Back to announcement
20250520_WTON_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31887535_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review WTONSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 156
Page 1 OCR 0.950
LAPORAN STUDI KELAYAKAN Atas Penambahan Kegiatan Usaha KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik PT Wijaya Karya Beton Tbk PT WIJAYA KARYA BETON TBK Untuk PT WIJAYA KARYA BETON TBK WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340
Page 2 OCR 0.912
KJPP GUNTUR, EK, ANDRI DAN REKAN korlzin:2,13,0116 car KY No,562/KW,1/2013 Bidang Jasa4?reperti dar 3isnis kilayah Kerja7Negara Wepubiik Indonesia No. File : 00029/2.0116-06/BS/03/0511/1/V/2025 Jakarta, 5 Mei 2025 Yth. Dewan Direksi PT Wijaya Karya Beton Tbk WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340 Ringkasan Eksekutif Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk Dengan hormat, Ringkasan Laporan Studi kelayakan ini merupakan bagian dari laporan Studi kelayakan secara keseluruhan yang disajikan sebagai laporan terinci dan tidak dapat dipisahkan. KANTOR JASA PENILAI PUBLIK GUNTUR, EKI, ANDRI & REKAN (“GEAR”) telah ditunjuk oleh PT WIJAYA KARYA BETON TBK (“WTON”) melalui persetujuan surat penawaran No. JKT.037/PN.BV.GEAR/2025 tanggal 23 April 2025 dengan maksud untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk yaitu KBLI 43211 - Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik, yang diperlukan dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPP”) Edisi VII Tahun 2018, dan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan penilaian tersebut. 1. Identifikasi Status Penilai Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 277/KM.1/2018 tertanggal 16 April 2018 mengenai Izin Penilai Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., M.Ec.Dev. MAPPI (Cert) yang ditetapkan sebagai penilai di Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi (B) No. B-01.18.00511 dan terdaftar di OJK untuk Pasar Modal dengan No. STTD.PB- S1/PM.223/2021 dan OJK IKNB dengan No. 211/NB.122/STTD-P/2020 dan juga sebagai anggota MAPPI dengan No. 14-S-05089 dan Nomor Register RMK-2017.01120. GEAR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian ini. 2. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Pemberi tugas dan pengguna laporan adalah sebagai berikut: Nama : PT Wijaya Karya Beton Tbk Bidang Usaha £ Perdagangan dan industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain yang terkait : WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9, Cipinang Cempedak, Alamat Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340 Telepon 1021-8192802 Fax :021-85903872 Email : sekper@wika-beton.co.id Website : www.wika-beton.co.id kantor tabany 2 Business valuation Unit Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, 11. DT. Panjaitan NG 45, Jakarta Timur 13350 telp. 021-85914072 Kantor Pusat 2 dk. Sidosermo PDK N-A Na. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fex. 031-847/0138 / 99013093 Cabang 1 Semarang CP), Samarinda (P), Denpasar (P), Makassar (PS), Tegal (PS)
Page 3 OCR 0.918
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN ko,lzin:2,13,0116 car KYX No, 562/KW,1/2013 Bioang Jasat?reperti dan Bisnis kilayah Kerja: Negara Wepubiik Indonesia 3. Maksud dan Tujuan Penilaian Maksud penugasan ini adalah untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk yaitu KBLI 43211 - Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik. yang diperlukan dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”). Penugasan ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.17/SEOJK.04/2020 (“SEOIK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018. 4. Obyek Studi Kelayakan Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah penambahan kegiatan usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usahan Indonesia (“KBLI”) yaitu KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik. 5. Tanggal Studi Kelayakan (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Tanggal Studi Kelayakan adalah tanggal 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) masa berlaku laporan penilaian adalah 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (Cut Off Date) dalam laporan penilaian. Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan penilaian ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut off date) dalam laporan penilaian. 6. Independensi Penilai Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini GEAR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan WTON ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan WTON. GEAR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi atau merugikan pihak manapun terkait dengan penugasan ini. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh hasil kajian kelayakan yang dihasilkan. 7. Tanggung Jawab Penilai Dalam batas kemampuan dan keyakinan GEAR sebagai penilai, GEAR menyatakan bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Studi Kelayakan telah dilakukan dengan benar dan GEAR bertanggung jawab atas Studi Kelayakan yang diterbitkan. 8. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan Dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini, kami telah melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur studi kelayakan yang mencakup hal-hal sebagai berikut: kanter Cabang 4 Business valuation Unit Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, 11. DT. Panjaitan Na 45, Jakarta Timur 13350 jelp. 021-85914072 Kantor Pusat 1 JL. Sidosermo PDK N-A Na. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fax. 031-8470138 / 99013095 Cabang 1 Semarang CP), Samarinda (P), Denpasar (P), Makassar (PS), Tegal (PS)
Page 4 OCR 0.907
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN korlzin:2,13,0116 dar KXCNo,562/KW,1/2013 Bioang Jasat?reperti dar Bisnis kilayah Kerja? Negara Wepubiik Indonesia Pengumpulan Data # Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana ekspansi atas penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data indentitas Perseroan, perizinan, spesifikasi proyek, aspek keuangan, dan rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait. # Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat dipertanggungjawabkan, # Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan dari aspek yang berpengaruh dalam kelayakan dengan pihak Perseroan. Proses Analisis # Aspek legalitas yang mengkaji terhadap kelengkapan dokumen legalitas dan perizinan penambahan kegiatan usaha. # Analisis Pasar yang mengkaji kondisi pasar pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik atas intalasi penyediaan tenaga listrik di Indonesia. e Analisis teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana penambahan kegiatan usaha. # Analisis pola bisnis yang mengkaji model bisnis atas penambahan kegiatan usaha, risiko yang berpotensi muncul dan langkah pengendaliannya serta analisis SWOT. # Aspek model manajemen yang mengkaji struktur dan kebutuhan karyawan atas rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan. @ Analisis keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi. Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan atas penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indicator Net Present Value (“NPV”), Profitability Index (“PP”), Internal Rate of Return (“IRR”), dan Payback Period. 9. Standar Penugasan Studi Kelayakan Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta penyusunan laporan telah dibuat dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPP”) Edisi VII Tahun 2018. 10. Tingkat Kedalaman Investigasi Studi Kelayakan dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen WTON, yang bertujuan untuk memperoleh dokumen kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi memalui wawancara berupa con call atau virtual meeting. Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut: 1. Uji tuntas atas laporan keuangan tidak dilakukan dan penelaahan atas informasi pada laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan analisis kewajaran: 2. Uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek analisis kewajaran tidak dilakukan: 3. Analisis dampak untuk para pihak terkait Penambahan Kegiatan Usaha, 4. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis studi kelayakan. : Business valuation Unit Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, Jl. DT. Panjaitan NG 45, Jakarta Timur 13350 telp. 021-85914072 Kantor Pusat: JL. Sidosermo PDK N-A No. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fsx. 031-8470138 / 99013095 Cabang 1 Semarang CP), Samarinda (P), Denpasar (P), Makassar (PS), Tegal (PS) Kantor Cabang
Page 5 OCR 0.897
KJPP GUNTUR, EK, ANDRI DAN REKAN ko,lzin:2,13,0116 dar KK No,562/KW,1/2013 Bioang Jasat?reperti dar Bisnis kilayah Kerja: Negara Wepubiik Indonesia Berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan, diketahui saat ini WTON masih menjalankan kegiatan operasinya yaitu sebagai Perusahaan di Bidang Perdagangan dan industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain yang terkait. Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang memadai diantaranya dengan melakukan melakukan site visit terhadap fasilitas milik WTON dan melakukan wawancara dengan manajemen WTON ataupun pihak yang mewakilinya dan pihak-pihak lain yang relevan. Berikut adalah pihak-pihak yang diwawancarai yaitu: Figur I. Pihak yang Diwawancara & PIC WTON Pihak J Inu Pinandito Manajer Bidang Evaluasi Hasil Usaha Muhammad Bagus Prihandoko Staf Bidang Hasil Usaha 11. Data dan Informasi Rencana Penambahan Usaha Beberapa sumber informasi relevan yang handal tanpa perlu melakukan verifikasi, antara lain: # Data-data laporan keuangan historis: # Data investasi dan dokumen pendukung lainnya yang disediakan manajemen WTON, # Data-data ekonomi yang diperoleh dari Penelitian Damodaran dan sumber-sumber lainnya yang relevan: e Data-data ckonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait, seperti Bank Indonesia dan lainnya. 12. Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli Dalam melaksanakan pembuatan laporan studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini, GEAR tidak menggunakan laporan hasil analisis dari tenaga ahli dari luar. 13. Asumsi dan Kondisi Pembatas Asumsi Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan ini adalah: # Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion. # Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses Studi Kelayakan. e Dalam menyusun laporan ini, GEAR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh WTON dan atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan. # Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada GEAR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting. # GEAR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh WTON dan telah disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). # Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional WTON. # GEAR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan. @ GEAR telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari pemberi tugas. : Business valuation unit Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, Il. DT. Panjaitan NG 45, Jakarta Timur 13350 telp. 021-85914072 Kantar Pusat: Jl. Sidosermo PDK V-A Na. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fex. 0318470138 / 99013093 Cabang 1 Semarang (PJ, Samarinda (CP), Denpasar CP), Makassar (PS), Tegal (PS) Kantor Cabang
Page 6 OCR 0.925
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN Ko,lzin:2,13,0116 dar KCNo,562/KW,1/2013 Bioang Jasat?reperti dar Bisnis kilayah Kerja7Negara Wepublik Indonesia e Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan. # Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana Transaksi yang akan dilakukan pada tanggal studi kelayakan ini diterbitkan. e Dalam penyusunan laporan studi kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban WTON dan semua pihak yang terlibat dalam Penambahan Kegiatan Usaha serta keakuratan informasi mengenai Penambahan Kegiatan Usaha yang diungkapkan oleh manajemen WTON. # Studi kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari studi kelayakan. Penyusunan studi kelayakan ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap. e Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan studi kelayakan ini sampai dengan tanggal terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) opini kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Kondisi Pembatas # Kami tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang melakukan transaksi. # Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh WTON atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen WTON, bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. @ Analisis studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan diatas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir opini kami secara material. Oleh karenanya, kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas studi kelayakan kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut @ Kami tidak memberikan opini atas dampak perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha ini. Jasa-jasa yang kami berikan kepada WTON dalam kaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini hanya merupakan pemberian studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Penambahan Kegiatan Usaha dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha tersebut. @ Pekerjaan kami berkaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisa suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya diluar Penambahan Kegiatan Usaha yang ada dan mungkin tersedia untuk WTON serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Penambahan Kegiatan Usaha ini. : Business valuation Unjt Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, 131. DT. Panjaitan Na 45, Jakarta Timur 13350 Telp. 021-85914072 Kantor Pusat: JL. Sidosermo PDK N-A No. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fsx. 031-8470138 / 99013095 Cabang 1 Semarang CP), Samarinda (P), Denpasar (P), Makassar (PS), Tegal (PS) Kantor Cabang
Page 7 OCR 0.935
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN Korlzin:2,13,0116 car KXCNo,562/KW,1/2013 Bidang Jasa4?reperti dar 3isnis kilayah Kerjaz Negara Wepubiik Indonesia 14. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi Laporan Studi Kelayakan beserta lampiran yang ada pada laporan ini hanya ditujukan kepada Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Studi Kelayakan sebagaimana dimaksud pada lingkup penugasan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup penugasan laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari GEAR dan pemberi tugas. 15. Kejadian-kejadian Penting setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) dan Tanggal Laporan Sampai dengan tanggal Laporan Studi Kelayakan ini, kami tidak memperoleh informasi mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak secara material. Kejadian-kejadian penting setelah tanggal laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan. Penilai tidak berkewajiban untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas hasil Studi Kelayakan yang dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan Terinci yang telah diterbitkan dan disampaikan kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat komentar OJK terkait evaluasi Laporan Studi Kelayakan terkait maksud dan tujuan penilaian, maka GEAR dapat menerbitkan revisi atas Laporan Studi Kelayakan untuk memenuhi tanggapan dan jawaban kepada OJK. 16. Konfirmasi bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat, serta laporan Studi kelayakan yang telah dibuat oleh Penilai dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. 17. Konfirmasi Bahwa Penilaian dilakukan Berdasarkan SPI Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi kelayakan telah dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia Edisi VII tahun 2018 (“SPI”) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (“MAPPI”). 18. Analisis Kelayakan 18.1 Aspek Pasar Peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi listrik di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik. Potensi ekonomi dari infrastruktur kelistrikan yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai nilai signifikan. Potensi ini mencakup permintaan untuk tiang beton yang digunakan dalam pembangunan jaringan distribusi listrik, yang jumlahnya sangat besar seiring dengan berkembangnya proyek-proyek kelistrikan di seluruh penjuru Indonesia. Potensi pasar tiang beton untuk instalasi listrik diperkirakan mencapai miliaran rupiah per tahun, mengingat kebutuhan akan tiang beton berkualitas tinggi untuk mendukung distribusi listrik yang stabil. Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan sektor kelistrikan melalui program pembangunan infrastruktur energi, yang mencakup pengembangan sistem distribusi listrik di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil dan kawasan industri. Industri beton pracetak di Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan prospektif, didorong oleh tingginya permintaan dalam negeri terhadap : Business valuation Unjt Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, 11. D7. Panjaitan Na 45, Jakarta Timur 13350 Telp. 021-85914072 Kantor Pusat: JL. Sidosermo PDK N-A No. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fsx. 031-8470138 / 99013095 Cabang 1 Semarang CP), Samarinda (P), Denpasar (P), Makassar (PS), Tegal (PS) Kantor Cabang
Page 8 OCR 0.928
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN ko,lzin:2,13,0116 car KA No,562/KW,1/2013 Bioang Jasat?reperti dar Bisnis kilayah KerjazNegara Wepubiik Indonesia infrastruktur serta dukungan kuat dari kebijakan pemerintah. Proyek-proyek besar seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), jalan tol Trans-Jawa, MRT Jakarta, serta program elektrifikasi oleh PLN menjadi pendorong utama meningkatnya konsumsi produk pracetak seperti tiang listrik, balok jembatan, dan panel dinding. Subsektor ini mencerminkan stabilitas dan keberlanjutan yang tinggi. Indonesia juga menguasai 60—70yo pasar konstruksi di ASEAN dan menjadi pasar terbesar di kawasan, meskipun saat ini masih berada di posisi keempat produsen beton pracetak di Asia Tenggara setelah Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Peningkatan kapasitas produksi dan distribusi diiringi dengan adopsi teknologi baru seperti lean construction, precast 3D printing, serta penggunaan beton ramah lingkungan yang memperkuat daya saing industri nasional. Perusahaan seperti WIKA Beton dan WSBP telah mulai mengadopsi sistem automasi dan PLTS untuk efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon. Dukungan regulasi, terutama kewajiban penggunaan produk dalam negeri melalui Permen PUPR No.12/2021, memperkuat daya saing lokal dan memangkas ketergantungan terhadap impor. Dengan proyeksi nilai pasar beton pracetak yang mencapai USD 15,8 miliar pada 2030 dan CAGR sebesar 25,9y6 (Grand View Research), industri ini berpeluang besar untuk tumbuh menjadi salah satu pemain utama dalam pasar konstruksi global, sekaligus menjadi pilar penting dalam percepatan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Dengan memperhatikan peluang besar di sektor kelistrikan dan pembangunan infrastruktur energi Indonesia yang terus berkembang, serta perusahaan yang sudah memiliki pengalaman dalam produksi dan penyediaan tiang beton untuk instalasi listrik, maka rencana untuk memperluas usaha dalam aspek pasar beton pracetak tiang beton ini sangat layak dan menjanjikan. Mengingat kebutuhan yang terus meningkat untuk memperkuat jaringan kelistrikan, terutama di wilayah yang sedang berkembang, sektor ini memberikan peluang pasar yang sangat potensial bagi perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. WTON memiliki keunggulan kompetitif kuat dibandingkan pesaingnya, yaitu kapasitas produksi besar, sebaran pabrik strategis dari Sumatera hingga Sulawesi, kedekatan dengan sumber bahan baku, kualitasproduk yang terjamin. Strategi pemasaran WTON yang mengandalkan diversifikasi produk beton inovatif (seperti beton self-healing), pemanfaatan teknologi digital dan otomasi, kolaborasi dengan pengembang infrastruktur, serta ekspansi ke pasar internasional, memperbesar peluang perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar beton pracetak domestik dan regional. Penambahan kegiatan usaha untuk meliputi perencanaan, produksi, pemasangan, dan pelaksanaan instalasi listrik merupakan langkah strategis yang logis dan selaras dengan penguatan core business. Perbedaan antara usaha cksisting WTON dan rencana ekspansi baru ini justru akan melengkapi portofolio layanan, memperluas pasar, dan membuka sumber pendapatan tambahan di sektor kelistrikan nasional. Dengan melihat peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi listrik di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik, serta WTON sudah mempunyai pengalaman dalam hal mengelola atau memberikan jasa pada pihak ketiga, dimana hal ini memberikan manfaat dan kontribusi yang positif bagi WTON maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pasar Layak. 18.2 Aspek Teknis Berdasarkan aspek teknis, rencana penambahan kegiatan usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) dinilai sangat siap dan layak untuk dilaksanakan. Kegiatan pengembangan akan dilakukan secara mandiri di enam lokasi pabrik beton milik WTON yang tersebar strategis di berbagai wilayah Indonesia, dengan dukungan infrastruktur dan lahan yang memadai. Investasi sebesar Rp139,33 miliar dialokasikan untuk pembangunan fasilitas produksi, prasarana : Business valuation Unit Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, Jl. DT. Panjaitan No 45, Jakarta Timur 13350 telp. 021-85914072 Kantar Pusat: Jl. Sidosermo POK V-A Na. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fex. 0318470138 / 99013095 Cabang 1 Semarang (PJ, Samarinda (P), Denpasar CP), Makassar (PS), Tegal (PS) Kantor Cabang
Page 9 OCR 0.937
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN Korlzin:2,13,0116 dar KXCNo,562/KW,1/2013 Bioang Jasat?reperti dar Bisnis kilayah Kerja7 Negara Wepubiik Indonesia pendukung, dan pengadaan peralatan produksi serta laboratorium, seluruhnya berasal dari kas internal perusahaan tanpa pembiayaan eksternal. Dari sisi produk, tiang beton listrik yang diproduksi menggunakan metode spinning telah memenuhi standar mutu nasional dan internasional seperti SNI, JIS, SPLN, dan dipastikan kualitasnya melalui sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001:2015. WTON juga telah menyiapkan sumber daya manusia yang mencukupi, terdiri dari 24 pengawas internal dan 318 operator melalui mitra kerja, ditambah tenaga ahli di bidang elektrikal dan keselamatan kerja. Selain itu, dengan penguatan di seluruh rantai nilai, WTON memperluas cakupan bisnisnya dengan penyedia layanan konstruksi kelistrikan. Dengan kesiapan infrastruktur, teknologi, sumber daya manusia, dan dukungan finansial yang kuat, harapannya rencana ini dapat memperkokoh posisi WTON di industri beton pracetak sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di sektor energi dan infrastruktur nasional, sehingga rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek teknis Layak. 18.3 Aspek Pola Bisnis Sebagai bagian dari penyelarasan arah strategis WIKA Group, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menambahkan kegiatan usaha baru berdasarkan KBLI 4321 | — Instalasi Listrik, yang sebelumnya sempat dihapus dari Anggaran Dasar. Kegiatan ini meliputi pembangunan, pemasangan, dan pemeliharaan instalasi listrik untuk pembangkit, jaringan transmisi dan distribusi, serta sistem kelistrikan di berbagai infrastruktur seperti jalan, kereta api, dan lapangan udara. Penambahan ini dimaksudkan untuk memperkuat daya saing perusahaan dalam mengikuti tender proyek kelistrikan, terutama melalui kepemilikan izin usaha jasa penunjang tenaga listrik (SIUJPTL). Kegiatan usaha baru ini dinilai dapat menciptakan nilai tambah bagi WTON, baik secara operasional, keuangan, maupun reputasi. Dari sisi operasional, WTON memiliki peluang besar untuk terlibat dalam proyek-proyek strategis di sektor energi dan kelistrikan, termasuk energi baru dan terbarukan (EBT), kawasan industri, serta kawasan ekonomi khusus. Secara internal, WTON juga memiliki SDM bersertifikasi di bidang K3 dan elektrikal, serta sistem operasi yang efisien melalui penggunaan teknologi dan pola kemitraan kerja. Dari sisi manajemen risiko, WTON telah mengantisipasi potensi risiko teknis, legal, dan pasar melalui pemenuhan standar nasional, sertifikasi teknis, serta kerja sama dengan mitra strategis. Inovasi layanan berbasis EPC (Engineering, Procurement, Construction) dan model bisnis kontrak berbasis kinerja juga menjadi kunci untuk memberikan solusi terintegrasi bagi pelanggan. Keunggulan kompetitif WTON dalam mendukung kegiatan baru ini mencakup reputasi kuat di industri konstruksi nasional, jaringan logistik melalui enam pabrik beton strategis, tenaga kerja tersertifikasi, serta sinergi dengan proyek-proyek BUMN dan pemerintah. Kemampuan produksi modular dan kepatuhan terhadap standar seperti ISO dan SNI juga memperkuat posisi WTON dalam bersaing di sektor kelistrikan. Selain itu, efisiensi rantai pasok dan dukungan dari induk usaha WIKA Group memberikan kestabilan finansial yang mendukung ekspansi usaha, Dari sisi industri, sektor instalasi listrik menunjukkan prospek yang cerah seiring meningkatnya proyek elektrifikasi nasional dan pengembangan EBT. Pemanfaatan teknologi seperti BIM dan IoT juga mendorong efisiensi dan integrasi layanan. Namun demikian, tantangan tetap ada, seperti persaingan ketat, tuntutan inovasi, serta regulasi yang kompleks dan ketat. WTON juga telah mengidentifikasi risiko-risiko usaha, baik dari aspek operasional, regulasi, persaingan, keuangan, hingga faktor eksternal seperti bencana alam dan kondisi sosial. Untuk menghadapi ini, perusahaan mengembangkan strategi mitigasi risiko serta adaptasi teknologi dan SDM yang berkelanjutan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa WTON memiliki kekuatan dalam reputasi, jaringan proyek, dan dukungan induk usaha. Peluang besar di sektor EBT dan : Business valuation Unjt Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai 2, 31. DT. Panjaitan No 45, Jakarta Timur 13350 Telp. 021-85914072 Kantor Pusat: JL. Sidosermo PDK N-A No. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fsx. 031-8470138 / 99013095 Cabang : Semarang CP), Samarinda (P), Denpasar (P), Makassar (PS), Tegal (PS) Kantor Cabang
Page 10 OCR 0.937
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN ko,lzin:2,13,0116 dar KCNo,562/KW,1/2013 Bioang Jasat?reperti dar Bisnis kilayah Kerja7Negara Wepubiik Indonesia infrastruktur kelistrikan dapat dimanfaatkan melalui strategi SO dan WO, sementara tantangan eksternal ditangani melalui pendekatan ST dan WT, termasuk penguatan manajemen risiko dan pengembangan SDM yang kompeten. Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen WTON dilihat dari segmen usaha, kemampuan untuk mencipatan nilai serta keunggulan kompetitif dan melihat analisis industri, risiko dan analisis SWOT dalam rencana penambahan kegiatan usaha, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pola bisnis Layak. 18.4 Aspek Model Manajemen Dengan mempertimbangkan aspek model manajemen yang diterapkan, berdasarkan kajian dan data yang tersedia, penambahan kegiatan usaha di bidang pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik oleh WTON dinilai layak secara aspek manajerial dan organisasi. Struktur organisasi yang telah terbangun secara fungsional memungkinkan pembagian tugas yang jelas dan sistem pengawasan yang efisien, schingga menciptakan koordinasi kerja yang terarah dalam menjalankan operasional yang kompleks, terutama di enam lokasi pabrik yang tersebar. WTON tidak melakukan penambahan tenaga kerja tetap dalam waktu dekat, melainkan mengoptimalkan sumber daya internal khususnya tenaga pengawas yang telah berpengalaman dan tersertifikasi di bidang elektrikal dan keselamatan kerja (K3) listrik. Hal ini menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan tenaga kerja tanpa mengorbankan kualitas pelaksanaan proyek. Sementara itu, kebutuhan operator akan dipenuhi melalui skema kemitraan kerja, dengan tetap menjaga standar teknis dan kualifikasi yang tinggi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa manajemen telah mengantisipasi kebutuhan kapasitas produksi dan teknis secara realistis dan adaptif. Manajemen WTON juga didukung oleh tim ahli yang kompeten, seperti Kepala Seksi Produksi, Ahli Madya Pengendalian, hingga tenaga profesional di bidang K3 listrik, yang menjamin kualitas dan keamanan dalam pelaksanaan instalasi. Risiko-risiko yang muncul dari ekspansi ini, baik dari sisi operasional, perizinan, pasar, finansial, maupun reputasi, telah diidentifikasi secara menyeluruh oleh manajemen. Berbagai strategi mitigasi telah disusun, termasuk sistem pengendalian mutu dan keselamatan kerja, konsultasi regulasi ketat, serta manajemen komunikasi publik. Penyesuaian juga dilakukan untuk mengantisipasi risiko akibat perubahan iklim dan bencana alam, yang memperkuat kesiapan manajerial dalam menghadapi ketidakpastian eksternal. Berdasarkan hal-hal tersebut, model manajemen yang dimiliki WTON dinilai mampu mengakomodasi ekspansi usaha ini secara efisien, aman, dan berkelanjutan. Dengan struktur organisasi yang solid, tenaga ahli internal yang kompeten, dan strategi mitigasi risiko yang telah dirumuskan, rencana penambahan kegiatan usaha ini dinilai layak dari aspek model manajemen. 18.5 Aspek Keuangan Biaya investasi untuk pengadaan aset sebesar Rp139.326.857.868 (Seratus Tiga Puluh Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah) di 6 (enam) lokasi pabrik yang bersumber dari kas dan setara kas Perseroan. Keseluruhan pembuatan jalur produksi dan pengadaan prasarana serta peralatan merupakan peralatan yang sudah dimiliki oleh WTON. Asumsi — asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan sebelum dan setelah penambahan kegiatan usaha adalah upaya pengembangan bisnis WTON. Jangka waktu proyeksi keuangan sampai dengan tahun 2030 atau masa waktu proyeksi eksplisit selama 6 : Business valuation Unit Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, 11. DT. Paniaitan No 45, Jakarta Timur 13350 jelp. 021-85914072 Kantor Pusat: JL. Sidosermo PDK N-A No. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fsx. 031-8470138 / 99013095 Cabang : Semarang CP), Samarinda (P), Denpasar (P), Makassar (PS), Tegal (PS) Kantor Cabang
Page 11 OCR 0.910
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN Korlzin:2,13,0116 dar KXCNo,562/KW,1/2013 Bioang Jasat?reperti dar Bisnis kilayah Kerjaz Negara Wepubiik Indonesia tahun dengan pertimbangan bahwa manajemen WTON telah menyusun rencana bisnis selama 6 tahun kedepan dengan asumsi bahwa tahun tersebut perusahaan dalam kondisi stable growth sehingga untuk mencerminkan going concern bisnis WTON diterapkan terminal value dengan menggunakan metode kapitalisasi pendapatan/gordon model. Berkaitan dengan analisis ketercapaian proyeksi keuangan, Penilai telah melakukan diskusi dengan manajemen WTON bahwa proyeksi yang digunakan telah wajar dan tidak dilakukan penyesuaian oleh Penilai. Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari selisih antara Free Cash Flow to Firm apabila ada penambahan kegiatan usaha dengan Free Cash Flow to Firm apabila WTON tidak melakukan penambahan kegiatan usaha. Yang selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Sehingga diperoleh Free Cash Flow to Incremental. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut: @ Net Present Value (NPV) : Rp172.573 juta @ Internal Rate of Return (IRR) 217,89Y0 @ Profitability Index (PI) 12,24 @ Payback Period (PP) 1:5 tahun 2 bulan Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan tingkat risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan kegiatan usaha dibidang Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik. maka proyeksi arus kas inkremental nya bernilai positif. IRR sebesar 17,896 menunjukkan bahwa dengan melakukan penambahan kegiatan usaha oleh WTON dianggap layak karena besaran IRR lebih besar dibandingkan tingkat diskonto. Analisis Sensitivitas bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan nilai investasi proyek penambahan kegiatan usaha WTON menunjukkan tingkat kelayakan finansial yang kuat dan tetap berada dalam kategori layak meskipun terjadi fluktuasi biaya investasi hingga 254. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa proyek ini tahan terhadap risiko kenaikan biaya investasi, dengan seluruh parameter keuangan yang menunjukkan hasil positif. Oleh karena itu, risiko finansial akibat perubahan nilai investasi tergolong rendah, menjadikan proyek ini layak dan aman untuk dircalisasikan dari perspektif keuangan. Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek keuangan layak. : Business valuation Unjt Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, 11. DT. Panjaitan No 45, Jakarta Timur 13350 1elp. 021-85914072 Kantar Pusat: Jl. Sidosermo PDK V-A Na. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fex. 0318470138 / 99013093 Cabang 1 Semarang (PJ, Samarinda (P), Denpasar CP), Makassar (PS), Tegal (PS) Kantor Cabang
Page 12 OCR 0.860
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN Kor lzin:2,13,0116 dar KXCNo,562/KW,1/2013 Bidang Jasa4?reperti dar 3isnis kilayah Kerja: Negara Wepubiik Indonesia Berdasarkan kesimpulan aspek-aspek diatas, maka rencana penambahan kegiatan usaha WTON Layak. Demikian hasil kajian yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada peraturan serta standar penilaian dan kode etik yang berlaku. Maka kami menegaskan bahwa laporan ini bersifat rahasia kepada Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan sesuai dengan keperluan yang tertulis. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga, dan baik sebagian maupun keseluruhan laporan atau rujukan terhadap laporan ini tidak dibenarkan untuk diterbitkan dalam dokumen apapun, pernyataan, edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari kami untuk format maupun konteks di mana akan dimunculkan. Hormat kami,Our Regards KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI & REKAN Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., MEc.Dev., MAPPI (Cert) Partner Klasifikasi Bidang Jasa: Penilai Bisnis (B) Ijin Penilai e No. B-1.18.00511 MAPPI 1. No. 14-8-05089 No. Register e RMK-2017.01120 STTD IKNB OJK 2. 2H1/NB.122/STTD-P/2020 STTD OJK 1. STTD.PB-S1/PM.223/2021 : Business valuation Unjt Jakarta, Gedung Pembina Graha, lantai ?, 11. DT. Panjaitan No 45, Jakarta Timur 13350 1elp. 021-85914072 Kantor Pusat: JL. Sidosermo PDK V-A Na. 45 Surabaya - Jawa Timur Telo./Fsx. 031-8470138 / 99013093 Cabang : Semarang (PJ, Samarinda (PJ, Denpasar CP), Makassar (PS), Tegal (PS) Kantor Cabang
Page 13 OCR 0.934
PERNYATAAN PENILAI Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda-tangan dibawah ini menerangkan bahwa t» wa 10. 1 13 14 Pernyataan yang menjadi dasar dari analisis, pendapat dan kesimpulan nilai yang diuraikan dalam Laporan Penilaian adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik Penilai, dan berdasarkan informasi dan data pendukung yang kami gunakan dalam proses penilaian, Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini, Imbalan jasa tidak berpengaruh terhadap proses penilaian. Penilai tidak memiliki kepentingan terhadap Obyek Pemilaran Laporan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia 2018 (SPI Edisi VII Tahun 2018) serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) dan No.17 /SEOJK. Men. Teruang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal Penilai bertanggung jawab sepenuhnya atas prosedur, pelaporan dan hasil pesbana yang dilakukan, Penugasan penyusunan penilaian secara profesional telah dilakukan terhadap Obyek Penilaian pada tanggal Penilaian (Cur Of Dare), Penilai telah melakukan inspeksi lapangan yang merupakan Obyek Penilaian. Penilai telah melakukan ruang lingkup sebagai berikut: identifikasi masalah, inspeksi, pengumpulan data dan wawancara, analisis data, estimasi nilai dengan pendekatan penilaian, penulisan laporan. Analisa telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian, Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, Kesimpulan yang dihasilkan dalam penugasan profesional telah disajikan sebagai pendapat hasil penilaian, Pendapat tersebut telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan /atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah, . Tidak seorangpun selain yang bertanda tangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan dan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam Laporan Penilaian ni Jakarta, 05 Mei 2025
Page 14 OCR 0.738
1 Hari P: iyo, ST. / — Pena Jawab Izin Penilai : B-1.18.00511 MAPPI No. —: 14-5-05089 RMK : RMK-2017.01120 Rahmat Faizal, S.E.. M.S.M, CIB - Reviewer MAPPI No. : 17-P-7514 RMK : RMK-2019.02920 ia Nur Halima diyah, S.Tr.E — Penilai MAPPI No, — :24-P-12961 RMK 1 RMK-2024.04971 i Kurnia Melati, S.Tr.E — MAPPI No. : 24-P-13352 RMK : RMK-2024.05013
Page 15 OCR 0.904
PT WIJAYA KARYA BETON Tbk. & (oz1)ang 2302 BETON 0. Gedung WIKA Tower 1, Lantai 2-5, m sekper@wika-baton.co id am aa Bu JL G1 Panjaitan Kav, H10. Jakarta 13340 8 www wkabaton cokd Nomor: SE.0101/WB-0A.0367/2025 Jakarta, 23 April 2025 Lampiran :- Kepada Yth. KJPP GUNTUR, EKI ANDRI DAN REKAN Gedung Pembina Graha Lt. 02 Ruang 30 JL, DI. Panjaitan No.45 Jakarta Timur 13350 Up. Dwi Hari Prasetiyo, MAPPI (Cert.) Perihal: Surat Representasi Penugasan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk Dengan Hormat, Berkenaan dengan Penyusunan Laporan Kajian Studi Kelayakan KANTOR JASA PENILAI PUBLIK GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN (“GEAR?”) telah ditunjuk oleh PT WIJAYA KARYA BETON TBK (“WTON”) melalui persetujuan surat penawaran tanggal 23 April 2025 No. JKT.037/PN.BV.GEAR/2025 dengan maksud untuk melakukan kajian penambahan kegiatan usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk yang diperlukan dalam rangka penambahan kegiatan usaha KBLI 43211 (bidang usaha pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik atas instalasi penyediaan tenaga listrik) dan dalam kaitannya dengan pemenuhan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/PJOK.04/2020 (“PJOK 17") tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan tidak digunakan diluar konteks atau tujuan penilaian tersebut. Kami memahami bahwa GEAR mengandalkan kepada representasi yang kami buat melalui surat ini dan kami memberikan konfirmasi kepada WTON bahwa hal-hal berikut adalah benar dan lengkap dalam segala hal yang bersifat material sesuai dengan pengetahuan dan keyakinan kami yang terbaik, mencakup: L Kami tegaskan bahwa semua jawaban pertanyaan dari GEAR, baik melalui korespondensi ataupun pertemuan dengan manajemen WTON berkenaan dengan pendapatan dan kegiatan operasinya di masa mendatang telah mencerminkan pertimbangan terbaik Kami per tanggal laporan studi kajian kelayakan dan memperhitungkan prospek industri dan kondisi operasinya. Semua dokumen, catatan dan informasi yang relevan dengan penelaahan prakiraan keuangan telah disampaikan kepada GEAR dan telah lengkap dan akurat dalam kaitannya dengan penyusunan laporan studi kajian kelayakan per tanggal laporan studi kajian kelayakan. Kami telah melakukan review atas laporan studi kajian kelayakan dan telah menerima semua informasi yang diperlukan untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk melengkapi informasi di dalamnya. 4. Berkaitan dengan penugasan studi kelayakan, kami mengetahui bahwa penyusunan laporan kajian telah sesuai dengan investigasi yang dilakukan oleh GEAR. $. Kami telah mempelajari, mengetahui, memahami dan menyetujui semua asumsi dan data-data serta informasi yang digunakan dalam penyusunan laporan studi kajian kelayakan. t3 Ka
Page 16 OCR 0.908
PT WIJAYA KARYA BETON Tbk. & (0217810 2407 8 Gacung WIKA Tower 1, Lantai 2-5, @ cekperbwika-beton co xi JL. Ol Panjaitan Kar. 9-10. Jakarta 13349 & www wika beton o0 id 6. Berkaitan dengan analisis ketercapaian proyeksi keuangan, Kami telah melakukan diskusi dengan GEAR bahwa asumsi-asumsi, pertumbuhan, rencana usaha proyeksi yang digunakan telah wajar dan tidak dilakukan penyesuaian oleh GEAR. 7. Kami telah membebaskan GEAR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari kesalahan ataupun kekurangan data dan atau informasi yang disediakan oleh pemberi tugas, manajemen WTON, konsultan atau pihak ketiga, kepada GEAR dalam penyusunan laporan studi kajian kelayakan. 8. Kami tidak bergantung kepada Penilai atau sescorang yang memiliki hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi dengan Penilai sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan, Penyampaian dari laporan studi kajian kelayakan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan laporan studi kajian kelayakan, dalam kondisi apapun, tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi yang terkandung adalah benar setelah tanggal studi kajian kelayakan. Dengan Surat Representasi ini, kami tegaskan bahwa berdasarkan pengetahuan terbaik kami, kami tidak mengetahui adanya salah saji yang material mengenai fakta atau informasi yang seharusnya disampaikan kepada GEAR dalam rangka melakukan penyusunan laporan studi kajian kelayakan. Kami sepakat bahwa kami akan membebaskan GEAR dan pegawainya dari segala kerugian atah kerusakan yang timbul dari setiap tuntutan oleh pihak-pihak untuk mana studi kajian kelayakan ini dibuat yang timbul dari salah saji yang material atau terabaikannya bahan atau informasi yang kami sampaikan. Hormat kami PT Wijaya Karya Beton Tbk ETAN "Yasin Irwanuddin Manajer Divisi Keuangan
Page 17 OCR 0.854
KJPP GUNTUR EKI, ANDRI DAN REKAN No. Ira: 213.116 can KMK, SERA, P2 Bidang Jan perti gan Bisrta Wilayah KerjazNegara kepudlit Indenenya SURAT TUGAS JKT/0014/ST.GEAR/2025 Berdasarkan Surat Penawaran No. JKT.087/PN.BV.GEAR/2025 tanggal 23 April 2025 Perihal Penunjukan Pelaksanaan Jasa Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk. Dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan dengan maksud untuk memperoleh hasil kajian terhadap Penambahan Kegiatan Usaha KBLI 43211 (bidang usaha pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik atas instalasi penyediaan tenaga listrik). Dengan ini KJPP Guntur, Eki, Andri dan Rekan ditunjuk untuk melaksanakan penyusunan laporan Kajian Penambahan Usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk. Penugasan dimulaisejak — : 23 April 2025 - Periode Investigasi : 28 April 2025 - Selesai Lokasi : Wika Tower 1 Lt. 4 Jl. D.I Panjaitan Kav. 9, Cipinang, Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, 13340 Personel : Dwi Hari Prasetiyo, Aurellia Nur Halimatussadiyah Demikian surat tugas ini dibuat, untuk digunakan dengan penuh tanggung jawab dalam proses penyusunan Laporan Penilaian, untuk melakukan pengumpulan dokumen, diskusi dengan manajemen dan kunjungan lokasi. Jakarta, 23 April 2025 Pelaksana Kunjungan Mengetahui, aa aa TON Aurellia Nur Halimatussadiyah ——————————————————————— sarceocereeseeeeneeeeneanaaan Staff Penilai Saham Represenstatif KIPP Guntur Eki Andri dan Rekan PT Wijaya Karya Beton Tbk. turidu tenggan itao stempot Perusahaan Penanggung Jawab Pekerjaan Rekan Penilai Saham KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gedung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. JI. D-I Pandjaitan No. 45, Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076 Kantor Pusat: Jl. Sidosermo PDK V-A No, 45, Surabaya, Jawa Timur Telp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 18 OCR 0.924
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk DAFTAR ISI Halaman SERTIFIKAT PERNYATAAN PENILAI PENDAHULUAN Latar Belakang Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Objek Studi Kelayakan Tanggal Studi Kelayakan Independensi Penilai Tanggung Jawab Penil. Pendekatan dan Metode An: Standar Penugasan Studi Kelayakan . Data, Informasi dan Prosedur.... Data Dan Informasi Rencana Penambahan Usaha . Tingkat Kedalaman Investigasi. Asumsi dan Kondisi Pembatas Kejadian-kejadian Penting setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) dan Tanggal Lapora Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli Persyaratan atas Persetujuan Publikasi..... Konfirmasi bahwa Penilaian dilakukan berd: an Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. Konfirmasi Bahwa Laporan Studi kelayakan dilakukan Berdasarkan SPI GAMBARAN UMUM PERSEROAN Gambaran Umum WTON Susunan Pengurus. Struktur Organisasi & Grup Perusahaan. Perizinan dan Legalitas. Kinerja Keuangan Historis . Analisis Posisi Keuangan Analisis Laba Rugi ... Analisis Arus Kas.... Analisis Rasio Keuangan Prospek Usaha WTON TINJAUAN MAKRO EKONOMI. Perekonomian Global dan Domesti Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . Analisis Industri Konstruksi Berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) 202: ASPEK PASAR...... Perkembangan Industri Beton Pracetak di Indonesia . Prospek Usaha Industri Beton Pencetak Kondisi Pasar Industri Beton Pracetak . Kondisi Pasar Industri Beton Pracetak . Pertumbuhan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik di Indonesia 52 Total Kapasitas Terpasang Nasional..... Business Valuation Unit 14 Jakarta
Page 19 OCR 0.919
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 442. 443, Pertumbuhan Kapasitas Pembangkit Perusahaan Listrik Negara (PLN)... Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Pesaing Usaha.. Strategi Pemasaran .. Kesinambungan, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar Perbedaan Kegiatan Usaha Kesimpulan... ASPEK TEKNIS... Rencana Perusahaan... Rencana Pembangunan Jalur Produksi Lokasi Penambahan Kegiatan Usaha .. Kebutuhan Aset Bangunan, Prasarana dan Peralatan .. Spesifikasi Teknis Tiang Beton Teknis Pelaksanaan Produksi Tiang Beton. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya . Timeline Penambahan Kegiatan Usaha WTO! Rencana Keberlanjutan.. Kesimpulan Aspek Tekni ASPEK POLA BISNIS. Kegiatan Usaha Utama Kegiatan Usaha Penunjang Entitas Anak . .80 PT Citra Lautan Teduh (“CLT") . .80 PT Wijaya Karya Komponen Beton (“WIKA BETON” 81 PT Wijaya Karya Krakatau Beton (“WIKA KRATON” PT Wijaya Karya Pracetak Gedung (“WPG”). Penambahan Kegiatan Usaha .. 3 Kemampuan Untuk Menciptakan nila: 83 Keunggulan Kompetitif. .85 86 Analisis Risiko .87 Analisis SWOT. .88 Kesimpulan... ASPEK MODEL MANAJEMEN Model Manajemei Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Manajemen Risiko... Sumber Daya Manu: Komposisi Karyawan WTON . Kesimpulan...... ANALISIS ASPEK KEUANGAN Rencana WTON Rencana Biaya Investasi Asumsi — asumsi Proyeksi Keuangan. Proyeksi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha. Proyeksi Laba — Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha.. Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha. Proyeksi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usah: Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usah: Proyeksi Laba Rugi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha .. Proyeksi Arus Kas Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Business Valuation Unit 2 Jakarta
Page 20 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Sal, 9, Analisis Rasio Keuangan...... Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha . Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Penentuan Tingkat Diskonto ... Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC-Weighted Average Cost of Capital) Analisis Inkremental... Analisis Kelayakan Usaha Analisis Sensitivitas ... Kesimpulan Kelayakan Usaha Aspek Keuangan. KLASIFIKASI PENILAI USAHA ..... Lampiran Keuangan Business Valuation Unit 3 Jakarta
Page 21 OCR 0.905
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk DAFTAR FIGUR Figur 1. Figur 2. Figur 3. Figur 4. Figur 5. Figur 6. Figur 7, Figur 8. Figur 9. Figur 10, Figur 11. Figur 12. Figur 13, Figur 14, Figur 15, Figur 16. Figur 17, Figur 18, Figur 19, Figur 20, Figur 21. Figur 22. Figur 23. Figur 24, Figur 25. Figur 26. Figur 27, Figur 28. Figur 29. Figur 30. F, Permodalan Industri Perhahikan dan Rasio Kredit Bermasalah NET). Figur 32. Figur 31 Figur 33. Figur 34. Figur 35. Figur 36. Figur 37. Figur 38. Figur 39. Figur 40. Figur 41. Figur 42. Figur 43. Figur 44. Figur 45. Figur 46. Figur 47. Halaman Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha WTON Pihak yang DIwawancara & PIC Lokasi .... Susunan dan Komposisi Kepemilikan Saham PT Wijaya Karya Beton Tbk... Struktur Organisasi Perusahaan Struktur Grup Perusahaan ...... Historis Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian . Historis Laporan Laba Rugi Konsolidasian Historis Laporan Arus Kas Konsolidasian Historis Perkembangan Posisi Keuangan. Historis Perkembangan Laba (Rugi) Historis Perkembangan Arus Kas Historis Rasio Keuangan........ Pertumbuhan PDB Dunia dan PMI Global Indeks Keyakinan Konsumen dan Penjualan Eceran Global Inflasi Dunia, Harga Komoditas Ekspor Indonesia... Yield UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS, Persepsi Risiko Negara Ke ee A dan Indonesia .. 3 Aliran Modal Ke Negara Berkembang dan Index Ketidakpastian Global .... Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usah: Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan IV 2024 dan Indeks Keyakinan Konsumen Nilai Tukar Petani dan Penjualan Eceran....... Realisasi Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Ekspor Non Migas Ekspor Nonmigas ke Negara Tujuan Utama dan Ekspr Nonmigas Spasial Neraca Pembayaran Indonesia dan Neraca Perdagangan, Aliran Modal Asing dan Cadangan Devisa..., Rupiah vs Negara Kawasan dan Suku Bunga Kebijakan Negara Kawasan Inflasi Gabungan Kota di Provinsi... Inflasi IHK dan Komponen dan Ekspekt: Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan dan Likuiditas perbankan dan perekonomia Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA dan Transmisi BI7DRR kepada Suku Bunga Perbankan dan Perkembangan Kredit dan DPK IV/2023- IV202a .. Perkembangan Industri Beton Pracetak (2015 — 2021). Alur Produksi Tiang Beton Listrik.. Rincian Kebutuhan Aset Bangunan, Prasarana, dan Peralatan Penambahan Kegiatan Usaha Gambar Produk Tiang Beton ... Contoh Produk Tiang Beton dengan Spesifikasi Tertentu Alur Produksi Tiang Beton ... Ketersediaan Sumber Daya Ahli.. Timeline Penambahan Kegiatan Usaha WTON. Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha WTON Analisis SWOT ... Manajemen Risiko ..... Komposisi Jumlah Karyawan WTON Sebelum dan Sesudah Penambahan Kegiatan Usaha Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Jabatan... Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Pendidikan Jumlah Karyawan Berdasarkan Generasi....... Business Valuation Unit 4 Tokartu
Page 22 OCR 0.924
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 48, Figur 49. Figur 50. Figur 51. Figur 52. Figur 53, Figur 54, Figur 55, Figur 56, Figur 57, Figur 58, Figur 59. Figur 60. Figur 61, Figur 62, Figur 63. Figur 64, Figur 65. Figur 66. Figur 67. Figur 68. Figur 69. Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Ketenagakerjaan .... Biaya Investasi... Asumsi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha. Asumsi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Proyeksi Posisi Keuangan WTON Tanpa Penambahan Usaha (Jutaan Rupiah) Proyeksi Posisi Keuangan WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha.... Proyeksi Laba — Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah) , Proyeksi Laba — Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ... Proyeksi Arus Kas WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah) i cuangan WTON dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah) cuangan WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha... Proyeksi Laba — Rugi WTON Dengan Penambahan Kegiatan usaha (Jutaan Rupiah) Proyeksi Laba — Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ... Proyeksi Arus Kas WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah). Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Biaya Modal Ekuitas. WACC. Proyeksi Arus Kas Bersih WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah Proyeksi Arus Kas Bersih WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah) Proyeksi Arus Kas Bersih Inkremental WTON selama Periode 2025 sampai dengan 2030 (Jutaan Rupiah)... NPV Free Cash Flow to Incremental (Jutaan Rupiah) Business Valuation Unit Jakarta u
Page 23 OCR 0.938
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 1. LI. PENDAHULUAN Latar Belakang PT Wijaya Karya Beton Tbk (“WTON”), didirikan berdasarkan Akta Anggaran Dasar No. 44 tanggal 11 Maret 1997 dibuat dihadapan Achmad Bajumi S.H., pengganti dari Imas Fatimah S.H.. Notaris di Jakarta, yang telah beberapa kali diubah dan terakhir diubah dengan Akta No. 75 tanggal 30 Mei 2024 dibuat dihadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito S.H., Notaris di Jakarta dan telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH-0103-0148744.TAHUN 2024 tanggal 19 Juni 2024. Berbekal pengalaman di industri beton pracetak sampai dengan saat ini, telah memberikan banyak pelajaran bagi WTON dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar. Berbagai penghargaan nasional maupun internasional telah diperoleh sebagai apresiasi kinerja WTON. Tidak hanya itu, berbagai tantangan harus dihadapi WTON dalam beberapa tahun kebelakang, Salah satunya adalah tantangan di era transisi pemerintahaan di 2024 ke tahun 2025 yang mana pada umumnya industri konstruksi akan mengalami kontraksi. Untuk mempertahankan posisi sebagai /eader di industri beton pracetak pada tahun 2025 WTON berencana melakukan sejumlah langkah-langkah strategis usaha sebagai berikut: » Melaksanakan program inisiatif transformasi » Divestasi aset tidak produktif » Menghasilkan produk — produk inovasi # Lean Organization » Implementasi nilai AKHLAK » Penerapan SAP terintegrasi Sebagai bentuk penyelarasan fokus bidang usaha utama (core business) di WIKA Group termasuk anak perusahaan. WTON melakukan penghapusan Kegiatan Usaha Instalasi Listrik Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dengan kode KBLI 43211 dalam RUPST Tahun Buku 2022 tanggal 09 Mei 2023 sebagaimana termuat dalam Akta Anggaran No. 09 tanggal 08 Juni 2023. Pelaksanaan kegiatan usaha WTON berupa penjualan tiang listrik beton termasuk beberapa tender pengadaannya dipersyaratkan untuk memiliki Surat izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (“SIUJPTL”), yang dapat diproses apabila WTON memiliki KBLI kode 43211. Berdasarkan hal di atas, diperlukan adanya penambahan KBLI kode 43211 yang mencakup kegiatan pembangunan, pemasangan, pemeliharaan, pembangunan kembali instalasi listrik pada pembangkit, transmisi, gardu induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu daya, dan instalasi listrik pada bangunan gedung baik untuk hunian maupun non hunian, seperti pemasangan jaringan listrik tegangan rendah. Termasuk kegiatan pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api, dan lapangan udara, ke dalam pasal Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan. Business Valuation Unit 6 Jakarta
Page 24 OCR 0.922
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 1.2. Figur 1. Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha WTON Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik Sumber: Manajemen WTON Berdasarkan penjelasan dari manajemen, WTON berencana menambah kegiatan usaha yang sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 17/POJK 04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”, mengingat rencana tersebut akan menambah kegiatan usaha WTON. Sehubungan dengan hal tersebut, WTON membutuhkan pihak independen untuk melakukan kajian dan analisis kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha. WTON menunjuk KJPP Guntur, Eki, Andri, dan Rekan (“GEAR”) untuk melakukan penyusunan studi kelayakan berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. JKT.037/PN.BV.GEAR/2025 tanggal 23 April 2025. Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 562/KM.1/2013 tanggal 14 Agustus 2013 dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Guntur, Eki, Andri dan Rekan dengan Izin KJPP No. 2.13.0116 dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h Bapepam dan LK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bapepam dan LK No. STTD.PB-51/PM.223/2021 dan 211/NB.122/STTD-P/2020. KJPP Guntur, Eki, Andri Dan Rekan (“GEAR”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan studi kelayakan ini. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Pemberi tugas adalah pihak dimana Penilai mengikatkan diri dalam hubungan kontraktual, » Nama : PT Wijaya Karya Beton Tbk # Bidang usaha : Perdagangan dan industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain yang terkait e Alamat : WIKA Tower 1 Lantai 2-4 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340 » Telepon :021-8192802 » Fax :021-85903872 # Email :sekper@wika-beton.co.id » Website : www.wika-beton.co.id Pengguna laporan atas hasil penilaian adalah: » Nama : PT Wijaya Karya Beton Tbk » Bidang usaha : Perdagangan dan industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain yang terkait Business Valuation Unit 7 Jakarta
Page 25 OCR 0.928
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 13. 1.5. # Alamat : WIKA Tower I Lantai 2-4 Jl. D.I, Panjaitan Kav. 9, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340 « Telepon :021-8192802 » Fax :021-85903872 e Email : sekper@wika-beton.co.id «Website : www.wika-beton.co.id Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Maksud penugasan ini adalah untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk yaitu KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik, yang diperlukan dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”). Penugasan ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VIL Tahun 2018. Objek Studi Kelayakan Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah penambahan kegiatan usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usahan Indonesia (“KBLI”) yaitu KBLI 43211 — Bidang Usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik. Tanggal Studi Kelayakan (Cut off Date) dan Masa Berlaku Laporan Tanggal Studi Kelayakan adalah tanggal 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) masa berlaku laporan penilaian adalah 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (Cut Off Date) dalam laporan penilaian. Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan penilaian ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut off date) dalam laporan penilaian. Business Valuation Unit 8 Jakarta
Page 26 OCR 0.939
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 1.6. 17. 1.8. Independensi Penilai Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini GEAR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan WTON ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan WTON. GEAR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi atau merugikan pihak manapun terkait dengan penugasan ini. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh hasil kajian kelayakan yang dihasilkan. Tanggung Jawab Penilai Dalam batas kemampuan dan keyakinan GEAR sebagai penilai, GEAR menyatakan bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Studi Kelayakan telah dilakukan dengan benar dan GEAR bertanggung jawab atas Studi Kelayakan yang diterbitkan. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan Dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini, kami telah melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur studi kelayakan yang mencakup hal-hal sebagai berikut: Pengumpulan Data @# Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana ekspansi atas penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data indentitas Perseroan, perizinan, spesifikasi proyek, aspek keuangan, dan rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait. » Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat dipertanggungjawabkan, # Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan dari aspek yang berpengaruh dalam kelayakan dengan pihak Perseroan. Proses Analisis # Aspek legalitas yang mengkaji terhadap kelengkapan dokumen legalitas dan perizinan penambahan kegiatan usaha » Analisis Pasar yang mengkaji kondisi pasar pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik atas intalasi penyediaan tenaga listrik di Indonesia. » Analisis teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana penambahan kegiatan usaha. » Analisis pola bisnis yang mengkaji model bisnis atas penambahan kegiatan usaha, risiko yang berpotensi muncul dan langkah pengendaliannya serta analisis SWOT. » Aspek model manajemen yang mengkaji struktur dan kebutuhan karyawan atas rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan. # Analisis keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi, Business Valuation Unit 9 Jakarta
Page 27 OCR 0.947
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan atas penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indicator Net Present Value (“NPV”), Profitability Index (“PI”), Internal Rate of Return (“IRR”), dan Payback Period. 1.9. Standar Penugasan Studi Kelayakan Analisis, opini, dan Kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta penyusunan laporan telah dibuat dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018. 1.10. Data, Informasi dan Prosedur 1.10.1. Data Dan Informasi Rencana Penambahan Usaha Kami telah melakukan analisis dan mempertimbangkan data dan informasi yang disediakan WTON untuk tujuan penugasan ini, yaitu : Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00037/2.1030/AU.1/04/0181-2/1/11/2020 tanggal 21 Februari 2020 dengan opini wajar dalam semua hal yang material, Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00071/2.1030/AU.1/04/0181-3/1/11/2021 tanggal 18 Februari 2021 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00052/2.1030/AU.1/04/1680-1/1/11/2022 tanggal 18 Februari 2022 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00127/2.1030/AU.1/04/1680-2/1/111/2023 tanggal 7 Maret 2023 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00259/2.1030/AU.1/04/1680-3/1/171/2024 tanggal 27 Maret 2024 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Laporan Keuangan Konsolidasian WTON yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00248/2.1030/AU.1/04/1680-4/1/111/2025 tanggal 20 Maret 2025 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Business Valuation Unit 10 Jakarta
Page 28 OCR 0.935
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 7. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya Beton Tbk. Nomor 74 tanggal 30 Mei 2024 oleh Insinyur Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan susunan komisaris dan direksi perseroan. Akta tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 03 Juni 2024 dengan Nomor AHU-AH.01.09-0209272. Akta Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya Beton Tbk. Nomor 75 tanggal 30 Mei 2024 oleh Insinyur Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan pasal 4 ayat 9, pasal 6, pasal 11, pasal 17, pasal 18 dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 Juni 2024 dengan Nomor AHU-AH.01.03-0148744. Selain itu, juga mengenai perubahan ganti nama pemegang saham dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 Juni 2024 dengan Nomor AHU-AH.01.09-0215256. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya Beton Tbk. Nomor 80 tanggal 27 April 2022 oleh Insinyur Nanctte Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan anggaran dasar perseroan. Akta tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 27 April 2022 dengan Nomor AHU- 0031 156.AH.01.02.Tahun 2022. Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor 02-12776.HT.O1.TH.97 tanggal 9 Desember 1997 memberikan pengesahan Akta Pendirian PT Wijaya Karya Beton dengan Nomor 44 tanggal Il Maret 1997 oleh Achmad Bajumi, S.H., pengganti Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta. . NPWP No. 01.061.154.9-093.000 atas nama PT Wijaya Karya Beton Tbk, yang beralamat di WIKA Tower 1, Jl. D.I. Panjaitan Kav.9. Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta, 13340. Nomor Induk Berusaha 8120211271643 dengan nama pelaku usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk. dan status penanaman modal yaitu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) diantaranya: a. KBLI23957 : Industri mortar atau beton siap pakai b. KBLI23953 : Industri barang dari semen dan kapur untuk konstruksi c. KBLI42209 : Konstruksi jaringan irigasi, komunikasi, dan limbah lainnya d. KBLI46638 : Perdagangan besar berbagai macam material bangunan di e. KBLI 46639 : Perdagangan besar bahan konstruksi lainnya f. KBLI42919 : Konstruksi bangunan sipil lainnya ytdl g. KBLI46593 : Perdagangan besar alat transportasi darat (bukan mobil, sepeda motor, dan sejenisnya), suku cadang dan perlengkapannya. h. KBLI42103 : Konstruksi jalan rel i. KBLI43901 : Pemasangan pondasi dan tiang pancang j. KBLI 42204 : Konstruksi bangunan sipil elektrikal k. KBLI41019 : Konstruksi Gedung lainnya Il KBLI42101 : Konstruksi bangunan sipil jalan m. KBLI43909 : Konstruksi khususl lainnya ytdl n. KBLI42102 : Konstruksi bangunan sipil jembatan, jalan laying, flv over dan underpass o. KBLI 43215 : Instalasi sinyal dan telekomunikasi kereta api Business Valuation Unit 1 Jakarta
Page 29 OCR 0.936
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk p. KBLI4I011 : Konstruksi Gedung hunian g- KBLI42912 : Konstruksi bangunan Pelabuhan bukan perikanan r. KBLI08101 : Penggalian batu hias dan batu bangunan s. KBLI 46634 : Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu 13. Laporan Kinerja WTON tahun 2023. 14. Company Profile PT Wijaya Karya Beton Tbk tahun 2023 15. Data list Sertifikat Hak Guna Bangunan milik PT Wijaya Karya Beton Tbk 16. Draft Annual Report tahun 2024 WTON 17. Proyeksi Keuangan PT Wijaya Karya Beton Tbk. 18. Surat Permohonan Persetujuan Penambahan KBLI PT Wijaya Karya Beton Tbk kepada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk No. SE.01.01/WB-0A.0104/2025 tanggal 21 Januari 2025 19. Wawancara dengan perwakilan manajemen WTON 20. Informasi lain dari pihak manajemen WTON serta pihak-pihak lain yang relevan untuk penugasan. 21. Dokumen-dokumen lain yang terkait dengan Penambahan Kegiatan Usaha WTON 22, Informasi dan/atau dokumen terkait lainnya yang didapat dari berbagai pencarian baik melalui Internet maupun media lainnya. Seluruh data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan Laporan studi kelayakan ini diperoleh dari manajemen WTON sepanjang proses penyusunan laporan baik diskusi dan wawancara. 1.11. Tingkat Kedalaman Investigasi Studi Kelayakan dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan informasi dari pihak manajemen WTON, yang bertujuan untuk memperoleh dokumen kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi memalui wawancara berupa con call atau virtual meeting. Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut: 1. Uji tuntas atas laporan keuangan tidak dilakukan dan penelaahan atas informasi pada laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan analisis kewajaran, 2. Uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek analisis kewajaran tidak dilakukan, 3. Analisis dampak untuk para pihak terkait Penambahan Kegiatan Usaha, 4. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis studi kelayakan. Pelaksana Investigasi Berikut ini informasi terkait pelaksanaan investigasi lapangan: s No. Surat Tugas : JKT/0014/ST.GEAR/2025 » Lokasi : WIKA Tower I Lantai 2-4 Jl. D.I, Panjaitan Kav. 9, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340 Tanggal Investigasi 123 April 2025 — Selesai. & Business Valuation Unit 12 Jakarta
Page 30 OCR 0.928
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 1.12. # Pelaksana Investigasi : Aurellia Nur Halimatussadiyah, Septi Irdi Kurnia Melati » Penanggung Jawab Investigasi: Dwi Hari Prasetyo Berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan, diketahui saat ini WTON masih menjalankan kegiatan operasinya yaitu sebagai Perusahaan di Bidang Perdagangan dan Industri Beton, Jasa Konstruksi dan Bidang Usaha Lain Yang Terkait Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang memadai diantaranya dengan melakukan site visit terhadap fasilitas milik WTON dan melakukan wawancara dengan manajemen WTON ataupun pihak yang mewakilinya dan pihak-pihak lain yang relevan. Berikut adalah pihak-pihak yang diwawancarai yaitu: Inu Pinandito Manajer Bidang Evaluasi Hasil Usaha WTON | Muhammad Bagus Prihandoko Staf Bidang Evaluasi Hasil Usaha WTON Asumsi dan Kondisi Pembatas Asumsi Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan ini adalah : @ Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion. # Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses Studi Kelayakan. #« Dalam menyusun laporan ini, GEAR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh WTON dan atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan. e# Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada GEAR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting. # GEAR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh WTON dan telah disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). @ Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional WTON. # GEAR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan. » GEAR telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari pemberi tugas. @ Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan. Business Valuation Unit 13 Jakarta
Page 31 OCR 0.943
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk @ Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana Transaksi yang akan dilakukan pada tanggal studi kelayakan ini diterbitkan. # Dalam penyusunan laporan studi kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban WTON dan semua pihak yang terlibat dalam Penambahan Kegiatan Usaha serta keakuratan informasi mengenai Penambahan Kegiatan Usaha yang diungkapkan oleh manajemen WTON. # Studi kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari studi kelayakan. Penyusunan studi kelayakan ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap. # Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan studi kelayakan ini sampai dengan tanggal terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) opini kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Kondisi Pembatas: # Kami tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang melakukan transaksi. # Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh WTON atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen WTON, bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. « Analisis studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan diatas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir opini kami secara material. Oleh karenanya, kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas studi kelayakan kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut. # Kami tidak memberikan opini atas dampak perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha ini. Jasa-jasa yang kami berikan kepada WTON dalam kaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini hanya merupakan pemberian studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Penambahan Kegiatan Usaha dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha tersebut. # Pekerjaan kami berkaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau Business Valuation Unit 14 Jnkarta
Page 32 OCR 0.951
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 1.13. 1.14. 115. 1.16. pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisa suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya diluar Penambahan Kegiatan Usaha yang ada dan mungkin tersedia untuk WTON serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Penambahan Kegiatan Usaha ini. Kejadian-kejadian Penting setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) dan Tanggal Laporan Sampai dengan tanggal Laporan Studi Kelayakan ini, kami tidak memperoleh informasi mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak secara material. Kejadian-kejadian penting setelah tanggal laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan. Penilai tidak berkewajiban untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas hasil Studi Kelayakan yang dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan Terinci yang telah diterbitkan dan disampaikan kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat komentar OJK terkait evaluasi Laporan Studi Kelayakan terkait maksud dan tujuan penilaian, maka GEAR dapat menerbitkan revisi atas Laporan Studi Kelayakan untuk memenuhi tanggapan dan jawaban kepada OJK. Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli Dalam melaksanakan pembuatan laporan studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini, GEAR tidak menggunakan laporan hasil analisis dari tenaga ahli dari luar. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi Laporan Studi Kelayakan beserta lampiran yang ada pada laporan ini hanya ditujukan kepada Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Studi Kelayakan sebagaimana dimaksud pada lingkup penugasan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup penugasan laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari GEAR dan pemberi tugas. Konfirmasi bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat, serta laporan Studi kelayakan yang telah dibuat oleh Penilai dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. Business Valuation Unit 15 Jnkarta
Page 33 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 1.17. Konfirmasi Bahwa Laporan Studi kelayakan dilakukan Berdasarkan SPI Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi kelayakan telah dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia Edisi VII tahun 2018 (“SPP”) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (“MAPPI”). Business Valuation Unit 16 Jakarta
Page 34 OCR 0.947
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk
2.
21.
GAMBARAN UMUM PERSEROAN
Gambaran Umum WTON
PT Wijaya Karya Beton Tbk (“Perusahaan”), didirikan di Jakarta dengan Akta Perusahaan
Terbatas PT Wijaya Karya Beton No. 44 tanggal 11 Maret 1997, dibuat di hadapan Achmad
Bajumi, S.H., selaku pengganti dari Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta. Perusahaan
memulai kegiatan operasionalnya sejak tanggal Il Maret 1997. Akta tersebut telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusannya
No. C2-12776.HT.01.01.TH.97 tanggal 9 Desember 1997 dan telah didaftarkan dalam daftar
Perusahaan sesuai Undang- Undang No. 3 tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan di
Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta Selatan No. 2096/BH.09.03/1/98 tanggal 13
Januari 1998 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 43 tanggal
29 Mei 1998 Tambahan No. 2832.
Anggaran Dasar telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir kali diubah dengan
Akta No. 75 tanggal 30 Mei 2024 yang dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi
Warsito, S.H., Notaris di Jakarta Selatan dan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0148744.AH.01.03 tanggal
19 Juni 2024.
Pada tanggal 26 Maret 2014, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif dari Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ("OJK") dengan surat No. S-174 /D.04/ 2014 untuk
melakukan penawaran umum saham perdana sejumlah 2.045.466.600 saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 setiap lembar saham yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga
penawaran Rp590 setiap saham. Termasuk didalamnya jumlah saham umum perdana kepada
masyarakat adalah saham yang telah dialokasikan sehubungan dengan Program Alokasi
Saham Karyawan (Employee Stock Allocation atau "ESA") sejumlah 61.364.000 saham baik
berupa Saham Penghargaan dan Saham Jatah Pasti Pegawai yang sesuai dengan Surat
Keputusan Direksi Perusahaan No.SK.01.01/WB-0A.019/2014 tanggal 11 Februari 2014.
Sesuai Akta No. 75 tanggal 30 Mei 2024 yang dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanie
Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta dan telah mendapatkan persetujuan dari
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU.AH.01.09-
0215256 Tahun 2024 tanggal 19 Juni 2024, maka maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
Perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Maksud dan tujuan perusahaan ialah berusaha dalam bidang perdagangan dan industri
beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain yang terkait.
2. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perusahaan dapat melaksanakan
kegiatan usaha utama sebagai berikut:
a. Melakukan Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan
Konstruksi seluruh produk-produk beton, antara lain:
1) Industri Barang dari Semen dan Kapur untuk Konstruksi (23954)
2) Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901)
3) Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung (30112)
4) Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (46638)
5) Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang tahan api (23911)
Business Valuation Unit
7 Jakarta
Page 35 OCR 0.935
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk b. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi dalam bidang usaha sipil. elektrikal dan Postensioning. c. Melakukan Perencanaan, Produksi dan Penjualan produk/komponen bahan bangunan. d. Melakukan usaha impor dan ekspor yang terkait dengan kegiatan tersebut di atas. 3. Selain kegiatan usaha utama, Perusahaan dapat melakukan kegiatan usaha penunjang dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk: a. Melakukan Usaha Industri dan Perdagangan Bahan Produksi Beton 1) Batu Hias dan Batu Bangunan (08101) 2) Penggalian Kerikil (sirtu) (08103) 3) Penggalian Pasir (08104) 4) Penggalian tanah dan tanah liat (08105) S) Penggalian batu, pasir, dan tanah liat lainnya (08109) 6) Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian lainnya (09900) 7) Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang Tahan Api (23911) 8) Industri Semen (23941) 9) Industri Mortar atau Beton Siap Pakai (23957) 10) Industri Barang dari Batu untuk Keperluan Rumah Tangga, Pajangan, dan Bahan Bangunan (23963) 11) Perdagangan Besar Alat Transportasi Darat (bukan mobil. sepeda motor, dan sejenisnya). suku cadang dan perlengkapannya (46593) 12) Perdagangan Besar atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak (46100) 13) Perdagangan Besar Semen, Kapur, Pasir dan Batu |46634| 14) Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (46638) 15) Perdagangan Besar Mineral Bukan Logam (46641) 16) Perdagangan Eceran Barang Logam untuk Bahan Konstruksi (47521) 17) Perdangan Eceran Semen, Kapur, Pasir dan Batu (47524) b. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi dalam bidang usaha: 1) Konstruksi Gedung Hunian (41011) 2) Konstruksi Gedung Industri (41013) 3) Konstruksi Gedung Kesehatan (41015) 4) Konstruksi Gedung Pendidikan (410161 5) Konstruksi Gedung Tempat Hiburan dan Olahraga (41018) 6) Konstruksi Gedung Lainnya (41019) 7) Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Gedung (41020) 8) Konstruksi Bangunan Sipil Jalan (42101) 9) Konstruksi Bangunan Sipil Jembatan, Jalan Layang, Fly Over, dan Underpass (42102) 10) Konstruksi Jalan Rel (42103) 11) Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase (42201) 12) Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (42202) 13) Konstruksi Bangunan Sipil Prasarana dan Sarana Sistem Pengolahan Limbah Padat, Cair dan Gas (42203) Business Valuation Unit 18 Jakarta
Page 36 OCR 0.929
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 14) Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (42204) 15) Konstruksi Bangunan Sipil Telekomunikasi untuk Prasarana Transportasi 142205) 16) Konstruksi Jaringan Irigasi, Komunikasi dan Limbah Lainnya (42209) 17) Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olah Raga (42918) 18) Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya Ytdl (42919) 19) Jasa Pekerjaan Konstruksi Pelindung Pantai (42922) 20) Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia. Petrokimia, Farmasi dan Industri Lainnya (42923) 21) Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Ytdl (42929) 22) Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Sipil (42930) 23) Penyiapan Lahan (43120) 24) Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis (71102) 25) Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa (72102) c. Melakukan Usaha Reparasi, Pabrikasi, Instalasi/Pemasangan Mesin dan Peralatan Konstruksi, seperti: 1) Instalasi Telekomunikasi (43212) 2) Jasa Instalasi Konstruksi Navigasi Laut, Sungai, dan Udara (43214) 3) Instalasi Sinyal dan Telekomunikasi Kereta Api (43215) 4) Instalasi Sinyal dan Rambu-Rambu Jalan Raya (43216) 5) Instalasi Konstruksi Lainnya ytdl (43299) 6) Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901) 7) Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (43905) 8) Konstruksi Khusus Lainnya Ytdl (43909) 9) Jasa Pengujian Laboratorium (71202) 10) Jasa Inspeksi Teknik Instalasi (71204) d. Melakukan Usaha Penyewaan dan Penyediaan Jasa Dalam Bidang Peralatan Konstruksi, seperti: 1) Pemasangan Perancah (Steiger) (43902) 2) Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan Peralatan Konstruksi dan Teknik Sipil (773931 ce. Melakukan Perencanan, Pelaksanaan, Pengelolaan, Penjualan, Pembelian Sewa Menyewa dan Perdagangan Jasa Ekspedisi/Usaha Angkutan Darat dan Laut, seperti: 1) Angkutan Bermotor untuk Barang Umum (49431) 2) Angkutan Bermotor untuk Barang Khusus (49432) 3) Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum (50131) 4) Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Khusus (50133) 5) Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Umum dan atau Hewan 150221) 6) Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Khusus (50222) 7) Angkutan Penyeberangan Umum Antar Provinsi untuk Barang (50224) 8) Angkutan Penyeberangan Perintis Antar Provinsi untuk Barang (50225) 9) Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut (52221) 10) Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Penyeberangan (52223) 11) Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) (52291) 12) Aktiviittas Ekspedisi Muatan Kereta Api dan Ekspedisi Angkutan Darat Business Valuation Unit 19 fakarta
Page 37 OCR 0.890
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk (EMKA & EAD) (52292) 13) Aktivitas Ekspedisi Muatan Kapal (EMKL) (52293) f. Treatment dan Pembuangan Limbah Berbahaya (38220) g- Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (68111) h. Aktivitas Kantor Pusat (70100) i. Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Rekayasa Lainnya (72109) j. Penelitian Pasar (73201) Perusahaan merupakan entitas anak dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan kepemilikan 60”o. Sejak tahun 1997 Perusahaan telah menjalankan operasinya dengan dibagi atas beberapa kantor Wilayah Penjualan (WP), di mana tiap Wilayah Penjualan didukung dengan rata - rata satu Pabrik Produk Beton (PPB) dan Ouarry. 2.2. Domisili Kantor Pusat berdomisili di Jakarta yang berlokasi di WIKA Tower | Lantai 2-4 Jl. D.I. Panjaitan Kav. 9, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Kota Adm. Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340. 2.3. Struktur Permodalan Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Audited 31 Desember 2024 susunan pemegang saham WTON adalah sebagai berikut: Figur 3. Susunan dan Komposisi Kepemilikan Saham PT Wijaya Karya Beton Tbk Jumlah Saham — Kepemilikan Jumlah . (Rupiah (Lembar) (Yo) Penuh) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 5.229.280.000 60.005 | 522.928.000.000 Koperasi Karya Mitra Satya 400.282.249 4,595 | 40.028.224.900 Yayasan Wijaya Karya 86.043.000 0,99Y0 8.604.300.000 Kuntjara 9.577.300 011Y0 957.730.000 Rija Judaswara 2.339.700 0,03Yo 233.970.000 Verly Widianto 2.000.000 0,020 200.000.000 Syailendra Ogan 109.000 0,00Y0 10.900.000 Agus Pramono 0,04Y0 352.950.000 Masyarakat / Public 298.230.585.100 Total .6 100,004, 61660000 Business Valuation Unit 20 Jakarta
Page 38 OCR 0.933
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 2.4. Susunan Pengurus 25, Berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Audited 31 Desember 2024 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi WTON pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut : Dewan Komisaris Komisaris Utama : Eko Sujianto Komisaris : R. Permadi Mulajaya Komisaris : Miftachul Munir Komisaris Independen : Nita Prihutaminingrum Komisaris Independen : Iswandi Imran Direktur Utama : Kuntjara Direktur Pemasaran dan Pengembangan : Rija Judaswara Direktur Keuangan, Human Capital dan : Syailendra Ogan Manajemen Risiko Direktur Operasi dan Supply Chain Management : Agus Pramono Direktur Teknik dan Produksi : Verly Widiantoro Struktur Organisasi & Grup Perusahaan Berdasarkan informasi dari manajemen, susunan organisasi WTON per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: Figur 4. Struktur Organisasi Perusahaan Sumber: hitps://www.wika-beton.co.id/struktur-organisasi-perusahaan/ Business Valnation Unit 21 Jakarta
Page 39 OCR 0.889
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 2.6, Figur $. Struktur Grup Perusahaan Sumber: https://www. wika-beton.co.id/struktur-grup-perusahaan/ PT Wijaya Karya (Persero) Tbk | f 1 (ae N / s10ox | | 995x | 60,01 ) | sok | ru | er Oren ea PT Wijaya Kar PT Citra PT wij Ki PT Wi Kar Kampanan Batan Lautan Teduh akal Betor" Pracetak Gedung Perizinan dan Legalitas Berikut adalah legalitas yang dimiliki oleh WTON yang digunakan dalam operasionalnya, diantaranya yaitu: Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya Beton Tbk. Nomor 74 tanggal 30 Mci 2024 oleh Insinyur Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan susunan komisaris dan direksi perseroan. Akta tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 03 Juni 2024 dengan Nomor AHU-AH.01.09- 0209272. Akta Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya Beton Tbk. Nomor 75 tanggal 30 Mci 2024 oleh Insinyur Nanctte Cahyanic Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan pasal 4 ayat 9, pasal 6, pasal 11, pasal 17, pasal 18 dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 Juni 2024 dengan Nomor AHU-AH.01.03-0148744, Selain itu, juga mengenai perubahan ganti nama pemegang saham dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 19 Juni 2024 dengan Nomor AHU-AH.01.09-0215256. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Wijaya Karya Beton Tbk. Nomor 80 tanggal 27 April 2022 oleh Insinyur Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan anggaran dasar perseroan. Akta tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 27 April 2022 dengan Nomor AHU-0031156.AH.01.02.Tahun 2022. Business Valuatian Uni! 22 likarta
Page 40 OCR 0.938
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 27. 4. Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia Nomor 02-12776.HT.01.TH.97 tanggal 9 Desember 1997 memberikan pengesahan Akta Pendirian PT Wijaya Karya Beton dengan Nomor 44 tanggal 11 Maret 1997 oleh Achmad Bajumi, S.H., pengganti Imas Fatimah, S.H., Notaris di Jakarta. 5. Nomor Induk Berusaha 8120211271643 dengan nama pelaku usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk. dan status penanaman modal yaitu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) diantaranya: 1) 2) 3) 4 5) 6) 19) 9 9) KBLI 23957 KBLI 23953 KBLI 42209 KBLI 46638 KBLI 46639 KBLI 42919 KBLI 46593 KBLI 42103 KBLI 43901 10) KBLI 42204 11) KBLI 41019 12) KBLI 42101 13) KBLI 43909 14) KBLI 42102 15) KBLI 43215 16) KBLI 41011 17) KBLI 42912 18) KBLI 08101 19) KBLI 46634 : Industri mortar atau beton siap pakai : Industri barang dari semen dan kapur untuk konstruksi : Konstruksi jaringan irigasi, komunikasi, dan limbah lainnya : Perdagangan besar berbagai macam material bangunan di : Perdagangan besar bahan konstruksi lainnya : Konstruksi bangunan sipil lainnya ytdl : Perdagangan besar alat transportasi darat (bukan mobil, sepeda motor, dan sejenisnya), suku cadang dan perlengkapannya. : Konstruksi jalan rel : Pemasangan pondasi dan tiang pancang : Konstruksi bangunan sipil elektrika : Konstruksi Gedung lainny : Konstruksi bangunan sipil jalan : Konstruksi khususl lainnya ytdl : Konstruksi bangunan sipil jembatan, jalan laying, /Iy over dan Underpass : Instalasi sinyal dan telekomunikasi kereta api : Konstruksi Gedung hunian : Konstruksi bangunan Pelabuhan bukan perikanan : Penggalian batu hias dan batu bangunan : Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu Kinerja Keuangan Historis Untuk melihat perkembangan kinerja WTON dan Entitas Anak, seperti posisi keuangan, laba rugi dan potensi atau kemajuan yang dialami selama beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis keuangan historis yang bersumber dari laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2019, per 31 Desember 2020, per 31 Desember 2021, per 31 Desember 2022, per31 Desember 2023, dan per 31 Desember 2024 disajikan sebagai berikut: Figur 6. Historis Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Aset Aset Lancar 7.168.913 | 5.408.852 | 5.650.194 | 6.149.561 | 4.384.893 | 3.929.811 Aset Tidak Lancar 3.168.983 | 3.261.213 | 3.432.317 | 3.297.968 | 3.246.777 | 3.264.877 Jumlah Aset 10.337.895 | 8.670.065 | 9.082.511 | 9.447.529 | 7.631.671 | 7.194.688 Business Valuation Unit 23 Jukartu
Page 41 OCR 0.769
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Des2019 Des2020 Des 2021 s20212 Des2023 - Des 2014 ludited tudited tudited udite Andited Ladited Liabilitas dan Ekuitas Liabilitas Jangka Pendek 6.195.055 | 4.833.351 | 5.055.794 | 5.472.903 | 3.727.678 | 3.042.007 Liabilitas Jangka Panjang. 634.394 | 411824) Sal9n6 | 336.806 | 277883 | 465915 Jumlah Liabilitas 6.829.449 | 5.245.175 | 5.597.700 | 5.809.708 | 4.005.561 | 3.507.923 Jumlah Ekuitas 3.508.446 | 3.424.890 | 3.484.811 | 3.637.821 | 3.626.110 | 3.686.766 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas | 10.337.895 | 8.670.065 | 9.082.511 | 9.447.529 | 7.631.671 | 7.194.688 Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON Figur 7. Historis Laporan Laba Rugi Konsolidasian Des 2019 Des 2010 s 201 Des 2022 Des 2023 Des 2024 ludited tndited tudited 6.003.788 | 4.203.171 dudited tudited tudited Pendapatan Usaha 7.083.384 | 4.803.359 | 44589 Beban Pokok Pendenetea (6.132.667) | (4.493.830) | (4.221.917) | (5486030) | (3.880.251) | (4522338) Luba Bruto 9so7i7 | 3095231 2370o7o| siniss| o322020| 37T6s6 Laba (Rugi) Usaha 7954061 184397) ti9sto| 390sea| 191342) — 213409 Laba (Rugi) Sebelum Pajak 626271 130.505 si3as | 240506 42833 87481 Penghasilan Laba (Rugi) Bersih Tae Pata 510.712 | 123.147 81434| 17.060 19.817 64.200 Jumlah Laba (Rugi) Komprehensif s1s72| 120.990 s294s | 170970 20.089 67.560 Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON Figur 8. Historis Laporan Arus Kas Konsolidasian Des 2019 Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 tudired tudired dudited ludited tudited tudited Keterangan Arus Kas Operasi 1.265.495 803.264 35.026 34.700 95.469 262.019 Arus Kas Investasi (370.108) (281.518) (183.938) | (155.036) (81.710) (107.308) Arus Kas Peni (158.004) (581.410) 313.062 | (108356) | (1.144.623) 385.120 Kas Awal Tahun 865.016 1.602.281 1.602.044 | 1.766.221 1.538.312 407.215 Kas Akhir Tahun 1.602.281 | 1.542.217 | 1.766.221 | 1.538.312 407.215 597.554 Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON 24 Business Lisa da
Page 42 OCR 0.855
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 2.7.1 Analisis Posisi Keuangan Perkembangan posisi keuangan WTON dan Entitas Anak dapat dilihat pada grafik berikut: Figur 9. Historis Perkembangan Posisi Keuangan Pertumbuhan Posisi Keuangan WTON dan Entitas Anak 31 Desember 2019- 31 Desomber 2024 (Dalam Jutaan Rupiah) t200no09 togonona #gono00 s.00n000 aw 2 Dea Ds pawa 2 ». Daan Pe kossnmus eunas Pi 2 Le. asa Lubis sana san 1 s 4001561 207 Sirutas 350616 3.01399 3 3674 2e20.19 Aset #Linblltan “ Ukeitas Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON Total aset WTON dan Entitas Anak pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp8.670.065 juta dan mengalami penurunan 16,13Y6 dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp10.337.895 juta. Pada tahun 2021-2022 total aset WTON dan Entitas Anak mengalami penikatan sebesar 4,76Yo dan 4,02”4. Peningkatan total aset tersebut dikarenakan adanya peningkatan pada pos piutang usaha pihak ketiga, piutang retensi pihak berelasi, persediaan, proyek dalam pelaksanaan, property investasi, aset tetap, dan aset tidak lancar lainnya. Total aset tahun 2023-2024 mengalami penurunan sebesar 19,226 dan 5,73Yo. Penurunan tersebut dikarenakan terdapat penurunan pada pos kas dan setara kas, piutang yang belum ditagih pihak berelasi dan pihak ketiga, tagihan bruto pemberi kerja pihak berelasi dan pihak ketiga, piutang lain-lain, persediaan, uang muka, investasi ventura Bersama, dan aset hak guna. Total aset WTON dan Entitas Anak per 31 Desember tercatat sebesar Rp7.194.688 juta. Total liabilitas WTON dan Entitas Anak pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp5.245.175 juta dan mengalami penurunan 23.206 dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp6.829.449 juta. Pada tahun 2021-2022 total liabilitas WTON dan Entitas Anak mengalami penikatan sebesar 6,72Y4 dan 3,79Yo. Peningkatan total liabilitas tersebut dikarenakan adanya peningkatan pada pos pinjaman jangka pendek, utang pajak, beban akrual, pinjaman bank, dan liabilitas imbalan kerja. Total liabilitas tahun 2023-2024 mengalami penurunan sebesar 31,05y4 dan 12,420, Penurunan tersebut dikarenakan terdapat penurunan pada pos pinjaman jangka pendek,, beban akrual, utang lain-lain, pinjaman bank, liabilitas sewa, liabilitas pajak tangguhan, dan utang ventura bersama. Total liabilitas WTON dan Entitas Anak per 31 Desember tercatat sebesar Rp3.507.9223 juta. Business Valuation Unit 25 Jakarta
Page 43 OCR 0.844
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 2.7.2 Total ekuitas WTON dan Entitas Anak pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp3.424.890 juta dan mengalami penurunan 2,38Yo dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp3.508.446 juta. Pada tahun 2021-2022 total ekuitas WTON dan Entitas Anak mengalami penikatan sebesar 1,75Yo dan 4,3996. Peningkatan total ekuitas tersebut dikarenakan adanya peningkatan pada postransaksi restrukturisasi, saldo laba ditentukan penggunaannya dan saldo laba belum ditentukan penggunaannya. Total aset tahun 2023 mengalami penurunan sebesar 0,32”o dikarenakan terdapat penurunan pada pos kepentingan non pengendali. Total ekuitas WTON dan Entitas Anak per 31 Desember tercatat sebesar Rp3.686.766 juta dan mengalami peningkatan sebesar 1,674 dibandingkan tahun sebelumnya. Analisis Laba Rugi Perkembangan laba (rugi) WTON dan Entitas Anak dapat dilihat pada grafik berikut: Figur 10. Historis Perkembangan Laba (Rugi) Pertumbuhan Laba Rugi WTON dan Entitas Anak 31 Desember 2019- 9 Desember 2024 Dalam Intan Roplah sena saman soo Amos .. NN - Des Da1 pedarara cam ma Badan pokok Mardupalan sangan mperdaparan «Rabun Pokok Perdopetar — #Tahe (Resi Buto “Taha (Re Utake Tan (Res) Remi Tahun berjalan Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON Pendapatan pada tahun 2020, 2021, dan 2023 mengalami penurunan sebesar 32,190: 7,17Yo: dan 34,64y6. Pada tahun 2022 pendapatan WTON dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp6.003.788 juta dan mengalami peningkatan sebesar 34.64Yo dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp4.458.988 juta. Pendapatan WTON dan Entitas Anak per 31 Desember 2024 mengalami peningkatan 16,484 dibandingkan tahun sebelumnya dan tercatat sebesar Rp4.896.024 juta. Beban Pokok Pendapatan pada tahun 2020, 2021, dan 2023 mengalami penurunan sebesar 26,72Yo, 6,05Yo, dan 29,28Y4. Pada tahun 2022 Beban Pokok Pendapatan WTON dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp5.486.630 juta dan mengalami peningkatan sebesar 29,965 dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp4.221.917 juta. Beban Pokok Pendapatan WTON dan Entitas Anak per 31 Desember 2024 mengalami peningkatan 16,5546 dibandingkan tahun sebelumnya dan tercatat sebesar Rp4.522.338 juta. Business Valuation Unit 26 Jakarta
Page 44 OCR 0.805
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Laba Bruto pada tahun 2020. 2021, dan 2023 mengalami penurunan sebesar 67,44Y4: 2341p, dan 37,56Yo. Penurunan tersebut dikarenakan adanya penurunan pada pos pendapatan. Pada tahun 2022 Laba Bruto WTON dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp517.158 juta dan mengalami peningkatan sebesar 118,15”5 dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp237.070 juta, hal tersebut dikarenakan pada tahun 2022 pendapatan WTON dan Entitas Anak mengalami peningkatan. Laba Bruto WTON dan Entitas Anak per 31 Desember 2024 mengalami peningkatan 15,726 dibandingkan tahun sebelumnya dan tercatat sebesar Rp373.686 juta. Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan pada tahun 2020, 2021, dan 2023 mengalami penurunan sebesar 75,896, 33,87Yo, dan 110,06y6. Penurunan tersebut dikarenakan adanya penurunan laba usaha pada tahun tersebut. Pada tahun 2022 Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan WTON dan Entitas Anak tercatat sebesar Rp171.060 juta dan mengalami peningkatan sebesar 110,06”6 dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp81.434 juta, hal tersebut dikarenakan pada tahun 2022 laba usaha WTON dan Entitas Anak mengalami peningkatan. Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan WTON dan Entitas Anak per 31 Desember 2024 mengalami peningkatan 223,976 dibandingkan tahun sebelumnya dan tercatat sebesar Rp64.200 juta. 2.7.3 Analisis Arus Kas Perkembangan arus kas WTON dan Entitas Anak dapat dilihat pada figur berikut : Figur 11. Historis Perkembangan Arus Kas Pertumbuhan Arus Kas WTON dan Entitas Anak 31 Desember 2019- 31 Desember 2024 Dalam Jutaan Rupiah 2001000 soo | Lal “ . -—- 000 Lam 48000 Sum Ansku seskopeui 125.01 AmsknSerh Irvan Ga Aruskts ses Mondamu Uso Kanan SetraKasAwal Tama | 66801 Kkardan Sta Kar AkhirTahnn) —— Lanast mang tis Berh Opera Mhs Kat Resih Ines MAmSKa Berek Pendaatan Kader Searn asA wal Tahun “Kas dan Setara Kan AK Tahrui Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON Dari figur kinerja arus kas diatas, aktivitas cash flow WTON dan Entitas Anak untuk periode 31 Desember 2019 - 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: # Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun 2020-2022 setiap tahunnya mengalami penurunan sebesar 36,53Y6: 95,64Yo: dan 0,9345. Penurunan Business Valuation Unit 27 Jakarta
Page 45 OCR 0.758
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk tersebut dikarenakan terdapat penurunan pada pos penerimaan kas dari pelanggan dan meningkatnya pembayaran operasi lainnya. Peningkatan arus kas bersih dari aktivitas Operasi terjadi pada tahun 2023 dan 2024 sebesar 175.12”o dan 174,46”o. Peningkatan tersebut dikarenakan meningkatnya pos penerimaan kas dari pelanggan dan menurunnya pembayaran kepada direksi dan karyawan. Arus kas bersih dari aktivitas operasi per 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp262.019 juta. # Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi selama periode historis yaitu 2019-2024 tercatat negatif yaitu negatif Rp370.108 juta. negatif Rp281.518 juta, negatif Rp183.935 juta, negatif Rp155.036 juta, negatif Rp81.710 juta, negatif Rp107.308 juta. # Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada tahun 2019, 2020, 2022, dan 2023 tercatat negatif yaitu negatif Rp158.004 juta, negatif Rp581.410 juta, negatif Rp108.356 juta, dan negatif Rp1.144.623 juta. Peningkatan arus kas bersih dari aktivitas pendanaan terjadi pada tahun 2022 yaitu sebesar 134,6194. Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan per 31 Desember 2024 tercatat Rp35.120 juta dan mengalami peningkatan sebesar 103,074 dibandingkan tahun sebelumnya. 2.7.4 Analisis Rasio Keuangan Figur 12. Historis Rasio Keuangan Rasio Likuiditas Current Rario Isa | 9 ne Isa me oa “Guick Ratio Onisna | 954600 Onsora | 9276w | — 9187 |—105,3a9a Cash Ratio 258687 33,1590 Bagan 28.116 102 | 19,647 Rasio Aktivitas Perputaran Piutang 2 3 Usaha Pihak Berelasi 1 Sa A1 ” 3 sa Perputaran Piutang 2 17 35 30 37 37 Usaha Pihak Ketiga Perputaran Piutang 2 Retensi Pihak Berelasi 2 1 2 . , , Perputaran Pintang: z Retensi Pihak Ketiga 2 1 4 1 3 2 Perputaran Piutang Yang Belum Ditagih Pihak 80 78 83 87 82 49 Berelasi Perputaran Piutang Yang Belum Ditagih Pihak 14 2 20 32 19 20 Ketiga Perputaran Persediaan (3 6s 8 7 9 59 Perputaran Utang Usaha 5 “ge Lag & 1 Si Pihak Ketiga K Perputaran Utang Usaha PAN al -1 -110 -119 -89 -175 -128 Perputaran beban akrual 123 -106 -1a 123 90 27 Rasio Solvabilitas Debt to Asset 66th 60 (TA IA 321 19 Debt to Eguitv 1950 15306 1619. ITA TO 95Ya Rasio Profitabilitas Gross Margin 1390 6Vo 5 Ya Ita 8Ya 83 Operating Margin 11a EA 3g Teh SY EA Net Profit Margin 7210 267 IKA 28 0.57 1300 ROA A9 1 dya 094 180 034 09Va ROE 14619 3,6Ya 2,3Ya 4,7Ya 0,5 Ya 170 Sumber: Laporan Audit Konsolidasian WTON Business Valuation Unit 28 Jakarta
Page 46 OCR 0.918
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Rasio Likuiditas Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Beberapa rasio keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah: L Current Ratio Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimilikinya. Rasio ini memberikan gambaran tentang tingkat likuiditas perusahaan, dengan fokus pada aset likuid yang tersedia langsung untuk membayar kewajiban. Rasio lancar WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 115,72Yo: 111,91Yo: 111,76Yo: 112,36Yo: 117,63Yo: dan 129,18Y0. Ouick Ratio Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar, namun sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang menghitung seluruh aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan rasio cepat. Rasio cepat WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 97,18Yo: 95,46Yo: N,80Y0: 92,76Yo: I1,87Yo: dan 105,34Y0. Cash Ratio Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset yang paling likuid, yaitu kas dan setara kas. Rasio ini memberikan gambaran tentang tingkat likuiditas perusahaan, dengan fokus pada aset likuid yang tersedia langsung untuk membayar kewajiban. Rasio kas WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 25,86Yo, 33.15Yo, 34,93Yo, 28,11Yo: 10,92”: dan 19,64Y2. Rasio Aktivitas Rasio aktivitas (activirv ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi pemanfaatan sumber daya perusahaan atau menilai kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari, Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini. 1. Rasio Perputaran Piutang Usaha Pihak Berelasi Rasio perputaran piutang usaha pihak berelasi merupakan indikator keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang usaha - pihak berelasi. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang usaha - pihak berelasi dari debitur dalam satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang usaha - pihak berelasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat selama 38 hari, 32 hari, 32 hari, 19 hari, 46 hari, dan 31 hari. Rasio Perputaran Piutang Usaha Pihak Ketiga Rasio perputaran piutang usaha - pihak ketiga merupakan indikator keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang usaha - pihak ketiga. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang Business Valuation Unit 29 Jakarta
Page 47 OCR 0.945
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk usaha pihak ketiga dari debitur dalam satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang usaha - pihak ketiga WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat selama 27 hari, 17 hari, 35 hari, 30 hari, 37 hari, dan 37 hari. 3. Rasio Perputaran Piutang Retensi Pihak Berelasi Rasio perputaran piutang retensi - pihak berelasi merupakan indikator keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang retensi - pihak berelasi. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang retensi - pihak berelasi dari debitur dalam satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang - retensi pihak berelasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat selama 0 hari, I hari, 2 hari, 1 hari, 1 hari, dan 1 hari, 4. Rasio Perputaran Piutang Retensi Pihak Ketiga Rasio perputaran piutang retensi - pihak ketiga merupakan indikator keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang retensi - pihak ketiga. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang retensi - pihak ketiga dari debitur dalam satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang retensi - pihak ketiga WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat selama 2 hari, 7 hari, 4 hari, | hari, 3 hari, dan 2 hari. 5. Rasio Perputaran Piutang yang Belum Ditagih Pihak Berelasi Rasio perputaran piutang yang belum ditagih - pihak berelasi merupakan indikator keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang yang belum ditagih - pihak berelasi. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang yang beluh ditagih - pihak berelasi dari debitur dalam satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang yang belum ditagih - pihak berelasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat selama 80 hari, 78 hari, 83 hari, 87 hari, 82 hari, dan 49 hari. 6. Rasio Perputaran Piutang Yang Belum Ditagih Pihak Ketiga Rasio perputaran piutang yang belum ditagih - pihak ketiga merupakan indikator keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang yang belum ditagih - pihak ketiga. Rasio ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang yang belum ditagih - pihak ketiga dari debitur dalam satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang yang belum ditagih - pihak ketiga WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat selama 14 hari, 22 hari, 20 hari, 32 hari, 19 hari, dan 20 hari. 7. Rasio Perputaran Persediaan Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk melihat berapa hari persediaan berubah menjadi penjualan. Rasio perputaran persediaan WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 —31 Desember 2024 tercatat selama 68 hari, 65 hari, 87 hari, 71 hari, 90 hari, dan S9 hari. 8. Rasio Perputaran Utang Usaha - Pihak Berelasi Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat perusahaan membayar utang usaha - pihak berelasi (kewajiban kepada pemasok) selama periode tertentu. Rasio ini memberikan gambaran mengenai efisiensi perusahaan dalam Business Valuation Unit 30 Jakarta
Page 48 OCR 0.937
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 10. mengelola kewajiban jangka pendek kepada pemasoknya. Rasio utang usaha - pihak berelasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat selama 2 hari, 106 hari, 96 hari, 50 hari, 18 hari, dan 31 hari. Rasio Perputaran Utang Usaha Pihak Ketiga Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat perusahaan membayar utang usaha - pihak ketiga (kewajiban kepada pemasok) selama periode tertentu. Rasio ini memberikan gambaran mengenai efisiensi perusahaan dalam mengelola kewajiban jangka pendek kepada pemasoknya. Rasio utang usaha - pihak ketiga WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat selama S1 hari, 110 hari, 119 hari, 89 hari, 175 hari, dan 128 hari. Rasio Perputaran Beban Akrual Rasio yang mengukur seberapa cepat perusahaan dalam membayar utangnya (kewajiban kepada pemasok) selama periode tertentu. Rasio ini memberikan gambaran mengenai efisiensi perusahaan dalam mengelola kewajiban jangka pendek kepada pemasoknya. Rasio perputaran beban akrual WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat selama 123 hari, 106 hari, 114 hari, 123 hari, 90 hari, dan 47 hari. Rasio Solvabilitas Rasio solvabilitas (so/veney ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk melunasi utang-utangnya. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini. Debi to asset ratio Rasio ini merupakan perbandingan antara total debt terhadap total aset Perusahaan. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan Perusahaan. Adapun tingkat rasio liabilitas terhadap total aset WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 66Yo: 60Yo: 62Yo: 61Ya: 52Yas dan 49Ya. Debt to eguity ratio Rasio ini merupakan perbandingan antara total debt terhadap total ekuitas atau modal perusahaan. Rasio satu menunjukkan jumlah liabilitas sama dengan jumlah ekuitas. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio liabilitas terhadap ckuitas WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 195Yo: 153Yo: 161Y6: 160Yo: 110Yo: dan 9546. Rasio Profitabilitas Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba dalam operasinya. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini. 1. Gross Profit Margin (Rasio Laba Kotor) Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba kotor. Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap pembentukan laba kotor. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa Business Valuation Unit 31 fakarta
Page 49 OCR 0.906
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 2.8. rasio laba kotor WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 13Yo: 6Ya: 5Yo: 9Yo: 8 Ya: dan 8Yo. rw Operating Margin (Rasio Laba Operasi) Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba operasi. Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap pembentukan laba operasi. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio laba operasi WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 11Yo: 4Yos 3Yo: TYo: 5 Yo: dan 4Ya. 3. Net Profit Margin (Rasio Laba Bersih) Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih. Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap pembentukan laba bersih. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio laba bersih WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 7,2Yo: 2,6Yo: 1,8Yo: 2,8Ya: 0,5Yn: dan 1,3Yo. 4. Ratio Return On Asset (ROA) Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dengan mengunakan seluruh aset perusahaan. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio ROA WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 4,9Y6: 1.4Yo: 0,9Yo: 1,8 Yo: 0,3 Ya: dan 0,9Y9. 5. Ratio Return On Eguity (ROE) Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dengan mengunakan ekuitas perusahaan. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio ROE WTON dan Entitas Anak pada periode 31 Desember 2019 — 31 Desember 2024 tercatat sebesar 14,6Y6: 3,6Yo: 2,3 Yo: 4,7Yo: 0,5Yo: dan 1,7Yo. Prospek Usaha WTON Industri konstruksi merupakan sektor strategis yang memiliki peran vital dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai sektor dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), konstruksi menjadi indikator utama dinamika Pembangunan nasional. Berdasarkan laporan Perekonomian Indonesia 2024 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sektor konstruksi menyumbang sekitar 9.926 terhadap PDB pada tahun 2023, menjadikannya sektor terbesar kelima dalam perekonomian nasional. Pada tahun 2025, industri ini diperkirakan mengalami pertumbuhan positif sebesar 5.48yo dibandingkan tahun sebelumnya. Proyeksi ini didukung oleh pernyataan dari BCI Central yang menyatakan bahwa total pasar proyek konstruksi pada tahun 2025 akan mencapai Rp 381,61 triliun, dengan peningkatan investasi di sektor properti serta kesinambungan proyek infrastruktur strategis. Pertumbuhan industri konstruksi pada 2025 didukung oleh kebijakan fiskal yang akomodatif dan investasi infrastruktur yang tetap menjadi prioritas nasional. Pemerintah Indonesia, melalui RAPBN 2025 yang dipaparkan dalam laporan Kementerian Keuangan, mengalokasikan belanja infrastruktur dengan fokus pada pembangunan jalan tol, jaringan transportasi publik, serta proyek strategis nasional lainnya, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Berdasarkan laporan Reuters, Presiden Prabowo Subianto telah mengalokasikan dana sebesar Rp 48,8 triliun untuk pembangunan ibu kota baru ini hingga Business Valuation Unit P 32 Jakarta
Page 50 OCR 0.952
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 2029, dengan target relokasi pemerintah pada tahun 2028. Langkah ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi dalam sektor konstruksi, baik dari dalam maupun luar negeri. Di sisi lain, industri properti sebagai subsektor utama konstruksi juga menunjukkan potensi yang menjanjikan. Berdasarkan Survei Proyeksi Pasar Properti 2025 yang dirilis oleh Knight Frank Indonesia, sektor perumahan, industri, serta fasilitas logistik seperti data center dan pergudangan diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan. Proyeksi ini sejalan dengan laporan yang mencatat bahwa kategori proyek perumahan dan industri menjadi kontributor terbesar terhadap total nilai konstruksi bangunan pada tahun 2025, masing-masing sebesar 28,294 dan 24,75Yo. Urbanisasi yang terus meningkat, kebutuhan perumahan yang tinggi, serta pergeseran tren bisnis ke arah digitalisasi turut memperkuat permintaan akan infrastruktur pendukung. Namun, tantangan seperti kenaikan harga tanah dan daya beli masyarakat tetap menjadi faktor yang perlu diantisipasi untuk menjaga stabilitas sektor properti. Meskipun proyeksi pertumbuhan industri konstruksi tampak positif, sejumlah tantangan tetap menjadi perhatian. Dalam Laporan Perkembangan Ekonomi Indonesia 2024 yang diterbitkan oleh BPS, terdapat indikasi bahwa sektor konstruksi sipil akan mengalami sedikit perlambatan dengan penurunan sebesar 2,626 pada tahun 2025. Salah satu penyebab perlambatan ini adalah kenaikan harga bahan bangunan dan peningkatan suku bunga, yang dapat menghambat investasi dalam proyek infrastruktur skala besar. Berdasarkan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) yang dirilis oleh BPS, harga material konstruksi mengalami kenaikan rata-rata sebesar 7,1Yo pada 2024, terutama akibat fluktuasi nilai tukar dan ketergantungan pada bahan baku impor. Selain tantangan tersebut, permasalahan lain yang dihadapi adalah ketersediaan tenaga kerja yang kompeten di sektor konstruksi. Dengan semakin kompleksnya proyek infrastruktur, kebutuhan akan tenaga kerja terampil semakin meningkat. Namun, laporan Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa hanya sekitar 4544 dari tenaga kerja di sektor konstruksi yang telah memiliki sertifikasi keahlian, Ketimpangan antara jumlah tenaga kerja bersertifikasi dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan yang harus diatasi. Oleh karena itu, inisiatif pelatihan vokasi dan sertifikasi tenaga kerja harus diperkuat untuk memastikan tenaga kerja yang tersedia mampu memenuhi standar industri yang semakin tinggi. Dalam menghadapi tantangan tersebut, inovasi dan teknologi menjadi elemen kunci dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor konstruksi. Berdasarkan laporan dari Jakarta Daily, penggunaan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM), Internet of Things (IoT), serta konsep konstruksi modular telah terbukti mampu mengurangi pemborosan material, meningkatkan presisi dalam perencanaan proyek, serta mempercepat proses pembangunan. Selain itu, penerapan prinsip konstruksi hijau dan ramah lingkungan semakin menjadi perhatian, sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi karbon dan mendukung ekonomi berkelanjutan. Dalam berbagai forum industri, transformasi digital dan penggunaan teknologi konstruksi pintar seperti Artificial Intelligence (AI) juga diprediksi akan semakin diadopsi guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Selain inovasi teknologi, keberlanjutan industri konstruksi juga bergantung pada regulasi dan kebijakan yang mendukung ekosistem bisnis yang sehat. Reformasi perizinan, penyederhanaan regulasi investasi, serta harmonisasi kebijakan pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif. Dengan adanya kepastian hukum dan kebijakan Business Valuation Unit 33 Jakarta
Page 51 OCR 0.950
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk yang konsisten, baik pelaku usaha lokal maupun investor asing dapat lebih percaya diri dalam mengembangkan proyek konstruksi di Indonesia. Secara keseluruhan, prospek industri konstruksi Indonesia pada tahun 2025 tetap cerah, didukung oleh kesinambungan proyek infrastruktur strategis dan pertumbuhan sektor properti. Namun, pelaku industri perlu menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga material, peningkatan suku bunga, dan ketidakpastian global dengan strategi yang adaptif dan inovatif. Dengan adanya dukungan kebijakan pemerintah dan kemajuan teknologi, industri konstruksi Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan menjadi motor penggerak ekonomi nasional di tahun mendatang. Strategi Pemasaran WTON Dalam menghadapi persaingan industri konstruksi yang semakin kompetitif, WTON menerapkan strategi pemasaran yang berorientasi pada ekspansi pasar, inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, dan penguatan kemitraan strategis. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing, memperluas pangsa pasar, serta memastikan keberlanjutan bisnis di tengah perubahan permintaan industri konstruksi. Perluasan Pasar dan Diversifikasi Segmen Pelanggan Inovasi Produk dan Peningkatan Nilai Tambah Transformasi Digital dalam Pemasaran dan Operasional Penguatan Kemitraan dan Strategi Harga Kompetitif Se aa Dengan strategi pemasaran yang berfokus pada ekspansi pasar, inovasi produk, transformasi digital, dan kemitraan strategis, WTON menargetkan pertumbuhan yang lebih stabil dan berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, perusahaan tidak hanya berusaha mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar beton pracetak di Indonesia, tetapi juga memperkuat eksistensinya di tingkat global dengan menghadirkan solusi konstruksi inovatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Sebagai pemimpin industri beton pracetak di Indonesia, WTON rutin menghitung pangsa pasar setiap segmen usaha selama 2 (dua) tahun sekali. Sampai dengan tahun 2024, WTON belum dapat merilis data spesifik pangsa pasar terbaru. Pangsa Pasar dari data terakhir yang dirilis WTON pada tahun 2022 untuk produk Pracetak mencapai 47,90Y5, sehingga WTON tetap optimis mempertahankan dominasinya di pasar industri beton Indonesia. Dengan strategi ekspansi, inovasi produk, dan digitalisasi layanan, perusahaan terus memperluas cakupannya, baik di dalam negeri maupun ke tingkat internasional. WTON tetap dominan dalam penyediaan beton pracetak untuk proyek infrastruktur nasional, termasuk jalan tol, pelabuhan, jembatan, dan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain proyek pemerintah, perusahaan juga memperluas pasar ke sektor swasta, seperti pertambangan, energi, properti, dan manufaktur, yang semakin bergantung pada beton pracetak berkualitas tinggi. Untuk meningkatkan daya saing global, WTON menargetkan ekspansi ke Asia Tenggara, khususnya Malaysia, Filipina, dan Vietnam, dengan menawarkan produk bersertifikasi internasional (ISO 9001 dan LEED). Standarisasi global dan optimalisasi rantai pasok menjadi kunci untuk menembus pasar luar negeri. Perusahaan terus berinovasi dengan mengembangkan EcoConcrete, beton ramah lingkungan yang Business Valuation Unit 34 Jnkarta
Page 52 OCR 0.934
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk menggunakan bahan baku daur ulang dan teknologi rendah karbon. Selain itu, WTON memperkuat distribusi melalui platform digital dan e-commerce B2B, memungkinkan pelanggan mengakses layanan dengan lebih cepat dan efisien. Dengan dominasi pasar nasional, ekspansi internasional, dan inovasi berkelanjutan, WTON semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin industri beton pracetak. Perusahaan berkomitmen untuk terus berkembang dan menghadirkan solusi konstruksi yang lebih efisien, inovatif, dan berkelanjutan. Business Valuation Unit 35 Jakarta
Page 53 OCR 0.800
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 3. 3. TINJAUAN MAKRO EKONOMI Perekonomian Global dan Domestik Pada 2025, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya, yakni 3,2”6, meskipun ketidakpastian pasar keuangan global dan ketegangan geopolitik terus berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih kuat dari yang diperkirakan, didorong oleh stimulus fiskal yang meningkatkan permintaan domestik dan investasi di bidang teknologi, yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas. Sebaliknya, ekonomi Eropa, Tiongkok, Jepang, dan India masih menghadapi tantangan, seperti penurunan kepercayaan konsumen, tertahannya produktivitas, dan terbatasnya sektor manufaktur. Kebijakan tarif AS juga memengaruhi disinflasi di negara tersebut, dengan ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang terbatas. Penguatan dolar AS scbagai dampak kebijakan AS, bersama dengan ketegangan geopolitik, menyebabkan investor lebih memilih untuk memindahkan portofolio mereka ke AS, meningkatkan tekanan pada mata uang global lainnya, Di Indonesia, perekonomian menunjukkan pertumbuhan yang baik meskipun sedikit lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Neraca pembayaran Indonesia tetap sehat, mendukung ketahanan eksternal negara. Nilai tukar rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global berkat kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Inflasi pada 2024 diperkirakan berada dalam sasaran 2,516, dengan kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman dan stabil. Bank Indonesia menurunkan BI- rate sebesar 25 bps menjadi S,75Y4 pada Januari 2025, sesuai dengan prakiraan inflasi yang tetap terkendali dan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Kebijakan moneter dan makroprudensial Bank Indonesia berfokus pada menjaga inflasi, stabilitas nilai tukar, serta mendukung sektor-sektor prioritas seperti UMKM dan ekonomi hijau. Penguatan kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dimulai pada Januari 2025, dengan harapan dapat meningkatkan pembiayaan perbankan untuk sektor-sektor yang mendukung penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan untuk mendukung sektor perdagangan dan UMKM, dengan memperkuat infrastruktur dan memperluas digitalisasi. Figur 13. Pertumbuhan PDB Dunia dan PMI Global Pe El ES — ka —g Tepak —ta am UD: "0 AM AP 27-31 ega 4 wa uu u onta sottt La aw 2 na aan bag " “ “ “ “ "“ " an &auu uv a Uu egribekatag PT CT" NN TIA UAN C1 Tegak 8S 2 KU» wu Uu uda “ " “ ” ” “ “ si VA KB wa Jaa Lan U Wu Uu un Uu Ky esai Gamer ka Pn UAN Ignisetaeom Bo KW U 1 NN 2 2 IentoghAkbalogd 10K Ho 4 24 2 21 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Business Valuation Untl 36 Jakarta
Page 54 OCR 0.569
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 14. Indeks Keyakinan Konsumen dan Penjualan Eceran Global K1 Haag —toga —na —seniaa kdi yen —- in 2. —inga & " “ MA ba - “ - aa - » ae " uu “ ed £ . - : 3 Zs z 1 : . — 2 : - . Pa ” : . P » Pn - Aa P & P - - Sumber Bloomberg, diolah Sumber: CEIC. diolah Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 15. Inflasi Dunia, Harga Komoditas Ekspor Indonesia Hem pager TA td —aau paten maa - jadi ye DB - - in ne en ai aa ulun 2. N ons in alel ma bla zah 3 5 mese —Telala Ini" Telan "2 ewanmee 4Miryak dalam USD/barel, komoditas lain (&. yoy) Sumber: Bloomberg dan IMF, dialah Sumber: Bloomberg. Data sd. 13 Januari 2025 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 16. Yicld UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS, Persepsi Risiko Negara Berkembang dan Indonesia Tao HA eakan meski kian ika ngg Indeks Ketidakpastian Global an » ve — base una) —iP any —A -. u.. “ una - x 1 xi - E3 ui Sumber Bloomberg. Data sd. 13 Januari 2025 Sumber: Bloomberg. Data s.d. 13 Januari 2025 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Business Valnation Unit 37 Jakarta
Page 55 OCR 0.689
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 17. Aliran Modal Ke Negara Berkembang dan Index Ketidakpastian Global | 2? h man ' i U KL fa . «e std w | ma “tag tm - - m - Sumber. IIF, diolah Sumber: Bloomberg. Data s.d. 13 Januari 2025 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 3.2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Perekonomian global pada 2025 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,296, meskipun ketidakpastian pasar keuangan global dan ketegangan geopolitik tetap berlanjut, Ekonomi AS tumbuh kuat didorong oleh stimulus fiskal dan investasi teknologi, sementara ekonomi Eropa, Tiongkok, Jepang, dan India menghadapi tantangan seperti menurunnya kepercayaan konsumen dan terbatasnya sektor manufaktur. Kebijakan fiskal AS yang ekspansif dan ketegangan geopolitik menyebabkan penguatan dolar AS dan mempengaruhi mata uang global. Di Indonesia, meskipun perekonomian tumbuh baik, terdapat kecenderungan pertumbuhan yang lebih rendah dari prakiraan sebelumnya, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2025 berada di kisaran 4,7-5,5y6. Faktor-faktor seperti permintaan domestik yang lebih rendah, kelemahan konsumsi rumah tangga, dan terbatasnya investasi swasta berpengaruh pada pertumbuhan tersebut. Bank Indonesia terus mengoptimalkan kebijakan moneter dan makroprudensial untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan, termasuk melalui akselerasi digitalisasi dan mendukung program-program Pemerintah, seperti ketahanan pangan dan pembiayaan ekonomi. Figur 18. Pertumbuhan PDB Domestik dan Kn Berdasarkan Lapangan Usaha Kemen aBtaKn IM JI LK AB SS SK AW AM ASI SB 3G AP AN AR Ah nm ema penuaan tra Sea Dae Aa LI A0 AA ha AM Aa Kah ida MA - » 2 Ti 2 Meimnta AI 2 AD AM AR AN AT AA AI MAAN IR AN maa Aa aa GR M0 ih IN ID 4 MeMmbagan II AM AI DAA Gie do Ruh dd Ah LA Ai tai Me AA Mad AT GI ah 2 Ak n. BMA MAN MN MAL MAN PARA PKL -- 10 DAR MM DAN Ah SO Aas LI AN Oh LA 2 UP Sumber 898 Sumber: BPS Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Business Valuation Unit 38 Jakarta
Page 56 OCR 0.811
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 19. Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan IV 2024 dan Indeks Keyakinan Konsumen MAAN Nan LAN ah An Ha Na metan mama —ugasan 3m Mean tan Hngran aa Sumber: BPS, diolah Sumber Bank Indonesia Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 20. Nilai Tukar Petani dan Penjualan Eceran Dea Da ae x. 2 Sumber BPS, diolah Sumber: BPS, diolah Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Fig 2 isasi atan dan Belanja Negara (APBN) dan Ekspor Non Migas : ” : Sumber Kementerian Keuangan diolah Bank Indonesia terian Keuangan Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 22. Ekspor Nonmigas ke Negara Tujuan Utama dan Ekspr Nonmigas Spasial Sumber. Kementerian Keuangan, dioiah Bank Indonesia Sumber: Kementerian Keuangan, diolah Bank Indonesia — “Data su Auustus 2024 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Business Valuatian Unit 39 Jakarta
Page 57 OCR 0.895
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap menunjukkan kondisi yang sehat, yang mendukung ketahanan eksternal negara. Pada Desember 2024, Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan sebesar 2,2 miliar dolar AS, yang didorong oleh kinerja ekspor yang kuat, terutama dari komoditas utama seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja. Hal ini mendukung prediksi bahwa transaksi berjalan pada 2024 akan tetap sehat dengan defisit yang diperkirakan berada dalam kisaran 0,194 hingga 0,944 dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, meskipun surplus perdagangan, ketidakpastian pasar keuangan global menyebabkan penurunan aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik, seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Repo Bank Indonesia (SRBI), yang masing-masing tercatat inflow sebesar 19 juta dolar AS dan 288 juta dolar AS pada awal tahun 2025 (hingga 13 Januari 2025). Meskipun demikian, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tetap tinggi, mencapai 155,7 miliar dolar AS, yang setara dengan pembiayaan impor selama 6,7 bulan atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Posisi cadangan devisa ini juga jauh di atas standar kecukupan internasional yang sekitar 3 bulan impor. Melihat ke depan, NPI Indonesia pada 2025 diperkirakan tetap sehat, dengan surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut, serta defisit transaksi berjalan yang terjaga dalam kisaran 0,5”6 hingga 1,3”2 dari PDB. Surplus neraca transaksi modal dan finansial ini akan didorong oleh aliran masuk modal asing yang positif, seiring dengan persepsi investor yang optimis terhadap prospek perekonomian Indonesia yang lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik. Ta 23. Neraca Pe maasa Indonesia dan Neraca Perdagangan 3 : Ti Matuda “Angka sangat urnbier Bank Indonesia, "Anak: Sumber Bank Indonesia. "Angka semei PA sementara Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 24. Aliran Modal Asing dan Cadangan Devisa angen mna LAM Nan as AM Nemu Sumber: Bank Indonesia, “Angka sementara ““Anoka sangat sementara. Data sd 14 Oktober2024 Sumber Bank Indonesia Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Business Valuation Uni! 40 Jakarta
Page 58 OCR 0.923
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 25. Rupiah vs Negara Kawasan dan Suku Bunga Kebijakan Negara Kawasan inai Ihangag Sumber: Reuters dan Bloomberg. Data s.d. 15 Oktober 202: Sumber Bloomberg. Data &d. 16 Oktober 2024 Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Nilai tukar Rupiah pada Januari 2025 tetap stabil meskipun ada ketidakpastian global yang tinggi, berkat kebijakan stabilisasi yang diterapkan oleh Bank Indonesia. Meskipun Rupiah melemah 16 terhadap dolar AS dibandingkan dengan akhir 2024, performanya lebih baik daripada mata uang regional lainnya seperti rupee India, peso Filipina, dan baht Thailand. Rupiah juga tercatat menguat terhadap mata uang negara maju selain dolar AS dan stabil terhadap mata uang negara berkembang. Faktor-faktor yang mendukung stabilitas ini termasuk aliran masuk modal asing yang terus berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia yang positif. Ke depan, Bank Indonesia diperkirakan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui kebijakan moneter yang konsisten, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui Optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi portofolio asing. Inflasi Indonesia pada 2024 berhasil terjaga dalam kisaran sasaran 2,5-196, dengan inflasi IHK Desember 2024 tercatat sebesar 1,576. Inflasi inti tetap terkendali di level 2,26Y4 karena kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang tepat, sementara inflasi kelompok volatile food (VF) hanya 0,126 berkat peningkatan pasokan pangan dan musim panen. Sinergi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi juga berperan penting dalam menjaga stabilitas harga di seluruh wilayah Indonesia, Dengan proyeksi ekonomi yang optimis, inflasi diperkirakan akan tetap terkendali dalam sasaran 2,5-1p pada 2025 dan 2026. Bank Indonesia terus berkomitmen untuk menjaga kestabilan harga sambil mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Business Valuation Unit 41 Jakarta
Page 59 OCR 0.698
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 26. Inflasi Gabungan Kota di Provinsi SUMATERA KALIMANTAN Ron 217 tayoman Bas IN PIN sutawesi Kalemarran Setan 195. Sametaka OT Catat 075 5 Kaleruntan Gea 14) Isa Maa A3 1 Semasa be 688 Seram sesan 12 Hee Tengah LA Sulawesi Tengah 128 g aa akmarcan Utara 126 omentombied Sulunesi Setaean 123 Mia JAWA MALUKU-PAPUA Massa Pelan tata US MB Min int ratn had n Ma Pe IKA MANA Mr Pea Stan SIP Mun Ka nga 10 Latin Pagua Tango 191 " anua Vamar 131 Pupa Baut 23) Penua Pegunungan La De Pengpakarta yah Sumber: BPS Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 27. Inflasi IHK dan Komponen dan Ekspektasi Inflasi | Jas enyas yr anyas Panas rana ran - wi “ an. “bei zee 27 2022 1011 1. Sumber: Consensus Kconomics Sumber: PS Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Kebijakan instrumen moneter pro-market yang diterapkan oleh Bank Indonesia bertujuan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dan mencapai sasaran inflasi. Instrumen seperti SRBI, SVBI, dan SUVBI telah memainkan peran penting dalam mendalami pasar uang dan pasar valas, serta mendorong aliran masuk modal asing ke Indonesia. Per 14 Januari 2025, total posisi SRBI tercatat sebesar Rp914,72 triliun, SVBI sebesar 1,96 miliar dolar AS, dan SUVBI sebesar 436 juta dolar AS. Penerbitan SRBI berhasil mendukung peningkatan aliran masuk portofolio asing, dengan kepemilikan nonresiden mencapai 25,024 dari total outstanding SRBI, yang memperkuat penguatan nilai tukar Rupiah. Selain itu, implementasi dealer utama sejak Mei 2024 telah meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan repurchase agreement (repo) antar pelaku pasar, memperkuat efektivitas instrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar dan pengendalian inflasi. Ke depan, Bank Business Valuation Unit 2 rta
Page 60 OCR 0.926
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai inovasi instrumen moneter, baik dari sisi volume maupun daya tarik imbal hasil, untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter. Hal ini juga bertujuan untuk mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas, serta mendorong aliran masuk modal asing yang lebih besar ke dalam negeri. Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan dengan baik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Suku bunga pasar uang (IndONIA) tercatat pada 6,036 per 14 Januari 2025, sejalan dengan BI-Rate. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan menawarkan imbal hasil menarik, masing-masing 7,065, 7,106, dan 7,23”, yang mendukung aliran modal asing. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun meningkat menjadi 6,98”6 dan 7,25Yo, mempertahankan daya tarik instrumen domestik. Suku bunga perbankan stabil dengan likuiditas memadai, dengan suku bunga deposito 1 bulan dan kredit Desember 2024 masing-masing sebesar 4,87Y4 dan 9,20Yo. Pertumbuhan kredit pada 2024 mencapai 10,39”4 (yoy), sesuai dengan perkiraan Bank Indonesia yang berkisar 10-12”6. Dari sisi penawaran, pertumbuhan kredit didukung oleh minat penyaluran kredit perbankan, realokasi likuiditas ke kredit, dan dukungan pendanaan dari pertumbuhan DPK serta kebijakan makroprudensial. Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit didorong oleh kinerja usaha korporasi yang terjaga meskipun konsumsi rumah tangga terbatas. Kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi masing-masing tumbuh 8,35Y6, 13,62”2, dan 10,61Yo, sementara kredit UMKM tumbuh 3.37”o dan pembiayaan syariah 9,87Y6. Pada 2025, pertumbuhan kredit diperkirakan meningkat menjadi 11-13Y6, seiring dengan prospek ekonomi yang baik dan kebijakan pemerintah yang mendukung. Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas implementasi kebijakan likuiditas makroprudensial (KLM) pada 2025 dengan fokus pada mendorong kredit dan pembiayaan perbankan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Mulai 1 Januari 2025, insentif KLM difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki potensi untuk mendukung kedua tujuan tersebut, seperti sektor pertanian, perdagangan, manufaktur, transportasi, pergudangan, pariwisata, ckonomi kreatif, konstruksi, real estate, perumahan rakyat, serta UMKM, Ultra Mikro, dan sektor hijau. Hingga minggu kedua Januari 2025, Bank Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp295 triliun, yang menunjukkan peningkatan sebesar Rp36 triliun dari Rp259 triliun pada akhir Oktober 2024. Penyaluran ini melibatkan berbagai kelompok bank, dengan bank BUMN menerima Rp129, triliun, bank BUSN Rp130,6 triliun, BPD Rp29,9 triliun, dan KCBA Rp5 triliun. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas keuangan, kementerian/lembaga, perbankan, dan pelaku usaha, untuk memastikan bahwa insentif KLM dapat semakin efektif dalam mendukung sektor-sektor yang strategis bagi perekonomian. Ketahanan sistem keuangan Indonesia terjaga dengan baik pada 2024. Likuiditas perbankan tetap memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tinggi 25,596. Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan juga kuat pada 26,89”, mendukung pertumbuhan kredit dan kemampuan menyerap risiko. Risiko kredit terkendali dengan rasio NPL yang rendah, yaitu 2,1995 (bruto) dan 0,75Y4 (neto) pada November 2024. Hasil stress-test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan yang solid. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan KSSK untuk memitigasi risiko yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan. Business Valuation Unit 43 Jnkarta
Page 61 OCR 0.622
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 28. Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan dan Likuiditas perbankan dan perekonomian . Lawidirar Perbankan dan Perekanardan P 0. 5 20 8 » “. “ $ . KAWANAN 6 Mena ren pan ra ran Eta NAURA 12 JAGA TN DUO) BASE TENNU TAS DUI 2GP BAB NASA PORN - x.. #2 u - Ki Sumber Bank indonesia sa 2 basa Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 29. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA dan Transmisi BI7DRR kepada SBDK HAKI ALA LAS Pi Binaan NT Ag hn ami Sumber Bank Indonesa Sumber: OIK, Bank Indonasia. diolah Sumber: Laporan Kebijakan Moncter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Figur 30. Suku Bunga Perbankan dan Perkembangan Kredit dan DPK - AR SE 2 MA MEN A a | 3 Ha $ , - MLM mana Panah » .' «| Simbar Osrik dar Sumber: Bank Indonesia Sumber: Laporan Kebijakan Moncter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Business Valnation Unit Jakarta
Page 62 OCR 0.949
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 31. Permodalan Industri Perbankan dan Rasio Kredit Bermasalah (NPL) Sumber: Bank Indonesia Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 Sumber Bank Indonesia, OJK 3.3. Analisis Industri Konstruksi Berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) 2024 3.3.1. Kontribusi Sektor Konstruksi terhadap PDB Pada tahun 2024, perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang kuat dan stabil, tercermin dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,1”o, meningkat dari 5,0Yo pada tahun sebelumnya. Stabilitas ekonomi dan politik, disertai implementasi kebijakan fiskal dan moneter yang efektif, mendorong peningkatan kepercayaan investor dan realisasi investasi di berbagai sektor. Sektor konstruksi memiliki peran strategis dalam mempercepat pembangunan nasional dan mendukung pertumbuhan ekonomi, sebagaimana tercermin dari peningkatan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2024. Kontribusi sektor konstruksi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 10,436 pada triwulan TV tahun 2024, menjadikannya sektor dengan kontribusi terbesar keempat. Monitoring sektor ini dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Perusahaan Konstruksi Triwulanan (SKTR) pada perusahaan konstruksi skala menengah dan besar. Salah satu indikator penting yang mencerminkan fluktuasi aktivitas konstruksi di Indonesia adalah Indeks Nilai Konstruksi yang Diselesaikan. Indeks ini memberikan gambaran perkembangan realisasi fisik pekerjaan konstruksi yang berhasil diselesaikan dalam satu triwulan pada suatu wilayah tertentu, sehingga menjadi indikator utama dalam menilai dinamika sektor konstruksi. Pergerakan dan fluktuasi Indeks Nilai Konstruksi yang Diselesaikan dapat diamati lebih lanjut pada Figur 32, yang memberikan visualisasi tren jangka pendek dan panjang, sekaligus menjadi referensi untuk analisis dinamika sektor konstruksi di Indonesia. Business Valuation Unit 45 fakarta
Page 63 OCR 0.912
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 3.3.2. Figur 32. Indeks (2016-100) dan Pertumbuhan (g-to-g) dan Nilai Konstruksi yang Diselesaikan, Triwulan IV/2023-IV/2024 jerat IWV-2023 TW I-2022 IW 1-2024 IW Ihi-2024 TW W-2024 maa Pertumbuhan GrowtMI9b) ——e—— Indeks/Indices Sumber: Badan Pusat Statistik Pada triwulan IV tahun 2023, indeks nilai konstruksi yang diselesaikan tercatat sebesar 168,49, sementara pada triwulan IV tahun 2024, nilainya meningkat menjadi 183,52. Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 8.92” secara tahunan (y-on-y), yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam nilai konstruksi yang diselesaikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Secara triwulanan (g-to-g), indeks nilai konstruksi yang diselesaikan pada triwulan IV tahun 2024 juga mengalami pertumbuhan sebesar 5,07”o dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan g-to-g pada triwulan IV tahun 2023, yang tercatat sebesar 4,61”o. mencerminkan akselerasi positif dalam sektor konstruksi. Pengembangan Kapasitas Tenaga Kerja Konstruksi Nasional Tenaga kerja di industri konstruksi umumnya terbagi menjadi dua kategori utama: unskilled labour dan skilled labour. Unskilled labour mencakup tugas-tugas yang tidak memerlukan pendidikan formal, pelatihan, atau pengalaman sebelumnya. Peran ini biasanya melibatkan pekerjaan manual dasar seperti pemebersihan, atau tugas konstruksi sederhana yang dapat dipelajari dengan cepat di tempat kerja. Di sisi lain, ski/led labour merujuk pada individu yang telah menjalani pelatihan formal atau magang, dan menguasai keahlian khusus seperti pertukangan, perpipaan, atau pekerjaan listrik. Melalui lembaga LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi), pemerintah mendorong tenaga kerja konstruksi untuk mengikuti pelatihan berbasis SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) dan mendapatkan sertifikasi profesi. Ini penting untuk memastikan mereka punya standar kompetensi yang diakui. Selain itu, terdapat program vokasi konstruksi di berbagai daerah, misalnya lewat BLK (Balai Latihan Kerja), SMK berbasis konstruksi, dan pelatihan-pelatihan berbasis proyek. Selain itu, pengenalan Business Valuation Unit 46 Tokartu
Page 64 OCR 0.943
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 3.3.3. teknologi baru seperti building information modeling (BIM), konstruksi modular, dan otomatisasi mulai dimasukkan ke dalam pelatihan, supaya tenaga kerja Indonesia tidak tertinggal dibanding negara lain. Kemudian, pengembangan keterampilan manajerial, leadership, komunikasi, dan keselamatan kerja (K3) juga lebih dimasifkan guna menunjang skill para tenaga kerja menjadi lebih profesional. Adapun, program seperti Pelatihan 1 Juta Tenaga Kerja Konstruksi dari Kementerian PUPR, terutama untuk mendukung proyek-proyek strategis nasional (PSN). termasuk proyek infrastruktur besar seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara. Selanjutnya, terdapat juga kerjasama internasional untuk mengadopsi standar global dan membawa teknologi baru ke Indonesia. Misal kerja sama dengan Jepang, Australia, atau Korea untuk pelatihan tenaga kerja konstruksi. Kondisi dan Prospek Bisnis Konstruksi Bisnis konstruksi di Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan tren pertumbuhan positif dan optimisme tinggi di tengah tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi, tekanan geopolitik, digitalisasi, dan perubahan iklim. Untuk menyikapi agenda infrastruktur pada 2024, pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar sebesar Rp422,7 triliun dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2024. Ini menandai anggaran infrastruktur tertinggi dalam lima tahun terakhir, mencerminkan peningkatan 5,89 dari perkiraan realisasi anggaran infrastruktur 2023 sebesar Rp399,6 triliun. Anggaran infrastruktur tahun 2022 sebesar Rp373,1 triliun, dengan peningkatan signifikan pada tahun 2021 menjadi Rp403,3 triliun setelah sempat turun sementara menjadi Rp207,3 triliun pada tahun 2020 dari Rp394, | triliun pada tahun 2019. Total pasar proyek konstruksi (gedung dan sipil, tidak termasuk migas) diperkirakan tumbuh 4,68”o dibandingkan 2023, mencapai sekitar Rp349,16 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh dua sektor utama yaitu sektor sipil dan bangunan. Sektor sipil (infrastruktur, transportasi, utilitas) naik 4,05”o menjadi Rp156 triliun, dengan proyek utama seperti jalan, jembatan, bendungan, pelabuhan, dan pembangkit listrik. Sektor bangunan (perumahan, industri, komersial) tumbuh 5,2”5 menjadi Rp193,15 triliun, di mana perumahan dan industri menjadi kontributor terbesar. Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menjadi salah satu pendorong utama aktivitas konstruksi nasional, dengan proyek-proyek berjalan sesuai jadwal dan memberikan dampak signifikan pada pasar. Selanjutnya, pertumbuhan bisnis konstruksi diperkirakan tetap positif, dengan proyeksi kenaikan sekitar 4,5-4,7”6. Sektor konstruksi di Indonesia dinilai menjanjikan karena kebutuhan infrastruktur yang terus meningkat, baik untuk transportasi, energi, manufaktur, maupun perumahan. Pelaku industri semakin percaya diri berkat prospek pasar yang stabil, inovasi teknologi, dan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, swasta, dan asosiasi. Dari beberapa hal di atas, dapat diketahui bahwa bisnis konstruksi Indonesia pada 2024 berada dalam kondisi sehat dengan prospek pertumbuhan yang solid. Didukung oleh proyek-proyek besar, kolaborasi lintas sektor, serta dorongan pemerintah, sektor ini diprediksi terus berkembang dan berperan penting dalam pembangunan ekonomi nasional, meski tetap harus waspada terhadap tantangan global dan kebutuhan adaptasi teknologi. Business Valuation Unit 47 Jnkarta
Page 65 OCR 0.944
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 3.3.4. Proyeksi dan Tantangan Pasar Konstruksi Proyeksi jangka panjang menunjukkan Indonesia akan menjadi salah satu pasar konstruksi terbesar di dunia pada 2030, bahkan diprediksi menempati peringkat ke-4 secara global, menggantikan Jepang. Pertumbuhan ini didorong oleh proyek strategis nasional (PSN) yang masif, seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), jalan tol, kereta cepat, pelabuhan, serta sektor perumahan dan komersial yang terus meningkat. Infrastruktur akan tetap menjadi motor utama pertumbuhan, dengan pembangunan transportasi, energi terbarukan, dan kawasan industri sebagai fokus utama hingga 2030. Indeks optimisme pengusaha konstruksi di Indonesia masih berada di atas 50, khususnya di wilayah Jawa dan Sumatera, menandakan keyakinan pasar yang kuat terhadap prospek bisnis ke depan. Namun, terdapat hal yang perlu diperhatikan terkait tantangan yang dihadapi pada sektor konstruksi, seperti kenaikan biaya material dan logistik yang menyebabkan fluktuasi harga bahan bangunan seperti baja dan semen serta gangguan rantai pasok global menjadi hambatan utama yang dapat menekan margin keuntungan dan menunda proyek. Selain itu, globalisasi dan persaingan seperti perdagangan bebas ASEAN dan China membuka persaingan yang lebih ketat, menuntut pelaku konstruksi Indonesia untuk meningkatkan profesionalisme, efisiensi, dan kualitas produk agar mampu bersaing secara global, dan isu sosial dan lingkungan, seperti demokrasi dan desentralisasi, kemiskinan, kesenjangan sosial, serta kerusakan lingkungan dan risiko bencana alam menjadi tantangan non-teknis yang harus dikelola dalam proses pembangunan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kuartal-ke-kuartal (g-to-g) cenderung dipengaruhi oleh faktor musiman. Pada triwulan I dan IV, umumnya tercatat kontraksi dalam pertumbuhan ekonomi, sementara triwulan II dan III menunjukkan pertumbuhan positif seiring dengan meningkatnya aktivitas ekonomi serta adanya faktor pendorong seperti perayaan hari besar keagamaan, liburan sekolah, dan lainnya. Pada triwulan 11/2020, ekonomi Indonesia mengalami penurunan (g-to-g) akibat dampak pandemi Covid-19. Namun, pada triwulan IV/2022 dan TV/2023, ekonomi Indonesia tetap mencatatkan pertumbuhan positif (g-to-g) didorong oleh beberapa sektor utama seperti Industri Pengolahan, Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan yang menunjukkan kinerja yang baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan (y-on-y) umumnya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah serta faktor eksternal, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung. Sebelum pandemi Covid-19, ckonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan sekitar lima persen (y-on-y). Namun, pandemi yang mulai dirasakan pada awal 2020 menyebabkan kontraksi pada perekonomian Indonesia. Pada triwulan 11/2020, ekonomi Indonesia mengalami penurunan sebesar 5,32 persen (y-on-y). Ekonomi Indonesia mulai kembali mencatatkan pertumbuhan positif (y-on-y) pada triwulan TI/2021 dan terus menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Hingga triwulan TV/2023, ekonomi Indonesia tumbuh di atas lima persen (y-on-y), kecuali pada triwulan INI/2023 yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 4.94 persen (y-on-y), Business Valuation Unit 48 Jakarta
Page 66 OCR 0.934
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 4. Al. ASPEK PASAR Perkembangan Industri Beton Pracetak di Indonesia Pada tahun 2024, industri beton pracetak di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan, didorong oleh peningkatan permintaan infrastruktur dan transformasi digital. Perusahaan-perusahaan besar seperti PT Wika Beton dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan kinerja yang impresif. Wika Beton memperoleh kontrak sebesar Rp612 miliar untuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) pada kuartal 11-2024, dengan total target kontrak baru mencapai Rp7,48 triliun untuk tahun tersebut. Sementara itu, WSBP berhasil meraih kontrak baru sebesar Rp1,03 triliun pada triwulan pertama 2024, yang telah mencapai 40Yo dari target tahunan mereka. Menurut laporan Grand View Research, pasar beton pracetak Indonesia diperkirakan akan mencapai USD 15,80 miliar pada tahun 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 25,94 dari 2025 hingga 2030. Analisis Mordor Intelligent menjelaskan ukuran Pasar Bangunan Pracetak Indonesia diperkirakan mencapai USD 8,99 miliar pada tahun 2025, dan diharapkan mencapai USD 12,08 miliar pada tahun 2030, dengan CAGR sebesar 6, 1”6 selama periode perkiraan (2025- 2030). Mengenai perkembangan industri Beton pracetak tahun 2015 — 2021 memegang pangsa pasar terbesar, didorong oleh peningkatan aktivitas konstruksi di luar lokasi. Kemajuan infrastruktur yang pesat yang diprakarsai oleh pemerintah Indonesia telah meningkatkan permintaan bahan konstruksi seperti beton, yang sangat besar. Mempertimbangkan manfaat beton pracetak dibandingkan beton cor di tempat, peningkatan adopsi beton pracetak terlihat di sektor konstruksi. Meningkatnya kesadaran di antara produsen, desainer, konstruktor, dan klien akhir tentang manfaat penggunaan beton pracetak akan semakin meningkatkan adopsinya. Figur 33, Perkembangan Industri Beton Pracetak (2015 - 2021) Precast Concrete Production, in Million Tons, Indonesia, 2015-2021 2015 2017 2018 2012 2020 2021 Source: Industry Assosation hi Sumber: Mordor Intelligent, 2024 Kementerian PUPR memperoleh pagu indikatif sebesar Rp75.63 triliun untuk tahun anggaran 2025, dengan fokus pada percepatan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan sesuai tema RKP 2025. Belanja infrastruktur akan diarahkan pada pemerataan Business Valuation Unit 49 Jakarta
Page 67 OCR 0.942
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 4.2. pembangunan, mendukung Proyek Strategis Nasional (termasuk IKN), dan skema pembiayaan kreatif serta KPBU. Rencana kegiatan utama mencakup: » Sumber Daya Air (Rp26,53 triliun): pembangunan 12 bendungan, irigasi 17.000 ha, pengendali banjir, dan prasarana air baku. » Bina Marga (Rp32,31 triliun): pembangunan jalan, jembatan, flyover, preservasi jalan dan jembatan, serta dukungan untuk IKN. » Cipta Karya (Rp10,48 triliun): pembangunan SPAM, pengelolaan limbah, permukiman, bangunan gedung, sekolah/madrasah, dan kawasan IKN. # Perumahan (Rp4,53 triliun): pembangunan rumah susun, rumah khusus, PSU, dan rumah swadaya. # Manajemen dan teknis lainnya: dialokasikan Rp1,77 triliun. Indonesia menguasai sekitar 60-70Yo pasar konstruksi di ASEAN, menjadikannya pasar konstruksi terbesar di kawasan ini. Konstruksi beton menyumbang sekitar 40yo bahan bangunan yang digunakan dalam proyek-proyek di Indonesia. Proyek-proyek seperti IKN, pembangunan bendungan, dan pembangunan rumah subsidi menjadi pendorong utama permintaan beton pracetak, Cuaca ekstrem dan ketersediaan bahan baku menjadi salah satu hambatan dalam proses produksi terutama di daerah rawan banjir seperti Jakarta dan Semarang. Namun, adopsi teknologi seperti precast 3D printing dan beton ramah lingkungan (menggunakan substitusi semen hingga 3094) mulai diterapkan di proyek-proyek strategis seperti IKN dan MRT Jakarta Fase 3. WIKA Beton telah mengadopsi teknologi ramah lingkungan dan automasi untuk meningkatkan produktivitas. Perusahaan mulai memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di dua pabriknya di Bogor dan Majalengka, Jawa Barat, dengan total daya listrik yang dihasilkan mencapai 682 kWP. Pengoperasian PLTS ini mampu mengurangi emisi karbon dioksida hingga 532.812 kg per tahun dan menghemat konsumsi energi listrik dari PLN hingga 150. Selain itu, WIKA Beton juga menerapkan metode Lean Construction untuk meningkatkan produktivitas di pabrik precast. Dengan pendekatan ini, perusahaan berhasil mengidentifikasi dan mengeliminasi pemborosan dalam proses produksi, sehingga meningkatkan efisiensi dan mengurangi lead time produksi. Prospek Usaha Industri Beton Pencetak Peningkatan produksi beton pracetak pada triwulan IV-2022 dibandingkan dengan angka tetap triwulan IV-2021 dipengaruhi oleh berkembangnya permintaan akan infrastruktur yang semakin meningkat di berbagai sektor, seperti konstruksi perumahan, gedung komersial, dan infrastruktur publik. Peningkatan ini juga didorong oleh sejumlah proyek besar yang sedang berjalan di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, serta wilayah-wilayah lain yang mulai mengembangkan pusat-pusat industri beton pracetak seperti di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat. Perkembangan ini terutama didorong oleh investasi besar dalam proyek perumahan dan infrastruktur yang mendukung urbanisasi pesat di Indonesia. Peningkatan tersebut terjadi seiring dengan kemajuan dalam teknologi produksi beton pracetak yang lebih efisien dan ramah lingkungan . Pemanfaatan bahan baku lokal yang lebih murah, serta inovasi dalam penggunaan material pengganti semen yang lebih ramah Business Valuation Unit 50 Jakarta
Page 68 OCR 0.952
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 43. 43. - lingkungan, menjadi faktor penting yang mendukung keberlanjutan industri ini. Selain itu, sektor ini juga merasakan dampak positif dari kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan infrastruktur nasional melalui penyediaan dana dan insentif pajak, yang mengarah pada pertumbuhan permintaan terhadap produk beton pracetak. Sementara itu, peningkatan permintaan beton pracetak untuk proyek-proyek besar di sektor transportasi, seperti pembangunan jalan tol, jembatan, dan infrastruktur bandara, juga berkontribusi terhadap ekspansi sektor ini. Di samping itu, pengembangan sistem pemukiman dengan konsep hunian vertikal yang semakin populer di kota-kota besar turut mendorong adopsi produk beton pracetak sebagai solusi konstruksi yang lebih cepat, efisien, dan tahan lama. Saat ini, Indonesia terus berupaya untuk menyamakan diri dengan negara-negara maju yang sudah lebih dulu memanfaatkan beton pracetak dalam pembangunan infrastruktur, Berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkan target tersebut, termasuk dengan mengembangkan standar produksi beton pracetak yang lebih modern, mandiri, dan berkelanjutan. Pemerintah Indonesia fokus pada peningkatan kapasitas produksi dan distribusi beton pracetak untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun ekspor. Meski demikian, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengakui bahwa Indonesia masih dalam tahap mengembangkan kemampuan produksi beton pracetak yang memenuhi standar internasional, yang diharapkan akan tercapai seiring dengan kemajuan teknologi dan peningkatan kapasitas industri. Kondisi Pasar Industri Beton Pracetak - Kondisi Pasar Industri Beton Pracetak Pasar utama untuk produk beton pracetak di Indonesia sebagian besar terpusat di sektor konstruksi besar, seperti pembangunan perumahan, gedung komersial, dan infrastruktur publik. Di antara pasar terbesar, wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur menjadi konsumen utama beton pracetak untuk proyek-proyek infrastruktur, seperti jalan tol, jembatan, dan sistem transportasi massal. Selain itu, proyek perumahan vertikal yang berkembang pesat di kota-kota besar juga mendorong permintaan terhadap produk beton pracetak. Sebagai contoh, Jakarta dan Surabaya menggunakan produk beton pracetak dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan proyek perumahan dan gedung bertingkat. Ke depan, industri beton pracetak diperkirakan akan menjadi sektor kunci dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur yang terus berkembang di Indonesia, serta menyediakan lapangan pekerjaan di berbagai sektor konstruksi. Sejak awal 2000-an, pangsa pasar beton pracetak terus berkembang pesat seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia, yang turut mendorong pertumbuhan sektor industri ini. Proyek-proyek besar yang didukung oleh pemerintah, seperti pembangunan jalan tol, jembatan, dan bandara, juga semakin mengandalkan beton pracetak sebagai solusi konstruksi yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan didukung oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan mencapai sekitar 5Yo pada tahun 2025 serta investasi besar di sektor infrastruktur yang terus digalakkan pemerintah, pasar beton pracetak di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang dan Business Valuation Unit S1 Jakarta
Page 69 OCR 0.926
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 44. AAN. AAL menjadi salah satu pemain utama dalam industri konstruksi global. Tren global yang menekankan efisiensi, keberlanjutan, dan penggunaan material ramah lingkungan semakin memperkuat posisi industri ini. Potensi dari PT PLN (Persero) yang secara aktif menggunakan tiang beton pracetak untuk mendukung pengembangan jaringan distribusi listrik di berbagai wilayah Indonesia. PT PLN (Persero) terus mengoptimalkan pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) atau abu sisa pembakaran batu bara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai bahan baku infrastruktur yang digunakan masyarakat. Sepanjang 2024, PLN berhasil memanfaatkan 3,4 juta ton FABA hasil produksi 47 PLTU di Indonesia. Secara rinci, enam sektor utama pemanfaatan FABA sepanjang 2024 meliputi lapisan pengeras jalan sebesar 1,73 juta ton (50,84”0), substitusi semen sebesar 1,24 juta ton (36.24”0), bahan baku beton sebesar 227,5 ribu ton (8,1396), beton pracetak seperti paving, batako, kansteen, U ditch, dan tetrapod sebesar 92,4 ribu ton (27195), material Non Acid Forming 49,6 ribu ton (1.46Y0) dan pembenah tanah sebesar 8 ribu ton (0,24Y4). Pertumbuhan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik di Indonesia Total Kapasitas Terpasang Nasional Total kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan mencapai sekitar 101 gigawatt (GW), dengan data resmi dari Kementerian ESDM menyebutkan kapasitas ini mencapai 101,1 GW pada 2024. Dari total tersebut, kapasitas pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) diproyeksikan mencapai sekitar 15,1 GW atau sekitar 156 dari total kapasitas terpasang pada tahun 2024. Pada semester I 2024, penambahan kapasitas terpasang EBT tercatat sebesar 217,7 MW, didominasi oleh pembangkit listrik tenaga hidro dan surya. Perkembangan kapasitas EBT ini berkontribusi pada peningkatan bauran energi terbarukan dalam bauran energi nasional yang mencapai sekitar 14, 1s pada awal 2025, naik dari 13,9y4 pada 2023, meskipun masih di bawah target pemerintah sebesar 23”6 untuk tahun 2025. Secara rinci, kapasitas pembangkit listrik nasional hingga pertengahan 2024 tercatat sekitar 93 GW, dengan sekitar 856 berasal dari pembangkit berbasis energi fosil dan sisanya dari EBT. Pada akhir 2024, kapasitas total pembangkit mencapai sekitar 100,69 GW, tetap didominasi oleh pembangkit fosil. Dengan demikian, total kapasitas terpasang nasional pembangkit listrik di Indonesia pada periode 2024-2025 berkisar sekitar 100-101 GW, dengan kontribusi EBT sekitar 15 GW dan pertumbuhan kapasitas EBT terus berlanjut meskipun menghadapi beberapa tantangan infrastruktur dan regulasi. Pertumbuhan Kapasitas Pembangkit Perusahaan Listrik Negara (PLN) Pertumbuhan kapasitas pembangkit listrik milik PLN pada tahun 2024 mencapai 46,8 ribu megawatt (MW), meningkat sebesar 3,85Yo dibandingkan akhir 2023 dan tumbuh 16,23Ys dibandingkan sepuluh tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2023, PLN berhasil menambah kapasitas pembangkit listrik sebesar 4.182,2 MW, melampaui target RKAP 2023 yang hanya sebesar 1.487,9 MW. Penambahan ini didukung oleh berbagai jenis pembangkit, Business Valuation Unit Jakarta Pa »
Page 70 OCR 0.944
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 443, dengan dominasi kapasitas dari pembangkit tenaga uap (PLTU) berbasis batu bara yang hampir mencapai separuh dari total kapasitas terpasang PLN pada 2024. Selain penambahan kapasitas pembangkit, PLN juga mengembangkan infrastruktur jaringan transmisi dan gardu induk secara signifikan sepanjang 2023, dengan penambahan jaringan transmisi sepanjang 2.806,2 km dan 41 unit gardu induk baru dengan kapasitas 5.660 MVA, mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional. Secara keseluruhan, PLN terus meningkatkan kapasitas pembangkitnya secara stabil dengan fokus pada pembangkit berbasis batu bara sebagai mayoritas kapasitas, sementara kontribusi pembangkit energi terbarukan seperti tenaga angin, biomassa, dan surya masih relatif kecil. Energi Baru dan Terbarukan (EBT) Pertumbuhan instalasi tenaga listrik berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT) di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, meskipun masih menghadapi beberapa kendala teknis dan pembiayaan, Pada tahun 2023, kapasitas terpasang pembangkit listrik EBT di Indonesia mencapai sekitar 14,8 GW, dengan tambahan instalasi sekitar 1,2 GW pada periode 2023-2024. Target penambahan kapasitas EBT pada 2025 diperkirakan akan mencapai sekitar 1.2 GW lagi, schingga kapasitas terpasang EBT diproyeksikan mencapai sekitar 16 GW pada 2025. Bauran energi EBT dalam bauran energi nasional meningkat dari 13,1” pada 2023 menjadi sekitar 14—14,1o pada akhir 2024, dengan target awal pemerintah sebesar 23Ys pada 2025 yang kemudian direvisi menjadi 17-1996 dalam RPP Kebijakan Energi Nasional (KEN) terbaru. Pemerintah mendorong percepatan pengembangan EBT melalui berbagai program, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala besar dan atap, tenaga bayu, panas bumi, serta bioenergi. Kendala utama yang menghambat pertumbuhan EBT meliputi masalah teknis dalam pembangunan pembangkit, pembiayaan, serta regulasi seperti tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang sebelumnya menjadi hambatan investasi, namun kini sudah ada regulasi baru yang mempermudah investasi di sektor EBT. Pemerintah melalui Dewan Energi Nasional dan Kementerian ESDM terus mendorong peningkatan bauran energi EBT dengan target jangka menengah dan panjang, termasuk target 23Y6 pada 2025 (meskipun direvisi) dan target yang lebih ambisius hingga 46Yo pada 2045 serta 70-72”4 pada 2060. Pengembangan EBT juga difokuskan pada peningkatan kapasitas pembangkit dan pemanfaatan teknologi baru seperti PLTS terapung dan peningkatan penggunaan biodiesel B35 untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Secara keseluruhan, pertumbuhan instalasi tenaga listrik EBT di Indonesia terus meningkat dengan penambahan kapasitas sekitar 1,2 GW per tahun selama 2023-2025, didukung oleh kebijakan pemerintah yang semakin memperkuat investasi dan pengembangan teknologi EBT, meskipun target bauran energi terbarukan nasional masih menantang untuk dicapai tepat waktu. Business Valuation Unit 53 Jakarta
Page 71 OCR 0.915
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 4.44. Pesaing Usaha Berdasarkan pada data dari PT Perusahaan Listrik Negara atas perjanjian kesepakatan harga satuan sebagai penyedia Tiang Beton pada laporan tanggal 5 Maret 2025. maka berikut profil kompetitor WTON yang tumbuh dan berkembang di Indonesia baik swasta maupun pemerintah: e PT Waskita Beton Precast Tbk (“WSBP”) # PT Berkah Beton Sadaya Tbk (“BEBS”) # PT Perkasa Beton Readymix e PT Virajaya Riauputra # PT Sumbetri Megah # PT Jaya Sentrikon Indonesia & PT Ratu Pola Bumi # PT Tonggak Ampuh e PT Sinergi Beton Utama # PT Sentosa Sakti Makmur # PT Kunango Jantan # PT Hume Sakti Indonesia e PT Tjakrindo Mas # PT Jaya Beton Indonesia Pesaing usaha WTON yang terdaftar di Bursa efek indonesia secara garis besar didominasi oleh perusahaan swasta dimana lini usahanya termasuk berusaha dalam industri beton pracetak, WTON akan bersaing cukup ketat dalam meraih peluang bisnis penyedia Tiang Beton, namun WTON mempunyai keunggulan berupa kapasitas besar yang kualitasnya lebih baik dari kompetitor sejenis yang produknya sama dengan WTON. Hal ini dikarenakan oleh letak lokasi pabrik WTON yang tersebar di sekitar wilayah Indonesia dari Sumatera Utara hingga ke Sulawesi Selatan. Letak kegiatan produksi WTON dikelilingi oleh penyedia bahan baku penunjang industri beton pracetak (seperti semen, pasir, besi beton, plat sambung serta sarana penunjang lainnya). WTON juga menggandeng pakar teknologi beton dari Institut ternama di bidangnya (Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia). 44.5. Strategi Pemasaran Produk beton pracetak yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik di kawasan industri Indonesia, seperti tiang pancang, balok jembatan, dan panel dinding, sebagian besar dipasok untuk proyek infrastruktur nasional dan pembangunan kota besar. Pasar terbesar untuk produk beton pracetak Indonesia adalah proyek strategis pemerintah seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), tol Trans-Jawa, dan proyek listrik 35.000 MW. Selain pasar nasional, pemasaran juga dilakukan ke sektor swasta, seperti perumahan, gedung komersial, dan kawasan industri di wilayah Jawa, Sumatera, dan Bali. Business Valuation Unit 54 fakarta
Page 72 OCR 0.947
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Berdasarkan analisis rantai pasok serta potensi permintaan infrastruktur, industri beton pracetak di Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang. Dukungan regulasi pemerintah, seperti Peraturan Menteri PUPR No. 12/2021 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (TKDN) dalam Pembangunan Infrastruktur yang mewajibkan penggunaan komponen lokal dalam proyek pemerintah, semakin memperkuat posisi perusahaan beton pracetak. Peraturan ini menguntungkan pelaku industri lokal karena memangkas biaya logistik, mengurangi risiko keterlambatan proyek, dan menjamin kualitas produk melalui standar SNI yang ketat. Keberadaan pabrik beton pracetak di lokasi strategis, seperti dekat pelabuhan utama (Tanjung Priok, Belawan) dan koridor infrastruktur prioritas (Jawa-Bali, Sumatera), memudahkan distribusi ke proyek-proyek besar. Misalnya, pabrik di Cilegon (Banten) dapat melayani proyek IKN dan tol Trans-Jawa, sementara pabrik di Surabaya mendukung pembangunan Jawa Timur dan Bali. Selain pasar nasional, peluang juga datang dari pembangunan daerah wisata seperti Bali dan Labuan Bajo, yang membutuhkan infrastruktur cepat siap seperti jalan beton dan dermaga. Dengan kombinasi dukungan regulasi, lokasi strategis, dan permintaan infrastruktur yang tinggi, industri beton pracetak di Indonesia memiliki prospek cerah untuk menguasai pasar domestik dan berkontribusi pada percepatan pembangunan nasional. Dalam upaya mencapai visi serta mengembangkan bidang usaha sejalan dengan peraturan yang berlaku di bidang usahanya, saat ini, WTON menjalankan strategi usaha sebagai berikut: 1. Diversifikasi Produk dan Layanan WTON akan mengembangkan produk beton yang lebih beragam, termasuk beton ramah lingkungan seperti beton yang memiliki sifat se/f-healing atau beton dengan kemampuan untuk memperbaiki kerusahaan secara otomatis serta fokus pada sektor- sektor proyek infrastruktur energi terbarukan. 2. Pemanfaatan Teknologi Digital dan Otomatisasi WTON akan terus mendorong efisiensi operasional dengan sistem manajemen proyek berbasis teknologi untuk memantau kualitas produk secara real-time serta mengurangi limbah dan energi yang digunakan dalam proses produksi termasuk mengintegrasikan software teknik terkini untuk meningkatkan efisiensi biaya, waktu konstruksi dan kolaborasi antar tim. 3. Kemitraan dan Aliansi Strategis WTON menyasar kolaborasi dengan Pemerintah serta Pengembang Infrastruktur Swasta untuk menyediakan solusi beton pracetak dalam program pembangunan infrastruktur jangka panjang seperti jalan tol, pembangunan perumahan dan proyek energi terbarukan. 4. Ekspansi ke Pasar Internasional WTON senantiasa memperluas jangkaun pasar untuk menargetkan proyek-proyek infrastruktur perkeretaapian di luar negeri bekerja sama dengan perusahaan global untuk kemitraan strategis. Business Valuation Unit Jakarta wu —
Page 73 OCR 0.957
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 4.4.6. Kesinambungan, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar Industri beton pracetak tiang listrik memiliki kesinambungan yang kuat seiring dengan program pemerintah dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang terus berupaya untuk meningkatkan infrastruktur kelistrikan di seluruh Indonesia. Program pemerataan distribusi listrik yang dijalankan oleh PLN, seperti Program 35.000 MW dan pembangunan jaringan listrik di daerah terpencil, menjadi pendorong utama bagi kebutuhan tiang listrik dalam jumlah besar. Kebutuhan ini akan terus berkembang karena PLN berkomitmen untuk memperluas jangkauan distribusi listrik ke seluruh Indonesia, seiring dengan pertumbuhan populasi dan urbanisasi yang pesat. Selain itu, semakin banyaknya proyek infrastruktur besar seperti kawasan industri, kawasan perumahan vertikal, dan infrastruktur transportasi yang membutuhkan jaringan kelistrikan modern, memperkuat kebutuhan akan tiang beton pracetak untuk instalasi listrik. Proyek- proyek tersebut akan memastikan adanya permintaan yang berkelanjutan dan terus meningkat, menciptakan pasar yang stabil bagi industri beton pracetak tiang listrik. Sasaran utama dalam industri beton pracetak tiang listrik adalah memenuhi kebutuhan PLN dan kontraktor proyek kelistrikan untuk menyediakan tiang listrik yang aman, kuat, dan tahan lama. Tiang beton pracetak memiliki keunggulan dalam hal ketahanan terhadap cuaca ckstrem, kemudahan instalasi, serta efisiensi biaya dibandingkan dengan tiang listrik berbahan kayu atau baja. Selain itu, penggunaan beton pracetak juga mendukung kebijakan pemerintah terkait dengan keberlanjutan dan ramah lingkungan, karena tiang beton dapat diproduksi secara massal dengan standar kualitas yang konsisten dan lebih sedikit memerlukan pemeliharaan. Sasaran pasar beton pracetak tiang listrik ini juga mencakup penyediaan tiang untuk berbagai keperluan, seperti jaringan distribusi listrik untuk daerah padat penduduk, pembangunan sistem kelistrikan di wilayah-wilayah terpencil, serta proyek-proyek pembangunan infrastruktur energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga surya dan angin yang membutuhkan jaringan listrik yang luas. Potensi nilai pasar untuk tiang listrik dalam industri beton pracetak sangat besar, mengingat Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau dan hampir 270 juta penduduk. PLN, sebagai perusahaan penyedia listrik utama di Indonesia, terus berinvestasi dalam proyek- proyek distribusi listrik yang memerlukan tiang beton dalam jumlah besar. Berdasarkan data terbaru, kebutuhan tiang listrik untuk pembangunan jaringan distribusi PLN diperkirakan mencapai lebih dari 100.000 tiang beton per tahun untuk memenuhi permintaan berbagai proyek di seluruh Indonesia, baik untuk kebutuhan pembaruan infrastruktur yang sudah ada maupun untuk memperluas jaringan listrik di daerah baru. Dengan asumsi harga pasar tiang beton untuk instalasi listrik di kisaran Rp 2.000.000 hingga Rp4.000.000 per tiang, potensi nilai pasar tahunan untuk penyediaan tiang beton pracetak dapat mencapai Rp200-400 miliar atau lebih, tergantung pada jumlah dan jenis proyek yang dilaksanakan oleh PLN serta kebutuhan daerah yang sedang berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa pasar tiang beton untuk instalasi listrik memiliki nilai pasar yang sangat signifikan dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Business Valuation Unit 56 Jakarta
Page 74 OCR 0.953
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 4.5. 4.6. Selain itu, dengan adanya kebijakan pemerintah yang fokus pada penguatan infrastruktur listrik dan percepatan program electrification di daerah terisolasi, potensi pasar ini diperkirakan akan terus berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan. Terlebih lagi, adanya dukungan untuk penggunaan material yang lebih ramah lingkungan dan efisien membuat beton pracetak tiang listrik menjadi pilihan utama bagi PLN dan kontraktor yang terlibat dalam proyek kelistrikan di seluruh Indonesia. Perbedaan Kegiatan Usaha Sesuai dengan kegiatan usaha saat ini WTON bergerak dalam bidang usaha perdagangan dan industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain yang terkait yang meliputi: |. Melakukan Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi seluruh produk-produk beton, antara lain: a. Industri Barang dari Semen dan Kapur untuk Konstruksi. b. Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang. c. Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung. d. Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan. c. Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang tahap api. 2. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi dalam bidang usaha sipil, elektrikal dan postensioning, 3. Melakukan Perencanaan, Produksi dan Penjualan produk/komponen bahan bangunan. 4. Melakukan usaha impor dan ekspor yang terkait dengan kegiatan tersebut di atas, Sedangkan untuk rencana penambahan kegiatan usaha WTON, pasar yang akan dijajaki adalah Instalasi Listrik. Tentang spesifkasi tersebut akan lebih detail penjelasanya pada aspek teknis. Perbedaan mendasar antara kegiatan usaha WTON saat ini dengan rencana penambahan kegiatan yaitu saat ini memberikan usaha jasa Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi seluruh produk-produk beton selain yang terkait instalasi listrik maka, terhadap rencana penambahan kegiatan proses Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi seluruh produk-produk beton termasuk terkait instalasi akan ditambahkan serta positifnya memberikan tambahan bagi peningkatan pendapatan bagi WTON. Kesimpulan Peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi listrik di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik. Potensi ekonomi dari infrastruktur kelistrikan yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai nilai signifikan. Potensi ini mencakup permintaan untuk tiang beton yang digunakan dalam pembangunan jaringan distribusi listrik, yang jumlahnya sangat besar seiring dengan berkembangnya proyek-proyek kelistrikan di seluruh penjuru Indonesia. Potensi pasar tiang beton untuk instalasi listrik diperkirakan mencapai miliaran rupiah per tahun, mengingat kebutuhan akan tiang beton berkualitas tinggi untuk mendukung distribusi listrik yang stabil. Business Valuation Unit 57 Jakarta
Page 75 OCR 0.954
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan sektor kelistrikan melalui program pembangunan infrastruktur energi, yang mencakup pengembangan sistem distribusi listrik di seluruh wilayah, termasuk daerah terpencil dan kawasan industri. Industri beton pracetak di Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan prospektif, didorong oleh tingginya permintaan dalam negeri terhadap infrastruktur serta dukungan kuat dari kebijakan pemerintah. Proyek-proyek besar seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), jalan tol Trans-Jawa, MRT Jakarta, serta program elektrifikasi oleh PLN menjadi pendorong utama meningkatnya konsumsi produk pracetak seperti tiang listrik, balok jembatan, dan panel dinding. Subsektor ini mencerminkan stabilitas dan keberlanjutan yang tinggi. Indonesia juga menguasai 60-70Yo pasar konstruksi di ASEAN dan menjadi pasar terbesar di kawasan, meskipun saat ini masih berada di posisi keempat produsen beton pracetak di Asia Tenggara setelah Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Peningkatan kapasitas produksi dan distribusi diiringi dengan adopsi teknologi baru seperti lean construction, precast 3D printing, serta penggunaan beton ramah lingkungan yang memperkuat daya saing industri nasional. Perusahaan seperti WIKA Beton dan WSBP telah mulai mengadopsi sistem automasi dan PLTS untuk efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon. Dukungan regulasi, terutama kewajiban penggunaan produk dalam negeri melalui Permen PUPR No. 12/2021, memperkuat daya saing lokal dan memangkas ketergantungan terhadap impor. Dengan proyeksi nilai pasar beton pracetak yang mencapai USD 15,8 miliar pada 2030 dan CAGR sebesar 25,99 (Grand View Research), industri ini berpeluang besar untuk tumbuh menjadi salah satu pemain utama dalam pasar konstruksi global, sekaligus menjadi pilar penting dalam percepatan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Dengan memperhatikan peluang besar di sektor kelistrikan dan pembangunan infrastruktur cnergi Indonesia yang terus berkembang, serta perusahaan yang sudah memiliki pengalaman dalam produksi dan penyediaan tiang beton untuk instalasi listrik, maka rencana untuk memperluas usaha dalam aspek pasar beton pracetak tiang beton ini sangat layak dan menjanjikan. Mengingat kebutuhan yang terus meningkat untuk memperkuat jaringan kelistrikan, terutama di wilayah yang sedang berkembang, sektor ini memberikan peluang pasar yang sangat potensial bagi perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. WTON memiliki keunggulan kompetitif kuat dibandingkan pesaingnya, yaitu kapasitas produksi besar, sebaran pabrik strategis dari Sumatera hingga Sulawesi, kedekatan dengan sumber bahan baku, kualitas produk yang terjamin. Strategi pemasaran WTON yang mengandalkan diversifikasi produk beton inovatif (seperti beton se/f-healing), pemanfaatan teknologi digital dan otomasi, kolaborasi dengan pengembang infrastruktur, serta ekspansi ke pasar internasional, memperbesar peluang perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar beton pracetak domestik dan regional. Penambahan kegiatan usaha untuk meliputi perencanaan, produksi, pemasangan, dan pelaksanaan instalasi listrik merupakan langkah strategis yang logis dan selaras dengan penguatan core business. Perbedaan antara usaha eksisting WTON dan rencana ekspansi baru ini justru akan melengkapi portofolio layanan, memperluas pasar, dan membuka sumber pendapatan tambahan di sektor kelistrikan nasional. Dengan melihat peluang pengembangan usaha beton pracetak tiang beton untuk instalasi listrik di Indonesia memiliki prospek yang sangat baik, serta WTON sudah mempunyai Business Valuation Unit 58 Jakarta
Page 76 OCR 0.944
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk pengalaman dalam hal mengelola atau memberikan jasa pada pihak ketiga, dimana hal ini memberikan manfaat dan kontribusi yang positif bagi WTON maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pasar Layak. Business Valuation Unit 59 Jakarta
Page 77 OCR 0.870
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 5. 5. ASPEK TEKNIS Rencana Perusahaan Rencana pengembangan usaha Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi seluruh produk-produk beton yang terkait instalasi listrik akan dilakukan secara mandiri di masing-masing pabrik produk beton WTON. Implementasi pengembangan usaha tersebut mencakup kegiatan pembangunan, pemasangan, pemeliharaan, pembangunan kembali instalasi listrik pada pembangkit, transmisi, gardu induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu daya, dan instalasi listrik pada bangunan gedung baik untuk hunian maupun non hunian seperti pemasangan dan pemelihatan instalasi listrik pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api dan lapangan udara. Figur 34. Alur Produksi Tiang Beton Listrik Penerimaan Perintah Rencana Produksi WB12 Pembelian Material Besi dan Komponen Lainnya as 9P1, P2 Otolak (7) Persiapan Cetakan ” Persiapan Pembesian 3 9p3 os Persiapan Tulangan —— Fl Penujangan Ke N gps Penuangan Beton Benda Uji Penutupan Cetakan 07 Penarikan (Tensioning) 908 Pemutaran Produk ( (Spinning) | Business Valuation Unit 60 Jakarta
Page 78 OCR 0.903
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk aa | dan penandaan DH Perbaikan Produk Cacat Ditolak k di Lokasi Menumpul (Serah Terima Produk) Sumber: Rencana Mutu Produksi Tiang Beton PT Wijaya Karya Beton Tbk 5.2 Rencana Pembangunan Jalur Produksi 5.2.1, Lokasi Penambahan Kegiatan Usaha Lokasi Kegiatan usaha Perseroan dilakukan di beberapa titik lokasi pabrik produk beton (PPB): PPB Sumatera Utara Jl. Raya Binjai Km. 15,5 No. 1 Desa Diski, Kecamatan Deli Serdang, Medan, Titik koordinat terletak di antara 3”36'05.6”N dan 98”44”38.2” dengan luas arca pabrik 5.0 Ha. PPB Lampung Jl. Raya Tegineneng Km. 34,5 Desa Bumi Agung, Kec. Tegineneng, Lampung. Titik koordinat terletak di antara 5208”40.6”S dan 10514'18.8”E dengan luas area pabrik 6.1 Ha. PPB Bogor Jl. Raya Narogong Km. 26, Kec. Cileungsi, Bogor. Titik koordinat terletak di antara 6”27”04.3”S dan 106”55'30.2”E dengan luas area pabrik 13.2 Ha. 61 Business Valuation Unit Jakarta
Page 79 OCR 0.918
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 4. PPB Majalengka Jl. Raya Burujul Kulon Tromol Pos 02 Kec. Jatiwangi, Kab. Majalengka, Jawa Barat. Titik koordinat terletak di antara 6244'19.8”S dan 108”14”19.9"E dengan luas area pabrik 6.5 Ha. 5. PPB Pasuruan Jl. Raya Kejapanan No. 323 Kec. Gempol, Pasuruan. Titik koordinat terletak di antara 733'45.1”S dan 112”41”19.5"E dengan luas arca pabrik 12.9 Ha. 6. PPB Sulawesi Selatan Jl. Kima Raya II Kav. S/4-5-6 Kawasan Industri Makassar, Makassar. Titik koordinat terletak di antara 5”06'04.0”S dan 119”30”26.0”E dengan luas arca pabrik 10.8 Ha. 5.2.2. Kebutuhan Aset Bangunan, Prasarana dan Peralatan Berdasarkan informasi manajemen WTON Untuk rencana penambahan kegiatan usaha WTON maka membutuhkan alat-alat dan peralatan sebagai penunjang kegiatan operasionalnya. Salah satu unsur utama dari kegiatan usaha adalah jalur produksi di pabrik beserta prasarana dan peralatan produksi pendukung. Aset tersebut berada di 6 (enam) lokasi pabrik di Indonesia. Berikut adalah rincian aset untuk rencana penambahan kegiatan usaha: Figur 35. Rincian Kebutuhan Aset Bangunan, Prasarana, dan Peralatan Penambahan Kegiatan Usaha Bangunan 1 | Bangunan Pabrik 6 4.901.400.000 29.408.400.000 2 | Ruang Workshop 6 624.339.960 3.746.039.760 Prasarana - 1 | Pondasi dan Dudukan Mesin/Alat 6 1.117.944.056 6.107.664.336 2 | Bak Uap 6 247.381.677 1.484.290.062 3 | Bak Limbah 6 836.937.608 5.021.625.648 4 | Ruang & Instalasi Genset 6 336.921.554 2.021.529.324 5 | Jembatan Timbang 6 162.645.519 975.873.114 Peralatan - 1 | Peratalatan Produksi 6 7.638.400.000 45.830.400.000 2 | Peralatan Penunjang Produksi 6 448.400.000: 2.690.400.000 3 | Reralhtan Labiratariutn, Penpukutan 6 367.117.904 2.202.707.424 dan Pengujian 4 | Cetakan 540 72.662.830 39.237.928.200 Total Investasi 139.326.857.868 Sumber: Manajemen WTON Total biaya investasi untuk pengadaan aset sebesar Rp139.326.857.868,- (Seratus Tiga Puluh Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah) di 6 (enam) lokasi pabrik yang bersumber dari Business Valuation Unit 62 Jakarta
Page 80 OCR 0.953
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk kas dan setara kas Perseroan. Keseluruhan pembuatan jalur produksi dan pengadaan prasarana serta peralatan merupakan peralatan yang sudah dimiliki oleh WTON. 5.2.3. Spesifikasi Teknis Tiang Beton Produk Tiang Beton Pratekan memiliki berbagai macam tipe diantaranya seperti Tiang Listrik Distribusi, Tiang Listrik Transmisi, Tiang Telepon, Tiang Lampu dan Tiang Listrik Jalan Rel. Produk tiang beton yang diproduksi dengan metode Spinning dengan memanfaatkan gaya sentrifugal ini merupakan generasi terakhir dalam pengembangan Tiang Listrik di Indonesia, dari tiang kayu, tiang baja dan tiang beton persegi, kemudian diperkenalkan tiang beton pratekan. Tiang jenis ini diproduksi untuk jaringan distribusi listrik tegangan tendah, tegangan menengah, dan tegangan tinggi, dan untuk memudahkan penanganan di daerah terpencil serta tiang Wika Beton juga diproduksi secara segmental. Figur 36. Gambar Produk Tiang Beton Sumber: Manajemen WTON Business Valuation Unit 63 Jakarta
Page 81 OCR 0.833
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 37. Contoh Produk Tiang Beton dengan Spesifikasi Tertentu SPESIFIKASI TEKNIK TIANG LISTRIK BETON "IN" TIANG 9 M (200 dAN) Tiang Listrik Beton 9 m (200 dAN): # Kekuatan Tiang (200 dAN)j Test Report PT. PLN —LMK j 1066.BTND.330A.2012 Tinggi Tiang (9 m): Diameter Atas (157mMmm Tebal Atas (40 mm): Diameter Bawah (280 mm ): Tebal Bawah (50 mm): an Concnete Pole TrPe #-.00..w | Sumber: Manajemen WTON Ada pun untuk spesifikasi bahan baku standar untuk pengadaan Tiang Beton untuk PLN adalah sebagai berikut : » Semen : SNI 2049: 2015 0 Agregat : SNI 8324: 2016 # Besi PC Wire : SNI 1155: 2016 # Besi PC Bar : SNI 7701: 2016 # Besi Spiral :JIS G 3532:2013 Business Valnation Unit 64 lakarta
Page 82 OCR 0.867
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Sedangkan, spesifikasi standar desain untuk pengadaan Tiang Beton untuk PLN mengacu kepada : # SPLN D3.019-2.2021 » SNI 2847: 2019 # ACI318-2008 Untuk pengawasan mutu dan hasil proses produksi dari Tiang Beton, WTON memiliki rencana mutu Perusahaan yang mengacu kepada prosedur Perseroan WB-OMS-OP-01 sesuai dengan perubahan versi dari ISO 9001:2008 ke ISO 9001:2015. 5.3 Teknis Pelaksanaan Produksi Tiang Beton Figur 38. Alur Produksi Tiang Beton Sumber: Manajemen WTON Business Val: ti 6s pa
Page 83 OCR 0.891
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 54 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Dalam pelaksanaan penambahan kegiatan usaha, WTON membutuhkan sumber daya 24 orang pengawas (4 orang untuk 2 jalur produksi di setiap lokasi pabrik) untuk 6 lokasi pabrik dan 318 orang operator (53 orang untuk 2 jalur produksi di satu lokasi pabrik), dimana 24 orang menggunakan sumber daya yang sudah ada, dan selanjutkan melakukan mitra kerja dengan jumlah sebanyak 318 orang dengan kualifikasi sesuai standar kerja yang diperlukan untuk penambahan kegiatan usaha. Adapun staff ahli dalam penambahan kegiatan usaha ini adalah sebagai berikut: Figur 39. Ketersediaan Sumber Daya Ahli Ahli Elektrikal Konstruksi Bangunan Gedung 1 Safriadi Kepala Seksi Produksi 2 | Irwan Setiawan Ahli Madya I Pengendalian 3 | Heru Permana Ahli Muda Engineering - Peralatan Ahli K3 Listik | | Angga Putra Pratama Asisten Kepala Seksi Peralatan 2 | Krismanto Eka Widodo Staf Muda | Teknik dan Guality Control 3 | Abdul Aziz Staf Juru | Peralatan 4 | Muhammad Faris Sirojul Munir Asisten Kepala Seksi Peralatan 5 | Mohamad Suliswanto Kepala Seksi Peralatan 6 | Wagiono Staf Juru 1 Peralatan Sumber: Manajemen WTON Timeline Penambahan Kegiatan Usaha WTON Usulan Ke Pemegang Saham mengirimkan surat kepada Direktur Utama WIKA perihal usulan Figur 40. Timeline Penambahan Kegiatan Usaha WTON Direktur Utama WTON : Mayoritas penambahan KBLI 4321 1 Instalasi 21 Jan:2025 Listrik untuk menyasar proyek PLN. Usulan tersebut tidak berdampak 3 sig negatif terhadap bisnis WIKA Grup. 2 aa Subsidiary Management | Kanlantersebutjikatidak dijalankan | Feb 2025 justru akan berdampak negatif ke WIKA Grup. Pembahasan secara kolegial Direksi WIRA yuemityaka sepakat 3 WIKA untuk menyetujui usulan dari 10 Mar 2025 WTON. 5 aa Melakukan pencarian untuk 4 Hi Penunjukan dan Pemilihan: | meyonftikan KIPP teka FS Mar — Apr 2025 penambahan KBLI 66 Business Valuation Unit Jakarta
Page 84 OCR 0.945
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 5.6 5.7. Proses laporan Kajian FS oleh 5 | KJPP Guntur Eki Andri dan Penyusunan Japoran kajian FS Apr — Mei 2025 Rekan Konsultasi Studi Kelayakan Final 6-20 Mei 6 | Finalisasi OJK dengan KJPP GEAR dan finalisasi 3025 laporan oleh Manajemen Rencana Keberlanjutan Rencana keberlanjutan WTON mengantisipasi kontraksi industri konstruksi di masa transisi pemerintahan 2024-2025, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menetapkan strategi keberlanjutan melalui program transformasi bisnis, penerapan Lean Organization, integrasi SAP, dan penguatan budaya kerja berbasis nilai AKHLAK. Untuk meningkatkan efisiensi dan memperbaiki struktur keuangan, WTON juga melakukan divestasi aset tidak produktif serta mendorong inovasi produk beton pracetak. Sebagai langkah ekspansi, WTON berencana menambahkan kembali KBLI 43211 guna memenuhi persyaratan tender dan memperluas layanan ke sektor instalasi listrik. Strategi ini menunjukkan kesiapan WTON untuk mempertahankan kepemimpinan pasar, memperkuat posisi keuangan, dan membuka peluang pertumbuhan baru, sehingga mendukung keberlanjutan bisnis jangka panjang. Kesimpulan Aspek Teknis Berdasarkan aspek teknis, rencana penambahan kegiatan usaha PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) dinilai sangat siap dan layak untuk dilaksanakan. Kegiatan pengembangan akan dilakukan secara mandiri di enam lokasi pabrik beton milik WTON yang tersebar strategis di berbagai wilayah Indonesia, dengan dukungan infrastruktur dan lahan yang memadai. Investasi sebesar Rp139,33 miliar dialokasikan untuk pembangunan fasilitas produksi, prasarana pendukung, dan pengadaan peralatan produksi serta laboratorium, seluruhnya berasal dari kas internal perusahaan tanpa pembiayaan eksternal. Dari sisi produk, tiang beton listrik yang diproduksi menggunakan metode spinning telah memenuhi standar mutu nasional dan internasional seperti SNI, JIS, SPLN, dan dipastikan kualitasnya melalui sistem manajemen mutu berbasis ISO 9001:2015. WTON juga telah menyiapkan sumber daya manusia yang mencukupi, terdiri dari 24 pengawas internal dan 318 operator melalui mitra kerja, ditambah tenaga ahli di bidang elektrikal dan keselamatan kerja. Selain itu, dengan penguatan di seluruh rantai nilai, WTON memperluas cakupan bisnisnya dengan penyedia layanan konstruksi kelistrikan. Dengan kesiapan infrastruktur, teknologi, sumber daya manusia, dan dukungan finansial yang kuat, harapannya rencana ini dapat memperkokoh posisi WTON di industri beton pracetak sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di sektor energi dan infrastruktur nasional, sehingga rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek teknis Layak. Business Valuation Unit 67 Jakarta
Page 85 OCR 0.938
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 6. 6. 6.2. ASPEK POLA BISNIS Kegiatan Usaha Utama Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan ialah bergerak dalam bidang industri beton, jasa konstruksi dan bidang usaha lain yang terkait. Dalam menjalankan kegiatan usahanya Perseroan didukung oleh tim manajemen yang telah berpengalaman di bidangnya. Pada saat ini Perseroan melakukan kegiatan usaha sebagai berikut. e. Melakukan Perencanaan, Produksi, Penjualan, Pemasangan dan Pelaksanaan Konstruksi seluruh produk-produk beton, antara lain: a. Industri Barang dari Semen dan Kapur untuk Konstruksi. b. Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang. c. Industri Bangunan Lepas Pantai dan Bangunan Terapung. d. Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan. c. Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang tahan api. F. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi dalam bidang usaha sipil, elektrikal dan Post-tensioning. g. Melakukan Perencanaan, Produksi dan Penjualan produk/komponen bahan bangunan. h. Melakukan usaha impor dan ekspor yang terkait dengan kegiatan tersebut di atas, Kegiatan Usaha Penunjang Selain kegiatan usaha utama, Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha penunjang dalam rangka optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk: I. Melakukan Usaha Industri dan Perdagangan Bahan Produksi Beton a. Batu Hias dan Batu Bangunan (08101) Mencakup usaha penggalian batu hias dan batu bangunan seperti batu - pualam atau marmer, batu andesit (batu gajah, base course), paras, obsidian, dan granit. Termasuk disini kegiatan pemecahan, pemisahan dan pembersihannya. b. Penggalian Kerikil (sirtu) (08103 Mencakup usaha penggalian, pembersihan dan pemisahan kerikil. Hasil dari penggalian kerikil antara lain batu pasir, bongkah keras dan pasir kerikil. c. Penggalian Pasir (08104) Mencakup usaha penggalian, pembersihan dan pemisahan pasir. Hasil dari penggalian pasir berupa pasir beton, pasir pasang (sedikit mengandung tanah). pasir uruk (banyak mengandung tanah) dan lainnya. d. Penggalian tanah dan tanah liat (08105) Mencakup usaha penggalian tanah dan tanah liat. Kegiatan pembentukan, penghancuran dan penggilingan yang tidak dapat dipisahkan secara administratif dari usaha penggalian tanah dan tanah liat dimasukkan dalam Business Valuation Unit 68 Jakarta
Page 86 OCR 0.944
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk kelompok ini. Hasil dari penggalian tanah dan tanah liat/lempung antara lain kaolin (china clay), ball clay (firing clay). abu bumi, serpih, dan tanah urug. e. Penggalian batu, pasir, dan tanah liat lainnya (08109) Mencakup usaha penggalian batu, pasiir dan tanah liat lainnya. f. Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian lainnya (09900) Kelompok ini mencakup jasa penunjang atas dasar balas jasa atau kontrak, yang dibutuhkan dalam kegiatan pertambangan golongan pokok 05, 07, dan 08 seperti jasa eksplorasi misalnya dengan cara tradisional seperti mengambil contoh bijih dan membuat observasi geologi, jasa pemompaan dan penyaluran hasiil tambang dan jasa percobaan penggalian dan pengeboran ladang atau sumur tambang. g. Industri Bata, Mortar, Semen, dan Sejenisnya yang Tahan Api (23911) Mencakup usaha pembuatan macam-macam bata tahan api, mortar tahan api dan semen tahan api, beton dan komposit sejenisnya yang tahan api seperti alumina, silica dan basic. h. Industri Semen (23941) Mencakup usaha pembuatan macam-macam semen (semen hidrolik dan arang atau kerak besi), seperti portland, natural, semen mengandung alumunium, semen terak dan semen superfosfat dan jenis semen lainnya. i. Industri Mortar atau Beton Siap Pakai (23957) Mencakup usaha pembuatan mortar atau beton siap pakai (ready mixed and dry mixed concrete and mortar). j. Industri Barang dari Batu untuk Keperluan Rumah Tangga, Pajangan, dan Bahan Bangunan (23963) Mencakup usaha pembuatan macam-macam barang dari batu untuk keperluan rumah tangga, pajangan, dan bahan bangunan, seperti batu pecah-pecahan dan abu batu. k. Perdagangan Besar Alat Transportasi Darat (bukan mobil, sepeda motor, dan sejenisnya), suku cadang dan perlengkapannya (46593) Mencakup usaha perdagangan besar macam-macam alat transportasi darat, bermotor ataupun tidak bermotor (bukan mobil, sepeda motor, dan sejenisnya), termasuk usaha perdagangan besar macam-macam suku cadang dan perlengkapannya. Il. Perdagangan Besar atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak (46100) Mencakup usaha agen yang menerima komisi, perantara (makelar), pelelangan, dan pedagang besar lainnya yang memperdagangkan barang- barang di dalam negeri, luar negeri atas nama pihak lain. Kegiatannya antara lain agen komisi, broker barang dan seluruh perdagangan besar lainnya yang menjual atas nama dan tanggungan pihak lain, kegiatan yang terlibat dalam penjualan dan pembelian bersama atau melakukan transaksi atas nama perusahaan, termasuk melalui internet, dan agen yang terlibat dalam Business Valuation Unit 69 Jakarta
Page 87 OCR 0.929
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk perdagangan seperti bahan baku pertanian, binatang hidup: bahan baku tekstil dan barang setengah jadi: bahan bakar, bijih-bijihan, logam dan industri kimia, termasuk pupuk: makanan, minuman dan tembakau, tekstil, pakaian, bulu, alas kaki dan barang dari kulit: kayu-kayuan dan bahan bangunan: mesin, termasuk mesin kantor dan komputer, perlengkapann industri, kapal, pesawat: fumrnitur, barang keperluan rumah tangga dan perangkat keras: kegiatan perdagangan besar rumah pelelangan, agen komisi zat radioaktif dan pembangkit radiasi pengion. Termasuk penyelenggara pasar lelang komoditas. Tidak termasuk kegiatan perdagangan besar mobil dan sepeda motor, dimasukan dalam golongan 451 s.d. 454. m, Perdagangan Besar Semen, Kapur, Pasir dan Batu (46634) Mencakup usaha perdagangan besar semen, kapur, pasir, dan batu untuk bahan konstruksi, seperti semen Portland putih, semen Portland abu-abu, semen posolan kapur, semen Portland posolan, kapur tohor, kapur tembok, pasir, kerikil, koral, batu, batu pecahan, batu lempengan, batu pualam dan kubus mosaic. n. Perdagangan Besar Berbagai Macam Material Bangunan (46638) Mencakup usaha perdagangan besar macam-macam material bangunan, seperti semen, pasir, paku, cat dan lain-lain. 0. Perdagangan Besar Mineral Bukan Logam (46641) Mencakup usaha perdangan besar mineral bukan logam seperti intan, komrundum, grafit, arsen, pasir Ikcuarsa, flluorspar, kriolit, yodium, brom, klor, belerang, fosfat, halit, asbes, talk, mika, magnesit, yarosit, oker, fluorit. ball clay, zeolit, kaolin, feldspar, bentonit, gipsum, dolomit, kalsit, rijjang, pirofilit, Ikcuarsit, zirkon, wolastonit, tawas, batu Ikcuarsa, perlit, garam batu, clay, dan batu gamping untuk semen. Pp. Perdagangan Eceran Barang Logam untuk Bahan Konstruksi (47521) Mencakup usaha perdagangan eceran khusus barang logam untuk bahan konstruksi seperti baja tulangan, baja profitl, pelat baja, dan baja lembaran, pipa besi/baja, kawat tali, kawat nyamuk, paku, mur/baut, engsel, gerendel, kunci, anak kunci, tangki air, menara air, rolling door, awning dan seng lembaran. G- Perdangan Eceran Semen, Kapur, Pasir dan Batu (47524) Mencakup usaha perdagangan eceran khusus semen, kapur, pasir dan batu untuk bahan konstruksi, seperti semen portland putih, semen portland abu- abu, semen posolan kapur, semen portland posolan, kapur tohor, kapur tembok, pasir, kerikil, koral, batu, batu pecahan, batu lempengan, batu pualam dan kubus mosaik Business Valuation Unit 70 Jakarta
Page 88 OCR 0.955
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan— PT Wijaya Karya Beton Tbk 2. Melakukan usaha jasa perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan konstruksi dalam bidang usaha: a Konstruksi Gedung Hunian (41011) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kemballi bangunan yang dipakai untuk hunian, seperti rumah tinggal, rumah tinggal sementara, rumah susun, apartemen dan kondominium. Termasuk pembangunan gedung untuk hunian yang dikerjakan oleh perusahaan real estat dengan tujuan untuk dijual dan kegiatan perubahan dan renovasi gedung hunian. Konstruksi Gedung Industri (41013) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan yang dipakai untuk industri, seperti gedung perindustrian/pabrik, gedung workshop/bengkel kerja, bangunan pabrik untuk pengelolaan dan pemrosesan bahan nuklir. Termasuk kegiatan perubahan dan renovasi gedung industri. Konstruksi Gedung Kesehatan (41015) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan yang dipakai untuk sarana kesehatan, seperti rumah sakit, poliklinik, puskesmas, balai pengobatan, gedung pelayanan kesehatan dan gedung laboratorium. Termasuk kegiatan perubahan kesehatan dan gedung laboratorium. Termasuk kegiatan perubahan dan renovasi gedung kesehatan. Konstruksi Gedung Pendidikan (41016) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan yang dipakai untuk sarana pendidikan, seperti gedung sekolah, tempat kursus, laboratorium dan bangunan penunjang pendidikan lainnya. Teerrmasuk kegiatan perubahan dan renovasi Gedung pendidikan. Konstruksi Gedung Tempat Hiburan dan Olahraga (410181 Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kemballi bangunan yang dipakai untuk tempat hiburan, seperti bioskop, gedung kebudayaani/kesetnhian, gedung wiisata dan rekreasi serta gedung olahraga. Termasuk pembangunan gedung untuk tempat hiburan yang dikerjakan oleh perusahaan real estat dengan tujuan untuk dijual dan kegiatan perubahan dan renovasi gedung tempat hiburan dan olahraga. Konstruksi Gedung Lainnya (41019) Mencakcup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan yang dipakai penggunaan selain dalam kelompok 41011 s.d. 41018, seperti tempat ibadah (masjid, gereja katolik, gereja Ikcristen, pura, wiihara, kelenteng), gedung terminali/stasiun, balai yasa (kereta api), bangunan monumental, gedung negara dan pemerriinttah pusati/daerah, bangunan bandara, gedung hangar pesawat, gedung PKPPK (Pemadam Kebakaran di Bandar Udara), gedung bersejarah, PKPPK (Pemadam Kebakaran di Bandar Udara), gedung bersejarah, gedung penjara, gedung balai pertemuan, gudang, gedung genset, rumah pompa, depo, gedung power Business Valuation Unit 7 Jakarta
Page 89 OCR 0.940
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk house, gedung gardu listrik, gedung gardu sinyal, gedung tower, gedung penyimpanan termasuk gedung gardu sinyal, gedung tower, gedung penyimpanan termasuk penyimpanan bahan peledak dan lainnya. Termasuk kegiatan perubahan dan renovasi gedung lainnya. 8. Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Gedung (41020) Mencakup kegiatan pemasangan bahan hasil produksi pabrik seperti beton pracetak, baja, plastik, karet, dan hasil produksi pabrik lainnya dengan metode pabrikasi, erection, dan/ atau perakitan untuk bangunan gedung. h. Konstruksi Bangunan Sipil Jalan (42101) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan jalan (raya, sedang, dan kecil), jalan bebas hambatan/jalan tol, dan jalan landasan terbang (pacu, taksi, dan parkir), dan lapangan penyimpanan peti kemas (containers yard). Termasuk kegiatan penunjang pembangunan, peningkatan, pemeliharaan konstruksi pagar/tembok penahan jalan. Tidak termasuk jalan layang. i. Konstruksi Bangunan Sipil Jembatan, Jalan Layang, Fly Over, dan Underpass 142102) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan jembatan (termasuk jembatan rel), jalan layang, underpass, dan fly over. Termasuk kegiatan pembangunan, peningkatan, pemeliharaan penunjang, perlengkapan jembatan dan jalan layang, seperti pagar/tembok, penahan, drainase jalan, marka jalan, dan rambu-rambu. J- Konstruksi Jalan Rel (42103) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali jalan rel. Seperti jalan rel untuk kereta api. Termasuk pekerjaan pemasangan rel dan bantalan kereta api dan penimbunan kerikil (agregat kelas A) untuk badan jalan kereta api. k. Konstruksi Jaringan Irigasi dan Drainase (42201) Mencakup usaha pembangunan pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan jaringan saluran air irigasi dan jaringan drainase. I. Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (42202) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kemballi bangunan penyadap dan penyalur air baku, bangunan pengolahan air baku, bangunan pengolahan air minum, bangunan Menara air minum, reservoir air minum, jaringan pipa/penyalur distribusi air bersih, tangka air minum dan bangunan pelengkap air minum lainnya. m. Konstruksi Bangunan Sipil Prasarana dan Sarana Sistem Pengolahan Limbah Padat, Cair dan Gas (42203) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan dan/atau pembangunan kembali bangunan penyadap dan penyalur air baku, bangunan pengolahan air baku, bangunan pengolahan air minum, bangunan menara air minum, Business Valuation Unit 2 Jakarta
Page 90 OCR 0.942
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk reservoir air minum, jaringan pipa/penyalur distribusi air bersih, tangka air minum dan bangunan pelengkap air minum lainnya. n. Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (42204) Mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan sipil elektrikal seperti bangunan sipil pembangkit, transmisi, distribusi dan instalasi pemanfaatan tenaga listrik, jaringan pipa listrik lokal dan jarak jauh termasuk pembangunan gardu induk dan pemasangan tiang listrik dan menara. o. Konstruksi Bangunan Sipil Telekomunikasi untuk Prasarana Transportasi (42205) Kelompok ini mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan kembali bangunan fasilittas telekomunikasi sarana bantu navigasi laut, bangunan telekomunikasi navigasi udara, bangunan sinyal dan telekomunikasi kereta api, termasuk bangunan menara/tiang/ pipa/antena dan bangunan sejenisnya. Pp. Konstruksi Jaringan Irigasi, Komunikasi dan Limbah Lainnya (42209) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan dan/atau Pembangunan kembali bangunan konstruksi lainnya yang belum tercakup dalam kelompok 42201 s.d. 42207. Termasuk penataan dan lingkungan, prasarana kawasan pemukiman, industri, rumah sakit dan lain-lain. G- Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Olah Raga (42918) Mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan, dan/ atau pembangunan kemballi bangunan fasilitas olah raga seperti bangunan stadion, olah raga lapangan (sepak bola, baseball, rugby, liinttasan balap mobil dan motor), lapangan basket, hockey, lapangan tenis, lapangan golf, kolam renang termasung kolam renang berdinding baja galvanized stainless steel standar Olympic, lintasan atletik, lapangan panahan, gelanggang olahraga dan lain- lain. r. Konstruksi Bangunan Sipil Lainnya Ytdl (42919) Mencakup usaha pembangunan, pemeliharaan dan perbaikan bangunan sipil lainnya yang belum tercakup dalam kelompok 42911 s.d. 42918, seperti lapangan parkir dan sarana lingkungan pemukiman (di luar gedung) lainnya. Kelompok ini mencakup pembagian lahan dengan pengembangannya (misalnya penambahan jalan, prasarana umum dan lain-lain). Termasuk pengadaan dan pelaksanaan konstruksi fasilitas seperti yang memproduksi mikroprosesor, chip silikon dan wafer, milkcrosirkuit, dan semikonduktor, pengadaan dan pelaksanaan konstruksi pabrik pengolahan tekstil dan pakaian, pengadaan dan pelaksanaan konstruksi pengolahan besi dan baja: dan/atau pengadaann dan pelaksanaan konstruksi pabrik pengolahan lainnya. s. Jasa Pekerjaan Konstruksi Pelindung Pantai (42922) Mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan dan/atau pembangunan Kembali bangunan pelindung pantai termasuk groin, breakwater, seawall, Business Valuation Unit 3 Jakarta
Page 91 OCR 0.940
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk artificial headland, beach nourishment, terumbu buatan dan pekerjaan lainnya yang sejenis. t. Konstruksi Bangunan Sipil Fasilitas Pengolahan Produk Kimia, Petrokimia, Farmasi dan Industri Lainnya (42923) Mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan dan/atau pembangunan kembali pabrik pengolahan bahan kimia dasar, pengolahan pupuk: pabrik plastik dan pabrik pengolahan karet: pengolahan hasil agrokimia: pabrik pengolahan kimia lainnya termasuk pabrik pengolahan produk farmasi dan petrokimia. u. Konstruksi Khusus Bangunan Sipil Lainnya Ytdl (42929) Mencakup kegiatan pembangunan, pemeliharaan dan/atau pembangunan kembali konstruksi khusus bangunan sipil lainnya yang belum tercakup dalam kelompok 42921 s.d. 42924. V. Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Sipil (42930) Mencakup kegiatan pemasangan bahan hasil produksi pabrik seperti beton pracetak, baja, plastik, karet dan hasil produksi pabrik lainnya dengan metode pabrikasi, erection dan/atau perakitan untuk bangunan sipil. w. Penyiapan Lahan (43120) Mencakup usaha penyiapan lahan untuk kegiatan konstruksi yang berikutnya, seperti pelaksanaan pembersihan dan pematangan lahan konstruksi, penggalian parirt, pemindahan, penghancuran atau peledakan batu dan sebagainya), pelaksanaan pekerjaan tanah dan/atau tanah berbatu, penggalian, membuat kemiringan, perataan tanah dengan galian dan timbunan untuk konstruksi jalan (raya, sedang, dan kecil), jalan bebas hambatan, jalan rel kereta api, dan jalan landasan terbang (pacu, taksi, dan parkir), pabrik, pembangkit, transmisi, gardu induk, dan distribusi tenaga listrik, fasilitas produksi,serta bangunan gedung dan bangunan sipil lainnya, pemasangan, pemindahan, dan perlindungan utilitas, tes/uji dengan sondir dan bor, pemboran, ekstraksi material, dan penyelidikan lapangan/pengambilan contoh untuk keperluan konstruksi, geofisika, geologi atau keperluan konstruksi, geofisika, gcologi atau keperluan sejenis: dan penyiapan lahan untuk fasilitas ketenaganukliran. Kegiatan penunjang penyiapan lahan seperti pemasangan fasilitas alat bantu konstruksi (pemasangan sheet pile, papan nama proyek, dan gorong-gorong untuk pemasangan kabel, pekerjaan pembuatan kantor, basecamp, direksi kit, gudang, bengkel proyek), pengukuran kembali, pembuatan/pengalihan jalan sementara, perbaikan dan pemeliharaan jalan umum, dewatering/pengeringan, mobilisasi dan demobilisasi, dan pekerjaan sejenis lainnya. x. Aktivitas Keinsinyuran dan Konsultasi Teknis (71102) Mencakup kegiatan perancangan teknik, dan konsultansi, seperti permesinan, pabrik dan proses industri: proyek yang melibatkan teknik sipil. teknik hidrolik, teknik lalu lintas, jasa nasihat dan konsultansi rekayasa teknik, jasa rekayasa konstruksi bangunan gedung hunian dan non hunian, jasa rekayasa pekerjaan teknik sipil sumber daya air, jasa rekayasa untuk pekerjaan Business Valuation Unit 74 fakarta
Page 92 OCR 0.947
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk mekanikal dalam bangunan, jasa rekayasa bangunan fasilitas olahraga, jasa konsultansi teknik lingkungan, jasa konsultansi terkait konstruksi pekerjaan sistem kendali tlalu lintas, jasa rekayasa konstruksi pembangkit jaringan transmisi, gardu induk, dan distribusi tenaga listrik serta jasa rekayasa untuk proses industrial, produksi dan fasilitas produksi, jasa rekayasa lainnya, perluasan dan realisasi proyek yang berhubungan dengan teknik listrik dan elektro, teknik pertambangan, teknik kimia, mekanik, teknik industri dan teknik sistem dan teknik keamanan: proyek manajemen air: dan kegiatan manajemen proyek dan jasa penyelidikan lapangan yang berkaitan dengan konstruksi: kegiatan perluasan proyek yang menggunakan AC, pendingin, kebersihan dan teknik pengontrolan polusi, teknik akustik dan lain-lain, kegiatan survei geofisika, geologi dan survei seismik atau gempa bumi termasuk jasa pembuatan prospektus dan jasa interpretasi geologi dan geofisika sektor konstruksi, kegiatan survei geodetik meliputi kegiatan survei batas dan tanah, survei hidrologi, survei keadaan di atas dan di bawah permukaan tanah dan kegiatan informasi spasial dan kartografi termasuk kegiatan pemetaan dan jasa pembuatan peta. Termasuk jasa rekayasa pekerjaan teknik sipil transportasi, jasa fasilitasi teknis prasarana dan sarana umum sektor konstruksi. Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa (72102) Mencakup usaha penelitian dan pengembangan yang dilakukan secara teratur (sistematik), yang diselenggarakan oleh swasta, berkaitan dengan teknologi dan rekayasa (enginccring). Kegiatan yang tercakup dalam kelompok ini seperti penelitian dan pengembangan ilmu teknik dan teknologi, serta antar cabang ilmu pengetahuan termutama ilmu pengetahuan alam dan teknik. 3. Melakukan Usaha Reparasi, Pabrikasi, Instalasi/Pemasangan Mesin dan Peralatan Konstruksi, seperti: a Instalasi Telekomunikasi (43212) Mencakup kegiatan pemasangan instalasi telekomunikasi pada bangunan gedung baik untuk hunian maupun non hunian, seperti pemasangan antena. Kelompok ini juga mencakcup kegiatan pemasangan, pemeliharaan dan perbaikan instalasi telekomunikasi pada sentral telepow/itelegraf, stasiun pemancar radar gelombang mikro, stasiun bumi kecil/stasiun satelit dan sejenisnya. Termasuk kegiatan pemasangan transmisi dan jaringan telekomunikasi dan instalasi telekomunikasi di bangunan gedung dan bangunan sipil. Jasa Instalasi Konstruksi Navigasi Laut, Sungai, dan Udara (43214) Mencakup kegiatan pemasangan dan perawatan konstruksi dan peralatan terkait dengan sarana bantu navigasi tlaut, sungai dan udara, telekomunikasi pelayaran/penerbangan, hidrografi dan meteorologi, alur perlintasan, pemanduan, untuk kepentingan keselamatan pelayaran dan penerbangan. Instalasi Sinyal dan Telekomunikasi Kereta Api (43215) Kelompok ini mencakup pemasangan, pemeliharaan dan perbaikan instalasi sinyal dan telekomunikasi kereta api. Business Valuation Unit 75 Jakarta
Page 93 OCR 0.945
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk d. Instalasi Sinyal dan Rambu-Rambu Jalan Raya (43216) Mencakup kegiatan pemasangan, pemeliharaan dan perbaikan instalasi sinyal dan rambu-rambu jalan raya. Termasuk pemasangan perlengkapan jalan dan/atau rambu jalan, marka jalan, marka jembatan, termasuk reflector, deliniator, papan penunjuk jalan, patok pengarah, patok kilometer, patok hektometer, kerb pracetak, median beton, guardrail, dan perlengkapan lainnya yang sejenis. Instalasi Konstruksi Lainnya ytdl (43299) Mencakup kegiatan pemasangan instalasi gedung lainnya dan kegiatan pemasangan, pemeliharaan dan perbaikan instalasi bangunan sipil lainnya yang belum tercakup dalam kelompok 43291 s.d, 43294, Termasuk pemasangan dan pemeliharaan instalasi fasilitas pertambangan dan manufaktur seperti loading and discharging stations, winding shafts, chemical plants, iron foundaries, blast furnaces dan coke oven: pemasangan instalasi sistem pengolahan dan peralatan pemurnian air laut, air payau, air tawar menjadi air murni pada pembangkit listrik. Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang (43901) Mencakup kegiatan khusus pemasangan berbagai pondasi dan tiang pancang termasuk pengecoran beton dan pembesian pondasi untuk gedung, jalan/jembatan, bangunan pengairan, dermaga, bangunan lepas pantai dan sejenisnya sebagai bagian dari pekerjaan yang tercakup dalam konstruksi gedung hunian dan non hunian serta bangunan sipil lainnya. Penyewaan Alat Konstruksi dengan Operator (43905) Mencakup usaha penyewaan alat atau mesin konstruksi dan perlengkapannya dengan operator. Termasuk penyewaan alat produksi dan operasional minyak, gas, petrokimia, panas bumi, komunikasi seperrti SCADA (Supervisory Control and Data Acguisition), dan penyewaan derek. Konstruksi Khusus Lainnya Ytdl (43909) Mencakup kegiatan konstruksi khusus lainnya yang belum diklasifikasikan dalam kelompok 43901 s.d. 43905 yang memerlukan keahlian atau perlengkapan khusus, seperti kegiatan pengerjaan penahan lembab dan air, dehumidifikasi (pelembaban) bangunan, shaft sinking, pemasangan cerobong asap dan oven untuk keperluan industri dan pekerjaan yang memerlukan keahlian memanjat dan penggunaan perlengkapan yang berkaitan, misalnya bekerja pada gedung-gedung yang tinggi. Termasuk pekerjaan di bawah permukaan tanah, pekerjaan lapis perkerasan beton: pekerjaan perkerasan aspal, pekerjaan perkerasan berbutir: pekerjaan konstruksi pengeboran dan- injeksi semen bertekanan: pekerjaan beton struktur, pekerjaan konstruksi beton pascatarik (post tensioned): pekerjaan konstruksi kedap air pada tangki penyimpanan air, minyak, gas, dan lainnya yang sejenis: serta pemasangan konstruksi tahan api (tanur, anneling, fllare, incenerator) untuk bangunan gedung hunian dan non hunian serta bangunan sipil lainnya. Business Valuation Unit 76 Jakarta
Page 94 OCR 0.946
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk i Jasa Pengujian Laboratorium (71202) Mencakup kegiatan uji fisik, kimia, biologi, kelistrikan, mekanik dan analisis lainnya danri semua jenis material dan produk yang mencakup kegiatan pengujian di bidang kesehatan makanan, termasuk uji penyakit hewan dan kontrol yang berhubungan dengan produksi makanan, uji austik dan vibrasi (getar), uji komposisi dan kemurnian mineral dan sebagainya, uji karakteristik fisik dan kinerja material seperti kekuatan, ketebalan, daya tahan, radioaktif dan lain-lain, uji kualifikasi dan ketahanan, uji kinerja dari mesin keseluruhan seperti motor, automobil, perlengkapan elektronik, pengujian perangkat telekomunikasi, pengujian laboratorium sector konstruksi, dan lain-lain, analisis kegagalan, uji dan pengukuran indikator lingkungan seperti polusi udara dan air, uji dengan menggunakan model atau maket sseperti pesawat terbang, kapal, bendungan dan lain-lain. Termasuk kegiatan operasional laboratorium kepolisian dan peniilaian kesesuaian uji mutu sistem resi gudang. Jasa Inspeksi Teknik Instalasi (71204) Mencakup kegiatan pemeriksaan suatu desain instalasi dan proses instalasi, misalnya pemeriksaan instalasi tenaga listrik, dan instalasi misalnya pemeriksaan instalasi tenaga listrik, dan instalasi lainnya. 4. Melakukan Usaha Penyewaan dan Penyediaan Jasa Dalam Bidang Peralatan Konstruksi, seperti: a. Pemasangan Perancah (Steiger) (43902) Mencakup kegiatan khusus pemasangan perancah/steiger pada bangunan gedung, jalan/jembatan, bangunan pengairan, dermaga dan sejenisnya. Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Mesin dan Peralatan Konstruksi dan Teknik Sipil (77393) Mencakup kegiatan penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi (operational leasing) mesin dan peralatan konstruksi dan teknik sipil termasuk perlengkapannya tanpa operatornya, seperti lori derek (cranelorries), tangga dan panggung kerja (scaffold dan work platform) tidak termasuk pemasangan dan pemancangannya dan sejenisnya. 5. Melakukan Perencanan, Pelaksanaan, Pengelolaan, Penjualan, Pembelian Sewa Menyewa dan Perdagangan Jasa Ekspedisi/Usaha Angkutan Darat dan Laut, seperti: a Angkutan Bermotor untuk Barang Umum (49431) Mencakup operasional angkutan barang dengan kendaraan bermotor dan dapat mengangkut lebih dari satu jenis barang, seperti angkutan dengan truk, pick up, bak terbuka dan bak tertutup (box). Angkutan Bermotor untuk Barang Khusus (49432) Mencakup operasional angkutan barang dengan kendaraan bermotor untuk barang yang secara khusus mengangkut satu jenis barang, seperti angkutan bahan bakar minyak, minyak bumi, hasil olahan, LPG, LNG dan CNG, Business Valuation Unit n Jakarta
Page 95 OCR 0.945
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk angkutan barang berbahaya, limbah bahan berbahaya dan beracun, angkutan barang alat-alat berat, angkutan peti- kemas, angkutan tumbuhan hidup, angkutan hewan hidup dan penganglkcutan kendaraan bermotor. c. Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Umum (50131) Mencakup usaha pengangkutan barang umum melalui laut dengan menggunakan kapal laut antar pelabuhan dalam negeri dengan melayari trayek secara tetap dan teratur (liner) dengan berjadwal, atau trayek tidak tetap dan tidak teratur (tramper). Termasuk usaha persewaan angkutan laut berikut operatornya. d, Angkutan Laut Dalam Negeri untuk Barang Khusus (50133) Kelompok ini mencakup usaha pengangkutan barang dengan menggunakan kapal laut yang dirancang secara khusus untuk mengangkut suatu jenis barang tertentu, seperti angkutan barang-berbahaya, limbah bahan berbahaya dan beracun, bahan bakar minyak, minyak bumi, hasil olahan, LPG, LNG dan CNG, ikan dan sejenisnya. Termasuk usaha persewaan angkutan laut berikut operatornya. €&. Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Umum dan atau Hewan (50221) Mencakup usaha angkutan barang di sungai dan danau, dan barang yang dianglkcut bisa lebih danrii satu jenis, kecuali barang berbahaya, barang khusus atau alat berat. f. Angkutan Sungai dan Danau untuk Barang Khusus (50222) Mencakup usaha angkutan barang di sungai dan danau dengan kapal atau perahu barang yang dimodifikasi secara khusus dan hanya mengangkut satu jenis barang, termasuk kapal yang memenuhi persyaratan teknis/kelaikan, sesuai dengan barang khusus yang diangkut dan diklasifikasikan sebagai berikut, yaitu angkutan kayu gelondongan/logs, angkutan batangan pipa/besi/rel, angkutan barang gelondongan/logs, angkutan batangan pipa/besi/rel, angkutan barang curah, angkutan barang cair, angkutan barang yang memerlukan fasilitas pendingin, angkutan peti kemas, angkutan alat-alat berat dan fasilitas pendingin, angkutan peti kemas, angkutan alat-alat berat dan angkutan barang khusus lainnya. 8. Angkutan Penyeberangan Umum Antar Provinsi untuk Barang (50224) Mencakup usaha angkutan barang dari satu provinsi ke provinsi lain dengan menggunakan kapal penyeberangan yang terikat dalam trayek. h. Angkutan Penyeberangan Perintis Antar Provinsi untuk Barang (50225) Mencakup usaha pengangkutan penyeberangan di laut, danau, selat dan teluk antar provinsi untuk barang yang menghubungkan daerah daerah terpencil serta daerah yang potensial namun belum berkembang serta belum menguntungkan untuk dilayari secara komersial ke daerah-daerah yang telah berkembang. Termasuk usaha persewaan angkutan penyeberangan berikut operatornya. Business Valuation Unit 78 Jakarta
Page 96 OCR 0.941
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk i. Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Laut (52221) Mencakup kegiatan usaha pelayanan kepelabuhan laut, yang berhubungan dengan angkutan perairan untuk penumpang, hewan atau barang, seperti pengoperasian fasilitas terminal misalnya pelabuhan dan dermaga, navigasi, pemeriksaan barang muatan dalam kargo dan/atau peti kemas dengan menggunakan sumber radiasi pengion (zat radioaktif dan pembaklit radiasi pengion), pelayaran dan kegiatan berlabuh, jasa penambatan, jasa pemanduan dan penundaan. J- Aktivitas Pelayanan Kepelabuhanan Penyeberangan (52223) Mencakup kegiatan usaha penyelenggaraan pelabuhan penyeberangan, Termasuk kegiatan yang berhubungan dengan angkutan perairan untuk penumpang, hewan atau barang, seperti pengoperasian fasilitas terminal misalnya pelabuhan dan dermaga, navigasi, pemeriksaan barang muatan dalam kargo dan/atau peti kemas dengan menggunakan sumber radiasi pengion (zat radioaktif dan pembakit radiasi pengion), pelayaran dan kegiatan berlabuh, jasa penambatan, jasa pemanduan pelayaran dan kegiatan berlabuh, jasa penambatan, jasa pemanduan, dan penundaan. k. Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) (52291) Mencakup usaha pengiriman dan atau pengepakan barang dalam volume besar, melalui angkutan kereta api, angkutan darat, angkutan laut maupun angkutan udara. I. Aktiviittas Ekspedisi Muatan Kereta Api dan Ekspedisi Angkutan Darat (EMKA & EAD) (52292) Mencakup usaha pengiriman dan atau pengepakan barang dalam volume besar, baik yang diangkut melalui kereta api maupun alat-angkutan darat. m. Aktivitas Ekspedisi Muatan Kapal (EMKL) (52293) Mencakup usaha pengiriman dan atau pengepakan barang dalam volumebesar, yang diangkut melalui angkutan laut. 6. Treatment dan Pembuangan Limbah Berbahaya (38220) Mencakup usaha treatment dan pembuangan yang dikelola baik oleh pemerintah dan swasta, seperti pembuangan dan treatment limbah padat atau limbah tidak padat yang berbahaya serta limbah spesifik, mencakup bahan mudah meledak, bahan mudah teroksidasi, bahan yang mudah terbakar, bahan beracun, iriittan, karsinogenik, korosiif atau bahan yang dapat menyebabkan infeksi dan substansi dan preparat lainnya yang berbahaya untuk kesehatan manusia dan lingkungan, Kegiatannya adalah usaha pengoperasian fasilitas untuk pembuangan limbah berbahaya dan sampah spesifik, treatment dan pembuangan binatang hidup atau mati yang beracun dan limbah terkontaminasi lainnya, pembakaran limbah berbahaya, treatmen, pembuangan dan penyimpanan limbah radioaktif, seperti treatment dan pembuangan limbah radioaktif transisi, mencakup peluruhan pada masa/periode pembuangan limbah dan pembungkusan, penyiapan dan treatment lainnya terhadap limbah radioaktif. Business Valuation Unit 79 Jakarta
Page 97 OCR 0.947
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 63. 631. 7. Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (68111) Mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa, seperti bangunan apartemen, bangunan tempat tinggal dan bangunan bukan tempat tinggal (seperti tempat pameran, fasilitas penyimpanan pribadi, mall, pusat perbelanjaan dan lainnya) serta penyediaan rumah dan flat atau apartemen dengan atau tanpa perabotan untuk digunakan secara permanen, baik dalam bulanan atau tahunan. Termasuk kegiatan penjualan tanah, pengembangan gedung untuk dioperasikan sendiri (untuk penyewaan ruang-ruang di gedung tersebut), pembagian real estat menjadi tanah kapling tanpa pengembangan lahan dan pengoperasian kawasan tempat tinggal untuk rumah yang bisa dipindah-pindah. 8. Aktivitas Kantor Pusat (70100) Mencakup pengawasan dan pengelolaan unit-unit perusahaan yang lain atau enterprise, pengusahaan strategi atau perencanaan organisasi dan pembuatan keputusan dari peraturan perusahaan atau enterprise. Unit-unit dalam kelompok ini melakukan control operasi pelaksanaan dan mengelola operasi unit-unit yang berhubungan. Kegiatan yang termasuk dalam kelompok ini antara lain kantor pusat, kantor administrasi pusat, kantor yang berbadan hukum, kantor distrtik dan kantor wilayah dan kantor manajemen cabang. 9. Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi Rekayasa Lainnya (72109) Mencakup usaha penelitian dan pengembangan yang dilakukan secara teratur (sistematik), yang diselenggarakan oleh swasta, berkaitan dengan teknologi (sistematik), yang diselenggarakan oleh swasta, berkaitan dengan teknologi dan rekayasa (engineering) lainnya. 10. Penelitian Pasar (73201) Mencakup usaha penelitian potensi pasar, penerimaan produk di pasar, kebiasaan dan tingkah laku konsumen, dalam kaitannya dengan promosi penjualan dan pengembangan produk baru. Entitas Anak PT Citra Lautan Teduh (“CLT”) Pada tahun 1994, didirikanlah PT Citra Lautan Teduh (“CLT”) di Batam. Proses akuisisi saham CLT oleh WTON dilakukan secara bertahap, dimulai dengan 906 pada tanggal 12 September 2014, dan meningkat menjadi 99,506 pada tanggal 5 Desember 2014. Sebagai entitas anak Perseroan, CLT berfokus pada kegiatan pabrikasi tiang pancang beton putar pra- tekan, yang juga dikenal sebagai pre-tensioned centrifugal precast concrete piles. Produk ini merupakan salah satu jenis material tiang pancang yang sering digunakan dalam konstruksi pondasi alam (depth foundation) untuk berbagai jenis bangunan, termasuk gedung, pelabuhan, jembatan. tangki minyak, dan struktur lainnya. Hingga akhir tahun 2022, kepemilikan saham Perseroan atas CLT mencapai 99,5”4, sementara 0,5Y4 sisanya dimiliki oleh Koperasi Karyawan Beton Makmur Wijaya. Business Valuation Unit 80 Jakarta
Page 98 OCR 0.941
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Aktivitas Usaha Performa positif CLT di tahun 2024 didukung oleh kebijakan dan langkah strategis sebagai berikut: Mencari informasi terkait pasar, menetapkan pricing strategy dan pengkinian informasi terkait kapasitas produksi. Memastikan fasilitas produksi dan lahan stockyard, konsisten terhadap mutu dan K3, dan memastikan ketersediaan material. Melakukan pengendalian atas biaya, selektif memilih mitra kerja, dan memitigasi kemungkinan risiko. Melakukan percepatan pencairan termin. Memanfaatkan fasilitas kredit perbankan. 6.3.2.PT Wijaya Karya Komponen Beton (“WIKA BETON”) Pada tahun 2012, Perseroan bersinergi dengan PT Komponindo Betonjaya (KOBE) untuk membentuk PT Wijaya Karya Komponen Beton (“WIKA KOBE”). WIKA KOBE didirikan sesuai dengan Anggaran Dasar yang berlaku guna mengantisipasi permintaan produk beton dari berbagai proyek yang dibiayai oleh Pemerintah Jepang, termasuk proyek MRT di Jakarta. Hingga akhir tahun 2023, WTON menguasai mayoritas saham WIKA KOBE, yaitu sebanyak 51Y4o, sementara 49Y4 sisanya dimiliki oleh PT Komponindo Beton Jaya. Aktivitas Usaha Performa positif WIKA KOBE di tahun 2024 didukung oleh kebijakan dan langkah strategis sebagai berikut: Sinergi dengan Holding Company untuk perluasan pasar dalam rangka perolehan Omzet Kontrak dan mendongkrak Omzet Penjualan, Pengawalan terhadap proyek MRT Fase 2, untuk memastikan diperolehnya kontrak proyek tunnel segment dan produk beton lainnya: Pengelolaan cash flow yang penuh kehati-hatian dan fokus pada pengeluaran yang memberikan nilai tambah: Memastikan kapasitas produksi tercapai maksimal: Menjaga konsistensi mutu pelaksanaan produksi beton pracetak maupun proyek konstruksi, Pemilihan mitra kerja atau sub kontraktor yang andaldan berpengalaman: dan Melakukan strategic partner dengan Holding Company dan/ atau perusahaan lain untuk memperkuat dan memperluas jaringan bisnis. Business Valuation Unit 81 fakarta
Page 99 OCR 0.909
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 6.3.3. PT Wijaya Karya Krakatau Beton (“WIKA KRATON”) Pada tahun 2013, WIKA Beton, PT Krakatau Engineering (bagian dari Krakatau Steel Group) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk bekerjasama mendirikan joint venture yang melahirkan PT Wijaya Karya Krakatau Beton (WIKA KRATON). Pada tanggal 12 April 2021, PT Krakatau Wajatama membeli saham PT Krakatau Engineering di WIKA KRATON sebesar 30Yo, selanjutnya pada tanggal 1 September 2021 PT Krakatau Wajatama secara resmi mengubah nama perusahaannya menjadi PT Krakatau Baja Konstruksi. Hingga akhir tahun 2024, Perseroan menguasai 60,00” saham WIKA KRATON, sementara PT Krakatau Baja Konstruksi memiliki 30,006 kepemilikan saham, dan WIKA memiliki 10,00Y6. Aktivitas Usaha Performa positif WIKA KRATON di tahun 2024 didukung oleh kebijakan dan langkah strategis sebagai berikut: # WIKA KRATON berfokus pada trading atau penjualan produk dengan pencapaian laba yang tinggi, « WIKA KRATON selektif memilih proyek dengan risiko yang rendah untuk menjaga keseimbangan cash flow Perusahaan, dan « WIKA KRATON menggalakkan program cost reduction di berbagai lini bisnis Perusahaan, 6.3.4. PT Wijaya Karya Pracetak Gedung (“WPG”) Pada tahun 2016, Perseroan menjalin kerja sama dengan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (“WEGE”) untuk mendirikan PT Wijaya Karya Pracetak Gedung (“WPG”) yang berfokus pada industri, perdagangan, dan jasa pemasangan beton pracetak gedung, komponen atau material gedung, perumahan, bangunan industri, dan pergudangan, baik di dalam maupun di luar negeri, serta melakukan investasi. Pada tahun 2022, Perseroan mengakuisisi saham WEGE sebesar 26 di WPG dengan nilai pembelian sebesar Rp270 per saham dan jumlah saham sebanyak 10 juta lembar, senilai total Rp2,7 miliar. Hingga akhir tahun 2024, Perseroan memiliki 51,00Yo saham WPG, sedangkan WEGE memegang sisanya sebanyak 49.00Y4. Aktivitas Usaha Performa WPG di tahun 2024 didukung oleh kebijakan dan langkah strategis sebagai berikut: # Melaksanakan project selection dan project execution. # Menargetkan berbagai proyek precast building dan precast industrial. # Menargetkan berbagai proyek design build, gedung perbankan, gedung pendidikan, dan gedung kesehatan. « Menerapkan sistem sentralisasi komersial dan keuangan. # Menyelesaikan piutang proyek, menjaga cash flow dalam kondisi sehat, dan memperkuat modal kerja yang diperoleh dari perbankan. Business Valuation Unit 7 82 Jakarta
Page 100 OCR 0.949
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 64. 6.5. Penambahan Kegiatan Usaha Sebagai bentuk penyelarasan fokus bidang usaha utama (core business) di WIKA Group termasuk anak perusahaan. WTON melakukan penghapusan Kegiatan Usaha Instalasi Listrik Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dengan kode KBLI 43211 dalam RUPST Tahun Buku 2022 tanggal 09 Mei 2023 sebagaimana termuat dalam Akta Anggaran No. 09 tanggal 08 Juni 2023. Pelaksanaan kegiatan usaha WTON berupa penjualan tiang listrik beton termasuk beberapa tender pengadaannya dipersyaratkan untuk memiliki Surat izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (“SIUJPTL”), yang dapat diproses apabila WTON memiliki KBLI kode 43211. Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan adanya penambahan KBLI kode 43211 yang mencakup kegiatan pembangunan, pemasangan, pemeliharaan, pembangunan kembali instalasi listrik pada pembangkit, transmisi, gardu induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu daya, dan instalasi listrik pada bangunan gedung baik untuk hunian maupun non hunian, seperti pemasangan jaringan listrik tegangan rendah. Termasuk kegiatan pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api, dan lapangan udara, ke dalam pasal Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan. Figur 41. Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha WTON 1. | Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik 43211 atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik Sumber: Manajemen WTON Adapun penjelasan secara rinci terkait KBLI penambahan usaha sebagai berikut: # KBLI 43211 Instalasi Listrik: Kelompok ini mencakup kegiatan pembangunan, pemasangan, pemeliharaan, pembangunan kembali instalasi listrik pada pembangkit, transmisi, gardu induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu daya, dan instalasi listrik pada bangunan gedung baik untuk hunian maupun non hunian, seperti pemasangan instalasi jaringan listrik tegangan rendah. Termasuk kegiatan pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api dan lapangan udara. Kemampuan Untuk Menciptakan nilai Penambahan kegiatan usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik oleh WTON merupakan langkah strategis yang diyakini akan memberikan nilai tambah signifikan secara operasional, finansial, maupun reputasi perusahaan. Penambahan ini sejalan dengan arah diversifikasi usaha dan penguatan portofolio infrastruktur WTON. Kemampuan WTON dalam menciptakan nilai dari kegiatan usaha baru ini dapat dianalisis melalui beberapa perspektif berikut: Business Valuation Unit 83 Jakarta
Page 101 OCR 0.947
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 1 ili. Pemanfaatan Peluang Usaha Infrastruktur Energi Penambahan kegiatan ini memungkinkan WTON masuk ke sektor energi, khususnya dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dibutuhkan oleh sektor industri dan properti. Kegiatan pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik memiliki permintaan yang stabil dan terus tumbuh, seiring dengan peningkatan pembangunan kawasan industri, kawasan ekonomi khusus (KEK), dan proyek-proyek energi terbarukan. Melalui proyek-proyek kelistrikan, WTON dapat menciptakan arus pendapatan baru yang konsisten serta memaksimalkan utilisasi sumber daya teknis yang telah dimiliki, Pengelolaan Sumber Daya yang Efektif Sumber Daya Manusia: WTON telah memiliki tenaga ahli internal dengan sertifikasi K3 dan elektrikal, memungkinkan pengelolaan proyek tanpa harus sepenuhnya mengandalkan pihak ketiga. Ini meningkatkan efisiensi dan kontrol kualitas. Sistem Operasi: Skema kemitraan kerja untuk operator dan optimalisasi SDM internal untuk posisi pengawas memberikan efisiensi biaya dan fleksibilitas tinggi dalam pelaksanaan proyek. Penggunaan Teknologi: Dukungan teknologi konstruksi dan sistem manajemen proyek digital memungkinkan pelaksanaan pembangunan instalasi listrik yang efisien dan tepat waktu. Pengelolaan Risiko Risiko Teknis dan Operasional: Dikelola dengan pengawasan proyek yang ketat, penggunaan material yang sesuai standar kelistrikan nasional, dan uji kelayakan instalasi yang menyeluruh. Risiko Kepatuhan dan Legalitas: Dipastikan melalui pemenuhan regulasi teknis dari Kementerian ESDM, SNI, serta sertifikasi dari tenaga kerja yang terlibat dalam pemasangan instalasi listrik. Risiko Pasar: Risiko permintaan diminimalkan dengan menjalin kerja sama strategis dengan mitra industri dan BUMN. serta mengikuti tender proyek energi nasional, Inovasi Model Bisnis Model Kontrak Berbasis Kinerja: Peluang pengembangan kontrak berbasis milestone dan hasil kerja memberikan fleksibilitas pembiayaan proyek dan peningkatan profitabilitas. Layanan Terintegrasi: Penawaran layanan yang mencakup pembangunan fisik, instalasi, dan commissioning sistem tenaga listrik memungkinkan pelanggan memperoleh solusi satu pintu (one-stop solution), yang meningkatkan daya tarik dan diferensiasi layanan WTON. Business Valuation Unit 84 fakarta
Page 102 OCR 0.941
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 6.6. # Pengumpulan Data Proyek dan Analitik Kinerja: Memberi masukan untuk peningkatan efisiensi proyek, serta penyesuaian strategi pemasaran dan operasional berdasarkan data aktual. Dengan melakukan penambahan kegiatan usaha ini, nilai tambah yang diperoleh oleh WTON meliputi: Diversifikasi Pendapatan dari sektor energi dan infrastruktur kelistrikan. Penguatan portofolio proyek jangka menengah dan panjang. Peningkatan utilisasi SDM dan fasilitas produksi, yang sebelumnya hanya difokuskan pada sektor beton pracetak. Peningkatan brand eguity sebagai perusahaan infrastruktur yang terintegrasi dan mampu menangani proyek multibidang. Keunggulan Kompetitif WTON meyakini bahwa keunggulan kompetitif yang dimilikinya akan menjadi faktor penentu dalam keberhasilan ekspansi usaha di bidang pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik. Keunggulan-keunggulan ini memberikan pondasi kuat bagi WTON untuk bersaing secara efektif di pasar ketenagalistrikan nasional. Berikut adalah keunggulan kompetitif utama yang dimiliki oleh WTON: Reputasi dan Pengalaman sebagai Pemain Kuat di Industri Beton Pracetak WTON merupakan anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang telah lama dikenal sebagai pemimpin di industri beton pracetak. Reputasi ini memberikan kredibilitas tinggi dalam proyek infrastruktur nasional, termasuk proyek ketenagalistrikan. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mendukung integrasi vertikal menuju sektor instalasi listrik. Ketersediaan Infrastruktur Produksi yang Strategis WTON memiliki enam pabrik produk beton yang tersebar di berbagai wilayah strategis di Indonesia, Infrastruktur ini memungkinkan efisiensi logistik dan pengiriman komponen pendukung instalasi kelistrikan, serta mempercepat respons terhadap kebutuhan proyek-proyek skala besar di berbagai daerah. Kapasitas SDM yang Tersertifikasi dan Kompeten WTON memiliki tenaga ahli internal yang tersertifikasi dalam bidang elektrikal dan K3 kelistrikan, seperti Kepala Seksi Produksi dan Ahli Muda Engineering. Kompetensi teknis ini mendukung kemampuan internal WTON untuk langsung menangani proyek instalasi listrik tanpa ketergantungan berlebih pada tenaga eksternal. Model Operasional yang Efisien dan Adaptif Alih-alih menambah pegawai tetap, WTON mengadopsi skema kemitraan kerja untuk operator teknis, sementara tenaga pengawas diambil dari sumber daya internal. Model ini memungkinkan efisiensi biaya dan fleksibilitas operasional, sambil tetap menjamin kualitas pelaksanaan proyek melalui standar kualifikasi teknis yang ketat. Business Valuation Unit 85 Jakarta
Page 103 OCR 0.951
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 6.7. 5. Sinergi dengan Proyek Pemerintah dan BUMN Sebagai bagian dari grup WIKA, WTON memiliki keunggulan dalam menjalin kerja sama strategis dengan proyek-proyek pemerintah dan BUMN, termasuk proyek ketenagalistrikan yang seringkali melibatkan PLN dan kementerian terkait. Sinergi ini membuka peluang pasar yang besar dan berkelanjutan. 6. Kemampuan Produksi Modular dan Adaptif terhadap Iklim Ekstrem Dengan latar belakang kuat dalam manufaktur beton modular, WTON mampu mengadopsi metode instalasi listrik yang cepat dan efisien, terutama dalam kondisi iklim ekstrem atau medan sulit. Ini menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan proyek dengan tenggat waktu ketat atau risiko lingkungan tinggi. 7. Komitmen terhadap Kualitas, K3, dan Regulasi Teknis WTON menerapkan sistem guality control dan K3 yang ketat sesuai standar ISO, SNI, dan regulasi ketenagalistrikan nasional. Komitmen terhadap keselamatan dan kualitas kerja menjadi keunggulan penting dalam membangun kepercayaan klien dan menjaga reputasi perusahaan. 8. Kemampuan Integrasi Rantai Pasokan Material dan Komponen Listrik Dengan membangun kontrak jangka panjang dengan pemasok lokal dan mematuhi kebijakan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri), WTON memastikan ketersediaan material dengan harga bersaing serta mendukung program pemerintah untuk industri nasional. 9. Dukungan Keuangan dan Struktur Grup Usaha yang Kuat Sebagai bagian dari WIKA Group, WTON memiliki dukungan finansial dan struktur perusahaan yang solid, yang memungkinkannya mengakses skema pembiayaan proyek berbasis milestone dan kerja sama dengan lembaga pembiayaan. Hal ini meningkatkan kemampuan WTON dalam mengelola proyek-proyek instalasi listrik berskala besar. Analisis Industri Industri pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik yang akan dimasuki oleh PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) memiliki prospek yang sangat menjanjikan, baik dari aspck teknis maupun ekonomis. Secara teknis, keberhasilan usaha ini sangat bergantung pada tersedianya tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi di bidang kelistrikan, kepatuhan terhadap standar keselamatan dan regulasi dari Kementerian ESDM dan PLN, serta kemampuan rekayasa teknis dan manajemen proyek yang telah menjadi keunggulan WTON dalam sektor konstruksi nasional. Penggunaan teknologi modern seperti Building Information Modeling (BIM) dan Internet of Things (IoT) juga akan meningkatkan efisiensi dan kualitas instalasi tenaga listrik yang dibangun. Dari sisi ekonomi, peluang pasar sangat besar seiring dengan meningkatnya permintaan instalasi kelistrikan dari sektor industri, properti, kawasan ekonomi khusus, dan proyek energi baru terbarukan (EBT). Pemerintah Indonesia yang sedang gencar memperluas elektrifikasi dan mendorong pemanfaatan energi hijau turut menciptakan potensi proyek bernilai tinggi yang bisa digarap oleh WTON. Selain itu, posisi strategis WTON sebagai anak Business Valuation Unit 86 Jakarta
Page 104 OCR 0.949
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 6.8. usaha BUMN membuka peluang kemitraan jangka panjang dalam proyek infrastruktur kelistrikan nasional. Meski demikian, tingkat persaingan di industri ini cukup tinggi, yang menuntut WTON untuk terus meningkatkan kapabilitas teknis, memperluas portofolio layanan menjadi solusi end- to-end dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang terus berkembang. Dengan strategi yang tepat, penambahan kegiatan usaha ini tidak hanya memperluas lini bisnis WTON, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi konstruksi dan kelistrikan yang terintegrasi di Indonesia. Analisis Risiko Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh WTON di bidang Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik tidak terlepas dari risiko usaha yang disebabkan oleh berbagai faktor yang akhirnya dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan kesehatan bisnis, Risiko-risiko tersebut antara lain: # Risiko Ketidaksesuaian Regulasi: Kegiatan pembangunan dan pemasangan instalasi listrik harus mematuhi regulasi teknis dan keselamatan yang ketat dari Kementerian ESDM, PUPR, dan lembaga standar nasional seperti SNI. Ketidaksesuaian dapat menyebabkan proyek dihentikan atau dikenai sanksi. Kegiatan operasi industri beton pracetak melibatkan penggunaan air, pembuangan limbah dan pembuangan emisi lain yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Meskipun sampai pada saat ini belum terdapat peraturan khusus untuk kegiatan usaha Perseroan, tidak menutup kemungkinan di kemudian hari akan terdapat kebijakan dan peraturan baru dari Permerintah atau pihak berwenang lainnya dalam mengatur kegiatan usaha Perseroan. Kebijakan baru ini dapat mempengaruhi kegiatan operasional Perseroan karena kegiatan usaha Perseroan dapat dihentikan apabila terdapat bukti kegagalan Perseroan dalam memenuhi peraturan dan kinerja keuangan Perseroan karena terdapat biaya yang cukup besar untuk memperoleh kegiatan usaha. # Risiko Perizinan dan Legalitas: Proses perizinan usaha instalasi tenaga listrik melibatkan prosedur yang kompleks dan waktu yang panjang. Keterlambatan atau kegagalan memperoleh izin dapat menghambat pelaksanaan proyek dan menimbulkan kerugian investasi awal. # Risiko Kekurangan Tenaga Ahli: Pekerjaan kelistrikan memerlukan teknisi bersertifikat dan berpengalaman. Ketersediaan SDM dengan kompetensi kelistrikan (khususnya untuk tegangan menengah dan tinggi) menjadi tantangan tersendiri. « Risiko Kegagalan Teknis: Kesalahan desain, pemasangan, atau pemilihan komponen dapat menyebabkan gangguan operasional atau kecelakaan serius, yang berdampak hukum dan reputasi terhadap perusahaan. #« Risiko Keamanan dan Keselamatan Kerja: Proyek kelistrikan berisiko tinggi terhadap kecelakaan kerja dan kerusakan peralatan. Kegagalan menerapkan sistem K3 secara menyeluruh akan meningkatkan potensi kerugian dan tuntutan hukum. Business Valuation Unit 87 Jakarta
Page 105 OCR 0.952
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 6.9. Risiko Finansial: Investasi awal untuk pengadaan peralatan, pelatihan SDM, dan pengembangan sistem kerja kelistrikan cukup besar. Jika proyek gagal atau pasar tidak berkembang sesuai harapan, risiko kerugian modal meningkat. Risiko Reputasi: Keterlibatan dalam proyek kelistrikan yang bermasalah, seperti kegagalan pasokan, pemadaman akibat instalasi rusak, atau pelanggaran aturan keselamatan, dapat merusak citra WTON sebagai perusahaan konstruksi nasional. Risiko Persaingan Usaha: Industri kelistrikan telah dihuni oleh pemain lama dengan pengalaman dan sertifikasi lengkap. WTON sebagai pendatang baru harus bersaing dalam harga, kualitas, dan kecepatan tanpa pengalaman panjang di bidang tersebut. Risiko Rantai Pasok: Keterlambatan pengadaan komponen listrik (misal: trafo, kabel khusus, peralatan proteksi) dapat menghambat proyek secara keseluruhan, terlebih jika terjadi gangguan global (seperti krisis logistik atau geopolitik). Risiko Ketergantungan pada Proyek Pemerintah: Sebagian besar proyek listrik skala besar bergantung pada belanja pemerintah (melalui PLN). Ketergantungan tinggi pada anggaran negara dan kebijakan PLN menjadi faktor risiko tersendiri jika terjadi pemangkasan atau penundaan proyek. Risiko Iklim Ekstrem dan Musiman: Aktivitas konstruksi dan instalasi tenaga listrik sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Curah hujan tinggi, banjir, badai, dan musim penghujan berkepanjangan dapat menghambat jadwal kerja, meningkatkan biaya proyek, serta menurunkan produktivitas di lapangan. Risiko Bencana Alam: Indonesia merupakan wilayah rawan bencana alam seperti gempa bumi, tanah longsor, letusan gunung berapi, dan tsunami. Instalasi listrik yang dibangun di wilayah berisiko tinggi dapat rusak atau hancur akibat bencana ini, menimbulkan kerugian aset, gangguan layanan, dan tanggung jawab pemulihan. Selain itu, konstruksi di wilayah rawan bencana memerlukan biaya tambahan untuk desain tahan bencana. Risiko Perubahan Iklim Jangka Panjang: Perubahan iklim dapat berdampak pada kestabilan pasokan listrik, terutama untuk proyek-proyek yang terhubung ke sumber energi terbarukan (misalnya: tenaga surya dan angin). Fluktuasi suhu dan cuaca ekstrem jangka panjang juga bisa mempercepat kerusakan fisik pada infrastruktur listrik yang dibangun. Analisis SWOT Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi dianalisis supaya dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing. Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity and Ihreat). Strategi penambahan kegiatan usaha Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik dilakukan dengan membuat SWOT matriks. SWOT matriks ini dibangun berdasarkan faktor-faktor strategi, baik internal (kekuatan dan Business Valuation Unit 88 Jakarta
Page 106 OCR 0.941
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk kelemahan) maupun eksternal (peluang dan ancaman). Berdasarkan matriks posisi analisis SWOT yang ada maka dapat disusun 4 (empat) strategi utama, yaitu Strengths — Opportunities (S — O), Weakness — Opportunity (W — O), Stregth — Threat (S — T), dan Weaknes — Threat (W — T). 42. Analisis SWOT Faktor Internal Faktor Eksternal Peluang / Opportunity # Peningkatan proyek EBT (Energi Baru Terbarukan) dan elektrifikasi nasional # Permintaan meningkat terhadap EPC (Engineering, Procurement, Construction) terintegrasi » Potensi sinergi dalam proyek infrastruktur besar (jalan tol, pabrik, Pelabuhan) # Akses terhadap tender proyek pemerintah dan BUMN melalui grup usaha Ancaman / Threat # Persaingan ketat dari perusahaan spesialis instalasi Listrik » Regulasi ketat dari ESDM dan PLN terkait instalasi dan keselamatan Listrik # Fluktuasi harga komponen listrik dan risiko pasokan bahan material » Ketergantungan pada proyek jangka panjang dengan pembayaran yang cenderung tertunda Reputasi dan pengalaman kuat dalam industri konstruksi nasional Jaringan proyek yang luas di sektor infrastruktur dan BUMN Dukungan dari induk usaha (Wijaya Karya Group) dalam aspek finansial dan operasional Kemampuan manajerial dan logistik proyek berskala besar Strategi (“SO”) Melakukan pemanfaatan reputasi dan jaringan proyek WTON untuk memasuki proyek-proyek EPC dan energi terbarukan. Menggunakan dukungan dari WIKA Group untuk penetrasi ke proyek kelistrikan nasional dan BUMN. Strategi (“ST”) Menggunakan kemampuan logistik dan manajemen proyek besar untuk mengungguli pesaing dalam hal efisiensi dan skala. Mengoptimalkan reputasi dan sistem manajemen mutu WTON untuk memenuhi standar tinggi regulasi kelistrikan. Butuh investasi modal dan SDM bersertifikasi kelistrikan Potensi konflik fokus antara bisnis inti beton pracetak dan usaha baru Risiko adaptasi terhadap regulasi teknis ketat di sektor tenaga listrik Strategi (“WO”) Melakukan perekrutan tenaga ahli listrik bersertifikasi dan bangun tim kelistrikan internal. Mitra strategis dengan perusahaan spesialis untuk alih teknologi dan percepatan learning curve. Memulai proyek kelistrikan dari skala kecil-menengah sebagai uji coba pasar dan minimalkan risiko awal. Membangun sistem pemantauan risiko dan compliance sejak awal untuk menghindari pelanggaran regulasi.meningkatkan kapasitas operasional. 89 Business Valuation Unit Jakarta
Page 107 OCR 0.954
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 6.10. Kesimpulan Sebagai bagian dari penyelarasan arah strategis WIKA Group, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menambahkan kegiatan usaha baru berdasarkan KBLI 43211 -— Instalasi Listrik, yang sebelumnya sempat dihapus dari Anggaran Dasar. Kegiatan ini meliputi pembangunan, pemasangan, dan pemeliharaan instalasi listrik untuk pembangkit, jaringan transmisi dan distribusi, serta sistem kelistrikan di berbagai infrastruktur seperti jalan, kereta api, dan lapangan udara. Penambahan ini dimaksudkan untuk memperkuat daya saing perusahaan dalam mengikuti tender proyek kelistrikan, terutama melalui kepemilikan izin usaha jasa penunjang tenaga listrik (SIUJPTL). Kegiatan usaha baru ini dinilai dapat menciptakan nilai tambah bagi WTON, baik secara operasional, keuangan, maupun reputasi. Dari sisi operasional, WTON memiliki peluang besar untuk terlibat dalam proyek-proyek strategis di sektor energi dan kelistrikan, termasuk energi baru dan terbarukan (EBT), kawasan industri, serta kawasan ekonomi khusus. Secara internal, WTON juga memiliki SDM bersertifikasi di bidang K3 dan elektrikal, serta sistem operasi yang efisien melalui penggunaan teknologi dan pola kemitraan kerja. Dari sisi manajemen risiko, WTON telah mengantisipasi potensi risiko teknis, legal, dan pasar melalui pemenuhan standar nasional, sertifikasi teknis, serta kerja sama dengan mitra strategis. Inovasi layanan berbasis EPC (Engineering, Procurement, Construction) dan model bisnis kontrak berbasis kinerja juga menjadi kunci untuk memberikan solusi terintegrasi bagi pelanggan. Keunggulan kompetitif WTON dalam mendukung kegiatan baru ini mencakup reputasi kuat di industri konstruksi nasional, jaringan logistik melalui enam pabrik beton strategis, tenaga kerja tersertifikasi, serta sinergi dengan proyek-proyek BUMN dan pemerintah. Kemampuan produksi modular dan kepatuhan terhadap standar seperti ISO dan SNI juga memperkuat posisi WTON dalam bersaing di sektor kelistrikan. Selain itu, efisiensi rantai pasok dan dukungan dari induk usaha WIKA Group memberikan kestabilan finansial yang mendukung ekspansi usaha. Dari sisi industri, sektor instalasi listrik menunjukkan prospek yang cerah seiring meningkatnya proyek elektrifikasi nasional dan pengembangan EBT. Pemanfaatan teknologi seperti BIM dan IoT juga mendorong efisiensi dan integrasi layanan. Namun demikian, tantangan tetap ada, seperti persaingan ketat, tuntutan inovasi, serta regulasi yang kompleks dan ketat. WTON juga telah mengidentifikasi risiko-risiko usaha, baik dari aspek operasional, regulasi, persaingan, keuangan, hingga faktor eksternal seperti bencana alam dan kondisi sosial. Untuk menghadapi ini, perusahaan mengembangkan strategi mitigasi risiko serta adaptasi teknologi dan SDM yang berkelanjutan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa WTON memiliki kekuatan dalam reputasi, jaringan proyek, dan dukungan induk usaha. Peluang besar di sektor EBT dan infrastruktur kelistrikan dapat dimanfaatkan melalui strategi SO dan WO, sementara tantangan eksternal ditangani melalui pendekatan ST dan WT, termasuk penguatan manajemen risiko dan pengembangan SDM yang kompeten. Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen WTON dilihat dari segmen usaha, kemampuan untuk mencipatan nilai serta keunggulan kompetitif dan Business Valuation Unit 90 Jakarta
Page 108 OCR 0.902
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk melihat analisis industri, risiko dan analisis SWOT dalam rencana penambahan kegiatan usaha, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pola bisnis Layak. Business Valuation Unit » Jukartu
Page 109 OCR 0.950
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 7. T 12. ASPEK MODEL MANAJEMEN Model Manajemen Sistem organisasi dan manajemen yang efektif sangat penting untuk mendukung terciptanya perusahaan yang teratur dalam pengendalian internal, sehingga dapat membangun perusahaan yang solid dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Struktur organisasi dan manajemen yang baik berkaitan erat dengan koordinasi kerja yang terorganisir dan terarah. Setiap organisasi memerlukan pembagian tugas yang jelas, disesuaikan dengan bagan organisasi, delegasi wewenang yang tegas, serta koordinasi yang terintegrasi. Penempatan tenaga kerja yang tepat sesuai dengan pengalaman, keahlian, dan keterampilan mereka menjadi faktor kunci dalam implementasi kebijakan perusahaan. Hal ini akan mempermudah proses delegasi tugas antara unit yang ada, yang pada gilirannya akan memperlancar kinerja perusahaan. Oleh karena itu, struktur organisasi perusahaan harus dijadikan pedoman dalam menjalankan operasionalnya. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen Seiring dengan rencana penambahan kegiatan usaha dalam sektor instalasi listrik dan optimalisasi produksi tiang beton, WTON melakukan penyesuaian organisasi untuk menjawab kebutuhan operasional yang semakin kompleks di & lokasi pabrik. Dalam pelaksanaannya, WTON memerlukan 24 orang pengawas (4 orang untuk 2 jalur produksi di setiap pabrik) dan 318 orang operator (53 orang per lokasi pabrik untuk 2 jalur produksi). Dari jumlah tersebut, WTON akan memanfaatkan tenaga pengawas dari sumber daya internal yang telah ada, sedangkan kebutuhan operator akan dipenuhi melalui skema kemitraan kerja sesuai standar kualifikasi teknis yang telah ditetapkan. WTON telah memiliki kapasitas manajerial yang mumpuni untuk mendukung ekspansi usaha ini. Hal ini tercermin dari ketersediaan tenaga ahli internal yang telah berpengalaman dan tersertifikasi di bidang elektrikal konstruksi dan keselamatan kerja (K3) listrik. Beberapa di antaranya termasuk Safriadi (Kepala Seksi Produksi), Irwan Setiawan (Ahli Madya Pengendalian), dan Heru Permana (Ahli Muda Engineering-Peralatan), yang telah lama menangani aspek teknis dan produksi di bidang beton pracetak, Selain itu, dukungan penuh dari jajaran profesional di bidang K3 listrik seperti Mohamad Suliswanto (Kepala Seksi Peralatan), Angga Putra Pratama dan Muhammad Faris Sirojul Munir (Asisten Kepala Seksi Peralatan), memastikan bahwa proses produksi dapat berjalan dengan aman dan sesuai regulasi ketenagalistrikan yang berlaku. WTON tidak melakukan penambahan pegawai tetap dalam waktu dekat, melainkan mengoptimalkan tenaga ahli internal yang telah terlatih serta membangun kemitraan dengan pihak ketiga untuk memenuhi kebutuhan operator teknis. Strategi ini diyakini efektif dalam menjaga efisiensi operasional tanpa mengurangi kualitas dan ketepatan dalam pelaksanaan penambahan kegiatan usaha. Business Valuation Unit 92 Jakarta
Page 110 OCR 0.945
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 13. Manajemen WTON meyakini bahwa struktur organisasi yang ada, didukung oleh kapasitas teknis dan pengalaman SDM internal, telah cukup siap dan mampu menjalankan rencana ekspansi usaha ini secara optimal dan berkelanjutan. Manajemen Risiko Seperti halnya dengan ekspansi usaha yang dilakukan oleh berbagai perusahaan, penambahan kegiatan usaha WTON dalam bidang pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik juga menghadapi berbagai risiko. Risiko tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun internal. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi dampak risiko tersebut. WTON telah melakukan identifikasi dan analisis terhadap potensi risiko yang mungkin muncul beserta dampaknya. Berikut adalah risiko yang telah diidentifikasi berdasarkan analisis risiko yang telah dijelaskan dalam aspek pola bisnis beserta strategi mitigasi yang diterapkan, yaitu sebagai berikut: Ra 43. Manajemen Risiko Rekrut tenaga ahli, kerja sama 1. | Risiko Kekurangan Tenaga Ahli dengan mitra berpengalaman, pelatihan internal Konsultasi hukum dan kepatuhan, Risiko Perizinan dan Regulasi membentuk unit legal khusus proyek listrik Diversifikasi proyek ke sektor swasta, ekspansi ke proyek BUMD dan swasta nasional Penguatan nilai tambah: efisiensi, 4. | Risiko Persaingan Pasar harga kompetitif, lokasi pabrik strategis, layanan pascapenjualan Pengelolaan arus kas ketat, pembiayaan proyek berbasis milestone, kerja sama dengan lembaga pembiayaan Sistem guality control dan safety 6. | Risiko Reputasi Perusahaan ketat, manajemen komunikasi krisis, laporan transparan kepada publik Kontrak jangka panjang dengan 7. | Risiko Pasokan Material dan Komponen Listrik | pemasok, penggunaan komponen dalam negeri sesuai TKDN SOP K3 wajib, pelatihan 8. | Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja keselamatan rutin, audit berkala, asuransi tenaga kerja Uji coba sistem, sertifikasi ISO dan 10. | Risiko Kualitas dan Kegagalan Teknis SNI, pengawasan ketat selama pemasangan Penjadwalan proyek fleksibel, buffer 11. | Risiko Gangguan Proyek karena iklim ekstrim waktu, teknologi modular untuk instalasi cepat » 3 Ketergantungan pada PLN atau Proyek “| Pemerintah S. | Risiko Finansial dan Modal Kerja Business Valuation Unit 93 Jakarta
Page 111 OCR 0.932
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk TA. Ie. tigasi Risiko Bentana Alam (Gempa Longsor Studi geoteknik dan risiko alam awal, 12. £ ng desain tahan bencana, asuransi Tsunami, Gunung Api) proyek Evaluasi teknologi ramah iklim, 13. | Risiko Perubahan Iklim sistem pemantauan berkelanjutan, adaptasi desain Sumber Daya Manusia Salah satu faktor kunci yang sangat menentukan keberhasilan dalam pengelolaan perusahaan adalah peran penting yang dimainkan oleh sumber daya manusia yang menangani berbagai aspek operasional. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya manajemen yang profesional dan terampil dalam setiap fungsi operasional perusahaan, agar semua kegiatan dapat berjalan secara efisien dan efektif. Manajemen yang baik akan memastikan koordinasi yang optimal antara berbagai divisi dan departemen, serta mampu mengelola sumber daya dengan baik untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat meminimalkan kesalahan, meningkatkan produktivitas, dan menghadapi tantangan dengan lebih baik. Untuk mendukung hal tersebut, struktur organisasi perusahaan disusun dalam bentuk struktur organisasi fungsional, yang memungkinkan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas di setiap fungsi operasional. Struktur ini juga memudahkan pengawasan dan pengendalian, serta menciptakan jalur komunikasi yang lebih terarah dan efisien. Berdasarkan informasi manajemen WTON, WTON tidak melakukan recruitment atau tambahan tenaga kerja pada rencana kegiatan penambahan usaha ini, melainkan WTON akan memanfaatkan tenaga pengawas dari sumber daya internal yang telah ada, sedangkan kebutuhan operator akan dipenuhi melalui skema kemitraan kerja sesuai standar kualifikasi teknis yang telah ditetapkan. Figur 44. Komposisi Jumlah Karyawan WTON Sebelum dan Sesudah Penambahan Kegiatan Usaha Rencana tambahan ten. kerja penambahan kegiatan usaha (orang) (orang) (orang) 24 #9 ahli - 24 49 ahli Sumber: Manajemen WTON Komposisi Karyawan WTON Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen WTON, hingga 31 Desember 2024, jumlah karyawan yang tercatat sebanyak 982 orang. Berikut adalah rincian distribusi karyawan berdasarkan jenjang jabatan, tingkat pendidikan, usia, dan lokasi penempatan: Bi 45. Jumlah Se Berdasarkan Pa Jabatan Asosiasi 3 'Anak Perusahaan 30 Unit Operasi 69 Business Valuation Unit 4 Jukartu
Page 112 OCR 0.929
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 7.6. Wilayah Penjualan 147 Kantor Pusat 165 Pabrik Produk Beton 568 Sumber: Manajemen WTON Figur 46. Jumlah awan Berdasarkan Tingkatan Pendidikan Doktor (S3) - - Magister (S2) 10 52 Sarjana (S1) 176 236 Diploma (D3/D4) 53 6 SMA 437 - SMA 12 - Jun ah Sumber: Manajemen WTON cab 47. Jumlah Setda Berdasarkan Generasi 688 294 Baby Boomers : 1946 — 1964 0 Gen X 274 Milenial 695 Gen Z 13 Sumber: Manajemen WTON Sumber: Manajemen WTON Kesimpulan Dengan mempertimbangkan aspek model manajemen yang diterapkan, berdasarkan kajian dan data yang tersedia, penambahan kegiatan usaha di bidang pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik oleh WTON dinilai layak secara aspek manajerial dan organisasi. Struktur organisasi yang telah terbangun secara fungsional memungkinkan pembagian tugas yang jelas dan sistem pengawasan yang efisien, sehingga menciptakan koordinasi kerja yang terarah dalam menjalankan operasional yang kompleks, terutama di enam lokasi pabrik yang tersebar. WTON tidak melakukan penambahan tenaga kerja tetap dalam waktu dekat, melainkan mengoptimalkan sumber daya internal khususnya tenaga pengawas yang telah berpengalaman dan tersertifikasi di bidang elektrikal dan keselamatan kerja (K3) listrik. Hal ini menunjukkan efisiensi dalam pengelolaan tenaga kerja tanpa mengorbankan kualitas pelaksanaan proyek. Sementara itu, kebutuhan operator akan dipenuhi melalui skema Business Valuation Unit 95 Jakarta
Page 113 OCR 0.956
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk kemitraan kerja. dengan tetap menjaga standar teknis dan kualifikasi yang tinggi. Pendekatan ini menunjukkan bahwa manajemen telah mengantisipasi kebutuhan kapasitas produksi dan teknis secara realistis dan adaptif. Manajemen WTON juga didukung oleh tim ahli yang kompeten, seperti Kepala Seksi Produksi, Ahli Madya Pengendalian, hingga tenaga profesional di bidang K3 listrik, yang menjamin kualitas dan keamanan dalam pelaksanaan instalasi. Risiko-risiko yang muncul dari ekspansi ini, baik dari sisi operasional, perizinan, pasar, finansial, maupun reputasi, telah diidentifikasi secara menyeluruh oleh manajemen. Berbagai strategi mitigasi telah disusun, termasuk sistem pengendalian mutu dan keselamatan kerja, konsultasi regulasi ketat, serta manajemen komunikasi publik. Penyesuaian juga dilakukan untuk mengantisipasi risiko akibat perubahan iklim dan bencana alam, yang memperkuat kesiapan manajerial dalam menghadapi ketidakpastian eksternal. Berdasarkan hal-hal tersebut, model manajemen yang dimiliki WTON dinilai mampu mengakomodasi ekspansi usaha ini secara efisien, aman, dan berkelanjutan. Dengan struktur organisasi yang solid, tenaga ahli internal yang kompeten, dan strategi mitigasi risiko yang telah dirumuskan, rencana penambahan kegiatan usaha ini dinilai layak dari aspek model manajemen. Business Valuation Unit 96 Jakarta
Page 114 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 8.1. 8.2. ANALISIS ASPEK KEUANGAN Rencana WTON Sebagai bentuk penyelarasan fokus bidang usaha utama (core business) di WIKA Group termasuk anak perusahaan. WTON melakukan penghapusan Kegiatan Usaha Instalasi Listrik Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) dengan kode KBLI 43211 dalam RUPST Tahun Buku 2022 tanggal 09 Mei 2023 sebagaimana termuat dalam Akta Anggaran No. 09 tanggal 08 Juni 2023. Pelaksanaan kegiatan usaha WTON berupa penjualan tiang listrik beton termasuk beberapa tender pengadaannya dipersyaratkan untuk memiliki Surat izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (“SIUJPTL”), yang dapat diproses apabila WTON memiliki KBLI kode 43211. Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan adanya penambahan KBLI kode 43211 yang mencakup kegiatan pembangunan, pemasangan, pemeliharaan, pembangunan kembali instalasi listrik pada pembangkit, transmisi, gardu induk, distribusi tenaga listrik, sistem catu daya, dan instalasi listrik pada bangunan gedung baik untuk hunian maupun non hunian, seperti pemasangan jaringan listrik tegangan rendah. Termasuk kegiatan pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik pada bangunan sipil, seperti jalan raya, jalan kereta api, dan lapangan udara, ke dalam pasal Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan. Rencana Biaya Investasi Berkaitan dengan penambahan kegiatan usaha, WTON secara garis besar rencana Anggaran Biaya Penambahan Kegiatan Usaha yang dibutuhkan oleh WTON dapat disajikan sebagai berikut: Uratan Jumlah Satuan Biaya Total (Rp) (Rp) Bangunan 1 | Bangunan Pabrik 6 4.901.400.000 29.408.400.000 2 | Ruang Workshop 6 624.339.960 3.746.039.760 Prasarana - 1 | Pondasi dan Dudukan Mesin/Alat 6 1.117.944.056 6.707.664.336 2 | Bak Uap 6 247.381.677 1.484.290.062 3 | Bak Limbah 6 836.937.608 5.021.625.648 4 | Ruang & Instalasi Genset 6 336.921.554 2.021.529.324 S | Jembatan Timbang 6 162.645.519 975.873.114 Peralatan - | | Peratalatan Produksi 6 7.638.400.000 45.830.400.000 2 | Peralatan Penunjang Produksi 6 448.400.000 2.690.400.000 & | Peralatas.Lahoratdnn, Bengukirsa 6 367.117.904 2.202.707.424 dan Pengujian 4 | Cetakan 540 72.662.830 39.237.928.200 Total Investasi 139.326.857.868 Sumber: Manajemen WTON Business Valuation Unit 97 Jakarta
Page 115 OCR 0.787
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 8.3. Total biaya investasi untuk penggadaan aset sebesar Rp139.326.857.868.- (Seratus Tiga Puluh Sembilan Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Enam Juta Delapan Ratus Lima Puluh Tujuh Ribu Delapan Ratus Enam Puluh Delapan Rupiah) di 6 (enam) lokasi pabrik yang bersumber dari kas dan setara kas Perseroan. Keseluruhan pembuatan jalur produksi dan penggadaan prasarana serta peralatan merupakan peralatan yang sudah dimiliki oleh WTON. Asumsi — asumsi Proyeksi Keuangan Asumsi — asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan sebelum dan setelah penambahan kegiatan usaha adalah upaya pengembangan bisnis WTON. Proyeksi disusun selama 6 tahun dengan asumsi sebagai berikut: giatan Usaha 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi ' Proyeksi Proyeksi Inflasi 3 Ya 3Yo 3Yo 39 3Yo 3ya Su tahun | 4 soga71 | 5.612.908 | 6268043 | 7.001.273 | 7828257 | 050.721 Penagihan tahun lalu 600.000 | 740.844 | 1.122.582 | 1.253.789 | 1.418.255 | 1.565.651 Pertumbuhan Pendapatan Sebelum 2,3Ya 34,40 11,7Ya 13,1 Yo 10,4 3,0Ya Transaksi HPP 90,7Yo 90,8Ya 90,640 90,6Ya 90.5Ya 90,4Ya Pertambahat: Riaya t306 | a04 5.5 5.5”, Sta 3.096 Usaha Beban Penyisihan Piutang (YoPiutang 1,93Yo 14,405 6,66Ya 8,624 7,88Yo 8,100 Usaha) Perputaran Pisang 69 38 38 30 30 29 Usaha Hutang Usaha 6 85 79 72 69 61 Asumsi Incremental Penambahan Sasaran TI 295.141 364.510 | 377.268 | 390.473 406.092 | 422.335 Sasaran LKB 70.834 87.482 90.544 93.714 97.462 101.360 Produktivitas 48,599 65,33Ya 72,96Ya 82,54Yo 91 Ya 93,81Y0 Inefisensi 07203)| “2795)| (41456) | (10.128) (9.174) (8.911) Tambahan Inefisiensi Jika (957) (657) (547) (444) (380) (373) Tidak Terpenuhi Sumber: Manajemen WTON 98 Business Valuation Unit Jakarta
Page 116 OCR 0.761
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur S1. Asumsi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Inflasi 396 396 396 396 394 3 Periggaban tahiin 4.862.917 | 5.916.667 | 6.583.333 | 7.416.667 | 8.166.067 | 8.411.667 berjalan Penagihan tahun lalu | 600.000 | 1.051.628 | 1.183.333 | 1.316.667 | 1283333 | 11633333 Pertumbuhan Pendapatan Sebelum 23 | saga | nm asal tol 3001 Transaksi HPp on | oi Toon! Toon Sasa SE Ha ana Biaya tan | 4.504 5.5Y4 5,596 say 3.045 Beban Penyisihan Piutang (O4Piutang Lo2| seal 2756| 3aa| 3220| 33204 Usaha) Perputaran Piutang Usaha 123 93 87 74 70 68 Hutang Usaha 199 145 132 117 109 08 Asumsi Ineremental | 595 141 | 364510| 377268| 390473 | 406002 | 422335 Penambahan Sasaran TI 70.834 87.482 90.544 93.714 97.462 101.360 Sasaran LKB Produktivitas 51,45Yo 68.86Y0 16,62Yo 86,32Yo 95,05Ya 97.90Yo Inefisensi (16.246) | (12.139) | (10.909) (9.684) (8.794) (8.538) Sumber: Manajemen WTON Dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini akan mengakibatkan perubahan terhadap keuangan WTON. Jangka waktu proyeksi keuangan sampai dengan tahun 2030 atau masa waktu proyeksi eksplisit selama 6 tahun dengan pertimbangan bahwa manajemen WTON telah menyusun rencana bisnis selama 6 tahun kedepan dengan asumsi bahwa tahun tersebut perusahaan dalam kondisi stable growth sehingga untuk mencerminkan going concern bisnis WTON diterapkan terminal value dengan menggunakan metode kapitalisasi pendapatan/gordon model. Berkaitan dengan analisis ketercapaian proyeksi keuangan, Penilai telah melakukan diskusi dengan manajemen WTON bahwa proyeksi yang digunakan telah wajar dan tidak dilakukan penyesuaian oleh Penilai, Business Valuation Unit 99 Jakarta
Page 117 OCR 0.897
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 8.4. Proyeksi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha 8.4.1. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan WTON adalah sebagai berikut: i Keuang Aset 7.031.436 | 6.760.574 | 6.950.322 | 7.065.835 | 7.331.589 | 7.376.136 Liabilitas 3.322.892 | 2.985.718 | 3.026.124 | 2.942.470 | 2.953.439 | 2.734.901 Ekuitas 3.708.544 | 3.774.855 | 3.924.198 | 4.123.365 | 4.378.150 | 4.641.235 Sumber: Manajemen WTON (diolah) Figur 53. Proyeksi Posisi Keuangan WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Proyeksi Posisi Keuangan WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha 1026 2027 2029 8.000.000 7.000.000 6:000.000 5.000.000 4.000.000 3.000.000 2.000.000 1.000.000 2025 2029 2030 mAset 7031436 6160574 6950322 7.065.835 7331589 7376136 #Lisbilitas 3322800 2985718 3.026.124 2042470 2.953439 2734901 2 Eksitas 3.708.544 3.174.855 3.924.198 4123365 4.378.150 4.641235 MAset @Liabilitas # Ekuitas Sumber: Manajemen WTON (diolah) » Selama periode 2025 hingga 2030, total aset WTON mengalami pertumbuhan yang terbatas. Pada 2025, total aset tercatat sebesar Rp7.031.436 juta dan meningkat menjadi Rp7.376.136 juta pada 2030. Kenaikan sebesar sekitar 4,9y5 dalam enam tahun ini mengindikasikan pertumbuhan yang konservatif, mencerminkan strategi bisnis yang lebih difokuskan pada stabilitas daripada ekspansi. # Aset lancar sedikit meningkat dari Rp3.796.920 juta pada 2025 menjadi Rp4.567.651 juta pada 2030. Kenaikan ini sebagian besar ditopang oleh pertumbuhan kas dan setara kas yang naik hampir 1496 dari Rp608.981juta menjadi Rp693.36Sjuta, yang menunjukkan perbaikan arus kas dan efisiensi pengeluaran. Selain itu, pendapatan yang akan diterima meningkat signifikan dari Rp740.844 juta pada 2025 menjadi Rp 1.611.944 juta di tahun 2030, mencerminkan peningkatan aktivitas proyek atau akumulasi piutang jangka pendek. Sebaliknya, beberapa pos lain seperti piutang usaha dan persediaan relatif stagnan atau bahkan sedikit menurun setelah sempat naik di awal periode. Business Valuation Unit 100 Jakarta
Page 118 OCR 0.901
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Di sisi lain, aset tidak lancar mengalami penurunan bertahap dari Rp3.234.515 juta pada 2025 menjadi Rp2.808.485 juta pada 2030. Hal ini mencerminkan tidak adanya belanja modal signifikan atau investasi jangka panjang baru. Aset tetap mengalami penurunan dari Rp2.997.502 juta menjadi Rp2.589.851 juta, yang menandakan depresiasi aset atau tidak adanya ekspansi fasilitas produksi baru. Total liabilitas WTON menunjukkan tren menurun dari Rp3.322.892 juta di tahun 2025 menjadi Rp2.734.901 juta pada 2030. Ini mengindikasikan kebijakan pelunasan kewajiban yang aktif serta pengurangan ketergantungan pada utang sebagai sumber pembiayaan. Komponen utama liabilitas jangka pendek seperti utang usaha sempat naik pada 2026 dan 2027 namun kemudian menurun menjadi Rp1.462.267 juta pada 2030. Biaya yang masih harus dibayar juga menurun drastis dari Rp553.990 juta (2025) menjadi Rp 173.991 juta (2030), menandakan efisiensi dalam manajemen kewajiban operasional. Sementara itu, liabilitas jangka panjang menurun signifikan dari Rp 288.428 juta pada 2025 menjadi Rp88.668 juta pada 2030. Ini sebagian besar disebabkan oleh pelunasan pinjaman jangka panjang yang hanya tersisa Rp6.089 juta sejak 2026 hingga akhir periode. Namun, kewajiban imbalan pascakerja menunjukkan tren naik yang wajar dari Rp 49.293 juta (2025) menjadi Rp 79.511 juta (2030), mengikuti akumulasi beban imbalan kerja. Total ekuitas WTON menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan positif, naik dari Rp3.708.544 juta pada 2025 menjadi Rp 4.641.235 juta pada 2030, atau tumbuh sekitar 252 dalam enam tahun. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh peningkatan saldo laba belum ditentukan penggunaannya, yang naik dari Rp1.396.392 juta menjadi Rp 2.317.595 juta. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba secara konsisten dan menahan sebagian besar laba untuk memperkuat struktur permodalan internal. Komponen ekuitas lainnya seperti tambahan modal disetor dan agio saham tidak mengalami perubahan, menandakan tidak adanya aksi korporasi terkait penerbitan saham baru. 8.4.2. Proyeksi Laba — Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Berikut ini disajikan proyeksi Laba - Rugi WTON adalah sebagai berikut: 2030 Proy Pendapatan Usaha 5.009.859 | 6.735.490 | 7.522.732 | 8.509.527 | 9.393.908 | 9.671.665 Harga Pokoke 4.546.170 | 6.117.431 | 6.818.569 | 7.709.775 | 8.497.876 | 8.747.659 Penjualan Laba Kotor 363745 | 510489 | 589876 | 679272| 769885 | 792.026 Laba Usaha 187526 | 335996 | 406.659 | 486.894| 567.888 | 584.192 Laba Bersih 29.578| 74293| 160073| 211.151 | 268342 278.051 Sumber: Manajemen WTON (diolah) Business Valuation Unit 101 Jakarta
Page 119 OCR 0.901
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur S5. Proyeksi Laba — Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Proyeksi Laba Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha 12000000 10000000 800000 6000000 4.000.000 2.000.000 2 0 Tm 5 1» 2 @Pendapatan Usaha 9.393 903 9.671.665 m Harga Pokok Penjualan 8.497.376 # Laba Kotor 510489 169885 792.016 m Laba Usaha 155994 106650 367883 Laba Bersih 74.293 160.073 268341 298051 mPendeptm Usaha #HargaPokokPenjusian #LabaKotor Laba Usaha “Laba Beruh Sumber: Manajemen WTON (diolah) Selama periode 2025 hingga 2030, penjualan WTON menunjukkan pertumbuhan moderat dari Rp 5.009.859 juta pada 2025 menjadi Rp 9.671.665 juta pada 2030, mencerminkan peningkatan permintaan pasar yang stabil meskipun tidak disertai ekspansi usaha baru. Di sisi lain, Harga Pokok Penjualan (HPP) juga meningkat seiring waktu, dari Rp4.546.170 juta menjadi Rp8.747.659 juta, tetapi pertumbuhannya relatif sejalan dengan pertumbuhan penjualan, menjaga margin kotor tetap kompetitif. Depresiasi/amortisasi terkait produksi sedikit meningkat, tetapi tetap terkendali. Laba kotor meningkat dari Rp363.745 juta (2025) menjadi Rp 792.026 juta (2030), menunjukkan efisiensi operasional yang konsisten meskipun biaya meningkat, Biaya usaha dan depresiasi operasional juga meningkat secara perlahan, namun terkendali. Laba usaha pun meningkat stabil dari Rp187.526 juta menjadi Rp584.192 juta pada akhir periode. Di sisi lain, komponen non-operasional menunjukkan tantangan tersendiri. Beban bunga tetap tinggi dan stabil di angka Rp95.144 juta sejak 2026, mengindikasikan bahwa struktur pendanaan berbasis utang tetap menjadi beban tetap tahunan. Selain itu, beban penyisihan piutang yang cukup besar terutama di tahun 2026 Rp101.243 juta mengindikasikan adanya risiko kualitas piutang atau ketidakpastian pembayaran dari pelanggan. Meskipun begitu, laba sebelum pajak terus meningkat, dari Rp38.170 juta pada 2025 menjadi Rp 364.396 juta pada 2030. Setelah dikurangi pajak penghasilan, laba bersih perusahaan tumbuh secara signifikan dari Rp29.578 juta menjadi Rp278.051 juta. Ini menunjukkan bahwa perusahaan berhasil mempertahankan profitabilitas di tengah berbagai tekanan biaya dan tanpa adanya diversifikasi usaha baru. Business Valuation Unit 102 Jakarta
Page 120 OCR 0.886
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 8.4.3. Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha 1 288.779 Arus Kas Aktivitas Operasi 236.547 Ha ah Skifilas (97778)| a7te7 | (61930) | (56.600) | (58.335 | (77.158) An beta 31.964 | (279.127) | 425.709) | (99.962) | (101.534) | car0.1107 Hg Setya Awal 597554| 608981 | 315430 364339| 476288 | 591.853 Keran Sean AR cos.9si | 315430| 364339 | a7c2s8 | 591553 | 003.365 Sumber: Manajemen WTON (diolah) « Berdasarkan proyeksi laporan arus kas WTON untuk tahun 2025 hingga 2030, terlihat bahwa perusahaan masih mampu mempertahankan arus kas operasi yang positif, mencerminkan kinerja operasional yang cukup sehat. Arus kas bersih dari aktivitas operasi meningkat dari Rp77.241 juta pada 2025 menjadi Rp288.779 juta pada 2030. Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh pertumbuhan penerimaan kas dari pelanggan, yang naik secara konsisten setiap tahun sciring dengan peningkatan volume penjualan. Namun, beban pembayaran kepada pemasok dan karyawan juga mengalami kenaikan yang cukup sejalan, sehingga pertumbuhan kas bersih dari operasi cenderung moderat, # Arus kas dari aktivitas investasi cenderung negatif selama periode proyeksi, menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga aset produktifnya. Pembelian aset tetap secara konsisten dilakukan, yaitu pada tahun 2025 sebesar Rp106.379 juta dan tetap signifikan hingga 2030 sebesar Rp77.158 juta, sehingga total arus kas investasi sebesarr Rp97.778 juta pada tahun 2025 dan Rp77.158 juta pada tahun 2030. Tidak terdapat aktivitas investasi tambahan seperti akuisisi, penempatan saham, atau investasi ventura, sejalan dengan asumsi tidak adanya penambahan kegiatan usaha. Meskipun demikian, arus kas investasi tetap menjadi sumber pengeluaran bersih yang perlu dikendalikan agar tidak menekan likuiditas jangka panjang. « Sementara itu, arus kas dari aktivitas pendanaan menunjukkan fluktuasi yang signifikan. Pada 2026, terdapat arus kas keluar yang cukup besar sebesar Rp279.127 juta akibat pelunasan pinjaman jangka panjang dan pembayaran bunga pinjaman yang tinggi (Rp95.144 juta), yang kemudian berlanjut secara stabil setiap tahun hingga 2030. Tidak adanya penerbitan saham atau pendanaan baru menandakan bahwa WTON cenderung mengandalkan pembiayaan internal dan pengelolaan utang yang konservatif. Pembayaran dividen juga meningkat bertahap, mencerminkan komitmen terhadap pemegang saham meskipun kas yang tersedia terbatas. Sehingga arus kas pendanaan tercatat Rp31.964 juta di tahun 2025 dan (Rp110.110) pada tahun 2030. « Secara keseluruhan, saldo kas dan setara kas pada akhir periode tetap meningkat dari Rp608.981 juta pada 2025 menjadi Rp693.365 juta pada 2030. Hal ini menunjukkan Business Valuation Unit 103 Jakarta
Page 121 OCR 0.944
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk bahwa WTON mampu menjaga kestabilan kas perusahaan meskipun tanpa ekspansi usaha, melalui pengelolaan kas operasional yang efektif dan pengendalian ketat terhadap aktivitas investasi dan pembiayaan. 8.5. Proyeksi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha 8.5.1. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan WTON adalah sebagai berikut: Figur S7. Proyeksi Posisi Keuangan WTON dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah) Aset 8.282.494 | 8.026.793 | 8.249.406 | 8.390.785 | 8.689.879 | 8.764.705 Liabilitas 4.536.190 | 4.149.941 | 4.154.865 | 4.025.829 | 3.996.103 | 3.730.903 Ekuitas 3.746.304 | 3.876.852 | 4.094.541 | 4.364.955 | 4.693.776 | 5.033.802 Sumber: Manajemen WTON (diolah) # Penambahan kegiatan usaha oleh WTON membawa dampak struktural yang nyata terhadap laporan posisi keuangan, mencerminkan ekspansi operasional dan finansial perusahaan. Dari sisi aset, skenario dengan penambahan usaha menunjukkan peningkatan dibandingkan skenario tanpa penambahan kegiatan usaha. Total aset pada akhir periode proyeksi mencapai Rp8.764.705 juta, lebih tinggi dibandingkan Rp7.376.136 juta dalam skenario tanpa penambahan usaha. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan aset lancar. Komponen utama yang mendorong kenaikan ini adalah piutang usaha dan pendapatan yang akan diterima. Selain itu, terdapat kenaikan pada aset tetap dari Rp3.136.829 juta pada tahun 2025 menjadi Rp 2.729.178 juta di tahun 2030. « Di sisi liabilitas, total kewajiban dalam skenario penambahan kegiatan usaha pada akhir periode naik menjadi Rp3.730.903 juta, dibandingkan Rp2.734.901 juta tanpa penambahan kegiatan usaha. Peningkatan ini terutama berasal dari liabilitas jangka pendek, seperti utang usaha dan pinjaman jangka pendek, yang masing-masing mengalami kenaikan akibat peningkatan kebutuhan modal kerja dan pendanaan proyek. Utang usaha naik dari Rp2.598.399 pada tahun 2025 dan Rp2.437.258 di tahun 2030. pinjaman jangka pendek meningkat dari Rp4.247.762 juta di tahun 2025 dan Rp3.642.235 juta di tahun 2030. Di sisi lain, liabilitas jangka panjang relatif stabil yaitu Rp288.428 juta pada tahun 2025 dan Rp88.668 juta pada tahun 2030. « Sementara itu, ekuitas perusahaan juga mengalami pertumbuhan dalam skenario dengan penambahan usaha, tercatat total ekuitas pada tahun 2025 adalah Rp3.746.304 juta dan Rp5.033.802 juta pada tahun 2030. Kontributor utama pertumbuhan ini adalah laba ditahan, yang tumbuh seiring dengan proyeksi kenaikan laba bersih akibat peningkatan pendapatan operasional. Business Valuation Unit 104 Jakarta
Page 122 OCR 0.867
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Figur 58. Proyeksi Posisi Keuangan WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Proyeksi Posisi Keuangan WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha 2025 2026 2027 2028 2029 2030 10.000.000 9.000.000 8.000.000 7.000.000 6.000.000 5.000.000 4.000.000 3.000.000 2.000.990 1.000.090 mAset @Liabilitas « Ekuitas Sumber: Manajemen WTON (diolah) 8282494 4.536.190 3.746.304 8.026.793 4149941 3:876.852 8249406 4.154 865 4094 541 MAset @Liabilitas @ Ekuitas 8.390.785 4.225.829 4364.955 8.5.2. Proyeksi Laba Rugi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Figur 59. Proyeksi Laba — 8.689.879 3.996.103 4.693.776 8.764.705 3:730.903 5.033.802 si Pendapatan Usaha | 5.305.000 | 7.100.000 8.900.000 | 9.800.000 | 10.094.000 Hargs Rokok 4.169.520 | 6.393.801 | 7.104.746 | 8.006.090 | 8.806.126 | 9.068.261 Penjualan Laba Kotor 435536 598628| o80967| 773430| 867727| 893759 Laba Usaha 259.317| 424135 497750| 581052| 603730| 685.025 Laba Bersih 85.209 139.000) 229000| 283.000 343.000| — 355.638 Sumber: Manajemen WTON (diolah) Penambahan kegiatan usaha berdampak positif terhadap pertumbuhan pendapatan WTON. Penjualan pada tahun 2025 dalam skenario ekspansi tercatat sebesar Rp5.305.000 juta, lebih tinggi 5,9Y4 dibandingkan skenario tanpa ekspansi Rp5.009.859 juta. Tren ini terus berlanjut hingga 2030, di mana penjualan mencapai Rp10.094.000 juta, tumbuh 4,366 lebih tinggi dibandingkan skenario tanpa ekspansi Rp9.671.665 juta. Pertumbuhan rata-rata penjualan tahunan (CAGR) 2025-2030 dalam skenario dengan ekspansi tercatat 13,8896, dibandingkan 14,14”6 dalam skenario tanpa ekspansi. Meski CAGR sedikit lebih rendah, ekspansi memberi basis pendapatan yang lebih tinggi. Pada sisi laba kotor, dampak ekspansi juga terlihat jelas. Laba kotor meningkat dari Rp435.536 juta (2025) menjadi Rp893.759 juta (2030) dalam skenario ekspansi, lebih tinggi dibandingkan skenario tanpa ekspansi yang hanya mencapai Rp792.026 juta pada 2030. Rata-rata pertumbuhan laba kotor tahunan dalam skenario ekspansi adalah 14.47Y, lebih tinggi dari 14,116 dalam skenario tanpa ekspansi. Business Valuation Unit Jakarta 105
Page 123 OCR 0.807
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Laba usaha juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada 2025, laba usaha dengan ekspansi tercatat sebesar Rp259.317 juta, meningkat 38,3”o dari skenario tanpa ekspansi Rp187.526 juta, hingga 2030. laba usaha mencapai Rp685.925 juta, atau 17,4Yo lebih tinggi dari proyeksi tanpa ekspansi sebesar Rp584.192 juta. Pertumbuhan tahunan rata-rata laba usaha dengan ekspansi sebesar 20.09Y4, jauh lebih tinggi dibandingkan 21,43" tanpa ekspansi. Laba sebelum pajak dalam skenario ekspansi naik dari Rp109.961 juta (2025) menjadi Rp466.077 juta (2030), atau tumbuh sekitar 22,3Y4 pertahun. Sebaliknya, dalam skenario tanpa ekspansi, laba sebelum pajak hanya naik dari Rp38.170 juta menjadi Rp364.396 juta dalam periode yang sama. Laba bersih (setelah pajak) menunjukkan hasil yang sangat mencerminkan efektivitas penambahan kegiatan usaha. Pada 2025, laba bersih naik dari Rp29.578 juta (tanpa ekspansi) menjadi Rp85.209 juta (dengan ekspansi), hingga 2030, laba bersih dalam skenario ekspansi mencapai Rp355.638 juta, dibandingkan Rp278.051 juta tanpa ekspansi. Figur 60. Proyeksi Laba — Rugi WTON Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Proyeksi Laba Rugi WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha 12.000.000 10.000.000 3.000.000 #.000.000 4.000.000 2001009 Lam a.. NN. La 28 129 2030 @Pendapatan Uraha 5.305.000 299 2.800.000 10.0942000 @HapPokok Pajuaan 11930 638201 2006080 2 206.126 91068261 » Laba Kotor 235536 932 T3AM sg 239 # Laba Utiha 259317 224135 581057 66373 685925 " Laba Bersih 3509 139000 BUM 343000 355698 @Pendaratan Ucha #HxzaPokokPeyualan “Laka Kotor Laba Umha “Labs Basih Sumber: Manajemen WTON (diolah) Business Valuation Unit 106 Jakarta
Page 124 OCR 0.866
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 8.5.3. Proyeksi Arus Kas Dengan Penambahan Kegiatan Usaha r 61. Proyeksi Arus Kas WTON Dengan Penambahan K. 302.601 Arus Kas Aktivitas Operasi |” 99.785 264.330 | 296.261 317.566 Pee Aktivitas (9778| a1tem | (6193071 Se.se0)| (58335 | 7158) Ar ee 31.964 | (279.598) | (126.289) | (100.563) | 402.156) | (110.757) ag Setata Awal 458227 | 492198 | 214613 | 290724| 429757) 571.866 Kena Sean AKA 492108 | 214013 | 290724 | 4207s7| smusee | 701517 Sumber: Manajemen WTON (diolah) # Dengan penambahan kegiatan usaha, arus kas bersih dari aktivitas operasi menunjukkan tren peningkatan yang lebih stabil dan positif, dimulai dari Rp99.785 juta di tahun 2025 dan naik menjadi Rp317.566 juta pada 2030. Sebaliknya, tanpa penambahan usaha, arus kas dari operasi yaitu Rp77.241 juta pada 2025 menjadi Rp288.779 juta pada 2030. Rata- rata pertumbuhan tahunan (CAGR) arus kas operasi untuk skenario penambahan usaha sekitar 22,3Yo, sedangkan tanpa penambahan usaha hanya sekitar 20,24. # Secara umum, arus kas investasi dari 2025 hingga 2030 relatif sama pada kedua skenario, yaitu (Rp97.778 juta) pada tahun 2025 dan (Rp77.158 juta) pada tahun 2030. Ini menunjukkan bahwa investasi tambahan terjadi hanya sebelum tahun 2025, sementara dalam periode 2025-2030, tidak ada perbedaan signifikan antara dua skenario. Artinya, setelah ekspansi awal, WTON tidak melanjutkan investasi besar tambahan dalam jangka pendek. # Arus kas dari aktivitas pendanaan menunjukkan kecenderungan yang sedikit lebih negatif dalam skenario dengan ekspansi usaha. Misalnya, pada 2030, kas pendanaan tanpa ekspansi adalah (Rp110.110 juta), sedangkan dengan ekspansi menjadi (Rp110.757 juta). Ini disebabkan oleh meningkatnya pembayaran dividen dan tidak adanya tambahan pendanaan baru di tahun-tahun akhir. Perbedaan ini relatif kecil, menandakan bahwa dampak ekspansi terhadap struktur pembiayaan cukup terkendali, # Selama periode 2025-2030, saldo kas akhir pada skenario dengan penambahan kegiatan usaha secara konsisten lebih tinggi. Pada tahun 2025, saldo kas akhir meningkat dari Rp492.198 juta dan pada 2030 sebesar Rp701.517 juta. dibandingkan tanpa penambahan kegiatan usaha Rp608.981 juta pada tahun 2025 dan di tahun 2030 tercatat Rp693.365 juta. 8.6. Analisis Rasio Keuangan Analisis rasio keuangan atau financial ratio merupakan suatu alat analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan masing- Business Valuation Unit 107 Jakarta
Page 125 OCR 0.667
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk masing pos yang terdapat di laporan keuangan seperti laporan posisi keuangan, laba rugi, dan arus kas dalam periode tertentu. 8.6.1. Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Rasio Proyeksi keuangan WTON tanpa penambahan kegiatan usaha selama proyeksi dapat dilihat pada figur berikut: Rasio Likuiditas Current Ratio 1251300 | 1237196 1312590 | taxdan | 15402 | 1720180 Ouick Ratio 96.74y2 | 93.015 too,sove | 1Mo.saw | 1229606 | 138,36vo Cash Ratio 20,077o | 108216 1235| Toar 20031 262016 Rasio Aktivitas PPA Aan PN 69 38 38 30 30 29 saha Perputaran Persediaan 69 53 28 3 39 38 Perputaran Utan, Sa ui 116 85 79 2 69 61 Rasio Solvabilitas Debt to Asset KASN MEA asam | “aoan| 4028| 370806 Debt to Eguity 89.60 | 79.096 mall Ti3eso| — o14ow| 58936 Rasio Profitabilitas Grass Margin 7.267 T.58Y0 T.8AT0 TO8Ta S20va | 8199 Operating Margin 3.744 499 KITA 5.72 605 | 6047 Net Profit Margin 0,590 11090 2,1390 2.480 2860| 28756 ROA 0.427 1.106 2.3074 2994 36600 | 3,770 ROE 0,807 IKI 40876 5.127 ola | 3997 Sumber: Manajemen WTON (diolah) Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Rasio Proyeksi keuangan WTON dengan penambahan kegiatan usaha selama proyeksi dapat dilihat pada figur berikut: Proyeksi Rasio Likuiditas Current Ratio 115,56Y2 116,029 123,36Y2 133,384 144,590 159,714 Ouick Ratio 94.08” 9290” 100,23”5 109.41 Ya 120,359 | 133,734 Cash Ratio 11,599 5,26Yo KALA 10,89Y0 14,620 19,26Y9 Rasio Aktivitas Perputaran Piutang 123 93 87 74 70 68 Usaha Perputaran Persediaan 70 54 48 43 39 38 Perputaran Utang 199 145 132 117 109 98 Usaha Rasio Solvabilitas Debt to Asset 54,77Y0 51.706 50,37Y6 47,98Y0 45,999 42,57Yo Business Valuation Unit 108 lokartu
Page 126 OCR 0.859
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 8.7. Debt to Egu 121,0896 | 107,048 101,479 g 851496 | 741296 Rasio Profitabilitas Gross Margin 8.217 8436 86214 8.695 88374 88374 Operating Margin 4,899 5.97 6.309 6.530 6.19 6,806 Net Profit Margin 1,619 1.96 2.90 3,180 35074 3,526 ROA IKEA 1.739 2.78 3.370 39579 | 4067 ROE 2,270 3,59 5,39Yo 6480 73176 7,067 Sumber: Manajemen WTON (diolah) Penentuan Tingkat Diskonto Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut: Ke RetB (RmR) ta Dimana : Rr — tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko B risiko sistematis Rm ingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas Rp - selisih antara Rm dengan Rs a - risiko spesifik Rr (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2024, maka instrumen bebas risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap yang dikeluarkan oleh Pemerintah, yaitu Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor 30 tahun, yield tertimbang sebesar 7,11”o yang bersumber dari IPBA per 30 Desember 2024, dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf). Rp (Eguity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan eguity market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base eguity market risk premium. Dengan mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan- perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging market). Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil Penelitian Damodaran per tanggal Ol Januari 2025 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia adalah sekitar 6,87”s. Dengan Rating Based Default Spread sebesar 1,894. Business Valuation Unit 109 Jakarta
Page 127 OCR 0.915
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk @ (Alpha), Faktor alpha merupakan risiko spesifik perusahaan yang mungkin mencerminkan jenis properti, perusahaan dan premi risiko lainnya. Pada penilaian ini, faktor Alpha atau risiko spesifik WTON adalah 0 (“Nol”) karena tidak terdapat risiko spesifik terkait Operasional dan keuangan WTON. B (Beta). Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500 atau IHSG). Untuk WTON kami menggunakan Beta dari industri sejenis. Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk menghitung cost of eguity, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of' eguity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh /everage yang ada di tiap perusahaan perlu dinctralisir dengan cara menghitung unlevered beta. Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut: PL A—— 14 (I-T) x DER Dimana: T — Tarif Pajak Penghasilan Badan DER — Debt to eguity ratio BL 5 Beta /evered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang Pu — Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh hutang Unlevered beta perusahaan pembanding yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan beta untuk WTON adalah sebesar 0,72. Unlevered beta tersebut diperoleh dari Penelitian Damodaran per 0S Januari 2025 dengan kategori Construction Supplies. Unlevered beta perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di- relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar yaitu sebesar 39.44Y4 yang besumber dari DER. Untuk memperoleh beta yang sesuai maka mendiskonto AKB tersebut dengan formula sebagai berikut: PL Bux(I # (I-T) x DER) BL— 0,72 x (1 # (1-22,00Y0) x 39,44Y0) Business Valuation Unit 110 Jakarta
Page 128 OCR 0.892
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas WTON adalah sebagai berikut: je 64. R3 Modal Ekuitas Risk Free Rate (R4) Tol 1 Yo Risk Premium Market (Rpm) 6,87 Ya B (Beta) 0,94 Rating Based Default Spread (RBDS) 1,890 @ (Alpha) 0,0044 Biaya Modal untuk Ekuitas 1,67Y0 Sumber: Penelitian Damodaran (Diolah GEAR) 8.7.1. Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC-Weighted Average Cost of Capital) Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk perusahaan (free cash flow to firm), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari kreditor (pinjaman) maupun yang berasal dari (investor) penyertaan. Dalam penilaian ini, untuk biaya bunga utang digunakan tingkat bunga pinjaman rata-rata dalam mata uang Rupiah berdasarkan suku bunga pinjaman investasi dari Bank Perseroan berdasarkan data yang dipublikasikan Bank Indonesia per Desember 2024, sebesar 9,21Y4. Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya utang bersih setelah pajak dengan perhitungan sebagai berikut: Wd —ix((I-T)) Wd -9,21Y9 x (1-22Y0) —7,18Yo Berikut adalah perhitungan WACC WTON per 31 Desember 2024: Figur 65. WACC Biaya Modal Komposisi Tertimbang Biaya Hutang 7.18Yo 28,28Yo 2,03Yo Biaya Ekuitas 11,67Y0 71,72Yo 8,37Y0 Biaya Modal Rata- Rata Tertimbang 10,40 Yo Berdasarkan figur diatas, maka tingkat diskonto yang digunakan dalam penilaian sebesar 10,40”o yang menurut pendapat kami merupakan tingkat diskonto yang wajar. 8.8. Analisis Inkremental Proses kajian kelayakan usaha dilakukan dengan menggunakan model arus kas bersih untuk perusahaan (Free Cash Flow to Firm/FCFF). yang mencerminkan arus kas bersih masa datang yang tersedia didalam perusahaan yang dapat dibayarkan kepada semua penyedia kapital (claim holder), baik pemegang ekuitas (common stock), pemegang saham preferen Business Valuation Unit 111 Jakarta
Page 129 OCR 0.802
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk (preferred stock) maupun para kreditor baik pokok maupun bunga atas pinjaman yang diterima oleh perusahaan, setelah terpenuhinya semua kebutuhan operasional dan investasi yang diperlukan dalam mempertahankan pertumbuhan perusahaan baik selama proyeksi periode eksplisit maupun masa kekal (periode implisit). Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF) tersebut didapat dari: FCFF 5 CFO #1. (I-T) -ACAPEX Dimana: FCFF— : Arus Kas Bersih untuk Perusahaan CFO : Arus Kas Operasi 1 : Beban Utang Berbunga (Interest Bearing Debt) T : Tingkat Pajak ACAPEK : Perubahan arus kas investasi Arus kas inkremental merupakan selisih antara arus kas bersih eksisting tanpa penambahan kegiatan usaha dengan arus kas bersih adanya penambahan kegiatan usaha. Hasil dari perhitungan arus kas inkremental ini dijadikan sebagai dasar dalam menentukan kelayakan usaha. Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih WTON tanpa penambahan kegiatan usaha selama periode 2025 sampai dengan 2030: 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Keterangan Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi ArusKas Aktivitas Operasi | /”77.241 | 2.743 | 236.547| 268.575| 275435 | 288.779 Senar Ayah m3 | azion | (c19307 | Gocoo | c833 | G71587 Beng Kar Pain bing 31.964 | (270.127 | 4257097 | (00:9627 | 01.534 | ato.1t0) Kapan RAN YA) so7ssa| cososi | 3isa30| 3643391 476258 | 501853 ab 608.981 | 315430| 364339 | a7o288 | 591853 | 693.365 Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih WTON dengan penambahan kegiatan usaha selama periode 2025 sampai dengan 2030: Figur 67. Proyeksi Arus Kas Bersih WTON Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Jutaan Rupiah Th ga 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Pi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Arus Kas Aktivitas Operasi |” 99.785 | 19.179 | 264.330| 296261 | 302.601 | 317.566 Arus Kas Aktivitas Investasi (97778)| (17.167 | (6193071 se.see) | (58335) | 77.158) Arus Kas Aktivitas Pendanaan 31.964 | (279.598) | (126.289) | (100.563) | (102.156) | (110.757) Business Valuation Unit 112 lokartu
Page 130 OCR 0.854
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 89. Karta Sri Awah 458227 | 492198 | 214613 | 290724| 420757 | 571.806 Kas ya Setara Akiir 492.198 | 214.613 | 290724| 429757 s7i.see | 701.517 Tahun Figur 68. Proyeksi Arus Kas Bersih Inkremental WTON selama Periode 2025 sampai dengan 2030 (Jutaan Rupiah Arus Kas Aktivitas Operasi 22.544 16.436 27.783 27.686 27.166 28.787 Arus Kas Aktivitas » A - -) 2 . Investasi Arus Kas Aktivitas - (470) (581) (601) (622) (647) Pendanaan Kas dan Setara Awal (139.327) | (116.783) | (100.817) | (73.615) | (46.531) | (19.987) Tahun Kas dan Setara Akhir (116.783) | (100.817) | (73.615) | (46.531) | (19.987) 8.153 Tahun Analisis kelayakan atas penambahan kegiatan usaha WTON didasarkan pada analisis inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan yaitu proyeksi keuangan tanpa penambahan kegiatan usaha dan proyeksi keuangan dengan penambahan kegiatan usaha. Analisis Kelayakan Usaha Parameter kelayakan finansial yang digunakan meliputi NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), PI (Profitability Index), dan Payback Period. # Net Present Value (NPV) NPV adalah selisih antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dengan nilai sekarang dari arus kas yang keluar pada periode waktu tertentu. NPV mengestimasikan nilai sekarang pada suatu proyek, aset ataupun investasi berdasarkan arus kas masuk maupun arus kas keluar yang diharapkan pada masa depan yang disesuaikan dengan tingkat diskonto yang relevan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa NPV adalah nilai sekarang dari suatu aset maupun proyek. Persamaan dari NPV adalah sebagai berikut: 7 4 CEto NPV — , KN Cr CFo Dimana: NPV — Net Present Value CF — Arus Kas Pada Peiode ti CFo — Arus Kas Investasi Awal Pada Periode 0 r — Tingkat Diskonto 113 Business Valuation Unit Jakarta
Page 131 OCR 0.898
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Berikut ini disajikan perhitungan Ner Present Value dari arus kas bersih inkremental WTON dengan adanya penambahan kegiatan usaha: Figur 69. NPV Free Cash Flow to Incremental (Jutaan Rupiah) CFO 22.544 16.436 27.183 27.686 21.166 28.787 Interest Xx (I- 5 Z : s 2 tax) (7) CAPEX 5 z F F : FCFF 22.544 16.436 27.183 27.686 27.166 28.787 Terminal Value 373.449 Initial 139327 Investment DCF FCFF (139.327) 22.544 16.436 27.183 27.686 27.166 402.235 Discount Factor | 10,406 091 0,82 0,74 0,67 0,61 0,55 Terminal 2,504 Growth PV FCF 029327) 20420) 3385| 2007| 18030 “Tosoa| 222148 NPV 172.573 Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa NPV WTON dengan adanya penambahan kegiatan usaha diperoleh sebesar Rp172.573 juta. Hasil tersebut menyimpulkan bahwa investasi penambahan usaha dengan parameter NPV layak untuk dilakukan karena NPV yang dihasilkan adalah positif. NPV yang positif (NPV - 0) menunjukan bahwa penerimaan lebih besar dibandingkan dengan nilai yang diinvestasikan, sedangkan NPV yang negatif (NPV « 0) menandakan penerimaan lebih kecil dibandingkan dengan pengeluaran atau akan mengalami kerugian pada investasinya setelah mempertimbangkan nilai waktu uang (time value of money). Namun apabila hasil perhitungan NPV adalah nol (NPV — 0), maka artinya investasi atau pembelian tersebut hanya balik modal (tidak untung dan tidak rugi). Semakin besar angka positifnya, semakin besar pula penerimaan yang bisa didapatkannya. Oleh karena itu, perhitungan NPV ini tidak saja digunakan untuk mengevaluasi layak atau tidaknya untuk berinvestasi, namun juga digunakan untuk membandingkan investasi mana yang lebih baik jika terdapat dua pilihan investasi atau lebih. @ Internal Rate of Return (IRR) IRR menjadi salah satu acuan penghitungan efisiensi dari sebuah investasi. Secara sederhana, penghitungan IRR dapat menjadi dasar apakah sebuah investasi layak dilakukan atau tidak. IRR yang lebih besar dari tingkat diskonto maka menggambarkan bahwa investasi yang dilakukan akan menghasilkan return lebih besar dari yang dirancang sebelumnya. Artinya, perusahaan disarankan menerima atau menjalankan proyek investasi tersebut. Sebaliknya jika IRR lebih kecil dari tingkat diskonto maka akan memberi gambaran bahwa investasi yang dilakukan akan menghasilkan return lebih kecil dari yang ditargetkan sehingga perusahaan lebih baik menolak proyek tersebut. Sedangkan untuk IRR yang nilainya sama dengan tingkat diskonto menjadi pertimbangan bahwa investasi yang dilakukan diperkirakan menghasilkan return sebesar yang ditargetkan. Persamaan dari IRR adalah sebagai berikut: Business Valuation Unit 114 Jakarta
Page 132 OCR 0.915
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk T NPV — y LE Cu t-1 GIRR)t Dimana: IRR 5 Internal Rate of Return CF, — Arus Kas Pada Peiode t, CFs — Arus Kas Investasi Awal Pada Periode 0 r — Tingkat Diskonto IRR adalah tingkat diskonto yang menghasilkan NPV sama dengan nol. Kesimpulannya bila penghitungan IRR lebih besar daripada tingkat diskonto, maka dapat dibilang bahwa investasi yang akan dilakukan dinilai layak. Namun, jika nilai IRR sama dengan tingkat diskonto, maka investasi yang akan dilakukan dinilai balik modal. Sementara bila IRR lebih kecil dari tingkat diskonto, maka investasi yang dilakukan dinilai tidak layak. Berdasarkan perhitungan atas kajian kelayakan penambahan kegiatan usaha WTON diperoleh besaran IRR sebesar 17,896. Hal ini menunjukkan bahwa investasi yang dilakukan oleh WTON dengan parameter IRR layak untuk dilakukan karena IRR yang dihasilkan lebih besar jika dibandingkan dengan tingkat diskonto untuk industri sejenis yaitu sebesar 10.40Yo. « Profitability Index (PI) PI adalah teknik penganggaran modal untuk mengevaluasi proyek-proyek investasi untuk kelangsungan hidup atau profitabilitas mereka. Teknik arus kas diskonto yang digunakan dalam mencapai indeks profitabilitas. PI juga dikenal sebagai rasio manfaat- biaya. PI lebih besar dari atau sama dengan 1 ditafsirkan sebagai kriteria baik dan dapat diterima. PI dihitung dengan mencari nilai present value perkiraan arus kas yang akan diterima dari investasi, setelah itu baru dibandingkan dengan jumlah nilai investasi proyek tersebut. Persamaan untuk menghitung PI adalah sebagai berikut: EPV(CFt) Ad ara ZPV(CFO) Dimana: IRR — Profitability Index CK — Present Value of Future Cash Flow CFv — Initial Invesment Profitablility Index menunjukkan angka 2,24 artinya bahwa WTON ketika menambah kegiatan usaha dianggap wajar dikarenakan Profitability Index diatas 1. # Payback Period (PP) Payback period adalah periode yang dibutuhkan untuk menutup kembali pengeluaran investasi atau initial cash investment. Artinya, kurun waktu yang dibutuhkan agar bisa menutup kembali pengeluaran saat investasi dengan menggunakan proceeds atau aliran Business Valuation Unit 115 Jakarta
Page 133 OCR 0.864
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk kas netto (net cash flows). Penambahan kegiatan usaha WTON diperoleh payback period selama 5 tahun 2 bulan. @ Return on Invesment (ROI) Return On Investment (ROI) yang merupakan rasio untuk melakukan perhitungan efektivitas sebuah investasi yang diberikan. Secara teknis, ROI adalah perhitungan laba bersih yang dapatkan dari nominal uang investasi yang sudah dikeluarkan. Persamaan untuk menghitung ROI adalah sebagai berikut: Net Income ROL 5 —————— . X100 MA Cost of Invesment Rata-rata Return on Investment (ROI) atas penambahan kegiatan usaha selama masa proyeksi 2025 — 2030 adalah sebesar 123,86Y5. 8.10. Analisis Sensitivitas Penyusunan pendapat studi kelayakan ini telah dilakukan analisis sensitivitas yang bertujuan untuk melihat faktor-faktor mana yang paling berpengaruh terhadap parameter kelayakan penambahan kegiatan usaha WTON. Hal tersebut dilakukan simulasi terhadap investasi, Setelah itu, dilakukan simulasi untuk melihat pengaruh parameter kelayakan terhadap faktor utama yang digunakan dalam analisis sensitivitas: Figur 70. Analisis Sensitivitas 0 172.573 17,99 123,9Ya 2,24 Layak -25Ya 207.405 25,6Ya 198,54 2,98 Layak -20Yo 200.438 23,8Yo 179,82 2,80 Layak -15Y9 193.472 22,140 163,4Yo 2,63 Layak -1046 186.506. 20,6Yo 148,7Yo 2.49 Layak 0 172.573 17,99 123,994 2,24 Layak 1046 158.640 15,5Yo 103,5Ya 2,04 Layak 1599 151.674 14,470 94,7 Ya 1,95 Layak 204 144.708 13,40 86,6Yo 1,87 Layak 25Ya 137.741 12,4Yo 79,1 Ya 1,79 Layak 8.11. Kesimpulan Kelayakan Usaha Aspek Keuangan Berikut ini adalah ringkasan parameter kelayakan finansial atas rencana penambahan kegiatan usaha WTON (detail perhitungan parameter kelayakan finansial atas rencana penambahan kegiatan usaha dapat dilihat pada bagian lampiran). Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari selisih antara Free Cash Flow to Firm apabila ada penambahan kegiatan usaha dengan Free Cash Flow to Firm apabila WTON tidak melakukan penambahan kegiatan usaha. Yang Business Valuation Unit 116 Jakarta
Page 134 OCR 0.928
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Sehingga diperoleh Free Cash Flow to Incremental. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut: «Net Present Value (NPV) 1 Rp172.573 juta @ Internal Rate of Return (IRR) 217,89Y0 e Profitability Index (PI) 12,24 # Payback Period (PP) : 5 tahun 2 bulan Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan tingkat risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan kegiatan usaha dibidang Pembangunan dan Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik atas Instalasi Penyediaan Tenaga Listrik. maka proyeksi arus kas inkremental nya bernilai positif. IRR sebesar 17,894 menunjukkan bahwa dengan melakukan penambahan kegiatan usaha oleh WTON dianggap layak karena besaran IRR lebih besar dibandingkan tingkat diskonto Analisis Sensitivitas bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan nilai investasi proyek penambahan kegiatan usaha WTON menunjukkan tingkat kelayakan finansial yang kuat dan tetap berada dalam kategori layak meskipun terjadi fluktuasi biaya investasi hingga 2596. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa proyek ini tahan terhadap risiko kenaikan biaya investasi, dengan seluruh parameter keuangan yang menunjukkan hasil positif. Oleh karena itu, risiko finansial akibat perubahan nilai investasi tergolong rendah, menjadikan proyek ini layak dan aman untuk direalisasikan dari perspektif keuangan. Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek keuangan layak. Business Valuation Unit 117 Jakarta
Page 135 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk 9. KLASIFIKASI PENILAI USAHA Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 562/KM.1/2013 tanggal 14 Agustus 2013 dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Guntur, Eki, Andri dan Rekan dengan Izin KJPP No. 2.13.0116 dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h Bapepam dan LK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bapepam dan LK No. STTD.PB-5I/PM.223/2021 dan 211/NB.122/STTD-P/2020. Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai Usaha bersertifikat MAPPI dengan perijinan sebagai berikut : Mappi No. : 14-S-05089 Ijin Penilai : No. B-1.18.00511 No. Reg. : RMK-2017.01120 STTD : PB-51/PM.223/2021 STTDIKNB :211/NB.122/STTD-P/2020 Business Valuation Unit 118 Jakarta
Page 136 OCR 0.849
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk LAMPIRAN KEUANGAN Business Valuation Unit 119 Jakarta
Page 137 OCR 0.276
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Mn enama na mara 31 Desember 2014 butaan Rupiah) Lampiran Mister T Da —a Kama Pa EA 3 hua 2 Kan dan Setara has ata NLANA Lean Lang “3g NAMA aa Pitak Beres Tar tart an Yan an nagst £. 10 ara Pitak Konga KN man apa ian an? ang ara Sen aa paka Na, wi aga nga Za HA Ka Ia Pu am Za yu tanin MN Peak ur seh Letnan W37313 bot al NA yg na, an Jala Na Ta Ha abah : Hare Fa aa ai Pak Keaar A06 19 yg yaa Yang naa Petang Lam Lam Nay kedua aya naa Tapak Dibayar di Noka sony “nan yo mna ya So Da La To Kn jam, Dag rasa, 2g an an Ca HS Bayu Diya di Muka so yag 240 misa tam Na (Froyak ala Pelukan sz00y ne Inang mis a97 Pearl an na Men san Lg |Aser Tidak Lamar ParateraA - Ya Ta sa ea menda PA Ga sa means na ae kapan) ae SA Aset Verap » Bersih Pn Li Nan an 11 Jua Incaran Jangka Panjang Lacuya 19 rn 1900 Pa ayal 5 A4 21 PE kta Sik: “askati basa amp an |Pumtah Aset #nantnne REM das aa Yan Aan 1 dan Okwitas Jangka Pendek Peranan langka Pendek pen ana Ana ah Nonna pagar Hara e Pa Pe PO Ba PN Penak Ketan aa 1 anta pa uangars Let, Uune Pok we nan On aa & Uang Muka Duri Pelanggan Apaan 0 ynata onar 13 Penduganan Dacrama di Muka na bt “1 nm « Udan Akal Lt0tang 1 ynang LM “nanah era ag 2 : 514 Ta Mapan Jangka Pendek Dar P mpeman Bari. Nagan «ng ng wi Tana SIA “ aa 5 Agra APA AU MN Ga " (tiatetuer tangka Panjang Utang ang Panjang, Seth Dihurngg Hapan Langka Tenis Batik a09 00 Bi ud ang pm Yama Pa ena a #1 La ran : Lana ibn ab ba Ai Pesanan Ta En Kn La z Hantaran : wa NA ea |Jumitah Ukabilitas Jangka Panjang naa aa PU ai naa (Jumlah Lagbilitas Get0ANg san 00 yang Dupas Downrtonkan kepala Porndik Emha Meera Ba sda Ioako “ak Hn Yambutua Masal Orata 0 seram Wen.63) wan ar 1 remuk Kearukturmaw. & Ma Nnya7 Saham Deveroteh Kera. WINA 2 Dasnkan Pengpasanya Maa wat ana uan nm agraria Bat an AN UR UN un naa tren AN Kasian Indak. «ay xoo.nya Kanan Kanan Keperingan Nonpengntah Ton perei Kroget nayg ten Inamtun tata Asman sanam saman saratia Sama 120 Business Valwation Uni
Page 138 OCR 0.478
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk (PT Wijaya Karya Beton Tok (Penilaian Ekuitas (Per 31 Desember 2024 lavatam Rupiay ILampiran Mistoris ILaha Rugi Das Ds Des Ta Da Keterangan 2019 2910 2172 2013 2023 (PENDAPATAN USAHA TO 3g 1305385 G003.TaN aan a-xo001a| IBEBAN POKOK PENDAPATAN Garam Ganas saran Gaso2an (siam) ILABA BRUTO oso77 In suasa sanam 372610) BEBAN USAHA Beban Umum dan Administrasi Uas39n (zsog zte (1301 (aan Beban Pengembangan Bisnis G2 (3991 d0 Gas 00) Beban Pemasaran 0729 (02 (02 (8301 dio) |rumtah Beban ass) (7.540) ana (9137 (160,277) ILABA USAHA Tosdoe 399.x64 IAI z1a.d00) IPENGUASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Ni Instrumen Keuangan 0358 anss7 (Ea 33 (asa Pendapatan Bunga 1320 10 Tasa an an Labu atas Penjualan Aset Tetap - - Ta 1 wang Mogun alas Laba Hotias Asosusi 41709 5 - & 4 |Bagiun utas Laba (Rugi) Pada Ventura Bersama 1051 an 2051 aga «a20 Laba (Rug) Setsih Kus Lane 5 san (3 snx| Beban Pajak Final (am (asa wuaatoy aram so Beban Bunga 48.014) (gan 45399 Ka (0.1 Perubahan Nilai Aset Keuangan yang Diuktr 2 (S961y 3199 P | Beban Lai Lain Bersih agan (03 San Gea Kosan |iumtah Beban Lain-Lain (ena Gn) (50387) (ras.so0) (so) BA SEBELUM PAJAK Gen 130.05 wang 2006 41103 WAK (BEBAN PAJAK (isssn ya 299 Insado) 20m 32K IDampak penyesualan proforma - Roni - - 1 ILABA BERSIH 'YAHUN BERJALAN sim tsatan masa uno your 04.201) (PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN Pengukuran Kembali ats prograrw Imbalan Pasi aa atoa (50 a03) Pajak Penghasilan Terksi 79 2 Gam was |humtah Penghasitan Komprehensif Lain (2m can uan a01 DUMLAH LABA KOMPREHENSIP TAHUN BERJALAN wow xngag ago 20.900 cu tokog3 x290 te2ono 116 ss.o0 (a05) aja Kla (asn susi liumtah sio. ular ana iman WIT ca) hunan Lana KOMPRENENsIP Pemilik Entitas Induk s19.1s6 24.306 162120 357 can Kepentingan Non Pengendali (ska Wan K1s0 daan oo) urat sn Dai uoa7a 20.989 63.s0) Business Valuation Unit 121 Jakarta
Page 139 OCR 0.355
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Wijaya Karya Beton Uk sit 30 Beptembar 2014 Mupiah) | senpiran Mistoris prene — & - ” 1 Ya me 4 Pn - — Was Jas Kar Dur Atvtas Open Pengranaan Kas dari Pelanggan Kat AN elit PN saman) SHLhu saman Perma Ka dai Lsanya .. Pemahayaran kepada pemawh Hanan Kana Gisaain Worth «arm Pembayaran Kepada Deviasi dan karyawan 407 mna Drain Dek akah an aa Pencrenasa Rortewu Penak Pengasuhan - - - wa, Pewbuyaran Pasah Penghustan Pes dan Nor Feat ss0am Bam Ke ul usa Dam paman Bang : wat tu) Pemtayani Open Laanya ana anu tangan ega (kas Meriih Mperakeh dari Aktivitas Operasi. unta wan. Hara “ng Jaran |krs Kan ari hain Yavotai Peoihan Asa Tatap Dayang oneangy » usa ana aga Peveveraan Branga una ara 0 - 1 Penyertaan Investasi pada Vesoaa Denama. . 18809 - Penfstan Aa Tetap 1“ : . : : : Penyetaan pal Tntss And . am Penervaaan dari hnvertnn paska Vermara Bersama Bam .i Aron Na) hai (Kas Bersih Digunakan Votuk Aktivitas lovestasi. Dam ana tang (nana) aa (am |arus kasar Atma Pendanaan Pemerrssaa Peyaman kuas Jungka Pendek PBsak Konga 10 na Kasam Ke og Larang warn Jangka Pendek Pk Koes Ganas Mama Usa asia as Naga Pendek Pibah Beretas - Pin vonrann (s2. Tanah Jangka Pendek Pisah Beretas KN Ga (aa 1304300) (sat Penetrsam Payaman dan bah Beri mun 2007 “10 mas Perubuayaran Penjaruan pastu Pihak Berckasi Kn Oasan sana OL Pembayaran Bunga. Waka ceng wajan Mn, 010. Pemauyaran Lutetas Sewa ym an Dalan a.n an Pembayaran Banpa Luhiaas Sewa . an Oa “ . Satar resa 2 nina : £ Penerimaan Prvjaman Mata Jangka Panyang. wa srrom La Pumbeyaan Pejasan Bath langka Panjang doasaoi arm vena) casan one ntujarm Dirakn Ketade Penepang Salam inases0t ana aan uesen Ian Kepada hepentanan Nempungndah un - up m— Bersih Digunakan satuh Aktivitas Pendanaan. isngo1) Gea Pn 1100336) Maan PENURUNAN MERSIU KAK MAN SETARA KAS yaa san uang nang Was Sebuh Kong map Kasian Seaci Kas Pada Aki Tato KLM om, 3 " Dn TDAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN “sm ratan #01 uan un AS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAMUN Lana Tete khan jan ag Business Valuation Unti 122 Tekarta
Page 140 OCR 0.554
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Analisis Vertikal Per 30 September 2024 (Dalam Rupiah) |Analisis Vertikal Posisi Keuangan Des Des Des Des Da Sept Keterangan 2019 2020 2001 2072 2073 2014 (Aset Aset Lancar Kas dan Setara Kas 15,501 18,4806 19 AS TA 10,2890 Sya Bol Piutang Usaha Pihak Berelasi Ida 4,780 43096 Ta 6Y0| Pihak Ketiga 5 Id A,6TYa Ga TYol Piutang Retensi Pihuk Berelas 0.0024 010902 0,274 Oa Oval Pihak Ketiga 0,384 0990 0,332 Ona 0 Piutang yang Belum Ditagih - Bersih Pihak Berclasi Ata 1,780 UI99 15,221 Ii 9) Pihak Ketiga 2690 3.296 D8 549Y0 3 Aaj Tagihan Bruto Pemberi Kerja - Bersih. Pihak Berelasi 0.000 OLI 0,634 Ya Oa Pihak Ketiga 4dota KAN LA 1 oil Piutang Lain-Lain 02116 03194 02194 Ora wal Pajak Dibayar di Muka 3,98a 29 21496 3 39) Persediaan lina Our 113696 Ba Lv Uang Muka 0,376 0,164 0,234 Oa Oval Biaya Dibayar di Muka 1,980 3904 2,394 3 39 Proyek Dalam Pelaksanaan 0,50” Lana LIA 39an 3a| Jumlah Aset Lancar 69.359 62396 62.216 65.094 Sta Sal |Aset Tidak Lancar “Aset Pajak Tangguhan O,oae 031 O3eta oo wi os Investasi Entitas Asosiasi 0,200, Investasi Ventura Bersama 0214 Old 00872 00774 Oa Ovi Properti Investasi 0.774 0,9AYa 134 19900 PI Inul Aset Hak Guna - Bersih 00014 16875 O,6aya 0.2656 Oya Oval Aset Tetap - Bersih 29.146 BAN 35,070 32.2416 39 4210| Investasi Jungka Panjang Lainnya 0.3176 01316 0.0 0.031, oa Ovj Aset Tidak Lancar Lainnya 0.000 00073 02176 0.247 na Wal Jumlah Aset Tidak Lancar 30654 37,61 EA 38,910 93 4580| Wumlah Aset 100,007. 100,003 10000 1000014. Kao 1005| Business Valuation Unit 123 Jukartu
Page 141 OCR 0.504
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk roevaralnekkuwnrd Jangka Pendek Pinjaman langka Pendek Utang Usaha Pihak Berelasi Pihak Ketiga Utang Pajak Uang Muka Dari Pelinggan Peodapatan Diterema di Muka Beban Akrual Utang Lain-dsm Pinjaman Bank Uabiltas Sewa Mumlah Liabilitas Jangka Pendek. (Liabilitas Jevgka Panjang Pinjaman Bank Laubiltas Sewa Liabilras Pajak Tangguban Labulsas Imbalan Kenya |Ekuas yung Dapat Diairisuskan kepada Pernik Entitas Modal Saham Tambahan Modal Disetor Tronsaksi Restrukturisasi ISahto Laba Ditentukan Penggonaannya Belum drcntukan Penggunaannya Azg gfipanrs3$ Eagp3ss 2 Ibu hana Iu 1» ist 1g $ Igg5535 1s te 3 2533355 toe in 3 in 5 we Lu var ne 1 Sgz 354 2993377 2 # ne 1 mn yani 37 In 17 Ta sa mm (il ya sil bad 2m » Ik 2 yng ” Tj us “sil ag aj 1 ws tr (rn an 31 ya 1 mi La m #x m cl wa tel - @x| s2 49re| us 1m Un tax) mm (Pl s5 s3 mn 1s) am str) In 1) 3 s1) 124 Business Valuatian Unif Jekarta
Page 142 OCR 0.528
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk (PT Winya Karya Belon Tbk Penilaian Ekuitas Per 31 Desember 2024 |Analisis Horizontal Lampiran Historis ILaba rugi Laba Rugi Des Des Des Des Des Des Keterangan 2019 2010 12021 2022 2023 2024 PENDAPATAN USAHA. (BEBAN POKOK PENDAPATAN “R6,578Y2 “93,556Ya “946830 “01,386"0 913170 “92,368'72| LABA BRUTO 1342272 GAYA S31TYA 861470 1683 Yo 763110) BEBAN USAHA Beban Umum dan Administrasi -2,05210 254h “86816 Beban Pengembangan Bisnis 211606 008973 2006814, Beban Pemasaran “002470 402372 00172 Jumlah Beban Usaha 2193 Ya “163672 A95 Ya -3,274'2| LABA USAHA 1122972 268070 6.66070 43892) IPENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Nilai Instrumen Keuangan A0, 13806 2,053 410995 0,672” “0,044e)| Pendapatan Bunga 0.118 02044 0, 12416 0, 11006 0,00516| Laba atas Penjualan Aset Tetap 000076 000074, 001376 000051, 0,030'76| Bagian atas Laba Entitas Asosiasi 0,066 0,00072 000046 000076 0,000e| Bagian atas Laba (Rugi) Pada Ventura Bersama 00270 A0, 00196, 0,03476 0, 1044 Laba (Rugi) Selisih Kurs 0,019 0,0017a 001086 000676, 0,0 1056| Beban Pajak Final 40,629 “0,207 0,654 -0,5881va| Beban Bunga 206156 “A26 BEN 20751) Perubahan Nilai Aset Keuangan yang Diukur 000016 20105314 000016 0,000) Beban Lain- Lain Bersih 0,208 043870 “0,89006 DAN “12960 Wumlah Beban Lain-Lain “2,388 A,856Ya “2,804/o 383300 LABA SEBELUM PAJAK 8, 84196 182470 A1860 101974 17870) BEBAN PAJAK “163196 006172 “130772 A0, 54810 04761a| ILABA BERSIH TAHUN BERJALAN TA 28642 1826Ya 28492 OATL YA 13110) IPENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN 0.000 0,000” 000072 0.000 00002 0.000”| Pengukuran Kembali atas program Imbalan Pasti 0,128 “000155 004201 “09021, Ona Oosesa) Pajak Penghasilan Terkait 0.016 008i 0.000, 0089 00195) |yumlah Penghasilan Komprehensif Lain 003814 Ogan 0.001, 0028, 0,069si| JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJ 730772 251972 186074 L848 Yo OA9I Ya 1,380/0| ILABA TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA Entitas Induk 7,233 2,666" LA5970 DIY 0, 81296 1,3280| Kepentingan Non-Pengendah “0,023Y0 010272 “0.033 0,13686 03404 “0.01610| Wumi: 1,016 25640 1826Ya DAY 0, OA7L Ya UNA) WUMLAH LABA KOMPREHENSIF Pemilik Entitas Induk 73204 261816 189200 LTD6 0. 84076 1,39610| Kepentingan Non Pengendali 00221 009905 403215 01361 MAIN 2001654) Wumlah 7,3079 251972 186014 18480 O A99 YA 1.380”2| Business Valuation Unit 125 Jukartu
Page 143 OCR 0.549
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Analisis Horizontal IPT Wiaya Karya Beton Tbk Penilaian Ekuitas per 30 September 2024 Analisis Horizontal (Lampiran Historis : Des Das Da Da Des Sem nya 2019 2920 2021 2021 2073 204 Laset (Aset Lancar Kas dan Setara Kas A16 33,530 46, 74'to| Piutang Usaha Pihak Berelasi 43,874 “204196 SLTA Pihak Ketiga saia tags ios) Piutang Retensi Pihak Beretasi 010005 215,84v4 35834 5016386 83900) Pihak Ketiga 1590 AS S4, 3968 0,667) Piutang yang Belum Ditagih - Bersih Pihak Berelasi “3387 O,srs ALI 34 00Ya -29,725a| Pihak Ketigu 2051. -agma uda s5o1a 2.50 Tagihan Bruto Pemberi Kerja-- Bersih Pihak Berelasi 001 an.ama 9.611 Pihak Ketigu -sast KET Hoa Piutang Laim-Lain -30,555) Pajak Dibayar di Muka 4015| Persediaan 244 Uang Muka 32,054) Biaya Dibayar di Muka “gas Proyek Dalam Pelaksanaan 91 0,475) Jumlah Aset Lancar 44614 “28, IOWV, 10, 3806| |Aset Tidak Lancar Aset bajak Tangguhan 395.4 ma adan —en.20| Investasi Entitas Asosiasi Investasi Ventura Bersama. Pro 98510 A9. 26Ya 43.970) Properti Investasi 26905 A9. 0,716 137 Aset Hak Guna - Bersih 0001 080 10,370 1349| Aset Tetap - Bersih 09: Agan “39 oat lovestusi Jangka Panjang Lannya A5 6002 56084 00076 0,00”a| Aset Tidak Lancar Lainnya 0001 205 38,536 59,655) Wumlah Aset Tidak Lancar 29 396 “1354 0,560) Wumlah Aset 161306 Pa Data NI “3,7300| 126 Business Valuation Unit Jakarta
Page 144 OCR 0.356
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk |tiatitititas dan Ekwitas Unbilitas Jangka Pendek Pinjoman Jangka Pendek Aa yazon 31 400(0oni| Utang Usaha oo aon O,000s 0.00 Pihak Berelasi Ian.asa meri Man sawo) sama A39 0xln AA TAN 38688 mar Sts says) S0 Pb “773 1525 MAL 180.39 Apa 30 1s wo An0aya sditil aga Pn Ak asn Hoon Ss dasan or Apa ian “16.50. “1693| 29 Kas ILaK “ts. 30e| Penjaman Baik ve 20.24 20x 433 sn) Libitas Sewa agar WrRam “3.301 saga 100.00) “oto oa wo “100.00 0.0) Libittas Imbalan Kerja ai NN Ioi WLagp “9.2611| Utang Ventura Bersama aa Aa 93 Own 20) Yumlah Liabilitas Jangka Panjang 3081 s0 Ina Ne GAN ira Liabilitas “ado GI ajaa osn “1242| ltkusas yang Dapat Disaribuskan kepada Pemilik Enteas Modal Saham Ori Ona Oon are “rs Tambahan Modal Disetor 19, aon da2 0001 o.co| Trassak Kesirukturwasi goni ht “100.01 Wa 0.0ons| (sate Laba Daentukan Penggunaannya ana sapa a00, won o.o0orsl Beban daemtukan Penggunaannya Rasa 21 1721 0,201, am Ekuitas yang Dapat Diatrihusikan kepada Pemilik Entitas | han em Dara 17an Kepenimgan Nonpenpendah Gang Pn ii BanIn “Okta Jumlah Ekuiras 23k band Aje Lor) L— Jumlah Liabiitas dan Ekuhtas PIN Ana 210.703 an Business Valuatian Until 127 Tekarta
Page 145 OCR 0.555
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk (PT Wiaya Karya Beton Tbk (Penilaian Ekuitas (Per 31 Desomber 2024 |Analisis Vertikal (Lampiran Historis Laba rugi Des Des Des pes ve Des Keterangan 2019 2020 221 2022 2023 2024 IPENDAPATAN USAHA III Aap 3868 “29.990 16,894) BEBAN POKOK PENDAPATAN 26711 “615 29.961 “292813 16,55"4| LABA BRUTO BIA BAN UBS 315674 15,728 IBEBAN USAHA Beban Umiim dan Adminitrasi 2121 BA 0,354 1g 21.271) Beban Pengembangan Bisnis 513904 “050 3s “16,231 36,820) Beban Pemasaran SAM 30,801 0204 ARAO 43.021) Iyumtah Beban Usaha AIA A23 IIS 21817) LABA USAHA M6 24391 SIA "sat PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Nilai Instrumen Keuangan TARI AOA 329,851. “923601 Pendapatan Bunga TNIna 49,032 3876 13204) Luba atas Penjaalan Aset Tetap Wow 000 100.00 000p Bagian atas Laba Entitas Asosiasi A33 0.00 0.001, 0.004) Bagian atas Laba (Rugi) Pada Ventura Bersama 670.925 5039, 1294 MTA 9 Laba (Rugi) Selisih Kurs 31673 “1017806 989,861, “1400116 -318.7701 Bebun Pajak Final oa “58.062 121,36 495) Beban Bunga “2A9h data 2d ALSK Perubahan Nilai Aset Keuangan yang Diukur “51400 464591 190.005 0.00) Beban Lain- Lain Bersih 448274 a1dana 6420 IJumtah Beban Lain-Lain “20,1804 29337 A23 A5,20| LABA SEBELUM PAJAK 316 206172043 BKI 104,244) BEBAN PAJAK “136.68 33006,4 “10.681. IKEA ILABA BERSIH TAHUN BERJALAN 3387 110,067 BBI, 22397 PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN onta Ooo Os 00094 0.004) Pengukuran Kembali utas program Imbalan Pasti 1322906 “162.54 HOST ASAGATI 18a.ssti Pajak Penghasilan Terkait “1338804 435,300: NGGAK 1864004) Jumlah Penghasilan Komprehensif Lain AL dath A70,08t4 083674 ISALITM ING.008A| JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 166274 ALA 106,14 ALI 2LABYI ILABA TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA Entitas Induk 5016 96.50 49.055. 90485 Kepentingan Non-Pengendali A52 BSA “94,389 (Junita 10,061 AKAL IRIT JUMLAH LABA KOMPREHENSIF Pemilik Entias Induk ISI MM, 93.620 Kepentingan Non Pengendali 190.60. 4139014 INSAN 941 IJumtah 16.627 106,14 SLTA IRLKAYAI Business Valuation Unit 128 Jakarta
Page 146 OCR 0.348
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Rasio Keuangan Historis hap meh bae Cannai isis juges "aye vas Owh Rat, gm on Nina ten ran Tn Tn Ig na Kbps rara TAN » “ 2 » » Damon ale 4 2 2 1 - - Da aa aa Pa pan 4 , . : | 1 Perpeaman Pisang Rev - Pibah 4 1 4 ' , Penyusun Petang Yara Belum Otagh - Pisah Merviaei - ” “ . 2. Penyutwan Parang Yauy Pekuru Ong - Pihak Keugs " 2 2 » " Kawanan & z : 5 5 PN Per mat : & z 3 K3 keanehan : : £ - . Hama & -g 3 - (kanio Satrahiltm Haruan . Pa six 2. Pe Data to bagany ye Kw Pr turu tum asal Morin Prufitatettas Gross Manan. lang ve s.. - bd "4 Operung Marga uv. - n ns - wd Nan Praia Aharyan. Ping 100 & 0. ny. und -h 2g ya - ts - Sa ES an - aa ia Ka) 5 Business Valwation Uni 129 par
Page 147 OCR 0.666
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Proyeksi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha TAPORAN POSISI KEUANGAN 2021 205 2026 2027 2523 5033 2030 Aset Lancar Kas dan Setara Kas 597.554 soso81 315.430 364335 276288 591853 693365 Piutang Usaha 918.685 941573 703.086 775659 699.635 77126 771283 Piutang Retensi 45267 44.503 43652 45932 2022 47302 a5.1s3 Taginan Bruto Kepada Pemberi Kerja 38734 se1s 66.165 68531 65.624 70051 67.392 Pendapatan Akan Diterima 923356 740548 1122582 1253789 1418255 1565651 1611944 Piutang Lain-Lain 13089 14065 18726 19058 20302 21726 19504 Persediaan 725336 361.503 894832 898530 904.424 908.964 906.54 Yang Muka 10824 16754 13376 14376 15376 16376 Jasa Pajak Dibayar Dirmuka 2a6a83 ws asaa1 50587 sa02a 55.395 53.223 Blaya Dibayar Dimuka 215.583 233914 229363 230732 233585 236097 233869 Proyek Dalam Pelaksanaan 194.390 150.290 taga7a 151.401 148068 152.512 150.290 Jumlah 3929811 3796920 3.606.022 3372936 — 4077603 4437053 4567651 Aset Tidak Lancar Pajak Tangguhan 2802 11872 916 7229 7.582 7216 Sasa Properti Investasi 191588 188.963 187,622 187622 187.622 187.622 185.100 Aset Tetap 3015191 997.502 2532474 2854975 2765488 2671457 2589851 Aset Lain-Lain Sog7a 31.g9a 22031 24031 24031 24031 2031 Investasi Pada Entitas Anak, Entitas Asosiasi dan Ve 4452 2.284 3.509 3509 3509 3509 3509 Jumlah 3264877 3234515 3454552 3077386 2988232 21894.535 2808.485 TIM Aset Jasaras 7051136 G7e0s7a GOs0322 005835 73an SES Jaranan Tol ro) Ioi to Toy ru TABIUTAS DAN EKUAS- EC 2025 2025 2007 2028 2023 2020 Wabiltas Jangka Pendek Pinjaman Jangka Pandek - 357120 400000 400.000 400.000 400.000 Hutang Usaha 1974012 1440123 1421270 1471598 1521208 11462267 Hutang Lain-Lain Lal 2318 2207 2429 2096 1429 Hutang Pajak 65.000 143150 29.723 90717 03.636 94.262 Uang Muka dari Pelanggan 214280 252.207 251096 253318 249,85 252207 Biaya Yang Masih Harus Dibayar 582.020 552.990 484059 488570 339882 13991 Pendapatan Diterima Dimuka 154598 736829 211953 212435 213939 215.123 212904 Labilitas Jangka Panjang bagian jangka pendek 46566 48727 54673 34839 32006 49.173 4973 Jumlah 3042007 3034464 2.915.000 1950906 2862752 2869221 2646233 Mabilitas Jangka Panjang Pinjaman langka Panjang 426754 230917 6039 6089 6089 6089 6089 Kewajiban Imbalan Paska Kerja (PSAK 24) 3LA9S 49.293 ssh 66011 7051 75011 79211 Usang Lain-Lai - s0 s0 s0 50 50 - Utang Ventura Bersama: 2167 8168 2068 2063 3063 3.062 3.068 Jumlah 465.915 280428 70718 75218 79718 ga218 88.ccg TUMUAH WABUTAS 3575 TENIS 2555713 Tore1ga —25azayo 2353439 271901 Ekuitas Modal Sahatn : Treasury Stock : : : : Tambahan Modal Disetor B7 371547 757 g71sa7 g7sa7 811547 B7usa7 Asia (Disagio) Saham 987.813 987.413 987.413 987413 987.13 98713 987.413 Salda Laba - Ditentukan Penggunaannya 372089 372589 372989 372589 372989 372989 372989 Belum Ditentukan Penggunaannya 1360648 1306302 11460301 1607675 1803662 2054539 2317595 - Pendapatan Komprehensif Lainnya - - Kepentingan Non Pengendali 94a69 80.203 s2c0s Basa s775a Leg 9691 Toral Ekuitas 3686766 3.708.544 3774855 3974398 4123365 4378150 1641235 JUMLAH DABNNTAS DAN EKUITAS 7aSAE38 7031236 S7e0s7a 550322 7065835 7331589 776136 Business Valuation Unit 130 Jakarta
Page 148 OCR 0.474
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk LAPORAN LABA RUGI 2024 205 2026 2027 2028 2029 2030 Penata SA Aa BETON PARU Harga Pokok Penjualan 14.206.005) 19546.170) Gan7an) 16.818.569) 17.709.775) 18.497.876) 18.747.659) Depresiasi/Amortisasi (1162232) 199.44) (007.571) 1114287) 1120.480) (126.147) (131980) saban kote Tae Sans Sina Sao mar Desa Ta010 Biaya Usaha (136630) — (252058) (sanses lis8o70) (165706) (577 bsxos1) Depresiasi/Amortisasi 03630 (aza) (22625) tesaa) (25672) (26.220) (27an tapa paha Pe KA SA Aa Koes dana Pa NN te endogatar bung ten Beban bunga bagaay arang) ost tesaaay (esa) esa sa Beban Penyisihan Piutang Rise) (18139) 1101243) 151.678) 160336) 160.739) 162535) Set Ka Pn r , Laba/Rugi Laindain 192.170) (84.088) 88.412) 148.289) 154-701) 160.333) (62117) Laba/Rugi Sebelum Pajak. 87.481 38.170 101.197 211548 276.13 351.672 364.396 Pajak Pengnasilan (a22) 8.592) 26201) en (83320) (86335) Labafhup Serah Pajak Oa Bam Am iao073 nasi teng Ios Mena Gada Pangan Sman Suman semu mangsa aman Sxrso20 —— snaris Pembayaran kepada Pernasok. (agrassa) (4755337) 16.248.402) 16720402) (7.766.467) (8.490.736) 18.906.892) Pembayaran kepada Direksi dan Karyawan. (ara3sn) 1905:330 13001958) Gi7aan) G3a 77) 1352,988) (a7o.aas) kerokan ta Prana Bj pembayaran Pajak sar Buana woaan tasen saru usaca —— (snsoo Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivi 269.296 7241 1783 36547 268.575 275435 288.779 Pam PO TN TT . Pedia mopankkmeni g : : Kanaan oren og tas Penanda 5 Peruruar penambahan Jaminan Urea : : : Pembalan Aa ujan kiss Masa (eren (asam Gasa bas masa #eramiahun Papan " ' Penampaan Sam Pa Eta of Kenalan Uang Ma Pombakan Lan Its Kan Ka erh po san BK angan pian Peaurar asia Wadan Saran : Benambaam Ae tam Penambahan Ant ing Jaya Penarnan kn Mena nya Kenaikan pinjaman jangka panjang dari entitas asa. - - - Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivi (nasss) 197.778) 47.167) (61.930) 156.666) 158.335) masa) VITAS PENDANAAN Tea KA Peang dag tom pss essay san pang Kenalan enwnnanYamjananjangkapejang A25 soo @esr Gasa Tae ta Kenaikan (Penurunani pinjaman jangka menengah - Kenaikan (Penurunan) pinjaman jangka pendek. (i017 a31 764 42.880 kenakan Perurnan polaman Beres 5 2 penbajoan Utang Sena Pembiayaan can Penerimaan Gn peneratan ham eh oi 2 pembartn Owen tes Ga gam tor ws asem uses Maan Yenataag Han Gi ngan " “ : Penban Moda Saham eren Aglo (Disagio) Saham. Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivi 35.120 31.864 (279.127) (125.709) 199.962) 1101534) (10.10) KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA | 199832 1427 (293551) 48.909 111 948 115.566 101511 pa Aan .. SALDO KA AN SETARA RAS PADA AWALTAHUN —“AITZAS SISA GIA asi suzm asam musa SAOS DAN SETAMAKASPAOK AMAN PERODE | CATTSSA GIMST SISA Ia sem Sama mag Business Valuation Unit 131 Jakarta
Page 149 OCR 0.544
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Asumsi Proyeksi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha asumsi tntasi 3 2 an 3 Bg Penagihan tahun berjalan aame022 As9pa7h oo S.s12900 G2e1sa3 7001273 2828157 205272 Penagihan tahun lalu soo000. rosaa 1122562 1253789 1418255 115651651 Pertumbuhan Pendapatan Sebelum Transaksi 231 34an 11,776 12316 10 AT 300 tp 90.71 coz 20x sos sos gan Pertumbuhan Biaya Usaha max 159 55x 55x 545i 301 Beban Penyisihan Piutang (piutang Usaha) 12x taon sex ser n50 801 Perputaran Piutang Usaha 69 38 38 30 30 29 Hutang Usaha 1g 8 7 » 2 & Asurnsi Incremantat Penambahan SASARAN TL 2a5ae1 354510 372e8 390473 40.002 “22335 SASARAN LKB Tama azan dosaa sa7na a7.s2 101.360 PRODUKTIVITAS an20e ——ans0g S3 mas 225an Ona sasa INEFISENSI (9.710) (17.203) (12.795) (11456) (10.128) (9.174) kaan) TAMBAHAN INEFISIENSI HKA TIDAK TERPENUHI 1987) 1657) san) yaaa) (380) (373) Rasio Keuangan Proyeksi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Rasio Keuangan Rasio Likuiditas Current Ratio 125,1316 123,71h 131,251 142.446 1546406 1261 Guick Ratio 96.741. 93.014 100,8014 110,84 122,9644 138,365 Cash Ratio 2007 10,821 12,354 16,641 20,63 26,201, Rasio Aktivilas Perputaran Piutang Usaha 8 38 38 30 30 29 Perputaran Persediaan & 2 “8 “ 39 38 Perputaran Utang Usaha 116 8 P3) z c & Rasio Solvabilitas Debt to Assat 1260 A41EN A3 SAN AGAN d0,28 3708N, Debt to Eguity 89,600 DK na 11361 61261 58,934 Rasio Proftabiltas Gross Margin 1.261 7,58Y4 T,8AYa Teh 8,202 819 Operating Margin 37472 49912 5A1Ya 5721 60574 6,047 Net Profit Margin 0591 1101 2131 2483 286 287To ROA 04210 A10 2.301 29910 3.661 3,770 ROE 0.8016 197 4.081 51272 613W 5.99 Business Valuation Unit 132 Tokarta
Page 150 OCR 0.490
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Proyeksi dengan Penambahan Kegiatan Usaha TAPORAN POSISI KEUANGAN. na 2025 Toe 7 Tas Eri Eu Aset Lancar Kasian Setara Kas 856227 aopaoe masa 20072 420757 snses 71517 Piutang Usaha Dieess oo 1781200 100057 1881243 1807077 1885227 a4e5a27 Piutang Retensi 85267 a75 as01a 28236 44903 29367 41235 Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja 38.734 70857 69746 71968 68.635 73.073 70857 Pendapatan Akan Diterima ar3asa 2051648 taman 1316667 Laman Laman asapana Putang Lin yangg 14065 18.726 1905920392 21726 19.94 Persediaan 7as32s 2256 21258 suas92 945025 sag2258 ougi036 Yang Muka 1004 16754 1376 M6 15376 16376 1asa Pajak Dibayar Dimuka zaban3—ap4s08 51700 saa2a oo s54s7 51700 sss6a Baya Dibayar Dimuka Zassaa 760 242303 22301 24120 26,303 2aao81 Proyek Dalam Pelaksanaan i9d899—— 150200 us179 Is1401— 145068 35251 150250 tumiah amoase 4905651 4732515 Sod2e03 5269226 Sesem7—— Seneo2 Aset Tidak Lancar Palak Tangguhan 2800 nan came 1249 1582 2916 sena Proper investasi Wiss8— aanng3 17672 187622 181612 187622 1500 AsetTetap 3asasis 3136229 3071801 290x302 204815 2a1o7a4 asa Aset tan Lain Sosra ——a1e0a 2agan mon 220 za01 2021 Investasi pada Entitas Anak, Entitas Asosiasi dan YG MASI a201 3509 3509 2500 3509 3.509 lumah Bao4z08 Ja7san2 3293879 32673 3127359 2012802 2947812 Ter ae na oa Ie TAN tu LIABILITAS DAN EKUITAS 2024 2025 2026 2027 2028 2029 Uabilitas Jangka Pendek Pinjaman sangka Pendek 5 257120 aonoo0 aoooo 400000 soa.o00 aooooo Hutang Usaha La7aoiz 2508) 2512060 2560784 2574857 161901 2447258 Hutang Laistain aa 2318 2207 2429 2096 2549 1429 Hutang Pajak 651090 151.583 94.600 95266 97933 100.600 98,378 Uang Muka dar Pelanggan ata280 252207 251006 asaats oo pasnas 25aa29 252207 Biaya Yang Masih Warus Dibayar Sa2010 586627 510255 509922 3ssa7e 2g 181.589 Pendapatan Diterima Dimuka 158598 250,781 223423 225089223756 24473 222201 Unbiitas Jangka Panjang bagian jangka pendek 86566 48.727 sa613 22006 aga13 aga7a jumlah 2042007 4147762 4079223 3sagan 191888 Seg223s Mabilitas Jangka Panjang Pinjaman Jangka Panjang uas m0017 coeg soa9 soo so89 sos Kewajiban Imbalan Paska Kerja (PSAK 24) 3195 29253 asn #60 sn 0y 7511 Utang tainstain $ 3 s0 s 3 s0 Utang Ventura Bersama d1e1 axca 2062 3005 1058 2058 oo. Jumlah kesgns 2a5a1n zona mag ne saia axcoa Dena PETIR KE CAT Ig EK EME TI Ekuitas Modal Saham Treasury Stock - . 2 3 2 a 2 Tambahan Modal Disetor Bnsa7 arisan asa any ansy asa snsa Agio (Disagio) Saham 987413 987,413 987.413 087.413 987.413 987413 987.413 Saldo Laba - Ditentukan Penggunaannya ansa9 mang asa Iman 37an 37asn9 ing - Belum Ditentukan Penggunaannya 1.360.648 1434152 ” 1562297 " L77BOLS "2045253 ” 2370166 ” 2.710.093 - pendapatan Komprehensif Lainnya Kepentingan Non Pengendali saag9 20203 22606 Ba57g a7asa 91662 21760 Total Ekuitas 3en67es I7asaD as76ss2 a00asan — A36ka85 assa77e oo sona8o2 Teman Da aus Jaa “Ea 20 In 5 MEA Business Valuation Unit 133 Jakarta
Page 151 OCR 0.584
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk IAPORAN LABA RUGI 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Penjualan 4896024 — 5305000 7.100.000 7500000 — 8900000 200000 10.034.000 Harga Pokok Penjualan Iad0s025) (4765520) (6353801) (aoa7as) (5006090) (eaoc120) (9068261) Depresiasi/Amortisasi (16243) tonsa4) W07sny Uana287n (20480) t2saa7) t13n.980) Laba/Rugi Kotor 373686. 435536 598.628 6801367 173430 867-127 293789 Biaya Usaha lusas39) —(us2005) (agen) store) (156705) 037 (181051) Depresiasi/Amortisasi (pasa) oo (pa120) (a65) tsaa) (25672) (26220) (26 7831 Laba Usaha Zia.x09 259317 a24135 19775081052 665730 685925 Pendapatan Bunga 4673 - - - 2 : Beban Bunga Gemsa, — tara29) (ossaa) tesaaa) —— tasxaa) (65.144) (esa Beban Penyisihan Plutang Base) (is239) 201.223) (Sts78) (60336) 160.739) (621) Selisih Kurs 508 - - - Laba/Rugi Lain-lain (62170) (eso2g) Bean (68289) tsa7on (60333) (62143) Laba/Rugl Sebelum Pajak s1a8 109961 129336 302539 370871 #9514 466.077 Palak Penghasilan (3281 (23752) 50336) (3639. garang (106.514) (1101439) Laba/Rugi Setelah Pajak 1200 35.209 139.000 228000 283000 343.000 3551638 Tas EiI 'ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan Kas dari Pelanggan sas7a7a oo Sajann s9ng5e 2586000 8207500 as7ieso 10045000 Pembayaran kepada Pemasok (amaasa) o(So1san) (6586552) (05753) (maz25aa) (8257784) (9295831) Pembayaran kepada Direksi dan Karyawan (era292) —— (osas0) Boss) Brama) gn) (sasa) Gro.as) Penerimaan Bunga 33 - - Panerimaan Pajak - - Pembayaran Pajak 83413) 33328) (s2300 (46798) (5362) (sa2761 (nasa) Kas Bersih Diperoleh Dar (Digunakan untuk) Akum 269296 98.735 19.179 264330 296261 302.601 317560 'ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penjualan Aset tetap 1530 ae01 sa000 Perolehan Properti Investasi Kenaikan deposito yang dibatas Penggunaannya Penurunan (penambahan) Jaminan Usaha - Pembelian Aset Tetap Ihsan) 063m) (67381 (stg30) —— (5tis60) (58335) Penambahan Properti investasi 2 5 : : Perempatan Saham Pada Entitas Asosiasi kenaikan Uang Muka Pembelian tahan 'Arus Kas Keluar Bersih pada saat akutsis entitas an kenaikan/Penurunan Investasi Ventura Bersama » Penambahan Aset Lain-ain Isap) Penambahan Aset Keuangan Lainnya . Penurunan (Kenalkan) vestasi lainnya Kenaikan pinjaman jangka panjang dar entitas asa : : IKas Barsih Diperolah Dari (Digunakan untuk) Aktwi (251) (87.778) (a61 (exga0) (56666) 158335) (ras) Pembayaran Bunga Pinjaman tesazs) — tazco0) (5s) oslaa) (05348) (esa) osasa) Kenalkan (Penurunan) pinjaman jangks oanjang 191254 (2soo00) (2anse2) (19831) 7163 7467 Kenaikan (Penurnan) pinjaman jangka menengah 2 Kenaikan (Penurunan) pinjaman jangka pendek Worag) 331764 32200 Kenaikan (penurunan) pinjaman Berelasi A : - Pembayaran Utang Sewa Pembiayaan (s1 Penerimaan dari penerbitan saham oleh entitas an - « Pembayaran Divideri (Ga0g (7.00 (8as2) (nan) (12586) (a75) (sen) Program Kemitraan dan Bina Lingkungan - : - Penerbitan Modal Saham - Saham Treasury Asi (Disagio) Saham Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivi 35:20 3ngea (arasan (izean9) (100563) (102.286 (110357 KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA | 50505 PE ter7sn6) 76an 139033 12210 #2061 Perubahan Kurs sg - SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN h07215 458227 a2aaa 2asia 200724 2281757 srsse SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE 458227492198 maen 220722 29357 s7.2e6 701517 Business Valuation Unit 134 Jokarta
Page 152 OCR 0.558
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Asumsi Proyeksi dengan Penambahan Kegiatan Usaha ASUMSI. 2025 2026 2027 2028 2029 2030 intasi Eg En 3 Es pg 3 Penagihan tahun berjalan Assz917 5916667 msagaaa 7416667 2166667 sA1s67 Penagihan tahun lalu coo00n— r05xe48 1183393 1316667 1483333 1632333 Pertumbuhan Pendapatan Sebelum Transaksi 231 TAK 1,7 13 10,495 3.016 tp 39an 90.1 Bag a00 san agen Pertumbuhan Biaya Usaha ink 158 55n 5. san 301 Beban Penyisihan Piutang (Kpiutang Usaha 1001 sex 275 aa 32216 3321 Perputaran Plutang Usaha 13 3 g za 70 c Hutang Usaha 199 15 132 17 109 98 SASARAN Tu 295141 361519 377268 300ars a06.002 anang SASARAN LKO 70834 2748) 90524 ga7a 97.262 101360 PRODUKTIVITAS 201 snasx ssaoe NN ssosx a91 INEFISENSI (7710) taszae) (2129) (10509) (cse) 8734) (8538) Rasio Keuangan Proyeksi dengan Penambahan Kegiatan Usaha Rasio Keuangan Rasio Likuditas Current Ratio 15,561 116.027 123.364 133,3816 144,596 159,719. Guick Ratio 94,081 92.906 100,231 109411, 120,354 13373h Cash Ratio 11,59K 5.264 71396 10,891 14621 19.261 Rasio Aktivitas Perputaran Piutang Usaha 123 3 87 ” 70 68 Perputaran Persediaan ” sa “- “2 39 38 Perputaran Utang Usaha. 199 185 132 “ 109 ui Rasio Solvabilitas Debit ta Asset saz7e s170e sam azan assan s2s7x Debt ta Eguity 1210206 107,041 101a7n 92,230 BAAK 7a,120 Rasio Profitabilitas Gross Margin 8,211 843 8621 B69Y4 B85Ya 85K Operating Margin 489 597k 6,304 65342 6,790 6,801, Net Profit Margin 161p 196 2.904 31816 35072 3527 ROA 10316 1,734 2787 33716 3,95 4,087 an 2279 3,581 559 64816 131 10676 Business Valuation Unit 135 Tokarta
Page 153 OCR 0.784
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Analisis Inkremental (LAPORAN POSISI KEUANGAN 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Aset Lancar Kas dan Setara Kas (139.327) (116.783) (100.817) (73.615) (46.531) (19.987) 3.153| (Piutang Usaha o 839.687 1.097.491 1.105.584 1,107,442 1114,301 1.113,644| (Piutang Retensi - 2.622 2.362 2,304 1.970 2.045 1,972| Tagihan Bruto Kepada Pemberi Kerja - 3.942 3.581 3.437 3.011 3.028 2.965) Pendapatan Akan Diterima bad 310,804 60.752 62.878 65,079 67.682 70.389) Piutang Lain-Lain - - - - - - si Persediaan - 50,753 48.426. 45.062 41.501 39.294 39.582| Uang Muka - - - - - - - Pajak Dibayar Dimuka bd 6.927 2.659 2,537 2.433 2.395 2.325) Biaya Dibayar Dimuka 13.780 12440 11571 10.718 10.206 10212 Proyek Dalam Pelaksanaan - - - - - - -| Jumlah (139,327) 1111.731 1.126.893 1.159.757 1.185.623 1.218.964 1,249.242| Aset Tidak Lancar Pajak Tangguhan - (Properti Investasi - - - - - - -| lAset Tetap 139.327 139.327 139.327 139,327 139327 139327 139327 |Aset Lain-Lain ” - - - — -| Investasi Pada Entitas Anak, Entitas £ - - - - - -| Jumlah 139.327 139.327 139.327 139.327 139327 139327 139.327 JUMLAH ASET 0 1.251.058 1266220 — 1299084 1324950 1358291 1.388.569) UABILTAS DAN EKUITAS Liabilitas Jangka Pendek (Pinjaman Jangka Pendek - - - - -— — “ Hutang Usaha - 1158.276 1121700 1089186 1053650 1018471 974.991 Hutang Lain-Lain - - - - - - “1 Hutang Pajak - 8.433 4857 4.529 4.297 4.169 4.116) Uang Muka dari Pelanggan - - - - - - Biaya Yang Masih Harus Dibayar - 32.637 26.196 24352 15,596 10.725 7.598) Pendapatan Diterima Dimuka - 13,952 11470 10.654 9817 9.300 9.257) Liabilitas Jangka Panjang bagian jang) - - - - - - -| Jumlah - 1.213.298 1164223 — 1128741 1083359 1012664 996,002) ILiabilitas Jangka Panjang Pinjaman langka Panjang - - - - - - - Kewajiban Imbalan Paska Kerja (PSAK - - - - - - Utang Lain-Lain - £- - z 5 3! Utang Ventura Bersama - - - - - - - Jumlah - - - - - - - (uMmuaH uAsiuTAS - 1.213.298 1.164.223 — 1128741 1.083.359 1042664 996.002) Ekuitas Modal Saham - - - - - - - ITreasury Stock - - - - - - - ITambahan Modal Disetor - - - - - - - lAgio (Disagio) Saham - - - - - - - saldo Laba - - - - - - - | Ditentukan Penggunaannya - - - - - - - |. Belum Ditentukan Penggunaannya - 37.760 101.997 170343 281591 315627 392.498 I- pendapatan Komprehensif Lainnya - - - - - - - Kepentingan Non Pengendali - - - - - - 69 Total Ekuitas - 37.760 101.997 170.343 241591 315.627 392.567| JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS - 1.251.058 1.266.220 1.299.084 1.324.950 1.358.291 1.388.569) i3e Business Valuation Unit Jakarta
Page 154 OCR 0.809
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk (LAPORAN LABA RUGI 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Penjualan IHarga Pokok Penjualan Depresiasi/Amortisasi ILaba/Rugi Kotor IBiaya Usaha IDepresiasi/Amortisasi Laba Usaha Pendapatan Bunga Beban Bunga Beban Penyisihan Piutang selisih Kurs Laba/Rugi Lain-lain Laba/Rugi Sebelum Pajak Pajak Penghasilan Laba/Rugi Setelah Pajak 295.141 (223.350) 7791 779 (16.160) 55.631 364.510 (276371) 88.139 88.139 (23.432) 64.707 377.268 — 390.473 (286.177) (296315) 91091 94.158 91.091 94.158 91091 94.158 (22165) — (22.309) 68.927 71.849 206.092 (308.250) 97.842 97842 (23.184) 74.658 222.335 1820.602)| 101.733) 101.733| (26)| (26)| 101,681| (2a.o9a)| 77.587 ILAPORAN ARUS KAS 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan Kas dari Pelanggan Pembayaran kepada Pemasok (Pembayaran kepada Direksi dan Kary Penerimaan Bunga Penerirmaan Pajak Iembayaran Pajak Ikas Bersih Diperoleh Dari (Digunal |ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penjualan Aset Tetap Perolehan Properti Investasi IKenaikan deposito yang dibatasi Peny Penurunan (penambahan) Jaminan U Pembelian Aset Tetap (Penambahan Properti Investasi (Penempatan Saham Pada Entitas Asc Ikenaikan Uang Muka Pembelian Lahz larus Kas Keluar Bersih pada saat aku Kenaikan/penurunan Investasi Ventu Penambahan Aset Lain-lain Penambahan Aset Keuangan Lainnya (Penurunan (Kenaikan) investasi lainn Kenaikan pinjaman jangka panjang d. Ikas Bersih Diperoleh Dari (Digunakar ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pembayaran Bunga Pinjaman Ikenaikan (Penurunan) pinjaman jang kenaikan (Penurunan) pinjaman jang Kenaikan (Penurunan) pinjaman jang Kenaikan (Penurunan) pinjaman Bere (Pembayaran Utang Sewa Pembiayaar Penerimaan dari penerbitan saham c Pembayaran Dividen Program Kemitraan dan Bina Lingkun (Penerbitan Modal Saham ISaham Treasury lAgio (Disagio) saham IKas Bersih Diperoleh Dari (Digunakar IKENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS Perubahan Kurs ISALDO KAS DAN SETARA KAS PADA Al ISALDO KAS DAN SETARA KAS PADA Al (139.327) (139.327) (139,327) (139.327) 304.545 (280.147) (1.854) 22.544 22.544 (139.327) (116.783) 356.758 (338.150) (2172) 16,436 (470) 15.965 (116.783) (100.817) 367.048 — 386415 (837.031) (356.377) (2235) (2,353) 27.783 27.686 (581) (601) (581) (601) 27.202 27.084 (100817) — (73615) (73615) — (a6531) 396.630 (367.048) (zans) 27.166 (622) 26.544 (26531) (19987) 420.285) (388.939)| (2.559) 28.787 (627) 28.140) (19.987)| 3.153) Business Valuation Unit Jakarta
Page 155 OCR 0.791
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Investasi Jumlah Biaya (Rp) Bangunan 1 Bangunan Pabrik 6 4.901.400.000 29.408.400.000 2 | Ruang Workshop 6 624.339.960 3.746.039.760 Prasarana 5 1 | Pondasi dan Dudukan Mesin/Alat 6 1.117.944.056 6.707.664.336 2 | Bak Uap 6 247.381.677 1.484.290.062 3 | Bak Limbah 6 836.937.608 5.021.625.648 4 | Ruang & Instalasi Genset 6 336.921.554 2.021.529,324 S | Jembatan Timbang 6 162.645.519 975.873.114 Peralatan & 1 | Peratalatan Produksi 6 7.638.400.000 45.830.400.000 2 | Peralatan Penunjang Produksi 6 448.400.000 2.690.400.000 ag || Petalatan Cahorataitan, Pengukara dit 6 367.117.904 2.202.707.424 Pengujian 4 | Cetakan 540 72.662.830 39.237.928.200 Total Investasi 139.326.857.868 Discount Factor PT Wijaya Karya Beton Tbk PERHITUNGAN DISCOUNT RATE Lampiran 4 Deseription Capital Cosi Composition Weighted Cost Cost of Debt 11806 t 210396 Cast of Eguit" 11.76 8376 104074 (Cost ot Egvity Cost of Debt Risk Free TA 96 IPBA, 30 Des 2024 Bank Interest 92196 Bank Indonesia, Des 2024 Beta 0,93 Damodaran. January 2025 Tax 22MYa Risk Premium 6,876 Damodaran, January 2023 RBDS 1.896 Damodaran, January 2025 KE W,677a KD KATA Unleveraged Beta 072 Levered Beta oa Keterangan Beta Market D/E Unlevered Beta Construction Supplies 0,93 39 A4 0,72 lebi 39,44”. Eguity 128 Business Yara aa
Page 156 OCR 0.586
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN Studi Kelayakan — PT Wijaya Karya Beton Tbk Analisis Kelayakan Usaha zona 2035 zone 2037 Z2 Ta Kan Analisis Incrermental cra 7241 273 mesa7 268578 25415 222779 Capert te1zny 7167) (e1ga0) (56666) (58335) (rasa) Interest « (tag) 38.520 sman 71.293 72e0n 72593 p2s9a rcr 15983 55425 Masi” asin 225 639 782220 Analisis neremental 22.788 asa7a 264330 256261 302.601 3a7s6 Capex tj 97m) O7ae7 (61930) (5esec) (55335) (nasa Interest x (ita) 35520 casas 7503 Ie 72509 72598 tere 38527 nas Jaana Ti2a97 516365 513007 1 z 7 5 8 lanatisis Ingramental 2025 2026 2027 2028 2025 2030 cFo 22514 16.436 27783 27686 — 27166 — 28787 Capex () 5 - - z 3 - Interest x (l-tax) - - 2 - 2 - IECFF Incremental 2252 16:36 27783 — 27686” 27166” 28787 Terminal Value 373.429 Diskon Faktor og 0,82 07a 067 061 0,55| Terminal Growth Inflasi IECFF Analisis Incremental 22:544 16.436 27783 — 27686 — 27166 402.235) IPV ECEF Ineremental (139327 20,420 13.485 20647 — 18636 — 16568 — 222148 INPV 172.573 IRR 17,896 Rol 123,866 (Pofitability Index 224 Pap INo tahun Investasi 2024 (139.327) 1 2025 20420 (118.907) 2 2026 13485 — (105.422) 3 2027 20.647 (84.775) 4 2028 18.636 (66.139) 5 2029 16.564 (49.575) 6 2030 222.148 172.573 Iranun 5 -&p 49575 IPv Tahun 6 Ro 22218 01223 NPV IRR ROI PI Sensitivitas Investasi o 172.573 17,990 123,97 224 “2514 223.592 29479, 214,04 314 -2014 216.626 27,390 194,4Yo 294 15K 216.626 27,3 194,4Yo 294 “1076 216.626 27,3Yo 194,4Yo 2,94 0 216.626 27,390 AMA 294 1076 216.626 27,30 NATA 294 1596 216.626 27,346 194,474 2,94 200 216.626 27,372 194,4Yo 294 25 216.626 27,340 194,4Yo 2,94 Business Valuation Unit 139 Jokarta
Names mentioned 105 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP GUNTUR
p.2 ×16
unresolved
org
ANDRI & REKAN
p.2 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2
unresolved
org
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
p.2 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5 ×53
unresolved
org
Kota Nusantara
p.8 ×7
unresolved
person
Rahmat Faizal
p.14
unresolved
person
Up. Dwi Hari Prasetiyo
p.15
unresolved
org
KJPP GUNTUR EKI
p.17
unresolved
org
Andri dan Rekan
p.17 ×3
unresolved
org
Penilai Saham Represenstatif KIPP Guntur Eki Andri dan Rekan
p.17
unresolved
org
Rekan Penilai Saham KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan
p.17
unresolved
org
KJPP Guntur Eki Andri
p.17 ×141
unresolved
org
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
p.18 ×139
unresolved
org
PT Citra Lautan Teduh
p.19 ×3
unresolved
org
PT Wijaya Karya Komponen Beton
p.19 ×3
unresolved
org
PT Wijaya Karya Krakatau Beton
p.19 ×3
unresolved
org
PT Wijaya Karya Pracetak
p.19 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH-
p.23
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.24 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Guntur
p.24 ×2
unresolved
org
KJPP
p.24 ×2
unresolved
org
Bapepam
p.24 ×8
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf
p.27 ×6
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.27 ×6
unresolved
person
Insinyur Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
· Notaris
p.28 ×14
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.28 ×8
unresolved
person
Insinyur Nanctte Cahyanie Handari Adi Warsito
· Notaris
p.28
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.28 ×3
unresolved
person
Achmad Bajumi
p.28 ×3
unresolved
person
Imas Fatimah
p.28 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.34
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU.
p.34
unresolved
org
Koperasi Karya Mitra Satya
p.37
unresolved
org
Yayasan Wijaya Karya
p.37
unresolved
person
Eko Sujianto
· Komisaris Utama
p.38
unresolved
org
PT Wijaya Kar
p.39
unresolved
org
PT Citra
p.39
unresolved
org
PT Wi Kar Kampanan Batan Lautan Teduh
p.39
unresolved
person
Insinyur Nanctte Cahyanic Handari Adi Warsito
· Notaris
p.39
unresolved
org
Pusat Statistik
p.49 ×3
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.49 ×4
unresolved
org
Kementerian Ketenagakerjaan
p.50
unresolved
org
Bank Indonesia. Inflasi
p.53
unresolved
org
PT CT
p.53
unresolved
org
Bank Indonesia Triwulan IV
p.53 ×19
unresolved
person
Pea Stan SIP Mun Ka
p.59
unresolved
org
Bank Business Valuation
p.59
unresolved
org
Bank Indonesa Sumber
p.61
unresolved
org
Bank Indonasia.
p.61
unresolved
org
Kementerian PUPR
p.64 ×2
unresolved
org
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
p.68
unresolved
org
PT PLN (Persero)
p.69 ×3
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.69 ×4
unresolved
org
PT Perkasa Beton Readymix
p.71
unresolved
org
PT Virajaya Riauputra
p.71
unresolved
org
PT Sumbetri Megah
p.71
unresolved
org
PT Jaya Sentrikon Indonesia
p.71
unresolved
org
PT Ratu Pola Bumi
p.71
unresolved
org
PT Tonggak Ampuh
p.71
unresolved
org
PT Sentosa Sakti Makmur
p.71
unresolved
org
PT Kunango Jantan
p.71
unresolved
org
PT Hume Sakti Indonesia
p.71
unresolved
org
PT Tjakrindo Mas
p.71
unresolved
org
PT Jaya Beton Indonesia Pesaing
p.71
unresolved
org
Menteri PUPR
p.72
unresolved
org
KJPP GEAR
p.84
unresolved
org
Koperasi Karyawan Beton Makmur Wijaya. Business Valuation
p.97
unresolved
org
PT Komponindo Betonjaya
p.98
unresolved
org
PT Komponindo Beton Jaya. Aktivitas Usaha Performa
p.98
unresolved
org
PT Krakatau Engineering
p.99 ×2
unresolved
org
PT Krakatau Wajatama
p.99 ×2
unresolved
org
PT Krakatau Baja Konstruksi. Hingga
p.99
unresolved
org
PT Krakatau Baja Konstruksi
p.99
unresolved
org
Wijaya Karya Bangunan
p.99 ×2
unresolved
org
Kementerian ESDM dan PLN
p.103
unresolved
org
DER
p.127
unresolved
person
Keaar A
p.137
unresolved
org
PT Wijaya Karya Beton Tok
p.138
unresolved
org
Bank Uabiltas Sewa Mumlah Liabilitas Jangka Pendek.
p.141
unresolved
org
Bank Laubiltas Sewa Liabilras Pajak Tangguban Labulsas Imbalan
p.141
unresolved
org
Winya Karya Belon Tbk
p.142 ×2
unresolved
org
Analisis Horizontal IPT Wiaya Karya Beton Tbk
p.143
unresolved
org
Wiaya Karya Beton Tbk
p.145 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
8759 ms
13 Sep 2026 15:30
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}