Skip to content
Back to announcement

LK Triwulan 1 2025 - KAQI.pdf

Financial statement Text extracted KAQI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 45

Page 1
PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk

Laporan Keuangan Konsolidasian
31 Maret 2025
Dan Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
Page 2

          
Page 3
                                  PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                            LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                  31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                             Catatan         31 Maret 2025       31 Desember 2024

ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas                          2,5,27,28          41,066,194,696         18.925.727.099
Piutang usaha                               2,6,27,28              14,406,685            158.606.069
Piutang lain-lain                            2,27,28
 Pihak ketiga                                                         547,600                260.400
 Pihak berelasi                                26                 328,982,132            301.171.667
Persediaan                                     2,7              4,373,575,815          3.494.687.055
Uang muka                                       9                   2,000,000          4.390.150.982
Pajak dibayar di muka                         2,13a               397,166,063            327.757.872
Perlengkapan                                    8                 201,582,347            127.369.109

Total Aset Lancar                                              46,384,455,338         27.725.730.253


ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain – pihak berelasi          2,26,27,28            816,448,340            975.126.846
Aset lain-lain                                  10                 25.000.000             25.000.000
Aset pajak tangguhan                           2,13d              327,986,998            352.570.221
Aset tetap – neto                              2,11            79,466,753,596         46.776.280.988

Total Aset Tidak Lancar                                        80,636,188,934         48.128.978.055

TOTAL ASET                                                    127,020,229,699        75.854.708.308




            Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
                tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                   1
Page 4
                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                    LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
                              31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                         Catatan         31 Maret 2025          31 Desember 2024

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                             2,12,27,28
 Pihak ketiga                                                  277,733,067             221.013.297
 Pihak berelasi                             26                 161,431,687              38.407.220
Utang lain-lain – pihak ketiga           2,27,28                         -             177.819.752
Utang pajak                                13b               1,699,212,643           1.076.864.663
Beban yang masih harus dibayar               2                  58,714,282              58.714.283
Pendapatan diterima di muka                  2                   8,670,990               6.666.166
Bagian utang jangka panjang yang
 jatuh tempo dalam satu tahun:
 Liabilitas sewa                        2,14,27,28             660,000,000             660,000,000
 Utang bank                             2,15,27,28           1,978,517,365           2.730.246.261
 Utang pembiayaan konsumen              2,16,27,28             252,804,400             454.661.200


Total Liabilitas Jangka Pendek                               5,097,084,435           5.424.392.842



LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja              2,17              1,490,849,994           1.602.591.898
Utang lain-lain – pihak berelasi        2,26,27,28                       -                       -
Bagian utang jangka panjang
  setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun:
  Liabilitas sewa                       2,14,27,28           1,570,000,000             495.000.000
  Utang bank                            2,15,27,28           6,811,352,621           7.420.255.372
  Utang pembiayaan konsumen             2,16,27,28                       -                       -


Total Liabilitas Jangka Panjang                              9,872,202,615           9.517.847.270


TOTAL LIABILITAS                                           14,969,287,050           14.942.240.112




           Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
               tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                   2
Page 5
                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                    LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
                              31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                        Catatan         31 Maret 2025       31 Desember 2024

EKUITAS
Modal saham – nilai nominal Rp 25 per
 saham pada tanggal 31 Maret 2025
Modal dasar – 6.503.200.000 saham
 pada tanggal 31 Maret 2025 dan
 1.625.800 saham pada tanggal
 31 Desember 2023
Modal ditempatkan dan disetor –
 1.625.800.000 saham pada tanggal 31
 Maret 2025                               18,29            40.645.000.000        40.645.000.000
Dana Setoran Modal Saham                                   49.581.665.522                     -
Tambahan modal disetor                     2,4             16.824.660.522         9.635.388.167
Saldo laba                                19,20
 Dapat ditentukan penggunaannya                              451.805.463           451.805.463
 Belum dapat ditentukan
   penggunaannya                                            4,330,950,963         9.962.999.952
Penghasilan komprehensif lain              21                 201,080,820           201.080.820

Ekuitas yang dapat diatribusikan
 kepada pemilik entitas induk                            112,035,163,428         60.896.274.402

Kepentingan non- pengendali                 2                  16,193,794            16.193.794

TOTAL EKUITAS                                            112,051,357,222         60.912.468.196

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                             127,020,644,272         75.854.708.308




          Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
              tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                  3
Page 6
                            PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
     LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
     Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                        Catatan         31 Maret 2025         31 Desember 2024

PENDAPATAN                                2,22             15,983,909,873           57.507.282.241

BEBAN POKOK PENDAPATAN                    2,23             (4,113,163,174 )        (13.383.116.870)
)
LABA KOTOR                                                 11,870,746,699           44.124.165.371

Beban umum dan administrasi               2,24           (10,401,721,848))        (33.260.492.958 )

LABA USAHA                                                  1,452,196,306           10.863.672.413

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan keuangan                        2                 170,871,536               104.999.650
Beban keuangan                              2                (231,490,317 )         (1.330.896.265)
Lain-lain – neto                            2                 (71,839,095)            1.032.958.100

LABA SEBELUM PAJAK
 PENGHASILAN                                                1,319,738,341           10.670.733.898

PAJAK PENGHASILAN                          2
Kini                                      13c                 (9,016,594))          (1.640.933.431)
Tangguhan                                 13d                           -                86.933.251

Pajak Penghasilan – Neto                                       (9,016,594 )               (9,016,594

LABA BERSIH TAHUN BERJALAN
 SETELAH DAMPAK PENYESUAIAN
 PROFORMA                                                   1,310,721,747           (1.554.000.180)

DAMPAK PENYESUAIAN
 PROFORMA DARI TRANSAKSI
 KOMBINASI BISNIS ENTITAS
 SEPENGENDALI                              2,4                           -                         -

LABA BERSIH TAHUN BERJALAN                                  1,310,721,747             9.116.733.718




          Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
              tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                 4
Page 7
                         PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
 LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
            Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025
                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                         Catatan         31 Maret 2025          31 Desember 2024

PENGHASILAN KOMPREHENSIF
 LAIN

Pos yang tidak akan
 direklasifikasikan ke laba rugi
Pengukuran kembali atas imbalan
 pascakerja                                 2,17                          -           192.463.989
Pajak penghasilan terkait                  2,13d                          -           (42.342.076)
Penghasilan komprehensif lain
 proforma dari transaksi kombinasi
 bisnis entitas sepengendali                2,4                           -                      -

TOTAL PENGHASILAN
 KOMPREHENSIF LAIN - NETO
 SETELAH PAJAK                                                            -            150.121.913

LABA KOMPREHENSIF TAHUN
 BERJALAN                                                    1,310,721,747           9.266.855.631


Laba bersih tahun berjalan yang
 dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                       1,310,721,747           9.113.873.962
 Kepentingan non-pengendali                                              -               2.859.756

Laba bersih tahun berjalan                                   1,310,721,747           9.116.733.718


Laba komprehensif tahun berjalan
 yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                       1,310,721,747           9.264.067.572
 Kepentingan non-pengendali                                              -               2.788.059

Laba komprehensif tahun berjalan                             1,310,721,747           9.266.855.631




           Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
               tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                   5
Page 8
                                                             PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                                LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (lanjutan)
                                                Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025
                                                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                   Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk

                                                                                     Saldo laba

                                                                             Dapat           Belum dapat            Penghasilan       Kepentingan
                                        Dana setoran    Tambahan          ditentukan          ditentukan           Komprehensif          Non-
                      Modal Saham       Modal Saham    Modal Disetor    penggunaannya       penggunaannya              Lain           Pengendali     Jumlah Ekuitas

Saldo 31 Desember
  2024                40.645.000.000               -    9.635.388.167       451.805.463        9.962.999.952          201.080.820       16.193.794    60.912.468.196
Peningkatan modal
  disetor (Catatan
  18)                               - 49.581.665.660    7.189.272.355                  -     (6,942,770,735 )                     -              -    49,828,167,280
Pembentukan
  cadangan (lihat
  Catatan 19)                       -              -                -                  -                    -                     -              -                 -
Laba tahun berjalan                 -              -                -                  -       1,310,721,746                      -              -     1,310,721,746
Penghasilan
  komprehensif lain
  tahun berjalan                    -              -                -                  -                    -                     -              -                 -

Saldo 31 Maret
  2025                40.645.000.000 49.581.665.522 16.824.660.522          451.805.463     4,330,950,962.80          201,080,820       16.193.794   112.050.942.649




                                          Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
                                              tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                                               6
Page 9
                                                   PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                                LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
                                     Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025
                                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                        Catatan         31 Maret 2025       31 Desember 2024


ARUS KAS DARI AKTIVITAS
  OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan            6,22             16.130.114.080          57.401.533.877
Pembayaran kepada pemasok              7,9,12,23          (3.935.418.936)       (16.253.540.548)
Pembayaran untuk beban operasional                                              (27.365.316.913)
  lainnya                                                 (7.769.681.369)
Penerimaan penghasilan keuangan                               178.091.364            104.999.650
Pembayaran beban keuangan                                   (217.178.990)        (1.275.368.369)
Pembayaran pajak penghasilan            13b,13c             (689.391.661)        (2.235.112.140)


Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas
                                                            3.696.534.487        10.377.156.507
  Operasi


ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS
  INVESTASI
Perolehan aset tetap                     11,33           (30.603.419.766)       (12.224.331.005)
Penjualan aset tetap                      11                            -             65.000.000
Pembayaran uang muka sewa                  9                            -            -60.000.000
Pembayaran aset lain-lain                 10                            -            -25.000.000
Akuisisi entitas anak dari entitas                                                             -
   sepengendali                            4                            -
Pembayaran piutang lain-lain pihak                                                -8.528.859.428
   berelasi                                26                           -


                              Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
                                  tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                                   7
Page 10
Penerimaan piutang lain-lain pihak                                          11.529.545.605
   berelasi                              26              130.580.841


 Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas
                                                     (32.507.210.879)       (9.243.644.828)
 Investasi



ARUS KAS DARI (UNTUK)
 AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran biaya emisi dibayar di                                           (2.073.045.000)
   muka                                18,20,33
Penambahan dana setoran modal             9            49.581.665.660           264.000.000
 Pembayaran utang pembiayaan                                                (1.054.958.800)
 konsumen                                14             (201.856.800)
Kenaikan (penurunan) Liabilitas                                               (55.000.000)
   Sewa                                  15             1.075.000.000
Penerimaan dari utang bank               15                                   5.450.000.000
Pembayaran untuk utang bank              16           (1.360.631.647)       (3.083.417.634)
Kenaikan (penurunan) utang lain-lain
   - pihak ketiga                        26             (177.819.752)
Penerimaan utang lain-lain pihak                                               50.000.000
   berelasi                                                         -
Pembayaran utang lain-lain pihak                                          (1.304.500.000)
   berelasi                                                         -

 Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan
                                                       48.916.357.461       (1.806.921.434)
 untuk) Aktivitas Pendanaan


KENAIKAN (PENURUNAN) NETO
                                                       22.140.053.024        (673.409.755)
 KAS DAN SETARA KAS

KAS DAN SETARA KAS AWAL                                18.925.727.099         19.599.136.854
 TAHUN – PERUSAHAAN
                       Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
                           tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                               8
Page 11
KAS DAN SETARA KAS AWAL
                                                                 -                      -
 TAHUN – ENTITAS ANAK

KAS DAN SETARA KAS AKHIR
                                                   40.915.586.513         18.925.766.149
 TAHUN




                       Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
                           tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                            9
Page 12
                                                                                                                                      Lampiran

1.    UMUM

      Pendirian Perusahaan

      PT Jantra Grupo Indonesia Tbk ("Perusahaan") didirikan tanggal 26 September 2017 berdasarkan Akta
      Notaris No. 102 dibuat oleh Suhardi Hadi Santoso, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian Perusahaan
      telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan
      No. AHU-0052824.AH.01.01.Tahun 2017 tanggal 22 November 2017.

      Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris
      No. 68 tanggal 14 Oktober 2024, dibuat oleh Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., tentang
      perubahan status Perusahaan yang semula Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbatas
      Terbuka/Publik. Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum
      dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
      0065304.AH.01.02.Tahun 2024 tanggal 14 Oktober 2024.

      Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama
      bergerak di bidang perdagangan, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor dengan kegiatan
      usaha utama yaitu reparasi mobil dan perdagangan besar dan eceran suku cadang dan aksesoris mobil.

      Pada tanggal 31 Maret 2025, kegiatan usaha utama yang dijalankan Perusahaan adalah di bidang
      perdagangan suku cadang, reparasi dan perawatan mobil.

      Perusahaan berkedudukan di Kota Tangerang Selatan.

      PT Tahtra Kertajaya Indonesia adalah entitas induk Perusahaan dan pemegang saham pengendali
      Perusahaan.

      Struktur Entitas Anak

      Rincian Entitas Anak pada tanggal 31 Maret 2025 adalah sebagai berikut:
                                                                                              31 Maret 2025                    31 Desember 2023
                                                                                                          Total                              Total
                                                                           Mulai       Total Aset      Pendapatan        Total Aset       Pendapatan
                                                          Persentase    Operasional     Sebelum         Sebelum           Sebelum           Sebelum
 Nama Entitas       Domisili       Kegiatan Usaha         kepemilikan    Komersial     Eliminasi        Eliminasi        Eliminasi         Eliminasi

 Kepemilikan
   langsung
 Entitas anak
 PT Joen Lie       Sukoharjo    Reparasi dan perawatan      99,99%          2016      14.714.865.589    5.125.684.731   14.718.746.876   5.158.957.301
   Indonesia                    mobil serta perdagangan
                                      suku cadang
 PT Liantra Wil    Semarang     Reparasi dan perawatan      99,99%          2016      13.836.287.481    4.866.377.542   13.471.936.119   5.404.010.350
   Indonesia                    mobil serta perdagangan
                                      suku cadang

 Tidak langsung
 PT Jantra            Bali      Reparasi dan perawatan      99,91%          2018       4.410.895.560    3.580.498.900    3.612.952.771   4.297.047.909
    Mantra Kerta                mobil serta perdagangan
    Indonesia                         suku cadang
 PT Jantra &        Jakarta     Reparasi dan perawatan      99,98%          2014      10.513.879.264   10.275.205.008    8.959.981.464   5.780.367.766
    JTRS                        mobil serta perdagangan
                                      suku cadang
 PT Jantra Wil       Kediri     Reparasi dan perawatan      99,88%          2016       1.577.604.599    1.380.760.207    1.684.763.290   1.880.135.164
   Indonesia                    mobil serta perdagangan
                                      suku cadang
 PT Jantra          Malang      Reparasi dan perawatan      99,94%          2017       4.008.209.451    4.669.035.632    3.500.310.983   4.211.298.720
   Techno                       mobil serta perdagangan
   Indonesia                          suku cadang
 PT Van Harness     Sidoarjo    Reparasi dan perawatan      99,90%          2016       2.522.859.945    3.951.384.178    2.249.385.349   3.789.577.330
   Indonesia                    mobil serta perdagangan
                                      suku cadang
 PT Jantra         Yogyakarta   Reparasi dan perawatan      99,97%          2016      13.458.497.620    6.558.136.965    6.247.990.999   5.670.753.435
   Traspatih                    mobil serta perdagangan
   Indonesia                          suku cadang
 PT Wildanes        Cirebon     Reparasi dan perawatan      99,94%          2018       7.147.534.015    4.406.084.315    6.899.339.335   3.954.372.555
   Kertajaya                    mobil serta perdagangan
   Indonesia                          suku cadang




1.    UMUM (lanjutan)

      Akuisisi Entitas Anak (lanjutan)

                                                                        9
Page 13
                                                                                           Lampiran


     PT Joen Lie Indonesia (JLI)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 309 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham JLI menyetujui:
     1. Memindahkan hak atas saham JLI dengan rincian sebagai berikut:
         a. Jantra Al Rasyid mengalihkan hak atas saham sebanyak 283 lembar saham atau dengan
             jumlah nilai nominal sebesar Rp 283.000.000 kepada Perusahaan.
         b. Imam Sujono mengalihkan hak atas saham sebanyak 2.546 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp 2.546.000.000 kepada Perusahaan.
     2. Meningkatkan modal dasar dan modal ditempatkan serta modal disetor JLI sebagai berikut:
         a. Meningkatkan modal dasar yang semula sebanyak 2.830 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp 2.830.000.000 menjadi 47.836 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp 47.836.000.000.
         b. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang semula 2.830 lembar saham atau dengan
             nilai nominal sebesar Rp 2.830.000.000 menjadi 11.959 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp 11.959.000.000 dengan cara mengeluarkan saham baru sebanyak 9.129
             lembar saham atau dengan nilai nominal Rp 9.129.000.000 yang seluruhnya diambil bagian
             oleh Perusahaan.

     Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
     Indonesia No. AHU-0082315.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 29 Desember 2023.

     Akuisisi saham JLI oleh Perusahaan seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar
     Rp 11.958.000.000. Kepemilikan Perusahaan atas saham JLI sebesar 11.958 lembar saham atau
     setara 99,99% dari modal disetorkan JLI.

     PT Liantra Wil Indonesia (LWI)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 312 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham LWI menyetujui:
     1. Memindahkan hak atas saham LWI dengan rincian sebagai berikut:
         a. Jantra Al Rasyid mengalihkan hak atas saham sebanyak 1.767 lembar saham atau dengan
             jumlah nilai nominal sebesar Rp 1.767.000.000 kepada Perusahaan.
         b. Liya Dariyah mengalihkan hak atas saham sebanyak 442 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp 442.000.000 kepada Perusahaan.
     2. Meningkatkan modal dasar dan modal ditempatkan serta modal disetor LWI sebagai berikut:
         a. Meningkatkan modal dasar yang semula sebanyak 2.210 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp 2.210.000.000 menjadi 45.864 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp 45.864.000.000.
         b. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang semula 2.210 lembar saham atau dengan
             nilai nominal sebesar Rp 2.210.000.000 menjadi 11.466 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp 11.466.000.000 dengan cara mengeluarkan saham baru sebanyak 9.256
             lembar saham atau dengan nilai nominal Rp 9.256.000.000 yang seluruhnya diambil bagian
             oleh Perusahaan.

     Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
     Indonesia No. AHU-0082318.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 29 Desember 2023.

     Akuisisi saham LWI oleh Perusahaan seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar
     Rp 11.465.000.000. Kepemilikan Perusahaan atas saham LWI sebesar 11.465 lembar saham atau
     setara 99,99% dari modal disetorkan LWI.




1.   UMUM (lanjutan)

     Akuisisi Entitas Anak (lanjutan)

     PT Jantra Mantra Kerta Indonesia (JMKI)


                                                 10
Page 14
                                                                                              Lampiran

     Berdasarkan Akta Notaris No. 322 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham JMKI menyetujui memindahkan hak atas saham
     JMKI dengan rincian sebagai berikut:
     a. Jantra Al Rasyid mengalihkan hak atas saham sebanyak 953 lembar saham atau dengan jumlah
         nilai nominal sebesar Rp 953.000.000 kepada JLI.
     b. Liya Dariyah mengalihkan hak atas saham sebanyak 106 lembar saham atau dengan jumlah nilai
         nominal sebesar Rp 106.000.000 kepada JLI.

     Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
     Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0201447 tanggal
     29 Desember 2023.

     Akuisisi saham JMKI oleh JLI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar Rp 1.059.000.000.
     Kepemilikan JLI atas saham JMKI sebesar 1.059 lembar saham atau setara 99,91% dari modal
     disetorkan JMKI.

     PT Jantra & JTRS (JDJ)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 318 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham JDJ menyetujui:
     1. Memindahkan hak atas saham JDJ dengan rincian sebagai berikut:
         a. Imam Sujono mengalihkan hak atas saham sebanyak 2.037 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp 2.037.000.000 kepada JLI.
         b. Liya Dariyah mengalihkan hak atas saham sebanyak 775 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp 775.000.000 kepada JLI.
         c. Jantra Al Rasyid mengalihkan hak atas saham sebanyak 97 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp 97.000.000 kepada JLI.
     2. Meningkatkan modal dasar dan modal ditempatkan serta modal disetor JDJ sebagai berikut:
         a. Meningkatkan modal dasar yang semula sebanyak 3.000 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp 3.000.000.000 menjadi 20.540 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp 20.540.000.000.
         b. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang semula 2.910 lembar saham atau dengan
             nilai nominal sebesar Rp 2.910.000.000 menjadi 5.135 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp 5.135.000.000 dengan cara mengeluarkan saham baru sebanyak 2.225 lembar
             saham atau dengan nilai nominal Rp 2.225.000.000 yang seluruhnya diambil bagian oleh JLI.

     Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
     Indonesia No. AHU-0082259.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 29 Desember 2023.

     Akuisisi saham JDJ oleh JLI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar Rp 5.134.000.000.
     Kepemilikan JLI atas saham JDJ sebesar 5.134 lembar saham atau setara 99,98% dari modal
     disetorkan JDJ.

     PT Jantra Wil Indonesia (JWI)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 315 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham JWI menyetujui memindahkan hak atas saham JWI
     dengan rincian sebagai berikut:
     a. Liya Dariyah mengalihkan hak atas saham sebanyak 83 lembar saham atau dengan jumlah nilai
         nominal sebesar Rp 83.000.000 kepada JLI.
     b. Imam Sujono mengalihkan hak atas saham sebanyak 746 lembar saham atau dengan jumlah nilai
         nominal sebesar Rp 746.000.000 kepada JLI.

1.   UMUM (lanjutan)

     Akuisisi Entitas Anak (lanjutan)

     PT Jantra Wil Indonesia (JWI) (lanjutan)

     Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
     Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0201505 tanggal
     29 Desember 2023.

                                                  11
Page 15
                                                                                              Lampiran


     Akuisisi saham JWI oleh JLI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar Rp 829.000.000.
     Kepemilikan JLI atas saham JWI sebesar 829 lembar saham atau setara 99,88% dari modal disetorkan
     JWI.

     PT Jantra Techno Indonesia (JTech)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 334 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham JTech menyetujui:
     1. Memindahkan hak atas saham JTech dengan rincian sebagai berikut:
         a. Imam Sujono mengalihkan hak atas saham sebanyak 142 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp 142.000.000 kepada LWI.
         b. Liya Dariyah mengalihkan hak atas saham sebanyak 1.287 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp 1.287.000.000 kepada LWI.
     2. Meningkatkan modal dasar dan modal ditempatkan serta modal disetor JTech sebagai berikut:
         a. Meningkatkan modal dasar yang semula sebanyak 1.430 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp 1.430.000.000 menjadi 6.504 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp 6.504.000.000.
         b. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang semula 1.430 lembar saham atau dengan
             nilai nominal sebesar Rp 1.430.000.000 menjadi 1.626 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp 1.626.000.000 dengan cara mengeluarkan saham baru sebanyak 196 lembar
             saham atau dengan nilai nominal Rp 196.000.000 yang seluruhnya diambil bagian oleh LWI.

     Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
     Indonesia No. AHU-0082314.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 29 Desember 2023.

     Akuisisi saham JTech oleh LWI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar
     Rp 1.625.000.000. Kepemilikan LWI atas saham JTech sebesar 1.625 lembar saham atau setara
     99,94% dari modal disetorkan JTech.

     PT Van Harness Indonesia (VHI)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 331 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham VHI menyetujui memindahkan hak atas saham VHI
     dengan rincian sebagai berikut:
     a. Imam Sujono mengalihkan hak atas saham sebanyak 908 lembar saham atau dengan jumlah nilai
         nominal sebesar Rp 908.000.000 kepada LWI.
     b. Dwi Respati Iriani mengalihkan hak atas saham sebanyak 101 lembar saham atau dengan jumlah
         nilai nominal sebesar Rp 101.000.000 kepada LWI.

     Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
     Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0201443 tanggal
     29 Desember 2023.

     Akuisisi saham VHI oleh LWI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar Rp 1.009.000.000.
     Kepemilikan LWI atas saham VHI sebesar 1.009 lembar saham atau setara 99,90% dari modal
     disetorkan VHI.



1.   UMUM (lanjutan)

     Akuisisi Entitas Anak (lanjutan)

     PT Jantra Traspatih Indonesia (Jtras)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 328 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham JTras menyetujui:
     1. Memindahkan hak atas saham JTras dengan rincian sebagai berikut:
         a. Jantra Al Rasyid mengalihkan hak atas saham sebanyak 2.087 lembar saham atau dengan
             jumlah nilai nominal sebesar Rp 2.087.000.000 kepada LWI.
         b. Dwi Respati Iriani mengalihkan hak atas saham sebanyak 232 lembar saham atau dengan

                                                  12
Page 16
                                                                                            Lampiran

           jumlah nilai nominal sebesar Rp 232.000.000 kepada LWI.
     2. Meningkatkan modal dasar dan modal ditempatkan serta modal disetor JTech sebagai berikut:
        a. Meningkatkan modal dasar yang semula sebanyak 2.320 lembar saham atau dengan nilai
           nominal sebesar Rp 2.320.000.000 menjadi 15.856 lembar saham atau dengan nilai nominal
           sebesar Rp 15.856.000.000.
        b. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang semula 2.320 lembar saham atau dengan
           nilai nominal sebesar Rp 2.320.000.000 menjadi 3.964 lembar saham atau dengan nilai nominal
           sebesar Rp 3.964.000.000 dengan cara mengeluarkan saham baru sebanyak 1.644 lembar
           saham atau dengan nilai nominal Rp 1.644.000.000 yang seluruhnya diambil bagian oleh LWI.

     Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
     Indonesia No. AHU-0082312.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 29 Desember 2023.

     Akuisisi saham JTras oleh LWI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar
     Rp 3.963.000.000. Kepemilikan LWI atas saham JTras sebesar 3.963 lembar saham atau setara
     99,97% dari modal disetorkan JTras.

     PT Wildanes Kertajaya Indonesia (WKI)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 325 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham WKI menyetujui memindahkan hak atas saham
     WKI dengan rincian sebagai berikut:
     a. Jantra Al Rasyid mengalihkan hak atas saham sebanyak 1.493 lembar saham atau dengan jumlah
         nilai nominal sebesar Rp 1.493.000.000 kepada LWI.
     b. Dwi Respati Iriani mengalihkan hak atas saham sebanyak 166 lembar saham atau dengan jumlah
         nilai nominal sebesar Rp 166.000.000 kepada LWI.

     Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
     Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0201496 tanggal
     29 Desember 2023.

     Akuisisi saham WKI oleh LWI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar Rp 1.659.000.000.
     Kepemilikan LWI atas saham WKI sebesar 1.659 lembar saham atau setara 99,94% dari modal
     disetorkan WKI.

     Susunan Pengurus, Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan

     Pada tanggal 31 Maret 2025, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai
     berikut:
                                            31 Maret 2025          31 Desember 2023
     Dewan Komisaris
     Komisaris Utama               :   Jantra Al Rasyid          Jantra Al Rasyid
     Komisaris Independen          :   Beni Hendrawan            -

     Direksi
     Direktur Utama                :   Imam Sujono               Imam Sujono
     Direktur                      :   Dodon Tri Koeswardana     -
1.   UMUM (lanjutan)

     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan (lanjutan)

     Personil manajemen kunci Perusahaan meliputi seluruh anggota Komisaris dan Direksi. Manajemen
     kunci tersebut memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, dan
     mengendalikan aktivitas Perusahaan.

     Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025, total beban kompensasi bruto bagi manajemen
     kunci (termasuk Dewan Komisaris dan Direksi) Kelompok Usaha adalah sebagai berikut:

                                           31 Maret 2025          31 Desember 2023


     Imbalan kerja jangka pendek                 1.024.189.400               611.943.049


                                                    13
Page 17
                                                                                                Lampiran

     Imbalan pasca kerja                             133.073.077                   50.768.111

     Berdasarkan     Surat      Penunjukan    dan    Pengangkatan    Sekretaris  Perusahaan
     No.23.130/SPju/JGI/LGL//3/2024 tanggal 25 Maret 2024, Perusahaan telah menunjuk Yustina
     Anggraeni sebagai Sekretaris Perusahaan.

     Berdasarkan Surat Penunjukan dan Pengangkatan Komite Audit No.22.160/SPnk/JGI/LGL/6/2024
     tanggal 7 Juni 2024, Perusahaan telah menunjuk Komite Audit sebagai berikut:

     Ketua Komite Audit                          :         Beni Hendrawan
     Anggota Komite Audit: Efran
      Syamsumaulana, SH
     Anggota Komite Audit                        :         Dwi Kurnia Khoiria

     Berdasarkan       Surat   Penunjukan     dan     Pengangkatan     Unit    Audit    Internal
     No.22.274/SPnk/JGI/LGL/10/2024 tanggal 1 Oktober 2024, Perusahaan telah menunjuk Unit Audit
     Internal sebagai berikut:

     Ketua Unit Audit Internal                   :         Devino Ihsan Lazuardi
     Anggota Unit Audit Internal:   Dini Nur
      Adriani
     Anggota Unit Audit Internal                 :         Irma Damayanti

     Pada tanggal 31 Maret 2025, Perusahaan dan entitas anak masing-masing memiliki 266 dan 298
     karyawan tetap.

     Penerbitan Laporan Keuangan

     Laporan keuangan konsolidasian ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Dewan Direksi Perusahaan,
     selaku pihak yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan
     konsolidasian, pada tanggal 14 Mei 2025.


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

     Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

     Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anaknya (bersama-sama disebut sebagai
     “Grup”) telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar
     Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang diterbitkan
     oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”), serta Peraturan
     No. VIII.G.7, tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan
     Publik.
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

     Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian

     Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas, telah disusun secara akrual dengan
     menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun tertentu yang diukur
     berdasarkan basis lain seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi terkait.

     Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, dan dikelompokkan
     ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

     Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian 31 Maret
     2025 konsisten dengan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk
     tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, kecuali untuk penerapan amendemen PSAK
     yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2024 seperti yang diungkapkan dalam Catatan ini.

     Mata uang fungsional dan pelaporan yang digunakan oleh Perusahaan adalah Rupiah.



                                                      14
Page 18
                                                                                               Lampiran

     Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan SAK Indonesia mengharuskan
     manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi penerapan
     kebijakan akuntansi dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun
     estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan
     tindakan saat ini, hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang
     melibatkan pertimbangan atau kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal di mana asumsi dan estimasi
     adalah signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan
     keuangan konsolidasian.

     Ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara restrospektif atau membuat penyajian
     kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan
     keuangannya maka entitas menyajikan kembali laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif
     yang disajikan.

     Penerapan PSAK yang Baru dan Direvisi

     Grup telah menerapkan PSAK yang baru dan revisi, yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 2024:
     - Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1): Penyajian Laporan Keuangan terkait Liabilitas
        Jangka Panjang dengan Kovenan
     - Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1): Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi
        Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang
     - Amendemen PSAK 207 (sebelumnya PSAK 2): Laporan Arus Kas
     - Amendemen PSAK 107 (sebelumnya PSAK 60): Instrumen Keuangan tentang Pengungkapan -
        Pengaturan Pembiayaan Pemasok
     - Amendemen PSAK 116 (sebelumnya PSAK 73): Sewa terkait Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual
        dan Sewa-balik

     Penerapan standar yang baru dan revisi tersebut tidak mengakibatkan perubahan substansial terhadap
     kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan untuk
     tahun berjalan.

     Dasar Konsolidasian

     Entitas anak adalah seluruh entitas di mana Perusahaan memiliki pengendalian. Perusahaan
     mengendalikan investee ketika (a) memiliki kekuasaan atas investee, (b) eksposur atau hak atas imbal
     hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan (c) memiliki kemampuan untuk menggunakan
     kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah imbal hasil. Perusahaan menilai kembali
     apakah Perusahaan mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
     perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Dasar Konsolidasian (lanjutan)

     Konsolidasi atas entitas anak dimulai sejak tanggal Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak
     dan berakhir ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Penghasilan dan beban entitas
     anak dimasukkan atau dilepaskan selama tahun berjalan dalam laba rugi dari tanggal diperolehnya
     pengendalian sampai dengan tanggal ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.

     Laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik entitas
     induk dan kepentingan nonpengendali, meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan
     nonpengendali memiliki saldo defisit. Jika diperlukan, dilakukan penyesuaian atas laporan keuangan
     entitas anak guna memastikan keseragaman dengan kebijakan akuntansi Grup. Mengeliminasi secara
     penuh aset dan liabilitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra grup terkait dengan transaksi
     antar entitas dalam Grup.

     Perubahan dalam bagian kepemilikan atas entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
     pengendalian pada entitas anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Setiap perbedaan antara jumlah
     tercatat kepentingan nonpengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau
     diterima diakui secara langsung di ekuitas dan mengatribusikannya kepada pemilik entitas induk.


                                                   15
Page 19
                                                                                                     Lampiran

     Ketika Grup kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka Grup menghentikan pengakuan atas
     aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara keuntungan atau
     kerugian yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.

     Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali

     Kombinasi bisnis Grup dicatat berdasarkan PSAK 338, “Kombinasi Bisnis Grup”, dengan menggunakan
     metode penyatuan kepemilikan. Selisih antara harga pengalihan dengan nilai buku dicatat dalam akun
     “Selisih Nilai Transaksi dengan Grup” dan disajikan sebagai bagian dari akun “Tambahan Modal
     Disetor” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

     Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

     Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah (“Rp”), yang merupakan mata uang fungsional
     Perusahaan.

     Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang
     berlaku pada tanggal transaksi.

     Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
     dijabarkan dengan kurs yang berlaku saat itu. Pos non-moneter dalam mata uang asing yang diukur
     berdasarkan nilai historis tidak dijabarkan kembali. Selisih kurs yang timbul atas penyelesaian pos-pos
     moneter dan penjabaran kembali pos-pos moneter diakui pada laba rugi.

     Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

     Sesuai dengan PSAK No. 224, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, suatu pihak dianggap berelasi
     jika salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan, secara
     langsung atau tidak langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam
     kebijakan keuangan dan operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan
     operasional.

     Seluruh transaksi signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 26 atas laporan
     keuangan konsolidasian.




2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Instrumen Keuangan

     Aset Keuangan

     Aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal perdagangan di mana pembelian
     atau penjualan aset keuangan dilakukan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset
     keuangan dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh pasar yang bersangkutan.

     Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak bisa melakukan
     perubahan setelah penerapan awal tersebut.

     Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual
     - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.

     Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
     - Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.; dan
     - Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
       komprehensif lain.

     Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset lain-
     lain (instrumen keuangan yang memiliki dan tidak memiliki kuotasi harga). Aset keuangan
     diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset

                                                      16
Page 20
                                                                                                     Lampiran

     keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

     Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

     i)     Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi

            Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
            (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas
            kontraktual; dan (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang
            ditentukan untuk arus kas yang semata- mata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok
            yang belum dibayar.

            Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortiasi selanjutnya diukur dengan menggunakan
            metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan
            nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi
            atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR
            dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui
            pada laporan laba rugi konsolidasian.

     ii)    Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI

            Instrumen utang

            Perusahaan mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi berikut
            terpenuhi: (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan
            arus kas kontraktual dan pejualan; dan (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan
            menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang semata-mata pembayaran pokok
            dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.

            Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga, revaluasi
            selisih kurs, dan kerugian atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi dan dihitung
            dengan cara yang sama seperti aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
            Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui dalam OCI. Setelah penghentian pengakuan, perubahan
            nilai wajar kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang menjadi laba rugi.

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Instrumen Keuangan (lanjutan)

     Aset Keuangan (lanjutan)

     ii)    Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI (lanjutan)

            Instrumen ekuitas

            Setelah pengakuan awal, Perusahaan dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi
            ekuitasnya secara tidak dapat dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai
            wajar melalui OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK No. 232: Instrumen Keuangan: Penyajian dan
            tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per instrumen.

            Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi keuntungan
            atau kerugian. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak
            pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Perusahaan memperoleh keuntungan dari hasil tersebut
            sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut
            adalah dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak
            tunduk pada penilaian penurunan nilai.

     iii)   Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian

            Aset keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian termasuk aset keuangan
            yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada
            nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai

                                                       17
Page 21
                                                                                                      Lampiran

           wajar. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh
           untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat
           yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan
           sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-
           mata pembayaran pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laporan
           laba rugi konsolidasian, terlepas dari model bisnisnya.

           Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan
           diamortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat
           ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan,
           atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.

           Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian selanjutnya
           disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai
           wajar yang diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian.

           Perusahaan tidak memiliki investasi dalam instrumen ekuitas, yang diklasifikasikan sebagai aset
           keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

     Aset keuangan (atau mana yang lebih tepat, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
     keuangan serupa) dihentikan pengakuannya pada saat: (1) hak untuk menerima arus kas yang berasal
     dari aset tersebut telah berakhir; atau (2) Perusahaan telah mengalihkan hak mereka untuk menerima
     arus kas yang berasal dari aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara
     penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “pass-through”; dan baik (a)
     Perusahaan telah secara substansial, mengalihkan seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau (b)
     Perusahaan secara substansial tidak mengalihkan atau tidak memiliki seluruhris iko dan manfaat suatu
     aset, namun telah mengalihkan kendali atas aset tersebut.




2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Instrumen Keuangan (lanjutan)

     Liabilitas Keuangan

     Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 109 diklasifikasikan sebagai berikut:
     - Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
     - Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.

     Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.

     Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
     termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

     Liabilitas keuangan Perusahaan meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar,
     liabilitas sewa, utang bank dan utang pembiayaan konsumen. Liabilitas keuangan diklasifikasikan
     sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek
     jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.

     Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

     i)    Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi

           Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang
           dikenakan bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk
           di dalam biaya keuangan dalam laporan laba rugi konsolidasian.

     ii)   Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian



                                                      18
Page 22
                                                                                                     Lampiran

           Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian termasuk
           liabilitas keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat
           pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian.

     ii)   Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian (lanjutan)

           Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh
           untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen
           keuangan derivatif yang diambil Perusahaan yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai
           dalam hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 109. Derivatif melekat
           yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka
           ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif.

           Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan
           laba rugi konsolidasian.

     Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan atau
     kadaluarsa

     Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi
     pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
     substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut
     diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih
     antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian.




2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Instrumen Keuangan (lanjutan)

     Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai

     Metode pengakuan keuntungan atau kerugian yang timbul tergantung dari apakah derivatif tersebut
     dimaksudkan sebagai instrumen lindung nilai, dan jika demikian, sifat dari item yang dilindung nilai.

     Untuk derivatif yang dikategorikan sebagai lindung nilai arus kas, pada awal transaksi, Perusahaan
     mendokumentasikan hubungan antara instrumen lindung nilai dengan item yang dilindung nilai, beserta
     tujuan manajemen risiko dan strategi pelaksanaan transaksi lindung nilai. Perusahaan juga
     mendokumentasikan penilaiannya, pada saat dimulainya lindung nilai dan secara berkesinambungan,
     apakah derivatif yang digunakan dalam transaksi lindung nilai sangat efektif dalam menghapus dampak
     perubahan nilai wajar atas arus kas yang dilindung nilai.

     Nilai wajar penuh derivatif lindung nilai diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas jangka
     panjang jika jatuh tempo yang tersisa untuk pokok yang dilindung nilai melebihi 12 bulan, dan sebagai
     aset lancar atau liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.

     Perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan dan memenuhi kriteria lindung nilai atas arus kas untuk
     tujuan akuntansi, bagian efektifnya, diakui di penghasilan komprehensif lain di dalam "cadangan lindung
     nilai arus kas". Ketika instrumen derivatif tersebut kadaluarsa atau tidak lagi memenuhi kriteria lindung
     nilai untuk tujuan akuntansi, maka keuntungan atau kerugian kumulatif di penghasilan komprehensif
     lain diakui pada laporan laba rugi konsolidasian.

     Perubahan nilai wajar derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi diakui
     langsung pada laporan laba rugi konsolidasian di dalam "(Kerugian) keuntungan perubahan nilai wajar
     derivatif - bersih".

     Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan

     Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
     keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum

                                                      19
Page 23
                                                                                                  Lampiran

     untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan
     secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

     Penurunan Nilai Aset Keuangan

     Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah
     meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Perusahaan
     menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen
     keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian,
     Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat
     periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat
     pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa
     biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
     perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak
     pengakuan awal.

     Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
     tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan.

     Penentuan Nilai Wajar

     Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
     untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama (atau
     pasar yang paling menguntungkan) pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga
     keluar) terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi dengan
     menggunakan teknik penilaian lain pada tanggal pengukuran.

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Instrumen Keuangan (lanjutan)

     Penentuan Nilai Wajar

     Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
     terjadi:
     i)   di pasar utama (principal market) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau
     ii) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous market)
          untuk aset atau liabilitas tersebut.

     Perusahaan mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan digunakan
     pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar
     bertindak dalam kepentingan ekonomis terbaiknya.

     Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
     menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
     terbaiknya (highest and best use) atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
     menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

     Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
     memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
     diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

     Hirarki nilai wajar dikategorikan dalam tiga (3) level input untuk teknik penilaian yang digunakan dalam
     pengukuran nilai wajar, sebagai berikut:
     a) Input Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
          identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
     b) Input Level 2 - input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi
          untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
     c) Input Level 3 - input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.

     Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang,
     Perusahaan menentukan apakah terjadi transfer antara Level di dalam hirarki dengan cara


                                                     20
Page 24
                                                                                                  Lampiran

     mengevaluasi kategori (berdasarkan input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar)
     setiap akhir periode pelaporan.

     Perusahaan menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko aset
     dan liabilitas, dan level hirarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.

     Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
     untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
     pengukuran.

     Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
     terjadi di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan di
     mana Perusahaan memiliki akses pada tanggal tersebut.

     Jika tersedia, Perusahaan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga
     kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif,
     Perusahaan menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang dapat
     diobservasi dan relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

     Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-
     pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length market transactions), penggunaan nilai
     wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang didiskonto, atau model
     penilaian lain.

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Instrumen Keuangan (lanjutan)

     Kas dan setara kas
     Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau
     kurang sejak tanggal penempatannya dan tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi
     penggunaannya.

     Persediaan

     Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
     Biaya perolehan persediaan meliputi seluruh biaya yang timbul sampai persediaan berada dalam
     kondisi dan lokasi saat ini, di mana ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.
     Biaya barang jadi dan barang dalam proses terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya
     langsung lain dan biaya tidak langsung yang terkait dengan produksi (berdasarkan kapasitas operasi
     normal). Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi
     estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.

     Ketika persediaan dijual, jumlah tercatat persediaan tersebut diakui sebagai beban pada tahun di mana
     pendapatan terkait diakui.

     Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan, kerusakan, kehilangan dan lambatnya
     perputaran ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masing-masing persediaan
     untuk mencerminkan nilai realisasi neto pada akhir tahun. Penyisihan penurunan nilai persediaan ke
     nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode penurunan nilai
     atau kerugian terjadi. Jumlah setiap pemulihan penyisihan penurunan nilai persediaan karena kenaikan
     nilai realisasi neto, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah persediaan yang diakui sebagai beban
     pada periode terjadinya pemulihan tersebut.

     Aset Tetap

     Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya perolehan yang meliputi harga pembelian,
     biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke
     lokasi dan kondisi yang diperlukan. Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model biaya
     di mana seluruh aset tetap diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
     akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada).



                                                     21
Page 25
                                                                                                 Lampiran

     Biaya pengurusan legal awal untuk hak atas tanah diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah
     dan biaya ini tidak disusutkan. Biaya yang berkaitan dengan perpanjangan hak atas tanah diakui
     sebagai beban ditangguhkan dan diamortisasi selama periode hak atas tanah atau manfaat ekonomi
     tanah, mana yang lebih pendek.

     Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang
     terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa depan
     berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya tersebut dapat diukur secara
     andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya pada tahun di mana
     penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laba
     rugi.

     Penyusutan dihitung sejak aset tersebut siap untuk digunakan dengan menggunakan metode garis
     lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap yang bersangkutan dengan rincian
     sebagai berikut:
                                                                          Tahun      Persentase
     Bangunan                                                                     20             5%
     Peralatan bengkel                                                           4–8         12,5% - 25%
     Kendaraan                                                                   4–8         12,5% - 25%
     Inventaris                                                                  4–8         12,5% - 25%
     Aset hak guna – bangunan                                                     10             10%
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Aset Tetap (lanjutan)

     Masa manfaat ekonomi, nilai residu dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap akhir tahun dan
     pengaruh dari setiap perubahan estimasi akuntansi tersebut berlaku prospektif.

     Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan
     yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
     pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat
     dari aset tetap) diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.

     Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

     Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas tidak diamortisasi namun diuji penurunan nilainya
     setiap tahun, atau lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan pada kondisi yang
     mengindikasikan kemungkinan penurunan nilai. Aset yang diamortisasi ditelaah untuk penurunan nilai
     apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat
     diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui sebesar selisih jumlah tercatat aset terhadap jumlah
     terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi
     biaya penjualan dengan nilai pakai.

     Untuk tujuan menguji penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus
     kas terpisah teridentifikasi (unit penghasil kas). Aset non keuangan yang mengalami penurunan nilai
     ditelaah untuk kemungkinan pembalikkan atas penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.

     Sewa

     Grup sebagai penyewa

     Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa.
     Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk
     mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan
     imbalan.

     Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian,
     Grup menilai apakah:
     - Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan
        aset identifikasian; dan
     - Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini ketika


                                                    22
Page 26
                                                                                               Lampiran

        Grup memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan
        apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
        i) Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
        ii) Grup telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan
            apa aset akan digunakan selama periode penggunaan.

     Pada tanggal insepsi atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen
     sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan
     harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.
     Namun, untuk sewa penunjang dimana Grup bertindak sebagai penyewa, Grup memutuskan untuk
     tidak memisahkan komponen nonsewa dan mencatat komponen sewa dan nonsewa tersebut sebagai
     satu komponen sewa.

     Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna diukur
     pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan
     dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan
     biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar
     dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan
     dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Sewa (lanjutan)

     Grup sebagai penyewa (lanjutan)

     Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga
     tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

     Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
     didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut
     tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup
     menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.

     Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
     - pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif
       sewa;
     - pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya
       diukur dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
     - jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
     - harga eksekusi opsi beli jika Grup cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
     - penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih
       awal.

     Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan
     dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik
     yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.

     Grup menyajikan aset hak-guna sebagai bagian dari “Aset tetap” dan “Liabilitas sewa” di dalam laporan
     posisi keuangan konsolidasian.

     Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika biaya
     perolehan aset hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka Grup menyusutkan
     aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Grup
     menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur
     manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

     Sewa jangka pendek

     Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangkapendek
     yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut
     sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.


                                                   23
Page 27
                                                                                                      Lampiran

     Modifikasi sewa

     Grup mencatat modifikasi sewa sebagai sewa terpisah jika:
     - modifikasi meningkatkan ruang lingkup sewa dengan menambahkan hak untuk menggunakan satu
        aset pendasar atau lebih; dan
     - imbalan sewa meningkat sebesar jumlah yang setara dengan harga tersendiri untuk peningkatan
        dalam ruang lingkup dan penyesuaian yang tepat pada harga tersendiri tersebut untuk merefleksikan
        kondisi kontrak tertentu.




2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Sewa (lanjutan)

     Grup sebagai penyewa (lanjutan)

     Untuk modifikasi sewa yang tidak dicatat sebagai sewa terpisah, pada tanggal efektif modifikasi sewa,
     Grup :
     - mengukur kembali dan mengalokasikan imbalan kontrak modifikasian;
     - menentukan masa sewa dari sewa modifikasian;
     - mengukur kembali liabilitas sewa dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian
        menggunakan tingkat diskonto revisian berdasarkan sisa umur sewa dan sisa pembayaran sewa
        dengan melakukan penyesuaian terhadap aset hak-guna. Tingkat diskonto revisian ditentukan
        sebagai suku bunga pinjaman inkremental Grup pada tanggal efektif modifikasi;
     - menurunkan jumlah tercatat aset hak-guna untuk merefleksikan penghentian sebagian atau
        sepenuhnya sewa untuk modifikasi sewa yang menurunkan ruang lingkup sewa. Grup mengakui
        dalam laba rugi setiap laba rugi yang terkait dengan penghentian sebagian atau sepenuhnya sewa
        tersebut; dan
     - membuat penyesuaian terkait dengan aset hak-guna untuk seluruh modifikasi sewa lainnya.

     Liabilitas Imbalan Kerja

     Pada tanggal 31 Maret 2025, Grup menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai
     dengan Peraturan Pemerintah (“PP”) No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020
     (Undang-Undang Cipta Kerja) yang diundangkan pada November 2020, sebagaimana diubah menjadi
     Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti
     Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Program imbalan
     pasti ini tidak didanai.

     Liabilitas neto Grup atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan pascakerja pasti
     pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan liabilitas imbalan
     pascakerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam perhitungan aktuaria
     yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.

     Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial,
     b) imbal hasil atas aset program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas
     aset, tidak termasuk bunga, diakui di penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran
     kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.

     Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang berubah
     terkait biaya jasa lalu, atau keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi pada saat terdapat
     perubahan atau kurtailmen atas program.

     Grup menentukan (penghasilan) beban bunga neto atas (aset) liabilitas imbalan pascakerja neto
     dengan menerapkan tingkat bunga diskonto pada awal periode pelaporan tahunan untuk mengukur
     liabilitas imbalan pascakerja selama periode berjalan.

                                                       24
Page 28
                                                                                                    Lampiran


     Grup mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan pascakerja pada saat
     penyelesaian terjadi. keuntungan atau kerugian atas penyelesaian merupakan selisih antara nilai kini
     liabilitas imbalan pascakerja yang ditetapkan pada tanggal penyelesaian dengan harga penyelesaian,
     termasuk setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang dilakukan secara langsung
     oleh Grup sehubungan dengan penyelesaian tersebut.

     Grup mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap keuntungan
     atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi pada saat
     terjadinya.



2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Pengakuan Pendapatan dan Beban

     Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

     Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
     i)   Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
     ii) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji
          dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
          pelanggan.
     iii) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh
          suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke
          pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat
          variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang
          diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan
          dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode
          kontrak.
     iv) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual
          berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak
          dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya
          yang diharapkan ditambah marjin.
     v) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
          barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
          barang atau jasa tersebut).

     Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
     - Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
     - Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
       pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu Perusahaan memilih ukuran penyelesaian
       yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya
       kewajiban pelaksanaan.

     Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah
     penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban
     kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang
     telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak disajikan dalam
     "Pendapatan diterima di muka".

     Penjualan barang

     Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara signifikan
     telah dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat barang diserahkan dan pelanggan
     telah menerima barang tersebut.

     Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

     Laba per Saham


                                                      25
Page 29
                                                                                                 Lampiran

     Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan
     kepada pemilik entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama tahun
     tersebut.

     Laba per saham dilusian dihitung manakala Perusahaan memiliki instrumen berpotensi saham biasa
     yang bersifat dilutif.




2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Pajak Penghasilan

     Beban pajak penghasilan terdiri dari jumlah beban pajak kini dan pajak tangguhan.

     Beban pajak penghasilan untuk periode berjalan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak tangguhan.
     Beban pajak penghasilan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
     konsolidasian, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang diakui di
     penghasilan komprehensif lain atau langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-
     masing diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.

     i)    Pajak Kini

           Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan
           keuangan, dan ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen
           secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”)
           sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika
           perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada
           otoritas pajak.

           Bunga dan denda untuk kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan, jika ada,
           dicatat sebagai bagian dari “Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan” dalam laporan laba rugi dan
           penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

           Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”)
           diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
           konsolidasian tahun berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah
           tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya
           sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset.

     ii)   Pajak Tangguhan

           Pajak tangguhan diakui berdasarkan perbedaan temporer pada tanggal pelaporan antara dasar
           pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan
           keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan
           beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh
           dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak
           pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal.

           Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan, dan mengurangi
           jumlah tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang
           memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak
           tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui
           sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan memungkinkan aset pajak
           tangguhan tersedia untuk dipulihkan.

           Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode
           saat aset direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak
           yang berlaku atau berlaku secara substantif pada akhir periode laporan keuangan konsolidasian.
           Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau pemulihan semua perbedaan temporer selama


                                                    26
Page 30
                                                                                                  Lampiran

         tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, untuk transaksi-transaksi yang
         sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

         Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan
         secara hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, atau aset pajak
         tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau
         Perusahaan bermaksud untuk menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Segmen operasi

     Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa
     (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu
     (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

     Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk akun-akun yang dapat diatribusikan
     langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
     kepada segmen tersebut.


3.   PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI PENTING

     Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat
     pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset dan
     liabilitas yang dilaporkan serta pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada setiap akhir periode
     pelaporan. Namun, hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi, ketidakpastian atas
     asumsi serta estimasi tersebut dapat menimbulkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset
     dan liabilitas pada tahun berikutnya.

     Pertimbangan dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi

     Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah membuat pertimbangan
     berikut, selain yang telah tercakup dalam estimasi, yang memiliki dampak signifikan atas jumlah-jumlah
     yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:

     Penyisihan Pajak Penghasilan

     Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan.
     Terdapat transaksi dan perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah tidak pasti dalam
     kegiatan usaha normal.

     Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan
     terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Ketika hasil pajak yang dikeluarkan berbeda dengan
     jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak penghasilan dan
     penyisihan pajak tangguhan pada periode di mana penentuan tersebut dilakukan.

     Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum dikompensasi sejauh besar
     kemungkinan bahwa laba fiskal akan tersedia untuk dikompensasi dengan saldo rugi fiskal yang dapat
     dikompensasikan. Penentuan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui berdasarkan perbedaan
     waktu dan laba kena pajak di masa mendatang bersama-sama dengan strategi perencanaan pajak
     masa depan membutuhkan pertimbangan signifikan dari manajemen.

     Jumlah tercatat utang pajak penghasilan dan aset pajak tangguhan Perusahaan, diungkapkan pada
     Catatan 13a dan 13c laporan keuangan konsolidasian.

     Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan

     Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset dan liabilitas keuangan
     dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 109 dipenuhi. Dengan
     demikian, aset dan liabilitas keuangan dicatat dan dikelompokkan sesuai dengan kebijakan akuntansi
     Perusahaan sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2 atas laporan keuangan konsolidasian.

                                                     27
Page 31
                                                                                                    Lampiran




3.   PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Sumber Estimasi Ketidakpastian

     Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan
     yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas
     untuk tahun/periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan
     estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi
     dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau
     situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
     terjadinya.

     Penurunan Nilai Piutang Usaha dan Piutang Lain-Lain

     Penurunan piutang usaha dan piutang lain-lain terjadi jika terdapat bukti objektif bahwa Perusahaan
     tidak dapat menagih seluruh atau sebagian nilai piutang sesuai dengan persyaratan awal piutang.
     Penilaian dilakukan pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian untuk menentukan ada
     tidaknya indikasi penurunan nilai atau apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang
     sebelumnya diakui pada tahun-tahun sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun.

     Ketika hasil aktual berbeda dari jumlah yang awalnya dinilai, perbedaan tersebut akan mengakibatkan
     penyesuaian material terhadap jumlah tercatat piutang usaha dan lain-lain dalam laporan keuangan
     konsolidasian tahun berikutnya. Jumlah tercatat dari piutang usaha dan piutang lain-lain diungkapkan
     pada Catatan 6 dan 26 atas laporan keuangan konsolidasian.

     Nilai Wajar atas Instrumen Keuangan

     Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan posisi keuangan
     konsolidasian tidak tersedia di pasar aktif, ditentukan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian
     termasuk penggunaan model matematika. Masukan (input) untuk model ini berasal dari data pasar yang
     bisa diamati sepanjang data tersebut tersedia. Bila data pasar yang bisa diamati tersebut tidak tersedia,
     pertimbangan manajemen diperlukan untuk menentukan nilai wajar. Nilai wajar atas instrumen
     keuangan diungkapkan dalam Catatan 27.

     Penurunan Nilai Persediaan

     Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan
     membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang lambat
     yang diidentifikasi tidak lagi sesuai untuk digunakan dalam produksi, dengan mempertimbangkan nilai
     realisasi neto dari persediaan barang jadi dan barang dalam proses berdasarkan pada harga jual dan
     kondisi pasar saat ini. Jumlah tercatat persediaan diungkapkan di dalam Catatan 7 atas laporan
     keuangan konsolidasian.

     Penyusutan Aset Tetap

     Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
     ekonomis aset yang bersangkutan. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap
     antara 4 sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri di
     mana Perusahaan menjalankan bisnisnya.

     Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat
     ekonomis dan nilai residu aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Jumlah
     tercatat neto aset tetap Perusahaan diungkapkan dalam Catatan 11 atas laporan keuangan
     konsolidasian.




                                                      28
Page 32
                                                                                                Lampiran



3.   PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan)

     Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

     Penilaian penurunan untuk aset non-keuangan, selain goodwill dilakukan ketika indikator penurunan
     nilai tertentu yang hadir. Sedangkan untuk goodwill, pengujian penurunan nilai wajib dilakukan minimal
     setiap tahun terlepas dari apakah atau tidak ada indikasi penurunan nilai.

     Menentukan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari
     penggunaan lanjutan dan disposisi akhir dari aset tersebut. Setiap perubahan signifikan dalam asumsi
     yang digunakan dalam menentukan nilai wajar material dapat memengaruhi penilaian nilai dipulihkan
     dan kerugian penurunan nilai yang dihasilkan bias memiliki dampak material terhadap hasil usaha.

     Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan

     Penentuan liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan Perusahaan bergantung pada pemilihan
     asumsi aktuarial yang digunakan. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat
     kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun
     dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan sebelumnya, diperlakukan
     sesuai dengan kebijakan akuntansi sebagaimana diuraikan dalam Catatan 2 atas laporan keuangan
     konsolidasian.

     Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi pada tanggal pelaporan tersebut adalah wajar dan sesuai.
     Perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan
     Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan dan
     beban imbalan kerja karyawan. Jumlah tercatat liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan
     diungkapkan dalam Catatan 17 atas laporan keuangan konsolidasian.

     Aset Pajak Tangguhan

     Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar
     kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat
     digunakan.

     Estimasi signifikan oleh manajemen diharuskan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang
     dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta strategi
     perencanaan pajak masa depan. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan diungkapkan dalam Catatan
     13c atas laporan keuangan konsolidasian.

     Pajak Penghasilan

     Perusahaan selaku wajib pajak menghitung liabilitas perpajakannya secara self assessment
     berdasarkan pada peraturan pajak yang berlaku. Perhitungan tersebut dianggap benar selama belum
     terdapat ketetapan dari Direktorat Jenderal Pajak atas jumlah pajak yang terutang atau ketika sampai
     dengan jangka waktu lima (5) tahun (masa daluarsa pajak) tidak terdapat ketetapan pajak yang
     diterbitkan. Perbedaan jumlah pajak yang terutang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti
     pemeriksaan pajak, penemuan bukti-bukti pajak baru dan perbedaan interpretasi antara manajemen
     dan pejabat kantor pajak terhadap peraturan pajak tertentu. Perbedaan hasil aktual dan jumlah tercatat
     tersebut dapat mempengaruhi jumlah tagihan pajak, utang pajak, aset pajak tangguhan dan beban
     pajak. Jumlah tercatat utang pajak diungkapkan dalam Catatan 13a atas laporan keuangan
     konsolidasian.




4.   KOMBINASI BISNIS ENTITAS SEPENGENDALI

                                                    29
Page 33
                                                                                                            Lampiran


     Seperti yang diungkapkan pada Catatan 1 atas laporan keuangan konsolidasian, pada tanggal
     28 Desember 2023, Perusahaan melakukan penyertaan saham pada PT Joen Lie Indonesia (JLI) dan
     PT Liantra Wil Indonesia (LWI) yang merupakan pihak yang berada di bawah pengendalian yang sama,
     sehingga menerapkan PSAK No. 338 “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”, dengan
     mengkonsolidasikan laporan keuangan Entitas Anak sejak awal periode terjadi sepengendalian, yaitu
     sejak 1 Januari 2023.

     Ringkasan dari transaksi penyertaan saham adalah sebagai berikut:

                                                      Kepemilikan Langsung


                                                                                      Entitas Anak
                                                       JLI             LWI          Tidak Langsung          Jumlah

     Jumlah aset neto terindikasi                 12.846.492.505   13.192.737.435    22.310.563.962      48.349.793.902
     Dikurangi kepentingan nonpengendali               1.074.211        1.150.596        11.180.928          13.405.735

     Jumlah aset neto terindikasi yang diterima   12.845.418.294   13.191.586.839    22.299.383.034      48.336.388.167
     Dikurangi imbalan yang dibayarkan            11.958.000.000   11.465.000.000    15.278.000.000      38.701.000.000

     Selisih Nilai Transaksi Kombinasi Bisnis
       Entitas Sepengendali                          887.418.294    1.726.586.839     7.021.383.034       9.635.388.167


     Selisih nilai transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat di akun “Tambahan Modal Disetor”
     sebagai bagian dari ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian.


5.   KAS DAN SETARA KAS

     Akun ini terdiri dari :
                                                                                                      31 Maret 2025

     Kas – Rupiah                                                                                       10.411.279.582

     Bank – Rupiah
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                                                    25,324,076,599
       PT Bank Maybank Tbk                                                                                 298,849,358
       PT Bank Victoria International Tbk                                                                   16,687,065
       PT Bank Central Asia Tbk                                                                             12,756,856
       PT Bank Mega Tbk                                                                                      2,545,236

        Sub-jumlah                                                                                      25,654,915,114

     Deposito – Rupiah
       PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                                                     5,000,000,000

     Jumlah                                                                                             41.066.194.696



     Pada tanggal 31 Maret 2025, tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang signifikan yang tidak dapat
     digunakan oleh Grup.


6. PIUTANG USAHA

     Pada tanggal 31 Maret 2025, akun ini seluruhnya merupakan piutang dari pihak ketiga atas pendapatan
     reparasi dan perawatan mobil dengan saldo sebesar Rp 14.406.685.

     Seluruh piutang usaha jatuh tempo kurang dari 30 hari. Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh
     piutang usaha dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan cadangan penurunan nilai piutang.




                                                             30
Page 34
                                                                                                 Lampiran

7.   PERSEDIAAN

     Pada tanggal 31 Maret 2025, akun ini merupakan persediaan suku cadang dengan saldo sebesar Rp
     4,373,575,815.

     Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat persediaan tersebut di atas tidak melebihi realisasi
     bersihnya dan oleh karena itu, tidak diperlukan penyisihan untuk menyesuaikan jumlah tercatat
     persediaan ke nilai realisasi netonya.


8.   PERLENGKAPAN

     Pada tanggal 31 Maret 2025, akun ini merupakan perlengkapan kantor dengan saldo sebesar
     Rp 201,582,347.


9.   UANG MUKA

     Akun ini terdiri dari:
                                                                                          31 Maret 2025

     Biaya emisi saham dibayar di muka                                                                   -
     Uang muka pembelian aset                                                                            -
     Uang muka sewa                                                                                      -
     Uang muka pembelian persediaan                                                              2,000,000

     Jumlah                                                                                      2,000,000



     Rincian uang muka pembelian persediaan adalah sebagai berikut :
                                                                                          31 Maret 2025

     Utama Motor                                                                                 2,000,000

     Jumlah                                                                                      2,000,000




10. ASET LAIN-LAIN

     Pada tanggal 31 Maret 2025, akun ini merupakan uang jaminan sewa kepada Tn. Hence Gunawan dan
     PT Poin Sejahtera Land untuk sewa bangunan masing-masing sebesar Rp 15.000.000 dan
     Rp 10.000.000.


11. ASET TETAP
     Akun ini terdiri dari:

                                                                 31 Maret 2025
                                                     Penambahan/          Pengurangan/
                                   Saldo Awal        Reklasifikasi        Reklasifikasi     Saldo Akhir
     Biaya Perolehan
     Kepemilikan langsung
       Tanah                       18.681.732.899        25.409.386.967               -     44.091.119.866
       Bangunan                    17.368.902.090         3.132.878.426               -     20.501.780.516


                                                    31
Page 35
                                                                                          Lampiran

     Kendaraan                     8.069.963.848             6.329.000         -       8.076,292.848
     Peralatan bengkel             8.338.320.785         1.245.210.201         -       9.583.530.986
     Inventaris                    2.113.629.814         1.015.945.172         -       3.129.574.986
   Aset hak guna
     Bangunan                      6.070.601.677         3.017.501.000         -       9.088.102.677
   Jumlah Biaya Perolehan         60.643.151.113        33.827.250.766         -      94.470.401.879

   Akumulasi Penyusutan
   Kepemilikan langsung
     Bangunan                      2.245.271.078          253.348.396          -       2.498.619.474
     Kendaraan                     3.954.953.338          249.376.695          -       4.204.330.033
     Peralatan bengkel             4.691.505.125          313.654.936          -       5.005.160.061
     Inventaris                    1.314.490.647           90.057.542          -       1.404.548.189


   Aset hak guna
     Bangunan                      1.660.649.937          230.340.542          -       1.890.990.526
   Jumlah Akumulasi
     Penyusutan                   13.866.870.125         1.136.778.158         -      15.003.648.283

   Nilai Buku                     46.776.280.988                                      79,466,753,596




12. UTANG USAHA

   Akun ini terdiri dari:
                                                                                   31 Maret 2025

   Pihak ketiga – Rupiah                                                                277,733,067
   Pihak berelasi – Rupiah (Catatan 26)                                                  161,431.,87

   Jumlah                                                                               439.164.754


  Utang usaha merupakan utang atas pembelian suku cadang. Tidak terdapat syarat dan kondisi tertentu
  terkait utang usaha tersebut



13. PERPAJAKAN

   a. Pajak dibayar di muka

        Akun ini terdiri dari:

                                                                                   31 Maret 2025

      Perusahaan
      Deposit Pajak                                                                      20,994,088
      Pajak Penghasilan
         Pasal 4 ayat 2                                                                           -
         Pasal 23                                                                           172,350
         Pasal 25                                                                        46,371,281
         Pasal 28A                                                                      329,506,918
      Pajak Pertambahan Nilai                                                               121,426

      jumlah                                                                            397,166,063



   b. Utang pajak


                                                   32
Page 36
                                                                                                        Lampiran


      Akun ini terdiri dari:
                                                                                           31 Maret 2025

      Perusahaan
      Pajak Penghasilan
         Pasal 4 ayat 2                                                                           1,113,423,500
         Pasal 21                                                                                    73,629,323
         Pasal 23                                                                                   101,451,065
         Pasal 25                                                                                     5,678,483
         Pasal 29                                                                                   406,934,067
      Pajak Pertambahan Nilai                                                                        -1,903,795

      Sub-jumlah                                                                                  1,699,212,643




13. PERPAJAKAN (lanjutan)

   c. Pajak penghasilan tangguhan

                                                                      31 Maret 2025
                                                                                  Dikreditkan
                                                                                (Dibebankan) ke
                                                                                  penghasilan
                                                           Dikreditkan ke        komprehensif
                                         Saldo awal           laba rugi               lain                Saldo Akhir

      Perusahaan
      Imbalan pasca kerja karyawan         67.847.537                       -                     -          67.847.537
      Entitas Anak
      Imbalan pasca kerja karyawan        284.722.684                       -                     -         284.722.684

      Jumlah                              352.570.221                       -                     -         352.570.221




14. LIABILITAS SEWA

   Pada tanggal 31 Maret 2025, akun ini terdiri dari:

                                                                                             31 Maret 2025

   PT Poin Sejahtera Land                                                                               990,000,000
   Tn. Hence Gunawan                                                                                  1,240,000,000

   Dikurang bagian yang jatuh tempo dalam satu
      tahun                                                                                            660,000,000

   Bagian Jangka Panjang                                                                              1,570,000,000


   Berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa tanggal 28 November 2024, Perusahaan telah melakukan
   sewa bangunan kepada PT Poin Sejahtera Land yang akan digunakan sebagai bengkel dan berlokasi
   di Pusat Otomotif Indonesia (POIN), Jl. Sudirman Blok C02, Pantai Indah Kapuk 2. Sewa bangunan
   tersebut berlaku selama 10 tahun yang akan dimulai sejak tanggal 1 November 2024 sampai dengan
   31 Oktober 2034. Jumlah nilai sewa keseluruhan adalah sebesar Rp 1.831.500.000 sudah termasuk
   PPN 11%.
   Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa Menyewa tanggal 1 November 2024, Perusahaan telah melakukan
   sewa bangunan kepada Hence Gunawan yang akan digunakan sebagai bengkel dan berlokasi di Desa
   Margahayu Tengah, Margahayu, Bandung, Jawa Barat. Sewa bangunan tersebut berlaku selama 10
   tahun yang akan dimulai sejak tanggal 23 Februari 2025 sampai dengan 22 Februari 2035 dengan
   jumlah nilai sewa keseluruhan sebesar Rp 1.550.000.000.

                                                      33
Page 37
                                                                                                Lampiran


15. UTANG BANK

   Pada tanggal 31 Maret 2025, akun ini terdiri dari:

                                                                                      31 Maret 2025

   Perusahaan
   PT Bank Maybank Tbk.                                                                3,599,999,998
   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                                       5,189,869,988

   Sub-jumlah                                                                          8,789,869,986

   Dikurang bagian yang jatuh tempo dalam satu
      tahun                                                                            1,978,517,365

   Bagian Jangka Panjang                                                                6,811,352,621



  Perusahaan

   Berdasarkan Perjanjian Kredit No. RCO.YOG/0073/KI/2021 tanggal 17 Desember 2021 dan telah
   diubah pada Addendum ke-1 tanggal 7 April 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi
   dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan limit kredit tidak melebihi Rp 4.000.000.000. Fasilitas Kredit
   tersebut digunakan untuk pembelian Tanah dan Bangunan Gudang di Kelurahan Pisangan, Kecamatan
   Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten. Fasilitas Kredit tersebut memiliki jangka waktu 5 tahun
   dan dikenakan bunga sebesar 9,5% per tahun.

   Agunan atas Fasilitas Kredit ini adalah tanah dan bangunan yang terletak di Kelurahan Pisangan,
   Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten dengan bukti kepemilikan sebagai berikut:
   1. SHM No. 06955 tanggal terbit 5 Juli 2011 atas nama Sondrajati Gosali, yang akan dibalik nama
      menjadi atas nama PT Jantra Grupo Indonesia. Akan diikat Hak Tanggungan Peringkat I sebesar
      Rp 4.000.000.000.
   2. SHM No. 10483 tanggal terbit 20 Desember 2017 atas nama Sondrajati Gosali, yang akan dibalik
      nama menjadi atas nama PT Jantra Grupo Indonesia. Akan diikat Hak Tanggungan Peringkat I
      sebesar Rp 100.000.000.

   Berdasarkan Perjanjian Kredit No. RCO.YOG/0080/KI/2022 tanggal 23 Desember 2022 dan telah
   diubah pada Addendum ke-1 tanggal 30 Desember 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit
   Investasi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan limit kredit tidak melebihi Rp 4.000.000.000.
   Fasilitas Kredit tersebut digunakan untuk pembelian Tanah dan Bangunan Gudang dengan bukti SHGB
   No. 05009 atas nama PT Jantra Grupo Indonesia yang terletak di Kelurahan Pisangan, Kecamatan
   Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Fasilitas Kredit tersebut memiliki jangka waktu 5 tahun dan
   dikenakan bunga sebesar 10% per tahun.

   Agunan atas Fasilitas Kredit ini adalah sebidang tanah dan bangunan sebagaimana diuraikan dalam
   SHGB No. 05009, terletak di Kota Tangerang Selatan, Kecamatan Ciputat Timur, Kelurahan Pisangan,
   Banten atas nama PT Jantra Grupo Indonesia.

   Hal-hal yang wajib dilaksanakan oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:
   a. Menjaga rata-rata saldo rekening giro dan/atau tabungan atas nama Perusahaan di Bank sehingga
       tercermin minimal 5% dari limit kredit paling lambat 6 bulan sejak tanggal penandatanganan
       Perjanjian Kredit.
   b. Mengijinkan Bank atau pihak lain yang ditunjuk untuk sewaktu-waktu melakukan
       pemeriksaan/pengawasan kegiatan usaha dan laporan keuangan Perusahaan dimana biaya yang
       timbul sepenuhnya menjadi beban Perusahaan.
   c. Mencadangkan dana di rekening giro dan/atau tabungan atas nama Perusahaan di Bank, sebesar
       1 kali kewajiban pokok dan bunga atau sebesar Rp 99.388.000 dan dilakukan blokir serta bersedia
       untuk mengisi kembali apabila pencadangan tersebut telah digunakan.
   d. Menyampaikan laporan kegiatan usaha yaitu pembelian, persediaan, penjualan dan piutang usaha
       setiap semesteran yang dirinci per bulan dan paling lambat telah diterima Bank 60 hari setelah akhir


                                                   34
Page 38
                                                                                              Lampiran

       periode laporan.
    e. Menyampaikan laporan keuangan tahunan un-audited paling lambat diterima Bank 90 hari setelah
       akhir periode laporan.
    f. Menyalurkan aktivitas keuangan usaha pada rekening giro dan/atau tabungan atas nama
       Perusahaan di Bank, sehingga mutasi kredit yang merupakan hasil usaha tercermin minimal 70%
       dari penjualan dalam waktu 6 bulan pertama sejak tanggal penandatanganan Perjanjian Kredit.
       Apabila tidak terpenuhi, maka suku bunga akan direview.
    g. Menyerahkan copy bukti pengurusan IMB/PBG atas SHM No. 10389 atas nama Supriadi S, Sri
       Sukaesih, Suryani dan Mulyadi yang akan dibalik nama menjadi atas nama PT Jantra Grupo
       Indonesia.

    Hal-hal yang tidak boleh dilakukan Perusahaan selama belum membayar lunas Fasilitas Kredit ini tanpa
15. UTANG BANK (lanjutan)

   Perusahaan (lanjutan)

    persetujuan tertulis dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk adalah sebagai berikut:
    a. Memindahtangankan objek agunan kredit.
    b. Pindah lokasi kantor/tempat usaha atau mengganti nomor telepon Perusahaan tanpa seijin PT Bank
        Mandiri (Persero) Tbk. Apabila Perusahaan akan melakukan perubahan lokasi kantor/lokasi/tempat
        usaha/nomor telepon, maka Perusahaan wajib melaporkan dan meminta ijin kepada PT Bank
        Mandiri (Persero) Tbk.
    c. Melakukan inisiatif atau Langkah-langkah strategis yang dapat mempengaruhi aktivitas keuangan
        dan usaha.
    d. Melakukan perubahan anggaran dasar perusahaan termasuk didalamnya pemegang saham,
        pengurus, permodalan dan nilai saham.
    e. Mengikatkan diri sebagai penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan kepada pihak lain.
    f. Mengambil bagian barang jaminan kecuali persediaan dalam rangka kegiatan usaha.
    g. Mengajukan restrukturisasi COVID-19 atas fasilitas kredit produktif di PT Bank Mandiri (Persero)
        Tbk.
    h. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari bank/lembaga pembiayaan lain, yang dapat
        menambah risiko termasuk namun tidak terbatas pada fasilitas/transaksi derivatif.
    i. Menyewakan modal untuk keperluan di luar usaha yang melebihi laba bersih tahun sebelumnya.
    j. Mengambil bagian dividen atau modal melebihi laba tahun berjalan.

    Berdasarkan Surat Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) No.JRB.R07/SME.YOG.367/2024 tanggal 12
    Juni 2024, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menyetujui permohonan Perusahaan, yaitu
    pelaksanaan Negative Covenant sebagai berikut:
    - Melakukan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan termasuk didalamnya pemegang saham,
       pengurus Perusahaan, permodalan dan nilai nominal saham.
    - Mengambil bagian dividen atau modal melebihi lava tahun berjalan.

    Pada tanggal 31 Maret 2025, Perusahaan telah memenuhi seluruh pembatasan dan kewajiban yang
    diwajibkan oleh bank.

   Entitas Anak

    PT Jantra & JTRS (JDJ)

    Berdasarkan Perjanjian Kredit No.RCO.JSD/0335/KI/2022 tanggal 16 September 2022, JDJ
    memperoleh Fasilitas Kredit Produktif Berbasis Aset dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri)
    dengan pagu kredit tidak melebihi limit kredit sebesar Rp 1.530.000.000. Fasilitas Kredit tersebut
    digunakan untuk investasi penambahan dan peremajaan mesin peralatan jasa perawatan dan reparasi
    kaki-kaki mobil. Fasilitas Kredit tersebut memiliki jangka waktu 3 tahun sampai dengan 15 September
    2025 dan dikenakan bunga sebesar 10% per tahun.
    Agunan atas Fasilitas Kredit ini adalah tanah dan bangunan sebagaimana diuraikan dalam Sertifikat
    Hak Milik Nomor 7392/Ciganjur, tanggal terbit 27 Februari 2014 atas nama Imam Sujono, yang terletak
    di Jalan Brigif, Komplek Brigif Mansion Kavling 15 (JTR 168), RT.011, RW.006, Kelurahan Ciganjur,
    Kecamatan Jagakarsa, Kota Administasi Jakarta Selatan.

    Hal-hal yang wajib dilaksanakan oleh JDJ adalah sebagai berikut:
    a. Menyampaikan laporan kegiatan usaha bulanan meliputi laporan pembelian, penjualan, persediaan

                                                  35
Page 39
                                                                                               Lampiran

       dan piutang usaha yang dirinci setiap bulan disampaikan secara rutin setiap triwulanan dan paling
       lambat telah diterima Mandiri 30 (tiga puluh) hari setelah akhir periode laporan.
    b. Menggunakan fasilitas kredit sesuai dengan tujuan penggunaan kredit.
    c. Mengizinkan Mandiri atau pihak lain yang ditunjuk untuk sewaktu-waktu melakukan
       pemeriksaan/pengawasan kegiatan usaha dan laporan keuangan JDJ, biaya yang timbul
       sepenuhnya menjadi beban JDJ.
    d. Menyerahkan hasil penilaian ulang atas agunan secara periodik paling lambat setiap 24 (dua puluh
       empat) bulan sekali oleh pihak Mandiri dan atau pihak appraisal independent rekanan Mandiri
       dengan biaya menjadi beban JDJ. Apabila terdapat penurunan nilai agunan, maka JDJ bersedia
       mengganti/menambah angunan minimal sebesar penurunan nilai agunan dimaksud.
    e. Menjaga ketersediaan dana blokir sebesar 1 (satu) kali kewajiban atau sebesar Rp 49.500.000 pada
       rekening giro/tabungan atas nama JDJ sampai dengan fasilitas kredit dinyatakan lunas, sekaligus
15. UTANG BANK (lanjutan)

   Entitas Anak (lanjutan)

   PT Jantra & JTRS (JDJ) (lanjutan)

       kuasa untuk membuka blokir serta menggunakan dana tersebut sewaktu-waktu apabila JDJ
       menunggak kewajiban hinga akhir bulan berjalan. Apabila dana blokir cadangan kewajiban
       digunakan, maka JDJ wajib untuk menyetor kembali dana yang diblokir tersebut maksimal 7 (tujuh)
       hari kerja sejak dana blokir digunakan sehingga minimal nilai dana cadangan tetap sebesar 1 (satu)
       kali pembayaran kewajiban bunga fasilitas Kredit Produktif Berbasis Asset di Mandiri.
    f. Menjaga average baki debet minimal 70% (tujuh puluh persen) dari limit.
    g. Menjaga average Current Account Saving Account (CASA) minimal 20% (dua puluh persen) dari
       baki debet.
    h. Menyalurkan transaksi keuangan usaha ke Mandiri yaitu minimal sebesar 70% (tujuh puluh persen)
       dari omset.
    i. Menyerahkan bukti perpanjangan sewa atas lokasi usaha paling lambat 1 (satu) bulan sebelum jatuh
       tempo masa laku sewa. Selanjutnya copy perjanjian sewa-menyewanya yang telah diperpanjang
       tersebut diserahkan kepada Mandiri dengan menunjukkan asli dokumennya.
    j. Menjaga kolektibilitas fasilitas kredit atas nama JDJ, Pengurus/Pemegang Saham di Mandiri dan
       bank lain.

    Hal-hal yang tidak boleh dilakukan JDJ selama belum membayar lunas Fasilitas Kredit ini tanpa
    persetujuan tertulis dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk adalah sebagai berikut:
    a. Melakukan perubahan Anggaran dasar JDJ termasuk didalamnya pemegang saham, pengurus,
        permodalan, dan nilai saham kecuali peningkatan modal JDJ tanpa merubah komposisi pemegang
        saham, cukup memberitahukan secara tertulis kepada Mandiri dalam jangka waktu 30 (tiga puluh)
        hari setelah peningkatan modal tersebut dilakukan.
    b. Memindahtangankan barang agunan fixed asset.
    c. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari pihak lain, kecuali mendapatkan persetujuan tertulis
        dari Mandiri.
    d. Mengikatkan diri sebagai penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan JDJ kepada pihak
        lain.
    e. Mengambil bagian deviden atau modal untuk kepentingan di luar usaha dan untuk kepentingan
        pribadi.
    f. Menyewakan objek agunan fixed asset.
    g. Pindah lokasi kantor/tempat usaha atau mengganti nomor telepon JDJ/key person tanpa seijin
        Mandiri. JDJ akan melakukan perubahan lokasi kantor/lokasi tempat usaha/nomor telepon, maka
        JDJ/key person wajib melaporkan dan meminta ijin kepada Mandiri.
    h. Mengalihkan/ menyerahkan kepada pihak lain, Sebagian atau seluruhnya atas hak dan kewajiban
        yang timbul berkaitan dengan fasilitas Kredit Produktif Berbasis Asset.
    i. Mengalihkan kepemilikan saham/membubarkan JDJ.
    j. Mengajukan restrukturisasi COVID-19 atas fasilitas kredit produktif di Mandiri.
    k. Melakukan penjualan dan pembelian aktiva tetap (investasi) yang dapat menggaggu cash flow JDJ.
    l. Memberikan/menambahkan piutang kepada pemegang saham di luar core bisnis JDJ.


    Pada tanggal 31 Maret 2025, JDJ telah memenuhi seluruh pembatasan dan kewajiban yang diwajibkan
    oleh bank.


                                                   36
Page 40
                                                                                       Lampiran

PT Jantra Traspatih Indonesia (JTras)

Berdasarkan Surat Penegasan Pembiayaan No.S.2024.198/DIR tanggal 17 Mei 2024, JTras
memperoleh Fasilitas Pembiayaan dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank) dengan rincian
sebagai berikut:

 1.   Jenis Fasilitas Syariah   :   Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) PB 1 - New
      Plafond Baru              :   Rp 5.450.000.000
      Tujuan                    :   Investasi pembelian tempat usaha
      Jangka Waktu              :   3 Juni 2024 – 3 Juni 2034
      Tk. Keuntungan Sewa       :   Indikatif eq 8,88% per tahun (fixed 5 tahun)

 2.   Jenis Fasilitas Syariah   :   Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) PB 2 - New
      Plafond Baru              :   Rp 400.000.000
      Tujuan                    :   Refinancing investasi
      Jangka Waktu              :   3 Juni 2024 – 3 Juni 2031
      Tk. Keuntungan Sewa       :   Indikatif eq 8,88% per tahun (fixed 5 tahun)

 3.   Jenis Fasilitas Syariah   :   Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) PB 3 - New
      Plafond Baru              :   Rp 300.000.000
      Tujuan                    :   Refinancing investasi
      Jangka Waktu              :   3 Juni 2024 – 3 Juni 2029
      Tk. Keuntungan Sewa       :   Indikatif eq 8,88% per tahun (fixed 5 tahun)

Agunan atas Fasilitas Pembiayaan ini adalah sebagai berikut:
1. Gudang dengan nomor bukti kepemilikan SHGB 1732 yang akan dibalik nama ke atas nama
   PT Jantra Traspatih Indonesia, yang terletak di Jalan Damai, Mudal RT 001 RW 019 Kelurahan
   Sariharjo.
2. Corporate Guarantee No. 02 atas nama PT Liantra Wil Indonesia.

Syarat dan kondisi fasilitas adalah sebagai berikut:
a. Nasabah wajib mengaktifkan rekening Maybank.
b. Di samping membuka rekening untuk membukukan pembiayaan, Nasabah harus membuka rekening
   operasional untuk aktivitas usaha Nasabah.
c. Nasabah wajib mengaktifkan secara proporsional transaksi aktivitas keuangan Nasabah melalui
   rekening operasional Nasabah di Bank dan menyalurkan aktivitas keuangan lainnya secara
   proporsional serta menggunakan produk perbankan yang disediakan oleh Bank antara lain namun
   tidak terbatas pada ativitas keuangan ekspor/impor dan transaksi lainnya.
d. Wajib memiliki rekening operasional untuk aktivitas usahanya selain rekening PRK.
e. Khusus untuk kredit investasi pembiayaan property, pembayaran uang muka harus di transfer via
   rekening Maybank nasabah bersamaan dengan porsi pembiayaan dari bank. Atau jika telah dibayar,
   maka debitur harus menyerahkan asli bukti transfer atau copy giro dan bukti debet rekeningnya.
f. Sinking fund sebesar 1 kali cicilan (khusus untuk fasilitas PB).
g. Pembiayaan Syariah wajib menggunakan asuransi Syariah rekanan bank dan seluruh agunan wajib
   diasuransikan pada perusahaan asuransi Syariah rekanan Bank atas beban biaya Nasabah dengan
   banker’s clause kepada Bank. Agunan yang telah diasuransikan pada perusahaan asuransi lain
   akan langsung diperpanjang di asuransi Syariah rekanan Bank dengan nilai pertanggungan yang
   cukup sejak polis tersebut jatuh tempo sampai dengan jatuh tempo fasilitas.
h. Bank berhak untuk memperpanjang polis asuransi pada saat jatuh tempo dan mendebet biaya
   kontribusi asuransi dari rekening Nasabah.
i. Bank berhak untuk sewaktu-waktu dengan pemberitahuan secara tertulis kepada Nasabah
   mengubah atau meninjau kembali besarnya tingkat margin/sewa/nisbah bagi hasil dan/atau tingkat
   keuntungan sewa pembiayaan yang akan dikenakan oleh Bank kepada Nasabah. Pemberlakuan
   dari perubahan tingkat imbal hasil mengacu pada ketentuan yang berlaku.
j. Biaya keterlambatan pembayaran kewajiban atau kelebihan Tarik ditetapkan sebesar Eq4% per
   bulan (untuk fasilitas IDR) dari jumlah yang terlambat dibayar atau kelebihan tariknya. Biaya
   keterlambatan akan digunakan Bank untuk Ganti Rugi (Ta’widh) dan Denda (Ta’zir). Biaya
   keterlambatan pembayaran kewajiban atau kelebihan tarik dengan mata uang non IDR, akan
   dikenakan beban administrasi denda sebesar 2% per bulan atau 24% per tahun atau sesuai dengan
   kebijakan yang berlaku di Maybank Indonesia, dan akan masuk ke dana sosial.
k. Jaminan sekaligus obyek MMQ berupa SHM 495 tidak diperkenankan disewakan kepada pihak lain
   tanpa oersetujuan tertulis dari Bank. Jika disewakan maksimum 3 tahun.

                                                37
Page 41
                                                                                                Lampiran

    l. Nasabah wajib mengajukan permohonan atau memberitahukan pelunasan minimal 14 hari kalender
       sebelum tanggal pelunasan, baik pelunasan sebelum jatuh tempo maupun pada saat jatuh tempo
       pembiayaan.
    m. Pelunasan sebelum jatuh tempo, baik Sebagian maupun seluruh fasilitas, dikenakan biaya
       pelunasan maksimal Rp 163.500.000,- (PB1), Rp 12.000.000,- (PB2), Rp 9.000.000,- (PB MMq 3)
       (atau setara Eq. 3% dari outstanding termasuk limit yang belum dicairkan yang (akan dilunasi) untuk
       pembiayaan berjangka).
    n. Nasabah wajib memberikan seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk proses perpanjangan fasilitas
       paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum jatuh tempo fasilitas.
    o. Bank berhak melakukan kunjungan ke lokasi usaha dan review atas kondisi usaha sewaktu-waktu
       bilamana diperlukan.
    p. Khusus untuk kredit investasi pembiayaan property (ruko, gudang, tanah, dll), property yang dibiayai
       harus digunakan untuk kepentingan usaha nasabah.
    q. Pembayaran imbal hasil pembiayaan PRKS tanggal 5 setiap bulannya dan untuk PPB tanggal 1
15. UTANG BANK (lanjutan)

    Entitas Anak (lanjutan)

    PT Jantra Traspatih Indonesia (JTras) (lanjutan)

       setiap bulannya, sedangkan angsuran pembiayaan (PB) sesuai dengan daftar cicilan setiap
       bulannya. Apabila tanggal tersebut jatuh pada hari libur maka pembebanan imbal hasil dilakukan 1-
       2 hari kerja sebelumnya.
    r. Fasilitas pembiayaan syariah dipergunakan untuk kegiatan usaha atau pengadaan barang/jasa yang
       tidak bertentangan dengan prinsip syariah.
    s. AJB dan balik nama SHM 495 ke atas nama debitur melalui notaris rekanan Maybank (setelah
       proses turun waris dari pihak penjual selesai.
    t. APHT min 125% limit kredit (meskipun melebihi nilai taksasi), jika diperlukan SKMHT max 1 kali dan
       tidak boleh berulang dilengkapi CN Notaris rekanan Maybank.
    u. Corporate Guarantee PT Liantra Wil Indonesia, PT JTR Auto Parts Indonesia, PT Joen Lie Indonesia.
    v. PB 1 MMQ Rp 5.450 jt untuk pembelian FA SHM 495 dengan nilai transaksi Rp 7 Milliar Bank finance
       78% dari nilai transaksi atau 85% dari nilai taksasi T&B.
    w. PB 2 MMQ Rp 400 jt digunakan untuk renovasi bangunan di atas SHM 495 dengan nilai RAB Rp
       999.962.220 (Bank Finance 40% dari nilai RAB).
    x. PB 3 MMQ digunakan untuk pembelian peralatan/mesin bengkel dengan max bank finance 70% dari
       nilai transaksi.
    y. Akan dilakukan Adendum PK untuk penambahan CG untuk PT Joen Lie Indonesia dan
       PT JTR Auto Parts.

    Pada tanggal 31 Maret 2025, JTras telah memenuhi seluruh persyaratan dan ketentuan yang diwajibkan
    oleh bank.



16. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN

    Pada tanggal 31 Maret 2025, akun ini merupakan utang atas perolehan kendaraan dengan rincian
    sebagai berikut:

                                                                                       31 Maret 2025


    PT BCA Finance                                                                           193,012,400
    PT Mandiri Utama Finance                                                                  57,218,000
    PT Federal International Finance                                                           2,574,000

    Sub-jumlah                                                                               252,804,400

    Dikurang bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun                                        252,804,400

    Bagian Jangka Panjang                                                                                -


                                                    38
Page 42
                                                                                                                             Lampiran


   Utang kepada PT BCA Finance merupakan utang JDJ atas perolehan kendaraan, berjangka waktu
   hingga 28 Oktober 2025 dan dikenakan bunga 5,92% p.a.

   Utang kepada PT Mandiri Utama Finance merupakan utang JTras atas perolehan kendaraan, berjangka
   waktu hingga 7 Mei 2025 dan dikenakan bunga 1,25%.

   Utang kepada PT Federal International Finance merupakan utang JMKI atas perolehan kendaraan,
   berjangka waktu hingga Juni 2025 dan dikenakan bunga 1,42%.


17. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA

   Perusahaan memiliki program pensiun manfaat pasti yang sepenuhnya tidak didanai untuk mencakup
   seluruh karyawan tetap. Perusahaan mencadangkan liabilitas imbalan kerja jangka panjang sesuai
   dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 tanggal 25 Oktober 2003, Omnibus Law No. 11 Tahun
   2020 dan Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021. Liabilitas imbalan kerja pada tanggal 31 Maret
   2025, didasarkan pada laporan Kantor Konsultan Aktuaria Agus Susanto, aktuaris independen, maisng-
   masing tanggal dd/mm/yy dan 24 September 2024. Liabilitas tersebut dihitung menggunakan metode
   “Projected Unit Credit”, dengan asumsi-asumsi utama sebagai berikut:

                                                                               31 Maret 2025                 31 Desember 2023

   Tingkat diskonto                                                                          7,1%                             6,9%
   Kenaikan gaji                                                                    10% per tahun                    10% per tahun
   Umur pensiun normal                                                                   56 tahun                         56 tahun
   Tingkat mortalitas                                                                 TMI IV 2019                      TMI IV 2019


   Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti dan jumlah yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan
   komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                                               31 Maret 2025

   Saldo awal – Perusahaan                                                          1.602.591.898

   Beban yang diakui dalam laba rugi (lihat
     Catatan 24)
     Biaya jasa kini                                                                (111,741,904 )
     Biaya bunga                                                                                 -
     Biaya jasa lalu

       Sub-jumlah                                                                                     -

   Pembayaran benefit                                                                                 -
   Pengukuran kembali yang diakui dalam
     penghasilan komprehensif lain                                                                    -

   Jumlah                                                                           1,490,849,994



18. MODAL SAHAM

   Rincian pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 adalah sebagai berikut:
   _______________________________________________________________________________________________________________________________________
                                                   Jumlah Saham
                                                  Ditempatkan dan                   Persentase
         Pemegang Saham                            Disetor Penuh                   Pemilikan (%)                      Jumlah
   PT Tahtra Kertajaya Indonesia                      1.625.792.000                   99,9995%                        40.644.800.000
   Imam Sujono                                            4.000                       0,00025%                               100.000
   Jantra Al Rasyid                                       4.000                       0,00025%                               100.000


                                                                  39
Page 43
                                                                                     Lampiran


   Jumlah                                1.625.800.000        100               40.645.000.000



19. SALDO LABA

   Mutasi saldo laba adalah sebagai berikut:

                                                                            31 Maret 2025

   Saldo awal                                                                   3,472,034,680
   Penyisihan cadangan saldo laba
   Dividen (Catatan 20)                                                                     -
   Laba bersih tahun berjalan                                                   1,310,721,746

   Total saldo laba - belum dapat ditentukan
      penggunaannya                                                             4,782,756,426



20. DIVIDEN



21. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

                                                                              31 Maret 2025

   Saldo awal                                                                      201.080,820
   Pengukuran kembali atas imbalan pascakerja                                                -
   Pajak penghasilan terkait                                                                 -
   Penghasilan komprehensif lain proforma dari
      transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali                                           -
   Kepentingan non-pengendali                                                                   -

   Jumlah                                                                          201.080.820




22. PENDAPATAN

   Akun ini terdiri dari:
                                                                                31 Maret 2025

   Pendapatan jasa reparasi dan perawatan mobil                                    8,806,854,684
   Penjualan suku cadang                                                           7,685,692,956
   Diskon Penjualan                                                                (501,452,018)
   Retur Penjualan                                                                    (7,185,750)

   Jumlah                                                                         15,983,909,873




23. BEBAN POKOK PENDAPATAN

   Pada Maret 2025, akun ini merupakan beban pokok pendapatan jasa reparasi dan perawatan mobil
   dan beban pokok atas pemakaian suku cadang untuk keperluan jasa reparasi dan perawatan mobil
   dengan saldo sebesar Rp 4,113,163,174.




                                                  40
Page 44
                                                                                             Lampiran



24. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

   Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:
                                                                                       31 Maret 2025

   Gaji dan tunjangan                                                                      5,918,275,493
   Umum                                                                                    1,886,339,158
   Penyusutan (lihat Catatan 11)                                                           1,124,512,934
   Operasional bengkel                                                                       311,272,982
   Langsung lainnya                                                                          104,988,469
   Listrik dan air                                                                           130,417,716
   Imbalan pascakerja karyawan (lihat Catatan 17)                                                      -
   Transportasi                                                                              106,608,618
   Kantor                                                                                     54,835,908
   Sumbangan                                                                                  74,903,400
   Internet dan telepon                                                                      102,129,395
   Kendaraan                                                                                  44,776,382
   Beban Asuransi                                                                                      -
   Beban Pemeliharaan Aset                                                                    34,114,749
   Jasa profesional                                                                          265,427,928
   Beban Perlengkapan                                                                         37,226,285
   Beban Operasional Lainya                                                                  190,291,572
   Beban Lainnya                                                                              15,600,860

   Jumlah                                                                                 10.401.721.848


25. LABA PER SAHAM

   Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan dengan rata-rata tertimbang
   jumlah saham biasa yang ditempatkan penuh, yang beredar pada tahun bersangkutan sebagai berikut:

                                                                                        31 Maret 2025

   Jumlah laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk                          -
   Rata-rata tertimbang jumlah lembar saham beredar (lihat Catatan 18)                                      -

   Laba per saham                                                                                           -

26. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI

   Berikut ini transaksi signifikan antara Perusahaan dan pihak berelasi sesuai dengan persyaratan yang
   ditetapkan antara pihak-pihak terkait:

                                                                                        31 Maret 2025

   Aset lancar
   Piutang lain-lain
      PT JKK Serang                                                                          134,482,752
      PT JKK Mojolaban                                                                       136.,426,716
      CV Prema Jantrawil                                                                      29,036,332
      CV Imasu Darmalaksana                                                                   29,036,332
      PT Cipta Piranti                                                                            547,600

   Sub-jumlah                                                                                329,529,732




                                                 41
Page 45
                                                                                              Lampiran

    Aset tidak lancar                                                                       31 Maret 2025
   Piutang lain-lain
      PT JKK Serang                                                                           782,349,152
      PT JKK Mojolaban                                                                         34,099,188

   Sub-jumlah                                                                                 816,448,340

   Jumlah                                                                                   1.145.978.072


   Pembelian
     PT JTR Auto Parts Indonesia                                                              161,431,687




27. INSTRUMEN KEUANGAN

   Pengelompokan aset keuangan telah diklasifikasikan menjadi pinjaman yang diberikan dan piutang.
   Demikian halnya dengan liabilitas keuangan telah diklasifikasikan menjadi liabilitas keuangan yang
   diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

   Seluruh jumlah tercatat aset dan liabilitas keuangan yang diakui di dalam laporan posisi keuangan
   konsolidasian, kecuali utang lain-lain – pihak berelasi, utang bank dan utang pembiayaan konsumen,
   telah mendekati nilai wajarnya karena merupakan instrumen keuangan yang berjangka pendek. Utang
   bank dan utang pembiayaan konsumen telah dikenakan suku bunga pasar sehingga jumlah tercatatnya
   telah mencerminkan nilai wajarnya.

28. PERISTIWA SIGNIFIKAN SETELAH PERIODE PELAPORAN

   - Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 60 tanggal 10 Mei 2025, Perusahaan
     melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor dengan rincian sebagai berikut :
     a. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang semula sebanyak 1.625.792.000 lembar
         saham, atau dengan nilai nominal sebesar Rp 40.645.000.000, menjadi sebanyak
         2.075.800.000 lembar saham, atau dengan nilai nominal sebesar Rp 51.895.000.000 dengan
         cara mengeluarkan saham baru sebanyak 450.000.000 lembar saham yang seluruhnya diambil
         bagian oleh Masyarakat.


29. PENERBITAN AMENDEMEN DAN PENYESUAIAN PSAK, PSAK DAN ISAK BARU

   DSAK-IAI telah menerbitkan amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan ISAK baru yang akan
   berlaku efektif atas laporan keuangan untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal
   sebagai berikut:

  1 Januari 2025
   - Amendemen PSAK 221 (sebelumnya PSAK 10): Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing -
      Kekurangan Ketertukaran.
   - PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74): Kontrak Asuransi.
   - Amendemen PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74): Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK
      117 (sebelumnya PSAK 74) dan PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) - Informasi Komparatif.

   Grup masih mengevaluasi dampak dari amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan ISAK baru di
   atas dan belum dapat menentukan dampak yang timbul terkait dengan hal tersebut terhadap laporan




                                                 42

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.63 MB
Published22 May 2025
Pages45
Characters149,320
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 50 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk p.1 ×32
linked org Tahtra Kertajaya p.12 ×2
linked person Imam Sujono p.13 ×9
linked person Jantra Al Rasyid | Jantra Al Rasyid p.16 ×8
linked person Beni Hendrawan p.16 ×2
linked person Dodon Tri Koeswardana p.16
linked person Yustina Anggraeni · Sekretaris Perusahaan p.17
linked person Efran Syamsumaulana p.17
linked person Devino Ihsan Lazuardi p.17
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.33 ×35
linked org Bank Victoria International Tbk p.33 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.33 ×2
linked org Bank Mega Tbk p.33 ×2
linked org Pantai Indah Kapuk p.36
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk p.40 ×2
linked org PT Federal International Finance p.41 ×3
possible org Bank Maybank Tbk p.33 ×4
possible person Agus Susanto p.42
unresolved person Suhardi Hadi Santoso · Notaris p.12
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.12 ×6
unresolved person Rosida Rajagukguk-Siregar p.12 ×10
unresolved org PT Tahtra Kertajaya Indonesia p.12 ×2
unresolved org PT Joen Lie p.12
unresolved org PT Liantra Wil p.12
unresolved org PT Jantra p.12 ×7
unresolved org PT Jantra Wil p.12
unresolved org PT Van Harness p.12
unresolved org PT Wildanes p.12
unresolved org PT Joen Lie Indonesia p.13 ×4
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.13 ×5
unresolved org PT Liantra Wil Indonesia p.13 ×3
unresolved org PT Jantra Mantra Kerta Indonesia p.13
unresolved org PT Jantra Wil Indonesia p.14 ×2
unresolved org PT Jantra Techno Indonesia p.15
unresolved org PT Van Harness Indonesia p.15
unresolved org PT Jantra Traspatih Indonesia p.15 ×4
unresolved org PT Wildanes Kertajaya Indonesia p.16
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.32
unresolved person Hence Gunawan p.34 ×2
unresolved org PT Poin Sejahtera Land p.34 ×3
unresolved org PT Jantra Grupo Indonesia. Akan p.37 ×2
unresolved org PT Jantra Grupo Indonesia. Hal-hal p.37 ×2
unresolved org PT Liantra Wil Indonesia. Syarat p.40
unresolved org PT JTR Auto Parts Indonesia p.41 ×2
unresolved org PT JTR Auto Parts. p.41
unresolved org PT BCA Finance p.41 ×2
unresolved org PT Mandiri Utama Finance p.41 ×2
unresolved org PT JKK Serang p.44 ×2
unresolved org PT JKK Mojolaban p.44 ×2
unresolved org PT Cipta Piranti p.44

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result