Back to announcement
20250613_DGWG_Perubahan dan//atau Tambahan Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_31895184_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review DGWGSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 152
Page 1
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Graha STH
Jl. Mandala Raya No. 20, Jakarta 11440
Tel : 021 – 563 7373 (Hunting)
Fax : 021 – 563 6404
Email : sth@kjppsth.com
Izin Usaha KJPP : No. 2.08.0007
Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
Jakarta, 12 Juni 2025 Wilayah Kerja : Indonesia
Kepada Yth.
Direksi
PT Delta Giri Wacana Tbk.
Jl. Agung Karya VI No. 7
Kel. Papanggo, Kec. Tanjung Priok
Jakarta Utara 14340
Dengan hormat,
Ref : File No. 00033/2.0007-00/BS/01/0358/1/VI/2025-SF
Laporan Ringkas Studi Kelayakan Atas Rencana Perubahan Kegiatan
Usaha Utama
Menindaklanjuti Surat Perjanjian Kerja No. STH-082/PR.015/LS/IV/2025, kami sebagai
Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan Izin Usaha Kantor Penilai Publik No.
2.08.0007 dan Surat Izin Penilai Publik No. B-1.13.00358 yang dikeluarkan oleh Menteri
Keuangan Republik Indonesia serta Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal No. STTD.PB-45/PJ-1/PM.021/2024 yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa
Keuangan ("OJK"), telah melakukan revisi terhadap Laporan Studi Kelayakan Atas
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Utama PT Delta Giri Wacana Tbk. berupa
aktivitas produksi pestisida berbahan aktif Methomyl dengan KBLI 20211 yaitu produksi
industri bahan baku pemberantas hama dengan File No. 00028/2.0007-
00/BS/01/0358/1/V/2025 yang kami lakukan per tanggal 31 Desember 2024,
sehubungan dengan adanya tambahan informasi atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha Utama PT Delta Giri Wacana Tbk.
PEMBERI TUGAS
Pelaksanaan Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Utama ini
sebagai realisasi dari penugasan untuk melakukan Studi Kelayakan dari PT Delta Giri
Wacana Tbk. sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja No. STH-082/PR.015/LS/IV/2025
tanggal 9 April 2025.
Adapun identitas lengkap dari pemberi tugas, yaitu Perseroan adalah sebagai berikut:
Pemberi tugas : PT Delta Giri Wacana Tbk
Alamat : Jl. Agung Karya VI No. 7
Kel. Papanggo, Kec. Tanjung Priok
Jakarta Utara 14340
Telpon / Fax : 021 – 29614962
e-mail : listiany.ruslim@dgw.co.id
Web : https://www.dgw.co.id/
Bidang usaha : Perdagangan pestisida
Berikut kami sampaikan hasil temuan dan opini kami mengenai Studi Kelayakan Atas
Rencana Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
1
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 16
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
DEFINISI DAN SINGKATAN
Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan berarti laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan dan
ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 7 April 2025 dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian.
Perseroan berarti PT Delta Giri Wacana Tbk.
POJK 17 berarti Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, ditetapkan tanggal
20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
POJK 35 dan SEOJK 17 berarti Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020, ditetapkan
tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal dan Surat Edaran OJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, diterapkan tanggal 9 Agustus
2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal.
DGW berarti PT Dharma Guna Wibawa.
Tanggal Penilaian berarti tanggal 31 Desember 2024.
FIRR berarti Financial Internal Rate of Return
NPV berarti Nilai Kini Bersih (“Net Present Value”)
LATAR BELAKANG
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah
berusaha dalam bidang usaha:
1. Industri Bahan Baku Pemberantas Hama (Bahan Aktif);
2. Industri Pemberantas Hama (Formulasi);
3. Perdagangan Besar Pupuk dan Produk Agrokimia
4. Pergudangan dan Penyimpanan; dan
5. Aktivitas Perusahaan Holding
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan
usaha sebagai berikut:
a. Industri Bahan Baku Pemberantas Hama (Bahan Aktif);
Kelompok ini mencakup usaha pembuatan bahan baku untuk pestisida, seperti
buthyl phenyl methyl carbamat (BPMC), methyl isopropyl carbamat (MIPC),
diazinon, carbofuran, glyphosate, monocrotophos, arsentrioxyde dan copper
sulphate, dengan kode KBLI 20211;
2
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 17
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
b. Industri Pemberantas Hama (Formulasi);
Kelompok ini mencakup usaha pengolahan bahan aktif menjadi pemberantas hama
(pestisida) dalam bentuk siap dipakai seperti insektisida, fungisida, rodentisida,
herbisida, nematisida, molusida dan akarisida. Termasuk juga pembuataan
disinfektan untuk pertanian dan kegunaan lainnya, dengan kode KBLI 20212;
c. Perdagangan Besar Pupuk Dan Produk Agrokimia;
Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar pupuk dan produk agrokimia
atau kimia pertanian, dengan kode KBLI 46652;
d. Pergudangan dan Penyimpanan;
Kelompok ini mencakup usaha yang melakukan kegiatan penyimpanan barang
sementara sebelum barang tersebut di kirim ke tujuan akhir, dengan tujuan komersil,
dengan kode KBLI 52101.
e. Aktivitas Perusahaan Holding
Kelompok ini mencakup kegiatan dari perusahaan holding (holding companies),
yaitu perusahaan yang menguasai aset dari sekelompok entitas anak dan kegiatan
utamanya adalah kepemilikan kelompok tersebut. "Holding Companies" tidak terlibat
dalam kegiatan usaha entitas anaknya. Kegiatannya mencakup jasa yang diberikan
penasihat (counsellors) dan perunding (negotiators) dalam merancang merger dan
akuisisi perusahaan, dengan kode KBLI 64200.
Berkaitan dengan kegiatan usaha yang berhubungan dengan pemberantas hama, saat
ini kegiatan usaha yang sudah aktif dijalankan oleh Perseroan adalah kegiatan usaha
pengolahan atau formulasi bahan aktif menjadi pemberantas hama dengan kode KBLI
20212. Untuk menjalankan kegiatan usaha ini, Perseroan mengimpor sebagian besar
bahan bakunya dari Cina.
Namun pada tahun 2023, Kementerian Pertanian Republik Rakyat Cina melarang
aktivitas produksi methomyl yang merupakan bahan baku yang dibutuhkan oleh
Perseroan dalam kegiatan pengolahan bahan aktif menjadi pemberantas hama.
Perseroan melihat bahwa hal tersebut merupakan peluang besar bagi Perseroan untuk
memproduksi sendiri bahan aktif tersebut, baik untuk bahan baku yang akan mereka
gunakan sendiri untuk diolah menjadi pestisida maupun untuk dijual baik secara lokal
maupun ekspor.
Oleh karena itu Perseroan bermaksud untuk membangun sendiri pabrik yang
diperuntukan untuk memproduksi bahan aktif berupa Methomyl yang selama ini belum
pernah mereka jalankan. Dan mengingat aktivitas produksi bahan aktif ini merupakan
kegiatan usaha yang belum pernah dijalankan oleh Perseroan meskipun sudah
tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan, Rencana Transaksi ini merupakan
Penambahan Kegiatan Usaha sebagaimana dimaksud dalam POJK 17.
3
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 18
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN ATAS TRANSAKSI
Maksud dari studi kelayakan ini adalah untuk memberikan Gambaran yang obyektif
tentang tingkat kelayakan rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan ditinjau
dari aspek pasar, aspek hukum dan manajemen, aspek teknis, aspek pola bisnis dan
aspek keuangan.
Oleh karena aktivitas produksi bahan aktif ini merupakan kegiatan usaha yang belum
pernah dijalankan oleh Perseroan meskipun sudah tercantum dalam Anggaran Dasar
Perseroan, Transaksi ini merupakan Penambahan Kegiatan Usaha sebagaimana
dimaksud dalam POJK 17, sehingga Perseroan wajib untuk memperoleh persetujuan
dari para pemegang saham dalam RUPS, mengumumkan keterbukaan informasi terkait
Transaksi kepada masyarakat pada waktu yang bersamaan dengan pengumuman
RUPS, menyediakan data terkait kepada pemegang saham, serta menyampaikan bukti
keterbukaan informasi beserta dokumen pendukungnya kepada OJK. Jangka waktu
antara tanggal penilaian dan tanggal pelaksanaan RUPS tidak boleh melebihi 6 (enam)
bulan.
Dengan demikian, studi kelayakan ini diperlukan dalam rangka pemenuhan POJK 17.
OBYEK STUDI KELAYAKAN
Perseroan berencana untuk melakukan penambahan usaha baru dengan membangun
pabrik karbamat di Cikande, Banten. Pabrik Karbamat Perseroan berada di lokasi
Kawasan Industri Modern Cikande, Jalan Modern Industri XV Blok BC, No 10,
Kelurahan/Desa Babakan (d/h Nambo Udik), Kecamatan Bandung (d/h Cikande),
Kabupaten Serang, Provinsi Banten terletak diatas tanah seluas kurang lebih 45.612
M 2.
DATA DAN SUMBER INFORMASI
Untuk dapat memberikan pendapat atas studi kelayakan tersebut, sebagai penilai
independen, kami telah mempelajari, mempertimbangkan, mengacu dan
melaksanakan prosedur analisis atas data dan sumber informasi sebagai berikut:
• Draft Informasi Keterbukaan Kepada Pemegang Saham yang merupakan
keterbukaan informasi yang disusun oleh manajemen Perseroan;
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi,
Rianto & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 7 April 2025 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian;
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi,
Rianto & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 29 Juli 2024 dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian;
4
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 19
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal
22 Januari 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal
28 November 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2020 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal
10 Maret 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
• Proyeksi Keuangan Pabrik Cikande untuk periode 2025-2030 berikut asumsi
dasarnya yang dipersiapkan oleh manajemen Perseroan;
• Surat Pernyataan Manajemen Perseroan (Management Representation Letter)
berkaitan dengan penilaian kewajaran Transaksi;
• Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
Transaksi; dan
• Review atas data dan informasi yang kami peroleh yang berkaitan Transaksi
tersebut yang kami anggap relevan.
ASUMSI ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Dalam menyusun Studi Kelayakan atas Transaksi kami menggunakan beberapa
asumsi antara lain :
1. Laporan Studi Kelayakan yang dihasilkan oleh penilai bersifat non-disclaimer
opinion.
2. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
penilaian.
3. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai berasal dari sumber yang dapat
dipercaya keakuratannya dan bahwa seluruh data dan informasi tersebut adalah
benar.
4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
5
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 20
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
6. Penilai menghasilkan Laporan Studi Kelayakan yang terbuka untuk publik, kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional
perusahaan.
7. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan Kesimpulan Studi
Kelayakan.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Pemberi
Tugas.
Kami berpegang juga kepada surat pernyataan manajemen (management
representation letter) bahwa manajemen telah menyampaikan seluruh informasi
penting dan relevan dengan Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen
Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Untuk studi kelayakan ini kami melakukan analisis berdasarkan laporan keuangan, data
dan informasi yang relevan, kami menganggap bahwa data yang disampaikan
Perseroan pada dasarnya adalah benar dan merefleksikan kegiatan usaha dan kondisi
keuangan yang sebenarnya dari Perseroan. Kami juga melakukan kunjungan ke Lokasi
pabrik guna mendukung proses penyusunan Studi Kelayakan ini.
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENT)
Setelah tanggal penilaian, tepatnya pada tanggal 13 Januari 2025, Perseroan
melakukan pencatatan perdana saham di Papan Utama Bursa Efek Indonesia dengan
harga penawaran sebesar Rp 230,00 per lembar dengan jumlah saham yang dicatatkan
sebanyak 5.882.353.000 lembar saham. . Namun hal ini tidak mempengaruhi laporan
Studi Kelayakan.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam penyusunan laporan studi kelayakan atas Transaksi ini kami telah bertindak
dengan independen tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi dengan
Perseroan ataupun pihak-pihak lain yang terafiliasi.
Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Selanjutnya, laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami
terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan dari proses analisis
studi kelayakan ini.
6
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 21
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
PEDOMAN PENILAIAN
Dalam melakukan penilaian kewajaran ini kami berpedoman pada POJK 35 dan SEOJK
17 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI)
Edisi VII – 2018.
TANGGAL PENILAIAN
Pemberian Studi Kelayakan ini dilakukan per tanggal 31 Desember 2024.
PENDEKATAN DAN PROSEDUR STUDI KELAYAKAN
Dalam melakukan evaluasi studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha ini, kami telah melakukan analisis berdasarkan Pendekatan dan Prosedur Studi
Kelayakan dengan ditinjau dari beberapa aspek, antara lain:
1. Aspek Pasar;
2. Aspek Hukum dan Manajemen;
3. Aspek Teknis;
4. Aspek Pola Bisnis; dan
5. Aspek Keuangan
METODE YANG DIGUNAKAN
Analisis untuk menentukan kelayakan dari studi kelayakan ini dilakukan dengan
menggunakan perhitungan atas nilai kini arus kas bersih (NPVCF), analisa break even,
dan analisa atas Internal Rate of Return (IRR).
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis yang kami lakukan dalam pelaksanaan studi kelayakan terhadap
Aspek Pasar, Aspek Hukum dan Manajemen, Aspek Teknis, Aspek Pola Bisnis dan
Aspek Keuangan dari rencana transaksi tersebut, dapat disimpulkan bahwa rencana
penambahan kegiatan usaha utama yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah layak
untuk dilaksanakan.
Proyeksi keuangan yang dilakukan menunjukkan hasil yang prospektif secara finansial,
yang ditandai dengan profitabilitas cukup dan likuiditas yang aman.
7
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 22
Page 23
Graha STH
Jl. Mandala Raya No. 20, Jakarta 11440
Tel : 021 – 563 7373 (Hunting)
Fax : 021 – 563 6404
Email : sth@kjppsth.com
Izin Usaha KJPP : No. 2.08.0007
Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
Wilayah Kerja : Indonesia
PENILAIAN STUDI KELAYAKAN
ATAS RENCANA
PERUBAHAN KEGIATAN USAHA UTAMA
PT DELTA GIRI WACANA Tbk.
PER 31 DESEMBER 2024
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 24
Graha STH
Jl. Mandala Raya No. 20, Jakarta 11440
Tel : 021 – 563 7373 (Hunting)
Fax : 021 – 563 6404
Email : sth@kjppsth.com
Izin Usaha KJPP : No. 2.08.0007
Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
Wilayah Kerja : Indonesia
Jakarta, 12 Juni 2025
Kepada Yth.
Direksi
PT Delta Giri Wacana Tbk.
Jl. Agung Karya VI No. 7
Kel. Papanggo, Kec. Tanjung Priok
Jakarta Utara 14340
Dengan hormat,
Ref : File No. 00033/2.0007-00/BS/01/0358/1/VI/2025
Studi Kelayakan Atas Rencana Perubahan Kegiatan Usaha Utama
Menindaklanjuti Surat Perjanjian Kerja No. STH-082/PR.015/LS/IV/2025, kami
sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan Izin Usaha Kantor Penilai
Publik No. 2.08.0007 dan Surat Izin Penilai Publik No. B-1.13.00358 yang dikeluarkan
oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia serta Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB-45/PJ-1/PM.021/2024 yang dikeluarkan oleh
Otoritas Jasa Keuangan ("OJK"), telah melakukan revisi terhadap Laporan Studi
Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Utama PT Delta Giri Wacana
Tbk. berupa aktivitas produksi pestisida berbahan aktif Methomyl dengan KBLI 20211
yaitu produksi industri bahan baku pemberantas hama dengan File No. 00028/2.0007-
00/BS/01/0358/1/V/2025 yang kami lakukan per tanggal 31 Desember 2024,
sehubungan dengan adanya tambahan informasi atas Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha Utama PT Delta Giri Wacana Tbk.
PEMBERI TUGAS
Pelaksanaan Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Utama ini
sebagai realisasi dari penugasan untuk melakukan Studi Kelayakan dari PT Delta Giri
Wacana Tbk. sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja No. STH-082/PR.015/LS/IV/2025
tanggal 9 April 2025.
Adapun identitas lengkap dari pemberi tugas, yaitu Perseroan adalah sebagai berikut:
Pemberi tugas : PT Delta Giri Wacana Tbk
Alamat : Jl. Agung Karya VI No. 7
Kel. Papanggo, Kec. Tanjung Priok
Jakarta Utara 14340
Telpon / Fax : 021 – 29614962
e-mail : listiany.ruslim@dgw.co.id
Web : https://www.dgw.co.id/
Bidang usaha : Perdagangan pestisida
Berikut kami sampaikan hasil temuan dan opini kami mengenai Studi Kelayakan Atas
Rencana Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
1
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 25
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
DEFINISI DAN SINGKATAN
Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan berarti laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan dan
ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 7 April 2025 dengan pendapat wajar tanpa
pengecualian.
Perseroan berarti PT Delta Giri Wacana Tbk.
POJK 17 berarti Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, ditetapkan tanggal
20 April 2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
POJK 35 dan SEOJK 17 berarti Peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2020, ditetapkan
tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal dan Surat Edaran OJK Nomor 17/SEOJK.04/2020, diterapkan tanggal
09 Agustus 2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal.
DGW berarti PT Dharma Guna Wibawa.
Tanggal Penilaian berarti tanggal 31 Desember 2024.
FIRR berarti Financial Internal Rate of Return
NPV berarti Nilai Kini Bersih (“Net Present Value”)
LATAR BELAKANG
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan
adalah berusaha dalam bidang usaha:
1. Industri Bahan Baku Pemberantas Hama (Bahan Aktif);
2. Industri Pemberantas Hama (Formulasi);
3. Perdagangan Besar Pupuk dan Produk Agrokimia
4. Pergudangan dan Penyimpanan; dan
5. Aktivitas Perusahaan Holding
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan
kegiatan usaha sebagai berikut:
a. Industri Bahan Baku Pemberantas Hama (Bahan Aktif);
Kelompok ini mencakup usaha pembuatan bahan baku untuk pestisida, seperti
buthyl phenyl methyl carbamat (BPMC), methyl isopropyl carbamat (MIPC),
diazinon, carbofuran, glyphosate, monocrotophos, arsentrioxyde dan copper
sulphate, dengan kode KBLI 20211;
2
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 26
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
b. Industri Pemberantas Hama (Formulasi);
Kelompok ini mencakup usaha pengolahan bahan aktif menjadi pemberantas
hama (pestisida) dalam bentuk siap dipakai seperti insektisida, fungisida,
rodentisida, herbisida, nematisida, molusida dan akarisida. Termasuk juga
pembuataan disinfektan untuk pertanian dan kegunaan lainnya, dengan kode KBLI
20212;
c. Perdagangan Besar Pupuk Dan Produk Agrokimia;
Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar pupuk dan produk agrokimia
atau kimia pertanian, dengan kode KBLI 46652;
d. Pergudangan dan Penyimpanan;
Kelompok ini mencakup usaha yang melakukan kegiatan penyimpanan barang
sementara sebelum barang tersebut di kirim ke tujuan akhir, dengan tujuan
komersil, dengan kode KBLI 52101.
e. Aktivitas Perusahaan Holding
Kelompok ini mencakup kegiatan dari perusahaan holding (holding companies),
yaitu perusahaan yang menguasai aset dari sekelompok entitas anak dan kegiatan
utamanya adalah kepemilikan kelompok tersebut. "Holding Companies" tidak
terlibat dalam kegiatan usaha entitas anaknya. Kegiatannya mencakup jasa yang
diberikan penasihat (counsellors) dan perunding (negotiators) dalam merancang
merger dan akuisisi perusahaan, dengan kode KBLI 64200.
Berkaitan dengan kegiatan usaha yang berhubungan dengan pemberantas hama,
saat ini kegiatan usaha yang sudah aktif dijalankan oleh Perseroan adalah kegiatan
usaha pengolahan atau formulasi bahan aktif menjadi pemberantas hama dengan
kode KBLI 20212. Untuk menjalankan kegiatan usaha ini, Perseroan mengimpor
sebagian besar bahan bakunya dari Cina.
Namun pada tahun 2023, Kementerian Pertanian Republik Rakyat Cina melarang
aktivitas produksi methomyl yang merupakan bahan baku yang dibutuhkan oleh
Perseroan dalam kegiatan pengolahan bahan aktif menjadi pemberantas hama.
Perseroan melihat bahwa hal tersebut merupakan peluang besar bagi Perseroan
untuk memproduksi sendiri bahan aktif tersebut, baik untuk bahan baku yang akan
mereka gunakan sendiri untuk diolah menjadi pestisida maupun untuk dijual baik
secara lokal maupun ekspor.
Oleh karena itu Perseroan bermaksud untuk membangun sendiri pabrik yang
diperuntukan untuk memproduksi bahan aktif berupa Methomyl yang selama ini belum
pernah mereka jalankan. Dan mengingat aktivitas produksi bahan aktif ini merupakan
kegiatan usaha yang belum pernah dijalankan oleh Perseroan meskipun sudah
tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan, Rencana Transaksi ini merupakan
Penambahan Kegiatan Usaha sebagaimana dimaksud dalam POJK 17.
3
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 27
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN ATAS TRANSAKSI
Maksud dari studi kelayakan ini adalah untuk memberikan Gambaran yang obyektif
tentang tingkat kelayakan rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan ditinjau
dari aspek pasar, aspek hukum dan manajemen, aspek teknis, aspek pola bisnis dan
aspek keuangan.
Oleh karena aktivitas produksi bahan aktif ini merupakan kegiatan usaha yang belum
pernah dijalankan oleh Perseroan meskipun sudah tercantum dalam Anggaran Dasar
Perseroan, Transaksi ini merupakan Penambahan Kegiatan Usaha sebagaimana
dimaksud dalam POJK 17, sehingga Perseroan wajib untuk memperoleh persetujuan
dari para pemegang saham dalam RUPS, mengumumkan keterbukaan informasi
terkait Transaksi kepada masyarakat pada waktu yang bersamaan dengan
pengumuman RUPS, menyediakan data terkait kepada pemegang saham, serta
menyampaikan bukti keterbukaan informasi beserta dokumen pendukungnya kepada
OJK. Jangka waktu antara tanggal penilaian dan tanggal pelaksanaan RUPS tidak
boleh melebihi 6 (enam) bulan.
Dengan demikian, studi kelayakan ini diperlukan dalam rangka pemenuhan POJK 17.
OBYEK STUDI KELAYAKAN
Perseroan berencana untuk melakukan penambahan usaha baru dengan
membangun pabrik karbamat di Cikande, Banten. Pabrik Karbamat Perseroan berada
di lokasi Kawasan Industri Modern Cikande, Jalan Modern Industri XV Blok BC, No
10, Kelurahan/Desa Babakan (d/h Nambo Udik), Kecamatan Bandung (d/h Cikande),
Kabupaten Serang, Provinsi Banten terletak diatas tanah seluas kurang lebih 45.612
M 2.
DATA DAN SUMBER INFORMASI
Untuk dapat memberikan pendapat atas studi kelayakan tersebut, sebagai penilai
independen, kami telah mempelajari, mempertimbangkan, mengacu dan
melaksanakan prosedur analisis atas data dan sumber informasi sebagai berikut:
▪ Draft Informasi Keterbukaan Kepada Pemegang Saham yang merupakan
keterbukaan informasi yang disusun oleh manajemen Perseroan;
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis,
Jumadi, Rianto & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 7 April
2025 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis,
Jumadi, Rianto & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 29 Juli
2024 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
4
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 28
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal
22 Januari 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal
28 November 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2020 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal
10 Maret 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
▪ Proyeksi Keuangan Pabrik Cikande untuk periode 2025-2030 berikut asumsi
dasarnya yang dipersiapkan oleh manajemen Perseroan;
▪ Surat Pernyataan Manajemen Perseroan (Management Representation Letter)
berkaitan dengan penilaian kewajaran Transaksi;
• Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
Transaksi; dan
▪ Review atas data dan informasi yang kami peroleh yang berkaitan Transaksi
tersebut yang kami anggap relevan.
ASUMSI ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Dalam menyusun Studi Kelayakan atas Transaksi kami menggunakan beberapa
asumsi antara lain :
1. Laporan Studi Kelayakan yang dihasilkan oleh penilai bersifat non-disclaimer
opinion.
2. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
penilaian.
3. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai berasal dari sumber yang dapat
dipercaya keakuratannya dan bahwa seluruh data dan informasi tersebut adalah
benar.
4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
6. Penilai menghasilkan Laporan Studi Kelayakan yang terbuka untuk publik, kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional
perusahaan.
7. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan Kesimpulan Studi
Kelayakan.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Pemberi
Tugas.
5
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 29
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Kami berpegang juga kepada surat pernyataan manajemen (management
representation letter) bahwa manajemen telah menyampaikan seluruh informasi
penting dan relevan dengan Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen
Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Untuk studi kelayakan ini kami melakukan analisis berdasarkan laporan keuangan,
data dan informasi yang relevan, kami menganggap bahwa data yang disampaikan
Perseroan pada dasarnya adalah benar dan merefleksikan kegiatan usaha dan
kondisi keuangan yang sebenarnya dari Perseroan. Kami juga melakukan kunjungan
ke Lokasi pabrik guna mendukung proses penyusunan Studi Kelayakan ini.
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENT)
Setelah tanggal penilaian, tepatnya pada tanggal 13 Januari 2025, Perseroan
melakukan pencatatan perdana saham di Papan Utama Bursa Efek Indonesia dengan
harga penawaran sebesar Rp 230,00 per lembar dengan jumlah saham yang
dicatatkan sebanyak 5.882.353.000 lembar saham. Namun hal ini tidak
mempengaruhi laporan Studi Kelayakan.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam penyusunan laporan studi kelayakan atas Transaksi ini kami telah bertindak
dengan independen tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi dengan
Perseroan ataupun pihak-pihak lain yang terafiliasi.
Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Selanjutnya, laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami
terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan dari proses analisis
studi kelayakan ini.
PEDOMAN PENILAIAN
Dalam melakukan penilaian kewajaran ini kami berpedoman pada POJK 35 dan
SEOJK 17 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI
& SPI) Edisi VII – 2018.
TANGGAL PENILAIAN
Pemberian Studi Kelayakan ini dilakukan per tanggal 31 Desember 2024.
6
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 30
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI
Kami telah melakukan prosedur-prosedur penilaian sebagai berikut:
- pengumpulan data-data Perseroan dan DGW antara lain anggaran dasar, akta-
akta, izin-izin, susunan pemegang saham dan pengurus, laporan keuangan yang
telah diaudit, dan proyeksi laporan keuangan;
- wawancara dengan manajemen Perseroan yaitu dengan Bapak Danny Jo Putra,
Bapak Yody Suganda, Ibu Cynthya Hendra, dan Ibu Nadya Juliesta.
Kami juga telah melakukan inspeksi ke Lokasi pabrik pada tanggal 2 Mei 2025.
PENDEKATAN DAN PROSEDUR STUDI KELAYAKAN
Dalam melakukan evaluasi studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha ini, kami telah melakukan analisis berdasarkan Pendekatan dan Prosedur Studi
Kelayakan dengan ditinjau dari beberapa aspek, antara lain:
1. Aspek Pasar;
2. Aspek Hukum dan Manajemen;
3. Aspek Teknis;
4. Aspek Pola Bisnis; dan
5. Aspek Keuangan
METODE YANG DIGUNAKAN
Analisis untuk menentukan kelayakan dari studi kelayakan ini dilakukan dengan
menggunakan perhitungan atas nilai kini arus kas bersih (NPVCF), analisa break
even, dan analisa atas Internal Rate of Return (IRR).
FIRR, NPV dan B/C Ratio
Discount rate
RESULT
(WACC)
FIRR (Project) 15,14%
NPV 11,61% 42.731.965.781
B/C RATIO 1,12
PAYOUT TIME / POT (YEARS) 9,2
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis yang kami lakukan dalam pelaksanaan studi kelayakan terhadap
Aspek Pasar, Aspek Hukum dan Manajemen, Aspek Teknis, Aspek Pola Bisnis dan
Aspek Keuangan dari rencana transaksi tersebut, dapat disimpulkan bahwa rencana
penambahan kegiatan usaha utama yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah
layak untuk dilaksanakan.
7
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 31
Page 32
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menyatakan bahwa:
1. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang
terhadap Penilaian yang dibuat, maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan
kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap Laporan Penilaian Bisnis
yang dibuat.
2. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan penilaian adalah benar sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
3. Penilai memiliki pemahaman atas objek penilaian yang dinilai.
4. Kami bertanggungjawab atas Laporan Penilaian Bisnis yang kami lakukan.
5. Kami telah melakukan penugasan penilaian profesional sesuai dengan Tanggal
Penilaian (Cut Off Date).
6. Kami telah melakukan analisis untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
Penilaian Bisnis, opini dan kesimpulan dalam Laporan Penilaian Bisnis ini, sebatas
pengetahuan kami, adalah benar dan akurat.
7. Kami telah melakukan penugasan penilaian profesional sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
8. Kami telah menyajikan hasil Penilaian dalam penugasan penilaian profesional sebagai
Kesimpulan Penilaian.
9. Kami telah mengungkapkan lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis di dalam Laporan
Penilaian Bisnis.
10. Kesimpulan Penilaian telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.
11. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Penilaian Bisnis berasal dari berbagai sumber
yang diyakini Penilai Bisnis dapat dipertanggungjawabkan.
12. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Penilaian yang dibuat
yang telah disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas.
13. Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan penilaian yang dibuat, pencapaian hasil
yang dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian (subsequent event) yang
berhubungan secara langsung dengan penggunaan yang dimaksud.
14. Penilai Bisnis telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang
ditetapkan/dilaksanakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
15. Penilai Bisnis memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan Penilaian yang
dibuat.
16. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta Laporan Penilaian Bisnis
telah dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII – SPI 2018 dan POJK 35.
17. Penilai melakukan inspeksi fisik maupun rapat dan diskusi secara daring dengan
manajemen sehubungan dengan objek penilaian yang dinilai.
18. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan Penilaian, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang
dinyatakan dalam Laporan Penilaian Bisnis ini.
9
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 33
Page 34
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
ASUMSI-ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Laporan Penilaian Bisnis ini bergantung kepada asumsi-asumsi dan kondisi pembatas
sebagai berikut :
1. Laporan Penilaian Bisnis yang dihasilkan oleh Penilai Bisnis bersifat non-
disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam
proses penilaian.
3. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai Bisnis berasal dari sumber yang
dapat dipercaya keakuratannya.
4. Penilai Bisnis menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
6. Penilai Bisnis menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk publik,
kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi
operasional perusahaan.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan Kesimpulan
Nilai.
8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari
pemberi tugas.
11
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 35
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
EXECUTIVE SUMMARY
LATAR BELAKANG
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan
adalah berusaha dalam bidang usaha:
1. Industri Bahan Baku Pemberantas Hama (Bahan Aktif);
2. Industri Pemberantas Hama (Formulasi);
3. Perdagangan Besar Pupuk dan Produk Agrokimia;
4. Pergudangan dan Penyimpanan; dan
5. Aktivitas Perusahaan Holding.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan
kegiatan usaha sebagai berikut:
a. Industri Bahan Baku Pemberantas Hama (Bahan Aktif);
Kelompok ini mencakup usaha pembuatan bahan baku untuk pestisida, seperti
buthyl phenyl methyl carbamat (BPMC), methyl isopropyl carbamat (MIPC),
diazinon, carbofuran, glyphosate, monocrotophos, arsentrioxyde dan copper
sulphate, dengan kode KBLI 20211;
b. Industri Pemberantas Hama (Formulasi);
Kelompok ini mencakup usaha pengolahan bahan aktif menjadi pemberantas
hama (pestisida) dalam bentuk siap dipakai seperti insektisida, fungisida,
rodentisida, herbisida, nematisida, molusida dan akarisida. Termasuk juga
pembuataan disinfektan untuk pertanian dan kegunaan lainnya, dengan kode KBLI
20212;
c. Perdagangan Besar Pupuk Dan Produk Agrokimia;
Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar pupuk dan produk agrokimia
atau kimia pertanian, dengan kode KBLI 46652;
d. Pergudangan dan Penyimpanan;
Kelompok ini mencakup usaha yang melakukan kegiatan penyimpanan barang
sementara sebelum barang tersebut di kirim ke tujuan akhir, dengan tujuan
komersil, dengan kode KBLI 52101.
e. Aktivitas Perusahaan Holding
Kelompok ini mencakup kegiatan dari perusahaan holding (holding companies),
yaitu perusahaan yang menguasai aset dari sekelompok entitas anak dan kegiatan
utamanya adalah kepemilikan kelompok tersebut. "Holding Companies" tidak
terlibat dalam kegiatan usaha entitas anaknya. Kegiatannya mencakup jasa yang
diberikan penasihat (counsellors) dan perunding (negotiators) dalam merancang
merger dan akuisisi perusahaan, dengan kode KBLI 64200.
12
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 36
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Berkaitan dengan kegiatan usaha yang berhubungan dengan pemberantas hama,
saat ini kegiatan usaha yang sudah aktif dijalankan oleh Perseroan adalah kegiatan
usaha pengolahan atau formulasi bahan aktif menjadi pemberantas hama dengan
kode KBLI 20212. Untuk menjalankan kegiatan usaha ini, Perseroan mengimpor
sebagian besar bahan bakunya dari Cina.
Namun pada tahun 2023, Kementerian Pertanian Republik Rakyat Cina melarang
aktivitas produksi methomyl yang merupakan bahan baku yang dibutuhkan oleh
Perseroan dalam kegiatan pengolahan bahan aktif menjadi pemberantas hama.
Perseroan melihat bahwa hal tersebut merupakan peluang besar bagi Perseroan
untuk memproduksi sendiri bahan aktif tersebut, baik untuk bahan baku yang akan
mereka gunakan sendiri untuk diolah menjadi pestisida maupun untuk dijual baik
secara lokal maupun ekspor.
Oleh karena itu Perseroan bermaksud untuk membangun sendiri pabrik yang
diperuntukan untuk memproduksi bahan aktif berupa Methomyl yang selama ini belum
pernah mereka jalankan. Dan mengingat aktivitas produksi bahan aktif ini merupakan
kegiatan usaha yang belum pernah dijalankan oleh Perseroan meskipun sudah
tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan, Rencana Transaksi ini merupakan
Penambahan Kegiatan Usaha sebagaimana dimaksud dalam POJK 17.
MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN ATAS TRANSAKSI
Maksud dari studi kelayakan ini adalah untuk memberikan Gambaran yang obyektif
tentang tingkat kelayakan rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan ditinjau
dari aspek pasar, aspek hukum dan manajemen, aspek teknis, aspek pola bisnis dan
aspek keuangan.
Oleh karena aktivitas produksi bahan aktif ini merupakan kegiatan usaha yang belum
pernah dijalankan oleh Perseroan meskipun sudah tercantum dalam Anggaran Dasar
Perseroan, Transaksi ini merupakan Penambahan Kegiatan Usaha sebagaimana
dimaksud dalam POJK 17, sehingga Perseroan wajib untuk memperoleh persetujuan
dari para pemegang saham dalam RUPS, mengumumkan keterbukaan informasi
terkait Transaksi kepada masyarakat pada waktu yang bersamaan dengan
pengumuman RUPS, menyediakan data terkait kepada pemegang saham, serta
menyampaikan bukti keterbukaan informasi beserta dokumen pendukungnya kepada
OJK. Jangka waktu antara tanggal penilaian dan tanggal pelaksanaan RUPS tidak
boleh melebihi 6 (enam) bulan.
Dengan demikian, studi kelayakan ini diperlukan dalam rangka pemenuhan POJK 17.
OBYEK STUDI KELAYAKAN
Perseroan berencana untuk melakukan penambahan usaha baru dengan
membangun pabrik karbamat di Cikande, Banten. Pabrik Karbamat Perseroan berada
di lokasi Kawasan Industri Modern Cikande, Jalan Modern Industri XV Blok BC,
No 10, Kelurahan/Desa Babakan (d/h Nambo Udik), Kecamatan Bandung (d/h
Cikande), Kabupaten Serang, Provinsi Banten terletak diatas tanah seluas kurang
lebih 45.612 M2.
13
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 37
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
DATA DAN SUMBER INFORMASI
Untuk dapat memberikan pendapat atas studi kelayakan tersebut, sebagai penilai
independen, kami telah mempelajari, mempertimbangkan, mengacu dan
melaksanakan prosedur analisis atas data dan sumber informasi sebagai berikut:
• Draft Informasi Keterbukaan Kepada Pemegang Saham yang merupakan
keterbukaan informasi yang disusun oleh manajemen Perseroan;
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis,
Jumadi, Rianto & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 7 April
2025 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis,
Jumadi, Rianto & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 29 Juli
2024 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 22
Januari 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 28
November 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
• Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2020 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dan ditandatangani oleh Ely, CPA pada tanggal 10 Maret
2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
• Proyeksi Keuangan Pabrik Cikande untuk periode 2025-2030 berikut asumsi
dasarnya yang dipersiapkan oleh manajemen Perseroan;
• Surat Pernyataan Manajemen Perseroan (Management Representation Letter)
berkaitan dengan penilaian kewajaran Transaksi;
• Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
Transaksi; dan
• Review atas data dan informasi yang kami peroleh yang berkaitan Transaksi
tersebut yang kami anggap relevan.
14
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 38
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
ASUMSI ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Dalam menyusun Studi Kelayakan atas Transaksi kami menggunakan beberapa
asumsi antara lain :
1. Laporan Studi Kelayakan yang dihasilkan oleh penilai bersifat non-disclaimer
opinion.
2. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
penilaian.
3. Data-data dan informasi yang diperoleh Penilai berasal dari sumber yang dapat
dipercaya keakuratannya dan bahwa seluruh data dan informasi tersebut adalah
benar.
4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
6. Penilai menghasilkan Laporan Studi Kelayakan yang terbuka untuk publik, kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional
perusahaan.
7. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan Kesimpulan Studi
Kelayakan.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari
Pemberi Tugas.
Kami berpegang juga kepada surat pernyataan manajemen (management
representation letter) bahwa manajemen telah menyampaikan seluruh informasi
penting dan relevan dengan Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen
Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Untuk studi kelayakan ini kami melakukan analisis berdasarkan laporan keuangan,
data dan informasi yang relevan, kami menganggap bahwa data yang disampaikan
Perseroan pada dasarnya adalah benar dan merefleksikan kegiatan usaha dan
kondisi keuangan yang sebenarnya dari Perseroan. Kami juga melakukan kunjungan
ke Lokasi pabrik guna mendukung proses penyusunan Studi Kelayakan ini.
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENT)
Setelah tanggal penilaian, tepatnya pada tanggal 13 Januari 2025, Perseroan
melakukan pencatatan perdana saham di Papan Utama Bursa Efek Indonesia dengan
harga penawaran sebesar Rp 230,00 per lembar dengan jumlah saham yang
dicatatkan sebanyak 5.882.353.000 lembar saham. Namun hal ini tidak
mempengaruhi laporan Studi Kelayakan
15
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 39
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam penyusunan laporan studi kelayakan atas Transaksi ini kami telah bertindak
dengan independen tanpa adanya konflik kepentingan dan tidak terafiliasi dengan
Perseroan ataupun pihak-pihak lain yang terafiliasi.
Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Selanjutnya, laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami
terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan dari proses analisis
studi kelayakan ini.
PEDOMAN PENILAIAN
Dalam melakukan penilaian kewajaran ini kami berpedoman pada POJK 35 dan
SEOJK 17 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI
& SPI) Edisi VII – 2018.
TANGGAL PENILAIAN
Pemberian Studi Kelayakan ini dilakukan per tanggal 31 Desember 2024.
HASIL PELAKSANAAN INSPEKSI
Kami telah melakukan prosedur-prosedur penilaian sebagai berikut:
- pengumpulan data-data Perseroan dan DGW antara lain anggaran dasar, akta-
akta, izin-izin, susunan pemegang saham dan pengurus, laporan keuangan yang
telah diaudit, dan proyeksi laporan keuangan;
- wawancara dengan manajemen Perseroan.
Kami juga telah melakukan inspeksi ke Lokasi pabrik pada tanggal 2 Mei 2025.
PENDEKATAN DAN PROSEDUR STUDI KELAYAKAN
Dalam melakukan evaluasi studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha ini, kami telah melakukan analisis berdasarkan Pendekatan dan Prosedur Studi
Kelayakan dengan ditinjau dari beberapa aspek, antara lain:
1. Aspek Pasar;
2. Aspek Hukum dan Manajemen;
3. Aspek Teknis;
4. Aspek Pola Bisnis; dan
5. Aspek Keuangan
16
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 40
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
METODE YANG DIGUNAKAN
Analisis untuk menentukan kelayakan dari studi kelayakan ini dilakukan dengan
menggunakan perhitungan atas nilai kini arus kas bersih (NPVCF), analisa break
even, dan analisa atas Internal Rate of Return (IRR).
KESIMPULAN
Analisis Aspek Hukum
Berdasarkan tujuan dan kegiatan usahanya penambahan lini bisnis yang akan
dijalankan oleh Perseroan bersama dengan entitas anaknya yaitu DGW ini sesuai
dengan maksud dan tujuan Perseroan maupun DGW karena berdasarkan anggaran
dasar Perseroan pasal 3 maksud dan tujuan Perseroan di di bidang Industri Bahan
Baku Pemberantas Hama (Bahan Aktif), Industri Pemberantas Hama (Formulasi),
Perdagangan Besar Pupuk Dan Produk Agrokimia, Pergudangan dan Penyimpanan,
dan Aktivitas Perusahaan Holding. Sedangkan untuk DGW maksud dan tujuan
perusahaannya adalah bergerak di bidang Industri Pemberantas Hama (Formulasi),
Perdagangan Besar Mesin, Peralatan, dan Perlengkapan Pertanian, Perdagangan
Besar Pupuk, dan Produk Agrokimia.
Kesimpulan analisis aspek hukum
Dengan memperhatikan maksud dan tujuan serta perijinan yang dimiliki dan segera
diperoleh sebelum beroperasi, maka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha secara
hukum layak untuk dilaksanakan.
Analisis Kelayakan Pasar
Analisa Pasar dan Persaingan Usaha
Pasar insektisida karbamat di seluruh dunia diperkirakan akan tumbuh dengan
moderat antara tahun 2025 dan 2035. Meskipun terdapat tekanan regulasi yang
membatasi penggunaannya di beberapa daerah, kecepatan aksi, spektrum aktivitas
yang luas, dan harga yang kompetitif memungkinkan insektisida tetap digunakan, baik
di pasar yang berkembang maupun yang sudah mapan. Diprediksi, ukuran pasar pada
tahun 2025 akan mencapai USD 312,8 juta dan akan naik menjadi USD 499,9 juta
pada tahun 2035, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 4,8%.
Insektisida seperti Methomyl dan karbaril, yang berfungsi sebagai penghambat
koolinesterase menunjukkan efektivitas tinggi dalam mengendalikan berbagai jenis
serangga dan hama. Namun dalam beberapa tahun belakangan ini banyak negara
telah melakukan pelarangan dan pembatasan penggunaan insektisida seperti yang
dilakukan oleh Tiongkok melalui peraturan Kementerian pertanian dan pedesaan
Tiongkok No 736 tertanggal 25 Desember 2023 bahwa sejak 1 Juni 2024 pendaftaran
berbagai produk yang mengandung Omethoate, Carbosulfan, Methomyl, and Aldicarb
ditangguhkan dan produksinya dilarang, serta sejak tanggal 1 Juni 2026 penjualan
dan penggunaan produk ini dilarang. Kondisi ini merupakan kesempatan bagi
Perseroan untuk merebut pasar yang ditinggalkan oleh Tiongkok akibat pelarangan
penjualan dan penggunaan di pertengahan tahun 2026.
17
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 41
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Dengan konsumsi pestisida di Indonesia yang mencapai 16,4 triliun rupiah dengan
tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 10,0% serta diproyeksikan akan
mencapai sekitar 25,4 triliun rupiah pada tahun 2028 menjadi salah satu pertimbangan
dalam melakukan ekspansi industri ini di Indonesia.
Selain itu pertumbuhan industri pestisida yang didorong oleh dukungan pemerintah
Indonesia dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan, pertumbuhan populasi
yang signifikan yang mendorong permintaan produk pertanian, serta peningkatan
volume penggunaan pestisida yang disebabkan oleh semakin tingginya resistensi
terhadap pestisida dan kebijakan pemerintah mengenai pendaftaran pestisida juga
memberikan keuntungan bagi produksi lokal.
Sebagai salah satu market leader di industri pestisida, Perseroan juga memberikan
harga yang kompetitif serta kualitas yang tetap terjaga sehingga dapat
menpertahankan pangsa pasarnya di industry ini. Dengan beroperasinya pabrik ini
maka Perseroan memiliki rantai produksi in-house dari hulu ke hilir, yang memberikan
keunggulan berupa kestabilan pasokan bahan baku dan efisiensi biaya produksi.
Selain itu guna menjaga kesinambungan usahanya pada lini industri ini maka
Perseroan melakukan beberapa upaya yaitu:
a. Melakukan ekspansi secara bertahap.
b. Mesin yang diinstalasi di pabrik Cikande dapat direkonfigurasi untuk produk
bahan aktif lainnya selain methomyl sehingga dapat meningkatkan fleksibilitas
Perusahaan.
Strategi Pemasaran
Dalam memasarkan produknya Perseroan telah menerapkan berbagai strategi
pemasaran baik di bidang promosi maupun di system distribusi yang kesemuanya
mendukung kelancaran Perseroan untuk dapat memberikan service terbaik pada para
pelanggannya
Kesimpulan analisis kelayakan pasar
Dengan memperhatikan potensi pasar dan kondisi pasar, persaingan usaha, dan
strategi pemasaran maka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha secara pasar layak
untuk dilaksanakan.
Analisis Kelayakan Teknis
Perseroan membuat Pabrik Karbamat yang berada di lokasi Kawasan Industri Modern
Cikande, Jalan Modern Industri XV Blok BC, No 10, Kelurahan/Desa Babakan (d/h
Nambo Udik), Kecamatan Bandung (d/h Cikande), Kabupaten Serang, Provinsi
Banten, dengan kapasitas produksi sekitar 2.000 metrik ton per tahun untuk Produk
Methomyl 98% Technical. Adapun mesin-mesin yang digunakan oleh pabrik ini akan
dilengkapi dengan teknologi dan mesin yang cukup baik dengan peralatan untuk
proses Karbamat berasal dari Agia Engineering Co, Ltd, Taiwan, dan mesin utilitas
penunjang produksi.
18
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 42
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Proses produksi pabrik karbamat (Flow Chart) yang akan dijalankan oleh Perseroan
dari proses bahan baku mentah sampai dengan produk akhir, yaitu proses MIC,
proses karbamasi, proses kristalisasi, proses pemisahan/penyaringan, proses
pengeringan, proses formulasi dan pencampuran, dan proses pengemasan.
Kegiatan proses produksi pabrik karbamat ini menimbulkan adanya limbah, Perseroan
akan melakukan pengelolaan untuk menanggulangi dampak lingkungan yang
dihasilkan serta berperan aktif dalam proses pengolahan limbah produksi untuk
meminimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan.
Bahan baku pabrik karbamat terdiri dari bahan baku mentah antara lain Ortho Dichloro
Benzene (ODCB), Dimethyl Sulfate (DMS), Methyl Hydroxytio Acetamidate (M-1),
Triethylamin (TEA), Sodium Cyanate (NaOCN), Potassium Carbonate (K2CO3)dan
bahan penolong terdiri dari Air dan Natrium Carbonate (Na2CO3). Perseroan akan
membeli bahan baku dari pemasok yang ada di dalam dan luar negeri.
Pabrik Karbamat membutuhkan tenaga kerja, dimana pemilihan dan perekrutan
sumber daya manusia dengan kualitas yang cukup baik harus memiliki kemampuan
dan keterampilan yang mumpuni dalam rangka mendukung operasional Perseroan,
tenaga kerja tersebut akan disesuaikan dengan rencana bisnis dan operasional
Perseroan dari tahun ke tahun.
Kesimpulan analisis kelayakan teknis
Dengan memperhatikan beberapa aspek antara lain fasilitas produksi, kapasitas dan
proses produksi, dampak lingkungan, bahan baku, tenaga kerja dan lainnya, yang
telah dipersiapkan pihak Perseroan, maka hasil analisis secara teknis untuk Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha ini adalah layak untuk dilaksanakan.
Analisis Kelayakan Pola Bisnis
Keunggulan kompetitif
Dalam menjalankan bisnisnya Perseroan mempunyai keunggulan kompetitif
dibandingkan pesaingya sehingga hal ini mendorong Perseroan agar selalu dapat
menjadi piihan utama bagi para pelanggannya. Keunggulan kompetitif tersebut
meliputi usaha Perseroan untuk menjadi Solusi yang Lengkap Untuk Kebutuhan
Petani yang didukung dengan Jaringan Distribusi yang Luas, Tenaga Kerja yang
Terampil dan Terlatih di Bidang Agronomi, Proses Digitalisasi Untuk Memastikan
Kontrol yang Efisien dan Efektif dan Teknologi produksi yang lebih muktahir
Selain itu Potensi pasar ekspor sejak diterapkannya peraturan dari Kementerian
pertanian dan pedesaan Tiongkok atas pelarangan pendaftaran, dan produksi bahan-
bahan yang mengandung Omethoate, Carbosulfan, Methomyl, and Aldicarb pada
1 Juni 2024 dan pelarangan penjualan serta penggunaannya pada 1 Juni 2026
membuat peluang bagi Perseroan untuk memperluas pasar ekspor terutama dari para
pelanggan luar negeri China yang membutuhkan Methomyl dalam kegiatan usahanya.
19
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 43
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Kemampuan pesaing meniru produk
Dengan banyaknya pesaing dalam industry pestisida maka tidak tertutup
kemungkinan akan adanya usaha untuk berusaha meniru hal serupa yang dilakukan
Perseroan. Namun Industri formulasi pestisida ini membutuhkan investasi awal yang
besar untuk pembangunan fasilitas produksi (Capital Expenditure/CapEx) serta
kebutuhan akan keahlian teknis khusus dalam formulasi dan pengendalian mutu
produk. Sehingga hal ini menjadi hambatan para pesaing untuk dapat melakukan hal
yang sama seperti yang dilakukan oleh Perseroan.
Saat ini di Indonesia, hanya ada satu pesaing yang memiliki pabrik karbamasi sejenis,
yaitu PT Inti Everspring. Dari sisi teknologi dan kapasitas produksi, Perseroan lebih
unggul daripada PT Inti Everspring.
Kompetitor yang menjalankan kegiatan usaha serupa memiliki keterbatasan kapasitas
produksi dan tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan dari pasar lokal, sehingga
Perseroan tetap dapat mempertahankan posisi sebagai market leader dengan
kapasitas produksinya yang lebih besar.
Kapasitas produksi pabrik Karbamasi disesuaikan dengan kebutuhan internal
Perseroan, sehingga pabrik dapat berjalan dengan utilisasi yang tinggi dan Perseroan
yakin bahwa hasil produksi akan memiliki harga yang bersaing.
Kesimpulan analisis kelayakan pola bisnis
Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh Perseroan dalam
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, maka Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan.
Analisis Kelayakan Model Manajemen
Tenaga kerja
Dalam menjalankan usaha industry tentunya tidak terlepas pada kebutuhan tenaga
kerja. Diperkirakan, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk menunjang operasional
lini bisnis ini mencapai lebih dari 100 orang dan akan mengalami peningkatan secara
bertahap dengan beberapa tunjangan yang akan diterima seperti tunjangan hari raya, dan
Asuransi BPJS ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
Manajemen Risiko
Dalam menjalankan bisnis ini tentunya Perseroan juga menghadapi beberapa risiko
seperti risiko perizinan, risiko tenaga kerja, dan risiko dampak lingkungan. Dan untuk
mengatasi risiko tersebut Perseroan telah menyiapkan Langkah-langkah untuk
mengurangi dampak dari risiko tersebut seperti melakukan pelatihan berkala guna
menghadapi risiko tenaga kerja serta penanganan masalah dampak lingkungan
dengan membangun IPAL dan meggunakan pihak ke 3 untuk mengelola limbah B3.
20
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 44
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Kesimpulan analisis kelayakan model manajemen
Dengan mempertimbangkan struktur organisasi Perseroan dalam mendukung
operasional kerja Perusahaan dalam rangka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
dan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha secara model manajemen layak untuk
dilaksanakan.
Analisis Kelayakan Keuangan
Nilai Investasi Proyek (Project Cost)
Investasi Tahap I (Line-1) yang dilakukan Perseroan berjumlah Rp. 254.278.628.695,-
Dimana direncanakan pabrik sudah akan mulai berproduksi pada awal Triwulan ke-3
tahun 2025. Secara lebih rinci nilai investasi barang modal dapat dilihat pada table
berikut ini.
Nilai Investasi Barang modal (Project Cost)
Tahap I (2025)
URAIAN IDR
1.Tanah 61.576.200.000
2.Bangunan dan Sarana Pelengkap 88.887.336.411
3.Mesin dan Peralatan Produksi 81.345.572.140
4.Mesin dan Peralatan Utilitas Penunjang Produksi 22.059.520.144
5. Perijinan 410.000.000
T O T A L 254.278.628.695
Investasi Tahap ke-2 (Line-2) dengan kapasitas produksi yang sama dengan pabrik
Line -1 direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2028 dengan perkiraan nilai
investasinya Rp. 87.331.646.960.- terdiri dari :
Nilai Investasi Barang modal (Project Cost)
Tahap II (2028)
URAIAN Rupiah
1.Bangunan dan Sarana Pelengkap 15.000.000.000
2.Mesin dan Peralatan Produksi 72.331.646.960
T O T A L 87.331.646.960
Proyeksi Laba-Rugi
Hasil proyeksi perhitungan laba-rugi, menunjukkan perolehan laba bersih yang positip
dan meningkat setiap tahun selama lima tahun proyeksi operasional, terkecuali pada
tahun proyeksi pertama (2025) proyek menderita rugi karena pada tahun tersebut
produksi komersial baru berjalan dua triwulan terakhir tahun 2025.
21
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 45
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Profitabilitas dari tahun meningkat dari 3% tahun 2026 menjadi 10,6% tahun 2030.
Secara ringkas proyeksi laba-rugi di sajikan pada tabel di bawah ini.
Proyeksi Laba (Rugi)
Tahun 2025-2030
Rupiah 000
TAHUN PROYEKSI 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Penerimaan penjualan 65.084.250 196.731.938 321.066.522 478.347.717 575.687.449 702.283.307
Harga Pokok Penjualan 54.165.204 160.978.565 253.773.274 381.313.847 464.172.557 571.485.452
Laba (Rugi) Bruto 10.919.046 35.753.372 67.293.248 97.033.870 111.514.891 130.797.855
Biaya Operasional 2.198.879 6.563.706 9.182.397 12.794.120 14.900.635 17.608.244
Laba(Rugi) Usaha 8.720.167 29.189.666 58.110.850 84.239.750 96.614.256 113.189.611
Penyusutan dan Biaya Amortisasi 5.356.721 11.053.331 11.053.331 16.324.059 16.324.059 16.283.059
Laba(Rugi) Sebelum Bunga 3.363.447 18.136.335 47.057.519 67.915.691 80.290.197 96.906.552
Bunga Kredit Bank 12.181.500 12.181.500 12.181.500 9.976.500 5.319.000 1.433.250
Laba(Rugi) Sebelum Pajak (8.818.053) 5.954.835 34.876.019 57.939.191 74.971.197 95.473.302
Pajak Perseroan 0 0 7.042.816 12.746.622 16.493.663 21.004.126
Laba(Rugi) Bersih (8.818.053) 5.954.835 27.833.203 45.192.569 58.477.534 74.469.176
Profitabilitas (Net profit to Sales) -13,5% 3,0% 8,7% 9,4% 10,2% 10,6%
Financial Internal Rate of Return dan Net Present Value (NPV)
Perhitungan Financial Internal Rate of Return (FIRR) proyek, memberikan hasil
15,14%.
Bunga rata-rata tertimbang (WACC) dihitung dengan Cutt off date per
31 Desember 2024 untuk jenis Industri Kimia Karbamat (Chemical Specialty) dengan
Debt Equity Ratio 53:47 menghasilkan angka 11,61% pertahun menunjukkan bahwa
proyek tersebut layak secara finansial (FIRR>WACC)
Net Present Value (NPV), dihitung pada tingkat diskon 11,61% (WACC Rate) per
tahun, menghasilkan angka positif sebesar Rp. 42.731.965.781,- menunjukkan bahwa
proyek tersebut layak secara finansial.
Proyeksi Benefit/Cost Ratio (B /C Ratio) sebesar 1,12 (positive) juga menunjukkan
bahwa proyek tersebut layak secara finansial.
Pay Back Period (Pay Out Time) dari proyek ini adalah 9,2 tahun.
FIRR, NPV dan B/C Ratio
Discount rate
RESULT
(WACC)
FIRR (Project) 15,14%
NPV 11,61% 42.731.965.781
B/C RATIO 1,12
PAYOUT TIME / POT (YEARS) 9,2
22
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 46
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Kesimpulan analisis kelayakan keuangan
Dari aspek keuangan dapat disimpulkan bahwa Proyek Pabrik Karbamasi Perseroan
adalah layak (feasible).
Kesimpulan Akhir
Berdasarkan analisis yang kami lakukan dalam pelaksanaan studi kelayakan terhadap
Aspek Pasar, Aspek Hukum dan Manajemen, Aspek Teknis, Aspek Pola Bisnis dan
Aspek Keuangan dari rencana transaksi tersebut, dapat disimpulkan bahwa rencana
penambahan kegiatan usaha utama yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah
layak untuk dilaksanakan.
23
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 47
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
DAFTAR ISI
PERNYATAAN PENILAI ..................................................................................................... 9
ASUMSI-ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ............................................................. 11
EXECUTIVE SUMMARY................................................................................................... 12
DAFTAR ISI ........................................................................................................................ 24
DAFTAR TABEL ................................................................................................................ 27
DAFTAR GAMBAR / GRAFIK ......................................................................................... 28
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................................ 29
BAB 1 ASPEK HUKUM .................................................................................................... 30
1.1. PT DELTA GIRI WACANA TBK......................................................................... 30
1.1.1. Akte Pendirian ............................................................................................. 30
1.1.2. Akte Perubahan .......................................................................................... 30
1.1.3. Tujuan dan Kegiatan Usaha ...................................................................... 31
1.1.4. Modal Dasar dan Kepemilikan Saham ..................................................... 32
1.1.5. Susunan Anggota Direksi dan Komisaris ................................................ 33
1.1.6. Perijinan yang Dimiliki ................................................................................ 34
1.1.7. Analisa Laporan Keuangan Perseroan .................................................... 40
1.1.8. Entitas Anak ................................................................................................. 43
1.2. PT DHARMA GUNA WIBAWA (DGW) ............................................................. 45
1.2.1. Akte Pendirian ............................................................................................. 45
1.2.2. Akte Perubahan .......................................................................................... 45
1.2.3. Tujuan dan Kegiatan Usaha ...................................................................... 45
1.2.4. Modal Dasar dan Kepemilikan Saham ..................................................... 46
1.2.5. Susunan Anggota Direksi dan Komisaris ................................................ 46
1.2.6. Perijinan yang Dimiliki ................................................................................ 46
1.2.7. Analisa Laporan Keuangan DGW ............................................................ 51
BAB 2 ANALISIS KELAYAKAN PASAR ....................................................................... 55
2.1. Tinjauan Perekonomian Nasional ..................................................................... 55
2.2. Tinjauan Industri Pasar Bahan Kimia Aktif ...................................................... 70
2.2.1. Prospek Industri Pasar Bahan Kimia Aktif Dunia ...................................... 70
2.2.2. Tinjauan Industri Pasar Bahan Kimia Aktif Dalam Negeri ........................ 73
24
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 48
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
2.3. Pangsa Pasar dan Rencana Penjualan ........................................................... 73
2.3.1. Kinerja Penjualan Perusahaan dan Group .............................................. 73
2.3.2. Pangsa Pasar (Market Share)................................................................... 74
2.3.3. Penjelasan Mengenai Produk yang akan Dipasarkan ........................... 75
2.3.4. Pemasok ...................................................................................................... 76
2.3.5. Sasaran Pengguna dan area pemasaran................................................ 76
2.3.6. Proyeksi Target Penjualan ......................................................................... 77
2.4. Kesinambungan (sustainability) ........................................................................ 78
2.5. Potensi pasar ...................................................................................................... 78
2.6. Pesaing usaha .................................................................................................... 79
2.7. Harga Pasar ........................................................................................................ 79
2.8. Strategi Pemasaran ............................................................................................ 80
2.8.1. Strategi promosi pemasaran ..................................................................... 80
2.8.2. Sistem Distribusi ......................................................................................... 81
BAB 3 ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS ...................................................................... 83
3.1 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ......................................................... 83
3.1.1 Gambaran Umum ....................................................................................... 83
3.1.2 Kapasitas Produksi ..................................................................................... 84
3.1.3 Proses Produksi (Flow Chart) ................................................................... 85
3.1.4 Aspek Lingkungan ...................................................................................... 88
3.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ....................................................... 90
3.2.1 Bahan Baku ................................................................................................. 90
3.2.2 Tenaga Kerja dan Ahli Profesional............................................................ 92
3.2.2.1. Rencana Kebutuhan Tenaga Kerja dan Kualitasnya. .................... 92
3.2.2.2. Ahli Profesional ................................................................................... 92
BAB 4 ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS ............................................................ 94
4.1. Keunggulan kompetitif & kemampuan untuk menciptakan nilai ................... 94
4.1.1. Solusi yang Lengkap Untuk Kebutuhan Petani ...................................... 94
4.1.2. Jaringan Distribusi yang Luas ................................................................... 95
4.1.3. Diperkuat Tenaga Kerja Terampil dan Terlatih di Bidang Agronomi ..... 96
4.1.4. Proses Digitalisasi Untuk Kontrol yang Efisien dan Efektif ................... 96
4.1.5. Teknologi produksi yang lebih muktahir ................................................... 97
25
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 49
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
4.1.6. Potensi pasar ekspor.................................................................................. 97
4.2. Pesaing Usaha .................................................................................................... 97
4.2.1. Pesaing pestisida dan herbisida Luar negeri .......................................... 97
4.2.2. Pesaing pestisida dan herbisida dalam negeri ....................................... 98
4.2.3. Pesaing produk sejenis .............................................................................. 98
4.3. Kemampuan Pesaing usaha untuk meniru Produk ........................................ 98
4.4. Kemampuan menciptakan nilai ......................................................................... 99
4.5. Rencana Perseroan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha ........................ 99
BAB 5 ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN .......................................... 100
5.1. Ketersediaan Tenaga Kerja ............................................................................. 100
5.2. Manajemen kekayaan intelektual dan manajemen risiko ............................ 101
5.3. Kapasitas dan kemampuan manajemen ........................................................ 103
5.4. Kesesuaian struktur organisasi dan manajemen ......................................... 104
BAB 6 ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN ............................................................ 105
6.1. Proyeksi Laporan Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha .......... 105
6.2. Nilai Investasi Proyek (Project Cost) .............................................................. 108
6.3. Modal Kerja ....................................................................................................... 109
6.4. Sumber Pendanaan ......................................................................................... 109
6.5. Hasil Proyeksi Keuangan ................................................................................ 110
6.5.1. Biaya Bahan Baku Mentah ...................................................................... 110
6.5.2. Beban Pokok Diluar Bahan Baku ........................................................... 110
6.5.3. Biaya Operasional .................................................................................... 111
6.5.4. Proyeksi Laba-Rugi .................................................................................. 112
6.5.5. Proyeksi Cash Flow .................................................................................. 112
6.5.6. Analisa Break Even of Sales ................................................................... 113
6.5.7. Rasio Keuangan ....................................................................................... 113
6.5.8. Perhitungan Tingkat Diskonto ................................................................. 114
6.5.9. Terminal Value ........................................................................................... 115
6.5.10. Financial Internal Rate of Return dan Net Present Value (NPV) .... 116
6.6. Kesimpulan Aspek Keuangan ......................................................................... 116
26
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 50
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Tabel Indikator Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 – 2024
Tabel 2.2 PDB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga
Konstan 2010
Tabel 2.3 Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha
Tabel 2.4 Persentase Distribusi PDB, 2014-2024
Tabel 2.5 Pertumbuhan Produk Domestik Bruto, 2015-2024
Tabel 2.6 Perdagangan Internasional, 2013-2024
Tabel 2.7 Penanaman Modal, Tahun 2014-2023
Tabel 2.8 Perkembangan Jumlah Penduduk Indonesia, 2015-2024
Tabel 2.9 Produk Domestik Bruto / Kapita, 2014-2024
Tabel 2.10 Penggunaan Pestisida di Dunia dan Asia Tenggara
Tabel 2.11 Pertumbuhan penjualan Perseroan 2021-2024
Tabel 2.12 Posisi Perusahaan pada pangsa pasar industri pestisida di Indonesia
tahun 2023
Tabel 2.13 Pemasok Bahan baku
Tabel 3.1 Sumber Pendanaan Investasi
Tabel 3.2 Supplier/Pemasok Bahan Baku
Tabel 5.1 Proyeksi jumlah tenaga kerja per unit kerja
Tabel 5.2 Progress perizinan
Tabel 5.3 Proyeksi kapasitas pabrik tahun 2025-2030
Tabel 5.4 Proyeksi Produksi tahun 2025-2030 dan proporsi expor-impor
Tabel 6.1 Nilai Investasi Barang modal (Project Cost) Tahap I (2025)
Tabel 6.2 Nilai Investasi Barang modal (Project Cost) Tahap II (2028)
Tabel 6.3 Modal Kerja Awal (Initial Working Capital)
Tabel 6.4 Pendanaan Investasi dan Modal Kerja Awal (Initial Working Capital)
Tabel 6.5 Tabel Bahan Baku
Tabel 6.5 Proyeksi Laba (Rugi) Tahun 2025-2030
Tabel 6.6 Proyeksi Cash Flow Tahun 2025-2030
Tabel 6.7 Proyeksi BEP of Sales Tahun 2024-2030
Tabel 6.8 Rasio Finansial Tahun 2025-2030
Tabel 6.9 FIRR, NPV dan B/C Ratio
27
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 51
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
DAFTAR GAMBAR / GRAFIK
Grafik 2.1 Produk Domestik Bruto
Grafik 2.2 Ekspor Impor Bulanan Indonesia
Grafik 2.3 Inflasi (2020-2024
Grafik 2.4 Grafik Pertumbuhan IHSG
Gambar 2.5 Penggunaan Pestisida di Dunia
Grafik 2.6 Proyeksi Target Penjualan Produk Formulasi (dalam Ton)
Grafik 2.7 Diagram alur distribusi lokal:
Gambar 3.1 Proses Produksi Pabrik Karbamat (Flow Chart)
Gambar 4.1 Produk -Produk Perseroan dan entitas anaknya
Gambar 4.2 Peta jaringan distribusi Perseroan
Gambar 4.3 contoh produk palsu
Grafik 5.1 Struktur organisasi manajemen setelah Pembangunan pabrik
28
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 52
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A : Daftar Asumsi
Lampiran B : Proyeksi Biaya Produksi
Lampiran C : Proyeksi Biaya Pokok dan Piutang Usaha
Lampiran D : Proyeksi Biaya Penyusutan, Biaya Pemeliharaan dan Biaya Asuransi
Aset Tetap
Lampiran E : Kebutuhan Modal Kerja Pendahuluan
Lampiran F : Proyeksi Laba Rugi
Lampiran G : Proyeksi Arus Kas
Lampiran H : Proyeksi Neraca
Lampiran I : Rasio Keuangan
Lampiran J : Analisa Break Even
Lampiran K : Financial Internal Rate of Return
29
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 53
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
BAB 1 ASPEK HUKUM
Penambahan Kegiatan Usaha akan dilakukan oleh Perseroan dan DGW, dibawah ini
adalah uraian kedua Perusahaan tersebut.
1.1. PT DELTA GIRI WACANA TBK.
1.1.1. Akte Pendirian
Perseroan didirikan dengan nama PT Delta Giri Wacana berdasarkan Akta
Pendirian No. 52 tertanggal 29 November 2011 yang dibuat di hadapan
Innovani Damanik, S.H., M.Kn. Notaris Kabupaten Bekasi di Cikarang, yang
mana telah mendapatkan pengesahan Menkumham berdasarkan surat
keputusan Menkumham No. AHU-59956.AH.01.01.Tahun 2011 tertanggal
6 Desember 2011 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No.
AHU-0099403.AH.01.09.Tahun 2011 tertanggal 6 Desember 2011, serta
telah diumumkan dalam BNRI No. 12 dan TBNRI No. 2251 tahun 2013.
1.1.2. Akte Perubahan
Anggaran Dasar yang dimuat dalam Akta Pendirian tersebut telah mengalami
beberapa kali perubahan dan perubahan terakhir kali dimuat dalam:
1. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 280 tanggal
28 Agustus 2024, yang dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H.,
M.Hum., M.Kn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat mengenai
perubahan modal dasar dan modal ditempatkan dan disetor yang telah
mendapatkan pengesahan Menkumham berdasarkan surat keputusan
Menkumham No. AHU-0054569.AH.01.02.Tahun 2024 tertanggal
29 Agustus 2024 dan dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan
No.AHU-0183062.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 29 Agustus 2024
2. Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 302 tanggal
30 Agustus 2024, yang dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H.,
M.Hum., M.Kn., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Barat, mengenai
perubahan modal dasar dan modal ditempatkan dan disetor yang telah
mendapatkan persetujuan Menkumham berdasarkan Surat Keputusan
No. AHU-0054780.AH.01.02.Tahun 2024 tanggal 30 Agustus 2024 dan
telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU
0183857.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 30 Agustus 2024, serta telah
diumumkan dalam BNRI No. 072 dan TBNRI No. 027931 tanggal
6 September 2024; dan
3. Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 8 tanggal 2 Oktober
2024, yang dibuat di hadapan Gatot Widodo, S.E., S.H., M.Kn., Notaris
di Jakarta Pusat, mengenai perubahan maksud dan tujuan usaha yang
telah mendapatkan persetujuan Menkumham berdasarkan Surat
Keputusan No. AHU-0062981.AH.01.02.Tahun 2024 tanggal 3 Oktober
2024 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
0211797.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 3 Oktober 2024.
30
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 54
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
4. Perubahan terakhir dilakukan setelah tanggal penilaian dalam rangka
Penawaran umum saham perdana dengan Akta Pernyataan Keputusan
Pemegang Saham No. 124 tanggal 20 Januari 2025, yang dibuat di
hadapan Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Kota
Administrasi Jakarta Barat, mengenai perubahan modal dasar dan
modal ditempatkan dan disetor yang telah diberitahukan kepada
Menkumham berdasarkan Surat penerimaan pemberitahuan No. AHU-
AH.01.03.0019806 tanggal 23 Januari 2025.
Perseroan memiliki alamat kantor di Jl. Agung Karya VI Blok A Kav. No. 7,
Desa/Kelurahan Papanggo, Kec. Tanjung Priok, Kota Adm. Jakarta Utara,
Provinsi DKI Jakarta.
1.1.3. Tujuan dan Kegiatan Usaha
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana dimuat
dalam Akta No. 302/2024, maksud dan tujuan Perseroan ialah berusaha
dalam bidang usaha:
1. Industri Bahan Baku Pemberantas Hama (Bahan Aktif);
2. Industri Pemberantas Hama (Formulasi);
3. Perdagangan Besar Pupuk Dan Produk Agrokimia;
4. Pergudangan dan Penyimpanan; dan
5. Aktivitas Perusahaan Holding
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat
melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
Kegiatan usaha utama
a. Industri Bahan Baku Pemberantas Hama (Bahan Aktif);
Kelompok ini meliputi berbagai usaha dalam pembuatan bahan baku
untuk pestisida, termasuk buthyl phenyl methyl carbamat (BPMC),
methyl isopropyl carbamat (MIPC), diazinon, carbofuran, glyphosate,
monocrotophos, arsentrioxyde, dan copper sulphate., dengan kode KBLI
20211;
b. Industri Pemberantas Hama (Formulasi);
Kelompok ini mencakup usaha dalam pengolahan bahan aktif menjadi
produk pemberantas hama (pestisida) yang siap digunakan, seperti
insektisida, fungisida, rodentisida, herbisida, nematisida, molusida, dan
akarisida. Selain itu, kelompok ini juga meliputi produksi disinfektan
untuk keperluan pertanian dan berbagai penggunaan lainnya., dengan
kode KBLI 20212;
c. Perdagangan Besar Pupuk Dan Produk Agrokimia;
Kelompok ini meliputi kegiatan perdagangan besar dalam bidang pupuk
serta produk agrokimia atau kimia pertanian, dengan kode KBLI 46652;
31
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 55
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Kegiatan usaha penunjang
a. Pergudangan dan Penyimpanan
Kelompok ini terdiri dari usaha yang melakukan kegiatan penyimpanan
barang secara sementara sebelum barang tersebut dikirim ke tujuan
akhir, dengan tujuan komersial, dengan kode KBLI 52101.
b. Aktivitas Perusahaan Holding
Kelompok ini meliputi aktivitas perusahaan holding, yaitu perusahaan
yang memiliki aset dari sekelompok entitas anak dengan fokus utama
pada kepemilikan tersebut. "Holding Companies" tidak
terlibat langsung dalam operasi bisnis entitas anaknya. Aktivitas yang
dijalankan mencakup layanan yang diberikan oleh penasihat dan
perunding dalam merancang proses merger dan akuisisi perusahaan.,
dengan kode KBLI 64200.
1.1.4. Modal Dasar dan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Akta No. 302 tertanggal 30 Agustus 2024, struktur permodalan
dan susunan pemegang saham Perseroan Sebelum Penawaran umum
perdana saham adalah sebagai berikut:
Penawaran umum perdana saham
Jumlah Saham Yang Sebanyak 882. 353. 000 (delapan ratus
Ditawarkan : delapan puluh dua juta tiga ratus lima puluh
tiga ribu) saham biasa atas nama dengan nilai
nominal Rp100,- (seratus Rupiah) per saham,
mewakili sebesar 15,00% (lima belas persen)
dari total modal yang telah ditempatkan dan
disetor penuh dalam Perseroan setelah
Penawaran Umum. Saham-saham tersebut
akan dicatat di Bursa Efek Indonesia (BEI)
pada Tanggal Pencatatan.
32
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 56
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Nilai Nominal : Rp100,- (seratus Rupiah) setiap saham
Harga Penawaran : Rp230,- (dua ratus tiga puluh Rupiah) setiap
saham
Jumlah Penawaran : Sebesar Rp202.941.190.000,- (dua ratus dua
Umum miliar sembilan ratus empat puluh satu juta
seratus sembilan puluh ribu Rupiah)
Dengan terjualnya seluruh saham yang ditawarkan dalam Penawaran
Umum Perdana Saham ini, struktur permodalan serta daftar pemegang
saham Perseroan, baik sebelum maupun setelah Penawaran Umum
Perdana ini, akan mengalami perubahan sebagai berikut.:
*Masyarakat masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5% (lima
persen)
1.1.5. Susunan Anggota Direksi dan Komisaris
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 31 Desember
2024 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Widagdo Hendro Sukoco
Komisaris Independen : Pending Dadih Permana
Direksi
Direktur Utama : David Yaory
Direktur : Danny Jo Putra
Direktur : Muk Kuang
Direktur : Arbi Munandar
Direktur : Yody Suganda
33
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 57
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
1.1.6. Perijinan yang Dimiliki
Perseroan telah memperoleh perizinan umum sebagai berikut:
a. Nomor induk berusaha No. 8120103970743 tertanggal 4 September
2018 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui
sistem online single submission (OSS) untuk kode KBLI 46652 -
Perdagangan besar pupuk dan produk pestisida, kode KBLI
5201(pendukung) – pergudangan dan penyimpanan, kode KBLI
64200(pendukung)-aktivitas Perusahaan holding, kode KBLI 20212 –
Industri pemberantas hama (formulasi) dan kode KBLI 20211- industri
bahan baku pemberantas hama (bahan aktif) yang berlaku selama
Perseroan melaksanakan kegiatan usahanya.
b. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 31.428.025.6-414.000 yang
dikeluarkan oleh kantor pelayanan pajak madya Bekasi dan berlaku
selama Perseroan melaksanakan kegiata usahanya.
c. Sertifikat standar KBLI 20212 No. 81201039707430003 yang
diterbitkan tanggal 17 Februari 2022 oleh Pemerintah Republik
Indonesia melalui system online single submission (OSS) dan berlaku
selama Perseroan melaksanakan kegiatan usahanya.
d. Sertifikat standar KBLI 20211 No. 81201039707430015 yang
diterbitkan tanggal 7 Maret 2024 oleh Pemerintah Republik Indonesia
melalui system online single submission (OSS) dan berlaku selama
Perseroan melaksanakan kegiatan usahanya.
Berkaitan dengan pabrik pembuatan baku pestisida yang berlokasi di
Modernland, Cikande dan legalitas terkait lainnya Perseroan telah
mempunyai memiliki legalitas yang diperlukan seperti :
Masa
Nomor, tanggal dan
No Jenis Ijin keterangan berlaku
instansi
perijinan
1 Perjanjian 01/PPJB/MIE-GW/II/22 untuk kavling industri Jl.
pengikatan jual tanggal 15 Februari 2022 Modern Industri XV Blok
beli antara PT Modern BC No. 10, Kawasan
Industrial Estat dengan PT Industri Modern Cikande,
Delta Giri Wacana Serang Banten dengan
luas 45.612 m2
2 Perizinan Nomor induk berusaha berlaku
berusaha 8120103970743 selama
berbasis risiko diterbitkan tanggal 22 menjalankan
desember 2022 oleh kegiatan
Menteri investasi/ Kepala usaha
Badan Koordinasi
Penanaman Modal
34
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 58
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Masa
Nomor, tanggal dan
No Jenis Ijin keterangan berlaku
instansi
perijinan
3 Perizinan Nomor induk berusaha sertifikat standar KBLI berlaku
berusaha 8120103970743 20211, dan 20212 selama
berbasis risiko diterbitkan tanggal 7 Maret menjalankan
2024 a.n. Gubernur Banten kegiatan
Kepala DPMPTSP Provinsi usaha
Banten
4 Persetujuan Nomor
kesesuaian 26052310213604055
pemanfaatan tertanggal 26 Mei 2023
ruang untuk
kegiatan
berusaha
5 Persetujuan tertanggal 12 Juni 2023
RKL-RPL Rinci
6 Sertifikat Laik Sudah Diperoleh
Fungsi (SLF)
7 Persetujuan Sedang diproses. Estimasi
Teknis Limbah minggu ke-4 Juni
Domestik
8 Persetujuan Sedang diproses. Estimasi
Teknis Emisi minggu ke-4 Juni
Gas Boiler
9 Sertifikat Laik Sudah diperoleh
Operasi (SLO)
untuk mesin
produksi
10 Sertifikat Laik SLO yang dikeluarkan Berlaku
Operasi (SLO) oleh PT Perintis sampai
dan Nomor Perlindungan instalasi dengan
Induk Data Listrik nasional kantor 2038
Instalasi (NIDI) pelayanan wilayah Banten sepanjanag
PLN No. Certificate: tidak ada
0767.0.P.3.428.3604.L23, perubahan
No Registrasi : kapasitas,
L233076731243 dengan intalasi,
status Laik Operasi direkondisi
tertanggal 26 Desember atau
2023, dan NIDI yang direlokasi
dikeluarkan oleh Direktorat
Jendral Ketenagalistrikan
Kementerian Energi dan
sumber daya mineral
Republik Indonesia
tertanggal 26 Desember
2023
35
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 59
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Masa
Nomor, tanggal dan
No Jenis Ijin keterangan berlaku
instansi
perijinan
11 Persetujuan Nomor SK-PBG-360415-
bangunan 05102023-014 tertanggal
gedung 5 Oktober 2023 atas nama
Bupati Serang, Kepala
DPMPTSP Kabupaten
Serang
12 Persetujuan Nomor SK-PBG-360415-
bangunan 05102023-015 tertanggal
gedung 5 Oktober 2023 atas nama
Bupati Serang, Kepala
DPMPTSP Kabupaten
Serang
13 Persetujuan Nomor SK-PBG-360415-
bangunan 05102023-003 tertanggal
gedung 5 Oktober 2023 atas nama
Bupati Serang, Kepala
DPMPTSP Kabupaten
Serang
14 Persetujuan Nomor SK-PBG-360415-
bangunan 05102023-004 tertanggal
gedung 5 Oktober 2023 atas nama
Bupati Serang, Kepala
DPMPTSP Kabupaten
Serang
15 Persetujuan Nomor SK-PBG-360415-
bangunan 05102023-005 tertanggal
gedung 5 Oktober 2023 atas nama
Bupati Serang, Kepala
DPMPTSP Kabupaten
Serang
16 Persetujuan Nomor SK-PBG-360415-
bangunan 05102023-015 tertanggal
gedung 5 Oktober 2023 atas nama
Bupati Serang, Kepala
DPMPTSP Kabupaten
Serang
17 Persetujuan Nomor SK-PBG-360415-
bangunan 05102023-006 tertanggal
gedung 5 Oktober 2023 atas nama
Bupati Serang, Kepala
DPMPTSP Kabupaten
Serang
18 Persetujuan Nomor SK-PBG-360415-
bangunan 05102023-007 tertanggal
gedung 5 Oktober 2023 atas nama
Bupati Serang, Kepala
DPMPTSP Kabupaten
Serang
36
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 60
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Masa
Nomor, tanggal dan
No Jenis Ijin keterangan berlaku
instansi
perijinan
19 Persetujuan Nomor SK-PBG-360415-
bangunan 05102023-008 tertanggal
gedung 5 Oktober 2023 atas nama
Bupati Serang, Kepala
DPMPTSP Kabupaten
Serang
20 Persetujuan Nomor SK-PBG-360415-
bangunan 05102023-009 tertanggal
gedung 5 Oktober 2023 atas nama
Bupati Serang, Kepala
DPMPTSP Kabupaten
Serang
21 Persetujuan Nomor SK-PBG-360415-
bangunan 05102023-010 tertanggal
gedung 5 Oktober 2023 atas nama
Bupati Serang, Kepala
DPMPTSP Kabupaten
Serang
22 Persetujuan Nomor SK-PBG-360415-
bangunan 05102023-011 tertanggal
gedung 5 Oktober 2023 atas nama
Bupati Serang, Kepala
DPMPTSP Kabupaten
Serang
23 Persetujuan Nomor SK-PBG-360415-
bangunan 05102023-012 tertanggal
gedung 5 Oktober 2023 atas nama
Bupati Serang, Kepala
DPMPTSP Kabupaten
Serang
24 Persetujuan Nomor SK-PBG-360415-
bangunan 05102023-013 tertanggal
gedung 5 Oktober 2023 atas nama
Bupati Serang, Kepala
DPMPTSP Kabupaten
Serang
25 Surat Atas aktivitas usaha
Pernyataan Pergudangan dan
Kesanggupan Penyimpanan yang
Pengelolaan dan berlokasi di Kawasan
Pemantauan Industri Jababeka V Blok
Lingkungan A5F, Jawa barat, Kawasan
Hidup (SPPL) Industri Jababeka, Kota
Jababeka Cikarang,
Bekasi, Industri Bahan
Baku Pemberantas Hama
37
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 61
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Masa
Nomor, tanggal dan
No Jenis Ijin keterangan berlaku
instansi
perijinan
(Bahan Aktif) yang
berlokasi di JL. Modern
Industri XV Blok.BC No.10,
Kawasan Industri Modern
Cikande, Serang, Aktivitas
Perusahaan Holding dan
Perdagangan Besar Pupuk
Dan Produk Agrokimia
yang belokasi di Jl. Agung
Karya VI Blok A Kav. No.7,
DKI Jakarta, Tanjung
Priok,Papanggo, dan
Industri Pemberantas
Hama(Formulasi) yang
berlokasi di Jln. Modern
Industri XXI no 6A-B,
kawasan industri modern,
Cikande, Nambo Udik,
Banten
26 Persetujuan Nomor Untuk kode klasifikasi baku
kesesuaian 26052310213604000 lapangan 20211
kegiata tertanggal 26 Mei 2023
pemanfaatan atas nama Bupati Serang,
ruang untuk Kepala DPMPTSP
kegiatan Kabupaten Serang
berusaha
27 Persetujuan Nomor Untuk kode klasifikasi baku
kesesuaian 29102110213216011 lapangan 20212
kegiatan tertanggal 19 Januari 2022
pemanfaatan atas nama Bupati Serang,
ruang untuk Kepala DPMPTSP
kegiatan Kabupaten Serang
berusaha
28 Persetujuan Nomor Untuk kode klasifikasi baku
kesesuaian 14102410113172040 lapangan 46652 untuk
kegiata tertanggal14 Oktober 2024 lokasi usaha di Jl. Agung
pemanfaatan atas nama Bupati Serang, Karya VI Blok A Kav. No. 7
ruang untuk Kepala DPMPTSP
kegiatan Kabupaten Serang
berusaha
38
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 62
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Masa
Nomor, tanggal dan
No Jenis Ijin keterangan berlaku
instansi
perijinan
29 Persetujuan Nomor Untuk kode klasifikasi baku
kesesuaian 06092410113172321 lapangan 64200 untuk
kegiata tertanggal 6 September lokasi usaha di Jl. Agung
pemanfaatan 2024 atas nama Bupati Karya VI Blok A Kav. No. 7
ruang untuk Serang, Kepala DPMPTSP
kegiatan Kabupaten Serang
berusaha
30 Persetujuan Nomor Untuk kode klasifikasi baku
kesesuaian 25042410213216101 lapangan 52101 untuk
kegiata tertanggal 19 Januari 2024 lokasi usaha di Kawasan
pemanfaatan atas nama Bupati Bekasi Industri Jababeka V Blok
ruang untuk Kepala DPMPTSP A5F
kegiatan Kabupaten Bekasi
berusaha
39
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 63
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
1.1.7. Analisa Laporan Keuangan Perseroan
Laporan Laba Rugi Perseroan
DGI merupakan perusahaan holding operasional yang bergerak di bidang
industri pestisida dan produk-produk kimia.
PT DELTA GIRI WACANA
LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
(dalam ribuan rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024
PENJUALAN
Penjualan bersih 1.030.880.148 1.383.279.101 1.687.153.846 3.039.795.991 3.373.117.000
1.030.880.148 1.383.279.101 1.687.153.846 3.039.795.991 3.373.117.000
BEBAN POKOK PENJUALAN
Beban pokok penjualan 765.327.437 1.035.886.316 1.305.976.232 2.338.009.279 2.434.371.000
765.327.437 1.035.886.316 1.305.976.232 2.338.009.279 2.434.371.000
LABA KOTOR 265.552.711 347.392.785 381.177.614 701.786.712 938.746.000
BEBAN USAHA (223.688.227) (231.657.223) (258.647.221) (597.319.476) (659.921.000)
(223.688.227) (231.657.223) (258.647.221) (597.319.476) (659.921.000)
LABA (RUGI) USAHA 41.864.484 115.735.562 122.530.393 104.467.236 278.825.000
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Kerugian selisih kurs, bersih (8.325.313) (1.945.918) (15.081.003) 3.945.558 (17.268.000)
Pendapatan bunga 48.536 92.035 78.507 229.130
Management fee
Beban bunga (11.727.970) (8.866.919) (22.492.192) (53.038.059) (69.114.000)
Pendapatan sewa 793.902 -
Keuntungan penjualan aset tetap 469.893 -
Pendapatan atau beban lain-lain (507.666) 3.629.270 83.150.986 6.637.551 19.937.000
(19.248.618) (7.091.532) 45.656.298 (42.225.820) (66.445.000)
LABA SEBELUM PAJAK 22.615.866 108.644.030 168.186.691 62.241.416 212.380.000
PAJAK PENGHASILAN (11.657.048) (27.570.457) (23.950.113) (42.352.467) (30.494.000)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 10.958.818 81.073.573 144.236.578 19.888.949 181.886.000
LABA(RUGI) KOMPREHENSIF (2.831.980) (2.034.211) (1.310.694) (2.631.870) 3.577.000
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 8.126.838 79.039.362 142.925.884 17.257.079 185.463.000
Pada tahun 2020, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp.
1.030.880,148 miliar, dan mengalami kenaikan sebesar menjadi
Rp.1.383.279.101 milliar pada tahun 2021, pendapatan Perseroan
mengalami kenaikan kembali pada tahun 2022 sebesar Rp.1.687.153.846.
Pada dua tahun terakhir, Perseroan mengalami peningkatan yang cukup
signifikan pada tahun 2023 menjadi sebesar Rp. 3.309.795.991 , dan pada
tahun 2024 menjadi sebesar Rp. 3.373.117.000.
40
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 64
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Namun pendapatan Perseroan mengalami fluktuasi signifikan selama
periode di 2020-2024 dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan tajam di tahun
2020 sampai dengan 2022 dimana laba bersih naik dari 1,06% ke 8,55 %,
namun terjadi penurunan di tahun 2023 dan pada tahun 2024 terjadi
pemulihan yang dilihat bahwa net profit naik Kembali ke 5,39%.
Laporan Posisi Keuangan Perseroan
PT DELTA GIRI WACANA
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
(dalam ribuan rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 6.975.429 16.098.794 23.385.101 43.937.633 63.078.000
Piutang usaha 349.326.229 534.761.981 867.280.923 685.340.312 980.470.000
Piutang lain-lain 498.460 2.147.729 5.557.677 6.060.182 2.189.000
Persediaan 193.842.942 271.973.811 937.100.913 962.624.632 958.426.000
Pajak dibayar di muka 791.498 2.328.862 12.013.647 49.820.741 30.648.000
Biaya dibayar di muka 7.028.702 4.342.880 11.507.556 17.149.299 39.949.000
Aset lancar lainnya 2.081.000 2.086.500 4.219.027 1.330.640 2.760.000
Total Aset Lancar 560.544.260 833.740.557 1.861.064.844 1.766.263.439 2.077.520.000
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 60.127.569 79.666.807 183.918.550 442.584.295 577.441.000
Aset tidak berwujud 6.937.612 5.398.100 3.940.000
Properti Investasi 80.091.876 39.277.717 38.054.717 37.094.217 19.374.000
Investasi pada entitas anak - - -
Aset pajak tangguhan 31.646.630 38.110.262 47.377.329 58.940.020 71.810.000
Goodwill - 2.267.953 2.267.953 2.268.000
Uang muka pembelian aset tetap - 26.479.568 42.869.610 58.904.000
Estimasi tagihan pajak penghasilan 134.682 134.682 24.302.931 62.891.791 97.010.000
Uang Jaminan 152.238 - - -
Aset tidak lancar lainnya 403.754 359.530 1.848.160 2.116.000
Total Aset Tidak Lancar 172.152.995 157.593.222 329.698.190 653.894.146 832.863.000
TOTAL ASET 732.697.255 991.333.779 2.190.763.034 2.420.157.585 2.910.383.000
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank 52.524.501 117.574.842 101.292.544 75.750.351 60.993.000
Utang usaha : 236.811.830 280.592.354 573.446.460 554.994.674 768.096.000
Utang pajak 15.846.605 37.031.512 62.944.810 31.950.357 25.958.000
Utang lain-lain 31.076.572 35.092.423 31.712.460 56.122.678 65.325.000
Uang Muka Pelanggan 83.332 1.583.334 8.034.795 18.999.012 11.589.000
Biaya yang masih harus dibayar 93.520.692 99.341.898 149.476.609 159.184.914 205.420.000
Liabilitas sewa - jangka pendek 17.621.667 19.465.155 25.595.515 16.194.437 19.275.000
Pinjaman pihak berelasi - jangka pendek 10.348.768 9.322.205 19.874.294 864.746.000
Pinjaman Bank - jangka pendek 51.998.417 491.568.476 605.027.336 2.274.000
Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek 464.457 1.197.818 2.341.732 2.332.315 2.271.000
Pinjaman pihak ketiga - jangka pendek 75.266.072 - -
Total Liabilitas Lancar 447.949.656 654.226.521 1.531.001.678 1.540.430.368 2.025.947.000
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan 2.950.342 5.680.685 4.737.000
Kewajiban imbalan kerja 30.903.703 32.963.793 37.082.067 44.461.744 44.922.000
Utang lain-lain 1.019.970 3.531.000
Pinjaman pihak berelasi - jangka panjang 9.001.917
Pinjaman Bank - jangka panjang 13.333.333 9.333.333 48.982.084 4.466.000
Liabilitas sewa - jangka panjang 28.806.338 10.279.756 59.426.466 55.857.996 45.183.000
Liabilitas lainnya - jangka panjang 3.681.694 3.286.050
Total Liabilitas Tidak Lancar 59.710.041 56.576.882 122.495.789 158.268.559 102.839.000
EKUITAS
Modal saham 20.000.000 135.550.000 166.150.000 166.150.000 500.000.000
Tambahan modal disetor 99.486.047 58.179.252 128.270.380 220.270.380 138.222.000
Saldo laba 105.551.511 86.464.504 227.405.491 240.064.197 120.240.000
225.037.558 280.193.756 521.825.871 626.484.577 758.462.000
Kepentingan Non-pengendali 336.620 15.439.696 94.974.081 23.135.000
Total Ekuitas 225.037.558 280.530.376 537.265.567 721.458.658 781.597.000
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 732.697.255 991.333.779 2.190.763.034 2.420.157.585 2.910.383.000
41
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 65
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Analisa Rasio Keuangan Perseroan
Berdasarkan profitability rasio dapat terlihat bahwa Perseroan telah
memperoleh laba dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.
Berdasarkan rasio likuiditas dapat dilihat bawa Perseroan masih mampu
untuk memenuhi kebutuhan pinjaman jangka pendeknya hal ini ditunjukkan
dengan current ratio yang diatas 1.
Berdasarkan rasio solvability dapat dilihat bahwa Perseroan mengandalkan
modal sendiri untuk pendanaan, yang umumnya mencerminkan kondisi
keuangan yang lebih sehat dan resiko finansial yang lebih rendah.
42
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 66
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
1.1.8. Entitas Anak
Per tanggal penilaian, Perseroan memiliki Entitas Anak dan struktur
kepemilikan sebagai berikut:
Sumber : Informasi Perseroan
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan dan
Laporan keuangan per 31 Desember 2024 seluruh entitas anak DGI
merupakan entitas yang telah beroperasi secara komersial.
43
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 67
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Struktur Kepemilikan saham Perseroan dan Entitas Anaknya
Sumber : Informasi Perseroan
44
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 68
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
1.2. PT DHARMA GUNA WIBAWA (DGW)
1.2.1. Akte Pendirian
DGW adalah suatu badan hukum Indonesia dalam bentuk perseroan terbatas,
berkedudukan dan berkantor pusat di Jl. Agung Karya VI, Kav. A, No.7,
Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Kota Administrasi Jakarta
Utara, Provinsi DKI Jakarta, didirikan dengan nama PT Dharma Guna Wibawa
berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 38 tertanggal 9 Agustus
2000 yang dibuat di hadapan Setiawan S.H., Notaris di Jakarta Barat dan
telah mendapatkan pengesahan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
(“Menkeh”) berdasarkan surat keputusan Menkeh No. C-3438
HT.01.01.Th.2001 tertanggal 29 Maret 2001 serta telah didaftarkan dalam
Daftar Perseroan No. 090515142498 tertanggal 29 Januari 2002 (“Akta
Pendirian DGW”).
DGW berdomisili di Jakarta Pusat dan kantor pusatnya beralamat di Jl. Agung
Karya VI, Kav. A, No.7, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Kota
Administrasi Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta.
1.2.2. Akte Perubahan
Sejak pendirian, anggaran dasar DGW mengalami beberapa kali perubahan
dan perubahan yang terakhir kali dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan
Pemegang Saham Perseroan No. 9 tanggal 2 Oktober 2024, yang dibuat di
hadapan Notaris Gatot Widodo, S.E., S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Pusat,
mengenai perubahan makdus dan tujuan usaha, yang telah mendapat
persetujuan dari Menkumham dengan Surat Keputusan Menkumham No.
AHU-0062986.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 3 Oktober 2024 dan telah
didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0211810.AH.01.11.Tahun 2024
tanggal 3 Oktober 2024.
1.2.3. Tujuan dan Kegiatan Usaha
Berdasarkan Anggaran Dasar DGW, tujuan utama dari DGW adalah berfokus
pada beberapa bidang usaha, antara lain:
a. Industri Pemberantas Hama (Formulasi)
b. Perdagangan Besar Mesin, Peralatan, dan Perlengkapan Pertanian
c. Perdagangan Besar Pupuk, dan Produk Agrokimia
Untuk mencapai tujuan tersebut, DGW melaksanakan berbagai kegiatan
usaha sebagai berikut:
a. Industri Pemberantas Hama (Formulasi)
Kelompok ini meliputi pengolahan bahan aktif menjadi produk
pemberantas hama (pestisida) yang siap digunakan, seperti insektisida,
fungisida, rodentisida, herbisida, nematisida, molusida, dan akarisida.
Selain itu, juga mencakup pembuatan disinfektan untuk pertanian dan
berbagai kegunaan lainnya, dengan kode KBLI 20212.
45
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 69
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
b. Perdagangan Besar Mesin, Peralatan, dan Perlengkapan Pertanian
Kelompok ini berfokus pada perdagangan besar mesin, peralatan, dan
perlengkapan pertanian, seperti bajak, penyebar pupuk, penanam biji,
alat panen, serta mesin seperti pemerah susu, mesin untuk beternak
unggas, beternak lebah, dan traktor yang digunakan di sektor pertanian
dan kehutanan. Kegiatan ini juga mencakup mesin pemotong rumput,
dengan kode KBLI 46530.
c. Perdagangan Besar Pupuk dan Produk Agrokimia
Kelompok ini berfokus pada perdagangan besar pupuk dan produk
agrokimia serta kimia pertanian, dengan kode KBLI 46652.
Saat ini, DGW aktif dalam menjalankan kegiatan di bidang industri
pemberantas hama (formulasi), perdagangan besar mesin, peralatan
dan perlengkapan pertanian, serta perdagangan besar pupuk dan
produk agrokimia.
1.2.4. Modal Dasar dan Kepemilikan Saham
Pada tanggal penilaian, modal dasar dan kepemilikan saham DGW adalah
sebagai berikut:
1.2.5. Susunan Anggota Direksi dan Komisaris
DEWAN KOMISARIS
Komisaris : David Yaory
DIREKSI
Direktur : Yody Suganda
1.2.6. Perijinan yang Dimiliki
Berdasarkan informasi Perseroan, hingga tanggal penilaian studi kelayakan,
DJP telah memperoleh berbagai izin yang telah dipenuhi sehubungan dengan
kegiatan usaha yang dijalankan.
46
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 70
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Berikut rincian izin tersebut:
Perizinan umum
a. Nomor induk berusaha No. 8120201930339 tertanggal 3 September
2018 dengan perubahan terakhir pada tanggal 4 Oktober 2024 yang
dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui sistem online
single submission (OSS) untuk kode KBLI 46652 -Perdagangan besar
pupuk dan produk pestisida, kode KBLI 46530 – Perdagangan besar
mesin, peralatan, dan perlengkapan pertanian, kode KBLI 20212 –
Industri pemberantas hama (formulasi) yang berlaku selama Perseroan
melaksanakan kegiatan usahanya.
b. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.973.999.4.073.000 yang
dikeluarkan oleh kantor pelayanan pajak Jakarta Pusat dan berlaku
selama Perseroan melaksanakan kegiata usahanya.
c. Sertifikat standar KBLI 20212 No. 81202019303390002 yang
diterbitkan tanggal 28 September 2021 oleh Pemerintah Republik
Indonesia melalui system online single submission (OSS) dan berlaku
selama Perseroan melaksanakan kegiatan usahanya.
d. Konfirmasi kesesuaian kegiatan usaha pemanfaat ruang (KKKPR) No.
03012410113172008 tertanggal 3 Januari 2024 yang diterbitkan oleh
Gubernur DKI Jakarta Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta
e. Konfirmasi kesesuaian kegiatan usaha pemanfaat ruang (KKKPR) No.
13122310113172822 tertanggal 13 Desember 2024 yang diterbitkan
oleh Gubernur DKI Jakarta Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta
f. Persetujuan Kesesuaian Kegiata Usaha Pemanfaatan ruang (PKKPR)
No. 22102410213604057 tertanggal 28 September 2021 yang
dikeluarkan oleh Bupati Serang, Kepala DPMTSP Kabupaten Serang
Selain perijinan umum DGW juga telah memliki Perizinan operasional yaitu
perijinan terkait dengan produk yang diproduksi dan dijual seperti :
Nomor, Tanggal, dan
No Jenis Izin Keterangan
Instansi
Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa
No. Pendaftaran:RI. 01020120155322
Nama Pestisida:ACCLAIM 90 WP
Keputusan Menteri
Pertanian No.
Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Fungisida yang
379/KPTS/SR.330/M/6/
bersifat protektif berbentuk tepung yang dapat
Izin Tetap Pestisida 2020 tentang
1 disuspensikan
Produk Acclaim Pemberian Nomor
Pendaftaran dan Izin
Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:
Tetap Pestisida tanggal
-Bawang merah: Penyakit bercak ungu (Alternaria Porri)
11 Juni 2020
-Padi:-Penyakit Blast (Pyricularia Oryzae)
-Penyakit Hawar Pelepah (Rhizoctonia Solani)
-Penyakit bercak coklat (Cerospora Janseana)
Jangka Waktu:11 Juni 2020 sampai dengan lima tahun
47
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 71
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Nomor, Tanggal, dan
No Jenis Izin Keterangan
Instansi
Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa
No. Pendaftaran:RI. 01030120093398
Nama Pestisida:ALCATRAS 625 SL
Perizinan Berusaha
Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Herbisida sistemik
untuk Menunjang
purna tumbuh berbentuk larutan dalam air
Kegiatan Usaha
Izin Tetap Pestisida Pendaftaran Pestisida
2 Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:Lahan tanpa
Produk Alcatras No.
tanaman:
8120201930339001000
-Golongan Rumput: Ischaemum timorense (0,75 – 1 l/ha)
16 tanggal 17
-Teki:Cyperus rotundus (0,75 – 1 l/ha)
Desember 2022
-Gulma berdaun lebar:Chromolaena odorata (0,75 – 1 l/ha)
-Mimosa Pudica (0,75 – 1 l/ha)
Jangka Waktu: 17 Desember 2022 sampai dengan lima
tahun
Keputusan Menteri
Pertanian Republik Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa
Indonesia No.
597/KPTS/SR.330/M/10 No. Pendaftaran:RI. 01030120217109
/2021 tentang Nama Pestisida:ALEPPO 120 EW
Pemberian Nomor
Pendaftaran dan Izin Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Herbisida kontak
Tetap Pestisida dan sistemik purna tumbuh berbentuk emulsi minyak
tertanggal 12 Oktober dalam air
Izin Tetap Pestisida
2021 sebagaimana
3 Produk Aleppo 120
diubah oleh Keputusan Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:Padi Sawah:
EW
Menteri Pertanian No. -Gulma berdaun lebar: -Ludwigia Octovalvis
139/KPTS/SR.330/M/1/ -Spenochlea Zeylamica
2022 tentang -Gulma golongan rumput:-Echinochloa Cruss-Gallti
Perubahan Nama -Leptochloa Chinensis
Formulasi, Nama -Teki:Fimbristylis Littoralis
Bahan Aktif dan Kadar
Bahan Aktif Pestisida Jangka Waktu: 12 Oktober 2021 sampai dengan lima
tertanggal 14 Januari tahun
2022
Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa
Keputusan Menteri No. Pendaftaran:RI. 041101200093312
Pertanian Republik Nama Pestisida:AMANI 400 EC
Indonesia No.
502/KPTS/SR.330/M/6/ Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Bahan pengawet
Izin Tetap Pestisida
4 2022 tentang kayu racun kontak, lambung dan pernafasan berbentuk
Produk Amani 400 EC
Pemberian pekatan yang dapat diemulsikan.
Nomor Pendaftaran dan
Izin Tetap Pestisida Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:Kayu Pengrajin
tanggal 27 Juni 2022 Rayap Tanah: Coptotermes Curvingnathus
Jangka Waktu:27 Juni 2022 sampai dengan lima tahun
Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa
No. Pendaftaran:RI.01050120134644
Anilo 60 WP
Perizinan Berusaha Nama Pestisida:ANILO 60 WP
untuk Menunjang
Izin Tetap Pestisida Kegiatan Usaha Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Moluskisida racun
5
Produk Anilo 60 WP Pendaftaran Pestisida kontak berbentuk tepung yang dapat disuspensikan
No.
8120201930339001000 Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:
24 tanggal 28 Februari Padi sawah:
2023 Siput Murbei: Pomacea Canaliculata
Jangka Waktu:28 Februari 2023 sampai dengan lima tahun
48
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 72
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Nomor, Tanggal, dan
No Jenis Izin Keterangan
Instansi
Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa
No. Pendaftaran:RI.01030120124542
Nama Pestisida:ARCHER 20 WG
Keputusan Menteri
Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Herbisida sistematik
Pertanian No.
purna tumbuh berbentuk butiran yang dapat disipersikan
502/KPTS/SR.330/M/6/
dalam air
Izin Tetap Pestisida 2022 tentang
6
Produk Archer 20 WG Pemberian
Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:Kelapa Sawit
Nomor Pendaftaran dan
(TBM):
Izin Tetap Pestisida
tanggal 27 Juni 2022
Gulma berdaun lebar: -Borreria alata
-Clidemia hirta
-Mikania micrantha
-Synedrella nodiflora
Jangka Waktu:27 Juni 2022 sampai dengan lima tahun
Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa
No. Pendaftaran:RI.01030120124543
Nama Pestisida:ARCHER 20 WP
Keputusan Menteri
Pertanian No. Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Herbisida sistematik
502/KPTS/SR.330/M/6/ purna tumbuh berbentuk tepung yang dapat disuspensikan
Izin Tetap Pestisida 2022 tentang
7
Produk Archer 20 WP Pemberian Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:Kelapa Sawit
Nomor Pendaftaran dan (TBM):
Izin Tetap Pestisida
tanggal 27 Juni 2022 Gulma berdaun lebar: -Ageratum conyzoides
-Borreria alata
-Clidemia hirta
-Sydnedrella nodiflora
Jangka Waktu:27 Juni 2022 sampai dengan lima tahun
Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa
No. Pendaftaran:RI.01020120114106
Keputusan Menteri
Pertanian No.
Nama Pestisida:ARSECA 8/64 WP
135/KPTS/SR.330/M/1/
Izin Tetap Pestisida 2022 tentang
Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Fungsida protektif
8 Produk Pemberian
dan kuratif berbentuk tepung yang dapat disuspensikan
Arseca 8/64 WP Nomor Pendaftaran dan
Izin Tetap Pestisida
Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:Kentang:
tanggal 14 Januari
2022
Penyakit busuk daun: Phytophthora infestans
Jangka Waktu:14 Januari 2022 sampai dengan lima tahun
Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa
No. Pendaftaran:RI.01010120227611
Perizinan Berusaha
untuk Menunjang Nama Pestisida:ASSASSIN 100 SL
Kegiatan Usaha
Izin Tetap Pestisida
Pendaftaran Pestisida Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Intektisida
9 Produk
No. sistematik racun kontak dan lambung berbentuk larutan
Assasin 100 SL
8120201930339001000 dalam air
25 tanggal 28 Februari
2023 Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:Padi:
-Wereng coklat: Nilaparvata Lugens
Jangka Waktu:28 Februari 2023 sampai dengan lima tahun
49
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 73
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Nomor, Tanggal, dan
No Jenis Izin Keterangan
Instansi
Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa
Perizinan Berusaha
Nama Produsen:Beijing Leili Marine Bioindustry Inc., China
Perizinan Berusaha untuk Menunjang
untuk Kegiatan Usaha Surat
No. Pendaftaran:01.02.2023.677
Menunjang Kegiatan Keputusan Pendaftaran
10
Usaha Pupuk (Anorganik) No.
Nama Pestisida:Astonish
Pendaftaran Pupuk 8120201930339001000
Astonish 19 tanggal 6 Februari
Jenis Pupuk :Hara Makro Majemuk
2023
Jangka Waktu:6 Februari 2023 sampai dengan lima tahun
Nama Perusahaan :PT Dharma Guna Wibawa
No. Pendaftaran:RI.01030120124276
Nama Pestisida:AVIXA 500 SC
Avixa 500 SC
Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi :Herbisida sistematik
Perizinan Berusaha
selektif pra tumbuh dan peruna tumbuh berbentuk pekatan
untuk Menunjang
suspensi
Izin Tetap Pestisida Kegiatan Usaha
11
Produk Avixa 500 SC Pendaftaran Pestisida
Penggunaan yang terdaftar dan diizinkan:
No.
-Jagung
8120201930339001000
-Gulma berdaun lebar:-Synedrella nodiflora (2-3 l/ha)
06 tanggal 14 Oktober
-Cleome rutidosperma (2-3 l/ha)
2022
-Ageratum conyzoides (2-3 l/ha)
-Euphorbia hirta (2-3 l/ha)
-Gulma golongan rumput:Digitaria ciliaris (2-3 l/ha)
Jangka Waktu:14 Oktober 2022 sampai dengan lima tahun
Sumber : Informasi Perseroan
Perizinan lingkungan
No. Jenis Izin Nomor, Tanggal, dan Instansi
1. Surat Pernyataan Kesanggupan SPPL tertanggal 5 September 2024
Pengelolaan dan Pemantauan
Lingkungan Hidul (SPPL)
2. Izin Persetujuan Pernyataan Keputusan Bupati Serang No.
Kesanggupan Pengelolaan 28092101136040002 tentang Persetujuan
Lingkungan Hidup (UKL-UPL) Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan
KBLI 20212 Lingkungan Hidup Usaha Kantor
Administrasi di Kabupaten Serang,
Provinsi Banten oleh PT Dharma Guna
Wibawa dikeluarkan dari Sistem OSS yang
diterbitkan tertanggal 10 Januari 2023
Sumber : Informasi Perseroan
Berkaitan dengan pabrik pembuatan baku pestisida yang berlokasi di
Modernland, Cikande dan legalitas terkait lainnya DGW telah mempunyai
memiliki legalitas yang diperlukan seperti :
50
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 74
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
No Deskripsi Status Perizinan
1 Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Sudah diperoleh
2 Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup Setelah Mendapatkan
(RKL) dan Rencana Pemantauan Persetujuan dalam
Lingkungan Hidup (RPL) RUPS
3 Sertifikasi Standar Setelah Mendapatkan
Persetujuan dalam
RUPS
4 Persetujuan Teknis Limbah Domestik Sedang diproses.
Estimasi minggu ke-4
Juni
5 Persetujuan Teknis Emisi Gas Boiler Sedang diproses.
Estimasi minggu ke-4
Juni
6 Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Sudah diperoleh
7 Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk Sudah diperoleh
Mesin Produksi
8 Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan Nomor Sudah diperoleh
Induk Data Instalasi (NIDI) PLN
9 Nomor Induk Berusaha (NIB) Setelah Mendapatkan
Persetujuan dalam
RUPS
DGW sudah memperoleh 4 Perizinan yaitu Persetujuan Bangunan Gedung
(PGB), Sertifikat Laik Fungsi (SLF), Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk mesin
produksi, dan Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan Nomor Induk Data Instalasi
(NIDI) PLN. Sampai saat ini, DGW masih dalam proses mendapatkan
Perizinan Persetujuan Teknis Limbah Domestik dan Persetujuan Teknis Emisi
Gas Boiler dari Disnaker. Keduanya diperkirakan akan bisa diperoleh paling
lambat pada akhir bulan Juni. Sementara itu, untuk RKL, RPL, Sertifikasi
Standar, dan NIB baru akan diproses setelah mendapatkan persetujuan
dalam RUPS.
1.2.7. Analisa Laporan Keuangan DGW
Laporan Laba Rugi DGW
DGW merupakan perusahaan operasional yang bergerak di bidang industri
produksi pestisida, pupuk, peralatan pertanian, bibit, dan distribusinya.
51
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 75
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
PT DHARMA GUNA WIBAWA
LABA RUGI KOMPREHENSIF
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
(dalam ribuan rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024
Penjualan bersih 529,163,857 1,020,283,561 1,433,905,198 1,192,783,555 1,140,392,954
Beban pokok penjualan 420,380,007 825,239,810 1,154,437,510 841,176,287 736,615,936
LABA KOTOR 108,783,850 195,043,751 279,467,688 351,607,268 403,777,018
BEBAN USAHA
Beban penjualan (82,188,176) (108,748,833) (162,041,767) (212,230,194) (217,066,291)
Beban umum dan administrasi (13,695,676) (34,288,866) (26,039,869) (51,477,881) (23,998,725)
(95,883,852) (143,037,699) (188,081,636) (263,708,075) (241,065,016)
LABA (RUGI) USAHA 12,899,998 52,006,052 91,386,052 87,899,193 162,712,002
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Kerugian selisih kurs, bersih (1,928,009) (935,505) (1,970,089) 42,152
Pendapatan bunga 25,492 38,766 59,243 103,561 72,543
Beban bunga (4,003,531) (9,171,727) (16,437,684) (15,347,516) (28,089,511)
Keuntungan penjualan aset tetap 378,181 2,344,335 628,802 130,915 429,505
Pendapatan atau beban lain-lain 317,029 (45,522) (1,294,156) 1,151,446 336,646
(5,210,838) (7,769,653) (19,013,884) (13,919,442) (27,250,817)
LABA SEBELUM PAJAK 7,689,160 44,236,399 72,372,168 73,979,751 135,461,185
PAJAK PENGHASILAN (3,590,385) (10,655,172) (20,135,331) (18,077,435) (32,131,490)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 4,098,775 33,581,227 52,236,837 55,902,316 103,329,695
Pada tahun 2020, DGW membukukan pendapatan sebesar Rp. 529,16 miliar, dan
mengalami kenaikan sebesar 92,81% menjadi Rp.1,02 triliun pada tahun 2021,
pendapatan DGW mengalami kenaikan kembali pada tahun 2022 sebesar 40,54%
menjadi Rp.1,43 triiliun, namun mengalami penurunan pada dua tahun terakhir,
yaitu turun sebesar 16,82% pada tahun 2023 menjadi sebesar Rp. 1,19 triliun, dan
sebesar 4,39% pada tahun 2024 menjadi sebesar Rp. 1,14 triliun.
Namun penurunan pada pendapatan DGW pada dua tahun terakhir bukan berarti
penurunan pada kemampuan DGW dalam menghasilkan laba, terutama mengingat
net profit margin DGW yang selalu meningkat setiap tahunnya yaitu sebesar 0,77%
pada tahun 2020, 3,29% pada tahun 2021, 3,64% pada tahun 2022, 4,69% pada
tahun 2023 dan 9,06% pada tahun 2024. Secara jumlah pun, laba DGW terus
mengalami kenaikan.
52
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 76
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Laporan Posisi Keuangan DGW
PT DHARMA GUNA WIBAWA
LAPORAN POSISI KEUANGAN
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 SAMPAI 2024
(dalam ribuan rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 3,112,994 782,325 2,730,698 9,230,715 10,845,346
Piutang usaha
- Pihak ketiga - neto 50,904,511 186,803,369 215,357,788 219,835,863 257,298,514
- Pihak berelasi 132,863,328 296,355,296 276,406,765 219,062,916 195,358,964
Piutang lain-lain 217,125 - -
Persediaan 101,829,527 276,484,866 178,001,116 233,384,758 214,516,864
Pajak dibayar di muka 1,142,864 - - 1,019,903
Biaya dibayar di muka 4,577,832 2,484,795 2,191,681 2,911,722 71,058,513
Aset lancar lainnya 920,500 1,538,163 2,117,057 590,717 610,574
Total Aset Lancar 294,425,817 765,591,678 676,805,105 685,016,691 750,708,678
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 3,507,754 2,541,960 3,558,184 4,455,541 53,661,526
Aset hak guna 21,068,852 86,653,016 89,809,582 59,959,542 -
Aset pajak tangguhan 11,577,258 26,732,256 27,123,845 34,137,112 28,693,593
Aset tidak lancar lainnya 1720 1720 5,624 1,000
Total Aset Tidak Lancar 36,155,584 115,928,952 120,491,611 98,557,819 82,356,119
TOTAL ASET 330,581,401 881,520,630 797,296,716 783,574,510 833,064,797
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Cerukan bank 13,899,409 26,231,786 25,773,125 17,753,312 47,587,839
Utang usaha :
- Pihak ketiga 126,132,820 151,815,948 58,063,896 58,072,901 16,528,905
- Hubungan istimewa 4,993,456 297,706,215 257,143,690 90,834,991 6,356,454
Utang pajak -
- Pajak penghasilan badan 5,807,709 23,222,166 3,411,407 3,860,987 6,971,210
- Pajak lain-lain 937,509 2,664,562 6,820,997 17,824,442 12,923,907
Utang lain-lain 6,260,452 13,818,646 24,234,677 31,350,817 42,685,720
Uang Muka Pelanggan 4,701,434
Biaya yang masih harus dibayar 44,368,824 69,403,472 64,499,324 78,055,371 86,113,127
Liabilitas sewa - jangka pendek 7,679,480 23,080,148 17,642,056 14,658,187 16,881,357
Pinjaman Bank - jangka pendek 48,998,417 59,602,436 167,703,853 216,726,836
Kewajiban imbalan kerja - jangka pendek 1,197,818 379,527 1,927,529 1,710,463
Liabilitas lancar lainnya 7,836,502
Total Liabilitas Lancar 210,079,659 658,139,178 517,571,135 489,878,892 459,187,252
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Kewajiban imbalan kerja 6,962,114 22,448,170 21,170,545 30,950,219 31,090,548
Pinjaman Bank - jangka panjang 13,333,333 9,333,333 12,734,337 -
Liabilitas sewa - jangka panjang 14,053,581 72,750,799 78,453,128 50,788,761 38,461,528
Liabilitas lainnya - jangka panjang 3,544,369 3,286,053 3,531,011
Total Liabilitas Tidak Lancar 21,015,695 108,532,302 112,501,375 97,759,370 73,083,087
EKUITAS
Modal saham 300,000 60,000,000 60,000,000 120,000,000 120,000,000
Tambahan modal disetor 5,983,907 5,983,907 5,983,907 5,983,907 5,983,907
Saldo laba 93,202,140 48,865,243 101,240,299 69,952,341 174,810,551
Total Ekuitas 99,486,047 114,849,150 167,224,206 195,936,248 300,794,458
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 330,581,401 881,520,630 797,296,716 783,574,510 833,064,797
53
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 77
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Analisa Rasio Keuangan DGW
Berikut ini adalah rasio keuangan historical DGW:
Berdasarkan profitability rasio dapat terlihat bahwa DGW telah memperoleh
laba dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.
Berdasarkan rasio likuiditas dapat dilihat bawa DGW masih mampu untuk
memenuhi kebutuhan pinjaman jangka pendeknya hal ini ditunjukkan
dengan current ratio yang diatas 1.
Dilihat dari rasio debt to equity rasionya terlihat bahwa DGW dalam kegiatan
operasionalnya masih mengandalkan hutang dibandingkan modal sendiri
54
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 78
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
BAB 2 ANALISIS KELAYAKAN PASAR
2.1. Tinjauan Perekonomian Nasional
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia
sepanjang 2024 tumbuh sebesar 5,03% secara tahunan (year on year/yoy).
Realisasi itu lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi tahun 2023 sebesar
5,05% dan lebih rendah dari target pemerintah yang sebesar 5,2%. Kinerja
ekonomi Indonesia sepanjang tahun lalu tak lepas dari kinerja pertumbuhan
ekonomi kuartal IV-2024 yang sebesar 5,02% (yoy). Realisasi ini lebih rendah
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 5,04.
Secara lebih rinci, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2024
tercatat sebesar 5,11%, lalu di kuartal II-2024 tumbuh sebesar 5,05%, dan pada
kuartal III-2024 tumbuh sebesar 4,95%. Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar
Widyasanti dalam Kompas.com mengatakan, secara kumulatif atau c to c,
ekonomi Indonesia pada tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03%. Amalia
menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 turut
dipengaruhi kondisi perekonomian global. Ekonomi global diproyeksi akan
tetap tumbuh, namun melambat pada 2024. Imbas dari perlambatan ekonomi
tersebut, aktivitas perdagangan global pun melemah. Hal ini kemudian
berimplikasi terhadap sumber pertumbuhan ekonomi nasional yang berasal
dari perdagangan internasional. Secara rinci, pertumbuhan ekonomi 2024
tercatat sebesar 5,11% pada kuartal I, 5,05% pada Kuartal II, dan 4,95% pada
Kuartal III.
Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam kontan.co.id
menyampaikan, lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap
ekonomi kuartal IV 2024 adalah, industri pengolahan tumbuh 4,89% yoy,
perdagangan 5,19% yoy, pertanian 0,71% yoy, konstruksi 5,81% yoy, dan
pertambangan 3,95% yoy. Adapun total share dari kelima lapangan usaha
tersebut mencakup 63,34% dari total produk domestik bruto (PDB). Dari sisi
lapangan usaha pada kuartal IV 2024, seluruh lapangan usaha tumbuh positif.
Amalia menambahkan, lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi yakni
jasa lainnya sebesar 11,36% yoy, didukung oleh peningkatan aktivitas rekreasi
seiring peningkatan jumlah wisatawan nusantara dan mancanegara.
Kemudian, jasa perusahaan yang tumbuh 8,08% yoy, ditopang oleh
peningkatan aktivitas agen perjalanan, penyelenggaraan tur, dan jasa reservasi
lainya selama periode Natal dan tahun Baru 2024, serta peningkatan jumlah
jamaah umroh. Selanjutnya, transportasi dan pergudangan tumbuh 7,92%,
sejalan dengan peningkatan jumlah penumpang dan barang di berbagai moda
transportasi terutama saat libur Natal dan tahun Baru.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih
rendah dari prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2024
sedikit di bawah prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya
permintaan domestik, baik konsumsi maupun investasi. Pada 2025,
pertumbuhan ekonomi diperkirakan juga cenderung lebih rendah dari prakiraan
sebelumnya. Ekspor diprakirakan lebih rendah sehubungan dengan
melambatnya permintaan negara-negara mitra dagang utama, kecuali AS.
55
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 79
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Konsumsi rumah tangga juga masih lemah, khususnya golongan menengah ke
bawah sehubungan dengan belum kuatnya ekspektasi penghasilan dan
ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang sama, dorongan investasi swasta
juga belum kuat karena masih lebih besarnya kapasitas produksi dalam
memenuhi permintaan, baik domestik maupun ekspor. Bank Indonesia
memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai kisaran 4,7 –
5,5%, sedikit lebih rendah dari kisaran prakiraan sebelumnya 4,8 – 5,6%.
Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakannya
untuk tetap menjaga stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi
yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi stimulus
kebijakan makroprudensial dan akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran
yang ditempuh Bank Indonesia dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah.
Lebih dari itu, Bank Indonesia mendukung penuh implementasi program-
program Pemerintah dalam Asta Cita, termasuk untuk ketahanan pangan,
pembiayaan ekonomi, serta akselerasi ekonomi dan keuangan digital.
Tabel 2.1
Tabel Indikator Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020 – 2024
Indikasi Ekonomi 2020 2021 2022 2023 2024
Pertumbuhan PDB (yoy, %) -2,07 3,69 5,31 5,05 5,03
Nominal PDB (Rp. Triliun) 15.434,2 16.970,8 19.588,4 20.892,4 22.139,0
Tingkat Inflasi(%, akhir
1,68 1,87 5,51 2,61 1,57
tahun)
Suku Bunga BI (%) 3,75 3,50 5,50 6,00 6,00
Cadangan Devisa (USD
135,9 144,9 137,2 146,4 155,7
Miliar)
Nilai Tukar Rupiah
13.901 14.269 15.731 15.399 16.157
(Rp/USD, akhir tahun)
Sumber: BPS, Bank Indonesia dan sumber lainnya (diolah)
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Desember
2024 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%, suku
bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending
Facility sebesar 6,75%. Keputusan ini konsisten dengan arah kebijakan
moneter untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 2,5±1%
pada 2024 dan 2025, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang
berkelanjutan. Fokus kebijakan moneter diarahkan untuk memperkuat
stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak makin tingginya ketidakpastian
perekonomian global akibat arah kebijakan Amerika Serikat (AS) dan eskalasi
ketegangan geopolitik di berbagai wilayah. Ke depan, Bank Indonesia terus
mencermati pergerakan nilai tukar Rupiah dan prospek inflasi serta dinamika
kondisi ekonomi yang berkembang, dalam memanfaatkan ruang penurunan
suku bunga kebijakan lanjutan. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan
sistem pembayaran terus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi
yang berkelanjutan.
56
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 80
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong
kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan
penciptaan lapangan kerja, termasuk UMKM dan ekonomi hijau, melalui
penguatan strategi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) mulai
Januari 2025, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Kebijakan
sistem pembayaran juga diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan,
khususnya sektor perdagangan dan UMKM, dengan memperkuat keandalan
infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas
akseptasi digitalisasi sistem pembayaran.
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung
ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember
2024 yang tercatat 2,2 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor
komoditas utama Indonesia yang kuat, seperti bahan bakar mineral, lemak dan
minyak hewan nabati, serta besi dan baja. Perkembangan ini mendukung
transaksi berjalan 2024 tetap sehat dan diprakirakan dalam kisaran defisit
rendah 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Posisi cadangan devisa Indonesia
pada akhir Desember 2024 tercatat tinggi sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara
dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran
utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, NPI pada 2025 diprakirakan
tetap sehat seiring dengan surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut
dan defisit transaksi berjalan yang terjaga dalam kisaran defisit 0,5% sampai
dengan 1,3% dari PDB. Surplus neraca transaksi modal dan finansial didukung
oleh aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor
terhadap prospek perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal hasil
investasi yang menarik.
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran
sasarannya 2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57%
(yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level
2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia
(BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya.
Sementara itu, kelompok volatile food (VF) mencatat inflasi 0,12% (yoy)
didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen,
serta eratnya sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara
spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran
inflasi nasional. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali
dalam sasarannya.
Inflasi inti diperkirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam
sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons
permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan
kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif
berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh
sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah.
Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter
guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran 2,5±1%,
dengan tetap mendukung upaya turut mendorong pertumbuhan ekonomi.
57
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 81
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Sepanjang 2024, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS)
mengalami fluktuasi yang signifikan. Dalam waktu singkat rupiah menguat
namun dalam sekejap juga rupiah dapat melemah. Dikutip dari
cnbcindonesia.com, per 27 Desember 2024 rupiah ditutup di angka
Rp16.230/USD. Posisi ini merupakan yang terlemah sejak 19 Desember 2024.
Secara month to date/mtd, rupiah telah terdepresiasi sebesar 2,46% dan
secara year to date/ytd, rupiah telah ambruk sebesar 5,42%. Dalam
perjalannya rupiah sempat mengalami posisi terkuat yakni pada 25 September
2024 di angka Rp15.095/USD. Sementara rupiah juga pernah anjlok hingga
menyentuh level terburuknya di tahun ini yakni pada 21 Juni 2024 di angka
Rp16.445/USD. Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam
asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 yakni
sebesar Rp15.000/USD. Jika dilihat hingga saat ini, posisi rupiah sudah
melenceng sekitar Rp1.230/USD atau telah ambles 8,2% dibandingkan target
dari APBN itu sendiri. Sementara menurut Jakarta Interbank Spot Dollar Rate
(JISDOR), kurs rupiah terhadap dolar AS pada 31 Desember 2024 sebesar Rp
16.157. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen
Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik,
inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap
baik.
Produk Domestik Bruto
Perekonomian Indonesia 2024 yang diukur berdasarkan Produk Domestik
Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp22.139,0 triliun dan PDB
per kapita mencapai Rp78,6 juta atau USD4.960,3. Ekonomi Indonesia tahun
2024 tumbuh sebesar 5,03%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan
usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Jasa
Lainnya sebesar 9,80%; diikuti Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,69%;
dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,56%. Sementara itu,
Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 4,43%. Sedangkan
Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor serta
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masing-masing tumbuh sebesar 4,86%
dan 0,67%. Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga
berlaku tahun 2024 didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan
sebesar 18,98%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil
dan Sepeda Motor sebesar 13,07%; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
sebesar 12,61%; Konstruksi sebesar 10,09%; serta Pertambangan dan
Penggalian sebesar 9,15%. Peranan kelima lapangan usaha tersebut dalam
perekonomian Indonesia mencapai 63,90%.
Ekonomi Indonesia kuartal IV-2024 terhadap kuartal IV-2023 (y-on-y) tumbuh
sebesar 5,02%. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan
usaha yang tumbuh signifi kan adalah Jasa Lainnya sebesar 11,36%; diikuti
oleh Jasa Perusahaan sebesar 8,08%; Transportasi dan Pergudangan sebesar
7,92%; dan Informasi dan Komunikasi sebesar 7,45%. Sebagai lapangan
usaha yang memiliki peran dominan, Industri Pengolahan tumbuh sebesar
4,89%. Sedangkan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan
Sepeda Motor; serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masing-masing
tumbuh sebesar 5,19% dan 0,71%.
58
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 82
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Sementara itu, ekonomi Indonesia kuartal IV-2024 tumbuh sebesar 0,53% (q-
to-q). Pertumbuhan terjadi pada beberapa lapangan usaha. Lapangan usaha
yang mengalami pertumbuhan signifi kan diantaranya Administrasi
Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 16,63%;
diikuti oleh Jasa Pendidikan sebesar 14,94%; serta Jasa Lainnya sebesar
8,40%. Sementara itu, lapangan usaha yang mengalami kontraksi terdalam
adalah Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 18,49%.
Grafik 2.1
Produk Domestik Bruto
Sumber: BPS
Dari sisi pengeluaran, ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03%
(c-to-c) dibanding tahun 2023. Pertumbuhan terjadi pada semua komponen
PDB Pengeluaran. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada PK-LNPRT sebesar
12,48%; diikuti Komponen PK-P sebesar 6,61%; Komponen Ekspor Barang
dan Jasa sebesar 6,51%; Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga
(PK-RT) sebesar 4,94%; dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto
(PMTB) sebesar 4,61%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa
(factor pengurang dalam PDB menurut pengeluaran) tumbuh sebesar 7,95%.
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun
2024 tidak menunjukkan perubahan yang signifi kan. Perekonomian Indonesia
didominasi oleh Komponen PK-RT dengan kontribusi sebesar 54,04%.
Komponen PMTB memiliki kontribusi terbesar kedua yakni sebesar 29,15%,
diikuti Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 22,18%; Komponen PK-P
sebesar 7,73%; Komponen Perubahan Inventori sebesar 2,25%; dan
Komponen PK-LNPRT sebesar 1,36%. Sementara itu, Komponen Impor
Barang dan Jasa memiliki kontribusi sebesar 20,39%
Ekonomi Indonesia kuartal IV-2024 terhadap kuartal IV-2023 tumbuh sebesar
5,02% (y-on-y). Pertumbuhan terjadi pada semua komponen pengeluaran.
Pertumbuhan terti nggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa, yang
mengalami peningkatan sebesar 7,63%, diikuti Komponen PK-LNPRT tumbuh
sebesar 6,06%. Selain itu, Komponen PMTB, PK-RT, dan PK-P tumbuh
masing-masing sebesar 5,03%, 4,98%, dan 4,17%. Sementara itu, Komponen
Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 10,36%.
59
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 83
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2024 dibanding kuartal III-2024 tumbuh
sebesar 0,53% (q-to-q). Pertumbuhan terti nggi dicapai oleh Komponen PK-P
sebesar 38,58%, diikuti Komponen PK-LNPRT sebesar 6,36%.
Selain itu, Komponen Ekspor Barang dan Jasa, Komponen PMTB, dan
Komponen PK-RT masing-masing tumbuh sebesar 4,63%, 2,44%, dan 1,64%.
Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 3,23%.
Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mewarnai struktur perekonomian
Indonesia secara spasial selama tahun 2024 dengan kontribusi sebesar
57,02%; diikuti Pulau Sumatera sebesar 22,12%; Pulau Kalimantan sebesar
8,24%; Pulau Sulawesi sebesar 7,12%; Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar
2,81%; serta Pulau Maluku dan Papua sebesar 2,69%. Pada tahun 2024,
pertumbuhan ekonomi semua kelompok pulau tercatat kondusif walaupun
dibayangi tekanan global geopolitik dan internal dalam negeri. Secara
kumulatif, pertumbuhan tertinggi (c-to-c) tercatat di kelompok Pulau Maluku
dan Papua yang tumbuh sebesar 7,81%; diikuti Pulau Sulawesi sebesar 6,18%;
Pulau Kalimantan sebesar 5,52%; Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar
5,04%; dan Pulau Jawa sebesar 4,92%. Selanjutnya, kelompok provinsi di
Pulau Sumatera tumbuh sebesar 4,45%.
Tabel 2.2
PDB Menurut Lapangan Usaha
Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010
(triliun rupiah)
60
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 84
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Tabel 2.3
Laju Pertumbuhan PDB Menurut Lapangan Usaha
(persen)
Sumber: bps.go.id
Pertumbuhan Ekonomi Sektoral
Sektor yang paling banyak menyumbang PDB adalah sektor industri
pengolahan, Pada tahun 2014 sektor industri pengolahan memberikan
kontribusi sebesar Rp.1.854.257 miliar yaitu sebesar 21,6% dari total PDB,
Pada tahun 2019 jumlah tersebut meningkat menjadi Rp.2.276.668 miliar
(20,8% dari total PDB) dengan kontribusi rata-rata 21,3% selama lima tahun
dan pada tahun 2024 meningkat menjadi RP. 2.618.855 milyar (20,3%).
61
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 85
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Penyumbang PDB terbesar kedua adalah sektor perdagangan besar dan
eceran, pada tahun 2014 sektor perdagangan dan eceran memberikan
kontribusi sebesar Rp1.177.298 miliar (13,7% dari total PDB) meningkat
menjadi Rp1.440.263 miliar (13,2%) pada tahun 2019 dengan tingkat kontribusi
rata-rata 13,3% per tahun. Pada tahun 2024 kontribusi sektor ini berjumlah
Rp. 1.682.254 milyar (13,0% dari total PDB).
Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar ketiga terhadap PDB, Pada
tahun 2014, sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar Rp.1.129.063
miliar (13,2% dari total PDB) dan pada tahun 2019 sebesar Rp.1.354.399 miliar
(12,4% dari total PDB) dengan tingkat kontribusi rata-rata 12,8% dari total PDB.
Pada tahun 2024 sektor ini menyumbang Rp. 1.464.331 milyar (11,3% dari total
PDB)
Tabel 2.4
Persentase Distribusi PDB, 2014-2024
Menurut Sektor Ekonomi
Rerata
Sektor Ekonomi 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024
2014-2019
A. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 13,2% 13,0% 12,8% 12,7% 12,5% 12,4% 12,8% 12,9% 12,6% 12,3% 11,8% 11,3%
B. Pertambangan dan Penggalian 9,3% 8,5% 8,2% 7,9% 7,6% 7,4% 8,1% 7,4% 7,4% 7,3% 7,4% 7,4%
C. Industri Pengolahan 21,6% 21,5% 21,4% 21,2% 21,0% 20,8% 21,3% 20,6% 20,5% 20,5% 20,4% 20,3%
D. Pengadaan Listrik dan Gas 1,1% 1,1% 1,1% 1,0% 1,0% 1,0% 1,0% 1,0% 1,0% 1,0% 1,0% 1,0%
E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan
Daur Ulang 0,1% 0,1% 0,1% 0,1% 0,1% 0,1% 0,1% 0,1% 0,1% 0,1% 0,1% 0,1%
F. Konstruksi 9,7% 9,8% 9,8% 10,0% 10,1% 10,1% 9,9% 10,0% 9,9% 9,6% 9,6% 9,8%
G. Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi
Mobil dan Sepeda Motor 13,7% 13,4% 13,3% 13,2% 13,2% 13,2% 13,3% 12,9% 13,0% 13,1% 13,0% 13,0%
H. Transportasi dan Pergudangan 3,8% 3,9% 4,0% 4,1% 4,2% 4,2% 4,0% 3,7% 3,7% 4,2% 4,5% 4,7%
I. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 3,0% 3,0% 3,0% 3,0% 3,0% 3,0% 3,0% 2,8% 2,8% 3,0% 3,1% 3,2%
J. Informasi dan Komunikasi 4,5% 4,7% 4,9% 5,1% 5,2% 5,4% 4,9% 6,1% 6,3% 6,4% 6,6% 6,7%
K. Jasa Keuangan dan Asuransi 3,7% 3,9% 4,0% 4,0% 4,0% 4,0% 3,9% 4,3% 4,2% 4,0% 4,0% 4,0%
L. Real Estate 3,0% 3,0% 3,0% 2,9% 2,9% 2,9% 2,9% 3,0% 3,0% 2,9% 2,8% 2,7%
M,N. Jasa Perusahaan 1,6% 1,7% 1,7% 1,7% 1,8% 1,9% 1,7% 1,8% 1,8% 1,8% 1,9% 1,9%
O. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan
dan Jaminan Sosial Wajib 3,5% 3,5% 3,4% 3,3% 3,4% 3,3% 3,4% 3,4% 3,3% 3,2% 3,1% 3,1%
P. Jasa Pendidikan 3,1% 3,2% 3,1% 3,1% 3,1% 3,1% 3,1% 3,3% 3,2% 3,0% 2,9% 2,9%
Q. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1,1% 1,1% 1,1% 1,1% 1,1% 1,2% 1,1% 1,3% 1,4% 1,4% 1,4% 1,4%
R,S,T,U. Jasa lainnya 1,6% 1,6% 1,7% 1,7% 1,8% 1,9% 1,7% 1,8% 1,8% 1,9% 2,0% 2,1%
A. NILAI TAMBAH BRUTO ATAS HARGA DASAR 97,5% 96,8% 96,4% 96,1% 95,9% 95,9% 96,5% 96,4% 95,9% 95,6% 95,6% 95,7%
B. PAJAK DIKURANG SUBSIDI ATAS PRODUK 2,5% 3,2% 3,6% 3,9% 4,1% 4,1% 3,5% 3,6% 4,1% 4,4% 4,4% 4,3%
C. PRODUK DOMESTIK BRUTO 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0%
Sumber : Badan Pusat Statistik (diolah)
Seluruh sektor ekonomi menunjukkan pertumbuhan positif selama lima tahun
(2015-2019) dengan rata-rata total pertumbuhan PDB sebesar 5,0% per tahun,
kecuali sektor pertambangan pada tahun 2015 yang pertumbuhannya negatif,
seperti terlihat pada tabel 2.4 di bawah ini. Pada tahun 2020 pertumbuhan PDB
negatif sebesar -2,1% akibat pandemi Covid-19 tahun itu. Namun pada tahun-
tahun berikutnya pertumbuhan PDB menunjukkan angka pertumbuhan positif
dengan tinkat pertumbuhan yang berangsur meningkat hingga pertumbuhan
ekonomi nasional (yang ditunjukkan peningkatan angka pertumbuhan PDB)
kembali mencapai 5% pertahun.
62
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 86
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa selama sepuluh tahun terakhir
perekonomian nasional Indonesia mencapai pertumbuhan rata-rata 5% per
tahun terkecuali pada tahun 2020 sebagai akibat terjadinya wabah Covid-19
pada tahun tersebut.
Table 2.5
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto, 2015-2024
Atas Dasar Harga Konstan 2010
Rerata
Sektor Ekonomi 2015 2016 2017 2018 2019 2014- 2020 2021 2022 2023 2024
2019
A. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 3,8% 3,4% 3,9% 3,9% 3,6% 3,7% 1,8% 1,9% 2,3% 1,3% 0,7%
B. Mining and Quarrying -3,4% 0,9% 0,7% 2,2% 1,2% 0,3% -2,0% 4,0% 4,4% 6,1% 4,9%
C. Processing Industry 4,3% 4,3% 4,3% 4,3% 3,8% 4,2% -2,9% 3,4% 4,9% 4,6% 4,4%
D. Electricity and Gas 0,9% 5,4% 1,5% 5,5% 4,0% 3,5% -2,3% 5,5% 6,6% 4,9% 4,8%
E. Water Supply. Waste Management. Waste and
Recycle 7,1% 3,6% 4,6% 5,6% 6,8% 5,5% 4,9% 5,0% 3,2% 4,9% 1,6%
F. Construction 6,4% 5,2% 6,8% 6,1% 5,8% 6,0% -3,3% 2,8% 2,0% 4,9% 7,0%
G. Wholesale and Retail Trade; Automobile
Repair and Motorcycle 2,5% 4,0% 4,5% 5,0% 4,6% 4,1% -3,7% 4,6% 5,5% 4,9% 4,9%
H. Transportation and Warehousing 6,7% 7,4% 8,5% 7,0% 6,4% 7,2% -15,0% 3,2% 19,9% 14,0% 8,7%
I. Accommodation, Food and Drink 4,3% 5,2% 5,4% 5,7% 5,8% 5,3% -10,2% 3,8% 12,0% 10,0% 8,6%
J. Information and Comunication 9,7% 8,9% 9,6% 7,0% 9,4% 8,9% 10,6% 6,8% 7,7% 7,6% 7,6%
K. Financial Services and Insurance 8,6% 8,9% 5,5% 4,2% 6,6% 6,8% 3,2% 1,6% 1,9% 4,8% 4,7%
L. Real Estate 4,1% 4,7% 3,6% 3,5% 5,8% 4,3% 2,3% 2,8% 1,7% 1,4% 2,5%
M N. Company Services 7,7% 7,4% 8,4% 8,6% 10,3% 8,5% -5,4% 0,7% 8,8% 8,2% 8,4%
O. Government Administration. Defense and
Compulsory Social Security 4,6% 3,2% 2,0% 7,0% 4,7% 4,3% 0,0% -0,3% 2,5% 1,5% 6,4%
P. Educational Services 7,3% 3,8% 3,7% 5,4% 6,3% 5,3% 2,6% 0,1% 0,6% 1,7% 3,8%
Q. Health Services and Social Activities 6,7% 5,2% 6,8% 7,1% 8,7% 6,9% 11,6% 10,4% 2,7% 4,7% 8,1%
R.S.T.U. other services 8,1% 8,0% 8,7% 9,0% 10,6% 8,9% -4,1% 2,1% 9,5% 10,5% 9,8%
A. GROSS VALUE ADDED TO BASE PRICE 4,2% 4,6% 4,8% 4,9% 5,0% 4,7% -1,6% 3,3% 4,9% 5,1% 5,1%
B. TAX minus SUBSIDIES ON PRODUCTS 32,5% 19,1% 13,3% 10,8% 6,5% 16,4% -13,4% 15,6% 13,8% 4,9% 3,2%
C. GROSS DOMESTIC PRODUCT 4,9% 5,0% 5,1% 5,2% 5,0% 5,0% -2,1% 3,7% 5,3% 5,0% 5,0%
Sumber : Badan Pusat Statistik (diolah)
Perkembangan Ekspor Impor Indonesia
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Indonesia Desember
2024 mencapai USD23,46 miliar atau turun 2,24% dibanding ekspor November
2024. Dibanding Desember 2023 nilai ekspor naik sebesar 4,78%. Ekspor
nonmigas Desember 2024 mencapai USD21,92 miliar, turun 3,36% dibanding
November 2024 dan naik 4,83% jika dibanding ekspor nonmigas Desember
2023. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari – Desember 2024
mencapai USD264,70 miliar atau naik 2,29% dibanding periode yang sama
tahun 2023. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor nonmigas yang mencapai
USD248,83 miliar juga naik 2,46%. Dari sepuluh komoditas dengan nilai ekspor
nonmigas terbesar Desember 2024, sebagian besar komoditas mengalami
penurunan, dengan penurunan terbesar pada mesin dan peralatan mekanis
serta bagiannya sebesar USD206,1 juta (26,38%). Sementara yang mengalami
peningkatan terbesar adalah logam mulia dan perhiasan/permata sebesar
USD41,9 juta (6,54%).
Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari –
Desember 2024 naik 5,33% dibanding periode yang sama tahun 2023,
demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 29,81%,
sedangkan ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 10,20%.
63
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 87
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Ekspor nonmigas Desember 2024 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu USD5,79
miliar, disusul Amerika Serikat USD2,46 miliar, dan Jepang USD1,45 miliar,
dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,21%. Sementara ekspor ke ASEAN
dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD4,10 miliar dan
USD1,35 miliar. Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada
Januari – Desember 2024 berasal dari Provinsi Jawa Barat dengan nilai
USD37,87 miliar (14,31%), diikuti Jawa Timur USD25,72 miliar (9,72%) dan
Kalimantan Timur USD25,46 miliar (9,62%).
Grafik 2.2
Ekspor Impor Bulanan Indonesia
Sumber : www.bps.go.id
Sedangkan untuk nilai impor Indonesia Desember 2024 mencapai USD21,22
miliar, naik 8,10% dibandingkan November 2024 atau naik 11,07%
dibandingkan Desember 2023. Impor migas Desember 2024 senilai USD3,30
miliar, naik 28,26% dibandingkan November 2024 atau turun 2,24%
dibandingkan Desember 2023. Impor nonmigas Desember 2024 senilai
USD17,92 miliar, naik 5,06% dibandingkan November 2024 atau naik 13,92%
dibandingkan Desember 2023. Dari sepuluh golongan barang utama nonmigas
Desember 2024, golongan mesin/peralatan mekanis dan bagiannya yang
mengalami peningkatan tertinggi senilai USD197,2 juta (6,93%) dibandingkan
November 2024. Sementara golongan logam mulia dan perhiasan/permata
mengalami penurunan terbesar senilai USD143,4 juta (21,11%).
Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Desember
2024 adalah Tiongkok USD7,29 miliar (40,65%), Jepang USD1,34 miliar
(7,48%), dan Australia USD0,87 miliar (4,84%). Impor nonmigas dari ASEAN
USD2,70 miliar (15,08%) dan Uni Eropa USD1,14 miliar (6,38%). Seluruh nilai
impor menurut golongan penggunaan barang selama Januari – Desember
2024 mengalami peningkatan terhadap periode yang sama tahun sebelumnya.
Golongan bahan baku/penolong meningkat tertinggi senilai USD8,52 miliar
(5,29%), diikuti barang modal USD2,09 miliar (5,34%) dan barang konsumsi
USD1,16 miliar (5,37%). Neraca perdagangan Indonesia Desember 2024
mengalami surplus USD2,24 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas
USD4,00 miliar, namun sektor migas deficit senilai USD1,76 miliar.
64
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 88
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Namun, dilihat secara tahunan, dari tahun 2013 hingga 2022, perdagangan
internasional Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik di
sektor ekspor maupun impor, Dengan nilai dolar AS yang umumnya besar,
neraca perdagangan menghasilkan surplus devisa yang diperlukan untuk
pembangunan nasional, Kecuali pada tahun 2014, 2028 dan 2019,
perdagangan internasional menunjukkan kecenderungan melemah yang
mengakibatkan defisit neraca perdagangan. Pelemahan ekspor ditandai
dengan dampak pelemahan ekonomi global yang sedang berlangsung saat itu,
sementara kebutuhan dalam negeri terus meningkat yang mendorong
peningkatan impor.
Tabel 2.6
Perdagangan Internasional, 2013-2024
(USD Juta)
Neraca
Tahun Ekspor Impor
Perdagangan
2014 175.981 178.179 -2.198
2015 150.366 142.695 7.671
2016 145.186 135.653 9.533
2017 168.828 156.986 11.843
2018 180.013 188.711 -8.699
2019 167.683 170.727 -3.044
2020 163.192 141.569 21.623
2021 231.610 196.190 35.420
2022 291.979 237.443 54.536
2023 258.774 221.886 36.889
2024 264.703 233.660 31.044
Sumber : Badan Pusat Statistik (diolah)
Penanaman Modal
Realisasi Penanaman Modal, baik Penanaman Modal Asing maupun
Penanaman Modal Dalam Negeri dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2023
(Tabel 2.7) menunjukkan tingkat pertumbuhan yang fluktuatif, Hal ini
disebabkan oleh faktor ekonomi global maupun faktor politik nasional yang
dapat mempengaruhi minat investor untuk berinvestasi.
Tabel 2.7
Penanaman Modal, Tahun 2014-2023
PMDN / PMA /
Penanaman Modal Dalam Negeri Penanaman Modal Asing
Tahun
Nilai Pertumbuh Nilai
Proyek Proyek Pertumbuhan
(Rp. Milyar) an (USD juta)
2014 1.652 156.126 21,83% 8.885 28.530 -0,31%
2015 5.100 179.466 14,95% 17.738 29.276 2,61%
2016 7.514 216.306 20,53% 25.328 28.964 -1,07%
2017 5.559 129.770 -40,01% 17.510 15.553 -46,30%
2018 10.815 328.605 153,22% 21.972 29.307 88,43%
2019 NA 386.498 17,62% 30.354 28.209 -3,75%
2020 NA 413.536 7,00% 56.726 28.666 1,62%
2021 NA 447.064 8,11% 27.271 31.093 8,47%
2022 NA 552.769 23,64% 32.681 45.605 46,67%
2023 NA 674.923 22,10% 70.898 50.268 10,22%
Sumber: Badan Pusat Statistik / Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
65
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 89
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Sementara itu di tahun 2024, Berdasarkan laporan dari BKPM, untuk
penanaman modal dalam negeri mengalami peningkatan dari Rp 674,9 Milyar
menjadi Rp 814 Milyar atau meningkat sebesar 20,7% sedangkan untuk
penanaman modal asing juga mengalami peningkatan menjadi USD 60 Milyar
dari USD 50,268 Milyar atau meningkat sebesar 19,36%
Pertumbuhan Penduduk
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah penduduk sebesar 255,6
juta jiwa pada tahun 2015 meningkat menjadi 281,6 juta jiwa pada tahun 2024
dengan laju pertumbuhan rata-rata 1,08% per tahun.
Tabel 2.8
Perkembangan Jumlah Penduduk Indonesia, 2015-2024
(Ribuan)
Pertum
Tahun Penduduk
buhan
2015 255.588
2016 258.497 1,14%
2017 261.356 1,11%
2018 264.162 1,07%
2019 266.912 1,04%
2020 270.204 1,23%
2021 272.683 0,92%
2022 275.774 1,13%
2023 278.696 1,06%
2024 281.604 1,04%
Rata-rata pertumbuhan 1,08%
Sumber : Badan Pusat Statistik
Pendapatan per Kapita
Produk Domestik Bruto per Kapita atas dasar harga berlaku rata-rata
meningkat sebesar 6,6% per tahun dari tahun 2014 sampai dengan tahun
2024, Sedangkan Produk Domestik Bruto per Kapita atas dasar harga konstan
tahun 2010 juga meningkat menjadi rata-rata 3,1% per tahun pada periode
yang sama, Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi nasional telah
meningkatkan kesejahteraan rakyat dan juga berarti peningkatan daya beli
masyarakat secara riil.
66
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 90
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Tabel 2.9
Produk Domestik Bruto / Kapita, 2014-2024
PDB/Capita
PDB/Capita Harga Konstan 2010
Harga Berlaku
Tahun
Rp. 000 Pertumbuhan Rp. 000 Pertumbuhan
2014 41.910,0 33.960,6
2015 45.119,6 7,7% 35.161,9 3,5%
2016 47.937,7 6,2% 36.462,5 3,7%
2017 51.891,2 8,2% 37.850,7 3,8%
2018 55.990,4 7,9% 39.338,8 3,9%
2019 59.065,4 5,5% 40.844,0 3,8%
2020 57.154,4 -3,2% 39.682,8 -2,8%
2021 62.258,1 8,9% 40.780,3 2,8%
2022 71.030,8 14,1% 42.463,8 4,1%
2023 74.964,7 5,5% 44.139,4 3,9%
2024 78.617,4 4,9% 45.881,0 3,9%
Rerata Pertumbuhan 6,6% 3,1%
Sumber : Badan Pusat Statistik (diolah)
Inflasi dan IHSG
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Desember 2024 terjadi
inflasi year on year (y-on-y) sebesar 1,57% dengan Indeks Harga Konsumen
(IHK) sebesar 106,80. Inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua
Pegunungan sebesar 5,36% dengan IHK sebesar 111,80 dan terendah terjadi
di Provinsi Sulawesi Utara sebesar 0,44% dengan IHK sebesar 107,28. Deflasi
provinsi y-on-y terjadi di Provinsi Gorontalo sebesar 0,79% dengan IHK
sebesar 106,60. Sedangkan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di
Kabupaten Jayawijaya sebesar 5,36% dengan IHK sebesar 111,80 dan
terendah terjadi di Kabupaten Minahasa Utara sebesar 0,02% dengan IHK
sebesar 110,61. Deflasi kabupaten/kota y-on-y terdalam terjadi di Kota
Gorontalo sebesar 1,10% dengan IHK sebesar 105,07 dan terendah terjadi di
Kabupaten Muko Muko sebesar 0,16% dengan IHK sebesar 104,79. Inflasi y-
on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya
sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan,
minuman dan tembakau sebesar 1,90%; kelompok pakaian dan alas kaki
sebesar 1,16%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah
tangga sebesar 0,59%; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan
rutin rumah tangga sebesar 1,04%; kelompok kesehatan sebesar 1,93%;
kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,17%; kelompok
pendidikan sebesar 1,94%; kelompok penyediaan makanan dan
minuman/restoran sebesar 2,48%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa
lainnya sebesar 7,02%. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami
penurunan indeks, yaitu: kelompok transportasi sebesar 0,30% dan kelompok
informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,27%. Tingkat
inflasi month to month (m-to-m) Desember 2024 sebesar 0,44% dan tingkat
inflasi year to date (y-to-d) Desember 2024 sebesar 1,57%. Tingkat inflasi y-
on-y komponen inti Desember 2024 sebesar 2,26%, inflasi m-to-m sebesar
0,17%, dan inflasi y-to-d sebesar 2,26%.
67
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 91
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Grafik 2.3
Inflasi (2020-2024)
Sumber: BPS, BI
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,62%
menjadi 7.079,90 pada penutupan perdagangan Senin (30/12/2024). Menurut
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa
Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi dalam katadata.co.id,
pasar modal Indonesia menunjukkan resiliensi dalam setahun terakhir di
tengah banyaknya tantangan global dan domestik.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, 10 dari 11 sektor saham menguat hari ini,
Sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 3,01%. Diikuti sektor barang
konsumen primer dan sektor industri yang masing-masing naik 2,28% dan
1,68%. Sementara hanya ada satu sektor yang melemah, yaitu sektor
keuangan yang terkoreksi 0,28%. Menurut data RTI Business, frekuensi
perdagangan saham dalam negeri mencapai 1 juta kali transaksi. Total saham
berpindah tangan mencapai 26,27 miliar lembar dengan nilai total transaksi
Rp12,39 triliun. Sebanyak 338 saham ditutup menguat, lalu 251 saham
melemah, dan 210 saham stagnan. Emiten top gainers adalah WAPO yang
meningkat 34,65%, diikuti MMIX dan KEJU yang masing-masing naik 34,02%
dan 24,62%. Di sisi lain, emiten berkode VTNY menjadi top loser setelah
ambles 14,57%, disusul JGLE dan KREN yang sama-sama terkoreksi 14,29%.
Bursa saham Asia sore ini ditutup variatif. Indeks Nikkei turun 0,96% ke
39.894,54; indeks Hang Seng turun 0,24% ke 20.041,42; indeks Shanghai naik
0,21% ke 3.407,33; dan indeks Strait Times naik 0,64% ke 3.795,73.
Perlu diketahui bahwa IHSG sudah pernah menempati posisi tertinggi dan
terendahnya. Posisi terendah berada di level 6.993,07 sementara level IHSG
pada akhir perdagangan 2024 merupakan posisi tertinggi sepanjang
perdagangan berlangsung. Sampai akhir perdagangan, IHSG tercatat telah
memperjualbelikan 26,27 miliar lembar saham dengan frekuensi sebanyak
1.009,286 kali. Adapun nilai transaksi yang berhasil dibukukan mencapai
Rp12,39 triliun dengan kapitalisasi pasar Rp12.367 triliun. Posisi top gainers
LQ45 ditempati oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang melonjak
11,11%.
68
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 92
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Disusul PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang menguat 5,73% dan
PT United Tractors Tbk (UNTR) yang naik 5,41%. Sementara posisi saham top
losers LQ45 diduduki oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang
melemah -4,43%. Kemudian, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
yang ambruk -2,63% dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (JK:BMRI) yang
merosot -1,72%.
Grafik 2.4
Grafik Pertumbuhan IHSG
Sumber: finance.yahoo.com
Prospek Perekonomian Indonesia
Pemerintah memasang target proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia
mencapai 5,2% pada 2025, seperti yang ditetapkan dalam UU APBN 2025.
Target tersebut tidak berbeda dari target 2024 yang sama-sama sebesar 5,2%.
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dalam bisnis.com
mengungkapkan realisasi target pertumbuhan tahun depan akan sangat
bergantung pada kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden
Gibran Rakabuming. Selanjutnya, International Monetary Fund (IMF) dalam
laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2024, memproyeksikan bahwa
pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,1% pada 2025. Bahkan, angka
tersebut diperkirakan stagnan hingga 2029. Secara umum, laporan World
Economic Outlook Oktober 2024 menggambarkan bahwa perjuangan global
melawan Inflasi sebagian besar berhasil dimenangkan. Tingkat inflasi secara
global diperkirakan mencapai 3,5% pada akhir 2025, di bawah tingkat rata-rata
2000 - 2019 sebesar 3,6%. Lalu, meskipun terjadi pengetatan kebijakan
moneter yang tajam di banyak belahan dunia, kondisi ekonomi global tetap
tangguh sehingga terhindar dari resesi.
Bank Dunia atau World Bank dalam laporan Indonesia Economic Prospects
edisi Desember 2024, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia
sebesar 5,1% pada 2025. Bank Dunia menyoroti bahwa prospek ekonomi ini
menghadapi risiko yang seimbang. Di mana risiko negatif mencakup
ketegangan geopolitik yang meningkat sekaligus potensi penundaan dalam
reformasi fiskal dan struktural.
69
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 93
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Sementara itu, dalam laporan Economic Surveys Indonesia edisi November
2024, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD)
memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh mencapai 5,2% pada 2025.
Secara keseluruhan, OECD memandang perekonomian Indonesia telah pulih
dari efek pandemi Covid-19. Kendati demikian, kini Indonesia terdampak
ketidakpastian perekonomian global. Oleh sebab itu, lembaga yang
beranggotakan banyak negara-negara maju tersebut menekankan perlunya
kebijakan moneter dan fiskal yang tetap prudent untuk mempertahankan
stabilitas ekonomi makro Indonesia.
2.2. Tinjauan Industri Pasar Bahan Kimia Aktif
2.2.1. Prospek Industri Pasar Bahan Kimia Aktif Dunia
Berdasarkan data terakhir FAO, Brazil merupakan pengguna pestisida
terbesar di dunia dengan konsumsi pestisida sebesar 800,7 ribu ton
diikuti oleh Amerika sebesar 467,7 ribu ton, Indonesia sebesar 294,7 ribu
ton, Argentina 262,5 ribu ton dan China 235,8 ribu ton. Konsumsi
pestisida ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya
berdasarkan data dari FAO yaitu Brazil dengan konsumsi pestisida
sebesar 719,5 ribu ton diikuti oleh Amerika sebesar 457,4 ribu ton,
Indonesia sebesar 283,3 ribu ton, Argentina 241,5 ribu ton dan China
233,9 ribu ton. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi pestisia Inonesia
merupakan yang terbesar di Kawasan Asia Tenggara
Gambar 2.5: Penggunaan Pestisida di Dunia
Sumber : fao.org
70
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 94
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Tabel:2.10 Penggunaan Pestisida di Dunia dan Asia Tenggara
Pesticides (total)
Use per Use per value
Agricultural
area of of agricultural
Use
cropland production
Brazil 800,7 12,63 3,13
USA 467,7 3,02 1,28
Indonesia 294,7 6,49 2,79
Argentina 262,5 5,94 3,45
China 235,8 1,83 0,24
Vietnam 161,9 13,87 3,07
Russia 97,0 0,79 0,86
Australia 59,6 1,88 1,26
India 40,1 0,24 0,08
Philipines 37,7 3,37 1,21
Malaysia 25,6 3,09 1,49
Thailand 5,8 0,26 0,12
Brunei 0,3 29 3,78
Sumber : fao.org
Perkembangan pasar insektisida karbamat
Pasar insektisida karbamat di seluruh dunia diperkirakan
akan tumbuh dengan moderat antara tahun 2025 dan
2035. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya
permintaan akan pestisida untuk melindungi tanaman dari hama,
meningkatnya kejadian penyakit yang ditularkan oleh vektor, serta
penerapan rutin dalam sektor hortikultura dan kesehatan masyarakat.
Insektisida seperti methomyl dan karbaril, yang berfungsi sebagai
penghambat koolinesterase menunjukkan efektivitas tinggi dalam
mengendalikan berbagai jenis serangga dan hama. Meskipun terdapat
tekanan regulasi yang membatasi penggunaannya di beberapa daerah,
kecepatan aksi, spektrum aktivitas yang luas, dan harga yang kompetitif
memungkinkan insektisida tetap digunakan, baik di pasar yang
berkembang maupun yang sudah mapan. Diprediksi, ukuran pasar pada
tahun 2025 akan mencapai USD 312,8 juta dan akan naik menjadi USD
499,9 juta pada tahun 2035, dengan pertumbuhan tahunan sebesar
4,8%.
Meskipun ada peningkatan perhatian terhadap metode pertanian hijau
dan biologis, permintaan terhadap karbamat tetap stabil. Ini disebabkan
oleh aplikasi luas yang dibutuhkan dalam situasi mendesak, seperti
wabah belalang, pengendalian vektor malaria, dan perlindungan
terhadap biji-bijian. Kebutuhan yang berkelanjutan akan tanaman seperti
kapas, jagung, buah-buahan, dan sayuran terus mendorong tingkat
konsumsi di sebagian besar pasar.
71
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 95
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Perkembangan Karbamat di Pasar Dunia
Amerika
Di Wilayah Amerika terutama Amerika Utara, penggunaan karbamat
mengalami penurunan akibat meningkatnya pembatasan terhadap
Penggunaan dan penerimaan pestisida hayati serta sistem Integrated
Pest Management (IPM) yang diterapkan oleh Enviromental Protection
Agency (EPA). Meskipun demikian, karbamat masih digunakan dalam
program pengendalian hama darurat yang ketat dan pada beberapa
tanaman non-pangan. Di pasar AS, perhatian utama terfokus pada
peralihan dari bahan kimia generasi lama menuju bahan kimia yang
memiliki residu lebih rendah dan lebih mudah terurai.
Eropa
Pasar insektisida karbamat di Eropa berada di bawah regulasi yang
ketat, mengikuti kebijakan pestisida Uni Eropa dan Registration,
Evaluation, Authorisation and Restriction of Chemicals (REACH).
Akibatnya, sejumlah senyawa karbamat telah dilarang. Meskipun
demikian, permintaan tetap tinggi di negara-negara Eropa Timur yang
menghadapi keterbatasan alternatif. Dalam produksi tanaman hias dan
rumah kaca, penggunaan karbamat masih bertahan berkat efisiensinya
dalam sistem yang terkontrol.
Asia-Pasifik
Wilayah Asia-Pasifik menjadi pemimpin global dalam budidaya pertanian
skala besar dengan tingkat serangan hama yang tinggi dan kurangnya
regulasi yang ketat di sebagian besar negara.
India dan Cina adalah dua negara besar yang tidak hanya konsumen,
tetapi juga produsen utama tebu, tanaman buah, dan beras, dan untuk
penggunaan pestisida, insektisida, dan herbisida beberapa negara di
asia pasifik telah melakukan berbagai upaya untuk membatasi
penggunaannya seperti yang dilakukan oleh Kementerian pertanian dan
pedesaan Tiongkok No 736 tertanggal 25 Desember 2023 bahwa sejak
1 Juni 2024 pendaftaran berbagai produk yang mengandung
Omethoate, Carbosulfan, Methomyl, and Aldicarb ditangguhkan dan
produksinya dilarang, serta sejak tanggal 1 Juni 2026 penjualan dan
penggunaan produk ini dilarang. Sedangkan untuk India telah dilakukan
pelarangan penggunaan methomyl Dicofol, Dinocap, and
Monocrotophos sejak 2023. Sedangkan di Asia Tenggara, penggunaan
karbamat tetap signifikan dalam program pengendalian vektor untuk
mendukung operasi kesehatan masyarakat.
Perubahan Pasar Insektisida Karbamat dari 2020 hingga 2024 dan Tren
Masa Depan 2025 hingga 2035.
72
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 96
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Antara tahun 2020 dan 2024, pasar insektisida karbamat menunjukkan
dinamika yang bervariasi. Sementara itu, Amerika Utara dan Eropa
mengalami penurunan signifikan karena berkurangnya penggunaan, di
sisi lain, permintaan pada kawasan Asia-Pasifik dan Afrika justru
meningkat. Hal ini disebabkan oleh wabah belalang, serangan hama
pada tanaman, serta upaya pengendalian nyamuk yang lebih intensif. Di
tengah situasi ini, produk generik dari India dan Cina turut menambah
tingkat persaingan di pasar, memicu penurunan harga secara
keseluruhan.
Melangkah ke tahun 2025 hingga 2035, pasar karbamat diprediksi akan
beralih menuju produk yang lebih efisien dan aman, serta pendekatan
pengelolaan hama yang lebih terarah. Inovasi dalam bidang pertanian
presisi dan penerapan teknologi kecerdasan buatan diharapkan dapat
meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan penggunaan karbamat.
Selain itu, peningkatan permintaan terkait program pengendalian vektor
dan upaya untuk memperkuat ketahanan pangan di negara berkembang
diyakini akan memberikan jaminan keberlanjutan jangka panjang dalam
segmen pasar ini.
2.2.2. Tinjauan Industri Pasar Bahan Kimia Aktif Dalam Negeri
Menurut laporan Euromonitor, konsumsi pestisida di Indonesia
mencapai 16,4 triliun rupiah. Pertumbuhan industri pestisida didorong
oleh dukungan pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan
ketahanan pangan. Kebijakan pemerintah mengenai pendaftaran
pestisida juga memberikan keuntungan bagi produksi lokal.
Konsumsi pestisida diperkirakan akan mengalami ekspansi yang kuat
dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 10,0% dan
diproyeksikan akan mencapai sekitar 25,4 triliun rupiah pada tahun
2028.
Pertumbuhan ini ditopang oleh dukungan berkelanjutan dari pemerintah
dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan, pertumbuhan populasi
yang signifikan yang mendorong permintaan produk pertanian, serta
peningkatan volume penggunaan pestisida yang disebabkan oleh
semakin tingginya resistensi terhadap pestisida. Selain itu, konsumsi
pestisida diperkirakan akan pulih pada tahun 2024, seiring dengan
berakhirnya pola El Niño yang diproyeksikan terjadi antara April hingga
Juni, yang akan membawa curah hujan kembali ke tingkat normal.
2.3. Pangsa Pasar dan Rencana Penjualan
2.3.1. Kinerja Penjualan Perusahaan dan Group
Berdasarkan prospektus 2024 dan laporan keuangan per 31 Desember
2024 kinerja penjualan Perseroan sebagai berikut
73
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 97
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Tabel 2.11 Pertumbuhan penjualan Perseroan 2021-2024
31 Desember
Keterangan 2024 2023 2022 2021
Pestisida 1.169.456 1.223.618 1.438.838 1.368.624
Pupuk 2.124.368 1.738.106 194.966 -
Alat pertanian 69.664 57.994 51.884 14.655
Benih 9.629 20.078 1.466 -
Total Penjualan 3.373.117 3.039.796 1.687.154 1.383.279
2.3.2. Pangsa Pasar (Market Share)
Industri pestisida di Indonesia sangat terfragmentasi dengan banyak
perusahaan lokal dan internasional yang terlibat. Pasar ini terbagi di
antara berbagai pemain, di mana lima perusahaan teratas secara
kolektif memegang pangsa pasar sebesar 35,2%, sementara sepuluh
perusahaan teratas menguasai 58,1% pangsa pasar.
Struktur pasar yang beragam ini menunjukkan adanya banyak pemain
dengan tingkat desentralisasi yang tinggi. Pemain terkemuka
merupakan kombinasi dari perusahaan internasional dan lokal, dengan
Perseroan menduduki peringkat kedua dalam industri ini. (Berdasarkan
prospectus PT Delta Giri Wacana Tbk. Yang diambil dari laporan
Euromonitor International Ltd 2024).
Pemain internasional memiliki sumber daya yang besar dan keahlian
dalam penjualan dan distribusi, memungkinkan mereka memasarkan
dan mendistribusikan produk secara luas ke seluruh Indonesia. Merek
internasional dikenal karena kualitasnya yang tinggi, berkat investasi
dalam penelitian dan pengembangan, penggunaan bahan baku
berkualitas tinggi, serta kontrol ketat dalam proses produksi. Di sisi lain,
banyak pemain lokal bersaing dari segi harga, dengan target utama
mereka adalah petani yang lebih fokus pada faktor harga dibandingkan
faktor lain. Merek lokal cenderung berkinerja lebih baik ketika harga
komoditas pertanian turun, karena penurunan harga mempengaruhi
margin keuntungan petani, dan keterjangkauan menjadi faktor penting
dalam situasi tersebut. Industri ini cenderung semakin terfragmentasi
dengan masuknya pemain baru dan munculnya merek lokal. Pemain
baru ini mencakup perusahaan lokal yang baru memulai serta
perusahaan asing yang lebih mapan dan mencari peluang untuk
memasuki pasar Indonesia dengan kehadiran lokal. Meskipun
masuknya pemain baru berpotensi meningkatkan persaingan,
diperlukan waktu bagi mereka untuk benar-benar mapan di pasar,
mengingat kecenderungan petani untuk tetap setia pada merek yang
sudah mereka kenal dan percaya.
Industri Perseroan merupakan industri yang cukup kompetitif. Banyak
pesaing bersaing untuk pangsa pasar yang terbatas, dan perusahaan
harus berinvestasi secara signifikan dalam riset dan pengembangan
produk unggulan serta strategi pemasaran yang efektif.
74
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 98
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Menurut Euromonitor International, pada 2023 saja, Perseroan telah
memiliki pangsa pasar pestisida di Indonesia sekitar 7,8% atau kedua
terbesar dari seluruh pangsa pasar untuk industri ini. Dengan
penguasaan pasar sebesar ini, pada masing-masing Perusahaan
membuat dinamika persaingan usaha dapat berpotensi membuat harga
menjadi semakin kompetitif.
Tabel 2.12
Posisi Perusahaan pada pangsa pasar industri pestisida di Indonesia tahun
2023
Sumber prospectus Delta Giri Wacana Tbkyang dikutip dari laporan Euromonitor International 2024
2.3.3. Penjelasan Mengenai Produk yang akan Dipasarkan
1. Jenis Produk dan Macamnya
Produk yang akan dipasarkan dalam pengembangan usaha ini adalah
pestisida khusunya insektisida berbahan aktif Methomyl, yang
termasuk dalam golongan karbamat.
2. Spesifikasi Produk
Produk ini tersedia dalam dua bentuk utama, yaitu:
• Bahan baku insektisida yang bernama Methomyl dengan
kadar 98% serta,
• Turunan produk jadi dari Methomyl (produk siap pakai) dalam
bentuk formulasi 40SP dan/atau 90SP.
Salah satu varian formulasi yang akan dipasarkan secara
domestik adalah insektisida dengan formulasi 40SP yang
dikembangkan menjadi dua merek unggulan, yaitu Dangke
40WP dan Dangke Turbo 40WP.
3. Kegunaan Produk
Produk ini merupakan jenis insektisida yang efektif untuk
mengendalikan berbagai jenis hama seperti penggerek batang, thrips,
serta kutu-kutuan yang menyerang berbagai macam tanaman seperti
padi, bawang merah, kedelai, cabai, kacang panjang, kakao, tomat,
kacang hijau, kubis, dan kelapa sawit. Keunggulan utama dari produk
ini adalah kemampuannya untuk bekerja pada berbagai stadia hama,
mulai dari imago, telur, hingga larva.
4. Nomor British Tariff Nomenclature (BTN)
Nomor BTN dari produk Methomyl adalah 3808.91.20 yang mencakup
produk-produk insektisida.
75
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 99
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
2.3.4. Pemasok
Pemasok
Dalam menjalankan usaha di lini bisnis ini Perseroan menggunakan
beberapa pemasok bahan baku industri ini yaitu:
Tabel 2.13 Pemasok Bahan baku
Chemicals Supplier Recipe Country
Mitsui Technical Japan
90% NaOCN
Hunan Haili Technical China
95% DMS Aarti Industries Limited Technical India
ODCB Aarti Industries Limited Technical India
Na2CO3 PT. AKR Technical Indonesia
K2CO3 PT. Wahana Mas Mulia Technical Indonesia
M1 Hunan Haili Technical China
PT Graha Jaya
TEA Technical Indonesia
Pratama Kinerja
Sodium Sulphate PT. AKR Formulasi Indonesia
Gracinol WP 828 PT. Gracindo Formulasi Indonesia
White Carbon PT Siltec Maju Perkasa Formulasi Indonesia
Mono Ethylene PT. Gochem
Formulasi Indonesia
Glicol Globalindo
Sumber Informasi Perseroan
2.3.5. Sasaran Pengguna dan area pemasaran
Sasaran Pengguna
Pengguna utama dari produk ini adalah para petani atau pelaku usaha
di bidang pertanian, khususnya yang membudidayakan jenis-jenis
tanaman padi, bawang merah, kedelai, cabai, kacang panjang, kakao,
tomat, kacang hijau, kubis, dan kelapa sawit. Produk ini tidak ditujukan
untuk penggunaan konsumen umum atau kebutuhan rumah tangga.
Area Pemasaran
Strategi pemasaran produk akan difokuskan pada dua area, yaitu
domestik dan ekspor. Untuk pasar dalam negeri, produk dipasarkan
dalam dua jalur utama:
• Melalui merek internal DGW seperti Dangke yang ditujukan
langsung kepada petani serta,
• Dalam bentuk produk non-merek untuk segmen bisnis-ke-bisnis
(B2B).
76
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 100
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Sementara untuk pasar luar negeri, produk akan dipasarkan melalui jalur
B2B, reseller, atau distributor dengan menggunakan merek dagang dari
pihak mitra, bukan menggunakan merek internal DGW.
2.3.6. Proyeksi Target Penjualan
Proyeksi yang digunakan pada perhitungan target penjualan ini adalah
produk Methomyl 40SP akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan
dalam negeri terlebih dahulu. Selanjutnya, sisa kapasitas produksi akan
digunakan untuk kebutuhan ekspor dimana diasumsikan jenis produk
yang akan dipasarkan adalah 40SP, namun pada kenyataannya produk
yang di ekspor bisa berupa bahan baku Methomyl ataupun jenis
formulasi lainnya seperti 90SP sesuai dengan permintaan pasar.
Berdasarkan proyeksi manajemen, penjualan pada tahun 2025
diproyeksikan akan mencapai 1.011 ton dikarenakan produksi baru
berjalan sekitar Q2-2025 dan kemudian mengalami peningkatan
menjadi 2.909 ton pada tahun 2026, dan kembali mengalami
peningkatan pada tahun berikutnya menjadi 4.655 ton pada tahun 2027,
kemudian setelah mengalami penambahan mesin produksi di tahun
2028 penjualan Kembali mengalami peningkatan menjadi 6.799 ton, di
tahun 2029 penjualannya mencapai 8.023 ton dan penjualannya telah
mencapai 9.595 ton.
Grafik 2.6
Proyeksi Target Produksi Penjualan Produk Formulasi (dalam Ton)
Proyeksi Target Produksi dan Penjualan Produk Formulasi
(dalam Ton)
12.000
9.8009.595
10.000
8.1598.023
8.000 7.0716.799
6.000 4.9004.655
4.000 2.9402.909
2.000 1.3481.011
0
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Produksi Penjualan
Sumber : Informasi Perseroan
77
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 101
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
2.4. Kesinambungan (sustainability)
Dalam menjaga kesinambungan usaha pada lini industri ini maka Perseroan
melakukan beberapa upaya yaitu
(i) Melakukan ekspansi secara bertahap
Berdasarkan proyeksi yang dibuat oleh manajemen, ekspansi pabrik
di Cikande ini akan dilakukan secara bertahap dengan tahap kedua
direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2028. Ekspansi ini
diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar baik lokal maupun
ekspor atas produk ini. Adapun ekspansi ini dilakukan secara
bertahap agar dapat menjaga kesinambungan usaha sebab untuk
memasuki pasar suatu negara juga diperlukan waktu untuk
pengurusan perijinannya.
(ii) Mesin yang diinstalasi di pabrik Cikande dapat direkonfigurasi untuk
produk bahan aktif lainnya selain methomyl sehingga dapat
meningkatkan fleksibilitas Perusahaan.
Dengan menggunakan mesin yang dapat direkonfigurasi maka
fleksibilitas Perusahaan untuk menghasilkan produk karbamat lainnya
dimungkinkan sehingga dapat menyesuaikan dengan kondisi
permintaan pasar.
(iii) Dengan adanya pelarangan penggunaan methomyl dari China dan
kondisi geopolitik yang terjadi maka diperlukan antisipasi dari
Perseroan agar dapat memastikan ketersediaan bahan baku. Maka
dengan beroperasinya Pabrik ini maka akan memberikan jaminan
ketersediaan bahan baku.
2.5. Potensi pasar
Produk formulasi lokal Perseroan memiliki rantai produksi in-house dari hulu ke
hilir, yang memberikan keunggulan berupa kestabilan pasokan bahan baku dan
efisiensi biaya produksi. Untuk pasar ekspor, meskipun beberapa negara telah
melarang dan melakukan pembatasan atas kegiatan formulasi produk
Methomyl namun beberapa negara masih mengandalkan produk ini untuk
membantu pemeliharaan atas beberapa jenis tanaman.
Selain itu dengan adanya peraturan dari Kementerian pertanian dan pedesaan
Tiongkok No 736 tertanggal 25 Desember 2023 bahwa sejak 1 Juni 2024
pendaftaran berbagai produk yang mengandung Omethoate, Carbosulfan,
Methomyl, and Aldicarb ditangguhkan dan produksinya dilarang, serta
penjualan dan penggunaan produk ini dilarang sejak tanggal 1 Juni 2026.
Dalam konteks ini, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu
alternatif pemasok Methomyl 40SP. Hal ini juga menyebabkan peluang bagi
Perseroan untuk memperluas pasar ekspor terutama dari para pelanggan luar
negeri China yang sebelumnya melakukan impor Methomyl dari China dalam
kegiatan usahanya.
78
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 102
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
2.6. Pesaing usaha
Pesaing di industri pestisida, insektisida dan herbisida baik dalam maupun luar
negeri cukup banyak hal ini membuat harga yang ditawarkan menjadi kompetitif
dan beragam tergantung dari berbagai macam faktor seperti jumlah pembelian,
jenis produk yang dibeli dan lain sebagainya. Untuk itulah Perseroan telah
membandingkan harga produk yang rencananya akan dijual dengan harga
produk-produk para pesaingnya sebagaimana diuraikan pada poin 2.7
dibawah.
Persaingan di industri pestisida cukup terpecah-pecah, akan tetapi di segmen
methomyl, posisi Perseroan cukup kuat sebagai salah satu pemimpin pasar.
Adapun pabrik karbamasi yang dibangun oleh Perseroan akan memperkuat
posisi Perseroan sebagai market leader, di mana saat ini di Indonesia, hanya
ada satu pesaing yang memiliki pabrik karbamasi sejenis, yaitu Inti Everspring.
Dari sisi teknologi dan kapasitas produksi, Perseroan lebih unggul daripada
Inti Everspring.
Sebagian besar hasil kapasitas produksi pabrik karbamasi ini akan digunakan
untuk memenuhi kebutuhan internal Perseroan, dan selebihnya akan
dialokasikan untuk kebutuhan ekspor. Ekspansi akan dilakukan sejalan dengan
pertumbuhan permintaan di pasar global.
2.7. Harga Pasar
Harga pasar untuk produk yang akan diproduksi dan dipasarkan telah disusun
berdasarkan segmentasi pasar lokal dan ekspor. Berdasarkan informasi dari
manajemen Perseroan, untuk pasar dalam negeri, produk Dangke 40WP dari
DGW ditawarkan dalam beberapa varian kemasan dengan struktur harga
berkisar:
1. Kemasan 100 x 100 gram: Rp240.000 – Rp250.000 per kilogram
2. Kemasan 40 x 250 gram: Rp235.000 – Rp245.000 per kilogram
3. Kemasan 30 x 400 gram: Rp230.000 – Rp240.000 per kilogram
Sementara itu, untuk pasar ekspor, estimasi harga mengacu pada harga yang
berlaku di pasar internasional, khususnya dari produsen Tiongkok yang
menjadi benchmark utama. Harga jual untuk Methomyl 98% Technical
diperkirakan sekitar 59 RMB per kg (sekitar Rp135.700 kurs 1 RMB sebesar
Rp 2.300). Sedangkan untuk Methomyl 40SP, harga ekspor diperkirakan
sekitar 28 RMB per kg (sekitar Rp 64.400 per kg). Harga ini bersifat indikatif
dan dapat disesuaikan tergantung negara tujuan, volume kontrak, serta biaya
logistik dan perizinan.
79
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 103
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Produk Pesaing
Dalam pasar domestik, produk Dangke 40SP dari DGW dipasarkan dengan
harga rata-rata Rp230.000-250.000. Sebagai produk yang dipasarkan sebagai
produk premium, harga yang ditawarkan masih kompetitif apabila dibandingkan
dengan pesaingnya. Berikut perbandingan harga beberapa kompetitor utama
di pasar lokal meliputi:
1. Miramar 40SP dari PT Dalzon Chemical dengan harga sekitar
Rp210.000/kg s/d Rp250.000/kg
2. METINDO 40SP dari PT Mitra Kreasi Dharma dengan harga
Rp200.000/kg s/d 290.000/kg
3. BONSA 40SP dari PT Asterindo dengan harga Rp260.000/kg s/d
Rp 300.000/kg
4. MONKEY 40SP dari PT Indotani dengan harga Rp190.000/kg s/d
Rp240.000/kg
Perbandingan ini menunjukkan bahwa produk DGW memiliki daya saing harga
yang kuat, yang menjadi salah satu faktor kunci dalam penetrasi pasar.
Untuk pasar ekspor, kompetitor utama berasal dari produsen Tiongkok, yang
memasarkan Methomyl 98% Technical sekitar 59 RMB per kg (sekitar
Rp135.700 kurs 1 RMB sebesar Rp 2.300) dan Methomyl 40SP sekitar 28 RMB
per kg (sekitar Rp 64.400 per kg). Walaupun untuk saat ini Perseroan belum
memiliki harga jual yang sudah tetap, namun Perseroan memiliki keinginan
untuk menerapkan harga yang mampu bersaing dengan harga dari produsen
China. Dengan diterapkannya peraturan dari Kementerian pertanian dan
pedesaan Tiongkok bahwa sejak 1 Juni 2024 mengenai penangguhan
pendaftaran berbagai produk yang mengandung Omethoate, Carbosulfan,
Methomyl, and Aldicarb dan pelarangan produksinya serta sejak tanggal 1 Juni
2026 pelarangan penjualan dan penggunaan produk tersebut, hal ini
menyebabkan berkurangnya pesaing terutama dari China dan peluang bagi
Perseroan untuk memperluas pasar ekspor terutama dari para pelanggan luar
negeri China yang membutuhkan Methomyl dalam kegiatan usahanya.
2.8. Strategi Pemasaran
2.8.1. Strategi promosi pemasaran
Dirancang untuk menjangkau segmen pasar secara efektif, baik di
tingkat domestik maupun internasional, dengan pendekatan yang sesuai
dengan karakteristik masing-masing target pasar.
80
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 104
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Promosi Domestik
Untuk pasar dalam negeri, promosi akan difokuskan pada pendekatan
langsung kepada kios serta kegiatan yang dapat menciptakan
permintaan (demand creation) di tingkat petani. Strategi yang akan
dilakukan antara lain:
1. Promosi ke kios melalui insentif penjualan dan materi pendukung
promosi
2. Kehadiran di media sosial sebagai sarana edukasi, testimoni, dan
kampanye merek
3. Kegiatan lapangan seperti:
a. Agro Fair dan Product Launching Event sebagai ajang
interaksi langsung dengan petani.
b. Kumpul Petani untuk membangun komunitas dan
memberikan edukasi teknis.
c. Spray Massal, yaitu penyemprotan bersama di area
pertanian menggunakan produk DGW.
d. Demplot (Demo Plot), yaitu uji coba lahan dengan
pembanding antara tanaman yang menggunakan produk
DGW dan yang tidak, sebagai bukti nyata efektivitas
produk di lapangan.
Promosi Ekspor
Untuk pasar ekspor, strategi promosi akan difokuskan pada penguatan
eksistensi DGW di skala global melalui partisipasi aktif dalam
International Expo Events. Kegiatan ini menjadi sarana untuk menjalin
kemitraan B2B, memperkenalkan produk whitelabel, serta memperluas
jaringan distribusi internasional.
2.8.2. Sistem Distribusi
Selain promosi, salah satu sumber keberahasilan pemasaran DGW
adalah sistem distribusi serta jaringan distribusi yang dimilikinya.
1. Distribusi Domestik (Lokal)
Untuk pasar dalam negeri, sistem distribusi produk Dangke 40WP
mengikuti model rantai pasok tidak langsung. DGW selaku produsen
tidak menjual langsung ke petani, melainkan melalui distributor yang
telah dipilih secara selektif. Barang dari distributor kemudian
didistribusikan ke kios-kios pertanian lokal, dan barulah kios tersebut
menjual produk langsung ke petani.
81
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 105
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Grafik 2.7 Diagram alur distribusi lokal:
Produsen Distributor Kios Retail Petani
(DGW) Internal dan
External
Sumber : Informasi Manajemen
Cara Pembayaran (Lokal):
Penjualan dilakukan kepada distributor yang telah ditentukan melalui
skema B2B dengan Payment Terms tertentu.
2. Distribusi Ekspor
Untuk pasar ekspor, sistem distribusi dilakukan dengan pendekatan
yang berbeda. DGW mengekspor produk dalam bentuk komoditas
atau white-label (tanpa merek dagang), sehingga pengemasan dan
branding akan dilakukan oleh perusahaan mitra di negara tujuan.
Produk ini nantinya akan dipasarkan dengan menggunakan merek
dari masing-masing distributor atau reseller lokal di negara tersebut.
Cara Pembayaran (Ekspor):
Fokus utama penjualan adalah kepada segmen B2B, yaitu kepada
distributor besar, reseller, atau perusahaan formulasi di luar negeri.
Bentuk pembayaran dilakukan melalui Payment Terms atau Letter of
Credit (LC), tergantung pada perjanjian bisnis dengan mitra dagang.
82
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 106
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
BAB 3 ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS
3.1 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
3.1.1 Gambaran Umum
Dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap kebutuhan bahan
baku/bahan aktif impor untuk kegiatan produksi produk agrokimia Perseroan,
pada tahun 2024 PT. Delta Giri Wacana Tbk (“Perseroan”) melakukan
pengembangan usaha baru dengan membangun pabrik karbamat di Cikande,
Banten.
Salah satu alasan Perseroan mendirikan Pabrik Karbamat adalah karena
sumber utama Perseroan memperoleh bahan baku pembuatan Pestisida
seperti Metomil berasal dari negara China, berdasarkan informasi yang kami
terima pemerintah China telah menerbitkan larangan untuk memproduksi dan
penjualan bahan baku aktif pembuatan pestisida antara lain Omethoate,
Carbosulfan, Methomyl, dan Aldicarb yang berlaku efektif mulai 1 Juni 2024.
Pembuatan Pabrik Karbamat oleh Perseroan memiliki keunggulan dan manfaat
antara lain :
- Memenuhi kebutuhan internal dan kebutuhan dalam negeri yang
permintaannya cenderung terus meningkat.
- Membantu meningkatkan ketahanan pangan nasional.
- Mengurangi ketergantungan produsen pestisida nasional terhadap bahan
baku impor.
- Mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi produk pertanian.
- Serta dapat memenuhi permintaan ekspor ke berbagai negara.
Pabrik Karbamat Perseroan berada di lokasi Kawasan Industri Modern
Cikande, Jalan Modern Industri XV Blok BC, No 10, Kelurahan/Desa Babakan
(d/h Nambo Udik), Kecamatan Bandung (d/h Cikande), Kabupaten Serang,
Provinsi Banten terletak diatas tanah seluas kurang lebih 45.612 M2, sesuai
dengan dokumen Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) No No. 01/PPJB/MIE-
DGW/II/22, Tanggal 15 Januari 2022, antara Perseroan dengan PT Modern
Industrial Estat.
Dengan koodinat lokasi 6°11'53.9"S 106°18'14.9"E.
Kawasan Industri Modern Cikande berada di lokasi Jl. Raya Jakarta Serang
KM.68 Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang 42186, Provinsi Banten,
Indonesia, terletak kurang lebih 1 Km dari Pintu Tol Cikande, 50 Km dari
Pelabuhan Ciwandan & Cigading dan sekitar 55 Km dari Pelabuhan
Bojonegara.
Pabrik berada di lokasi Kawasan Industri Modern Cikande yang memiliki
kondisi jalan dan infrastruktur yang cukup mendukung sehingga dapat
ditempuh dengan segala jenis moda transportasi baik kendaraan beroda
empat, alat berat dan truk maupun kendaraan roda dua, lebar jalan didepan
lokasi pabrik pada saat ini sekitar 10 meter, sedangkan untuk lebar jalan utama
area kawasan sekitar 32 – 56 meter, dan kawasan juga telah memiliki fasilitas
penunjang antara lain supply listrik dari PLN, sistim pengolahan air dan saluran
air, sistim telekomunikasi dan Internet dan fasilitas penunjang lainnya yang
dapat mendukung proses produksi dan distribusi.
83
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 107
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
3.1.2 Kapasitas Produksi
Pabrik karbamat yang sedang dibangun Perseroan, merupakan pabrik yang
cukup baik dari segi luas area maupun kapasitas produksinya. Pabrik ini
dirancang dan dibangun sesuai dengan kebutuhan Perseroan maupun
permintaan pasar sehingga operasionalnya diharapkan dapat berjalan
seefisien mungkin.
Pabrik Karbamat dapat memproduksi bahan aktif untuk produk Karbamat
meliputi Metomil, Oksamil, Karbaril, BPMC, Karbofuran, dan Karbosulfan,
sesuai dengan informasi yang kami terima dari Perseroan, Pabrik Karbamat
akan memiliki kapasitas produksi sekitar 2.000 metrik ton per tahun untuk
Produk Methomyl 98% Technical, yang dapat diformulasikan seluruhnya pada
proses formulasi menjadi Produk Methomyl 40SP dengan kapasitas Produksi
optimal sekitar 4.900 metrik ton per tahun.
Pada saat studi ini dibuat kapasitas Produksi untuk proses formulasi baru
mencapai sekitar 1.500 metrik ton per tahun untuk produk Methomyl 40SP, dan
Perseroan merencanakan akan meningkatkan kapasitas Produksi bagian
proses formulasi sampai pada kapasitas optimal dalam tiga sampai empat
tahun kedepan secara bertahap, yang akan disesuaikan dengan kebutuhan
Perseroan maupun permintaan pasar.
Fasilitas Pabrik Karbamat disiapkan untuk dapat memenuhi kebutuhan dari
hulu hingga hilir bagi pelaku industri pestisida domestik maupun internasional.
Kontruksi pabrik dimulai pada pertengahan Tahun 2024 dengan masa kontruksi
sekitar 9 bulan sampai dengan 1 tahun, supply mesin dan peralatan berasal
dari lokal dan import dan Pabrik diperkirakan akan selesai kontruksi pada akhir
kuartal pertama tahun 2025 (Q1 2025), direncanakan akan mulai
beroperasional pada akhir kuartal kedua tahun 2025 (Q2 2025) dan pada saat
studi ini dibuat pabrik sedang dalam persiapan proses Commissioning.
Pabrik akan dilengkapi dengan teknologi dan mesin yang cukup baik dengan
peralatan untuk proses Karbamat berasal dari Agia Engineering Co, Ltd, Taiwan
yang berdasarkan informasi Perseroan cukup berpengalaman untuk
pembuatan pabrik karbamat.
Total biaya investasi untuk pabrik Karbamat sekitar 254 Miliar, dengan rincian
sebagai berikut :
● Tanah Rp. 61.576.200.000
● Bangunan dan Sarana Pelengkap Rp. 88.887.336.411
● Mesin & Peralatan Produksi Rp. 81.345.572.140
● Mesin & Peralatan Utilitas/Penunjang Produksi Rp. 22.059.520.144
● Perizinan Rp. 410.000.000
Total Rp. 254.278.628.695
Sumber : Kontrak, Invoice dan Informasi dari Perseroan, dan Kurs yang
dipergunakan adalah Kurs Tengah Per 31 Des 2024 (1$ = 16.162).
84
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 108
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Sumber pendanaan investasi pabrik Karbamat Tahap I terdiri dari Modal sendiri
sebanyak Rp. 118.928.628.695,- (47%) dan Pinjaman Bank UOB Indonesia
Rp. 135.350.000.000,- (53%) yang sebagian telah dilakukan drawdown-nya.
Sedangkan sumber pendanaan Investasi barang modal Tahap II 100% adalah
dana internal Perseroan.
Tabel 3.1 Sumber Pendanaan Investasi
(Initial Working Capital)
PENDANAAN TAHAP I (2025) TAHAP iI (2028)
Modal Sendiri (Equity) 118.928.628.695 87.331.646.960
Pinjaman Bank (Bank UOB Indonesia) 135.350.000.000
TOTAL 254.278.628.695 87.331.646.960
3.1.3 Proses Produksi (Flow Chart)
Berikut Proses Produksi Pabrik Karbamat (Flow Chart) yang akan dijalankan
oleh Perseroan dari proses bahan baku mentah sampai dengan produk akhir,
sebagai berikut :
Gambar 3.1 Proses Produksi Pabrik Karbamat (Flow Chart)
Sumber : Perseroan
85
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 109
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
● Proses Produksi Karbamat
Yaitu Proses Produksi dari bahan mentah Ortho Dichloro Benzene (ODCB),
Dimethyl Sulfate (DMS), Methyl Hydroxytio Acetamidate (M-1), Triethylamin
(TEA), Sodium Cyanate (NaOCN), Natrium Carbonate (Na2CO3) dan
Potassium Carbonate (K2CO3) menjadi Produk Methomyl 98% Technical,
terdiri dari :
- Tahap 1 (Proses MIC)
Proses pembuatan bahan Intermediate (MIC) dengan mencampur
bahan baku yang dibutuhkan di dalam tangki reactor pertama. Proses
reaksi kimia terjadi di dalam reactor dan peralatan pendukung. Proses
ini membutuhkan pemanasan dari mesin Thermal Oil Heater dan
pendinginan dari Water Chiller System.
- Tahap 2 (Proses Karbamasi)
Pada tahap ini, Bahan intermediate (MIC) yang dihasilkan pada tahap 1,
dimasukkan dan dicampur dengan bahan baku yang dibutuhkan ke
dalam tangki reactor kedua. Proses reaksi “Carbamation” terjadi di
dalam reactor dan peralatan pendukung. Proses ini membutuhkan
pendinginan dari mesin Cooling Tower dan Water Chiller System. Proses
ini menghasilkan Methomyl cair (atau Slurry).
- Tahap 3 (Proses Kristalisasi)
Pada tahap ini Methomyl cair (atau Slurry) yang dihasilkan pada tahap
2, dimasukkan ke dalam tangki Kristalisasi. Pada proses ini, Methomyl
dibentuk menjadi kristal halus (atau tepung) sehingga dapat dipisahkan
dengan cairannya. Proses ini membutuhkan pendinginan dari mesin
Cooling Tower dan Water Chiller System.
- Tahap 4 (Proses Pemisahan/Penyaringan)
Pada tahap ini Methomyl yang sudah mengkristal, dimasukkan ke dalam
mesin filter untuk memisahkan Methomyl Powder dengan cairannya.
Dari proses filter ini dihasilkan Methomyl Powder (basah) dengan
kandungan air sekitar 10%.
- Tahap 5 (Proses Pengeringan)
Methomyl Powder (basah) dengan kandungan air sekitar 10%,
dimasukkan kedalam mesin Pengering (Dryer) untuk mengeringkan
Methomyl Powder (kandungan air sekitar 1%) hingga menghasilkan
produk akhir Methomyl Technical 98%.
86
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 110
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
● Proses Formulasi Dan Pengemasan
Yaitu Proses lanjutan (Formulasi), dari Methomyl 98% Technical menjadi
Produk Methomyl 40SP yang kemudian Produk tersebut dilakukan proses
penimbangan, pengisian sampai dengan pengemasan, terdiri dari :
- Tahap 6 (Proses Formulasi & Pencampuran Pertama)
Hasil Produk Methomyl Technical 98% yang dihasilkan dari proses
karbamasi, dimasukkan ke dalam mesin pengaduk tepung (Mixer) dan
dicampur dengan bahan baku lainnya. Proses mixing ini dimaksudkan
supaya semua bahan baku tercampur merata.
- Tahap 7 (Proses Grinding atau Milling)
Setelah semua bahan tercampur dengan baik, selanjutnya dilakukan
proses grinding atau milling untuk menghasilkan produk dengan “partical
size” yang sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.
- Tahap 8 (Proses Formulasi & Pencampuran Kedua)
Pada tahap ini hasil milling dari tahap 7 dimasukkan ke dalam mixer
kedua untuk dimixing sekali lagi. Hal ini dilakukan supaya semua bahan
tercampur secara homogin.
- Tahap 9 (Proses Akhir)
+9
Setelah proses mixing kedua selesai, tahap akhir adalah pengemasan
dan penimbangan. Proses ini dilakukan langsung di bawah mesin mixer
kedua. Produk akhir yang dihasilkan adalah Methomyl 40SP.
Pada Proses Karbamasi mesin dan peralatan yang dipergunakan antara lain
Tangki Reactor, Heat Exchanger, Pompa-pompa, Centrifuge Filter, Dryer,
Vacuum System dan Hot Water System dan semua proses produksi ini
dikendalikan dengan sistem komputerisasi di ruang kontrol.
Pada Proses Formulasi mesin dan peralatan yang dipergunakan antara lain
Mesin Mixer, Mesin Milling, scrubber, Mesin Filling, Timbangan dan Mesin
Wrapping.
Untuk mesin utilitas penunjang produksi antara lain Chiller, Screw Compressor,
Cooling Tower, sistem Reverse Osmosis (RO), Instalasi Tenaga Listrik dan
Pembangkit Listrik Tenaga Diesel, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),
Boiler dan Thermal Oil Heater, sistim pemadam kebakaran, jembatan timbang,
forklift, hoist dan lainnya, dan pabrik juga dilengkapi dengan Laboratorium dan
peralatan penunjang lainnya untuk operasional Pabrik.
Di lokasi Pabrik telah berdiri bangunan-bangunan dan sarana pelengkap yang
akan dipergunakan untuk proses Produksi dan sudah memiliki Persetujuan
Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) untuk Kegiatan Usaha
dengan No. 25042410213216101, yang diterbitkan oleh Bupati Bekasi Kepala
DPMPTSP, Kabupaten Bekasi, pada tanggal 19 Januari 2024.
87
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 111
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Total luas bangunan sesuai dengan izin/persetujuan bangunan gedung (PBG)
yang terdaftar atas nama Perseroan, dengan PBG No. SK-PBG-360415-
05102023-003 sd No. SK-PBG-360415-05102023-015, diterbitkan oleh Bupati
Serang pada tanggal 5 Oktober 2023 dengan luas total kurang lebih 18.346,31
M2 dan seluruh perizinan berlaku selama bangunan berdiri dan selama tidak
terdapat perubahan bentuk bangunan, meliputi bangunan Gudang, Formulasi
& Packing, Technical Plant I, Utility Electric Trafo / Genset & Boiler, TPSL B3,
Technical Plant II, Hydrant Reservoar, Musholla & Ruang Loker, Office, Kantin
& Klinik, Laboratorium, Pos Security, Cooling Tower dan Gardu PGN.
Bangunan pabrik terdiri dari 3 (tiga) bangunan utama yaitu bangunan produksi
karbamat, bangunan formulasi dan pengepakan, dan bangunan Gudang.
Bangunan pabrik produksi karbamat (Technical Plant I & II) ini adalah bangunan
berlantai 6 dengan ketinggian bangunan 20 meter dibuat dengan rangka baja
dengan dinding dari bata ringan diplester dicat dua sisi dan Sebagian
zincalume, lantai satu lantainya dari beton dilapis plesteran semen, lantai dua
hingga 6 lantainya dari plat besi, atap zincalume ditambah peredam dengan
kuda-kuda dari baja, tanpa langit-langit, dinding pemisah ruangan dari
zincalume, tanpa jendela, dan pintu, dan dilengkapi dengan tangga yang
terbuat dari besi dan hoist dengan kapasitas 2 ton.
Bangunan formulasi dan Packing adalah bangunan berlantai tiga dengan
ketinggian bangunan 12 meter dibuat dengan rangka baja dengan dinding dari
bata ringan diplester dicat dua sisi dan sebagian zincalume, lantai satu
sebagian dari beton dilapis plesteran semen dan sebagian dari beton dilapis
epoxy, bangunan ini dilengkapi dengan mezzanine 2 lantai dengan lantai dua
dan lantai tiga mezzanine lantainya dari plat besi dan dilengkapi dengan tangga
yang terbuat dari besi, atap zincalume ditambah peredam dengan kuda-kuda
dari baja, tanpa langit-langit, dinding pemisah ruangan dari pasangan bata
ringan diplester dicat dua sisi, Pada bagian pengepakan jendela-jendela terdiri
dari jendela kaca dengan kusen aluminium, dan pintu-pintu terdiri dari pintu
kaca panil aluminium, serta dilengkapi dengan hoist dengan kapasitas 1 ton.
Bangunan gudang ini adalah bangunan berlantai dua dengan ketinggian
bangunan 12 meter dibuat dengan rangka baja dengan dinding dari bata ringan
diplester dicat dua sisi dan sebagian zincalume, lantai dari beton dilapis
plesteran semen, zincalume ditambah peredam dengan kuda-kuda dari baja,
tanpa langit-langit, tanpa dinding pemisah ruangan, tanpa jendela-jendela, dan
pintu-pintu terdiri dari pintu rolling door. Pabrik ini juga dilengkapi dengan
sarana pelengkap berupa areal parkir, jalan sekitar pabrik yang terbuat dari
beton bertulang, penerangan jalan dan pagar.
3.1.4 Aspek Lingkungan
Aspek ini disusun sesuai dengan rencana perseroan melakukan penambahan
usaha baru yang memproduksi dan menjual bahan baku aktif pestisida di pabrik
Karbamat yang berlokasi di Cikande Serang.
Kegiatan proses produksi pada Pabrik Karbamat yang dilakukan Perseroan
yaitu mengolah bahan baku dan bahan penolong menjadi produk Methromyl
98% Technical, yang kemudian dilanjutkan pada proses formulasi menjadi
Produk Methromyl 40SP.
88
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 112
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Dari kegiatan proses produksi yang dilakukan oleh Perseroan dapat
menimbulkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan dan pencemaran
lingkungan, antara lain Penurunan Kualitas Udara, Peningkatan Kebisingan,
Limbah Cair, Limbah Non B3, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3),
serta risiko kebakaran.
Dengan adanya dampak lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatan proses
produksi tersebut maka Perseroan akan melakukan pengelolaan untuk
menanggulangi dampak lingkungan yang dihasilkan serta berperan aktif dalam
proses pengolahan limbah produksi untuk meminimalisasi dampak negatif
terhadap lingkungan.
Sesuai dengan amanat Undang-Undang 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Menteri Perindustrian Republik
Indonesia No. 1 Tahun 2020 tentang Penyusunan Rencana Pengelolaan
Lingkungan Hidup dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup Rinci, dan
Peraturan serta perundangan lainnya, maka sebelum melakukan kegiatan
produksi Perseroan telah menyusun dokumen lingkungan berupa dokumen
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Rencana Pemantauan
Lingkungan Hidup (RKL-RPL-Rinci) yang disesuaikan dengan RKL-RPL
Kawasan Industri PT Modern Industrial Estat dan Perseroan tidak diwajibkan
untuk menyusun dokumen AMDAL dikarenakan lokasi Pabrik Karbamat berada
di dalam Kawasan Industri.
Sesuai dengan Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL-Rinci) Kegiatan Industri
Bahan Baku Pemberantas Hama (Bahan Aktif) yang kami terima Perseroan
merencanakan pengelolaan lingkungan hidup untuk meminimalkan dampak
negative terhadap lingkungan, dengan membangun Fasilitas IPAL (Instalasi
Pengolahan Limbah), membangun Fasilitas TPS LB3 (Tempat Penyimpanan
Sementara Limbah Jenis B3), penghijauan dan perawatan di area ruang
terbuka hijau dan untuk penanganan limbah ke luar fasilitas produksi akan
ditangani oleh pihak ketiga yang memiliki kualifikasi dan pengalaman di
bidangnya antara lain PT Tunas Mitra Teknik, berikut sebagian rencana
pengelolaan lingkungan hidup oleh Perseroan antara lain:
⮚ Penanganan limbah udara : Residu yang keluar melalui udara dari emisi
gas boiler dan uap dari produksi akan dikontrol dan diperiksa secara rutin
oleh pihak ketiga untuk mengetahui mutu dari udara yang dilepaskan ke
lingkungan.
⮚ Penanganan limbah cair : Residu limbah cair domestik akan diolah
menggunakan IPAL setempat, dimana kualitas outputnya akan dikontrol
secara berkala oleh pihak ketiga untuk memastikan air buangan sudah
sesuai standar.
89
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 113
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
⮚ Penanganan limbah padat : Dalam proses produksi karbamat, perseroan
menggunakan teknologi dimana residu pertama akan melalui proses
pemurnian dan dapat dipakai kembali untuk proses produksi berikutnya
sehingga meminimalkan limbah yang dihasilkan. Setelah melalui beberapa
cycle produksi, sisa dari pemurnian yang tidak bisa diolah kembali akan
disimpan sementara di TPS LB3 sebelum dilakukan proses pembuangan
permanen oleh pihak ketiga yang memiliki ijin.
⮚ Penanganan limbah kemasan : Residu limbah kemasan produksi akan
dilakukan pemisahan sesuai jenis limbahnya dan disimpan di TPS LB3
yang nantinya akan dikirimkan ke pihak ketiga untuk dimusnahkan.
⮚ Pencegahan risiko kebakaran : Perseroan melakukan pencegahan
kebakaran dengan membangun instalasi pemadam kebakaran dengan
dilengkapi hydrant pillar, hydrant box serta Alat Pemadam Api Ringan
(APAR).
Perseroan akan terus melakukan pengawasan yang berkelanjutan secara
berkala dan seluruh kegiatan penanganan limbah di atas akan dilaporkan
secara rutin ke Dinas Lingkungan Hidup melalui Amdal Kawasan, sesuai
dengan Surat Keputusan Direktur Utama PT Modern Industrial Estat Kawasan
Industri Modern Cikande, tentang Persetujuan Rencana Pengelolaan
Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
Rinci untuk Kegiatan Operasional PT Delta Giri Wacana, selain itu Perseroan
juga sedang melakukan proses pengurusan perizinan yang lain, terkait dengan
pencegahan, penanganan maupun pengelolaan dampak lingkungan seperti
Persetujuan Teknis Limbah Domestik, Persetujuan Teknis Emisi Gas Boiler,
Sertifikasi Laik Fungsi dan Sertifikasi Laik Operasi untuk Mesin Produksi.
3.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
3.2.1 Bahan Baku
Bahan baku pabrik karbamat untuk dapat beroperasi normal terdiri dari bahan
baku mentah antara lain Ortho Dichloro Benzene (ODCB), Dimethyl Sulfate
(DMS), Methyl Hydroxytio Acetamidate (M-1), Triethylamin (TEA), Sodium
Cyanate (NaOCN), Potassium Carbonate (K2CO3) dan bahan penolong terdiri
dari Air dan Natrium Carbonate (Na2CO3).
Perseroan direncanakan akan membeli bahan baku pabrik karbamat dari
pemasok yang ada di dalam dan luar negeri. Jangka waktu pemesanan bahan
baku dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas
fasilitas produksi Perseroan.
Secara berkala, Perseroan akan memonitor kebutuhan proyeksi penjualan
dengan ketersediaan bahan baku yang ada, untuk mengetahui jumlah bahan
baku yang harus dibeli kemudian Perseroan akan menghubungi beberapa
pemasok untuk mengecek ketersediaan barang dan harga penawaran beserta
dengan ketentuan pembayaran yang ditawarkan.
90
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 114
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Proses permintaan penawaran harga ini umumnya tidak dilakukan melalui
proses tender yang formal dan hanya melakukan perbandingan harga saja.
Setelah melalui proses negosiasi harga agar penawaran terbaik dapat
diperoleh, Perseroan akan menerbitkan Purchase Order kepada pemasok.
Pembelian bahan baku akan dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan,
bukan secara tahunan karena menyesuaikan dengan kebutuhan pasar yang
ada.
Perjanjian yang dilakukan antara Perseroan dan Pemasok terkait pembelian
bahan baku bersifat ad hoc sehingga pemesanan dilakukan sesuai kebutuhan
bahan baku dan keadaan pasar.
Perseroan tidak memiliki perjanjian atau kontrak pembelian bahan baku untuk
jangka panjang dengan tujuan menjaga kualitas dan harga supply bahan baku,
fleksibilitas menggunakan beberapa pemasok, sehingga Perseroan
mengharapkan dapat memperoleh bahan baku dengan kualitas dan harga
terbaik serta supply yang berkelanjutan / continously / terpenuhi dengan baik
agar proses produksi dapat berjalan lancar, oleh karena hal tersebut perseroan
membangun hubungan yang baik, menjalin kerja sama dengan beberapa
supplier/pemasok bahan baku antara lain :
Tabel 3.2 Supplier/Pemasok Bahan Baku
Chemicals Supplier Recipe Country
90% NaOCN Mitsui Technical Japan
90% NaOCN Hunan Haili Technical China
95% DMS Aarti Industries Limited Technical India
ODCB Aarti Industries Limited Technical India
Indonesi
Na2CO3 PT. AKR Technical
a
Indonesi
K2CO3 PT. Wahana Mas Mulia Technical
a
M1 Hunan Haili Technical China
PT. Graha Jaya Pratama Indonesi
TEA Technical
Kinerja a
Formulas Indonesi
Sodium Sulphate PT. AKR
i a
Formulas Indonesi
PT. Gracindo
Gracinol WP 828 i a
Formulas Indonesi
PT. Siltec Maju Perkasa
White Carbon i a
Sumber : Perseroan
91
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 115
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
3.2.2 Tenaga Kerja dan Ahli Profesional
3.2.2.1. Rencana Kebutuhan Tenaga Kerja dan Kualitasnya.
Berkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja Pabrik Karbamat, Perseroan akan
memilih ataupun merekrut sumber daya manusia dengan kualitas yang cukup
baik, Tenaga kerja tersebut akan disesuaikan dengan rencana bisnis dan
operasional Perseroan dari tahun ke tahun.
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Pabrik Karbamat ini memerlukan
tambahan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai untuk mendukung
kegiatan produksi yang dilakukan oleh Perseroan.
Pabrik Karbamat akan beroperasi sekitar 300 hari dalam 1 tahun (Senin sd
Sabtu) dengan 3 Shift dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk proses
operasional pabrik maupun manajemen diperkirakan sekitar 166 orang (jumlah
kebutuhan tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kapasitas produksi) dengan
jenjang pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan yang terdiri dari 33
Karyawan Tetap dan 133 Karyawan Tidak Tetap (Outsourcing) dengan rincian
sebagai berikut :
- Karyawan Tetap
Meliputi 1 orang General Manager, 1 orang Production Manager, 1 orang
HSE Manager, 1 orang Laboratorium Manager, 1 orang QC Manager, 1
orang Warehouse Manager, 1 orang PPIC Manager, 1 orang Utility &
Maintenance Manager, 1 orang HR & GA Manager, 9 orang Supervisor dan
15 orang Staff dengan tingkat pendidikan dari SMA sampai dengan
Perguruan Tinggi.
- Karyawan Tidak Tetap (Outsourcing)
Meliputi 12 orang Team Leader, 96 orang Operator dan 25 orang Security
dengan tingkat pendidikan dari SMP sampai dengan Perguruan Tinggi.
3.2.2.2. Ahli Profesional
Peseroan selalu memastikan bahwa sumber daya manusia yang dimiliki
memiliki keterampilan yang mumpuni dalam rangka mendukung operasional
Perseroan yang bergerak di bidang produk-produk pertanian.
Tenaga kerja yang diperlukan disesuaikan dengan kebutuhan setiap divisi yang
ada pada Perseroan, kompeten dan profesional serta merupakan aset utama
dalam mewujudkan visi dan misi perseroan.
Oleh karena itu, Perseroan memberikan motivasi agar tenaga kerja dapat
berperan aktif disertai dengan kesempatan untuk mengembangkan kualitasnya
agar memiliki etos kerja yang unggul, berkompetensi tinggi, dan berkualitas dan
dikembangkan secara berkesinambungan.
92
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 116
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Peningkatkan keterampilan tenaga kerja yang ada melalui fasilitas pelatihan
yang sudah disediakan Perseroan, program pelatihan dan pengembangan
kompetensi termasuk sertifikasi yang sesuai bagi masing-masing unit kerja
maupun bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan setiap tenaga kerja
akan mengikuti pelatihan awal sebelum Pabrik Karbamat mulai beroperasi,
antara lain Standard Operating Procedure (SOP) produksi dan keselamatan
kerja, Pelatihan teknis mesin dan peralatan, Pengelolaan limbah dan
kepatuhan lingkungan serta Sistem mutu dan kontrol kualitas dan pelatihan
lainnya.
Oleh karena hal tersebut Perseroan tidak memerlukan pegawai / tenaga kerja
yang memiliki keahlian khusus dan Perseroan juga tidak memiliki tenaga kerja
asing.
93
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 117
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
BAB 4 ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS
4.1. Keunggulan kompetitif & kemampuan untuk menciptakan nilai
Dalam menjalankan bisnisnya Perseroan mempunyai keunggulan kompetitif
dibandingkan pesaingya sehingga hal ini mendorong Perseroan agar selalu
dapat menjadi piihan utama bagi para pelanggannya. Keunggulan kompetitif
tersebut adalah:
4.1.1. Solusi yang Lengkap Untuk Kebutuhan Petani
Perseroan merupakan Perusahaan nasional yang bergerak dibidang
pertanian dan pendukung pertanian dengan beragam pilihan seperti
pupuk, pestisida, dan peralatan pertanian yang dibutuhkan oleh petani
dalam proses penanaman bibit, pemeliharaan tanaman, dan pada saat
panen, sehingga dapat membantu para petani agar hasil pertaniannya
menjadi semakin optimal baik dari segi kuantitas mupun kualitas. Hal
inilah yang membuat Perseroan dapat menjadi one stop shopping di
bisnis pertanian.
Adapun berbagai produk pendukung kegiatan pertanian yang tawarkan
oleh Perseroan kepada pelanggannya seperti
Gambar 4.1 Produk -Produk Perseroan dan entitas anaknya
Pupuk
Pestisida
94
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 118
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Alat pertanian
Sumber: Informasi Perseroan
Ditambah lagi, dengan dijalankannya Rencana Transaksi, Produk formulasi
lokal DGW memiliki rantai produksi in-house dari hulu ke hilir, yang
memberikan keunggulan berupa kestabilan pasokan bahan baku dan
efisiensi biaya produksi. Untuk pasar ekspor, keunggulan utama terletak
pada situasi perdagangan global saat ini, di mana terjadi ketegangan dan
perang tarif antara negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan
Tiongkok. Dalam konteks ini, Indonesia memiliki potensi besar untuk
menjadi salah satu alternatif pemasok Methomyl 40SP. Selain itu, meskipun
beberapa negara telah melarang dan melakukan pembatasan atas
kegiatan formulasi produk Methomyl namun beberapa negara masih
mengandalkan produk ini untuk membantu pemeliharaan atas beberapa
jenis tanaman.
4.1.2. Jaringan Distribusi yang Luas
B2B dan B2B2C adalah dua segmen pasar yang diterapkan perseroan
dalam melakukan penjualan. Penjualan dengan segmen B2B2C
didukung dan didistribusikan oleh jaringan penjualan yang kuat melalui
25 gudang dan daerah pedesaan yang didistribusikan, sehingga
memungkinkan produk perusahaan dibeli langsung melalui kios-kios
yang bekerja sama dengan perusahaan. Dengan 7000 kios jaringan
distribusi perusahaan yang terintegrasi yang dimiliki oleh Perseroan,
membuat kebutuhan dari 10 juta petani atau sekitar 30 persen dari
petani di Indonesia dapat terlayani. Penjualan produk di segmen B2B
mencakup proses pembelian langsung dan pembelian melalui proses
tender.
Proses pembelian langsung umumnya dilakukan oleh pembeli dengan
kebutuhan yang lebih sedikit atau mendesak. Proses ini mencakup fase,
permintaan penawaran harga, negosiasi dan pengeluaran Purchase
Order. Sedangkan proses pembelian dengan melakukan penawaran
umumnya dilakukan untuk pembelian dalam jumlah yang lebih besar
selain itu pembeli juga mampu memproyeksikan kebutuhannya terlebih
dahulu. Pembelian melalui proses penawaran ini biasanya mencakup
kebutuhan pelanggan selama 3-6 bulan. Proses pembelian engan
sistem tender ini mencakup pengumuman bahwa pembeli akan
melakukan proses penawaran yang telah ditentukan sebelumnya untuk
produk tersebut, serta proposal harga dalam batas waktu yang
ditentukan, negosiasi yang dapat dilakukan secara langsung atau tidak
langsung.
95
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 119
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Gambar 4.2 Peta jaringan distribusi Perseroan
Sumber: Informasi Perseroan
4.1.3. Diperkuat dengan Tenaga Kerja yang Terampil dan Terlatih di Bidang
Agronomi
Perseroan selalu memastikan bahwa sumber daya manusia yang dimiliki
memiliki keterampilan yang mumpuni dalam rangka mendukung
operasional Perseroan yang bergerak di bidang produk-produk
pertanian. Saat ini Perseroan dan Entitas memiliki sekitar lebih dari
1.000 ahli agronomi yang menunjang proses bisnis Perseroan yang
bertugas untuk memasarkan produk sekaligus memberikan edukasi dan
pelatihan kepada para petani di daerah mengenai prosedur penggunaan
produk Perseroan beserta manfaat yang diperoleh bagi tanaman.
Dengan demikian produk-produk Perseroan dapat digunakan secara
optimum oleh para petani sehingga mampu memberikan hasil panen
yang memuaskan bagi para petani.
4.1.4. Proses Digitalisasi Untuk Memastikan Kontrol yang Efisien dan Efektif
Dalam rangka upaya Perseroan untuk menjaga operasional dan kinerja
penjualan, Perseroan melakukan langkah digitalisasi yang dapat
mengawasi kinerja proses distribusi maupun performa penjualan secara
real time. Dengan aplikasi yang telah dikembangkan Perseroan maka
informasi kinerja operasional dan penjualan di lapangan dapat segera
tersampaikan ke pusat pengawasan internal Perseroan sehingga dapat
berjalan dengan efektif dan efisien. Selain itu dengan digitalisasi ini,
Perseroan juga mampu menjaga loyalitas para petani yang sudah
menggunakan produk Perseroan. Hal itu dikarenakan ketika petani
memiliki pertanyaan terkait produk yang mereka perlukan maupun ada
permasalahan kesehatan tanaman, para petani dapat menggunakan
aplikasi yang dikhususkan untuk melayani pelanggan. Melalui aplikasi
tersebut petani dapat memperoleh info produk yang diperlukan seperti
ketersediaan produk dan informasi lokasi kios yang menyediakan produk
tersebut. Apabila diperlukan petani juga dapat memanfaatkan akses
konsultasi secara langsung melalui aplikasi dengan para agronomis
sehingga informasi yang lebih komprehensif dapat diperoleh oleh petani.
Beberapa aplikasi yang diterapkan oleh Perseroan adalah aplikasi untuk
sales force automation, demand creation, dan customer engagement &
retention.
96
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 120
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
4.1.5. Teknologi produksi yang lebih muktahir
Dalam menjalankan lini bisnis ini, Perseroan menerapkan teknologi yang
lebih muktahir sehingga membuat proses produksi menjadi lebih efisien
dibandingkan dengan kompetitornya. Dengan makin efisiennya proses
produksinya maka dapat meningkatkan kemampuan Perseroan untuk
memenuhi permintaan para pelanggannya.
4.1.6. Potensi pasar ekspor
Dengan diterapkannya peraturan dari Kementerian pertanian dan
pedesaan Tiongkok bahwa sejak 1 Juni 2024 pendaftaran berbagai
produk yang mengandung Omethoate, Carbosulfan, Methomyl, and
Aldicarb ditangguhkan dan produksinya dilarang, dan Penjualan serta
penggunaan produk ini dilarang sejak tanggal 1 Juni 2026. Hal ini
menyebabkan peluang bagi Perseroan untuk memperluas pasar ekspor
terutama dari para pelanggan luar negeri China yang membutuhkan
Methomyl dalam kegiatan usahanya.
4.2. Pesaing Usaha
Sebagaimana diungkapkan pada analisa pasar bahwa pasar pestisida memiliki
banyak sekali pesaing baik dalam maupun luar negeri. Banyak dari pesaing
luar negeri untuk industri ini berasal dari China, dan pesaing dalam negeri
adalah perusahaan yang umumnya belum listed di bursa. Berikut adalah
pesaing-pesaing industri pestisida insectisida dan herbisida dari dalam dan luar
negeri serta bahan baku chemical aktif dalam negeri
4.2.1. Pesaing pestisida dan herbisida Luar negeri
Bisnis pestisida, insektisida dan herbisida juga dilakukan oleh banyak
perusahaan di berbagai negara, Beberapa Perusahaan Pesaing
internasional yang juga memproduksi pestisida, insektisida maupun
herbisida diantaranya adalah:
• BASF
• Lianhetech
• Limin Group
• Zhejiang Xinan Chemical
• Hailir Pesticides and Chemicals
• Jingbo Agrochemicals Technology
• Shandong Binnong Technology
• Zhenjiang Jiangnan Chemical Industry
• Lier Chemical
• Sino-Agri United Biotechnology
• Anhui Huaxing Chemical Industry
• Shanghai Shengnong Biochemical
• Zhengbang Group
97
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 121
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
4.2.2. Pesaing pestisida dan herbisida dalam negeri
Sedangkan Pesaing pasar herbisida, insectisida dan pestisida dari
dalam negeri diantaranya:
• PT Syngenta Indonesia
• PT Bayer Indonesia
• PT Bina Guna Kimia (FMC)
• PT Bima Kimia Nufarm
• PT Corteva Agriscience
• PT BASF Indonesia
• PT UPL Indonesia
• PT Agricon,
• PT Excel Meg Indonesia
• PT BISI International Tbk
4.2.3. Pesaing produk sejenis
Saat ini di Indonesia ada beberapa Perusahaan yang juga memasarkan
produk sejenis yang dihasilkan oleh Perseroan yaitu:
• PT Dalzon Chemical
• PT Mitra Kreasi Dharma
• PT Asterindo
• PT Indotani
• PT Inti Everspring
4.3. Kemampuan Pesaing usaha untuk meniru Produk
Industri pestisida formulasi seperti Methomyl 40SP memiliki hambatan masuk
(barrier to entry) yang tinggi. Salah satu hambatan utama adalah kebutuhan
investasi awal yang besar untuk pembangunan fasilitas produksi (Capital
Expenditure/CapEx) serta kebutuhan akan keahlian teknis khusus dalam
formulasi dan pengendalian mutu produk. Faktor-faktor ini membatasi jumlah
pemain baru yang mampu masuk dan bersaing secara langsung di pasar ini.
Gambar 4.3 contoh produk palsu
98
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 122
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Saat ini di Indonesia, hanya ada satu pesaing yang memiliki pabrik karbamasi
sejenis, yaitu PT Inti Everspring. Dari sisi teknologi dan kapasitas produksi,
Perseroan lebih unggul daripada PT Inti Everspring.
Kompetitor yang menjalankan kegiatan usaha serupa memiliki keterbatasan
kapasitas produksi dan tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan dari pasar
lokal, sehingga Perseroan tetap dapat mempertahankan posisi sebagai market
leader dengan kapasitas produksinya yang lebih besar.
Kapasitas produksi pabrik Karbamasi disesuaikan dengan kebutuhan internal
Perseroan, sehingga pabrik dapat berjalan dengan utilisasi yang tinggi dan
Perseroan yakin bahwa hasil produksi akan memiliki harga yang bersaing.
4.4. Kemampuan menciptakan nilai
Dengan menjadikan Perusahaan ini sebagai one stop shopping di bisnis
pertanian selain itu Perseroan juga mempunyai jaringan distribusi yang luas,
diperkuat dengan tenaga kerja agronomi yang terlatih, ditambah dengan proses
digitalisasi di bidang penjualan serta teknologi produksi yang muktahir
membuat bisnis Perseroan ini menjadi semakin efisien dan efektif.
Pembangunan pabrik bahan baku pestida berupa methomyl ini merupakan
salah satu Upaya yang dilakukan Perseroan untuk membina hubungan dengan
dengan para peanggannya dengan memastikan produknya selalu tersedia di
pasar selain itu dengan Pembangunan pabrik ini membuat proses produksi
menjadi lebih efisien karena akan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk
pengiriman bahan baku ini.
Dengan demikian secara tidak langsung dengan beroperasinya pabrik ini dapat
memberikan nilai tambah bagi Perseroan
4.5. Rencana Perseroan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Setelah penambahan KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia),
Perseroan berencana untuk segera memasarkan produk Methomyl 40SP baik di
pasar lokal maupun ekspor. Strategi ini akan memperluas lini usaha utama
Perseroan serta memperkuat posisi DGW sebagai produsen pestisida yang
kompetitif di tingkat nasional maupun global.
99
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 123
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
BAB 5 ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
5.1. Ketersediaan Tenaga Kerja
Untuk mendukung operasional pabrik Methomyl di Cikande, Perseroan akan
membentuk tim lintas departemen dengan struktur yang terorganisir dengan
jumlah perkerja yang diperkirakan lebih dari 100 orang. Setiap departemen
memiliki peran krusial dalam mendukung kelancaran proses produksi,
pengendalian mutu, perawatan fasilitas, serta distribusi produk. Struktur tenaga
kerja yang direncanakan meliputi:
Tabel 5.1
Proyeksi jumlah tenaga kerja per unit kerja
Posisi Tenaga Kerja 2025 2026 2027 2028 2029 2030
General Manager 1 1 1 1 1 1
Production Manager 1 1 1 1 1 1
HSE Manager 1 1 1 1 1 1
Laboratorium Manager 1 1 1 1 1 1
QC Manager 1 1 1 1 1 1
Warehouse Manager 1 1 1 1 1 1
PPIC Manager 1 1 1 1 1 1
Utility & Maintenance
1 1 1 1 1 1
Manager
HR & GA Manager 1 1 1 1 1 1
Supervisor 8 8 9 10 10 11
Staff 13 13 15 17 21 23
Team Leader 7 11 12 18 19 20
Operator 57 89 96 144 153 160
Security 14 20 25 30 30 35
TOTAL 108 150 166 228 242 258
Total Outsourcing 78 120 133 192 202 215
Sumber: Informasi Perseroan
Waktu operasional Tenaga Kerja
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari RKL, berikut rencana waktu operasional
tenaga kerja :
• Hari : Senin – Sabtu
(Senin – Jumat 7 jam, Sabtu 5 jam, Minggu Libur)
• Dalam satu minggu : 40 jam
Shift kerja yang diterapkan oleh PT Delta Giri Wacana seperti berikut ini :
- Jam kerja 3 shift, jam kerja efektif :
Shift I : 07.00 s/d 15.00 WIB
Shift II : 15.00 s/d 23.00 WIB
Shift III : 23.00 s/d 07.00 WIB
100
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 124
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
- Jam kerja shift (Satuan Keamanan) :
Shift I : 07.00 s/d 15.00 WIB
Shift II : 15.00 s/d 23.00 WIB
Shift III : 23.00 s/d 07.00 WIB
Tunjangan, Fasilitas, dan Kesejahteraan Karyawan
Perusahaan menyediakan berbagai tunjangan,fasilitas, dan program kesejahteraan
bagi karyawan. Fasilitas serta program kesejahteraan ini ditujukan untuk karyawan
dengan kualifikasi tertentu. Berikut adalah beberapa fasilitas dan program yang
tersedia:
• Asuransi Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJS Ketenagakerjaan);
• Asuransi Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan);
• Tunjangan Hari Raya;
• Tunjangan Transportasi.
5.2. Manajemen kekayaan intelektual dan manajemen risiko
Manajemen kekayaan intelektual
Dalam rangka melaksanakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha,
Perseroan telah memahami dan menerapkan berbagai langkah-langkah
mitigasi risiko untuk melindungi kekayaan intelektual. Hal ini dilakukan melalui
pendaftaran Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) serta
pendaftaran izin tetap untuk pestisida, sebagai langkah antisipasi terhadap
perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang dijadikan bagian dari
manajemen risiko perusahaan.
Selain itu, Perseroan juga berkomitmen untuk mendaftarkan merek yang akan
digunakan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual sehubungan dengan
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. Sebagai bagian dari penerapan
manajemen risiko dalam operasional Perseroan, kami akan menyediakan
pelatihan-pelatihan yang diperlukan bagi tenaga kerja yang sudah ada.
Manajemen Risiko
Dalam penambahan usaha baru ini tentunya tidak terlepas dengan berbagai
risiko yang menghadang dan akan menghadapinya agar dapat dilakukan
berbagai antisipasi untuk mengurangi dampak risiko tersebut. Risiko -risiko
tersebut adalah risiko perizinan, risiko tenaga kerja, dan risiko dampak
lingkungan.
• Risiko Perizinan: Dalam melaksanakan pembangunan pabrik karbamasi
di Cikande, perusahaan telah secara konsisten mematuhi seluruh
persyaratan dan perizinan yang diperlukan. Di bawah ini, disajikan
daftar perizinan yang dibutuhkan untuk memulai produksi di pabrik
karbamasi Cikande beserta statusnya:
101
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 125
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Tabel 5.2 Progress perizinan
No Deskripsi Status Perizinan
1 Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Sudah diperoleh
2 Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Sudah diperoleh
dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
(RPL)
3 Sertifikasi Standar Sudah diperoleh
4 Persetujuan Teknis Limbah Domestik Sedang diproses. Estimasi
minggu ke-4 Juni
5 Persetujuan Teknis Emisi Gas Boiler Sedang diproses. Estimasi
minggu ke-4 Juni
6 Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Sudah diperoleh
7 Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk Mesin Sudah diperoleh
Produksi
8 Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan Nomor Induk Sudah diperoleh
Data Instalasi (NIDI) PLN
9 Nomor Induk Berusaha (NIB) Sudah diperoleh
Semenjak tanggal pelaporan terakhir, Perseroan sudah memperoleh 3
Perizinan yaitu Sertifikasi Standar, Sertifikat Laik Fungsi (SLF), dan Sertifikat
Laik Operasi (SLO) untuk mesin produksi. Sampai saat ini, Perseroan masih
dalam proses mendapatkan Perizinan Persetujuan Teknis Limbah Domestik
dan Persetujuan Teknis Emisi Gas Boiler dari Disnaker. Keduanya
diperkirakan akan bisa diperoleh paling lambat pada akhir bulan Juni.
Perseroan terus berkomitmen untuk taat dan patuh terhadap semua
peraturan yang berlaku dalam menjalankan operasional pabrik.
• Risiko Tenaga Kerja:
Kebutuhan akan tenaga kerja terampil di bidang kimia dan formulasi
pestisida cukup tinggi. Risiko ini dapat diatasi dengan pelatihan berkala dan
kerja sama dengan lembaga pendidikan.
• Risiko Dampak Lingkungan
Sesuai dengan rencana pengelolaan lingkungan hidup dan rencana
pemantauan lingkungan hidup yang sudah kami peroleh, Perusahaan selalu
berperan aktif dalam proses pengolahan limbah produksi untuk
meminimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan. Di dalam kawasan
pabrik, Perusahaan membangun fasilitas IPAL (Instalasi Pengolahan Air
Limbah) dan TPS LB3 (Tempat Penyimpanan Sementara Limbah jenis B3).
Disamping itu, proses penanganan limbah ke luar fasilitas produksi juga
akan ditangani oleh pihak ke 3 yang memiliki kualifikasi dan pengalaman di
bidangnya.
102
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 126
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Dalam proses pembangunan pabrik, perusahaan juga sudah melakukan
carbon footprint calculation and planning, dan akan terus melakukan
monitoring secara berkala kedepannya. Berikut rencana singkat kami dalam
penanganan limbah produksi untuk meminimalisasi dampak yang kurang
baik terhadap lingkungan:
i. Penanganan limbah udara: Residu yang keluar melalui udara dari
emisi gas boiler dan uap dari produksi akan dikontrol dan diperiksa
secara rutin oleh pihak ketiga untuk mengetahui mutu dari udara yang
dilepaskan ke lingkungan.
ii. Penanganan limbah cair: Residu limbah cair domestik akan diolah
menggunakan IPAL setempat, dimana kualitas outputnya akan
dikontrol secara berkala oleh pihak ketiga untuk memastikan air
buangan sudah sesuai standar.
iii. Penanganan limbah padat: Dalam proses produksi karbamasi,
perusahaan menggunakan teknologi dimana residu pertama akan
melalui proses pemurnian dan dapat dipakai kembali untuk proses
produksi berikutnya sehingga meminimalkan limbah yang dihasilkan.
Setelah melalu beberapa cycle produksi, sisa dari pemurnian yang
tidak bisa diolah kembali akan di simpan sementara di TPS LB3
sebelum di lakukan proses pembuangan permanen oleh pihak ketiga
yang memiliki ijin.
iv. Penanganan limbah kemasan: Residu limbah kemasan produksi akan
dilakukan pemisahan sesuai jenis limbahnya dan disimpan di TPS
LB3 yang nantinya akan dikirimkan ke pihak ketiga untuk
dimusnahkan.
Seluruh kegiatan penanganan limbah di atas akan di laporkan secara
rutin ke Dinas Lingkungan Hidup melalui Amdal Kawasan, dan sudah
dimasukkan ke dalam izin RKL – RPL.
5.3. Kapasitas dan kemampuan manajemen
Dalam penambahan usaha baru ini, dibutuhkan adanya sistem organisasi dan
manajemen yang baik agar dapat menciptakan proses yang sistematis untuk
mencapai tujuannya. Dengan adanya struktur organisasi dan struktur
manajemen yang baik, proses produksi akan terkoordinasi dengan baik, untuk
itu diperlukan pembagian tugas yang tepat, penunjukan wewenang yang
akurat, dan koordinasi kerja yang terpadu.
Tenaga kerja yang dibutuhkan harus ditempatkan sesuai dengan keahlian dan
pengalaman yang dimiliki. Sehingga struktur organisasi yang berkaitan dengan
kegiatan formulasi bahan aktif ini harus dijadikan pedoman agar kegiatan
produksi dapat berjalan dengan lancar.
Struktur organisasi yang disusun oleh Perseroan dalam rangka Transaksi
adalah sebagai berikut
103
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 127
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
5.4. Kesesuaian struktur organisasi dan manajemen
Grafik 5.1 Struktur organisasi dan management setelah Pembangunan Pabrik
Sumber : Informasi manajemen Perseroan
104
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 128
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
BAB 6 ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN
Dalam bab ini disajikan analisis aspek keuangan Proyek Pembangunan Pabrik
Karbamat PT Delta Giri Wacana Tbk dengan menyusun proyeksi keuangan
selama 6 tahun (2025 – 2030) oleh manajemen Perseroan, dimana telah
digunakan berbagai asumsi berdasarkan kinerja Perseroan pada tahun-tahun
sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang.
Konsultan telah melakukan beberapa penyesuaian terhadap proyeksi tersebut
agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Proyek yang diuji pada
saat studi kelayakan ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang dilakukan terhadap target Perseroan terhadap
kinerja Proyek yang diuji kelayakannya.
Dalam kurun waktu tersebut digambarkan keadaan keuangan pabrik selama
masa proyeksi. Proyeksi keuangan sekaligus juga menggambarkan tingkat
kelayakan proyek dari aspek keuangan (finansial).
6.1. Proyeksi Laporan Keuangan Perseroan Tanpa Adanya Penambahan
Kegiatan Usaha
Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Adanya Penambahan
Kegiatan Usaha
PT DELTA GIRI WACANA TBK
PROYEKSI LABA RUGI KOMPREHENSIF TANPA MELAKUKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 SAMPAI 2029
(dalam jutaan rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
Penjualan bersih 4,057,639 4,521,636 4,960,497 5,495,422 6,103,068
Beban pokok penjualan 2,774,450 3,049,861 3,341,684 3,704,584 4,114,320
LABA KOTOR 1,283,189 1,471,776 1,618,813 1,790,838 1,988,748
31.62% 32.55% 32.63% 32.59% 32.59%
Beban usaha (905,300) (954,770) (1,026,414) (1,103,183) (1,190,589)
Penyusutan dan amortisasi (47,686) (46,020) (41,573) (23,379) (23,672)
(952,986) (1,000,790) (1,067,986) (1,126,562) (1,214,262)
LABA (RUGI) USAHA 330,203 470,986 550,826 664,276 774,486
8.14% 10.42% 11.10% 12.09% 12.69%
PENGHASILAN DAN BEBAN LAIN-LAIN
Beban bunga pinjaman (72,331) (52,976) (28,102) - -
Beban bunga sew a (6,003) (5,251) (4,500) (3,748) (2,997)
(78,334) (58,227) (32,602) (3,748) (2,997)
LABA SEBELUM PAJAK 251,870 412,759 518,224 660,528 771,490
PAJAK PENGHASILAN (55,411) (90,807) (114,009) (145,316) (169,728)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN 196,458 321,952 404,215 515,211 601,762
105
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 129
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Adanya
Penambahan Kegiatan Usaha
PT DELTA GIRI WACANA TBK
PROYEKSI LAPORAN POSISI KEUANGAN TANPA MELAKUKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 SAMPAI 2029
(dalam jutaan rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 395,546 373,862 337,811 330,669 736,901
Piutang usaha 1,047,130 1,166,871 1,280,125 1,418,170 1,574,981
Piutang lain-lain 2,189 2,189 2,189 2,189 2,189
Persediaan 1,117,318 1,228,231 1,345,753 1,491,899 1,656,906
Pajak dibayar di muka 30,648 30,648 30,648 30,648 30,648
Biaya dibayar di muka 42,525 44,658 47,657 50,271 54,184
Aset lancar lainnya 2,760 2,760 2,760 2,760 2,760
Total Aset Lancar 2,638,116 2,849,219 3,046,943 3,326,605 4,058,569
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 535,742 493,839 455,574 435,660 415,631
Aset tidak berw ujud 962 - - - -
Properti Investasi 19,374 19,374 19,374 19,374 19,374
Aset pajak tangguhan 71,810 71,810 71,810 71,810 71,810
Goodw ill 2,268 2,268 2,268 2,268 2,268
Uang muka pembelian aset tetap 58,904 58,904 58,904 58,904 58,904
Estimasi tagihan pajak penghasilan 97,010 97,010 97,010 97,010 97,010
Aset tidak lancar lainnya 2,116 2,116 2,116 2,116 2,116
Total Aset Tidak Lancar 788,186 745,321 707,056 687,142 667,113
TOTAL ASET 3,426,302 3,594,540 3,753,998 4,013,748 4,725,682
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Utang usaha : 766,997 843,134 923,809 1,024,133 1,137,404
Utang pajak 25,958 25,958 25,958 25,958 25,958
Utang lain-lain 65,325 65,325 65,325 65,325 65,325
Uang Muka Pelanggan 11,589 11,589 11,589 11,589 11,589
Biaya yang masih harus dibayar 328,165 344,626 367,765 387,936 418,136
Pinjaman jangka pendek 904,141 662,201 351,277 - -
Total Liabilitas Lancar 2,102,175 1,952,833 1,745,724 1,514,941 1,658,412
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Liabilitas pajak tangguhan 4,737 4,737 4,737 4,737 4,737
Kew ajiban imbalan kerja 47,193 47,193 47,193 47,193 47,193
Liabilitas sew a - jangka panjang 64,458 64,458 64,458 64,458 64,458
Liabilitas lainnya - jangka panjang 3,531 3,531 3,531 3,531 3,531
Total Liabilitas Tidak Lancar 119,919 119,919 119,919 119,919 119,919
EKUITAS
Modal saham 588,235 588,235 588,235 588,235 588,235
Tambahan modal disetor 320,754 320,754 320,754 320,754 320,754
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali 9,952 9,952 9,952 9,952 9,952
Komponen ekuitas lainnya (54,566) (58,937) (96,586) (121,264) (154,563)
Saldo laba 316,698 638,650 1,042,865 1,558,076 2,159,838
1,181,073 1,498,653 1,865,220 2,355,753 2,924,216
Kepentingan Non-pengendali 23,135 23,135 23,135 23,135 23,135
Total Ekuitas 1,204,208 1,521,788 1,888,355 2,378,888 2,947,351
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 3,426,302 3,594,540 3,753,998 4,013,748 4,725,682
106
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 130
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Proyeksi Laporan Arus Kas Perseroan Tanpa Adanya Penambahan
Kegiatan Usaha
PT DELTA GIRI WACANA TBK
PROYEKSI LABA RUGI KOMPREHENSIF TANPA MELAKUKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025 SAMPAI 2029
(dalam jutaan rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba (rugi) periode berjalan 196,458 321,952 404,215 515,211 601,762
Ditambah / (dikurangi) penyesuaian untuk
Penyusutan 44,708 45,058 41,573 23,379 23,672
Amortisasi 2,978 962 - - -
(Penambahan) / pengurangan untuk:
Piutang usaha (66,660) (119,741) (113,254) (138,045) (156,811)
Persediaan (158,892) (110,913) (117,522) (146,146) (165,007)
Biaya dibayar di muka (2,576) (2,133) (2,999) (2,614) (3,913)
Utang usaha : (1,099) 76,137 80,675 100,324 113,271
Biaya yang masih harus dibayar 122,745 16,461 23,139 20,171 30,200
Arus kas dari aktivitas operasi 137,662 227,784 315,827 372,281 443,173
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Penambahan) / pengurangan aset tetap (3,010) (3,155) (3,307) (3,466) (3,642)
Arus kas dari aktivitas investasi (3,010) (3,155) (3,307) (3,466) (3,642)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS KEUANGAN
Penambahan / (pembayaran) dana cerukan (60,993) - - - -
Penambahan / (pembayaran) pinjaman bank 32,655 (241,941) (310,923) (351,277) -
Penambahan modal saham 88,235 - - - -
Penambahan tambahan modal disetor 192,484 - - - -
Penambahan komponen ekuitas lainnya (54,566) (4,372) (37,648) (24,679) (33,299)
Arus kas dari aktivitas keuangan 197,816 (246,312) (348,571) (375,956) (33,299)
KENAIKAN BERSIH ARUS KAS 332,468 (21,684) (36,051) (7,142) 406,232
KAS PADA AWAL TAHUN 63,078 395,546 373,862 337,811 330,669
KAS PADA AKHIR TAHUN 395,546 373,862 337,811 330,669 736,901
Analisa Rasio Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
2025 2026 2027 2028 2029
Kas dan setara kas*) 395.546 373.862 337.811 330.669 736.901
Aset Lancar *) 2.638.116 2.849.219 3.046.943 3.326.605 4.058.569
Liabilitas Jangka
2.102.175 1.952.833 1.745.724 1.514.941 1.659.412
Pendek *)
Total Liabilitas *) 2.222.094 2.072.752 1.865.643 1.634.860 1.778.331
Laba Bersih*) 196.458 321.952 404.215 515.211 601.762
Total Ekuitas*) 1.204.208 1.521.788 1.888.355 2.378.888 2.947.351
Total Pendapatan*) 4.057.639 4.521.636 4.960.497 5.495.422 6.103.068
Current Ratio 1,25 1,46 1,75 2,20 2,45
Quick Ratio 0,72 0,83 0,97 1,21 1,45
Debt to Equity Ratio 1,85 1,36 0,99 0,69 0,60
Return on Sales (%) 4,84 7,12 8,15 9,38 9,86
Return on Equity (%) 16,31 21,16 21,41 21,66 20,42
Return on Assets
5,73 8,96 10,77 12,84 12,73
(%)
*)dalam jutaan Rupiah
107
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 131
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Berdasarkan profitability rasio dapat terlihat bahwa DGI dapat memperoleh
laba dalam menjalankan kegiatan operasionalnya meskipun tidak
melakukan penambahan kegiatan usaha.
Berdasarkan rasio likuiditas dapat dilihat bawa DGI mampu untuk
memenuhi kebutuhan pinjaman jangka pendeknya hal ini ditunjukkan
dengan current ratio yang diatas 1.
6.2. Nilai Investasi Proyek (Project Cost)
Investasi Tahap I (Line-1) yang dilakukan Perseroan berjumlah
Rp. 254.278.628.695,- Dimana direncanakan pabrik sudah akan mulai
berproduksi pada awal Triwulan ke-3 tahun 2025. Secara lebih rinci nilai
investasi barang modal dapat dilihat pada table berikut ini.
Tabel 6.1 Nilai Investasi Barang modal (Project Cost)
Tahap I (2025)
URAIAN IDR
1.Tanah 61.576.200.000
2.Bangunan dan Sarana Pelengkap 88.887.336.411
3.Mesin dan Peralatan Produksi 81.345.572.140
4.Mesin dan Peralatan Utilitas Penunjang Produksi 22.059.520.144
5. Perijinan 410.000.000
T O T A L 254.278.628.695
Investasi Tahap ke-2 (Line-2) dengan kapasitas produksi yang sama
dengan pabrik Line -1 direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2028
dengan perkiraan nilai investasinya Rp. 87.331.646.960.- terdiri dari :
Tabel 6.2 Nilai Investasi Barang modal (Project Cost)
Tahap II (2028)
URAIAN Rupiah
1.Bangunan dan Sarana Pelengkap 15.000.000.000
2.Mesin dan Peralatan Produksi 72.331.646.960
T O T A L 87.331.646.960
108
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 132
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
6.3. Modal Kerja
Jumlah Modal Kerja Pendahuluan (Initial Working Capital) yang
dibutuhkan Proyek diperkirakan sebesar Rp. 46.212.000.000,-.
Secara garis besar kebutuhan Modal Kerja Pendahuluan adalah sebagai
berikut.
Tabel 6.3 Modal Kerja Awal (Initial Working Capital)
MODAL KERJA Rupiah
1. Persediaan bahan mentah 13.920.051.958
2. Persediaan barang jadi 18.055.068.019
3. Biaya produksi 12.036.712.013
4. Piutang usaha 18.055.068.019
5. Hutang usaha (18.055.068.019)
Sub Total 44.011.831.990
Kontingensi 5% 2.200.591.600
Total Modal Kerja 46.212.423.590
Dibulatkan 46.212.000.000
6.4. Sumber Pendanaan
a. Investasi Barang Modal
Sumber pendanaan investasi barang modal Tahap I terdiri dari
Modal sendiri sebanyak Rp. 118.928.628.695,- (47%) dan Pinjaman
Bank UOB Indonesia Rp. 135.350.000.000,- (53%)
Pendanaan Investasi barang modal Tahap II 100% adalah dana
internal Perseroan yang dihasilkan dari operasional pabrik.
Tabel 6.4 Pendanaan Investasi dan Modal Kerja Awal
(Initial Working Capital)
PENDANAAN TAHAP I (2025) TAHAP iI (2028)
Modal Sendiri (Equity) 118.928.628.695 87.331.646.960
Pinjaman Bank (Bank UOB Indonesia) 135.350.000.000
TOTAL 254.278.628.695 87.331.646.960
b. Modal Kerja Pendahuluan (Initial Working Capital)
Seluruh kebutuhan dana Modal Kerja Pendahuluan (100%) sebesar
Rp. 46.212.000.000,- akan didanai modal sendiri (Equity)
Perseroan.
109
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 133
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
6.5. Hasil Proyeksi Keuangan
Berikut di bawah ini disajikan hasil proyeksi keuangan selama 6 tahun
masa operasional yang akan datang (tahun 2025 s/d tahun 2030).
6.5.1. Biaya Bahan Baku Mentah
Bahan baku yang dibutuhkan untuk memproduksi methomyl 98% di
antaranya adalah NaOCN 90%, DMS 95%, Na2CO3, K2CO3 dan
ODCB; sementara bahan baku untuk produksi methomyl 40SP adalah
methomyl 98%, Gracinol, White Carbon, Mono Ethylene Glicol, dan
Sodium Sulfat Anhidrous.
Berikut ini adalah harga bahan baku berdasarkan penawaran yang
didapat Perseroan per kuartal 1 2025:
Tabel 6.5. Tabel Bahan Baku
a Bahan Baku Technical Harga beli (per kg/L) Nama Pemasok Negara
Rp19,324 Hunan Haili China
NaOCN 90%
Rp40,945 Mitsui Jepang
DMS 95% Rp8,598 Aarti Industries Limited India
Rp8,500 PT. Graha Jaya Pratama Indonesia
Na2CO3
Rp5,300 PT. AKR Indonesia
K2CO3 Rp20,500 PT. Wahana Mas Mulia Indonesia
Rp18,016 Aarti Industries Limited India
ODCB
Rp22,929 China Jiangsu International China
Rp104,998 Iprochem - China China
M1 98%
Rp108,780 Hunan Haili China
Rp65,500 PT. Graha Jaya Pratama Kinerja Indonesia
TEA
Rp75,500 PT. Atlantic Sejahtera Indonesia
Water Rp13 Lokal Indonesia
b Bahan Baku Formulasi Harga beli (per kg/L) Nama Pemasok Negara
Gracinol WP 828 Rp88,000 PT. Gracindo Indonesia
White Carbon Rp28,900 PT. Siltec Maju Perkasa Indonesia
Mono Ethylene Glicol Rp13,500 PT. Gochem Globalindo Indonesia
Sodium Sulfat Anhidrous Rp1,960 PT. AKR Indonesia
*Data di atas adalah penawaran harga dari beberapa Pemasok, pemasok dan
harga yang terpilih adalah yang ditandai arsir berwarna oranye dan dipilih
berdasarkan harga yang paling sesuai atau spesifikasi yang dibutuhkan
Perseroan
**Harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung pada kondisi
pasar market global
Berdasarkan harga yang tertera diatas, dengan menyesuaikan pada
spesifikasi dan kuantitas yang dibutuhkan untuk memproduksi
methomyl 98% dan methomyl 40SP, maka biaya yang dibutuhkan untuk
memproduksi Methomyl 98% dan Methomyl 40SP masing-masing
adalah sebesar Rp. 88.673 per kg dan Rp. 41.321 per kg.
6.5.2. Beban Pokok Diluar Bahan Baku
Diluar biaya bahan baku, terdapat juga beban pokok yang dikategorikan
menjadi biaya variable dan biaya tetap.
110
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 134
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
• Biaya Variabel diluar bahan baku terdiri dari biaya tenaga kerja
langsung, biaya manajemen outsourcing yang merupakan biaya atas
tenaga kerja langsung yang dilakukan melalui proses outsourcing,
dan juga biaya utilitas.
o Biaya tenaga kerja langsung diasumsikan sebagai berikut:
Uraian 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Jumlah Tenaga Kerja 78 120 133 192 202 215
Rata-rata Gaji
8,000 8,800 9,680 10,648 11,713 12,884
(dalam ribuan Rupiah)
Jumlah Pembayaran
7 14 14 14 14 14
Gaji dalam Setahun
o Biaya Manajemen Outsourcing disumsikan sebesar 5% dari
biaya tenaga kerja langsung.
o Biaya utilitas diasumsikan sebesar Rp. 4.405 per kilogram
produksi Methomyl 40SP. Dimana dari biaya utilitas ini, 75%
dialokasikan untuk bahan bakar (industrial solar/gas), 20% untuk
listrik, dan 5% untuk air.
• Biaya Tetap terdiri dari biaya tenaga kerja tetap, biaya pemeliharaan,
dan biaya produksi percobaan (Trial Cost)
o Biaya tenaga kerja tetap diasumsikan sebagai berikut
Uraian 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Jumlah Tenaga Kerja 27 27 30 33 37 40
Rata-rata Gaji
25,000 27,500 30,250 33,275 36,603 40,263
(dalam ribuan Rupiah)
Jumlah Pembayaran
7 16 16 16 16 16
Gaji dalam Setahun
o Biaya pemeliharaan diasumsikan sebesar 0,25% dari nilai
perolehan bangunan per tahun, dan sebesar 1% dari nilai
perolehan mesin dan peralatan.
6.5.3. Biaya Operasional
Biaya Operasional terdiri dari beban pemasaran dan penjualan, beban
umum dan administrasi, beban asuransi aset tetap dan beban Pajak
Bumi Bangunan.
• Berdasarkan pengalaman Perseroan sebelumnya, Perseroan
menganggarkan sebesar 1%-2% dari pendapatan tahunan untuk
kebutuhan pemasaran yang terdiri dari, namun tidak terbatas pada
biaya pameran/exhibition, marketing promotion campaign, dan iklan.
• Beban asuransi aset tetap diasumsikan sebesar 0,28% dari harga
perolehan bangunan, mesin dan peralatan.
• Beban Pajak Bumi dan Bangunan diasumsikan sebesar 0,5% dari
harga perolehan tanah dan bangunan.
111
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 135
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
6.5.4. Proyeksi Laba-Rugi
Hasil proyeksi perhitungan laba-rugi, menunjukkan perolehan laba
bersih yang positip dan meningkat setiap tahun selama lima tahun
proyeksi operasional, terkecuali pada tahun proyeksi pertama (2025)
proyek menderita rugi karena pada tahun tersebut produksi komersial
baru berjalan dua triwulan terakhir tahun 2025.
Profitabilitas dari tahun meningkat dari 3% tahun 2026 menjadi 10,6%
tahun 2030.
Secara ringkas proyeksi laba-rugi di sajikan pada tabel di bawah ini.
Tabel 6.5
Proyeksi Laba (Rugi)
Tahun 2025-2030
Rupiah 000
TAHUN PROYEKSI 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Penerimaan penjualan 65.084.250 196.731.938 321.066.522 478.347.717 575.687.449 702.283.307
Harga Pokok Penjualan 54.165.204 160.978.565 253.773.274 381.313.847 464.172.557 571.485.452
Laba (Rugi) Bruto 10.919.046 35.753.372 67.293.248 97.033.870 111.514.891 130.797.855
Biaya Operasional 2.198.879 6.563.706 9.182.397 12.794.120 14.900.635 17.608.244
Laba(Rugi) Usaha 8.720.167 29.189.666 58.110.850 84.239.750 96.614.256 113.189.611
Penyusutan dan Biaya Amortisasi 5.356.721 11.053.331 11.053.331 16.324.059 16.324.059 16.283.059
Laba(Rugi) Sebelum Bunga 3.363.447 18.136.335 47.057.519 67.915.691 80.290.197 96.906.552
Bunga Kredit Bank 12.181.500 12.181.500 12.181.500 9.976.500 5.319.000 1.433.250
Laba(Rugi) Sebelum Pajak (8.818.053) 5.954.835 34.876.019 57.939.191 74.971.197 95.473.302
Pajak Perseroan 0 0 7.042.816 12.746.622 16.493.663 21.004.126
Laba(Rugi) Bersih (8.818.053) 5.954.835 27.833.203 45.192.569 58.477.534 74.469.176
Profitabilitas (Net profit to Sales) -13,5% 3,0% 8,7% 9,4% 10,2% 10,6%
6.5.5. Proyeksi Cash Flow
Proyeksi cash flow menunjukkan bahwa likuiditas perusahaan cukup
baik, dengan debt service time coverage positip pada angka ratio yang
cukup, artinya cukup dana-dana yang tersedia untuk menjamin
terlaksananya pembayaran semua kewajiban khususnya angsuran
pokok pinjaman Bank dan bunganya.
Dari proyeksi cash flow diketahui bahwa pinjaman Bank untuk mendanai
investasi barang modal sebesar Rp. 135.350.000.000,- dapat dilunasi
pokok dan bunga pinjamannya dalam waktu 6 tahun termasuk masa
tenggang (grace period) selama 3 tahun.
Berdasarkan proyeksi tersebut di atas, semua kewajiban perusahaan
kepada pihak ketiga dapat dipenuhi sesuai dengan kerangka waktu yang
dijadwalkan, tanpa menghambat likuiditas proyek.
112
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 136
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Tabel 6.6
Proyeksi Cash Flow
Tahun 2025-2030
Rupiah 000 .
Tahun Cash Cash Net Cash Debt
Proyeksi Inflow Outflow Cash flow Balance Service
2025 309.210.796 301.569.929 7.640.867 7.640.867 1,63
2026 29.189.666 30.654.401 (1.464.735) 6.176.132 1,51
2027 58.110.850 42.110.793 16.000.057 22.176.189 2,82
2028 171.571.397 191.545.781 (19.974.384) 2.201.804 1,04
2029 96.614.256 95.653.232 961.024 3.162.829 1,05
2030 113.189.611 80.911.551 32.278.060 35.440.889 2,06
6.5.6. Analisa Break Even of Sales
Titik BEP of Sales selalu menurun setiap tahun berada di bawah angka
100% terkecuali pada tahun proyeksi 2025 BEP of Sales berada pada
angka diatas 100% (170%) pada tahun tersebut proyek menderita rugi
karena rendahnya tingkat maupun jangka waktu produksi (diproyeksikan
hanya 6 bulan). Pada tahun 2026 diproyeksikan BEP of Sales berada
pada angka 88% dan pada tahun berikutnya angka BEP terus menurun
higga mencapai angka 35% pada tahun 2030, Secara ringkas dapat
diikuti pada tabel berikut ini.
Tabel 6.7
Proyeksi BEP of Sales
Tahun 2024-2030
Rp. 000
Biaya
Tahun Penjualan Biaya Tetap BEP of Sales
Variabel
Rp. 000 %
2025 65.084.250 25.104.237 50.302.561 110.534.761 170%
2026 196.731.938 39.247.166 152.330.450 173.894.420 88%
2027 321.066.522 41.605.955 244.949.320 175.496.192 55%
2028 478.347.717 50.006.789 372.300.891 225.566.706 47%
2029 575.687.449 48.770.093 453.945.062 230.620.833 40%
2030 702.283.307 49.118.515 559.989.927 242.422.474 35%
6.5.7. Rasio Keuangan
Rasio keuangan yang dihitung untuk Proyek Pembangunan Pabrik
Karbamat PT Delta Giri Wacana Tbk menunjukkan kinerja
(performance) keuangan yang baik dari segi keuangan, baik dari segi
profitabilitas usaha, likwiditas maupun solvabilitasnya dengan
menurunnya Debt Equity Ratio setiap tahunnya.
113
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 137
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Tabel 6.8
Rasio Finansial
Tahun 2025-2030
2025 2026 2027 2028 2029 2030
1. PROFIBILITY RATIO
Gross Profit to sales 16,78% 18,17% 20,96% 20,29% 19,37% 18,62%
Profit Margin to sales -13,55% 3,03% 10,86% 12,11% 13,02% 13,59%
Operating Ratio 86,60% 85,16% 81,90% 82,39% 83,22% 83,88%
Net Profit to sales -13,55% 3,03% 8,67% 9,45% 10,16% 10,60%
Return On Investment (ROI) -3,47% 2,29% 10,72% 13,02% 16,85% 21,46%
Return On Assets (ROA) -2,84% 1,87% 7,57% 9,53% 11,87% 13,40%
Return On Equity (ROE) -5,64% 3,67% 14,64% 14,01% 15,34% 16,35%
Profitability Index (PI) 1,14
2. LIQUDITY RATIO
Current Ratio 3,30 3,68 3,21 2,62 2,58 2,85
Quick Ratio 1,58 1,92 1,80 1,25 1,24 1,53
Cash Ratio 0,41 0,31 0,53 0,03 0,04 0,35
3. LEVERAGE:
Debt Service Coverage Ratio (DSCR) 1,63 1,51 2,82 1,04 1,05 2,06
Interest Service Coverage Ratio (ISCR) 0,28 1,49 3,86 6,81 15,09 67,61
Debt Equity Ratio 98% 96% 93% 47% 29% 22%
Debt to Assets Ratio 49,61% 48,95% 48,28% 31,99% 22,64% 17,99%
Pada tahun 2025-2030, rasio Return on Investment / ROI menunjukkan
angka yang selalu meningkat setiap tahunnya, yaitu berada diantara
-3,47% s/d 21,46 % selama proyeksi tahun 2025-2030, dengan rata-
rata Tingkat Imbal Balik Investasi / Return on Invesment (ROI) sebesar
10,15% per tahunnya.
6.5.8. Perhitungan Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto yang akan digunakan dalam Studi Kelayakan ini adalah
atas dasar Cost of Capital. Untuk menghitung Cost of Capital akan
ditentukan berdasarkan formula perhitungan Weighted Average Cost of
Capital (WACC).
Untuk menghitung Cost of Capital ini, terlebih dahulu perlu dilakukan
penghitungan untuk tingkat balikan yang diharapkan dari ekuitas (Cost
of Equity) dengan menggunakan rumus Capital Asset Pricing Model
(CAPM), yaitu sebagai berikut :
E (Ri) = Rf + B (RPm) - Ds
E (Ri) = Tingkat balikan yang diharapkan (Cost of Equity)
Rf = Risk free rate
B = Beta
RPm = Equity risk premium
Ds = Default spread
114
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 138
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
Dimana:
- Tingkat bunga tanpa resiko (Risk free rate) ditetapkan berdasarkan
perkiraan rata-rata yield Obligasi Pemerintah RI dalam Rupiah
yang berjangka waktu 30 tahun per 31 Desember 2024 sebesar
7,0694%.
- Equity Risk Premium dan Default spread berdasarkan data dari
Damodaran untuk Indonesia tahun 2024 yang merupakan
emerging market dengan besarnya masing-masing 6,87% dan
1,89%.
- Besarnya beta didasarkan pada beta dari Damodaran untuk bidang
Chemical Specialty. Berdasarkan data tersebut, beta unleverednya
adalah sebesar 0,88. Sedangkan Debt to Equity Ratio yang
digunakan disesuaikan dengan porsi DER yang berkaitan dengan
Pembangunan pabrik ini yaitu sebesar 113,81%. Dengan tingkat
pajak perusahaan sebesar 22%, maka diperoleh levered beta
sebesar 1,67.
Berdasarkan data-data diatas, besarnya Cost of Equity adalah 16,64%.
Atas dasar Cost of Equity sebesar 16,64% dan dengan
memperhitungkan biaya bunga (Cost of Debt) sebesar 9,21% serta rasio
antara utang dan ekuitas (DER) sebesar 113,81%, maka akan diperoleh
Cost of Capital berdasarkan perhitungan WACC sebesar 11,61%.
6.5.9. Terminal Value
Proyeksi laporan keuangan meliputi periode 31 Desember 2025 sampai
31 Desember 2030. Dalam hal ini lamanya periode proyeksi dengan
mempertimbangkan kapasitas lini 2 yang baru akan sepenuhnya
terpakai pada 2030. Periode tersebut merupakan periode eksplisit, dan
periode setelah 31 Desember 2030 merupakan periode continuing dan
diperhitungkan untuk menentukan terminal value. Perhitungan terminal
value dilakukan sampai dengan tahun 2044 mengingat studi kelayakan
ini dilakukan untuk pembangunan pabrik karbamat, sehingga
diasumsikan pabrik tersebut memiliki masa manfaat selama 20 tahun
atau sampai dengan tahun 2044. Dalam periode continuing diasumsikan
dengan pertumbuhan sebesar 2,5% dengan mempertimbangkan target
Inflasi Indonesia berdasarkan data dari Bank Indonesia dan
pertumbuhan GDP Indonesia secara historis.
Nilai Terminal mendominasi secara keseluruhan terutama mengingat
besarnya investasi awal yang harus dilakukan yaitu sebesar Rp.
254.278.628.695,-.
115
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 139
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
6.5.10. Financial Internal Rate of Return dan Net Present Value (NPV)
Perhitungan Financial Internal Rate of Return (FIRR) proyek,
memberikan hasil 15,14%.
Bunga rata-rata tertimbang (WACC) dihitung dengan Cutt off date per
31 Desember 2024 untuk jenis Industri Kimia Karbamat (Chemical
Specialty) dengan Debt Equity Ratio 53:47 menghasilkan angka 11,61%
pertahun menunjukkan bahwa proyek tersebut layak secara finansial
(FIRR>WACC)
Net Present Value (NPV), dihitung pada tingkat diskon 11,61% (WACC
Rate) per tahun, menghasilkan angka positif sebesar Rp.
42.731.965.781,- menunjukkan bahwa proyek tersebut layak secara
finansial.
Proyeksi Benefit/Cost Ratio (B /C Ratio) sebesar 1,12 (positive) juga
menunjukkan bahwa proyek tersebut layak secara finansial.
Pay Back Period (Pay Out Time) dari proyek ini adalah 9,2 tahun.
Tabel 6.9
FIRR, NPV dan B/C Ratio
Discount rate
RESULT
(WACC)
FIRR (Project) 15,14%
NPV 11,61% 42.731.965.781
B/C RATIO 1,12
PAYOUT TIME / POT (YEARS) 9,2
6.6. Kesimpulan Aspek Keuangan
Penilaian dari aspek keuangan dapat disimpulkan bahwa Proyek Pabrik
Karbamat PT Delta Giri Wacana Tbk adalah layak (feasible) ditinjau dari
segi profitabilitasnya, segi likwiditasnya, dari segi anlisa titik pulang
pokok (Break Even analysis) maupun Tingkat pengembalian investasi
(Internal Rate of Return) demikian pula pengujian dengan menghitung
berbagai rasio keuangan menunjukkan hasil yang baik.
KESIMPULAN AKHIR
Berdasarkan analisis yang kami lakukan dalam pelaksanaan studi kelayakan terhadap
Aspek Pasar, Aspek Hukum dan Manajemen, Aspek Teknis, Aspek Pola Bisnis dan
Aspek Keuangan dari rencana transaksi tersebut, dapat disimpulkan bahwa rencana
penambahan kegiatan usaha utama yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah
layak untuk dilaksanakan.
116
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 140
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Page 141
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk. Lampiran : A - 1
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN
DAFTAR ASUMSI
NO URAIAN UNIT Eskalasi Harga 2025 2026 2027 2028 2029 2030
TAHUN PRODUKSI KE… 1 2 3 4 5 6
Bulan/tahun Bulan 6 12 12 12 12 12
Hari/Tahun Hari 183 365 365 365 365 365
1 PRODUKSI
1.1 Kapasitas Produksi Terpasang (Methomyl 98%, Technical)
a. Line 1 KG/Y 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000
b. Line 2 KG/Y 2.000.000 2.000.000 2.000.000
1.2 Kapasitas Produksi Terpasang (Methomyl 40 SP, Formulationl) Conversion Factor
a. Line 1 KG/Y 2,45 4.900.000 4.900.000 4.900.000 4.900.000 4.900.000 4.900.000
b. Line 2 KG/Y 2,45 - - - 4.900.000 4.900.000 4.900.000
1.3 Rencana Produksi (Production Plan)
Utilisasi Kapasitas Produksi
- Line-1 % 28% 60% 100% 100% 100% 100%
- Line-2 % 44% 67% 100%
2 BIAYA PRODUKSI
2.1 Biaya Variabel
a. Biaya Bahan mentah
- Methomyl 98% Technical Rp./Kg produk jadi 0,0% 4,0% 88.673 88.673 92.220 95.909 99.746 103.735
- Methomyl 40SP Formulation Rp./Kg produk jadi 0,0% 4,0% 41.321 41.321 42.974 44.693 46.481 48.340
b. Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor)
- Tenaga Kerja (outsourcing) orang 78,00 120,00 133,00 192,00 202,00 215,00
- Rata-rata Upah Rp. 000 /bulan 10,0% 8.000 8.800 9.680 10.648 11.713 12.884
- Jumlah Upah per tahun (Multiplier salary payment/year) X 7 14 14 14 14 14
c. Biaya Manajemen Ousourcing % X upah 5% 5% 5% 5% 5% 5%
d. Biaya Utilitas Rp. / KG produk jadi 4.405 4.405 4.405 4.405 4.405 4.405
2.2. Biaya Tetap
a.Gaji/upah dan tunjangan karyawan
- Tenaga Kerja Orang 27 27 30 33 37 40
- Biaya Satuan (gaji rata-rata) IDR 000 /bulan 10,0% 25.000 27.500 30.250 33.275 36.603 40.263
- Jumlah Gaji per tahun (Multiplier salary payment/year) X 7 16 16 16 16 16
b. Biaya Pemeliharaan
- Bangunan & Pekerjaan Sipil % /Th X Biaya Perolehan 0,25%
- Machineries & equipments % /Th X Biaya Perolehan 1,00%
c. Premi Asuransi Aktiva Tetap % /Th X Biaya Perolehan 0,28%
d. Pajak Bumi & Bangunan(PBB) % /Th X Biaya Perolehan 0,50%
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 142
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk. Lampiran : A - 2
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN
DAFTAR ASUMSI
NO URAIAN UNIT Eskalasi Harga 2025 2026 2027 2028 2029 2030
TAHUN PRODUKSI KE… 1 2 3 4 5 6
Bulan/tahun Bulan 6 12 12 12 12 12
Hari/Tahun Hari 183 365 365 365 365 365
3 BIAYA OPERASIONAL
3.1 Biaya Marketing & Penjualan % penjualan 1,00% 2,00% 2,00% 2,00% 2,00% 2,00%
3.2 Biaya Administrasi Umum
- Tenaga Kerja (outsourcing) Orang 3 3 3 3 3 3
- Biaya Satuan (gaji rata-rata) Rp. 000 /bulan 10,0% 25.000 27.500 30.250 33.275 36.603 40.263
- Jumlah Upah per tahun (Multiplier salary payment/year) X 7 16 16 16 16 16
4 PENJUALAN DAN HARGA JUAL
4.1 Penjualan : (Methomyl SP 40Formulation)
- Lokal 61% 30% 19% 15% 14% 13%
- Ekspor 39% 70% 81% 85% 86% 87%
4.2 Harga Jual
- Methomyl 98% Technical RMB/Kg 5,0% 2,0% 59 62 63 64 66 67
- Methomyl 40SP Formulation RMB/Kg 5,0% 2,0% 28 29 30 31 31 32
5 MODAL KERJA
5.1 Perputaran Piutang (Receivable Turn Over) Hari 60
5.2 Perputaran Hutang Dagang (Account Payable Turn Over) Hari 60
5.3 Perputaran Persediaan Produk Jadi Hari 45
5.4 Perputaran Persediaan Bahan Mentah Hari 45
6 PENDANAAN PROYEK (PROJECT FINANCING)
6.1 Investasi Barang modal
a. Pinjaman (Kredit) Bank % 53%
b.Equitas % 47%
6.2 Modal Kerja
a. Pinjaman (Kredit) Bank % 0%
b.Equitas % 100%
7 BUNGA PINJAMAN (KREDIT)
7.1 Investasi Barang Modal %/Thn 9,0%
7.2 Modal Kerja %/Thn 9,0%
8 Nilai Tukar Mata Uang Rp. / RMB 2.300 2.300 2.300 2.300 2.300 2.300
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 143
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk. Lampiran : B
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN
PROYEKSI BIAYA PRODUKSI
dalam Rupiah
Tahun 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Tahun Operasi Ke… 1 2 3 4 5 6
Jumlah Bulan 6 12 12 12 12 12
Rencana Produksi : (Methomyl 98% Technical)
a. Line 1 Kg 550.000 1.200.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000 2.000.000
b. Line 2 Kg 886.000 1.330.000 2.000.000
Total 550.000 1.200.000 2.000.000 2.886.000 3.330.000 4.000.000
Rencana Produksi : (Methomyl 40 SP Formulation)
a. Line 1 Kg 1.347.500 2.940.000 4.900.000 4.900.000 4.900.000 4.900.000
b. Line 2 Kg 0 0 0 2.170.700 3.258.500 4.900.000
Total 1.347.500 2.940.000 4.900.000 7.070.700 8.158.500 9.800.000
BIAYA VARIABEL
a. Biaya Bahan Mentah
- Methomyl 40SP Formulation 55.680.207.832 121.484.089.814 210.572.422.345 316.010.245.662 379.212.294.794 473.730.674.578
b. Tenaga Kerja Langsung 4.368.000.000 14.784.000.000 18.024.160.000 28.621.824.000 33.123.798.400 38.781.080.800
c. Biaya Manajemen Ousourcing 218.400.000 739.200.000 901.208.000 1.431.091.200 1.656.189.920 1.939.054.040
d. Biaya Utilitas 5.935.683.600 12.950.582.400 21.584.304.000 31.146.150.672 35.937.866.160 43.168.608.000
Total Biaya Variable 66.202.291.432 149.957.872.214 251.082.094.345 377.209.311.534 449.930.149.274 557.619.417.418
BIAYA TETAP
a. Gaji/upah dan tunjangan karyawan 4.725.000.000 11.880.000.000 14.520.000.000 17.569.200.000 21.668.680.000 25.768.160.000
b. Biaya Pemeliharaan 517.837.031 1.090.056.462 1.090.056.462 2.071.468.133 2.071.468.133 2.071.468.133
c Biaya Produksi Percobaan (Trial Cost) 775.143.615 413.211.190 0 838.395.334 0 0
Total Biaya Tetap 6.017.980.646 13.383.267.652 15.610.056.462 20.479.063.467 23.740.148.133 27.839.628.133
TOTAL BIAYA PRODUKSI 72.220.272.078 163.341.139.867 266.692.150.808 397.688.375.001 473.670.297.408 585.459.045.551
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 144
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk. Lampiran : C
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN
PROYEKSI BIAYA POKOK PENJUALAN DAN PIUTANG
dalam Rupiah
Tahun 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Tahun Operasi Ke… 1 2 3 4 5 6
1. PENJUALAN
1.1 Volume Produksi :
- Methomyl 40SP Formulation Kg 1.347.500 2.940.000 4.900.000 7.070.700 8.158.500 9.800.000
1.2 Persediaan
- Methomyl 40SP Formulation Kg 336.875 367.500 612.500 883.838 1.019.813 1.225.000
1.3 Volume Penjualan
- Methomyl 40SP Formulation Kg 1.010.625 2.909.375 4.655.000 6.799.363 8.022.525 9.594.813
1.4 Penjualan
- Methomyl 40SP Formulation Rp. 65.084.250.000 196.731.937.500 321.066.522.000 478.347.717.097 575.687.448.564 702.283.307.328
Total Rp. 65.084.250.000 196.731.937.500 321.066.522.000 478.347.717.097 575.687.448.564 702.283.307.328
2. PIUTANG DAGANG 60 21.694.750.000 32.788.656.250 53.511.087.000 79.724.619.516 95.947.908.094 117.047.217.888
3. BIAYA POKOK PENJUALAN (COGS)
- Biaya Produksi 72.220.272.078 163.341.139.867 266.692.150.808 397.688.375.001 473.670.297.408 585.459.045.551
- Persediaan Produk Jadi 45 18.055.068.019 20.417.642.483 33.336.518.851 49.711.046.875 59.208.787.176 73.182.380.694
- Biaya Pokok Penjualan (Cost of Goods Sold) 54.165.204.058 160.978.565.403 253.773.274.440 381.313.846.977 464.172.557.107 571.485.452.033
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 145
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk. Lampiran : D
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN
PENYUSUTAN, BIAYA PEMELIHARAAN
DAN BIAYA ASURANSI AKTIVA TETAP
dalam Rupiah
BIAYA PENYUSUTAN 2025 2026 2027 2028 2029 2030
PEROLEHAN % 0,50
A. Penyusutan
Line-1 (2025)
1.Tanah 61.576.200.000
2.Bangunan dan Sarana Pelengkap 88.887.336.411 5,00% 2.222.183.410 4.444.366.821 4.444.366.821 4.444.366.821 4.444.366.821 4.444.366.821
3.Mesin dan Peralatan Produksi 81.345.572.140 6,25% 2.542.049.129 5.084.098.259 5.084.098.259 5.084.098.259 5.084.098.259 5.084.098.259
4.Mesin dan Peralatan Utilitas Penunjang Produksi 22.059.520.144 5,00% 551.488.004 1.102.976.007 1.102.976.007 1.102.976.007 1.102.976.007 1.102.976.007
SUB TOTAL 253.868.628.695 5.315.720.543 10.631.441.086 10.631.441.086 10.631.441.086 10.631.441.086 10.631.441.086
Mesin Formulasi 2 (2026)
Mesin 5.438.240.000 6,25% 339.890.000 339.890.000 339.890.000 339.890.000 339.890.000
Line-2 (2028)
Bangunan 15.000.000.000 5,00% 750.000.000 750.000.000 750.000.000
Mesin dan peralatan produksi 72.331.646.960 6,25% 4.520.727.935 4.520.727.935 4.520.727.935
SUB TOTAL 87.331.646.960 0 0 0 5.270.727.935 5.270.727.935 5.270.727.935
B. Amortisasi Biaya
Line-1 (2025)
Biaya Perijinan 410.000.000 20% 41.000.000 82.000.000 82.000.000 82.000.000 82.000.000 41.000.000
SUB TOTAL 410.000.000 41.000.000 82.000.000 82.000.000 82.000.000 82.000.000 41.000.000
TOTAL PENYUSUTAN AMORTISASI BIAYA 341.610.275.655 5.356.720.543 11.053.331.086 11.053.331.086 16.324.059.021 16.324.059.021 16.283.059.021
C. BIAYA PEMELIHARAAN
Line-1 (2025)
1.Bangunan dan Sarana Pelengkap 88.887.336.411 0,25% 111.109.171 222.218.341 222.218.341 222.218.341 222.218.341 222.218.341
2.Mesin dan Peralatan Produksi 81.345.572.140 1,0% 406.727.861 813.455.721 813.455.721 813.455.721 813.455.721 813.455.721
3.Mesin dan Peralatan Utilitas Penunjang Produksi 22.059.520.144 1,0% 220.595.201 220.595.201 220.595.201
SUB TOTAL 192.292.428.695 517.837.031 1.035.674.062 1.035.674.062 1.256.269.264 1.256.269.264 1.256.269.264
Mesin Formulasi 2 (2026)
Mesin 5.438.240.000 1,0% 54.382.400 54.382.400 54.382.400 54.382.400 54.382.400
Line-2 (2028)
1.Bangunan dan Sarana Pelengkap 15.000.000.000 0,3% 37.500.000 37.500.000 37.500.000
2.Mesin dan Peralatan Produksi 72.331.646.960 1,0% 723.316.470 723.316.470 723.316.470
SUB TOTAL 87.331.646.960 0 0 0 760.816.470 760.816.470 760.816.470
TOTAL BIAYA PEMELIHARAAN 279.624.075.655 517.837.031 1.090.056.462 1.090.056.462 2.071.468.133 2.071.468.133 2.071.468.133
D. ASURANSI AKTIVA TETAP
Line-1 (2025) Bangunan 88.887.336.411 0,28% 125.139.979 250.279.957 250.279.957 250.279.957 250.279.957 250.279.957
Line-1 (2025) Mesin 103.405.092.284 0,28% 145.578.457 291.156.914 291.156.914 291.156.914 291.156.914 291.156.914
Mesin Formulasi 2 (2026) 5.438.240.000 0,28% 15.312.410 15.312.410 15.312.410 15.312.410 15.312.410
Line-2 (2028) Bangunan 15.000.000.000 0,28% 42.235.480 42.235.480 42.235.480
Line-2 (2028) Mesin 72.331.646.960 0,28% 203.663.656 203.663.656 203.663.656
TOTAL PREMI ASURANSI 192.292.428.695 270.718.436 556.749.282 556.749.282 802.648.418 802.648.418 802.648.418
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 146
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk. Lampiran : E
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN
MODAL KERJA PENDAHULUAN
dalam Rupiah
MK Dibutuhkan
Biaya/bulan MK Pendahuluan
(bln)
1. Persediaan Bahan Mentah 9.280.034.639 1,50 13.920.051.958
2. Persediaan Produk Jadi 12.036.712.013 1,50 18.055.068.019
3. Biaya Produksi 12.036.712.013 1,00 12.036.712.013
4. Piutang Usaha 9.027.534.010 2,00 18.055.068.019
5. Hutang Usaha 9.027.534.010 2,00 (18.055.068.019)
Sub Total 51.408.526.684 44.011.831.990
KONTINGENSI 5% 2.200.591.600
Total Modal Kerja Dibutuhkan 46.212.423.590
Dibulatkan 46.212.000.000
Pendanaan
- Pinjaman (Kredit) Bank 0% -
- Equitas 100% 46.212.000.000
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 147
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk. Lampiran : F
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN
PROYEKSI LABA RUGI
dalam Rupiah
2025 2026 2027 2028 2029 2030
6
Penjualan 65.084.250.000 196.731.937.500 321.066.522.000 478.347.717.097 575.687.448.564 702.283.307.328
Biaya Pokok Penjualan (Cost of Good Sold) 54.165.204.058 160.978.565.403 253.773.274.440 381.313.846.977 464.172.557.107 571.485.452.033
Laba (Rugi) Kotor / Gross Profit (Loss) 10.919.045.942 35.753.372.097 67.293.247.560 97.033.870.120 111.514.891.457 130.797.855.295
Biaya Operasional
- Biaya Pemasaran (Marketing ) 650.842.500 3.934.638.750 6.421.330.440 9.566.954.342 11.513.748.971 14.045.666.147
- Biaya Administrasi & Umum 525.000.000 1.320.000.000 1.452.000.000 1.597.200.000 1.756.920.000 1.932.612.000
- Premi Asuransi Aktiva Tetap 270.718.436 556.749.282 556.749.282 802.648.418 802.648.418 802.648.418
- Pajak Bumi & Bangunan (PBB) 0,50% 752.317.682 752.317.682 752.317.682 827.317.682 827.317.682 827.317.682
Total Biaya Operasional : 2.198.878.618 6.563.705.714 9.182.397.404 12.794.120.442 14.900.635.071 17.608.244.246
Laba (Rugi Operasional) 8.720.167.324 29.189.666.384 58.110.850.157 84.239.749.678 96.614.256.386 113.189.611.049
Penyusutan dan Amortisasi Biaya 5.356.720.543 11.053.331.086 11.053.331.086 16.324.059.021 16.324.059.021 16.283.059.021
Laba (Rugi sebelum Bunga Kredit Bank 3.363.446.781 18.136.335.297 47.057.519.070 67.915.690.657 80.290.197.364 96.906.552.027
BUNGA KREDIT BANK
- Kredit Bank (Investasi) - Line 1 9% 12.181.500.000 12.181.500.000 12.181.500.000 9.976.500.000 5.319.000.000 1.433.250.000
- Kredit Bank (Modal Kerja) -
Total Biaya Bunga Kredit 12.181.500.000 12.181.500.000 12.181.500.000 9.976.500.000 5.319.000.000 1.433.250.000
LLABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (8.818.053.219) 5.954.835.297 34.876.019.070 57.939.190.657 74.971.197.364 95.473.302.027
Perkiraan Pajak Pendapatan 22,00% - - 7.042.816.253 12.746.621.945 16.493.663.420 21.004.126.446
LABA (RUGI) BERSIH (8.818.053.219) 5.954.835.297 27.833.202.818 45.192.568.712 58.477.533.944 74.469.175.581
Rasio Laba (Rugi) / Penjualan -13,5% 3,0% 8,7% 9,4% 10,2% 10,6%
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 148
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk. Lampiran : G
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN
PROYEKSI ARUS KAS (CASH FLOW PROJECTION)
dalam Rupiah
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
SUMBER DANA (SOURCES of FUND):
Laba (Rugi) sebelum Bunga Bank 3.363.446.781 18.136.335.297 47.057.519.070 67.915.690.657 80.290.197.364 96.906.552.027
Penyusutan dan Amortisasi Biaya 5.356.720.543 11.053.331.086 11.053.331.086 16.324.059.021 16.324.059.021 16.283.059.021
Sub total 8.720.167.324 29.189.666.384 58.110.850.157 84.239.749.678 96.614.256.386 113.189.611.049
Equitas
- Investasi Barang Modal (Line 1) 118.928.628.695 87.331.646.960
- Investasi Barang Modal (Line 2)
- Modal Kerja 46.212.000.000
Kredit Bank
- Investasi Barang Modal (Line 1) 135.350.000.000
- Investasi Barang Modal (Line 2)
- Modal Kerja
TOTAL SUMBER DANA 0 309.210.796.019 29.189.666.384 58.110.850.157 171.571.396.638 96.614.256.386 113.189.611.049
PENGGUNAAN DANA (USES OF FUND) :
1 Pengeluaran untuk Aktiva Tetap (Capital expenditures) 254.278.628.695 5.438.240.000 0 87.331.646.960 0 0
2. Perubahan Modal Kerja
- (Turun) Naik Piutang Usaha 21.694.750.000 11.093.906.250 20.722.430.750 26.213.532.516 16.223.288.578 21.099.309.794
- (Turun) Naik Persediaan 31.975.119.977 3.628.033.733 24.054.917.934 29.554.255.939 17.397.996.442 25.788.390.991
- Naik (Turun) Hutang Usaha -18.560.069.277 -1.687.279.025 -14.848.055.422 -17.572.970.553 -10.533.674.855 -15.753.063.297
3. Angsuran Pokok Kredit Bank
- Line 1 49.000.000.000 54.500.000.000 31.850.000.000
- Line 2
- Working Capital
4. Pembayaran Bunga Kredit Bank
- Line 1 12.181.500.000 12.181.500.000 12.181.500.000 9.976.500.000 5.319.000.000 1.433.250.000
- Line 2
- Modal Kerja 0 0 0 0 0 0
5. Pajak Pendapatan 0 0 7.042.816.253 12.746.621.945 16.493.663.420
TOTAL PENGGUNAAN DANA : 0 301.569.929.395 30.654.400.958 42.110.793.262 191.545.781.115 95.653.232.109 80.911.550.908
ARUS KAS BERSIH (NET CASH FLOW) + ; (-) 0 7.640.866.624 -1.464.734.574 16.000.056.894 -19.974.384.476 961.024.277 32.278.060.141
SALDO KAS AKHIR TAHUN 0 7.640.866.624 6.176.132.050 22.176.188.944 2.201.804.468 3.162.828.744 35.440.888.885
DEBT SERVICE TIME COVERAGE RATIO (DSCR) 1,63 1,51 2,82 1,04 1,05 2,06
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 149
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk. Lampiran : H
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN
PROYEKSI NERACA PER 31 DESEMBER
dalam Rupiah
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
ASET LANCAR
Kas 0 7.640.866.624 6.176.132.050 22.176.188.944 2.201.804.468 3.162.828.744 35.440.888.885
Piutang Usaha 21.694.750.000 32.788.656.250 53.511.087.000 79.724.619.516 95.947.908.094 117.047.217.888
Persediaan Produk Jadi 18.055.068.019 20.417.642.483 33.336.518.851 49.711.046.875 59.208.787.176 73.182.380.694
Persediaan Bahan Mentah 13.920.051.958 15.185.511.227 26.321.552.793 39.501.280.708 47.401.536.849 59.216.334.322
Total aset lancar 0 61.310.736.601 74.567.942.010 135.345.347.588 171.138.751.567 205.721.060.864 284.886.821.790
ASET TIDAK LANCAR
Aset Tetap
1.Tanah 61.576.200.000 61.576.200.000 61.576.200.000 61.576.200.000 61.576.200.000 61.576.200.000
2.Bangunan dan Sarana Pelengkap 88.887.336.411 88.887.336.411 88.887.336.411 103.887.336.411 103.887.336.411 103.887.336.411
3.Mesin dan Peralatan Produksi 81.345.572.140 86.783.812.140 86.783.812.140 159.115.459.100 159.115.459.100 159.115.459.100
4.Mesin dan Peralatan Utilitas Penunjang Produksi 22.059.520.144 22.059.520.144 22.059.520.144 22.059.520.144 22.059.520.144 22.059.520.144
5. Pre-Operating Expenses (Biaya Perijinan) 410.000.000 410.000.000 410.000.000 410.000.000 410.000.000 410.000.000
Sub total nilai perolehan 0 254.278.628.695 259.716.868.695 259.716.868.695 347.048.515.655 347.048.515.655 347.048.515.655
Akumulasi Penyusutan 5.356.720.543 16.410.051.630 27.463.382.716 43.787.441.738 60.111.500.759 76.394.559.781
Total Nilai Buku Aset Tetap 0 248.921.908.152 243.306.817.065 232.253.485.979 303.261.073.917 286.937.014.896 270.653.955.874
TOTAL ASET 0 310.232.644.753 317.874.759.075 367.598.833.567 474.399.825.484 492.658.075.759 555.540.777.664
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Hutang Usaha 18.560.069.277 20.247.348.302 35.095.403.724 52.668.374.277 63.202.049.132 78.955.112.430
Pinjaman Jangka Panjang Porsi Jangka Pendek ( Line 1 )
Pinjaman Jangka Panjang Porsi Jangka Pendek ( Line 2 )
Hutang Pajak Pendapatan 0 0 7.042.816.253 12.746.621.945 16.493.663.420 21.004.126.446
Total Liabilitas Lancar 0 18.560.069.277 20.247.348.302 42.138.219.977 65.414.996.221 79.695.712.553 99.959.238.876
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Hutang Jangka Panjang dikurangi Porsi Jangka Pendek
- Line 1 135.350.000.000 135.350.000.000 135.350.000.000 86.350.000.000 31.850.000.000 0
- Line 2
Total Liabilities Tidak Lancar 0 135.350.000.000 135.350.000.000 135.350.000.000 86.350.000.000 31.850.000.000 0
EKUTAS
Modal Saham (Equity) 0 165.140.628.695 165.140.628.695 165.140.628.695 252.472.275.655 252.472.275.655 252.472.275.655
Akumulasi Laba (Rugi) (8.818.053.219) (2.863.217.922) 24.969.984.895 70.162.553.608 128.640.087.552 203.109.263.133
Total Ekuitas 0 156.322.575.475 162.277.410.773 190.110.613.590 322.634.829.262 381.112.363.207 455.581.538.788
TOTAL LIABILITIES AND EKUITAS 0 310.232.644.753 317.874.759.075 367.598.833.567 474.399.825.484 492.658.075.759 555.540.777.664
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 150
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk. Lampiran : I
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN
RASIO FINANSIAL (FINANCIAL RATIO )
2025 2026 2027 2028 2029 2030
1. PROFIBILITY RATIO
Gross Profit to sales 16,78% 18,17% 20,96% 20,29% 19,37% 18,62%
Profit Margin to sales -13,55% 3,03% 10,86% 12,11% 13,02% 13,59%
Operating Ratio 86,60% 85,16% 81,90% 82,39% 83,22% 83,88%
Net Profit to sales -13,55% 3,03% 8,67% 9,45% 10,16% 10,60%
Return On Investment (ROI) -3,47% 2,29% 10,72% 13,02% 16,85% 21,46%
Return On Assets (ROA) -2,84% 1,87% 7,57% 9,53% 11,87% 13,40%
Return On Equity (ROE) -5,64% 3,67% 14,64% 14,01% 15,34% 16,35%
Profitability Index (PI) 1,14
2. LIQUDITY RATIO
Current Ratio 3,30 3,68 3,21 2,62 2,58 2,85
Quick Ratio 1,58 1,92 1,80 1,25 1,24 1,53
Cash Ratio 0,41 0,31 0,53 0,03 0,04 0,35
3. LEVERAGE:
Debt Service Coverage Ratio (DSCR) 1,63 1,51 2,82 1,04 1,05 2,06
Interest Service Coverage Ratio (ISCR) 0,28 1,49 3,86 6,81 15,09 67,61
Debt Equity Ratio 98% 96% 93% 47% 29% 22%
Debt to Assets Ratio 49,61% 48,95% 48,28% 31,99% 22,64% 17,99%
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 151
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk. Lampiran : J
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN
ANALISA BREAK EVEN (BREAK EVEN POINT ANALYSIS)
dalam Rupiah
2025 2026 2027 2028 2029 2030
PENJUALAN 65.084.250.000 196.731.937.500 321.066.522.000 478.347.717.097 575.687.448.564 702.283.307.328
BIAYA TETAP
- Biaya Produksi Tetap 6.017.980.646 13.383.267.652 15.610.056.462 20.479.063.467 23.740.148.133 27.839.628.133
- Biaya Adm. & Umum 1.548.036.118 2.629.066.964 2.761.066.964 3.227.166.100 3.386.886.100 3.562.578.100
- Penyusutan Aset Tetap 5.356.720.543 11.053.331.086 11.053.331.086 16.324.059.021 16.324.059.021 16.283.059.021
- Bunga Kredit Bank 12.181.500.000 12.181.500.000 12.181.500.000 9.976.500.000 5.319.000.000 1.433.250.000
Total Biaya Tetap 25.104.237.307 39.247.165.702 41.605.954.512 50.006.788.589 48.770.093.255 49.118.515.255
BIAYA VARIABEL
- Biaya ProduksiVariabel 49.651.718.574 148.395.811.046 238.527.989.628 362.733.936.879 442.431.313.453 545.944.260.865
- Biaya Pemasaran 650.842.500 3.934.638.750 6.421.330.440 9.566.954.342 11.513.748.971 14.045.666.147
Total Biaya Tetap 50.302.561.074 152.330.449.796 244.949.320.068 372.300.891.221 453.945.062.424 559.989.927.012
B.E.P. of SALES 110.534.761.292 173.894.419.966 175.496.192.329 225.566.705.681 230.620.833.403 242.422.474.380
B.E.P. of SALES 170% 88% 55% 47% 40% 35%
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Page 152
PT. DELTA GIRI WACANA Tbk. Lampiran : K
PROYEK PABRIK KIMIA KARBAMASI
CIKANDE, PROVINSI BANTEN
FINANCIAL INTERNAL RATE OF RETURN (FIRR)
dalam Rupiah
2025 2026 2027 2028 2029 2030
CASH OUTFLOW:
A. Investasi Barang Modal 254.278.628.695 5.438.240.000 0 87.331.646.960 0 0
B. Modal Kerja 46.212.000.000 13.034.660.958 29.929.293.262 38.194.817.902 23.087.610.165 31.134.637.488
Total Outflow 300.490.628.695 18.472.900.958 29.929.293.262 125.526.464.862 23.087.610.165 31.134.637.488
CASH INFLOW:
A. Laba Bersih -8.818.053.219 5.954.835.297 27.833.202.818 45.192.568.712 58.477.533.944 74.469.175.581
B. Penyusutan & Amortisasi 5.356.720.543 11.053.331.086 11.053.331.086 16.324.059.021 16.324.059.021 16.283.059.021
C. Bunga Kredit Bank 12.181.500.000 12.181.500.000 12.181.500.000 9.976.500.000 5.319.000.000 1.433.250.000
Total Inflow 8.720.167.324 29.189.666.384 51.068.033.904 71.493.127.734 80.120.592.966 92.185.484.603
NET CASH FLOW -291.770.461.371 10.716.765.426 21.138.740.642 -54.033.337.128 57.032.982.801 61.050.847.115
+ Terminal Value 484.364.676.550
TOTAL FREE CASH FLOW -291.770.461.371 10.716.765.426 21.138.740.642 -54.033.337.128 57.032.982.801 545.415.523.665
Tingkat Diskon
HASIL
(WACC)
FIRR (Project) 15,14% Growth Rate
NPV 11,61% 42.731.965.781 2,50%
B/C RATIO 1,12
PAYOUT TIME / POT (YEARS) 9,2
Professional Services in Valuation and Financial Consultancy
Names mentioned 86 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.15 ×2
unresolved
org
KJPP Stefanus Tonny Hardi & Rekan
p.16 ×119
unresolved
org
KJPP Stefanus Tonny Hardi
p.16 ×119
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Rintis
p.16 ×8
unresolved
org
Rianto & Rekan
p.16 ×8
unresolved
org
PT Dharma Guna Wibawa. Tanggal Penilaian
p.16 ×2
unresolved
org
Kementerian Pertanian Republik Rakyat Cina
p.17 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja
p.19 ×9
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.19 ×9
unresolved
person
Yody Suganda
· Direktur
p.30
unresolved
person
Cynthya Hendra
p.30
unresolved
person
Nadya Juliesta.
p.30
unresolved
org
PT Inti Everspring.
p.43 ×3
unresolved
org
PT Inti Everspring. Kompetitor
p.43 ×2
unresolved
org
PT DHARMA GUNA WIBAWA
· Nama Perusahaan
p.47 ×14
unresolved
person
Innovani Damanik
· Notaris
p.53
unresolved
person
Christina Dwi Utami
· Notaris
p.53 ×5
unresolved
org
Kementerian Energi
p.58
unresolved
org
PT DELTA GIRI WACANA LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
p.63
unresolved
person
Setiawan S.H.
· Notaris
p.68
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
p.68
unresolved
org
PT Dharma Guna Wibawa No. Pendaftaran
p.70 ×8
unresolved
org
Menteri Pertanian Republik
p.71
unresolved
org
PT Dharma Guna Wibawa Indonesia
p.71
unresolved
org
Menteri Pertanian
p.71 ×2
unresolved
org
PT Dharma Guna Wibawa Keputusan Menteri
p.71
unresolved
org
Menteri Jenis Pestisida dan Bentuk Formulasi
p.72
unresolved
org
Menteri Pertanian No. Nama Pestisida
p.72
unresolved
org
PT Dharma Guna Wibawa Perizinan Berusaha Nama Produsen
p.73
unresolved
org
Beijing Leili Marine Bioindustry Inc.
p.73
unresolved
org
PT DHARMA GUNA WIBAWA LABA RUGI KOMPREHENSIF
p.75
unresolved
org
Pusat Statistik
p.78 ×8
unresolved
org
Bank Indonesia
p.79 ×14
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.88
unresolved
org
Pusat Statistik Pendapatan
p.89
unresolved
org
Menteri Keuangan Thomas Djiwandono
p.92
unresolved
org
Euromonitor International Ltd
p.97
unresolved
org
Aarti Industries Limited
p.99 ×6
unresolved
org
PT. AKR
p.99 ×6
unresolved
org
PT. Wahana Mas Mulia
p.99 ×3
unresolved
org
PT Graha Jaya TEA
p.99
unresolved
org
PT. Gracindo
p.99 ×2
unresolved
org
PT Siltec Maju Perkasa
p.99 ×2
unresolved
org
PT. Gochem Formulasi
p.99
unresolved
org
PT Dalzon Chemical
p.103 ×2
unresolved
org
PT Mitra Kreasi Dharma
p.103 ×2
unresolved
org
PT Asterindo
p.103 ×2
unresolved
org
PT Indotani
p.103 ×2
unresolved
org
Bank UOB Indonesia Rp.
p.108 ×2
unresolved
org
Menteri Perindustrian Republik Indonesia
p.112
unresolved
org
PT Tunas Mitra Teknik
p.112
unresolved
org
PT Modern Industrial Estat Kawasan Industri Modern Cikande
p.113
unresolved
org
PT. Graha Jaya Pratama
p.114 ×2
unresolved
org
PT. Gracindo Gracinol WP
p.114
unresolved
org
PT. Siltec Maju Perkasa White Carbon
p.114
unresolved
org
PT Syngenta Indonesia
p.121
unresolved
org
PT Bayer Indonesia
p.121
unresolved
org
PT Bina Guna Kimia
p.121
unresolved
org
PT Bima Kimia Nufarm
p.121
unresolved
org
PT Corteva Agriscience
p.121
unresolved
org
PT BASF Indonesia
p.121
unresolved
org
PT UPL Indonesia
p.121
unresolved
org
PT Agricon
p.121
unresolved
org
PT Excel Meg Indonesia
p.121
unresolved
org
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual
p.124
unresolved
org
PT. Graha Jaya Pratama Kinerja
p.133
unresolved
org
PT. Atlantic Sejahtera
p.133
unresolved
org
PT. Gochem Globalindo
p.133
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
31137 ms
12 Sep 2026 22:59
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': '2024-12-31',
'value': None}