Skip to content
Back to announcement

20250520_WTON_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31887535_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review WTON

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 156

Page 1 OCR 0.950
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
Atas Penambahan Kegiatan Usaha KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan
dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas
Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik PT Wijaya Karya Beton Tbk
PT WIJAYA KARYA BETON TBK
Untuk PT WIJAYA KARYA BETON TBK
WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9,
Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm.
Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340
Page 2 OCR 0.912
KJPP GUNTUR, EK, ANDRI DAN REKAN

korlzin:2,13,0116 car KY No,562/KW,1/2013
Bidang Jasa4?reperti dar 3isnis
kilayah Kerja7Negara Wepubiik Indonesia

No. File : 00029/2.0116-06/BS/03/0511/1/V/2025
Jakarta, 5 Mei 2025

Yth. Dewan Direksi

PT Wijaya Karya Beton Tbk

WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9,
Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur,
DKI Jakarta 13340

Ringkasan Eksekutif Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton
Tbk

Dengan hormat,

Ringkasan Laporan Studi kelayakan ini merupakan bagian dari laporan Studi kelayakan secara
keseluruhan yang disajikan sebagai laporan terinci dan tidak dapat dipisahkan. KANTOR JASA
PENILAI PUBLIK GUNTUR, EKI, ANDRI & REKAN (“GEAR”) telah ditunjuk oleh
PT WIJAYA KARYA BETON TBK (“WTON”) melalui persetujuan surat penawaran
No. JKT.037/PN.BV.GEAR/2025 tanggal 23 April 2025 dengan maksud untuk melakukan Kajian
Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk yaitu KBLI 43211 - Bidang Usaha
Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik, yang
diperlukan dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 17/POJK.04/2020
(POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”)
tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar
Penilaian Indonesia (“SPP”) Edisi VII Tahun 2018, dan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan
penilaian tersebut.

1. Identifikasi Status Penilai

Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 277/KM.1/2018 tertanggal 16 April
2018 mengenai Izin Penilai Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., M.Ec.Dev. MAPPI (Cert) yang
ditetapkan sebagai penilai di Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi (B)
No. B-01.18.00511 dan terdaftar di OJK untuk Pasar Modal dengan No. STTD.PB-
S1/PM.223/2021 dan OJK IKNB dengan No. 211/NB.122/STTD-P/2020 dan juga sebagai anggota
MAPPI dengan No. 14-S-05089 dan Nomor Register RMK-2017.01120.

GEAR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
serta memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian ini.

2. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi tugas dan pengguna laporan adalah sebagai berikut:
Nama : PT Wijaya Karya Beton Tbk
Bidang Usaha £ Perdagangan dan industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain
yang terkait
: WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9, Cipinang Cempedak,

Alamat Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340
Telepon 1021-8192802
Fax :021-85903872
Email : sekper@wika-beton.co.id
Website : www.wika-beton.co.id
kantor tabany 2 Business valuation Unit Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, 11. DT. Panjaitan NG 45,
Jakarta Timur 13350 telp. 021-85914072
Kantor Pusat 2 dk. Sidosermo PDK N-A Na. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fex. 031-847/0138 / 99013093

Cabang 1 Semarang CP), Samarinda (P), Denpasar (P), Makassar (PS), Tegal (PS)
Page 3 OCR 0.918
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN

ko,lzin:2,13,0116 car KYX No, 562/KW,1/2013
Bioang Jasat?reperti dan Bisnis
kilayah Kerja: Negara Wepubiik Indonesia

3. Maksud dan Tujuan Penilaian

Maksud penugasan ini adalah untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya
Karya Beton Tbk yaitu KBLI 43211 - Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi
Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik. yang diperlukan dalam rangka
memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).

Penugasan ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No.17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
No.17/SEOJK.04/2020 (“SEOIK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.

4. Obyek Studi Kelayakan

Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah
penambahan kegiatan usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usahan Indonesia (“KBLI”)
yaitu KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas
Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik.

5. Tanggal Studi Kelayakan (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan

Tanggal Studi Kelayakan adalah tanggal 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) masa
berlaku laporan penilaian adalah 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (Cut Off Date)
dalam laporan penilaian.

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan penilaian ini
yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut off date) dalam laporan penilaian.

6. Independensi Penilai

Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini GEAR bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan WTON ataupun pihak-pihak yang
terafiliasi dengan WTON. GEAR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi
atau merugikan pihak manapun terkait dengan penugasan ini. Imbalan jasa yang kami terima
sama sekali tidak dipengaruhi oleh hasil kajian kelayakan yang dihasilkan.

7. Tanggung Jawab Penilai
Dalam batas kemampuan dan keyakinan GEAR sebagai penilai, GEAR menyatakan bahwa
semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Studi Kelayakan telah dilakukan
dengan benar dan GEAR bertanggung jawab atas Studi Kelayakan yang diterbitkan.

8. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan

Dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini, kami telah melakukan analisis melalui
pendekatan dan prosedur studi kelayakan yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

kanter Cabang 4 Business valuation Unit Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, 11. DT. Panjaitan Na 45,
Jakarta Timur 13350 jelp. 021-85914072
Kantor Pusat 1 JL. Sidosermo PDK N-A Na. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fax. 031-8470138 / 99013095

Cabang 1 Semarang CP), Samarinda (P), Denpasar (P), Makassar (PS), Tegal (PS)
Page 4 OCR 0.907
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN

korlzin:2,13,0116 dar KXCNo,562/KW,1/2013
Bioang Jasat?reperti dar Bisnis
kilayah Kerja? Negara Wepubiik Indonesia

Pengumpulan Data
# Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana ekspansi atas

penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data indentitas Perseroan, perizinan,
spesifikasi proyek, aspek keuangan, dan rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait.
# Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
dipertanggungjawabkan,
# Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan dari aspek yang berpengaruh
dalam kelayakan dengan pihak Perseroan.

Proses Analisis

# Aspek legalitas yang mengkaji terhadap kelengkapan dokumen legalitas dan perizinan
penambahan kegiatan usaha.

# Analisis Pasar yang mengkaji kondisi pasar pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga
listrik atas intalasi penyediaan tenaga listrik di Indonesia.

e Analisis teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana
penambahan kegiatan usaha.

# Analisis pola bisnis yang mengkaji model bisnis atas penambahan kegiatan usaha, risiko
yang berpotensi muncul dan langkah pengendaliannya serta analisis SWOT.

# Aspek model manajemen yang mengkaji struktur dan kebutuhan karyawan atas rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan.

@ Analisis keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi.

Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan atas penambahan
kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indicator Net Present Value
(“NPV”), Profitability Index (“PP”), Internal Rate of Return (“IRR”), dan Payback Period.

9. Standar Penugasan Studi Kelayakan

Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta penyusunan laporan telah dibuat
dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang
“Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No.35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK
17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan
Standar Penilaian Indonesia (“SPP”) Edisi VII Tahun 2018.

10. Tingkat Kedalaman Investigasi

Studi Kelayakan dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan informasi
dari pihak manajemen WTON, yang bertujuan untuk memperoleh dokumen kelengkapan
analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi memalui wawancara berupa con call
atau virtual meeting.

Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:

1. Uji tuntas atas laporan keuangan tidak dilakukan dan penelaahan atas informasi pada
laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan analisis kewajaran:

2. Uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek analisis kewajaran tidak
dilakukan:

3. Analisis dampak untuk para pihak terkait Penambahan Kegiatan Usaha,

4. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis studi kelayakan.

: Business valuation Unit Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, Jl. DT. Panjaitan NG 45,
Jakarta Timur 13350 telp. 021-85914072

Kantor Pusat: JL. Sidosermo PDK N-A No. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fsx. 031-8470138 / 99013095
Cabang 1 Semarang CP), Samarinda (P), Denpasar (P), Makassar (PS), Tegal (PS)

Kantor Cabang
Page 5 OCR 0.897
KJPP GUNTUR, EK, ANDRI DAN REKAN

ko,lzin:2,13,0116 dar KK No,562/KW,1/2013
Bioang Jasat?reperti dar Bisnis
kilayah Kerja: Negara Wepubiik Indonesia

Berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan, diketahui saat ini WTON masih
menjalankan kegiatan operasinya yaitu sebagai Perusahaan di Bidang Perdagangan dan
industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain yang terkait.

Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
memadai diantaranya dengan melakukan melakukan site visit terhadap fasilitas milik WTON
dan melakukan wawancara dengan manajemen WTON ataupun pihak yang mewakilinya dan
pihak-pihak lain yang relevan.

Berikut adalah pihak-pihak yang diwawancarai yaitu:

Figur I. Pihak yang Diwawancara & PIC WTON

Pihak J
Inu Pinandito Manajer Bidang Evaluasi Hasil Usaha
Muhammad Bagus Prihandoko Staf Bidang Hasil Usaha

11. Data dan Informasi Rencana Penambahan Usaha

Beberapa sumber informasi relevan yang handal tanpa perlu melakukan verifikasi, antara lain:

# Data-data laporan keuangan historis:

# Data investasi dan dokumen pendukung lainnya yang disediakan manajemen WTON,

# Data-data ekonomi yang diperoleh dari Penelitian Damodaran dan sumber-sumber lainnya
yang relevan:

e Data-data ckonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi
terkait, seperti Bank Indonesia dan lainnya.

12. Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

Dalam melaksanakan pembuatan laporan studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini,
GEAR tidak menggunakan laporan hasil analisis dari tenaga ahli dari luar.

13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi
Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan ini adalah:

# Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion.

# Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses Studi Kelayakan.

e Dalam menyusun laporan ini, GEAR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi
yang disediakan oleh WTON dan atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk
publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan.

# Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan
studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada GEAR dan tidak ada pengurangan atas
fakta-fakta yang penting.

# GEAR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh WTON dan telah
disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).

# Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional WTON.

# GEAR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan.

@ GEAR telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari pemberi
tugas.

: Business valuation unit Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, Il. DT. Panjaitan NG 45,
Jakarta Timur 13350 telp. 021-85914072

Kantar Pusat: Jl. Sidosermo PDK V-A Na. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fex. 0318470138 / 99013093
Cabang 1 Semarang (PJ, Samarinda (CP), Denpasar CP), Makassar (PS), Tegal (PS)

Kantor Cabang
Page 6 OCR 0.925
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN

Ko,lzin:2,13,0116 dar KCNo,562/KW,1/2013
Bioang Jasat?reperti dar Bisnis
kilayah Kerja7Negara Wepublik Indonesia

e Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan.

# Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana Transaksi
yang akan dilakukan pada tanggal studi kelayakan ini diterbitkan.

e Dalam penyusunan laporan studi kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban WTON dan semua pihak yang terlibat dalam
Penambahan Kegiatan Usaha serta keakuratan informasi mengenai Penambahan Kegiatan
Usaha yang diungkapkan oleh manajemen WTON.

# Studi kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh
sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan
atas proses yang mendasari studi kelayakan. Penyusunan studi kelayakan ini merupakan
suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak
lengkap.

e Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan studi kelayakan ini sampai dengan
tanggal terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
studi kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan (update) opini kami karena adanya perubahan asumsi dan
kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Kondisi Pembatas

# Kami tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang
melakukan transaksi.

# Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh WTON atau yang tersedia secara umum yang pada
hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen WTON, bahwa mereka tidak
mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

@ Analisis studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini dipersiapkan menggunakan
data dan informasi sebagaimana diungkapkan diatas. Segala perubahan atas data dan
informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir opini kami secara material. Oleh
karenanya, kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas studi kelayakan
kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut

@ Kami tidak memberikan opini atas dampak perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha
ini. Jasa-jasa yang kami berikan kepada WTON dalam kaitan dengan Penambahan Kegiatan
Usaha ini hanya merupakan pemberian studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha
yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak
melakukan penelitian atas keabsahan Penambahan Kegiatan Usaha dari aspek hukum dan
implikasi aspek perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha tersebut.

@ Pekerjaan kami berkaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan,
atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan
menganalisa suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya diluar Penambahan Kegiatan Usaha
yang ada dan mungkin tersedia untuk WTON serta pengaruh dari transaksi-transaksi
tersebut terhadap Penambahan Kegiatan Usaha ini.

: Business valuation Unjt Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, 131. DT. Panjaitan Na 45,
Jakarta Timur 13350 Telp. 021-85914072

Kantor Pusat: JL. Sidosermo PDK N-A No. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fsx. 031-8470138 / 99013095
Cabang 1 Semarang CP), Samarinda (P), Denpasar (P), Makassar (PS), Tegal (PS)

Kantor Cabang
Page 7 OCR 0.935
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN

Korlzin:2,13,0116 car KXCNo,562/KW,1/2013
Bidang Jasa4?reperti dar 3isnis
kilayah Kerjaz Negara Wepubiik Indonesia

14. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi

Laporan Studi Kelayakan beserta lampiran yang ada pada laporan ini hanya ditujukan kepada
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Studi Kelayakan sebagaimana dimaksud pada lingkup
penugasan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup
penugasan laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari GEAR dan pemberi tugas.

15. Kejadian-kejadian Penting setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) dan Tanggal
Laporan

Sampai dengan tanggal Laporan Studi Kelayakan ini, kami tidak memperoleh informasi
mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak secara material. Kejadian-kejadian penting
setelah tanggal laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan. Penilai tidak
berkewajiban untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas hasil Studi Kelayakan yang
dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan Terinci yang telah diterbitkan dan disampaikan
kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat komentar OJK terkait evaluasi Laporan
Studi Kelayakan terkait maksud dan tujuan penilaian, maka GEAR dapat menerbitkan revisi
atas Laporan Studi Kelayakan untuk memenuhi tanggapan dan jawaban kepada OJK.

16. Konfirmasi bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan

Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat, serta laporan Studi kelayakan yang telah dibuat
oleh Penilai dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020 (POJK
17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No.35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.17/SEOJK.04/2020
(“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal.

17. Konfirmasi Bahwa Penilaian dilakukan Berdasarkan SPI

Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi kelayakan telah
dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
Penilaian Indonesia Edisi VII tahun 2018 (“SPI”) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi
Penilai Indonesia (“MAPPI”).

18. Analisis Kelayakan
18.1 Aspek Pasar

Peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi listrik di Indonesia
memiliki prospek yang sangat baik. Potensi ekonomi dari infrastruktur kelistrikan yang dapat
dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai nilai
signifikan. Potensi ini mencakup permintaan untuk tiang beton yang digunakan dalam
pembangunan jaringan distribusi listrik, yang jumlahnya sangat besar seiring dengan
berkembangnya proyek-proyek kelistrikan di seluruh penjuru Indonesia. Potensi pasar tiang
beton untuk instalasi listrik diperkirakan mencapai miliaran rupiah per tahun, mengingat
kebutuhan akan tiang beton berkualitas tinggi untuk mendukung distribusi listrik yang stabil.
Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan sektor kelistrikan melalui program pembangunan
infrastruktur energi, yang mencakup pengembangan sistem distribusi listrik di seluruh wilayah,
termasuk daerah terpencil dan kawasan industri.

Industri beton pracetak di Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang
signifikan dan prospektif, didorong oleh tingginya permintaan dalam negeri terhadap

: Business valuation Unjt Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, 11. D7. Panjaitan Na 45,
Jakarta Timur 13350 Telp. 021-85914072

Kantor Pusat: JL. Sidosermo PDK N-A No. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fsx. 031-8470138 / 99013095
Cabang 1 Semarang CP), Samarinda (P), Denpasar (P), Makassar (PS), Tegal (PS)

Kantor Cabang
Page 8 OCR 0.928
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN

ko,lzin:2,13,0116 car KA No,562/KW,1/2013
Bioang Jasat?reperti dar Bisnis
kilayah KerjazNegara Wepubiik Indonesia

infrastruktur serta dukungan kuat dari kebijakan pemerintah. Proyek-proyek besar seperti
pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), jalan tol Trans-Jawa, MRT Jakarta, serta program
elektrifikasi oleh PLN menjadi pendorong utama meningkatnya konsumsi produk pracetak
seperti tiang listrik, balok jembatan, dan panel dinding. Subsektor ini mencerminkan stabilitas
dan keberlanjutan yang tinggi. Indonesia juga menguasai 60—70yo pasar konstruksi di ASEAN
dan menjadi pasar terbesar di kawasan, meskipun saat ini masih berada di posisi keempat
produsen beton pracetak di Asia Tenggara setelah Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

Peningkatan kapasitas produksi dan distribusi diiringi dengan adopsi teknologi baru seperti
lean construction, precast 3D printing, serta penggunaan beton ramah lingkungan yang
memperkuat daya saing industri nasional. Perusahaan seperti WIKA Beton dan WSBP telah
mulai mengadopsi sistem automasi dan PLTS untuk efisiensi energi dan pengurangan emisi
karbon. Dukungan regulasi, terutama kewajiban penggunaan produk dalam negeri melalui
Permen PUPR No.12/2021, memperkuat daya saing lokal dan memangkas ketergantungan
terhadap impor. Dengan proyeksi nilai pasar beton pracetak yang mencapai USD 15,8 miliar
pada 2030 dan CAGR sebesar 25,9y6 (Grand View Research), industri ini berpeluang besar
untuk tumbuh menjadi salah satu pemain utama dalam pasar konstruksi global, sekaligus
menjadi pilar penting dalam percepatan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Dengan memperhatikan peluang besar di sektor kelistrikan dan pembangunan infrastruktur
energi Indonesia yang terus berkembang, serta perusahaan yang sudah memiliki pengalaman
dalam produksi dan penyediaan tiang beton untuk instalasi listrik, maka rencana untuk
memperluas usaha dalam aspek pasar beton pracetak tiang beton ini sangat layak dan
menjanjikan. Mengingat kebutuhan yang terus meningkat untuk memperkuat jaringan
kelistrikan, terutama di wilayah yang sedang berkembang, sektor ini memberikan peluang
pasar yang sangat potensial bagi perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan
infrastruktur yang berkelanjutan.

WTON memiliki keunggulan kompetitif kuat dibandingkan pesaingnya, yaitu kapasitas
produksi besar, sebaran pabrik strategis dari Sumatera hingga Sulawesi, kedekatan dengan
sumber bahan baku, kualitasproduk yang terjamin. Strategi pemasaran WTON yang
mengandalkan diversifikasi produk beton inovatif (seperti beton self-healing), pemanfaatan
teknologi digital dan otomasi, kolaborasi dengan pengembang infrastruktur, serta ekspansi ke
pasar internasional, memperbesar peluang perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar beton
pracetak domestik dan regional.

Penambahan kegiatan usaha untuk meliputi perencanaan, produksi, pemasangan, dan
pelaksanaan instalasi listrik merupakan langkah strategis yang logis dan selaras dengan
penguatan core business. Perbedaan antara usaha cksisting WTON dan rencana ekspansi baru
ini justru akan melengkapi portofolio layanan, memperluas pasar, dan membuka sumber
pendapatan tambahan di sektor kelistrikan nasional.

Dengan melihat peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi listrik
di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik, serta WTON sudah mempunyai pengalaman
dalam hal mengelola atau memberikan jasa pada pihak ketiga, dimana hal ini memberikan
manfaat dan kontribusi yang positif bagi WTON maka rencana penambahan kegiatan usaha
secara aspek pasar Layak.

18.2 Aspek Teknis

Berdasarkan aspek teknis, rencana penambahan kegiatan usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk
(WTON) dinilai sangat siap dan layak untuk dilaksanakan. Kegiatan pengembangan akan
dilakukan secara mandiri di enam lokasi pabrik beton milik WTON yang tersebar strategis di
berbagai wilayah Indonesia, dengan dukungan infrastruktur dan lahan yang memadai. Investasi
sebesar Rp139,33 miliar dialokasikan untuk pembangunan fasilitas produksi, prasarana

: Business valuation Unit Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, Jl. DT. Panjaitan No 45,
Jakarta Timur 13350 telp. 021-85914072

Kantar Pusat: Jl. Sidosermo POK V-A Na. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fex. 0318470138 / 99013095
Cabang 1 Semarang (PJ, Samarinda (P), Denpasar CP), Makassar (PS), Tegal (PS)

Kantor Cabang
Page 9 OCR 0.937
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN

Korlzin:2,13,0116 dar KXCNo,562/KW,1/2013
Bioang Jasat?reperti dar Bisnis
kilayah Kerja7 Negara Wepubiik Indonesia

pendukung, dan pengadaan peralatan produksi serta laboratorium, seluruhnya berasal dari kas
internal perusahaan tanpa pembiayaan eksternal. Dari sisi produk, tiang beton listrik yang
diproduksi menggunakan metode spinning telah memenuhi standar mutu nasional dan
internasional seperti SNI, JIS, SPLN, dan dipastikan kualitasnya melalui sistem manajemen
mutu berbasis ISO 9001:2015. WTON juga telah menyiapkan sumber daya manusia yang
mencukupi, terdiri dari 24 pengawas internal dan 318 operator melalui mitra kerja, ditambah
tenaga ahli di bidang elektrikal dan keselamatan kerja. Selain itu, dengan penguatan di seluruh
rantai nilai, WTON memperluas cakupan bisnisnya dengan penyedia layanan konstruksi
kelistrikan. Dengan kesiapan infrastruktur, teknologi, sumber daya manusia, dan dukungan
finansial yang kuat, harapannya rencana ini dapat memperkokoh posisi WTON di industri
beton pracetak sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di sektor energi dan
infrastruktur nasional, sehingga rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek teknis
Layak.

18.3 Aspek Pola Bisnis

Sebagai bagian dari penyelarasan arah strategis WIKA Group, PT Wijaya Karya Beton Tbk
(WTON) menambahkan kegiatan usaha baru berdasarkan KBLI 4321 | — Instalasi Listrik, yang
sebelumnya sempat dihapus dari Anggaran Dasar. Kegiatan ini meliputi pembangunan,
pemasangan, dan pemeliharaan instalasi listrik untuk pembangkit, jaringan transmisi dan
distribusi, serta sistem kelistrikan di berbagai infrastruktur seperti jalan, kereta api, dan
lapangan udara. Penambahan ini dimaksudkan untuk memperkuat daya saing perusahaan
dalam mengikuti tender proyek kelistrikan, terutama melalui kepemilikan izin usaha jasa
penunjang tenaga listrik (SIUJPTL).

Kegiatan usaha baru ini dinilai dapat menciptakan nilai tambah bagi WTON, baik secara
operasional, keuangan, maupun reputasi. Dari sisi operasional, WTON memiliki peluang besar
untuk terlibat dalam proyek-proyek strategis di sektor energi dan kelistrikan, termasuk energi
baru dan terbarukan (EBT), kawasan industri, serta kawasan ekonomi khusus. Secara internal,
WTON juga memiliki SDM bersertifikasi di bidang K3 dan elektrikal, serta sistem operasi
yang efisien melalui penggunaan teknologi dan pola kemitraan kerja. Dari sisi manajemen
risiko, WTON telah mengantisipasi potensi risiko teknis, legal, dan pasar melalui pemenuhan
standar nasional, sertifikasi teknis, serta kerja sama dengan mitra strategis. Inovasi layanan
berbasis EPC (Engineering, Procurement, Construction) dan model bisnis kontrak berbasis
kinerja juga menjadi kunci untuk memberikan solusi terintegrasi bagi pelanggan.

Keunggulan kompetitif WTON dalam mendukung kegiatan baru ini mencakup reputasi kuat
di industri konstruksi nasional, jaringan logistik melalui enam pabrik beton strategis, tenaga
kerja tersertifikasi, serta sinergi dengan proyek-proyek BUMN dan pemerintah. Kemampuan
produksi modular dan kepatuhan terhadap standar seperti ISO dan SNI juga memperkuat posisi
WTON dalam bersaing di sektor kelistrikan. Selain itu, efisiensi rantai pasok dan dukungan
dari induk usaha WIKA Group memberikan kestabilan finansial yang mendukung ekspansi
usaha,

Dari sisi industri, sektor instalasi listrik menunjukkan prospek yang cerah seiring
meningkatnya proyek elektrifikasi nasional dan pengembangan EBT. Pemanfaatan teknologi
seperti BIM dan IoT juga mendorong efisiensi dan integrasi layanan. Namun demikian,
tantangan tetap ada, seperti persaingan ketat, tuntutan inovasi, serta regulasi yang kompleks
dan ketat.

WTON juga telah mengidentifikasi risiko-risiko usaha, baik dari aspek operasional, regulasi,
persaingan, keuangan, hingga faktor eksternal seperti bencana alam dan kondisi sosial. Untuk
menghadapi ini, perusahaan mengembangkan strategi mitigasi risiko serta adaptasi teknologi
dan SDM yang berkelanjutan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa WTON memiliki kekuatan
dalam reputasi, jaringan proyek, dan dukungan induk usaha. Peluang besar di sektor EBT dan

: Business valuation Unjt Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai 2, 31. DT. Panjaitan No 45,
Jakarta Timur 13350 Telp. 021-85914072

Kantor Pusat: JL. Sidosermo PDK N-A No. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fsx. 031-8470138 / 99013095

Cabang : Semarang CP), Samarinda (P), Denpasar (P), Makassar (PS), Tegal (PS)

Kantor Cabang
Page 10 OCR 0.937
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN

ko,lzin:2,13,0116 dar KCNo,562/KW,1/2013
Bioang Jasat?reperti dar Bisnis
kilayah Kerja7Negara Wepubiik Indonesia

infrastruktur kelistrikan dapat dimanfaatkan melalui strategi SO dan WO, sementara tantangan
eksternal ditangani melalui pendekatan ST dan WT, termasuk penguatan manajemen risiko dan
pengembangan SDM yang kompeten.

Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen WTON dilihat dari
segmen usaha, kemampuan untuk mencipatan nilai serta keunggulan kompetitif dan melihat
analisis industri, risiko dan analisis SWOT dalam rencana penambahan kegiatan usaha, maka
rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pola bisnis Layak.

18.4 Aspek Model Manajemen

Dengan mempertimbangkan aspek model manajemen yang diterapkan, berdasarkan kajian dan
data yang tersedia, penambahan kegiatan usaha di bidang pembangunan dan pemasangan
instalasi tenaga listrik oleh WTON dinilai layak secara aspek manajerial dan organisasi.
Struktur organisasi yang telah terbangun secara fungsional memungkinkan pembagian tugas
yang jelas dan sistem pengawasan yang efisien, schingga menciptakan koordinasi kerja yang
terarah dalam menjalankan operasional yang kompleks, terutama di enam lokasi pabrik yang
tersebar.

WTON tidak melakukan penambahan tenaga kerja tetap dalam waktu dekat, melainkan
mengoptimalkan sumber daya internal khususnya tenaga pengawas yang telah berpengalaman
dan tersertifikasi di bidang elektrikal dan keselamatan kerja (K3) listrik. Hal ini menunjukkan
efisiensi dalam pengelolaan tenaga kerja tanpa mengorbankan kualitas pelaksanaan proyek.
Sementara itu, kebutuhan operator akan dipenuhi melalui skema kemitraan kerja, dengan tetap
menjaga standar teknis dan kualifikasi yang tinggi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa
manajemen telah mengantisipasi kebutuhan kapasitas produksi dan teknis secara realistis dan
adaptif.

Manajemen WTON juga didukung oleh tim ahli yang kompeten, seperti Kepala Seksi
Produksi, Ahli Madya Pengendalian, hingga tenaga profesional di bidang K3 listrik, yang
menjamin kualitas dan keamanan dalam pelaksanaan instalasi. Risiko-risiko yang muncul dari
ekspansi ini, baik dari sisi operasional, perizinan, pasar, finansial, maupun reputasi, telah
diidentifikasi secara menyeluruh oleh manajemen. Berbagai strategi mitigasi telah disusun,
termasuk sistem pengendalian mutu dan keselamatan kerja, konsultasi regulasi ketat, serta
manajemen komunikasi publik. Penyesuaian juga dilakukan untuk mengantisipasi risiko akibat
perubahan iklim dan bencana alam, yang memperkuat kesiapan manajerial dalam menghadapi
ketidakpastian eksternal.

Berdasarkan hal-hal tersebut, model manajemen yang dimiliki WTON dinilai mampu
mengakomodasi ekspansi usaha ini secara efisien, aman, dan berkelanjutan. Dengan struktur
organisasi yang solid, tenaga ahli internal yang kompeten, dan strategi mitigasi risiko yang
telah dirumuskan, rencana penambahan kegiatan usaha ini dinilai layak dari aspek model
manajemen.

18.5 Aspek Keuangan

Biaya investasi untuk pengadaan aset sebesar Rp139.326.857.868 (Seratus Tiga Puluh
Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu
Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah) di 6 (enam) lokasi pabrik yang bersumber dari
kas dan setara kas Perseroan. Keseluruhan pembuatan jalur produksi dan pengadaan prasarana
serta peralatan merupakan peralatan yang sudah dimiliki oleh WTON.

Asumsi — asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan sebelum dan setelah
penambahan kegiatan usaha adalah upaya pengembangan bisnis WTON. Jangka waktu
proyeksi keuangan sampai dengan tahun 2030 atau masa waktu proyeksi eksplisit selama 6

: Business valuation Unit Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, 11. DT. Paniaitan No 45,
Jakarta Timur 13350 jelp. 021-85914072

Kantor Pusat: JL. Sidosermo PDK N-A No. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fsx. 031-8470138 / 99013095
Cabang : Semarang CP), Samarinda (P), Denpasar (P), Makassar (PS), Tegal (PS)

Kantor Cabang
Page 11 OCR 0.910
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN

Korlzin:2,13,0116 dar KXCNo,562/KW,1/2013
Bioang Jasat?reperti dar Bisnis
kilayah Kerjaz Negara Wepubiik Indonesia

tahun dengan pertimbangan bahwa manajemen WTON telah menyusun rencana bisnis selama
6 tahun kedepan dengan asumsi bahwa tahun tersebut perusahaan dalam kondisi stable growth
sehingga untuk mencerminkan going concern bisnis WTON diterapkan terminal value dengan
menggunakan metode kapitalisasi pendapatan/gordon model. Berkaitan dengan analisis
ketercapaian proyeksi keuangan, Penilai telah melakukan diskusi dengan manajemen WTON
bahwa proyeksi yang digunakan telah wajar dan tidak dilakukan penyesuaian oleh Penilai.

Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang
diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari selisih
antara Free Cash Flow to Firm apabila ada penambahan kegiatan usaha dengan Free Cash
Flow to Firm apabila WTON tidak melakukan penambahan kegiatan usaha. Yang selanjutnya
dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Sehingga diperoleh Free Cash Flow to
Incremental. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha dengan
mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai

berikut:
@ Net Present Value (NPV) : Rp172.573 juta
@ Internal Rate of Return (IRR) 217,89Y0
@  Profitability Index (PI) 12,24
@  Payback Period (PP) 1:5 tahun 2 bulan

Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan tingkat
risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan kegiatan usaha dibidang
Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga
Listrik. maka proyeksi arus kas inkremental nya bernilai positif.

IRR sebesar 17,896 menunjukkan bahwa dengan melakukan penambahan kegiatan usaha oleh
WTON dianggap layak karena besaran IRR lebih besar dibandingkan tingkat diskonto.

Analisis Sensitivitas bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor
yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan nilai
investasi proyek penambahan kegiatan usaha WTON menunjukkan tingkat kelayakan finansial
yang kuat dan tetap berada dalam kategori layak meskipun terjadi fluktuasi biaya investasi
hingga 254. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa proyek ini tahan terhadap risiko
kenaikan biaya investasi, dengan seluruh parameter keuangan yang menunjukkan hasil positif.
Oleh karena itu, risiko finansial akibat perubahan nilai investasi tergolong rendah, menjadikan
proyek ini layak dan aman untuk dircalisasikan dari perspektif keuangan.

Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana penambahan
kegiatan usaha secara aspek keuangan layak.

: Business valuation Unjt Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, 11. DT. Panjaitan No 45,
Jakarta Timur 13350 1elp. 021-85914072

Kantar Pusat: Jl. Sidosermo PDK V-A Na. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fex. 0318470138 / 99013093
Cabang 1 Semarang (PJ, Samarinda (P), Denpasar CP), Makassar (PS), Tegal (PS)

Kantor Cabang
Page 12 OCR 0.860
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN

Kor lzin:2,13,0116 dar KXCNo,562/KW,1/2013
Bidang Jasa4?reperti dar 3isnis

kilayah Kerja: Negara Wepubiik Indonesia

Berdasarkan kesimpulan aspek-aspek diatas, maka rencana penambahan kegiatan usaha WTON
Layak.

Demikian hasil kajian yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada peraturan serta standar
penilaian dan kode etik yang berlaku. Maka kami menegaskan bahwa laporan ini bersifat rahasia
kepada Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan sesuai dengan keperluan yang tertulis.

Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga, dan baik sebagian maupun keseluruhan laporan
atau rujukan terhadap laporan ini tidak dibenarkan untuk diterbitkan dalam dokumen apapun,
pernyataan, edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari kami untuk format maupun konteks di mana akan dimunculkan.

Hormat kami,Our Regards
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI & REKAN

Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., MEc.Dev., MAPPI (Cert)
Partner

Klasifikasi Bidang Jasa: Penilai Bisnis (B)

Ijin Penilai e No. B-1.18.00511

MAPPI 1. No. 14-8-05089

No. Register e RMK-2017.01120

STTD IKNB OJK 2. 2H1/NB.122/STTD-P/2020
STTD OJK 1. STTD.PB-S1/PM.223/2021

: Business valuation Unjt Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, 11. DT. Panjaitan No 45,
Jakarta Timur 13350 1elp. 021-85914072

Kantor Pusat: JL. Sidosermo PDK V-A Na. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fsx. 031-8470138 / 99013093
Cabang : Semarang (PJ, Samarinda (PJ, Denpasar CP), Makassar (PS), Tegal (PS)

Kantor Cabang
Page 13 OCR 0.934
PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda-tangan dibawah ini
menerangkan bahwa

t»

wa

10.

1

13
14

Pernyataan yang menjadi dasar dari analisis, pendapat dan kesimpulan nilai yang diuraikan dalam
Laporan Penilaian adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik Penilai, dan berdasarkan
informasi dan data pendukung yang kami gunakan dalam proses penilaian,

Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi analisa,
pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini,

Imbalan jasa tidak berpengaruh terhadap proses penilaian.

Penilai tidak memiliki kepentingan terhadap Obyek Pemilaran

Laporan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Kode Etik Penilai Indonesia
(KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia 2018 (SPI Edisi VII Tahun 2018) serta Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) dan No.17 /SEOJK. Men. Teruang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal

Penilai bertanggung jawab sepenuhnya atas prosedur, pelaporan dan hasil pesbana yang dilakukan,
Penugasan penyusunan penilaian secara profesional telah dilakukan terhadap Obyek Penilaian pada
tanggal Penilaian (Cur Of Dare),

Penilai telah melakukan inspeksi lapangan yang merupakan Obyek Penilaian.

Penilai telah melakukan ruang lingkup sebagai berikut: identifikasi masalah, inspeksi, pengumpulan
data dan wawancara, analisis data, estimasi nilai dengan pendekatan penilaian, penulisan laporan.
Analisa telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian,
Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku,

Kesimpulan yang dihasilkan dalam penugasan profesional telah disajikan sebagai pendapat hasil
penilaian,

Pendapat tersebut telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas,

Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan /atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah,

. Tidak seorangpun selain yang bertanda tangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam pelaksanaan

inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan dan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam Laporan
Penilaian ni

Jakarta, 05 Mei 2025

Page 14 OCR 0.738
1 Hari P: iyo, ST. / — Pena Jawab
Izin Penilai : B-1.18.00511
MAPPI No. —: 14-5-05089

RMK : RMK-2017.01120

Rahmat Faizal, S.E.. M.S.M, CIB - Reviewer
MAPPI No. : 17-P-7514

RMK : RMK-2019.02920

ia Nur Halima diyah, S.Tr.E — Penilai
MAPPI No, — :24-P-12961
RMK 1 RMK-2024.04971

i Kurnia Melati, S.Tr.E —
MAPPI No. : 24-P-13352
RMK : RMK-2024.05013

Page 15 OCR 0.904
PT WIJAYA KARYA BETON Tbk. & (oz1)ang 2302

BETON 0. Gedung WIKA Tower 1, Lantai 2-5, m sekper@wika-baton.co id
am aa Bu JL G1 Panjaitan Kav, H10. Jakarta 13340 8 www wkabaton cokd
Nomor: SE.0101/WB-0A.0367/2025 Jakarta, 23 April 2025
Lampiran :-

Kepada Yth.

KJPP GUNTUR, EKI ANDRI DAN REKAN
Gedung Pembina Graha Lt. 02 Ruang 30

JL, DI. Panjaitan No.45

Jakarta Timur 13350

Up. Dwi Hari Prasetiyo, MAPPI (Cert.)

Perihal: Surat Representasi Penugasan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya
Karya Beton Tbk

Dengan Hormat,

Berkenaan dengan Penyusunan Laporan Kajian Studi Kelayakan KANTOR JASA PENILAI
PUBLIK GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN (“GEAR?”) telah ditunjuk oleh PT WIJAYA
KARYA BETON TBK (“WTON”) melalui persetujuan surat penawaran tanggal 23 April 2025 No.
JKT.037/PN.BV.GEAR/2025 dengan maksud untuk melakukan kajian penambahan kegiatan usaha
PT Wijaya Karya Beton Tbk yang diperlukan dalam rangka penambahan kegiatan usaha KBLI 43211
(bidang usaha pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik atas instalasi penyediaan tenaga
listrik) dan dalam kaitannya dengan pemenuhan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
17/PJOK.04/2020 (“PJOK 17") tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.
17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal, dan tidak digunakan diluar konteks atau tujuan penilaian tersebut.

Kami memahami bahwa GEAR mengandalkan kepada representasi yang kami buat melalui surat ini
dan kami memberikan konfirmasi kepada WTON bahwa hal-hal berikut adalah benar dan lengkap
dalam segala hal yang bersifat material sesuai dengan pengetahuan dan keyakinan kami yang terbaik,
mencakup:

L Kami tegaskan bahwa semua jawaban pertanyaan dari GEAR, baik melalui korespondensi

ataupun pertemuan dengan manajemen WTON berkenaan dengan pendapatan dan kegiatan

operasinya di masa mendatang telah mencerminkan pertimbangan terbaik Kami per tanggal

laporan studi kajian kelayakan dan memperhitungkan prospek industri dan kondisi operasinya.

Semua dokumen, catatan dan informasi yang relevan dengan penelaahan prakiraan keuangan

telah disampaikan kepada GEAR dan telah lengkap dan akurat dalam kaitannya dengan

penyusunan laporan studi kajian kelayakan per tanggal laporan studi kajian kelayakan.

Kami telah melakukan review atas laporan studi kajian kelayakan dan telah menerima semua

informasi yang diperlukan untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk

melengkapi informasi di dalamnya.

4. Berkaitan dengan penugasan studi kelayakan, kami mengetahui bahwa penyusunan laporan
kajian telah sesuai dengan investigasi yang dilakukan oleh GEAR.

$. Kami telah mempelajari, mengetahui, memahami dan menyetujui semua asumsi dan data-data
serta informasi yang digunakan dalam penyusunan laporan studi kajian kelayakan.

t3

Ka
Page 16 OCR 0.908
PT WIJAYA KARYA BETON Tbk. & (0217810 2407
8 Gacung WIKA Tower 1, Lantai 2-5, @ cekperbwika-beton co xi
JL. Ol Panjaitan Kar. 9-10. Jakarta 13349 & www wika beton o0 id

6. Berkaitan dengan analisis ketercapaian proyeksi keuangan, Kami telah melakukan diskusi
dengan GEAR bahwa asumsi-asumsi, pertumbuhan, rencana usaha proyeksi yang digunakan
telah wajar dan tidak dilakukan penyesuaian oleh GEAR.

7. Kami telah membebaskan GEAR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari kesalahan
ataupun kekurangan data dan atau informasi yang disediakan oleh pemberi tugas, manajemen
WTON, konsultan atau pihak ketiga, kepada GEAR dalam penyusunan laporan studi kajian
kelayakan.

8. Kami tidak bergantung kepada Penilai atau sescorang yang memiliki hubungan afiliasi dengan
Penilai atau pihak lain yang berafiliasi dengan Penilai sehubungan dengan pemeriksaan
keakuratan informasi atau keputusan, Penyampaian dari laporan studi kajian kelayakan ini atau
setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan laporan studi kajian kelayakan, dalam kondisi apapun,
tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi yang terkandung adalah benar setelah tanggal studi
kajian kelayakan.

Dengan Surat Representasi ini, kami tegaskan bahwa berdasarkan pengetahuan terbaik kami, kami tidak
mengetahui adanya salah saji yang material mengenai fakta atau informasi yang seharusnya disampaikan
kepada GEAR dalam rangka melakukan penyusunan laporan studi kajian kelayakan. Kami sepakat
bahwa kami akan membebaskan GEAR dan pegawainya dari segala kerugian atah kerusakan yang
timbul dari setiap tuntutan oleh pihak-pihak untuk mana studi kajian kelayakan ini dibuat yang timbul
dari salah saji yang material atau terabaikannya bahan atau informasi yang kami sampaikan.

Hormat kami
PT Wijaya Karya Beton Tbk

ETAN

"Yasin Irwanuddin
Manajer Divisi Keuangan
Page 17 OCR 0.854
KJPP GUNTUR EKI, ANDRI DAN REKAN
No. Ira: 213.116 can KMK, SERA, P2
Bidang Jan perti gan Bisrta

Wilayah KerjazNegara kepudlit Indenenya

SURAT TUGAS
JKT/0014/ST.GEAR/2025

Berdasarkan Surat Penawaran No. JKT.087/PN.BV.GEAR/2025 tanggal 23 April 2025 Perihal
Penunjukan Pelaksanaan Jasa Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton
Tbk. Dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan dengan maksud untuk
memperoleh hasil kajian terhadap Penambahan Kegiatan Usaha KBLI 43211 (bidang usaha
pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik atas instalasi penyediaan tenaga
listrik). Dengan ini KJPP Guntur, Eki, Andri dan Rekan ditunjuk untuk melaksanakan
penyusunan laporan Kajian Penambahan Usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk.

Penugasan dimulaisejak — : 23 April 2025 -

Periode Investigasi : 28 April 2025 - Selesai

Lokasi : Wika Tower 1 Lt. 4 Jl. D.I Panjaitan Kav. 9, Cipinang,
Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, 13340

Personel : Dwi Hari Prasetiyo, Aurellia Nur Halimatussadiyah

Demikian surat tugas ini dibuat, untuk digunakan dengan penuh tanggung jawab dalam
proses penyusunan Laporan Penilaian, untuk melakukan pengumpulan dokumen, diskusi
dengan manajemen dan kunjungan lokasi.

Jakarta, 23 April 2025
Pelaksana Kunjungan Mengetahui,

aa aa

TON
Aurellia Nur Halimatussadiyah ——————————————————————— sarceocereeseeeeneeeeneanaaan
Staff Penilai Saham Represenstatif
KIPP Guntur Eki Andri dan Rekan PT Wijaya Karya Beton Tbk.
turidu tenggan itao stempot Perusahaan

Penanggung Jawab Pekerjaan

Rekan Penilai Saham
KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan

Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gedung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. JI. D-I Pandjaitan No. 45,
Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076
Kantor Pusat: Jl. Sidosermo PDK V-A No, 45, Surabaya, Jawa Timur Telp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 18 OCR 0.924
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

DAFTAR ISI

Halaman

SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Objek Studi Kelayakan
Tanggal Studi Kelayakan
Independensi Penilai
Tanggung Jawab Penil.
Pendekatan dan Metode An:
Standar Penugasan Studi Kelayakan .
Data, Informasi dan Prosedur....
Data Dan Informasi Rencana Penambahan Usaha .
Tingkat Kedalaman Investigasi.
Asumsi dan Kondisi Pembatas
Kejadian-kejadian Penting setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) dan Tanggal Lapora
Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli
Persyaratan atas Persetujuan Publikasi.....
Konfirmasi bahwa Penilaian dilakukan berd: an Peraturan Otoritas Jasa Keuangan.
Konfirmasi Bahwa Laporan Studi kelayakan dilakukan Berdasarkan SPI

GAMBARAN UMUM PERSEROAN
Gambaran Umum WTON

Susunan Pengurus.
Struktur Organisasi & Grup Perusahaan.
Perizinan dan Legalitas.
Kinerja Keuangan Historis .
Analisis Posisi Keuangan
Analisis Laba Rugi ...
Analisis Arus Kas....
Analisis Rasio Keuangan
Prospek Usaha WTON

TINJAUAN MAKRO EKONOMI.
Perekonomian Global dan Domesti
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia .
Analisis Industri Konstruksi Berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) 202:

ASPEK PASAR......
Perkembangan Industri Beton Pracetak di Indonesia .
Prospek Usaha Industri Beton Pencetak
Kondisi Pasar Industri Beton Pracetak .
Kondisi Pasar Industri Beton Pracetak .
Pertumbuhan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik di Indonesia 52
Total Kapasitas Terpasang Nasional.....

Business Valuation Unit
14 Jakarta

Page 19 OCR 0.919
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

442.
443,

Pertumbuhan Kapasitas Pembangkit Perusahaan Listrik Negara (PLN)...
Energi Baru dan Terbarukan (EBT).
Pesaing Usaha..
Strategi Pemasaran ..
Kesinambungan, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar
Perbedaan Kegiatan Usaha
Kesimpulan...

ASPEK TEKNIS...
Rencana Perusahaan...
Rencana Pembangunan Jalur Produksi
Lokasi Penambahan Kegiatan Usaha ..
Kebutuhan Aset Bangunan, Prasarana dan Peralatan ..
Spesifikasi Teknis Tiang Beton
Teknis Pelaksanaan Produksi Tiang Beton.
Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya .
Timeline Penambahan Kegiatan Usaha WTO!
Rencana Keberlanjutan..
Kesimpulan Aspek Tekni

ASPEK POLA BISNIS.
Kegiatan Usaha Utama
Kegiatan Usaha Penunjang

Entitas Anak . .80
PT Citra Lautan Teduh (“CLT") . .80
PT Wijaya Karya Komponen Beton (“WIKA BETON” 81

PT Wijaya Karya Krakatau Beton (“WIKA KRATON”
PT Wijaya Karya Pracetak Gedung (“WPG”).

Penambahan Kegiatan Usaha .. 3
Kemampuan Untuk Menciptakan nila: 83
Keunggulan Kompetitif. .85

86
Analisis Risiko .87
Analisis SWOT. .88
Kesimpulan...

ASPEK MODEL MANAJEMEN
Model Manajemei
Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Manajemen Risiko...
Sumber Daya Manu:
Komposisi Karyawan WTON .
Kesimpulan......

ANALISIS ASPEK KEUANGAN
Rencana WTON
Rencana Biaya Investasi
Asumsi — asumsi Proyeksi Keuangan.
Proyeksi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha.
Proyeksi Laba — Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha..
Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha.
Proyeksi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usah:
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usah:
Proyeksi Laba Rugi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha ..
Proyeksi Arus Kas Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

Business Valuation Unit
2 Jakarta
Page 20 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Sal,
9,

Analisis Rasio Keuangan......
Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha .
Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Penentuan Tingkat Diskonto ...

Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC-Weighted Average Cost of Capital)
Analisis Inkremental...
Analisis Kelayakan Usaha
Analisis Sensitivitas ...
Kesimpulan Kelayakan Usaha Aspek Keuangan.

KLASIFIKASI PENILAI USAHA .....

Lampiran Keuangan

Business Valuation Unit
3 Jakarta
Page 21 OCR 0.905
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

DAFTAR FIGUR

Figur 1.
Figur 2.
Figur 3.
Figur 4.
Figur 5.
Figur 6.
Figur 7,
Figur 8.
Figur 9.

Figur 10,
Figur 11.
Figur 12.
Figur 13,

Figur 14,
Figur 15,
Figur 16.

Figur 17,
Figur 18,
Figur 19,
Figur 20,
Figur 21.
Figur 22.
Figur 23.
Figur 24,
Figur 25.
Figur 26.
Figur 27,
Figur 28.
Figur 29.
Figur 30.
F, Permodalan Industri Perhahikan dan Rasio Kredit Bermasalah NET).
Figur 32.

Figur 31

Figur 33.
Figur 34.
Figur 35.
Figur 36.
Figur 37.
Figur 38.
Figur 39.
Figur 40.
Figur 41.
Figur 42.
Figur 43.
Figur 44.
Figur 45.
Figur 46.
Figur 47.

Halaman

Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha WTON
Pihak yang DIwawancara & PIC Lokasi ....
Susunan dan Komposisi Kepemilikan Saham PT Wijaya Karya Beton Tbk...
Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur Grup Perusahaan ......
Historis Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian .
Historis Laporan Laba Rugi Konsolidasian
Historis Laporan Arus Kas Konsolidasian
Historis Perkembangan Posisi Keuangan.
Historis Perkembangan Laba (Rugi)
Historis Perkembangan Arus Kas
Historis Rasio Keuangan........
Pertumbuhan PDB Dunia dan PMI Global
Indeks Keyakinan Konsumen dan Penjualan Eceran Global
Inflasi Dunia, Harga Komoditas Ekspor Indonesia...
Yield UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS, Persepsi Risiko Negara Ke ee A dan
Indonesia .. 3
Aliran Modal Ke Negara Berkembang dan Index Ketidakpastian Global ....
Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usah:
Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan IV 2024 dan Indeks Keyakinan Konsumen
Nilai Tukar Petani dan Penjualan Eceran.......
Realisasi Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Ekspor Non Migas
Ekspor Nonmigas ke Negara Tujuan Utama dan Ekspr Nonmigas Spasial
Neraca Pembayaran Indonesia dan Neraca Perdagangan,
Aliran Modal Asing dan Cadangan Devisa...,
Rupiah vs Negara Kawasan dan Suku Bunga Kebijakan Negara Kawasan
Inflasi Gabungan Kota di Provinsi...
Inflasi IHK dan Komponen dan Ekspekt:
Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan dan Likuiditas perbankan dan perekonomia
Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA dan Transmisi BI7DRR kepada
Suku Bunga Perbankan dan Perkembangan Kredit dan DPK

IV/2023- IV202a ..
Perkembangan Industri Beton Pracetak (2015 — 2021).
Alur Produksi Tiang Beton Listrik..
Rincian Kebutuhan Aset Bangunan, Prasarana, dan Peralatan Penambahan Kegiatan Usaha
Gambar Produk Tiang Beton ...
Contoh Produk Tiang Beton dengan Spesifikasi Tertentu
Alur Produksi Tiang Beton ...
Ketersediaan Sumber Daya Ahli..
Timeline Penambahan Kegiatan Usaha WTON.
Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha WTON
Analisis SWOT ...
Manajemen Risiko .....

Komposisi Jumlah Karyawan WTON Sebelum dan Sesudah Penambahan Kegiatan Usaha
Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Jabatan...
Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Pendidikan
Jumlah Karyawan Berdasarkan Generasi.......

Business Valuation Unit
4 Tokartu

Page 22 OCR 0.924
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 48,
Figur 49.
Figur 50.
Figur 51.
Figur 52.
Figur 53,
Figur 54,
Figur 55,
Figur 56,
Figur 57,
Figur 58,
Figur 59.
Figur 60.
Figur 61,
Figur 62,
Figur 63.
Figur 64,
Figur 65.
Figur 66.
Figur 67.
Figur 68.

Figur 69.

Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Ketenagakerjaan ....
Biaya Investasi...
Asumsi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha.
Asumsi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Posisi Keuangan WTON Tanpa Penambahan Usaha (Jutaan Rupiah)
Proyeksi Posisi Keuangan WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha....
Proyeksi Laba — Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah) ,
Proyeksi Laba — Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ...
Proyeksi Arus Kas WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah)
i cuangan WTON dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah)
cuangan WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha...
Proyeksi Laba — Rugi WTON Dengan Penambahan Kegiatan usaha (Jutaan Rupiah)
Proyeksi Laba — Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ...
Proyeksi Arus Kas WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah).
Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Biaya Modal Ekuitas.
WACC.
Proyeksi Arus Kas Bersih WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah
Proyeksi Arus Kas Bersih WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah)
Proyeksi Arus Kas Bersih Inkremental WTON selama Periode 2025 sampai dengan 2030 (Jutaan
Rupiah)...

NPV Free Cash Flow to Incremental (Jutaan Rupiah)

Business Valuation Unit
Jakarta

u
Page 23 OCR 0.938
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

1.

LI.

PENDAHULUAN
Latar Belakang

PT Wijaya Karya Beton Tbk (“WTON”), didirikan berdasarkan Akta Anggaran Dasar
No. 44 tanggal 11 Maret 1997 dibuat dihadapan Achmad Bajumi S.H., pengganti dari Imas
Fatimah S.H.. Notaris di Jakarta, yang telah beberapa kali diubah dan terakhir diubah dengan
Akta No. 75 tanggal 30 Mei 2024 dibuat dihadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi
Warsito S.H., Notaris di Jakarta dan telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH-0103-0148744.TAHUN 2024 tanggal
19 Juni 2024.

Berbekal pengalaman di industri beton pracetak sampai dengan saat ini, telah memberikan
banyak pelajaran bagi WTON dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar. Berbagai
penghargaan nasional maupun internasional telah diperoleh sebagai apresiasi kinerja
WTON. Tidak hanya itu, berbagai tantangan harus dihadapi WTON dalam beberapa tahun
kebelakang, Salah satunya adalah tantangan di era transisi pemerintahaan di 2024 ke tahun
2025 yang mana pada umumnya industri konstruksi akan mengalami kontraksi. Untuk
mempertahankan posisi sebagai /eader di industri beton pracetak pada tahun 2025 WTON
berencana melakukan sejumlah langkah-langkah strategis usaha sebagai berikut:

» Melaksanakan program inisiatif transformasi
»  Divestasi aset tidak produktif

» Menghasilkan produk — produk inovasi

# Lean Organization

» Implementasi nilai AKHLAK

» Penerapan SAP terintegrasi

Sebagai bentuk penyelarasan fokus bidang usaha utama (core business) di WIKA Group
termasuk anak perusahaan. WTON melakukan penghapusan Kegiatan Usaha Instalasi
Listrik Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dengan kode KBLI 43211
dalam RUPST Tahun Buku 2022 tanggal 09 Mei 2023 sebagaimana termuat dalam Akta
Anggaran No. 09 tanggal 08 Juni 2023.

Pelaksanaan kegiatan usaha WTON berupa penjualan tiang listrik beton termasuk beberapa
tender pengadaannya dipersyaratkan untuk memiliki Surat izin Usaha Jasa Penunjang
Tenaga Listrik (“SIUJPTL”), yang dapat diproses apabila WTON memiliki KBLI kode
43211.

Berdasarkan hal di atas, diperlukan adanya penambahan KBLI kode 43211 yang mencakup
kegiatan pembangunan, pemasangan, pemeliharaan, pembangunan kembali instalasi listrik
pada pembangkit, transmisi, gardu induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu daya, dan
instalasi listrik pada bangunan gedung baik untuk hunian maupun non hunian, seperti
pemasangan jaringan listrik tegangan rendah. Termasuk kegiatan pemasangan dan
pemeliharaan instalasi listrik pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api, dan
lapangan udara, ke dalam pasal Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan.

Business Valuation Unit
6 Jakarta
Page 24 OCR 0.922
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

1.2.

Figur 1. Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha WTON

Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik

atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik
Sumber: Manajemen WTON

Berdasarkan penjelasan dari manajemen, WTON berencana menambah kegiatan usaha yang
sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 17/POJK
04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”, mengingat
rencana tersebut akan menambah kegiatan usaha WTON.

Sehubungan dengan hal tersebut, WTON membutuhkan pihak independen untuk melakukan
kajian dan analisis kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha. WTON menunjuk
KJPP Guntur, Eki, Andri, dan Rekan (“GEAR”) untuk melakukan penyusunan studi
kelayakan berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. JKT.037/PN.BV.GEAR/2025
tanggal 23 April 2025.

Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan No. 562/KM.1/2013 tanggal 14 Agustus 2013 dengan nama
Kantor Jasa Penilai Publik Guntur, Eki, Andri dan Rekan dengan Izin KJPP No. 2.13.0116
dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan
(“OJK”) d/h Bapepam dan LK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari Bapepam dan LK No. STTD.PB-51/PM.223/2021 dan 211/NB.122/STTD-P/2020.

KJPP Guntur, Eki, Andri Dan Rekan (“GEAR”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang
terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk
melakukan studi kelayakan ini.

Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi tugas adalah pihak dimana Penilai mengikatkan diri dalam hubungan kontraktual,
» Nama : PT Wijaya Karya Beton Tbk

# Bidang usaha : Perdagangan dan industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain
yang terkait

e Alamat : WIKA Tower 1 Lantai 2-4 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9, Cipinang
Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340

» Telepon :021-8192802

» Fax :021-85903872

# Email :sekper@wika-beton.co.id

» Website : www.wika-beton.co.id

Pengguna laporan atas hasil penilaian adalah:
» Nama : PT Wijaya Karya Beton Tbk

» Bidang usaha : Perdagangan dan industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain
yang terkait

Business Valuation Unit
7 Jakarta
Page 25 OCR 0.928
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

13.

1.5.

# Alamat : WIKA Tower I Lantai 2-4 Jl. D.I, Panjaitan Kav. 9, Cipinang
Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340

« Telepon :021-8192802

» Fax :021-85903872

e Email : sekper@wika-beton.co.id

«Website : www.wika-beton.co.id

Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

Maksud penugasan ini adalah untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha
PT Wijaya Karya Beton Tbk yaitu KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan
Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik, yang
diperlukan dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).

Penugasan ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VIL
Tahun 2018.

Objek Studi Kelayakan

Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah
penambahan kegiatan usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usahan Indonesia (“KBLI”)
yaitu KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik
atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik.

Tanggal Studi Kelayakan (Cut off Date) dan Masa Berlaku Laporan

Tanggal Studi Kelayakan adalah tanggal 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil
atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) masa
berlaku laporan penilaian adalah 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (Cut Off
Date) dalam laporan penilaian.

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan penilaian
ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut off date) dalam laporan
penilaian.

Business Valuation Unit
8 Jakarta
Page 26 OCR 0.939
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

1.6.

17.

1.8.

Independensi Penilai

Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini GEAR bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan WTON ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan WTON. GEAR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan
pribadi atau merugikan pihak manapun terkait dengan penugasan ini. Imbalan jasa yang kami
terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh hasil kajian kelayakan yang dihasilkan.

Tanggung Jawab Penilai

Dalam batas kemampuan dan keyakinan GEAR sebagai penilai, GEAR menyatakan bahwa
semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Studi Kelayakan telah
dilakukan dengan benar dan GEAR bertanggung jawab atas Studi Kelayakan yang
diterbitkan.

Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan

Dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini, kami telah melakukan analisis melalui
pendekatan dan prosedur studi kelayakan yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

Pengumpulan Data
@# Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana ekspansi atas

penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data indentitas Perseroan, perizinan,
spesifikasi proyek, aspek keuangan, dan rencana usaha serta data-data lainnya yang
terkait.

» Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
dipertanggungjawabkan,

# Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan dari aspek yang berpengaruh
dalam kelayakan dengan pihak Perseroan.

Proses Analisis

# Aspek legalitas yang mengkaji terhadap kelengkapan dokumen legalitas dan perizinan
penambahan kegiatan usaha

» Analisis Pasar yang mengkaji kondisi pasar pembangunan dan pemasangan instalasi
tenaga listrik atas intalasi penyediaan tenaga listrik di Indonesia.

» Analisis teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana
penambahan kegiatan usaha.

» Analisis pola bisnis yang mengkaji model bisnis atas penambahan kegiatan usaha, risiko
yang berpotensi muncul dan langkah pengendaliannya serta analisis SWOT.

» Aspek model manajemen yang mengkaji struktur dan kebutuhan karyawan atas rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan.

# Analisis keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi,

Business Valuation Unit
9 Jakarta
Page 27 OCR 0.947
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan atas
penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indicator Net
Present Value (“NPV”), Profitability Index (“PI”), Internal Rate of Return (“IRR”), dan
Payback Period.

1.9. Standar Penugasan Studi Kelayakan

Analisis, opini, dan Kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta penyusunan laporan telah
dibuat dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (POJK
17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020
(“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.

1.10. Data, Informasi dan Prosedur

1.10.1. Data Dan Informasi Rencana Penambahan Usaha

Kami telah melakukan analisis dan mempertimbangkan data dan informasi yang
disediakan WTON untuk tujuan penugasan ini, yaitu :

Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00037/2.1030/AU.1/04/0181-2/1/11/2020
tanggal 21 Februari 2020 dengan opini wajar dalam semua hal yang material,
Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00071/2.1030/AU.1/04/0181-3/1/11/2021
tanggal 18 Februari 2021 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00052/2.1030/AU.1/04/1680-1/1/11/2022
tanggal 18 Februari 2022 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00127/2.1030/AU.1/04/1680-2/1/111/2023
tanggal 7 Maret 2023 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.

Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00259/2.1030/AU.1/04/1680-3/1/171/2024
tanggal 27 Maret 2024 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.

Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00248/2.1030/AU.1/04/1680-4/1/111/2025
tanggal 20 Maret 2025 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.

Business Valuation Unit
10 Jakarta
Page 28 OCR 0.935
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

7.

Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya
Karya Beton Tbk. Nomor 74 tanggal 30 Mei 2024 oleh Insinyur Nanette Cahyanie
Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan susunan
komisaris dan direksi perseroan. Akta tersebut telah disahkan oleh Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 03 Juni 2024
dengan Nomor AHU-AH.01.09-0209272.

Akta Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya Beton
Tbk. Nomor 75 tanggal 30 Mei 2024 oleh Insinyur Nanette Cahyanie Handari Adi
Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan pasal 4 ayat 9, pasal 6, pasal
11, pasal 17, pasal 18 dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 Juni 2024 dengan Nomor
AHU-AH.01.03-0148744. Selain itu, juga mengenai perubahan ganti nama
pemegang saham dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 Juni 2024 dengan Nomor
AHU-AH.01.09-0215256.

Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya
Karya Beton Tbk. Nomor 80 tanggal 27 April 2022 oleh Insinyur Nanctte Cahyanie
Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan anggaran dasar
perseroan. Akta tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia pada tanggal 27 April 2022 dengan Nomor AHU-
0031 156.AH.01.02.Tahun 2022.

Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor 02-12776.HT.O1.TH.97
tanggal 9 Desember 1997 memberikan pengesahan Akta Pendirian PT Wijaya Karya
Beton dengan Nomor 44 tanggal Il Maret 1997 oleh Achmad Bajumi, S.H.,
pengganti Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta.

. NPWP No. 01.061.154.9-093.000 atas nama PT Wijaya Karya Beton Tbk, yang

beralamat di WIKA Tower 1, Jl. D.I. Panjaitan Kav.9. Cipinang Cempedak,
Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta, 13340.

Nomor Induk Berusaha 8120211271643 dengan nama pelaku usaha PT Wijaya
Karya Beton Tbk. dan status penanaman modal yaitu Penanaman Modal Dalam
Negeri (PMDN). Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
diantaranya:

a. KBLI23957 : Industri mortar atau beton siap pakai

b. KBLI23953 : Industri barang dari semen dan kapur untuk konstruksi

c. KBLI42209 : Konstruksi jaringan irigasi, komunikasi, dan limbah lainnya

d. KBLI46638 : Perdagangan besar berbagai macam material bangunan di

e. KBLI 46639 : Perdagangan besar bahan konstruksi lainnya

f. KBLI42919 : Konstruksi bangunan sipil lainnya ytdl

g. KBLI46593 : Perdagangan besar alat transportasi darat (bukan mobil, sepeda
motor, dan sejenisnya), suku cadang dan perlengkapannya.

h. KBLI42103 : Konstruksi jalan rel

i. KBLI43901 : Pemasangan pondasi dan tiang pancang

j. KBLI 42204 : Konstruksi bangunan sipil elektrikal

k. KBLI41019 : Konstruksi Gedung lainnya

Il KBLI42101 : Konstruksi bangunan sipil jalan

m. KBLI43909 : Konstruksi khususl lainnya ytdl

n. KBLI42102 : Konstruksi bangunan sipil jembatan, jalan laying, flv over dan
underpass

o. KBLI 43215 : Instalasi sinyal dan telekomunikasi kereta api

Business Valuation Unit
1 Jakarta
Page 29 OCR 0.936
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

p. KBLI4I011 : Konstruksi Gedung hunian

g- KBLI42912 : Konstruksi bangunan Pelabuhan bukan perikanan
r. KBLI08101 : Penggalian batu hias dan batu bangunan

s. KBLI 46634 : Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu

13. Laporan Kinerja WTON tahun 2023.

14. Company Profile PT Wijaya Karya Beton Tbk tahun 2023

15. Data list Sertifikat Hak Guna Bangunan milik PT Wijaya Karya Beton Tbk

16. Draft Annual Report tahun 2024 WTON

17. Proyeksi Keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk.

18. Surat Permohonan Persetujuan Penambahan KBLI PT Wijaya Karya Beton Tbk

kepada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk No. SE.01.01/WB-0A.0104/2025 tanggal 21
Januari 2025

19. Wawancara dengan perwakilan manajemen WTON
20. Informasi lain dari pihak manajemen WTON serta pihak-pihak lain yang relevan

untuk penugasan.

21. Dokumen-dokumen lain yang terkait dengan Penambahan Kegiatan Usaha WTON
22, Informasi dan/atau dokumen terkait lainnya yang didapat dari berbagai pencarian

baik melalui Internet maupun media lainnya.

Seluruh data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan Laporan studi kelayakan
ini diperoleh dari manajemen WTON sepanjang proses penyusunan laporan baik diskusi
dan wawancara.

1.11. Tingkat Kedalaman Investigasi

Studi Kelayakan dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan
informasi dari pihak manajemen WTON, yang bertujuan untuk memperoleh dokumen
kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi memalui wawancara
berupa con call atau virtual meeting.

Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:

1.

Uji tuntas atas laporan keuangan tidak dilakukan dan penelaahan atas informasi pada
laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan analisis kewajaran,

2. Uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek analisis kewajaran tidak
dilakukan,

3. Analisis dampak untuk para pihak terkait Penambahan Kegiatan Usaha,

4. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis studi kelayakan.

Pelaksana Investigasi

Berikut ini informasi terkait pelaksanaan investigasi lapangan:

s No. Surat Tugas : JKT/0014/ST.GEAR/2025
» Lokasi : WIKA Tower I Lantai 2-4 Jl. D.I, Panjaitan Kav. 9,

Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta
Timur, DKI Jakarta 13340

Tanggal Investigasi 123 April 2025 — Selesai.

& Business Valuation Unit
12 Jakarta
Page 30 OCR 0.928
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

1.12.

# Pelaksana Investigasi : Aurellia Nur Halimatussadiyah, Septi Irdi Kurnia Melati
» Penanggung Jawab Investigasi: Dwi Hari Prasetyo

Berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan, diketahui saat ini WTON masih
menjalankan kegiatan operasinya yaitu sebagai Perusahaan di Bidang Perdagangan dan
Industri Beton, Jasa Konstruksi dan Bidang Usaha Lain Yang Terkait

Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
memadai diantaranya dengan melakukan site visit terhadap fasilitas milik WTON dan
melakukan wawancara dengan manajemen WTON ataupun pihak yang mewakilinya dan
pihak-pihak lain yang relevan.

Berikut adalah pihak-pihak yang diwawancarai yaitu:

Inu Pinandito Manajer Bidang Evaluasi Hasil Usaha WTON
| Muhammad Bagus Prihandoko Staf Bidang Evaluasi Hasil Usaha WTON

Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi
Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan ini adalah :

@ Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion.

# Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses Studi Kelayakan.

#« Dalam menyusun laporan ini, GEAR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
informasi yang disediakan oleh WTON dan atau data yang diperoleh dari informasi yang
tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan.

e# Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
penugasan studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada GEAR dan tidak ada
pengurangan atas fakta-fakta yang penting.

# GEAR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh WTON dan telah
disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).

@ Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional WTON.

# GEAR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan.

» GEAR telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari pemberi
tugas.

@ Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan.

Business Valuation Unit
13 Jakarta
Page 31 OCR 0.943
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

@ Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana
Transaksi yang akan dilakukan pada tanggal studi kelayakan ini diterbitkan.

# Dalam penyusunan laporan studi kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi,
seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban WTON dan semua pihak yang terlibat
dalam Penambahan Kegiatan Usaha serta keakuratan informasi mengenai Penambahan
Kegiatan Usaha yang diungkapkan oleh manajemen WTON.

# Studi kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari studi kelayakan. Penyusunan studi kelayakan
ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui
analisis yang tidak lengkap.

# Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan studi kelayakan ini sampai
dengan tanggal terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha tidak terjadi perubahan apapun
yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
penyusunan studi kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan
kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) opini kami karena adanya perubahan
asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Kondisi Pembatas:

# Kami tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang
melakukan transaksi.

# Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh WTON atau yang tersedia secara umum yang pada
hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen WTON, bahwa mereka tidak
mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

« Analisis studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini dipersiapkan
menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan diatas. Segala perubahan
atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir opini kami secara
material. Oleh karenanya, kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas
studi kelayakan kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.

# Kami tidak memberikan opini atas dampak perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha
ini. Jasa-jasa yang kami berikan kepada WTON dalam kaitan dengan Penambahan
Kegiatan Usaha ini hanya merupakan pemberian studi kelayakan atas Penambahan
Kegiatan Usaha yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau
perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Penambahan Kegiatan
Usaha dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Penambahan Kegiatan
Usaha tersebut.

# Pekerjaan kami berkaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau

Business Valuation Unit

14 Jnkarta
Page 32 OCR 0.951
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

1.13.

1.14.

115.

1.16.

pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk
mendapatkan dan menganalisa suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya diluar
Penambahan Kegiatan Usaha yang ada dan mungkin tersedia untuk WTON serta
pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Penambahan Kegiatan Usaha ini.

Kejadian-kejadian Penting setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) dan Tanggal Laporan

Sampai dengan tanggal Laporan Studi Kelayakan ini, kami tidak memperoleh informasi
mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak secara material. Kejadian-kejadian
penting setelah tanggal laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan.
Penilai tidak berkewajiban untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas hasil Studi
Kelayakan yang dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan Terinci yang telah diterbitkan
dan disampaikan kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat komentar OJK terkait
evaluasi Laporan Studi Kelayakan terkait maksud dan tujuan penilaian, maka GEAR dapat
menerbitkan revisi atas Laporan Studi Kelayakan untuk memenuhi tanggapan dan jawaban
kepada OJK.

Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

Dalam melaksanakan pembuatan laporan studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha
ini, GEAR tidak menggunakan laporan hasil analisis dari tenaga ahli dari luar.

Persyaratan atas Persetujuan Publikasi

Laporan Studi Kelayakan beserta lampiran yang ada pada laporan ini hanya ditujukan kepada
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Studi Kelayakan sebagaimana dimaksud pada lingkup
penugasan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup
penugasan laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari GEAR dan pemberi tugas.

Konfirmasi bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan

Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat, serta laporan Studi kelayakan yang telah dibuat
oleh Penilai dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020
(POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.
17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal.

Business Valuation Unit
15 Jnkarta
Page 33 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

1.17. Konfirmasi Bahwa Laporan Studi kelayakan dilakukan Berdasarkan SPI

Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi kelayakan telah
dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
Penilaian Indonesia Edisi VII tahun 2018 (“SPP”) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi

Penilai Indonesia (“MAPPI”).

Business Valuation Unit
16 Jakarta
Page 34 OCR 0.947
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

2.

21.

GAMBARAN UMUM PERSEROAN
Gambaran Umum WTON

PT Wijaya Karya Beton Tbk (“Perusahaan”), didirikan di Jakarta dengan Akta Perusahaan
Terbatas PT Wijaya Karya Beton No. 44 tanggal 11 Maret 1997, dibuat di hadapan Achmad
Bajumi, S.H., selaku pengganti dari Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta. Perusahaan
memulai kegiatan operasionalnya sejak tanggal Il Maret 1997. Akta tersebut telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusannya
No. C2-12776.HT.01.01.TH.97 tanggal 9 Desember 1997 dan telah didaftarkan dalam daftar
Perusahaan sesuai Undang- Undang No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan di
Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan No. 2096/BH.09.03/1/98 tanggal 13
Januari 1998 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 43 tanggal
29 Mei 1998 Tambahan No. 2832.

Anggaran Dasar telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir kali diubah dengan
Akta No. 75 tanggal 30 Mei 2024 yang dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi
Warsito, S.H., Notaris di Jakarta Selatan dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0148744.AH.01.03 tanggal
19 Juni 2024.

Pada tanggal 26 Maret 2014, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif dari Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ("OJK") dengan surat No. S-174 /D.04/ 2014 untuk
melakukan penawaran umum saham perdana sejumlah 2.045.466.600 saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 setiap lembar saham yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga
penawaran Rp590 setiap saham. Termasuk didalamnya jumlah saham umum perdana kepada
masyarakat adalah saham yang telah dialokasikan sehubungan dengan Program Alokasi
Saham Karyawan (Employee Stock Allocation atau "ESA") sejumlah 61.364.000 saham baik
berupa Saham Penghargaan dan Saham Jatah Pasti Pegawai yang sesuai dengan Surat
Keputusan Direksi Perusahaan No.SK.01.01/WB-0A.019/2014 tanggal 11 Februari 2014.

Sesuai Akta No. 75 tanggal 30 Mei 2024 yang dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanie
Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta dan telah mendapatkan persetujuan dari
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU.AH.01.09-
0215256 Tahun 2024 tanggal 19 Juni 2024, maka maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Maksud dan tujuan perusahaan ialah berusaha dalam bidang perdagangan dan industri
beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain yang terkait.
2. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perusahaan dapat melaksanakan
kegiatan usaha utama sebagai berikut:
a. Melakukan Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan
Konstruksi seluruh produk-produk beton, antara lain:
1) Industri Barang dari Semen dan Kapur untuk Konstruksi (23954)
2) Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901)
3) Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung (30112)
4) Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (46638)
5) Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang tahan api (23911)

Business Valuation Unit
7 Jakarta
Page 35 OCR 0.935
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

b. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi
dalam bidang usaha sipil. elektrikal dan Postensioning.

c. Melakukan Perencanaan, Produksi dan Penjualan produk/komponen bahan
bangunan.

d. Melakukan usaha impor dan ekspor yang terkait dengan kegiatan tersebut di
atas.

3. Selain kegiatan usaha utama, Perusahaan dapat melakukan kegiatan usaha
penunjang dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki
untuk:

a. Melakukan Usaha Industri dan Perdagangan Bahan Produksi Beton

1) Batu Hias dan Batu Bangunan (08101)

2) Penggalian Kerikil (sirtu) (08103)

3) Penggalian Pasir (08104)

4) Penggalian tanah dan tanah liat (08105)

S) Penggalian batu, pasir, dan tanah liat lainnya (08109)

6) Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian lainnya (09900)

7) Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang Tahan Api (23911)

8) Industri Semen (23941)

9) Industri Mortar atau Beton Siap Pakai (23957)

10) Industri Barang dari Batu untuk Keperluan Rumah Tangga, Pajangan, dan
Bahan Bangunan (23963)

11) Perdagangan Besar Alat Transportasi Darat (bukan mobil. sepeda motor,
dan sejenisnya). suku cadang dan perlengkapannya (46593)

12) Perdagangan Besar atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak (46100)

13) Perdagangan Besar Semen, Kapur, Pasir dan Batu |46634|

14) Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (46638)

15) Perdagangan Besar Mineral Bukan Logam (46641)

16) Perdagangan Eceran Barang Logam untuk Bahan Konstruksi (47521)

17) Perdangan Eceran Semen, Kapur, Pasir dan Batu (47524)

b. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi

dalam bidang usaha:

1) Konstruksi Gedung Hunian (41011)

2) Konstruksi Gedung Industri (41013)

3) Konstruksi Gedung Kesehatan (41015)

4) Konstruksi Gedung Pendidikan (410161

5) Konstruksi Gedung Tempat Hiburan dan Olahraga (41018)

6) Konstruksi Gedung Lainnya (41019)

7) Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Gedung (41020)

8) Konstruksi Bangunan Sipil Jalan (42101)

9) Konstruksi Bangunan Sipil Jembatan, Jalan Layang, Fly Over, dan
Underpass (42102)

10) Konstruksi Jalan Rel (42103)

11) Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase (42201)

12) Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (42202)

13) Konstruksi Bangunan Sipil Prasarana dan Sarana Sistem Pengolahan
Limbah Padat, Cair dan Gas (42203)

Business Valuation Unit
18 Jakarta
Page 36 OCR 0.929
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

14) Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (42204)

15) Konstruksi Bangunan Sipil Telekomunikasi untuk Prasarana Transportasi
142205)

16) Konstruksi Jaringan Irigasi, Komunikasi dan Limbah Lainnya (42209)

17) Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olah Raga (42918)

18) Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya Ytdl (42919)

19) Jasa Pekerjaan Konstruksi Pelindung Pantai (42922)

20) Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia.
Petrokimia, Farmasi dan Industri Lainnya (42923)

21) Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Ytdl (42929)

22) Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Sipil (42930)

23) Penyiapan Lahan (43120)

24) Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis (71102)

25) Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa (72102)

c. Melakukan Usaha Reparasi, Pabrikasi, Instalasi/Pemasangan Mesin dan
Peralatan Konstruksi, seperti:
1) Instalasi Telekomunikasi (43212)
2) Jasa Instalasi Konstruksi Navigasi Laut, Sungai, dan Udara (43214)
3) Instalasi Sinyal dan Telekomunikasi Kereta Api (43215)
4) Instalasi Sinyal dan Rambu-Rambu Jalan Raya (43216)
5) Instalasi Konstruksi Lainnya ytdl (43299)
6) Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901)
7) Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (43905)
8) Konstruksi Khusus Lainnya Ytdl (43909)
9) Jasa Pengujian Laboratorium (71202)
10) Jasa Inspeksi Teknik Instalasi (71204)

d. Melakukan Usaha Penyewaan dan Penyediaan Jasa Dalam Bidang Peralatan
Konstruksi, seperti:
1) Pemasangan Perancah (Steiger) (43902)
2) Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan
Peralatan Konstruksi dan Teknik Sipil (773931
ce. Melakukan Perencanan, Pelaksanaan, Pengelolaan, Penjualan, Pembelian
Sewa Menyewa dan Perdagangan Jasa Ekspedisi/Usaha Angkutan Darat dan
Laut, seperti:
1) Angkutan Bermotor untuk Barang Umum (49431)
2) Angkutan Bermotor untuk Barang Khusus (49432)
3) Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum (50131)
4) Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Khusus (50133)
5) Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Umum dan atau Hewan
150221)
6) Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Khusus (50222)
7) Angkutan Penyeberangan Umum Antar Provinsi untuk Barang (50224)
8) Angkutan Penyeberangan Perintis Antar Provinsi untuk Barang (50225)
9) Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut (52221)
10) Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Penyeberangan (52223)
11) Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) (52291)
12) Aktiviittas Ekspedisi Muatan Kereta Api dan Ekspedisi Angkutan Darat

Business Valuation Unit

19 fakarta
Page 37 OCR 0.890
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

(EMKA & EAD) (52292)
13) Aktivitas Ekspedisi Muatan Kapal (EMKL) (52293)

f. Treatment dan Pembuangan Limbah Berbahaya (38220)

g- Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (68111)

h. Aktivitas Kantor Pusat (70100)

i. Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi
Rekayasa Lainnya (72109)

j. Penelitian Pasar (73201)

Perusahaan merupakan entitas anak dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan kepemilikan
60”o. Sejak tahun 1997 Perusahaan telah menjalankan operasinya dengan dibagi atas
beberapa kantor Wilayah Penjualan (WP), di mana tiap Wilayah Penjualan didukung dengan
rata - rata satu Pabrik Produk Beton (PPB) dan Ouarry.

2.2. Domisili
Kantor Pusat berdomisili di Jakarta yang berlokasi di WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl. D.I.
Panjaitan Kav. 9, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta
13340.

2.3. Struktur Permodalan

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Audited 31 Desember 2024 susunan
pemegang saham WTON adalah sebagai berikut:

Figur 3. Susunan dan Komposisi Kepemilikan Saham PT Wijaya Karya Beton Tbk

Jumlah Saham — Kepemilikan Jumlah

. (Rupiah

(Lembar) (Yo) Penuh)
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 5.229.280.000 60.005 | 522.928.000.000
Koperasi Karya Mitra Satya 400.282.249 4,595 | 40.028.224.900
Yayasan Wijaya Karya 86.043.000 0,99Y0 8.604.300.000
Kuntjara 9.577.300 011Y0 957.730.000
Rija Judaswara 2.339.700 0,03Yo 233.970.000
Verly Widianto 2.000.000 0,020 200.000.000
Syailendra Ogan 109.000 0,00Y0 10.900.000
Agus Pramono 0,04Y0 352.950.000
Masyarakat / Public 298.230.585.100

Total .6 100,004, 61660000

Business Valuation Unit
20 Jakarta
Page 38 OCR 0.933
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

2.4. Susunan Pengurus

25,

Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Audited 31 Desember 2024 Susunan Dewan
Komisaris dan Direksi WTON pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut :

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Eko Sujianto
Komisaris : R. Permadi Mulajaya
Komisaris : Miftachul Munir
Komisaris Independen : Nita Prihutaminingrum
Komisaris Independen : Iswandi Imran
Direktur Utama : Kuntjara

Direktur Pemasaran dan Pengembangan : Rija Judaswara
Direktur Keuangan, Human Capital dan : Syailendra Ogan

Manajemen Risiko
Direktur Operasi dan Supply Chain Management : Agus Pramono
Direktur Teknik dan Produksi : Verly Widiantoro

Struktur Organisasi & Grup Perusahaan

Berdasarkan informasi dari manajemen, susunan organisasi WTON per 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut:

Figur 4. Struktur Organisasi Perusahaan

Sumber: hitps://www.wika-beton.co.id/struktur-organisasi-perusahaan/

Business Valnation Unit
21 Jakarta
Page 39 OCR 0.889
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

2.6,

Figur $. Struktur Grup Perusahaan

Sumber: https://www. wika-beton.co.id/struktur-grup-perusahaan/

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

|

f 1 (ae N /
s10ox | | 995x | 60,01 ) | sok |
ru | er Oren ea
PT Wijaya Kar PT Citra PT wij Ki PT Wi Kar
Kampanan Batan Lautan Teduh akal Betor" Pracetak Gedung

Perizinan dan Legalitas

Berikut adalah legalitas yang dimiliki oleh WTON yang digunakan dalam operasionalnya,
diantaranya yaitu:

Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya
Beton Tbk. Nomor 74 tanggal 30 Mci 2024 oleh Insinyur Nanette Cahyanie Handari Adi
Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan susunan komisaris dan direksi
perseroan. Akta tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia pada tanggal 03 Juni 2024 dengan Nomor AHU-AH.01.09-
0209272.

Akta Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya Beton Tbk.
Nomor 75 tanggal 30 Mci 2024 oleh Insinyur Nanctte Cahyanic Handari Adi Warsito,
S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan pasal 4 ayat 9, pasal 6, pasal 11, pasal 17,
pasal 18 dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia pada tanggal 19 Juni 2024 dengan Nomor
AHU-AH.01.03-0148744, Selain itu, juga mengenai perubahan ganti nama pemegang
saham dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia pada tanggal 19 Juni 2024 dengan Nomor
AHU-AH.01.09-0215256.

Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya
Beton Tbk. Nomor 80 tanggal 27 April 2022 oleh Insinyur Nanette Cahyanie Handari
Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan anggaran dasar perseroan.
Akta tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia pada tanggal 27 April 2022 dengan Nomor AHU-0031156.AH.01.02.Tahun
2022.

Business Valuatian Uni!
22 likarta
Page 40 OCR 0.938
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

27.

4. Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor 02-12776.HT.01.TH.97
tanggal 9 Desember 1997 memberikan pengesahan Akta Pendirian PT Wijaya Karya
Beton dengan Nomor 44 tanggal 11 Maret 1997 oleh Achmad Bajumi, S.H., pengganti
Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta.

5. Nomor Induk Berusaha 8120211271643 dengan nama pelaku usaha PT Wijaya Karya
Beton Tbk. dan status penanaman modal yaitu Penanaman Modal Dalam Negeri
(PMDN). Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) diantaranya:

1)
2)
3)
4
5)
6)
19)

9
9)

KBLI 23957
KBLI 23953
KBLI 42209
KBLI 46638
KBLI 46639
KBLI 42919
KBLI 46593

KBLI 42103
KBLI 43901

10) KBLI 42204
11) KBLI 41019
12) KBLI 42101
13) KBLI 43909
14) KBLI 42102

15) KBLI 43215
16) KBLI 41011
17) KBLI 42912
18) KBLI 08101
19) KBLI 46634

: Industri mortar atau beton siap pakai

: Industri barang dari semen dan kapur untuk konstruksi

: Konstruksi jaringan irigasi, komunikasi, dan limbah lainnya

: Perdagangan besar berbagai macam material bangunan di

: Perdagangan besar bahan konstruksi lainnya

: Konstruksi bangunan sipil lainnya ytdl

: Perdagangan besar alat transportasi darat (bukan mobil, sepeda

motor, dan sejenisnya), suku cadang dan perlengkapannya.

: Konstruksi jalan rel

: Pemasangan pondasi dan tiang pancang

: Konstruksi bangunan sipil elektrika

: Konstruksi Gedung lainny

: Konstruksi bangunan sipil jalan

: Konstruksi khususl lainnya ytdl

: Konstruksi bangunan sipil jembatan, jalan laying, /Iy over dan

Underpass

: Instalasi sinyal dan telekomunikasi kereta api

: Konstruksi Gedung hunian

: Konstruksi bangunan Pelabuhan bukan perikanan
: Penggalian batu hias dan batu bangunan

: Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu

Kinerja Keuangan Historis

Untuk melihat perkembangan kinerja WTON dan Entitas Anak, seperti posisi keuangan, laba
rugi dan potensi atau kemajuan yang dialami selama beberapa tahun terakhir, maka hasil
analisis keuangan historis yang bersumber dari laporan keuangan konsolidasian audited per
31 Desember 2019, per 31 Desember 2020, per 31 Desember 2021, per 31 Desember 2022,
per31 Desember 2023, dan per 31 Desember 2024 disajikan sebagai berikut:

Figur 6. Historis Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

Aset

Aset Lancar

7.168.913 | 5.408.852 | 5.650.194 | 6.149.561 | 4.384.893 | 3.929.811

Aset Tidak Lancar

3.168.983 | 3.261.213 | 3.432.317 | 3.297.968 | 3.246.777 | 3.264.877

Jumlah Aset

10.337.895 | 8.670.065 | 9.082.511 | 9.447.529 | 7.631.671 | 7.194.688

Business Valuation Unit
23 Jukartu
Page 41 OCR 0.769
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Des2019  Des2020 Des 2021 s20212 Des2023 - Des 2014

ludited tudited tudited udite Andited Ladited

Liabilitas dan Ekuitas

Liabilitas Jangka Pendek 6.195.055 | 4.833.351 | 5.055.794 | 5.472.903 | 3.727.678 | 3.042.007
Liabilitas Jangka Panjang. 634.394 | 411824) Sal9n6 | 336.806 | 277883 | 465915
Jumlah Liabilitas 6.829.449 | 5.245.175 | 5.597.700 | 5.809.708 | 4.005.561 | 3.507.923
Jumlah Ekuitas 3.508.446 | 3.424.890 | 3.484.811 | 3.637.821 | 3.626.110 | 3.686.766
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas | 10.337.895 | 8.670.065 | 9.082.511 | 9.447.529 | 7.631.671 | 7.194.688

Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON

Figur 7. Historis Laporan Laba Rugi Konsolidasian

Des 2019 Des 2010 s 201 Des 2022 Des 2023 Des 2024
ludited tndited tudited

6.003.788 | 4.203.171

dudited tudited tudited

Pendapatan Usaha 7.083.384 | 4.803.359 | 44589

Beban Pokok

Pendenetea (6.132.667) | (4.493.830) | (4.221.917) | (5486030) | (3.880.251) | (4522338)
Luba Bruto 9so7i7 | 3095231 2370o7o| siniss| o322020| 37T6s6
Laba (Rugi) Usaha 7954061 184397) ti9sto|  390sea| 191342) — 213409
Laba (Rugi)

Sebelum Pajak 626271 130.505 si3as | 240506 42833 87481
Penghasilan

Laba (Rugi) Bersih

Tae Pata 510.712 | 123.147 81434| 17.060 19.817 64.200
Jumlah Laba (Rugi)

Komprehensif s1s72| 120.990 s294s | 170970 20.089 67.560

Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON
Figur 8. Historis Laporan Arus Kas Konsolidasian

Des 2019 Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024

tudired tudired dudited ludited tudited tudited

Keterangan

Arus Kas Operasi 1.265.495 803.264 35.026 34.700 95.469 262.019
Arus Kas Investasi (370.108) (281.518) (183.938) | (155.036) (81.710) (107.308)
Arus Kas

Peni (158.004) (581.410) 313.062 | (108356) | (1.144.623) 385.120
Kas Awal Tahun 865.016 1.602.281 1.602.044 | 1.766.221 1.538.312 407.215
Kas Akhir Tahun 1.602.281 | 1.542.217 | 1.766.221 | 1.538.312 407.215 597.554

Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON

24 Business Lisa da
Page 42 OCR 0.855
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

2.7.1 Analisis Posisi Keuangan
Perkembangan posisi keuangan WTON dan Entitas Anak dapat dilihat pada grafik berikut:

Figur 9. Historis Perkembangan Posisi Keuangan

Pertumbuhan Posisi Keuangan WTON dan Entitas Anak
31 Desember 2019- 31 Desomber 2024
(Dalam Jutaan Rupiah)

t200no09
togonona
#gono00
s.00n000
aw

2 Dea Ds pawa 2 ». Daan
Pe kossnmus eunas Pi 2 Le. asa
Lubis sana san 1 s 4001561 207
Sirutas 350616 3.01399 3 3674 2e20.19

Aset #Linblltan “ Ukeitas

Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON

Total aset WTON dan Entitas Anak pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp8.670.065 juta dan
mengalami penurunan 16,13Y6 dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp10.337.895
juta. Pada tahun 2021-2022 total aset WTON dan Entitas Anak mengalami penikatan sebesar
4,76Yo dan 4,02”4. Peningkatan total aset tersebut dikarenakan adanya peningkatan pada pos
piutang usaha pihak ketiga, piutang retensi pihak berelasi, persediaan, proyek dalam
pelaksanaan, property investasi, aset tetap, dan aset tidak lancar lainnya. Total aset tahun
2023-2024 mengalami penurunan sebesar 19,226 dan 5,73Yo. Penurunan tersebut
dikarenakan terdapat penurunan pada pos kas dan setara kas, piutang yang belum ditagih
pihak berelasi dan pihak ketiga, tagihan bruto pemberi kerja pihak berelasi dan pihak ketiga,
piutang lain-lain, persediaan, uang muka, investasi ventura Bersama, dan aset hak guna. Total
aset WTON dan Entitas Anak per 31 Desember tercatat sebesar Rp7.194.688 juta.

Total liabilitas WTON dan Entitas Anak pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp5.245.175 juta
dan mengalami penurunan 23.206 dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar
Rp6.829.449 juta. Pada tahun 2021-2022 total liabilitas WTON dan Entitas Anak mengalami
penikatan sebesar 6,72Y4 dan 3,79Yo. Peningkatan total liabilitas tersebut dikarenakan adanya
peningkatan pada pos pinjaman jangka pendek, utang pajak, beban akrual, pinjaman bank,
dan liabilitas imbalan kerja. Total liabilitas tahun 2023-2024 mengalami penurunan sebesar
31,05y4 dan 12,420, Penurunan tersebut dikarenakan terdapat penurunan pada pos pinjaman
jangka pendek,, beban akrual, utang lain-lain, pinjaman bank, liabilitas sewa, liabilitas pajak
tangguhan, dan utang ventura bersama. Total liabilitas WTON dan Entitas Anak per 31
Desember tercatat sebesar Rp3.507.9223 juta.

Business Valuation Unit

25 Jakarta
Page 43 OCR 0.844
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

2.7.2

Total ekuitas WTON dan Entitas Anak pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp3.424.890 juta
dan mengalami penurunan 2,38Yo dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar
Rp3.508.446 juta. Pada tahun 2021-2022 total ekuitas WTON dan Entitas Anak mengalami
penikatan sebesar 1,75Yo dan 4,3996. Peningkatan total ekuitas tersebut dikarenakan adanya
peningkatan pada postransaksi restrukturisasi, saldo laba ditentukan penggunaannya dan
saldo laba belum ditentukan penggunaannya. Total aset tahun 2023 mengalami penurunan
sebesar 0,32”o dikarenakan terdapat penurunan pada pos kepentingan non pengendali. Total
ekuitas WTON dan Entitas Anak per 31 Desember tercatat sebesar Rp3.686.766 juta dan
mengalami peningkatan sebesar 1,674 dibandingkan tahun sebelumnya.

Analisis Laba Rugi
Perkembangan laba (rugi) WTON dan Entitas Anak dapat dilihat pada grafik berikut:
Figur 10. Historis Perkembangan Laba (Rugi)

Pertumbuhan Laba Rugi WTON dan Entitas Anak

31 Desember 2019- 9 Desember 2024
Dalam Intan Roplah

sena
saman
soo
Amos

.. NN -

Des Da1

pedarara cam ma

Badan pokok Mardupalan

sangan

mperdaparan «Rabun Pokok Perdopetar — #Tahe (Resi Buto “Taha (Re Utake Tan (Res) Remi Tahun berjalan

Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON

Pendapatan pada tahun 2020, 2021, dan 2023 mengalami penurunan sebesar 32,190: 7,17Yo:
dan 34,64y6. Pada tahun 2022 pendapatan WTON dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp6.003.788 juta dan mengalami peningkatan sebesar 34.64Yo dibandingkan tahun
sebelumnya yang tercatat sebesar Rp4.458.988 juta. Pendapatan WTON dan Entitas Anak
per 31 Desember 2024 mengalami peningkatan 16,484 dibandingkan tahun sebelumnya dan
tercatat sebesar Rp4.896.024 juta.

Beban Pokok Pendapatan pada tahun 2020, 2021, dan 2023 mengalami penurunan sebesar
26,72Yo, 6,05Yo, dan 29,28Y4. Pada tahun 2022 Beban Pokok Pendapatan WTON dan Entitas
Anak tercatat sebesar Rp5.486.630 juta dan mengalami peningkatan sebesar 29,965
dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp4.221.917 juta. Beban Pokok
Pendapatan WTON dan Entitas Anak per 31 Desember 2024 mengalami peningkatan 16,5546
dibandingkan tahun sebelumnya dan tercatat sebesar Rp4.522.338 juta.

Business Valuation Unit
26 Jakarta
Page 44 OCR 0.805
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Laba Bruto pada tahun 2020. 2021, dan 2023 mengalami penurunan sebesar 67,44Y4:
2341p, dan 37,56Yo. Penurunan tersebut dikarenakan adanya penurunan pada pos
pendapatan. Pada tahun 2022 Laba Bruto WTON dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp517.158 juta dan mengalami peningkatan sebesar 118,15”5 dibandingkan tahun
sebelumnya yang tercatat sebesar Rp237.070 juta, hal tersebut dikarenakan pada tahun 2022
pendapatan WTON dan Entitas Anak mengalami peningkatan. Laba Bruto WTON dan
Entitas Anak per 31 Desember 2024 mengalami peningkatan 15,726 dibandingkan tahun
sebelumnya dan tercatat sebesar Rp373.686 juta.

Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan pada tahun 2020, 2021, dan 2023 mengalami penurunan
sebesar 75,896, 33,87Yo, dan 110,06y6. Penurunan tersebut dikarenakan adanya penurunan
laba usaha pada tahun tersebut. Pada tahun 2022 Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan WTON
dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp171.060 juta dan mengalami peningkatan sebesar
110,06”6 dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp81.434 juta, hal tersebut
dikarenakan pada tahun 2022 laba usaha WTON dan Entitas Anak mengalami peningkatan.
Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan WTON dan Entitas Anak per 31 Desember 2024
mengalami peningkatan 223,976 dibandingkan tahun sebelumnya dan tercatat sebesar
Rp64.200 juta.

2.7.3 Analisis Arus Kas
Perkembangan arus kas WTON dan Entitas Anak dapat dilihat pada figur berikut :
Figur 11. Historis Perkembangan Arus Kas
Pertumbuhan Arus Kas WTON dan Entitas Anak

31 Desember 2019- 31 Desember 2024
Dalam Jutaan Rupiah

2001000
soo
| Lal “ . -—-
000
Lam
48000 Sum
Ansku seskopeui 125.01
AmsknSerh Irvan Ga
Aruskts ses Mondamu Uso
Kanan SetraKasAwal Tama | 66801
Kkardan Sta Kar AkhirTahnn) —— Lanast
mang tis Berh Opera Mhs Kat Resih Ines MAmSKa Berek Pendaatan Kader Searn asA wal Tahun “Kas dan Setara Kan AK Tahrui

Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON

Dari figur kinerja arus kas diatas, aktivitas cash flow WTON dan Entitas Anak untuk periode

31 Desember 2019 - 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

# Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun 2020-2022 setiap
tahunnya mengalami penurunan sebesar 36,53Y6: 95,64Yo: dan 0,9345. Penurunan

Business Valuation Unit
27 Jakarta
Page 45 OCR 0.758
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

tersebut dikarenakan terdapat penurunan pada pos penerimaan kas dari pelanggan dan
meningkatnya pembayaran operasi lainnya. Peningkatan arus kas bersih dari aktivitas
Operasi terjadi pada tahun 2023 dan 2024 sebesar 175.12”o dan 174,46”o. Peningkatan
tersebut dikarenakan meningkatnya pos penerimaan kas dari pelanggan dan menurunnya
pembayaran kepada direksi dan karyawan. Arus kas bersih dari aktivitas operasi per 31
Desember 2024 tercatat sebesar Rp262.019 juta.

# Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi selama periode historis yaitu
2019-2024 tercatat negatif yaitu negatif Rp370.108 juta. negatif Rp281.518 juta, negatif
Rp183.935 juta, negatif Rp155.036 juta, negatif Rp81.710 juta, negatif Rp107.308 juta.

# Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tahun 2019, 2020, 2022,
dan 2023 tercatat negatif yaitu negatif Rp158.004 juta, negatif Rp581.410 juta, negatif
Rp108.356 juta, dan negatif Rp1.144.623 juta. Peningkatan arus kas bersih dari aktivitas
pendanaan terjadi pada tahun 2022 yaitu sebesar 134,6194. Arus kas bersih dari aktivitas
pendanaan per 31 Desember 2024 tercatat Rp35.120 juta dan mengalami peningkatan
sebesar 103,074 dibandingkan tahun sebelumnya.

2.7.4 Analisis Rasio Keuangan

Figur 12. Historis Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas

Current Rario Isa | 9 ne Isa me oa
“Guick Ratio Onisna | 954600 Onsora | 9276w | — 9187 |—105,3a9a
Cash Ratio 258687 33,1590 Bagan 28.116 102 | 19,647
Rasio Aktivitas
Perputaran Piutang 2 3
Usaha Pihak Berelasi 1 Sa A1 ” 3 sa
Perputaran Piutang 2 17 35 30 37 37

Usaha Pihak Ketiga

Perputaran Piutang

2
Retensi Pihak Berelasi 2 1 2 . , ,

Perputaran Pintang: z
Retensi Pihak Ketiga 2 1 4 1 3 2

Perputaran Piutang Yang

Belum Ditagih Pihak 80 78 83 87 82 49
Berelasi
Perputaran Piutang Yang
Belum Ditagih Pihak 14 2 20 32 19 20
Ketiga
Perputaran Persediaan (3 6s 8 7 9 59
Perputaran Utang Usaha 5 “ge Lag & 1 Si
Pihak Ketiga K
Perputaran Utang Usaha
PAN al -1 -110 -119 -89 -175 -128
Perputaran beban akrual 123 -106 -1a 123 90 27
Rasio Solvabilitas
Debt to Asset 66th 60 (TA IA 321 19
Debt to Eguitv 1950 15306 1619. ITA TO 95Ya
Rasio Profitabilitas
Gross Margin 1390 6Vo 5 Ya Ita 8Ya 83
Operating Margin 11a EA 3g Teh SY EA
Net Profit Margin 7210 267 IKA 28 0.57 1300
ROA A9 1 dya 094 180 034 09Va
ROE 14619 3,6Ya 2,3Ya 4,7Ya 0,5 Ya 170

Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON

Business Valuation Unit

28 Jakarta
Page 46 OCR 0.918
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Beberapa rasio
keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah:

L

Current Ratio

Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang
dimilikinya. Rasio ini memberikan gambaran tentang tingkat likuiditas perusahaan,
dengan fokus pada aset likuid yang tersedia langsung untuk membayar kewajiban. Rasio
lancar WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024
tercatat sebesar 115,72Yo: 111,91Yo: 111,76Yo: 112,36Yo: 117,63Yo: dan 129,18Y0.

Ouick Ratio

Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar, namun
sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang menghitung seluruh
aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti persediaan yang dianggap
kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan rasio cepat. Rasio cepat WTON dan
Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar
97,18Yo: 95,46Yo: N,80Y0: 92,76Yo: I1,87Yo: dan 105,34Y0.

Cash Ratio

Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset yang paling likuid, yaitu
kas dan setara kas. Rasio ini memberikan gambaran tentang tingkat likuiditas
perusahaan, dengan fokus pada aset likuid yang tersedia langsung untuk membayar
kewajiban. Rasio kas WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31
Desember 2024 tercatat sebesar 25,86Yo, 33.15Yo, 34,93Yo, 28,11Yo: 10,92”: dan
19,64Y2.

Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas (activirv ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi
pemanfaatan sumber daya perusahaan atau menilai kemampuan perusahaan dalam
melaksanakan aktivitas sehari-hari, Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini.

1.

Rasio Perputaran Piutang Usaha Pihak Berelasi

Rasio perputaran piutang usaha pihak berelasi merupakan indikator keuangan yang
digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang usaha -
pihak berelasi. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih
piutang usaha - pihak berelasi dari debitur dalam satu periode tertentu. Rasio perputaran
piutang usaha - pihak berelasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019
— 31 Desember 2024 tercatat selama 38 hari, 32 hari, 32 hari, 19 hari, 46 hari, dan 31
hari.

Rasio Perputaran Piutang Usaha Pihak Ketiga

Rasio perputaran piutang usaha - pihak ketiga merupakan indikator keuangan yang
digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang usaha -
pihak ketiga. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang

Business Valuation Unit
29 Jakarta
Page 47 OCR 0.945
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

usaha pihak ketiga dari debitur dalam satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang
usaha - pihak ketiga WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 —
31 Desember 2024 tercatat selama 27 hari, 17 hari, 35 hari, 30 hari, 37 hari, dan 37 hari.

3. Rasio Perputaran Piutang Retensi Pihak Berelasi

Rasio perputaran piutang retensi - pihak berelasi merupakan indikator keuangan yang
digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang retensi -
pihak berelasi. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih
piutang retensi - pihak berelasi dari debitur dalam satu periode tertentu. Rasio
perputaran piutang - retensi pihak berelasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31
Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat selama 0 hari, I hari, 2 hari, 1 hari, 1 hari,
dan 1 hari,

4. Rasio Perputaran Piutang Retensi Pihak Ketiga
Rasio perputaran piutang retensi - pihak ketiga merupakan indikator keuangan yang
digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang retensi -
pihak ketiga. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang
retensi - pihak ketiga dari debitur dalam satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang
retensi - pihak ketiga WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 —
31 Desember 2024 tercatat selama 2 hari, 7 hari, 4 hari, | hari, 3 hari, dan 2 hari.

5. Rasio Perputaran Piutang yang Belum Ditagih Pihak Berelasi

Rasio perputaran piutang yang belum ditagih - pihak berelasi merupakan indikator
keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola
piutang yang belum ditagih - pihak berelasi. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat
perusahaan dapat menagih piutang yang beluh ditagih - pihak berelasi dari debitur
dalam satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang yang belum ditagih - pihak
berelasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024
tercatat selama 80 hari, 78 hari, 83 hari, 87 hari, 82 hari, dan 49 hari.

6. Rasio Perputaran Piutang Yang Belum Ditagih Pihak Ketiga
Rasio perputaran piutang yang belum ditagih - pihak ketiga merupakan indikator
keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola
piutang yang belum ditagih - pihak ketiga. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat
perusahaan dapat menagih piutang yang belum ditagih - pihak ketiga dari debitur dalam
satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang yang belum ditagih - pihak ketiga
WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat
selama 14 hari, 22 hari, 20 hari, 32 hari, 19 hari, dan 20 hari.

7. Rasio Perputaran Persediaan
Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk melihat berapa hari persediaan
berubah menjadi penjualan. Rasio perputaran persediaan WTON dan Entitas Anak pada
periode 31 Desember 2019 —31 Desember 2024 tercatat selama 68 hari, 65 hari, 87 hari,
71 hari, 90 hari, dan S9 hari.

8. Rasio Perputaran Utang Usaha - Pihak Berelasi
Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat perusahaan
membayar utang usaha - pihak berelasi (kewajiban kepada pemasok) selama periode
tertentu. Rasio ini memberikan gambaran mengenai efisiensi perusahaan dalam

Business Valuation Unit

30 Jakarta
Page 48 OCR 0.937
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

10.

mengelola kewajiban jangka pendek kepada pemasoknya. Rasio utang usaha - pihak
berelasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024
tercatat selama 2 hari, 106 hari, 96 hari, 50 hari, 18 hari, dan 31 hari.

Rasio Perputaran Utang Usaha Pihak Ketiga

Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat perusahaan
membayar utang usaha - pihak ketiga (kewajiban kepada pemasok) selama periode
tertentu. Rasio ini memberikan gambaran mengenai efisiensi perusahaan dalam
mengelola kewajiban jangka pendek kepada pemasoknya. Rasio utang usaha - pihak
ketiga WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024
tercatat selama S1 hari, 110 hari, 119 hari, 89 hari, 175 hari, dan 128 hari.

Rasio Perputaran Beban Akrual

Rasio yang mengukur seberapa cepat perusahaan dalam membayar utangnya
(kewajiban kepada pemasok) selama periode tertentu. Rasio ini memberikan gambaran
mengenai efisiensi perusahaan dalam mengelola kewajiban jangka pendek kepada
pemasoknya. Rasio perputaran beban akrual WTON dan Entitas Anak pada periode
31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat selama 123 hari, 106 hari, 114 hari,
123 hari, 90 hari, dan 47 hari.

Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas (so/veney ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan untuk melunasi utang-utangnya. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam
kategori ini.

Debi to asset ratio

Rasio ini merupakan perbandingan antara total debt terhadap total aset Perusahaan.
Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan Perusahaan. Adapun
tingkat rasio liabilitas terhadap total aset WTON dan Entitas Anak pada periode

31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 66Yo: 60Yo: 62Yo: 61Ya: 52Yas
dan 49Ya.

Debt to eguity ratio

Rasio ini merupakan perbandingan antara total debt terhadap total ekuitas atau modal
perusahaan. Rasio satu menunjukkan jumlah liabilitas sama dengan jumlah ekuitas.
Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio liabilitas terhadap
ckuitas WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024
tercatat sebesar 195Yo: 153Yo: 161Y6: 160Yo: 110Yo: dan 9546.

Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba
dalam operasinya. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini.

1.

Gross Profit Margin (Rasio Laba Kotor)

Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
kotor. Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap
pembentukan laba kotor. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa

Business Valuation Unit
31 fakarta
Page 49 OCR 0.906
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

2.8.

rasio laba kotor WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 —
31 Desember 2024 tercatat sebesar 13Yo: 6Ya: 5Yo: 9Yo: 8 Ya: dan 8Yo.

rw

Operating Margin (Rasio Laba Operasi)

Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
operasi. Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap
pembentukan laba operasi. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa
rasio laba operasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 —
31 Desember 2024 tercatat sebesar 11Yo: 4Yos 3Yo: TYo: 5 Yo: dan 4Ya.

3. Net Profit Margin (Rasio Laba Bersih)
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
bersih. Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap
pembentukan laba bersih. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa
rasio laba bersih WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 —
31 Desember 2024 tercatat sebesar 7,2Yo: 2,6Yo: 1,8Yo: 2,8Ya: 0,5Yn: dan 1,3Yo.

4. Ratio Return On Asset (ROA)
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
bersih dengan mengunakan seluruh aset perusahaan. Berdasarkan figur rasio keuangan
diatas dapat dilihat bahwa rasio ROA WTON dan Entitas Anak pada periode
31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 4,9Y6: 1.4Yo: 0,9Yo: 1,8 Yo: 0,3 Ya:
dan 0,9Y9.

5. Ratio Return On Eguity (ROE)
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
bersih dengan mengunakan ekuitas perusahaan. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas
dapat dilihat bahwa rasio ROE WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember
2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 14,6Y6: 3,6Yo: 2,3 Yo: 4,7Yo: 0,5Yo: dan 1,7Yo.

Prospek Usaha WTON

Industri konstruksi merupakan sektor strategis yang memiliki peran vital dalam pertumbuhan
ekonomi Indonesia. Sebagai sektor dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik
Bruto (PDB), konstruksi menjadi indikator utama dinamika Pembangunan nasional.
Berdasarkan laporan Perekonomian Indonesia 2024 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik
(BPS), sektor konstruksi menyumbang sekitar 9.926 terhadap PDB pada tahun 2023,
menjadikannya sektor terbesar kelima dalam perekonomian nasional. Pada tahun 2025,
industri ini diperkirakan mengalami pertumbuhan positif sebesar 5.48yo dibandingkan tahun
sebelumnya. Proyeksi ini didukung oleh pernyataan dari BCI Central yang menyatakan
bahwa total pasar proyek konstruksi pada tahun 2025 akan mencapai Rp 381,61 triliun,
dengan peningkatan investasi di sektor properti serta kesinambungan proyek infrastruktur
strategis. Pertumbuhan industri konstruksi pada 2025 didukung oleh kebijakan fiskal yang
akomodatif dan investasi infrastruktur yang tetap menjadi prioritas nasional. Pemerintah
Indonesia, melalui RAPBN 2025 yang dipaparkan dalam laporan Kementerian Keuangan,
mengalokasikan belanja infrastruktur dengan fokus pada pembangunan jalan tol, jaringan
transportasi publik, serta proyek strategis nasional lainnya, termasuk pembangunan Ibu Kota
Nusantara (IKN). Berdasarkan laporan Reuters, Presiden Prabowo Subianto telah
mengalokasikan dana sebesar Rp 48,8 triliun untuk pembangunan ibu kota baru ini hingga

Business Valuation Unit
P
32 Jakarta
Page 50 OCR 0.952
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

2029, dengan target relokasi pemerintah pada tahun 2028. Langkah ini diharapkan dapat
menarik lebih banyak investasi dalam sektor konstruksi, baik dari dalam maupun luar negeri.

Di sisi lain, industri properti sebagai subsektor utama konstruksi juga menunjukkan potensi
yang menjanjikan. Berdasarkan Survei Proyeksi Pasar Properti 2025 yang dirilis oleh Knight
Frank Indonesia, sektor perumahan, industri, serta fasilitas logistik seperti data center dan
pergudangan diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan. Proyeksi ini sejalan dengan
laporan yang mencatat bahwa kategori proyek perumahan dan industri menjadi kontributor
terbesar terhadap total nilai konstruksi bangunan pada tahun 2025, masing-masing sebesar
28,294 dan 24,75Yo. Urbanisasi yang terus meningkat, kebutuhan perumahan yang tinggi,
serta pergeseran tren bisnis ke arah digitalisasi turut memperkuat permintaan akan
infrastruktur pendukung. Namun, tantangan seperti kenaikan harga tanah dan daya beli
masyarakat tetap menjadi faktor yang perlu diantisipasi untuk menjaga stabilitas sektor
properti. Meskipun proyeksi pertumbuhan industri konstruksi tampak positif, sejumlah
tantangan tetap menjadi perhatian.

Dalam Laporan Perkembangan Ekonomi Indonesia 2024 yang diterbitkan oleh BPS, terdapat
indikasi bahwa sektor konstruksi sipil akan mengalami sedikit perlambatan dengan
penurunan sebesar 2,626 pada tahun 2025. Salah satu penyebab perlambatan ini adalah
kenaikan harga bahan bangunan dan peningkatan suku bunga, yang dapat menghambat
investasi dalam proyek infrastruktur skala besar. Berdasarkan Indeks Harga Perdagangan
Besar (IHPB) yang dirilis oleh BPS, harga material konstruksi mengalami kenaikan rata-rata
sebesar 7,1Yo pada 2024, terutama akibat fluktuasi nilai tukar dan ketergantungan pada bahan
baku impor. Selain tantangan tersebut, permasalahan lain yang dihadapi adalah ketersediaan
tenaga kerja yang kompeten di sektor konstruksi. Dengan semakin kompleksnya proyek
infrastruktur, kebutuhan akan tenaga kerja terampil semakin meningkat.

Namun, laporan Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa hanya sekitar 4544 dari
tenaga kerja di sektor konstruksi yang telah memiliki sertifikasi keahlian, Ketimpangan
antara jumlah tenaga kerja bersertifikasi dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan
yang harus diatasi. Oleh karena itu, inisiatif pelatihan vokasi dan sertifikasi tenaga kerja harus
diperkuat untuk memastikan tenaga kerja yang tersedia mampu memenuhi standar industri
yang semakin tinggi. Dalam menghadapi tantangan tersebut, inovasi dan teknologi menjadi
elemen kunci dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor konstruksi. Berdasarkan
laporan dari Jakarta Daily, penggunaan teknologi seperti Building Information Modeling
(BIM), Internet of Things (IoT), serta konsep konstruksi modular telah terbukti mampu
mengurangi pemborosan material, meningkatkan presisi dalam perencanaan proyek, serta
mempercepat proses pembangunan.

Selain itu, penerapan prinsip konstruksi hijau dan ramah lingkungan semakin menjadi
perhatian, sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon dan
mendukung ekonomi berkelanjutan. Dalam berbagai forum industri, transformasi digital dan
penggunaan teknologi konstruksi pintar seperti Artificial Intelligence (AI) juga diprediksi
akan semakin diadopsi guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Selain inovasi
teknologi, keberlanjutan industri konstruksi juga bergantung pada regulasi dan kebijakan
yang mendukung ekosistem bisnis yang sehat. Reformasi perizinan, penyederhanaan regulasi
investasi, serta harmonisasi kebijakan pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam
menciptakan iklim usaha yang kondusif. Dengan adanya kepastian hukum dan kebijakan

Business Valuation Unit

33 Jakarta
Page 51 OCR 0.950
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

yang konsisten, baik pelaku usaha lokal maupun investor asing dapat lebih percaya diri dalam
mengembangkan proyek konstruksi di Indonesia.

Secara keseluruhan, prospek industri konstruksi Indonesia pada tahun 2025 tetap cerah,
didukung oleh kesinambungan proyek infrastruktur strategis dan pertumbuhan sektor
properti. Namun, pelaku industri perlu menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga
material, peningkatan suku bunga, dan ketidakpastian global dengan strategi yang adaptif
dan inovatif. Dengan adanya dukungan kebijakan pemerintah dan kemajuan teknologi,
industri konstruksi Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan menjadi
motor penggerak ekonomi nasional di tahun mendatang.

Strategi Pemasaran WTON

Dalam menghadapi persaingan industri konstruksi yang semakin kompetitif, WTON
menerapkan strategi pemasaran yang berorientasi pada ekspansi pasar, inovasi produk,
pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan kemitraan strategis. Strategi ini bertujuan
untuk meningkatkan daya saing, memperluas pangsa pasar, serta memastikan keberlanjutan
bisnis di tengah perubahan permintaan industri konstruksi.

Perluasan Pasar dan Diversifikasi Segmen Pelanggan
Inovasi Produk dan Peningkatan Nilai Tambah
Transformasi Digital dalam Pemasaran dan Operasional
Penguatan Kemitraan dan Strategi Harga Kompetitif

Se aa

Dengan strategi pemasaran yang berfokus pada ekspansi pasar, inovasi produk, transformasi
digital, dan kemitraan strategis, WTON menargetkan pertumbuhan yang lebih stabil dan
berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, perusahaan tidak hanya berusaha mempertahankan
posisinya sebagai pemimpin pasar beton pracetak di Indonesia, tetapi juga memperkuat
eksistensinya di tingkat global dengan menghadirkan solusi konstruksi inovatif yang lebih
efisien dan ramah lingkungan.

Sebagai pemimpin industri beton pracetak di Indonesia, WTON rutin menghitung pangsa
pasar setiap segmen usaha selama 2 (dua) tahun sekali. Sampai dengan tahun 2024, WTON
belum dapat merilis data spesifik pangsa pasar terbaru. Pangsa Pasar dari data terakhir yang
dirilis WTON pada tahun 2022 untuk produk Pracetak mencapai 47,90Y5, sehingga WTON
tetap optimis mempertahankan dominasinya di pasar industri beton Indonesia. Dengan
strategi ekspansi, inovasi produk, dan digitalisasi layanan, perusahaan terus memperluas
cakupannya, baik di dalam negeri maupun ke tingkat internasional.

WTON tetap dominan dalam penyediaan beton pracetak untuk proyek infrastruktur nasional,
termasuk jalan tol, pelabuhan, jembatan, dan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain
proyek pemerintah, perusahaan juga memperluas pasar ke sektor swasta, seperti
pertambangan, energi, properti, dan manufaktur, yang semakin bergantung pada beton
pracetak berkualitas tinggi. Untuk meningkatkan daya saing global, WTON menargetkan
ekspansi ke Asia Tenggara, khususnya Malaysia, Filipina, dan Vietnam, dengan menawarkan
produk bersertifikasi internasional (ISO 9001 dan LEED). Standarisasi global dan
optimalisasi rantai pasok menjadi kunci untuk menembus pasar luar negeri. Perusahaan terus
berinovasi dengan mengembangkan EcoConcrete, beton ramah lingkungan yang

Business Valuation Unit

34 Jnkarta
Page 52 OCR 0.934
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

menggunakan bahan baku daur ulang dan teknologi rendah karbon. Selain itu, WTON
memperkuat distribusi melalui platform digital dan e-commerce B2B, memungkinkan
pelanggan mengakses layanan dengan lebih cepat dan efisien. Dengan dominasi pasar
nasional, ekspansi internasional, dan inovasi berkelanjutan, WTON semakin memperkuat
posisinya sebagai pemimpin industri beton pracetak. Perusahaan berkomitmen untuk terus
berkembang dan menghadirkan solusi konstruksi yang lebih efisien, inovatif, dan
berkelanjutan.

Business Valuation Unit
35 Jakarta
Page 53 OCR 0.800
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

3.

3.

TINJAUAN MAKRO EKONOMI
Perekonomian Global dan Domestik

Pada 2025, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya,
yakni 3,2”6, meskipun ketidakpastian pasar keuangan global dan ketegangan geopolitik terus
berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih kuat dari yang diperkirakan,
didorong oleh stimulus fiskal yang meningkatkan permintaan domestik dan investasi di
bidang teknologi, yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas. Sebaliknya, ekonomi
Eropa, Tiongkok, Jepang, dan India masih menghadapi tantangan, seperti penurunan
kepercayaan konsumen, tertahannya produktivitas, dan terbatasnya sektor manufaktur.
Kebijakan tarif AS juga memengaruhi disinflasi di negara tersebut, dengan ekspektasi
penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang terbatas. Penguatan dolar AS scbagai dampak
kebijakan AS, bersama dengan ketegangan geopolitik, menyebabkan investor lebih memilih
untuk memindahkan portofolio mereka ke AS, meningkatkan tekanan pada mata uang global
lainnya,

Di Indonesia, perekonomian menunjukkan pertumbuhan yang baik meskipun sedikit lebih
rendah dari prakiraan sebelumnya. Neraca pembayaran Indonesia tetap sehat, mendukung
ketahanan eksternal negara. Nilai tukar rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian
global berkat kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Inflasi pada 2024 diperkirakan berada
dalam sasaran 2,516, dengan kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap tumbuh
didukung oleh sistem pembayaran yang aman dan stabil. Bank Indonesia menurunkan BI-
rate sebesar 25 bps menjadi S,75Y4 pada Januari 2025, sesuai dengan prakiraan inflasi yang
tetap terkendali dan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Kebijakan moneter dan
makroprudensial Bank Indonesia berfokus pada menjaga inflasi, stabilitas nilai tukar, serta
mendukung sektor-sektor prioritas seperti UMKM dan ekonomi hijau. Penguatan kebijakan
Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dimulai pada Januari 2025, dengan harapan
dapat meningkatkan pembiayaan perbankan untuk sektor-sektor yang mendukung
penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kebijakan sistem
pembayaran juga diarahkan untuk mendukung sektor perdagangan dan UMKM, dengan
memperkuat infrastruktur dan memperluas digitalisasi.

Figur 13. Pertumbuhan PDB Dunia dan PMI Global
Pe El ES — ka —g Tepak —ta

am UD: "0 AM AP 27-31
ega 4 wa uu u
onta sottt La aw 2 na
aan bag " “ “ “ “ "“ "
an &auu uv a Uu
egribekatag PT CT" NN TIA UAN C1
Tegak 8S 2 KU» wu Uu
uda “ " “ ” ” “ “
si VA KB wa
Jaa Lan U Wu Uu un Uu Ky esai Gamer ka Pn UAN
Ignisetaeom Bo KW U 1 NN 2 2
IentoghAkbalogd 10K Ho 4 24 2 21

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Business Valuation Untl

36 Jakarta
Page 54 OCR 0.569
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 14. Indeks Keyakinan Konsumen dan Penjualan Eceran Global
K1 Haag —toga —na —seniaa kdi yen —- in 2. —inga

& " “
MA ba -
“ - aa
- » ae
" uu

“ ed £
. -
: 3 Zs
z 1 :
. — 2 :
- .

Pa ” : .

P » Pn - Aa P & P - -

Sumber Bloomberg, diolah Sumber: CEIC. diolah

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 15. Inflasi Dunia, Harga Komoditas Ekspor Indonesia

Hem pager TA td
—aau paten
maa - jadi
ye DB
- - in
ne en
ai aa ulun
2. N ons
in alel
ma bla
zah 3 5 mese —Telala Ini" Telan
"2 ewanmee  4Miryak dalam USD/barel, komoditas lain (&. yoy)
Sumber: Bloomberg dan IMF, dialah Sumber: Bloomberg. Data sd. 13 Januari 2025

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 16. Yicld UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS, Persepsi Risiko Negara

Berkembang dan Indonesia
Tao HA eakan meski kian ika ngg Indeks Ketidakpastian Global

an » ve — base una) —iP any —A -.

u.. “
una - x 1 xi - E3 ui
Sumber Bloomberg. Data sd. 13 Januari 2025 Sumber: Bloomberg. Data s.d. 13 Januari 2025
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024
Business Valnation Unit

37 Jakarta
Page 55 OCR 0.689
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 17. Aliran Modal Ke Negara Berkembang dan Index Ketidakpastian Global

| 2? h
man ' i
U KL fa .

«e std w

| ma
“tag tm

- - m -

Sumber. IIF, diolah Sumber: Bloomberg. Data s.d. 13 Januari 2025
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

3.2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Perekonomian global pada 2025 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya
menjadi 3,296, meskipun ketidakpastian pasar keuangan global dan ketegangan geopolitik
tetap berlanjut, Ekonomi AS tumbuh kuat didorong oleh stimulus fiskal dan investasi
teknologi, sementara ekonomi Eropa, Tiongkok, Jepang, dan India menghadapi tantangan
seperti menurunnya kepercayaan konsumen dan terbatasnya sektor manufaktur. Kebijakan
fiskal AS yang ekspansif dan ketegangan geopolitik menyebabkan penguatan dolar AS dan
mempengaruhi mata uang global.

Di Indonesia, meskipun perekonomian tumbuh baik, terdapat kecenderungan pertumbuhan
yang lebih rendah dari prakiraan sebelumnya, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada
2025 berada di kisaran 4,7-5,5y6. Faktor-faktor seperti permintaan domestik yang lebih
rendah, kelemahan konsumsi rumah tangga, dan terbatasnya investasi swasta berpengaruh
pada pertumbuhan tersebut. Bank Indonesia terus mengoptimalkan kebijakan moneter dan
makroprudensial untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan
berkelanjutan, termasuk melalui akselerasi digitalisasi dan mendukung program-program
Pemerintah, seperti ketahanan pangan dan pembiayaan ekonomi.

Figur 18. Pertumbuhan PDB Domestik dan Kn Berdasarkan Lapangan Usaha

Kemen aBtaKn IM JI LK AB SS SK AW AM ASI SB 3G AP AN AR Ah
nm ema
penuaan tra Sea

Dae Aa LI A0 AA ha AM Aa Kah ida MA

-
»
2
Ti
2

Meimnta AI 2 AD AM AR AN AT AA AI MAAN IR AN
maa Aa aa GR M0 ih IN ID 4
MeMmbagan II AM AI DAA Gie do Ruh dd Ah LA Ai

tai Me AA Mad AT GI ah 2 Ak

n. BMA MAN MN MAL MAN PARA PKL
-- 10 DAR MM DAN Ah SO Aas LI AN Oh LA 2 UP
Sumber 898

Sumber: BPS

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Business Valuation Unit
38 Jakarta
Page 56 OCR 0.811
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 19. Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan IV 2024 dan Indeks Keyakinan
Konsumen

MAAN Nan LAN ah An Ha Na metan mama —ugasan 3m
Mean tan Hngran aa

Sumber: BPS, diolah Sumber Bank Indonesia

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 20. Nilai Tukar Petani dan Penjualan Eceran

Dea Da ae x. 2

Sumber BPS, diolah Sumber: BPS, diolah
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Fig 2 isasi atan dan Belanja Negara (APBN) dan Ekspor Non Migas
: ” :

Sumber Kementerian Keuangan diolah Bank Indonesia
terian Keuangan

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 22. Ekspor Nonmigas ke Negara Tujuan Utama dan Ekspr Nonmigas Spasial

Sumber. Kementerian Keuangan, dioiah Bank Indonesia
Sumber: Kementerian Keuangan, diolah Bank Indonesia — “Data su Auustus 2024

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Business Valuatian Unit
39 Jakarta
Page 57 OCR 0.895
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap menunjukkan kondisi yang sehat, yang
mendukung ketahanan eksternal negara. Pada Desember 2024, Indonesia mengalami surplus
neraca perdagangan sebesar 2,2 miliar dolar AS, yang didorong oleh kinerja ekspor yang
kuat, terutama dari komoditas utama seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan
nabati, serta besi dan baja. Hal ini mendukung prediksi bahwa transaksi berjalan pada 2024
akan tetap sehat dengan defisit yang diperkirakan berada dalam kisaran 0,194 hingga 0,944
dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun, meskipun surplus perdagangan, ketidakpastian pasar keuangan global menyebabkan
penurunan aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik, seperti Surat
Berharga Negara (SBN) dan Surat Repo Bank Indonesia (SRBI), yang masing-masing
tercatat inflow sebesar 19 juta dolar AS dan 288 juta dolar AS pada awal tahun 2025 (hingga
13 Januari 2025). Meskipun demikian, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir
Desember 2024 tetap tinggi, mencapai 155,7 miliar dolar AS, yang setara dengan
pembiayaan impor selama 6,7 bulan atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
Pemerintah. Posisi cadangan devisa ini juga jauh di atas standar kecukupan internasional
yang sekitar 3 bulan impor.

Melihat ke depan, NPI Indonesia pada 2025 diperkirakan tetap sehat, dengan surplus
transaksi modal dan finansial yang berlanjut, serta defisit transaksi berjalan yang terjaga
dalam kisaran 0,5”6 hingga 1,3”2 dari PDB. Surplus neraca transaksi modal dan finansial ini
akan didorong oleh aliran masuk modal asing yang positif, seiring dengan persepsi investor
yang optimis terhadap prospek perekonomian Indonesia yang lebih baik dan imbal hasil
investasi yang menarik.

Ta 23. Neraca Pe maasa Indonesia dan Neraca Perdagangan

3 : Ti Matuda

“Angka sangat

urnbier Bank Indonesia, "Anak:
Sumber Bank Indonesia. "Angka semei PA

sementara

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 24. Aliran Modal Asing dan Cadangan Devisa

angen mna LAM Nan as AM Nemu

Sumber: Bank Indonesia, “Angka sementara
““Anoka sangat sementara. Data sd 14 Oktober2024 Sumber Bank Indonesia

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Business Valuation Uni!
40 Jakarta
Page 58 OCR 0.923
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 25. Rupiah vs Negara Kawasan dan Suku Bunga Kebijakan Negara Kawasan

inai

Ihangag

Sumber: Reuters dan Bloomberg. Data s.d. 15 Oktober 202: Sumber Bloomberg. Data &d. 16 Oktober 2024
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Nilai tukar Rupiah pada Januari 2025 tetap stabil meskipun ada ketidakpastian global yang
tinggi, berkat kebijakan stabilisasi yang diterapkan oleh Bank Indonesia. Meskipun Rupiah
melemah 16 terhadap dolar AS dibandingkan dengan akhir 2024, performanya lebih baik
daripada mata uang regional lainnya seperti rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand.
Rupiah juga tercatat menguat terhadap mata uang negara maju selain dolar AS dan stabil
terhadap mata uang negara berkembang. Faktor-faktor yang mendukung stabilitas ini
termasuk aliran masuk modal asing yang terus berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan
domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia yang positif. Ke depan, Bank
Indonesia diperkirakan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui kebijakan
moneter yang konsisten, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui
Optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat efektivitas kebijakan
dalam menarik aliran masuk investasi portofolio asing.

Inflasi Indonesia pada 2024 berhasil terjaga dalam kisaran sasaran 2,5-196, dengan inflasi
IHK Desember 2024 tercatat sebesar 1,576. Inflasi inti tetap terkendali di level 2,26Y4 karena
kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang tepat, sementara inflasi kelompok volatile food
(VF) hanya 0,126 berkat peningkatan pasokan pangan dan musim panen. Sinergi antara
Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi juga berperan penting
dalam menjaga stabilitas harga di seluruh wilayah Indonesia, Dengan proyeksi ekonomi yang
optimis, inflasi diperkirakan akan tetap terkendali dalam sasaran 2,5-1p pada 2025 dan
2026. Bank Indonesia terus berkomitmen untuk menjaga kestabilan harga sambil mendorong
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Business Valuation Unit

41 Jakarta
Page 59 OCR 0.698
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 26. Inflasi Gabungan Kota di Provinsi

SUMATERA KALIMANTAN

Ron 217 tayoman Bas IN PIN sutawesi

Kalemarran Setan 195. Sametaka OT
Catat 075 5
Kaleruntan Gea 14) Isa Maa A3
1
Semasa be 688 Seram sesan 12 Hee Tengah LA Sulawesi Tengah 128
g aa akmarcan Utara 126 omentombied

Sulunesi Setaean 123

Mia

JAWA MALUKU-PAPUA
Massa Pelan tata US MB
Min int ratn had n Ma Pe IKA MANA Mr Pea Stan SIP
Mun Ka nga 10 Latin Pagua Tango 191
" anua Vamar 131 Pupa Baut 23) Penua Pegunungan La
De Pengpakarta yah
Sumber: BPS

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 27. Inflasi IHK dan Komponen dan Ekspektasi Inflasi |

Jas enyas yr anyas Panas rana ran

- wi “ an. “bei zee 27 2022 1011 1.
Sumber: Consensus Kconomics Sumber: PS

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Kebijakan instrumen moneter pro-market yang diterapkan oleh Bank Indonesia bertujuan
untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dan mencapai sasaran inflasi. Instrumen
seperti SRBI, SVBI, dan SUVBI telah memainkan peran penting dalam mendalami pasar
uang dan pasar valas, serta mendorong aliran masuk modal asing ke Indonesia. Per 14 Januari
2025, total posisi SRBI tercatat sebesar Rp914,72 triliun, SVBI sebesar 1,96 miliar dolar AS,
dan SUVBI sebesar 436 juta dolar AS. Penerbitan SRBI berhasil mendukung peningkatan
aliran masuk portofolio asing, dengan kepemilikan nonresiden mencapai 25,024 dari total
outstanding SRBI, yang memperkuat penguatan nilai tukar Rupiah.

Selain itu, implementasi dealer utama sejak Mei 2024 telah meningkatkan transaksi SRBI di
pasar sekunder dan repurchase agreement (repo) antar pelaku pasar, memperkuat efektivitas
instrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar dan pengendalian inflasi. Ke depan, Bank

Business Valuation Unit
2 rta
Page 60 OCR 0.926
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai inovasi instrumen moneter, baik dari sisi
volume maupun daya tarik imbal hasil, untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan
moneter. Hal ini juga bertujuan untuk mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas,
serta mendorong aliran masuk modal asing yang lebih besar ke dalam negeri.

Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan dengan baik untuk
mendukung pertumbuhan ekonomi. Suku bunga pasar uang (IndONIA) tercatat pada 6,036
per 14 Januari 2025, sejalan dengan BI-Rate. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan
menawarkan imbal hasil menarik, masing-masing 7,065, 7,106, dan 7,23”, yang
mendukung aliran modal asing. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun meningkat
menjadi 6,98”6 dan 7,25Yo, mempertahankan daya tarik instrumen domestik. Suku bunga
perbankan stabil dengan likuiditas memadai, dengan suku bunga deposito 1 bulan dan kredit
Desember 2024 masing-masing sebesar 4,87Y4 dan 9,20Yo.

Pertumbuhan kredit pada 2024 mencapai 10,39”4 (yoy), sesuai dengan perkiraan Bank
Indonesia yang berkisar 10-12”6. Dari sisi penawaran, pertumbuhan kredit didukung oleh
minat penyaluran kredit perbankan, realokasi likuiditas ke kredit, dan dukungan pendanaan
dari pertumbuhan DPK serta kebijakan makroprudensial. Dari sisi permintaan, pertumbuhan
kredit didorong oleh kinerja usaha korporasi yang terjaga meskipun konsumsi rumah tangga
terbatas. Kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi masing-masing tumbuh 8,35Y6,
13,62”2, dan 10,61Yo, sementara kredit UMKM tumbuh 3.37”o dan pembiayaan syariah
9,87Y6. Pada 2025, pertumbuhan kredit diperkirakan meningkat menjadi 11-13Y6, seiring
dengan prospek ekonomi yang baik dan kebijakan pemerintah yang mendukung.

Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas implementasi kebijakan likuiditas
makroprudensial (KLM) pada 2025 dengan fokus pada mendorong kredit dan pembiayaan
perbankan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Mulai 1
Januari 2025, insentif KLM difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki potensi untuk
mendukung kedua tujuan tersebut, seperti sektor pertanian, perdagangan, manufaktur,
transportasi, pergudangan, pariwisata, ckonomi kreatif, konstruksi, real estate, perumahan
rakyat, serta UMKM, Ultra Mikro, dan sektor hijau. Hingga minggu kedua Januari 2025,
Bank Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp295 triliun, yang menunjukkan
peningkatan sebesar Rp36 triliun dari Rp259 triliun pada akhir Oktober 2024. Penyaluran ini
melibatkan berbagai kelompok bank, dengan bank BUMN menerima Rp129, triliun, bank
BUSN Rp130,6 triliun, BPD Rp29,9 triliun, dan KCBA Rp5 triliun. Ke depan, Bank
Indonesia akan terus mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan serta
memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas keuangan, kementerian/lembaga,
perbankan, dan pelaku usaha, untuk memastikan bahwa insentif KLM dapat semakin efektif
dalam mendukung sektor-sektor yang strategis bagi perekonomian.

Ketahanan sistem keuangan Indonesia terjaga dengan baik pada 2024. Likuiditas perbankan
tetap memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang
tinggi 25,596. Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan juga kuat pada 26,89”,
mendukung pertumbuhan kredit dan kemampuan menyerap risiko. Risiko kredit terkendali
dengan rasio NPL yang rendah, yaitu 2,1995 (bruto) dan 0,75Y4 (neto) pada November 2024.
Hasil stress-test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan yang solid. Ke depan,
Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan KSSK untuk memitigasi
risiko yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan.

Business Valuation Unit

43 Jnkarta
Page 61 OCR 0.622
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 28. Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan dan Likuiditas perbankan dan

perekonomian

. Lawidirar Perbankan dan Perekanardan

P 0.
5

20

8

»

“.

“

$ .

KAWANAN 6 Mena ren pan ra ran Eta
NAURA 12 JAGA TN DUO) BASE TENNU TAS DUI 2GP BAB NASA PORN - x.. #2 u - Ki

Sumber Bank indonesia
sa 2 basa

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 29. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA dan Transmisi BI7DRR
kepada SBDK

HAKI

ALA LAS Pi
Binaan NT Ag hn ami

Sumber Bank Indonesa Sumber: OIK, Bank Indonasia. diolah

Sumber: Laporan Kebijakan Moncter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 30. Suku Bunga Perbankan dan Perkembangan Kredit dan DPK

-

AR SE 2
MA MEN A a | 3

Ha $
,

-

MLM mana Panah
» .' «|

Simbar Osrik dar Sumber: Bank Indonesia

Sumber: Laporan Kebijakan Moncter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Business Valnation Unit
Jakarta
Page 62 OCR 0.949
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 31. Permodalan Industri Perbankan dan Rasio Kredit Bermasalah (NPL)

Sumber: Bank Indonesia

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Sumber Bank Indonesia, OJK

3.3. Analisis Industri Konstruksi Berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) 2024

3.3.1. Kontribusi Sektor Konstruksi terhadap PDB

Pada tahun 2024, perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang kuat dan stabil,
tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,1”o, meningkat dari
5,0Yo pada tahun sebelumnya. Stabilitas ekonomi dan politik, disertai implementasi
kebijakan fiskal dan moneter yang efektif, mendorong peningkatan kepercayaan investor
dan realisasi investasi di berbagai sektor.

Sektor konstruksi memiliki peran strategis dalam mempercepat pembangunan nasional dan
mendukung pertumbuhan ekonomi, sebagaimana tercermin dari peningkatan kontribusinya
terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2024. Kontribusi sektor
konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 10,436 pada
triwulan TV tahun 2024, menjadikannya sektor dengan kontribusi terbesar keempat.
Monitoring sektor ini dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Perusahaan
Konstruksi Triwulanan (SKTR) pada perusahaan konstruksi skala menengah dan besar.

Salah satu indikator penting yang mencerminkan fluktuasi aktivitas konstruksi di Indonesia
adalah Indeks Nilai Konstruksi yang Diselesaikan. Indeks ini memberikan gambaran
perkembangan realisasi fisik pekerjaan konstruksi yang berhasil diselesaikan dalam satu
triwulan pada suatu wilayah tertentu, sehingga menjadi indikator utama dalam menilai
dinamika sektor konstruksi. Pergerakan dan fluktuasi Indeks Nilai Konstruksi yang
Diselesaikan dapat diamati lebih lanjut pada Figur 32, yang memberikan visualisasi tren
jangka pendek dan panjang, sekaligus menjadi referensi untuk analisis dinamika sektor
konstruksi di Indonesia.

Business Valuation Unit
45 fakarta
Page 63 OCR 0.912
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

3.3.2.

Figur 32. Indeks (2016-100) dan Pertumbuhan (g-to-g) dan Nilai Konstruksi yang
Diselesaikan, Triwulan IV/2023-IV/2024

jerat

IWV-2023 TW I-2022 IW 1-2024 IW Ihi-2024 TW W-2024

maa Pertumbuhan GrowtMI9b) ——e—— Indeks/Indices

Sumber: Badan Pusat Statistik

Pada triwulan IV tahun 2023, indeks nilai konstruksi yang diselesaikan tercatat sebesar
168,49, sementara pada triwulan IV tahun 2024, nilainya meningkat menjadi 183,52.
Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 8.92” secara tahunan (y-on-y), yang
menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai konstruksi yang diselesaikan
dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Secara triwulanan (g-to-g),
indeks nilai konstruksi yang diselesaikan pada triwulan IV tahun 2024 juga mengalami
pertumbuhan sebesar 5,07”o dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih
tinggi dibandingkan dengan g-to-g pada triwulan IV tahun 2023, yang tercatat sebesar
4,61”o. mencerminkan akselerasi positif dalam sektor konstruksi.

Pengembangan Kapasitas Tenaga Kerja Konstruksi Nasional

Tenaga kerja di industri konstruksi umumnya terbagi menjadi dua kategori utama:
unskilled labour dan skilled labour. Unskilled labour mencakup tugas-tugas yang tidak
memerlukan pendidikan formal, pelatihan, atau pengalaman sebelumnya. Peran ini
biasanya melibatkan pekerjaan manual dasar seperti pemebersihan, atau tugas konstruksi
sederhana yang dapat dipelajari dengan cepat di tempat kerja. Di sisi lain, ski/led labour
merujuk pada individu yang telah menjalani pelatihan formal atau magang, dan menguasai
keahlian khusus seperti pertukangan, perpipaan, atau pekerjaan listrik.

Melalui lembaga LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi), pemerintah
mendorong tenaga kerja konstruksi untuk mengikuti pelatihan berbasis SKKNI (Standar
Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) dan mendapatkan sertifikasi profesi. Ini penting
untuk memastikan mereka punya standar kompetensi yang diakui. Selain itu, terdapat
program vokasi konstruksi di berbagai daerah, misalnya lewat BLK (Balai Latihan Kerja),
SMK berbasis konstruksi, dan pelatihan-pelatihan berbasis proyek. Selain itu, pengenalan

Business Valuation Unit

46 Tokartu
Page 64 OCR 0.943
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

3.3.3.

teknologi baru seperti building information modeling (BIM), konstruksi modular, dan
otomatisasi mulai dimasukkan ke dalam pelatihan, supaya tenaga kerja Indonesia tidak
tertinggal dibanding negara lain. Kemudian, pengembangan keterampilan manajerial,
leadership, komunikasi, dan keselamatan kerja (K3) juga lebih dimasifkan guna menunjang
skill para tenaga kerja menjadi lebih profesional.

Adapun, program seperti Pelatihan 1 Juta Tenaga Kerja Konstruksi dari Kementerian
PUPR, terutama untuk mendukung proyek-proyek strategis nasional (PSN). termasuk
proyek infrastruktur besar seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara. Selanjutnya, terdapat
juga kerjasama internasional untuk mengadopsi standar global dan membawa teknologi
baru ke Indonesia. Misal kerja sama dengan Jepang, Australia, atau Korea untuk pelatihan
tenaga kerja konstruksi.

Kondisi dan Prospek Bisnis Konstruksi

Bisnis konstruksi di Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan tren pertumbuhan positif dan
optimisme tinggi di tengah tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi, tekanan
geopolitik, digitalisasi, dan perubahan iklim. Untuk menyikapi agenda infrastruktur pada
2024, pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar sebesar Rp422,7
triliun dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2024. Ini menandai anggaran
infrastruktur tertinggi dalam lima tahun terakhir, mencerminkan peningkatan 5,89 dari
perkiraan realisasi anggaran infrastruktur 2023 sebesar Rp399,6 triliun. Anggaran
infrastruktur tahun 2022 sebesar Rp373,1 triliun, dengan peningkatan signifikan pada
tahun 2021 menjadi Rp403,3 triliun setelah sempat turun sementara menjadi Rp207,3
triliun pada tahun 2020 dari Rp394, | triliun pada tahun 2019.

Total pasar proyek konstruksi (gedung dan sipil, tidak termasuk migas) diperkirakan
tumbuh 4,68”o dibandingkan 2023, mencapai sekitar Rp349,16 triliun. Pertumbuhan ini
didorong oleh dua sektor utama yaitu sektor sipil dan bangunan. Sektor sipil (infrastruktur,
transportasi, utilitas) naik 4,05”o menjadi Rp156 triliun, dengan proyek utama seperti jalan,
jembatan, bendungan, pelabuhan, dan pembangkit listrik. Sektor bangunan (perumahan,
industri, komersial) tumbuh 5,2”5 menjadi Rp193,15 triliun, di mana perumahan dan
industri menjadi kontributor terbesar. Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara
menjadi salah satu pendorong utama aktivitas konstruksi nasional, dengan proyek-proyek
berjalan sesuai jadwal dan memberikan dampak signifikan pada pasar.

Selanjutnya, pertumbuhan bisnis konstruksi diperkirakan tetap positif, dengan proyeksi
kenaikan sekitar 4,5-4,7”6. Sektor konstruksi di Indonesia dinilai menjanjikan karena
kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat, baik untuk transportasi, energi, manufaktur,
maupun perumahan. Pelaku industri semakin percaya diri berkat prospek pasar yang stabil,
inovasi teknologi, dan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, swasta, dan
asosiasi.

Dari beberapa hal di atas, dapat diketahui bahwa bisnis konstruksi Indonesia pada 2024
berada dalam kondisi sehat dengan prospek pertumbuhan yang solid. Didukung oleh
proyek-proyek besar, kolaborasi lintas sektor, serta dorongan pemerintah, sektor ini
diprediksi terus berkembang dan berperan penting dalam pembangunan ekonomi nasional,
meski tetap harus waspada terhadap tantangan global dan kebutuhan adaptasi teknologi.

Business Valuation Unit

47 Jnkarta
Page 65 OCR 0.944
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

3.3.4.

Proyeksi dan Tantangan Pasar Konstruksi

Proyeksi jangka panjang menunjukkan Indonesia akan menjadi salah satu pasar konstruksi
terbesar di dunia pada 2030, bahkan diprediksi menempati peringkat ke-4 secara global,
menggantikan Jepang. Pertumbuhan ini didorong oleh proyek strategis nasional (PSN)
yang masif, seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), jalan tol, kereta cepat,
pelabuhan, serta sektor perumahan dan komersial yang terus meningkat. Infrastruktur akan
tetap menjadi motor utama pertumbuhan, dengan pembangunan transportasi, energi
terbarukan, dan kawasan industri sebagai fokus utama hingga 2030. Indeks optimisme
pengusaha konstruksi di Indonesia masih berada di atas 50, khususnya di wilayah Jawa dan
Sumatera, menandakan keyakinan pasar yang kuat terhadap prospek bisnis ke depan.

Namun, terdapat hal yang perlu diperhatikan terkait tantangan yang dihadapi pada sektor
konstruksi, seperti kenaikan biaya material dan logistik yang menyebabkan fluktuasi harga
bahan bangunan seperti baja dan semen serta gangguan rantai pasok global menjadi
hambatan utama yang dapat menekan margin keuntungan dan menunda proyek. Selain itu,
globalisasi dan persaingan seperti perdagangan bebas ASEAN dan China membuka
persaingan yang lebih ketat, menuntut pelaku konstruksi Indonesia untuk meningkatkan
profesionalisme, efisiensi, dan kualitas produk agar mampu bersaing secara global, dan isu
sosial dan lingkungan, seperti demokrasi dan desentralisasi, kemiskinan, kesenjangan
sosial, serta kerusakan lingkungan dan risiko bencana alam menjadi tantangan non-teknis
yang harus dikelola dalam proses pembangunan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kuartal-ke-kuartal (g-to-g) cenderung dipengaruhi
oleh faktor musiman. Pada triwulan I dan IV, umumnya tercatat kontraksi dalam
pertumbuhan ekonomi, sementara triwulan II dan III menunjukkan pertumbuhan positif
seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi serta adanya faktor pendorong seperti
perayaan hari besar keagamaan, liburan sekolah, dan lainnya. Pada triwulan 11/2020,
ekonomi Indonesia mengalami penurunan (g-to-g) akibat dampak pandemi Covid-19.
Namun, pada triwulan IV/2022 dan TV/2023, ekonomi Indonesia tetap mencatatkan
pertumbuhan positif (g-to-g) didorong oleh beberapa sektor utama seperti Industri
Pengolahan, Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan yang menunjukkan kinerja
yang baik.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan (y-on-y) umumnya dipengaruhi oleh
kebijakan pemerintah serta faktor eksternal, baik yang bersifat langsung maupun tidak
langsung. Sebelum pandemi Covid-19, ckonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan
sekitar lima persen (y-on-y). Namun, pandemi yang mulai dirasakan pada awal 2020
menyebabkan kontraksi pada perekonomian Indonesia. Pada triwulan 11/2020, ekonomi
Indonesia mengalami penurunan sebesar 5,32 persen (y-on-y). Ekonomi Indonesia mulai
kembali mencatatkan pertumbuhan positif (y-on-y) pada triwulan TI/2021 dan terus
menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Hingga triwulan TV/2023, ekonomi Indonesia
tumbuh di atas lima persen (y-on-y), kecuali pada triwulan INI/2023 yang mencatatkan
pertumbuhan sebesar 4.94 persen (y-on-y),

Business Valuation Unit

48 Jakarta
Page 66 OCR 0.934
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

4.

Al.

ASPEK PASAR
Perkembangan Industri Beton Pracetak di Indonesia

Pada tahun 2024, industri beton pracetak di Indonesia menunjukkan perkembangan yang
signifikan, didorong oleh peningkatan permintaan infrastruktur dan transformasi digital.
Perusahaan-perusahaan besar seperti PT Wika Beton dan PT Waskita Beton Precast Tbk
(WSBP) mencatatkan kinerja yang impresif. Wika Beton memperoleh kontrak sebesar
Rp612 miliar untuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) pada kuartal 11-2024, dengan total
target kontrak baru mencapai Rp7,48 triliun untuk tahun tersebut. Sementara itu, WSBP
berhasil meraih kontrak baru sebesar Rp1,03 triliun pada triwulan pertama 2024, yang telah
mencapai 40Yo dari target tahunan mereka. Menurut laporan Grand View Research, pasar
beton pracetak Indonesia diperkirakan akan mencapai USD 15,80 miliar pada tahun 2030,
dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 25,94 dari 2025 hingga
2030.

Analisis Mordor Intelligent menjelaskan ukuran Pasar Bangunan Pracetak Indonesia
diperkirakan mencapai USD 8,99 miliar pada tahun 2025, dan diharapkan mencapai USD
12,08 miliar pada tahun 2030, dengan CAGR sebesar 6, 1”6 selama periode perkiraan (2025-
2030). Mengenai perkembangan industri Beton pracetak tahun 2015 — 2021 memegang
pangsa pasar terbesar, didorong oleh peningkatan aktivitas konstruksi di luar lokasi.
Kemajuan infrastruktur yang pesat yang diprakarsai oleh pemerintah Indonesia telah
meningkatkan permintaan bahan konstruksi seperti beton, yang sangat besar.
Mempertimbangkan manfaat beton pracetak dibandingkan beton cor di tempat, peningkatan
adopsi beton pracetak terlihat di sektor konstruksi. Meningkatnya kesadaran di antara
produsen, desainer, konstruktor, dan klien akhir tentang manfaat penggunaan beton pracetak
akan semakin meningkatkan adopsinya.

Figur 33, Perkembangan Industri Beton Pracetak (2015 - 2021)

Precast Concrete Production, in Million Tons, Indonesia, 2015-2021

2015 2017 2018 2012 2020 2021

Source: Industry Assosation hi

Sumber: Mordor Intelligent, 2024

Kementerian PUPR memperoleh pagu indikatif sebesar Rp75.63 triliun untuk tahun
anggaran 2025, dengan fokus pada percepatan pertumbuhan ekonomi inklusif dan
berkelanjutan sesuai tema RKP 2025. Belanja infrastruktur akan diarahkan pada pemerataan

Business Valuation Unit

49 Jakarta
Page 67 OCR 0.942
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

4.2.

pembangunan, mendukung Proyek Strategis Nasional (termasuk IKN), dan skema
pembiayaan kreatif serta KPBU. Rencana kegiatan utama mencakup:
» Sumber Daya Air (Rp26,53 triliun): pembangunan 12 bendungan, irigasi 17.000 ha,
pengendali banjir, dan prasarana air baku.
» Bina Marga (Rp32,31 triliun): pembangunan jalan, jembatan, flyover, preservasi jalan
dan jembatan, serta dukungan untuk IKN.
» Cipta Karya (Rp10,48 triliun): pembangunan SPAM, pengelolaan limbah, permukiman,
bangunan gedung, sekolah/madrasah, dan kawasan IKN.
# Perumahan (Rp4,53 triliun): pembangunan rumah susun, rumah khusus, PSU, dan
rumah swadaya.
# Manajemen dan teknis lainnya: dialokasikan Rp1,77 triliun.

Indonesia menguasai sekitar 60-70Yo pasar konstruksi di ASEAN, menjadikannya pasar
konstruksi terbesar di kawasan ini. Konstruksi beton menyumbang sekitar 40yo bahan
bangunan yang digunakan dalam proyek-proyek di Indonesia. Proyek-proyek seperti IKN,
pembangunan bendungan, dan pembangunan rumah subsidi menjadi pendorong utama
permintaan beton pracetak,

Cuaca ekstrem dan ketersediaan bahan baku menjadi salah satu hambatan dalam proses
produksi terutama di daerah rawan banjir seperti Jakarta dan Semarang. Namun, adopsi
teknologi seperti precast 3D printing dan beton ramah lingkungan (menggunakan substitusi
semen hingga 3094) mulai diterapkan di proyek-proyek strategis seperti IKN dan MRT
Jakarta Fase 3. WIKA Beton telah mengadopsi teknologi ramah lingkungan dan automasi
untuk meningkatkan produktivitas. Perusahaan mulai memasang Pembangkit Listrik Tenaga
Surya (PLTS) di dua pabriknya di Bogor dan Majalengka, Jawa Barat, dengan total daya
listrik yang dihasilkan mencapai 682 kWP. Pengoperasian PLTS ini mampu mengurangi
emisi karbon dioksida hingga 532.812 kg per tahun dan menghemat konsumsi energi listrik
dari PLN hingga 150. Selain itu, WIKA Beton juga menerapkan metode Lean Construction
untuk meningkatkan produktivitas di pabrik precast. Dengan pendekatan ini, perusahaan
berhasil mengidentifikasi dan mengeliminasi pemborosan dalam proses produksi, sehingga
meningkatkan efisiensi dan mengurangi lead time produksi.

Prospek Usaha Industri Beton Pencetak

Peningkatan produksi beton pracetak pada triwulan IV-2022 dibandingkan dengan angka
tetap triwulan IV-2021 dipengaruhi oleh berkembangnya permintaan akan infrastruktur yang
semakin meningkat di berbagai sektor, seperti konstruksi perumahan, gedung komersial, dan
infrastruktur publik. Peningkatan ini juga didorong oleh sejumlah proyek besar yang sedang
berjalan di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, serta wilayah-wilayah lain
yang mulai mengembangkan pusat-pusat industri beton pracetak seperti di Kabupaten
Karawang, Provinsi Jawa Barat. Perkembangan ini terutama didorong oleh investasi besar
dalam proyek perumahan dan infrastruktur yang mendukung urbanisasi pesat di Indonesia.

Peningkatan tersebut terjadi seiring dengan kemajuan dalam teknologi produksi beton
pracetak yang lebih efisien dan ramah lingkungan . Pemanfaatan bahan baku lokal yang lebih
murah, serta inovasi dalam penggunaan material pengganti semen yang lebih ramah

Business Valuation Unit

50 Jakarta
Page 68 OCR 0.952
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

43.

43.

-

lingkungan, menjadi faktor penting yang mendukung keberlanjutan industri ini. Selain itu,
sektor ini juga merasakan dampak positif dari kebijakan pemerintah yang mendukung
pengembangan infrastruktur nasional melalui penyediaan dana dan insentif pajak, yang
mengarah pada pertumbuhan permintaan terhadap produk beton pracetak.

Sementara itu, peningkatan permintaan beton pracetak untuk proyek-proyek besar di sektor
transportasi, seperti pembangunan jalan tol, jembatan, dan infrastruktur bandara, juga
berkontribusi terhadap ekspansi sektor ini. Di samping itu, pengembangan sistem
pemukiman dengan konsep hunian vertikal yang semakin populer di kota-kota besar turut
mendorong adopsi produk beton pracetak sebagai solusi konstruksi yang lebih cepat, efisien,
dan tahan lama.

Saat ini, Indonesia terus berupaya untuk menyamakan diri dengan negara-negara maju yang
sudah lebih dulu memanfaatkan beton pracetak dalam pembangunan infrastruktur, Berbagai
upaya dilakukan untuk mewujudkan target tersebut, termasuk dengan mengembangkan
standar produksi beton pracetak yang lebih modern, mandiri, dan berkelanjutan. Pemerintah
Indonesia fokus pada peningkatan kapasitas produksi dan distribusi beton pracetak untuk
memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor. Meski demikian, Menteri Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat mengakui bahwa Indonesia masih dalam tahap
mengembangkan kemampuan produksi beton pracetak yang memenuhi standar internasional,
yang diharapkan akan tercapai seiring dengan kemajuan teknologi dan peningkatan kapasitas
industri.

Kondisi Pasar Industri Beton Pracetak

- Kondisi Pasar Industri Beton Pracetak

Pasar utama untuk produk beton pracetak di Indonesia sebagian besar terpusat di sektor
konstruksi besar, seperti pembangunan perumahan, gedung komersial, dan infrastruktur
publik. Di antara pasar terbesar, wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur menjadi
konsumen utama beton pracetak untuk proyek-proyek infrastruktur, seperti jalan tol,
jembatan, dan sistem transportasi massal. Selain itu, proyek perumahan vertikal yang
berkembang pesat di kota-kota besar juga mendorong permintaan terhadap produk beton
pracetak. Sebagai contoh, Jakarta dan Surabaya menggunakan produk beton pracetak dalam
jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan proyek perumahan dan gedung bertingkat.

Ke depan, industri beton pracetak diperkirakan akan menjadi sektor kunci dalam memenuhi
kebutuhan infrastruktur yang terus berkembang di Indonesia, serta menyediakan lapangan
pekerjaan di berbagai sektor konstruksi. Sejak awal 2000-an, pangsa pasar beton pracetak
terus berkembang pesat seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur di seluruh
wilayah Indonesia, yang turut mendorong pertumbuhan sektor industri ini. Proyek-proyek
besar yang didukung oleh pemerintah, seperti pembangunan jalan tol, jembatan, dan bandara,
juga semakin mengandalkan beton pracetak sebagai solusi konstruksi yang efisien dan ramah
lingkungan.

Dengan didukung oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan mencapai sekitar
5Yo pada tahun 2025 serta investasi besar di sektor infrastruktur yang terus digalakkan
pemerintah, pasar beton pracetak di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan

Business Valuation Unit
S1 Jakarta
Page 69 OCR 0.926
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

44.

AAN.

AAL

menjadi salah satu pemain utama dalam industri konstruksi global. Tren global yang
menekankan efisiensi, keberlanjutan, dan penggunaan material ramah lingkungan semakin
memperkuat posisi industri ini. Potensi dari PT PLN (Persero) yang secara aktif
menggunakan tiang beton pracetak untuk mendukung pengembangan jaringan distribusi
listrik di berbagai wilayah Indonesia. PT PLN (Persero) terus mengoptimalkan pemanfaatan
Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) atau abu sisa pembakaran batu bara dari Pembangkit
Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai bahan baku infrastruktur yang digunakan masyarakat.
Sepanjang 2024, PLN berhasil memanfaatkan 3,4 juta ton FABA hasil produksi 47 PLTU di
Indonesia. Secara rinci, enam sektor utama pemanfaatan FABA sepanjang 2024 meliputi
lapisan pengeras jalan sebesar 1,73 juta ton (50,84”0), substitusi semen sebesar 1,24 juta ton
(36.24”0), bahan baku beton sebesar 227,5 ribu ton (8,1396), beton pracetak seperti paving,
batako, kansteen, U ditch, dan tetrapod sebesar 92,4 ribu ton (27195), material Non Acid
Forming 49,6 ribu ton (1.46Y0) dan pembenah tanah sebesar 8 ribu ton (0,24Y4).

Pertumbuhan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik di
Indonesia

Total Kapasitas Terpasang Nasional

Total kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional di Indonesia pada tahun 2024
diperkirakan mencapai sekitar 101 gigawatt (GW), dengan data resmi dari Kementerian
ESDM menyebutkan kapasitas ini mencapai 101,1 GW pada 2024. Dari total tersebut,
kapasitas pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) diproyeksikan mencapai sekitar
15,1 GW atau sekitar 156 dari total kapasitas terpasang pada tahun 2024. Pada semester I
2024, penambahan kapasitas terpasang EBT tercatat sebesar 217,7 MW, didominasi oleh
pembangkit listrik tenaga hidro dan surya.

Perkembangan kapasitas EBT ini berkontribusi pada peningkatan bauran energi terbarukan
dalam bauran energi nasional yang mencapai sekitar 14, 1s pada awal 2025, naik dari 13,9y4
pada 2023, meskipun masih di bawah target pemerintah sebesar 23”6 untuk tahun 2025.
Secara rinci, kapasitas pembangkit listrik nasional hingga pertengahan 2024 tercatat sekitar
93 GW, dengan sekitar 856 berasal dari pembangkit berbasis energi fosil dan sisanya dari
EBT. Pada akhir 2024, kapasitas total pembangkit mencapai sekitar 100,69 GW, tetap
didominasi oleh pembangkit fosil.

Dengan demikian, total kapasitas terpasang nasional pembangkit listrik di Indonesia pada
periode 2024-2025 berkisar sekitar 100-101 GW, dengan kontribusi EBT sekitar 15 GW
dan pertumbuhan kapasitas EBT terus berlanjut meskipun menghadapi beberapa tantangan
infrastruktur dan regulasi.

Pertumbuhan Kapasitas Pembangkit Perusahaan Listrik Negara (PLN)

Pertumbuhan kapasitas pembangkit listrik milik PLN pada tahun 2024 mencapai 46,8 ribu
megawatt (MW), meningkat sebesar 3,85Yo dibandingkan akhir 2023 dan tumbuh 16,23Ys
dibandingkan sepuluh tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2023, PLN berhasil menambah
kapasitas pembangkit listrik sebesar 4.182,2 MW, melampaui target RKAP 2023 yang
hanya sebesar 1.487,9 MW. Penambahan ini didukung oleh berbagai jenis pembangkit,

Business Valuation Unit
Jakarta

Pa
»
Page 70 OCR 0.944
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

443,

dengan dominasi kapasitas dari pembangkit tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara yang
hampir mencapai separuh dari total kapasitas terpasang PLN pada 2024.

Selain penambahan kapasitas pembangkit, PLN juga mengembangkan infrastruktur jaringan
transmisi dan gardu induk secara signifikan sepanjang 2023, dengan penambahan jaringan
transmisi sepanjang 2.806,2 km dan 41 unit gardu induk baru dengan kapasitas 5.660 MVA,
mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional.

Secara keseluruhan, PLN terus meningkatkan kapasitas pembangkitnya secara stabil dengan
fokus pada pembangkit berbasis batu bara sebagai mayoritas kapasitas, sementara kontribusi
pembangkit energi terbarukan seperti tenaga angin, biomassa, dan surya masih relatif kecil.

Energi Baru dan Terbarukan (EBT)

Pertumbuhan instalasi tenaga listrik berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di
Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir,
meskipun masih menghadapi beberapa kendala teknis dan pembiayaan, Pada tahun 2023,
kapasitas terpasang pembangkit listrik EBT di Indonesia mencapai sekitar 14,8 GW, dengan
tambahan instalasi sekitar 1,2 GW pada periode 2023-2024. Target penambahan kapasitas
EBT pada 2025 diperkirakan akan mencapai sekitar 1.2 GW lagi, schingga kapasitas
terpasang EBT diproyeksikan mencapai sekitar 16 GW pada 2025.

Bauran energi EBT dalam bauran energi nasional meningkat dari 13,1” pada 2023 menjadi
sekitar 14—14,1o pada akhir 2024, dengan target awal pemerintah sebesar 23Ys pada 2025
yang kemudian direvisi menjadi 17-1996 dalam RPP Kebijakan Energi Nasional (KEN)
terbaru. Pemerintah mendorong percepatan pengembangan EBT melalui berbagai program,
termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala besar dan atap, tenaga
bayu, panas bumi, serta bioenergi.

Kendala utama yang menghambat pertumbuhan EBT meliputi masalah teknis dalam
pembangunan pembangkit, pembiayaan, serta regulasi seperti tingkat komponen dalam
negeri (TKDN) yang sebelumnya menjadi hambatan investasi, namun kini sudah ada
regulasi baru yang mempermudah investasi di sektor EBT.

Pemerintah melalui Dewan Energi Nasional dan Kementerian ESDM terus mendorong
peningkatan bauran energi EBT dengan target jangka menengah dan panjang, termasuk
target 23Y6 pada 2025 (meskipun direvisi) dan target yang lebih ambisius hingga 46Yo pada
2045 serta 70-72”4 pada 2060. Pengembangan EBT juga difokuskan pada peningkatan
kapasitas pembangkit dan pemanfaatan teknologi baru seperti PLTS terapung dan
peningkatan penggunaan biodiesel B35 untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar
fosil.

Secara keseluruhan, pertumbuhan instalasi tenaga listrik EBT di Indonesia terus meningkat
dengan penambahan kapasitas sekitar 1,2 GW per tahun selama 2023-2025, didukung oleh
kebijakan pemerintah yang semakin memperkuat investasi dan pengembangan teknologi
EBT, meskipun target bauran energi terbarukan nasional masih menantang untuk dicapai
tepat waktu.

Business Valuation Unit

53 Jakarta
Page 71 OCR 0.915
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

4.44. Pesaing Usaha

Berdasarkan pada data dari PT Perusahaan Listrik Negara atas perjanjian kesepakatan harga
satuan sebagai penyedia Tiang Beton pada laporan tanggal 5 Maret 2025. maka berikut profil
kompetitor WTON yang tumbuh dan berkembang di Indonesia baik swasta maupun
pemerintah:

e PT Waskita Beton Precast Tbk (“WSBP”)

# PT Berkah Beton Sadaya Tbk (“BEBS”)

# PT Perkasa Beton Readymix

e PT Virajaya Riauputra

# PT Sumbetri Megah

# PT Jaya Sentrikon Indonesia

& PT Ratu Pola Bumi

# PT Tonggak Ampuh

e PT Sinergi Beton Utama

# PT Sentosa Sakti Makmur

# PT Kunango Jantan

# PT Hume Sakti Indonesia

e PT Tjakrindo Mas

# PT Jaya Beton Indonesia

Pesaing usaha WTON yang terdaftar di Bursa efek indonesia secara garis besar didominasi
oleh perusahaan swasta dimana lini usahanya termasuk berusaha dalam industri beton
pracetak,

WTON akan bersaing cukup ketat dalam meraih peluang bisnis penyedia Tiang Beton,
namun WTON mempunyai keunggulan berupa kapasitas besar yang kualitasnya lebih baik
dari kompetitor sejenis yang produknya sama dengan WTON. Hal ini dikarenakan oleh letak
lokasi pabrik WTON yang tersebar di sekitar wilayah Indonesia dari Sumatera Utara hingga
ke Sulawesi Selatan. Letak kegiatan produksi WTON dikelilingi oleh penyedia bahan baku
penunjang industri beton pracetak (seperti semen, pasir, besi beton, plat sambung serta sarana
penunjang lainnya). WTON juga menggandeng pakar teknologi beton dari Institut ternama
di bidangnya (Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas
Diponegoro, Universitas Indonesia).

44.5. Strategi Pemasaran

Produk beton pracetak yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik di kawasan industri Indonesia,
seperti tiang pancang, balok jembatan, dan panel dinding, sebagian besar dipasok untuk
proyek infrastruktur nasional dan pembangunan kota besar. Pasar terbesar untuk produk
beton pracetak Indonesia adalah proyek strategis pemerintah seperti pembangunan Ibu Kota
Nusantara (IKN), tol Trans-Jawa, dan proyek listrik 35.000 MW. Selain pasar nasional,
pemasaran juga dilakukan ke sektor swasta, seperti perumahan, gedung komersial, dan
kawasan industri di wilayah Jawa, Sumatera, dan Bali.

Business Valuation Unit

54 fakarta
Page 72 OCR 0.947
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Berdasarkan analisis rantai pasok serta potensi permintaan infrastruktur, industri beton
pracetak di Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang. Dukungan regulasi
pemerintah, seperti Peraturan Menteri PUPR No. 12/2021 tentang Peningkatan Penggunaan
Produk Dalam Negeri (TKDN) dalam Pembangunan Infrastruktur yang mewajibkan
penggunaan komponen lokal dalam proyek pemerintah, semakin memperkuat posisi
perusahaan beton pracetak. Peraturan ini menguntungkan pelaku industri lokal karena
memangkas biaya logistik, mengurangi risiko keterlambatan proyek, dan menjamin kualitas
produk melalui standar SNI yang ketat.

Keberadaan pabrik beton pracetak di lokasi strategis, seperti dekat pelabuhan utama (Tanjung
Priok, Belawan) dan koridor infrastruktur prioritas (Jawa-Bali, Sumatera), memudahkan
distribusi ke proyek-proyek besar. Misalnya, pabrik di Cilegon (Banten) dapat melayani
proyek IKN dan tol Trans-Jawa, sementara pabrik di Surabaya mendukung pembangunan
Jawa Timur dan Bali. Selain pasar nasional, peluang juga datang dari pembangunan daerah
wisata seperti Bali dan Labuan Bajo, yang membutuhkan infrastruktur cepat siap seperti jalan
beton dan dermaga.

Dengan kombinasi dukungan regulasi, lokasi strategis, dan permintaan infrastruktur yang
tinggi, industri beton pracetak di Indonesia memiliki prospek cerah untuk menguasai pasar
domestik dan berkontribusi pada percepatan pembangunan nasional.

Dalam upaya mencapai visi serta mengembangkan bidang usaha sejalan dengan peraturan
yang berlaku di bidang usahanya, saat ini, WTON menjalankan strategi usaha sebagai
berikut:

1. Diversifikasi Produk dan Layanan
WTON akan mengembangkan produk beton yang lebih beragam, termasuk beton ramah
lingkungan seperti beton yang memiliki sifat se/f-healing atau beton dengan
kemampuan untuk memperbaiki kerusahaan secara otomatis serta fokus pada sektor-
sektor proyek infrastruktur energi terbarukan.

2. Pemanfaatan Teknologi Digital dan Otomatisasi
WTON akan terus mendorong efisiensi operasional dengan sistem manajemen proyek
berbasis teknologi untuk memantau kualitas produk secara real-time serta mengurangi
limbah dan energi yang digunakan dalam proses produksi termasuk mengintegrasikan
software teknik terkini untuk meningkatkan efisiensi biaya, waktu konstruksi dan
kolaborasi antar tim.

3. Kemitraan dan Aliansi Strategis
WTON menyasar kolaborasi dengan Pemerintah serta Pengembang Infrastruktur
Swasta untuk menyediakan solusi beton pracetak dalam program pembangunan
infrastruktur jangka panjang seperti jalan tol, pembangunan perumahan dan proyek
energi terbarukan.

4. Ekspansi ke Pasar Internasional
WTON senantiasa memperluas jangkaun pasar untuk menargetkan proyek-proyek
infrastruktur perkeretaapian di luar negeri bekerja sama dengan perusahaan global untuk
kemitraan strategis.

Business Valuation Unit
Jakarta

wu
—
Page 73 OCR 0.957
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

4.4.6. Kesinambungan, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar

Industri beton pracetak tiang listrik memiliki kesinambungan yang kuat seiring dengan
program pemerintah dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang terus berupaya untuk
meningkatkan infrastruktur kelistrikan di seluruh Indonesia. Program pemerataan distribusi
listrik yang dijalankan oleh PLN, seperti Program 35.000 MW dan pembangunan jaringan
listrik di daerah terpencil, menjadi pendorong utama bagi kebutuhan tiang listrik dalam
jumlah besar. Kebutuhan ini akan terus berkembang karena PLN berkomitmen untuk
memperluas jangkauan distribusi listrik ke seluruh Indonesia, seiring dengan pertumbuhan
populasi dan urbanisasi yang pesat.

Selain itu, semakin banyaknya proyek infrastruktur besar seperti kawasan industri, kawasan
perumahan vertikal, dan infrastruktur transportasi yang membutuhkan jaringan kelistrikan
modern, memperkuat kebutuhan akan tiang beton pracetak untuk instalasi listrik. Proyek-
proyek tersebut akan memastikan adanya permintaan yang berkelanjutan dan terus
meningkat, menciptakan pasar yang stabil bagi industri beton pracetak tiang listrik.

Sasaran utama dalam industri beton pracetak tiang listrik adalah memenuhi kebutuhan PLN
dan kontraktor proyek kelistrikan untuk menyediakan tiang listrik yang aman, kuat, dan tahan
lama. Tiang beton pracetak memiliki keunggulan dalam hal ketahanan terhadap cuaca
ckstrem, kemudahan instalasi, serta efisiensi biaya dibandingkan dengan tiang listrik
berbahan kayu atau baja. Selain itu, penggunaan beton pracetak juga mendukung kebijakan
pemerintah terkait dengan keberlanjutan dan ramah lingkungan, karena tiang beton dapat
diproduksi secara massal dengan standar kualitas yang konsisten dan lebih sedikit
memerlukan pemeliharaan.

Sasaran pasar beton pracetak tiang listrik ini juga mencakup penyediaan tiang untuk berbagai
keperluan, seperti jaringan distribusi listrik untuk daerah padat penduduk, pembangunan
sistem kelistrikan di wilayah-wilayah terpencil, serta proyek-proyek pembangunan
infrastruktur energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga surya dan angin yang
membutuhkan jaringan listrik yang luas.

Potensi nilai pasar untuk tiang listrik dalam industri beton pracetak sangat besar, mengingat
Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau dan hampir 270 juta penduduk. PLN,
sebagai perusahaan penyedia listrik utama di Indonesia, terus berinvestasi dalam proyek-
proyek distribusi listrik yang memerlukan tiang beton dalam jumlah besar. Berdasarkan data
terbaru, kebutuhan tiang listrik untuk pembangunan jaringan distribusi PLN diperkirakan
mencapai lebih dari 100.000 tiang beton per tahun untuk memenuhi permintaan berbagai
proyek di seluruh Indonesia, baik untuk kebutuhan pembaruan infrastruktur yang sudah ada
maupun untuk memperluas jaringan listrik di daerah baru.

Dengan asumsi harga pasar tiang beton untuk instalasi listrik di kisaran Rp 2.000.000 hingga
Rp4.000.000 per tiang, potensi nilai pasar tahunan untuk penyediaan tiang beton pracetak
dapat mencapai Rp200-400 miliar atau lebih, tergantung pada jumlah dan jenis proyek yang
dilaksanakan oleh PLN serta kebutuhan daerah yang sedang berkembang. Hal ini
menunjukkan bahwa pasar tiang beton untuk instalasi listrik memiliki nilai pasar yang sangat
signifikan dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Business Valuation Unit

56 Jakarta
Page 74 OCR 0.953
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

4.5.

4.6.

Selain itu, dengan adanya kebijakan pemerintah yang fokus pada penguatan infrastruktur
listrik dan percepatan program electrification di daerah terisolasi, potensi pasar ini
diperkirakan akan terus berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan. Terlebih lagi,
adanya dukungan untuk penggunaan material yang lebih ramah lingkungan dan efisien
membuat beton pracetak tiang listrik menjadi pilihan utama bagi PLN dan kontraktor yang
terlibat dalam proyek kelistrikan di seluruh Indonesia.

Perbedaan Kegiatan Usaha

Sesuai dengan kegiatan usaha saat ini WTON bergerak dalam bidang usaha perdagangan dan
industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain yang terkait yang meliputi:

|. Melakukan Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi
seluruh produk-produk beton, antara lain:
a. Industri Barang dari Semen dan Kapur untuk Konstruksi.
b. Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang.
c. Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung.
d. Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan.
c. Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang tahap api.
2. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi dalam
bidang usaha sipil, elektrikal dan postensioning,
3. Melakukan Perencanaan, Produksi dan Penjualan produk/komponen bahan bangunan.
4. Melakukan usaha impor dan ekspor yang terkait dengan kegiatan tersebut di atas,

Sedangkan untuk rencana penambahan kegiatan usaha WTON, pasar yang akan dijajaki
adalah Instalasi Listrik. Tentang spesifkasi tersebut akan lebih detail penjelasanya pada aspek
teknis.

Perbedaan mendasar antara kegiatan usaha WTON saat ini dengan rencana penambahan
kegiatan yaitu saat ini memberikan usaha jasa Perencanaan, Produksi, Penjualan,
Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi seluruh produk-produk beton selain yang terkait
instalasi listrik maka, terhadap rencana penambahan kegiatan proses Perencanaan, Produksi,
Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi seluruh produk-produk beton termasuk
terkait instalasi akan ditambahkan serta positifnya memberikan tambahan bagi peningkatan
pendapatan bagi WTON.

Kesimpulan

Peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi listrik di Indonesia
memiliki prospek yang sangat baik. Potensi ekonomi dari infrastruktur kelistrikan yang dapat
dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai
nilai signifikan. Potensi ini mencakup permintaan untuk tiang beton yang digunakan dalam
pembangunan jaringan distribusi listrik, yang jumlahnya sangat besar seiring dengan
berkembangnya proyek-proyek kelistrikan di seluruh penjuru Indonesia. Potensi pasar tiang
beton untuk instalasi listrik diperkirakan mencapai miliaran rupiah per tahun, mengingat
kebutuhan akan tiang beton berkualitas tinggi untuk mendukung distribusi listrik yang stabil.

Business Valuation Unit

57 Jakarta
Page 75 OCR 0.954
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan sektor kelistrikan melalui program pembangunan
infrastruktur energi, yang mencakup pengembangan sistem distribusi listrik di seluruh
wilayah, termasuk daerah terpencil dan kawasan industri.

Industri beton pracetak di Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang
signifikan dan prospektif, didorong oleh tingginya permintaan dalam negeri terhadap
infrastruktur serta dukungan kuat dari kebijakan pemerintah. Proyek-proyek besar seperti
pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), jalan tol Trans-Jawa, MRT Jakarta, serta program
elektrifikasi oleh PLN menjadi pendorong utama meningkatnya konsumsi produk pracetak
seperti tiang listrik, balok jembatan, dan panel dinding. Subsektor ini mencerminkan
stabilitas dan keberlanjutan yang tinggi. Indonesia juga menguasai 60-70Yo pasar konstruksi
di ASEAN dan menjadi pasar terbesar di kawasan, meskipun saat ini masih berada di posisi
keempat produsen beton pracetak di Asia Tenggara setelah Thailand, Malaysia, dan Vietnam.

Peningkatan kapasitas produksi dan distribusi diiringi dengan adopsi teknologi baru seperti
lean construction, precast 3D printing, serta penggunaan beton ramah lingkungan yang
memperkuat daya saing industri nasional. Perusahaan seperti WIKA Beton dan WSBP telah
mulai mengadopsi sistem automasi dan PLTS untuk efisiensi energi dan pengurangan emisi
karbon. Dukungan regulasi, terutama kewajiban penggunaan produk dalam negeri melalui
Permen PUPR No. 12/2021, memperkuat daya saing lokal dan memangkas ketergantungan
terhadap impor. Dengan proyeksi nilai pasar beton pracetak yang mencapai USD 15,8 miliar
pada 2030 dan CAGR sebesar 25,99 (Grand View Research), industri ini berpeluang besar
untuk tumbuh menjadi salah satu pemain utama dalam pasar konstruksi global, sekaligus
menjadi pilar penting dalam percepatan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Dengan memperhatikan peluang besar di sektor kelistrikan dan pembangunan infrastruktur
cnergi Indonesia yang terus berkembang, serta perusahaan yang sudah memiliki pengalaman
dalam produksi dan penyediaan tiang beton untuk instalasi listrik, maka rencana untuk
memperluas usaha dalam aspek pasar beton pracetak tiang beton ini sangat layak dan
menjanjikan. Mengingat kebutuhan yang terus meningkat untuk memperkuat jaringan
kelistrikan, terutama di wilayah yang sedang berkembang, sektor ini memberikan peluang
pasar yang sangat potensial bagi perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan
infrastruktur yang berkelanjutan.

WTON memiliki keunggulan kompetitif kuat dibandingkan pesaingnya, yaitu kapasitas
produksi besar, sebaran pabrik strategis dari Sumatera hingga Sulawesi, kedekatan dengan
sumber bahan baku, kualitas produk yang terjamin. Strategi pemasaran WTON yang
mengandalkan diversifikasi produk beton inovatif (seperti beton se/f-healing), pemanfaatan
teknologi digital dan otomasi, kolaborasi dengan pengembang infrastruktur, serta ekspansi
ke pasar internasional, memperbesar peluang perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar
beton pracetak domestik dan regional.

Penambahan kegiatan usaha untuk meliputi perencanaan, produksi, pemasangan, dan
pelaksanaan instalasi listrik merupakan langkah strategis yang logis dan selaras dengan
penguatan core business. Perbedaan antara usaha eksisting WTON dan rencana ekspansi baru
ini justru akan melengkapi portofolio layanan, memperluas pasar, dan membuka sumber
pendapatan tambahan di sektor kelistrikan nasional.

Dengan melihat peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi
listrik di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik, serta WTON sudah mempunyai

Business Valuation Unit

58 Jakarta
Page 76 OCR 0.944
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

pengalaman dalam hal mengelola atau memberikan jasa pada pihak ketiga, dimana hal ini
memberikan manfaat dan kontribusi yang positif bagi WTON maka rencana penambahan
kegiatan usaha secara aspek pasar Layak.

Business Valuation Unit

59 Jakarta
Page 77 OCR 0.870
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

5.

5.

ASPEK TEKNIS
Rencana Perusahaan

Rencana pengembangan usaha Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan
Pelaksanaan Konstruksi seluruh produk-produk beton yang terkait instalasi listrik akan
dilakukan secara mandiri di masing-masing pabrik produk beton WTON. Implementasi
pengembangan usaha tersebut mencakup kegiatan pembangunan, pemasangan,
pemeliharaan, pembangunan kembali instalasi listrik pada pembangkit, transmisi, gardu
induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu daya, dan instalasi listrik pada bangunan gedung
baik untuk hunian maupun non hunian seperti pemasangan dan pemelihatan instalasi listrik
pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api dan lapangan udara.

Figur 34. Alur Produksi Tiang Beton Listrik

Penerimaan
Perintah
Rencana Produksi
WB12
Pembelian Material Besi dan
Komponen Lainnya
as 9P1, P2
Otolak (7) Persiapan Cetakan
”
Persiapan Pembesian
3 9p3 os
Persiapan Tulangan —— Fl Penujangan Ke N

gps
Penuangan Beton Benda Uji
Penutupan Cetakan

07

Penarikan (Tensioning)

908

Pemutaran Produk (
(Spinning) |

Business Valuation Unit

60 Jakarta
Page 78 OCR 0.903
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

aa |

dan penandaan

DH

Perbaikan Produk Cacat

Ditolak

k di Lokasi

Menumpul
(Serah Terima Produk)

Sumber: Rencana Mutu Produksi Tiang Beton PT Wijaya Karya Beton Tbk

5.2 Rencana Pembangunan Jalur Produksi

5.2.1, Lokasi Penambahan Kegiatan Usaha

Lokasi Kegiatan usaha Perseroan dilakukan di beberapa titik lokasi pabrik produk beton
(PPB):

PPB Sumatera Utara

Jl. Raya Binjai Km. 15,5 No. 1 Desa Diski, Kecamatan Deli Serdang, Medan, Titik
koordinat terletak di antara 3”36'05.6”N dan 98”44”38.2” dengan luas arca pabrik 5.0

Ha.

PPB Lampung

Jl. Raya Tegineneng Km. 34,5 Desa Bumi Agung, Kec. Tegineneng, Lampung. Titik
koordinat terletak di antara 5208”40.6”S dan 10514'18.8”E dengan luas area pabrik

6.1 Ha.

PPB Bogor

Jl. Raya Narogong Km. 26, Kec. Cileungsi, Bogor. Titik koordinat terletak di antara
6”27”04.3”S dan 106”55'30.2”E dengan luas area pabrik 13.2 Ha.

61

Business Valuation Unit
Jakarta
Page 79 OCR 0.918
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

4. PPB Majalengka
Jl. Raya Burujul Kulon Tromol Pos 02 Kec. Jatiwangi, Kab. Majalengka, Jawa Barat.
Titik koordinat terletak di antara 6244'19.8”S dan 108”14”19.9"E dengan luas area
pabrik 6.5 Ha.

5. PPB Pasuruan
Jl. Raya Kejapanan No. 323 Kec. Gempol, Pasuruan. Titik koordinat terletak di antara
733'45.1”S dan 112”41”19.5"E dengan luas arca pabrik 12.9 Ha.

6. PPB Sulawesi Selatan
Jl. Kima Raya II Kav. S/4-5-6 Kawasan Industri Makassar, Makassar. Titik koordinat
terletak di antara 5”06'04.0”S dan 119”30”26.0”E dengan luas arca pabrik 10.8 Ha.

5.2.2. Kebutuhan Aset Bangunan, Prasarana dan Peralatan

Berdasarkan informasi manajemen WTON Untuk rencana penambahan kegiatan usaha
WTON maka membutuhkan alat-alat dan peralatan sebagai penunjang kegiatan
operasionalnya. Salah satu unsur utama dari kegiatan usaha adalah jalur produksi di pabrik
beserta prasarana dan peralatan produksi pendukung. Aset tersebut berada di 6 (enam) lokasi
pabrik di Indonesia. Berikut adalah rincian aset untuk rencana penambahan kegiatan usaha:

Figur 35. Rincian Kebutuhan Aset Bangunan, Prasarana, dan Peralatan Penambahan
Kegiatan Usaha

Bangunan
1 | Bangunan Pabrik 6 4.901.400.000 29.408.400.000
2 | Ruang Workshop 6 624.339.960 3.746.039.760
Prasarana -
1 | Pondasi dan Dudukan Mesin/Alat 6 1.117.944.056 6.107.664.336
2 | Bak Uap 6 247.381.677 1.484.290.062
3 | Bak Limbah 6 836.937.608 5.021.625.648
4 | Ruang & Instalasi Genset 6 336.921.554 2.021.529.324
5 | Jembatan Timbang 6 162.645.519 975.873.114
Peralatan -
1 | Peratalatan Produksi 6 7.638.400.000 45.830.400.000
2 | Peralatan Penunjang Produksi 6 448.400.000: 2.690.400.000
3 | Reralhtan Labiratariutn, Penpukutan 6 367.117.904 2.202.707.424
dan Pengujian
4 | Cetakan 540 72.662.830 39.237.928.200
Total Investasi 139.326.857.868

Sumber: Manajemen WTON

Total biaya investasi untuk pengadaan aset sebesar Rp139.326.857.868,- (Seratus Tiga Puluh
Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu
Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah) di 6 (enam) lokasi pabrik yang bersumber dari

Business Valuation Unit

62 Jakarta
Page 80 OCR 0.953
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

kas dan setara kas Perseroan. Keseluruhan pembuatan jalur produksi dan pengadaan
prasarana serta peralatan merupakan peralatan yang sudah dimiliki oleh WTON.

5.2.3. Spesifikasi Teknis Tiang Beton

Produk Tiang Beton Pratekan memiliki berbagai macam tipe diantaranya seperti Tiang
Listrik Distribusi, Tiang Listrik Transmisi, Tiang Telepon, Tiang Lampu dan Tiang Listrik
Jalan Rel.

Produk tiang beton yang diproduksi dengan metode Spinning dengan memanfaatkan gaya
sentrifugal ini merupakan generasi terakhir dalam pengembangan Tiang Listrik di Indonesia,
dari tiang kayu, tiang baja dan tiang beton persegi, kemudian diperkenalkan tiang beton
pratekan. Tiang jenis ini diproduksi untuk jaringan distribusi listrik tegangan tendah,
tegangan menengah, dan tegangan tinggi, dan untuk memudahkan penanganan di daerah
terpencil serta tiang Wika Beton juga diproduksi secara segmental.

Figur 36. Gambar Produk Tiang Beton

Sumber: Manajemen WTON

Business Valuation Unit

63 Jakarta
Page 81 OCR 0.833
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 37. Contoh Produk Tiang Beton dengan Spesifikasi Tertentu

SPESIFIKASI TEKNIK TIANG LISTRIK BETON "IN"
TIANG 9 M (200 dAN)

Tiang Listrik Beton 9 m (200 dAN):
# Kekuatan Tiang (200 dAN)j Test Report PT. PLN —LMK j 1066.BTND.330A.2012
Tinggi Tiang (9 m):
Diameter Atas (157mMmm
Tebal Atas (40 mm):
Diameter Bawah (280 mm ):
Tebal Bawah (50 mm):

an

Concnete Pole TrPe
#-.00..w

|

Sumber: Manajemen WTON

Ada pun untuk spesifikasi bahan baku standar untuk pengadaan Tiang Beton untuk PLN
adalah sebagai berikut :

» Semen : SNI 2049: 2015
0 Agregat : SNI 8324: 2016
# Besi PC Wire : SNI 1155: 2016
# Besi PC Bar : SNI 7701: 2016
# Besi Spiral :JIS G 3532:2013

Business Valnation Unit
64 lakarta
Page 82 OCR 0.867
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Sedangkan, spesifikasi standar desain untuk pengadaan Tiang Beton untuk PLN mengacu
kepada :

#  SPLN D3.019-2.2021

» SNI 2847: 2019

#  ACI318-2008

Untuk pengawasan mutu dan hasil proses produksi dari Tiang Beton, WTON memiliki
rencana mutu Perusahaan yang mengacu kepada prosedur Perseroan WB-OMS-OP-01 sesuai
dengan perubahan versi dari ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015.

5.3 Teknis Pelaksanaan Produksi Tiang Beton
Figur 38. Alur Produksi Tiang Beton

Sumber: Manajemen WTON

Business Val: ti
6s pa
Page 83 OCR 0.891
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

54 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

Dalam pelaksanaan penambahan kegiatan usaha, WTON membutuhkan sumber daya 24
orang pengawas (4 orang untuk 2 jalur produksi di setiap lokasi pabrik) untuk 6 lokasi pabrik
dan 318 orang operator (53 orang untuk 2 jalur produksi di satu lokasi pabrik), dimana 24
orang menggunakan sumber daya yang sudah ada, dan selanjutkan melakukan mitra kerja
dengan jumlah sebanyak 318 orang dengan kualifikasi sesuai standar kerja yang diperlukan
untuk penambahan kegiatan usaha. Adapun staff ahli dalam penambahan kegiatan usaha ini
adalah sebagai berikut:

Figur 39. Ketersediaan Sumber Daya Ahli

Ahli Elektrikal Konstruksi Bangunan
Gedung
1 Safriadi Kepala Seksi Produksi
2 | Irwan Setiawan Ahli Madya I Pengendalian
3 | Heru Permana Ahli Muda Engineering - Peralatan
Ahli K3 Listik
| | Angga Putra Pratama Asisten Kepala Seksi Peralatan
2 | Krismanto Eka Widodo Staf Muda | Teknik dan Guality Control
3 | Abdul Aziz Staf Juru | Peralatan
4 | Muhammad Faris Sirojul Munir Asisten Kepala Seksi Peralatan
5 | Mohamad Suliswanto Kepala Seksi Peralatan
6 | Wagiono Staf Juru 1 Peralatan

Sumber: Manajemen WTON

Timeline Penambahan Kegiatan Usaha WTON

Usulan Ke Pemegang Saham

mengirimkan surat kepada Direktur
Utama WIKA perihal usulan

Figur 40. Timeline Penambahan Kegiatan Usaha WTON
Direktur Utama WTON

: Mayoritas penambahan KBLI 4321 1 Instalasi 21 Jan:2025
Listrik untuk menyasar proyek
PLN.
Usulan tersebut tidak berdampak
3 sig negatif terhadap bisnis WIKA Grup.
2 aa Subsidiary Management | Kanlantersebutjikatidak dijalankan | Feb 2025
justru akan berdampak negatif ke
WIKA Grup.
Pembahasan secara kolegial Direksi WIRA yuemityaka sepakat
3 WIKA untuk menyetujui usulan dari 10 Mar 2025
WTON.
5 aa Melakukan pencarian untuk
4 Hi Penunjukan dan Pemilihan: | meyonftikan KIPP teka FS Mar — Apr 2025
penambahan KBLI

66

Business Valuation Unit
Jakarta

Page 84 OCR 0.945
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

5.6

5.7.

Proses laporan Kajian FS oleh

5 | KJPP Guntur Eki Andri dan Penyusunan Japoran kajian FS Apr — Mei 2025
Rekan
Konsultasi Studi Kelayakan Final 6-20 Mei
6 | Finalisasi OJK dengan KJPP GEAR dan finalisasi 3025

laporan oleh Manajemen

Rencana Keberlanjutan

Rencana keberlanjutan WTON mengantisipasi kontraksi industri konstruksi di masa transisi
pemerintahan 2024-2025, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menetapkan strategi
keberlanjutan melalui program transformasi bisnis, penerapan Lean Organization, integrasi
SAP, dan penguatan budaya kerja berbasis nilai AKHLAK. Untuk meningkatkan efisiensi
dan memperbaiki struktur keuangan, WTON juga melakukan divestasi aset tidak produktif
serta mendorong inovasi produk beton pracetak.

Sebagai langkah ekspansi, WTON berencana menambahkan kembali KBLI 43211 guna
memenuhi persyaratan tender dan memperluas layanan ke sektor instalasi listrik. Strategi ini
menunjukkan kesiapan WTON untuk mempertahankan kepemimpinan pasar, memperkuat
posisi keuangan, dan membuka peluang pertumbuhan baru, sehingga mendukung
keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Kesimpulan Aspek Teknis

Berdasarkan aspek teknis, rencana penambahan kegiatan usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk
(WTON) dinilai sangat siap dan layak untuk dilaksanakan. Kegiatan pengembangan akan
dilakukan secara mandiri di enam lokasi pabrik beton milik WTON yang tersebar strategis
di berbagai wilayah Indonesia, dengan dukungan infrastruktur dan lahan yang memadai.
Investasi sebesar Rp139,33 miliar dialokasikan untuk pembangunan fasilitas produksi,
prasarana pendukung, dan pengadaan peralatan produksi serta laboratorium, seluruhnya
berasal dari kas internal perusahaan tanpa pembiayaan eksternal. Dari sisi produk, tiang beton
listrik yang diproduksi menggunakan metode spinning telah memenuhi standar mutu
nasional dan internasional seperti SNI, JIS, SPLN, dan dipastikan kualitasnya melalui sistem
manajemen mutu berbasis ISO 9001:2015. WTON juga telah menyiapkan sumber daya
manusia yang mencukupi, terdiri dari 24 pengawas internal dan 318 operator melalui mitra
kerja, ditambah tenaga ahli di bidang elektrikal dan keselamatan kerja. Selain itu, dengan
penguatan di seluruh rantai nilai, WTON memperluas cakupan bisnisnya dengan penyedia
layanan konstruksi kelistrikan. Dengan kesiapan infrastruktur, teknologi, sumber daya
manusia, dan dukungan finansial yang kuat, harapannya rencana ini dapat memperkokoh
posisi WTON di industri beton pracetak sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di
sektor energi dan infrastruktur nasional, sehingga rencana penambahan kegiatan usaha secara
aspek teknis Layak.

Business Valuation Unit

67 Jakarta
Page 85 OCR 0.938
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

6.

6.

6.2.

ASPEK POLA BISNIS
Kegiatan Usaha Utama

Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan ialah bergerak
dalam bidang industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain yang terkait. Dalam
menjalankan kegiatan usahanya Perseroan didukung oleh tim manajemen yang telah
berpengalaman di bidangnya. Pada saat ini Perseroan melakukan kegiatan usaha
sebagai berikut.

e. Melakukan Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan
Konstruksi seluruh produk-produk beton, antara lain:
a. Industri Barang dari Semen dan Kapur untuk Konstruksi.
b. Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang.
c. Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung.
d. Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan.
c. Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang tahan api.
F. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi
dalam bidang usaha sipil, elektrikal dan Post-tensioning.
g. Melakukan Perencanaan, Produksi dan Penjualan produk/komponen bahan
bangunan.
h. Melakukan usaha impor dan ekspor yang terkait dengan kegiatan tersebut di atas,

Kegiatan Usaha Penunjang

Selain kegiatan usaha utama, Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha penunjang
dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk:

I. Melakukan Usaha Industri dan Perdagangan Bahan Produksi Beton
a. Batu Hias dan Batu Bangunan (08101)
Mencakup usaha penggalian batu hias dan batu bangunan seperti batu -
pualam atau marmer, batu andesit (batu gajah, base course), paras, obsidian,
dan granit. Termasuk disini kegiatan pemecahan, pemisahan dan
pembersihannya.

b. Penggalian Kerikil (sirtu) (08103
Mencakup usaha penggalian, pembersihan dan pemisahan kerikil. Hasil dari
penggalian kerikil antara lain batu pasir, bongkah keras dan pasir kerikil.

c. Penggalian Pasir (08104)
Mencakup usaha penggalian, pembersihan dan pemisahan pasir. Hasil dari
penggalian pasir berupa pasir beton, pasir pasang (sedikit mengandung tanah).
pasir uruk (banyak mengandung tanah) dan lainnya.

d. Penggalian tanah dan tanah liat (08105)
Mencakup usaha penggalian tanah dan tanah liat. Kegiatan pembentukan,
penghancuran dan penggilingan yang tidak dapat dipisahkan secara
administratif dari usaha penggalian tanah dan tanah liat dimasukkan dalam

Business Valuation Unit

68

Jakarta
Page 86 OCR 0.944
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

kelompok ini. Hasil dari penggalian tanah dan tanah liat/lempung antara lain
kaolin (china clay), ball clay (firing clay). abu bumi, serpih, dan tanah urug.

e. Penggalian batu, pasir, dan tanah liat lainnya (08109)
Mencakup usaha penggalian batu, pasiir dan tanah liat lainnya.

f. Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian lainnya (09900)
Kelompok ini mencakup jasa penunjang atas dasar balas jasa atau kontrak,
yang dibutuhkan dalam kegiatan pertambangan golongan pokok 05, 07, dan
08 seperti jasa eksplorasi misalnya dengan cara tradisional seperti mengambil
contoh bijih dan membuat observasi geologi, jasa pemompaan dan penyaluran
hasiil tambang dan jasa percobaan penggalian dan pengeboran ladang atau
sumur tambang.

g. Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang Tahan Api (23911)
Mencakup usaha pembuatan macam-macam bata tahan api, mortar tahan api
dan semen tahan api, beton dan komposit sejenisnya yang tahan api seperti
alumina, silica dan basic.

h. Industri Semen (23941)
Mencakup usaha pembuatan macam-macam semen (semen hidrolik dan arang
atau kerak besi), seperti portland, natural, semen mengandung alumunium,
semen terak dan semen superfosfat dan jenis semen lainnya.

i. Industri Mortar atau Beton Siap Pakai (23957)
Mencakup usaha pembuatan mortar atau beton siap pakai (ready mixed and
dry mixed concrete and mortar).

j. Industri Barang dari Batu untuk Keperluan Rumah Tangga, Pajangan, dan
Bahan Bangunan (23963)
Mencakup usaha pembuatan macam-macam barang dari batu untuk keperluan
rumah tangga, pajangan, dan bahan bangunan, seperti batu pecah-pecahan dan
abu batu.

k. Perdagangan Besar Alat Transportasi Darat (bukan mobil, sepeda motor, dan
sejenisnya), suku cadang dan perlengkapannya (46593)
Mencakup usaha perdagangan besar macam-macam alat transportasi darat,
bermotor ataupun tidak bermotor (bukan mobil, sepeda motor, dan
sejenisnya), termasuk usaha perdagangan besar macam-macam suku cadang
dan perlengkapannya.

Il. Perdagangan Besar atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak (46100)
Mencakup usaha agen yang menerima komisi, perantara (makelar),
pelelangan, dan pedagang besar lainnya yang memperdagangkan barang-
barang di dalam negeri, luar negeri atas nama pihak lain. Kegiatannya antara
lain agen komisi, broker barang dan seluruh perdagangan besar lainnya yang
menjual atas nama dan tanggungan pihak lain, kegiatan yang terlibat dalam
penjualan dan pembelian bersama atau melakukan transaksi atas nama
perusahaan, termasuk melalui internet, dan agen yang terlibat dalam

Business Valuation Unit

69 Jakarta
Page 87 OCR 0.929
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

perdagangan seperti bahan baku pertanian, binatang hidup: bahan baku tekstil
dan barang setengah jadi: bahan bakar, bijih-bijihan, logam dan industri kimia,
termasuk pupuk: makanan, minuman dan tembakau, tekstil, pakaian, bulu,
alas kaki dan barang dari kulit: kayu-kayuan dan bahan bangunan: mesin,
termasuk mesin kantor dan komputer, perlengkapann industri, kapal, pesawat:
fumrnitur, barang keperluan rumah tangga dan perangkat keras: kegiatan
perdagangan besar rumah pelelangan, agen komisi zat radioaktif dan
pembangkit radiasi pengion. Termasuk penyelenggara pasar lelang
komoditas. Tidak termasuk kegiatan perdagangan besar mobil dan sepeda
motor, dimasukan dalam golongan 451 s.d. 454.

m, Perdagangan Besar Semen, Kapur, Pasir dan Batu (46634)
Mencakup usaha perdagangan besar semen, kapur, pasir, dan batu untuk
bahan konstruksi, seperti semen Portland putih, semen Portland abu-abu,
semen posolan kapur, semen Portland posolan, kapur tohor, kapur tembok,
pasir, kerikil, koral, batu, batu pecahan, batu lempengan, batu pualam dan
kubus mosaic.

n. Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (46638)
Mencakup usaha perdagangan besar macam-macam material bangunan,
seperti semen, pasir, paku, cat dan lain-lain.

0. Perdagangan Besar Mineral Bukan Logam (46641)
Mencakup usaha perdangan besar mineral bukan logam seperti intan,
komrundum, grafit, arsen, pasir Ikcuarsa, flluorspar, kriolit, yodium, brom,
klor, belerang, fosfat, halit, asbes, talk, mika, magnesit, yarosit, oker, fluorit.
ball clay, zeolit, kaolin, feldspar, bentonit, gipsum, dolomit, kalsit, rijjang,
pirofilit, Ikcuarsit, zirkon, wolastonit, tawas, batu Ikcuarsa, perlit, garam batu,
clay, dan batu gamping untuk semen.

Pp. Perdagangan Eceran Barang Logam untuk Bahan Konstruksi (47521)
Mencakup usaha perdagangan eceran khusus barang logam untuk bahan
konstruksi seperti baja tulangan, baja profitl, pelat baja, dan baja lembaran,
pipa besi/baja, kawat tali, kawat nyamuk, paku, mur/baut, engsel, gerendel,
kunci, anak kunci, tangki air, menara air, rolling door, awning dan seng
lembaran.

G- Perdangan Eceran Semen, Kapur, Pasir dan Batu (47524)
Mencakup usaha perdagangan eceran khusus semen, kapur, pasir dan batu
untuk bahan konstruksi, seperti semen portland putih, semen portland abu-
abu, semen posolan kapur, semen portland posolan, kapur tohor, kapur
tembok, pasir, kerikil, koral, batu, batu pecahan, batu lempengan, batu pualam
dan kubus mosaik

Business Valuation Unit

70 Jakarta
Page 88 OCR 0.955
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan— PT Wijaya Karya Beton Tbk

2. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi
dalam bidang usaha:

a

Konstruksi Gedung Hunian (41011)

Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan
kemballi bangunan yang dipakai untuk hunian, seperti rumah tinggal, rumah
tinggal sementara, rumah susun, apartemen dan kondominium. Termasuk
pembangunan gedung untuk hunian yang dikerjakan oleh perusahaan real
estat dengan tujuan untuk dijual dan kegiatan perubahan dan renovasi gedung
hunian.

Konstruksi Gedung Industri (41013)

Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan
kembali bangunan yang dipakai untuk industri, seperti gedung
perindustrian/pabrik, gedung workshop/bengkel kerja, bangunan pabrik untuk
pengelolaan dan pemrosesan bahan nuklir. Termasuk kegiatan perubahan dan
renovasi gedung industri.

Konstruksi Gedung Kesehatan (41015)

Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan
kembali bangunan yang dipakai untuk sarana kesehatan, seperti rumah sakit,
poliklinik, puskesmas, balai pengobatan, gedung pelayanan kesehatan dan
gedung laboratorium. Termasuk kegiatan perubahan kesehatan dan gedung
laboratorium. Termasuk kegiatan perubahan dan renovasi gedung kesehatan.

Konstruksi Gedung Pendidikan (41016)

Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan
kembali bangunan yang dipakai untuk sarana pendidikan, seperti gedung
sekolah, tempat kursus, laboratorium dan bangunan penunjang pendidikan
lainnya. Teerrmasuk kegiatan perubahan dan renovasi Gedung pendidikan.

Konstruksi Gedung Tempat Hiburan dan Olahraga (410181

Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan
kemballi bangunan yang dipakai untuk tempat hiburan, seperti bioskop,
gedung kebudayaani/kesetnhian, gedung wiisata dan rekreasi serta gedung
olahraga. Termasuk pembangunan gedung untuk tempat hiburan yang
dikerjakan oleh perusahaan real estat dengan tujuan untuk dijual dan kegiatan
perubahan dan renovasi gedung tempat hiburan dan olahraga.

Konstruksi Gedung Lainnya (41019)

Mencakcup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan
kembali bangunan yang dipakai penggunaan selain dalam kelompok 41011
s.d. 41018, seperti tempat ibadah (masjid, gereja katolik, gereja Ikcristen,
pura, wiihara, kelenteng), gedung terminali/stasiun, balai yasa (kereta api),
bangunan monumental, gedung negara dan pemerriinttah pusati/daerah,
bangunan bandara, gedung hangar pesawat, gedung PKPPK (Pemadam
Kebakaran di Bandar Udara), gedung bersejarah, PKPPK (Pemadam
Kebakaran di Bandar Udara), gedung bersejarah, gedung penjara, gedung
balai pertemuan, gudang, gedung genset, rumah pompa, depo, gedung power

Business Valuation Unit

7

Jakarta
Page 89 OCR 0.940
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

house, gedung gardu listrik, gedung gardu sinyal, gedung tower, gedung
penyimpanan termasuk gedung gardu sinyal, gedung tower, gedung
penyimpanan termasuk penyimpanan bahan peledak dan lainnya. Termasuk
kegiatan perubahan dan renovasi gedung lainnya.

8. Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Gedung (41020)
Mencakup kegiatan pemasangan bahan hasil produksi pabrik seperti beton
pracetak, baja, plastik, karet, dan hasil produksi pabrik lainnya dengan metode
pabrikasi, erection, dan/ atau perakitan untuk bangunan gedung.

h. Konstruksi Bangunan Sipil Jalan (42101)
Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan
kembali bangunan jalan (raya, sedang, dan kecil), jalan bebas hambatan/jalan
tol, dan jalan landasan terbang (pacu, taksi, dan parkir), dan lapangan
penyimpanan peti kemas (containers yard). Termasuk kegiatan penunjang
pembangunan, peningkatan, pemeliharaan konstruksi pagar/tembok penahan
jalan. Tidak termasuk jalan layang.

i. Konstruksi Bangunan Sipil Jembatan, Jalan Layang, Fly Over, dan Underpass
142102)
Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan
kembali bangunan jembatan (termasuk jembatan rel), jalan layang, underpass,
dan fly over. Termasuk kegiatan pembangunan, peningkatan, pemeliharaan
penunjang, perlengkapan jembatan dan jalan layang, seperti pagar/tembok,
penahan, drainase jalan, marka jalan, dan rambu-rambu.

J- Konstruksi Jalan Rel (42103)
Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan
kembali jalan rel. Seperti jalan rel untuk kereta api. Termasuk pekerjaan
pemasangan rel dan bantalan kereta api dan penimbunan kerikil (agregat kelas
A) untuk badan jalan kereta api.

k. Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase (42201)
Mencakup usaha pembangunan pemeliharaan, dan/atau pembangunan
kembali bangunan jaringan saluran air irigasi dan jaringan drainase.

I. Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (42202)
Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan
kemballi bangunan penyadap dan penyalur air baku, bangunan pengolahan air
baku, bangunan pengolahan air minum, bangunan Menara air minum,
reservoir air minum, jaringan pipa/penyalur distribusi air bersih, tangka air
minum dan bangunan pelengkap air minum lainnya.

m. Konstruksi Bangunan Sipil Prasarana dan Sarana Sistem Pengolahan Limbah
Padat, Cair dan Gas (42203)
Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan dan/atau pembangunan
kembali bangunan penyadap dan penyalur air baku, bangunan pengolahan air
baku, bangunan pengolahan air minum, bangunan menara air minum,

Business Valuation Unit

2 Jakarta
Page 90 OCR 0.942
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

reservoir air minum, jaringan pipa/penyalur distribusi air bersih, tangka air
minum dan bangunan pelengkap air minum lainnya.

n. Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (42204)
Mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan
kembali bangunan sipil elektrikal seperti bangunan sipil pembangkit,
transmisi, distribusi dan instalasi pemanfaatan tenaga listrik, jaringan pipa
listrik lokal dan jarak jauh termasuk pembangunan gardu induk dan
pemasangan tiang listrik dan menara.

o. Konstruksi Bangunan Sipil Telekomunikasi untuk Prasarana Transportasi
(42205)
Kelompok ini mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan, dan/atau
pembangunan kembali bangunan fasilittas telekomunikasi sarana bantu
navigasi laut, bangunan telekomunikasi navigasi udara, bangunan sinyal dan
telekomunikasi kereta api, termasuk bangunan menara/tiang/ pipa/antena dan
bangunan sejenisnya.

Pp. Konstruksi Jaringan Irigasi, Komunikasi dan Limbah Lainnya (42209)
Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan dan/atau Pembangunan
kembali bangunan konstruksi lainnya yang belum tercakup dalam kelompok
42201 s.d. 42207. Termasuk penataan dan lingkungan, prasarana kawasan
pemukiman, industri, rumah sakit dan lain-lain.

G- Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olah Raga (42918)

Mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan, dan/ atau pembangunan
kemballi bangunan fasilitas olah raga seperti bangunan stadion, olah raga
lapangan (sepak bola, baseball, rugby, liinttasan balap mobil dan motor),
lapangan basket, hockey, lapangan tenis, lapangan golf, kolam renang
termasung kolam renang berdinding baja galvanized stainless steel standar
Olympic, lintasan atletik, lapangan panahan, gelanggang olahraga dan lain-
lain.

r. Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya Ytdl (42919)

Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan bangunan sipil
lainnya yang belum tercakup dalam kelompok 42911 s.d. 42918, seperti
lapangan parkir dan sarana lingkungan pemukiman (di luar gedung) lainnya.
Kelompok ini mencakup pembagian lahan dengan pengembangannya
(misalnya penambahan jalan, prasarana umum dan lain-lain). Termasuk
pengadaan dan pelaksanaan konstruksi fasilitas seperti yang memproduksi
mikroprosesor, chip silikon dan wafer, milkcrosirkuit, dan semikonduktor,
pengadaan dan pelaksanaan konstruksi pabrik pengolahan tekstil dan pakaian,
pengadaan dan pelaksanaan konstruksi pengolahan besi dan baja: dan/atau
pengadaann dan pelaksanaan konstruksi pabrik pengolahan lainnya.

s. Jasa Pekerjaan Konstruksi Pelindung Pantai (42922)
Mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan dan/atau pembangunan
Kembali bangunan pelindung pantai termasuk groin, breakwater, seawall,

Business Valuation Unit

3 Jakarta
Page 91 OCR 0.940
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

artificial headland, beach nourishment, terumbu buatan dan pekerjaan lainnya
yang sejenis.

t. Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia, Petrokimia,
Farmasi dan Industri Lainnya (42923)
Mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan dan/atau pembangunan
kembali pabrik pengolahan bahan kimia dasar, pengolahan pupuk: pabrik
plastik dan pabrik pengolahan karet: pengolahan hasil agrokimia: pabrik
pengolahan kimia lainnya termasuk pabrik pengolahan produk farmasi dan
petrokimia.

u. Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Ytdl (42929)
Mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan dan/atau pembangunan
kembali konstruksi khusus bangunan sipil lainnya yang belum tercakup dalam
kelompok 42921 s.d. 42924.

V. Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Sipil (42930)
Mencakup kegiatan pemasangan bahan hasil produksi pabrik seperti beton
pracetak, baja, plastik, karet dan hasil produksi pabrik lainnya dengan metode
pabrikasi, erection dan/atau perakitan untuk bangunan sipil.

w. Penyiapan Lahan (43120)

Mencakup usaha penyiapan lahan untuk kegiatan konstruksi yang berikutnya,
seperti pelaksanaan pembersihan dan pematangan lahan konstruksi,
penggalian parirt, pemindahan, penghancuran atau peledakan batu dan
sebagainya), pelaksanaan pekerjaan tanah dan/atau tanah berbatu, penggalian,
membuat kemiringan, perataan tanah dengan galian dan timbunan untuk
konstruksi jalan (raya, sedang, dan kecil), jalan bebas hambatan, jalan rel
kereta api, dan jalan landasan terbang (pacu, taksi, dan parkir), pabrik,
pembangkit, transmisi, gardu induk, dan distribusi tenaga listrik, fasilitas
produksi,serta bangunan gedung dan bangunan sipil lainnya, pemasangan,
pemindahan, dan perlindungan utilitas, tes/uji dengan sondir dan bor,
pemboran, ekstraksi material, dan penyelidikan lapangan/pengambilan contoh
untuk keperluan konstruksi, geofisika, geologi atau keperluan konstruksi,
geofisika, gcologi atau keperluan sejenis: dan penyiapan lahan untuk fasilitas
ketenaganukliran. Kegiatan penunjang penyiapan lahan seperti pemasangan
fasilitas alat bantu konstruksi (pemasangan sheet pile, papan nama proyek,
dan gorong-gorong untuk pemasangan kabel, pekerjaan pembuatan kantor,
basecamp, direksi kit, gudang, bengkel proyek), pengukuran kembali,
pembuatan/pengalihan jalan sementara, perbaikan dan pemeliharaan jalan
umum, dewatering/pengeringan, mobilisasi dan demobilisasi, dan pekerjaan
sejenis lainnya.

x. Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis (71102)
Mencakup kegiatan perancangan teknik, dan konsultansi, seperti permesinan,
pabrik dan proses industri: proyek yang melibatkan teknik sipil. teknik
hidrolik, teknik lalu lintas, jasa nasihat dan konsultansi rekayasa teknik, jasa
rekayasa konstruksi bangunan gedung hunian dan non hunian, jasa rekayasa
pekerjaan teknik sipil sumber daya air, jasa rekayasa untuk pekerjaan

Business Valuation Unit

74 fakarta
Page 92 OCR 0.947
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

mekanikal dalam bangunan, jasa rekayasa bangunan fasilitas olahraga, jasa
konsultansi teknik lingkungan, jasa konsultansi terkait konstruksi pekerjaan
sistem kendali tlalu lintas, jasa rekayasa konstruksi pembangkit jaringan
transmisi, gardu induk, dan distribusi tenaga listrik serta jasa rekayasa untuk
proses industrial, produksi dan fasilitas produksi, jasa rekayasa lainnya,
perluasan dan realisasi proyek yang berhubungan dengan teknik listrik dan
elektro, teknik pertambangan, teknik kimia, mekanik, teknik industri dan
teknik sistem dan teknik keamanan: proyek manajemen air: dan kegiatan
manajemen proyek dan jasa penyelidikan lapangan yang berkaitan dengan
konstruksi: kegiatan perluasan proyek yang menggunakan AC, pendingin,
kebersihan dan teknik pengontrolan polusi, teknik akustik dan lain-lain,
kegiatan survei geofisika, geologi dan survei seismik atau gempa bumi
termasuk jasa pembuatan prospektus dan jasa interpretasi geologi dan
geofisika sektor konstruksi, kegiatan survei geodetik meliputi kegiatan survei
batas dan tanah, survei hidrologi, survei keadaan di atas dan di bawah
permukaan tanah dan kegiatan informasi spasial dan kartografi termasuk
kegiatan pemetaan dan jasa pembuatan peta. Termasuk jasa rekayasa
pekerjaan teknik sipil transportasi, jasa fasilitasi teknis prasarana dan sarana
umum sektor konstruksi.

Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa (72102)

Mencakup usaha penelitian dan pengembangan yang dilakukan secara teratur
(sistematik), yang diselenggarakan oleh swasta, berkaitan dengan teknologi
dan rekayasa (enginccring). Kegiatan yang tercakup dalam kelompok ini
seperti penelitian dan pengembangan ilmu teknik dan teknologi, serta antar
cabang ilmu pengetahuan termutama ilmu pengetahuan alam dan teknik.

3. Melakukan Usaha Reparasi, Pabrikasi, Instalasi/Pemasangan Mesin dan Peralatan
Konstruksi, seperti:

a

Instalasi Telekomunikasi (43212)

Mencakup kegiatan pemasangan instalasi telekomunikasi pada bangunan
gedung baik untuk hunian maupun non hunian, seperti pemasangan antena.
Kelompok ini juga mencakcup kegiatan pemasangan, pemeliharaan dan
perbaikan instalasi telekomunikasi pada sentral telepow/itelegraf, stasiun
pemancar radar gelombang mikro, stasiun bumi kecil/stasiun satelit dan
sejenisnya. Termasuk kegiatan pemasangan transmisi dan jaringan
telekomunikasi dan instalasi telekomunikasi di bangunan gedung dan
bangunan sipil.

Jasa Instalasi Konstruksi Navigasi Laut, Sungai, dan Udara (43214)
Mencakup kegiatan pemasangan dan perawatan konstruksi dan peralatan
terkait dengan sarana bantu navigasi tlaut, sungai dan udara, telekomunikasi
pelayaran/penerbangan, hidrografi dan meteorologi, alur perlintasan,
pemanduan, untuk kepentingan keselamatan pelayaran dan penerbangan.

Instalasi Sinyal dan Telekomunikasi Kereta Api (43215)
Kelompok ini mencakup pemasangan, pemeliharaan dan perbaikan instalasi
sinyal dan telekomunikasi kereta api.

Business Valuation Unit

75

Jakarta
Page 93 OCR 0.945
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

d.

Instalasi Sinyal dan Rambu-Rambu Jalan Raya (43216)

Mencakup kegiatan pemasangan, pemeliharaan dan perbaikan instalasi sinyal
dan rambu-rambu jalan raya. Termasuk pemasangan perlengkapan jalan
dan/atau rambu jalan, marka jalan, marka jembatan, termasuk reflector,
deliniator, papan penunjuk jalan, patok pengarah, patok kilometer, patok
hektometer, kerb pracetak, median beton, guardrail, dan perlengkapan lainnya
yang sejenis.

Instalasi Konstruksi Lainnya ytdl (43299)

Mencakup kegiatan pemasangan instalasi gedung lainnya dan kegiatan
pemasangan, pemeliharaan dan perbaikan instalasi bangunan sipil lainnya
yang belum tercakup dalam kelompok 43291 s.d, 43294, Termasuk
pemasangan dan pemeliharaan instalasi fasilitas pertambangan dan
manufaktur seperti loading and discharging stations, winding shafts, chemical
plants, iron foundaries, blast furnaces dan coke oven: pemasangan instalasi
sistem pengolahan dan peralatan pemurnian air laut, air payau, air tawar
menjadi air murni pada pembangkit listrik.

Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901)

Mencakup kegiatan khusus pemasangan berbagai pondasi dan tiang pancang
termasuk pengecoran beton dan pembesian pondasi untuk gedung,
jalan/jembatan, bangunan pengairan, dermaga, bangunan lepas pantai dan
sejenisnya sebagai bagian dari pekerjaan yang tercakup dalam konstruksi
gedung hunian dan non hunian serta bangunan sipil lainnya.

Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (43905)
Mencakup usaha penyewaan alat atau mesin konstruksi dan perlengkapannya
dengan operator. Termasuk penyewaan alat produksi dan operasional minyak,
gas, petrokimia, panas bumi, komunikasi seperrti SCADA (Supervisory
Control and Data Acguisition), dan penyewaan derek.

Konstruksi Khusus Lainnya Ytdl (43909)

Mencakup kegiatan konstruksi khusus lainnya yang belum diklasifikasikan
dalam kelompok 43901 s.d. 43905 yang memerlukan keahlian atau
perlengkapan khusus, seperti kegiatan pengerjaan penahan lembab dan air,
dehumidifikasi (pelembaban) bangunan, shaft sinking, pemasangan cerobong
asap dan oven untuk keperluan industri dan pekerjaan yang memerlukan
keahlian memanjat dan penggunaan perlengkapan yang berkaitan, misalnya
bekerja pada gedung-gedung yang tinggi. Termasuk pekerjaan di bawah
permukaan tanah, pekerjaan lapis perkerasan beton: pekerjaan perkerasan
aspal, pekerjaan perkerasan berbutir: pekerjaan konstruksi pengeboran dan-
injeksi semen bertekanan: pekerjaan beton struktur, pekerjaan konstruksi
beton pascatarik (post tensioned): pekerjaan konstruksi kedap air pada tangki
penyimpanan air, minyak, gas, dan lainnya yang sejenis: serta pemasangan
konstruksi tahan api (tanur, anneling, fllare, incenerator) untuk bangunan
gedung hunian dan non hunian serta bangunan sipil lainnya.

Business Valuation Unit

76

Jakarta
Page 94 OCR 0.946
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

i

Jasa Pengujian Laboratorium (71202)

Mencakup kegiatan uji fisik, kimia, biologi, kelistrikan, mekanik dan analisis
lainnya danri semua jenis material dan produk yang mencakup kegiatan
pengujian di bidang kesehatan makanan, termasuk uji penyakit hewan dan
kontrol yang berhubungan dengan produksi makanan, uji austik dan vibrasi
(getar), uji komposisi dan kemurnian mineral dan sebagainya, uji karakteristik
fisik dan kinerja material seperti kekuatan, ketebalan, daya tahan, radioaktif
dan lain-lain, uji kualifikasi dan ketahanan, uji kinerja dari mesin keseluruhan
seperti motor, automobil, perlengkapan elektronik, pengujian perangkat
telekomunikasi, pengujian laboratorium sector konstruksi, dan lain-lain,
analisis kegagalan, uji dan pengukuran indikator lingkungan seperti polusi
udara dan air, uji dengan menggunakan model atau maket sseperti pesawat
terbang, kapal, bendungan dan lain-lain. Termasuk kegiatan operasional
laboratorium kepolisian dan peniilaian kesesuaian uji mutu sistem resi
gudang.

Jasa Inspeksi Teknik Instalasi (71204)

Mencakup kegiatan pemeriksaan suatu desain instalasi dan proses instalasi,
misalnya pemeriksaan instalasi tenaga listrik, dan instalasi misalnya
pemeriksaan instalasi tenaga listrik, dan instalasi lainnya.

4. Melakukan Usaha Penyewaan dan Penyediaan Jasa Dalam Bidang Peralatan
Konstruksi, seperti:

a.

Pemasangan Perancah (Steiger) (43902)
Mencakup kegiatan khusus pemasangan perancah/steiger pada bangunan
gedung, jalan/jembatan, bangunan pengairan, dermaga dan sejenisnya.

Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan
Peralatan Konstruksi dan Teknik Sipil (77393)

Mencakup kegiatan penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi
(operational leasing) mesin dan peralatan konstruksi dan teknik sipil termasuk
perlengkapannya tanpa operatornya, seperti lori derek (cranelorries), tangga
dan panggung kerja (scaffold dan work platform) tidak termasuk pemasangan
dan pemancangannya dan sejenisnya.

5. Melakukan Perencanan, Pelaksanaan, Pengelolaan, Penjualan, Pembelian Sewa
Menyewa dan Perdagangan Jasa Ekspedisi/Usaha Angkutan Darat dan Laut,
seperti:

a

Angkutan Bermotor untuk Barang Umum (49431)

Mencakup operasional angkutan barang dengan kendaraan bermotor dan
dapat mengangkut lebih dari satu jenis barang, seperti angkutan dengan truk,
pick up, bak terbuka dan bak tertutup (box).

Angkutan Bermotor untuk Barang Khusus (49432)

Mencakup operasional angkutan barang dengan kendaraan bermotor untuk
barang yang secara khusus mengangkut satu jenis barang, seperti angkutan
bahan bakar minyak, minyak bumi, hasil olahan, LPG, LNG dan CNG,

Business Valuation Unit

n

Jakarta
Page 95 OCR 0.945
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

angkutan barang berbahaya, limbah bahan berbahaya dan beracun, angkutan
barang alat-alat berat, angkutan peti- kemas, angkutan tumbuhan hidup,
angkutan hewan hidup dan penganglkcutan kendaraan bermotor.

c. Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum (50131)
Mencakup usaha pengangkutan barang umum melalui laut dengan
menggunakan kapal laut antar pelabuhan dalam negeri dengan melayari trayek
secara tetap dan teratur (liner) dengan berjadwal, atau trayek tidak tetap dan
tidak teratur (tramper). Termasuk usaha persewaan angkutan laut berikut
operatornya.

d, Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Khusus (50133)
Kelompok ini mencakup usaha pengangkutan barang dengan menggunakan
kapal laut yang dirancang secara khusus untuk mengangkut suatu jenis barang
tertentu, seperti angkutan barang-berbahaya, limbah bahan berbahaya dan
beracun, bahan bakar minyak, minyak bumi, hasil olahan, LPG, LNG dan
CNG, ikan dan sejenisnya. Termasuk usaha persewaan angkutan laut berikut
operatornya.

€&. Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Umum dan atau Hewan (50221)
Mencakup usaha angkutan barang di sungai dan danau, dan barang yang
dianglkcut bisa lebih danrii satu jenis, kecuali barang berbahaya, barang
khusus atau alat berat.

f. Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Khusus (50222)

Mencakup usaha angkutan barang di sungai dan danau dengan kapal atau
perahu barang yang dimodifikasi secara khusus dan hanya mengangkut satu
jenis barang, termasuk kapal yang memenuhi persyaratan teknis/kelaikan,
sesuai dengan barang khusus yang diangkut dan diklasifikasikan sebagai
berikut, yaitu angkutan kayu gelondongan/logs, angkutan batangan
pipa/besi/rel, angkutan barang gelondongan/logs, angkutan batangan
pipa/besi/rel, angkutan barang curah, angkutan barang cair, angkutan barang
yang memerlukan fasilitas pendingin, angkutan peti kemas, angkutan alat-alat
berat dan fasilitas pendingin, angkutan peti kemas, angkutan alat-alat berat
dan angkutan barang khusus lainnya.

8. Angkutan Penyeberangan Umum Antar Provinsi untuk Barang (50224)
Mencakup usaha angkutan barang dari satu provinsi ke provinsi lain dengan
menggunakan kapal penyeberangan yang terikat dalam trayek.

h. Angkutan Penyeberangan Perintis Antar Provinsi untuk Barang (50225)
Mencakup usaha pengangkutan penyeberangan di laut, danau, selat dan teluk
antar provinsi untuk barang yang menghubungkan daerah daerah terpencil
serta daerah yang potensial namun belum berkembang serta belum
menguntungkan untuk dilayari secara komersial ke daerah-daerah yang telah
berkembang. Termasuk usaha persewaan angkutan penyeberangan berikut
operatornya.

Business Valuation Unit

78 Jakarta
Page 96 OCR 0.941
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

i. Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut (52221)

Mencakup kegiatan usaha pelayanan kepelabuhan laut, yang berhubungan
dengan angkutan perairan untuk penumpang, hewan atau barang, seperti
pengoperasian fasilitas terminal misalnya pelabuhan dan dermaga, navigasi,
pemeriksaan barang muatan dalam kargo dan/atau peti kemas dengan
menggunakan sumber radiasi pengion (zat radioaktif dan pembaklit radiasi
pengion), pelayaran dan kegiatan berlabuh, jasa penambatan, jasa pemanduan
dan penundaan.

J- Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Penyeberangan (52223)

Mencakup kegiatan usaha penyelenggaraan pelabuhan penyeberangan,
Termasuk kegiatan yang berhubungan dengan angkutan perairan untuk
penumpang, hewan atau barang, seperti pengoperasian fasilitas terminal
misalnya pelabuhan dan dermaga, navigasi, pemeriksaan barang muatan
dalam kargo dan/atau peti kemas dengan menggunakan sumber radiasi
pengion (zat radioaktif dan pembakit radiasi pengion), pelayaran dan kegiatan
berlabuh, jasa penambatan, jasa pemanduan pelayaran dan kegiatan berlabuh,
jasa penambatan, jasa pemanduan, dan penundaan.

k. Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) (52291)
Mencakup usaha pengiriman dan atau pengepakan barang dalam volume
besar, melalui angkutan kereta api, angkutan darat, angkutan laut maupun
angkutan udara.

I. Aktiviittas Ekspedisi Muatan Kereta Api dan Ekspedisi Angkutan Darat
(EMKA & EAD) (52292)
Mencakup usaha pengiriman dan atau pengepakan barang dalam volume
besar, baik yang diangkut melalui kereta api maupun alat-angkutan darat.

m. Aktivitas Ekspedisi Muatan Kapal (EMKL) (52293)
Mencakup usaha pengiriman dan atau pengepakan barang dalam
volumebesar, yang diangkut melalui angkutan laut.

6. Treatment dan Pembuangan Limbah Berbahaya (38220)

Mencakup usaha treatment dan pembuangan yang dikelola baik oleh pemerintah
dan swasta, seperti pembuangan dan treatment limbah padat atau limbah tidak
padat yang berbahaya serta limbah spesifik, mencakup bahan mudah meledak,
bahan mudah teroksidasi, bahan yang mudah terbakar, bahan beracun, iriittan,
karsinogenik, korosiif atau bahan yang dapat menyebabkan infeksi dan substansi
dan preparat lainnya yang berbahaya untuk kesehatan manusia dan lingkungan,
Kegiatannya adalah usaha pengoperasian fasilitas untuk pembuangan limbah
berbahaya dan sampah spesifik, treatment dan pembuangan binatang hidup atau
mati yang beracun dan limbah terkontaminasi lainnya, pembakaran limbah
berbahaya, treatmen, pembuangan dan penyimpanan limbah radioaktif, seperti
treatment dan pembuangan limbah radioaktif transisi, mencakup peluruhan pada
masa/periode pembuangan limbah dan pembungkusan, penyiapan dan treatment
lainnya terhadap limbah radioaktif.

Business Valuation Unit

79 Jakarta
Page 97 OCR 0.947
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN

Studi

Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

63.

631.

7. Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (68111)

Mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real estat
baik yang dimiliki sendiri maupun disewa, seperti bangunan apartemen, bangunan
tempat tinggal dan bangunan bukan tempat tinggal (seperti tempat pameran,
fasilitas penyimpanan pribadi, mall, pusat perbelanjaan dan lainnya) serta
penyediaan rumah dan flat atau apartemen dengan atau tanpa perabotan untuk
digunakan secara permanen, baik dalam bulanan atau tahunan. Termasuk kegiatan
penjualan tanah, pengembangan gedung untuk dioperasikan sendiri (untuk
penyewaan ruang-ruang di gedung tersebut), pembagian real estat menjadi tanah
kapling tanpa pengembangan lahan dan pengoperasian kawasan tempat tinggal
untuk rumah yang bisa dipindah-pindah.

8. Aktivitas Kantor Pusat (70100)

Mencakup pengawasan dan pengelolaan unit-unit perusahaan yang lain atau
enterprise, pengusahaan strategi atau perencanaan organisasi dan pembuatan
keputusan dari peraturan perusahaan atau enterprise. Unit-unit dalam kelompok
ini melakukan control operasi pelaksanaan dan mengelola operasi unit-unit yang
berhubungan. Kegiatan yang termasuk dalam kelompok ini antara lain kantor
pusat, kantor administrasi pusat, kantor yang berbadan hukum, kantor distrtik dan
kantor wilayah dan kantor manajemen cabang.

9. Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Rekayasa
Lainnya (72109)
Mencakup usaha penelitian dan pengembangan yang dilakukan secara teratur
(sistematik), yang diselenggarakan oleh swasta, berkaitan dengan teknologi
(sistematik), yang diselenggarakan oleh swasta, berkaitan dengan teknologi dan
rekayasa (engineering) lainnya.

10. Penelitian Pasar (73201)
Mencakup usaha penelitian potensi pasar, penerimaan produk di pasar, kebiasaan
dan tingkah laku konsumen, dalam kaitannya dengan promosi penjualan dan
pengembangan produk baru.

Entitas Anak
PT Citra Lautan Teduh (“CLT”)

Pada tahun 1994, didirikanlah PT Citra Lautan Teduh (“CLT”) di Batam. Proses akuisisi
saham CLT oleh WTON dilakukan secara bertahap, dimulai dengan 906 pada tanggal 12
September 2014, dan meningkat menjadi 99,506 pada tanggal 5 Desember 2014. Sebagai
entitas anak Perseroan, CLT berfokus pada kegiatan pabrikasi tiang pancang beton putar pra-
tekan, yang juga dikenal sebagai pre-tensioned centrifugal precast concrete piles. Produk ini
merupakan salah satu jenis material tiang pancang yang sering digunakan dalam konstruksi
pondasi alam (depth foundation) untuk berbagai jenis bangunan, termasuk gedung,
pelabuhan, jembatan. tangki minyak, dan struktur lainnya. Hingga akhir tahun 2022,
kepemilikan saham Perseroan atas CLT mencapai 99,5”4, sementara 0,5Y4 sisanya dimiliki
oleh Koperasi Karyawan Beton Makmur Wijaya.

Business Valuation Unit

80 Jakarta
Page 98 OCR 0.941
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Aktivitas Usaha

Performa positif CLT di tahun 2024 didukung oleh kebijakan dan langkah strategis sebagai
berikut:

Mencari informasi terkait pasar, menetapkan pricing strategy dan pengkinian informasi
terkait kapasitas produksi.

Memastikan fasilitas produksi dan lahan stockyard, konsisten terhadap mutu dan K3,
dan memastikan ketersediaan material.

Melakukan pengendalian atas biaya, selektif memilih mitra kerja, dan memitigasi
kemungkinan risiko.

Melakukan percepatan pencairan termin.

Memanfaatkan fasilitas kredit perbankan.

6.3.2.PT Wijaya Karya Komponen Beton (“WIKA BETON”)

Pada tahun 2012, Perseroan bersinergi dengan PT Komponindo Betonjaya (KOBE) untuk
membentuk PT Wijaya Karya Komponen Beton (“WIKA KOBE”). WIKA KOBE didirikan
sesuai dengan Anggaran Dasar yang berlaku guna mengantisipasi permintaan produk beton
dari berbagai proyek yang dibiayai oleh Pemerintah Jepang, termasuk proyek MRT di
Jakarta. Hingga akhir tahun 2023, WTON menguasai mayoritas saham WIKA KOBE, yaitu
sebanyak 51Y4o, sementara 49Y4 sisanya dimiliki oleh PT Komponindo Beton Jaya.

Aktivitas Usaha

Performa positif WIKA KOBE di tahun 2024 didukung oleh kebijakan dan langkah strategis
sebagai berikut:

Sinergi dengan Holding Company untuk perluasan pasar dalam rangka perolehan Omzet
Kontrak dan mendongkrak Omzet Penjualan,

Pengawalan terhadap proyek MRT Fase 2, untuk memastikan diperolehnya kontrak
proyek tunnel segment dan produk beton lainnya:

Pengelolaan cash flow yang penuh kehati-hatian dan fokus pada pengeluaran yang
memberikan nilai tambah:

Memastikan kapasitas produksi tercapai maksimal:

Menjaga konsistensi mutu pelaksanaan produksi beton pracetak maupun proyek
konstruksi,

Pemilihan mitra kerja atau sub kontraktor yang andaldan berpengalaman: dan
Melakukan strategic partner dengan Holding Company dan/ atau perusahaan lain untuk
memperkuat dan memperluas jaringan bisnis.

Business Valuation Unit
81 fakarta
Page 99 OCR 0.909
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

6.3.3. PT Wijaya Karya Krakatau Beton (“WIKA KRATON”)

Pada tahun 2013, WIKA Beton, PT Krakatau Engineering (bagian dari Krakatau Steel
Group) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk bekerjasama mendirikan joint venture yang
melahirkan PT Wijaya Karya Krakatau Beton (WIKA KRATON). Pada tanggal 12 April
2021, PT Krakatau Wajatama membeli saham PT Krakatau Engineering di WIKA KRATON
sebesar 30Yo, selanjutnya pada tanggal 1 September 2021 PT Krakatau Wajatama secara
resmi mengubah nama perusahaannya menjadi PT Krakatau Baja Konstruksi. Hingga akhir
tahun 2024, Perseroan menguasai 60,00” saham WIKA KRATON, sementara PT Krakatau
Baja Konstruksi memiliki 30,006 kepemilikan saham, dan WIKA memiliki 10,00Y6.

Aktivitas Usaha

Performa positif WIKA KRATON di tahun 2024 didukung oleh kebijakan dan langkah

strategis sebagai berikut:

#  WIKA KRATON berfokus pada trading atau penjualan produk dengan pencapaian laba
yang tinggi,

«  WIKA KRATON selektif memilih proyek dengan risiko yang rendah untuk menjaga
keseimbangan cash flow Perusahaan, dan

« WIKA KRATON menggalakkan program cost reduction di berbagai lini bisnis
Perusahaan,

6.3.4. PT Wijaya Karya Pracetak Gedung (“WPG”)

Pada tahun 2016, Perseroan menjalin kerja sama dengan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung
Tbk (“WEGE”) untuk mendirikan PT Wijaya Karya Pracetak Gedung (“WPG”) yang
berfokus pada industri, perdagangan, dan jasa pemasangan beton pracetak gedung,
komponen atau material gedung, perumahan, bangunan industri, dan pergudangan, baik di
dalam maupun di luar negeri, serta melakukan investasi.

Pada tahun 2022, Perseroan mengakuisisi saham WEGE sebesar 26 di WPG dengan nilai
pembelian sebesar Rp270 per saham dan jumlah saham sebanyak 10 juta lembar, senilai total
Rp2,7 miliar. Hingga akhir tahun 2024, Perseroan memiliki 51,00Yo saham WPG, sedangkan
WEGE memegang sisanya sebanyak 49.00Y4.

Aktivitas Usaha

Performa WPG di tahun 2024 didukung oleh kebijakan dan langkah strategis sebagai berikut:

# Melaksanakan project selection dan project execution.

#  Menargetkan berbagai proyek precast building dan precast industrial.

#  Menargetkan berbagai proyek design build, gedung perbankan, gedung pendidikan,
dan gedung kesehatan.

« Menerapkan sistem sentralisasi komersial dan keuangan.

# Menyelesaikan piutang proyek, menjaga cash flow dalam kondisi sehat, dan
memperkuat modal kerja yang diperoleh dari perbankan.

Business Valuation Unit
7
82 Jakarta
Page 100 OCR 0.949
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

64.

6.5.

Penambahan Kegiatan Usaha

Sebagai bentuk penyelarasan fokus bidang usaha utama (core business) di WIKA Group
termasuk anak perusahaan. WTON melakukan penghapusan Kegiatan Usaha Instalasi
Listrik Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dengan kode KBLI 43211
dalam RUPST Tahun Buku 2022 tanggal 09 Mei 2023 sebagaimana termuat dalam Akta
Anggaran No. 09 tanggal 08 Juni 2023.

Pelaksanaan kegiatan usaha WTON berupa penjualan tiang listrik beton termasuk beberapa
tender pengadaannya dipersyaratkan untuk memiliki Surat izin Usaha Jasa Penunjang
Tenaga Listrik (“SIUJPTL”), yang dapat diproses apabila WTON memiliki KBLI kode
43211.

Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan adanya penambahan KBLI kode 43211 yang
mencakup kegiatan pembangunan, pemasangan, pemeliharaan, pembangunan kembali
instalasi listrik pada pembangkit, transmisi, gardu induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu
daya, dan instalasi listrik pada bangunan gedung baik untuk hunian maupun non hunian,
seperti pemasangan jaringan listrik tegangan rendah. Termasuk kegiatan pemasangan dan
pemeliharaan instalasi listrik pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api, dan
lapangan udara, ke dalam pasal Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan.

Figur 41. Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha WTON

1. | Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik 43211
atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik

Sumber: Manajemen WTON
Adapun penjelasan secara rinci terkait KBLI penambahan usaha sebagai berikut:

# KBLI 43211 Instalasi Listrik: Kelompok ini mencakup kegiatan pembangunan,
pemasangan, pemeliharaan, pembangunan kembali instalasi listrik pada pembangkit,
transmisi, gardu induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu daya, dan instalasi listrik pada
bangunan gedung baik untuk hunian maupun non hunian, seperti pemasangan instalasi
jaringan listrik tegangan rendah. Termasuk kegiatan pemasangan dan pemeliharaan
instalasi listrik pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api dan lapangan udara.

Kemampuan Untuk Menciptakan nilai

Penambahan kegiatan usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas
Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik oleh WTON merupakan langkah strategis yang diyakini
akan memberikan nilai tambah signifikan secara operasional, finansial, maupun reputasi
perusahaan. Penambahan ini sejalan dengan arah diversifikasi usaha dan penguatan
portofolio infrastruktur WTON. Kemampuan WTON dalam menciptakan nilai dari kegiatan
usaha baru ini dapat dianalisis melalui beberapa perspektif berikut:

Business Valuation Unit

83 Jakarta
Page 101 OCR 0.947
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

1

ili.

Pemanfaatan Peluang Usaha Infrastruktur Energi

Penambahan kegiatan ini memungkinkan WTON masuk ke sektor energi, khususnya
dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dibutuhkan oleh sektor industri
dan properti.

Kegiatan pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik memiliki permintaan
yang stabil dan terus tumbuh, seiring dengan peningkatan pembangunan kawasan
industri, kawasan ekonomi khusus (KEK), dan proyek-proyek energi terbarukan.
Melalui proyek-proyek kelistrikan, WTON dapat menciptakan arus pendapatan baru
yang konsisten serta memaksimalkan utilisasi sumber daya teknis yang telah
dimiliki,

Pengelolaan Sumber Daya yang Efektif

Sumber Daya Manusia: WTON telah memiliki tenaga ahli internal dengan sertifikasi
K3 dan elektrikal, memungkinkan pengelolaan proyek tanpa harus sepenuhnya
mengandalkan pihak ketiga. Ini meningkatkan efisiensi dan kontrol kualitas.

Sistem Operasi: Skema kemitraan kerja untuk operator dan optimalisasi SDM
internal untuk posisi pengawas memberikan efisiensi biaya dan fleksibilitas tinggi
dalam pelaksanaan proyek.

Penggunaan Teknologi: Dukungan teknologi konstruksi dan sistem manajemen
proyek digital memungkinkan pelaksanaan pembangunan instalasi listrik yang
efisien dan tepat waktu.

Pengelolaan Risiko

Risiko Teknis dan Operasional: Dikelola dengan pengawasan proyek yang ketat,
penggunaan material yang sesuai standar kelistrikan nasional, dan uji kelayakan
instalasi yang menyeluruh.

Risiko Kepatuhan dan Legalitas: Dipastikan melalui pemenuhan regulasi teknis dari
Kementerian ESDM, SNI, serta sertifikasi dari tenaga kerja yang terlibat dalam
pemasangan instalasi listrik.

Risiko Pasar: Risiko permintaan diminimalkan dengan menjalin kerja sama strategis
dengan mitra industri dan BUMN. serta mengikuti tender proyek energi nasional,

Inovasi Model Bisnis

Model Kontrak Berbasis Kinerja: Peluang pengembangan kontrak berbasis
milestone dan hasil kerja memberikan fleksibilitas pembiayaan proyek dan
peningkatan profitabilitas.

Layanan Terintegrasi: Penawaran layanan yang mencakup pembangunan fisik,
instalasi, dan commissioning sistem tenaga listrik memungkinkan pelanggan
memperoleh solusi satu pintu (one-stop solution), yang meningkatkan daya tarik dan
diferensiasi layanan WTON.

Business Valuation Unit

84 fakarta
Page 102 OCR 0.941
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

6.6.

# Pengumpulan Data Proyek dan Analitik Kinerja: Memberi masukan untuk
peningkatan efisiensi proyek, serta penyesuaian strategi pemasaran dan operasional
berdasarkan data aktual.

Dengan melakukan penambahan kegiatan usaha ini, nilai tambah yang diperoleh oleh WTON
meliputi:

Diversifikasi Pendapatan dari sektor energi dan infrastruktur kelistrikan.

Penguatan portofolio proyek jangka menengah dan panjang.

Peningkatan utilisasi SDM dan fasilitas produksi, yang sebelumnya hanya difokuskan
pada sektor beton pracetak.

Peningkatan brand eguity sebagai perusahaan infrastruktur yang terintegrasi dan
mampu menangani proyek multibidang.

Keunggulan Kompetitif

WTON meyakini bahwa keunggulan kompetitif yang dimilikinya akan menjadi faktor
penentu dalam keberhasilan ekspansi usaha di bidang pembangunan dan pemasangan
instalasi tenaga listrik. Keunggulan-keunggulan ini memberikan pondasi kuat bagi WTON
untuk bersaing secara efektif di pasar ketenagalistrikan nasional. Berikut adalah keunggulan
kompetitif utama yang dimiliki oleh WTON:

Reputasi dan Pengalaman sebagai Pemain Kuat di Industri Beton Pracetak

WTON merupakan anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang telah lama
dikenal sebagai pemimpin di industri beton pracetak. Reputasi ini memberikan
kredibilitas tinggi dalam proyek infrastruktur nasional, termasuk proyek
ketenagalistrikan. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mendukung
integrasi vertikal menuju sektor instalasi listrik.

Ketersediaan Infrastruktur Produksi yang Strategis

WTON memiliki enam pabrik produk beton yang tersebar di berbagai wilayah strategis
di Indonesia, Infrastruktur ini memungkinkan efisiensi logistik dan pengiriman
komponen pendukung instalasi kelistrikan, serta mempercepat respons terhadap
kebutuhan proyek-proyek skala besar di berbagai daerah.

Kapasitas SDM yang Tersertifikasi dan Kompeten

WTON memiliki tenaga ahli internal yang tersertifikasi dalam bidang elektrikal dan K3
kelistrikan, seperti Kepala Seksi Produksi dan Ahli Muda Engineering. Kompetensi
teknis ini mendukung kemampuan internal WTON untuk langsung menangani proyek
instalasi listrik tanpa ketergantungan berlebih pada tenaga eksternal.

Model Operasional yang Efisien dan Adaptif

Alih-alih menambah pegawai tetap, WTON mengadopsi skema kemitraan kerja untuk
operator teknis, sementara tenaga pengawas diambil dari sumber daya internal. Model
ini memungkinkan efisiensi biaya dan fleksibilitas operasional, sambil tetap menjamin
kualitas pelaksanaan proyek melalui standar kualifikasi teknis yang ketat.

Business Valuation Unit
85 Jakarta
Page 103 OCR 0.951
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

6.7.

5. Sinergi dengan Proyek Pemerintah dan BUMN
Sebagai bagian dari grup WIKA, WTON memiliki keunggulan dalam menjalin kerja
sama strategis dengan proyek-proyek pemerintah dan BUMN, termasuk proyek
ketenagalistrikan yang seringkali melibatkan PLN dan kementerian terkait. Sinergi ini
membuka peluang pasar yang besar dan berkelanjutan.

6. Kemampuan Produksi Modular dan Adaptif terhadap Iklim Ekstrem
Dengan latar belakang kuat dalam manufaktur beton modular, WTON mampu
mengadopsi metode instalasi listrik yang cepat dan efisien, terutama dalam kondisi iklim
ekstrem atau medan sulit. Ini menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan proyek dengan
tenggat waktu ketat atau risiko lingkungan tinggi.

7. Komitmen terhadap Kualitas, K3, dan Regulasi Teknis
WTON menerapkan sistem guality control dan K3 yang ketat sesuai standar ISO, SNI,
dan regulasi ketenagalistrikan nasional. Komitmen terhadap keselamatan dan kualitas
kerja menjadi keunggulan penting dalam membangun kepercayaan klien dan menjaga
reputasi perusahaan.

8. Kemampuan Integrasi Rantai Pasokan Material dan Komponen Listrik
Dengan membangun kontrak jangka panjang dengan pemasok lokal dan mematuhi
kebijakan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), WTON memastikan ketersediaan
material dengan harga bersaing serta mendukung program pemerintah untuk industri
nasional.

9. Dukungan Keuangan dan Struktur Grup Usaha yang Kuat
Sebagai bagian dari WIKA Group, WTON memiliki dukungan finansial dan struktur
perusahaan yang solid, yang memungkinkannya mengakses skema pembiayaan proyek
berbasis milestone dan kerja sama dengan lembaga pembiayaan. Hal ini meningkatkan
kemampuan WTON dalam mengelola proyek-proyek instalasi listrik berskala besar.

Analisis Industri

Industri pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik yang akan dimasuki oleh PT
Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) memiliki prospek yang sangat menjanjikan, baik dari
aspck teknis maupun ekonomis. Secara teknis, keberhasilan usaha ini sangat bergantung pada
tersedianya tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi di bidang kelistrikan, kepatuhan
terhadap standar keselamatan dan regulasi dari Kementerian ESDM dan PLN, serta
kemampuan rekayasa teknis dan manajemen proyek yang telah menjadi keunggulan WTON
dalam sektor konstruksi nasional. Penggunaan teknologi modern seperti Building
Information Modeling (BIM) dan Internet of Things (IoT) juga akan meningkatkan efisiensi
dan kualitas instalasi tenaga listrik yang dibangun.

Dari sisi ekonomi, peluang pasar sangat besar seiring dengan meningkatnya permintaan
instalasi kelistrikan dari sektor industri, properti, kawasan ekonomi khusus, dan proyek
energi baru terbarukan (EBT). Pemerintah Indonesia yang sedang gencar memperluas
elektrifikasi dan mendorong pemanfaatan energi hijau turut menciptakan potensi proyek
bernilai tinggi yang bisa digarap oleh WTON. Selain itu, posisi strategis WTON sebagai anak

Business Valuation Unit

86 Jakarta
Page 104 OCR 0.949
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

6.8.

usaha BUMN membuka peluang kemitraan jangka panjang dalam proyek infrastruktur
kelistrikan nasional.

Meski demikian, tingkat persaingan di industri ini cukup tinggi, yang menuntut WTON untuk
terus meningkatkan kapabilitas teknis, memperluas portofolio layanan menjadi solusi end-
to-end dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang terus berkembang. Dengan strategi
yang tepat, penambahan kegiatan usaha ini tidak hanya memperluas lini bisnis WTON, tetapi
juga memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi konstruksi dan kelistrikan yang
terintegrasi di Indonesia.

Analisis Risiko

Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, penambahan kegiatan
usaha yang akan dilaksanakan oleh WTON di bidang Pembangunan dan Pemasangan
Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik tidak terlepas dari risiko
usaha yang disebabkan oleh berbagai faktor yang akhirnya dapat mempengaruhi tingkat
pertumbuhan dan kesehatan bisnis, Risiko-risiko tersebut antara lain:

# Risiko Ketidaksesuaian Regulasi: Kegiatan pembangunan dan pemasangan instalasi

listrik harus mematuhi regulasi teknis dan keselamatan yang ketat dari Kementerian
ESDM, PUPR, dan lembaga standar nasional seperti SNI. Ketidaksesuaian dapat
menyebabkan proyek dihentikan atau dikenai sanksi.
Kegiatan operasi industri beton pracetak melibatkan penggunaan air, pembuangan
limbah dan pembuangan emisi lain yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan.
Meskipun sampai pada saat ini belum terdapat peraturan khusus untuk kegiatan usaha
Perseroan, tidak menutup kemungkinan di kemudian hari akan terdapat kebijakan dan
peraturan baru dari Permerintah atau pihak berwenang lainnya dalam mengatur kegiatan
usaha Perseroan. Kebijakan baru ini dapat mempengaruhi kegiatan operasional
Perseroan karena kegiatan usaha Perseroan dapat dihentikan apabila terdapat bukti
kegagalan Perseroan dalam memenuhi peraturan dan kinerja keuangan Perseroan karena
terdapat biaya yang cukup besar untuk memperoleh kegiatan usaha.

# Risiko Perizinan dan Legalitas: Proses perizinan usaha instalasi tenaga listrik melibatkan
prosedur yang kompleks dan waktu yang panjang. Keterlambatan atau kegagalan
memperoleh izin dapat menghambat pelaksanaan proyek dan menimbulkan kerugian
investasi awal.

# Risiko Kekurangan Tenaga Ahli: Pekerjaan kelistrikan memerlukan teknisi bersertifikat
dan berpengalaman. Ketersediaan SDM dengan kompetensi kelistrikan (khususnya
untuk tegangan menengah dan tinggi) menjadi tantangan tersendiri.

« Risiko Kegagalan Teknis: Kesalahan desain, pemasangan, atau pemilihan komponen
dapat menyebabkan gangguan operasional atau kecelakaan serius, yang berdampak
hukum dan reputasi terhadap perusahaan.

#« Risiko Keamanan dan Keselamatan Kerja: Proyek kelistrikan berisiko tinggi terhadap
kecelakaan kerja dan kerusakan peralatan. Kegagalan menerapkan sistem K3 secara
menyeluruh akan meningkatkan potensi kerugian dan tuntutan hukum.

Business Valuation Unit

87 Jakarta
Page 105 OCR 0.952
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

6.9.

Risiko Finansial: Investasi awal untuk pengadaan peralatan, pelatihan SDM, dan
pengembangan sistem kerja kelistrikan cukup besar. Jika proyek gagal atau pasar tidak
berkembang sesuai harapan, risiko kerugian modal meningkat.

Risiko Reputasi: Keterlibatan dalam proyek kelistrikan yang bermasalah, seperti
kegagalan pasokan, pemadaman akibat instalasi rusak, atau pelanggaran aturan
keselamatan, dapat merusak citra WTON sebagai perusahaan konstruksi nasional.
Risiko Persaingan Usaha: Industri kelistrikan telah dihuni oleh pemain lama dengan
pengalaman dan sertifikasi lengkap. WTON sebagai pendatang baru harus bersaing
dalam harga, kualitas, dan kecepatan tanpa pengalaman panjang di bidang tersebut.
Risiko Rantai Pasok: Keterlambatan pengadaan komponen listrik (misal: trafo, kabel
khusus, peralatan proteksi) dapat menghambat proyek secara keseluruhan, terlebih jika
terjadi gangguan global (seperti krisis logistik atau geopolitik).

Risiko Ketergantungan pada Proyek Pemerintah: Sebagian besar proyek listrik skala
besar bergantung pada belanja pemerintah (melalui PLN). Ketergantungan tinggi pada
anggaran negara dan kebijakan PLN menjadi faktor risiko tersendiri jika terjadi
pemangkasan atau penundaan proyek.

Risiko Iklim Ekstrem dan Musiman: Aktivitas konstruksi dan instalasi tenaga listrik
sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Curah hujan tinggi, banjir, badai, dan musim
penghujan berkepanjangan dapat menghambat jadwal kerja, meningkatkan biaya proyek,
serta menurunkan produktivitas di lapangan.

Risiko Bencana Alam: Indonesia merupakan wilayah rawan bencana alam seperti gempa
bumi, tanah longsor, letusan gunung berapi, dan tsunami. Instalasi listrik yang dibangun
di wilayah berisiko tinggi dapat rusak atau hancur akibat bencana ini, menimbulkan
kerugian aset, gangguan layanan, dan tanggung jawab pemulihan. Selain itu, konstruksi
di wilayah rawan bencana memerlukan biaya tambahan untuk desain tahan bencana.
Risiko Perubahan Iklim Jangka Panjang: Perubahan iklim dapat berdampak pada
kestabilan pasokan listrik, terutama untuk proyek-proyek yang terhubung ke sumber
energi terbarukan (misalnya: tenaga surya dan angin). Fluktuasi suhu dan cuaca ekstrem
jangka panjang juga bisa mempercepat kerusakan fisik pada infrastruktur listrik yang
dibangun.

Analisis SWOT

Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang
bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi
dianalisis supaya dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai
daya saing. Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and
weakness) sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity and
Ihreat).

Strategi penambahan kegiatan usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik
atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik dilakukan dengan membuat SWOT matriks. SWOT
matriks ini dibangun berdasarkan faktor-faktor strategi, baik internal (kekuatan dan

Business Valuation Unit

88 Jakarta
Page 106 OCR 0.941
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

kelemahan) maupun eksternal (peluang dan ancaman). Berdasarkan matriks posisi analisis
SWOT yang ada maka dapat disusun 4 (empat) strategi utama, yaitu Strengths —
Opportunities (S — O), Weakness — Opportunity (W — O), Stregth — Threat (S — T), dan

Weaknes — Threat (W — T).

42. Analisis SWOT

Faktor Internal
Faktor Eksternal

Peluang / Opportunity
# Peningkatan proyek EBT
(Energi Baru Terbarukan)
dan elektrifikasi nasional

# Permintaan meningkat
terhadap EPC (Engineering,
Procurement, Construction)
terintegrasi

» Potensi sinergi dalam
proyek infrastruktur besar
(jalan tol, pabrik,
Pelabuhan)

# Akses terhadap tender
proyek pemerintah dan
BUMN melalui grup usaha

Ancaman / Threat

# Persaingan ketat dari
perusahaan spesialis
instalasi Listrik

» Regulasi ketat dari ESDM
dan PLN terkait instalasi
dan keselamatan Listrik

# Fluktuasi harga komponen
listrik dan risiko pasokan
bahan material

» Ketergantungan pada
proyek jangka panjang
dengan pembayaran yang
cenderung tertunda

Reputasi dan
pengalaman kuat dalam
industri konstruksi
nasional

Jaringan proyek yang
luas di sektor
infrastruktur dan BUMN
Dukungan dari induk
usaha (Wijaya Karya
Group) dalam aspek
finansial dan operasional
Kemampuan manajerial
dan logistik proyek
berskala besar

Strategi (“SO”)
Melakukan pemanfaatan
reputasi dan jaringan
proyek WTON untuk
memasuki proyek-proyek
EPC dan energi
terbarukan.
Menggunakan dukungan
dari WIKA Group untuk
penetrasi ke proyek
kelistrikan nasional dan
BUMN.

Strategi (“ST”)

Menggunakan
kemampuan logistik dan
manajemen proyek besar
untuk mengungguli
pesaing dalam hal
efisiensi dan skala.
Mengoptimalkan reputasi
dan sistem manajemen
mutu WTON untuk
memenuhi standar tinggi
regulasi kelistrikan.

Butuh investasi modal dan
SDM bersertifikasi
kelistrikan

Potensi konflik fokus
antara bisnis inti beton
pracetak dan usaha baru
Risiko adaptasi terhadap
regulasi teknis ketat di
sektor tenaga listrik

Strategi (“WO”)
Melakukan perekrutan
tenaga ahli listrik
bersertifikasi dan bangun
tim kelistrikan internal.
Mitra strategis dengan
perusahaan spesialis untuk
alih teknologi dan
percepatan learning curve.

Memulai proyek
kelistrikan dari skala
kecil-menengah sebagai
uji coba pasar dan
minimalkan risiko awal.
Membangun sistem
pemantauan risiko dan
compliance sejak awal
untuk menghindari
pelanggaran
regulasi.meningkatkan
kapasitas operasional.

89

Business Valuation Unit
Jakarta
Page 107 OCR 0.954
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

6.10. Kesimpulan

Sebagai bagian dari penyelarasan arah strategis WIKA Group, PT Wijaya Karya Beton Tbk
(WTON) menambahkan kegiatan usaha baru berdasarkan KBLI 43211 -— Instalasi Listrik,
yang sebelumnya sempat dihapus dari Anggaran Dasar. Kegiatan ini meliputi pembangunan,
pemasangan, dan pemeliharaan instalasi listrik untuk pembangkit, jaringan transmisi dan
distribusi, serta sistem kelistrikan di berbagai infrastruktur seperti jalan, kereta api, dan
lapangan udara. Penambahan ini dimaksudkan untuk memperkuat daya saing perusahaan
dalam mengikuti tender proyek kelistrikan, terutama melalui kepemilikan izin usaha jasa
penunjang tenaga listrik (SIUJPTL).

Kegiatan usaha baru ini dinilai dapat menciptakan nilai tambah bagi WTON, baik secara
operasional, keuangan, maupun reputasi. Dari sisi operasional, WTON memiliki peluang
besar untuk terlibat dalam proyek-proyek strategis di sektor energi dan kelistrikan, termasuk
energi baru dan terbarukan (EBT), kawasan industri, serta kawasan ekonomi khusus. Secara
internal, WTON juga memiliki SDM bersertifikasi di bidang K3 dan elektrikal, serta sistem
operasi yang efisien melalui penggunaan teknologi dan pola kemitraan kerja. Dari sisi
manajemen risiko, WTON telah mengantisipasi potensi risiko teknis, legal, dan pasar melalui
pemenuhan standar nasional, sertifikasi teknis, serta kerja sama dengan mitra strategis.
Inovasi layanan berbasis EPC (Engineering, Procurement, Construction) dan model bisnis
kontrak berbasis kinerja juga menjadi kunci untuk memberikan solusi terintegrasi bagi
pelanggan.

Keunggulan kompetitif WTON dalam mendukung kegiatan baru ini mencakup reputasi kuat
di industri konstruksi nasional, jaringan logistik melalui enam pabrik beton strategis, tenaga
kerja tersertifikasi, serta sinergi dengan proyek-proyek BUMN dan pemerintah. Kemampuan
produksi modular dan kepatuhan terhadap standar seperti ISO dan SNI juga memperkuat
posisi WTON dalam bersaing di sektor kelistrikan. Selain itu, efisiensi rantai pasok dan
dukungan dari induk usaha WIKA Group memberikan kestabilan finansial yang mendukung
ekspansi usaha.

Dari sisi industri, sektor instalasi listrik menunjukkan prospek yang cerah seiring
meningkatnya proyek elektrifikasi nasional dan pengembangan EBT. Pemanfaatan teknologi
seperti BIM dan IoT juga mendorong efisiensi dan integrasi layanan. Namun demikian,
tantangan tetap ada, seperti persaingan ketat, tuntutan inovasi, serta regulasi yang kompleks
dan ketat.

WTON juga telah mengidentifikasi risiko-risiko usaha, baik dari aspek operasional, regulasi,
persaingan, keuangan, hingga faktor eksternal seperti bencana alam dan kondisi sosial. Untuk
menghadapi ini, perusahaan mengembangkan strategi mitigasi risiko serta adaptasi teknologi
dan SDM yang berkelanjutan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa WTON memiliki
kekuatan dalam reputasi, jaringan proyek, dan dukungan induk usaha. Peluang besar di sektor
EBT dan infrastruktur kelistrikan dapat dimanfaatkan melalui strategi SO dan WO,
sementara tantangan eksternal ditangani melalui pendekatan ST dan WT, termasuk
penguatan manajemen risiko dan pengembangan SDM yang kompeten.

Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen WTON dilihat
dari segmen usaha, kemampuan untuk mencipatan nilai serta keunggulan kompetitif dan

Business Valuation Unit

90 Jakarta
Page 108 OCR 0.902
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

melihat analisis industri, risiko dan analisis SWOT dalam rencana penambahan kegiatan
usaha, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pola bisnis Layak.

Business Valuation Unit
» Jukartu
Page 109 OCR 0.950
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

7.

T

12.

ASPEK MODEL MANAJEMEN
Model Manajemen

Sistem organisasi dan manajemen yang efektif sangat penting untuk mendukung terciptanya
perusahaan yang teratur dalam pengendalian internal, sehingga dapat membangun
perusahaan yang solid dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Struktur organisasi dan
manajemen yang baik berkaitan erat dengan koordinasi kerja yang terorganisir dan terarah.

Setiap organisasi memerlukan pembagian tugas yang jelas, disesuaikan dengan bagan
organisasi, delegasi wewenang yang tegas, serta koordinasi yang terintegrasi. Penempatan
tenaga kerja yang tepat sesuai dengan pengalaman, keahlian, dan keterampilan mereka
menjadi faktor kunci dalam implementasi kebijakan perusahaan. Hal ini akan mempermudah
proses delegasi tugas antara unit yang ada, yang pada gilirannya akan memperlancar kinerja
perusahaan. Oleh karena itu, struktur organisasi perusahaan harus dijadikan pedoman dalam
menjalankan operasionalnya.

Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

Seiring dengan rencana penambahan kegiatan usaha dalam sektor instalasi listrik dan
optimalisasi produksi tiang beton, WTON melakukan penyesuaian organisasi untuk
menjawab kebutuhan operasional yang semakin kompleks di & lokasi pabrik. Dalam
pelaksanaannya, WTON memerlukan 24 orang pengawas (4 orang untuk 2 jalur produksi di
setiap pabrik) dan 318 orang operator (53 orang per lokasi pabrik untuk 2 jalur produksi).
Dari jumlah tersebut, WTON akan memanfaatkan tenaga pengawas dari sumber daya internal
yang telah ada, sedangkan kebutuhan operator akan dipenuhi melalui skema kemitraan kerja
sesuai standar kualifikasi teknis yang telah ditetapkan.

WTON telah memiliki kapasitas manajerial yang mumpuni untuk mendukung ekspansi usaha
ini. Hal ini tercermin dari ketersediaan tenaga ahli internal yang telah berpengalaman dan
tersertifikasi di bidang elektrikal konstruksi dan keselamatan kerja (K3) listrik. Beberapa di
antaranya termasuk Safriadi (Kepala Seksi Produksi), Irwan Setiawan (Ahli Madya
Pengendalian), dan Heru Permana (Ahli Muda Engineering-Peralatan), yang telah lama
menangani aspek teknis dan produksi di bidang beton pracetak,

Selain itu, dukungan penuh dari jajaran profesional di bidang K3 listrik seperti Mohamad
Suliswanto (Kepala Seksi Peralatan), Angga Putra Pratama dan Muhammad Faris Sirojul
Munir (Asisten Kepala Seksi Peralatan), memastikan bahwa proses produksi dapat berjalan
dengan aman dan sesuai regulasi ketenagalistrikan yang berlaku.

WTON tidak melakukan penambahan pegawai tetap dalam waktu dekat, melainkan
mengoptimalkan tenaga ahli internal yang telah terlatih serta membangun kemitraan dengan
pihak ketiga untuk memenuhi kebutuhan operator teknis. Strategi ini diyakini efektif dalam
menjaga efisiensi operasional tanpa mengurangi kualitas dan ketepatan dalam pelaksanaan
penambahan kegiatan usaha.

Business Valuation Unit
92 Jakarta
Page 110 OCR 0.945
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

13.

Manajemen WTON meyakini bahwa struktur organisasi yang ada, didukung oleh kapasitas
teknis dan pengalaman SDM internal, telah cukup siap dan mampu menjalankan rencana
ekspansi usaha ini secara optimal dan berkelanjutan.

Manajemen Risiko

Seperti halnya dengan ekspansi usaha yang dilakukan oleh berbagai perusahaan,
penambahan kegiatan usaha WTON dalam bidang pembangunan dan pemasangan instalasi
tenaga listrik juga menghadapi berbagai risiko. Risiko tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor
eksternal maupun internal. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi dampak
risiko tersebut. WTON telah melakukan identifikasi dan analisis terhadap potensi risiko yang
mungkin muncul beserta dampaknya. Berikut adalah risiko yang telah diidentifikasi
berdasarkan analisis risiko yang telah dijelaskan dalam aspek pola bisnis beserta strategi
mitigasi yang diterapkan, yaitu sebagai berikut:

Ra 43. Manajemen Risiko

Rekrut tenaga ahli, kerja sama

1. | Risiko Kekurangan Tenaga Ahli dengan mitra berpengalaman,
pelatihan internal

Konsultasi hukum dan kepatuhan,
Risiko Perizinan dan Regulasi membentuk unit legal khusus proyek
listrik

Diversifikasi proyek ke sektor
swasta, ekspansi ke proyek BUMD
dan swasta nasional

Penguatan nilai tambah: efisiensi,
4. | Risiko Persaingan Pasar harga kompetitif, lokasi pabrik
strategis, layanan pascapenjualan
Pengelolaan arus kas ketat,
pembiayaan proyek berbasis
milestone, kerja sama dengan
lembaga pembiayaan

Sistem guality control dan safety

6. | Risiko Reputasi Perusahaan ketat, manajemen komunikasi krisis,
laporan transparan kepada publik
Kontrak jangka panjang dengan

7. | Risiko Pasokan Material dan Komponen Listrik | pemasok, penggunaan komponen
dalam negeri sesuai TKDN

SOP K3 wajib, pelatihan

8. | Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja keselamatan rutin, audit berkala,
asuransi tenaga kerja

Uji coba sistem, sertifikasi ISO dan
10. | Risiko Kualitas dan Kegagalan Teknis SNI, pengawasan ketat selama
pemasangan

Penjadwalan proyek fleksibel, buffer
11. | Risiko Gangguan Proyek karena iklim ekstrim waktu, teknologi modular untuk
instalasi cepat

»

3 Ketergantungan pada PLN atau Proyek
“| Pemerintah

S. | Risiko Finansial dan Modal Kerja

Business Valuation Unit

93 Jakarta
Page 111 OCR 0.932
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

TA.

Ie.

tigasi

Risiko Bentana Alam (Gempa Longsor Studi geoteknik dan risiko alam awal,
12. £ ng desain tahan bencana, asuransi
Tsunami, Gunung Api)
proyek
Evaluasi teknologi ramah iklim,
13. | Risiko Perubahan Iklim sistem pemantauan berkelanjutan,
adaptasi desain

Sumber Daya Manusia

Salah satu faktor kunci yang sangat menentukan keberhasilan dalam pengelolaan perusahaan
adalah peran penting yang dimainkan oleh sumber daya manusia yang menangani berbagai
aspek operasional. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya manajemen yang profesional
dan terampil dalam setiap fungsi operasional perusahaan, agar semua kegiatan dapat berjalan
secara efisien dan efektif. Manajemen yang baik akan memastikan koordinasi yang optimal
antara berbagai divisi dan departemen, serta mampu mengelola sumber daya dengan baik
untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat meminimalkan
kesalahan, meningkatkan produktivitas, dan menghadapi tantangan dengan lebih baik.

Untuk mendukung hal tersebut, struktur organisasi perusahaan disusun dalam bentuk struktur
organisasi fungsional, yang memungkinkan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas
di setiap fungsi operasional. Struktur ini juga memudahkan pengawasan dan pengendalian,
serta menciptakan jalur komunikasi yang lebih terarah dan efisien. Berdasarkan informasi
manajemen WTON, WTON tidak melakukan recruitment atau tambahan tenaga kerja pada
rencana kegiatan penambahan usaha ini, melainkan WTON akan memanfaatkan tenaga
pengawas dari sumber daya internal yang telah ada, sedangkan kebutuhan operator akan
dipenuhi melalui skema kemitraan kerja sesuai standar kualifikasi teknis yang telah
ditetapkan.

Figur 44. Komposisi Jumlah Karyawan WTON Sebelum dan Sesudah Penambahan Kegiatan
Usaha

Rencana tambahan ten.

kerja penambahan kegiatan usaha
(orang) (orang) (orang)

24 #9 ahli - 24 49 ahli

Sumber: Manajemen WTON

Komposisi Karyawan WTON
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen WTON, hingga 31 Desember 2024,

jumlah karyawan yang tercatat sebanyak 982 orang. Berikut adalah rincian distribusi
karyawan berdasarkan jenjang jabatan, tingkat pendidikan, usia, dan lokasi penempatan:

Bi 45. Jumlah Se Berdasarkan Pa Jabatan

Asosiasi 3
'Anak Perusahaan 30
Unit Operasi 69

Business Valuation Unit

4 Jukartu
Page 112 OCR 0.929
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

7.6.

Wilayah Penjualan 147

Kantor Pusat 165
Pabrik Produk Beton 568

Sumber: Manajemen WTON

Figur 46. Jumlah awan Berdasarkan Tingkatan Pendidikan

Doktor (S3) - -
Magister (S2) 10 52
Sarjana (S1) 176 236
Diploma (D3/D4) 53 6
SMA 437 -
SMA 12 -

Jun

ah
Sumber: Manajemen WTON

cab 47. Jumlah Setda Berdasarkan Generasi

688 294

Baby Boomers : 1946 — 1964 0

Gen X 274
Milenial 695
Gen Z 13

Sumber: Manajemen WTON

Sumber: Manajemen WTON

Kesimpulan

Dengan mempertimbangkan aspek model manajemen yang diterapkan, berdasarkan kajian
dan data yang tersedia, penambahan kegiatan usaha di bidang pembangunan dan pemasangan
instalasi tenaga listrik oleh WTON dinilai layak secara aspek manajerial dan organisasi.
Struktur organisasi yang telah terbangun secara fungsional memungkinkan pembagian tugas
yang jelas dan sistem pengawasan yang efisien, sehingga menciptakan koordinasi kerja yang
terarah dalam menjalankan operasional yang kompleks, terutama di enam lokasi pabrik yang
tersebar.

WTON tidak melakukan penambahan tenaga kerja tetap dalam waktu dekat, melainkan
mengoptimalkan sumber daya internal khususnya tenaga pengawas yang telah
berpengalaman dan tersertifikasi di bidang elektrikal dan keselamatan kerja (K3) listrik. Hal
ini menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan tenaga kerja tanpa mengorbankan kualitas
pelaksanaan proyek. Sementara itu, kebutuhan operator akan dipenuhi melalui skema

Business Valuation Unit

95 Jakarta
Page 113 OCR 0.956
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

kemitraan kerja. dengan tetap menjaga standar teknis dan kualifikasi yang tinggi. Pendekatan
ini menunjukkan bahwa manajemen telah mengantisipasi kebutuhan kapasitas produksi dan
teknis secara realistis dan adaptif.

Manajemen WTON juga didukung oleh tim ahli yang kompeten, seperti Kepala Seksi
Produksi, Ahli Madya Pengendalian, hingga tenaga profesional di bidang K3 listrik, yang
menjamin kualitas dan keamanan dalam pelaksanaan instalasi. Risiko-risiko yang muncul
dari ekspansi ini, baik dari sisi operasional, perizinan, pasar, finansial, maupun reputasi, telah
diidentifikasi secara menyeluruh oleh manajemen. Berbagai strategi mitigasi telah disusun,
termasuk sistem pengendalian mutu dan keselamatan kerja, konsultasi regulasi ketat, serta
manajemen komunikasi publik. Penyesuaian juga dilakukan untuk mengantisipasi risiko
akibat perubahan iklim dan bencana alam, yang memperkuat kesiapan manajerial dalam
menghadapi ketidakpastian eksternal.

Berdasarkan hal-hal tersebut, model manajemen yang dimiliki WTON dinilai mampu
mengakomodasi ekspansi usaha ini secara efisien, aman, dan berkelanjutan. Dengan struktur
organisasi yang solid, tenaga ahli internal yang kompeten, dan strategi mitigasi risiko yang
telah dirumuskan, rencana penambahan kegiatan usaha ini dinilai layak dari aspek model
manajemen.

Business Valuation Unit

96 Jakarta
Page 114 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

8.1.

8.2.

ANALISIS ASPEK KEUANGAN
Rencana WTON

Sebagai bentuk penyelarasan fokus bidang usaha utama (core business) di WIKA Group
termasuk anak perusahaan. WTON melakukan penghapusan Kegiatan Usaha Instalasi Listrik
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dengan kode KBLI 43211 dalam
RUPST Tahun Buku 2022 tanggal 09 Mei 2023 sebagaimana termuat dalam Akta Anggaran
No. 09 tanggal 08 Juni 2023.

Pelaksanaan kegiatan usaha WTON berupa penjualan tiang listrik beton termasuk beberapa
tender pengadaannya dipersyaratkan untuk memiliki Surat izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga
Listrik (“SIUJPTL”), yang dapat diproses apabila WTON memiliki KBLI kode 43211.

Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan adanya penambahan KBLI kode 43211 yang
mencakup kegiatan pembangunan, pemasangan, pemeliharaan, pembangunan kembali
instalasi listrik pada pembangkit, transmisi, gardu induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu
daya, dan instalasi listrik pada bangunan gedung baik untuk hunian maupun non hunian,
seperti pemasangan jaringan listrik tegangan rendah. Termasuk kegiatan pemasangan dan
pemeliharaan instalasi listrik pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api, dan
lapangan udara, ke dalam pasal Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan.

Rencana Biaya Investasi

Berkaitan dengan penambahan kegiatan usaha, WTON secara garis besar rencana Anggaran
Biaya Penambahan Kegiatan Usaha yang dibutuhkan oleh WTON dapat disajikan sebagai
berikut:

Uratan Jumlah Satuan Biaya Total
(Rp) (Rp)
Bangunan
1 | Bangunan Pabrik 6 4.901.400.000 29.408.400.000
2 | Ruang Workshop 6 624.339.960 3.746.039.760
Prasarana -
1 | Pondasi dan Dudukan Mesin/Alat 6 1.117.944.056 6.707.664.336
2 | Bak Uap 6 247.381.677 1.484.290.062
3 | Bak Limbah 6 836.937.608 5.021.625.648
4 | Ruang & Instalasi Genset 6 336.921.554 2.021.529.324
S | Jembatan Timbang 6 162.645.519 975.873.114
Peralatan -
| | Peratalatan Produksi 6 7.638.400.000 45.830.400.000
2 | Peralatan Penunjang Produksi 6 448.400.000 2.690.400.000
& | Peralatas.Lahoratdnn, Bengukirsa 6 367.117.904 2.202.707.424
dan Pengujian
4 | Cetakan 540 72.662.830 39.237.928.200
Total Investasi 139.326.857.868

Sumber: Manajemen WTON

Business Valuation Unit

97 Jakarta
Page 115 OCR 0.787
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

8.3.

Total biaya investasi untuk penggadaan aset sebesar Rp139.326.857.868.- (Seratus Tiga
Puluh Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh
Ribu Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah) di 6 (enam) lokasi pabrik yang bersumber
dari kas dan setara kas Perseroan. Keseluruhan pembuatan jalur produksi dan penggadaan

prasarana serta peralatan merupakan peralatan yang sudah dimiliki oleh WTON.

Asumsi — asumsi Proyeksi Keuangan

Asumsi — asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan sebelum dan setelah
penambahan kegiatan usaha adalah upaya pengembangan bisnis WTON. Proyeksi disusun
selama 6 tahun dengan asumsi sebagai berikut:

giatan Usaha

2025 2026 2027 2028 2029 2030

Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi ' Proyeksi Proyeksi
Inflasi 3 Ya 3Yo 3Yo 39 3Yo 3ya
Su tahun | 4 soga71 | 5.612.908 | 6268043 | 7.001.273 | 7828257 | 050.721
Penagihan tahun lalu 600.000 | 740.844 | 1.122.582 | 1.253.789 | 1.418.255 | 1.565.651
Pertumbuhan
Pendapatan Sebelum 2,3Ya 34,40 11,7Ya 13,1 Yo 10,4 3,0Ya
Transaksi
HPP 90,7Yo 90,8Ya 90,640 90,6Ya 90.5Ya 90,4Ya
Pertambahat: Riaya t306 | a04 5.5 5.5”, Sta 3.096
Usaha
Beban Penyisihan
Piutang (YoPiutang 1,93Yo 14,405 6,66Ya 8,624 7,88Yo 8,100
Usaha)
Perputaran Pisang 69 38 38 30 30 29
Usaha
Hutang Usaha 6 85 79 72 69 61
Asumsi Incremental
Penambahan
Sasaran TI 295.141 364.510 | 377.268 | 390.473 406.092 | 422.335
Sasaran LKB 70.834 87.482 90.544 93.714 97.462 101.360
Produktivitas 48,599 65,33Ya 72,96Ya 82,54Yo 91 Ya 93,81Y0
Inefisensi 07203)| “2795)| (41456) | (10.128) (9.174) (8.911)
Tambahan
Inefisiensi Jika (957) (657) (547) (444) (380) (373)
Tidak Terpenuhi

Sumber: Manajemen WTON

98

Business Valuation Unit
Jakarta

Page 116 OCR 0.761
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur S1. Asumsi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

Inflasi 396 396 396 396 394 3
Periggaban tahiin 4.862.917 | 5.916.667 | 6.583.333 | 7.416.667 | 8.166.067 | 8.411.667

berjalan

Penagihan tahun lalu | 600.000 | 1.051.628 | 1.183.333 | 1.316.667 | 1283333 | 11633333
Pertumbuhan

Pendapatan Sebelum 23 | saga | nm asal tol 3001
Transaksi

HPp on | oi Toon! Toon Sasa SE
Ha ana Biaya tan | 4.504 5.5Y4 5,596 say 3.045
Beban Penyisihan

Piutang (O4Piutang Lo2| seal 2756| 3aa| 3220| 33204
Usaha)

Perputaran Piutang

Usaha 123 93 87 74 70 68
Hutang Usaha 199 145 132 117 109 08

Asumsi Ineremental | 595 141 | 364510| 377268| 390473 | 406002 | 422335

Penambahan
Sasaran TI 70.834 87.482 90.544 93.714 97.462 101.360
Sasaran LKB
Produktivitas 51,45Yo 68.86Y0 16,62Yo 86,32Yo 95,05Ya 97.90Yo
Inefisensi (16.246) | (12.139) | (10.909) (9.684) (8.794) (8.538)

Sumber: Manajemen WTON

Dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini akan mengakibatkan perubahan terhadap
keuangan WTON. Jangka waktu proyeksi keuangan sampai dengan tahun 2030 atau masa
waktu proyeksi eksplisit selama 6 tahun dengan pertimbangan bahwa manajemen WTON
telah menyusun rencana bisnis selama 6 tahun kedepan dengan asumsi bahwa tahun tersebut
perusahaan dalam kondisi stable growth sehingga untuk mencerminkan going concern bisnis
WTON diterapkan terminal value dengan menggunakan metode kapitalisasi
pendapatan/gordon model. Berkaitan dengan analisis ketercapaian proyeksi keuangan,
Penilai telah melakukan diskusi dengan manajemen WTON bahwa proyeksi yang digunakan
telah wajar dan tidak dilakukan penyesuaian oleh Penilai,

Business Valuation Unit

99 Jakarta
Page 117 OCR 0.897
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

8.4. Proyeksi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
8.4.1. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan WTON adalah sebagai berikut:

i Keuang

Aset 7.031.436 | 6.760.574 | 6.950.322 | 7.065.835 | 7.331.589 | 7.376.136
Liabilitas 3.322.892 | 2.985.718 | 3.026.124 | 2.942.470 | 2.953.439 | 2.734.901
Ekuitas 3.708.544 | 3.774.855 | 3.924.198 | 4.123.365 | 4.378.150 | 4.641.235

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

Figur 53. Proyeksi Posisi Keuangan WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Posisi Keuangan WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

1026 2027 2029

8.000.000

7.000.000
6:000.000
5.000.000
4.000.000
3.000.000
2.000.000
1.000.000

2025 2029 2030

mAset 7031436 6160574 6950322 7.065.835 7331589 7376136
#Lisbilitas 3322800 2985718 3.026.124 2042470 2.953439 2734901
2 Eksitas 3.708.544 3.174.855 3.924.198 4123365 4.378.150 4.641235

MAset @Liabilitas # Ekuitas
Sumber: Manajemen WTON (diolah)

» Selama periode 2025 hingga 2030, total aset WTON mengalami pertumbuhan yang
terbatas. Pada 2025, total aset tercatat sebesar Rp7.031.436 juta dan meningkat menjadi
Rp7.376.136 juta pada 2030. Kenaikan sebesar sekitar 4,9y5 dalam enam tahun ini
mengindikasikan pertumbuhan yang konservatif, mencerminkan strategi bisnis yang
lebih difokuskan pada stabilitas daripada ekspansi.

# Aset lancar sedikit meningkat dari Rp3.796.920 juta pada 2025 menjadi Rp4.567.651
juta pada 2030. Kenaikan ini sebagian besar ditopang oleh pertumbuhan kas dan setara
kas yang naik hampir 1496 dari Rp608.981juta menjadi Rp693.36Sjuta, yang
menunjukkan perbaikan arus kas dan efisiensi pengeluaran. Selain itu, pendapatan yang
akan diterima meningkat signifikan dari Rp740.844 juta pada 2025 menjadi Rp
1.611.944 juta di tahun 2030, mencerminkan peningkatan aktivitas proyek atau
akumulasi piutang jangka pendek. Sebaliknya, beberapa pos lain seperti piutang usaha
dan persediaan relatif stagnan atau bahkan sedikit menurun setelah sempat naik di awal
periode.

Business Valuation Unit

100 Jakarta
Page 118 OCR 0.901
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Di sisi lain, aset tidak lancar mengalami penurunan bertahap dari Rp3.234.515 juta pada
2025 menjadi Rp2.808.485 juta pada 2030. Hal ini mencerminkan tidak adanya belanja
modal signifikan atau investasi jangka panjang baru. Aset tetap mengalami penurunan
dari Rp2.997.502 juta menjadi Rp2.589.851 juta, yang menandakan depresiasi aset atau
tidak adanya ekspansi fasilitas produksi baru.

Total liabilitas WTON menunjukkan tren menurun dari Rp3.322.892 juta di tahun 2025
menjadi Rp2.734.901 juta pada 2030. Ini mengindikasikan kebijakan pelunasan
kewajiban yang aktif serta pengurangan ketergantungan pada utang sebagai sumber
pembiayaan. Komponen utama liabilitas jangka pendek seperti utang usaha sempat naik
pada 2026 dan 2027 namun kemudian menurun menjadi Rp1.462.267 juta pada 2030.
Biaya yang masih harus dibayar juga menurun drastis dari Rp553.990 juta (2025)
menjadi Rp 173.991 juta (2030), menandakan efisiensi dalam manajemen kewajiban
operasional.

Sementara itu, liabilitas jangka panjang menurun signifikan dari Rp 288.428 juta pada
2025 menjadi Rp88.668 juta pada 2030. Ini sebagian besar disebabkan oleh pelunasan
pinjaman jangka panjang yang hanya tersisa Rp6.089 juta sejak 2026 hingga akhir
periode. Namun, kewajiban imbalan pascakerja menunjukkan tren naik yang wajar dari
Rp 49.293 juta (2025) menjadi Rp 79.511 juta (2030), mengikuti akumulasi beban
imbalan kerja.

Total ekuitas WTON menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan positif, naik dari
Rp3.708.544 juta pada 2025 menjadi Rp 4.641.235 juta pada 2030, atau tumbuh sekitar
252 dalam enam tahun. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan saldo laba
belum ditentukan penggunaannya, yang naik dari Rp1.396.392 juta menjadi Rp
2.317.595 juta. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba
secara konsisten dan menahan sebagian besar laba untuk memperkuat struktur
permodalan internal. Komponen ekuitas lainnya seperti tambahan modal disetor dan
agio saham tidak mengalami perubahan, menandakan tidak adanya aksi korporasi
terkait penerbitan saham baru.

8.4.2. Proyeksi Laba — Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

Berikut ini disajikan proyeksi Laba - Rugi WTON adalah sebagai berikut:

2030
Proy

Pendapatan Usaha 5.009.859 | 6.735.490 | 7.522.732 | 8.509.527 | 9.393.908 | 9.671.665
Harga Pokoke 4.546.170 | 6.117.431 | 6.818.569 | 7.709.775 | 8.497.876 | 8.747.659
Penjualan

Laba Kotor 363745 | 510489 | 589876 | 679272| 769885 | 792.026
Laba Usaha 187526 | 335996 | 406.659 | 486.894| 567.888 | 584.192
Laba Bersih 29.578|  74293| 160073| 211.151 | 268342 278.051

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

Business Valuation Unit

101 Jakarta
Page 119 OCR 0.901
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur S5. Proyeksi Laba — Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

Proyeksi Laba Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

12000000
10000000
800000
6000000
4.000.000
2.000.000
2 0 Tm
5 1» 2
@Pendapatan Usaha 9.393 903 9.671.665
m Harga Pokok Penjualan 8.497.376
# Laba Kotor 510489 169885 792.016
m Laba Usaha 155994 106650 367883
Laba Bersih 74.293 160.073 268341 298051

mPendeptm Usaha #HargaPokokPenjusian #LabaKotor Laba Usaha “Laba Beruh

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

Selama periode 2025 hingga 2030, penjualan WTON menunjukkan pertumbuhan
moderat dari Rp 5.009.859 juta pada 2025 menjadi Rp 9.671.665 juta pada 2030,
mencerminkan peningkatan permintaan pasar yang stabil meskipun tidak disertai
ekspansi usaha baru. Di sisi lain, Harga Pokok Penjualan (HPP) juga meningkat seiring
waktu, dari Rp4.546.170 juta menjadi Rp8.747.659 juta, tetapi pertumbuhannya relatif
sejalan dengan pertumbuhan penjualan, menjaga margin kotor tetap kompetitif.
Depresiasi/amortisasi terkait produksi sedikit meningkat, tetapi tetap terkendali.

Laba kotor meningkat dari Rp363.745 juta (2025) menjadi Rp 792.026 juta (2030),
menunjukkan efisiensi operasional yang konsisten meskipun biaya meningkat, Biaya
usaha dan depresiasi operasional juga meningkat secara perlahan, namun terkendali.
Laba usaha pun meningkat stabil dari Rp187.526 juta menjadi Rp584.192 juta pada
akhir periode.

Di sisi lain, komponen non-operasional menunjukkan tantangan tersendiri. Beban
bunga tetap tinggi dan stabil di angka Rp95.144 juta sejak 2026, mengindikasikan
bahwa struktur pendanaan berbasis utang tetap menjadi beban tetap tahunan. Selain itu,
beban penyisihan piutang yang cukup besar terutama di tahun 2026 Rp101.243 juta
mengindikasikan adanya risiko kualitas piutang atau ketidakpastian pembayaran dari
pelanggan.

Meskipun begitu, laba sebelum pajak terus meningkat, dari Rp38.170 juta pada 2025
menjadi Rp 364.396 juta pada 2030. Setelah dikurangi pajak penghasilan, laba bersih
perusahaan tumbuh secara signifikan dari Rp29.578 juta menjadi Rp278.051 juta. Ini
menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mempertahankan profitabilitas di tengah
berbagai tekanan biaya dan tanpa adanya diversifikasi usaha baru.

Business Valuation Unit
102 Jakarta
Page 120 OCR 0.886
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

8.4.3. Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

1
288.779

Arus Kas Aktivitas Operasi 236.547

Ha ah Skifilas (97778)| a7te7 | (61930) | (56.600) | (58.335 | (77.158)
An beta 31.964 | (279.127) | 425.709) | (99.962) | (101.534) | car0.1107
Hg Setya Awal 597554| 608981 | 315430 364339| 476288 | 591.853
Keran Sean AR cos.9si | 315430| 364339 | a7c2s8 | 591553 | 003.365

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

« Berdasarkan proyeksi laporan arus kas WTON untuk tahun 2025 hingga 2030, terlihat
bahwa perusahaan masih mampu mempertahankan arus kas operasi yang positif,
mencerminkan kinerja operasional yang cukup sehat. Arus kas bersih dari aktivitas
operasi meningkat dari Rp77.241 juta pada 2025 menjadi Rp288.779 juta pada 2030.
Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh pertumbuhan penerimaan kas dari
pelanggan, yang naik secara konsisten setiap tahun sciring dengan peningkatan volume
penjualan. Namun, beban pembayaran kepada pemasok dan karyawan juga mengalami
kenaikan yang cukup sejalan, sehingga pertumbuhan kas bersih dari operasi cenderung
moderat,

# Arus kas dari aktivitas investasi cenderung negatif selama periode proyeksi,
menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga aset produktifnya. Pembelian aset
tetap secara konsisten dilakukan, yaitu pada tahun 2025 sebesar Rp106.379 juta dan tetap
signifikan hingga 2030 sebesar Rp77.158 juta, sehingga total arus kas investasi sebesarr
Rp97.778 juta pada tahun 2025 dan Rp77.158 juta pada tahun 2030. Tidak terdapat
aktivitas investasi tambahan seperti akuisisi, penempatan saham, atau investasi ventura,
sejalan dengan asumsi tidak adanya penambahan kegiatan usaha. Meskipun demikian,
arus kas investasi tetap menjadi sumber pengeluaran bersih yang perlu dikendalikan agar
tidak menekan likuiditas jangka panjang.

« Sementara itu, arus kas dari aktivitas pendanaan menunjukkan fluktuasi yang signifikan.
Pada 2026, terdapat arus kas keluar yang cukup besar sebesar Rp279.127 juta akibat
pelunasan pinjaman jangka panjang dan pembayaran bunga pinjaman yang tinggi
(Rp95.144 juta), yang kemudian berlanjut secara stabil setiap tahun hingga 2030. Tidak
adanya penerbitan saham atau pendanaan baru menandakan bahwa WTON cenderung
mengandalkan pembiayaan internal dan pengelolaan utang yang konservatif.
Pembayaran dividen juga meningkat bertahap, mencerminkan komitmen terhadap
pemegang saham meskipun kas yang tersedia terbatas. Sehingga arus kas pendanaan
tercatat Rp31.964 juta di tahun 2025 dan (Rp110.110) pada tahun 2030.

« Secara keseluruhan, saldo kas dan setara kas pada akhir periode tetap meningkat dari
Rp608.981 juta pada 2025 menjadi Rp693.365 juta pada 2030. Hal ini menunjukkan

Business Valuation Unit

103 Jakarta
Page 121 OCR 0.944
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

bahwa WTON mampu menjaga kestabilan kas perusahaan meskipun tanpa ekspansi
usaha, melalui pengelolaan kas operasional yang efektif dan pengendalian ketat terhadap
aktivitas investasi dan pembiayaan.

8.5. Proyeksi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
8.5.1. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan WTON adalah sebagai berikut:

Figur S7. Proyeksi Posisi Keuangan WTON dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah)

Aset 8.282.494 | 8.026.793 | 8.249.406 | 8.390.785 | 8.689.879 | 8.764.705
Liabilitas 4.536.190 | 4.149.941 | 4.154.865 | 4.025.829 | 3.996.103 | 3.730.903
Ekuitas 3.746.304 | 3.876.852 | 4.094.541 | 4.364.955 | 4.693.776 | 5.033.802

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

# Penambahan kegiatan usaha oleh WTON membawa dampak struktural yang nyata
terhadap laporan posisi keuangan, mencerminkan ekspansi operasional dan finansial
perusahaan. Dari sisi aset, skenario dengan penambahan usaha menunjukkan
peningkatan dibandingkan skenario tanpa penambahan kegiatan usaha. Total aset pada
akhir periode proyeksi mencapai Rp8.764.705 juta, lebih tinggi dibandingkan
Rp7.376.136 juta dalam skenario tanpa penambahan usaha. Peningkatan ini terutama
disebabkan oleh pertumbuhan aset lancar. Komponen utama yang mendorong kenaikan
ini adalah piutang usaha dan pendapatan yang akan diterima. Selain itu, terdapat
kenaikan pada aset tetap dari Rp3.136.829 juta pada tahun 2025 menjadi Rp 2.729.178
juta di tahun 2030.

« Di sisi liabilitas, total kewajiban dalam skenario penambahan kegiatan usaha pada akhir
periode naik menjadi Rp3.730.903 juta, dibandingkan Rp2.734.901 juta tanpa
penambahan kegiatan usaha. Peningkatan ini terutama berasal dari liabilitas jangka
pendek, seperti utang usaha dan pinjaman jangka pendek, yang masing-masing
mengalami kenaikan akibat peningkatan kebutuhan modal kerja dan pendanaan proyek.
Utang usaha naik dari Rp2.598.399 pada tahun 2025 dan Rp2.437.258 di tahun 2030.
pinjaman jangka pendek meningkat dari Rp4.247.762 juta di tahun 2025 dan
Rp3.642.235 juta di tahun 2030. Di sisi lain, liabilitas jangka panjang relatif stabil yaitu
Rp288.428 juta pada tahun 2025 dan Rp88.668 juta pada tahun 2030.

« Sementara itu, ekuitas perusahaan juga mengalami pertumbuhan dalam skenario dengan
penambahan usaha, tercatat total ekuitas pada tahun 2025 adalah Rp3.746.304 juta dan
Rp5.033.802 juta pada tahun 2030. Kontributor utama pertumbuhan ini adalah laba
ditahan, yang tumbuh seiring dengan proyeksi kenaikan laba bersih akibat peningkatan
pendapatan operasional.

Business Valuation Unit

104 Jakarta
Page 122 OCR 0.867
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Figur 58. Proyeksi Posisi Keuangan WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Posisi Keuangan WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

2025 2026 2027 2028 2029 2030

10.000.000
9.000.000
8.000.000
7.000.000
6.000.000
5.000.000
4.000.000
3.000.000
2.000.990
1.000.090

mAset
@Liabilitas
« Ekuitas

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

8282494
4.536.190
3.746.304

8.026.793
4149941
3:876.852

8249406
4.154 865
4094 541

MAset @Liabilitas @ Ekuitas

8.390.785
4.225.829
4364.955

8.5.2. Proyeksi Laba Rugi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

Figur 59. Proyeksi Laba —

8.689.879
3.996.103
4.693.776

8.764.705
3:730.903
5.033.802

si
Pendapatan Usaha | 5.305.000 | 7.100.000 8.900.000 | 9.800.000 | 10.094.000
Hargs Rokok 4.169.520 | 6.393.801 | 7.104.746 | 8.006.090 | 8.806.126 | 9.068.261
Penjualan

Laba Kotor 435536 598628| o80967| 773430| 867727| 893759
Laba Usaha 259.317| 424135 497750| 581052| 603730| 685.025
Laba Bersih 85.209 139.000) 229000| 283.000 343.000| — 355.638

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

Penambahan kegiatan usaha berdampak positif terhadap pertumbuhan pendapatan
WTON. Penjualan pada tahun 2025 dalam skenario ekspansi tercatat sebesar
Rp5.305.000 juta, lebih tinggi 5,9Y4 dibandingkan skenario tanpa ekspansi Rp5.009.859
juta. Tren ini terus berlanjut hingga 2030, di mana penjualan mencapai Rp10.094.000
juta, tumbuh 4,366 lebih tinggi dibandingkan skenario tanpa ekspansi Rp9.671.665 juta.
Pertumbuhan rata-rata penjualan tahunan (CAGR) 2025-2030 dalam skenario dengan
ekspansi tercatat 13,8896, dibandingkan 14,14”6 dalam skenario tanpa ekspansi. Meski
CAGR sedikit lebih rendah, ekspansi memberi basis pendapatan yang lebih tinggi.

Pada sisi laba kotor, dampak ekspansi juga terlihat jelas. Laba kotor meningkat dari
Rp435.536 juta (2025) menjadi Rp893.759 juta (2030) dalam skenario ekspansi, lebih
tinggi dibandingkan skenario tanpa ekspansi yang hanya mencapai Rp792.026 juta pada
2030. Rata-rata pertumbuhan laba kotor tahunan dalam skenario ekspansi adalah
14.47Y, lebih tinggi dari 14,116 dalam skenario tanpa ekspansi.

Business Valuation Unit
Jakarta

105
Page 123 OCR 0.807
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Laba usaha juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada 2025, laba usaha
dengan ekspansi tercatat sebesar Rp259.317 juta, meningkat 38,3”o dari skenario tanpa
ekspansi Rp187.526 juta, hingga 2030. laba usaha mencapai Rp685.925 juta, atau 17,4Yo
lebih tinggi dari proyeksi tanpa ekspansi sebesar Rp584.192 juta. Pertumbuhan tahunan
rata-rata laba usaha dengan ekspansi sebesar 20.09Y4, jauh lebih tinggi dibandingkan
21,43" tanpa ekspansi.

Laba sebelum pajak dalam skenario ekspansi naik dari Rp109.961 juta (2025) menjadi
Rp466.077 juta (2030), atau tumbuh sekitar 22,3Y4 pertahun. Sebaliknya, dalam skenario
tanpa ekspansi, laba sebelum pajak hanya naik dari Rp38.170 juta menjadi Rp364.396
juta dalam periode yang sama.

Laba bersih (setelah pajak) menunjukkan hasil yang sangat mencerminkan efektivitas
penambahan kegiatan usaha. Pada 2025, laba bersih naik dari Rp29.578 juta (tanpa
ekspansi) menjadi Rp85.209 juta (dengan ekspansi), hingga 2030, laba bersih dalam
skenario ekspansi mencapai Rp355.638 juta, dibandingkan Rp278.051 juta tanpa
ekspansi.

Figur 60. Proyeksi Laba — Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

Proyeksi Laba Rugi WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

12.000.000

10.000.000

3.000.000

#.000.000

4.000.000

2001009

Lam a.. NN. La
28 129 2030

@Pendapatan Uraha 5.305.000 299 2.800.000 10.0942000
@HapPokok Pajuaan 11930 638201 2006080 2 206.126 91068261
» Laba Kotor 235536 932 T3AM sg 239
# Laba Utiha 259317 224135 581057 66373 685925
" Laba Bersih 3509 139000 BUM 343000 355698

@Pendaratan Ucha #HxzaPokokPeyualan “Laka Kotor Laba Umha “Labs Basih

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

Business Valuation Unit

106 Jakarta
Page 124 OCR 0.866
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

8.5.3. Proyeksi Arus Kas Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

r 61. Proyeksi Arus Kas WTON Dengan Penambahan K.

302.601

Arus Kas Aktivitas Operasi |” 99.785 264.330 | 296.261 317.566
Pee Aktivitas (9778| a1tem | (6193071 Se.se0)| (58335 | 7158)
Ar ee 31.964 | (279.598) | (126.289) | (100.563) | 402.156) | (110.757)
ag Setata Awal 458227 | 492198 | 214613 | 290724| 429757) 571.866
Kena Sean AKA 492108 | 214013 | 290724 | 4207s7| smusee | 701517

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

# Dengan penambahan kegiatan usaha, arus kas bersih dari aktivitas operasi menunjukkan
tren peningkatan yang lebih stabil dan positif, dimulai dari Rp99.785 juta di tahun 2025
dan naik menjadi Rp317.566 juta pada 2030. Sebaliknya, tanpa penambahan usaha, arus
kas dari operasi yaitu Rp77.241 juta pada 2025 menjadi Rp288.779 juta pada 2030. Rata-
rata pertumbuhan tahunan (CAGR) arus kas operasi untuk skenario penambahan usaha
sekitar 22,3Yo, sedangkan tanpa penambahan usaha hanya sekitar 20,24.

# Secara umum, arus kas investasi dari 2025 hingga 2030 relatif sama pada kedua skenario,
yaitu (Rp97.778 juta) pada tahun 2025 dan (Rp77.158 juta) pada tahun 2030. Ini
menunjukkan bahwa investasi tambahan terjadi hanya sebelum tahun 2025, sementara
dalam periode 2025-2030, tidak ada perbedaan signifikan antara dua skenario. Artinya,
setelah ekspansi awal, WTON tidak melanjutkan investasi besar tambahan dalam jangka
pendek.

# Arus kas dari aktivitas pendanaan menunjukkan kecenderungan yang sedikit lebih negatif
dalam skenario dengan ekspansi usaha. Misalnya, pada 2030, kas pendanaan tanpa
ekspansi adalah (Rp110.110 juta), sedangkan dengan ekspansi menjadi (Rp110.757 juta).
Ini disebabkan oleh meningkatnya pembayaran dividen dan tidak adanya tambahan
pendanaan baru di tahun-tahun akhir. Perbedaan ini relatif kecil, menandakan bahwa
dampak ekspansi terhadap struktur pembiayaan cukup terkendali,

# Selama periode 2025-2030, saldo kas akhir pada skenario dengan penambahan kegiatan
usaha secara konsisten lebih tinggi. Pada tahun 2025, saldo kas akhir meningkat dari
Rp492.198 juta dan pada 2030 sebesar Rp701.517 juta. dibandingkan tanpa penambahan
kegiatan usaha Rp608.981 juta pada tahun 2025 dan di tahun 2030 tercatat Rp693.365
juta.

8.6. Analisis Rasio Keuangan

Analisis rasio keuangan atau financial ratio merupakan suatu alat analisis yang digunakan
oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan masing-

Business Valuation Unit

107 Jakarta
Page 125 OCR 0.667
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

masing pos yang terdapat di laporan keuangan seperti laporan posisi keuangan, laba rugi, dan
arus kas dalam periode tertentu.

8.6.1. Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

Rasio Proyeksi keuangan WTON tanpa penambahan kegiatan usaha selama proyeksi dapat
dilihat pada figur berikut:

Rasio Likuiditas
Current Ratio 1251300 | 1237196 1312590 | taxdan | 15402 | 1720180
Ouick Ratio 96.74y2 | 93.015 too,sove | 1Mo.saw | 1229606 | 138,36vo
Cash Ratio 20,077o | 108216 1235| Toar 20031 262016

Rasio Aktivitas
PPA Aan PN 69 38 38 30 30 29

saha
Perputaran Persediaan 69 53 28 3 39 38
Perputaran Utan,
Sa ui 116 85 79 2 69 61

Rasio Solvabilitas
Debt to Asset KASN MEA asam | “aoan| 4028| 370806
Debt to Eguity 89.60 | 79.096 mall Ti3eso| — o14ow| 58936

Rasio Profitabilitas
Grass Margin 7.267 T.58Y0 T.8AT0 TO8Ta S20va | 8199
Operating Margin 3.744 499 KITA 5.72 605 | 6047
Net Profit Margin 0,590 11090 2,1390 2.480 2860| 28756
ROA 0.427 1.106 2.3074 2994 36600 | 3,770
ROE 0,807 IKI 40876 5.127 ola | 3997

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

Rasio Proyeksi keuangan WTON dengan penambahan kegiatan usaha selama proyeksi dapat
dilihat pada figur berikut:

Proyeksi
Rasio Likuiditas
Current Ratio 115,56Y2 116,029 123,36Y2 133,384 144,590 159,714
Ouick Ratio 94.08” 9290” 100,23”5 109.41 Ya 120,359 | 133,734
Cash Ratio 11,599 5,26Yo KALA 10,89Y0 14,620 19,26Y9
Rasio Aktivitas
Perputaran Piutang 123 93 87 74 70 68
Usaha
Perputaran Persediaan 70 54 48 43 39 38
Perputaran Utang 199 145 132 117 109 98
Usaha
Rasio Solvabilitas
Debt to Asset 54,77Y0 51.706 50,37Y6 47,98Y0 45,999 42,57Yo

Business Valuation Unit

108 lokartu
Page 126 OCR 0.859
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

8.7.

Debt to Egu 121,0896 | 107,048 101,479 g 851496 | 741296
Rasio Profitabilitas
Gross Margin 8.217 8436 86214 8.695 88374 88374
Operating Margin 4,899 5.97 6.309 6.530 6.19 6,806
Net Profit Margin 1,619 1.96 2.90 3,180 35074 3,526
ROA IKEA 1.739 2.78 3.370 39579 | 4067
ROE 2,270 3,59 5,39Yo 6480 73176 7,067

Sumber: Manajemen WTON (diolah)

Penentuan Tingkat Diskonto

Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset
Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas
risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan
formula sebagai berikut:

Ke RetB (RmR) ta

Dimana :

Rr — tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko

B risiko sistematis

Rm ingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp - selisih antara Rm dengan Rs

a - risiko spesifik

Rr (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko
yang dapat dipilih adalah tingkat bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.

Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2024, maka
instrumen bebas risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap
yang dikeluarkan oleh Pemerintah, yaitu Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor
30 tahun, yield tertimbang sebesar 7,11”o yang bersumber dari IPBA per 30 Desember 2024,
dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf).

Rp (Eguity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan eguity market risk
premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base eguity market risk premium. Dengan
mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-
perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging
market).

Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil Penelitian
Damodaran per tanggal Ol Januari 2025 dengan risk premium untuk pasar negara
berkembang seperti Indonesia adalah sekitar 6,87”s. Dengan Rating Based Default Spread
sebesar 1,894.

Business Valuation Unit

109 Jakarta
Page 127 OCR 0.915
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

@ (Alpha), Faktor alpha merupakan risiko spesifik perusahaan yang mungkin mencerminkan
jenis properti, perusahaan dan premi risiko lainnya. Pada penilaian ini, faktor Alpha atau
risiko spesifik WTON adalah 0 (“Nol”) karena tidak terdapat risiko spesifik terkait
Operasional dan keuangan WTON.

B (Beta). Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P
500 atau IHSG). Untuk WTON kami menggunakan Beta dari industri sejenis.

Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk
menghitung cost of eguity, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara
ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan
terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of'
eguity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh /everage yang ada di tiap perusahaan
perlu dinctralisir dengan cara menghitung unlevered beta.

Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut:

PL
A——
14 (I-T) x DER
Dimana:
T — Tarif Pajak Penghasilan Badan
DER — Debt to eguity ratio
BL 5 Beta /evered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur

secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar dengan pengaruh hutang

Pu — Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar tanpa pengaruh hutang

Unlevered beta perusahaan pembanding yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan beta
untuk WTON adalah sebesar 0,72. Unlevered beta tersebut diperoleh dari Penelitian
Damodaran per 0S Januari 2025 dengan kategori Construction Supplies.

Unlevered beta perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-
relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar yaitu sebesar 39.44Y4 yang besumber
dari DER. Untuk memperoleh beta yang sesuai maka mendiskonto AKB tersebut dengan
formula sebagai berikut:

PL Bux(I # (I-T) x DER)
BL— 0,72 x (1 # (1-22,00Y0) x 39,44Y0)

Business Valuation Unit

110 Jakarta
Page 128 OCR 0.892
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas WTON adalah sebagai berikut:

je 64. R3 Modal Ekuitas

Risk Free Rate (R4) Tol 1 Yo
Risk Premium Market (Rpm) 6,87 Ya
B (Beta) 0,94
Rating Based Default Spread (RBDS) 1,890
@ (Alpha) 0,0044

Biaya Modal untuk Ekuitas 1,67Y0

Sumber: Penelitian Damodaran (Diolah GEAR)

8.7.1. Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC-Weighted Average Cost of Capital)

Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk perusahaan (free cash flow
to firm), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan
rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari kreditor (pinjaman) maupun yang
berasal dari (investor) penyertaan.

Dalam penilaian ini, untuk biaya bunga utang digunakan tingkat bunga pinjaman rata-rata
dalam mata uang Rupiah berdasarkan suku bunga pinjaman investasi dari Bank Perseroan
berdasarkan data yang dipublikasikan Bank Indonesia per Desember 2024, sebesar 9,21Y4.
Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya utang bersih setelah pajak dengan
perhitungan sebagai berikut:

Wd —ix((I-T))

Wd -9,21Y9 x (1-22Y0) —7,18Yo

Berikut adalah perhitungan WACC WTON per 31 Desember 2024:

Figur 65. WACC

Biaya Modal Komposisi Tertimbang
Biaya Hutang 7.18Yo 28,28Yo 2,03Yo
Biaya Ekuitas 11,67Y0 71,72Yo 8,37Y0
Biaya Modal Rata- Rata Tertimbang 10,40 Yo

Berdasarkan figur diatas, maka tingkat diskonto yang digunakan dalam penilaian sebesar
10,40”o yang menurut pendapat kami merupakan tingkat diskonto yang wajar.

8.8. Analisis Inkremental

Proses kajian kelayakan usaha dilakukan dengan menggunakan model arus kas bersih untuk
perusahaan (Free Cash Flow to Firm/FCFF). yang mencerminkan arus kas bersih masa
datang yang tersedia didalam perusahaan yang dapat dibayarkan kepada semua penyedia
kapital (claim holder), baik pemegang ekuitas (common stock), pemegang saham preferen

Business Valuation Unit
111 Jakarta
Page 129 OCR 0.802
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

(preferred stock) maupun para kreditor baik pokok maupun bunga atas pinjaman yang
diterima oleh perusahaan, setelah terpenuhinya semua kebutuhan operasional dan investasi
yang diperlukan dalam mempertahankan pertumbuhan perusahaan baik selama proyeksi
periode eksplisit maupun masa kekal (periode implisit). Arus kas bersih untuk perusahaan
(FCFF) tersebut didapat dari:

FCFF 5 CFO #1. (I-T) -ACAPEX
Dimana:

FCFF— : Arus Kas Bersih untuk Perusahaan

CFO : Arus Kas Operasi

1 : Beban Utang Berbunga (Interest Bearing Debt)
T : Tingkat Pajak

ACAPEK : Perubahan arus kas investasi

Arus kas inkremental merupakan selisih antara arus kas bersih eksisting tanpa penambahan
kegiatan usaha dengan arus kas bersih adanya penambahan kegiatan usaha. Hasil dari
perhitungan arus kas inkremental ini dijadikan sebagai dasar dalam menentukan kelayakan
usaha.

Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih WTON tanpa penambahan kegiatan usaha
selama periode 2025 sampai dengan 2030:

2025 2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan

Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi

ArusKas Aktivitas Operasi | /”77.241 | 2.743 | 236.547| 268.575| 275435 | 288.779
Senar Ayah m3 | azion | (c19307 | Gocoo | c833 | G71587
Beng Kar Pain bing 31.964 | (270.127 | 4257097 | (00:9627 | 01.534 | ato.1t0)
Kapan RAN YA) so7ssa| cososi | 3isa30| 3643391 476258 | 501853
ab 608.981 | 315430| 364339 | a7o288 | 591853 | 693.365

Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih WTON dengan penambahan kegiatan usaha
selama periode 2025 sampai dengan 2030:

Figur 67. Proyeksi Arus Kas Bersih WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan
Rupiah

Th ga 2025 2026 2027 2028 2029 2030

Pi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi

Arus Kas Aktivitas Operasi |” 99.785 | 19.179 | 264.330| 296261 | 302.601 | 317.566
Arus Kas Aktivitas

Investasi (97778)| (17.167 | (6193071 se.see) | (58335) | 77.158)
Arus Kas Aktivitas

Pendanaan 31.964 | (279.598) | (126.289) | (100.563) | (102.156) | (110.757)

Business Valuation Unit

112 lokartu
Page 130 OCR 0.854
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

89.

Karta Sri Awah 458227 | 492198 | 214613 | 290724| 420757 | 571.806
Kas ya Setara Akiir 492.198 | 214.613 | 290724| 429757 s7i.see | 701.517
Tahun

Figur 68. Proyeksi Arus Kas Bersih Inkremental WTON selama Periode 2025 sampai dengan

2030 (Jutaan Rupiah

Arus Kas Aktivitas Operasi 22.544 16.436 27.783 27.686 27.166 28.787
Arus Kas Aktivitas » A - -) 2 .
Investasi
Arus Kas Aktivitas - (470) (581) (601) (622) (647)
Pendanaan
Kas dan Setara Awal (139.327) | (116.783) | (100.817) | (73.615) | (46.531) | (19.987)
Tahun
Kas dan Setara Akhir (116.783) | (100.817) | (73.615) | (46.531) | (19.987) 8.153
Tahun

Analisis kelayakan atas penambahan kegiatan usaha WTON didasarkan pada analisis
inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan yaitu proyeksi keuangan tanpa penambahan

kegiatan usaha dan proyeksi keuangan dengan penambahan kegiatan usaha.

Analisis Kelayakan Usaha

Parameter kelayakan finansial yang digunakan meliputi NPV (Net Present Value), IRR
(Internal Rate of Return), PI (Profitability Index), dan Payback Period.

# Net Present Value (NPV)
NPV adalah selisih antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dengan nilai sekarang
dari arus kas yang keluar pada periode waktu tertentu. NPV mengestimasikan nilai
sekarang pada suatu proyek, aset ataupun investasi berdasarkan arus kas masuk maupun
arus kas keluar yang diharapkan pada masa depan yang disesuaikan dengan tingkat
diskonto yang relevan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa NPV adalah nilai
sekarang dari suatu aset maupun proyek. Persamaan dari NPV adalah sebagai berikut:

7
4 CEto
NPV — , KN Cr CFo

Dimana:

NPV — Net Present Value

CF — Arus Kas Pada Peiode ti

CFo — Arus Kas Investasi Awal Pada Periode 0
r — Tingkat Diskonto

113

Business Valuation Unit

Jakarta

Page 131 OCR 0.898
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Berikut ini disajikan perhitungan Ner Present Value dari arus kas bersih inkremental
WTON dengan adanya penambahan kegiatan usaha:

Figur 69. NPV Free Cash Flow to Incremental (Jutaan Rupiah)

CFO 22.544 16.436 27.183 27.686 21.166 28.787
Interest Xx (I- 5 Z : s 2

tax) (7)
CAPEX 5 z F F :
FCFF 22.544 16.436 27.183 27.686 27.166 28.787
Terminal Value 373.449
Initial 139327
Investment
DCF FCFF (139.327) 22.544 16.436 27.183 27.686 27.166 402.235
Discount Factor | 10,406 091 0,82 0,74 0,67 0,61 0,55
Terminal 2,504
Growth
PV FCF 029327) 20420) 3385| 2007| 18030 “Tosoa| 222148
NPV 172.573

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa NPV WTON dengan adanya
penambahan kegiatan usaha diperoleh sebesar Rp172.573 juta. Hasil tersebut
menyimpulkan bahwa investasi penambahan usaha dengan parameter NPV layak untuk
dilakukan karena NPV yang dihasilkan adalah positif. NPV yang positif (NPV - 0)
menunjukan bahwa penerimaan lebih besar dibandingkan dengan nilai yang
diinvestasikan, sedangkan NPV yang negatif (NPV « 0) menandakan penerimaan lebih
kecil dibandingkan dengan pengeluaran atau akan mengalami kerugian pada investasinya
setelah mempertimbangkan nilai waktu uang (time value of money). Namun apabila hasil
perhitungan NPV adalah nol (NPV — 0), maka artinya investasi atau pembelian tersebut
hanya balik modal (tidak untung dan tidak rugi). Semakin besar angka positifnya,
semakin besar pula penerimaan yang bisa didapatkannya. Oleh karena itu, perhitungan
NPV ini tidak saja digunakan untuk mengevaluasi layak atau tidaknya untuk
berinvestasi, namun juga digunakan untuk membandingkan investasi mana yang lebih
baik jika terdapat dua pilihan investasi atau lebih.

@ Internal Rate of Return (IRR)

IRR menjadi salah satu acuan penghitungan efisiensi dari sebuah investasi. Secara
sederhana, penghitungan IRR dapat menjadi dasar apakah sebuah investasi layak
dilakukan atau tidak. IRR yang lebih besar dari tingkat diskonto maka menggambarkan
bahwa investasi yang dilakukan akan menghasilkan return lebih besar dari yang
dirancang sebelumnya. Artinya, perusahaan disarankan menerima atau menjalankan
proyek investasi tersebut. Sebaliknya jika IRR lebih kecil dari tingkat diskonto maka
akan memberi gambaran bahwa investasi yang dilakukan akan menghasilkan return
lebih kecil dari yang ditargetkan sehingga perusahaan lebih baik menolak proyek
tersebut. Sedangkan untuk IRR yang nilainya sama dengan tingkat diskonto menjadi
pertimbangan bahwa investasi yang dilakukan diperkirakan menghasilkan return sebesar
yang ditargetkan. Persamaan dari IRR adalah sebagai berikut:

Business Valuation Unit

114 Jakarta
Page 132 OCR 0.915
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

T
NPV — y LE Cu
t-1

GIRR)t
Dimana:
IRR 5 Internal Rate of Return
CF, — Arus Kas Pada Peiode t,
CFs — Arus Kas Investasi Awal Pada Periode 0
r — Tingkat Diskonto

IRR adalah tingkat diskonto yang menghasilkan NPV sama dengan nol. Kesimpulannya
bila penghitungan IRR lebih besar daripada tingkat diskonto, maka dapat dibilang bahwa
investasi yang akan dilakukan dinilai layak. Namun, jika nilai IRR sama dengan tingkat
diskonto, maka investasi yang akan dilakukan dinilai balik modal. Sementara bila IRR
lebih kecil dari tingkat diskonto, maka investasi yang dilakukan dinilai tidak layak.

Berdasarkan perhitungan atas kajian kelayakan penambahan kegiatan usaha WTON
diperoleh besaran IRR sebesar 17,896. Hal ini menunjukkan bahwa investasi yang
dilakukan oleh WTON dengan parameter IRR layak untuk dilakukan karena IRR yang
dihasilkan lebih besar jika dibandingkan dengan tingkat diskonto untuk industri sejenis
yaitu sebesar 10.40Yo.

«  Profitability Index (PI)

PI adalah teknik penganggaran modal untuk mengevaluasi proyek-proyek investasi
untuk kelangsungan hidup atau profitabilitas mereka. Teknik arus kas diskonto yang
digunakan dalam mencapai indeks profitabilitas. PI juga dikenal sebagai rasio manfaat-
biaya. PI lebih besar dari atau sama dengan 1 ditafsirkan sebagai kriteria baik dan dapat
diterima. PI dihitung dengan mencari nilai present value perkiraan arus kas yang akan
diterima dari investasi, setelah itu baru dibandingkan dengan jumlah nilai investasi
proyek tersebut. Persamaan untuk menghitung PI adalah sebagai berikut:

EPV(CFt)
Ad ara
ZPV(CFO)
Dimana:
IRR — Profitability Index
CK — Present Value of Future Cash Flow
CFv — Initial Invesment

Profitablility Index menunjukkan angka 2,24 artinya bahwa WTON ketika menambah
kegiatan usaha dianggap wajar dikarenakan Profitability Index diatas 1.

# Payback Period (PP)
Payback period adalah periode yang dibutuhkan untuk menutup kembali pengeluaran
investasi atau initial cash investment. Artinya, kurun waktu yang dibutuhkan agar bisa
menutup kembali pengeluaran saat investasi dengan menggunakan proceeds atau aliran

Business Valuation Unit

115 Jakarta
Page 133 OCR 0.864
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

kas netto (net cash flows). Penambahan kegiatan usaha WTON diperoleh payback period
selama 5 tahun 2 bulan.

@ Return on Invesment (ROI)
Return On Investment (ROI) yang merupakan rasio untuk melakukan perhitungan
efektivitas sebuah investasi yang diberikan. Secara teknis, ROI adalah perhitungan laba
bersih yang dapatkan dari nominal uang investasi yang sudah dikeluarkan. Persamaan

untuk menghitung ROI adalah sebagai berikut:
Net Income

ROL 5 —————— . X100 MA

Cost of Invesment

Rata-rata Return on Investment (ROI) atas penambahan kegiatan usaha selama masa
proyeksi 2025 — 2030 adalah sebesar 123,86Y5.

8.10. Analisis Sensitivitas

Penyusunan pendapat studi kelayakan ini telah dilakukan analisis sensitivitas yang bertujuan
untuk melihat faktor-faktor mana yang paling berpengaruh terhadap parameter kelayakan
penambahan kegiatan usaha WTON. Hal tersebut dilakukan simulasi terhadap investasi,
Setelah itu, dilakukan simulasi untuk melihat pengaruh parameter kelayakan terhadap faktor
utama yang digunakan dalam analisis sensitivitas:

Figur 70. Analisis Sensitivitas

0 172.573 17,99 123,9Ya 2,24 Layak
-25Ya 207.405 25,6Ya 198,54 2,98 Layak
-20Yo 200.438 23,8Yo 179,82 2,80 Layak
-15Y9 193.472 22,140 163,4Yo 2,63 Layak
-1046 186.506. 20,6Yo 148,7Yo 2.49 Layak

0 172.573 17,99 123,994 2,24 Layak

1046 158.640 15,5Yo 103,5Ya 2,04 Layak
1599 151.674 14,470 94,7 Ya 1,95 Layak
204 144.708 13,40 86,6Yo 1,87 Layak
25Ya 137.741 12,4Yo 79,1 Ya 1,79 Layak

8.11. Kesimpulan Kelayakan Usaha Aspek Keuangan

Berikut ini adalah ringkasan parameter kelayakan finansial atas rencana penambahan
kegiatan usaha WTON (detail perhitungan parameter kelayakan finansial atas rencana
penambahan kegiatan usaha dapat dilihat pada bagian lampiran).

Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang
diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari selisih
antara Free Cash Flow to Firm apabila ada penambahan kegiatan usaha dengan Free Cash
Flow to Firm apabila WTON tidak melakukan penambahan kegiatan usaha. Yang

Business Valuation Unit

116 Jakarta
Page 134 OCR 0.928
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Sehingga diperoleh Free Cash
Flow to Incremental. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha dengan
mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai

berikut:
«Net Present Value (NPV) 1 Rp172.573 juta
@ Internal Rate of Return (IRR) 217,89Y0
e  Profitability Index (PI) 12,24
#  Payback Period (PP) : 5 tahun 2 bulan

Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan tingkat
risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan kegiatan usaha
dibidang Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan
Tenaga Listrik. maka proyeksi arus kas inkremental nya bernilai positif.

IRR sebesar 17,894 menunjukkan bahwa dengan melakukan penambahan kegiatan usaha
oleh WTON dianggap layak karena besaran IRR lebih besar dibandingkan tingkat diskonto

Analisis Sensitivitas bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai
faktor yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa
perubahan nilai investasi proyek penambahan kegiatan usaha WTON menunjukkan tingkat
kelayakan finansial yang kuat dan tetap berada dalam kategori layak meskipun terjadi
fluktuasi biaya investasi hingga 2596. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa proyek
ini tahan terhadap risiko kenaikan biaya investasi, dengan seluruh parameter keuangan yang
menunjukkan hasil positif. Oleh karena itu, risiko finansial akibat perubahan nilai investasi
tergolong rendah, menjadikan proyek ini layak dan aman untuk direalisasikan dari perspektif
keuangan.

Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana penambahan
kegiatan usaha secara aspek keuangan layak.

Business Valuation Unit

117 Jakarta
Page 135 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

9.

KLASIFIKASI PENILAI USAHA

Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan No. 562/KM.1/2013 tanggal 14 Agustus 2013 dengan nama
Kantor Jasa Penilai Publik Guntur, Eki, Andri dan Rekan dengan Izin KJPP
No. 2.13.0116 dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”) d/h Bapepam dan LK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang
Pasar Modal dari Bapepam dan LK No. STTD.PB-5I/PM.223/2021 dan
211/NB.122/STTD-P/2020.

Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai Usaha
bersertifikat MAPPI dengan perijinan sebagai berikut :

Mappi No. : 14-S-05089

Ijin Penilai : No. B-1.18.00511
No. Reg. : RMK-2017.01120
STTD : PB-51/PM.223/2021

STTDIKNB :211/NB.122/STTD-P/2020

Business Valuation Unit

118 Jakarta
Page 136 OCR 0.849
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

LAMPIRAN KEUANGAN

Business Valuation Unit

119 Jakarta

Page 137 OCR 0.276
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Mn enama na
mara
31 Desember 2014
butaan Rupiah)
Lampiran Mister
T Da —a
Kama Pa EA 3
hua
2
Kan dan Setara has ata NLANA Lean Lang “3g NAMA
aa
Pitak Beres Tar tart an Yan an nagst £. 10 ara
Pitak Konga KN man apa ian an? ang ara Sen aa
paka
Na, wi aga nga Za HA
Ka Ia Pu am Za yu
tanin MN
Peak ur seh Letnan W37313 bot al NA
yg na, an Jala Na Ta
Ha abah :
Hare Fa aa ai
Pak Keaar A06 19 yg yaa Yang naa
Petang Lam Lam Nay kedua aya naa
Tapak Dibayar di Noka sony “nan yo mna ya
So Da La To Kn jam, Dag
rasa, 2g an an Ca HS
Bayu Diya di Muka so yag 240 misa tam Na
(Froyak ala Pelukan sz00y ne Inang mis a97
Pearl an na Men san Lg
|Aser Tidak Lamar
ParateraA - Ya Ta sa
ea menda PA Ga sa
means na ae
kapan) ae SA
Aset Verap » Bersih Pn Li Nan an 11 Jua
Incaran Jangka Panjang Lacuya 19 rn 1900
Pa ayal 5 A4 21 PE
kta Sik: “askati basa amp an
|Pumtah Aset #nantnne REM das aa Yan Aan 1
dan Okwitas
Jangka Pendek
Peranan langka Pendek pen ana Ana ah Nonna pagar
Hara e
Pa Pe PO Ba PN
Penak Ketan aa 1 anta pa uangars Let,
Uune Pok we nan On aa &
Uang Muka Duri Pelanggan Apaan 0 ynata onar 13
Penduganan Dacrama di Muka na bt “1 nm «
Udan Akal Lt0tang 1 ynang LM “nanah
era ag 2 : 514 Ta
Mapan Jangka Pendek Dar
P mpeman Bari. Nagan «ng ng wi
Tana SIA “ aa 5
Agra APA AU MN Ga "
(tiatetuer tangka Panjang
Utang ang Panjang, Seth Dihurngg Hapan Langka
Tenis Batik a09 00 Bi ud ang pm Yama Pa
ena a #1 La ran :
Lana ibn ab ba Ai
Pesanan Ta En Kn La z
Hantaran : wa NA ea
|Jumitah Ukabilitas Jangka Panjang naa aa PU ai naa
(Jumlah Lagbilitas Get0ANg san 00
yang Dupas Downrtonkan kepala Porndik Emha
Meera Ba sda Ioako “ak Hn
Yambutua Masal Orata 0 seram Wen.63) wan ar
1 remuk Kearukturmaw. & Ma Nnya7
Saham Deveroteh Kera. WINA 2
Dasnkan Pengpasanya Maa wat ana uan nm
agraria Bat an AN UR UN un
naa tren AN
Kasian Indak. «ay xoo.nya Kanan Kanan
Keperingan Nonpengntah Ton perei Kroget nayg ten
Inamtun tata Asman sanam saman saratia Sama

120 Business Valwation Uni
Page 138 OCR 0.478
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

(PT Wijaya Karya Beton Tok
(Penilaian Ekuitas
(Per 31 Desember 2024
lavatam Rupiay
ILampiran Mistoris
ILaha Rugi Das Ds Des Ta Da
Keterangan 2019 2910 2172 2013 2023
(PENDAPATAN USAHA TO 3g 1305385 G003.TaN aan a-xo001a|
IBEBAN POKOK PENDAPATAN Garam Ganas saran Gaso2an (siam)
ILABA BRUTO oso77 In suasa sanam 372610)
BEBAN USAHA
Beban Umum dan Administrasi Uas39n (zsog zte (1301 (aan
Beban Pengembangan Bisnis G2 (3991 d0 Gas 00)
Beban Pemasaran 0729 (02 (02 (8301 dio)
|rumtah Beban ass) (7.540) ana (9137 (160,277)
ILABA USAHA Tosdoe 399.x64 IAI z1a.d00)
IPENGUASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Ni Instrumen Keuangan 0358 anss7 (Ea 33 (asa
Pendapatan Bunga 1320 10 Tasa an an
Labu atas Penjualan Aset Tetap - - Ta 1 wang
Mogun alas Laba Hotias Asosusi 41709 5 - & 4
|Bagiun utas Laba (Rugi) Pada Ventura Bersama 1051 an 2051 aga «a20
Laba (Rug) Setsih Kus Lane 5 san (3 snx|
Beban Pajak Final (am (asa wuaatoy aram so
Beban Bunga 48.014) (gan 45399 Ka (0.1
Perubahan Nilai Aset Keuangan yang Diuktr 2 (S961y 3199 P |
Beban Lai Lain Bersih agan (03 San Gea Kosan
|iumtah Beban Lain-Lain (ena Gn) (50387) (ras.so0) (so)
BA SEBELUM PAJAK Gen 130.05 wang 2006 41103 WAK
(BEBAN PAJAK (isssn ya 299 Insado) 20m 32K
IDampak penyesualan proforma - Roni - - 1
ILABA BERSIH 'YAHUN BERJALAN sim tsatan masa uno your 04.201)
(PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pengukuran Kembali ats prograrw Imbalan Pasi aa atoa (50 a03)
Pajak Penghasilan Terksi 79 2 Gam was
|humtah Penghasitan Komprehensif Lain (2m can uan a01
DUMLAH LABA KOMPREHENSIP TAHUN BERJALAN wow xngag ago 20.900 cu
tokog3 x290 te2ono 116 ss.o0
(a05) aja Kla (asn susi
liumtah sio. ular ana iman WIT ca)
hunan Lana KOMPRENENsIP
Pemilik Entitas Induk s19.1s6 24.306 162120 357 can
Kepentingan Non Pengendali (ska Wan K1s0 daan oo)
urat sn Dai uoa7a 20.989 63.s0)

Business Valuation Unit

121 Jakarta

Page 139 OCR 0.355
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Wijaya Karya Beton Uk
sit
30 Beptembar 2014
Mupiah)
| senpiran Mistoris
prene — &
- ” 1 Ya me 4 Pn - — Was
Jas Kar Dur Atvtas Open
Pengranaan Kas dari Pelanggan Kat AN elit PN saman) SHLhu saman
Perma Ka dai Lsanya ..
Pemahayaran kepada pemawh Hanan Kana Gisaain Worth «arm
Pembayaran Kepada Deviasi dan karyawan 407 mna Drain Dek akah an aa
Pencrenasa Rortewu Penak Pengasuhan - - - wa,
Pewbuyaran Pasah Penghustan Pes dan Nor Feat ss0am Bam Ke ul usa Dam
paman Bang : wat tu)
Pemtayani Open Laanya ana anu tangan ega
(kas Meriih Mperakeh dari Aktivitas Operasi. unta wan. Hara “ng Jaran
|krs Kan ari hain Yavotai
Peoihan Asa Tatap Dayang oneangy » usa ana aga
Peveveraan Branga una ara 0 - 1
Penyertaan Investasi pada Vesoaa Denama. . 18809 -
Penfstan Aa Tetap 1“ : . : : :
Penyetaan pal Tntss And . am
Penervaaan dari hnvertnn paska Vermara Bersama Bam .i Aron Na) hai
(Kas Bersih Digunakan Votuk Aktivitas lovestasi. Dam ana tang (nana) aa (am
|arus kasar Atma Pendanaan
Pemerrssaa Peyaman kuas
Jungka Pendek PBsak Konga 10 na Kasam Ke og Larang warn
Jangka Pendek Pk Koes Ganas Mama Usa asia as
Naga Pendek Pibah Beretas - Pin vonrann (s2. Tanah
Jangka Pendek Pisah Beretas KN Ga (aa 1304300) (sat
Penetrsam Payaman dan bah Beri mun 2007 “10 mas
Perubuayaran Penjaruan pastu Pihak Berckasi Kn Oasan sana OL
Pembayaran Bunga. Waka ceng wajan Mn, 010.
Pemauyaran Lutetas Sewa ym an Dalan a.n an
Pembayaran Banpa Luhiaas Sewa . an Oa “ .
Satar resa 2 nina : £
Penerimaan Prvjaman Mata Jangka Panyang. wa srrom La
Pumbeyaan Pejasan Bath langka Panjang doasaoi arm vena) casan one
ntujarm Dirakn Ketade Penepang Salam inases0t ana aan uesen Ian
Kepada hepentanan Nempungndah un - up m—
Bersih Digunakan satuh Aktivitas Pendanaan. isngo1) Gea Pn 1100336) Maan
PENURUNAN MERSIU KAK MAN SETARA KAS yaa san uang nang Was
Sebuh Kong map Kasian Seaci Kas Pada Aki Tato KLM om, 3 " Dn
TDAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN “sm ratan #01 uan un
AS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAMUN Lana Tete khan jan ag
Business Valuation Unti
122 Tekarta
Page 140 OCR 0.554
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN

Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Analisis Vertikal

Per 30 September 2024

(Dalam Rupiah)
|Analisis Vertikal
Posisi Keuangan

Des Des Des Des Da Sept
Keterangan 2019 2020 2001 2072 2073 2014
(Aset
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 15,501 18,4806 19 AS TA 10,2890 Sya Bol
Piutang Usaha
Pihak Berelasi Ida 4,780 43096 Ta 6Y0|
Pihak Ketiga 5 Id A,6TYa Ga TYol
Piutang Retensi
Pihuk Berelas 0.0024 010902 0,274 Oa Oval
Pihak Ketiga 0,384 0990 0,332 Ona 0
Piutang yang Belum Ditagih - Bersih
Pihak Berclasi Ata 1,780 UI99 15,221 Ii 9)
Pihak Ketiga 2690 3.296 D8 549Y0 3 Aaj
Tagihan Bruto Pemberi Kerja - Bersih.
Pihak Berelasi 0.000 OLI 0,634 Ya Oa
Pihak Ketiga 4dota KAN LA 1 oil
Piutang Lain-Lain 02116 03194 02194 Ora wal
Pajak Dibayar di Muka 3,98a 29 21496 3 39)
Persediaan lina Our 113696 Ba Lv
Uang Muka 0,376 0,164 0,234 Oa Oval
Biaya Dibayar di Muka 1,980 3904 2,394 3 39
Proyek Dalam Pelaksanaan 0,50” Lana LIA 39an 3a|
Jumlah Aset Lancar 69.359 62396 62.216 65.094 Sta Sal
|Aset Tidak Lancar
“Aset Pajak Tangguhan O,oae 031 O3eta oo wi os
Investasi Entitas Asosiasi 0,200,
Investasi Ventura Bersama 0214 Old 00872 00774 Oa Ovi
Properti Investasi 0.774 0,9AYa 134 19900 PI Inul
Aset Hak Guna - Bersih 00014 16875 O,6aya 0.2656 Oya Oval
Aset Tetap - Bersih 29.146 BAN 35,070 32.2416 39 4210|
Investasi Jungka Panjang Lainnya 0.3176 01316 0.0 0.031, oa Ovj
Aset Tidak Lancar Lainnya 0.000 00073 02176 0.247 na Wal
Jumlah Aset Tidak Lancar 30654 37,61 EA 38,910 93 4580|
Wumlah Aset 100,007. 100,003 10000 1000014. Kao 1005|
Business Valuation Unit
123 Jukartu
Page 141 OCR 0.504
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

roevaralnekkuwnrd
Jangka Pendek
Pinjaman langka Pendek
Utang Usaha

Pihak Berelasi

Pihak Ketiga

Utang Pajak

Uang Muka Dari Pelinggan
Peodapatan Diterema di Muka
Beban Akrual

Utang Lain-dsm

Pinjaman Bank
Uabiltas Sewa
Mumlah Liabilitas Jangka Pendek.

(Liabilitas Jevgka Panjang

Pinjaman Bank

Laubiltas Sewa
Liabilras Pajak Tangguban
Labulsas Imbalan Kenya

|Ekuas yung Dapat Diairisuskan kepada Pernik Entitas
Modal Saham

Tambahan Modal Disetor

Tronsaksi Restrukturisasi

ISahto Laba
Ditentukan Penggonaannya
Belum drcntukan Penggunaannya

Azg gfipanrs3$

Eagp3ss

2

Ibu
hana
Iu

1»
ist

1g

$

Igg5535

1s
te

3

2533355

toe
in

3

in

5

we

Lu
var
ne
1

Sgz 354

2993377

2
#

ne
1
mn

yani

37
In
17

Ta sa
mm (il
ya sil
bad 2m
» Ik
2 yng
” Tj
us “sil
ag aj
1 ws
tr (rn
an 31
ya 1
mi La
m #x
m cl
wa tel
- @x|
s2 49re|
us 1m
Un tax)
mm (Pl
s5 s3
mn 1s)
am str)
In 1)
3 s1)

124

Business Valuatian Unif
Jekarta
Page 142 OCR 0.528
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

(PT Winya Karya Belon Tbk
Penilaian Ekuitas

Per 31 Desember 2024
|Analisis Horizontal

Lampiran Historis

ILaba rugi
Laba Rugi Des Des Des Des Des Des
Keterangan 2019 2010 12021 2022 2023 2024
PENDAPATAN USAHA.
(BEBAN POKOK PENDAPATAN “R6,578Y2 “93,556Ya “946830 “01,386"0 913170 “92,368'72|
LABA BRUTO 1342272 GAYA S31TYA 861470 1683 Yo 763110)
BEBAN USAHA
Beban Umum dan Administrasi -2,05210 254h “86816
Beban Pengembangan Bisnis 211606 008973 2006814,
Beban Pemasaran “002470 402372 00172
Jumlah Beban Usaha 2193 Ya “163672 A95 Ya -3,274'2|
LABA USAHA 1122972 268070 6.66070 43892)
IPENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Nilai Instrumen Keuangan A0, 13806 2,053 410995 0,672” “0,044e)|
Pendapatan Bunga 0.118 02044 0, 12416 0, 11006 0,00516|
Laba atas Penjualan Aset Tetap 000076 000074, 001376 000051, 0,030'76|
Bagian atas Laba Entitas Asosiasi 0,066 0,00072 000046 000076 0,000e|
Bagian atas Laba (Rugi) Pada Ventura Bersama 00270 A0, 00196, 0,03476 0, 1044
Laba (Rugi) Selisih Kurs 0,019 0,0017a 001086 000676, 0,0 1056|
Beban Pajak Final 40,629 “0,207 0,654 -0,5881va|
Beban Bunga 206156 “A26 BEN 20751)
Perubahan Nilai Aset Keuangan yang Diukur 000016 20105314 000016 0,000)
Beban Lain- Lain Bersih 0,208 043870 “0,89006 DAN “12960
Wumlah Beban Lain-Lain “2,388 A,856Ya “2,804/o 383300
LABA SEBELUM PAJAK 8, 84196 182470 A1860 101974 17870)
BEBAN PAJAK “163196 006172 “130772 A0, 54810 04761a|
ILABA BERSIH TAHUN BERJALAN TA 28642 1826Ya 28492 OATL YA 13110)
IPENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN 0.000 0,000” 000072 0.000 00002 0.000”|
Pengukuran Kembali atas program Imbalan Pasti 0,128 “000155 004201 “09021, Ona Oosesa)
Pajak Penghasilan Terkait 0.016 008i 0.000, 0089 00195)
|yumlah Penghasilan Komprehensif Lain 003814 Ogan 0.001, 0028, 0,069si|
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJ 730772 251972 186074 L848 Yo OA9I Ya 1,380/0|
ILABA TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
Entitas Induk 7,233 2,666" LA5970 DIY 0, 81296 1,3280|
Kepentingan Non-Pengendah “0,023Y0 010272 “0.033 0,13686 03404 “0.01610|
Wumi: 1,016 25640 1826Ya DAY 0, OA7L Ya UNA)
WUMLAH LABA KOMPREHENSIF
Pemilik Entitas Induk 73204 261816 189200 LTD6 0. 84076 1,39610|
Kepentingan Non Pengendali 00221 009905 403215 01361 MAIN 2001654)
Wumlah 7,3079 251972 186014 18480 O A99 YA 1.380”2|
Business Valuation Unit
125 Jukartu
Page 143 OCR 0.549
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Analisis Horizontal

IPT Wiaya Karya Beton Tbk
Penilaian Ekuitas
per 30 September 2024
Analisis Horizontal
(Lampiran Historis
: Des Das Da Da Des Sem
nya 2019 2920 2021 2021 2073 204
Laset
(Aset Lancar
Kas dan Setara Kas A16 33,530 46, 74'to|
Piutang Usaha
Pihak Berelasi 43,874 “204196 SLTA
Pihak Ketiga saia tags ios)
Piutang Retensi
Pihak Beretasi 010005 215,84v4 35834 5016386 83900)
Pihak Ketiga 1590 AS S4, 3968 0,667)
Piutang yang Belum Ditagih - Bersih
Pihak Berelasi “3387 O,srs ALI 34 00Ya -29,725a|
Pihak Ketigu 2051. -agma uda s5o1a 2.50
Tagihan Bruto Pemberi Kerja-- Bersih
Pihak Berelasi 001 an.ama 9.611
Pihak Ketigu -sast KET Hoa
Piutang Laim-Lain -30,555)
Pajak Dibayar di Muka 4015|
Persediaan 244
Uang Muka 32,054)
Biaya Dibayar di Muka “gas
Proyek Dalam Pelaksanaan 91 0,475)
Jumlah Aset Lancar 44614 “28, IOWV, 10, 3806|
|Aset Tidak Lancar
Aset bajak Tangguhan 395.4 ma adan —en.20|
Investasi Entitas Asosiasi
Investasi Ventura Bersama. Pro 98510 A9. 26Ya 43.970)
Properti Investasi 26905 A9. 0,716 137
Aset Hak Guna - Bersih 0001 080 10,370 1349|
Aset Tetap - Bersih 09: Agan “39 oat
lovestusi Jangka Panjang Lannya A5 6002 56084 00076 0,00”a|
Aset Tidak Lancar Lainnya 0001 205 38,536 59,655)
Wumlah Aset Tidak Lancar 29 396 “1354 0,560)
Wumlah Aset 161306 Pa Data NI “3,7300|

126

Business Valuation Unit

Jakarta
Page 144 OCR 0.356
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

|tiatitititas dan Ekwitas
Unbilitas Jangka Pendek
Pinjoman Jangka Pendek Aa yazon 31 400(0oni|
Utang Usaha oo aon O,000s 0.00
Pihak Berelasi Ian.asa meri Man sawo)
sama A39 0xln AA TAN
38688 mar Sts says)
S0 Pb “773 1525
MAL 180.39 Apa 30
1s wo An0aya sditil
aga Pn Ak asn
Hoon Ss dasan or
Apa ian “16.50. “1693|
29 Kas ILaK “ts. 30e|
Penjaman Baik ve 20.24 20x 433 sn)
Libitas Sewa agar WrRam “3.301 saga 100.00)
“oto oa wo “100.00 0.0)
Libittas Imbalan Kerja ai NN Ioi WLagp “9.2611|
Utang Ventura Bersama aa Aa 93 Own 20)
Yumlah Liabilitas Jangka Panjang 3081 s0 Ina Ne GAN
ira Liabilitas “ado GI ajaa osn “1242|
ltkusas yang Dapat Disaribuskan kepada Pemilik Enteas
Modal Saham Ori Ona Oon are “rs
Tambahan Modal Disetor 19, aon da2 0001 o.co|
Trassak Kesirukturwasi goni ht “100.01 Wa 0.0ons|
(sate Laba
Daentukan Penggunaannya ana sapa a00, won o.o0orsl
Beban daemtukan Penggunaannya Rasa 21 1721 0,201, am
Ekuitas yang Dapat Diatrihusikan kepada Pemilik Entitas | han em Dara 17an
Kepenimgan Nonpenpendah Gang Pn ii BanIn “Okta
Jumlah Ekuiras 23k band Aje Lor)
L— Jumlah Liabiitas dan Ekuhtas PIN Ana 210.703 an
Business Valuatian Until
127 Tekarta
Page 145 OCR 0.555
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

(PT Wiaya Karya Beton Tbk
(Penilaian Ekuitas
(Per 31 Desomber 2024
|Analisis Vertikal
(Lampiran Historis
Laba rugi
Des Des Des pes ve Des
Keterangan 2019 2020 221 2022 2023 2024
IPENDAPATAN USAHA III Aap 3868 “29.990 16,894)
BEBAN POKOK PENDAPATAN 26711 “615 29.961 “292813 16,55"4|
LABA BRUTO BIA BAN UBS 315674 15,728
IBEBAN USAHA
Beban Umiim dan Adminitrasi 2121 BA 0,354 1g 21.271)
Beban Pengembangan Bisnis 513904 “050 3s “16,231 36,820)
Beban Pemasaran SAM 30,801 0204 ARAO 43.021)
Iyumtah Beban Usaha AIA A23 IIS 21817)
LABA USAHA M6 24391 SIA "sat
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Nilai Instrumen Keuangan TARI AOA 329,851. “923601
Pendapatan Bunga TNIna 49,032 3876 13204)
Luba atas Penjaalan Aset Tetap Wow 000 100.00 000p
Bagian atas Laba Entitas Asosiasi A33 0.00 0.001, 0.004)
Bagian atas Laba (Rugi) Pada Ventura Bersama 670.925 5039, 1294 MTA 9
Laba (Rugi) Selisih Kurs 31673 “1017806 989,861, “1400116 -318.7701
Bebun Pajak Final oa “58.062 121,36 495)
Beban Bunga “2A9h data 2d ALSK
Perubahan Nilai Aset Keuangan yang Diukur “51400 464591 190.005 0.00)
Beban Lain- Lain Bersih 448274 a1dana 6420
IJumtah Beban Lain-Lain “20,1804 29337 A23 A5,20|
LABA SEBELUM PAJAK 316 206172043 BKI 104,244)
BEBAN PAJAK “136.68 33006,4 “10.681. IKEA
ILABA BERSIH TAHUN BERJALAN 3387 110,067 BBI, 22397
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN onta Ooo Os 00094 0.004)
Pengukuran Kembali utas program Imbalan Pasti 1322906 “162.54 HOST ASAGATI 18a.ssti
Pajak Penghasilan Terkait “1338804 435,300: NGGAK 1864004)
Jumlah Penghasilan Komprehensif Lain AL dath A70,08t4 083674 ISALITM ING.008A|
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 166274 ALA 106,14 ALI 2LABYI
ILABA TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
Entitas Induk 5016 96.50 49.055. 90485
Kepentingan Non-Pengendali A52 BSA “94,389
(Junita 10,061 AKAL IRIT
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
Pemilik Entias Induk ISI MM, 93.620
Kepentingan Non Pengendali 190.60. 4139014 INSAN 941
IJumtah 16.627 106,14 SLTA IRLKAYAI

Business Valuation Unit

128 Jakarta
Page 146 OCR 0.348
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN

Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Rasio Keuangan Historis

hap
meh
bae
Cannai isis juges "aye vas
Owh Rat, gm on Nina ten
ran Tn Tn Ig na
Kbps
rara TAN » “ 2 » »
Damon ale 4 2 2 1 - -
Da aa aa Pa pan 4 , . : | 1
Perpeaman Pisang Rev - Pibah 4 1 4 ' ,
Penyusun Petang Yara Belum Otagh - Pisah Merviaei - ” “ . 2.
Penyutwan Parang Yauy Pekuru Ong - Pihak Keugs " 2 2 » "
Kawanan & z : 5 5
PN Per mat : & z 3 K3
keanehan : : £ - .
Hama & -g 3 -
(kanio Satrahiltm
Haruan . Pa six 2. Pe
Data to bagany ye Kw Pr turu tum asal
Morin Prufitatettas
Gross Manan. lang ve s.. - bd "4
Operung Marga uv. - n ns - wd
Nan Praia Aharyan. Ping 100 & 0. ny. und
-h 2g ya - ts - Sa
ES an - aa ia Ka) 5
Business Valwation Uni
129 par
Page 147 OCR 0.666
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Proyeksi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

TAPORAN POSISI KEUANGAN 2021 205 2026 2027 2523 5033 2030
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 597.554 soso81 315.430 364335 276288 591853 693365
Piutang Usaha 918.685 941573 703.086 775659 699.635 77126 771283
Piutang Retensi 45267 44.503 43652 45932 2022 47302 a5.1s3
Taginan Bruto Kepada Pemberi Kerja 38734 se1s 66.165 68531 65.624 70051 67.392
Pendapatan Akan Diterima 923356 740548 1122582 1253789 1418255 1565651 1611944
Piutang Lain-Lain 13089 14065 18726 19058 20302 21726 19504
Persediaan 725336 361.503 894832 898530 904.424 908.964 906.54
Yang Muka 10824 16754 13376 14376 15376 16376 Jasa
Pajak Dibayar Dirmuka 2a6a83 ws asaa1 50587 sa02a 55.395 53.223
Blaya Dibayar Dimuka 215.583 233914 229363 230732 233585 236097 233869
Proyek Dalam Pelaksanaan 194.390 150.290 taga7a 151.401 148068 152.512 150.290
Jumlah 3929811 3796920 3.606.022 3372936 — 4077603 4437053 4567651
Aset Tidak Lancar
Pajak Tangguhan 2802 11872 916 7229 7.582 7216 Sasa
Properti Investasi 191588 188.963 187,622 187622 187.622 187.622 185.100
Aset Tetap 3015191 997.502 2532474 2854975 2765488 2671457 2589851
Aset Lain-Lain Sog7a 31.g9a 22031 24031 24031 24031 2031
Investasi Pada Entitas Anak, Entitas Asosiasi dan Ve 4452 2.284 3.509 3509 3509 3509 3509
Jumlah 3264877 3234515 3454552 3077386 2988232 21894.535 2808.485
TIM Aset Jasaras 7051136 G7e0s7a GOs0322 005835 73an SES Jaranan
Tol ro) Ioi to Toy ru
TABIUTAS DAN EKUAS- EC 2025 2025 2007 2028 2023 2020
Wabiltas Jangka Pendek
Pinjaman Jangka Pandek - 357120 400000 400.000 400.000 400.000
Hutang Usaha 1974012 1440123 1421270 1471598 1521208 11462267
Hutang Lain-Lain Lal 2318 2207 2429 2096 1429
Hutang Pajak 65.000 143150 29.723 90717 03.636 94.262
Uang Muka dari Pelanggan 214280 252.207 251096 253318 249,85 252207
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 582.020 552.990 484059 488570 339882 13991
Pendapatan Diterima Dimuka 154598 736829 211953 212435 213939 215.123 212904
Labilitas Jangka Panjang bagian jangka pendek 46566 48727 54673 34839 32006 49.173 4973
Jumlah 3042007 3034464 2.915.000 1950906 2862752 2869221 2646233
Mabilitas Jangka Panjang
Pinjaman langka Panjang 426754 230917 6039 6089 6089 6089 6089
Kewajiban Imbalan Paska Kerja (PSAK 24) 3LA9S 49.293 ssh 66011 7051 75011 79211
Usang Lain-Lai - s0 s0 s0 50 50 -
Utang Ventura Bersama: 2167 8168 2068 2063 3063 3.062 3.068
Jumlah 465.915 280428 70718 75218 79718 ga218 88.ccg
TUMUAH WABUTAS 3575 TENIS 2555713 Tore1ga —25azayo 2353439 271901
Ekuitas
Modal Sahatn :
Treasury Stock : : : :
Tambahan Modal Disetor B7 371547 757 g71sa7 g7sa7 811547 B7usa7
Asia (Disagio) Saham 987.813 987.413 987.413 987413 987.13 98713 987.413
Salda Laba
- Ditentukan Penggunaannya 372089 372589 372989 372589 372989 372989 372989
Belum Ditentukan Penggunaannya 1360648 1306302 11460301 1607675 1803662 2054539 2317595
- Pendapatan Komprehensif Lainnya - -
Kepentingan Non Pengendali 94a69 80.203 s2c0s Basa s775a Leg 9691
Toral Ekuitas 3686766 3.708.544 3774855 3974398 4123365 4378150 1641235
JUMLAH DABNNTAS DAN EKUITAS 7aSAE38 7031236 S7e0s7a 550322 7065835 7331589 776136
Business Valuation Unit
130

Jakarta
Page 148 OCR 0.474
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

LAPORAN LABA RUGI 2024 205 2026 2027 2028 2029 2030
Penata SA Aa BETON PARU
Harga Pokok Penjualan 14.206.005) 19546.170) Gan7an) 16.818.569) 17.709.775) 18.497.876) 18.747.659)
Depresiasi/Amortisasi (1162232) 199.44) (007.571) 1114287) 1120.480) (126.147) (131980)
saban kote Tae Sans Sina Sao mar Desa Ta010
Biaya Usaha (136630) — (252058) (sanses lis8o70) (165706) (577 bsxos1)
Depresiasi/Amortisasi 03630 (aza) (22625) tesaa) (25672) (26.220) (27an
tapa paha Pe KA SA Aa Koes dana Pa NN te
endogatar bung ten
Beban bunga bagaay arang) ost tesaaay (esa) esa sa
Beban Penyisihan Piutang Rise) (18139) 1101243) 151.678) 160336) 160.739) 162535)
Set Ka Pn r ,
Laba/Rugi Laindain 192.170) (84.088) 88.412) 148.289) 154-701) 160.333) (62117)
Laba/Rugi Sebelum Pajak. 87.481 38.170 101.197 211548 276.13 351.672 364.396
Pajak Pengnasilan (a22) 8.592) 26201) en (83320) (86335)
Labafhup Serah Pajak Oa Bam Am iao073 nasi teng Ios
Mena Gada Pangan Sman Suman semu mangsa aman Sxrso20 —— snaris
Pembayaran kepada Pernasok. (agrassa) (4755337) 16.248.402) 16720402) (7.766.467) (8.490.736) 18.906.892)
Pembayaran kepada Direksi dan Karyawan. (ara3sn) 1905:330 13001958) Gi7aan) G3a 77) 1352,988) (a7o.aas)
kerokan ta
Prana Bj
pembayaran Pajak sar Buana woaan tasen saru usaca —— (snsoo
Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivi 269.296 7241 1783 36547 268.575 275435 288.779
Pam PO TN TT .
Pedia mopankkmeni g : :
Kanaan oren og tas Penanda 5
Peruruar penambahan Jaminan Urea : : :
Pembalan Aa ujan kiss Masa (eren (asam Gasa bas masa
#eramiahun Papan " '
Penampaan Sam Pa Eta of
Kenalan Uang Ma Pombakan Lan
Its Kan Ka erh po san BK angan
pian Peaurar asia Wadan Saran :
Benambaam Ae tam
Penambahan Ant ing Jaya
Penarnan kn Mena nya
Kenaikan pinjaman jangka panjang dari entitas asa. - - -
Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivi (nasss) 197.778) 47.167) (61.930) 156.666) 158.335) masa)
VITAS PENDANAAN
Tea KA Peang dag tom pss essay san pang
Kenalan enwnnanYamjananjangkapejang A25 soo @esr Gasa Tae ta
Kenaikan (Penurunani pinjaman jangka menengah -
Kenaikan (Penurunan) pinjaman jangka pendek. (i017 a31 764 42.880
kenakan Perurnan polaman Beres 5 2
penbajoan Utang Sena Pembiayaan can
Penerimaan Gn peneratan ham eh oi 2
pembartn Owen tes Ga gam tor ws asem uses
Maan Yenataag Han Gi ngan " “ :
Penban Moda Saham
eren
Aglo (Disagio) Saham.
Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivi 35.120 31.864 (279.127) (125.709) 199.962) 1101534) (10.10)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA | 199832 1427 (293551) 48.909 111 948 115.566 101511
pa Aan ..
SALDO KA AN SETARA RAS PADA AWALTAHUN —“AITZAS SISA GIA asi suzm asam musa
SAOS DAN SETAMAKASPAOK AMAN PERODE | CATTSSA  GIMST SISA Ia sem Sama mag
Business Valuation Unit
131 Jakarta
Page 149 OCR 0.544
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Asumsi Proyeksi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

asumsi
tntasi 3 2 an 3 Bg
Penagihan tahun berjalan aame022  As9pa7h oo S.s12900 G2e1sa3 7001273 2828157 205272
Penagihan tahun lalu soo000. rosaa 1122562 1253789 1418255 115651651
Pertumbuhan Pendapatan Sebelum Transaksi 231 34an 11,776 12316 10 AT 300
tp 90.71 coz 20x sos sos gan
Pertumbuhan Biaya Usaha max 159 55x 55x 545i 301
Beban Penyisihan Piutang (piutang Usaha) 12x taon sex ser n50 801
Perputaran Piutang Usaha 69 38 38 30 30 29
Hutang Usaha 1g 8 7 » 2 &
Asurnsi Incremantat Penambahan
SASARAN TL 2a5ae1 354510 372e8 390473 40.002 “22335
SASARAN LKB Tama azan dosaa sa7na a7.s2 101.360
PRODUKTIVITAS an20e ——ans0g S3 mas 225an Ona sasa
INEFISENSI (9.710) (17.203) (12.795) (11456) (10.128) (9.174) kaan)
TAMBAHAN INEFISIENSI HKA TIDAK TERPENUHI 1987) 1657) san) yaaa) (380) (373)
Rasio Keuangan Proyeksi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Rasio Keuangan
Rasio Likuiditas
Current Ratio 125,1316 123,71h 131,251 142.446 1546406 1261
Guick Ratio 96.741. 93.014 100,8014 110,84 122,9644 138,365
Cash Ratio 2007 10,821 12,354 16,641 20,63 26,201,
Rasio Aktivilas
Perputaran Piutang Usaha 8 38 38 30 30 29
Perputaran Persediaan & 2 “8 “ 39 38
Perputaran Utang Usaha 116 8 P3) z c &
Rasio Solvabilitas
Debt to Assat 1260 A41EN A3 SAN AGAN d0,28 3708N,
Debt to Eguity 89,600 DK na 11361 61261 58,934
Rasio Proftabiltas
Gross Margin 1.261 7,58Y4 T,8AYa Teh 8,202 819
Operating Margin 37472 49912 5A1Ya 5721 60574 6,047
Net Profit Margin 0591 1101 2131 2483 286 287To
ROA 04210 A10 2.301 29910 3.661 3,770
ROE 0.8016 197 4.081 51272 613W 5.99
Business Valuation Unit
132 Tokarta
Page 150 OCR 0.490
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Proyeksi dengan Penambahan Kegiatan Usaha

TAPORAN POSISI KEUANGAN. na 2025 Toe 7 Tas Eri Eu
Aset Lancar
Kasian Setara Kas 856227 aopaoe masa 20072 420757 snses 71517
Piutang Usaha Dieess oo 1781200 100057 1881243 1807077 1885227 a4e5a27
Piutang Retensi 85267 a75 as01a 28236 44903 29367 41235
Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja 38.734 70857 69746 71968 68.635 73.073 70857
Pendapatan Akan Diterima ar3asa 2051648 taman 1316667 Laman Laman asapana
Putang Lin yangg 14065 18.726 1905920392 21726 19.94
Persediaan 7as32s 2256 21258 suas92 945025 sag2258 ougi036
Yang Muka 1004 16754 1376 M6 15376 16376 1asa
Pajak Dibayar Dimuka zaban3—ap4s08 51700 saa2a oo s54s7 51700 sss6a
Baya Dibayar Dimuka Zassaa 760 242303 22301 24120 26,303 2aao81
Proyek Dalam Pelaksanaan i9d899—— 150200 us179 Is1401— 145068 35251 150250
tumiah amoase 4905651 4732515 Sod2e03 5269226 Sesem7—— Seneo2
Aset Tidak Lancar
Palak Tangguhan 2800 nan came 1249 1582 2916 sena
Proper investasi Wiss8— aanng3 17672 187622 181612 187622 1500
AsetTetap 3asasis 3136229 3071801 290x302 204815 2a1o7a4 asa
Aset tan Lain Sosra ——a1e0a 2agan mon 220 za01 2021
Investasi pada Entitas Anak, Entitas Asosiasi dan YG MASI a201 3509 3509 2500 3509 3.509
lumah Bao4z08  Ja7san2 3293879 32673 3127359 2012802 2947812
Ter ae na oa Ie TAN
tu
LIABILITAS DAN EKUITAS 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Uabilitas Jangka Pendek
Pinjaman sangka Pendek 5 257120 aonoo0 aoooo 400000 soa.o00 aooooo
Hutang Usaha La7aoiz 2508) 2512060 2560784 2574857 161901 2447258
Hutang Laistain aa 2318 2207 2429 2096 2549 1429
Hutang Pajak 651090 151.583 94.600 95266 97933 100.600 98,378
Uang Muka dar Pelanggan ata280 252207 251006 asaats oo pasnas 25aa29 252207
Biaya Yang Masih Warus Dibayar Sa2010 586627 510255 509922 3ssa7e 2g 181.589
Pendapatan Diterima Dimuka 158598 250,781 223423 225089223756 24473 222201
Unbiitas Jangka Panjang bagian jangka pendek 86566 48.727 sa613 22006 aga13 aga7a
jumlah 2042007 4147762 4079223 3sagan 191888 Seg223s
Mabilitas Jangka Panjang
Pinjaman Jangka Panjang uas m0017 coeg soa9 soo so89 sos
Kewajiban Imbalan Paska Kerja (PSAK 24) 3195 29253 asn #60 sn 0y 7511
Utang tainstain $ 3 s0 s 3 s0
Utang Ventura Bersama d1e1 axca 2062 3005 1058 2058 oo.
Jumlah kesgns 2a5a1n zona mag ne saia axcoa
Dena PETIR KE CAT Ig EK EME TI
Ekuitas
Modal Saham
Treasury Stock - . 2 3 2 a 2
Tambahan Modal Disetor Bnsa7 arisan asa any ansy asa snsa
Agio (Disagio) Saham 987413 987,413 987.413 087.413 987.413 987413 987.413
Saldo Laba
- Ditentukan Penggunaannya ansa9 mang asa Iman 37an 37asn9 ing
- Belum Ditentukan Penggunaannya 1.360.648 1434152 ” 1562297 " L77BOLS "2045253 ” 2370166 ” 2.710.093
- pendapatan Komprehensif Lainnya
Kepentingan Non Pengendali saag9 20203 22606 Ba57g a7asa 91662 21760
Total Ekuitas 3en67es I7asaD  as76ss2 a00asan — A36ka85 assa77e oo sona8o2
Teman Da aus Jaa “Ea 20 In 5 MEA
Business Valuation Unit
133 Jakarta
Page 151 OCR 0.584
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

IAPORAN LABA RUGI 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Penjualan 4896024 — 5305000 7.100.000 7500000 — 8900000 200000 10.034.000
Harga Pokok Penjualan Iad0s025) (4765520) (6353801) (aoa7as) (5006090) (eaoc120) (9068261)
Depresiasi/Amortisasi (16243) tonsa4) W07sny Uana287n (20480) t2saa7) t13n.980)
Laba/Rugi Kotor 373686. 435536 598.628 6801367 173430 867-127 293789
Biaya Usaha lusas39) —(us2005) (agen) store) (156705) 037 (181051)
Depresiasi/Amortisasi (pasa) oo (pa120) (a65) tsaa) (25672) (26220) (26 7831
Laba Usaha Zia.x09 259317 a24135 19775081052 665730 685925
Pendapatan Bunga 4673 - - - 2 :
Beban Bunga Gemsa, — tara29) (ossaa) tesaaa) —— tasxaa) (65.144) (esa
Beban Penyisihan Plutang Base) (is239) 201.223) (Sts78) (60336) 160.739) (621)
Selisih Kurs 508 - - -
Laba/Rugi Lain-lain (62170) (eso2g) Bean (68289) tsa7on (60333) (62143)
Laba/Rugl Sebelum Pajak s1a8 109961 129336 302539 370871 #9514 466.077
Palak Penghasilan (3281 (23752) 50336) (3639. garang (106.514) (1101439)
Laba/Rugi Setelah Pajak 1200 35.209 139.000 228000 283000 343.000 3551638
Tas EiI
'ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan sas7a7a oo Sajann  s9ng5e 2586000 8207500 as7ieso 10045000
Pembayaran kepada Pemasok (amaasa) o(So1san) (6586552) (05753) (maz25aa) (8257784) (9295831)
Pembayaran kepada Direksi dan Karyawan (era292) —— (osas0) Boss) Brama) gn) (sasa) Gro.as)
Penerimaan Bunga 33 - -
Panerimaan Pajak - -
Pembayaran Pajak 83413) 33328) (s2300 (46798) (5362) (sa2761 (nasa)
Kas Bersih Diperoleh Dar (Digunakan untuk) Akum 269296 98.735 19.179 264330 296261 302.601 317560
'ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penjualan Aset tetap 1530 ae01 sa000
Perolehan Properti Investasi
Kenaikan deposito yang dibatas Penggunaannya
Penurunan (penambahan) Jaminan Usaha -
Pembelian Aset Tetap Ihsan) 063m) (67381 (stg30) —— (5tis60) (58335)
Penambahan Properti investasi 2 5 : :
Perempatan Saham Pada Entitas Asosiasi
kenaikan Uang Muka Pembelian tahan
'Arus Kas Keluar Bersih pada saat akutsis entitas an
kenaikan/Penurunan Investasi Ventura Bersama »
Penambahan Aset Lain-ain Isap)
Penambahan Aset Keuangan Lainnya .
Penurunan (Kenalkan) vestasi lainnya
Kenaikan pinjaman jangka panjang dar entitas asa : :
IKas Barsih Diperolah Dari (Digunakan untuk) Aktwi (251) (87.778) (a61 (exga0) (56666) 158335) (ras)
Pembayaran Bunga Pinjaman tesazs) — tazco0) (5s) oslaa) (05348) (esa) osasa)
Kenalkan (Penurunan) pinjaman jangks oanjang 191254 (2soo00) (2anse2) (19831) 7163 7467
Kenaikan (Penurnan) pinjaman jangka menengah 2
Kenaikan (Penurunan) pinjaman jangka pendek Worag) 331764 32200
Kenaikan (penurunan) pinjaman Berelasi A : -
Pembayaran Utang Sewa Pembiayaan (s1
Penerimaan dari penerbitan saham oleh entitas an - «
Pembayaran Divideri (Ga0g (7.00 (8as2) (nan) (12586) (a75) (sen)
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan - : -
Penerbitan Modal Saham -
Saham Treasury
Asi (Disagio) Saham
Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivi 35:20 3ngea (arasan (izean9) (100563) (102.286 (110357
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA | 50505 PE ter7sn6) 76an 139033 12210 #2061
Perubahan Kurs sg -
SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN h07215 458227 a2aaa 2asia 200724 2281757 srsse
SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE 458227492198 maen 220722 29357 s7.2e6 701517
Business Valuation Unit
134 Jokarta
Page 152 OCR 0.558
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Asumsi Proyeksi dengan Penambahan Kegiatan Usaha

ASUMSI. 2025 2026 2027 2028 2029 2030
intasi Eg En 3 Es pg 3
Penagihan tahun berjalan Assz917 5916667 msagaaa 7416667 2166667 sA1s67
Penagihan tahun lalu coo00n— r05xe48 1183393 1316667 1483333 1632333
Pertumbuhan Pendapatan Sebelum Transaksi 231 TAK 1,7 13 10,495 3.016
tp 39an 90.1 Bag a00 san agen
Pertumbuhan Biaya Usaha ink 158 55n 5. san 301
Beban Penyisihan Piutang (Kpiutang Usaha 1001 sex 275 aa 32216 3321
Perputaran Plutang Usaha 13 3 g za 70 c
Hutang Usaha 199 15 132 17 109 98
SASARAN Tu 295141 361519 377268 300ars a06.002 anang
SASARAN LKO 70834 2748) 90524 ga7a 97.262 101360
PRODUKTIVITAS 201 snasx ssaoe NN ssosx a91
INEFISENSI (7710) taszae) (2129) (10509) (cse) 8734) (8538)
Rasio Keuangan Proyeksi dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Rasio Keuangan
Rasio Likuditas
Current Ratio 15,561 116.027 123.364 133,3816 144,596 159,719.
Guick Ratio 94,081 92.906 100,231 109411, 120,354 13373h
Cash Ratio 11,59K 5.264 71396 10,891 14621 19.261
Rasio Aktivitas
Perputaran Piutang Usaha 123 3 87 ” 70 68
Perputaran Persediaan ” sa “- “2 39 38
Perputaran Utang Usaha. 199 185 132 “ 109 ui
Rasio Solvabilitas
Debit ta Asset saz7e s170e sam azan assan s2s7x
Debt ta Eguity 1210206 107,041 101a7n 92,230 BAAK 7a,120
Rasio Profitabilitas
Gross Margin 8,211 843 8621 B69Y4 B85Ya 85K
Operating Margin 489 597k 6,304 65342 6,790 6,801,
Net Profit Margin 161p 196 2.904 31816 35072 3527
ROA 10316 1,734 2787 33716 3,95 4,087
an 2279 3,581 559 64816 131 10676
Business Valuation Unit
135 Tokarta
Page 153 OCR 0.784
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Analisis Inkremental
(LAPORAN POSISI KEUANGAN 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas (139.327) (116.783) (100.817) (73.615) (46.531) (19.987) 3.153|
(Piutang Usaha o 839.687 1.097.491 1.105.584 1,107,442 1114,301 1.113,644|
(Piutang Retensi - 2.622 2.362 2,304 1.970 2.045 1,972|
Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja - 3.942 3.581 3.437 3.011 3.028 2.965)
Pendapatan Akan Diterima bad 310,804 60.752 62.878 65,079 67.682 70.389)
Piutang Lain-Lain - - - - - - si
Persediaan - 50,753 48.426. 45.062 41.501 39.294 39.582|
Uang Muka - - - - - - -
Pajak Dibayar Dimuka bd 6.927 2.659 2,537 2.433 2.395 2.325)
Biaya Dibayar Dimuka 13.780 12440 11571 10.718 10.206 10212
Proyek Dalam Pelaksanaan - - - - - - -|
Jumlah (139,327) 1111.731 1.126.893 1.159.757 1.185.623 1.218.964 1,249.242|
Aset Tidak Lancar
Pajak Tangguhan -
(Properti Investasi - - - - - - -|
lAset Tetap 139.327 139.327 139.327 139,327 139327 139327 139327
|Aset Lain-Lain ” - - - — -|
Investasi Pada Entitas Anak, Entitas £ - - - - - -|
Jumlah 139.327 139.327 139.327 139.327 139327 139327 139.327
JUMLAH ASET 0 1.251.058 1266220 — 1299084 1324950 1358291 1.388.569)
UABILTAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
(Pinjaman Jangka Pendek - - - - -— — “
Hutang Usaha - 1158.276 1121700 1089186 1053650 1018471 974.991
Hutang Lain-Lain - - - - - - “1
Hutang Pajak - 8.433 4857 4.529 4.297 4.169 4.116)
Uang Muka dari Pelanggan - - - - - -
Biaya Yang Masih Harus Dibayar - 32.637 26.196 24352 15,596 10.725 7.598)
Pendapatan Diterima Dimuka - 13,952 11470 10.654 9817 9.300 9.257)
Liabilitas Jangka Panjang bagian jang) - - - - - - -|
Jumlah - 1.213.298 1164223 — 1128741 1083359 1012664 996,002)
ILiabilitas Jangka Panjang
Pinjaman langka Panjang - - - - - - -
Kewajiban Imbalan Paska Kerja (PSAK - - - - - -
Utang Lain-Lain - £- - z 5 3!
Utang Ventura Bersama - - - - - - -
Jumlah - - - - - - -
(uMmuaH uAsiuTAS - 1.213.298 1.164.223 — 1128741 1.083.359 1042664 996.002)
Ekuitas
Modal Saham - - - - - - -
ITreasury Stock - - - - - - -
ITambahan Modal Disetor - - - - - - -
lAgio (Disagio) Saham - - - - - - -
saldo Laba - - - - - - -
| Ditentukan Penggunaannya - - - - - - -
|. Belum Ditentukan Penggunaannya - 37.760 101.997 170343 281591 315627 392.498
I- pendapatan Komprehensif Lainnya - - - - - - -
Kepentingan Non Pengendali - - - - - - 69
Total Ekuitas - 37.760 101.997 170.343 241591 315.627 392.567|
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS - 1.251.058 1.266.220 1.299.084 1.324.950 1.358.291 1.388.569)
i3e Business Valuation Unit

Jakarta
Page 154 OCR 0.809
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

(LAPORAN LABA RUGI

2024

2025

2026

2027 2028

2029

2030

Penjualan
IHarga Pokok Penjualan
Depresiasi/Amortisasi
ILaba/Rugi Kotor

IBiaya Usaha
IDepresiasi/Amortisasi
Laba Usaha

Pendapatan Bunga

Beban Bunga

Beban Penyisihan Piutang
selisih Kurs

Laba/Rugi Lain-lain
Laba/Rugi Sebelum Pajak
Pajak Penghasilan
Laba/Rugi Setelah Pajak

295.141
(223.350)

7791

779
(16.160)
55.631

364.510
(276371)

88.139

88.139
(23.432)
64.707

377.268 — 390.473
(286.177) (296315)

91091 94.158

91.091 94.158

91091 94.158

(22165) — (22.309)
68.927 71.849

206.092
(308.250)

97.842

97842
(23.184)
74.658

222.335
1820.602)|
101.733)
101.733|
(26)|

(26)|
101,681|
(2a.o9a)|
77.587

ILAPORAN ARUS KAS

2024

2025

2026

2027 2028

2029

2030

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan
Pembayaran kepada Pemasok
(Pembayaran kepada Direksi dan Kary
Penerimaan Bunga

Penerirmaan Pajak

Iembayaran Pajak

Ikas Bersih Diperoleh Dari (Digunal

|ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penjualan Aset Tetap

Perolehan Properti Investasi
IKenaikan deposito yang dibatasi Peny
Penurunan (penambahan) Jaminan U
Pembelian Aset Tetap

(Penambahan Properti Investasi
(Penempatan Saham Pada Entitas Asc
Ikenaikan Uang Muka Pembelian Lahz
larus Kas Keluar Bersih pada saat aku
Kenaikan/penurunan Investasi Ventu
Penambahan Aset Lain-lain
Penambahan Aset Keuangan Lainnya
(Penurunan (Kenaikan) investasi lainn
Kenaikan pinjaman jangka panjang d.
Ikas Bersih Diperoleh Dari (Digunakar

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Bunga Pinjaman
Ikenaikan (Penurunan) pinjaman jang
kenaikan (Penurunan) pinjaman jang
Kenaikan (Penurunan) pinjaman jang
Kenaikan (Penurunan) pinjaman Bere
(Pembayaran Utang Sewa Pembiayaar
Penerimaan dari penerbitan saham c
Pembayaran Dividen

Program Kemitraan dan Bina Lingkun
(Penerbitan Modal Saham

ISaham Treasury

lAgio (Disagio) saham

IKas Bersih Diperoleh Dari (Digunakar

IKENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS
Perubahan Kurs

ISALDO KAS DAN SETARA KAS PADA Al
ISALDO KAS DAN SETARA KAS PADA Al

(139.327)

(139.327)

(139,327)

(139.327)

304.545
(280.147)

(1.854)
22.544

22.544

(139.327)
(116.783)

356.758
(338.150)

(2172)
16,436

(470)

15.965

(116.783)
(100.817)

367.048 — 386415
(837.031) (356.377)

(2235) (2,353)
27.783 27.686

(581) (601)

(581) (601)
27.202 27.084

(100817) — (73615)
(73615) — (a6531)

396.630
(367.048)

(zans)
27.166

(622)

26.544

(26531)
(19987)

420.285)
(388.939)|

(2.559)
28.787

(627)

28.140)

(19.987)|
3.153)

Business Valuation Unit

Jakarta

Page 155 OCR 0.791
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Investasi

Jumlah

Biaya

(Rp)
Bangunan
1 Bangunan Pabrik 6 4.901.400.000 29.408.400.000
2 | Ruang Workshop 6 624.339.960 3.746.039.760
Prasarana 5
1 | Pondasi dan Dudukan Mesin/Alat 6 1.117.944.056 6.707.664.336
2 | Bak Uap 6 247.381.677 1.484.290.062
3 | Bak Limbah 6 836.937.608 5.021.625.648
4 | Ruang & Instalasi Genset 6 336.921.554 2.021.529,324
S | Jembatan Timbang 6 162.645.519 975.873.114
Peralatan &
1 | Peratalatan Produksi 6 7.638.400.000 45.830.400.000
2 | Peralatan Penunjang Produksi 6 448.400.000 2.690.400.000
ag || Petalatan Cahorataitan, Pengukara dit 6 367.117.904 2.202.707.424
Pengujian
4 | Cetakan 540 72.662.830 39.237.928.200
Total Investasi 139.326.857.868
Discount Factor
PT Wijaya Karya Beton Tbk
PERHITUNGAN DISCOUNT RATE
Lampiran 4
Deseription Capital Cosi Composition Weighted Cost
Cost of Debt 11806 t 210396
Cast of Eguit" 11.76 8376
104074
(Cost ot Egvity Cost of Debt
Risk Free TA 96 IPBA, 30 Des 2024 Bank Interest 92196 Bank Indonesia, Des 2024
Beta 0,93 Damodaran. January 2025 Tax 22MYa
Risk Premium 6,876 Damodaran, January 2023
RBDS 1.896 Damodaran, January 2025
KE W,677a KD KATA
Unleveraged Beta 072
Levered Beta oa
Keterangan Beta Market D/E Unlevered Beta
Construction Supplies 0,93 39 A4 0,72
lebi 39,44”.
Eguity
128 Business Yara aa
Page 156 OCR 0.586
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk

Analisis Kelayakan Usaha

zona 2035 zone 2037 Z2 Ta Kan
Analisis Incrermental
cra 7241 273 mesa7 268578 25415 222779
Capert te1zny 7167) (e1ga0) (56666) (58335) (rasa)
Interest « (tag) 38.520 sman 71.293 72e0n 72593 p2s9a
rcr 15983 55425 Masi” asin 225 639 782220
Analisis neremental
22.788 asa7a 264330 256261 302.601 3a7s6
Capex tj 97m) O7ae7 (61930) (5esec) (55335) (nasa
Interest x (ita) 35520 casas 7503 Ie 72509 72598
tere 38527 nas Jaana Ti2a97 516365 513007
1 z 7 5 8
lanatisis Ingramental 2025 2026 2027 2028 2025 2030
cFo 22514 16.436 27783 27686 — 27166 — 28787
Capex () 5 - - z 3 -
Interest x (l-tax) - - 2 - 2 -
IECFF Incremental 2252 16:36 27783 — 27686” 27166” 28787
Terminal Value 373.429
Diskon Faktor og 0,82 07a 067 061 0,55|
Terminal Growth Inflasi
IECFF Analisis Incremental 22:544 16.436 27783 — 27686 — 27166 402.235)
IPV ECEF Ineremental (139327 20,420 13.485 20647 — 18636 — 16568 — 222148
INPV 172.573
IRR 17,896
Rol 123,866
(Pofitability Index 224
Pap
INo tahun Investasi
2024 (139.327)
1 2025 20420 (118.907)
2 2026 13485 — (105.422)
3 2027 20.647 (84.775)
4 2028 18.636 (66.139)
5 2029 16.564 (49.575)
6 2030 222.148 172.573
Iranun 5 -&p 49575
IPv Tahun 6 Ro 22218
01223
NPV IRR ROI PI
Sensitivitas Investasi o 172.573 17,990 123,97 224
“2514 223.592 29479, 214,04 314
-2014 216.626 27,390 194,4Yo 294
15K 216.626 27,3 194,4Yo 294
“1076 216.626 27,3Yo 194,4Yo 2,94
0 216.626 27,390 AMA 294
1076 216.626 27,30 NATA 294
1596 216.626 27,346 194,474 2,94
200 216.626 27,372 194,4Yo 294
25 216.626 27,340 194,4Yo 2,94
Business Valuation Unit
139 Jokarta

File

File Open PDF
Source IDX
Size14.84 MB
Published20 May 2025
Pages156
Characters365,042
Text sourceOCR
OCR confidence0.856

Names mentioned 105 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Wijaya Karya Beton Tbk p.1 ×562
linked org Wijaya Karya Pracetak Gedung p.19 ×3
linked person Amir Abadi Jusuf p.27 ×6
linked person Rija Judaswara p.37 ×2
linked person Syailendra Ogan p.37 ×2
linked person Agus Pramono p.37 ×2
linked person R. Permadi Mulajaya · Komisaris p.38
linked person Miftachul Munir · Komisaris p.38
linked person Nita Prihutaminingrum · Komisaris Independen p.38
linked person Iswandi Imran · Komisaris Independen p.38
linked person Verly Widiantoro p.38
linked org Waskita Beton Precast Tbk p.66 ×5
linked org Berkah Beton Sadaya Tbk p.71 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×37
possible org Wijaya Karya p.19 ×25
possible org Negara Republik Indonesia p.34
possible person Kuntjara · Direktur Utama p.38
possible org Bursa efek indonesia p.71
possible person Makmur Wijaya. p.97
possible org Krakatau Steel p.99
unresolved org KJPP GUNTUR p.2 ×16
unresolved org ANDRI & REKAN p.2 ×2
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2
unresolved org Kementerian Keuangan dan Pasar Modal p.2 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.5 ×53
unresolved org Kota Nusantara p.8 ×7
unresolved person Rahmat Faizal p.14
unresolved person Up. Dwi Hari Prasetiyo p.15
unresolved org KJPP GUNTUR EKI p.17
unresolved org Andri dan Rekan p.17 ×3
unresolved org Penilai Saham Represenstatif KIPP Guntur Eki Andri dan Rekan p.17
unresolved org Rekan Penilai Saham KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan p.17
unresolved org KJPP Guntur Eki Andri p.17 ×141
unresolved org KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN p.18 ×139
unresolved org PT Citra Lautan Teduh p.19 ×3
unresolved org PT Wijaya Karya Komponen Beton p.19 ×3
unresolved org PT Wijaya Karya Krakatau Beton p.19 ×3
unresolved org PT Wijaya Karya Pracetak p.19 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH- p.23
unresolved org Menteri Keuangan p.24 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Guntur p.24 ×2
unresolved org KJPP p.24 ×2
unresolved org Bapepam p.24 ×8
unresolved org Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf p.27 ×6
unresolved org Mawar & Rekan p.27 ×6
unresolved person Insinyur Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito · Notaris p.28 ×14
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.28 ×8
unresolved person Insinyur Nanctte Cahyanie Handari Adi Warsito · Notaris p.28
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.28 ×3
unresolved person Achmad Bajumi p.28 ×3
unresolved person Imas Fatimah p.28 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.34
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU. p.34
unresolved org Koperasi Karya Mitra Satya p.37
unresolved org Yayasan Wijaya Karya p.37
unresolved person Eko Sujianto · Komisaris Utama p.38
unresolved org PT Wijaya Kar p.39
unresolved org PT Citra p.39
unresolved org PT Wi Kar Kampanan Batan Lautan Teduh p.39
unresolved person Insinyur Nanctte Cahyanic Handari Adi Warsito · Notaris p.39
unresolved org Pusat Statistik p.49 ×3
unresolved org Kementerian Keuangan p.49 ×4
unresolved org Kementerian Ketenagakerjaan p.50
unresolved org Bank Indonesia. Inflasi p.53
unresolved org PT CT p.53
unresolved org Bank Indonesia Triwulan IV p.53 ×19
unresolved person Pea Stan SIP Mun Ka p.59
unresolved org Bank Business Valuation p.59
unresolved org Bank Indonesa Sumber p.61
unresolved org Bank Indonasia. p.61
unresolved org Kementerian PUPR p.64 ×2
unresolved org Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat p.68
unresolved org PT PLN (Persero) p.69 ×3
unresolved org Kementerian ESDM p.69 ×4
unresolved org PT Perkasa Beton Readymix p.71
unresolved org PT Virajaya Riauputra p.71
unresolved org PT Sumbetri Megah p.71
unresolved org PT Jaya Sentrikon Indonesia p.71
unresolved org PT Ratu Pola Bumi p.71
unresolved org PT Tonggak Ampuh p.71
unresolved org PT Sentosa Sakti Makmur p.71
unresolved org PT Kunango Jantan p.71
unresolved org PT Hume Sakti Indonesia p.71
unresolved org PT Tjakrindo Mas p.71
unresolved org PT Jaya Beton Indonesia Pesaing p.71
unresolved org Menteri PUPR p.72
unresolved org KJPP GEAR p.84
unresolved org Koperasi Karyawan Beton Makmur Wijaya. Business Valuation p.97
unresolved org PT Komponindo Betonjaya p.98
unresolved org PT Komponindo Beton Jaya. Aktivitas Usaha Performa p.98
unresolved org PT Krakatau Engineering p.99 ×2
unresolved org PT Krakatau Wajatama p.99 ×2
unresolved org PT Krakatau Baja Konstruksi. Hingga p.99
unresolved org PT Krakatau Baja Konstruksi p.99
unresolved org Wijaya Karya Bangunan p.99 ×2
unresolved org Kementerian ESDM dan PLN p.103
unresolved org DER p.127
unresolved person Keaar A p.137
unresolved org PT Wijaya Karya Beton Tok p.138
unresolved org Bank Uabiltas Sewa Mumlah Liabilitas Jangka Pendek. p.141
unresolved org Bank Laubiltas Sewa Liabilras Pajak Tangguban Labulsas Imbalan p.141
unresolved org Winya Karya Belon Tbk p.142 ×2
unresolved org Analisis Horizontal IPT Wiaya Karya Beton Tbk p.143
unresolved org Wiaya Karya Beton Tbk p.145 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 8759 ms 13 Sep 2026 15:30
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result