Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1
LAPORAN PELAKSANAAN PUBLIC EXPOSE TAHUNAN PT
HARTADINATA ABADI, Tbk
Public Expose Tahunan PT Hartadinata Abadi, Tbk (“Perseroan/HRTA”) telah
diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Kamis, 12 Juni 2025
Waktu : 13.30 WIB s/d 14.20 WIB
Tempat : Melalui platform video conference zoom yang dapat diakses pada
laman
https://us06web.zoom.us/j/89716295656?pwd=MVV1HahsQKwtOn
SM8AaHpCzHbHkY8k.1
Laporan berikut merupakan laporan pelaksanaan Public Expose Tahunan PT Hartadinata
Abadi, Tbk, dimana pada acara tersebut Perseroan diwakili oleh:
1. Manajemen Perseroan
Direktur Utama : Ibu Sandra Sunanto Direktur
Keuangan/Corporate Secretary : Bapak Ong Deny Direktur
Produksi : Bapak Cuncun Muliawan
Vice President of Corporate & IR : Bapak Thendra Crisnanda
Direktur Bisnis dan Operasional : Bapak Yudho Jatmiko
2. Peserta yang hadir
Jumlah peserta yang menghadiri acara Public Expose Tahunan PT Hartadinata Abadi,
Tbk berjumlah 18 (delapan belas) orang. Peserta yang hadir terdiri dari perwakilan
media dan investor perseorangan/ ritel.
Public Expose Tahunan PT Hartadinata Abadi, Tbk dibuka pada pukul 13.30 WIB oleh Ibu
Catherina Vincentia selaku Moderator/Investor Relation yang dilanjutkan dengan paparan
publik mengenai Sekilas Perseroan, Perkembangan Terkini, Pembahasan Kinerja
Keuangan di FY24 dan ditutup dengan pemaparan Rencana Strategis Perseroan yang
dibawakan oleh Direksi Perseroan. Acara ditutup dengan sesi tanya jawab.
Beberapa hal yang disampaikan dalam pembukaan diantaranya adalah:
a. Public Expose tahunan dilakukan berdasarkan Peraturan Bursa Efek Indonesia
Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi dan Surat Edaran BEI No. SE-
00003/BEI/05-2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Public Expose Secara Elektronik.
b. Acara Public Expose tahunan ini diadakan terkait Keterbukaan Informasi yang
dilakukan Perseroan untuk memenuhi prinsip-prinsip transparansi yang merupakan
bagian dari sistem tata kelola perusahaan yang baik.
Page 2
3. Sesi Presentasi
Presentasi dibawakan dengan Agenda sebagai berikut:
A. Bagian I
Sekilas mengenai Perkembangan Terkini Perseroan yang dibawakan oleh
Direktur Utama Ibu Sandra Sunanto.
B. Bagian II
Kinerja Keuangan di FY24 yang dibawakan oleh Direktur Keuangan Bapak Ong
Deny.
C. Bagian III
Peran HRTA dalam Ekosistem Bullion Bank yang dibawakan oleh Vice President
of Corporate & IR Bapak Thendra Crisnanda.
D. Bagian III
Rencana Strategis 2025 yang dibawakan oleh Direktur Utama Ibu Sandra
Sunanto.
Pemaparan
A. Paparan Bagian I
Mengenai Sekilas Perseroan diantaranya:
1) HRTA sebagai perusahaan perhiasan emas paling terintegrasi di
Indonesia, terdiri dari:
(i) Upstream: HRTA memiliki bisnis partner cukup kuat untuk memperoleh
sourcing dengan kualitas terjamin.
(ii) Midstream: HRTA memiliki kualitas manufakturing yang didukung oleh PT
Emas Murni Abadi (Refinery) atau pemurnian emas yang merupakan
anak usaha dari HRTA.
(iii)Downstream: HRTA memiliki lebih dari 1.000 jaringan ritel dan juga
termasuk jaringan wholesaler.
2) Inovasi Produk
(i) Ardore: brand perhiasan baru yang diluncurkan perusahaan di 2023 yang
menghadirkan perhiasan emas dengan 8 karat – 16 karat. Memiliki desain
yang up to date dengan tagline “embracing all beauty” yang menonjolkan
konsep ‘authenticity’ untuk para konsumen di Indonesia.
(ii) Emasku: produk emas batangan gramasi mulai dari 0,1 gram hingga 1
kilogram untuk memenuhi permintaan pasar segmen atas dan B2B.
Emasku telah memperoleh sertifikasi kesesuaian syariah dari MUI.
3) Pangsa Pasar yang Terus Bertumbuh
Pangsa pasar perseroan terus meningkat, terutama di segmen Emas
Batangan, dengan pangsa pasar emas murni tumbuh menjadi 34,26% di
2024, dan emas batangan menjadi 45,08% di kuartal-1 tahun 2025.
Page 3
4) Ekspansi jaringan toko milik sendiri
Jaringan toko milik sendiri Perseroan bertumbuh signifikan dari hanya 12 toko
di tahun 2017 menjadi 68 toko di tahun 2021. Realisasi pembukaan toko
sendiri mencapai 10 toko atau setara dengan 71% dari target 14 toko baru
menjadi 78 toko hingga awal Juni 2022. Pada akhir tahun 2024, Perseroan
menambah pembukaan toko menjadi 93 toko.
5) Ekspansi jaringan unit gadai
HRTA saat ini juga fokus mengembangkan jaringan unit gadai milik sendiri
(Gadaiku) yang bertumbuh sangat ekspansif dari hanya 3 unit di 2018 menjadi
67 unit gadai di 2021. Unit gadai hingga akhir tahun 2024 mencapai 114 unit
gadai. Target penambahan unit gadai tidak bisa seperti ekspansi toko emas
milik sendiri. Hal ini dikarenakan Perseroan harus mengikuti dan menaati
aturan dari OJK.
6) Ekosistem Omni-Channels
Perseroan fokus pada pengembangan jaringan pemasaran yang
mengkombinasikan baik toko offline maupun online. Toko online dapat
meningkatkan pengembangan jaringan, pemasaran juga akan didorong
dengan ekspansi gerai sendiri dan juga aliansi strategis.
7) Aliansi Strategis
HRTA secara aktif terus mengembangkan aliansi strategis baik dengan
pemain dalam satu industri seperti grosir,toko emas, dan juga lintas industri
seperti institusi keuangan serta jaringan minimarket. Hal ini ditujukan untuk
memperluas jaringan pasar dalam distribusi produk yang dimiliki oleh
Perseroan. Beberapa aliansi strategi yang dilakukan oleh Perseroan di tahun
2024 adalah sebagai berikut :
i. HRTA – Bank Syariah Indonesia bekerja sama dengan meluncurkan BSI
Gold, produk emas batangan eksklusif.
ii. Program pembiayaan cicilan emas dengan Bank Syariah Indonesia dan
PT Bank Jabar Banten Syariah yang ditargetkan kepada konsumen
secara umum.
iii. HRTA bekerja sama dengan Pegadaian untuk mengembangkan
ekosistem emas di Indonesia dan meningkatkan literasi masyarakat
tentang investasi emas.
iv. Penyediaan bahan baku tambang emas melalui kolaborasi dengan
berbagai penambang emas legal di Indonesia, di antaranya termasuk PT
Citra Palu Minerals, Agincourt Resources, Merdeka Copper Gold dan
lainnya.
B. Paparan Bagian II
Mengenai Kinerja Keuangan diantaranya:
1. Ringkasan Laporan Laba Rugi termasuk Pendapatan, Laba Kotor, Beban
Umum dan Administrasi, Laba Bersih dan Laba yang diatribusikan kepada
pemilik entitas induk.
Page 4
2. Ringkasan Posisi Keuangan termasuk:
Aset Lancar, Aset tidak Lancar dan Total Aset.
3. Ringkasan Liabilitas dan Ekuitas termasuk:
Liabilitas Jangka Pendek, Liabilitas Jangka Panjang, Ekuitas dan Total
Liabilitas dan Ekuitas.
4. Dalam Kinerja Keuangan ini dapat disimpulkan bahwa:
a. Harga emas dunia masih diproyeksikan mengalami peningkatan didorong
oleh kekhawatiran risiko kondisi konflik Geopolitik.
b. Mengenai Pertumbuhan Pendapatan dan Laba Bersih
Perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan yang solid di kuartal
pertama tahun 2025, dimana hingga 31 Maret 2025 kinerja keuangan
Perseroan mencatatkan pertumbuhan yang signifikan.
c. Mengenai Rincian Pendapatan
● Pada 1Q25, HRTA berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp6,7
triliun yang meningkat 68,97% YoY.
d. Pendapatan ini didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata dan volume
penjualan dalam emas murni yang meningkat 18,77% YoY menjadi 4,47
ton di kuartal I tahun 2025.
e. Mengenai Ringkasan Laporan Laba Rugi
● GPM dan NPM mengalami penurunan karena adanya bisnis ekspor
yang marginnya lebih rendah daripada penjualan di dalam negeri;
● Laba bersih membukukan pertumbuhan sebesar 45,82% YoY menjadi
Rp149,75 miliar pada 1Q25.
f. Mengenai Rasio
● Return on Asset berada pada level 9,37% pada 1Q25
● Return on Equity berada pada level 23,98% pada 1Q25
g. Debt to Equity Ratio berada pada level 1,47x pada 1Q25
h. Mengenai Dividen
● Perseroan akan membagikan dividen sebesar Rp 21/lembar saham
dari laba bersih tahun 2024.
● Pembagian dividen yang konsisten setiap tahun dengan dividen yield
pada level 3% hingga 21,78%.
C. Paparan Bagian III
Mengenai Ekosistem Bullion Bank:
1. HRTA telah dipercaya oleh 2 (dua) pemain bullion bank yaitu PT Pegadaian
Persero dan PT Bank Syariah Indonesia. Hingga 31 Maret 2025, kontribusi dari
dua Bullion Bank tersebut telah mencapai 43% terhadap total pendapatan
konsolidasi perseroan, dengan total penjualan mencapai 2 ton.
2. Perseroan secara konsisten berhasil menurunkan cost of fund. HRTA juga
mendapat kepercayaan dari dua bank besar, yaitu PT Bank Mandiri Tbk dan PT
Bank Rakyat Indonesia Tbk, sebagai mitra perbankan pertama. Selain itu, obligasi
HRTA yang telah diterbitkan turut memperoleh kepercayaan dari Credit Guarantee
and Investment Facility (CGIF) sebagai penjamin, dengan peringkat kredit tertinggi,
yaitu triple A.
3. HRTA sedang dalam tahap mendapatkan sertifikasi London Bullion Market
Page 5
Association (LBMA) untuk EMASKU® yang ditargetkan selesai pada akhir tahun
2025 ini.
D. Paparan Bagian IV
Mengenai Strategi Perusahaan diantaranya:
1. Bullion Bank Ecosystem
Meningkatkan kinerja perusahaan untuk menjadi pemain kunci dalam Ekosistem
Bank Bullion dengan partner Pegadaian dan BSI.
2. Penyesuaian Posisi dan Merek
Meningkatkan citra merek HRTA melalui pemasaran strategis, kepercayaan, dan
inovasi untuk meningkatkan pengakuan dan kepemimpinan industri.
3. Innovative Products
Melakukan pengembangan produk Perhiasan yang lebih mengedepankan inovasi
dan desain yang otentik sehingga Ardore memiliki ciri khas dimana masyarakat
dapat memiliki kebanggaan tersendiri.
4. Operational Excellence
Memperoleh Sertifikasi LBMA untuk produk EMASKU® yang dihasilkan oleh PT
Emas Murni Abadi. Saat ini, proses audit telah diselesaikan dan dinyatakan sesuai
(comply), dengan target finalisasi keseluruhan proses pada akhir tahun 2025.
5. Strategic Alliances
Mengembangkan usaha melalui kerja sama dengan mitra strategis yakni
penambang lokal dengan prinsip sinergi dan saling menguntungkan.
6. Integrated Factory
Perseroan tengah mempersiapkan konsolidasi dari empat pabrik menjadi satu
pabrik terintegrasi guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Page 6
E. Sesi Tanya Jawab
1. Puri - Olenka.id
Pertanyaan
Apakah kinerja Hartadinata terdampak penurunan daya beli masyarakat? Jika
terdampak, bagaimana upaya perusahaan meningkatkan penjualan emas
Hartadinata?
Jawaban
Ibu Sandra: Penurunan daya beli masyarakat sebetulnya berdampak terhadap
berapa besar gramasi yang bisa affordable dari sisi perhiasan maupun emas
batangan. Kenapa saya berbicara seperti itu? Karena sebetulnya secara culture,
secara habit, emas masih menjadi sesuatu yang disimpan atau dibeli oleh
masyarakat kita. Dengan terjadinya penurunan daya beli yang terjadi adalah,
bisnis sendiri harus secara antisipasi atau proaktif memberikan atau
menyalurkan produk-produk yang sesuai dengan penurunan daya beli tersebut.
Contohnya adalah, untuk dari sisi perhiasan kita menawarkan perhiasaan yang
sesuai dengan daya beli masyarakat yaitu gramasi yang lebih kecil. Artinya apa?
Kalau ditanya bagaimana kita merespon hal tersebut, yang direspon adalah kita
secara proaktif berusaha memenuhi permintaan masyarakat sesuai sebetulnya
dengan market size atau daya beli masyarakat yang dimiliki masyarakat saat ini.
Tapi memang yang cukup menarik adalah, dengan penurunan daya beli ini
dampak yang lebih berasa adalah demand terhadap jewelry atau perhiasan. Tapi
yang cukup menarik di Indonesia adalah, justru dengan pandemi dan setelah
pandemi yang terjadi adalah untuk bisnis kami, kita memiliki peningkatan
permintaan - permintaan justru terhadap emas batangan meskipun kita
mengalami penurunan terhadap perhiasan.
2. Indah – Investor Daily
Pertanyaan
a. Berapa target pendapatan dan laba di 2025?
b. Berapa capex di 2025? untuk apa? apakah akan menambah cabang lagi,
dimana?
c. Tren emas setelah covid, emas batangan makin diminati ketimbang emas
perhiasan, berapa kontribusinya dari penjualan HRTA?
d. Bagaimana HRTA memprediksi harga emas di akhir thn? akan berada di
level brp?
Jawaban
Ibu Sandra:
a. Untuk di tahun 2025, kami menargetkan pendapatan naik 47% itu dikisaran
Rp 27 triliun dengan target laba bersih Rp600 miliar atau naik sebesar 35%.
b. Dari sisi CAPEX, kami mencadangkan Rp150 miliar, khususnya untuk
Page 7
integrasi pabrik. Ini termasuk bangunan dan juga mesin-mesin.
Bapak Deny:
a. Di tahun 2025, kontribusi emas batangan itu 80%, untuk perhiasan 20%.
b. Retail store sendiri kita akan menargetkan100 toko di tahun ini, sebetulnya
kita kan buka dimana? Kita akan lebih memfokuskan ke area-area luar
Jabodetabek. Artinya, kita sedang mulai gencar juga ekspansi ke kota-kota
besar dan kota-kota dalam skala menengah sekitar pulau Jawa. Kalau
ditanya prediksi harga emas di tahun 2025, beberapa hari lalu saya baru
baca report researchnya Gold Mansah, bahwa di akhir tahun 2025 atau di
tahun 2025 mendekati akhir tahun, diramalkan bahwa kalau harga emas
akan mencapai setinggi-tingginya harga emas dunia sekitar 3.800/ons dan
ditanya bagaimana kalau tiba-tiba turun, sebelum saya ditanya teman-teman
media, kalau kita sih meramalkan tidak mungkin dalam waktu dekat ini turun
juga dengan tiba-tiba secara signifikan. Karena kita lihat bahwa volatilitas
masih cukup tinggi terkait dengan kondisi geopolitik belum stabil atau
uncertainty nya yang masih tinggi.
3. Rama – Bisnis Indonesia
Pertanyaan
Bagaimana upaya ekspansi perseroan pada tahun 2025? tadi sebelumnya juga
sudah disampaikan dari sisi capex, mungkin bisa di elaborasi dari sisi strategi
ekspansinya.
Jawaban
Ibu Sandra: Ekspansi sebetulnya kalau yang dibilang ekspansi dalam pengertian
kita melebarkan bisnis kita, saat ini sebetulnya kita masih tetap fokus pada 2
produk utama kita untuk market domestik yaitu perhiasan emas dan juga emas
batangan. Dan untuk ekspansi dalam artian kita akan melebarkan bisnis kita, kita
melihat ekspansi kita di 2025 ini sebetulnya lebih ke arah peningkatan jumlah
retail kita, toko-toko retail juga peningkatkan jumlah unit-unit gadainya kita. Jadi,
itu yang akan kita lakukan melalui ekspansi dan kita juga akan lebih memperkuat
saluran distribusi e-commerce kami yah sebetulnya untuk menyalurkan baik
perhiasan maupun emas batangan sesuai dengan target market yang cukup
berbeda antara offline store dan online store.
4. Vatrischa – Kontan
Pertanyaan
a. Apa tantangan HRTA dalam menjalani bisnis di sepanjang tahun 2025 ini?
Bagaimana strategi untuk mempertahankan kinerja solid?
b. Bagaimana prospek bisnis perhiasan emas di tengah harga emas yang
tinggi?
Page 8
Jawaban
Ibu Sandra:
a. Bisnis perhiasan adalah salah satu tantangan di 2025 yang cukup
challenging. Jadi memang seperti yang saya sampaikan pada paparan saya,
bahwa saat ini kami mencoba membuild brand Ardore sendiri melalui
authenticity design dan juga innovation. Jadi intinya tantangan bagi kita saat
ini yang pertama lebih tertuju pada bagaimana kita me-create demand
kembali yang cukup besar untuk bisnis perhiasan melalui produk-produk
perhiasan kami.
b. Dan kalau kita lihat bagaimana prospek bisnis perhiasan sendiri di Indonesia,
saya sendiri masih sangat yakin, confidence bahwa masyarakat Indonesia
masih akan tetap menyukai perhiasan. Hanya kami Hartadinata sendiri akan
sangat proaktif untuk bisa memenuhi sebetulnya permintaan perhiasan
seperti apa dan juga sesuai dengan daya beli masyarakat saat ini.
Mungkin Pak Thendra mau menambahkan bagaimana sih sebetulnya strategi kita
untuk kinerja yang lebih solid.
Pak Thendra: Ok yang pasti yang pertama, dari manajemen sendiri masih
meyakini bahwa kami masih memiliki ruang untuk bernegosiasi pun juga dalam
menurunkan beberapa memang yang pertama tuh terkait dengan cost of fund.
Karena tadi Bu Sandra sudah menyampaikan dari sisi untuk di Top Line,
bagaimana meningkatkan dari sisi kita lihat untuk di pendapatan. Nah, di sisi cost
sendiri dari untuk penurunan dari tingkat suku bunga masih terbuka karena
teman-teman sendiri bisa perhatikan bahwa ada disparitas dari untuk bunga yang
kita terima itu dari dua bank baik dari Mandiri maupun BRI. Yang kedua pun juga,
memang Hartadinata di tahun ini dan ke depan, kita masih memiliki beberapa
story pertumbuhan yang tidak hanya didorong dari segi organik tapi juga
anorganik, dimana di bisnis sekarang ketika Hartadanita pun juga underlyingnya
kita emas kita ini pun juga menjadi salah satu company yang memang diminati
untuk bisa kita lihat beberapa partner-partner strategis juga berkolaborasi, yang
dimana kita belum bisa diskusi lebih lanjut tetapi akan ada beberapa
strategi-strategi untuk yang kita lihat strategis yang memang akan nanti kita
lakukan terkait unlocking dari untuk bisnis value yang ada di hartadinata terutama
di subsidiary level.
5. Ekarina – Fortune Indonesia
Pertanyaan
a. Apa perubahan terbesar dalam perilaku atau preferensi konsumen dalam
beberapa tahun terakhir? bagaimana strategi HRTA dalam mengatasi hal ini?
b. Berapa target ekspansi perusahaan tahun ini baik di bisnis ritel perhiasan
ataupun emas dan berapa investasi yang disiapkan dan peruntukannya ?
Page 9
Jawaban
Ibu Sandra:
a. Perubahan terbesar preferensi konsumen di industri perhiasaan emas dan
batangan kalau bisa saya sampaikan ini cukup berbeda yah. Seperti yang
telah saya sampaikan tadi setelah terjadinya pandemi justru ada switching
antara produk emas perhiasan ke emas batangan. Di produk perhiasan
sendiri karena perhiasan memang menjadi salah satu hal yang part of
culture, part of habit, part of lifestyle di konsumen kita. Perubahan yang
terjadi adalah karena ada penurunan daya beli, permintaan yang muncul
adalah semakin kecilnya gramasi yang memang diminati masyarakat atau
konsumen di perhiasan emas. Di emas batangan yang cukup menarik adalah
bahwa sekarang sebagian besar kelebihan income atau uang yang disisakan
untuk bisa ditabungkan sekarang masyarakat kita jadi lebih aware dan jadi
lebih knowledge untuk menyimpannya dalam bentuk emas batangan itu
sendiri. Dan kita memang menawarkan kepada masyarakat sesuai dengan
market kita secara massal dari mid-low ke mid-high, di emas batangan
sendiri kami menyediakan produk itu mulai dari terkecil itu mulai dari 0,1 gr
sampai dengan di gramasi terbesar di 1kg.
b. Untuk investasi retail sendiri kita berencana menambah 15 gerai yah untuk
sampai tahun 2025, kira-kira sekitar Rp 75 M yang akan kita berikan support
untuk ekspansi terhadap membentuk inventory ya, jadi secara total it’s cover
all fits out tapi secara total untuk inventory.
Names mentioned 25 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Cuncun Muliawan Vice
p.1 ×2
unresolved
person
Yudho Jatmiko
p.1
unresolved
person
Catherina Vincentia
p.1
unresolved
person
Thendra Crisnanda. D.
p.2 ×2
unresolved
person
Sandra Sunanto. Pemaparan A.
p.2 ×4
unresolved
org
PT Emas Murni Abadi
p.2
unresolved
org
PT Citra Palu Minerals
p.3
unresolved
org
PT Bank Syariah Indonesia. Hingga
p.4
unresolved
org
Bank Bullion
p.5
unresolved
org
PT Emas Murni Abadi. Saat
p.5
unresolved
person
Sandra
p.6 ×5
unresolved
person
Thendra
p.8 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.