember 2024 berjumlah 421 orang.


5.5   Sumber Daya Manusia dan Tenaga Kerja CEKA

      Berikut merupakan daftar tenaga kerja CEKA yang tercatat per 31 Desember 2024:




      Sumber: Laporan Tahunan CEKA 2024

      Jika dilihat dari susunan ketenaga kerjaan CEKA, maka rencana penambahan kegiatan usaha
      ini secara teknis masih dapat ditunjang oleh struktur CEKA saat ini. Saat ini pola bisnis
      perusahaan eksisting masih dapat mendukung, oleh karenanya rencana penambahan
      kegiatan usaha ini masih layak untuk dilaksanakan.




                                                                                      Halaman -28
Page 41
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


                                               BAB VI

                                       ASPEK POLA BISNIS

6.1     Pola Bisnis

6.1.1    Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai

         Dengan adanya kemampuan untuk mengelola bisnis di bidang industri pengolahan minyak
         nabati dan minyak nabati spesialitas yang digunakan untuk industri makanan dan minuman
         serta melebarnya cakupan industri CEKA ke sektor komoditas, CEKA terus melakukan
         pengembangan usaha yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan
         pasar. Seiring dengan kebutuhan untuk mendukung efisiensi distribusi dan optimalisasi
         aset, CEKA berencana menambahkan kegiatan usaha di bidang pergudangan dan
         penyimpanan sebagaimana tercantum dalam KBLI 52101. Penambahan lini usaha ini
         diharapkan dapat memperkuat rantai pasok perusahaan, menyediakan layanan
         penyimpanan barang secara profesional, serta menciptakan peluang pertumbuhan baru
         seiring meningkatnya permintaan terhadap fasilitas logistik yang andal dan terintegrasi,
         sehingga mampu mendukung keberlanjutan dan ekspansi usaha CEKA di masa mendatang.

6.1.2    Keunggulan Kompetitif

         CEKA merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi minyak nabati yang sudah
         beroperasi sejak tahun 1968. Berdasarkan umur operasi serta pengalaman CEKA dalam
         menghasilkan produk-produk yang dipasarkannya maka CEKA dapat dianggap sebagai
         perusahaan yang cukup kompeten dalam industri ini. Disisi lain juga berdasarkan variasi
         produk yang ditawarkan oleh CEKA yang tergolong beragam. Maka dengan melakukan
         penambahan kegiatan usaha pergudangan dan penyimpanan di industri yang baru maka
         CEKA akan lebih efektif dalam melakukan produksinya sehingga daya saing CEKA akan
         meningkat.

6.1.3    Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk

         Kemampuan pesaing untuk meniru langkah CEKA dalam penambahan kegiatan usaha
         pergudangan dan penyimpanan tentu cukup memungkinkan, mengingat layanan ini bersifat
         umum dan banyak diminati oleh pelaku industri lainnya. Namun, keunggulan CEKA terletak
         pada integrasi vertikal dengan lini bisnis utamanya, pemanfaatan aset yang telah ada,
         serta jaringan distribusi dan logistik yang telah terbangun dengan baik. Dukungan sistem
         digital, kemitraan dengan pelaku E-commerce, dan rekam jejak layanan yang terpercaya
         memberikan nilai tambah yang sulit ditiru secara instan oleh pesaing. Dengan terus
         berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur gudang yang modern, optimalisasi sistem
         manajemen logistik, serta peningkatan layanan pelanggan, CEKA dapat membangun
         diferensiasi yang kuat dan mempertahankan keunggulan kompetitifnya di tengah potensi
         persaingan yang semakin ketat.

6.2     Analisis SWOT

        Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang
        bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi
        dianalisis supaya dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan
        mempunyai daya saing. Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan
        (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman
        (opportunity and threat).

        Berikut adalah analisa SWOT CEKA setelah penambahan Kegiatan Usaha :
        •   Strengths

                                                                                        Halaman -29
Page 42
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


            1. CEKA memiliki fasilitas dan lahan eksisting yang dapat dimanfaatkan sebagai gudang,
               sehingga dapat menekan kebutuhan investasi awal dan mempercepat implementasi
               kegiatan usaha baru.
            2. Dukungan dari Wilmar Group sebagai induk usaha memberikan akses jaringan
               distribusi yang luas dan potensi permintaan dari perusahaan-perusahaan afiliasi.
            3. Reputasi yang telah dibangun di industri pengolahan minyak nabati memberikan
               kepercayaan pasar terhadap profesionalisme dan kredibilitas perusahaan
            4. Pengelolaan logistik dan pergudangan sendiri akan meningkatkan efisiensi rantai
               pasok serta menurunkan biaya distribusi.

        •    Weakness

            1. CEKA belum memiliki pengalaman khusus dalam operasional pergudangan komersial
               yang berbeda dari aktivitas industri manufaktur.
            2. Transformasi fasilitas yang ada menjadi gudang modern memerlukan investasi
               tambahan untuk sistem dan teknologi pendukung.
            3. Pada tahap awal, layanan gudang mungkin akan lebih banyak dimanfaatkan oleh
               afiliasi sehingga utilisasi dari pihak eksternal masih terbatas.
            4. Keterbatasan sumber daya manusia yang berpengalaman dalam manajemen logistik
               dan penyimpanan dapat menjadi hambatan dalam menjalankan operasional secara
               optimal.

       •    Oportunities
            1. Pertumbuhan sektor logistik dan E-commerce membuka peluang pasar yang luas
               untuk jasa pergudangan, terutama di kawasan industri strategis.
            2. Perusahaan dapat memanfaatkan sinergi dengan anak usaha dan afiliasi Wilmar
               Group untuk mendukung utilisasi gudang sejak awal.
            3. Layanan pergudangan berpotensi menjadi sumber pendapatan berulang dengan
               risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan sektor produksi.
            4. Perubahan pola distribusi dan meningkatnya kebutuhan akan fleksibilitas logistik
               pasca-pandemi memperbesar potensi permintaan layanan penyimpanan.

       •    Threats
            1. Tingginya tingkat persaingan dalam sektor logistik dengan kehadiran pemain besar
               yang sudah mapan dan memiliki teknologi lebih maju.
            2. Permintaan jasa pergudangan dapat bersifat musiman atau berfluktuasi tergantung
               pada kondisi pasar dan sektor industri tertentu.
            3. Kegagalan dalam penerapan sistem manajemen gudang yang efisien dapat
               mengganggu operasional dan menurunkan kepuasan pelanggan.
            4. Risiko perubahan regulasi pemerintah terkait zonasi, perizinan, atau kepatuhan
               lingkungan dapat menambah kompleksitas usaha.




                                                                                       Halaman -30
Page 43
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


                                             BAB VII

                                  ASPEK MODEL MANAJEMEN


7.1   Ketersediaan Tenaga Kerja

      Sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa penambahan bidang usaha
      pergudangan dan penyimpanan sesuai dengan KBLI 52101, CEKA memiliki sumber daya
      manusia dan manajemen yang kompeten dan memadai.

      Berikut merupakan struktur organisasi CEKA:




      Sumber : Manajemen


7.2   Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen

      Tidak terdapat perubahan struktur organisasi atas penambahan KBLI, dikarenakan dalam hal
      penambahan KBLI ini adalah hanya menambah usaha pergudangan dan penyewaan yang
      menggunakan aset eksisting. Untuk itu struktur usaha yang lama sudah memadai.

                                                                                      Halaman -31
Page 44
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


7.3   Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

      Saat ini, CEKA menjalankan kegiatan usaha dalam bidang produksi minyak nabati dan minyak
      nabati khusus. Jumlah tenaga kerja CEKA per 31 Desember 2024 berjumlah 421 karyawan.
      Oleh karena itu, kapasitas dan kemampuan CEKA saat ini sudah memadai untuk mendukung
      penambahan kegiatan usaha ini. Adapun terkait penambahan kegiatan usaha, berikut adalah
      beberapa CV dari tenaga kerja yang dapat mendukung penambahan Kegiatan Usaha CEKA:

       1. Nama                          :   Antonius Candra Wibowo
          Tempat dan Tanggal Lahir      :   Purbalingga, 08 Mei 1978
          Pendidikan Terakhir           :   S1
          Pengalaman Kerja              :
                                            •   PT Mitratama Kencana Sejati sebagai QC Inspector
                                                sejak April 1998 sampai April 2003
                                            •   PT Cahaya Kalbar Tbk sejak April 2003 sampei
                                                September 2005
                                            •   PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk sebagai SPV
                                                Logistik sejak 2005 sampai sekarang


       2. Nama                          :   Hary Ulfansyah
          Tempat dan Tanggal Lahir      :   -
          Pendidikan Terakhir           :   S1
          Pengalaman Kerja              :
                                            •   PT Cahaya Kalbar Tbk sebagai Internal Auditor
                                                sejak April 2006 sampai Februari 2008
                                            •   Wilmar Group Refineries & Oleochem sebagai
                                                Inspector sejak September 2010 sampai Mei 2011
                                            •   PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk sebagai Team
                                                Leader sejak Februari 2008 sampai Oktober 2012
                                            •   PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk sebagai
                                                Operations Coordinator sejak November 2012
                                                sampai Maret 2013
                                            •   PY Wilmar Cahaya Indonesia Tbk sebagai Asisten
                                                Factory Manager to Factory Manager sejak April
                                                2013 sampai sekarang

7.4   Manajemen Risiko

      Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, kegiatan usaha yang
      dilakukan oleh CEKA melalui penambahan kegiatan usahanya bidang ini tidak terlepas dari
      faktor risiko usaha yang disebabkan oleh berbagai faktor dan pada akhirnya dapat
      mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan kesehatan, sebagai berikut :

      Risiko Modal

      Kegiatan usaha di bidang pergudangan dan penyimpanan merupakan jenis usaha yang
      memerlukan modal awal yang cukup besar. Investasi ini meliputi pembangunan atau
      penyewaan fasilitas gudang, pengadaan peralatan seperti rak penyimpanan, forklift, sistem
      pendingin (jika diperlukan), serta penerapan sistem manajemen gudang (Warehouse
      Management System/WMS). Risiko utama dari sisi modal terletak pada ketidaksesuaian
      antara besar investasi yang dikeluarkan dan pendapatan yang dihasilkan. Jika permintaan
      jasa pergudangan lebih rendah dari proyeksi, maka pengembalian modal akan menjadi lebih
      lama atau bahkan berisiko mengalami kerugian. Oleh karena itu, studi kelayakan yang
      komprehensif, pendekatan bertahap (seperti menyewa gudang sebelum membangun), serta
      kolaborasi dengan mitra logistik atau penyedia jasa pihak ketiga menjadi strategi mitigasi
      yang penting untuk mengendalikan risiko ini.

                                                                                      Halaman -32
Page 45
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


      Risiko Keuangan

      Dari aspek keuangan, kegiatan usaha pergudangan dan penyimpanan menghadapi sejumlah
      tantangan, termasuk fluktuasi biaya operasional seperti sewa lahan, tarif listrik (terutama
      untuk gudang berpendingin), dan biaya transportasi. Risiko keuangan juga dapat muncul dari
      keterlambatan pembayaran oleh klien, terutama jika kontrak kerja sama tidak diatur secara
      ketat. Selain itu, terdapat risiko kerugian akibat kerusakan barang, kehilangan, atau
      kejadian tak terduga seperti kebakaran, yang dapat memengaruhi stabilitas keuangan
      perusahaan. Untuk mengurangi dampak risiko ini, penting bagi perusahaan untuk
      menetapkan termin pembayaran yang jelas dan menerapkan sistem penagihan yang efisien.
      Di samping itu, perlindungan asuransi untuk aset dan barang di gudang, serta pengendalian
      biaya melalui audit berkala dan efisiensi operasional, menjadi langkah mitigasi yang efektif.


      Risiko Tenaga Kerja

      Ekspansi ke sektor pergudangan juga membawa tantangan dari sisi sumber daya manusia.
      Operasional gudang membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan khusus, seperti
      operator forklift, petugas pengelola inventaris, dan staf logistik yang memahami sistem
      manajemen gudang digital. Risiko muncul apabila perusahaan kesulitan merekrut tenaga
      kerja yang kompeten, terutama di daerah dengan pasokan tenaga kerja terbatas atau
      persaingan yang tinggi. Selain itu, kenaikan upah minimum regional (UMR), perubahan
      regulasi ketenagakerjaan, serta tingkat turnover karyawan yang tinggi dapat berdampak
      langsung pada efisiensi operasional dan struktur biaya. Untuk mengantisipasi hal ini,
      perusahaan dapat mengembangkan program pelatihan internal, menawarkan sistem insentif
      yang menarik, serta mempertimbangkan penggunaan teknologi otomasi guna mengurangi
      ketergantungan terhadap tenaga kerja manual. Strategi lain yang dapat diterapkan adalah
      bekerja sama dengan penyedia jasa outsourcing tenaga kerja guna menjaga fleksibilitas dan
      efisiensi sumber daya manusia.




                                                                                       Halaman -33
Page 46
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


                                             BAB VIII

                                       ASPEK KEUANGAN


8.1   Rencana CEKA

      CEKA adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi minyak nabati dan minyak nabati
      khusus, CEKA fokus pada ruang lingkup bisnis Pergudangan dan Penyimpanan. Untuk
      melakukan penambahan Kegiatan Usahanya ini, CEKA memerlukan adanya tambahan
      investasi, agar usahanya dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

8.2   Kebutuhan Investasi

      Untuk menambah Kegiatan Usaha, CEKA berencana untuk menambah kegiatan usahanya
      dalam bidang Pergudangan dan Penyimpanan, hal ini membuat CEKA membutuhkan
      penambahan peralatan penunjang yang akan diperlukan sebagai keperluan operasional
      usahanya. Berikut merupakan list penambahan yang akan dilakukan oleh CEKA:

        Figur 12. Rincian Investasi (Dalam Rupiah)
       Keterangan                             Nominal
           Peralatan Kantor                 15.000.000
           Kas (Working Capital)             9.500.000
           Others                          216.000.000
          TOTAL                           240.500.000
      Sumber: Manajemen

8.3   Sumber Pembiayaan

      Sumber dana dari kebutuhan investasi ini berasal dari kas CEKA, sehingga memungkinkan
      CEKA untuk menambah investasi ini.

      Dalam rangka penambahan Kegiatan Usaha investasi yang diperlukan berasal dari kas CEKA,
      dimana kas CEKA per tahun 2024 tercatat sebesar Rp 435.860.482.241 sedangkan investasi
      untuk penambahan kegiatan usaha yang diperlukan sebesar Rp240.500.000 sehingga
      investasi dapat dipenuhi dari kas yang ada.


8.4   Posisi Keuangan CEKA Setelah Transaksi

      Pendapatan CEKA sebelum adanya penambahan usaha diperoleh dari dari penjualan produk
      crude palm oil, produk palm kernel, dan prosuk tepung baik penjualan domestic dan
      penjualan ekspor, dengan adanya penambahan investasi maka pendapatan CEKA melalui
      rencana penambahan kegiatan usaha bertambah.

      Proyeksi Pendapatan Ekonomis Atas Penambahan Kegiatan Usaha Penambahan Kegiatan
      Usaha berupa penambahan bidang usaha sesuai dengan KBLI No. 52101 tentang Pergudangan
      dan Penyimpanan.

      Analisis keuangan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa penambahan bidang
      usaha sesuai dengan KBLI No. 52101 tentang Pergudangan dan Penyimpanan, pada dasarnya
      dilakukan berdasarkan manfaat ekonomis yang dapat diperoleh dari penambahan bidang
      usaha. Manfaat ekonomis dapat diperoleh melalui direct cash flow yang teridentifikasi
      langsung terhadap kegiatan usaha baru tersebut. Mengingat penambahan bidang usaha yang
      akan dilakukan oleh CEKA, maka proyeksi manfaat ekonomis atas rencana penambahan


                                                                                      Halaman -34
Page 47
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


      bidang usaha ini secara langsung dapat teridentifikasi dari proyeksi keuangan CEKA yang
      akan dibentuk (direct cash flow).

      Pendapatan CEKA sebelum adanya penambahan usaha diperoleh dari penjualan produk crude
      palm oil, produk palm kernel, dan prosuk tepung baik penjualan domestic dan penjualan
      ekspor, dengan adanya penambahan maka pendapatan CEKA melalui rencana penambahan
      bidang usaha bertambah pendapatan sewa alat transportasi.

      Penambahan bidang usaha CEKA adalah pendapatan pergudangan dan penyimpanan. Secara
      keuangan, keuntungan yang diperoleh memberikan nilai tambah bagi CEKA, selain itu dengan
      adanya penambahan KBLI diharapkan dapat memberikan keuntungan lainnya seperti dalam
      hal sinergitas operasional.

      Figur 13.      Proyeksi Laba Bersih CEKA Setelah Rencana Transaksi (dalam Ribuan Rupiah)
                                              2025                2026               2027              2028                  2029
                     Deskripsi
                                            Jan - Des        Jan - Des            Jan - Des          Jan - Des             Jan - Des
       Pendapatan                             990.000         1.019.700              1.050.291        1.081.800               1.114.254
       COGS                                             -                  -                  -                  -                      -
       Laba Kotor                            990.000          1.019.700           1.050.291          1.081.800               1.114.254


       Beban Operasional                     (397.682)            (423.532)          (451.061)        (480.380)               (511.605)
       Beban Gaji                            (308.000)            (328.020)          (349.341)        (372.048)               (396.232)
       Beban Admin                            (19.800)             (20.394)           (21.006)           (21.636)              (22.285)
       Beban Penyusutan                       (46.200)             (52.193)           (58.366)           (64.723)              (71.272)
       Laba Usaha                            218.318              195.562             170.517            143.012               112.860


       Beban pajak penghasilan                (99.000)            (101.970)          (105.029)        (108.180)               (111.425)


       Laba Bersih                           119.318                93.592             65.488             34.832                 1.435



      Figur 14.      Asumsi Atas Proyeksi Pendapatan (dalam Ribuan Rupiah)
                                                     2025                2026               2027              2028              2029
                Deskripsi
                                                 Jan - Des            Jan - Des          Jan - Des          Jan - Des         Jan - Des


       Jumlah hari dalam setahun     Hari            365                  365                 365                365             365
       Asumsi pertumbuhan
                                                                         3,00%              3,00%             3,00%             3,00%
       pendapatan
       Asumsi pertumbuhan beban
                                                                         6,50%              6,50%             6,50%             6,50%
       operasional
       Asumsi pertumbuhan beban
                                                                         6,50%              6,50%             6,50%             6,50%
       gaji
       Asumsi pertumbuhan beban
                                                                         3,00%              3,00%             3,00%             3,00%
       admin


       Pendapatan
                                    Ribuan
       Pendapatan                                       990.000          1.019.700          1.050.291         1.081.800       1.114.254
                                    Rupiah


       Beban
                                    Ribuan
       Beban Operasional                                397.682           423.532              451.061           480.380        511.605
                                    Rupiah


                                                                                                                  Halaman -35
Page 48
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


                                  Ribuan
       Beban Gaji                                   308.000           328.020             349.341            372.048         396.232
                                  Rupiah
                                  Ribuan
       Beban Admin                                   19.800            20.394              21.006             21.636          22.285
                                  Rupiah


       Asumsi Perputaran Modal
       Kerja
       Account Receivable          Hari             30                30               30                    30               30

      Dalam penilaian ini, proyeksi keuangan yang digunakan merupakan proyeksi keuangan yang
      telah disusun oleh manajemen dimana penyesuaian-penyesuaian untuk mencerminkan
      kewajaran asumsi dan pencapaiannya telah didiskusikan dan disesuaikan di dalamnya.
      Penilai melakukan penyesuaian atas business plan yang disediakan oleh manajemen
      terutama dalam aspek tingkat pendapatan.

8.5   Working Capital CEKA

      Berikut rincian pergerakan working capital CEKA dengan adanya asumsi rencana
      penambahan kegiatan usaha:

        Figur 15. Woking Capital CEKA (dalam Ribuan Rupiah)
                                                      2025            2026         2027         2028              2029
                    Deskripsi
                                                    Jan - Des       Jan - Des    Jan - Des    Jan - Des       Jan - Des
       Inventory                          0                     -            -            -              -               -
       Account Receivable                 30             81.370       83.811       86.325           88.915        91.582
       Account Payable                    0                     -            -            -              -               -


       Selisih Inventory                                      0              0            0             0                0
       Selisih AR                                    (81.370)         (2.441)      (2.514)      (2.590)           (2.667)
       Selisih AP                                             0              0            0             0                0
       CNWC                                          (81.370)        (2.441)      (2.514)       (2.590)           (2.667)



8.6   Cut Off Date Dalam Analisa

      Dalam melakukan Analisa Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ini, kami
      menggunakan cut off date 31 Desember 2024 dimana batas tersebut diambil atas dasar
      pertimbangan kepentingan dan tujuan dilaksanakan studi kelayakan penambahan Kegiatan
      Usaha.

8.7   Penetapan Tingkat Diskonto
      Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas

      Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset
      Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko
      ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham. Dengan formula
      sebagai berikut :
                                               Ke = Rf + ß (Rm-Rf)
                                               Ke = Rf + ß Rp
      Dimana :
      Rf       = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
      ß        = risiko sistimatis
      Rm       = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
      Rp       = selisih antara Rm dengan Rf

                                                                                                              Halaman -36
Page 49
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


      Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
      tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang
      dapat dipilih adalah tingkat bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
      Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2024, maka
      instrumen bebas risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap
      yang dikeluarkan oleh Pemerintah, yaitu Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor
      10 tahun, yield tertimbang sebesar 7,02%, dan angka tersebut akan digunakan sebagai
      tingkat kembalian bebas risiko (Rf).

      Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
      dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
      premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
      seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium.
      Dengan mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
      perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang
      (emerging market).

      Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil damodaran
      per Januari 2025 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia
      adalah sekitar 6,87%. Dengan Country Default Spread sebesar 1,89%.

      ß (Beta) Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
      pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500
      atau IHSG). Untuk CEKA kami menggunakan Beta dari industri pada sektor yang sama yang
      terdapat di Bursa Efek Indonesia.

      Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk
      menghitung cost of equity CEKA, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered
      beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing
      perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan
      memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di
      tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.

      Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut :
                        βL
       βu =
        dimana:   1 + (1-T) x DER

        T          = Tarif Pajak Penghasilan Badan
        DER        = Debt to equity ratio
        βL         = Beta levered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                     secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                     pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                     portofolio pasar dengan pengaruh hutang
        βu         = Beta unlevered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                     secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                     pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                     portofolio pasar tanpa pengaruh hutang

      Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini
      kemudian di-relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar untuk memperoleh
      beta yang sesuai untuk mendiskonto tersebut dengan formula sebagai berikut :




                                                                                      Halaman -37
Page 50
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


        Figur 16. Beta
                         Data Pembanding                     Ticker            Beta Unleverage

       PT Vastland Indonesia Tbk                            IDX:VAST                   0,44

       PT Surya Semesta Internusa Tbk                       IDX:SSIA                   1,03

       PT Mega Manunggal Property Tbk                      IDX:MMLP                    0,60
       PT Roda Vivatex Tbk                                  IDX:RDTX                   0,37

       PT Island Concepts Indonesia Tbk                     IDX:ICON                   0,50
       PT AKR Corporindo Tbk                                IDX:AKRA                   0,88
       Krungdhep Sophon Public Company Limited              SET:KWC                    0,44
       Ba Ria - Vung Tau House Development Joint Stock
                                                           HOSE:HDC                    0,88
       Company
                                          Average                                      0,64
      Sumber: S&P Capital

      Dari figur di atas, tampak bahwa rata-rata dari unlevered beta dari perusahaan yang
      digunakan sebagai dasar perhitungan adalah sebesar 0,64.

      Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini
      kemudian di-relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar yaitu sebesar 22,36%
      untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB tersebut dengan formula
      sebagai berikut :
        βL = βu x (1 + (1-T) x DER)
        βL = 0,64 x (1 + (1-22,00%) x 22,36%)
        βL = 0,75

      Dengan demikian nilai dari beta re-levered adalah sebesar 0,75. Berdasarkan uraian di atas,
      maka biaya modal ekuitas adalah :

        Figur 17. Cost of Equity
                             KETERANGAN                                PROSENTASE

       Tingkat Bunga Bebas Risiko (Risk Free Rate)                             7,02%
       Risk Premium Market                                                     6,87%
       Beta                                                                     0,75
       CDS (Country Default Spread)                                            1,89%
       Biaya Modal untuk Ekuitas (Cost Of Equity)                            10,31%


      Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk ekuitas (free cash flow to
      equity), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan
      rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari kreditor (pinjaman) maupun yang
      berasal dari (investor) penyertaan.

      Berdasarkan perhitungan diatas, maka tingkat diskonto yang digunakan dalam penilaian
      adalah 10,31% menurut kami merupakan tingkat diskonto yang wajar.




                                                                                              Halaman -38
Page 51
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)


8.8   Analisis Kelayakan Proyek

      Analsia kelayakan proyek, dilakukan dengan membandingakan antara pengorbanan ekonomis
      yang dilakukan CEKA dalam kaitannya penambahan kegiatan usaha dalam bidang
      pergudangan dan penyimpanan dengan nilai Investasi sebesar Rp240.500.000 (Dua Ratus
      Empat Puluh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).

      Kelayakan dari Penambahan Kegiatan Usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang
      diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan Kegiatan Usaha yang dilihat dari Free Cash
      Flow To Equity CEKA setelah penambahan kegiatan usaha. Yang selanjutnya di bandingkan
      dengan Initial investment.

      Berdasarkan analisis kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dengan mempertimbangkan
      asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut :
          ▪ Net Present Value (NPV)              :       Rp189.280 Ribu
          ▪ Internal Rate of Return (IRR)        :       62,49% (lebih tinggi dari tingkat diskonto 10,31%)
          ▪ Profitability Index (PI)             :       1,50
          ▪ Payback Period (PP)                  :       2 Tahun 4 bulan


8.9   Analisis Break event dengan Penambahan Usaha

      Untuk mengetahui sebuah titik dimana biaya atau pengeluaran dan pendapatan adalah
      seimbang sehingga tidak ada kerugian atau keuntungan, maka dilakukan analisis break
      event. Berikut break event dengan adanya penambahan usaha :

        Figur 18. Analisis Break event (dalam Ribuan Rupiah)
                                                                        Tahun
                 Analisis BEP          2025                 2026        2027          2028          2029
                                           Des              Des          Des          Des           Des
       Penjualan                           990.000         1.019.700   1.050.291     1.081.800      1.114.254
       Beban pokok                                   -             -             -             -              -
       Beban operasional                   725.482          771.946      821.408      874.065        930.122
       BEP                                725.482           771.946     821.408       874.065        930.122
       BEP Average                        824.604



8.10 Analisis Sensitivitas Setelah Penambahan Usaha

      Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor ekonomi, maka berikut ini
      disajikan analisa sensitivitas terhadap rencana yang akan dilakukan oleh CEKA:

        Figur 19. Analisis Sensitivitas Pendapatan dan Biaya (dalam Ribuan Rupiah)
       Perubahan Pendapatan         -5%                   -2,5%          0%           2,5%            5%

       Net Present Value (NPV)     14.925                102.103       189.280       276.457        363.634
       Internal Rate Of Return
                                   13,80%                35,91%        62,49%         96,59%        143,77%
       (IRR)
       Profitability Index (PI)     0,97                  1,24          1,50           1,76          2,02




                                                                                                   Halaman -39
Page 52
KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (“CEKA”)



       Perubahan Biaya              -5%         -2,5%          0%          2,5%         5%

       Net Present Value (NPV)    342.452      265.866       189.280      112.694     36.108
       Internal Rate Of Return
                                  127,26%       90,90%       62,49%        39,14%     19,04%
       (IRR)
       Profitability Index (PI)    1,98          1,74         1,50          1,26       1,02


      Dari analisis sensitivitas inkremental sebelum dan setelah penambahan usaha yang
      dilakukan, terlihat bahwa rencana CEKA relatif sensitif terhadap perubahan biaya dan
      pendapatan.


8.11 Kesimpulan

      Berdasarkan kajian, evaluasi, analisa kelayakan pasar, Analisa kelayakan teknis, Analisa
      kelayakan pola bisnis, Analisa kelayakan manajemen, dan Analisa kelayakan keuangan serta
      proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat
      terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan Kegiatan Usaha yang akan
      dilaksanakan oleh CEKA layak.




                                                                                      Halaman -40
Page 53

          
Page 54
PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk
Working Capital
dalam Ribuan
                            1000          365         365           365           365           365           365
                                          2024        2025          2026          2027          2028          2029
             Deskripsi
                                        Jan - Des   Jan - Des     Jan - Des     Jan - Des     Jan - Des     Jan - Des
Inventory                          0                        -            -             -             -             -
Account Receivable                 30                   81.370        83.811        86.325        88.915        91.582
Account Payable                    0                        -            -             -             -             -

Selisih Inventory                                             0             0             0             0             0
Selisih AR                                              -81.370        -2.441        -2.514        -2.590        -2.667
Selisih AP                                                    0             0             0             0             0
CNWC                                                   -81.370        -2.441        -2.514        -2.590        -2.667
Page 55
PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk
Laba
dalam Ribuan
                             1000
                                      2025          2026           2027           2028           2029
                    Deskripsi
                                    Jan - Des     Jan - Des      Jan - Des      Jan - Des      Jan - Des

Pendapatan                             990.000      1.019.700      1.050.291      1.081.800      1.114.254
COGS                                       -              -              -              -              -
Laba Kotor                            990.000      1.019.700      1.050.291      1.081.800      1.114.254

Beban Operasional                     (397.682)      (423.532)      (451.061)      (480.380)      (511.605)
Beban Gaji                            (308.000)      (328.020)      (349.341)      (372.048)      (396.232)
Beban Admin                            (19.800)       (20.394)       (21.006)       (21.636)       (22.285)
Beban Penyusutan                       (46.200)       (52.193)       (58.366)       (64.723)       (71.272)
Laba Usaha                            218.318        195.562        170.517        143.012        112.860

Beban pajak penghasilan                (99.000)      (101.970)      (105.029)      (108.180)      (111.425)

Laba Bersih                           119.318         93.592         65.488         34.832          1.435
Page 56
PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk
Neraca
dalam Ribuan
                             1000
                                      2025            2026        2027        2028            2029
                    Deskripsi
                                    Jan - Des       Jan - Des   Jan - Des   Jan - Des       Jan - Des

ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                     93.648         207.027     297.503     362.679         399.976
Piutang usaha                          81.370          83.811      86.325      88.915          91.582
Persediaan                                  -               -           -           -               -
Jumlah Aset Lancar                    175.018        290.838     383.828     451.594         491.558

Aset Tidak Lancar
Aset tetap                             184.800        162.571     135.069     102.135          63.606
Jumlah Aset Tidak Lancar              184.800        162.571     135.069     102.135           63.606

Jumlah Aset                           359.818        453.409     518.897     553.729         555.164

LIABILITAS & EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                     -           -           -               -               -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                 -           -           -               -               -

Liabilitas Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                -           -           -               -               -

Jumlah Liabilitas                               -           -           -               -               -

EKUITAS
Modal saham                            240.500        240.500     240.500     240.500         240.500
Laba berjalan                          119.318         93.592      65.488      34.832           1.435
Saldo laba ditahan                                    119.318     212.909     278.397         313.229
Jumlah Ekuitas                        359.818        453.409     518.897     553.729         555.164
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas         359.818        453.409     518.897     553.729         555.164
Page 57
PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk
Kas
dalam Ribuan
                                 1000
                                          2024                2025          2026          2027          2028          2029
                   Deskripsi
                                        Jan - Des           Jan - Des     Jan - Des     Jan - Des     Jan - Des     Jan - Des

Arus Kas dari Operasional
   Laba bersih                                                119.318         93.592        65.488        34.832         1.435
   Depresiasi                                                  46.200         52.193        58.366        64.723        71.272

   Change in Receivable                                         -81.370        -2.441        -2.514        -2.590        -2.667
   Change in Inventory                                                0             0             0             0             0
   Change in Payable                                                -             -             -             -             -

TOTAL KAS OPERASI                                               84.148      143.343       121.339         96.965        70.039

Arus Kas dari Investasi
   Capex                                                      -231.000        -29.964       -30.863       -31.789       -32.743
   Jumlah                                                     -231.000        -29.964       -30.863       -31.789       -32.743

Arus Kas dari pendanaan
   Pinjaman bank                                                  -             -             -             -             -
   Pinjaman kepada pihak berelasi                                 -             -             -             -             -
   Pembayaran pokok hutang bank                                   -             -             -             -             -
   Pembayaran pokok hutang SHL                                    -             -             -             -             -
   Jumlah                                                         -             -             -             -             -
Surplus (Defisit) Kas                                   -     146.852       113.379        90.476        65.176        37.297
    Saldo awal kas                                            240.500        93.648       207.027       297.503       362.679
Saldo akhir kas                                     -          93.648       207.027       297.503       362.679       399.976
Page 58
PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk
Aset Tetap
dalam Ribuan
                                 1000
                                              2024        2025         2026         2027         2028          2029
                     Deskripsi
                                            Jan - Des   Jan - Des    Jan - Des    Jan - Des    Jan - Des     Jan - Des
Penambahan
    Peralatan Kantor                                        15.000
    Peralatan dan Renovasi                                 216.000
    Capex Maintenance                                                   29.964       30.863        31.789        32.743
    Jumlah                              -        -        231.000       29.964       30.863        31.789        32.743
Perolehan
    Peralatan Kantor                                        15.000       15.000       15.000        15.000        15.000
    Peralatan dan Renovasi                                 216.000      216.000      216.000       216.000       216.000
    Capex Maintenance                                          -         29.964       60.828        92.617       125.359
    Jumlah                              -        -        231.000      260.964      291.828       323.617       356.359
Depresiasi
    Peralatan Kantor                                        3.000        3.000        3.000         3.000         3.000
    Peralatan dan Renovasi                                 43.200       43.200       43.200        43.200        43.200
    Capex Maintenance                                          -         5.993       12.166        18.523        25.072
    Jumlah                              -        -         46.200       52.193       58.366        64.723        71.272
Akumulasi Depresiasi
    Peralatan Kantor                                        3.000        6.000         9.000        12.000        15.000
    Peralatan dan Renovasi                                 43.200       86.400       129.600       172.800       216.000
    Capex Maintenance                                          -         5.993        18.158        36.682        61.754
    Jumlah                              -        -         46.200       98.393      156.758       221.482       292.754
Nilai Buku
    Peralatan Kantor                                        12.000        9.000       6.000         3.000            -
    Peralatan (Hand Pallet)                                172.800      129.600      86.400        43.200            -
    Capex Maintenance                                          -         23.971      42.669        55.935        63.606
    Jumlah                              -        -        184.800      162.571      135.069       102.135        63.606
Page 59
PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk
Analisis
dalam Ribuan                                                       1,0            2,0            3,0            4,0            5,0
         1000

Free Cash Flow to Equity                            Tahun
                                                            2025           2026           2027           2028           2029
                                                             Des            Des            Des            Des            Des
EAT                                                             119.318        93.592         65.488         34.832         1.435
∆ Debt                                                                -              -              -              -            -
Depresiasi                                                       46.200        52.193         58.366         64.723        71.272
Capex                                                          (231.000)      (29.964)       (30.863)       (31.789)      (32.743)
CNWC                                                            (81.370)        (2.441)        (2.514)        (2.590)      (2.667)
Free Cash Flow To Equity                                      (146.852)      113.379         90.476         65.176        37.297




 Salvage value                                                                                                            155.188
FCFE                               314.664                   (146.852)       113.379         90.476         65.176       192.485
Discount Factor                      10,31%                    0,90650        0,82174        0,74491        0,67526       0,61213
NPV                                189.280                   (133.122)        93.168         67.397         44.011       117.825
IRR                                 62,49%
PROFITABILITY INDEX, PI               1,50
Present Value Cash In Flow                                     150.042        119.797         92.260         67.226      140.655
Present Value Cash Out Flow                                   (283.164)       (26.629)       (24.863)       (23.215)      (21.676)
             Penerimaan                                        165.518        145.784        123.854         99.555      229.781
             Pengeluaran                                      (312.370)       (32.405)       (33.378)       (34.379)      (35.410)
                                                             -146.852         -33.473         57.003       122.179       316.550
PAYBACK PERIOD, PP                       2 tahun,                 -0,47          -0,52           0,57          0,89          1,79
                                         4 bulan

                                                    Tahun
                    Analisis BEP                            2025           2026           2027           2028           2029
                                                             Des            Des            Des            Des            Des
Penjualan                                                      990.000      1.019.700      1.050.291      1.081.800     1.114.254
Beban pokok                                                           -              -              -              -             -
Beban operasional                                               725.482        771.946        821.408        874.065       930.122
BEP                                                           725.482        771.946        821.408        874.065       930.122
BEP Average                        824.604
Page 60
Analisa Sensitifitas

Perubahan Pendapatan                0%      -5,0%      -2,5%       2,5%       5,0%
NET PRESENT VALUE (NPV)        189.280    14.925    102.103    276.457    363.634
INTERNAL RATE OF RETURN, IRR    62,49%     13,80%     35,91%     96,59%    143,77%
PROFITABILITY INDEX, PI           1,50       0,97       1,24      1,76       2,02

Perubahan Biaya                     0%      -5,0%      -2,5%      2,5%       5,0%
NET PRESENT VALUE (NPV)        189.280   342.452    265.866    112.694    36.108
INTERNAL RATE OF RETURN, IRR    62,49%    127,26%     90,90%     39,14%    19,04%
PROFITABILITY INDEX, PI           1,50       1,98       1,74       1,26      1,02
Page 61
                                                                                         WACC
                                                                          Weighted Average Cost of Capital

JENIS MODAL                                                                Biaya Modal                            Komposisi                       Tertimbang
COST OF DEBT (Kd = I X (1-T))                                                 7,18%                                18,27%                            1,31%

COST OF EQUITY (Ke = Rf + (Rpm) * Beta                                        10,31%                               81,73%                            8,43%

Weighted Average Cost of capital (WACC)                                                                                                              9,74%




PERHITUNGAN COST OF EQUITY                                                                     PERHITUNGAN COST OF DEBT
Risk Free Rate (Rf)                                                        7,02%               a          Bunga Bank                                               9,21%
Risk Premium Market (Rpm)                                                  6,87%               b          Pajak                                                  22,00%
β (Beta)                                                                    0,75
CDS                                                                        1,89%
COST OF EQUITY                                                           10,31%                COST OF DEBT                                                       7,18%



Unleverage Beta                           ==========>                      0,64                                                              BL
                                                                                                          BU                  =
                                                                                                                                  1 + (( 1 - t ) x (Wd/We))




Leverage Beta Perusahaan Dinilai          ==========>                      0,75                           BL                  =                   BU x (1+(1-T) x (Wd/We))




Keterangan :
 Rf                         :             Tingkat Balikan Bebas Risiko
 Rpm                        :             Tingkat Balikan Yang Diharapkan Oleh Pasar Ekuitas
 β                          :             Ukuran Risiko Sistematis
 Rs                         :             Premi Untuk Risiko Spesifik Perusahaan

File

File Open PDF
Source IDX
Size4.12 MB
Published20 Jun 2025
Pages61
Characters175,030
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 59 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org WILMAR CAHAYA INDONESIA TBK · Nama Perusahaan p.1 ×229
linked person Erry Tjuatja · Presiden Direktur p.4 ×2
linked person Ivan Teguh Khristian p.7 ×5
linked person Darwin Indigo p.19
linked person Tonny Muksim p.19
linked person Teh Kenny Suryadi p.19
linked org Vastland Indonesia Tbk p.50 ×2
linked org Surya Semesta Internusa Tbk p.50 ×2
linked org Mega Manunggal Property Tbk p.50 ×2
linked org Roda Vivatex Tbk p.50 ×2
linked org Island Concepts Indonesia Tbk p.50 ×2
linked org AKR Corporindo Tbk p.50 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×16
possible org PT Sentratama Niaga Indonesia p.13 ×5
possible org Negara Republik Indonesia p.17 ×12
possible org Bursa Efek Indonesia p.17 ×2
possible person Prof. Dr. Sukrisno Agoes p.19
unresolved org KJPP DASA’AT p.1 ×11
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.2 ×7
unresolved org KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN p.2 ×3
unresolved person Ivan T Khristian p.2
unresolved org Kementerian Keuangan dan Pasar Modal p.2
unresolved org Bank Indonesia p.5 ×26
unresolved org Pusat Statistik. p.5
unresolved org DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN Ivan Teguh Khristian p.7
unresolved person Michelle Maria Meylan Nender p.9
unresolved person Monica Gede Dewinta Ekaristi p.9
unresolved org KJPP DASA’AT YUDISTIRA DAN REKAN Studi Kelayakan Penambahan p.10 ×43
unresolved — Identit · Penilai p.10 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman RI No. C p.13
unresolved org Cahaya Kalbar Tbk. p.13 ×9
unresolved org Wilmar International Limited p.13
unresolved org Yudistira & Rekan p.14 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan p.14
unresolved org KJPP DYR p.16
unresolved person Mochamad Damiri · Notaris p.17 ×3
unresolved person Tommy Tjoa Keng Liet · Notaris p.17 ×5
unresolved org Kementerian Kehakiman Republik Indonesia p.17 ×4
unresolved org Pengadilan Negeri Pontianak p.17 ×2
unresolved person Siti Pertiwi Henny Singgih · Notaris p.17
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.17
unresolved org Bapepam-LK p.17 ×6
unresolved person Veronica Lily Dharma · Notaris p.17 ×3
unresolved person Merry Susanti Siaril · Notaris p.18
unresolved org Kementerian p.18
unresolved person Dr. Fransiscus Xaverius Arsin · Notaris p.18 ×7
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.18 ×5
unresolved person Jimmy Tanal · Notaris p.18 ×3
unresolved person Jenderal TNI (Purn) Drs. Hendardji Soepandji p.19 ×4
unresolved person Beny Suharsono p.19
unresolved org Purwantono p.20 ×5
unresolved org Kantor Akuntan Publik KAP Purwantono p.20
unresolved org Beban Pajak Penghasilan Badan Kini p.21
unresolved person H. Andi Noviastoko Lieke Herianto Halaman p.27 ×3
unresolved org Departemen Marketing & Sales p.36
unresolved org PT Mitratama Kencana Sejati p.44
unresolved org PY Wilmar Cahaya Indonesia Tbk p.44
unresolved org DER p.49
unresolved org Krungdhep Sophon Public Company Limited p.50

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.273 11084 ms 12 Sep 2026 22:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': 'Ivan T Khristian, SE., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert)',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2024-12-31',
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result