Skip to content
Back to announcement

20260708_PJHB_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_32109982_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review PJHB

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 90

Page 1

          
Page 2
Jakarta, 5 Juni 2026

Kepada Yth.
PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Jl. Panglima Batur No.36 Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota,
Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75112

No. Laporan     : 00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Hal             : Laporan Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk

Dengan hormat,

LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PT PELAYARAN JAYA HIDUP BARU TBK


Berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. 018/FDI/PB-FS/III/2026 tertanggal 26 Maret 2026,
KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat
penugasan dari PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (selanjutnya disebut “PJHB” atau “Perusahaan”) untuk
menyusun Studi Kelayakan (Feasibility Study) untuk Perusahaan dalam rangka Perubahan kegiatan
usaha.

Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari penugasan ini adalah untuk penyusunan Studi Kelayakan untuk Perusahaan
dalam rangka Rencana Perubahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan oleh Perusahaan. Laporan ini
diperuntukan dalam rangka memenuhi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) d/h BAPEPAM-LK terkait dengan
peraturan perusahaan publik (terbuka), yaitu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal
(“POJK 35”), Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI
Edisi VII.2018). Dalam melakukan Studi Kelayakan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.

Objek Studi Kelayakan

Obyek Jasa Studi Kelayakan dalam hal ini adalah rencana PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk untuk
melakukan perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) menjadi KBLI 64210 (Aktivitas
Perusahaan Induk/Holding Companies) dan KBLI 50121 (Angkutan Laut Dalam Negeri Untuk Barang
Umum).

Perusahaan saat ini melaksanakan kegiatan usaha dalam bidang jasa sebagai berikut :
• Kegiatan usaha utama        : angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk barang
                                 (KBLI 50132)
• Kegiatan usaha penunjang : aktivitas perusahaan holding (KBLI 64200)

Sehubungan dengan adanya pembaharuan KBLI sesuai dengan Peraturan Badan Pusat Statistik No. 7
Tahun 2025, maka seluruh perusahaan harus memperbaharui KBLI. Oleh karena itu, Perusahaan akan




                            Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Properti)
Page 3
memperbaharui KBLI menjadi KBLI 64210 (Aktivitas Perusahaan Induk/Holding Companies) dan KBLI
50121 (Angkutan Laut Dalam Negeri Untuk Barang Umum).

Tanggal Studi Kelayakan

Tanggal Studi Kelayakan dalam penugasan ini adalah 31 Desember 2025

Ruang Lingkup dan Metodologi Studi Kelayakan

Berdasarkan POJK No.35/POJK.04/2020, tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal (“POJK 35”), analisis Studi Kelayakan dilakukan melalui analisis yang mencakup hal–hal
sebagai berikut:
a. Analisis Kelayakan Pasar
b. Analisis Kelayakan Teknis
c. Analisis Kelayakan Pola Bisnis
d. Analisis Kelayakan Model Manajemen
e. Analisis Kelayakan Keuangan

Analisis Kelayakan Pasar

Perekonomian global masih berada dalam tren melambat dengan tingkat ketidakpastian yang relatif
tinggi. Pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2026 diprakirakan sedikit lebih rendah, yaitu sebesar
3,2% dibandingkan dengan capaian tahun 2025 sebesar 3,3%. Perlambatan tersebut terutama
dipengaruhi oleh dampak lanjutan kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat, kerentanan rantai pasok
global, serta meningkatnya ketegangan geopolitik yang berdampak pada aktivitas perdagangan dan
investasi global.

Ketidakpastian pasar keuangan global juga masih tinggi, seiring terbatasnya ruang penurunan suku
bunga The Fed, masih tingginya yield US Treasury, serta penguatan indeks dolar AS. Kondisi tersebut
berpotensi mendorong keluarnya aliran modal dari negara berkembang, termasuk Indonesia, sehingga
dapat memberikan tekanan terhadap stabilitas nilai tukar dan pasar keuangan domestik.
Dari sisi domestik, perekonomian nasional tetap menunjukkan ketahanan yang baik di tengah tekanan
eksternal. Aktivitas ekonomi domestik didukung oleh permintaan dalam negeri, konsumsi rumah tangga,
investasi, serta kinerja ekspor. Selain itu, peningkatan keyakinan pelaku ekonomi dan dukungan stimulus
fiskal turut mendorong pemulihan aktivitas ekonomi.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi domestik ditopang oleh kinerja positif pada sektor
industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan, informasi dan
komunikasi, serta konstruksi. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi di wilayah Bali-Nusa Tenggara,
Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua menunjukkan perkembangan yang baik, didukung oleh
aktivitas industri, pertambangan, perdagangan, dan pariwisata

Prospek perekonomian Indonesia tetap baik. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi
Indonesia pada tahun 2025 berada dalam kisaran 4,7%–5,5% dan meningkat menjadi 4,9%–5,7% pada
tahun 2026. Pertumbuhan tersebut didukung oleh permintaan domestik yang tetap kuat, konsumsi
rumah tangga, investasi, serta kinerja ekspor.

Ketahanan eksternal Indonesia juga diprakirakan tetap terjaga. Neraca Pembayaran Indonesia pada
tahun 2025 diprakirakan tetap baik dengan defisit transaksi berjalan yang rendah. Selain itu, cadangan




 Halaman 2                                                     00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 4
devisa tetap memadai untuk mendukung stabilitas eksternal dan menjaga ketahanan ekonomi nasional
di tengah ketidakpastian global.

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kebutuhan transportasi laut yang struktural. Kegiatan
industri pertambangan, perkebunan, energi, migas, pembangunan infrastruktur, dan distribusi barang
antarwilayah menimbulkan permintaan berkelanjutan terhadap jasa pengangkutan laut, termasuk kapal
LCT yang mampu membawa alat berat dan kargo proyek secara langsung ke titik operasi.

BPS mencatat barang yang diangkut melalui angkutan laut domestik selama Januari-Desember 2025
mencapai 508,4 juta ton, meningkat 16,56% dibandingkan periode sebelumnya. Data ini
mengindikasikan bahwa permintaan angkutan barang laut domestik masih memiliki momentum positif,
meskipun dinamika per bulan dapat berfluktuasi sesuai musim, proyek, dan kondisi komoditas.

Secara global, UNCTAD menyatakan bahwa pelayaran mengangkut lebih dari 80% perdagangan
barang dunia. Namun, pasar pelayaran global memasuki periode pertumbuhan yang rapuh, biaya
meningkat, dan ketidakpastian tinggi. UNCTAD memperkirakan volume perdagangan laut global pada
2025 hanya naik sekitar 0,5%, sementara rerouting akibat ketegangan geopolitik meningkatkan ton-
miles dan membuat tarif angkut menjadi lebih volatil. Bagi Perusahaan, kondisi ini memberikan dua
implikasi: peluang dari kebutuhan logistik maritim, tetapi juga risiko biaya bahan bakar, asuransi, waktu
tunggu pelabuhan, dan gangguan rantai pasok suku cadang.

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki ketergantungan struktural terhadap transportasi laut.
Konektivitas antarpulau, distribusi barang, pengangkutan alat berat, logistik proyek, serta mobilitas
penumpang di wilayah kepulauan menjadikan industri pelayaran sebagai salah satu komponen penting
dalam rantai pasok nasional. Bagi perusahaan pelayaran seperti PJHB, kondisi ini memberikan peluang
pasar yang berkelanjutan, terutama pada segmen charter kapal, angkutan kargo proyek, alat berat, dan
layanan angkutan laut yang bersifat fleksibel atau tidak terjadwal.

Berdasarkan data BPS, kinerja angkutan laut domestik pada tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan
yang positif. Selama Januari–Desember 2025, jumlah penumpang angkutan laut domestik mencapai
30,5 juta orang, meningkat 16,48% dibandingkan periode sebelumnya, sedangkan jumlah barang yang
diangkut melalui angkutan laut domestik mencapai 508,4 juta ton, meningkat 16,56%. Data ini
menunjukkan bahwa permintaan terhadap jasa angkutan laut domestik masih memiliki momentum
pertumbuhan yang kuat, baik dari sisi mobilitas orang maupun distribusi barang.

Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pasar dalam rencana usaha Perusahaan, terkait kepentingan
Perusahaan untuk penambahan KBLI, maka disimpulkan bahwa aspek pasar ini adalah layak.

Analisis Kelayakan Teknis

Kelayakan teknis ditinjau dari sisi pengalaman, ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia. Sejalan
dengan rencana pengembangan usaha eksisting, Perusahaan merencanakan penambahan armada
secara bertahap, yaitu sebanyak 3 unit kapal pada tahun 2026 dan 2 unit kapal pada tahun 2028.

Berdasarkan informasi dari manajemen, rencana pembelian kapal pada tahun 2026 murni ditujukan
untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha eksisting. Hal ini sejalan dengan adanya potensi
peningkatan kebutuhan jasa transportasi laut, khususnya dari pelanggan di sektor LNG. Menurut
keterangan yang diperoleh, BP diperkirakan akan melakukan penambahan produksi LNG, sehingga
membutuhkan tambahan armada kapal untuk mendukung aktivitas transportasi. Selain itu, untuk




 Halaman 3                                                       00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 5
perusahaan internasional terdapat batasan umur pemakaian kapal maksimal sekitar 15 tahun, sehingga
ketersediaan kapal dengan usia dan kondisi yang sesuai menjadi salah satu faktor penting dalam
memenuhi kebutuhan pelanggan tersebut.

Dengan demikian, jumlah armada Perusahaan diproyeksikan meningkat dari 5 unit kapal eksisting
menjadi 8 unit kapal pada tahun 2026, dan selanjutnya menjadi 10 unit kapal pada tahun 2028.
Penambahan armada tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas operasional, memperluas
cakupan layanan charter, meningkatkan fleksibilitas penjadwalan kapal, serta mendukung pertumbuhan
pendapatan Perusahaan melalui peningkatan utilisasi armada.

Dari aspek kesiapan teknis, rencana penambahan armada pada tahun 2026 juga didukung oleh
progres pembangunan kapal yang sedang berjalan. Berdasarkan keterangan pada saat inspeksi
lapangan, kapal yang berada di galangan Tegal diperkirakan dapat selesai dikerjakan sekitar 10 bulan
dari waktu pembangunan. Adapun CAPEX pada tahun 2026 dialokasikan secara khusus untuk
pembelian kapal, dimana nilai CAPEX tersebut telah mencakup biaya-biaya pendukung sampai kapal
siap berlayar atau beroperasi, termasuk pengurusan perizinan, sertifikasi, dan kebutuhan lainnya hingga
kapal dapat diserahterimakan dalam kondisi siap operasi kepada Perusahaan.

Berdasarkan komposisi karyawan Perusahaan, jumlah sumber daya manusia meningkat dari 59 orang
pada tahun 2023 menjadi 69 orang pada tahun 2024, dan kembali meningkat menjadi 72 orang pada
tahun 2025. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa Perusahaan telah melakukan penyesuaian
kebutuhan tenaga kerja secara bertahap sejalan dengan perkembangan kegiatan operasional,
peningkatan kebutuhan pengawasan, serta penguatan struktur organisasi.

Dari sisi jenjang manajemen, komposisi karyawan tahun 2025 terdiri dari 7 orang manajerial, 3 orang
supervisor, 7 orang staf, dan 55 orang ABK. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa mayoritas tenaga
kerja Perusahaan berada pada fungsi operasional kapal, khususnya ABK, yang merupakan sumber daya
utama dalam mendukung kegiatan pelayaran, pengoperasian armada LCT, serta layanan charter kapal.
Dominasi ABK dalam struktur tenaga kerja mencerminkan karakter usaha Perusahaan yang berbasis
pada operasional armada dan kesiapan kru kapal.

Dari sisi usia, karyawan Perusahaan pada tahun 2025 didominasi oleh kelompok usia 41–50 tahun
sebanyak 25 orang, diikuti kelompok usia 21–30 tahun sebanyak 18 orang, kelompok usia 31–40 tahun
sebanyak 17 orang, kelompok usia di atas 50 tahun sebanyak 11 orang, dan kelompok usia di bawah
21 tahun sebanyak 1 orang. Komposisi ini menunjukkan adanya kombinasi antara tenaga kerja
berpengalaman dan tenaga kerja usia produktif. Kelompok usia 41 tahun ke atas dapat mendukung
aspek pengalaman teknis, operasional, dan pengambilan keputusan di lapangan, sedangkan kelompok
usia 21–40 tahun menjadi basis regenerasi dan keberlanjutan tenaga kerja Perusahaan.

Secara umum, ketersediaan sumber daya manusia Perusahaan dinilai memadai untuk mendukung
kegiatan operasional saat ini. Namun, sejalan dengan rencana pengembangan usaha eksisting melalui
penambahan armada sebanyak 3 unit kapal pada tahun 2026 dan 2 unit kapal pada tahun 2028,
Perusahaan perlu melakukan perencanaan kebutuhan SDM secara lebih terstruktur. Dengan asumsi
kebutuhan ABK sebanyak 11 orang per kapal, maka penambahan 3 unit kapal pada tahun 2026
membutuhkan tambahan ABK sebanyak 33 orang, sedangkan penambahan 2 unit kapal pada tahun
2028 membutuhkan tambahan ABK sebanyak 22 orang. Dengan demikian, secara kumulatif
Perusahaan membutuhkan tambahan ABK sebanyak 55 orang sampai dengan tahun 2028.




 Halaman 4                                                     00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 6
Penambahan armada juga akan berdampak pada kebutuhan tenaga teknis kapal, fungsi pengawasan
operasional, serta fungsi pendukung seperti administrasi, keuangan, keselamatan pelayaran, dan
compliance. Dengan bertambahnya jumlah kapal, kebutuhan kru tidak hanya terkait jumlah personel,
tetapi juga mencakup kesiapan kompetensi dan kelengkapan sertifikasi. Oleh karena itu, Perusahaan
perlu memastikan ketersediaan ABK bersertifikasi, pengaturan jadwal kerja dan rotasi kru yang
memadai, pelatihan keselamatan pelayaran, serta sistem monitoring kinerja operasional kapal.

Penguatan fungsi supervisor dan compliance juga menjadi penting untuk memastikan seluruh armada
dapat beroperasi sesuai standar keselamatan, regulasi pelayaran, dan kebutuhan layanan charter.
Dengan demikian, dari aspek sumber daya manusia, Perusahaan memiliki basis tenaga kerja yang
cukup kuat, terutama pada fungsi operasional kapal. Rencana pengembangan usaha melalui
penambahan armada dinilai dapat didukung sepanjang Perusahaan melakukan penambahan SDM
secara bertahap, menjaga ketersediaan kru bersertifikasi, memperkuat pengawasan operasional, serta
menyesuaikan struktur organisasi dengan pertumbuhan jumlah armada.

Proses bisnis PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk dijalankan melalui penyediaan jasa charter kapal LCT
untuk mengangkut alat berat, kontainer, bahan proyek, serta kargo industri lainnya. Kegiatan usaha
dimulai dari permintaan pengiriman oleh klien, pengecekan ketersediaan kapal, kesepakatan charter,
pengurusan operasional oleh agen, hingga proses muat, pengiriman, dan bongkar di pelabuhan tujuan.
Model bisnis ini mengandalkan armada kapal sebagai aset utama dan pendapatan diperoleh dari jasa
pengangkutan atau penyewaan kapal.

Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dimana PJHB secara konsolidasi memiliki pengalaman,
ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia, kapasitas dan pengalaman yang mencukupi, maka
disimpulkan bahwa aspek teknis ini adalah layak.

Analisis Kelayakan Pola Bisnis

Kelayakan pola bisnis ditinjau dari sisi keunggulan kompetitif perusahaan dalam kegiatan pada jasa
charter kapal LCT untuk pengangkutan alat berat, kontainer, bahan proyek, dan kargo industri,
kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah, dan kemampuan perusahaan untuk
memitigasi risiko persaingan, sehingga perusahaan yakin bahwa kegiatan usaha ini akan berkelanjutan.

Pola bisnis PJHB dinilai layak karena didukung oleh model usaha yang berfokus pada jasa charter kapal
LCT untuk pengangkutan alat berat, kontainer, bahan proyek, dan kargo industri. Kegiatan usaha
tersebut memiliki karakteristik yang spesifik karena melayani kebutuhan pengiriman yang tidak selalu
bersifat rutin, bergantung pada lokasi proyek, jenis muatan, jadwal operasional, serta kebutuhan
fleksibilitas rute pelayaran.

Dalam kegiatan eksistingnya, PJHB menjalankan model layanan freight charter dan time charter,
sehingga Perusahaan dapat menyesuaikan layanan berdasarkan kebutuhan pelanggan, baik dari sisi
jenis muatan, kapasitas kapal, area operasi, maupun durasi penggunaan kapal. Model usaha ini dinilai
relevan dengan kebutuhan industri pertambangan, perkebunan, konstruksi, energi, dan infrastruktur
yang membutuhkan layanan angkutan laut yang fleksibel dan andal.

Kemampuan pesaing untuk meniru produk atau layanan PJHB dinilai cukup terbatas, karena bisnis
charter kapal LCT tidak hanya bergantung pada kepemilikan kapal, tetapi juga membutuhkan
pengalaman operasional, jaringan pelanggan, perizinan, sertifikasi, kru berpengalaman, serta
kemampuan mengelola rute dan risiko pelayaran.




 Halaman 5                                                    00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 7
Secara umum, layanan pengangkutan laut dengan kapal LCT dapat ditiru oleh perusahaan pelayaran
lain yang memiliki armada sejenis. Namun, untuk mencapai kualitas layanan yang sama, pesaing
membutuhkan waktu, investasi, dan pengalaman yang memadai. Hal ini karena PJHB telah memiliki
pengalaman sejak tahun 2008 dalam jasa vessel chartering dan pengangkutan kargo berat, termasuk
alat berat, kontainer, peralatan migas, pertambangan, perkebunan, konstruksi, dan kargo proyek
lainnya.

Kemampuan PJHB dalam menciptakan nilai dinilai berasal dari pemanfaatan armada LCT sebagai aset
utama untuk menghasilkan pendapatan melalui jasa freight charter, time charter, dan pengangkutan
kargo proyek. Dengan karakteristik kapal LCT yang dapat mengangkut alat berat, kontainer, dan kargo
berukuran besar, Perusahaan memiliki peluang untuk melayani segmen pelanggan industri yang
membutuhkan layanan angkutan laut khusus dan fleksibel.

Secara umum, integrasi vertikal dan horizontal dapat memperkuat kemampuan PJHB dalam
menciptakan nilai. Integrasi vertikal memberikan peluang efisiensi dan peningkatan kualitas layanan,
sedangkan integrasi horizontal mendukung pertumbuhan kapasitas, perluasan pasar, dan peningkatan
pendapatan. Dengan dukungan armada, pengalaman operasional, dan jaringan pelanggan, strategi
integrasi ini dinilai dapat meningkatkan daya saing serta keberlanjutan usaha Perusahaan.

Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis yang mencakup keunggulan kompetitif karena keunikan dari
pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk dan kemampuan untuk menciptakan nilai dapat
disimpulkan bahwa aspek pola bisnis Kegiatan Usaha oleh Perusahaan adalah layak.

Analisis Kelayakan Model Manajemen

Manajemen PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman yang
memadai dalam menjalankan kegiatan usaha pelayaran, vessel chartering, dan pengangkutan kargo
menggunakan kapal LCT. Hal ini tercermin dari pengalaman jajaran Dewan Komisaris dan Direksi yang
sebagian besar telah memiliki rekam jejak panjang di industri pelayaran, pemasaran, operasional kapal,
keuangan, akuntansi, serta tata kelola perusahaan.

Dari sisi pengawasan, Perusahaan didukung oleh Dewan Komisaris yang memiliki kombinasi
pengalaman di bidang pelayaran, bisnis, serta pasar modal. Hero Gozali selaku Komisaris Utama
memiliki pengalaman panjang di Perusahaan, termasuk sebagai Direktur Utama sejak tahun 2008
sampai 2024 sebelum diangkat sebagai Komisaris Utama pada tahun 2025. Pengalaman tersebut
menjadi nilai tambah karena beliau memiliki pemahaman historis yang kuat atas perkembangan usaha,
pelanggan, armada, dan dinamika operasional Perusahaan.

Secara keseluruhan, jajaran manajemen kunci Perusahaan dinilai memiliki kapasitas yang cukup untuk
mendukung rencana pengembangan usaha. Kombinasi antara pengalaman operasional pelayaran,
pemasaran, keuangan, akuntansi, dan tata kelola perusahaan menjadi faktor penting dalam menjaga
keberlanjutan kegiatan usaha, terutama sejalan dengan rencana penambahan armada dan perluasan
kapasitas operasional.

Dari sisi sumber daya manusia, Perusahaan memiliki struktur tenaga kerja yang mendukung kegiatan
usaha pelayaran dan charter kapal. Berdasarkan data komposisi karyawan, jumlah karyawan
Perusahaan meningkat dari 59 orang pada tahun 2023 menjadi 69 orang pada tahun 2024, dan
kembali meningkat menjadi 72 orang pada tahun 2025. Peningkatan ini menunjukkan bahwa
Perusahaan telah melakukan penyesuaian kapasitas organisasi sejalan dengan perkembangan kegiatan
usaha dan kebutuhan operasional.




 Halaman 6                                                     00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 8
Berdasarkan jenjang manajemen, komposisi karyawan tahun 2025 terdiri dari 7 orang manajerial, 3
orang supervisor, 7 orang staf, dan 55 orang ABK. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa mayoritas
sumber daya manusia Perusahaan berada pada fungsi operasional kapal, khususnya ABK, yang
merupakan elemen utama dalam kegiatan pelayaran, pengoperasian armada LCT, serta penyediaan
jasa charter kapal.

Seiring dengan rencana penambahan armada sebanyak 3 unit kapal baru pada tahun 2026 dan 2 unit
kapal baru pada tahun 2028, Perusahaan juga memproyeksikan kebutuhan tambahan ABK sebanyak
11 orang untuk setiap kapal baru. Dengan demikian, terdapat tambahan kebutuhan ABK sebanyak 33
orang pada tahun 2026 dan 22 orang pada tahun 2028. Penambahan ABK tersebut diperlukan untuk
memastikan kesiapan operasional masing-masing kapal, termasuk fungsi nakhoda, perwira kapal, juru
mudi, masinis, dan kru pendukung lainnya sesuai kebutuhan operasional pelayaran

Sejalan dengan rencana pengembangan usaha eksisting melalui penambahan armada, manajemen
Perusahaan dinilai memiliki kesiapan yang memadai untuk menjalankan pengembangan usaha secara
bertahap. Rencana penambahan kapal ini bukan merupakan dampak langsung dari penambahan KBLI
baru, melainkan merupakan bagian dari strategi Perusahaan untuk memperkuat kapasitas operasional,
memperluas cakupan layanan charter, dan mendukung pertumbuhan pendapatan dari kegiatan usaha
yang telah berjalan saat ini.

Kesiapan tersebut didukung oleh pengalaman Direksi dan Komisaris dalam industri pelayaran,
pengelolaan operasional kapal, pemasaran jasa charter, serta pengelolaan keuangan Perusahaan.
Dengan pengalaman tersebut, Perusahaan dinilai memiliki dasar manajerial yang cukup untuk
mengelola pertumbuhan armada secara bertahap, termasuk dalam aspek perencanaan operasional,
pengawasan armada, pengelolaan biaya, serta pemenuhan kewajiban perizinan dan keselamatan
pelayaran.

Sementara itu, rencana penambahan armada tetap perlu didukung oleh kesiapan sumber daya
manusia, khususnya pada fungsi operasional kapal. Seiring dengan rencana penambahan 3 unit kapal
baru pada tahun 2026 dan 2 unit kapal baru pada tahun 2028, Perusahaan perlu memastikan
ketersediaan ABK, tenaga teknis, sertifikasi kru, dokumen pelaut, serta sistem penjadwalan kru yang
memadai. Hal ini penting agar armada tambahan dapat beroperasi secara optimal tanpa mengganggu
kegiatan operasional armada eksisting.

Dengan demikian, dari aspek manajemen dan sumber daya manusia, rencana pengembangan usaha
eksisting melalui penambahan armada dinilai dapat didukung oleh kapasitas manajemen yang ada,
sepanjang Perusahaan melakukan penguatan organisasi secara bertahap. Penguatan tersebut
mencakup penambahan kru sesuai pertumbuhan armada, peningkatan kompetensi keselamatan
pelayaran, penguatan fungsi compliance, serta pengelolaan operasional armada yang lebih terstruktur.

Berkaitan dengan pengembangan usaha eksisting melalui penambahan armada, Perusahaan telah
memiliki pengalaman dan sumber daya manusia yang relevan dalam kegiatan usaha pelayaran,
khususnya jasa charter kapal LCT dan pengangkutan kargo proyek. Kompetensi utama yang dibutuhkan
tidak berkaitan dengan tenaga ahli khusus di bidang baru, melainkan terutama pada kesiapan
operasional kapal, ketersediaan ABK bersertifikasi, pengelolaan jadwal pelayaran, pemenuhan aspek
keselamatan, serta pengawasan kepatuhan terhadap regulasi pelayaran., maka disimpulkan bahwa
rencana bisnis yang akan dilakukan, ditinjau dari aspek model manajemen adalah layak.




 Halaman 7                                                   00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 9
Analisis Kelayakan Keuangan

Pada tahun 2026, total kebutuhan investasi diproyeksikan sebesar Rp163,03 miliar, yang terutama
dialokasikan untuk pembangunan 3 unit kapal baru sebesar Rp163,00 miliar dan kendaraan
operasional sebesar Rp27 juta. Selanjutnya, pada tahun 2027, Perusahaan memproyeksikan capex
sebesar Rp1,16 miliar yang dialokasikan untuk kebutuhan docking.

Pada tahun 2028, total Investasi diproyeksikan sebesar Rp96,10 miliar, yang sebagian besar
dialokasikan untuk penambahan kapal sebesar Rp95,90 miliar, serta tambahan peralatan kapal dan
peralatan kantor masing-masing sebesar Rp181 juta dan Rp16 juta. Pada tahun 2029, terdapat capex
sebesar Rp28 juta untuk kendaraan operasional, sedangkan pada tahun 2030 terdapat capex sebesar
Rp1,21 miliar untuk kebutuhan docking.

Seluruh rencana investasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan usaha eksisting Perusahaan,
khususnya untuk memperkuat kapasitas armada, mendukung kegiatan operasional pelayaran, serta
meningkatkan fleksibilitas layanan charter kapal. Rencana capex ini tidak berkaitan langsung dengan
perubahan KBLI, melainkan merupakan investasi pendukung atas kegiatan usaha yang telah berjalan.

Rencana investasi penambahan armada dan kebutuhan capex pendukung akan dibiayai menggunakan
kas internal Perusahaan. Penggunaan kas internal mencerminkan kemampuan Perusahaan dalam
mendukung rencana pengembangan usaha eksisting tanpa menambah ketergantungan pada
pembiayaan eksternal.

Dengan sumber pendanaan tersebut, Perusahaan diharapkan dapat menjaga fleksibilitas keuangan,
mengendalikan beban keuangan, serta mempertahankan struktur permodalan yang sehat. Namun
demikian, pelaksanaan investasi tetap perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan
ketersediaan kas, kebutuhan modal kerja operasional, serta prioritas penggunaan dana Perusahaan.

Analisa kelayakan keuangan dilakukan dengan menggunakan beberapa indicator kelayakan yang
merujuk pada proyeksi arus kas bersih. Arus kas bersih yang digunakan adalah arus kas bersih
incremental, atau selisih arus kas bersih antara usaha Perusahaan dengan pengembangan usaha dan
usaha Perusahaan tanpa pengembangan usaha. Adapun indicator kelayakan yang digunakan dalam
hal ini mencakup Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI) dan Payback
Period. Proyeksi arus kas bersih incremental Perusahaan adalah sebagai berikut :

               URAIAN                    SATUAN         2026       2027        2028       2029        2030
 Laba (Rugi) Bersih                      Rp Juta        (7.166)    17.885      24.423     27.175      31.361
 Beban Penyusutan                        Rp Juta          8.150     8.150      12.945     12.945      12.945
 Perubahan Utang                         Rp Juta               -          -           -          -           -
 Belanja Modal / Capex                   Rp Juta      (151.510)           -   (95.901)           -           -
 Perubahan Modal Kerja                   Rp Juta          (201)    (2.909)     (1.236)    (1.191)     (1.429)
 Terminal Value                          Rp Juta                                                     426.243

 ARUS KAS BERSIH                         Rp Juta      (150.728)    23.126     (59.768)    38.929     469.120
 Discount Rate                              %            9,70%     9,70%        9,70%     9,70%       9,70%
 Discount Factor                            x           0,9116     0,8310      0,7575     0,6906      0,6295
 PV ARUS KAS BERSIH                      Rp Juta      (137.403)    19.217     (45.277)    26.883     295.322




 Halaman 8                                                         00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 10
Berdasarkan proyeksi arus kas bersih yang telah disusun di atas, maka dihasilkan indicator kelayakan
sebagai berikut.


     Keterangan     Hasil Analisa               Indikator Kelayakan                   Kesimpulan
 NPV (Rp Juta)            158.743                                    NPV > 0            Layak
 IRR                       32,85%         IRR > Tingkat Diskonto (Ke = 9,70%)           Layak
 PI                           1,73                                     PI > 1           Layak
 Payback Period    8 Tahun 5 Bulan

Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas

1.  Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
2.  Penilai Independen telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
    Studi Kelayakan.
3. Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai Independen mengandalkan keakuratan dan
    kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh dari
    informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya yang kami anggap relevan.
4. Penilai Independen menggunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
    keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Penilai Independen bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan.
6. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik.
7. Penilai Independen telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi Kelayakan dari
    Pemberi Tugas.
8. Penilai Independen bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan ini.
9. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi Kelayakan telah disusun
    sesuai dengan POJK 35, SEOJK 17 dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan
    ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
10. KJPP FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara
    khusus hanya terbatas pada aspek Studi Kelayakan atas obyek penugasan, di luar dari aspek
    perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan.
11. Laporan Studi Kelayakan ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai dengan
    maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan dan tidak dapat digunakan
    untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung jawab jika laporan ini digunakan
    untuk tujuan lain.
12. Studi Kelayakan ini dilakukan sesuai dengan asumsi pada tanggal penilaian, sehingga pengguna
    laporan Studi Kelayakan diminta untuk berhati-hati dalam menentukan relevansi antara hasil
    dengan kebutuhannya (terkait penggunaan hasil laporan).




 Halaman 9                                                     00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 11
Kesimpulan Studi Kelayakan

Dengan mempertimbangkan hasil analisis Studi Kelayakan yang mencakup aspek kelayakan pasar,
kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen, dan kelayakan keuangan, kami
berpendapat bahwa rencana PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk dalam rangka perubahan KBLI 64210
- Aktivitas Perusahaan Induk/Holding Companies dan KBLI 50121 - Angkutan Laut Dalam Negeri untuk
Barang Umum beserta rencana pengembangan usaha Perusahaan adalah LAYAK.

Adapun rencana penambahan armada kapal yang digunakan dalam proyeksi keuangan merupakan
bagian dari pengembangan kegiatan usaha eksisting Perusahaan, khususnya untuk memperkuat
kapasitas armada LCT, meningkatkan fleksibilitas layanan charter, serta mendukung pertumbuhan
pendapatan dari kegiatan usaha pelayaran yang telah berjalan. Berdasarkan analisis arus kas bersih
inkremental, rencana pengembangan usaha tersebut menghasilkan indikator kelayakan keuangan yang
positif, sehingga dinilai layak untuk dilaksanakan.

Kami menyatakan dengan sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak
sebagai pihak independen yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat ini maupun di masa
datang terkait dengan usaha Perusahaan maupun atas transaksi yang dilakukan.

Demikian laporan Studi Kelayakan ini kami sampaikan, atas kerjasama dan kepercayaan yang telah
diberikan kepada kami untuk penugasan ini kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
KJPP FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN
Pimpinan Rekan




M. Ichsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert)
Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453
MAPPI No.               : 10-S-02571
STTD Bapepam No. : STTD.PB-50/PJ-1/PM.021/2025
RMK                     : RMK-2017.00526




 Halaman 10                                                  00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 12
                                                                DAFTAR ISI

LAPORAN STUDI KELAYAKAN ....................................................................................................1
DAFTAR ISI ............................................................................................................................. 11
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................ 13
  1.1     Uraian Mengenai Penugasan ............................................................................................ 13
  1.2     Identifikasi Status Penilai ................................................................................................... 13
  1.3     Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ............................................................... 13
  1.4     Identitfikasi Pengguna Laporan ......................................................................................... 13
  1.5     Objek Studi Kelayakan...................................................................................................... 13
  1.6     Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan ................................................................................. 14
  1.7     Tanggal Studi Kelayakan (Cut Off Date) ............................................................................ 14
  1.8     Ruang Lingkup dan Metodologi Studi Kelayakan ............................................................... 14
  1.9     Tingkat Kedalaman Investigasi .......................................................................................... 14
  1.10 Data, Informasi dan Prosedur yang Digunakan ................................................................. 15
  1.11 Asumsi dan Asumsi Khusus ............................................................................................... 15
  1.12 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi .................................................................... 15
  1.13 Konfirmasi Bahwa Studi Kelayakan Dilakukan Berdasarkan SPI.......................................... 15
  1.14 Pernyataan Independensi .................................................................................................. 16
  1.15 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ......................................... 16
BAB II ANALISIS PERUSAHAAN ................................................................................................. 17
  2.1     Data dan Informasi yang Digunakan................................................................................. 17
  2.2     Gambaran Umum Perusahaan ......................................................................................... 18
     2.2.1      Latar Belakang Perusahaan ....................................................................................... 18
     2.2.2      Kegiatan Usaha Perusahaan ..................................................................................... 18
     2.2.3      Perijinan ................................................................................................................... 18
     2.2.4      Susunan Pemegang Saham ....................................................................................... 19
     2.2.5      Susunan Manajemen Perusahaan .............................................................................. 19
  2.3     Informasi Keuangan Perusahaan....................................................................................... 20
BAB III ANALISIS KELAYAKAN PASAR ........................................................................................ 26
  3.1. Tinjauan Ekonomi Makro Global dan Domestik................................................................. 26
  3.2. Kondisi Pasar .................................................................................................................... 30
  3.3. Pesaing Usaha .................................................................................................................. 34
  3.4. Strategi Pemasaran ........................................................................................................... 35
BAB IV ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS ....................................................................................... 36
  4.1. Lokasi Operasional Perusahaan ........................................................................................ 36
  4.2. Kapasitas .......................................................................................................................... 36
  4.3. Ketersediaan Sumber Daya ............................................................................................... 38
  4.4. Proses Bisnis ..................................................................................................................... 39
BAB V ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS ................................................................................ 41
  5.1     Keunggulan Kompetitif ...................................................................................................... 41
  5.2     Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk........................................................................ 42
  5.3     Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ............................................................................... 42
BAB VI ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN .................................................................. 44
  6.1     Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan ........................................................ 44
  6.2     Ketersediaan Tenaga Kerja ............................................................................................... 45
  6.3     Kesiapan Manajemen dan SDM Setelah Penambahan Armada.......................................... 47
  6.4     Manajemen Kekayaan Intelektual ...................................................................................... 48



  Halaman 11                                                                             00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 13
   6.5       Manajemen Risiko............................................................................................................. 48
   6.6       Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ............................................................... 49

BAB VII ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN ............................................................................... 50
  7.1     Gambaran Umum ............................................................................................................ 50
  7.2     Biaya Investasi .................................................................................................................. 50
  7.3     Modal Kerja ...................................................................................................................... 52
  7.4     Sumber Pembiayaan ......................................................................................................... 52
  7.5     Biaya Operasional ............................................................................................................ 52
  7.6     Asumsi Proyeksi Laporan Keuangan .................................................................................. 53
  7.7     Proyeksi Laba Rugi ............................................................................................................ 55
  7.8     Proyeksi Posisi Keuangan .................................................................................................. 55
  7.9     Tingkat Diskonto ............................................................................................................... 57
  7.10 Analisa Kelayakan ............................................................................................................ 58
  7.11 Analisis Sensitivitas............................................................................................................ 59
BAB VIII KESIMPULAN ............................................................................................................. 61
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ............................................................................. 62
PERNYATAAN PENILAI ............................................................................................................. 63
LAMPIRAN.............................................................................................................................. 65




  Halaman 12                                                                            00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 14
                                              BAB I
                                          PENDAHULUAN



1.1   Uraian Mengenai Penugasan

      Berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. 018/FDI/PB-FS/III/2026 tertanggal 26 Maret
      2026, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “KJPP FDI&R” atau “Kami”)
      mendapat penugasan dari PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (selanjutnya disebut “PJHB” atau
      “Perusahaan”) untuk menyusun Studi Kelayakan (Feasibility Study) untuk Perusahaan dalam
      rangka Perubahan kegiatan usaha.

1.2   Identifikasi Status Penilai
      a. Pemimpin Rekan, Mochamad Ichsan Suud, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi
           penilaian bisnis dengan Izin No. B-1.16.00453 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia,
           dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
           Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) No. STTD. PB-50/PJ-1/PM.021/2025. Beliau adalah
           anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
      b. Penugasan Studi kelayakan ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan material atau
           benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek Studi kelayakan dan/
           atau pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi obyektifitas, profesional dan tidak
           memihak.
      c. Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan
           tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan Studi
           kelayakan ini.

1.3   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

      Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan adalah sebagai berikut:
      Nama                   : PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
      Alamat                 : Jl. Panglima Batur No.36 Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan
                               Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75112
      Bidang usaha           : Bidang Jasa Pelayaran/Logistik
      No Telepon/Fax         : (0541) 7811333
      Alamat Email           : info@ptjhbgroup.com
      Penanggung Jawab       : Dewan Direksi

1.4   Identitfikasi Pengguna Laporan
      Pengguna laporan dalam hal ini adalah sama dengan Pemberi Tugas

1.5   Objek Studi Kelayakan

      Obyek Jasa Studi Kelayakan dalam hal ini adalah rencana PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
      untuk melakukan perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) menjadi KBLI
      64210 (Aktivitas Perusahaan Induk/Holding Companies) dan KBLI 50121 (Angkutan Laut Dalam
      Negeri Untuk Barang Umum).

      Perusahaan saat ini melaksanakan kegiatan usaha dalam bidang jasa sebagai berikut :




 Halaman 13                                                   00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 15
      • Kegiatan usaha utama          :   angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk
                                          barang (KBLI 50132)
      • Kegiatan usaha penunjang :        aktivitas perusahaan holding (KBLI 64200)

      Sehubungan dengan adanya pembaharuan KBLI sesuai dengan Peraturan Badan Pusat Statistik
      No. 7 Tahun 2025, maka seluruh perusahaan harus memperbaharui KBLI. Oleh karena itu,
      Perusahaan akan memperbaharui KBLI menjadi KBLI 64210 (Aktivitas Perusahaan
      Induk/Holding Companies) dan KBLI 50121 (Angkutan Laut Dalam Negeri Untuk Barang Umum).

1.6   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

      Maksud dan tujuan dari penugasan ini adalah untuk penyusunan Studi Kelayakan untuk
      Perusahaan dalam rangka Rencana Perubahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan oleh
      Perusahaan. Laporan ini diperuntukan dalam rangka memenuhi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
      d/h BAPEPAM-LK terkait dengan peraturan perusahaan publik (terbuka), yaitu Peraturan Otoritas
      Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
      Perubahan Kegiatan Usaha.

      Dalam melakukan Studi Kelayakan ini kami berpedoman pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
      Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
      Modal (“POJK 35”), Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi
      VII (KEPI-SPI Edisi VII.2018). Dalam melakukan Studi Kelayakan ini, bilamana dianggap perlu,
      penilai akan menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.

1.7   Tanggal Studi Kelayakan (Cut Off Date)

      Tanggal Studi Kelayakan (Cut Off Date) dalam penugasan ini adalah 31 Desember 2025.

1.8   Ruang Lingkup dan Metodologi Studi Kelayakan

      Berdasarkan POJK 35 dan SEOJK 17, analisis Studi Kelayakan dilakukan melalui analisis yang
      mencakup hal–hal sebagai berikut:

      a.   Analisis atas Kelayakan Pasar
      b.   Analisis atas Kelayakan Teknis
      c.   Analisis atas Kelayakan Pola Bisnis
      d.   Analisis atas Kelayakan Model Manajemen
      e.   Analisis atas Kelayakan Keuangan

1.9   Tingkat Kedalaman Investigasi

      a. Data dan informasi menyangkut dokumen atas objek penugasan yang kami terima dari
         pemberi tugas.
      b. Verifikasi yang kami lakukan terhadap objek penugasan adalah merupakan bagian dari
         keperluan dan kepentingan pelaksanaan Studi Kelayakan.
      c. Proses pengumpulan dan analisis data dilakukan secara lengkap pada objek penugasan.
         Bila terdapat keterbatasan dalam hal dokumen atau identifikasi secara keseluruhan, maka
         kami menggunakan data dan dokumen secara sampling secukupnya (data yang relevan).




 Halaman 14                                                   00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 16
       d. Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke lokasi termasuk data yang harus
          disediakan oleh pemberi tugas dan/ atau pihak terkait lainnya kepada penilai dalam
          melakukan inspeksi, penelaahan, penghitungan dan analisis untuk tujuan penugasan

1.10   Data, Informasi dan Prosedur yang Digunakan

       Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi. Penggunaan informasi
       dan data tersebut dapat disetujui sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat
       nasional dan atau internasional. Sumber data tersebut antara lain:

       a. Bank Indonesia.
       b. Bursa Efek Indonesia atau Bursa Lain
       c. Badan Pusat Statistik.
       d. Pemerintah Kota dan Kabupaten.
       e. Lembaga resmi pemerintahan atau swasta yang mempublikasi data dan informasi terkait
          dengan obyek Studi kelayakan.
       f. Media cetak dan elektronik resmi.
       g. Sumber lainnya.

1.11 Asumsi dan Asumsi Khusus

       Asumsi:
       •   Kami tidak melakukan reviu terhadap aspek hukum maupun uji tuntas aspek keuangan, oleh
           karena itu kami berasumsi bahwa objek yang kami nilai tidak mempunyai masalah hukum
           dan hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
       •   Kami berasumsi bahwa objek yang ditunjukan kepada kami adalah benar merupakan objek
           dalam Studi kelayakan.

1.12 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi

       Persetujuan penilai harus didapatkan atas setiap publikasi terhadap keseluruhan atau sebagian
       dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai laporan keuangan
       perusahaan/objek penugasan, dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan/objek
       penugasan, dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau pernyataan/edaran apapun dari
       perusahaan/objek penugasan.

       Tanda tangan Penilai Publik dan cap KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan yang resmi
       merupakan syarat mutlak Laporan Studi Kelayakan yang dihasilkan.

       Laporan tidak akan dipublikasikan dalam bentuk dan kesempatan apapun, sebagian atau
       keseluruhan, tanpa persetujuan KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan

1.13 Konfirmasi Bahwa Studi Kelayakan Dilakukan Berdasarkan SPI

       Penugasan akan dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Pendapat
       Kewajaran Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII.2018), Peraturan Otoritas Jasa
       Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
       No.17/SEOJK.04/2020.




 Halaman 15                                                   00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 17
1.14 Pernyataan Independensi

      a. Penilai dan seluruh tim penilai yang tergabung di KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan
         yang terlibat dalam penugasan ini telah berkerja secara profesional dan independen;
      b. KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan tidak mempunyai tanggung jawab apapun
         berkaitan dengan dampak dan akibat yang mungkin dan dapat timbul dari hasil laporan Studi
         kelayakan ke pihak selain kepada Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan. Jika pihak lain
         memilih untuk mengandalkan isi laporan ini maka mereka bertanggung jawab sepenuhnya
         terhadap dampak maupun risiko yang mungkin ditimbulkan;
      c. Dalam menyusun laporan ini, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan mengandalkan
         keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh Pemberi Tugas dan/atau data
         yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian
         yang kami anggap relevan;
      d. Kami sebagai Penilai tidak memiliki keterlibatan material atau benturan kepentingan baik
         aktual maupun potensial dengan obyek Studi kelayakan dan/atau pemilik properti. Kami
         tegaskan pula bahwa dalam penugasan ini kami tidak memiliki kepentingan/berpihak,
         obyektif, dan tanpa mengakomodasi kepentingan pribadi atau pihak tertentu.

1.15 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

      Dari tanggal penilaian (cut off date) per 31 Desember 2025 hingga laporan studi kelayakan ini
      diterbitkan, terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian yang berupa :

      Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perusahaan No. 21 tanggal 12 Februari 2026, yang dibuat di
      hadapan Notaris Adi Jatmika, SH., MKn., Notaris di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu,
      Daerah Khusus Jakarta. Akta ini telah di setujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
      Republik Indonesia nomor AHU-AH.01.03-0040763 TAHUN 2026 tanggal 13 Februari 2026.
      Berdasarkan akta Perusahaan tersebut, modal dasar Perusahaan berjumlah Rp
      200.000.000.000,- (dua ratus miliar Rupiah) yang terbagi atas 4.000.000.000 (empat miliar)
      saham dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 50,- (lima puluh Rupiah). Dari
      modal dasar tersebut di atas telah ditempatkan dan disetor sejumlah 1.920.000.000 (satu miliar
      sembilan ratus dua puluh juta) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
      Rp 96.000.000.000,- (sembilan puluh enam miliar Rupiah). Susunan pemegang saham
      Perusahaan berdasarkan Akta Perusahaan No. 21 tanggal 12 Februari 2026 adalah sebagai
      berikut :

                                                        Jumlah        Prosentase      Nilai Nominal
                    Pemegang Saham
                                                        Saham             %                (Rp)
       Tn. Hero Gozali                                720.000.000      37,50%          36.000.000.000
       Ny. Go sioe Bie                                144.000.000       7,50%           7.200.000.000
       Ny. Adelia Aryni Setiawan                      244.800.000      12,75%          12.240.000.000
       Tn. Nixen Samuel Gozali                        144.000.000       7,50%           7.200.000.000
       Nn. Nisiel Imanuella Gozali                    144.000.000       7,50%           7.200.000.000
       Nn. Monica Chandrasa                             43.200.000      2,25%           2.160.000.000
       Masyarakat                                     480.000.000      25,00%          24.000.000.000
                          Total                      1.920.000.000     100,00%         96.000.000.000




 Halaman 16                                                      00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 18
                                             BAB II
                                     ANALISIS PERUSAHAAN



2.1 Data dan Informasi yang Digunakan

    Data dan informasi yang kami gunakan dalam studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:

    a. Laporan Keuangan Audit Konsolidasian PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk yang berakhir pada
       tanggal 31 Desember 2025 No.00072/3.0470/AU.1/06/1867-2/1/III/2026 tanggal 27 Maret
       2026 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Djoko, Sidik dan Indra dengan pendapat wajar
       dalam semua hal yang material dan ditandatangani oleh David Wahyu Saputra, SE., Ak., CA.,
       CPA. dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1867.
    b. Laporan Keuangan Audit Konsolidasian PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk yang berakhir pada
       tanggal 31 Desember 2024 No.00041/3.0470/AU.1/06/1403-5/1/II/2025 tanggal 27
       Februari 2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Djoko, Sidik dan Indra dengan pendapat
       wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani oleh David Wahyu Saputra, SE., Ak.,
       CA., CPA. dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1867.
    c. Laporan Keuangan Audit Konsolidasian PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk yang berakhir pada
       tanggal 31 Desember 2023 No.00023/3.0470/AU.1/06/1403-3/1/II/2025 tanggal 4 Februari
       2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Djoko, Sidik dan Indra dengan pendapat wajar
       dalam semua hal yang material dan ditandatangani oleh Muhammad Zainal Abidin, SE., MM.,
       CA., CPA., CFI. dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1403.
    d. Laporan Keuangan Audit Konsolidasian PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk yang berakhir pada
       tanggal 31 Desember 2022 No.00015/3.0470/AU.1/06/1403-2/1/I/2025 tanggal 30 Januari
       2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Djoko, Sidik dan Indra dengan pendapat wajar
       dalam semua hal yang material dan ditandatangani oleh Muhammad Zainal Abidin, SE., MM.,
       CA., CPA., CFI. dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1403.
    e. Laporan Keuangan Audit Konsolidasian PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk yang berakhir pada
       tanggal 31 Desember 2021 No.00013/3.0470/AU.1/06/1403-1/1/1/2025 tanggal 23 Januari
       2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Djoko, Sidik dan Indra dengan pendapat wajar
       dalam semua hal yang material dan ditandatangani oleh Muhammad Zainal Abidin, SE., MM.,
       CA., CPA., CFI. dengan Izin Akuntan Publik No. AP.1403.
    f. Proyeksi Keuangan Perusahaan untuk periode tahun 2026 sampai dengan 2030 yang disusun
       oleh manajemen Perusahaan.
    g. Perjanjian Kerja Pembuatan Kapal LCT Cipta Jaya Harapan 77 Nomor: 002/TSU-JHB/XII/2025
       tanggal 15 Desember 2025, antara PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk dengan PT Tegal
       Shipyard Utama, untuk pembangunan 1 unit kapal Landing Craft Tank (LCT) ukuran 72,00 m x
       16,00 m x 4,80 m dengan nilai kontrak sebesar Rp53.000.000.000.
    h. Kontrak Pembangunan Kapal LCT Cipta Jaya Harapan 88 Nomor: 038/UBS-PJHB/X/2025
       tanggal 28 Oktober 2025, antara PT Untung Brawijaya Sejahtera / UBS Shipyard dengan PT
       Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk, untuk pembangunan 1 unit kapal Landing Craft Tank (LCT)
       ukuran 72,00 m x 16,00 m x 4,80 m dengan nilai kontrak sebesar Rp53.000.000.000.
    i. Kontrak Jasa Pembangunan Kapal LCT Cipta Jaya Harapan 99 Nomor: 001/UBS-PJHB/25-
       01/07/2025 tanggal 3 Juli 2025, antara PT Untung Brawijaya Sejahtera / UBS Shipyard dengan
       PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk, untuk pembangunan 1 unit kapal Landing Craft Tank (LCT)
       ukuran 75,00 m x 16,00 m x 4,80 m dengan nilai kontrak sebesar Rp57.000.000.000.
    j. Data legalitas Perusahaan antara lain akta pendirian, akta perubahan terakhir, Surat Kapal,
       dan dokumen terkait lainnya.



 Halaman 17                                                  00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 19
2.2 Gambaran Umum Perusahaan

  2.2.1 Latar Belakang Perusahaan

        PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Susanto
        Tjiptowidjojo, S.H., No. 3 tanggal 9 Oktober 2008. Anggaran Dasar Perusahaan telah
        mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan
        Rapat Perusahaan No. 21 tanggal 12 Februari 2026, sebagaimana yang telah diuraikan
        dalam sub bab 1.15 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian.

  2.2.2 Kegiatan Usaha Perusahaan

        Kegiatan usaha Perusahaan saat ini sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar PJHB, kegiatan
        utama PJHB bergerak di bidang perdagangan dan industri. Perusahaan adalah perusahaan
        yang bergerak di bidang Angkutan Laut Perairan Pelabuhan Dalam Negeri untuk Barang
        berupa alat berat dan kontainer dengan kapal jenis (vessel chartering) jenis Landing Craft
        Tank (LCT) dan jasa pengangkutan alat berat sejak tahun 2008. Sejak awal berdiri,
        Perusahaan terus melakukan ekspansi dan pengembangan bisnis untuk memenuhi kebutuhan
        berbagai jenis layanan kargo. Perusahaan melayani pengangkutan alat berat seperti
        peralatan minyak dan gas untuk industri petroleum, alat berat untuk sektor pertambangan dan
        perkebunan (seperti: dump truck, excavator, wheel loader, bulldozer, trafo, dan derek), serta
        mesin pabrik dan pembangkit tenaga listrik (seperti: boiler, pipa, transformator PLN,
        generator, dan tanker). Hingga saat ini, Perusahaan memiliki armada sebanyak 5 unit kapal
        dengan kapasitas angkut antara 1.300 metrik ton hingga 2.500 metrik ton.

  2.2.3 Perijinan

        PJHB telah melengkapi dokumen perizinan dan persetujuan serta pendaftaran dan pelaporan
        yang harus dilakukan PJHB dalam melakukan kegiatan usahanya di Indonesia. Adapun
        dokumen tersebut antara lain

        •   Akta Pendirian berdasarkan Akta Notaris Susanto Tjiptowidjojo, S.H., No. 3 tanggal 9
            Oktober 2008. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan,
            terakhir berdasarkan akta Notaris Rosida Rajagukguk Siregar, S.H, M.Kn., Nomor 27
            tanggal 4 Juli 2025 tentang perubahan anggaran dasar. Akta perubahan tersebut telah
            memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
            Indonesia, sesuai dengan Surat Keputusan Nomor AHU-0044358.AH.01.02 Tahun 2025
            tanggal 8 Juli 2025.
        •   Akta Peningkatan Modal Hasil Penawaran Umum No 21 Tanggal 12 Febuari 2026 oleh
            Adi Jatmika, S.H., M.Kn. Akta ini telah di setujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
            Manusia Republik Indonesia nomor AHU-AH.01.03-0040763 TAHUN 2026 TANGGAL
            13 Februari 2026.
        •   Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Kapal (SIUPAL) Nomor: B XXXIV.253/AT.54
            tanggal 6 Mei 2009 yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut.
        •   Berita Acara Hasil Evaluasi Siupal / Siopsus Nomor : AL.010/1053/DA-2025 Tanggal 26
            September 2025 yang dikeluarkan oleh Kementrian Perhubungan Direktorat Jendral
            Perhubungan Laut.




 Halaman 18                                                  00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 20
      •     Surat Laut Kapal Cipta Jaya Harapan 9 No.PK.205/6022/SL-PM/DK-13 tanggal 22
            Oktober 2013 yang dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Direktur Jendral Perhubungan
            Laut.
      •     Surat Laut Kapal Cipta Jaya Harapan 10 No.PK.205/5775/SL-PM/DK-13 tanggal 17
            Oktober 2013 yang dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Direktur Jendral Perhubungan
            Laut.
      •     Surat Laut Kapal Cipta Jaya Harapan 7 No.PK.205/4262/SL-PM/DK-13 tanggal 27
            Agustus 2013 yang dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Direktur Jendral Perhubungan
            Laut.
      •     Surat Laut Kapal Cipta Jaya Harapan 8 No. AL.520/2853/2678/DK/2025 tanggal 22
            Agustus 2024 yang dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Direktur Jendral Perhubungan
            Laut.
      •     Surat Laut Kapal Lien Star 88 No.PK.205/1225/SL-PM/DK-16 tanggal 6 Oktober 2016
            yang dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan Direktur Jendral Perhubungan Laut.
      •     Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No.02.843.046.0-722.000

 2.2.4 Susunan Pemegang Saham

      Susunan pemegang saham Perusahaan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

      Tabel 1.    Susunan Pemegang Saham Perusahaan
                                                    Lembar         Prosentase        Total
                     Pemegang Saham
                                                     Saham             %             (Rp)
       Hero Gozali                                720.000.000        50,00%     36.000.000.000
       Adelia Aryni Setiawan                      244.800.000        17,00%     12.240.000.000
       Go sioe Bie                                144.000.000        10,00%     7.200.000.000
       Nixen Samuel Gozali                        144.000.000        10,00%     7.200.000.000
       Nisiel Imanuella Gozali                    144.000.000        10,00%     7.200.000.000
       Monica Chandrasa                           43.200.000          3,00%     2.160.000.000
       Total                                     1.440.000.000       100,00%    72.000.000.000


          Susunan pemegang saham Perusahaan terakhir dinyatakan dalam Akta Pernyataan
          Keputusan Rapat Perusahaan No. 21 tanggal 12 Februari 2026, sebagaimana yang telah
          diuraikan dalam sub bab 1.15 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian.

 2.2.5 Susunan Manajemen Perusahaan

      Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan per 31 Desember 2025 adalah sebagai
      berikut:

      Direksi
      Direktur Utama                  : Go Sioe Bie
      Direktur                        : Anthony Samuel Rahmatharun
      Direktur                        : Willyharto Tjandra

      Dewan Komisaris
      Komisaris Utama                 : Hero Gozali
      Komisaris Independen            : Djunggu Harungguan Sitorus




Halaman 19                                                   00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 21
          Komisaris                       : Adelia Aryani Setyawan

2.3   Informasi Keuangan Perusahaan

      Laporan keuangan merupakan suatu bentuk laporan yang memuat informasi tentang posisi
      keuangan, hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas dari suatu Perusahaan. Laporan
      keuangan memberikan gambaran tentang prestasi historis dari suatu Perusahaan yang dapat
      dijadikan dasar dalam melakukan analisis untuk membuat proyeksi keuangan masa depan.
      Ikhtisar laporan keuangan Perusahaan dan analisa yang dibuat mengacu kepada laporan
      keuangan Perusahaan yang telah diaudit.

      Tabel berikut ini menggambarkan ikhtisar laporan posisi keuangan Perusahaan untuk periode
      yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 hingga 31 Desember 2025:

      Tabel 2.      Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan Perusahaan (dalam jutaan Rupiah)
                                                 Des         Des       Des        Des         Des
                   URAIAN           SATUAN
                                                 2021       2022      2023       2024        2025
       Aset Lancar                  Rp Juta     21.184     32.650     28.205     23.408    180.927
       Aset Tetap                   Rp Juta     25.126     27.900     51.844     66.094    154.221
       Total Aset                   Rp Juta     46.310     60.550     80.049     89.502    335.148
       Liabilitas Lancar            Rp Juta     1.560       4.377     2.245      3.192       8.751
       Liabilitas Jk. Panjang       Rp Juta     8.435       3.243     2.862      2.041       6.679
       Total Liabilitas             Rp Juta     9.995       7.620     5.107      5.233      15.430
       Ekuitas                      Rp Juta     36.315     52.930     74.942     84.269    319.718
       Total Ekuitas & Liabilitas Rp Juta      46.310      60.550     80.049     89.502    335.148
      Sumber: Laporan Keuangan Auditan 2021 - 2025

      Aset
      Jumlah aset lancar PJHB cenderung mengalami tren peningkatan dari tahun 2021 sampai 2025
      dengan CAGR pertumbuhan jumlah aset lancar mengalami kenaikan sebesar 70,95% selama
      periode tersebut. Pergerakan jumlah aset lancar PJHB terutama disebabkan oleh akun kas, dan
      akun uang muka.

      Jumlah aset tidak lancar PJHB mengalami peningkatan dari tahun 2021 sampai 2025 yang
      sebagian besar disebabkan karena pergerakan akun aset tetap, adanya adanya penambahan
      dikarenakan adanya revaluasi nilai asset tetap. Secara CAGR pertumbuhan jumlah aset tidak
      lancar mengalami kenaikan sebesar 57,40% selama periode tersebut.

      Secara rata-rata dari tahun 2021 sampai 2025, proporsi jumlah aset lancar dan jumlah aset tidak
      lancar terhadap total aset adalah sebesar 43,01% : 56,99%.

      Liabilitas
      Jumlah liabilitas jangka pendek PJHB mengalami tren peningkatan dari tahun 2021 ke 2025,.
      Secara CAGR pertumbuhan jumlah liabilitas jangka pendek mengalami kenaikan sebesar 53,90%
      selama periode tersebut.




 Halaman 20                                                     00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 22
   Jumlah liabilitas jangka panjang PJHB cenderung mengalami tren fluktuatif dari tahun 2021
   sampai 2025, pada tahun 2025 mengalami penurunan 47,36% jika dibandingkan tahun
   sebelumnya. CAGR jumlah liabilitas jangka panjang mengalami kenaikan sebesar 227,20%
   selama periode tersebut.

   Secara rata-rata dari tahun 2021 sampai 2025, proporsi jumlah liabilitas jangka pendek dan
   jumlah liabilitas jangka panjang terhadap total aset adalah sebesar 3,92% : 6,28%.


   Ekuitas
   Dari tahun 2021 sampai 2025 total ekuitas PJHB mengalami tren peningkatan dengan CAGR
   pertumbuhan total ekuitas mengalami kenaikan sebesar 72,25% selama periode tersebut.
   Peningkatan ini karena bertambahnya modal saham pada tahun 2025. Secara rata-rata dari
   tahun 2021 sampai 2025, total ekuitas terhadap total aset adalah sebesar 89,80%.

   Tabel 3.    Ikhtisar Laporan Laba (Rugi) Perusahaan (dalam jutaan Rupiah)
              URAIAN                 SATUAN       2021     2022      2023      2024       2025
    Pendapatan                        Rp Juta     36.068   57.532    56.099     54.660    52.886
    Beban Pokok Pendapatan            Rp Juta     28.037   33.749    30.639     32.638    34.782
    Laba (Rugi) Kotor                 Rp Juta      8.030   23.783    25.460     22.022    18.103
    Laba (Rugi) Usaha                 Rp Juta      3.275   20.330    21.727     16.882    11.388
    Laba (Rugi) Bersih                Rp Juta      3.111   18.579    22.286     17.191    11.077
   Sumber: Laporan Keuangan Auditan 2021 - 2025


   Penjualan
   Penjualan PJHB dari tahun 2021 sampai 2025 cenderung mengalami tren peningkatan dengan
   CAGR peningkatan sebesar 10,04%. Penjualan pada 2025 sempat menurun sebesar negative
   3,25% jika dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan penjualan tertinggi terjadi sebesar
   59,51% pada tahun 2022.

   Beban Pokok Pendapatan

   Pergerakan beban pokok pendapatan PJHB berfluktuatif dari tahun 2021 sampai 2025.
   Persentase beban pokok pendapatan terhadap penjualan juga berfluktuatif, dengan rata-rata dari
   tahun 2021 sampai 2025 adalah sebesar 63,30%.

   Laba (Rugi) Kotor
   Laba kotor PJHB mempunyai tren berfluktuatif dari tahun 2021 sampai 2025. Selama periode
   tahun 2021 sampai 2025 laba kotor PJHB memiliki CAGR yang menurun sebesar 22,53%. Secara
   margin laba kotor terus mengalami tren penurunan dengan rata – rata margin laba kotor PJHB
   dari tahun 2021 sampai 2025 sebesar 36,70%.

   Laba (Rugi) Bersih

   Laba bersih PJHB cenderung mengalami tren peningkatan dari tahun 2021 sampai 2025,
   walaupun pada tahun 2025 mengalami penurunan sebesar negatif 35,56% jika dibandingkan
   tahun sebelumnya. Laba bersih PJHB memiliki CAGR sebesar 37,36% dari tahun 2021 sampai
   2025. Secara rata – rata margin laba bersih PJHB dari tahun 2021 sampai 2025 adalah sebesar
   26,61%.




Halaman 21                                                   00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 23
   Tabel 4.      Ikhtisar Laporan Arus Kas Perusahaan (dalam jutaan Rupiah)
              URAIAN             SATUAN       2021        2022         2023       2024       2025
    Arus Kas Operasional          Rp Juta         1.911    26.536      25.863     22.796     25.904
    Arus Kas Investasi            Rp Juta     (1.565)      (7.046)    (30.206)   (15.637)   (47.760)
    Arus Kas Pendanaan            Rp Juta         1.293   (14.025)     (1.408)    (8.268)   147.358
    Kenaikan (Penurunan)
                                  Rp Juta         1.638     5.465      (5.752)    (1.109)   125.502
    Kas
    Saldo Awal Kas                Rp Juta     16.009       17.647      23.112     17.361     16.252
    Saldo Akhir Kas               Rp Juta     17.647       23.112      17.361     16.252    141.754
   Sumber: Laporan Keuangan Auditan 2021 - 2025


   Berikut adalah macam-macam arus kas Perusahaan berdasarkan data historis laporan keuangan
   Perusahaan per 31 Desember 2025 :

   ▪ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasional per 31 Desember 2025 adalah
     sebesar Rp 25.904 Juta.
   ▪ Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi per 31 Desember 2025 adalah
     sebesar Rp 47.760 Juta.
   ▪ Arus kas bersih yang digunakan dari aktivitas pendanaan per 31 Desember 2025 adalah
     sebesar Rp 147.358 Juta.

   Analisis Laporan Keuangan

   a. Commonsize Statement

   Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
   perusahaan secara konsolidasi untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset
   terhadap total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya
   biaya atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
   perusahaan dengan menggunakan metode Common Size Statement Analysis:

   Tabel 5.      Analisis Commonsize Statement - Laporan Posisi Keuangan PJHB
                                                  Des       Des         Des        Des        Des
              URAIAN             SATUAN
                                              2021         2022        2023        2024       2025
    Aset Lancar                    %          45,74%       53,92%       35,23%     26,15%     53,98%
    Aset Tetap                     %          54,26%       46,08%       64,77%     73,85%     46,02%
    Total Aset                     %         100,00%      100,00%      100,00%    100,00%    100,00%
    Liabilitas Lancar              %              3,37%     7,23%        2,80%      3,57%      2,61%
    Liabilitas Jk. Panjang         %          18,21%        5,36%        3,58%      2,28%      1,99%
    Total Liabilitas               %          21,58%       12,58%        6,38%      5,85%      4,60%
    Ekuitas                        %          78,42%       87,42%       93,62%     94,15%     95,40%
    Total Ekuitas & Liabilitas     %         100,00%      100,00%      100,00%    100,00%    100,00%


   Mengacu pada laporan posisi keuangan secara konsolidasi, berdasarkan analisis common size
   statement, dapat dilihat bahwa rata-rata proporsi jumlah aset lancar dan aset tidak lancar
   terhadap jumlah aset selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31 Desember 2025
   adalah sebesar 43,01% : 56,99%. Sedangkan pada periode 31 Desember 2025, PJHB secara




Halaman 22                                                        00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 24
   konsolidasi mencatatkan proporsi aset tidak lancar dan aset tidak lancar sebesar 53,98% :
   46,02%.

   Di sisi liabilitas, rata-rata proporsi jumlah liabilitas terhadap aset selama periode 31 Desember
   2021 sampai dengan 31 Desember 2025 liabilitas jangka pendek yang tercatat sebesar 3,92%
   dan liabilitas jangka Panjang 6,28%. Di sisi ekuitas, rata-rata proporsi jumlah ekuitas PJHB secara
   konsolidasi terhadap jumlah aset selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
   Desember 2025 adalah sebesar 89,80%.

   Tabel 6.     Analisis Commonsize Statement - Laporan Laba (Rugi) PJHB
                URAIAN                    SATUAN     2021      2022         2023       2024       2025
    Pendapatan                               %      100,00%   100,00%      100,00%     100,00%    100,00%
    Beban Pokok Pendapatan                   %       77,74%    58,66%       54,62%      59,71%     65,77%
    Laba (Rugi) Kotor                        %       22,26%    41,34%       45,38%      40,29%     34,23%
    Laba (Rugi) Usaha                        %        9,08%    35,34%       38,73%      30,89%     21,53%
    Laba (Rugi) Bersih                       %        8,63%    32,29%       39,73%      31,45%     20,95%


   Berdasarkan tabel common-size laporan laba rugi di atas, dapat dilihat bahwa MGR secara
   konsolidasi baru mencatatkan pendapatan pada tahun 2024 dengan margin kotor sebesar
   40,96% dan pada tahun 2025 sebesar 34,23%.

   Ratio Analysis

   Ratio Analysis atau analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan keuangan
   yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari laporan posisi keuangan
   dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel rasio
   keuangan yang kami gunakan dalam analisis rasio keuangan Perseoran:

   Tabel 7.     Analisis Rasio Keuangan PJHB secara konsolidasi
              RASIO KEUANGAN                       2021       2022          2023       2024       2025
    Rasio Aktivitas (x)
    Rasio perputaran piutang                          29             23         19         34         19
    Rasio perputaran utang usaha                          3          28            4          5          3
    Rasio Likuiditas (x)
    Rasio lancar                                    13,58        7,46        12,57       7,33      20,67
    Rasio cepat                                      2,27        2,18         4,83       2,24       4,48
    Rasio kas                                       11,31        5,28         7,73       5,09      16,20
    Rasio Profitabilitas (%)
    Rasio laba atas aset                            6,72%     30,68%        27,84%     19,21%      3,31%
    Rasio laba atas ekuitas                         8,57%     35,10%        29,74%     20,40%      3,46%
    Rasio Solvabilitas (%)
    Rasio total Liabilitas / total aset            21,58%     12,58%         6,38%      5,85%      4,60%
    Rasio total Liabilitas / total ekuitas         27,52%     14,40%         6,81%      6,21%      4,83%


   Rasio Aktivitas

   Rasio Aktivitas merupakan suatu rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas
   perusahaan dalam menggunakan aset atau sumberdaya yang dimilikinya.




Halaman 23                                                           00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 25
   1. Rasio Perputaran Piutang
      Rasio ini menunjukan berapa kali bisnis dapat mengkonversi piutang menjadi kas.
      Berdasarkan tabel analisis rasio keuangan di atas, rata-rata rasio perputaran piutang usaha
      dari tahun 2021 sampai dengan 2025 adalah sebesar 24,90 kali.

   2. Rasio Perputaran Utang
      Rasio perputaran utang usaha adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama hutang usaha
      perusahaan dapat dibayarkan dalam satu periode. Rata-rata rasio perputaran piutang usaha
      dari tahun 2021 sampai dengan 2025 adalah sebesar 8,48 kali

   Rasio Likuiditas

   Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
   kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Beberapa rasio
   keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah:

   1. Rasio Lancar (current ratio)
      Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan hutang lancar. Rasio ini
      bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset lancar perusahaan dapat
      menjamin utang jangka pendek dari kreditor. Secara umum semakin tinggi rasio lancar maka
      semakin aman perusahaan. Rasio lancar PJHB secara konsolidasi rata-rata sebesar 12,32
      kali dari tahun 2021 sampai dengan 2025. Pada periode periode 31 Desember 2025, rasio
      lancar perusahaan secara konsolidasi tercatat sebesar 20,67 kali.

   2. Rasio Cepat (quick ratio)
      Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar, namun
      sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang menghitung seluruh aset
      lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti persediaan yang dianggap kurang
      lancar, dikeluarkan dalam perhitungan rasio cepat. Rasio cepat PJHB secara konsolidasi juga
      menunjukkan tren yang sama dengan rasio lancar dengan rata-rata sebesar 3,20 kali dari
      tahun 2021 sampai dengan 2025, sedangkan pada periode periode 31 Desember 2025,
      rasio cepat tercatat sebesar 4,48 kali.

   3. Rasio Kas (cash ratio)
      Rasio ini untuk mengukur jumlah kas tersedia dibanding dengan hutang lancar. Rasio kas
      PJHB secara konsolidasi pada periode periode 31 Desember 2025 sebesar 16,20 kali dengan
      rata-rata dari tahun 2021 sampai dengan 2025 sebesar 9,12 sebesar kali.

   Rasio Profitabilitas

   Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan
   laba. Beberapa rasio perusahaan yang termasuk dalam kategori ini antara lain adalah:

    1. Rasio laba atas aset
       Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh aset yang digunakan dapat
       menghasilkan laba. Rasio laba atas aset PJHB secara konsolidasi pada periode periode 31
       Desember 2025 adalah sebesar negatif 3,31%, sementara itu dari tahun 2021 sampai
       dengan 2025 secara rata-rata adalah sebesar 17,55%.




Halaman 24                                                00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 26
    2. Rasio laba atas ekuitas
       Rasio ini digunakan untuk mengetahui sampai seberapa jauh hasil atau keuntungan yang
       diperoleh dari setiap modal yang ditanamkan. Adapun tingkat rasio laba atas ekuitas PJHB
       secara konsolidasi pada periode periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 3,46%
       sementara itu dari tahun 2021 sampai dengan 2025 secara rata-rata adalah sebesa 19,45%.

   Rasio Solvabilitas

   Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
   perusahaan untuk melunasi hutang-hutangnya. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam
   kategori ini.

    1. Rasio total liabilitas terhadap total aset
       Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total aset suatu
       perusahaan. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan suatu perusahaan.
       Adapun tingkat rasio liabilitas terhadap total aset PJHB secara konsolidasi pada periode
       periode 31 Desember 2025 adalah sebesar 4,60% dengan rata-rata dari tahun 2021 sampai
       dengan 2025 adalah sebesar 10,20%.

    2. Rasio total liabilitas terhadap total ekuitas
       Rasio ini merupakan perbandingan antara total liabilitas terhadap total ekuitas atau modal
       suatu perusahaan. Rasio satu menunjukkan jumlah liabilitas sama dengan jumlah ekuitas.
       Berdasarkan tabel rasio keuangan PJHB secara konsolidasi diatas dapat dilihat bahwa rasio
       liabilitas terhadap ekuitas pada periode periode 31 Desember 2025 adalah 4,83% dengan
       rata-rata dari tahun 2021 sampai dengan 2025 adalah sebesar 11,95%.




Halaman 25                                                00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 27
                                               BAB III
                                     ANALISIS KELAYAKAN PASAR

3.1.   Tinjauan Ekonomi Makro Global dan Domestik

       Pertumbuhan Ekonomi Global

       Perekonomian global masih berada dalam tren melambat dengan tingkat ketidakpastian yang
       relatif tinggi. Pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2026 diprakirakan sedikit lebih rendah,
       yaitu sebesar 3,2% dibandingkan dengan capaian tahun 2025 sebesar 3,3%. Perlambatan
       tersebut terutama dipengaruhi oleh dampak lanjutan kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat,
       kerentanan rantai pasok global, serta meningkatnya ketegangan geopolitik yang berdampak
       pada aktivitas perdagangan dan investasi global.

       Ketidakpastian pasar keuangan global juga masih tinggi, seiring terbatasnya ruang penurunan
       suku bunga The Fed, masih tingginya yield US Treasury, serta penguatan indeks dolar AS. Kondisi
       tersebut berpotensi mendorong keluarnya aliran modal dari negara berkembang, termasuk
       Indonesia, sehingga dapat memberikan tekanan terhadap stabilitas nilai tukar dan pasar
       keuangan domestik.

       Pertumbuhan Ekonomi Domestik

       Dari sisi domestik, perekonomian nasional tetap menunjukkan ketahanan yang baik di tengah
       tekanan eksternal. Aktivitas ekonomi domestik didukung oleh permintaan dalam negeri, konsumsi
       rumah tangga, investasi, serta kinerja ekspor. Selain itu, peningkatan keyakinan pelaku ekonomi
       dan dukungan stimulus fiskal turut mendorong pemulihan aktivitas ekonomi.

       Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi domestik ditopang oleh kinerja positif pada
       sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan,
       informasi dan komunikasi, serta konstruksi. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi di wilayah Bali-
       Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua menunjukkan perkembangan yang
       baik, didukung oleh aktivitas industri, pertambangan, perdagangan, dan pariwisata.

         Tabel 1.        Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran




          Sumber: Bank Indonesia




  Halaman 26                                                   00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 28
   Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

   Prospek perekonomian Indonesia tetap baik. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan
   ekonomi Indonesia pada tahun 2025 berada dalam kisaran 4,7%–5,5% dan meningkat menjadi
   4,9%–5,7% pada tahun 2026. Pertumbuhan tersebut didukung oleh permintaan domestik yang
   tetap kuat, konsumsi rumah tangga, investasi, serta kinerja ekspor.

   Ketahanan eksternal Indonesia juga diprakirakan tetap terjaga. Neraca Pembayaran Indonesia
   pada tahun 2025 diprakirakan tetap baik dengan defisit transaksi berjalan yang rendah. Selain
   itu, cadangan devisa tetap memadai untuk mendukung stabilitas eksternal dan menjaga
   ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

   Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia masih memiliki prospek pertumbuhan yang positif,
   namun tetap perlu memperhatikan risiko eksternal, antara lain volatilitas pasar keuangan global,
   tekanan nilai tukar, dinamika harga komoditas, serta ketidakpastian perdagangan global.
   Dengan dukungan bauran kebijakan fiskal, moneter, dan reformasi struktural, pertumbuhan
   ekonomi Indonesia diharapkan dapat tetap berkelanjutan dan lebih berdaya tahan

   Perekonomian Indonesia tetap baik dan perlu terus ditingkatkan. Pertumbuhan ekonomi domestik
   didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor. Dari sisi lapangan usaha, sektor
   industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, transportasi, pergudangan, informasi dan
   komunikasi, serta konstruksi menunjukkan kinerja positif. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi
   di wilayah Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua menunjukkan
   perkembangan yang baik. Pertumbuhan ini didukung oleh kegiatan industri, pertambangan,
   perdagangan, dan pariwisata.

   Berdasarkan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF), perekonomian Indonesia diperkirakan
   tetap menunjukkan tren pertumbuhan yang positif selama periode 2025–2029. Nilai GDP
   Constant Prices diproyeksikan meningkat secara konsisten dari Rp13.565.944 miliar pada tahun
   2025 menjadi Rp16.528.612 miliar pada tahun 2029. Kenaikan tersebut mencerminkan prospek
   ekonomi Indonesia yang tetap resilien dan berkelanjutan, didukung oleh aktivitas konsumsi
   domestik, investasi, serta stabilitas makroekonomi.

   Sementara itu, tingkat inflasi Indonesia selama periode proyeksi relatif stabil di kisaran 5,06%–
   5,07%. Inflasi tertinggi diperkirakan terjadi pada tahun 2025, 2027, dan 2028 sebesar 5,07%,
   sedangkan pada tahun 2026 dan 2029 sedikit lebih rendah sebesar 5,06%. Secara rata-rata,
   inflasi Indonesia selama periode 2025–2029 berada pada level sekitar 5,07%, yang menunjukkan
   tekanan harga masih terkendali meskipun berada pada level yang relatif stabil.

     Tabel 2.        Proyeksi PDB dan Pertumbuhan PDB Indonesia 2024-2029




   Sumber: International Monetary Fund (IMF), diolah



Halaman 27                                                  00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 29
   Secara keseluruhan, kombinasi antara peningkatan GDP secara konsisten dan inflasi yang relatif
   stabil menunjukkan bahwa prospek ekonomi Indonesia dalam jangka menengah tetap positif.
   Kondisi ini memberikan dasar yang baik bagi kegiatan usaha, terutama apabila didukung oleh
   stabilitas kebijakan, peningkatan investasi, serta keberlanjutan permintaan domestik.

     Grafik 1   Pertumbuhan Ekonomi Regional




      Sumber: Bank Indonesia

   Inflasi

   Inflasi Indeks Harga Konsumen pada 2025 tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5% ± 1%,
   dengan inflasi IHK Desember 2025 sebesar 2,92% secara tahunan. Inflasi yang terkendali
   didukung oleh konsistensi kebijakan moneter Bank Indonesia dan sinergi pengendalian inflasi
   antara Bank Indonesia dan Pemerintah.

     Grafik 2   Inflasi IHK dan Komponen




      Sumber: Bank Indonesia




Halaman 28                                                00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 30
   Pada tingkat global, IMF dalam World Economic Outlook April 2026 memproyeksikan
   pertumbuhan global sebesar 3,1% pada 2026 dan 3,2% pada 2027 dengan risiko penurunan
   yang masih dominan akibat ketegangan geopolitik, fragmentasi perdagangan, volatilitas
   komoditas, dan ketidakpastian kebijakan. Kondisi ini menjadi latar penting bagi industri pelayaran
   karena biaya bahan bakar, asuransi, rute, tarif, dan ketersediaan armada dapat terdampak oleh
   dinamika global.

   Tabel 3.   Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi
                        Indikator                                      Keterangan
     PDB Indonesia 2025                                                            Rp23.821,1 triliun
     Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025                                                      5,11%
     PDB per kapita 2025                                                   Rp83,7 juta / USD5.083,4
     Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan Q4-
                                                                                              8,98%
     2025 yoy
     Proyeksi pertumbuhan global IMF 2026                                                      3,1%
     Proyeksi pertumbuhan global IMF 2027                                                      3,2%
   Sumber: BPS dan IMF World Economic Outlook April 2026; diolah.

   Nilai Tukar Rupiah

   Nilai tukar Rupiah diprakirakan tetap stabil dengan kecenderungan menguat, sejalan dengan
   kebijakan stabilisasi Bank Indonesia, prospek pertumbuhan ekonomi domestik, serta imbal hasil
   aset keuangan domestik yang menarik.

   Realisasi Investasi Tingkat Suku Bunga

   Peran kredit perbankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi perlu terus ditingkatkan. Bank
   Indonesia akan terus memperkuat kebijakan makroprudensial, termasuk melalui Kebijakan
   Insentif Likuiditas Makroprudensial, untuk mendorong pembiayaan kepada sektor prioritas. Rapat
   Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 20–21 Januari 2026 memutuskan untuk
   mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku
   bunga Lending Facility sebesar 5,50%.

   Grafik 3   Suku Bunga Perbankan




   Sumber: Bank Indonesia




Halaman 29                                                    00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 31
3.2. Kondisi Pasar

     a. Analisis Industri Pelayaran dan Angkutan Laut

     Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kebutuhan transportasi laut yang struktural. Kegiatan
     industri pertambangan, perkebunan, energi, migas, pembangunan infrastruktur, dan distribusi
     barang antarwilayah menimbulkan permintaan berkelanjutan terhadap jasa pengangkutan laut,
     termasuk kapal LCT yang mampu membawa alat berat dan kargo proyek secara langsung ke titik
     operasi.

     BPS mencatat barang yang diangkut melalui angkutan laut domestik selama Januari-Desember
     2025 mencapai 508,4 juta ton, meningkat 16,56% dibandingkan periode sebelumnya. Data ini
     mengindikasikan bahwa permintaan angkutan barang laut domestik masih memiliki momentum
     positif, meskipun dinamika per bulan dapat berfluktuasi sesuai musim, proyek, dan kondisi
     komoditas.

     Secara global, UNCTAD menyatakan bahwa pelayaran mengangkut lebih dari 80% perdagangan
     barang dunia. Namun, pasar pelayaran global memasuki periode pertumbuhan yang rapuh, biaya
     meningkat, dan ketidakpastian tinggi. UNCTAD memperkirakan volume perdagangan laut global
     pada 2025 hanya naik sekitar 0,5%, sementara rerouting akibat ketegangan geopolitik
     meningkatkan ton-miles dan membuat tarif angkut menjadi lebih volatil. Bagi Perusahaan, kondisi
     ini memberikan dua implikasi: peluang dari kebutuhan logistik maritim, tetapi juga risiko biaya
     bahan bakar, asuransi, waktu tunggu pelabuhan, dan gangguan rantai pasok suku cadang.

     Tabel 4.       Proyeksi Penjelasan Prospek Industri
                   Aspek                                                     Uraian
                                     Kegiatan pertambangan, perkebunan, migas, proyek pembangkit, pembangunan
      Pendorong Permintaan
                                     infrastruktur, dan mobilisasi alat berat/kontainer.
                                     Deck space luas, ramp door, fleksibilitas loading/unloading, sesuai untuk alat berat
      Karakteristik Kapal LCT
                                     dan kargo proyek.
                                     Kebutuhan distribusi antarwilayah, rute proyek di Kalimantan/Sulawesi/Papua, dan
      Peluang
                                     kebutuhan kapal khusus untuk barang berat.
                                     Fluktuasi tarif, biaya BBM, docking, cuaca, keselamatan, sertifikasi, persaingan
      Tantangan
                                     operator, dan konsentrasi pelanggan proyek.
                                     Perlu menjaga utilisasi kapal, disiplin perawatan, kontrak yang melindungi risiko
      Implikasi bagi Perusahaan
                                     biaya, serta diversifikasi pelanggan dan rute.



     Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki ketergantungan struktural terhadap transportasi laut.
     Konektivitas antarpulau, distribusi barang, pengangkutan alat berat, logistik proyek, serta mobilitas
     penumpang di wilayah kepulauan menjadikan industri pelayaran sebagai salah satu komponen
     penting dalam rantai pasok nasional. Bagi perusahaan pelayaran seperti PJHB, kondisi ini
     memberikan peluang pasar yang berkelanjutan, terutama pada segmen charter kapal, angkutan
     kargo proyek, alat berat, dan layanan angkutan laut yang bersifat fleksibel atau tidak terjadwal.

     Berdasarkan data BPS, kinerja angkutan laut domestik pada tahun 2025 menunjukkan
     pertumbuhan yang positif. Selama Januari–Desember 2025, jumlah penumpang angkutan laut
     domestik mencapai 30,5 juta orang, meningkat 16,48% dibandingkan periode sebelumnya,
     sedangkan jumlah barang yang diangkut melalui angkutan laut domestik mencapai 508,4 juta ton,
     meningkat 16,56%. Data ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap jasa angkutan laut
     domestik masih memiliki momentum pertumbuhan yang kuat, baik dari sisi mobilitas orang
     maupun distribusi barang.




  Halaman 30                                                             00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 32
  Tabel 5.      Indikator Industri Angkutan Laut Indonesia
          Indikator             Data / Tren                           Implikasi terhadap PJHB
   Penumpang angkutan      30,5 juta orang, naik   Menunjukkan pemulihan dan pertumbuhan mobilitas
   laut domestik Jan–Des   16,48% YoY              laut. Relevan untuk justifikasi pasar apabila KBLI 50121
   2025                                            tetap diarahkan pada angkutan penumpang.
   Barang angkutan laut    508,4 juta ton, naik    Mendukung prospek bisnis utama PJHB di jasa
   domestik Jan–Des        16,56% YoY              pelayaran, charter, dan angkutan barang/kargo
   2025                                            proyek.
   Barang angkutan laut    38,9 juta ton           Menunjukkan volume dasar bulanan yang besar untuk
   Jan 2025                                        pasar logistik laut domestik.
   Penumpang angkutan      2,5 juta orang          Menunjukkan basis permintaan reguler terhadap
   laut Jan 2025                                   angkutan laut penumpang.
   Perdagangan maritim     Diproyeksikan tumbuh    Menunjukkan outlook global masih lemah, sehingga
   global 2025             0,5%                    strategi PJHB perlu lebih fokus pada pasar domestik
                                                   dan charter berbasis kebutuhan proyek.
   Perdagangan maritim     Diproyeksikan tumbuh    Memberikan indikasi pemulihan jangka menengah,
   global 2026–2030        rata-rata 2,0% per      namun tetap perlu memperhitungkan risiko geopolitik,
                           tahun                   freight volatility, dan biaya operasional.
  Sumber: BPS, UNCTAD, diolah.

  Berdasarkan tabel di atas, pasar domestik menjadi basis yang lebih relevan bagi PJHB
  dibandingkan pasar global, karena pertumbuhan angkutan laut domestik masih kuat, sedangkan
  pasar pelayaran global masih menghadapi tekanan. UNCTAD memperkirakan volume
  perdagangan maritim global hanya tumbuh sekitar 0,5% pada tahun 2025, sebelum pulih secara
  moderat dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 2,0% per tahun pada periode 2026–2030. Kondisi
  ini menunjukkan bahwa ekspansi armada PJHB perlu diarahkan pada segmen yang memiliki
  permintaan lebih terukur, seperti angkutan barang, alat berat, konstruksi, pertambangan,
  perkebunan, dan proyek infrastruktur domestik.

  Grafik 4   Transportasi Laut Penumpang dan Barang angkuran Laut Des 2024-Des 2025 (Juta)




  Sumber: BPS

  Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Desember 2025 tercatat 2,6 juta orang atau
  naik 21,69 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Peningkatan jumlah penumpang
  terjadi di semua pelabuhan yang diamati, yaitu Pelabuhan Belawan sebesar 268,89 persen,
  Balikpapan sebesar 81,36 persen, Tanjung Priok sebesar 70,67 persen, Tanjung Perak sebesar
  62,23 persen, dan Makassar sebesar 23,26 persen. Selama Januari– Desember 2025, jumlah
  penumpang angkutan laut dalam negeri mencapai 30,5 juta orang atau naik 16,48 persen
  dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024. Peningkatan jumlah penumpang terjadi di
  Pelabuhan Balikpapan sebesar 28,87 persen, Tanjung Perak sebesar 6,87 persen, Belawan sebesar




Halaman 31                                                       00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 33
  6,74 persen, dan Tanjung Priok sebesar 1,27 persen. Sebaliknya, penurunan jumlah penumpang
  terjadi di Pelabuhan Makassar sebesar 2,55 persen.

  Tabel 6.      Perkembangan Penumpang Angkutan Laut Dalam Negeri 2025




  Sumber: BPS

  Sementara itu, jumlah barang yang diangkut pada Desember 2025 mencapai 46,4 juta ton atau
  turun 1,88 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Penurunan jumlah barang yang
  diangkut terjadi di Pelabuhan Makassar sebesar 7,87 persen, Panjang sebesar 3,84 persen, dan
  Tanjung Perak 1,15 persen. Sebaliknya, peningkatan jumlah barang terjadi di Pelabuhan
  Balikpapan sebesar 16,57 persen dan Tanjung Priok sebesar 3,71 persen. Jumlah barang yang
  diangkut selama Januari–Desember 2025 mencapai 508,4 juta ton atau naik 16,56 persen
  dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024. Peningkatan jumlah barang yang diangkut
  terjadi di Pelabuhan Makassar sebesar 8,92 persen dan Tanjung Priok sebesar 5,24 persen.
  Sebaliknya, penurunan jumlah barang yang diangkut terjadi di Pelabuhan Balikpapan sebesar
  19,90 persen, Panjang sebesar 0,46 persen, dan Tanjung Perak sebesar 0,07 persen.

  Tabel 7.      Perkembangan Barang Angkutan Laut Dalam Negeri 2025




  Sumber: BPS




Halaman 32                                               00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 34
  b. Keterkaitan dengan Segmen Kargo Proyek dan Alat Berat

  Kegiatan usaha eksisting PJHB berfokus pada jasa pelayaran dan charter kapal LCT untuk
  pengangkutan alat berat, kontainer, dan kargo proyek. Segmen ini memiliki keterkaitan erat
  dengan aktivitas pertambangan, perkebunan, konstruksi, energi, dan infrastruktur, terutama karena
  lokasi proyek banyak berada di luar Jawa seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa
  Tenggara, dan wilayah pesisir lainnya.

  Dari sisi permintaan alat berat, HINABI memperkirakan produksi alat berat nasional tahun 2025
  dapat mencapai sekitar 8.500 unit, didukung oleh kebutuhan sektor agro, konstruksi, dan
  pertambangan. Hal ini relevan bagi PJHB karena alat berat umumnya membutuhkan moda
  angkutan laut untuk distribusi antarpulau, terutama untuk proyek yang berada di wilayah remote
  atau pelabuhan dengan akses terbatas.

  Kebutuhan LCT juga terlihat dari penggunaan kapal jenis Landing Craft Tank dalam pengiriman
  alat berat ke proyek Ibu Kota Nusantara melalui Terminal Inggom. PTP Nonpetikemas menyebutkan
  bahwa LCT digunakan karena memungkinkan muatan alat berat naik-turun seperti kapal Ro-Ro.
  Hal ini memperkuat relevansi armada LCT PJHB untuk melayani segmen kargo proyek dan alat
  berat yang membutuhkan fleksibilitas bongkar-muat.

  Tabel 8.         Pendorong Permintaan Jasa Kapal LCT
     Pendorong                                                                    Dampak terhadap Kebutuhan
                                          Penjelasan
    Permintaan                                                                                Kapal
   Pertambangan       Kegiatan tambang batubara, nikel, bauksit, dan          Mendorong kebutuhan charter
   dan mineral        mineral lain membutuhkan mobilisasi alat berat,         kapal LCT untuk rute tidak tetap
                      spare part, material konstruksi, dan logistik proyek.   dan lokasi proyek.
   Perkebunan         Pembukaan lahan, pemeliharaan kebun, dan                Membutuhkan kapal dengan akses
   dan                kegiatan logging/HTI membutuhkan excavator,             fleksibel ke pelabuhan kecil atau
   kehutanan          bulldozer, dump truck, dan alat pendukung.              jetty proyek.
   Infrastruktur      Proyek jalan, pelabuhan, kawasan industri,              Meningkatkan kebutuhan kapal
   dan PSN            pembangkit, smelter, dan IKN membutuhkan                untuk general cargo dan project
                      peralatan proyek dan material berat.                    cargo.
   Distribusi alat    Banyak alat berat masuk melalui pelabuhan               Mendukung kebutuhan jasa
   berat              utama, kemudian didistribusikan ke wilayah              pengangkutan laut domestik
   antarpulau         proyek di luar Jawa.                                    dengan pola charter.
   Keterbatasan       Banyak lokasi proyek tidak dapat dijangkau secara       LCT menjadi moda yang relevan
   akses darat        efisien dengan transportasi darat.                      karena dapat melayani titik
                                                                              bongkar yang lebih fleksibel.
   Kebutuhan          Permintaan proyek umumnya tidak selalu reguler          Mendukung model bisnis PJHB
   layanan            dan bergantung pada jadwal pekerjaan.                   berbasis freight charter dan time
   tramper                                                                    charter.

  Berdasarkan faktor-faktor tersebut, prospek industri untuk PJHB tidak hanya bergantung pada
  pertumbuhan volume angkutan laut secara umum, tetapi juga pada kebutuhan spesifik kargo
  proyek dan alat berat. Kapal LCT memiliki keunggulan karena dapat mengangkut muatan
  berukuran besar, alat berat, material proyek, dan kargo nonpetikemas dengan fleksibilitas rute
  yang lebih tinggi dibandingkan kapal liner reguler.

  c. Analisis Supply dan Demand Industri

  Dari sisi permintaan, pertumbuhan barang angkutan laut domestik sebesar 16,56% pada tahun
  2025 menunjukkan bahwa kebutuhan logistik laut masih meningkat. Permintaan tersebut berasal
  dari aktivitas ekonomi antarpulau, distribusi barang kebutuhan industri, komoditas, alat berat, serta



Halaman 33                                                            00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 35
     material proyek. Selain itu, pertumbuhan penumpang angkutan laut domestik sebesar 16,48%
     menunjukkan bahwa transportasi laut masih berperan penting dalam konektivitas wilayah
     kepulauan.

     Dari sisi supply, industri pelayaran bersifat padat modal karena membutuhkan investasi kapal,
     docking, sertifikasi, asuransi, kru, bahan bakar, serta pemenuhan standar keselamatan dan
     operasional. Penambahan armada oleh PJHB perlu dilihat sebagai upaya meningkatkan kapasitas
     supply internal agar Perusahaan dapat menangkap peluang permintaan pasar yang meningkat.
     Namun, ekspansi armada juga perlu disesuaikan dengan utilisasi, kontrak pelanggan, kesiapan
     kru, jadwal docking, dan kemampuan pengelolaan biaya operasional.

     Tabel 9.         Analisis Supply dan Demand Industri Pelayaran PJHB
           Aspek                       Kondisi Industri                            Implikasi Kelayakan
      Demand barang        Volume barang domestik Jan–Des            Positif untuk pengembangan armada,
      laut                 2025 mencapai 508,4 juta ton, naik        terutama pada segmen angkutan barang dan
                           16,56%.                                   kargo proyek.
      Demand               Penumpang domestik Jan–Des 2025           Kenaikan jumlah penumpang menunjukkan
      penumpang laut       mencapai 30,5 juta orang, naik            prospek usaha yang relative baik.
                           16,48%.
      Demand project       Kebutuhan alat berat dan proyek           Mendukung model charter kapal PJHB.
      cargo                infrastruktur masih menjadi
                           pendorong utama angkutan LCT.
      Supply kapal         Industri kapal membutuhkan investasi      Penambahan kapal harus disertai kesiapan
                           besar dan pemenuhan regulasi              capex, sertifikasi, docking, kru, dan perizinan.
                           teknis.
      Kompetisi            Pasar charter kapal bersifat kompetitif   PJHB perlu menjaga utilisasi dan kontrak
                           dan sensitif terhadap tarif, utilisasi,   pelanggan agar investasi kapal
                           serta ketersediaan armada.                menghasilkan return yang memadai.
      Risiko biaya         Biaya BBM, docking, asuransi, kru,        Perlu dimasukkan dalam analisis sensitivitas
                           dan perawatan dapat berfluktuasi.         dan asumsi biaya operasional.
      Risiko global        Perdagangan maritim global 2025           Fokus domestik menjadi strategi yang lebih
                           diproyeksikan hanya tumbuh 0,5%           defensif dan relevan.
                           dan dipengaruhi geopolitik.

3.3. Pesaing Usaha

     Dalam industri logistik dan transportasi maritim, persaingan didominasi oleh beberapa perusahaan
     besar yang bergerak pada segmen bisnis serupa. Beberapa kompetitor utama yang beroperasi di
     sektor jasa pengangkutan ini antara lain:
     • PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI): Sebagai salah satu pemain utama dalam jasa logistik laut, TCPI
        menawarkan solusi transportasi komprehensif yang didukung oleh portofolio armada yang
        sangat beragam. Fasilitas mereka mencakup mother vessel, tugboat beserta tongkang (barge),
        pusher tugs dan barges, floating crane, hingga kapal tunda bantuan (assist tug).
     • PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT): Perusahaan ini berfokus pada layanan transportasi
        laut dan logistik dengan mengandalkan beberapa tipe kapal utama. PSAT memenuhi kebutuhan
        kargo pelanggannya melalui pengoperasian armada tugboat, tongkang, serta kapal
        pengangkut muatan curah (bulk carrier).
     • PT Trans Power Marine Tbk (TPMA): TPMA merupakan spesialis penyedia jasa logistik maritim
        yang memusatkan kegiatan operasionalnya pada armada tugboat, tongkang, dan derek apung
        (floating crane).




  Halaman 34                                                            00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 36
     • PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI): Sebagai penyedia layanan logistik laut yang terintegrasi, PSSI
       mengelola fasilitas muat apung yang lengkap. Operasional mereka didukung oleh tugboat,
       tongkang, kapal bulk carrier, hingga tongkang derek apung.

     Ke depannya, arah dan kelangsungan industri transportasi laut akan sangat bergantung pada
     seberapa adaptif para pelaku usaha dalam menghadapi dinamika pasar. Beberapa kunci utama
     bagi pertumbuhan industri ini meliputi:
     1. Digitalisasi dan Konsolidasi: Peningkatan efisiensi dan transparansi operasional mutlak
          diperlukan melalui pemanfaatan teknologi digital, diiringi dengan strategi konsolidasi untuk
          memperkuat posisi pasar.
     2. Keberlanjutan Berwawasan Lingkungan: Terdapat tuntutan global yang semakin ketat terkait
          operasional yang berkelanjutan (sustainability), khususnya dalam hal pengurangan emisi
          karbon.
     3. Diversifikasi Komoditas: Merespons tren transisi energi global, perusahaan tidak bisa lagi
          hanya bergantung pada batu bara. Ekspansi ke pengangkutan muatan curah lain yang sedang
          bertumbuh, seperti nikel, menjadi langkah strategis yang esensial.
     Di tengah gejolak dan volatilitas pasar, keunggulan kompetitif sebuah perusahaan akan diuji.
     Mereka yang mampu bertahan dan memenangkan persaingan adalah entitas yang memiliki
     fundamental modal yang kokoh, tingkat efisiensi biaya yang tinggi, armada yang tangguh dan
     modern, serta strategi bisnis yang mudah beradaptasi.

3.4. Strategi Pemasaran

     Strategi pemasaran Perusahaan diarahkan untuk memperkuat posisi PT Pelayaran Jaya Hidup Baru
     Tbk sebagai penyedia jasa vessel chartering dengan armada Landing Craft Tank (LCT) untuk
     kebutuhan pengangkutan alat berat, kontainer, kargo proyek, serta peralatan industri di sektor
     pertambangan, perkebunan, migas, energi, dan infrastruktur. Pemasaran dilakukan dengan
     menonjolkan keunggulan armada LCT Perusahaan, seperti kapasitas angkut yang memadai, area
     deck yang luas, ramp door, fleksibilitas rute, serta pengalaman operasional sejak tahun 2008.

     Dalam pelaksanaannya, pemasaran difokuskan pada peningkatan utilisasi kapal melalui
     pengembangan pipeline kontrak, penawaran skema freight charter, time charter, dan joint filling,
     serta penyesuaian layanan berdasarkan kebutuhan rute dan karakteristik kargo pelanggan.
     Dengan strategi tersebut, Perusahaan diharapkan dapat memperluas basis pelanggan, mengurangi
     risiko kapal tidak beroperasi, serta mendukung pertumbuhan pendapatan secara berkelanjutan.




  Halaman 35                                                    00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 37
                                                 BAB IV
                                       ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS

 4.1.   Lokasi Operasional Perusahaan

        PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk merupakan perusahaan pelayaran yang berdiri sejak tahun
        2008 dan bergerak dalam penyediaan solusi vessel chartering, khususnya untuk
        pengangkutan alat berat, kontainer, kargo proyek, mesin kilang, peralatan konstruksi, crane,
        serta peralatan industri lainnya. Sejak awal berdiri, Perusahaan telah menjalankan kegiatan
        usaha di bidang pelayaran domestik, jasa pengangkutan, dan charter kapal.

        Dari sisi basis operasional, Perusahaan berkedudukan di Samarinda, Kalimantan Timur,
        dengan alamat di Jl. Panglima Batur No. 36, Samarinda 75112, Kalimantan Timur. Lokasi
        tersebut memiliki relevansi strategis terhadap kegiatan usaha Perusahaan, mengingat
        Kalimantan Timur merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas pertambangan,
        perkebunan, konstruksi, energi, dan proyek infrastruktur yang tinggi. Kondisi ini mendukung
        kebutuhan jasa angkutan laut, khususnya untuk mobilisasi alat berat, material proyek, dan
        kargo industri melalui kapal jenis LCT.

        Sejalan dengan profil tersebut, kegiatan operasional Perusahaan tidak hanya bertumpu pada
        layanan angkutan laut umum, tetapi juga pada segmen khusus yang membutuhkan fleksibilitas
        armada, rute, dan jadwal pengiriman. Armada Perusahaan saat ini terdiri dari 5 unit kapal
        dengan kapasitas sekitar 1.300 metrik ton sampai 2.500 metrik ton, yang digunakan untuk
        mendukung layanan charter kapal dan pengangkutan kargo proyek.

        Dengan demikian, dari perspektif pasar, profil dan lokasi operasional Perusahaan mendukung
        kelayakan rencana pengembangan usaha. Posisi Perusahaan di Samarinda memberikan
        kedekatan dengan basis permintaan jasa pengangkutan alat berat dan kargo proyek di
        wilayah Kalimantan serta kawasan Indonesia Timur. Hal ini memperkuat relevansi model bisnis
        Perusahaan sebagai penyedia jasa charter kapal LCT, terutama untuk pelanggan dari sektor
        pertambangan, perkebunan, konstruksi, energi, dan infrastruktur. Penambahan armada ke
        depan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan, memperluas cakupan operasional,
        serta memperkuat kemampuan Perusahaan dalam menangkap peluang pertumbuhan
        permintaan jasa angkutan laut dan charter kapal.

 4.2.   Kapasitas

        Sejalan dengan rencana pengembangan usaha eksisting, Perusahaan merencanakan
        penambahan armada secara bertahap, yaitu sebanyak 3 unit kapal pada tahun 2026 dan 2
        unit kapal pada tahun 2028. Rencana penambahan armada ini bukan merupakan dampak
        langsung dari penambahan KBLI baru, melainkan merupakan bagian dari strategi penguatan
        dan perluasan kapasitas kegiatan usaha yang telah berjalan saat ini.

        Berdasarkan informasi dari manajemen, rencana pembelian kapal pada tahun 2026 murni
        ditujukan untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha eksisting. Hal ini sejalan dengan
        adanya potensi peningkatan kebutuhan jasa transportasi laut, khususnya dari pelanggan di
        sektor LNG. Menurut keterangan yang diperoleh, BP diperkirakan akan melakukan
        penambahan produksi LNG, sehingga membutuhkan tambahan armada kapal untuk
        mendukung aktivitas transportasi. Selain itu, untuk perusahaan internasional terdapat batasan
        umur pemakaian kapal maksimal sekitar 15 tahun, sehingga ketersediaan kapal dengan usia



Halaman 36                                                   00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 38
      dan kondisi yang sesuai menjadi salah satu faktor penting dalam memenuhi kebutuhan
      pelanggan tersebut.

      Dengan demikian, jumlah armada Perusahaan diproyeksikan meningkat dari 5 unit kapal
      eksisting menjadi 8 unit kapal pada tahun 2026, dan selanjutnya menjadi 10 unit kapal pada
      tahun 2028. Penambahan armada tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas
      operasional, memperluas cakupan layanan charter, meningkatkan fleksibilitas penjadwalan
      kapal, serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perusahaan melalui peningkatan utilisasi
      armada.

      Dari aspek kesiapan teknis, rencana penambahan armada pada tahun 2026 juga didukung
      oleh progres pembangunan kapal yang sedang berjalan. Berdasarkan keterangan pada saat
      inspeksi lapangan, kapal yang berada di galangan Tegal diperkirakan dapat selesai
      dikerjakan sekitar 10 bulan dari waktu pembangunan. Adapun CAPEX pada tahun 2026
      dialokasikan secara khusus untuk pembelian kapal, dimana nilai CAPEX tersebut telah
      mencakup biaya-biaya pendukung sampai kapal siap berlayar atau beroperasi, termasuk
      pengurusan perizinan, sertifikasi, dan kebutuhan lainnya hingga kapal dapat diserahterimakan
      dalam kondisi siap operasi kepada Perusahaan.

      Tabel 10.         Tabel Kapal dan Spesifikasi Eksisting
                                Klasifikas
        Nama Kapal      Tahun                 LOA       Lebar         Kapasitas         Kecepatan     Keterangan
                                    i
                                                                                                        kapasitas
       LCT Lien Star
                        2009       BKI       62,40 m   12,00 m   1.300 ton / 727 GT     7-8 knot       pemakaian
       88
                                                                                                    BBM 2,2 ton/hari
                                                                                                        kapasitas
       LCT Cipta Jaya
                        2012    BKI/ECC      68,50 m   14,40 m   2.000 ton / 1.117 GT   6-7 knot       pemakaian
       Harapan 7
                                                                                                     BBM 3 ton/hari
                                                                                                        kapasitas
       LCT Cipta Jaya
                        2023    BKI/ECC      73,00 m   16,00 m     116 TEUs 20 feet     6-7 knot       pemakaian
       Harapan 8
                                                                                                     BBM 3 ton/hari
                                                                                                        kapasitas
       LCT Cipta Jaya
                        2010    BKI/ECC      66,95 m   13,70 m   1.700 ton / 928 GT      7 knot        pemakaian
       Harapan 9
                                                                                                    BBM 2.5 ton/hari
                                                                                                        kapasitas
       LCT Cipta Jaya
                        2011    BKI/ECC      73,00 m   15,00 m   2.500 ton / 1.138 GT    7 knot        pemakaian
       Harapan 10
                                                                                                     BBM 3 ton/hari


      Berdasarkan kontrak pembangunan kapal yang telah ditandatangani, pada tahun 2026
      Perusahaan merencanakan penambahan 3 unit kapal baru jenis Landing Craft Tank (LCT),
      yaitu LCT Cipta Jaya Harapan 77, LCT Cipta Jaya Harapan 88, dan LCT Cipta Jaya Harapan
      99. Rencana penambahan armada ini merupakan bagian dari strategi Perusahaan untuk
      memperkuat kapasitas operasional, meningkatkan fleksibilitas penjadwalan armada, serta
      mendukung peningkatan permintaan atas layanan charter kapal, pengangkutan alat berat,
      kontainer, bahan proyek, dan kargo industri lainnya.

      Pembangunan kapal tersebut dilakukan oleh beberapa galangan kapal berdasarkan kontrak
      masing-masing. LCT Cipta Jaya Harapan 77 dibangun oleh PT Tegal Shipyard Utama dengan
      ukuran kapal 72,00 m x 16,00 m x 4,80 m. Sementara itu, LCT Cipta Jaya Harapan 88
      dibangun oleh PT Untung Brawijaya Sejahtera / UBS Shipyard dengan ukuran 72,00 m x 16,00
      m x 4,80 m, dan LCT Cipta Jaya Harapan 99 juga dibangun oleh PT Untung Brawijaya
      Sejahtera / UBS Shipyard dengan ukuran 75,00 m x 16,00 m x 4,80 m.




Halaman 37                                                          00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 39
        Tabel 11.       Tabel Spesifikasi Kapal Baru pada 2026
                    Galangan /       Tipe      Ukuran       Klasifikasi / Ketentuan
          Kapal                                                                         Catatan Spesifikasi
                      Vendor        Kapal       Kapal                Teknis
          LCT       PT Tegal       Landing     72,00 m    BKI: A+100 (I) P and SM,
         CJH 77     Shipyard      Craft Tank   x 16,00    ECC + CO2 system +          Draft 3,60 m; Ramp
                    Utama           / LCT      m x 4,80   Bilges Alarm +              Door P 9 m x L 11 m;
                                                  m       Automatic switch            Mesin Utama Yanmar
                                                          shutdown untuk ME dan       6AYM.
                                                          AE
          LCT       PT Untung      Landing     72,00 m                                Dibangun berdasarkan
         CJH 88     Brawijaya     Craft Tank   x 16,00                                ketentuan
                                                          Notasi Klasifikasi BKI
                    Sejahtera /     / LCT      m x 4,80                               pembangunan kapal
                                                          +A100 (I) P + SM ECC
                    UBS                           m                                   dari Biro Klasifikasi
                    Shipyard                                                          Indonesia.
          LCT       PT Untung      Landing     75,00 m    Dibangun sesuai
         CJH 99     Brawijaya     Craft Tank   x 16,00    peraturan dan ketentuan     Ukuran kapal lebih
                    Sejahtera /     / LCT      m x 4,80   pembangunan kapal           panjang dibanding CJH
                    UBS                           m       dari Biro Klasifikasi       77 dan CJH 88.
                    Shipyard                              Indonesia

        Dokumentasi progress pembangunan kapal baru menunjukkan bahwa rencana investasi
        penambahan armada telah mulai direalisasikan melalui proses konstruksi kapal di galangan.
        Progress fisik ini mendukung asumsi belanja modal yang digunakan dalam proyeksi keuangan
        dan analisis kelayakan investasi Perusahaan.

        Gambar 1        Dokumentasi Progress Pembangunan Kapal Baru PJHB




 4.3.   Ketersediaan Sumber Daya

        Berdasarkan komposisi karyawan Perusahaan, jumlah sumber daya manusia meningkat dari
        59 orang pada tahun 2023 menjadi 69 orang pada tahun 2024, dan kembali meningkat
        menjadi 72 orang pada tahun 2025. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa Perusahaan
        telah melakukan penyesuaian kebutuhan tenaga kerja secara bertahap sejalan dengan
        perkembangan kegiatan operasional, peningkatan kebutuhan pengawasan, serta penguatan
        struktur organisasi.

        Dari sisi jenjang manajemen, komposisi karyawan tahun 2025 terdiri dari 7 orang manajerial,
        3 orang supervisor, 7 orang staf, dan 55 orang ABK. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa
        mayoritas tenaga kerja Perusahaan berada pada fungsi operasional kapal, khususnya ABK,
        yang merupakan sumber daya utama dalam mendukung kegiatan pelayaran, pengoperasian
        armada LCT, serta layanan charter kapal. Dominasi ABK dalam struktur tenaga kerja




Halaman 38                                                       00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 40
        mencerminkan karakter usaha Perusahaan yang berbasis pada operasional armada dan
        kesiapan kru kapal.

        Dari sisi usia, karyawan Perusahaan pada tahun 2025 didominasi oleh kelompok usia 41–50
        tahun sebanyak 25 orang, diikuti kelompok usia 21–30 tahun sebanyak 18 orang, kelompok
        usia 31–40 tahun sebanyak 17 orang, kelompok usia di atas 50 tahun sebanyak 11 orang,
        dan kelompok usia di bawah 21 tahun sebanyak 1 orang. Komposisi ini menunjukkan adanya
        kombinasi antara tenaga kerja berpengalaman dan tenaga kerja usia produktif. Kelompok
        usia 41 tahun ke atas dapat mendukung aspek pengalaman teknis, operasional, dan
        pengambilan keputusan di lapangan, sedangkan kelompok usia 21–40 tahun menjadi basis
        regenerasi dan keberlanjutan tenaga kerja Perusahaan.

        Secara umum, ketersediaan sumber daya manusia Perusahaan dinilai memadai untuk
        mendukung kegiatan operasional saat ini. Namun, sejalan dengan rencana pengembangan
        usaha eksisting melalui penambahan armada sebanyak 3 unit kapal pada tahun 2026 dan 2
        unit kapal pada tahun 2028, Perusahaan perlu melakukan perencanaan kebutuhan SDM
        secara lebih terstruktur. Dengan asumsi kebutuhan ABK sebanyak 11 orang per kapal, maka
        penambahan 3 unit kapal pada tahun 2026 membutuhkan tambahan ABK sebanyak 33
        orang, sedangkan penambahan 2 unit kapal pada tahun 2028 membutuhkan tambahan ABK
        sebanyak 22 orang. Dengan demikian, secara kumulatif Perusahaan membutuhkan tambahan
        ABK sebanyak 55 orang sampai dengan tahun 2028.

        Penambahan armada juga akan berdampak pada kebutuhan tenaga teknis kapal, fungsi
        pengawasan operasional, serta fungsi pendukung seperti administrasi, keuangan,
        keselamatan pelayaran, dan compliance. Dengan bertambahnya jumlah kapal, kebutuhan kru
        tidak hanya terkait jumlah personel, tetapi juga mencakup kesiapan kompetensi dan
        kelengkapan sertifikasi. Oleh karena itu, Perusahaan perlu memastikan ketersediaan ABK
        bersertifikasi, pengaturan jadwal kerja dan rotasi kru yang memadai, pelatihan keselamatan
        pelayaran, serta sistem monitoring kinerja operasional kapal.

        Penguatan fungsi supervisor dan compliance juga menjadi penting untuk memastikan seluruh
        armada dapat beroperasi sesuai standar keselamatan, regulasi pelayaran, dan kebutuhan
        layanan charter. Dengan demikian, dari aspek sumber daya manusia, Perusahaan memiliki
        basis tenaga kerja yang cukup kuat, terutama pada fungsi operasional kapal. Rencana
        pengembangan usaha melalui penambahan armada dinilai dapat didukung sepanjang
        Perusahaan melakukan penambahan SDM secara bertahap, menjaga ketersediaan kru
        bersertifikasi, memperkuat pengawasan operasional, serta menyesuaikan struktur organisasi
        dengan pertumbuhan jumlah armada.

 4.4.   Proses Bisnis

        Proses bisnis PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk dijalankan melalui penyediaan jasa charter
        kapal LCT untuk mengangkut alat berat, kontainer, bahan proyek, serta kargo industri lainnya.
        Kegiatan usaha dimulai dari permintaan pengiriman oleh klien, pengecekan ketersediaan
        kapal, kesepakatan charter, pengurusan operasional oleh agen, hingga proses muat,
        pengiriman, dan bongkar di pelabuhan tujuan. Model bisnis ini mengandalkan armada kapal
        sebagai aset utama dan pendapatan diperoleh dari jasa pengangkutan atau penyewaan
        kapal.




Halaman 39                                                   00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 41
      Gambar 2       Model Bisnis




      Alur proses bisnis Perusahaan adalah sebagai berikut:
      1. Permintaan dari Klien
         Klien menyampaikan kebutuhan pengiriman kepada Perusahaan, baik secara langsung
         maupun melalui broker, termasuk jenis muatan, volume, rute, dan jadwal pengiriman.
      2. Pengecekan Ketersediaan Kapal
         Perusahaan melakukan pengecekan ketersediaan armada, kapasitas kapal, kesiapan kru,
         rute pelayaran, serta estimasi waktu dan biaya.
      3. Negosiasi dan Kesepakatan Charter
         Apabila kapal tersedia, Perusahaan dan klien menyepakati tarif, jadwal, rute, jenis layanan,
         serta ketentuan pengangkutan.
      4. Koordinasi dengan Agen Pelayaran
         Agen membantu proses administrasi dan operasional di pelabuhan, termasuk perizinan,
         sandar kapal, dokumen pelayaran, dan koordinasi dengan pihak pelabuhan.
      5. Proses Muat dan Bongkar
         Barang dimuat di pelabuhan asal sesuai instruksi klien, kemudian dibongkar di pelabuhan
         tujuan setelah kapal tiba.
      6. Pengiriman Kargo
         Kapal melakukan perjalanan dari pelabuhan muat ke pelabuhan bongkar sesuai rute dan
         jadwal yang telah disepakati.
      7. Penyelesaian Administrasi dan Penagihan
         Setelah pengiriman selesai, Perusahaan melakukan penyelesaian dokumen, konfirmasi
         pekerjaan, dan penagihan kepada klien.




Halaman 40                                                   00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 42
                                           BAB V
                              ANALISIS KELAYAKAN POLA BISNIS


5.1     Keunggulan Kompetitif

        Pola bisnis PJHB dinilai layak karena didukung oleh model usaha yang berfokus pada jasa
        charter kapal LCT untuk pengangkutan alat berat, kontainer, bahan proyek, dan kargo
        industri. Kegiatan usaha tersebut memiliki karakteristik yang spesifik karena melayani
        kebutuhan pengiriman yang tidak selalu bersifat rutin, bergantung pada lokasi proyek, jenis
        muatan, jadwal operasional, serta kebutuhan fleksibilitas rute pelayaran.

        Dalam kegiatan eksistingnya, PJHB menjalankan model layanan freight charter dan time
        charter, sehingga Perusahaan dapat menyesuaikan layanan berdasarkan kebutuhan
        pelanggan, baik dari sisi jenis muatan, kapasitas kapal, area operasi, maupun durasi
        penggunaan kapal. Model usaha ini dinilai relevan dengan kebutuhan industri
        pertambangan, perkebunan, konstruksi, energi, dan infrastruktur yang membutuhkan
        layanan angkutan laut yang fleksibel dan andal.

        Selain kegiatan usaha eksisting tersebut, Perusahaan juga merencanakan penambahan KBLI
        50121 - Angkutan Laut Luar Negeri Linier dan Tramper untuk Penumpang. KBLI ini mencakup
        kegiatan angkutan laut luar negeri untuk penumpang, baik secara liner maupun tramper,
        termasuk persewaan angkutan laut berikut operatornya. Penambahan KBLI 50121
        merupakan perluasan klasifikasi kegiatan usaha yang berbeda dari kegiatan eksisting
        Perusahaan, khususnya dari sisi cakupan rute, jenis layanan, perizinan, spesifikasi armada,
        standar keselamatan, serta kebutuhan operasional. Dengan demikian, penambahan KBLI
        tersebut perlu dipandang sebagai perluasan cakupan kegiatan usaha yang dapat membuka
        peluang pengembangan bisnis ke depan, namun tetap memerlukan kesiapan regulasi,
        operasional, armada, dan sumber daya apabila akan diimplementasikan secara komersial.

        Keunggulan kompetitif Perusahaan antara lain sebagai berikut:
        1. Keunikan Pola Bisnis Charter LCT
           Perusahaan memiliki fokus pada kapal LCT yang sesuai untuk mengangkut alat berat,
           kontainer, bahan proyek, dan kargo industri. Kapal LCT memiliki keunggulan dari sisi
           fleksibilitas akses, terutama untuk area proyek, tambang, perkebunan, dan pelabuhan
           tertentu yang membutuhkan kapal dengan ramp door serta area deck yang luas.
        2. Pengalaman Manajemen
           PJHB telah beroperasi sejak tahun 2008, sehingga memiliki pengalaman dalam
           pengelolaan armada, rute pelayaran, operasional pelabuhan, serta pemenuhan
           kebutuhan pelanggan proyek. Pengalaman tersebut menjadi faktor penting dalam
           menjaga kelancaran operasional, efektivitas koordinasi di lapangan, serta mitigasi risiko
           pelayaran.
        3. Standar Health, Safety, and Environment (HSE)
           Perusahaan memperhatikan aspek HSE dalam kegiatan operasional kapal, termasuk
           keselamatan kru, keamanan muatan, kelayakan kapal, serta kepatuhan terhadap
           ketentuan pelayaran. Penerapan standar HSE menjadi nilai tambah karena pelanggan
           industri, khususnya sektor energi, pertambangan, dan infrastruktur, umumnya
           mensyaratkan standar keselamatan yang baik.
        4. Sistem Pemeliharaan Preventif




 Halaman 41                                                 00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 43
           Perusahaan perlu menjaga keandalan armada melalui sistem pemeliharaan preventif,
           antara lain melalui pemeriksaan rutin, docking berkala, pemenuhan sertifikasi, serta
           perawatan mesin dan perlengkapan kapal. Sistem ini penting untuk meminimalkan risiko
           kerusakan kapal, keterlambatan pengiriman, serta gangguan operasional.
        5. Komitmen terhadap Service Level Agreement (SLA)
           PJHB memiliki komitmen untuk menjaga kualitas layanan sesuai kesepakatan dengan
           pelanggan, antara lain terkait ketepatan jadwal, kesiapan kapal, keamanan muatan,
           koordinasi operasional, dan penyelesaian pengiriman. Kepatuhan terhadap SLA menjadi
           faktor penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan serta meningkatkan peluang
           kontrak berulang.

        Dengan keunggulan tersebut, pola bisnis PJHB dinilai memiliki daya saing yang memadai,
        terutama pada segmen pengangkutan kargo proyek, alat berat, dan kebutuhan logistik
        industri. Sementara itu, penambahan KBLI 50121 dapat menjadi ruang pengembangan
        usaha ke depan, namun pelaksanaannya perlu dilakukan secara terukur dengan
        mempertimbangkan kesiapan perizinan, spesifikasi armada, standar keselamatan
        penumpang, rute luar negeri, serta kebutuhan operasional yang berbeda dibandingkan
        dengan bisnis charter LCT yang saat ini telah berjalan.

5.2    Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk

       Kemampuan pesaing untuk meniru produk atau layanan PJHB dinilai cukup terbatas, karena
       bisnis charter kapal LCT tidak hanya bergantung pada kepemilikan kapal, tetapi juga
       membutuhkan pengalaman operasional, jaringan pelanggan, perizinan, sertifikasi, kru
       berpengalaman, serta kemampuan mengelola rute dan risiko pelayaran.

       Secara umum, layanan pengangkutan laut dengan kapal LCT dapat ditiru oleh perusahaan
       pelayaran lain yang memiliki armada sejenis. Namun, untuk mencapai kualitas layanan yang
       sama, pesaing membutuhkan waktu, investasi, dan pengalaman yang memadai. Hal ini
       karena PJHB telah memiliki pengalaman sejak tahun 2008 dalam jasa vessel chartering dan
       pengangkutan kargo berat, termasuk alat berat, kontainer, peralatan migas, pertambangan,
       perkebunan, konstruksi, dan kargo proyek lainnya.

5.3    Kemampuan untuk Menciptakan Nilai

       Kemampuan PJHB dalam menciptakan nilai dinilai berasal dari pemanfaatan armada LCT
       sebagai aset utama untuk menghasilkan pendapatan melalui jasa freight charter, time charter,
       dan pengangkutan kargo proyek. Dengan karakteristik kapal LCT yang dapat mengangkut
       alat berat, kontainer, dan kargo berukuran besar, Perusahaan memiliki peluang untuk
       melayani segmen pelanggan industri yang membutuhkan layanan angkutan laut khusus dan
       fleksibel.

       Secara umum, integrasi vertikal dan horizontal dapat memperkuat kemampuan PJHB dalam
       menciptakan nilai. Integrasi vertikal memberikan peluang efisiensi dan peningkatan kualitas
       layanan, sedangkan integrasi horizontal mendukung pertumbuhan kapasitas, perluasan
       pasar, dan peningkatan pendapatan. Dengan dukungan armada, pengalaman operasional,
       dan jaringan pelanggan, strategi integrasi ini dinilai dapat meningkatkan daya saing serta
       keberlanjutan usaha Perusahaan.




 Halaman 42                                                 00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 44
      Berdasarkan analisis kelayakan pola bisnis yang mencakup keunggulan kompetitif karena
      keunikan dari pola bisnis, kemampuan pesaing untuk meniru produk dan kemampuan untuk
      menciptakan nilai dapat disimpulkan bahwa aspek pola bisnis Kegiatan Usaha oleh
      Perusahaan adalah layak.




Halaman 43                                             00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 45
                                         BAB VI
                         ANALISIS KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

6.1    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perusahaan

       Manajemen PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman
       yang memadai dalam menjalankan kegiatan usaha pelayaran, vessel chartering, dan
       pengangkutan kargo menggunakan kapal LCT. Hal ini tercermin dari pengalaman jajaran
       Dewan Komisaris dan Direksi yang sebagian besar telah memiliki rekam jejak panjang di
       industri pelayaran, pemasaran, operasional kapal, keuangan, akuntansi, serta tata kelola
       perusahaan.

       Dari sisi pengawasan, Perusahaan didukung oleh Dewan Komisaris yang memiliki kombinasi
       pengalaman di bidang pelayaran, bisnis, serta pasar modal. Hero Gozali selaku Komisaris
       Utama memiliki pengalaman panjang di Perusahaan, termasuk sebagai Direktur Utama sejak
       tahun 2008 sampai 2024 sebelum diangkat sebagai Komisaris Utama pada tahun 2025.
       Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah karena beliau memiliki pemahaman historis yang
       kuat atas perkembangan usaha, pelanggan, armada, dan dinamika operasional Perusahaan.

       Adelia Aryni Setyawan selaku Komisaris juga telah bergabung dengan Perusahaan sejak tahun
       2008. Keberadaan beliau memberikan kesinambungan dalam fungsi pengawasan dan
       pemahaman terhadap arah pengembangan usaha Perusahaan. Selain itu, Drs. Djunggu
       Harungguan Sitorus, Akt., M.Si. selaku Komisaris Independen memiliki latar belakang yang
       kuat di bidang akuntansi, pasar modal, pengawasan emiten, audit committee, dan tata kelola
       perusahaan. Pengalaman beliau di Bapepam-LK serta beberapa perusahaan publik
       memberikan dukungan terhadap penguatan aspek governance, kepatuhan, dan pengawasan
       independen.

       Dari sisi pengelolaan operasional, Perusahaan dipimpin oleh Direksi yang memiliki
       pengalaman langsung di bidang pelayaran, pemasaran, operasional, keuangan, dan
       akuntansi. Go Sioe Bie selaku Direktur Utama memiliki pengalaman di Perusahaan sejak tahun
       2008, dimulai dari fungsi keuangan dan akuntansi, kemudian pemasaran, hingga diangkat
       sebagai Direktur Utama pada tahun 2025. Pengalaman lintas fungsi tersebut memberikan
       pemahaman yang menyeluruh terhadap aspek komersial dan keuangan Perusahaan.

       Willyharto Tjandra selaku Direktur Operasional telah menjabat sebagai Direktur sejak tahun
       2008 dan sebelumnya memiliki pengalaman sebagai Direktur Operasional serta Kepala Divisi
       Operasional dan Marketing di PT Bunga Nusa Mahakam. Pengalaman tersebut relevan
       dengan kegiatan utama Perusahaan yang membutuhkan pengelolaan armada, kru, jadwal
       pelayaran, koordinasi agen, proses muat-bongkar, serta pemenuhan persyaratan keselamatan
       dan teknis kapal.

       Anthony Samuel Rahmatharun selaku Direktur Keuangan memiliki latar belakang akuntansi
       dan pengalaman di bidang keuangan, perbankan, serta finance and accounting di
       Perusahaan. Sebelum diangkat sebagai Direktur Keuangan pada tahun 2024, beliau menjabat
       sebagai Head of Finance & Accounting Department Perusahaan sejak tahun 2017 sampai
       2023. Hal ini menunjukkan adanya kesinambungan dalam pengelolaan fungsi keuangan,
       pelaporan, dan pengendalian internal.

       Secara keseluruhan, jajaran manajemen kunci Perusahaan dinilai memiliki kapasitas yang
       cukup untuk mendukung rencana pengembangan usaha. Kombinasi antara pengalaman



 Halaman 44                                                00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 46
       operasional pelayaran, pemasaran, keuangan, akuntansi, dan tata kelola perusahaan menjadi
       faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan usaha, terutama sejalan dengan
       rencana penambahan armada dan perluasan kapasitas operasional.

       Tabel 12.         Tabel Profil Manajemen Kunci Perusahaan
                                                                         Relevansi terhadap Kelayakan
              Nama          Jabatan          Pengalaman Utama
                                                                                   Manajemen
        Hero Gozali       Komisaris     Pengalaman di Perusahaan        Mendukung fungsi pengawasan
                          Utama         sejak 2008, sebelumnya          strategis dengan pemahaman
                                        Direktur Utama Perusahaan dan   mendalam atas bisnis
                                        memiliki pengalaman             pelayaran dan perkembangan
                                        pemasaran di industri           historis Perusahaan.
                                        pelayaran.
        Adelia Aryni      Komisaris     Komisaris Perusahaan sejak      Memberikan kesinambungan
        Setyawan                        2008.                           pengawasan dan pemahaman
                                                                        terhadap arah bisnis
                                                                        Perusahaan.
        Drs. Djunggu      Komisaris     Pengalaman di Bapepam-LK,       Memperkuat aspek governance,
        Harungguan        Independen    audit committee, komisaris      kepatuhan, pengawasan
        Sitorus, Akt.,                  independen, dan tata kelola     independen, dan praktik pasar
        M.Si.                           perusahaan publik.              modal.
        Go Sioe Bie       Direktur      Berpengalaman di finance &      Memiliki pemahaman lintas
                          Utama         accounting, marketing, dan      fungsi antara keuangan,
                                        manajemen Perusahaan sejak      komersial, dan strategi usaha.
                                        2008.
        Willyharto        Direktur      Pengalaman operasional          Sangat relevan untuk
        Tjandra           Operasional   pelayaran sejak sebelum         pengelolaan armada,
                                        bergabung dengan Perusahaan     operasional kapal, kru, dan
                                        dan menjabat sebagai Direktur   layanan charter.
                                        sejak 2008.
        Anthony           Direktur      Pengalaman finance &            Mendukung pengelolaan
        Samuel            Keuangan      accounting Perusahaan sejak     keuangan, proyeksi investasi,
        Rahmatharun                     2017 dan latar belakang         pengendalian biaya, dan
                                        perbankan.                      pelaporan keuangan.

6.2    Ketersediaan Tenaga Kerja

       Dari sisi sumber daya manusia, Perusahaan memiliki struktur tenaga kerja yang mendukung
       kegiatan usaha pelayaran dan charter kapal. Berdasarkan data komposisi karyawan, jumlah
       karyawan Perusahaan meningkat dari 59 orang pada tahun 2023 menjadi 69 orang pada
       tahun 2024, dan kembali meningkat menjadi 72 orang pada tahun 2025. Peningkatan ini
       menunjukkan bahwa Perusahaan telah melakukan penyesuaian kapasitas organisasi sejalan
       dengan perkembangan kegiatan usaha dan kebutuhan operasional.

       Berdasarkan jenjang manajemen, komposisi karyawan tahun 2025 terdiri dari 7 orang
       manajerial, 3 orang supervisor, 7 orang staf, dan 55 orang ABK. Komposisi tersebut
       menunjukkan bahwa mayoritas sumber daya manusia Perusahaan berada pada fungsi
       operasional kapal, khususnya ABK, yang merupakan elemen utama dalam kegiatan
       pelayaran, pengoperasian armada LCT, serta penyediaan jasa charter kapal.

       Seiring dengan rencana penambahan armada sebanyak 3 unit kapal baru pada tahun 2026
       dan 2 unit kapal baru pada tahun 2028, Perusahaan juga memproyeksikan kebutuhan
       tambahan ABK sebanyak 11 orang untuk setiap kapal baru. Dengan demikian, terdapat




 Halaman 45                                                    00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 47
      tambahan kebutuhan ABK sebanyak 33 orang pada tahun 2026 dan 22 orang pada tahun
      2028. Penambahan ABK tersebut diperlukan untuk memastikan kesiapan operasional masing-
      masing kapal, termasuk fungsi nakhoda, perwira kapal, juru mudi, masinis, dan kru
      pendukung lainnya sesuai kebutuhan operasional pelayaran.

      Tabel 13.        Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Jenjang Manajemen
         Uraian        2023        2024       2025    2026F       2027F     2028F               Analisis
                                                                                     Meningkat hingga 2025,
                                                                                     menunjukkan penguatan
       Manajerial       4           5          7           7         7         7
                                                                                     fungsi pengelolaan dan
                                                                                     pengawasan.
                                                                                     Meningkat hingga 2025,
                                                                                     mendukung kebutuhan
       Supervisor       1           1          3           3         3         3
                                                                                     koordinasi operasional yang
                                                                                     lebih besar.
                                                                                     Relatif stabil, mendukung
       Staf             8           8          7           7         7         7     fungsi administrasi dan
                                                                                     pendukung.
                                                                                     Meningkat seiring
                                                                                     penambahan kapal baru,
       ABK             46          55          55          88       88       110
                                                                                     dengan asumsi kebutuhan 11
                                                                                     ABK per kapal.
                                                                                     Menunjukkan pertumbuhan
                                                                                     kapasitas SDM secara
       Jumlah          59          69          72         105      105       127
                                                                                     bertahap mengikuti
                                                                                     penambahan armada.

      Dari sisi usia, struktur karyawan tahun 2025 didominasi oleh kelompok usia 41–50 tahun
      sebanyak 25 orang, diikuti kelompok usia 21–30 tahun sebanyak 18 orang, kelompok usia
      31–40 tahun sebanyak 17 orang, kelompok usia di atas 50 tahun sebanyak 11 orang, dan
      kelompok usia di bawah 21 tahun sebanyak 1 orang. Komposisi ini menunjukkan kombinasi
      antara tenaga kerja berpengalaman dan tenaga kerja usia produktif, yang dinilai memadai
      untuk mendukung keberlanjutan operasional Perusahaan.

      Dengan adanya rencana penambahan armada, kebutuhan SDM Perusahaan ke depan akan
      meningkat terutama pada fungsi operasional kapal. Oleh karena itu, Perusahaan perlu
      memastikan kesiapan rekrutmen, sertifikasi dan kompetensi ABK, pemenuhan dokumen
      pelaut, serta penjadwalan kru yang memadai agar penambahan armada dapat beroperasi
      secara optimal dan tidak mengganggu kegiatan usaha eksisting.

      Tabel 14.        Tabel Komposisi Karyawan Berdasarkan Usia
       Kelompok Usia        2023        2024         2025                              Analisis
                                                                Mendukung aspek pengalaman dan pengetahuan
        > 50 tahun            7           9           11
                                                                teknis.
                                                                Kelompok dominan, mencerminkan tenaga kerja
        41–50 tahun           17          25          25
                                                                matang dan berpengalaman.
                                                                Menjadi basis tenaga kerja produktif dan calon
        31–40 tahun           16          16          17
                                                                penguatan manajerial.
        21–30 tahun           18          18          18        Mendukung regenerasi dan keberlanjutan SDM.
                                                                Porsi kecil dan tidak material terhadap struktur
        < 21 tahun            1           1           1
                                                                SDM.
                                                                Komposisi SDM relatif seimbang antara
              Jumlah          59          69          72
                                                                pengalaman dan regenerasi.




Halaman 46                                                                00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 48
       Berdasarkan komposisi tersebut, sumber daya manusia Perusahaan dinilai cukup memadai
       untuk mendukung kegiatan usaha saat ini. Dominasi ABK menunjukkan bahwa struktur SDM
       Perusahaan telah sesuai dengan karakter bisnis pelayaran yang membutuhkan kesiapan
       operasional armada. Sementara itu, peningkatan jumlah manajerial dan supervisor
       menunjukkan adanya penguatan fungsi pengawasan, koordinasi, dan pengambilan
       keputusan operasional.

       Namun, sejalan dengan rencana penambahan armada sebanyak 3 unit kapal pada tahun
       2026 dan 2 unit kapal pada tahun 2028, Perusahaan perlu memastikan kesiapan tambahan
       sumber daya manusia secara bertahap. Kebutuhan tersebut terutama meliputi tambahan ABK
       bersertifikasi, tenaga teknis kapal, supervisor operasional, fungsi keselamatan dan
       compliance, serta fungsi administrasi pendukung. Hal ini penting agar pertumbuhan jumlah
       armada dapat diimbangi dengan kapasitas organisasi yang memadai.

6.3    Kesiapan Manajemen dan SDM Setelah Penambahan Armada

       Sejalan dengan rencana penambahan armada, Perusahaan tidak memerlukan tenaga ahli
       kunci baru yang bersifat khusus di luar kompetensi operasional pelayaran yang saat ini telah
       dimiliki. Hal ini disebabkan karena spesifikasi kapal baru yang direncanakan pada dasarnya
       memiliki karakteristik yang sejenis dengan armada LCT eksisting Perusahaan, khususnya LCT
       Cipta Jaya Harapan 8, sehingga pola operasional, kebutuhan pengawasan, serta kompetensi
       teknis yang diperlukan masih berada dalam lingkup pengalaman Perusahaan saat ini.

       Dengan demikian, fokus kesiapan sumber daya manusia lebih diarahkan pada pemenuhan
       kebutuhan ABK dan tenaga operasional kapal sesuai jumlah armada tambahan, termasuk
       ketersediaan kru bersertifikasi, pemenuhan dokumen pelaut, pengaturan jadwal kerja dan
       rotasi kru, serta pelatihan keselamatan pelayaran. Perusahaan juga perlu memastikan fungsi
       pengawasan operasional, compliance, dan keselamatan pelayaran tetap memadai seiring
       dengan peningkatan jumlah armada.

       Berdasarkan asumsi kebutuhan ABK sebanyak 11 orang per kapal, penambahan 3 unit kapal
       pada tahun 2026 membutuhkan tambahan ABK sebanyak 33 orang, sedangkan penambahan
       2 unit kapal pada tahun 2028 membutuhkan tambahan ABK sebanyak 22 orang. Dengan
       demikian, secara kumulatif Perusahaan membutuhkan tambahan ABK sebanyak 55 orang
       sampai dengan tahun 2028. Kebutuhan tersebut dinilai dapat dipenuhi secara bertahap
       melalui rekrutmen kru kapal yang telah memiliki sertifikasi dan pengalaman sesuai dengan
       ketentuan pelayaran yang berlaku.

       Dengan pengalaman manajemen dalam mengelola armada LCT eksisting serta karakteristik
       kapal baru yang sejenis dengan armada yang telah dioperasikan, rencana pengembangan
       usaha melalui penambahan armada dinilai dapat didukung oleh kapasitas manajemen dan
       sumber daya manusia Perusahaan, sepanjang Perusahaan melakukan penambahan kru,
       penguatan fungsi pengawasan, serta pemenuhan sertifikasi dan persyaratan keselamatan
       pelayaran secara bertahap.




 Halaman 47                                                 00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 49
6.4    Manajemen Kekayaan Intelektual

       Dalam kegiatan usaha PJHB, kekayaan intelektual tidak menjadi aset utama seperti pada
       perusahaan berbasis teknologi atau manufaktur. Nilai utama Perusahaan lebih banyak berasal
       dari aset armada kapal, pengalaman operasional, jaringan pelanggan, standar keselamatan,
       perizinan, serta reputasi layanan.

       Meskipun demikian, Perusahaan tetap perlu menjaga aset tidak berwujud seperti nama baik
       perusahaan, merek, dokumen operasional, prosedur kerja, data pelanggan, dan sistem
       administrasi internal. Pengelolaan aset tidak berwujud tersebut penting untuk menjaga
       kepercayaan pelanggan, mendukung kepatuhan, serta memperkuat posisi Perusahaan dalam
       industri jasa pelayaran dan charter kapal.

6.5    Manajemen Risiko

       Dalam menjalankan kegiatan usaha jasa pelayaran dan charter kapal LCT, PJHB menghadapi
       beberapa risiko utama yang perlu dikelola secara memadai, antara lain risiko cuaca,
       kecelakaan kapal, kenaikan harga bahan bakar, serta risiko operasional armada. Pengelolaan
       risiko tersebut menjadi penting untuk menjaga kelancaran pengiriman, keselamatan
       pelayaran, serta kualitas layanan kepada pelanggan.

       1. Risiko Kondisi Cuaca
          Kegiatan operasional kapal sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan perairan. Cuaca
          ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, gelombang tinggi, atau arus kuat dapat
          menyebabkan keterlambatan pelayaran, perubahan jadwal, atau kapal harus menunggu
          di lokasi aman. Untuk memitigasi risiko ini, Perusahaan perlu melakukan pemantauan
          cuaca secara berkala, mengacu pada informasi BMKG, menerapkan SOP keselamatan
          pelayaran, serta mencantumkan klausul force majeure dalam perjanjian dengan
          pelanggan.
       2. Risiko Kecelakaan Kapal dan Pihak Ketiga
          Risiko kecelakaan dapat terjadi akibat kepadatan lalu lintas laut, perairan sempit, proses
          sandar, kondisi pelabuhan, atau kesalahan pihak ketiga. Mitigasi dilakukan melalui
          penggunaan jasa pandu/assist pada area tertentu, pembatasan kecepatan pada perairan
          padat, pemeliharaan alat navigasi dan sistem kemudi, serta perlindungan asuransi seperti
          Marine Hull dan Protection & Indemnity (P&I).
       3. Risiko Kenaikan Harga Bahan Bakar
          Bahan bakar merupakan salah satu komponen biaya utama dalam operasional kapal.
          Fluktuasi harga bahan bakar dapat memengaruhi margin Perusahaan. Untuk mengurangi
          dampaknya, Perusahaan dapat menerapkan mekanisme penyesuaian tarif atau klausul rise
          and fall dalam kontrak charter, sehingga perubahan harga bahan bakar dapat disesuaikan
          dengan tarif layanan.
       4. Risiko Kesiapan Armada dan Operasional
          Keterlambatan docking, kerusakan mesin, keterbatasan kru, atau belum lengkapnya
          sertifikasi kapal dapat menghambat operasional. Mitigasi dilakukan melalui sistem
          pemeliharaan preventif, pemeriksaan rutin, pemenuhan sertifikasi kapal, kesiapan kru,
          serta monitoring jadwal operasi dan docking secara berkala.
       5. Risiko Manajemen dan Struktur Organisasi
          Untuk mendukung kegiatan usaha, Perusahaan perlu memastikan fungsi manajemen
          berjalan efektif, mencakup operasional, teknis, HSE, crewing, legal, keuangan, pemasaran,



 Halaman 48                                                 00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 50
          dan administrasi. Struktur organisasi yang jelas dan pembagian tanggung jawab yang tepat
          akan mendukung pengambilan keputusan, pengendalian risiko, serta efektivitas pelayanan
          kepada pelanggan.

       Berdasarkan analisis kelayakan model manajemen, yang mencakup ketersediaan tenaga
       kerja, manajemen kekayaan intelektual (intellectual property), manajemen risiko, kapasitas
       dan kemampuan manajemen dan kesesuaian struktur organisasi dan manajemen dapa
       disimpulkan bahwa aspek model manajemen Kegiatan Usaha oleh Perusahaan adalah layak.

6.6    Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen

       Kemampuan dalam mengelola suatu perusahaan memerlukan sumber daya manusia yang
       profesional agar kegiatan operasional Perusahaan dapat berjalan efektif dan efisien. Berikut
       adalah struktur organisasi Perusahaan:


       Gambar 2.     Struktur Organisasi




       Sumber : Manajemen Perusahaan




 Halaman 49                                                 00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 51
                                          BAB VII
                              ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN


7.1    Gambaran Umum

       Perusahaan merencanakan penambahan armada secara bertahap sebagai bagian dari
       pengembangan usaha eksisting guna memperkuat kapasitas operasional, meningkatkan
       utilisasi armada, dan memperluas layanan charter pada kegiatan usaha yang telah berjalan
       saat ini.

       Berdasarkan informasi dari manajemen, rencana pembelian kapal pada tahun 2026 murni
       ditujukan untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha eksisting. Hal ini sejalan dengan
       adanya potensi peningkatan kebutuhan transportasi laut dari pelanggan di sektor LNG,
       dimana berdasarkan informasi yang diperoleh, BP diperkirakan akan melakukan
       penambahan produksi LNG sehingga membutuhkan tambahan armada kapal untuk
       mendukung aktivitas transportasinya. Selain itu, untuk perusahaan internasional, terdapat
       batasan umur pemakaian kapal maksimal sekitar 15 tahun, sehingga ketersediaan kapal
       dengan usia, kondisi, dan spesifikasi yang sesuai menjadi faktor penting dalam memenuhi
       kebutuhan pelanggan tersebut.

       Adapun rencana penambahan armada tersebut terdiri dari 3 unit kapal pada tahun 2026 dan
       2 unit kapal pada tahun 2028. Dengan demikian, jumlah armada Perusahaan diproyeksikan
       meningkat dari 5 unit kapal eksisting menjadi 8 unit kapal pada tahun 2026, dan selanjutnya
       menjadi 10 unit kapal pada tahun 2028.

       Analisa kelayakan keuangan dalam laporan ini ditinjau terhadap rencana Perusahaan atas
       penambahan armada kapal tersebut. Namun demikian, mengingat bahwa kegiatan usaha
       yang dijalankan Perusahaan dengan menggunakan armada kapal baru tetap akan
       memanfaatkan aset-aset pendukung eksisting lainnya. Oleh karena itu, Analisa kelayakan
       keuangan dengan mengacu pada arus kas bersih incremental, atau selisih arus kas bersih
       antara usaha Perusahaan dengan pengembangan usaha dan usaha Perusahaan tanpa
       pengembangan usaha.

7.2    Biaya Investasi

       Dalam rencana pengembangan usaha, Perusahaan membutuhkan investasi untuk
       penambahan armada kapal baru. Rencana penambahan kapal ini merupakan bagian dari
       strategi pengembangan kegiatan usaha yang telah berjalan saat ini, khususnya untuk
       memperkuat kapasitas operasional, meningkatkan fleksibilitas penjadwalan kapal, serta
       mendukung perluasan layanan pelayaran dan charter kapal.

       Rencana Investasi penambahan armada tidak hanya mencakup pembelian kapal baru, tetapi
       juga mencakup biaya pendukung agar kapal dapat beroperasi secara optimal. Komponen
       investasi tersebut meliputi pembelian kapal, docking, peralatan kapal, peralatan kantor
       pendukung operasional, serta kendaraan operasional.

       Berdasarkan kontrak pembangunan kapal yang telah ditandatangani, kebutuhan Investasi
       untuk pembangunan 3 unit kapal baru jenis Landing Craft Tank (LCT) pada tahun 2026 adalah




 Halaman 50                                                00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 52
      sebesar Rp163 miliar. Capex tersebut terdiri dari pembangunan LCT Cipta Jaya Harapan 77
      oleh PT Tegal Shipyard Utama dengan nilai kontrak sebesar Rp53 miliar, LCT Cipta Jaya
      Harapan 88 oleh PT Untung Brawijaya Sejahtera / UBS Shipyard dengan nilai kontrak sebesar
      Rp53 miliar, serta LCT Cipta Jaya Harapan 99 oleh PT Untung Brawijaya Sejahtera / UBS
      Shipyard dengan nilai kontrak sebesar Rp57 miliar.

      Dengan demikian, total kebutuhan investasi pembangunan kapal baru pada tahun 2026 yang
      dapat dikategorikan sebagai Investasi pembangunan armada adalah sebesar Rp163 miliar.

      Tabel 15.         Rekap Investasi Pembangunan Kapal Tahun 2026
                             Galangan /                        Tanggal       Ukuran
             Kapal                            Nomor Kontrak                               Nilai Kontrak
                          Pembangun Kapal                      Kontrak        Kapal
                                                                 15         72,00 m x
       LCT Cipta Jaya   PT Tegal Shipyard     002/TSU-
                                                              Desember      16,00 m x   Rp53.000.000.000
       Harapan 77       Utama                 JHB/XII/2025
                                                                2025         4,80 m
                        PT Untung Brawijaya                                 72,00 m x
       LCT Cipta Jaya                         038/UBS-        28 Oktober
                        Sejahtera / UBS                                     16,00 m x   Rp53.000.000.000
       Harapan 88                             PJHB/X/2025        2025
                        Shipyard                                             4,80 m
                        PT Untung Brawijaya   001/UBS-                      75,00 m x
       LCT Cipta Jaya
                        Sejahtera / UBS       PJHB/25-        3 Juli 2025   16,00 m x   Rp57.000.000.000
       Harapan 99
                        Shipyard              01/07/2025                     4,80 m


      Dari biaya investasi pembangunan 3 unit kapal sebesar Rp 163 miliar, telah dibayarkan
      sebagian sampai dengan akhir tahun 2025 sebesar Rp 11,49 miliar yang dicatat sebagai akun
      aset dalam penyelesaian. Dengan mempertimbangkan biaya investasi pembangunan kapal,
      realisasi biaya sampai dengan akhir tahun 2025 dan biaya investasi kendaraan operasional
      di tahun 2026 sebesar Rp 27 juta, maka proyeksi biaya investasi sepanjang tahun 2026 adalah
      sebesar Rp 151,51 miliar. Selanjutnya, pada tahun 2027, Perusahaan memproyeksikan capex
      sebesar Rp1,16 miliar yang dialokasikan untuk kebutuhan docking.

      Pada tahun 2028, total Investasi diproyeksikan sebesar Rp96,10 miliar, yang sebagian besar
      dialokasikan untuk penambahan kapal sebesar Rp95,90 miliar, serta tambahan peralatan
      kapal dan peralatan kantor masing-masing sebesar Rp181 juta dan Rp16 juta. Pada tahun
      2029, terdapat capex sebesar Rp28 juta untuk kendaraan operasional, sedangkan pada tahun
      2030 terdapat capex sebesar Rp1,21 miliar untuk kebutuhan docking.

      Seluruh rencana investasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan usaha eksisting
      Perusahaan, khususnya untuk memperkuat kapasitas armada, mendukung kegiatan
      operasional pelayaran, serta meningkatkan fleksibilitas layanan charter kapal. Rencana capex
      ini tidak berkaitan langsung dengan penambahan KBLI baru, melainkan merupakan investasi
      pendukung atas kegiatan usaha yang telah berjalan. Adapun detail rencana penambahan
      investasi adalah sebagai berikut:

      Tabel 16.         Tabel Rencana Penambahan Investasi Perusahaan
               Capex              Satuan          2026         2027         2028        2029      2030
       Kapal                      Rp Juta          163.000          -        95.901         -           -
       Docking                    Rp Juta                -      1.156             -         -       1.214
       Peralatan Kapal            Rp Juta                -          -           181         -           -
       Peralatan Kantor           Rp Juta                -          -            16         -           -
       Kendaraan                  Rp Juta               27          -             -        28           -
       Total Capex                Rp Juta          163.027      1.156        96.098        28       1.214




Halaman 51                                                       00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 53
7.3    Modal Kerja

       Dalam pelaksanaan kegiatan usahanya, PJHB membutuhkan modal kerja untuk mendukung
       kelancaran operasional Perusahaan, terutama terkait dengan pemenuhan kebutuhan piutang
       usaha, persediaan, kewajiban jangka pendek, serta kebutuhan operasional rutin lainnya.

       Berdasarkan proyeksi tahun 2026–2030, kebutuhan modal kerja bersih PJHB diproyeksikan
       rata-rata sebesar Rp1,69 miliar per tahun. Kebutuhan modal kerja tersebut terutama
       dipengaruhi oleh perubahan komponen piutang usaha dan persediaan, serta perubahan
       utang usaha yang berkaitan langsung dengan aktivitas operasional Perusahaan.

       Secara tahunan, kebutuhan modal kerja bersih diproyeksikan sebesar Rp1,72 miliar pada
       tahun 2026, Rp1,70 miliar pada tahun 2027, Rp1,80 miliar pada tahun 2028, Rp1,75 miliar
       pada tahun 2029, dan Rp1,49 miliar pada tahun 2030. Dengan demikian, Perusahaan perlu
       menjaga ketersediaan dana modal kerja secara memadai agar kegiatan operasional,
       pemenuhan kewajiban jangka pendek, serta kebutuhan pendukung operasional kapal dapat
       berjalan secara berkelanjutan.

7.4    Sumber Pembiayaan

       Rencana investasi penambahan armada dan kebutuhan capex pendukung akan dibiayai
       menggunakan kas internal Perusahaan. Penggunaan kas internal mencerminkan kemampuan
       Perusahaan dalam mendukung rencana pengembangan usaha eksisting tanpa menambah
       ketergantungan pada pembiayaan eksternal.

       Dengan sumber pendanaan tersebut, Perusahaan diharapkan dapat menjaga fleksibilitas
       keuangan, mengendalikan beban keuangan, serta mempertahankan struktur permodalan
       yang sehat. Namun demikian, pelaksanaan investasi tetap perlu dilakukan secara bertahap
       dengan mempertimbangkan ketersediaan kas, kebutuhan modal kerja operasional, serta
       prioritas penggunaan dana Perusahaan.

7.5    Biaya Operasional

       Biaya operasional atas kegiatan usaha Perusahaan terdiri dari Beban Pokok Pendapatan,
       beban operasional, beban gaji, beban pemeliharaan, dan beban lainnya. Proyeksi biaya
       operasional kegiatan usaha Perusahaan untuk periode tahun 2026–2030 adalah sebagai
       berikut:

       Tabel 17.      Beban Pokok Pendapatan (dalam Jutaan Rupiah)
                                         Jan-Des   Jan-Des      Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des
                     URAIAN
                                          2026      2027         2028       2029       2030


        Beban Pokok Pendapatan
          Pemakaian bahan                 11.739     19.426      23.953     25.335     26.135
          Overhead                         6.147     10.173      12.543     13.267     13.686
          Karyawan                         4.000      6.620       8.162       8.633     8.906
          Pemeliharaan                     1.776      2.939       3.623       3.833     3.954
          Perlengkapan kapal               1.730      2.862       3.529       3.733     3.851




 Halaman 52                                                00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 54
                                           Jan-Des         Jan-Des        Jan-Des         Jan-Des           Jan-Des
                     URAIAN
                                            2026            2027           2028            2029              2030
          Keagenan                           1.232           2.039           2.514              2.659            2.743
          Penyusutan                        23.355          22.109          22.547             21.725        22.026
        Total Beban Pokok Pendapatan        49.979          66.168          76.873             79.186        81.302


        Total Beban Pokok Pendapatan        49.979          66.168          76.873             79.186        81.302


       Tabel 18.       Beban Operasional (dalam Jutaan Rupiah)
                                             Jan-Des         Jan-Des       Jan-Des         Jan-Des          Jan-Des
                       URAIAN
                                               2026           2027          2028               2029          2030
        Beban Operasional
        Beban Gaji, THR dan tunjangan
                                                  4.333        4.463             4.597          4.735            4.877
        lainnya
        Beban Pemeliharaan                        1.504        1.549             1.596          1.644            1.693
        Beban Tenaga Ahli                            560           577            594             612             630
        Beban Transportasi                           317           327            337             347             347
        Beban Listrik, air dan telepon               41              42            43              44              46
        Beban Penyusutan                             140           132            135             130             132
        Beban Retribusi dan sumbangan                63              64            66              68              70
        Beban dan denda pajak                         6              7              7                 7             7
        Beban Sewa Gudang                            100           103            106             109             113
        Beban lain-lain                              248           256            263             271             279


        TOTAL BEBAN OPERASIONAL                 7.312          7.519             7.744          7.967            8.194


7.6    Asumsi Proyeksi Laporan Keuangan
       Proyeksi laporan keuangan menggunakan asumsi yang merefleksikan rencana bisnis
       manajemen selama masa proyeksi sebagai berikut:

       Tabel 19.       Asumsi Proyeksi Keuangan
                                                            Des           Des            Des          Des           Des
                             URAIAN
                                                           2026           2027       2028             2029         2030
        GDP                                                 4,94%         4,96%          4,96%        5,11%         5,14%
        Inflasi                                             1,84%         2,91%          2,52%        2,52%         2,52%
        Pajak                                                 22%          22%            22%             22%         22%
        Bunga Utang Investasi                                8,4%          8,4%           8,4%            8,4%        8,4%
        Hari                                                  365           365           365             365            365
        Bulan                                                  12            12            12              12            12


        Kapal beroperasi efektif setahun
          LS 88                                                12            10            12              12            10
          CJH 10                                               12            10            12              12            10
          CJH 9                                                10            12            12              10            12
          CJH 8                                                12            10            12              11            11
          CJH 7                                                12            12            10              12            10




 Halaman 53                                                        00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 55
                                                  Des        Des      Des        Des      Des
                           URAIAN
                                                 2026       2027     2028       2029     2030
         CJH 99                                         1       12       12        10          12
         CJH 88                                         1       12       12        10          12
         CJH 77                                         1       12       12        10          12
         Kapal Baru 1                                                       7      12          12
         Kapal Baru 2                                                       7      12          12


       Tarif Kapal Per Bulan
         LS 88                                     645        600       600       600      600
         CJH 10                                   1.160      1.100    1.100      1.100    1.100
         CJH 9                                     590        600       600       600      600
         CJH 8                                    1.476      1.400    1.400      1.400    1.400
         CJH 7                                    1.160      1.100    1.100      1.100    1.100
         CJH 99                                   1.500      1.500    1.500      1.500    1.500
         CJH 88                                   1.400      1.400    1.400      1.400    1.400
         CJH 77                                   1.400      1.400    1.400      1.400    1.400
         Kapal Baru 1                                                 1.500      1.500    1.500
         Kapal Baru 2                                                 1.357      1.417    1.417


       Beban Pokok Pendapatan                    65,67%     66,98%   66,98%     67,65%   67,65%
         Pemakaian bahan                         18,49%     18,86%   18,86%     19,05%   19,05%
         Overhead                                 9,68%      9,88%    9,88%      9,98%    9,98%
         Karyawan                                 6,30%      6,43%    6,43%      6,49%    6,49%
         Pemeliharaan                             2,80%      2,85%    2,85%      2,88%    2,88%
         Perlengkapan kapal                       2,72%      2,78%    2,78%      2,81%    2,81%
         Keagenan                                 1,94%      1,98%    1,98%      2,00%    2,00%
         Penyusutan                               23,7%      24,2%    24,2%      24,5%    24,5%


       Beban Operasional                         11,39%      7,23%    6,04%      5,94%    5,93%
         Beban Gaji, THR dan tunjangan lainnya    6,82%      4,33%    3,62%      3,56%    3,55%
         Beban Pemeliharaan                       2,37%      1,50%    1,26%      1,24%    1,23%
         Beban Tenaga Ahli                        0,88%      0,56%    0,47%      0,46%    0,46%
         Beban Transportasi                       0,50%      0,32%    0,27%      0,26%    0,25%
         Beban Listrik, air dan telepon           0,06%      0,04%    0,03%      0,03%    0,03%
         Beban Penyusutan                         0,09%      0,06%    0,05%      0,05%    0,05%
         Beban Retribusi dan sumbangan            0,10%      0,06%    0,05%      0,05%    0,05%
         Beban dan denda pajak                    0,01%      0,01%    0,01%      0,01%    0,01%
         Beban Imbalan kerja                      0,00%      0,00%    0,00%      0,00%    0,00%
         Beban Sewa Gudang                        0,16%      0,10%    0,08%      0,08%    0,08%
         Beban lain-lain                          0,39%      0,25%    0,21%      0,20%    0,20%


      Beban pokok pendapatan, beban operasional diasumsikan sebesar persentase terhadap
      penjualan selama masa proyeksi.




Halaman 54                                              00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 56
7.7    Proyeksi Laba Rugi

       Berikut ini adalah Proyeksi Laba rugi dengan adanya pengembangan usaha:

       Tabel 20. Proyeksi Laporan Laba Rugi dengan pengembangan usaha (dalam Jutaan Rupiah)
                                         Jan-Des      Jan-Des       Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des
                      URAIAN
                                          2026         2027          2028         2029         2030
        Pendapatan                        63.485      103.000        127.000     133.000      137.200
              Kapal Eksisting             59.185       51.400         55.400      55.000       50.600
              Kapal Baru                   4.300       51.600         71.600      78.000       86.600
        Beban Pokok Pendapatan            49.979       66.168         76.873      79.186       81.302
              Pemakaian bahan             11.739       19.426         23.953      25.335       26.135
              Overhead                     6.147       10.173         12.543      13.267       13.686
              Karyawan                     4.000        6.620          8.162       8.633        8.906
              Pemeliharaan                 1.776        2.939          3.623       3.833        3.954
              Perlengkapan kapal           1.730        2.862          3.529       3.733        3.851
              Keagenan                     1.232        2.039          2.514       2.659        2.743
              Penyusutan                  23.355       22.109         22.547      21.725       22.026
        Laba Kotor                        13.506       36.832         50.127      53.814       55.898


        Biaya Operasional                  7.312        7.519          7.744       7.967        8.194


        Laba (Rugi) Operasional            6.194       29.312         42.383      45.847       47.704


        Laba Sebelum Pajak Penghasilan     6.194       29.312         42.383      45.847       47.704


        Beban pajak penghasilan             (794)      (1.268)        (1.557)     (1.630)      (1.681)


        Laba Bersih Tahun Berjalan         5.400       28.044         40.827      44.217       46.023


7.8    Proyeksi Posisi Keuangan

       Berikut ini adalah Proyeksi Posisi Keuangan dengan pengembangan usaha:

       Tabel 21. Proyeksi Posisi Keuangan dengan pengembangan usaha (dalam Jutaan Rupiah)
                                           Des          Des           Des          Des         Des
                      URAIAN
                                          2026         2027          2028         2029         2030


        ASET
        Aset Lancar
        Kas dan setara kas                 17.396       64.827        30.435      94.727      160.203
        Piutang usaha                       4.954        9.048        12.402      14.294       13.908
        Piutang lain-lain                        96           96            96           96           96
        Uang Muka                          35.376       35.376        35.376      35.376       35.376
        Klaim Pajak                              68           68            68           68           68




 Halaman 55                                                     00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 57
                                            Des          Des         Des        Des         Des
                     URAIAN
                                            2026        2027        2028        2029       2030
       Beban dibayar di muka                      834      834          834        834        834
       Total Aset lancar                     58.723     110.249      79.211    145.395     210.484


       Aset Tidak Lancar
       Piutang lain-lain - Pihak berelasi          3           3           3           3          3
       Aset tetap                           282.260     261.175     334.591    312.765     291.821
       Total Aset Tidak Lancar              282.263     261.178     334.594    312.768     291.824


       TOTAL ASET                           340.986     371.427     413.806    458.162     502.309


       LIABILITAS DAN EKUITAS
       Liabilitas Jangka pendek
       Utang Usaha - Pihak ketiga                 685     3.082       4.633      4.773       2.896
       Beban Akrual                           6.391       6.391       6.391      6.391       6.391
       Utang Pajak                                324      324          324        324        324
       Utang lain-lain - pihak ketiga             691      691          691        691        691
       Jaminan pendapatan                     1.100       1.100       1.100      1.100       1.100
       Total Liabilitas jangka pendek         9.190      11.587      13.138     13.278      11.401


       Liabilitas Jangka Panjang
       Utank Bank                                   -          -           -           -          -
       Utang lain-lain - pihak berelasi       6.116       6.116       6.116      6.116       6.116
       Utang lain-lain - pihak ketiga               -          -           -           -          -
       Liabilitas imbalan kerja                   563      563          563        563        563
       Jaminan Penjualan                            -          -           -           -          -
       Total Liabilitas jangka Panjang        6.679       6.679       6.679      6.679       6.679
       Total Liabilitas                      15.868      18.266      19.817     19.957      18.079



       Ekuitas
       Modal saham                           72.000      72.000      72.000     72.000      72.000
       Tambahan modal disetor               152.944     152.944     152.944    152.944     152.944
       Saldo laba (rugi)                      5.400      33.443      74.270    118.487     164.511
       Dicadangkan                                300      300          300        300        300
       Belum dicadangkan                      7.771       7.771       7.771      7.771       7.771
       Penghasilan komprehensif lain         86.377      86.377      86.377     86.377      86.377
       Kepentingan non-pengendali                 326      326          326        326        326
       Jumlah Ekuitas                       325.118     353.162     393.988    438.206     484.229


       TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS         340.986     371.427     413.806    458.162     502.309




Halaman 56                                                     00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 58
7.9    Tingkat Diskonto

       Tingkat diskonto ditentukan sesuai dengan jenis arus kas bersih yang digunakan dalam
       Analisa kelayakan. Mengingat bahwa sumber pendanaan investasi pengembangan usaha
       Perusahaan sepenuhya menggunakan modal Perseroan, maka arus kas bersih yang
       digunakan adalah arus kas bersih untuk ekuitas / free cash flow to equity (FCFE). Oleh karena
       itu, maka tingkat diskonto yang kami gunakan adalah biaya modal untuk ekuitas (cost of
       equity). Biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset
       Pricing Model (“CAPM”), dengan formula sebagai berikut:

       Ke = Rf + ß (Rm-Rf) – CDS
       Ke = Rf + ß Rp – CDS

       Rf (risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
       memiliki kemungkinan gagal bayar. Dalam studi kelayakan ini, suku bunga bebas risiko yang
       kami gunakan adalah Indeks Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor 30 tahun, yield
       tertimbang sebesar 6,70%, dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian
       bebas risiko (Rf), penggunaan risk free rate didasari atas suku bunga bebas risiko sesuai
       dengan mata uang yang disajikan dalam laporan keuangan objek studi kelayakan, dan
       mencerminkan jangka waktu proyeksi.

       Rp (risk premium), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
       kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan
       menggunakan rujukan dari Damodaran dengan data diperbarui 5 Januari 2026 sebesar
       6,70%.

       CDS (Country Default Spread), adalah tingkat (rating) gagal bayar obligasi yang dikeluarkan
       pemerintah dengan menggunakan rujukan dari Damodaran dengan data diperbarui 1 Januari
       2026 sebesar 1,62%.

       ß (Beta), merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
       pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500
       atau IHSG). Beta diperoleh dari unlevered beta yang mengacu kepada beta Damodaran
       dengan data diperbarui 5 Januari 2026 dari industri Shipbuilding & Marine sebesar 0,69 yang
       kemudian di re-levered kembali untuk menghasilkan levered beta dengan formula sebagai
       berikut:

                                        ßL = ßU x (1+ (1-t) x DER)

       Dimana :
       ßL   : Beta Levered
       ßU   : Beta Unlevered
       DER : Rasio Utang terhadap Ekuitas (Debt to Equity Ratio)
       t    : Pajak
       DER mengacu kepada struktur pendanaan investasi Perusahaan, yaitu 0%, mengingat seluruh
       pendanaan menggunakan modal Perusahaan.

       Berdasarkan formula perhitungan beta di atas maka beta yang digunakan sebagai berikut:




 Halaman 57                                                 00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 59
                                       Deskripsi                                               Nilai
         ßU (Damodaran)                                                                                        0,69
         DER (Struktur pendanaan )                                                                                0%
         t                                                                                                    22,0%
         ßL                                                                                                    0,69
       Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM diperoleh
       biaya modal untuk ekuitas sebagai berikut:

                                Deskripsi                                                     Sumber
         Rf                                                           6,70%                            SUN 30 tahun
         ß                                                                0,69              Dari perhitungan beta
         Rp                                                           6,69%              Damodaran dengan data
         CDS                                                          1,62%           diperbaharui 5 Januari 2026
         Ke = Rf + ß Rp – CDS                                         9,70%


       Biaya modal ekuitas (Ke) pada tabel diatas sebesar 9,70% digunakan sebagai tingkat diskonto
       dalam Analisa kelayakan keuangan

7.10   Analisa Kelayakan

       Analisa kelayakan keuangan dilakukan dengan menggunakan beberapa indicator kelayakan
       yang merujuk pada proyeksi arus kas bersih. Arus kas bersih yang digunakan adalah arus kas
       bersih incremental, atau selisih arus kas bersih antara usaha Perusahaan dengan
       pengembangan usaha dan usaha Perusahaan tanpa pengembangan usaha. Adapun indicator
       kelayakan yang digunakan dalam hal ini mencakup Net Present Value (NPV), Internal Rate of
       Return (IRR), Profitability Index (PI) dan Payback Period.

       NPV mengukur nilai kini proyeksi arus kas bersih dengan menggunakan tingkat diskonto
       tertentu. Rencana investasi dikatakan layak apabila NPV bernilai positif. IRR adalah tingkat
       imbal balik yang menghasilkan NPV bernilai 0 dari suatu proyeksi arus kas bersih, dimana
       rencana investasi dikatakan layak apabila IRR memiliki nilai lebih besar dari tingkat diskonto.
       Sementara PI dihitung dengan membagi nilai sekarang dari arus kas bersih yang akan datang
       suatu proyek dengan nilai investasi awal yang dibutuhkan untuk proyek tersebut. Jika PI lebih
       besar dari 1, maka investasi tersebut adalah layak.

       Analisa kelayakan keuangan rencana pengembangan usaha Perusahaan, yang ditunjukan
       oleh sejumlah indicator berdasarkan proyeksi arus kas bersih incremental Perusahaan
       disajikan sebagai berikut.

       Tabel 22. Proyeksi Arus Kas Bersih Inkremental Perusahaan (dalam Jutaan Rupiah)
        ANALISA KELAYAKAN INVESTASI                2026        2027           2028          2029           2030

        Laba (Rugi) Bersih                           (7.166)   17.885            24.423     27.175           31.361

        Beban Penyusutan                              8.150     8.150            12.945     12.945           12.945

        Perubahan Utang                                    -          -                -           -               -

        Belanja Modal / Capex                      (151.510)          -       (95.901)             -               -

        Perubahan Modal Kerja                          (201)   (2.909)           (1.236)     (1.191)         (1.429)




 Halaman 58                                                           00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 60
             ANALISA KELAYAKAN INVESTASI         2026            2027            2028          2029      2030

             Terminal Value                                                                              426.243

             ARUS KAS BERSIH                     (150.728)        23.126         (59.768)      38.929    469.120
             Discount Rate                            9,70%           9,70%        9,70%        9,70%      9,70%
             Discount Factor                       0,9116         0,8310          0,7575       0,6906     0,6295
             PV ARUS KAS BERSIH                  (137.403)        19.217         (45.277)      26.883    295.322


           Tabel 23.      Indikator Kelayakan
               ANALISA KELAYAKAN INVESTASI                    NILAI              KETERANGAN
             NPV (Rp Juta)                                        158.743              Layak
             IRR                                                      32,85%           Layak
             Payback Period                                      8 Tahun 5 Bulan
             Profitability Index                                         1,73          Layak


           Berdasarkan hasil analisis kelayakan investasi, diperoleh NPV sebesar Rp 158,74 miliar, IRR
           sebesar 32,85%, Profitability Index sebesar 1,73, dan Payback Period selama 8 tahun 5 bulan.
           Nilai NPV yang positif menunjukkan bahwa rencana pengembangan usaha mampu
           menghasilkan nilai tambah ekonomi setelah memperhitungkan tingkat diskonto yang
           digunakan. IRR yang lebih tinggi dibandingkan tingkat diskonto menunjukkan bahwa tingkat
           pengembalian investasi berada di atas tingkat imbal hasil yang disyaratkan. Selain itu,
           Profitability Index yang lebih besar dari 1,00 menunjukkan bahwa nilai kini manfaat yang
           diperoleh lebih besar dibandingkan nilai kini investasi yang dikeluarkan, Dengan demikian,
           berdasarkan indikator NPV, IRR, PI, dan Payback Period, rencana pengembangan usaha
           Perusahaan dinilai LAYAK.

7.11 Analisis Sensitivitas

      Kelayakan investasi dilihat dari indikator biaya modal atau tingkat diskonto sebesar 9,70%.
      Apabila IRR > Discount Rate, maka investasi dinilai layak untuk dijalankan.

           Tabel 24. Tabel Sensitivitas
                                                                  Perubahan Harga Penjualan
                   Kriteria        Satuan
                                                80%             90%             100%           110%      120%
       NPV                         Rp Juta      61.148         109.945          158.743        207.541   256.339
       IRR                           %          19,79%          26,68%          32,85%         38,47%     43,66%
       Profitability Index           x             1,28           1,51             1,73           1,96       2,18
                                             10 Tahun 0        9 Tahun          8 Tahun        7 Tahun    6 Tahun
       Payback Period                 -
                                                  Bulan        5 Bulan          5 Bulan        7 Bulan   12 Bulan

      Berdasarkan tabel di atas, analisis sensitivitas terhadap perubahan harga penjualan adalah
      sebagai berikut:

      1.     Pada kondisi harga penjualan normal atau 100%, investasi dinilai layak dengan NPV sebesar
             Rp158.743 juta, IRR sebesar 32,85%, PI sebesar 1,73x, dan payback period selama 8 tahun
             5 bulan.
      2.     Apabila harga penjualan meningkat menjadi 110% dan 120%, tingkat kelayakan investasi
             semakin meningkat. Hal ini tercermin dari kenaikan NPV menjadi Rp207.541 juta dan




 Halaman 59                                                               00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 61
        Rp 256.339 juta, serta kenaikan IRR menjadi 38,47% dan 43,66%. Selain itu, PI meningkat
        menjadi 1,96x dan 2,18x, dengan periode pengembalian investasi yang semakin cepat, yaitu
        7 tahun 7 bulan dan 6 tahun 12 bulan.
   3.   Apabila harga penjualan turun menjadi 90%, investasi masih dinilai layak dengan NPV
        sebesar Rp 109.945 juta, IRR sebesar 26,68%, PI sebesar 1,51x, dan payback period selama
        9 tahun 5 bulan. IRR tersebut masih berada di atas tingkat diskonto sebesar 9,70%.
   4.   Apabila harga penjualan turun menjadi 80%, kelayakan investasi mengalami penurunan,
        namun masih tetap layak untuk dijalankan. Pada skenario ini, investasi menghasilkan NPV
        sebesar Rp 61.148 juta, IRR sebesar 19,79%, PI sebesar 1,28x, dan payback period selama
        10 tahun 0 bulan. IRR tersebut masih lebih tinggi dibandingkan tingkat diskonto sebesar
        9,70%.

   Secara keseluruhan, hasil sensitivitas menunjukkan bahwa investasi masih layak pada seluruh
   skenario perubahan harga penjualan, termasuk pada saat harga penjualan turun hingga 80%,
   karena seluruh skenario masih menghasilkan NPV positif, IRR di atas tingkat diskonto, dan PI lebih
   dari 1,00x.




Halaman 60                                                   00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 62
                                           BAB VIII
                                         KESIMPULAN

   Dengan mempertimbangkan hasil analisis Studi Kelayakan yang mencakup aspek kelayakan
   pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen, dan kelayakan
   keuangan, kami berpendapat bahwa rencana PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk dalam rangka
   perubahan KBLI 64210 - Aktivitas Perusahaan Induk/Holding Companies dan KBLI 50121 -
   Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum beserta rencana pengembangan usaha
   Perusahaan adalah LAYAK.

   Adapun rencana penambahan armada kapal yang digunakan dalam proyeksi keuangan
   merupakan bagian dari pengembangan kegiatan usaha eksisting Perusahaan, khususnya untuk
   memperkuat kapasitas armada LCT, meningkatkan fleksibilitas layanan charter, serta mendukung
   pertumbuhan pendapatan dari kegiatan usaha pelayaran yang telah berjalan. Berdasarkan
   analisis arus kas bersih inkremental, rencana pengembangan usaha tersebut menghasilkan
   indikator kelayakan keuangan yang positif, sehingga dinilai layak untuk dilaksanakan.

   Berikut merupakan hasil dari analisa parameter Net Present Value (NPV), dan Internal Rete of
   Return (IRR), dan Profitability Index (PI), serta Payback Period:

      Keterangan       Hasil Analisa            Indikator Kelayakan            Kesimpulan
    NPV (Rp Juta)             158.743                               NPV > 0       Layak
    IRR                        32,85%    IRR > Tingkat Diskonto (Ke = 9,70%)      Layak
    PI                            1,73                                PI > 1      Layak
    Payback Period     8 Tahun 5 Bulan




Halaman 61                                                 00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 63
                            ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS



a. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Penilai Independen telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses Studi
   Kelayakan.
c. Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai Independen mengandalkan keakuratan dan
   kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh dari informasi
   yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya yang kami anggap relevan.
d. Penilai Independen menggunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajaran proyeksi
   keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
e. Penilai Independen bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan.
f. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik.
g. Penilai Independen telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi Kelayakan dari
   Pemberi Tugas.
h. Penilai Independen bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan ini.
i. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi Kelayakan telah disusun
   sesuai dengan POJK 35, SEOJK 17 dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan
   ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
j. KJPP FDI&R ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara
   khusus hanya terbatas pada aspek Studi Kelayakan atas obyek penugasan, di luar dari aspek
   perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan.
k. Laporan Studi Kelayakan ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai dengan
   maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan dan tidak dapat digunakan
   untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung jawab jika laporan ini digunakan
   untuk tujuan lain.
l. Studi Kelayakan ini dilakukan sesuai dengan asumsi pada tanggal penilaian, sehingga pengguna
   laporan Studi Kelayakan diminta untuk berhati-hati dalam menentukan relevansi antara hasil
   dengan kebutuhannya (terkait penggunaan hasil laporan).




 Halaman 62                                                    00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 64
                                     PERNYATAAN PENILAI



Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan Studi Kelayakan adalah benar sesuai
    dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
    memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap obyek Studi Kelayakan.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil Studi Kelayakan yang dilaporkan.
5. Studi Kelayakan dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode
    Etik Penilai Indonesia (KEPI), SE OJK NO.17/SEOJK.04/2020, serta POJK No.35/POJK.04/2020,
    tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi obyek Studi
    Kelayakan .
8. Penilai telah melakukan wawancara kepada pihak manajemen Perseroan.
9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
    pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
    dalam laporan Studi Kelayakan ini.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi Kelayakan.
11. Kami bertanggung jawab atas laporan Studi Kelayakan yang telah kami susun berdasarkan data
    yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta lengkap.
    Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan informasi
    dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap
    atau menyesatkan.
12. Penugasan Studi Kelayakan telah dilakukan terhadap obyek Studi Kelayakan pada tanggal Studi
    Kelayakan (cut off date)
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
    Studi Kelayakan .
14. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan Studi Kelayakan profesional telah disajikan
    sebagai kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang telah
    terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




 Halaman 63                                                 00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 65
                         Penilai                                   Tanda Tangan
Penanggung Jawab:
M. Ichsan Suud, S.P., M.B.A., MAPPI (Cert.)
Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453
MAPPI No.               : 10-S-02571
STTD Bapepam No.        : STTD.PB-50/PJ-1/PM.021/2025
RMK No.                 : RMK-2017-00526

Pemeriksa:
Bangkit Widhi Raharjo, S.E
MAPPI No.               : 15-T-06112
RMK                     : RMK-2017.01119



Penilai :
Yus Dwiantoro, S.Kom.
MAPPI No.             : 21-P-10897
RMK No.               : RMK-2023.04530



Penilai :
Fajar Alfariz, S.T
MAPPI No.              : 22-P-11692
RMK                    : RMK-2024.04936



Penilai :
Ratu Ayu Okta K., S.Ak.
MAPPI No.               : 24-P-12454
RMK No.                 : RMK-2026.05227




Halaman 64                                              00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 66
             LAMPIRAN




Halaman 65          00107/2.0176-00/BS/06/0453/1/VI/2026
Page 67
Lampiran 1
ASUMSI PROYEKSI KEUANGAN
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                             Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des
                       URAIAN                      SATUAN
                                                              2026       2027       2028       2029       2030

1. Asumsi Umum
    GDP                                               %         4,94%      4,96%      4,96%      5,11%      5,14%
    Inflasi                                           %         1,84%      2,91%      2,52%      2,52%      2,52%
    Pajak                                             %           22%        22%        22%        22%        22%
    Bunga Utang Investasi                             %          8,4%       8,4%       8,4%       8,4%       8,4%
    Hari                                             Hari        365        365        365        365        365
    Bulan                                           Bulan          12         12         12         12         12

2. Asumsi Pendapatan
    Periode Operasional
    Kapal Eksisting
          LS 88                                     Bulan         12         10         12         12         10
          CJH 10                                    Bulan         12         10         12         12         10
          CJH 9                                     Bulan         10         12         12         10         12
          CJH 8                                     Bulan         12         10         12         11         11
          CJH 7                                     Bulan         12         12         10         12         10
    Rencana Kapal Baru
          CJH 99                                    Bulan          1         12         12         10         12
          CJH 88                                    Bulan          1         12         12         10         12
          CJH 77                                    Bulan          1         12         12         10         12
          Kapal Baru 1                              Bulan                                7         12         12
          Kapal Baru 2                              Bulan                                7         12         12

   Tarif Kapal Per Bulan
      LS 88                                        Rp Juta       645        600        600        600        600
      CJH 10                                       Rp Juta     1.160      1.100      1.100      1.100      1.100
      CJH 9                                        Rp Juta       590        600        600        600        600
      CJH 8                                        Rp Juta     1.476      1.400      1.400      1.400      1.400
      CJH 7                                        Rp Juta     1.160      1.100      1.100      1.100      1.100
      CJH 99                                       Rp Juta     1.500      1.500      1.500      1.500      1.500
      CJH 88                                       Rp Juta     1.400      1.400      1.400      1.400      1.400
      CJH 77                                       Rp Juta     1.400      1.400      1.400      1.400      1.400
      Kapal Baru 1                                 Rp Juta                           1.500      1.500      1.500
      Kapal Baru 2                                 Rp Juta                           1.357      1.417      1.417

3. Asumsi Biaya
    Beban Pokok Pendapatan                         % Sales    65,67%     66,98%     66,98%     67,65%     67,65%
      Pemakaian bahan                              % Sales    18,49%     18,86%     18,86%     19,05%     19,05%
      Overhead                                     % Sales     9,68%      9,88%      9,88%      9,98%      9,98%
      Karyawan                                     % Sales     6,30%      6,43%      6,43%      6,49%      6,49%
      Pemeliharaan                                 % Sales     2,80%      2,85%      2,85%      2,88%      2,88%
      Perlengkapan kapal                           % Sales     2,72%      2,78%      2,78%      2,81%      2,81%
      Keagenan                                     % Sales     1,94%      1,98%      1,98%      2,00%      2,00%
      Penyusutan                                   % Sales     23,7%      24,2%      24,2%      24,5%      24,5%

      Pemakaian bahan                              Rp Juta     9.959     10.248     10.506     10.771     11.042
      Overhead                                     Rp Juta     5.215      5.367      5.502      5.640      5.782
      Karyawan                                     Rp Juta     3.446      3.546      3.636      3.727      3.821
      Pemeliharaan                                 Rp Juta     1.506      1.550      1.589      1.629      1.670
      Perlengkapan kapal                           Rp Juta     1.467      1.510      1.548      1.587      1.627
      Keagenan                                     Rp Juta     1.045      1.076      1.103      1.131      1.159

   Beban Operasional                               % Sales    11,39%       7,23%      6,04%      5,94%      5,93%
     Beban Gaji, THR dan tunjangan lainnya         % Sales     6,82%       4,33%      3,62%      3,56%      3,55%
     Beban Pemeliharaan                            % Sales     2,37%       1,50%      1,26%      1,24%      1,23%
     Beban Tenaga Ahli                             % Sales     0,88%       0,56%      0,47%      0,46%      0,46%
     Beban Transportasi                            % Sales     0,50%       0,32%      0,27%      0,26%      0,25%
     Beban Listrik, air dan telepon                % Sales     0,06%       0,04%      0,03%      0,03%      0,03%
     Beban Penyusutan                              % Sales     0,09%       0,06%      0,05%      0,05%      0,05%
     Beban Retribusi dan sumbangan                 % Sales     0,10%       0,06%      0,05%      0,05%      0,05%
     Beban dan denda pajak                         % Sales     0,01%       0,01%      0,01%      0,01%      0,01%
     Beban Imbalan kerja                           % Sales     0,00%       0,00%      0,00%      0,00%      0,00%
     Beban Sewa Gudang                             % Sales     0,16%       0,10%      0,08%      0,08%      0,08%
     Beban lain-lain                               % Sales     0,39%       0,25%      0,21%      0,20%      0,20%

   Pajak
      Beban Pajak Final Pasal 15                   % Sales      1,20%      1,20%      1,20%      1,20%      1,20%
      Beban Pajak Penghasilan Non Final              %          0,05%      0,03%      0,03%      0,03%      0,03%

   Alokasi Beban Penyusutan
      Beban pokok pendapatan                         %           99%        99%        99%        99%        99%
      Beban operasional                              %            1%         1%         1%         1%         1%

4. Asumsi Lainnya
    Hari Perputaran Piutang                         Hari          28         32         36         39         37
    Hari Perputaran Persediaan                      Hari         -          -          -          -          -
    Hari Perputaran Utang                           Hari           5         17         22         22         13
Page 68
Lampiran 2
PROYEKSI POSISI KEUANGAN
Proyeksi Keuangan Dengan Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                      31-Dec     31-Dec    31-Dec    31-Dec    31-Dec
                  URAIAN                   SATUAN
                                                       2026       2027      2028      2029      2030

ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                         Rp Juta     17.396     64.827    30.435    94.727   160.203
Piutang usaha                              Rp Juta      4.954      9.048    12.402    14.294    13.908
Piutang lain-lain                          Rp Juta         96         96        96        96        96
Uang Muka                                  Rp Juta     35.376     35.376    35.376    35.376    35.376
Klaim Pajak                                Rp Juta         68         68        68        68        68
Beban dibayar di muka                      Rp Juta        834        834       834       834       834
Total Aset lancar                          Rp Juta     58.723    110.249    79.211   145.395   210.484

Aset Tidak Lancar
Piutang lain-lain - Pihak berelasi         Rp Juta           3         3         3         3         3
Aset tetap                                 Rp Juta     282.260   261.175   334.591   312.765   291.821
Total Aset Tidak Lancar                    Rp Juta    282.263    261.178   334.594   312.768   291.824

                TOTAL ASET                 Rp Juta    340.986    371.427   413.806   458.162   502.309

LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka pendek
Utang Usaha - Pihak ketiga                  Rp Juta        685     3.082     4.633     4.773     2.896
Beban Akrual                                Rp Juta      6.391     6.391     6.391     6.391     6.391
Utang Pajak                                 Rp Juta        324       324       324       324       324
Utang lain-lain - pihak ketiga              Rp Juta        691       691       691       691       691
Jaminan pendapatan                          Rp Juta      1.100     1.100     1.100     1.100     1.100
Total Liabilitas jangka pendek             Rp Juta      9.190     11.587    13.138    13.278    11.401

Liabilitas Jangka Panjang
Utank Bank                                  Rp Juta          -         -         -         -         -
Utang lain-lain - pihak berelasi            Rp Juta      6.116     6.116     6.116     6.116     6.116
Utang lain-lain - pihak ketiga              Rp Juta          -         -         -         -         -
Liabilitas imbalan kerja                    Rp Juta        563       563       563       563       563
Jaminan Penjualan                           Rp Juta          -         -         -         -         -
Total Liabilitas jangka Panjang            Rp Juta      6.679      6.679     6.679     6.679     6.679
                Total Liabilitas           Rp Juta     15.868     18.266    19.817    19.957    18.079

Ekuitas
Modal saham                                Rp Juta     72.000     72.000    72.000    72.000    72.000
Tambahan modal disetor                     Rp Juta    152.944    152.944   152.944   152.944   152.944
Saldo laba (rugi)                          Rp Juta      5.400     33.443    74.270   118.487   164.511
Dicadangkan                                Rp Juta        300        300       300       300       300
Belum dicadangkan                          Rp Juta      7.771      7.771     7.771     7.771     7.771
Penghasilan komprehensif lain              Rp Juta     86.377     86.377    86.377    86.377    86.377
Kepentingan non-pengendali                 Rp Juta        326        326       326       326       326
Jumlah Ekuitas                             Rp Juta    325.118    353.162   393.988   438.206   484.229

     TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS          Rp Juta    340.986    371.427   413.806   458.162   502.309
Page 69
Lampiran 3
PROYEKSI LABA RUGI
Proyeksi Keuangan Dengan Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                              Jan-Des        Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des
                    URAIAN                         SATUAN
                                                               2026           2027         2028         2029         2030
Pendapatan                                         Rp Juta      63.485         103.000      127.000      133.000      137.200
   Kapal Eksisting                                 Rp Juta       59.185         51.400       55.400       55.000       50.600
   Kapal Baru                                      Rp Juta        4.300         51.600       71.600       78.000       86.600
Beban Pokok Pendapatan                             Rp Juta      49.979          66.168       76.873       79.186       81.302
   Pemakaian bahan                                 Rp Juta       11.739         19.426       23.953       25.335       26.135
   Overhead                                        Rp Juta        6.147         10.173       12.543       13.267       13.686
   Karyawan                                        Rp Juta        4.000          6.620        8.162        8.633        8.906
   Pemeliharaan                                    Rp Juta        1.776          2.939        3.623        3.833        3.954
   Perlengkapan kapal                              Rp Juta        1.730          2.862        3.529        3.733        3.851
   Keagenan                                        Rp Juta        1.232          2.039        2.514        2.659        2.743
   Penyusutan                                      Rp Juta       23.355         22.109       22.547       21.725       22.026
Laba Kotor                                         Rp Juta      13.506          36.832       50.127       53.814       55.898

Biaya Operasional                                  Rp Juta       7.312          7.519        7.744        7.967        8.194

Laba (Rugi) Operasional                            Rp Juta       6.194         29.312       42.383       45.847       47.704

OTHER INCOME (EXPENSES)
Pendapatan Keuangan                                 Rp Juta
Biaya Keuangan                                      Rp Juta              -           -            -            -            -
Biaya Lainnya bersih                                Rp Juta
Jumlah Pendapatan (Beban) Lainnya                  Rp Juta           -               -            -            -            -

Laba Sebelum Pajak Penghasilan                     Rp Juta       6.194         29.312       42.383       45.847       47.704

Beban pajak penghasilan                            Rp Juta         (794)        (1.268)      (1.557)      (1.630)      (1.681)

         Laba Bersih Tahun Berjalan                Rp Juta       5.400         28.044       40.827       44.217       46.023
Page 70
Lampiran 4
PROYEKSI ARUS KAS
Proyeksi Keuangan Dengan Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                               Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des      Jan-Des
                       URAIAN                       SATUAN
                                                                2026         2027         2028         2029         2030

Arus Kas Operasi
Laba Bersih                                          Rp Juta      5.400       28.044       40.827       44.217       46.023
Beban Penyusutan                                     Rp Juta     23.495       22.241       22.682       21.854       22.158
(Pendapatan) Beban Non Kas Lainnya                   Rp Juta
Kas Operasi Sebelum Perubahan Modal Kerja            Rp Juta     28.894       50.285       63.509       66.072       68.181
Perubahan Modal Kerja
  Piutang Usaha                                      Rp Juta      (2.154)      (4.094)      (3.355)      (1.891)        386
  Persediaan                                         Rp Juta
  Utang Usaha                                        Rp Juta        439        2.397        1.552          139        (1.877)
Kenaikan (Penurunan) Arus Kas Operasi                Rp Juta     27.179       48.588       61.706       64.320       66.690

Arus Kas Investasi
Pembelian Aktiva Tetap                               Rp Juta    (151.537)      (1.156)     (96.098)         (28)      (1.214)
Penjualan aset                                       Rp Juta
Aset tetap lainnya                                   Rp Juta
Kenaikan (Penurunan) Arus Kas Investasi              Rp Juta   (151.537)       (1.156)     (96.098)         (28)      (1.214)

Arus Kas Pendanaan
Setoran Modal                                        Rp Juta
Penambahan Hutang Bank                               Rp Juta         -
Pembayaran Hutang Bank                               Rp Juta         -            -            -            -            -
Penambahan Hutang Pemegang Saham                     Rp Juta
Pembayaran Hutang Pemegang Saham                     Rp Juta
Kenaikan (Penurunan) Arus Kas Pendanaan              Rp Juta         -            -            -            -            -

Kenaikan Penurunan Kas                             Rp Juta     (124.358)      47.431       (34.392)     64.292       65.475
Kas Awal Tahun                                     Rp Juta      141.754       17.396        64.827      30.435       94.727
Kas Akhir Tahun                                    Rp Juta       17.396       64.827        30.435      94.727      160.203
Page 71
Lampiran 5
PROYEKSI PENDAPATAN
Proyeksi Keuangan Dengan Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des
               URAIAN                    SATUAN
                                                     2026       2027       2028       2029       2030

Pendapatan
  LS 88                                   Rp Juta      7.739      6.000      7.200      7.200      6.000
  CJH 10                                  Rp Juta     13.916     11.000     13.200     13.200     11.000
  CJH 9                                   Rp Juta      5.904      7.200      7.200      6.000      7.200
  CJH 8                                   Rp Juta     17.711     14.000     16.800     15.400     15.400
  CJH 7                                   Rp Juta     13.916     13.200     11.000     13.200     11.000
  CJH 99                                  Rp Juta      1.500     18.000     18.000     15.000     18.000
  CJH 88                                  Rp Juta      1.400     16.800     16.800     14.000     16.800
  CJH 77                                  Rp Juta      1.400     16.800     16.800     14.000     16.800
  Kapal Baru 1                            Rp Juta          -          -     10.500     18.000     18.000
  Kapal Baru 2                            Rp Juta          -          -      9.500     17.000     17.000
Subtotal Pendapatan Garam                 Rp Juta     63.485    103.000    127.000    133.000    137.200

         TOTAL PENDAPATAN                 Rp Juta     63.485    103.000    127.000    133.000    137.200
Page 72
Lampiran 6
PROYEKSI HARGA POKOK PENDAPATAN
Proyeksi Keuangan Dengan Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des
               URAIAN                    SATUAN
                                                     2026       2027       2028       2029       2030

Beban Pokok Pendapatan
  Pemakaian bahan                         Rp Juta     11.739     19.426     23.953     25.335     26.135
  Overhead                                Rp Juta      6.147     10.173     12.543     13.267     13.686
  Karyawan                                Rp Juta      4.000      6.620      8.162      8.633      8.906
  Pemeliharaan                            Rp Juta      1.776      2.939      3.623      3.833      3.954
  Perlengkapan kapal                      Rp Juta      1.730      2.862      3.529      3.733      3.851
  Keagenan                                Rp Juta      1.232      2.039      2.514      2.659      2.743
  Penyusutan                              Rp Juta     23.355     22.109     22.547     21.725     22.026
Total Beban Pokok Pendapatan              Rp Juta     49.979     66.168     76.873     79.186     81.302

    Total Beban Pokok Pendapatan          Rp Juta     49.979     66.168     76.873     79.186     81.302
Page 73
Lampiran 7
PROYEKSI BEBAN OPERASIONAL
Proyeksi Keuangan Dengan Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des
               URAIAN                    SATUAN
                                                     2026       2027       2028       2029       2030
Beban Operasional
Beban Gaji, THR dan tunjangan lainnya     Rp Juta      4.333      4.463      4.597      4.735      4.877
Beban Pemeliharaan                        Rp Juta      1.504      1.549      1.596      1.644      1.693
Beban Tenaga Ahli                         Rp Juta        560        577        594        612        630
Beban Transportasi                        Rp Juta        317        327        337        347        347
Beban Listrik, air dan telepon            Rp Juta         41         42         43         44         46
Beban Penyusutan                          Rp Juta        140        132        135        130        132
Beban Retribusi dan sumbangan             Rp Juta         63         64         66         68         70
Beban dan denda pajak                     Rp Juta          6          7          7          7          7
Beban Sewa Gudang                         Rp Juta        100        103        106        109        113
Beban lain-lain                           Rp Juta        248        256        263        271        279

     TOTAL BEBAN OPERASIONAL              Rp Juta      7.312      7.519      7.744      7.967      8.194
Page 74
Lampiran 8
PROYEKSI BEBAN PAJAK PENGHASILAN
Proyeksi Keuangan Dengan Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des    Jan-Des
               URAIAN                    SATUAN
                                                     2026       2027       2028       2029       2030

Beban Pajak
Beban Pajak Final Pasal 15                Rp Juta        760      1.233      1.520      1.592      1.642
Beban Pajak Penghasilan Non Final         Rp Juta         35         36         37         38         39

         TOTAL BEBAN PAJAK                Rp Juta        794      1.268      1.557      1.630      1.681
Page 75
Lampiran 9
PROYEKSI ASET TETAP
Proyeksi Keuangan Dengan Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025
                                                              Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi       Proyeksi
                                                                 Jan-Des       Jan-Des       Jan-Des        Jan-Des     Jan-Des
                     URAIAN                        SATUAN
                                                                  2026          2027          2028           2029        2030
Harga Perolehan Awal
Kapal                                              Rp Juta        171.147      334.147       334.147        430.047      430.047
Docking                                            Rp Juta         23.126       23.126        24.283         24.283       24.283
Peralatan Kapal                                    Rp Juta          3.627        3.627         3.627          3.808        3.808
Peralatan Kantor                                   Rp Juta            318          318           318            334          334
Kendaraan                                          Rp Juta            531          558           558            558          586
Aset dalam Penyelesaian                            Rp Juta         11.490             -             -              -            -
Total Harga Perolehan                              Rp Juta       210.239       361.775       362.932        459.030      459.058

Capex / Deductions / Reclassifications
Kapal                                               Rp Juta       163.000                      95.901
Docking                                             Rp Juta                       1.156                                    1.214
Peralatan Kapal                                     Rp Juta                                       181
Peralatan Kantor                                    Rp Juta                                        16
Kendaraan                                           Rp Juta           27                                          28
Aset dalam Penyelesaian                             Rp Juta      (11.490)             -              -             -           -
Total Capex / Deductions / Reclassifications       Rp Juta      151.537           1.156        96.098             28       1.214

Harga Perolehan Akhir
Kapal                                              Rp Juta       334.147       334.147       430.047        430.047      430.047
Docking                                            Rp Juta        23.126        24.283        24.283         24.283       25.497
Peralatan Kapal                                    Rp Juta         3.627         3.627         3.808          3.808        3.808
Peralatan Kantor                                   Rp Juta           318           318           334            334          334
Kendaraan                                          Rp Juta           558           558           558            586          586
Aset dalam Penyelesaian                            Rp Juta              -             -             -              -            -
Total Nilai Akhir                                  Rp Juta       361.775       362.932       459.030        459.058      460.272

Penyusutan
Kapal                                              Rp Juta         16.707        16.707        21.502          21.502      21.502
Docking                                            Rp Juta          5.782         4.541           289             289         593
Peralatan Kapal                                    Rp Juta            907           907           878              45          45
Peralatan Kantor                                   Rp Juta             79            79             6               4           4
Kendaraan                                          Rp Juta             20             7             7              14          14
Aset dalam Penyelesaian                            Rp Juta
Total Penyusutan                                   Rp Juta        23.495         22.241        22.682         21.854      22.158
                                                                   15.127        24.996        30.808         32.585      33.613
Akumulasi Penyusutan
Kapal                                              Rp Juta         57.979        74.686        96.188        117.691     139.193
Docking                                            Rp Juta         18.875        23.416        23.705         23.994      24.586
Peralatan Kapal                                    Rp Juta          1.887         2.794         3.672          3.718       3.763
Peralatan Kantor                                   Rp Juta            237           316           322            326         330
Kendaraan                                          Rp Juta            538           544           551            565         578
Aset dalam Penyelesaian                            Rp Juta
Total Akumulasi Penyusutan                         Rp Juta        79.515       101.756       124.438        146.293      168.450

Nilai Buku
Kapal                                              Rp Juta       276.168       259.460       333.859        312.356      290.854
Docking                                            Rp Juta         4.252           867           578            289          911
Peralatan Kapal                                    Rp Juta         1.740           833           136             91           45
Peralatan Kantor                                   Rp Juta            81             2            12              8            4
Kendaraan                                          Rp Juta            20            13             7             21            7
Aset dalam Penyelesaian                            Rp Juta              -             -             -              -            -
Total Nilai Buku                                   Rp Juta       282.260       261.175       334.591        312.765      291.821
Page 76
Lampiran 10
TINGKAT DISKONTO
Proyeksi Keuangan Dengan Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                     URAIAN                         NILAI
Weighted Equity                                    100,00%
Weighted Debt                                        0,00%
Cost of Equity
 Risk Free                                          6,70%
 Beta                                                0,69
 Risk Premium                                       6,69%
 Country Default Spread                             1,62%
 Spesific Risk                                      0,00%
                                                    9,70%
Page 77
Lampiran 11                                                      0            1                  2            3             4
ANALISA KELAYAKAN
Proyeksi Keuangan Dengan Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                   URAIAN            SATUAN             2026          2027               2028         2029         2030
ARUS KAS BERSIH DENGAN PENGEMBANGAN USAHA
Laba (Rugi) Bersih                    Rp Juta               5.400       28.044             40.827       44.217       46.023
Beban Penyusutan                      Rp Juta              23.495       22.241             22.682       21.854       22.158
Perubahan Utang                       Rp Juta                   -             -                  -            -            -
Belanja Modal / Capex                 Rp Juta            (151.537)       (1.156)          (96.098)          (28)      (1.214)
Perubahan Modal Kerja                 Rp Juta              (1.716)       (1.697)            (1.803)      (1.752)      (1.492)
              ARUS KAS BERSIH         Rp Juta           (124.358)       47.431            (34.392)      64.292       65.475
                   URAIAN                               #REF!         #REF!              #REF!        #REF!        #REF!
ARUS KAS BERSIH TANPA PENGEMBANGAN USAHA
Laba (Rugi) Bersih                    Rp Juta             12.566        10.159             16.403       17.042       14.663
Beban Penyusutan                      Rp Juta             15.345        14.091              9.737        8.909         9.213
Perubahan Utang                       Rp Juta                    -            -                 -             -             -
Belanja Modal / Capex                 Rp Juta                  (27)      (1.156)             (197)          (28)      (1.214)
Perubahan Modal Kerja                 Rp Juta              (1.515)        1.212              (567)        (560)           (62)
              ARUS KAS BERSIH         Rp Juta             26.369        24.306             25.376       25.363       22.599

ARUS KAS BERSIH INKREMENTAL
Laba (Rugi) Bersih                           Rp Juta       (7.166)      17.885             24.423       27.175       31.361
Beban Penyusutan                             Rp Juta        8.150        8.150             12.945       12.945       12.945
Perubahan Utang                              Rp Juta            -            -                   -            -            -
Belanja Modal / Capex                        Rp Juta    (151.510)            -            (95.901)            -            -
Perubahan Modal Kerja                        Rp Juta         (201)      (2.909)             (1.236)      (1.191)      (1.429)
Terminal Value                               Rp Juta                                                                426.243
              ARUS KAS BERSIH                Rp Juta    (150.728)       23.126            (59.768)      38.929      469.120
Discount Rate                                   %           9,70%         9,70%              9,70%        9,70%        9,70%
Discount Factor                                 x          0,9116        0,8310             0,7575       0,6906       0,6295
            PV ARUS KAS BERSIH               Rp Juta    (137.403)       19.217            (45.277)      26.883      295.322

            INDIKATOR KELAYAKAN            SATUAN      JUMLAH & KETERANGAN
NPV                                          Rp Juta     158.743      Layak        Cek                #REF!
IRR                                            %          32,85%      Layak
Payback Period                                  -         8 Tahun 5 Bulan
Profitability Index                             x           1,73      Layak
Page 78
Lampiran 12
ANALISIS BREAK EVEN POINT
Proyeksi Keuangan Dengan Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

         Deskripsi        Satuan       2026        2027      2028      2029      2030
Penjualan bersih         Rp Juta        63.485     103.000   127.000   133.000   137.200
Biaya Variabel           Rp Juta        49.979      66.168    76.873    79.186    81.302
Biaya Tetap              Rp Juta         7.312       7.519     7.744     7.967     8.194
BEP                      Rp Juta        34.369      21.028    19.619    19.690    20.111
BEP Average              Rp Juta        22.964
Page 79
Lampiran 13
ANALISIS SENSITIVITAS
Proyeksi Keuangan Dengan Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

   Sensitivitas   Tingkat Sensitivitas
Tarif Kapal                      100%
Biaya                            100%
Bulan Operasional                100%


                                                                            Perubahan Harga Penjualan
     Kriteria              Satuan
                                                       80%                   90%               100%                110%            120%
NPV              Rp Juta                             61.148               109.945            158.743             207.541         256.339
IRR              %                                   19,79%                26,68%             32,85%              38,47%          43,66%
PI               x                                     1,28                  1,51               1,73                1,96             2,18
Payback Period   Tahun                   10 Tahun 0 Bulan   9 Tahun 5 Bulan       8 Tahun 5 Bulan     7 Tahun 7 Bulan    6 Tahun 12 Bulan
Page 80
Lampiran 14
PROYEKSI POSISI KEUANGAN
Proyeksi Keuangan Tanpa Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025


                                                      31-Dec    31-Dec    31-Dec    31-Dec    31-Dec    31-Dec
                  URAIAN                   SATUAN
                                                       2025      2026      2027      2028      2029      2030

ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                          Rp Juta   141.754   168.123   192.429   217.805   243.169   265.768
Piutang usaha                               Rp Juta     2.799     4.618     4.515     5.410     5.911     5.129
Piutang lain-lain                           Rp Juta        96        96        96        96        96        96
Uang Muka                                   Rp Juta    35.376    35.376    35.376    35.376    35.376    35.376
Klaim Pajak                                 Rp Juta        68        68        68        68        68        68
Beban dibayar di muka                       Rp Juta       834       834       834       834       834       834
Total Aset lancar                           Rp Juta   180.927   209.115   233.318   259.589   285.453   307.271

Aset Tidak Lancar
Piutang lain-lain - Pihak berelasi          Rp Juta         3         3         3         3         3         3
Aset tetap                                  Rp Juta   154.218   138.900   125.965   116.426   107.544    99.545
Total Aset Tidak Lancar                     Rp Juta   154.221   138.903   125.968   116.428   107.547    99.548

                TOTAL ASET                  Rp Juta   335.148   348.018   359.286   376.018   393.000   406.819

LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka pendek
Utang Usaha - Pihak ketiga                  Rp Juta       246       550     1.659     1.988     1.928      1.084
Beban Akrual                                Rp Juta     6.391     6.391     6.391     6.391     6.391      6.391
Utang Pajak                                 Rp Juta       324       324       324       324       324        324
Utang lain-lain - pihak ketiga              Rp Juta       691       691       691       691       691        691
Jaminan pendapatan                          Rp Juta     1.100     1.100     1.100     1.100     1.100      1.100
Total Liabilitas jangka pendek              Rp Juta     8.751     9.055    10.164    10.493    10.433      9.589

Liabilitas Jangka Panjang
Utank Bank                                  Rp Juta                   -         -         -         -         -
Utang lain-lain - pihak berelasi            Rp Juta     6.116     6.116     6.116     6.116     6.116     6.116
Utang lain-lain - pihak ketiga              Rp Juta         -         -         -         -         -         -
Liabilitas imbalan kerja                    Rp Juta       563       563       563       563       563       563
Jaminan Penjualan                           Rp Juta         -         -         -         -         -         -
Total Liabilitas jangka Panjang             Rp Juta     6.679     6.679     6.679     6.679     6.679     6.679
                Total Liabilitas            Rp Juta    15.430    15.734    16.843    17.171    17.112    16.268


Ekuitas
Modal saham                                 Rp Juta    72.000    72.000    72.000    72.000    72.000    72.000
Tambahan modal disetor                      Rp Juta   152.944   152.944   152.944   152.944   152.944   152.944
Saldo laba (rugi)                           Rp Juta         -    12.566    22.725    39.128    56.170    70.833
Dicadangkan                                 Rp Juta       300       300       300       300       300       300
Belum dicadangkan                           Rp Juta     7.771     7.771     7.771     7.771     7.771     7.771
Penghasilan komprehensif lain               Rp Juta    86.377    86.377    86.377    86.377    86.377    86.377
Kepentingan non-pengendali                  Rp Juta       326       326       326       326       326       326
Jumlah Ekuitas                              Rp Juta   319.718   332.284   342.443   358.846   375.889   390.551

     TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS           Rp Juta   335.148   348.018   359.286   376.018   393.000   406.819
Page 81
Lampiran 15
PROYEKSI LABA RUGI
Proyeksi Keuangan Tanpa Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                       Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des
                URAIAN                      SATUAN
                                                        2026        2027        2028        2029        2030
Pendapatan                                   Rp Juta     59.185      51.400      55.400      55.000      50.600
   Kapal Eksisting                           Rp Juta     59.185      51.400      55.400      55.000      50.600
   Kapal Baru                                Rp Juta
Beban Pokok Pendapatan                       Rp Juta     40.150      35.630      32.978      31.986      30.439
   Pemakaian bahan                           Rp Juta     10.944       9.504      10.244      10.170       9.356
   Overhead                                  Rp Juta      5.731       4.977       5.364       5.326       4.900
   Karyawan                                  Rp Juta      3.787       3.289       3.545       3.519       3.238
   Pemeliharaan                              Rp Juta      1.655       1.438       1.550       1.538       1.415
   Perlengkapan kapal                        Rp Juta      1.613       1.400       1.509       1.499       1.379
   Keagenan                                  Rp Juta      1.149         998       1.075       1.067         982
   Penyusutan                                Rp Juta     15.272      14.024       9.690       8.867       9.169
Laba Kotor                                   Rp Juta     19.035      15.770      22.422      23.014      20.161

Biaya Operasional                            Rp Juta      5.728       4.978       5.340       5.298       4.879

Laba (Rugi) Operasional                      Rp Juta     13.307      10.792      17.082      17.716      15.283

OTHER INCOME (EXPENSES)
Pendapatan Keuangan                          Rp Juta
Biaya Keuangan                               Rp Juta          -           -           -           -           -
Biaya Lainnya bersih                         Rp Juta
Jumlah Pendapatan (Beban) Lainnya            Rp Juta          -           -           -           -           -

Laba Sebelum Pajak Penghasilan               Rp Juta     13.307      10.792      17.082      17.716      15.283

Beban pajak penghasilan                      Rp Juta       (741)       (633)       (679)       (674)       (620)

       Laba Bersih Tahun Berjalan            Rp Juta     12.566      10.159      16.403      17.042      14.663
Page 82
Lampiran 16
PROYEKSI ARUS KAS
Proyeksi Keuangan Tanpa Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                               Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des     Jan-Des
                      URAIAN                        SATUAN
                                                                2026        2027        2028        2029        2030

Arus Kas Operasi
Laba Bersih                                          Rp Juta     12.566      10.159      16.403      17.042      14.663
Beban Penyusutan                                     Rp Juta     15.345      14.091       9.737       8.909       9.213
(Pendapatan) Beban Non Kas Lainnya                   Rp Juta
Kas Operasi Sebelum Perubahan Modal Kerja            Rp Juta     27.911      24.250      26.140      25.952      23.875
Perubahan Modal Kerja
  Piutang Usaha                                      Rp Juta     (1.819)        103        (895)       (501)        782
  Persediaan                                         Rp Juta
  Utang Usaha                                        Rp Juta       304       1.109         328          (60)      (844)
Kenaikan (Penurunan) Arus Kas Operasi                Rp Juta    26.396      25.462      25.573      25.391      23.813

Arus Kas Investasi
Pembelian Aktiva Tetap                               Rp Juta        (27)     (1.156)       (197)        (28)     (1.214)
Penjualan aset                                       Rp Juta
Aset tetap lainnya                                   Rp Juta
Kenaikan (Penurunan) Arus Kas Investasi              Rp Juta        (27)     (1.156)       (197)        (28)     (1.214)

Arus Kas Pendanaan
Setoran Modal                                        Rp Juta
Penambahan Hutang Bank                               Rp Juta
Pembayaran Hutang Bank                               Rp Juta
Penambahan Hutang Pemegang Saham                     Rp Juta
Pembayaran Hutang Pemegang Saham                     Rp Juta
Kenaikan (Penurunan) Arus Kas Pendanaan              Rp Juta        -           -           -           -           -

Kenaikan Penurunan Kas                             Rp Juta      26.369      24.306      25.376      25.363      22.599
Kas Awal Tahun                                     Rp Juta     141.754     168.123     192.429     217.805     243.169
Kas Akhir Tahun                                    Rp Juta     168.123     192.429     217.805     243.169     265.768
Page 83
Lampiran 17
PROYEKSI PENDAPATAN
Proyeksi Keuangan Tanpa Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                    Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des
                URAIAN                   SATUAN
                                                     2026      2027      2028      2029      2030

Pendapatan
 LS 88                                    Rp Juta     7.739     6.000     7.200     7.200     6.000
 CJH 10                                   Rp Juta    13.916    11.000    13.200    13.200    11.000
 CJH 9                                    Rp Juta     5.904     7.200     7.200     6.000     7.200
 CJH 8                                    Rp Juta    17.711    14.000    16.800    15.400    15.400
 CJH 7                                    Rp Juta    13.916    13.200    11.000    13.200    11.000

         TOTAL PENDAPATAN                  #REF!     59.185    51.400    55.400    55.000    50.600
Page 84
Lampiran 18
PROYEKSI HARGA POKOK PENDAPATAN
Proyeksi Keuangan Tanpa Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                    Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des
                URAIAN                   SATUAN
                                                     2026      2027      2028      2029      2030

Beban Pokok Pendapatan
 Pemakaian bahan                          Rp Juta    10.944     9.504    10.244    10.170     9.356
 Overhead                                 Rp Juta     5.731     4.977     5.364     5.326     4.900
 Karyawan                                 Rp Juta     3.787     3.289     3.545     3.519     3.238
 Pemeliharaan                             Rp Juta     1.655     1.438     1.550     1.538     1.415
 Perlengkapan kapal                       Rp Juta     1.613     1.400     1.509     1.499     1.379
 Keagenan                                 Rp Juta     1.149       998     1.075     1.067       982
 Penyusutan                               Rp Juta    15.272    14.024     9.690     8.867     9.169
Total Beban Pokok Pendapatan              Rp Juta    40.150    35.630    32.978    31.986    30.439

     Total Beban Pokok Pendpatan          Rp Juta    40.150    35.630    32.978    31.986    30.439
Page 85
Lampiran 19
PROYEKSI BEBAN OPERASIONAL
Proyeksi Keuangan Tanpa Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                    Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des
                URAIAN                   SATUAN
                                                     2026      2027      2028      2029      2030
Biaya Operasional
Beban Gaji, THR dan tunjangan lainnya     Rp Juta     3.445     2.992     3.225     3.202     2.945
Beban Pemeliharaan                        Rp Juta       522       453       488       485       446
Beban Tenaga Ahli                         Rp Juta       410       356       384       381       351
Beban Transportasi                        Rp Juta       202       175       189       187       172
Beban Listrik, air dan telepon            Rp Juta        82        72        77        77        70
Beban Penyusutan                          Rp Juta        73        67        47        43        44
Beban Retribusi dan sumbangan             Rp Juta       116       101       108       108        99
Beban dan denda pajak                     Rp Juta       251       218       235       233       215
Beban Imbalan kerja                       Rp Juta       259       225       243       241       222
Penyisihan penuruan nilai piutang         Rp Juta         -         -         -         -         -
Pemulihan penuruan nilai piutang          Rp Juta         -         -         -         -         -
Beban Sewa Gudang                         Rp Juta        35        30        33        33        30
Beban lain-lain                           Rp Juta       332       289       311       309       284

     TOTAL BEBAN OPERASIONAL              Rp Juta     5.728     4.978     5.340     5.298     4.879
Page 86
Lampiran 20
PROYEKSI BEBAN PAJAK PENGHASILAN
Proyeksi Keuangan Tanpa Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025

                                                    Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des   Jan-Des
                URAIAN                   SATUAN
                                                     2026      2027      2028      2029      2030

Beban Pajak
Beban Pajak Final Pasal 15                Rp Juta       708       615       663       658       606
Beban Pajak Penghasilan Non Final         Rp Juta        32        18        16        16        14

         TOTAL BEBAN PAJAK                Rp Juta       741       633       679       674       620
Page 87
Lampiran 21
PROYEKSI ASET TETAP
Proyeksi Keuangan Tanpa Pengembangan Usaha
Studi Kelayakan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Per tanggal 31 Desember 2025
                                                             Proyeksi          Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi
                                                                Jan-Des           Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des        Jan-Des
                     URAIAN                        SATUAN
                                                                  2026              2027           2028           2029          2030
Harga Perolehan Awal
Kapal                                              Rp Juta       171.147           171.147        171.147        171.147        171.147
Docking                                            Rp Juta        23.126            23.126         24.283         24.283         24.283
Peralatan Kapal                                    Rp Juta         3.627             3.627          3.627          3.808          3.808
Peralatan Kantor                                   Rp Juta           318               318            318            334            334
Kendaraan                                          Rp Juta           531               558            558            558            586
Aset dalam Penyelesaian                            Rp Juta        11.490            11.490         11.490         11.490         11.490
Total Harga Perolehan                              Rp Juta       210.239           210.265        211.421        211.619        211.647

Capex / Deductions / Reclassifications
Kapal                                              Rp Juta
Docking                                            Rp Juta                            1.156                                        1.214
Peralatan Kapal                                    Rp Juta                                            181
Peralatan Kantor                                   Rp Juta                                             16
Kendaraan                                          Rp Juta                27                                              28
Aset dalam Penyelesaian                            Rp Juta
Total Capex / Deductions / Reclassifications       Rp Juta                27          1.156           197                 28       1.214

Harga Perolehan Akhir
Kapal                                              Rp Juta       171.147           171.147        171.147        171.147        171.147
Docking                                            Rp Juta        23.126            24.283         24.283         24.283         25.497
Peralatan Kapal                                    Rp Juta         3.627             3.627          3.808          3.808          3.808
Peralatan Kantor                                   Rp Juta           318               318            334            334            334
Kendaraan                                          Rp Juta           558               558            558            586            586
Aset dalam Penyelesaian                            Rp Juta        11.490            11.490         11.490         11.490         11.490
Total Nilai Akhir                                  Rp Juta       210.265           211.421        211.619        211.647        212.861

Penyusutan
Kapal                                              Rp Juta          8.557             8.557          8.557          8.557          8.557
Docking                                            Rp Juta          5.782             4.541            289            289            593
Peralatan Kapal                                    Rp Juta            907               907            878             45             45
Peralatan Kantor                                   Rp Juta             79                79              6              4              4
Kendaraan                                          Rp Juta             20                 7              7             14             14
Aset dalam Penyelesaian                            Rp Juta
Total Penyusutan                                   Rp Juta        15.345            14.091           9.737          8.909          9.213
                                                                  15.127            24.996          30.808         32.585         33.613
Akumulasi Penyusutan
Kapal                                              Rp Juta         49.829            58.386         66.943         75.501         84.058
Docking                                            Rp Juta         18.875            23.416         23.705         23.994         24.586
Peralatan Kapal                                    Rp Juta          1.887             2.794          3.672          3.718          3.763
Peralatan Kantor                                   Rp Juta            237               316            322            326            330
Kendaraan                                          Rp Juta            538               544            551            565            578
Aset dalam Penyelesaian                            Rp Juta
Total Akumulasi Penyusutan                         Rp Juta        71.365            85.456         95.193        104.103        113.315

Nilai Buku
Kapal                                              Rp Juta       121.318           112.760        104.203         95.646         87.088
Docking                                            Rp Juta         4.252               867            578            289            911
Peralatan Kapal                                    Rp Juta         1.740               833            136             91             45
Peralatan Kantor                                   Rp Juta            81                 2             12              8              4
Kendaraan                                          Rp Juta            20                13              7             21              7
Aset dalam Penyelesaian                            Rp Juta        11.490            11.490         11.490         11.490         11.490
Total Nilai Buku                                   Rp Juta       138.900           125.965        116.426        107.544         99.545
Page 88

          
Page 89

          
Page 90

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size5.3 MB
Published8 Jul 2026
Pages90
Characters255,452
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 57 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk p.2 ×137
linked person Hero Gozali · Komisaris Utama p.7 ×8
linked person Go sioe Bie · Direktur Utama p.17 ×6
linked person Nixen Samuel Gozali p.17 ×2
linked person Muhammad Zainal Abidin p.18 ×5
linked org Transcoal Pacific Tbk p.35 ×2
linked org Pancaran Samudera Transport Tbk p.35 ×2
linked org Trans Power Marine Tbk p.35 ×2
linked org IMC Pelita Logistik Tbk p.36 ×2
linked person Adelia Aryni Setyawan · Komisaris p.45
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×7
possible person Mochamad Ichsan p.14
possible org Bursa Efek Indonesia p.16
unresolved org KJPP Ferdinand p.2 ×8
unresolved org Ichsan dan Rekan p.2 ×7
unresolved org KJPP FDI p.2 ×4
unresolved org BAPEPAM-LK p.2 ×8
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.2 ×2
unresolved org Pusat Statistik p.2 ×3
unresolved org Bank Indonesia p.3 ×12
unresolved person MBA. p.11 ×2
unresolved org Bapepam p.11 ×4
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.14
unresolved — Telepon/Fax p.14
unresolved — Penanggung Jawab p.14
unresolved person Adi Jatmika · Notaris p.17 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.17 ×2
unresolved person Adelia Aryni Setiawan · Komisaris p.17 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Djoko p.18 ×5
unresolved person David Wahyu Saputra p.18 ×2
unresolved org PT Tegal Shipyard Utama p.18 ×3
unresolved org PT Untung Brawijaya Sejahtera p.18 ×6
unresolved person Akta Notaris Susanto Tjiptowidjojo p.19 ×2
unresolved person Rosida Rajagukguk Siregar p.19
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.19
unresolved org Menteri Perhubungan p.20 ×5
unresolved org Bank Indonesia Inflasi Inflasi Indeks Harga Konsumen p.29
unresolved org Kota Nusantara p.34
unresolved org PT Tegal p.39
unresolved org PT Untung p.39 ×2
unresolved person Drs. Djunggu Harungguan Sitorus · Komisaris Independen p.45
unresolved person Akt. p.45
unresolved — Willyharto Tjandra · Direktur p.45
unresolved org PT Bunga Nusa Mahakam. Pengalaman p.45
unresolved — Anthony Samuel Rahmatharun · Direktur Keuangan p.45
unresolved — Setyawan · 2008. p.46
unresolved person Drs. Djunggu · Komisaris p.46
unresolved person Sitorus, Akt., · independen, dan tata kelola p.46
unresolved person Berpengalaman · Direktur p.46
unresolved person Willyharto · Direktur p.46
unresolved person Anthony · Direktur p.46
unresolved — Rahmatharun · 2017 dan latar belakang p.46
unresolved org PT Tegal Shipyard p.52
unresolved org PT Untung Brawijaya p.52 ×2
unresolved person Bangkit Widhi Raharjo p.65
unresolved person Yus Dwiantoro p.65
unresolved person Fajar Alfariz p.65

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 6509 ms 12 Sep 2026 21:50
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result