Back to announcement
20250617_WTON_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31895878_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review WTONSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 163
Page 1 OCR 0.952
LAPORAN STUDI KELAYAKAN Atas Penambahan Kegiatan Usaha KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik PT Wijaya Karya Beton Tbk PT WIJAYA KARYA BETON TBK Untuk PT WIJAYA KARYA BETON TBK WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340
Page 2 OCR 0.854
KJPP GUNTUR, EKI ANDRI DAN REKAN
MNW car (PAW, MRNOLARANI
Hare alunta
No, File : 00037/2.0116-06/BS/03/0511/1/V1/2025
Jakarta, 10 Juni 2025
Yth. Dewan Direksi
PT Wijaya Karya Beton Tbk
WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9,
Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur,
DKI Jakarta 13340
Ringkasan Eksekutif Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton
Tbk
Dengan hormat,
Ringkasan Laporan Studi kelayakan ini merupakan bagian dari laporan Studi kelayakan secara
keseluruhan yang disajikan sebagai laporan terinci dan tidak dapat dipisahkan. Laporan ini merupakan
revisi ke— | (satu) atas Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton
Tbk No. 00029/2.0116-06/BS/03/0511/I/V/2025 tanggal $ Mei 2025, revisi dilakukan karena terdapat
informasi baru dalam hal yang substansi. KANTOR JASA PENILAI PUBLIK GUNTUR, EKI,
ANDRI & REKAN (“GEAR?) telah ditunjuk oleh PT WIJAYA KARYA BETON TBK (“WTON")
melalui persetujuan surat penawaran No. JKT.037/PN.BV.GEAR/2025 tanggal 23 April 2025 dengan
maksud untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk yaitu KBLI
43211 - Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan
Tenaga Listrik, yang diperlukan dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan ("OJK")
No, I7/POIK.042020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal ("POIK 38"), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
No. 17/SEOIK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018, dan tidak
digunakan di luar konteks atau tujuan penilaian tersebut.
1. Identifikasi Status Penilai
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No, 277/KM.1/2018 tertanggal 16 April
2018 mengenai Izin Penilai Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., M.Ec.Dev. MAPPI (Cert) yang
ditetapkan sebagai penilai di Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi (B)
No. B-01.18.00S11 dan terdaftar di OJK untuk Pasar Modal dengan No. STTD.PB-
SI/PM,223/2021 dan OJK IKNB dengan No. 21 I/NB.122/STTD-P/2020 dan juga sebagai anggota
MAPPI dengan No, I4-S-05089 dan Nomor Register RMK-2017.01120,
GEAR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
serta memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian ini,
2, Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan adalah sebagai berikut:
Nama : PT Wijaya Karya Beton Tbk
2 : Perdagangan dan industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain
Bidang Usaha yang terkait
: WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl, D.I. Panjaitan Kav. 9, Cipinang Cempedak,
Alamat Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340
Telepon :021-8192802
Fax 1021-85903872
Email : sekpertawika-beton.co.id
Website : www. wika-beton.co.id
Kapter Cabang 2 Business vaTuatior unit Jakarta, Gedung Peebiina Graha, Lantai 7, IT, DT. Pamiaitan Na 4$,
Jakarta "mur 19380 telp. 021-85914072
Kantor Pusat 2 JL. Sidoveras PIK Nek Mo. 45 Surabaya — Jawi Timur Telu/Fan. OSI-S67O138 / YICNSO9S
Cabang 1 Tenurang (PL, Semerinda (PD, Deroaser UP), Mekarsar (PS), Tegal (PS)
Page 3 OCR 0.858
KJPP GUNTUR, EK ANDRI DAN REKAN
Jar UNA Wa, SERPOKA RAN
Lara alanta
Bab,ik Indoberin
3. Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penugasan ini adalah untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya
Karya Beton Tbk yaitu KBLI 43211 - Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi
Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik, yang diperlukan dalam rangka
memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan ("OJK").
Penugasan ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No.1 7/POJK.04/2020 (“POJK 17”) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
No.7/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17") tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.
4. Obyek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah
penambahan kegiatan usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usahan Indonesia (“KBLI”)
yaitu KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas
Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik.
5. Tanggal Studi Kelayakan (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan
Tanggal Studi Kelayakan adalah tanggal 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian,
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mci 2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) masa
berlaku laporan penilaian adalah & (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (Cur Off Date)
dalam laporan penilaian.
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan penilaian ini
yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut off date) dalam laporan penilaian.
6. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini GEAR bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan WTON ataupun pihak-pihak yang
terafiliasi dengan WTON. GEAR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi
atau merugikan pihak manapun terkait dengan penugasan ini. Imbalan jasa yang kami terima
sama sekali tidak dipengaruhi oleh hasil kajian kelayakan yang dihasilkan.
7. Yanggung Jawab Penilai
Dalam batas kemampuan dan keyakinan GEAR sebagai penilai, GEAR menyatakan bahwa
semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Studi Kelayakan telah dilakukan
dengan benar dan GEAR bertanggung jawab atas Studi Kelayakan yang diterbitkan.
8. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan
Dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini, kami telah melakukan analisis melalui
pendekatan dan prosedur studi kelayakan yang mencakup hal-hal sebagai berikut:
Kapter cabang 3 Business valuatior unit Jakarta, Gedung Peebina Graha, Lantai 7, Il. OT. Panjaitan Na 4$,
Jakarta #imur 19350 1eip. 021-85914072
Kantar Pusat 2 AL Ahdoveran PMK Nek Mo 45 Surabara — Jawe Timur Telasifan OST-BATOYSN / PIONSO9I
Cabang ? Semarang (PI, Semerinda (PD, bergeser (PT, Makursar UPS), Tegal (PS)
Page 4 OCR 0.858
KUP GUNTUR, EKL ANDRI DAN REKAN
Pengumpulan Data
@ Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana ekspansi atas
penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data indentitas Perseroan, perizinan,
spesifikasi proyek, aspek keuangan, dan rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait.
& Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
# Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan dari aspek yang berpengaruh
dalam kelayakan dengan pihak Perseroan,
Proses Analisis
& Analisis Pasar yang mengkaji kondisi pasar, potensi pasar, persaingan usaha, strategi
pemasaran atas rencana penambahan kegiatan usaha.
# Analisis teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana
penambahan kegiatan usaha, spesifikasi teknis, teknis pelaksanuan, ketersediaan dan
kualitas sumber daya manusia, timelinc, dan rencana keberlanjutan.
@ Analisis pola bisnis yang mengkaji model bisnis usaha Perseroan saat ini, analisis atas
keunggulan kompetitif, kemampuan pesaing dalam meniru produk, analisis industri,
analisis risiko yang berpotensi muncul, dan analisis SWOT.
& Aspek model manajemen yang mengkaji struktur organisasi dan kebutuhan karyawan atas
rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan, kesesuaian struktur organisasi dan
manajemen, kapasitas dan kemampuan manajemen, manajemen kekayaan intelektual,
manajemen risiko, sumber daya manusia, dan komposisi karyawan,
@ Analisis keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi, rencana biaya
investasi, sumber pembiayaan, asumsi-asumsi, proyeksi keuangan, analisis rasio
keuangan, analisis biaya operasional, analisis biaya bahan baku mentah, anatisis titik
impas, analisis profitablitias, analisis tingkat imbal balik investasi, analisis inkremental,
dan analisis kelayakan atas penambahan kegiatan usaha,
9. Standar Penugasan Studi Kelayakan
Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta penyusunan laporan telah dibuat
dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020 ("POJK 17")
tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No.35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.17/SEOJK.04/2020
(“SEOJK 17") tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.
10. Tingkat Kedalaman Investigasi
Studi Kelayakan dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan informasi
dari pihak manajemen WTON, yang bertujuan untuk memperoleh dokumen kelengkapan
analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi memalui wawancara berupa con cal!
atau virtual meeting.
Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:
|. Uji tuntas atas laporan keuangan tidak dilakukan dan penelaahan atas informasi pada
laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan analisis kewajaran:
2, Uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek analisis kewajaran tidak
dilakukan,
Kaveer Cabang 2 Business vaTuatior unit Jakarta, Gedang Pesbita Graha, lantai 7, 31, DT. Pamiaitan Na 4$,
Jakarta Ifmur 11390 telp. 071-85914072
Kantor Pusat 1 JL. Sidowerad PAK Nek No. 45 Surabaya » Jawe fimur Tela./fan. OST-BA7OY8 / P9ONSO9S
Cabang 1 Tenurang (PI, Semerinda (PD, Deroasar (PD, Makarsan (PSI, Tegal CPS)
Page 5 OCR 0.845
KUP GUNTUR, EKL ANDRI DAN REKAN Woang da @ arah te 3. Analisis dampak untuk para pihak terkait Penambahan Kegiatan Usaha, 4. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis studi kelayakan. Berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan, diketahui saat ini WTON masih menjalankan kegiatan operasinya yaitu sebagai Perusahaan di Bidang Perdagangan dan industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain yang terkait. Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang memadai diantaranya dengan melakukan melakukan site visit terhadap fasilitas milik WTON dan melakukan wawancara dengan manajemen WTON ataupun pihak yang mewakilinya dan pihak-pihak lain yang relevan, Berikut adalah pihak-pihak yang diwawancarai yaitu: Figur 1. Pihak Diwawancara & PIC WTON Inu Pinandito Manajer Bidang Evaluasi Hasil Usaha Muhammad Bagus Pribandoko Staf Bidang Hasil Usaha WTON 11, Data dan Informasi Rencana Penambahan Usaha Beberapa sumber informasi relevan yang handal tanpa perlu melakukan verifikasi, antara lain: & Data-data laporan keuangan historis, & Data investasi dan dokumen pendukung lainnya yang disediakan manajemen WTON, & Data-data ekonomi yang diperoleh dari Penelitian Damodaran dan sumber-sumber lainnya yang relevan, @ Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait, seperti Bank Indonesia dan lainnya. 12, Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli Dalam melaksanakan pembuatan laporan studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini, GEAR tidak menggunakan laporan hasil analisis dari tenaga ahli dari luar. 13. Asumsi dan Kondisi Pembatas Asumsi Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan ini adalah: @ Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion, @ Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses Studi Kelayakan. # Dalam menyusun laporan ini, GEAR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh WTON dan atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan. # Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada GEAR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting. « GEAR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh WTON dan telah disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary dutv). # Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional WTON. Kapter Cabang 2 Business valuatior unft Jakarta, Gedung Peebrina Graha, Lantai 7, 31, DT. Panjaitan Na 4$, Jakarta Iimur 11390 telp. 021-85914072 Kantor Pusat £ JL. Sidoveran PIK Nek Mo. 45 Surabaya — Jawb Timur TelusiFan OST-BA7O138 / PICNSOPS Cabang 1 Yemerang (PI, Semerinda IP), Deroesar (PP, Metarsar (PS), Tegal (PE)
Page 6 OCR 0.869
KUP GUNTUR, EKL ANDRI DAN REKAN kasir 2 INN ar On IRMAN 28 Lae alanta #aab.ik Andoberin @ GEAR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan. # GEAR telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari pemberi tugas. # Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan, bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana Transaksi yang akan dilakukan pada tanggal studi kelayakan ini diterbitkan. @ Dalam penyusunan laporan studi kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban WTON dan semua pihak yang terlibat dalam Penambahan Kegiatan Usaha serta keakuratan informasi mengenai Penambahan Kegiatan Usaha yang diungkapkan oleh manajemen WTON. # Studi kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan alas proses yang mendasari studi kelayakan. Penyusunan studi kelayakan ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap. @ Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan studi kelayakan ini sampai dengan tanggal terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) opini kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini, Kondisi Pembatas # Kami tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang melakukan transaksi. @ Dalam melaksanakan analisis, kari mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh WTON atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut, Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen WTON, bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada @ Analisis studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan diatas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir opini kami secara material. Oleh karenanya, kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas studi kelayakan kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut @ Kami tidak memberikan opini atas dampak perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha ini. Jasa-jasa yang kami berikan kepada WTON dalam kaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini hanya merupakan pemberian studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Penambahan Kegiatan Usaha dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha tersebut. @ Pekerjaan kami berkaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan Kapter Cabang 2 Business valuatior unit Jakarta, Gedung Peebina Graha, lantai 7, 31, DT. Panjaitan Wa 45, Jakarta Iimur 11390 telp, 021-85914072 Kantor Pusat 2 JL. Sidonerad PIK Neh Ng. 45 Surabaya » D Cabang 1 Tenurang (PI, Semerinda (PD, Deroaser (P) timur Tetasifan, OST-BAPOYAH 1 P9CNSO9S akursar (PI), Tegal (PE)
Page 7 OCR 0.880
KJPP GUNTUR, EKI ANDRI DAN REKAN
ANN car OA SPAN
« 0se Shane
Uenab, ik Andoberia
Lah
menganalisa suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya diluar Penambahan Kegiatan Usaha
yang ada dan mungkin tersedia untuk WTON serta pengaruh dari transaksi-transaksi
tersebut terhadap Penambahan Kegiatan Usaha ini.
14, Persyaratan atas Persetujuan Publikasi
Laporan Studi Kelayakan beserta lampiran yang ada pada laporan ini hanya ditujukan kepada
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Studi Kelayakan sebagaimana dimaksud pada lingkup
penugasan ini, Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup
penugasan laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari GEAR dan pemberi tugas.
15, Kejadian-kejadian Penting setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) dan Tanggal
Laporan
Sampai dengan tanggal Laporan Studi Kelayakan ini, kami tidak memperoleh informasi
mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak secara material. Kejadian-kejadian penting
setelah tanggal laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan, Penilai tidak
berkewajiban untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas hasil Studi Kelayakan yang
dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan Terinci yang telah diterbitkan dan disampaikan
kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat informasi baru dalam hal yang substansi,
maka GEAR dapat menerbitkan revisi atas Laporan Studi Kelayakan.
16. Konfirmasi bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat, serta laporan Studi kelayakan yang telah dibuat
oleh Penilai dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020
("POJK 17”) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35"), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
No.17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal,
17. Konfirmasi Bahwa Penilaian dilakukan Berdasarkan SPI
Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi kelayakan telah
dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
Penilaian Indonesia Edisi VII tahun 2018 (“SPI”) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi
Penilai Indonesia (“MAPPI”),
18. Analisis Kelayakan
18.1 Aspek Pasar
Peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi listrik di Indonesia
memiliki prospek yang sangat baik. Potensi ekonomi dari infrastruktur kelistrikan yang dapat
dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai nilai
signifikan, Potensi ini mencakup permintaan untuk tiang beton yang digunukan dalam
pembangunan jaringan distribusi listrik, yang jumlahnya sangat besar seiring dengan
berkembangnya proyek-proyek kelistrikan di seluruh penjuru Indonesia. Potensi pasar tiang
beton untuk instalasi listrik diperkirakan mencapai miliaran rupiah per tahun, mengingat
kebutuhan akan tiang beton berkualitas tinggi untuk mendukung distribusi listrik yang stabil.
Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan sektor kelistrikan melalui program pembangunan
infrastruktur energi, yang mencakup pengembangan sistem distribusi listrik di seluruh wilayah,
termasuk daerah terpencil dan kawasan industri.
Kapter Cabang 2 Business valuatior unit Jakarta, Gedung Peebina Graha, Lantai 7, 31, DT. Panjaitan Na 4$,
Jakarta Yimur 19350 telp. 021-85914072
Kantor Pusat 2 JL Sidowerar PAK Nek Mo. 45 Surabaya » Jaw Timur Telusifan, OST-BATOYSE / Y9ONSO9S
Cabang £ Yenurang (PI, Semerinda (PD, Deroesar (PD, Makursar (PS), Tegal (PS)
Page 8 OCR 0.887
KUP GUNTUR, EKL ANDRI DAN REKAN Industri beton pracetak di Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan prospektif, didorong oleh tingginya permintaan dalam negeri terhadap infrastruktur serta dukungan kuat dari kebijakan pemerintah. Proyck-proyek besar seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), jalan tol Trans-Jawa, MRT Jakarta, serta program elektafikasi oleh PLN menjadi pendorong utama meningkatnya konsumsi produk pracetak seperti tiang listrik, balok jembatan, dan panel dinding. Subsektor ini mencerminkan stabilitas dan keberlanjutan yang tinggi. Indonesia juga menguasai 60-7096 pasar konstruksi di ASEAN dan menjadi pasar terbesar di kawasan, meskipun saat ini masih berada di posisi keempat produsen beton pracetak di Asia Tenggara setelah Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Peningkatan kapasitas produksi dan distribusi diiringi dengan adopsi teknologi baru seperti lean construction, precast 3D printing, serta penggunaan beton ramah lingkungan yang memperkuat daya saing industri nasional, Perusahaan seperti WTON dan WSBP telah mulai mengadopsi sistem automasi dan PLTS untuk efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon. Dukungan regulasi, terutama kewajiban penggunaan produk dalam negeri melalui Permen PUPR No.12/2021, memperkuat daya saing lokal dan memangkas ketergantungan terhadap impor. Dengan proyeksi nilai pasar beton pracetak yang mencapai USD 15,8 miliar pada 2030 dan CAGR sebesar 25,984 (Grand View Research), industri ini berpeluang besar untuk tumbuh menjadi salah satu pemain utama dalam pasar konstruksi global, sekaligus menjadi pilar penting dalam percepatan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Dengan memperhatikan peluang besar di sektor kelistrikan dan pembangunan infrastruktur energi Indonesia yang terus berkembang, serta perusahaan yang sudah memiliki pengalaman dalam produksi dan penyediaan tiang beton untuk instalasi listrik, maka rencana untuk memperluas usaha dalam aspek pasar beton pracetak tiang beton ini sangat layak dan menjanjikan. Mengingat kebutuhan yang terus meningkat untuk memperkuat jaringan kelistrikan, terutama di wilayah yang sedang berkembang, sektor ini memberikan peluang pasar yang sangat potensial bagi perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, WTON memiliki keunggulan kompetitif kuat dibandingkan pesaingnya, yaitu kapasitas produksi besar, sebaran pabrik strategis dari Sumatera hingga Sulawesi, kedekatan dengan sumber bahan baku, kualitasproduk yang terjamin. Strategi pemasaran WTON yang mengandalkan diversifikasi produk beton inovatif (seperti beton self-healing), pemanfaatan teknologi digital dan otomasi, kolaborasi dengan pengembang infrastruktur, serta ekspansi ke pasar internasional, memperbesar peluang perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar beton Penambahan kegiatan usaha untuk meliputi perencanaan, produksi, pemasangan, dan pelaksanaan instalasi listrik merupakan langkah strategis yang logis dan selaras dengan penguatan core business. Perbedaan antara usaha eksisting WTON dan rencana ekspansi baru ini justru akan melengkapi portofolio layanan, memperluas pasar, dan membuka sumber pendapatan tambahan di sektor kelistrikan nasional. Dengan melihat peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi listrik di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik, serta WTON sudah mempunyai pengalaman dalam hal mengelola atau memberikan jasa pada pihak ketiga, dimana hal ini memberikan manfaat dan kontribusi yang positif bagi TON maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pasar Layak. Kapter cabang 2 Business vaTuatior unft Jakarta, Gedung Peebiita Graha, Lantai 7, IT, OT. Panjaitan Na 4$, Kan Jakarta #imur 19350 1eip. 021-85914072 » Pusat 1 AL Sidowerae PAK Nek Mo. 45 Surabaya » Jawi Timur Telusifan. OST-B8TOYSE / Y9ONSOIS cabang ? Semarang (PI, Semerinda (PD, bergeser (PT, Makursar UPS), Tegal (PS) ANN car MPa, SERANG Pn #lants HAK Andoberin
Page 9 OCR 0.893
KUP GUNTUR EKL ANDRI DAN REKAN kanina TING Car MM MENAATI arts £1t Andaberta 18.2 Aspek Teknis Berdasarkan aspek teknis, rencana penambahan kegiatan usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) dinilai sangat siap dan layak untuk dilaksanakan. Kegiatan pengembangan akan dilakukan secara mandiri di enam lokasi pabrik beton milik WTON yang tersebar strategis di berbagai wilayah Indonesia, dengan dukungan infrastruktur dan lahan yang memadai. Investasi sebesar Rp139,326.857.868,- (Seratus Tiga Puluh Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah) dialokasikan untuk pembangunan fasilitas produksi, prasarana pendukung, dan pengadaan peralatan produksi serta laboratorium, seluruhnya berasal dari kas internal perusahaan tanpa pembiayaan eksternal, Dari sisi produk, tiang beton listrik yang diproduksi menggunakan metode spinning telah memenuhi standar mutu nasional dan internasional seperti SNI, JIS, SPLN, dan dipastikan kualitasnya melalui sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001:2015. WTON juga telah menyiapkan sumber daya manusia yang mencukupi, terdiri dari 24 pengawas internal dan 318 operator melalui mitra kerja, ditambah tenaga ahli di bidang elektrikal dan keselamatan kerja. Selain itu, dengan penguatan di seluruh rantai nilai, WTON memperluas cakupan bisnisnya dengan penyedia layanan konstruksi kelistrikan, Dengan kesiapan infrastruktur, teknologi, sumber daya manusia, dan dukungan finansial yang kuat, harapannya rencana ini dapat memperkokoh posisi WTON di industri beton pracetak sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di sektor energi dan infrastruktur nasional, sehingga rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek teknis Layak. 18.3 Aspek Pola Bisnis Sebagai bagian dari penyelarasan urah strategis WIKA Group, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menambahkan kegiatan usaha baru berdasarkan KBLI 4321 1 — Instalasi Listrik, yang sebelumnya sempat dihapus dari Anggaran Dasar. Kegiatan ini meliputi pembangunan, pemasangan, dan pemeliharaan instalasi listrik untuk pembangkit, jaringan transmisi dan distribusi, serta sistem kelistrikan di berbagai infrastruktur seperti jalan, kereta api, dan lapangan udara. Penambahan ini dimaksudkan untuk memperkuat daya saing perusahaan dalam mengikuti tender proyek kelistrikan, terutama melalui kepemilikan izin usaha jasa penunjang tenaga listrik (SIUJPTL). Kegiatan usaha baru ini dinilai dapat menciptakan nilai tambah bagi WTON, baik secara operasional, keuangan, maupun reputasi. Dari sisi operasional, WTON memiliki peluang besar untuk terlibat dalam proyek-proyek strategis di sektor energi dan kelistrikan, termasuk cnergi baru dan terbarukan (EBT), kawasan industri, serta kawasan ekonomi khusus. Secara internal, WTON juga memiliki SDM bersertifikasi di bidang K3 dan elektrikal, serta sistem operasi yang efisien melalui penggunaan teknologi dan pola kemitraan kerja. Dari sisi manajemen risiko, WTON telah mengantisipasi potensi risiko teknis, legal, dan pasar melalui pemenuhan standar nasional, sertifikasi teknis, serta kerja sama dengan mitra strategis, Inovasi layanan berbasis EPC (Engineering, Procurement, Construction) dan model bisnis kontrak berbasis kinerja juga menjadi kunci untuk memberikan solusi terintegrasi bagi pelanggan. Keunggulan kompetitif WTON dalam mendukung kegiatan baru ini mencakup reputasi kuat di industri konstruksi nasional, jaringan logistik melalui enam pabrik beton strategis, tenaga kerja tersertifikasi, serta sinergi dengan proyek-proyek BUMN dan pemerintah. Kemampuan produksi modular dan kepatuhan terhadap standar seperti ISO dan SNI juga memperkuat posisi WTON dalam bersaing di sektor kelistrikan, Selain itu, efisiensi rantai pasok dan dukungan dari induk usaha WIKA Group memberikan kestabilan finansial yang mendukung ekspansi usaha, Dari sisi industri, sektor instalasi listrik menunjukkan prospek yang cerah seiring meningkatnya proyek elektrifikasi nasional dan pengembangan EBT, Pemanfaatan teknologi seperti BIM dan foT juga mendorong efisiensi dan integrasi layanan. Namun demikian, Kaprer Cabang 2 Business vaTuatior unft Jakarta, Gedung Peebiita Graha, lantai 7, 31, DT. Panjaitan Na 4$, Jakarta Iimur 11390 telp. 021-45914072 Kantor Pusat 2 JL, Sidoverao PAK Nek Mo. 45 Surabaya — Jawi Timur Telusifan. OST-B07OYS8 4 Y9ONSO9S Cabang 1 Yemerang (PI, Semerinda IP), Deroesar (PP, Matursar (PS), Tegal (PE)
Page 10 OCR 0.885
KUP GUNTUR, EKL ANDRI DAN REKAN tantangan tetap ada, seperti persaingan ketat, tuntutan inovasi, serta regulasi yang kompleks dan ketat. WTON juga telah mengidentifikasi risiko-risiko usaha, baik dari aspek operasional, regulasi, persaingan, keuangan, hingga faktor eksternal seperti bencana alam dan kondisi sosial, Untuk menghadapi ini, perusahaan mengembangkan strategi mitigasi risiko serta adaptasi teknologi dan SDM yang berkelanjutan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa WTON memiliki kekuatan dalam reputasi, jaringan proyek, dan dukungan induk usaha. Peluang besar di sektor EBT dan infrastruktur kelistrikan dapat dimanfaatkan melalui strategi SO dan WO, sementara tantangan eksternal ditangani melalui pendekatan ST dan WT, termasuk penguatan manajemen risiko dan pengembangan SDM yang kompeten. Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen WTON dilihat dari segmen usaha, kemampuan untuk mencipatan nilai serta keunggulan kompetitif dan melihat analisis industri, risiko dan analisis SWOT dalam rencana penambahan kegiatan usaha, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pola bisnis Layak. 18.4 Aspek Model Manajemen Dengan mempertimbangkan aspck model manajemen yang diterapkan, berdasarkan kajian dan data yang tersedia, penambahan kegiatan usaha di bidang pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik oleh WTON dinilai layak secara aspek manajerial dan organisasi. Struktur organisasi yang telah terbangun secara fungsional memungkinkan pembagian tugas yang jelas dan sistem pengawasan yang efisien, sehingga menciptakan koordinasi kerja yang terarah dalam menjalankan operasional yang kompleks, terutama di enam lokasi pabrik yang tersebar. WTON tidak melakukan penambahan tenaga kerja tetap dalam waktu dekat, melainkan mengoptimalkan sumber daya internal khususnya tenaga pengawas yang telah berpengalaman dan tersertifikasi di bidang elektrikal dan keselamatan kerja (K3) listrik. Hal ini menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan tenaga kerja tanpa mengorbankan kualitas pelaksanaan proyek, Sementara itu, kebutuhan operator akan dipenuhi melalui skema kemitraan kerja, dengan tetap menjaga standar teknis dan kualifikasi yang tinggi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa manajemen telah mengantisipasi kebutuhan kapasitas produksi dan teknis secara realistis dan adaptif. Manajemen WTON juga didukung oleh tim ahli yang kompeten, seperti Kepala Seksi Produksi, Ahli Madya Pengendalian, hingga tenaga profesional di bidang K3 listrik, yang menjamin kualitas dan keamanan dalam pelaksanaan instalasi, Risiko-risiko yang muncul dari ekspansi ini, baik dari sisi operasional, perizinan, pasar, finansial, maupun reputasi, telah diidentifikasi secara menyeluruh oleh manajemen. Berbagai strategi mitigasi telah disusun, termasuk sistem pengendalian mutu dan keselamatan kerja, konsultasi regulasi ketat, serta manajemen komunikasi publik. Penyesuaian juga dilakukan untuk mengantisipasi risiko akibat perubahan iklim dan bencana alam, yang memperkuat kesiapan manajerial dalam menghadapi ketidakpastian eksternal. Berdasarkan hal-hal tersebut, model manajemen yang dimiliki WTON dinilai mampu mengakomodasi ekspansi usaha ini secara efisien, aman, dan berkelanjutan. Dengan struktur organisasi yang solid, tenaga ahli intemal yang kompeten, dan strategi mitigasi risiko yang telah dirumuskan, rencana penambahan kegiatan usaha ini dinilai layak dari aspek model manajemen. Kapter Cabang 2 Business valuatior unft Jakarta, Gedung Peebiita Graha, lantai 7, 31, DT. Panjaitan Na 4$, Kan Jakarta #imur 19380 telp. 021-85914072 1 Pusat 1 AL, Sidowerae PAK Nek Mo, 45 Surabaya » Jaw Timur Telusifan. OST-B6TOYSE 7 V9ONSOIS Cabang 1 Semarang (PI, Samarinda (IP), bergeser (PT, Mekursar UPS), Tegal (PS) ca UNA, SERPONG #lants HAK Andoberin
Page 11 OCR 0.864
KUP GUNTUR EKL ANDRI DAN REKAN ANN car CNC a, MALANG «ane Warta Nenab,ik Andoberin Marah ke 18.5 Aspek Keuangan Binya investasi untuk pengadaan aset sebesar Rp139.326.857.868 (Seratus Tiga Puluh Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah) di & (enam) lokasi pabrik yang bersumber dari kas dan setara kas Perseroan. Keseluruhan pembuatan jalur produksi dan pengadaan prasarana serta peralatan merupakan peralatan yang sudah dimiliki oleh WTON. Asurnsi — asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan sebelum dan setelah penambahan kegiatan usaha adalah upaya pengembangan bisnis WTON. Jangka waktu proyeksi keuangan sampai dengan tahun 2030 atau masa waktu proyeksi eksplisit selama & tahun dengan pertimbangan bahwa manajemen WTON telah menyusun rencana bisnis selama 6 tahun kedepan dengan asumsi bahwa tahun tersebut perusahaan dalam kondisi stable growth sehingga untuk mencerminkan going concern bisnis WTON diterapkan terminal value dengan menggunakan metode kapitalisasi pendapatan/gordon model. Berkaitan dengan analisis ketercapaian proyeksi keuangan, Penilai telah melakukan diskusi dengan manajemen WTON bahwa proyeksi yang digunakan telah wajar dan tidak dilakukan penyesuaian oleh Penilai, Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ckonomis yang diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari selisih antara Free Cash Flow to Firm apabila ada penambahan kegiatan usaha dengan Free Cash Flow to Firm apabila WTON tidak melakukan penambahan kegiatan usaha. Yang selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ckonomisnya. Sehingga diperoleh Free Cash Flow to Incremental. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut: & Net Present Value (NPV) : Rp172.573 juta @ Internal Rate of Return (IRR) 17,896 @ Profitability Index (PI) 12,24 & Payback Period (PP) : $ tahun 2 bulan Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan tingkat risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan kegiatan usaha dibidang Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik. maka proyeksi arus kas inkremental nya bernilai positif. IRR sebesar 17,891 menunjukkan bahwa dengan melakukan penambahan kegiatan usaha oleh WTON dianggap layak karena besaran IRR lebih besar dibandingkan tingkat diskonto. Analisis Sensitivitas bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan nilai investasi proyek penambahan kegiatan usaha WTON menunjukkan tingkat kelayakan finansial yang kuat dan tetap berada dalam kategori layak meskipun terjadi fluktuasi biaya investasi hingga «25"6, Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa proyek ini tahan terhadap risiko kenaikan biaya investasi, dengan seluruh parameter keuangan yang menunjukkan hasil positif. Oleh karena itu, risiko finansial akibat perubahan nilai investasi tergolong rendah, menjadikan proyek ini layak dan aman untuk direalisasikan dari perspektif keuangan. Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek keuangan layak. Kaprer cabang 2 Business vaTuatior unft Jakarta, Gedung Peebita Graha, lantai 7, 31, OT. Panjaitan Ni 4$, Jakarta Yimur 19350 telp. 021-85914072 Kantar Pusat 2 JL. Sidowerad PAK Neh Mo. 45 Surabaya » Jawe Timur TelasiFan. OST-5A7ONS8 / DPONSO9S Cabang 1 Tenurang (PI, Semerinda (UP), Deroaser (P3, Mekarsar (PS), Tegal (PS)
Page 12 OCR 0.765
wiLarah tarian 4 Nenab,ik Indoterin Berdasarkan kesimpulan aspek-aspek diatas, maka rencana penambahan kegiatan usaha WTON Layak. Demikian hasil kajian yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada peraturan serta standar penilaian dan kode etik yang berlaku. Maka kami menegaskan bahwa laporan ini bersifat rahasia kepada Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan sesuai dengan keperluan yang tertulis. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga, dan baik sebagian maupun keseluruhan laporan atau rujukan terhadap laporan ini tidak dibenarkan untuk diterbitkan dalam dokumen apapun, pernyataan, edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis terlebih dabulu dari kami untuk format maupun konteks di mana akan dimunculkan, Hormat kami, Our Regards KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI & REKAN Partner Klasifikasi Bidang Jasa Penilai Bisnis (B) Ijin Penilai 1. No. B-118.00811 MAPPI 3 No. 14-S-05089 No. Register 2. RMK-2017.01120 STTD IKNB OJK 2. 21UNB.122/STTD-P/2020 STTD OJK 1. STTD.PB-S1/PM.223/2021 Kapter Cabang 2 Business vaTuatior unft Jakarta, Gedung Peebina Graha, Lantai 7, 31, DT. Pamiaitan Na 4$, Jakarta Iimur 11390 telp. 021-85914072 Kantor Pusat 2 AU, Sidoverag PIK Nek Ncs 45 tebang 1 Tenurang (PL, Semerinda (PD, De mur Telun/Fan OSN-BATONI8 | PICNSOOS € (PD, Makunsar UPS), Tegal (PE)
Page 13 OCR 0.953
PERNYATAAN PENILAI Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda-tangan dibawah ini menerangkan bahwa: 1: hana 13. 14. 15. Pernyataan yang menjadi dasar dari analisis, pendapat dan kesimpulan nilai yang diuraikan dalam Laporan Penilaian adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik Penilai, dan berdasarkan informasi dan data pendukung yang kami gunakan dalam proses penilaian, Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini, Imbalan jasa tidak berpengaruh terhadap proses penilaian. Penilai tidak memiliki kepentingan terhadap Obyek Penilaian. Laporan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia 2018 (SPI Edisi VII Tahun 2018) serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) dan No.17 /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal Penilai bertanggung jawab sepenuhnya atas prosedur, pelaporan dan hasil penilaian yang dilakukan: Penugasan penyusunan penilaian secara profesional telah dilakukan terhadap Obyek Penilaian pada tanggal Penilaian (Cut Off Date), Penilai telah melakukan inspeksi lapangan yang merupakan Obyek Penilaian. Penilai telah melakukan ruang lingkup sebagai berikut: identifikasi masalah, inspeksi, pengumpulan data dan wawancara, analisis data, estimasi nilai dengan pendekatan penilaian, penulisan laporan. . Analisa telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian: . Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, . Kesimpulan yang dihasilkan dalam penugasan profesional telah disajikan sebagai pendapat hasil penilaian: Pendapat tersebut telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan /atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah, Tidak seorangpun selain yang bertanda tangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan dan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam Laporan Penilaian ini. Jakarta, 10 Juni 2025
Page 14 OCR 0.737
i 1 Pi i T., MM., M.Ec.Dev — Pe Izin Penilai : B-1.18.00511 MAPPI No. : 14-S-05089 RMK : RMK-2017.01120 Rahmat Faizal, S.E.. M.S.M, CIB - Reviewer MAPPINo. : 17-P-7514 RMK : RMK-2019.02920 Aurellia Nur Halima di S.Tr.E-— MAPPI No. : 24-P-12961 RMK : RMK-2024.04971 Septi Irdi Kurnia Melati, S.Tr.E — Penilai MAPPI No. — : 24-P-13352 RMK : RMK-2024.05013 Gap
Page 15 OCR 0.911
aa pn PT WIJAYA KARYA BETON Tbk. K (021) 192002 NiKA BETON 0 Gedung WIKA Tower 1. Lantai 25, @ sekperfowika-beton.coid KVA — An 2 A— JL. OI Panjaitan Kav. 9-10, Jakarta 13340 & www.wika-beton.co.id Nomor : SE.01.01/WB-0A.0513/2025 Jakarta, 10 Juni 2025 Lampiran :- Yth. KJPP GUNTUR, EKI ANDRI DAN REKAN Gedung Pembina Graha Lt. 02 Ruang 30 JL. DI. Panjaitan No.45 Jakarta Timur 13350 Up. Dwi Hari Prasetiyo, MAPPI (Cerr.) Perihal: Surat Representasi Penugasan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk Dengan Hormat, Berkenaan dengan Penyusunan Laporan Kajian Studi Kelayakan KANTOR JASA PENILAI PUBLIK GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN (“GEAR?) telah ditunjuk oleh PT WIJAYA KARYA BETON TBK (“WTON”) melalui persetujuan surat penawaran tanggal 23 April 2025 No. JKT.037/PN.BV.GEAR/2025 dengan maksud untuk melakukan kajian penambahan kegiatan usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk yang diperlukan dalam rangka penambahan kegiatan usaha KBLI 43211 (bidang usaha pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik atas instalasi penyediaan tenaga listrik) dan dalam kaitannya dengan pemenuhan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/PJOK.04/2020 (“PJOK 17”) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan tidak digunakan diluar konteks atau tujuan penilaian tersebut. Laporan merupakan revisi ke — 1 (Satu) atas Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk No. 00029/2.0116-06/BS/03/0511/1/V/2025 tanggal 5 Mei 2025, revisi dilakukan karena terdapat informasi baru dalam hal yang substansi. Kami memahami bahwa GEAR mengandalkan kepada representasi yang kami buat melalui surat ini dan kami memberikan konfirmasi kepada WTON bahwa hal-hal berikut adalah benar dan lengkap dalam segala hal yang bersifat material sesuai dengan pengetahuan dan keyakinan kami yang terbaik, mencakup: Il. Kami tegaskan bahwa semua jawaban pertanyaan dari GEAR, baik melalui korespondensi ataupun pertemuan dengan manajemen WTON berkenaan dengan pendapatan dan kegiatan operasinya di masa mendatang telah mencerminkan pertimbangan terbaik Kami per tanggal laporan studi kajian kelayakan dan memperhitungkan prospek industri dan kondisi operasinya. 2. Semua dokumen, catatan dan informasi yang relevan dengan penelaahan prakiraan keuangan telah disampaikan kepada GEAR dan telah lengkap dan akurat dalam kaitannya dengan penyusunan laporan studi kajian kelayakan per tanggal laporan studi kajian kelayakan. 3. Kami telah melakukan review atas laporan studi kajian kelayakan dan telah menerima semua informasi yang diperlukan untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk melengkapi informasi di dalamnya.
Page 16 OCR 0.913
—-— PT WIJAYA KARYA BETON Tbk. K (02179192802 BETON 9 Gedung WIKA Tower 1.Latai 2-5 & sekoerOwikabeton.coid KIA —— BA AA Jl DI Panjaitan Kav. 9-10, Jakarta 13340 & wuwwika-beton.co.id 4. Berkaitan dengan penugasan studi kelayakan, kami mengetahui bahwa penyusunan laporan kajian telah sesuai dengan investigasi yang dilakukan oleh GEAR. 5. Kami telah mempelajari, mengetahui, memahami dan menyetujui semua asumsi dan data-data serta informasi yang digunakan dalam penyusunan laporan studi kajian kelayakan. 6. Berkaitan dengan analisis ketercapaian proyeksi keuangan, Kami telah melakukan diskusi dengan GEAR bahwa asumsi-asumsi, pertumbuhan, rencana usaha proyeksi yang digunakan telah wajar dan tidak dilakukan penyesuaian oleh GEAR. 7. Kami telah membebaskan GEAR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari kesalahan ataupun kekurangan data dan atau informasi yang disediakan oleh pemberi tugas, manajemen WTON, konsultan atau pihak ketiga, kepada GEAR dalam penyusunan laporan studi kajian kelayakan. 8. Kami tidak bergantung kepada Penilai atau seseorang yang memiliki hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi dengan Penilai sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan. Penyampaian dari laporan studi kajian kelayakan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan laporan studi kajian kelayakan, dalam kondisi apapun, tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi yang terkandung adalah benar setelah tanggal studi kajian kelayakan. Dengan Surat Representasi ini, kami tegaskan bahwa berdasarkan pengetahuan terbaik kami, kami tidak mengetahui adanya salah saji yang material mengenai fakta atau informasi yang seharusnya disampaikan kepada GEAR dalam rangka melakukan penyusunan laporan studi kajian kelayakan. Kami -. bahwa kami akan membebaskan GEAR dan pegawainya dari segala kerugian atau kerusakan yan, timbul dari setiap tuntutan oleh pihak-pihak untuk mana studi kajian kelayakan ini dibuat yang Tina dari salah saji yang material atau terabaikannya bahan atau informasi yang kami sampaikan. Jakarta, 10 Juni 2025 Hormat kami, PT Wijaya Karya Beton Tbk 4 Yasin Irwanuddin Manajer Divisi Keuangan paraf Tt
Page 17 OCR 0.891
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN No. Iin:2,13.0116 can KAKNO. SERA. 172013 Bidang Jara: Properti dan Bisnis Wilayan KerjazNegara Repubiit Indonesia SURAT TUGAS JKT/0014/ST.GEAR/2025 Berdasarkan Surat Penawaran No. JKT.037/PN.BV.GEAR/2025 tanggal 23 April 2025 Perihal Penunjukan Pelaksanaan Jasa Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk. Dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan dengan maksud untuk memperoleh hasil kajian terhadap Penambahan Kegiatan Usaha KBLI 43211 (bidang usaha pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik atas instalasi penyediaan tenaga listrik). Dengan ini KJPP Guntur, Eki, Andri dan Rekan ditunjuk untuk melaksanakan penyusunan laporan Kajian Penambahan Usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk. Penugasan dimulai sejak — : 23 April 2025 n Periode Investigasi : 23 April 2025 - Selesai Lokasi : Wika Tower 1 Lt. 4 Jl. D.I Panjaitan Kav. 9, Cipinang, Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, 13340 Personel : Dwi Hari Prasetiyo, Aurellia Nur Halimatussadiyah Demikian surat tugas ini dibuat, untuk digunakan dengan penuh tanggung jawab dalam proses penyusunan Laporan Penilaian, untuk melakukan pengumpulan dokumen, diskusi dengan manajemen dan kunjungan lokasi. Jakarta, 23 April 2025 Pelaksana Kunjungan Mengetahui, Pe TON Aurellia Nur Halimatussadiyah ———————————————————————— sovvecesoeverereesereteneenananeanasanaaaaan Staff Penilai Saham Represenstatif KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan PT Wijaya Marya Beton Tbk. tanda an dan sternp Perusahaan Penanggung Jawab Pekerjaan Rekan Penilai Saham KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gedung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45, Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076 Kantor Pusat — : Jl. Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Telp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 18 OCR 0.819
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk DAFTAR ISI SERTIFIKAT PERNYATAAN PENILAI u LI. 12 13. 14 15, 16. 17. 18. 19 110, LI LIL 112, 113. Ld, LS, 116 117, 118. 2. 2. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 27 2.72 273 274 2. 29. 210. 3 31. 32. 33: 4 Al PENDAHULUAN Data Dan Informasi Rencana Penambahan Usaha Tingkat Kedalaman Investigasi .. Asumsi dan Kondisi Pembatas .. Kejadian-kejadian Penting setelah Tanggal Penilaian (Suhseguent Event) dan Tanggal Laporan Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli Produk dan Jasa yang Dihasilkan dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha TINJAUAN MAKRO EKONOMI Perekonomian Global dan Domestik, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia .. Analisis Industri Konstruksi Berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) 2024 . ASPEK PASAR - 49
Page 19 OCR 0.768
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 43. Kondisi Pasar Industri Beton Pracetak 43.1, Kondisi Pasar Industri Beton Pracetak 44. AAL, AAL 443. A44. AAS, 446. 45. 46. 5. 81. 52 521. 52.1 523. $3 s4 s5 56 87. 6. 6. 62 63. 63. 632, 633, 634. 64 65. 66. 67. 63. 69. 6.10. 1. kan 12. (AS 14, 15, 1.6. 77, 1.8. 8. 81. 82.
Page 20 OCR 0.750
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 83. 84. 8.5. 85 852 8,53, 86. 86.1. 8.61 8.63. 87. 88. 89 8.10, 8 812, 8.13, 8.131, 8.14, 8.1s. 816 817. Proyeksi Laba — 20 ebi asbur urang esehturyehag Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha... Analisis Titik Impas (Break Even Analysis) Analisis Profitabilitas (Overal/ Profirabiliry Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return on Invesiment). Penentuan Tingkat Diskonto ,.. Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC-Weighted Kverage Cost of Capital), Kesimpulan Kelayakan Usaha Aspek Keuangan..... KLASIFIKASI PENILAI USAHA 114 Lampiran Keuangan Kusnos Valaanwa Unit Jokueta
Page 21 OCR 0.809
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk DAFTAR FIGUR Figur |. Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha WTON an Figur2, Pihak yang Diwawancara & PIC Lokasi . mesh . Figur 3, i il Figur 4. Figur S. Figur 6, Figur 7, Figur 8. Figur 9. is Perkembangan Figur 10, Hktops Perombangan Laba Oog)" Figur 1. Historis Perkembangan Arus Kas. Figur 12. Historis Rasio Figur 13, Produk Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Figur 14, Pertumbuhan PDB Dunia dan PMI Global 1 Figur Indeks Keyakinan Konsumen dan Penjualan Eceran Global .. GKANNKRELUNNNUL Figur 0, Pertumbuhan Ekosomi Regional Triwulan IV 2024 dan Indeks Keyakinan Konsamen .... Figur 21. Nilai Tukar Petani dan Penjualan Eceran . .—. 39 Figur 22. Realisasi Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Ekspor Non Migas Figur 23, Ekspor Nonmigas ke Negara Tujuan Utama dan Ekspe Nonmugas Spasial Figur 39, Alur Produksi Tiang Beton... Figur 40, Ketersediaan Sumber Daya Ahi Figur $3, Asumsi Tanpo Penambahan Kegiatan Usaha Figur S4, Asumsi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Page 22 OCR 0.696
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 75. Proyeksi Arut Kas ena nkremenal WTON selama Periode 205 sampai dngan 2030 stan Rupiah 119 Figur 76, NPV Free Cash Flow to Incremental (Jutaan Rupiah)..... . 129 Figur 77. Analisis SEMSItiVMAS .......oooo.oo.oocoo.coo.o.oo.o.o.m ai Rusinras Vataatyan Unit Jokurta
Page 23 OCR 0.927
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk
L
lh
PENDAHULUAN
Latar Belakang
PT Wijaya Karya Beton Tbk ("WTON"”), didirikan berdasarkan Akta Anggaran Dasar
No. 44 tanggal (1 Maret 1997 dibuat dihadapan Achmad Bajumi S.H., pengganti dari Imas
Fatimah S.H., Notaris di Jakarta, yang telah beberapa kali diubah dan terakhir diubah dengan
Akta No. 75 tanggal 30 Mei 2024 dibuat dihadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi
Warsito S.H., Notaris di Jakarta dan telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH-0103-0148744.TAHUN 2024 tanggal
19 Juni 2024.
Berbekal pengalaman di industri beton pracetak sampai dengan saat ini, telah memberikan
banyak pelajaran bagi WTON dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar. Berbagai
penghargaan nasional maupun internasional telah diperoleh sebagai apresiasi kinerja
WTON. Tidak hanya itu, berbagai tantangan harus dihadapi WTON dalam beberapa tahun
kebelakang. Salah satunya adalah tantangan di era transisi pemerintahaan di 2024 ke tahun
2025 yang mana pada umumnya industri konstruksi akan mengalami kontraksi. Untuk
mempertahankan posisi sebagai /eader di industri beton pracetak pada tahun 2025 WTON
berencana melakukan sejumlah langkah-langkah strategis usaha sebagai berikut:
Melaksanakan program inisiatif transformasi
Divestasi aset tidak produktif
Lean Organization
Implementasi nilai AKHLAK
Penerapan SAP terintegrasi
Sebagai bentuk penyelarasan fokus bidang usaha utama (core business) di WIKA Group
termasuk anak perusahaan. WTON melakukan penghapusan Kegiatan Usaha Instalasi
Listrik Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dengan kode KBLI 43211
dalam RUPST Tahun Buku 2022 tanggal 09 Mei 2023 sebagaimana termuat dalam Akta
Anggaran No. 09 tanggal 08 Juni 2023.
Pelaksanaan kegiatan usaha WTON berupa penjualan tiang listrik beton termasuk beberapa
tender pengadaannya dipersyaratkan untuk memiliki Surat izin Usaha Jasa Penunjang
Tenaga Listrik (“SIUJPTL”), yang dapat diproses apabila WTON memiliki KBLI kode
43211.
Berdasarkan hal di atas, diperlukan adanya penambahan KBLI kode 43211 yang mencakup
kegiatan pembangunan, pemasangan, pemeliharaan, pembangunun kembali instalasi listrik
pada pembangkit, transmisi, gardu induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu daya, dan
instalasi listrik pada bangunan gedung baik untuk hunian maupun non hunian, seperti
pemasangan jaringan listrik tegangan rendah. Termasuk kegiatan pemasangan dan
pemeliharaan instalasi listrik pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api, dan
lapangan udara, ke dalam pasal Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan,
Kesimess Vataagen Unit
Page 24 OCR 0.912
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk
133.
Figur 1. Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha WTON
IL | Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik
43211
Sumber: Manajemen WTON
Berdasarkan penjelasan dari manajemen, WTON berencana menambah kegiatan usaha yang
sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK") No. 17/POJK
04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”, mengingat
rencana tersebut akan menambah kegiatan usaha WTON.
Sehubungan dengan hal tersebut, WTON membutuhkan pihak independen untuk melakukan
kajian dan analisis kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha. WTON menunjuk
KJPP Guntur, Eki, Andri, dan Rekan ("GEAR") untuk melakukan penyusunan studi
kelayakan berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. JKT.037/PN.BV.GEAR/2025
tanggal 23 April 2025,
Identifikasi Status Penilai
Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan No, S62/KM.1/2013 tanggal 14 Agustus 2013 dengan nama
Kantor Jasa Penilai Publik Guntur, Eki, Andri dan Rekan dengan Izin KJPP No. 2.13.0116
dan telah terdaftar sebagai Profcsi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan
("OJK") dh Bapepam.
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 277/KM.1/2018 tertanggal 16
April 2018 mengenai Izin Penilai Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., M.Ec.Dev. MAPPI
(Cert) yang ditetapkan sebagai penilai di Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi
(B) No. B-01.18.00511 dan terdaftar di OJK untuk Pasar Modal dengan No. STTD.PB-
SI/PM.223/2021 Tanggal 04 Mei 2021 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang
pasar modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
IKNB dengan No. 21 1/NB.122/STTD-P/2020 tanggal 10 September 2020 dan juga sebagai
anggota MAPPI dengan No, 14-S-05089 tanggal 6 Desember 2017 dan Nomor Register
RMK-2017.01120 tanggal 12 September 2017.
GEAR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar
Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan Studi Kelayakan ini,
Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas adalah pihak dimana Penilai mengikatkan diri dalam hubungan kontraktual,
» Nama : PT Wijaya Karya Beton Tbk
» Bidang usaha : Perdagangan dan industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain
yang terkait
# Alamat : WIKA Tower | Lantai 24 JI, D.I. Panjaitan Kav. 9, Cipinang
Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340
Business Vataatian Unit
7 Tekorta
Page 25 OCR 0.868
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk
14,
1.
« Telepon : 021-8192802
» Fax : 021-88903872
# Email : sekpertawika-beton.co.id
.
Website : www.wika-beton.co.id
Pengguna laporan atas hasil penilaian adalah:
» Nama : PT Wijaya Karya Beton Tbk
# Bidang usaha : Perdagangan dan industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain
yang terkait
» Alamat : WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9, Cipinang
Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340
. Tekpon :021-8192802
» Fax 1021-85903872
# Email : sekpertarwika-beton.co.id
» Website : www.wika-beton.co.id
Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud penugasan ini adalah untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha
PT Wijaya Karya Beton Tbk yaitu KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan
Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik, yang
diperlukan dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan ("OJK").
ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha", Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35"), Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII
Tahun 2018.
Objek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah
penambahan kegiatan usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usahan Indonesia (“KBLI")
yaitu KBLI 4321 1 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik
atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik.
Rusimess Vataatan Unit
Page 26 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 1.6. 17. 18. 19. Tanggal Studi Kelayakan (Cut off Date) dan Masa Berlaku Laporan Tanggal Studi Kelayakan adalah tanggal 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mci 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35") masa berlaku laporan penilaian adalah 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (Cut Of Date) dalam laporan penilaian. Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan penilaian ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut off date) dalam laporan penilaian. Independensi Penilai Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini GEAR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan WTON ataupun pihak-pihak yang terafitiasi dengan WTON. GEAR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi atau merugikan pihak manapun terkait dengan penugasan ini. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh hasil kajian kelayakan yang dihasilkan, Tanggung Jawab Penilai Dalam batas kemampuan dan keyakinan GEAR sebagai penilai, GEAR menyatakan bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Studi Kelayakan telah dilakukan dengan benar dan GEAR bertanggung jawab atas Studi Kelayakan yang diterbitkan. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan Dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini, kami telah melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur studi kelayakan yang mencakup hal-hal sebagai berikut: Pengumpulan Data # Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana ekspansi atas penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data indentitas Perseroan, perizinan, spesifikasi proyek, aspek keuangan, dan rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait. & Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat dipertanggungjawabkan, & Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan dari aspek yang berpengaruh dalam kelayakan dengan pihak Perseroan. Kesrmeas Vataaten Unit
Page 27 OCR 0.939
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Proses Analisis Analisis Pasar yang mengkaji kondisi pasar, potensi pasar, persaingan usaha, strategi pemasaran atas rencana penambahan kegiatan usaha. Analisis teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana penambahan kegiatan usaha, spesifikasi teknis, teknis pelaksanaan, ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia, timeline, dan rencana keberlanjutan. Analisis pola bisnis yang mengkaji model bisnis usaha Perseroan saat ini, analisis atas penambahan kegiatan usaha, analisis kemampuan untuk menciptakan nilai, analisis keunggulan kompetitif, kemampuan pesaing dalam meniru produk, analisis industri, analisis risiko yang berpotensi muncul, dan analisis SWOT. Aspek model manajemen yang mengkaji struktur organisasi dan kebutuhan karyawan atas rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan, kesesuaian struktur organisasi dan manajemen, kapasitas dan kemampuan manajemen, manajemen kekayaan intelektual, manajemen risiko, sumber daya manusia, dan komposisi karyawan. Analisis keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi, rencana biaya investasi, sumber pembiayaan, asumsi-asumsi, proyeksi keuangan, analisis rasio keuangan, analisis biaya operasional, analisis biaya bahan baku mentah, analisis titik impas, analisis profitablitias, analisis tingkat imbal balik investasi, analisis inkremental, dan analisis kelayakan atas penambahan kegiatan usaha. 1.10. Standar Penugasan Studi Kelayakan Analisis, opini, dan Kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta penyusunan laporan telah dibuat dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (POIK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No, 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 38”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPT”) Edisi VII Tahun 2018. LI. Data, Informasi dan Prosedur LI. Data Dan Informasi Rencana Penambahan Usaha Kami telah melakukan analisis dan mempertimbangkan data dan informasi yang disediakan WTON untuk tujuan penugasan ini, yaitu : Laporan Keyangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 3! Desember 2019 yang telah diaudit oleh Maxson Hakim Wijaya (Nomor Izin Akuntan Publik: AP.1680) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00037/2.1030/AU,1/04/0181-2/1/11/2020 tanggal 21 Februari 2020 dengan opini wajar dalam semua hal yang material,
Page 28 OCR 0.918
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk 2. 10. Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 3! Desember 2020 yang telah diaudit oleh Maxson Hakim Wijaya (Nomor Izin Akuntan Publik: AP. 1680) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00071/2.103WAU.1/04/0181-3/1/1V2021 tanggal 18 Februari 2021 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Maxson Hakim Wijaya (Nomor Izin Akuntan Publik: AP. 1680) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Ayana, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00052/2, 103WAU.1/04/1680-1/MI1/2022 tanggal 18 Februari 2022 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Maxson Hakim Wijaya (Nomor Izin Akuntan Publik: AP. 1680) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00127/2.1030/AU.1/04/1680-2/1/111/2023 tanggal 7 Maret 2023 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Benny Andria (Nomor Izin Akuntan Publik: AP.0181) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00259/2.1030/AU.1/04/1680-3/1/111/2024 tanggal 27 Maret 2024 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Laporan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Descmber 2024 yang telah diaudit oleh Benny Andria (Nomor Izin Akuntan Publik: AP.0181) dari Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00248/2.1030/AU.1/04/1680-4/1/11/2025 tanggal 20 Maret 2025 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya Beton Tbk. Nomor 74 tanggal 30 Mei 2024 oleh Insinyur Nanette Cahyanic Handani Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan susunan komisaris dan direksi perseroan. Akta tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 03 Juni 2024 dengan Nomor AHU-AH.01.09-0209272, Akta Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya Beton Tbk. Nomor 75 tanggal 30 Mei 2024 oleh Insinyur Nanette Cahyani Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan pasal 4 ayat 9, pasal 6, pasal 11, pasal 17, pasal 18 dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 Juni 2024 dengan Nomor AHU-AH.01.03-0148744. Selain itu, juga mengenai perubahan ganti nama pemegang saham dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 Juni 2024 dengan Nomor AHU-AH.0109-0215236. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya Beton Tbk. Nomor 80 tanggal 27 April 2022 oleh Insinyur Nanette Cahyanic Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan anggaran dasar perseroan, Akta tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 27 April 2022 dengan Nomor AHU- 0031 156.AH.01.02.Tahun 2022. Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor 02-12776.HT.O1.TH.97 tanggal 9 Desember 1997 memberikan pengesahan Akta Pendirian PT Wijaya Karya Ranimrer Vatarnian Unit " Jakarta
Page 29 OCR 0.913
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 12. 13, 14, 15, 17, 18, Beton dengan Nomor 44 tanggal 11 Maret 1997 oleh Achmad Bajumi, S.H., pengganti Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta, NPWP No. 01.061.154.9-093.000 atas nama PT Wijaya Karya Beton Tbk, yang beralamat di WIKA Tower 1, Jl. Dil. Panjaitan Kav.9, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm, Jakarta Timur, DKI Jakarta, 13340, Nomor Induk Berusaha 8120211271643 dengan nama pelaku usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk. dan status penanaman modal yaitu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) diantaranya: KBLI 23957 : Industri mortar atau beton siap pakai KBLI 23953 - Industri barang dari semen dan kapur untuk konstruksi KBLI 42209 : Konstruksi jaringan irigasi, komunikasi, dan limbah lainnya KBLI 46638 : Perdagangan besar berbagai macam material bangunan di KBLI 46639 : Perdagangan besar bahan konstruksi lainnya KBLI 42919 : Konstruksi bangunan sipil lainnya ytdl KBLI 46593 : Perdagangan besar alat transportasi darat (bukan mobil, sepeda KBLI 42103 : Konstruksi jalan rel KBLI 43901 : Pemasangan pondasi dan tiang pancang KBLI 42204 : Konstruksi bangunan sipil elektrikal KBLI 41019 : Konstruksi Gedung lainnya KBLI 42101 : Konstruksi bangunan sipil jalan KBLI 43909 : Konstruksi khususl lainnya ytdl KBLI1 42102 : Konstruksi bangunan sipil jembatan, jalan laying, flv over dan underpass KBLI 43215 : Instalasi sinyal dan telekomunikasi kercta api KBLI 41011 : Konstruksi Gedung hunian KBLI 42912 : Konstruksi bangunan Pelabuhan bukan perikanan KBLI 08101 : Penggalian batu hias dan batu bangunan KBLI 46634 : Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu Laporan Kinerja WTON tahun 2023. Company Profile PT Wijaya Karya Beton Tbk tahun 2023 Data list Sertifikat Hak Guna Bangunan milik PT Wijaya Karya Beton Tbk Parker taro Pn2Ppp . Draft Annual Report tahun 2024 WTON Proyeksi Keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk, Surat Permohonan Persetujuan Penambahan KBLI PT Wijaya Karya Beton Tbk kepada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk No. SE.01.01/WB-0A.0104/2025 tanggal 21 Januari 2025. Wawancara dengan perwakilan manajemen WTON Informasi lain dari pihak manajemen WTON serta pihak-pihak lain yang relevan untuk penugasan. « Dokumen-dokumen lain yang terkait dengan Penambahan Kegiatan Usaha WTON Informasi dan/atau dokumen terkait lainnya yang didapat dari berbagai pencarian baik melalui Internet maupun media lainnya. Seluruh data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan Laporan studi kelayakan ini diperoleh dari manajemen WTON sepanjang proses penyusunan laporan baik diskusi dan wawancara. Kesimess Vataagen Unit
Page 30 OCR 0.903
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 112, Tingkat Kedalaman Investigasi Studi Kelayakan dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen WTON, yang bertujuan untuk memperoleh dokumen kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi memalui wawancara berupa con call atau virtual meeting. Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut: IL Uji tuntas atas laporan keuangan tidak dilakukan dan penelaahan atas informasi pada laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan analisis kewajaran: 2. Uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek analisis kewajaran tidak dilakukan, 3. Analisis dampak untuk para pihak terkait Penambahan Kegiatan Usaha: 4. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis studi kelayakan. Pelaksana Investigasi Berikut ini informasi terkait pelaksanaan investigasi lapangan: # No, Surat Tugas 1 IKT/0014/ST.GEAR/2028 # Lokasi : WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl. D.I. Panjaitan Kav, 9, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340 # Tanggal Investigasi : 23 April 2025 - Selesai, # Pelaksana Investigasi : Aurellia Nur Halimatussadiyah, Septi Iedi Kurnia Melati € Penanggung Jawab Investigasi: Dwi Hari Prasetyo Berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan, diketahui saat ini WTON masih menjalankan kegiatan operasinya yaitu sebagai Perusahaan di Bidang Perdagangan dan Industri Beton, Jasa Konstruksi dan Bidang Usaha Lain Yang Terkait Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang memadai diantaranya dengan melakukan site visit terhadap fasilitas milik WTON dan melakukan wawancara dengan manajemen WTON ataupun pihak yang mewakilinya dan pihak-pihak lain yang relevan, Berikut adalah pihak-pihak yang diwawancarai yaitu: Figur 2. Pihak Diwawancara & PIC Lokasi Inu Pinandito Manajer Bidang Evaluasi Hasil Usaha WTON Muhammad Bagus Prihandoko Staf Bidang Evaluasi Hasil Usaha WTON Revimess Vatastyen Umi 13 Jakarta
Page 31 OCR 0.940
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas Asumsi Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan ini adalah: Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion, Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses Studi Kelayakan. Dalam menyusun laporan ini, GEAR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh WTON dan atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan, Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada GEAR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting. GEAR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh WTON dan telah disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional WTON. GEAR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan. GEAR telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari pemberi tugas. Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan. Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana Transaksi yang akan dilakukan pada tanggal studi kelayakan ini diterbitkan. Dalam penyusunan laporan studi kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban WTON dan semua pihak yang terlibat dalam Penambahan Kegiatan Usaha serta keakuratan informasi mengenai Penambahan Kegiatan Usaha yang diungkapkan oleh manajemen WTON, Studi kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertumbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari studi kelayakan. Penyusunan studi kelayakan ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan studi kelayakan ini sampai dengan tanggal terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) opini kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Revimess Vatastyen Umi 14 Jakarta
Page 32 OCR 0.937
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 1.14. Kondisi Pembatas: Kami tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang melakukan transaksi. Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh WTON atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut, Kamu juga bergantung kepada jaminan dari manajemen WTON, bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan, Analisis studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan diatas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir opini kami secara material. Oleh karenanya, kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas studi kelayakan kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut, Kami tidak memberikan opini atas dampak perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha ini, Jasa-jasa yang kami berikan kepada WTON dalam kaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini hanya merupakan pemberian studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Penambahan Kegiatan Usaha dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha tersebut, Pekerjaan kami berkaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan, Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisa suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya diluar Penambahan Kegiatan Usaha yang ada dan mungkin tersedia untuk WTON serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Penambahan Kegiatan Usaha ini. Kejadian-kejadian Penting setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) dan Tanggal Laporan Sampai dengan tanggal Laporan Studi Kelayakan ini, kami tidak memperoleh informasi mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak secara material. Kejadian-kejadian penting setelah tanggal laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan. Penilai tidak berkewajiban untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas hasil Studi Kelayakan yang dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan Terinci yang telah diterbitkan dan disampaikan kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat informasi baru dalam hal yang substansi, maka GEAR dapat menerbitkan revisi atas Laporan Studi Kelayakan. Revimess Vatastyen Umi Is Jakarta
Page 33 OCR 0.923
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk
115. Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli
Dalam melaksanakan pembuatan laporan studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha
ini, GEAR tidak menggunakan laporan hasil analisis dari tenaga ahli dari luar.
1.16. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi
Laporan Studi Kelayakan beserta lampiran yang ada pada laporan ini hanya ditujukan kepada
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Studi Kelayakan sebagaimana dimaksud pada lingkup
penugasan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup
penugasan taporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari GEAR dan pemberi tugas.
117, Konfirmasi bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan
Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat, serta laporan Studi kelayakan yang telah dibuat
oleh Penilai dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No, 17/POJK.04/2020
(POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha", Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal ("POIK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.
17/SEOJK.04/2020 ("SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
1.18. Konfirmasi Bahwa Laporan Studi kelayakan dilakukan Berdasarkan SPI
Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi kelayakan telah
dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI") serta Standar
Penilaian Indonesia Edisi VII tahun 2018 (“SPI”) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi
Penilai Indonesia (“MAPPI")
Business Vataznon Unit
16 Jakarta
Page 34 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk
3
Z1.
GAMBARAN UMUM PERSEROAN
Gambaran Umum WTON
PT Wijaya Karya Beton Tbk (“Perusahaan”), didirikan di Jakarta dengan Akta Perusahaan
Terbatas PT Wijaya Karya Beton No. 44 tanggal 11 Maret 1997, dibuat di hadapan Achmad
Bajumi, S.H., selaku pengganti dari Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta. Perusahaan
memulai kegiatan operasionalnya sejak tanggal II Maret 1997. Akta tersebut telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusannya
No. C2-12776.HT.O1.01.TH.97 tanggal 9 Desember 1997 dan telah didaftarkan dalam daftar
Perusahaan sesuai Undang- Undang No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan di
Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan No. 2096/BH.09.03/1/98 tanggal 13
Januari 1998 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 43 tanggal
29 Mei 1998 Tambahan No, 2832.
Anggaran Dasar telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir kali diubah dengan
Akta No. 75 tanggal 30 Mei 2024 yang dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi
Warsito, S.H., Notaris di Jakarta Selatan dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0148744.AH.01.03 tanggal
19 Juni 2024.
Pada tanggal 26 Maret 2014, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif dari Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ("OJK") dengan surat No. S-174 /D.04/ 2014 untuk
melakukan penawaran umum saham perdana sejumlah 2.045.466.600 saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 setiap lembar saham yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga
penawaran Rp590 setiap saham, Termasuk didalamnya jumlah saham umum perdana kepada
masyarakat adalah saham yang telah dialokasikan sehubungan dengan Program Alokasi
Saham Karyawan (Employee Stock Allocation atau "ESA") sejumlah 61.364.000 saham baik
berupa Saham Penghargaan dan Saham Jatah Pasti Pegawai yang sesuai dengan Surat
Keputusan Direksi Perusahaan No.SK.01.01/WB-0A.019/2014 Poso LI Februari 2014.
Sesuai Akta No. 75 tanggal 30 Mei 2024 yang dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanic
Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta dan telah mendapatkan persetujuan dari
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU.AH.01.09-
0215256 Tahun 2024 tanggal 19 Juni 2024, maka maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perusahaan adalah sebagai berikut:
|, Maksud dan tujuan perusahaan ialah berusaha dalam bidang perdagangan dan industri
beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain yang terkait.
2, Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perusahaan dapat melaksanakan
kegiatan usaha utama sebagai berikut:
a. Melakukan Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan
Konstruksi seluruh produk-produk beton, antara lain:
1) Industri Barang dari Semen dan Kapur untuk Konstruksi (23954)
2) Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901)
3) Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung (30112)
4) Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (46638)
5) Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang tahan api (23911)
Business Vatanon Unit
7 Jakarta
Page 35 OCR 0.928
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk dalam bidang usaha sipil, elektrikal dan Postensioning. €. Melakukan Perencanaan, Produksi dan Penjualan produk/komponen bahan bangunan. &. Melakukan usaha impor dan ekspor yang terkait dengan kegiatan tersebut di atas. 3, Selain kegiatan usaha utama, Perusahaan dapat melakukan kegiatan usaha penunjang dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk: a. Melakukan Usaha Industri dan Perdagangan Bahan Produksi Beton 1) Batu Hias dan Batu Bangunan (08101) 2) Penggalian Kerikil (sirtu) (08103) 3) Penggalian Pasir (08104) 4) Penggalian tanah dan tanah liat (08105) S) Penggalian batu, pasir, dan tanah liat lainnya (08109) 6) Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian lainnya (09900) 7) Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang Tahan Api (23911) 8) Industri Semen (23941) 9) Industri Mortar atau Beton Siap Pakai (23987) 10) Industri Barang dari Batu untuk Keperluan Rumah Tangga, Pajangan, dan Bahan Bangunan (23963) 11) Perdagangan Besar Alat Transportasi Darat (bukan mobil, sepeda motor, dan sejenisnya). suku cadang dan perlengkapannya (46593) 12) Perdagangan Besar atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak (46100) 13) Perdagangan Besar Semen, Kapur, Pasir dan Batu (46634) 14) Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (46638) 15) Perdagangan Besar Mincral Bukan Logam (46641) 16) Perdagangan Eceran Barang Logam untuk Bahan Konstruksi (47521) 17) Perdangan Eceran Semen, Kapur, Pasir dan Batu (47524) b. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi dalam bidang usaha: 1) Konstruksi Gedung Hunian (41011) 2) Konstruksi Gedung Industri (41013) 3) Konstruksi Gedung Kesehatan (41015) 4) Konstruksi Gedung Pendidikan (41016) S) Konstruksi Gedung Tempat Hiburan dan Olahraga (41018) 6) Konstruksi Gedung Lainnya (41019) T) Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Gedung (41020) 8) Konstruksi Bangunan Sipil Jalan (42101) 9) Konstruksi Bangunan Sipil Jembatan, Jalan Layang, Fly Over, dan Underpass (42102) 10) Konstruksi Jalan Rel (42103) 11) Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase (42201) 12) Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (42202) 13) Konstruksi Bangunan Sipil Prasarana dan Sarana Sistem Pengolahan Limbah Padat, Cair dan Gas (42203) Reuvimess Watson Umat 18 Jakarta
Page 36 OCR 0.916
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk 14) Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (42204) 15) Konstruksi Bangunan Sipil Telekomunikasi untuk Prasarana Transportasi 142205) 16) Konstruksi Jaringan Irigasi, Komunikasi dan Limbah Lainnya (42209) 17) Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olah Raga (42918) 18) Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya Yrdl (42919) 19) Jasa Pekerjaan Konstruksi Pelindung Pantai (42922) 20) Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia. Petrokimia, Farmasi dan Industri Lainnya (42923) 21) Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Yidl (42929) 22) Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Sipil (42930) 23) Penyiapan Lahan (43120) 24) Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis |71102) 28) Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa (72102) €. Melakukan Usaha Reparasi, Pabrikasi, Instalasi/Pemasangan Mesin dan Peralatan Konstruksi, seperti: 1) Instalasi Telekomunikasi (43212) 2) Jasa Instalasi Konstruksi Navigasi Laut, Sungai, dan Udara (43214) 3) Instalasi Sinyal dan Telekomunikasi Kereta Api (43215) 4) Instalasi Sinyal dan Rambu-Rambu Jalan Raya (43216) S5) Instalasi Konstruksi Lainnya ytdl (43299) 6) Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901) 7) Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (43905) 8) Konstruksi Khusus Lainnya Yidl (43909) 9) Jasa Pengujian Laboratorium (71202) 10) Jasa Inspeksi Teknik Instalasi (71204) d. Melakukan Usaha Penyewaan dan Penyediaan Jasa Dalam Bidang Peralatan Konstruksi, seperti: 1) Pemasangan Perancah (Stciger) (43902) 2) Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan Peralatan Konstruksi dan Teknik Sipil (77393) €, Melakukan Perencanan, Pelaksanaan, Pengelolaan, Penjualan, Pembelian Sewa Menyewa dan Perdagangan Jasa Ekspedisi/Usaha Angkutan Darat dan Laut, seperti: 1) Angkutan Bermotor untuk Barang Umum (49431) 2) Angkutan Bermotor untuk Barang Khusus (49432) 3) Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum (50131) 4) Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Khusus (50133) S) Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Umum dan atau Hewan 1502217 6) Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Khusus (50222) 7) Angkutan Penyeberangan Umum Antar Provinsi untuk Barang (50224) 8) Angkutan Penyeberangan Perintis Antar Provinsi untuk Barang (50225) 9) Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut (52221) 10) Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Penyeberangan (52223) 11) Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) (52291) Revimess Vatastyen Umi 19 Jakarta
Page 37 OCR 0.860
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 12) Aktivitas Ekspedisi Muatan Kereta Api dan Ekspedisi Angkutan Darat (EMKA & EAD) (52292) 13) Aktivitas Ekspedisi Muatan Kapal (EMKL) (52293) f£ Treatment dan Pembuangan Limbah Berbahaya (38220) & Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (68111) h. Aktivitas Kantor Pusat (70100) i. Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Rekayasa Lainnya (72109) j- Penelitian Pasar (73201) Perusahaan merupakan entitas anak dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan kepemilikan 60"4. Sejak tahun 1997 Perusahaan telah menjalankan operasinya dengan dibagi atas beberapa kantor Wilayah Penjualan (WP), di mana tiap Wilayah Penjualan didukung dengan rata - rata satu Pabrik Produk Beton (PPB) dan Owarry. 1.1. Domisili Kantor Pusat berdomisili di Jakarta yang berlokasi di WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl. D.I, Panjaitan Kav. 9, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340. 233. Struktur Permodalan Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Audited 31 Desember 2024 susunan pemegang saham WTON adalah sebagai berikut: 3, Susunan dan posisi ilikan Saham PT Wijaya Karya Beton Tbk Jumlah Saham. Kepemilikan Jumlah Pemegang Saham 5.229.280.000 Yayasan Wijaya Karya 86.043.000 094 | 8.604.300.000 Kuntjara 0.577.300 O, Lite 987.730.000 Rija Judaswara 2.339.700 0.038 233.970.000 Veriy Widianto 2.000.000 0.020 200.000.000 | Syailendra Ogan 109.000 0,00 10.900.000 HAgus Pramono 3.529.500 0.035. 352.950.000 2.982.305.851 100,00 Rusiness Vataatyan Unit
Page 38 OCR 0.921
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 2.4. Susunan Pengurus Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Audited 31 Desember 2024 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi WTON pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Eko Sujianto Komisaris 1 R. Permadi Mulajaya Komisaris : Miftachul Munir Komisaris Independen : Nita Prihutaminingrum Komisaris Independen : Iswandi Imran Direktur Utama : Kuntjara Direktur Pemasaran dan Pengembangan : Rija Judaswara Direktur Keuangan, Human Capital dan : Syailendra Ogan Manajemen Risiko Direktur Operasi dan Supply Chain Management : Agus Pramono Direktur Teknik dan Produksi : Verly Widiantoro 2,5, Struktur Organisasi & Grup Perusahaan Berdasarkan informasi dari manajemen, susunan organisasi WTON per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: Figur 4. Struktur Organisasi Perusahaan Ja an Sumber: Annual Report WTON, 2024 Business Valuatian Unit 21 Jakarta
Page 39 OCR 0.929
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur $, Struktur Grup Perusahaan | Com Sumber: Annual Report WTON, 2024 1.6. Perizinan dan Legalitas Berikut adalah legalitas yang dimiliki oleh WTON yang digunakan dalam operasionalnya, diantaranya yaitu: Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya Beton Tbk. Nomor 74 tanggal 30 Mci 2024 oleh Insinyur Nanette Cahyanic Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan susunan komisaris dan direksi perseroan, Akta tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 03 Juni 2024 dengan Nomor AHU-AH.01.09- 0209272. Akta Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya Beton Tbk. Nomor 75 tanggal 30 Mci 2024 oleh Insinyur Nanctte Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan pasal 4 ayat 9, pasal 6, pasal 11, pasal 17, pasal 18 dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 Juni 2024 dengan Nomor AHU-AH.01.03-0148744. Selain itu, juga mengenai perubahan ganti nama pemegang saham dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 Juni 2024 dengan Nomor AHU-AH.01.09-0215256, Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya Beton Tbk. Nomor 80 tanggal 27 April 2022 oleh Insinyur Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan anggaran dasar perseroan, Akta tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 27 April 2022 dengan Nomor AHU-0031156,AH.01.02.Tahun 2022, 2 Kesimeas an“
Page 40 OCR 0.895
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 4. Keputusan Menteri Kebukiman Republik Indonesia Nomor 02-12776.HT.OLTH.97 tanggal 9 Desember 1997 memberikan pengesahan Akta Pendirian PT Wijaya Karya Beton dengan Nomor 44 tanggal 11 Maret 1997 oleh Achmad Bajumi, S.H., pengganti Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta. 5. Nomor Induk Berusaha 8120211271643 dengan nama pelaku usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk. dan status penanaman modal yaitu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) diantaranya: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 1) 8) Lu) KBLI 23957 KBLI 23953 KBLI 42209 KBLI 46638 KBLI 46639 KBLI 42919 KBLI 46593 KBLI 42103 KBLI 43901 10) KBLI 42204 HI) KBLI 41019 12) KBLI 42101 13) KBLI 43909 14) KBLI 42102 15) KBLI 43215 16) KBLI 41011 17) KBLI 42912 18) KBLI 08101 19) KBLI 46634 : Industri mortar atau beton siap pakai : Industri barang dari semen dan kapur untuk konstruksi : Konstruksi jaringan irigasi, komunikasi, dan limbah lainnya : Perdagangan besar berbagai macam material bangunan di : Perdagangan besar bahan konstruksi lainnya : Konstruksi bangunan sipil lainnya ytdl : Perdagangan besar alat transportasi darat (bukan mobil, sepeda motor, dan sejenisnya), suku cadang dan perlengkapannya. : Konstruksi jalan rel : Pemasangan pondasi dan tiang pancang : Konstruksi bangunan sipil elektrika : Konstruksi Gedung lainny : Konstruksi bangunan sipil jalan : Konstruksi khususl lainnya ytdl : Konstruksi bangunan sipil jembatan, jalan laying, Iv over dan Underpass : Instalasi sinyal dan telekomunikasi kereta api : Konstruksi Gedung hunian : Konstruksi bangunan Pelabuhan bukan perikanan : Penggalian batu hias dan batu bangunan : Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu 17. Kinerja Keuangan Historis Untuk melihat perkembangan kinerja WTON dan Entitas Anak, seperti posisi keuangan, laba rugi dan potensi atau kemajuan yang dialami selama beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis keuangan historis yang bersumber dari laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2019, per 31 Desember 2020, per 31 Desember 2021, per 31 Desember 2022, per 31 Desember 2023, dan per 31 Desember 2024 disajikan sebagai berikut: Figur 6, Historis Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Dalam Jutaan Rupiah Aset Aset Largar 7.168.913 | 5408882 | S.650.194 | 6.149.561 | 4.384.893 | 3929811 Aset Tidak Lancar 3.168.983 | 3.261.213 | 3432 317 | 3297968 | 3.246.777 | 3.264.877 Jumlah Aset 10.337.898 | 8670085 | 9.082.511 | 9447.529 | 7.631.671 | 7.194.688 Kesimess Vataagen Unit
Page 41 OCR 0.770
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Des2019 Des2020 Des 2021 s20212 Des2023 - Des 2014 ludited tudited tudited udite Andited Ladited Liabilitas dan Ekuitas Liabilitas Jangka Pendek 6.195.055 | 4.833.351 | 5.055.794 | 5.472.903 | 3.727.678 | 3.042.007 Liabilitas Jangka Panjang. 634.394 | 411824) Sal9n6 | 336.806 | 277883 | 465915 Jumlah Liabilitas 6.829.449 | 5.245.175 | 5.597.700 | 5.809.708 | 4.005.561 | 3.507.923 Jumlah Ekuitas 3.508.446 | 3.424.890 | 3.484.811 | 3.637.821 | 3.626.110 | 3.686.766 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas | 10.337.895 | 8.670.065 | 9.082.511 | 9.447.529 | 7.631.671 | 7.194.688 Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON Figur 7. Historis Laporan Laba Rugi Konsolidasian Des 2019 Des 2010 s 201 Des 2022 Des 2023 Des 2024 ludited tndited tudited 6.003.788 | 4.203.171 dudited tudited tudited Pendapatan Usaha 7.083.384 | 4.803.359 | 44589 Beban Pokok Pendenetea (6.132.667) | (4.493.830) | (4.221.917) | (5486030) | (3.880.251) | (4522338) Luba Bruto 9so7i7 | 3095231 2370o7o| siniss| o322020| 37T6s6 Laba (Rugi) Usaha 7954061 184397) ti9sto| 390sea| 191342) — 213409 Laba (Rugi) Sebelum Pajak 626271 130.505 si3as | 240506 42833 87481 Penghasilan Laba (Rugi) Bersih Tae Pata 510.712 | 123.147 81434| 17.060 19.817 64.200 Jumlah Laba (Rugi) Komprehensif s1s72| 120.990 s294s | 170970 20.089 67.560 Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON Figur 8. Historis Laporan Arus Kas Konsolidasian Des 2019 Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 tudired tudired dudited ludited tudited tudited Keterangan Arus Kas Operasi 1.265.495 803.264 35.026 34.700 95.469 262.019 Arus Kas Investasi (370.108) (281.518) (183.938) | (155.036) (81.710) (107.308) Arus Kas Peni (158.004) (581.410) 313.062 | (108356) | (1.144.623) 385.120 Kas Awal Tahun 865.016 1.602.281 1.602.044 | 1.766.221 1.538.312 407.215 Kas Akhir Tahun 1602281 | 1.542.217 | 1.766.221 | 1.538.312 407.215 597.554 Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON 24 Business Lisa da
Page 42 OCR 0.818
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 2.7.1 Analisis Posisi Keuangan Perkembangan posisi keuangan WTON dan Entitas Anak dapat dilihat pada grafik berikut: Figur 9. Historis Perkembangan Posisi Keuangan Pertunsbulan Posisi Kevangan WTON dam Entitas Anak 31 Desember DIN9 - 31 Tesombser 2024 (Data Jutaan Buptah) we van rena sama sman . Kenng nam ..5. wa ra Ha tuna Na Takan vantm si Karat @x Hara Ai Cha #Ladtkm “ Ostun Total aset WTON dan Entitas Anak pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp8.670.065 juta dan mengalami penurunan 16,139 dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp10,337.895 juta, Pada tahun 2021-2022 total aset WTON dan Entitas Anak mengalami penikatan sebesar 4,76" dan 4.025. Peningkatan total aset tersebut dikarenakan adanya peningkatan pada pos piutang usaha pihak ketiga, piutang retensi pihak berelasi, persediaan, proyek dalam pelaksanaan, property investasi, aset tetap, dan aset tidak lancar lainnya, Total aset tahun 2023-2024 mengalami penurunan sebesar 19,225 dan 5,73Y4, Pemurunan tersebut dikarenakan terdapat penurunan pada pos kas dan setara kas, piutang yang belum ditagih pihak berelasi dan pihak ketiga, tagihan bruto pemberi kerja pihak berelasi dan pihak ketiga, piutang lain-lain, persediaan, uang muka, investasi ventura Bersama, dan aset hak guna. Total aset WTON dan Entitas Anak per 31 Desember tercatat sebesar Rp7. 194.688 juta. Total liabilitas WTON dan Entitas Anak pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp5.245.175 juta dan mengalami penurunan 23,2084 dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp6.829.449 juta. Pada tahun 2021-2022 total liabilitas WTON dan Entitas Anak mengalami penikatan sebesar 67284 dan 3,79”6. Peningkatan total liabilitas tersebut dikarenakan adanya peningkatan pada pos pinjaman jangka pendek, utang pajak, beban akrual, pinjaman bank, dan tiabilitas imbalan kerja. Total liabilitas tahun 2023-2024 mengalami penurunan sebesar 310584 dan 12,42?4, Penurunan tersebut dikarenakan terdapat penurunan pada pos pinjaman jangka pendek,, beban akrual, utang lain-lain, pinjaman bank, liabilitas sewa, liabilitas pajak tangguhan, dan utang ventura bersama. Total liabilitas WTON dan Entitas Anak per 31 Desember tercatat sebesar Rp3.507.9223 juta. 28 "nan kentang
Page 43 OCR 0.727
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Total ekuitas WTON dan Entitas Anak pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp3.424.£90 juta dan mengalami penurunan 2,3846 dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp3.508.446 juta. Pada tahun 2021-2022 total ekuitas WTON dan Entitas Anak mengalami penikatan sebesar 1,7544 dan 4,39?4. Peningkatan total ekuitas tersebut dikarenakan adanya peningkatan pada postransaksi restrukturisasi, saldo laba ditentukan penggunaannya dan saldo laba belum ditentukan penggunaannya. Total aset tahun 2023 mengalami penurunan sebesar 0,326 dikarenakan terdapat penurunan pada pos kepentingan non pengendali. Total ekuitas WTON dan Entitas Anak per 31 Desember tercatat sebesar Rp3.686.766 juta dan mengalami peningkatan sebesar 1,676 dibandingkan tahun sebelumnya. 2.7.2 Analisis Laba Rugi Perkembangan laba (rugi) WTON dan Entitas Anak dapat dilihat pada grafik berikut: Figur 10. Historis Perkembangan Laba (Rugi) Perumahan Laba Ragi WTON dan Futitas Anak 31 Desember NN P- 1 Dewemler 2014 Dalam Jutaan Rupkah ata raman 7 sms sm saw demam saman 4 | “.- aa LI Li Lt 9 bei taan Sa ban basa mantan Kai kek Er cm... kera “me £ san Neek Antena Pl ya . 01an kl st 2 .. Aabe hap tree 57 asia Pal Pa Hana ya tata png Onnn —aun mara wa roma Wise 2m Lahu hei Bond Tab betata— KETS tgn ma. wae ET na “wahgan “ina Bek Pedgat Lan Nasi Maan “Ae Napilhda “Lahar oa Riben bejat Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON Pendapatan pada tahun 2020, 2021, dan 2023 mengalami penurunan sebesar 32,1984: 7,17Ya: dan 346494. Pada tahun 2022 pendapatan WTON dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp6.003.788 juta dan mengalami peningkatan sebesar 34,6495 dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp4.458.988 juta. Pendapatan WTON dan Entitas Anak per 31 Desember 2024 mengalami peningkatan 16,48?4 dibandingkan tahun sebelumnya dan tercatat sebesar Rp4.896.024 juta, Beban Pokok Pendapatan pada tahun 2020, 2021, dan 2023 mengalami penurunan sebesar 26,720, 6,0574, dan 29,28”4. Pada tahun 2022 Beban Pokok Pendapatan WTON dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp5486.630 juta dan mengalami peningkatan sebesar 29,9696 dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp4.221.917 juta. Beban Pokok Pendapatan WTON dan Entitas Anak per 31 Desember 2024 mengalami peningkatan 16,55"5 dibandingkan tahun sebelumnya dan tercatat sebesar Rp4.522.338 juta,
Page 44 OCR 0.734
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Laba Bruto pada tahun 2020, 2021, dan 2023 mengalami penurunan sebesar 67,446, 234196, dan 37,565. Penurunan tersebut dikarenakan adanya penurunan pada pos pendapatan. Pada tahun 2022 Laba Bruto WTON dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp517.158 juta dan mengalami peningkatan sebesar 118,1596 dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp237.070 juta, hal tersebut dikarenakan pada tahun 2022 pendapatan WTON dan Entitas Anak mengalami peningkatan. Laba Bruto WTON dan Entitas Anak per 31 Desember 2024 mengalami peningkatan 15,72”4 dibandingkan tahun sebelumnya dan tercatat sebesar Rp373.686 juta. Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan pada tahun 2020, 2021, dan 2023 mengalami penurunan sebesar 75,896, 33,87Y4: dan 110,069, Penurunan tersebut dikarenakan adanya penurunan laba usaha pada tahun tersebut. Pada tahun 2022 Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan WTON dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp171.060 juta dan mengalami peningkatan sebesar 110,0694 dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp81.434 juta, hal tersebut dikarenakan pada tahun 262? laba usaha WTON dan Entitas Anak mengalami peningkatan, Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan WTON dan Entitas Anak per 31 Desember 2024 mengalami peningkatan 2239796 dibandingkan tahun sebelumnya dan tercatat sebesar Rp64.200 juta. 2.7.3 Analisis Arus Kas Perkembangan arus kas WTON dan Entitas Anak dapat dilihat pada figur berikut : Figur 1. Historis Perkembangan Arus Kas Pertumhukan Arus Kas WTON dam Entitas Anak 31 Dosenaber 2019- 31 Dowernloer 2024 Dalam Jutaan Raplah , 1 “ Li 1 J ai ! T ni 35. ana om ARUN | “Sa onas oa: usa Da2 Dea ane mek uyaud aa Kim wa 0 ny Pr an On Math rana ea Pen ya mana 0 pepe Aneka aga Patana “0 say ss ena ntah 1010 Kartun Bam kis Ar Tama | MASA Kana raga Ka x0113 0tia Ketan kam Ke AMA Tae. Aga pasar uga taat za Mara Damn Ta Me Opawi SAM Ear Ben lawan Atan Un heri Maba» Kw de fatny Cerheal Tatan Kar dan Betwa Km LAU Te Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON Dari figur kinerja arus kas diatas, aktivitas cash flow WTON dan Entitas Anak untuk periode 31 Desember 2019 - 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: # Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun 2020-2022 setiap tahunnya mengalami penurunan sebesar 36,53Y6: 95,64Y4, dan 0,935. Penurunan
Page 45 OCR 0.667
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk tersebut dikarenakan terdapat penurunan pada pos penerimaan kas dari pelanggan dan meningkatnya pembayaran operasi lainnya, Peningkatan arus kas bersih dari akuvitas Operasi terjadi pada tahun 2023 dan 2024 sebesar 175,1204 dan 174.46?6. Peningkatan tersebut dikarenakan meningkatnya pos penerimaan kas dari pelanggan dan menurunnya pembayaran kepada direksi dan karyawan, Arus kas bersih dari aktivitas operasi per 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp262.019 juta. @ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi selama periode historis yaitu 2019-2024 tercatat negatif yaitu negatif Rp370.108 juta, negatif Rp281.518 juta, negatif Rp183.935 juta, negatif Rp155.036 juta, negatif Rp81.710 juta, negatif Rp107.308 juta, & Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tahun 2019, 2020, 2022, dan 2023 tercatat negatif yaitu negatif Rp158.004 juta, negatif Rp581.410 juta, negatif Rp108.356 juta, dan negatif Rp1.144.623 juta. Peningkatan arus kas bersih dari aktivitas pendanaan terjadi pada tahun 2022 yaitu sebesar 134,6196. Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan per 31 Desember 2024 tercatat Rp35.120 juta dan mengalami peningkatan sebesar 103.0744 dibandingkan tahun sebelumnya. 2.74 Analisis Rasio Keuangan ta 12. Historis Be Rasso Likuiditas | Guerera Raria pe ma on opa lai | gesek Rusia KAN ME amora | aon gam | osn Tessa — Lis Jana | 2atin Tugi | — 1gp 3 » 3 Hi “6 Fi) ” ” 1 10 3 ” 6 1 2 ' ' ) 2 1 4 1 3 1 Ll ” « ” » “ “ n 1m 2 1 3) & & 5 7 & Ko 2 “106 39 “8 PI) - ya 119 - 178 12 13 ATU 1 13 CI PETI Tan Pa IA cin Kran an (Debit Eat” joss Iin ibite Tar jos. 3 Raso Profitabsinas Gems Margin Ta & G3 T - & Operanng Margin Ti 1 Ts Pa s - (Ne Profit Margin 128 Iga Ia ae ( Tan | EA 2x tan Oa Lita Ja og EA 2 27 as LI Sea Tape AO Keno WTOR 28
Page 46 OCR 0.906
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Rasio Likuiditas Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah: Current Ratio Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimilikinya, Rasio ini memberikan gambaran tentang tingkat likuiditas perusahaan, dengan fokus pada aset likuid yang tersedia langsung untuk membayar kewajiban. Rasio lancar WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 115,720: 1119190: 111,7690: 112,36Y46, 117,6396, dan 1291846, Ouick Ratio Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar, namun sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang menghitung seluruh aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan rasio cepat. Rasio cepat WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 97,180: 95, 4603 918086: 927690: 918790: dan 105,34Y0. Cash Ratio Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset yang paling likuid, yaitu kas dan setara kas, Rasio ini memberikan gambaran tentang tingkat likuiditas perusahaan, dengan fokus pada aset likuid yang tersedia langsung untuk membayar kewajiban. Rasio kas WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 25,8694, 33,155: 349394, 281196: 10,924: dan 19,642. Rasio Aktivitas Rasio aktivitas (activirv ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi pemanfaatan sumber daya perusahaan atau menilai kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari, Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini, Rasio Perputaran Piutang Usaha Pihak Berelasi Rasio perputaran piutang usaha pihak berelasi merupakan indikator keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang usaha - pihak berelasi. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang usaha - pihak berelasi dari debitur dalam satu periode tertentu. Rasio piutang usaha - pihak berelasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 - M Desember 2024 tercatat selama 38 hari, 32 hari, 32 hari, 19 hari, 46 hari, dan 31 hari. Rasio Perputaran Piutang Usaha Pihak Ketiga Rasio perputaran piutang usaha - pihak ketiga merupakan indikator keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang usaha - pihak ketiga, Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang Revimess Vatastyen Umat 29 Jakarta
Page 47 OCR 0.926
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk usaha pihak ketiga dari debitur dalam satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang usaha - pihak ketiga WTON dan Emitas Anak pada periode 31 Desember 2019 - 31 Desember 2024 tercatat selama 27 hari, 17 hari, 35 hari, 30 hari, 37 hari, dan 37 hari. 3. Rasio Perputaran Piutang Retensi Pihak Berelasi Rasio perputaran piutang retensi - pihak berelasi merupakan indikator keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang retensi - pihak berelasi. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang retensi - pibak berelasi dari debitur dalam satu periode tertentu, Rasio perputaran piutang - retensi pihak berelasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat selama O hari, 1 hari, 2 hari, I hari, 1 hari, dan 1 hari. 4. Rasio Perputaran Piutang Retensi Pihak Ketiga Rasio perputaran piutang retensi - pihak ketiga merupakan indikator keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang retensi - pihak ketiga, Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang retensi - pihak ketiga dari debitur dalam satu periode tertentu, Rasio perputaran piutang retensi - pihak ketiga WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat selama 2 hari, 7 hari, 4 bari, 1 hari, 3 har, dan 2 hari. 5. Rasio Perputaran Piutang yang Belum Ditagih Pihak Berelasi Rasio perputaran piutang yang belum ditagih - pihak berelasi merupakan indikator keuangan yang digunakan untuk mengukur cfektivitas perusahaan dalam mengelola piutang yang belum ditagih - pihak berelasi. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang yang beluh ditagih - pihak berelasi dari debitur dalam satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang yang belum ditagih - pihak berelasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat selama 80 hari, 78 bari, 83 hari, 87 hari, 82 bari, dan 49 hari. 6. Rasio Perputaran Piutang Yang Belum Ditagih Pihak Ketiga Rasio perputaran piutang yang belum ditagih - pihak ketiga merupakan indikator keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang yang belum ditagih - pihak ketiga. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang yang belum ditagih - pihak ketiga dari debitur dalam satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang yang belum ditagih - pihak ketiga WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat selama 14 hari, 22 hari, 20 hari, 32 hari, 19 hari, dan 20 hari, 7. Rasio Perputaran Persediaan Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk melihat berapa hari persediaan berubah menjadi penjualan. Rasio perputaran persediaan WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 - 31 Desember 2024 tercatat selama 68 hari, 65 hari, 87 hari, 71 hari, 90 hari, dan S9 hari. 8. Rasio Perputaran Utang Usaha - Pihak Berelasi Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat perusahaan membayar utang usaha - pihak berelasi (kewajiban kepada pemasok) selama periode tertentu. Rasio ini memberikan gambaran mengenai efisiensi perusahaan dalam Revimess Vatatyen Umi 30 Jakarta
Page 48 OCR 0.914
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk mengelola kewajiban jangka pendek kepada pemasoknya. Rasio utang usaha - pihak berelasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 - 31 Desember 2024 tercatat selama 2 hari, 106 hari, 96 hari, 50 hari, 18 hari, dan 31 bari, Rasio Perputaran Utang Usaha Pihak Ketiga Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat perusahaan membayar utang usaha - pihak ketiga (kewajiban kepada pemasok) selama periode tertentu. Rasio ini memberikan gambaran mengenai efisiensi perusahaan dalam mengelola kewajiban jangka pendek kepada pemasoknya, Rasio utang usaha - pihak ketiga WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 - 31 Desember 2024 tercatat selama 51 hari, 110 hari, 119 hari, 89 hari, 175 hari, dan 128 hari. . Rasio Perputaran Beban Akrual Rasio yang mengukur seberapa cepat perusahaan dulam membayar utangnya (kewajiban kepada pemasok) selama periode tertentu, Rasio ini memberikan gambaran mengenai efisiensi perusahaan dalam mengelola kewajiban jangka pendek kepada pemasoknya. Rasio perputaran beban akrual WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat selama 123 hari, 106 hari, 114 hari, 123 hari, 90 bari, dan 47 hari. Rasio Solvabilitas Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi utang-utangnya. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam Debit to asset ratio Rasio ini merupakan perbandingan antara total debt terhadap total aset Perusahaan, Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan Perusahaan. Adapun tingkat rasio liabilitas terhadap total aset WTON dan Entitas Anak pada 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 6696: 6084: 6240: 6174: SY: dan 4985. Debit to eguity ratio Rasio ini merupakan perbandingan antara total debt terhadap total ckuitas atau modal perusahaan. Rasio satu menunjukkan jumlah liabilitas sama dengan jumlah ekuitas, Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio liabilitas terhadap ekuitas WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 19589, 15340: 16140: 16006: 1109: dan 956. Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba dalam operasinya, Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini. Gross Profit Margin (Rasio Laba Kotor) Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba kotor, Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap pembentukan laba kotor. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa Reuvimess Vatatyen Umat 31 Jakarta
Page 49 OCR 0.876
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk rasio laba kotor WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 - 31 Desember 2024 tercatat sebesar 1346: 6Yo, SYe: Ie: 8 Yo, dan SY. 2, Operating Margin (Rasio Laba Operasi) Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba Operasi. Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap pembentukan laba operasi. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio laba operasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 116: 480: 37: 7Ye: Sto: dan 4Y4. 3. Ner Profit Margin (Rasio Laba Bersih) Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih. Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap pembentukan laba bersih. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio laba bersih WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 7,284: 2,690: 1,899: 2,896: 0,34 dan 1,390. 4. Ratio Return On Asset (ROA) Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dengan mengunakan seluruh aset perusahaan, Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio ROA WTON dan Entitas Anak pada 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 4,99: 14Ye: 0,9Yoz 1,8 Ya: 0,3 Ya: 5. Ratio Return On Eguity (ROE) Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dengan mengunakan ekuitas perusahaan. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio ROE WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 14,6Yo: 3,6Yo: 2,3Yoy 4,796, 0,5Yay dam 1,7Yo, 28, Prospek Usaha WTON 2024 Industri konstruksi merupakan sektor strategis yang memiliki peran vital dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai sektor dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), konstruksi menjadi indikator utama dinamika Pembangunan nasional, Berdasarkan laporan Perekonomian Indonesia 2024 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sektor konstruksi menyumbang sekitar 9,924 terhadap PDB puda tahun 2023, menjadikannya sektor terbesar kelima dalam perekonomian nasional, Pada tahun 2025, industri ini diperkirakan mengalami pertumbuhan positif sebesar 5.484 dibandingkan tahun sebelumnya, Proyeksi ini didukung oleh pernyataan dari BCT Central yang menyatakan bahwa total pasar proyek konstruksi pada tahun 2025 akan mencapai Rp 381,61 triliun, dengan peningkatan investasi di sektor properti serta kesinambungan proyek infrastruktur strategis. Pertumbuhan industri konstruksi pada 2025 didukung oleh kebijakan fiskal yang akomodatif dan investasi infrastruktur yang tetap menjadi prioritas nasional. Pemerintah Indonesia, melalui RAPBN 2025 yang dipaparkan dalam laporan Kementerian Keuangan, mengalokasikan belanja infrastruktur dengan fokus pada pembangunan jalan tol, jaringan transportasi publik, serta proyek strategis nasional lainnya, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Berdasarkan laporan Reuters, Presiden Prabowo Subianto telah mengalokasikan dana sebesar Rp 48,8 triliun untuk pembangunan ibu kota baru ini hingga » Rewimess Vatastyen Umat 32 Jakarta
Page 50 OCR 0.938
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 2029, dengan target relokasi pemerintah pada tahun 2028. Langkah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi dalam sektor konstruksi, baik dari dalam maupun luar negeri, Di sisi lain, industri properti sebagai subsektor utama konstruksi juga menunjukkan potensi yang menjanjikan, Berdasarkan Survei Proyeksi Pasar Properti 2025 yang dirilis oleh Knight Frank Indonesia, sektor perumahan, industri, serta fasilitas logistik seperti data center dan pergudangan diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan. Proyeksi ini sejalan dengan laporan yang mencatat bahwa kategori proyek perumahan dan industri menjadi kontributor terbesar terhadap total nilai konstruksi bangunan pada tahun 2025, masing-masing sebesar 28,2994 dan 24,75”4. Urbanisasi yang terus meningkat, kebutuhan perumahan yang tinggi, serta pergeseran tren bisnis ke arah digitalisasi turut memperkuat permintaan akan infrastruktur pendukung. Namun, tantangan seperti kenaikan harga tanah dan daya beli masyarakat tetap menjadi faktor yang perlu diantisipasi untuk menjaga stabilitas sektor properti. Meskipun proyeksi pertumbuhan industri konstruksi tampak positif, sejumlah tantangan tetap menjadi perhatian. Dalam Laporan Perkembangan Ekonomi Indonesia 2024 yang diterbitkan oleh BPS, terdapat indikasi bahwa sektor konstruksi sipil akan mengalami sedikit perlambatan dengan penurunan sebesar 2,62”4 pada tahun 2025. Salah satu penyebab perlambatan ini adalah kenaikan harga bahan bangunan dan peningkatan suku bunga, yang dapat menghambat investasi dalam proyek infrastruktur skala besar. Berdasarkan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) yang dirilis oleh BPS, harga material konstruksi mengalami kenaikan rata-rata sebesar 7,144 pada 2024, terutama akibat fluktuasi nilai tukar dan ketergantungan pada bahan baku impor. Selain tantangan tersebut, permasalahan lain yang dihadapi adalah ketersediaan tenaga kerja yang kompeten di sektor konstruksi. Dengan semakin kompleksnya proyek infrastruktur, kebutuhan akan tenaga kerja terampil semakin meningkat. Namun, laporan Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa hanya sekitar 4594 dari tenaga kerja di sektor konstruksi yang telah merniliki sertifikasi keahlian. Ketimpangan antara jumlah tenaga kerja bersertifikasi dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan yang harus diatasi. Oleh karena itu, inisiatif pelatihan vokasi dan sertifikasi tenaga kerja harus diperkuat untuk memastikan tenaga kerja yang tersedia mampu memenuhi standar industri yang semakin tinggi, Dalam menghadapi tantangan tersebut, inovasi dan teknologi menjadi elemen kunci dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor konstruksi. Berdasarkan laporan dari Jakarta Daily, penggunaan teknologi seperti Bwilding Information Modeling (BIM), Internet of Things (IoT), serta konsep konstruksi modular telah terbukti mampu mengurangi pemborosan material, meningkatkan presisi dalam perencanaan proyek, serta mempercepat proses pembangunan. Selain itu, penerapan prinsip konstruksi hijau dan ramah lingkungan semakin menjadi perhatian, sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung ekonomi berkelanjutan, Dalam berbagai forum industri, transformasi digital dan penggunaan teknologi konstruksi pintar seperti Artificial Intelligence (AI) jaga diprediksi akan semakin diadopsi guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Selain inovasi teknologi, keberlanjutan industri konstruksi juga bergantung pada regulasi dan kebijakan yang mendukung ekosistem bisnis yang sehat. Reformasi perizinan, penyederhanaan regulasi investasi, serta harmonisasi kebijakan pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, Dengan adanya kepastian hukum dan kebijakan Revimess Vatastyen Umi 33 Jakarta
Page 51 OCR 0.932
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk yang konsisten, baik pelaku usaha lokal maupun investor asing dapat lebih percaya diri dalam mengembangkan proyek konstruksi di Indonesia. Secara keseluruhan, prospek industri konstruksi Indonesia pada tahun 2025 tetap cerah, didukung oleh kesinambungan proyek infrastruktur strategis dan pertumbuhan sektor properti. Namun, pelaku indusiri perlu menghadapi tantangan seperti Nuktuasi harga muterial, peningkatan suku bunga, dan ketidakpastian global dengan strategi yang adaptif dan inovatif. Dengan adanya dukungan kebijakan pemerintah dan kemajuan teknologi, industri konstruksi Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan menjadi motor penggerak ekonomi nasional di tahun mendatang, Strategi Pemasaran WTON Dalam menghadapi persaingan industri konstruksi yang semakin kompetitif, WTON menerapkan strategi pemasaran yang berorientasi pada ekspansi pasar, inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan kemitraan strategis. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing, memperluas pangsa pasar, serta memastikan keberlanjutan bisnis di tengah perubahan permintaan industri konstruksi. Perluasan Pasar dan Diversifikasi Segmen Pelanggan Inovasi Produk dan Peningkatan Nilai Tambah Transformasi Digital dalam Pemasaran dan Operasional Penguatan Kemitraan dan Strategi Harga Kompetitif Dengan strategi pemasaran yang berfokus pada ekspansi pasar, inovasi produk, transformasi digital, dan kemitraan strategis, WTON menargetkan pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, perusahaan tidak hanya berusaha mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar beton pracetak di Indonesia, tetapi juga memperkuat eksistensinya di tingkat global dengan menghadirkan solusi konstruksi inovatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan. ga KAA Sebagai pemimpin industri beton pracetak di Indonesia, WTON rutin menghitung pangsa pasar setiap segmen usaha selama 2 (dua) tahun sekali. Sampai dengan tahun 2024, WTON belum dapat merilis data spesifik pangsa pasar terbaru, Pangsa Pasar dari data terakhir yang dirilis WTON pada tahun 2022 untuk produk Pracetak mencapai 47.9086, sehingga WTON tetap optimis mempertahankan dominasinya di pasar industri beton Indonesia. Dengan strategi ekspansi, inovasi produk, dan digitalisasi layanan, perusahaan terus memperluas cakupannya, baik di dalam negeri maupun ke tingkat internasional. WTON tetap dominan dalam penyediaan beton pracetak untuk proyek infrastruktur nasional, termasuk jalan tol, pelabuhan, jembatan, dan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain proyek pemerintah, perusahaan juga memperluas pasar ke sektor swasta, seperti pertambangan, energi, properti, dan manufaktur, yang semakin bergantung pada beton pracetak berkualitas tinggi. Untuk meningkatkan daya saing global, WTON menargetkan ekspansi ke Asia Tenggara, khususnya Malaysia, Filipina, dan Vietnam, dengan menawarkan produk bersertifikasi internasional (ISO 9001 dan LEED). Standarisasi global dan optimalisasi rantai pasok menjadi kunci untuk menembus pasar luar negeri, Perusahaan terus berinovasi dengan mengembangkan EcoConerete, beton ramah lingkungan yang Kesimess Vataagen Unit
Page 52 OCR 0.946
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 29. menggunakan bahan baku daur ulang dan teknologi rendah karbon. Selain itu, WTON memperkuat distribusi melalui platform digital dan e-commerce B2B, memungkinkan pelanggan mengakses layanan dengan lebih cepat dan efisien. Dengan dominasi pasar nasional, ekspansi internasional, dan inovasi berkelanjutan, WTON semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri beton pracetak. Perusahaan berkomitmen untuk terus berkembang dan menghadirkan solusi konstruksi yang lebih efisien, inovatif, dan berkelanjutan. Informasi Perpajakan Pada periode 31 Desember 2024, WTON tercatat memiliki utang pajak sebesar Rp65.090.279.861. 2.10. Produk dan Jasa yang Dihasilkan dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Produk yang dihasilkan dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa Produk tiang beton dan beberapa jasa yaitu pekerjaan penyediaan barang, pekerjaan transportasi, dan pekerjaan pemasangan barang. Figur 13. Produk Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Sumber: Manajemen WTON Business Valuation Unit 3S Jakarta
Page 53 OCR 0.806
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 3. 3 TINJAUAN MAKRO EKONOMI Perekonomian Global dan Domestik Pada 2025, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya, yakni 3,2”6, meskipun ketidakpastian pasar keuangan global dan ketegangan geopolitik terus berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih kuat dari yang diperkirakan, didorong oleh stimulus fiskal yang meningkatkan permintaan domestik dan investasi di bidang teknologi, yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas. Sebaliknya, ekonomi Eropa, Tiongkok, Jepang, dan India masih menghadapi tantangan, seperti penurunan kepercayaan konsumen, tertahannya produktivitas, dan terbatasnya sektor manufaktur. Kebijakan tarif AS juga memengaruhi disinflasi di negara tersebut, dengan ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang terbatas. Penguatan dolar AS scbagai dampak kebijakan AS, bersama dengan ketegangan geopolitik, menyebabkan investor lebih memilih untuk memindahkan portofolio mereka ke AS, meningkatkan tekanan pada mata uang global lainnya, Di Indonesia, perekonomian menunjukkan pertumbuhan yang baik meskipun sedikit lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Neraca pembayaran Indonesia tetap sehat, mendukung ketahanan eksternal negara. Nilai tukar rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global berkat kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Inflasi pada 2024 diperkirakan berada dalam sasaran 2,516, dengan kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman dan stabil. Bank Indonesia menurunkan BI- rate sebesar 25 bps menjadi S,75Yo pada Januari 2025, sesuai dengan prakiraan inflasi yang tetap terkendali dan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Kebijakan moneter dan makroprudensial Bank Indonesia berfokus pada menjaga inflasi, stabilitas nilai tukar, serta mendukung sektor-sektor prioritas seperti UMKM dan ekonomi hijau. Penguatan kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dimulai pada Januari 2025, dengan harapan dapat meningkatkan pembiayaan perbankan untuk sektor-sektor yang mendukung penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan untuk mendukung sektor perdagangan dan UMKM, dengan memperkuat infrastruktur dan memperluas digitalisasi. Figur 14. Pertumbuhan PDB Dunia dan PMI Global FEE — ka —g Tepak —ta tg BD AD NU 5 UU U 1 eny y dua uu Uu donlot un “ & “ " “ uu bean bag " “ “ “ “ " “ hang “ “ u “ v “ u eenletatag Ka YO wu uu Tergak Bo Wu uu ata “ “ “ " ” “ “ Si “ A “ 3 “ “ 4 Joglo Len Uu Wu Ja Uu un Uu , MR NWUNUON kgndstatacin Bo KU UU Y N 2 2 Gn HSNI "SK CH 7 DINI: INK ET Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Business Valuation Untl 36 Jakarta
Page 54 OCR 0.566
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 15. Indeks Keyakinan Konsumen dan Penjualan Eceran Global HA —aag —toga —1a MEN MANUN he0y —- in 2. —inga Pa " “ KA ba - “ - aa - » ae " uu “ ed £ . - : 3 Zs z 1 : . — 2 : - . Pa ” : . P » Pn - Aa P & P - - Sumber Bloomberg, diolah Sumber: CEIC. diolah Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 16. Inflasi Dunia, Harga Komoditas Ekspor Indonesia —ua rate ne0 ko" '- —asu pat —aaa - jadi ye DB - - in ne en ai aa ulun 2. N ons in alel ma bla zah 3 5 mese —Telala Ini" Telan "Pewarna Minyak dalam USD/barel, komoditas lain (&. yoy) Sumber: Bloomberg dan IMF, dialah Sumber: Bloomberg. Data sd. 13 Januari 2025 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 17. Yicld UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS, Persepsi Risiko Negara Berkembang dan Indonesia Lana HA Neakaa —eaik Rineka ing Indeks Ketidakpastian Global aa g nge —1 basejak una) —iP Maa xi u.. “ una - x 1 xi - E3 ui Sumber Bloomberg. Data sd. 13 Januari 2025 Sumber: Bloomberg. Data s.d. 13 Januari 2025 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Business Valnation Unit 37 Jakarta
Page 55 OCR 0.697
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 18. Aliran Modal Ke Negara Berkembang dan Index Ketidakpastian Global Pan ng Ceng Pa | 2? h man ' i U KL fa . «e std w | ma “tag tm - - m - Sumber. IIF, diolah Sumber: Bloomberg. Data s.d. 13 Januari 2025 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 3.2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Perekonomian global pada 2025 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,296, meskipun ketidakpastian pasar keuangan global dan ketegangan geopolitik tetap berlanjut. Ekonomi AS tumbuh kuat didorong oleh stimulus fiskal dan investasi teknologi, sementara ekonomi Eropa, Tiongkok, Jepang, dan India menghadapi tantangan seperti menurunnya kepercayaan konsumen dan terbatasnya sektor manufaktur. Kebijakan fiskal AS yang ekspansif dan ketegangan geopolitik menyebabkan penguatan dolar AS dan mempengaruhi mata uang global. Di Indonesia, meskipun perekonomian tumbuh baik, terdapat kecenderungan pertumbuhan yang lebih rendah dari prakiraan sebelumnya, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2025 berada di kisaran 4,7-5,5y6. Faktor-faktor seperti permintaan domestik yang lebih rendah, kelemahan konsumsi rumah tangga, dan terbatasnya investasi swasta berpengaruh pada pertumbuhan tersebut. Bank Indonesia terus mengoptimalkan kebijakan moneter dan makroprudensial untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan, termasuk melalui akselerasi digitalisasi dan mendukung program-program Pemerintah, seperti ketahanan pangan dan pembiayaan ekonomi. Figur 19. Pertumbuhan PDB Domestik dan Kn Berdasarkan Lapangan Usaha Kemen baBtaan IM AI LK AB SS SK AW AM ASI SB 3G AP AR AR AH tem ema - PA AS AN kah ah Ai - » 2 Ti 2 Menaimnta AI 35 AD AM AR AN AT Mal AI MAAN IR AN ai Aa aa GA M0 Ah IN IDA Memlaga II AM AI DAA Gie do Kah da Ah LD AA tai Mete AA Mad AT GI ah DA n. AA MAN MN MAL MPN PALA PKL -- 10 DAR MM DAN Ah SO Aas LI AN Oh LA 2 UP Sumber 898 Sumber: BPS Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Business Valuation Unit 38 Jakarta
Page 56 OCR 0.818
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 20. Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan IV 2024 dan Indeks Keyakinan Konsumen LAN Yaa LAN an Mam Van PN metan mama —ugasan 3m Mean tan Hngran aa Sumber: BPS, diolah Sumber Bank Indonesia Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 21. Nilai Tukar Petani dan Penjualan Eceran Sumber BPS. diolah Sumber: BPS, diolah Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Fig 5 isasi atan dan Belanja Negara (APBN) dan Ekspor Non Migas 4 tearangre gek Sumber Kementerian Keuangan diolah Bank indonesia Jangan Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 23. Ekspor Nonmigas ke Negara Tujuan Utama dan Ekspr Nonmigas Spasial — an Sumber. Kementerian Keuangan, dioiah Bank Indonesia Sumber: Kementerian Keuangan, diolah Bank Indonesia — “Data su Auustus 2024 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Business Valuation Untt 39 Jakarta
Page 57 OCR 0.916
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap menunjukkan kondisi yang sehat, yang mendukung ketahanan eksternal negara. Pada Desember 2024, Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan sebesar 2,2 miliar dolar AS, yang didorong oleh kinerja ekspor yang kuat, terutama dari komoditas utama seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja. Hal ini mendukung prediksi bahwa transaksi berjalan pada 2024 akan tetap sehat dengan defisit yang diperkirakan berada dalam kisaran 0,196 hingga 0,944 dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, meskipun surplus perdagangan, ketidakpastian pasar keuangan global menyebabkan penurunan aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik, seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Repo Bank Indonesia (SRBI), yang masing-masing tercatat inflow sebesar 19 juta dolar AS dan 288 juta dolar AS pada awal tahun 2025 (hingga 13 Januari 2025). Meskipun demikian, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tetap tinggi, mencapai 155,7 miliar dolar AS, yang setara dengan pembiayaan impor selama 6,7 bulan atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Posisi cadangan devisa ini juga jauh di atas standar kecukupan internasional yang sekitar 3 bulan impor. Melihat ke depan, NPI Indonesia pada 2025 diperkirakan tetap sehat, dengan surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut, serta defisit transaksi berjalan yang terjaga dalam kisaran 0,5”6 hingga 1,3”2 dari PDB. Surplus neraca transaksi modal dan finansial ini akan didorong oleh aliran masuk modal asing yang positif, seiring dengan persepsi investor yang optimis terhadap prospek perekonomian Indonesia yang lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik. Sumber Bank Indonesia. "Angka semen “Angka sangat sementara Sumber BPS Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 25. Aliran Modal Asing dan Cadangan Devisa angen mna LAM Nan as AM Nemu Sumber: Bank Indonesia, “Angka sementara ““Anoka sangat sementara. Data sd 14 Oktober2024 Sumber Bank Indonesia Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Business Valuation Uni! 40 Jakarta
Page 58 OCR 0.851
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 26. Rupiah “8 Negara Kawasan dan Suku Bunga Kebijakan Negara Kawasan “ng | SI Tan Li i g . Pen tandai Him ma, male wal Manan sen Menehotaya F amen Pama Sumber Resters dan Bisombberg. Dita sd. 15 Oktober 208 Sumber Booribesa Data sed 18 Oktober 2004 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Nilai tukar Rupiah pada Januari 2025 tetap stabil meskipun ada ketidakpastian global yang tinggi, berkat kebijakan stabilisasi yang diterapkan oleh Bank Indonesia. Meskipun Rupiah melemah 196 terhadap dolar AS dibandingkan dengan akhir 2024, performanya lebih baik daripada mata uang regional lainnya seperti rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand, Rupiah juga tercatat menguat terhadap mata uang negara maju selain dolar AS dan stabil terhadap mata uang negara berkembang. Faktor-faktor yang mendukung stabilitas ini termasuk aliran masuk modal asing yang terus berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia yang positif. Ke depan, Bank Indonesia diperkirakan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui kebijakan moneter yang konsisten, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi portofolio asing. Inflasi Indonesia pada 2024 berhasil terjaga dalam kisaran sasaran 2,5#195, dengan inflasi IHK Desember 2024 tercatat sebesar 1,5796. Inflasi inti tetap terkendali di level 2,2644 karena kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang tepat, sementara inflasi kelompok volatile food (VF) hanya 0,124 berkat peningkatan pasokan pangan dan musim panen. Sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi juga berperan penting dalam menjaga stabilitas harga di seluruh wilayah Indonesia. Dengan proyeksi ekonomi yang Optimis, inflasi diperkirakan akan tetap terkendali dalam sasaran 2,54194 pada 2025 dan 2026. Bank Indonesia terus berkomitmen untuk menjaga kestabilan harga sambil mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kesmeus Vatarrin Unii “ Jakarta
Page 59 OCR 0.745
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 27. Inflasi Gabungan Kota di Provinsi SUMATERA KALIMANTAN peta apaan Pe 200 PSA SULAWESI (alur Setan 196: ama 019 Kalrantan tom LAI Sulu Mura Gd Kotrrartan Tengah 200 Soluna Tangan 170 Kakerartan Utara 128 bepumtetermkpad PM, “3 - yua, , F3 ' Montana “ Masa 3 Bar Daya Masha Dada Ka baya Penata 3 Bapa IIS Papua Tega LI I ntctsk mein Degun Baim 23) Papua Pugaungan Lis De "ugpakata 1.39 Sumber: BPS Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 28. Inflasi IHK dan Komponen dan Ekspektasi Inflasi Jas renyasyanyas tan spangasran - si “ on. “bei zee 27 2022 1011 1 Sumber: Consensus Kconomies Sumber: @PS. Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Kebijakan instrumen moneter pro-market yang diterapkan oleh Bank Indonesia bertujuan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dan mencapai sasaran inflasi. Instrumen seperti SRBI, SVBI, dan SUVBI telah memainkan peran penting dalam mendalami pasar uang dan pasar valas, serta mendorong aliran masuk modal asing ke Indonesia. Per 14 Januari 2025, total posisi SRBI tercatat sebesar Rp914,72 triliun, SVBI sebesar 1,96 miliar dolar AS, dan SUVBI sebesar 436 juta dolar AS. Penerbitan SRBI berhasil mendukung peningkatan aliran masuk portofolio asing, dengan kepemilikan nonresiden mencapai 25,024 dari total outstanding SRBI, yang memperkuat penguatan nilai tukar Rupiah. Selain itu, implementasi dealer utama sejak Mei 2024 telah meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan repurchase agreement (repo) antar pelaku pasar, memperkuat efektivitas instrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar dan pengendalian inflasi. Ke depan, Bank Business Valuatian Unit 42 rta
Page 60 OCR 0.907
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk volume maupun daya tarik imbal hasil, untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter. Hal ini juga bertujuan untuk mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas, serta mendorong aliran masuk modal asing yang lebih besar ke dalam negeri. Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan dengan baik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Suku bunga pasar uang (IndONIA) tercatat pada 6,034, per 14 Januari 2025, sejalan dengan BI-Rate. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan menawarkan imbal hasil menarik, masing-masing 7.06"6, 7,1086, dan 7,234, yang mendukung aliran modal asing. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun meningkat menjadi 6,98?4 dan 7,25Y4, mempertahankan daya tarik instrumen domestik. Suku bunga perbankan stabil dengan likuiditas memadai, dengan suku bunga deposito 1 bulan dan kredit Desember 2024 masing-masing sebesar 4,8786 dan 9,208, Pertumbuhan kredit pada 2024 mencapai 10,39”6 (yoy), sesuai dengan perkiraan Bank Indonesia yang berkisar 10-12”. Dari sisi penawaran, pertumbuhan kredit didukung oleh minat penyaluran kredit perbankan, realokasi likuiditas ke kredit, dan dukungan pendanaan dari pertumbuhan DPK serta kebijakan makroprudensial. Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit didorong oleh kinerja usaha korporasi yang terjaga meskipun konsumsi rumah tangga terbatas. Kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi masing-masing tumbuh 8,3844, 13,621, dan 10,6196, sementara kredit UMKM tumbuh 3,37"6 dan pembiayaan syariah 9,874, Pada 2025, pertumbuhan kredit diperkirakan meningkat menjadi 11-1356, seiring dengan prospek ekonomi yang baik dan kebijakan pemerintah yang mendukung. Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas implementasi kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) pada 2028 dengan fokus pada mendorong kredit dan pembiayaan perbankan untuk mendukung pertumbuhan ckonomi dan penciptaan lapangan kerja. Mulai 1 Januari 2025, insentif KLM difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki potensi untuk mendukung kedua tujuan tersebut, seperti sektor pertanian, perdagangan, manufaktur, transportasi, pergudangan, pariwisata, ckonomi kreatif, konstruksi, real estate, perumahan rakyat, serta UMKM, Ultra Mikro, dan sektor hijau. Hingga minggu kedua Januari 2025, Bank Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp295 triliun, yang menunjukkan peningkatan sebesar Rp36 triliun dari Rp259 triliun pada akhir Oktober 2024. Penyaluran ini melibatkan berbagai kelompok bank, dengan bank BUMN menerima Rp129,1 triliun, bank BUSN Rp130,6 triliun, BPD Rp29,9 triliun, dan KCBA Rp5 triliun. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas keuangan, kementerian/lembaga, perbankan, dan pelaku usaha, untuk memastikan bahwa insentif KLM dapat semakin efektif dalam mendukung sektor-sektor yang strategis bagi perekonomian. Ketahanan sistem keuangan Indonesia terjaga dengan baik pada 2024, Likuiditas perbankan tetap memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tinggi 25,394. Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan juga kuat pada 26.890, mendukung pertumbuhan kredit dan kemampuan menyerap risiko. Risiko kredit terkendali dengan rasio NPL yang rendah, yaitu 2,19945 (bruto) dan 0,7594 (neto) pada November 2024. Hasil stress-test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan yang solid. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan KSSK untuk memitigasi risiko yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan. Kesimess Vataagen Unit
Page 61 OCR 0.654
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 29. Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan dan Likuiditas perbankan dan perekonomian . Lawidirar Perbankan dan Perekanardan P 0. 5 20 8 » “. “ $ . KAWANAN 6 Mena ren pan ra ran Eta NAURA 12 JAGA TN DUO) BASE TENNU TAS DUI 2GP BAB NASA PORN - x.. #2 u - Ki Sumber Bank indonesia PA au Sa 5g Sumber: Laporan Kebijakan Moncter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 30. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA dan Transmisi BI7DRR kepada SBDK Sumber: Bank Indonesia Sumber: OIK Bank Indonesia. diolah Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 31. Suku Bunga Perbankan dan Perkembangan Kredit dan DPK - RE 2 MA MEN A a | 3 Ha $ , - MLM mana Panah » .' «| Simbar Osrik dar Sumber: Bank Indonesia Sumber: Laporan Kebijakan Moncter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Business Valnation Unit Jakarta
Page 62 OCR 0.908
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk Figur 32, Permodalan Industri Perbankan dan Rasio Kredit Bermasalah (NPL) wang tetensaahinananamana - - - Sumber Basi Indonesa Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Lam ber Bani Indosetia GIE 3.3. Analisis Industri Konstruksi Berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) 2024 33.1, Kontribusi Sektor Konstruksi terhadap PDB Pada tahun 2024, perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang kuat dan stabil, tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar S,196, meningkat dari 5,096 pada tahun sebelumnya. Stabilitas ckonomi dan politik, disertai implementasi kebijakan fiskal dan moneter yang efektif, mendorong peningkatan kepercayaan investor dan realisasi investasi di berbagai sektor. Sektor konstruksi memiliki peran strategis dalam mempercepat pembangunan nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi, sebagaimana tercermin dari peningkatan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2024. Kontribusi sektor konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 104394 pada triwulan IV tahun 2024, menjadikannya sektor dengan kontribusi terbesar kecmpat. Monitoring sektor ini dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Perusahaan Konstruksi Triwulanan (SKTR) pada perusahaan konstruksi skala menengah dan besar, Salah satu indikator penting yang mencerminkan fluktuasi aktivitas konstruksi di Indonesia adalah Indeks Nilai Konstruksi yang Diselesaikan. Indeks ini memberikan gambaran perkembangan realisasi fisik pekerjaan konstruksi yang berhasil diselesaikan dalam satu triwulan pada suatu wilayah tertentu, sehingga menjadi indikator utama dalam menilai dinamika sektor konstruksi. Pergerakan dan fluktuasi Indeks Nilai Konstruksi yang Diselesaikan dapat diamati lebih lanjut pada Figur 32, yang memberikan visualisasi tren jangka pendek dan panjang, sekaligus menjadi referensi untuk analisis dinamika sektor konstruksi di Indonesia, 48 Resincas kana
Page 63 OCR 0.894
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelavakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 33.2. Figur 33, Indeks (2016-100) dan Pertumbuhan (g-to-g) dan Nilai Konstruksi yang Diselesaikan, Triwulan IV/2023-IV/2024 WM Iwa Twe-anga Wana Iwa mam Perturntutur/ GOeMIIN ea Indeha/Inattes Sumber: Badan Pusat Statistik Pada triwulan IV tahun 2023, indeks nilai konstruksi yang diselesaikan tercatat sebesar 168,49, sementara pada triwulan IV tahun 2024, nilainya meningkat menjadi 183,52. Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 8,925 secara tahunan (y-on-y), yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai konstruksi yang diselesaikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Secara triwulanan (g-to-g), indeks nilai konstruksi yang diselesaikan pada triwulan IV tahun 2024 juga mengalami sebesar 5,077 dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan g-to-g pada triwulan IV tahun 2023, yang tercatat sebesar 4,61Y5, mencerminkan akselerasi positif dalam sektor konstruksi. Pengembangan Kapasitas Tenaga Kerja Konstruksi Nasional Tenaga kerja di industri konstruksi umumnya terbagi menjadi dua kategori utama: unskilled labour dan skilled labour. Unskilled labour mencakup tugas-tugas yang tidak memerlukan pendidikan formal, pelatihan, atau pengalaman sebelumnya, Peran ini biasanya melibatkan pekerjaan manual dasar seperti pemebersihan, atau tugas konstruksi sederhana yang dapat dipelajari dengan cepat di tempat kerja, Di sisi lain, skilled lahour merujuk pada individu yang telah menjalani pelatihan formal atau magang, dan menguasai keahlian khusus seperti pertukangan, perpipaan, atau pekerjaan listrik. Melalui lembaga LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi), pemerintah mendorong tenaga kerja konstruksi untuk mengikuti pelatihan berbasis SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) dan mendapatkan sertifikasi profesi, Ini penting umtuk memastikan mereka punya standar kompetensi yang diakui. Selain itu, terdapat program vokasi konstruksi di berbagai daerah, misalnya lewat BLK (Balai Latihan Kerja), SMK berbasis konstruksi, dan pelatihan-pelatihan berbasis proyek. Selain itu, pengenalan Kesimeas Vataggyon Unit Tokurta
Page 64 OCR 0.939
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 333, teknologi baru seperti building information modeling (BIM), konstruksi modular, dan Otomatisasi mulai dimasukkan ke dalam pelatihan, supaya tenaga kerja Indonesia tidak tertinggal dibanding negara lain. Kemudian, pengembangan keterampilan manajerial, Icadership, komunikasi, dan keselamatan kerja (K3) juga lebih dimasifkan guna menunjang skill para tenaga kerja menjadi lebih profesional, Adapun, program seperti Pelatihan 1 Juta Tenaga Kerja Konstruksi dari Kementerian PUPR, terutama untuk mendukung proyek-proyek strategis nasional (PSN), termasuk proyek infrastruktur besar seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara, Selanjutnya, terdapat juga kerjasama internasional untuk mengadopsi standar global dan membawa teknologi baru ke Indonesia. Misal kerja sama dengan Jepang, Australia, atau Korea untuk pelatihan tenaga kerja konstruksi. Kondisi dan Prospek Bisnis Konstruksi Bisnis konstruksi di Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan tren pertumbuhan positif dan Optimisme tinggi di tengah tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi, tekanan geopolitik, digitalisasi, dan perubahan iklim. Umuk menyikapi agenda infrastruktur pada 2024, pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar sebesar Rp422,7 triliun dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2024. Ini menandai anggaran infrastruktur tertinggi dalam lima tahun terakhir, mencerminkan peningkatan 5,826 dari perkiraan realisasi anggaran infrastruktur 2023 sebesar Rp399,6 triliun. Anggaran infrastruktur tahun 2022 sebesar Rp373,1 triliun, dengan peningkatan signifikan pada tahun 2021 menjadi Rp403,3 triliun setelah sempat turun sementara menjadi Rp207,3 triliun pada tahun 2020 dari Rp394, | triliun pada tahun 2019. Total pasar proyek konstruksi (gedung dan sipil, tidak termasuk migas) diperkirakan tumbuh 4,689 dibandingkan 2023, mencapai sekitar Rp349,16 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh dua sektor utama yaitu sektor sipil dan bangunan. Sektor sipil (infrastruktur, transportasi, utilitas) naik 4,0594 menjadi Rp156 triliun, dengan proyek utama seperti jalan, jembatan, bendungan, pelabuhan, dan pembangkit listrik. Sektor bangunan (perumahan, industri, komersial) tumbuh $,2”5 menjadi Rp193,18 triliun, di mana perumahan dan industri menjadi kontributor terbesar. Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menjadi salah satu pendorong utama aktivitas konstruksi nasional, dengan proyek-proyek berjalan sesuai jadwal dan memberikan dampak signifikan pada pasar, Selanjutnya, pertumbuhan bisnis konstruksi diperkirakan tetap positif, dengan proyeksi kenaikan sekitar 4,5-4,7"6, Sektor konstruksi di Indonesia dinilai menjanjikan karena kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat, baik untuk transportasi, energi, manufaktur, maupun perumahan. Pelaku industri semakin percaya diri berkat prospek pasar yang stabil, inovasi teknologi, dan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, swasta, dan asosiasi. Dari beberapa hal di atas, dapat diketahui bahwa bisnis konstruksi Indonesia pada 2024 berada dalam kondisi sehat dengan prospek pertumbuhan yang solid. Didukung oleh proyek-proyek besar, kolaborasi lintas sektor, serta dorongan pemerintah, sektor ini diprediksi terus berkembang dan berperan penting dalam pembangunan ekonomi nasional, meski tetap harus waspada terhadap tantangan global dan kebutuhan adaptasi teknologi,
Page 65 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 334. Proyeksi dan Tantangan Pasar Konstruksi Proyeksi jangka panjang menunjukkan Indonesia akan menjadi salah satu pasar konstruksi terbesar di dunia pada 2030, bahkan diprediksi menempati peringkat ke-4 secara global, menggantikan Jepang. Pertumbuhan ini didorong oleh proyek strategis nasional (PSN) yang masif, seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), jalan tol, kereta cepat, pelabuhan, serta sektor perumahan dan komersial yang terus meningkat. Infrastruktur akan terbarukan, dan kawasan industri sebagai fokus utama hingga 2030. Indeks optimisme pengusaha konstruksi di Indonesia masih berada di atas $0, khususnya di wilayah Jawa dan Sumatera, menandakan keyakinan pasar yang kuat terhadap prospek bisnis ke depan, Namun, terdapat hal yang perlu diperhatikan terkait tantangan yang dihadapi pada sektor konstruksi, seperti kenaikan biaya material dan logistik yang menyebabkan Nuktuasi harga bahan bangunan seperti baja dan semen serta gangguan rantai pasok global menjadi hambatan utama yang dapat menekan margin keuntungan dan menunda proyek. Selain itu, globalisasi dan persaingan seperti perdagangan bebas ASEAN dan China membuka persaingan yang lebih ketat, menuntut pelaku konstruksi Indonesia untuk meningkatkan profesionalisme, efisiensi, dan kualitas produk agar mampu bersaing secara global, dan isu sosial dan lingkungan, seperti demokrasi dan desentralisasi, kemiskinan, kesenjangan sosial, serta kerusakan lingkungan dan risiko bencana alam menjadi tantangan non-teknis yang harus dikelola dalam proses pembangunan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kuartal-ke-kuartal (g-to-g) cenderung dipengaruhi oleh faktor musiman. Pada triwulan I dan IV, umumnya tercatat kontraksi dalam pertumbuhan ekonomi, sementara triwulan II dan UI! menunjukkan pertumbuhan positif seiring dengan meningkatnya aktivitas ckonomi serta adanya faktor pendorong seperti perayaan hari besar keagamaan, liburan sekolah, dan lainnya, Pada triwulan N/2020, ekonomi Indonesia mengalami penurunan (g-to-g) akibat dampak pandemi Covid-19. Namun, pada triwulan IV/2022 dan IV/2023, ckonomi Indonesia tetap mencatatkan pertumbuhan positif (g-to-g) didorong oleh beberapa sektor utama sepert Industri Pengolahan, Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan yang menunjukkan kinerja Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan (y-on-y) umumnya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah serta faktor eksternal, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung. Sebelum pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan sekitar lima persen (y-on-y), Namun, pandemi yang mulai dirasakan pada awal 2020 menyebabkan kontraksi pada perekonomian Indonesia. Pada triwulan 11/2020, ekonomi Indonesia mengalami penurunan sebesar 5,32 persen (y-on-y). Ekonomi Indonesia mulai kembali mencatatkan pertumbuhan positif (y-on-y) pada triwulan N/2021 dan terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Hingga triwulan IV/2023, ekonomi Indonesia tumbuh di atas lima persen (y-on-y), kecuali pada triwulan 11/2023 yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,94 persen (y-on-y). Kesimess Vataagen Unit
Page 66 OCR 0.915
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 4. AL ASPEK PASAR Perkembangan Industri Beton Pracetak di Indonesia Pada tahun 2024, industri beton pracetak di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan, didorong oleh peningkatan permintaan infrastruktur dan transformasi digital. besar seperti PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan kinerja yang impresif. WTON memperoleh kontrak sebesar Rp612 miliar untuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) pada kuartal 11-2024, dengan total target kontrak baru mencapai Rp7.48 triliun untuk tahun tersebut. Sementara itu, WSBP berhasil meraih kontrak baru sebesar Rp1,03 triliun pada triwulan pertama 2024, yang telah beton pracetak Indonesia diperkirakan akan mencapai USD 15,80 miliar pada tahun 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 25,994 dari 2025 hingga 2030. diperkirakan mencapai USD 8.99 miliar pada tahun 2025, dan diharapkan mencapai USD 12,08 miliar pada tahun 2030, dengan CAGR sebesar 6,196 selama periode perkiraan (2025- 2030). Mengenai perkembangan industri Beton pracetak tahun 2015 -— 2021 memegang pangsa pasar terbesar, didorong oleh peningkatan aktivitas konstruksi di luar lokasi. Kemajuan infrastruktur yang pesat yang diprakarsai oleh pemerintah Indonesia telah meningkatkan permintaan bahan konstruksi seperti beton, yang sangat besar. Mempertimbangkan manfaat beton pracetak dibandingkan beton cor di tempat, peningkatan adopsi beton pracetak terlihat di sektor konstruksi, Meningkatnya kesadaran di antara produsen, desainer, konstruktor, dan klien akhir tentang manfaat penggunaan beton pracetak Figur 34. Perkembangan Industri Beton Pracetak (2015 - 2021) Precast Concrete Production, in Millicn Tors, Indonesia, 2015-2021 2 2917 z2 21 Ng pi Senncar Inboakey Amossitkon Na Kementerian PUPR memperoleh pagu indikatif sebesar Rp75,63 triliun untuk tahun anggaran 2025, dengan fokus pada percepatan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan sesuai tema RKP 2025. Belanja infrastruktur akan diarahkan pada pemerataan
Page 67 OCR 0.920
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk 42. pembangunan, mendukung Proyek Strategis Nasional (termasuk IKN), dan skema pembiayaan kreatif serta KPBU. Rencana kegiatan utama mencakup: » Sumber Daya Air (Rp26,53 triliun): pembangunan 12 bendungan, irigasi 17.000 ha, pengendali banjir, dan prasarana air baku. 8 Bina Marga (Rp32,31 triliun): pembangunan jalan, jembatan, flyover, preservasi jalan dan jembatan, serta dukungan untuk IKN. » Cipta Karya (Rp10,48 triliun): pembangunan SPAM, pengelolaan limbah, permukiman, bangunan gedung. sekolah/madrasah, dan kawasan IKN. # Perumahan (Rp4,53 triliun): pembangunan rumah susun, rumah khusus, PSU, dan rumah swadaya. @ Manajemen dan teknis lainnya: dialokasikan Rp1,77 triliun. Indonesia menguasai sekitar 60-7094 pasar konstruksi di ASEAN, menjadikannya pasar konstruksi terbesar di kawasan ini. Konstruksi beton menyumbang sekitar 4096 bahan bangunan yang digunakan dalam proyek-proyek di Indonesia. Proyek-proyek seperti IKN, pembangunan bendungan, dan pembangunan rumah subsidi menjadi pendorong utama permintaan beton pracetak, Cuaca ekstrem dan ketersediaan bahan baku menjadi salah satu hambatan dalam proses produksi terutama di daerah rawan banjir seperti Jakarta dan Semarang. Namun, adopsi teknologi seperti precast 3D printing dan beton rumah lingkungan (menggunakan substitusi semen hingga 3074) mulai diterapkan di proyek-proyek strategis seperti IKN dan MRT Jakarta Fase 3. WTON telah mengadopsi teknologi ramah lingkungan dan automasi untuk meningkatkan produktivitas. Perusahaan mulai memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di dua pabriknya di Bogor dan Majalengka, Jawa Barat, dengan total daya listrik yang dihasilkan mencapai 682 kWP, Pengoperasian PLTS ini mampu mengurangi emisi karbon dioksida hingga 532,812 kg per tahun dan menghemat konsumsi energi listrik dari PLN hingga 1596, Selain itu, WTON juga menerapkan metode Lean Construction untuk meningkatkan produktivitas di pabrik precast, Dengan pendekatan ini, perusahaan berhasil mengidentifikasi dan mengeliminasi pemborosan dalam proses produksi, sehingga meningkatkan efisiensi dan mengurangi lead time produksi. Prospek Usaha Industri Beton Pencetak Peningkatan produksi beton pracetak pada triwulan IV-2022 dibandingkan dengan angka tetap triwulan IV-2021 dipengaruhi oleh berkembangnya permintaan akan infrastruktur yang semakin meningkat di berbagai sektor, seperti konstruksi perumahan, gedung komersial, dan infrastruktur publik. Peningkatan ini juga didorong oleh sejumlah proyek besar yang sedang berjalan di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, serta wilayah-wilayah lain yang mulai mengembangkan pusat-pusat industri beton pracetak seperti di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Perkembangan ini terutama didorong oleh investasi besar dalam proyek perumahan dan infrastruktur yang mendukung urbanisasi pesat di Indonesia, Peningkatan tersebut terjadi seiring dengan kemajuan dalam teknologi produksi beton pracetak yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Pemanfaatan bahan baku lokal yang tebih murah, serta inovasi dalam penggunaan material pengganti semen yang lebih ramah Revimess Vatastyen Umat s0 Tekorta
Page 68 OCR 0.942
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk lingkungan, menjadi faktor penting yang mendukung keberlanjutan industri ini, Selain itu, sektor ini juga merasakan dampak positif dari kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan infrastruktur nasional melalui penyediaan dana dan insentif pajak, yang mengarah pada pertumbuhan permintaan terhadap produk beton pracetak. Sementara itu, peningkatan permintaan beton pracetak untuk proyek-proyek besar di sektor transportasi, seperti pembangunan jalan tol, jembatan, dan infrastruktur bandara, juga berkontribusi terhadap ekspansi sektor ini. Di samping itu, pengembangan sistem pemukiman dengan konsep hunian vertikal yang semakin populer di kota-kota besar turut mendorong adopsi produk beton pracetak sebagai solusi konstruksi yang lebih cepat, efisien, dan tahan lama. Saat ini, Indonesia terus berupaya untuk menyamakan diri dengan negara-negara maju yang sudah lebih dulu memanfaatkan beton pracetak dalam pembangunan infrastruktur. Berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkan target tersebut, termasuk dengan mengembangkan standar produksi beton pracetak yang lebih modern, mandiri, dan berkelanjutan. Pemerintah Indonesia fokus pada peningkatan kapasitas produksi dan distribusi beton pracetak untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor. Meski demikian, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengakui bahwa Indonesia masih dalam tahap mengembangkan kemampuan produksi beton pracetak yang memenuhi standar internasional, ea akan tercapai sciring dengan kemajuan teknologi dan peningkatan kapasitas i Kondisi Pasar Industri Beton Pracetak , Kondisi Pasar Industri Beton Pracetak Pasar utama untuk produk beton pracetak di Indonesia sebagian besar terpusat di sektor konstruksi besar, seperti pembangunan perumahan, gedung komersial, dan infrastruktur publik. Di antara pasar terbesar, wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur menjadi konsumen utama beton pracetak untuk proyek-proyek infrastruktur, seperti jalan tol, jembatan, dan sistem transportasi massal. Selain itu, proyek perumahan vertikal yang berkembang pesat di kota-kota besar juga mendorong permintaan terhadap produk beton pracetak. Sebagai contoh, Jakarta dan Surabaya menggunakan produk beton pracetak dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan proyek perumahan dan gedung bertingkat. Ke depan, industri beton pracetak diperkirakan akan menjadi sektor kunci dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur yang terus berkembang di Indonesia, serta menyediakan lapangan pekerjaan di berbagai sektor konstruksi. Sejak awal 2000-an, pangsa pasar beton pracetak terus berkembang pesat seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia, yang turut mendorong pertumbuhan sektor industri ini. Proyek-proyek besar yang didukung oleh pemerintah, seperti pembangunan jalan tol, jembatan, dan bandara, juga semakin mengandalkan beton pracetak sebagai solusi konstruksi yang efisien dan ramah lingkungan, Dengan didukung oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan mencapai sekitar $Y9 pada tahun 2025 serta investasi besar di sektor infrastruktur yang terus digalakkan pemerintah, pasar beton pracetak di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan Business Valaatian Unit s1 Tekorta
Page 69 OCR 0.921
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk menjadi salah satu pemain utama dalam industri konstruksi global. Tren global yang menekankan efisiensi, keberlanjutan, dan penggunaan material ramah lingkungan semakin memperkuat posisi industri ini, Potensi dari PT PLN (Persero) yang secara aktif menggunakan tiang beton pracetak untuk mendukung pengembangan jaringan distribusi listrik di berbagai wilayah Indonesia. PT PLN (Persero) terus mengoptimalkan pemanfaatan Flv Ash dan Bottom Ash (FABA) atau abu sisa pembakaran batu bara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai bahan baku infrastruktur yang digunakan masyarakat. Sepanjang 2024, PLN berhasil memanfaatkan 3,4 juta ton FABA hasil produksi 47 PLTU di Indonesia, Secara rinci, enam sektor utama pemanfaatan FABA sepanjang 2024 meliputi lapisan pengeras jalan sebesar 1,73 juta ton (50,8486), substitusi semen sebesar 1,24 juta ton (36,24?0), bahan baku beton sebesar 227,5 ribu ton (8,136), beton pracetak seperti paving, batako, kansteen, U diteh, dan tetrapod sebesar 92,4 ribu ton (2,7196), material Non Acid Forming 49,6 ribu ton (1,464) dan pembenah tanah sebesar 8 ribu ton (0,249). 44. Pertumbuhan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik di Indonesia 44.1, Total Kapasitas Terpasang Nasional Total kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan mencapai sekitar 101 gigawatt (GW), dengan data resmi dari Kementerian ESDM menyebutkan kapasitas ini mencapai 101,1 GW pada 2024, Dari total tersebut, kapasitas pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) diproyeksikan mencapai sekitar IS, L GW atau sekitar 1596 dari total kapasitas terpasang pada tahun 2024. Pada semester | 2024, penambahan kapasitas terpasang EBT tercatat sebesar 217,7 MW, didominasi oleh pembangkit listrik tenaga hidro dan surya, Perkembangan kapasitas EBT ini berkontribusi pada peningkatan bauran energi terbarukan dalam bauran energi nasional yang mencapai sekitar 14,196 pada awal 2025, naik dari 13.96 pada 2023, meskipun masih di bawah target pemerintah sebesar 2396 untuk tahun 2025, Secara rinci, kapasitas pembangkit listrik nasional hingga pertengahan 2024 tercatat sekitar 93 GW, dengan sekitar 8596 berasal dari pembangkit berbasis energi fosil dan sisanya dari EBT. Pada akhir 2024, kapasitas total pembangkit mencapai sekitar 100,69 GW, tetap didominasi oleh pembangkit fosil. Dengan demikian, total kapasitas terpasang nasional pembangkit listrik di Indonesia pada periode 2024-2025 berkisar sekitar 100-101 GW, dengan kontribusi EBT sekitar 15 GW dan pertumbuhan kapasitas EBT terus berlanjut meskipun menghadapi beberapa tantangan infrastruktur dan regulasi. 44.2, Pertumbuhan Kapasitas Pembangkit Perusahaan Listrik Negara (PLN) Pertumbuhan kapasitas pembangkit listrik milik PLN pada tahun 2024 mencapai 46,8 ribu megawatt (MW), meningkat sebesar 3,8586 dibandingkan akhir 2023 dan tumbuh 16,2394 dibandingkan sepuluh tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2023, PLN berhasil menambah kapasitas pembangkit listrik sebesar 4,182,2 MW, melampaui target RKAP 2023 yang hanya sebesar 1.487,9 MW. Penambahan ini didukung oleh berbagai jenis pembangkit, Kesimess Vataagyen Unit Tokurta
Page 70 OCR 0.936
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk dengan dominasi kapasitas dari pembangkit tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara yang hampir mencapai separuh dari total kapasitas terpasang PLN pada 2024. Selain penambahan kapasitas pembangkit, PLN juga mengembangkan infrastruktur j jaringan transmisi dan gardu induk secara signifikan sepanjang 2023, dengan penambahan jaringan transmisi sepanjang 2.806,2 km dan 41 unit gardu induk baru dengan kapasitas 5.660 MVA, mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional, Secara keseluruhan, PLN terus meningkatkan kapasitas pembangkitnya secara stabil dengan fokus pada pembangkit berbasis batu bara sebagai mayoritas kapasitas, sementara kontribusi pembangkit energi terbarukan seperti tenaga angin, biomassa, dan surya masih relatif kecil. 44.3, Energi Baru dan Terbarukan (EBT) Pertumbuhan instalasi tenaga listrik berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, meskipun masih menghadapi beberapa kendala teknis dan pembiayaan, Pada tahun 2023, kapasitas terpasang pembangkit listrik EBT di Indonesia mencapai sekitar 14,8 GW, dengan tambahan instalasi sekitar 1,2 GW pada periode 2023-2024. Target penambahan kapasitas EBT pada 2025 diperkirakan akan mencapai sekitar 1,2 GW lagi, sehingga kapasitas terpasang EBT diproyeksikan mencapai sekitar 16 GW pada 2025, Bauran energi EBT dalam bauran energi nasional meningkat dari 13,196 pada 2023 menjadi sekitar 14-14, 196 pada akhir 2024, dengan target awal pemerintah sebesar 2394 pada 2025 yang kemudian direvisi menjadi 17-1994 dalam RPP Kebijakan Energi Nasional (KEN) terbaru. Pemerintah mendorong percepatan pengembangan EBT melalui berbagai program, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala besar dan atap, tenaga bayu, panas bumi, serta biocnergi, Kendala utama yang menghambat pertumbuhan EBT meliputi masalah teknis dalam pembangunan pembangkit, pembiayaan, serta regulasi seperti tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang sebelumnya menjadi hambatan investasi, namun kini sudah ada regulasi baru yang mempermudah investasi di sektor EBT. Pemerintah melalui Dewan Energi Nasional dan Kementerian ESDM terus mendorong peningkatan bauran energi EBT dengan target jangka menengah dan panjang, termasuk target 2396 pada 2025 (meskipun direvisi) dan target yang lebih ambisius hingga 46" pada 2045 serta 70-72965 pada 2060. Pengembangan EBT juga difokuskan pada peningkatan kapasitas pembangkit dan pemanfaatan teknologi baru seperti PLTS terapung dan peningkatan penggunaan biodiesel B3S untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Secara keseluruhan, pertumbuhan instalasi tenaga listrik EBT di Indonesia terus meningkat dengan penambahan kapasitas sekitar 1,2 GW per tahun selama 2023-2025, didukung oleh kebijakan pemerintah yang semakin memperkuat investasi dan pengembangan teknologi EBT, meskipun target bauran energi terbarukan nasional masih menantang untuk dicapai tepat waktu,
Page 71 OCR 0.929
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk
4AA, Pesaing Usaha
Dalam melakukan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Pembangunan dan
Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik (KBLI: 43211), persaingan
usaha tentunya tidak terlepas dari kompetitor. Berikut kompetitor WTON dalam industri
yang sama dengan penambahan kegiatan usaha baik swasta maupun pemerintah yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia:
# PT Waskita Beton Precast Tbk (“WSBP")
PT Berkah Beton Sadaya Tbk ("BEBS")
PT Virajaya Riauputra
PT Sumbetri Megah
PT Jaya Sentrikon Indonesia
PT Ratu Pola Bumi
PT Tonggak Ampuh
PT Sinergi Beton Utama
PT Sentosa Sakti Makmur
PT Kunango Jantan
PT Hume Sakti Indonesia
PT Tjakrindo Mas
PT Jaya Beton Indonesia
Berdasarkan ukuran kapasitas produksi, jaringan distribusi, dan pengalaman proyek nasional,
PT Waskita Beton Precast Tbk (“WSBP”) dapat dianggap sebagai pesaing yang paling
dominan saat ini dalam industri beton pracetak nasional, Dalam segmen tiang listrik beton
dan peluang integrasi ke instalasi tenaga listrik, dominasi masih terbuka karena banyak
pesaing memiliki keterbatasan pada aspek teknis atau distribusi nasional,
...u.uucuuu
WTON akan bersaing cukup ketat dalam meraih peluang bisnis penyedia Tiang Beton,
namun WTON mempunyai keunggulan berupa kapasitas besar yang kualitasnya lebih baik
dari kompetitor sejenis yang produknya sama dengan WTON. Hal ini dikarenakan oleh letak
lokasi pabrik WTON yang tersebar di sekitar wilayah Indonesia dari Sumatera Utara hingga
ke Sulawesi Selatan. Letak kegiatan produksi WTON dikelilingi oleh penyedia bahan baku
penunjang industri beton pracetak (seperti semen, pasir, besi beton, plat sambung serta sarana
penunjang lainnya). WTON juga menggandeng pakar teknologi beton dari Institut ternama
di bidangnya (Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas
Diponegoro, Universitas Indonesia).
4A.5, Strategi Pemasaran
Produk beton pracetak yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik di kawasan industri Indonesia,
seperti tiang pancang, balok jembatan, dan panel dinding, sebagian besar dipasok untuk
proyek infrastruktur nasional dan pembangunan kota besar. Pasar terbesar untuk produk
beton pracetak Indonesia adalah proyek strategis pemerintah seperti pembangunan Ibu Kota
Nusantara (IKN), tol Trans-Jawa, dan proyek listrik 35.000 MW. Selain pasar nasional,
Kesimess Vataagyen Unit
Page 72 OCR 0.932
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk pemasaran juga dilakukan ke sektor swasta, seperti perumahan, gedung komersial, dan kawasan industri di wilayah Jawa, Sumatera, dan Bali. Berdasarkan analisis rantai pasok serta potensi permintaan infrastruktur, industri beton pracetak di Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang. Dukungan regulasi pemerintah, seperti Peraturan Menteri PUPR No. 12/2021 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (TKDN) dalam Pembangunan Infrastruktur yang mewajibkan penggunaan komponen lokal dalam proyek pemerintah, semakin memperkuat posisi Has-stng beton pracetak. Peraturan ini menguntungkan pelaku industri lokal karena memangkas biaya logistik, mengurangi risiko keterlambatan proyek, dan menjamin kualitas produk melalui standar SNI yang ketat. Keberadaan pabrik beton pracetak di lokasi strategis, seperti dekat pelabuhan utama (Tanjung Priok, Belawan) dan koridor infrastruktur prioritas (Jawa-Bali, Sumatera), memudahkan distribusi ke proyek-proyek besar. Misalnya, pabrik di Cilegon (Banten) dapat melayani proyek IKN dan tol Trans-Jawa, sementara pabrik di Surabaya mendukung pembangunan Jawa Timur dan Bali. Selain pasar nasional, peluang juga datang dari pembangunan daerah wisata seperti Bali dan Labuan Bajo, yang membutuhkan infrastruktur cepat siap seperti jalan beton dan dermaga. Dengan kombinasi dukungan regulasi, lokasi strategis, dan permintaan infrastruktur yang tinggi, industri beton pracetak di Indonesia memiliki prospek cerah untuk menguasai pasar domestik dan berkontribusi pada percepatan pembangunan nasional. Dalam upaya mencapai visi serta mengembangkan bidang usaha sejalan dengan peraturan yang berlaku di bidang usahanya, saat ini, WTON menjalankan strategi usaha sebagai berikut: | Diversifikasi Produk dan Layanan WTON akan mengembangkan produk beton yung lebih beragam, termasuk beton ramah lingkungan seperti beton yang memiliki sifat self-healing atau beton dengan kemampuan untuk memperbaiki kerusahaan secara otomatis serta fokus pada sektor- sektor proyek infrastruktur energi terbarukan. 2. Pemanfaatan Teknologi Digital dan Otomatisasi WTON akan terus mendorong efisiensi operasional dengan sistem manajemen proyek berbasis teknologi untuk memantau kualitas produk secara real-time serta mengurangi limbah dan energi yang digunakan dalam proses produksi termasuk mengintegrasikan software teknik terkini untuk meningkatkan efisiensi biaya, waktu konstruksi dan kolaborasi antar tim, 3. Kemitraan dan Aliansi Strategis WTON menyasar kolaborasi dengan Pemerintah serta Pengembang Infrastruktur Swasta untuk menyediakan solusi beton pracetak dalam program pembangunan infrastruktur jangka panjang seperti jalan tol, pembangunan perumahan dan proyek energi terbarukan. Kesimess Vataagen Unit
Page 73 OCR 0.942
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 4. Ekspansi ke Pasar Internasional WTON senantiasa memperluas jangkaun pasar untuk menargetkan proyek-proyek infrastruktur perkeretaapian di luar negeri bekerja sama dengan perusahaan global untuk kemitraan strategis. 44.6, Kesinambungan, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar Industri beton pracetak tiang listrik memiliki kesinambungan yang kuat seiring dengan program pemerintah dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang terus berupaya untuk meningkatkan infrastruktur kelistrikan di seluruh Indonesia. Program pemerataan distribusi listrik yang dijalankan oleh PLN, seperti Program 35.000 MW dan pembangunan jaringan listrik di daerah terpencil, menjadi pendorong utama bagi kebutuhan tiang listrik dalam jumlah besar. Kebutuhan ini akan terus berkembang karena PLN berkomitmen untuk memperluas jangkauan distribusi listrik ke seluruh Indonesia, seiring dengan pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang pesat. Selain itu, semakin banyaknya proyek infrastruktur besar seperti kawasan industri, kawasan perumahan vertikal, dan infrastruktur transportasi yang membutuhkan jaringan kelistrikan modern, memperkuat kebutuhan akan tiang beton pracetak untuk instalasi listrik. Proyek- proyek tersebut akan memastikan adanya permintaan yang berkelanjutan dan terus meningkat, menciptakan pasar yang stabil bagi industri beton pracetak tiang listrik. Sasaran utama dalam industri beton pracetak tiang listrik adalah memenuhi kebutuhan PLN dan kontraktor proyek kelistrikan untuk menyediakan tiang listrik yang aman, kuat, dan tahan lama. Tiang beton pracetak memiliki keunggulan dalam hal ketahanan terhadap cuaca ckstrem, kemudahan instalasi, serta efisiensi biaya dibandingkan dengan tiang listrik berbahan kayu atau baja. Selain itu, penggunaan beton pracetak juga mendukung kebijakan pemerintah terkait dengan keberlanjutan dan ramah lingkungan, karena tiang beton dapat diproduksi secara massal dengan standar kualitas yang konsisten dan lebih sedikit memerlukan pemeliharaan. Sasaran pasar beton pracetak tiang listrik ini juga mencakup penyediaan tiang untuk berbagai keperluan, seperti jaringan distribusi listrik untuk daerah padat penduduk, pembangunan sistem kelistrikan di wilayah-wilayah terpencil, serta proyek-proyek pembangunan infrastruktur energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga surya dan angin yang membutuhkan jaringan listrik yang luas. Potensi nilai pasar untuk tiang listrik dalam industri beton pracetak sangat besar, mengingat Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau dan hampir 270 juta penduduk. PLN, sebagai perusahaan penyedia listrik utama di Indonesia, terus berinvestasi dalam proyek- proyek distribusi listrik yang memerlukan tiang beton dalam jumlah besar. Berdasarkan data terbaru, kebutuhan tiang listrik untuk pembangunan jaringan distribusi PLN diperkirakan mencapai lebih dari 100.000 tiang beton per tahun untuk memenuhi permintaan berbagai proyek di seluruh Indonesia, baik untuk kebutuhan pembaruan infrastruktur yang sudah ada maupun untuk memperluas jaringan listrik di daerah baru, Dengan asumsi barga pasar tiang beton untuk instalasi listrik di kisaran Rp 2.000.000 hingga Rp4.000.000 per tiang, potensi nilai pasar tahunan untuk penyediaan tiang beton pracetak dapat mencapai Rp200-400 miliar atau lebih, tergantung pada jumlah dan jenis proyek yang Revimess Vatastyen Umat s6 Jakarta
Page 74 OCR 0.933
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 45. 4.6. dilaksanakan oleh PLN serta kebutuhan daerah yang sedang berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa pasar tiang beton untuk instalasi listrik memiliki nilai pasar yang sangat signifikan dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Selain itu, dengan adanya kebijakan pemerintah yang fokus pada penguatan infrastruktur listrik dan percepatan program elecrrification di daerah terisolasi, potensi pasar ini diperkirakan akan terus berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan. Terlebih lagi, adanya dukungan untuk penggunaan material yang lebih ramah lingkungan dan efisien membuat beton pracetak tiang listrik menjadi pilihan utama bagi PLN dan kontraktor yang terlibat dalam proyek kelistrikan di seluruh Indonesia. Perbedaan Kegiatan Usaha Sesuai dengan kegiatan usaha saat ini WTON bergerak dalam bidang usaha perdagangan dan industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain yang terkait yang meliputi: |, Melakukan Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi seturuh produk-produk beton, antara lain: a. Industri Barang dari Semen dan Kapur untuk Konstruksi. b. Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang, €. Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung. d. Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan. €. Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang tahap api, 2. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi dalam bidang usaha sipil, elektrikal dan postensioning. 3, Melakukan Perencanaan, Produksi dan Penjualan produk/komponen bahan bangunan. 4. Melakukan usaha impor dan ekspor yang terkait dengan kegiatan tersebut di atas. Sedangkan untuk rencana penambahan kegiatan usaha WTON, pasar yang akan dijajaki adalah Instalasi Listrik. Tentang spesitkasi tersebut akan lebih detail penjelasanya pada aspck teknis. Perbedaan mendasar antara kegiatan usaha WTON saat ini dengan rencana penambahan kegiatan usaha yaitu saat ini memberikan usaha jasa Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi seluruh produk-produk beton selain yang terkait instalasi listrik maka, terhadap rencana penambahan kegiatan proses Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi seluruh produk-produk beton termasuk terkait instalasi akan ditambahkan serta positifnya memberikan tambahan bagi peningkatan pendapatan bagi WTON. Kesimpulan Peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi listrik di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik. Potensi ekonomi dari infrastruktur kelistrikan yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai nilai signifikan. Potensi ini mencakup permintaan untuk tiang beton yang digunakan dalam pembangunan jaringan distribusi listrik, yang jumlahnya sangat besar seiring dengan Ruwimess Vatatyen Umat s7 Jakarta
Page 75 OCR 0.939
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk berkembangnya proyek-proyek kelistrikan di seluruh penjuru Indonesia. Potensi pasar tiang beton untuk instalasi listrik diperkirakan mencapai miliaran rupiah per tahun, mengingat kebutuhan akan tiang beton berkualitas tinggi untuk mendukung distribusi listrik yang stabil. Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan sektor kelistrikan melalui program pembangunan infrastruktur energi, yang mencakup pengembangan sistem distribusi listrik di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil dan kawasan indusiri. Industri beton pracetak di Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan prospektif, didorong oleh tingginya permintaan dalam negeri terhadap infrastruktur serta dukungan kuat dari kebijakan pemerintah, Proyek-proyek besar seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), jalan tol Trans-Jawa, MRT Jakarta, serta program elektrifikasi oleh PLN menjadi pendorong utama meningkatnya konsumsi produk pracetak seperti tiang listrik, balok jembatan, dan panel dinding. Subsektor ini mencerminkan stabilitas dan keberlanjutan yang tinggi. Indonesia juga menguasai 60-7096 pasar konstruksi di ASEAN dan menjadi pasar terbesar di kawasan, meskipun saat ini masih berada di posisi keempat produsen beton pracetak di Asia Tenggara setelah Thailand, Malaysia, dan Victnam. Peningkatan kapasitas produksi dan distribusi diiringi dengan adopsi teknologi baru seperti Ican construction, precast 3D printing, serta penggunaan beton ramah lingkungan yang memperkuat daya saing industri nasional. Perusahaan seperti WIKA Beton dan WSBP telah mulai mengadopsi sistem automasi dan PLTS untuk efisiensi cnergi dan pengurangan cmisi karbon. Dukungan regulasi, terutama kewajiban penggunaan produk dalam negeri melalui Permen PUPR No, 12/2021, memperkuat daya saing lokal dan memangkas ketergantungan terhadap impor. Dengan proyeksi nilai pasar beton pracetak yang mencapai USD 15,8 miliar pada 2030 dan CAGR sebesar 25,995 (Grand View Research), industri ini berpeluang besar untuk tumbuh menjadi salah satu pemain utama dalam pasar konstruksi global, sekaligus menjadi pilar penting dalam percepatan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Dengan memperhatikan peluang besar di sektor kelistrikan dan pembangunan infrastruktur energi Indonesia yang terus berkembang. serta perusahaan yang sudah memiliki pengalaman dalam produksi dan penyediaan tiang beton untuk instalasi listrik, maka rencana untuk memperluas usaha dalam aspck pasar beton pracetak tiang beton ini sangat layak dan menjanjikan. Mengingat kebutuhan yang terus meningkat untuk memperkuat jaringan kelistrikan, terutama di wilayah yang sedang berkembang, sektor ini memberikan peluang pasar yang sangat potensial bagi perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. WTON memiliki keunggulan kompetitif kuat dibandingkan pesaingnya, yaitu kapasitas produksi besar, sebaran pabrik strategis dari Sumatera hingga Sulawesi, kedekatan dengan sumber bahan baku, kualitas produk yang terjamin. Strategi pemasaran WTON yang mengandalkan diversifikasi produk beton inovatif (seperti beton self-healing), pemanfaatan teknologi digital dan otomasi, kolaborasi dengan pengembang infrastruktur, serta ekspansi ke pasar internasional, memperbesar peluang perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar beton pracetak domestik dan regional, Penambahan kegiatan usaha untuk meliputi perencanaan, produksi, pemasangan, dan pelaksanaan instalasi listrik merupakan langkah strategis yang logis dan selaras dengan penguatan core business. Perbedaan antara usaha eksisting WTON dan rencana ekspansi baru Kesimess Vataagen Unit
Page 76 OCR 0.923
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk ini justru akan melengkapi portofolio layanan, memperluas pasar, dan membuka sumber pendapatan tambahan di sektor kelistrikan nasional. Dengan melihat peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi listrik di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik, serta WTON sudah mempunyai pengalaman dalam hal mengelola atau memberikan jasa pada pihak ketiga, dimana hal ini memberikan manfaat dan kontribusi yang positif bagi WTON maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pasar Layak. s9 Kesincas Vataaran Pad
Page 77 OCR 0.792
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 5. ASPEK TEKNIS 5.1. Rencana Perusahaan Pelaksanaan Konstruksi seluruh produk-produk beton yang terkait instalasi listrik akan dilakukan secara mandiri di masing-masing pabrik produk beton WTON, Implementasi pengembangan usaha tersebut mencakup kegiatan pembangunan, pemasangan, pemeliharaan, pembangunan kembali instalasi listrik pada pembangkit, transmisi, gardu induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu daya, dan instalasi listrik pada bangunan gedung baik untuk hunian maupun non hunian seperti pemasangan dan pemelihatan instalasi listrik pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api dan lapangan udara. Figur 35. Alur Produksi Tiang Beton Listrik Pertesian Materai Bes Can Komponen Lannya Tata Otot » ” Perungan Perbesar 93 Pertagan Tulangan » 1 Peruangan Beton Serda uh Perumgan Cetakan 0 Penarikan (Terevorba Se Se as Perwaran POOA ( (SoWoagh
Page 78 OCR 0.861
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Menumpuk d Lokasi (Serah Terena Produk) Sumber: Rencana Mutu Produksi Tiang Beton PT Wijaya Karya Beton Tbk 5.2 Rencana Pembangunan Jalur Produksi 5.21. Lokasi Penambahan Kegiatan Usaha Lokasi Kegiatan usaha Perseroan dilakukan di beberapa titik lokasi pabrik produk beton (PPB): | PPB Sumatera Utara Jl. Raya Binjai Km. 15,5 No, | Desa Diski, Kecamatan Deli Serdang, Medan. Titik koordinat terletak di antara 336'05.6”N dan 98”44'38.2” dengan luas arca pabrik 5.0 Ha. 2. PPB Lampung Jl. Raya Tegineneng Km. 34,5 Desa Bumi Agung, Kec, Tegineneng, Lampung. Titik koordinat terletak di antara $”08”40.6”S dan 105914" 18,8”E dengan luas area pabrik 6.1 Ha, 3. PPB Bogor Jl. Raya Narogong Km. 26, Kec. Cileungsi, Bogor. Titik koordinat terletak di antara 6027104.3"S dan 106?55'30.2"E dengan luas area pabrik 13.2 Ha. Business Vataanon Unit 6! Jokurta
Page 79 OCR 0.871
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 4. PPB Majalengka Jl, Raya Burujul Kulon Tromol Pos 02 Kec. Jatiwangi, Kab. Majalengka, Jawa Barat. Titik koordinat terletak di antara 644"19.8"S dan 108”14”19.9E dengan luas area pabrik 6.5 Ha. S. PPB Pasuruan Jl. Raya Kejapanan No. 323 Kece. Gempol, Pasuruan. Titik koordinat terletak di antara 733'45.1”$ dan 112”41”19.5"E dengan luas area pabrik 12.9 Ha, 6. PPB Sulawesi Selatan JI. Kima Raya II Kav. S/4-5-6 Kawasan Industri Makassar, Makassar, Titik koordinat terletak di antara 5”06"04.0"S dan 119”30”26.0"E dengan luas arca pabrik 10.8 Ha. 5.1.2, Kebutuhan Aset Bangunan, Prasarana dan Peralatan Berdasarkan informasi manajemen WTON Untuk rencana penambahan kegiatan usaha WTON maka, membutuhkan alat-alat dan peralatan sebagai penunjang kegiatan operasionalnya. Salah satu unsur utama dari kegiatan usaha adalah jalur produksi di pabrik beserta prasarana dan peralatan produksi pendukung. Aset tersebut berada di 6 (enam) lokasi pabrik di Indonesia. Berikut adalah rincian aset untuk rencana penambahan kegiatan usaha: Figur 36, Rincian Kebutuhan Aset Bangunan, Prasarana, dan Peralatan Penambahan Bangunan || Bangunan Pabrik 6 4.901.400.000 29.408 400.000 2 | Ruang Workshop 6 624.339.960 3.746.039.760 Prasarana - | | Pondasi dan Dudukan Mesin/Alat 6 1.117.944.036 6.707.664.336 2 | Bak Uap 6 247.381.677 1.484.290.062 3 | Bak Limbah 6 836.937.608 5.021.625.648 4 | Ruang & Instalasi Genset 6 336.921.554 2.021.529.324 5 | Jembatan Timbang 6 162.645.519 915.873.114 Peralatan - || Peratalatan Produksi 6 7.638.400.000 45.830.00.000 2 | Peralatan Penunjang Produksi 6 448.400.000 2.690.400.000 Peralatan Laboratorium, Pengukuran 3 dan P Hanan 6 367.117.904 2.202.707.424 4 | Cetakan 340 72.662.810 39.237 928.200 Total Investasi 139.326.857.868 Sumber: Manajemen WTON Total biaya investasi untuk pengadaan aset sebesar Rp139.326.857.868,- (Seratus Tiga Puluh Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah) di 6 (enam) lokasi pabrik yang bersumber dari Rusiness Vataatyan Unit
Page 80 OCR 0.926
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk kas dan setara kas Perseroan. Keseluruhan pembuatan jalur produksi dan pengadaan prasarana, serta peralatan merupakan peralatan yang sudah dimiliki oleh WTON. 5.23. Spesifikasi Teknis Tiang Beton Produk Tiang Beton Pratekan memiliki berbagai macam tipe diantaranya seperti Tiang Listrik Distribusi, Tiang Listrik Transmisi, Tiang Telepon, Tiang Lampu dan Tiang Listrik Jalan Rel. Produk tiang beton yang diproduksi dengan metode Spinning dengan memanfaatkan gaya sentrifugal ini merupakan generasi terakhir dalam pengembangan Tiang Listrik di Indonesia, dari tiang kayu, tiang baja dan tiang beton persegi, kemudian diperkenalkan tiang beton pratekan. Tiang jenis ini diproduksi untuk jaringan distribusi listrik tegangan tendah, tegangan menengah, dan tegangan tinggi, dan untuk memudahkan penanganan di daerah terpencil serta tiang Wika Beton juga diproduksi secara segmental. Figur 37. Gambar Produk Tiang Beton Sumber: Manajemen WTON 63 Resimcas ena
Page 81 OCR 0.834
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 38. Contoh Produk Tiang Beton dengan Spesifikasi Tertentu SPESIFIKASI TEKNIK TIANG LISTRIK BETON "IN" TIANG 9 M (200 dAN) Tiang Listrik Beton 9 m (200 dAN): # Kekuatan Tiang (200 dAN)j Test Report PT. PLN —LMK j 1066.BTND.330A.2012 Tinggi Tiang (9 m): Diameter Atas (157mMmm Tebal Atas (40 mm): Diameter Bawah (280 mm ): Tebal Bawah (50 mm): an Concnete Pole TrPe #-.00..w | Sumber: Manajemen WTON Ada pun untuk spesifikasi bahan baku standar untuk pengadaan Tiang Beton untuk PLN adalah sebagai berikut : » Semen : SNI 2049: 2015 0 Agregat : SNI 8324: 2016 # Besi PC Wire : SNI 1155: 2016 # Besi PC Bar : SNI 7701: 2016 # Besi Spiral :JIS G 3532:2013 Business Valnation Unit 64 lakarta
Page 82 OCR 0.867
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Sedangkan, spesifikasi standar desain untuk pengadaan Tiang Beton untuk PLN mengacu kepada : # SPLN D3.019-2.2021 » SNI 2847: 2019 # ACI318-2008 Untuk pengawasan mutu dan hasil proses produksi dari Tiang Beton, WTON memiliki rencana mutu Perusahaan yang mengacu kepada prosedur Perseroan WB-OMS-OP-01 sesuai dengan perubahan versi dari ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015. 5.3 Teknis Pelaksanaan Produksi Tiang Beton Figur 39. Alur Produksi Tiang Beton Sumber: Manajemen WTON Business Val: ti 6s pa
Page 83 OCR 0.899
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Produksi tiang beton didahului dengan mempersiapkan cetakan beton yang umumnya terbuat dari bahan baja, kayu, atau fiberglass. Umumnya beton tak bertulang sudah kuat terhadap tekanan, akan tetapi lemah terhadap gaya tarik. Oleh karena itu, dibutuhkan proses penulangan dengan memberikan tulang besi didalam alat cetak beton. Proses selanjutnya adalah melakukan pengecoran dengan menuangkan beton yang masih cair ke dalam cetakan yang sebelumnya telah dipasangi tulang besi. Setelah proses pengecoran selesai, maka akan dilakukan stressing yang merupakan proses penarikan kabel tendon yang ada di dalam tiang beton untuk menjadikannya sebagai beton prategang, Pemberian tegangan pada kabel tendon (strexssing) dapat dilakukan dengan dua sistem, yaitu pre-tensioning dan post-tensioning. Pre-tensioning adalah prinsip penegangan yang dilakukan sebelum tendon dicor atau sebelum beton mengeras diberi gaya prategang, Sedangkan por-tensioning adalah prinsip pencgangan yang dilakukan dengan kondisi beton terlebih dahulu dicor dan dibiarkan mengeras sebelum diberi gaya prategang. Tahap terakhir dalam produksi tiang beton adalah melakukan pemadatan menggunakan metode pemadatan putar (spinning) yaitu dilakukan dengan cara memasukan adukan beton kedalam cetakan baja yang berputar secara horizontal dengan kecepatan tinggi pada alas pemutaran, shingga proses pemadatan beton terjadi akibat adanya getaran dan gaya sentrifugal. Atau menggunakan metode mnon-putar intemal vibrator, yaitu dengan menggetarkan adukan beton dari dalam cetakan, atau menggunakan eksternal vibrator dengan menggetarkan cetakan yang telah terisi adukan beton dari luar, 54 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Dalam pelaksanaan penambahan kegiatan usaha, WTON membutuhkan sumber daya 24 orang pengawas (4 orang untuk 2 jalur produksi di setiap lokasi pabrik) untuk 6 lokasi pabrik dan 318 orang operator (53 orang untuk 2 jalur produksi di satu lokasi pabrik), dimana 24 orang menggunakan sumber daya yang sudah ada, dan selanjutkan melakukan mitra kerja dengan jumlah sebanyak 318 orang dengan kualifikasi sesuai standar kerja yang diperlukan untuk penambahan kegiatan usaha. Adapun staff ahli dalam penambahan kegiatan usaha ini adalah sebagai berikut: Esa 40. Ketersediaan Sumber Laga Ahli Ahli Elektrikal Konstruksi Bangunan Gedung | 1 Safriadi Kepala Seksi Produksi 2 | dewan Setiawan Abli Madya 1 3. | Meru Permana Abli Muda Engineering - Peralatan Abi KI Lastik U.| Angga Putra Pratama Asisten Kepala Seksi Peralatan 2 | Krismanto Eka Widoda Staf Muda 1 Teknik dan Oualty Control 3 | Abdul Aziz Staf Juru 1 Peralatan 4 | Muhammad Faris Sirojul Munir Asisten Kepala Seksi Peralatan $ 1 Mohamad Sulswanto. Kepala Seksi Peralatan Rusiness Vataatyan Unit
Page 84 OCR 0.862
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk ae Eren Sumber: Manajemen WTON Timeline Penambahan Kegiatan Usaha WTON Figur 41. Timeline Penambahan i Usaha WTON Direktur Utama WTON Usulan Ke Pemegang Saham Utama WIKA perihal usulan 31 Jan 2028 Mayoritas penambahan KBLI 43211 Instalasi ki Listrik untuk menyasar proyek PLN. Usulan tersebut tidak berdampak 4 negatif terhadap bisnis WIKA Grup, Analisa Subsidiary Management | (onlen tersebotjika tidak dijalankan |” Feb 2025 - WIKA justru akan berdampak negatif ke WIKA Grup. Direksi WIKA memutuskan sepakat SA Kionyanuduateislilan untuk menyetujui tesulan dari 10 Mar 2025 WTON. Melakukan pencarian untuk 4 | Proses Penunjukan dan Pernilihan | enunjukan KJPP terkait FS Mar - Apr 2025 penambahan KBLI Proses laporan Kajian FS oleh S | KIPP Guntur Eki Andri dan Penyusunan laporan kajian FS Apr - Mei 2025 Rekan Konsultasi Studi Kelayakan Final 6-20 Mei 6 | Finalisasi OIK dengan KJPP GEAR dan finalisasi 3028 laporan oleh Manajemen Rencana Keberlanjutan Rencana keberlanjutan WTON mengantisipasi kontraksi industri konstruksi di masa transisi pemerintahan 2024-2025, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menetapkan strategi keberlanjutan melalui program transformasi bisnis, penerapan Lean Organization, integrasi SAP, dan penguatan budaya kerja berbasis nilai AKHLAK. Untuk meningkatkan efisiensi dan memperbaiki struktur keuangan, WTON juga melakukan divestasi aset tidak produktif serta mendorong inovasi produk beton pracetak. Sebagai langkah ekspansi, WTON berencana menambahkan kembali KBLI 43211 guna memenuhi persyaratan tender dan memperluas layanan ke sektor instalasi listrik. Strategi ini menunjukkan kesiapan WTON untuk mempertahankan kepemimpinan pasar, memperkuat posisi keuangan, dan membuka peluang pertumbuhan baru, sehingga mendukung keberlanjutan bisnis jangka panjang. Rusiness Vataatyan Unit
Page 85 OCR 0.937
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 5.7. Kesimpulan Aspek Teknis (WTON) dinilai sangat siap dan layak untuk dilaksanakan. Kegiatan pengembangan akan dilakukan secara mandiri di enam lokasi pabrik beton milik WTON yang tersebar strategis di berbagai wilayah Indonesia, dengan dukungan infrastruktur dan lahan yang memadai, Investasi sebesar Rp139.326,857.868,- (Seratus Tiga Puluh Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah) dialokasikan untuk pembangunan fasilitas produksi, prasarana pendukung, dan pengadaan peralatan produksi serta laboratorium, seluruhnya berasal dari kas internal perusahaan tanpa pembiayaan eksternal, Dari sisi produk, tiang beton listrik yang diproduksi menggunakan metode spinning telah memenuhi standar mutu nasional dan internasional seperti SNI, JIS, SPLN, dan dipastikan kualitasnya melalui sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001:2015. WTON juga telah menyiapkan sumber daya manusia yang mencukupi, terdiri dari 24 pengawas internal dan 318 operator melalui mitra kerja, ditambah tenaga ahli di bidang elektrikal dan keselamatan kerja. Selain itu, dengan penguatan di seluruh rantai nilai, WTON memperluas cakupan bisnisnya dengan penyedia layanan konstruksi kelistrikan. Dengan kesiapan infrastruktur, teknologi, sumber daya manusia, dan dukungan finansial yang kuat, harapannya rencana ini dapat memperkokoh posisi WTON di industri beton pracetak sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di sektor energi dan infrastruktur nasional, sehingga rencana penambahan kegiatan usaha secara aspck teknis Layak. Rusiness Vataatyan Unit
Page 86 OCR 0.912
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Suudi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 6. 6 6.2, ASPEK POLA BISNIS Kegiatan Usaha Utama Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan ialah bergerak dalam bidang industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain yang terkait. Dalam menjalankan kegiatan usahanya Perseroan didukung oleh tim manajemen yang telah berpengalaman di bidangnya. Pada saat ini Perseroan melakukan kegiatan usaha sebagai berikut. 3) b) ec) d) Melakukan Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi seluruh produk-produk beton, antara lain: a. Industri Barang dari Semen dan Kapur untuk Konstruksi, b. Pemasangan Pondasi dan Tiang 6. Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung. d. Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan, €. Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang tahan api. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi dalam bidang usaha sipil, elektrikal dan Post-tensioning. Melakukan Perencanaan, Produksi dan Penjualan produk/komponen bahan bangunan. Melakukan usaha impor dan ckspor yang terkait dengan kegiatan tersebut di atas. Kegiatan Usaha Penunjang Selain kegiatan usaha utama, Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha penunjang dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk: Melakukan Usaha Industri dan Perdagangan Bahan Produksi Beton a. Batu Hias dan Batu Bangunan (08101) Mencakup usaha penggalian batu hias dan batu bangunan seperti batu - Pualam atau marmer, batu andesit (batu gajah, base course), paras, obsidian, dan granit. Termasuk disini kegiatan pemecahan, pemisahan dan pembersihannya. b. Penggalian Kerikil (sirtu) (08103) Mencakup usaha penggalian, pembersihan dan pemisahan kerikil. Hasil dari penggalian kerikil antara lain batu pasir, bongkah keras dan pasir kerikil, €, Penggalian Pasir (08104) Mencakup usaha penggalian, pembersihan dan pemisahan pasir. Hasil dari penggalian pasir berupa pasir beton, pasir pasang (sedikit mengandung tanah), pasir uruk (banyak mengandung tanah) dan lainnya. d. Penggalian tanah dan tanah liat (OS 105) Mencakup usaha penggalian tanah dan tanah liat. Kegiatan pembentukan, penghancuran dan penggilingan yang tidak dapat dipisahkan secara administratif dari usaha penggalian tanah dan tanah liat dimasukkan dalam Kesimess Vataagen Unit Tokurta
Page 87 OCR 0.887
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk kaolin (ehina clay), ball clay (iring clay), abu bumi, serpih, dan tanah urug. €. Penggalian batu, pasir, dan tanah liat lainnya (08109) Mencakup usaha penggalian batu, pasiir dan tanah liat lainnya, f. Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian lainnya (09900) Kelompok ini mencakup jasa penunjang atas dasar balas jasa atau kontrak, yang dibutuhkan dalam kegiatan pertambangan golongan pokok OS, 07, dan 08 seperti jasa eksplorasi misalnya dengan cara tradisional seperti mengambil contoh bijih dan membuat observasi geologi, jasa pemompaan dan penyaluran hasiil tambang dan jasa percobaan penggalian dan pengeboran ladang atau sumur tambang. € Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang Tahan Api (23911) dan semen tahan api, beton dan komposit sejenisnya yang tahan api seperti alumina, silica dan basic. h. Industri Semen (23941) Mencakup usaha pembuatan macam-macam semen (semen hidrolik dan arang atau kerak besi), seperti portland, natural, semen mengandung alumunium, semen terak dan semen superfosfat dan jenis semen lainnya. 1 Industri Mortar atau Beton Siap Pakai (23957) Mencakup usaha pembuatan mortar atau beton siap pakai (ready mixed and dry mixed concrete and mortar). j- Industri Barang dari Batu untuk Keperluan Rumah Tangga, Pajangan, dan Bahan Bangunan /23963) Mencakup usaha pembuatan macam-macam barang dari batu untuk keperluan 5 webnya tan tan Na Tn Ben Da sen nnaa Iu. k. Perdagangan Besar Alat Transportasi Darat (bukan mobil, sepeda motor, dan sejenisnya), suku cadang dan Layaou gas mdi 146593) Mencakup usaha perdagangan besar macam-macam alat transportasi darat, bermotor ataupun tidak bermotor (bukan mobil, sepeda motor, dan sejenisnya), termasuk usaha perdagangan besar macam-macam suku cadang dan perlengkapannya. IL Perdagangan Besar atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak (46100) Mencakup usaha agen yang menerima komisi, perantara (makelar), pelelangan, dan pedagang besar lainnya yang memperdagangkan barang- barang di dalam negeri, luar negeri atas nama pihak lain, Kegiatannya antara lain agen komisi, broker barang dan seluruh perdagangan besar lainnya yang menjual atas nama dan tanggungan pihak lain: kegiatan yang terlibat dalam penjualan dan pembelian bersama atau melakukan transaksi atas nama perusahaan, termasuk melalui internet, dan agen yang terlibat dalam Revimess Vatastyen Umat 70 Jakarta
Page 88 OCR 0.910
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk perdagangan seperti bahan baku pertanian, binatang hidup: bahan baku tekstil dan barang setengah jadi: bahan bakar, bijih-bijihan, logam dan industri kimis, termasuk pupuk: makanan, minuman dan tembakau: tekstil, pakaian, bulu, alas kaki dan barang dari kulit: kayu-kayuan dan bahan bangunan, mesin, termasuk mesin kantor dam komputer, perlengkapann industri, kapal, pesawat, perdagangan besar rumah pelelangan: agen komisi zat radioaktif dan pembangkit radiasi pengion. Termasuk penyelenggara pasar lelang komoditas, Tidak termasuk kegiatan perdagangan besar mobil dan sepeda motor, dimasukan dalam golongan 451 s.d. 454. m. Perdagangan Besar Semen, Kapur, Pasir dan Batu (46634) Mencakup usaha perdagangan besar semen, kapur, pasir, dan batu untuk bahan konstruksi, seperti semen Portland putih, semen Portland abu-abu, semen posolan kapur, semen Portland posolan, kapur tohor, kapur tembok, pasir, kerikil, koral, batu, batu pecahan, batu lempengan, batu pualam dan kubus mosaic. n. Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (46638) Mencakup usaha perdagangan besar macam-macam material bangunan, seperti semen, pasir, paku, cat dan lain-lain. 0. Perdagangan Besar Mineral Bukan Logam (46641) Mencakup usaha perdangan besar mineral bukan logam seperti intan, komrundum, grafit, arsen, pasir Ikcuarsa, fluorspar, kriolit, yodium, brom, klor, belerang, fosfat, balit, asbes, talk, mika, magnesit, yarosit, oker, fluorit, ball clay, zeolit, kaolin, feldspar, bentonit, gipsum, dolomit, kalsit, rijjang, pirofilit, Ikcuarsit, zirkon, wolastonit, tawas, batu Ikcuarsa, perlit, garam batu, clay, dan batu gamping untuk semen. P. Perdagangan Eceran Barang Logam untuk Bahan Konstruksi (47521) Mencakup usaha perdagangan eceran khusus barang logam untuk bahan konstruksi seperti baja tulangan, baja profil, pelat baja, dan baja lembaran, pipa besi'baja, kawat tali, kawat nyamuk, paku, mur/baut, engsel, gerendel, kunci, anak kunci, tangki air, menara air, rolling door, awning dan seng lembaran. 4- Perdangan Eceran Semen, Kapur, Pasir dan Batu |47524) Mencakup usaha perdagangan eceran khusus semen, kapur, pasir dan batu untuk bahan konstruksi, seperti semen portland putih, semen portland abu- abu, semen posolan kapur, semen portland posolan, kapur tohor, kapur tembok, pasir, kerikil, koral, batu, batu pecahan, batu lempengan, batu pualany dan kubus mosaik Revimess Vatastyen Umi 1 Tekorta
Page 89 OCR 0.900
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk 2, Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi dalam bidang usaha: 2 Konstruksi Gedung Hunian (41011) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dawutau pembangunan kemballi bangunan yang dipakai untuk hunian, seperti rumah tinggal, rumah tinggal sementara, rumah susun, apartemen dan kondominium, Termasuk pembangunan gedung untuk hunian yang dikerjakan oleh perusahaan real estat dengan tujuan untuk dijual dan kegiatan perubahan dan renovasi gedung hunian. b. Konstruksi Gedung Industri (41013) Mencakup usaha enggan pemeliharaan, dan/atau pembangunan perindustrian/pabrik, Ko Bae inner kerja, bangunan pabrik untuk pengelolaan dan pemrosesan bahan nuklir. Termasuk kegiatan perubahan dan renovasi gedung industri. €. Konstruksi Gedung Kesehatan (41015) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan yang dipakai untuk sarana kesehatan, seperti rumah sakit, poliklinik, puskesmas, balai pengobatan, gedung pelayanan kesehatan dan gedung laboratorium. Termasuk kegiatan perubahan kesehatan dan gedung laboratorium. Termasuk kegiatan perubahan dan renovasi gedung kesehatan, d. Konstruksi Gedung Pendidikan (41016) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dawatau pembangunan kembali bangunan yang dipakai untuk sarana pendidikan, seperti gedung sekolah, tempat kursus, laboratorium dan bangunan penunjang pendidikan lainnya. Teerrmasuk kegiatan perubahan dan renovasi Gedung pendidikan. €. Konstruksi Gedung Tempat Hiburan dan Olahraga (41018) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dawatau pembangunan kemballi bangunan yang dipakai untuk tempat hiburan, seperti bioskop, gedung kebudayaani/kesetnhian, gedung wiisata dan rekreasi serta gedung olahraga. Termasuk pembangunan gedung untuk tempat hiburan yang dikerjakan oleh perusahaan real estat dengan tujuan untuk dijual dan kegiatan perubahan dan renovasi gedung tempat hiburan dan olahraga. £. Konstruksi Gedung Lainnya (41019) Mencakcup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pem kembali bangunan yang dipakai penggunaan selain dalam kelompok 41011 s.d. 41018, seperti tempat ibadah (masjid, gereja katolik, gereja Ikcristen, pura, wiihara, kelenteng), gedung terminali/stasiun, balai yasa (kereta api), bangunan monumental, gedung negara dan pemerriinttah pusati/daerah, bangunan bandara, gedung hangar pesawat, gedung PKPPK (Pemadam Kebakaran di Bandar Udara), gedung bersejarah, PKPPK (Pemadam Kebakaran di Bandar Udara), gedung bersejarah, gedung penjara, gedung balai pertemuan, gudang, gedung genset, rumah pompa, depo, gedung power
Page 90 OCR 0.918
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk house, gedung gandu listrik, gedung gardu sinyal, gedung tower, gedung penyimpanan termasuk gedung yardu sinyal, gedung tower, gedung penyimpanan termasuk penyimpanan bahan peledak dan lainnya. Termasuk kegiatan perubahan dan renovasi gedung lainnya. & Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Gedung (41020) Mencakup kegiatan pemasangan bahan hasil produksi pabrik seperti beton pracetak, baja, plastik, karet, dan hasil produksi pabrik lainnya dengan metode pabrikasi, erection, dan/atau perakitan untuk bangunan gedung. h. Konstruksi Bangunan Sipil Jalan (42101) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dam'atau pembangunan kembali bangunan jalan (raya, sedang, dan kecil), jalan bebas hambatan/jalan tol, dan jalan landasan terbang (pacu, taksi, dan parkir), dan lapangan penyimpanan peti kemas (containers yard). Termasuk kegiatan penunjang pembangunan, peningkatan, pemeliharaan konstruksi pagar/tembok penahan jalan. Tidak termasuk jalan layang. 1, Konstruksi Bangunan Sipil Jembatan, Jalan Layang, Fly Over, dan Underpass 142102) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dam'atau pembangunan kembali bangunan jembatan (termasuk jembatan rel), jalan layang, underpass, dan fly over, Termasuk kegiatan pembangunan, peningkatan, pemeliharaan penunjang, perlengkapan jembatan dan jalan layang. sii pagar/tembok, penahan, drainase jalan, marka jalan, dan rambu-rambu. j. Konstruksi Jalan Rel (42103) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dawatau pembangunan kembali jalan rel. Seperti jalan rel untuk kereta api. Termasuk pekerjaan pemasangan rel dan bantalan kereta api dan penimbunan kerikil (agregat kelas Aj untuk badan jalan kereta api. k. Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase (42201) Mencakup usaha pembangunan pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan jaringan saluran air irigasi dan jaringan drainase. IL Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (42202) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dam'atau pembangunan kemballi bangunan penyadap dan penyalur air baku, bangunan pengolahan air baku, bangunan pengolahan air minum, bangunan Menara air minum, reservoir air minum, jaringan pipa/penyalur distribusi air bersih, tangka air minum dan bangunan pelengkap air minum lainnya. m. Konstruksi Bangunan Sipil Prasarana dan Sarana Sistem Pengolahan Limbah Padat, Cair dan Gas (42203) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan dan/atau pembangunan kembali bangunan penyadap dan penyalur air baku, bangunan pengolahan air baku, bangunan pengolahan air minum, bangunan menara air minum,
Page 91 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk reservoir air minum, jaringan pipw/penyalur distribusi air bersih, tangka air minum dan bangunan pelengkap air minum lainnya, n. Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (42204) Mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan sipil elektrikal seperti bangunan sipil pembangkit, transmisi, distribusi dan instalasi pemanfaatan tenaga listrik, jaringan pipa listrik lokal dan jarak jauh termasuk pembangunan gardu induk dan pemasangan tiang listrik dan menara. 0. Konstruksi Bangunan Sipil Telekomunikasi untuk Prasarana Transportasi (42205) Kelompok ini mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan fasilittas telekomunikasi sarana bantu navigasi laut, bangunan telekomunikasi navigasi udara, bangunan sinyal dan telekomunikasi kereta api, termasuk bangunan menara'tiang/ pipa/antena dan bangunan sejenisnya. Pp. Konstruksi Jaringan Irigasi, Komunikasi dan Limbah Lainnya (42209) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan dan/atau kembali bangunan konstruksi lainnya yang belum tercakup dalam kelompok 42201 s.d, 42207, Termasuk penataan dan lingkungan, prasarana kawasan pemukiman, industri, rumah sakit dan lain-lain. g- Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olah Raga (42918) kemballi bangunan fasilitas olah raga seperti bangunan stadion, olah raga lapangan (sepak bola, baseball, rugby, liinttasan balap mobil dan motor), lapangan basket, hockey, lapangan tenis, lapangan golf, kolam renang termasung kolam renang berdinding baja galvanized stainless steel standar Olympic, lintasan atlctik, lapangan panahan, gelanggang olahraga dan lain- lain r. Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya Yidl (42919) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan bangunan sipil lainnya yang belum tercakup dalam kelompok 42911 s.d, 42918, seperti lapangan parkir dan sarana lingkungan pemukiman (di luar gedung) lainnya. Kelompok ini mencakup pembagian lahan dengan pengembangannya (misalnya penambahan jalan, prasarana umum dan lain-lain). Termasuk pengadaan dan pelaksanaan konstruksi fasilitas seperti yang memproduksi mikroprosesor, chip silikon dan wafer, milkcrosirkuit, dan semikonduktor, pengadaan dan pelaksanaan konstruksi pabrik pengolahan tekstil dan pakaian, pengadaan dan pelaksanaan konstruksi pengolahan besi dan baja: dan/atau pengadaann dan pelaksanaan konstruksi pabrik pengolahan lainnya. 8. Jasa Pekerjaan Konstruksi Pelindung Pantai (42922) Mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan dan/atau pembangunan Kembali bangunan pelindung pantai termasuk groin, breakwater, seawall, 14 "nan Untag
Page 92 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk artificial headland, beach nourishment, terumbu buatan dan pekerjaan lainnya yang sejenis. Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimua, Petrokimia, Farmasi dan Industri Lainnya (42923) Mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan dan/atau pembangunan plastik dan pabrik pengolahan karet: pengolahan hasil agrokimia: pabrik pengolahan kimia lainnya termasuk pabrik pengolahan produk farmasi dan Uu, Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Ytdl (42929) Mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan dan/atau pembangunan kembali konstruksi khusus bangunan sipil lainnya yang belum tercakup dalam kelompok 42921 s.d. 42924, V. Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Sipil (42930) Mencakup kegiatan pemasangan bahan hasil produksi pabrik seperti beton pracetak, baja, plastik, karet dan hasil produksi pabrik lainnya dengan metode pabrikasi, erection dan/atau perakitan untuk bangunan sipil. w, Penyiapan Lahan (43120) Mencakup usaha penyiapan lahan untuk kegiatan konstruksi yang berikutnya, seperti pelaksanaan pembersihan dan pematangan lahan konstruksi, penggalian parirt, pemindahan, penghancuran atau peledakan batu dan sebagainya): pelaksanaan pekerjaan tanah dan/atau tanah berbatu, penggalian, membuat kemiringan, perataan tanah dengan galian dan timbunan untuk konstruksi jalan (raya, sedang, dan kecil), jalan bebas hambatan, jalan rel kereta api, dan jalan landasan terbang (pacu, taksi, dan parkir), pabrik. pembangkit, transmisi, gardu induk, dan distribusi tenaga listrik, fasilitas produksi,serta bangunan gedung dan bangunan sipil lainnya: pemasangan, pemindahan, dan perlindungan utilitas, tes/uji dengan sondir dan bor, pemboran, ekstraksi material, dan penyelidikan lapangan'/pengambilan contoh untuk keperluan konstruksi, geofisika, geologi atau keperluan konstruksi, geofisika, geologi atau keperluan sejenis: dan penyiapan lahan untuk fasilitas . Kegiatan penunjang penyiapan lahan sepert pemasangan fasilitas alat bantu konstruksi (pemasangan sheet pile, papan nama proyek, dan gorong-gorong untuk pemasangan kabel, pekerjaan pembuatan kantor, basecamp, direksi kit, gudang, bengkel proyek), pengukuran kembali, pembuatan/pengalihan jalan sementara, perbaikan dan pemeliharaan jalan umum, dewatering/pengeringan, mobilisasi dan demobilisasi, dan pekerjaan X. Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis (71102) Mencakup kegiatan perancangan teknik, dan konsultansi, seperti permesinan, pabrik dan proses industri, proyek yang melibatkan teknik sipil, teknik hidrolik, teknik lalu lintas: jasa nasihat dan konsultansi rekayasa teknik, jasa rekayasa konstruksi bangunan gedung hunian dan non hunian, jasa rekayasa pekerjaan teknik sipil sumber daya air, jasa rekayasa untuk pekerjaan
Page 93 OCR 0.933
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk mekanikal dalam bangunan, Jasa rekayasa bangunan fasilitas olahraga, jasa konsultansi teknik lingkungan. j jasa konsultansi terkait konstruksi pekerjaan sistem kendali tlalu lintas, jasa rekayasa konstruksi pembangkit jaringan transmisi, gardu induk, dan distribusi tenaga listrik serta jasa rekayasa untuk proses industrial, produksi dan fasilitas produksi, jasa rekayasa lainnya, perluasan dan realisasi proyek yang berhubungan dengan teknik listrik dan elektro, teknik pertambangan, teknik kimia, mekanik, teknik industri dan teknik sistem dan teknik keamanan: proyek manajemen air, dan kegiatan konstruksi, kegiatan perluasan proyek yang menggunakan AC, pendingin, kebersihan dan teknik pengontrolan polusi, teknik akustik dan lain-lain: kegiatan survei geofisika, geologi dan survei scismik atau gempa bumi termasuk jasa pembuatan prospektus dan jasa interpretasi geologi dan geofisika sektor konstruksi, kegiatan survei geodetik meliputi kegiatan survei batas dan tanah, survei hidrologi, survei keadaan di atas dan di bawah permukaan tanah dan kegiatan informasi spasial dan kartografi termasuk kegiatan pemetaan dan jasa pembuatan peta. Termasuk jasa rekayasa pekerjaan teknik sipil transportasi, jasa fasilitasi teknis prasarana dan sarana umum sektor konstruksi. Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa (72102) Mencakup usaha penelitian dan pengembangan yang dilakukan secara teratur (sistematik), yang diselenggarakan oleh swasta, berkaitan dengan teknologi dan rekayasa (engincering). Kegiatan yang tercakup dalam kelompok ini cabang ilmu pengetahuan termutama ilmu pengetahuan alam dan teknik. 3. Melakukan Usaha Reparasi, Pabrikasi, Instalasi/Pemasangan Mesin dan Peralatan Konstruksi, seperti: Instalasi Telekomunikasi (43212) Mencakup kegiatan pemasangan instalasi telekomunikasi pada bangunan Kelompok ini juga mencakcup kegiatan pemasangan, pemeliharaan dan perbaikan instalasi telekomunikasi pada sentral telepowiitelegraf, stasiun pemancar radar gelombang mikro, stasiun bumi kecil'stasiun satelit dan sejenisnya. Termasuk kegiatan pemasangan transmisi dan jaringan telekomunikasi dan instalasi telekomunikasi di bangunan gedung dan Jasa Instalasi Konstruksi Navigasi Laut, Sungai, dan Udara (43214) Mencakup kegiatan pemasangan dan perawatan konstruksi dan peralatan terkait dengan sarana bantu navigasi tlaut, sungai dan udara, telekomunikasi pelayaran'penerbangan, hidrografi dan meteorologi, alur perlintasan, pemanduan, untuk kepentingan keselamatan pelayaran dan penerbangan. Instalasi Sinyal dan Telekomunikasi Kereta Api (43215) Kelompok ini mencakup pemasangan, pemeliharaan dan perbaikan instalasi sinyal dan telekomunikasi kereta api. Rusiness Vataatyan Unit 76 Tokurta
Page 94 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk d. Instalasi Sinyal dan Rambu-Rambu Jalan Raya (43216) Mencakup kegiatan pemasangan, pemeliharaan dan perbaikan instalasi sinyal dan rambu-rambu jalan raya. Termasuk pemasangan perlengkapan jalan dan/atau rambu jalan, marka jalan, marka jembatan, termasuk reflector, deliniator, papan penunjuk jalan, patok pengarah, patok kilometer, patok hektometer, kerb pracetak, median beton, guardrail, dan perlengkapan lainnya yang sejenis. €, Instalasi Konstruksi Lainnya ytdl (43299) pemasangan, pemeliharaan dan perbaikan instalasi bangunan sipil lainnya yang belum tercakup dalam kelompok 43291 s.d. 43294. Termasuk pemasangan dan pemeliharaan instalasi fasilitas pertambangan dan manufaktur seperti loading and discharging stations, winding shafts, chemical plants, iron foundaries, blast furnaces dan coke oven, pemasangan instalasi sistem pengolahan dan peralatan pemurnian air laut, air payau, air tawar menjadi air murni pada pembangkit listrik. £. Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901) Mencakup kegiatan khusus pemasangan berbagai pondasi dan tiang pancang termasuk pengecoran beton dan pembesian pondasi untuk gedung, jalan/jembatan, bangunan pengairan, dermaga, bangunan lepas pantai dan sejenisnya sebagai bagian dari pekerjaan yang tercakup dalam konstruksi gedung hunian dan non hunian serta bangunan sipil lainnya. & Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (43905) Mencakup usaha penyewaan alat atau mesin konstruksi dan perlengkapannya dengan operator. Termasuk penyewaan alat produksi dan operasional minyak, gas, petrokimia, panas bumi, komunikasi seperrti SCADA (Supervisary Control and Data Acguisition), dan penyewaan derek. h. Konstruksi Khusus Lainnya Ytdl (43909) Mencakup kegiatan konstruksi khusus lainnya yang belum diklasifikasikan dalam kelompok 43W1 sd. 43905 yang memerlukan keahlian atau perlengkapan khusus, seperti kegiatan pengerjaan penahan lembab dan air, dehumidifikasi (pelembaban) bangunan, shaft sinking, pemasangan cerobong asap dan oven untuk keperluan industri dan pekerjaan yang memerlukan keahlian memanjat dan penggunaan perlengkapan yang berkaitan, misalnya bekerja pada gedung-gedung yang tinggi. Termasuk pekerjaan di bawah permukaan tanah, pekerjaan lapis perkerasan beton: pekerjaan perkerasan aspul, pekerjaan perkerasan berbutir, pekerjaan konstruksi pengeboran dan- injeksi semen bertekanan, pekerjaan beton struktur, pekerjaan konstruksi beton pascatarik (post tensioned): pekerjaan konstruksi kedap air pada tangki penyimpanan sir, minyak, gas, dan lainnya yang sejenis: serta pemasangan konstruksi tahan api (tanur, anneling, flare, incenerator) untuk bangunan gedung hunian dan non hunian serta bangunan sipil lainnya.
Page 95 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Jasa Pengujian Laboratorium (71202) Mencakup kegiatan uji fisik, kimia, biologi, kelistrikan, mekanik dan analisis lainnya danri semua jenis material dan produk yang mencakup kegiatan pengujian di bidang kesehatan makanan, termasuk uji penyakit hewan dan kontrol yang berhubungan dengan produksi makanan, uji austik dan vibrasi (getar), uji komposisi dan kemurnian mineral dan sebagainya, uji karakteristik fisik dan kinerja material seperti kekuatan, ketebalan, daya tahan, radioaktif dan lain-lain, uji kualifikasi dan ketahanan, uji kinerja dari mesin keseluruhan seperti motor, automobil, perlengkapan elektronik, pengujian perangkat telekomunikasi, pengujian laboratorium sector konstruksi, dan lain-lain, analisis kegagalan, uji dan pengukuran indikator lingkungan seperti polusi Udara dan air, uji dengan menggunakan model atau maket sseperti pesawat terbang, kapal, bendungan dan lain-lain. Termasuk kegiatan operasional gudang. Jasa Inspeksi Teknik Instalasi (71204) Mencakup kegiatan pemeriksaan suatu desain instalasi dan proses instalasi, misalnya pemeriksaan instalasi tenaga listrik, dan instalasi misalnya pemeriksaan instalasi tenaga listrik, dan instalasi lainnya. 4. Melakukan Usaha Penyewaan dan Penyediaan Jasa Dalam Bidang Peralatan Konstruksi, seperti: 2. Pemasangan Perancah (Steiger) (43902) Mencakup kegiatan khusus pemasangan perancalvsteiger pada bangunan gedung, jalan/jembatan, bangunan pengairan, dermaga dan sejenisnya, Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan Peralatan Konstruksi dan Teknik Sipil (77393) Mencakup kegiatan penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi (operational leasing) mesin dan peralatan konstruksi dan teknik sipil termasuk perlengkapannya tanpa operatornya, seperti lori derek (cranelorries), tangga dan panggung kerja (scaffold dan work platform) tidak termasuk pemasangan dan pemancangannya dan sejenisnya. S. Melakukan Perencanan, Pelaksanaan, Pengelolaan, Penjualan, Pembelian Sewa Menyewa dan Perdagangan Jasa Ekspedisi/Usaha Angkutan Darat dan Laut, & Angkutan Bermotor untuk Barang Umum (49431) Mencakup operasional angkutan barang dengan kendaraan bermotor dan dapat mengangkut lebih dari satu jenis barang, seperti angkutan dengan truk. pick up, bak terbuka dan bak tertutup (box). Angkutan Bermotor untuk Barang Khusus (49432) Mencakup operasional angkutan barang dengan kendaraan bermotor untuk barang yang secara khusus mengangkut satu jenis barang, seperti angkutan bahan bakar minyak, minyak bumi, hasil olahan, LPG, LNG dan CNG, 7 Rusimess Vataatyan Unit Tokurta
Page 96 OCR 0.930
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk angkutan barang berbahaya, limbah bahan berbahaya dan beracun, angkutan barang alat-alat berat, angkutan peti- kemas, angkutan tumbuhan hidup, angkutan hewan hidup dan penganglkcutan kendaraan bermotor. €, Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum (50131) Mencakup usaha pengangkutan barang umum melalui laut dengan menggunakan kapal laut antar pelabuhan dalam negeri dengan melayari trayek secara tetap dan teratur (liner) dengan berjadwal, atau trayek tidak tetap dan tidak teratur (tramper). Termasuk usaha persewaan angkutan laut berikut operatornya. d. Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Khusus (50133) Kelompok ini mencakup usaha pengangkutan barang dengan menggunakan kapal laut yang dirancang secara khusus untuk mengangkut suatu jenis barang tertentu, seperti angkutan barang-berbahaya, limbah bahan berbahaya dan beracun, bahan bakar minyak, minyak bumi, hasil olahan, LPG, LNG dan CNG, ikan dan sejenisnya. Termasuk usaha persewaan angkutan laut berikut Operatornya, €. Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Umum dan atau Hewan (50221) Mencakup usaha angkutan barang di sungai dan danau, dan barang yang dianglkcut bisa lebih danrii satu jenis, kecuali barang berbahaya, barang khusus atau alat berat. f. Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Khusus (50222) Mencakup usaha angkutan barang di sungai dan danau dengan kapal atau perahu barang yang dimodifikasi secara khusus dan hanya mengangkut satu jenis barang, termasuk kapal yang memenuhi persyaratan teknis/kelaikan, sesuai dengan barang khusus yang diangkut dan diklasifikasikan sebagai berikut, yaitu angkutan kayu gelondongan'logs, angkutan batangan pipa'besi/rel, angkutan barang gelondongan'logs, angkutan batangan pipa/besi/rel, angkutan barang curah, angkutan barang cair, angkutan barang yang memerlukan fasilitas pendingin, angkutan peti keras, angkutan alat-alat berat dan fasilitas pendingin, angkutan peti kemas, angkutan alat-alat berat dan angkutan barang khusus lainnya. & Angkutan Penyeberangan Umum Antar Provinsi untuk Barang (50224) Mencakup usaha angkutan barang dari satu provinsi ke provinsi lain dengan menggunakan kapal penyeberangan yang terikat dalam trayek. h. Angkutan Penyeberangan Perintis Antar Provinsi untuk Barang (50225) Mencakup usaha pengangkutan penyeberangan di laut, danau, selat dan teluk amar provinsi untuk barang yang menghubungkan daerah daerah terpencil serta daerah yang potensial namun belum berkembang serta belum menguntungkan untuk dilayari secara komersial ke daerah-daerah yang telah berkembang. Termasuk usaha persewaan angkutan penyeberangan berikut operatornya. Rusiness Vataatyan Unit
Page 97 OCR 0.926
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 1. Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut (52221) Mencakup kegiatan usaha pelayanan kepelabuhan laut, yang berhubungan dengan angkutan perairan untuk penumpang, hewan atau barang, seperti pengoperasian fasilitas terminal misalnya pelabuhan dan dermaga, navigasi, pemeriksaan barang muatan dalam kargo damatau peti kemas dengan menggunakan sumber radiasi pengion (zat radioaktif dan pembaklit radiasi pengion), pelayaran dan kegiatan berlabuh, jasa penambatan, jasa pemanduan dan penundaan. j. Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Penyeberangan (52223) Mencakup kegiatan usaha penyelenggaraan pelabuhan penyeberangan. Termasuk kegiatan yang berhubungan dengan angkutan perairan untuk penumpang, hewan atau barang, seperti pengoperasian fasilitas terminal misalnya pelabuhan dan dermaga, navigasi, pemeriksaan barang muatan dalam kargo daw'atau peti kemas dengan menggunakan sumber radiasi pengion (zat radioaktif dan pembakit radiasi pengion), pelayaran dan kegiatan berlabuh, jasa penambatan, jasa pemanduan pelayaran dan kegiatan berlabuh, jasa penambatan, jasa pemanduan, dan penundaan. k. Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) (52291) Mencakup usaha pengiriman dan atau pengepakan barang dalam volume besar, melalui angkutan kereta api, angkutan darat, angkutan laut maupun angkutan udara. IL Aktivitas Ekspedisi Muatan Kereta Api dan Ekspedisi Angkutan Darat (EMKA & EAD) (52292) Mencakup usaha pengiriman dan atau pengepakan barang dalam volume besar, baik yang diangkut melalui kereta api maupun alat-angkutan darat. m. Aktivitas Ekspedisi Muatan Kapal (EMKL) (52293) Mencakup usaha pengiriman dan atau pengepakan barang dalam volumebesar, yang diangkut melalui angkutan laut, 6. Treatment dan Pembuangan Limbah Berbahaya (38220) Mencakup usaha treatment dan pembuangan yang dikelola baik oleh pemerintah dan swasta, seperti pembuangan dan treatment limbah padat atau limbah tidak padat yang berbahaya serta limbah spesifik, mencakup bahan mudah meledak, karsinogenik, korosiif atau bahan yang dapat menyebabkan infeksi dan substansi dan preparat lainnya yang berbahaya untuk kesehatan manusia dan lingkungan. Kegiatannya adalah usaha pengoperasian fasilitas untuk pembuangan limbah berbahaya dan sampah spesifik, treatment dan pembuangan binatang hidup atau mati yang beracun dan limbah terkontaminasi lainnya, pembakaran limbah berbahaya, treatmen, pembuangan dan penyimpanan limbah radioaktif, seperti treatment dan pembuangan limbah radioaktif transisi, mencakup peluruhan pada masa/periode pembuangan limbah dan pembungkusan, penyiapan dan treatment lainnya terhadap limbah radioaktif. Kesimess Vataagen Unit
Page 98 OCR 0.923
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 7, Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (68111) Mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa, seperti bangunan apartemen, bangunan tempat tinggal dan bangunan bukan tempat tinggal (seperti tempat pameran, fasilitas penyimpanan pribadi, mall, pusat perbelanjaan dan lainnya) serta penyediaan rumah dan flat atau apartemen dengan atau tanpa perabotan untuk digunakan secara permanen, baik dalam bulanan atau tahunan, Termasuk kegiatan penyewaan ruang-ruang di gedung tersebut), pembagian real estat menjadi tanah kapling tanpa pengembangan lahan dan pengoperasian kawasan tempat tinggal untuk rumah yang bisa dipindah-pindah, 8. Aktivitas Kantor Pusat (70100) Mencakup pengawasan dan pengelolaan unit-unit perusahaan yang lain atau enterprise, pengusahaan strategi atau perencanaan organisasi dan pembuatan keputusan dari peraturan perusahaan atau enterprise. Unit-unit dalam kelompok ini melakukan control operasi pelaksanaan dan mengelola operasi unit-unit yang berhubungan. Kegiatan yang termasuk dalam kelompok ini antara lain kantor pusat, kantor administrasi pusat, kantor yang berbadan hukum, kantor distrtik dan kantor wilayah dan kantor manajemen cabang. 9, Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Rekayasa Lainnya (72109) Mencakup usaha penelitian dan pengembangan yang dilakukan secara teratur (sistematik), yang diselenggarakan oleh swasta, berkaitan dengan teknologi (sistematik), yang diselenggarakan oleh swasta, berkaitan dengan teknologi dan rekayasa (engineering) lainnya. 10. Penelitian Pasar (73201) Mencakup usaha penelitian potensi pasar, penerimaan produk di pasar, kebiasaan dan tingkah laku konsumen, dalam kaitannya dengan promosi penjualan dan pengembangan produk baru. 6.3. Entitas Anak 6.3.1. PT Citra Lautan Teduh (“CLT”) Pada tahun 1994, didirikanlah PT Citra Lautan Teduh (“CLT”) di Batam. Proses akuisisi saham CLT oleh WTON dilakukan secara bertahap, dimulai dengan W6 pada tanggal 12 September 2014, dan meningkat menjadi 99,509 pada tanggal S Desember 2014. Sebagai entitas anak Perseroan, CLT berfokus pada kegiatan pabrikasi tiang pancang beton putar pra- tekan, yang juga dikenal sebagai pre-tensioned centrifugal precast concrete piles. Produk ini merupakan salah satu jenis material tiang pancang yang sering digunakan dalam konstruksi pondasi alam (depth foundation) untuk berbagai jenis bangunan, termasuk gedung, pelabuhan, jembatan, tangki minyak, dan struktur lainnya. Hingga akhir tahun 2022, kepemilikan saham Perseroan atas CLT mencapai 99,5”4, sementara 0,594 sisanya dimiliki oleh Koperasi Karyawan Beton Makmur Wijaya. Revimess Vatastyen Umi 81 Jakarta
Page 99 OCR 0.897
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk
Aktivitas Usaha
Seung positif CLT di tahuan 2024 didukung oleh kebijakan dan langkah strategis sebagai
Uut:
@ Mencari informasi terkait pasar, menetapkan pricing strategy dan pengkinian informasi
terkait kapasitas produksi.
& Memastikan fasilitas produksi dan lahan stoekyard, konsisten terhadap mutu dan K3,
dan memastikan ketersediaan material.
# Melakukan pengendalian atas biaya, selektif memilih mitra kerja, dan memitigasi
kemungkinan risiko,
Melakukan percepatan pencairan termin.
Memanfaatkan fasilitas kredit perbankan.
6.3.2. PT Wijaya Karya Komponen Beton (“WIKA BETON”)
Pada tahun 2012, Perseroan bersinergi dengan PT Komponindo Betonjaya (KOBE) untuk
membentuk PT Wijaya Karya Komponen Beton ("WIKA KOBE”). WIKA KOBE didirikan
sesuai dengan Anggaran Dasar yang berlaku guna mengantisipasi permintaan produk beton
dari berbagai proyek yang dibiayai oleh Pemerintah Jepang, termasuk proyek MRT di
Jakarta. Hingga akhir tahun 2023, WTON menguasai mayoritas saham WIKA KOBE, yaitu
sebanyak 5196, sementara 4994 sisanya dimiliki oleh PT Komponindo Beton Jaya.
Aktivitas Usaha
Performa positif WIKA KOBE di tahun 2024 didukung oleh kebijakan dan langkah strategis
@ Sinergi dengan Holding Company untuk perluasan pasar dalam rangka perolehan Omzet
Kontrak dan mendongkrak Omzet Penjualan:
» Pengawalan terhadap proyek MRT Fase 2, untuk memastikan diperolehnya kontrak
proyek tunnel segment dan produk beton lainnya:
& Pengelolaan cush flow yang penuh kehati-hatian dan fokus pada pengeluaran yang
memberikan nilai tambah:
Memastikan kapasitas produksi tercapai maksimal,
Menjaga konsistensi mutu pelaksanaan produksi beton pracetak maupun proyck
konstruksi:
Pemilihan mitra kerja atau sub kontraktor yang andaldan berpengalaman, dan
Melakukan strategic partner dengan Holding Company dar atau perusahaan lain untuk
memperkuat dan memperluas jaringan bisnis.
Kesimess Vataagen Unit
Page 100 OCR 0.907
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 6.333. PT Wijaya Karya Krakatau Beton (“WIKA KRATON”) Pada tahun 2013, WIKA Beton, PT Krakatau Engineering (bagian dari Krakatau Steel Group) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk bekerjasama mendirikan joint venture yang melahirkan PT Wijaya Karya Krakatau Beton (WIKA KRATON). Pada tanggal 12 April 2021, PT Krakatau Wajatama membeli saham PT Krakatau Engineering di WIKA KRATON sebesar 306, selanjutnya pada tanggal 1 September 2021 PT Krakatau Wajatama secara resmi mengubah nama perusahaannya menjadi PT Krakatau Baja Konstruksi. Hingga akhir tahun 2024, Perseroan menguasai 60,00?6 saham WIKA KRATON, sementara PT Krakatau Baja Konstruksi memiliki 30.0084 kepemilikan saham, dan WIKA memiliki 10.00? Aktivitas Usaha Performa positif WIKA KRATON di tahun 2024 didukung oleh kebijakan dan langkah strategis sebagai berikut: @ WIKA KRATON berfokus pada trading atau penjualan produk dengan pencapaian laba yang tinggi: @ WIKA KRATON selektif memilih proyek dengan risiko yang rendah untuk menjaga keseimbangan cash /low Perusahaan, dan « WIKA KRATON menggalakkan program cost reduction di berbagai Iii bisnis Perusahaan, 6.34. PT Wijaya Karya Pracetak Gedung (“WPG”) Pada tahun 2016, Perseroan menjalin kerja sama dengan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (“WEGE") untuk mendirikan PT Wijaya Karya Pracetak Gedung (“WPG") yang berfokus pada industri, perdagangan, dan jasa pemasangan beton pracetak gedung, komponen atau material gedung, perumahan, bangunan industri, dan pergudangan, baik di dalam maupun di luar negeri, serta melakukan investasi, Pada tahun 2022, Perseroan mengakuisisi saham WEGE sebesar 226 di WPG dengan nilai pembelian sebesar Rp270 per saham dan jumlah saham sebanyak 10 juta lembar, senilai total Rp2,7 miliar. Hingga akhir tahun 2024, Perseroan memiliki 51,0086 saham WPG, sedangkan WEGE memegang sisanya sebanyak 49,004. Aktivitas Usaha taka WPG di tahun 2024 didukung oleh kebijakan dan langkah strategis sebagai berikut: Melaksanakan project selection dan prajeet execution. Menargetkan berbagai proyek precast building dan precast industrial, Menargetkan berbagai proyek design build, gedung perbankan, gedung pendidikan, dan gedung kesehatan, Menerapkan sistem sentralisasi komersial dan keuangan. Menyelesaikan piutang proyek, menjaga cash flow dalam kondisi sehat, dan memperkuat modal kerja yang diperoleh dari perbankan. Revimess Vatastyen Umat 83 Jakarta
Page 101 OCR 0.927
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk
64.
6.5.
Penambahan Kegiatan Usaha
Sebagai bentuk penyelarasan fokus bidang usaha utama (core business) di WIKA Group
termasuk anak perusahaan. WTON melakukan penghapusan Kegiatan Usaha Instalasi
Listrik Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dengan kode KBLI 43211
dalam RUPST Tahun Buku 2022 tanggal 09 Mei 2023 sebagaimana termuat dalam Akta
Anggaran No. 09 tanggal 08 Juni 2023.
Pelaksanaan kegiatan usaha WTON berupa penjualan tiang listrik beton termasuk beberapa
tender pengadaannya dipersyaratkan untuk memiliki Surat izin Usaha Jasa Penunjang
Tenaga Listrik ("SIUJPTL”), yang dapat diproses apabila WTON memiliki KBLI kode
43211,
Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan adanya penambahan KBLI kode 43211 yang
mencakup kegiatan pembangunan, pemasangan, pemeliharaan, pembangunan kembali
instalasi listrik pada pembangkit, transmisi, gardu induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu
daya, dan instalasi listrik pada bangunan gedung baik untuk hunian maupaun non hunian,
seperti pemasangan jaringan listrik tegangan rendah, Termasuk kegiatan pemasangan dan
pemeliharaan instalasi listrik pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api, dan
lapangan udara, ke dalam pasal Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan,
Figur 42, Rincian KBLI Penambahan jatan Usaha WTON
t, | Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik 43211
atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik
Sumber: Manajemen WTON
Adapun penjelasan secara rinci terkait KBLI penambahan usaha sebagai berikut:
e KBLI 43211 Instalasi Listrik: Kelompok ini mencakup kegiatan pembangunan,
pemasangan, pemeliharaan, pembangunan kembali instalasi listrik pada pembangkit,
transmusi, gardu induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu daya, dan instalasi listrik pada
bangunan gedung baik untuk hunian maupun non hunian, seperti pemasangan instalasi
jaringan listrik tegangan rendah. Termasuk kegiatan pemasangan dan pemeliharaan
instalasi listrik pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api dan lapangan udara.
Kemampuan Untuk Menciptakan nilai
Penambahan kegiatan usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas
Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik oleh WTON merupakan langkah strategis yang diyakini
akan memberikan nilai tambah signifikan secara operasional, finansial, maupun reputasi
perusahaan. Penambahan ini sejalan dengan arah diversifikasi usaha dan penguatan
portofolio infrastruktur WTON. Kemampuan WTON dalam menciptakan nilai dari kegiatan
usaha baru ini dapat dianalisis melalui beberapa perspektif berikut:
Kesimess Vataagen Unit
Page 102 OCR 0.932
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk i. Pemanfaatan Peluang Usaha Infrastruktur Energi Penambahan kegiatan ini memungkinkan WTON masuk ke sektor energi, khususnya dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dibutuhkan oleh sektor industri dan properti. Kegiatan pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik memiliki permintaan yang stabil dan terus tumbuh, seiring dengan peningkatan pembangunan kawasan industri, kawasan ekonomi khusus (KEK), dan proyek-proyek energi terbarukan. Melalui proyek-proyek kelistrikan, WTON dapat menciptakan arus pendapatan baru yang konsisten serta memaksimalkan utilisasi sumber daya teknis yang telah dimiliki. ii. Pengelolaan Sumber Daya yang Efektif Sumber Daya Manusia: WTON telah memiliki tenaga ahli internal dengan sertifikasi K3 dan elektrikal, memungkinkan pengelolaan proyek tanpa harus sepenuhnya mengandalkan pihak ketiga. Ini meningkatkan efisiensi dan kontrol kualitas, Sistem Operasi: Skema kemitraan kerja untuk operator dan optimalisasi SDM intemal untuk posisi pengawas memberikan efisiensi biaya dan Neksibilitas tinggi dalam pelaksanaan proyek. Penggunaan Teknologi: Dukungan teknologi konstruksi dan sistem manajemen proyek digital memungkinkan pelaksanaan pembangunan instalasi listrik yang efisien dan tepat waktu. ili. Pengelolaan Risiko Risiko Teknis dan Operasional: Dikelola dengan pengawasan proyek yang ketat, penggunaan material yang sesuai standar kelistrikan nasional, dan uji kelayakan instalasi yang menyeluruh, Risiko Kepatuhan dan Legalitas: Dipastikan melalui pemenuhan regulasi teknis dari Kementerian ESDM, SNI, serta sertifikasi dari tenaga kerja yang terlibat dalam pemasangan instalasi listrik. Risiko Pasar: Risiko permintaan diminimalkan dengan menjalin kerja sama strategis dengan mitra industri dan BUMN, serta mengikuti tender proyek energi nasional, iv. Inovasi Model Bisnis Model Kontrak Berbasis Kinerja: Peluang pengembangan kontrak berbasis milestone dan hasil kerja memberikan fleksibilitas pembiayaan proyek dan peningkatan profitabilitas. Layanan Terintegrasi: Penawaran layanan yang mencakup pembangunan fisik, instalasi, dan commissioning sistem tenaga listrik memungkinkan pelanggan memperoleh solusi satu pintu (one-stop solution), yang meningkatkan daya tarik dan diferensiasi layanan WTON, Rusiness Vataatyan Unit
Page 103 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk b.b. # Pengumpulan Data Proyek dan Analitik Kinerja: Memberi masukan untuk peningkatan efisiensi proyek, serta penyesuaian strategi pemasaran dan operasional berdasarkan data aktual Dengan melakukan penambahan kegiatan usaha ini, nilai tambah yang diperoleh oleh WTON meliputi: Diversifikasi Pendapatan dari sektor energi dan infrastruktur kelistrikan. Penguatan portofolio proyek jangka menengah dan panjang. Peningkatan utilisasi SDM dan fasilitas produksi, yang sebelumnya hanya difokuskan pada sektor beton pracetak, Peningkatan brand eguity sebagai perusahaan infrastruktur yang terintegrasi dan mampu menangani proyek multibidang, Keunggulan Kompetitif WTON meyakini bahwa keunggulan kompetitif yang dimilikinya akan menjadi faktor penentu dalam keberhasilan ekspansi usaha di bidang pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik. Keunggulan-keunggulan ini memberikan pondasi kuat bagi WTON untuk bersaing secara efektif di pasar ketenagalistrikan nasional. Berikut adalah keunggulan kompetitif utama yang dimiliki oleh WTON: » Reputasi dan Pengalaman sebagai Pemain Kuat di Industri Beton Pracetak WTON merupakan anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang telah lama dikenal sebagai pemimpin di industri beton pracetak. Reputasi ini memberikan kredibilitas tinggi dalam proyek infrastruktur nasional, termasuk proyek ketenagalistrikan. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mendukung integrasi vertikal menuju sektor instalasi listrik. Ketersediaan Infrastruktur Produksi yang Strategis WTON memiliki enam pabrik produk beton yang tersebar di berbagai wilayah strategis di Indonesia. Infrastruktur ini memungkinkan efisiensi logistik dan pengiriman komponen pendukung instalasi kelistrikan, serta mempercepat respons terhadap kebutuhan proyek-proyek skala besar di berbagai daerah. Kapasitas SDM yang Tersertifikasi dan Kompeten WTON memiliki tenaga ahli internal yang tersertifikasi dalum bidang elektrikal dan K3 kelistrikan, seperti Kepala Seksi Produksi dan Ahli Muda Engineering. Kompetensi teknis ini mendukung kemampuan intemal WTON untuk langsung menangani proyek instalasi listrik tanpa ketergantungan berlebih pada tenaga eksternal, Model Operasional yang Efisien dan Adaptif Alih-alih menambah pegawai tetap, WTON mengadopsi skema kemitraan kerja untuk operator teknis, sementara tenaga pengawas diambil dari sumber daya internal. Model ini memungkinkan efisiensi biaya dan fleksibilitas operasional, sambil tetap menjamin kualitas pelaksanaan proyek melalui standar kualifikasi teknis yang ketat. Kesimess Vataagen Unit
Page 104 OCR 0.935
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 67. 5, Sinergi dengan Proyek Pemerintah dan BUMN Sebagai bagian dari grup WIKA, WTON memiliki keunggulan dalam menjalin kerja ketenagalistrikan yang seringkali melibatkan PLN dan kementerian terkait. Sinergi ini membuka peluang pasar yang besar dan berkelanjutan, 6. Kemampuan Produksi Modular dan Adaptif terhadap Iklim Ekstrem Dengan latar belakang kuat dalam manufaktur beton modular, WTON mampu mengadopsi metode instalasi listrik yang cepat dan efisien, terutama dalam kondisi iklim ckstrem atau medan sulit. Ini menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan proyek dengan tenggat waktu ketat atau risiko lingkungan tinggi. 7, Komitmen terhadap Kualitas, K3, dan Regulasi Teknis WTON menerapkan sistem guality control dan K3 yang ketat sesuai standar ISO, SNI, dan regulasi ketenagalistrikan nasional. Komitmen terhadap keselamatan dan kualitas kerja menjadi keunggulan penting dalam membangun kepercayaan klien dan menjaga reputasi perusahaan, 8. Kemampuan Integrasi Rantai Pasokan Material dan Komponen Listrik Dengan membangun kontrak jangka panjang dengan pemasok lokal dan mematuhi kebijakan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), WTON memastikan ketersediaan material dengan harga bersaing serta mendukung program pemerintah untuk industri nasional. 9. Dukungan Keuangan dan Struktur Grup Usaha yang Kuat Sebagai bagian dari WIKA Group, WTON memiliki dukungan finansial dan struktur perusahaan yang solid, yang memungkinkannya mengakses skema pembiayaan proyek berbasis milestone dan kerja sama dengan lembaga pembiayaan. Hal ini meningkatkan kemampuan WTON dalam mengelola proyek-proyek instalasi listrik berskala besar, Analisis Industri Industri pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik yang akan dimasuki oleh PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) memiliki prospek yang sangat menjanjikan, baik dari aspek teknis maupun ekonomis. Secara teknis, keberhasilan usaha ini sangat bergantung pada tersedianya tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi di bidang kelistrikan, kepatuhan terhadap standar keselamatan dan regulasi dari Kementerian ESDM dan PLN, serta kemampuan rekayasa teknis dan manajemen proyek yang telah menjadi keunggulan WTON dalam sektor konstruksi nasional. Penggunaan teknologi modem seperti Building Information Modeling (BIM) dan Internet of Things (oT) juga akan meningkatkan efisiensi dan kualitas instalasi tenaga listrik yang dibangun. Dari sisi ckonomi, peluang pasar sangat besar seiring dengan meningkatnya permintaan instalasi kelistrikan dari sektor industri, properti, kawasan ekonomi khusus, dan proyek energi baru terbarukan (EBT). Pemerintah Indonesia yang sedang gencar memperluas elektrifikasi dan mendorong pemanfaatan energi hijau turut menciptakan potensi proyek bernilai tinggi yang bisa digarap oleh WTON. Selain itu, posisi strategis WTON sebagai anak
Page 105 OCR 0.937
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk usaha BUMN membuka peluang kemitraan jangka panjang dalam proyek infrastruktur kelistrikan nasional. Meski demikian, tingkat persaingan di industri ini cukup tinggi, yang menuntut WTON untuk terus meningkatkan kapabilitas teknis, memperluas portofolio layanan menjadi solusi end- to-end dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang terus berkembang. Dengan strategi yang tepat, penambahan kegiatan usaha ini tidak hanya memperluas lini bisnis WTON, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi konstruksi dan kelistrikan yang terintegrasi di Indonesia, 6.8. Analisis Risiko Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh WTON di bidang Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik tidak terlepas dari risiko usaha yang disebabkan oleh berbagai faktor yang akhirnya dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan kesehatan bisnis. Risiko-risiko tersebut antara lain: @ Risiko Ketidaksesuaian Regulasi: Kegiatan pembangunan dan pemasangan instalasi listrik harus mematuhi regulasi teknis dan keselamatan yang ketat dari Kementerian ESDM, PUPR, dan lembaga standar nasional seperti SNI. Ketidaksesuaian dapat menyebabkan proyek dihentikan atau dikenai sanksi. Kegiatan operasi industri beton pracetak melibatkan penggunaan air, pembuangan limbah dan pembuangan emisi lain yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Meskipun sampai pada saat ini belum terdapat peraturan khusus untuk kegiatan usaha Perseroan, tidak menutup kemungkinan di kemudian hari akan terdapat kebijakan dan peraturan baru dari Permerintah atau pihak berwenang lainnya dalam mengatur kegiatan Perseroan karena kegiatan usaha Perseroan dapat dihentikan apabila terdapat bukti kegagalan Perseroan dalam memenuhi peraturan dan kinerja keuangan Perseroan karena terdapat biaya yang cukup besar untuk memperoleh kegiatan usaha. @ Risiko Perizinan dan Legalitas: Proses perizinan usaha instalasi tenaga listrik melibatkan prosedur yang kompleks dan waktu yang panjang. Keterlambatan atau kegagalan memperoleh izin dapat menghambat pelaksanaan proyek dan menimbulkan kerugian investasi awal. @ Risiko Kekurangan Tenaga Ahli: Pekerjaan kelistrikan memerlukan teknisi bersertifikat dan berpengalaman. Ketersediaan SDM dengan kompetensi kelistrikan (khususnya untuk tegangan menengah dan tinggi) menjadi tantangan tersendiri. € Risiko Kegagalan Teknis: Kesalahan desain, pemasangan, atau pemilihan komponen dapat menyebabkan gangguan operasional atau kecelakaan serius, yang berdampak hukum dan reputasi terhadap perusahaan, # Risiko Keamanan dan Keselamatan Kerja: Proyek kelistrikan berisiko tinggi terhadap kecelakaan kerja dan kerusakan peralatan. Kegagalan menerapkan sistem K3 secara menyeluruh akan meningkatkan potensi kerugian dan tuntutan hukum.
Page 106 OCR 0.935
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 69. Risiko Finansial: Investasi awal untuk pengadaan peralatan, pelatihan SDM, dan pengembangan sistem kerja kelistrikan cukup besar. Jika proyek gagal atau pasar tidak berkembang sesuai harapan, risiko kerugian modal meningkat. Risiko Reputasi: Keterlibatan dalam proyek kelistrikan yang bermasalah, seperti kegagalan pasokan, pemadaman akibat instalasi rusak, atau pelanggaran aturan keselamatan, dapat merusak citra WTON sebagai perusahaan konstruksi nasional. Risiko Persaingan Usaha: Industri kelistrikan telah dihuni oleh pemain lama dengan pengalaman dan sertifikasi lengkap, WTON sebagai pendatang baru harus bersaing dalam harga, kualitas, dan kecepatan tanpa pengalaman panjang di bidang tersebut. Risiko Rantai Pasok: Keterlambatan pengadaan komponen listrik (misal: trafo, kabel khusus, peralatan proteksi) dapat menghambat proyek secara keseluruhan, terlebih jika terjadi gangguan global (seperti krisis logistik atau geopolitik). Risiko Keterganmungan pada Proyek Pemerintah: Sebagian besar proyek listrik skala besar bergantung pada belanja pemerintah (melalui PLN), Ketergantungan tinggi pada pemangkasan atau penundaan proyek. Risiko Iklim Ekstrem dan Musiman: Aktivitas konstruksi dan instalasi tenaga listrik sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca, Curah hujan tinggi, banjir, badai, dan musim penghujan berkepanjangan dapat menghambat jadwal kerja, meningkatkan biaya proyek, serta menurunkan produktivitas di lapangan, Risiko Bencana Alam: Indonesia merupakan wilayah rawan bencana alam seperti gempa bumi, tanah longsor, letusan gunung berapi, dan tsunami. Instalasi listrik yang dibangun di wilayah berisiko tinggi dapat rusak atau hancur akibat bencana ini, menimbulkan kerugian aset, gangguan layanan, dan tanggung jawab pemulihan, Selain itu, konstruksi di wilayah rawan bencana memerlukan biaya tambahan untuk desain tahan bencana. Risiko Perubahan Iklim Jangka Panjang: Perubahan iklim dapat berdampak pada kestabilan pasokan listrik, terutama untuk proyek-proyek yang terhubung ke sumber energi terbarukan (misalnya: tenaga surya dan angin). Fluktuasi suhu dan cuaca ekstrem jangka panjang juga bisa mempercepat kerusakan fisik pada infrastruktur listrik yang dibangun, Analisis SWOT Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi dianalisis supaya dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing. Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity and Ihreat), Strategi penambahan kegiatan usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik dilakukan dengan membuat SWOT matriks. SWOT matriks ini dibangun berdasarkan faktor-faktor strategi, baik intemal (kekuatan dan 89 nian Untag
Page 107 OCR 0.794
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk kelemahan) maupun ekstemal (peluang dan ancaman). Berdasarkan matriks posisi analisis SWOT yang ada maka dapat disusun 4 (empat) strategi utama, yaitu Strengths — Opportunities (S — O), Weakness — Opportunity (W — O), Stregth — Threat (S — T), dan Weaknes — Threat (W — T). » Peningkatan proyek EBT (Energi Baru Terbarukan) dan elektrifikasi nasional listrik dan risiko pasokan & Ketergantungan pada proyek jangka panjang dengan pembayaran yang cenderung ternandda Figur 43. Analisis SWOT € Reputasi dan pengalaman & Butuh investasi modal dar SDM bersertifikasi kelistrikan € Potensi konflik fokus amtara bisnis inti beton pracetak dan 'jasaha baru & Risiko adaptasi terhadap repulasi teknas ketat di sektor tenaga listrik » Melakukan perekrutan abli listrik bersertifikasi dam bangun tim kelistrikan antemal & Mitra strategis dengan perusahaan spesialis untuk alih teknologi dan percepatan learning curve, Rusiness Vataatyan Unit
Page 108 OCR 0.934
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 6.10. Kesimpulan Sebagai bagian dari penyelarasan arah strategis WIKA Group, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menambahkan kegiatan usaha baru berdasarkan KBLI 43211 — Instalasi Listrik, pemasangan, dan pemeliharaan instalasi listrik untuk pembangkit, jaringan transmisi dan distribusi, serta sistem kelistrikan di berbagai infrastruktur seperti jalan, kereta api, dan lapangan udara. Penambahan ini dimaksudkan untuk memperkuat daya saing perusahaan dalam mengikuti tender proyek kelistrikan, terutama melalui kepemilikan izin usaha jasa penunjang tenaga listrik (SIUJPTL). Kegiatan usaha baru ini dinilai dapat menciptakan nilai tambah bagi WTON, baik secara operasional, keuangan, maupun reputasi, Dari sisi operasional, WTON memiliki peluang besar untuk terlibat dalam proyek-proyek strategis di sektor energi dan kelistrikan, termasuk energi baru dan terbarukan (EBT), kawasan industri, serta kawasan ekonomi khusus. Secara internal, WTON juga memiliki SDM bersertifikasi di bidang K3 dan elektrikal, serta sistem operasi yang efisien melalui penggunaan teknologi dan pola kemitraan kerja. Dari sisi manajemen risiko, WTON telah mengantisipasi potensi risiko teknis, legal, dan pasar melalui pemenuhan standar nasional, sertifikasi teknis, serta kerja sama dengan mitra strategis. Inovasi layanan berbasis EPC (Engineering, Procurement, Construction) dan model bisnis kontrak berbasis kinerja juga menjadi kunci untuk memberikan solusi terintegrasi bagi pelanggan. Keunggulan kompetitif WTON dalam mendukung kegiatan baru ini mencakup reputasi kuat di industri konstruksi nasional, jaringan logistik melalui enam pabrik beton strategis, tenaga kerja tersertifikasi, serta sinergi dengan proyek-proyek BUMN dan pemerintah, Kemampuan produksi modular dan kepatuhan terhadap standar seperti ISO dan SNI juga memperkuat posisi WTON dalam bersaing di sektor kelistrikan, Selain itu, efisiensi rantai pasok dan dukungan dari induk usaha WIKA Group memberikan kestabilan finansial yang mendukung ekspansi usaha. Dari sisi industri, sektor instalasi listrik menunjukkan prospek yang cerah seiring meningkatnya proyek elektrifikasi nasional dan pengembangan EBT. Pemanfaatan teknologi seperti BIM dan IoT juga mendorong efisiensi dan integrasi layanan. Namun demikian, tantangan tetap ada, seperti persaingan ketat, tuntutan inovasi, serta regulasi yang kompleks dan ketat. WTON juga telah mengidentifikasi risiko-risiko usaha, baik dari aspek operasional, regulasi, persaingan, keuangan, hingga faktor eksternal seperti bencana alam dan kondisi sosial, Untuk menghadapi ini, perusahaan mengembangkan strategi mitigasi risiko serta adaptasi teknologi dan SDM yang berkelanjutan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa WTON memiliki kekuatan dalam reputasi, jaringan proyek, dan dukungan induk usaha. Peluang besar di sektor EBT dan infrastruktur kelistrikan dapat dimanfaatkan melalui strategi SO dan WO, sementara tantangan eksternal ditangani melalui pendekatan ST dan WT, termasuk penguatan manajemen risiko dan pengembangan SDM yang kompeten, Revimess Vatastyen Umi “ Jakarta
Page 109 OCR 0.912
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen WTON dilihat dari segmen usaha, kemampuan untuk mencipatan nilai serta keunggulan kompetitif dan melihat analisis industri, risiko dan analisis SWOT dalam rencana penambahan kegiatan usaha, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pola bisnis Layak. 92 Rurimess ena
Page 110 OCR 0.952
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 1. 1. ASPEK MODEL MANAJEMEN Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen Sistem organisasi dan manajemen yang efektif sangat penting untuk mendukung terciptanya perusahaan yang teratur dalam pengendalian internal, sehingga dapat membangun perusahaan yang solid dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Struktur organisasi dan manajemen yang baik berkaitan erat dengan koordinasi kerja yang terorganisir dan terarah. Setiap organisasi memerlukan pembagian tugas yang jelas, disesuaikan dengan bagan organisasi, delegasi wewenang yang tegas, serta koordinasi yang terintegrasi. Penempatan tenaga kerja yang tepat sesuai dengan pengalaman, keahlian, dan keterampilan mereka menjadi faktor kunci dalam implementasi kebijakan perusahaan. Hal ini akan mempermudah proses delegasi tugas antara unit yang ada, yang pada gilirannya akan memperlancar kinerja perusahaan. Oleh karena itu, WTON menyadari pentingnya memiliki struktur organisasi dan sistem manajemen yang efektif dan adaptif dalam menjawab tantangan bisnis yang dinamis. Struktur organisasi yang jelas, terukur, dan selaras dengan strategi bisnis menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Perseroan. WTON meyakini bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada produk dan layanan yang dihasilkan, tetapi juga pada bagaimana fungsi- fungsi manajerial dijalankan secara terintegrasi, efisien, dan akuntabel. Dengan struktur organisasi yang tepat, alur pengambilan keputusan dapat berjalan lebih cepat, koordinasi antarunit menjadi lebih harmonis, serta pengawasan dan evaluasi kinerja dapat dilakukan secara menyeluruh. Menyadari pentingnya hal tersebut, Perseroan secara konsisten melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap struktur organisasi dan kebijakan manajemen agar tetap relevan dan responsif terhadap perkembangan industri. Berikut merupakan struktur organisasi WTON per 3! Desember 2024. Figur 44. Struktur Organisasi WTON Sumber: Annual Report WTON, 2024 Business Valuation Uni! 93 Jakarta
Page 111 OCR 0.936
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 1.2. 13. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Seiring dengan rencana penambahan kegiatan usaha dalam sektor instalasi listrik dan optimalisasi produksi tiang beton, WTON melakukan penyesuaian organisasi untuk menjawab kebutuhan operasional yang semakin kompleks di & lokasi pabrik. Dalam pelaksanaannya, WTON memerlukan 24 orang pengawas (4 orang untuk 2 jalur produksi di setiap pabrik) dan 318 orang operator (S3 orang per lokasi pabrik untuk 2 jalur produksi). Dari jumlah tersebut, WTON akan memanfaatkan tenaga pengawas dari sumber daya internal yang telah ada, sedangkan kebutuhan operator akan dipenuhi melalui skema kemutraan kerja sesuai standar kualifikasi teknis yang telah ditetapkan. WTON telah memiliki kapasitas manajerial yang mumpuni untuk mendukung ekspansi usaha ini. Hal ini tercermin dari ketersediaan tenaga ahli internal yang telah berpengalaman dan tersertifikasi di bidang elektrikal konstruksi dan keselamatan kerja (K3) listrik. Beberapa di antaranya termasuk Safriadi (Kepala Seksi Produksi), Irwan Setiawan (Ahli Madya Pengendalian), dan Heru Permana (Ahli Muda Engineering-Peralatan), yang telah lama menangani aspek teknis dan produksi di bidang beton pracetak. Selain itu, dukungan penuh dari jajaran profesional di bidang K3 listrik seperti Mohamad Suliswanto (Kepala Seksi Peralatan), Angga Putra Pratama dan Muhammad Faris Sirojul Munir (Asisten Kepala Seksi Peralatan), memastikan bahwa proses produksi dapat berjalan dengan aman dan sesuai regulasi ketenagalistrikan yang berlaku, WTON tidak melakukan penambahan pegawai tetap dalam waktu dekat, melainkan mengoptimalkan tenaga ahli internal yang telah terlatih serta membangun kemitraan dengan pihak ketiga untuk memenuhi kebutuhan operator teknis. Strategi ini diyakini efektif dalam menjaga efisiensi operasional tanpa mengurangi kualitas dan ketepatan dalam pelaksanaan penambahan kegiatan usaha, Manajemen WTON meyakini bahwa struktur organisasi yang ada, didukung oleh kapasitas teknis dan pengalaman SDM internal, telah cukup siap dan mampu menjalankan rencana Manajemen Kekayaan Intelektual Menurut Undang — Undang yang telah disahkan oleh DPR — RI pada tanggal 21 Maret 1997, Hak Atas Kekayaan Intelektual adalah hak-hak secara umum yang berhubungan dengan permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial (commercial reputation) dan tidakan/jasa dalam bidang komerisal (goodwil). Sampai dengan laporan ini diterbitkan tidak terdapat informasi terkait Hak Kekayaan Intelektual yang akan didaftarkan oleh WTON atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini.
Page 112 OCR 0.912
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 74. Manajemen Risiko Seperti halnya dengan ekspansi usaha yang dilakukan oleh berbagai perusahaan, penambahan kegiatan usaha WTON dalam bidang pembangunan dan instalasi pemasangan tenaga listrik juga menghadapi berbagai risiko, Risiko tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor Eksternal maupun internal. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi dampak risiko tersebut. WTON telah melakukan identifikasi dan analisis terhadap potensi risiko yang mungkin muncul beserta dampaknya. Berikut adalah risiko yang telah diidentifikasi berdasarkan analisis risiko yang telah dijelaskan dalam aspek pola bisnis beserta strategi mitigasi yang diterapkan, yaitu sebagai berikut: Risiko Kekurangan Tenaga Ahli Risiko Perizinan dan Regulasi Ketergantungan pada PLN atau Proyek Pemerintah Risiko Persaingan Pasar Risiko Finansial dan Modal Kerja Risiko Reputasi Perusahaan Risiko Pasokan Material dan Komponen Listrik Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja asuransi tenaga kerja 10. Risiko Kualitas dan Kegagalan Teknis Uji coba sistem, sertifikasi ISO dan SNI, pengawasan ketat selama " Risiko Gangguan Proyek karena iklim ekstrim peraga nga Penjadwalan proyek fleksibel, bufter waktu, teknologi modular untuk instalasi cepat Risiko Bencana Alam (Gempa, Longsor, Tsunami, Gunung Api) Studi geoteknik dan risiko alam awal, desain tahan bencana, asuransi proyek Risiko Perubahan Iklim Evaluasi teknologi ramah iklim, “adaptasi desain 95 Rusiness Vataatyan Unit
Page 113 OCR 0.945
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 1.5. Tb. Kemampuan Pesaing dalam Meniru Produk Kemampuan pesaing untuk meniru produk pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik, khususnya dalam bentuk penjualan tiang listrik beton, secara prinsip memang dimungkinkan. Namun, terdapat sejumlah hambatan yang menjadikan proses imitasi ini tidak mudah dilakukan secara menyeluruh. Meskipun desain dan spesifikasi dasar tiang listrik beton umumnya bersifat standar dan terbuka, proses produksi yang memenuhi ketentuan teknis dan regulasi, seperti standar SNI atau persyaratan PLN, memerlukan fasilitas produksi yang memadai, investasi modal yang besar, serta sistem pengendalian mutu yang ketat. Selain itu, produk tersebut harus melalui serangkaian proses sertifikasi dan pengujian yang tidak hanya membutuhkan waktu, tetapi juga sumber daya teknis dan administratif yang mumpuni. Lebih lanjut, WTON memiliki keunggulan dalam hal pengalaman, reputasi, serta kapasitas produksi dan distribusi. WTON telah membangun hubungan jangka panjang dengan klien strategis seperti PLN dan perusahaan kontraktor EPC, yang tidak dapat dengan mudah direplikasi oleh pesaing baru. Jaringan pabrik WTON yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia juga memberikan keunggulan logistik yang substansial, mengingat karakteristik produk tiang listrik beton yang berat dan tidak efisien untuk dikirim dalam jarak jauh tanpa fasilitas distribusi yang terintegrasi. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, dapat disimpulkan bahwa meskipun produk tiang listrik beton pada dasarnya dapat ditiru, kemampuan pesaing untuk melakukannya secara efektif dan kompetitif menghadapi hambatan yang cukup besar. Oleh karena itu, keunggulan yang dimiliki oleh WTON dalam aspek teknis, operasional, dan relasi bisnis menjadi faktor kunci yang perlu terus dipertahankan guna menjaga posisi dominan perusahaan di pasar infrastruktur kelistrikan nasional. Sumber Daya Manusia Salah satu faktor kunci yang sangat menentukan keberhasilan dalam pengelolaan perusahaan adalah peran penting yang dimainkan oleh sumber daya manusia yang menangani berbagai aspck operasional. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya manajemen yang profesional dan terampil dalam setiap fungsi operasional perusahaan, agar semua kegiatan dapat berjalan secara efisien dan efektif. Manajemen yang baik akan memastikan koordinasi yang optimal antara berbagai divisi dan departemen, serta mampu mengelola sumber daya dengan baik untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat meminimalkan kesalahan, meningkatkan produktivitas, dan menghadapi tantangan dengan lebih baik. Untuk mendukung hal tersebut, struktur organisasi perusahaan disusun dalam bentuk struktur organisasi fungsional, yang memungkinkan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas di setiap fungsi operasional. Struktur ini juga memudahkan pengawasan dan pengendalian, serta menciptakan jalur komunikasi yang lebih terarah dan efisien. Berdasarkan informasi manajemen WTON, WTON tidak melakukan recruitment atau tambahan tenaga kerja pada rencana kegiatan penambahan usaha ini, melainkan WTON akan memanfaatkan tenaga pengawas dari sumber daya internal yang telah ada, sedangkan kebutuhan operator akan dipenuhi melalui skema kemitraan kerja sesuai standar kualifikasi teknis yang telah ditetapkan, Kesimess Vataagen Unit
Page 114 OCR 0.861
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 46. Komposisi Jumlah Karyawan WTON Sebelum dan Sesudah Penambahan Kegiatan Usaha Tenaga kerja sebelum Rencana tambahan tenaga Tenaga kerja setelah penambahan kegiatan usaha kerja penambahan kegiatan usaha (oran (orang) (orang) Sumber: Manajemen WTON 7.7. Komposisi Karyawan WTON Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Annual Report WTON tahun 2024, jumlah karyawan yang tercatat sebanyak 1.026 orang. Berikut adalah rincian distribusi karyawan berdasarkan jenjang jabatan, tingkat pendidikan, usia, dan lokasi penempatan: Sumber: Annual Report WTON, 2024 Figur 48. Jumlah wan Berdasarkan Tingkatan Pendidikan Tingkat Pendidikan Laki-laki Doktor (S3) - 4 | Magister (S2) “ & Sarjana (SI) 347 46 Diploma (D3 D4) 57 9 SMA S1 2 SSMA 7 - Sumber: Annual Repo WTON, 2024 Figur 49. Jumlah wan Berdasarkan Level Organisasi Manajer Bidang Ahli Utama ? / 33 4 Abli Madya | Koordinator / Supervisor / Kepala 1s2 M seksi / Ahli Madya 2 / Ahli Muda Asisten Kepala Seksi A8 4 Staff 6s 3 Masa 10 0 Sumber: Anmual Report WTON, 2024 Business Vataspen Unit 97 Jakarta
Page 115 OCR 0.886
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 78, Non Teknik 152 39 aa S0. Jumlah nge Berdasarkan tam Teknik S1 14 Sumber: Annual Report WTON, 2024 Figur S1. Jumlah wan Berdasarkan Kel Usia 2:58 tahan 4 D S1 — $$ tahun 146 s 46 — S0 tahum tas 2 41 — 48 tahum 180 s 36 0 tahum 248 " 31 — 35 tahum 218 30 28 0 tahun 65 9 25 tahun - - Sumber: Annual Report WTON, 2024 Kesimpulan Dengan mempertimbangkan aspek model manajemen yang diterapkan, berdasarkan kajian dan data yang tersedia, penambahan kegiatan usaha di bidang pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik oleh WTON dinilai layak secara aspek manajerial dan organisasi. Struktur organisasi yang telah terbangun secara fungsional memungkinkan pembagian tugas yang jelas dan sistem pengawasan yang efisien, sehingga menciptakan koordinasi kerja yang terarah dalam menjalankan operasional yang kompleks, terutama di enam lokasi pabrik yang tersebar. WTON tidak melakukan penambahan tenaga kerja tetap dalam waktu dekat, melainkan mengoptimalkan sumber daya internal khususnya tenaga pengawas yang telah berpengalaman dan tersertifikasi di bidang elektrikal dan keselamatan kerja (K3) listrik. Hal ini menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan tenaga kerja tanpa mengorbankan kualitas pelaksanaan proyek. Sementara itu, kebutuhan operator akan dipenuhi melalui skema kemitraan kerja, dengan tetap menjaga standar teknis dan kualifikasi yang tinggi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa manajemen telah mengantisipasi kebutuhan kapasitas produksi dan teknis secara realistis dan adaptif. Manajemen WTON juga didukung oleh tim ahli yang kompeten, seperti Kepala Seksi Produksi, Ahli Madya Pengendalian, hingga tenaga profesional di bidang K3 listrik, yang menjamin kualitas dan keamanan dalam pelaksanaan instalasi, Risiko-risiko yang muncul dari ekspansi ini, baik dari sisi operasional, perizinan, pasar, finansial, maupun reputasi, telah diidentifikasi secara menyeluruh oleh manajemen, Berbagai strategi mitigasi telah disusun, termasuk sistem pengendalian mutu dan keselamatan kerja, konsultasi regulasi ketat, serta manajemen komunikasi publik. Penyesuaian juga dilakukan untuk mengantisipasi risiko akibat perubahan iklim dan bencana alam, yang memperkuat kesiapan manajerial dalam Revimess Vatastyen Umi BLJ Jakarta
Page 116 OCR 0.910
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Berdasarkan hal-hal tersebut, model manajemen yang dimiliki WTON dinilai mampu mengakomodasi ekspansi usaha ini secara efisien, aman, dan berkelanjutan. Dengan struktur organisasi yang solid, tenaga ahli internal yang kompeten, dan strategi mitigasi risiko yang telah dirumuskan, rencana penambahan kegiatan usaha ini dinilai layak dari aspek model manajemen, Ruwmess Vataatyen Umi
Page 117 OCR 0.832
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 8. ANALISIS ASPEK KEUANGAN Bl. Rencana WTON Sebagai bentuk penyelarasan fokus bidang usaha utama (core business) di WIKA Group termasuk anak perusahaan. WTON melakukan penghapusan Kegiatan Usaha Instalasi Listrik Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dengan kode KBLI 43211 dalam RUPST Tahun Buku 2022 tanggal 09 Mci 2023 sebagaimana termuat dalam Akta Anggaran No, 09 tanggal 08 Juni 2023, Pelaksanaan kegiatan usaha WTON berupa penjualan tiang listrik beton termasuk beberapa tender pengadaannya dipersyaratkan untuk memiliki Surat izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (“SIUJPTL”), yang dapat diproses apabila TON memiliki KBLI kode 43211. Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan adanya penambahan KBLI kode 43211 yang mencakup kegiatan pembangunan, pemasangan, pemeliharaan, pembangunan kembali instalasi listrik pada pembangkit, transmisi, gardu induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu daya, dan instalasi listrik pada bangunan gedung baik untuk hunian maupun non hunian, seperti pemasangan jaringan listrik tegangan rendah. Termasuk kegiatan pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api, dan lapangan udara, ke dalam pasal Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan. 8.2. Rencana Biaya Investasi Berkaitan dengan penambahan kegiatan usaha, WTON secara garis besar rencana Anggaran Biaya Penambahan Kegiatan Usaha yang dibutuhkan oleh WTON dapat disajikan sebagai ES 52. F3 Investasi Bangunan TT Bangunan Pabrik 5 Asordooooo| 29408 000 2 | Ruang Workshop 6 624.339.960 3.726.039.760 Prasarana - Lo | Pondasi dan Dudukan Mesim'Alat 6 1.117.944.056 6.707.664.336 2 | Bak Uap & 247.381.677 1484290062 3 | Bak Lumbah 6 836.937.608 5.021.625.648 4 | Ruang & Instalasi Genset 6 336911554 2021529324 S | Jembatan Tumbang 6 162.645.519 975.873.114 Peralatan - L | Peratalatan Produksi 6 7.638.400.000 45.830 400.010 2 | Peralatan Penunjang Produksi G 448.400.000 3.690 400.000 3 | ena aan an engan 6 367.117.904 2.202.707.424 Lengujan 4 | Cetakan 540 72.662.830 39.237.928. 00 Total Investasi 139.326.R87.868 Sumber: Manajemen WTON Revimess Vatastyen Umat Lu) Jakarta
Page 118 OCR 0.749
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Total biaya investasi untuk penggadaan aset sebesar Rp139.326.857.868,- (Seratus Tiga Puluh Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah) di 6 (enam) lokasi pabrik yang bersumber dari kas dan setara kas Perseroan. Keseluruhan pembuatan jalur produksi dan penggadaan prasarana serta peralatan merupakan peralatan yang sudah dimiliki oleh WTON. 8.3. Sumber Pembiayaan Dalam rangka merealisasikan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan melakukan pengadaan aset senilai Rp139.326.857.868 yang tersebar di cnam lokasi pabrik. Rencana ini akan dijalankan dengan memanfaatkan aset tersebut, di mana seluruh pembangunan jalur produksi, pengadaan prasarana, serta peralatan akan menggunakan fasilitas dan sumber daya Penambahan Kegiatan Usaha dimaksud sepenuhnya bersumber dari kas dan setara kas Perseroan. 8.4, Asumsi — asumsi Proyeksi Keuangan Asumsi — asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan sebelum dan setelah penambahan kegiatan usaha adalah upaya pengembangan bisnis WTON. Proyeksi disusun selama 6 tahun dengan asumsi sebagai berikut: Figur $3. Asumsi Tanpe Penambahan Kegiatan Usaha Proyeksi Inflasi 3 ye In Ina 3ga 38 3g te ana aso237i | se1a9ox | 201043 | 001273 | 2328.257 | 0501721 Penagihan tahunlalu | 600000 | Tangan | 1122502 1 1253789 | 1418258 | 1365631 Pertumbuhan Pendapatan Sebelum |” 2356| aan) angee| a2ase| oo t0aw| 3006 Transaksi Hpp sal os ooget sal msl — aan Perurabuhan Biaya | 1136| .i.sx| ses) sawl saw) 30x Beban Penyisihan Piutang (28Piutang ug3ne| team) Gee) sem) tas) sio Usaha) Perputaran Piutang Pernpn 69 38 38 39 30 2 Hutang Usaha Tis 8 7 7 & Gi Asumsi Incremental Penambahan Sasaran TI Dsn Seaso| anasl Soan| mens) 12333 Sasaran LKB Tos38| wnas2 | 9osaal oama| 9rac2| 101360 Revimess Vatastyen Umat 101 Tekorta
Page 119 OCR 0.729
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Produktivitas 485N0 | 65,330 12962 | 8254| 9Lli9a | 938196 Ingfisensi (17203) | (12798)| (11456) | (10.128) (9174) SM) Tambahan Inefisiensi Jika (957) 1657) (547) (d4) (380) G3) Tidak Terpenuhi Sumber: Manajemen WTON , 38 39a 4862917 | 8.916.667 | 6.583.333 | 7.416.667 | 8.166.667 | 8.411.667 berjalan Penagihan tahun lalu | 600.000 | 1.081.648 | 1.153.333 | 1.316.667 | 1.483.333 | 1.633.333 Pertumbuhan Pendapatan Sebelum 234 AAA 1,736 Bls 1d 3,904 Transaksi HPP 89. Pro 90,0 59.980 Wo R9, 990 89 8Yo Usaha y 11316 A36 558 $,5yo SA 3,9 Beban Penyisihan Piutang (“6Piutang 10214 56205 2,750 3,344 32214 33216 Usaha) Perputaran Piutang Usaha 123 kAI 87 14 70 68 Peni ani 199 uas 132 t7 109 98 Asumsi Incremental Hasitbakan 29SNAL | 364510 377268! 300473 | 406092) 422338 Sasaran TI 70.834 87.482 90.534 93.714 97462 | 101.360 Sasaran LKB Produktivitas S1 A56 | 685600| 766206| 863275) 95,088 IIA Incfisensi (16.246) | (12139) | (10.909) (9.684) 18.794) (8.538) Sumber: Manajemen WTON Dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini akan mengakibatkan perubahan terhadap keuangan WTON. Jangka waktu proyeksi keuangan sampai dengan tahun 2030 atau masa waktu proyeksi eksplisit selama 6 tahun dengan pertimbangan bahwa manajemen WTON telah menyusun rencana bisnis selama 6 tahun kedepan dengan asumsi bahwa tahun tersebut perusahaan dalam kondisi stable growth sehingga untuk mencerminkan going concern bisnis WTON diterapkan terminal value dengan menggunakan metode kapitalisasi pendapatan/gordaon model. Berkaitan dengan analisis ketercapaian proyeksi keuangan, Penilai telah melakukan diskusi dengan manajemen WTON bahwa proyeksi yang digunakan telah wajar dan tidak dilakukan penyesuaian oleh Penilai, Resimen Watson Umat 102 Tekorta
Page 120 OCR 0.822
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 85. Proyeksi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha 8.5.1. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan WTON adalah sebagai berikut: . 1.065.835 | 7.331,589 | 7.376. Liabilitas 3.322.892 | 2.985.718 | 3.026.124 | 2.942.470 | 2.953.439 | 2.734.901 Ekuitas 3.708.544 | 3.774.855 | 3.924.198 | 4.123.365 | 4.378.150 | 4.641.235 Sumber: Manajemen WTON (diolah) Figur 56, Proyeksi Posisi Keuangan WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Proyeksi Postii Kenangan WTON Tampa Penambahan Kegiatan Usaha 1000100 1000000 #0000 S.0000 1000000 1000000 1000000 1000000 P3 ny wp - »x m0 @Aat 10014356 6. WsM GASDII) 7045435 yan 31 17014 OLatalan hana La 1905 71e 3000124 1 9aya Leypayp 170 Na 1704344 1 74133 Lea «rnyas Ayn100 4 tar yna @Aset @Lidktan « Eksetan Sumber: Manajemen WTON (diolah) Selama periode 2025 hingga 2030, total aset WTON mengalami pertumbuhan yang terbatas. Pada 2025, total aset tercatat sebesar Rp7.031.436 juta dan meningkat menjadi Rp7.376.136 juta pada 2030. Kenaikan sebesar sekitar 4,995 dalam cnam tahun ini mengindikasikan pertumbuhan yang konservatif, mencerminkan strategi bisnis yang lebih difokuskan pada stabilitas daripada ekspansi, Aset lancar sedikit meningkat dari Rp3.796.920 juta pada 2025 menjadi Rp4.567.651 juta pada 2030. Kenaikan ini sebagian besar ditopang oleh pertumbuhan kas dan setara kas yang naik hampir 1496 dari Rp608.98Ijuta menjadi Rp693.36Sjuta, yang menunjukkan perbaikan arus kas dan efisiensi pengeluaran. Selain itu, pendapatan yang akan diterima meningkat signifikan dari Rp740.844 juta pada 2025 menjadi Rp 1611944 juta di tahun 2030, mencerminkan peningkatan aktivitas proyek atau akumulasi piutang jangka pendek. Sebaliknya, beberapa pos lain seperti piutang usaha dan persediaan relatif stagnan atau bahkan sedikit menurun setelah sempat naik di awal periode,
Page 121 OCR 0.865
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk Di sisi lain, aset tidak lancar mengalami penurunan bertahap dari Rp3.234.515 juta pada 2025 menjadi Rp2.808.485 juta pada 2030. Hal ini mencerminkan tidak adanya belanja modal signifikan atau investasi jangka panjang baru, Aset tetap mengalami penurunan dari Rp2.997.502 juta menjadi Rp2.589.851 juta, yang menandakan depresiasi aset atau tidak adanya ekspansi fasilitas produksi baru, Total liabilitas WTON menunjukkan tren menurun dari Rp3.322.892 juta di tahun 2025 menjadi Rp2.734901 juta pada 2030. Ini mengindikasikan kebijakan pelunasan kewajiban yang aktif serta pengurangan ketergantungan pada utang sebagai sumber pembiayaan. Komponen utama liabilitas jangka pendek seperti utang usaha sempat naik pada 2026 dan 2027 namun kemudian menurun menjadi Rp1.462.267 juta pada 2030. Biaya yang masih harus dibayar juga menurun drastis dari Rp553.990 juta (2025) menjadi Rp 173.991 juta (2030), menandakan cfisiensi dalam manajemen kewajiban operasional, Sememara itu, liabilitas jangka panjang menurun signifikan dari Rp 288.428 juta pada 2025 menjadi Rp88,668 juta pada 2030. Ini sebagian besar disebabkan oleh pelunasan pinjaman jangka panjang yang hanya tersisa Rp6.089 juta sejak 2026 hingga akhir periode. Namun, kewajiban imbalan pascakerja menunjukkan tren naik yang wajar dari Rp 49.293 juta (2025) menjadi Rp 79.511 juta (2030), mengikuti akumulasi beban imbalan kerja, Total ekuitas WTON menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan positif, naik dari Rp3.708.544 juta pada 2025 menjadi Rp 4.641.235 juta pada 2030, atau tumbuh sekitar 28Y4 dalam enam tahun, Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan saldo laba belum ditentukan penggunaannya, yang naik dari Rp1.396,392 juta menjadi Rp 2,317,598 juta, Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba secara konsisten dan menahan sebagian besar laba untuk memperkuat struktur permodalan internal. Komponen ekuitas lainnya seperti tambahan modal disetor dan agio saham tidak mengalami perubahan, menandakan tidak adanya aksi korporasi terkait penerbitan saham baru. 8.5.1, Proyeksi Laba — Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Berikut ini disajikan proyeksi Laba - Rugi WTON adalah sebagai berikut: Pendapatan Usaha 5.009.859 ksi Laba — Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupi: f Pro F ks 7.522.732 | 8.509.527 | 9.393.908 | 9.671.665 6735490 Pada Pokok 4.546.170 | a1imani | os1s.se0 | 77091775 | sa07x70 | 8.721.650 Laba Kotor Teimas| sioaso| seonte| ero2n2| Tovsns | 702026 Laba Usaha Is7526| 3as996| 400059 | aseso3 | Seras | se4.102 Laba Bersih 205181 742931 160073 | 2inis1 | 268342) 27R0S1 Sumber: Manajemen WTON (diolah) Revimess Vatastyen Umat 104 Jakarta
Page 122 OCR 0.771
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur SS. Proyeksi Laba — Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Proyeksi Laba Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha IL AIM te renang om € conta 4 00009 gama a— 2 hi Li aa -.- ... ES yu ET ES “» ES) Ofasgam bulu 9x 3.0 181 119.37 9 xa KOLag @ Harga Pokok Penyuaias 4346 179 Stw € RR 9 1.1. ns La ne LN 9 € Live Koes 383.345 09 a91 #1 M54R: Mas @Lapa Usina Lisan) 9m veasg gaga sauna TANI » La Urat » “23 46073 ta NA IAI ton @Frodepems Usata #ingaPetokPenjutun #“LibeKctor Lao Una “Lea Sesh Sumber: Manajemen WTON (diolah) Selama periode 2025 hingga 2030, penjualan WTON menunjukkan pertumbuhan moderat dari Rp 5.009.859 juta pada 2025 menjadi Rp 9.671.665 juta pada 2030, mencerminkan peningkatan permintaan pasar yang stabil meskipun tidak disertai ekspansi usaha baru, Di sisi lain, Harga Pokok Penjualan (HPP) juga meningkat seiring waktu, dari Rp4.546.170 juta menjadi Rp.747.659 juta, tetapi pertumbuhannya relatif sejalan dengan pertumbuhan penjualan, menjaga margin kotor tetap kompetitif. Depresiasi/amortisasi terkait produksi sedikit meningkat, tetapi tetap terkendali. Laba kotor meningkat dari Rp363.745 juta (2025) menjadi Rp 792.026 juta (2030), menunjukkan efisiensi operasional yang konsisten meskipun biaya meningkat, Biaya usaha dan depresiasi operasional juga meningkat secara perlahan, namun terkendali. Laba usaha pun meningkat stabil dari Rp187.526 juta menjadi Rp584.192 juta pada akhir periode. Di sisi lain, komponen non-operasional menunjukkan tantangan tersendiri. Beban bunga tetap tinggi dan stabil di angka Rp95.144 juta sejak 2026, mengindikasikan bahwa struktur pendanaan berbasis utang tetap menjadi beban tetap tahunan. Selain itu, beban penyisihan piutang yang cukup besar terutama di tahun 2026 Rp101.243 juta mengindikasikan adanya risiko kualitas piutang atau ketidakpastian pembayaran dari pelanggan. Meskipun begitu, laba sebelum pajak terus meningkat, dari Rp38.170 juta pada 2025 menjadi Rp 364.396 juta pada 2030. Setelah dikurangi pajak penghasilan, laba bersih perusahaan tumbuh secara signifikan dari Rp29.578 juta menjadi Rp278.051 juta. Ini menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mempertahankan profitabilitas di tengah berbagai tekanan biaya dan tampa adanya diversifikasi usaha baru. Business Vataanon Unit 105 Jakarta
Page 123 OCR 0.853
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 8.53, Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Arus Kas Aktivitas Operasi 77.241 2743| 236547) 268575 | 275435) 288.779 Arus Kas Aktivitas an Ka ora | aon | tergsop| sosoor | (sxaan | nas Arus Kas Aktivitas 8 aa 31964 | 270127 | w257091 | (0.062) | 01.530) | cno.ato) esa ac sonssa| cosgwi | sisaso| 3e4a20| a7e2s8 | sorssa Da ta Spain Akik sosgsi | 3isas0| ae4a20| ano2se| sorssa | 693.368 Sumber: Manajemen WTON (diolah) # Berdasarkan proyeksi laporan arus kas WTON untuk tahun 2025 hingga 2030, terlihat bahwa perusahaan masih mampu mempertahankan arus kas operasi yang positif, mencerminkan kinerja operasional yang cukup sehat. Arus kas bersih dari aktivitas operasi meningkat dari Rp77.241 juta pada 2025 menjadi Rp288.779 juta pada 2030, Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh pertumbuhan penerimaan kas dari pelanggan, yang naik secara konsisten setiap tahun sciring dengan peningkatan volume penjualan. Namun, beban pembayaran kepada pemasok dan karyawan juga mengalami kenaikan yang cukup sejalan, sehingga pertumbuhan kas bersih dari operasi cenderung moderat, # Arus kas dari aktivitas investasi cenderung negatif selama periode proyeksi, menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga aset produktifnya. Pembelian aset tetap secara konsisten dilakukan, yaitu pada tahun 2025 sebesar Rp106.379 juta dan tetap signifikan hingga 2030 sebesar Rp77.158 juta, schingga total arus kas investasi scbesarr Rp97.778 juta pada tahun 2025 dan Rp77.158 juta pada tahun 2030. Tidak terdapat aktivitas investasi tambahan seperti akuisisi, penempatan saham, atau investasi ventura, sejalan dengan asumsi tidak adanya penambahan kegiatan usaha. Meskipun demikian, arus kas investasi tetap menjadi sumber pengeluaran bersih yang perlu dikendalikan agar tidak menekan likuiditas jangka panjang, € Sementara itu, arus kas dari aktivitas pendanaan menunjukkan fluktuasi yang signifikan. Pada 2026, terdapat arus kas keluar yang cukup besar sebesar Rp279.127 juta akibat pelunasan pinjaman jangka panjang dan pembayaran bunga pinjaman yang tinggi (Rp95.144 juta), yang kemudian berlanjut secara stabil setiap tahun hingga 2030. Tidak adanya penerbitan saham atau pendanaan baru menandakan bahwa WTON cenderung mengandalkan pembiayaan internal dan pengelolaan utang yang konservatif. Pembayaran dividen juga meningkat bertahap, mencerminkan komitmen terhadap pemegang saham meskipun kas yang tersedia terbatas. Sehingga arus kas pendanaan tercatat Rp31.964 juta di tahun 2025 dan (Rp1 10.110) pada tahun 2030. # Secara keseluruhan, saldo kas dan setara kas pada akhir periode tetap meningkat dari Rp608.981 juta pada 2025 menjadi Rp693.368 juta pada 2030. Hal ini menunjukkan Ruwiness Vataznon Unit 106 Jakarta
Page 124 OCR 0.906
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk bahwa WTON mampu menjaga kestabilan kas perusahaan meskipun tanpa ekspansi usaha, melalui pengelolaan kas operasional yang efektif dan pengendalian ketat terhadap aktivitas investasi dan pembiayaan, 8.6. Proyeksi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha 8.6.1, Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan WTON adalah sebagai berikut: Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah) 8.026.793 kasi P 58.689.879 Pr 8.764.705 8.390. 785 Liabilitas 4536190 | 4.149.941 | 4.154.865 | 4.025.829 | 3.996.103 | 3.730.903 Ekuitas 3.746.304 | 3.876.852 | 4.094.541 | 4.364.985 | 4.693.776 | 5.033.802 Sumber: Manajemen WTON (diolah) @ Penambahan kegiatan usaha oleh WTON membawa dampak struktural yang nyata terhadap laporan posisi keuangan, mencerminkan ekspansi operasional dan finansial perusahaan. Dari sisi aset, skenario dengan penambahan usaha menunjukkan peningkatan dibandingkan skenario tanpa penambahan kegiatan usaha. Total aset pada akhir periode proyeksi mencapai Rp8,764.705 juta, lebih tinggi dibandingkan Rp7.376.136 juta dalam skenario tanpa penambahan usaha. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan aset lancar. Komponen utama yang mendorong kenaikan ini adalah piutang usaha dan pendapatan yang akan diterima. Selain itu, terdapat kenaikan pada aset tetap dari Rp3.136.829 juta pada tahun 2025 menjadi Rp 2.729.178 juta di tahun 2030. @ Di sisi liabilitas, total kewajiban dalam skenario penambahan kegiatan usaha pada akhir periode naik menjadi Rp3.730.903 juta, dibandingkan Rp2.734.901 juta tanpa penambahan kegiatan usaha. Peningkatan ini terutama berasal dari liabilitas jangka pendek, seperti utang usaha dan pinjaman jangka pendek, yang masing-masing menyalami kenaikan akibat peningkatan kebutuhan modal kerja dan pendanaan proyek. Utang usaha naik dari Rp2.598.399 pada tahun 2025 dan Rp2.437.258 di tahun 2030. pinjaman jangka pendek meningkat dari Rp4.247.762 juta di tahun 2025 dan Rp3.642.235 juta di tahun 2030, Di sisi lain, liabilitas jangka panjang relatif stabil yaitu Rp288.428 juta pada tahun 2025 dan Rp88.668 juta pada tahun 2030. # Sementara itu, ekuitas perusahaan juga mengalami pertumbuhan dalam skenario dengan penambahan usaha, tercatat total ekuitas pada tahun 2025 adalah Rp3.746.304 juta dan Rp5.033.802 juta pada tahun 2030. Kontributor utama pertumbuhan ini adalah laba ditahan, yang tumbuh seiring dengan proyeksi kenaikan laba bersih akibat peningkatan pendapatan operasional, Kesimess Vataagen Unit 107 Tekorta
Page 125 OCR 0.740
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 61, Proyeksi Posisi Keuangan WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Proyeksi Posisi Keuangan WTON Dengan Penambahan Kegistan Usaha 13 Ing ET POLI 109 1099 100 Aga 48170 Isa 10 ama KM keoan0o 1000000 #0000 sa0a000 4000000 1000100 1000010 1000000 0Asa @Laabdlan » Ekatap 10m 793 AL 10.453 12006 A13 35 4004 341 1300 783 AR25 K9 4301 953 101.179 3.996.103 400.716 1744 MS Lai 01) 403 @Asa @Labiktas # Ekurs Sumber: Manajemen WTON (diolah) 8.6.2, Proyeksi Laba Rugi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha he pan 4769.520 | 693.201 | 7.104.746 | sooe090 | xs05.126 | m0ex.261 Laba Kotor el el ang nan al 21 Laba Usaha 259317) 428138) 4077501 5810821 605.730). 685.25 Laba Bersih ss209| 1390001 2290001 2820001 3830001 355.638 Sumber: Manajemen WTON (diolah) Penambahan kegiatan usaha berdampak positif terhadap pertumbuhan pendapatan WTON. Penjualan pada tahun 2025 dalam skenario ekspansi tercatat sebesar Rp3.305.000 juta, lebih tinggi 5,94 dibandingkan skenario tanpa ekspansi Rp5.009.859 juta, Tren ini terus berlanjut hingga 2030, di mana penjualan mencapai Rp10.094.000 juta, tumbuh 4,3696 lebih tinggi dibandingkan skenario tanpa ekspansi Rp9.671.665 juta. Pertumbuhan rata-rata penjualan tahunan (CAGR) 2025-2030 dalam skenario dengan Ekspansi tercatat 13,8896, dibandingkan 14,14"6 dalam skenario tanpa ekspansi. Meski CAGR sedikit lebih rendah, ekspansi memberi basis pendapatan yang lebih tinggi. Pada sisi laba kotor, dampak ekspansi juga terlihat jelas. Laba kotor meningkat dari Rp435.536 juta (2025) menjadi Rp893.759 juta (2030) dalam skenario ekspansi, lebih tinggi dibandingkan skenario tanpa ekspansi yang banya mencapai Rp792.026 juta pada 2030. Rata-rata pertumbuhan laba kotor tahunan dalam skenario ekspansi adalah 144796, lebih tinggi dari 14, 1196 dalam skenario tanpa ekspansi. Rusincss Vataatin Unit 108 Jakarta
Page 126 OCR 0.711
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Laba usaha juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada 2025, laba usaha dengan ekspansi tercatat sebesar Rp259.317 juta, meningkat 38,396 dari skenario tanpa Ekspansi Rp187.526 juta, hingga 2030, laba usaha mencapai Rp685.925 juta, atau 17,4 lebih tinggi dari proyeksi tanpa ekspansi sebesar Rp584.192 juta. Pertumbuhan tahunan rata-rata laba usaha dengan ekspansi sebesar 20,09"5, jauh lebih tinggi dibandingkan 21,434 tanpa ekspansi, Laba sebelum pajak dalam skenario ekspansi naik dari Rp109,961 juta (2028) menjadi Rp466.077 juta (2030), atau tumbuh sekitar 22,394 per tahun. Sebaliknya, dalam skenario tanpa ekspansi, laba sebelum pajak hanya naik dari Rp38.170 juta menjadi Rp364,396 juta dalam periode yang sama, Laba bersih (setelah pajak) menunjukkan hasil yang sangat mencerminkan efektivitas penambahan kegiatan usaha. Pada 2025, laba bersih naik dari Rp29.578 juta (tanpa Ekspansi) menjadi Rp85.209 juta (dengan ekspansi), hingga 2030, laba bersih dalam skenario ekspansi mencapai Rp355.638 juta, dibandingkan Rp278.051 juta tanpa ekspansi, Figur 63, Proyeksi Laba — Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Proyeksi Laba Ragi WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Dinaota intoe na am evan “mata 20nc0h - Am “- Mi. - - 2 tmpaan Uraka Kam RO 1anmg Long aan MAN) # tap Pokok Pepadan— AW SI6 “mani 3 oa vad #resoni tania Ben » Lata Krtor in wa tan karate sangan Paid #Lahn Utah PT aan Pan what der any “Latu Dewa 1.1 1sean Ian .& sean se # Pemboran Unika #HagaPakuk Pegudian “Laka Koter “Laka tsaa “Lahu Dewi Sumber: Manajemen WTON (diolah) Kesincas Valasna Unit 109 Jeamia
Page 127 OCR 0.822
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 8.63, Proyeksi Arus Kas Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Arus Kas Aktivitas Operasi 99.785 264.3 | 296261 | 302601 | 317.566 19.179 Arus Kas Aktivitas Sya Kan gama | amen | wus30n | (sesoen | (sea | 7asan Arus Kas Aktivitas 29x 3190. | (270.910 | “262597 | aoos62 | aozase) | a0.757 Tan pena ha asw227 | agoigs | 24013 | 290724) a20757| s71x06 Kes Yan Sopian Aint songs | 214013 | 200724 | 420757| s7us00 | 701517 Sumber: Manajemen WTON (diolah) @ Dengan penambahan kegiatan usaha, arus kas bersih dari aktivitas operasi menunjukkan tren peningkatan yang lebih stabil dan positif, dimulai dari Rp99.785 juta di tahun 2025 dan naik menjadi Rp317.566 juta pada 2030, Sebaliknya, tanpa penambahan usaha, arus kas dari operasi yaitu Rp77.241 juta pada 2025 menjudi Rp288.779 juta pada 2030. Rata- rata pertumbuhan tahunan (CAGR) arus kas operasi untuk skenario penambahan usaha sekitar 22,34, sedangkan tanpa penambahan usaha hanya sekitar 20,245. @ Secara umum, arus kas investasi dari 2025 hingga 2030 relatif sama pada kedua skenario, yaitu (Rp97.778 juta) pada tahun 2025 dan (Rp77.158 juta) pada tahun 2030. Ini menunjukkan bahwa investasi tambahan terjadi hanya sebelum tahun 2025, sementara dalam periode 2025-2030, tidak ada perbedaan signifikan antara dua skenario. Artinya, setelah ekspansi awal, WTON tidak melanjutkan investasi besar tambahan dalam jangka pendek. @ Arus kas dari aktivitas pendanaan menunjukkan kecenderungan yang sedikit lebih negatif dalam skenario dengan ekspansi usaha. Misalnya, pada 2030, kas pendanaan tanpa ekspansi adalah (Rp110, 110 juta), sedangkan dengan ekspansi menjadi (Rp110.757 juta). Ini disebabkan oleh meningkatnya pembayaran dividen dan tidak adanya tambahan pendanaan baru di tahun-tahun akhir. Perbedaan ini relatif kecil, menandakan bahwa dampak ekspansi terhadap struktur pembiayaan cukup terkendali, & Selama periode 2025-2030, saldo kas akhir pada skenario dengan penambahan kegiatan usaha secara konsisten lebih tinggi. Pada tahun 2025, saldo kas akhir meningkat dari Rp492.198 juta dan pada 2030 sebesar Rp701,517 juta, dibandingkan tanpa penambahan kegiatan usaha Rp608.981 juta pada tahun 2025 dan di tahun 2030 tercatat Rp693.365 juta, Kesimeas Vatagren Unit 10 Jakarta
Page 128 OCR 0.634
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 8.7, Analisis Rasio Keuangan Analisis rasio keuangan atau financial ratio merupakan suatu alat analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan masing- masing pos yang terdapat di laporan keuangan seperti laporan posisi keuangan, laba rugi, dan arus kas dalam periode tertentu. Proveksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Rasio Proyeksi keuangan WTON tanpa penambahan kegiatan usaha selama proyeksi dapat dilihat pada figur berikut: Bl Sorasa | 9a01se) toosose | tiosas | 122061 | tandon Toon | tap Taasel tosas) Tone) deda in 3 38 30 30 » Perputaran Persediaan & 5 # 5 3 FG Lapan Dang 16 Pa 7 » 69 & Rasio Sokvabittws Debu to Asset MA AN G3 RO BA EN Debi to Eguits mer ol me) Ti3on | oraee | sean Rasio Profitabilitas Gross Margin PESAN MANA OOM KS MERE RE ajaa | —as9n same —same| — sos |— 901 Ner Profit Margin os L.one 2s 2anal 2age | are ROA Oam ion 23m) sex see ame ROE: Om| me aomel Selo elel Sore Rasio Proyeksi keuangan WTON dengan penambahan kegiatan usaha selama proyeksi dapat dilihat pada figur berikut: iatan Usaha yas 13 u7
Page 129 OCR 0.834
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Debu to Asset ai | Sidoe wil) nan) sal an Deba to Egutty Tenan, | a70. Toar | 2256| setan | Tai Rasio Profitabilitas Grass Margin | 5... gan Tel 5. | Operuting Margin aon | sam Gaon | 0337e oyu | 6kots Ne Profit Margin Lot | 1901 2900| 3ame| —asoe| 3s ROA La 1738 27an | 3379 3osn | 401m ROE PE MANA BEAN MAN PAN MN Sumber: Manajemen WTON (diolah) Berdasarkan proyeksi keuangan WTON untuk periode 2025 sampai dengan 2030, baik dalam skenario tanpa maupun dengan penambahan kegiatan usaha, secara umum menunjukkan tren pertumbuhan kinerja keuangan yang positif dan berkelanjutan. Dari sisi likuiditas current ratio meningkat dari 125,13”6 menjadi 172,6146 di tahun 2030 dalam skenario tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 115,5694 menjadi 1597146 dalam skenario dengan penambahan kegiatan usaha. Meski meningkat di kedua skenario, rasio likuiditas dengan penambahan kegiatan usaha lebih rendah dibandingkan dengan tanpa penambahan kegiatan usaha dikarenakan kas Perseroan digunakan untuk investasi, Demikian pula pada gutek ratio dan cash ratio menunjukkan pertumbuhan yang solid, mencerminkan peningkatan kapabilitas WTON dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Penambahan kegiatan usaha berkontribusi pada pertumbuhan likuiditas meskipun dalam skala yang moderat. Dari aspek aktivitas operasional, rasio perputaran piutang usaha turun dari 69 hari menjadi 29 bari tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 123 hari menjadi 68 hari dengan penambahan kegiatan usaha, Penambahan kegiatan usaha menunjukkan efisiensi penagihan piutang yang membaik sehingga menunjukkan peningkatan kinerja operasional dan perputaran kas. Rasio perputaran persediaan turun dari 69 hari menjadi 38 hari tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 70 hari menjadi 38 hari dengan penambahan kegiatan usaha, Dengan tidak adanya penambahan kegiatan usaha dan adanyanya kegiatan usaha rasio perputaran persediaan menunjukkan efisiensi yang lebih tinggi. Perputaran utang usaha dengan penambahan kegiatan usaha tahun 2025 selama 199 hari menjadi 98 hari pada tahun 2030 dan tanpa penambahan kegiatan usaha tahun 2025 selama 116 hari menjadi 61 hari pada tahun 2030. Rasio perputaran utang usaha lebih tinggi dengan penambahan kegiatan usaha, yang artinya WTON membayar utang lebih cepat. Pada dimensi solvabilitas, rasio debt to asset turun dari 47,264 menjadi 37,0896 tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 54,7744 menjadi 42,5794 dengan penambahan kegiatan usaha, Penambahan kegiatan usaha menyebabkan peningkatan leverage pada awal periode, namun tetap menurun secara bertahap, hal tersebut menunjukkan perbaikan struktur modal. Sememara rasio debt to eguity turun dari 89,6096 menjadi $8,9395 tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 121,08"6 menjadi 74,12”4 dengan penambahan kegiatan usaha. Penambahan kegiatan usaha menyebabkan struktur modal lebih agresif terhadap utang, tapi masih dalam level wajar. Hal tersebut bisa memperbesar potensi imbal hasil, tetapi dengan risiko lebih tinggi. Dari sisi Profitabilitas, seluruh indikator menujukkan peningkatan kinerja sepanjang periode proyeksi. Gross margin meningkat dari 7,264 menjadi 8,1986 tanpa penambahan kegiatan Rusiness Vataatyan Unit 112 Jakarta
Page 130 OCR 0.824
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 89. usaha dan dari 8,21”6 menjadi 8,85"6 dengan penambahan kegiatan usaha. Penambahan kegiatan usaha membuat gross margin lebih besar yang mengindikasikan efisiensi produksi atau barga jual lebih baik. Operating margin meningkat dari 3,74”9 menjadi 6,044 tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 4,8995 menjadi 6,80?5 dengan penambahan kegiatan makin efisien dibandingkan beban usaha. Net profit margin meningkat dari 0,5994 menjadi 2,870 tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 1,6196 menjadi 3,526 dengan penambahan kegiatan usaha. Laba bersih meningkat lebih besar dengan penambahan kegiatan usaha, menunjukkan penambahan kegiatan usaha bisa memberikan nilai tambah signifikan. ROA meningkat dari 0,4274 menjadi 3,774 tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 1,035 menjadi 40694 dengan penambahan kegiatan usaha. Sementara, ROE meningkat dari 0,80”9 menjadi 5,99” tanpa penambahan kegiatan usaha dan dari 2,275 menjadi 7,06?4 dengan penambahan kegiatan usaha. Kedua rasio profitabilitas ini lebih tinggi dalam penambahan kegiatan usaha, yang menunjukkan penggunaan aset dan modal lebih efisien walau /everage meningkat. Biaya Operasional Figur 67. Analisis Bia ional Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah Biaya Operasional Isnons | 1avsos | Iskan | 166.706 | 175777 | ISi0si some Biasakan: dan tacisa | racosa | asis0s | 160227 | tesgas | 1015 Daan Tembaga 4722 4633 4908 5.176 SAs8 5.621 Beban Pemasaran TIK Li 12 130 33 Tas Analisis biaya operasional dengan penambahan kegiatan usaha diperoleh dari Beban Administrasi dan Umum 96,1196 dari biaya operasional yaitu sebesar 146.184 juta sampai 174.015 juta selama tahun proyeksi. Kemudian terdapat Beban Pengembangan Usaha 3,1096 dari biaya operasional yaitu sebesar 4.722 juta sampai $.621 juta selama tahun proyeksi dan Beban Pemasaran 0,7896 dari biaya operasional yaitu sebesar 1.188 juta sampai 1.415 juta selama tahun proyeksi. Biaya Operasional selama proyeksi sebesar 152,095 juta sampai 181.051 juta. Biaya Bahan Baku Mentah Figur 68. Analisis Biaya Bahan Baku Mentah Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan ah) 5.806.126 5.360.529 2.298.411 Business Vatasnon Unit 113 Jokurta
Page 131 OCR 0.888
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 8.10. 8.1. Kegiatan Usah: yeka Biaya Tidak Langsung 319.025 417671 475.228 535.814 589.027 606.561 Produksi Jasa Konstruksi 302469 405 476 450.562 507.723 558.459 S75.083 Analisis biaya bahan baku mentah dengan penambahan kegiatan usaha diperoleh dari Persediaan Barang Jadi 60,87"5 dari beban pokok pendapatan yaitu sebesar 2.903.337 juta sampai 5.520.098 juta selama tahun proyeksi. Kemudian terdapat Biaya Langsung Produksi 26,104 dari beban pokok pendapatan yaitu sebesar 1.244.689 juta sampai 2.366.519 juta selama tahun proyeksi. Selain itu juga terdapat Biaya Tidak Langsung Produksi 6,696 dari beban pokok pendapatan yaitu sebesar 319.025 juta sampai 606.561 juta selama tahun proyeksi dan Jasa Konstruksi 6,34"6 dari beban pokok pendapatan yaitu sebesar 302.469 juta sampai $75.083 juta selama tahun proyeksi. Beban Pokok Pendapatan selama proyeksi sebesar 4.769.520 juta sampai 9.068.261 juta, Analisis Titik Impas (Break Even Analysis) Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja. BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai BEP Total maya Tatan ma Penjualan Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk masing- masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan BEP untuk Ta pada proyeksi Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebagai berikut: 1.104.746 | 8.006.090 | 8806126 | 9068261 158.076 166,706 178,777 IsLOst 1570316 | 1659765 | 1733237 | 1.781.668 Analisis Profitabilitas (Overall Prafitability) Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa besar laba atau keuntungan yang 14 Resimcas Vataaron Unit Tokurta
Page 132 OCR 0.831
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 8.12. diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai gambaran bagaimana Perseroan dalam usahanya mendapatkan laba terdapat pada tabel berikut ini. Figur 70. Analisis Profitabilitas Dengan Penambahan Kegiatan Usaha IA Go s2 SAI S.p300 8.694 $,8384 Mungin ASI, S91 oa) os er | 6301 Net Profit Margin Len 19694 2900| 3st, Iso | 35206 ROA 10396 1,736 2.789 337 3osu | 4001 ROE 2m 3s ssom| —6atn PA Dari sisi Profitabilitas, seluruh indikator menujukkan peningkatan kinerja sepanjang periode proyeksi. Grass margin meningkat dari dari 82156 menjadi 88595 dengan penambahan kegiatan usaha, Penambahan kegiatan usaha membuat gross margin lebih besar yang mengindikasikan efisiensi produksi atau harga jual lebih baik. Operating margin meningkat dari 4,894 menjadi 6,807 dengan penambahan kegiatan usaha. Penambahan kegiatan usaha memperbesar operating margin, yang berarti operasional makin efisien dibandingkan beban usaha, Net profit margin meningkat dani 1,619 menjadi 3.524 dengan penambahan kegiatan usaha, Laba bersih meningkat lebih besar dengan penambahan kegiatan usaha, menunjukkan penambahan kegiatan usaha bisa memberikan nilai tambah signifikan. ROA meningkat dari 1,03”6 menjadi 4,06"6 dengan penambahan kegiatan usaha. Sementara, ROE meningkat dari 2,27h menjadi 7.06"8 dengan penambahan kegiatan usaha. Kedua rasio profitabilitas ini lebih tinggi dalam penambahan kegiatan usaha, yang menunjukkan penggunaan aset dan modal lebih efisien walau leverage meningkat. Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return on Investment) Tingkat imbal balik investasi (Overall Return on Investment / ROI) adalah tingkat keuntungan yang dihasilkan dari suatu investasi selama periode waktu tertentu, yang umumnya dinyatakan dalam bentuk persentase (96). Dalam konteks studi kelayakan, ROI digunakan untuk mengukur sejauh mana investasi yang dilakukan memberikan pengembalian secara finansial. Perhitungan ROI dilakukan dengan membandingkan laba bersih atau Ner Present Value (NPV) terhadap total investasi awal yang telah dikeluarkan. Dengan demikian, ROI menjadi indikator penting untuk menilai efektivitas dan efisiensi penggunaan dana investasi. Secara teknis, ROI adalah rasio yang menunjukkan seberapa besar laba bersih yang diperoleh dibandingkan dengan total investasi. Persamaan yang digunakan untuk menghitung ROI adalah sebagai berikut: Net Income ROI « Cost of Invesment x100Yo Rata-rata Return on Investment (ROI) atas penambahan kegiatan usaha selama masa proyeksi 2025 — 2030 adalah sebesar 123,866, Kesimeas Vatagren Unit 11s Jakarta
Page 133 OCR 0.889
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 8.13, Penentuan Tingkat Diskonto Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas nisiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut: Ke Rt B (RaR) ta Dimana : Rr - tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko 8 - Nsiko sistematis Ra » tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas R, « selisih antara R. dengan Rs a - risiko spesifik Re (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2024, maka instrumen bebas risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap yang dikeluarkan oleh Pemerintah, yaitu Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor 30 tahun, yield tertimbang sebesar 7,1 196 yang bersumber dari IPBA per 30 Desember 2024, dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf). R, (Eguity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan eguitv market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base eguity market risk premium, Dengan mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan- sos naa ba en ne pn lan marker). Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil Penelitian Damodaran per tanggal Ol Januari 2028 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia adalah sekitar 6,8774. Dengan Rating Based Default Spread sebesar 1,8996. @ (Alpha), Faktor alpha merupakan risiko spesifik perusahaan yang mungkin mencerminkan jerus properti, perusahaan dan premi risiko lainnya, Pada penilaian ini, faktor Alpha atau risiko spesifik WTON adalah O (“Nol”) karena tidak terdapat risiko spesifik terkait operasional dan keuangan WTON. B (Beta), Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500 atau IHSG). Untuk WTON kami menggunakan Beta dari industri sejenis. Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung cost of eguitv, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara Revimess Vatastyen Umi 16 Jakarta
Page 134 OCR 0.842
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of' eguity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta, Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut: pu 14 (I-T)x DER Dimana: T - Tarif Pajak Penghasilan Badan DER & Debt to eguity ratio PL » Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang Pu » Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh hutang Unlevered beta perusahaan pembanding yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan beta untuk WTON adalah sebesar 0,72. Unlevered beta tersebut diperoleh dari Penelitian Damodaran per 0S Januari 2025 dengan kategori Construction Supplies. Unlevered beta perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di- relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar yaitu sebesar 39,44? yang besumber dari DER. Untuk memperoleh beta yang sesuai maka mendiskonto AKB tersebut dengan formula sebagai berikut: BL Pux (4 (I-T)x DER) BL 50,72 x(1 4 (1-22.0046) x 394416) PL 50,94 Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas WTON adalah sebagai berikut: RA 1, pai Modal Ekuitas Risk Free Rate (RO ine Risk Premium Market (Ry) 6x7 Pp Bera) 034 Rating Based Defamli Spread (RBDS) 1x96 & (Alphay Ooo Biaya Modal untuk Ekuitas Ian Sumber: Penelitian Damodaran (Diolah GEAR) Revimess Vatastyen Umi 117 Tekorta
Page 135 OCR 0.849
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 8.13.1, Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC-Weighted Average Cost of Capital) Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk perusahaan (free cash flow to firm), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari kreditor (pinjaman) maupun yang berasal dari (investor) penyertaan, Dalam penilaian ini, untuk biaya bunga utang digunakan tingkat bunga pinjaman rata-rata dalam mata uang Rupiah berdasarkan suku bunga pinjaman investasi dari Bank Perseroan berdasarkan data yang dipublikasikan Bank Indonesia per Desember 2024, sebesar 9,216, Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya utang bersih setelah pajak dengan perhitungan sebagai berikut: Wd six(-T)) Wd “9,2142 x (1-2250) » 7,186 Berikut adalah perhitungan WACC WTON per 31 Desember 2024: Figur 72. WACC Biaya Hutang I,18te 282004 20382 Biaya Ekumas IL 71,728 23700 Biaya Modal Kata- Rata Teriimbang. 1od0a Berdasarkan figur diatas, maka tingkat diskonto yang digunakan dalam penilaian sebesar 10,404 yang menurut pendapat kami merupakan tingkat diskonto yang wajar. 8.14, Analisis Inkremental Proses kajian kelayakan usaha dilakukan dengan menggunakan model arus kas bersih untuk perusahaan (Free Cash Flow to Firm/FCFF). yang mencerminkan arus kas bersih masa datang yang tersedia didalam perusahaan yang dapat dibayarkan kepada semua penyedia kapital (claim holder), baik pemegang ekuitas (common stock), pemegang saham preferen (preferred stock) maupun para kreditor baik pokok maupun bunga atas pinjaman yang diterima oleh perusahaan, setelah terpenuhinya semua kebutuhan operasional dan investasi Kw chayosmerefowmubpat ng rayon sexy, Kangen: konenyah se periode eksplisit maupun masa kekal (periode implisit). Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF) tersebut didapat dari: FCFF & CFO #& L. (IT) - ACAPEX Dimana: FCFF—: Arus Kas Bersih untuk Perusahaan CFO : Arus Kas Operasi I : Beban Utang Berbunga (Inverest Bearing Debt) T : Tingkat Pajak ACAPEK : Perubahan arus kas investasi Revimess Vatastyen Umi LL Jakarta
Page 136 OCR 0.825
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Arus kas inkremental merupakan selisih antara arus kas bersih eksisting tampa penambahan kegiatan usaha dengan arus kas bersih adanya penambahan kegiatan usaha, Hasil dari perhitungan arus kas inkremental ini dijadikan sebagai dasar dalam menentukan kelayakan usaha, Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih WTON tanpa penambahan kegiatan usaha selama periode 2025 sampai dengan 2030: Figur 73, Proyeksi Arus Kas Bersih WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah Pr i Arus Kas Aktivitas Operasi z 236.547 Arus Kas Aktivitas Investasi 197778) | 7167) | (61930) Arus Kas Aktivitas Pendanaan 31964 | (279127) | (125.709) Kas dan Setara Awal Tahun 397.554 008.981 315430 Kas dan Setara Akhar Tahun 608 981 315430 344.339 275 (8338) | (77.188) (101.534) | 10.110) 476.288 S91853 591.853 693.365 Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih WTON dengan penambahan kegiatan usaha selama periode 2025 sampai dengan 2030: Figur 74, Proyeksi Arus Kas Bersih WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah Arus Kas Aktivitas Operasi 99.785 19.179 264.330 296.261 302.601 317.566 Arus Kas Aktivitas Investasi Oa) Utan | 4619301 | (56.666) 158.338) OTIS8) Arus Kas Aktivitas Pendanaan 31.964 | 1279598) | (126289) | (100563) | (102.156) | 4110787) Kas dan Setara Awal Tahun 458.227 | 492.198 M4.613 290.724 42087 $71.866 Kas dan Setara Aklur Tahsm 492.198 214613 290724 429.787 571.866 701.817 Figur 75. Proyeksi Arus Kas Bersih Inkremental WTON selama Periode 2025 sampai 2030 (Jutaan Rupiz Arus Kas Aktivitas Operasi 22.544 16436 27 183 2166 Arus Kas Aktivitas Investasi - - - - - - Arus Kas Aktivitas Pendanaan - (470) (S1) 4601) 1622) 1647) Kas dan Setara Awal Tahun (139377) | (116.783) | (100817) | (73.615) 196531) (19987) Kas dan Setara Akhur Tahan (016783) | 00817) | (73615) | (46531) 19987) 8.183 Analisis kelayakan atas penambahan kegiatan usaha WTON didasarkan pada analisis inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan yaitu proyeksi keuangan tanpa penambahan kegiatan usaha dan proyeksi keuangan dengan penambahan kegiatan usaha. Business Vataanon Unit 119 Jokurta
Page 137 OCR 0.786
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 8.15, Analisis Kelayakan Usaha Parameter kelayakan finansial yang digunakan meliputi NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), PI (Profitability Index), dan Payback Period, Net Present Value (NPV) NPV adalah selisih antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dengan nilai sekarang dari arus kas yang keluar pada periode waktu tertentu. NPV mengestimasikan nilai sekarang pada suatu proyek, aset ataupun investasi berdasarkan arus kas masuk maupun arus kas keluar yang diharapkan pada masa depan yang disesuaikan dengan tingkat diskonto yang relevan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa NPV adalah nilai sekarang dari suatu aset maupun proyek. Persamaan dari NPV adalah sebagai berikut: T cm NPV NG CF Dimana: NPV " Net Present Value CF, & Arus Kas Pada Pciode ts CFo & Anus Kas Investasi Awal Pada Periode 0 r » Tingkat Diskonto Berikut ini disajikan perhitungan Net Present Value dari arus kas bersih inkremental WTON dengan adanya penambahan kegiatan usaha: Figur 76. NPV Free Cash Flow to Incremental (Jutaan Rupiah FCEF CFO NA 16430 Er13) IT hp P2AL.. KLIL3A Interesi x (t . - - . - - san) (2) CAPEX - 23 2 2 : 3 FCEP NS 16A3n Fpi ID tea P3AT In 787 Terminal Value na bettad 1139317) Investment DCF PCP 1139377) 1 Sad 16436 FAT 1 bat Iso | 402238 Discous Faces | 10406 “9 0x2 aa 03 Ds 0s | Terminal 197900 Growth PV FCF 139377) 19 AM NIAS 20647 Ub3b Iasta | 22 LAN NPV 172573 Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa NPV WTON dengan adanya penambahan kegiatan usaha diperoleh sebesar Rp172.573 juta. Hasil tersebut menyimpulkan bahwa investasi penambahan usaha dengan parameter NPV layak untuk dilakukan karena NPV yang dihasilkan adalah positif. NPV yang positif (NPV » 0) menunjukan bahwa penerimaan lebih besar dibandingkan dengan nilai yang diinvestasikan, sedangkan NPV yang negatif (NPV « 0) menandakan penerimaan lebih kecil dibandingkan dengan pengeluaran atau akan mengalami kerugian pada investasinya Revimess Vatastyen Umat 120 Tekorta
Page 138 OCR 0.907
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk setelah mempertimbangkan nilai waktu uang (time value of money), Namun apabila hasil perhitungan NPV adalah nol (NPV » 0), maka artinya investasi atau pembelian tersebut hanya balik modal (tidak untung dan tidak rugi). Semakin besar angka positifnya, semakin besar pula penerimaan yang bisa didapatkannya. Oleh karena itu, perhitungan NPV ini tidak saja digunakan untuk mengevaluasi layak atau tidaknya untuk berinvestasi, namun juga digunakan untuk membandingkan investasi mana yang lebih baik jika terdapat dua pilihan investasi atau lebih. @ Internal Rate of Return (IRR) IRR menjadi salah satu acuan penghitungan efisiensi dari sebuah investasi, Secara sederhana, penghitungan IRR dapat menjadi dasar apakah sebuah investasi layak dilakukan atau tidak. IRR yang lebih besar dari tingkat diskonto maka menggambarkan bahwa investasi yang dilakukan akan menghasilkan return lebih besar dari yang dirancang sebelumnya. Artinya, perusahaan disarankan menerima atau menjalankan proyek investasi tersebut. Sebaliknya jika IRR lebih kecil dari tingkat diskonto maka akan memberi gambaran bahwa investasi yang dilakukan akan menghasilkan rerurn lebih kecil dari yang ditargetkan sehingga perusahaan lebih baik menolak proyek tersebut. Sedangkan untuk IRR yang nilainya sama dengan tingkat diskonto menjadi pertimbangan bahwa investasi yang dilakukan diperkirakan menghasilkan return sebesar yang ditargetkan. Persamaan dari IRR adalah sebagai berikut: T CPt NPV" kak Tomi F3 Dimana: IRR - Internal Rate of Return CF, « Arus Kas Pada Peiode t, CFs " Arus Kas Investasi Awal Pada Periode O r - Tingkat Diskonto IRR adalah tingkat diskonto yang menghasilkan NPV sama dengan nol, Kesimpulannya bila penghitungan IRR lebih besar daripada tingkat diskonto, maka dapat dibilang bahwa investasi yang akan dilakukan dinilai layak. Namun, jika nilai IRR sama dengan tingkat diskonto, maka investasi yang akan dilakukan dinilai balik modal. Sementara bila IRR lebih kecil dari tingkat diskonto, maka investasi yang dilakukan dinilai tidak layak, Berdasarkan perhitungan atas kajian kelayakan penambahan kegiatan usaha WTON diperoleh besaran IRR sebesar 17,89"6. Hal ini menunjukkan bahwa investasi yang dilakukan oleh WTON dengan parameter IRR layak untuk dilakukan karena IRR yang dihasilkan lebih besar jika dibandingkan dengan tingkat diskonto untuk industri sejenis yaitu sebesar 10,406. « Profitability Index (PI) PI adalah teknik penganggaran modal untuk mengevaluasi proyek-proyek investasi untuk kelangsungan bidup atau profitabilitas mereka. Teknik arus kas diskonto yang digunakan dalam mencapai indeks profitabilitas, PI juga dikenal sebagai rasio manfaat- Rusiness Vataatyan Unit 121 Jakarta
Page 139 OCR 0.811
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk biaya. PI lebih besar dari atau sama dengan | ditafsirkan sebagai kriteria baik dan dapat diterima. PI dihitung dengan mencari nilai present value perkiraan arus kas yang akan diterima dari investasi, setelah itu baru dibandingkan dengan jumlah nilai investasi proyek tersebut. Persamaan untuk menghitung PI adalah sebagai berikut: i EPV(CFt) EPV(CFO) Dimana: IRR s Profitabilirv Index CF » Present Value of Future Cash Flow CFa » Initial Invesment Profitabliliry Index menunjukkan angka 2,24 artinya bahwa WTON ketika menambah kegiatan usaha dianggap wajar dikarenakan Profitability Index diatas 1. « Payback Period (PP) Payback period adalah periode yang dibutuhkan untuk menutup kembali pengeluaran investasi atau Initial cash Investment, Artinya, kurun waktu yang dibutuhkan agar bisa menutup kembali pengeluaran saat investasi dengan menggunakan proceeds atau aliran kas netto (net cash flows). Penambahan kegiatan usaha WTON diperoleh payback period selama $ tahun 2 bulan. 8.16. Analisis Sensitivitas Penyusunan pendapat studi kelayakan ini telah dilakukan analisis sensitivitas yang bertujuan untuk melihat faktor-faktor mana yang paling berpengaruh terhadap parameter kelayakan penambahan kegiatan usaha WTON. Hal tersebut dilakukan simulasi terhadap investasi, Setelah itu, dilakukan simulasi untuk melihat pengaruh parameter kelayakan terhadap faktor utama yang digunakan dalam analisis sensitivitas: um 77. Analisis Sensitivitas O| 172573 19 123.904 224 Layak 23 207405 28,614 198,3 2,98 Layak AP, 200438 PIN 179 24 2,50 Layak 215 195.472 26 163484 263 Layak Pu 186.506. Na 18, Ta 249 Layak 9 172573 Wp 123. 2.24 Layak Ipa 158.640 15,51 103,5"4 2.04 Layak 1s9 181.674 tata 94,70 1,98 Layak Aa 144.708 YA Soon 187 Layak 2514 137.71 1 Aha Iga 1,79 Layak Revimess Vatastyen Umi 122 Jekurta
Page 140 OCR 0.909
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 8.17. Kesimpulan Kelayakan Usaha Aspek Keuangan Berikut ini adalah ringkasan parameter kelayakan finansial atas rencana penambahan kegiatan usaha WTON (detail perhitungan parameter kelayakan finansial atas rencana penambahan kegiatan usaha dapat dilihat pada bagian lampiran). Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari selisih antara Free Cash Flow to Firm apabila ada penambahan kegiatan usaha dengan Free Cash Flow to Firm apabila WTON tidak melakukan penambahan kegiatan usaha. Yang selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ckonomisnya. Sehingga diperoleh Free Cash Flow to Incremental, Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut: & Net Present Value (NPV) : Rp172.573 juta & Internal Rate of Return (IRR) 1178P4 & Profitability Index (PI) 1224 « Payback Period (PP) 1 $ tahun 2 bulan Total NPV diperoleh dari basil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan tingkat risiko, Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan kegiatan usaha dibidang Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik, maka proyeksi arus kas inkremental nya bernilai positif, IRR sebesar 17,89"5 menunjukkan bahwa dengan melakukan penambahan kegiatan usaha oleh WTON dianggap layak karena besaran IRR lebih besar dibandingkan tingkat diskonto Analisis Sensitivitas bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan nilai investasi proyek penambahan kegiatan usaha WTON menunjukkan tingkat kelayakan finansial yang kuat dan tetap berada dalam kategori layak meskipun terjadi fluktuasi biaya investasi hingga #2546. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa proyek ini tahan terhadap risiko kenaikan biaya investasi, dengan seluruh parameter keuangan yang menunjukkan hasil positif. Oleh karena itu, risiko finansial akibat perubahan nilai investasi tergolong rendah, menjadikan proyek ini layak dan aman untuk dircalisasikan dari perspektif keuangan. Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek keuangan layak. Rusiness Vataatyan Unit 123 Jakarta
Page 141 OCR 0.883
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk
9. KLASIFIKASI PENILAI USAHA
Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan No. 562/KM.1/2013 tanggal 14 Agustus 2013 dengan nama
Kantor Jasa Penilai Publik Guntur, Eki, Andri dan Rekan dengan Izin KIPP
No. 2.13.0116 dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa
Keuangan ("OJK") d'h Bapepam dan LK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang
Pasar Modal dari Bapepam dan LK No. STTD.PB-51/PM.223/2021 dan 21 1/NB.122/STTD-
P/2020,
Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai Usaha
bersertifikat MAPPI dengan perijinan sebagai berikut :
Mappi No. : 14-8-05089
Ijin Penilai : No. B-1.18.00511
No. Reg. : RMK-2017.01120
STTD : PB-SI/PM.223/2021
STTD IKNB 1 2 /NB.122/STTD-P/2020
Page 142 OCR 0.789
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk LAMPIRAN KEUANGAN Rewimess Vatagtyen Unit 128 pita
Page 143 OCR 0.276
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Mn enama na mara 31 Desember 2014 butaan Rupiah) Lampiran Mister T Da —a Kama Pa EA 3 hua 2 Kan dan Setara has ata NLANA Lean Lang “3g NAMA aa Pitak Beres Tar tart an Yan an nagst £. 10 ara Pitak Konga KN man apa ian an? ang ara Sen aa paka Na, wi aga nga Za HA Ka Ia Pu am Za yu tanin MN Peak ur seh Letnan W37313 bot al NA yg na, an Jala Na Ta Ha abah : Hare Fa aa ai Pak Keaar A06 19 yg yaa Yang naa Petang Lam Lam Nay kedua aya naa Tapak Dibayar di Noka sony “nan yo mna ya So Da La To Kn jam, Dag rasa, 2g an an Ca HS Bayu Diya di Muka so yag 240 misa tam Na (Froyak ala Pelukan sz00y ne Inang mis a97 Pearl an na Men san Lg |Aser Tidak Lamar ParateraA - Ya Ta sa ea menda PA Ga sa means na ae kapan) ae SA Aset Verap » Bersih Pn Li Nan an 11 Jua Incaran Jangka Panjang Lacuya 19 rn 1900 Pa ayal 5 A4 21 PE kta Sik: “askati basa amp an |Pumtah Aset #nantnne REM das aa Yan Aan 1 dan Okwitas Jangka Pendek Peranan langka Pendek pen ana Ana ah Nonna pagar Hara e Pa Pe PO Ba PN Penak Ketan aa 1 anta pa uangars Let, Uune Pok we nan On aa & Uang Muka Duri Pelanggan Apaan 0 ynata onar 13 Penduganan Dacrama di Muka na bt “1 nm « Udan Akal Lt0tang 1 ynang LM “nanah era ag 2 : 514 Ta Mapan Jangka Pendek Dar P mpeman Bari. Nagan «ng ng wi Tana SIA “ aa 5 Agra APA AU MN Ga " (tiatetuer tangka Panjang Utang ang Panjang, Seth Dihurngg Hapan Langka Tenis Batik a09 00 Bi ud ang pm Yama Pa ena a #1 La ran : Lana ibn ab ba Ai Pesanan Ta En Kn La z Hantaran : wa NA ea |Jumitah Ukabilitas Jangka Panjang naa aa PU ai naa (Jumlah Lagbilitas Get0ANg san 00 yang Dupas Downrtonkan kepala Porndik Emha Meera Ba sda Ioako “ak Hn Yambutua Masal Orata 0 seram Wen.63) wan ar 1 remuk Kearukturmaw. & Ma Nnya7 Saham Deveroteh Kera. WINA 2 Dasnkan Pengpasanya Maa wat ana uan nm agraria Bat an AN UR UN un naa tren AN Kasian Indak. «ay xoo.nya Kanan Kanan Keperingan Nonpengntah Ton perei Kroget nayg ten Inamtun tata Asman sanam saman saratia Sama 126 Business Valwation Uni
Page 144 OCR 0.920
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk
Page 145 OCR 0.354
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Wijaya Karya Beton Uk pera 30 Beptembar 2014 Rupioh) | senpiran Mistoris prene — & - ” 1 Ya me 4 Pn - — Was Jas Kar Dur Atvtas Open Pengranaan Kas dari Pelanggan Kat AN elit PN saman) SHLhu saman amat Kes dai Lian . Pemahayaran kepada pemawh Hanan Kana Gisaain Worth «arm Perubayaan Kepada Dewkas dan Karyawan 407 mna Drain Dek akah an aa Pencrenasa Rortewu Penak Pengasuhan - - - wa, Pewbuyaran Pasah Penghustan Pes dan Nor Feat ss0am Bam Ke ul usa Dam #eman Bunga : wat “0. Pemtayani Open Laanya ana anu tangan ega (kas Meriih Mperakeh dari Aktivitas Operasi. unta wan. Hara “ng Jaran |koua Kan Dari Ahikas Kaestsi Peoihan Asa Tatap Dayang oneangy » usang ana aga Peveveraan Branga una ara 0 - 1 Penyertaan Investasi pada Vesoaa Denama. . 18809 - Penfstan Aa Tetap 1“ : . : : : Penyetaan pal Tntss And . am Penervaaan dari Inventan panda Vermuta Bersama. Bam .i Aron Na) hai (Kas Bersih Digunakan Votuk Aktivitas lovestasi. Dam ana tang (nana) .. (am | hrus Kas Dat Mkantan Kendaraan Pemerrssaa Peyaman kuas Jungka Pendek PBsak Konga 10 na Kasam Ke og Larang warn Jangka Pendek Pk Koes an mantan (san) nesisnn as Naga Pendek Pibah Beretas - Ser Ie vonrann (s2. Tanah Jangka Pendek Pisah Beretas KN Ga (aa 1304300) (sat Penetrsam Payaman dan bah Beri mun 2007 “10 mem Perubuayaran Penjaruan pastu Pihak Berckasi Kn Oasan sana OL Pembayaran Bunga. Waka ceng wajan Mn, 010. Pemauyaran Lutetas Sewa ym an Dalan a.n an Pembayaran Banpa Luhiaas Sewa . an Oa “ . Satar resa 2 Ine / 3 Penerimaan Prvjaman Mata Jangka Panyang. wa srrom La Pumbeyaan Pejasan Bath langka Panjang doasaoi anon usa tasc00, oo ntujarm Dirakn Ketade Penepang Salam inases0t ana aan uesen inna Kepada hepentanan Nempungndah un - up m— Bersih Digunakan satuh Aktivitas Pendanaan. isngo1) Gea Pn 1100336) Maan (WESURUKANI MERSIU KAS DAN SETAKA KAS yaaa senang wasag nang Was Sebuh Kong map Kasian Seaci Kas Pada Aki Tato KLM om, 3 " Dn TDAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN “sm ratan #01 uan un AS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAMUN Lana Tete khan jan ag Business Valtatian Unti 128 Tekarta
Page 146 OCR 0.362
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Wijaya Karya Beton Tuk Pawan 10 Sepacmber NM Wepiahh Verikak Kreregan Kernagan Aset |Neet Lancar Kan dar Setara Kas usa ts ama uan tngna On Lu Pasang Usa Panah ereksi naas Aa Pa AI m “4 Povak Ketiga sm 19. AaTN so - 1 Punnng Resemei Penak Beerebasi cor, Pata aya cara ” #x Pia Ketigi Ox IL asn aim - " Pustarg yang Detirn Diagii - Bere Peak. Haa Plang ur Yan mm ”i Panah. Tana Pe Law san w Tagihan Brsto Pemberi Kerja - Meruk Pidak Werelasi a07 On Kia tan “ Pihak Ketiga aa 10 Larn um “ Putang Lain-Lain 01 ana ori az " Pajak Oisayar di Maka pan sam 199 210 y Persobuan na air ud uena u | Uang Maka 037 ati aw am - Biaya Didryar di Muka La. 1s Lt 17 » ml Proyek Cinorn Pelaksana ai om Kla um ” nd watak Aset Lancar a39 “an Ka sanma m— sy |Aert Tita Lancar Aset Pajak Yangguhus os on at ” La Invosas betna Aseeua 0 weritani Vermara Heraama Oz On napa nami - Properti brvensnns 7m on ag um. m Aset Hah Gama - Bersih La Yang Gani an — Aset Tetap » Beruh man Hal Pa nan ya ervesan langka Panjang Lewnya aza au ri sana - Aset Telah Lancat Lannya IT om ut un - |iwnslah Aart Tidak Lancar yag ya ya ny Pn Leventah Anri Pa toner yoona | Resimen Watson Umi 129 Jakarta
Page 147 OCR 0.428
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk enyanta Jangka Pendek Pinjaman langka Pendek Ira un ta una » wal Utang Usaha nd wa ri ra mi tral Pihak Merelasi mn 1 mn w 1 sil Pihak Keriga 3 ton 1504 yana 10. 2) Utang Pajak 3 1 " 1 me Khai Uang Muka Dan Pelanggan Anta Pi » ye » yo Pendapatan Diterima di Muka 9 » » re » »n Beban Akruai 24 isa 1505 217 1g ss) Utang Luir-tsan m r tra m ng LN Pinjaman Batik mn mm - La » 3 Liadiltas Sewa (3 1 " vs un Oil Mumlah Liabilitas Jangka Pendek card sera se se ag an tiatititas 3avgka panjang Pinjaman Bank . 1. s1 ye 1 cl Liabiltas Sewa v ma » un mi Ta Liibilras Pajak Tangguhan ya ra m " mi trs) Labiisas Imbalan Kerja " im mw mi m cl Utang Ventura Bersama na oa oa v oa ul Yumlah Liabilitas Jangka Panjang (3 3 # Pa Kai @x) Mumlah Liabilitas con son 0 ato s0 al Jexunas |Ekuas yung Dapat Diairisuskan kepada Pernik Entitas Modal Sahary 23 1s ima n. 1 1 Tambahan Modal Disetor ai ts in ur 1 un Tronsaksi Restrukturisasi vs vr ma mr La cl ISahto Laba Ditentukan Penggunaannya » “. - ae 3 sy Belum dicntukan Penggunaannya yana 1 1310 yana Phi 1s) Ekuitas yang Dapat Distribusikan kepada Pemili anne ya 3 37 asn sel Kepsutangan N La in in in 1 Huamlah Ekwitas bra bgi jane 7 Du raj Lo—dumlahLiabilitas dan Ekuitas oo idhiIte oo OM0o0f:4 jones oogue oo Mongors oo 0004) Business Valuatian Unif Jekarta
Page 148 OCR 0.300
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Wiaya Karya Beton TIK hutan 31 Desember M4 Morereoral Varera fd Pa ea. Tini Ea Pe «SE “DN “SN PATAN USAHA POKOK PENDAPATAN ASIAN MISI MALANG MAN MLMT pen yadn| nnttO pnarana sa Kr vera Tan, b N USAMA IKidon Liye dan Anewenasi dar 1006 12an Len Kan as) Badan Penerbangan Buta ANK AMIK Ata An di 0 d.ars| Betas Pemararan anta A0 AI para nara Aman Jumlah Ichan Usaha SM TM LAM AKAN LAMA Jaan USAHA "na yana Lawa «aa asara warn (BEBAN) LAIN-LAIN Nda lsatnawn Kewangag Bian Lir tara Atom ASN Pembaputas Iunga ali oa “aya an wav Labu atas Penguatan Aset Tetap IN ai @oera aon am ren Bapu? aa Lahu Lrtras Aman nona no ac wwe Mapan atas Laba (bugil Pada Ventura Bersama nama oo AK AMIN onta Oto Lahu (Ragi) Sebsth Kars Op W0A noor am en Beban Pajak Final BEM MANA dkean 2.07 angan, Iudan Ikang An NN sllu Asep “Aden Aa Perudakan Nita Asct Keuwngan yang Dusat 00m, 03 AAN aan Oo Bebi Lai Lam erid @ aa Pa La njti asra Agt Insslah Bebas Lai Lain LIKEG IRWAN AN NN SEBELUM PAJAK nan La Axun anang ny PAJAK LAIN MUSIK wanna ANPa Sana MERSIM TAWON BERJALAN tama 2011 Anna P3 ad namun KOMPREMENSIF LAIN Pa ta am #m. td Pengukuran Kermbat atas pengana trnbalun Posts Na bd apa aa anu Pajak Penghasan Terkah ara a01 tara KN nadi AN am Iuanlah Penghasilan Komperbewuf Lain: Map MIMIN agan AN ara cma HUMLAN LAIA KOMPREMENSIF TAHUN HERI TING La PP ti Lx naya, “aon (LABA TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DHATRIBUSIKAN KEPADA Vera Inatah Lanpe 2.1 uxoa 27an on uan Keperimpas Nom Perponlah Arya ara Uanya @ Lara aa AN Uumatah KAT 19011 Laden em nari usg JAMELAH LAMA KOMPREHENSIP Perih Untran bedak Kla jau yap in» aren 1 Kepentingan Nan Pengerdah aa bada A07 AK Aan Acid Bumtah 1.darosa 191yne Pa 1x. nam 13an) Rusiness Vataatyan Unit 1 Jokurta
Page 149 OCR 0.804
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 132 mad
Page 150 OCR 0.364
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk |tiatitititas dan Ekwitas Unbilitas Jangka Pendek Pinjoman Jangka Pendek Aa yazon 31 400(0oni| Utang Usaha oo a00 0.00 0.00 Pihak Berelasi Ian.asa meri Man sawo) sama A39 0xln AA TAN 38688 mar Sts says) S0 Pb “773 1525 MAL 180.39 Apa 3. In. wo An0aya sditil aga Pn Ak asn Hoon Ss dasan or Apa ian “16.50. “1693| 29 Kas ILaK “ts. 30e| Penjaman Baik aon 202155 20x ass ses) Libitas Sewa agar WrRam “3.301 saga 100.00) “oto oa wo “100.00 0.0) Libittas Imbalan Kerja ai NN Ioi WLagp “9.2611| Utang Vemura Bersama aa Aa 93 Own 20) Yumlah Liabilitas Jangka Panjang asn s0 Ina Ne GAN 3 Liabilitas “2.2 GI ajaa osn “12an ltkusas yang Dapat Disaribuskan kepada Pemilik Enteas Modal Saham oa Ona Oon are “rs Tambahan Modal Disetor 19, aon da2 0001 o.co| Trassak Kesirukturwasi goni ht “100.01 Wa 0.0ons| (sate Laba Daentukan Penggunaannya ana sapa a00, won o.o0orsl Beban daemtukan Penggunaannya Rasa 21 1721 0,201, am Ekuitas yang Dapat Diatrihusikan kepada Pemilik Entitas | han em Dara 17an Kepenimgan Nonpenpendah Gang Pn ii BanIn “Okta Jumlah Ekuiras 23k band Aje Lor) L— Jumlah Liabiitas dan Ekuhtas PIN Ana 210.703 an Business Valuatian Until 133 lokarta
Page 151 OCR 0.413
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Wiaya Karya Beta Tt Down JI Deseaber MIA Votha Kesra - (LABA TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DEATRIHUSIKAN KEPADA ons hndek ma na an Kepesngan Nam Penganduh mag, tnpa “aan Insatah ya suara Aa YUMLAI LAHA KOMPRIMENSEP Perih Franas Indah am Jaa 0 Kererngan Nor Peneradah yaran man “ma demak Test IL pentas Revimess Vatastyen Umi 134 Jokurta
Page 152 OCR 0.358
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Rasio Keuangan Historis Dinda toe 2 Saemaar 23 Deng Gamer kas ngrm una kaya ontasd Week Rano gm on Nina ten Cah am peang man kn pera Jamin Annie (eren Prog Us bah Berdoi » “ . “ “ "| Pasang Lha Pak Kriga F3 ti Pe 2 » Pi Tapauman Pasang Kom Pad Berita " ' z 1 ' | Perpaman Parang Reveru Paha 4 1 4 ' , Perpuastan Putar Yang Behun Otagh - Pihak Mereinei - " “ . 2. Penyutwan Parang Yauy Pekuru Ong - Pihak Keugs " 2 2 » " #ayatana Pernlasa “ & " " “ Peaaran Uang Uu - PA Henti 3 Tn - - Ri Pot Utang Una Plak Ker “ . Ti pa » payau Goa » ua an (kanio Satrahiltm Datu At 1 u an s1 s1 and eta x0 Kajany yes 109 sets tea, um La (Rerio Pretirateran Gross Manan lang - s.. - ing va Operung Marga uv. - Bad n - wd Nan Prnia #larga Ping 100 & 0. .y. and 20. am ya am Peni am um Lxoe tri bra ia Ara ren z Business Valwation Uni 135 Tekarta
Page 153 OCR 0.317
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijava Karya Beton Tbk arisan? serata (tematan Pengpenaarna an usg no. ... Pb . Meta Denata Peranan LMGkaN LMEMI Lan 115 IK ana an1am menaneatin Lompemeru! Laneya. - - keyennogan Men Pengatak. senet sea kasool tasya oma kato na Tatar Pkaatan Men6 Dek Mekah Amaris RAdA2NG MA NIKMA Ape190 satgas meayan basah Dan Inatah Ia Tejaa KIR Janam Taja Kesimeas Vataaten Unit
Page 154 OCR 0.227
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk e—T Met Pata Penata MAIN MAKA WINA Karan TMT — Ona teesni kmrn. Irispano— Goo Dersrg Mangan rona many saran tenan Wana mkn sana sena nana Wana #arainana Muka Aero On Kasar man arm Ona Wana Kesal (sa nan era seba urang Tian tara sn ang mm ser nemanae .. - man tangan Gerai — UTAM beban Desa meta ml ea Pemeraan alang en aa Denah Iisa Moami sara sebatang Lem tan PA ban MN seo man tangan Gaet kental Lovatag Sebetor Patak. an m0 Pet ms nd meterai Pajak Pengnattan Sr aan Oem 0g masa ang Ananta Setan Panah .X wan 0 Asngny atasi Perarvnaan Gn dar Peenagan KAPAT Kineaka Kasta Tatang sama Penteren tgati nasa Mau MPA Kakan kmasan ONGKN Penterar tepat Dres ar Marprann, MPaMaN INKA KeOK saran ——aTIM Da Perawan eng - Peranan Pajak meteran Drag aa ws asu mara cam (0 Merah Diperotah Dari Pigenshan weni Akta RAN maa 1x70 me on na MMO KAA DAA ARTNTAS MOVINAN Peryaatan hact Tete uX an sawo - Perotenan MOgarI mantau Menang Goes yang Batre Pena Sauraan PLN MELAMAR yuan 5 : Penbatuan Mart Patag: Monata taka esa ea rang Pmamhanan MEME Mean PERAK Neha Puah Area Anam emenan Lena Mati Pemautan ketan Aren Kan Getaar Barit padu Lag snvaral mata 1 (metan Merararan merntan eyang Bantan: Penanbahan Mae Laman, Pemanen kur Pemanen Letnan peuuran tenan) mantan menga Aeuaan Payeman mna panjang ben petikan ang as Marun Diperateh Duri Pongrnahan weni Att KIRANA PNPM draan ea cam Pentaye Mena Penaman kanan Hoa mug mg mug pong Meneaar INoarunani mesanan Angan sayang maa MOM OMA Da za ng #eratan Perafnasi paman singa manengan Menatan (peran mai perawan jangha pentas Iataan — nrima .. #enanan ITematitani pasaran Menaten , Penbayan Har Lema Penanapan ca. Pemer amaan AT BEN LAN Mam Lah RELA an Penaran Onear Ni tam para Dem dana “asam PERAN Ana Man Mang Lemaean Penarpaan Mata Lana faham Tante en sanagan 162e Beruh Diperulah Dari Digenekan mand Akin WE EG puma enam Kan mun Wan ang MEMAKAI PONLINMAN) BERI Kai BAN MITAKA 5 HAKI nat Gun sia man sina2g Pevanahar tari - MALE) MAS OA SETAMA HAN PALA ANAK YAMIN MEPZI SATA sam sitam mam Pte MAKDO KAI DAN BETANA KAN PADA AMAN PENGRL —— NNTAGA MAKAN aman maan 59m ma (nan raman msg naa sora 137 Rusiness Vataatyan Unit Jokurta
Page 155 OCR 0.307
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk | eta » — » - » » Penagihan tahu berjuta danang? Ataran sarana kanseh Tentan ad tamah Penagihan tahu tata san pama Lp LA 2 A1K73Y Lanang Petunaunan Perdamaran tedwnen Tran 2 an sean aa Ka sam 0m n sam Pertemanan aya Unata un 1 .. um beban Peryunar Petang (Matang Unahal Lam san 1 am Peraturan mang Inah “ “ ” 3 setang Unana .. “ ” “ Ar menemani Pena maanan SASAMAN TA Petani masa sal #an SA AIAN La Tama pa aa wara POOUKTPATAS Pan bi sam min DAN merana erna nam Oam Oi ..n N MAMMAMAN MAN AU ANA TEAK ERP mn wan an. Tu Revo Karangan Wana Lautan Carrera Rato sanaya Tana dentan abal Penak Ova Rata saran no Nona kaan Cash Rat mara Kara yeban ox Fama Aatutan Perputaran Prdarg Usaha - 1 » ” Permtaan Peruntaan - “ “ ” Persutiran Ulang nata us - n - “ Kat Seatantan Dedi is Asnat dn @eun Wa Bai 1. Dee 0 Enaty La ma ne van se RRaun Prontatean Gres Marga Lan Padat Tan Tan, “2. Pa La Osereang Marga 17m Aa sara Sr Pa dad KN ada (et PA Marga css Loe 2.2 211 Le Zam ROA nak Ao 21m 2 uan Am wr 0 (ara .. sia «. s0 Brsimess Vataaten Uma 138 peta
Page 156 OCR 0.289
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Petak Terapkan ... "na 1». ? 1g .. .— NO Merr ta va. Pl ag wan "am part Tetap »rya sn nu. xx 1m mm ur kartun ta ana K3 vol non a11. nan noni Teras Pada Peti Arak (rotas kanmaw dar W ... ma ”. €- .. —— pan karang Are ria aan.» PL Pa el Pa u IA Ia Ga One Er Yee LE Yedeman magka Pendet ng —— Matang Lina Lapan 1 yna y03 1 v1 mang unta kar ... ” Yeetang Pasek ..m Pa ui -.. Vena Mba Gen Pelanggan ipa 00 Da0 Pa ad tanya (ang Maap Panai Dibayar sap 229 sa) Sona Peneapatan Merana Ormuta, oya 10 anna JISBALAN Langka Cangang bagan pengka pendra. - - - kanan anta ...i UatStan jera Pernang Pepaman sangan Panyang — naya -. .. .... Ka Areanhan maan #pera Lara (MAA Mk . ”n “. “—a mn nu Urang Larwaam . -. ” “ ” Unang Ventura tanama uga ... naa po. .- 0. ti —. 9. ara "1 ” ca 3 z z Wetan Moda panam Nreasury Stnen. 2 - - - . . “ Terertar Moda Oon anna? ata? anyar .. yag anah usai Mp3 Drag! Lahar -... Beni sarat naa Kini nam ai “ee tata ten aan Pengpneannga ”.- ..— ” y. ” ".. 1 yu. | tetan Ditortaar Penggunaannya yag tag Lama Isa A3 ui anak no Pendaprtan Lornerenawui Lanang Levent ngan Nan Pengaadat. nya m1 Ka nd "mg “No Trtai Untan. ema «pan ana mz Aa Anang Kutu ..— PERAN emAU pan Ia tal TA Ia IA Jaa Ga OP 3 Rewimess Vatagtyen Unit Jokwrta
Page 157 OCR 0.309
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk I | | GE Gesenggahi ! i P3 enbani Wap mag tanyanya Ona Orang berani mm Pertayuten Puma: Dharn—Onaam bas we 2 MMA LAN DAA METITTAS PNEITAN Penata Aan Terapi - hj 0. Mentarnan Bat tetap Pa el wan Aa ni Daan Wraa (LAI PAN KENA MN. bndasad Petani mag Oesag Lion Ls art Ginatn na na 119 E una An Beraa Dipersiah Bui Pigenahan watak) Mbah CSRATIN — #TTAN wg Dam ema sang Ona nan stan 8 Wang nan Ga Dam KEALAN PENEMUAN MENSAKKAS DAN WEBARA «SSH na yaaa 1 #5 : & 8 8 SALDO KAS DAN SETAMA KAI PADA AKI LAMUN aras oo war man 04 - (MALLKO NA DIAN SATA KA PALIA ANK PEMOKA - ASATTP NI IAN yaaa NA. sa Hii Rusiness Vataatyan Unit 140 Tekorta
Page 158 OCR 0.367
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk - En KSM TANKAKI ame Bt LEK Lanktar Laka yan Lem UN 1 .. - mx . - .. 1. s9 bra Na 17x aa nm 1 . ” » - 2 » - - arrama maan — sanam sos ya na pat MOOUETIMTAS Cm saga — nara nada "aa nam saru dng (naga Oz naa na ang Ce oscda 1587tn ti ra Yara bt » “ ” - - an gam nan Tata ada sd . cm Pn 173 an Pn 1g Tak Id pokeeta
Page 159 OCR 0.431
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Ea EN 21 EE Et E3 Oren non masi ta 5nn) 239687 LO? AM 1W6584 1107447 dan 2361 2304 7 x9a2 181 ya son 310804 @751 am 65079 50753 MA G0 “ «a17 ... 1337 jan nm 12400 si v0.7 tan 1116193 L19RTST LINS6II 11927 1992217 1N9.327 199.227 199317 yng 11377 1927 19127 yan 0 1as1ose LM6IO 1NGOKA 132490 - 1158716 1100 LOBLING oo LOSLASO - 8.8. 9 “ag “197 - na Ni ani 15 - 19952 19. 10.654 1.17 - 1704 114229 LIRPAL LOKKASP - Ang na 11 LA7 TAN 1001359 - yr 197 170.33 am - yr 101 7 un yaa an aa - Lasno5g 146.120 1200004 192490 IMAM 1 Rusiness Vataatyan Unit 142 Jukurta
Page 160 OCR 0.725
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk DO KAS DAM SETARA KAS PADA Al (139327) (673 non (nasi Hasan) 99an) 2 143 Tekorta
Page 161 OCR 0.475
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelavakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk son onooo | 2308 a00 000 624339960 |. 3.746.039.760 T 5 Lisa aoi sea 2 Bak Uap 6 247.381.677 1.484 290 062 3 | Bak Limbah 6 836.937.608 5.021.625.618 & Ruang & Instalasi Genset 6 Iacooissa| 201.529.324 5 Jembatan Timbang 6 162.645.519 975873114 Peralatan - To Peratalatan Produksi G Teikannooo | A5R30A00 000 2 | Perulatan Penunjang Produksi 6 448.400.000 2.690 400.000 3 Dea Pekerkaaan, Pengukuran dar |“ 367.117.904 2.202.707.424 T Cetakan za Fasesnan | 19257925200 "Total Investasi 129320287868 Discount Factor INGAN DISCOUNT RATE Copitat Csk Camporition Worted Cost ir »,noe nya Ae bi PP an Ara yaaa Cematnete TAN IPA 30 Der OM Bank Interest 2096 Bal Iadomosia, Da 2004 OM hoseaberwa. Aemmary JUL Ya nara Ikuk Peeramen AATU Dhemenderan. bamuury 2021 Dhamoskaran January ND xD Lae Keterangan wa Makar Unteserea Wara marun BA yo para «1 ne yoapn any Khai
Page 162 OCR 0.387
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk — 8. E53 F3 F7 8 FA F— an ana momen «0 maa »a Din M3 pan mm com Latin Gen Wana setang vaang (en ag rana. tas La po pi pa — ar ng Pe Dasar” Inang mg Jaa eni meymamtas ge anta "9 man k01 rata yahya aini setoseat # (tas rr perementai 0 Capen ta #nterest « (i-tan) Wweremantat Termunal Vatue Oskon Termunai Growth Anahuin Incremental FCFF meremental Tn no ya Le 12313 yana naek Indar 20 Invest 1120327) 1 20120 (tano07) 2 13.485 (1085427) 3 20MA? 084775) Pi 18636 tt) s 16 sea (49575) 8 10x 218626 In an 204 Persian Barang led KAT Wrnya Lngrung Praktn 26108 Daya Peka Larpang Prabetis Ka tol Ine Korgnba Aa as Masi
Page 163 OCR 0.472
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk z8 Operasianat 152095 H9n68 155076 166706 17STTT AGLOS1 Admeustrasi dan Umum. PS had 1 rna 144 Oe4 ASLANI o1GOTIP A96 174018 Pengembangan Unata. on 4722 468) a.9 5176 Sasa San Ojak A18 Eatan 1.238 100 Cr Were Prart XS 5.305.000 Pokok Peryanian 4769520 Overasoral 182005 1.508 801 146 Rewimess Vatagtyen Unit Jokwrta
Names mentioned 98 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP GUNTUR
p.2 ×8
unresolved
org
ANDRI & REKAN
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
p.2 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5 ×50
unresolved
org
Kota Nusantara
p.8 ×7
unresolved
person
Rahmat Faizal
p.14
unresolved
person
Up. Dwi Hari Prasetiyo
p.15
unresolved
person
Yasin Irwanuddin
· Manajer Divisi Keuangan
p.16
unresolved
org
Andri dan Rekan
p.17 ×3
unresolved
org
Penilai Saham Represenstatif KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan
p.17
unresolved
org
KJPP Guntur Eki Andri
p.17 ×148
unresolved
org
Wijaya Marya Beton Tbk.
p.17 ×2
unresolved
org
Rekan Penilai Saham KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan
p.17
unresolved
org
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
p.18 ×146
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH-
p.23
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.24 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Guntur
p.24 ×2
unresolved
org
KJPP
p.24
unresolved
org
Bapepam
p.24 ×6
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf
p.27 ×6
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.27 ×6
unresolved
org
Wijava Karya Beton Tbk
p.28 ×28
unresolved
person
Insinyur Nanette Cahyanic Handani Adi Warsito
· Notaris
p.28
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.28 ×8
unresolved
person
Insinyur Nanette Cahyani Handari Adi Warsito
· Notaris
p.28
unresolved
person
Insinyur Nanette Cahyanic Handari Adi Warsito
· Notaris
p.28 ×5
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.28 ×2
unresolved
org
PT Wijaya Karya Ranimrer Vatarnian
p.28
unresolved
person
Achmad Bajumi
p.29 ×3
unresolved
person
Imas Fatimah
p.29 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.34
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU.
p.34
unresolved
org
Yayasan Wijaya Karya
p.37
unresolved
person
Eko Sujianto
· Komisaris Utama
p.38
unresolved
person
Insinyur Nanctte Cahyanie Handari Adi Warsito
· Notaris
p.39
unresolved
person
Insinyur Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
· Notaris
p.39 ×5
unresolved
org
Menteri Kebukiman Republik Indonesia
p.40
unresolved
org
Pusat Statistik
p.49 ×3
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.49 ×4
unresolved
org
Kementerian Ketenagakerjaan
p.50
unresolved
org
Bank Indonesia. Inflasi
p.53
unresolved
org
Bank Indonesia Triwulan IV
p.53 ×19
unresolved
org
Bank Business Valuatian
p.59
unresolved
org
Kementerian PUPR
p.64 ×2
unresolved
org
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
p.68
unresolved
org
PT PLN (Persero)
p.69 ×3
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.69 ×4
unresolved
org
PT Virajaya Riauputra
p.71
unresolved
org
PT Sumbetri Megah
p.71
unresolved
org
PT Jaya Sentrikon Indonesia
p.71
unresolved
org
PT Ratu Pola Bumi
p.71
unresolved
org
PT Tonggak Ampuh
p.71
unresolved
org
PT Sentosa Sakti Makmur
p.71
unresolved
org
PT Kunango Jantan
p.71
unresolved
org
PT Hume Sakti Indonesia
p.71
unresolved
org
PT Tjakrindo Mas
p.71
unresolved
org
PT Jaya Beton Indonesia
p.71
unresolved
org
Menteri PUPR
p.72
unresolved
org
KJPP GEAR
p.84
unresolved
org
PT Citra Lautan Teduh
p.98 ×2
unresolved
org
Koperasi Karyawan Beton Makmur Wijaya. Revimess Vatastyen Umi
p.98
unresolved
org
PT Wijaya Karya Komponen Beton
p.99 ×2
unresolved
org
PT Komponindo Betonjaya
p.99
unresolved
org
PT Komponindo Beton Jaya. Aktivitas Usaha Performa
p.99
unresolved
org
PT Wijaya Karya Krakatau Beton
p.100 ×2
unresolved
org
PT Krakatau Engineering
p.100 ×2
unresolved
org
PT Krakatau Wajatama
p.100 ×2
unresolved
org
PT Krakatau Baja Konstruksi. Hingga
p.100
unresolved
org
PT Krakatau Baja Konstruksi
p.100
unresolved
org
PT Wijaya Karya Pracetak
p.100 ×2
unresolved
org
Wijaya Karya Bangunan
p.100 ×2
unresolved
org
Kementerian ESDM dan PLN
p.104
unresolved
org
DER & Debt
p.134
unresolved
person
Keaar A
p.143
unresolved
org
Penerbangan Buta ANK AMIK Ata An
p.148
unresolved
person
Kriga F
p.152
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
8850 ms
13 Sep 2026 15:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}