Back to announcement
20250620_FILM_Informasi Transaksi Afiliasi_31897334_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review FILMSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 60
Page 1
Kepada Yth.
PT. MD Entertainment Tbk
MD Place tower 1
Jl. Setiabudi Selatan No. 7
Jakarta 12910
Laporan Pendapat Kewajaran MD Entertainment
Page 2
Jakarta, 20 Juni 2025
No. Lap : 00164/2.0129-00/BS/10/0062/1/VI/2025
Kepada Yth,
Direksi
PT. MD Entertainment Tbk
MD Place Tower 1
Jl. Setiabudi Selatan No. 7
Jakarta 12910
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Penyewaan Ruang Kantor (Office Space)
(Transaksi Afiliasi).
Dengan hormat,
Memenuhi permintaan penugasan dari PT. MD Entertainment (“MD E”) sebagaimana tercantum
dalam proposal kami No. 0121/PP-FO/MWH-0/HM/V/2025 tertanggal 22 Mei 2025 yang telah disetujui
kedua belah pihak tentang Pekerjaan Penilaian Kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana
Penyewaan Ruang Kantor (Office Space), yang mana Rencana Transaksi ini merupakan Transaksi
Afiliasi.
Berdasarkan hasil analisis transaksi, kualitatif dan kuantitatif, maka kami dapat meringkas hasilnya
sebagi berikut:
RINGKASAN PENDAPAT KEWAJARAN
1. Penilaian Kewajaran Transaksi dilakukan oleh:
KJPP Munir, Wisnu, Heru & Rekan sebagai konsultan penilai berdasarkan Izin Usaha Kantor
Jasa Penilai Publik dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 2.15.0129 berdasarkan KMK
479/KM.1/2015 tanggal 3 Juni 2015, memiliki NPWP No. 72.848.905.5-011.000 yang berdomisili
di Jakarta Selatan, Gedung Lina Lantai 3. R.307 Jl. HR. Rasuna Said Kav B.7 Kuningan, Telepon
021-5204352, Fax 021-5204353, dalam hal ini diwakili oleh:
Nama : Hasan Munir H, MBA., MAPPI (Cert)
Izin Penilai : PB-1.008.00062
STTD OJK : STTD.PPB-03/PJ-1/PM.2/2023
Kualifikasi : Properti dan Bisnis
Jabatan : Pemimpin Rekan
Alamat : Gedung Lina, Lt 3 R 307
Jl. HR. Rasuna Said Kav B-7, Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Email : kantor_mwh@kjppmwh.com, Kjpp_mwh@yahoo.com
2. Pemberi Tugas Sekaligus Pengguna Laporan
Nama : PT. MD Entertainment Tbk
Alamat : MD Place Tower. 1
Jl. Setiabudi Selatan No.7
Jakarta Selatan 12910
Telepon : 021-29855777
Email : corporatesecretary@mdentertainment.com
Bidang usaha : Perfiliman
Page 3
3. Pengguna Laporan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga negara yang dibentuk berdasarkan Undang-
undang Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan
pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan.
Sektor ini melingkupi perbankan, pasar modal, dan jasa keuangan non-bank seperti asuransi,
dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya
4. Obyek Analisis Pendapat Kewajaran
Obyek analisis pendapat kewajaran adalah Rencana MD Entertainment untuk melakukan
penyewaan ruang kantor (Office Soace) MD Place Tower 1, Jl. Setiabudi Selatan No.7, Jakarta
Selatan 12910.
5. Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah yang Menyewakan dan penyewa
sebagaimana diuraikan sebagai berikut:
5.1. PT. MD Entertainment Tbk
Nama : PT. MD Entertainment Tbk
Alamat : MD Place Tower 1, 8th Floor
Jl. Setiabudi Selatan No.7
Jakarta 12910
Telepon : 021-29855777
Email : corporatesecretary@mdentertainment.com
Bidang usaha : Studio Perfiliman
5.2. PT. MDTV Media Technologies Tbks
Nama : PT. MDTV Media Technologies Tbk
Alamat : MD Place Tower 1, 2 nd Floor
Jl. Setiabudi Selatan No.7
Jakarta 12910
Email : corporatesecretary@mdtelevision.com
Bidang usaha : Konsultan Manajemen
5.3. PT. MDTV Media Televisi
Nama : PT. MDTV Media Televisi
Alamat : MD Place Tower 1, 3 rd Floor
Jl. Setiabudi Selatan No.7
Jakarta 12910
Email : MDTV.Jakarta@mdentertainment.com
Bidang usaha : Penyiaran Televisi
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk ii
Page 4
6. Tanggal Penilaian
Sesuai dengan surat penugasan yang kami terima analisis dilakukan untuk tanggal 31 Desember
2025 oleh karenanya paramameter yang dilakukan adalah berdasarkan tanggal tersebut.
7. Sifat Rencana Transaksi
Transaksi Afiliasi
Rencana Sewa Menyewa Ruang Kantor (Office Space) MD Place Tower 1 merupakan Transaksi
Afiliasi.
Transaksi Material
Dengan Nilai rencana Transaksi kepada MDTV Media Technologies sebesar Rp9.515.520.000,-
dan kepada MDTV Media Televisi sebesar Rp16.459.166.400 atau jumlah Rp25.974.686.400
(dua puluh lima miliar sembilan ratus tujuh puluh empat juta enam ratus delapan puluh enam ribu
empat ratus rupiah) maka perlu dilakukan uji materialitas yaitu membandingkan Nilai Rencana
Transaksi dengan Ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan pada tanggal
31 Desember 2024, yaitu Rp2.588.915.980.545,- (dua triliun lima ratus delapan puluh delapan
miliar sembilan ratus lima belas juta sembilan ratus delapan puluh ribu lima ratus empat puluh
lima rupia) diperoleh 1,0%, maka persentase materialitas Nilai Rencana Transaksi terhadap
ekuitas Perseroan kurang dari 20%. Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia No.17/POJK.04/2020 rencana transaksis tersebut adalah bukan transaksi material.
8. Tujuan Penilaian
Laporan ini disusun untuk memberikan Pendapat Kewajaran (fairness opinion) atas Rencana
Menyewakan Ruang Kantor (Office Space) MD Place Tower 1, yang merupakan Transaksi
Afiliasi.
9. Kondisi dan Asumsi
a. Laporan ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya untuk
mengetahui kewajaran transaksi.
b. Laporan ini bukan merupakan suatu rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui atau tidak menyetujui rencana transaksi tersebut atau untuk melakukan
tindakan lainnya dalam kaitan dengan rencana penjulan Hotel Pullman. Laporan ini harus
dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa
mempertimbangkan isi laporan secara keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Kami mengasumsikan
bahwa dari tanggal penerbitan laporan ini sampai dengan tanggal pelaksanaan rencana
transaksi tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-
asumsi yang digunakan dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran.
c. Penugasan kami untuk mengeluarkan Laporan Pendapat Kewajaran telah sesuai dengan
ruang lingkup pekerjaan kami. Penilaian dan analisis kewajaran disusun berdasarkan
kondisi umum keuangan, perekonomian serta peraturan-peraturan pemerintah pada
tanggal penilaian dan pendapat kewajaran ini diterbitkan. Penilai tidak memprediksikan
adanya perubahan ekonomi yang signifikan yang dapat mempengaruhi Perseroan, pasar
maupun industri secara tidak terduga, oleh karenanya kami tidak bertanggung jawab untuk
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk iii
Page 5
memutakhirkan atau melengkapi laporan kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan.
d. Laporan dibentuk berdasarkan hasil penelaahan atas data dan informasi yang kami
peroleh dari manajemen termasuk namun tidak terbatas pada informasi keuangan
Perseroan terutama dari Laporan Keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021, 2022, 2023 dan 2024 yang diaudit oleh KAP, proyeksi keuangan dan informasi
lainnya yang berkaitan dengan rencana transaksi. Semua data dan informasi yang
berpotensi membebani Perseroan secara signifikan di masa yang akan datang telah
disampaikan oleh Manajemen dan bahwa data dan informasi yang diperoleh adalah benar,
cukup memadai dan dapat dipercaya keakuratannya.
e. Penilai tidak melakukan audit atau penelitian atas keabsahan rencana transaksi dari segi
hukum dan implikasi aspek perpajakan dari rencana transaksi tersebut. Proyeksi keuangan
yang dipergunakan sebagai dasar penilaian adalah proyeksi keuangan yang dipersiapkan
oleh manajemen yang telah disesuaikan oleh Penilai untuk mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), dengan asumsi
bahwa semua kondisi dan kewajiban dari semua pihak yang terlibat dalam rencana
transaksi terpenuhi, termasuk persyaratan-persyaratan dalam draft perjanjian. Dalam
memberikan pendapat kewajaran ini kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk
bertindak secara obyektif dan independen serta tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
pihak-pihak lain yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Laporan ini tidak
dimaksudkan untuk memberikan keuntungan atau kerugian kepada pihak manapun.
f. Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi
lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak
yang terlibat dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi telah dilaksanakan seperti
yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan
informasi mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh Manajemen Perseroan.
g. Laporan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional perusahaan dan bersifat non-disclaimer opinion. Penilai
bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan. Penilai
karenanya juga bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan akhir.
h. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran ini sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini.
10. Metodologi Penilaian
a. Analisis Transaksi: Melakukan identifikasi dan hubungan antar pihak yang bertransaksi,
Perjanjian dan Persyaratan yang disepakati dalam transaksi, dan Penilaian atas risiko dan
manfaat dari transaksi yang akan dilakukan.
Analisis terhadap profil para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi antara lain
berupa riwayat singkat perusahaan, dan sifat kegiatan usaha, analisis industri analisis
operasional, alasan dilakukannya transaksi, keuntungan dan kerugian yang bersifat
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk iv
Page 6
kualitatif atas transaksi yang akan dilakukan, termasuk analisis terhadap draft perjanjian
Rencana Transaksi.
b. Analisis Kualitatif: Melakukan analisis terhadap profil para pihak yang terlibat dalam
Rencana Transaksi antara lain berupa riwayat singkat Perseroan, dan sifat kegiatan usaha,
analisis industri, analisis operasional, alasan dilakukannya transaksi, keuntungan dan
kerugian yang bersifat kualitatif atas transaksi yang akan dilakukan, termasuk analisis
terhadap draft perjanjian Rencana Transaksi.
c. Analisis Kuantitatif: Melakukan analisis kinerja historis dan proyeksi Keuangan para pihak
yang terlibat dalam Rencana Transaksi (historical performance analysis), Analisis Rasio
Keuangan, penilaian atas Proyeksi Keuangan baik sebelum maupun sesudah Rencana
Transaksi, Analisis Proforma laporan posisi keuangan konsolidasian dan proforma laporan
laba/rugi komprehensif konsolidasian.
11. Analisis Manfaat dan Risiko Transaksi
Manfaat Transaksi Bagi Perusahaan
Transaksi sewa kantor MDTV ke MD Place memberikan berbagai manfaat strategis bagi
perusahaan, baik dari segi efisiensi operasional maupun penguatan citra perusahaan. Dengan
berlokasi di MD Place yang dimiliki oleh MD Entertainment, MDTV mendapatkan akses ke
fasilitas premium dan lingkungan bisnis yang lebih eksklusif, meningkatkan daya tarik bagi klien
dan mitra strategis.
Dari perspektif kepemilikan, MD Entertainment sebagai pemilik MD Place mendapatkan manfaat
dari pemanfaatan ruang yang lebih optimal, sekaligus memperkuat sinergi antara entitas dalam
ekosistem bisnis MD Group. Dengan demikian, transaksi ini tidak hanya memberikan keuntungan
bagi MDTV, tetapi juga bagi MD Entertainment dalam mengelola asetnya secara strategis.
Manfaat Rencana Transaksi Bagi Pemerintah
Atas Rencana Transaksi tersebut akan dikenakan pajak baik Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
maupun Pajak Penghasilan (PPH) yang menjadi pemasukan bagi Pemerintah.
Risiko Transaksi
Setiap transaksi bisnis mempunyai risiko. Risiko utama yang mungkin dihadapi Perseroan adalah
tidak berjalannya rencana bisnis karena berbagai faktor seperti menurunnya penjualan atau
inflasi yang mengakibatkan berkurangnya daya beli.
Sebagai penyewa, MDTV harus memastikan bahwa arus kas perusahaan mampu memenuhi
kewajiban pembayaran sewa secara berkala. Jika likuiditas menurun akibat penurunan
pendapatan atau biaya operasional yang meningkat, pembayaran sewa dapat menjadi beban
yang signifikan dan mempengaruhi stabilitas keuangan perusahaan.
12. Dampak Rencana Transaksi Atas Keuangan Perseroan
Berdasarkan analisis Proforma Laporan Keuangan Perseroan per tanggal 30 September 2024
yang disiapkan oleh manajemen Perseroan, Rencana Transaksi mengakibatkan antara lain
sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk v
Page 7
Neraca
a. Jumlah aset naik dari Rp3.453.621 menjadi Rp3.473.881 atau naik 0,6%
b. Jumlah aset lancar naik dari Rp368.997 menjadi Rp398.258 atau naik 5,5%, kenaikan
tersebut diperoleh dari hasil penyewaan ruang kantor.
c. Aset tidak lancar tetap Rp3.084.624 tidak ada perubahan.
d. Jumlah liabilitas jangka pendek tetap Rp137.038 tidak ada perubahan.
e. Jumlah liabilitas jangka panjang tetap Rp727.667 tidak ada perubahan.
f. Ekuitas naik dari Rp2.588.916 menjadi Rp2.609.176 atau naik 0,8% kenaikan tersebut
diperoleh dari laba atas penyewaan ruang kantor.
Laba (Rugi)
a. Pendapatan tetap Rp433.202 tidak ada perubahan setelah Rencana Transaksi.
b. Beban pokok penjualan tetap Rp155.740 tidak ada perubahan setelah Rencana Transaksi.
c. Laba bruto tetap sebesar Rp277.463 tidah ada perubahan setelah Rencana Transaksi.
d. Beban Usaha setelah Rencana Transaksi meningkat dari Rp144.389 menjadi Rp151.321
atau naik 4,8%.
e. Penghasilan lain-lain setelah Rencana Transaksi meningkat dari Rp22.091 menjadi
Rp54.998 atau naik 149%.
f. Beban lain-lain tetap Rp83.899 tidak ada perubahan setelah Rencana Transaksi.
g. Laba sebelum pajak meningkat dari Rp71.266 menjadi Rp97.241 atau naik 36,4%.
h. Beban Pajak setelah Rencana Transaksi meningkat dari Rp23.630 menjadi Rp29.345 atau
naik 24,2%
i. Laba Bersih Setelah Pajak setelah Rencana Transaksi meningkat dari Rp47.636 menjadi
Rp67.896 atau naik 42,4%
13. Uji Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Sesuai dengan Rencana Transaksi Penyewaan Ruang Kantor (Office Space) seluas 3.712,1 m2
untuk jangka waktu 3 tahun dengan Nilai Rencana Transaksi kepada MDTV Media Technologies
sebesar Rp9.515.520.000,- dan kepada MDTV Media Televisi sebesar Rp16.459.166.400 atau
jumlah Rp25.974.686.400 (dua puluh lima miliar sembilan ratus tujuh puluh empat juta enam ratus
delapan puluh enam ribu empat ratus rupiah) (Nilai Rencana Transaksi), sedangkan hasil
penilaian yang dilakukan oleh Kami (KJPP MWH) berdasarkan pendekatan pasar metode
perbandingan langsung diperoleh Rp24.219.585.330,- (dua puluh empat miliar dua ratus
sembilan belas juta lima ratus delapan puluh lima ribua tiga ratus tuga puluh rupiah), maka nilai
Rencana Transaksi dengan hasil penilaian selisih 6,8% tidak melebihi 7,5% atas bawah, oleh
karena itu harga sewa tersebut adalah wajar sebagaimana Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia Nomor: 35/POJK.04/2020 tertanggal 25 Mei 2020 tentang penilaian dan
Penyajian Penilaian Bisnis di Pasar Modal Pasal 48.b batas atas dan batas bawah pada kisaran
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk vi
Page 8
nilai tidak boleh melebihi 7,5% (tujuh koma lima persen) dari Nilai yang dijadikan acuan kisaran
tersebut yang didapatkan berdasarkan perhitungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat
(2), maka nilai rencana transaksi adalah wajar.
16. Kesimpulan Pendapat Kewajaran
Mempertimbangkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan meliputi Analisis
Rencana Transaksi, Analisis Kualitatif dan Kuantitatif, maka dari segi ekonomis dan keuangan
menurut pendapat kami adalah wajar bagi Perseroan dan Pemegang saham Perseroan, karena
memberikan manfaat bagi Perseroan dimana setelah Transaksi akan meningkatkan kemampuan
Perseroan untuk menghasilkan tambahan pendapatan dan laba perusahaan yang pada akhirnya
akan meningkatkan nilai Perseroan, dengan asumsi-asumsi sebagaiman diuraikan didepan.
Laporan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan dan bersifat non-disclaimer opinion. Penilai karenanya juga
bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan pendapat akhir.
Laporan ini dipersiapkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Munir Wisnu Heru & Rekan dengan Managing
Partner Hasan Munir H, MBA, MAPPI (Cert).
Hormat Kami,
Hasan Munir H, MBA., MAPPI (Cert)
Managing Partner
Izin Penilai Publik : No. PB-1.08.00062
OJK: STTD.PPB-03/PJ-1/PM.2023
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilai Properti & Bisnis
Anggota MAPPI : No. 88-S-00132
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk vii
Page 9
PERNYATAAN PENILAI
KJPP Munir Wisnu Heru dan Rekan dengan ini menyatakan bahwa :
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam Laporan Penilaian ini adalah benar sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai;
2. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap obyek-obyek yang dinilai;.
3. Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai (KEPI) dan Standar Penilai
Indonesia (SPI) VII 2018 dan Peraturan POJK.35/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Usaha di Pasar Modal;
4. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah;
5. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha yang dinilai;
6. Dalam melakukan penilaian ini kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk bertindak secara
obyektif dan independen serta tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak lain yang
terafiliasi dengan perusahaan tersebut;
7. Penilai bertanggung jawab atas laporan penilaian usaha ini;
8. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap obyek penilaian pada tanggal Penilaian
(Cut Off Date);
9. Analisis telah dilakukan untuk tujuan penilaian yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian;
10. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang -
undangan yang berlaku.
11. Telah dilakukan Inspeksi terhadap obyek penilaian;
12. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
kesimpulan Nilai;
13. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisa telah diungkapkan;
14. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
15. Keseluruhan data dan Informasi yang diungkapkan dalam laporan dapat dipertanggungjawabkan;
16. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Usaha;
17. Besaran imbalan jasa penilai tidak tergantung pada hasil penilaian.
Selanjutnya KJPP Munir Wisnu Heru dan Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan
dalam penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
penilaian yang baik.
Para Penilai :
NAMA
Penanggung jawab/Penilai
Hasan Munir, MBA., MAPPI (Cert)
Izin Penilai Publik No. PB - 1.08.00062 .....................................
OJK: STTD.PPB-03/PJ-1/PM.02/2023
Anggota MAPPI No. 88 - S - 00132
Ir. Heru Hendra Martono
Izin Penilai Publik : No. P-1.08.00050
Anggota MAPPI No : 89-S-00143 ……………………………
Penilai
Redian Ferdo, MBA
RMK:2017-00987 ………………………….
Anggota MAPPI No : 14-P-05380
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk viii
Page 10
DAFTAR ISI
Surat Pengantar i
Pernyataan Penilai ix
Daftar Isi x
I. PENDAHULUAN 1
1.1 Identifikasi Status Penilai 1
1.2 Pemberi Tugas 2
1.3 Pengguna Laporan 2
1.4 Maksud dan Tujuan Penilaian 2
1.5 Obyek Analisis Pendapat Kewajaran 2
1.6 Jenis Mata Uang 2
1.7 Dasar Nilai 2
1.8 Rauang Lingkup Penugasan 2
1.9 Tanggal Penilaian 3
1.10 Tingkat Kedalaman Investigasi 3
1.11 Sifat Penugasan 3
1.12 Pengumpulan Data 3
1.13 Sumber Informasi 3
1.14 Kondisi dan Asumsi 4
1.15 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian 5
II METODOLOGI PENILAIAN KEWAJARAN TRANSAKSI 6
2.1 Analisis Transaksi 6
2.2 Analisis Kualitatif 6
2.3 Analisis Kuantitatif 6
III ANALISIS TRANSAKSI 7
3.1 Latar Belakang 7
3.2 Nilai Rencana Transaksi 7
3.3 Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi 7
3.4 Hubungan Antara Piah-Pihak Yang Bertransaksi 8
3.5 Sifat Rencana Transaksi 9
3.6 Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Disepakati Para Pihak 9
3.7 Pertimbangan dan alasan dilakukannya transaksi dengan pihak terafiliasi 10
3.8 Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi 10
IV ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF 12
4.1 Analisis Kualitatif 12
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk x
Page 11
4.1.1 Riwayat Singkat Pihak-Pihak Yang Bertransaksi 12
4.1.2 Analisis Ekonomi dan Industri 15
4.2 Analisis Kuantitatif 33
4.2.1 Penilaian Kinerja Historis 33
4.2.2 Penilaian Proyeksi Keuangan Tanpa dan Dengan Transaksi 41
4.2.3 Analisis Incremental Melalui Rasio-rasio Proyeksi Keuangan 45
4.2.4 Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi 47
V. KESIMPULAN 47
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk xi
Page 12
I PENDAHULUAN
Perusahaan didirikan di Republik Indonesia dengan nama PT MD Media berdasarkan Akta
Notaris No. 5 tanggal 1 Agustus 2002 dari Frans Elsius Muliawan, S.H., Notaris di Jakarta.
Akta pendirian telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik indonesia
melalui Surat Keputusan No. C-17650.HT.01.01.TH.2002 tanggal 13 September 2002.
Nama Perusahaan diubah menjadi PT. MD Pictures berdasarkan Akta Notaris No. 3 tanggal
3 April 2009 oleh Tahir Kamili, SH., M.H., K.Kn., dan telah mendapatkan pengesahan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.
AHU-18508.AH.01.02. Tahun 2009 tanggal 6 Mei 2009.
Berdasarkan Akta No. 4 tanggal 10 Juli 2024 nama perusahaan diubah dari PT. MD Ficture
Tbk menjadi MD Entertainmnet Tbk yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.AHU-0043005.AH.01.02.Tahun 2024
tanggal 16 Juli 2024.
Perusahaan bergerak dalam bidang perfiliman yang kegiatan usahanya meliputi
menjalankan kegiatan pembuatan/memproduksi film dan video, melakukan kegiatan
perdagangan film dan video, peredaran produksi film dan video, menjadi ages, distributor,
leveransir dan supplier film dan video dari perusahaan lain.
MD Entertainment Tbk bermaksud untuk melakukan penyewaan ruang kantor miliknya, yang
mana Rencana Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi, oleh karena itu diperlukan
Pendapat Kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi tersebut.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, MD Entertainment berdasarkan proposal
No. 121/PP-FO/MWH-00/HM/V/2025 tertanggal 22 Mei 2025 telah menugaskan KJPP
Munir Wisnu Heru & Rekan (“MWH”) sebagai Kantor Jasa Penilai Publik yang telah
memperoleh Izin Usaha dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 2.15.0129
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 479/KM.1/2015 tanggal 3 Juni 2015,
NPWP No. 72.848.905.5-011.000 dan juga sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal
berdasarkan Surat OJK No. S-564/PM.223/2015 tanggal 7 Juli 2015, dengan ketentuan
sebagai berikut:
1.1 Identifikasi Status Penilai – (SPI 103-5.3.1.1/2013)
KJPP Munir, Wisnu, Heru & Rekan sebagai konsultan penilai berdasarkan Izin Usaha Kantor
Jasa Penilai Publik dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 2.15.0129 sesuai KMK
479/KM.1/2015 tanggal 3 Juni 2015, NPWP No. 72.848.905.5-011.000 yang berdomisili di
Jakarta Selatan, Gedung Lina Lantai 3. R.307 Jl. HR. Rasuna Said Kav B.7 Kuningan,
Telepon 021-5204352, Fax 021-5204353, dalam hal ini diwakili oleh:
Nama : Hasan Munir H, MBA., MAPPI (Cert)
Izin Penilai : PB-1.008.00062
STTD OJK : STTD.PPB-03/PJ-1/PM.2/2023
Kualifikasi : Properti dan Bisnis
Jabatan : Pemimpin Rekan
Alamat : Gedung Lina, Lt 3 R 307
Jl. HR. Rasuna Said Kav B-7, Kuningan
Jakarta Selatan 12920
Email : Kjpp_mwh@yahoo.com, kantor_mwh@kjppmwh.com
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 1
Page 13
Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian atas objek dimaksud, tidak memiliki
benturan kepentingan dengan pemberi tugas dan atau objek penilaian, objektif dan tidak
memihak dalam memberikan opini penilaian.
1.2 Pemberi Tugas Sekaligus Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan sekaligus pengguna laporan adalah:
Nama : PT. MD Entertainment Tbk
Alamat : MD Place Tower 1, 8th Floor
Jl. Setiabudi Selatan No.7
Jakarta 12910
Bidang usaha : Perfiliman
1.3 Pengguna Laporan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga negara yang dibentuk berdasarkan
Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem
pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam
sektor jasa keuangan. Sektor ini melingkupi perbankan, pasar modal, dan jasa keuangan
non-bank seperti asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa
keuangan lainnya
1.4 Maksud dan Tujuan Penilaian
Laporan ini disusun untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) atas
rencana penyewaan ruang kantor milik MD Entertainment Tbk. Yang mana rencana ini
merupakan Transaksi Afiliasi.
1.5 Obyek Analisis Pendapat Kewajaran
Obyek analisis pendapat kewajaran adalah Rencana MD Entertainment Tbk untuk
melakukan Penyewaan ruang kantor miliknya kepada perusahaan Afiliasi.
1.6 Jenis Mata Uang Yang Digunakan
Mata uang yang digunakan dalam penilaian ini adalah Mata Uang Negara Republik
Indonesia Rupiah (Rp).
1.7 Dasar Nilai
Sesuai dengan maksud dan tujuan sebagaimana tersebut di atas, maka dasar penilaian
yang digunakan adalah Nilai Pasar.
1.8 Ruang Lingkup Penugasan
1. Melakukan analisis: besaran dari obyek transaksi, dampak keuangan terhadap
kepentingan perusahaan dan pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen
perusahaan terhadap kepentingan pemegang saham.
2. Melakukan analisis kualitatif tentang: riwayat perusahaan dan sifat kegiatan usaha,
analisis industri dan bisnis, analisis operasional dan prospek perusahaan, analisis latar
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 2
Page 14
belakang manajemen untuk melakukan transaksi, keuntungan dan kerugian yang
bersifat kualitatif.
3. Melakukan analisis kuantitatif antara lain penilaian atas potensi pendapatan, aset,
kewajiban dan kondisi keuangan perusahaan, termasuk penilaian kinerja historis,
penilaian atas proyeksi keuangan analisis rasio keuangan, analisis keuangan baik
sebelum maupun setelah transaksi.
1.9 Tanggal Penilaian
Analisis Kewajaran ini dilakukan untuk tanggal 31 Desember 2024, dan oleh karenanya
parameter untuk melakukan analisis menggunakan data Laporan Keuangan per 31
Desember 2024.
1.10 Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada pembatasan dalam melakukan inspeksi,
penelaahan, verifikasi, penghitungan dan analisis. MWH telah melakukan wawancara
dengan yang mewakili manajemen MD Entertainment Tbk.
1.11 Sifat Penugasan
Penugasan pekerjaan ini bersifat independen.
1.12 Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam rangka pemberian pendapatan kewajaran Rencana Transaksi
dilakukan pada periode 26 Mei - 15 Juni 2025.
1.13 Sumber Informasi
Inspeksi terhadap penilaian telah dilakukan termasuk melakukan wawancara dengan
Manajemen untuk kelengkapan data dan informasi. Hasil pemeriksaan Dokumen Hukum yang
relevan dan dokumen yang diperoleh serta informasi keuangan. Kami menerima copy
dokumen-dokumen hukum milik perusahaan obyek penilaian, namun kami tidak melakukan
pengecekan keabsahan dari dokumen hukum tersebut.
▪ Akta Notaris No. 5 tanggal 1 Agustus 2002 dari Frans Elsius Muliawan, S.H., Notaris di
Jakarta, tentang pendirian perseroan terbatas PT. MD Media, akta tersebut telah
mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik indonesia melalui Surat
Keputusan No. C-17650.HT.01.01.TH.2002 tanggal 13 September 2002;
▪ Akta Notaris No. 3 tanggal 3 April 2009 oleh Tahir Kamili, SH., M.H., K.Kn., tentang
perubahan nama dari PT. MD Media menjadi PT. MD Ficture, akta tersebut telah
mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-18508.AH.01.02. Tahun 2009 tanggal 6
Mei 2009;
▪ Akta No. 70 tertanggal 13 April 2018 dibuat oleh Leolin Jayanti, S.H., M.Kn., Notaris di
Jakarta, tentang perubahan status Perusahaan dari Perusahaan Tertutup menjadi
Perusahaan Terbuka, akta tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
0008393.AH.01.02. Tahun 2018 tanggal 13 April 2018;
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 3
Page 15
▪ Akta No. 04 tanggal 10 Juli 2024 dibuat oleh Tri Firdaus Akbarsyah S.H., M.H., notaris
di Jakarta, tentang perubahan nama perusahaan dari PT. MD Ficture Tbk menjadi MD
Entertainmnet Tbk yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia No.AHU-0043005.AH.01.02.Tahun 2024 tanggal 16
Juli 2024;
▪ Laporan Keuangan per tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Jamaluddin, Ardi, Sukimto & Rekan dengan opini wajar dalam semua
hal yang material, dengan nomor laporan 00032/2.0927/AU.1/05/1317-1/1/III/2023,
tanggal 30 Maret 2023;
▪ Laporan Keuangan per tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Jamaluddin, Ardi, Sukimto & Rekan dengan opini wajar dalam semua
hal yang material, dengan nomor laporan 00022/2.0927/AU.1/05/1317-1/1/III/2024,
tanggal 27 Maret 2024;
▪ Laporan Keuangan per tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Jamaluddin, Ardi, Sukimto & Rekan dengan opini wajar dalam semua
hal yang material, dengan nomor laporan 00079/2.0927/AU.1/05/1317-2/1/III/2025,
tanggal 27 Maret 2025;
▪ Proyeksi Keuangan Perseroan tanpa dan dengan dilakukannya transaksi yang disusun
oleh manajemen dan kami telah melakukan review atas proyeksi tersebut;
▪ Tinjauan terhadap kondisi fundamental perusahaan, yang menyangkut sejarah singkat
perusahaan, struktur modal dan susunan pengurus, struktur organisasi, informasi
jumlah karyawan, deskripsi bidang usaha dan produk/jasa yang dihasilkan.
▪ Perjanjian Sewa Menyewa.
▪ Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, kondisi pasar dan
lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan hasil analisis lain dari pihak
independen yang kami anggap relevan.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua data dan informasi yang diberikan atau yang tersedia secara
umum. Kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.
Kami tidak melakukan audit. Jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan
dengan kewajaran Rencana Transaksi adalah berdasarkan data dan informasi tersebut
diatas, dan bukan jasa audit.
1.14 Kondisi dan Asumsi
Laporan ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
pemberian Pendapat Kewajaran sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 Penilaian Dan Penyajian Laporan Penilaian
Usaha di Pasar Modal, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
42/POJK.04/2020 Transaksi Afiliasi Dan Transaksi Benturan Kepentingan, Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 Transaksi Material
Dan Perubahan Kegiatan Usaha atas Rencana Transaksi Afiliasi yang akan dilakukan
Perseroan dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 4
Page 16
Laporan ini bukan merupakan suatu rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui atau tidak menyetujui rencana transaksi tersebut atau untuk melakukan tindakan
lainnya dalam kaitan dengan rencana penjualan aset berupa Hotel Pullman. Laporan ini
harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis dan informasi
tanpa mempertimbangkan isi laporan secara keseluruhan dapat menyebabkan pandangan
yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Kami
mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan laporan ini sampai dengan tanggal
pelaksanaan rencana transaksi tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material
terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran.
Penugasan kami untuk mengeluarkan Laporan Pendapat Kewajaran telah sesuai dengan
ruang lingkup pekerjaan kami. Penilaian dan analisis kewajaran disusun berdasarkan
kondisi umum keuangan, perekonomian serta peraturan-peraturan pemerintah pada tanggal
penilaian dan pendapat kewajaran ini diterbitkan. Penilai tidak memprediksikan adanya
perubahan ekonomi yang signifikan yang dapat mempengaruhi Perseroan, pasar maupun
industri secara tidak terduga, oleh karenanya kami tidak bertanggung jawab untuk
memutakhirkan atau melengkapi laporan kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan.
Laporan dibentuk berdasarkan hasil penelaahan atas data dan informasi yang kami peroleh
dari manajemen termasuk namun tidak terbatas pada informasi keuangan Perseroan
terutama dari Laporan Keuangan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, 2022,
2023 dan 2024 yang diaudit oleh KAP, proyeksi keuangan dan informasi lainnya yang
berkaitan dengan rencana transaksi. Semua data dan informasi yang berpotensi
membebani Perseroan secara signifikan di masa yang akan datang telah disampaikan oleh
Manajemen dan bahwa data dan informasi yang diperoleh adalah benar, cukup memadai
dan dapat dipercaya keakuratannya.
Penilai tidak melakukan audit atau penelitian atas keabsahan rencana transaksi dari segi
hukum dan implikasi aspek perpajakan dari rencana transaksi tersebut. Proyeksi keuangan
yang dipergunakan sebagai dasar penilaian adalah proyeksi keuangan yang dipersiapkan
oleh manajemen yang telah disesuaikan oleh Penilai untuk mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), dengan asumsi
bahwa semua kondisi dan kewajiban dari semua pihak yang terlibat dalam rencana transaksi
terpenuhi, termasuk persyaratan-persyaratan dalam draft perjanjian. Dalam memberikan
pendapat kewajaran ini kami telah berusaha semaksimal mungkin untuk bertindak secara
obyektif dan independen serta tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak lain
yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut. Laporan ini tidak dimaksudkan untuk
memberikan keuntungan atau kerugian kepada pihak manapun.
Laporan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional perusahaan dan bersifat non-disclaimer opinion. Penilai
bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan. Penilai
karenanya juga bertanggung jawab atas laporan penilaian dan kesimpulan akhir.
1.15 Kejadian Setelah Tanggal Penilaian
Tidak ada kejadian penting setelah tanggal penilaian.
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 5
Page 17
II METODOLOGI PENILAIAN KEWAJARAN TRANSAKSI
2.1 ANALISA TRANSAKSI
Melakukan identifikasi dan hubungan antar pihak yang bertransaksi, Perjanjian dan
persyaratan yang disepakati dalam transaksi, dan penilaian atas risiko dan manfaat dari
transaksi yang akan dilakukan.
2.2 ANALISA KUALITATIF
Analisa kualitatif, yaitu analisa terhadap profil para pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi antara lain berupa riwayat singkat perusahaan, dan sifat kegiatan usaha, analisis
industri analisis operasional, alasan dilakukannya transaksi, keuntungan dan kerugian yang
bersifat kualitatif atas transaksi yang akan dilakukan, termasuk analisis terhadap draft
perjanjian Rencana Transaksi.
2.3 ANALISA KUANTITATIF
Melakukan analisis kinerja historis para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi
(historical performance analysis), analisis rasio keuangan, penilaian atas proyeksi keuangan
baik sebelum maupun sesudah Rencana Transaksi, analisis kemampuan perusahaan atau
penerima jaminan untuk melunasi transaksi pinjam meminjam sampai jatuh tempo. Nilai
tambah dari Rencana Transaksi (incremental analysis), proforma laporan posisi keuangan
konsolidasian dan proforma laporan laba/rugi komprehensif konsolidasian, analisis dampak
pada keuangan beberapa indikator keuangan seperti likuiditas, profitabilitas dan lain-lain
setelah transaksi dilakukan.
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 6
Page 18
III ANALISA TRANSAKSI
3.1 Latar Belakang
PT MD Media berdasarkan Akta Notaris No. 5 tanggal 1 Agustus 2002 dari Frans Elsius
Muliawan, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian telah mendapatkan pengesahan dari
Menteri Kehakiman Republik indonesia melalui Surat Keputusan No. C-
17650.HT.01.01.TH.2002 tanggal 13 September 2002. Nama Perusahaan diubah menjadi
PT. MD Pictures berdasarkan Akta Notaris No. 3 tanggal 3 April 2009 oleh Tahir Kamili,
SH., M.H., K.Kn., dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-18508.AH.01.02. Tahun
2009 tanggal 6 Mei 2009.
Berdasarkan Akta No. 4 tanggal 10 Juli 2024 nama perusahaan diubah dari PT. MD Ficture
Tbk menjadi MD Entertainmnet Tbk yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.AHU-0043005.AH.01.02.Tahun 2024
tanggal 16 Juli 2024.
Perusahaan bergerak dalam bidang perfiliman yang kegiatan usahanya meliputi
menjalankan kegiatan pembuatan/memproduksi film dan video, melakukan kegiatan
perdagangan film dan video, peredaran produksi film dan video, menjadi agens, distributor,
leveransir dan supplier film dan video dari perusahaan lain.
MD Entertainment Tbk bermaksud untuk melakukan penyewaan ruang kanor miliknya, yang
mana Rencana Transaksi ini merupakan transaksi afiliasi, oleh karena itu diperlukan
Pendapat Kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi tersebut.
3.2 Besaran Nilai Rencana Transaksi
Bedasarkan Perjanjial sewa menyewa ruang kantor MD Place dengan harga sewa
Rp25.974.686.400,- (dua puluh lima miliar sembilan ratus tujuh puluh empat juta enam ratus
delapan puluh enam ribu empat ratus rupiah) (Nilai Rencana Transaksi)
3.3 Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut :
3.3.1 PT. MD Entertainment Tbk
Nama : PT. MD Entertainment Tbk
Alamat : MD Place Tower 1, 8th Floor
Jl. Setiabudi Selatan No.7
Jakarta 12910
Telepon : 021-29855777
Email : corporatesecretary@mdentertainment.com
Bidang usaha : Studio Perfiliman
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 7
Page 19
3.3.2 PT. MDTV Media Technologies Tbks
Nama : PT. MDTV Media Technologies Tbk
Alamat : MD Place Tower 1, 2nd Floor
Jl. Setiabudi Selatan No.7
Jakarta 12910
Email : corporatesecretary@mdtelevision.com
Bidang usaha : Konsultan Manajemen
3.3.3 PT. MDTV Media Televisi
Nama : PT. MDTV Media Televisi
Alamat : MD Place Tower 1, 3rd Floor
Jl. Setiabudi Selatan No.7
Jakarta 12910
Email : MDTV.Jakarta@mdentertainment.com
Bidang usaha : Penyiaran Televisi
3.4 Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak yang menyewakan dengan pihak penyewa memiliki hubungan sebagaimana
Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor IX.E.1,
Poin 1.d. sehingga Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi.
Hubungan Para Pihak Yang Bertransaksi
PT. MD Entertainment Tbk
(Yang Menyewakan)
80,05%
99,73% PT. MDTV Media
Technologies Tbk
(Penyewa)
PT. Industri Mitra 26,20%
Media
PT. MDTV Media
Televisi
(Penyewa)
73,80%
Keterangan
Alur panah disertai dengan persentasi menunjukkan kepemilikan saham.
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 8
Page 20
3.5 Sifat Rencana Transaksi
Transaksi Afiliasi
Rencana penyewaan ruang kantor oleh MD Entertainment kepada PT. MDTV Media
Technologies Tbk dan PT. MDTV Media Televisi merupakan transaksi afiliasi. Karena MD.
Entertainment memiliki 80,05% saham MDTV Technologies dan 26,20% saham MDTV
Media Televisi.
Transaksi Material
Dengan Nilai rencana Transaksi kepada MDTV Media Technologies sebesar
Rp9.515.520.000,- dan kepada MDTV Media Televisi sebesar Rp16.459.166.400 atau
jumlah Rp25.974.686.400 (dua puluh liam miliar sembilan ratus tujuh puluh emapt juta enam
ratus delapan puluh enam ribu empat ratus rupiah) maka perlu dilakukan uji materialitas
yaitu membandingkan Nilai Rencana Transaksi dengan Ekuitas Perseroan berdasarkan
Laporan Keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024, yaitu
Rp2.588.915.980.545,- (dua triliun lima ratus delapan puluh delapan miliar sembilan ratus
lima belas juta sembilan ratus delapan puluh ribu lima ratus empat puluh lima rupiah)
diperoleh 1,0%, maka persentase materialitas Nilai Rencana Transaksi terhadap ekuitas
Perseroan kurang dari 20%. Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia No.17/POJK.04/2020 rencana transaksis tersebut adalah bukan transaksi
material.
Transaksi Benturan Kepentingan
Karena bukan merupakan transaksi afiliasi maka rencana transaksi tidak memiliki benturan
kepentingan.
3.6 Ringkasan Syarat dan Ketentuan dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli
Sesuai Perjanjian Pengikatan Sewa Menyewa dengan ketentuan antara lain sebagai berikut:
A. Dengan MDTV Media Technologies Tbk
Perjanjian Sewa Menyewa MD Place Ref.006/LA/MDTV/T.1-02.1-5/2024
Poin 6. Deskripsi Area
a. Lokasi Gedung dan Alamat : MD Place, Jl. Setiabudi Selatan No. 7, Jakarta 12910.
b. Area Lt 2, Zona 1-5, Luas 944 m2
Poin 7. Jangka Waktu Kerjasama
a. Jangka waktu perjanjian :3 tahun, 1 bulan dan 20 hari
b. Tanggal Mulai Sewa Menyewa 11 November 2024
c. Tanggal Fit-out 30 Agustus 2024
d. Tanggal Berakhir Sewa Menyewa 31 Desember 2027.
Poin 8. Sewa
a. Harga Sewa, Tahun 1-3 : Rp280.000,- per meter persegi per bulan.
b. Syarat pembayaran sewa : dibayar setiap triwulan dimuka.
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 9
Page 21
B. Dengan MDTV Media Televisi
Perjanjian Sewa Menyewa MD Place Ref.007/LA/NETMTV/T.1/2024
Poin 6. Deskripsi Area
c. Lokasi Gedung dan Alamat : MD Place, Jl. Setiabudi Selatan No. 7, Jakarta 12910.
d. Luas area yang disewa 1.623,33 m2
Poin 7. Jangka Waktu Kerjasama
e. Jangka waktu perjanjian :3 tahun, 1 bulan dan 20 hari
f. Tanggal Mulai Sewa Menyewa 11 November 2024
g. Tanggal Fit-out 30 Agustus 2024
h. Tanggal Berakhir Sewa Menyewa 31 Desember 2027.
Poin 8. Sewa
c. Harga Sewa, Tahun 1-3 : Rp280.000,- per meter persegi per bulan.
d. Syarat pembayaran sewa : dibayar setiap triwulan dimuka.
3.7 Pertimbangan dan alasan dilakukannya transaksi tersebut dengan pihak terafiliasi
dibandingkan apabila dilakukan dengan pihak tidak terafiliasi.
Transaksi afilisi tentu mempermudah koordiansi bagi manajemen karena perusahaan afiliasi
penyewa merupakan perusahaan terkendali oleh Perusahaan, sedangkan jika dengan pihak
tidak terafiliasi akan lebih sulit melakukan koordinasi manajemen.
3.8 Manfaat dan Risiko Dari Transaksi
Manfaat Transaksi Bagi Perusahaan
Transaksi sewa kantor MDTV ke MD Place memberikan berbagai manfaat strategis bagi
perusahaan, baik dari segi efisiensi operasional maupun penguatan citra perusahaan.
Dengan berlokasi di MD Place yang dimiliki oleh MD Entertainment, MDTV mendapatkan
akses ke fasilitas premium dan lingkungan bisnis yang lebih eksklusif, meningkatkan daya
tarik bagi klien dan mitra strategis.
Dari perspektif kepemilikan, MD Entertainment sebagai pemilik MD Place mendapatkan
manfaat dari pemanfaatan ruang yang lebih optimal, sekaligus memperkuat sinergi antara
entitas dalam ekosistem bisnis MD Group. Dengan demikian, transaksi ini tidak hanya
memberikan keuntungan bagi MDTV, tetapi juga bagi MD Entertainment dalam mengelola
asetnya secara strategis.
Manfaat Rencana Transaksi Bagi Pemerintah
Atas Rencana Transaksi tersebut akan dikenakan pajak baik Pajak Pertambahan Nilai
(PPN) maupun Pajak Penghasilan (PPH) yang menjadi pemasukan bagi Pemerintah.
Risiko Transaksi
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 10
Page 22
Setiap transaksi bisnis mempunyai risiko. Risiko utama yang mungkin dihadapi Perseroan
adalah tidak berjalannya rencana bisnis karena berbagai faktor seperti menurunnya
penjualan atau inflasi yang mengakibatkan berkurangnya daya beli.
Sebagai penyewa, MDTV harus memastikan bahwa arus kas perusahaan mampu
memenuhi kewajiban pembayaran sewa secara berkala. Jika likuiditas menurun akibat
penurunan pendapatan atau biaya operasional yang meningkat, pembayaran sewa dapat
menjadi beban yang signifikan dan mempengaruhi stabilitas keuangan perusahaan.
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 11
Page 23
IV ANALISA KUALITATIF DAN KUANTITATIF
4.1 Analisis Kualitatif
Analisis kualitatif melakukan analisis pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi
dan keterkaitan satu sama lainnya, analisis yang meliputi riwayat perusahaan dan sifat
kegiatan usaha, analisis industri dan bisnis, analisis operasional dan prospek perusahaan,
analisis latar belakang manajemen untuk melakukan transaksi, keuntungan dan kerugian
yang bersifat kualitatif, Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi.
4.1.1 Riwayat dan Sifat Kegiatan Usaha Pihak Pihak Yang Bertransaksi
Para pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah PT. MD Entertaimnet Tbk sebagai
yang menyewakan, PT. MDTV Technologies Tbk dan PT. MDTV Media Televisi sebagai
Penyewa.
Riwayat dan Sifat Kegiatan Usaha Perseroan PT. MD Entertaimnet Tbk.
Sejarah Singkat Pendirian Perseroan
Perusahaan didirikan di Republik Indonesia dengan nama PT MD Media berdasarkan Akta
Notaris No. 5 tanggal 1 Agustus 2002 dari Frans Elsius Muliawan, S.H., Notaris di Jakarta.
Akta pendirian telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik indonesia
melalui Surat Keputusan No. C-17650.HT.01.01.TH.2002 tanggal 13 September 2002.
Nama Perusahaan diubah menjadi PT. MD Pictures berdasarkan Akta Notaris No. 3 tanggal
3 April 2009 oleh Tahir Kamili, SH., M.H., K.Kn., dan telah mendapatkan pengesahan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.
AHU-18508.AH.01.02. Tahun 2009 tanggal 6 Mei 2009.
Berdasarkan Akta No. 4 tanggal 10 Juli 2024 nama perusahaan diubah dari PT. MD Ficture
Tbk menjadi MD Entertainmnet Tbk yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.AHU-0043005.AH.01.02.Tahun 2024
tanggal 16 Juli 2024.
Perusahaan bergerak dalam bidang perfiliman yang kegiatan usahanya meliputi
menjalankan kegiatan pembuatan/memproduksi film dan video, melakukan kegiatan
perdagangan film dan video, peredaran produksi film dan video, menjadi ages, distributor,
leveransir dan supplier film dan video dari perusahaan lain.
Susunan Komisaris & Direksi
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Shania Manoj Punjabi
Komisaris : Sanjeva Advani
Komisaris : Dian Adhitama
Direksi
Direktur Utama : Manoj Dhamo Punjabi
Direktur : Priyadarshi Anand
Direktur : Sajan Lachmandas Mulai
Direktur : Theodore Yoon Soung Kim
Direktur : Bhavin Patel
Komite Audit
Ketua : Dian Adhitama
Anggota : Supardji
Anggota : Richard Antonio
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 12
Page 24
Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Jumlah % Nilai
Nama Pemegang Saham
Saham Kepemilikan Nominal
PT. MD Global Investment 4.803.164.585 48,53% 480.316.458.500
Manoj Dhamoo Punjabi 1.664.362.615 16,82% 166.436.261.500
Mogan Stanley and Co Int 1.328.033.300 13,42% 132.803.330.000
Shania Manoj Punjabi 18.955.400 0,19% 1.895.540.000
Sanjeva Advani 1.650.000 0,02% 165.000.000
Masyarakat dibawah 5% 2.081.622.062 21,03% 208.162.206.200
Jumlah 9.897.787.962 100,00% 989.778.796.200
Riwayat dan Sifat Kegiatan Usaha Perseroan PT. MDTV Technologies Tbk.
Sejarah Singkat Pendirian Perseroan
PT MDTV Media Technologies Tbk. (dahulu PT Net Visi Media Tbk.) (”Perusahaan”)
didirikan awalnya bernama PT Putra Insan Permata berdasarkan Akta Pendirian No. 8
tanggal 23 Juli 2004 dari Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta
pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. C-22196 HT.01.01.TH.2004 tanggal 3 September 2004.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
Akta No. 46 tanggal 7 November 2024 oleh Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Kota
Administrasi Jakarta Selatan, mengenai perubahan nama dan susunan direksi dan dewan
komisaris Perusahaan. Akta perubahan ini telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum
Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0072157.AH.01.02.TAHUN
2024 tanggal 8 November 2024 dan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
Perseroan No. AHU-AH.01.09-0273754 tanggal 8 November 2024.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
terutama meliputi aktivitas perusahaan holding, konsultasi manajemen lainnya, dan
profesional, ilmiah dan teknis lainnya.
Susunan Komisaris & Direksi
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Manoj Dhamoo Punjabi
Komisaris : Shania Manoj Punjabi
Komisaris : Sanjeva Advani
Komisaris Independen : Rommy Fibri Hardyanto
Direksi
Direktur Utama : Lie Halim
Direktur : Priyadarshi Anand
Direktur : Surya Hadiwinata
Direktur : Esmal Diansyah
Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 13
Page 25
Jumlah % Nilai
Nama Pemegang Saham
Saham Kepemilikan Nominal
PT. MD Entertainment Tbk 25.220.946.827 60,98% 1.261.047.341.350
PT. MD Entertainment Tbk 7.888.940.339 19,07% 1.577.788.067.800
Jumlah milik MD E 33.109.887.166 80,05% 2.838.835.409.150
PT. Karya Media Investindo 3.309.736.706 9,00% 661.947.341.200
Masyarakat dibawah 5% 4.940.893.850 19,95% 988.178.770.000
Jumlah 41.360.517.722 100,00% 4.488.961.520.350
Riwayat dan Sifat Kegiatan Usaha Perseroan PT. MDTV Media Televisi.
PT MDTV Media Televisi (dahulu PT Net Mediatama Televisi) (”Perusahaan”) didirikan
awalnya bernama PT Televisi Anak Spacetoon berdasarkan Akta Pendirian No. 1 tanggal 8
November 2003 dari Sylvia Irawati, S.H., Notaris di Kota Tangerang. Akta pendirian ini
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusannya No. C-20804.HT.01.01.Th.2004 tanggal 19 Agustus 2004. Anggaran dasar
Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 29 tanggal
10 Maret 2025 oleh Yulia, S.H. Notaris di Kota Jakarta Selatan, mengenai penurunan modal
ditempatkan dan disetor Perusahaan. Akta perubahan ini telah mendapat pengesahan dari
Menteri Hukum Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0031064.AH.01.02.TAHUN 2025 tanggal 4 Mei 2025.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
terutama meliputi aktivitas penyiaran dan pemrograman televisi oleh swasta.
Susunan Komisaris & Direksi
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Manoj Dhamoo Punjabi
Direksi
Direktur Utama : Lie Halim
Direktur : Esmal diansyah
Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Jumlah % Nilai
Nama Pemegang Saham
Saham Kepemilikan Nominal
PT. Industri Mitra Media 2.294.724 73,80% 2.294724.000
PT. MDTV Media Technologi 1.027.163 26,20% 1.027.165.000
Jumlah 3.321.887 100,00% 3.321.887.000
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 14
Page 26
4.1.2 ANALISIS EKONOMI & INDUSTRI
A. Perkembangan Ekonomi Global
Dinamika perekonomian global berubah cepat dengan ketidakpastian yang tinggi. Di awal
tahun 2024, ketegangan politik dunia tetap tinggi dengan berlanjutnya konflik antara Rusia
dan Ukraina. Setelah sedikit mereda, ketegangan geopolitik dunia kembali meningkat tinggi
dipicu serangan Israel ke Palestina. Di penghujung tahun 2024, terpilihnya kembali Presiden
Trump di Amerika Serikat (AS) dengan kebijakan America First dapat menyebabkan
perubahan besar pada lanskap geopolitik dan perekonomian dunia ke depan. Asesmen awal
menunjukkan kemungkinan Pemerintah AS di bawah Presiden Trump akan menerapkan
tarif yang tinggi kepada negara-negara yang mengalami surplus perdagangan besar dengan
AS dalam kebijakan internasionalnya (Gambar 1.1.). Negara-negara itu seperti Kawasan
Eropa, Inggris, Tiongkok, Meksiko, Kanada, Jepang, Korea Selatan, dan Vietnam. Misalnya,
tarif tinggi dapat dikenakan terhadap seluruh produk impor dari Tiongkok dan juga terhadap
impor besi baja, aluminium, logam dasar, dan kendaraan dari Kawasan Eropa dan Inggris,
yang dapat saja mengundang retaliasi dari ketiga negara ini. Kebijakan imigrasi yang sangat
ketat juga akan diterapkan terhadap tenaga kerja asing yang ilegal, demikian pula kebijakan
politik luar negeri terhadap the North Atlantic Treaty Organization (NATO), Rusia-Ukraina
dan Timur Tengah dapat mengubah peta geopolitik dunia.
Sementara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri, Pemerintah AS yang
baru diprakirakan akan memberlakukan kebijakan pemotongan pajak, baik kepada
korporasi maupun penghasilan personal, dengan konsekuensi pada meningkatnya defisit
fiskal dari 6,5% menjadi 7,7% dari PDB pada tahun 2025 dan makin membengkaknya utang
Pemerintah AS ke depan. Hasil Pemilihan Umum di AS ini telah berdampak negatif pada
memburuknya kondisi pasar keuangan global pada triwulan IV 2024, dan ke depan
diprakirakan dapat menyebabkan melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia dengan risiko
fragmentasi perdagangan dan investasi yang makin meningkat. Perubahan dinamika
geopolitik dunia yang cepat telah berdampak pada perkembangan ekonomi dan pasar
keuangan global di sepanjang tahun 2024 serta diprakirakan masih berlanjut pada tahun
2025 dan tahun-tahun berikutnya. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi global pada
2024 melambat dari 3,3% pada 2023 menjadi 3,2% pada 2024 dan diprakirakan tetap 3,2%
pada 2025 dan melambat lebih lanjut menjadi 3,1% pada 2026 (Tabel 1.1.). Divergensi pola
pertumbuhan antarnegara berlanjut dengan fragmentasi ekonomi dan perdagangan dunia
yang meningkat. Ekonomi AS diprakirakan tetap kuat pada 2024 dan 2025 disertai dengan
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 15
Page 27
risiko pemanasan ekonomi membayangi dengan membengkaknya defisit fiskal dan utang
Pemerintah. Pertumbuhan Tiongkok dan Kawasan Eropa akan cenderung melambat
dengan masih lemahnya permintaan domestik dan kemungkinan dampak pengenaan tarif
dagang yang tinggi oleh
Pemerintah AS. Pertumbuhan
ekonomi India, Indonesia, dan
sejumlah negara Emerging
Market Economies (EMEs)
masih cukup baik, didukung
oleh permintaan domestik di
tengah kendala ekspor karena
perlambatan ekonomi dan
fragmentasi perdagangan
global. Inflasi dunia menurun
dari 6,2% pada 2023 ke 5,2%
pada 2024, namun diprakirakan
masih tetap tinggi pada 2025
dan 2026, masing-masing 4,5% dan 4,2%, dengan kemungkinan terjadinya perang dagang
antara AS dengan sejumlah mitra dagang utamanya, serta terganggunya mata rantai pasok
perdagangan dunia (Grafik 1.1.).
Dinamika geopolitik dunia yang cepat berubah telah memengaruhi perkembangan ekonomi
global sepanjang tahun 2024, dan diprakirakan akan terus berlanjut. Pertumbuhan ekonomi
global pada 2024 diprakirakan melambat menjadi 3,2% dari 3,3% pada 2023 dan
diproyeksikan tetap 3,2% pada 2025, serta melambat lebih lanjut menjadi 3,1% pada 2026.
Divergensi pola pertumbuhan antarnegara juga berlanjut seiring dengan meningkatnya
fragmentasi ekonomi dan perdagangan global. Ekonomi AS diprakirakan tetap kuat pada
2024 dan 2025 disertai dengan risiko pemanasan ekonomi yang berasal dari pembengkakan
defisit fiskal. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan Kawasan Eropa
diprakirakan akan melanjutkan perlambatan seiring dengan lemahnya permintaan domestik
dan dampak dari kebijakan tarif dagang yang diterapkan oleh Pemerintah AS. Di sisi lain,
prospek pertumbuhan ekonomi India, Indonesia, serta sejumlah negara Emerging Market
Economies (EMEs) diprakirakan masih tetap positif, didorong oleh permintaan domestik,
meskipun menghadapi potensi perlambatan ekspor akibat penurunan pertumbuhan
ekonomi global dan fragmentasi perdagangan dunia. Perkembangan geopolitik dan
perekonomian global berdampak signifikan terhadap dinamika kebijakan moneter bank-
bank sentral dan pasar keuangan internasional. Penurunan inflasi global pada triwulan III
2024 mendorong penurunan suku bunga kebijakan pada sejumlah bank sentral, termasuk
Bank Sentral AS, The Fed, yang mulai menurunkan Federal Funds Rate (FFR) pada
September 2024. Pelonggaran kebijakan moneter ini memberikan dampak positif pada
pasar keuangan global, ditandai dengan penurunan Indeks Dolar AS (DXY) dari sekitar 105
pada awal 2024 menjadi sekitar 101 pada September 2024. Namun, hasil Pemilihan Umum
di AS dan ketegangan geopolitik yang berlanjut di Timur Tengah memunculkan efek negatif
pada pasar keuangan dan mengubah kebijakan moneter bank sentral. Penurunan FFR dan
suku bunga bank sentral lainnya diprakirakan akan lebih kecil dibandingkan prakiraan
sebelumnya. Akibatnya, nilai tukar dolar AS kembali menguat tajam, dengan DXY mencapai
sekitar 107, sementara yield US Treasury yang sebelumnya menurun, kembali meningkat
untuk semua tenor. Perkembangan tersebut memicu kembali naiknya premi risiko obligasi
negara-negara berkembang dan volatilitas pasar keuangan global yang selanjutnya
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 16
Page 28
berdampak pada pembalikan aliran portofolio asing dan menyebabkan pelemahan nilai tukar
mata uang negara EMEs.
Ke depan, perekonomian global diprakirakan akan menghadapi tantangan yang makin
kompleks dengan lima kecenderungan utama yang perlu diantisipasi melalui kebijakan
ekonomi nasional yang optimal. Pertama, meningkatnya risiko geopolitik dan berlanjutnya
fragmentasi perdagangan global. Kedua, pergeseran dalam pola pertumbuhan ekonomi
global. Ketiga, tingginya suku bunga dan risiko utang Pemerintah. Keempat, ketidakpastian
yang berlanjut serta perubahan dalam pola investasi keuangan global. Kelima, percepatan
digitalisasi antarnegara dan peningkatan risiko operasional, khususnya yang terkait dengan
keamanan siber.
Berbagai tantangan ini perlu direspons dengan tepat sehingga tidak mengganggu stabilitas
perekonomian nasional dan terus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
B. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat dalam memitigasi dampak rambatan
global dan dengan kinerja yang diakui secara internasional. Pertama, kinerja ekonomi
Indonesia termasuk salah satu yang terbaik di negara Emerging Market Economies (EMEs)
dengan stabilitas makroekonomi terjaga dan pertumbuhan yang cukup tinggi. Bahkan,
Indonesia mampu mencegah terjadinya krisis akibat pandemi Covid-19 dan terus
melanjutkan pemulihan ekonomi hingga kini. Kedua, kuatnya koordinasi kebijakan
makroekonomi, khususnya kebijakan fiskal Pemerintah dan kebijakan moneter Bank
Indonesia, menjadi pilar penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional dengan
keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan. Indonesia juga mempunyai komitmen
yang tinggi dalam transformasi ekonomi, termasuk perbaikan iklim investasi, pembangunan
infrastruktur, dan hilirisasi sumber daya alam. Ketiga, Indonesia menunjukkan
kepemimpinan yang kuat dalam sejumlah kerja sama dan lembaga internasional.
Keberhasilan Keketuaan Indonesia dalam G20 pada tahun 2022 di tengah konflik dunia
yang memanas diakui sebagai “making the impossible possible”. Bahkan, sejumlah agenda
penting berhasil diperjuangkan, seperti perlunya koordinasi f iskal-moneter yang erat, kerja
sama dalam mengatasi kesehatan, resolusi bagi masalah utang negara miskin, dan kerja
sama digitalisasi sistem pembayaran antarnegara. Kepemimpinan Indonesia juga dipuji
dalam Keketuaan ASEAN pada tahun 2023.
Perkembangan dalam lima tahun terakhir menunjukkan kinerja ekonomi Indonesia termasuk
salah satu yang terbaik di EMEs dengan stabilitas yang terjaga dan pertumbuhan yang
cukup tinggi. Pertumbuhan ekonomi sejak tahun 2018 dapat mencapai di atas 5%, kecuali
pada periode pandemi Covid-19 (Tabel 2.1.). Bahkan, kontraksi ekonomi sebagai dampak
Covid-19 termasuk yang relatif kecil dibandingkan dengan kondisi negara-negara lain.
Stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap terjaga. Inflasi tetap terkendali rendah,
dengan rerata di bawah 3% selama periode 2018-2023, dan nilai tukar Rupiah terjaga stabil,
didukung komitmen tinggi dari kebijakan moneter Bank Indonesia. Defisit fiskal terjaga
rendah di bawah 3% dari PDB, kecuali pada periode puncak Covid-19 tahun 2020 dan 2021
yang kemudian secara cepat kembali prudent dengan konsolidasi fiskal Pemerintah. Defisit
transaksi berjalan juga rendah dan menurun, bahkan mencatat surplus pada tahun 2021
dan 2022, sebagai buah dari hilirisasi sumber daya alam. Perkembangan ini menunjukkan
ketahanan eksternal ekonomi Indonesia yang makin kuat. Demikian pula, stabilitas sistem
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 17
Page 29
keuangan tetap terjaga dengan kecukupan permodalan (Capital eacy Ratio , CAR)
perbankan yang tinggi di atas 20%.
Kredit perbankan tumbuh tinggi dan berkontribusi penting dalam pembiayaan untuk
mendukung pertumbuhan ekonomi. Berbagai perkembangan positif ini juga disertai dengan
digitalisasi sistem pembayaran yang berkembang cepat, mampu menjadi pendorong
pertumbuhan ekonomi yang inklusif dengan makin tumbuhnya ekosistem ekonomi-
keuangan digital nasional.
Kinerja positif perekonomian Indonesia pada 2018-2023 tersebut sebagai hasil sinergi yang
erat antara Pemerintah dan Bank Indonesia. Kebijakan fiskal Pemerintah diarahkan pada
stimulus bagi perekonomian melalui belanja modal untuk mendorong investasi dan program
perlindungan sosial untuk mendorong konsumsi masyarakat. Bank Indonesia
memprioritaskan kebijakan moneternya untuk menjaga stabilitas dari dampak rambatan
global, sementara kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran difokuskan
untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pada periode 2018-2023,
sejumlah program transformasi sektoral terus dilakukan. Pembangunan infrastruktur terus
ditingkatkan dalam berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk transportasi, perairan,
perumahan, telekomunikasi, dan lainnya. Perbaikan iklim investasi ditempuh melalui
diundangkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, sementara
pengembangan dan penguatan stabilitas sistem keuangan ditempuh melalui Undang-
Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan
(UU P2SK). Ke depan, sinergi bauran kebijakan ekonomi nasional tersebut perlu terus
diperkuat dan diperluas untuk tetap menjaga stabilitas dan memperkuat transformasi
ekonomi nasional. Berbagai capaian kemajuan selama ini menjadi landasan kuat untuk
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 18
Page 30
mencapai kinerja ekonomi nasional yang makin baik. Penguatan lebih lanjut sinergi bauran
kebijakan perlu terus dilakukan guna mengatasi berbagai permasalahan yang ada serta
mengantisipasi peluang dan tantangan perekonomian global yang penuh dinamika tinggi.
Sinergi kebijakan juga penting untuk membawa kinerja ekonomi nasional menuju Indonesia
Emas 2045 bagi kesejahteraan rakyat. Proses pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut
pada 2024 dengan pertumbuhan yang diprakirakan tetap baik pada 2025 dan meningkat
pada 2026. Pertumbuhan ekonomi hingga triwulan III 2024 cukup baik didukung oleh
permintaan domestik, meskipun melambat dari 5,11% pada triwulan I 2024 menjadi 5,05%
pada triwulan II 2024 dan 4,95% pada triwulan III 2024 (Tabel 2.2.). Investasi tetap membaik,
khususnya investasi bangunan sejalan dengan penyelesaian berbagai PSN. Konsumsi
rumah tangga, khususnya kelas menengah ke atas, tetap terjaga. Ekspor nonmigas tumbuh
relatif tinggi di tengah perlambatan ekonomi global dan penurunan harga komoditas.
Sementara itu, impor meningkat baik untuk kebutuhan ekspor maupun permintaan domestik,
dan karenanya menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi. Pada triwulan IV 2024,
pertumbuhan ekonomi diprakirakan tetap baik ditopang terutama oleh kenaikan investasi
dan terjaganya konsumsi rumah tangga, serta peningkatan belanja Pemerintah pada akhir
tahun. Secara keseluruhan tahun, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi
2024 berada dalam kisaran 4,7-5,5%, tetap baik pada tahun 2025 dengan kisaran yang
sama, dan akan meningkat lebih tinggi pada 2026 dalam kisaran 4,8-5,6%.
Ke depan, berbagai upaya perlu terus ditempuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,
baik dari sisi permintaan maupun dari sisi penawaran. Untuk itu, Bank Indonesia
memperkuat bauran kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi agar lebih tinggi,
serta bersinergi erat dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Dari sisi penawaran,
kebijakan reformasi struktural perlu terus diperkuat untuk mendorong sektor ekonomi yang
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 19
Page 31
dapat menyerap tenaga kerja. Upaya tersebut didukung dengan optimalisasi stimulus
kebijakan makroprudensial dan akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran yang ditempuh
Bank Indonesia.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh sektor ekonomi yang
cenderung padat modal, dan karenanya sektor ekonomi yang padat tenaga kerja perlu lebih
didorong ke depan. Perkembangan ini tecermin pada sektor-sektor yang berorientasi ekspor
dan sebagai hasil dari hilirisasi sumber daya alam seperti Pertambangan dan Penggalian,
serta Industri Pengolahan yang tumbuh relatif tinggi (Tabel 2.3.). Sektor-sektor yang
mencerminkan pembangunan infrastruktur dan konektivitas seperti Konstruksi, serta
Transportasi dan Pergudangan juga mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, sektor-sektor yang sejalan dengan kenaikan konsumsi masyarakat dan
digitalisasi seperti Perdagangan Besar dan Eceran, Akomodasi dan Makanan-Minuman
(Akmamin), serta Informasi dan Komunikasi, juga makin tumbuh tinggi. Demikian pula
berbagai sektor jasa seperti Jasa Keuangan dan Asuransi, Jasa Perusahaan, serta Jasa
Kesehatan dan Kegiatan Sosial yang terus menunjukkan peningkatan. Perkembangan
berbagai lapangan usaha ini menunjukkan pola pemulihan ekonomi Indonesia pasca-Covid-
19 yang makin kuat, dari sektor-sektor yang makin pulih dari dampak memar (scarring effect)
Covid-19 pada periode 2021-2022 ke sektor sektor yang berorientasi ekspor pada periode
2022-2024, dan selanjutnya ke sektor-sektor untuk makin mendorong permintaan domestik
ke depan. Ke depan, perkembangan sektor sektor seperti Pertanian, Perdagangan
khususnya eceran, Akmamin, Informasi dan Komunikasi khususnya digitalisasi, serta
berbagai sektor jasa, perlu terus didorong karena tidak saja penting untuk pertumbuhan
berkelanjutan, tetapi juga untuk penyerapan tenaga kerja yang lebih besar. Pola
pertumbuhan dengan keseimbangan antara sektor padat modal dan padat tenaga kerja
seperti inilah yang perlu ditingkatkan dan diperluas untuk memperkuat ketahanan dan
transformasi ekonomi nasional yang lebih tinggi ke depan. 3 Pertumbuhan ekonomi di
hampir seluruh wilayah Indonesia juga menunjukkan kinerja yang cukup baik. Pada tahun
2024, pertumbuhan ekonomi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) diprakirakan
membaik, yaitu menjadi sekitar 5,5% dari 4,0%, didorong oleh pariwisata dan ekspor
pertambangan. Ekonomi wilayah Kalimantan juga tumbuh membaik dari 5,4% pada 2023
menjadi sekitar 5,5% pada 2024, karena pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan
ekspor pertambangan. Demikian pula, pertumbuhan ekonomi wilayah Sulawesi, Maluku,
dan Papua (Sulampua) meningkat dari 6,5% pada 2023 menjadi sekitar 6,9% pada 2024,
didukung oleh investasi industri dan pertambangan terkait dengan hilirisasi sumber daya
alam. 4 Ekonomi wilayah Jawa tumbuh
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 20
Page 32
sekitar 4,9% karena aktivitas industri dan perdagangan, sementara ekonomi wilayah
Sumatera melambat dari 4,7% menjadi 4,5% karean aktivitas industry dan pertambanga
(Gambar 2-1).
Pada tahun 2025, ekonomi wilayah Jawa dan wilayah Sumatera diprakirakan akan kembali
membaik dengan aktivitas perdagangan dan ekspor perkebunan. Sementara itu,
perlambatan ekonomi diprakirakan akan terjadi di wilayah Sulampua serta wilayah Balinusra
karena penurunan aktivitas pertambangan, selain juga di wilayah Kalimantan karena
penurunan aktivitas di IKN. Stabilitas eksternal ekonomi Indonesia terjaga dengan Neraca
Pembayaran Indonesia (NPI) yang tetap sehat. Pada tahun 2024, secara keseluruhan NPI
diprakirakan akan surplus seiring dengan rendahnya defisit transaksi berjalan dan
peningkatan surplus neraca transaksi modal dan finansial. Defisit transaksi berjalan terjaga
rendah dalam kisaran 0,1–0,9% dari PDB. Hal ini didukung oleh surplus neraca
perdagangan nonmigas yang hingga triwulan III 2024 mencapai 36,0 miliar dolar AS. Kinerja
ekspor nonmigas Indonesia baik manufaktur, pertanian maupun pertambangan, tetap
tumbuh tinggi di tengah perlambatan ekonomi dunia (Grafik 2.1.). Bahkan ekspor
pertambangan hasil dari program hilirisasi sumber daya alam terus meningkat, khususnya
komoditas nikel dan tembaga (Grafik 2.2.).
Sementara itu, aliran masuk investasi portofolio hingga triwulan III 2024 tercatat tinggi 11,0
miliar dolar AS di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global (Tabel 2.4.). Inflow
terbesar dari investasi portofolio asing tercatat pada instrumen Sekuritas Rupiah Bank
Indonesia (SRBI), di samping Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan global, dan
saham.
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 21
Page 33
Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2024 tercatat tinggi, sebesar 155,7 miliar
dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran
utang luar negeri Pemerintah. Posisi cadangan devisa ini jauh berada di atas standar
kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Pada tahun 2025, NPI diprakirakan akan
tetap sehat dengan defisit transaksi berjalan yang terjaga pada kisaran 0,5–1,3% dari PDB.
Surplus neraca modal dan finansial diprakirakan akan lebih besar, khususnya dari aliran
masuk investasi portofolio asing, sehingga mendukung kesehatan NPI dan ketahanan
eksternal ekonomi Indonesia ke depan Stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga didukung
kebijakan moneter Bank Indonesia. Seperti dijelaskan pada bagian sebelumnya, dinamika
geopolitik dunia dan pasar keuangan global yang berubah cepat dengan ketidakpastian
tinggi mendorong tingginya yield US Treasury dan penguatan mata uang dolar AS, yang
berpengaruh besar pada aliran investasi portofolio asing dan nilai tukar negara-negara
EMEs, termasuk Indonesia. Hingga pertengahan tahun 2024 indeks dolar AS terhadap mata
uang dunia (DXY) menguat secara luas hingga mencapai sekitar 105 pada Juni 2024 dari
sekitar 103 pada akhir 2023 (Grafik 2.3.). Dengan kejelasan arah dan kemudian penurunan
FFR, indeks mata uang dolar AS kemudian melemah hingga sekitar 101 pada September
2024.
Tetapi dolar AS kemudian kembali menguat dengan memanasnya ketegangan politik di
Timur Tengah dan hasil Pemilihan Umum di AS hingga sekitar 107 pada Desember 2024.
Penguatan mata uang dolar AS secara luas tersebut menimbulkan tekanan pelemahan pada
seluruh mata uang dunia, tidak terkecuali Rupiah. Nilai tukar Rupiah yang pada akhir tahun
2023 berada pada sekitar Rp15.500 per dolar AS, melemah hingga sekitar Rp16.328 pada
Juni 2024, kemudian menguat ke sekitar Rp15.319 pada September 2024, dan kembali
tertekan karena gejolak global tersebut ke sekitar Rp16.102 per dolar AS pada akhir
Desember 2024.
Untuk menahan dampak negatif tingginya rambatan global ini, Bank Indonesia
meningkatkan intensitas kebijakan moneternya dalam stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui
intervensi valas secara spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian
SBN dari pasar sekunder. Strategi operasi moneter dengan instrumen khususnya SRBI juga
ditingkatkan, dan seperti dikemukakan di atas, berhasil menarik kembali masuknya aliran
portofolio asing sehingga memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah. Secara keseluruhan,
hingga 31 Desember 2024 Rupiah melemah sebesar 4,34% (point-to-point, ptp) atau 3,74%
(rerata) dibandingkan dengan kondisi tahun 2023 (Grafik 2.4.).
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 22
Page 34
Tingkat pelemahan Rupiah sebanding dan bahkan lebih rendah dibandingkan dengan mata
uang sejumlah negara lain seperti Won Korea, Peso Mexico, Real Brasil, Yen Jepang, dan
Lira Turki. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan akan stabil sejalan dengan positifnya
kondisi fundamental ekonomi Indonesia, yaitu menariknya imbal hasil, rendahnya inflasi dan
meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta tingginya komitmen kebijakan
moneter Bank Indonesia Stabilitas harga terjaga dengan konsistensi kebijakan moneter
Bank Indonesia dan koordinasi erat dengan kebijakan Pemerintah. Inflasi Indeks Harga
Konsumen (IHK) pada tahun 2024 menurun dan terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%.
Inflasi IHK pada Desember 2024 tercatat rendah 1,57% dan juga pada seluruh
komponennya (Grafik 2.5.). Inflasi inti tercatat rendah sebesar 2,26% (yoy), sementara
inflasi volatile food (VF) terus menurun menjadi 0,12% (yoy). Terkendalinya inflasi inti
sejalan dengan konsistensi kebijakan suku bunga Bank Indonesia untuk mengarahkan
ekspektasi inflasi ke depan berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% dengan
mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi.
Kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah juga berpengaruh positif pada terkendalinya inflasi
barang impor (imported inflation). Penurunan inflasi VF didukung oleh peningkatan pasokan
pangan seiring berlanjutnya musim panen, eratnya sinergi pengendalian inflasi melalui Tim
Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID), juga diperkuat melalui Gerakan
Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), dan pengaruh base effect harga pangan.
Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi
inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported
inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank
Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi.5 Inflasi VF diprakirakan
terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia bersama Pemerintah
Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan
moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran yang
ditetapkan Pemerintah sebesar 2,5±1%.
Sebagaimana disampaikan sebelumnya, Bank Indonesia secara konsisten menetapkan
suku bunga kebijakan moneternya untuk mengarahkan prakiraan dan ekspektasi inflasi
dalam dua tahun ke depan tetap terkendali pada kisaran sasaran 2,5 % yang ditetapkan
Pemerintah.
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 23
Page 35
Seperti dikemukakan di atas, dolar AS yang menguat tajam pada paruh pertama tahun 2024
memberikan tekanan pelemahan Rupiah yang diprakirakan dapat berdampak pada
meningkatnya inflasi harga impor (imported inflation). Karena itu, di samping terus
memperkuat kebij akan stabilisasi nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia memutuskan untuk
menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps dari 6,00% menjadi 6,25% pada Rapat Dewan Gubernur
(RDG) bulan April 2024. Kemudian dengan kejelasan arah kebijakan FFR dan juga
penguatan nilai tukar Rupiah, Bank Indonesia pada RDG September 2024 menurunkan BI-
Rate sebesar 25 bps menjadi 6,00% dan memandang masih terbuka ruang penurunan lebih
lanjut sepanjang stabilitas Rupiah terjaga. Suku bunga pasar uang (INDONIA) bergerak di
sekitar BI-Rate, yaitu 6,18% pada 31 Desember 2024 (Grafik 2.6.). Suku bunga SRBI untuk
tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 27 Desember 2024 tercatat masing- masing pada level
7,18%; 7,21%; dan 7,30%, tetap menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing. Imbal
hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun, per 31 Desember 2024, meningkat masing-masing
menjadi 6,90% dan 6,97% sejalan kenaikan yield UST. Suku bunga deposito 1 bulan dan
suku bunga kredit pada Desember 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,87% dan 9,20%,
relatif stabil dibandingkan dengan level bulan sebelumnya (Grafik 2.7.). Likuiditas yang
memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan harga yang makin baik dengan
kebijakan transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK), berdampak positif pada suku
bunga perbankan yang tetap terjaga. Strategi operasi moneter pro-market terus
dioptimalkan untuk mendukung penguatan kebijakan suku bunga dan intervensi valas dalam
stabilisasi nilai tukar Rupiah dan pencapaian sasaran inflasi. Seluruh instrumen moneter,
baik SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia), SVBI (Sekuritas Valas Bank Indonesia), dan
SUVBI (Sukuk Valas Bank Indonesia) terus dioptimalkan untuk memperkuat efektivitas
transmisi kebijakan moneter, di samping untuk mempercepat upaya pendalaman pasar
uang dan pasar valas serta mendorong aliran masuk modal asing ke dalam negeri. Hingga
31 Desember 2024, posisi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI masing-masing tercatat
sebesar Rp923,53 triliun, 1,97 miliar dolar AS, dan 516 juta dolar AS (Grafik 2.8.).
a. Penguatan Sektor Padat Karya untuk Mendorong Pertumbuhan Pascapandemi
Sektor padat modal menunjukkan pertumbuhan kuat pascapandemi dan memberikan
kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan PDB nasional, tetapi memiliki keterbatasan
dalam menyerap tenaga kerja. Hal ini mencerminkan karakteristik sektor tersebut yang lebih
bergantung pada penggunaan modal (capital) dibandingkan tenaga kerja dalam
menghasilkan output. Sebagai gambaran, pangsa output sektor Pertambangan terhadap
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 24
Page 36
PDB pada tahun 2023 mencapai sekitar 7,4%, sementara penyerapan tenaga kerja sektor
ini hanya mencapai 1,2% dari total tenaga kerja nasional (Tabel B2.1.1.).
Di sektor Manufaktur, Industri Logam Dasar
yang tumbuh tinggi sejak 2021 hanya
menyumbang penyerapan tenaga kerja
sebanyak 0,2% dari total tenaga kerja
nasional, sementara kontribusinya terhadap
PDB mencapai 1,2% dari total PDB.
Mengingat keterbatasan peran sektor padat
modal dalam menyerap tenaga kerja, kinerja
sektor padat karya perlu terus didorong untuk
meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
Secara keseluruhan, sektor padat karya
menyerap sebanyak 117 juta tenaga kerja
atau sekitar 83% dari total pekerja di
Indonesia di tahun 2023.6 Tantangannya
adalah penyerapan tenaga kerja di sektor
padat karya tersebut masih terkonsentrasi
pada sektor-sektor dengan produktivitas
tenaga kerja rendah seperti Pertanian serta
Perdagangan Besar dan Eceran. Kedua
sektor tersebut masing-masing menyerap
28% dan 19% dari tenaga kerja nasional atau
secara total mencapai 47% dari tenaga kerja
nasional. Meskipun demikan, kedua sektor ini
didominasi oleh lapangan pekerjaan informal
dengan tingkat upah yang relatif rendah yang
kurang berdampak pada daya beli
masyarakat (Grafik B2.1.1.). Sementara di
sisi lain, perbaikan pendapatan diperlukan
untuk mendorong konsumsi terutama
kelompok berpendapatan menengah bawah
(Beckers et al. 2024 (RBA); Dautović et al. 2024 (ECB)) antara lain melalui ekspansi sektor
formal yang secara umum memberikan pendapatan lebih baik (Danquah et al. 2023).
Peningkatan kinerja sektor padat karya dengan tingkat formalitas tinggi disertai perbaikan
kualitas tenaga kerja akan mendukung perbaikan daya beli masyarakat. Pertumbuhan
lapangan kerja formal perlu didukung dengan kemudahan ijin usaha dan investasi, terutama
ke sektor padat karya dengan tingkat serapan tenaga kerja formal tinggi didukung dengan
akses pembiayaan (ILO, 2021). Beberapa sektor padat karya dengan tingkat formalitas
tinggi antara lain adalah subsektor Industri Pengolahan seperti Industri Makanan dan
Minuman, Industri Alas Kaki, Konstruksi, serta Jasa Perusahaan. Sementara itu, kualitas
tenaga kerja juga perlu ditingkatkan antara lain melalui perbaikan lama sekolah (years of
schooling) dan pendidikan vokasi yang mampu memberikan keterampilan yang memadai.
Sebagaimana terlihat pada (Grafik B2.1.2.), tenaga kerja yang berkualitas dengan tingkat
pendidikan yang memadai memiliki rata-rata tingkat pendapatan yang lebih tinggi.
Pemerintah telah menyiapkan program peningkatan kualitas tenaga kerja melalui Bidikmisi-
Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, pendidikan gratis hingga SMA, revitalisasi vokasi
melalui Program Kampus Merdeka Vokasi, dan insentif fiskal bagi korporasi pendukung
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 25
Page 37
pendidikan vokasi. Penyerapan tenaga kerja diperkuat melalui ekspansi pasar ekspor,
penguatan UMKM, serta pelaksanaan program Kartu Prakerja yang mencakup pelatihan
dan program traineeship. Selain itu, perlindungan pekerja ditingkatkan dengan mendorong
perusahaan menciptakan kondisi kerja yang mendukung produktivitas dan retensi tenaga
kerja.
b. Dampak Hilirisasi Mineral terhadap Perekonomian
Hilirisasi merupakan salah satu kebijakan transformasi struktural yang ditempuh Pemerintah
Indonesia. Salah satu kebijakan hilirisasi ialah melalui hilirisasi mineral komoditas tambang
yang ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah produk tambang di dalam negeri. Dalam
penerapannya, Pemerintah melakukan beberapa penyesuaian ketentuan seperti UU No. 3
Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 Tahun 2009 sebagai penguatan kebijakan
hilirisasi mineral. Selain melarang ekspor bahan mentah, Pemerintah juga mengeluarkan
regulasi insentif fiskal (tax holiday, tax allowance, super deduction tax) serta kemudahan
berusaha guna mendorong investasi terkait hilirisasi. Rangkaian kebijakan yang diambil
tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah untuk memastikan keberhasilan kebijakan
hilirisasi mineral. Dalam perkembangannya, hilirisasi mineral telah meningkatkan investasi,
khususnya di wilayah Sulampua. Hal ini sejalan dengan kondisi cadangan (reserves)
mineral sebagian besar berada di Indonesia Timur, khususnya di wilayah Sulampua yang
tersebar di Provinsi Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, serta Maluku Utara. Sejak
diamanatkan pada 2009, hilirisasi telah mendorong pengembangan kawasan industri
berbasis mineral di wilayah sentra tersebut melalui pembangunan smelter. Aliran investasi
meningkat secara masif, terutama realisasi Penanaman Modal Asing (PMA). Pada 2010,
PMA ke wilayah Sulampua tercatat hanya sebesar 1,5 miliar dolar AS (9,0% total PMA).
Angka tersebut naik signifikan menjadi 5,5 miliar dolar AS (19,6% total PMA) pada 2019 dan
4,0 miliar dolar AS pada periode Januari–September 2024 (25,8% total PMA). Pertumbuhan
investasi yang tinggi di Sulampua ini secara keseluruhan berhasil mendorong peningkatan
peran ekonomi wilayah di luar Jawa. Bila sebelum implementasi kebijakan hilirisasi, PMA ke
wilayah di luar Jawa memiliki pangsa hanya sebesar 29,1% pada 2010, maka pada 2024
telah meningkat tinggi hingga mencapai 51,3% (kumulatif hingga triwulan III). Hilirisasi
mineral juga mendorong peningkatan ekspor produk bernilai tambah di Sulampua dan
berkontribusi terhadap diversifikasi ekspor Indonesia. Seperti diuraikan di atas, investasi
terkait hilirisasi mineral meningkat pesat di wilayah Sulampua. Dampak positif dari
peningkatan investasi tersebut ialah terjadinya peningkatan nilai ekspor. Pasca dilarangnya
ekspor mineral mentah per Januari 2020, kinerja ekspor wilayah
Sulampua meningkat secara signifikan. Pada 2019, nilai ekspor wilayah Sulampua secara
total baru tercatat sebesar 11,7 miliar dolar AS dengan pangsa ekspor bijih nikel mencapai
9,4%. Seiring terus berkembangnya aktivitas hilirisasi, nilai ekspor produk hilirisasi nikel
wilayah Sulampua tercatat tumbuh hampir lima kali lipat pada 2023 menjadi 26,0 miliar dolar
AS dan sepanjang Januari–Oktober 2024 telah mencapai 20,5 miliar dolar AS. Dorongan
ekspor produk hilirisasi (industri logam) dari Sulampua turut mendorong perbaikan
komposisi ekspor Indonesia secara keseluruhan, dengan porsi ataupun ketergantungan
terhadap ekspor barang mentah yang makin mengecil (Grafik B2.2.1.).
Kontribusi positif hilirisasi mineral di Sulampua juga berdampak positif pada pertumbuhan
ekonomi. Aktivitas hilirisasi mineral terlihat telah mendorong peningkatan pertumbuhan
ekonomi di wilayah Sulampua.
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 26
Page 38
Selama periode 2017–2019, rerata pertumbuhan ekonomi Sulampua tercatat sebesar 5,8%
(yoy). Pada periode pandemi tahun 2020, wilayah ini tetap mencatatkan pertumbuhan positif
sebesar 0,6% (yoy), di saat wilayah lain mengalami kontraksi. Pada periode pascapandemi
(2022–2024), pertumbuhan ekonomi Sulampua terus terakselerasi dengan rata-rata
pertumbuhan mencapai 7,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan periode
prapandemi (Grafik B2.2.2.). Hilirisasi mineral juga turut meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Pengembangan hilirisasi mineral turut menciptakan lapangan kerja baru yang
berkualitas di wilayah sentra dan mendorong
produktivitas sektor industri pengolahan.
Pendapatan (upah), baik di sektor industri
pengolahan maupun sektor tersier, juga
membaik, yang pada gilirannya turut
meningkatkan kesejahteraan secara luas.
Sebagai indikasi, persentase penduduk
miskin di Sulawesi Tengah, Sulawesi
Tenggara, dan Maluku Utara, tercatat
menurun dari 18,1%; 17,1%; dan 9,4% pada
2010 menjadi 11,8%; 11,2%; dan 6,3% pada
2024. Ketimpangan (Rasio Gini) juga turun
dari 0,37; 0,42; dan 0,34 pada 2010 menjadi
0,30; 0,37; dan 0,32 pada 2024
c. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia oleh Dunia
Bank Dunia (World Bank) merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia
menjadi sebesar 5% untuk tahun 2024. Proyeksi ini naik dibandingkan 4,9% pada laporan
Bank Dunia, bulan Januari lalu.
Sementara itu, pada 2024-2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai
5,1%. Bank Dunia menilai perekonomian Indonesia dan India menjadi dua negara yang
memiliki kinerja kuat di kawasan. Keduanya diuntungkan oleh konsumsi masyarakat.
Indonesia diperkirakan akan mendapatkan dorongan dari pertumbuhan kelas menengah
dan kebijakan ekonomi yang prudent dengan pertumbuhan rata-rata 5,1% selama 2 tahun
ke depan, tulis Bank Dunia dalam laporan Global Economic Prospects edisi Juni 2024,
dikutip Kamis (13/6/2024). Indonesia, Malaysia dan Filipina adalah negara-negara di Asia
Pasifik yang diuntungkan dengan pertumbuhan konsumsi masyarakat sejalan dengan inflasi
yang terjaga, biaya pinjaman yang turun dan pasar tenaga kerja yang kuat. Namun,
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 27
Page 39
investasi di sektor swasta dan pemerintah diperkirakan mengalami perlambatan. Kondisi ini
dipengaruhi oleh transisi politik, konflik hingga kebijakan perdagangan global. Sementara
itu, masalah penetapan budget atau APBN diperkirakan akan mempengaruhi investasi
pemerintah di sejumlah negara. Kendati demikian, menurut Bank Dunia, Indonesia adalah
salah satu negara yang berhasil mengimplementasikan kebijakan fiskal yang baik.
Di tingkat global, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara berkembang
dan emerging markets melambat dari 4,1% pada 2023 menjadi 4% pada 2024. Namun,
pertumbuhan negara-negara tersebut diperkirakan berbalik stabil pada 2025 hingga 2026.
Tanpa memperhitungkan China, Bank Dunia mengungkapkan perekonomian negara
berkembang akan mengalami kenaikan tipis meski berada pada laju yang lemah, yakni 3,5%
pada 2024, sebelum akhirnya menguat menjadi 3,9% pada 2025 hingga 2026.
d. Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2025
Dalam sepuluh tahun terakhir, Pemerintah berhasil mengantisipasi dan memitigasi
tantangan yang datang silih berganti. Pada periode tersebut, eskalasi tensi geopolitik dan
perang dagang menimbulkan fragmentasi global dan disrupsi rantai pasok. Pandemi Covid-
19 dan perubahan iklim mengancam kemanusiaan serta menimbulkan dampak ekonomi
yang besar. Di sisi lain, volatilitas harga komoditas dan dinamika sektor keuangan
memunculkan tekanan pada pertumbuhan global.
Di tengah berbagai guncangan tersebut, Pemerintah melalui instrumen fiskal dan berbagai
strategi kebijakan mampu menopang kinerja perekonomian Indonesia, termasuk antisipatif
untuk mengatasi tantangan jangka panjang. Terbukti, lima tahun sebelum Covid-19,
ekonomi Indonesia rata-rata mampu tumbuh 5,0%, melampaui pertumbuhan ekonomi
global di 3,4%. Pada masa pandemi, dengan kolaborasi kebijakan yang responsif, Indonesia
mampu pulih lebih cepat, dari kontraksi pertumbuhan ekonomi -2,1% pada 2020 menjadi
tumbuh positif sebesar 3,7% pada tahun 2021. Dalam dua tahun terakhir, ekonomi
Indonesia tetap kuat, selalu tumbuh di atas 5,0%. Pertumbuhan yang kuat mampu
menciptakan lapangan kerja dan menurunkan tingkat pengangguran. Per Februari 2024,
tingkat pengangguran turun ke bawah level prapandemi, di 4,82%. Tingkat kemiskinan terus
menurun, per Maret 2023 berada di 9,4%. Selain itu, kolaborasi kebijakan fiskal dan moneter
yang solid dapat mengendalikan inflasi di level moderat. Di sisi lain, pengelolaan kebijakan
fiskal yang efektif, prudent, dan kredibel membuat kondisi fiskal mengalami perbaikan
secara signifikan pasca pandemi. Untuk menghadapi tantangan jangka panjang dalam
mewujudkan visi Indonesia Maju 2045, percepatan reformasi struktural, termasuk melalui
strategi hilirisasi SDA, terus diperkuat.
Di tahun 2025, penguatan ekonomi nasional diperkirakan terus berlanjut. KEM PPKF 2025
dirumuskan agar selalu adaptif, fleksibel, responsif terhadap perkembangan, namun tetap
kredibel dan sustainable. KEM PPKF harus terus menjaga daya tarik investasi dengan terus
menjaga stabilitas dan prediktabilitas, memperbaiki pemerataan (ekualitas dan inklusivitas),
serta harus berkelanjutan.
Dengan kerja keras dan komitmen menjaga stabilitas ekonomi, diperkuat dengan terobosan
kebijakan, pertumbuhan ekonomi diharapkan lebih tinggi dan berkualitas sebagai fondasi
pertumbuhan jangka panjang yang kuat. Pertumbuhan tahun 2025 diperkirakan di 5,1% -
5,5%, ditopang terkendalinya inflasi, penguatan hilirisasi SDA, pengembangan industri
kendaraan listrik, dan digitalisasi yang didukung perbaikan iklim investasi dan kualitas SDM.
Dengan mempertimbangkan risiko pasar keuangan global yang masih tinggi, yield SBN
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 28
Page 40
Tenor 10 Tahun diperkirakan berada di kisaran 6,9% - 7,3%, Rupiah di rentang Rp15.300 -
Rp16.000. Sementara, inflasi diperkirakan terkendali di 1,5% - 3,5%. Di tengah tensi
geopolitik yang masih berlanjut, harga minyak mentah Indonesia diperkirakan di USD75 -
85 per barel; lifting minyak bumi 580 ribu - 601 ribu barel per hari; dan lifting gas 1.003-1.047
ribu barel setara minyak per hari.
Desain kebijakan fiskal tahun 2025 diarahkan untuk “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi
yang Inklusif dan Berkelanjutan.” Strategi kebijakan fiskal ditempuh melalui dua strategi
utama, yaitu strategi jangka menengah-panjang dengan fokus untuk mendukung
transformasi ekonomi-sosial melalui penguatan SDM yang berdaya saing, hilirisasi dan
transformasi ekonomi hijau untuk meningkatkan nilai tambah dan pertumbuhan ekonomi
yang berkelanjutan, penguatan inklusivitas untuk menghadirkan kesejahteraan yang
berkeadilan, melanjutkan pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi
serta penguatan kelembagaan dan simplifikasi regulasi, pengembangan ekonomi kreatif
dan kewirausahaan, penguatan pertahanan dan keamanan, ketahanan energi dan pangan,
serta memperkokoh nasionalisme, demokrasi dan HAM. Sementara itu, strategi jangka
pendek ditempuh dengan menjaga keberlanjutan program prioritas saat ini, sekaligus
penguatan berbagai program unggulan yang difokuskan untuk akselerasi pertumbuhan
ekonomi, penguatan well-being, serta penguatan konvergensi antardaerah.
Untuk mewujudkan pertumbuhan yang tinggi dan inklusif, peningkatan kesejahteraan dan
pemerataan antardaerah perlu ditopang APBN yang efisien, sehat dan kredibel. Sejalan
dengan hal tersebut, reformasi fiskal yang selama ini sudah berjalan harus dilanjutkan dan
diperkuat melalui collecting more, spending better, dan innovative financing.
Kebijakan optimalisasi pendapatan negara (collecting more) dilakukan dengan tetap
menjaga iklim investasi dan bisnis serta kelestarian lingkungan. Pemerintah juga
memberikan insentif fiskal secara terarah dan terukur pada berbagai sektor strategis untuk
mendukung akselerasi transformasi ekonomi. Penguatan PNBP dilakukan melalui
optimalisasi pengelolaan SDA, perbaikan tata kelola, inovasi layanan publik, serta
mendorong reformasi pengelolaan aset negara. Dengan berbagai kebijakan dan upaya
perbaikan, pendapatan negara diperkirakan di kisaran 12,14% hingga 12,36% dari PDB.
Kebijakan belanja negara diarahkan untuk penguatan spending better agar belanja lebih
efisien dan efektif. Upaya penguatan spending better ditempuh melalui efisiensi belanja
nonprioritas, penguatan belanja produktif, efektivitas subsidi dan bansos melalui
peningkatan akurasi data, perbaikan mekanisme penyaluran, dan sinergi antar program
yang relevan, serta penguatan perlinsos yang berbasis pemberdayaan untuk akselerasi
pengentasan kemiskinan dan kesenjangan. Pada sisi lain, Pemerintah berkomitmen untuk
penguatan sinergi dan harmonisasi kebijakan pusat dan daerah yang diarahkan untuk
peningkatan kualitas belanja di daerah agar lebih produktif, peningkatan kualitas layanan
publik dan kemandirian daerah. Belanja negara diperkirakan di kisaran 14,59% s.d. 15,18%
PDB.
Defisit fiskal diperkirakan di kisaran 2,45% - 2,82% PDB. Upaya untuk menutup defisit
tersebut dilakukan dengan mendorong pembiayaan yang inovatif, prudent dan sustainable
yang ditempuh, antara lain dengan: (1) mengendalikan rasio utang dalam batas manageable
di kisaran 37,98% - 38,71% PDB; (2) mendorong efektivitas pembiayaan investasi untuk
mendukung transformasi ekonomi dengan memberdayakan peran BUMN, BLU, SMV dan
SWF; (3) memanfaatkan SAL untuk antisipasi ketidakpastian; dan (4) peningkatan akses
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 29
Page 41
pembiayaan bagi MBR dan UMKM; serta (5) mendorong skema Kerjasama Pemerintah dan
Badan Usaha (KPBU) yang sustainable.
Efektivitas kebijakan fiskal dalam mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional
dan peningkatan kesejahteraan diharapkan akan berkontribusi positif pada penurunan
tingkat pengangguran terbuka tahun 2025 pada kisaran 4,5%-5,0%. Sementara itu, angka
kemiskinan diperkirakan akan berada pada rentang 7,0%-8,0%. Rasio Gini diperkirakan
terus membaik dalam rentang 0,379 - 0,382. Indeks Modal Manusia (IMM) juga ditargetkan
sekitar 0,56. Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP), dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) juga
ditargetkan untuk terus meningkat, masing-masing di rentang 113 - 115 dan 104 - 105.
KEM PPKF 2025 merupakan dokumen negara yang disusun Pemerintah sebagai bahan
pembicaraan pendahuluan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (RAPBN), sebagaimana amanat UU Nomor 17 Tahun 2003. Dengan penyampaian
dokumen KEM PPKF 2025 ini, Pemerintah bersama DPR akan melanjutkan pembahasan
dan penyusunan RAPBN hingga menjadi APBN Tahun 2025 sebagai bagian untuk
mencapai tujuan pembangunan nasional.
C. Perkembangan Industri Perfiliman
Industri film berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, dengan
kontribusi nyata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ekosistem film tidak hanya
mencakup produksi, distribusi, dan pemutaran film, tetapi juga menciptakan peluang
ekonomi bagi sektor lain, seperti pariwisata, jasa kreatif, kuliner, dan fesyen. Festival dan
kegiatan perfilman yang diselenggarakan di berbagai daerah turut meningkatkan jumlah
kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, memperkuat peran film sebagai daya
tarik wisata.
Selain berkontribusi terhadap PDB, industri film juga berperan besar dalam penciptaan
lapangan kerja. Setiap proses produksi melibatkan banyak tenaga kerja di berbagai lini,
mulai dari kru teknis hingga aktor, penulis skenario, dan penata musik. Industri ini juga
membuka peluang bagi profesi kreatif lainnya, seperti penata rias, desainer kostum, serta
pekerja di bidang pemasaran dan distribusi film. Dengan berkembangnya platform digital,
kebutuhan akan tenaga kerja baru seperti analis data, manajer konten, dan operator
teknologi distribusi semakin meningkat. Ekosistem ini tidak hanya membantu penyerapan
tenaga kerja, tetapi juga mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif secara
berkelanjutan.
Film Indonesia akhirnya berhasil menjadi raja di rumah sendiri pada 2024 setelah meraih
pencapaian yang sangat membanggakan. Dari data yang dimuat Lembaga Sensor Film
Republik Indonesia (LSF RI) pada 2024 mencatat pencapaian penting. Mereka
menyebutkan jika jumlah film layar lebar tertinggi sepanjang empat tahun terakhir, yaitu total
berjumlah 540 judul yang terdiri dari film nasional dan film impor. Bahkan ini pertama kalinya
film layar lebar nasional melampaui jumlah film asing yaitu, 285 judul film nasional
dibandingkan 255 judul film impor. Dari total jumlah 285 judul film nasional tersebut, tercatat
didaftarkan oleh pemilik film sebanyak 140 Rumah Produksi (PH). Hal ini menunjukkan
perkembangan signifikan pada industri film nasional.
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 30
Page 42
Gambar C.1
Film berdasarkan usia & asal produksi
Sistem administrasi sensor berbasis elektronik (e-Sias) LSF juga mencatat bahwa film
dengan genre horror berjumlah 87 judul film (30,5%). Jumlah ini lebih sedikit disbanding
genre drama yang total berjumlah 141 judul (49,5%) Kemudian menduduki peringkat
selanjutnya ada film pendek sebanyak 24 judul film (8,4%), genre dokumenter sebanyak 12
judul film (4,2%), romance sebanyak 6 judul film (2, 1 genre kartun/animasi sebanyak 4 judul
film (1 ,4%), genre komedi sebanyak 4 judul film (1 ,4%), genre action sebanyak 3 judul film
(1 , 1 dan masing-masing 1 (satu) judul film untuk genre biografi, science fiction, epik, serta
musikal. Data ini menunjukkan jika film Indonesia tak lagi dikuasai oleh genre horor di mana
justru malah drama yang lebih banyak.
Meski begitu keragaman genre yang dihadirkan masih kurang beragam dengan
ketimpangan pada dua genre besar tersebut. Sementara itu untuk penggolongan penonton
film di Bioskop dapat diklasifikasikan berdasarkan kategori usia dengan perolehan angka
sebesar 227 judul atau (42, 1 untuk penggolongan usia (13+) dan penggolongan usia (17+)
sejumlah 192 judul atau (35.6%), penggolongan usia Semua Umur sejumlah 106 judul atau
(19,6%), dan penggolongan usia (21+) sejumlah 15 judul atau (2,7%).
Gambar C-2
Perbandingan film layar lebar di indonesia
Untuk film impor sendiri Amerika Serikat masih berdiri di posisi teratas dengan 106 judul film
atau senilai 41 ,57%. Setelahnya ada Korea Selatan dengan 43 judul atau 16,87%, lalu India
dengan 26 judul atau 10,2%, Jepang dengan 31 judul atau 12, 15% dan Thailand dengan
13 judul atau 5, 1%. Pada kategori film impor sendiri didominasi oleh genre action yang
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 31
Page 43
mencapai 52 judul (20,4%) sementara drama mencapai 42 judul (16,5%). Hal ini
menunjukkan jika penonton Tanah Air masih haus akan hadirnya film-film action yang
ternyata masih banyak disupply oleh luar negeri (Syaifullah, 2025).
Tren industri perfilman Indonesia sedang dalam kondisi yang menjanjikan di tahun 2025.
Peningkatan penikmat film lokal terus tumbuh di tengah masyarakat. Perolehan jumlah
penonton pada tahun 2023 tercatat sebesar 54 juta penonton, tumbuh mengungguli
pencapaian tertinggi di tahun 2019. Pertumbuhan jumlah penonton film lokal pun terus
melonjak tiap tahunnya. Pada tahun 2024 tercatat film lokal Indonesia meraih torehan
sebesar 60 juta penonton. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat hingga mencapai
80 juta penonton pada tahun 2025. Jumlah film yang ditonton juga cukup banyak, yaitu lebih
dari 150 hingga 200 judul film lokal yang mencerminkan produktivitas dan keberagaman
industri perfilman tanah air. Teranyar, film animasi Jumbo menjadi sorotan utama para
penikmat film, meraih lebih dari 6 juta penonton dalam waktu singkat dan mencatatkan rekor
sebagai film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa.
Menurut laman Cinepoint, film lokal sukses menguasai daftar top box office selama tahun
2025. Rentetan film lokal banyak diminati para penonton di Indonesia. Pada umumnya, film-
film lokal yang beredar di bioskop cenderung pada genre horor. Namun, kondisi ini berbeda
pada tahun 2025. Jumbo sebagai film yang meraih jumlah penonton terbesar justru
merupakan film yang bergenre animasi/keluarga/petualangan. Hal ini menandakan tak
hanya horor, film dengan genre lain pun tetap dapat bersaing dan dinikmati oleh berbagai
kalangan penikmat film, khususnya film lokal. Beragam genre yang ditawarkan pun
menambah alternatif tontonan yang dapat dinikmati masyarakat, seperti animasi, horor,
religi, drama, petualangan, biografi, dan lain-lain. Berdasarkan daftar top box office tersebut,
8 dari 10 film lokal memperoleh jumlah penonton terbesar dan hanya 2 film mancanegara
yang mampu bertengger di daftar tersebut yaitu film Captain America: Brave New World dan
Dark Nuns.
Di samping antusiasme masyarakat pada film lokal yang cukup tinggi, kualitas film yang
mampu bersaing dan kepercayaan pihak bioskop untuk menayangkan film lokal pun turut
mendorong pertumbuhan industri film dalam negeri. Kondisi berbeda justru terjadi pada
industri film Hollywood yang disebabkan aksi mogok para penulis naskah film. Walaupun
aksi mogok dewan Asosiasi Penulis Amerika (Writers Guild of America/WGA) berakhir pada
September 2023, banyak film yang terdampak khususnya pada mundurnya jadwal
penayangan secara global termasuk di Indonesia. Aksi boikot pada produk Amerika
termasuk pada industri film pun menambah sejumlah alasan banyaknya masyarakat
Indonesia yang beralih untuk menikmati film lokal dibandingkan film Hollywood.
Tak dapat dipungkiri, momentum dan pengambilan jadwal penayangan film pada semester
satu tahun 2025 berpengaruh dan terbilang berjalan sukses. Rentetan film mancanegara
yang diproduksi dari berbagai studio raksasa akan mulai membanjiri bioskop tanah air
seperti Mission Impossible - The Final Reckoning, Jurassic World Rebirth, Superman, The
Fantastic Four: First Steps, hingga Avatar: Fire & Ash.
Selain pemutaran film-film lokal pada jaringan bioskop di Indonesia, yaitu XXI, Cinepolis,
cultural great-vital (CGV), dan bioskop lokal lainnya; penayangan film sineas Indonesia
dapat disebarluaskan melalui platform Over The Top (OTT) yang saat ini telah tersedia di
Indonesia, yakni Netflix, Disney+, Vidio, Max, dan lain-lain. Film-film lokal yang tersebar
pada jaringan OTT mampu menjangkau masyarakat lebih luas dan memperpanjang masa
penayangan akibat adanya batasan dalam pemutaran film pada jaringan bioskop. Kehadiran
film-film lokal pada media OTT ini akan turut mendorong peningkatan kualitas film dalam
negeri sehingga membuka peluang bagi para kreator film untuk memproduksi film-film yang
lebih inovatif (Jeffrey, 2025).
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 32
Page 44
D. Tantangan industri perfilman di indonesia
Industri perfilman nasional mengalami transformasi signifikan seiring dengan perubahan
kebijakan yang mendukung perkembangannya. Pemerintah terus menghadirkan regulasi
baru untuk mendorong produksi film yang berkualitas dan inovatif. Namun, tantangan utama
yang dihadapi adalah pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang film dan
media baru. Pemerintah selama ini telah memberikan dukungan melalui berbagai fasilitas,
termasuk lokasi syuting dan kebutuhan teknis lainnya. Dukungan langsung untuk
peningkatan kualitas SDM perfilman masih dirasakan kurang merata di seluruh daerah.
SDM yang berkualitas menjadi kebutuhan mendesak untuk mendorong pertumbuhan
industri film di berbagai wilayah Indonesia. Banyak daerah menghadapi keterbatasan dalam
hal pelatihan, pendidikan, dan akses teknologi bagi generasi muda menurut Tarmizi Abka
Director, Producer, Gafer Cinematography.
Film saat ini masih sering dianggap sebagai kegiatan eksklusif yang hanya melibatkan
orang-orang tertentu. Padahal, industri ini memiliki potensi besar untuk melibatkan lebih
banyak pelajar dan generasi muda. Pemerataan akses pendidikan film dan media baru perlu
menjadi prioritas untuk menciptakan SDM yang kompetitif. Dengan langkah ini, industri film
dapat berkembang lebih inklusif, menarik lebih banyak bakat baru dari berbagai kalangan.
Pemerintah diharapkan dapat berperan lebih aktif dalam menciptakan program pelatihan
yang menjangkau hingga daerah-daerah terpencil. Selain itu, kolaborasi dengan institusi
pendidikan dan komunitas kreatif dapat membantu mengatasi kesenjangan tersebut.
Generasi muda yang mendapatkan akses pendidikan film dapat berkontribusi besar
terhadap pertumbuhan industri kreatif di masa depan. Harapan ke depan adalah menjadikan
film sebagai bagian dari budaya yang lebih inklusif dan merata di Indonesia. Perspektif baru
dan ide-ide segar yang relevan dengan kebutuhan pasar global. Ini membutuhkan sinergi
antara pemerintah, pelaku industri, dan komunitas kreatif untuk menciptakan ekosistem
yang lebih berkelanjutan. Melalui penguatan SDM dan pemerataan pendidikan film, industri
kreatif dapat menjadi sektor unggulan bagi perekonomian nasional. Transformasi ini
menunjukkan bahwa industri perfilman nasional memiliki potensi besar untuk berkembang
lebih pesat. Dengan sinergi yang baik antara pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat,
perfilman Indonesia akan semakin berdaya saing (Diana, 2025).
4.2 Analisis Kuantitatif
Analisa kuantitatif berupa: Penilaian atas potensi pendapatan, aset, kewajiaban dan kondisi
keuangan perusahaan meliputi penilaian kinerja historis, penilaian atas proyeksi keuangan
yang diperoleh dari pihak manajemen pemberi tugas, analisis rasio keuangan akan
dilakukan terhadap Perseroan dan juga akan dilakukan analisa laporan keuangan sebelum
transaksi dan proforma laporan keuangan setelah transaksi.
4.2.1. Penilaian Kinerja Historis
Penilaian kinerja historis akan menjelaskan selama periode analisis 5 tahun terakhir
bagaimana tren dari posisi keuangan maupun laba rugi dan mengukur pencapaian-
pencapaian yang sudah diperoleh dengan melakukan analisa rasio baik vertikal maupun
horizontal.
Penilaian dilakukan berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir
31 Desember 2021, 2022, 2023 dan 2024 yang telah di audit oleh KAP.
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 33
Page 45
Analisis Neraca
Tabel 4.2-1
Perbandingan Neraca 2021, 2022, 2023 dan 2024
Disajikan dalam jutaan rupiah kecuali dinyatakan lain
2021 2022 2023 2024 CAGR
Rp jutaan % Rp jutaan % Rp jutaan % Rp jutaan % %
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 82.233 6,3 384.128 23,8 503.803 29,4 252.725 7,3 45,4
Piutang usaha 66.471 5,1 50.007 3,1 35.176 2,0 39.981 1,2 -15,6
Piutang lain-lain - Pihak ketiga 24 0,0 45 0,0 - - 54 0,0 31,8
Pajak dibayar dimuka 8.125 0,6 18.657 1,2 41.502 2,4 40.379 1,2 70,7
Uang muka 17.886 1,4 25.357 1,6 26.639 1,6 34.629 1,0 24,6
Biaya dibayar dimuka 1.241 0,1 986 0,1 1.292 0,1 1.228 0,0 -0,3
Total Aset Lancar 175.980 13,5 479.180 29,7 608.413 35,5 368.997 10,7 28,0
ASET TIDAK LANCAR
Kas di bank yang dibatasi penggunaanya - - - 288.594 8,4 na
Piutang lain-lain 15.427 1,2 15.427 1,0 6.000 0,3 - - -100,0
Aset tetap - neto 509.645 39,1 504.671 31,3 496.894 29,0 505.589 14,6 -0,3
Properti investasi - neto 99.103 7,6 92.973 5,8 86.842 5,1 80.712 2,3 -6,6
Aset film 272.455 20,9 303.723 18,8 306.126 17,8 361.235 10,5 9,9
Investasi 229.788 17,6 217.096 13,5 211.696 12,3 1.833.779 53,1 99,8
Aset lain-lain - - 12 0,0 56 0,0 14.714 0,4 na
Total Aset Tidak Lancar 1.126.418 86,5 1.133.902 70,3 1.107.615 64,5 3.084.624 89,3 39,9
TOTAL ASET 1.302.397 100,0 1.613.081 100,0 1.716.028 100,0 3.453.621 100,0 38,4
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 3.309 0,3 4.634 0,3 3.207 0,2 8.725 0,3 38,1
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo - - - - - - 79.800 2,3 na
Utang pajak 859 0,1 24.440 1,5 15.916 0,9 4.002 0,1 67,0
Beban yang masih harus dibayar 45 0,0 63 0,0 68 0,0 1.019 0,0 183,3
Uang muka penjualan 32.543 2,5 32.887 2,0 32.239 1,9 28.135 0,8 -4,7
Utang lain-lain - Pihak ketiga 4.318 0,3 6.472 0,4 10.675 0,6 15.357 0,4 52,6
Total Liabilitas Jangka Pendek 41.075 3,2 68.496 4,2 62.105 3,6 137.038 4,0 49,4
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi - - - 701.650 20,3 na
Utang pihak berelasi 258 0,0 - - - - - - -100,0
Liabilitas imbalan kerja 2.472 0,2 2.576 0,2 3.208 0,2 3.259 0,1 9,7
Liabilitas pajak tangguhan 5.996 0,5 4.941 0,3 16.098 0,9 22.758 0,7 56,0
Total Liabilitas Jangka Panjang 8.726 0,7 7.518 0,5 19.306 1,1 727.667 21,1 336,9
Total Liabilitas 49.801 3,8 76.013 4,7 81.411 4,7 864.705 25,0 158,9
EKUITAS
Modal saham 951.122 73,0 951.122 59,0 951.122 55,4 989.779 28,7 1,3
Saham yang diperoleh kembali (24.448) - 1,9 - - - - - - -100,0
Tambahan modal disetor 153.685 11,8 253.272 15,7 253.272 14,8 1.359.046 39,4 106,8
Penghasilan komprehensif lain (687) - 0,1 (240) - 0,0 (256) - 0,0 (245) - 0,0 -29,1
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 17.100 1,3 17.100 1,1 17.100 1,0 22.100 0,6 8,9
Belum ditentukan penggunaannya 155.825 12,0 315.815 19,6 413.381 24,1 218.236 6,3 11,9
Total Ekuitas 1.252.597 96,2 1.537.068 95,3 1.634.617 95,3 2.588.916 75,0 27,4
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 1.302.397 100,0 1.613.081 100,0 1.716.028 100,0 3.453.621 100,0 38,4
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 34
Page 46
Jumlah aset selama periode analisis meningkat dari Rp1.302.397 pada tahun 2021
selanjutnya dari tahun ke-tahun naik sehingga menjadi Rp3.453.621 pada tahun 2024
dengan CAGR 38,4%.
Aset lancar selama periode analisis meningkat dari Rp175.980 atau 13,5% dari jumlah aset
pada tahun 2021 selanjutnya dari tahun ke-tahun naik sehingga menjadi Rp608.413 atau
35,5% dari jumlah aset pada tahun 2023 sedangkan pada tahun 2024 turun menjadi
Rp368.997 atau 10,7% dari jumlah aset pada tahun 2024 dengan CAGR 28,0%.
Aset tidak lancar selama periode analisis berfluktuatif dari Rp1.126.418 atau 86,5% dari
jumlah aset pada tahun 2021 naik menjadi Rp1.133.902 atau 70,3% dari jumlah aset pada
tahun 2022 kemudian turun menjadi Rp1.107.615 atau 64,5% dari jumlah aset kembali naik
menjadi Rp3.084.624 atau 89,3% dari jumlah aset dengan CAGR 39,9%.
Liabilitas jangka pendek selama periode analisis berfluktuasi dari Rp41.075 atau 3,2% dari
jumlah liabilitas & ekuitas pada tahun 2021 naik menjadi sebesar Rp68.496 atau 4,2% dari
jumlah liabilitas & ekuitas pada tahun 2022 kemudian turun menjadi Rp62.105 atau 3,6%
dari jumlah liabilitas & ekuitas tahun 2023 sedangkan pada tahun 2024 naik signifikan
menjadi Rp137.038 atau 4,0% dari jumlah liabilitas & ekuitas dengan CAGR 49,4%.
Liabilitas jangka panjang selama periode analisis berfluktuatif dari Rp8.726 atau 0,7% dari
jumlah liabilitas & ekuitas tahun 2021 turun menjadi Rp7.518 atau 0,5% dari jumlah liabilitas
& ekuitas tahun 2022 selanjutnya dari tahun ke-tahun naik sehingga menjadi Rp727.667
atau 21,1% dari jumlah liabilitas & ekuitas tahun 2024 dengan CAGR 336,9%.
Ekuitas selama periode analisis meningkat dari Rp1.252.597 atau 96,2% dari jumlah
liabilitas & ekuitas pada tahun 2021 selanjutnya dari tahun ke-tahun naik sehingga menjadi
Rp2.588.916 atau 75,0% dari jumlah liabilitas & ekuitas tahun 2024 dengan CAGR 27,4%.
Grafik 4.2-1
Neraca
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 35
Page 47
Analisis Laba (Rugi) Horizontal dan Vertikal
Tabel 4.2.-2
Laporan Laba (Rugi)
Disajikan dalam jutaan rupiah kecualai dinyatakan lain.
2021 2022 2023 2024 CAGR
Rp jutaan % Rp jutaan % Rp jutaan % Rp jutaan % %
PENJUALAN 245.768 100,0 418.390 100,0 363.355 100,0 433.202 100,0 20,8
BEBAN POKOK PENJUALAN (106.180) (43,2) (115.203) (27,5) (135.787) (37,4) (155.740) (36,0) 13,6
LABA BRUTO 139.588 56,8 303.187 72,5 227.568 62,6 277.463 64,0 25,7
BEBAN USAHA (55.018) (22,4) (94.903) (22,7) (102.066) (28,1) (144.389) (33,3) 37,9
LABA USAHA 84.570 34,4 208.284 49,8 125.502 34,5 133.074 30,7 16,3
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan lain-lain 7.311 3,0 14.092 3,4 12.929 3,6 22.091 5,1 44,6
Beban lain-lain (35.700) (14,5) (14.208) (3,4) (11.059) (3,0) (83.899) (19,4) 33,0
Total Penghasilan (Beban) Lain-lain (28.390) (11,6) (115) (0,0) 1.870 0,5 (61.808) (14,3) 29,6
LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN)
PAJAK PENGHASILAN 56.181 22,9 208.169 49,8 127.371 35,1 71.266 16,5 8,3
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
PENGHASILAN
Kini (13.389) (5,4) (49.360) (11,8) (18.644) (5,1) (16.974) (3,9) 8,2
Tangguhan (6.932) (2,8) 1.180 0,3 (11.162) (3,1) (6.656) (1,5) -1,3
Total Beban Pajak Penghasilan (20.321) (8,3) (48.180) (11,5) (29.806) (8,2) (23.630) (5,5) 5,2
LABA NETO 35.860 14,6 159.990 38,2 97.566 26,9 47.636 11,0 9,9
Penjualan selama periode analisis meningkat dari Rp245.768 pada tahun 2021 naik menjadi
sebesar Rp418.390 pada tahun 2022 dan turun menjadi sebesar Rp363.355 pada tahun
2023 dan kembali naik menjadi sebesar Rp433.202 tahun 2024, dengan CAGR 20,8%.
Beban pokok pendapatan, selama periode analisis meningkat dari Rp106.180 atau 43,2%
dari jumlah penjualan pada tahun 2021 selanjutnya dari tahun ke-tahun naik sehingga
menjadi Rp1500.740 atau 36,0% dari penjualan pada tahun 2024 dengan CAGR 13,6% hal
ini menunjukkan bahwa CAGR penjualan lebih tinggi maka terdapat efisiensi.
Beban usaha, selama periode analisis meningkat dari Rp55.018 atau 22,4% dari penjualan
tahun 2021 naik menjadi sebesar Rp144.389 atau 33,3% dari penjualan pada tahun 2024
dengan CAGR 37,9%.
Laba Usaha, selama periode analisis berfluktuasi dari Rp84.570 atau 34,4% dari penjualan
naik menjadi Rp208.284 atau 49,8% dari penjualan pada tahun 2022 kemudian turun
menjadi Rp125.502 atau 34,5% dari penjualan pada tahun 2023 kemudian kembali naik
menjadi Rp133.074 atau 30,7% dari penjualan pada tahun 2024 dengan CAGR 16,3%.
Penghasilan (beban) lain-lain, selama periode analisis berfluktuasi dari net beban lain-lain
Rp28.390 atau 11,6% dari penjualan pada tahun 2021 turun menjadi net beban lain-lain
Rp115 atau 0.0% dari penjualan pada tahun 2022 sedangkan pada tahun 2023 net
penghasilan lain-lain sebesar Rp1.870 atau 0,5% dari penjualan dan pada tahun 2024 net
beban lain-lain Rp61.808 atau 14,3% dari penjualan.
Laba (Rugi) bersih sebelum pajak, selama periode analisis berfluktuasi dari Rp56.181 atau
22,9% dari penjualan pada tahun 2021 naik menjadi Rp208.169 atau 49,8% dari penjualan
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 36
Page 48
pada tahun 2022 selanjutnya turun sehingga menjadi Rp71.266 atau 16,5% dari penjualan
pada tahun 2024 dengan CAGR 8,3%.
Laba bersih setelah pajak, selama periode analisis berfluktuatif dari Rp35.860 atau 14,6%
dari penjualan pada tahun 2021 naik signifikan menjadi Rp159.990 atau 38,25 dari
penjualan pada tahun 2022 selanjutnya dari tahun ke-tahun turun sehingga menjadi
Rp47.636 atau 11,0% dari penjualan pada tahun 2024.
Grafik 4.2-2
Penjualan & Net profit margin
Analisis Rasio Keuangan
Rasio Keuangan atau Financial Ratio merupakan alat analisis keuangan perusahaan untuk
menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat
pada pos laporan keuangan (neraca, laporan laba rugi, dan laporan aliran kas). Rasio
menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan (mathematical relationship) antara
suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain.
Analisis rasio dapat digunakan untuk membimbing investor dan kreditor untuk membuat
keputusan atau pertimbangan tentang pencapaian perusahaan dan prospek pada masa
datang. Salah satu cara pemrosesan dan penginterpretasian informasi akuntansi, yang
dinyatakan dalam artian relatif maupun absolut untuk menjelaskan hubungan tertentu antara
angka yang satu dengan angka yang lain dari suatu laporan keuangan.
Secara umum rasio keuangan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a. Rasio Likuiditas. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban-kewajiban lancarnya. Rasio ini antara lain Rasio Kas (cash ratio),
Rasio Cepat (quick ratio), Rasio Lancar (current ratio)
b. Rasio Pengungkit/ Leverage/ Solvabilitas. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat
pengelolaan sumber dana perusahaan. Beberapa rasio ini antara lain Rasio Total
Hutang terhadap Modal sendiri, Total Hutang terhadap Total Asset, TIE Time Interest
Earned.
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 37
Page 49
c. Rasio Aktivitas. Rasio yang menggambarkan aktivitas yang dilakukan perusahaan
dalam menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan, pembelian, dan
kegiatan lainnya. ada dua penilaian rasio aktivitas yaitu:
1) Rasio Nilai Pasar. Rasio yang mengukur harga pasar relatif terhadap Nilai Buku
perusahaan. Rasio ini antara lain: PER (Price Earning Ratio), Devidend Yield,
Devideng Payout Ratio, PBV (Price to Book Value)
2) Rasio Efesiensi/ Perputaran. Rasio perputaran digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan dalam mengelola aset-asetnya sehingga memberikan
aliran kas masuk bagi perusahaan. Rasio ini antara lain Rasio Perputaran
Persediaan, Perputaran Aktiva Tetap, dan Total Asset Turnover.
d. Rasio Profitabilitas/ Rentabilitas. Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Rasio ini antara lain:
GPM (Gross Profit Margin), OPM (Operating Profit Margin), NPM (Net Profit Margin),
ROA (Return to Total Asset), ROE (Return On Equity), ROI (Return On Invesment).
Metode Pendekatan Analisis Rasio Keuangan
1. Pendekatan Lintas Seksi (Cross Sectional Approach). Yaitu cara mengevaluasi dengan
jalan membandingkan rasio-rasio antara perusahaan yang satu dengan perusahaan
lainnya yang sejenis pada saat bersamaan. Dengan cara ini dapat diketahui apakah
perusahaan yang bersangkutan berada di atas, berada pada rata-rata, atau berada
dibawah rata-rata industri.
2. Pendekatan Runtut Waktu (Time Series Analysis) Yaitu cara mengevaluasi dengan
jalan membandingkan rasio-rasio finansial perusahaan dari satu periode ke periode
lainnya. Dengan membandingkan antara rasio-rasio yang dicapai saat ini dengan rasio-
rasio dimasa lalu yang dapat memperlihatkan apakah perusahaan mengalami
kemajuan atau kemunduran. Perkembangan perusahaan terlihat pada kecenderungan
''(trend)'' dari tahun ke tahunnya, dan dengan melihat perkembangan ini perusahaan
akan dapat membuat rencana untuk masa depannya.
Dalam melakukan analisis rasio keuangan PAP hanya melakuan pendekatan runtut waktu
(Time Series Analysis) untuk periode 31 Desember 2021, 2022, 2023 dan 2024.
Rasio Likuiditas
Rasio Lancar (Current ratio) mengukur kemampuan aset lancar untuk memenuhi semua
kewajiban lancar pada akhir periode pembukuan, selama periode analisis berfluktuasi dari
terendah 2,69x pada tahun 2024 sedangkan tertinggi 9,8x pada tahun 2023 atau rata-rata
5,94x.
Rasio kas (Cash ratio) mengukur kemampuan uang kas untuk melunasi kewajiban jangka
pendek pada akhir periode pembukuan. Rasio kas, selama periode analisis juga berfluktuasi
dari terendah 1,84x pada tahun 2024 dan tertinggi 8,11x pada tahun 2023 atau rata-rata
4,39x.
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 38
Page 50
Tabel 4.2-3
Rasio Keuangan
Tanda 2021 2022 2023 2024 Rat-rata
Liquidity ratio
Rasio Lancar (Current ratio) x 4,28 7,00 9,80 2,69 5,94
Cash ratio x 2,00 5,61 8,11 1,84 4,39
Leverage
Total debt to equity x 0,04 0,05 0,05 0,33 0,12
Total debt to total asset x 0,04 0,05 0,05 0,25 0,10
Long term debt to equity x 0,01 0,00 0,01 0,28 0,08
Total equity to total asset x 0,96 0,95 0,95 0,75 0,90
Activity ratio
Perputaran total aset x 0,19 0,26 0,21 0,13 0,20
Perputaran piutang x 3,70 8,37 10,33 10,84 8,31
Lama rata-rata piutang hari 98,72 43,63 35,34 33,69 52,84
Profitability ratio
Gross profit margin % 56,80 72,47 62,63 64,05 63,99
Oprating profit margin % 34,41 49,78 34,54 30,72 37,36
Net profit margin % 14,59 38,24 26,85 11,00 22,67
Rate of return
Return on equity % 3,18 14,11 8,81 1,54 6,91
Return on total asset % 2,75 9,92 5,69 1,38 4,93
Rasio Leverage
Leverage ratio adalah suatu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
pemenuhan kewajiban atau pelunasan utangnya, baik jangka pendek maupun panjang.
Leverage ratio juga untuk menilai seberapa besar risiko keuangan yang telah diambil
perusahaan.
Rasio total debt to total equity selama periode analisis meningkat dari 0,04x pada tahun
2021 naik menjadi 0,5x pada tahun 2023 dan naik kembali menjadi 0,33x pada tahun 2024
atau rata-rata 0,12x.
Rasio total debt to total asset selama periode analisis juga meningkat dari 0,04x pada
tahun 2021 naik menjadi 0,05x pada tahun 2023 dan kembali naik menjadi 0,25 pada tahun
2024 atau rata-rata 0,10x.
Rasio long term debt to total equity selama periode meningkat dari 0,01x pada tahun
2021 menjadi 0,28x pada tahun 2024 atau rata-rata 0,08x.
Rasio jumlah ekuitas terhadap total asset, menurun dari 0,96x pada tahun 2021 menjadi
0,75x pada tahun 2024 atau rata-rata 0,90x.
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 39
Page 51
Rasio Aktivitas
Perputaran jumlah aset, berfluktuasi dari terendah 0,13x pada tahun 2024 dan tertinggi
0,26x pada tahun 2022 atau rata-rata 0,20x.
Perputaran jumlah piutang, mengalami peningkatan dari 3,70x atau lama rata-rata periode
penagihan 98,72 hari pada tahun 2021 naik menjadi 10,84x atau lama rata-rata periode
penagihan 33,69 hari pada 2024 atau rata-rata 8,31x dengan lama rata-rata periode
penagihan 52,84 hari.
Rasio Profitabilias
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam melakukan efisiensi atas
perolehan pendapatan, profitabilitas diukur dengan margin laba kotor dengan penjualan
(gross profit margin), rasio laba operasi terhadap penjualan (operating profit margin) dan
rasio laba bersih dengan penjualan atau (net profit margin)
Gross Profit Margin (rasio laba kotor terhadap penjualan) selama periode analisis
berfluktuasi relatif tinggi antara trendah 56,80% pada tahun 2021 sedangkan tetinggi
72,47% pada tahun 2022 atau rata-rata 63,99%.
Operating Profit Margin, Rasio Laba Operasi terhadap penjualan juga berfluktuasi antara
terendah 34,41% pada tahun 2021 dan tertinggi 49,78% pada tahun 2022 atau rata-rata
37,76%.
Net Profit Margin, Rasio laba bersih setelah pajak terhadap penjualan tren meningkat
meningkat dari rugi (-) 45,5% pada tahun 2019 turun menjadi rugi (-) 26,6% pada tahun
2020, selanjutnya naik sehingga menjadi laba 1,8% pada tahun 2023 dan pada periode
sampai September 2024 laba 9,2%.
Rasio Rentabilitas
Untuk bisa mengetahui efisien atau tidaknya suatu perusahaan bisa dilakukan dengan
membandingkan antara laba yang didapatkan dengan modal yang telah dikeluarkan untuk
bisa menghasilkan laba atau dengan cara menghitung rasio rentabilitasnya. Rasio
rentabilitas adalah rasio yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan dari suatu
perusahaan dalam menghasilkan laba dalam waktu periode tertentu.
ROE, Rasio laba bersih terhadap ekuitas selama periode analisis tren meningkat dari negatif
(-) 14,6% pada tahun 2019 turun menjadi (-) 5,3% pada tahun 2022 selanjutnya meningkat
menjadi 1,1% pada tahun 2023, dan pada periode sampai September 2024 naik menjadi
3,8%.
ROA, Rasio laba operasi terhadap jumlah aset juga hal yang sama berfluktuasi dari negatif
(-) 6,8% pada tahun 2019 turun menjadi (-) 2,2% pada tahun 2022, selanjutnya meningkat
sehingga menjadi 0,5% pada tahun 2023 dan sampai dengan periode September 2024
menjadi 1,9%.
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 40
Page 52
4.2.2 Penilaian Proyeksi Keuangan Tanpa dan Dengan Transaksi
Penilaian Proyeksi keuangan berdasarkan proyeksi yang dipersiapkan oleh manajemen
Perseroan selama 3 tahun yang akan datang (2025-2027) sesuai masa perjanjian Sewa
Menyewa, baik sebelum maupun sesudah transaksi.
Tabel 4.2-4
Proyeksi Neraca Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
(dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Aktual 2025 2026 2027
2024 Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 252.725 231.006 237.760 246.203 259.710 500.011 520.272
Piutang usaha 39.981 54.074 54.074 65.785 65.785 79.332 79.332
Piutang lain-lain - Pihak ketiga 54 57 57 60 60 63 63
Pajak dibayar dimuka 40.379 23.630 23.630 24.419 24.419 36.447 36.447
Uang muka 34.629 36.361 36.361 38.179 38.179 40.088 40.088
Biaya dibayar dimuka 1.228 1.290 1.290 1.354 1.354 1.422 1.422
Total Aset Lancar 368.997 346.418 353.172 376.000 389.507 657.364 677.624
ASET TIDAK LANCAR
Kas di yang dibatasi penggunaanya 288.594 288.594 288.594 288.594 288.594 - -
Piutang lain-lain - - - - - - -
Aset tetap - neto 505.589 508.117 508.117 510.658 510.658 513.211 513.211
Properti investasi - neto 80.712 84.748 84.748 88.985 88.985 93.435 93.435
Aset film 361.235 379.297 379.297 398.262 398.262 418.175 418.175
Investasi 1.833.779 1.842.948 1.842.948 1.852.163 1.852.163 1.861.424 1.861.424
Aset lain-lain 14.714 15.449 15.449 16.222 16.222 17.033 17.033
Total Aset Tidak Lancar 3.084.624 3.119.154 3.119.154 3.154.884 3.154.884 2.903.278 2.903.278
TOTAL ASET 3.453.621 3.465.572 3.472.326 3.530.884 3.544.391 3.560.641 3.580.901
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 8.725 9.597 9.597 10.557 10.557 11.612 11.612
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo 79.800 79.800 79.800 159.600 159.600 239.400 239.400
Utang pajak 4.002 4.791 4.791 16.031 16.031 18.794 18.794
Beban yang masih harus dibayar 1.019 1.070 1.070 1.123 1.123 1.179 1.179
Uang muka penjualan 28.135 29.542 29.542 31.019 31.019 32.570 32.570
Utang lain-lain - Pihak ketiga 15.357 16.125 16.125 16.931 16.931 17.778 17.778
Total Liabilitas Jangka Pendek 137.038 140.925 140.925 235.261 235.261 321.333 321.333
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah
dikurangi 701.650 621.850 621.850 462.250 462.250 222.850 222.850
Utang pihak berelasi - - - - - - -
Liabilitas imbalan kerja 3.259 3.422 3.422 3.593 3.593 3.773 3.773
Liabilitas pajak tangguhan 22.758 23.896 23.896 25.091 25.091 26.345 26.345
Total Liabilitas Jangka Panjang 727.667 649.168 649.168 490.934 490.934 252.968 252.968
Total Liabilitas 864.705 790.093 790.093 726.195 726.195 574.301 574.301
EKUITAS
Modal saham 989.779 989.779 989.779 989.779 989.779 989.779 989.779
Saham yang diperoleh kembali - - - - - - -
Tambahan modal disetor 1.359.046 1.359.046 1.359.046 1.359.046 1.359.046 1.359.046 1.359.046
Penghasilan komprehensif lain (245) (257) (257) (270) (270) (283) (283)
Saldo laba - - -
Telah ditentukan penggunaannya 22.100 22.100 22.100 22.100 22.100 22.100 22.100
Belum ditentukan penggunaannya 218.236 304.812 311.566 434.034 447.541 615.699 635.959
Total Ekuitas 2.588.916 2.675.480 2.682.233 2.804.689 2.818.196 2.986.340 3.006.600
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3.453.621 3.465.572 3.472.326 3.530.884 3.544.391 3.560.641 3.580.901
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 41
Page 53
Proyeksi Neraca
Jumlah aset proyeksi pada tahun 2025 setelah Rencana Transaksi meningkat sebesar
Rp6.753 peningkatan diperoleh dari hasil sewa bersih setelah dikurang pajak, dan pada
tahun 2026 setelah Rencana Transaksi meningkat sebesar Rp13.507 merupakan kumulatif
hasil sewa bersih 2 tahun sedangkan pada tahun 2027 sebesar Rp20.260 atau merupakan
kumulatif hasil sewa bersih 3 tahu.
Jumlah aset Lancar proyeksi pada tahun 2025 setelah Rencana Transaksi meningkat
sebesar Rp6.753 peningkatan diperoleh dari hasil sewa bersih setelah dikurang pajak, dan
pada tahun 2026 setelah Rencana Transaksi meningkat sebesar Rp13.507 merupakan
kumulatif hasil sewa bersih 2 tahun sedangkan pada tahun 2027 sebesar Rp20.260 atau
merupakan kumulatif hasil sewa bersih 3 tahu.
Jumlah aset tidak lancar selam periode proyeksi masing-masing setiap tahun tetap sama
baik sebelum maupun setelah Rencana Transaksi.
Jumlah liabilitas jangka pendek selama periode proyeksi masing-masing setiap tahun
sama sebelum maupun setelah Rencana Transaksi.
Jumlah liabilitas jangka panjang selama periode proyeksi masing-masing setiap tahun
sama baik sebelum maupun setelah Rencana Transaksi.
Jumlah ekuitas pada proyeksi tahun 2025 setelah Rencana Transaksi meningkat sebesar
Rp6.753 peningkatan diperoleh dari hasil sewa bersih setelah dikurang pajak, dan pada
tahun 2026 setelah Rencana Transaksi meningkat sebesar Rp13.507 merupakan kumulatif
hasil sewa bersih 2 tahun sedangkan pada tahun 2027 sebesar Rp20.260 atau merupakan
kumulatif hasil sewa bersih 3 tahu.
Tabel 4.2-5
Proyeksi Laba (Rugi) Sebelum dan Sesudah Rencana transaksi
(dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Aktual 2025 2026 2027
2024 Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah
PENJUALAN 433.202 519.843 519.843 623.811 623.811 748.574 748.574
BEBAN POKOK PENJUALAN (155.740) (192.342) (192.342) (230.810) (230.810) (276.972) (276.972)
% Beban pokok -36,0% -37,0% -37,0% -37,0% -37,0% -37,0% -37,0%
LABA BRUTO 277.463 327.501 327.501 393.001 393.001 471.601 471.601
BEBAN USAHA (144.389) (151.608) (153.919) (159.189) (161.499) (167.148) (169.459)
% Beban usaha -33,3% -29,2% -29,6% -25,5% -25,9% -22,3% -22,6%
LABA USAHA 133.074 175.893 173.582 233.812 231.502 304.453 302.143
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan lain-lain 22.091 23.196 34.164 24.355 35.324 25.573 36.542
Beban lain-lain (83.899) (88.093) (88.093) (92.498) (92.498) (97.123) (97.123)
Total Penghasilan (Beban) Lain-lain (61.808) (64.898) (53.929) (68.143) (57.174) (71.550) (60.581)
% Penghasilan (Beban) Lain-lain -14,3% -12,5% -10,4% -10,9% -9,2% -9,6% -8,1%
LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN)
PAJAK PENGHASILAN 71.266 110.995 119.653 165.670 174.328 232.903 241.561
% Laba sebelum pajak 16,5% 21,4% 23,0% 26,6% 27,9% 31,1% 32,3%
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
PENGHASILAN (23.630) (24.419) (26.324) (36.447) (38.352) (51.239) (53.144)
LABAB BERSIH SETELAH PAJAK 47.636 86.576 93.329 129.222 135.976 181.664 188.418
% Laba bersih setelah pajak 11,0% 16,7% 18,0% 20,7% 21,8% 24,3% 25,2%
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 42
Page 54
▪ Pendapatan
Pendapatan selama periode proyeksi masing-masing setiap tahun sama baik sebelum
maupun sesudah Rencana Transaksi.
▪ Beban Pokok
Beban pokok selama periode proyeksi masing-masing setiap tahun sama baik sebelum
maupun sesudah Rencana Transaksi.
▪ Beban Usaha
Beban usaha selama periode proyeksi masing-masing setiap tahun meningkat setelah
Rencana Transaksi sebesar beban service charge Rp2.311, yang mengakibatkan Laba
usaha menurun setelah transaksi sebesar Rp2.311.
▪ Penghasilan lain-lain
Penghasilan lain-lain selama periode proyeksi masing-masing setiap tahun meningkat
setelah Rencana Transaksi sebesar harga sewa ditambah service charge per tahun
Rp10.969.
▪ Laba sebelum pajak
Laba sebelum pajak selama periode proyeksi masing-masing setiap tahun meningkat
setelah Rencana Transaksi sebesar harga sewa pertahun Rp8.658.
▪ Pajak
Pajak selama periode proyeksi masing-masing setiap tahun meningkat setelah
transaksi sebesar 22% dari Rp8.658 atau Rp1.905.
▪ Laba (Rugi) bersih
Laba (Rugi) bersih selama proyeksi masing-masing setiap tahun meningkat setelah
transaksi sebesar Rp6.753 yaitu laba bersih atas hasil sewa.
Proyeksi Arus Kas
Salah satu analisis keuangan yang sangat penting disamping alat keuangan lainnya adalah
laporan arus kas. Dengan analisis arus kas dapat diketahui darimana dana (kas) diperoleh
dan untuk apa dana (kas) tersebut digunakan.
Ada dua metode penyusunan arus kas yaitu metode langsung dan tidak langsung, metode
langsung dengan cara mengikuti setiap aliran kas, sedangkan metode tidak langsung
pengaruh semua dari penangguhan penerimaan dan pengeluaran kas di masa lalu dan
semua akrual dari penerimaan kas dan pengeluaran kas yang diharapkan dimasa yang
akan datang dihilangkan sehingga sumber dana diperoleh dari laba bersih dengan
menambahkan pos-pos yang tidak memerlukan pengeluaran kas kembali ke laba bersih
serta penambahan dan pengurangan kenaikan maupun penurunan modal kerja. Dalam
laporan ini penyusunan arus kas menggunakan metode tidak langsung.
▪ Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Jumlah penerimaan arus kas dari aktivitas operasi masing-masing setiap tahun setelah
Rencana Transaksi meningkat sebesar Rp6.573
▪ Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Jumlah penerimaan arus kas dari aktivitas investasi baik sebelum maupun setelah Rencana
Transaksi masing-masing setiap tahun sama.
▪ Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Jumlah penerimaan arus kas dari aktivitas pendanaan baik sebelum maupun setelah
Rencana Transaksi masing-masing setiap tahun sama.
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 43
Page 55
Tabel 4.2-6
Proyeksi Arus Kas
(disajikan dalam jutaan, kecuali dinyatakan lain)
2025 2026 2027
Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 507.156 518.125 613.578 624.546 736.577 747.546
Pembayaran kepada pemasok, karyawan (362.894) (365.204) (422.281) (424.591) (464.912) (467.222)
Kas yang diperoleh dari (digunakan untuk) 144.262 152.921 191.297 199.955 271.666 280.324
Pembayaran pajak penghasilan (7.670) (9.574) (24.801) (26.706) (63.267) (65.172)
Penerimaan (Pengeluaran) kas lainnya dari aktivitas operasi
16.146 16.146 27.777 27.777 20.542 20.542
Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk) 152.738 159.492 194.273 201.026 228.940 235.694
-
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI - - - - - -
Perolehan aset tetap (6.564) (6.564) (6.778) (6.778) (7.003) (7.003)
Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk) (6.564) (6.564) (6.778) (6.778) (7.003) (7.003)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran bunga dari aktivitas pendanaan (88.093) (88.093) (92.498) (92.498) (97.123) (97.123)
Pembayaran pinjaman bank (79.800) (79.800) (79.800) (79.800) (159.600) (159.600)
Penarikan (Penempatan) dana yang dibatasi penggunaannya - - 288.594 288.594
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (167.893) (167.893) (172.298) (172.298) 31.871 31.871
-
ARUS KAS BERSIH (21.719) (14.965) 15.197 21.950 253.809 260.562
KAS AWAL 252.725 252.725 231.006 237.760 246.203 259.710
KAS AKHIR 231.006 237.760 246.203 259.710 500.011 520.272
Tabel 4.2-7
Rasio Proyeksi Keuangan Sebelum dan Sesudah
Aktual P r o y e k s i
Tanda 2025 2026 2027
2024
Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah
Liquidity ratio
Rasio Lancar (Current ratio) x 2,69 2,46 2,51 1,60 1,66 2,05 2,11
Cash ratio x 1,84 1,64 1,69 1,05 1,10 1,56 1,62
Leverage
Total debt to equity x 0,33 0,30 0,29 0,26 0,26 0,19 0,19
Total debt to total asset x 0,25 0,23 0,23 0,21 0,20 0,16 0,16
Long term debt to equity x 0,28 0,24 0,24 0,18 0,17 0,08 0,08
Total equity to total asset x 0,75 0,77 0,77 0,79 0,80 0,84 0,84
Activity ratio
Perputaran total aset x 0,13 0,15 0,15 0,18 0,18 0,21 0,21
Perputaran piutang x 10,84 9,61 9,61 9,48 9,48 9,44 9,44
Lama rata-rata piutang hari 33,69 37,97 37,97 38,49 38,49 38,68 38,68
Profitability ratio
Gross profit margin % 64,05 63,00 63,00 63,00 63,00 63,00 63,00
Oprating profit margin % 30,72 33,84 33,39 37,48 37,11 40,67 40,36
Net profit margin % 11,00 16,65 17,95 20,71 21,80 24,27 25,17
Rate of return
Return on equity % 1,84 3,24 3,48 4,61 4,82 6,08 6,27
Return on Capital % 3,87 5,13 5,32 6,42 6,59 8,01 8,16
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 44
Page 56
4.2.3 Analisis Incremental
Tabel 4.2-9
Neraca Proforma 31 Desember 2024
(dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Sebelum Penyesuaian Setelah
Transaksi Debit Kredit Transaksi
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 252.725 32.906 12.646 272.985
Piutang usaha 39.981 39.981
Piutang lain-lain - Pihak ketiga 54 54
Pajak dibayar dimuka 40.379 40.379
Uang muka 34.629 34.629
Biaya dibayar dimuka 1.228 1.228
Total Aset Lancar 368.997 32.906 12.646 389.257
ASET TIDAK LANCAR
Kas di yang dibatasi penggunaanya 288.594 288.594
Piutang lain-lain -
Aset tetap - neto 505.589 505.589
Properti investasi - neto 80.712 80.712
Aset film 361.235 361.235
Investasi 1.833.779 1.833.779
Aset lain-lain 14.714 14.714
Total Aset Tidak Lancar 3.084.624 - - 3.084.624
TOTAL ASET 3.453.621 32.906 12.646 3.473.881
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 8.725 8.725
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo 79.800 79.800
Utang pajak 4.002 4.002
Beban yang masih harus dibayar 1.019 1.019
Uang muka penjualan 28.135 28.135
Utang lain-lain - Pihak ketiga 15.357 15.357
Total Liabilitas Jangka Pendek 137.038 - - 137.038
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi 701.650 701.650
Utang pihak berelasi - -
Liabilitas imbalan kerja 3.259 3.259
Liabilitas pajak tangguhan 22.758 22.758
Total Liabilitas Jangka Panjang 727.667 - - 727.667
Total Liabilitas 864.705 - - 864.705
EKUITAS
Modal saham 989.779 989.779
Saham yang diperoleh kembali -
Tambahan modal disetor 1.359.046 1.359.046
Penghasilan komprehensif lain (245) - 245
Saldo laba - -
Telah ditentukan penggunaannya 22.100 22.100
Belum ditentukan penggunaannya 218.236 12.646 32.906 238.497
Total Ekuitas 2.588.916 12.646 32.906 2.609.176
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3.453.621 12.646 32.906 3.473.881
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 45
Page 57
Proforma disusun untuk memperlihatkan dampak signifikan Rencana Transaksi jika
diasumsikan Rencana Transaksi tersebut pada tanggal 31 Desember 2024.
Dari laporan keuangan proforma di atas dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
Neraca
1. Jumlah aset naik dari Rp3.453.621 menjadi Rp3.473.881 atau naik 0,6%
2. Jumlah aset lancar naik dari Rp368.997 menjadi Rp398.258 atau naik 5,5%, kenaikan
tersebut diperoleh dari hasil penyewaan ruang kantor.
3. Aset tidak lancar tetap Rp3.084.624 tidak ada perubahan.
4. Jumlah liabilitas jangka pendek tetap Rp137.038 tidak ada perubahan.
5. Jumlah liabilitas jangka panjang tetap Rp727.667 tidak ada perubahan.
6. Ekuitas naik dari Rp2.588.916 menjadi Rp2.609.176 atau naik 0,8% kenaikan tersebut
diperoleh dari laba atas penyewaan ruang kantor.
Tabel 4.2-10
Laba Rugi Proforma Periode 31 Desember 2024.
(dalam jutaan rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Sebelum Penyesuaian Setelah
Transaksi Debit Kredit Transaksi
PENJUALAN 433.202 433.202
BEBAN POKOK PENJUALAN (155.740) (155.740)
LABA BRUTO 277.463 - - 277.463
BEBAN USAHA (144.389) (6.932) (151.321)
LABA USAHA 133.074 (6.932) - 126.142
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan lain-lain 22.091 32.906 54.998
Beban lain-lain (83.899) (83.899)
Total Penghasilan (Beban) Lain-lain (61.808) - 32.906 (28.901)
LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN)
PAJAK PENGHASILAN 71.266 (6.932) 32.906 97.241
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
PENGHASILAN (23.630) (5.714) (29.345)
LABA BERSIH SETELAH PAJAK 47.636 (12.646) 32.906 67.896
Laba (Rugi)
1. Pendapatan tetap Rp433.202 tidak ada perubahan setelah Rencana Transaksi.
2. Beban pokok penjualan tetap Rp155.740 tidak ada perubahan setelah Rencana
Transaksi.
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 46
Page 58
3. Laba bruto tetap sebesar Rp277.463 tidah ada perubahan setelah Rencana Transaksi.
4. Beban Usaha setelah Rencana Transaksi meningkat dari Rp144.389 menjadi
Rp151.321 atau naik 4,8%.
5. Penghasilan lain-lain setelah Rencana Transaksi meningkat dari Rp22.091 menjadi
Rp54.998 atau naik 149%.
6. Beban lain-lain tetap Rp83.899 tidak ada perubahan setelah Rencana Transaksi.
7. Laba sebelum pajak meningkat dari Rp71.266 menjadi Rp97.241 atau naik 36,4%.
8. Beban Pajak setelah Rencana Transaksi meningkat dari Rp23.630 menjadi Rp29.345
atau naik 24,2%
9. Laba Bersih Setelah Pajak setelah Rencana Transaksi meningkat dari Rp47.636
menjadi Rp67.896 atau naik 42,4%
4.2.4 Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Sesuai dengan Rencana Transaksi Penyewaan Ruang Kantor (Office Space) seluas 3.712,1
m2 untuk jangka waktu 3 tahun dengan Nilai Rencana Transaksi kepada MDTV Media
Technologies sebesar Rp9.515.520.000,- dan kepada MDTV Media Televisi sebesar
Rp16.459.166.400 atau jumlah Rp25.974.686.400 (dua puluh lima miliar sembilan ratus
tujuh puluh emapt juta enam delapan enam ribu empat ratus rupiah) (Nilai Rencana
Transaksi), sedangkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Kami (KJPP MWH) berdasarkan
pendekatan pasar metode perbandingan langsung diperoleh Rp24.219.585.000,- (dua
puluh empat miliar dua ratus sembilan belas lima ratus delapan puluh lima ribu rupiah),
maka nilai Rencana Transaksi dengan hasil penilaian selisih 6,8% tidak melebihi 7,5% atas
bawah, oleh karena itu harga sewa tersebut adalah wajar sebagaimana Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor: 35/POJK.04/2020 tertanggal 25 Mei 2020
tentang penilaian dan Penyajian Penilaian Bisnis di Pasar Modal Pasal 48.b batas atas dan
batas bawah pada kisaran nilai tidak boleh melebihi 7,5% (tujuh koma lima persen) dari Nilai
yang dijadikan acuan kisaran tersebut yang didapatkan berdasarkan perhitungan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (2), maka nilai rencana transaksi adalah wajar.
V. KESIMPULAN
Mempertimbangkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi yang dilakukan meliputi
Analisis Rencana Transaksi, Analisis Kualitatif dan Kuantitatif, maka dari segi ekonomis dan
keuangan menurut pendapat kami adalah wajar bagi Perseroan dan Pemegang saham
Perseroan, karena memberikan manfaat bagi Perseroan dimana setelah Transaksi akan
meningkatkan kemampuan Perseroan untuk menghasilkan tambahan pendapatan dan laba
perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan nilai Perseroan, dengan asumsi-
asumsi sebagaiman diuraikan didepan.
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 47
Page 59
Lampiran Penilaian Harga Sewa
Resume Penilaian
PT, MD Entertainment Tbk
Unit Office Space
MD Place Tower 1
Jl Setiabudi Selatan No.7
Kelurahan Kuningan, Kecamatan Setiabudi
Jakarta Selatan
Nilai Sewa Nilai Sewa Nilai Sewa Nilai Sewa Pasar
Keterangan Luas M2 Pasar Per M2 Pasar Bulan Pasar Tahun Per 3 Tahun
Rp Rp Rp Rp
PT MDTV Media Technologies Tbk 944,00 262.049 247.374.256 2.968.491.072 8.905.473.216
PT MDTV Media Televisi 1.623,33 262.049 425.392.003 5.104.704.038 15.314.112.114
Jumlah 2.567,33 262.049 672.766.259 8.073.195.110 24.219.585.330
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 48
Page 60
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk 49
Names mentioned 76 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Munir
p.2 ×2
unresolved
org
Heru & Rekan
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×3
unresolved
person
MBA.
p.2 ×5
unresolved
—
STTD
p.2 ×2
unresolved
—
Kualifikasi
p.2 ×2
unresolved
org
PT. MDTV Media Technologies Tbks Nama
p.3 ×2
unresolved
org
Media Technologies Tbk
p.3 ×6
unresolved
org
PT. MDTV Media Televisi Nama
p.3 ×2
unresolved
org
Pendapat Kewajaran PT. MD Entertainment Tbk
p.3 ×5
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.4 ×7
unresolved
org
KJPP MWH
p.7 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Munir Wisnu Heru & Rekan
p.8
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Munir Wisnu Heru
p.8
unresolved
person
Managing Partner Hasan Munir H
p.8 ×4
unresolved
person
Hasan Munir H, MBA., MAPPI (Cert)
· Managing Partner
p.8
unresolved
org
PENILAI KJPP Munir Wisnu Heru dan Rekan
p.9
unresolved
org
KJPP Munir Wisnu Heru
p.9 ×3
unresolved
—
KEPI
· Penilai
p.9
unresolved
org
Selanjutnya KJPP Munir Wisnu Heru dan Rekan
p.9
unresolved
person
Penilai Hasan Munir
p.9
unresolved
person
Ir. Heru Hendra Martono Izin Penilai Publik
p.9
unresolved
person
Penilai Redian Ferdo
p.9
unresolved
org
PT MD Media
p.12 ×5
unresolved
person
Frans Elsius Muliawan
p.12 ×4
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik
p.12 ×4
unresolved
org
PT. MD Pictures
p.12 ×3
unresolved
person
Tahir Kamili
p.12 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.12 ×11
unresolved
org
MD Ficture Tbk
p.12 ×9
unresolved
org
MD Entertainmnet Tbk
p.12 ×4
unresolved
org
KJPP Munir Wisnu Heru & Rekan
p.12
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.12
unresolved
org
Rencana MD Entertainment Tbk
p.13
unresolved
person
Leolin Jayanti
· Notaris
p.14
unresolved
person
Tri Firdaus Akbarsyah S.H.
p.15
unresolved
org
Sukimto & Rekan
p.15 ×3
unresolved
org
A. Dengan MDTV Media Technologies Tbk
p.20
unresolved
org
MD Entertaimnet Tbk
p.23 ×4
unresolved
org
PT. MDTV Technologies Tbk
p.23 ×2
unresolved
org
Technologies Tbk
p.23 ×2
unresolved
org
PT. MD Global Investment
p.24
unresolved
org
Net Visi Media Tbk.
p.24 ×2
unresolved
org
PT Putra Insan Permata
p.24
unresolved
person
Hasbullah Abdul Rasyid
p.24
unresolved
person
Jose Dima Satria
· Notaris
p.24
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.24 ×2
unresolved
org
PT. Karya Media Investindo
p.25
unresolved
org
PT Televisi Anak Spacetoon
p.25
unresolved
person
Sylvia Irawati
p.25
unresolved
person
Yulia
· Notaris
p.25
unresolved
org
PT. MDTV Media Technologi
p.25
unresolved
org
Bank Sentral AS
p.27
unresolved
org
Bank Indonesia
p.28 ×23
unresolved
org
Bank Indonesia. Defisit
p.28
unresolved
org
Kota Nusantara
p.31
unresolved
org
Bank Indonesia Stabilitas
p.34
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.273
11292 ms
12 Sep 2026 22:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dampak keuangan terhadap'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'AFFILIATED',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'dampak keuangan terhadap',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}