Back to announcement
20250521_SPTO_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31888025_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review SPTOSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 47
Page 1
LAPORAN
00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025
STUDI KELAYAKAN
RENCANA
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT SURYA PERTIWI TBK
Oleh
KJPP Felix Sutandar dan Rekan
Certi fied Business and Assets Appraiser
Page 2
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 Jakarta, 21 Mei 2025 Kepada Yth, Direksi PT SURYA PERTIWI TBK Wisma 81 TOTO Office Building Jalan Letjen S Parman Kav.81 Jakarta Barat 11420 Perihal: Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Dengan Hormat, Menunjuk Surat Kesepakatan Penugasan No. 0206/FSR/Spn/FS/2104/2025 tanggal 21 April 2025 yang telah disetujui Manajemen PT Surya Pertiwi Tbk (“SPTO” atau disebut juga “Perseroan”), perihal penyusunan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Surya Pertiwi Tbk, maka bersama ini kami sampaikan laporan mengenai hal tersebut. Latar Belakang Pada tahun 2024 tren penjualan melalui website di Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan, seiring dengan adopsi teknologi dan perubahan perilaku konsumen. Transaksi belanja online di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan mencapai Rp 487 triliun, meningkat dari Rp 453 triliun pada tahun sebelumnya. Oleh sebab itu, PT Surya Pertiwi Tbk (“SPTO” atau “Perseroan”) yang bergerak pada kegiatan usaha distribusi bahan konstruksi porselen dan perlengkapan rumah tangga merasa perlu untuk beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi dengan melakukan penjualan online melalui website. Untuk dapat menjual produk-produknya melalui internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya, Perseroan perlu untuk menyesuaikan KBLI sehubungan dengan rencana Perseroan tersebut, yaitu dengan kode KBLI Nomor 47919. Dengan adanya penambahan KBLI tersebut, Perseroan hanya perlu mengeluarkan biaya untuk pembuatan website dan diharapkan penjualan online akan memberikan kontribusi tambahan terhadap kinerja keuangan Perseroan. Selain itu, tidak ada dampak signifikan atau perubahan atas kegiatan operasional Perseroan karena rencana penambahan KBLI hanya untuk menunjang kegiatan usaha yang telah berjalan selama ini. Obyek Studi Kelayakan Obyek Studi Kelayakan adalah kelayakan atas rencana Penambahan Bidang Kegiatan Usaha terkait dengan KBLI 47919 tentang Perdagangan Eceran Melalui Media Untuk Berbagai Macam Barang Lainnya. Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 i
Page 3
Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan dari Studi Kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan adalah untuk melakukan analisa dan pengkajian mengenai kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dalam rangka memenuhi Peraturan POJK 17/ POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Tanggal Studi Kelayakan Tanggal (cut-off date) dari laporan Studi Kelayakan ini adalah 31 Desember 2024. Pemilihan tanggal Studi Kelayakan didasarkan atas tujuan Studi Kelayakan, aturan yang ada dan ketersediaan data. Pendekatan dan Metodologi Pendekatan yang digunakan dalam menganalisa kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan adalah dengan melakukan analisis atas kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan. Dari kajian kelayakan pasar, dengan adanya penambahan KBLI, maka tidak ada perubahan pangsa pasar, potensi pasar dan potensi nilai pasar Perseroan, karena rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas KBLI yang dimiliki oleh Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya. Dari kajian kelayakan teknis, menunjukan bahwa secara legalitas, dengan adanya penambahan KBLI, maka ke depannya, perijinan Perseroan terkait klasifikasi KBLI yang dimiliki menjadi sesuai dengan kegiatan usahanya yang telah berjalan selama ini. Selain itu, dengan penambahan KBLI, maka kegiatan operasional Perseroan tidak mengalami perubahan. Dari kajian kelayakan pola bisnis, menunjukan bahwa dengan adanya penambahan usaha, maka pola bisnis Perseroan tidak mengalami perubahan, karena rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas KBLI yang dimiliki oleh Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya. Dari kajian kelayakan model manajemen, menunjukan bahwa dengan adanya penambahan usaha, maka model manajemen Perseroan tidak mengalami perubahan, karena rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas KBLI yang dimiliki oleh Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya. Pada kajian kelayakan keuangan, penambahan KBLI Perseroan dinilai Layak karena memberikan manfaat secara kuantitatif yaitu peningkatan perolehan laba bersih sebesar Rp510 juta pada tahun 2025 hingga sebesar Rp718 juta pada tahun 2029 dibandingkan Tanpa Penambahan KBLI. Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 ii
Page 4
Dampak Keuangan Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka dampak terhadap keuangan Perseroan ke depannya adalah berupa penambahan pendapatan, beban pokok pendapatan, dan beban usaha atas kegiatan usaha yang baru, yang mengakibatkan penambahan atas laba bersih Perseroan yang baru, yaitu sebagai berikut: Kesimpulan Berdasarkan hal-hal sebagaimana diungkapkan di atas maka kami berpendapat bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Surya Pertiwi Tbk dimaksud adalah “LAYAK”. Hormat kami, KJPP Felix Sutandar & Rekan Felix Sutandar, MSc Pemimpin Rekan Kualifikasi : Penilai Properti dan Bisnis Ijin Penilai : PB-1.08.00022 STTD : STTD.PPB-31/PJ-1/PM.02/2023 MAPPI : 81-S-00017 Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 iii
Page 5
DAFTAR ISI SURAT PENGANTAR .......................................................................................................... i DAFTAR ISI ................................................................................................................... iv DAFTAR TABEL ............................................................................................................. vi DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................... . vii PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ................................................................. viii 1. PENDAHULUAN............................................................................................ 1 1.1. Identifikasi Status Penilai ....................................................................... 1 1.2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ....................................... 1 1.3. Latar Belakang ..................................................................................... 1 1.4. Obyek Studi Kelayakan .......................................................................... 2 1.5. Maksud dan Tujuan ............................................................................... 2 1.6. Tanggal Studi Kelayakan ........................................................................ 2 1.7. Ruang Lingkup ...................................................................................... 2 1.8. Prosedur yang Digunakan ...................................................................... 2 1.9. Pedoman Studi Kelayakan ...................................................................... 3 1.10. Sumber Data ....................................................................................... 3 1.11. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................... 4 1.12. Independensi Penilai ............................................................................ 4 1.13. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian ............................................. 4 2. KAJIAN INTERNAL PERSEROAN ..................................................................... 5 2.1. Pendirian Perusahaan ............................................................................ 5 2.2. Perizinan .............................................................................................. 5 2.3. Permodalan .......................................................................................... 5 2.4. Susunan Komisaris dan Direksi ............................................................... 5 2.5. Kegiatan Usaha ..................................................................................... 7 2.6. Produk yang Dihasilkan .......................................................................... 8 2.7. Pola Bisnis............................................................................................ 8 2.8. Struktur Organisasi Perseroan ................................................................ 9 2.9. Sumber Daya Manusia ..........................................................................10 2.10. Aspek Lingkungan ...............................................................................10 2.11. Kinerja Keuangan ...............................................................................11 2.12. Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ...............................................15 3. KAJIAN KELAYAKAN PASAR ..........................................................................16 3.1. Tinjauan Ekonomi Dunia .......................................................................16 3.2. Tinjauan Ekonomi Indonesia ..................................................................16 3.5. Analisis Industri Sanitari .......................................................................20 3.6. Prospek Usaha .....................................................................................21 3.7. Kesinambungan dan Potensi Nilai Pasar Produk ........................................21 3.8. Pesaing Usaha .....................................................................................21 3.9. Target Pasar ........................................................................................22 3.10. Strategi Pemasaran .............................................................................22 4. KAJIAN KELAYAKAN TEKNIS ........................................................................24 4.1. Jangkauan Pemasaran ..........................................................................24 4.2. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, dan Ahli Professional ..................24 4.3. Proses Distribusi dan Penjualan .............................................................24 5. KAJIAN KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................26 5.1. Keunggulan Kompetitif..........................................................................26 5.2. Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ..............................................26 5.3. Kemampuan untuk Menciptakan Nilai .....................................................26 6. KAJIAN KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN .......................................................27 6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja ....................................................................27 Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 iv
Page 6
6.2. Manajemen kekayaan Intelektual ...........................................................27
6.3. Manajemen Risiko ................................................................................27
6.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ..................................................28
6.5. Struktur Organisasi ..............................................................................28
7. KAJIAN KELAYAKAN KEUANGAN ...................................................................29
7.1. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan
Usaha .................................................................................................29
7.2. Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ..........31
7.3. Dampak Keuangan ...............................................................................36
7.4. Manfaat ..............................................................................................36
7.5. Kesimpulan .........................................................................................36
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 v
Page 7
DAFTAR TABEL Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham Perseroan ........................................................ 5 Tabel 2 : Sumber Daya Manusia Perseroan ..........................................................10 Tabel 3 : Laporan Laba-Rugi Perseroan periode 2020 – 2024 .................................11 Tabel 4 : Posisi Keuangan Perseroan periode 2020 - 2024 .....................................12 Tabel 5 : Laporan Arus Kas Perseroan periode 2020 - 2024 ...................................13 Tabel 6 : Rasio Keuangan Perseroan periode 2020 - 2024 .....................................14 Tabel 7 : Laporan Laba Rugi Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha ......29 Tabel 8 : Laporan Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan ......30 Tabel 9 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Dengan Penambahan KBLI .........................31 Tabel 10 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan Penambahan KBLI ..............32 Tabel 11 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan Penambahan KBLI .........................33 Tabel 12 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Penambahan KBLI .........................33 Tabel 13 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan KBLI ................34 Tabel 14 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Tanpa Penambahan KBLI ...........................34 Tabel 15 : Proyeksi Ekuitas Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI ..........................35 Tabel 16 : Proyeksi Pendapatan Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI ....................35 Tabel 17 : Proyeksi Beban Pokok Pendapatan.......................................................35 Tabel 18 : Proyeksi Beban Usaha Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI ..................36 Tabel 19 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI ....................36 Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 vi
Page 8
DAFTAR GAMBAR Gambar 1 : Bagan Struktur Organisasi Perseroan .................................................. 9 Gambar 2 : Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................16 Gambar 3 : PMI Global ......................................................................................16 Gambar 4 : Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan .....................17 Gambar 5 : Neraca Pembayaran Indonesia ..........................................................18 Gambar 6 : Rupiah vs Negara Kawasan ...............................................................19 Gambar 7 : Inflasi IHK Provinsi ..........................................................................19 Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 vii
Page 9
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI
Dalam batas kemampuan kami dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda
tangan dibawah ini menyatakan bahwa:
1. Pernyataan, analisis, opini dan kesimpulan dalam Laporan Studi Kelayakan ini,
sebatas kemampuan kami adalah benar.
2. Analisis, opini dan kesimpulan yang dinyatakan dalam Laporan ini dibatasi oleh
asumsi dan syarat-syarat pembatas yang diungkapkan dalam laporan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau dimasa yang akan datang
terhadap perusahaan yang distudi.
4. Penunjukan terhadap pekerjaan Studi Kelayakan ini tidak berhubungan dengan
Opini yang diberikan.
5. Penilai telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
6. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan perusahaan
dan/atau bidang usaha perusahaan yang distudi.
7. Studi Kelayakan ini telah dilaksanakan dengan ruang lingkup sebagai berikut:
• Obyek Penilaian yang perlu diidentifikasi dan diinspeksi.
• Data yang perlu diteliti.
• Analisis data dan informasi yang perlu dilakukan untuk memperoleh opini dan
hasil penilaian.
8. Tak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan, telah memberikan
bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan ini.
9. Penilai bertanggungjawab atas hasil Studi kelayakan Usaha.
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 viii
Page 10
Pihak-pihak di bawah ini telah bekerja secara profesional untuk membantu pihak yang
menandatangani Laporan ini:
Keterangan Tanda Tangan
Penilai Berijin
Nama : Felix Sutandar, M.Sc
Kualifikasi : Properti dan Bisnis
Ijin Penilai : PB-1.08.00022
STTD : STTD.PPB-31/PM.2/2018
No. MAPPI : 81-S-00017
No. Register : RMK-2017.00022
Reviewer
Nama : Natalia Goysal, SE
No. MAPPI : 10-S-02509
No. Register : RMK-2017.00307
Pelaksana Penilai
Nama : Symphony Sonata, SE
No. MAPPI : 16-T-07047
No. Register : RMK-2019.03050
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 ix
Page 11
1. PENDAHULUAN
1.1. Identifikasi Status Penilai
Pendapat Kewajaran ini disusun oleh Tim Penilai Independen dari KJPP Felix Sutandar
dan Rekan. Buku Laporan Studi Kelayakan ini ditandatangani oleh:
- Felix Sutandar, MSc (MAPPI No. 81-S-00017; PB-1.08.00022; STTD.PPB-
31/PM.2/2018; No. RMK-2017-00022) sebagai Penilai Berizin.
- Natalia Goysal (MAPPI No. 10-S-02509; P.1-12.00347; No. RMK-2017.00307)
sebagai Reviewer.
- Symphony Sonata (MAPPI No. 16-T-07047; Register No. RMK-2019.03050) sebagai
Pelaksana Penilai.
Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai menjunjung tinggi
integritas, bertindak secara objektif dan tidak memihak serta tidak mempunyai potensi
benturan kepentingan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan Rencana Transaksi.
Penilai memiliki kompetensi dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini dan
menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh.
1.2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah:
Nama : PT Surya Pertiwi Tbk
Bidang usaha : Distribusi bahan konstruksi porselen dan perlengkapan rumah
tangga
Alamat : Wisma 81 TOTO Office Building
Jl. Letjen S. Parman Kav 81, Jakarta Barat
Website : www.suryapertiwi.co.id
Telepon : 021 - 2929 8585
1.3. Latar Belakang
Pada tahun 2024 tren penjualan melalui website di Indonesia menunjukkan
perkembangan signifikan, seiring dengan adopsi teknologi dan perubahan perilaku
konsumen. Transaksi belanja online di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan
mencapai Rp 487 triliun, meningkat dari Rp 453 triliun pada tahun sebelumnya. Oleh
sebab itu, PT Surya Pertiwi Tbk (“SPTO” atau “Perseroan”) yang bergerak pada
kegiatan usaha distribusi bahan konstruksi porselen dan perlengkapan rumah tangga
merasa perlu untuk beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi dengan melakukan
penjualan online melalui website. Untuk dapat menjual produk-produknya melalui
internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya, Perseroan perlu
untuk menyesuaikan KBLI sehubungan dengan rencana Perseroan tersebut, yaitu
dengan kode KBLI Nomor 47919.
Dengan adanya penambahan KBLI tersebut, Perseroan hanya perlu mengeluarkan biaya
untuk pembuatan website dan diharapkan penjualan online akan memberikan kontribusi
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 1
Page 12
tambahan terhadap kinerja keuangan Perseroan. Selain itu, tidak ada dampak signifikan atau perubahan atas kegiatan operasional Perseroan karena rencana penambahan KBLI dilakukan untuk menyesuaikan legalitas Perseroan atas KBLI yang dimiliki saat ini, agar ke depannya Perseroan dapat melakukan penjualan secara online. 1.4. Obyek Studi Kelayakan Obyek Studi Kelayakan adalah kelayakan atas rencana Penambahan Bidang Kegiatan Usaha terkait dengan KBLI 47919 tentang Perdagangan Eceran Melalui Media Untuk Berbagai Macam Barang Lainnya. 1.5. Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan dari Studi Kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan adalah untuk melakukan analisa dan pengkajian mengenai kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dalam rangka memenuhi Peraturan POJK 17/ POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. 1.6. Tanggal Studi Kelayakan Tanggal (cut-off date) dari laporan Studi Kelayakan ini adalah 31 Desember 2024. Pemilihan tanggal Studi Kelayakan didasarkan atas tujuan Studi Kelayakan, aturan yang ada dan ketersediaan data. 1.7. Ruang Lingkup Ruang lingkup Studi Kelayakan ini meliputi: 1. Obyek Penilaian yang perlu diidentifikasi dan diinspeksi Analisa dan pengkajian mengenai alasan dan latar belakang dilakukannya Penambahan Kegiatan usaha oleh Perseroan. 2. Data yang perlu diteliti Analisa dan pengkajian mengenai kondisi internal Perseroan, meliputi legalitas usaha, permodalan, bidang usaha, produk yang dihasilkan, fasilitas produksi, pasar dan pemasaran serta perkembangan kinerja keuangan selama lima tahun terakhir. 3. Analisis data dan informasi yang perlu dilakukan untuk memperoleh opini dan hasil penilaian Analisa dan pengkajian mengenai kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan, dilihat dari aspek-aspek terkait, meliputi legalitas usaha, pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen dan keuangan baik secara kualitatif dan kuantitatif. 1.8. Prosedur yang Digunakan Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, prosedur yang digunakan adalah analisis mencakup kajian tentang: Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 2
Page 13
1. Kelayakan Pasar, 2. Kelayakan Teknis, 3. Kelayakan Pola Bisnis, 4. Kelayakan Model Manajemen, dan 5. Kelayakan Keuangan. 1.9. Pedoman Studi Kelayakan Dalam melakukan penyusunan Studi Kelayakan ini kami berpedoman kepada: 1. Standar Penilaian Indonesia yang meliputi Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII Tahun 2018 dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 320, SPI 330 tahun 2020; 2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.04/2020 Tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal; 3. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. 1.10. Sumber Data Dalam membuat Studi Kelayakan ini kami telah melaksanakan prosedur yang mencakup pengkategorian, pengkorelasian, pengecekan validitas dan penelaahan data dan informasi berikut: 1. Laporan Keuangan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Drs. Nursal dari Kantor Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra dalam Laporan Nomor 00111/2.0851/AU.1/05/0272-2/1/III/2025 tanggal 25 Maret 2025 dengan opini wajar, dalam semua hal yang material. 2. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Drs. Nursal dari Kantor Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra dalam Laporan Nomor 00129/2.0851/AU.1/05/0272-1/1/III/2024 tanggal 27 Maret 2024 dengan opini wajar, dalam semua hal yang material. 3. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Muhamad Muhidin dari Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam Laporan Nomor 00314/2.1051/AU.1/05/1801-1/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan opini wajar, dalam semua hal yang material. 4. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Jenly Hendrawan dari Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam Laporan Nomor 00278/2.1051/AU.1/05/1648-1/1/III/2022 tanggal 30 Maret 2022 dengan opini wajar, dalam semua hal yang material. 5. Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Drs. Ruchjat Kosasih dari Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan dalam Laporan Nomor 00404/2.1051/AU.1/05/0271-1/1/IV/2021 tanggal 26 April 2021 dengan opini wajar, dalam semua hal yang material. Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 3
Page 14
6. Proyeksi keuangan Perseroan selama 5 tahun ke depan dalam kondisi Dengan dan Tanpa dilakukannya Penambahan Kegiatan Usaha. 7. Hasil wawancara dengan pihak internal manajemen Perseroan yang diwakilkan oleh Bapak Adhi Sudargo Tasmin, selaku Direktur Perseroan beserta tim mengenai alasan, latar belakang dan hal-hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi. 8. Copy akta dan perizinan SPTO. 9. Informasi dari pihak/instansi lain, termasuk data-data mengenai kondisi ekonomi, perkembangan industri pasar modal dan lain-lain. 1.11. Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Studi Kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut: 1. Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion. 2. Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian. 3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya. 4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. 5. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan kewajaran proyeksi keuangan. 6. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. 7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan Kesimpulan Akhir. 8. Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi Kelayakan dari Pemberi Tugas. 1.12. Independensi Penilai Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen, tidak ada benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan Studi Kelayakan ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang dihasilkan. 1.13. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian Tidak ada kejadian penting setelah tanggal penilaian yang dapat mempengaruhi hasil penilaian. Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 4
Page 15
2. KAJIAN INTERNAL PERSEROAN
2.1. Pendirian Perusahaan
PT Surya Pertiwi Tbk (Perusahaan) yang sebelumnya bernama PT Surya Nusantara
didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 5 Juli 1978 dan diumumkan dalam lembar
Berita Negara No. 172, Tambahan No. 31 tanggal 17 April 1979 berdasarkan Akta
Notaris Hendra Karyadi, S.H., No. 1. Akta pendirian telah disahkan oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.Y.A.5/395/17
tanggal 21 Desember 1978.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan Akta Notaris No. 26 tanggal 5 Juni 2024 dari Christina Dwi Utami, SH,
Mhum, Mkn, tentang perubahan susunan Direksi Perusahaan. Perubahan ini telah
didaftarkan pada database Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat
No. AHU-0119924.AH.01.11.TAHUN 2024 tanggal 19 Juni 2024.
2.2. Perizinan
Perijinan yang telah dimiliki Perseroan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Nomor Induk Berusaha (NIB) Perizinan Berusaha Berbasis Risiko No.
8120105793513 yang diterbitkan tanggal 31 Juli 2018 dan perubahan ke-5 tanggal
15 Juli 2022.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.305.911.8-038.000.
2.3. Permodalan
Per 31 Desember 2024, susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 1 : Daftar Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Jumlah Nilai
No Keterangan %
Saham Nominal (Rp)
1. PT Suryaparamitra Abadi 810.000.000 30,00 81.000.000.000
2. PT Multifortuna Asindo 810.000.000 30,00 81.000.000.000
3. Masyarakat (masing-masing <5%) 1.080.000.000 40,00 108.000.000.000
Jumlah 2.700.000.000 100,00 270.000.000.000
2.4. Susunan Komisaris dan Direksi
Pada 31 Desember 2024, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah
sebagai berikut:
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 5
Page 16
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Tjahjono Alim
Komisaris : Usman Andy
Komisaris Independen : Goh Poh Heng
Direksi
Presiden Direktur : Willianto Alim
Wakil Presiden Direktur : Johan Gojali
Direktur : Efendy Gojali
Direktur : Irene Hamidjaja
Direktur : Iwan Tjahjadi
Direktur : Reinhart Muljadi
Direktur : Benny Suryanto
Direktur : Umarsono Andy
Direktur : Roys Tanudjaja
Direktur : Adhi Sudargo Tasmin
Tjahjono Alim
Komisaris Utama
Bergabung dengan Perseroan pada tahun 1979 dan diangkat sebagai Presiden Komisaris
sejak tahun 2023.
Usman Andy
Wakil Komisaris Utama
Merupakan Sarjana Sains di bidang marketing dari California State Unversity pada tahun
1986. Bergabung dengan Perseroan pada tahun 1988 dan diangkat sebagai Komisaris
Perseroan sejak tahun 2018.
Goh Poh Heng
Komisaris
Merupakan Sarjana Bisnis dari Eastern Michigan University pada tahun 1986 dan Master
of Business Administration in International Finance di Eastern Michigan University pada
tahun 1988. Diangkat sebagai Komisaris Perseroan sejak tahun 2018.
Willianto Alim
Presiden Direktur
Merupakan Sarjana Ekonomi dari Ohio State University pada tahun 2003. Bergabung
dengan Perseroan pada tahun 2004 dan diangkat sebagai Presiden Direktur Perseroan
sejak tahun 2023.
Johan Gojali
Wakil Presiden Direktur
Merupakan Sarjana Sains di bidang matematika dari University of Sydney pada tahun
2004. Bergabung dengan Perseroan pada tahun 2014 dan diangkat sebagai Wakil
Presiden Direktur Perseroan sejak tahun 2023.
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 6
Page 17
Efendy Gojali Direktur Bergabung dengan Perseroan pada tahun 1980 dan diangkat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2023. Irene Hamidjaja Direktur Merupakan Sarjana Sains di bidang akuntansi dari University of New Orleans pada tahun 1987. Diangkat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2017. Reinhart Muljadi Direktur Bergabung dengan Perseroan pada tahun 1990 dan diangkat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2016. Benny Suryanto Direktur Lulusan Sekolah Menengah Atas di Surabaya pada tahun 1972. Pernah menjabat sebagai Direktur di Pabrik Saniter PT Surya Toto Indonesia Tbk pada tahun 1981-2019. Diangkat menjadi Direktur Perseroan sejak tahun 2020. Umarsono Andy Direktur Diangkat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2016 hingga saat ini. Selain itu beliau juga menjabat sebagai Komisaris di PT Surya Toto Indonesia Tbk. Roys Tanudjaja Direktur Merupakan Sarjana Manajemen di Universitas Tarumanegara pada tahun 1998. Diangkat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2024. Adhi Sudargo Tasmin Direktur Merupakan Sarjana Sains di bidang bisnis dari Kelly School of Business pada tahun 2010. Bergabung dengan Perseroan pada tahun 2018 dan diangkat sebagai Direktur Perseroan sejak tahun 2024. 2.5. Kegiatan Usaha Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama bidang industri sanitari porselen, industri furnitur dari kayu, industri furnitur lainnya, pengerjaan lantai, dinding, peralatan sanitari dan plafon dan real estate yang dimiliki sendiri atau disewa. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada 6 Desember 1978. Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 7
Page 18
2.6. Produk yang Dihasilkan
Kegiatan usaha Perseroan berfokus pada distribusi produk-produk kamar mandi dan
peralatan dapur di Indonesia. Perseroan membagi kegiatan oper asional berdasarkan
segmentasi produk menjadi 4 (empat) segmen yang terdiri dari saniter, fitting,
peralatan dapur, dan lainnya.
Keempat segmen tersebut membawahi 9 (sembilan) brand yang didistribusikan oleh
Perseroan, yaitu TOTO, Villeroy & Boch, Geberit, Stiebel Eltron, Franke, Kaldewei, Eco,
Jacuzzi, dan W. Atelier. Segmentasi produk-produk tersebut meliputi:
1. TOTO : produk kamar mandi terkemuka dari Jepang yang terkenal
di Indo nesia dan di seluruh dunia.
2. Villeroy & Boch : produk interior bergaya Eropa yang sudah berdiri sejak
tahun 1748.
3. Geberit : produk saniter asal Eropa yang menyediakan teknologi
saniter dan keramik kamar mandi
4. Stiebel Eltron : teknologi pemanas air (water heater).
5. Franke : produk dan solusi dapur, kamar mandi, pelayanan
makanan profesional, dan kamar mandi umum berkualitas
dunia.
6. Kaldewei : produk saniter dan kamar mandi berbahan enamel.
7. Eco : produk flushing system dan aksesori kamar mandi
8. Jacuzzi : produk fungsional untuk interior maupun eksterior rumah,
seperti hot tubs, shower, bathtubs, dan aksesori kamar
mandi
9. Zanru : produk-produk kamar mandi modern, seperti keran,
jetshower, dan aksesoris. Mengutamakan desain inovatif
dengan harga terjangkau
2.7. Pola Bisnis
Pola bisnis yang dimiliki Perseroan saat ini adalah bertidak sebagai agen, perwakilan
atau distributor dari badan-badan atau perusahaan-perusahaan lain (baik dari dalam
maupun luar negeri), serta sebagai leveransir/supplier berbagai macam barang saniter,
porselin dan alat rumah tangga. Selain itu, anak usaha Perseroan juga membuat atau
memproduksi berbagai macam barang saniter dari porselen, termasuk komponen, alat
perlengkapan dan suku cadang saniter, kemudian Perseroan memasarkan/ menjualnya.
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 8
Page 19
2.8. Struktur Organisasi Perseroan
Struktur Organisasi Perseroan disusun dengan memperhatikan tata kelola Perseroan yang baik dan hukum serta peraturan yang
berlaku.
Gambar 1 : Bagan Struktur Organisasi Perseroan
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 9
Page 20
2.9. Sumber Daya Manusia
Per 31 Desember 2024, tenaga kerja Perseroan berjumlah 1.570 orang, dengan rincian
sebagai berikut:
Tabel 2 : Sumber Daya Manusia Perseroan
Keterangan Jumlah
Komisaris 6
Direksi 16
Manajer 18
Komite 2
Staf 1.528
Jumlah 1.570
2.10. Aspek Lingkungan
Perseroan melakukan kegiatan operasional dengan memperhatikan tanggung jawab
terhadap lingkungan diantaranya:
• Bahan baku yang digunakan adalah bahan baku yang terbaik dan telah lulus
seleksi dan uji kelayakan guna menghasilkan produk yang ramah lingkungan.
Komitmen Perseroan adalah menyediakan barang yang terbaik untuk pelanggan
tanpa meninggalkan jejak yang dapat merusak lingkungan. Semua pemasok
Perseroan juga sudah memiliki sertifikat yang menjelaskan bahwa proses
pembuatan produk dan pembuangan limbah produksi adalah proses yang ramah
lingkungan.
• Perseroan senantiasa berupaya meminimalkan dampak negatif bisnis bagi
lingkungan, dengan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Sebagai distributor sekaligus produsen produk-produk saniter, Perseroan
berkomitmen pada tanggung jawab sosial untuk mengelola kegiatan usaha yang
ramah lingkungan agar dapat mewujudkan keberlangsungan bisnis dalam janga
panjang, dan tidak adanya pengaduan lingkungan hidup terhadap perseroan.
Pelaksanaan CSR di bidang Lingkungan Hidup berlandaskan ketentuan yang
dimuat dalam Undang-Undang No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup. Perseroan menetapkan sejumlah kebijakan
sebagai salah satu bentuk nyata dukungan Perseroan dalam menjaga kelestarian
lingkungan.
• Perseroan berkomitmen dalam menciptakan iklim operasional yang berorientasi
pada efisiensi penggunaan energi, termasuk diantaranya penggunaan air, listrik,
dan bahan bakar. Perseroan merupakan distributor utama produk saniter TOTO
yang terus berinovasi dalam menciptakan produk-produk saniter yang
mengedepankan kenyamanan dan kualitas dengan tetap memperhatikan
efisiensi penggunaan air dan listrik. Perseroan telah menerapkan kebijakan ini
melalui kehadiran kamar mandi pada kantor utama TOTO yang seluruhnya
menggunakan perangkat dan alat kamar mandi berkualitas tinggi dengan
teknologi yang mampu menekan penggunaan air secara efektif. Selain itu,
Perseroan terus mendorong kegiatan operasional yang berorientasi pada
kelestarian lingkungan melalui pengurangan penggunaan kertas dan beralih
pada kegiatan administratif yang bersifat paperless. Perseroan juga telah
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 10
Page 21
menggunakan penerangan gedung yang hemat listrik dan senantiasa
menghimbau seluruh pegawai Perseroan untuk selalu menghemat penggunaan
listrik dengan mematikan alat elektronik dan lampu apabila tidak diperlukan.
• Anak perusahaan Perseroan, PT. Surya Pertiwi Nusantara (SPN), yang
merupakan pabrik saniter TOTO, telah melakukan uji Emisi dan ambien sebanyak
2 kali setahun. Dalam kegiatan operasional pabrik saniter Perseroan
menghasilkan limbah padat dan limbah cair yang tidak termasuk ke dalam jenis
limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Limbah padat yang dihasilkan
Perseroan antara lain berupa kertas, alat tulis, dan sampah plastik. Pengelolaan
limbah padat Perseroan menggunakan jasa pengangkutan dan pengelolaan
sampah oleh dinas kebersihan daerah. Sementara itu, pengelolaan limbah cair
menggunakan sistem septic tank yang kemudian diangkut dan diproses oleh
pihak ketiga.
2.11. Kinerja Keuangan
Laba Rugi
Secara ringkas Laba Rugi Perseroan untuk periode 2020 - 2024 adalah seperti disajikan
di bawah ini.
Tabel 3 : Laporan Laba-Rugi Perseroan periode 2020 – 2024
Dalam Rp 2020 2021 2022 2023 2024
Penjualan 1.910.989.899.637 2.238.536.055.114 2.505.644.878.372 2.605.488.939.158 2.915.244.767.837
Beban Pokok Penjualan (1.373.145.699.210) (1.601.268.586.960) (1.818.620.479.813) (1.858.295.991.138) (2.071.370.832.529)
Laba Kotor 537.844.200.427 637.267.468.154 687.024.398.559 747.192.948.020 843.873.935.308
Beban Usaha (363.704.690.620) (366.867.178.361) (398.878.281.979) (436.679.312.219) (471.439.600.917)
Laba Usaha 174.139.509.807 270.400.289.793 288.146.116.580 310.513.635.801 372.434.334.391
Penghasilan (Beban) Lain-lain (31.636.262.501) (3.791.538.358) (8.396.934.617) 22.922.384.405 5.530.616.929
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 142.503.247.306 266.608.751.435 279.749.181.963 333.436.020.206 377.964.951.320
Pajak Penghasilan (37.205.220.778) (42.828.387.027) (54.704.632.239) (58.484.458.523) (63.204.693.396)
Laba Tahun Berjalan 105.298.026.528 223.780.364.408 225.044.549.724 274.951.561.683 314.760.257.924
a. Penjualan
Penjualan Perseroan pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,91 triliun kemudian terus
meningkat pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp2,24 triliun, tahun 2022 sebesar Rp2,51
triliun, tahun 2023 sebesar Rp2,61 triliun, dan tahun 2024 sebesar Rp2,92 triliun.
b. Beban Pokok Penjualan
Beban pokok penjualan Perseroan meningkat mengikuti penjualan. Pada tahun 2020
tercatat sebesar Rp1,37 triliun kemudian meningkat pada tahun 2021-2024 menjadi
berturut-turut sebesar Rp1,60 triliun, Rp1,82 triliun, Rp1,86 triliun, dan Rp2,07 triliun.
c. Beban Usaha
Beban usaha Perseroan meningkat mengikuti penjualan. Pada tahun 2020 tercatat
sebesar Rp363,7 miliar kemudian meningkat pada tahun 2021-2024 menjadi berturut-
turut sebesar Rp366,9 miliar, Rp398,9 miliar, Rp436,7 miliar, dan Rp471,4 miliar.
d. Laba Tahun Berjalan
Perolehan laba Perseroan pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp105,3 miliar kemudian
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 11
Page 22
terus meningkat pada tahun 2021 menjadi sebesar Rp223,8 miliar, tahun 2022 sebesar
Rp225,0 miliar, tahun 2023 sebesar Rp275,0 miliar dan tahun 2024 sebesar Rp314,8
miliar.
Posisi Keuangan
Posisi keuangan Perseroan untuk periode periode 2020 - 2024 adalah seperti terlihat
berikut ini.
Tabel 4 : Posisi Keuangan Perseroan periode 2020 - 2024
Dalam Rp 2020 2021 2022 2023 2024
Aset Lancar 1.041.712.652.187 1.285.604.554.744 1.175.602.452.283 1.268.404.496.700 1.411.495.643.021
Aset Tidak Lancar 1.993.871.966.506 1.857.854.096.105 1.940.548.352.879 1.969.251.287.969 2.004.098.038.644
Jumlah Aset 3.035.584.618.693 3.143.458.650.849 3.116.150.805.162 3.237.655.784.669 3.415.593.681.665
Liabilitas Jangka Pendek 723.308.486.604 792.813.597.840 791.069.117.798 789.166.654.793 825.475.645.889
Liabilitas Jangka Panjang 371.220.188.671 297.778.149.647 217.441.360.997 218.896.074.026 226.271.255.601
Jumlah Liabilitas 1.094.528.675.275 1.090.591.747.487 1.008.510.478.795 1.008.062.728.819 1.051.746.901.490
Ekuitas 1.941.055.943.418 2.052.866.903.362 2.107.640.326.367 2.229.593.055.850 2.363.846.780.175
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 3.035.584.618.693 3.143.458.650.849 3.116.150.805.162 3.237.655.784.669 3.415.593.681.665
a. Aset
Secara keseluruhan, total aset Perseroan mengalami peningkatan selama periode 31
Desember 2020 - 31 Desember 2024. Total aset pada tahun 2020 sebesar Rp3,04 triliun
kemudian meningkat menjadi sebesar Rp3,14 triliun pada tahun 2021. Peningkatan ini
terutama disebabkan oleh peningkatan kas dan setara kas. Pada tahun 2022 total aset
Perseroan mengalami sedikit penurunan sebesar Rp3,12 triliun, terutama disebabkan
oleh penurunan kas dan setara kas. Pada tahun 2023, total aset Perseroan kembali
meningkat menjadi sebesar Rp3,23 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan
piutang usaha, persediaan dan investasi pada obligasi. Pada tahun 2024, total aset
Perseroan tercatat sebesar Rp3,42 triliun. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh
peningkatan kas dan setara kas, piutang, dan aset tetap.
b. Liabilitas
Secara keseluruhan, total liabilitas Perseroan mengalami penurunan selama periode
2020-2023. Pada tahun 2020, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp1,09 triliun
kemudian menurun secara bertahap hingga sebesar Rp1,01 triliun 2023. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh pelunasan utang. Pada tahun 2024, total liabilitas Perseroan
meningkat sedikit menjadi sebesar Rp1,05 triliun disebabkan oleh peningkatan utang
usaha.
c. Ekuitas
Secara keseluruhan, total ekuitas Perseroan mengalami peningkatan selama periode
2020-2024. Pada tahun 2020, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp1,94 triliun
kemudian meningkat secara bertahap hingga sebesar Rp2,36 triliun pada tahun 2024.
Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan saldo laba setiap tahun.
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 12
Page 23
Arus Kas
Gambaran arus kas Perseroan untuk periode 2020 - 2024 adalah seperti berikut:
Tabel 5 : Laporan Arus Kas Perseroan periode 2020 - 2024
Dalam Rp 2020 2021 2022 2023 2024
Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi 278.943.662.070 404.626.899.810 184.995.491.620 243.478.306.312 442.573.171.222
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (138.937.284.566) (55.258.702.069) (198.273.270.241) (80.695.262.801) (137.714.143.818)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (70.925.153.076) (144.407.475.498) (221.193.110.428) (182.659.986.066) (231.305.650.713)
Dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara kas 27.280.618 210.206.000 (40.951.834) 201.685.554 472.650.060
Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas 69.108.505.046 205.170.928.243 (234.511.840.883) (19.675.257.001) 74.026.026.751
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 148.789.684.509 217.898.189.555 423.069.117.798 188.557.276.915 168.882.019.914
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 217.898.189.555 423.069.117.798 188.557.276.915 168.882.019.914 242.908.046.665
a. Aktivitas Operasi
Arus kas neto diperoleh dari aktivitas operasi selama periode 2020 - 2024 selalu berada
pada posisi positif. Pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp278,9 miliar dan tahun 2024
tercatat sebesar Rp442,6 miliar.
b. Aktivitas Investasi
Selama periode 2020 – 2024, Perseroan mencatat adanya kas yang digunakan untuk
aktivitas investasi. Pada tahun 2022 dan 2023, arus kas neto digunakan untuk investasi
adalah sebesar Rp198,3 miliar dan Rp80,7 miliar, di mana sebesar Rp177,8 miliar dan
Rp18,5 miliar digunakan untuk investasi pada obligasi. Pada tahun 2024 arus kas neto
digunakan untuk investasi adalah sebesar Rp137,7 miliar, di mana sebesar Rp123,1
miliar digunakan untuk memperoleh aset tetap.
c. Aktivitas Pendanaan
Selama periode 2020 - 2024, Perseroan mencatat adanya pembagian dividen setiap
tahun.
Rasio-rasio Keuangan
Gambaran rasio keuangan Perseroan periode 2020 - 2024 adalah seperti disajikan
berikut ini.
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 13
Page 24
Tabel 6 : Rasio Keuangan Perseroan periode 2020 - 2024 RASIO 2020 2021 2022 2023 2024 Profitabilitas GPM 28,1% 28,5% 27,4% 28,7% 28,9% OPM 9,1% 12,1% 11,5% 11,9% 12,8% NPM 5,5% 10,0% 9,0% 10,6% 10,8% Likuiditas (x) Aset lancar terhadap Liabilitas Jangka Pendek 1,4 1,6 1,5 1,6 1,7 Efisiensi rasio (x) Aset Turnover 0,6 0,7 0,8 0,8 0,9 Inventory Turnover 3,8 4,3 4,1 3,5 3,7 Solvabilitas (x) Liabilitas terhadap Aset (DAR) 36,1% 34,7% 32,4% 31,1% 30,8% Liabilitas terhadap Ekuitas (DER) 56,4% 53,1% 47,9% 45,2% 44,5% Rasio Profitabilitas Berdasarkan rasio profitabilitas, marjin laba kotor terhadap pendapatan bersih secara keseluruhan mengalami peningkatan yaitu sebesar 28,1% pada tahun 2020 kemudian meningkat menjadi sebesar 28,9% pada tahun 2024. Marjin laba bersih terhadap pendapatan bersih Perseroan adalah sebesar 5,5% pada tahun 2020 kemudian meningkat menjadi sebesar 10,8% pada tahun 2024. Rasio Likuiditas Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangannya dalam jangka pendek digambarkan dengan rasio lancar (current Ratio). Rasio lancar dihitung dengan cara membandingkan jumlah aset lancar dengan jumlah liabilitas jangka pendek. Pada periode 2020 - 2024, rasio lancar Perseroan berturut- turut sebesar 1,4 kali, 1,6 kali, 1,5 kali, 1,6 kali dan 1,7 kali. Secara keseluruhan, rasio lancar Perseroan menunjukkan bahwa Perseroan mampu memenuhi kewajiban keuangan jangka pendeknya dengan baik. Rasio Aktivitas Rasio aktivitas menggambarkan tingkat perputaran usaha, yang dapat dihitung berdasarkan perbandingan total penjualan terhadap total aset (Perputaran Aset), dan total beban pokok pendapatan terhadap total persediaan (Perputaran Persediaan). Perputaran aset Perseroan adalah sebesar 0,6 kali pada tahun 2020 dan sebesar 0,9 pada tahun 2024. Perputaran persediaan Perseroan adalah sebesar 3,8 kali pada tahun 2020 dan sebesar 3,7 kali pada tahun 2024. Rasio Solvabilitas Rasio solvabilitas digunakan untuk menghitung perbandingan dana yang tersedia dengan dana yang dipinjam sehingga dapat menunjukkan tingkat keamanan aset dan ekuitas dari jumlah pinjaman, yang diukur dengan perbandingan total liabilitas dengan total ekuitas perseroan (DER, Debt to Equity Ratio) dan total liabilitas terhadap total aset (DAR, Debt to Asset Ratio). Pada tahun 2020, DAR Perseroan adalah sebesar 36,1% kemudian turun menjadi Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 14
Page 25
sebesar 30,8% pada tahun 2024. Sedangkan DER adalah sebesar 56,4% pada tahun 2020 kemudian menurun menjadi sebesar 44,5% pada tahun 2024. Hal ini menunjukan bahwa pembiayaan Perseroan sebagian besar berasal dari ekuitas. 2.12. Persyaratan Modal dan Strategi Finansial Struktur permodalan Perseroan terdiri dari modal saham dan saham publik dengan komposisi sesuai ketentuan OJK, liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang dengan rasio utang terhadap modal 45%-56%. Modal Kerja Perseroan berasal dari hasil operasi dan liabilitas jangka pendek. Strategi keuangan Perseroan mengandalkan arus kas hasil operasi. Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 15
Page 26
3. KAJIAN KELAYAKAN PASAR
3.1. Tinjauan Ekonomi Dunia
Divergensi pertumbuhan ekonomi dunia melebar dan ketidakpastian pasar keuangan
global berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih kuat dari prakiraan
didukung oleh stimulus fiskal yang meningkatkan permintaan domestik dan kenaikan
investasi di bidang teknologi yang mendorong peningkatan produktivitas. Sebaliknya,
ekonomi Eropa, Tiongkok, dan Jepang masih lemah dipengaruhi oleh menurunnya
keyakinan konsumen dan tertahannya produktivitas, sementara ekonomi India masih
tertahan akibat sektor manufaktur yang terbatas. Sejalan dengan itu, prospek
pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya
menjadi 3,2%. Di sisi lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh
pada ketidakpastian pasar keuangan global. Kuatnya ekonomi AS serta dampak
kebijakan tarif menahan proses disinflasi di AS dan berdampak pada menguatnya
ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih terbatas. Kebijakan fiskal AS
yang lebih ekspansif mendorong yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka
pendek maupun jangka panjang. Bersamaan dengan ketegangan geopolitik yang
meningkat, perkembangan tersebut menyebabkan makin besarnya preferensi investor
global untuk memindahkan portofolionya ke AS. Indeks mata uang dolar AS naik tinggi
makin menambah tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia. Berbagai
perkembangan global ini memerlukan penguatan respons kebijakan dalam memitigasi
dampak rambatan global untuk tetap menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan
ekonomi di dalam negeri.
Gambar 2 : Pertumbuhan PDB Dunia Gambar 3 : PMI Global
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2024, Bank Indonesia
3.2. Tinjauan Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih rendah dari
prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024 sedikit di bawah
prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya permintaan domestik, baik konsumsi
maupun investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan
sedikit di bawah titik tengah kisaran 4,7–5,5%. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 16
Page 27
diperkirakan juga cenderung lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Ekspor
diprakirakan lebih rendah sehubungan dengan melambatnya permintaan negara-
negara mitra dagang utama, kecuali AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah,
khususnya golongan menengah ke bawah sehubungan dengan belum kuatnya
ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang sama,
dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih besarnya kapasitas
produksi dalam memenuhi permintaan, baik domestik maupun ekspor. Bank Indonesia
memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai kisaran 4,7–5,5%,
sedikit lebih rendah dari kisaran prakiraan sebelumnya 4,8–5,6%. Dalam kaitan ini,
Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakannya untuk tetap menjaga
stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya
tersebut dilakukan melalui optimalisasi stimulus kebijakan makroprudensial dan
akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia dengan
kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Lebih dari itu, Bank Indonesia mendukung penuh
implementasi program-program Pemerintah dalam Asta Cita, termasuk untuk
ketahanan pangan, pembiayaan ekonomi, serta akselerasi ekonomi dan keuangan
digital.
Gambar 4 : Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan
Pengeluaran
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2024, Bank Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap sehat sehingga mendukung ketahanan
eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2024 yang tercatat
2,2 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang
kuat, seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja.
Perkembangan ini mendukung transaksi berjalan 2024 tetap sehat dan diprakirakan
dalam kisaran defisit rendah 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Sementara itu,
tingginya ketidakpastian pasar keuangan global menurunkan aliran masuk modal asing
ke instrumen keuangan domestik dengan SBN dan SRBI masing-masing hanya
mencatat inflows 19 juta dolar AS dan 288 juta dolar AS pada awal tahun 2025 (hingga
13 Januari 2025). Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 17
Page 28
tinggi sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau
6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas
standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Ke depan, NPI pada 2025
diprakirakan tetap sehat seiring dengan surplus transaksi modal dan finansial yang
berlanjut dan defisit transaksi berjalan yang terjaga dalam kisaran defisit 0,5% sampai
dengan 1,3% dari PDB. Surplus neraca transaksi modal dan finansial didukung oleh
aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek
perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.
Gambar 5 : Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2024, Bank Indonesia
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang tinggi, didukung
oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada
Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya melemah sebesar 1,00% (ptp) dari level
nilai tukar akhir 2024. Perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga relatif
lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti rupee India, peso
Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 1,20%; 1,33%; dan
1,92%. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat terhadap mata uang kelompok
negara maju di luar dolar AS, dan stabil terhadap mata uang kelompok negara
berkembang. Perkembangan tersebut sejalan dengan kebijakan stabilisasi Bank
Indonesia serta didukung oleh aliran masuk modal asing yang masih berlanjut, imbal
hasil instrumen keuangan domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia
yang tetap baik. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen
Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi
yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Seluruh
instrumen moneter akan terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi
moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk
memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi portofolio
asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 18
Page 29
Gambar 6 : Rupiah vs Negara Kawasan
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan VI 2024, Bank Indonesia
Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya 2,5±1%,
sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy). Perkembangan ini
dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan
konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan
ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu, kelompok volatile
food (VF) mencatat inflasi 0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan
seiring berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID
melalui GNPIP.
Gambar 7 : Inflasi IHK Provinsi
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Triwulan VI 2024, Bank Indonesia
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 19
Page 30
Secara spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung upaya turut mendorong pertumbuhan ekonomi. 3.5. Analisis Industri Sanitari Industri sanitari, terutama kloset masih sangat menjanjikan karena permintaan properti yang masih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Kontribusi industri properti sebagai salah satu sektor unggulan untuk menggerakkan perekonomian Indonesia terhadap PDB pada triwulan kedua 2023 tercatat sebesar 9,43% untuk sektor konstruksi dan 2,40% untuk sektor real estate. Industri properti juga turut memberikan multiplier effect bagi industri pendukung serta mempengaruhi perkembangan sektor keuangan sekaligus menyerap tenaga kerja secara signifikan. Meski sektor real estate pada triwulan kedua 2023 masih menunjukkan penurunan sebesar 12,30% (yoy), namun penjualan rumah berukuran besar mengalami peningkatan sebesar 15,11% (yoy). Dari sisi permintaan, Indeks Permintaan Properti Komersial kategori sewa tumbuh sebesar 5,87% (yoy) dan Indeks Permintaan Properti Komersial kategori penjualan meningkat 0,36% (yoy) pada triwulan kedua 2023. Peningkatan indeks permintaan ini dapat menimbulkan momentum positif dalam industri properti komersial, termasuk berpotensi meningkatkan aktivitas dan penjualan properti di Indonesia secara keseluruhan. Selain itu, saat ini angka backlog perumahan mencapai 9,9 juta keluarga yang belum memiliki rumah. Kemudian, setiap tahun diperkirakan sebanyak 700 ribu - 800 ribu keluarga baru yang tentunya juga membutuhkan hunian. Di sisi lain, bila mengacu pada dokumen visi dan misi para calon presiden dan wakil presiden periode 2024-2029 terlihat bahwa mereka memiliki komitmen tinggi terkait penyediaan perumahan dan hunian yang layak. Berdasarkan pada dokumen visi dan misi para calon presiden dan wakil presiden periode 2024-2029, setidaknya sebanyak 2 juta rumah yang diperkirakan akan dibangun setiap tahunnya oleh pemerintahan baru mendatang, atau dua kali lipat dibanding program sejuta rumah yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Dengan demikian, industri sanitari masih menjanjikan karena seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan properti, baik berupa properti komersial maupun residensial akan meningkatkan kebutuhan akan produk-produk sanitari. Sumber: • https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/5385/menko-airlangga-indonesia-telah-menjadi- tujuan-investasi-properti-terbaik-di-dunia • https://www.cnbcindonesia.com/opini/20240131115052-14-510443/prospek-properti-2024- potensi-pertumbuhan-dan-tantangannya Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 20
Page 31
3.6. Prospek Usaha Memasuki tahun 2025, masih terdapat ketidak pastian dan risiko, fragmentasi geopolitik kemungkinan besar masih akan berlanjut, dan kondisi perekonomian global diperkirakan masih akan terhambat. Di sisi lain, tampaknya kebijakan suku bunga tinggi diperkirakan akan berubah dan tingkat inflasi akan terkendali. Di dalam negeri, Indonesia terlihat tetap tangguh karena neraca pembayaran tetap solid dan mata uang serta inflasi tetap terkendali. Bank Indonesia memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh pada kisaran 4,7-5,5%. Sektor properti mungkin akan terus menghadapi tantangan pada tahun 2024, karena tingginya suku bunga yang mungkin akan bertahan selama beberapa waktu. Namun, pemerintah juga telah menunjukkan dukungannya terhadap sektor properti dengan memberikan stimulus pajak bagi sektor tersebut untuk memacu permintaan. Hal ini juga harus menjadi faktor positif bagi sektor ini dan pada akhirnya penjualan proyek-proyek Perseroan. Peluang dan prospek usaha Perseroan berkaitan dengan pertumbuhan perekonomian Indonesia dan industri properti. Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi Indonesia, maka semakin besar pula daya beli konsumen terhadap perlengkapan kamar mandi. Dengan komitmen yang kuat terhadap Tata Kelola Perusahaan yang Baik, analisa pasar yang detail, dan kolaborasi yang erat dengan para pemangku kepentingan, Perseroan akan mampu menghadapi ketidakpastian perekonomian bahkan memanfaatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Prospek pertumbuhan industri properti dan infrastruktur juga penting bagi Perseroan karena akan meningkatkan kebutuhan akan produk-produk Perseroan. Perseroan akan mengembangkan produk-produk yang lebih berkelanjutan dengan harga yang bervariasi, sehingga dapat mengikuti perkembangan sektor ritel dan properti saat ini. Sumber: Tinjauan Kebijakan Moneter Juni 2024, Bank Indonesia 3.7. Kesinambungan dan Potensi Nilai Pasar Produk Dengan masih tingginya permintaan akan sektor properti khususnya rumah tinggal, keinginan masyarakat untuk memiliki tempat tinggal yang layak, serta kesadaran masyarakat akan sanitasi yang baik dan hidup yang higenis, maka Perseroan memiliki peluang untuk meningkatkan penjualan produknya. Hal ini dikarenakan Perseroan menjual produk-produk pelengkap rumah tinggal seperti peralatan kamar mandi dan dapur. Selain itu, merek produk Perseroan juga sudah sangat dikenal oleh masyarakat baik di dalam maupun di luar negri. Produk-produk Perseroan juga sudah dipercaya memiliki kualitas yang baik dan tahan lama. Dengan strategi pemasaran dan inovasi produk terus menerus, maka Perseroan diharapkan mampu mempertahankan kinerjanya yang baik. 3.8. Pesaing Usaha Diantara pesaing usaha Perseroan, tidak ada pihak-pihak yang mendominasi. Peluang yang dimiliki oleh Perseroan dan industri ini cukup besar, dipacu oleh potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan potensi pertumbuhan populasi kelas menengah kedepannya. Beberapa pesaing SPTO di Indonesia, antara lain: Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 21
Page 32
PT American Standard Indonesia
Telah memulai usaha selama 140 tahun, dengan merek American Standard antara lain
produk kloset, keran, bathup, wastafel dan aksesori lainnya; merupakan pesaing yang
memiliki produk serupa bagi Perseroan.
PT Inax International
Perusahaan saniter yang berlokasi di Semarang ini, memulai usahanya sejak tahun
1982. Merupakan salah satu pesaing Perseroan yang menjual produk merek INA,
dengan ragam berupa INA Sanitary, INA Home and Living dan Ina Sanitary Fittings.
PT Kohler Indonesia
Didirikan dengan nama Kohler Co pada tahun 1873, menyediakan produk dan layanan
untuk rumah berupa kloset, keran dapur dan kamar mandi, bathup, wastafel dan
aksesori lainnya dengan merek Kohler.
PT Grohe Indonesia.
Perusahaan yang berasal dari Jerman ini merupakan penyedia peralatan saniter dengan
merek Grohe berupa kloset, keran dapur dan kamar mandi, bathup, wastafel dan
aksesori lainnya.
3.9. Target Pasar
Strategi Perseroan dalam memperoleh pelanggan, dilaksanakan melalui tim pemasaran
dan tim penjualan. Guna menunjang pemasaran, Perseroan juga telah memiliki
sejumlah Showroom atau Ruang Pamer, di antaranya terletak di Jakarta (Panglima
Polim, Pinangsia, IDD PIK 2, Slipi) dan Surabaya (Gubernur Suryo).
Perseroan menjual produk Perseroan melalui jaringan distributor tunggal dan agen di
Indonesia, yang pada gilirannya menjual dan mendistribusikan produk Perseroan ke
agen dan pengguna akhir lainnya. Agen Perseroan meliputi toko-toko tradisional dan
gerai ritel modern. Perseroan juga menjual sebagian produk Perseroan langsung kepada
pelanggan proyek yang terdiri dari pengembang properti yang terlibat dalam proyek
pengembangan yang mereka gunakan untuk produk kamar mandi.
Perseroan menjual semua jenis produk yang berhubungan dengan kamar mandi di
seluruh Indonesia, terutama dengan merek TOTO. Produk terkait kamar mandi
Perseroan terdiri dari barang saniter dan fitting.
3.10. Strategi Pemasaran
Tujuan utama Perseroan adalah untuk memperluas jejak Perseroan sebagai agen
eksklusif untuk TOTO Jepang, yang mencakup seluruh nusantara Indonesia, dengan
berfokus pada strategi utama yang ditetapkan di bawah ini:
1. Perseroan bermaksud untuk terus memperluas fasilitas manufaktur yang baru
dibangun di Surabaya untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas
jangkauan geografis, memperluas jangkauan produk Perseroan, dan
mengoptimalkan biaya Perseroan.
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 22
Page 33
2. Perseroan terus melatih dan memotivasi tim penjualan Perseroan dan memperkuat
saluran distribusi Perseroan untuk mendorong pertumbuhan penjualan. Perseroan
percaya bahwa memiliki tim penjualan dan strategi penjualan yang kuat sangat
penting bagi bisnis Perseroan.
3. Perseroan bermaksud mempertahankan penjualan yang kuat dengan distributor
tunggal dan diler, serta pelanggan proyek Perseroan
4. Perseroan bermaksud menawarkan produk pelengkap untuk memberikan solusi ‘all-
in-one’ dan keterpaparan terbalik terhadap pasar produk non-tradisional
5. Strategi pemasaran diperintahkan dan didukung oleh pemasok Perseroan. PT Surya
Toto Indonesia Tbk pada umumnya mendorong inisiatif pencitraan merek dan iklan
yang terkait dengan produk merek TOTO, termasuk, misalnya, segmen pasar mana
yang harus ditargetkan dengan lini produk dan keputusan tertentu tentang saluran
iklan dan skema warna. Untuk produk non-TOTO, umumnya Perseroan mengikuti
strategi pemasaran masing-masing pemasok.
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 23
Page 34
4. KAJIAN KELAYAKAN TEKNIS 4.1. Jangkauan Pemasaran Perseroan memiliki 11 distributor tunggal yang mencakup 14 kota besar dan sekitarnya di luar Jakarta dan Surabaya dan lebih dari 100 agen di Jakarta dan Surabaya. Dengan adanya penambahan usaha, jangkauan pemasaran SPTO bisa semakin luas ke seluruh Indonesia, yang terdapat jaringan internet, karena rencana penambahan KBLI ini membuat Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya. Sehingga, dengan penambahan KBLI, tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional Perseroan, namun ke depannya dapat memperluas jangkauan pemasaran. 4.2. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya, dan Ahli Professional Guna memenuhi kebutuhan Perseroan dan menempatkan keterampilan serta keahlian yang dimiliki SDM ke dalam posisi yang sesuai, Perseroan senantiasa memperbarui dan mengevaluasi kebijakan pengelolaan SDM. Langkah pemberdayaan SDM tersebut diharapkan pada akhirnya dapat memperkuat fondasi bisnis di masa depan. Sepanjang tahun 2024, Perseroan telah menjalankan komitmen pengembangan SDM melalui pemberian akses dan pengikutsertaan karyawan dalam program pelatihan dan pengembangan kompetensi. Perseroan mengadakan program-program pelatihan dan pengembangan SDM didasarkan pada standar kompetensi yang dibutuhkan guna mendukung kapabilitas dan pertumbuhan perusahaan. Dalam rangka menyesuaikan dengan kebutuhan organisasi serta mengoptimalkan kinerja Perseroan sesuai rencana bisnis yang telah ditetapkan bersama, Perseroan melakukan program rekrutmen karyawan. Proses rekrutmen sendiri dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip keadilan, kewajaran serta transparansi melalui sejumlah tahapan seleksi yang telah ditentukan. Perseroan berkomitmen untuk selalu mempertimbangkan kompetensi dan kualitas yang dimiliki setiap individu tanpa membedakan antara ras, agama, suku, dan jenis kelamin. Dengan adanya penambahan usaha, tidak ada perubahan terkait tenaga kerja maupun tenaga ahli professional Perseroan, karena rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas KBLI yang dimiliki oleh Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya. Sehingga, dengan penambahan KBLI, tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional perseroan ke depannya. 4.3. Proses Distribusi dan Penjualan Perseroan membuat Purchase Order (PO) kepada pabrik secara rutin setiap bulan. Logistik dari pabrik merupakan tanggung jawab Perseroan, sehingga Perseroan melakukan pengambilan barang dengan truk dari pabrik ke gudang Perseroan. Selanjutnya, atas PO yang diterima oleh Perseroan dari distributor dan agen yang merupakan pelanggan Perseroan, Perseroan melakukan pengiriman barang dalam Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 24
Page 35
waktu 2 sampai 3 hari. Pengiriman dari gudang Perseroan akan ditanggung oleh Perseroan sampai ke gudang pelanggan (titik bongkar). Perseroan mengangkut produk jadi Perseroan kepada pelanggan Perseroan dengan menggunakan kemampuan pengiriman secara langsung atau perusahaan pengiriman pihak ketiga Perseroan. Perseroan menggunakan armada kendaraan Perseroan di Jakarta dan di Surabaya untuk pengiriman ke pelanggan Perseroan di wilayah Jakarta dan Surabaya yang lebih besar. Perseroan melakukan alih daya pengiriman atau pengiriman yang lebih besar ke luar wilayah Jabodetabek dan Surabaya. Perseroan memiliki sekitar sepuluh penyedia logistik yang Perseroan gunakan secara teratur, dan Perseroan memilih layanan mereka berdasarkan jangkauan geografis dan kemampuan mereka untuk memberikan harga yang kompetitif. Dengan adanya penambahan usaha, tidak ada perubahan terkait proses distribusi Perseroan, karena rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas KBLI yang dimiliki oleh Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual produk- produknya melalui internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya. Sehingga, dengan penambahan KBLI, tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional perseroan ke depannya. Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 25
Page 36
5. KAJIAN KELAYAKAN POLA BISNIS
5.1. Keunggulan Kompetitif
Perseroan percaya bahwa kekuatan berikut memberi Perseroan keunggulan kompetitif
di pasar Perseroan:
1. Perseroan adalah distributor terbesar produk saniter bermerek dan fitting di
Indonesia yang menjual langsung kepada pengembang properti besar seperti Grup
Agung Podomoro dan Grup Ciputra.
2. Perseroan memiliki posisi yang baik untuk mendapatkan keuntungan dari
pertumbuhan makroekonomi Indonesia yang terus berlanjut.
3. Perseroan memiliki jaringan distribusi nasional yang mapan.
4. Kekuatan merek TOTO dan hubungan TOTO dengan para pendiri sejak 1968.
5. Perseroan menghasilkan laba bersih dan margin keuntungan yang stabil.
6. Tim manajemen Perseroan memiliki banyak pengalaman dalam menjalankan
Perusahaan.
5.2. Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
Perseroan dipercaya untuk memasarkan seluruh hasil produksi TOTO. Perseroan
merupakan perusahaan swasta nasional yang telah mempunyai pengalaman pemasaran
barang-barang saniter lebih dari 50 tahun lamanya. Sarana yang dimiliki Perseroan,
seperti staf pemasaran yang berpengalaman, pergudangan dan armada pengangkutan
yang sangat memadai, ditambah dengan 11 agen penjualan yang didukung oleh lebih
dari 100 penyalur lokal di seluruh kota besar masing-masing provinsi merupakan
jaminan bagi perkembangan Perseroan untuk masa kini maupun mendatang.
5.3. Kemampuan untuk Menciptakan Nilai
Nilai tambah dari produk yang dijual oleh Perseroan adalah kualitas yang baik dari
produk-produk TOTO seperti body dari produk-produknya yang dibuat dari bahan baku
kuningan dengan kualitas tinggi, design elegan yang mendapat pengujian dan
persetujuan dari TOTO Jepang, serta kualitas produk yang lebih tahan korosif dengan
teknologi Plating yang memiliki ketebalan lapisan Plating yang melebihi standar industri
pada Nikel dan Krom-nya, juga aman digunakan untuk air minum.
Ditambah lagi dengan menjadi distribusi Tunggal merk seperti Villeroy & Boch dan
Stiebel Eltron, kami menghadirkan standar baru dalam kualitas, desain, dan teknologi
Eropa ke pasar Indonesia.
• Villeroy & Boch telah berdiri sejak 1748, menjadikannya salah satu pelopor keramik
dan sanitasi premium dunia dengan warisan desain Eropa klasik dan modern.
• Stiebel Eltron, berdiri sejak 1924, adalah pelopor teknologi pemanas air dan solusi
energi terbarukan yang telah dipercaya secara global.
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 26
Page 37
6. KAJIAN KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN 6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja Per 31 Desember 2024, tenaga kerja Perseroan berjumlah sebanyak 1.570 orang. Seluruh karyawan-karyawati bagian produksi adalah minimal lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) serta telah mendapat pelatihan menyeluruh dalam hal pembuatan produk. Perseroan menyadari bahwa sumber daya manusia (SDM) sangat penting bagi perkembangan dan keberhasilan Perseroan. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka tidak ada perubahan pada ketersediaan tenaga kerja Perseroan karena Perseroan telah memiliki divisi e-commerce dan rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas KBLI yang dimiliki oleh Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya. Sehingga, dengan penambahan KBLI, tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional perseroan ke depannya. 6.2. Manajemen kekayaan Intelektual Perseroan tidak memiliki HAKI. HAKI adalah milik perusahaan yang menciptakan produk-produk yang dijual oleh Perseroan. 6.3. Manajemen Risiko Dalam melakukan kegiatan usahanya, Perseroan menanggung beberapa risiko. Berikut risiko dan upaya Perseroan dalam memitigasi atau mengatasi risiko-risiko tersebut : • Risiko tingkat suku bunga Risiko tingkat suku bunga terjadi akibat fluktuasi nilai wajar atau arus kas masa depan dari instrumen keuangan yang disebabkan oleh perubahan suku bunga pasar. Risiko ini terutama berpengaruh pada kewajiban utang jangka pendek dan jangka panjang Perseroan yang menggunakan suku bunga mengambang. Sebagai langkah mitigasi, Perseroan secara aktif memantau tren suku bunga pasar dan ekspektasi ekonomi, sehingga dapat mengambil keputusan strategis yang tepat waktu dan menguntungkan. Saat ini, manajemen belum mempertimbangkan perlunya melakukan perjanjian swap suku bunga. • Risiko mata uang asing Risiko nilai tukar mata uang muncul akibat fluktuasi nilai wajar atau arus kas masa depan dari instrumen keuangan yang dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar mata uang asing. Perseroan menghadapi risiko ini terutama dari aset dan liabilitas moneter bersih yang tidak menggunakan mata uang fungsional Perseroan. Untuk mengelola risiko ini, Perseroan secara ketat memantau pergerakan nilai tukar mata uang asing dan kondisi pasar guna mengambil langkah strategis yang tepat waktu, sehingga dapat Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 27
Page 38
meminimalkan risiko dan memaksimalkan keuntungan. • Risiko kredit Risiko kredit merupakan potensi kerugian keuangan akibat kegagalan pihak ketiga dalam memenuhi kewajibannya berdasarkan instrumen keuangan atau kontrak pelanggan. Perseroan tidak memiliki konsentrasi risiko kredit yang signifikan, karena hanya menjalin hubungan bisnis dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi baik dan kredibel. Untuk mengurangi risiko ini, Perseroan menerapkan kebijakan verifikasi kredit yang ketat bagi seluruh pelanggan yang melakukan transaksi kredit. Selain itu, jumlah piutang dipantau secara berkelanjutan guna meminimalkan risiko penurunan nilai piutang 6.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa untuk mencapai target bisnis, diperlukan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia secara efektif. Oleh karenanya, Perseroan berupaya untuk terus melaksanakan serta memperbaharui program-program pendukung pengembangan kualitas SDM sebagai bentuk kesinambungan regenerasi. Salah satu unsur penting dalam membangun sumber daya manusia yang mengedepankan daya saing dan mendukung pertumbuhan Perseroan, adalah melalui proses rekrutmen, seleksi, pelatihan dan pengembangan kompetensi. Serangkaian proses dilakukan sebelum pemilihan kandidat sesuai dengan kebutuhan Perusahaan. Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung program pengembangan kompetensi dan keterampilan, Perseroan juga terus berupaya menciptakan iklim kerja yang kondusif, dinamis, serta mendukung terciptanya kesejahteraan bagi para karyawan. Suasana kerja yang baik dapat mendorong rasa kepemilikan atau sense of belonging di dalam pribadi setiap anggota Perseroan Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka tidak ada perubahan pada Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Perseroan karena rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas KBLI yang dimiliki oleh Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya. Sehingga, dengan penambahan KBLI, tidak menimbulkan perubahan atas kegiatan operasional perseroan kedepannya. 6.5. Struktur Organisasi Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka tidak ada perubahan pada struktur organisasi Perseroan karena rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas KBLI yang dimiliki oleh Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya. Penjualan online akan digabung dengan divisi e-commerce. Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 28
Page 39
7. KAJIAN KELAYAKAN KEUANGAN
7.1. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Penambahan
Kegiatan Usaha
Berikut ini adalah gambaran laba rugi dan posisi keuangan Perseroan sebelum dan
setelah Penambahan Kegiatan Usaha. Laba rugi dan posisi keuangan sebelum
penambahan KBLI adalah laporan per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra sedangkan posisi keuangan dan laba
rugi setelah perubahan adalah proforma posisi keuangan Perseroan, yang disiapkan oleh
manajemen.
Tabel 7 : Laporan Laba Rugi Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Per 31 Desember 2024
Keterangan Sebelum Penambahan Setelah Penambahan
KBLI Penyesuaian KBLI
PENDAPATAN NETO 2.915.244.767.837 - 2.915.244.767.837
BEBAN POKOK PENDAPATAN (2.071.370.832.529) - (2.071.370.832.529)
LABA BRUTO 843.873.935.308 - 843.873.935.308
BEBAN USAHA
Penjualan (261.386.582.813) (350.000.000) (261.736.582.813)
Umum dan administrasi (210.053.018.104) - (210.053.018.104)
Total beban usaha (471.439.600.917) (350.000.000) (471.789.600.917)
LABA USAHA 372.434.334.391 (350.000.000) 372.084.334.391
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan bunga 22.963.596.569 - 22.963.596.569
Kenaikan (penurunan) dari perubahan nilai wajar
(612.338.154) - (612.338.154)
properti investasi
Keuntungan penjualan aset tetap (3.062.399.065) - (3.062.399.065)
Keuntungan neto penurunan nilai piutang usaha 789.984.150 - 789.984.150
Laba (rugi) selisih kurs - neto 92.146.860 - 92.146.860
Beban bank (624.181.358) - (624.181.358)
Beban bunga aset hak guna (7.505.306.171) - (7.505.306.171)
Beban bunga atas pinjaman bank (11.444.002.353) - (11.444.002.353)
Beban bunga atas utang pembiayaan konsumen (114.770.267) - (114.770.267)
Lain-lain - neto 5.047.886.718 - 5.047.886.718
Beban lain-lain - Neto 5.530.616.929 - 5.530.616.929
LABA SEBELUM PAJAK FINAL DAN PAJAK
377.964.951.320 (350.000.000) 377.614.951.320
PENGHASILAN
Beban pajak final (8.047.831.637) - (8.047.831.637)
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN 369.917.119.683 (350.000.000) 369.567.119.683
Beban pajak penghasilan (55.156.861.759) - (55.156.861.759)
LABA NETO TAHUN BERJALAN 314.760.257.924 (350.000.000) 314.410.257.924
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 29
Page 40
Tabel 8 : Laporan Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Penambahan Kegiatan
Per 31 Desember 2024
Keterangan Sebelum Penambahan Setelah Penambahan
KBLI Penyesuaian KBLI
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 242.908.046.665 (350.000.000) 242.558.046.665
Piutang usaha
Pihak ketiga - neto 587.702.251.499 - 587.702.251.499
Pihak berelasi 64.825.498 - 64.825.498
Piutang lain-lain
Pihak ketiga - neto 3.988.761.872 - 3.988.761.872
Pihak berelasi 284.933.428 - 284.933.428
Persediaan - neto 559.525.136.785 - 559.525.136.785
Uang muka 14.306.937.428 - 14.306.937.428
Biaya dibayar di muka 2.531.038.645 - 2.531.038.645
Pajak dibayar di muka 183.711.201 - 183.711.201
TOTAL ASET LANCAR 1.411.495.643.021 (350.000.000) 1.411.145.643.021
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada Obligasi 191.883.094.408 - 191.883.094.408
Aset hak guna 82.439.158.258 - 82.439.158.258
Taksiran tagihan pajak 62.664.704 - 62.664.704
Uang muka pembelian aset tetap dan
properti investasi 8.840.878.601 - 8.840.878.601
Aset tetap 1.050.074.143.292 - 1.050.074.143.292
Properti investasi 646.106.227.866 - 646.106.227.866
Aset takberwujud 3.198.792.485 - 3.198.792.485
Aset pajak tangguhan 20.127.250.576 - 20.127.250.576
Aset tidak lancar lainnya 1.365.828.454 - 1.365.828.454
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 2.004.098.038.644 - 2.004.098.038.644
TOTAL ASET 3.415.593.681.665 (350.000.000) 3.415.243.681.665
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 66.194.000.000 - 66.194.000.000
Utang usaha
Pihak ketiga 29.184.511.572 - 29.184.511.572
Pihak berelasi 494.198.095.483 - 494.198.095.483
Utang lain-lain
Pihak ketiga 15.484.806.141 - 15.484.806.141
Pihak berelasi 181.533.325 - 181.533.325
Biaya yang masih harus dibayar 16.341.948.498 - 16.341.948.498
Utang pajak 35.404.215.177 - 35.404.215.177
Uang muka dan jaminan dari pelanggan 136.201.497.499 - 136.201.497.499
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 9.809.769.878 - 9.809.769.878
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
satu tahun:
Utang pembiayaan konsumen 674.258.627 - 674.258.627
Utang bank 17.958.427.684 - 17.958.427.684
Liabilitas sewa 3.842.582.005 - 3.842.582.005
Utang dividen
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 825.475.645.889 - 825.475.645.889
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam setahun:
Utang pembiayaan konsumen 444.095.184 - 444.095.184
Utang bank 99.605.713.836 - 99.605.713.836
Liabilitas sewa 86.001.542.960 - 86.001.542.960
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 40.219.903.621 - 40.219.903.621
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 226.271.255.601 - 226.271.255.601
TOTAL LIABILITAS 1.051.746.901.490 - 1.051.746.901.490
EKUITAS
Modal saham 270.000.000.000 - 270.000.000.000
Tambahan modal disetor 704.485.563.169 - 704.485.563.169
Cadangan umum 5.000.000.000 - 5.000.000.000
Saldo laba 654.530.163.687 (350.000.000) 654.180.163.687
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 1.634.015.726.856 (350.000.000) 1.633.665.726.856
Kepentingan non-pengendali 729.831.053.319 - 729.831.053.319
TOTAL EKUITAS 2.363.846.780.175 (350.000.000) 2.363.496.780.175
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3.415.593.681.665 (350.000.000) 3.415.243.681.665
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 30
Page 41
Sebagaimana diperlihatkan pada tabel di atas, terdapat perubahan antara laba rugi dan
posisi keuangan Perseroan sebelum dan setelah dilakukannya penambahan KBLI.
Perubahan terjadi akibat adanya biaya implementasi website yang diestimasikan
sebesar Rp350.000.000. Dengan mengabaikan dampak pajak yang timbul atasnya,
maka perubahan-perubahan terdapat pada akun:
• Pada laporan laba rugi, setelah penambahan KBLI maka beban penjualan bertambah
sebesar Rp350 juta sehingga laba Perseroan berkurang sebesar Rp350 juta.
• Pada posisi keuangan, setelah penambahan KBLI maka kas dan setara kas dan saldo
laba Perseroan berkurang masing-masing sebesar Rp350 juta.
7.2. Proyeksi Keuangan Dengan dan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi laporan keuangan telah dipersiapkan oleh manajemen Perseroan dengan
asumsi-asumsi yang menurut Penilai cukup wajar sebagai berikut:
Tabel 9 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Dengan Penambahan KBLI
Keterangan DENGAN PENAMBAHAN KBLI
2025 2026 2027 2028 2029
PENDAPATAN NETO 3.094.193.934.647 3.373.475.654.335 3.678.422.439.537 4.011.424.539.459 4.375.097.385.731
BEBAN POKOK PENDAPATAN (2.173.744.015.724) (2.367.066.200.453) (2.566.350.449.369) (2.785.527.314.986) (2.934.726.471.019)
LABA BRUTO 920.449.918.923 1.006.409.453.882 1.112.071.990.168 1.225.897.224.473 1.440.370.914.711
BEBAN USAHA
Penjualan (260.723.641.472) (284.485.333.455) (310.437.490.558) (338.784.320.258) (369.749.274.267)
Umum dan administrasi (202.804.021.847) (222.025.121.691) (240.904.274.456) (261.073.105.617) (283.050.492.309)
Depreciation - Fixed Assets (22.665.263.545) (29.298.526.723) (30.963.453.059) (34.661.625.712) (125.052.023.604)
Total beban usaha (486.192.926.864) (535.808.981.869) (582.305.218.073) (634.519.051.587) (777.851.790.180)
LABA USAHA 434.256.992.059 470.600.472.013 529.766.772.096 591.378.172.886 662.519.124.531
Penghasilan (beban) lain-lain (25.801.947.075) (33.131.671.543) (29.595.298.821) (20.616.337.771) (12.176.943.337)
LABA SEBELUM PAJAK 408.455.044.984 437.468.800.470 500.171.473.275 570.761.835.115 650.342.181.195
Manfaat (beban) pajak penghasilan (76.817.063.963) (84.806.427.994) (93.893.602.740) (103.537.322.968) (119.645.321.300)
LABA NETO TAHUN BERJALAN 331.637.981.021 352.662.372.475 406.277.870.535 467.224.512.147 530.696.859.895
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 31
Page 42
Tabel 10 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Dengan Penambahan KBLI
DENGAN PENAMBAHAN KBLI
Keterangan
2025 2026 2027 2028 2029
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 411.442.424.095 662.732.510.663 633.298.577.686 688.907.541.391 770.573.891.259
Piutang usaha 609.494.897.382 665.040.715.723 725.706.819.044 791.970.531.054 864.354.156.105
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 2.770.681.901 2.770.681.901 2.770.681.901 2.770.681.901 2.770.681.901
Persediaan 595.772.955.984 662.200.826.314 724.206.947.398 790.010.636.789 864.129.123.497
Uang muka 14.306.937.428 14.306.937.428 14.306.937.428 14.306.937.428 14.306.937.428
Biaya dibayar di muka 880.664.789 880.664.789 880.664.789 880.664.789 880.664.789
Aset lancar lainnya 809.561.160 809.561.160 809.561.160 809.561.160 809.561.160
TOTAL ASET LANCAR 1.635.478.122.739 2.008.741.897.978 2.101.980.189.405 2.289.656.554.513 2.517.825.016.139
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 969.025.623.137 924.819.779.808 1.017.699.010.142 1.006.880.067.824 995.328.044.219
Aset hak guna 118.789.344.020 118.789.344.020 118.789.344.020 118.789.344.020 118.789.344.020
Properti investasi 842.890.407.661 842.890.407.661 842.890.407.661 842.890.407.661 842.890.407.661
Aset pajak tangguhan 20.127.250.576 20.127.250.576 20.127.250.576 20.127.250.576 20.127.250.576
Aset tidak lancar lainnya 237.454.545.925 242.627.697.194 247.614.272.829 252.507.560.646 255.354.204.555
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 2.188.287.171.319 2.149.254.479.258 2.247.120.285.228 2.241.194.630.726 2.232.489.251.031
TOTAL ASET 3.823.765.294.058 4.157.996.377.236 4.349.100.474.633 4.530.851.185.239 4.750.314.267.170
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 493.977.505.709 526.942.330.317 568.916.586.702 619.130.493.286 673.816.013.391
Utang lain-lain 15.310.380.746 15.310.380.746 15.310.380.746 15.310.380.746 15.310.380.746
Biaya yang masih harus dibayar 12.674.057.568 12.674.057.568 12.674.057.568 12.674.057.568 12.674.057.568
Utang pajak 23.972.183.956 23.972.183.956 23.972.183.956 23.972.183.956 23.972.183.956
Utang bank jangka pendek 66.194.000.000 66.194.000.000 66.194.000.000 66.194.000.000 66.194.000.000
Uang muka dan jaminan dari pelanggan 136.201.497.499 136.201.497.499 136.201.497.499 136.201.497.499 136.201.497.499
Utang jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
Utang bank 17.958.427.684 17.958.427.684 17.958.427.684 17.958.427.684 17.958.427.684
Liabilitas sewa 3.842.582.005 3.842.582.005 3.842.582.005 3.842.582.005 3.842.582.005
Pembiayaan konsumen 674.258.627 674.258.627 674.258.627 674.258.627 674.258.627
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 770.804.893.794 803.769.718.402 845.743.974.787 895.957.881.371 950.643.401.476
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam setahun:
Utang bank 266.355.101.664 416.355.101.664 416.355.101.664 366.355.101.664 316.355.101.664
Liabilitas sewa 82.403.850.674 82.403.850.674 82.403.850.674 82.403.850.674 82.403.850.674
Pembiayaan konsumen 1.522.523.706 1.522.523.706 1.522.523.706 1.522.523.706 1.522.523.706
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 37.896.597.908 37.896.597.908 37.896.597.908 37.896.597.908 37.896.597.908
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 388.178.073.952 538.178.073.952 538.178.073.952 488.178.073.952 438.178.073.952
TOTAL LIABILITAS 1.158.982.967.746 1.341.947.792.354 1.383.922.048.739 1.384.135.955.323 1.388.821.475.428
EKUITAS
Modal saham 974.485.563.169 974.485.563.169 974.485.563.169 974.485.563.169 974.485.563.169
Saldo laba ditahan 942.438.802.845 1.088.281.528.979 1.224.911.826.522 1.384.439.588.049 1.567.677.397.312
Kepentingan non-pengendali 747.857.960.298 753.281.492.734 765.781.036.203 787.790.078.698 819.329.831.262
TOTAL EKUITAS 2.664.782.326.312 2.816.048.584.882 2.965.178.425.894 3.146.715.229.917 3.361.492.791.743
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3.823.765.294.058 4.157.996.377.236 4.349.100.474.633 4.530.851.185.239 4.750.314.267.170
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 32
Page 43
Tabel 11 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Dengan Penambahan KBLI
DENGAN PENAMBAHAN KBLI
Keterangan
2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 3.014.632.116.805 3.272.820.100.520 3.571.329.792.424 3.897.378.883.184 4.253.536.688.825
Pembayaran kepada pemasok, karyawan dan operasional (2.553.689.913.303) (2.781.095.994.672) (2.999.158.869.290) (3.260.997.615.620) (3.553.186.537.276)
Penerimaan bunga 7.730.628.608 12.082.273.295 18.637.142.504 24.170.061.888 28.451.956.322
Pembayaran bunga (19.519.926.024) (31.201.295.179) (34.219.791.667) (30.773.750.000) (26.616.250.000)
Pembayaran pajak penghasilan badan (76.817.063.963) (84.806.427.994) (93.893.602.740) (103.537.322.968) (119.645.321.300)
Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi 372.335.842.123 387.798.655.969 462.694.671.232 526.240.256.485 582.540.536.572
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan (Perolehan) aset (112.746.302.539) (62.373.151.269) (212.186.575.635) (112.093.287.817) (112.046.643.909)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (112.746.302.539) (62.373.151.269) (212.186.575.635) (112.093.287.817) (112.046.643.909)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) atas utang bank jangka pendek 100.000.000.000 150.000.000.000 - (50.000.000.000) (50.000.000.000)
Pembayaran Dividen (190.705.162.155) (224.135.418.132) (279.942.028.575) (308.538.004.962) (338.827.542.795)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (90.705.162.155) (74.135.418.132) (279.942.028.575) (358.538.004.962) (388.827.542.795)
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS 168.884.377.430 251.290.086.568 (29.433.932.977) 55.608.963.705 81.666.349.868
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 242.558.046.665 411.442.424.095 662.732.510.663 633.298.577.686 688.907.541.391
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 411.442.424.095 662.732.510.663 633.298.577.686 688.907.541.391 770.573.891.259
Tabel 12 : Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
Keterangan TANPA PENAMBAHAN KBLI
2025 2026 2027 2028 2029
PENDAPATAN NETO 3.090.544.632.498 3.369.481.119.286 3.674.049.638.873 4.006.637.246.925 4.369.855.869.917
BEBAN POKOK PENDAPATAN (2.171.034.827.345) (2.364.101.786.583) (2.563.106.483.843) (2.781.977.128.067) (2.930.840.821.430)
LABA BRUTO 919.509.805.153 1.005.379.332.702 1.110.943.155.030 1.224.660.118.859 1.439.015.048.487
BEBAN USAHA
Penjualan (260.411.724.764) (284.143.908.665) (310.063.734.281) (338.375.136.128) (369.301.266.323)
Umum dan administrasi (202.804.021.847) (222.025.121.691) (240.904.274.456) (261.073.105.617) (283.050.492.309)
Depreciation - Fixed Assets (22.665.263.545) (29.298.526.723) (30.963.453.059) (34.661.625.712) (125.052.023.604)
Total beban usaha (485.881.010.157) (535.467.557.079) (581.931.461.795) (634.109.867.457) (777.403.782.235)
LABA USAHA 433.628.794.996 469.911.775.623 529.011.693.235 590.550.251.401 661.611.266.252
Penghasilan (beban) lain-lain (25.801.947.075) (33.131.671.543) (29.555.087.029) (20.586.294.516) (12.153.423.385)
LABA SEBELUM PAJAK 407.826.847.921 436.780.104.080 499.456.606.206 569.963.956.885 649.457.842.867
Manfaat (beban) pajak penghasilan (76.698.962.915) (84.676.953.073) (93.759.207.731) (103.387.321.861) (119.479.065.694)
LABA NETO TAHUN BERJALAN 331.127.885.006 352.103.151.007 405.697.398.475 466.576.635.024 529.978.777.173
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 33
Page 44
Tabel 13 : Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
TANPA PENAMBAHAN KBLI
Keterangan
2025 2026 2027 2028 2029
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 411.534.814.456 662.600.763.522 632.998.216.771 688.403.433.849 769.845.358.283
Piutang usaha 609.342.843.126 664.874.276.762 725.524.619.016 791.771.060.532 864.135.759.612
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 2.770.681.901 2.770.681.901 2.770.681.901 2.770.681.901 2.770.681.901
Persediaan 595.122.750.774 661.489.366.986 723.428.395.671 789.158.591.929 863.196.567.596
Uang muka 14.306.937.428 14.306.937.428 14.306.937.428 14.306.937.428 14.306.937.428
Biaya dibayar di muka 880.664.789 880.664.789 880.664.789 880.664.789 880.664.789
Aset lancar lainnya 809.561.160 809.561.160 809.561.160 809.561.160 809.561.160
TOTAL ASET LANCAR 1.634.768.253.633 2.007.732.252.548 2.100.719.076.737 2.288.100.931.587 2.515.945.530.770
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap 969.025.623.137 924.819.779.808 1.017.699.010.142 1.006.880.067.824 995.328.044.219
Aset hak guna 118.789.344.020 118.789.344.020 118.789.344.020 118.789.344.020 118.789.344.020
Properti investasi 842.890.407.661 842.890.407.661 842.890.407.661 842.890.407.661 842.890.407.661
Aset pajak tangguhan 20.127.250.576 20.127.250.576 20.127.250.576 20.127.250.576 20.127.250.576
Aset tidak lancar lainnya 237.454.545.925 242.627.697.194 247.614.272.829 252.507.560.646 255.354.204.555
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 2.188.287.171.319 2.149.254.479.258 2.247.120.285.228 2.241.194.630.726 2.232.489.251.031
TOTAL ASET 3.823.055.424.952 4.156.986.731.807 4.347.839.361.965 4.529.295.562.314 4.748.434.781.801
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 493.300.208.614 526.201.226.850 568.105.595.320 618.242.946.556 672.844.600.993
Utang lain-lain 15.310.380.746 15.310.380.746 15.310.380.746 15.310.380.746 15.310.380.746
Biaya yang masih harus dibayar 12.674.057.568 12.674.057.568 12.674.057.568 12.674.057.568 12.674.057.568
Utang pajak 23.972.183.956 23.972.183.956 23.972.183.956 23.972.183.956 23.972.183.956
Utang bank jangka pendek 66.194.000.000 66.194.000.000 66.194.000.000 66.194.000.000 66.194.000.000
Uang muka dan jaminan dari pelanggan 136.201.497.499 136.201.497.499 136.201.497.499 136.201.497.499 136.201.497.499
Utang jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
Utang bank 17.958.427.684 17.958.427.684 17.958.427.684 17.958.427.684 17.958.427.684
Liabilitas sewa 3.842.582.005 3.842.582.005 3.842.582.005 3.842.582.005 3.842.582.005
Pembiayaan konsumen 674.258.627 674.258.627 674.258.627 674.258.627 674.258.627
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 770.127.596.699 803.028.614.935 844.932.983.405 895.070.334.641 949.671.989.078
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam setahun:
Utang bank 266.355.101.664 416.355.101.664 416.355.101.664 366.355.101.664 316.355.101.664
Liabilitas sewa 82.403.850.674 82.403.850.674 82.403.850.674 82.403.850.674 82.403.850.674
Pembiayaan konsumen 1.522.523.706 1.522.523.706 1.522.523.706 1.522.523.706 1.522.523.706
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 37.896.597.908 37.896.597.908 37.896.597.908 37.896.597.908 37.896.597.908
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 388.178.073.952 538.178.073.952 538.178.073.952 488.178.073.952 438.178.073.952
TOTAL LIABILITAS 1.158.305.670.651 1.341.206.688.887 1.383.111.057.357 1.383.248.408.593 1.387.850.063.030
EKUITAS
Modal saham 974.485.563.169 974.485.563.169 974.485.563.169 974.485.563.169 974.485.563.169
Saldo laba ditahan 942.406.230.834 1.088.012.987.017 1.224.461.705.235 1.383.771.511.854 1.566.769.324.339
Kepentingan non-pengendali 747.857.960.298 753.281.492.734 765.781.036.203 787.790.078.698 819.329.831.262
TOTAL EKUITAS 2.664.749.754.301 2.815.780.042.920 2.964.728.304.607 3.146.047.153.721 3.360.584.718.770
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 3.823.055.424.952 4.156.986.731.807 4.347.839.361.965 4.529.295.562.314 4.748.434.781.801
Tabel 14 : Proyeksi Arus Kas Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
TANPA PENAMBAHAN KBLI
Keterangan
2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 3.011.134.868.913 3.268.839.950.174 3.566.972.752.827 3.892.608.861.145 4.248.314.098.982
Pembayaran kepada pemasok, karyawan dan operasional (2.550.695.900.101) (2.777.792.708.267) (2.995.543.943.003) (3.257.041.306.784) (3.548.856.234.369)
Penerimaan bunga 7.730.628.608 12.082.273.295 18.677.354.296 24.200.105.143 28.475.476.274
Pembayaran bunga (19.519.926.024) (31.201.295.179) (34.219.791.667) (30.773.750.000) (26.616.250.000)
Pembayaran pajak penghasilan badan (76.698.962.915) (84.676.953.073) (93.759.207.731) (103.387.321.861) (119.479.065.694)
Arus Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi 371.950.708.480 387.251.266.950 462.127.164.723 525.606.587.643 581.838.025.193
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan (Perolehan) aset (112.746.302.539) (62.373.151.269) (212.186.575.635) (112.093.287.817) (112.046.643.909)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (112.746.302.539) (62.373.151.269) (212.186.575.635) (112.093.287.817) (112.046.643.909)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran) atas utang bank jangka pendek 100.000.000.000 150.000.000.000 - (50.000.000.000) (50.000.000.000)
Pembayaran Dividen (190.577.638.151) (223.812.166.614) (279.543.135.840) (308.108.082.748) (338.349.456.849)
Arus Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (90.577.638.151) (73.812.166.614) (279.543.135.840) (358.108.082.748) (388.349.456.849)
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS 168.626.767.791 251.065.949.067 (29.602.546.751) 55.405.217.077 81.441.924.435
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 242.908.046.665 411.534.814.456 662.600.763.522 632.998.216.771 688.403.433.849
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 411.534.814.456 662.600.763.522 632.998.216.771 688.403.433.849 769.845.358.283
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 34
Page 45
Dari gambaran di atas terlihat bahwa diproyeksikan terdapat beberapa perbedaan
antara Dengan dan Tanpa dilakukannya Penambahan KBLI yaitu sebagai berikut:
Posisi Keuangan:
Dengan adanya penambahan KBLI maka ekuitas Perseroan lebih tinggi dibandingkan
tanpa penambahan KBLI karena adanya tambahan perolehan laba bersih dari pekerjaan
yang dapat dilakukan setelah Perseroan menambah KBLI, yaitu melakukan penjualan
melalui internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya.
Tabel 15 : Proyeksi Ekuitas Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI
Dalam Rp 2025 2026 2027 2028 2029
Dengan transaksi 2.664.782.326.312 2.816.048.584.882 2.965.178.425.894 3.146.715.229.917 3.361.492.791.743
Tanpa transaksi 2.664.749.754.301 2.815.780.042.920 2.964.728.304.607 3.146.047.153.721 3.360.584.718.770
Perbedaan 32.572.011 268.541.962 450.121.287 668.076.196 908.072.972
Selain itu, akun lainnya pada posisi keuangan mengalami perbedaan akibat dari
perubahan perputaran modal kerja yang diakibatkan oleh perbedaan jumlah
pendapatan, beban langsung, beban usaha dan perolehan laba bersih antara Dengan
dilakukannya penambahan KBLI dan Tanpa dilakukannya penambahan KBLI.
Laba Rugi:
❖ Pendapatan
Dengan adanya penambahan KBLI, maka diproyeksikan bahwa Perseroan akan
memperoleh tambahan pendapatan karena dapat melakukan penjualan melalui
internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya.
Tabel 16 : Proyeksi Pendapatan Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI
Dalam Rp 2025 2026 2027 2028 2029
Dengan transaksi 3.094.193.934.647 3.373.475.654.335 3.678.422.439.537 4.011.424.539.459 4.375.097.385.731
Tanpa transaksi 3.090.544.632.498 3.369.481.119.286 3.674.049.638.873 4.006.637.246.925 4.369.855.869.917
Perbedaan 3.649.302.149 3.994.535.049 4.372.800.664 4.787.292.534 5.241.515.813
❖ Beban Pokok Pendapatan
Dengan dilakukannya penambahan KBLI, maka beban pokok pendapatan juga akan
bertambah seiring dengan peningkatan pendapatan.
Tabel 17 : Proyeksi Beban Pokok Pendapatan
Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI
Dalam Rp 2025 2026 2027 2028 2029
Dengan transaksi 2.173.744.015.724 2.367.066.200.453 2.566.350.449.369 2.785.527.314.986 2.934.726.471.019
Tanpa transaksi 2.171.034.827.345 2.364.101.786.583 2.563.106.483.843 2.781.977.128.067 2.930.840.821.430
Perbedaan 2.709.188.379 2.964.413.870 3.243.965.526 3.550.186.920 3.885.649.589
❖ Beban Usaha
Dengan dilakukannya penambahan KBLI, maka beban usaha juga akan bertambah
seiring dengan peningkatan pendapatan.
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 35
Page 46
Tabel 18 : Proyeksi Beban Usaha Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI
Dalam Rp 2025 2026 2027 2028 2029
Dengan transaksi 486.192.926.864 535.808.981.869 582.305.218.073 634.519.051.587 777.851.790.180
Tanpa transaksi 485.881.010.157 535.467.557.079 581.931.461.795 634.109.867.457 777.403.782.235
Perbedaan 311.916.707 341.424.790 373.756.277 409.184.130 448.007.945
7.3. Dampak Keuangan
Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, maka dampak terhadap keuangan
Perseroan ke depannya adalah berupa penambahan pendapatan, beban pokok
pendapatan, dan beban usaha atas kegiatan usaha yang baru, yang mengakibatkan
penambahan atas laba bersih Perseroan yang baru, yaitu sebagai berikut:
Tabel 19 : Proyeksi Laba Bersih Dengan dan Tanpa Penambahan KBLI
7.4. Manfaat
Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan ini akan memberikan manfaat kepada Perseroan
maupun Pemegang Saham Perseroan, antara lain:
1. Dengan Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan laba bersih Perseroan untuk tahun
2025-2029 diproyeksikan bertambah sebesar Rp510 juta hingga Rp718 juta
dibandingkan Tanpa Penambahan KBLI.
2. Dengan Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan ekuitas Perseroan untuk tahun 2025–
2029 diproyeksikan bertambah sebesar Rp33 juta hingga Rp908 juta dibandingkan
Tanpa Penambahan KBLI.
7.5. Kesimpulan
Pendekatan yang digunakan dalam menganalisa kelayakan Penambahan Kegiatan
Usaha Perseroan adalah dengan melakukan analisis atas kelayakan pasar, kelayakan
teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen dan kelayakan keuangan.
Dari kajian kelayakan pasar, dengan adanya penambahan KBLI, maka tidak ada
perubahan pangsa pasar, potensi pasar dan potensi nilai pasar Perseroan, karena
rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas KBLI yang dimiliki
oleh Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui
internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya.
Dari kajian kelayakan teknis, menunjukan bahwa secara legalitas, dengan adanya
penambahan KBLI, maka ke depannya, perijinan Perseroan terkait klasifikasi KBLI yang
dimiliki menjadi sesuai dengan kegiatan usahanya yang telah berjalan selama ini. Selain
itu, dengan penambahan KBLI, maka kegiatan operasional Perseroan tidak mengalami
perubahan.
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 36
Page 47
Dari kajian kelayakan pola bisnis, menunjukan bahwa dengan adanya penambahan usaha, maka pola bisnis Perseroan tidak mengalami perubahan, karena rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas KBLI yang dimiliki oleh Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya. Dari kajian kelayakan model manajemen, menunjukan bahwa dengan adanya penambahan usaha, maka model manajemen Perseroan tidak mengalami perubahan, karena rencana penambahan KBLI hanya untuk penyesuaian legalitas atas KBLI yang dimiliki oleh Perseroan saat ini agar Perseroan dapat menjual produk-produknya melalui internet (termasuk di website sendiri), media massa, dan sejenisnya. Pada kajian kelayakan keuangan, penambahan KBLI Perseroan dinilai Layak karena memberikan manfaat secara kuantitatif yaitu peningkatan perolehan laba bersih sebesar Rp510 juta pada tahun 2025 hingga sebesar Rp718 juta pada tahun 2029 dibandingkan Tanpa Penambahan KBLI. Berdasarkan hal-hal sebagaimana diungkapkan di atas maka kami berpendapat bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Surya Pertiwi Tbk dimaksud adalah “LAYAK”. Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025 37
Names mentioned 48 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Felix Sutandar & Rekan
p.4
unresolved
person
Felix Sutandar, MSc
· Pemimpin Rekan
p.4 ×2
unresolved
—
Kualifikasi
p.10
unresolved
—
Ijin Penilai
p.10
unresolved
—
STTD
p.10
unresolved
—
MAPPI
p.10 ×3
unresolved
person
Natalia Goysal
p.10
unresolved
person
Symphony Sonata
p.10
unresolved
—
Ref. No.: 00475/2.0072-00/BS/05/0022/1/V/2025
p.10 ×2
unresolved
org
KJPP Felix Sutandar dan Rekan
p.11
unresolved
person
Drs. Nursal
p.13 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Teramihardja
p.13
unresolved
org
Tjahjo & Rekan
p.13 ×3
unresolved
person
Drs. Ruchjat Kosasih
p.13
unresolved
org
PT Surya Nusantara
p.15
unresolved
person
Akta Notaris Hendra Karyadi
p.15
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15
unresolved
person
Christina Dwi Utami
p.15
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.15
unresolved
org
PT. Surya Pertiwi Nusantara
p.21
unresolved
org
Bank Indonesia
p.26 ×19
unresolved
org
Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia
p.27
unresolved
org
Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Nilai
p.28
unresolved
org
Bank Indonesia Inflasi Inflasi Indeks Harga Konsumen
p.29
unresolved
org
Bank Indonesia Ref.
p.29
unresolved
org
PT American Standard Indonesia Telah
p.32
unresolved
org
PT Inax International Perusahaan
p.32
unresolved
org
PT Kohler Indonesia Didirikan
p.32
unresolved
org
PT Grohe Indonesia. Perusahaan
p.32
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
2229 ms
12 Sep 2026 22:51
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}