Back to announcement
20250616_TUFI_Penyampaian Bukti Iklan_31895382_lamp2.pdf
Other Text extracted TUFISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1
INDIKASI JADWAL PENERBITAN (dalam jutaan Rupiah)
Tahun-tahun yang berakhir pada
Masa Penawaran Awal : 16 – 20 Juni 2025 Uraian tanggal 31 Desember
Tanggal Efektif : 25 Juni 2025 2024 2023
Masa Penawaran Umum : 30 Juni – 3 Juli 2025 Liabilitas dan Ekuitas
Tanggal Penjatahan : 4 Juli 2025 Liabilitas
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 8 Juli 2025 INFORMASI DALAM PROSPEKTUS RINGKAS INI MASIH DAPAT DILENGKAPI DAN/ATAU DIUBAH. PERNYATAAN PENDAFTARAN EFEK INI TELAH DISAMPAIKAN KEPADA Utang usaha 604.208 1.017.137
Tanggal Distribusi Secara Elektronik (“Tanggal Emisi”) : 8 Juli 2025 OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) NAMUN BELUM MEMPEROLEH PERNYATAAN EFEKTIF DARI OJK. DOKUMEN INI HANYA DAPAT DIGUNAKAN DALAM RANGKA PENAWARAN Utang lain-lain
Tanggal Pencatatan Pada Bursa Efek Indonesia : 9 Juli 2025 AWAL TERHADAP EFEK INI. EFEK INI TIDAK DAPAT DIJUAL SEBELUM PERNYATAAN PENDAFTARAN YANG TELAH DISAMPAIKAN KEPADA OJK MENJADI EFEKTIF. PEMESANAN Pihak ketiga 160.830 190.916
PEMBELIAN EFEK INI HANYA DAPAT DILAKSANAKAN SETELAH CALON PEMBELI ATAU PEMESAN MENERIMA ATAU MEMPUNYAI KESEMPATAN UNTUK MEMBACA PROSPEKTUS Pihak berelasi 51.626 56.805
PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN Utang pajak kini 112.491 112.000
RINGKAS DAN PROSPEKTUS AWAL.
PEMENUHAN KRITERIA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN Utang derivatif 12.654 -
Perseroan telah dan akan memenuhi kriteria untuk melaksanakan Penawaran sebagaimana diatur dalam OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS Beban yang masih harus dibayar
POJK No. 36/2014, yaitu: RINGKAS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM. Pihak ketiga 238.398 257.626
a. Penawaran Umum Berkelanjutan dilaksanakan dalam periode 2 (dua) tahun dengan ketentuan Pihak berelasi 9.543 4.472
pemberitahuan pelaksanaan PUB Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk terakhir disampaikan kepada Pinjaman yang diterima
PROSPEKTUS RINGKAS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA
OJK paling lambat pada ulang tahun kedua sejak efektifnya Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Pihak ketiga 15.677.665 15.242.400
BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.
Penawaran Umum Berkelanjutan Efek bersifat Utang dan/atau Sukuk; Pihak berelasi 5.835.461 2.891.252
21.513.126 18.133.652
b. Telah menjadi Emiten atau perusahaan publik paling sedikit 2 (dua) tahun sebelum penyampaian INFORMASI LENGKAP TERKAIT PENAWARAN UMUM TERDAPAT DALAM PROSPEKTUS. Biaya provisi yang belum diamortisasi (36.930) (36.937)
pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum berkelanjutan efek bersifat utang dan/
21.476.196 18.096.715
atau sukuk, dimana Perseroan telah menjadi Emiten sejak tahun 2003 dimana Perseroan telah
PERSEROAN DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA, ATAU LAPORAN DAN Surat berharga yang diterbitkan
melakukan penawaran umum dengan melakukan penerbitan efek bersifat hutang yakni Obligasi
KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS RINGKAS INI. Pihak ketiga 6.050.795 5.252.750
Tunas Financindo Sarana I Tahun 2003 dengan tingkat bunga tetap;
Pihak berelasi 644.000 443.000
c. Tidak pernah mengalami kondisi gagal bayar selama 2 (dua) tahun terakhir sebelum penyampaian 6.694.795 5.695.750
Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan sesuai dengan surat Beban emisi yang belum diamortisasi (12.870) (8.235)
keterangan dari Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (firma anggota Ernst & 6.681.925 5.687.515
Young Global Limited) No. 00246/2.1032/JL.0/09/0703-1/1/V/2025 tertanggal 26 Mei 2025 dan Liabilitas imbalan kerja karyawan 213.162 274.546
Surat Pernyataan Tidak Pernah Mengalami Gagal Bayar No. 168/SKL-CSC/MTF/V/2025 tertanggal Total Liabilitas 29.561.033 25.697.732
26 Mei 2025 yang telah ditandatangani Perseroan;
d. Efek yang diterbitkan melalui Penawaran Umum Berkelanjutan adalah Efek bersifat utang yang
PT MANDIRI TUNAS FINANCE Ekuitas
memiliki peringkat yang termasuk dalam kategori 4 (empat) peringkat teratas yang merupakan Kegiatan Usaha Utama: Modal ditempatkan dan disetor penuh 250.000 250.000
urutan 4 (empat) peringkat terbaik dan masuk dalam kategori peringkat layak investasi berdasarkan Pembiayaan Investasi, Pembiayaan Modal Kerja, dan Pembiayaan Multiguna Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan kerja karyawan
standar yang dimiliki oleh Perusahaan Pemeringkat Efek. Berdasarkan hasil pemeringkatan atas (7.155) (38.390)
Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia - neto
surat hutang jangka panjang sesuai dengan surat Pefindo No. RC-200/PEF-DIR/III/2025 tanggal (Kerugian) keuntungan kumulatif atas instrumen derivatif
5 Maret 2025 perihal Sertifikat Pemantauan Pemeringkatan atas Obligasi Berkelanjutan VII PT Kantor Pusat: (17.423) 2.802
untuk lindung nilai arus kas - neto
Mandiri Tunas Finance periode 5 Maret 2025 sampai dengan 1 Maret 2026 dan Surat Pefindo Graha Mandiri Lt. 3A, Jl. Imam Bonjol No.61, Jakarta 10310 Saldo laba
No. RC-198/PEF-DIR/III/2025 tanggal 5 Maret 2025 perihal Sertifikat Pemeringkatan atas Obligasi Telp. (021) 230 5608 Sudah ditentukan penggunaannya 50.000 50.000
Berkelanjutan VII Tahun 2025 PT Mandiri Tunas Finance periode 5 Maret 2025 sampai dengan 1 Website : www.mtf.co.id Belum ditentukan penggunaannya 4.589.000 3.765.248
Maret 2026, Obligasi yang diterbitkan Perseroan memperoleh peringkat idAAA (Triple A). E-mail : corporate.secretary@mtf.co.id Total Ekuitas 4.864.422 4.029.660
Tidak ada persyaratan dan/atau pembatasan atau pembayaran lebih dini atas Efek bersifat utang. Mata Kantor Cabang: Total Liabilitas dan Ekuitas 34.425.455 29.727.392
uang yang digunakan dalam transaksi Obligasi ini berdenominasi dalam Rupiah. 125 (seratus dua puluh lima) kantor cabang dan 10 (sepuluh) kantor selain kantor cabang yang terletak di beberapa wilayah Indonesia.
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
KETERANGAN MENGENAI OBLIGASI YANG DITERBITKAN PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
NAMA OBLIGASI OBLIGASI BERKELANJUTAN VII MANDIRI TUNAS FINANCE (dalam jutaan Rupiah)
DENGAN TARGET DANA YANG DIHIMPUN SEBESAR Rp10.000.000.000.000,- (SEPULUH TRILIUN RUPIAH) Tahun-tahun yang berakhir pada
Obligasi Berkelanjutan VII Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2025.
(“OBLIGASI BERKELANJUTAN VII”) Uraian tanggal 31 Desember
JANGKA WAKTU DAN JATUH TEMPO 2024 2023
Obligasi ini berjangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak Tanggal Emisi untuk seri A, Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan VII tersebut, Perseroan akan menerbitkan dan menawarkan: Pendapatan
3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi untuk seri B, dan 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi untuk seri C dan OBLIGASI BERKELANJUTAN VII MANDIRI TUNAS FINANCE TAHAP I TAHUN 2025 Pembiayaan konsumen 3.453.490 3.000.350
jatuh tempo masing-masing Obligasi adalah pada tanggal 18 Juli 2026 untuk Obligasi seri A, tanggal 8 DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBANYAK-BANYAKNYA SEBESAR Rp2.500.000.000.000,- (DUA TRILIUN LIMA RATUS MILIAR RUPIAH) Sewa pembiayaan 678.704 652.751
Juli 2028 untuk Obligasi seri B, dan tanggal 8 Juli 2030 untuk Obligasi seri C. (“OBLIGASI”) Anjak Piutang 438 909
JENIS OBLIGASI Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang akan diterbitkan oleh Perseroan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”), sebagai bukti utang kepada Simpanan bank 17.473 17.134
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan Pemegang Obligasi. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi dan terdiri dari 3 (tiga) seri dengan ketentuan sebagai berikut: Lain-lain neto 1.429.210 1.110.824
atas nama KSEI sebagai bukti hutang untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi ini didaftarkan Total pendapatan 5.579.315 4.781.968
Seri A : Jumlah Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi Seri A adalah 370 Beban
atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Rekening di KSEI yang selanjutnya untuk kepentingan
(tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo. Beban keuangan (1.913.946) (1.510.165)
Pemegang Obligasi dan didaftarkan pada tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi oleh
Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi Tertulis Seri B : Jumlah Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi Seri B adalah 3 Gaji dan tunjangan (775.231) (802.194)
yang diterbitkan oleh KSEI, Perusahaan Efek atau Bank Kustodian. (tiga) tahun terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo. Umum dan administrasi (413.178) (349.836)
Penyisihan kerugian penurunan nilai:
JUMLAH POKOK OBLIGASI
Seri C : Jumlah Obligasi Seri C yang ditawarkan adalah sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi Seri C adalah 5 Pembiayaan konsumen (885.498) (726.080)
Obligasi ini diterbitkan dengan Jumlah Pokok sebanyak-banyaknya sebesar Rp2.500.000.000.000,- (dua (lima) tahun terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo. Sewa pembiayaan (83.288) (7.651)
triliun lima ratus miliar Rupiah) dengan ketentuan sebagai berikut: Anjak piutang (14.874) 9.057
- Jumlah Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah) dengan tingkat bunga Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 8 Oktober Piutang lain-lain 10.867 96.127
tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi Seri A adalah 370 (tiga ratus tujuh 2025, sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi masing-masing seri Obligasi adalah pada tanggal 18 Juli 2026 untuk Obligasi seri A, tanggal 8 Juli 2028 untuk Total beban (4.075.148) (3.290.742)
puluh) Hari Kalender terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh Obligasi seri B, dan tanggal 8 Juli 2030 untuk Obligasi seri C. LABA SEBELUM BEBAN PAJAK FINAL DAN
(bullet payment) pada saat jatuh tempo. PAJAK PENGHASILAN 1.504.167 1.491.226
OBLIGASI BERKELANJUTAN VII MANDIRI TUNAS FINANCE TAHAP II DAN/ATAU TAHAP-TAHAP SELANJUTNYA (JIKA ADA) AKAN DITENTUKAN KEMUDIAN
- Jumlah Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah) dengan tingkat bunga Beban pajak final (3.495) (3.427)
tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi Seri B adalah 3 (tiga) tahun PENTING UNTUK DIPERHATIKAN LABA SEBELUM BEBAN PAJAK
terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada OBLIGASI INI TIDAK DIJAMIN DENGAN JAMINAN KHUSUS BERUPA BENDA ATAU PENDAPATAN ATAU AKTIVA LAIN MILIK PERSEROAN DALAM BENTUK APAPUN SERTA TIDAK PENGHASILAN 1.500.672 1.487.799
saat jatuh tempo. DIJAMIN OLEH PIHAK MANAPUN. SELURUH KEKAYAAN PERSEROAN, BAIK BERUPA BARANG BERGERAK MAUPUN TIDAK BERGERAK, BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN Beban pajak penghasilan (328.590) (326.698)
- Jumlah Obligasi Seri C yang ditawarkan adalah sebesar Rp[●],- ([●] Rupiah) dengan tingkat bunga YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI, KECUALI AKTIVA PERSEROAN YANG DIJAMINKAN SECARA KHUSUS KEPADA KREDITURNYA, MENJADI JAMINAN ATAS SEMUA LABA TAHUN BERJALAN 1.172.082 1.161.101
tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun. Jangka waktu Obligasi Seri C adalah 5 (lima) tahun KEWAJIBAN PERSEROAN KEPADA SEMUA KREDITURNYA YANG TIDAK DIJAMIN SECARA KHUSUS ATAU TANPA HAK ISTIMEWA TERMASUK OBLIGASI INI SECARA PARI PASSU Penghasilan komprehensif lain
terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada BERDASARKAN PERJANJIAN PERWALIAMANATAN, SESUAI DENGAN KETENTUAN DALAM PASAL 1131 DAN 1132 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA. Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi:
saat jatuh tempo. Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan
40.044 (10.502)
Jumlah Pokok Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan pelunasan Pokok Obligasi dari PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI DENGAN KETENTUAN PEMBELIAN OBLIGASI DITUJUKAN SEBAGAI PELUNASAN ATAU DISIMPAN UNTUK kerja karyawan
masing-masing Seri Obligasi dan/atau pembelian kembali sebagai pelunasan Obligasi sebagaimana KEMUDIAN DIJUAL KEMBALI DENGAN HARGA PASAR DIMANA PELAKSANAAN PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI DILAKUKAN MELALUI BURSA EFEK ATAU DI LUAR BURSA Pajak penghasilan terkait (8.809) 2.310
dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo Obligasi sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan. EFEK DAN BARU DAPAT DILAKUKAN 1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN. PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI TIDAK DAPAT DILAKUKAN APABILA HAL TERSEBUT 31.235 (8.192)
HARGA PENAWARAN MENGAKIBATKAN PERSEROAN TIDAK DAPAT MEMENUHI KETENTUAN-KETENTUAN DI DALAM PERJANJIAN PERWALIAMANATAN DAN APABILA PERSEROAN MELAKUKAN Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi:
100,00% (seratus persen) dari Jumlah Nominal Obligasi. KELALAIAN (WANPRESTASI) SEBAGAIMANA DIMAKSUD DALAM PERJANJIAN PERWALIAMANATAN, KECUALI TELAH MEMPEROLEH PERSETUJUAN RUPO. PEMBELIAN Bagian efektif dari (kerugian) keuntungan
BUNGA OBLIGASI KEMBALI OBLIGASI BARU DAPAT DILAKUKAN SETELAH PENGUMUMAN RENCANA PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI DIMANA PENGUMUMAN TERSEBUT WAJIB DILAKUKAN instrumen lindung nilai dalam rangka
PALING SEDIKIT MELALUI 1 (SATU) SURAT KABAR HARIAN BERBAHASA INDONESIA YANG BERPEREDARAN NASIONAL PALING LAMBAT 2 (DUA) HARI KALENDER SEBELUM lindung nilai arus kas (25.929) 11.525
Bunga Obligasi dibayarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Agen Pembayaran
TANGGAL PENAWARAN UNTUK PEMBELIAN KEMBALI DIMULAI. KETERANGAN LEBIH LANJUT DAPAT DILIHAT DI BAB I PROSPEKTUS. Pajak penghasilan terkait 5.704 (2.535)
pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi di bawah ini. Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulanan (3
bulan) dimana bunga pertama dibayarkan pada tanggal 8 Oktober 2025, sedangkan pembayaran bunga (20.225) 8.990
terakhir masing-masing Obligasi adalah pada tanggal 18 Juli 2026 untuk Obligasi Seri A, 8 Juli 2028 PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI DAN DIDAFTARKAN ATAS NAMA KSEI DAN AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK YANG Laba penghasilan komprehensif lain setelah
11.010 798
untuk Obligasi Seri B, dan tanggal 8 Juli 2030 untuk Obligasi Seri C DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI KSEI. pajak
Tanggal-tanggal Pembayaran Bunga Obligasi adalah sebagai berikut: TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO KREDIT YAITU KETIDAKMAMPUAN KONSUMEN UNTUK MEMBAYAR KEWAJIBAN BUNGA DAN/ATAU POKOK TAHUN BERJALAN 1.183.092 1.161.899
Tanggal Pembayaran Bunga PEMBIAYAAN KEPADA PERSEROAN. LABA PER SAHAM DASAR (Nilai Penuh) 469 464
Bunga Ke
Seri A Seri B Seri C
Rasio Data Keuangan Penting
1 8 Oktober 2025 8 Oktober 2025 8 Oktober 2025 RISIKO YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH RISIKO TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN DALAM PENAWARAN UMUM INI YANG
2 8 Januari 2026 8 Januari 2026 8 Januari 2026 ANTARA LAIN DISEBABKAN KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG. Tahun-tahun yang berakhir pada
3 8 April 2026 8 April 2026 8 April 2026 Uraian tanggal 31 Desember
4 18 Juli 2026 8 Juli 2026 8 Juli 2026 DALAM RANGKA PENERBITAN OBLIGASI INI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN OBLIGASI DARI PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA (PEFINDO): 2024 2023
5 - 8 Oktober 2026 8 Oktober 2026 Rasio Pertumbuhan
AAA (Triple A)
6 - 8 Januari 2027 8 Januari 2027
id
Total pendapatan 16,67% 21,63%
7 - 8 April 2027 8 April 2027 UNTUK KETERANGAN LEBIH LANJUT TENTANG HASIL PEMERINGKATAN TERSEBUT DAPAT DILIHAT PADA BAB I PROSPEKTUS. Laba tahun berjalan 0,95% 54,77%
8 - 8 Juli 2027 8 Juli 2027 Total asset 15,80% 25,28%
Pencatatan atas Obligasi yang ditawarkan ini akan dilakukan pada PT Bursa Efek Indonesia Total liabilitas 15,03% 24,53%
9 - 8 Oktober 2027 8 Oktober 2027
10 - 8 Januari 2028 8 Januari 2028 Penawaran Obligasi ini dijamin secara Kesanggupan Penuh (Full Commitment) Total ekuitas 20,72% 30,29%
11 - 8 April 2028 8 April 2028 PENJAMIN PELAKSANA EMISI DAN PENJAMIN EMISI OBLIGASI
12 - 8 Juli 2028 8 Juli 2028 Rasio Usaha
13 - 8 Oktober 2028 Laba sebelum beban pajak / pendapatan(1) 26,96% 31,18%
danareksa Pendapatan / total aset(2) 16,21% 16,09%
14 - 8 Januari 2029 sekuritas
15 - 8 April 2029 Laba tahun berjalan / pendapatan(3) 21,01% 24,28%
16 - 8 Juli 2029 Laba sebelum beban pajak/rata-rata aset(4) 4,52% 5,62%
17 - 8 Oktober 2029 PT BRI DANAREKSA Laba tahun berjalan / rata- rata ekuitas(5) 26,47% 32,81%
PT ALDIRACITA PT BNI SEKURITAS PT MANDIRI SEKURITAS PT TRIMEGAH SEKURITAS
18 - 8 Januari 2030 PT BCA SEKURITAS SEKURITAS Laba tahun berjalan / rata- rata aset(6) 3,52% 4,37%
SEKURITAS INDONESIA (TERAFILIASI) (TERAFILIASI) INDONESIA TBK
19 - 8 April 2030 (TERAFILIASI) Laba tahun berjalan / total aset(7) 3,40% 3,91%
20 - 8 Juli 2030 Laba tahun berjalan / ekuitas(8) 24,09% 28,81%
WALI AMANAT (TERAFILIASI)
Bunga Obligasi dihitung berdasarkan jumlah hari yang lewat terhitung sejak Tanggal Distribusi Obligasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Rasio keuangan
Secara Elektronik, dimana 1 (satu) bulan dihitung 30 (tiga puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) tahun Total liabilitas / total ekuitas (x)(9) 6,08x 6,38x
dihitung 360 (tiga ratus enam puluh) Hari Kalender dan akan dibayarkan setiap triwulanan. Total liabilitas / total aset (x)(10) 0,86x 0,86x
Bunga tersebut akan dibayarkan oleh Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Piutang non performing(11) 0,59% 0,48%
Prospektus Ringkas ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 2025 Gearing ratio (x)(12) 5,79x 5,90x
Rekening KSEI pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan.
Rasio lancar (current ratio)(13) 1,24x 1,09x
SATUAN PEMINDAHBUKUAN OBLIGASI
Interest coverage ratio(14)) 1,79x 1,99x
Satuan Pemindahbukuan dari satu Rekening Efek ke Rekening Efek lainnya adalah senilai Rp1,- (satu Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Pefindo yang bertindak sebagai lembaga pemeringkat. Perseroan telah memperoleh persetujuan dari krediturnya dan/atau telah melakukan pemberitahuan Debt service coverage(15) 0,13x 0,20x
Rupiah) dan kelipatannya. kepada krediturnya serta tidak terdapat persyaratan tertentu dalam persetujuan kreditur tersebut dan
Perseroan akan melakukan pemeringkatan atas Obligasi yang diterbitkan setiap 1 (satu) tahun sekali Keterangan:
SATUAN PERDAGANGAN OBLIGASI selama kewajiban atas efek tersebut belum lunas, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam POJK 49/ tidak terdapat pembatasan-pembatasan/negative covenant yang diterima Perseroan dari kreditur (1) Dihitung dengan menggunakan laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan dibagi dengan total
Perdagangan Obligasi dilakukan di Bursa Efek dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagaimana POJK.04/2020 tentang Pemeringkatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk. Perseroan yang dapat merugikan kepentingan hak pemegang Obligasi. pendapatan.
ditentukan dalam peraturan Bursa Efek. Satuan perdagangan Obligasi di Bursa Efek dilakukan dengan (2) Dihitung dengan menggunakan total pendapatan dibagi dengan total aset.
WALI AMANAT Rincian atas total liabilitas Perseroan dapat dilihat pada Prospektus Bab III mengenai Pernyataan Utang.
(3) Dihitung dengan menggunakan laba tahun berjalan dibagi dengan total pendapatan.
nilai sebesar Rp5.000.000 (lima juta Rupiah) dan/atau kelipatannya. Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (selanjutnya (4) Dihitung dengan menggunakan laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan yang berakhir pada tanggal 31
JUMLAH MINIMUM PEMESANAN disebut sebagai “BRI”) bertindak sebagai Wali Amanat sesuai dengan ketentuan dalam Akta Perjanjian
IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING Desember 2024 dan 2023 dibagi dengan rata- rata total aset untuk periode 12 (dua belas) bulan berdasarkan SEOJK
Perwaliamanatan Obligasi, dengan tegas menyatakan mempunyai hubungan afiliasi dengan Perseroan Tabel di bawah ini menyajikan ikhtisar data keuangan penting Perseroan yang diambil dari: No. 11/SEOJK.05/2020 tentang penilaian tingkat kesehatan perusahaan pembiayaan dan perusahaan pembiayaan
Pemesanan pembelian Obligasi harus dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya sebesar satu satuan
syariah.
perdagangan sebesar Rp5.000.000 (lima juta Rupiah) dan/atau kelipatannya. karena kepemilikan atau penyertaan modal Pemerintah dengan Bank Mandiri selaku pemegang saham 1) Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2024 serta untuk tahun yang berakhir pada (5) Dihitung dengan menggunakan laba tahun berjalan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 dibagi
JATUH TEMPO OBLIGASI Perseroan. Selain itu, BRI juga tidak memiliki hubungan kredit melebihi 25,00% dari jumlah hutang yang tanggal tersebut, yang disusun oleh manajemen Perseroan sesuai dengan Standar Akuntansi dengan rata- rata total ekuitas untuk periode 12 (dua belas) bulan berdasarkan SEOJK No. 11/SEOJK.05/2020
di waliamanatkan sesuai dengan Peraturan VI.C.3. Keuangan di Indonesia yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan tentang penilaian tingkat kesehatan perusahaan pembiayaan dan perusahaan pembiayaan syariah.
a. Jadwal Pelunasan Pokok Obligasi:
Sehubungan dengan Penawaran Umum Obligasi ini, Perseroan dan Wali Amanat telah menandatangani Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta peraturan regulator pasar modal (6) Dihitung dengan menggunakan laba tahun berjalan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 dibagi
Tanggal jatuh tempo Obligasi berbeda-beda sesuai dengan Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan VII Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2025. yang berlaku untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya yaitu Peraturan Peraturan dengan rata- rata total aset untuk periode 12 (dua belas) bulan.
masing-masing Seri Obligasi, yang kepastian tanggalnya akan ditentukan dalam perubahan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (sekarang OJK) No. VIII.G.7 tentang
(7) Dihitung dengan menggunakan laba tahun berjalan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 dibagi
perjanjian perwaliamanatan, hal tersebut dengan mengindahkan ketentuan lainnya dalam Sesuai dengan ketentuan yang dimuat dalam Perjanjian Perwaliamanatan, BRI telah ditunjuk oleh dengan total aset pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
Perseroan sebagai Wali Amanat yang mewakili Pemegang Obligasi ini. Alamat Wali Amanat adalah “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik” (secara (8) Dihitung dengan menggunakan laba tahun berjalan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 dibagi
Perjanjian Perwaliamanatan, khususnya ketentuan Pasal 5 dalam Perjanjian Perwaliamanatan. kolektif disebut sebagai ”Kerangka Pelaporan Keuangan yang Berlaku”) dan disajikan dalam
sebagai berikut: dengan total ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
b. Jumlah yang wajib dibayarkan oleh Perseroan pada tanggal pembayaran pelunasan Pokok Obligasi mata uang Rupiah, yang seluruhnya tercantum dalam Prospektus dan telah diaudit oleh Kantor (9) Dihitung dengan menggunakan total liabilitas dibagi dengan total ekuitas.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
adalah dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (firma anggota Ernst & Young Global Limited), (10) Dihitung dengan menggunakan total liabilitas dibagi dengan total aset.
Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi. Investment Services Division auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, sebagaimana tercantum (11) Jumlah kredit bermasalah setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai dibagi jumlah kredit yang diberikan
Trust Team sebelum dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. Kredit bermasalah adalah kredit dengan tunggakan lebih dari
c. Tata cara pembayaran Pokok Obligasi: dalam laporan auditor independen No. 01412/2.1032/AU.1/09/0703-1/1/V/2025 tertanggal 26 Mei 90 hari.
Gedung BRI II Lt.6
1) Obligasi harus dilunasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi. 2025, yang ditandatangani oleh Yasir (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0703). Laporan auditor (12) Dihitung dari jumlah pinjaman yang diterima dan surat berharga yang diterbitkan dibagi dengan total ekuitas.
Jl. Jend.Sudirman Kav.44-46
independen tersebut, yang juga tercantum dalam Prospektus, menyatakan opini tanpa modifikasian (13) Rasio lancar (current ratio) dihitung dari total aset lancar (2024: Rp16.116.244 juta; 2023: Rp13.806.735 juta) dibagi
2) Pembayaran Pokok Obligasi kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening Jakarta 10210 - Indonesia
dan mencantumkan: (a) paragraf “Hal Audit Utama” yang mendeskripsikan: (i) alasan cadangan dengan total liabilitas lancar (2024: Rp13.037.730 juta; 2023: Rp12.628.981 juta).
dilakukan oleh Agen Pembayaran untuk dan atas nama Perseroan berdasarkan Perjanjian Tel. (021) 575 8143 (14) Interest Coverage Ratio dihitung dari EBIT (2024 : Rp3.418.113 juta; 2023 : Rp3.001.391 juta) dibagi dengan beban
kerugian penurunan nilai atas piutang pembiayaan konsumen, piutang sewa pembiayaan dan
Agen Pembayaran. Faksimili: (021) 575 2360 bunga tahun berjalan (2024 : Rp1.913.946 juta; 2023 : Rp1.510.165 juta). EBIT dihitung dari laba sebelum beban
anjak piutang (piutang pembiayaan) merupakan hal yang kami pertimbangkan sebagai hal paling
3) Pembayaran Pokok Obligasi yang terhutang, yang dilakukan oleh Perseroan kepada Email : tcs_aet@bri.co.id pajak final dan pajak penghasilan (2024 : Rp1.504.167 juta; 2023 : Rp1.491.226 juta) ditambah beban bunga tahun
signifikan dalam audit kami atas periode kini dan oleh karena itu merupakan hal audit utama, (ii) berjalan (2024 : Rp1.913.946 juta; 2023 : Rp1.510.165 juta).
Pemegang Obligasi melalui Agen Pembayaran, dianggap pembayaran lunas oleh Perseroan, U.p. Division Head Investment Services Division
prosedur audit yang telah kami lakukan untuk merespons hal audit utama tersebut, dan (iii) rujukan (15) Debt Service Coverage Ratio dihitung dari EBITDA (2024 : Rp3.494.947 juta ; 2023 : Rp3.069.496 juta) dibagi dengan
setelah dana tersebut diterima oleh Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening pada pada catatan atas laporan keuangan yang menjelaskan hal audit utama tersebut, serta (b) paragraf pembayaran pokok bunga atas pinjaman yang diterima dan surat berharga yang diterima selama tahun berjalan
KSEI, dengan memperhatikan Perjanjian Agen Pembayaran, dengan demikian Perseroan
RENCANA PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI PENAWARAN UMUM
Hal-Hal Lain yang menjelaskan: (i) tujuan penerbitan laporan auditor independen atas Laporan (2024 : Rp25.979.918 juta; 2023 : Rp15.199.673 juta). EBITDA dihitung dari laba sebelum beban pajak final dan pajak
dibebaskan dari kewajiban untuk melakukan pembayaran Pokok Obligasi yang bersangkutan. OBLIGASI Keuangan Auditan, dan (ii) penerbitan kembali laporan auditor independen atas Laporan Keuangan penghasilan (2024 : Rp1.504.167 juta; 2023 : Rp1.491.226 juta) ditambah dengan beban bunga tahun berjalan (2024
: Rp1.913.946 juta; 2023 : Rp1.510.165 juta), beban depresiasi aset tetap (2024 : Rp46.957 juta; 2023 : Rp41.383
Obligasi terdiri dari beberapa seri yang jatuh temponya berbeda-beda sesuai dengan Tanggal Perseroan merencanakan untuk menggunakan penerimaan hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Auditan sehubungan dengan penerbitan kembali Laporan Keuangan Auditan. juta), dan beban amortisasi aset hak guna (2024 : Rp29.877 juta; 2023 : Rp26.722 juta).
Pelunasan Pokok Obligasi, dengan ketentuan sebagai berikut: Obligasi Berkelanjutan VII Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2025 setelah dikurangi biaya-biaya 2) Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2023 serta untuk tahun yang berakhir pada
a. Untuk Obligasi Seri A dengan jangka waktu 370 (tiga ratus tujuh puluh) Hari Kalender sejak Emisi, seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum ini, setelah dikurangi biaya-biaya tanggal tersebut, yang disusun oleh manajemen Perseroan sesuai dengan Standar Akuntansi Rasio Keuangan Penting Lainnya
Tanggal Emisi dan jatuh tempo pada tanggal 18 Juli 2026; Emisi akan dipergunakan oleh Perseroan sebagai modal kerja untuk pembiayaan kendaraan bermotor Keuangan di Indonesia yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan
Perseroan sebagaimana yang ditentukan oleh ijin yang dimiliki Perseroan berdasarkan ketentuan dan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta peraturan regulator pasar modal Tahun-tahun yang berakhir pada
b. Untuk Obligasi Seri B dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Tanggal Emisi dan jatuh tempo Uraian Persyaratan tanggal 31 Desember
perundang-undangan yang berlaku. yang berlaku untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya yaitu Peraturan Peraturan
pada tanggal 8 Juli 2028; 2024 2023
Informasi selengkapnya mengenai penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (sekarang OJK) No. VIII.G.7 tentang
c. Untuk Obligasi Seri C dengan jangka waktu 5 (lima) tahun sejak Tanggal Emisi dan jatuh Rasio permodalan Min 10% 20,21% 16,21%
Obligasi dapat dilihat pada Bab II Prospektus. “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik” (secara
tempo pada tanggal 8 Juli 2030; Rasio ekuitas terhadap modal disetor Min 50% 1.945,77% 1.611,86%
kolektif disebut sebagai ”Kerangka Pelaporan Keuangan yang Berlaku”) dan disajikan dalam mata
Hal tersebut dengan mengindahkan ketentuan lainnya dalam Perjanjian Perwaliamanatan. PERNYATAAN UTANG uang Rupiah, yang seluruhnya tercantum dalam Prospektus dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Rasio piutang pembiayaan neto
BUNGA OBLIGASI Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (firma anggota Ernst & Young Global Limited), auditor terhadap total aset Min 40% 93,34% 93,33%
Tabel di bawah ini menyajikan posisi liabilitas Perseroan tanggal 31 Desember 2024 yang diambil dari:
a. Sifat dan besarnya tingkat bunga: independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, sebagaimana tercantum dalam Rasio saldo piutang pembiayaan neto
Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2024 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal terhadap total pendanaan - 114,12% 116,65%
Tingkat Bunga Obligasi adalah tingkat bunga tetap, yang besarnya sebagaimana diatur dalam laporan auditor independen No. 01411/2.1032/AU.1/09/1008-1/1/V/2025 tertanggal 26 Mei 2025,
tersebut, yang disusun oleh manajemen Perseroan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Rasio saldo piutang pembiayaan
Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan sebagai berikut: yang ditandatangani oleh Danil Setiadi Handaja, CPA (Registrasi Akuntan Publik No. AP.1008).
Indonesia yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi investasi dan pembiayaan modal
Laporan auditor independen tersebut, yang juga tercantum dalam Prospektus, menyatakan opini
- Obligasi Seri A dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta peraturan regulator pasar modal yang berlaku untuk entitas kerja terhadap total saldo piutang
tanpa modifikasian dengan paragraf “hal-hal lain” mengenai: (i) tujuan penerbitan laporan auditor
- Obligasi Seri B dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun yang berada di bawah pengawasannya yaitu Peraturan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan pembiayaan Min 10% 56,12% 56,72%
independen dan (ii) penerbitan kembali laporan auditor independen sehubungan dengan penerbitan
Lembaga Keuangan (sekarang OJK) No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan
- Obligasi Seri C dengan tingkat bunga tetap sebesar [●]% ([●] persen) per tahun kembali Laporan Keuangan Auditan
Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik” (secara kolektif disebut sebagai ”Kerangka Pelaporan Rasio Keuangan di Perjanjian Kredit atau Liabilitas Lainnya dan Pemenuhannya
b. Jadwal dan periode pembayaran: Keuangan yang Berlaku”) dan disajikan dalam mata uang Rupiah, yang seluruhnya tercantum dalam Laporan keuangan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal tersebut, tersedia secara publik dan dapat diakses di “www.mtf.co.id/hubungan_ Dalam rangka penerbitan Obligasi ini dan obligasi-obligasi yang diterbitkan oleh Perseroan sebelumnya,
Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan terhitung sejak Tanggal Emisi sesuai dengan tanggal Prospektus dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (firma anggota sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perwaliamanatan, gearing ratio tidak melebihi 10:1, dimana yang
pembayaran masing-masing Bunga Obligasi. Ernst & Young Global Limited), auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI, investor”.
dimaksud dengan pinjaman berarti total kewajiban Perseroan pada setiap saat. Gearing ratio Perseroan
Jadwal Pembayaran Bunga Obligasi akan ditentukan dalam perubahan perjanjian perwaliamanatan sebagaimana tercantum dalam laporan auditor independen No. 01412/2.1032/AU.1/09/0703-1/1/V/2025 Laporan Posisi Keuangan
pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 berturut-turut sebesar 5,79 kali dan 5,90 kali.
dan dengan memperhatikan ketentuan Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan. tertanggal 26 Mei 2025, yang ditandatangani oleh Yasir (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0703). (dalam jutaan Rupiah)
Laporan auditor independen tersebut, yang juga tercantum dalam Prospektus, menyatakan opini tanpa Tahun-tahun yang berakhir pada ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN
c. Penghitungan bunga:
modifikasian dan mencantumkan: (a) paragraf “Hal Audit Utama” yang mendeskripsikan: (i) alasan Uraian tanggal 31 Desember
Tingkat Bunga Obligasi tersebut merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang pembiayaan konsumen, piutang sewa pembiayaan Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen ini harus dibaca bersama dengan laporan keuangan
berdasarkan jumlah hari yang lewat dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam 2024 2023 Perseroan beserta catatan-catatan di dalamnya, tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
dan anjak piutang (piutang pembiayaan) merupakan hal yang kami pertimbangkan sebagai hal paling
puluh) Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 Hari Kalender. Aset 2024 dan 2023 yang terdapat pada Bab XVII (Laporan Auditor Independen dan Laporan Keuangan)
signifikan dalam audit kami atas periode kini dan oleh karena itu merupakan hal audit utama, (ii) prosedur
Kas dan setara kas dari Prospektus.
d. Tata cara pembayaran bunga: audit yang telah kami lakukan untuk merespons hal audit utama tersebut, dan (iii) rujukan pada catatan
atas laporan keuangan yang menjelaskan hal audit utama tersebut, serta (b) paragraf Hal-Hal Lain yang Kas 7.999 18.194 Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2024 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal
1) Pemegang Obligasi yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang Kas pada bank
namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Rekening pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum menjelaskan: (i) tujuan penerbitan laporan auditor independen atas Laporan Keuangan Auditan, dan (ii) tersebut, yang disusun oleh manajemen Perseroan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
penerbitan kembali laporan auditor independen atas Laporan Keuangan Auditan sehubungan dengan Pihak ketiga 1.209 1.495 Indonesia yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan Pihak berelasi 1.282.952 832.451
ketentuan KSEI yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi dalam waktu penerbitan kembali Laporan Keuangan Auditan. Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta peraturan regulator pasar modal yang berlaku untuk entitas
1.292.160 852.140 yang berada di bawah pengawasannya yaitu Peraturan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan
4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, pembeli Obligasi yang Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan mempunyai liabilitas yang keseluruhannya berjumlah
Piutang pembiayaan konsumen Lembaga Keuangan (sekarang OJK) No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan
menerima pengalihan Obligasi tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Rp29.561.033 juta, dengan rincian sebagai berikut:
Pihak ketiga 27.154.596 22.698.175 Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik” (secara kolektif disebut sebagai ”Kerangka Pelaporan
Obligasi yang bersangkutan, kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI (dalam jutaan Rupiah) Pihak berelasi 41.346 11.542
yang berlaku. Keuangan yang Berlaku”) dan disajikan dalam mata uang Rupiah, yang seluruhnya tercantum dalam
Uraian Jumlah 27.195.942 22.709.717 Prospektus dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (firma anggota
2) Bunga Obligasi akan dibayarkan oleh Perseroan melalui KSEI selaku Agen Pembayaran Utang usaha 604.208 Dikurangi: cadangan kerugian penurunan nilai (476.763) (347.894) Ernst & Young Global Limited), auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI,
kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening pada Tanggal Pembayaran Bunga Utang lain-lain 26.719.179 22.361.823 sebagaimana tercantum dalam laporan auditor independen No. 01412/2.1032/AU.1/09/0703-1/1/V/2025
Obligasi yang bersangkutan berdasarkan Daftar Pemegang Rekening. Pihak ketiga 160.830 Piutang sewa pembiayaan tertanggal 26 Mei 2025, yang ditandatangani oleh Yasir (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0703).
3) Pembayaran Bunga Obligasi kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening Pihak berelasi 51.626 Pihak ketiga 5.495.587 5.416.865 Laporan auditor independen tersebut, yang juga tercantum dalam Prospektus, menyatakan opini tanpa
dilakukan oleh Agen Pembayaran untuk dan atas nama Perseroan berdasarkan Perjanjian Utang pajak kini 112.491 Dikurangi: cadangan kerugian penurunan nilai (100.429) (69.293) modifikasian dan mencantumkan: (a) paragraf “Hal Audit Utama” yang mendeskripsikan: (i) alasan
Agen Pembayaran. Utang derivatif 12.654 5.395.158 5.347.572 cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang pembiayaan konsumen, piutang sewa pembiayaan
4) Pembayaran Bunga Obligasi yang terhutang, yang dilakukan oleh Perseroan kepada Beban yang masih harus dibayar Anjak piutang dan anjak piutang (piutang pembiayaan) merupakan hal yang kami pertimbangkan sebagai hal paling
Pemegang Obligasi melalui Agen Pembayaran, dianggap pembayaran lunas oleh Perseroan, Pihak ketiga 238.398 Pihak ketiga 34.748 35.758 signifikan dalam audit kami atas periode kini dan oleh karena itu merupakan hal audit utama, (ii) prosedur
setelah dana tersebut diterima oleh Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening pada Pihak berelasi 9.543 Dikurangi: cadangan kerugian penurunan nilai (15.310) (436) audit yang telah kami lakukan untuk merespons hal audit utama tersebut, dan (iii) rujukan pada catatan
KSEI, dengan memperhatikan Perjanjian Agen Pembayaran, dengan demikian Perseroan Pinjaman yang diterima 19.438 35.322 atas laporan keuangan yang menjelaskan hal audit utama tersebut, serta (b) paragraf Hal-Hal Lain yang
dibebaskan dari kewajiban untuk melakukan pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. Pihak ketiga 15.677.665 Piutang lain-lain menjelaskan: (i) tujuan penerbitan laporan auditor independen atas Laporan Keuangan Auditan, dan (ii)
HASIL PEMERINGKATAN OBLIGASI Pihak berelasi 5.835.461 Pihak ketiga 164.173 119.669 penerbitan kembali laporan auditor independen atas Laporan Keuangan Auditan sehubungan dengan
21.513.126 Pihak berelasi 369.541 547.483 penerbitan kembali Laporan Keuangan Auditan.
Untuk memenuhi ketentuan POJK No. 7/2017 dan POJK No. 49/2020, Perseroan telah melakukan Biaya provisi yang belum diamortisasi (36.930) 533.714 667.152 Laporan keuangan Perseroan tanggal 31 Desember 2023 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal
pemeringkatan yang dilaksanakan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO).
21.476.196 Dikurangi: cadangan kerugian penurunan nilai (33.431) (44.298) tersebut, yang disusun oleh manajemen Perseroan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat hutang jangka panjang sesuai dengan surat Pefindo No. RC- Surat berharga yang diterbitkan 500.283 622.854 Indonesia yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
200/PEF-DIR/III/2025 tanggal 5 Maret 2025 perihal Sertifikat Pemantauan Pemeringkatan atas Obligasi Pihak ketiga 6.050.795 Aset pajak tangguhan 84.726 100.789 Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta peraturan regulator pasar modal yang berlaku untuk entitas
Berkelanjutan VII PT Mandiri Tunas Finance periode 5 Maret 2025 sampai dengan 1 Maret 2026 dan Pihak berelasi 644.000 Piutang derivatif 45.008 28.933 yang berada di bawah pengawasannya yaitu Peraturan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan
Surat Pefindo No. RC-198/PEF-DIR/III/2025 tanggal 5 Maret 2025 perihal Sertifikat Pemeringkatan atas 6.694.795 Aset tetap 278.475 283.625 Lembaga Keuangan (sekarang OJK) No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Obligasi Berkelanjutan VII Tahun 2025 PT Mandiri Tunas Finance periode 5 Maret 2025 sampai dengan 1 Beban emisi yang belum diamortisasi (12.870) Aset lain-lain Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik” (secara kolektif disebut sebagai ”Kerangka Pelaporan
Maret 2026 yang diterbitkan melalui rencana Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB), dengan peringkat: 6.681.925 Pihak ketiga 90.202 93.432 Keuangan yang Berlaku”) dan disajikan dalam mata uang Rupiah, yang seluruhnya tercantum dalam
id
AAA Liabilitas imbalan kerja karyawan 213.162 Pihak berelasi 826 902 Prospektus dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (firma anggota
(Triple A) Total Liabilitas 29.561.033 Total Aset 34.425.455 29.727.392 Ernst & Young Global Limited), auditor independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh IAPI,
Page 2
sebagaimana tercantum dalam laporan auditor independen No. 01411/2.1032/AU.1/09/1008-1/1/V/2025 Kas neto yang digunakan untuk aktivitas operasi pada tanggal 31 Desember 2024 berjumlah sebesar Pemilikan kendaraan bermotor dengan ketentuan pembayaran kembali secara angsuran tetap setiap 4. PROSPEK USAHA
tertanggal 26 Mei 2025, yang ditandatangani oleh Danil Setiadi Handaja, CPA (Registrasi Akuntan Publik Rp3.443.243 juta, mengalami penurunan 22,11% dari tahun 2023 yang berjumlah Rp4.420.498 juta, bulannya. Perseroan mengklasifikasikan fasilitas pembiayaannya ke dalam 3 jenis, yaitu mobil baru, OJK memperkirakan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi global di 2025, namun ekonomi
No. AP.1008). Laporan auditor independen tersebut, yang juga tercantum dalam Prospektus, menyatakan penurunan ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan penerimaan pendapatan dari pembiayaan mobil bekas dan sepeda motor. Perseroan juga menetapkan persyaratan kredit yang berbeda untuk ke Indonesia pada tahun 2025 diproyeksikan tumbuh cukup stabil. Bank Indonesia melalui Rapat Dewan
opini tanpa modifikasian dengan paragraf “hal-hal lain” mengenai: (i) tujuan penerbitan laporan auditor konsumen. 3 jenis usaha tersebut. Secara umum, jangka waktu pembiayaan ditetapkan 1 (satu) sampai 7 (tujuh)
Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Maret 2025 turut serta dalam mendorong pertumbuhan
independen dan (ii) penerbitan kembali laporan auditor independen sehubungan dengan penerbitan tahun dengan jangka waktu pembiayaan terbanyak adalah selama 4 (empat) tahun. Sebagai agunan
(ii) Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi ekonomi di tengah ketidakpastian global yang tinggi melalui penguatan strategi operasi moneter pro-
kembali Laporan Keuangan Auditan. untuk kredit tersebut adalah berupa Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) asli yang di simpan
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp65.844 oleh Peseroan. Dokumen tersebut akan diserahkan kepada konsumen apabila seluruh kewajibannya market, penguatan strategi stabilisasi nilai tukar rupiah, penguatan publikasi asesmen transparansi
Analisis dan pembahasan kondisi keuangan dan hasil operasi Perseroan dibawah ini harus dibaca juta, mengalami penurunan 44,65% dari tahun 2023 yang berjumlah Rp118.954 juta, penurunan ini Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK), serta penguatan akseptasi digital dan dukungan kebijakan sistem
kepada Perseroan telah dilunasi.
bersama-sama dengan laporan keuangan Perseroan beserta catatan-catatan di dalamnya, tahun- disebabkan karena menurunnya pembelian aset tetap dan aset hak guna. pembayaran.
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 yang terdapat pada Bab XVII (Laporan Selain itu, Perseroan menawarkan pembiayaan leasing bagi perusahaan untuk memperoleh barang-
(iii) Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan barang modal untuk operasional dengan mudah dan cepat. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 akan berada dalam kisaran 4,7-
Auditor Independen dan Laporan Keuangan) dari Prospektus. Analisis dan pembahasan yang disajikan
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tanggal 31 Desember 2024 berjumlah 3. PERKEMBANGAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN 5,5% dengan laju inflasi tetap terjaga di kisaran 2,5±1%. Dalam mendukung penguatan pertumbuhan
berikut mengandung kalimat-kalimat yang juga menggambarkan risiko dan ketidakpastian. Hasil akhir
sebesar Rp3.949.107 juta, mengalami penurunan 13,23% dari kas yang digunakan pada tahun 2023 Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan No. 8 tanggal ekonomi di tahun 2025, BI memutuskan untuk tidak menurunkan kembali BI-Rate atau tetap
sebenarnya dapat berbeda secara signifikan dengan hal-hal yang dimaksud dalam kalimat-kalimat
yang berjumlah Rp4.551.156 juta, penurunan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya pembayaran 6 Februari 2009 yang dibuat dihadapan Dr. Amrul Partomuan Pohan, S.H., LL.M., Notaris di Jakarta, mempertahankan BI-Rate berada di angka 5,75%. Keputusan mempertahankan BI-Rate yang rendah
tersebut. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan perubahan signifikan sudah termasuk dalam kalimat-
pinjaman. akta mana telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tersebut akan berpengaruh terhadap suku bunga pembiayaan, hal ini dapat menjadi stimulus bagi
kalimat tersebut, tetapi tidak terbatas pada analisis dan pembahasan berikut dan bagian yang terkait
berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Data Perseroan No.AHU-AH.01.10-01575 tanggal masyarakat untuk menggunakan produk-produk pembiayaan terutama pada pembiayaan kendaraan. Hal
dalam Prospektus, khususnya Bab VI mengenai Faktor Risiko.
FAKTOR RISIKO 11 Maret 2009, dan didaftarkan pada Daftar Perseroan No.AHU-0008560.AH.01.09.Tahun 2009, tanggal ini juga tercermin pada pertumbuhan kredit perbankan yang tumbuh 10,30% (YoY) pada Februari 2025,
1. PENDAPATAN USAHA
A. Risiko Yang Berkaitan Dengan Usaha Perseroan 11 Maret 2009, susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut: secara spesifik kredit konsumsi dan UMKM juga mampu tumbuh sebesar 10,31% (YoY) dan 2,51% (YoY).
Pendapatan Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023,
Dalam menjalankan usahanya Perseroan menghadapi berbagai risiko yang dapat mempengaruhi hasil Nilai Nominal Rp100,- per saham Persentase Seiring berjalannya tahun 2025, Gaikindo menargetkan penjualan mobil baru berada di 900 ribu unit.
terdiri dari pendapatan pembiayaan konsumen sebesar 61,90%, pendapatan sewa pembiayaan sebesar Keterangan
usaha dan laba Perseroan apabila tidak diantisipasi dan dipersiapkan penanganannya dengan baik. Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) (100%) Dalam rangka meningkatkan penjualan mobil baru nasional, Gaikindo juga mengungkapkan terdapat
12,16%, anjak piutang sebesar 0,01%, simpanan bank sebesar 0,31% dan administrasi lainnya 25,62%.
Dalam penyusunan profil risiko, Perseroan mempertimbangkan aspek materialitas atas dampak risiko Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000 beberapa faktor yang dapat membantu untuk mendorong peningkatan penjualan mobil baru dalam
Tabel di bawah ini memperlihatkan pendapatan Perseroan dari tahun ke tahun. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
tertentu dengan memberikan bobot yang lebih kepada risiko yang lebih material. Beberapa risiko di waktu dekat, salah satunya penurunan bunga oleh The Fed yang diikuti oleh Bank Indonesia yang tetap
a. Pendapatan Pembiayaan Konsumen Pemegang Saham: mempertahankan nilai BI-Rate yang rendah. Penurunan ini diharapkan memberikan sentiment positif
bawah ini yang dapat mempengaruhi usaha serta laba yang dihasilkan Perseroan diurutkan berdasarkan
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir 1. PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. 1.275.000.000 127.500.000.000 51,00
bobot dari yang tertinggi hingga bobot yang terendah, adalah sebagai berikut: bagi pasar kendaraan bermotor hingga tahun berikutnya, terutama dengan adanya kemudahan kredit.
2. PT Tunas Ridean 1.225.000.000 122.500.000.000 49,00
pada Tanggal 31 Desember 2023 a. Risiko Utama Yang Mempunyai Pengaruh Signifikan Terhadap Kelangsungan Usaha OJK menilai sektor jasa keuangan akan terjaga stabil di Tahun 2025. Selaras dengan hal tersebut,
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.500.000.000 250.000.000.000 100,00
Pada tahun 2024, Pendapatan pembiayaan konsumen adalah sebesar Rp3.453.490 juta mengalami Perseroan Jumlah Saham Dalam Portepel 7.500.000.000 750.000.000.000 Otoritas Jasa keuangan dan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memproyeksikan
peningkatan sebesar Rp453.140 juta atau 15,10% dibandingkan dengan pendapatan tahun 2023 1. Risiko Kredit pertumbuhan asset pembiayaan 2025 akan tumbuh sebesar 8% - 10% dibandingkan dengan tahun 2024.
yang mencapai Rp3.000.350 juta. Peningkatan ini disebabkan oleh realisasi pembiayaan baru sebesar Berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-507/NB.1/2014 tanggal 27 Maret 2014
b. Risiko Usaha yang Bersifat Material Terdapat dua faktor yang dapat menjadi katalis Industri Multifinance untuk mampu tumbuh double digit,
Rp31.426.015 juta yang mengalami peningkatan sebesar Rp1.833.650 juta dibandingkan tahun tentang Penetapan Kelulusan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Pemegang Saham Pengendali
1. Risiko Likuiditas PT Mandiri Tunas Finance atas nama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan Keputusan Dewan Komisioner yaitu pertumbuhan perekonomian Indonesia dan peningkatan daya konsumsi masyarakat.
sebelumnya sebesar Rp29.592.365 juta. Peningkatan realisasi pembiayaan baru didukung dengan
2. Risiko Operasional OJK Nomor KEP-506/NB.1/2014 tanggal 27 Maret 2014 tentang Penetapan Kelulusan Penilaian 5. PERSAINGAN USAHA
suku bunga kompetitif yang dikenakan kepada konsumen serta adanya kebijakan pemerintah atas Pajak
3. Risiko Hukum Kemampuan dan Kepatutan Bagi Pemegang Saham Pengendali PT Mandiri Tunas Finance atas nama Berdasarkan data dari OJK, total aset industri pembiayaan untuk Januari 2025 dan Januari 2024 masing-
Pertambahan Nilai yang menjadi stimulus positif debitur dalam proses akuisisi pembiayaan.
4. Risiko Kepatuhan PT Tunas Ridean, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Tunas Ridean telah dinyatakan lulus dalam masing sebesar Rp 504,33 triliun dan Rp 475,58 triliun atau naik sebesar 6,04% sedangkan total aset
b. Pendapatan Sewa Pembiayaan penilaian kemampuan dan kepatutan yang dilaksanakan OJK.
5. Risiko Strategis Perseroan YTD Februari 2025 dan YTD Februari 2024 adalah masing-masing sebesar Rp 60,07 triliun
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir 6. Risiko Reputasi Perseroan menyatakan bahwa tidak terdapat perubahan struktur permodalan dan susunan Pemegang dan Rp 54,68 triliun dengan pertumbuhan sebesar 9,85%. Berdasarkan data APPI yang diolah kembali
pada Tanggal 31 Desember 2023 7. Risiko Pasar Saham Perseroan hingga diterbitkannya Prospektus. oleh Perseroan, per 31 Januari 2025 total pembiayaan baru pada industri pembiayaan secara umum
Pada tahun 2024, pendapatan sewa pembiayaan adalah sebesar Rp678.704 juta mengalami peningkatan c. Risiko Bagi Investor 4. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN turun sebesar 8,31% dan Perseroan berhasil mencatat pertumbuhan positif untuk pembiayaan baru yang
sebesar Rp25.953 juta atau 3,98% dibandingkan dengan pendapatan tahun 2023 yang mencapai a. Risiko tidak likuidnya Obligasi yang ditawarkan dalam Penawaran Umum ini yang antara lain Berdasarkan hukum Perseroan Terbatas yang berlaku di Indonesia, anggota Direksi dan Dewan Komisaris lebih tinggi dibandingkan dengan industri, yaitu sebesar 5,00%.
Rp652.751 juta. Peningkatan ini disebabkan oleh realisasi pembiayaan baru sebesar Rp3.663.614 disebabkan karena tujuan pembelian Obligasi sebagai investasi jangka panjang. suatu Perseroan Terbatas diangkat berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham untuk suatu
Dalam 3 tahun terakhir, Perseroan dapat menjaga posisinya sebagai perusahaan pembiayaan 3 besar
juta yang mengalami peningkatan sebesar Rp575.569 juta dibandingkan tahun sebelumnya sebesar b. Risiko gagal bayar disebabkan kegagalan dari Perseroan untuk melakukan pembayaran jangka waktu tertentu, tanpa mengurangi hak rapat umum pemegang saham untuk memberhentikannya
Rp3.088.045 juta. Peningkatan realisasi pembiayaan baru didukung dengan suku bunga kompetitif yang di Indonesia dalam pembiayaan mobil berdasarkan data yang diperoleh dari APPI. Persaingan di antara
bunga serta hutang pokok pada waktu yang telah ditetapkan, atau kegagalan Perseroan untuk sewaktu-waktu. Direksi mempunyai tugas untuk melakukan kepengurusan suatu Perseroan Terbatas
dikenakan kepada konsumen serta adanya kebijakan pemerintah atas Pajak Pertambahan Nilai yang sedangkan Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan kebijakan Direksi dalam menjalankan kompetitor biasanya dalam hal market share dan produk pembiayaan.
memenuhi ketentuan lain yang ditetapkan dalam kontrak Obligasi yang merupakan dampak
menjadi stimulus positif debitur dalam proses akuisisi pembiayaan. dari memburuknya kinerja dan perkembangan usaha Perseroan. Perseroan Terbatas tersebut serta memberikan nasihat kepada Direksi. Berdasarkan ketentuan hukum Berdasarkan data APPI, pencapaian sektor pembiayaan mobil pada awal tahun 2025 mengalami
c. Anjak Piutang c. Risiko pasar dari potensi suku bunga pasar yang mengalami peningkatan, sehingga investor wajib daftar perusahaan yang berlaku di Indonesia, anggota Direksi dan Dewan Komisaris harus penurunan dibandingkan dengan tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan positif. Sektor pembiayaan
akan mendapatkan return dengan suku bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan suku didaftarkan pada Daftar Perusahaan. Oleh karenanya, dalam praktek yang terjadi, apabila Perseroan mobil per Januari 2025 mengalami penurunan sebesar 19,65% dibandingkan Januari 2024, meskipun
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Terbatas mendapat pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, maka
bunga pasar. demikian Perseroan masih memiliki marketshare pembiayaan mobil baru sebesar 9,24%.
pada Tanggal 31 Desember 2023 perubahan tersebut diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
d. Risiko inflasi, mengingat kupon yang dibayarkan kepada pembeli obligasi adalah dengan suku Banyaknya perusahaan pembiayaan sejenis dan perbankan yang masuk dalam industri pembiayaan
Pada tahun 2024, anjak piutang adalah sebesar Rp438 juta mengalami penurunan sebesar Rp471 juta untuk kemudian didaftarkan pada Daftar Perusahaan. Namun demikian, pendaftaran perubahan tersebut
bunga tetap, dapat tergerus nilainya Ketika terjadi kenaikan inflasi. mobil beberapa tahun terakhir ini telah menimbulkan tingkat persaingan yang semakin ketat di sektor
dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2023 yang mencapai Rp909 juta. Penurunan tersebut tidak berkaitan dengan efektifitas pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris tersebut.
disebabkan tidak adanya pembiayaan anjak selama tahun 2024. Manajemen Perseroan menyatakan bahwa semua risiko yang dihadapi oleh Perseroan dalam Efektifitas pengangkatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris suatu Perseroan Terbatas tetap ini. Dengan semakin tingginya tingkat persaingan ditengah ketidakpastian perekonomian domestik
melaksanakan kegiatan usaha telah diungkapkan dan disusun berdasarkan bobot dari dampak masing- didasarkan pada keputusan rapat umum pemegang saham Perseroan Terbatas tersebut. dan global, maka perusahaan pembiayaan dituntut lebih kreatif dalam menyalurkan kredit kepada
d. Simpanan Bank
masing risiko terhadap kinerja keuangan Perseroan dalam prospektus. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan No. pelanggannya. Dalam menjawab tantangan tersebut, Perseroan telah menetapkan strategi bisnis yang
Simpanan bank merupakan pendapatan bunga yang diperoleh dari penempatan dana pada deposito berfokus pada peningkatan penetrasi market melalui sumber-sumber bisnis yang dimiliki Perseroan,
Penjelasan mengenai risiko-risiko usaha Perseroan tersebut dapat dilihat dalam Bab VI Prospektus 138 tanggal 28 Juni 2023 yang dibuat dihadapan Muhammad Kholid Artha, S.H., Notaris di Jakarta,
berjangka dan rekening koran. Tren peningkatan pendapatan bunga dipengaruhi oleh kebijakan serta terus meningkatkan pelayanan yang handal melalui digitalisasi proses baik bagi pelanggan maupun
tentang Risiko Usaha. akta mana telah diterima dan dicatat dalam Sisminbakum Direktorat Jenderal Administrasi Hukum
Perseroan untuk menempatkan dana pada bank lebih besar dibandingkan dengan bunga instrumen Umum Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0133677 tanggal 3 Juli 2023 perihal bagi mitra bisnis.
utang yang telah ditetapkan. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan 6. PEMASARAN
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Tidak terdapat kejadian penting yang mempunyai dampak cukup material terhadap keadaan keuangan No. AHU-0123304.AH.01.11.TAHUN 2023 tanggal 3 Juli 2023 juncto Akta Pernyataan Keputusan Rapat
pada Tanggal 31 Desember 2023 Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan No. 236 tanggal 28 Juni 2024 yang dibuat dihadapan Cakupan wilayah pemasaran bisnis pembiayaan Perseroan meliputi pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan,
dan hasil usaha Perseroan yang terjadi setelah tanggal laporan auditor independen tertanggal Sulawesi, Bali, Nusa Tengara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Untuk menghadapi persaingan usaha
Pada tahun 2024, simpanan bank adalah sebesar Rp17.473 juta mengalami peningkatan sebesar Rp339 26 Mei 2025 atas laporan keuangan tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 dan untuk tahun yang Muhammad Kholid Artha, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, akta mana telah diterima dan dicatat dalam
Sisminbakum Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di masa yang akan datang dan untuk mempertahankan pangsa pasar yang sudah dimiliki di bidang
juta atau 1,98% dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2023 yang mencapai Rp17.134 juta. berakhir pada tanggal-tanggal tersebut, yang disusun oleh manajemen Perseroan sesuai dengan
No. AHU-AH.01.09-0219842 tanggal 28 Juni 2024 perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan pembiayaan konsumen, Perseroan menerapkan langkah-langkah pemasaran sebagai berikut:
Peningkatan tersebut disebabkan suku bunga giro dan deposito yang meningkat tahun 2024. Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia dan disajikan dalam mata uang Rupiah, yang tercantum
Data Perseroan dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0129263.AH.01.11.TAHUN 1. Memfokuskan pada pembiayaan mobil terutama mobil baru melalui program-program pembiayaan
e. Pendapatan Lain-Lain-bersih dalam prospektus dan telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (“KAP”) Purwantono, Sungkoro dan
2024 tanggal 28 Juni 2024 juncto Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar yang menarik dan kompetitif. Selain itu juga mengoptimalkan pembiayaan segmen luxury car serta
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Surja (firma anggota dari Ernst & Young Global Limited), auditor independen, berdasarkan Standar
Biasa Nomor 16 tanggal 5 November 2024 yang dibuat dihadapan Afriana Ratu Marjarengga,S.H.,M.H., pembiayaan sepeda motor besar dengan kapasitas mesin diatas 350cc.
pada Tanggal 31 Desember 2023 Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (“IAPI”) sebagaimana tercantum dalam pengganti dari Muhammad Kholid Artha, S.H., Notaris di Jakarta Selatan berdasarkan Keputusan Majelis
laporan auditor independen No. 01412/2.1032/AU.1/09/0703-1/1/V/2025 tertanggal 26 Mei 2025 dan 2. Menggarap segmen pembiayaan baru yaitu pembiayaan multiguna pendidikan bekerja sama
Pada tahun 2024, Pendapatan lain-lain-bersih adalah sebesar Rp1.429.210 juta mengalami peningkatan Pengawas Daerah Notaris Jakarta Selatan nomor 34/MPDN.JAKSEL/CT/XI/2024 tanggal 21 Oktober
No. 01411/2.1032/AU.1/09/1008-1/1/V/2025 tertanggal 26 Mei 2025 yang ditandatangani oleh Yasir dengan berbagai institusi pendidikan. Perseroan juga berencana memasuki segmen pembiayaan
sebesar Rp318.386 juta atau 28,66% dari tahun 2023 sebesar Rp1.110.824 juta. Peningkatan tersebut 2024 tentang Cuti Notaris, akta mana telah diterima dan dicatat dalam Sisminbakum Direktorat Jenderal
(Registrasi Akuntan Publik No. AP.0703) dan Danil Setiadi Handaja, CPA (Registrasi Akuntan Publik Administrasi Hukum Umum Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-0272069 tanggal Kredit Pemilikan Rumah (KPR), infrastruktur dan maritim setelah melakukan pengkajian bisnis lebih
disebabkan oleh lending yang meningkat selama tahun berjalan. No. AP. 1008) sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran, kecuali sebagai berikut: mendalam.
5 November 2024 perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dan telah didaftarkan
2. BEBAN Pada tanggal 3 Juni 2025, Perseroan memperoleh perpanjangan sementara fasilitas Pinjaman Berjangka dalam Daftar Perseroan No. AHU-0238753.AH.01.11.TAHUN 2024 tanggal 5 November 2024, susunan 3. Menjalankan program Kredit Pemilikan Mobil (KPM) khusus nasabah Bank Mandiri.
a. Beban Keuangan Money Market (PBMM) dari PT Bank Central Asia Tbk dengan jumlah maksimum fasilitas sebesar Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut: 4. Memberikan jasa layanan yang unggul dalam arti jasa pembiayaan yang cepat, fleksibel dan mudah
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Rp553.000 juta dari tanggal 11 Juni 2025 sampai dengan 11 September 2025. Dewan Komisaris dengan tetap berpegang pada konsep pembiayaan secara hati-hati (“Prudent Financing”).
pada Tanggal 31 Desember 2023 Komisaris Utama : Rico Adisurja Setiawan 5. Meningkatkan porsi pembiayaan langsung (direct financing) kepada konsumen baik secara
KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA SERTA retail maupun fleet melalui berbagai aktifitas pemasaran seperti direct mail, telemarketing, iklan,
Pada tahun 2024, beban keuangan Perseroan adalah sebesar Rp1.913.946 juta mengalami peningkatan KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA Komisaris : Saptari *
sebesar Rp403.781 juta atau 26,74% dibandingkan dengan beban tahun 2023 yang mencapai kunjungan langsung ke calon pelanggan yang potensial, dsb dengan tujuan jangka panjang untuk
Komisaris Independen : Fendy Eventius Mugni
Rp1.510.165 juta. Peningkatan beban ini terutama disebabkan oleh meningkatnya pinjaman yang A. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN lebih meningkatkan tingkat rentabilitas Perseroan.
Komisaris Independen : Subarna **
diterima dan surat berharga yang diterbitkan untuk membiayai pembiayaan baru. 1. RIWAYAT SINGKAT 6. Memperluas pasar retail maupun korporasi melalui utilisasi jaringan cabang dan pembukaan kantor-
Anggota Direksi kantor satelit di cabang Bank Mandiri yang sebagian besar berlokasi di daerah tingkat 2, serta
b. Beban Gaji dan Tunjangan Perseroan berkedudukan di Jakarta Pusat dan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 262
Direktur Utama : Pinohadi Gautama Sumardi menjalin aliansi strategis dengan unit kerja dan grup usaha Bank Mandiri.
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir tanggal 17 Mei 1989 yang dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta, S.H., Notaris di Jakarta dan
telah memperoleh pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (dahulu Direktur : R. Eryawan Nurhariadi 7. Meningkatkan kegiatan promosi terutama yang bersifat below the line activities seperti turut aktif
pada Tanggal 31 Desember 2023
Menteri Kehakiman Republik Indonesia) sesuai dengan Surat Keputusan No. C2-4868.HT.01.01. Direktur : William Francis Indra dalam pameran, sponsorship, Showroom gathering, dan sebagainya.
Pada tahun 2024 beban gaji dan tunjangan Perseroan adalah sebesar Rp775.231 juta menurun sebesar 8. Menyediakan program-program pembiayaan yang dibuat secara khusus atau customized kepada
TH.89 tanggal 01 Juni 1989 serta telah didaftarkan di dalam buku register Kantor Pengadilan Negeri Keterangan:
Rp26.963 juta atau 3,36% dibandingkan dengan beban tahun 2023 yang mencapai Rp802.194 juta. para Dealer dan Showroom seperti suku bunga yang bersaing disertai hadiah-hadiah menarik baik
Jakarta Pusat di bawah No. 1206/1989 tanggal 21 Juni 1989 dan telah diumumkan dalam Berita *) Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak Saptari selaku Komisaris Perseroan pada tanggal 25 Maret 2025. Sehubungan dengan
Penurunan tersebut dikarenakan salah satunya imbalan pasca kerja dan jangka panjang lainya menurun pengunduran diri Bapak Saptari, Perseroan telah memberitahukan pengunduran diri tersebut kepada OJK berdasarkan Surat Perseroan No. 156/
untuk para pelanggan maupun para Dealer dan Showroom rekanan Perseroan.
Negara Republik Indonesia No.57, tanggal 18 Juli 1989, Tambahan No.1369 (untuk selanjutnya SKL-CSC/MTF/III/2025 tanggal 27 Maret 2025 yang ditujukan kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK perihal Penyampaian Laporan
di tahun 2024 dibandingkan tahun 2023. 9. Memelihara dan memanfaatkan database pelanggan potensial untuk menjaring kesempatan
disebut “Akta Pendirian”). Pengunduran Diri Dewan Komisaris Perseroan atas nama Bapak Saptari.
Berdasarkan Surat Pengunduran Diri Bapak Saptari tanggal 25 Maret 2025, Bapak Saptari mendapatkan penugasan sebagai Direktur Consumer
c. Beban Umum dan Administrasi mendapatkan pembiayaan ulang (repeat order).
Kemudian nama Perseroan diubah menjadi “PT TUNAS FINANCINDO SARANA”, berdasarkan Banking di PT Bank Mandiri Tbk (Persero) yang merupakan pemegang saham mayoritas Perseroan, yang mana dengan demikian berdasarkan Pasal
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Akta Berita Acara Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham Perseroan Terbatas PT
14 ayat 4 huruf b Anggaran Dasar Perseroan, pengunduran diri bapak Saptari berlaku efektif pada tanggal surat pengunduran diri.
10. Melakukan cross selling dari produk & database pelanggan Bank Mandiri maupun TURI Group.
Selanjutnya berdasarkan Surat Pernyataan Perseroan tanggal 21 Mei 2025, Perseroan berkomitmen untuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang
pada Tanggal 31 Desember 2023 Tunas Financindo Sarana No. 49 tanggal 18 Agustus 2000 yang dibuat oleh Adam Kasdarmadji, Saham untuk memutuskan permohonan pengunduran diri anggota Dewan Komisaris paling lambat 90 hari setelah diterimanya surat permohonan 11. Melakukan review dan reposisi atas jaringan usaha yang telah ada, serta memperluas jaringan
pengunduran diri tersebut sebagai pemenuhan ketentuan Pasal 14 Anggaran Dasar Perseroan, Pasal 111 UUPT dan Pasal 23 jo. Pasal 3 POJK Nomor
Pada tahun 2024, beban umum dan administrasi Perseroan adalah sebesar Rp413.178 juta mengalami S.H., M.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan 33/2014 yang mengatur bahwa Perseroan wajib menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham untuk memutuskan permohonan pengunduran diri usaha dengan membuka cabang-cabang baru atas pertimbangan bisnis yang cermat.
peningkatan sebesar Rp63.342 juta atau 18,11% dibandingkan dengan beban tahun 2023 yang mencapai Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (d/h Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik anggota Dewan Komisaris paling lambat 90 hari setelah diterimanya surat permohonan pengunduran diri tersebut. 12. Melakukan diversifikasi portfolio yang meliputi jenis kendaraan, merek kendaraan, area/ daerah
Terhadap pengunduran diri Bapak Saptari selaku Komisaris Perseroan, Perseroan telah memenuhi ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan dan
Rp349.836 juta. Peningkatan tersebut dikarenakan meningkatnya Biaya Penagihan pada Beban Umum Indonesia) sesuai dengan Surat Keputusan No. C-2.1195.HT.01.04.TH.2000 tanggal 22 September Pasal 27 jo. Pasal 9 POJK Nomor 33/2014. pelanggan.
dan Administrasi di tahun 2024 sebesar 26,73% dibandingkan tahun 2023. 2000 dan telah didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat No. 2229/ **) Perseroan telah memperoleh hasil penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) dari OJK untuk Komisaris Independen Perseroan atas nama 13. Memelihara dan meningkatkan kerjasama dengan Dealer/ sub-dealer/ ruang pamer (Showroom)
3. LABA TAHUN BERJALAN RUB.09.05/IX/2000 tanggal 13 Oktober 2000, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Bapak Subarna berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor: KEP-9/D.06/2025 tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Sdr. yang merupakan keagenan (Dealer/sub-dealer) resmi dari berbagai ATPM di Indonesia.
Subarna Selaku Calon Komisaris Independen PT Mandiri Tunas Finance tanggal 14 Maret 2025. Bapak Subarna dinyatakan memenuhi persyaratan dan
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir Indonesia No.1 tanggal 2 Januari 2001, Tambahan No. 23. Struktur Permodalan dan Susuan disetujui untuk menjadi Komisaris Independen Perseroan. 14. Meningkatkan kontribusi bisnis dari Dealer-dealer TURI Group.
pada Tanggal 31 Desember 2023 Pemegang Saham Perseroan pada saat Pendirian Perseroan berdasarkan pada Akta Pendirian 7. STRATEGI USAHA
Perseroan adalah sebagai berikut: 5. STRUKTUR HUBUNGAN KEPEMILIKAN, PENGAWASAN DAN PENGURUSAN
Laba periode tahun berjalan Perseroan pada tahun 2024 adalah sebesar Rp1.172.082 juta mengalami Mandiri Tunas Finance (MTF) terus berkomitmen memperkuat posisinya sebagai market leader di industri
Berikut ini adalah struktur hubungan kepemilikan, pengawasan dan pengurusan Perseroan:
peningkatan sebesar Rp10.981 juta atau 0,95% dibandingkan dengan laba tahun 2023 yang mencapai Nilai Nominal Rp1.000.000,- per saham Persentase pembiayaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, MTF telah merumuskan strategi korporasi jangka panjang
Keterangan
Rp1.161.101 juta. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya pendapatan pembiayaan konsumen Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rp) (%) yang terdiri dari tiga tahapan: Building New Foundation, Strengthening The Core, dan Accelerating
dan pendapatan sewa pembiayaan masing-masing sebesar 453.140 juta dan Rp25.953 juta atau Modal Dasar 10.000 10.000.000.000 Business.
meningkat sebesar 15,10% dan 3,98%. Pemegang Saham: Pada tahap ‘Building New Foundation’ yang dilaksanakan selama periode 2023 - 2024, MTF fokus
4. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN 1. TURI 2.500 2.500.000.000 50,00 membangun fondasi baru untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Di tahun 2023, MTF
2. PT Kharisma Setia Utama 2.500 2.500.000.000 50,00
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir mengangkat tema ‘Building New Foundation to Win The Market’ dengan fokus utama pada penguatan
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor
pada Tanggal 31 Desember 2023 Penuh 5.000 5.000.000.000 100,00
sumber daya manusia, proses, dan sistem. Pada tahun 2024, tema ‘Energizing the New Foundation: Be
Laba komprehensif lain Perseroan pada tahun 2024 adalah sebesar Rp11.010 juta, mengalami Jumlah Saham dalam Portepel 5.000 5.000.000.000 The Market Leader’ diusung sebagai kelanjutan dari tahap pembangunan fondasi, dengan tujuan untuk
peningkatan sebesar Rp10.212 juta atau 1.279,70% dari penghasilan komprehensif lain sebesar memperkokoh pondasi yang telah dibangun agar siap memasuki tahap selanjutnya, yaitu ‘Strengthening
Anggaran Dasar Perseroan yang sebagaimana telah dimuat dalam Akta Pendirian (untuk
Rp798 juta di tahun 2023. Peningkatan rugi komprehensif lain tersebut disebabkan oleh meningkatnya The Core’.
selanjutnya disebut “Anggaran Dasar”) telah diubah beberapa kali dengan dua perubahan terakhir
pengukuran kembali atas liabilitas imbalan kerja karyawan – setelah pajak. yaitu: Memasuki tahap kedua yaitu ‘Strengthening The Core’ , MTF menetapkan tema ‘Strengthening The
5. TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN Core: Championing in Captive Ecosystem’ untuk tahun 2025. Tema ini mencerminkan tujuan MTF
1. Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Mandiri Tunas Finance No. 38 tanggal
Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Tahun yang Berakhir 23 Desember 2022 dibuat dihadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., dalam memperkuat kompetensi utama sebagai perusahaan pembiayaan dan memanfaatkan peluang
pada Tanggal 31 Desember 2023 Notaris di Jakarta, akta mana telah diterima dan dicatat dalam Sisminbakum Direktorat untuk mendominasi ekosistem captive yang berasal dari Perusahan Induk, serta semakin memperkuat
Jenderal Administrasi Hukum Umum Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai posisinya di pasar. Dengan dukungan yang besar dari Perusahaan Induk, MTF mendorong pertumbuhan
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan Perseroan pada tahun 2024 adalah sebesar Rp1.183.092
dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No.AHU- bisnis dengan sinergi untuk dapat memenuhi kebutuhan debitur terutama yang terkait dengan
juta, mengalami peningkatan sebesar Rp21.193 juta atau 1,82% dari Rp1.161.899 juta di tahun 2023. Sumber: Perseroan
Adanya kenaikan pada penghasilan komprehensif disebabkan karena Peningkatan rugi komprehensif AH.01.03-0495371 tanggal 26 Desember 2022 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan Keterangan: pemenuhan kebutuhan alat transportasi.
lain tersebut disebabkan oleh meningkatnya pengukuran kembali atas liabilitas imbalan kerja karyawan Nomor: AHU-0260914.AH.01.11.TAHUN 2022 tanggal 26 Desember 2022 serta telah *) Pemegang saham PT Danantara Asset Management (Persero) dan Indonesia Investment Authority (INA) adalah Negara Republik Indonesia Dalam menjalankan strateginya, Perusahaan memiliki 3 (tiga) pilar strategi yang akan dijalankan, yaitu:
berdasarkan pada Peraturan Pemerintah No. 111 Tahun 2021 tentang Penambahan Penyertaan Modal Lembaga Pengelola Investasi jo. Undang-
– setelah pajak. diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.104 tanggal 30 Desember 2022 Undang No. 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik negara jo. Peraturan 1. Menjaga pertumbuhan market share berdasarkan segmen pembiayaan;
6. ASET Tambahan Berita Negara No.045304 (untuk selanjutnya disebut “Akta No. 38 tanggal 23 Pemerintah Nomor 15 Tahun 2025 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan
2. Pencapaian profit yang berkesinambungan;
(Persero) PT Biro Klasifikasi Indonesia untuk Pendirian Holding Operasional.
Desember 2022”). **) Jardine Matheson Holdings Ltd merupakan perusahaan publik yang tercatat dengan primary listing di London dan secondary listing di Bermuda dan 3. Percepatan Proses Bisnis dan Layanan.
Posisi Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Singapura. Pemegang saham Jardine Matheson Holdings Ltd adalah publik.
Berdasarkan Akta No. 38 tanggal 23 Desember 2022, para pemegang saham Perseroan telah 8. TINGKAT KESEHATAN PERSEROAN
Pada tahun 2024, jumlah aset Perseroan sebesar Rp34.425.455 juta mengalami peningkatan meningkat
menyetujui untuk mengubah Anggaran Dasar Perseroan pada Pasal 12 ayat 1 mengenai
sebesar Rp4.698.063 juta atau 15,80% dibandingkan dengan jumlah aset pada tahun 2023 sebesar B. KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN Sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 28/POJK.05/2020 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Lembaga
Tugas dan Wewenang Direksi.
Rp29.727.392 juta. Peningkatan tersebut disebabkan karena terjadi peningkatan terutama pada kas dan 1. UMUM Jasa Keuangan Non-bank serta Surat Edaran OJK Nomor 11/SEOJK.05/2020 tentang Penilaian
setara kas dan piutang pembiayaan konsumen. 2. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Mandiri Tunas
Pada awalnya Perseroan didirikan dengan nama “PT TUNAS FINANCINDO CORPORATION” Tingkat Kesehatan Perusahaan Pembiayaan dan Perusahaan Pembiayaan Syariah, faktor penilaian
Finance Nomor 160 tanggal 29 September 2023 dibuat dihadapan Muhammad Kholid
(i) Piutang Pembiayaan Konsumen berdasarkan Akta Pendirian No. 262 tanggal 17 Mei 1989 yang dibuat dihadapan Notaris Misahardi tingkat kesehatan perusahaan pembiayaan terdiri atas tata kelola perusahaan yang baik, profil risiko,
Artha,S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diterima dan dicatat dalam Sisminbakum
Posisi Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Wilamarta, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan rentabilitas, dan permodalan. Berikut ini merupakan hasil penilaian sendiri Tingkat Kesehatan Perseroan
Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (d/h Menteri Kehakiman Republik Indonesia) berdasarkan Surat untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024:
Pada tahun 2024, saldo piutang pembiayaan konsumen Perseroan adalah sebesar Rp27.195.942 juta, Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-0060383.
Keputusan No.C2-4868HT.01.01.TH.89 tanggal 1 Juni 1989 dan telah didaftarkan dalam buku register
mengalami peningkatan sebesar Rp4.486.225 juta atau sebesar 19,75% dibandingkan dengan saldo AH.01.02.TAHUN 2023 tanggal 5 Oktober 2023 dan telah didaftarkan Dalam Daftar Perseroan Peringkat
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat di bawah No.1206/1989 tanggal 21 Juni 1989 serta telah diumumkan No. Faktor Penilaian
Individual
Keterangan
piutang pembiayaan konsumen Perseroan pada tahun 2023 sebesar Rp22.709.717 juta. Peningkatan Nomor:AHU-0197871.AH.01.11.TAHUN 2023 tanggal 5 Oktober 2023 serta telah diumumkan
dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No.57 tanggal 18 Juli 1989, Tambahan No.1369. 1. Tata Kelola 1 Manajemen Perusahaan telah melakukan
tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan realisasi pembiayaan konsumen baru yang meningkat dalam Berita Negara Republik Indonesia No.87 tanggal 31 Oktober 2023 Tambahan Berita
Kemudian nama Perseroan diubah “PT TUNAS FINANCINDO SARANA”, berdasarkan Akta Berita Perusahaan yang m m
sebesar 6,20% dibandingkan tahun 2023. Negara Nomor 33842 (untuk selanjutnya disebut “Akta No.160 tanggal 29 September 2023”).
Acara Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham Perseroan Terbatas PT Tunas Financindo Baik
(ii) Piutang sewa pembiayaan Berdasarkan Akta No.160 tanggal 29 September 2023, para pemegang saham Perseroan Sarana No. 49 tanggal 18 Agustus 2000 yang dibuat oleh Adam Kasdarmadji, S.H., M.H., Notaris di
m m m
Posisi Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2023 telah menyetujui untuk mengubah Anggaran Dasar Perseroan pada Pasal 3 mengenai Jakarta, akta mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik m
maksud dan tujuan Serta Kegiatan Usaha. Indonesia (d/h Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia) sesuai dengan Surat
Pada tahun 2024 piutang sewa pembiayaan Perseroan adalah sebesar Rp5.495.587 juta, mengalami m
peningkatan sebesar Rp78.722 juta atau 1,45% dibandingkan pada tahun 2023 sebesar Rp5.416.865 Sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 181 tanggal 26 Juni 2009 yang dibuat Keputusan No. C-2.1195.HT.01.04.TH.2000 tanggal 22 September 2000 dan telah didaftarkan pada m m m m m m
dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta, akta mana telah mendapat Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Pusat No. 2229/RUB.09.05/IX/2000 tanggal 13 Oktober m m m
juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan realisasi piutang sewa pembiayaan baru
yang meningkat sebesar 18,64% dibandingkan tahun 2023. persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat 2000, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.1 tanggal 2 Januari 2001, Tambahan m m m m m
Keputusan No.AHU-40506.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 20 Agustus 2009 dan telah didaftarkan No. 23. Terakhir perubahan nama dilakukan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No.181
(iii) Anjak Piutang m m m m
dalam Daftar Perseroan No.AHU-0053918.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 20 Agustus 2009 jo. Akta tanggal 26 Juni 2009 yang dibuat dihadapan Dr. Irawan Soerodjo, S.H., M.Si., Notaris di Jakarta, akta
Posisi Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 8 tanggal 6 Februari 2009 yang dibuat mana telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia m m
m
Pada tahun 2024 anjak piutang Perseroan adalah sebesar Rp34.748 juta, mengalami penurunan sebesar dihadapan Dr. Amrul Partomuan Pohan, S.H., LL.M., Notaris di Jakarta, akta mana telah diterima berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-40506.AH.01.02. Tahun 2009 tanggal 20 Agustus 2009 dan telah m
Rp1.010 juta atau 2,82% dibandingkan pada tahun 2023 sebesar Rp35.758 juta. Penurunan tersebut dan dicatat dalam Sisminbakum Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Menteri Hukum didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0053918.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 20 Agustus 2009
terutama disebabkan oleh berkurangnya realisasi anjak piutang baru di tahun 2024 sebesar 100% dan Hak Asasi Manusia No.AHU-AH.01.10-01575 tanggal 11 Maret 2009 perihal Penerimaan serta telah diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No.65 tanggal 13 Agustus
dibandingkan tahun 2023. Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan 2010 Tambahan No.10556 dimana para pemegang saham Perseroan telah menyetujui perubahan nama
(iv) Aset Tetap No.AHU-0008560.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 11 Maret 2009, komposisi struktur permodalan Perseroan menjadi “PT MANDIRI TUNAS FINANCE”. B
dan susunan pemegang saham pada saat Prospektus diterbitkan, sebagai berikut: Tujuan Perseroan adalah untuk menjalankan usaha di bidang jasa pembiayaan investasi, pembiayaan m P m w m m
Posisi Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2023
modal kerja dan pembiayaan multiguna. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, pada saat ini H m w P
Pada tahun 2024, aset tetap Perseroan sebesar Rp278.475 juta mengalami penurunan sebesar Rp5.150 Nilai Nominal Rp100,- per saham Persentase
Perseroan memfokuskan kegiatan usaha di bidang pembiayaan konsumen dalam bentuk penyediaan m m m
Keterangan
juta atau 1,82% dari Rp283.625 juta pada tahun 2023. Penurunan aset tetap disebabkan oleh adanya Jumlah Saham Nilai Nominal (Rp) (100%)
dana bagi para pelanggan yang ingin membeli dengan pembayaran secara angsuran baik dari TURI
akumulasi penyusutan yang mengalami kenaikan pada aset tetap seperti bangunan, kendaraan dan Modal Dasar 10.000.000.000 1.000.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh maupun dari luar kelompok usaha tersebut.
perabotan ataupun peralatan kantor perseroan. PERPAJAKAN
Pemegang Saham: Perseroan memfokuskan usahanya pada kegiatan pembiayaan mobil baru yang dapat memberikan
7. LIABILITAS 1. PT Bank Mandiri (Persero), Tbk. 1.275.000.000 127.500.000.000 51 pengembalian yang tinggi dengan tingkat risiko yang aman yang terdiri dari merek-merek Toyota, PERPA AKAN UN UK PEMEGANG OB GAS
Dalam hal potensi perubahan tingkat suku bunga, tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap Perseroan 2. PT Tunas Ridean 1.225.000.000 122.500.000.000 49 Daihatsu, Honda, Nissan, Mazda, Mitsubishi dan Suzuki maupun merk yang dijual dari ATPM. P m O m P m
untuk mengembalikan pinjaman atau membayar kewajiban karena Perseroan selalu menerapkan Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 2.500.000.000 250.000.000.000 100
Perseroan memfokuskan usahanya pada kegiatan pembiayaan mobil baru yang dapat memberikan O P P N
Jumlah Saham Dalam Portepel 7.500.000.000 750.000.000.000
pinjaman kepada kreditur ataupun debitur dengan tingkat suku bunga tetap sepanjang tenor dengan pengembalian yang tinggi dengan tingkat risiko yang aman yang terdiri dari merek-merek Toyota, R
tenor yang disesuaikan antara pijaman dari kreditur dengan pembiayaan ke debitur. 2. KEGIATAN USAHA Daihatsu, Honda, Nissan, Mazda, Mitsubishi dan Suzuki maupun merk yang dijual dari ATPM. K m P mB XP
Posisi Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2023 Kegiatan usaha Perseroan berdasarkan Pasal 2 Akta Pendirian adalah sebagai berikut: 2. KEUNGGULAN KOMPETITIF
Pada tahun 2024, jumlah liabilitas Perseroan sebesar Rp29.561.033 juta mengalami peningkatan LEMBAGA DAN PROFES PENUNJANG PASAR MODAL
1. Menjalankan usaha dalam kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal, baik Perseroan memiliki keunggulan untuk bersaing dalam industri pembiayaan di Indonesia, antara lain :
sebesar Rp3.863.301 juta atau 15,03% dari Rp25.697.732 juta pada tahun 2023. Peningkatan jumlah secara finance lease maupun operating lease untuk digunakan oleh penyewa guna usaha selama 1. Dukungan penuh dari pemegang saham A P K A P P w S &S m E
liabilitas ini dapat terlihat pada tabel diatas, meningkatnya penerimaan pinjaman perseroan dari pihak jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala; Perseroan mendapatkan dukungan yang besar dan kuat dari Perusahaan Induk, dimana Bank Mandiri &Y G m
berelasi sebesar 101,83% pada tahun 2024 dari sebesar Rp 2.891.252 juta di tahun 2023 naik menjadi
2. Menjalankan dalam kegiatan modal ventura yang dilakukan dalam bentuk penyertaan modal mendorong Perseroan untuk menggarap nasabah serta debitur retail dan wholesales untuk memenuhi
Rp5.835.461 juta. K H m BM & P
kedalam suatu Perusahaan Pasangan Usaha untuk : kebutuhan pembiayaan serta dukungan pendanaan yang berkelanjutan. Dari sisi Tunas Ridean juga
(i) Utang Usaha mendukung penetrasi bisnis di grup usahanya. Perseroan memiliki market captive yang besar dari W Am PT B R P T
a. pengembangan suatu penemuan baru;
Posisi Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2023 b. pengembangan perusahaan yang pada tahap awal usahanya mengalami kesulitan dana; dukungan Perusahaan Induk. Selain dukungan yang kuat dari induk usaha, Mandiri Tunas Finance N N C H A W SH
Pada tahun 2024, utang usaha Perseroan sebesar Rp604.208 juta mengalami penurunan sebesar c. membantu perusahaan yang berada pada tahap pengembangan; secara berkelanjutan terus meningkatkan dan memperluas kerja sama dengan seluruh Agen Pemegang
Merek (APM) kendaraan bermotor dan jaringan dealer serta partner bisnis di seluruh wilayah kantor P m E PT P m E PEF NDO
Rp412.929 juta atau 40,60% dibandingkan dengan jumlah utang usaha pada tahun 2023 sebesar d. membantu perusahaan yang berada pada tahap kemunduran usaha;
Rp1.017.137 juta. Penurunan ini disebabkan oleh salah satunya yaitu hutang kepada pemasok atas e. pengembangan proyek penelitian dan rekayasa; pemasaran Perseroan untuk meningkatkan market share pembiayaan. K m m P P P M mB XP
pembiayaan bermotor dan hutang kepada perusahaan asuransi yang berkaitan dengan pembiayaan f. pengembangan perbagai penggunaan teknologi baru dan alih teknologi balk dari dalam Multifinance, dealer, dan bank merupakan ekosistem yang saling mendukung dalam industri pembiayaan
bermotor maupun alat berat di tahun 2024 mengalami penurunan. otomotif. Ketiga entitas ini memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem industri yang seimbang TATA CARA PEMESANAN OBL GAS
maupun luar negeri;
(ii) Pinjaman yang diterima g. membantu pengalihan pemilikan perusahaan; dan sehat. Berada dalam ekosistem tersebut, Perseroan optimis dapat mencapai pertumbuhan yang C P m S mP B X C P m
sehat dan berkesinambungan. Dengan memanfaatkan sinergi yang terjalin, Perseoran dapat memperluas O
Posisi Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2023 3. Menjalankan usaha-usaha dalam kegiatan Anjak Piutang dalam bentuk:
jangkauan pasar serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen. Dukungan dari berbagai
Pada tahun 2024, jumlah pinjaman yang diterima Perseroan sebesar Rp21.513.126 juta mengalami a. Pembelian atau pengalihan piutang/tagihan jangka pendek dari transaksi perdagangan dalam pihak dalam ekosistem ini juga memperkuat daya saing Perseroan dalam menghadapi dimanika industri PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMUL R PEMESANAN PEMBEL AN
peningkatan sebesar Rp3.379.474 juta atau 18,64% dibandingkan dengan jumlah pinjaman yang atau luar negeri; dan memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang. OBL GAS
diterima Perseroan pada tahun 2023 sebesar Rp18.133.652 juta. Peningkatan tersebut disebabkan oleh b. Penata usahaan penjualan kredit serta penagihan piutang perusahaan klien;
2. Sumber Pendanaan yang berkelanjutan P P m P m P m O m
Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan realisasi pembiayaan baru yang didanai dari pinjaman 4. Menjalankan usaha dalam hidang perantara dan perdagangan surat berharga;
Faktor yang paling penting dari perusahaan pembiayaan adalah ketersediaan sumber dana untuk P w Um m m m P m P Em O
yang diterima seiring dengan pertumbuhan usaha perseroan. 5. Menjalankan usaha dalam bidang Penerbitan kartu kredit yang dapat dimanfaatkan oleh penyaluran pembiayaan. Dukungan dari induk usaha Bank Mandiri dalam hal pendanaan melalui skema P m P Em O WB m
(iii) Surat Berharga yang Diterbitkan pemegangnya untuk pembayaran pengadaan barang atau jasa; joint financing, mendorong Perseroan untuk terus bertumbuh secara sehat dan berkesinambungan.
WB w
Posisi Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2023 6. Menjalankan usaha dalam bidang penyediaan dana bagi konsumen untuk pembelian barang yang Selain itu, sumber pendanaan lain (non joint financing) juga diperlukan dalam struktur pembiayaan,
pembayarannya dilakukan secara angsuran atau berkala oleh konsumen. hubungan yang baik serta kepercayaan yang diperoleh Perseroan dari sumber pendanaan utama, PEN AM N PE AKSANA EM S OB GAS
Pada tahun 2024, jumlah surat berharga yang diterbitkan Perseroan sebesar Rp6.694.795 juta
mengalami penurunan sebesar Rp999.045 juta atau 17,54% dibandingkan dengan jumlah surat berharga Pada saat ini, kegiatan usaha Perseroan berdasarkan Pasal 3 Akta No. 160 tanggal 29 September meningkatkan optimisme perusahaan untuk terus menumbuhkan volume bisnisnya.
PT A d S u ndon PT BCA S u
yang diterbitkan Perseroan pada tahun 2023 sebesar Rp5.695.750 juta. Penurunan tersebut disebabkan 2023 dan yang telah benar-benar dijalankan saat ini adalah mencakup usaha perusahaan pembiayaan 3. Hubungan baik dan luas dengan jaringan dealer dan ATPM M T M BCA G
karena perusahaan melunasi Obligasi berkelanjutan tahap V seri II A sebesar Rp915.150 juta. konvensional (KBLI 64911), dengan kegiatan usaha meliputi pembiayaan barang dan/atau jasa yaitu Perseroan telah menjalin hubungan baik dengan lebih dari 2900 dealer dan lebih dari 30 ATPM terkemuka F N MH T m N
Tidak terdapat dampak bagi Perseroan jika berutang dalam mata uang asing atau merubah denominasi pembiayaan investasi; pembiayaan modal kerja; pembiayaan multiguna; dan/atau kegiatan usaha di Indonesia, termasuk dengan dealer mobil premium/luxury car dan dealer motor besar. T T
dalam mata uang lain karena sudah melakukan lindung nilai penuh sesuai dengan ketentuan yang pembiayaan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan. Selain kegiatan usaha tersebut, 4. Pemanfaatan teknologi dan data management F F
berlaku. Selain itu, tidak ada pengaruh tingkat suku bunga dan perubahannya terhadap kemampuan perusahaan pembiayaan konvensional dalam kelompok ini dapat melakukan sewa operasi (operating www m www
Perseroan terus mengembangkan dan memanfaatkan perkembangan teknologi guna menciptakan
Perseroan mengembalikan pinjaman atau membayar kewajiban karena Perseroan memberikan pinjaman lease) dan/atau kegiatan berbasis imbal jasa sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan m @ m Em m@
proses yang efektif dan efisien melalui digitalisasi proses akuisisi debitur baru dan digitalisasi pelayanan
kepada debitur dalam fixed rate selama masa tenor, begitu pula pinjaman yang diberikan oleh Bank perundang-undangan di sektor jasa keuangan.
untuk debitur eksisting. Selain itu, Perseroan juga mengembangkan data management dan machine
kepada Perseroan dalam fixed rate selama masa tenor. Perseroan tidak mempunyai utang yang suku Pada saat ini Perseroan memfokuskan kegiatan usaha di bidang pembiayaan konsumen dalam bentuk learning dalam mengoptimalkan pemanfaatan database yang dimiliki Perseroan.
bunganya belum ditentukan. penyediaan dana bagi para pelanggan yang ingin membeli dengan pembayaran secara angsuran baik PT BN S u PT BR D n S u
3. KEGIATAN USAHA S m P Tw G BR
Kebijakan lindung nilai atas pinjaman dan ikatan dalam mata uang asing cukup memadai karena dari TURI maupun dari luar kelompok usaha tersebut. Perseroan memfokuskan usahanya pada kegiatan
Pendapatan Perseroan berasal dari pembiayaan konsumen, Sewa Pembiayaan, Anjak Piutang, S m K S m K
Perseroan menggunakan kebijakan lindung nilai penuh. pembiayaan mobil baru yang dapat memberikan pengembalian yang tinggi dengan tingkat risiko yang
Simpanan Bank dan lain-lain. Rincian dari pendapatan Perseroan beserta persentase peningkatannya
aman yang terdiri dari merek-merek Toyota, Daihatsu, Honda, Nissan, Mazda, Mitsubishi dan Suzuki
8. EKUITAS untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut: T T
maupun merk yang dijual dari ATPM.
Posisi Tanggal 31 Desember 2024 Dibandingkan Dengan Posisi Tanggal 31 Desember 2023 (dalam jutaan Rupiah, kecuali %) F F
Untuk menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan telah memperoleh ijin untuk melakukan kegiatan
Pada tahun 2024, jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp4.864.422 juta mengalami peningkatan Tahun-tahun yang berakhir pada tanggal www www
usaha di bidang pembiayaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
sebesar Rp834.762 juta atau 20,72% dibandingkan dengan jumlah ekuitas pada tahun 2023 sebesar Uraian 31 Desember Em m@ Em m @
No.1021/KMK.013/1989 tanggal 07 September 1989 yang kemudian diperbaharui oleh Surat Keputusan
Rp4.029.660 juta. Peningkatan tersebut disebabkan oleh meningkatnya laba bersih Perseroan. No. 54/KMK.013/1992 tanggal 15 Januari 1992 dan No. 19/KMK.017/2001 tanggal 19 Januari 2001 dan 2024 Δ% 2023
9. ARUS KAS terakhir diubah dengan No. KEP-352/KM.10/2009 tanggal 29 September 2009. Pembiayaan konsumen 3.453.490 15,10% 3.000.350
PT M nd S u PT T m g h S u ndon Tb
Sewa pembiayaan 678.704 3,98% 652.751
(i) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi Perseroan telah memperoleh ijin untuk menyelenggarakan kegiatan usaha dalam bidang Pembiayaan M M G A G &
Anjak piutang 438 -51,82% 909
Analisa arus kas untuk aktivitas operasi pada perusahaan pembiayaan berbeda dengan perusahaan- Investasi, Pembiayaan Modal Kerja dan Pembiayaan Multiguna, pada saat ini Perseroan fokus dalam S m K S m K
Simpanan bank 17.473 1,98% 17.134
perusahaan di industri lain pada umumnya, yang mana nilai negatif atau penggunaan kas yang bidang pembiayaan konsumen. Dalam menjalankan usahanya Perseroan memberikan kredit konsumen Lain-lain – bersih (1) 1.429.210 28,66% 1.110.824
berlebihan terutama untuk pembiayaan baru menunjukkan kemampuan dari perusahaan pembiayaan untuk pembelian berbagai merk kendaraan bermotor. Perseroan memfokuskan usaha pada kegiatan T T
Total Pendapatan 5.579.315 16,67% 4.781.968
tersebut dalam mendapatkan pembiayaan baru. Atau dengan kata lain, semakin besar penggunaan pembiayaan mobil baru yang dapat memberikan tingkat pengembalian yang tinggi dengan tingkat risiko Keterangan:
F F
kas dari aktivitas operasi terutama pada pembiayaan baru mencerminkan pertumbuhan perusahaan yang terkendali yaitu terutama merek-merek Toyota, Daihatsu, Honda, Nissan, Mitsubishi dan Suzuki (1) Pendapatan lain-lain – bersih berupa pendapatan dari pengembalian premi asuransi atas kendaraan yang dilelang, administrasi dari pendaftaran Lelang www m www m m
pembiayaan tersebut semakin baik. yang sudah menguasai lebih dari 80% pangsa pasar otomotif. dan administrasi dari pembayaran angsuran melalui loket pembayaran. Em @m Em @ m m
Names mentioned 64 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwantono
p.1 ×4
unresolved
org
Young Global Limited
p.1 ×7
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.1
unresolved
org
PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA
p.1 ×2
unresolved
org
PT BRI DANAREKSA
p.1
unresolved
org
INDONESIA TBK
p.1
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.1 ×2
unresolved
person
Danil Setiadi Handaja
p.1 ×3
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.1 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.2 ×4
unresolved
person
Dr. Amrul Partomuan Pohan
· Notaris
p.2 ×5
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.2 ×7
unresolved
org
PT Tunas Ridean
p.2 ×4
unresolved
person
Muhammad Kholid Artha
· Notaris
p.2 ×3
unresolved
org
Direktorat Jenderal Administrasi
p.2
unresolved
person
Afriana Ratu Marjarengga
p.2
unresolved
person
KECENDERUNGAN DAN PROSPEK
· Komisaris
p.2
unresolved
org
Bank Mandiri. Tahun
p.2
unresolved
person
Misahardi Wilamarta
· Notaris
p.2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.2 ×2
unresolved
person
Saptari. Berdasarkan Surat Pengunduran Diri Bapak Saptari
p.2
unresolved
org
PT TUNAS FINANCINDO SARANA
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik
p.2
unresolved
org
PT Kharisma Setia Utama
p.2
unresolved
person
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.2
unresolved
org
Milik
p.2
unresolved
org
Jardine Matheson Holdings Ltd
p.2 ×2
unresolved
org
PT Mandiri Tunas
p.2
unresolved
org
PT TUNAS FINANCINDO CORPORATION
p.2
unresolved
person
Artha
p.2
unresolved
person
Wilamarta
p.2
unresolved
org
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
p.2
unresolved
org
PT Tunas Financindo
p.2
unresolved
person
Adam Kasdarmadji
· Notaris
p.2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
p.2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Menteri
p.2
unresolved
org
PT BCA S
p.2
unresolved
org
PT BN S
p.2
unresolved
org
PT BR D
p.2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.