Back to announcement
20250602_DATA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31891047_lamp1.pdf
Other Text extracted DATASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 17
Page 1
No. 061-A/CS-RA/IPO/DIR/VI/2025 Jakarta, 02 Juni 2025
Kepada Yth.
I Gede Nyoman Yetna Adi Pratomo Aryanto
Direktur Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2
Bursa Efek Indonesia Indonesia
Stock Exchange Building, Tower I, Lantai 6
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190
Perihal: Tanggapan atas Permintaan Penjelasan
Dengan hormat,
Menanggapi surat Bursa Efek Indonesia No. S-05166/BEI.PP2/05-2025 tanggal 27 Mei 2025,
perihal Permintaan Penjelasan Bursa berdasarkan pada:
1. Surat PT Remala Abadi Tbk (Perseroan) nomor 007/SPE-KI/RA/I/2025 tanggal 13
Januari 2025 perihal Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.
2. Surat Perseroan nomor 004B/RA-LK/CS/III/2025 tanggal 25 Maret 2025 perihal
Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan.
3. Surat Perseroan nomor 013/PSE-KI/RA/IV/2025 tanggal 30 April 2025 perihal
Keterbukaan Informasi dalam Rangka Memenuhi Ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas Informasi atau Fakta
Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik.
Berikut ini kami sampaikan penjelasan atas poin poin permintaan sebagaimana terlampir:
Page 2
Daftar Permintaan Penjelasan
PT Remala Abadi Tbk (Perseroan)
Agar pertanyaan nomor 1 s.d. nomor 16 dapat dijawab melalui Form E023 – Tanggapan Permintaan
Penjelasan Bursa (publish)
Terkait Laporan Keuangan Perseroan
Sehubungan dengan peningkatan total aset Perseroan per 31 Desember 2024 sebesar Rp195,34 miliar
atau 105,1%, dari sebelumnya Rp50,28 miliar di tahun 2023 menjadi Rp102,68 miliar di tahun 2024,
kami mencermati adanya lonjakan signifikan pada dua komponen utama, yaitu:
● Aset lancar, yang juga mengalami kenaikan sebesar Rp52,40 miliar atau 104,2%, dari Rp50,28
miliar di tahun 2023 menjadi Rp102,68 miliar di tahun 2024;
● Aset tidak lancar, yang meningkat sebesar Rp142,93 miliar atau 105,4%, dari Rp135,57 miliar di
tahun 2023 menjadi Rp278,51 miliar di tahun 2024;
Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
1. Berdasarkan CALK nomor 6 – Piutang Usaha, terdapat kenaikan piutang usaha dari pihak ketiga
sebesar Rp4,96 miliar, agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang penyebab kenaikan piutang dari pihak ketiga.
Jawaban:
Latar belakang penyebab terjadinya kenaikan piutang pihak ketiga terutama karena terdapat
pelanggan baru dan meningkatnya penjualan kredit pada akhir tahun 2024 yang jatuh tempo
pembayarannya pada bulan Januari 2025.
b. Identifikasi pelanggan yang menyebabkan peningkatan piutang paling signifikan.
Jawaban:
Salah satu pelanggan yang menyebabkan peningkatan piutang paling signifikan pada tahun
2024 adalah PT Hipernet Indodata yang merupakan pelanggan baru Perseroan.
c. Termin pembayaran yang diberikan kepada pelanggan tersebut.
Jawaban:
Termin pembayaran yang diberikan kepada PT Hipernet Indodata adalah 7 hari setelah tanggal
invoice.
2. Berdasarkan CALK nomor 8 – Persediaan, tercatat adanya peningkatan nilai persediaan sebesar
Rp50,46 miliar selama tahun 2024, dari Rp17,52 miliar di tahun 2023 menjadi Rp67,99 miliar di
tahun 2024. Peningkatan tersebut berasal dari penambahan kabel, tiang, dan sparepart. Namun,
dalam laporan keuangan auditan tidak disampaikan rincian informasi terkait penambahan
persediaan tersebut. Oleh karena itu, mohon dijelaskan:
a. Rincian jenis persediaan yang mengalami penambahan, termasuk jumlah unit dan nilai untuk
masing-masing jenis (kabel, tiang, dan sparepart).
Page 3
Jawaban:
b. Tujuan dari penambahan persediaan tersebut, apakah dialokasikan untuk proyek tertentu atau
sebagai stok cadangan (buffer stock)?
Jawaban:
Tujuan dari penambahan persediaan tersebut adalah dialokasikan untuk pengembangan aset
jaringan terutama untuk proyek Java Backbone dan sebagian lagi sebagai stok di gudang.
c. Lokasi penyimpanan persediaan serta sistem pengendalian internal yang diterapkan dalam
pengelolaan dan pengamanan persediaan tersebut.
Jawaban:
Lokasi penyimpanan persediaan berada di gudang yang terletak di Jatirasa, Pamahan,
Cibubur dan gudang lainnya. Group melakukan stock opname secara reguler, sistem
pengawasan CCTV, mengontrol setiap persediaan yang datang ke gudang dengan verifikasi
jumlah barang yang diterima dengan PO dan DO, dan memastikan persediaan yang keluar
dari gudang sesuai dengan tiket pengambilan barang.
3. Berdasarkan CALK nomor 12 – Aset Tetap, terkait penambahan aset tetap – neto sebesar
Rp121,03 miliar, terdapat penambahan aset tetap yang berasal dari hasil akuisisi, yakni peralatan
kantor dan infrastruktur jaringan. Mohon dijelaskan entitas anak mana yang diakuisisi, tanggal
akuisisi, serta nilai alokasi masing-masing aset hasil akuisisi tersebut.
Jawaban:
Penambahan aset tetap - neto atas akuisisi entitas adalah milik PT Fiber Kerumah Indonesia yang
diakuisisi oleh Perusahaan pada tanggal 3 Juni 2024 dengan rincian aset akuisisi sebagai berikut:
Nama Aset Nilai Aset Bersih
Peralatan Kantor Rp44.021.087
Instalasi Jaringan Rp518.249.057
Jumlah Rp562.270.144
Page 4
4. Berdasarkan CALK nomor 13 – Aset Hak Guna, terkait kenaikan nilai aset hak guna – neto
sebesar Rp17,29 miliar yang didominasi akibat sewa aset atas ruang kantor, tanah dan bangunan,
serta kabel jejaring. Agar dijelaskan:
a. Rincian jumlah kontrak sewa baru yang diakui sepanjang tahun 2024.
Jawaban:
b. Lokasi dan jenis aset (ruang kantor, tanah, bangunan, kabel jejaring) yang disewa.
Jawaban:
Idem, lihat point 4a.
c. Durasi masing-masing kontrak sewa dan pihak lessor terkait.
Jawaban:
Idem, lihat point 4a.
d. Alasan bisnis di balik perolehan aset-aset sewa tersebut.
Jawaban:
Alasan Grup memperoleh aset sewa tersebut untuk mendukung operasional Grup guna
menjalankan kegiatan usahanya serta sebagai bentuk ekspansi untuk memperluas jangkauan
pasar.
Page 5
Sehubungan dengan peningkatan total liabilitas Perseroan per 31 Desember 2024 sebesar Rp52,13
miliar atau 79,0%, dari Rp65,99 miliar di tahun 2023 menjadi Rp118,13 miliar di tahun 2024, kami
mencermati bahwa kenaikan tersebut terutama berasal dari lonjakan liabilitas tidak lancar sebesar
Rp40,16 miliar dan liabilitas lancar sebesar Rp11,96 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:
5. Berdasarkan CALK nomor 15 – Utang Bank, khususnya terkait utang Bank jangka pendek
Perseroan dengan PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank OCBC NISP Tbk mengalami
penurunan sebesar Rp3,07 miliar atau 21,9%. Agar dijelaskan:
a. Rincian pelunasan pinjaman kepada masing-masing Bank (PT Bank Central Asia Tbk dan PT
Bank OCBC NISP Tbk).
Jawaban:
Rincian pelunasan utang bank jangka panjang adalah sebagai berikut:
b. Adakah perubahan fasilitas kredit, syarat, atau pembatalan fasilitas selama tahun 2024?
Mohon dijelaskan.
Jawaban:
Selama tahun 2024 Group mengalami perubahan fasilitas kredit dengan rincian sebagai
berikut:
- PT Remala Abadi Tbk
Berdasarkan Surat Perubahan Perjanjian Kredit No. 00129-1/PPK/0979S/2024 antara
PT Remala Abadi Tbk dengan PT Bank Central Asia Tbk, telah disetujui peningkatan
Fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran) yang semula Rp11.000.000.000,- (sebelas
miliar Rupiah) menjadi Rp16.000.000.000,- (enam belas miliar Rupiah).
- PT PC 24 Cyber Indonesia
Berdasarkan Surat Permohonan No. 02/EXT/EMB/I/2024 antara PT PC 24 Cyber
Indonesia dengan PT Bank OCBC NISP Tbk, telah disetujui permohonan
penghapusan atau perubahan atas ketentuan negative covenant dalam perjanjian kredit
sehubungan dengan rencana penawaran umum perdana PT Remala Abadi Tbk selaku
induk perusahaan dari PT PC 24 Cyber Indonesia.
6. Berdasarkan CALK nomor 19 – Utang Non-Usaha dan CALK nomor 37 – Saldo dan Transaksi
dengan Pihak Berelasi terdapat Rp32,45 miliar yang merupakan kenaikan jumlah utang non-usaha
dari Budi Aditya Erna Mulyanto sebagai pihak berelasi. Mohon dijelaskan:
a. Dasar perjanjian atau dokumen pendukung atas pemberian utang tersebut.
Jawaban:
Berdasarkan Perjanjian Payung Mengenai Pinjaman antara PT Remala Abadi Tbk dengan
Budi Aditya Erna Mulyanto dan Verah Wahyudi Singgih Wong No. 001/RA-PP/XII/2024
tanggal 18 Desember 2024, telah disepakati untuk memberikan pinjaman kepada PT Remala
Abadi Tbk sebanyak-banyaknya Rp42.600.000.000,- (empat puluh dua miliar enam ratus juta
Rupiah) dengan bunga sebesar 6% (enam persen) per tahun.
b. Tujuan penggunaan dana yang diterima dari pihak berelasi.
Jawaban:
Tujuan penggunaan dana yang diterima Grup dari pihak berelasi digunakan untuk pembiayaan
modal kerja terkait dengan pengembangan kegiatan usaha dan pengembangan aset jaringan.
Page 6
c. Syarat dan ketentuan utang (tenor, bunga, jadwal pembayaran, dan jaminan jika ada).
Jawaban:
Syarat dan ketentuan utang sebagai berikut:
d. Status pembayaran atau pelunasan hingga akhir Desember 2024.
Jawaban:
Syarat dan ketentuan utang sebagai berikut:
Kemudian berdasarkan CALK nomor 19 – Utang Non-Usaha, terdapat pula informasi terkait
kenaikan utang non-usaha jangka pendek dari pihak ketiga sebesar Rp762,95 juta di tahun 2024
yang sebelumnya di tahun 2023 tidak ada.
e. Terkait kenaikan utang non-usaha agar dijelaskan pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi
ini, serta dasar transaksi dan tujuan pengakuan utang tersebut.
Jawaban:
Utang non-usaha merupakan transaksi atas uang deposit yang diterima Group dari pelanggan
dan utang lainnya dengan rincian sebagai berikut:
Utang non-usaha terhadap pembelian Ruko Samali sebesar Rp700.000.000,- sudah dilunasi
oleh Grup pada tanggal 23 Januari 2025.
7. Berdasarkan CALK nomor 22.b – Perpajakan: Utang Pajak, terdapat kenaikan utang pajak sebesar
Rp13,54 miliar di tahun 2024, agar dijelaskan:
a. Komponen utama penyusun kenaikan tersebut.
Jawaban:
Komponen utama penyusunan kenaikan utang pajak pada tahun 2024 adalah meningkatnya
utang pajak penghasilan Pasal 29 secara signifikan yang sejalan dengan meningkatnya laba
bersih Grup.
b. Penjelasan atas kenaikan signifikan utang pajak penghasilan Pasal 29 hingga mencapai
Rp20,05 miliar.
Jawaban:
Kenaikan signifikan utang pajak penghasilan pasal 29 sejalan dengan meningkatnya laba
bersih Grup pada tahun 2024 dibandingkan dengan tahun 2023.
Page 7
c. Penyesuaian atau koreksi fiskal signifikan yang terjadi dalam tahun berjalan.
Jawaban:
Tidak ada penyesuaian atau koreksi fiskal signifikan yang terjadi dalam tahun berjalan.
Sehubungan dengan peningkatan total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2024 sebesar Rp143,20
miliar atau 119,5%, dari Rp119,87 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp263,07 miliar, kami mencermati
bahwa peningkatan tersebut terutama berasal dari beberapa komponen utama, yaitu laba ditahan,
tambahan modal disetor, serta dampak transaksi restrukturisasi entitas sepengendali.
8. Berdasarkan CALK nomor 25 – Proforma dari Transaksi Restrukturisasi Entitas Pengendali,
terdapat penyesuaian proforma sebesar Rp28,39 miliar yang mengurangi total nilai ekuitas, agar
dijelaskan:
a. Latar belakang transaksi restrukturisasi entitas sepengendali yang mendasari penyesuaian ini.
Jawaban:
Penyesuaian transaksi restrukturisasi entitas sepengendali sebesar Rp28,39M pada 31
Desember 2023 sehubungan dengan akuisisi entitas sepengendali yaitu PT Fiber Media
Indonesia (“FMI”) pada tanggal 6 Agustus 2024 dimana sebelumnya dimiliki oleh Budi
Aditya Erna Mulyanto selaku afiliasi (suami) dari pemegang saham Verah Wahyudi Singgih
Wong selaku pengendali akhir dari Perseroan. Nilai penyesuaian sebesar Rp28,39M
merupakan ekuitas FMI pada tanggal 31 Desember 2023 dimana penyajian laporan periode
perbandingan disajikan seolah-olah restrukturisasi telah terjadi sejak awal periode laporan
keuangan yang disajikan sesuai dengan PSAK 338.
b. Entitas mana saja yang terlibat dalam restrukturisasi dan nilai transaksi sebelum serta sesudah
penyesuaian proforma.
Jawaban:
Entitas yang terlibat dalam restrukturisasi ini adalah PT Fiber Media Indonesia (“FMI”).
Nilai transaksi yang diberikan oleh Perusahaan kepada pemegang saham FMI sebelumnya
sebesar Rp20M sesuai pada catatan 1d. Nilai transaksi tidak berkaitan dengan proforma
sehubungan dengan proforma hanya penamaan untuk ekuitas FMI yang seolah-olah telah
dikonsolidasi sejak sebelum terjadinya transaksi antara Perusahaan dan pemegang saham
FMI sebelumnya.
c. Pertimbangan penggunaan pendekatan proforma dalam laporan keuangan konsolidasian dan
penjelasan teknis atas pencatatan pengurang ekuitas tersebut.
Jawaban:
Penggunaan pendekatan proforma dalam laporan keuangan konsolidasian tersebut telah
sesuai dengan PSAK 338 dimana penyajian laporan periode perbandingan disajikan
seolah-olah restrukturisasi telah terjadi sejak awal periode laporan keuangan yang disajikan.
d. Dampak jangka panjang transaksi ini terhadap struktur permodalan dan kepemilikan saham
Perseroan.
Jawaban:
Tidak terdapat dampak jangka panjang atas transaksi ini terhadap struktur permodalan dan
kepemilikan saham Perseroan sehubungan dengan transaksi tersebut merupakan investasi
yang dikeluarkan oleh Perseroan, bukan penerimaan uang yang diperoleh oleh Perseroan.
Selain itu nilai proforma tersebut sudah habis pada 31 Desember 2024 karena telah
diperhitungkan pada proses akuisisi FMI oleh Perseroan.
Page 8
Sehubungan dengan peningkatan signifikan laba usaha Perseroan per 31 Desember 2024 sebesar
Rp99,44 miliar atau meningkat 281,7% dibandingkan tahun sebelumnya, agar dijelaskan:
9. Kenaikan laba usaha per 31 Desember 2024 ini sejalan dengan kenaikan laba kotor Perseroan
yang juga meningkat sebesar Rp105,44 miliar atau 66,7% hingga mencapai Rp263,57 miliar di
tahun 2024 dari Rp158,13 miliar di tahun 2023, dimana:
a. Berdasarkan CALK nomor 29 – Pendapatan, Pendapatan Perseroan per 31 Desember 2024
mengalami kenaikan sebesar Rp58,61 miliar hingga mencapai Rp348,19 miliar untuk
pendapatan dari telekomunikasi dan non-telekomunikasi.
i. Rincian segmentasi pendapatan secara lebih spesifik, termasuk penjabaran sub-segmen
dari masing-masing segmen telekomunikasi dan non-telekomunikasi.
Jawaban:
Rincian segmentasi pendapatan secara lebih rinci adalah sebagai berikut:
- Telekomunikasi
No. Kategori Nominal
1 Corporate 186.881.860.799
2 Government 52.429.674.952
3 Small Business 51.399.441.637
4 Reseller 29.926.030.911
5 Resident 13.913.650.218
Jumlah 334.550.658.516
- Non - Telekomunikasi
No. Kategori Nominal
1 Corporate 13.640.951.807
ii. Penjelasan lebih lanjut mengenai jenis-jenis produk atau jasa yang termasuk dalam
pendapatan non-telekomunikasi, beserta kontribusi masing-masing sub-segmen terhadap
total pendapatan.
Jawaban:
Kontribusi masing-masing sub-segment terhadap total pendapatan:
- Telekomunikasi
No. Kategori Nominal %
1 Corporate 186.881.860.799 53,67%
2 Government 52.429.674.952 15,06%
3 Small Business 51.399.441.637 14,76%
4 Reseller 29.926.030.911 8,59%
5 Resident 13.913.650.218 4,00%
Jumlah 334.550.658.516 96,08%
Page 9
- Non - Telekomunikasi
No. Kategori Nominal %
1 Corporate 13.640.951.807 3,92%
b. Berdasarkan CALK nomor 30 – Beban Pokok Pendapatan, beban pokok pendapatan
Perseroan per 31 Desember 2024 justru mengalami penurunan sebesar Rp46,83 miliar hingga
mencapai Rp84,61 miliar, dimana terdapat penurunan atas biaya perbaikan dan pemeliharaan
yang cukup signifikan sebesar Rp33,25 miliar atau 53,46%. Agar dijelaskan:
i. Penjelasan mengenai penyebab utama penurunan biaya perbaikan dan pemeliharaan
sebesar Rp33,25 miliar atau 53,46%, termasuk apakah terdapat efisiensi internal,
pengurangan aktivitas operasional tertentu, atau peralihan sistem/peralatan.
Jawaban:
Penyebab utama penurunan biaya perbaikan dan pemeliharaan pada tahun 2024
dikarenakan terdapat pengurangan aktivitas perbaikan dan pemeliharaan karena tingkat
pengawasan terhadap aset jaringan lebih terkontrol dan efektif.
ii. Dampak dari penurunan biaya perbaikan dan pemeliharaan terhadap kualitas operasional,
layanan, atau aset tetap Perseroan.
Jawaban:
Dampak pengawasan aset jaringan yang lebih terkontrol dan efektif menyebabkan
penurunan biaya dan memberikan serta meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih
baik.
iii. Kebijakan, strategi, atau inisiatif efisiensi tertentu yang dijalankan Perseroan selama
tahun 2024 yang berdampak pada penurunan biaya tersebut.
Jawaban:
Meningkatkan pengawasan dan monitoring secara rutin oleh tim maintenance terhadap
aset jaringan.
iv. Identifikasi unit usaha atau entitas anak yang berkontribusi paling besar terhadap
penurunan biaya perbaikan dan pemeliharaan dimaksud.
Jawaban:
Unit usaha yang berkontribusi paling besar terhadap penurunan biaya perbaikan dan
pemeliharaan adalah PT Remala Abadi Tbk.
v. Penjelasan apakah penurunan biaya perbaikan dan pemeliharaan ini bersifat struktural dan
berkelanjutan, atau hanya bersifat sementara karena kondisi tertentu di tahun 2024.
Jawaban:
Kebijakan atas pengawasan dan monitoring bersifat berkelanjutan, namun besarnya biaya
perbaikan dan pemeliharaan tetap terkendali sejalan dengan perkembangan aset jaringan.
Page 10
10. Kenaikan laba usaha Perseroan per 31 Desember 2024 juga sejalan dengan meningkatnya laba
operasi sebesar Rp91,50 miliar atau 163,2% menjadi Rp147,55 miliar dari sebelumnya Rp56,05
miliar di tahun 2023, dimana:
a. Berdasarkan CALK nomor 31 – Beban Penjualan, terdapat kenaikan atas beban penjualan
sebesar Rp8,05 miliar hingga mencapai Rp27,89 miliar di tahun 2024 untuk beban komisi,
pemasaran, dan iklan. Agar dijelaskan:
i. Faktor penyebab kenaikan beban penjualan di tahun 2024 (untuk masing-masing beban
komisi, pemasaran, dan iklan).
Jawaban:
Faktor penyebab kenaikan beban penjualan di tahun 2024 berkaitan dengan
meningkatnya pendapatan Perseroan selama 2024. Perseroan melakukan peningkatan
aktivitas pemasaran dan iklan guna penambahan pelanggan baru.
ii. Identifikasi kontribusi dari entitas anak atau segmen usaha tertentu terhadap kenaikan
beban penjualan dimaksud.
Jawaban:
Kenaikan beban penjualan yang paling signifikan adalah dari PT Remala Abadi Tbk.
b. Berdasarkan CALK nomor 32 – Beban Umum dan Administrasi, terdapat peningkatan beban
umum dan administrasi sebesar Rp18,72 miliar, dari sebelumnya menjadi Rp89,66 miliar
pada tahun 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh peningkatan pada komponen gaji,
upah, bonus, dan tunjangan, penyusutan aset hak guna dan aset tetap, operasional kantor,
retribusi, ekspedisi, serta asuransi. Atas hal tersebut, mohon agar Perseroan dapat
menyampaikan penjelasan secara rinci mengenai faktor-faktor penyebab peningkatan beban
pada komponen gaji, upah, bonus, dan tunjangan, operasional kantor, retribusi, ekspedisi,
serta asuransi.
Jawaban:
Rincian mengenai peningkatan beban umum dan administrasi pada tahun 2024 adalah
sebagai berikut:
- Biaya gaji, upah, bonus dan tunjangan mengalami kenaikan karena adanya
peningkatan sumber daya manusia untuk karyawan tetap dari 69 karyawan menjadi
106 karyawan, namun tidak termasuk karyawan kontrak.
- Biaya operasional kantor meningkat seiring dengan peningkatan aktivitas operasional
kantor.
- Biaya retribusi mengalami kenaikan sehubungan dengan adanya perluasan
pembangunan dan perpanjangan izin dari pengelola.
- Biaya ekspedisi mengalami kenaikan biaya pengurusan import karena meningkatnya
pembelian import.
- Biaya asuransi meningkat disebabkan oleh amortisasi atas asuransi kerugiaan dari
sejumlah penambahan aset dan premi asuransi jiwa karyawan.
Page 11
c. Berdasarkan CALK nomor 33 – Penghasilan Keuangan, terdapat kenaikan atas
penghasilan/(beban) lainnya Rp12,82 miliar hingga mencapai Rp681,20 miliar yang
diakibatkan karena adanya peningkatan atas penghasilan jasa giro dan bunga deposito di
tahun 2024.
i. Penjelasan atas peningkatan penghasilan jasa giro dan bunga deposito, termasuk faktor
pendorongnya.
Jawaban:
Peningkatan penghasilan jasa giro dan bunga deposito pada tahun 2024 disebabkan
karena terdapat peningkatan pendapatan admin sebesar Rp555.640.998 dan akru atas
pendapatan bunga deposito Bank Permata.
ii. Strategi pengelolaan kas dan likuiditas yang menyebabkan peningkatan penghasilan jasa
giro dan bunga deposito.
Jawaban:
Strategi dalam pengelolaan kas dan likuiditas Perseroan dengan cara meningkatkan
penagihan piutang usaha.
iii. Dampak kenaikan penghasilan/(beban) lainnya terhadap kinerja keuangan dan
operasional Perseroan secara keseluruhan.
Jawaban:
Kenaikan penghasilan(beban) lainnya terhadap kinerja keuangan dan operasional
Perseroan menyebabkan meningkatnya laba bersih Perseroan.
11. Berdasarkan CALK nomor 33 – Penghasilan Keuangan dan CALK nomor 34 – Beban Keuangan,
kenaikan laba usaha per 31 Desember 2024 juga sejalan dengan kenaikan laba sebelum pajak
sebesar Rp90,73 miliar atau 166,5% menjadi Rp145,22 miliar dari Rp54,48 miliar di tahun 2023,
yang dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan keuangan sebesar Rp297,73 juta dan peningkatan
beban keuangan sebesar Rp1,05 miliar. Agar dijelaskan:
a. Latar belakang penyebab meningkatnya pendapatan keuangan dan beban keuangan.
Jawaban:
1. Peningkatan pendapatan keuangan disebabkan oleh kenaikan bunga jasa giro dan bunga
deposito.
2. Peningkatan beban keuangan disebabkan oleh kenaikan biaya bunga atas penambahan
fasilitas kredit modal kerja.
b. Apakah ada faktor-faktor non-operasional lain yang turut mempengaruhi kenaikan laba
sebelum pajak di tahun 2024? Mohon dijelaskan?
Jawaban:
Faktor non-operasional lain yang mempengaruhi kenaikan laba sebelum pajak adalah sebagai
berikut:
- Pendapatan klaim asuransi atas kebakaran persediaan tahun 2023.
- Pemulihan cadangan kerugian piutang usaha.
- Pemulihan cadangan kerugian piutang non-usaha.
- Dampak kurtailmen atas imbalan kerja.
c. Terdapat provisi yang dicatatkan sebesar Rp183,53 juta. Agar dijelaskan:
i. Rincian jenis provisi yang dicatatkan tersebut.
Jawaban:
Biaya provisi pinjaman bank.
Page 12
ii. Dasar dan alasan pembentukan provisi sebesar Rp183,53 juta.
Jawaban:
biaya provisi terbentuk pada saat penambahan dan perpanjangan plafon pinjaman.
iii. Periode dan estimasi waktu penyelesaian atau penggunaan provisi tersebut.
Jawaban:
Periode penyelesaian provisi tersebut terjadi pada saat penambahan dan perpanjangan
plafon pinjaman.
iv. Dampak provisi ini terhadap laporan keuangan Perseroan.
Jawaban:
Tidak terdapat dampak signifikan terhadap laporan keuangan Perseroan.
12. Kenaikan laba usaha per 31 Desember 2024 juga dipengaruhi oleh kenaikan laba entitas anak
sebesar Rp3,68 miliar akibat penyesuaian proforma dari transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali, serta kenaikan beban pajak kini sebesar Rp21,08 miliar dan beban pajak tangguhan
sebesar Rp47,05 miliar. Agar dijelaskan:
a. Dampak penyesuaian proforma yang dilakukan atas transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali terhadap laba entitas anak.
Jawaban:
Meningkatnya laba bersih konsolidasi setelah PT Fiber Media Indonesia (“FMI”)
dikonsolidasi.
b. Jenis transaksi restrukturisasi yang dimaksud dan proses pelaksanaannya.
Jawaban:
Transaksi restrukturisasi sehubungan dengan akuisisi entitas sepengendali yaitu FMI pada
tanggal 6 Agustus 2024.
c. Faktor yang menyebabkan kenaikan beban pajak kini.
Jawaban:
Kenaikan beban pajak kini selaras dengan meningkatnya laba bersih konsolidasi Perseroan
setelah akuisisi FMI.
d. Penjelasan kenaikan beban pajak tangguhan dan faktor penyebabnya.
Jawaban:
Kenaikan beban pajak tangguhan pada tahun 2024 disebabkan karena meningkatnya estimasi
imbalan pasca kerja karyawan dan cadangan penurunan nilai piutang.
e. Dampak keseluruhan dari transaksi restrukturisasi dan perubahan beban pajak terhadap laba
usaha dan laba bersih Perseroan.
Jawaban:
Akibat dari transaksi restrukturisasi maka laba bersih konsolidasi sebelum pajak meningkat
sehingga beban pajak Perseroan juga meningkat.
Page 13
Sehubungan dengan peningkatan kondisi arus kas Perseroan per 31 Desember 2024 sebesar Rp3,74
miliar hingga mencapai Rp1,27 miliar yang dipengaruhi oleh:
13. Penerimaan neto dari aktivias operasi Perseroan per 31 Desember 2024 mengalami peningkatan
sebesar Rp11,78 miliar hingga mencapai Rp63,45 miliar dari Rp51,67 miliar di tahun 2023, yang
diakibatkan karena adanya peningkatan atas penerimaan kas dari pelanggan dan penerimaan
penghasilan keuangan. Agar dijelaskan:
a. Faktor operasional dan perubahan bisnis yang paling berkontribusi pada peningkatan
penerimaan kas dari pelanggan dan penghasilan keuangan di tahun 2024.
Jawaban:
Faktor operasional yang paling berkontribusi pada peningkatan kas dari pelanggan dan
penghasilan keuangan di tahun 2024 karena peningkatan pendapatan dan peningkatan dalam
penagihan piutang usaha dari pelanggan.
b. Perubahan kebijakan kredit, penagihan, atau manajemen piutang yang berdampak pada arus
kas dari aktivitas operasi (jika ada).
Jawaban:
Tidak ada perubahan kebijakan.
Page 14
14. Pengeluaran neto dari aktivitas investasi Perseroan per 31 Desember 2024 mengalami
peningkatan sebesar Rp75,19 miliar hingga mencapai Rp129,62 miliar dari Rp53,49 miliar di
tahun 2023 yang diakibatkan karena peningkatan pengeluaran atas perolehan aset tetap & aset hak
guna, pengeluaran atas akuisisi entitas anak, serta pengeluaran atas pembayaran uang muka
investasi. Agar dijelaskan:
a. Strategi investasi Perseroan selama tahun 2024, khususnya terkait perolehan aset tetap dan
aset hak guna.
Jawaban:
Penambahan aset tetap dan aset hak guna selaras dengan rencana pengembangan aset
jaringan Perseroan selama tahun 2024.
b. Dampak akuisisi entitas anak terhadap arus kas dan strategi jangka panjang Perseroan.
Jawaban:
Dampak akuisisi FMI terhadap Perseroan meningkatkan ketahanan arus kas secara konsolidasi
dan dapat mempercepat proses pengembangan bisnis terutama pada segmen retail.
c. Risiko atau tantangan terkait pembayaran uang muka investasi yang perlu diperhatikan.
Jawaban:
Uang muka investasi akan diselesaikan sesuai dengan kesepakatan.
15. Penerimaan neto dari aktivitas pendanaan Perseroan per 31 Desember 2024 mengalami
peningkatan sebesar Rp55,90 miliar hingga mencapai Rp69,91 miliar yang diakibatkan karena
adanya penerimaan utang Bank, utang pihak ketiga, dan utang pihak berelasi. Selain itu juga
didukung oleh peningkatan atas setoran modal entitas anak dari non-pengendali, serta penerimaan
dari penawaran umum perdana. Agar dijelaskan:
a. Tujuan penggunaan dana yang diperoleh dari masing-masing jenis utang tersebut dan
bagaimana pengaruhnya terhadap struktur keuangan Perseroan.
Jawaban:
Tujuan penggunaan dana yang diperoleh Perseroan digunakan untuk modal kerja operasional
serta pengembangan jaringan infrastruktur guna memperluas cakupan layanan Perseroan.
b. Mekanisme dan kondisi yang menyertai peningkatan setoran modal dari entitas anak non-
pengendali, termasuk peran dan kontribusi entitas anak dalam pendanaan Perseroan.
Jawaban:
Setoran modal dari entitas anak non-pengendali merupakan setoran modal dari Wukong
Technology Partners Limited kepada anak usaha PT Fiber Kerumah Indonesia selama tahun
2024 untuk memperkuat modal kerja anak usaha dalam menjalankan operasionalnya
khususnya dalam penjualan di segmen retail.
c. Dampak keseluruhan dari peningkatan aktivitas pendanaan ini terhadap likuiditas,
solvabilitas, dan strategi pembiayaan jangka panjang Perseroan.
Jawaban:
Dampak dari peningkatan aktivitas pendanaan dapat membantu pembiayaan operasional
menjadi lebih baik sehingga Perseroan dapat mengelola utang dan pembiayaan jangka
panjang lainnya dengan semaksimal mungkin.
Page 15
Terkait Akuisisi Perseroan oleh PT Iforte Solusi Infotek
16. Menindaklanjuti informasi terkait Pengambilalihan Saham oleh PT Iforte Solusi Infotek
sebagaimana tercantum dalam dokumen keterbukaan informasi Perseroan tanggal 30 April 2025,
agar dijelaskan:
a. Latar belakang dan tujuan strategis dari pengambilalihan saham oleh PT Iforte Solusi
Infotek terhadap 40% saham Perseroan.
Jawaban:
Pengambilalihan saham sebesar 40% oleh PT Iforte Solusi Infotek dilakukan sebagai bagian
dari langkah strategis dalam memperkuat posisi bisnis dan sinergi usaha grup pembeli di
bidang digital infrastruktur telekomunikasi.
b. Proses pelaksanaan pengambilalihan saham, termasuk tahapan negosiasi, penilaian, dan
pelibatan pihak-pihak profesional (konsultan hukum, keuangan, atau valuer independen).
Jawaban:
Pengambilalihan saham dilaksanakan secara langsung antara PT Iforte Solusi Infotek selaku
Pembeli dengan Ibu Verah Wahyudi Singgih Wong dan Bapak Jimmy Anka secara
bersama-sama selaku Penjual.
Pihak-pihak profesional yang terlibat adalah:
- Konsultan Hukum Penjual: Nindyo & Associates
- Konsultan Hukum Pembeli: Makes & Partners
- Kantor Akuntan Publik: KAP Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan
c. Apakah terdapat rencana perubahan komposisi Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan
pasca pengambilalihan. Jika ya, sampaikan identitas dan profil singkat calon pengurus.
Jawaban :
Ya, ada perubahan komposisi Direksi dan Dewan Komisaris. identitas dan profil singkat
calon Direksi dan Dewan Komisaris sudah disampaikan di web Perseroan dan perubahannya
akan dilaksanakan RUPS pada 16 Juni 2025.
d. Dampak pengambilalihan terhadap kegiatan usaha utama, strategi bisnis, serta proyeksi
keuangan dan operasional Perseroan ke depan.
Jawaban:
Dampak atas pengambilalihan adalah terjadinya perubahan komposisi pemegang saham
Perseroan. Pengambilalihan tidak memiliki dampak negatif material terhadap usaha utama,
strategi bisnis, serta proyeksi keuangan dan operasional Perseroan ke depan.
e. Apakah Pemegang Saham Utama atau Pengendali lama dengan Pengendali baru membuat
suatu kontrak atau aktivitas yang mengakibatkan terjadinya hal-hal sebagaimana disebutkan
pada Pasal 11 POJK 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka (POJK
9/2018)? Jika ya, mohon Perseroan menyampaikan ringkasan kontrak atau aktivitas
dimaksud.
Jawaban:
Pemegang Saham Utama atau Pengendali lama tidak membuat membuat suatu kontrak atau
aktivitas yang mengakibatkan terjadinya hal-hal sebagaimana disebutkan pada Pasal 11
POJK 9/POJK.04/2018 dengan Pengendali baru.
Page 16
f. Apakah terdapat hubungan kontraktual atau kerja sama bisnis sebelumnya antara Perseroan
dan PT Iforte Solusi Infotek dan/atau entitas afiliasinya, meskipun tidak terdapat hubungan
afiliasi secara hukum? Mohon dijelaskan.
Jawaban: Tidak ada
g. Risiko hukum atau konsekuensi atas perubahan pengendalian terhadap izin usaha, kontrak,
atau kewajiban jangka panjang Perseroan (jika ada).
Jawaban :
Tidak terdapat Risiko hukum atau konsekuensi atas perubahan pengendalian terhadap izin
usaha, kontrak, atau kewajiban jangka panjang Perseroan.
h. Penjelasan atas komitmen PT Iforte Solusi Infotek selaku Pengendali baru terhadap status
Perseroan untuk tetap mencatatkan sahamnya di Bursa.
Jawaban: PT Iforte Solusi Infotek, selaku Pemegang Saham Pengendali baru atas 40%
saham Perseroan, menyatakan komitmennya secara penuh untuk mempertahankan status
Perseroan sebagai perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Komitmen
ini ditunjukkan melalui beberapa poin penting yaitu Pemenuhan terhadap Peraturan
Perundang-undangan, Dukungan terhadap Prinsip Keterbukaan dan Tata Kelola dan
peningkatan sinergi dan kinerja operasional yang secara langsung berdampak pada
peningkatan nilai Perseroan di mata investor.
i. Komitmen pemenuhan ketentuan free float Perseroan.
Jawaban:
Perseroan berkomitmen untuk memenuhi ketentuan Saham Free Float oleh Perseroan,
sebagaimana diatur dalam Ketentuan V.1. Peraturan Bursa Nomor I-A.
j. Komitmen Perseroan untuk senantiasa mematuhi prinsip keterbukaan informasi, menjaga
transparansi, serta menjalankan tata kelola perusahaan yang baik (GCG), khususnya dalam
rangka melindungi hak-hak pemegang saham publik sebagai Perusahaan Tercatat.
Jawaban: Sebagai perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI),
Perseroan senantiasa menjunjung tinggi prinsip keterbukaan dan tata kelola perusahaan yang
baik (Good Corporate Governance/GCG). Adapun bentuk nyata dari komitmen tersebut
adalah sebagai berikut:
- Perseroan berkomitmen untuk menyampaikan seluruh informasi material dan relevan
secara tepat waktu, akurat, dan transparan kepada publik dan otoritas pasar modal
(OJK dan BEI), sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk POJK No.
31/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan Informasi.
- Tidak ada kebijakan atau tindakan korporasi yang akan merugikan kepentingan
pemegang saham publik, dan setiap aksi yang berdampak material akan
dikonsultasikan dan dikomunikasikan terlebih dahulu secara terbuka.
- Informasi terkait pelaksanaan RUPS akan selalu disampaikan sesuai jadwal dan
ketentuan peraturan pasar modal.
- Perseroan senantiasa menjalankan prinsip-prinsip GCG yang mencakup:
Transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, kewajaran dan kesetaraan.
Page 17
Demikian yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, PT Remala Abadi Tbk Agus Setiono Direktur Utama
Names mentioned 20 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.1
unresolved
org
Remala Abadi Tbk
p.1 ×20
unresolved
org
PT Hipernet Indodata
p.2 ×2
unresolved
org
PT Fiber Kerumah Indonesia
p.3 ×2
unresolved
org
PT PC
p.5 ×3
unresolved
org
PT Fiber Media Indonesia
p.7 ×3
unresolved
org
Wukong Technology Partners Limited
p.14
unresolved
person
Jimmy Anka
p.15
unresolved
org
Makes & Partners
p.15
unresolved
org
Sukimto & Rekan
p.15
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.