Skip to content
Back to announcement

20250603_MUTU_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31891485_lamp2.pdf

Other Text extracted MUTU

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 28

Page 1
                                                               Depok, 3 Juni 2025
Nomor: 4296.77/EXT-MUTU/VI/2025


Kepada Yth:
PT BURSA EFEK INDONESIA
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower I, Lantai 6
Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190


Dengan Hormat,
Kami merujuk pada surat dari Bursa Efek Indonesia (“BEI”) dengan Nomor:
S-05212/BEI.PP3/05-2025 tanggal 27 Mei 2025 perihal Permintaan Penjelasan yang
diterima pada tanggal 27 Mei 2025 (“Surat BEI”).
Berikut adalah jawaban dari kami atas pertanyaan yang disampaikan di dalam Surat
BEI :

1. Berdasarkan CALK 4 Kas dan Setara Kas, Perseroan agar menjelaskan:
   a. Latar belakang penurunan kas sebesar Rp9,61 miliar pada periode tiga
      bulan yang berakhir pada 31 Maret 2025 pada akun-akun kas di bank
      dan deposito berjangka;
   b. Proses bisnis dan kontrol atas penggunaan kas Perseroan, terutama
      pada saldo kas dari dana hasil penawaran umum perdana saham
      Perseroan. Perseroan agar menyampaikan jawaban dalam bentuk
      narasi.
   c. Diketahui melalui Laporan Realisasi Hasil Penawaran Umum PT
      Mutuagung Lestari Tbk pada 31 Desember 2024 (LRPD) bahwa sisa
      dana hasil penawaran umum sebesar Rp31 miliar ditempatkan di
      deposito jangka pendek pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Pada
      periode yang berakhir 31 Maret 2025, saldo deposito jangka pendek
      pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk berjumlah Rp31,2 miliar. Agar
      dijelaskan sifat dan penyebab dari perbedaan sebesar Rp200 juta
      antara LRPD dan LK TW1.
   d. Informasi penggunaan kas berdasarkan adanya penurunan saldo kas
      sebesar Rp9,61 miliar pada periode yang berakhir 31 Maret 2025.
      Perseroan agar menyampaikan jawaban menggunakan format tabel
      sebagai berikut:




                                                                                    Page 1
Page 2
   e.   Perseroan agar memberikan bukti rekening koran yang dapat
        membuktikan adanya transaksi- transaksi pada poin c di atas.
   f.   Informasi ayat jurnal dari penggunaan kas. Perseroan agar
        menyampaikan jawaban menggunakan format jurnal sebagai berikut:




Jawaban
   a. Latar belakang penurunan kas sebesar Rp9,61 miliar pada periode tiga
      bulan yang berakhir pada 31 Maret 2025 pada akun-akun kas di bank
      dan deposito berjangka;
        Jawaban:
        Penurunan kas selama periode 31 Desember 2024 sampai dengan 31 Maret
        2025 disebabkan oleh pengeluaran operasional dan pengeluaran investasi
        aktiva yang secara total melebihi kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas
        operasional. Semua aktivitas tersebut merupakan bagian dari kegiatan
        bisnis yang telah direncanakan dan tercermin dalam laporan keuangan.




                                                                                      Page 2
Page 3
b. Proses bisnis dan kontrol atas penggunaan kas Perseroan, terutama
   pada saldo kas dari dana hasil penawaran umum perdana saham
   Perseroan. Perseroan agar menyampaikan jawaban dalam bentuk
   narasi.
  Jawaban:
  Untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi, PT Mutuagung Lestari
  Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan” atau “MUTU”) mengelola dana hasil
  penawaran umum perdana saham (IPO) dengan mengacu pada ketentuan
  POJK No. 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana
  Hasil Penawaran Umum dan POJK No. 75/POJK.04/2017 tentang Tanggung
  Jawab Direksi atas Laporan Keuangan.
  Hingga tanggal 31 Desember 2024, sisa dana hasil IPO yang belum
  digunakan sebesar Rp31,77 miliar, seluruhnya ditempatkan dalam deposito
  berjangka jangka pendek dan giro di PT Bank Syariah Indonesia Tbk,
  dengan jangka waktu 1 bulan dan sistem perpanjangan otomatis.
  Penempatan dilakukan pada bank yang tidak memiliki hubungan afiliasi
  dengan Perseroan, untuk menjamin prinsip independensi dan menghindari
  benturan kepentingan sebagaimana diatur dalam POJK No. 42
  /POJK.04/2020.
  Sesuai dengan Pasal 6 POJK No. 30/2015, Perseroan telah dan akan terus
  melaporkan penggunaan dana hasil penawaran umum secara berkala
  (setiap 6 bulan sekali) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan publik
  melalui situs resmi Perseroan serta keterbukaan informasi di Bursa Efek
  Indonesia.
  Seluruh proses pengendalian ini merupakan bentuk komitmen Perseroan
  dalam menjaga Good Corporate Governance (GCG) yaitu memastikan
  bahwa penggunaan dana publik dilakukan sesuai rencana yang telah
  diungkapkan Perseroan dalam Prospektus dan sesuai dengan prinsip Good
  Corporate Governance (GCG) guna mendukung pertumbuhan bisnis yang
  berkelanjutan dan memberikan nilai tambah kepada seluruh Pemegang
  Saham


c. Diketahui melalui Laporan Realisasi Hasil Penawaran Umum PT
   Mutuagung Lestari Tbk pada 31 Desember 2024 (LRPD) bahwa sisa
   dana hasil penawaran umum sebesar Rp31 miliar ditempatkan di
   deposito jangka pendek pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Pada
   periode yang berakhir 31 Maret 2025, saldo deposito jangka pendek
   pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk berjumlah Rp31,2 miliar. Agar
   dijelaskan sifat dan penyebab dari perbedaan sebesar Rp200 juta
   antara LRPD dan LK TW1.
  Jawaban:
  Dapat kami sampaikan bahwa tidak terdapat perbedaan terkait jumlah
  deposito yang disajikan dalam Laporan Keuangan per 31 Desember 2024
  dengan jumlah yang tercantum dalam LRPD per 31 Desember 2024.

                                                                            Page 3
Page 4
Pada LRPD per 31 Desember 2024, nilai deposito dilaporkan sebesar Rp31
miliar. Sementara itu, dalam Laporan Keuangan per 31 Desember 2024,
deposito dilaporkan sebesar Rp31,2 miliar, yang terdiri atas deposito MUTU
sebesar Rp31 miliar dan saldo deposito milik entitas anak, yaitu PT Jasa
Mutu Mineral Indonesia (selanjutnya disebut “JAMMIN”), sebesar Rp200 juta.
Dengan demikian, tidak terdapat perbedaan saldo deposito atas nama
MUTU yang dilaporkan dalam LRPD dan Laporan Keuangan.


Terdapat kekeliruan pada pertanyaan mengenai saldo deposito per 31 Maret
2025:




Saldo deposito 31 Maret 2025 yang seharusnya adalah sebesar Rp26 miliar
bukan sebesar Rp31,2 miliar, sebagaimana tercermin pada penjelasan
berikut ini:


Saldo Deposito 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024




                                                                             Page 4
Page 5
  Saldo deposito dibandingkan dengan LRPD Per 31 Desember 2024:




d. Informasi penggunaan kas berdasarkan adanya penurunan saldo kas
   sebesar Rp9,61 miliar pada periode yang berakhir 31 Maret 2025.
   Perseroan agar menyampaikan jawaban menggunakan format tabel
   sebagai berikut:

  Jawaban:
  Dapat kami sampaikan, penurunan saldo kas dan setara kas berdasarkan
  Laporan Arus Kas untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025
  adalah sebesar Rp 9,57 miliar sebagai berikut:




  Tabel kami lampirkan pada link google drive berikut ini:
  https://docs.google.com/spreadsheets/d/1oI-UIAFvZtfrg3OOeOw76qyZLqXF
  QFqICn6APQI8Wyw/edit?gid=195213086#gid=195213086 - lampiran 1d

e. Perseroan agar memberikan bukti rekening koran yang dapat
   membuktikan adanya transaksi- transaksi pada poin c di atas.

  Jawaban:
  Sesuai dengan penjelasan dalam point c diatas, tidak terdapat perbedaan
  terkait jumlah deposito yang disajikan dalam Laporan Keuangan per 31
  Desember 2024 dengan jumlah yang tercantum dalam LRPD per 31
  Desember 2024.



                                                                            Page 5
Page 6
   f. Informasi ayat jurnal dari penggunaan kas. Perseroan agar
      menyampaikan jawaban menggunakan format jurnal sebagai berikut:
      Jawaban:
      Tabel kami lampirkan pada link google drive berikut ini:
      https://docs.google.com/spreadsheets/d/18h1MbmQgslbgKdonm6U8iJs9dvQ
      u4xWl1bsyZmB0bTU/edit?usp=drive_link - lampiran 1f

2. Berdasarkan informasi yang terdapat pada Laporan Laba Rugi dan
   Pendapatan Komprehensif Lainnya dan Laporan Arus Kas, diketahui
   hal-hal sebagai berikut:
   a. Pada periode yang berakhir 31 Maret 2025, Perseroan membukukan
      pendapatan usaha sebesar Rp71,79 miliar. Pada periode yang berakhir
      31 Maret 2024, pendapatan usaha berjumlah Rp60,51 miliar; dan
   b. Pada periode yang berakhir 31 Maret 2025, Perseroan mencatat
      penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp82,60 miliar. Pada periode
      yang berakhir 31 Maret 2024, penerimaan kas dari pelanggan tercatat
      sebesar Rp98,27 miliar.
   Berdasarkan informasi tersebut, Perseroan agar menjelaskan hal-hal
   sebagai berikut:
   a. Latar belakang dari pendapatan usaha yang lebih rendah daripada
      penerimaan kas dari pelanggan;
   b. Informasi mengenai pendapatan yang diakui pada periode yang
      berakhir pada 31 Maret 2025 yang disampaikan menggunakan format
      tabel sebagai berikut:




   c. Informasi mengenai penagihan atas piutang yang telah outstanding
      dari periode-periode sebelumnya yang disampaikan menggunakan
      format tabel sebagai berikut:




                                                                            Page 6
Page 7
d. Kebijakan operasional Perseroan mengenai penjualan kredit dan
   penagihan kepada pelanggan;
e. Kebijakan/SOP/petunjuk     teknis   akuntansi    Perseroan     mengenai
   pengakuan pendapatan.


Jawaban:
a. Latar belakang dari pendapatan usaha yang lebih rendah daripada
   penerimaan kas dari pelanggan;
   Jawaban:
   Pendapatan usaha yang lebih rendah dibandingkan dengan penerimaan kas
   pada periode yang berakhir 31 Maret 2025 disebabkan oleh adanya
   intensifikasi upaya penagihan serta perbaikan dalam sistem pengelolaan
   piutang pada Kuartal I tahun 2025. Hal ini mendorong percepatan pelunasan
   piutang oleh pelanggan atas transaksi penjualan yang terjadi pada tahun
   sebelumnya, sehingga berdampak pada meningkatnya jumlah penerimaan
   kas dari pelanggan selama periode tersebut.


b. Informasi mengenai pendapatan yang diakui pada periode yang
   berakhir pada 31 Maret 2025 yang disampaikan menggunakan format
   tabel.

   Jawaban:
   Tabel kami lampirkan pada link google drive sebagai berikut:
   https://docs.google.com/spreadsheets/d/1VEqvFtq9bHJa8HX82gWtV3_5dy
   WSEkQRJkw0Z0NKVJs/edit?gid=0#gid=0
   lampiran 2b

c. Informasi mengenai penagihan atas piutang yang telah outstanding
   dari periode-periode sebelumnya yang disampaikan menggunakan
   format tabel sebagai berikut:

   Jawaban:
   Tabel kami lampirkan pada link google drive sebagai berikut:
   https://docs.google.com/spreadsheets/d/1d3IOLrTee-Ki5az1B3aN7Yf6M0uCx
   4tk/edit?gid=1188897480#gid=1188897480 lampiran 2c
                                                                               Page 7
Page 8
d. Kebijakan operasional Perseroan mengenai penjualan kredit dan
   penagihan kepada pelanggan;
   Jawaban:
   Perusahaan menetapkan kebijakan penjualan kredit sebagai bagian dari
   strategi untuk mendorong pertumbuhan penjualan, mempertahankan
   hubungan jangka panjang dengan Customer dan menjaga kelancaran arus
   kas Perseroan. Kebijakan ini disusun dengan mempertimbangkan prinsip
   kehati-hatian dalam pengelolaan risiko piutang serta kepatuhan terhadap
   standar akuntansi yang berlaku.

   Fasilitas kredit tidak diberikan secara umum kepada seluruh Customer,
   melainkan berdasarkan sejumlah pertimbangan, antara lain: riwayat kerja
   sama sebelumnya, kapasitas pembayaran, serta klasifikasi Customer.
   Customer yang termasuk perusahaan swasta Grup Besar, BUMN, atau
   instansi pemerintah, pada umumnya memiliki sistem dan ketentuan
   pembayaran tersendiri yang diperhitungkan dalam penentuan syarat kredit.

   Seluruh piutang usaha dipantau secara berkala dan melibatkan Divisi Teknis
   melalui rapat koordinasi meeting yang rutin dilaksanakan untuk memantau
   perkembangan penagihan dan status pembayaran Customer.

   Sebagaimana Perusahaan TIC pada umumnya, MUTU memiliki sekitar 4000
   Customer aktif. Untuk itu, proses penagihan piutang dilakukan secara
   bertahap dan terstruktur guna memastikan efektivitas pengelolaan piutang
   usaha. Adapun proses penagihan yang dilakukan yaitu reminder ke
   Customer melalui whatsapp dan telepon, Email Massal, Kunjungan
   Penagihan, Negosiasi ulang, Surat Penagihan Resmi, hingga penangguhan
   pelayanan apabila updaya penagihan yang sudah dilakukan tidak
   memberikan hasil.

   Sebagai bagian dari pengelolaan risiko, perusahaan juga menerapkan
   kebijakan penyisihan atas potensi kerugian piutang sesuai ketentuan dalam
   PSAK 71.

e. Kebijakan/SOP/petunjuk      teknis   akuntansi    Perseroan    mengenai
   pengakuan pendapatan
   Jawaban:
   Merujuk pada LK Q1 Tahun 2025 yang telah disampaikan oleh Perseroan,
   maka Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Grup (MUTU &
   JAMMIN) perkirakan menjadi haknya dalam kontrak dengan pelanggan dan
   tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga. Grup (MUTU &
   JAMMIN) mengakui pendapatan ketika mengalihkan pengendalian barang
   atau jasa kepada pelanggan.
   Grup mengakui pendapatan utama sebagai berikut:
    1. Jasa pengujian laboratorium
    2. Jasa sertifikasi produk
    3. Jasa surveyor dan inspeksi teknis.

                                                                                Page 8
Page 9
      Jasa pengujian laboratorium
      Pendapatan jasa pengujian laboratorium diakui pada suatu titik waktu, yakni
      pada saat jasa diberikan dan Grup (MUTU & JAMMIN) telah menerbitkan
      lembar hasil uji.
      Jasa sertifikasi produk
      Pendapatan jasa sertifikasi produk diakui pada suatu titik waktu, yakni pada
      saat jasa diberikan dan Grup (MUTU & JAMMIN) telah menerbitkan sertifikat
      dan korespondensi audit.
      Jasa surveyor dan inspeksi teknis
      Pendapatan jasa surveyor dan inspeksi teknis diakui pada suatu titik waktu,
      yakni pada saat jasa diberikan dan Grup (MUTU & JAMMIN) telah
      menerbitkan berita acara pelaksanaan survey/inspeksi.

3. Berdasarkan informasi yang terdapat pada CALK 5 tentang Piutang Usaha,
   diketahui informasi sebagai berikut:




    a. Terdapat peningkatan Rp5,4 miliar sejak per 31 Desember 2024 pada
       piutang usaha yang telah lewat jatuh tempo selama 61-90 hari;
    b. Terdapat peningkatan Rp1,98 miliar sejak per 31 Desember 2024 pada
       piutang usaha yang telah lewat jatuh tempo selama lebih dari 90 hari;
       dan
    c. Pada periode yang berakhir 31 Maret 2025, Perseroan membentuk
       tambahan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar
       Rp430,31 juta.
  Berdasarkan informasi tersebut, Perseroan agar menjelaskan hal-hal
  sebagai berikut:
  a. Latar belakang peningkatan piutang usaha yang telah jatuh tempo;
  b. Informasi piutang berdasarkan risk profiling Perseroan dengan
     informasi jumlah piutang, alokasi CKPN, dan jumlah hari lewat jatuh
     tempo/days past due (DPD). Perseroan agar menyampaikan informasi
     tersebut menggunakan format tabel sebagai berikut:


                                                                                     Page 9
Page 10
   c. Penjelasan Perseroan atas kecukupan dari CKPN yang dibentuk atas
      piutang usaha pada periode 31 Maret 2025 dan bagaimana Perseroan
      meyakini kecukupan dari CKPN yang dibentuk;
   d. Kebijakan akuntansi Perseroan          terkait   perhitungan   CKPN    dan
      penghapusbukuan CKPN.

Jawaban:
   a. Latar belakang peningkatan piutang usaha yang telah jatuh tempo;
      Jawaban:
      - Umur 61-90 hari mengalami kenaikan Rp 5,4 miliar:
      Saldo piutang pada kategori umur 61–90 hari meningkat sebesar Rp5,4
      miliar, mencerminkan adanya penjualan pada bulan Desember 2024 yang
      masih dalam proses pelunasan oleh pelanggan. Sebagian pelanggan
      tersebut merupakan pihak yang berafiliasi dengan instansi pemerintah, di
      mana proses pembayaran umumnya memerlukan waktu antara 3 hingga 6
      bulan.


      - Umur > 90 hari mengalami kenaikan sebesar Rp 1,98 miliar
      Saldo piutang dengan umur lebih dari 90 hari mengalami peningkatan
      sebesar Rp1,98 miliar, yang mencerminkan adanya penjualan pada
      November 2024 yang masih dalam proses pelunasan. Kenaikan ini terutama
      berasal dari kategori piutang berumur 90–120 hari, dengan kontribusi dari
      pelanggan sektor swasta dan instansi pemerintahan.
      MUTU memiliki basis pelanggan yang luas dan beragam, dengan
      karakteristik dan kemampuan pembayaran yang bervariasi. Di tengah
      tekanan ekonomi global, Perseroan tetap optimis bahwa pelanggan akan
      memenuhi kewajibannya seiring membaiknya kondisi ekonomi. Sebagai
      upaya menjaga kualitas piutang, Mutu terus memperkuat komunikasi,
      membangun kerja sama yang konstruktif, serta menerapkan sistem
      penagihan yang adaptif dan responsif.
      .

                                                                                   Page 10
Page 11
b. Informasi piutang berdasarkan risk profiling Perseroan dengan
   informasi jumlah piutang, alokasi CKPN, dan jumlah hari lewat jatuh
   tempo/days past due (DPD). Perseroan agar menyampaikan informasi
   tersebut menggunakan format tabel sebagai berikut:

  Jawaban:

         Segmen
    No   Operasi                Jumlah Piutang per Bucket DPD        Alokasi CKPN per Bucket DPD (Rp)
                           Kurang dari 1-30 hari   20.255.872.272 Kurang dari 1-30 hari     748.836.515

         Pengujian         31-60 hari               2.541.922.160 31-60 hari                237.456.740
     1
         laboratorium      61-90 hari               5.773.390.159 61-90 hari                767.680.091
                           > 90 hari                8.067.539.595 > 90 hari               4.845.981.633
                           Kurang dari 1-30 hari   13.471.857.952 Kurang dari 1-30 hari     516.501.446

         Ser�fikasi         31-60 hari               2.226.018.564 31-60 hari                207.946.222
     2
         produk            61-90 hari               1.020.918.415 61-90 hari                257.169.741
                           > 90 hari                9.610.629.460 > 90 hari               7.072.532.416
                           Kurang dari 1-30 hari   10.324.739.728 Kurang dari 1-30 hari     373.344.711

         Surveyor dan 31-60 hari                    2.839.888.644 31-60 hari                265.291.640
     3
         inspeksi teknis 61-90 hari                 1.934.062.465 61-90 hari                135.750.178
                           > 90 hari               11.774.277.711 > 90 hari               5.772.879.488
                        Total                      89.841.117.125                         21.201.370.821



c. Penjelasan Perseroan atas kecukupan dari CKPN yang dibentuk atas
   piutang usaha pada periode 31 Maret 2025 dan bagaimana Perseroan
   meyakini kecukupan dari CKPN yang dibentuk;
   Jawaban:

   Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) piutang usaha
   dilakukan berdasarkan evaluasi manajemen atas kolektibilitas piutang,
   dengan mempertimbangkan analisa umur piutang. Piutang dengan umur
   yang lebih panjang dikenakan persentase CKPN yang lebih tinggi. Untuk
   saldo piutang yang signifikan dan telah melewati jangka waktu penagihan,
   Perseroan melakukan penilaian individual berdasarkan informasi keuangan
   dan kondisi usaha pelanggan. Manajemen meyakini bahwa CKPN yang
   dibentuk per 31 Maret 2025 telah memadai dan secara berkala melakukan
   penelaahan untuk menyesuaikan dengan kondisi keuangan pelanggan dan
   perubahan ekonomi.




                                                                                                  Page 11
Page 12
  d. Kebijakan akuntansi Perseroan            terkait   perhitungan     CKPN     dan
     penghapusbukuan CKPN.
     Jawaban:
     Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL piutang
     usaha. Tingkat provisi didasarkan pada hari lewat jatuh tempo untuk
     pengelompokan berbagai segmen pelanggan yang memiliki pola kerugian yang
     serupa.
     Matriks provisi awalnya didasarkan pada tingkat default yang diamati secara
     historis. Perusahaan     akan mengkalibrasi matriks untuk menyesuaikan
     pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi berwawasan ke depan.
     Misalnya, jika prakiraan kondisi ekonomi (yaitu, produk domestic bruto)
     diperkirakan akan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan
     peningkatan jumlah default, maka tingkat default historis disesuaikan. Pada
     setiap tanggal pelaporan, tingkat default yang diamati secara historis diperbarui
     dan perubahan dalam estimasi berwawasan ke depan dianalisis.
     Penghapusbukuan piutang dilakukan apabila manajemen meyakini bahwa
     piutang tersebut tidak dapat tertagih, misalnya akibat kepailitan pelanggan.
     Saldo piutang yang dihapus dibandingkan dengan CKPN yang telah dibentuk,
     dan jika belum seluruhnya dicadangkan, selisihnya dibebankan sebagai
     kerugian penurunan nilai pada laporan laba rugi tahun berjalan.


4. Pada CALK 5 Piutang Usaha halaman 41 Laporan Keuangan PT Mutuagung
   Lestari Tbk untuk periode yang berakhir pada 31 Maret 2025, terdapat
   kesalahan penjumlahan pada saldo komparatif 31 Desember 2024 sebagai
   berikut:




  Berdasarkan informasi tersebut, Perseroan agar menjelaskan hal-hal
  sebagai berikut:
  a. Langkah yang akan diambil Perseroan untuk memperbaiki kesalahan
     penyajian pada Laporan Keuangan Triwulan I;
  b. Kebijakan pengendalian intern Perseroan atas pelaporan keuangan
     untuk memastikan kebenaran informasi yang disajikan dalam laporan
     keuangan yang tidak diaudit.

                                                                                         Page 12
Page 13
Jawaban:
a. Langkah yang akan diambil Perseroan untuk memperbaiki kesalahan
   penyajian pada Laporan Keuangan Triwulan I
   Jawaban:
   Tidak ada kesalahan penjumlahan untuk saldo komparatif 31 Desember
   2024.
    1. Subtotal sebesar Rp 100,64 miliar merupakan penjumlahan atas saldo
       piutang pihak ketiga saja.




    2. Selanjutnya subtotal dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan
       nilai sebesar Rp 20,771 miliar, dan menghasilkan piutang pihak ketiga
       – bersih senilai Rp 79,875 miliar




    3. Total sebesar Rp 79.888.009.263 merupakan penjumlahan dari piutang
       pihak berelasi sebesar Rp 12.071.491 dan Piutang pihak ketiga bersih
       sebesar Rp 79.875.937.772




                                                                               Page 13
Page 14
    b. Kebijakan pengendalian intern Perseroan atas pelaporan keuangan
       untuk memastikan kebenaran informasi yang disajikan dalam laporan
       keuangan yang tidak diaudit.
       Jawaban:
       Berdasarkan POJK No. 21/POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman
       Tata Kelola Perusahaan Terbuka, Perusahaan Terbuka diwajibkan untuk
       mengungkapkan informasi mengenai penerapan aspek, prinsip, dan
       rekomendasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate
       Governance).
       Selain itu, sesuai dengan POJK No. 56/POJK.04/2015 tentang
       Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal,
       Perusahaan Terbuka diwajibkan untuk membentuk Unit Audit Internal yang
       independen dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama.
       Dalam Piagam Audit Internal Perseroan yang telah disampaikan, salah satu
       tugas utama Unit Audit Internal adalah melakukan pemeriksaan dan
       penilaian atas efisiensi dan efektivitas kegiatan di berbagai bidang, antara
       lain keuangan, akuntansi, pemasaran, operasional, sumber daya manusia,
       teknologi informasi, serta aktivitas lainnya di lingkungan Perseroan.
       Merujuk pada ketentuan dua POJK tersebut, pengendalian internal atas
       pelaporan keuangan merupakan aspek krusial dalam penerapan Tata Kelola
       Perusahaan yang Baik (GCG). Oleh karena itu, untuk memastikan
       kebenaran informasi laporan keuangan, Perseroan mengandalkan fungsi
       Unit Audit Internal yang telah dibentuk.
5. Berdasarkan CALK 16 tentang Beban Pokok Pendapatan dan CALK 17
   Beban Usaha, terdapat informasi peningkatan beban gaji dan tunjangan
   pada periode yang berakhir 31 Maret 2025 jika dibandingkan dengan
   periode yang berakhir 31 Maret 2024. Berdasarkan informasi mengenai
   jumlah karyawan tetap yang disajikan pada CALK 1c tentang Manajemen
   kunci dan informasi lainnya, karyawan tetap Perseroan pada per 31 Maret
   2025 berjumlah 326 karyawan. Pada CALK 1c Laporan Keuangan
   Konsolidasian Perseroan untuk periode 31 Maret 2024, jumlah karyawan
   tetap berjumlah 359 karyawan. Atas informasi tersebut, Perseroan agar
   menjelaskan hal-hal sebagai berikut:

                                                                                      Page 14
Page 15
a. Penjelasan mengenai jumlah beban gaji dan tunjangan yang meningkat
   dibandingkan dengan jumlah karyawan tetap yang menurun;
b. Informasi mengenai sumber daya manusia Perseroan pada 31 Maret
   2025 dan pada waktu terkini yang disampaikan berdasarkan status
   karyawan dan penempatan karyawan berdasarkan geografis dan
   berdasarkan penempatan pada struktur grup Perseroan;
c. Rincian gaji dan bentuk tunjangan yang diberikan kepada karyawan
   Perseroan. Perseroan agar memberikan jawaban menggunakan format
   tabel sebagai berikut:




Jawaban:
a. Penjelasan mengenai jumlah beban gaji dan tunjangan yang meningkat
   dibandingkan dengan jumlah karyawan tetap yang menurun;
   Jawaban:
   Peningkatan pada pos beban gaji dan tunjangan disebabkan oleh adanya
   pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) pada periode kuartal I tahun 2025,
   yang tidak terjadi pada periode yang sama tahun 2024. Pemberian THR
   merupakan      kewajiban     perusahaan     sesuai    dengan  ketentuan
   perundang-undangan yang berlaku, dan pembayaran ini dilakukan lebih
   awal mengingat Hari Raya Idul Fitri jatuh pada awal April 2025. Dengan
   demikian, pencatatan beban THR masuk dalam laporan keuangan
   konsolidasian untuk periode yang berakhir 31 Maret 2025.
b. Informasi mengenai sumber daya manusia Perseroan pada 31 Maret
   2025 dan pada waktu terkini yang disampaikan berdasarkan status
   karyawan dan penempatan karyawan berdasarkan geografis dan
   berdasarkan penempatan pada struktur grup Perseroan;
   Jawaban:
   Berikut rincian sumber daya manusia Perseroan per 31 Maret 2025:

       Penempatan    Status Karyawan      Jumlah
    MUTU
    Kantor Pusat          Tetap            186
    Kantor Daerah         Tetap             63
    JAMMIN


                                                                             Page 15
Page 16
       Entitas Anak              Tetap       77
                      Jumlah                 326

   c. Rincian gaji dan bentuk tunjangan yang diberikan kepada karyawan
      Perseroan. Perseroan agar memberikan jawaban menggunakan format
      tabel sebagai berikut:
       Jawaban:

           No             Deskripsi      31 Maret 2025       31 Maret 2024
           1      Gaji dan Tunjangan        23.812.531.502      16,232,798,596
                      Jumlah                23.812.531.502      16,232,798,596
6. Berdasarkan CALK 8 tentang Aset Tetap, terdapat penambahan aset tetap
   berupa bangunan, peralatan, dan inventaris kantor sebesar Rp3,32 miliar
   pada periode 31 Maret 2025. Pada laporan arus kas periode yang sama,
   terdapat informasi mengenai adanya pembayaran untuk perolehan aset
   tetap sebesar Rp12,18 miliar. Atas informasi tersebut, Perseroan agar
   menjelaskan hal-hal sebagai berikut:
  a. Rincian pembayaran untuk perolehan aset tetap yang disampaikan
     dengan menggunakan format tabel sebagai berikut:




  b. Rincian jurnal yang timbul dari adanya pembayaran untuk perolehan
     aset tetap yang disampaikan dengan menggunakan format sebagai
     berikut:




                                                                                 Page 16
Page 17
Jawaban:
a. Rincian pembayaran untuk perolehan aset tetap yang disampaikan
   dengan menggunakan format tabel sebagai berikut:
  Jawaban:




b. Rincian jurnal yang timbul dari adanya pembayaran untuk perolehan
   aset tetap yang disampaikan dengan menggunakan format sebagai
   berikut:
  Jawaban:

                                                                             Deskripsi
     Tanggal Jurnal     Deskripsi Akun    Debit (Rp)      Kredit (Rp)        Transaksi      Keterangan
                      Bangunan             372.799.190
    Periode                                                             Renovasi
    Jan-Maret 25      Bank                                  372.799.190 Bangunan


                      Inventaris           394.433.497
                      Bank                                  127.143.497
    Periode           Uang muka                                         Pembelian
    Jan-Maret 25      pembelian aktiva                      267.290.000 inventaris kantor


                      Peralatan          2.549.060.602
                      Bank                                  985.485.388
    Periode           Uang muka                                          Pembelian
    Jan-Maret 25      pembelian aktiva                     1.563.575.214 peralatan Kantor


                      Uang muka
                      pembelian aktiva   10.687.642.611
    Periode                                                              Uang muka
    Jan-Maret 25      Bank                                10.687.642.611 pembelian aktiva
                                                                                                     Page 17
Page 18
7. Pada CALK 7 tentang Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka, terdapat
   informasi perubahan posisi keuangan sebagai berikut:
   a. Uang muka pembelian aset tetap mengalami peningkatan Rp8,86 miliar
      atau 79,87% sejak per 31 Desember 2024;
   b. Uang muka perjalanan dinas mengalami peningkatan Rp5,23 miliar atau
      124,55% sejak per 31 Desember 2024; dan
   c. Biaya dibayar di muka mengalami peningkatan Rp12,68 miliar atau
      171,50% sejak per 31 Desember 2024.
   Atas informasi tersebut, Perseroan agar menjelaskan hal-hal sebagai berikut:
  a. Latar belakang dari peningkatan uang muka dan biaya dibayar di muka
     pada periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2025;
  b. Informasi mengenai transaksi uang muka dan biaya dibayar di muka
     yang disampaikan menggunakan format tabel sebagai berikut:




  c. Rincian jurnal yang timbul dari adanya peningkatan uang muka dan
     biaya dibayar di muka yang disampaikan menggunakan format sebagai
     berikut:




                                                                                  Page 18
Page 19
  d. Status realisasi dari pembayaran uang muka dan biaya dibayar di muka
     yang disampaikan menggunakan format tabel sebagai berikut:




  e. Prosedur bisnis yang diterapkan Perseroan untuk memastikan realisasi
     dari pembayaran uang muka dan pengendalian intern yang diterapkan
     Perseroan atas prosedur bisnis tersebut.
Jawaban:
   a. Latar belakang dari peningkatan uang muka dan biaya dibayar di muka
      pada periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2025;
      Jawaban:
      Peningkatan saldo akun uang muka dan biaya dibayar di muka pada laporan
      keuangan konsolidasian pada 31 Maret 2025 disebabkan oleh adanya
      pengeluaran yang telah dibayarkan dimuka, baik untuk keperluan
      operasional, pembelian aset tetap, maupun kebutuhan perjalanan dinas.
      Namun demikian, pembayaran dimuka tersebut belum diakui sebagai beban
      dalam periode berjalan karena manfaat ekonominya akan diperoleh pada
      periode berikutnya. Dengan demikian, pendapatan atau manfaat yang terkait
      akan dicatat pada periode mendatang sesuai prinsip matching dalam
      akuntansi.




                                                                                  Page 19
Page 20
b. Informasi mengenai transaksi uang muka dan biaya dibayar di muka
   yang disampaikan menggunakan format tabel sebagai berikut:
   Jawaban:

                                             Rekening
             Deskripsi         Sumber                                          Pihak Penerima
    No                                        Untuk          Jumlah
             Transaksi          Dana                                             Pembayaran
                                            Pembayaran
                                                                         PT Merck Chemical, PT
                                                                         Trusur Unggul Teknusa,
                                            Bank
                             Dana IPO                                    PT Mi�ah Konstruksi, PT
                                            Operasional
                                                                         Nusa Tri Wisesa,PT Arista
          Uang Muka                                        2.760.016.501 Elektrika Indonesia
     1    Pembelian Aset                                                 Bestari Sarana
          Tetap                                                          Instrument, Metacom
                             Dana        Bank                            Karunia Lestari, Ul�ma
                             Operasional Operasional                     Sains Inovator, Kharisma
                                                                         Data Technology, Mul�
                                                           7.927.626.146 Medika Laoratory
                                    Jumlah                10.687.642.647
          Uang Muka        Dana        Bank
     2                                                     7.514.094.193 Karyawan
          Perjalanan Dinas Operasional Operasional
                                                                         Karyawan, Mitra
                                                                         Harmoni Insurance,
          Biaya Dibayar      Dana        Bank                            Lintas Nusantara
     3                                                    12.683.929.216
          dimuka             Operasional Operasional                     Property, PT Fajar Mas
                                                                         Murni Pihak, Penyewa
                                                                         Gedung (orang Pribadi)



c. Rincian jurnal yang timbul dari adanya peningkatan uang muka dan
   biaya dibayar di muka yang disampaikan menggunakan format sebagai
   berikut:

   Jawaban:

     No     Tanggal Jurnal     Deskripsi Akun         Debit           Kredit        Deskripsi Transaksi
                             Uang Muka Aset       10.687.642.64
                                                                                   Jurnal untuk pembelian
                             Tetap                            7
                                                                                          aset tetap
                             Bank                                 10.687.642.647
           Periode Januari
     1
           s/d Maret 2025 Aset Tetap -
                                                   372.799.190
                             Bangunan                                                 Jurnal mencatat
                             Aset Tetap -                                          penerimaan aset tetap
                                                  2.549.060.602
                             Peralatan
                                                                                                     Page 20
Page 21
                            Aset Tetap -
                                                 394.433.497
                            Inventaris Kantor
                            Bank                                 1.485.428.075
                            Uang Muka Aset
                                                                 1.830.865.214
                            Tetap
                            Uang Muka                                            Jurnal untuk mencatat
                                                7.514.094.193
                            Perjalanan Dinas                                     uang muka perjalanan
                            Bank                                 7.514.094.193            dinas
          Periode Januari
      2
          s/d Maret 2025
                          Perjalanan Dinas      2.285.965.353                  Jurnal pembebanan atas
                          Uang Muka                                              realisasi uang muka
                                                                 2.285.965.353
                          Perjalanan Dinas                                         perjalanan dinas
                          Biaya Dibayar         12.683.929.21
          Periode Januari                                                        Jurnal untuk mencatat
      3                   dimuka                            6
          s/d Maret 2025                                                          biaya dibayar dimuka
                          Bank                                  12.683.929.216



d. Status realisasi dari pembayaran uang muka dan biaya dibayar di muka
   yang disampaikan menggunakan format tabel sebagai berikut:

   Jawaban:

                                    Rekening                                Status
                                                               Pihak                     Sisa
          Deskripsi   Sumber         Untuk                                 Realisasi
     No                                        Jumlah        Penerima                 Pembayara
          Transaksi    Dana        Pembayara                               Pembayar
                                                           Pembayaran                n (Jika Ada)
                                       n                                      an
                                                          PT Merck
                                                          Chemical, PT
                                                          Trusur Unggul
                                                          Teknusa, PT
                               Bank                       Miftah
                    Dana IPO
                               Operasional                Konstruksi, PT
                                                          Nusa Tri
                                                          Wisesa,PT
          Uang                                            Arista Elektrika
          Muka                              2,760,016,501 Indonesia
      1                                                                    Pembayar
        Pembelian                                         Bestari Sarana             520,867,500
                                                                             an DP
        Aset Tetap                                        Instrument,
                                                          Metacom
                                                          Karunia
                      Dana     Bank                       Lestari, Ultima
                   Operasional Operasional                Sains Inovator,
                                                          Kharisma Data
                                                          Technology,
                                                          Multi Medika
                                            7,927,626,146 Laoratory
                   Jumlah                  10,687,642,647
      2 Uang          Dana     Bank         7,514,094,193 Karyawan         Sudah     -
                                                                                                  Page 21
Page 22
              Muka       Operasional Operasional                             Dibayar
              Perjalanan
              Dinas
                                                               Karyawan,
                                                               Mitra Harmoni
                                                               Insurance,
                                                               Lintas
              Biaya                                            Nusantara
                          Dana      Bank                                     Sudah
         3    Dibayar                           12,683,929,216 Property, PT            -
                        Operasional Operasional                              Dibayar
              dimuka                                           Fajar Mas
                                                               Murni Pihak,
                                                               Penyewa
                                                               Gedung (orang
                                                               Pribadi)

   e. Prosedur bisnis yang diterapkan Perseroan untuk memastikan realisasi
      dari pembayaran uang muka dan pengendalian intern yang diterapkan
      Perseroan atas prosedur bisnis tersebut.
      Jawaban:
       Perseroan menerapkan prosedur yang terstruktur untuk memastikan
       realisasi pembayaran uang muka, baik untuk pembelian barang/jasa
       maupun kebutuhan operasional seperti perjalanan dinas. Setiap pengajuan
       uang muka dilengkapi dokumen pendukung dan melalui proses persetujuan
       berjenjang sesuai batas kewenangan.

       Uang muka atas pembelian barang atau jasa dicatat sebagai aset lancar dan
       aset tidak lancar dan direklasifikasi menjadi persediaan, aset tetap, atau
       beban setelah barang atau jasa diterima. Kebijakan ini sesuai dengan PSAK
       yang berlaku.

       Dari sisi pengendalian intern, Perseroan menjalankan verifikasi dokumen,
       pembatasan otorisasi, pencatatan dalam sistem akuntansi, dan pemantauan
       berkala oleh tim keuangan, guna memastikan seluruh uang muka digunakan
       sesuai peruntukan dan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.

8. Berdasarkan CALK 21 Perpajakan, terdapat informasi peningkatan pajak
   dibayar di muka untuk pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar Rp758,04 juta
   dan penurunan utang pajak PPN sebesar Rp1,40 miliar. Atas informasi
   tersebut, Perseroan agar menjelaskan latar belakang dari peningkatan pada
   akun-akun pajak dibayar di muka dan penurunan utang pajak PPN.
   Jawaban:
   Per 31 Maret 2025, saldo utang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mengalami
   penurunan sebesar Rp1,4 miliar dibandingkan dengan posisi per 31 Desember
   2024. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh pelunasan utang PPN dari
   periode sebelumnya serta mekanisme kompensasi (net-off) antara PPN keluaran
   dan PPN masukan. Perlu diinformasikan bahwa saldo PPN keluaran tersebut
   merupakan saldo milik Jammin (anak perusahaan).

                                                                                           Page 22
Page 23
  Selain itu, per 31 Maret 2025, saldo Pajak Dibayar Dimuka atas PPN mencatat
  kenaikan sebesar Rp758 juta dibandingkan dengan posisi per 31 Desember
  2024. Kenaikan ini juga dipengaruhi oleh mekanisme kompensasi (net off) antara
  PPN keluaran dan PPN masukan. Perlu diinformasikan bahwa saldo Pajak
  Dibayar Dimuka tersebut merupakan saldo milik PT MUTU.


9. Berdasarkan keterbukaan informasi mengenai risalah hasil rapat umum para
   pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang diumumkan Perseroan pada
   tanggal 30 April 2025, terdapat informasi perubahan penggunaan sisa dana
   hasil penawaran umum perdana saham. Dari sisa dana sebesar Rp31,6
   miliar, sebesar Rp20,5 miliar dialihkan penggunaannya untuk menambah
   alokasi operational expenditures dan sebesar Rp4 miliar dialihkan
   penggunaannya untuk menambah alokasi capital expenditures berupa
   peralatan Laboratorium Halal. Atas informasi tersebut, Perseroan agar
   menjelaskan hal-hal sebagai berikut:
  a. Latar belakang perubahan penggunaan dana sisa hasil penawaran
     umum perdana saham, termasuk pertimbangan yang diambil Perseroan
     untuk melakukan penggunaan dana sisa hasil penawaran umum;
  b. Rincian perubahan rencana penggunaan dana yang disampaikan melalui
     format tabel sebagai berikut:




       Perseroan agar menyampaikan informasi rinci mengenai tujuan
       penggunaan dana sebelum dan sesudah adanya perubahan
       penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham; dan

  c. Estimasi dampak terhadap laporan keuangan dari perubahan
     penggunaan sisa dana hasil penawaran umum perdana saham yang
     disampaikan melalui format sebagai berikut:




                                                                                   Page 23
Page 24
  d. Analisis dampak dari perubahan penggunaan sisa dana hasil penawaran
     umum perdana saham. Perseroan agar menjelaskan dampak terhadap
     strategi usaha berdasarkan 3 (tiga) skema strategi Perseroan (Green
     Economy, Shariah Economy, dan Digital Economy) dan kegiatan
     operasional Perseroan dari perubahan tersebut;
  e. Berdasarkan     surat   PT    Mutuagung    Lestari   Tbk     nomor
     8869.77/EXT-MUTU/XII/2024 tanggal 10 Desember 2024 perihal Jawaban
     Atas Permintaan Penjelasan Bursa, Perseroan menyampaikan bahwa
     “target penggunaan CAPEX akan direalisasikan pada tahun 2025”.
     Dengan adanya perubahan penggunaan sisa dana hasil penawaran
     umum, Perseroan agar menyampaikan dampak terhadap pencapaian
     proyeksi Perseroan.
Jawaban:
  a. Latar belakang perubahan penggunaan dana sisa hasil penawaran
     umum perdana saham, termasuk pertimbangan yang diambil Perseroan
     untuk melakukan penggunaan dana sisa hasil penawaran umum;
     Jawaban:
     Perubahan penggunaan dana dari yang semula dialokasikan untuk belanja
     modal (CAPEX) menjadi belanja operasional (OPEX) dilakukan berdasarkan
     pertimbangan strategis dan efisiensi dalam pelaksanaan rencana ekspansi
     dan pengembangan operasional perusahaan.
     Awalnya, dana IPO direncanakan untuk pembelian/pembangunan kantor guna
     mendukung operasional laboratorium cabang. Namun, setelah dilakukan
     evaluasi lebih lanjut, diputuskan bahwa opsi sewa kantor menjadi pilihan yang
     lebih fleksibel dan efisien pada tahap awal. Keputusan ini mempertimbangkan
     kebutuhan akan kecepatan dalam ekspansi, fleksibilitas terhadap perubahan
     lokasi strategis, serta menghindari beban investasi besar di awal yang belum
     tentu sebanding dengan kebutuhan jangka pendek. Dengan perubahan ini,
     dana yang sebelumnya dialokasikan untuk CAPEX dapat dialihkan ke OPEX
     yang bersifat lebih strategis dan berdampak langsung pada percepatan
     operasional dan pertumbuhan bisnis. Dana tersebut digunakan untuk Biaya
     perizinan, Penguatan dan penambahan SDM (Sumber Daya Manusia),
     Pembiayaan proses akreditasi, serta peningkatan kapasitas operasional
     dalam mendukung ekspansi bisnis Perusahaan terkait :
                                                                                     Page 24
Page 25
     ● Percepatan skema Sertifikasi Halal.
     ● Pengembangan Skema Sertifikasi baru VPTI (Verifikasi atau
       Penelusuran Teknis Impor).
     ● Pengembangan Skema Sertifikasi baru yaitu Sustainable Biomass
       Programme (SBP) dan Green Gold Label (GGL)
     ● Pengembangan Skema existing yaitu Sertifikasi CORSIA (Carbon
       Offsetting and Reporting Scheme for International Aviation


b. Rincian perubahan rencana penggunaan dana yang disampaikan melalui
   format tabel.
  Perseroan agar menyampaikan informasi rinci mengenai tujuan
  penggunaan dana sebelum dan sesudah adanya perubahan penggunaan
  dana hasil penawaran umum perdana saham
  Jawaban:
  Tabel jawaban pada link google drive sebagai berikut:
  https://docs.google.com/spreadsheets/d/13wR13cO-_xwgurF-YgWy-Lsz7DOwc
  mgEvnVwpG2DxqQ/edit?gid=1939818849#gid=1939818849 lampiran 9b


c. Estimasi dampak terhadap laporan keuangan dari perubahan
   penggunaan sisa dana hasil penawaran umum perdana saham yang
   disampaikan melalui format sebagai berikut:

  Jawaban:
  Estimasi dampak terhadap laporan keuangan dari perubahan penggunaan
  sisa dana hasil penawaran umum perdana saham:

    Tanggal
                Deskripsi akun         Debit (Rp)      Kredit (Rp)               Deskripsi
     Jurnal
              Aset tetap - Alat lab                                     Untuk melakukan alat
       1      Halal                    4.000.000.000                    laboratorium halal
              Kas                                       4.000.000.000


                                                                        Untuk keperluan sumberdaya
                                                                        manusia terkait
              Beban Gaji dan                                            pengembangan skema VPTI,
       2      tunjangan                5.000.000.000                    Halal dan karbon
              Kas                                       5.000.000.000


                                                                        Untuk keperluan Pembiayaan
                                                                        aktivitas lapangan, seperti
                                                                        survei, verifikasi, dan
                                                                        konsultasi teknis, biaya
                                                                        perjalanan dinas dan
                                                                        akomodasi auditor maupun
       3      Beban Operasional       12.500.000.000                    tenaga ahli ketiga skema
                                                                                               Page 25
Page 26
                                                                     tersebut
              Kas                                   12.500.000.000


              Beban Administrasi                                     Untuk keperluan adminstrasi
       4      dan umum              3.000.000.000                    skema halal, VPTI dan karbon
              Kas                                    3.000.000.000


              Total                24.500.000.000   24.500.000.000


   Saat ini, Perseroan belum dapat menyampaikan informasi secara rinci
   mengenai tanggal karena kegiatan pengadaan untuk pelaksanaan skema ini
   belum sampai pada tahap pelaksanaan kerja sama dengan pihak ketiga per
   31 Maret 2025.

   Penggunaan dana akan tetap dilaporkan secara berkala dalam Laporan
   Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum sesuai dengan aturan
   POJK yang berlaku.


d. Analisis dampak dari perubahan penggunaan sisa dana hasil penawaran
   umum perdana saham. Perseroan agar menjelaskan dampak terhadap
   strategi usaha berdasarkan 3 (tiga) skema strategi Perseroan (Green
   Economy, Shariah Economy, dan Digital Economy) dan kegiatan
   operasional Perseroan dari perubahan tersebut;
   Jawaban:
   Dampak terhadap Strategi Usaha seperti yang telah disampaikan pada
   RUPSLB Perseroan yang telah dilaksanakan pada hari Rabu, 30 April 2025
   adalah sebagai berikut:
      1. Green Economy
         Dana digunakan untuk mendukung pengembangan skema sertifikasi
         energi terbarukan seperti Sustainable Biomass Programme (SBP) dan
         Green Gold Label (GGL). Ini memperkuat posisi Perseroan di sektor
         energi hijau dan mendukung target net-zero emissions.

      2. Shariah Economy
         Investasi sertifikasi halal nasional guna percepatan skema Sertifikasi
         Halal baik untuk produk makanan dan minuman, kosmetik, farmasi,
         maupun sektor lainnya.

      3. Digital Economy
         Meskipun perubahan dana IPO tidak secara khusus dialokasikan untuk
         teknologi digital, penguatan SDM dan operasional yang didanai dari
         OPEX diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung
         kesiapan MUTU menghadapi peluang digitalisasi ke depan. Karena
         tren digitalisasi yang berkembang di berbagai sektor juga menjadi
         bagian dari arah pengembangan usaha Perseroan, terutama dalam
         penyediaan sistem traceability untuk sumber daya alam.
                                                                                            Page 26
Page 27
    Dampak terhadap Operasional:
    Perubahan ini mempercepat:
     ● Pengembangan layanan baru seperti VPTI dan CORSIA.
     ● Penguatan SDM dan kesiapan cabang tanpa harus membeli gedung.
     ● Fleksibilitas dan efisiensi dalam operasional.

    Perubahan penggunaan dana ini diharapkan dapat meningkatkan
    kecepatan, efisiensi, dan kesiapan MUTU menghadapi kebutuhan pasar
    dengan tetap menjaga transparansi dan kepentingan investor publik

e. Berdasarkan     surat   PT    Mutuagung    Lestari   Tbk     nomor
   8869.77/EXT-MUTU/XII/2024 tanggal 10 Desember 2024 perihal Jawaban
   Atas Permintaan Penjelasan Bursa, Perseroan menyampaikan bahwa
   “target penggunaan CAPEX akan direalisasikan pada tahun 2025”.
   Dengan adanya perubahan penggunaan sisa dana hasil penawaran
   umum, Perseroan agar menyampaikan dampak terhadap pencapaian
   proyeksi Perseroan.

  Jawaban:
  Sebagaimana telah disampaikan dalam surat Perseroan sebelumnya,
  rencana realisasi CAPEX tahun 2025 tetap dijalankan, namun dengan
  penyesuaian peruntukan dan besaran alokasi. Sebagian dana hasil
  penawaran umum tetap digunakan untuk CAPEX sebesar Rp4 miliar,
  khususnya untuk pengadaan alat laboratorium halal. Sisanya dialihkan ke
  OPEX untuk mendukung operasionalisasi layanan baru yang telah
  diproyeksikan memberikan kontribusi pendapatan secara langsung, Sertifikasi
  Halal, VPTI, dan SBP, serta memperkuat kapasitas SDM dan efisiensi
  operasional. Dengan demikian, rencana strategis tahun 2025 tetap terlaksana
  dengan pendekatan yang lebih adaptif tanpa mengubah arah proyeksi
  keuangan Perseroan.

  Kinerja Perseroan pada kuartal I 2025 menunjukkan momentum awal yang
  positif, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 18,7% dan laba bersih
  sebesar 31,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  Momentum ini menjadi dasar yang kuat untuk mendukung keberhasilan
  implementasi strategi penggunaan dana IPO yang telah disetujui melalui
  RUPSLB tanggal 30 April 2025.

  Dengan demikian, Perseroan tetap berada pada jalur yang sejalan dengan
  proyeksi kinerja tahun 2025, termasuk penguatan struktur aset serta realisasi
  inisiatif strategis dalam kerangka Green Economy, Shariah Economy, dan
  Digital Economy.




                                                                                  Page 27
Page 28
Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan, kiranya dapat diterima dengan
baik.

Hormat Kami,
PT Mutuagung Lestari Tbk




Wita Adelina Noer Putri
Head of Corporate Secretary




                                                                               Page 28

File

File Open PDF
Source IDX
Size7.6 MB
Published3 Jun 2025
Pages28
Characters54,963
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 15 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Mutuagung Lestari Tbk p.1 ×16
linked org Bank Syariah Indonesia Tbk. p.1 ×14
linked person Wita Adelina Noer Putri · Head of Corporate Secretary p.28
possible org PT BURSA EFEK INDONESIA p.1 ×4
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3
unresolved org PT Jasa Mutu Mineral Indonesia p.4
unresolved org PT Merck Chemical p.20 ×2
unresolved org PT Trusur Unggul Teknusa p.20 ×2
unresolved org Bank Dana IPO p.20
unresolved org PT Mi p.20
unresolved org PT Operasional Nusa Tri Wisesa p.20
unresolved org PT Arista Uang Muka p.20
unresolved org PT Fajar Mas Murni Pihak p.20
unresolved org PT Nusa Tri Wisesa p.21
unresolved org PT MUTU. p.23

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result