Skip to content
Back to announcement

20250620_FILM_Informasi Transaksi Afiliasi_31897334_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review FILM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 60

Page 1
Kepada Yth.
PT. MD Entertainment Tbk
MD Place tower 1
Jl. Setiabudi Selatan No. 7
Jakarta 12910


           Laporan Pendapat Kewajaran MD Entertainment
Page 2
Jakarta, 20 Juni 2025
No. Lap : 00164/2.0129-00/BS/10/0062/1/VI/2025
Kepada Yth,

Direksi
PT. MD Entertainment Tbk
MD Place Tower 1
Jl. Setiabudi Selatan No. 7
Jakarta 12910

Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Penyewaan Ruang Kantor (Office Space)
          (Transaksi Afiliasi).

Dengan hormat,

Memenuhi permintaan penugasan dari PT. MD Entertainment (“MD E”) sebagaimana tercantum
dalam proposal kami No. 0121/PP-FO/MWH-0/HM/V/2025 tertanggal 22 Mei 2025 yang telah disetujui
kedua belah pihak tentang Pekerjaan Penilaian Kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana
Penyewaan Ruang Kantor (Office Space), yang mana Rencana Transaksi ini merupakan Transaksi
Afiliasi.
Berdasarkan hasil analisis transaksi, kualitatif dan kuantitatif, maka kami dapat meringkas hasilnya
sebagi berikut:

RINGKASAN PENDAPAT KEWAJARAN

1.   Penilaian Kewajaran Transaksi dilakukan oleh:
     KJPP Munir, Wisnu, Heru & Rekan sebagai konsultan penilai berdasarkan Izin Usaha Kantor
     Jasa Penilai Publik dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 2.15.0129 berdasarkan KMK
     479/KM.1/2015 tanggal 3 Juni 2015, memiliki NPWP No. 72.848.905.5-011.000 yang berdomisili
     di Jakarta Selatan, Gedung Lina Lantai 3. R.307 Jl. HR. Rasuna Said Kav B.7 Kuningan, Telepon
     021-5204352, Fax 021-5204353, dalam hal ini diwakili oleh:
     Nama                     : Hasan Munir H, MBA., MAPPI (Cert)
     Izin Penilai             : PB-1.008.00062
     STTD OJK                 : STTD.PPB-03/PJ-1/PM.2/2023
     Kualifikasi              : Properti dan Bisnis
     Jabatan                  : Pemimpin Rekan
     Alamat                   : Gedung Lina, Lt 3 R 307
                                Jl. HR. Rasuna Said Kav B-7, Kuningan
                                Jakarta Selatan 12920
     Email                    : kantor_mwh@kjppmwh.com, Kjpp_mwh@yahoo.com

2.   Pemberi Tugas Sekaligus Pengguna Laporan
     Nama                     : PT. MD Entertainment Tbk
     Alamat                   : MD Place Tower. 1
                                Jl. Setiabudi Selatan No.7
                                Jakarta Selatan 12910
     Telepon                  : 021-29855777
     Email                    : corporatesecretary@mdentertainment.com
     Bidang usaha             : Perfiliman
Page 3
3.   Pengguna Laporan

     Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga negara yang dibentuk berdasarkan Undang-
     undang Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan
     pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan.
     Sektor ini melingkupi perbankan, pasar modal, dan jasa keuangan non-bank seperti asuransi,
     dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya

4.   Obyek Analisis Pendapat Kewajaran
     Obyek analisis pendapat kewajaran adalah Rencana MD Entertainment untuk melakukan
     penyewaan ruang kantor (Office Soace) MD Place Tower 1, Jl. Setiabudi Selatan No.7, Jakarta
     Selatan 12910.

5.   Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

     Para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah yang Menyewakan dan penyewa
     sebagaimana diuraikan sebagai berikut:

     5.1. PT. MD Entertainment Tbk

     Nama              : PT. MD Entertainment Tbk
     Alamat            : MD Place Tower 1, 8th Floor
                          Jl. Setiabudi Selatan No.7
                         Jakarta 12910
     Telepon           : 021-29855777
     Email             : corporatesecretary@mdentertainment.com
     Bidang usaha      : Studio Perfiliman

     5.2. PT. MDTV Media Technologies Tbks

     Nama              : PT. MDTV Media Technologies Tbk
     Alamat            : MD Place Tower 1, 2 nd Floor
                         Jl. Setiabudi Selatan No.7
                         Jakarta 12910
     Email             : corporatesecretary@mdtelevision.com
     Bidang usaha      : Konsultan Manajemen

     5.3. PT. MDTV Media Televisi

     Nama              : PT. MDTV Media Televisi

     Alamat            : MD Place Tower 1, 3 rd Floor
                         Jl. Setiabudi Selatan No.7
                         Jakarta 12910

     Email             : MDTV.Jakarta@mdentertainment.com

     Bidang usaha      : Penyiaran Televisi



Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                   ii
Page 4
6.   Tanggal Penilaian
     Sesuai dengan surat penugasan yang kami terima analisis dilakukan untuk tanggal 31 Desember
     2025 oleh karenanya paramameter yang dilakukan adalah berdasarkan tanggal tersebut.

7.   Sifat Rencana Transaksi
     Transaksi Afiliasi

     Rencana Sewa Menyewa Ruang Kantor (Office Space) MD Place Tower 1 merupakan Transaksi
     Afiliasi.
     Transaksi Material

     Dengan Nilai rencana Transaksi kepada MDTV Media Technologies sebesar Rp9.515.520.000,-
     dan kepada MDTV Media Televisi sebesar Rp16.459.166.400 atau jumlah Rp25.974.686.400
     (dua puluh lima miliar sembilan ratus tujuh puluh empat juta enam ratus delapan puluh enam ribu
     empat ratus rupiah) maka perlu dilakukan uji materialitas yaitu membandingkan Nilai Rencana
     Transaksi dengan Ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan pada tanggal
     31 Desember 2024, yaitu Rp2.588.915.980.545,- (dua triliun lima ratus delapan puluh delapan
     miliar sembilan ratus lima belas juta sembilan ratus delapan puluh ribu lima ratus empat puluh
     lima rupia) diperoleh 1,0%, maka persentase materialitas Nilai Rencana Transaksi terhadap
     ekuitas Perseroan kurang dari 20%. Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
     Indonesia No.17/POJK.04/2020 rencana transaksis tersebut adalah bukan transaksi material.

8.   Tujuan Penilaian
     Laporan ini disusun untuk memberikan Pendapat Kewajaran (fairness opinion) atas Rencana
     Menyewakan Ruang Kantor (Office Space) MD Place Tower 1, yang merupakan Transaksi
     Afiliasi.

9.   Kondisi dan Asumsi

       a. Laporan ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya untuk
          mengetahui kewajaran transaksi.
       b. Laporan ini bukan merupakan suatu rekomendasi kepada pemegang saham untuk
          menyetujui atau tidak menyetujui rencana transaksi tersebut atau untuk melakukan
          tindakan lainnya dalam kaitan dengan rencana penjulan Hotel Pullman. Laporan ini harus
          dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa
          mempertimbangkan isi laporan secara keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang
          menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Kami mengasumsikan
          bahwa dari tanggal penerbitan laporan ini sampai dengan tanggal pelaksanaan rencana
          transaksi tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-
          asumsi yang digunakan dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran.

       c.   Penugasan kami untuk mengeluarkan Laporan Pendapat Kewajaran telah sesuai dengan
            ruang lingkup pekerjaan kami. Penilaian dan analisis kewajaran disusun berdasarkan
            kondisi umum keuangan, perekonomian serta peraturan-peraturan pemerintah pada
            tanggal penilaian dan pendapat kewajaran ini diterbitkan. Penilai tidak memprediksikan
            adanya perubahan ekonomi yang signifikan yang dapat mempengaruhi Perseroan, pasar
            maupun industri secara tidak terduga, oleh karenanya kami tidak bertanggung jawab untuk



Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                       iii
Page 5
           memutakhirkan atau melengkapi laporan kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
           setelah tanggal laporan.
      d. Laporan dibentuk berdasarkan hasil penelaahan atas data dan informasi yang kami
         peroleh dari manajemen termasuk namun tidak terbatas pada informasi keuangan
         Perseroan terutama dari Laporan Keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Desember
         2021, 2022, 2023 dan 2024 yang diaudit oleh KAP, proyeksi keuangan dan informasi
         lainnya yang berkaitan dengan rencana transaksi. Semua data dan informasi yang
         berpotensi membebani Perseroan secara signifikan di masa yang akan datang telah
         disampaikan oleh Manajemen dan bahwa data dan informasi yang diperoleh adalah benar,
         cukup memadai dan dapat dipercaya keakuratannya.
      e. Penilai tidak melakukan audit atau penelitian atas keabsahan rencana transaksi dari segi
         hukum dan implikasi aspek perpajakan dari rencana transaksi tersebut. Proyeksi keuangan
         yang dipergunakan sebagai dasar penilaian adalah proyeksi keuangan yang dipersiapkan
         oleh manajemen yang telah disesuaikan oleh Penilai untuk mencerminkan kewajaran
         proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), dengan asumsi
         bahwa semua kondisi dan kewajiban dari semua pihak yang terlibat dalam rencana
         transaksi terpenuhi, termasuk persyaratan-persyaratan dalam draft perjanjian. Dalam
         memberikan pendapat kewajaran ini kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk
         bertindak secara obyektif dan independen serta tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
         pihak-pihak lain yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Laporan ini tidak
         dimaksudkan untuk memberikan keuntungan atau kerugian kepada pihak manapun.
      f.   Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi
           lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak
           yang terlibat dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi telah dilaksanakan seperti
           yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan
           informasi mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh Manajemen Perseroan.

      g. Laporan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang
         dapat mempengaruhi operasional perusahaan dan bersifat non-disclaimer opinion. Penilai
         bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan. Penilai
         karenanya juga bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan akhir.

      h. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran ini sampai
         dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang
         berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
         Pendapat Kewajaran ini.

10. Metodologi Penilaian

      a. Analisis Transaksi: Melakukan identifikasi dan hubungan antar pihak yang bertransaksi,
         Perjanjian dan Persyaratan yang disepakati dalam transaksi, dan Penilaian atas risiko dan
         manfaat dari transaksi yang akan dilakukan.

           Analisis terhadap profil para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi antara lain
           berupa riwayat singkat perusahaan, dan sifat kegiatan usaha, analisis industri analisis
           operasional, alasan dilakukannya transaksi, keuntungan dan kerugian yang bersifat




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                     iv
Page 6
           kualitatif atas transaksi yang akan dilakukan, termasuk analisis terhadap draft perjanjian
           Rencana Transaksi.

      b. Analisis Kualitatif: Melakukan analisis terhadap profil para pihak yang terlibat dalam
         Rencana Transaksi antara lain berupa riwayat singkat Perseroan, dan sifat kegiatan usaha,
         analisis industri, analisis operasional, alasan dilakukannya transaksi, keuntungan dan
         kerugian yang bersifat kualitatif atas transaksi yang akan dilakukan, termasuk analisis
         terhadap draft perjanjian Rencana Transaksi.

      c.   Analisis Kuantitatif: Melakukan analisis kinerja historis dan proyeksi Keuangan para pihak
           yang terlibat dalam Rencana Transaksi (historical performance analysis), Analisis Rasio
           Keuangan, penilaian atas Proyeksi Keuangan baik sebelum maupun sesudah Rencana
           Transaksi, Analisis Proforma laporan posisi keuangan konsolidasian dan proforma laporan
           laba/rugi komprehensif konsolidasian.

11. Analisis Manfaat dan Risiko Transaksi

    Manfaat Transaksi Bagi Perusahaan
    Transaksi sewa kantor MDTV ke MD Place memberikan berbagai manfaat strategis bagi
    perusahaan, baik dari segi efisiensi operasional maupun penguatan citra perusahaan. Dengan
    berlokasi di MD Place yang dimiliki oleh MD Entertainment, MDTV mendapatkan akses ke
    fasilitas premium dan lingkungan bisnis yang lebih eksklusif, meningkatkan daya tarik bagi klien
    dan mitra strategis.

    Dari perspektif kepemilikan, MD Entertainment sebagai pemilik MD Place mendapatkan manfaat
    dari pemanfaatan ruang yang lebih optimal, sekaligus memperkuat sinergi antara entitas dalam
    ekosistem bisnis MD Group. Dengan demikian, transaksi ini tidak hanya memberikan keuntungan
    bagi MDTV, tetapi juga bagi MD Entertainment dalam mengelola asetnya secara strategis.

    Manfaat Rencana Transaksi Bagi Pemerintah
    Atas Rencana Transaksi tersebut akan dikenakan pajak baik Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
    maupun Pajak Penghasilan (PPH) yang menjadi pemasukan bagi Pemerintah.

    Risiko Transaksi
    Setiap transaksi bisnis mempunyai risiko. Risiko utama yang mungkin dihadapi Perseroan adalah
    tidak berjalannya rencana bisnis karena berbagai faktor seperti menurunnya penjualan atau
    inflasi yang mengakibatkan berkurangnya daya beli.
    Sebagai penyewa, MDTV harus memastikan bahwa arus kas perusahaan mampu memenuhi
    kewajiban pembayaran sewa secara berkala. Jika likuiditas menurun akibat penurunan
    pendapatan atau biaya operasional yang meningkat, pembayaran sewa dapat menjadi beban
    yang signifikan dan mempengaruhi stabilitas keuangan perusahaan.

12. Dampak Rencana Transaksi Atas Keuangan Perseroan

    Berdasarkan analisis Proforma Laporan Keuangan Perseroan per tanggal 30 September 2024
    yang disiapkan oleh manajemen Perseroan, Rencana Transaksi mengakibatkan antara lain
    sebagai berikut:



Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                        v
Page 7
    Neraca
      a. Jumlah aset naik dari Rp3.453.621 menjadi Rp3.473.881 atau naik 0,6%

      b. Jumlah aset lancar naik dari Rp368.997 menjadi Rp398.258 atau naik 5,5%, kenaikan
         tersebut diperoleh dari hasil penyewaan ruang kantor.
      c.   Aset tidak lancar tetap Rp3.084.624 tidak ada perubahan.

      d. Jumlah liabilitas jangka pendek tetap Rp137.038 tidak ada perubahan.
      e. Jumlah liabilitas jangka panjang tetap Rp727.667 tidak ada perubahan.

      f.   Ekuitas naik dari Rp2.588.916 menjadi Rp2.609.176 atau naik 0,8% kenaikan tersebut
           diperoleh dari laba atas penyewaan ruang kantor.



    Laba (Rugi)
      a. Pendapatan tetap Rp433.202 tidak ada perubahan setelah Rencana Transaksi.
      b. Beban pokok penjualan tetap Rp155.740 tidak ada perubahan setelah Rencana Transaksi.
      c.   Laba bruto tetap sebesar Rp277.463 tidah ada perubahan setelah Rencana Transaksi.

      d. Beban Usaha setelah Rencana Transaksi meningkat dari Rp144.389 menjadi Rp151.321
         atau naik 4,8%.
      e. Penghasilan lain-lain setelah Rencana Transaksi meningkat dari Rp22.091 menjadi
         Rp54.998 atau naik 149%.

      f.   Beban lain-lain tetap Rp83.899 tidak ada perubahan setelah Rencana Transaksi.
      g. Laba sebelum pajak meningkat dari Rp71.266 menjadi Rp97.241 atau naik 36,4%.

      h. Beban Pajak setelah Rencana Transaksi meningkat dari Rp23.630 menjadi Rp29.345 atau
         naik 24,2%
      i.   Laba Bersih Setelah Pajak setelah Rencana Transaksi meningkat dari Rp47.636 menjadi
           Rp67.896 atau naik 42,4%

13. Uji Kewajaran Nilai Rencana Transaksi

    Sesuai dengan Rencana Transaksi Penyewaan Ruang Kantor (Office Space) seluas 3.712,1 m2
    untuk jangka waktu 3 tahun dengan Nilai Rencana Transaksi kepada MDTV Media Technologies
    sebesar Rp9.515.520.000,- dan kepada MDTV Media Televisi sebesar Rp16.459.166.400 atau
    jumlah Rp25.974.686.400 (dua puluh lima miliar sembilan ratus tujuh puluh empat juta enam ratus
    delapan puluh enam ribu empat ratus rupiah) (Nilai Rencana Transaksi), sedangkan hasil
    penilaian yang dilakukan oleh Kami (KJPP MWH) berdasarkan pendekatan pasar metode
    perbandingan langsung diperoleh Rp24.219.585.330,- (dua puluh empat miliar dua ratus
    sembilan belas juta lima ratus delapan puluh lima ribua tiga ratus tuga puluh rupiah), maka nilai
    Rencana Transaksi dengan hasil penilaian selisih 6,8% tidak melebihi 7,5% atas bawah, oleh
    karena itu harga sewa tersebut adalah wajar sebagaimana Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
    Republik Indonesia Nomor: 35/POJK.04/2020 tertanggal 25 Mei 2020 tentang penilaian dan
    Penyajian Penilaian Bisnis di Pasar Modal Pasal 48.b batas atas dan batas bawah pada kisaran


Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                       vi
Page 8
    nilai tidak boleh melebihi 7,5% (tujuh koma lima persen) dari Nilai yang dijadikan acuan kisaran
    tersebut yang didapatkan berdasarkan perhitungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat
    (2), maka nilai rencana transaksi adalah wajar.

16. Kesimpulan Pendapat Kewajaran

    Mempertimbangkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan meliputi Analisis
    Rencana Transaksi, Analisis Kualitatif dan Kuantitatif, maka dari segi ekonomis dan keuangan
    menurut pendapat kami adalah wajar bagi Perseroan dan Pemegang saham Perseroan, karena
    memberikan manfaat bagi Perseroan dimana setelah Transaksi akan meningkatkan kemampuan
    Perseroan untuk menghasilkan tambahan pendapatan dan laba perusahaan yang pada akhirnya
    akan meningkatkan nilai Perseroan, dengan asumsi-asumsi sebagaiman diuraikan didepan.

Laporan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan dan bersifat non-disclaimer opinion. Penilai karenanya juga
bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan pendapat akhir.
Laporan ini dipersiapkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Munir Wisnu Heru & Rekan dengan Managing
Partner Hasan Munir H, MBA, MAPPI (Cert).

Hormat Kami,




Hasan Munir H, MBA., MAPPI (Cert)
Managing Partner
Izin Penilai Publik : No. PB-1.08.00062
OJK: STTD.PPB-03/PJ-1/PM.2023
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilai Properti & Bisnis
Anggota MAPPI : No. 88-S-00132




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                      vii
Page 9
                                         PERNYATAAN PENILAI


KJPP Munir Wisnu Heru dan Rekan dengan ini menyatakan bahwa :
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam Laporan Penilaian ini adalah benar sesuai
    dengan pemahaman terbaik dari Penilai;
2. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap obyek-obyek yang dinilai;.
3. Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai (KEPI) dan Standar Penilai
    Indonesia (SPI) VII 2018 dan Peraturan POJK.35/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
    Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal;
4. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah;
5. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha yang dinilai;
6. Dalam melakukan penilaian ini kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk bertindak secara
    obyektif dan independen serta tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak lain yang
    terafiliasi dengan perusahaan tersebut;
7. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian usaha ini;
8. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada tanggal Penilaian
    (Cut Off Date);
9. Analisis telah dilakukan untuk tujuan penilaian yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian;
10. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang -
    undangan yang berlaku.
11. Telah dilakukan Inspeksi terhadap obyek penilaian;
12. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
    kesimpulan Nilai;
13. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan;
14. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
15. Keseluruhan data dan Informasi yang diungkapkan dalam laporan dapat dipertanggungjawabkan;
16. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Usaha;
17. Besaran imbalan jasa penilai tidak tergantung pada hasil penilaian.
Selanjutnya KJPP Munir Wisnu Heru dan Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan
dalam penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
penilaian yang baik.
Para Penilai :
NAMA
Penanggung jawab/Penilai
Hasan Munir, MBA., MAPPI (Cert)
Izin Penilai Publik No. PB - 1.08.00062                               .....................................
OJK: STTD.PPB-03/PJ-1/PM.02/2023
Anggota MAPPI No. 88 - S - 00132

Ir. Heru Hendra Martono
Izin Penilai Publik : No. P-1.08.00050
Anggota MAPPI No : 89-S-00143                                         ……………………………

Penilai
Redian Ferdo, MBA
RMK:2017-00987                                                        ………………………….
Anggota MAPPI No : 14-P-05380



Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                                   viii
Page 10
                                             DAFTAR ISI


Surat Pengantar                                                                          i

Pernyataan Penilai                                                                       ix

Daftar Isi                                                                               x

I.      PENDAHULUAN                                                                      1

        1.1    Identifikasi Status Penilai                                               1
        1.2    Pemberi Tugas                                                             2
        1.3    Pengguna Laporan                                                          2
        1.4    Maksud dan Tujuan Penilaian                                               2
        1.5    Obyek Analisis Pendapat Kewajaran                                         2
        1.6    Jenis Mata Uang                                                           2
        1.7    Dasar Nilai                                                               2
        1.8    Rauang Lingkup Penugasan                                                  2
        1.9    Tanggal Penilaian                                                         3
        1.10   Tingkat Kedalaman Investigasi                                             3
        1.11   Sifat Penugasan                                                           3
        1.12   Pengumpulan Data                                                          3
        1.13   Sumber Informasi                                                          3
        1.14   Kondisi dan Asumsi                                                        4
        1.15   Kejadian Setelah Tanggal Penilaian                                        5

II      METODOLOGI PENILAIAN KEWAJARAN TRANSAKSI                                         6

        2.1    Analisis Transaksi                                                        6
        2.2    Analisis Kualitatif                                                       6
        2.3    Analisis Kuantitatif                                                      6

III     ANALISIS TRANSAKSI                                                               7

        3.1    Latar Belakang                                                            7
        3.2    Nilai Rencana Transaksi                                                   7
        3.3    Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi                                7
        3.4    Hubungan Antara Piah-Pihak Yang Bertransaksi                              8
        3.5    Sifat Rencana Transaksi                                                   9
        3.6    Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Para Pihak            9
        3.7    Pertimbangan dan alasan dilakukannya transaksi dengan pihak terafiliasi   10
        3.8    Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi                                10

IV      ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF                                              12

        4.1    Analisis Kualitatif                                                       12

Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                   x
Page 11
       4.1.1   Riwayat Singkat Pihak-Pihak Yang Bertransaksi                12
       4.1.2   Analisis Ekonomi dan Industri                                15
       4.2     Analisis Kuantitatif                                         33
       4.2.1   Penilaian Kinerja Historis                                   33
       4.2.2   Penilaian Proyeksi Keuangan Tanpa dan Dengan Transaksi       41

       4.2.3   Analisis Incremental Melalui Rasio-rasio Proyeksi Keuangan   45

       4.2.4   Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi                   47

V.     KESIMPULAN                                                           47




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                      xi
Page 12
I      PENDAHULUAN


       Perusahaan didirikan di Republik Indonesia dengan nama PT MD Media berdasarkan Akta
       Notaris No. 5 tanggal 1 Agustus 2002 dari Frans Elsius Muliawan, S.H., Notaris di Jakarta.
       Akta pendirian telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik indonesia
       melalui Surat Keputusan No. C-17650.HT.01.01.TH.2002 tanggal 13 September 2002.
       Nama Perusahaan diubah menjadi PT. MD Pictures berdasarkan Akta Notaris No. 3 tanggal
       3 April 2009 oleh Tahir Kamili, SH., M.H., K.Kn., dan telah mendapatkan pengesahan dari
       Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.
       AHU-18508.AH.01.02. Tahun 2009 tanggal 6 Mei 2009.
       Berdasarkan Akta No. 4 tanggal 10 Juli 2024 nama perusahaan diubah dari PT. MD Ficture
       Tbk menjadi MD Entertainmnet Tbk yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Hukum
       dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.AHU-0043005.AH.01.02.Tahun 2024
       tanggal 16 Juli 2024.
       Perusahaan bergerak dalam bidang perfiliman yang kegiatan usahanya meliputi
       menjalankan kegiatan pembuatan/memproduksi film dan video, melakukan kegiatan
       perdagangan film dan video, peredaran produksi film dan video, menjadi ages, distributor,
       leveransir dan supplier film dan video dari perusahaan lain.
       MD Entertainment Tbk bermaksud untuk melakukan penyewaan ruang kantor miliknya, yang
       mana Rencana Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi, oleh karena itu diperlukan
       Pendapat Kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi tersebut.
       Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, MD Entertainment berdasarkan proposal
       No. 121/PP-FO/MWH-00/HM/V/2025 tertanggal 22 Mei 2025 telah menugaskan KJPP
       Munir Wisnu Heru & Rekan (“MWH”) sebagai Kantor Jasa Penilai Publik yang telah
       memperoleh Izin Usaha dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 2.15.0129
       berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 479/KM.1/2015 tanggal 3 Juni 2015,
       NPWP No. 72.848.905.5-011.000 dan juga sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal
       berdasarkan Surat OJK No. S-564/PM.223/2015 tanggal 7 Juli 2015, dengan ketentuan
       sebagai berikut:

1.1    Identifikasi Status Penilai – (SPI 103-5.3.1.1/2013)
       KJPP Munir, Wisnu, Heru & Rekan sebagai konsultan penilai berdasarkan Izin Usaha Kantor
       Jasa Penilai Publik dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 2.15.0129 sesuai KMK
       479/KM.1/2015 tanggal 3 Juni 2015, NPWP No. 72.848.905.5-011.000 yang berdomisili di
       Jakarta Selatan, Gedung Lina Lantai 3. R.307 Jl. HR. Rasuna Said Kav B.7 Kuningan,
       Telepon 021-5204352, Fax 021-5204353, dalam hal ini diwakili oleh:
       Nama                  : Hasan Munir H, MBA., MAPPI (Cert)
       Izin Penilai          : PB-1.008.00062
       STTD OJK              : STTD.PPB-03/PJ-1/PM.2/2023
       Kualifikasi           : Properti dan Bisnis
       Jabatan               : Pemimpin Rekan
       Alamat                : Gedung Lina, Lt 3 R 307
                               Jl. HR. Rasuna Said Kav B-7, Kuningan
                               Jakarta Selatan 12920
       Email                 : Kjpp_mwh@yahoo.com, kantor_mwh@kjppmwh.com




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                    1
Page 13
       Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian atas objek dimaksud, tidak memiliki
       benturan kepentingan dengan pemberi tugas dan atau objek penilaian, objektif dan tidak
       memihak dalam memberikan opini penilaian.

1.2    Pemberi Tugas Sekaligus Pengguna Laporan
       Pemberi tugas dan sekaligus pengguna laporan adalah:
       Nama                   : PT. MD Entertainment Tbk
       Alamat                 : MD Place Tower 1, 8th Floor
                                Jl. Setiabudi Selatan No.7
                                Jakarta 12910
       Bidang usaha           : Perfiliman

1.3    Pengguna Laporan

       Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga negara yang dibentuk berdasarkan
       Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem
       pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam
       sektor jasa keuangan. Sektor ini melingkupi perbankan, pasar modal, dan jasa keuangan
       non-bank seperti asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa
       keuangan lainnya

1.4    Maksud dan Tujuan Penilaian

       Laporan ini disusun untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) atas
       rencana penyewaan ruang kantor milik MD Entertainment Tbk. Yang mana rencana ini
       merupakan Transaksi Afiliasi.

1.5    Obyek Analisis Pendapat Kewajaran

       Obyek analisis pendapat kewajaran adalah Rencana MD Entertainment Tbk untuk
       melakukan Penyewaan ruang kantor miliknya kepada perusahaan Afiliasi.

1.6    Jenis Mata Uang Yang Digunakan
       Mata uang yang digunakan dalam penilaian ini adalah Mata Uang Negara Republik
       Indonesia Rupiah (Rp).

1.7    Dasar Nilai

       Sesuai dengan maksud dan tujuan sebagaimana tersebut di atas, maka dasar penilaian
       yang digunakan adalah Nilai Pasar.

1.8    Ruang Lingkup Penugasan
        1. Melakukan analisis: besaran dari obyek transaksi, dampak keuangan terhadap
            kepentingan perusahaan dan pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen
            perusahaan terhadap kepentingan pemegang saham.

        2. Melakukan analisis kualitatif tentang: riwayat perusahaan dan sifat kegiatan usaha,
            analisis industri dan bisnis, analisis operasional dan prospek perusahaan, analisis latar



Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                        2
Page 14
            belakang manajemen untuk melakukan transaksi, keuntungan dan kerugian yang
            bersifat kualitatif.
        3. Melakukan analisis kuantitatif antara lain penilaian atas potensi pendapatan, aset,
            kewajiban dan kondisi keuangan perusahaan, termasuk penilaian kinerja historis,
            penilaian atas proyeksi keuangan analisis rasio keuangan, analisis keuangan baik
            sebelum maupun setelah transaksi.

1.9    Tanggal Penilaian
       Analisis Kewajaran ini dilakukan untuk tanggal 31 Desember 2024, dan oleh karenanya
       parameter untuk melakukan analisis menggunakan data Laporan Keuangan per 31
       Desember 2024.

1.10   Tingkat Kedalaman Investigasi
       Dalam melakukan penugasan, tidak ada pembatasan dalam melakukan inspeksi,
       penelaahan, verifikasi, penghitungan dan analisis. MWH telah melakukan wawancara
       dengan yang mewakili manajemen MD Entertainment Tbk.

1.11   Sifat Penugasan

       Penugasan pekerjaan ini bersifat independen.

1.12   Pengumpulan Data
       Pengumpulan data dalam rangka pemberian pendapatan kewajaran Rencana Transaksi
       dilakukan pada periode 26 Mei - 15 Juni 2025.

1.13   Sumber Informasi
       Inspeksi terhadap penilaian telah dilakukan termasuk melakukan wawancara dengan
       Manajemen untuk kelengkapan data dan informasi. Hasil pemeriksaan Dokumen Hukum yang
       relevan dan dokumen yang diperoleh serta informasi keuangan. Kami menerima copy
       dokumen-dokumen hukum milik perusahaan obyek penilaian, namun kami tidak melakukan
       pengecekan keabsahan dari dokumen hukum tersebut.

       ▪    Akta Notaris No. 5 tanggal 1 Agustus 2002 dari Frans Elsius Muliawan, S.H., Notaris di
            Jakarta, tentang pendirian perseroan terbatas PT. MD Media, akta tersebut telah
            mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik indonesia melalui Surat
            Keputusan No. C-17650.HT.01.01.TH.2002 tanggal 13 September 2002;

        ▪   Akta Notaris No. 3 tanggal 3 April 2009 oleh Tahir Kamili, SH., M.H., K.Kn., tentang
            perubahan nama dari PT. MD Media menjadi PT. MD Ficture, akta tersebut telah
            mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
            Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-18508.AH.01.02. Tahun 2009 tanggal 6
            Mei 2009;

        ▪   Akta No. 70 tertanggal 13 April 2018 dibuat oleh Leolin Jayanti, S.H., M.Kn., Notaris di
            Jakarta, tentang perubahan status Perusahaan dari Perusahaan Tertutup menjadi
            Perusahaan Terbuka, akta tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri
            Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
            0008393.AH.01.02. Tahun 2018 tanggal 13 April 2018;



Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                       3
Page 15
        ▪   Akta No. 04 tanggal 10 Juli 2024 dibuat oleh Tri Firdaus Akbarsyah S.H., M.H., notaris
            di Jakarta, tentang perubahan nama perusahaan dari PT. MD Ficture Tbk menjadi MD
            Entertainmnet Tbk yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Hukum dan Hak
            Asasi Manusia Republik Indonesia No.AHU-0043005.AH.01.02.Tahun 2024 tanggal 16
            Juli 2024;
       ▪    Laporan Keuangan per tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Kantor
            Akuntan Publik Jamaluddin, Ardi, Sukimto & Rekan dengan opini wajar dalam semua
            hal yang material, dengan nomor laporan 00032/2.0927/AU.1/05/1317-1/1/III/2023,
            tanggal 30 Maret 2023;
       ▪    Laporan Keuangan per tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor
            Akuntan Publik Jamaluddin, Ardi, Sukimto & Rekan dengan opini wajar dalam semua
            hal yang material, dengan nomor laporan 00022/2.0927/AU.1/05/1317-1/1/III/2024,
            tanggal 27 Maret 2024;

       ▪    Laporan Keuangan per tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
            Akuntan Publik Jamaluddin, Ardi, Sukimto & Rekan dengan opini wajar dalam semua
            hal yang material, dengan nomor laporan 00079/2.0927/AU.1/05/1317-2/1/III/2025,
            tanggal 27 Maret 2025;

       ▪    Proyeksi Keuangan Perseroan tanpa dan dengan dilakukannya transaksi yang disusun
            oleh manajemen dan kami telah melakukan review atas proyeksi tersebut;
       ▪    Tinjauan terhadap kondisi fundamental perusahaan, yang menyangkut sejarah singkat
            perusahaan, struktur modal dan susunan pengurus, struktur organisasi, informasi
            jumlah karyawan, deskripsi bidang usaha dan produk/jasa yang dihasilkan.

       ▪    Perjanjian Sewa Menyewa.
       ▪    Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, kondisi pasar dan
            lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan hasil analisis lain dari pihak
            independen yang kami anggap relevan.
       Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
       kelengkapan dari semua data dan informasi yang diberikan atau yang tersedia secara
       umum. Kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

       Kami tidak melakukan audit. Jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan
       dengan kewajaran Rencana Transaksi adalah berdasarkan data dan informasi tersebut
       diatas, dan bukan jasa audit.

1.14   Kondisi dan Asumsi

       Laporan ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
       pemberian Pendapat Kewajaran sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
       Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian
       Usaha di Pasar Modal, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
       42/POJK.04/2020 Transaksi Afiliasi Dan Transaksi Benturan Kepentingan, Peraturan
       Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 Transaksi Material
       Dan Perubahan Kegiatan Usaha atas Rencana Transaksi Afiliasi yang akan dilakukan
       Perseroan dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan lain.




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                     4
Page 16
       Laporan ini bukan merupakan suatu rekomendasi kepada pemegang saham untuk
       menyetujui atau tidak menyetujui rencana transaksi tersebut atau untuk melakukan tindakan
       lainnya dalam kaitan dengan rencana penjualan aset berupa Hotel Pullman. Laporan ini
       harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis dan informasi
       tanpa mempertimbangkan isi laporan secara keseluruhan dapat menyebabkan pandangan
       yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Kami
       mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan laporan ini sampai dengan tanggal
       pelaksanaan rencana transaksi tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material
       terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran.
       Penugasan kami untuk mengeluarkan Laporan Pendapat Kewajaran telah sesuai dengan
       ruang lingkup pekerjaan kami. Penilaian dan analisis kewajaran disusun berdasarkan
       kondisi umum keuangan, perekonomian serta peraturan-peraturan pemerintah pada tanggal
       penilaian dan pendapat kewajaran ini diterbitkan. Penilai tidak memprediksikan adanya
       perubahan ekonomi yang signifikan yang dapat mempengaruhi Perseroan, pasar maupun
       industri secara tidak terduga, oleh karenanya kami tidak bertanggung jawab untuk
       memutakhirkan atau melengkapi laporan kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
       setelah tanggal laporan.
       Laporan dibentuk berdasarkan hasil penelaahan atas data dan informasi yang kami peroleh
       dari manajemen termasuk namun tidak terbatas pada informasi keuangan Perseroan
       terutama dari Laporan Keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, 2022,
       2023 dan 2024 yang diaudit oleh KAP, proyeksi keuangan dan informasi lainnya yang
       berkaitan dengan rencana transaksi. Semua data dan informasi yang berpotensi
       membebani Perseroan secara signifikan di masa yang akan datang telah disampaikan oleh
       Manajemen dan bahwa data dan informasi yang diperoleh adalah benar, cukup memadai
       dan dapat dipercaya keakuratannya.
       Penilai tidak melakukan audit atau penelitian atas keabsahan rencana transaksi dari segi
       hukum dan implikasi aspek perpajakan dari rencana transaksi tersebut. Proyeksi keuangan
       yang dipergunakan sebagai dasar penilaian adalah proyeksi keuangan yang dipersiapkan
       oleh manajemen yang telah disesuaikan oleh Penilai untuk mencerminkan kewajaran
       proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), dengan asumsi
       bahwa semua kondisi dan kewajiban dari semua pihak yang terlibat dalam rencana transaksi
       terpenuhi, termasuk persyaratan-persyaratan dalam draft perjanjian. Dalam memberikan
       pendapat kewajaran ini kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk bertindak secara
       obyektif dan independen serta tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak lain
       yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Laporan ini tidak dimaksudkan untuk
       memberikan keuntungan atau kerugian kepada pihak manapun.
       Laporan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
       mempengaruhi operasional perusahaan dan bersifat non-disclaimer opinion. Penilai
       bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan. Penilai
       karenanya juga bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan akhir.

1.15   Kejadian Setelah Tanggal Penilaian

       Tidak ada kejadian penting setelah tanggal penilaian.




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                      5
Page 17
II     METODOLOGI PENILAIAN KEWAJARAN TRANSAKSI


2.1    ANALISA TRANSAKSI

       Melakukan identifikasi dan hubungan antar pihak yang bertransaksi, Perjanjian dan
       persyaratan yang disepakati dalam transaksi, dan penilaian atas risiko dan manfaat dari
       transaksi yang akan dilakukan.

2.2    ANALISA KUALITATIF

       Analisa kualitatif, yaitu analisa terhadap profil para pihak yang terlibat dalam Rencana
       Transaksi antara lain berupa riwayat singkat perusahaan, dan sifat kegiatan usaha, analisis
       industri analisis operasional, alasan dilakukannya transaksi, keuntungan dan kerugian yang
       bersifat kualitatif atas transaksi yang akan dilakukan, termasuk analisis terhadap draft
       perjanjian Rencana Transaksi.

2.3    ANALISA KUANTITATIF

       Melakukan analisis kinerja historis para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi
       (historical performance analysis), analisis rasio keuangan, penilaian atas proyeksi keuangan
       baik sebelum maupun sesudah Rencana Transaksi, analisis kemampuan perusahaan atau
       penerima jaminan untuk melunasi transaksi pinjam meminjam sampai jatuh tempo. Nilai
       tambah dari Rencana Transaksi (incremental analysis), proforma laporan posisi keuangan
       konsolidasian dan proforma laporan laba/rugi komprehensif konsolidasian, analisis dampak
       pada keuangan beberapa indikator keuangan seperti likuiditas, profitabilitas dan lain-lain
       setelah transaksi dilakukan.




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                      6
Page 18
III     ANALISA TRANSAKSI


3.1     Latar Belakang

        PT MD Media berdasarkan Akta Notaris No. 5 tanggal 1 Agustus 2002 dari Frans Elsius
        Muliawan, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian telah mendapatkan pengesahan dari
        Menteri Kehakiman Republik indonesia melalui Surat Keputusan No. C-
        17650.HT.01.01.TH.2002 tanggal 13 September 2002. Nama Perusahaan diubah menjadi
        PT. MD Pictures berdasarkan Akta Notaris No. 3 tanggal 3 April 2009 oleh Tahir Kamili,
        SH., M.H., K.Kn., dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
        Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-18508.AH.01.02. Tahun
        2009 tanggal 6 Mei 2009.
        Berdasarkan Akta No. 4 tanggal 10 Juli 2024 nama perusahaan diubah dari PT. MD Ficture
        Tbk menjadi MD Entertainmnet Tbk yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Hukum
        dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.AHU-0043005.AH.01.02.Tahun 2024
        tanggal 16 Juli 2024.
        Perusahaan bergerak dalam bidang perfiliman yang kegiatan usahanya meliputi
        menjalankan kegiatan pembuatan/memproduksi film dan video, melakukan kegiatan
        perdagangan film dan video, peredaran produksi film dan video, menjadi agens, distributor,
        leveransir dan supplier film dan video dari perusahaan lain.
        MD Entertainment Tbk bermaksud untuk melakukan penyewaan ruang kanor miliknya, yang
        mana Rencana Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi, oleh karena itu diperlukan
        Pendapat Kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi tersebut.

3.2     Besaran Nilai Rencana Transaksi

        Bedasarkan Perjanjial sewa menyewa ruang kantor MD Place dengan harga sewa
        Rp25.974.686.400,- (dua puluh lima miliar sembilan ratus tujuh puluh empat juta enam ratus
        delapan puluh enam ribu empat ratus rupiah) (Nilai Rencana Transaksi)

3.3     Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

        Para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut :

3.3.1   PT. MD Entertainment Tbk

        Nama           : PT. MD Entertainment Tbk
        Alamat         : MD Place Tower 1, 8th Floor
                          Jl. Setiabudi Selatan No.7
                         Jakarta 12910
        Telepon        : 021-29855777
        Email          : corporatesecretary@mdentertainment.com

        Bidang usaha : Studio Perfiliman




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                     7
Page 19
3.3.2   PT. MDTV Media Technologies Tbks

        Nama             : PT. MDTV Media Technologies Tbk
        Alamat           : MD Place Tower 1, 2nd Floor
                           Jl. Setiabudi Selatan No.7
                           Jakarta 12910

        Email            : corporatesecretary@mdtelevision.com
        Bidang usaha : Konsultan Manajemen

3.3.3   PT. MDTV Media Televisi

        Nama             : PT. MDTV Media Televisi
        Alamat           : MD Place Tower 1, 3rd Floor
                           Jl. Setiabudi Selatan No.7
                           Jakarta 12910

        Email            : MDTV.Jakarta@mdentertainment.com
        Bidang usaha : Penyiaran Televisi

3.4     Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

        Pihak yang menyewakan dengan pihak penyewa memiliki hubungan sebagaimana
        Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor IX.E.1,
        Poin 1.d. sehingga Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi.


                                 Hubungan Para Pihak Yang Bertransaksi



                                          PT. MD Entertainment Tbk
                                             (Yang Menyewakan)


                                                         80,05%

                               99,73%         PT. MDTV Media
                                              Technologies Tbk
                                                  (Penyewa)

                PT. Industri Mitra                        26,20%
                      Media
                                               PT. MDTV Media
                                                    Televisi
                                                   (Penyewa)
                               73,80%



        Keterangan
        Alur panah disertai dengan persentasi menunjukkan kepemilikan saham.



Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                        8
Page 20
3.5    Sifat Rencana Transaksi

       Transaksi Afiliasi

       Rencana penyewaan ruang kantor oleh MD Entertainment kepada PT. MDTV Media
       Technologies Tbk dan PT. MDTV Media Televisi merupakan transaksi afiliasi. Karena MD.
       Entertainment memiliki 80,05% saham MDTV Technologies dan 26,20% saham MDTV
       Media Televisi.

       Transaksi Material

       Dengan Nilai rencana Transaksi kepada MDTV Media Technologies sebesar
       Rp9.515.520.000,- dan kepada MDTV Media Televisi sebesar Rp16.459.166.400 atau
       jumlah Rp25.974.686.400 (dua puluh liam miliar sembilan ratus tujuh puluh emapt juta enam
       ratus delapan puluh enam ribu empat ratus rupiah) maka perlu dilakukan uji materialitas
       yaitu membandingkan Nilai Rencana Transaksi dengan Ekuitas Perseroan berdasarkan
       Laporan Keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024, yaitu
       Rp2.588.915.980.545,- (dua triliun lima ratus delapan puluh delapan miliar sembilan ratus
       lima belas juta sembilan ratus delapan puluh ribu lima ratus empat puluh lima rupiah)
       diperoleh 1,0%, maka persentase materialitas Nilai Rencana Transaksi terhadap ekuitas
       Perseroan kurang dari 20%. Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
       Indonesia No.17/POJK.04/2020 rencana transaksis tersebut adalah bukan transaksi
       material.

       Transaksi Benturan Kepentingan

       Karena bukan merupakan transaksi afiliasi maka rencana transaksi tidak memiliki benturan
       kepentingan.

3.6    Ringkasan Syarat dan Ketentuan dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli

       Sesuai Perjanjian Pengikatan Sewa Menyewa dengan ketentuan antara lain sebagai berikut:

       A. Dengan MDTV Media Technologies Tbk

          Perjanjian Sewa Menyewa MD Place Ref.006/LA/MDTV/T.1-02.1-5/2024

          Poin 6. Deskripsi Area

            a. Lokasi Gedung dan Alamat : MD Place, Jl. Setiabudi Selatan No. 7, Jakarta 12910.
            b. Area Lt 2, Zona 1-5, Luas 944 m2

          Poin 7. Jangka Waktu Kerjasama

            a. Jangka waktu perjanjian :3 tahun, 1 bulan dan 20 hari
            b. Tanggal Mulai Sewa Menyewa 11 November 2024
            c. Tanggal Fit-out 30 Agustus 2024
            d. Tanggal Berakhir Sewa Menyewa 31 Desember 2027.

          Poin 8. Sewa

            a. Harga Sewa, Tahun 1-3 : Rp280.000,- per meter persegi per bulan.
            b. Syarat pembayaran sewa : dibayar setiap triwulan dimuka.

Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                   9
Page 21
       B. Dengan MDTV Media Televisi

          Perjanjian Sewa Menyewa MD Place Ref.007/LA/NETMTV/T.1/2024

          Poin 6. Deskripsi Area

            c. Lokasi Gedung dan Alamat : MD Place, Jl. Setiabudi Selatan No. 7, Jakarta 12910.
            d. Luas area yang disewa 1.623,33 m2

          Poin 7. Jangka Waktu Kerjasama

            e. Jangka waktu perjanjian :3 tahun, 1 bulan dan 20 hari
            f. Tanggal Mulai Sewa Menyewa 11 November 2024
            g. Tanggal Fit-out 30 Agustus 2024
            h. Tanggal Berakhir Sewa Menyewa 31 Desember 2027.

          Poin 8. Sewa

           c. Harga Sewa, Tahun 1-3 : Rp280.000,- per meter persegi per bulan.
           d. Syarat pembayaran sewa : dibayar setiap triwulan dimuka.

3.7    Pertimbangan dan alasan dilakukannya transaksi tersebut dengan pihak terafiliasi
       dibandingkan apabila dilakukan dengan pihak tidak terafiliasi.

       Transaksi afilisi tentu mempermudah koordiansi bagi manajemen karena perusahaan afiliasi
       penyewa merupakan perusahaan terkendali oleh Perusahaan, sedangkan jika dengan pihak
       tidak terafiliasi akan lebih sulit melakukan koordinasi manajemen.

3.8    Manfaat dan Risiko Dari Transaksi

       Manfaat Transaksi Bagi Perusahaan
       Transaksi sewa kantor MDTV ke MD Place memberikan berbagai manfaat strategis bagi
       perusahaan, baik dari segi efisiensi operasional maupun penguatan citra perusahaan.
       Dengan berlokasi di MD Place yang dimiliki oleh MD Entertainment, MDTV mendapatkan
       akses ke fasilitas premium dan lingkungan bisnis yang lebih eksklusif, meningkatkan daya
       tarik bagi klien dan mitra strategis.
       Dari perspektif kepemilikan, MD Entertainment sebagai pemilik MD Place mendapatkan
       manfaat dari pemanfaatan ruang yang lebih optimal, sekaligus memperkuat sinergi antara
       entitas dalam ekosistem bisnis MD Group. Dengan demikian, transaksi ini tidak hanya
       memberikan keuntungan bagi MDTV, tetapi juga bagi MD Entertainment dalam mengelola
       asetnya secara strategis.
       Manfaat Rencana Transaksi Bagi Pemerintah

       Atas Rencana Transaksi tersebut akan dikenakan pajak baik Pajak Pertambahan Nilai
       (PPN) maupun Pajak Penghasilan (PPH) yang menjadi pemasukan bagi Pemerintah.
       Risiko Transaksi



Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                 10
Page 22
       Setiap transaksi bisnis mempunyai risiko. Risiko utama yang mungkin dihadapi Perseroan
       adalah tidak berjalannya rencana bisnis karena berbagai faktor seperti menurunnya
       penjualan atau inflasi yang mengakibatkan berkurangnya daya beli.
       Sebagai penyewa, MDTV harus memastikan bahwa arus kas perusahaan mampu
       memenuhi kewajiban pembayaran sewa secara berkala. Jika likuiditas menurun akibat
       penurunan pendapatan atau biaya operasional yang meningkat, pembayaran sewa dapat
       menjadi beban yang signifikan dan mempengaruhi stabilitas keuangan perusahaan.




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                               11
Page 23
IV      ANALISA KUALITATIF DAN KUANTITATIF

4.1     Analisis Kualitatif
        Analisis kualitatif melakukan analisis pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi
        dan keterkaitan satu sama lainnya, analisis yang meliputi riwayat perusahaan dan sifat
        kegiatan usaha, analisis industri dan bisnis, analisis operasional dan prospek perusahaan,
        analisis latar belakang manajemen untuk melakukan transaksi, keuntungan dan kerugian
        yang bersifat kualitatif, Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi.

4.1.1   Riwayat dan Sifat Kegiatan Usaha Pihak Pihak Yang Bertransaksi
        Para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah PT. MD Entertaimnet Tbk sebagai
        yang menyewakan, PT. MDTV Technologies Tbk dan PT. MDTV Media Televisi sebagai
        Penyewa.
        Riwayat dan Sifat Kegiatan Usaha Perseroan PT. MD Entertaimnet Tbk.

        Sejarah Singkat Pendirian Perseroan
        Perusahaan didirikan di Republik Indonesia dengan nama PT MD Media berdasarkan Akta
        Notaris No. 5 tanggal 1 Agustus 2002 dari Frans Elsius Muliawan, S.H., Notaris di Jakarta.
        Akta pendirian telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik indonesia
        melalui Surat Keputusan No. C-17650.HT.01.01.TH.2002 tanggal 13 September 2002.
        Nama Perusahaan diubah menjadi PT. MD Pictures berdasarkan Akta Notaris No. 3 tanggal
        3 April 2009 oleh Tahir Kamili, SH., M.H., K.Kn., dan telah mendapatkan pengesahan dari
        Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.
        AHU-18508.AH.01.02. Tahun 2009 tanggal 6 Mei 2009.
        Berdasarkan Akta No. 4 tanggal 10 Juli 2024 nama perusahaan diubah dari PT. MD Ficture
        Tbk menjadi MD Entertainmnet Tbk yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Hukum
        dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.AHU-0043005.AH.01.02.Tahun 2024
        tanggal 16 Juli 2024.
        Perusahaan bergerak dalam bidang perfiliman yang kegiatan usahanya meliputi
        menjalankan kegiatan pembuatan/memproduksi film dan video, melakukan kegiatan
        perdagangan film dan video, peredaran produksi film dan video, menjadi ages, distributor,
        leveransir dan supplier film dan video dari perusahaan lain.
        Susunan Komisaris & Direksi
        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama                 : Shania Manoj Punjabi
        Komisaris                       : Sanjeva Advani
        Komisaris                       : Dian Adhitama
        Direksi
        Direktur Utama                  : Manoj Dhamo Punjabi
        Direktur                        : Priyadarshi Anand
        Direktur                        : Sajan Lachmandas Mulai
        Direktur                        : Theodore Yoon Soung Kim
        Direktur                        : Bhavin Patel
        Komite Audit
        Ketua                           : Dian Adhitama
        Anggota                         : Supardji
        Anggota                         : Richard Antonio


Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                    12
Page 24
       Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

       Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                             Jumlah               %              Nilai
         Nama Pemegang Saham
                                             Saham           Kepemilikan       Nominal
         PT. MD Global Investment         4.803.164.585        48,53%         480.316.458.500
         Manoj Dhamoo Punjabi             1.664.362.615        16,82%         166.436.261.500
         Mogan Stanley and Co Int         1.328.033.300        13,42%         132.803.330.000
         Shania Manoj Punjabi                18.955.400         0,19%           1.895.540.000
         Sanjeva Advani                       1.650.000         0,02%             165.000.000
         Masyarakat dibawah 5%            2.081.622.062        21,03%         208.162.206.200
         Jumlah                           9.897.787.962       100,00%         989.778.796.200


       Riwayat dan Sifat Kegiatan Usaha Perseroan PT. MDTV Technologies Tbk.

       Sejarah Singkat Pendirian Perseroan
       PT MDTV Media Technologies Tbk. (dahulu PT Net Visi Media Tbk.) (”Perusahaan”)
       didirikan awalnya bernama PT Putra Insan Permata berdasarkan Akta Pendirian No. 8
       tanggal 23 Juli 2004 dari Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta
       pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
       dalam Surat Keputusan No. C-22196 HT.01.01.TH.2004 tanggal 3 September 2004.
       Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
       Akta No. 46 tanggal 7 November 2024 oleh Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Kota
       Administrasi Jakarta Selatan, mengenai perubahan nama dan susunan direksi dan dewan
       komisaris Perusahaan. Akta perubahan ini telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum
       Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0072157.AH.01.02.TAHUN
       2024 tanggal 8 November 2024 dan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
       Perseroan No. AHU-AH.01.09-0273754 tanggal 8 November 2024.
       Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
       terutama meliputi aktivitas perusahaan holding, konsultasi manajemen lainnya, dan
       profesional, ilmiah dan teknis lainnya.
       Susunan Komisaris & Direksi
       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama                 : Manoj Dhamoo Punjabi
       Komisaris                       : Shania Manoj Punjabi
       Komisaris                       : Sanjeva Advani
       Komisaris Independen            : Rommy Fibri Hardyanto
       Direksi
       Direktur Utama                  : Lie Halim
       Direktur                        : Priyadarshi Anand
       Direktur                        : Surya Hadiwinata
       Direktur                        : Esmal Diansyah

       Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

       Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                13
Page 25
                                            Jumlah              %                Nilai
         Nama Pemegang Saham
                                            Saham          Kepemilikan         Nominal
         PT. MD Entertainment Tbk        25.220.946.827      60,98%         1.261.047.341.350
         PT. MD Entertainment Tbk         7.888.940.339      19,07%         1.577.788.067.800
         Jumlah milik MD E               33.109.887.166      80,05%         2.838.835.409.150
         PT. Karya Media Investindo       3.309.736.706       9,00%           661.947.341.200
         Masyarakat dibawah 5%            4.940.893.850      19,95%           988.178.770.000
         Jumlah                          41.360.517.722     100,00%         4.488.961.520.350


       Riwayat dan Sifat Kegiatan Usaha Perseroan PT. MDTV Media Televisi.

       PT MDTV Media Televisi (dahulu PT Net Mediatama Televisi) (”Perusahaan”) didirikan
       awalnya bernama PT Televisi Anak Spacetoon berdasarkan Akta Pendirian No. 1 tanggal 8
       November 2003 dari Sylvia Irawati, S.H., Notaris di Kota Tangerang. Akta pendirian ini
       disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
       Keputusannya No. C-20804.HT.01.01.Th.2004 tanggal 19 Agustus 2004. Anggaran dasar
       Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 29 tanggal
       10 Maret 2025 oleh Yulia, S.H. Notaris di Kota Jakarta Selatan, mengenai penurunan modal
       ditempatkan dan disetor Perusahaan. Akta perubahan ini telah mendapat pengesahan dari
       Menteri Hukum Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
       0031064.AH.01.02.TAHUN 2025 tanggal 4 Mei 2025.
       Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
       terutama meliputi aktivitas penyiaran dan pemrograman televisi oleh swasta.


       Susunan Komisaris & Direksi
       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama                 : Manoj Dhamoo Punjabi
       Direksi
       Direktur Utama                  : Lie Halim
       Direktur                        : Esmal diansyah

       Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

       Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                              Jumlah           %                  Nilai
         Nama Pemegang Saham
                                              Saham        Kepemilikan          Nominal
         PT. Industri Mitra Media              2.294.724     73,80%               2.294724.000
         PT. MDTV Media Technologi             1.027.163     26,20%              1.027.165.000
         Jumlah                                3.321.887    100,00%              3.321.887.000




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                 14
Page 26
4.1.2   ANALISIS EKONOMI & INDUSTRI

        A. Perkembangan Ekonomi Global

        Dinamika perekonomian global berubah cepat dengan ketidakpastian yang tinggi. Di awal
        tahun 2024, ketegangan politik dunia tetap tinggi dengan berlanjutnya konflik antara Rusia
        dan Ukraina. Setelah sedikit mereda, ketegangan geopolitik dunia kembali meningkat tinggi
        dipicu serangan Israel ke Palestina. Di penghujung tahun 2024, terpilihnya kembali Presiden
        Trump di Amerika Serikat (AS) dengan kebijakan America First dapat menyebabkan
        perubahan besar pada lanskap geopolitik dan perekonomian dunia ke depan. Asesmen awal
        menunjukkan kemungkinan Pemerintah AS di bawah Presiden Trump akan menerapkan
        tarif yang tinggi kepada negara-negara yang mengalami surplus perdagangan besar dengan
        AS dalam kebijakan internasionalnya (Gambar 1.1.). Negara-negara itu seperti Kawasan
        Eropa, Inggris, Tiongkok, Meksiko, Kanada, Jepang, Korea Selatan, dan Vietnam. Misalnya,
        tarif tinggi dapat dikenakan terhadap seluruh produk impor dari Tiongkok dan juga terhadap
        impor besi baja, aluminium, logam dasar, dan kendaraan dari Kawasan Eropa dan Inggris,
        yang dapat saja mengundang retaliasi dari ketiga negara ini. Kebijakan imigrasi yang sangat
        ketat juga akan diterapkan terhadap tenaga kerja asing yang ilegal, demikian pula kebijakan
        politik luar negeri terhadap the North Atlantic Treaty Organization (NATO), Rusia-Ukraina
        dan Timur Tengah dapat mengubah peta geopolitik dunia.




        Sementara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri, Pemerintah AS yang
        baru diprakirakan akan memberlakukan kebijakan pemotongan pajak, baik kepada
        korporasi maupun penghasilan personal, dengan konsekuensi pada meningkatnya defisit
        fiskal dari 6,5% menjadi 7,7% dari PDB pada tahun 2025 dan makin membengkaknya utang
        Pemerintah AS ke depan. Hasil Pemilihan Umum di AS ini telah berdampak negatif pada
        memburuknya kondisi pasar keuangan global pada triwulan IV 2024, dan ke depan
        diprakirakan dapat menyebabkan melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia dengan risiko
        fragmentasi perdagangan dan investasi yang makin meningkat. Perubahan dinamika
        geopolitik dunia yang cepat telah berdampak pada perkembangan ekonomi dan pasar
        keuangan global di sepanjang tahun 2024 serta diprakirakan masih berlanjut pada tahun
        2025 dan tahun-tahun berikutnya. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi global pada
        2024 melambat dari 3,3% pada 2023 menjadi 3,2% pada 2024 dan diprakirakan tetap 3,2%
        pada 2025 dan melambat lebih lanjut menjadi 3,1% pada 2026 (Tabel 1.1.). Divergensi pola
        pertumbuhan antarnegara berlanjut dengan fragmentasi ekonomi dan perdagangan dunia
        yang meningkat. Ekonomi AS diprakirakan tetap kuat pada 2024 dan 2025 disertai dengan


Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                     15
Page 27
       risiko pemanasan ekonomi membayangi dengan membengkaknya defisit fiskal dan utang
       Pemerintah. Pertumbuhan Tiongkok dan Kawasan Eropa akan cenderung melambat
       dengan masih lemahnya permintaan domestik dan kemungkinan dampak pengenaan tarif
       dagang yang tinggi oleh
       Pemerintah AS. Pertumbuhan
       ekonomi India, Indonesia, dan
       sejumlah negara Emerging
       Market Economies (EMEs)
       masih cukup baik, didukung
       oleh permintaan domestik di
       tengah kendala ekspor karena
       perlambatan ekonomi dan
       fragmentasi       perdagangan
       global. Inflasi dunia menurun
       dari 6,2% pada 2023 ke 5,2%
       pada 2024, namun diprakirakan
       masih tetap tinggi pada 2025
       dan 2026, masing-masing 4,5% dan 4,2%, dengan kemungkinan terjadinya perang dagang
       antara AS dengan sejumlah mitra dagang utamanya, serta terganggunya mata rantai pasok
       perdagangan dunia (Grafik 1.1.).
       Dinamika geopolitik dunia yang cepat berubah telah memengaruhi perkembangan ekonomi
       global sepanjang tahun 2024, dan diprakirakan akan terus berlanjut. Pertumbuhan ekonomi
       global pada 2024 diprakirakan melambat menjadi 3,2% dari 3,3% pada 2023 dan
       diproyeksikan tetap 3,2% pada 2025, serta melambat lebih lanjut menjadi 3,1% pada 2026.
       Divergensi pola pertumbuhan antarnegara juga berlanjut seiring dengan meningkatnya
       fragmentasi ekonomi dan perdagangan global. Ekonomi AS diprakirakan tetap kuat pada
       2024 dan 2025 disertai dengan risiko pemanasan ekonomi yang berasal dari pembengkakan
       defisit fiskal. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan Kawasan Eropa
       diprakirakan akan melanjutkan perlambatan seiring dengan lemahnya permintaan domestik
       dan dampak dari kebijakan tarif dagang yang diterapkan oleh Pemerintah AS. Di sisi lain,
       prospek pertumbuhan ekonomi India, Indonesia, serta sejumlah negara Emerging Market
       Economies (EMEs) diprakirakan masih tetap positif, didorong oleh permintaan domestik,
       meskipun menghadapi potensi perlambatan ekspor akibat penurunan pertumbuhan
       ekonomi global dan fragmentasi perdagangan dunia. Perkembangan geopolitik dan
       perekonomian global berdampak signifikan terhadap dinamika kebijakan moneter bank-
       bank sentral dan pasar keuangan internasional. Penurunan inflasi global pada triwulan III
       2024 mendorong penurunan suku bunga kebijakan pada sejumlah bank sentral, termasuk
       Bank Sentral AS, The Fed, yang mulai menurunkan Federal Funds Rate (FFR) pada
       September 2024. Pelonggaran kebijakan moneter ini memberikan dampak positif pada
       pasar keuangan global, ditandai dengan penurunan Indeks Dolar AS (DXY) dari sekitar 105
       pada awal 2024 menjadi sekitar 101 pada September 2024. Namun, hasil Pemilihan Umum
       di AS dan ketegangan geopolitik yang berlanjut di Timur Tengah memunculkan efek negatif
       pada pasar keuangan dan mengubah kebijakan moneter bank sentral. Penurunan FFR dan
       suku bunga bank sentral lainnya diprakirakan akan lebih kecil dibandingkan prakiraan
       sebelumnya. Akibatnya, nilai tukar dolar AS kembali menguat tajam, dengan DXY mencapai
       sekitar 107, sementara yield US Treasury yang sebelumnya menurun, kembali meningkat
       untuk semua tenor. Perkembangan tersebut memicu kembali naiknya premi risiko obligasi
       negara-negara berkembang dan volatilitas pasar keuangan global yang selanjutnya

Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                  16
Page 28
       berdampak pada pembalikan aliran portofolio asing dan menyebabkan pelemahan nilai tukar
       mata uang negara EMEs.
       Ke depan, perekonomian global diprakirakan akan menghadapi tantangan yang makin
       kompleks dengan lima kecenderungan utama yang perlu diantisipasi melalui kebijakan
       ekonomi nasional yang optimal. Pertama, meningkatnya risiko geopolitik dan berlanjutnya
       fragmentasi perdagangan global. Kedua, pergeseran dalam pola pertumbuhan ekonomi
       global. Ketiga, tingginya suku bunga dan risiko utang Pemerintah. Keempat, ketidakpastian
       yang berlanjut serta perubahan dalam pola investasi keuangan global. Kelima, percepatan
       digitalisasi antarnegara dan peningkatan risiko operasional, khususnya yang terkait dengan
       keamanan siber.
       Berbagai tantangan ini perlu direspons dengan tepat sehingga tidak mengganggu stabilitas
       perekonomian nasional dan terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

       B. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

       Ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat dalam memitigasi dampak rambatan
       global dan dengan kinerja yang diakui secara internasional. Pertama, kinerja ekonomi
       Indonesia termasuk salah satu yang terbaik di negara Emerging Market Economies (EMEs)
       dengan stabilitas makroekonomi terjaga dan pertumbuhan yang cukup tinggi. Bahkan,
       Indonesia mampu mencegah terjadinya krisis akibat pandemi Covid-19 dan terus
       melanjutkan pemulihan ekonomi hingga kini. Kedua, kuatnya koordinasi kebijakan
       makroekonomi, khususnya kebijakan fiskal Pemerintah dan kebijakan moneter Bank
       Indonesia, menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional dengan
       keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan. Indonesia juga mempunyai komitmen
       yang tinggi dalam transformasi ekonomi, termasuk perbaikan iklim investasi, pembangunan
       infrastruktur, dan hilirisasi sumber daya alam. Ketiga, Indonesia menunjukkan
       kepemimpinan yang kuat dalam sejumlah kerja sama dan lembaga internasional.
       Keberhasilan Keketuaan Indonesia dalam G20 pada tahun 2022 di tengah konflik dunia
       yang memanas diakui sebagai “making the impossible possible”. Bahkan, sejumlah agenda
       penting berhasil diperjuangkan, seperti perlunya koordinasi f iskal-moneter yang erat, kerja
       sama dalam mengatasi kesehatan, resolusi bagi masalah utang negara miskin, dan kerja
       sama digitalisasi sistem pembayaran antarnegara. Kepemimpinan Indonesia juga dipuji
       dalam Keketuaan ASEAN pada tahun 2023.

       Perkembangan dalam lima tahun terakhir menunjukkan kinerja ekonomi Indonesia termasuk
       salah satu yang terbaik di EMEs dengan stabilitas yang terjaga dan pertumbuhan yang
       cukup tinggi. Pertumbuhan ekonomi sejak tahun 2018 dapat mencapai di atas 5%, kecuali
       pada periode pandemi Covid-19 (Tabel 2.1.). Bahkan, kontraksi ekonomi sebagai dampak
       Covid-19 termasuk yang relatif kecil dibandingkan dengan kondisi negara-negara lain.
       Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap terjaga. Inflasi tetap terkendali rendah,
       dengan rerata di bawah 3% selama periode 2018-2023, dan nilai tukar Rupiah terjaga stabil,
       didukung komitmen tinggi dari kebijakan moneter Bank Indonesia. Defisit fiskal terjaga
       rendah di bawah 3% dari PDB, kecuali pada periode puncak Covid-19 tahun 2020 dan 2021
       yang kemudian secara cepat kembali prudent dengan konsolidasi fiskal Pemerintah. Defisit
       transaksi berjalan juga rendah dan menurun, bahkan mencatat surplus pada tahun 2021
       dan 2022, sebagai buah dari hilirisasi sumber daya alam. Perkembangan ini menunjukkan
       ketahanan eksternal ekonomi Indonesia yang makin kuat. Demikian pula, stabilitas sistem


Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                     17
Page 29
       keuangan tetap terjaga dengan kecukupan permodalan (Capital eacy Ratio , CAR)
       perbankan yang tinggi di atas 20%.

       Kredit perbankan tumbuh tinggi dan berkontribusi penting dalam pembiayaan untuk
       mendukung pertumbuhan ekonomi. Berbagai perkembangan positif ini juga disertai dengan
       digitalisasi sistem pembayaran yang berkembang cepat, mampu menjadi pendorong
       pertumbuhan ekonomi yang inklusif dengan makin tumbuhnya ekosistem ekonomi-
       keuangan digital nasional.




       Kinerja positif perekonomian Indonesia pada 2018-2023 tersebut sebagai hasil sinergi yang
       erat antara Pemerintah dan Bank Indonesia. Kebijakan fiskal Pemerintah diarahkan pada
       stimulus bagi perekonomian melalui belanja modal untuk mendorong investasi dan program
       perlindungan sosial untuk mendorong konsumsi masyarakat. Bank Indonesia
       memprioritaskan kebijakan moneternya untuk menjaga stabilitas dari dampak rambatan
       global, sementara kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran difokuskan
       untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pada periode 2018-2023,
       sejumlah program transformasi sektoral terus dilakukan. Pembangunan infrastruktur terus
       ditingkatkan dalam berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk transportasi, perairan,
       perumahan, telekomunikasi, dan lainnya. Perbaikan iklim investasi ditempuh melalui
       diundangkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, sementara
       pengembangan dan penguatan stabilitas sistem keuangan ditempuh melalui Undang-
       Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan
       (UU P2SK). Ke depan, sinergi bauran kebijakan ekonomi nasional tersebut perlu terus
       diperkuat dan diperluas untuk tetap menjaga stabilitas dan memperkuat transformasi
       ekonomi nasional. Berbagai capaian kemajuan selama ini menjadi landasan kuat untuk




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                  18
Page 30
       mencapai kinerja ekonomi nasional yang makin baik. Penguatan lebih lanjut sinergi bauran
       kebijakan perlu terus dilakukan guna mengatasi berbagai permasalahan yang ada serta
       mengantisipasi peluang dan tantangan perekonomian global yang penuh dinamika tinggi.
       Sinergi kebijakan juga penting untuk membawa kinerja ekonomi nasional menuju Indonesia
       Emas 2045 bagi kesejahteraan rakyat. Proses pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut
       pada 2024 dengan pertumbuhan yang diprakirakan tetap baik pada 2025 dan meningkat
       pada 2026. Pertumbuhan ekonomi hingga triwulan III 2024 cukup baik didukung oleh
       permintaan domestik, meskipun melambat dari 5,11% pada triwulan I 2024 menjadi 5,05%
       pada triwulan II 2024 dan 4,95% pada triwulan III 2024 (Tabel 2.2.). Investasi tetap membaik,
       khususnya investasi bangunan sejalan dengan penyelesaian berbagai PSN. Konsumsi
       rumah tangga, khususnya kelas menengah ke atas, tetap terjaga. Ekspor nonmigas tumbuh
       relatif tinggi di tengah perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas.
       Sementara itu, impor meningkat baik untuk kebutuhan ekspor maupun permintaan domestik,
       dan karenanya menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi. Pada triwulan IV 2024,
       pertumbuhan ekonomi diprakirakan tetap baik ditopang terutama oleh kenaikan investasi
       dan terjaganya konsumsi rumah tangga, serta peningkatan belanja Pemerintah pada akhir
       tahun. Secara keseluruhan tahun, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi
       2024 berada dalam kisaran 4,7-5,5%, tetap baik pada tahun 2025 dengan kisaran yang
       sama, dan akan meningkat lebih tinggi pada 2026 dalam kisaran 4,8-5,6%.

       Ke depan, berbagai upaya perlu terus ditempuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,
       baik dari sisi permintaan maupun dari sisi penawaran. Untuk itu, Bank Indonesia
       memperkuat bauran kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih tinggi,
       serta bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Dari sisi penawaran,
       kebijakan reformasi struktural perlu terus diperkuat untuk mendorong sektor ekonomi yang




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                      19
Page 31
       dapat menyerap tenaga kerja. Upaya tersebut didukung dengan optimalisasi stimulus
       kebijakan makroprudensial dan akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran yang ditempuh
       Bank Indonesia.
       Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh sektor ekonomi yang
       cenderung padat modal, dan karenanya sektor ekonomi yang padat tenaga kerja perlu lebih
       didorong ke depan. Perkembangan ini tecermin pada sektor-sektor yang berorientasi ekspor
       dan sebagai hasil dari hilirisasi sumber daya alam seperti Pertambangan dan Penggalian,
       serta Industri Pengolahan yang tumbuh relatif tinggi (Tabel 2.3.). Sektor-sektor yang
       mencerminkan pembangunan infrastruktur dan konektivitas seperti Konstruksi, serta
       Transportasi dan Pergudangan juga mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi nasional.
       Selain itu, sektor-sektor yang sejalan dengan kenaikan konsumsi masyarakat dan
       digitalisasi seperti Perdagangan Besar dan Eceran, Akomodasi dan Makanan-Minuman
       (Akmamin), serta Informasi dan Komunikasi, juga makin tumbuh tinggi. Demikian pula
       berbagai sektor jasa seperti Jasa Keuangan dan Asuransi, Jasa Perusahaan, serta Jasa
       Kesehatan dan Kegiatan Sosial yang terus menunjukkan peningkatan. Perkembangan
       berbagai lapangan usaha ini menunjukkan pola pemulihan ekonomi Indonesia pasca-Covid-
       19 yang makin kuat, dari sektor-sektor yang makin pulih dari dampak memar (scarring effect)
       Covid-19 pada periode 2021-2022 ke sektor sektor yang berorientasi ekspor pada periode
       2022-2024, dan selanjutnya ke sektor-sektor untuk makin mendorong permintaan domestik
       ke depan. Ke depan, perkembangan sektor sektor seperti Pertanian, Perdagangan
       khususnya eceran, Akmamin, Informasi dan Komunikasi khususnya digitalisasi, serta
       berbagai sektor jasa, perlu terus didorong karena tidak saja penting untuk pertumbuhan
       berkelanjutan, tetapi juga untuk penyerapan tenaga kerja yang lebih besar. Pola
       pertumbuhan dengan keseimbangan antara sektor padat modal dan padat tenaga kerja
       seperti inilah yang perlu ditingkatkan dan diperluas untuk memperkuat ketahanan dan
       transformasi ekonomi nasional yang lebih tinggi ke depan. 3 Pertumbuhan ekonomi di
       hampir seluruh wilayah Indonesia juga menunjukkan kinerja yang cukup baik. Pada tahun
       2024, pertumbuhan ekonomi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) diprakirakan
       membaik, yaitu menjadi sekitar 5,5% dari 4,0%, didorong oleh pariwisata dan ekspor
       pertambangan. Ekonomi wilayah Kalimantan juga tumbuh membaik dari 5,4% pada 2023
       menjadi sekitar 5,5% pada 2024, karena pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan
       ekspor pertambangan. Demikian pula, pertumbuhan ekonomi wilayah Sulawesi, Maluku,
       dan Papua (Sulampua) meningkat dari 6,5% pada 2023 menjadi sekitar 6,9% pada 2024,
       didukung oleh investasi industri dan pertambangan terkait dengan hilirisasi sumber daya
       alam. 4 Ekonomi wilayah Jawa tumbuh




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                    20
Page 32
       sekitar 4,9% karena aktivitas industri dan perdagangan, sementara ekonomi wilayah
       Sumatera melambat dari 4,7% menjadi 4,5% karean aktivitas industry dan pertambanga
       (Gambar 2-1).
       Pada tahun 2025, ekonomi wilayah Jawa dan wilayah Sumatera diprakirakan akan kembali
       membaik dengan aktivitas perdagangan dan ekspor perkebunan. Sementara itu,
       perlambatan ekonomi diprakirakan akan terjadi di wilayah Sulampua serta wilayah Balinusra
       karena penurunan aktivitas pertambangan, selain juga di wilayah Kalimantan karena
       penurunan aktivitas di IKN. Stabilitas eksternal ekonomi Indonesia terjaga dengan Neraca
       Pembayaran Indonesia (NPI) yang tetap sehat. Pada tahun 2024, secara keseluruhan NPI
       diprakirakan akan surplus seiring dengan rendahnya defisit transaksi berjalan dan
       peningkatan surplus neraca transaksi modal dan finansial. Defisit transaksi berjalan terjaga
       rendah dalam kisaran 0,1–0,9% dari PDB. Hal ini didukung oleh surplus neraca
       perdagangan nonmigas yang hingga triwulan III 2024 mencapai 36,0 miliar dolar AS. Kinerja
       ekspor nonmigas Indonesia baik manufaktur, pertanian maupun pertambangan, tetap
       tumbuh tinggi di tengah perlambatan ekonomi dunia (Grafik 2.1.). Bahkan ekspor
       pertambangan hasil dari program hilirisasi sumber daya alam terus meningkat, khususnya
       komoditas nikel dan tembaga (Grafik 2.2.).
       Sementara itu, aliran masuk investasi portofolio hingga triwulan III 2024 tercatat tinggi 11,0
       miliar dolar AS di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global (Tabel 2.4.). Inflow
       terbesar dari investasi portofolio asing tercatat pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank
       Indonesia (SRBI), di samping Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan global, dan
       saham.




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                       21
Page 33
       Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2024 tercatat tinggi, sebesar 155,7 miliar
       dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran
       utang luar negeri Pemerintah. Posisi cadangan devisa ini jauh berada di atas standar
       kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Pada tahun 2025, NPI diprakirakan akan
       tetap sehat dengan defisit transaksi berjalan yang terjaga pada kisaran 0,5–1,3% dari PDB.
       Surplus neraca modal dan finansial diprakirakan akan lebih besar, khususnya dari aliran
       masuk investasi portofolio asing, sehingga mendukung kesehatan NPI dan ketahanan
       eksternal ekonomi Indonesia ke depan Stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga didukung
       kebijakan moneter Bank Indonesia. Seperti dijelaskan pada bagian sebelumnya, dinamika
       geopolitik dunia dan pasar keuangan global yang berubah cepat dengan ketidakpastian
       tinggi mendorong tingginya yield US Treasury dan penguatan mata uang dolar AS, yang
       berpengaruh besar pada aliran investasi portofolio asing dan nilai tukar negara-negara
       EMEs, termasuk Indonesia. Hingga pertengahan tahun 2024 indeks dolar AS terhadap mata
       uang dunia (DXY) menguat secara luas hingga mencapai sekitar 105 pada Juni 2024 dari
       sekitar 103 pada akhir 2023 (Grafik 2.3.). Dengan kejelasan arah dan kemudian penurunan
       FFR, indeks mata uang dolar AS kemudian melemah hingga sekitar 101 pada September
       2024.
       Tetapi dolar AS kemudian kembali menguat dengan memanasnya ketegangan politik di
       Timur Tengah dan hasil Pemilihan Umum di AS hingga sekitar 107 pada Desember 2024.
       Penguatan mata uang dolar AS secara luas tersebut menimbulkan tekanan pelemahan pada
       seluruh mata uang dunia, tidak terkecuali Rupiah. Nilai tukar Rupiah yang pada akhir tahun
       2023 berada pada sekitar Rp15.500 per dolar AS, melemah hingga sekitar Rp16.328 pada
       Juni 2024, kemudian menguat ke sekitar Rp15.319 pada September 2024, dan kembali
       tertekan karena gejolak global tersebut ke sekitar Rp16.102 per dolar AS pada akhir
       Desember 2024.
       Untuk menahan dampak negatif tingginya rambatan global ini, Bank Indonesia
       meningkatkan intensitas kebijakan moneternya dalam stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui
       intervensi valas secara spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian
       SBN dari pasar sekunder. Strategi operasi moneter dengan instrumen khususnya SRBI juga
       ditingkatkan, dan seperti dikemukakan di atas, berhasil menarik kembali masuknya aliran
       portofolio asing sehingga memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah. Secara keseluruhan,
       hingga 31 Desember 2024 Rupiah melemah sebesar 4,34% (point-to-point, ptp) atau 3,74%
       (rerata) dibandingkan dengan kondisi tahun 2023 (Grafik 2.4.).




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                   22
Page 34
       Tingkat pelemahan Rupiah sebanding dan bahkan lebih rendah dibandingkan dengan mata
       uang sejumlah negara lain seperti Won Korea, Peso Mexico, Real Brasil, Yen Jepang, dan
       Lira Turki. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan akan stabil sejalan dengan positifnya
       kondisi fundamental ekonomi Indonesia, yaitu menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi dan
       meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta tingginya komitmen kebijakan




       moneter Bank Indonesia Stabilitas harga terjaga dengan konsistensi kebijakan moneter
       Bank Indonesia dan koordinasi erat dengan kebijakan Pemerintah. Inflasi Indeks Harga
       Konsumen (IHK) pada tahun 2024 menurun dan terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%.
       Inflasi IHK pada Desember 2024 tercatat rendah 1,57% dan juga pada seluruh
       komponennya (Grafik 2.5.). Inflasi inti tercatat rendah sebesar 2,26% (yoy), sementara
       inflasi volatile food (VF) terus menurun menjadi 0,12% (yoy). Terkendalinya inflasi inti
       sejalan dengan konsistensi kebijakan suku bunga Bank Indonesia untuk mengarahkan
       ekspektasi inflasi ke depan berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% dengan
       mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi.


       Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah juga berpengaruh positif pada terkendalinya inflasi
       barang impor (imported inflation). Penurunan inflasi VF didukung oleh peningkatan pasokan
       pangan seiring berlanjutnya musim panen, eratnya sinergi pengendalian inflasi melalui Tim
       Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID), juga diperkuat melalui Gerakan
       Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), dan pengaruh base effect harga pangan.
       Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi
       inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
       perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported
       inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank
       Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi.5 Inflasi VF diprakirakan
       terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia bersama Pemerintah
       Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan
       moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran yang
       ditetapkan Pemerintah sebesar 2,5±1%.
       Sebagaimana disampaikan sebelumnya, Bank Indonesia secara konsisten menetapkan
       suku bunga kebijakan moneternya untuk mengarahkan prakiraan dan ekspektasi inflasi
       dalam dua tahun ke depan tetap terkendali pada kisaran sasaran 2,5 % yang ditetapkan
       Pemerintah.




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                      23
Page 35
       Seperti dikemukakan di atas, dolar AS yang menguat tajam pada paruh pertama tahun 2024
       memberikan tekanan pelemahan Rupiah yang diprakirakan dapat berdampak pada
       meningkatnya inflasi harga impor (imported inflation). Karena itu, di samping terus
       memperkuat kebij akan stabilisasi nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia memutuskan untuk
       menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps dari 6,00% menjadi 6,25% pada Rapat Dewan Gubernur
       (RDG) bulan April 2024. Kemudian dengan kejelasan arah kebijakan FFR dan juga
       penguatan nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia pada RDG September 2024 menurunkan BI-
       Rate sebesar 25 bps menjadi 6,00% dan memandang masih terbuka ruang penurunan lebih
       lanjut sepanjang stabilitas Rupiah terjaga. Suku bunga pasar uang (INDONIA) bergerak di
       sekitar BI-Rate, yaitu 6,18% pada 31 Desember 2024 (Grafik 2.6.). Suku bunga SRBI untuk
       tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 27 Desember 2024 tercatat masing- masing pada level
       7,18%; 7,21%; dan 7,30%, tetap menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing. Imbal
       hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun, per 31 Desember 2024, meningkat masing-masing
       menjadi 6,90% dan 6,97% sejalan kenaikan yield UST. Suku bunga deposito 1 bulan dan
       suku bunga kredit pada Desember 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,87% dan 9,20%,
       relatif stabil dibandingkan dengan level bulan sebelumnya (Grafik 2.7.). Likuiditas yang
       memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan harga yang makin baik dengan
       kebijakan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK), berdampak positif pada suku
       bunga perbankan yang tetap terjaga. Strategi operasi moneter pro-market terus
       dioptimalkan untuk mendukung penguatan kebijakan suku bunga dan intervensi valas dalam
       stabilisasi nilai tukar Rupiah dan pencapaian sasaran inflasi. Seluruh instrumen moneter,
       baik SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia), SVBI (Sekuritas Valas Bank Indonesia), dan
       SUVBI (Sukuk Valas Bank Indonesia) terus dioptimalkan untuk memperkuat efektivitas
       transmisi kebijakan moneter, di samping untuk mempercepat upaya pendalaman pasar
       uang dan pasar valas serta mendorong aliran masuk modal asing ke dalam negeri. Hingga
       31 Desember 2024, posisi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI masing-masing tercatat
       sebesar Rp923,53 triliun, 1,97 miliar dolar AS, dan 516 juta dolar AS (Grafik 2.8.).
       a.   Penguatan Sektor Padat Karya untuk Mendorong Pertumbuhan Pascapandemi
       Sektor padat modal menunjukkan pertumbuhan kuat pascapandemi dan memberikan
       kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan PDB nasional, tetapi memiliki keterbatasan
       dalam menyerap tenaga kerja. Hal ini mencerminkan karakteristik sektor tersebut yang lebih
       bergantung pada penggunaan modal (capital) dibandingkan tenaga kerja dalam
       menghasilkan output. Sebagai gambaran, pangsa output sektor Pertambangan terhadap

Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                   24
Page 36
       PDB pada tahun 2023 mencapai sekitar 7,4%, sementara penyerapan tenaga kerja sektor
       ini hanya mencapai 1,2% dari total tenaga kerja nasional (Tabel B2.1.1.).
       Di sektor Manufaktur, Industri Logam Dasar
       yang tumbuh tinggi sejak 2021 hanya
       menyumbang penyerapan tenaga kerja
       sebanyak 0,2% dari total tenaga kerja
       nasional, sementara kontribusinya terhadap
       PDB mencapai 1,2% dari total PDB.
       Mengingat keterbatasan peran sektor padat
       modal dalam menyerap tenaga kerja, kinerja
       sektor padat karya perlu terus didorong untuk
       meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
       Secara keseluruhan, sektor padat karya
       menyerap sebanyak 117 juta tenaga kerja
       atau sekitar 83% dari total pekerja di
       Indonesia di tahun 2023.6 Tantangannya
       adalah penyerapan tenaga kerja di sektor
       padat karya tersebut masih terkonsentrasi
       pada sektor-sektor dengan produktivitas
       tenaga kerja rendah seperti Pertanian serta
       Perdagangan Besar dan Eceran. Kedua
       sektor tersebut masing-masing menyerap
       28% dan 19% dari tenaga kerja nasional atau
       secara total mencapai 47% dari tenaga kerja
       nasional. Meskipun demikan, kedua sektor ini
       didominasi oleh lapangan pekerjaan informal
       dengan tingkat upah yang relatif rendah yang
       kurang berdampak pada daya                beli
       masyarakat (Grafik B2.1.1.). Sementara di
       sisi lain, perbaikan pendapatan diperlukan
       untuk mendorong konsumsi terutama
       kelompok berpendapatan menengah bawah
       (Beckers et al. 2024 (RBA); Dautović et al. 2024 (ECB)) antara lain melalui ekspansi sektor
       formal yang secara umum memberikan pendapatan lebih baik (Danquah et al. 2023).
       Peningkatan kinerja sektor padat karya dengan tingkat formalitas tinggi disertai perbaikan
       kualitas tenaga kerja akan mendukung perbaikan daya beli masyarakat. Pertumbuhan
       lapangan kerja formal perlu didukung dengan kemudahan ijin usaha dan investasi, terutama
       ke sektor padat karya dengan tingkat serapan tenaga kerja formal tinggi didukung dengan
       akses pembiayaan (ILO, 2021). Beberapa sektor padat karya dengan tingkat formalitas
       tinggi antara lain adalah subsektor Industri Pengolahan seperti Industri Makanan dan
       Minuman, Industri Alas Kaki, Konstruksi, serta Jasa Perusahaan. Sementara itu, kualitas
       tenaga kerja juga perlu ditingkatkan antara lain melalui perbaikan lama sekolah (years of
       schooling) dan pendidikan vokasi yang mampu memberikan keterampilan yang memadai.
       Sebagaimana terlihat pada (Grafik B2.1.2.), tenaga kerja yang berkualitas dengan tingkat
       pendidikan yang memadai memiliki rata-rata tingkat pendapatan yang lebih tinggi.
       Pemerintah telah menyiapkan program peningkatan kualitas tenaga kerja melalui Bidikmisi-
       Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, pendidikan gratis hingga SMA, revitalisasi vokasi
       melalui Program Kampus Merdeka Vokasi, dan insentif fiskal bagi korporasi pendukung

Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                    25
Page 37
       pendidikan vokasi. Penyerapan tenaga kerja diperkuat melalui ekspansi pasar ekspor,
       penguatan UMKM, serta pelaksanaan program Kartu Prakerja yang mencakup pelatihan
       dan program traineeship. Selain itu, perlindungan pekerja ditingkatkan dengan mendorong
       perusahaan menciptakan kondisi kerja yang mendukung produktivitas dan retensi tenaga
       kerja.
       b.   Dampak Hilirisasi Mineral terhadap Perekonomian

       Hilirisasi merupakan salah satu kebijakan transformasi struktural yang ditempuh Pemerintah
       Indonesia. Salah satu kebijakan hilirisasi ialah melalui hilirisasi mineral komoditas tambang
       yang ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah produk tambang di dalam negeri. Dalam
       penerapannya, Pemerintah melakukan beberapa penyesuaian ketentuan seperti UU No. 3
       Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 sebagai penguatan kebijakan
       hilirisasi mineral. Selain melarang ekspor bahan mentah, Pemerintah juga mengeluarkan
       regulasi insentif fiskal (tax holiday, tax allowance, super deduction tax) serta kemudahan
       berusaha guna mendorong investasi terkait hilirisasi. Rangkaian kebijakan yang diambil
       tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah untuk memastikan keberhasilan kebijakan
       hilirisasi mineral. Dalam perkembangannya, hilirisasi mineral telah meningkatkan investasi,
       khususnya di wilayah Sulampua. Hal ini sejalan dengan kondisi cadangan (reserves)
       mineral sebagian besar berada di Indonesia Timur, khususnya di wilayah Sulampua yang
       tersebar di Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, serta Maluku Utara. Sejak
       diamanatkan pada 2009, hilirisasi telah mendorong pengembangan kawasan industri
       berbasis mineral di wilayah sentra tersebut melalui pembangunan smelter. Aliran investasi
       meningkat secara masif, terutama realisasi Penanaman Modal Asing (PMA). Pada 2010,
       PMA ke wilayah Sulampua tercatat hanya sebesar 1,5 miliar dolar AS (9,0% total PMA).
       Angka tersebut naik signifikan menjadi 5,5 miliar dolar AS (19,6% total PMA) pada 2019 dan
       4,0 miliar dolar AS pada periode Januari–September 2024 (25,8% total PMA). Pertumbuhan
       investasi yang tinggi di Sulampua ini secara keseluruhan berhasil mendorong peningkatan
       peran ekonomi wilayah di luar Jawa. Bila sebelum implementasi kebijakan hilirisasi, PMA ke
       wilayah di luar Jawa memiliki pangsa hanya sebesar 29,1% pada 2010, maka pada 2024
       telah meningkat tinggi hingga mencapai 51,3% (kumulatif hingga triwulan III). Hilirisasi
       mineral juga mendorong peningkatan ekspor produk bernilai tambah di Sulampua dan
       berkontribusi terhadap diversifikasi ekspor Indonesia. Seperti diuraikan di atas, investasi
       terkait hilirisasi mineral meningkat pesat di wilayah Sulampua. Dampak positif dari
       peningkatan investasi tersebut ialah terjadinya peningkatan nilai ekspor. Pasca dilarangnya
       ekspor mineral mentah per Januari 2020, kinerja ekspor wilayah
       Sulampua meningkat secara signifikan. Pada 2019, nilai ekspor wilayah Sulampua secara
       total baru tercatat sebesar 11,7 miliar dolar AS dengan pangsa ekspor bijih nikel mencapai
       9,4%. Seiring terus berkembangnya aktivitas hilirisasi, nilai ekspor produk hilirisasi nikel
       wilayah Sulampua tercatat tumbuh hampir lima kali lipat pada 2023 menjadi 26,0 miliar dolar
       AS dan sepanjang Januari–Oktober 2024 telah mencapai 20,5 miliar dolar AS. Dorongan
       ekspor produk hilirisasi (industri logam) dari Sulampua turut mendorong perbaikan
       komposisi ekspor Indonesia secara keseluruhan, dengan porsi ataupun ketergantungan
       terhadap ekspor barang mentah yang makin mengecil (Grafik B2.2.1.).
       Kontribusi positif hilirisasi mineral di Sulampua juga berdampak positif pada pertumbuhan
       ekonomi. Aktivitas hilirisasi mineral terlihat telah mendorong peningkatan pertumbuhan
       ekonomi di wilayah Sulampua.



Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                      26
Page 38
       Selama periode 2017–2019, rerata pertumbuhan ekonomi Sulampua tercatat sebesar 5,8%
       (yoy). Pada periode pandemi tahun 2020, wilayah ini tetap mencatatkan pertumbuhan positif
       sebesar 0,6% (yoy), di saat wilayah lain mengalami kontraksi. Pada periode pascapandemi
       (2022–2024), pertumbuhan ekonomi Sulampua terus terakselerasi dengan rata-rata
       pertumbuhan mencapai 7,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan periode
       prapandemi (Grafik B2.2.2.). Hilirisasi mineral juga turut meningkatkan kesejahteraan
       masyarakat. Pengembangan hilirisasi mineral turut menciptakan lapangan kerja baru yang
       berkualitas di wilayah sentra dan mendorong
       produktivitas sektor industri pengolahan.
       Pendapatan (upah), baik di sektor industri
       pengolahan maupun sektor tersier, juga
       membaik, yang pada gilirannya turut
       meningkatkan kesejahteraan secara luas.
       Sebagai indikasi, persentase penduduk
       miskin di Sulawesi Tengah, Sulawesi
       Tenggara, dan Maluku Utara, tercatat
       menurun dari 18,1%; 17,1%; dan 9,4% pada
       2010 menjadi 11,8%; 11,2%; dan 6,3% pada
       2024. Ketimpangan (Rasio Gini) juga turun
       dari 0,37; 0,42; dan 0,34 pada 2010 menjadi
       0,30; 0,37; dan 0,32 pada 2024
       c.   Pertumbuhan Ekonomi Indonesia oleh Dunia

       Bank Dunia (World Bank) merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia
       menjadi sebesar 5% untuk tahun 2024. Proyeksi ini naik dibandingkan 4,9% pada laporan
       Bank Dunia, bulan Januari lalu.
       Sementara itu, pada 2024-2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai
       5,1%. Bank Dunia menilai perekonomian Indonesia dan India menjadi dua negara yang
       memiliki kinerja kuat di kawasan. Keduanya diuntungkan oleh konsumsi masyarakat.
       Indonesia diperkirakan akan mendapatkan dorongan dari pertumbuhan kelas menengah
       dan kebijakan ekonomi yang prudent dengan pertumbuhan rata-rata 5,1% selama 2 tahun
       ke depan, tulis Bank Dunia dalam laporan Global Economic Prospects edisi Juni 2024,
       dikutip Kamis (13/6/2024). Indonesia, Malaysia dan Filipina adalah negara-negara di Asia
       Pasifik yang diuntungkan dengan pertumbuhan konsumsi masyarakat sejalan dengan inflasi
       yang terjaga, biaya pinjaman yang turun dan pasar tenaga kerja yang kuat. Namun,

Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                  27
Page 39
       investasi di sektor swasta dan pemerintah diperkirakan mengalami perlambatan. Kondisi ini
       dipengaruhi oleh transisi politik, konflik hingga kebijakan perdagangan global. Sementara
       itu, masalah penetapan budget atau APBN diperkirakan akan mempengaruhi investasi
       pemerintah di sejumlah negara. Kendati demikian, menurut Bank Dunia, Indonesia adalah
       salah satu negara yang berhasil mengimplementasikan kebijakan fiskal yang baik.
       Di tingkat global, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara berkembang
       dan emerging markets melambat dari 4,1% pada 2023 menjadi 4% pada 2024. Namun,
       pertumbuhan negara-negara tersebut diperkirakan berbalik stabil pada 2025 hingga 2026.
       Tanpa memperhitungkan China, Bank Dunia mengungkapkan perekonomian negara
       berkembang akan mengalami kenaikan tipis meski berada pada laju yang lemah, yakni 3,5%
       pada 2024, sebelum akhirnya menguat menjadi 3,9% pada 2025 hingga 2026.

       d.   Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2025

       Dalam sepuluh tahun terakhir, Pemerintah berhasil mengantisipasi dan memitigasi
       tantangan yang datang silih berganti. Pada periode tersebut, eskalasi tensi geopolitik dan
       perang dagang menimbulkan fragmentasi global dan disrupsi rantai pasok. Pandemi Covid-
       19 dan perubahan iklim mengancam kemanusiaan serta menimbulkan dampak ekonomi
       yang besar. Di sisi lain, volatilitas harga komoditas dan dinamika sektor keuangan
       memunculkan tekanan pada pertumbuhan global.
       Di tengah berbagai guncangan tersebut, Pemerintah melalui instrumen fiskal dan berbagai
       strategi kebijakan mampu menopang kinerja perekonomian Indonesia, termasuk antisipatif
       untuk mengatasi tantangan jangka panjang. Terbukti, lima tahun sebelum Covid-19,
       ekonomi Indonesia rata-rata mampu tumbuh 5,0%, melampaui pertumbuhan ekonomi
       global di 3,4%. Pada masa pandemi, dengan kolaborasi kebijakan yang responsif, Indonesia
       mampu pulih lebih cepat, dari kontraksi pertumbuhan ekonomi -2,1% pada 2020 menjadi
       tumbuh positif sebesar 3,7% pada tahun 2021. Dalam dua tahun terakhir, ekonomi
       Indonesia tetap kuat, selalu tumbuh di atas 5,0%. Pertumbuhan yang kuat mampu
       menciptakan lapangan kerja dan menurunkan tingkat pengangguran. Per Februari 2024,
       tingkat pengangguran turun ke bawah level prapandemi, di 4,82%. Tingkat kemiskinan terus
       menurun, per Maret 2023 berada di 9,4%. Selain itu, kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter
       yang solid dapat mengendalikan inflasi di level moderat. Di sisi lain, pengelolaan kebijakan
       fiskal yang efektif, prudent, dan kredibel membuat kondisi fiskal mengalami perbaikan
       secara signifikan pasca pandemi. Untuk menghadapi tantangan jangka panjang dalam
       mewujudkan visi Indonesia Maju 2045, percepatan reformasi struktural, termasuk melalui
       strategi hilirisasi SDA, terus diperkuat.
       Di tahun 2025, penguatan ekonomi nasional diperkirakan terus berlanjut. KEM PPKF 2025
       dirumuskan agar selalu adaptif, fleksibel, responsif terhadap perkembangan, namun tetap
       kredibel dan sustainable. KEM PPKF harus terus menjaga daya tarik investasi dengan terus
       menjaga stabilitas dan prediktabilitas, memperbaiki pemerataan (ekualitas dan inklusivitas),
       serta harus berkelanjutan.
       Dengan kerja keras dan komitmen menjaga stabilitas ekonomi, diperkuat dengan terobosan
       kebijakan, pertumbuhan ekonomi diharapkan lebih tinggi dan berkualitas sebagai fondasi
       pertumbuhan jangka panjang yang kuat. Pertumbuhan tahun 2025 diperkirakan di 5,1% -
       5,5%, ditopang terkendalinya inflasi, penguatan hilirisasi SDA, pengembangan industri
       kendaraan listrik, dan digitalisasi yang didukung perbaikan iklim investasi dan kualitas SDM.
       Dengan mempertimbangkan risiko pasar keuangan global yang masih tinggi, yield SBN

Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                      28
Page 40
       Tenor 10 Tahun diperkirakan berada di kisaran 6,9% - 7,3%, Rupiah di rentang Rp15.300 -
       Rp16.000. Sementara, inflasi diperkirakan terkendali di 1,5% - 3,5%. Di tengah tensi
       geopolitik yang masih berlanjut, harga minyak mentah Indonesia diperkirakan di USD75 -
       85 per barel; lifting minyak bumi 580 ribu - 601 ribu barel per hari; dan lifting gas 1.003-1.047
       ribu barel setara minyak per hari.
       Desain kebijakan fiskal tahun 2025 diarahkan untuk “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi
       yang Inklusif dan Berkelanjutan.” Strategi kebijakan fiskal ditempuh melalui dua strategi
       utama, yaitu strategi jangka menengah-panjang dengan fokus untuk mendukung
       transformasi ekonomi-sosial melalui penguatan SDM yang berdaya saing, hilirisasi dan
       transformasi ekonomi hijau untuk meningkatkan nilai tambah dan pertumbuhan ekonomi
       yang berkelanjutan, penguatan inklusivitas untuk menghadirkan kesejahteraan yang
       berkeadilan, melanjutkan pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi
       serta penguatan kelembagaan dan simplifikasi regulasi, pengembangan ekonomi kreatif
       dan kewirausahaan, penguatan pertahanan dan keamanan, ketahanan energi dan pangan,
       serta memperkokoh nasionalisme, demokrasi dan HAM. Sementara itu, strategi jangka
       pendek ditempuh dengan menjaga keberlanjutan program prioritas saat ini, sekaligus
       penguatan berbagai program unggulan yang difokuskan untuk akselerasi pertumbuhan
       ekonomi, penguatan well-being, serta penguatan konvergensi antardaerah.
       Untuk mewujudkan pertumbuhan yang tinggi dan inklusif, peningkatan kesejahteraan dan
       pemerataan antardaerah perlu ditopang APBN yang efisien, sehat dan kredibel. Sejalan
       dengan hal tersebut, reformasi fiskal yang selama ini sudah berjalan harus dilanjutkan dan
       diperkuat melalui collecting more, spending better, dan innovative financing.

       Kebijakan optimalisasi pendapatan negara (collecting more) dilakukan dengan tetap
       menjaga iklim investasi dan bisnis serta kelestarian lingkungan. Pemerintah juga
       memberikan insentif fiskal secara terarah dan terukur pada berbagai sektor strategis untuk
       mendukung akselerasi transformasi ekonomi. Penguatan PNBP dilakukan melalui
       optimalisasi pengelolaan SDA, perbaikan tata kelola, inovasi layanan publik, serta
       mendorong reformasi pengelolaan aset negara. Dengan berbagai kebijakan dan upaya
       perbaikan, pendapatan negara diperkirakan di kisaran 12,14% hingga 12,36% dari PDB.
       Kebijakan belanja negara diarahkan untuk penguatan spending better agar belanja lebih
       efisien dan efektif. Upaya penguatan spending better ditempuh melalui efisiensi belanja
       nonprioritas, penguatan belanja produktif, efektivitas subsidi dan bansos melalui
       peningkatan akurasi data, perbaikan mekanisme penyaluran, dan sinergi antar program
       yang relevan, serta penguatan perlinsos yang berbasis pemberdayaan untuk akselerasi
       pengentasan kemiskinan dan kesenjangan. Pada sisi lain, Pemerintah berkomitmen untuk
       penguatan sinergi dan harmonisasi kebijakan pusat dan daerah yang diarahkan untuk
       peningkatan kualitas belanja di daerah agar lebih produktif, peningkatan kualitas layanan
       publik dan kemandirian daerah. Belanja negara diperkirakan di kisaran 14,59% s.d. 15,18%
       PDB.
       Defisit fiskal diperkirakan di kisaran 2,45% - 2,82% PDB. Upaya untuk menutup defisit
       tersebut dilakukan dengan mendorong pembiayaan yang inovatif, prudent dan sustainable
       yang ditempuh, antara lain dengan: (1) mengendalikan rasio utang dalam batas manageable
       di kisaran 37,98% - 38,71% PDB; (2) mendorong efektivitas pembiayaan investasi untuk
       mendukung transformasi ekonomi dengan memberdayakan peran BUMN, BLU, SMV dan
       SWF; (3) memanfaatkan SAL untuk antisipasi ketidakpastian; dan (4) peningkatan akses



Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                          29
Page 41
       pembiayaan bagi MBR dan UMKM; serta (5) mendorong skema Kerjasama Pemerintah dan
       Badan Usaha (KPBU) yang sustainable.
       Efektivitas kebijakan fiskal dalam mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional
       dan peningkatan kesejahteraan diharapkan akan berkontribusi positif pada penurunan
       tingkat pengangguran terbuka tahun 2025 pada kisaran 4,5%-5,0%. Sementara itu, angka
       kemiskinan diperkirakan akan berada pada rentang 7,0%-8,0%. Rasio Gini diperkirakan
       terus membaik dalam rentang 0,379 - 0,382. Indeks Modal Manusia (IMM) juga ditargetkan
       sekitar 0,56. Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP), dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) juga
       ditargetkan untuk terus meningkat, masing-masing di rentang 113 - 115 dan 104 - 105.
       KEM PPKF 2025 merupakan dokumen negara yang disusun Pemerintah sebagai bahan
       pembicaraan pendahuluan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja
       Negara (RAPBN), sebagaimana amanat UU Nomor 17 Tahun 2003. Dengan penyampaian
       dokumen KEM PPKF 2025 ini, Pemerintah bersama DPR akan melanjutkan pembahasan
       dan penyusunan RAPBN hingga menjadi APBN Tahun 2025 sebagai bagian untuk
       mencapai tujuan pembangunan nasional.

       C.   Perkembangan Industri Perfiliman
       Industri film berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, dengan
       kontribusi nyata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ekosistem film tidak hanya
       mencakup produksi, distribusi, dan pemutaran film, tetapi juga menciptakan peluang
       ekonomi bagi sektor lain, seperti pariwisata, jasa kreatif, kuliner, dan fesyen. Festival dan
       kegiatan perfilman yang diselenggarakan di berbagai daerah turut meningkatkan jumlah
       kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, memperkuat peran film sebagai daya
       tarik wisata.
       Selain berkontribusi terhadap PDB, industri film juga berperan besar dalam penciptaan
       lapangan kerja. Setiap proses produksi melibatkan banyak tenaga kerja di berbagai lini,
       mulai dari kru teknis hingga aktor, penulis skenario, dan penata musik. Industri ini juga
       membuka peluang bagi profesi kreatif lainnya, seperti penata rias, desainer kostum, serta
       pekerja di bidang pemasaran dan distribusi film. Dengan berkembangnya platform digital,
       kebutuhan akan tenaga kerja baru seperti analis data, manajer konten, dan operator
       teknologi distribusi semakin meningkat. Ekosistem ini tidak hanya membantu penyerapan
       tenaga kerja, tetapi juga mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif secara
       berkelanjutan.
       Film Indonesia akhirnya berhasil menjadi raja di rumah sendiri pada 2024 setelah meraih
       pencapaian yang sangat membanggakan. Dari data yang dimuat Lembaga Sensor Film
       Republik Indonesia (LSF RI) pada 2024 mencatat pencapaian penting. Mereka
       menyebutkan jika jumlah film layar lebar tertinggi sepanjang empat tahun terakhir, yaitu total
       berjumlah 540 judul yang terdiri dari film nasional dan film impor. Bahkan ini pertama kalinya
       film layar lebar nasional melampaui jumlah film asing yaitu, 285 judul film nasional
       dibandingkan 255 judul film impor. Dari total jumlah 285 judul film nasional tersebut, tercatat
       didaftarkan oleh pemilik film sebanyak 140 Rumah Produksi (PH). Hal ini menunjukkan
       perkembangan signifikan pada industri film nasional.




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                        30
Page 42
                                                 Gambar C.1
                                     Film berdasarkan usia & asal produksi




       Sistem administrasi sensor berbasis elektronik (e-Sias) LSF juga mencatat bahwa film
       dengan genre horror berjumlah 87 judul film (30,5%). Jumlah ini lebih sedikit disbanding
       genre drama yang total berjumlah 141 judul (49,5%) Kemudian menduduki peringkat
       selanjutnya ada film pendek sebanyak 24 judul film (8,4%), genre dokumenter sebanyak 12
       judul film (4,2%), romance sebanyak 6 judul film (2, 1 genre kartun/animasi sebanyak 4 judul
       film (1 ,4%), genre komedi sebanyak 4 judul film (1 ,4%), genre action sebanyak 3 judul film
       (1 , 1 dan masing-masing 1 (satu) judul film untuk genre biografi, science fiction, epik, serta
       musikal. Data ini menunjukkan jika film Indonesia tak lagi dikuasai oleh genre horor di mana
       justru malah drama yang lebih banyak.
       Meski begitu keragaman genre yang dihadirkan masih kurang beragam dengan
       ketimpangan pada dua genre besar tersebut. Sementara itu untuk penggolongan penonton
       film di Bioskop dapat diklasifikasikan berdasarkan kategori usia dengan perolehan angka
       sebesar 227 judul atau (42, 1 untuk penggolongan usia (13+) dan penggolongan usia (17+)
       sejumlah 192 judul atau (35.6%), penggolongan usia Semua Umur sejumlah 106 judul atau
       (19,6%), dan penggolongan usia (21+) sejumlah 15 judul atau (2,7%).

                                                Gambar C-2
                                  Perbandingan film layar lebar di indonesia




       Untuk film impor sendiri Amerika Serikat masih berdiri di posisi teratas dengan 106 judul film
       atau senilai 41 ,57%. Setelahnya ada Korea Selatan dengan 43 judul atau 16,87%, lalu India
       dengan 26 judul atau 10,2%, Jepang dengan 31 judul atau 12, 15% dan Thailand dengan
       13 judul atau 5, 1%. Pada kategori film impor sendiri didominasi oleh genre action yang


Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                        31
Page 43
       mencapai 52 judul (20,4%) sementara drama mencapai 42 judul (16,5%). Hal ini
       menunjukkan jika penonton Tanah Air masih haus akan hadirnya film-film action yang
       ternyata masih banyak disupply oleh luar negeri (Syaifullah, 2025).
       Tren industri perfilman Indonesia sedang dalam kondisi yang menjanjikan di tahun 2025.
       Peningkatan penikmat film lokal terus tumbuh di tengah masyarakat. Perolehan jumlah
       penonton pada tahun 2023 tercatat sebesar 54 juta penonton, tumbuh mengungguli
       pencapaian tertinggi di tahun 2019. Pertumbuhan jumlah penonton film lokal pun terus
       melonjak tiap tahunnya. Pada tahun 2024 tercatat film lokal Indonesia meraih torehan
       sebesar 60 juta penonton. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat hingga mencapai
       80 juta penonton pada tahun 2025. Jumlah film yang ditonton juga cukup banyak, yaitu lebih
       dari 150 hingga 200 judul film lokal yang mencerminkan produktivitas dan keberagaman
       industri perfilman tanah air. Teranyar, film animasi Jumbo menjadi sorotan utama para
       penikmat film, meraih lebih dari 6 juta penonton dalam waktu singkat dan mencatatkan rekor
       sebagai film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa.
       Menurut laman Cinepoint, film lokal sukses menguasai daftar top box office selama tahun
       2025. Rentetan film lokal banyak diminati para penonton di Indonesia. Pada umumnya, film-
       film lokal yang beredar di bioskop cenderung pada genre horor. Namun, kondisi ini berbeda
       pada tahun 2025. Jumbo sebagai film yang meraih jumlah penonton terbesar justru
       merupakan film yang bergenre animasi/keluarga/petualangan. Hal ini menandakan tak
       hanya horor, film dengan genre lain pun tetap dapat bersaing dan dinikmati oleh berbagai
       kalangan penikmat film, khususnya film lokal. Beragam genre yang ditawarkan pun
       menambah alternatif tontonan yang dapat dinikmati masyarakat, seperti animasi, horor,
       religi, drama, petualangan, biografi, dan lain-lain. Berdasarkan daftar top box office tersebut,
       8 dari 10 film lokal memperoleh jumlah penonton terbesar dan hanya 2 film mancanegara
       yang mampu bertengger di daftar tersebut yaitu film Captain America: Brave New World dan
       Dark Nuns.
       Di samping antusiasme masyarakat pada film lokal yang cukup tinggi, kualitas film yang
       mampu bersaing dan kepercayaan pihak bioskop untuk menayangkan film lokal pun turut
       mendorong pertumbuhan industri film dalam negeri. Kondisi berbeda justru terjadi pada
       industri film Hollywood yang disebabkan aksi mogok para penulis naskah film. Walaupun
       aksi mogok dewan Asosiasi Penulis Amerika (Writers Guild of America/WGA) berakhir pada
       September 2023, banyak film yang terdampak khususnya pada mundurnya jadwal
       penayangan secara global termasuk di Indonesia. Aksi boikot pada produk Amerika
       termasuk pada industri film pun menambah sejumlah alasan banyaknya masyarakat
       Indonesia yang beralih untuk menikmati film lokal dibandingkan film Hollywood.
       Tak dapat dipungkiri, momentum dan pengambilan jadwal penayangan film pada semester
       satu tahun 2025 berpengaruh dan terbilang berjalan sukses. Rentetan film mancanegara
       yang diproduksi dari berbagai studio raksasa akan mulai membanjiri bioskop tanah air
       seperti Mission Impossible - The Final Reckoning, Jurassic World Rebirth, Superman, The
       Fantastic Four: First Steps, hingga Avatar: Fire & Ash.
       Selain pemutaran film-film lokal pada jaringan bioskop di Indonesia, yaitu XXI, Cinepolis,
       cultural great-vital (CGV), dan bioskop lokal lainnya; penayangan film sineas Indonesia
       dapat disebarluaskan melalui platform Over The Top (OTT) yang saat ini telah tersedia di
       Indonesia, yakni Netflix, Disney+, Vidio, Max, dan lain-lain. Film-film lokal yang tersebar
       pada jaringan OTT mampu menjangkau masyarakat lebih luas dan memperpanjang masa
       penayangan akibat adanya batasan dalam pemutaran film pada jaringan bioskop. Kehadiran
       film-film lokal pada media OTT ini akan turut mendorong peningkatan kualitas film dalam
       negeri sehingga membuka peluang bagi para kreator film untuk memproduksi film-film yang
       lebih inovatif (Jeffrey, 2025).


Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                         32
Page 44
         D.   Tantangan industri perfilman di indonesia
         Industri perfilman nasional mengalami transformasi signifikan seiring dengan perubahan
         kebijakan yang mendukung perkembangannya. Pemerintah terus menghadirkan regulasi
         baru untuk mendorong produksi film yang berkualitas dan inovatif. Namun, tantangan utama
         yang dihadapi adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang film dan
         media baru. Pemerintah selama ini telah memberikan dukungan melalui berbagai fasilitas,
         termasuk lokasi syuting dan kebutuhan teknis lainnya. Dukungan langsung untuk
         peningkatan kualitas SDM perfilman masih dirasakan kurang merata di seluruh daerah.
         SDM yang berkualitas menjadi kebutuhan mendesak untuk mendorong pertumbuhan
         industri film di berbagai wilayah Indonesia. Banyak daerah menghadapi keterbatasan dalam
         hal pelatihan, pendidikan, dan akses teknologi bagi generasi muda menurut Tarmizi Abka
         Director, Producer, Gafer Cinematography.
         Film saat ini masih sering dianggap sebagai kegiatan eksklusif yang hanya melibatkan
         orang-orang tertentu. Padahal, industri ini memiliki potensi besar untuk melibatkan lebih
         banyak pelajar dan generasi muda. Pemerataan akses pendidikan film dan media baru perlu
         menjadi prioritas untuk menciptakan SDM yang kompetitif. Dengan langkah ini, industri film
         dapat berkembang lebih inklusif, menarik lebih banyak bakat baru dari berbagai kalangan.
         Pemerintah diharapkan dapat berperan lebih aktif dalam menciptakan program pelatihan
         yang menjangkau hingga daerah-daerah terpencil. Selain itu, kolaborasi dengan institusi
         pendidikan dan komunitas kreatif dapat membantu mengatasi kesenjangan tersebut.
         Generasi muda yang mendapatkan akses pendidikan film dapat berkontribusi besar
         terhadap pertumbuhan industri kreatif di masa depan. Harapan ke depan adalah menjadikan
         film sebagai bagian dari budaya yang lebih inklusif dan merata di Indonesia. Perspektif baru
         dan ide-ide segar yang relevan dengan kebutuhan pasar global. Ini membutuhkan sinergi
         antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas kreatif untuk menciptakan ekosistem
         yang lebih berkelanjutan. Melalui penguatan SDM dan pemerataan pendidikan film, industri
         kreatif dapat menjadi sektor unggulan bagi perekonomian nasional. Transformasi ini
         menunjukkan bahwa industri perfilman nasional memiliki potensi besar untuk berkembang
         lebih pesat. Dengan sinergi yang baik antara pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat,
         perfilman Indonesia akan semakin berdaya saing (Diana, 2025).

4.2      Analisis Kuantitatif
         Analisa kuantitatif berupa: Penilaian atas potensi pendapatan, aset, kewajiaban dan kondisi
         keuangan perusahaan meliputi penilaian kinerja historis, penilaian atas proyeksi keuangan
         yang diperoleh dari pihak manajemen pemberi tugas, analisis rasio keuangan akan
         dilakukan terhadap Perseroan dan juga akan dilakukan analisa laporan keuangan sebelum
         transaksi dan proforma laporan keuangan setelah transaksi.

4.2.1.   Penilaian Kinerja Historis
         Penilaian kinerja historis akan menjelaskan selama periode analisis 5 tahun terakhir
         bagaimana tren dari posisi keuangan maupun laba rugi dan mengukur pencapaian-
         pencapaian yang sudah diperoleh dengan melakukan analisa rasio baik vertikal maupun
         horizontal.
         Penilaian dilakukan berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir
         31 Desember 2021, 2022, 2023 dan 2024 yang telah di audit oleh KAP.




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                       33
Page 45
          Analisis Neraca
                                                 Tabel 4.2-1
                              Perbandingan Neraca 2021, 2022, 2023 dan 2024
                            Disajikan dalam jutaan rupiah kecuali dinyatakan lain
                                                2021                   2022                  2023                  2024           CAGR
                                          Rp jutaan      %      Rp jutaan      %      Rp jutaan      %      Rp jutaan      %       %
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                             82.233     6,3     384.128      23,8     503.803      29,4     252.725       7,3     45,4
Piutang usaha                                  66.471     5,1      50.007       3,1      35.176       2,0      39.981       1,2    -15,6
Piutang lain-lain - Pihak ketiga                   24     0,0          45       0,0           -         -          54       0,0     31,8
Pajak dibayar dimuka                            8.125     0,6      18.657       1,2      41.502       2,4      40.379       1,2     70,7
Uang muka                                      17.886     1,4      25.357       1,6      26.639       1,6      34.629       1,0     24,6
Biaya dibayar dimuka                            1.241     0,1         986       0,1       1.292       0,1       1.228       0,0     -0,3
Total Aset Lancar                             175.980    13,5     479.180      29,7     608.413      35,5     368.997      10,7     28,0

ASET TIDAK LANCAR
Kas di bank yang dibatasi penggunaanya         -                        -                     -               288.594       8,4    na
Piutang lain-lain                         15.427          1,2      15.427       1,0       6.000       0,3           -         -   -100,0
Aset tetap - neto                        509.645         39,1     504.671      31,3     496.894      29,0     505.589      14,6      -0,3
Properti investasi - neto                 99.103          7,6      92.973       5,8      86.842       5,1      80.712       2,3      -6,6
Aset film                                272.455         20,9     303.723      18,8     306.126      17,8     361.235      10,5       9,9
Investasi                                229.788         17,6     217.096      13,5     211.696      12,3   1.833.779      53,1     99,8
Aset lain-lain                                 -            -          12       0,0          56       0,0      14.714       0,4   na
Total Aset Tidak Lancar                1.126.418         86,5   1.133.902      70,3   1.107.615      64,5   3.084.624      89,3     39,9

TOTAL ASET                                1.302.397     100,0   1.613.081     100,0   1.716.028     100,0   3.453.621     100,0     38,4

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                 3.309         0,3       4.634       0,3       3.207       0,2       8.725       0,3     38,1
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo      -           -           -         -           -         -      79.800       2,3   na
Utang pajak                                   859         0,1      24.440       1,5      15.916       0,9       4.002       0,1     67,0
Beban yang masih harus dibayar                 45         0,0          63       0,0          68       0,0       1.019       0,0    183,3
Uang muka penjualan                        32.543         2,5      32.887       2,0      32.239       1,9      28.135       0,8      -4,7
Utang lain-lain - Pihak ketiga              4.318         0,3       6.472       0,4      10.675       0,6      15.357       0,4     52,6
Total Liabilitas Jangka Pendek             41.075         3,2      68.496       4,2      62.105       3,6     137.038       4,0     49,4

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi         -                   -                     -               701.650      20,3   na
Utang pihak berelasi                              258     0,0           -         -           -         -           -         -   -100,0
Liabilitas imbalan kerja                        2.472     0,2       2.576       0,2       3.208       0,2       3.259       0,1      9,7
Liabilitas pajak tangguhan                      5.996     0,5       4.941       0,3      16.098       0,9      22.758       0,7     56,0
Total Liabilitas Jangka Panjang                 8.726     0,7       7.518       0,5      19.306       1,1     727.667      21,1    336,9

Total Liabilitas                               49.801     3,8      76.013       4,7      81.411       4,7     864.705      25,0    158,9

EKUITAS
Modal saham                                   951.122    73,0     951.122    59,0       951.122    55,4       989.779    28,7        1,3
Saham yang diperoleh kembali                  (24.448) - 1,9            -       -             -       -             -       -     -100,0
Tambahan modal disetor                        153.685    11,8     253.272    15,7       253.272    14,8     1.359.046    39,4      106,8
Penghasilan komprehensif lain                    (687) - 0,1         (240) - 0,0           (256) - 0,0           (245) - 0,0       -29,1
Saldo laba
  Telah ditentukan penggunaannya             17.100       1,3      17.100       1,1      17.100       1,0      22.100       0,6      8,9
  Belum ditentukan penggunaannya            155.825      12,0     315.815      19,6     413.381      24,1     218.236       6,3     11,9
Total Ekuitas                             1.252.597      96,2   1.537.068      95,3   1.634.617      95,3   2.588.916      75,0     27,4

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS              1.302.397     100,0   1.613.081     100,0   1.716.028     100,0   3.453.621     100,0     38,4




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                                                       34
Page 46
       Jumlah aset selama periode analisis meningkat dari Rp1.302.397 pada tahun 2021
       selanjutnya dari tahun ke-tahun naik sehingga menjadi Rp3.453.621 pada tahun 2024
       dengan CAGR 38,4%.
       Aset lancar selama periode analisis meningkat dari Rp175.980 atau 13,5% dari jumlah aset
       pada tahun 2021 selanjutnya dari tahun ke-tahun naik sehingga menjadi Rp608.413 atau
       35,5% dari jumlah aset pada tahun 2023 sedangkan pada tahun 2024 turun menjadi
       Rp368.997 atau 10,7% dari jumlah aset pada tahun 2024 dengan CAGR 28,0%.

       Aset tidak lancar selama periode analisis berfluktuatif dari Rp1.126.418 atau 86,5% dari
       jumlah aset pada tahun 2021 naik menjadi Rp1.133.902 atau 70,3% dari jumlah aset pada
       tahun 2022 kemudian turun menjadi Rp1.107.615 atau 64,5% dari jumlah aset kembali naik
       menjadi Rp3.084.624 atau 89,3% dari jumlah aset dengan CAGR 39,9%.

       Liabilitas jangka pendek selama periode analisis berfluktuasi dari Rp41.075 atau 3,2% dari
       jumlah liabilitas & ekuitas pada tahun 2021 naik menjadi sebesar Rp68.496 atau 4,2% dari
       jumlah liabilitas & ekuitas pada tahun 2022 kemudian turun menjadi Rp62.105 atau 3,6%
       dari jumlah liabilitas & ekuitas tahun 2023 sedangkan pada tahun 2024 naik signifikan
       menjadi Rp137.038 atau 4,0% dari jumlah liabilitas & ekuitas dengan CAGR 49,4%.

       Liabilitas jangka panjang selama periode analisis berfluktuatif dari Rp8.726 atau 0,7% dari
       jumlah liabilitas & ekuitas tahun 2021 turun menjadi Rp7.518 atau 0,5% dari jumlah liabilitas
       & ekuitas tahun 2022 selanjutnya dari tahun ke-tahun naik sehingga menjadi Rp727.667
       atau 21,1% dari jumlah liabilitas & ekuitas tahun 2024 dengan CAGR 336,9%.
       Ekuitas selama periode analisis meningkat dari Rp1.252.597 atau 96,2% dari jumlah
       liabilitas & ekuitas pada tahun 2021 selanjutnya dari tahun ke-tahun naik sehingga menjadi
       Rp2.588.916 atau 75,0% dari jumlah liabilitas & ekuitas tahun 2024 dengan CAGR 27,4%.


                                               Grafik 4.2-1
                                                 Neraca




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                      35
Page 47
            Analisis Laba (Rugi) Horizontal dan Vertikal
                                                 Tabel 4.2.-2
                                             Laporan Laba (Rugi)
                            Disajikan dalam jutaan rupiah kecualai dinyatakan lain.
                                            2021                   2022                   2023                   2024            CAGR
                                      Rp jutaan     %       Rp jutaan      %       Rp jutaan      %       Rp jutaan      %        %
PENJUALAN                              245.768     100,0      418.390     100,0      363.355     100,0      433.202     100,0      20,8
BEBAN POKOK PENJUALAN                  (106.180) (43,2)      (115.203) (27,5)       (135.787) (37,4)       (155.740) (36,0)        13,6
LABA BRUTO                              139.588   56,8        303.187   72,5         227.568   62,6         277.463   64,0         25,7
BEBAN USAHA                             (55.018) (22,4)       (94.903) (22,7)       (102.066) (28,1)       (144.389) (33,3)        37,9
LABA USAHA                              84.570      34,4      208.284      49,8      125.502      34,5      133.074      30,7      16,3
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan lain-lain                     7.311    3,0         14.092       3,4       12.929       3,6       22.091    5,1         44,6
Beban lain-lain                         (35.700) (14,5)       (14.208)     (3,4)     (11.059)     (3,0)     (83.899) (19,4)        33,0
Total Penghasilan (Beban) Lain-lain     (28.390) (11,6)          (115)     (0,0)       1.870       0,5      (61.808) (14,3)        29,6
LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN)
PAJAK PENGHASILAN                       56.181      22,9      208.169      49,8      127.371      35,1       71.266      16,5       8,3
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
PENGHASILAN
Kini                                    (13.389)    (5,4)     (49.360) (11,8)        (18.644)     (5,1)     (16.974)     (3,9)      8,2
Tangguhan                                (6.932)    (2,8)       1.180    0,3         (11.162)     (3,1)      (6.656)     (1,5)     -1,3
Total Beban Pajak Penghasilan           (20.321)    (8,3)     (48.180) (11,5)        (29.806)     (8,2)     (23.630)     (5,5)      5,2
LABA NETO                               35.860      14,6      159.990      38,2       97.566      26,9       47.636      11,0       9,9




            Penjualan selama periode analisis meningkat dari Rp245.768 pada tahun 2021 naik menjadi
            sebesar Rp418.390 pada tahun 2022 dan turun menjadi sebesar Rp363.355 pada tahun
            2023 dan kembali naik menjadi sebesar Rp433.202 tahun 2024, dengan CAGR 20,8%.

            Beban pokok pendapatan, selama periode analisis meningkat dari Rp106.180 atau 43,2%
            dari jumlah penjualan pada tahun 2021 selanjutnya dari tahun ke-tahun naik sehingga
            menjadi Rp1500.740 atau 36,0% dari penjualan pada tahun 2024 dengan CAGR 13,6% hal
            ini menunjukkan bahwa CAGR penjualan lebih tinggi maka terdapat efisiensi.

            Beban usaha, selama periode analisis meningkat dari Rp55.018 atau 22,4% dari penjualan
            tahun 2021 naik menjadi sebesar Rp144.389 atau 33,3% dari penjualan pada tahun 2024
            dengan CAGR 37,9%.
            Laba Usaha, selama periode analisis berfluktuasi dari Rp84.570 atau 34,4% dari penjualan
            naik menjadi Rp208.284 atau 49,8% dari penjualan pada tahun 2022 kemudian turun
            menjadi Rp125.502 atau 34,5% dari penjualan pada tahun 2023 kemudian kembali naik
            menjadi Rp133.074 atau 30,7% dari penjualan pada tahun 2024 dengan CAGR 16,3%.
            Penghasilan (beban) lain-lain, selama periode analisis berfluktuasi dari net beban lain-lain
            Rp28.390 atau 11,6% dari penjualan pada tahun 2021 turun menjadi net beban lain-lain
            Rp115 atau 0.0% dari penjualan pada tahun 2022 sedangkan pada tahun 2023 net
            penghasilan lain-lain sebesar Rp1.870 atau 0,5% dari penjualan dan pada tahun 2024 net
            beban lain-lain Rp61.808 atau 14,3% dari penjualan.
            Laba (Rugi) bersih sebelum pajak, selama periode analisis berfluktuasi dari Rp56.181 atau
            22,9% dari penjualan pada tahun 2021 naik menjadi Rp208.169 atau 49,8% dari penjualan



  Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                                                       36
Page 48
       pada tahun 2022 selanjutnya turun sehingga menjadi Rp71.266 atau 16,5% dari penjualan
       pada tahun 2024 dengan CAGR 8,3%.
       Laba bersih setelah pajak, selama periode analisis berfluktuatif dari Rp35.860 atau 14,6%
       dari penjualan pada tahun 2021 naik signifikan menjadi Rp159.990 atau 38,25 dari
       penjualan pada tahun 2022 selanjutnya dari tahun ke-tahun turun sehingga menjadi
       Rp47.636 atau 11,0% dari penjualan pada tahun 2024.


                                            Grafik 4.2-2
                                    Penjualan & Net profit margin




       Analisis Rasio Keuangan

       Rasio Keuangan atau Financial Ratio merupakan alat analisis keuangan perusahaan untuk
       menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat
       pada pos laporan keuangan (neraca, laporan laba rugi, dan laporan aliran kas). Rasio
       menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relationship) antara
       suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain.
       Analisis rasio dapat digunakan untuk membimbing investor dan kreditor untuk membuat
       keputusan atau pertimbangan tentang pencapaian perusahaan dan prospek pada masa
       datang. Salah satu cara pemrosesan dan penginterpretasian informasi akuntansi, yang
       dinyatakan dalam artian relatif maupun absolut untuk menjelaskan hubungan tertentu antara
       angka yang satu dengan angka yang lain dari suatu laporan keuangan.
       Secara umum rasio keuangan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

        a. Rasio Likuiditas. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
           memenuhi kewajiban-kewajiban lancarnya. Rasio ini antara lain Rasio Kas (cash ratio),
           Rasio Cepat (quick ratio), Rasio Lancar (current ratio)
        b. Rasio Pengungkit/ Leverage/ Solvabilitas. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat
           pengelolaan sumber dana perusahaan. Beberapa rasio ini antara lain Rasio Total
           Hutang terhadap Modal sendiri, Total Hutang terhadap Total Asset, TIE Time Interest
           Earned.


Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                  37
Page 49
        c. Rasio Aktivitas. Rasio yang menggambarkan aktivitas yang dilakukan perusahaan
           dalam menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan, pembelian, dan
           kegiatan lainnya. ada dua penilaian rasio aktivitas yaitu:
           1) Rasio Nilai Pasar. Rasio yang mengukur harga pasar relatif terhadap Nilai Buku
              perusahaan. Rasio ini antara lain: PER (Price Earning Ratio), Devidend Yield,
              Devideng Payout Ratio, PBV (Price to Book Value)

           2) Rasio Efesiensi/ Perputaran. Rasio perputaran digunakan untuk mengukur
              kemampuan perusahaan dalam mengelola aset-asetnya sehingga memberikan
              aliran kas masuk bagi perusahaan. Rasio ini antara lain Rasio Perputaran
              Persediaan, Perputaran Aktiva Tetap, dan Total Asset Turnover.

        d. Rasio Profitabilitas/ Rentabilitas. Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
           perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Rasio ini antara lain:
           GPM (Gross Profit Margin), OPM (Operating Profit Margin), NPM (Net Profit Margin),
           ROA (Return to Total Asset), ROE (Return On Equity), ROI (Return On Invesment).
       Metode Pendekatan Analisis Rasio Keuangan
        1. Pendekatan Lintas Seksi (Cross Sectional Approach). Yaitu cara mengevaluasi dengan
           jalan membandingkan rasio-rasio antara perusahaan yang satu dengan perusahaan
           lainnya yang sejenis pada saat bersamaan. Dengan cara ini dapat diketahui apakah
           perusahaan yang bersangkutan berada di atas, berada pada rata-rata, atau berada
           dibawah rata-rata industri.
        2. Pendekatan Runtut Waktu (Time Series Analysis) Yaitu cara mengevaluasi dengan
           jalan membandingkan rasio-rasio finansial perusahaan dari satu periode ke periode
           lainnya. Dengan membandingkan antara rasio-rasio yang dicapai saat ini dengan rasio-
           rasio dimasa lalu yang dapat memperlihatkan apakah perusahaan mengalami
           kemajuan atau kemunduran. Perkembangan perusahaan terlihat pada kecenderungan
           ''(trend)'' dari tahun ke tahunnya, dan dengan melihat perkembangan ini perusahaan
           akan dapat membuat rencana untuk masa depannya.
       Dalam melakukan analisis rasio keuangan PAP hanya melakuan pendekatan runtut waktu
       (Time Series Analysis) untuk periode 31 Desember 2021, 2022, 2023 dan 2024.



       Rasio Likuiditas

       Rasio Lancar (Current ratio) mengukur kemampuan aset lancar untuk memenuhi semua
       kewajiban lancar pada akhir periode pembukuan, selama periode analisis berfluktuasi dari
       terendah 2,69x pada tahun 2024 sedangkan tertinggi 9,8x pada tahun 2023 atau rata-rata
       5,94x.

       Rasio kas (Cash ratio) mengukur kemampuan uang kas untuk melunasi kewajiban jangka
       pendek pada akhir periode pembukuan. Rasio kas, selama periode analisis juga berfluktuasi
       dari terendah 1,84x pada tahun 2024 dan tertinggi 8,11x pada tahun 2023 atau rata-rata
       4,39x.




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                  38
Page 50
                                                   Tabel 4.2-3
                                                 Rasio Keuangan

                                         Tanda      2021     2022     2023    2024    Rat-rata
          Liquidity ratio
          Rasio Lancar (Current ratio)     x          4,28     7,00    9,80    2,69       5,94
          Cash ratio                       x          2,00     5,61    8,11    1,84       4,39

          Leverage
          Total debt to equity             x          0,04     0,05    0,05    0,33       0,12
          Total debt to total asset        x          0,04     0,05    0,05    0,25       0,10
          Long term debt to equity         x          0,01     0,00    0,01    0,28       0,08
          Total equity to total asset      x          0,96     0,95    0,95    0,75       0,90

          Activity ratio
          Perputaran total aset            x          0,19     0,26    0,21    0,13      0,20
          Perputaran piutang               x          3,70     8,37   10,33   10,84      8,31
          Lama rata-rata piutang          hari       98,72    43,63   35,34   33,69     52,84

          Profitability ratio
          Gross profit margin              %         56,80    72,47   62,63   64,05     63,99
          Oprating profit margin           %         34,41    49,78   34,54   30,72     37,36
          Net profit margin                %         14,59    38,24   26,85   11,00     22,67

          Rate of return
          Return on equity                 %          3,18    14,11    8,81    1,54       6,91
          Return on total asset            %          2,75     9,92    5,69    1,38       4,93


       Rasio Leverage

       Leverage ratio adalah suatu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
       pemenuhan kewajiban atau pelunasan utangnya, baik jangka pendek maupun panjang.
       Leverage ratio juga untuk menilai seberapa besar risiko keuangan yang telah diambil
       perusahaan.

       Rasio total debt to total equity selama periode analisis meningkat dari 0,04x pada tahun
       2021 naik menjadi 0,5x pada tahun 2023 dan naik kembali menjadi 0,33x pada tahun 2024
       atau rata-rata 0,12x.

       Rasio total debt to total asset selama periode analisis juga meningkat dari 0,04x pada
       tahun 2021 naik menjadi 0,05x pada tahun 2023 dan kembali naik menjadi 0,25 pada tahun
       2024 atau rata-rata 0,10x.

       Rasio long term debt to total equity selama periode meningkat dari 0,01x pada tahun
       2021 menjadi 0,28x pada tahun 2024 atau rata-rata 0,08x.

       Rasio jumlah ekuitas terhadap total asset, menurun dari 0,96x pada tahun 2021 menjadi
       0,75x pada tahun 2024 atau rata-rata 0,90x.




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                      39
Page 51
       Rasio Aktivitas

       Perputaran jumlah aset, berfluktuasi dari terendah 0,13x pada tahun 2024 dan tertinggi
       0,26x pada tahun 2022 atau rata-rata 0,20x.

       Perputaran jumlah piutang, mengalami peningkatan dari 3,70x atau lama rata-rata periode
       penagihan 98,72 hari pada tahun 2021 naik menjadi 10,84x atau lama rata-rata periode
       penagihan 33,69 hari pada 2024 atau rata-rata 8,31x dengan lama rata-rata periode
       penagihan 52,84 hari.

       Rasio Profitabilias

       Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam melakukan efisiensi atas
       perolehan pendapatan, profitabilitas diukur dengan margin laba kotor dengan penjualan
       (gross profit margin), rasio laba operasi terhadap penjualan (operating profit margin) dan
       rasio laba bersih dengan penjualan atau (net profit margin)

       Gross Profit Margin (rasio laba kotor terhadap penjualan) selama periode analisis
       berfluktuasi relatif tinggi antara trendah 56,80% pada tahun 2021 sedangkan tetinggi
       72,47% pada tahun 2022 atau rata-rata 63,99%.

       Operating Profit Margin, Rasio Laba Operasi terhadap penjualan juga berfluktuasi antara
       terendah 34,41% pada tahun 2021 dan tertinggi 49,78% pada tahun 2022 atau rata-rata
       37,76%.

       Net Profit Margin, Rasio laba bersih setelah pajak terhadap penjualan tren meningkat
       meningkat dari rugi (-) 45,5% pada tahun 2019 turun menjadi rugi (-) 26,6% pada tahun
       2020, selanjutnya naik sehingga menjadi laba 1,8% pada tahun 2023 dan pada periode
       sampai September 2024 laba 9,2%.

       Rasio Rentabilitas

       Untuk bisa mengetahui efisien atau tidaknya suatu perusahaan bisa dilakukan dengan
       membandingkan antara laba yang didapatkan dengan modal yang telah dikeluarkan untuk
       bisa menghasilkan laba atau dengan cara menghitung rasio rentabilitasnya. Rasio
       rentabilitas adalah rasio yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan dari suatu
       perusahaan dalam menghasilkan laba dalam waktu periode tertentu.

       ROE, Rasio laba bersih terhadap ekuitas selama periode analisis tren meningkat dari negatif
       (-) 14,6% pada tahun 2019 turun menjadi (-) 5,3% pada tahun 2022 selanjutnya meningkat
       menjadi 1,1% pada tahun 2023, dan pada periode sampai September 2024 naik menjadi
       3,8%.

       ROA, Rasio laba operasi terhadap jumlah aset juga hal yang sama berfluktuasi dari negatif
       (-) 6,8% pada tahun 2019 turun menjadi (-) 2,2% pada tahun 2022, selanjutnya meningkat
       sehingga menjadi 0,5% pada tahun 2023 dan sampai dengan periode September 2024
       menjadi 1,9%.




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                    40
Page 52
4.2.2     Penilaian Proyeksi Keuangan Tanpa dan Dengan Transaksi
         Penilaian Proyeksi keuangan berdasarkan proyeksi yang dipersiapkan oleh manajemen
         Perseroan selama 3 tahun yang akan datang (2025-2027) sesuai masa perjanjian Sewa
         Menyewa, baik sebelum maupun sesudah transaksi.

                                                   Tabel 4.2-4
                            Proyeksi Neraca Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
                                  (dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
                                        Aktual             2025                    2026                    2027
                                         2024       Sebelum   Sesudah       Sebelum   Sesudah       Sebelum   Sesudah
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                       252.725     231.006     237.760     246.203     259.710     500.011     520.272
Piutang usaha                             39.981      54.074      54.074      65.785      65.785      79.332      79.332
Piutang lain-lain - Pihak ketiga              54          57          57          60          60          63          63
Pajak dibayar dimuka                      40.379      23.630      23.630      24.419      24.419      36.447      36.447
Uang muka                                 34.629      36.361      36.361      38.179      38.179      40.088      40.088
Biaya dibayar dimuka                       1.228       1.290       1.290       1.354       1.354       1.422       1.422
Total Aset Lancar                        368.997     346.418     353.172     376.000     389.507     657.364     677.624

ASET TIDAK LANCAR
Kas di yang dibatasi penggunaanya         288.594     288.594     288.594     288.594     288.594           -           -
Piutang lain-lain                               -           -           -           -           -           -           -
Aset tetap - neto                         505.589     508.117     508.117     510.658     510.658     513.211     513.211
Properti investasi - neto                  80.712      84.748      84.748      88.985      88.985      93.435      93.435
Aset film                                 361.235     379.297     379.297     398.262     398.262     418.175     418.175
Investasi                               1.833.779   1.842.948   1.842.948   1.852.163   1.852.163   1.861.424   1.861.424
Aset lain-lain                             14.714      15.449      15.449      16.222      16.222      17.033      17.033
Total Aset Tidak Lancar                 3.084.624   3.119.154   3.119.154   3.154.884   3.154.884   2.903.278   2.903.278

TOTAL ASET                              3.453.621   3.465.572   3.472.326   3.530.884   3.544.391   3.560.641   3.580.901

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                8.725       9.597       9.597      10.557      10.557      11.612      11.612
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo     79.800      79.800      79.800     159.600     159.600     239.400     239.400
Utang pajak                                4.002       4.791       4.791      16.031      16.031      18.794      18.794
Beban yang masih harus dibayar             1.019       1.070       1.070       1.123       1.123       1.179       1.179
Uang muka penjualan                       28.135      29.542      29.542      31.019      31.019      32.570      32.570
Utang lain-lain - Pihak ketiga            15.357      16.125      16.125      16.931      16.931      17.778      17.778
Total Liabilitas Jangka Pendek           137.038     140.925     140.925     235.261     235.261     321.333     321.333

 LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah
dikurangi                                701.650     621.850     621.850     462.250     462.250     222.850     222.850
 Utang pihak berelasi                          -           -           -           -           -           -           -
 Liabilitas imbalan kerja                  3.259       3.422       3.422       3.593       3.593       3.773       3.773
 Liabilitas pajak tangguhan               22.758      23.896      23.896      25.091      25.091      26.345      26.345
 Total Liabilitas Jangka Panjang         727.667     649.168     649.168     490.934     490.934     252.968     252.968

Total Liabilitas                         864.705     790.093     790.093     726.195     726.195     574.301     574.301

EKUITAS
Modal saham                               989.779   989.779   989.779   989.779   989.779   989.779   989.779
Saham yang diperoleh kembali                    -         -         -         -         -         -         -
Tambahan modal disetor                  1.359.046 1.359.046 1.359.046 1.359.046 1.359.046 1.359.046 1.359.046
Penghasilan komprehensif lain                (245)     (257)     (257)     (270)     (270)     (283)     (283)
Saldo laba                                                          -                   -                   -
  Telah ditentukan penggunaannya           22.100    22.100    22.100    22.100    22.100    22.100    22.100
  Belum ditentukan penggunaannya          218.236   304.812   311.566   434.034   447.541   615.699   635.959
Total Ekuitas                           2.588.916 2.675.480 2.682.233 2.804.689 2.818.196 2.986.340 3.006.600

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS            3.453.621   3.465.572   3.472.326   3.530.884   3.544.391   3.560.641   3.580.901




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                                            41
Page 53
         Proyeksi Neraca
         Jumlah aset proyeksi pada tahun 2025 setelah Rencana Transaksi meningkat sebesar
         Rp6.753 peningkatan diperoleh dari hasil sewa bersih setelah dikurang pajak, dan pada
         tahun 2026 setelah Rencana Transaksi meningkat sebesar Rp13.507 merupakan kumulatif
         hasil sewa bersih 2 tahun sedangkan pada tahun 2027 sebesar Rp20.260 atau merupakan
         kumulatif hasil sewa bersih 3 tahu.

         Jumlah aset Lancar proyeksi pada tahun 2025 setelah Rencana Transaksi meningkat
         sebesar Rp6.753 peningkatan diperoleh dari hasil sewa bersih setelah dikurang pajak, dan
         pada tahun 2026 setelah Rencana Transaksi meningkat sebesar Rp13.507 merupakan
         kumulatif hasil sewa bersih 2 tahun sedangkan pada tahun 2027 sebesar Rp20.260 atau
         merupakan kumulatif hasil sewa bersih 3 tahu.

         Jumlah aset tidak lancar selam periode proyeksi masing-masing setiap tahun tetap sama
         baik sebelum maupun setelah Rencana Transaksi.
         Jumlah liabilitas jangka pendek selama periode proyeksi masing-masing setiap tahun
         sama sebelum maupun setelah Rencana Transaksi.
         Jumlah liabilitas jangka panjang selama periode proyeksi masing-masing setiap tahun
         sama baik sebelum maupun setelah Rencana Transaksi.
         Jumlah ekuitas pada proyeksi tahun 2025 setelah Rencana Transaksi meningkat sebesar
         Rp6.753 peningkatan diperoleh dari hasil sewa bersih setelah dikurang pajak, dan pada
         tahun 2026 setelah Rencana Transaksi meningkat sebesar Rp13.507 merupakan kumulatif
         hasil sewa bersih 2 tahun sedangkan pada tahun 2027 sebesar Rp20.260 atau merupakan
         kumulatif hasil sewa bersih 3 tahu.


                                           Tabel 4.2-5
                  Proyeksi Laba (Rugi) Sebelum dan Sesudah Rencana transaksi
                          (dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
                                        Aktual              2025                    2026                    2027
                                         2024        Sebelum Sesudah         Sebelum Sesudah         Sebelum Sesudah
  PENJUALAN                              433.202      519.843    519.843      623.811    623.811      748.574    748.574
  BEBAN POKOK PENJUALAN                  (155.740)   (192.342)   (192.342)   (230.810)   (230.810)   (276.972)   (276.972)
  % Beban pokok                         -36,0%       -37,0%       -37,0%      -37,0%      -37,0%      -37,0%      -37,0%
  LABA BRUTO                              277.463     327.501      327.501    393.001      393.001    471.601      471.601
  BEBAN USAHA                            (144.389)   (151.608)   (153.919)   (159.189)   (161.499)   (167.148)   (169.459)
  % Beban usaha                         -33,3%       -29,2%       -29,6%      -25,5%      -25,9%      -22,3%      -22,6%
  LABA USAHA                              133.074     175.893      173.582    233.812      231.502    304.453      302.143

  PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
  Penghasilan lain-lain                   22.091       23.196      34.164      24.355      35.324      25.573      36.542
  Beban lain-lain                        (83.899)     (88.093)    (88.093)    (92.498)    (92.498)    (97.123)    (97.123)
  Total Penghasilan (Beban) Lain-lain     (61.808)    (64.898)    (53.929)    (68.143)   (57.174)     (71.550)   (60.581)
  % Penghasilan (Beban) Lain-lain       -14,3%       -12,5%      -10,4%      -10,9%      -9,2%        -9,6%      -8,1%
  LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN)
  PAJAK PENGHASILAN                       71.266      110.995    119.653      165.670    174.328      232.903    241.561
  % Laba sebelum pajak                  16,5%         21,4%      23,0%        26,6%      27,9%        31,1%      32,3%
  MANFAAT (BEBAN) PAJAK
  PENGHASILAN                            (23.630)     (24.419)    (26.324)    (36.447)    (38.352)    (51.239)    (53.144)

  LABAB BERSIH SETELAH PAJAK              47.636       86.576     93.329      129.222    135.976      181.664    188.418
  % Laba bersih setelah pajak           11,0%         16,7%      18,0%        20,7%      21,8%        24,3%      25,2%


Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                                          42
Page 54
       ▪    Pendapatan
            Pendapatan selama periode proyeksi masing-masing setiap tahun sama baik sebelum
            maupun sesudah Rencana Transaksi.
       ▪    Beban Pokok
            Beban pokok selama periode proyeksi masing-masing setiap tahun sama baik sebelum
            maupun sesudah Rencana Transaksi.
       ▪    Beban Usaha
            Beban usaha selama periode proyeksi masing-masing setiap tahun meningkat setelah
            Rencana Transaksi sebesar beban service charge Rp2.311, yang mengakibatkan Laba
            usaha menurun setelah transaksi sebesar Rp2.311.
       ▪    Penghasilan lain-lain
            Penghasilan lain-lain selama periode proyeksi masing-masing setiap tahun meningkat
            setelah Rencana Transaksi sebesar harga sewa ditambah service charge per tahun
            Rp10.969.
       ▪    Laba sebelum pajak
            Laba sebelum pajak selama periode proyeksi masing-masing setiap tahun meningkat
            setelah Rencana Transaksi sebesar harga sewa pertahun Rp8.658.
       ▪    Pajak
            Pajak selama periode proyeksi masing-masing setiap tahun meningkat setelah
            transaksi sebesar 22% dari Rp8.658 atau Rp1.905.
       ▪    Laba (Rugi) bersih
            Laba (Rugi) bersih selama proyeksi masing-masing setiap tahun meningkat setelah
            transaksi sebesar Rp6.753 yaitu laba bersih atas hasil sewa.
       Proyeksi Arus Kas
       Salah satu analisis keuangan yang sangat penting disamping alat keuangan lainnya adalah
       laporan arus kas. Dengan analisis arus kas dapat diketahui darimana dana (kas) diperoleh
       dan untuk apa dana (kas) tersebut digunakan.
       Ada dua metode penyusunan arus kas yaitu metode langsung dan tidak langsung, metode
       langsung dengan cara mengikuti setiap aliran kas, sedangkan metode tidak langsung
       pengaruh semua dari penangguhan penerimaan dan pengeluaran kas di masa lalu dan
       semua akrual dari penerimaan kas dan pengeluaran kas yang diharapkan dimasa yang
       akan datang dihilangkan sehingga sumber dana diperoleh dari laba bersih dengan
       menambahkan pos-pos yang tidak memerlukan pengeluaran kas kembali ke laba bersih
       serta penambahan dan pengurangan kenaikan maupun penurunan modal kerja. Dalam
       laporan ini penyusunan arus kas menggunakan metode tidak langsung.
       ▪    Arus Kas dari Aktivitas Operasi
       Jumlah penerimaan arus kas dari aktivitas operasi masing-masing setiap tahun setelah
       Rencana Transaksi meningkat sebesar Rp6.573
       ▪    Arus Kas dari Aktivitas Investasi
       Jumlah penerimaan arus kas dari aktivitas investasi baik sebelum maupun setelah Rencana
       Transaksi masing-masing setiap tahun sama.
       ▪    Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
       Jumlah penerimaan arus kas dari aktivitas pendanaan baik sebelum maupun setelah
       Rencana Transaksi masing-masing setiap tahun sama.

Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                  43
Page 55
                                                 Tabel 4.2-6
                                             Proyeksi Arus Kas
                              (disajikan dalam jutaan, kecuali dinyatakan lain)
                                                            2025                     2026                     2027
                                                     Sebelum Sesudah          Sebelum Sesudah          Sebelum Sesudah

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                          507.156     518.125      613.578     624.546     736.577     747.546
Pembayaran kepada pemasok, karyawan                   (362.894)   (365.204)    (422.281)   (424.591)   (464.912)   (467.222)
Kas yang diperoleh dari (digunakan untuk)              144.262     152.921      191.297     199.955     271.666     280.324
Pembayaran pajak penghasilan                            (7.670)     (9.574)     (24.801)    (26.706)    (63.267)    (65.172)
Penerimaan (Pengeluaran) kas lainnya dari aktivitas operasi
                                                        16.146      16.146       27.777      27.777      20.542      20.542
Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)             152.738     159.492       194.273    201.026      228.940    235.694
                                   -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI                            -           -            -           -           -           -
Perolehan aset tetap                                    (6.564)     (6.564)      (6.778)     (6.778)     (7.003)     (7.003)
Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)               (6.564)     (6.564)      (6.778)     (6.778)     (7.003)     (7.003)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran bunga dari aktivitas pendanaan          (88.093)        (88.093)     (92.498)    (92.498)    (97.123)    (97.123)
Pembayaran pinjaman bank                           (79.800)        (79.800)     (79.800)    (79.800)   (159.600)   (159.600)
Penarikan (Penempatan) dana yang dibatasi penggunaannya -                             -                 288.594     288.594
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan         (167.893)    (167.893)    (172.298)   (172.298)     31.871     31.871
                                   -
ARUS KAS BERSIH                                       (21.719)    (14.965)       15.197     21.950      253.809    260.562
KAS AWAL                                              252.725     252.725       231.006    237.760      246.203    259.710
KAS AKHIR                                             231.006     237.760       246.203    259.710      500.011    520.272



                                                  Tabel 4.2-7
                                 Rasio Proyeksi Keuangan Sebelum dan Sesudah
                                         Aktual                                P r o y e k s i
                               Tanda                      2025                      2026                     2027
                                         2024
                                                    Sebelum Sesudah           Sebelum Sesudah          Sebelum Sesudah
Liquidity ratio
Rasio Lancar (Current ratio)      x          2,69       2,46        2,51          1,60        1,66        2,05         2,11
Cash ratio                        x          1,84       1,64        1,69          1,05        1,10        1,56         1,62

Leverage
Total debt to equity              x          0,33       0,30        0,29          0,26        0,26        0,19         0,19
Total debt to total asset         x          0,25       0,23        0,23          0,21        0,20        0,16         0,16
Long term debt to equity          x          0,28       0,24        0,24          0,18        0,17        0,08         0,08
Total equity to total asset       x          0,75       0,77        0,77          0,79        0,80        0,84         0,84

Activity ratio
Perputaran total aset             x          0,13      0,15         0,15         0,18         0,18        0,21        0,21
Perputaran piutang                x         10,84      9,61         9,61         9,48         9,48        9,44        9,44
Lama rata-rata piutang           hari       33,69     37,97        37,97        38,49        38,49       38,68       38,68

Profitability ratio
Gross profit margin               %         64,05     63,00        63,00        63,00        63,00       63,00       63,00
Oprating profit margin            %         30,72     33,84        33,39        37,48        37,11       40,67       40,36
Net profit margin                 %         11,00     16,65        17,95        20,71        21,80       24,27       25,17

Rate of return
Return on equity                  %          1,84       3,24        3,48          4,61        4,82        6,08         6,27
Return on Capital                 %          3,87       5,13        5,32          6,42        6,59        8,01         8,16



Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                                              44
Page 56
4.2.3    Analisis Incremental
                                                     Tabel 4.2-9
                                         Neraca Proforma 31 Desember 2024
                                    (dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
                                                 Sebelum            Penyesuaian                 Setelah
                                                 Transaksi      Debit         Kredit           Transaksi
 ASET
 ASET LANCAR
 Kas dan setara kas                                 252.725        32.906        12.646           272.985
 Piutang usaha                                       39.981                                        39.981
 Piutang lain-lain - Pihak ketiga                        54                                            54
 Pajak dibayar dimuka                                40.379                                        40.379
 Uang muka                                           34.629                                        34.629
 Biaya dibayar dimuka                                 1.228                                         1.228
 Total Aset Lancar                                  368.997        32.906        12.646           389.257

 ASET TIDAK LANCAR
 Kas di yang dibatasi penggunaanya                  288.594                                       288.594
 Piutang lain-lain                                                                                      -
 Aset tetap - neto                                   505.589                                      505.589
 Properti investasi - neto                            80.712                                       80.712
 Aset film                                           361.235                                      361.235
 Investasi                                         1.833.779                                    1.833.779
 Aset lain-lain                                       14.714                                       14.714
 Total Aset Tidak Lancar                           3.084.624            -              -        3.084.624

 TOTAL ASET                                        3.453.621       32.906        12.646         3.473.881

 LIABILITAS DAN EKUITAS
 LIABILITAS JANGKA PENDEK
 Utang usaha                                          8.725                                         8.725
 Liabilitas jangka panjang jatuh tempo               79.800                                        79.800
 Utang pajak                                          4.002                                         4.002
 Beban yang masih harus dibayar                       1.019                                         1.019
 Uang muka penjualan                                 28.135                                        28.135
 Utang lain-lain - Pihak ketiga                      15.357                                        15.357
 Total Liabilitas Jangka Pendek                     137.038             -              -          137.038

 LIABILITAS JANGKA PANJANG
 Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi        701.650                                       701.650
 Utang pihak berelasi                                     -                                             -
 Liabilitas imbalan kerja                             3.259                                         3.259
 Liabilitas pajak tangguhan                          22.758                                        22.758
 Total Liabilitas Jangka Panjang                    727.667             -              -          727.667

 Total Liabilitas                                   864.705             -              -          864.705

 EKUITAS
 Modal saham                                        989.779                                       989.779
 Saham yang diperoleh kembali                                                                           -
 Tambahan modal disetor                            1.359.046                                    1.359.046
 Penghasilan komprehensif lain                          (245)                              -          245
 Saldo laba                                                -                                            -
 Telah ditentukan penggunaannya                       22.100                                       22.100
 Belum ditentukan penggunaannya                      218.236       12.646        32.906           238.497
 Total Ekuitas                                     2.588.916       12.646        32.906         2.609.176

 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                      3.453.621       12.646        32.906         3.473.881



Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                                45
Page 57
        Proforma disusun untuk memperlihatkan dampak signifikan Rencana Transaksi jika
        diasumsikan Rencana Transaksi tersebut pada tanggal 31 Desember 2024.

        Dari laporan keuangan proforma di atas dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :

        Neraca
        1.   Jumlah aset naik dari Rp3.453.621 menjadi Rp3.473.881 atau naik 0,6%

        2.   Jumlah aset lancar naik dari Rp368.997 menjadi Rp398.258 atau naik 5,5%, kenaikan
             tersebut diperoleh dari hasil penyewaan ruang kantor.
        3.   Aset tidak lancar tetap Rp3.084.624 tidak ada perubahan.
        4.   Jumlah liabilitas jangka pendek tetap Rp137.038 tidak ada perubahan.
        5.   Jumlah liabilitas jangka panjang tetap Rp727.667 tidak ada perubahan.
        6.   Ekuitas naik dari Rp2.588.916 menjadi Rp2.609.176 atau naik 0,8% kenaikan tersebut
             diperoleh dari laba atas penyewaan ruang kantor.


                                               Tabel 4.2-10
                              Laba Rugi Proforma Periode 31 Desember 2024.
                               (dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
                                            Sebelum            Penyesuaian             Setelah
                                            Transaksi      Debit         Kredit       Transaksi
 PENJUALAN                                     433.202                                    433.202
 BEBAN POKOK PENJUALAN                         (155.740)                                (155.740)
 LABA BRUTO                                     277.463            -              -      277.463

 BEBAN USAHA                                   (144.389)      (6.932)                   (151.321)
 LABA USAHA                                     133.074       (6.932)             -      126.142

 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
 Penghasilan lain-lain                           22.091                     32.906         54.998
 Beban lain-lain                                (83.899)                                  (83.899)

 Total Penghasilan (Beban) Lain-lain            (61.808)           -        32.906        (28.901)

 LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN)
 PAJAK PENGHASILAN                               71.266       (6.932)       32.906        97.241
 MANFAAT (BEBAN) PAJAK
 PENGHASILAN                                    (23.630)      (5.714)                     (29.345)

 LABA BERSIH SETELAH PAJAK                       47.636      (12.646)       32.906        67.896




        Laba (Rugi)

         1. Pendapatan tetap Rp433.202 tidak ada perubahan setelah Rencana Transaksi.
         2. Beban pokok penjualan tetap Rp155.740 tidak ada perubahan setelah Rencana
            Transaksi.


Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                    46
Page 58
        3. Laba bruto tetap sebesar Rp277.463 tidah ada perubahan setelah Rencana Transaksi.
        4. Beban Usaha setelah Rencana Transaksi meningkat dari Rp144.389 menjadi
           Rp151.321 atau naik 4,8%.
        5. Penghasilan lain-lain setelah Rencana Transaksi meningkat dari Rp22.091 menjadi
           Rp54.998 atau naik 149%.

        6. Beban lain-lain tetap Rp83.899 tidak ada perubahan setelah Rencana Transaksi.
        7. Laba sebelum pajak meningkat dari Rp71.266 menjadi Rp97.241 atau naik 36,4%.

        8. Beban Pajak setelah Rencana Transaksi meningkat dari Rp23.630 menjadi Rp29.345
           atau naik 24,2%
        9. Laba Bersih Setelah Pajak setelah Rencana Transaksi meningkat dari Rp47.636
           menjadi Rp67.896 atau naik 42,4%

4.2.4   Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi

        Sesuai dengan Rencana Transaksi Penyewaan Ruang Kantor (Office Space) seluas 3.712,1
        m2 untuk jangka waktu 3 tahun dengan Nilai Rencana Transaksi kepada MDTV Media
        Technologies sebesar Rp9.515.520.000,- dan kepada MDTV Media Televisi sebesar
        Rp16.459.166.400 atau jumlah Rp25.974.686.400 (dua puluh lima miliar sembilan ratus
        tujuh puluh emapt juta enam delapan enam ribu empat ratus rupiah) (Nilai Rencana
        Transaksi), sedangkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Kami (KJPP MWH) berdasarkan
        pendekatan pasar metode perbandingan langsung diperoleh Rp24.219.585.000,- (dua
        puluh empat miliar dua ratus sembilan belas lima ratus delapan puluh lima ribu rupiah),
        maka nilai Rencana Transaksi dengan hasil penilaian selisih 6,8% tidak melebihi 7,5% atas
        bawah, oleh karena itu harga sewa tersebut adalah wajar sebagaimana Peraturan Otoritas
        Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor: 35/POJK.04/2020 tertanggal 25 Mei 2020
        tentang penilaian dan Penyajian Penilaian Bisnis di Pasar Modal Pasal 48.b batas atas dan
        batas bawah pada kisaran nilai tidak boleh melebihi 7,5% (tujuh koma lima persen) dari Nilai
        yang dijadikan acuan kisaran tersebut yang didapatkan berdasarkan perhitungan
        sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (2), maka nilai rencana transaksi adalah wajar.

V.      KESIMPULAN

        Mempertimbangkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan meliputi
        Analisis Rencana Transaksi, Analisis Kualitatif dan Kuantitatif, maka dari segi ekonomis dan
        keuangan menurut pendapat kami adalah wajar bagi Perseroan dan Pemegang saham
        Perseroan, karena memberikan manfaat bagi Perseroan dimana setelah Transaksi akan
        meningkatkan kemampuan Perseroan untuk menghasilkan tambahan pendapatan dan laba
        perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai Perseroan, dengan asumsi-
        asumsi sebagaiman diuraikan didepan.




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                      47
Page 59
                                                                     Lampiran Penilaian Harga Sewa


 Resume Penilaian
 PT, MD Entertainment Tbk
 Unit Office Space
 MD Place Tower 1
 Jl Setiabudi Selatan No.7
 Kelurahan Kuningan, Kecamatan Setiabudi
 Jakarta Selatan

                                               Nilai Sewa   Nilai Sewa     Nilai Sewa     Nilai Sewa Pasar
           Keterangan             Luas M2     Pasar Per M2 Pasar Bulan    Pasar Tahun       Per 3 Tahun
                                                   Rp           Rp             Rp                 Rp

PT MDTV Media Technologies Tbk      944,00        262.049   247.374.256   2.968.491.072     8.905.473.216
PT MDTV Media Televisi            1.623,33        262.049   425.392.003   5.104.704.038    15.314.112.114
 Jumlah                            2.567,33       262.049   672.766.259   8.073.195.110    24.219.585.330




Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk                                                             48
Page 60
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk   49

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.68 MB
Published20 Jun 2025
Pages60
Characters176,206
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 76 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org MD Entertainment Tbk p.1 ×230
linked org PT. MDTV Media Technologies Tbk p.3 ×18
linked org PT. MDTV Media Televisi p.3 ×23
linked person Shania Manoj Punjabi p.23 ×3
linked person Sanjeva Advani p.23 ×3
linked person Dian Adhitama p.23 ×2
linked person Priyadarshi Anand p.23 ×2
linked person Sajan Lachmandas p.23
linked person Theodore Yoon Soung Kim p.23
linked person Bhavin Patel p.23
linked person Richard Antonio p.23
linked person Manoj Dhamoo Punjabi p.24 ×3
linked person Esmal Diansyah p.24
linked org Karya Media p.25
linked org PT Net Mediatama Televisi p.25
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.13
possible person Lie Halim p.24 ×2
possible person Surya Hadiwinata p.24
unresolved org KJPP Munir p.2 ×2
unresolved org Heru & Rekan p.2 ×2
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2 ×3
unresolved person MBA. p.2 ×5
unresolved — STTD p.2 ×2
unresolved — Kualifikasi p.2 ×2
unresolved org PT. MDTV Media Technologies Tbks Nama p.3 ×2
unresolved org Media Technologies Tbk p.3 ×6
unresolved org PT. MDTV Media Televisi Nama p.3 ×2
unresolved org Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk p.3 ×5
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.4 ×7
unresolved org KJPP MWH p.7 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Munir Wisnu Heru & Rekan p.8
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Munir Wisnu Heru p.8
unresolved person Managing Partner Hasan Munir H p.8 ×4
unresolved person Hasan Munir H, MBA., MAPPI (Cert) · Managing Partner p.8
unresolved org PENILAI KJPP Munir Wisnu Heru dan Rekan p.9
unresolved org KJPP Munir Wisnu Heru p.9 ×3
unresolved — KEPI · Penilai p.9
unresolved org Selanjutnya KJPP Munir Wisnu Heru dan Rekan p.9
unresolved person Penilai Hasan Munir p.9
unresolved person Ir. Heru Hendra Martono Izin Penilai Publik p.9
unresolved person Penilai Redian Ferdo p.9
unresolved org PT MD Media p.12 ×5
unresolved person Frans Elsius Muliawan p.12 ×4
unresolved org Menteri Kehakiman Republik p.12 ×4
unresolved org PT. MD Pictures p.12 ×3
unresolved person Tahir Kamili p.12 ×4
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12 ×11
unresolved org MD Ficture Tbk p.12 ×9
unresolved org MD Entertainmnet Tbk p.12 ×4
unresolved org KJPP Munir Wisnu Heru & Rekan p.12
unresolved org Menteri Keuangan p.12
unresolved org Rencana MD Entertainment Tbk p.13
unresolved person Leolin Jayanti · Notaris p.14
unresolved person Tri Firdaus Akbarsyah S.H. p.15
unresolved org Sukimto & Rekan p.15 ×3
unresolved org A. Dengan MDTV Media Technologies Tbk p.20
unresolved org MD Entertaimnet Tbk p.23 ×4
unresolved org PT. MDTV Technologies Tbk p.23 ×2
unresolved org Technologies Tbk p.23 ×2
unresolved org PT. MD Global Investment p.24
unresolved org Net Visi Media Tbk. p.24 ×2
unresolved org PT Putra Insan Permata p.24
unresolved person Hasbullah Abdul Rasyid p.24
unresolved person Jose Dima Satria · Notaris p.24
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.24 ×2
unresolved org PT. Karya Media Investindo p.25
unresolved org PT Televisi Anak Spacetoon p.25
unresolved person Sylvia Irawati p.25
unresolved person Yulia · Notaris p.25
unresolved org PT. MDTV Media Technologi p.25
unresolved org Bank Sentral AS p.27
unresolved org Bank Indonesia p.28 ×23
unresolved org Bank Indonesia. Defisit p.28
unresolved org Kota Nusantara p.31
unresolved org Bank Indonesia Stabilitas p.34

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.273 11292 ms 12 Sep 2026 22:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dampak keuangan terhadap'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'AFFILIATED',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dampak keuangan terhadap',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result