Skip to content
Back to announcement

20250620_ASSA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31897041_lamp2.pdf

Other Text extracted ASSA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 23

Page 1
                                                                                                                              .-

                                                                                                                    assa
              PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN KETERBU(AAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM PT ADI
                 SARANA ARMADA, TBK (PERSEROAN), SEHUBUNGAN DENGAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
                                                          ("KETERBUKAAN INFORMASI")




               KETERBUKAAN INFORMASI INI DIBUAT DAN DITUIUXAN DALAM RANGKA MEMENUHI KETENTUAN
                PASA|- 22 AYAT (1) HURUF (C) PERATURAN OTORTTAS JASA KEUANGAN NOMOR t7 /qOJK.O4|2OzO
              ("POJK 17 TAHUN 2020"), TENTANG TRANSAKSI MATERIAI- DAN PERUBAHAN KEGIATAN USAHA DAN
              PERATURAN OJK NO. 15/POJK.O4l2020 TENTANG RENCANA DAN PENYETENGGARAAN RAPAT UMUM
                                         PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PERUSAHAAN TERBUKA


                                                          PT ADI SARANA ARMADA TBK
                                                                   T,PERSEROAN"}
                                                          Berkedudukan di Jakarta Utara

                                                         Kegiatan Usaha:
                                                        Bergerak di bidang:
                Aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya, perdagangan
              besar mobil bekas, angkutan bermotor untuk barang umum, aktivitas penyewaan sewa guna usaha
               tanpa hak opsi alat transportasi darat bukan kendaraan bermotor roda empat atau lebih, aktivitas
             konsultasi transportasi , reparasi mobil,dan penyediaan sumber daya manusia dan manajemen fungsi
                                                      sumber daya manusia

                                                               Kantor Pusat:
                                                    Gedung Samudera Kirana, Lt. 5
                                                          Jl. Yos SudaBo No. 88
                                                    Jakarta Utara 14350, lndonesia
                                                   Telp./Phone: (+62-21) 6530 8811
                                                        Faks: (+62-21) 6530 8822
                                           Surel/E+nail : corporate.secretary@assa rent.co. id
                                                   Situs web/Website: www.assa.id


                                    Keterbukaan lnformasi ini diterbitkan di Jakarta, 20 Juni 2025

                 KETERBUKAAN INFORMASI INI PENTING UNTUK DIBACA DAN DIPERHATIKAN O]"EH PEMEGANG
                                                              SAHAM PERSEROAN.

                  JIKA ANDA KESUTITAN UNTUK MEMAHAMI INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DAIAM
              KETERBUKAAN INFORMASI INI, SEBAIKNYA ANDA BERKONSUI.TASI DENGAN PERANTARA PEDAGAN6
              EFEK, MANAJER INVESTASI, PENASIHAT HUKUM, AKUNTAN PUBTIK, ATAU PENASIHAT PROFESIONAI.
                                                                      TAINNYA.




                                                                                              PTAdI S.r.n Arir.da tbL
            06r€45 3636      J.tarE 2     02r-7s8r rSra      Mat n9         o3rt t-406 :163   Head OfEce:
            or1g42600t       Jataraa 3    02l- 57957713                     03t€{7 6363       Gd. gmudera (irana, tt.6
            o76t5g7 W                     ozts952 5555       AaI                                                                   ]ncv\
Pad,ang     o751442 222      a.ndun9      oz2-t5t I taa      Ba0eapal
                                                                            036t-755 994l
                                                                            05,{2-73 3Sa
                                                                                              Jr. Yor Suda6o No.88, Sunter,
                                                                                              Jakana Utara, l43SO lndonesia
                                                                                                                                             t6t
PaldnbarB   07r r-57r 0888   S€marang     o2+76t 2333        &rnJ6nn cn     05 t r{73 0999
                                                                                              T.l+6?-2 tl 6530 88t I
            o72t47t ttt      YqdE         oz7+zaz 7333                      04r r€800r0
                                                                                              E. sc@assarenLco.id
            021.a418888      Solo         o27r{00 3399                      o43l€64 499

                                                                                                                    Solutlon C.nta:   I   Soa!t6t
Page 2
DEFINISI

 KJPP RSR                     :   Kantor Jasa Penilai Publik Ruky, Safrudin & Rekan

 KBLI                         :   Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia adalah
                                  pengklasifikasian aktivitas/kegiatan ekonomi Indonesia yang
                                  menghasilkan produk/output, baik berupa barang maupun jasa,
                                  berdasarkan lapangan usaha untuk memberikan keseragaman
                                  konsep, definisi, dan klasifikasi lapangan usaha dalam
                                  perkembangan dan pergeseran kegiatan ekonomi di Indonesia

 Perseroan                    :   PT Adi Sarana Armada Tbk, suatu perseroan terbatas terbuka
                                  yang didirikan berdasarkan hukum negara Republik Indonesia,
                                  dengan alamat terdaftar di Gedung Samudera Kirana, Lt. 6, Jl. Yos
                                  Sudarso No. 88, Jakarta Utara 14350

 POJK 17/2020                 :   Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
                                  17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang Transaksi
                                  Material dan Perubahan Kegiatan Usaha

 POJK 15/2020                 :   Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
                                  15/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang Rencana dan
                                  Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
                                  Perusahaan Terbuka.

PENDAHULUAN

PT Adi Sarana Armada, Tbk adalah Perseroan yang begerak dibidang usaha jasa penyediaan kendaraan
bermotor, baik kendaraan bermotor roda dua dan empat untuk pelanggannya yang membutuhkan
kendaraan bermotor. Namun demikian seiringnya waktu, Perseroan ingin melengkapi strategi bisnis
dengan meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan fleksibilitas
Perseroan dalam menjawab kebutuhan pelanggan. Dengan memasukkan kegiatan usaha pergudangan
dan penyimpanan serta aktivitas pengepakan, Perseroan dapat mempersiapkan diri untuk
mengintegrasikan layanan logistik secara lebih menyeluruh untuk mendukung kelancaran kegiatan
operasional Perseroan.

Guna memenuhi Pelanggan Perseroan, Perseroan bermaksud untuk menambahkan kegiatan usaha
Perseroan dengan KBLI No. 52101 tentang Pergudangan dan Penyimpanan sebagai kegiatan usaha dan
KBLI No. 82920 tentang Aktivitas Pengepakan sebagai kegiatan usaha penunjang.

Dengan demikian, keterbukaan informasi ini dibuat dalam rangka memenuhi ketentuan Pasal 22 ayat
(1) huruf (c) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 (“POJK 17 Tahun 2020”),
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, dimana Perseroan wajib mengumumkan
keterbukaan informasi mengenai rencana perubahan kegiatan usaha kepada pemegang saham
bersamaan dengan pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.

Melalui Keterbukaan Informasi ini, Perseroan akan memberikan penjelasan, pertimbangan, maksud
dan tujuan serta alasan dilakukannya penambahan kegiatan usaha.



                                                                                                      3
Page 3
A.   RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN

     Perseroan berkedudukan di Kota Jakarta Utara, didirikan berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Nomor
     56 tanggal 17 Desember 1999 yang dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta, S.H., Notaris di Jakarta,
     yang telah: (i) memperoleh pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
     sebagaimana ternyata dalam surat keputusannya Nomor C-23561 HT.01.01.TH.2002 tanggal 29
     November 2002; dan (ii) diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 48 dan
     Tambahan Berita Negara Nomor 4748 tanggal 17 Juni 2003.

     Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, dengan perubahan terakhir
     sehubungan dengan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan terkait dengan penambahan
     ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan sebagaimana disebutkan dalam Akta Berita Acara Rapat
     Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Adi Sarana Armada, Tbk., Nomor 243 Tanggal 26 Juni 2024
     yang dibuat di hadapan Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta yang telah memperoleh
     pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana tertuang dalam
     Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
     0040913.AHA.01.02.TAHUN 2024 tanggal 9 Juli 2024 dan Surat Penerimaan Pemberitahuan
     Perubahan Data Perseroan PT Adi Sarana Armada, Tbk., Nomor AHU-AHA.01.09-0223651 tanggal 9 Juli
     2024.

     Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2003.

     Kantor Pusat Perseroan beralamat di Gedung Samudera Kirana Lt. 6, Jl. Yos Sudarso No. 88, Jakarta
     Utara 14350. Perseroan juga membuka cabang atau perwakilan antara lain di Medan, Pekanbaru,
     Palembang, Lampung, Bandung, Padang, Jakarta (Landmark Center I, Pondok Pinang, Tipar Cakung,
     dan Tambun), Semarang, Surabaya, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Malang, Solo, dan Bali.
     Saham-saham Perseroan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham “ASSA”.

     Sesuai anggaran dasar Perseroan terakhir yaitu Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar
     Biasa PT Adi Sarana Armada, Tbk., Nomor 243 Tanggal 26 Juni 2024, Pasal 3 tentang maksud dan
     tujuan serta kegiatan usaha yang dilakukan Perseroan saat ini adalah :
         a. Kegiatan Usaha Utama: berusaha dalam bidang aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak
             opsi mobil, bus, truk dan sejenisnya, perdagangan besar mobil bekas, angkutan bermotor
             untuk barang umum, aktivitas penyewaan sewa guna usaha tanpa hak opsi alat transportasi
             darat bukan kendaraan bermotor roda empat atau lebih;
         b. Kegiatan Usaha Penunjang: aktivitas konsultasi transportasi , reparasi mobil dan penyediaan
             sumber daya manusia dan manajemen fungsi sumber daya manusia.
        (Kegiatan Usaha Perseroan)

     Melalui entitas anaknya, Perseroan juga menjalankan aktivitas berikut:
     a. PT Duta Mitra Solusindo
        Penyediaan Sumber Daya Manusia dan Manajemen Fungsi Sumber Daya Manusia (jasa
        outsourcing).
     b. PT Autopedia Sukses Lestari Tbk
        Penjualan kendaraan bekas dan penyertaan saham pada entitas anak.
     c. PT Tri Adi Bersama (AnterAja)
        Pos komersial/jasa ekspedisi pengiriman barang.
     d. PT Adi Sarana Investindo


                                                                                                     4
Page 4
        Penyediaan jasa manajemen dan konsultasi khususnya di bidang investasi, yang dimana PT Adi
        Sarana Investindo melakukan investasi di perusahaan-perusahaan baru.
     e. PT Adi Sarana Transportasi (sebelumnya PT Kargo Bersama Teknologi)
        Pengiriman dan/atau pengepakan barang dalam volume besar.

     Struktur permodalan dan kepemilikan Saham Perseroan per tanggal penilaian, yaitu 31 Desember
     2024, adalah sebagai berikut:

                                                                 Jumlah Saham     Kepemilikan    Jumlah Nominal
                                 Keterangan
                                                                    (Saham)           (%)              (Rp)
           Modal Dasar                                            8.000.000.000                   800.000.000.000
           Modal Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh
           Kepemilikan di atas 5% setiap pihak
             PT Adi Dinamika Investindo                             851.951.100         23,08%    85.195.110.000
             PT Daya Adicipta Mustika                               651.400.000         17,65%    65.140.000.000
             Tuan T. Permadi Rachmat                                188.841.729          5,12%    18.884.172.900
           Komisaris dan Direksi
             Tuan Prodjo Sunarjanto Sekar Pantjawati                341.938.300          9,26%    34.193.830.000
             Nyonya Erida                                           108.071.500          2,93%    10.807.150.000
             Tuan Jany Candra                                        10.000.069          0,27%     1.000.006.900
             Tuan Tjoeng Suyanto                                      1.084.800          0,03%       108.480.000
             Masyarakat (kepemilikan di bawah 5% setiap pihak)    1.537.850.019         41,66%   153.785.001.900
           Jumlah Modal Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh       3.691.137.517        100,00%   369.113.751.700
           Jumlah Saham dalam Portepel                            4.308.862.483                  430.886.248.300

           Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan per Desember 2024


     Pada tanggal keterbukaan informasi ini, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan sebagaimana
     sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Adi Sarana Armada,Tbk., Nomor 145 tanggal 21
     Juli 2022 adalah sebagai berikut:

             Dewan Komisaris

              Presiden Komisaris                  :   Erida
              Komisaris                           :   Hertanto Mangkusasono
              Komisaris Independen                :   Shanti Lasminingsih Poesposoetjipto
              Komisaris Independen                :   Lindawati Gani

             Direksi

              Presiden Direktur                   :   Drs. Prodjo Sunarjanto Sekar Pantjawati
              Direktur                            :   Jerry Fandy Tunjungan
              Direktur                            :   Jany Candra
              Direktur                            :   Tjoeng Suyanto


B.   URAIAN SINGKAT MENGENAI PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

     Perseroan (Induk Perusahaan) bermaksud untuk melakukan Penambahan Kegiatan Usaha, yaitu
     menambah kegiatan usahanya saat ini dengan kegiatan usaha sebagai berikut:

     1. KBLI NO. 52101 TENTANG PERGUDANGAN DAN PENYIMPANAN

     2. KBLI NO. 82920 TENTANG AKTIVITAS PENGEPAKAN
                                                                                                                    5
Page 5
     Berdasarkan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sebagaimana diubah,
     Perseroan wajib mengubah Anggaran Dasarnya untuk memuat Penambahan Kegiatan Usaha,
     khususnya mengubah pasal 3 Anggaran Dasar tentang maksud dan tujuan Perseroan.

     Berdasarkan Undang-Undang tersebut dan POJK 17/2020, perubahan Anggaran Dasar perlu
     memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. Setelah diperolehnya
     persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dan izin atau persyaratan lain yang diperlukan,
     maka kegiatan usaha tambahan dapat dijalankan.

     Persetujuan atas perubahan Anggaran Dasar sehubungan dengan Penambahan Kegiatan Usaha akan
     dimintakan dalam RUPSLB Tahun 2025 Perseroan, yang rencananya akan diselenggarakan pada Selasa,
     tanggal 24 Juni 2025.

C.   PENJELASAN, PERTIMBANGAN, DAN ALASAN DILAKUKANNYA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

     Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyewaan kendaraan bermotor,
     mencakup kendaraan roda empat maupun roda dua. Sebagai salah satu pemegang peran di sektor
     logistik, Peseroan telah mengembangkan berbagai layanan transportasi dan kurir yang menjadi tulang
     punggung operasional distribusi barang di Indonesia. Perseroan turut memperluas portofolio
     layanannya ke sektor transportasi dan jasa kurir, serta memperkuat posisinya sebagai salah satu pelaku
     utama dalam industri logistik di Indonesia. Namun, salah satu tantangan utama yang masih dihadapi
     oleh industri ini adalah keterbatasan infrastruktur penyimpanan dan manajemen rantai pasok yang
     terintegrasi.
     Sehubungan dengan tantangan keterbatasan infrastruktur penyimpanan dan manajemen rantai pasok
     yang terintegrasi, Perseroan menyadari bahwa infrastruktur logistik yang terpisah-pisah masih menjadi
     kendala utama dalam industri ini. Di Indonesia yang merupakan negara kepulauan, pendistribusian
     barang seringkali terhambat oleh kurangnya koordinasi antara penyedia transportasi dan
     penyimpanan barang. Hal ini membuat pelanggan harus mencari beberapa pelaku usaha berbeda
     untuk menyelesaikan proses distribusi barang, yang tentunya memakan waktu dan biaya tambahan.
     Oleh karena itu, Penambahan kegiatan usaha Perseroan dalam bidang pergudangan dan pengepakan
     bertujuan untuk mengatasi keterbatasan ini dengan menyediakan solusi logistik yang lebih
     terintegrasi.
     Dalam rangka memperkuat posisi dan menghadirkan solusi logistik yang lebih komprehensif dan
     terintegrasi, Perseroan berencana untuk menambahkan KBLI No. 52101 tentang Pergudangan dan
     Penyimpanan. Penambahan kegiatan usaha ini dimaksudkan untuk mendukung pengembangan
     ekosistem logistik Perseroan, khususnya dalam layanan pergudangan, yang berfokus pada segmen
     Business-to-Business (B2B). Dengan menambahkan layanan pergudangan dalam portofolio bisnis
     Perseroan diharapkan dapat meningkatkan kapabilitas logistik secara menyeluruh dengan operasional
     yang lebih efisien serta terintegrasi.
     Peningkatan kapabilitas logistik dengan operasional yang lebih efisien serta terintegrasi diakibatkan
     dengan penambahan bisnis pergudangan dan penyimpanan, serta aktivitas pengepakan dimana bisa
     terintegrasi dengan ekosistem bisnis Perseroan antara lain jasa transportasi, sehingga Perseroan dapat
     menekan biaya operasional agar lebih efisien dimana terlihat pada kenaikan laba bersih setelah pajak
     (sesuai proyeksi) dimana perseroan tidak perlu melakukan penambahan orang untuk semua proses,
     dimana hanya fokus atas kebutuhan yang terkait langsung dengan kegiatan pergudangan serta
     ditunjang dengan pemanfaatan teknologi yang dimiliki Perseroan.



                                                                                                         6
Page 6
     Selain itu, Perseroan juga berencana untuk menambahkan KBLI No. 82920 tentang aktivitas
     pengepakan, dimana memungkinkan Perseroan untuk dapat melakukan baik pengelolaan gudang
     termasuk pengepakan maupun pengelolaan pengepakan pada gudang milik Pelanggan. Hal ini tidak
     hanya memperkuat posisinya sebagai penyedia jasa logistik yang lengkap tetapi juga meningkatkan
     daya saingnya dalam menghadapi dinamika pasar logistik Indonesia yang terus berkembang. Melalui
     strategi ini, Perseroan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pelanggan korporasi,
     meningkatkan profitabilitas, serta mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar di industri logistik
     nasional.
     Hal ini diakibatkan dengan terintegrasinya jasa transportasi serta jasa pergudangan dan pengepakan,
     Pelanggan korporasi akan melihat ini sebagai keunggulan karena Perseroan akan menyediakan jasa
     logistik secara terintegrasi dari hulu ke hilir tanpa perlu bagi Pelanggan untuk mencari pelaku usaha
     lainnya untuk mendistribusikan barangnya. Dengan kepercayaan dari pelanggan korporasi ini,
     Perseroan memiliki target, yang didukung dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki saat ini,
     untuk menjadi pemain utama di bidang jasa logistik yang lengkap dan terintegrasi yang akan
     berdampak positif pada kinerja keuangan Perseroan.

D.   RINGKASAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN DARI PENILAI INDEPENDEN

     Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Ruky, Safrudin & Rekan (“RSR”) yang telah ditunjuk oleh Direksi
     Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan Proposal Penawaran Jasa Penilai Independen No.
     RSR/P-B/FS/200824 tanggal 20 Agustus 2024 dan Adendum Proposal No. RSR/P-B/FS/110425.02
     tanggal 11 April 2025 telah diminta untuk melakukan Studi Kelayakan bisnis atas Rencana Penambahan
     Kegiatan Usaha Perseroan (“Rencana Perseroan”).

     Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 54/KM.1/2010 tertanggal
     25 Januari 2010 mengenai Izin Penilai Yunus N. Purwono, MAPPI (Cert.) yang ditetapkan sebagai
     penilai di Bidang Jasa Penilaian Bisnis berkualifikasi Penilai Bisnis (B) dengan No. B-1.10.00273 dan
     terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) sesuai dengan
     Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) No. STTD.PB-12/PJ-
     1/PM.02/2023.

     RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
     Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober 2011.

     Berikut adalah ringkasan Laporan Studi Kelayakan Bisnis atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha di
     Indonesia Perseroan No. RSR/R/B.200625.01tanggal 20 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP RSR:

     1. Objek Studi Kelayakan
        Objek dalam Studi Kelayakan Bisnis ini adalah penambahan kegiatan usaha KBLI No. 52101 tentang
        pergudangan dan penyimpanan, serta KBLI No. 82920 tentang aktivitas pengepakan.
     2. Maksud dan Tujuan
        Maksud dari Studi Kelayakan Bisnis ini adalah untuk melakukan analisis atas kelayakan rencana
        penambahan kegiatan usaha pergudangan dan penyimpanan untuk KBLI No. 52101, serta
        penambahan kegiatan usaha aktivitas pengepakan untuk KBLI No. 82920 sehubungan dengan
        untuk memenuhi ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/2020, yang
        mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha yang disusun oleh
        penilai, tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya serta tidak dimaksudkan untuk kepentingan

                                                                                                        7
Page 7
   perbankan, dan perpajakan. Tujuan penugasan adalah untuk melakukan Studi Kelayakan Bisnis
   untuk keperluan penambahan kegiatan usaha pada perusahaan terbuka.

3. Tanggal Batas Pisah (Cut off) Studi Kelayakan Bisnis
   Tanggal batas pisah (cut off) Studi Kelayakan Bisnis adalah tanggal 31 Desember 2024, dengan
   parameter dan laporan keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal
   31 Desember 2024.
4. Asumsi dan Kondisi Pembatas
   Asumsi
   Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini bersifat non-disclaimer opinion, KJPP RSR telah melakukan
   penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan Studi Kelayakan
   Bisnis, data dan informasi yang diperoleh baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain
   yang dapat dipercaya keakuratannya.
   Laporan Studi Kelayakan Bisnis ini disusun dengan menggunakan proyeksi keuangan yang disiapkan
   oleh manajemen Perseroan yang telah kami sesuaikan asumsinya dan telah disetujui oleh
   manajemen Perseroan (“Proyeksi Keuangan yang Disesuaikan”) sehingga mencerminkan kewajaran
   proyeksi dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
   KJPP RSR bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan Bisnis dan menurut pendapat kami
   Proyeksi Keuangan yang Disesuaikan tersebut wajar, namun kami tidak bertanggung jawab
   terhadap pencapaiannya.
   KJPP RSR bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Studi Kelayakan Bisnis. Kami
   telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari manajemen Perseroan.
   Kondisi Pembatas
   Lingkup pekerjaan akan dilakukan sesuai dengan analisis dan interpretasi kami terhadap hukum dan
   standar penilaian yang berlaku di Republik Indonesia, sehingga tidak dimaksudkan untuk
   diaplikasikan, dianalisis atau diinterpretasikan menurut peraturan perundang-undangan di negara
   lain. Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selain Pemberi Tugas.
   Studi Kelayakan Bisnis ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
   menyusun Studi Kelayakan Bisnis ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
   sebagaimana disediakan oleh manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakikat kewajaran
   adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
   KJPP RSR tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data
   yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian KJPP
   RSR tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung jawab terhadap kebenaran dan
   kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
   Sebagai dasar bagi KJPP RSR untuk melakukan analisis dalam Studi Kelayakan Bisnis, kami
   menggunakan data sebagaimana tercantum pada bagian Sumber Data dan Informasi sebagai bahan
   penelaahan, perhitungan dan analisis.
   Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil Studi Kelayakan Bisnis
   kami secara material. Oleh karena itu, KJPP RSR tidak dapat menerima tanggung jawab atas
   kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
   Studi Kelayakan Bisnis ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang
   saham Perseroan serta tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders lain serta aspek-
   aspek lainnya.
                                                                                                 8
Page 8
  Penugasan KJPP RSR tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan kelemahan pengendalian
  internal, kesalahan atau kecurangan dalam laporan keuangan, segala bentuk implikasi pajak atau
  pelanggaran hukum.
  Studi Kelayakan Bisnis disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian,
  kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal Studi Kelayakan Bisnis
  ini dikeluarkan.
  Studi Kelayakan Bisnis ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Studi Kelayakan Bisnis seperti yang telah
  diuraikan di atas.
  KJPP RSR menganggap bahwa sejak tanggal penilaian dari Studi Kelayakan Bisnis hingga tanggal
  penerbitan laporan Studi Kelayakan Bisnis, tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material,
  baik secara makro ekonomi maupun industri, saat kini maupun yang akan datang, dapat
  berpengaruh terhadap Perseroan serta rencana bisnis dan anggaran Perseroan.
  Dengan ini KJPP RSR menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
  transaksi di luar Tujuan Studi Kelayakan Bisnis yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh
  dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Studi Kelayakan Bisnis, dan juga bukan
  merupakan analisis penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Studi Kelayakan
  Bisnis.
  KJPP RSR ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
  pada aspek finansial, KJPP RSR tidak melakukan penelitian atas kajian aspek pasar, aspek teknis,
  aspek pola bisnis dan aspek model manajemen yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan
  maupun keabsahan Rencana Perseroan dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan, karena hal
  tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
  KJPP RSR juga berpegang kepada surat pernyataan (representation letter) dari manajemen
  Perseroan atas penugasan kami untuk mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan Bisnis, bahwa
  Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan Studi
  Kelayakan Bisnis dan sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada faktor material yang
  belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
5. Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan Bisnis
  Dalam studi kelayakan ini kami melakukan analisis pada aspek makro Indonesia aspek pasar, aspek
  teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen dan aspek keuangan. Metodologi yang
  digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu:
   1. Analisis kajian kelayakan aspek pasar merupakan analisis terhadap potensi pertumbuhan
      logistik nasional, serta potensi pasar pergudangan, untuk memastikan bahwa pasar yang
      ditargetkan memiliki prospek yang baik dan mampu mendukung pertumbuhan usaha.
   2. Analisis kajian kelayakan teknis merupakan analisis untuk menilai kemampuan dan kompetensi
      Perseroan dalam bisnis gudang dan pengepakan, yang didukung oleh sumber daya manusia
      yang terlatih, adanya prosedur operasional standar (SOP), dan dukungan teknologi informasi
      yang memada
   3. Analisis kajian kelayakan pola bisnis merupakan analisis yang menilai operasional dimana
      Perseroan memiliki Warehouse Management System (WMS) yang memungkinkan
      pengelolaan gudang dan pengepakan secara efektif dan efisien. Dengan dukungan sistem ini,
      Perseroan dapat mengelola operasional dengan baik dan memberikan layanan kepada
      pelanggan secara tepat waktu
   4. Analisis kajian kelayakan model manajemen merupakan analisis yang menilai kemampuan
      sumber daya manusia Perseroan dimana memiliki tenaga kerja yang terlatih dalam mengelola
                                                                                             9
Page 9
       gudang dan pengepakan serta sumber daya manusia akan membuat struktur perusahaan yang
       kuat sehingga dapat menjalankan usahanya.
   5. Analisis kajian kelayakan keuangan merupakan analisis yang dilakukan dari berbagai aspek
      yang saling berkaitan untuk mengetahui dan mengukur seberapa besar prospek Perseroan dan
      potensi sinergi yang diperoleh Perseroan, serta mengukur tingkat balikan (return) yang
      diperoleh dari jumlah investasi yang ditanamkan. Analisis tersebut meliputi sumber dan target
      pendapatan operasional serta biaya-biaya yang harus dikeluarkan meliputi biaya operasional
      langsung dan beban usaha, modal kerja dan investasi.
       Analisis kelayakan keuangan atas Rencana Perseroan dilakukan dengan mempertimbangkan
       beberapa metode yaitu:
   a. Net Present Value (NPV), yaitu metode yang menunjukkan selisih bersih antara nilai kini
      (present value) dari investasi (capital outlays) yang dilakukan terhadap nilai kini dari arus kas
      masuk (cash inflow) dari kegiatan operasional di masa yang akan datang. Suatu proyek dapat
      dikatakan layak untuk dilakukan apabila NPV positif dan tidak layak bila NPV negatif.
   b. Payback Period (PBP), yaitu lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya
      investasi. PBP dengan periode pengembalian lebih pendek lebih baik dari periode
      pengembalian lebih lama; atau lamanya waktu yang diperlukan untuk memulihkan biaya
      investasi atau lamanya waktu yang dibutuhkan investor untuk mencapai titik impas (break
      even point). Pengembalian dana yang lebih pendek berarti investasi yang lebih menarik,
      sedangkan periode pengembalian yang lebih lama kurang diminati.
   c. Internal Rate of Return (IRR), yaitu suatu tingkat imbal hasil (return) yang diperoleh
      berdasarkan nilai kini dari arus kas masuk tersebut nilainya akan sama dengan nilai kini dari
      investasi yang dilakukan. Suatu proyek dikatakan layak untuk dilakukan apabila angka IRR lebih
      tinggi dari imbal hasil yang diharapkan (dalam Rencana Perseroan ini tingkat pengembalian
      yang diharapkan adalah Weighted Average Cost of Capital / WACC).
   d. Profitability index (P/I), merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
      investasi yang dilakukan pada awal periode. Nilai tambah yang didapat dari investasi
      diperhitungkan dengan membagi total investasi pada awal periode dengan jumlah arus kas
      yang dihasilkan selama periode berjalannya proyek. Apabila P/I dihasilkan dari suatu proyek
      sama dengan satu maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah,
      apabila P/I lebih besar dari satu, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap tahun
      menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan; sedangkan P/I lebih kecil dari satu, maka nilai
      arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah bagi
      perusahaan. Dalam menganalisis P/I suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai
      P/I lebih dari satu.
       Dalam analisis kelayakan kami akan menggunakan empat metode di atas terhadap arus kas
       bersih untuk perusahaan (Free Cash Flow to the Firm – FCFF). Tingkat diskonto yang digunakan
       untuk perhitungan NPV dan PBP adalah WACC, sedangkan IRR yang diperoleh akan
       dibandingkan dengan WACC.
6. Kesimpulan Studi Kelayakan
  Analisis kelayakan terhadap rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan telah dilakukan
  melalui analisa kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model
  manajemen, dan kelayakan keuangan.



                                                                                                    10
Page 10
   Kelayakan Pasar
   Perseroan memiliki sejumlah tenaga kerja yang berpengalaman dan memiliki core competency di
   bidang jasa pergudangan dan pengepakan serta jejaring yang saat ini sudah dimiliki oleh Perseroan
   dimana Perseroan sudah hadir di seluruh Indonesia melalui 18 (delapan belas) kantor cabang yang
   existing. Selain itu Perseroan juga menggunakan sistem berupa warehouse management system
   yang menunjang sumber daya dan infrastruktur yang terkait dengan jasa pergudangan dan
   pengepakan ini. Berdasarkan kapasitas, sumber daya, pengalaman dan infrastruktur yang dimiliki
   Perseroan saat ini, Perseroan memiliki kelayakan yang kuat untuk memasuki bisnis pergudangan
   dan pengepakan, didukung oleh pertumbuhan industri logistik nasional yang stabil dengan CAGR
   10-12%1 serta kebutuhan pasar yang terus meningkat. Dengan pengalaman dalam sektor
   transportasi dan logistik, Perseroan telah memiliki ekosistem yang dapat mendukung ekspansi ke
   layanan warehouse management dan packing services.
   Potensi pasar warehouse management di Indonesia sebesar 415.000 m² menunjukkan adanya
   peluang signifikan, terutama dengan 90.000 m² yang masih dapat dikerjakan. Perhitungan potensi
   pasar warehouse management di Indonesia disusun berdasarkan analisis yang dilakukan internal
   Perseroan dan pengalaman tenaga kerja yang ada di Perseroan berdasarkan kebutuhan dari pasar.
   Dari potensi pasar secara keseluruhan tersebut, dengan mengukur kapasitas dan sumber daya yang
   ada saat ini, Perseroan menargetkan sebesar 90.000m² gudang yang akan dikerjakan yang
   didapatkan dari asumsi perhitungan luas gudang pada rencana kerjasama dengan calon pelanggan
   Perseroan.
   Selain itu, strategi pemasaran yang mengandalkan tim business solution dan business development
   yang berpengalaman. Tugas dari tim ini adalah merancancang skema transaksi dan operasional
   serta menghitung biaya yang timbul atas skema tersebut, serta tim business development yang
   bertugas untuk mencari pelanggan yang potensial untuk menggunakan jasa Perseroan, karena
   Perseroan memiliki tim yang berpengalaman di bidang jasa pergudangan dan pengepakan, dimana
   tercermin dalam proyeksi adanya peningkatan jumlah pendapatan pada proyeksi keuangan tahun
   2026-2035 dihitung secara compound annual growth rate (CAGR) sebesar 5,08%.
   Target pasar yang dituju oleh Perseroan adalah perusahaan publik, PMA, dan konglomerasi besar
   memberikan yang keunggulan kompetitif bagi Perseroan.
   Kemampuan Perseroan dalam mengintegrasikan layanan logistik yang lebih komprehensif,
   termasuk transportasi, pergudangan dan pengepakan, memberikan nilai tambah yang dapat
   meningkatkan daya saingnya di industri ini terlebih potensi pasar potensial yang ada masih
   mencapai 90.000m².
   Dengan memperhatikan analisis kelayakan pasar, Penambahan Kegiatan Usaha secara pasar Layak.
   Kelayakan Teknis
   Perseroan memiliki kelayakan teknis yang kuat dalam bisnis pergudangan dan pengepakan,
   didukung oleh perencanaan sumber daya manusia serta standar operasional prosedur (SOP) yang
   jelas untuk proses inbound dan outbound sebagai berikut:




1 https://beritakini.co.id/detail/40644/industri-logistik-indonesia-diprediksi-tumbuh-125persen-pada-2025-didorong-oleh-

transformasi-digital-dan-ekonomi-nasional?utm_
                                                                                                                      11
Page 11
Alur Proses Bisnis – Inbound




                 Sumber: Informasi manajemen Perseroan

Inbound Process mencakup seluruh aktivitas penerimaan barang ke dalam gudang, mulai dari
penerimaan stok dari pemasok, proses pengecekan kualitas dan kuantitas, pencatatan dalam
sistem manajemen gudang, hingga penyimpanan barang di lokasi yang telah ditentukan. Proses
ini memastikan bahwa barang yang masuk sesuai dengan standar dan siap untuk didistribusikan
sesuai permintaan.
Berikut tahapan standar operasional prosedur untuk inbound process yang telah disusun oleh
manajemen Perseroan :
    1. Pemberitahuan awal melalui e-mail
       Advance Shipment Notice (ASN) diterima dari pelanggan melalui tim admin Warehouse
       Management System (WMS) menyiapkan dokumen inbound yang terdiri dari daftar
       periksa dokumen inbound dan daftar periksa inspeksi.
    2. Truk tiba di gudang
       Verifikasi dokumen pengiriman dan truk dengan melakukan bongkar muat produk palet
       menggunakan Material Handling Equipment (MHE).
    3. Barang-barang dipindahkan ke staging area
       Penyerahan barang dan dokumen inbound dari pengangkut ke tim penerimaan.
    4. Pengecekan barang dan dokumen
       Pemeriksaan dokumen dan kualitas fisik barang, apabila terdapat perbedaan akan dibuat
       laporan ketidaksesuaian stok dan diinformasikan kepada pelanggan.
    5. Proses pelabelan barang
       Validasi item dan penempelan label untuk setiap produk dengan menempelkan License
       Plate Number (LPN) pada palet.
    6. Proses put away produk
       Reach truk memindahkan palet ke rak sesuai dengan lokasinya.
    7. Update proses put away ke dalam sistem
       Melakukan pembaruan lokasi put-away pada Flux WMS dengan melakukan scan LPN.
Sementara itu, outbound process mencakup aktivitas pengambilan (picking), pengemasan
(packing), hingga pengiriman barang ke pelanggan atau tujuan akhir. Proses ini bertujuan untuk
memastikan pesanan dikirim dengan akurat, tepat waktu, dan dalam kondisi optimal.
                                                                                            12
Page 12
                                Alur Proses Bisnis – Outbound




Berikut tahapan standar operasional prosedur untuk outbound process yang telah disusun oleh
manajemen Perseroan :
   1. Pencetakan invoice di sistem
      Pesanan pengiriman diterima oleh WMS dan tim admin selanjutnya akan mengeksekusi
      pesanan outbound.
   2. Picking produk berdasarkan zona penyimpanan
      Pengambilan barang dilakukan dari masing-masing zona sesuai dengan produk yang
      dipilih menggunakan MHE.
   3. Barang dipindahkan ke outbound staging
      Produk yang diambil dari zonanya, dipindahkan ke area outbound staging menggunakan
      hand pallet.
   4. Proses outbound staging
      Produk yang sudah dipaletisasi disusun berdasarkan tujuan dan nomor pesanan.
   5. Proses pengiriman
      Tim pengiriman akan memeriksa barang dengan dokumen pengiriman sebelum
      diserahkan ke transporter.
   6. Dispatch audit
      Tim pengiriman akan memeriksa barang dengan dokumen pengiriman sebelum
      diserahkan ke transporter.
   7. Pemuatan barang
      Melakukan pemuatan barang ke transporter untuk melakukan update sistem seusai
      proses pemuatan barang selesai.
     Perseroan telah merancang kebutuhan tenaga kerja strategis guna mendukung kelancaran
     operasional rencana bisnis pergudangan dan aktivitas pengepakan. Dalam perencanaan awal,
     Perseroan menetapkan 53 tenaga kerja untuk melaksanakan kegiatan operasional tersebut.
     Tenaga kerja ini berasal dari Kantor Pusat dan dipilih berdasarkan kompetensi yang relevan
     dengan manajemen gudang. Selain itu, Perseroan juga menetapkan dukungan dari fungsi-fungsi
     pendukung termasuk di dalamnya Human Capital, Accounting, Finance, IT Support, General
     Services, serta Project Management System untuk memastikan operasional berjalan secara
     efisien dan terkoordinasi.

                                                                                            13
Page 13
   Kedepannya, perencanaan tenaga kerja operasional akan disesuaikan secara bertahap
   mengikuti perkembangan dan kebutuhan bisnis, khususnya seiring dengan pembukaan gudang
   baru sesuai rencana Perseroan. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan SDM
   yang optimal terhadap skala operasional yang terus berkembang.
   Ketersediaan kualitas sumber daya manusia ditentukan berdasarkan kompetensi dasar yang
   ditetapkan oleh Perseroan berdasarkan fungsi di setiap lokasi pergudangan. Tenaga kerja yang
   direkrut dilakukan assesment sesuai kebutuhan kompetensi yang dibutuhkan. Kompetensi dasar
   bisnis pergudangan dan penyimpanan, serta aktivitas pengepakan sebagai berikut :




Dengan memperhatikan analisis kelayakan teknis, Penambahan Kegiatan Usaha secara teknis Layak.
Kelayakan Pola Bisnis
Perseroan didukung oleh ekosistem logistik yang telah ada dalam menciptakan keunggulan
kompetitif untuk pengembangan usaha baru. Keunggulan ini mencakup efisiensi manajemen
persediaan melalui sistem inventarisasi yang akurat, penerapan teknologi dan automasi seperti
Warehouse Management System (WMS) serta robotika, optimalisasi desain gudang untuk
pemanfaatan ruang maksimal, dan proses penerimaan serta pengiriman yang cepat dan efisien.
Selain itu, pendekatan customer-centric melalui ketepatan waktu pengiriman dan layanan
pelanggan yang responsif meningkatkan daya saing Perseroan. Dalam menghadapi potensi imitasi
oleh pesaing, faktor seperti kompleksitas teknologi, keunikan proses, budaya perusahaan, dan
skala ekonomi menjadi elemen penting yang membedakan Perseroan.
Selain menciptakan nilai bagi pelanggan melalui ketepatan waktu, kualitas barang, dan layanan
pelanggan yang unggul, Perseroan juga berfokus pada efisiensi biaya dan ruang serta kepatuhan
regulasi dan keamanan, sehingga memperkuat daya saing dan keberlanjutan bisnis dalam industri
pergudangan dan penyimpanan, serta aktivitas pengepakan.
Dengan memperhatikan analisis kelayakan pola bisnis, Penambahan Kegiatan Usaha secara pola
bisnis Layak.
Kelayakan Model Manajemen
Perseroan berkomitmen untuk menyediakan tenaga kerja sebanyak 53 orang dalam mendukung
operasional bisnis pergudangan dan pengepakan dimana dilakukan proses pelatihan secara berkala
dimana untuk operasional awal menggunakan tenaga kerja internal Perseroan yang ada saat ini.
Struktur organisasi utama dalam mendukung kegiatan usaha pergudangan dan penyimpanan serta
aktivitas pengepakan terdiri atas Head of Customer Project Operation yang memimpin dan
bertanggung jawab atas pengelolaan keseluruhan proyek pelanggan. Di bawah kepemimpinannya
terdapat dua posisi kunci, yaitu Key Account dan Area Operation Manager.
Key Account berperan dalam menjalin dan mengelola hubungan strategis dengan klien utama,
memastikan kebutuhan dan ekspektasi klien terpenuhi secara optimal, serta menjadi penghubung
antara pihak klien dan tim operasional. Sementara itu, Area Operation Manager bertanggung
                                                                                          14
Page 14
jawab atas perencanaan dan pengawasan aktivitas operasional gudang di wilayahnya masing-
masing, termasuk monitoring kinerja, pemenuhan standar layanan, serta koordinasi antar area
guna menjamin efisiensi dan efektivitas operasional. Kedua posisi ini memiliki tanggung jawab
manajerial yang signifikan dalam memastikan kelancaran operasional serta kualitas layanan
kepada klien.
Untuk mendukung operasional harian di setiap gudang, diperlukan tenaga kerja pendukung yang
menempati posisi sebagai Helper, Distribution Assistant, dan Driver Forklift, dengan kualifikasi
pendidikan minimal SMA atau sederajat. Masing-masing peran ini memiliki tanggung jawab
penting dalam pelaksanaan aktivitas pengepakan, distribusi, serta penanganan barang di dalam
gudang. Untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja tersebut, Perseroan
secara berkala menyelenggarakan pelatihan berbasis on-the-job training (OJT), yang dipandu oleh
pelatih profesional sesuai dengan spesialisasi masing-masing posisi.
Untuk operasional gudang di setiap lokasi, direncanakan akan direkrut dari tenaga kerja lokal di
kota tempat gudang beroperasi. Rencana pemenuhan per gudang meliputi fungsi Supervisor
Warehouse, Quality Control, Warehouse Admin dan Warehouse Operator.
Sehubungan dengan penambahan fungsi pergudangan, Perseroan telah melakukan penyesuaian
terhadap struktur organisasi yang ada, baik di kantor pusat maupun di cabang atau wilayah.
Penyesuaian ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap unit operasional dapat berjalan secara
efisien dan terintegrasi, mendukung kegiatan pergudangan yang baru ditambahkan dalam
portofolio bisnis perusahaan. Selain itu, perusahaan juga telah memperoleh sertifikasi ISO 9001
yang menunjukkan komitmen terhadap kualitas, dan kini sedang dalam proses untuk memperluas
sertifikasi ke ISO 45001, yang berfokus pada sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.
Untuk mendukung pengembangan ini, struktur organisasi untuk fungsi Warehouse juga telah
dirancang dengan jelas, dengan penambahan posisi-posisi strategis yang memastikan kelancaran
operasional dan peningkatan kinerja gudang secara keseluruhan.
Struktur organisasi Warehouse:




Dengan memperhatikan analisis kelayakan model manajemen, Penambahan Kegiatan Usaha
secara model manajemen Layak
Kelayakan Keuangan :
Dalam rangka penambahan kegiatan usaha, Perseroan memerlukan biaya investasi sekitar Rp9,38
miliar. Seluruh kebutuhan pendanaan tersebut akan dipenuhi melalui dana internal Perseroan.


                                  Tabel Rincian Nilai Investasi
                                                                                             15
Page 15
                                                                                        (dalam Rupiah)
                                            Keterangan                           Investasi
                     Aset Tetap:
                      Peralatan                                           47.972.000
                      Komputer                                           189.000.000
                     Total                                                                   236.972.000
                     Aset Takberwujud:
                      Software                                           200.000.000
                     Total                                                                   200.000.000
                     Perizinan dan Modal Kerja
                      Proses perizinan dengan pelanggan                     4.000.000
                      Pencarian dan penentuan lokasi potensial gudang      12.000.000
                      Proses negosiasi dan pembayaran sewa gudang       3.830.000.000
                      Proses rekruitmen karyawan                           10.000.000
                      Pelatihan karyawan                                   85.250.000
                     Total                                                               3.941.250.000
                     Dana kontigensi                                                     5.000.000.000
                     Total Investasi Awal                                                9.378.222.000


    Dari Kajian Kelayakan Keuangan, menunjukkan bahwa rencana Perseroan untuk menambah
    kegiatan usaha barunya memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel - variabel sebagai berikut :
   NPV ≥ 0  Layak

    NPV yang dihasilkan menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp15,93 miliar. Hasil NPV yang
    positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha layak dilaksanakan
    karena memberikan penerimaan yang lebih besar dari biaya investasi.

        IRR ≥ Tingkat diskonto  Layak

         IRR yang dihasilkan adalah sebesar 21,42% yang berarti di atas WACC sebesar 9,94%.

        PBP < Periode Proyeksi -> Layak

         Berdasarkan hasil dari analisis, Perseroan mampu mengembalikan seluruh investasi, setelah
         penambahan kegiatan usaha berjalan selama 6 tahun 5 bulan.

        P/I ≥ 1  Layak

         P/I yang diperoleh adalah sebesar 4,82 x yang berarti lebih besar dari 1. Hasil P/I lebih dari satu
         menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha layak dilaksanakan karena memberikan
         keuntungan dari pengeluaran investasi.

    Analisis Sensitivitas
    Untuk menguji kepekaan proyek terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya, maka dilakukan
    analisis sensitivitas terhadap pendapatan pergudangan dan penyimpanan, serta aktivitas
    pengepakan dan beban tenaga kerja.

    Adapun sensitivitas penambahan kegiatan usaha adalah sebagai berikut :




                                                                                                           16
Page 16
   Tabel Analisis Sensitivitas Pendapatan Bisnis Pergudangan dan Pengepakan, serta Aktivitas
                                          Pengepakan
                    Keterangan                                     % Kenaikan / Penurunan Imbalan Jasa Pergudangan dan Pengepakan
Imbalan Jasa Pergudangan dan Pengepakan      +/-           -3,00%             -1,50%            0,00%             1,50%              3,00%
Net Present Value (NPV)                   Rp Jutaan              (1.422)             7.253           15.927            24.602             33.276
Internal Rate of Return (IRR)                 %                   2,39%             13,72%           21,42%            27,60%              32,90%
Payback period (PP)                        Tahun      10 Tahun 7 Bulan    8 Tahun 5 Bulan 6 Tahun 5 Bulan     5 Tahun 9 Bulan    5 Tahun 4 Bulan
Profitability Index (P/I)                   Unit                    0,66               2,74             4,82              6,90                8,98
WACC                                          %                   9,94%              9,94%            9,94%             9,94%               9,94%
Nilai Investasi                           Rp Jutaan               9.378              9.378            9.378             9.378               9.378
Kelayakan Rencana Perseroan                             Tidak Layak            Layak            Layak             Layak              Layak

Pendapatan Jasa Pergudangan dan Pengepakan
Analisis sensitivitas terhadap pendapatan bisnis pergudangan dan penyimpanan, serta aktivitas
pengepakan menunjukkan bahwa apabila terjadi peningkatan pendapatan tahunan sebesar
+1,50% dan +3,00%, maka rencana usaha dinilai layak untuk dilaksanakan. Hal ini ditunjukkan oleh
hasil evaluasi menggunakan empat metode kelayakan, yaitu NPV positif masing-masing sebesar
Rp24,60 miliar dan Rp33,28 miliar, PBP masing-masing selama 5 tahun 9 bulan dan 5 tahun 4 bulan,
IRR masing-masing sebesar 27,60% dan 32,90% terhadap WACC sebesar 9,94%, serta P/I masing-
masing sebesar 6,90x dan 8,98x yang lebih besar dari satu.

Apabila terjadi penurunan atas pendapatan bisnis pergudangan dan penyimpanan, serta aktivitas
pengepakan tahunan sebesar -1,50%, maka rencana usaha dinilai masih layak untuk dilaksanakan.
Hal ini tercermin dari hasil evaluasi menggunakan empat metode kelayakan, yaitu NPV positif
sebesar Rp7,25 miliar, PBP selama 8 tahun 5 bulan, IRR sebesar 13,72% terhadap WACC sebesar
9,94%, serta P/I sebesar 2,74 yxang lebih besar dari satu.

Namun, jika terjadi penurunan atas pendapatan bisnis pergudangan dan penyimpanan, serta
aktivitas pengepakan tahunan sebesar -3,00%, maka rencana usaha Perseroan dinilai tidak layak.
Hal ini terlihat dari nilai IRR sebesar 2,39% yang lebih rendah terhadap WACC sebesar 9,94%.

                                          Tabel Analisis Sensitivitas Beban Gaji
                    Keterangan                                              % Kenaikan / Penurunan Beban Gaji Tahunan
Beban Gaji                                   +/-          -3,00%            -1,50%            0,00%             1,50%                3,00%
Net Present Value (NPV)                   Rp Jutaan             30.923           23.427           15.927              8.424                    917
Internal Rate of Return (IRR)                 %                  31,74%           26,91%          21,42%             14,86%                  6,13%
Payback period (PP)                        Tahun       5 Tahun 5 Bulan 5 Tahun 10 Bulan 6 Tahun 5 Bulan    8 Tahun 3 Bulan       10 Tahun 2 Bulan
Profitability Index (P/I)                   Unit                    8,41             6,62             4,82              3,02                   1,22
WACC                                          %                   9,94%            9,94%            9,94%             9,94%                  9,94%
Nilai Investasi                           Rp Jutaan               9.378            9.378            9.378             9.378                 9.378
Kelayakan Rencana Perseroan                                Layak             Layak            Layak             Layak              Tidak Layak


Beban Gaji

Analisis sensitivitas terhadap beban gaji menunjukkan bahwa apabila terjadi penurunan beban gaji
tahunan sebesar -1,50% dan -3,00%, maka rencana usaha dinilai layak untuk dilaksanakan. Hal ini
ditunjukkan oleh hasil evaluasi menggunakan empat metode kelayakan, yaitu NPV positif masing-
masing sebesar Rp23,43 miliar dan Rp30,92 miliar, PBP masing-masing selama 5 tahun 10 bulan
dan 5 tahun 5 bulan, IRR masing-masing sebesar 26,91% dan 31,74% terhadap WACC sebesar
9,94%, serta P/I masing-masing sebesar 6,62x dan 8,41x yang lebih besar dari satu.

Apabila terjadi peningkatan atas beban gaji tahunan sebesar +1,50%, maka rencana usaha dinilai
masih layak untuk dilaksanakan. Hal ini tercermin dari hasil evaluasi menggunakan empat metode
kelayakan, yaitu NPV positif sebesar Rp8,42 miliar, PBP selama 8 tahun 3 bulan, IRR sebesar 14,86%
terhadap WACC sebesar 9,94%, serta P/I sebesar 3,02x yang lebih besar dari satu.




                                                                                                                                              17
Page 17
        Namun, jika terjadi penurunan atas beban gaji tahunan sebesar -3,00%, maka rencana usaha
        Perseroan dinilai tidak layak. Hal ini terlihat dari nilai IRR sebesar 6,13% yang lebih rendah terhadap
        WACC sebesar 9,94%.

        Kesimpulan Studi Kelayakan

        Berdasarkan kajian, evaluasi aspek pasar, teknis, pola bisnis, kelayakan model manajemen dan
        analisa keuangan, maka dapat disimpulkan bahwa rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang akan
        dilaksanakan oleh Perseroan adalah Layak
        Perseroan memiliki kapasitas serta kemampuan memadai untuk melaksanakan Rencana Perseroan.
        Estimasi kebutuhan biaya investasi yang diperlukan untuk melaksanakan Rencana Perseroan adalah
        sebesar Rp9,38 miliar, yang seluruh dananya dipenuhi dari dana internal Perseroan.

        Rencana Perseroan dinilai layak untuk dilaksanakan ditunjukkan oleh metode NPV sebesar Rp15,93
        miliar, PBP selama 6 tahun 5 bulan dan IRR sebesar 21,42% yang lebih tinggi dari WACC sebesar
        9,94% serta P/I sebesar 4,82 x yang lebih besar dari satu.



E.   KETERSEDIAAN TENAGA AHLI TERKAIT PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

     Struktur Organisasi Penambahan Kegiatan Usaha
     Struktur organisasi utama dalam mendukung kegiatan usaha pergudangan dan penyimpanan serta
     aktivitas pengepakan terdiri atas Head of Customer Project Operation yang memimpin dan
     bertanggung jawab atas pengelolaan keseluruhan proyek pelanggan. Di bawah kepemimpinannya
     terdapat dua posisi kunci, yaitu Key Account dan Area Operation Manager.
     Key Account berperan dalam menjalin dan mengelola hubungan strategis dengan klien utama,
     memastikan kebutuhan dan ekspektasi klien terpenuhi secara optimal, serta menjadi penghubung
     antara pihak klien dan tim operasional. Sementara itu, Area Operation Manager bertanggung jawab
     atas perencanaan dan pengawasan aktivitas operasional gudang di wilayahnya masing-masing,
     termasuk monitoring kinerja, pemenuhan standar layanan, serta koordinasi antar area guna menjamin
     efisiensi dan efektivitas operasional. Kedua posisi ini memiliki tanggung jawab manajerial yang
     signifikan dalam memastikan kelancaran operasional serta kualitas layanan kepada klien.
     Berikut merupakan struktur organisasi kegiatan usaha baru Perseroan:




                                                                                                            18
Page 18
Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Rincian atas kualifikasi masing-masing posisi disesuaikan pada posisi struktur utama sebagai berikut:
1.  Kualifikasi Head of Customer Project Operation
    a. Pendidikan : Min S1 Sarjana di bidang Logistik, Manajemen, Teknik Industri, Supply Chain
       atau bidang terkait.
    b. Pengalaman :
       1) 5-10 Tahun di bidang warehouse/logistic, dengan 3-5 tahun di posisi manajerial.
       2) Mengelola beberapa zona dan beberapa divisi di dalam operasional gudang.
       3) Pengalaman di industri Operasional FMCG, Ecommerce, Retail.
    c. Keahlian Teknis :
       1) Memahami WMS (Warehouse Management System).
       2) Memahami prosedur tentang inbound, outbound, Inventory, Layout Gudang, Efisiensi
            Ruangan.
       3) Memahami K3 dan 5R.
       4) Terampil dalam analisis data KPI operasional dan laporan.
    d. Kemampuan Manajerial & Interpersonal
       1) Ketrampilan dalam leadership, problem solving dan pengambilan keputusan.
       2) Mampu bekerja di bawah tekanan dalam menangani target operasional.
       3) Kemampuan komunikasi dan koordinasi yang baik di tim internal, management dan
            customer.
2. Kualifikasi Key Account
    a. Pendidikan :
       1) Minimal S1 dari jurusan Logistik, Manajemen Rantai Pasok, Teknik Industri, atau bidang
            terkait.
       2) D3 bisa dipertimbangkan jika memiliki pengalaman kerja yang kuat.
    b. Pengalaman :
       1) Pengalaman minimal 2–5 tahun di bidang warehouse/logistik.
       2) Pengalaman menangani klien besar (key account) atau proyek khusus adalah nilai
            tambah.
    c. Kemampuan Teknis :
       1) Memahami proses manajemen gudang, termasuk inbound, outbound, inventory, dan
            layout gudang.
       2) Terbiasa menggunakan WMS (Warehouse Management System).
       3) Pemahaman terhadap KPI gudang/logistik, seperti lead time, accuracy, fulfillment rate.
    d. Kemampuan Manajerial, Komunikasi & Koordinasi
       1) Mampu berkoordinasi lintas divisi (warehouse, transport, finance, legal).
       2) Terbiasa menangani keluhan atau permintaan khusus dari klien besar.
       3) Komunikatif, negosiatif, dan mampu membangun hubungan baik dengan klien.
    e. Tambahan:
       1) Mahir menggunakan Microsoft Office (Excel, PowerPoint).
       2) Memiliki kemampuan Bahasa Inggris aktif (lisan & tulisan), terutama jika menangani klien
            internasional.
 3. Kualifikasi Area Operation Manager
    a. Pendidikan : Min S1 Sarjana di bidang Logistik, Manajemen, Teknik Industri, Supply Chain
       atau bidang terkait.
    b. Pengalaman :
       1) 5-7 Tahun di bidang warehouse/logistik.
       2) Pengalaman di bidang supervisor atau manager gudang di beberapa lokasi.
       3) Terbukti mampu mengelola tim besar dan mencapai target operasional.

                                                                                                   19
Page 19
         c. Keahlian Teknis :
            1) Memahami teknis WMS (Warehouse Management System).
            2) Memahami prosedur teknis tentang inbound, outbound, Inventory, layout gudang, dan
               efisiensi ruangan.
            3) Terbukti mampu mengimplementasikan K3 dan 5R di lingkungan warehouse yang
               menjadi tanggung jawab.
         d. Kemampuan Leadership :
            1) Mampu memimpin dan memotivasi team di berbagai lokasi.
            2) Kuat dalam menganalisis masalah dan pengambilan keputusan.
            3) Memiliki keahlian dalam komunikasi, delegasi yang baik.
         e. Kemampuan Analitis dan Administrasi :
            1) Mampu menganalisis data operasional dan membuat laporan.
            2) Terampil menggunakan excel dan alat analisis lainnya.
            3) Memiliki pemahaman tentang efisiensi biaya dan KPI warehouse.
         f. Tambahan : Bersedia untuk perjalan dinas, mobilisasi ke area yang menjadi tanggung
            jawabnya.
     Ketersediaan Tenaga Kerja
     Untuk mendukung operasional harian di setiap gudang, diperlukan tenaga kerja pendukung yang
     menempati posisi sebagai Helper, Distribution Assistant, dan Driver Forklift, dengan kualifikasi
     pendidikan minimal SMA atau sederajat. Masing-masing peran ini memiliki tanggung jawab penting
     dalam pelaksanaan aktivitas pengepakan, distribusi, serta penanganan barang di dalam gudang. Untuk
     meningkatkan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja tersebut, Perseroan secara berkala
     menyelenggarakan pelatihan berbasis on-the-job training (OJT), yang dipandu oleh pelatih profesional
     sesuai dengan spesialisasi masing-masing posisi.

     Estimasi total tenaga kerja yang diperlukan untuk mendukung operasional bisnis, mencakup struktur
     manajemen utama dan tenaga operasional harian, adalah sebanyak 53 orang. Jumlah ini dirancang
     untuk memastikan kelancaran dan efisiensi dalam seluruh kegiatan operasional gudang dan aktivitas
     pengepakan.

     Pada awal operasional, menjalankan kegiatan usaha pergudangan dan penyimpanan, serta aktivitas
     pengepakan akan dibantu dengan oleh struktur manajemen kantor pusat yaitu terkait fungsi Human
     Capital, fungsi Accounting, fungsi Finance, fungsi IT dan fungsi General Services, fungsi Project
     Management System.

F.   PENGARUH PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA KBLI No.52101 TENTANG PERGUDANGAN DAN
     PENYIMPANAN, SERTA KBLI No.82920 TENTANG AKTIVITAS PENGEPAKAN
     Dalam rangka penambahan kegiatan usaha, Perseroan memerlukan biaya investasi sekitar Rp9,38
     miliar. Seluruh kebutuhan pendanaan tersebut akan dipenuhi melalui dana internal Perseroan yang
     akan digunakan untuk kebutuhan sewa gudang, tenaga kerja (rekrutmen dan pelatihan), pembelian
     aset penunjang, serta kebutuhan perizinan dan modal kerja awal. Rincian investasi sebagai berikut :




                                                                                                      20
Page 20
                                                                                             (dalam Rupiah)
                                                 Keterangan                           Investasi
                          Aset Tetap:
                           Peralatan                                           47.972.000
                           Komputer                                           189.000.000
                          Total                                                                   236.972.000
                          Aset Takberwujud:
                           Software                                           200.000.000
                          Total                                                                   200.000.000
                          Perizinan dan Modal Kerja
                           Proses perizinan dengan pelanggan                     4.000.000
                           Pencarian dan penentuan lokasi potensial gudang      12.000.000
                           Proses negosiasi dan pembayaran sewa gudang       3.830.000.000
                           Proses rekruitmen karyawan                           10.000.000
                           Pelatihan karyawan                                   85.250.000
                          Total                                                               3.941.250.000
                          Dana kontigensi                                                     5.000.000.000
                          Total Investasi Awal                                                9.378.222.000

     Biaya investasi dalam rangka perubahan kegiatan usaha tersebut diharapkan akan memberikan
     manfaat bagi Perseroan di masa mendatang.
     Dengan dijalankannya rencana Penambahan Kegiatan Usaha, laba usaha Perseroan diperkirakan
     mengalami peningkatan antara 14,25% sampai dengan 15,89% dan laba bersih Perseroan diperkirakan
     mengalami peningkatan 5,93% sampai dengan 7,82% karena adanya pendapatan tambahan dari
     rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
     Rencana penambahan kegiatan usaha ini akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan
     Perseroan. Perseroan akan mendapatkan pendapatan dan laba bersih setelah pajak sekitar Rp3 miliar
     per tahun.
     Hasil kriteria kelayakan dari rencana Penambahan Kegiatan Usaha berdasarkan laporan studi kelayakan
     yang disusun oleh KJPP RSR adalah sebagai berikut:
     Net Present Value      : Rp15,93 miliar
     IRR                    : 21,42%
     Payback Period         : 6 tahun 5 bulan

G.   RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA

     Sesuai dengan ketentuan POJK No. 17/2020, Perseroan bermaksud untuk meminta persetujuan
     kepada Pemegang Saham melalui RUPS sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha
     Perseroan. Dalam hal ini, Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan akan dimintakan pada RUPSLB yang
     akan diselenggarakan Perseroan pada:

     Hari, Tanggal    :   Selasa, 24 Juni 2025
     Tempat           :   Harris Hotel Kelapa Gading & Convention – Smiley Room Lantai 5, Jalan Boulevard
                          Barat Raya No. 13, Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kecamatan Kelapa Gading,
                          Jakarta Utara 14240
     Waktu            :   14.00 WIB – selesai




                                                                                                                21
Page 21
     Berikut merupakan tanggal-tanggal penting terkait penyelenggaraan RUPS Perseroan:

                            Peristiwa                                        Tanggal

         Pengumuman RUPSLB                                                16 Mei 2025

         Keterbukaan Informasi mengenai          rencana                  16 Mei 2025
         Penambahan Kegiatan Usaha

         Tanggal DPS untuk menentukan Pemegang Saham                      28 Mei 2025
         Perseroan yang berhak menghadiri RUPSLB

         Pemanggilan RUPSLB                                                2 Juni 2025

         Perubahan dan/atau tambahan informasi atas                       20 Juni 2025
         Keterbukaan Informasi

         RUPSLB                                                           24 Juni 2025

         Penyampaian Ringkasan Risalah RUPSLB                             26 Juni 2025

         Penyampaian Risalah RUPSLB                                 Paling lambat 24 Juli 2025



     Adapun mata acara yang akan dibahas dalam RUPSLB adalah sebagai berikut:

     Agenda RUPSLB     :

        Pembahasan studi kelayakan atas dasar penambahan kegiatan usaha Perseroan serta mengubah
        Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha Perseroan

     Lebih lanjut, RUPSLB Perseroan akan diselenggarakan Perseroan dengan merujuk pada ketentuan
     Anggaran Dasar Perseroan dan Pasal 42 Peraturan OJK No.15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan
     Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseruan Terbuka adalah sebagai berikut:
        a. RUPSLB dapat dilangsungkan jika dihadiri oleh pemegang saham Perseroan yang mewakili
           paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara uang sah,
           kecuali anggaran dasar Perusahaan Terbuka menentukan jumlah kuorum yang lebih besar;
        b. Keputusan RUPSLB sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah sah jika diseteujui oleh lebih
           dari 2/3 (dua per tiga) bagian dari seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam RUPSLB.
     Jika rencana Penambahan Kegiatan Usaha sebagaimana disebutkan di atas tidak memperoleh
     persetujuan dari Pemegang Saham pada RUPSLB, maka rencana tersebut baru dapat diajukan kembali
     12 (dua belas) bulan setelah pelaksanaan RUPSLB tersebut.

H.   HAL MATERIAL LAINNYA YANG BERKAITAN DENGAN RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
     Tidak ada hal material lainnya yang berkaitan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha




                                                                                                     22
Page 22
I.   PERNYATAAN DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN

     Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menyatakan bahwa sesuai ketentuan Pasal 17 huruf (g) POJK
     POJK 17/2020, Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menyatakan bahwa: (i) Transaksi Material tidak
     mengandung Benturan Kepentingan; dan (ii) semua informasi material telah diungkapkan dalam
     dokumen ini dan informasi tersebut tidak menyesatkan.




     (sisa halaman ini sengaja dikosongkan dan lembar penandatanganan pada halaman berikutnya)




                                                                                                    23
Page 23
J.   INFORMASITAMBAHAN

     Bagi pemegang saham Perseroan yang memerlukan informasi lebih lanjut mengenai informasi dari
     keterbukaan informasi ini harap menghubungi:

                                         PT ADI SARANA ARMADA TBK
                                         Gedung Samudera Kirana, Lt. 6
                                             Jl. Yos Sudarso No.88
                                         Jakarta Utara 14350, lndonesia
                                        Telp./Phone (+62-21) 5530 8811
                                             Faks (+62-21.) 6530 8811
                                Surel/E-mail: corporate.secretary@assarent.co.id
                                        Situs web/Website: www.assa.id



                                              Jakarta, 20 Juni 2025




                                                      =)
                                                  $
                                                                 99f


            Drs. Prodio Sunarianto Sekar Pantiawati                    Jerrv Fandy Tuniunsan
            Presiden Direktur                                          Direktur

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.58 MB
Published20 Jun 2025
Pages23
Characters71,310
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 33 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org ADI SARANA ARMADA TBK p.1 ×20
linked org Duta Mitra Solusindo p.3
linked org Autopedia Sukses Lestari Tbk p.3 ×2
linked org PT Tri Adi Bersama p.3
linked org PT Adi Sarana Investindo p.3 ×3
linked org Adi Dinamika p.4
linked org PT Daya Adicipta Mustika p.4
linked person Jany Candra p.4 ×2
linked person Tjoeng Suyanto p.4 ×2
possible org negara Republik Indonesia p.2 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.3
possible person T. Permadi Rachmat p.4 ×2
possible person Erida p.4
possible person Lindawati Gani p.4
unresolved org KJPP RSR p.2 ×16
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Ruky p.2
unresolved org Safrudin & Rekan p.2 ×2
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.2 ×2
unresolved person Misahardi Wilamarta · Notaris p.3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.3 ×2
unresolved person Jimmy Tanal p.3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.3
unresolved org PT Duta Mitra Solusindo Penyediaan Sumber Daya Manusia p.3
unresolved org PT Kargo Bersama Teknologi p.4
unresolved org PT Adi Dinamika Investindo p.4
unresolved person Prodjo Sunarjanto Sekar Pantjawati p.4 ×3
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.6 ×2
unresolved person Izin Penilai Yunus N. Purwono p.6
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.6
unresolved person Drs. Prodio Sunarianto Sekar Pantiawati p.23

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result