Skip to content
Back to announcement

20250617_WTON_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31895878_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review WTON

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 163

Page 1 OCR 0.952
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
Atas Penambahan Kegiatan Usaha KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan
dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas
Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik PT Wijaya Karya Beton Tbk
PT WIJAYA KARYA BETON TBK
Untuk PT WIJAYA KARYA BETON TBK
WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9,
Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm.
Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340
Page 2 OCR 0.854
KJPP GUNTUR, EKI ANDRI DAN REKAN

MNW car (PAW, MRNOLARANI
Hare alunta

No, File : 00037/2.0116-06/BS/03/0511/1/V1/2025
Jakarta, 10 Juni 2025

Yth. Dewan Direksi

PT Wijaya Karya Beton Tbk

WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9,
Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur,
DKI Jakarta 13340

Ringkasan Eksekutif Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton
Tbk

Dengan hormat,

Ringkasan Laporan Studi kelayakan ini merupakan bagian dari laporan Studi kelayakan secara
keseluruhan yang disajikan sebagai laporan terinci dan tidak dapat dipisahkan. Laporan ini merupakan
revisi ke— | (satu) atas Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton
Tbk No. 00029/2.0116-06/BS/03/0511/I/V/2025 tanggal $ Mei 2025, revisi dilakukan karena terdapat
informasi baru dalam hal yang substansi. KANTOR JASA PENILAI PUBLIK GUNTUR, EKI,
ANDRI & REKAN (“GEAR?) telah ditunjuk oleh PT WIJAYA KARYA BETON TBK (“WTON")
melalui persetujuan surat penawaran No. JKT.037/PN.BV.GEAR/2025 tanggal 23 April 2025 dengan
maksud untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk yaitu KBLI
43211 - Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan
Tenaga Listrik, yang diperlukan dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan ("OJK")
No, I7/POIK.042020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal ("POIK 38"), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
No. 17/SEOIK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018, dan tidak
digunakan di luar konteks atau tujuan penilaian tersebut.

1. Identifikasi Status Penilai

Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No, 277/KM.1/2018 tertanggal 16 April
2018 mengenai Izin Penilai Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., M.Ec.Dev. MAPPI (Cert) yang
ditetapkan sebagai penilai di Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi (B)
No. B-01.18.00S11 dan terdaftar di OJK untuk Pasar Modal dengan No. STTD.PB-
SI/PM,223/2021 dan OJK IKNB dengan No. 21 I/NB.122/STTD-P/2020 dan juga sebagai anggota
MAPPI dengan No, I4-S-05089 dan Nomor Register RMK-2017.01120,

GEAR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
serta memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian ini,

2, Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi tugas dan pengguna laporan adalah sebagai berikut:
Nama : PT Wijaya Karya Beton Tbk
2 : Perdagangan dan industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain
Bidang Usaha yang terkait

: WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl, D.I. Panjaitan Kav. 9, Cipinang Cempedak,

Alamat Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340
Telepon :021-8192802

Fax 1021-85903872

Email : sekpertawika-beton.co.id

Website : www. wika-beton.co.id

Kapter Cabang 2 Business vaTuatior unit Jakarta, Gedung Peebiina Graha, Lantai 7, IT, DT. Pamiaitan Na 4$,
Jakarta "mur 19380 telp. 021-85914072

Kantor Pusat 2 JL. Sidoveras PIK Nek Mo. 45 Surabaya — Jawi Timur Telu/Fan. OSI-S67O138 / YICNSO9S

Cabang 1 Tenurang (PL, Semerinda (PD, Deroaser UP), Mekarsar (PS), Tegal (PS)
Page 3 OCR 0.858
KJPP GUNTUR, EK ANDRI DAN REKAN

Jar UNA Wa, SERPOKA RAN
Lara alanta
Bab,ik Indoberin

3. Maksud dan Tujuan Penilaian

Maksud penugasan ini adalah untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya
Karya Beton Tbk yaitu KBLI 43211 - Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi
Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik, yang diperlukan dalam rangka
memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan ("OJK").

Penugasan ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No.1 7/POJK.04/2020 (“POJK 17”) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
No.7/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17") tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.

4. Obyek Studi Kelayakan

Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah
penambahan kegiatan usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usahan Indonesia (“KBLI”)
yaitu KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas
Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik.

5. Tanggal Studi Kelayakan (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan

Tanggal Studi Kelayakan adalah tanggal 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian,

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mci 2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) masa
berlaku laporan penilaian adalah & (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (Cur Off Date)
dalam laporan penilaian.

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan penilaian ini
yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut off date) dalam laporan penilaian.

6. Independensi Penilai

Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini GEAR bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan WTON ataupun pihak-pihak yang
terafiliasi dengan WTON. GEAR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi
atau merugikan pihak manapun terkait dengan penugasan ini. Imbalan jasa yang kami terima
sama sekali tidak dipengaruhi oleh hasil kajian kelayakan yang dihasilkan.

7. Yanggung Jawab Penilai

Dalam batas kemampuan dan keyakinan GEAR sebagai penilai, GEAR menyatakan bahwa
semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Studi Kelayakan telah dilakukan
dengan benar dan GEAR bertanggung jawab atas Studi Kelayakan yang diterbitkan.

8. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan

Dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini, kami telah melakukan analisis melalui
pendekatan dan prosedur studi kelayakan yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

Kapter cabang 3 Business valuatior unit Jakarta, Gedung Peebina Graha, Lantai 7, Il. OT. Panjaitan Na 4$,
Jakarta #imur 19350 1eip. 021-85914072

Kantar Pusat 2 AL Ahdoveran PMK Nek Mo 45 Surabara — Jawe Timur Telasifan OST-BATOYSN / PIONSO9I
Cabang ? Semarang (PI, Semerinda (PD, bergeser (PT, Makursar UPS), Tegal (PS)
Page 4 OCR 0.858
KUP GUNTUR, EKL ANDRI DAN REKAN

Pengumpulan Data

@ Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana ekspansi atas
penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data indentitas Perseroan, perizinan,
spesifikasi proyek, aspek keuangan, dan rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait.

& Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat

# Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan dari aspek yang berpengaruh
dalam kelayakan dengan pihak Perseroan,

Proses Analisis

& Analisis Pasar yang mengkaji kondisi pasar, potensi pasar, persaingan usaha, strategi
pemasaran atas rencana penambahan kegiatan usaha.

# Analisis teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana
penambahan kegiatan usaha, spesifikasi teknis, teknis pelaksanuan, ketersediaan dan
kualitas sumber daya manusia, timelinc, dan rencana keberlanjutan.

@ Analisis pola bisnis yang mengkaji model bisnis usaha Perseroan saat ini, analisis atas
keunggulan kompetitif, kemampuan pesaing dalam meniru produk, analisis industri,
analisis risiko yang berpotensi muncul, dan analisis SWOT.

& Aspek model manajemen yang mengkaji struktur organisasi dan kebutuhan karyawan atas
rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan, kesesuaian struktur organisasi dan
manajemen, kapasitas dan kemampuan manajemen, manajemen kekayaan intelektual,
manajemen risiko, sumber daya manusia, dan komposisi karyawan,

@ Analisis keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi, rencana biaya
investasi, sumber pembiayaan, asumsi-asumsi, proyeksi keuangan, analisis rasio
keuangan, analisis biaya operasional, analisis biaya bahan baku mentah, anatisis titik
impas, analisis profitablitias, analisis tingkat imbal balik investasi, analisis inkremental,
dan analisis kelayakan atas penambahan kegiatan usaha,

9. Standar Penugasan Studi Kelayakan

Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta penyusunan laporan telah dibuat
dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020 ("POJK 17")
tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No.35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.17/SEOJK.04/2020
(“SEOJK 17") tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.

10. Tingkat Kedalaman Investigasi

Studi Kelayakan dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan informasi
dari pihak manajemen WTON, yang bertujuan untuk memperoleh dokumen kelengkapan
analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi memalui wawancara berupa con cal!
atau virtual meeting.

Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:

|. Uji tuntas atas laporan keuangan tidak dilakukan dan penelaahan atas informasi pada
laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan analisis kewajaran:

2, Uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek analisis kewajaran tidak
dilakukan,

Kaveer Cabang 2 Business vaTuatior unit Jakarta, Gedang Pesbita Graha, lantai 7, 31, DT. Pamiaitan Na 4$,
Jakarta Ifmur 11390 telp. 071-85914072

Kantor Pusat 1 JL. Sidowerad PAK Nek No. 45 Surabaya » Jawe fimur Tela./fan. OST-BA7OY8 / P9ONSO9S

Cabang 1 Tenurang (PI, Semerinda (PD, Deroasar (PD, Makarsan (PSI, Tegal CPS)
Page 5 OCR 0.845
KUP GUNTUR, EKL ANDRI DAN REKAN

Woang da
@ arah te

3. Analisis dampak untuk para pihak terkait Penambahan Kegiatan Usaha,

4. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis studi kelayakan.

Berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan, diketahui saat ini WTON masih
menjalankan kegiatan operasinya yaitu sebagai Perusahaan di Bidang Perdagangan dan
industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain yang terkait.

Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
memadai diantaranya dengan melakukan melakukan site visit terhadap fasilitas milik WTON
dan melakukan wawancara dengan manajemen WTON ataupun pihak yang mewakilinya dan
pihak-pihak lain yang relevan,
Berikut adalah pihak-pihak yang diwawancarai yaitu:
Figur 1. Pihak Diwawancara & PIC WTON
Inu Pinandito Manajer Bidang Evaluasi Hasil Usaha
Muhammad Bagus Pribandoko Staf Bidang Hasil Usaha WTON

11, Data dan Informasi Rencana Penambahan Usaha

Beberapa sumber informasi relevan yang handal tanpa perlu melakukan verifikasi, antara lain:

& Data-data laporan keuangan historis,

& Data investasi dan dokumen pendukung lainnya yang disediakan manajemen WTON,

& Data-data ekonomi yang diperoleh dari Penelitian Damodaran dan sumber-sumber lainnya
yang relevan,

@ Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi
terkait, seperti Bank Indonesia dan lainnya.

12, Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

Dalam melaksanakan pembuatan laporan studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini,
GEAR tidak menggunakan laporan hasil analisis dari tenaga ahli dari luar.

13. Asumsi dan Kondisi Pembatas

Asumsi
Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan ini adalah:

@ Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion,

@ Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses Studi Kelayakan.

# Dalam menyusun laporan ini, GEAR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi
yang disediakan oleh WTON dan atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk
publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan.

# Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan
studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada GEAR dan tidak ada pengurangan atas
fakta-fakta yang penting.

« GEAR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh WTON dan telah
disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary dutv).

# Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional WTON.

Kapter Cabang 2 Business valuatior unft Jakarta, Gedung Peebrina Graha, Lantai 7, 31, DT. Panjaitan Na 4$,
Jakarta Iimur 11390 telp. 021-85914072

Kantor Pusat £ JL. Sidoveran PIK Nek Mo. 45 Surabaya — Jawb Timur TelusiFan OST-BA7O138 / PICNSOPS

Cabang 1 Yemerang (PI, Semerinda IP), Deroesar (PP, Metarsar (PS), Tegal (PE)
Page 6 OCR 0.869
KUP GUNTUR, EKL ANDRI DAN REKAN

kasir 2 INN ar On IRMAN
28 Lae alanta

#aab.ik Andoberin

@ GEAR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan.

# GEAR telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari pemberi
tugas.

# Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan,
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana Transaksi
yang akan dilakukan pada tanggal studi kelayakan ini diterbitkan.

@ Dalam penyusunan laporan studi kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban WTON dan semua pihak yang terlibat dalam
Penambahan Kegiatan Usaha serta keakuratan informasi mengenai Penambahan Kegiatan
Usaha yang diungkapkan oleh manajemen WTON.

# Studi kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh
sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan
alas proses yang mendasari studi kelayakan. Penyusunan studi kelayakan ini merupakan
suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak
lengkap.

@ Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan studi kelayakan ini sampai dengan
tanggal terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
studi kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan (update) opini kami karena adanya perubahan asumsi dan
kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini,

Kondisi Pembatas

# Kami tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang
melakukan transaksi.

@ Dalam melaksanakan analisis, kari mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh WTON atau yang tersedia secara umum yang pada
hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut,
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen WTON, bahwa mereka tidak
mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada

@ Analisis studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini dipersiapkan menggunakan
data dan informasi sebagaimana diungkapkan diatas. Segala perubahan atas data dan
informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir opini kami secara material. Oleh
karenanya, kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas studi kelayakan
kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut

@ Kami tidak memberikan opini atas dampak perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha
ini. Jasa-jasa yang kami berikan kepada WTON dalam kaitan dengan Penambahan Kegiatan
Usaha ini hanya merupakan pemberian studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha
yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak
melakukan penelitian atas keabsahan Penambahan Kegiatan Usaha dari aspek hukum dan
implikasi aspek perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha tersebut.

@ Pekerjaan kami berkaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan,
atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan

Kapter Cabang 2 Business valuatior unit Jakarta, Gedung Peebina Graha, lantai 7, 31, DT. Panjaitan Wa 45,
Jakarta Iimur 11390 telp, 021-85914072

Kantor Pusat 2 JL. Sidonerad PIK Neh Ng. 45 Surabaya » D

Cabang 1 Tenurang (PI, Semerinda (PD, Deroaser (P)

timur Tetasifan, OST-BAPOYAH 1 P9CNSO9S
akursar (PI), Tegal (PE)

Page 7 OCR 0.880
KJPP GUNTUR, EKI ANDRI DAN REKAN
ANN car OA SPAN
« 0se Shane

Uenab, ik Andoberia

Lah

menganalisa suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya diluar Penambahan Kegiatan Usaha
yang ada dan mungkin tersedia untuk WTON serta pengaruh dari transaksi-transaksi
tersebut terhadap Penambahan Kegiatan Usaha ini.

14, Persyaratan atas Persetujuan Publikasi

Laporan Studi Kelayakan beserta lampiran yang ada pada laporan ini hanya ditujukan kepada
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Studi Kelayakan sebagaimana dimaksud pada lingkup
penugasan ini, Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup
penugasan laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari GEAR dan pemberi tugas.

15, Kejadian-kejadian Penting setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) dan Tanggal
Laporan

Sampai dengan tanggal Laporan Studi Kelayakan ini, kami tidak memperoleh informasi
mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak secara material. Kejadian-kejadian penting
setelah tanggal laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan, Penilai tidak
berkewajiban untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas hasil Studi Kelayakan yang
dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan Terinci yang telah diterbitkan dan disampaikan
kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat informasi baru dalam hal yang substansi,
maka GEAR dapat menerbitkan revisi atas Laporan Studi Kelayakan.

16. Konfirmasi bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan

Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat, serta laporan Studi kelayakan yang telah dibuat
oleh Penilai dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020
("POJK 17”) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35"), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
No.17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal,

17. Konfirmasi Bahwa Penilaian dilakukan Berdasarkan SPI

Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi kelayakan telah
dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
Penilaian Indonesia Edisi VII tahun 2018 (“SPI”) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi
Penilai Indonesia (“MAPPI”),

18. Analisis Kelayakan
18.1 Aspek Pasar

Peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi listrik di Indonesia
memiliki prospek yang sangat baik. Potensi ekonomi dari infrastruktur kelistrikan yang dapat
dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai nilai
signifikan, Potensi ini mencakup permintaan untuk tiang beton yang digunukan dalam
pembangunan jaringan distribusi listrik, yang jumlahnya sangat besar seiring dengan
berkembangnya proyek-proyek kelistrikan di seluruh penjuru Indonesia. Potensi pasar tiang
beton untuk instalasi listrik diperkirakan mencapai miliaran rupiah per tahun, mengingat
kebutuhan akan tiang beton berkualitas tinggi untuk mendukung distribusi listrik yang stabil.
Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan sektor kelistrikan melalui program pembangunan
infrastruktur energi, yang mencakup pengembangan sistem distribusi listrik di seluruh wilayah,
termasuk daerah terpencil dan kawasan industri.

Kapter Cabang 2 Business valuatior unit Jakarta, Gedung Peebina Graha, Lantai 7, 31, DT. Panjaitan Na 4$,
Jakarta Yimur 19350 telp. 021-85914072

Kantor Pusat 2 JL Sidowerar PAK Nek Mo. 45 Surabaya » Jaw Timur Telusifan, OST-BATOYSE / Y9ONSO9S
Cabang £ Yenurang (PI, Semerinda (PD, Deroesar (PD, Makursar (PS), Tegal (PS)
Page 8 OCR 0.887
KUP GUNTUR, EKL ANDRI DAN REKAN

Industri beton pracetak di Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang
signifikan dan prospektif, didorong oleh tingginya permintaan dalam negeri terhadap
infrastruktur serta dukungan kuat dari kebijakan pemerintah. Proyck-proyek besar seperti
pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), jalan tol Trans-Jawa, MRT Jakarta, serta program
elektafikasi oleh PLN menjadi pendorong utama meningkatnya konsumsi produk pracetak
seperti tiang listrik, balok jembatan, dan panel dinding. Subsektor ini mencerminkan stabilitas
dan keberlanjutan yang tinggi. Indonesia juga menguasai 60-7096 pasar konstruksi di ASEAN
dan menjadi pasar terbesar di kawasan, meskipun saat ini masih berada di posisi keempat
produsen beton pracetak di Asia Tenggara setelah Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

Peningkatan kapasitas produksi dan distribusi diiringi dengan adopsi teknologi baru seperti
lean construction, precast 3D printing, serta penggunaan beton ramah lingkungan yang
memperkuat daya saing industri nasional, Perusahaan seperti WTON dan WSBP telah mulai
mengadopsi sistem automasi dan PLTS untuk efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon.
Dukungan regulasi, terutama kewajiban penggunaan produk dalam negeri melalui Permen
PUPR No.12/2021, memperkuat daya saing lokal dan memangkas ketergantungan terhadap
impor. Dengan proyeksi nilai pasar beton pracetak yang mencapai USD 15,8 miliar pada 2030
dan CAGR sebesar 25,984 (Grand View Research), industri ini berpeluang besar untuk tumbuh
menjadi salah satu pemain utama dalam pasar konstruksi global, sekaligus menjadi pilar
penting dalam percepatan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Dengan memperhatikan peluang besar di sektor kelistrikan dan pembangunan infrastruktur
energi Indonesia yang terus berkembang, serta perusahaan yang sudah memiliki pengalaman
dalam produksi dan penyediaan tiang beton untuk instalasi listrik, maka rencana untuk
memperluas usaha dalam aspek pasar beton pracetak tiang beton ini sangat layak dan
menjanjikan. Mengingat kebutuhan yang terus meningkat untuk memperkuat jaringan
kelistrikan, terutama di wilayah yang sedang berkembang, sektor ini memberikan peluang
pasar yang sangat potensial bagi perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan
infrastruktur yang berkelanjutan,

WTON memiliki keunggulan kompetitif kuat dibandingkan pesaingnya, yaitu kapasitas
produksi besar, sebaran pabrik strategis dari Sumatera hingga Sulawesi, kedekatan dengan
sumber bahan baku, kualitasproduk yang terjamin. Strategi pemasaran WTON yang
mengandalkan diversifikasi produk beton inovatif (seperti beton self-healing), pemanfaatan
teknologi digital dan otomasi, kolaborasi dengan pengembang infrastruktur, serta ekspansi ke
pasar internasional, memperbesar peluang perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar beton

Penambahan kegiatan usaha untuk meliputi perencanaan, produksi, pemasangan, dan
pelaksanaan instalasi listrik merupakan langkah strategis yang logis dan selaras dengan
penguatan core business. Perbedaan antara usaha eksisting WTON dan rencana ekspansi baru
ini justru akan melengkapi portofolio layanan, memperluas pasar, dan membuka sumber
pendapatan tambahan di sektor kelistrikan nasional.

Dengan melihat peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi listrik
di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik, serta WTON sudah mempunyai pengalaman
dalam hal mengelola atau memberikan jasa pada pihak ketiga, dimana hal ini memberikan
manfaat dan kontribusi yang positif bagi TON maka rencana penambahan kegiatan usaha
secara aspek pasar Layak.

Kapter cabang 2 Business vaTuatior unft Jakarta, Gedung Peebiita Graha, Lantai 7, IT, OT. Panjaitan Na 4$,

Kan

Jakarta #imur 19350 1eip. 021-85914072
» Pusat 1 AL Sidowerae PAK Nek Mo. 45 Surabaya » Jawi Timur Telusifan. OST-B8TOYSE / Y9ONSOIS

cabang ? Semarang (PI, Semerinda (PD, bergeser (PT, Makursar UPS), Tegal (PS)

ANN car MPa, SERANG
Pn

#lants

HAK Andoberin
Page 9 OCR 0.893
KUP GUNTUR EKL ANDRI DAN REKAN
kanina TING Car MM MENAATI
arts

£1t Andaberta

18.2 Aspek Teknis

Berdasarkan aspek teknis, rencana penambahan kegiatan usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk
(WTON) dinilai sangat siap dan layak untuk dilaksanakan. Kegiatan pengembangan akan
dilakukan secara mandiri di enam lokasi pabrik beton milik WTON yang tersebar strategis di
berbagai wilayah Indonesia, dengan dukungan infrastruktur dan lahan yang memadai. Investasi
sebesar Rp139,326.857.868,- (Seratus Tiga Puluh Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua Puluh
Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu Delapan Ratus Enam Puluh Delapan
Rupiah) dialokasikan untuk pembangunan fasilitas produksi, prasarana pendukung, dan
pengadaan peralatan produksi serta laboratorium, seluruhnya berasal dari kas internal
perusahaan tanpa pembiayaan eksternal, Dari sisi produk, tiang beton listrik yang diproduksi
menggunakan metode spinning telah memenuhi standar mutu nasional dan internasional
seperti SNI, JIS, SPLN, dan dipastikan kualitasnya melalui sistem manajemen mutu berbasis
ISO 9001:2015. WTON juga telah menyiapkan sumber daya manusia yang mencukupi, terdiri
dari 24 pengawas internal dan 318 operator melalui mitra kerja, ditambah tenaga ahli di bidang
elektrikal dan keselamatan kerja. Selain itu, dengan penguatan di seluruh rantai nilai, WTON
memperluas cakupan bisnisnya dengan penyedia layanan konstruksi kelistrikan, Dengan
kesiapan infrastruktur, teknologi, sumber daya manusia, dan dukungan finansial yang kuat,
harapannya rencana ini dapat memperkokoh posisi WTON di industri beton pracetak sekaligus
membuka peluang pertumbuhan baru di sektor energi dan infrastruktur nasional, sehingga
rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek teknis Layak.

18.3 Aspek Pola Bisnis

Sebagai bagian dari penyelarasan urah strategis WIKA Group, PT Wijaya Karya Beton Tbk
(WTON) menambahkan kegiatan usaha baru berdasarkan KBLI 4321 1 — Instalasi Listrik, yang
sebelumnya sempat dihapus dari Anggaran Dasar. Kegiatan ini meliputi pembangunan,
pemasangan, dan pemeliharaan instalasi listrik untuk pembangkit, jaringan transmisi dan
distribusi, serta sistem kelistrikan di berbagai infrastruktur seperti jalan, kereta api, dan
lapangan udara. Penambahan ini dimaksudkan untuk memperkuat daya saing perusahaan
dalam mengikuti tender proyek kelistrikan, terutama melalui kepemilikan izin usaha jasa
penunjang tenaga listrik (SIUJPTL).

Kegiatan usaha baru ini dinilai dapat menciptakan nilai tambah bagi WTON, baik secara
operasional, keuangan, maupun reputasi. Dari sisi operasional, WTON memiliki peluang besar
untuk terlibat dalam proyek-proyek strategis di sektor energi dan kelistrikan, termasuk cnergi
baru dan terbarukan (EBT), kawasan industri, serta kawasan ekonomi khusus. Secara internal,
WTON juga memiliki SDM bersertifikasi di bidang K3 dan elektrikal, serta sistem operasi
yang efisien melalui penggunaan teknologi dan pola kemitraan kerja. Dari sisi manajemen
risiko, WTON telah mengantisipasi potensi risiko teknis, legal, dan pasar melalui pemenuhan
standar nasional, sertifikasi teknis, serta kerja sama dengan mitra strategis, Inovasi layanan
berbasis EPC (Engineering, Procurement, Construction) dan model bisnis kontrak berbasis
kinerja juga menjadi kunci untuk memberikan solusi terintegrasi bagi pelanggan.

Keunggulan kompetitif WTON dalam mendukung kegiatan baru ini mencakup reputasi kuat
di industri konstruksi nasional, jaringan logistik melalui enam pabrik beton strategis, tenaga
kerja tersertifikasi, serta sinergi dengan proyek-proyek BUMN dan pemerintah. Kemampuan
produksi modular dan kepatuhan terhadap standar seperti ISO dan SNI juga memperkuat posisi
WTON dalam bersaing di sektor kelistrikan, Selain itu, efisiensi rantai pasok dan dukungan
dari induk usaha WIKA Group memberikan kestabilan finansial yang mendukung ekspansi
usaha,

Dari sisi industri, sektor instalasi listrik menunjukkan prospek yang cerah seiring
meningkatnya proyek elektrifikasi nasional dan pengembangan EBT, Pemanfaatan teknologi
seperti BIM dan foT juga mendorong efisiensi dan integrasi layanan. Namun demikian,

Kaprer Cabang 2 Business vaTuatior unft Jakarta, Gedung Peebiita Graha, lantai 7, 31, DT. Panjaitan Na 4$,
Jakarta Iimur 11390 telp. 021-45914072

Kantor Pusat 2 JL, Sidoverao PAK Nek Mo. 45 Surabaya — Jawi Timur Telusifan. OST-B07OYS8 4 Y9ONSO9S
Cabang 1 Yemerang (PI, Semerinda IP), Deroesar (PP, Matursar (PS), Tegal (PE)
Page 10 OCR 0.885
KUP GUNTUR, EKL ANDRI DAN REKAN

tantangan tetap ada, seperti persaingan ketat, tuntutan inovasi, serta regulasi yang kompleks
dan ketat.

WTON juga telah mengidentifikasi risiko-risiko usaha, baik dari aspek operasional, regulasi,
persaingan, keuangan, hingga faktor eksternal seperti bencana alam dan kondisi sosial, Untuk
menghadapi ini, perusahaan mengembangkan strategi mitigasi risiko serta adaptasi teknologi
dan SDM yang berkelanjutan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa WTON memiliki kekuatan
dalam reputasi, jaringan proyek, dan dukungan induk usaha. Peluang besar di sektor EBT dan
infrastruktur kelistrikan dapat dimanfaatkan melalui strategi SO dan WO, sementara tantangan
eksternal ditangani melalui pendekatan ST dan WT, termasuk penguatan manajemen risiko dan
pengembangan SDM yang kompeten.

Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen WTON dilihat dari
segmen usaha, kemampuan untuk mencipatan nilai serta keunggulan kompetitif dan melihat
analisis industri, risiko dan analisis SWOT dalam rencana penambahan kegiatan usaha, maka
rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pola bisnis Layak.

18.4 Aspek Model Manajemen

Dengan mempertimbangkan aspck model manajemen yang diterapkan, berdasarkan kajian dan
data yang tersedia, penambahan kegiatan usaha di bidang pembangunan dan pemasangan
instalasi tenaga listrik oleh WTON dinilai layak secara aspek manajerial dan organisasi.
Struktur organisasi yang telah terbangun secara fungsional memungkinkan pembagian tugas
yang jelas dan sistem pengawasan yang efisien, sehingga menciptakan koordinasi kerja yang
terarah dalam menjalankan operasional yang kompleks, terutama di enam lokasi pabrik yang
tersebar.

WTON tidak melakukan penambahan tenaga kerja tetap dalam waktu dekat, melainkan
mengoptimalkan sumber daya internal khususnya tenaga pengawas yang telah berpengalaman
dan tersertifikasi di bidang elektrikal dan keselamatan kerja (K3) listrik. Hal ini menunjukkan
efisiensi dalam pengelolaan tenaga kerja tanpa mengorbankan kualitas pelaksanaan proyek,
Sementara itu, kebutuhan operator akan dipenuhi melalui skema kemitraan kerja, dengan tetap
menjaga standar teknis dan kualifikasi yang tinggi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa
manajemen telah mengantisipasi kebutuhan kapasitas produksi dan teknis secara realistis dan
adaptif.

Manajemen WTON juga didukung oleh tim ahli yang kompeten, seperti Kepala Seksi
Produksi, Ahli Madya Pengendalian, hingga tenaga profesional di bidang K3 listrik, yang
menjamin kualitas dan keamanan dalam pelaksanaan instalasi, Risiko-risiko yang muncul dari
ekspansi ini, baik dari sisi operasional, perizinan, pasar, finansial, maupun reputasi, telah
diidentifikasi secara menyeluruh oleh manajemen. Berbagai strategi mitigasi telah disusun,
termasuk sistem pengendalian mutu dan keselamatan kerja, konsultasi regulasi ketat, serta
manajemen komunikasi publik. Penyesuaian juga dilakukan untuk mengantisipasi risiko akibat
perubahan iklim dan bencana alam, yang memperkuat kesiapan manajerial dalam menghadapi
ketidakpastian eksternal.

Berdasarkan hal-hal tersebut, model manajemen yang dimiliki WTON dinilai mampu
mengakomodasi ekspansi usaha ini secara efisien, aman, dan berkelanjutan. Dengan struktur
organisasi yang solid, tenaga ahli intemal yang kompeten, dan strategi mitigasi risiko yang
telah dirumuskan, rencana penambahan kegiatan usaha ini dinilai layak dari aspek model
manajemen.

Kapter Cabang 2 Business valuatior unft Jakarta, Gedung Peebiita Graha, lantai 7, 31, DT. Panjaitan Na 4$,

Kan

Jakarta #imur 19380 telp. 021-85914072
1 Pusat 1 AL, Sidowerae PAK Nek Mo, 45 Surabaya » Jaw Timur Telusifan. OST-B6TOYSE 7 V9ONSOIS

Cabang 1 Semarang (PI, Samarinda (IP), bergeser (PT, Mekursar UPS), Tegal (PS)

ca UNA, SERPONG

#lants

HAK Andoberin
Page 11 OCR 0.864
KUP GUNTUR EKL ANDRI DAN REKAN

ANN car CNC a, MALANG
«ane Warta
Nenab,ik Andoberin

Marah ke

18.5 Aspek Keuangan

Binya investasi untuk pengadaan aset sebesar Rp139.326.857.868 (Seratus Tiga Puluh
Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu
Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah) di & (enam) lokasi pabrik yang bersumber dari
kas dan setara kas Perseroan. Keseluruhan pembuatan jalur produksi dan pengadaan prasarana
serta peralatan merupakan peralatan yang sudah dimiliki oleh WTON.

Asurnsi — asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan sebelum dan setelah
penambahan kegiatan usaha adalah upaya pengembangan bisnis WTON. Jangka waktu
proyeksi keuangan sampai dengan tahun 2030 atau masa waktu proyeksi eksplisit selama &
tahun dengan pertimbangan bahwa manajemen WTON telah menyusun rencana bisnis selama
6 tahun kedepan dengan asumsi bahwa tahun tersebut perusahaan dalam kondisi stable growth
sehingga untuk mencerminkan going concern bisnis WTON diterapkan terminal value dengan
menggunakan metode kapitalisasi pendapatan/gordon model. Berkaitan dengan analisis
ketercapaian proyeksi keuangan, Penilai telah melakukan diskusi dengan manajemen WTON
bahwa proyeksi yang digunakan telah wajar dan tidak dilakukan penyesuaian oleh Penilai,

Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ckonomis yang
diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari selisih
antara Free Cash Flow to Firm apabila ada penambahan kegiatan usaha dengan Free Cash
Flow to Firm apabila WTON tidak melakukan penambahan kegiatan usaha. Yang selanjutnya
dibandingkan dengan pengorbanan ckonomisnya. Sehingga diperoleh Free Cash Flow to
Incremental. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha dengan
mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai
berikut:

& Net Present Value (NPV) : Rp172.573 juta
@ Internal Rate of Return (IRR) 17,896

@  Profitability Index (PI) 12,24

&  Payback Period (PP) : $ tahun 2 bulan

Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan tingkat
risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan kegiatan usaha dibidang
Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga
Listrik. maka proyeksi arus kas inkremental nya bernilai positif.

IRR sebesar 17,891 menunjukkan bahwa dengan melakukan penambahan kegiatan usaha oleh
WTON dianggap layak karena besaran IRR lebih besar dibandingkan tingkat diskonto.

Analisis Sensitivitas bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor
yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan nilai
investasi proyek penambahan kegiatan usaha WTON menunjukkan tingkat kelayakan finansial
yang kuat dan tetap berada dalam kategori layak meskipun terjadi fluktuasi biaya investasi
hingga «25"6, Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa proyek ini tahan terhadap risiko
kenaikan biaya investasi, dengan seluruh parameter keuangan yang menunjukkan hasil positif.
Oleh karena itu, risiko finansial akibat perubahan nilai investasi tergolong rendah, menjadikan
proyek ini layak dan aman untuk direalisasikan dari perspektif keuangan.

Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana penambahan
kegiatan usaha secara aspek keuangan layak.

Kaprer cabang 2 Business vaTuatior unft Jakarta, Gedung Peebita Graha, lantai 7, 31, OT. Panjaitan Ni 4$,
Jakarta Yimur 19350 telp. 021-85914072

Kantar Pusat 2 JL. Sidowerad PAK Neh Mo. 45 Surabaya » Jawe Timur TelasiFan. OST-5A7ONS8 / DPONSO9S

Cabang 1 Tenurang (PI, Semerinda (UP), Deroaser (P3, Mekarsar (PS), Tegal (PS)
Page 12 OCR 0.765
wiLarah tarian 4 Nenab,ik Indoterin

Berdasarkan kesimpulan aspek-aspek diatas, maka rencana penambahan kegiatan usaha WTON
Layak.

Demikian hasil kajian yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada peraturan serta standar
penilaian dan kode etik yang berlaku. Maka kami menegaskan bahwa laporan ini bersifat rahasia
kepada Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan sesuai dengan keperluan yang tertulis.

Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga, dan baik sebagian maupun keseluruhan laporan
atau rujukan terhadap laporan ini tidak dibenarkan untuk diterbitkan dalam dokumen apapun,
pernyataan, edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis
terlebih dabulu dari kami untuk format maupun konteks di mana akan dimunculkan,

Hormat kami, Our Regards
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI & REKAN

Partner

Klasifikasi Bidang Jasa Penilai Bisnis (B)

Ijin Penilai 1. No. B-118.00811

MAPPI 3 No. 14-S-05089

No. Register 2. RMK-2017.01120

STTD IKNB OJK 2. 21UNB.122/STTD-P/2020

STTD OJK 1. STTD.PB-S1/PM.223/2021

Kapter Cabang 2 Business vaTuatior unft Jakarta, Gedung Peebina Graha, Lantai 7, 31, DT. Pamiaitan Na 4$,

Jakarta Iimur 11390 telp. 021-85914072
Kantor Pusat 2 AU, Sidoverag PIK Nek Ncs 45
tebang 1 Tenurang (PL, Semerinda (PD, De

mur Telun/Fan OSN-BATONI8 | PICNSOOS
€ (PD, Makunsar UPS), Tegal (PE)

Page 13 OCR 0.953
PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda-tangan dibawah
ini menerangkan bahwa:

1:

hana

13.
14.

15.

Pernyataan yang menjadi dasar dari analisis, pendapat dan kesimpulan nilai yang diuraikan
dalam Laporan Penilaian adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik Penilai, dan
berdasarkan informasi dan data pendukung yang kami gunakan dalam proses penilaian,
Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini,

Imbalan jasa tidak berpengaruh terhadap proses penilaian.

Penilai tidak memiliki kepentingan terhadap Obyek Penilaian.

Laporan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Kode Etik Penilai
Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia 2018 (SPI Edisi VII Tahun 2018) serta
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) dan No.17
/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal

Penilai bertanggung jawab sepenuhnya atas prosedur, pelaporan dan hasil penilaian yang
dilakukan:

Penugasan penyusunan penilaian secara profesional telah dilakukan terhadap Obyek Penilaian
pada tanggal Penilaian (Cut Off Date),

Penilai telah melakukan inspeksi lapangan yang merupakan Obyek Penilaian.

Penilai telah melakukan ruang lingkup sebagai berikut: identifikasi masalah, inspeksi,
pengumpulan data dan wawancara, analisis data, estimasi nilai dengan pendekatan penilaian,
penulisan laporan.

. Analisa telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian:
. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang

berlaku,

. Kesimpulan yang dihasilkan dalam penugasan profesional telah disajikan sebagai pendapat hasil

penilaian:

Pendapat tersebut telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas,

Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan /atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah,

Tidak seorangpun selain yang bertanda tangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam Laporan Penilaian ini.

Jakarta, 10 Juni 2025

Page 14 OCR 0.737
i 1 Pi i T., MM., M.Ec.Dev — Pe
Izin Penilai : B-1.18.00511

MAPPI No. : 14-S-05089

RMK : RMK-2017.01120

Rahmat Faizal, S.E.. M.S.M, CIB - Reviewer
MAPPINo.  : 17-P-7514

RMK : RMK-2019.02920

Aurellia Nur Halima di S.Tr.E-—
MAPPI No. : 24-P-12961

RMK : RMK-2024.04971
Septi Irdi Kurnia Melati, S.Tr.E — Penilai

MAPPI No. — : 24-P-13352
RMK : RMK-2024.05013 Gap

Page 15 OCR 0.911
aa pn PT WIJAYA KARYA BETON Tbk. K (021) 192002
NiKA BETON 0 Gedung WIKA Tower 1. Lantai 25, @ sekperfowika-beton.coid
KVA — An 2 A— JL. OI Panjaitan Kav. 9-10, Jakarta 13340 & www.wika-beton.co.id

Nomor : SE.01.01/WB-0A.0513/2025 Jakarta, 10 Juni 2025
Lampiran :-

Yth. KJPP GUNTUR, EKI ANDRI DAN REKAN
Gedung Pembina Graha Lt. 02 Ruang 30

JL. DI. Panjaitan No.45

Jakarta Timur 13350

Up. Dwi Hari Prasetiyo, MAPPI (Cerr.)

Perihal: Surat Representasi Penugasan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya
Karya Beton Tbk

Dengan Hormat,

Berkenaan dengan Penyusunan Laporan Kajian Studi Kelayakan KANTOR JASA PENILAI
PUBLIK GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN (“GEAR?) telah ditunjuk oleh PT WIJAYA
KARYA BETON TBK (“WTON”) melalui persetujuan surat penawaran tanggal 23 April 2025 No.
JKT.037/PN.BV.GEAR/2025 dengan maksud untuk melakukan kajian penambahan kegiatan usaha
PT Wijaya Karya Beton Tbk yang diperlukan dalam rangka penambahan kegiatan usaha KBLI 43211
(bidang usaha pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik atas instalasi penyediaan tenaga
listrik) dan dalam kaitannya dengan pemenuhan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
17/PJOK.04/2020 (“PJOK 17”) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.
17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal, dan tidak digunakan diluar konteks atau tujuan penilaian tersebut.

Laporan merupakan revisi ke — 1 (Satu) atas Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Wijaya Karya Beton Tbk No. 00029/2.0116-06/BS/03/0511/1/V/2025 tanggal 5 Mei 2025, revisi
dilakukan karena terdapat informasi baru dalam hal yang substansi.

Kami memahami bahwa GEAR mengandalkan kepada representasi yang kami buat melalui surat ini
dan kami memberikan konfirmasi kepada WTON bahwa hal-hal berikut adalah benar dan lengkap
dalam segala hal yang bersifat material sesuai dengan pengetahuan dan keyakinan kami yang terbaik,
mencakup:

Il. Kami tegaskan bahwa semua jawaban pertanyaan dari GEAR, baik melalui korespondensi
ataupun pertemuan dengan manajemen WTON berkenaan dengan pendapatan dan kegiatan
operasinya di masa mendatang telah mencerminkan pertimbangan terbaik Kami per tanggal
laporan studi kajian kelayakan dan memperhitungkan prospek industri dan kondisi operasinya.

2. Semua dokumen, catatan dan informasi yang relevan dengan penelaahan prakiraan keuangan
telah disampaikan kepada GEAR dan telah lengkap dan akurat dalam kaitannya dengan
penyusunan laporan studi kajian kelayakan per tanggal laporan studi kajian kelayakan.

3. Kami telah melakukan review atas laporan studi kajian kelayakan dan telah menerima semua
informasi yang diperlukan untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk
melengkapi informasi di dalamnya.
Page 16 OCR 0.913
—-— PT WIJAYA KARYA BETON Tbk. K (02179192802
BETON 9 Gedung WIKA Tower 1.Latai 2-5 & sekoerOwikabeton.coid
KIA —— BA AA Jl DI Panjaitan Kav. 9-10, Jakarta 13340 & wuwwika-beton.co.id

4. Berkaitan dengan penugasan studi kelayakan, kami mengetahui bahwa penyusunan laporan
kajian telah sesuai dengan investigasi yang dilakukan oleh GEAR.

5. Kami telah mempelajari, mengetahui, memahami dan menyetujui semua asumsi dan data-data
serta informasi yang digunakan dalam penyusunan laporan studi kajian kelayakan.

6. Berkaitan dengan analisis ketercapaian proyeksi keuangan, Kami telah melakukan diskusi
dengan GEAR bahwa asumsi-asumsi, pertumbuhan, rencana usaha proyeksi yang digunakan
telah wajar dan tidak dilakukan penyesuaian oleh GEAR.

7. Kami telah membebaskan GEAR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari kesalahan
ataupun kekurangan data dan atau informasi yang disediakan oleh pemberi tugas, manajemen
WTON, konsultan atau pihak ketiga, kepada GEAR dalam penyusunan laporan studi kajian
kelayakan.

8. Kami tidak bergantung kepada Penilai atau seseorang yang memiliki hubungan afiliasi dengan
Penilai atau pihak lain yang berafiliasi dengan Penilai sehubungan dengan pemeriksaan
keakuratan informasi atau keputusan. Penyampaian dari laporan studi kajian kelayakan ini atau
setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan laporan studi kajian kelayakan, dalam kondisi apapun,
tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi yang terkandung adalah benar setelah tanggal studi
kajian kelayakan.

Dengan Surat Representasi ini, kami tegaskan bahwa berdasarkan pengetahuan terbaik kami, kami tidak
mengetahui adanya salah saji yang material mengenai fakta atau informasi yang seharusnya disampaikan
kepada GEAR dalam rangka melakukan penyusunan laporan studi kajian kelayakan. Kami -.
bahwa kami akan membebaskan GEAR dan pegawainya dari segala kerugian atau kerusakan yan,
timbul dari setiap tuntutan oleh pihak-pihak untuk mana studi kajian kelayakan ini dibuat yang Tina
dari salah saji yang material atau terabaikannya bahan atau informasi yang kami sampaikan.

Jakarta, 10 Juni 2025
Hormat kami,
PT Wijaya Karya Beton Tbk

4

Yasin Irwanuddin
Manajer Divisi Keuangan

paraf

Tt

Page 17 OCR 0.891
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN

No. Iin:2,13.0116 can KAKNO. SERA. 172013
Bidang Jara: Properti dan Bisnis
Wilayan KerjazNegara Repubiit Indonesia

SURAT TUGAS
JKT/0014/ST.GEAR/2025

Berdasarkan Surat Penawaran No. JKT.037/PN.BV.GEAR/2025 tanggal 23 April 2025 Perihal
Penunjukan Pelaksanaan Jasa Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton
Tbk. Dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan dengan maksud untuk
memperoleh hasil kajian terhadap Penambahan Kegiatan Usaha KBLI 43211 (bidang usaha
pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik atas instalasi penyediaan tenaga
listrik). Dengan ini KJPP Guntur, Eki, Andri dan Rekan ditunjuk untuk melaksanakan
penyusunan laporan Kajian Penambahan Usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk.

Penugasan dimulai sejak — : 23 April 2025 n

Periode Investigasi : 23 April 2025 - Selesai

Lokasi : Wika Tower 1 Lt. 4 Jl. D.I Panjaitan Kav. 9, Cipinang,
Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, 13340

Personel : Dwi Hari Prasetiyo, Aurellia Nur Halimatussadiyah

Demikian surat tugas ini dibuat, untuk digunakan dengan penuh tanggung jawab dalam
proses penyusunan Laporan Penilaian, untuk melakukan pengumpulan dokumen, diskusi
dengan manajemen dan kunjungan lokasi.

Jakarta, 23 April 2025
Pelaksana Kunjungan Mengetahui,

Pe

TON
Aurellia Nur Halimatussadiyah ———————————————————————— sovvecesoeverereesereteneenananeanasanaaaaan
Staff Penilai Saham Represenstatif
KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan PT Wijaya Marya Beton Tbk.
tanda an dan sternp Perusahaan

Penanggung Jawab Pekerjaan

Rekan Penilai Saham
KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan

Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gedung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45,
Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076
Kantor Pusat — : Jl. Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Telp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 18 OCR 0.819
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN

Studi

Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

DAFTAR ISI

SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI

u
LI.
12
13.
14
15,
16.
17.
18.
19
110,
LI
LIL
112,
113.
Ld,
LS,
116
117,
118.

2.
2.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
27
2.72
273
274
2.
29.
210.

3

31.
32.
33:

4
Al

PENDAHULUAN

Data Dan Informasi Rencana Penambahan Usaha
Tingkat Kedalaman Investigasi ..
Asumsi dan Kondisi Pembatas ..
Kejadian-kejadian Penting setelah Tanggal Penilaian (Suhseguent Event) dan Tanggal Laporan
Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

Produk dan Jasa yang Dihasilkan dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

TINJAUAN MAKRO EKONOMI
Perekonomian Global dan Domestik,
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ..
Analisis Industri Konstruksi Berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) 2024 .

ASPEK PASAR - 49

Page 19 OCR 0.768
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

43. Kondisi Pasar Industri Beton Pracetak
43.1, Kondisi Pasar Industri Beton Pracetak
44.

AAL,
AAL
443.
A44.
AAS,
446.
45.

46.

5.
81.
52
521.
52.1
523.
$3
s4
s5
56
87.

6.
6.
62
63.
63.
632,
633,
634.
64
65.
66.
67.
63.
69.
6.10.

1.

kan
12.
(AS
14,
15,
1.6.
77,
1.8.

8.
81.
82.

Page 20 OCR 0.750
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

83.
84.
8.5.
85
852
8,53,
86.
86.1.
8.61
8.63.
87.
88.
89
8.10,
8
812,
8.13,

8.131,

8.14,
8.1s.
816
817.

Proyeksi Laba — 20 ebi asbur urang esehturyehag
Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha...

Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)
Analisis Profitabilitas (Overal/ Profirabiliry

Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return on Invesiment).
Penentuan Tingkat Diskonto ,..
Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC-Weighted Kverage Cost of Capital),

Kesimpulan Kelayakan Usaha Aspek Keuangan.....
KLASIFIKASI PENILAI USAHA 114
Lampiran Keuangan

Kusnos Valaanwa Unit
Jokueta
Page 21 OCR 0.809
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

DAFTAR FIGUR

Figur |. Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha WTON an
Figur2, Pihak yang Diwawancara & PIC Lokasi . mesh .

Figur 3, i il
Figur 4.
Figur S.
Figur 6,
Figur 7,
Figur 8.
Figur 9. is Perkembangan

Figur 10, Hktops Perombangan Laba Oog)"
Figur 1. Historis Perkembangan Arus Kas.
Figur 12. Historis Rasio
Figur 13, Produk Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Figur 14, Pertumbuhan PDB Dunia dan PMI Global 1
Figur Indeks Keyakinan Konsumen dan Penjualan Eceran Global ..

GKANNKRELUNNNUL

Figur 0, Pertumbuhan Ekosomi Regional Triwulan IV 2024 dan Indeks Keyakinan Konsamen ....

Figur 21. Nilai Tukar Petani dan Penjualan Eceran . .—. 39
Figur 22. Realisasi Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Ekspor Non Migas

Figur 23, Ekspor Nonmigas ke Negara Tujuan Utama dan Ekspe Nonmugas Spasial

Figur 39, Alur Produksi Tiang Beton...
Figur 40, Ketersediaan Sumber Daya Ahi

Figur $3, Asumsi Tanpo Penambahan Kegiatan Usaha
Figur S4, Asumsi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

Page 22 OCR 0.696
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 75. Proyeksi Arut Kas ena nkremenal WTON selama Periode 205 sampai dngan 2030 stan Rupiah 119
Figur 76, NPV Free Cash Flow to Incremental (Jutaan Rupiah)..... . 129
Figur 77. Analisis SEMSItiVMAS .......oooo.oo.oocoo.coo.o.oo.o.o.m ai

Rusinras Vataatyan Unit
Jokurta
Page 23 OCR 0.927
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

L

lh

PENDAHULUAN
Latar Belakang

PT Wijaya Karya Beton Tbk ("WTON"”), didirikan berdasarkan Akta Anggaran Dasar
No. 44 tanggal (1 Maret 1997 dibuat dihadapan Achmad Bajumi S.H., pengganti dari Imas
Fatimah S.H., Notaris di Jakarta, yang telah beberapa kali diubah dan terakhir diubah dengan
Akta No. 75 tanggal 30 Mei 2024 dibuat dihadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi
Warsito S.H., Notaris di Jakarta dan telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH-0103-0148744.TAHUN 2024 tanggal
19 Juni 2024.

Berbekal pengalaman di industri beton pracetak sampai dengan saat ini, telah memberikan
banyak pelajaran bagi WTON dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar. Berbagai
penghargaan nasional maupun internasional telah diperoleh sebagai apresiasi kinerja
WTON. Tidak hanya itu, berbagai tantangan harus dihadapi WTON dalam beberapa tahun
kebelakang. Salah satunya adalah tantangan di era transisi pemerintahaan di 2024 ke tahun
2025 yang mana pada umumnya industri konstruksi akan mengalami kontraksi. Untuk
mempertahankan posisi sebagai /eader di industri beton pracetak pada tahun 2025 WTON
berencana melakukan sejumlah langkah-langkah strategis usaha sebagai berikut:

Melaksanakan program inisiatif transformasi
Divestasi aset tidak produktif

Lean Organization

Implementasi nilai AKHLAK

Penerapan SAP terintegrasi

Sebagai bentuk penyelarasan fokus bidang usaha utama (core business) di WIKA Group
termasuk anak perusahaan. WTON melakukan penghapusan Kegiatan Usaha Instalasi
Listrik Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dengan kode KBLI 43211
dalam RUPST Tahun Buku 2022 tanggal 09 Mei 2023 sebagaimana termuat dalam Akta

Anggaran No. 09 tanggal 08 Juni 2023.

Pelaksanaan kegiatan usaha WTON berupa penjualan tiang listrik beton termasuk beberapa
tender pengadaannya dipersyaratkan untuk memiliki Surat izin Usaha Jasa Penunjang
Tenaga Listrik (“SIUJPTL”), yang dapat diproses apabila WTON memiliki KBLI kode
43211.

Berdasarkan hal di atas, diperlukan adanya penambahan KBLI kode 43211 yang mencakup
kegiatan pembangunan, pemasangan, pemeliharaan, pembangunun kembali instalasi listrik
pada pembangkit, transmisi, gardu induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu daya, dan
instalasi listrik pada bangunan gedung baik untuk hunian maupun non hunian, seperti
pemasangan jaringan listrik tegangan rendah. Termasuk kegiatan pemasangan dan
pemeliharaan instalasi listrik pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api, dan
lapangan udara, ke dalam pasal Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan,

Kesimess Vataagen Unit
Page 24 OCR 0.912
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

133.

Figur 1. Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha WTON

IL | Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik

43211

Sumber: Manajemen WTON

Berdasarkan penjelasan dari manajemen, WTON berencana menambah kegiatan usaha yang
sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK") No. 17/POJK
04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”, mengingat
rencana tersebut akan menambah kegiatan usaha WTON.

Sehubungan dengan hal tersebut, WTON membutuhkan pihak independen untuk melakukan
kajian dan analisis kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha. WTON menunjuk
KJPP Guntur, Eki, Andri, dan Rekan ("GEAR") untuk melakukan penyusunan studi
kelayakan berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. JKT.037/PN.BV.GEAR/2025
tanggal 23 April 2025,

Identifikasi Status Penilai

Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan No, S62/KM.1/2013 tanggal 14 Agustus 2013 dengan nama
Kantor Jasa Penilai Publik Guntur, Eki, Andri dan Rekan dengan Izin KJPP No. 2.13.0116
dan telah terdaftar sebagai Profcsi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan
("OJK") dh Bapepam.

Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 277/KM.1/2018 tertanggal 16
April 2018 mengenai Izin Penilai Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., M.Ec.Dev. MAPPI
(Cert) yang ditetapkan sebagai penilai di Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi
(B) No. B-01.18.00511 dan terdaftar di OJK untuk Pasar Modal dengan No. STTD.PB-
SI/PM.223/2021 Tanggal 04 Mei 2021 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang
pasar modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
IKNB dengan No. 21 1/NB.122/STTD-P/2020 tanggal 10 September 2020 dan juga sebagai
anggota MAPPI dengan No, 14-S-05089 tanggal 6 Desember 2017 dan Nomor Register
RMK-2017.01120 tanggal 12 September 2017.

GEAR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar
Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan Studi Kelayakan ini,
Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi tugas adalah pihak dimana Penilai mengikatkan diri dalam hubungan kontraktual,

» Nama : PT Wijaya Karya Beton Tbk

» Bidang usaha : Perdagangan dan industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain
yang terkait

# Alamat : WIKA Tower | Lantai 24 JI, D.I. Panjaitan Kav. 9, Cipinang

Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340

Business Vataatian Unit
7 Tekorta
Page 25 OCR 0.868
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

14,

1.

« Telepon : 021-8192802

» Fax : 021-88903872

# Email : sekpertawika-beton.co.id
.

Website : www.wika-beton.co.id

Pengguna laporan atas hasil penilaian adalah:

» Nama : PT Wijaya Karya Beton Tbk

# Bidang usaha : Perdagangan dan industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain
yang terkait

» Alamat : WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9, Cipinang

Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340

. Tekpon :021-8192802

» Fax 1021-85903872

# Email : sekpertarwika-beton.co.id
» Website : www.wika-beton.co.id
Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

Maksud penugasan ini adalah untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha
PT Wijaya Karya Beton Tbk yaitu KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan
Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik, yang
diperlukan dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan ("OJK").

ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha", Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35"), Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII
Tahun 2018.

Objek Studi Kelayakan

Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah
penambahan kegiatan usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usahan Indonesia (“KBLI")
yaitu KBLI 4321 1 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik
atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik.

Rusimess Vataatan Unit
Page 26 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

1.6.

17.

18.

19.

Tanggal Studi Kelayakan (Cut off Date) dan Masa Berlaku Laporan

Tanggal Studi Kelayakan adalah tanggal 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil
atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mci 2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35") masa
berlaku laporan penilaian adalah 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (Cut Of
Date) dalam laporan penilaian.

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan penilaian
ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut off date) dalam laporan
penilaian.

Independensi Penilai

Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini GEAR bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan WTON ataupun pihak-pihak
yang terafitiasi dengan WTON. GEAR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan
pribadi atau merugikan pihak manapun terkait dengan penugasan ini. Imbalan jasa yang kami
terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh hasil kajian kelayakan yang dihasilkan,

Tanggung Jawab Penilai

Dalam batas kemampuan dan keyakinan GEAR sebagai penilai, GEAR menyatakan bahwa
semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Studi Kelayakan telah
dilakukan dengan benar dan GEAR bertanggung jawab atas Studi Kelayakan yang
diterbitkan.

Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan

Dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini, kami telah melakukan analisis melalui
pendekatan dan prosedur studi kelayakan yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

Pengumpulan Data

# Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana ekspansi atas
penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data indentitas Perseroan, perizinan,
spesifikasi proyek, aspek keuangan, dan rencana usaha serta data-data lainnya yang
terkait.

& Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
dipertanggungjawabkan,

& Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan dari aspek yang berpengaruh
dalam kelayakan dengan pihak Perseroan.

Kesrmeas Vataaten Unit
Page 27 OCR 0.939
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Proses Analisis

Analisis Pasar yang mengkaji kondisi pasar, potensi pasar, persaingan usaha, strategi
pemasaran atas rencana penambahan kegiatan usaha.

Analisis teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana
penambahan kegiatan usaha, spesifikasi teknis, teknis pelaksanaan, ketersediaan dan
kualitas sumber daya manusia, timeline, dan rencana keberlanjutan.

Analisis pola bisnis yang mengkaji model bisnis usaha Perseroan saat ini, analisis atas
penambahan kegiatan usaha, analisis kemampuan untuk menciptakan nilai, analisis
keunggulan kompetitif, kemampuan pesaing dalam meniru produk, analisis industri,
analisis risiko yang berpotensi muncul, dan analisis SWOT.

Aspek model manajemen yang mengkaji struktur organisasi dan kebutuhan karyawan
atas rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan, kesesuaian struktur organisasi dan
manajemen, kapasitas dan kemampuan manajemen, manajemen kekayaan intelektual,
manajemen risiko, sumber daya manusia, dan komposisi karyawan.

Analisis keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi, rencana
biaya investasi, sumber pembiayaan, asumsi-asumsi, proyeksi keuangan, analisis rasio
keuangan, analisis biaya operasional, analisis biaya bahan baku mentah, analisis titik
impas, analisis profitablitias, analisis tingkat imbal balik investasi, analisis inkremental,
dan analisis kelayakan atas penambahan kegiatan usaha.

1.10. Standar Penugasan Studi Kelayakan

Analisis, opini, dan Kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta penyusunan laporan telah
dibuat dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (POIK
17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No, 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal (“POJK 38”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020
(“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPT”) Edisi VII Tahun 2018.

LI. Data, Informasi dan Prosedur

LI. Data Dan Informasi Rencana Penambahan Usaha

Kami telah melakukan analisis dan mempertimbangkan data dan informasi yang
disediakan WTON untuk tujuan penugasan ini, yaitu :

Laporan Keyangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 3! Desember
2019 yang telah diaudit oleh Maxson Hakim Wijaya (Nomor Izin Akuntan Publik:
AP.1680) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan,
dengan nomor laporan 00037/2.1030/AU,1/04/0181-2/1/11/2020 tanggal 21 Februari
2020 dengan opini wajar dalam semua hal yang material,

Page 28 OCR 0.918
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk

2.

10.

Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 3! Desember
2020 yang telah diaudit oleh Maxson Hakim Wijaya (Nomor Izin Akuntan Publik:
AP. 1680) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan,
dengan nomor laporan 00071/2.103WAU.1/04/0181-3/1/1V2021 tanggal 18 Februari
2021 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021 yang telah diaudit oleh Maxson Hakim Wijaya (Nomor Izin Akuntan Publik:
AP. 1680) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Ayana, Mawar & Rekan,
dengan nomor laporan 00052/2, 103WAU.1/04/1680-1/MI1/2022 tanggal 18 Februari
2022 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.

Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022 yang telah diaudit oleh Maxson Hakim Wijaya (Nomor Izin Akuntan Publik:
AP. 1680) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan,
dengan nomor laporan 00127/2.1030/AU.1/04/1680-2/1/111/2023 tanggal 7 Maret
2023 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 yang telah diaudit oleh Benny Andria (Nomor Izin Akuntan Publik: AP.0181)
dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan
nomor laporan 00259/2.1030/AU.1/04/1680-3/1/111/2024 tanggal 27 Maret 2024
dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Laporan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Descmber
2024 yang telah diaudit oleh Benny Andria (Nomor Izin Akuntan Publik: AP.0181)
dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan
nomor laporan 00248/2.1030/AU.1/04/1680-4/1/11/2025 tanggal 20 Maret 2025
dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya
Karya Beton Tbk. Nomor 74 tanggal 30 Mei 2024 oleh Insinyur Nanette Cahyanic
Handani Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan susunan
komisaris dan direksi perseroan. Akta tersebut telah disahkan oleh Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 03 Juni 2024
dengan Nomor AHU-AH.01.09-0209272,
Akta Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya Beton
Tbk. Nomor 75 tanggal 30 Mei 2024 oleh Insinyur Nanette Cahyani Handari Adi
Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan pasal 4 ayat 9, pasal 6, pasal
11, pasal 17, pasal 18 dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 Juni 2024 dengan Nomor
AHU-AH.01.03-0148744. Selain itu, juga mengenai perubahan ganti nama
pemegang saham dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 Juni 2024 dengan Nomor
AHU-AH.0109-0215236.
Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya
Karya Beton Tbk. Nomor 80 tanggal 27 April 2022 oleh Insinyur Nanette Cahyanic
Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan anggaran dasar
perseroan, Akta tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia pada tanggal 27 April 2022 dengan Nomor AHU-
0031 156.AH.01.02.Tahun 2022.
Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor 02-12776.HT.O1.TH.97
tanggal 9 Desember 1997 memberikan pengesahan Akta Pendirian PT Wijaya Karya

Ranimrer Vatarnian Unit
" Jakarta
Page 29 OCR 0.913
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

12.

13,
14,
15,

17,
18,

Beton dengan Nomor 44 tanggal 11 Maret 1997 oleh Achmad Bajumi, S.H.,

pengganti Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta,

NPWP No. 01.061.154.9-093.000 atas nama PT Wijaya Karya Beton Tbk, yang

beralamat di WIKA Tower 1, Jl. Dil. Panjaitan Kav.9, Cipinang Cempedak,

Jatinegara, Kota Adm, Jakarta Timur, DKI Jakarta, 13340,

Nomor Induk Berusaha 8120211271643 dengan nama pelaku usaha PT Wijaya

Karya Beton Tbk. dan status penanaman modal yaitu Penanaman Modal Dalam

Negeri (PMDN). Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)

diantaranya:

KBLI 23957 : Industri mortar atau beton siap pakai

KBLI 23953 - Industri barang dari semen dan kapur untuk konstruksi

KBLI 42209 : Konstruksi jaringan irigasi, komunikasi, dan limbah lainnya

KBLI 46638 : Perdagangan besar berbagai macam material bangunan di

KBLI 46639 : Perdagangan besar bahan konstruksi lainnya

KBLI 42919 : Konstruksi bangunan sipil lainnya ytdl

KBLI 46593 : Perdagangan besar alat transportasi darat (bukan mobil, sepeda

KBLI 42103 : Konstruksi jalan rel

KBLI 43901 : Pemasangan pondasi dan tiang pancang

KBLI 42204 : Konstruksi bangunan sipil elektrikal

KBLI 41019 : Konstruksi Gedung lainnya

KBLI 42101 : Konstruksi bangunan sipil jalan

KBLI 43909 : Konstruksi khususl lainnya ytdl

KBLI1 42102 : Konstruksi bangunan sipil jembatan, jalan laying, flv over dan
underpass

KBLI 43215 : Instalasi sinyal dan telekomunikasi kercta api

KBLI 41011 : Konstruksi Gedung hunian

KBLI 42912 : Konstruksi bangunan Pelabuhan bukan perikanan

KBLI 08101 : Penggalian batu hias dan batu bangunan

KBLI 46634 : Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu

Laporan Kinerja WTON tahun 2023.

Company Profile PT Wijaya Karya Beton Tbk tahun 2023

Data list Sertifikat Hak Guna Bangunan milik PT Wijaya Karya Beton Tbk

Parker taro

Pn2Ppp

. Draft Annual Report tahun 2024 WTON

Proyeksi Keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk,

Surat Permohonan Persetujuan Penambahan KBLI PT Wijaya Karya Beton Tbk
kepada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk No. SE.01.01/WB-0A.0104/2025 tanggal 21
Januari 2025.

Wawancara dengan perwakilan manajemen WTON

Informasi lain dari pihak manajemen WTON serta pihak-pihak lain yang relevan

untuk penugasan.

« Dokumen-dokumen lain yang terkait dengan Penambahan Kegiatan Usaha WTON

Informasi dan/atau dokumen terkait lainnya yang didapat dari berbagai pencarian
baik melalui Internet maupun media lainnya.

Seluruh data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan Laporan studi kelayakan
ini diperoleh dari manajemen WTON sepanjang proses penyusunan laporan baik diskusi
dan wawancara.

Kesimess Vataagen Unit
Page 30 OCR 0.903
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

112, Tingkat Kedalaman Investigasi

Studi Kelayakan dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan
informasi dari pihak manajemen WTON, yang bertujuan untuk memperoleh dokumen
kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi memalui wawancara
berupa con call atau virtual meeting.
Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:
IL Uji tuntas atas laporan keuangan tidak dilakukan dan penelaahan atas informasi pada
laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan analisis kewajaran:
2. Uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek analisis kewajaran tidak
dilakukan,
3. Analisis dampak untuk para pihak terkait Penambahan Kegiatan Usaha:
4. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis studi kelayakan.

Pelaksana Investigasi

Berikut ini informasi terkait pelaksanaan investigasi lapangan:

# No, Surat Tugas 1 IKT/0014/ST.GEAR/2028

# Lokasi : WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl. D.I. Panjaitan Kav, 9,
Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta
Timur, DKI Jakarta 13340

# Tanggal Investigasi : 23 April 2025 - Selesai,

# Pelaksana Investigasi : Aurellia Nur Halimatussadiyah, Septi Iedi Kurnia Melati

€ Penanggung Jawab Investigasi: Dwi Hari Prasetyo

Berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan, diketahui saat ini WTON masih
menjalankan kegiatan operasinya yaitu sebagai Perusahaan di Bidang Perdagangan dan
Industri Beton, Jasa Konstruksi dan Bidang Usaha Lain Yang Terkait

Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
memadai diantaranya dengan melakukan site visit terhadap fasilitas milik WTON dan
melakukan wawancara dengan manajemen WTON ataupun pihak yang mewakilinya dan
pihak-pihak lain yang relevan,

Berikut adalah pihak-pihak yang diwawancarai yaitu:

Figur 2. Pihak Diwawancara & PIC Lokasi

Inu Pinandito Manajer Bidang Evaluasi Hasil Usaha WTON
Muhammad Bagus Prihandoko Staf Bidang Evaluasi Hasil Usaha WTON

Revimess Vatastyen Umi
13 Jakarta
Page 31 OCR 0.940
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas

Asumsi

Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan ini adalah:

Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion,

Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses Studi Kelayakan.

Dalam menyusun laporan ini, GEAR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
informasi yang disediakan oleh WTON dan atau data yang diperoleh dari informasi yang
tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan,
Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
penugasan studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada GEAR dan tidak ada
pengurangan atas fakta-fakta yang penting.

GEAR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh WTON dan telah
disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).

Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional WTON.

GEAR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan.
GEAR telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari pemberi
tugas.

Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan.

Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana
Transaksi yang akan dilakukan pada tanggal studi kelayakan ini diterbitkan.

Dalam penyusunan laporan studi kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi,
seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban WTON dan semua pihak yang terlibat
dalam Penambahan Kegiatan Usaha serta keakuratan informasi mengenai Penambahan
Kegiatan Usaha yang diungkapkan oleh manajemen WTON,

Studi kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertumbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari studi kelayakan. Penyusunan studi kelayakan
ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui
analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan studi kelayakan ini sampai
dengan tanggal terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha tidak terjadi perubahan apapun
yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
penyusunan studi kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan
kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) opini kami karena adanya perubahan
asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Revimess Vatastyen Umi
14 Jakarta
Page 32 OCR 0.937
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

1.14.

Kondisi Pembatas:

Kami tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang
melakukan transaksi.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh WTON atau yang tersedia secara umum yang pada
hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut,
Kamu juga bergantung kepada jaminan dari manajemen WTON, bahwa mereka tidak
mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan,

Analisis studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini dipersiapkan
menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan diatas. Segala perubahan
atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir opini kami secara
material. Oleh karenanya, kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas
studi kelayakan kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut,

Kami tidak memberikan opini atas dampak perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha
ini, Jasa-jasa yang kami berikan kepada WTON dalam kaitan dengan Penambahan
Kegiatan Usaha ini hanya merupakan pemberian studi kelayakan atas Penambahan
Kegiatan Usaha yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau
perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Penambahan Kegiatan
Usaha dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Penambahan Kegiatan
Usaha tersebut,

Pekerjaan kami berkaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan, Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk
mendapatkan dan menganalisa suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya diluar
Penambahan Kegiatan Usaha yang ada dan mungkin tersedia untuk WTON serta
pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Penambahan Kegiatan Usaha ini.

Kejadian-kejadian Penting setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) dan Tanggal Laporan

Sampai dengan tanggal Laporan Studi Kelayakan ini, kami tidak memperoleh informasi
mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak secara material. Kejadian-kejadian
penting setelah tanggal laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan.
Penilai tidak berkewajiban untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas hasil Studi
Kelayakan yang dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan Terinci yang telah diterbitkan
dan disampaikan kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat informasi baru dalam
hal yang substansi, maka GEAR dapat menerbitkan revisi atas Laporan Studi Kelayakan.

Revimess Vatastyen Umi
Is Jakarta
Page 33 OCR 0.923
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

115. Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

Dalam melaksanakan pembuatan laporan studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha
ini, GEAR tidak menggunakan laporan hasil analisis dari tenaga ahli dari luar.

1.16. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi

Laporan Studi Kelayakan beserta lampiran yang ada pada laporan ini hanya ditujukan kepada
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Studi Kelayakan sebagaimana dimaksud pada lingkup
penugasan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup
penugasan taporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari GEAR dan pemberi tugas.

117, Konfirmasi bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan

Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat, serta laporan Studi kelayakan yang telah dibuat
oleh Penilai dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No, 17/POJK.04/2020
(POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha", Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal ("POIK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.
17/SEOJK.04/2020 ("SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal.

1.18. Konfirmasi Bahwa Laporan Studi kelayakan dilakukan Berdasarkan SPI

Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi kelayakan telah
dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI") serta Standar
Penilaian Indonesia Edisi VII tahun 2018 (“SPI”) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi
Penilai Indonesia (“MAPPI")

Business Vataznon Unit
16 Jakarta
Page 34 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

3

Z1.

GAMBARAN UMUM PERSEROAN
Gambaran Umum WTON

PT Wijaya Karya Beton Tbk (“Perusahaan”), didirikan di Jakarta dengan Akta Perusahaan
Terbatas PT Wijaya Karya Beton No. 44 tanggal 11 Maret 1997, dibuat di hadapan Achmad
Bajumi, S.H., selaku pengganti dari Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta. Perusahaan
memulai kegiatan operasionalnya sejak tanggal II Maret 1997. Akta tersebut telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusannya
No. C2-12776.HT.O1.01.TH.97 tanggal 9 Desember 1997 dan telah didaftarkan dalam daftar
Perusahaan sesuai Undang- Undang No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan di
Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan No. 2096/BH.09.03/1/98 tanggal 13
Januari 1998 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 43 tanggal
29 Mei 1998 Tambahan No, 2832.

Anggaran Dasar telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir kali diubah dengan
Akta No. 75 tanggal 30 Mei 2024 yang dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi
Warsito, S.H., Notaris di Jakarta Selatan dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0148744.AH.01.03 tanggal
19 Juni 2024.

Pada tanggal 26 Maret 2014, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif dari Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ("OJK") dengan surat No. S-174 /D.04/ 2014 untuk
melakukan penawaran umum saham perdana sejumlah 2.045.466.600 saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 setiap lembar saham yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga
penawaran Rp590 setiap saham, Termasuk didalamnya jumlah saham umum perdana kepada
masyarakat adalah saham yang telah dialokasikan sehubungan dengan Program Alokasi
Saham Karyawan (Employee Stock Allocation atau "ESA") sejumlah 61.364.000 saham baik
berupa Saham Penghargaan dan Saham Jatah Pasti Pegawai yang sesuai dengan Surat
Keputusan Direksi Perusahaan No.SK.01.01/WB-0A.019/2014 Poso LI Februari 2014.

Sesuai Akta No. 75 tanggal 30 Mei 2024 yang dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanic
Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta dan telah mendapatkan persetujuan dari
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU.AH.01.09-
0215256 Tahun 2024 tanggal 19 Juni 2024, maka maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perusahaan adalah sebagai berikut:

|, Maksud dan tujuan perusahaan ialah berusaha dalam bidang perdagangan dan industri
beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain yang terkait.
2, Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perusahaan dapat melaksanakan
kegiatan usaha utama sebagai berikut:
a. Melakukan Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan
Konstruksi seluruh produk-produk beton, antara lain:
1) Industri Barang dari Semen dan Kapur untuk Konstruksi (23954)
2) Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901)
3) Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung (30112)
4) Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (46638)
5) Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang tahan api (23911)

Business Vatanon Unit
7 Jakarta
Page 35 OCR 0.928
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk

dalam bidang usaha sipil, elektrikal dan Postensioning.
€. Melakukan Perencanaan, Produksi dan Penjualan produk/komponen bahan

bangunan.
&. Melakukan usaha impor dan ekspor yang terkait dengan kegiatan tersebut di
atas.

3, Selain kegiatan usaha utama, Perusahaan dapat melakukan kegiatan usaha
penunjang dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki
untuk:

a. Melakukan Usaha Industri dan Perdagangan Bahan Produksi Beton

1) Batu Hias dan Batu Bangunan (08101)

2) Penggalian Kerikil (sirtu) (08103)

3) Penggalian Pasir (08104)

4) Penggalian tanah dan tanah liat (08105)

S) Penggalian batu, pasir, dan tanah liat lainnya (08109)

6) Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian lainnya (09900)

7) Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang Tahan Api (23911)

8) Industri Semen (23941)

9) Industri Mortar atau Beton Siap Pakai (23987)

10) Industri Barang dari Batu untuk Keperluan Rumah Tangga, Pajangan, dan
Bahan Bangunan (23963)

11) Perdagangan Besar Alat Transportasi Darat (bukan mobil, sepeda motor,
dan sejenisnya). suku cadang dan perlengkapannya (46593)

12) Perdagangan Besar atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak (46100)

13) Perdagangan Besar Semen, Kapur, Pasir dan Batu (46634)

14) Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (46638)

15) Perdagangan Besar Mincral Bukan Logam (46641)

16) Perdagangan Eceran Barang Logam untuk Bahan Konstruksi (47521)

17) Perdangan Eceran Semen, Kapur, Pasir dan Batu (47524)

b. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi

dalam bidang usaha:

1) Konstruksi Gedung Hunian (41011)

2) Konstruksi Gedung Industri (41013)

3) Konstruksi Gedung Kesehatan (41015)

4) Konstruksi Gedung Pendidikan (41016)

S) Konstruksi Gedung Tempat Hiburan dan Olahraga (41018)

6) Konstruksi Gedung Lainnya (41019)

T) Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Gedung (41020)

8) Konstruksi Bangunan Sipil Jalan (42101)

9) Konstruksi Bangunan Sipil Jembatan, Jalan Layang, Fly Over, dan
Underpass (42102)

10) Konstruksi Jalan Rel (42103)

11) Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase (42201)

12) Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (42202)

13) Konstruksi Bangunan Sipil Prasarana dan Sarana Sistem Pengolahan
Limbah Padat, Cair dan Gas (42203)

Reuvimess Watson Umat
18 Jakarta
Page 36 OCR 0.916
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk

14) Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (42204)

15) Konstruksi Bangunan Sipil Telekomunikasi untuk Prasarana Transportasi
142205)

16) Konstruksi Jaringan Irigasi, Komunikasi dan Limbah Lainnya (42209)

17) Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olah Raga (42918)

18) Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya Yrdl (42919)

19) Jasa Pekerjaan Konstruksi Pelindung Pantai (42922)

20) Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia.
Petrokimia, Farmasi dan Industri Lainnya (42923)

21) Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Yidl (42929)

22) Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Sipil (42930)

23) Penyiapan Lahan (43120)

24) Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis |71102)

28) Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa (72102)

€. Melakukan Usaha Reparasi, Pabrikasi, Instalasi/Pemasangan Mesin dan
Peralatan Konstruksi, seperti:
1) Instalasi Telekomunikasi (43212)
2) Jasa Instalasi Konstruksi Navigasi Laut, Sungai, dan Udara (43214)
3) Instalasi Sinyal dan Telekomunikasi Kereta Api (43215)
4) Instalasi Sinyal dan Rambu-Rambu Jalan Raya (43216)
S5) Instalasi Konstruksi Lainnya ytdl (43299)
6) Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901)
7) Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (43905)
8) Konstruksi Khusus Lainnya Yidl (43909)
9) Jasa Pengujian Laboratorium (71202)
10) Jasa Inspeksi Teknik Instalasi (71204)

d. Melakukan Usaha Penyewaan dan Penyediaan Jasa Dalam Bidang Peralatan
Konstruksi, seperti:
1) Pemasangan Perancah (Stciger) (43902)
2) Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan
Peralatan Konstruksi dan Teknik Sipil (77393)

€, Melakukan Perencanan, Pelaksanaan, Pengelolaan, Penjualan, Pembelian
Sewa Menyewa dan Perdagangan Jasa Ekspedisi/Usaha Angkutan Darat dan
Laut, seperti:
1) Angkutan Bermotor untuk Barang Umum (49431)
2) Angkutan Bermotor untuk Barang Khusus (49432)
3) Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum (50131)
4) Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Khusus (50133)
S) Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Umum dan atau Hewan

1502217

6) Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Khusus (50222)
7) Angkutan Penyeberangan Umum Antar Provinsi untuk Barang (50224)
8) Angkutan Penyeberangan Perintis Antar Provinsi untuk Barang (50225)
9) Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut (52221)
10) Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Penyeberangan (52223)
11) Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) (52291)

Revimess Vatastyen Umi
19 Jakarta
Page 37 OCR 0.860
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

12) Aktivitas Ekspedisi Muatan Kereta Api dan Ekspedisi Angkutan Darat
(EMKA & EAD) (52292)
13) Aktivitas Ekspedisi Muatan Kapal (EMKL) (52293)

f£ Treatment dan Pembuangan Limbah Berbahaya (38220)

& Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (68111)

h. Aktivitas Kantor Pusat (70100)

i. Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi
Rekayasa Lainnya (72109)

j- Penelitian Pasar (73201)

Perusahaan merupakan entitas anak dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan kepemilikan
60"4. Sejak tahun 1997 Perusahaan telah menjalankan operasinya dengan dibagi atas
beberapa kantor Wilayah Penjualan (WP), di mana tiap Wilayah Penjualan didukung dengan
rata - rata satu Pabrik Produk Beton (PPB) dan Owarry.

1.1. Domisili
Kantor Pusat berdomisili di Jakarta yang berlokasi di WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl. D.I,

Panjaitan Kav. 9, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta
13340.

233. Struktur Permodalan

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Audited 31 Desember 2024 susunan
pemegang saham WTON adalah sebagai berikut:

3, Susunan dan posisi ilikan Saham PT Wijaya Karya Beton Tbk

Jumlah Saham. Kepemilikan Jumlah

Pemegang Saham

5.229.280.000
Yayasan Wijaya Karya 86.043.000 094 | 8.604.300.000

Kuntjara 0.577.300 O, Lite 987.730.000
Rija Judaswara 2.339.700 0.038 233.970.000
Veriy Widianto 2.000.000 0.020 200.000.000
| Syailendra Ogan 109.000 0,00 10.900.000
HAgus Pramono 3.529.500 0.035. 352.950.000

2.982.305.851

100,00

Rusiness Vataatyan Unit
Page 38 OCR 0.921
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

2.4. Susunan Pengurus

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Audited 31 Desember 2024 Susunan Dewan
Komisaris dan Direksi WTON pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Eko Sujianto
Komisaris 1 R. Permadi Mulajaya
Komisaris : Miftachul Munir
Komisaris Independen : Nita Prihutaminingrum
Komisaris Independen : Iswandi Imran
Direktur Utama : Kuntjara

Direktur Pemasaran dan Pengembangan : Rija Judaswara
Direktur Keuangan, Human Capital dan : Syailendra Ogan

Manajemen Risiko
Direktur Operasi dan Supply Chain Management : Agus Pramono
Direktur Teknik dan Produksi : Verly Widiantoro

2,5, Struktur Organisasi & Grup Perusahaan

Berdasarkan informasi dari manajemen, susunan organisasi WTON per 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut:

Figur 4. Struktur Organisasi Perusahaan
Ja an

Sumber: Annual Report WTON, 2024

Business Valuatian Unit
21 Jakarta
Page 39 OCR 0.929
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur $, Struktur Grup Perusahaan

|

Com

Sumber: Annual Report WTON, 2024

1.6. Perizinan dan Legalitas

Berikut adalah legalitas yang dimiliki oleh WTON yang digunakan dalam operasionalnya,
diantaranya yaitu:

Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya
Beton Tbk. Nomor 74 tanggal 30 Mci 2024 oleh Insinyur Nanette Cahyanic Handari Adi
Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan susunan komisaris dan direksi
perseroan, Akta tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia pada tanggal 03 Juni 2024 dengan Nomor AHU-AH.01.09-
0209272.

Akta Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya Beton Tbk.
Nomor 75 tanggal 30 Mci 2024 oleh Insinyur Nanctte Cahyanie Handari Adi Warsito,
S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan pasal 4 ayat 9, pasal 6, pasal 11, pasal 17,
pasal 18 dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia pada tanggal 19 Juni 2024 dengan Nomor
AHU-AH.01.03-0148744. Selain itu, juga mengenai perubahan ganti nama pemegang
saham dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia pada tanggal 19 Juni 2024 dengan Nomor
AHU-AH.01.09-0215256,

Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya
Beton Tbk. Nomor 80 tanggal 27 April 2022 oleh Insinyur Nanette Cahyanie Handari
Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan anggaran dasar perseroan,
Akta tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia pada tanggal 27 April 2022 dengan Nomor AHU-0031156,AH.01.02.Tahun
2022,

2 Kesimeas an“
Page 40 OCR 0.895
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

4. Keputusan Menteri Kebukiman Republik Indonesia Nomor 02-12776.HT.OLTH.97
tanggal 9 Desember 1997 memberikan pengesahan Akta Pendirian PT Wijaya Karya
Beton dengan Nomor 44 tanggal 11 Maret 1997 oleh Achmad Bajumi, S.H., pengganti
Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta.

5. Nomor Induk Berusaha 8120211271643 dengan nama pelaku usaha PT Wijaya Karya
Beton Tbk. dan status penanaman modal yaitu Penanaman Modal Dalam Negeri
(PMDN). Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) diantaranya:

1)
2)
3)
4)
5)
6)
1)

8)
Lu)

KBLI 23957
KBLI 23953
KBLI 42209
KBLI 46638
KBLI 46639
KBLI 42919
KBLI 46593

KBLI 42103
KBLI 43901

10) KBLI 42204
HI) KBLI 41019
12) KBLI 42101
13) KBLI 43909
14) KBLI 42102

15) KBLI 43215
16) KBLI 41011
17) KBLI 42912
18) KBLI 08101
19) KBLI 46634

: Industri mortar atau beton siap pakai

: Industri barang dari semen dan kapur untuk konstruksi

: Konstruksi jaringan irigasi, komunikasi, dan limbah lainnya

: Perdagangan besar berbagai macam material bangunan di

: Perdagangan besar bahan konstruksi lainnya

: Konstruksi bangunan sipil lainnya ytdl

: Perdagangan besar alat transportasi darat (bukan mobil, sepeda

motor, dan sejenisnya), suku cadang dan perlengkapannya.

: Konstruksi jalan rel

: Pemasangan pondasi dan tiang pancang

: Konstruksi bangunan sipil elektrika

: Konstruksi Gedung lainny

: Konstruksi bangunan sipil jalan

: Konstruksi khususl lainnya ytdl

: Konstruksi bangunan sipil jembatan, jalan laying, Iv over dan

Underpass

: Instalasi sinyal dan telekomunikasi kereta api

: Konstruksi Gedung hunian

: Konstruksi bangunan Pelabuhan bukan perikanan
: Penggalian batu hias dan batu bangunan

: Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu

17. Kinerja Keuangan Historis

Untuk melihat perkembangan kinerja WTON dan Entitas Anak, seperti posisi keuangan, laba
rugi dan potensi atau kemajuan yang dialami selama beberapa tahun terakhir, maka hasil
analisis keuangan historis yang bersumber dari laporan keuangan konsolidasian audited per
31 Desember 2019, per 31 Desember 2020, per 31 Desember 2021, per 31 Desember 2022,
per 31 Desember 2023, dan per 31 Desember 2024 disajikan sebagai berikut:

Figur 6, Historis Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

Dalam Jutaan Rupiah

Aset

Aset Largar 7.168.913 | 5408882 | S.650.194 | 6.149.561 | 4.384.893 | 3929811
Aset Tidak Lancar 3.168.983 | 3.261.213 | 3432 317 | 3297968 | 3.246.777 | 3.264.877
Jumlah Aset 10.337.898 | 8670085 | 9.082.511 | 9447.529 | 7.631.671 | 7.194.688

Kesimess Vataagen Unit
Page 41 OCR 0.770
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Des2019  Des2020 Des 2021 s20212 Des2023 - Des 2014

ludited tudited tudited udite Andited Ladited

Liabilitas dan Ekuitas

Liabilitas Jangka Pendek 6.195.055 | 4.833.351 | 5.055.794 | 5.472.903 | 3.727.678 | 3.042.007
Liabilitas Jangka Panjang. 634.394 | 411824) Sal9n6 | 336.806 | 277883 | 465915
Jumlah Liabilitas 6.829.449 | 5.245.175 | 5.597.700 | 5.809.708 | 4.005.561 | 3.507.923
Jumlah Ekuitas 3.508.446 | 3.424.890 | 3.484.811 | 3.637.821 | 3.626.110 | 3.686.766
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas | 10.337.895 | 8.670.065 | 9.082.511 | 9.447.529 | 7.631.671 | 7.194.688

Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON

Figur 7. Historis Laporan Laba Rugi Konsolidasian

Des 2019 Des 2010 s 201 Des 2022 Des 2023 Des 2024
ludited tndited tudited

6.003.788 | 4.203.171

dudited tudited tudited

Pendapatan Usaha 7.083.384 | 4.803.359 | 44589

Beban Pokok

Pendenetea (6.132.667) | (4.493.830) | (4.221.917) | (5486030) | (3.880.251) | (4522338)
Luba Bruto 9so7i7 | 3095231 2370o7o| siniss| o322020| 37T6s6
Laba (Rugi) Usaha 7954061 184397) ti9sto|  390sea| 191342) — 213409
Laba (Rugi)

Sebelum Pajak 626271 130.505 si3as | 240506 42833 87481
Penghasilan

Laba (Rugi) Bersih

Tae Pata 510.712 | 123.147 81434| 17.060 19.817 64.200
Jumlah Laba (Rugi)

Komprehensif s1s72| 120.990 s294s | 170970 20.089 67.560

Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON
Figur 8. Historis Laporan Arus Kas Konsolidasian

Des 2019 Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024

tudired tudired dudited ludited tudited tudited

Keterangan

Arus Kas Operasi 1.265.495 803.264 35.026 34.700 95.469 262.019
Arus Kas Investasi (370.108) (281.518) (183.938) | (155.036) (81.710) (107.308)
Arus Kas

Peni (158.004) (581.410) 313.062 | (108356) | (1.144.623) 385.120
Kas Awal Tahun 865.016 1.602.281 1.602.044 | 1.766.221 1.538.312 407.215
Kas Akhir Tahun 1602281 | 1.542.217 | 1.766.221 | 1.538.312 407.215 597.554

Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON

24 Business Lisa da
Page 42 OCR 0.818
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

2.7.1 Analisis Posisi Keuangan
Perkembangan posisi keuangan WTON dan Entitas Anak dapat dilihat pada grafik berikut:
Figur 9. Historis Perkembangan Posisi Keuangan

Pertunsbulan Posisi Kevangan WTON dam Entitas Anak
31 Desember DIN9 - 31 Tesombser 2024

(Data Jutaan Buptah)
we
van
rena
sama
sman
. Kenng nam
..5. wa ra Ha tuna Na
Takan vantm si Karat @x Hara Ai

Cha #Ladtkm “ Ostun

Total aset WTON dan Entitas Anak pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp8.670.065 juta dan
mengalami penurunan 16,139 dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp10,337.895
juta, Pada tahun 2021-2022 total aset WTON dan Entitas Anak mengalami penikatan sebesar
4,76" dan 4.025. Peningkatan total aset tersebut dikarenakan adanya peningkatan pada pos
piutang usaha pihak ketiga, piutang retensi pihak berelasi, persediaan, proyek dalam

pelaksanaan, property investasi, aset tetap, dan aset tidak lancar lainnya, Total aset tahun
2023-2024 mengalami penurunan sebesar 19,225 dan 5,73Y4, Pemurunan tersebut
dikarenakan terdapat penurunan pada pos kas dan setara kas, piutang yang belum ditagih
pihak berelasi dan pihak ketiga, tagihan bruto pemberi kerja pihak berelasi dan pihak ketiga,
piutang lain-lain, persediaan, uang muka, investasi ventura Bersama, dan aset hak guna. Total
aset WTON dan Entitas Anak per 31 Desember tercatat sebesar Rp7. 194.688 juta.

Total liabilitas WTON dan Entitas Anak pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp5.245.175 juta
dan mengalami penurunan 23,2084 dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar
Rp6.829.449 juta. Pada tahun 2021-2022 total liabilitas WTON dan Entitas Anak mengalami
penikatan sebesar 67284 dan 3,79”6. Peningkatan total liabilitas tersebut dikarenakan adanya
peningkatan pada pos pinjaman jangka pendek, utang pajak, beban akrual, pinjaman bank,
dan tiabilitas imbalan kerja. Total liabilitas tahun 2023-2024 mengalami penurunan sebesar
310584 dan 12,42?4, Penurunan tersebut dikarenakan terdapat penurunan pada pos pinjaman
jangka pendek,, beban akrual, utang lain-lain, pinjaman bank, liabilitas sewa, liabilitas pajak
tangguhan, dan utang ventura bersama. Total liabilitas WTON dan Entitas Anak per 31
Desember tercatat sebesar Rp3.507.9223 juta.

28 "nan kentang
Page 43 OCR 0.727
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Total ekuitas WTON dan Entitas Anak pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp3.424.£90 juta
dan mengalami penurunan 2,3846 dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar
Rp3.508.446 juta. Pada tahun 2021-2022 total ekuitas WTON dan Entitas Anak mengalami
penikatan sebesar 1,7544 dan 4,39?4. Peningkatan total ekuitas tersebut dikarenakan adanya
peningkatan pada postransaksi restrukturisasi, saldo laba ditentukan penggunaannya dan
saldo laba belum ditentukan penggunaannya. Total aset tahun 2023 mengalami penurunan
sebesar 0,326 dikarenakan terdapat penurunan pada pos kepentingan non pengendali. Total
ekuitas WTON dan Entitas Anak per 31 Desember tercatat sebesar Rp3.686.766 juta dan
mengalami peningkatan sebesar 1,676 dibandingkan tahun sebelumnya.

2.7.2 Analisis Laba Rugi

Perkembangan laba (rugi) WTON dan Entitas Anak dapat dilihat pada grafik berikut:
Figur 10. Historis Perkembangan Laba (Rugi)

Perumahan Laba Ragi WTON dan Futitas Anak
31 Desember NN P- 1 Dewemler 2014

Dalam Jutaan Rupkah

ata

raman

7

sms

sm

saw

demam

saman
4 | “.- aa LI Li Lt
9 bei taan Sa ban basa
mantan Kai kek Er cm... kera “me
£ san Neek Antena Pl ya . 01an kl st 2 ..
Aabe hap tree 57 asia Pal Pa Hana ya
tata png Onnn —aun mara wa roma Wise 2m
Lahu hei Bond Tab betata— KETS tgn ma. wae ET na

“wahgan “ina Bek Pedgat Lan Nasi Maan “Ae Napilhda “Lahar oa Riben bejat
Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON

Pendapatan pada tahun 2020, 2021, dan 2023 mengalami penurunan sebesar 32,1984: 7,17Ya:
dan 346494. Pada tahun 2022 pendapatan WTON dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp6.003.788 juta dan mengalami peningkatan sebesar 34,6495 dibandingkan tahun
sebelumnya yang tercatat sebesar Rp4.458.988 juta. Pendapatan WTON dan Entitas Anak
per 31 Desember 2024 mengalami peningkatan 16,48?4 dibandingkan tahun sebelumnya dan
tercatat sebesar Rp4.896.024 juta,

Beban Pokok Pendapatan pada tahun 2020, 2021, dan 2023 mengalami penurunan sebesar
26,720, 6,0574, dan 29,28”4. Pada tahun 2022 Beban Pokok Pendapatan WTON dan Entitas
Anak tercatat sebesar Rp5486.630 juta dan mengalami peningkatan sebesar 29,9696
dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp4.221.917 juta. Beban Pokok
Pendapatan WTON dan Entitas Anak per 31 Desember 2024 mengalami peningkatan 16,55"5
dibandingkan tahun sebelumnya dan tercatat sebesar Rp4.522.338 juta,

Page 44 OCR 0.734
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Laba Bruto pada tahun 2020, 2021, dan 2023 mengalami penurunan sebesar 67,446,
234196, dan 37,565. Penurunan tersebut dikarenakan adanya penurunan pada pos
pendapatan. Pada tahun 2022 Laba Bruto WTON dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp517.158 juta dan mengalami peningkatan sebesar 118,1596 dibandingkan tahun
sebelumnya yang tercatat sebesar Rp237.070 juta, hal tersebut dikarenakan pada tahun 2022
pendapatan WTON dan Entitas Anak mengalami peningkatan. Laba Bruto WTON dan
Entitas Anak per 31 Desember 2024 mengalami peningkatan 15,72”4 dibandingkan tahun
sebelumnya dan tercatat sebesar Rp373.686 juta.

Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan pada tahun 2020, 2021, dan 2023 mengalami penurunan
sebesar 75,896, 33,87Y4: dan 110,069, Penurunan tersebut dikarenakan adanya penurunan
laba usaha pada tahun tersebut. Pada tahun 2022 Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan WTON
dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp171.060 juta dan mengalami peningkatan sebesar
110,0694 dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp81.434 juta, hal tersebut
dikarenakan pada tahun 262? laba usaha WTON dan Entitas Anak mengalami peningkatan,
Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan WTON dan Entitas Anak per 31 Desember 2024
mengalami peningkatan 2239796 dibandingkan tahun sebelumnya dan tercatat sebesar
Rp64.200 juta.

2.7.3 Analisis Arus Kas
Perkembangan arus kas WTON dan Entitas Anak dapat dilihat pada figur berikut :
Figur 1. Historis Perkembangan Arus Kas
Pertumhukan Arus Kas WTON dam Entitas Anak

31 Dosenaber 2019- 31 Dowernloer 2024
Dalam Jutaan Raplah

, 1 “
Li 1 J ai ! T ni

35.

ana

om

ARUN | “Sa onas oa: usa Da2 Dea
ane mek uyaud aa Kim wa 0 ny Pr
an On Math rana ea Pen ya mana 0 pepe
Aneka aga Patana “0 say ss ena ntah 1010
Kartun Bam kis Ar Tama | MASA Kana raga Ka x0113 0tia
Ketan kam Ke AMA Tae. Aga pasar uga taat za Mara

Damn Ta Me Opawi SAM Ear Ben lawan Atan Un heri Maba» Kw de fatny Cerheal Tatan Kar dan Betwa Km LAU Te

Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON

Dari figur kinerja arus kas diatas, aktivitas cash flow WTON dan Entitas Anak untuk periode

31 Desember 2019 - 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

# Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun 2020-2022 setiap
tahunnya mengalami penurunan sebesar 36,53Y6: 95,64Y4, dan 0,935. Penurunan

Page 45 OCR 0.667
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

tersebut dikarenakan terdapat penurunan pada pos penerimaan kas dari pelanggan dan

meningkatnya pembayaran operasi lainnya, Peningkatan arus kas bersih dari akuvitas
Operasi terjadi pada tahun 2023 dan 2024 sebesar 175,1204 dan 174.46?6. Peningkatan

tersebut dikarenakan meningkatnya pos penerimaan kas dari pelanggan dan menurunnya
pembayaran kepada direksi dan karyawan, Arus kas bersih dari aktivitas operasi per 31
Desember 2024 tercatat sebesar Rp262.019 juta.

@ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi selama periode historis yaitu
2019-2024 tercatat negatif yaitu negatif Rp370.108 juta, negatif Rp281.518 juta, negatif
Rp183.935 juta, negatif Rp155.036 juta, negatif Rp81.710 juta, negatif Rp107.308 juta,

& Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tahun 2019, 2020, 2022,
dan 2023 tercatat negatif yaitu negatif Rp158.004 juta, negatif Rp581.410 juta, negatif
Rp108.356 juta, dan negatif Rp1.144.623 juta. Peningkatan arus kas bersih dari aktivitas
pendanaan terjadi pada tahun 2022 yaitu sebesar 134,6196. Arus kas bersih dari aktivitas
pendanaan per 31 Desember 2024 tercatat Rp35.120 juta dan mengalami peningkatan
sebesar 103.0744 dibandingkan tahun sebelumnya.

2.74 Analisis Rasio Keuangan

ta 12. Historis Be
Rasso Likuiditas

| Guerera Raria pe ma on opa lai
| gesek Rusia KAN ME amora | aon gam | osn
Tessa — Lis Jana | 2atin Tugi | — 1gp

3 » 3 Hi “6 Fi)

” ” 1 10 3 ”

6 1 2 ' ' )

2 1 4 1 3 1

Ll ” « ” » “

“ n 1m 2 1 3)

& & 5 7 & Ko

2 “106 39 “8 PI)

- ya 119 - 178 12

13 ATU 1 13 CI PETI

Tan Pa IA cin Kran an

(Debit Eat” joss Iin ibite Tar jos. 3

Raso Profitabsinas

Gems Margin Ta & G3 T - &
Operanng Margin Ti 1 Ts Pa s -
(Ne Profit Margin 128 Iga Ia ae ( Tan |
EA 2x tan Oa Lita Ja og
EA 2 27 as LI

Sea Tape AO Keno WTOR

28
Page 46 OCR 0.906
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Beberapa rasio
keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah:

Current Ratio

Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang
dimilikinya, Rasio ini memberikan gambaran tentang tingkat likuiditas perusahaan,
dengan fokus pada aset likuid yang tersedia langsung untuk membayar kewajiban. Rasio
lancar WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024
tercatat sebesar 115,720: 1119190: 111,7690: 112,36Y46, 117,6396, dan 1291846,

Ouick Ratio

Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar, namun
sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang menghitung seluruh
aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti persediaan yang dianggap
kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan rasio cepat. Rasio cepat WTON dan
Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar
97,180: 95, 4603 918086: 927690: 918790: dan 105,34Y0.

Cash Ratio

Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset yang paling likuid, yaitu
kas dan setara kas, Rasio ini memberikan gambaran tentang tingkat likuiditas
perusahaan, dengan fokus pada aset likuid yang tersedia langsung untuk membayar
kewajiban. Rasio kas WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31
Desember 2024 tercatat sebesar 25,8694, 33,155: 349394, 281196: 10,924: dan
19,642.

Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas (activirv ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi
pemanfaatan sumber daya perusahaan atau menilai kemampuan perusahaan dalam
melaksanakan aktivitas sehari-hari, Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini,

Rasio Perputaran Piutang Usaha Pihak Berelasi

Rasio perputaran piutang usaha pihak berelasi merupakan indikator keuangan yang
digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang usaha -
pihak berelasi. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih
piutang usaha - pihak berelasi dari debitur dalam satu periode tertentu. Rasio

piutang usaha - pihak berelasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019
- M Desember 2024 tercatat selama 38 hari, 32 hari, 32 hari, 19 hari, 46 hari, dan 31
hari.

Rasio Perputaran Piutang Usaha Pihak Ketiga

Rasio perputaran piutang usaha - pihak ketiga merupakan indikator keuangan yang
digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang usaha -
pihak ketiga, Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang

Revimess Vatastyen Umat
29 Jakarta
Page 47 OCR 0.926
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

usaha pihak ketiga dari debitur dalam satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang
usaha - pihak ketiga WTON dan Emitas Anak pada periode 31 Desember 2019 -
31 Desember 2024 tercatat selama 27 hari, 17 hari, 35 hari, 30 hari, 37 hari, dan 37 hari.

3. Rasio Perputaran Piutang Retensi Pihak Berelasi

Rasio perputaran piutang retensi - pihak berelasi merupakan indikator keuangan yang
digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang retensi -
pihak berelasi. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih
piutang retensi - pibak berelasi dari debitur dalam satu periode tertentu, Rasio
perputaran piutang - retensi pihak berelasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31
Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat selama O hari, 1 hari, 2 hari, I hari, 1 hari,
dan 1 hari.

4. Rasio Perputaran Piutang Retensi Pihak Ketiga
Rasio perputaran piutang retensi - pihak ketiga merupakan indikator keuangan yang
digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang retensi -
pihak ketiga, Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang
retensi - pihak ketiga dari debitur dalam satu periode tertentu, Rasio perputaran piutang
retensi - pihak ketiga WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 —
31 Desember 2024 tercatat selama 2 hari, 7 hari, 4 bari, 1 hari, 3 har, dan 2 hari.

5. Rasio Perputaran Piutang yang Belum Ditagih Pihak Berelasi

Rasio perputaran piutang yang belum ditagih - pihak berelasi merupakan indikator
keuangan yang digunakan untuk mengukur cfektivitas perusahaan dalam mengelola
piutang yang belum ditagih - pihak berelasi. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat
perusahaan dapat menagih piutang yang beluh ditagih - pihak berelasi dari debitur
dalam satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang yang belum ditagih - pihak
berelasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024
tercatat selama 80 hari, 78 bari, 83 hari, 87 hari, 82 bari, dan 49 hari.

6. Rasio Perputaran Piutang Yang Belum Ditagih Pihak Ketiga
Rasio perputaran piutang yang belum ditagih - pihak ketiga merupakan indikator
keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola
piutang yang belum ditagih - pihak ketiga. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat
perusahaan dapat menagih piutang yang belum ditagih - pihak ketiga dari debitur dalam
satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang yang belum ditagih - pihak ketiga
WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat
selama 14 hari, 22 hari, 20 hari, 32 hari, 19 hari, dan 20 hari,

7. Rasio Perputaran Persediaan
Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk melihat berapa hari persediaan
berubah menjadi penjualan. Rasio perputaran persediaan WTON dan Entitas Anak pada
periode 31 Desember 2019 - 31 Desember 2024 tercatat selama 68 hari, 65 hari, 87 hari,
71 hari, 90 hari, dan S9 hari.

8. Rasio Perputaran Utang Usaha - Pihak Berelasi
Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat perusahaan
membayar utang usaha - pihak berelasi (kewajiban kepada pemasok) selama periode
tertentu. Rasio ini memberikan gambaran mengenai efisiensi perusahaan dalam

Revimess Vatatyen Umi
30 Jakarta
Page 48 OCR 0.914
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk

mengelola kewajiban jangka pendek kepada pemasoknya. Rasio utang usaha - pihak
berelasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 - 31 Desember 2024
tercatat selama 2 hari, 106 hari, 96 hari, 50 hari, 18 hari, dan 31 bari,

Rasio Perputaran Utang Usaha Pihak Ketiga

Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat perusahaan
membayar utang usaha - pihak ketiga (kewajiban kepada pemasok) selama periode
tertentu. Rasio ini memberikan gambaran mengenai efisiensi perusahaan dalam
mengelola kewajiban jangka pendek kepada pemasoknya, Rasio utang usaha - pihak
ketiga WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 - 31 Desember 2024
tercatat selama 51 hari, 110 hari, 119 hari, 89 hari, 175 hari, dan 128 hari.

. Rasio Perputaran Beban Akrual

Rasio yang mengukur seberapa cepat perusahaan dulam membayar utangnya
(kewajiban kepada pemasok) selama periode tertentu, Rasio ini memberikan gambaran
mengenai efisiensi perusahaan dalam mengelola kewajiban jangka pendek kepada
pemasoknya. Rasio perputaran beban akrual WTON dan Entitas Anak pada periode
31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat selama 123 hari, 106 hari, 114 hari,
123 hari, 90 bari, dan 47 hari.

Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan untuk melunasi utang-utangnya. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam

Debit to asset ratio

Rasio ini merupakan perbandingan antara total debt terhadap total aset Perusahaan,
Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan Perusahaan. Adapun
tingkat rasio liabilitas terhadap total aset WTON dan Entitas Anak pada

31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 6696: 6084: 6240: 6174: SY:
dan 4985.

Debit to eguity ratio

Rasio ini merupakan perbandingan antara total debt terhadap total ckuitas atau modal
perusahaan. Rasio satu menunjukkan jumlah liabilitas sama dengan jumlah ekuitas,
Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio liabilitas terhadap
ekuitas WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024
tercatat sebesar 19589, 15340: 16140: 16006: 1109: dan 956.

Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba
dalam operasinya, Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini.

Gross Profit Margin (Rasio Laba Kotor)

Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
kotor, Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap
pembentukan laba kotor. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa

Reuvimess Vatatyen Umat
31 Jakarta
Page 49 OCR 0.876
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

rasio laba kotor WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 -
31 Desember 2024 tercatat sebesar 1346: 6Yo, SYe: Ie: 8 Yo, dan SY.

2, Operating Margin (Rasio Laba Operasi)
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
Operasi. Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap
pembentukan laba operasi. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa
rasio laba operasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 —
31 Desember 2024 tercatat sebesar 116: 480: 37: 7Ye: Sto: dan 4Y4.

3. Ner Profit Margin (Rasio Laba Bersih)
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
bersih. Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap
pembentukan laba bersih. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa
rasio laba bersih WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 —
31 Desember 2024 tercatat sebesar 7,284: 2,690: 1,899: 2,896: 0,34 dan 1,390.

4. Ratio Return On Asset (ROA)
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
bersih dengan mengunakan seluruh aset perusahaan, Berdasarkan figur rasio keuangan
diatas dapat dilihat bahwa rasio ROA WTON dan Entitas Anak pada
31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 4,99: 14Ye: 0,9Yoz 1,8 Ya: 0,3 Ya:

5. Ratio Return On Eguity (ROE)
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
bersih dengan mengunakan ekuitas perusahaan. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas
dapat dilihat bahwa rasio ROE WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember
2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 14,6Yo: 3,6Yo: 2,3Yoy 4,796, 0,5Yay dam 1,7Yo,

28, Prospek Usaha WTON 2024

Industri konstruksi merupakan sektor strategis yang memiliki peran vital dalam pertumbuhan
ekonomi Indonesia. Sebagai sektor dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik
Bruto (PDB), konstruksi menjadi indikator utama dinamika Pembangunan nasional,
Berdasarkan laporan Perekonomian Indonesia 2024 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik
(BPS), sektor konstruksi menyumbang sekitar 9,924 terhadap PDB puda tahun 2023,
menjadikannya sektor terbesar kelima dalam perekonomian nasional, Pada tahun 2025,
industri ini diperkirakan mengalami pertumbuhan positif sebesar 5.484 dibandingkan tahun
sebelumnya, Proyeksi ini didukung oleh pernyataan dari BCT Central yang menyatakan
bahwa total pasar proyek konstruksi pada tahun 2025 akan mencapai Rp 381,61 triliun,
dengan peningkatan investasi di sektor properti serta kesinambungan proyek infrastruktur
strategis. Pertumbuhan industri konstruksi pada 2025 didukung oleh kebijakan fiskal yang
akomodatif dan investasi infrastruktur yang tetap menjadi prioritas nasional. Pemerintah
Indonesia, melalui RAPBN 2025 yang dipaparkan dalam laporan Kementerian Keuangan,
mengalokasikan belanja infrastruktur dengan fokus pada pembangunan jalan tol, jaringan
transportasi publik, serta proyek strategis nasional lainnya, termasuk pembangunan Ibu Kota
Nusantara (IKN). Berdasarkan laporan Reuters, Presiden Prabowo Subianto telah
mengalokasikan dana sebesar Rp 48,8 triliun untuk pembangunan ibu kota baru ini hingga

» Rewimess Vatastyen Umat
32 Jakarta
Page 50 OCR 0.938
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

2029, dengan target relokasi pemerintah pada tahun 2028. Langkah ini diharapkan dapat
menarik lebih banyak investasi dalam sektor konstruksi, baik dari dalam maupun luar negeri,

Di sisi lain, industri properti sebagai subsektor utama konstruksi juga menunjukkan potensi
yang menjanjikan, Berdasarkan Survei Proyeksi Pasar Properti 2025 yang dirilis oleh Knight
Frank Indonesia, sektor perumahan, industri, serta fasilitas logistik seperti data center dan
pergudangan diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan. Proyeksi ini sejalan dengan
laporan yang mencatat bahwa kategori proyek perumahan dan industri menjadi kontributor
terbesar terhadap total nilai konstruksi bangunan pada tahun 2025, masing-masing sebesar
28,2994 dan 24,75”4. Urbanisasi yang terus meningkat, kebutuhan perumahan yang tinggi,
serta pergeseran tren bisnis ke arah digitalisasi turut memperkuat permintaan akan
infrastruktur pendukung. Namun, tantangan seperti kenaikan harga tanah dan daya beli
masyarakat tetap menjadi faktor yang perlu diantisipasi untuk menjaga stabilitas sektor
properti. Meskipun proyeksi pertumbuhan industri konstruksi tampak positif, sejumlah
tantangan tetap menjadi perhatian.

Dalam Laporan Perkembangan Ekonomi Indonesia 2024 yang diterbitkan oleh BPS, terdapat
indikasi bahwa sektor konstruksi sipil akan mengalami sedikit perlambatan dengan
penurunan sebesar 2,62”4 pada tahun 2025. Salah satu penyebab perlambatan ini adalah
kenaikan harga bahan bangunan dan peningkatan suku bunga, yang dapat menghambat
investasi dalam proyek infrastruktur skala besar. Berdasarkan Indeks Harga Perdagangan
Besar (IHPB) yang dirilis oleh BPS, harga material konstruksi mengalami kenaikan rata-rata
sebesar 7,144 pada 2024, terutama akibat fluktuasi nilai tukar dan ketergantungan pada bahan
baku impor. Selain tantangan tersebut, permasalahan lain yang dihadapi adalah ketersediaan
tenaga kerja yang kompeten di sektor konstruksi. Dengan semakin kompleksnya proyek
infrastruktur, kebutuhan akan tenaga kerja terampil semakin meningkat.

Namun, laporan Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa hanya sekitar 4594 dari
tenaga kerja di sektor konstruksi yang telah merniliki sertifikasi keahlian. Ketimpangan
antara jumlah tenaga kerja bersertifikasi dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan
yang harus diatasi. Oleh karena itu, inisiatif pelatihan vokasi dan sertifikasi tenaga kerja harus
diperkuat untuk memastikan tenaga kerja yang tersedia mampu memenuhi standar industri
yang semakin tinggi, Dalam menghadapi tantangan tersebut, inovasi dan teknologi menjadi
elemen kunci dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor konstruksi. Berdasarkan
laporan dari Jakarta Daily, penggunaan teknologi seperti Bwilding Information Modeling
(BIM), Internet of Things (IoT), serta konsep konstruksi modular telah terbukti mampu
mengurangi pemborosan material, meningkatkan presisi dalam perencanaan proyek, serta
mempercepat proses pembangunan.

Selain itu, penerapan prinsip konstruksi hijau dan ramah lingkungan semakin menjadi
perhatian, sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon dan
mendukung ekonomi berkelanjutan, Dalam berbagai forum industri, transformasi digital dan
penggunaan teknologi konstruksi pintar seperti Artificial Intelligence (AI) jaga diprediksi
akan semakin diadopsi guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Selain inovasi
teknologi, keberlanjutan industri konstruksi juga bergantung pada regulasi dan kebijakan
yang mendukung ekosistem bisnis yang sehat. Reformasi perizinan, penyederhanaan regulasi
investasi, serta harmonisasi kebijakan pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam
menciptakan iklim usaha yang kondusif, Dengan adanya kepastian hukum dan kebijakan

Revimess Vatastyen Umi
33 Jakarta
Page 51 OCR 0.932
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk

yang konsisten, baik pelaku usaha lokal maupun investor asing dapat lebih percaya diri dalam
mengembangkan proyek konstruksi di Indonesia.

Secara keseluruhan, prospek industri konstruksi Indonesia pada tahun 2025 tetap cerah,
didukung oleh kesinambungan proyek infrastruktur strategis dan pertumbuhan sektor
properti. Namun, pelaku indusiri perlu menghadapi tantangan seperti Nuktuasi harga
muterial, peningkatan suku bunga, dan ketidakpastian global dengan strategi yang adaptif
dan inovatif. Dengan adanya dukungan kebijakan pemerintah dan kemajuan teknologi,
industri konstruksi Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan menjadi
motor penggerak ekonomi nasional di tahun mendatang,

Strategi Pemasaran WTON

Dalam menghadapi persaingan industri konstruksi yang semakin kompetitif, WTON
menerapkan strategi pemasaran yang berorientasi pada ekspansi pasar, inovasi produk,
pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan kemitraan strategis. Strategi ini bertujuan
untuk meningkatkan daya saing, memperluas pangsa pasar, serta memastikan keberlanjutan
bisnis di tengah perubahan permintaan industri konstruksi.

Perluasan Pasar dan Diversifikasi Segmen Pelanggan
Inovasi Produk dan Peningkatan Nilai Tambah
Transformasi Digital dalam Pemasaran dan Operasional
Penguatan Kemitraan dan Strategi Harga Kompetitif

Dengan strategi pemasaran yang berfokus pada ekspansi pasar, inovasi produk, transformasi
digital, dan kemitraan strategis, WTON menargetkan pertumbuhan yang lebih stabil dan
berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, perusahaan tidak hanya berusaha mempertahankan
posisinya sebagai pemimpin pasar beton pracetak di Indonesia, tetapi juga memperkuat
eksistensinya di tingkat global dengan menghadirkan solusi konstruksi inovatif yang lebih
efisien dan ramah lingkungan.

ga KAA

Sebagai pemimpin industri beton pracetak di Indonesia, WTON rutin menghitung pangsa
pasar setiap segmen usaha selama 2 (dua) tahun sekali. Sampai dengan tahun 2024, WTON
belum dapat merilis data spesifik pangsa pasar terbaru, Pangsa Pasar dari data terakhir yang
dirilis WTON pada tahun 2022 untuk produk Pracetak mencapai 47.9086, sehingga WTON
tetap optimis mempertahankan dominasinya di pasar industri beton Indonesia. Dengan
strategi ekspansi, inovasi produk, dan digitalisasi layanan, perusahaan terus memperluas
cakupannya, baik di dalam negeri maupun ke tingkat internasional.

WTON tetap dominan dalam penyediaan beton pracetak untuk proyek infrastruktur nasional,
termasuk jalan tol, pelabuhan, jembatan, dan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain
proyek pemerintah, perusahaan juga memperluas pasar ke sektor swasta, seperti
pertambangan, energi, properti, dan manufaktur, yang semakin bergantung pada beton
pracetak berkualitas tinggi. Untuk meningkatkan daya saing global, WTON menargetkan
ekspansi ke Asia Tenggara, khususnya Malaysia, Filipina, dan Vietnam, dengan menawarkan
produk bersertifikasi internasional (ISO 9001 dan LEED). Standarisasi global dan
optimalisasi rantai pasok menjadi kunci untuk menembus pasar luar negeri, Perusahaan terus
berinovasi dengan mengembangkan EcoConerete, beton ramah lingkungan yang

Kesimess Vataagen Unit
Page 52 OCR 0.946
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

29.

menggunakan bahan baku daur ulang dan teknologi rendah karbon. Selain itu, WTON
memperkuat distribusi melalui platform digital dan e-commerce B2B, memungkinkan
pelanggan mengakses layanan dengan lebih cepat dan efisien. Dengan dominasi pasar
nasional, ekspansi internasional, dan inovasi berkelanjutan, WTON semakin memperkuat
posisinya sebagai pemimpin industri beton pracetak. Perusahaan berkomitmen untuk terus
berkembang dan menghadirkan solusi konstruksi yang lebih efisien, inovatif, dan
berkelanjutan.

Informasi Perpajakan

Pada periode 31 Desember 2024, WTON tercatat memiliki utang pajak sebesar
Rp65.090.279.861.

2.10. Produk dan Jasa yang Dihasilkan dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

Produk yang dihasilkan dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa Produk tiang
beton dan beberapa jasa yaitu pekerjaan penyediaan barang, pekerjaan transportasi, dan
pekerjaan pemasangan barang.

Figur 13. Produk Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

Sumber: Manajemen WTON

Business Valuation Unit
3S Jakarta
Page 53 OCR 0.806
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

3.

3

TINJAUAN MAKRO EKONOMI
Perekonomian Global dan Domestik

Pada 2025, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya,
yakni 3,2”6, meskipun ketidakpastian pasar keuangan global dan ketegangan geopolitik terus
berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih kuat dari yang diperkirakan,
didorong oleh stimulus fiskal yang meningkatkan permintaan domestik dan investasi di
bidang teknologi, yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas. Sebaliknya, ekonomi
Eropa, Tiongkok, Jepang, dan India masih menghadapi tantangan, seperti penurunan
kepercayaan konsumen, tertahannya produktivitas, dan terbatasnya sektor manufaktur.
Kebijakan tarif AS juga memengaruhi disinflasi di negara tersebut, dengan ekspektasi
penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang terbatas. Penguatan dolar AS scbagai dampak
kebijakan AS, bersama dengan ketegangan geopolitik, menyebabkan investor lebih memilih
untuk memindahkan portofolio mereka ke AS, meningkatkan tekanan pada mata uang global
lainnya,

Di Indonesia, perekonomian menunjukkan pertumbuhan yang baik meskipun sedikit lebih
rendah dari prakiraan sebelumnya. Neraca pembayaran Indonesia tetap sehat, mendukung
ketahanan eksternal negara. Nilai tukar rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian
global berkat kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Inflasi pada 2024 diperkirakan berada
dalam sasaran 2,516, dengan kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap tumbuh
didukung oleh sistem pembayaran yang aman dan stabil. Bank Indonesia menurunkan BI-
rate sebesar 25 bps menjadi S,75Yo pada Januari 2025, sesuai dengan prakiraan inflasi yang
tetap terkendali dan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Kebijakan moneter dan
makroprudensial Bank Indonesia berfokus pada menjaga inflasi, stabilitas nilai tukar, serta
mendukung sektor-sektor prioritas seperti UMKM dan ekonomi hijau. Penguatan kebijakan
Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dimulai pada Januari 2025, dengan harapan
dapat meningkatkan pembiayaan perbankan untuk sektor-sektor yang mendukung
penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kebijakan sistem
pembayaran juga diarahkan untuk mendukung sektor perdagangan dan UMKM, dengan
memperkuat infrastruktur dan memperluas digitalisasi.

Figur 14. Pertumbuhan PDB Dunia dan PMI Global
FEE — ka —g Tepak —ta

tg BD AD NU 5 UU U 1
eny y dua uu Uu
donlot un “ & “ " “ uu
bean bag " “ “ “ “ " “
hang “ “ u “ v “ u
eenletatag Ka YO wu uu
Tergak Bo Wu uu
ata “ “ “ " ” “ “
Si “ A “ 3 “ “ 4
Joglo Len Uu Wu Ja Uu un Uu , MR NWUNUON
kgndstatacin Bo KU UU Y N 2 2
Gn HSNI "SK CH 7 DINI: INK ET

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Business Valuation Untl

36 Jakarta
Page 54 OCR 0.566
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 15. Indeks Keyakinan Konsumen dan Penjualan Eceran Global
HA —aag —toga —1a MEN MANUN he0y —- in 2. —inga

Pa " “
KA ba -
“ - aa
- » ae
" uu

“ ed £
. -
: 3 Zs
z 1 :
. — 2 :
- .

Pa ” : .

P » Pn - Aa P & P - -

Sumber Bloomberg, diolah Sumber: CEIC. diolah

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 16. Inflasi Dunia, Harga Komoditas Ekspor Indonesia

—ua rate ne0 ko" '-
—asu pat
—aaa - jadi
ye DB
- - in
ne en
ai aa ulun
2. N ons
in alel
ma bla
zah 3 5 mese —Telala Ini" Telan
"Pewarna Minyak dalam USD/barel, komoditas lain (&. yoy)
Sumber: Bloomberg dan IMF, dialah Sumber: Bloomberg. Data sd. 13 Januari 2025

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 17. Yicld UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS, Persepsi Risiko Negara

Berkembang dan Indonesia
Lana HA Neakaa —eaik Rineka ing Indeks Ketidakpastian Global

aa g nge —1 basejak una) —iP Maa xi

u.. “
una - x 1 xi - E3 ui
Sumber Bloomberg. Data sd. 13 Januari 2025 Sumber: Bloomberg. Data s.d. 13 Januari 2025
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024
Business Valnation Unit

37 Jakarta
Page 55 OCR 0.697
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 18. Aliran Modal Ke Negara Berkembang dan Index Ketidakpastian Global
Pan ng Ceng Pa

| 2? h
man ' i
U KL fa .

«e std w

| ma
“tag tm

- - m -

Sumber. IIF, diolah Sumber: Bloomberg. Data s.d. 13 Januari 2025
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

3.2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Perekonomian global pada 2025 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya
menjadi 3,296, meskipun ketidakpastian pasar keuangan global dan ketegangan geopolitik
tetap berlanjut. Ekonomi AS tumbuh kuat didorong oleh stimulus fiskal dan investasi
teknologi, sementara ekonomi Eropa, Tiongkok, Jepang, dan India menghadapi tantangan
seperti menurunnya kepercayaan konsumen dan terbatasnya sektor manufaktur. Kebijakan
fiskal AS yang ekspansif dan ketegangan geopolitik menyebabkan penguatan dolar AS dan
mempengaruhi mata uang global.

Di Indonesia, meskipun perekonomian tumbuh baik, terdapat kecenderungan pertumbuhan
yang lebih rendah dari prakiraan sebelumnya, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada
2025 berada di kisaran 4,7-5,5y6. Faktor-faktor seperti permintaan domestik yang lebih
rendah, kelemahan konsumsi rumah tangga, dan terbatasnya investasi swasta berpengaruh
pada pertumbuhan tersebut. Bank Indonesia terus mengoptimalkan kebijakan moneter dan
makroprudensial untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan
berkelanjutan, termasuk melalui akselerasi digitalisasi dan mendukung program-program
Pemerintah, seperti ketahanan pangan dan pembiayaan ekonomi.

Figur 19. Pertumbuhan PDB Domestik dan Kn Berdasarkan Lapangan Usaha

Kemen baBtaan IM AI LK AB SS SK AW AM ASI SB 3G AP AR AR AH
tem ema

- PA AS AN kah ah Ai

-
»
2
Ti
2

Menaimnta AI 35 AD AM AR AN AT Mal AI MAAN IR AN
ai Aa aa GA M0 Ah IN IDA
Memlaga II AM AI DAA Gie do Kah da Ah LD AA

tai Mete AA Mad AT GI ah DA

n. AA MAN MN MAL MPN PALA PKL
-- 10 DAR MM DAN Ah SO Aas LI AN Oh LA 2 UP
Sumber 898

Sumber: BPS

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Business Valuation Unit
38 Jakarta
Page 56 OCR 0.818
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 20. Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan IV 2024 dan Indeks Keyakinan
Konsumen

LAN Yaa LAN an Mam Van PN metan mama —ugasan 3m

Mean tan Hngran aa

Sumber: BPS, diolah Sumber Bank Indonesia

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 21. Nilai Tukar Petani dan Penjualan Eceran

Sumber BPS. diolah Sumber: BPS, diolah
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024
Fig 5 isasi atan dan Belanja Negara (APBN) dan Ekspor Non Migas

4

tearangre gek

Sumber Kementerian Keuangan diolah Bank indonesia
Jangan

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 23. Ekspor Nonmigas ke Negara Tujuan Utama dan Ekspr Nonmigas Spasial

— an
Sumber. Kementerian Keuangan, dioiah Bank Indonesia
Sumber: Kementerian Keuangan, diolah Bank Indonesia — “Data su Auustus 2024

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Business Valuation Untt

39 Jakarta
Page 57 OCR 0.916
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap menunjukkan kondisi yang sehat, yang
mendukung ketahanan eksternal negara. Pada Desember 2024, Indonesia mengalami surplus
neraca perdagangan sebesar 2,2 miliar dolar AS, yang didorong oleh kinerja ekspor yang
kuat, terutama dari komoditas utama seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan
nabati, serta besi dan baja. Hal ini mendukung prediksi bahwa transaksi berjalan pada 2024
akan tetap sehat dengan defisit yang diperkirakan berada dalam kisaran 0,196 hingga 0,944
dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun, meskipun surplus perdagangan, ketidakpastian pasar keuangan global menyebabkan
penurunan aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik, seperti Surat
Berharga Negara (SBN) dan Surat Repo Bank Indonesia (SRBI), yang masing-masing
tercatat inflow sebesar 19 juta dolar AS dan 288 juta dolar AS pada awal tahun 2025 (hingga
13 Januari 2025). Meskipun demikian, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir
Desember 2024 tetap tinggi, mencapai 155,7 miliar dolar AS, yang setara dengan
pembiayaan impor selama 6,7 bulan atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
Pemerintah. Posisi cadangan devisa ini juga jauh di atas standar kecukupan internasional
yang sekitar 3 bulan impor.

Melihat ke depan, NPI Indonesia pada 2025 diperkirakan tetap sehat, dengan surplus
transaksi modal dan finansial yang berlanjut, serta defisit transaksi berjalan yang terjaga
dalam kisaran 0,5”6 hingga 1,3”2 dari PDB. Surplus neraca transaksi modal dan finansial ini
akan didorong oleh aliran masuk modal asing yang positif, seiring dengan persepsi investor
yang optimis terhadap prospek perekonomian Indonesia yang lebih baik dan imbal hasil
investasi yang menarik.

Sumber Bank Indonesia. "Angka semen “Angka sangat

sementara Sumber BPS
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 25. Aliran Modal Asing dan Cadangan Devisa

angen mna LAM Nan as AM Nemu

Sumber: Bank Indonesia, “Angka sementara
““Anoka sangat sementara. Data sd 14 Oktober2024 Sumber Bank Indonesia

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Business Valuation Uni!
40 Jakarta
Page 58 OCR 0.851
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 26. Rupiah “8 Negara Kawasan dan Suku Bunga Kebijakan Negara Kawasan

“ng

|

SI

Tan Li
i
g
.

Pen

tandai

Him ma,

male wal Manan sen Menehotaya F amen Pama

Sumber Resters dan Bisombberg. Dita sd. 15 Oktober 208 Sumber Booribesa Data sed 18 Oktober 2004
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Nilai tukar Rupiah pada Januari 2025 tetap stabil meskipun ada ketidakpastian global yang
tinggi, berkat kebijakan stabilisasi yang diterapkan oleh Bank Indonesia. Meskipun Rupiah
melemah 196 terhadap dolar AS dibandingkan dengan akhir 2024, performanya lebih baik
daripada mata uang regional lainnya seperti rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand,
Rupiah juga tercatat menguat terhadap mata uang negara maju selain dolar AS dan stabil
terhadap mata uang negara berkembang. Faktor-faktor yang mendukung stabilitas ini
termasuk aliran masuk modal asing yang terus berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan
domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia yang positif. Ke depan, Bank
Indonesia diperkirakan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui kebijakan
moneter yang konsisten, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui
optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat efektivitas kebijakan
dalam menarik aliran masuk investasi portofolio asing.

Inflasi Indonesia pada 2024 berhasil terjaga dalam kisaran sasaran 2,5#195, dengan inflasi
IHK Desember 2024 tercatat sebesar 1,5796. Inflasi inti tetap terkendali di level 2,2644 karena
kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang tepat, sementara inflasi kelompok volatile food
(VF) hanya 0,124 berkat peningkatan pasokan pangan dan musim panen. Sinergi antara
Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi juga berperan penting
dalam menjaga stabilitas harga di seluruh wilayah Indonesia. Dengan proyeksi ekonomi yang
Optimis, inflasi diperkirakan akan tetap terkendali dalam sasaran 2,54194 pada 2025 dan
2026. Bank Indonesia terus berkomitmen untuk menjaga kestabilan harga sambil mendorong
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kesmeus Vatarrin Unii
“ Jakarta
Page 59 OCR 0.745
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 27. Inflasi Gabungan Kota di Provinsi

SUMATERA KALIMANTAN
peta apaan Pe 200 PSA SULAWESI
(alur Setan 196: ama 019
Kalrantan tom LAI Sulu Mura Gd
Kotrrartan Tengah 200 Soluna Tangan 170
Kakerartan Utara 128 bepumtetermkpad

PM, “3
- yua,
,
F3
'
Montana “
Masa 3 Bar Daya
Masha Dada Ka baya Penata
3 Bapa IIS Papua Tega LI
I ntctsk mein Degun Baim 23) Papua Pugaungan Lis
De "ugpakata 1.39
Sumber: BPS

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 28. Inflasi IHK dan Komponen dan Ekspektasi Inflasi

Jas renyasyanyas tan spangasran

- si “ on. “bei zee 27 2022 1011 1
Sumber: Consensus Kconomies Sumber: @PS.

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Kebijakan instrumen moneter pro-market yang diterapkan oleh Bank Indonesia bertujuan
untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dan mencapai sasaran inflasi. Instrumen
seperti SRBI, SVBI, dan SUVBI telah memainkan peran penting dalam mendalami pasar
uang dan pasar valas, serta mendorong aliran masuk modal asing ke Indonesia. Per 14 Januari
2025, total posisi SRBI tercatat sebesar Rp914,72 triliun, SVBI sebesar 1,96 miliar dolar AS,
dan SUVBI sebesar 436 juta dolar AS. Penerbitan SRBI berhasil mendukung peningkatan
aliran masuk portofolio asing, dengan kepemilikan nonresiden mencapai 25,024 dari total
outstanding SRBI, yang memperkuat penguatan nilai tukar Rupiah.

Selain itu, implementasi dealer utama sejak Mei 2024 telah meningkatkan transaksi SRBI di
pasar sekunder dan repurchase agreement (repo) antar pelaku pasar, memperkuat efektivitas
instrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar dan pengendalian inflasi. Ke depan, Bank

Business Valuatian Unit
42 rta
Page 60 OCR 0.907
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

volume maupun daya tarik imbal hasil, untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan
moneter. Hal ini juga bertujuan untuk mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas,
serta mendorong aliran masuk modal asing yang lebih besar ke dalam negeri.

Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan dengan baik untuk
mendukung pertumbuhan ekonomi. Suku bunga pasar uang (IndONIA) tercatat pada 6,034,
per 14 Januari 2025, sejalan dengan BI-Rate. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan
menawarkan imbal hasil menarik, masing-masing 7.06"6, 7,1086, dan 7,234, yang
mendukung aliran modal asing. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun meningkat
menjadi 6,98?4 dan 7,25Y4, mempertahankan daya tarik instrumen domestik. Suku bunga
perbankan stabil dengan likuiditas memadai, dengan suku bunga deposito 1 bulan dan kredit
Desember 2024 masing-masing sebesar 4,8786 dan 9,208,

Pertumbuhan kredit pada 2024 mencapai 10,39”6 (yoy), sesuai dengan perkiraan Bank
Indonesia yang berkisar 10-12”. Dari sisi penawaran, pertumbuhan kredit didukung oleh
minat penyaluran kredit perbankan, realokasi likuiditas ke kredit, dan dukungan pendanaan
dari pertumbuhan DPK serta kebijakan makroprudensial. Dari sisi permintaan, pertumbuhan
kredit didorong oleh kinerja usaha korporasi yang terjaga meskipun konsumsi rumah tangga
terbatas. Kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi masing-masing tumbuh 8,3844,
13,621, dan 10,6196, sementara kredit UMKM tumbuh 3,37"6 dan pembiayaan syariah
9,874, Pada 2025, pertumbuhan kredit diperkirakan meningkat menjadi 11-1356, seiring
dengan prospek ekonomi yang baik dan kebijakan pemerintah yang mendukung.

Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas implementasi kebijakan likuiditas
makroprudensial (KLM) pada 2028 dengan fokus pada mendorong kredit dan pembiayaan
perbankan untuk mendukung pertumbuhan ckonomi dan penciptaan lapangan kerja. Mulai 1
Januari 2025, insentif KLM difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki potensi untuk
mendukung kedua tujuan tersebut, seperti sektor pertanian, perdagangan, manufaktur,
transportasi, pergudangan, pariwisata, ckonomi kreatif, konstruksi, real estate, perumahan
rakyat, serta UMKM, Ultra Mikro, dan sektor hijau. Hingga minggu kedua Januari 2025,
Bank Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp295 triliun, yang menunjukkan
peningkatan sebesar Rp36 triliun dari Rp259 triliun pada akhir Oktober 2024. Penyaluran ini
melibatkan berbagai kelompok bank, dengan bank BUMN menerima Rp129,1 triliun, bank
BUSN Rp130,6 triliun, BPD Rp29,9 triliun, dan KCBA Rp5 triliun. Ke depan, Bank
Indonesia akan terus mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan serta
memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas keuangan, kementerian/lembaga,
perbankan, dan pelaku usaha, untuk memastikan bahwa insentif KLM dapat semakin efektif
dalam mendukung sektor-sektor yang strategis bagi perekonomian.

Ketahanan sistem keuangan Indonesia terjaga dengan baik pada 2024, Likuiditas perbankan
tetap memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang
tinggi 25,394. Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan juga kuat pada 26.890,
mendukung pertumbuhan kredit dan kemampuan menyerap risiko. Risiko kredit terkendali
dengan rasio NPL yang rendah, yaitu 2,19945 (bruto) dan 0,7594 (neto) pada November 2024.
Hasil stress-test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan yang solid. Ke depan,
Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan KSSK untuk memitigasi
risiko yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan.

Kesimess Vataagen Unit
Page 61 OCR 0.654
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 29. Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan dan Likuiditas perbankan dan

perekonomian

. Lawidirar Perbankan dan Perekanardan

P 0.
5

20

8

»

“.

“

$ .

KAWANAN 6 Mena ren pan ra ran Eta
NAURA 12 JAGA TN DUO) BASE TENNU TAS DUI 2GP BAB NASA PORN - x.. #2 u - Ki

Sumber Bank indonesia
PA au Sa 5g

Sumber: Laporan Kebijakan Moncter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 30. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA dan Transmisi BI7DRR
kepada SBDK

Sumber: Bank Indonesia Sumber: OIK Bank Indonesia. diolah

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 31. Suku Bunga Perbankan dan Perkembangan Kredit dan DPK

-

RE 2
MA MEN A a | 3

Ha $
,

-

MLM mana Panah
» .' «|

Simbar Osrik dar Sumber: Bank Indonesia

Sumber: Laporan Kebijakan Moncter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Business Valnation Unit
Jakarta
Page 62 OCR 0.908
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk

Figur 32, Permodalan Industri Perbankan dan Rasio Kredit Bermasalah (NPL)

wang

tetensaahinananamana
- - -

Sumber Basi Indonesa

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Lam ber Bani Indosetia GIE

3.3. Analisis Industri Konstruksi Berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) 2024

33.1, Kontribusi Sektor Konstruksi terhadap PDB

Pada tahun 2024, perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang kuat dan stabil,
tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar S,196, meningkat dari
5,096 pada tahun sebelumnya. Stabilitas ckonomi dan politik, disertai implementasi
kebijakan fiskal dan moneter yang efektif, mendorong peningkatan kepercayaan investor
dan realisasi investasi di berbagai sektor.

Sektor konstruksi memiliki peran strategis dalam mempercepat pembangunan nasional dan
mendukung pertumbuhan ekonomi, sebagaimana tercermin dari peningkatan kontribusinya
terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2024. Kontribusi sektor
konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 104394 pada
triwulan IV tahun 2024, menjadikannya sektor dengan kontribusi terbesar kecmpat.
Monitoring sektor ini dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Perusahaan
Konstruksi Triwulanan (SKTR) pada perusahaan konstruksi skala menengah dan besar,

Salah satu indikator penting yang mencerminkan fluktuasi aktivitas konstruksi di Indonesia
adalah Indeks Nilai Konstruksi yang Diselesaikan. Indeks ini memberikan gambaran
perkembangan realisasi fisik pekerjaan konstruksi yang berhasil diselesaikan dalam satu
triwulan pada suatu wilayah tertentu, sehingga menjadi indikator utama dalam menilai
dinamika sektor konstruksi. Pergerakan dan fluktuasi Indeks Nilai Konstruksi yang
Diselesaikan dapat diamati lebih lanjut pada Figur 32, yang memberikan visualisasi tren
jangka pendek dan panjang, sekaligus menjadi referensi untuk analisis dinamika sektor
konstruksi di Indonesia,

48 Resincas kana
Page 63 OCR 0.894
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelavakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

33.2.

Figur 33, Indeks (2016-100) dan Pertumbuhan (g-to-g) dan Nilai Konstruksi yang
Diselesaikan, Triwulan IV/2023-IV/2024

WM Iwa Twe-anga Wana Iwa

mam Perturntutur/ GOeMIIN ea Indeha/Inattes

Sumber: Badan Pusat Statistik

Pada triwulan IV tahun 2023, indeks nilai konstruksi yang diselesaikan tercatat sebesar
168,49, sementara pada triwulan IV tahun 2024, nilainya meningkat menjadi 183,52.
Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 8,925 secara tahunan (y-on-y), yang
menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai konstruksi yang diselesaikan
dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Secara triwulanan (g-to-g),
indeks nilai konstruksi yang diselesaikan pada triwulan IV tahun 2024 juga mengalami

sebesar 5,077 dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih
tinggi dibandingkan dengan g-to-g pada triwulan IV tahun 2023, yang tercatat sebesar
4,61Y5, mencerminkan akselerasi positif dalam sektor konstruksi.

Pengembangan Kapasitas Tenaga Kerja Konstruksi Nasional

Tenaga kerja di industri konstruksi umumnya terbagi menjadi dua kategori utama:
unskilled labour dan skilled labour. Unskilled labour mencakup tugas-tugas yang tidak
memerlukan pendidikan formal, pelatihan, atau pengalaman sebelumnya, Peran ini
biasanya melibatkan pekerjaan manual dasar seperti pemebersihan, atau tugas konstruksi
sederhana yang dapat dipelajari dengan cepat di tempat kerja, Di sisi lain, skilled lahour
merujuk pada individu yang telah menjalani pelatihan formal atau magang, dan menguasai
keahlian khusus seperti pertukangan, perpipaan, atau pekerjaan listrik.

Melalui lembaga LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi), pemerintah
mendorong tenaga kerja konstruksi untuk mengikuti pelatihan berbasis SKKNI (Standar
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) dan mendapatkan sertifikasi profesi, Ini penting
umtuk memastikan mereka punya standar kompetensi yang diakui. Selain itu, terdapat
program vokasi konstruksi di berbagai daerah, misalnya lewat BLK (Balai Latihan Kerja),
SMK berbasis konstruksi, dan pelatihan-pelatihan berbasis proyek. Selain itu, pengenalan

Kesimeas Vataggyon Unit
Tokurta
Page 64 OCR 0.939
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

333,

teknologi baru seperti building information modeling (BIM), konstruksi modular, dan
Otomatisasi mulai dimasukkan ke dalam pelatihan, supaya tenaga kerja Indonesia tidak
tertinggal dibanding negara lain. Kemudian, pengembangan keterampilan manajerial,
Icadership, komunikasi, dan keselamatan kerja (K3) juga lebih dimasifkan guna menunjang
skill para tenaga kerja menjadi lebih profesional,

Adapun, program seperti Pelatihan 1 Juta Tenaga Kerja Konstruksi dari Kementerian
PUPR, terutama untuk mendukung proyek-proyek strategis nasional (PSN), termasuk
proyek infrastruktur besar seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara, Selanjutnya, terdapat
juga kerjasama internasional untuk mengadopsi standar global dan membawa teknologi
baru ke Indonesia. Misal kerja sama dengan Jepang, Australia, atau Korea untuk pelatihan
tenaga kerja konstruksi.

Kondisi dan Prospek Bisnis Konstruksi

Bisnis konstruksi di Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan tren pertumbuhan positif dan
Optimisme tinggi di tengah tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi, tekanan
geopolitik, digitalisasi, dan perubahan iklim. Umuk menyikapi agenda infrastruktur pada
2024, pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar sebesar Rp422,7
triliun dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2024. Ini menandai anggaran
infrastruktur tertinggi dalam lima tahun terakhir, mencerminkan peningkatan 5,826 dari
perkiraan realisasi anggaran infrastruktur 2023 sebesar Rp399,6 triliun. Anggaran
infrastruktur tahun 2022 sebesar Rp373,1 triliun, dengan peningkatan signifikan pada
tahun 2021 menjadi Rp403,3 triliun setelah sempat turun sementara menjadi Rp207,3
triliun pada tahun 2020 dari Rp394, | triliun pada tahun 2019.

Total pasar proyek konstruksi (gedung dan sipil, tidak termasuk migas) diperkirakan
tumbuh 4,689 dibandingkan 2023, mencapai sekitar Rp349,16 triliun. Pertumbuhan ini
didorong oleh dua sektor utama yaitu sektor sipil dan bangunan. Sektor sipil (infrastruktur,
transportasi, utilitas) naik 4,0594 menjadi Rp156 triliun, dengan proyek utama seperti jalan,
jembatan, bendungan, pelabuhan, dan pembangkit listrik. Sektor bangunan (perumahan,
industri, komersial) tumbuh $,2”5 menjadi Rp193,18 triliun, di mana perumahan dan
industri menjadi kontributor terbesar. Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara
menjadi salah satu pendorong utama aktivitas konstruksi nasional, dengan proyek-proyek
berjalan sesuai jadwal dan memberikan dampak signifikan pada pasar,

Selanjutnya, pertumbuhan bisnis konstruksi diperkirakan tetap positif, dengan proyeksi
kenaikan sekitar 4,5-4,7"6, Sektor konstruksi di Indonesia dinilai menjanjikan karena
kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat, baik untuk transportasi, energi, manufaktur,
maupun perumahan. Pelaku industri semakin percaya diri berkat prospek pasar yang stabil,
inovasi teknologi, dan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, swasta, dan
asosiasi.

Dari beberapa hal di atas, dapat diketahui bahwa bisnis konstruksi Indonesia pada 2024
berada dalam kondisi sehat dengan prospek pertumbuhan yang solid. Didukung oleh
proyek-proyek besar, kolaborasi lintas sektor, serta dorongan pemerintah, sektor ini
diprediksi terus berkembang dan berperan penting dalam pembangunan ekonomi nasional,
meski tetap harus waspada terhadap tantangan global dan kebutuhan adaptasi teknologi,

Page 65 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

334. Proyeksi dan Tantangan Pasar Konstruksi

Proyeksi jangka panjang menunjukkan Indonesia akan menjadi salah satu pasar konstruksi
terbesar di dunia pada 2030, bahkan diprediksi menempati peringkat ke-4 secara global,
menggantikan Jepang. Pertumbuhan ini didorong oleh proyek strategis nasional (PSN)
yang masif, seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), jalan tol, kereta cepat,
pelabuhan, serta sektor perumahan dan komersial yang terus meningkat. Infrastruktur akan
terbarukan, dan kawasan industri sebagai fokus utama hingga 2030. Indeks optimisme
pengusaha konstruksi di Indonesia masih berada di atas $0, khususnya di wilayah Jawa dan
Sumatera, menandakan keyakinan pasar yang kuat terhadap prospek bisnis ke depan,

Namun, terdapat hal yang perlu diperhatikan terkait tantangan yang dihadapi pada sektor
konstruksi, seperti kenaikan biaya material dan logistik yang menyebabkan Nuktuasi harga
bahan bangunan seperti baja dan semen serta gangguan rantai pasok global menjadi
hambatan utama yang dapat menekan margin keuntungan dan menunda proyek. Selain itu,
globalisasi dan persaingan seperti perdagangan bebas ASEAN dan China membuka
persaingan yang lebih ketat, menuntut pelaku konstruksi Indonesia untuk meningkatkan
profesionalisme, efisiensi, dan kualitas produk agar mampu bersaing secara global, dan isu
sosial dan lingkungan, seperti demokrasi dan desentralisasi, kemiskinan, kesenjangan
sosial, serta kerusakan lingkungan dan risiko bencana alam menjadi tantangan non-teknis
yang harus dikelola dalam proses pembangunan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kuartal-ke-kuartal (g-to-g) cenderung dipengaruhi
oleh faktor musiman. Pada triwulan I dan IV, umumnya tercatat kontraksi dalam
pertumbuhan ekonomi, sementara triwulan II dan UI! menunjukkan pertumbuhan positif
seiring dengan meningkatnya aktivitas ckonomi serta adanya faktor pendorong seperti
perayaan hari besar keagamaan, liburan sekolah, dan lainnya, Pada triwulan N/2020,
ekonomi Indonesia mengalami penurunan (g-to-g) akibat dampak pandemi Covid-19.
Namun, pada triwulan IV/2022 dan IV/2023, ckonomi Indonesia tetap mencatatkan
pertumbuhan positif (g-to-g) didorong oleh beberapa sektor utama sepert Industri
Pengolahan, Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan yang menunjukkan kinerja

Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan (y-on-y) umumnya dipengaruhi oleh
kebijakan pemerintah serta faktor eksternal, baik yang bersifat langsung maupun tidak
langsung. Sebelum pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan
sekitar lima persen (y-on-y), Namun, pandemi yang mulai dirasakan pada awal 2020
menyebabkan kontraksi pada perekonomian Indonesia. Pada triwulan 11/2020, ekonomi
Indonesia mengalami penurunan sebesar 5,32 persen (y-on-y). Ekonomi Indonesia mulai
kembali mencatatkan pertumbuhan positif (y-on-y) pada triwulan N/2021 dan terus
menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Hingga triwulan IV/2023, ekonomi Indonesia
tumbuh di atas lima persen (y-on-y), kecuali pada triwulan 11/2023 yang mencatatkan
pertumbuhan sebesar 4,94 persen (y-on-y).

Kesimess Vataagen Unit
Page 66 OCR 0.915
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

4.
AL

ASPEK PASAR
Perkembangan Industri Beton Pracetak di Indonesia

Pada tahun 2024, industri beton pracetak di Indonesia menunjukkan perkembangan yang
signifikan, didorong oleh peningkatan permintaan infrastruktur dan transformasi digital.

besar seperti PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) dan PT Waskita
Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan kinerja yang impresif. WTON memperoleh kontrak
sebesar Rp612 miliar untuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) pada kuartal 11-2024, dengan
total target kontrak baru mencapai Rp7.48 triliun untuk tahun tersebut. Sementara itu, WSBP
berhasil meraih kontrak baru sebesar Rp1,03 triliun pada triwulan pertama 2024, yang telah
beton pracetak Indonesia diperkirakan akan mencapai USD 15,80 miliar pada tahun 2030,
dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 25,994 dari 2025 hingga
2030.

diperkirakan mencapai USD 8.99 miliar pada tahun 2025, dan diharapkan mencapai USD
12,08 miliar pada tahun 2030, dengan CAGR sebesar 6,196 selama periode perkiraan (2025-
2030). Mengenai perkembangan industri Beton pracetak tahun 2015 -— 2021 memegang
pangsa pasar terbesar, didorong oleh peningkatan aktivitas konstruksi di luar lokasi.
Kemajuan infrastruktur yang pesat yang diprakarsai oleh pemerintah Indonesia telah
meningkatkan permintaan bahan konstruksi seperti beton, yang sangat besar.
Mempertimbangkan manfaat beton pracetak dibandingkan beton cor di tempat, peningkatan
adopsi beton pracetak terlihat di sektor konstruksi, Meningkatnya kesadaran di antara
produsen, desainer, konstruktor, dan klien akhir tentang manfaat penggunaan beton pracetak

Figur 34. Perkembangan Industri Beton Pracetak (2015 - 2021)
Precast Concrete Production, in Millicn Tors, Indonesia, 2015-2021

2 2917 z2 21

Ng pi

Senncar Inboakey Amossitkon Na

Kementerian PUPR memperoleh pagu indikatif sebesar Rp75,63 triliun untuk tahun
anggaran 2025, dengan fokus pada percepatan pertumbuhan ekonomi inklusif dan
berkelanjutan sesuai tema RKP 2025. Belanja infrastruktur akan diarahkan pada pemerataan

Page 67 OCR 0.920
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk

42.

pembangunan, mendukung Proyek Strategis Nasional (termasuk IKN), dan skema
pembiayaan kreatif serta KPBU. Rencana kegiatan utama mencakup:
» Sumber Daya Air (Rp26,53 triliun): pembangunan 12 bendungan, irigasi 17.000 ha,
pengendali banjir, dan prasarana air baku.
8 Bina Marga (Rp32,31 triliun): pembangunan jalan, jembatan, flyover, preservasi jalan
dan jembatan, serta dukungan untuk IKN.
» Cipta Karya (Rp10,48 triliun): pembangunan SPAM, pengelolaan limbah, permukiman,
bangunan gedung. sekolah/madrasah, dan kawasan IKN.
# Perumahan (Rp4,53 triliun): pembangunan rumah susun, rumah khusus, PSU, dan
rumah swadaya.
@ Manajemen dan teknis lainnya: dialokasikan Rp1,77 triliun.

Indonesia menguasai sekitar 60-7094 pasar konstruksi di ASEAN, menjadikannya pasar
konstruksi terbesar di kawasan ini. Konstruksi beton menyumbang sekitar 4096 bahan
bangunan yang digunakan dalam proyek-proyek di Indonesia. Proyek-proyek seperti IKN,
pembangunan bendungan, dan pembangunan rumah subsidi menjadi pendorong utama
permintaan beton pracetak,

Cuaca ekstrem dan ketersediaan bahan baku menjadi salah satu hambatan dalam proses
produksi terutama di daerah rawan banjir seperti Jakarta dan Semarang. Namun, adopsi
teknologi seperti precast 3D printing dan beton rumah lingkungan (menggunakan substitusi
semen hingga 3074) mulai diterapkan di proyek-proyek strategis seperti IKN dan MRT
Jakarta Fase 3. WTON telah mengadopsi teknologi ramah lingkungan dan automasi untuk
meningkatkan produktivitas. Perusahaan mulai memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya
(PLTS) di dua pabriknya di Bogor dan Majalengka, Jawa Barat, dengan total daya listrik
yang dihasilkan mencapai 682 kWP, Pengoperasian PLTS ini mampu mengurangi emisi
karbon dioksida hingga 532,812 kg per tahun dan menghemat konsumsi energi listrik dari
PLN hingga 1596, Selain itu, WTON juga menerapkan metode Lean Construction untuk
meningkatkan produktivitas di pabrik precast, Dengan pendekatan ini, perusahaan berhasil
mengidentifikasi dan mengeliminasi pemborosan dalam proses produksi, sehingga
meningkatkan efisiensi dan mengurangi lead time produksi.

Prospek Usaha Industri Beton Pencetak

Peningkatan produksi beton pracetak pada triwulan IV-2022 dibandingkan dengan angka
tetap triwulan IV-2021 dipengaruhi oleh berkembangnya permintaan akan infrastruktur yang
semakin meningkat di berbagai sektor, seperti konstruksi perumahan, gedung komersial, dan
infrastruktur publik. Peningkatan ini juga didorong oleh sejumlah proyek besar yang sedang
berjalan di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, serta wilayah-wilayah lain
yang mulai mengembangkan pusat-pusat industri beton pracetak seperti di Kabupaten
Karawang, Provinsi Jawa Barat. Perkembangan ini terutama didorong oleh investasi besar
dalam proyek perumahan dan infrastruktur yang mendukung urbanisasi pesat di Indonesia,

Peningkatan tersebut terjadi seiring dengan kemajuan dalam teknologi produksi beton
pracetak yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Pemanfaatan bahan baku lokal yang tebih
murah, serta inovasi dalam penggunaan material pengganti semen yang lebih ramah

Revimess Vatastyen Umat
s0 Tekorta
Page 68 OCR 0.942
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

lingkungan, menjadi faktor penting yang mendukung keberlanjutan industri ini, Selain itu,
sektor ini juga merasakan dampak positif dari kebijakan pemerintah yang mendukung
pengembangan infrastruktur nasional melalui penyediaan dana dan insentif pajak, yang

mengarah pada pertumbuhan permintaan terhadap produk beton pracetak.

Sementara itu, peningkatan permintaan beton pracetak untuk proyek-proyek besar di sektor
transportasi, seperti pembangunan jalan tol, jembatan, dan infrastruktur bandara, juga
berkontribusi terhadap ekspansi sektor ini. Di samping itu, pengembangan sistem
pemukiman dengan konsep hunian vertikal yang semakin populer di kota-kota besar turut
mendorong adopsi produk beton pracetak sebagai solusi konstruksi yang lebih cepat, efisien,
dan tahan lama.

Saat ini, Indonesia terus berupaya untuk menyamakan diri dengan negara-negara maju yang
sudah lebih dulu memanfaatkan beton pracetak dalam pembangunan infrastruktur. Berbagai
upaya dilakukan untuk mewujudkan target tersebut, termasuk dengan mengembangkan
standar produksi beton pracetak yang lebih modern, mandiri, dan berkelanjutan. Pemerintah
Indonesia fokus pada peningkatan kapasitas produksi dan distribusi beton pracetak untuk
memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor. Meski demikian, Menteri Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat mengakui bahwa Indonesia masih dalam tahap
mengembangkan kemampuan produksi beton pracetak yang memenuhi standar internasional,

ea akan tercapai sciring dengan kemajuan teknologi dan peningkatan kapasitas
i

Kondisi Pasar Industri Beton Pracetak

, Kondisi Pasar Industri Beton Pracetak

Pasar utama untuk produk beton pracetak di Indonesia sebagian besar terpusat di sektor
konstruksi besar, seperti pembangunan perumahan, gedung komersial, dan infrastruktur
publik. Di antara pasar terbesar, wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur menjadi
konsumen utama beton pracetak untuk proyek-proyek infrastruktur, seperti jalan tol,
jembatan, dan sistem transportasi massal. Selain itu, proyek perumahan vertikal yang
berkembang pesat di kota-kota besar juga mendorong permintaan terhadap produk beton
pracetak. Sebagai contoh, Jakarta dan Surabaya menggunakan produk beton pracetak dalam
jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan proyek perumahan dan gedung bertingkat.

Ke depan, industri beton pracetak diperkirakan akan menjadi sektor kunci dalam memenuhi
kebutuhan infrastruktur yang terus berkembang di Indonesia, serta menyediakan lapangan
pekerjaan di berbagai sektor konstruksi. Sejak awal 2000-an, pangsa pasar beton pracetak
terus berkembang pesat seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur di seluruh
wilayah Indonesia, yang turut mendorong pertumbuhan sektor industri ini. Proyek-proyek
besar yang didukung oleh pemerintah, seperti pembangunan jalan tol, jembatan, dan bandara,
juga semakin mengandalkan beton pracetak sebagai solusi konstruksi yang efisien dan ramah
lingkungan,

Dengan didukung oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan mencapai sekitar

$Y9 pada tahun 2025 serta investasi besar di sektor infrastruktur yang terus digalakkan
pemerintah, pasar beton pracetak di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan

Business Valaatian Unit
s1 Tekorta
Page 69 OCR 0.921
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

menjadi salah satu pemain utama dalam industri konstruksi global. Tren global yang
menekankan efisiensi, keberlanjutan, dan penggunaan material ramah lingkungan semakin
memperkuat posisi industri ini, Potensi dari PT PLN (Persero) yang secara aktif
menggunakan tiang beton pracetak untuk mendukung pengembangan jaringan distribusi
listrik di berbagai wilayah Indonesia. PT PLN (Persero) terus mengoptimalkan pemanfaatan
Flv Ash dan Bottom Ash (FABA) atau abu sisa pembakaran batu bara dari Pembangkit Listrik
Tenaga Uap (PLTU) sebagai bahan baku infrastruktur yang digunakan masyarakat.
Sepanjang 2024, PLN berhasil memanfaatkan 3,4 juta ton FABA hasil produksi 47 PLTU di
Indonesia, Secara rinci, enam sektor utama pemanfaatan FABA sepanjang 2024 meliputi
lapisan pengeras jalan sebesar 1,73 juta ton (50,8486), substitusi semen sebesar 1,24 juta ton
(36,24?0), bahan baku beton sebesar 227,5 ribu ton (8,136), beton pracetak seperti paving,
batako, kansteen, U diteh, dan tetrapod sebesar 92,4 ribu ton (2,7196), material Non Acid
Forming 49,6 ribu ton (1,464) dan pembenah tanah sebesar 8 ribu ton (0,249).

44. Pertumbuhan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik di
Indonesia

44.1, Total Kapasitas Terpasang Nasional

Total kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional di Indonesia pada tahun 2024
diperkirakan mencapai sekitar 101 gigawatt (GW), dengan data resmi dari Kementerian
ESDM menyebutkan kapasitas ini mencapai 101,1 GW pada 2024, Dari total tersebut,
kapasitas pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) diproyeksikan mencapai sekitar
IS, L GW atau sekitar 1596 dari total kapasitas terpasang pada tahun 2024. Pada semester |
2024, penambahan kapasitas terpasang EBT tercatat sebesar 217,7 MW, didominasi oleh
pembangkit listrik tenaga hidro dan surya,

Perkembangan kapasitas EBT ini berkontribusi pada peningkatan bauran energi terbarukan
dalam bauran energi nasional yang mencapai sekitar 14,196 pada awal 2025, naik dari 13.96
pada 2023, meskipun masih di bawah target pemerintah sebesar 2396 untuk tahun 2025,
Secara rinci, kapasitas pembangkit listrik nasional hingga pertengahan 2024 tercatat sekitar
93 GW, dengan sekitar 8596 berasal dari pembangkit berbasis energi fosil dan sisanya dari
EBT. Pada akhir 2024, kapasitas total pembangkit mencapai sekitar 100,69 GW, tetap
didominasi oleh pembangkit fosil.

Dengan demikian, total kapasitas terpasang nasional pembangkit listrik di Indonesia pada
periode 2024-2025 berkisar sekitar 100-101 GW, dengan kontribusi EBT sekitar 15 GW
dan pertumbuhan kapasitas EBT terus berlanjut meskipun menghadapi beberapa tantangan
infrastruktur dan regulasi.

44.2, Pertumbuhan Kapasitas Pembangkit Perusahaan Listrik Negara (PLN)

Pertumbuhan kapasitas pembangkit listrik milik PLN pada tahun 2024 mencapai 46,8 ribu
megawatt (MW), meningkat sebesar 3,8586 dibandingkan akhir 2023 dan tumbuh 16,2394
dibandingkan sepuluh tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2023, PLN berhasil menambah
kapasitas pembangkit listrik sebesar 4,182,2 MW, melampaui target RKAP 2023 yang
hanya sebesar 1.487,9 MW. Penambahan ini didukung oleh berbagai jenis pembangkit,

Kesimess Vataagyen Unit
Tokurta
Page 70 OCR 0.936
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

dengan dominasi kapasitas dari pembangkit tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara yang
hampir mencapai separuh dari total kapasitas terpasang PLN pada 2024.

Selain penambahan kapasitas pembangkit, PLN juga mengembangkan infrastruktur j jaringan
transmisi dan gardu induk secara signifikan sepanjang 2023, dengan penambahan jaringan
transmisi sepanjang 2.806,2 km dan 41 unit gardu induk baru dengan kapasitas 5.660 MVA,
mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional,

Secara keseluruhan, PLN terus meningkatkan kapasitas pembangkitnya secara stabil dengan
fokus pada pembangkit berbasis batu bara sebagai mayoritas kapasitas, sementara kontribusi
pembangkit energi terbarukan seperti tenaga angin, biomassa, dan surya masih relatif kecil.

44.3, Energi Baru dan Terbarukan (EBT)

Pertumbuhan instalasi tenaga listrik berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di
Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir,
meskipun masih menghadapi beberapa kendala teknis dan pembiayaan, Pada tahun 2023,
kapasitas terpasang pembangkit listrik EBT di Indonesia mencapai sekitar 14,8 GW, dengan
tambahan instalasi sekitar 1,2 GW pada periode 2023-2024. Target penambahan kapasitas
EBT pada 2025 diperkirakan akan mencapai sekitar 1,2 GW lagi, sehingga kapasitas
terpasang EBT diproyeksikan mencapai sekitar 16 GW pada 2025,

Bauran energi EBT dalam bauran energi nasional meningkat dari 13,196 pada 2023 menjadi
sekitar 14-14, 196 pada akhir 2024, dengan target awal pemerintah sebesar 2394 pada 2025
yang kemudian direvisi menjadi 17-1994 dalam RPP Kebijakan Energi Nasional (KEN)
terbaru. Pemerintah mendorong percepatan pengembangan EBT melalui berbagai program,
termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala besar dan atap, tenaga
bayu, panas bumi, serta biocnergi,

Kendala utama yang menghambat pertumbuhan EBT meliputi masalah teknis dalam
pembangunan pembangkit, pembiayaan, serta regulasi seperti tingkat komponen dalam
negeri (TKDN) yang sebelumnya menjadi hambatan investasi, namun kini sudah ada
regulasi baru yang mempermudah investasi di sektor EBT.

Pemerintah melalui Dewan Energi Nasional dan Kementerian ESDM terus mendorong
peningkatan bauran energi EBT dengan target jangka menengah dan panjang, termasuk
target 2396 pada 2025 (meskipun direvisi) dan target yang lebih ambisius hingga 46" pada
2045 serta 70-72965 pada 2060. Pengembangan EBT juga difokuskan pada peningkatan
kapasitas pembangkit dan pemanfaatan teknologi baru seperti PLTS terapung dan
peningkatan penggunaan biodiesel B3S untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar
fosil.

Secara keseluruhan, pertumbuhan instalasi tenaga listrik EBT di Indonesia terus meningkat
dengan penambahan kapasitas sekitar 1,2 GW per tahun selama 2023-2025, didukung oleh
kebijakan pemerintah yang semakin memperkuat investasi dan pengembangan teknologi
EBT, meskipun target bauran energi terbarukan nasional masih menantang untuk dicapai
tepat waktu,

Page 71 OCR 0.929
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

4AA, Pesaing Usaha

Dalam melakukan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Pembangunan dan
Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik (KBLI: 43211), persaingan
usaha tentunya tidak terlepas dari kompetitor. Berikut kompetitor WTON dalam industri
yang sama dengan penambahan kegiatan usaha baik swasta maupun pemerintah yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia:
# PT Waskita Beton Precast Tbk (“WSBP")
PT Berkah Beton Sadaya Tbk ("BEBS")
PT Virajaya Riauputra
PT Sumbetri Megah
PT Jaya Sentrikon Indonesia
PT Ratu Pola Bumi
PT Tonggak Ampuh
PT Sinergi Beton Utama
PT Sentosa Sakti Makmur
PT Kunango Jantan
PT Hume Sakti Indonesia
PT Tjakrindo Mas
PT Jaya Beton Indonesia

Berdasarkan ukuran kapasitas produksi, jaringan distribusi, dan pengalaman proyek nasional,
PT Waskita Beton Precast Tbk (“WSBP”) dapat dianggap sebagai pesaing yang paling
dominan saat ini dalam industri beton pracetak nasional, Dalam segmen tiang listrik beton
dan peluang integrasi ke instalasi tenaga listrik, dominasi masih terbuka karena banyak
pesaing memiliki keterbatasan pada aspek teknis atau distribusi nasional,

...u.uucuuu

WTON akan bersaing cukup ketat dalam meraih peluang bisnis penyedia Tiang Beton,
namun WTON mempunyai keunggulan berupa kapasitas besar yang kualitasnya lebih baik
dari kompetitor sejenis yang produknya sama dengan WTON. Hal ini dikarenakan oleh letak
lokasi pabrik WTON yang tersebar di sekitar wilayah Indonesia dari Sumatera Utara hingga
ke Sulawesi Selatan. Letak kegiatan produksi WTON dikelilingi oleh penyedia bahan baku
penunjang industri beton pracetak (seperti semen, pasir, besi beton, plat sambung serta sarana
penunjang lainnya). WTON juga menggandeng pakar teknologi beton dari Institut ternama
di bidangnya (Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas
Diponegoro, Universitas Indonesia).

4A.5, Strategi Pemasaran

Produk beton pracetak yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik di kawasan industri Indonesia,
seperti tiang pancang, balok jembatan, dan panel dinding, sebagian besar dipasok untuk
proyek infrastruktur nasional dan pembangunan kota besar. Pasar terbesar untuk produk
beton pracetak Indonesia adalah proyek strategis pemerintah seperti pembangunan Ibu Kota
Nusantara (IKN), tol Trans-Jawa, dan proyek listrik 35.000 MW. Selain pasar nasional,

Kesimess Vataagyen Unit
Page 72 OCR 0.932
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

pemasaran juga dilakukan ke sektor swasta, seperti perumahan, gedung komersial, dan
kawasan industri di wilayah Jawa, Sumatera, dan Bali.
Berdasarkan analisis rantai pasok serta potensi permintaan infrastruktur, industri beton
pracetak di Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang. Dukungan regulasi
pemerintah, seperti Peraturan Menteri PUPR No. 12/2021 tentang Peningkatan Penggunaan
Produk Dalam Negeri (TKDN) dalam Pembangunan Infrastruktur yang mewajibkan
penggunaan komponen lokal dalam proyek pemerintah, semakin memperkuat posisi
Has-stng beton pracetak. Peraturan ini menguntungkan pelaku industri lokal karena

memangkas biaya logistik, mengurangi risiko keterlambatan proyek, dan menjamin kualitas
produk melalui standar SNI yang ketat.

Keberadaan pabrik beton pracetak di lokasi strategis, seperti dekat pelabuhan utama (Tanjung
Priok, Belawan) dan koridor infrastruktur prioritas (Jawa-Bali, Sumatera), memudahkan
distribusi ke proyek-proyek besar. Misalnya, pabrik di Cilegon (Banten) dapat melayani
proyek IKN dan tol Trans-Jawa, sementara pabrik di Surabaya mendukung pembangunan
Jawa Timur dan Bali. Selain pasar nasional, peluang juga datang dari pembangunan daerah
wisata seperti Bali dan Labuan Bajo, yang membutuhkan infrastruktur cepat siap seperti jalan
beton dan dermaga.

Dengan kombinasi dukungan regulasi, lokasi strategis, dan permintaan infrastruktur yang
tinggi, industri beton pracetak di Indonesia memiliki prospek cerah untuk menguasai pasar
domestik dan berkontribusi pada percepatan pembangunan nasional.

Dalam upaya mencapai visi serta mengembangkan bidang usaha sejalan dengan peraturan
yang berlaku di bidang usahanya, saat ini, WTON menjalankan strategi usaha sebagai
berikut:

| Diversifikasi Produk dan Layanan
WTON akan mengembangkan produk beton yung lebih beragam, termasuk beton ramah
lingkungan seperti beton yang memiliki sifat self-healing atau beton dengan
kemampuan untuk memperbaiki kerusahaan secara otomatis serta fokus pada sektor-
sektor proyek infrastruktur energi terbarukan.

2. Pemanfaatan Teknologi Digital dan Otomatisasi
WTON akan terus mendorong efisiensi operasional dengan sistem manajemen proyek
berbasis teknologi untuk memantau kualitas produk secara real-time serta mengurangi
limbah dan energi yang digunakan dalam proses produksi termasuk mengintegrasikan
software teknik terkini untuk meningkatkan efisiensi biaya, waktu konstruksi dan
kolaborasi antar tim,

3. Kemitraan dan Aliansi Strategis
WTON menyasar kolaborasi dengan Pemerintah serta Pengembang Infrastruktur
Swasta untuk menyediakan solusi beton pracetak dalam program pembangunan
infrastruktur jangka panjang seperti jalan tol, pembangunan perumahan dan proyek
energi terbarukan.

Kesimess Vataagen Unit
Page 73 OCR 0.942
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

4. Ekspansi ke Pasar Internasional
WTON senantiasa memperluas jangkaun pasar untuk menargetkan proyek-proyek
infrastruktur perkeretaapian di luar negeri bekerja sama dengan perusahaan global untuk
kemitraan strategis.

44.6, Kesinambungan, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar

Industri beton pracetak tiang listrik memiliki kesinambungan yang kuat seiring dengan
program pemerintah dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang terus berupaya untuk
meningkatkan infrastruktur kelistrikan di seluruh Indonesia. Program pemerataan distribusi
listrik yang dijalankan oleh PLN, seperti Program 35.000 MW dan pembangunan jaringan
listrik di daerah terpencil, menjadi pendorong utama bagi kebutuhan tiang listrik dalam
jumlah besar. Kebutuhan ini akan terus berkembang karena PLN berkomitmen untuk
memperluas jangkauan distribusi listrik ke seluruh Indonesia, seiring dengan pertumbuhan
populasi dan urbanisasi yang pesat.

Selain itu, semakin banyaknya proyek infrastruktur besar seperti kawasan industri, kawasan
perumahan vertikal, dan infrastruktur transportasi yang membutuhkan jaringan kelistrikan
modern, memperkuat kebutuhan akan tiang beton pracetak untuk instalasi listrik. Proyek-
proyek tersebut akan memastikan adanya permintaan yang berkelanjutan dan terus
meningkat, menciptakan pasar yang stabil bagi industri beton pracetak tiang listrik.

Sasaran utama dalam industri beton pracetak tiang listrik adalah memenuhi kebutuhan PLN
dan kontraktor proyek kelistrikan untuk menyediakan tiang listrik yang aman, kuat, dan tahan
lama. Tiang beton pracetak memiliki keunggulan dalam hal ketahanan terhadap cuaca
ckstrem, kemudahan instalasi, serta efisiensi biaya dibandingkan dengan tiang listrik
berbahan kayu atau baja. Selain itu, penggunaan beton pracetak juga mendukung kebijakan
pemerintah terkait dengan keberlanjutan dan ramah lingkungan, karena tiang beton dapat
diproduksi secara massal dengan standar kualitas yang konsisten dan lebih sedikit
memerlukan pemeliharaan.

Sasaran pasar beton pracetak tiang listrik ini juga mencakup penyediaan tiang untuk berbagai
keperluan, seperti jaringan distribusi listrik untuk daerah padat penduduk, pembangunan
sistem kelistrikan di wilayah-wilayah terpencil, serta proyek-proyek pembangunan
infrastruktur energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga surya dan angin yang
membutuhkan jaringan listrik yang luas.

Potensi nilai pasar untuk tiang listrik dalam industri beton pracetak sangat besar, mengingat
Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau dan hampir 270 juta penduduk. PLN,
sebagai perusahaan penyedia listrik utama di Indonesia, terus berinvestasi dalam proyek-
proyek distribusi listrik yang memerlukan tiang beton dalam jumlah besar. Berdasarkan data
terbaru, kebutuhan tiang listrik untuk pembangunan jaringan distribusi PLN diperkirakan
mencapai lebih dari 100.000 tiang beton per tahun untuk memenuhi permintaan berbagai
proyek di seluruh Indonesia, baik untuk kebutuhan pembaruan infrastruktur yang sudah ada
maupun untuk memperluas jaringan listrik di daerah baru,

Dengan asumsi barga pasar tiang beton untuk instalasi listrik di kisaran Rp 2.000.000 hingga
Rp4.000.000 per tiang, potensi nilai pasar tahunan untuk penyediaan tiang beton pracetak
dapat mencapai Rp200-400 miliar atau lebih, tergantung pada jumlah dan jenis proyek yang

Revimess Vatastyen Umat
s6 Jakarta
Page 74 OCR 0.933
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

45.

4.6.

dilaksanakan oleh PLN serta kebutuhan daerah yang sedang berkembang. Hal ini
menunjukkan bahwa pasar tiang beton untuk instalasi listrik memiliki nilai pasar yang sangat
signifikan dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Selain itu, dengan adanya kebijakan pemerintah yang fokus pada penguatan infrastruktur
listrik dan percepatan program elecrrification di daerah terisolasi, potensi pasar ini
diperkirakan akan terus berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan. Terlebih lagi,
adanya dukungan untuk penggunaan material yang lebih ramah lingkungan dan efisien
membuat beton pracetak tiang listrik menjadi pilihan utama bagi PLN dan kontraktor yang
terlibat dalam proyek kelistrikan di seluruh Indonesia.

Perbedaan Kegiatan Usaha

Sesuai dengan kegiatan usaha saat ini WTON bergerak dalam bidang usaha perdagangan dan
industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain yang terkait yang meliputi:

|, Melakukan Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi
seturuh produk-produk beton, antara lain:
a. Industri Barang dari Semen dan Kapur untuk Konstruksi.
b. Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang,
€. Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung.
d. Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan.
€. Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang tahap api,
2. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi dalam
bidang usaha sipil, elektrikal dan postensioning.
3, Melakukan Perencanaan, Produksi dan Penjualan produk/komponen bahan bangunan.
4. Melakukan usaha impor dan ekspor yang terkait dengan kegiatan tersebut di atas.

Sedangkan untuk rencana penambahan kegiatan usaha WTON, pasar yang akan dijajaki
adalah Instalasi Listrik. Tentang spesitkasi tersebut akan lebih detail penjelasanya pada aspck
teknis.

Perbedaan mendasar antara kegiatan usaha WTON saat ini dengan rencana penambahan
kegiatan usaha yaitu saat ini memberikan usaha jasa Perencanaan, Produksi, Penjualan,
Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi seluruh produk-produk beton selain yang terkait
instalasi listrik maka, terhadap rencana penambahan kegiatan proses Perencanaan, Produksi,
Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi seluruh produk-produk beton termasuk
terkait instalasi akan ditambahkan serta positifnya memberikan tambahan bagi peningkatan
pendapatan bagi WTON.

Kesimpulan

Peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi listrik di Indonesia
memiliki prospek yang sangat baik. Potensi ekonomi dari infrastruktur kelistrikan yang dapat
dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai
nilai signifikan. Potensi ini mencakup permintaan untuk tiang beton yang digunakan dalam
pembangunan jaringan distribusi listrik, yang jumlahnya sangat besar seiring dengan

Ruwimess Vatatyen Umat
s7 Jakarta
Page 75 OCR 0.939
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

berkembangnya proyek-proyek kelistrikan di seluruh penjuru Indonesia. Potensi pasar tiang
beton untuk instalasi listrik diperkirakan mencapai miliaran rupiah per tahun, mengingat
kebutuhan akan tiang beton berkualitas tinggi untuk mendukung distribusi listrik yang stabil.
Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan sektor kelistrikan melalui program pembangunan
infrastruktur energi, yang mencakup pengembangan sistem distribusi listrik di seluruh
wilayah, termasuk daerah terpencil dan kawasan indusiri.

Industri beton pracetak di Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang
signifikan dan prospektif, didorong oleh tingginya permintaan dalam negeri terhadap
infrastruktur serta dukungan kuat dari kebijakan pemerintah, Proyek-proyek besar seperti
pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), jalan tol Trans-Jawa, MRT Jakarta, serta program
elektrifikasi oleh PLN menjadi pendorong utama meningkatnya konsumsi produk pracetak
seperti tiang listrik, balok jembatan, dan panel dinding. Subsektor ini mencerminkan
stabilitas dan keberlanjutan yang tinggi. Indonesia juga menguasai 60-7096 pasar konstruksi
di ASEAN dan menjadi pasar terbesar di kawasan, meskipun saat ini masih berada di posisi
keempat produsen beton pracetak di Asia Tenggara setelah Thailand, Malaysia, dan Victnam.

Peningkatan kapasitas produksi dan distribusi diiringi dengan adopsi teknologi baru seperti
Ican construction, precast 3D printing, serta penggunaan beton ramah lingkungan yang
memperkuat daya saing industri nasional. Perusahaan seperti WIKA Beton dan WSBP telah
mulai mengadopsi sistem automasi dan PLTS untuk efisiensi cnergi dan pengurangan cmisi
karbon. Dukungan regulasi, terutama kewajiban penggunaan produk dalam negeri melalui
Permen PUPR No, 12/2021, memperkuat daya saing lokal dan memangkas ketergantungan
terhadap impor. Dengan proyeksi nilai pasar beton pracetak yang mencapai USD 15,8 miliar
pada 2030 dan CAGR sebesar 25,995 (Grand View Research), industri ini berpeluang besar
untuk tumbuh menjadi salah satu pemain utama dalam pasar konstruksi global, sekaligus
menjadi pilar penting dalam percepatan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Dengan memperhatikan peluang besar di sektor kelistrikan dan pembangunan infrastruktur
energi Indonesia yang terus berkembang. serta perusahaan yang sudah memiliki pengalaman
dalam produksi dan penyediaan tiang beton untuk instalasi listrik, maka rencana untuk
memperluas usaha dalam aspck pasar beton pracetak tiang beton ini sangat layak dan
menjanjikan. Mengingat kebutuhan yang terus meningkat untuk memperkuat jaringan
kelistrikan, terutama di wilayah yang sedang berkembang, sektor ini memberikan peluang
pasar yang sangat potensial bagi perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan
infrastruktur yang berkelanjutan.

WTON memiliki keunggulan kompetitif kuat dibandingkan pesaingnya, yaitu kapasitas
produksi besar, sebaran pabrik strategis dari Sumatera hingga Sulawesi, kedekatan dengan
sumber bahan baku, kualitas produk yang terjamin. Strategi pemasaran WTON yang
mengandalkan diversifikasi produk beton inovatif (seperti beton self-healing), pemanfaatan
teknologi digital dan otomasi, kolaborasi dengan pengembang infrastruktur, serta ekspansi
ke pasar internasional, memperbesar peluang perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar
beton pracetak domestik dan regional,

Penambahan kegiatan usaha untuk meliputi perencanaan, produksi, pemasangan, dan
pelaksanaan instalasi listrik merupakan langkah strategis yang logis dan selaras dengan
penguatan core business. Perbedaan antara usaha eksisting WTON dan rencana ekspansi baru

Kesimess Vataagen Unit
Page 76 OCR 0.923
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

ini justru akan melengkapi portofolio layanan, memperluas pasar, dan membuka sumber
pendapatan tambahan di sektor kelistrikan nasional.

Dengan melihat peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi
listrik di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik, serta WTON sudah mempunyai
pengalaman dalam hal mengelola atau memberikan jasa pada pihak ketiga, dimana hal ini
memberikan manfaat dan kontribusi yang positif bagi WTON maka rencana penambahan
kegiatan usaha secara aspek pasar Layak.

s9 Kesincas Vataaran Pad
Page 77 OCR 0.792
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

5. ASPEK TEKNIS
5.1. Rencana Perusahaan

Pelaksanaan Konstruksi seluruh produk-produk beton yang terkait instalasi listrik akan
dilakukan secara mandiri di masing-masing pabrik produk beton WTON, Implementasi
pengembangan usaha tersebut mencakup kegiatan pembangunan, pemasangan,
pemeliharaan, pembangunan kembali instalasi listrik pada pembangkit, transmisi, gardu
induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu daya, dan instalasi listrik pada bangunan gedung
baik untuk hunian maupun non hunian seperti pemasangan dan pemelihatan instalasi listrik
pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api dan lapangan udara.

Figur 35. Alur Produksi Tiang Beton Listrik

Pertesian Materai Bes Can
Komponen Lannya
Tata
Otot »
”
Perungan Perbesar
93
Pertagan Tulangan
» 1
Peruangan Beton Serda uh
Perumgan Cetakan
0
Penarikan (Terevorba
Se Se as
Perwaran POOA (
(SoWoagh
Page 78 OCR 0.861
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Menumpuk d Lokasi
(Serah Terena Produk)

Sumber: Rencana Mutu Produksi Tiang Beton PT Wijaya Karya Beton Tbk

5.2 Rencana Pembangunan Jalur Produksi
5.21. Lokasi Penambahan Kegiatan Usaha
Lokasi Kegiatan usaha Perseroan dilakukan di beberapa titik lokasi pabrik produk beton
(PPB):
| PPB Sumatera Utara
Jl. Raya Binjai Km. 15,5 No, | Desa Diski, Kecamatan Deli Serdang, Medan. Titik
koordinat terletak di antara 336'05.6”N dan 98”44'38.2” dengan luas arca pabrik 5.0
Ha.

2. PPB Lampung
Jl. Raya Tegineneng Km. 34,5 Desa Bumi Agung, Kec, Tegineneng, Lampung. Titik
koordinat terletak di antara $”08”40.6”S dan 105914" 18,8”E dengan luas area pabrik
6.1 Ha,

3. PPB Bogor
Jl. Raya Narogong Km. 26, Kec. Cileungsi, Bogor. Titik koordinat terletak di antara
6027104.3"S dan 106?55'30.2"E dengan luas area pabrik 13.2 Ha.

Business Vataanon Unit
6! Jokurta
Page 79 OCR 0.871
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

4. PPB Majalengka
Jl, Raya Burujul Kulon Tromol Pos 02 Kec. Jatiwangi, Kab. Majalengka, Jawa Barat.
Titik koordinat terletak di antara 644"19.8"S dan 108”14”19.9E dengan luas area
pabrik 6.5 Ha.

S. PPB Pasuruan
Jl. Raya Kejapanan No. 323 Kece. Gempol, Pasuruan. Titik koordinat terletak di antara
733'45.1”$ dan 112”41”19.5"E dengan luas area pabrik 12.9 Ha,

6. PPB Sulawesi Selatan
JI. Kima Raya II Kav. S/4-5-6 Kawasan Industri Makassar, Makassar, Titik koordinat
terletak di antara 5”06"04.0"S dan 119”30”26.0"E dengan luas arca pabrik 10.8 Ha.

5.1.2, Kebutuhan Aset Bangunan, Prasarana dan Peralatan

Berdasarkan informasi manajemen WTON Untuk rencana penambahan kegiatan usaha
WTON maka, membutuhkan alat-alat dan peralatan sebagai penunjang kegiatan
operasionalnya. Salah satu unsur utama dari kegiatan usaha adalah jalur produksi di pabrik
beserta prasarana dan peralatan produksi pendukung. Aset tersebut berada di 6 (enam) lokasi
pabrik di Indonesia. Berikut adalah rincian aset untuk rencana penambahan kegiatan usaha:

Figur 36, Rincian Kebutuhan Aset Bangunan, Prasarana, dan Peralatan Penambahan

Bangunan

|| Bangunan Pabrik 6 4.901.400.000 29.408 400.000
2 | Ruang Workshop 6 624.339.960 3.746.039.760
Prasarana -
| | Pondasi dan Dudukan Mesin/Alat 6 1.117.944.036 6.707.664.336
2 | Bak Uap 6 247.381.677 1.484.290.062
3 | Bak Limbah 6 836.937.608 5.021.625.648
4 | Ruang & Instalasi Genset 6 336.921.554 2.021.529.324
5 | Jembatan Timbang 6 162.645.519 915.873.114
Peralatan -
|| Peratalatan Produksi 6 7.638.400.000 45.830.00.000
2 | Peralatan Penunjang Produksi 6 448.400.000 2.690.400.000
Peralatan Laboratorium, Pengukuran
3 dan P Hanan 6 367.117.904 2.202.707.424
4 | Cetakan 340 72.662.810 39.237 928.200
Total Investasi 139.326.857.868

Sumber: Manajemen WTON

Total biaya investasi untuk pengadaan aset sebesar Rp139.326.857.868,- (Seratus Tiga Puluh
Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu
Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah) di 6 (enam) lokasi pabrik yang bersumber dari

Rusiness Vataatyan Unit
Page 80 OCR 0.926
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

kas dan setara kas Perseroan. Keseluruhan pembuatan jalur produksi dan pengadaan
prasarana, serta peralatan merupakan peralatan yang sudah dimiliki oleh WTON.

5.23. Spesifikasi Teknis Tiang Beton

Produk Tiang Beton Pratekan memiliki berbagai macam tipe diantaranya seperti Tiang
Listrik Distribusi, Tiang Listrik Transmisi, Tiang Telepon, Tiang Lampu dan Tiang Listrik
Jalan Rel.

Produk tiang beton yang diproduksi dengan metode Spinning dengan memanfaatkan gaya
sentrifugal ini merupakan generasi terakhir dalam pengembangan Tiang Listrik di Indonesia,
dari tiang kayu, tiang baja dan tiang beton persegi, kemudian diperkenalkan tiang beton
pratekan. Tiang jenis ini diproduksi untuk jaringan distribusi listrik tegangan tendah,
tegangan menengah, dan tegangan tinggi, dan untuk memudahkan penanganan di daerah
terpencil serta tiang Wika Beton juga diproduksi secara segmental.

Figur 37. Gambar Produk Tiang Beton

Sumber: Manajemen WTON

63 Resimcas ena
Page 81 OCR 0.834
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 38. Contoh Produk Tiang Beton dengan Spesifikasi Tertentu

SPESIFIKASI TEKNIK TIANG LISTRIK BETON "IN"
TIANG 9 M (200 dAN)

Tiang Listrik Beton 9 m (200 dAN):
# Kekuatan Tiang (200 dAN)j Test Report PT. PLN —LMK j 1066.BTND.330A.2012
Tinggi Tiang (9 m):
Diameter Atas (157mMmm
Tebal Atas (40 mm):
Diameter Bawah (280 mm ):
Tebal Bawah (50 mm):

an

Concnete Pole TrPe
#-.00..w

|

Sumber: Manajemen WTON

Ada pun untuk spesifikasi bahan baku standar untuk pengadaan Tiang Beton untuk PLN
adalah sebagai berikut :

» Semen : SNI 2049: 2015
0 Agregat : SNI 8324: 2016
# Besi PC Wire : SNI 1155: 2016
# Besi PC Bar : SNI 7701: 2016
# Besi Spiral :JIS G 3532:2013

Business Valnation Unit
64 lakarta
Page 82 OCR 0.867
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Sedangkan, spesifikasi standar desain untuk pengadaan Tiang Beton untuk PLN mengacu
kepada :

#  SPLN D3.019-2.2021

» SNI 2847: 2019

#  ACI318-2008

Untuk pengawasan mutu dan hasil proses produksi dari Tiang Beton, WTON memiliki
rencana mutu Perusahaan yang mengacu kepada prosedur Perseroan WB-OMS-OP-01 sesuai
dengan perubahan versi dari ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015.

5.3 Teknis Pelaksanaan Produksi Tiang Beton

Figur 39. Alur Produksi Tiang Beton

Sumber: Manajemen WTON

Business Val: ti
6s pa
Page 83 OCR 0.899
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Produksi tiang beton didahului dengan mempersiapkan cetakan beton yang umumnya terbuat
dari bahan baja, kayu, atau fiberglass. Umumnya beton tak bertulang sudah kuat terhadap
tekanan, akan tetapi lemah terhadap gaya tarik. Oleh karena itu, dibutuhkan proses
penulangan dengan memberikan tulang besi didalam alat cetak beton.

Proses selanjutnya adalah melakukan pengecoran dengan menuangkan beton yang masih cair
ke dalam cetakan yang sebelumnya telah dipasangi tulang besi. Setelah proses pengecoran
selesai, maka akan dilakukan stressing yang merupakan proses penarikan kabel tendon yang
ada di dalam tiang beton untuk menjadikannya sebagai beton prategang, Pemberian tegangan
pada kabel tendon (strexssing) dapat dilakukan dengan dua sistem, yaitu pre-tensioning dan
post-tensioning. Pre-tensioning adalah prinsip penegangan yang dilakukan sebelum tendon
dicor atau sebelum beton mengeras diberi gaya prategang, Sedangkan por-tensioning adalah
prinsip pencgangan yang dilakukan dengan kondisi beton terlebih dahulu dicor dan dibiarkan
mengeras sebelum diberi gaya prategang.

Tahap terakhir dalam produksi tiang beton adalah melakukan pemadatan menggunakan
metode pemadatan putar (spinning) yaitu dilakukan dengan cara memasukan adukan beton
kedalam cetakan baja yang berputar secara horizontal dengan kecepatan tinggi pada alas
pemutaran, shingga proses pemadatan beton terjadi akibat adanya getaran dan gaya
sentrifugal. Atau menggunakan metode mnon-putar intemal vibrator, yaitu dengan
menggetarkan adukan beton dari dalam cetakan, atau menggunakan eksternal vibrator
dengan menggetarkan cetakan yang telah terisi adukan beton dari luar,

54 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

Dalam pelaksanaan penambahan kegiatan usaha, WTON membutuhkan sumber daya 24
orang pengawas (4 orang untuk 2 jalur produksi di setiap lokasi pabrik) untuk 6 lokasi pabrik
dan 318 orang operator (53 orang untuk 2 jalur produksi di satu lokasi pabrik), dimana 24
orang menggunakan sumber daya yang sudah ada, dan selanjutkan melakukan mitra kerja
dengan jumlah sebanyak 318 orang dengan kualifikasi sesuai standar kerja yang diperlukan
untuk penambahan kegiatan usaha. Adapun staff ahli dalam penambahan kegiatan usaha ini
adalah sebagai berikut:

Esa 40. Ketersediaan Sumber Laga Ahli

Ahli Elektrikal Konstruksi Bangunan Gedung

| 1 Safriadi Kepala Seksi Produksi

2 | dewan Setiawan Abli Madya 1

3. | Meru Permana Abli Muda Engineering - Peralatan
Abi KI Lastik

U.| Angga Putra Pratama Asisten Kepala Seksi Peralatan

2 | Krismanto Eka Widoda Staf Muda 1 Teknik dan Oualty Control

3 | Abdul Aziz Staf Juru 1 Peralatan

4 | Muhammad Faris Sirojul Munir Asisten Kepala Seksi Peralatan

$ 1 Mohamad Sulswanto. Kepala Seksi Peralatan

Rusiness Vataatyan Unit
Page 84 OCR 0.862
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

ae Eren

Sumber: Manajemen WTON

Timeline Penambahan Kegiatan Usaha WTON
Figur 41. Timeline Penambahan i Usaha WTON

Direktur Utama WTON

Usulan Ke Pemegang Saham Utama WIKA perihal usulan 31 Jan 2028
Mayoritas penambahan KBLI 43211 Instalasi ki
Listrik untuk menyasar proyek
PLN.

Usulan tersebut tidak berdampak
4 negatif terhadap bisnis WIKA Grup,
Analisa Subsidiary Management | (onlen tersebotjika tidak dijalankan |” Feb 2025

-

WIKA justru akan berdampak negatif ke
WIKA Grup.
Direksi WIKA memutuskan sepakat
SA Kionyanuduateislilan untuk menyetujui tesulan dari 10 Mar 2025
WTON.
Melakukan pencarian untuk
4 | Proses Penunjukan dan Pernilihan | enunjukan KJPP terkait FS Mar - Apr 2025
penambahan KBLI
Proses laporan Kajian FS oleh
S | KIPP Guntur Eki Andri dan Penyusunan laporan kajian FS Apr - Mei 2025
Rekan
Konsultasi Studi Kelayakan Final 6-20 Mei
6 | Finalisasi OIK dengan KJPP GEAR dan finalisasi 3028
laporan oleh Manajemen
Rencana Keberlanjutan

Rencana keberlanjutan WTON mengantisipasi kontraksi industri konstruksi di masa transisi
pemerintahan 2024-2025, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menetapkan strategi
keberlanjutan melalui program transformasi bisnis, penerapan Lean Organization, integrasi
SAP, dan penguatan budaya kerja berbasis nilai AKHLAK. Untuk meningkatkan efisiensi
dan memperbaiki struktur keuangan, WTON juga melakukan divestasi aset tidak produktif
serta mendorong inovasi produk beton pracetak.

Sebagai langkah ekspansi, WTON berencana menambahkan kembali KBLI 43211 guna
memenuhi persyaratan tender dan memperluas layanan ke sektor instalasi listrik. Strategi ini
menunjukkan kesiapan WTON untuk mempertahankan kepemimpinan pasar, memperkuat
posisi keuangan, dan membuka peluang pertumbuhan baru, sehingga mendukung
keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Rusiness Vataatyan Unit
Page 85 OCR 0.937
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

5.7.

Kesimpulan Aspek Teknis

(WTON) dinilai sangat siap dan layak untuk dilaksanakan. Kegiatan pengembangan akan
dilakukan secara mandiri di enam lokasi pabrik beton milik WTON yang tersebar strategis
di berbagai wilayah Indonesia, dengan dukungan infrastruktur dan lahan yang memadai,
Investasi sebesar Rp139.326,857.868,- (Seratus Tiga Puluh Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua
Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu Delapan Ratus Enam Puluh Delapan
Rupiah) dialokasikan untuk pembangunan fasilitas produksi, prasarana pendukung, dan
pengadaan peralatan produksi serta laboratorium, seluruhnya berasal dari kas internal
perusahaan tanpa pembiayaan eksternal, Dari sisi produk, tiang beton listrik yang diproduksi
menggunakan metode spinning telah memenuhi standar mutu nasional dan internasional
seperti SNI, JIS, SPLN, dan dipastikan kualitasnya melalui sistem manajemen mutu berbasis
ISO 9001:2015. WTON juga telah menyiapkan sumber daya manusia yang mencukupi,
terdiri dari 24 pengawas internal dan 318 operator melalui mitra kerja, ditambah tenaga ahli
di bidang elektrikal dan keselamatan kerja. Selain itu, dengan penguatan di seluruh rantai
nilai, WTON memperluas cakupan bisnisnya dengan penyedia layanan konstruksi
kelistrikan. Dengan kesiapan infrastruktur, teknologi, sumber daya manusia, dan dukungan
finansial yang kuat, harapannya rencana ini dapat memperkokoh posisi WTON di industri
beton pracetak sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di sektor energi dan
infrastruktur nasional, sehingga rencana penambahan kegiatan usaha secara aspck teknis
Layak.

Rusiness Vataatyan Unit
Page 86 OCR 0.912
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Suudi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

6.
6

6.2,

ASPEK POLA BISNIS

Kegiatan Usaha Utama

Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan ialah bergerak
dalam bidang industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain yang terkait. Dalam
menjalankan kegiatan usahanya Perseroan didukung oleh tim manajemen yang telah
berpengalaman di bidangnya. Pada saat ini Perseroan melakukan kegiatan usaha
sebagai berikut.

3)

b)
ec)

d)

Melakukan Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan
Konstruksi seluruh produk-produk beton, antara lain:

a. Industri Barang dari Semen dan Kapur untuk Konstruksi,

b. Pemasangan Pondasi dan Tiang

6. Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung.

d. Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan,

€. Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang tahan api.

Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi
dalam bidang usaha sipil, elektrikal dan Post-tensioning.

Melakukan Perencanaan, Produksi dan Penjualan produk/komponen bahan

bangunan.
Melakukan usaha impor dan ckspor yang terkait dengan kegiatan tersebut di atas.

Kegiatan Usaha Penunjang

Selain kegiatan usaha utama, Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha penunjang
dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk:

Melakukan Usaha Industri dan Perdagangan Bahan Produksi Beton
a. Batu Hias dan Batu Bangunan (08101)

Mencakup usaha penggalian batu hias dan batu bangunan seperti batu -
Pualam atau marmer, batu andesit (batu gajah, base course), paras, obsidian,
dan granit. Termasuk disini kegiatan pemecahan, pemisahan dan
pembersihannya.

b. Penggalian Kerikil (sirtu) (08103)

Mencakup usaha penggalian, pembersihan dan pemisahan kerikil. Hasil dari
penggalian kerikil antara lain batu pasir, bongkah keras dan pasir kerikil,

€, Penggalian Pasir (08104)

Mencakup usaha penggalian, pembersihan dan pemisahan pasir. Hasil dari
penggalian pasir berupa pasir beton, pasir pasang (sedikit mengandung tanah),
pasir uruk (banyak mengandung tanah) dan lainnya.

d. Penggalian tanah dan tanah liat (OS 105)

Mencakup usaha penggalian tanah dan tanah liat. Kegiatan pembentukan,
penghancuran dan penggilingan yang tidak dapat dipisahkan secara
administratif dari usaha penggalian tanah dan tanah liat dimasukkan dalam

Kesimess Vataagen Unit

Tokurta
Page 87 OCR 0.887
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk

kaolin (ehina clay), ball clay (iring clay), abu bumi, serpih, dan tanah urug.

€. Penggalian batu, pasir, dan tanah liat lainnya (08109)
Mencakup usaha penggalian batu, pasiir dan tanah liat lainnya,

f. Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian lainnya (09900)
Kelompok ini mencakup jasa penunjang atas dasar balas jasa atau kontrak,
yang dibutuhkan dalam kegiatan pertambangan golongan pokok OS, 07, dan
08 seperti jasa eksplorasi misalnya dengan cara tradisional seperti mengambil
contoh bijih dan membuat observasi geologi, jasa pemompaan dan penyaluran
hasiil tambang dan jasa percobaan penggalian dan pengeboran ladang atau

sumur tambang.

€ Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang Tahan Api (23911)
dan semen tahan api, beton dan komposit sejenisnya yang tahan api seperti
alumina, silica dan basic.

h. Industri Semen (23941)
Mencakup usaha pembuatan macam-macam semen (semen hidrolik dan arang
atau kerak besi), seperti portland, natural, semen mengandung alumunium,
semen terak dan semen superfosfat dan jenis semen lainnya.

1 Industri Mortar atau Beton Siap Pakai (23957)
Mencakup usaha pembuatan mortar atau beton siap pakai (ready mixed and
dry mixed concrete and mortar).

j- Industri Barang dari Batu untuk Keperluan Rumah Tangga, Pajangan, dan
Bahan Bangunan /23963)
Mencakup usaha pembuatan macam-macam barang dari batu untuk keperluan
5 webnya tan tan Na Tn Ben Da sen nnaa
Iu.

k. Perdagangan Besar Alat Transportasi Darat (bukan mobil, sepeda motor, dan
sejenisnya), suku cadang dan Layaou gas mdi 146593)
Mencakup usaha perdagangan besar macam-macam alat transportasi darat,
bermotor ataupun tidak bermotor (bukan mobil, sepeda motor, dan
sejenisnya), termasuk usaha perdagangan besar macam-macam suku cadang
dan perlengkapannya.

IL Perdagangan Besar atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak (46100)
Mencakup usaha agen yang menerima komisi, perantara (makelar),
pelelangan, dan pedagang besar lainnya yang memperdagangkan barang-
barang di dalam negeri, luar negeri atas nama pihak lain, Kegiatannya antara
lain agen komisi, broker barang dan seluruh perdagangan besar lainnya yang
menjual atas nama dan tanggungan pihak lain: kegiatan yang terlibat dalam
penjualan dan pembelian bersama atau melakukan transaksi atas nama
perusahaan, termasuk melalui internet, dan agen yang terlibat dalam

Revimess Vatastyen Umat
70 Jakarta
Page 88 OCR 0.910
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

perdagangan seperti bahan baku pertanian, binatang hidup: bahan baku tekstil
dan barang setengah jadi: bahan bakar, bijih-bijihan, logam dan industri kimis,
termasuk pupuk: makanan, minuman dan tembakau: tekstil, pakaian, bulu,
alas kaki dan barang dari kulit: kayu-kayuan dan bahan bangunan, mesin,
termasuk mesin kantor dam komputer, perlengkapann industri, kapal, pesawat,
perdagangan besar rumah pelelangan: agen komisi zat radioaktif dan
pembangkit radiasi pengion. Termasuk penyelenggara pasar lelang
komoditas, Tidak termasuk kegiatan perdagangan besar mobil dan sepeda
motor, dimasukan dalam golongan 451 s.d. 454.

m. Perdagangan Besar Semen, Kapur, Pasir dan Batu (46634)
Mencakup usaha perdagangan besar semen, kapur, pasir, dan batu untuk
bahan konstruksi, seperti semen Portland putih, semen Portland abu-abu,
semen posolan kapur, semen Portland posolan, kapur tohor, kapur tembok,
pasir, kerikil, koral, batu, batu pecahan, batu lempengan, batu pualam dan
kubus mosaic.

n. Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (46638)
Mencakup usaha perdagangan besar macam-macam material bangunan,
seperti semen, pasir, paku, cat dan lain-lain.

0. Perdagangan Besar Mineral Bukan Logam (46641)
Mencakup usaha perdangan besar mineral bukan logam seperti intan,
komrundum, grafit, arsen, pasir Ikcuarsa, fluorspar, kriolit, yodium, brom,
klor, belerang, fosfat, balit, asbes, talk, mika, magnesit, yarosit, oker, fluorit,
ball clay, zeolit, kaolin, feldspar, bentonit, gipsum, dolomit, kalsit, rijjang,
pirofilit, Ikcuarsit, zirkon, wolastonit, tawas, batu Ikcuarsa, perlit, garam batu,
clay, dan batu gamping untuk semen.

P. Perdagangan Eceran Barang Logam untuk Bahan Konstruksi (47521)
Mencakup usaha perdagangan eceran khusus barang logam untuk bahan
konstruksi seperti baja tulangan, baja profil, pelat baja, dan baja lembaran,
pipa besi'baja, kawat tali, kawat nyamuk, paku, mur/baut, engsel, gerendel,
kunci, anak kunci, tangki air, menara air, rolling door, awning dan seng
lembaran.

4- Perdangan Eceran Semen, Kapur, Pasir dan Batu |47524)
Mencakup usaha perdagangan eceran khusus semen, kapur, pasir dan batu
untuk bahan konstruksi, seperti semen portland putih, semen portland abu-
abu, semen posolan kapur, semen portland posolan, kapur tohor, kapur
tembok, pasir, kerikil, koral, batu, batu pecahan, batu lempengan, batu pualany
dan kubus mosaik

Revimess Vatastyen Umi
1 Tekorta
Page 89 OCR 0.900
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk

2, Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi
dalam bidang usaha:

2 Konstruksi Gedung Hunian (41011)
Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dawutau pembangunan
kemballi bangunan yang dipakai untuk hunian, seperti rumah tinggal, rumah
tinggal sementara, rumah susun, apartemen dan kondominium, Termasuk
pembangunan gedung untuk hunian yang dikerjakan oleh perusahaan real
estat dengan tujuan untuk dijual dan kegiatan perubahan dan renovasi gedung
hunian.

b. Konstruksi Gedung Industri (41013)
Mencakup usaha enggan pemeliharaan, dan/atau pembangunan
perindustrian/pabrik, Ko Bae inner kerja, bangunan pabrik untuk
pengelolaan dan pemrosesan bahan nuklir. Termasuk kegiatan perubahan dan
renovasi gedung industri.

€. Konstruksi Gedung Kesehatan (41015)
Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan
kembali bangunan yang dipakai untuk sarana kesehatan, seperti rumah sakit,
poliklinik, puskesmas, balai pengobatan, gedung pelayanan kesehatan dan
gedung laboratorium. Termasuk kegiatan perubahan kesehatan dan gedung
laboratorium. Termasuk kegiatan perubahan dan renovasi gedung kesehatan,

d. Konstruksi Gedung Pendidikan (41016)
Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dawatau pembangunan
kembali bangunan yang dipakai untuk sarana pendidikan, seperti gedung
sekolah, tempat kursus, laboratorium dan bangunan penunjang pendidikan
lainnya. Teerrmasuk kegiatan perubahan dan renovasi Gedung pendidikan.

€. Konstruksi Gedung Tempat Hiburan dan Olahraga (41018)
Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dawatau pembangunan
kemballi bangunan yang dipakai untuk tempat hiburan, seperti bioskop,
gedung kebudayaani/kesetnhian, gedung wiisata dan rekreasi serta gedung
olahraga. Termasuk pembangunan gedung untuk tempat hiburan yang
dikerjakan oleh perusahaan real estat dengan tujuan untuk dijual dan kegiatan
perubahan dan renovasi gedung tempat hiburan dan olahraga.

£. Konstruksi Gedung Lainnya (41019)

Mencakcup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pem

kembali bangunan yang dipakai penggunaan selain dalam kelompok 41011
s.d. 41018, seperti tempat ibadah (masjid, gereja katolik, gereja Ikcristen,
pura, wiihara, kelenteng), gedung terminali/stasiun, balai yasa (kereta api),
bangunan monumental, gedung negara dan pemerriinttah pusati/daerah,
bangunan bandara, gedung hangar pesawat, gedung PKPPK (Pemadam
Kebakaran di Bandar Udara), gedung bersejarah, PKPPK (Pemadam
Kebakaran di Bandar Udara), gedung bersejarah, gedung penjara, gedung
balai pertemuan, gudang, gedung genset, rumah pompa, depo, gedung power

Page 90 OCR 0.918
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

house, gedung gandu listrik, gedung gardu sinyal, gedung tower, gedung
penyimpanan termasuk gedung yardu sinyal, gedung tower, gedung
penyimpanan termasuk penyimpanan bahan peledak dan lainnya. Termasuk
kegiatan perubahan dan renovasi gedung lainnya.

& Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Gedung (41020)
Mencakup kegiatan pemasangan bahan hasil produksi pabrik seperti beton
pracetak, baja, plastik, karet, dan hasil produksi pabrik lainnya dengan metode
pabrikasi, erection, dan/atau perakitan untuk bangunan gedung.

h. Konstruksi Bangunan Sipil Jalan (42101)
Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dam'atau pembangunan
kembali bangunan jalan (raya, sedang, dan kecil), jalan bebas hambatan/jalan
tol, dan jalan landasan terbang (pacu, taksi, dan parkir), dan lapangan
penyimpanan peti kemas (containers yard). Termasuk kegiatan penunjang
pembangunan, peningkatan, pemeliharaan konstruksi pagar/tembok penahan
jalan. Tidak termasuk jalan layang.

1, Konstruksi Bangunan Sipil Jembatan, Jalan Layang, Fly Over, dan Underpass
142102)
Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dam'atau pembangunan
kembali bangunan jembatan (termasuk jembatan rel), jalan layang, underpass,
dan fly over, Termasuk kegiatan pembangunan, peningkatan, pemeliharaan
penunjang, perlengkapan jembatan dan jalan layang. sii pagar/tembok,
penahan, drainase jalan, marka jalan, dan rambu-rambu.

j. Konstruksi Jalan Rel (42103)
Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dawatau pembangunan
kembali jalan rel. Seperti jalan rel untuk kereta api. Termasuk pekerjaan
pemasangan rel dan bantalan kereta api dan penimbunan kerikil (agregat kelas
Aj untuk badan jalan kereta api.

k. Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase (42201)
Mencakup usaha pembangunan pemeliharaan, dan/atau pembangunan
kembali bangunan jaringan saluran air irigasi dan jaringan drainase.

IL Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (42202)
Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dam'atau pembangunan
kemballi bangunan penyadap dan penyalur air baku, bangunan pengolahan air
baku, bangunan pengolahan air minum, bangunan Menara air minum,
reservoir air minum, jaringan pipa/penyalur distribusi air bersih, tangka air
minum dan bangunan pelengkap air minum lainnya.

m. Konstruksi Bangunan Sipil Prasarana dan Sarana Sistem Pengolahan Limbah
Padat, Cair dan Gas (42203)
Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan dan/atau pembangunan
kembali bangunan penyadap dan penyalur air baku, bangunan pengolahan air
baku, bangunan pengolahan air minum, bangunan menara air minum,

Page 91 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

reservoir air minum, jaringan pipw/penyalur distribusi air bersih, tangka air
minum dan bangunan pelengkap air minum lainnya,

n. Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (42204)
Mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan
kembali bangunan sipil elektrikal seperti bangunan sipil pembangkit,
transmisi, distribusi dan instalasi pemanfaatan tenaga listrik, jaringan pipa
listrik lokal dan jarak jauh termasuk pembangunan gardu induk dan
pemasangan tiang listrik dan menara.

0. Konstruksi Bangunan Sipil Telekomunikasi untuk Prasarana Transportasi
(42205)
Kelompok ini mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan, dan/atau
pembangunan kembali bangunan fasilittas telekomunikasi sarana bantu
navigasi laut, bangunan telekomunikasi navigasi udara, bangunan sinyal dan
telekomunikasi kereta api, termasuk bangunan menara'tiang/ pipa/antena dan
bangunan sejenisnya.

Pp. Konstruksi Jaringan Irigasi, Komunikasi dan Limbah Lainnya (42209)
Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan dan/atau
kembali bangunan konstruksi lainnya yang belum tercakup dalam kelompok
42201 s.d, 42207, Termasuk penataan dan lingkungan, prasarana kawasan
pemukiman, industri, rumah sakit dan lain-lain.

g- Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olah Raga (42918)
kemballi bangunan fasilitas olah raga seperti bangunan stadion, olah raga
lapangan (sepak bola, baseball, rugby, liinttasan balap mobil dan motor),
lapangan basket, hockey, lapangan tenis, lapangan golf, kolam renang
termasung kolam renang berdinding baja galvanized stainless steel standar
Olympic, lintasan atlctik, lapangan panahan, gelanggang olahraga dan lain-
lain

r. Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya Yidl (42919)

Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan bangunan sipil
lainnya yang belum tercakup dalam kelompok 42911 s.d, 42918, seperti
lapangan parkir dan sarana lingkungan pemukiman (di luar gedung) lainnya.
Kelompok ini mencakup pembagian lahan dengan pengembangannya
(misalnya penambahan jalan, prasarana umum dan lain-lain). Termasuk
pengadaan dan pelaksanaan konstruksi fasilitas seperti yang memproduksi
mikroprosesor, chip silikon dan wafer, milkcrosirkuit, dan semikonduktor,
pengadaan dan pelaksanaan konstruksi pabrik pengolahan tekstil dan pakaian,
pengadaan dan pelaksanaan konstruksi pengolahan besi dan baja: dan/atau
pengadaann dan pelaksanaan konstruksi pabrik pengolahan lainnya.

8. Jasa Pekerjaan Konstruksi Pelindung Pantai (42922)

Mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan dan/atau pembangunan
Kembali bangunan pelindung pantai termasuk groin, breakwater, seawall,

14 "nan Untag
Page 92 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

artificial headland, beach nourishment, terumbu buatan dan pekerjaan lainnya
yang sejenis.

Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimua, Petrokimia,
Farmasi dan Industri Lainnya (42923)
Mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan dan/atau pembangunan
plastik dan pabrik pengolahan karet: pengolahan hasil agrokimia: pabrik
pengolahan kimia lainnya termasuk pabrik pengolahan produk farmasi dan

Uu, Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Ytdl (42929)
Mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan dan/atau pembangunan
kembali konstruksi khusus bangunan sipil lainnya yang belum tercakup dalam
kelompok 42921 s.d. 42924,

V. Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Sipil (42930)
Mencakup kegiatan pemasangan bahan hasil produksi pabrik seperti beton
pracetak, baja, plastik, karet dan hasil produksi pabrik lainnya dengan metode
pabrikasi, erection dan/atau perakitan untuk bangunan sipil.

w, Penyiapan Lahan (43120)

Mencakup usaha penyiapan lahan untuk kegiatan konstruksi yang berikutnya,
seperti pelaksanaan pembersihan dan pematangan lahan konstruksi,
penggalian parirt, pemindahan, penghancuran atau peledakan batu dan
sebagainya): pelaksanaan pekerjaan tanah dan/atau tanah berbatu, penggalian,
membuat kemiringan, perataan tanah dengan galian dan timbunan untuk
konstruksi jalan (raya, sedang, dan kecil), jalan bebas hambatan, jalan rel
kereta api, dan jalan landasan terbang (pacu, taksi, dan parkir), pabrik.
pembangkit, transmisi, gardu induk, dan distribusi tenaga listrik, fasilitas
produksi,serta bangunan gedung dan bangunan sipil lainnya: pemasangan,
pemindahan, dan perlindungan utilitas, tes/uji dengan sondir dan bor,
pemboran, ekstraksi material, dan penyelidikan lapangan'/pengambilan contoh
untuk keperluan konstruksi, geofisika, geologi atau keperluan konstruksi,
geofisika, geologi atau keperluan sejenis: dan penyiapan lahan untuk fasilitas

. Kegiatan penunjang penyiapan lahan sepert pemasangan
fasilitas alat bantu konstruksi (pemasangan sheet pile, papan nama proyek,
dan gorong-gorong untuk pemasangan kabel, pekerjaan pembuatan kantor,
basecamp, direksi kit, gudang, bengkel proyek), pengukuran kembali,
pembuatan/pengalihan jalan sementara, perbaikan dan pemeliharaan jalan
umum, dewatering/pengeringan, mobilisasi dan demobilisasi, dan pekerjaan

X. Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis (71102)
Mencakup kegiatan perancangan teknik, dan konsultansi, seperti permesinan,
pabrik dan proses industri, proyek yang melibatkan teknik sipil, teknik
hidrolik, teknik lalu lintas: jasa nasihat dan konsultansi rekayasa teknik, jasa
rekayasa konstruksi bangunan gedung hunian dan non hunian, jasa rekayasa
pekerjaan teknik sipil sumber daya air, jasa rekayasa untuk pekerjaan

Page 93 OCR 0.933
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk

mekanikal dalam bangunan, Jasa rekayasa bangunan fasilitas olahraga, jasa
konsultansi teknik lingkungan. j jasa konsultansi terkait konstruksi pekerjaan
sistem kendali tlalu lintas, jasa rekayasa konstruksi pembangkit jaringan
transmisi, gardu induk, dan distribusi tenaga listrik serta jasa rekayasa untuk
proses industrial, produksi dan fasilitas produksi, jasa rekayasa lainnya,
perluasan dan realisasi proyek yang berhubungan dengan teknik listrik dan
elektro, teknik pertambangan, teknik kimia, mekanik, teknik industri dan
teknik sistem dan teknik keamanan: proyek manajemen air, dan kegiatan
konstruksi, kegiatan perluasan proyek yang menggunakan AC, pendingin,
kebersihan dan teknik pengontrolan polusi, teknik akustik dan lain-lain:
kegiatan survei geofisika, geologi dan survei scismik atau gempa bumi
termasuk jasa pembuatan prospektus dan jasa interpretasi geologi dan
geofisika sektor konstruksi, kegiatan survei geodetik meliputi kegiatan survei
batas dan tanah, survei hidrologi, survei keadaan di atas dan di bawah
permukaan tanah dan kegiatan informasi spasial dan kartografi termasuk
kegiatan pemetaan dan jasa pembuatan peta. Termasuk jasa rekayasa
pekerjaan teknik sipil transportasi, jasa fasilitasi teknis prasarana dan sarana
umum sektor konstruksi.

Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa (72102)

Mencakup usaha penelitian dan pengembangan yang dilakukan secara teratur
(sistematik), yang diselenggarakan oleh swasta, berkaitan dengan teknologi
dan rekayasa (engincering). Kegiatan yang tercakup dalam kelompok ini
cabang ilmu pengetahuan termutama ilmu pengetahuan alam dan teknik.

3. Melakukan Usaha Reparasi, Pabrikasi, Instalasi/Pemasangan Mesin dan Peralatan
Konstruksi, seperti:

Instalasi Telekomunikasi (43212)

Mencakup kegiatan pemasangan instalasi telekomunikasi pada bangunan
Kelompok ini juga mencakcup kegiatan pemasangan, pemeliharaan dan
perbaikan instalasi telekomunikasi pada sentral telepowiitelegraf, stasiun
pemancar radar gelombang mikro, stasiun bumi kecil'stasiun satelit dan
sejenisnya. Termasuk kegiatan pemasangan transmisi dan jaringan
telekomunikasi dan instalasi telekomunikasi di bangunan gedung dan

Jasa Instalasi Konstruksi Navigasi Laut, Sungai, dan Udara (43214)
Mencakup kegiatan pemasangan dan perawatan konstruksi dan peralatan
terkait dengan sarana bantu navigasi tlaut, sungai dan udara, telekomunikasi
pelayaran'penerbangan, hidrografi dan meteorologi, alur perlintasan,
pemanduan, untuk kepentingan keselamatan pelayaran dan penerbangan.

Instalasi Sinyal dan Telekomunikasi Kereta Api (43215)
Kelompok ini mencakup pemasangan, pemeliharaan dan perbaikan instalasi
sinyal dan telekomunikasi kereta api.

Rusiness Vataatyan Unit

76

Tokurta
Page 94 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

d. Instalasi Sinyal dan Rambu-Rambu Jalan Raya (43216)
Mencakup kegiatan pemasangan, pemeliharaan dan perbaikan instalasi sinyal
dan rambu-rambu jalan raya. Termasuk pemasangan perlengkapan jalan
dan/atau rambu jalan, marka jalan, marka jembatan, termasuk reflector,
deliniator, papan penunjuk jalan, patok pengarah, patok kilometer, patok
hektometer, kerb pracetak, median beton, guardrail, dan perlengkapan lainnya
yang sejenis.

€, Instalasi Konstruksi Lainnya ytdl (43299)
pemasangan, pemeliharaan dan perbaikan instalasi bangunan sipil lainnya
yang belum tercakup dalam kelompok 43291 s.d. 43294. Termasuk
pemasangan dan pemeliharaan instalasi fasilitas pertambangan dan
manufaktur seperti loading and discharging stations, winding shafts, chemical
plants, iron foundaries, blast furnaces dan coke oven, pemasangan instalasi
sistem pengolahan dan peralatan pemurnian air laut, air payau, air tawar
menjadi air murni pada pembangkit listrik.

£. Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901)
Mencakup kegiatan khusus pemasangan berbagai pondasi dan tiang pancang
termasuk pengecoran beton dan pembesian pondasi untuk gedung,
jalan/jembatan, bangunan pengairan, dermaga, bangunan lepas pantai dan
sejenisnya sebagai bagian dari pekerjaan yang tercakup dalam konstruksi
gedung hunian dan non hunian serta bangunan sipil lainnya.

& Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (43905)
Mencakup usaha penyewaan alat atau mesin konstruksi dan perlengkapannya
dengan operator. Termasuk penyewaan alat produksi dan operasional minyak,
gas, petrokimia, panas bumi, komunikasi seperrti SCADA (Supervisary
Control and Data Acguisition), dan penyewaan derek.

h. Konstruksi Khusus Lainnya Ytdl (43909)

Mencakup kegiatan konstruksi khusus lainnya yang belum diklasifikasikan
dalam kelompok 43W1 sd. 43905 yang memerlukan keahlian atau
perlengkapan khusus, seperti kegiatan pengerjaan penahan lembab dan air,
dehumidifikasi (pelembaban) bangunan, shaft sinking, pemasangan cerobong
asap dan oven untuk keperluan industri dan pekerjaan yang memerlukan
keahlian memanjat dan penggunaan perlengkapan yang berkaitan, misalnya
bekerja pada gedung-gedung yang tinggi. Termasuk pekerjaan di bawah
permukaan tanah, pekerjaan lapis perkerasan beton: pekerjaan perkerasan
aspul, pekerjaan perkerasan berbutir, pekerjaan konstruksi pengeboran dan-
injeksi semen bertekanan, pekerjaan beton struktur, pekerjaan konstruksi
beton pascatarik (post tensioned): pekerjaan konstruksi kedap air pada tangki
penyimpanan sir, minyak, gas, dan lainnya yang sejenis: serta pemasangan
konstruksi tahan api (tanur, anneling, flare, incenerator) untuk bangunan
gedung hunian dan non hunian serta bangunan sipil lainnya.

Page 95 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Jasa Pengujian Laboratorium (71202)

Mencakup kegiatan uji fisik, kimia, biologi, kelistrikan, mekanik dan analisis
lainnya danri semua jenis material dan produk yang mencakup kegiatan
pengujian di bidang kesehatan makanan, termasuk uji penyakit hewan dan
kontrol yang berhubungan dengan produksi makanan, uji austik dan vibrasi
(getar), uji komposisi dan kemurnian mineral dan sebagainya, uji karakteristik
fisik dan kinerja material seperti kekuatan, ketebalan, daya tahan, radioaktif
dan lain-lain, uji kualifikasi dan ketahanan, uji kinerja dari mesin keseluruhan
seperti motor, automobil, perlengkapan elektronik, pengujian perangkat
telekomunikasi, pengujian laboratorium sector konstruksi, dan lain-lain,
analisis kegagalan, uji dan pengukuran indikator lingkungan seperti polusi
Udara dan air, uji dengan menggunakan model atau maket sseperti pesawat
terbang, kapal, bendungan dan lain-lain. Termasuk kegiatan operasional
gudang.

Jasa Inspeksi Teknik Instalasi (71204)
Mencakup kegiatan pemeriksaan suatu desain instalasi dan proses instalasi,

misalnya pemeriksaan instalasi tenaga listrik, dan instalasi misalnya
pemeriksaan instalasi tenaga listrik, dan instalasi lainnya.

4. Melakukan Usaha Penyewaan dan Penyediaan Jasa Dalam Bidang Peralatan
Konstruksi, seperti:

2. Pemasangan Perancah (Steiger) (43902)

Mencakup kegiatan khusus pemasangan perancalvsteiger pada bangunan
gedung, jalan/jembatan, bangunan pengairan, dermaga dan sejenisnya,

Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan
Peralatan Konstruksi dan Teknik Sipil (77393)

Mencakup kegiatan penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi
(operational leasing) mesin dan peralatan konstruksi dan teknik sipil termasuk
perlengkapannya tanpa operatornya, seperti lori derek (cranelorries), tangga
dan panggung kerja (scaffold dan work platform) tidak termasuk pemasangan
dan pemancangannya dan sejenisnya.

S. Melakukan Perencanan, Pelaksanaan, Pengelolaan, Penjualan, Pembelian Sewa
Menyewa dan Perdagangan Jasa Ekspedisi/Usaha Angkutan Darat dan Laut,

& Angkutan Bermotor untuk Barang Umum (49431)

Mencakup operasional angkutan barang dengan kendaraan bermotor dan
dapat mengangkut lebih dari satu jenis barang, seperti angkutan dengan truk.
pick up, bak terbuka dan bak tertutup (box).

Angkutan Bermotor untuk Barang Khusus (49432)

Mencakup operasional angkutan barang dengan kendaraan bermotor untuk
barang yang secara khusus mengangkut satu jenis barang, seperti angkutan
bahan bakar minyak, minyak bumi, hasil olahan, LPG, LNG dan CNG,

7

Rusimess Vataatyan Unit

Tokurta
Page 96 OCR 0.930
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

angkutan barang berbahaya, limbah bahan berbahaya dan beracun, angkutan
barang alat-alat berat, angkutan peti- kemas, angkutan tumbuhan hidup,
angkutan hewan hidup dan penganglkcutan kendaraan bermotor.

€, Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum (50131)
Mencakup usaha pengangkutan barang umum melalui laut dengan
menggunakan kapal laut antar pelabuhan dalam negeri dengan melayari trayek
secara tetap dan teratur (liner) dengan berjadwal, atau trayek tidak tetap dan
tidak teratur (tramper). Termasuk usaha persewaan angkutan laut berikut
operatornya.

d. Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Khusus (50133)
Kelompok ini mencakup usaha pengangkutan barang dengan menggunakan
kapal laut yang dirancang secara khusus untuk mengangkut suatu jenis barang
tertentu, seperti angkutan barang-berbahaya, limbah bahan berbahaya dan
beracun, bahan bakar minyak, minyak bumi, hasil olahan, LPG, LNG dan
CNG, ikan dan sejenisnya. Termasuk usaha persewaan angkutan laut berikut
Operatornya,

€. Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Umum dan atau Hewan (50221)
Mencakup usaha angkutan barang di sungai dan danau, dan barang yang
dianglkcut bisa lebih danrii satu jenis, kecuali barang berbahaya, barang
khusus atau alat berat.

f. Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Khusus (50222)

Mencakup usaha angkutan barang di sungai dan danau dengan kapal atau
perahu barang yang dimodifikasi secara khusus dan hanya mengangkut satu
jenis barang, termasuk kapal yang memenuhi persyaratan teknis/kelaikan,
sesuai dengan barang khusus yang diangkut dan diklasifikasikan sebagai
berikut, yaitu angkutan kayu gelondongan'logs, angkutan batangan
pipa'besi/rel, angkutan barang gelondongan'logs, angkutan batangan
pipa/besi/rel, angkutan barang curah, angkutan barang cair, angkutan barang
yang memerlukan fasilitas pendingin, angkutan peti keras, angkutan alat-alat
berat dan fasilitas pendingin, angkutan peti kemas, angkutan alat-alat berat
dan angkutan barang khusus lainnya.

& Angkutan Penyeberangan Umum Antar Provinsi untuk Barang (50224)
Mencakup usaha angkutan barang dari satu provinsi ke provinsi lain dengan
menggunakan kapal penyeberangan yang terikat dalam trayek.

h. Angkutan Penyeberangan Perintis Antar Provinsi untuk Barang (50225)
Mencakup usaha pengangkutan penyeberangan di laut, danau, selat dan teluk
amar provinsi untuk barang yang menghubungkan daerah daerah terpencil
serta daerah yang potensial namun belum berkembang serta belum
menguntungkan untuk dilayari secara komersial ke daerah-daerah yang telah
berkembang. Termasuk usaha persewaan angkutan penyeberangan berikut
operatornya.

Rusiness Vataatyan Unit
Page 97 OCR 0.926
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

1. Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut (52221)

Mencakup kegiatan usaha pelayanan kepelabuhan laut, yang berhubungan
dengan angkutan perairan untuk penumpang, hewan atau barang, seperti
pengoperasian fasilitas terminal misalnya pelabuhan dan dermaga, navigasi,
pemeriksaan barang muatan dalam kargo damatau peti kemas dengan
menggunakan sumber radiasi pengion (zat radioaktif dan pembaklit radiasi
pengion), pelayaran dan kegiatan berlabuh, jasa penambatan, jasa pemanduan
dan penundaan.

j. Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Penyeberangan (52223)

Mencakup kegiatan usaha penyelenggaraan pelabuhan penyeberangan.
Termasuk kegiatan yang berhubungan dengan angkutan perairan untuk
penumpang, hewan atau barang, seperti pengoperasian fasilitas terminal
misalnya pelabuhan dan dermaga, navigasi, pemeriksaan barang muatan
dalam kargo daw'atau peti kemas dengan menggunakan sumber radiasi
pengion (zat radioaktif dan pembakit radiasi pengion), pelayaran dan kegiatan
berlabuh, jasa penambatan, jasa pemanduan pelayaran dan kegiatan berlabuh,
jasa penambatan, jasa pemanduan, dan penundaan.

k. Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) (52291)
Mencakup usaha pengiriman dan atau pengepakan barang dalam volume
besar, melalui angkutan kereta api, angkutan darat, angkutan laut maupun
angkutan udara.

IL Aktivitas Ekspedisi Muatan Kereta Api dan Ekspedisi Angkutan Darat
(EMKA & EAD) (52292)
Mencakup usaha pengiriman dan atau pengepakan barang dalam volume
besar, baik yang diangkut melalui kereta api maupun alat-angkutan darat.

m. Aktivitas Ekspedisi Muatan Kapal (EMKL) (52293)
Mencakup usaha pengiriman dan atau pengepakan barang dalam
volumebesar, yang diangkut melalui angkutan laut,

6. Treatment dan Pembuangan Limbah Berbahaya (38220)

Mencakup usaha treatment dan pembuangan yang dikelola baik oleh pemerintah
dan swasta, seperti pembuangan dan treatment limbah padat atau limbah tidak
padat yang berbahaya serta limbah spesifik, mencakup bahan mudah meledak,
karsinogenik, korosiif atau bahan yang dapat menyebabkan infeksi dan substansi
dan preparat lainnya yang berbahaya untuk kesehatan manusia dan lingkungan.
Kegiatannya adalah usaha pengoperasian fasilitas untuk pembuangan limbah
berbahaya dan sampah spesifik, treatment dan pembuangan binatang hidup atau
mati yang beracun dan limbah terkontaminasi lainnya, pembakaran limbah
berbahaya, treatmen, pembuangan dan penyimpanan limbah radioaktif, seperti
treatment dan pembuangan limbah radioaktif transisi, mencakup peluruhan pada
masa/periode pembuangan limbah dan pembungkusan, penyiapan dan treatment
lainnya terhadap limbah radioaktif.

Kesimess Vataagen Unit
Page 98 OCR 0.923
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

7, Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (68111)

Mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real estat
baik yang dimiliki sendiri maupun disewa, seperti bangunan apartemen, bangunan
tempat tinggal dan bangunan bukan tempat tinggal (seperti tempat pameran,
fasilitas penyimpanan pribadi, mall, pusat perbelanjaan dan lainnya) serta
penyediaan rumah dan flat atau apartemen dengan atau tanpa perabotan untuk
digunakan secara permanen, baik dalam bulanan atau tahunan, Termasuk kegiatan
penyewaan ruang-ruang di gedung tersebut), pembagian real estat menjadi tanah
kapling tanpa pengembangan lahan dan pengoperasian kawasan tempat tinggal
untuk rumah yang bisa dipindah-pindah,

8. Aktivitas Kantor Pusat (70100)

Mencakup pengawasan dan pengelolaan unit-unit perusahaan yang lain atau
enterprise, pengusahaan strategi atau perencanaan organisasi dan pembuatan
keputusan dari peraturan perusahaan atau enterprise. Unit-unit dalam kelompok
ini melakukan control operasi pelaksanaan dan mengelola operasi unit-unit yang
berhubungan. Kegiatan yang termasuk dalam kelompok ini antara lain kantor
pusat, kantor administrasi pusat, kantor yang berbadan hukum, kantor distrtik dan
kantor wilayah dan kantor manajemen cabang.

9, Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Rekayasa
Lainnya (72109)
Mencakup usaha penelitian dan pengembangan yang dilakukan secara teratur
(sistematik), yang diselenggarakan oleh swasta, berkaitan dengan teknologi
(sistematik), yang diselenggarakan oleh swasta, berkaitan dengan teknologi dan
rekayasa (engineering) lainnya.

10. Penelitian Pasar (73201)
Mencakup usaha penelitian potensi pasar, penerimaan produk di pasar, kebiasaan
dan tingkah laku konsumen, dalam kaitannya dengan promosi penjualan dan
pengembangan produk baru.

6.3. Entitas Anak
6.3.1. PT Citra Lautan Teduh (“CLT”)

Pada tahun 1994, didirikanlah PT Citra Lautan Teduh (“CLT”) di Batam. Proses akuisisi
saham CLT oleh WTON dilakukan secara bertahap, dimulai dengan W6 pada tanggal 12
September 2014, dan meningkat menjadi 99,509 pada tanggal S Desember 2014. Sebagai
entitas anak Perseroan, CLT berfokus pada kegiatan pabrikasi tiang pancang beton putar pra-
tekan, yang juga dikenal sebagai pre-tensioned centrifugal precast concrete piles. Produk ini
merupakan salah satu jenis material tiang pancang yang sering digunakan dalam konstruksi
pondasi alam (depth foundation) untuk berbagai jenis bangunan, termasuk gedung,
pelabuhan, jembatan, tangki minyak, dan struktur lainnya. Hingga akhir tahun 2022,
kepemilikan saham Perseroan atas CLT mencapai 99,5”4, sementara 0,594 sisanya dimiliki
oleh Koperasi Karyawan Beton Makmur Wijaya.

Revimess Vatastyen Umi
81 Jakarta
Page 99 OCR 0.897
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Aktivitas Usaha

Seung positif CLT di tahuan 2024 didukung oleh kebijakan dan langkah strategis sebagai

Uut:

@ Mencari informasi terkait pasar, menetapkan pricing strategy dan pengkinian informasi
terkait kapasitas produksi.

& Memastikan fasilitas produksi dan lahan stoekyard, konsisten terhadap mutu dan K3,
dan memastikan ketersediaan material.

# Melakukan pengendalian atas biaya, selektif memilih mitra kerja, dan memitigasi
kemungkinan risiko,
Melakukan percepatan pencairan termin.
Memanfaatkan fasilitas kredit perbankan.

6.3.2. PT Wijaya Karya Komponen Beton (“WIKA BETON”)

Pada tahun 2012, Perseroan bersinergi dengan PT Komponindo Betonjaya (KOBE) untuk
membentuk PT Wijaya Karya Komponen Beton ("WIKA KOBE”). WIKA KOBE didirikan
sesuai dengan Anggaran Dasar yang berlaku guna mengantisipasi permintaan produk beton
dari berbagai proyek yang dibiayai oleh Pemerintah Jepang, termasuk proyek MRT di
Jakarta. Hingga akhir tahun 2023, WTON menguasai mayoritas saham WIKA KOBE, yaitu
sebanyak 5196, sementara 4994 sisanya dimiliki oleh PT Komponindo Beton Jaya.

Aktivitas Usaha

Performa positif WIKA KOBE di tahun 2024 didukung oleh kebijakan dan langkah strategis

@ Sinergi dengan Holding Company untuk perluasan pasar dalam rangka perolehan Omzet
Kontrak dan mendongkrak Omzet Penjualan:

»  Pengawalan terhadap proyek MRT Fase 2, untuk memastikan diperolehnya kontrak
proyek tunnel segment dan produk beton lainnya:

& Pengelolaan cush flow yang penuh kehati-hatian dan fokus pada pengeluaran yang
memberikan nilai tambah:
Memastikan kapasitas produksi tercapai maksimal,
Menjaga konsistensi mutu pelaksanaan produksi beton pracetak maupun proyck
konstruksi:
Pemilihan mitra kerja atau sub kontraktor yang andaldan berpengalaman, dan
Melakukan strategic partner dengan Holding Company dar atau perusahaan lain untuk
memperkuat dan memperluas jaringan bisnis.

Kesimess Vataagen Unit
Page 100 OCR 0.907
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

6.333. PT Wijaya Karya Krakatau Beton (“WIKA KRATON”)

Pada tahun 2013, WIKA Beton, PT Krakatau Engineering (bagian dari Krakatau Steel
Group) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk bekerjasama mendirikan joint venture yang
melahirkan PT Wijaya Karya Krakatau Beton (WIKA KRATON). Pada tanggal 12 April
2021, PT Krakatau Wajatama membeli saham PT Krakatau Engineering di WIKA KRATON
sebesar 306, selanjutnya pada tanggal 1 September 2021 PT Krakatau Wajatama secara
resmi mengubah nama perusahaannya menjadi PT Krakatau Baja Konstruksi. Hingga akhir
tahun 2024, Perseroan menguasai 60,00?6 saham WIKA KRATON, sementara PT Krakatau
Baja Konstruksi memiliki 30.0084 kepemilikan saham, dan WIKA memiliki 10.00?

Aktivitas Usaha

Performa positif WIKA KRATON di tahun 2024 didukung oleh kebijakan dan langkah

strategis sebagai berikut:

@  WIKA KRATON berfokus pada trading atau penjualan produk dengan pencapaian laba
yang tinggi:

@  WIKA KRATON selektif memilih proyek dengan risiko yang rendah untuk menjaga
keseimbangan cash /low Perusahaan, dan

« WIKA KRATON menggalakkan program cost reduction di berbagai Iii bisnis
Perusahaan,

6.34. PT Wijaya Karya Pracetak Gedung (“WPG”)

Pada tahun 2016, Perseroan menjalin kerja sama dengan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung
Tbk (“WEGE") untuk mendirikan PT Wijaya Karya Pracetak Gedung (“WPG") yang
berfokus pada industri, perdagangan, dan jasa pemasangan beton pracetak gedung,
komponen atau material gedung, perumahan, bangunan industri, dan pergudangan, baik di
dalam maupun di luar negeri, serta melakukan investasi,

Pada tahun 2022, Perseroan mengakuisisi saham WEGE sebesar 226 di WPG dengan nilai
pembelian sebesar Rp270 per saham dan jumlah saham sebanyak 10 juta lembar, senilai total
Rp2,7 miliar. Hingga akhir tahun 2024, Perseroan memiliki 51,0086 saham WPG, sedangkan
WEGE memegang sisanya sebanyak 49,004.

Aktivitas Usaha

taka WPG di tahun 2024 didukung oleh kebijakan dan langkah strategis sebagai berikut:
Melaksanakan project selection dan prajeet execution.
Menargetkan berbagai proyek precast building dan precast industrial,
Menargetkan berbagai proyek design build, gedung perbankan, gedung pendidikan,
dan gedung kesehatan,
Menerapkan sistem sentralisasi komersial dan keuangan.
Menyelesaikan piutang proyek, menjaga cash flow dalam kondisi sehat, dan
memperkuat modal kerja yang diperoleh dari perbankan.

Revimess Vatastyen Umat
83 Jakarta
Page 101 OCR 0.927
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

64.

6.5.

Penambahan Kegiatan Usaha

Sebagai bentuk penyelarasan fokus bidang usaha utama (core business) di WIKA Group
termasuk anak perusahaan. WTON melakukan penghapusan Kegiatan Usaha Instalasi
Listrik Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dengan kode KBLI 43211
dalam RUPST Tahun Buku 2022 tanggal 09 Mei 2023 sebagaimana termuat dalam Akta

Anggaran No. 09 tanggal 08 Juni 2023.

Pelaksanaan kegiatan usaha WTON berupa penjualan tiang listrik beton termasuk beberapa
tender pengadaannya dipersyaratkan untuk memiliki Surat izin Usaha Jasa Penunjang
Tenaga Listrik ("SIUJPTL”), yang dapat diproses apabila WTON memiliki KBLI kode
43211,

Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan adanya penambahan KBLI kode 43211 yang
mencakup kegiatan pembangunan, pemasangan, pemeliharaan, pembangunan kembali
instalasi listrik pada pembangkit, transmisi, gardu induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu
daya, dan instalasi listrik pada bangunan gedung baik untuk hunian maupaun non hunian,
seperti pemasangan jaringan listrik tegangan rendah, Termasuk kegiatan pemasangan dan
pemeliharaan instalasi listrik pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api, dan
lapangan udara, ke dalam pasal Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan,

Figur 42, Rincian KBLI Penambahan jatan Usaha WTON
t, | Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik 43211
atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik
Sumber: Manajemen WTON

Adapun penjelasan secara rinci terkait KBLI penambahan usaha sebagai berikut:

e KBLI 43211 Instalasi Listrik: Kelompok ini mencakup kegiatan pembangunan,
pemasangan, pemeliharaan, pembangunan kembali instalasi listrik pada pembangkit,
transmusi, gardu induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu daya, dan instalasi listrik pada
bangunan gedung baik untuk hunian maupun non hunian, seperti pemasangan instalasi
jaringan listrik tegangan rendah. Termasuk kegiatan pemasangan dan pemeliharaan
instalasi listrik pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api dan lapangan udara.

Kemampuan Untuk Menciptakan nilai

Penambahan kegiatan usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas
Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik oleh WTON merupakan langkah strategis yang diyakini
akan memberikan nilai tambah signifikan secara operasional, finansial, maupun reputasi
perusahaan. Penambahan ini sejalan dengan arah diversifikasi usaha dan penguatan
portofolio infrastruktur WTON. Kemampuan WTON dalam menciptakan nilai dari kegiatan
usaha baru ini dapat dianalisis melalui beberapa perspektif berikut:

Kesimess Vataagen Unit
Page 102 OCR 0.932
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

i. Pemanfaatan Peluang Usaha Infrastruktur Energi

Penambahan kegiatan ini memungkinkan WTON masuk ke sektor energi, khususnya
dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dibutuhkan oleh sektor industri
dan properti.

Kegiatan pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik memiliki permintaan
yang stabil dan terus tumbuh, seiring dengan peningkatan pembangunan kawasan
industri, kawasan ekonomi khusus (KEK), dan proyek-proyek energi terbarukan.
Melalui proyek-proyek kelistrikan, WTON dapat menciptakan arus pendapatan baru
yang konsisten serta memaksimalkan utilisasi sumber daya teknis yang telah
dimiliki.

ii. Pengelolaan Sumber Daya yang Efektif

Sumber Daya Manusia: WTON telah memiliki tenaga ahli internal dengan sertifikasi
K3 dan elektrikal, memungkinkan pengelolaan proyek tanpa harus sepenuhnya
mengandalkan pihak ketiga. Ini meningkatkan efisiensi dan kontrol kualitas,
Sistem Operasi: Skema kemitraan kerja untuk operator dan optimalisasi SDM
intemal untuk posisi pengawas memberikan efisiensi biaya dan Neksibilitas tinggi
dalam pelaksanaan proyek.

Penggunaan Teknologi: Dukungan teknologi konstruksi dan sistem manajemen
proyek digital memungkinkan pelaksanaan pembangunan instalasi listrik yang
efisien dan tepat waktu.

ili. Pengelolaan Risiko

Risiko Teknis dan Operasional: Dikelola dengan pengawasan proyek yang ketat,
penggunaan material yang sesuai standar kelistrikan nasional, dan uji kelayakan
instalasi yang menyeluruh,

Risiko Kepatuhan dan Legalitas: Dipastikan melalui pemenuhan regulasi teknis dari
Kementerian ESDM, SNI, serta sertifikasi dari tenaga kerja yang terlibat dalam
pemasangan instalasi listrik.

Risiko Pasar: Risiko permintaan diminimalkan dengan menjalin kerja sama strategis
dengan mitra industri dan BUMN, serta mengikuti tender proyek energi nasional,

iv. Inovasi Model Bisnis

Model Kontrak Berbasis Kinerja: Peluang pengembangan kontrak berbasis
milestone dan hasil kerja memberikan fleksibilitas pembiayaan proyek dan
peningkatan profitabilitas.

Layanan Terintegrasi: Penawaran layanan yang mencakup pembangunan fisik,
instalasi, dan commissioning sistem tenaga listrik memungkinkan pelanggan
memperoleh solusi satu pintu (one-stop solution), yang meningkatkan daya tarik dan
diferensiasi layanan WTON,

Rusiness Vataatyan Unit
Page 103 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

b.b.

# Pengumpulan Data Proyek dan Analitik Kinerja: Memberi masukan untuk
peningkatan efisiensi proyek, serta penyesuaian strategi pemasaran dan operasional
berdasarkan data aktual

Dengan melakukan penambahan kegiatan usaha ini, nilai tambah yang diperoleh oleh WTON
meliputi:

Diversifikasi Pendapatan dari sektor energi dan infrastruktur kelistrikan.

Penguatan portofolio proyek jangka menengah dan panjang.

Peningkatan utilisasi SDM dan fasilitas produksi, yang sebelumnya hanya difokuskan
pada sektor beton pracetak,

Peningkatan brand eguity sebagai perusahaan infrastruktur yang terintegrasi dan
mampu menangani proyek multibidang,

Keunggulan Kompetitif

WTON meyakini bahwa keunggulan kompetitif yang dimilikinya akan menjadi faktor
penentu dalam keberhasilan ekspansi usaha di bidang pembangunan dan pemasangan
instalasi tenaga listrik. Keunggulan-keunggulan ini memberikan pondasi kuat bagi WTON
untuk bersaing secara efektif di pasar ketenagalistrikan nasional. Berikut adalah keunggulan
kompetitif utama yang dimiliki oleh WTON:

» Reputasi dan Pengalaman sebagai Pemain Kuat di Industri Beton Pracetak

WTON merupakan anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang telah lama
dikenal sebagai pemimpin di industri beton pracetak. Reputasi ini memberikan
kredibilitas tinggi dalam proyek infrastruktur nasional, termasuk proyek
ketenagalistrikan. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mendukung
integrasi vertikal menuju sektor instalasi listrik.

Ketersediaan Infrastruktur Produksi yang Strategis

WTON memiliki enam pabrik produk beton yang tersebar di berbagai wilayah strategis
di Indonesia. Infrastruktur ini memungkinkan efisiensi logistik dan pengiriman
komponen pendukung instalasi kelistrikan, serta mempercepat respons terhadap
kebutuhan proyek-proyek skala besar di berbagai daerah.

Kapasitas SDM yang Tersertifikasi dan Kompeten

WTON memiliki tenaga ahli internal yang tersertifikasi dalum bidang elektrikal dan K3
kelistrikan, seperti Kepala Seksi Produksi dan Ahli Muda Engineering. Kompetensi
teknis ini mendukung kemampuan intemal WTON untuk langsung menangani proyek
instalasi listrik tanpa ketergantungan berlebih pada tenaga eksternal,

Model Operasional yang Efisien dan Adaptif

Alih-alih menambah pegawai tetap, WTON mengadopsi skema kemitraan kerja untuk
operator teknis, sementara tenaga pengawas diambil dari sumber daya internal. Model
ini memungkinkan efisiensi biaya dan fleksibilitas operasional, sambil tetap menjamin
kualitas pelaksanaan proyek melalui standar kualifikasi teknis yang ketat.

Kesimess Vataagen Unit
Page 104 OCR 0.935
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

67.

5, Sinergi dengan Proyek Pemerintah dan BUMN
Sebagai bagian dari grup WIKA, WTON memiliki keunggulan dalam menjalin kerja
ketenagalistrikan yang seringkali melibatkan PLN dan kementerian terkait. Sinergi ini
membuka peluang pasar yang besar dan berkelanjutan,

6. Kemampuan Produksi Modular dan Adaptif terhadap Iklim Ekstrem
Dengan latar belakang kuat dalam manufaktur beton modular, WTON mampu
mengadopsi metode instalasi listrik yang cepat dan efisien, terutama dalam kondisi iklim
ckstrem atau medan sulit. Ini menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan proyek dengan
tenggat waktu ketat atau risiko lingkungan tinggi.

7, Komitmen terhadap Kualitas, K3, dan Regulasi Teknis
WTON menerapkan sistem guality control dan K3 yang ketat sesuai standar ISO, SNI,
dan regulasi ketenagalistrikan nasional. Komitmen terhadap keselamatan dan kualitas
kerja menjadi keunggulan penting dalam membangun kepercayaan klien dan menjaga
reputasi perusahaan,

8. Kemampuan Integrasi Rantai Pasokan Material dan Komponen Listrik
Dengan membangun kontrak jangka panjang dengan pemasok lokal dan mematuhi
kebijakan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), WTON memastikan ketersediaan
material dengan harga bersaing serta mendukung program pemerintah untuk industri
nasional.

9. Dukungan Keuangan dan Struktur Grup Usaha yang Kuat
Sebagai bagian dari WIKA Group, WTON memiliki dukungan finansial dan struktur
perusahaan yang solid, yang memungkinkannya mengakses skema pembiayaan proyek
berbasis milestone dan kerja sama dengan lembaga pembiayaan. Hal ini meningkatkan
kemampuan WTON dalam mengelola proyek-proyek instalasi listrik berskala besar,

Analisis Industri

Industri pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik yang akan dimasuki oleh PT
Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) memiliki prospek yang sangat menjanjikan, baik dari
aspek teknis maupun ekonomis. Secara teknis, keberhasilan usaha ini sangat bergantung pada
tersedianya tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi di bidang kelistrikan, kepatuhan
terhadap standar keselamatan dan regulasi dari Kementerian ESDM dan PLN, serta
kemampuan rekayasa teknis dan manajemen proyek yang telah menjadi keunggulan WTON
dalam sektor konstruksi nasional. Penggunaan teknologi modem seperti Building
Information Modeling (BIM) dan Internet of Things (oT) juga akan meningkatkan efisiensi
dan kualitas instalasi tenaga listrik yang dibangun.

Dari sisi ckonomi, peluang pasar sangat besar seiring dengan meningkatnya permintaan
instalasi kelistrikan dari sektor industri, properti, kawasan ekonomi khusus, dan proyek
energi baru terbarukan (EBT). Pemerintah Indonesia yang sedang gencar memperluas
elektrifikasi dan mendorong pemanfaatan energi hijau turut menciptakan potensi proyek
bernilai tinggi yang bisa digarap oleh WTON. Selain itu, posisi strategis WTON sebagai anak

Page 105 OCR 0.937
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk

usaha BUMN membuka peluang kemitraan jangka panjang dalam proyek infrastruktur
kelistrikan nasional.

Meski demikian, tingkat persaingan di industri ini cukup tinggi, yang menuntut WTON untuk
terus meningkatkan kapabilitas teknis, memperluas portofolio layanan menjadi solusi end-
to-end dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang terus berkembang. Dengan strategi
yang tepat, penambahan kegiatan usaha ini tidak hanya memperluas lini bisnis WTON, tetapi
juga memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi konstruksi dan kelistrikan yang
terintegrasi di Indonesia,

6.8. Analisis Risiko

Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, penambahan kegiatan
usaha yang akan dilaksanakan oleh WTON di bidang Pembangunan dan Pemasangan
Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik tidak terlepas dari risiko
usaha yang disebabkan oleh berbagai faktor yang akhirnya dapat mempengaruhi tingkat
pertumbuhan dan kesehatan bisnis. Risiko-risiko tersebut antara lain:

@ Risiko Ketidaksesuaian Regulasi: Kegiatan pembangunan dan pemasangan instalasi

listrik harus mematuhi regulasi teknis dan keselamatan yang ketat dari Kementerian
ESDM, PUPR, dan lembaga standar nasional seperti SNI. Ketidaksesuaian dapat
menyebabkan proyek dihentikan atau dikenai sanksi.
Kegiatan operasi industri beton pracetak melibatkan penggunaan air, pembuangan
limbah dan pembuangan emisi lain yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan.
Meskipun sampai pada saat ini belum terdapat peraturan khusus untuk kegiatan usaha
Perseroan, tidak menutup kemungkinan di kemudian hari akan terdapat kebijakan dan
peraturan baru dari Permerintah atau pihak berwenang lainnya dalam mengatur kegiatan
Perseroan karena kegiatan usaha Perseroan dapat dihentikan apabila terdapat bukti
kegagalan Perseroan dalam memenuhi peraturan dan kinerja keuangan Perseroan karena
terdapat biaya yang cukup besar untuk memperoleh kegiatan usaha.

@ Risiko Perizinan dan Legalitas: Proses perizinan usaha instalasi tenaga listrik melibatkan
prosedur yang kompleks dan waktu yang panjang. Keterlambatan atau kegagalan
memperoleh izin dapat menghambat pelaksanaan proyek dan menimbulkan kerugian
investasi awal.

@ Risiko Kekurangan Tenaga Ahli: Pekerjaan kelistrikan memerlukan teknisi bersertifikat
dan berpengalaman. Ketersediaan SDM dengan kompetensi kelistrikan (khususnya
untuk tegangan menengah dan tinggi) menjadi tantangan tersendiri.

€ Risiko Kegagalan Teknis: Kesalahan desain, pemasangan, atau pemilihan komponen
dapat menyebabkan gangguan operasional atau kecelakaan serius, yang berdampak
hukum dan reputasi terhadap perusahaan,

# Risiko Keamanan dan Keselamatan Kerja: Proyek kelistrikan berisiko tinggi terhadap
kecelakaan kerja dan kerusakan peralatan. Kegagalan menerapkan sistem K3 secara
menyeluruh akan meningkatkan potensi kerugian dan tuntutan hukum.

Page 106 OCR 0.935
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

69.

Risiko Finansial: Investasi awal untuk pengadaan peralatan, pelatihan SDM, dan
pengembangan sistem kerja kelistrikan cukup besar. Jika proyek gagal atau pasar tidak
berkembang sesuai harapan, risiko kerugian modal meningkat.

Risiko Reputasi: Keterlibatan dalam proyek kelistrikan yang bermasalah, seperti
kegagalan pasokan, pemadaman akibat instalasi rusak, atau pelanggaran aturan
keselamatan, dapat merusak citra WTON sebagai perusahaan konstruksi nasional.
Risiko Persaingan Usaha: Industri kelistrikan telah dihuni oleh pemain lama dengan
pengalaman dan sertifikasi lengkap, WTON sebagai pendatang baru harus bersaing
dalam harga, kualitas, dan kecepatan tanpa pengalaman panjang di bidang tersebut.
Risiko Rantai Pasok: Keterlambatan pengadaan komponen listrik (misal: trafo, kabel
khusus, peralatan proteksi) dapat menghambat proyek secara keseluruhan, terlebih jika
terjadi gangguan global (seperti krisis logistik atau geopolitik).

Risiko Keterganmungan pada Proyek Pemerintah: Sebagian besar proyek listrik skala
besar bergantung pada belanja pemerintah (melalui PLN), Ketergantungan tinggi pada
pemangkasan atau penundaan proyek.

Risiko Iklim Ekstrem dan Musiman: Aktivitas konstruksi dan instalasi tenaga listrik
sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, Curah hujan tinggi, banjir, badai, dan musim
penghujan berkepanjangan dapat menghambat jadwal kerja, meningkatkan biaya proyek,
serta menurunkan produktivitas di lapangan,

Risiko Bencana Alam: Indonesia merupakan wilayah rawan bencana alam seperti gempa
bumi, tanah longsor, letusan gunung berapi, dan tsunami. Instalasi listrik yang dibangun
di wilayah berisiko tinggi dapat rusak atau hancur akibat bencana ini, menimbulkan
kerugian aset, gangguan layanan, dan tanggung jawab pemulihan, Selain itu, konstruksi
di wilayah rawan bencana memerlukan biaya tambahan untuk desain tahan bencana.
Risiko Perubahan Iklim Jangka Panjang: Perubahan iklim dapat berdampak pada
kestabilan pasokan listrik, terutama untuk proyek-proyek yang terhubung ke sumber
energi terbarukan (misalnya: tenaga surya dan angin). Fluktuasi suhu dan cuaca ekstrem
jangka panjang juga bisa mempercepat kerusakan fisik pada infrastruktur listrik yang
dibangun,

Analisis SWOT

Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang
bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi
dianalisis supaya dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai
daya saing. Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and
weakness) sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity and
Ihreat),

Strategi penambahan kegiatan usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik
atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik dilakukan dengan membuat SWOT matriks. SWOT
matriks ini dibangun berdasarkan faktor-faktor strategi, baik intemal (kekuatan dan

89 nian Untag
Page 107 OCR 0.794
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

kelemahan) maupun ekstemal (peluang dan ancaman). Berdasarkan matriks posisi analisis
SWOT yang ada maka dapat disusun 4 (empat) strategi utama, yaitu Strengths —
Opportunities (S — O), Weakness — Opportunity (W — O), Stregth — Threat (S — T), dan

Weaknes — Threat (W — T).

» Peningkatan proyek EBT
(Energi Baru Terbarukan) dan
elektrifikasi nasional

listrik dan risiko pasokan

& Ketergantungan pada proyek
jangka panjang dengan
pembayaran yang cenderung
ternandda

Figur 43. Analisis SWOT
€ Reputasi dan pengalaman & Butuh investasi modal dar

SDM bersertifikasi kelistrikan
€ Potensi konflik fokus amtara
bisnis inti beton pracetak dan
'jasaha baru
& Risiko adaptasi terhadap
repulasi teknas ketat di sektor
tenaga listrik

» Melakukan perekrutan
abli listrik bersertifikasi dam
bangun tim kelistrikan
antemal

& Mitra strategis dengan
perusahaan spesialis untuk
alih teknologi dan percepatan
learning curve,

Rusiness Vataatyan Unit
Page 108 OCR 0.934
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

6.10. Kesimpulan

Sebagai bagian dari penyelarasan arah strategis WIKA Group, PT Wijaya Karya Beton Tbk
(WTON) menambahkan kegiatan usaha baru berdasarkan KBLI 43211 — Instalasi Listrik,
pemasangan, dan pemeliharaan instalasi listrik untuk pembangkit, jaringan transmisi dan
distribusi, serta sistem kelistrikan di berbagai infrastruktur seperti jalan, kereta api, dan
lapangan udara. Penambahan ini dimaksudkan untuk memperkuat daya saing perusahaan
dalam mengikuti tender proyek kelistrikan, terutama melalui kepemilikan izin usaha jasa
penunjang tenaga listrik (SIUJPTL).

Kegiatan usaha baru ini dinilai dapat menciptakan nilai tambah bagi WTON, baik secara
operasional, keuangan, maupun reputasi, Dari sisi operasional, WTON memiliki peluang
besar untuk terlibat dalam proyek-proyek strategis di sektor energi dan kelistrikan, termasuk
energi baru dan terbarukan (EBT), kawasan industri, serta kawasan ekonomi khusus. Secara
internal, WTON juga memiliki SDM bersertifikasi di bidang K3 dan elektrikal, serta sistem
operasi yang efisien melalui penggunaan teknologi dan pola kemitraan kerja. Dari sisi
manajemen risiko, WTON telah mengantisipasi potensi risiko teknis, legal, dan pasar melalui
pemenuhan standar nasional, sertifikasi teknis, serta kerja sama dengan mitra strategis.
Inovasi layanan berbasis EPC (Engineering, Procurement, Construction) dan model bisnis
kontrak berbasis kinerja juga menjadi kunci untuk memberikan solusi terintegrasi bagi
pelanggan.

Keunggulan kompetitif WTON dalam mendukung kegiatan baru ini mencakup reputasi kuat
di industri konstruksi nasional, jaringan logistik melalui enam pabrik beton strategis, tenaga
kerja tersertifikasi, serta sinergi dengan proyek-proyek BUMN dan pemerintah, Kemampuan
produksi modular dan kepatuhan terhadap standar seperti ISO dan SNI juga memperkuat
posisi WTON dalam bersaing di sektor kelistrikan, Selain itu, efisiensi rantai pasok dan
dukungan dari induk usaha WIKA Group memberikan kestabilan finansial yang mendukung
ekspansi usaha.

Dari sisi industri, sektor instalasi listrik menunjukkan prospek yang cerah seiring
meningkatnya proyek elektrifikasi nasional dan pengembangan EBT. Pemanfaatan teknologi
seperti BIM dan IoT juga mendorong efisiensi dan integrasi layanan. Namun demikian,
tantangan tetap ada, seperti persaingan ketat, tuntutan inovasi, serta regulasi yang kompleks
dan ketat.

WTON juga telah mengidentifikasi risiko-risiko usaha, baik dari aspek operasional, regulasi,
persaingan, keuangan, hingga faktor eksternal seperti bencana alam dan kondisi sosial, Untuk
menghadapi ini, perusahaan mengembangkan strategi mitigasi risiko serta adaptasi teknologi
dan SDM yang berkelanjutan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa WTON memiliki
kekuatan dalam reputasi, jaringan proyek, dan dukungan induk usaha. Peluang besar di sektor
EBT dan infrastruktur kelistrikan dapat dimanfaatkan melalui strategi SO dan WO,
sementara tantangan eksternal ditangani melalui pendekatan ST dan WT, termasuk

penguatan manajemen risiko dan pengembangan SDM yang kompeten,

Revimess Vatastyen Umi
“ Jakarta
Page 109 OCR 0.912
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen WTON dilihat
dari segmen usaha, kemampuan untuk mencipatan nilai serta keunggulan kompetitif dan
melihat analisis industri, risiko dan analisis SWOT dalam rencana penambahan kegiatan
usaha, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pola bisnis Layak.

92 Rurimess ena
Page 110 OCR 0.952
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

1.

1.

ASPEK MODEL MANAJEMEN
Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen

Sistem organisasi dan manajemen yang efektif sangat penting untuk mendukung terciptanya
perusahaan yang teratur dalam pengendalian internal, sehingga dapat membangun
perusahaan yang solid dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Struktur organisasi dan
manajemen yang baik berkaitan erat dengan koordinasi kerja yang terorganisir dan terarah.

Setiap organisasi memerlukan pembagian tugas yang jelas, disesuaikan dengan bagan
organisasi, delegasi wewenang yang tegas, serta koordinasi yang terintegrasi. Penempatan
tenaga kerja yang tepat sesuai dengan pengalaman, keahlian, dan keterampilan mereka
menjadi faktor kunci dalam implementasi kebijakan perusahaan. Hal ini akan mempermudah
proses delegasi tugas antara unit yang ada, yang pada gilirannya akan memperlancar kinerja
perusahaan. Oleh karena itu, WTON menyadari pentingnya memiliki struktur organisasi dan
sistem manajemen yang efektif dan adaptif dalam menjawab tantangan bisnis yang dinamis.
Struktur organisasi yang jelas, terukur, dan selaras dengan strategi bisnis menjadi fondasi
utama dalam mewujudkan visi Perseroan. WTON meyakini bahwa keberhasilan tidak hanya
bergantung pada produk dan layanan yang dihasilkan, tetapi juga pada bagaimana fungsi-
fungsi manajerial dijalankan secara terintegrasi, efisien, dan akuntabel. Dengan struktur
organisasi yang tepat, alur pengambilan keputusan dapat berjalan lebih cepat, koordinasi
antarunit menjadi lebih harmonis, serta pengawasan dan evaluasi kinerja dapat dilakukan
secara menyeluruh. Menyadari pentingnya hal tersebut, Perseroan secara konsisten
melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap struktur organisasi dan kebijakan manajemen
agar tetap relevan dan responsif terhadap perkembangan industri. Berikut merupakan struktur
organisasi WTON per 3! Desember 2024.

Figur 44. Struktur Organisasi WTON

Sumber: Annual Report WTON, 2024

Business Valuation Uni!
93 Jakarta
Page 111 OCR 0.936
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

1.2.

13.

Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

Seiring dengan rencana penambahan kegiatan usaha dalam sektor instalasi listrik dan
optimalisasi produksi tiang beton, WTON melakukan penyesuaian organisasi untuk
menjawab kebutuhan operasional yang semakin kompleks di & lokasi pabrik. Dalam
pelaksanaannya, WTON memerlukan 24 orang pengawas (4 orang untuk 2 jalur produksi di
setiap pabrik) dan 318 orang operator (S3 orang per lokasi pabrik untuk 2 jalur produksi).
Dari jumlah tersebut, WTON akan memanfaatkan tenaga pengawas dari sumber daya internal
yang telah ada, sedangkan kebutuhan operator akan dipenuhi melalui skema kemutraan kerja
sesuai standar kualifikasi teknis yang telah ditetapkan.

WTON telah memiliki kapasitas manajerial yang mumpuni untuk mendukung ekspansi usaha
ini. Hal ini tercermin dari ketersediaan tenaga ahli internal yang telah berpengalaman dan
tersertifikasi di bidang elektrikal konstruksi dan keselamatan kerja (K3) listrik. Beberapa di
antaranya termasuk Safriadi (Kepala Seksi Produksi), Irwan Setiawan (Ahli Madya
Pengendalian), dan Heru Permana (Ahli Muda Engineering-Peralatan), yang telah lama
menangani aspek teknis dan produksi di bidang beton pracetak.

Selain itu, dukungan penuh dari jajaran profesional di bidang K3 listrik seperti Mohamad
Suliswanto (Kepala Seksi Peralatan), Angga Putra Pratama dan Muhammad Faris Sirojul
Munir (Asisten Kepala Seksi Peralatan), memastikan bahwa proses produksi dapat berjalan
dengan aman dan sesuai regulasi ketenagalistrikan yang berlaku,

WTON tidak melakukan penambahan pegawai tetap dalam waktu dekat, melainkan
mengoptimalkan tenaga ahli internal yang telah terlatih serta membangun kemitraan dengan
pihak ketiga untuk memenuhi kebutuhan operator teknis. Strategi ini diyakini efektif dalam
menjaga efisiensi operasional tanpa mengurangi kualitas dan ketepatan dalam pelaksanaan
penambahan kegiatan usaha,

Manajemen WTON meyakini bahwa struktur organisasi yang ada, didukung oleh kapasitas
teknis dan pengalaman SDM internal, telah cukup siap dan mampu menjalankan rencana

Manajemen Kekayaan Intelektual

Menurut Undang — Undang yang telah disahkan oleh DPR — RI pada tanggal 21 Maret 1997,
Hak Atas Kekayaan Intelektual adalah hak-hak secara umum yang berhubungan dengan
permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang
berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial
(commercial reputation) dan tidakan/jasa dalam bidang komerisal (goodwil). Sampai
dengan laporan ini diterbitkan tidak terdapat informasi terkait Hak Kekayaan Intelektual
yang akan didaftarkan oleh WTON atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini.

Page 112 OCR 0.912
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

74. Manajemen Risiko
Seperti halnya dengan ekspansi usaha yang dilakukan oleh berbagai perusahaan,

penambahan kegiatan usaha WTON dalam bidang pembangunan dan

instalasi

pemasangan

tenaga listrik juga menghadapi berbagai risiko, Risiko tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor
Eksternal maupun internal. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi dampak
risiko tersebut. WTON telah melakukan identifikasi dan analisis terhadap potensi risiko yang
mungkin muncul beserta dampaknya. Berikut adalah risiko yang telah diidentifikasi
berdasarkan analisis risiko yang telah dijelaskan dalam aspek pola bisnis beserta strategi
mitigasi yang diterapkan, yaitu sebagai berikut:

Risiko Kekurangan Tenaga Ahli

Risiko Perizinan dan Regulasi

Ketergantungan pada PLN atau Proyek
Pemerintah

Risiko Persaingan Pasar

Risiko Finansial dan Modal Kerja

Risiko Reputasi Perusahaan

Risiko Pasokan Material dan Komponen Listrik

Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja

asuransi tenaga kerja

10.

Risiko Kualitas dan Kegagalan Teknis

Uji coba sistem, sertifikasi ISO dan
SNI, pengawasan ketat selama

"

Risiko Gangguan Proyek karena iklim ekstrim

peraga nga

Penjadwalan proyek fleksibel, bufter
waktu, teknologi modular untuk
instalasi cepat

Risiko Bencana Alam (Gempa, Longsor,
Tsunami, Gunung Api)

Studi geoteknik dan risiko alam awal,
desain tahan bencana, asuransi
proyek

Risiko Perubahan Iklim

Evaluasi teknologi ramah iklim,
“adaptasi desain

95

Rusiness Vataatyan Unit
Page 113 OCR 0.945
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

1.5.

Tb.

Kemampuan Pesaing dalam Meniru Produk

Kemampuan pesaing untuk meniru produk pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga
listrik, khususnya dalam bentuk penjualan tiang listrik beton, secara prinsip memang
dimungkinkan. Namun, terdapat sejumlah hambatan yang menjadikan proses imitasi ini tidak
mudah dilakukan secara menyeluruh. Meskipun desain dan spesifikasi dasar tiang listrik
beton umumnya bersifat standar dan terbuka, proses produksi yang memenuhi ketentuan
teknis dan regulasi, seperti standar SNI atau persyaratan PLN, memerlukan fasilitas produksi
yang memadai, investasi modal yang besar, serta sistem pengendalian mutu yang ketat.
Selain itu, produk tersebut harus melalui serangkaian proses sertifikasi dan pengujian yang
tidak hanya membutuhkan waktu, tetapi juga sumber daya teknis dan administratif yang
mumpuni.

Lebih lanjut, WTON memiliki keunggulan dalam hal pengalaman, reputasi, serta kapasitas
produksi dan distribusi. WTON telah membangun hubungan jangka panjang dengan klien
strategis seperti PLN dan perusahaan kontraktor EPC, yang tidak dapat dengan mudah
direplikasi oleh pesaing baru. Jaringan pabrik WTON yang tersebar di berbagai wilayah
Indonesia juga memberikan keunggulan logistik yang substansial, mengingat karakteristik
produk tiang listrik beton yang berat dan tidak efisien untuk dikirim dalam jarak jauh tanpa
fasilitas distribusi yang terintegrasi.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, dapat disimpulkan bahwa meskipun
produk tiang listrik beton pada dasarnya dapat ditiru, kemampuan pesaing untuk
melakukannya secara efektif dan kompetitif menghadapi hambatan yang cukup besar. Oleh
karena itu, keunggulan yang dimiliki oleh WTON dalam aspek teknis, operasional, dan relasi
bisnis menjadi faktor kunci yang perlu terus dipertahankan guna menjaga posisi dominan
perusahaan di pasar infrastruktur kelistrikan nasional.

Sumber Daya Manusia

Salah satu faktor kunci yang sangat menentukan keberhasilan dalam pengelolaan perusahaan
adalah peran penting yang dimainkan oleh sumber daya manusia yang menangani berbagai
aspck operasional. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya manajemen yang profesional
dan terampil dalam setiap fungsi operasional perusahaan, agar semua kegiatan dapat berjalan
secara efisien dan efektif. Manajemen yang baik akan memastikan koordinasi yang optimal
antara berbagai divisi dan departemen, serta mampu mengelola sumber daya dengan baik
untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat meminimalkan
kesalahan, meningkatkan produktivitas, dan menghadapi tantangan dengan lebih baik.

Untuk mendukung hal tersebut, struktur organisasi perusahaan disusun dalam bentuk struktur
organisasi fungsional, yang memungkinkan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas
di setiap fungsi operasional. Struktur ini juga memudahkan pengawasan dan pengendalian,
serta menciptakan jalur komunikasi yang lebih terarah dan efisien. Berdasarkan informasi
manajemen WTON, WTON tidak melakukan recruitment atau tambahan tenaga kerja pada
rencana kegiatan penambahan usaha ini, melainkan WTON akan memanfaatkan tenaga
pengawas dari sumber daya internal yang telah ada, sedangkan kebutuhan operator akan
dipenuhi melalui skema kemitraan kerja sesuai standar kualifikasi teknis yang telah
ditetapkan,

Kesimess Vataagen Unit
Page 114 OCR 0.861
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 46. Komposisi Jumlah Karyawan WTON Sebelum dan Sesudah Penambahan Kegiatan
Usaha

Tenaga kerja sebelum Rencana tambahan tenaga Tenaga kerja setelah

penambahan kegiatan usaha kerja penambahan kegiatan usaha

(oran (orang) (orang)

Sumber: Manajemen WTON

7.7. Komposisi Karyawan WTON

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Annual Report WTON tahun 2024, jumlah
karyawan yang tercatat sebanyak 1.026 orang. Berikut adalah rincian distribusi karyawan
berdasarkan jenjang jabatan, tingkat pendidikan, usia, dan lokasi penempatan:

Sumber: Annual Report WTON, 2024
Figur 48. Jumlah wan Berdasarkan Tingkatan Pendidikan

Tingkat Pendidikan Laki-laki

Doktor (S3) - 4
| Magister (S2) “ &
Sarjana (SI) 347 46
Diploma (D3 D4) 57 9
SMA S1 2
SSMA 7 -

Sumber: Annual Repo WTON, 2024

Figur 49. Jumlah wan Berdasarkan Level Organisasi

Manajer Bidang Ahli Utama ? / 33 4
Abli Madya |

Koordinator / Supervisor / Kepala 1s2 M
seksi / Ahli Madya 2 / Ahli Muda

Asisten Kepala Seksi A8 4
Staff 6s 3
Masa 10 0

Sumber: Anmual Report WTON, 2024

Business Vataspen Unit
97 Jakarta
Page 115 OCR 0.886
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

78,

Non Teknik 152 39

aa S0. Jumlah nge Berdasarkan tam
Teknik S1 14

Sumber: Annual Report WTON, 2024
Figur S1. Jumlah wan Berdasarkan Kel Usia

2:58 tahan 4 D
S1 — $$ tahun 146 s
46 — S0 tahum tas 2
41 — 48 tahum 180 s
36 0 tahum 248 "
31 — 35 tahum 218 30
28 0 tahun 65 9
25 tahun - -

Sumber: Annual Report WTON, 2024

Kesimpulan

Dengan mempertimbangkan aspek model manajemen yang diterapkan, berdasarkan kajian
dan data yang tersedia, penambahan kegiatan usaha di bidang pembangunan dan pemasangan
instalasi tenaga listrik oleh WTON dinilai layak secara aspek manajerial dan organisasi.
Struktur organisasi yang telah terbangun secara fungsional memungkinkan pembagian tugas
yang jelas dan sistem pengawasan yang efisien, sehingga menciptakan koordinasi kerja yang
terarah dalam menjalankan operasional yang kompleks, terutama di enam lokasi pabrik yang
tersebar.

WTON tidak melakukan penambahan tenaga kerja tetap dalam waktu dekat, melainkan
mengoptimalkan sumber daya internal khususnya tenaga pengawas yang telah
berpengalaman dan tersertifikasi di bidang elektrikal dan keselamatan kerja (K3) listrik. Hal
ini menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan tenaga kerja tanpa mengorbankan kualitas
pelaksanaan proyek. Sementara itu, kebutuhan operator akan dipenuhi melalui skema
kemitraan kerja, dengan tetap menjaga standar teknis dan kualifikasi yang tinggi. Pendekatan
ini menunjukkan bahwa manajemen telah mengantisipasi kebutuhan kapasitas produksi dan
teknis secara realistis dan adaptif.

Manajemen WTON juga didukung oleh tim ahli yang kompeten, seperti Kepala Seksi
Produksi, Ahli Madya Pengendalian, hingga tenaga profesional di bidang K3 listrik, yang
menjamin kualitas dan keamanan dalam pelaksanaan instalasi, Risiko-risiko yang muncul
dari ekspansi ini, baik dari sisi operasional, perizinan, pasar, finansial, maupun reputasi, telah
diidentifikasi secara menyeluruh oleh manajemen, Berbagai strategi mitigasi telah disusun,
termasuk sistem pengendalian mutu dan keselamatan kerja, konsultasi regulasi ketat, serta
manajemen komunikasi publik. Penyesuaian juga dilakukan untuk mengantisipasi risiko
akibat perubahan iklim dan bencana alam, yang memperkuat kesiapan manajerial dalam

Revimess Vatastyen Umi
BLJ Jakarta
Page 116 OCR 0.910
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Berdasarkan hal-hal tersebut, model manajemen yang dimiliki WTON dinilai mampu
mengakomodasi ekspansi usaha ini secara efisien, aman, dan berkelanjutan. Dengan struktur
organisasi yang solid, tenaga ahli internal yang kompeten, dan strategi mitigasi risiko yang
telah dirumuskan, rencana penambahan kegiatan usaha ini dinilai layak dari aspek model
manajemen,

Ruwmess Vataatyen Umi
Page 117 OCR 0.832
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

8. ANALISIS ASPEK KEUANGAN
Bl. Rencana WTON

Sebagai bentuk penyelarasan fokus bidang usaha utama (core business) di WIKA Group
termasuk anak perusahaan. WTON melakukan penghapusan Kegiatan Usaha Instalasi Listrik
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dengan kode KBLI 43211 dalam
RUPST Tahun Buku 2022 tanggal 09 Mci 2023 sebagaimana termuat dalam Akta Anggaran
No, 09 tanggal 08 Juni 2023,

Pelaksanaan kegiatan usaha WTON berupa penjualan tiang listrik beton termasuk beberapa
tender pengadaannya dipersyaratkan untuk memiliki Surat izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga
Listrik (“SIUJPTL”), yang dapat diproses apabila TON memiliki KBLI kode 43211.

Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan adanya penambahan KBLI kode 43211 yang
mencakup kegiatan pembangunan, pemasangan, pemeliharaan, pembangunan kembali
instalasi listrik pada pembangkit, transmisi, gardu induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu
daya, dan instalasi listrik pada bangunan gedung baik untuk hunian maupun non hunian,
seperti pemasangan jaringan listrik tegangan rendah. Termasuk kegiatan pemasangan dan
pemeliharaan instalasi listrik pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api, dan
lapangan udara, ke dalam pasal Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan.

8.2. Rencana Biaya Investasi

Berkaitan dengan penambahan kegiatan usaha, WTON secara garis besar rencana Anggaran
Biaya Penambahan Kegiatan Usaha yang dibutuhkan oleh WTON dapat disajikan sebagai

ES 52. F3 Investasi
Bangunan
TT Bangunan Pabrik 5 Asordooooo| 29408 000
2 | Ruang Workshop 6 624.339.960 3.726.039.760
Prasarana -
Lo | Pondasi dan Dudukan Mesim'Alat 6 1.117.944.056 6.707.664.336
2 | Bak Uap & 247.381.677 1484290062
3 | Bak Lumbah 6 836.937.608 5.021.625.648
4 | Ruang & Instalasi Genset 6 336911554 2021529324
S | Jembatan Tumbang 6 162.645.519 975.873.114
Peralatan -
L | Peratalatan Produksi 6 7.638.400.000 45.830 400.010
2 | Peralatan Penunjang Produksi G 448.400.000 3.690 400.000
3 | ena aan an engan 6 367.117.904 2.202.707.424
Lengujan
4 | Cetakan 540 72.662.830 39.237.928. 00
Total Investasi 139.326.R87.868
Sumber: Manajemen WTON

Revimess Vatastyen Umat
Lu) Jakarta
Page 118 OCR 0.749
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Total biaya investasi untuk penggadaan aset sebesar Rp139.326.857.868,- (Seratus Tiga
Puluh Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh
Ribu Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah) di 6 (enam) lokasi pabrik yang bersumber
dari kas dan setara kas Perseroan. Keseluruhan pembuatan jalur produksi dan penggadaan
prasarana serta peralatan merupakan peralatan yang sudah dimiliki oleh WTON.

8.3. Sumber Pembiayaan

Dalam rangka merealisasikan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan melakukan
pengadaan aset senilai Rp139.326.857.868 yang tersebar di cnam lokasi pabrik. Rencana ini
akan dijalankan dengan memanfaatkan aset tersebut, di mana seluruh pembangunan jalur
produksi, pengadaan prasarana, serta peralatan akan menggunakan fasilitas dan sumber daya
Penambahan Kegiatan Usaha dimaksud sepenuhnya bersumber dari kas dan setara kas
Perseroan.

8.4, Asumsi — asumsi Proyeksi Keuangan
Asumsi — asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan sebelum dan setelah
penambahan kegiatan usaha adalah upaya pengembangan bisnis WTON. Proyeksi disusun
selama 6 tahun dengan asumsi sebagai berikut:
Figur $3. Asumsi Tanpe

Penambahan Kegiatan Usaha

Proyeksi

Inflasi 3 ye In Ina 3ga

38 3g
te ana aso237i | se1a9ox | 201043 | 001273 | 2328.257 | 0501721
Penagihan tahunlalu | 600000 | Tangan | 1122502 1 1253789 | 1418258 | 1365631
Pertumbuhan
Pendapatan Sebelum |” 2356| aan) angee| a2ase| oo t0aw| 3006
Transaksi
Hpp sal os ooget sal msl — aan
Perurabuhan Biaya | 1136| .i.sx| ses) sawl saw) 30x
Beban Penyisihan
Piutang (28Piutang ug3ne| team) Gee) sem) tas) sio
Usaha)
Perputaran Piutang
Pernpn 69 38 38 39 30 2
Hutang Usaha Tis 8 7 7 & Gi
Asumsi Incremental
Penambahan
Sasaran TI Dsn Seaso| anasl Soan| mens) 12333
Sasaran LKB Tos38| wnas2 | 9osaal oama| 9rac2| 101360

Revimess Vatastyen Umat
101 Tekorta
Page 119 OCR 0.729
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Produktivitas 485N0 | 65,330 12962 | 8254| 9Lli9a | 938196
Ingfisensi (17203) | (12798)| (11456) | (10.128) (9174) SM)
Tambahan
Inefisiensi Jika (957) 1657) (547) (d4) (380) G3)
Tidak Terpenuhi

Sumber: Manajemen WTON

, 38 39a
4862917 | 8.916.667 | 6.583.333 | 7.416.667 | 8.166.667 | 8.411.667

berjalan
Penagihan tahun lalu | 600.000 | 1.081.648 | 1.153.333 | 1.316.667 | 1.483.333 | 1.633.333

Pertumbuhan

Pendapatan Sebelum 234 AAA 1,736 Bls 1d 3,904

Transaksi

HPP 89. Pro 90,0 59.980 Wo R9, 990 89 8Yo

Usaha y 11316 A36 558 $,5yo SA 3,9

Beban Penyisihan

Piutang (“6Piutang 10214 56205 2,750 3,344 32214 33216

Usaha)

Perputaran Piutang

Usaha 123 kAI 87 14 70 68

Peni ani 199 uas 132 t7 109 98

Asumsi Incremental

Hasitbakan 29SNAL | 364510 377268! 300473 | 406092) 422338

Sasaran TI 70.834 87.482 90.534 93.714 97462 | 101.360

Sasaran LKB

Produktivitas S1 A56 | 685600| 766206| 863275) 95,088 IIA

Incfisensi (16.246) | (12139) | (10.909) (9.684) 18.794) (8.538)
Sumber: Manajemen WTON

Dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini akan mengakibatkan perubahan terhadap
keuangan WTON. Jangka waktu proyeksi keuangan sampai dengan tahun 2030 atau masa
waktu proyeksi eksplisit selama 6 tahun dengan pertimbangan bahwa manajemen WTON
telah menyusun rencana bisnis selama 6 tahun kedepan dengan asumsi bahwa tahun tersebut
perusahaan dalam kondisi stable growth sehingga untuk mencerminkan going concern bisnis
WTON diterapkan terminal value dengan menggunakan metode kapitalisasi
pendapatan/gordaon model. Berkaitan dengan analisis ketercapaian proyeksi keuangan,
Penilai telah melakukan diskusi dengan manajemen WTON bahwa proyeksi yang digunakan
telah wajar dan tidak dilakukan penyesuaian oleh Penilai,

Resimen Watson Umat
102 Tekorta
Page 120 OCR 0.822
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

85. Proyeksi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
8.5.1. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan WTON adalah sebagai berikut:

. 1.065.835 | 7.331,589 | 7.376.
Liabilitas 3.322.892 | 2.985.718 | 3.026.124 | 2.942.470 | 2.953.439 | 2.734.901
Ekuitas 3.708.544 | 3.774.855 | 3.924.198 | 4.123.365 | 4.378.150 | 4.641.235
Sumber: Manajemen WTON (diolah)
Figur 56, Proyeksi Posisi Keuangan WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Postii Kenangan WTON Tampa Penambahan Kegiatan Usaha
1000100
1000000
#0000
S.0000
1000000
1000000
1000000
1000000
P3 ny wp - »x m0
@Aat 10014356 6. WsM GASDII) 7045435 yan 31 17014
OLatalan hana La 1905 71e 3000124 1 9aya Leypayp 170
Na 1704344 1 74133 Lea «rnyas Ayn100 4 tar yna
@Aset @Lidktan « Eksetan
Sumber: Manajemen WTON (diolah)

Selama periode 2025 hingga 2030, total aset WTON mengalami pertumbuhan yang
terbatas. Pada 2025, total aset tercatat sebesar Rp7.031.436 juta dan meningkat menjadi
Rp7.376.136 juta pada 2030. Kenaikan sebesar sekitar 4,995 dalam cnam tahun ini
mengindikasikan pertumbuhan yang konservatif, mencerminkan strategi bisnis yang
lebih difokuskan pada stabilitas daripada ekspansi,

Aset lancar sedikit meningkat dari Rp3.796.920 juta pada 2025 menjadi Rp4.567.651
juta pada 2030. Kenaikan ini sebagian besar ditopang oleh pertumbuhan kas dan setara
kas yang naik hampir 1496 dari Rp608.98Ijuta menjadi Rp693.36Sjuta, yang
menunjukkan perbaikan arus kas dan efisiensi pengeluaran. Selain itu, pendapatan yang
akan diterima meningkat signifikan dari Rp740.844 juta pada 2025 menjadi Rp
1611944 juta di tahun 2030, mencerminkan peningkatan aktivitas proyek atau
akumulasi piutang jangka pendek. Sebaliknya, beberapa pos lain seperti piutang usaha
dan persediaan relatif stagnan atau bahkan sedikit menurun setelah sempat naik di awal
periode,

Page 121 OCR 0.865
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk

Di sisi lain, aset tidak lancar mengalami penurunan bertahap dari Rp3.234.515 juta pada
2025 menjadi Rp2.808.485 juta pada 2030. Hal ini mencerminkan tidak adanya belanja
modal signifikan atau investasi jangka panjang baru, Aset tetap mengalami penurunan
dari Rp2.997.502 juta menjadi Rp2.589.851 juta, yang menandakan depresiasi aset atau
tidak adanya ekspansi fasilitas produksi baru,

Total liabilitas WTON menunjukkan tren menurun dari Rp3.322.892 juta di tahun 2025
menjadi Rp2.734901 juta pada 2030. Ini mengindikasikan kebijakan pelunasan
kewajiban yang aktif serta pengurangan ketergantungan pada utang sebagai sumber
pembiayaan. Komponen utama liabilitas jangka pendek seperti utang usaha sempat naik
pada 2026 dan 2027 namun kemudian menurun menjadi Rp1.462.267 juta pada 2030.
Biaya yang masih harus dibayar juga menurun drastis dari Rp553.990 juta (2025)
menjadi Rp 173.991 juta (2030), menandakan cfisiensi dalam manajemen kewajiban
operasional,

Sememara itu, liabilitas jangka panjang menurun signifikan dari Rp 288.428 juta pada
2025 menjadi Rp88,668 juta pada 2030. Ini sebagian besar disebabkan oleh pelunasan
pinjaman jangka panjang yang hanya tersisa Rp6.089 juta sejak 2026 hingga akhir
periode. Namun, kewajiban imbalan pascakerja menunjukkan tren naik yang wajar dari
Rp 49.293 juta (2025) menjadi Rp 79.511 juta (2030), mengikuti akumulasi beban
imbalan kerja,

Total ekuitas WTON menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan positif, naik dari
Rp3.708.544 juta pada 2025 menjadi Rp 4.641.235 juta pada 2030, atau tumbuh sekitar
28Y4 dalam enam tahun, Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan saldo laba
belum ditentukan penggunaannya, yang naik dari Rp1.396,392 juta menjadi Rp
2,317,598 juta, Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba
secara konsisten dan menahan sebagian besar laba untuk memperkuat struktur
permodalan internal. Komponen ekuitas lainnya seperti tambahan modal disetor dan
agio saham tidak mengalami perubahan, menandakan tidak adanya aksi korporasi
terkait penerbitan saham baru.

8.5.1, Proyeksi Laba — Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

Berikut ini disajikan proyeksi Laba - Rugi WTON adalah sebagai berikut:

Pendapatan Usaha 5.009.859

ksi Laba — Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupi:

f Pro F ks

7.522.732 | 8.509.527 | 9.393.908 | 9.671.665

6735490
Pada Pokok 4.546.170 | a1imani | os1s.se0 | 77091775 | sa07x70 | 8.721.650
Laba Kotor Teimas| sioaso| seonte| ero2n2| Tovsns | 702026
Laba Usaha Is7526| 3as996| 400059 | aseso3 | Seras | se4.102
Laba Bersih 205181 742931 160073 | 2inis1 | 268342) 27R0S1
Sumber: Manajemen WTON (diolah)

Revimess Vatastyen Umat
104 Jakarta
Page 122 OCR 0.771
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur SS. Proyeksi Laba — Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

Proyeksi Laba Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

IL AIM
te renang
om
€ conta
4 00009
gama
a— 2 hi Li aa -.- ...
ES yu ET ES “» ES)
Ofasgam bulu 9x 3.0 181 119.37 9 xa KOLag
@ Harga Pokok Penyuaias 4346 179 Stw € RR 9 1.1. ns La ne LN 9
€ Live Koes 383.345 09 a91 #1 M54R: Mas
@Lapa Usina Lisan) 9m veasg gaga sauna TANI
» La Urat » “23 46073 ta NA IAI ton

@Frodepems Usata #ingaPetokPenjutun #“LibeKctor Lao Una “Lea Sesh

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

Selama periode 2025 hingga 2030, penjualan WTON menunjukkan pertumbuhan
moderat dari Rp 5.009.859 juta pada 2025 menjadi Rp 9.671.665 juta pada 2030,
mencerminkan peningkatan permintaan pasar yang stabil meskipun tidak disertai
ekspansi usaha baru, Di sisi lain, Harga Pokok Penjualan (HPP) juga meningkat seiring
waktu, dari Rp4.546.170 juta menjadi Rp.747.659 juta, tetapi pertumbuhannya relatif
sejalan dengan pertumbuhan penjualan, menjaga margin kotor tetap kompetitif.
Depresiasi/amortisasi terkait produksi sedikit meningkat, tetapi tetap terkendali.

Laba kotor meningkat dari Rp363.745 juta (2025) menjadi Rp 792.026 juta (2030),
menunjukkan efisiensi operasional yang konsisten meskipun biaya meningkat, Biaya
usaha dan depresiasi operasional juga meningkat secara perlahan, namun terkendali.
Laba usaha pun meningkat stabil dari Rp187.526 juta menjadi Rp584.192 juta pada
akhir periode.

Di sisi lain, komponen non-operasional menunjukkan tantangan tersendiri. Beban
bunga tetap tinggi dan stabil di angka Rp95.144 juta sejak 2026, mengindikasikan
bahwa struktur pendanaan berbasis utang tetap menjadi beban tetap tahunan. Selain itu,
beban penyisihan piutang yang cukup besar terutama di tahun 2026 Rp101.243 juta
mengindikasikan adanya risiko kualitas piutang atau ketidakpastian pembayaran dari
pelanggan.

Meskipun begitu, laba sebelum pajak terus meningkat, dari Rp38.170 juta pada 2025
menjadi Rp 364.396 juta pada 2030. Setelah dikurangi pajak penghasilan, laba bersih
perusahaan tumbuh secara signifikan dari Rp29.578 juta menjadi Rp278.051 juta. Ini
menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mempertahankan profitabilitas di tengah
berbagai tekanan biaya dan tampa adanya diversifikasi usaha baru.

Business Vataanon Unit
105 Jakarta
Page 123 OCR 0.853
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

8.53, Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

Arus Kas Aktivitas Operasi 77.241 2743| 236547) 268575 | 275435) 288.779

Arus Kas Aktivitas
an Ka ora | aon | tergsop| sosoor | (sxaan | nas
Arus Kas Aktivitas

8
aa 31964 | 270127 | w257091 | (0.062) | 01.530) | cno.ato)
esa ac sonssa| cosgwi | sisaso| 3e4a20| a7e2s8 | sorssa
Da ta Spain Akik sosgsi | 3isas0| ae4a20| ano2se| sorssa | 693.368

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

# Berdasarkan proyeksi laporan arus kas WTON untuk tahun 2025 hingga 2030, terlihat
bahwa perusahaan masih mampu mempertahankan arus kas operasi yang positif,
mencerminkan kinerja operasional yang cukup sehat. Arus kas bersih dari aktivitas
operasi meningkat dari Rp77.241 juta pada 2025 menjadi Rp288.779 juta pada 2030,
Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh pertumbuhan penerimaan kas dari
pelanggan, yang naik secara konsisten setiap tahun sciring dengan peningkatan volume
penjualan. Namun, beban pembayaran kepada pemasok dan karyawan juga mengalami
kenaikan yang cukup sejalan, sehingga pertumbuhan kas bersih dari operasi cenderung
moderat,

# Arus kas dari aktivitas investasi cenderung negatif selama periode proyeksi,
menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga aset produktifnya. Pembelian aset
tetap secara konsisten dilakukan, yaitu pada tahun 2025 sebesar Rp106.379 juta dan tetap
signifikan hingga 2030 sebesar Rp77.158 juta, schingga total arus kas investasi scbesarr
Rp97.778 juta pada tahun 2025 dan Rp77.158 juta pada tahun 2030. Tidak terdapat
aktivitas investasi tambahan seperti akuisisi, penempatan saham, atau investasi ventura,
sejalan dengan asumsi tidak adanya penambahan kegiatan usaha. Meskipun demikian,
arus kas investasi tetap menjadi sumber pengeluaran bersih yang perlu dikendalikan agar
tidak menekan likuiditas jangka panjang,

€ Sementara itu, arus kas dari aktivitas pendanaan menunjukkan fluktuasi yang signifikan.
Pada 2026, terdapat arus kas keluar yang cukup besar sebesar Rp279.127 juta akibat
pelunasan pinjaman jangka panjang dan pembayaran bunga pinjaman yang tinggi
(Rp95.144 juta), yang kemudian berlanjut secara stabil setiap tahun hingga 2030. Tidak
adanya penerbitan saham atau pendanaan baru menandakan bahwa WTON cenderung
mengandalkan pembiayaan internal dan pengelolaan utang yang konservatif.
Pembayaran dividen juga meningkat bertahap, mencerminkan komitmen terhadap
pemegang saham meskipun kas yang tersedia terbatas. Sehingga arus kas pendanaan
tercatat Rp31.964 juta di tahun 2025 dan (Rp1 10.110) pada tahun 2030.

# Secara keseluruhan, saldo kas dan setara kas pada akhir periode tetap meningkat dari
Rp608.981 juta pada 2025 menjadi Rp693.368 juta pada 2030. Hal ini menunjukkan

Ruwiness Vataznon Unit
106 Jakarta
Page 124 OCR 0.906
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk

bahwa WTON mampu menjaga kestabilan kas perusahaan meskipun tanpa ekspansi
usaha, melalui pengelolaan kas operasional yang efektif dan pengendalian ketat terhadap
aktivitas investasi dan pembiayaan,

8.6. Proyeksi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

8.6.1, Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan WTON adalah sebagai berikut:

Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah)

8.026.793

kasi P

58.689.879

Pr

8.764.705

8.390.

785
Liabilitas 4536190 | 4.149.941 | 4.154.865 | 4.025.829 | 3.996.103 | 3.730.903
Ekuitas 3.746.304 | 3.876.852 | 4.094.541 | 4.364.985 | 4.693.776 | 5.033.802
Sumber: Manajemen WTON (diolah)

@ Penambahan kegiatan usaha oleh WTON membawa dampak struktural yang nyata
terhadap laporan posisi keuangan, mencerminkan ekspansi operasional dan finansial
perusahaan. Dari sisi aset, skenario dengan penambahan usaha menunjukkan
peningkatan dibandingkan skenario tanpa penambahan kegiatan usaha. Total aset pada
akhir periode proyeksi mencapai Rp8,764.705 juta, lebih tinggi dibandingkan
Rp7.376.136 juta dalam skenario tanpa penambahan usaha. Peningkatan ini terutama
disebabkan oleh pertumbuhan aset lancar. Komponen utama yang mendorong kenaikan
ini adalah piutang usaha dan pendapatan yang akan diterima. Selain itu, terdapat
kenaikan pada aset tetap dari Rp3.136.829 juta pada tahun 2025 menjadi Rp 2.729.178
juta di tahun 2030.

@ Di sisi liabilitas, total kewajiban dalam skenario penambahan kegiatan usaha pada akhir
periode naik menjadi Rp3.730.903 juta, dibandingkan Rp2.734.901 juta tanpa
penambahan kegiatan usaha. Peningkatan ini terutama berasal dari liabilitas jangka
pendek, seperti utang usaha dan pinjaman jangka pendek, yang masing-masing
menyalami kenaikan akibat peningkatan kebutuhan modal kerja dan pendanaan proyek.
Utang usaha naik dari Rp2.598.399 pada tahun 2025 dan Rp2.437.258 di tahun 2030.
pinjaman jangka pendek meningkat dari Rp4.247.762 juta di tahun 2025 dan
Rp3.642.235 juta di tahun 2030, Di sisi lain, liabilitas jangka panjang relatif stabil yaitu
Rp288.428 juta pada tahun 2025 dan Rp88.668 juta pada tahun 2030.

# Sementara itu, ekuitas perusahaan juga mengalami pertumbuhan dalam skenario dengan
penambahan usaha, tercatat total ekuitas pada tahun 2025 adalah Rp3.746.304 juta dan
Rp5.033.802 juta pada tahun 2030. Kontributor utama pertumbuhan ini adalah laba
ditahan, yang tumbuh seiring dengan proyeksi kenaikan laba bersih akibat peningkatan
pendapatan operasional,

Kesimess Vataagen Unit
107 Tekorta
Page 125 OCR 0.740
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 61, Proyeksi Posisi Keuangan WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

Proyeksi Posisi Keuangan WTON Dengan Penambahan Kegistan Usaha

13 Ing ET POLI 109 1099

100 Aga
48170
Isa

10 ama
KM
keoan0o
1000000
#0000
sa0a000
4000000
1000100
1000010
1000000

0Asa
@Laabdlan
» Ekatap

10m 793
AL
10.453

12006
A13 35
4004 341

1300 783
AR25 K9
4301 953

101.179
3.996.103
400.716

1744 MS
Lai
01) 403

@Asa @Labiktas # Ekurs

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

8.6.2, Proyeksi Laba Rugi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

he pan 4769.520 | 693.201 | 7.104.746 | sooe090 | xs05.126 | m0ex.261

Laba Kotor el el ang nan al 21

Laba Usaha 259317) 428138) 4077501 5810821 605.730). 685.25

Laba Bersih ss209| 1390001 2290001 2820001 3830001 355.638
Sumber: Manajemen WTON (diolah)

Penambahan kegiatan usaha berdampak positif terhadap pertumbuhan pendapatan
WTON. Penjualan pada tahun 2025 dalam skenario ekspansi tercatat sebesar
Rp3.305.000 juta, lebih tinggi 5,94 dibandingkan skenario tanpa ekspansi Rp5.009.859
juta, Tren ini terus berlanjut hingga 2030, di mana penjualan mencapai Rp10.094.000
juta, tumbuh 4,3696 lebih tinggi dibandingkan skenario tanpa ekspansi Rp9.671.665 juta.
Pertumbuhan rata-rata penjualan tahunan (CAGR) 2025-2030 dalam skenario dengan
Ekspansi tercatat 13,8896, dibandingkan 14,14"6 dalam skenario tanpa ekspansi. Meski
CAGR sedikit lebih rendah, ekspansi memberi basis pendapatan yang lebih tinggi.

Pada sisi laba kotor, dampak ekspansi juga terlihat jelas. Laba kotor meningkat dari
Rp435.536 juta (2025) menjadi Rp893.759 juta (2030) dalam skenario ekspansi, lebih
tinggi dibandingkan skenario tanpa ekspansi yang banya mencapai Rp792.026 juta pada
2030. Rata-rata pertumbuhan laba kotor tahunan dalam skenario ekspansi adalah
144796, lebih tinggi dari 14, 1196 dalam skenario tanpa ekspansi.

Rusincss Vataatin Unit
108 Jakarta
Page 126 OCR 0.711
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Laba usaha juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada 2025, laba usaha
dengan ekspansi tercatat sebesar Rp259.317 juta, meningkat 38,396 dari skenario tanpa
Ekspansi Rp187.526 juta, hingga 2030, laba usaha mencapai Rp685.925 juta, atau 17,4
lebih tinggi dari proyeksi tanpa ekspansi sebesar Rp584.192 juta. Pertumbuhan tahunan
rata-rata laba usaha dengan ekspansi sebesar 20,09"5, jauh lebih tinggi dibandingkan
21,434 tanpa ekspansi,

Laba sebelum pajak dalam skenario ekspansi naik dari Rp109,961 juta (2028) menjadi
Rp466.077 juta (2030), atau tumbuh sekitar 22,394 per tahun. Sebaliknya, dalam skenario
tanpa ekspansi, laba sebelum pajak hanya naik dari Rp38.170 juta menjadi Rp364,396
juta dalam periode yang sama,

Laba bersih (setelah pajak) menunjukkan hasil yang sangat mencerminkan efektivitas
penambahan kegiatan usaha. Pada 2025, laba bersih naik dari Rp29.578 juta (tanpa
Ekspansi) menjadi Rp85.209 juta (dengan ekspansi), hingga 2030, laba bersih dalam
skenario ekspansi mencapai Rp355.638 juta, dibandingkan Rp278.051 juta tanpa
ekspansi,

Figur 63, Proyeksi Laba — Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

Proyeksi Laba Ragi WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

Dinaota
intoe na
am
evan
“mata
20nc0h
- Am “- Mi. - -
2 tmpaan Uraka Kam RO 1anmg Long aan MAN)
# tap Pokok Pepadan— AW SI6 “mani 3 oa vad #resoni tania Ben
» Lata Krtor in wa tan karate sangan Paid
#Lahn Utah PT aan Pan what der any
“Latu Dewa 1.1 1sean Ian .& sean se

# Pemboran Unika #HagaPakuk Pegudian “Laka Koter “Laka tsaa “Lahu Dewi

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

Kesincas Valasna Unit
109 Jeamia
Page 127 OCR 0.822
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

8.63, Proyeksi Arus Kas Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

Arus Kas Aktivitas Operasi 99.785 264.3 | 296261 | 302601 | 317.566

19.179

Arus Kas Aktivitas

Sya Kan gama | amen | wus30n | (sesoen | (sea | 7asan
Arus Kas Aktivitas

29x 3190. | (270.910 | “262597 | aoos62 | aozase) | a0.757
Tan pena ha asw227 | agoigs | 24013 | 290724) a20757| s71x06
Kes Yan Sopian Aint songs | 214013 | 200724 | 420757| s7us00 | 701517
Sumber: Manajemen WTON (diolah)

@ Dengan penambahan kegiatan usaha, arus kas bersih dari aktivitas operasi menunjukkan
tren peningkatan yang lebih stabil dan positif, dimulai dari Rp99.785 juta di tahun 2025
dan naik menjadi Rp317.566 juta pada 2030, Sebaliknya, tanpa penambahan usaha, arus
kas dari operasi yaitu Rp77.241 juta pada 2025 menjudi Rp288.779 juta pada 2030. Rata-
rata pertumbuhan tahunan (CAGR) arus kas operasi untuk skenario penambahan usaha
sekitar 22,34, sedangkan tanpa penambahan usaha hanya sekitar 20,245.

@ Secara umum, arus kas investasi dari 2025 hingga 2030 relatif sama pada kedua skenario,
yaitu (Rp97.778 juta) pada tahun 2025 dan (Rp77.158 juta) pada tahun 2030. Ini
menunjukkan bahwa investasi tambahan terjadi hanya sebelum tahun 2025, sementara
dalam periode 2025-2030, tidak ada perbedaan signifikan antara dua skenario. Artinya,
setelah ekspansi awal, WTON tidak melanjutkan investasi besar tambahan dalam jangka
pendek.

@ Arus kas dari aktivitas pendanaan menunjukkan kecenderungan yang sedikit lebih negatif
dalam skenario dengan ekspansi usaha. Misalnya, pada 2030, kas pendanaan tanpa
ekspansi adalah (Rp110, 110 juta), sedangkan dengan ekspansi menjadi (Rp110.757 juta).
Ini disebabkan oleh meningkatnya pembayaran dividen dan tidak adanya tambahan
pendanaan baru di tahun-tahun akhir. Perbedaan ini relatif kecil, menandakan bahwa
dampak ekspansi terhadap struktur pembiayaan cukup terkendali,

& Selama periode 2025-2030, saldo kas akhir pada skenario dengan penambahan kegiatan
usaha secara konsisten lebih tinggi. Pada tahun 2025, saldo kas akhir meningkat dari
Rp492.198 juta dan pada 2030 sebesar Rp701,517 juta, dibandingkan tanpa penambahan
kegiatan usaha Rp608.981 juta pada tahun 2025 dan di tahun 2030 tercatat Rp693.365
juta,

Kesimeas Vatagren Unit
10 Jakarta
Page 128 OCR 0.634
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

8.7, Analisis Rasio Keuangan

Analisis rasio keuangan atau financial ratio merupakan suatu alat analisis yang digunakan
oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan masing-
masing pos yang terdapat di laporan keuangan seperti laporan posisi keuangan, laba rugi, dan
arus kas dalam periode tertentu.

Proveksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

Rasio Proyeksi keuangan WTON tanpa penambahan kegiatan usaha selama proyeksi dapat
dilihat pada figur berikut:

Bl

Sorasa | 9a01se) toosose | tiosas | 122061 | tandon

Toon | tap Taasel tosas) Tone) deda

in 3 38 30 30 »

Perputaran Persediaan & 5 # 5 3 FG

Lapan Dang 16 Pa 7 » 69 &
Rasio Sokvabittws

Debu to Asset MA AN G3 RO BA EN

Debi to Eguits mer ol me) Ti3on | oraee | sean
Rasio Profitabilitas

Gross Margin PESAN MANA OOM KS MERE RE

ajaa | —as9n same —same| — sos |— 901

Ner Profit Margin os L.one 2s 2anal 2age | are

ROA Oam ion 23m) sex see ame

ROE: Om| me aomel Selo elel Sore

Rasio Proyeksi keuangan WTON dengan penambahan kegiatan usaha selama proyeksi dapat
dilihat pada figur berikut:

iatan Usaha

yas

13

u7

Page 129 OCR 0.834
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Debu to Asset ai | Sidoe wil) nan) sal an
Deba to Egutty Tenan, | a70. Toar | 2256| setan | Tai
Rasio Profitabilitas
Grass Margin | 5... gan Tel 5.
| Operuting Margin aon | sam Gaon | 0337e oyu | 6kots
Ne Profit Margin Lot | 1901 2900| 3ame| —asoe| 3s
ROA La 1738 27an | 3379 3osn | 401m
ROE PE MANA BEAN MAN PAN MN

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

Berdasarkan proyeksi keuangan WTON untuk periode 2025 sampai dengan 2030, baik dalam
skenario tanpa maupun dengan penambahan kegiatan usaha, secara umum menunjukkan tren
pertumbuhan kinerja keuangan yang positif dan berkelanjutan. Dari sisi likuiditas current
ratio meningkat dari 125,13”6 menjadi 172,6146 di tahun 2030 dalam skenario tanpa
penambahan kegiatan usaha dan dari 115,5694 menjadi 1597146 dalam skenario dengan
penambahan kegiatan usaha. Meski meningkat di kedua skenario, rasio likuiditas dengan
penambahan kegiatan usaha lebih rendah dibandingkan dengan tanpa penambahan kegiatan
usaha dikarenakan kas Perseroan digunakan untuk investasi, Demikian pula pada gutek ratio
dan cash ratio menunjukkan pertumbuhan yang solid, mencerminkan peningkatan
kapabilitas WTON dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Penambahan kegiatan usaha
berkontribusi pada pertumbuhan likuiditas meskipun dalam skala yang moderat.

Dari aspek aktivitas operasional, rasio perputaran piutang usaha turun dari 69 hari menjadi
29 bari tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 123 hari menjadi 68 hari dengan
penambahan kegiatan usaha, Penambahan kegiatan usaha menunjukkan efisiensi penagihan
piutang yang membaik sehingga menunjukkan peningkatan kinerja operasional dan
perputaran kas. Rasio perputaran persediaan turun dari 69 hari menjadi 38 hari tanpa
penambahan kegiatan usaha dan dari 70 hari menjadi 38 hari dengan penambahan kegiatan
usaha, Dengan tidak adanya penambahan kegiatan usaha dan adanyanya kegiatan usaha rasio
perputaran persediaan menunjukkan efisiensi yang lebih tinggi. Perputaran utang usaha
dengan penambahan kegiatan usaha tahun 2025 selama 199 hari menjadi 98 hari pada tahun
2030 dan tanpa penambahan kegiatan usaha tahun 2025 selama 116 hari menjadi 61 hari pada
tahun 2030. Rasio perputaran utang usaha lebih tinggi dengan penambahan kegiatan usaha,
yang artinya WTON membayar utang lebih cepat.

Pada dimensi solvabilitas, rasio debt to asset turun dari 47,264 menjadi 37,0896 tanpa
penambahan kegiatan usaha dan dari 54,7744 menjadi 42,5794 dengan penambahan kegiatan
usaha, Penambahan kegiatan usaha menyebabkan peningkatan leverage pada awal periode,
namun tetap menurun secara bertahap, hal tersebut menunjukkan perbaikan struktur modal.
Sememara rasio debt to eguity turun dari 89,6096 menjadi $8,9395 tanpa penambahan
kegiatan usaha dan dari 121,08"6 menjadi 74,12”4 dengan penambahan kegiatan usaha.
Penambahan kegiatan usaha menyebabkan struktur modal lebih agresif terhadap utang, tapi
masih dalam level wajar. Hal tersebut bisa memperbesar potensi imbal hasil, tetapi dengan
risiko lebih tinggi.

Dari sisi Profitabilitas, seluruh indikator menujukkan peningkatan kinerja sepanjang periode
proyeksi. Gross margin meningkat dari 7,264 menjadi 8,1986 tanpa penambahan kegiatan

Rusiness Vataatyan Unit
112 Jakarta
Page 130 OCR 0.824
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

89.

usaha dan dari 8,21”6 menjadi 8,85"6 dengan penambahan kegiatan usaha. Penambahan
kegiatan usaha membuat gross margin lebih besar yang mengindikasikan efisiensi produksi
atau barga jual lebih baik. Operating margin meningkat dari 3,74”9 menjadi 6,044 tanpa
penambahan kegiatan usaha dan dari 4,8995 menjadi 6,80?5 dengan penambahan kegiatan
makin efisien dibandingkan beban usaha. Net profit margin meningkat dari 0,5994 menjadi
2,870 tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 1,6196 menjadi 3,526 dengan
penambahan kegiatan usaha. Laba bersih meningkat lebih besar dengan penambahan
kegiatan usaha, menunjukkan penambahan kegiatan usaha bisa memberikan nilai tambah
signifikan. ROA meningkat dari 0,4274 menjadi 3,774 tanpa penambahan kegiatan usaha
dan dari 1,035 menjadi 40694 dengan penambahan kegiatan usaha. Sementara, ROE
meningkat dari 0,80”9 menjadi 5,99” tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 2,275
menjadi 7,06?4 dengan penambahan kegiatan usaha. Kedua rasio profitabilitas ini lebih tinggi
dalam penambahan kegiatan usaha, yang menunjukkan penggunaan aset dan modal lebih
efisien walau /everage meningkat.

Biaya Operasional
Figur 67. Analisis Bia ional Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah

Biaya Operasional Isnons | 1avsos | Iskan | 166.706 | 175777 | ISi0si
some Biasakan: dan tacisa | racosa | asis0s | 160227 | tesgas | 1015
Daan Tembaga 4722 4633 4908 5.176 SAs8 5.621
Beban Pemasaran TIK Li 12 130 33 Tas

Analisis biaya operasional dengan penambahan kegiatan usaha diperoleh dari Beban
Administrasi dan Umum 96,1196 dari biaya operasional yaitu sebesar 146.184 juta sampai
174.015 juta selama tahun proyeksi. Kemudian terdapat Beban Pengembangan Usaha 3,1096
dari biaya operasional yaitu sebesar 4.722 juta sampai $.621 juta selama tahun proyeksi dan
Beban Pemasaran 0,7896 dari biaya operasional yaitu sebesar 1.188 juta sampai 1.415 juta
selama tahun proyeksi. Biaya Operasional selama proyeksi sebesar 152,095 juta sampai
181.051 juta.

Biaya Bahan Baku Mentah

Figur 68. Analisis Biaya Bahan Baku Mentah Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan
ah)

5.806.126

5.360.529

2.298.411

Business Vatasnon Unit
113 Jokurta
Page 131 OCR 0.888
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

8.10.

8.1.

Kegiatan Usah: yeka
Biaya Tidak Langsung 319.025 417671 475.228 535.814 589.027 606.561
Produksi
Jasa Konstruksi 302469 405 476 450.562 507.723 558.459 S75.083

Analisis biaya bahan baku mentah dengan penambahan kegiatan usaha diperoleh dari
Persediaan Barang Jadi 60,87"5 dari beban pokok pendapatan yaitu sebesar 2.903.337 juta
sampai 5.520.098 juta selama tahun proyeksi. Kemudian terdapat Biaya Langsung Produksi
26,104 dari beban pokok pendapatan yaitu sebesar 1.244.689 juta sampai 2.366.519 juta
selama tahun proyeksi. Selain itu juga terdapat Biaya Tidak Langsung Produksi 6,696 dari
beban pokok pendapatan yaitu sebesar 319.025 juta sampai 606.561 juta selama tahun
proyeksi dan Jasa Konstruksi 6,34"6 dari beban pokok pendapatan yaitu sebesar 302.469
juta sampai $75.083 juta selama tahun proyeksi. Beban Pokok Pendapatan selama proyeksi
sebesar 4.769.520 juta sampai 9.068.261 juta,

Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)

Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh
laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah
pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat
digunakan untuk menutup biaya tetap saja. BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai

BEP Total maya Tatan
ma

Penjualan

Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk masing-
masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah mencerminkan pendapatan

minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan BEP untuk Ta pada proyeksi
Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebagai berikut:

1.104.746 | 8.006.090 | 8806126 | 9068261
158.076 166,706 178,777 IsLOst
1570316 | 1659765 | 1733237 | 1.781.668

Analisis Profitabilitas (Overall Prafitability)

Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam
usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait penjualan. Jenis-jenis
rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa besar laba atau keuntungan yang

14

Resimcas Vataaron Unit

Tokurta

Page 132 OCR 0.831
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

8.12.

diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai gambaran bagaimana Perseroan dalam
usahanya mendapatkan laba terdapat pada tabel berikut ini.

Figur 70. Analisis Profitabilitas Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

IA

Go s2 SAI S.p300 8.694 $,8384

Mungin ASI, S91 oa) os er | 6301
Net Profit Margin Len 19694 2900| 3st, Iso | 35206
ROA 10396 1,736 2.789 337 3osu | 4001
ROE 2m 3s ssom| —6atn PA

Dari sisi Profitabilitas, seluruh indikator menujukkan peningkatan kinerja sepanjang periode
proyeksi. Grass margin meningkat dari dari 82156 menjadi 88595 dengan penambahan
kegiatan usaha, Penambahan kegiatan usaha membuat gross margin lebih besar yang
mengindikasikan efisiensi produksi atau harga jual lebih baik. Operating margin meningkat
dari 4,894 menjadi 6,807 dengan penambahan kegiatan usaha. Penambahan kegiatan usaha
memperbesar operating margin, yang berarti operasional makin efisien dibandingkan beban
usaha, Net profit margin meningkat dani 1,619 menjadi 3.524 dengan penambahan kegiatan
usaha, Laba bersih meningkat lebih besar dengan penambahan kegiatan usaha, menunjukkan
penambahan kegiatan usaha bisa memberikan nilai tambah signifikan. ROA meningkat dari
1,03”6 menjadi 4,06"6 dengan penambahan kegiatan usaha. Sementara, ROE meningkat dari
2,27h menjadi 7.06"8 dengan penambahan kegiatan usaha. Kedua rasio profitabilitas ini
lebih tinggi dalam penambahan kegiatan usaha, yang menunjukkan penggunaan aset dan
modal lebih efisien walau leverage meningkat.

Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return on Investment)

Tingkat imbal balik investasi (Overall Return on Investment / ROI) adalah tingkat
keuntungan yang dihasilkan dari suatu investasi selama periode waktu tertentu, yang
umumnya dinyatakan dalam bentuk persentase (96). Dalam konteks studi kelayakan, ROI
digunakan untuk mengukur sejauh mana investasi yang dilakukan memberikan
pengembalian secara finansial.

Perhitungan ROI dilakukan dengan membandingkan laba bersih atau Ner Present Value
(NPV) terhadap total investasi awal yang telah dikeluarkan. Dengan demikian, ROI menjadi
indikator penting untuk menilai efektivitas dan efisiensi penggunaan dana investasi.

Secara teknis, ROI adalah rasio yang menunjukkan seberapa besar laba bersih yang diperoleh
dibandingkan dengan total investasi. Persamaan yang digunakan untuk menghitung ROI
adalah sebagai berikut:

Net Income

ROI « Cost of Invesment

x100Yo

Rata-rata Return on Investment (ROI) atas penambahan kegiatan usaha selama masa proyeksi
2025 — 2030 adalah sebesar 123,866,

Kesimeas Vatagren Unit
11s Jakarta
Page 133 OCR 0.889
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

8.13, Penentuan Tingkat Diskonto

Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset
Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas
nisiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan

formula sebagai berikut:
Ke Rt B (RaR) ta
Dimana :
Rr - tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
8 - Nsiko sistematis
Ra » tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
R, « selisih antara R. dengan Rs
a - risiko spesifik

Re (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko
yang dapat dipilih adalah tingkat bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.

Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2024, maka
instrumen bebas risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap
yang dikeluarkan oleh Pemerintah, yaitu Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor
30 tahun, yield tertimbang sebesar 7,1 196 yang bersumber dari IPBA per 30 Desember 2024,
dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf).

R, (Eguity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan eguitv market risk
premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base eguity market risk premium, Dengan
mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-
sos naa ba en ne pn lan
marker).

Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil Penelitian
Damodaran per tanggal Ol Januari 2028 dengan risk premium untuk pasar negara
berkembang seperti Indonesia adalah sekitar 6,8774. Dengan Rating Based Default Spread
sebesar 1,8996.

@ (Alpha), Faktor alpha merupakan risiko spesifik perusahaan yang mungkin mencerminkan
jerus properti, perusahaan dan premi risiko lainnya, Pada penilaian ini, faktor Alpha atau
risiko spesifik WTON adalah O (“Nol”) karena tidak terdapat risiko spesifik terkait
operasional dan keuangan WTON.

B (Beta), Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P
500 atau IHSG). Untuk WTON kami menggunakan Beta dari industri sejenis.

Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk
menghitung cost of eguitv, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara

Revimess Vatastyen Umi
16 Jakarta
Page 134 OCR 0.842
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan
terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of'
eguity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan
perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta,

Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut:

pu
14 (I-T)x DER

Dimana:

T - Tarif Pajak Penghasilan Badan

DER & Debt to eguity ratio

PL » Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar dengan pengaruh hutang

Pu » Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur

secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar tanpa pengaruh hutang

Unlevered beta perusahaan pembanding yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan beta
untuk WTON adalah sebesar 0,72. Unlevered beta tersebut diperoleh dari Penelitian
Damodaran per 0S Januari 2025 dengan kategori Construction Supplies.

Unlevered beta perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-
relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar yaitu sebesar 39,44? yang besumber

dari DER. Untuk memperoleh beta yang sesuai maka mendiskonto AKB tersebut dengan
formula sebagai berikut:

BL Pux (4 (I-T)x DER)

BL 50,72 x(1 4 (1-22.0046) x 394416)
PL 50,94

Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas WTON adalah sebagai berikut:

RA 1, pai Modal Ekuitas

Risk Free Rate (RO ine
Risk Premium Market (Ry) 6x7
Pp Bera) 034
Rating Based Defamli Spread (RBDS) 1x96
& (Alphay Ooo

Biaya Modal untuk Ekuitas Ian

Sumber: Penelitian Damodaran (Diolah GEAR)

Revimess Vatastyen Umi
117 Tekorta
Page 135 OCR 0.849
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

8.13.1, Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC-Weighted Average Cost of Capital)

Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk perusahaan (free cash flow
to firm), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan
rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari kreditor (pinjaman) maupun yang

berasal dari (investor) penyertaan,

Dalam penilaian ini, untuk biaya bunga utang digunakan tingkat bunga pinjaman rata-rata
dalam mata uang Rupiah berdasarkan suku bunga pinjaman investasi dari Bank Perseroan
berdasarkan data yang dipublikasikan Bank Indonesia per Desember 2024, sebesar 9,216,
Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya utang bersih setelah pajak dengan

perhitungan sebagai berikut:
Wd six(-T))
Wd “9,2142 x (1-2250) » 7,186
Berikut adalah perhitungan WACC WTON per 31 Desember 2024:

Figur 72. WACC

Biaya Hutang I,18te 282004 20382
Biaya Ekumas IL 71,728 23700
Biaya Modal Kata- Rata Teriimbang. 1od0a

Berdasarkan figur diatas, maka tingkat diskonto yang digunakan dalam penilaian sebesar

10,404 yang menurut pendapat kami merupakan tingkat diskonto yang wajar.

8.14, Analisis Inkremental

Proses kajian kelayakan usaha dilakukan dengan menggunakan model arus kas bersih untuk
perusahaan (Free Cash Flow to Firm/FCFF). yang mencerminkan arus kas bersih masa
datang yang tersedia didalam perusahaan yang dapat dibayarkan kepada semua penyedia
kapital (claim holder), baik pemegang ekuitas (common stock), pemegang saham preferen
(preferred stock) maupun para kreditor baik pokok maupun bunga atas pinjaman yang
diterima oleh perusahaan, setelah terpenuhinya semua kebutuhan operasional dan investasi
Kw chayosmerefowmubpat ng rayon sexy, Kangen: konenyah se

periode eksplisit maupun masa kekal (periode implisit). Arus kas bersih untuk perusahaan

(FCFF) tersebut didapat dari:

FCFF & CFO #& L. (IT) - ACAPEX
Dimana:

FCFF—: Arus Kas Bersih untuk Perusahaan

CFO : Arus Kas Operasi

I : Beban Utang Berbunga (Inverest Bearing Debt)
T : Tingkat Pajak

ACAPEK : Perubahan arus kas investasi

Revimess Vatastyen Umi
LL Jakarta
Page 136 OCR 0.825
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Arus kas inkremental merupakan selisih antara arus kas bersih eksisting tampa penambahan
kegiatan usaha dengan arus kas bersih adanya penambahan kegiatan usaha, Hasil dari
perhitungan arus kas inkremental ini dijadikan sebagai dasar dalam menentukan kelayakan
usaha,

Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih WTON tanpa penambahan kegiatan usaha

selama periode 2025 sampai dengan 2030:

Figur 73, Proyeksi Arus Kas Bersih WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan
Rupiah

Pr i
Arus Kas Aktivitas Operasi z 236.547
Arus Kas Aktivitas Investasi 197778) | 7167) | (61930)
Arus Kas Aktivitas Pendanaan 31964 | (279127) | (125.709)
Kas dan Setara Awal Tahun 397.554 008.981 315430
Kas dan Setara Akhar Tahun 608 981 315430 344.339

275
(8338) | (77.188)
(101.534) | 10.110)
476.288 S91853
591.853 693.365

Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih WTON dengan penambahan kegiatan usaha
selama periode 2025 sampai dengan 2030:

Figur 74, Proyeksi Arus Kas Bersih WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan
Rupiah

Arus Kas Aktivitas Operasi 99.785 19.179 264.330 296.261 302.601 317.566
Arus Kas Aktivitas Investasi Oa) Utan | 4619301 | (56.666) 158.338) OTIS8)
Arus Kas Aktivitas Pendanaan 31.964 | 1279598) | (126289) | (100563) | (102.156) | 4110787)
Kas dan Setara Awal Tahun 458.227 | 492.198 M4.613 290.724 42087 $71.866
Kas dan Setara Aklur Tahsm 492.198 214613 290724 429.787 571.866 701.817

Figur 75. Proyeksi Arus Kas Bersih Inkremental WTON selama Periode 2025 sampai
2030 (Jutaan Rupiz

Arus Kas Aktivitas Operasi 22.544 16436 27 183 2166
Arus Kas Aktivitas Investasi - - - - - -
Arus Kas Aktivitas Pendanaan - (470) (S1) 4601) 1622) 1647)
Kas dan Setara Awal Tahun (139377) | (116.783) | (100817) | (73.615) 196531) (19987)
Kas dan Setara Akhur Tahan (016783) | 00817) | (73615) | (46531) 19987) 8.183

Analisis kelayakan atas penambahan kegiatan usaha WTON didasarkan pada analisis
inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan yaitu proyeksi keuangan tanpa penambahan
kegiatan usaha dan proyeksi keuangan dengan penambahan kegiatan usaha.

Business Vataanon Unit
119 Jokurta
Page 137 OCR 0.786
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

8.15, Analisis Kelayakan Usaha

Parameter kelayakan finansial yang digunakan meliputi NPV (Net Present Value), IRR
(Internal Rate of Return), PI (Profitability Index), dan Payback Period,

Net Present Value (NPV)

NPV adalah selisih antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dengan nilai sekarang
dari arus kas yang keluar pada periode waktu tertentu. NPV mengestimasikan nilai
sekarang pada suatu proyek, aset ataupun investasi berdasarkan arus kas masuk maupun
arus kas keluar yang diharapkan pada masa depan yang disesuaikan dengan tingkat
diskonto yang relevan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa NPV adalah nilai
sekarang dari suatu aset maupun proyek. Persamaan dari NPV adalah sebagai berikut:

T cm
NPV NG CF

Dimana:

NPV " Net Present Value

CF, & Arus Kas Pada Pciode ts

CFo & Anus Kas Investasi Awal Pada Periode 0
r » Tingkat Diskonto

Berikut ini disajikan perhitungan Net Present Value dari arus kas bersih inkremental
WTON dengan adanya penambahan kegiatan usaha:

Figur 76. NPV Free Cash Flow to Incremental (Jutaan Rupiah

FCEF

CFO NA 16430 Er13) IT hp P2AL.. KLIL3A
Interesi x (t . - - . - -
san) (2)

CAPEX - 23 2 2 : 3
FCEP NS 16A3n Fpi ID tea P3AT In 787
Terminal Value na
bettad 1139317)

Investment

DCF PCP 1139377) 1 Sad 16436 FAT 1 bat Iso | 402238
Discous Faces | 10406 “9 0x2 aa 03 Ds 0s |
Terminal 197900

Growth

PV FCF 139377) 19 AM NIAS 20647 Ub3b Iasta | 22 LAN
NPV 172573

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa NPV WTON dengan adanya
penambahan kegiatan usaha diperoleh sebesar Rp172.573 juta. Hasil tersebut
menyimpulkan bahwa investasi penambahan usaha dengan parameter NPV layak untuk
dilakukan karena NPV yang dihasilkan adalah positif. NPV yang positif (NPV » 0)
menunjukan bahwa penerimaan lebih besar dibandingkan dengan nilai yang
diinvestasikan, sedangkan NPV yang negatif (NPV « 0) menandakan penerimaan lebih
kecil dibandingkan dengan pengeluaran atau akan mengalami kerugian pada investasinya

Revimess Vatastyen Umat
120 Tekorta
Page 138 OCR 0.907
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

setelah mempertimbangkan nilai waktu uang (time value of money), Namun apabila hasil
perhitungan NPV adalah nol (NPV » 0), maka artinya investasi atau pembelian tersebut
hanya balik modal (tidak untung dan tidak rugi). Semakin besar angka positifnya,
semakin besar pula penerimaan yang bisa didapatkannya. Oleh karena itu, perhitungan
NPV ini tidak saja digunakan untuk mengevaluasi layak atau tidaknya untuk
berinvestasi, namun juga digunakan untuk membandingkan investasi mana yang lebih
baik jika terdapat dua pilihan investasi atau lebih.

@ Internal Rate of Return (IRR)
IRR menjadi salah satu acuan penghitungan efisiensi dari sebuah investasi, Secara
sederhana, penghitungan IRR dapat menjadi dasar apakah sebuah investasi layak
dilakukan atau tidak. IRR yang lebih besar dari tingkat diskonto maka menggambarkan
bahwa investasi yang dilakukan akan menghasilkan return lebih besar dari yang
dirancang sebelumnya. Artinya, perusahaan disarankan menerima atau menjalankan
proyek investasi tersebut. Sebaliknya jika IRR lebih kecil dari tingkat diskonto maka
akan memberi gambaran bahwa investasi yang dilakukan akan menghasilkan rerurn
lebih kecil dari yang ditargetkan sehingga perusahaan lebih baik menolak proyek
tersebut. Sedangkan untuk IRR yang nilainya sama dengan tingkat diskonto menjadi
pertimbangan bahwa investasi yang dilakukan diperkirakan menghasilkan return sebesar
yang ditargetkan. Persamaan dari IRR adalah sebagai berikut:

T
CPt
NPV" kak Tomi F3

Dimana:

IRR - Internal Rate of Return

CF, « Arus Kas Pada Peiode t,

CFs " Arus Kas Investasi Awal Pada Periode O
r - Tingkat Diskonto

IRR adalah tingkat diskonto yang menghasilkan NPV sama dengan nol, Kesimpulannya
bila penghitungan IRR lebih besar daripada tingkat diskonto, maka dapat dibilang bahwa
investasi yang akan dilakukan dinilai layak. Namun, jika nilai IRR sama dengan tingkat
diskonto, maka investasi yang akan dilakukan dinilai balik modal. Sementara bila IRR
lebih kecil dari tingkat diskonto, maka investasi yang dilakukan dinilai tidak layak,

Berdasarkan perhitungan atas kajian kelayakan penambahan kegiatan usaha WTON
diperoleh besaran IRR sebesar 17,89"6. Hal ini menunjukkan bahwa investasi yang
dilakukan oleh WTON dengan parameter IRR layak untuk dilakukan karena IRR yang
dihasilkan lebih besar jika dibandingkan dengan tingkat diskonto untuk industri sejenis
yaitu sebesar 10,406.

«  Profitability Index (PI)
PI adalah teknik penganggaran modal untuk mengevaluasi proyek-proyek investasi

untuk kelangsungan bidup atau profitabilitas mereka. Teknik arus kas diskonto yang
digunakan dalam mencapai indeks profitabilitas, PI juga dikenal sebagai rasio manfaat-

Rusiness Vataatyan Unit
121 Jakarta
Page 139 OCR 0.811
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

biaya. PI lebih besar dari atau sama dengan | ditafsirkan sebagai kriteria baik dan dapat
diterima. PI dihitung dengan mencari nilai present value perkiraan arus kas yang akan
diterima dari investasi, setelah itu baru dibandingkan dengan jumlah nilai investasi
proyek tersebut. Persamaan untuk menghitung PI adalah sebagai berikut:

i EPV(CFt)
EPV(CFO)
Dimana:
IRR s Profitabilirv Index
CF » Present Value of Future Cash Flow
CFa » Initial Invesment

Profitabliliry Index menunjukkan angka 2,24 artinya bahwa WTON ketika menambah
kegiatan usaha dianggap wajar dikarenakan Profitability Index diatas 1.

« Payback Period (PP)
Payback period adalah periode yang dibutuhkan untuk menutup kembali pengeluaran
investasi atau Initial cash Investment, Artinya, kurun waktu yang dibutuhkan agar bisa
menutup kembali pengeluaran saat investasi dengan menggunakan proceeds atau aliran
kas netto (net cash flows). Penambahan kegiatan usaha WTON diperoleh payback period
selama $ tahun 2 bulan.

8.16. Analisis Sensitivitas

Penyusunan pendapat studi kelayakan ini telah dilakukan analisis sensitivitas yang bertujuan
untuk melihat faktor-faktor mana yang paling berpengaruh terhadap parameter kelayakan
penambahan kegiatan usaha WTON. Hal tersebut dilakukan simulasi terhadap investasi,
Setelah itu, dilakukan simulasi untuk melihat pengaruh parameter kelayakan terhadap faktor
utama yang digunakan dalam analisis sensitivitas:

um 77. Analisis Sensitivitas
O| 172573 19 123.904 224

Layak

23 207405 28,614 198,3 2,98 Layak
AP, 200438 PIN 179 24 2,50 Layak
215 195.472 26 163484 263 Layak
Pu 186.506. Na 18, Ta 249 Layak
9 172573 Wp 123. 2.24 Layak
Ipa 158.640 15,51 103,5"4 2.04 Layak
1s9 181.674 tata 94,70 1,98 Layak
Aa 144.708 YA Soon 187 Layak
2514 137.71 1 Aha Iga 1,79 Layak

Revimess Vatastyen Umi
122 Jekurta
Page 140 OCR 0.909
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

8.17. Kesimpulan Kelayakan Usaha Aspek Keuangan

Berikut ini adalah ringkasan parameter kelayakan finansial atas rencana penambahan
kegiatan usaha WTON (detail perhitungan parameter kelayakan finansial atas rencana
penambahan kegiatan usaha dapat dilihat pada bagian lampiran).

Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang
diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari selisih
antara Free Cash Flow to Firm apabila ada penambahan kegiatan usaha dengan Free Cash
Flow to Firm apabila WTON tidak melakukan penambahan kegiatan usaha. Yang
selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ckonomisnya. Sehingga diperoleh Free Cash
Flow to Incremental, Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha dengan
mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai
berikut:

& Net Present Value (NPV) : Rp172.573 juta
& Internal Rate of Return (IRR) 1178P4

&  Profitability Index (PI) 1224

«  Payback Period (PP) 1 $ tahun 2 bulan

Total NPV diperoleh dari basil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan tingkat
risiko, Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan kegiatan usaha
dibidang Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan
Tenaga Listrik, maka proyeksi arus kas inkremental nya bernilai positif,

IRR sebesar 17,89"5 menunjukkan bahwa dengan melakukan penambahan kegiatan usaha
oleh WTON dianggap layak karena besaran IRR lebih besar dibandingkan tingkat diskonto

Analisis Sensitivitas bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai
faktor yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa
perubahan nilai investasi proyek penambahan kegiatan usaha WTON menunjukkan tingkat
kelayakan finansial yang kuat dan tetap berada dalam kategori layak meskipun terjadi
fluktuasi biaya investasi hingga #2546. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa proyek
ini tahan terhadap risiko kenaikan biaya investasi, dengan seluruh parameter keuangan yang
menunjukkan hasil positif. Oleh karena itu, risiko finansial akibat perubahan nilai investasi
tergolong rendah, menjadikan proyek ini layak dan aman untuk dircalisasikan dari perspektif
keuangan.

Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana penambahan
kegiatan usaha secara aspek keuangan layak.

Rusiness Vataatyan Unit
123 Jakarta
Page 141 OCR 0.883
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

9. KLASIFIKASI PENILAI USAHA

Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan No. 562/KM.1/2013 tanggal 14 Agustus 2013 dengan nama
Kantor Jasa Penilai Publik Guntur, Eki, Andri dan Rekan dengan Izin KIPP
No. 2.13.0116 dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa
Keuangan ("OJK") d'h Bapepam dan LK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang
Pasar Modal dari Bapepam dan LK No. STTD.PB-51/PM.223/2021 dan 21 1/NB.122/STTD-
P/2020,

Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai Usaha
bersertifikat MAPPI dengan perijinan sebagai berikut :

Mappi No. : 14-8-05089

Ijin Penilai : No. B-1.18.00511
No. Reg. : RMK-2017.01120
STTD : PB-SI/PM.223/2021

STTD IKNB 1 2 /NB.122/STTD-P/2020

Page 142 OCR 0.789
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

LAMPIRAN KEUANGAN

Rewimess Vatagtyen Unit
128 pita

Page 143 OCR 0.276
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Mn enama na
mara
31 Desember 2014
butaan Rupiah)
Lampiran Mister
T Da —a
Kama Pa EA 3
hua
2
Kan dan Setara has ata NLANA Lean Lang “3g NAMA
aa
Pitak Beres Tar tart an Yan an nagst £. 10 ara
Pitak Konga KN man apa ian an? ang ara Sen aa
paka
Na, wi aga nga Za HA
Ka Ia Pu am Za yu
tanin MN
Peak ur seh Letnan W37313 bot al NA
yg na, an Jala Na Ta
Ha abah :
Hare Fa aa ai
Pak Keaar A06 19 yg yaa Yang naa
Petang Lam Lam Nay kedua aya naa
Tapak Dibayar di Noka sony “nan yo mna ya
So Da La To Kn jam, Dag
rasa, 2g an an Ca HS
Bayu Diya di Muka so yag 240 misa tam Na
(Froyak ala Pelukan sz00y ne Inang mis a97
Pearl an na Men san Lg
|Aser Tidak Lamar
ParateraA - Ya Ta sa
ea menda PA Ga sa
means na ae
kapan) ae SA
Aset Verap » Bersih Pn Li Nan an 11 Jua
Incaran Jangka Panjang Lacuya 19 rn 1900
Pa ayal 5 A4 21 PE
kta Sik: “askati basa amp an
|Pumtah Aset #nantnne REM das aa Yan Aan 1
dan Okwitas
Jangka Pendek
Peranan langka Pendek pen ana Ana ah Nonna pagar
Hara e
Pa Pe PO Ba PN
Penak Ketan aa 1 anta pa uangars Let,
Uune Pok we nan On aa &
Uang Muka Duri Pelanggan Apaan 0 ynata onar 13
Penduganan Dacrama di Muka na bt “1 nm «
Udan Akal Lt0tang 1 ynang LM “nanah
era ag 2 : 514 Ta
Mapan Jangka Pendek Dar
P mpeman Bari. Nagan «ng ng wi
Tana SIA “ aa 5
Agra APA AU MN Ga "
(tiatetuer tangka Panjang
Utang ang Panjang, Seth Dihurngg Hapan Langka
Tenis Batik a09 00 Bi ud ang pm Yama Pa
ena a #1 La ran :
Lana ibn ab ba Ai
Pesanan Ta En Kn La z
Hantaran : wa NA ea
|Jumitah Ukabilitas Jangka Panjang naa aa PU ai naa
(Jumlah Lagbilitas Get0ANg san 00
yang Dupas Downrtonkan kepala Porndik Emha
Meera Ba sda Ioako “ak Hn
Yambutua Masal Orata 0 seram Wen.63) wan ar
1 remuk Kearukturmaw. & Ma Nnya7
Saham Deveroteh Kera. WINA 2
Dasnkan Pengpasanya Maa wat ana uan nm
agraria Bat an AN UR UN un
naa tren AN
Kasian Indak. «ay xoo.nya Kanan Kanan
Keperingan Nonpengntah Ton perei Kroget nayg ten
Inamtun tata Asman sanam saman saratia Sama

126 Business Valwation Uni
Page 144 OCR 0.920
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Page 145 OCR 0.354
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Wijaya Karya Beton Uk
pera
30 Beptembar 2014
Rupioh)
| senpiran Mistoris
prene — &
- ” 1 Ya me 4 Pn - — Was
Jas Kar Dur Atvtas Open
Pengranaan Kas dari Pelanggan Kat AN elit PN saman) SHLhu saman
amat Kes dai Lian .
Pemahayaran kepada pemawh Hanan Kana Gisaain Worth «arm
Perubayaan Kepada Dewkas dan Karyawan 407 mna Drain Dek akah an aa
Pencrenasa Rortewu Penak Pengasuhan - - - wa,
Pewbuyaran Pasah Penghustan Pes dan Nor Feat ss0am Bam Ke ul usa Dam
#eman Bunga : wat “0.
Pemtayani Open Laanya ana anu tangan ega
(kas Meriih Mperakeh dari Aktivitas Operasi. unta wan. Hara “ng Jaran
|koua Kan Dari Ahikas Kaestsi
Peoihan Asa Tatap Dayang oneangy » usang ana aga
Peveveraan Branga una ara 0 - 1
Penyertaan Investasi pada Vesoaa Denama. . 18809 -
Penfstan Aa Tetap 1“ : . : : :
Penyetaan pal Tntss And . am
Penervaaan dari Inventan panda Vermuta Bersama. Bam .i Aron Na) hai
(Kas Bersih Digunakan Votuk Aktivitas lovestasi. Dam ana tang (nana) .. (am
| hrus Kas Dat Mkantan Kendaraan
Pemerrssaa Peyaman kuas
Jungka Pendek PBsak Konga 10 na Kasam Ke og Larang warn
Jangka Pendek Pk Koes an mantan (san) nesisnn as
Naga Pendek Pibah Beretas - Ser Ie vonrann (s2. Tanah
Jangka Pendek Pisah Beretas KN Ga (aa 1304300) (sat
Penetrsam Payaman dan bah Beri mun 2007 “10 mem
Perubuayaran Penjaruan pastu Pihak Berckasi Kn Oasan sana OL
Pembayaran Bunga. Waka ceng wajan Mn, 010.
Pemauyaran Lutetas Sewa ym an Dalan a.n an
Pembayaran Banpa Luhiaas Sewa . an Oa “ .
Satar resa 2 Ine / 3
Penerimaan Prvjaman Mata Jangka Panyang. wa srrom La
Pumbeyaan Pejasan Bath langka Panjang doasaoi anon usa tasc00, oo
ntujarm Dirakn Ketade Penepang Salam inases0t ana aan uesen inna
Kepada hepentanan Nempungndah un - up m—
Bersih Digunakan satuh Aktivitas Pendanaan. isngo1) Gea Pn 1100336) Maan
(WESURUKANI MERSIU KAS DAN SETAKA KAS yaaa senang wasag nang Was
Sebuh Kong map Kasian Seaci Kas Pada Aki Tato KLM om, 3 " Dn
TDAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN “sm ratan #01 uan un
AS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAMUN Lana Tete khan jan ag
Business Valtatian Unti
128 Tekarta
Page 146 OCR 0.362
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN

Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Wijaya Karya Beton Tuk
Pawan
10 Sepacmber NM
Wepiahh
Verikak
Kreregan
Kernagan
Aset
|Neet Lancar
Kan dar Setara Kas usa ts ama uan tngna On Lu
Pasang Usa
Panah ereksi naas Aa Pa AI m “4
Povak Ketiga sm 19. AaTN so - 1
Punnng Resemei
Penak Beerebasi cor, Pata aya cara ” #x
Pia Ketigi Ox IL asn aim - "
Pustarg yang Detirn Diagii - Bere
Peak. Haa Plang ur Yan mm ”i
Panah. Tana Pe Law san w
Tagihan Brsto Pemberi Kerja - Meruk
Pidak Werelasi a07 On Kia tan “
Pihak Ketiga aa 10 Larn um “
Putang Lain-Lain 01 ana ori az "
Pajak Oisayar di Maka pan sam 199 210 y
Persobuan na air ud uena u |
Uang Maka 037 ati aw am -
Biaya Didryar di Muka La. 1s Lt 17 » ml
Proyek Cinorn Pelaksana ai om Kla um ” nd
watak Aset Lancar a39 “an Ka sanma m— sy
|Aert Tita Lancar
Aset Pajak Yangguhus os on at ” La
Invosas betna Aseeua 0
weritani Vermara Heraama Oz On napa nami -
Properti brvensnns 7m on ag um. m
Aset Hah Gama - Bersih La Yang Gani an —
Aset Tetap » Beruh man Hal Pa nan ya
ervesan langka Panjang Lewnya aza au ri sana -
Aset Telah Lancat Lannya IT om ut un -
|iwnslah Aart Tidak Lancar yag ya ya ny Pn
Leventah Anri Pa toner yoona |
Resimen Watson Umi
129 Jakarta
Page 147 OCR 0.428
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

enyanta
Jangka Pendek
Pinjaman langka Pendek Ira un ta una » wal
Utang Usaha nd wa ri ra mi tral
Pihak Merelasi mn 1 mn w 1 sil
Pihak Keriga 3 ton 1504 yana 10. 2)
Utang Pajak 3 1 " 1 me Khai
Uang Muka Dan Pelanggan Anta Pi » ye » yo
Pendapatan Diterima di Muka 9 » » re » »n
Beban Akruai 24 isa 1505 217 1g ss)
Utang Luir-tsan m r tra m ng LN
Pinjaman Batik mn mm - La » 3
Liadiltas Sewa (3 1 " vs un Oil
Mumlah Liabilitas Jangka Pendek card sera se se ag an
tiatititas 3avgka panjang
Pinjaman Bank . 1. s1 ye 1 cl
Liabiltas Sewa v ma » un mi Ta
Liibilras Pajak Tangguhan ya ra m " mi trs)
Labiisas Imbalan Kerja " im mw mi m cl
Utang Ventura Bersama na oa oa v oa ul
Yumlah Liabilitas Jangka Panjang (3 3 # Pa Kai @x)
Mumlah Liabilitas con son 0 ato s0 al
Jexunas
|Ekuas yung Dapat Diairisuskan kepada Pernik Entitas
Modal Sahary 23 1s ima n. 1 1
Tambahan Modal Disetor ai ts in ur 1 un
Tronsaksi Restrukturisasi vs vr ma mr La cl
ISahto Laba
Ditentukan Penggunaannya » “. - ae 3 sy
Belum dicntukan Penggunaannya yana 1 1310 yana Phi 1s)
Ekuitas yang Dapat Distribusikan kepada Pemili anne ya 3 37 asn sel
Kepsutangan N La in in in 1
Huamlah Ekwitas bra bgi jane 7 Du raj
Lo—dumlahLiabilitas dan Ekuitas oo idhiIte oo OM0o0f:4 jones oogue oo Mongors oo 0004)

Business Valuatian Unif
Jekarta
Page 148 OCR 0.300
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Wiaya Karya Beton TIK
hutan
31 Desember M4
Morereoral
Varera
fd Pa ea. Tini
Ea Pe «SE “DN “SN
PATAN USAHA
POKOK PENDAPATAN ASIAN MISI MALANG MAN MLMT pen yadn|
nnttO pnarana sa Kr vera Tan, b
N USAMA
IKidon Liye dan Anewenasi dar 1006 12an Len Kan as)
Badan Penerbangan Buta ANK AMIK Ata An di 0 d.ars|
Betas Pemararan anta A0 AI para nara Aman
Jumlah Ichan Usaha SM TM LAM AKAN LAMA Jaan
USAHA "na yana Lawa «aa asara warn
(BEBAN) LAIN-LAIN
Nda lsatnawn Kewangag Bian Lir tara Atom ASN
Pembaputas Iunga ali oa “aya an wav
Labu atas Penguatan Aset Tetap IN ai @oera aon am ren
Bapu? aa Lahu Lrtras Aman nona no ac wwe
Mapan atas Laba (bugil Pada Ventura Bersama nama oo AK AMIN onta Oto
Lahu (Ragi) Sebsth Kars Op W0A noor am en
Beban Pajak Final BEM MANA dkean 2.07 angan,
Iudan Ikang An NN sllu Asep “Aden Aa
Perudakan Nita Asct Keuwngan yang Dusat 00m, 03 AAN aan Oo
Bebi Lai Lam erid @ aa Pa La njti asra Agt
Insslah Bebas Lai Lain LIKEG IRWAN AN NN
SEBELUM PAJAK nan La Axun anang ny
PAJAK LAIN MUSIK wanna ANPa Sana
MERSIM TAWON BERJALAN tama 2011 Anna P3 ad namun
KOMPREMENSIF LAIN Pa ta am #m. td
Pengukuran Kermbat atas pengana trnbalun Posts Na bd apa aa anu
Pajak Penghasan Terkah ara a01 tara KN nadi AN am
Iuanlah Penghasilan Komperbewuf Lain: Map MIMIN agan AN ara cma
HUMLAN LAIA KOMPREMENSIF TAHUN HERI TING La PP ti Lx naya, “aon
(LABA TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DHATRIBUSIKAN KEPADA
Vera Inatah Lanpe 2.1 uxoa 27an on uan
Keperimpas Nom Perponlah Arya ara Uanya @ Lara aa AN
Uumatah KAT 19011 Laden em nari usg
JAMELAH LAMA KOMPREHENSIP
Perih Untran bedak Kla jau yap in» aren 1
Kepentingan Nan Pengerdah aa bada A07 AK Aan Acid
Bumtah 1.darosa 191yne Pa 1x. nam 13an)

Rusiness Vataatyan Unit
1 Jokurta
Page 149 OCR 0.804
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

132 mad
Page 150 OCR 0.364
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

|tiatitititas dan Ekwitas
Unbilitas Jangka Pendek
Pinjoman Jangka Pendek Aa yazon 31 400(0oni|
Utang Usaha oo a00 0.00 0.00
Pihak Berelasi Ian.asa meri Man sawo)
sama A39 0xln AA TAN
38688 mar Sts says)
S0 Pb “773 1525
MAL 180.39 Apa 3.
In. wo An0aya sditil
aga Pn Ak asn
Hoon Ss dasan or
Apa ian “16.50. “1693|
29 Kas ILaK “ts. 30e|
Penjaman Baik aon 202155 20x ass ses)
Libitas Sewa agar WrRam “3.301 saga 100.00)
“oto oa wo “100.00 0.0)
Libittas Imbalan Kerja ai NN Ioi WLagp “9.2611|
Utang Vemura Bersama aa Aa 93 Own 20)
Yumlah Liabilitas Jangka Panjang asn s0 Ina Ne GAN
3 Liabilitas “2.2 GI ajaa osn “12an
ltkusas yang Dapat Disaribuskan kepada Pemilik Enteas
Modal Saham oa Ona Oon are “rs
Tambahan Modal Disetor 19, aon da2 0001 o.co|
Trassak Kesirukturwasi goni ht “100.01 Wa 0.0ons|
(sate Laba
Daentukan Penggunaannya ana sapa a00, won o.o0orsl
Beban daemtukan Penggunaannya Rasa 21 1721 0,201, am
Ekuitas yang Dapat Diatrihusikan kepada Pemilik Entitas | han em Dara 17an
Kepenimgan Nonpenpendah Gang Pn ii BanIn “Okta
Jumlah Ekuiras 23k band Aje Lor)
L— Jumlah Liabiitas dan Ekuhtas PIN Ana 210.703 an
Business Valuatian Until
133 lokarta
Page 151 OCR 0.413
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Wiaya Karya Beta Tt
Down

JI Deseaber MIA
Votha

Kesra
-

(LABA TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DEATRIHUSIKAN KEPADA

ons hndek ma na an
Kepesngan Nam Penganduh mag, tnpa “aan
Insatah ya suara Aa

YUMLAI LAHA KOMPRIMENSEP

Perih Franas Indah am Jaa 0
Kererngan Nor Peneradah yaran man “ma
demak Test IL pentas

Revimess Vatastyen Umi

134 Jokurta
Page 152 OCR 0.358
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN

Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Rasio Keuangan Historis

Dinda toe
2 Saemaar 23
Deng
Gamer kas ngrm una kaya ontasd
Week Rano gm on Nina ten
Cah am peang man kn pera
Jamin Annie
(eren Prog Us bah Berdoi » “ . “ “ "|
Pasang Lha Pak Kriga F3 ti Pe 2 » Pi
Tapauman Pasang Kom Pad Berita " ' z 1 ' |
Perpaman Parang Reveru Paha 4 1 4 ' ,
Perpuastan Putar Yang Behun Otagh - Pihak Mereinei - " “ . 2.
Penyutwan Parang Yauy Pekuru Ong - Pihak Keugs " 2 2 » "
#ayatana Pernlasa “ & " " “
Peaaran Uang Uu - PA Henti 3 Tn - - Ri
Pot Utang Una Plak Ker “ . Ti pa »
payau Goa » ua an
(kanio Satrahiltm
Datu At 1 u an s1 s1 and
eta x0 Kajany yes 109 sets tea, um La
(Rerio Pretirateran
Gross Manan lang - s.. - ing va
Operung Marga uv. - Bad n - wd
Nan Prnia #larga Ping 100 & 0. .y. and
20. am ya am Peni am um
Lxoe tri bra ia Ara ren z
Business Valwation Uni
135 Tekarta
Page 153 OCR 0.317
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk

arisan?
serata
(tematan Pengpenaarna an usg no. ... Pb .
Meta Denata Peranan LMGkaN  LMEMI Lan 115 IK ana an1am
menaneatin Lompemeru! Laneya. - -
keyennogan Men Pengatak. senet sea kasool tasya oma kato na
Tatar Pkaatan Men6 Dek Mekah Amaris RAdA2NG MA NIKMA Ape190 satgas
meayan basah Dan Inatah Ia Tejaa KIR Janam Taja

Kesimeas Vataaten Unit
Page 154 OCR 0.227
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

e—T

Met Pata Penata MAIN MAKA WINA Karan TMT —
Ona teesni kmrn. Irispano— Goo Dersrg Mangan rona many
saran tenan Wana mkn sana sena nana Wana
#arainana Muka Aero On Kasar man arm
Ona Wana Kesal (sa nan era
seba urang Tian tara sn ang mm ser
nemanae .. -
man tangan Gerai — UTAM beban Desa meta ml
ea Pemeraan alang en aa Denah Iisa Moami sara
sebatang Lem tan PA ban MN seo man tangan Gaet kental
Lovatag Sebetor Patak. an m0 Pet ms nd meterai
Pajak Pengnattan Sr aan Oem 0g masa ang
Ananta Setan Panah .X wan 0 Asngny atasi
Perarvnaan Gn dar Peenagan KAPAT Kineaka Kasta Tatang sama
Penteren tgati nasa Mau MPA Kakan kmasan ONGKN
Penterar tepat Dres ar Marprann, MPaMaN INKA KeOK saran ——aTIM Da
Perawan eng -
Peranan Pajak
meteran Drag aa ws asu mara cam
(0 Merah Diperotah Dari Pigenshan weni Akta RAN maa 1x70 me on na
MMO KAA DAA ARTNTAS MOVINAN
Peryaatan hact Tete uX an sawo -
Perotenan MOgarI mantau
Menang Goes yang Batre Pena Sauraan
PLN MELAMAR yuan 5 :
Penbatuan Mart Patag: Monata taka esa ea rang
Pmamhanan MEME Mean
PERAK Neha Puah Area Anam
emenan Lena Mati Pemautan ketan
Aren Kan Getaar Barit padu Lag snvaral mata 1
(metan Merararan merntan eyang Bantan:
Penanbahan Mae Laman,
Pemanen kur Pemanen Letnan
peuuran tenan) mantan menga
Aeuaan Payeman mna panjang ben petikan ang
as Marun Diperateh Duri Pongrnahan weni Att KIRANA PNPM draan ea cam
Pentaye Mena Penaman kanan Hoa mug mg mug pong
Meneaar INoarunani mesanan Angan sayang maa MOM OMA Da za ng
#eratan Perafnasi paman singa manengan
Menatan (peran mai perawan jangha pentas Iataan — nrima ..
#enanan ITematitani pasaran Menaten ,
Penbayan Har Lema Penanapan ca.
Pemer amaan AT BEN LAN Mam Lah RELA an
Penaran Onear Ni tam para Dem dana “asam
PERAN Ana Man Mang Lemaean
Penarpaan Mata Lana
faham Tante
en sanagan
162e Beruh Diperulah Dari Digenekan mand Akin WE EG puma enam Kan mun Wan ang
MEMAKAI PONLINMAN) BERI Kai BAN MITAKA 5 HAKI nat Gun sia man sina2g
Pevanahar tari -
MALE) MAS OA SETAMA HAN PALA ANAK YAMIN MEPZI SATA sam sitam mam Pte
MAKDO KAI DAN BETANA KAN PADA AMAN PENGRL —— NNTAGA MAKAN aman maan 59m ma

(nan

raman
msg

naa
sora

137

Rusiness Vataatyan Unit
Jokurta
Page 155 OCR 0.307
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

|

eta » — » - » »
Penagihan tahu berjuta danang? Ataran sarana kanseh  Tentan ad tamah
Penagihan tahu tata san pama Lp LA 2 A1K73Y Lanang
Petunaunan Perdamaran tedwnen Tran 2 an sean aa
Ka sam 0m n sam
Pertemanan aya Unata un 1 .. um
beban Peryunar Petang (Matang Unahal Lam san 1 am
Peraturan mang Inah “ “ ” 3
setang Unana .. “ ” “
Ar menemani Pena maanan
SASAMAN TA Petani masa sal #an
SA AIAN La Tama pa aa wara
POOUKTPATAS Pan bi sam min DAN
merana erna nam Oam Oi ..n
N MAMMAMAN MAN AU ANA TEAK ERP mn wan an. Tu
Revo Karangan
Wana Lautan
Carrera Rato sanaya Tana dentan abal Penak
Ova Rata saran no Nona kaan
Cash Rat mara Kara yeban ox
Fama Aatutan
Perputaran Prdarg Usaha - 1 » ”
Permtaan Peruntaan - “ “ ”
Persutiran Ulang nata us - n - “
Kat Seatantan
Dedi is Asnat dn @eun Wa Bai 1.
Dee 0 Enaty La ma ne van se
RRaun Prontatean
Gres Marga Lan Padat Tan Tan, “2. Pa La
Osereang Marga 17m Aa sara Sr Pa dad KN ada
(et PA Marga css Loe 2.2 211 Le Zam
ROA nak Ao 21m 2 uan Am
wr 0 (ara .. sia «. s0

Brsimess Vataaten Uma
138 peta
Page 156 OCR 0.289
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Petak Terapkan ... "na 1». ? 1g .. .—
NO Merr ta va. Pl ag wan "am
part Tetap »rya sn nu. xx 1m mm ur
kartun ta ana K3 vol non a11. nan noni
Teras Pada Peti Arak (rotas kanmaw dar W ... ma ”. €- ..
—— pan karang Are ria aan.» PL Pa el
Pa u IA Ia Ga One Er Yee LE
Yedeman magka Pendet ng ——
Matang Lina Lapan 1 yna y03 1 v1
mang unta kar ... ”
Yeetang Pasek ..m Pa ui -..
Vena Mba Gen Pelanggan ipa 00 Da0 Pa ad
tanya (ang Maap Panai Dibayar sap 229 sa) Sona
Peneapatan Merana Ormuta, oya 10 anna
JISBALAN Langka Cangang bagan pengka pendra. - - -
kanan anta ...i
UatStan jera Pernang
Pepaman sangan Panyang — naya -. .. .... Ka
Areanhan maan #pera Lara (MAA Mk . ”n “. “—a mn nu
Urang Larwaam . -. ” “ ”
Unang Ventura tanama uga ... naa po. .- 0.
ti —. 9. ara "1 ” ca
3 z z
Wetan
Moda panam
Nreasury Stnen. 2 - - - . . “
Terertar Moda Oon anna? ata? anyar .. yag anah usai
Mp3 Drag! Lahar -... Beni sarat naa Kini nam ai
“ee tata
ten aan Pengpneannga ”.- ..— ” y. ” ".. 1 yu.
| tetan Ditortaar Penggunaannya yag tag Lama Isa A3 ui anak no
Pendaprtan Lornerenawui Lanang
Levent ngan Nan Pengaadat. nya m1 Ka nd "mg “No
Trtai Untan. ema «pan ana mz Aa Anang Kutu ..—
PERAN emAU pan Ia tal TA Ia IA Jaa Ga OP 3

Rewimess Vatagtyen Unit
Jokwrta
Page 157 OCR 0.309
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

I

|

|
GE Gesenggahi
!
i

P3 enbani

Wap mag
tanyanya Ona Orang

berani

mm

Pertayuten Puma: Dharn—Onaam bas we
2

MMA LAN DAA METITTAS PNEITAN

Penata Aan Terapi - hj 0.

Mentarnan Bat tetap Pa el wan Aa ni Daan Wraa

(LAI PAN KENA MN.

bndasad Petani mag Oesag Lion Ls
art Ginatn na na 119

E

una

An Beraa Dipersiah Bui Pigenahan watak) Mbah CSRATIN — #TTAN wg Dam ema sang Ona
nan
stan

8

Wang nan Ga Dam

KEALAN PENEMUAN MENSAKKAS DAN WEBARA «SSH na yaaa

1
#5
:
&
8
8

SALDO KAS DAN SETAMA KAI PADA AKI LAMUN aras oo war man 04 -
(MALLKO NA DIAN SATA KA PALIA ANK PEMOKA - ASATTP NI IAN yaaa NA. sa

Hii

Rusiness Vataatyan Unit
140 Tekorta
Page 158 OCR 0.367
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

- En
KSM TANKAKI ame Bt

LEK Lanktar Laka yan Lem

UN 1 .. -

mx . - ..

1. s9 bra Na

17x aa nm 1

. ” » -

2 » - -

arrama maan — sanam

sos ya na pat

MOOUETIMTAS Cm saga — nara nada "aa nam
saru dng (naga Oz naa na ang Ce
oscda 1587tn

ti ra

Yara bt

» “

”

- -
an gam
nan Tata
ada sd
. cm
Pn 173
an Pn
1g Tak

Id pokeeta
Page 159 OCR 0.431
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Ea EN 21 EE Et E3
Oren non masi ta 5nn)
239687 LO? AM 1W6584 1107447
dan 2361 2304 7
x9a2 181 ya son
310804 @751 am 65079
50753 MA G0 “
«a17 ... 1337 jan
nm 12400 si v0.7
tan 1116193 L19RTST LINS6II
11927 1992217 1N9.327 199.227 199317
yng 11377 1927 19127 yan
0 1as1ose LM6IO  1NGOKA 132490
- 1158716 1100 LOBLING oo LOSLASO
- 8.8. 9 “ag “197
- na Ni ani 15
- 19952 19. 10.654 1.17
- 1704 114229 LIRPAL  LOKKASP
- Ang na 11 LA7 TAN 1001359
- yr 197 170.33 am
- yr 101 7 un yaa an aa
- Lasno5g 146.120 1200004 192490 IMAM 1
Rusiness Vataatyan Unit
142 Jukurta

Page 160 OCR 0.725
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

DO KAS DAM SETARA KAS PADA Al (139327) (673 non (nasi Hasan) 99an) 2

143 Tekorta
Page 161 OCR 0.475
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelavakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

son onooo | 2308 a00 000
624339960 |. 3.746.039.760
T 5 Lisa aoi sea
2 Bak Uap 6 247.381.677 1.484 290 062
3 | Bak Limbah 6 836.937.608 5.021.625.618
& Ruang & Instalasi Genset 6 Iacooissa| 201.529.324
5 Jembatan Timbang 6 162.645.519 975873114
Peralatan -
To Peratalatan Produksi G Teikannooo | A5R30A00 000
2 | Perulatan Penunjang Produksi 6 448.400.000 2.690 400.000
3 Dea Pekerkaaan, Pengukuran dar |“ 367.117.904 2.202.707.424
T Cetakan za Fasesnan | 19257925200
"Total Investasi 129320287868
Discount Factor
INGAN DISCOUNT RATE
Copitat Csk Camporition Worted Cost
ir »,noe nya
Ae bi PP an Ara
yaaa
Cematnete
TAN IPA 30 Der OM Bank Interest 2096 Bal Iadomosia, Da 2004
OM hoseaberwa. Aemmary JUL Ya nara
Ikuk Peeramen AATU Dhemenderan. bamuury 2021
Dhamoskaran January ND
xD Lae
Keterangan wa Makar Unteserea Wara
marun BA yo para «1
ne yoapn
any Khai
Page 162 OCR 0.387
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

— 8. E53 F3 F7 8 FA F— an
ana momen
«0 maa »a Din M3 pan mm
com Latin Gen Wana setang vaang (en ag
rana. tas La po pi pa —
ar ng Pe Dasar” Inang mg Jaa
eni meymamtas
ge anta "9 man k01 rata yahya
aini
setoseat # (tas
rr
perementai
0
Capen ta
#nterest « (i-tan)
Wweremantat
Termunal Vatue
Oskon
Termunai Growth
Anahuin Incremental
FCFF meremental Tn no ya Le
12313
yana
naek
Indar 20
Invest
1120327)
1 20120 (tano07)
2 13.485 (1085427)
3 20MA? 084775)
Pi 18636 tt)
s 16 sea (49575)
8

10x 218626 In an 204

Persian Barang led KAT
Wrnya Lngrung Praktn 26108
Daya Peka Larpang Prabetis Ka tol
Ine Korgnba Aa

as Masi
Page 163 OCR 0.472
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

z8
Operasianat 152095 H9n68 155076 166706 17STTT AGLOS1
Admeustrasi dan Umum. PS had 1 rna 144 Oe4 ASLANI o1GOTIP A96 174018
Pengembangan Unata. on 4722 468) a.9 5176 Sasa San
Ojak A18 Eatan 1.238 100 Cr
Were Prart
XS
5.305.000
Pokok Peryanian 4769520
Overasoral 182005
1.508 801

146

Rewimess Vatagtyen Unit
Jokwrta

File

File Open PDF
Source IDX
Size12.02 MB
Published17 Jun 2025
Pages163
Characters347,963
Text sourceOCR
OCR confidence0.813

Names mentioned 98 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Wijaya Karya Beton Tbk p.1 ×536
linked person Amir Abadi Jusuf p.27 ×6
linked person Rija Judaswara p.37 ×2
linked person Syailendra Ogan p.37 ×2
linked person R. Permadi Mulajaya p.38
linked person Miftachul Munir · Komisaris p.38
linked person Nita Prihutaminingrum · Komisaris Independen p.38
linked person Iswandi Imran · Komisaris Independen p.38
linked person Agus Pramono p.38
linked person Verly Widiantoro p.38
linked org Waskita Beton Precast Tbk p.66 ×8
linked org Berkah Beton Sadaya Tbk p.71 ×2
linked org Wijaya Karya Pracetak Gedung p.100 ×2
linked org Wijaya Karya Bangunan Gedung p.100
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×36
possible org Wijaya Karya p.28 ×17
possible org Negara Republik Indonesia p.34
possible person Kuntjara · Direktur Utama p.38
possible org Bursa Efek Indonesia p.71
possible person Makmur Wijaya. p.98
possible org Krakatau Steel p.100
unresolved org KJPP GUNTUR p.2 ×8
unresolved org ANDRI & REKAN p.2 ×2
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan dan Pasar Modal p.2 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.5 ×50
unresolved org Kota Nusantara p.8 ×7
unresolved person Rahmat Faizal p.14
unresolved person Up. Dwi Hari Prasetiyo p.15
unresolved person Yasin Irwanuddin · Manajer Divisi Keuangan p.16
unresolved org Andri dan Rekan p.17 ×3
unresolved org Penilai Saham Represenstatif KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan p.17
unresolved org KJPP Guntur Eki Andri p.17 ×148
unresolved org Wijaya Marya Beton Tbk. p.17 ×2
unresolved org Rekan Penilai Saham KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan p.17
unresolved org KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN p.18 ×146
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH- p.23
unresolved org Menteri Keuangan p.24 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Guntur p.24 ×2
unresolved org KJPP p.24
unresolved org Bapepam p.24 ×6
unresolved org Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf p.27 ×6
unresolved org Mawar & Rekan p.27 ×6
unresolved org Wijava Karya Beton Tbk p.28 ×28
unresolved person Insinyur Nanette Cahyanic Handani Adi Warsito · Notaris p.28
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.28 ×8
unresolved person Insinyur Nanette Cahyani Handari Adi Warsito · Notaris p.28
unresolved person Insinyur Nanette Cahyanic Handari Adi Warsito · Notaris p.28 ×5
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.28 ×2
unresolved org PT Wijaya Karya Ranimrer Vatarnian p.28
unresolved person Achmad Bajumi p.29 ×3
unresolved person Imas Fatimah p.29 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.34
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU. p.34
unresolved org Yayasan Wijaya Karya p.37
unresolved person Eko Sujianto · Komisaris Utama p.38
unresolved person Insinyur Nanctte Cahyanie Handari Adi Warsito · Notaris p.39
unresolved person Insinyur Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito · Notaris p.39 ×5
unresolved org Menteri Kebukiman Republik Indonesia p.40
unresolved org Pusat Statistik p.49 ×3
unresolved org Kementerian Keuangan p.49 ×4
unresolved org Kementerian Ketenagakerjaan p.50
unresolved org Bank Indonesia. Inflasi p.53
unresolved org Bank Indonesia Triwulan IV p.53 ×19
unresolved org Bank Business Valuatian p.59
unresolved org Kementerian PUPR p.64 ×2
unresolved org Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat p.68
unresolved org PT PLN (Persero) p.69 ×3
unresolved org Kementerian ESDM p.69 ×4
unresolved org PT Virajaya Riauputra p.71
unresolved org PT Sumbetri Megah p.71
unresolved org PT Jaya Sentrikon Indonesia p.71
unresolved org PT Ratu Pola Bumi p.71
unresolved org PT Tonggak Ampuh p.71
unresolved org PT Sentosa Sakti Makmur p.71
unresolved org PT Kunango Jantan p.71
unresolved org PT Hume Sakti Indonesia p.71
unresolved org PT Tjakrindo Mas p.71
unresolved org PT Jaya Beton Indonesia p.71
unresolved org Menteri PUPR p.72
unresolved org KJPP GEAR p.84
unresolved org PT Citra Lautan Teduh p.98 ×2
unresolved org Koperasi Karyawan Beton Makmur Wijaya. Revimess Vatastyen Umi p.98
unresolved org PT Wijaya Karya Komponen Beton p.99 ×2
unresolved org PT Komponindo Betonjaya p.99
unresolved org PT Komponindo Beton Jaya. Aktivitas Usaha Performa p.99
unresolved org PT Wijaya Karya Krakatau Beton p.100 ×2
unresolved org PT Krakatau Engineering p.100 ×2
unresolved org PT Krakatau Wajatama p.100 ×2
unresolved org PT Krakatau Baja Konstruksi. Hingga p.100
unresolved org PT Krakatau Baja Konstruksi p.100
unresolved org PT Wijaya Karya Pracetak p.100 ×2
unresolved org Wijaya Karya Bangunan p.100 ×2
unresolved org Kementerian ESDM dan PLN p.104
unresolved org DER & Debt p.134
unresolved person Keaar A p.143
unresolved org Penerbangan Buta ANK AMIK Ata An p.148
unresolved person Kriga F p.152

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 8850 ms 13 Sep 2026 15:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result