Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 56
Page 1
2024
Page 2
PT Planet Properindo Jaya Tbk.
Kegiatan Usaha Utama:
Menjalankan usaha dalam bidang Hotel Bintang Tiga, Restoran, Aktivitas Konsultasi
Pariwisata dan Aktivitas Perusahaan Holding
Kantor Pusat :
Jl. Otto Iskandar Dinata No.3,
Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung,
Kota Bandung, Jawa Barat 40117
Telepon: +62 22 426 6299
Email : corsec@ppjaya.com
Website : www.planetproperindojaya.com
Page 3
DAFTAR ISI I. Struktur Kepemilikan Saham Kelompok Usaha Perseroan II. Pengurusan dan Pengawasan Perseroan III. Struktur Organisasi Perseroan IV. Sumber Daya Manusia V. Perfoma Hotel Tahun 2024 VI. Laporan Keuangan Tahun 2024
Page 4
I. Struktur Kepemilikan Saham Kelompok Usaha Perseroan
Antonyo Hartono Tanujaya Amelia Tanjaya
90,00% 10,00%
PT Sosial Integrasi Internasional Amelia Tanjaya
99,00% 1,00%
Antonyo Hartono Tanujaya PT Wahana Tata Bangun
4,09% 95,91%
Perseroan
II. Pengurusan dan Pengawasan Perseroan
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Nomor: 05 tanggal 31 Mei 2024, dibuat di hadapan
Rahayu Ningsih, S.H., Notaris di Kota Jakarta, akta mana perubahannya telah diterima dan dicatat dalam Sisminbakum
Direktorat Jendral Administrasi Hukum Umum Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor: AHU-AH.01.09-0209422
tanggal 3 Juni 2024 perihal penerimaan pemberitahuan perubahan Data Perseroan, serta telah didaftarkan dalam Daftar
Perseroan Nomor: AHU-0108094.AH.01.11.TAHUN 2024 tanggal 3 Juni 2024, susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan adalah sebagai berikut:
Direksi:
Direktur Utama : Antonyo Hartono Tanujaya
Direktur : Emilia Marlina Kiuk
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Seto Andry Wibowo
Komisaris Independen : Hannar Yogia
Pembentukan dan pengaturan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan telah mengacu dan sesuai dengan Peraturan OJK
No. 33/2014.
Berikut ini adalah keterangan singkat mengenai masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan:
Page 5
Dewan Komisaris
Seto Andry Wibowo
Komisaris Utama
Warganegara Indonesia, usia 44 tahun.
Menyelesaikan Pendidikan S1 jurusan science di Bina Nusantara University pada
tahun 2003 dan S2 jurusan Information Technology di Melbourne, RMIT University,
pada tahun 2005.
Pengalaman Kerja:
2011 – 2012 : PT Diva Nusa Prima, sebagai Komisaris
2012 - 2014 : PT Mitra Cerdas Favorit, sebagai Direktur
2014- 2016 : PT Wahana Tata Mandiri, Faberhost Indonesia sebagai Founder –
CEO
2014 – 2016 : PT Sosial Integrasi Internasional (Rusabook.com And Ishared.com)
sebagai Komisaris
2019 – saat ini : PT Planet Properindo Jaya, sebagai Komisaris
Hannar Yogia
Komisaris Independen
Warganegara Indonesia, usia 62 tahun.
Menyelesaikan Pendidikan di Fakultas Institute Technology Bandung pada tahun
2011.
Pengalaman Kerja:
2018 – Current : Bank Mayora sebagai IT & E Banking
Groub Head
1995 - 2018 : PT Bank OCBC NISP Tbk. sebagai Central
Operation Technology Division Head
1988 - 1995 : Lembaga Pendidikan Aplikasi Komputer ( Bandung ) Sebagai
Komputer Aplication Training and Software House
Page 6
Direksi
Antonyo Hartono Tanujaya
Direktur Utama
Warganegara Indonesia, usia 32 tahun.
Menyelesaikan pendidikan S1 di Malaysia jurusan perbankan dan keuangan
pada tahun 2011, kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Australia jurusan
strategic management pada tahun 2013.
Pengalaman Kerja
2013 : Wells Fargo Bank, Los Angeles, sebagai Internship
2014 : Citibank, Los Angeles, sebagai Product Control Analyst
2015 – 2018 : CV Hasil Usaha, sebagai Direktur
2017 – 2019 : PT Sosial Integrasi Internasional, sebagai Direktur
2017 – saat ini : PT Wahana Makmur Jaya, sebagai Business Development
2019 – Saat ini : PT Planet Properindo Jaya, sebagai Direktur Utama
Emilia Marlina Kiuk
Direktur
Warganegara Indonesia, usia 48 tahun.
Menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Ilmu Ekonomi Jakarta,Jurusan
Akuntansi pada tahun 2000.
Pengalaman Kerja
2000 – 2010 : PT NYK Puninar Logistik Indonesia, sebagai Divisi Keuangan
2011 – 2013 : PT Multicon Indonesia, sebagai Manager Keuangan
2013 – saat ini : PT Wahana Makmur Jaya, sebagai Manager Keuangan
2022 – saat ini : PT Planet Properindo Jaya Tbk, sebagai Direktur
Page 7
III. Struktur Organisasi Perseroan
RUPS
Dewan Komisaris
Komite Audit
Direksi
Sekretaris
Internal Audit
Perusahaan
Operation General Human Resources
Manager General Manager
Page 8
Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary)
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor SK Dir-002/KTM/HRD/IV/2020 tanggal 28 April 2020, diangkat sebagai
Sekretaris Perusahaan Perseroan adalah:
Nama : Yosafat Haridono
Alamat : Jl. Pademangan II Gg.15 no.63, Jakarta Utara
Nomor Telp/Fax : +6281584345367
Email : josafatharidono@yahoo.com
Pengalaman Kerja : 1996 – 1997 : PT. Inti Bangun Adipratama, sebagai Internal Legal Audit
1998 – 2009 : PT. Arta Buana Sakti, sebagai Legal Officer
2004 – 2006 : PT. Ming Horng & Ask Technica Industrial, sebagai HR GA
2010 – 2011 : PT. Centratama Nasional Bank, sebagai Legal Officer
2012 – 2013 : PT. Garansindo Interglobal, sebagai Legal Officer
2013 – 2020 : PT. Wahana Makmur Jaya, sebagai Legal Officer
2019 – saart ini : PT. Planet Properindo Jaya, sebagai Sekretaris Perusahaan
IV. Komposisi Karyawan Perseroan Menurut Jabatan
31 Desember
2024 2023 2022
Status
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
Director
2 33,33 2 28,60 3 8,57
General Manager 16,67
1 1 14,30 1 2,86
Manager 16,67
1 1 14,30 1 2,86
Asst. Manager -
- - - - -
Supervisor - -
- - - 3 8,57
Officer/Admin
2 33,33 3 42,80 27 77,14
Operator
- - - - - -
Jumlah 100,00 100,00 100,00
6 7 35
Page 9
V. Perfoma Hotel 2024 Vue Palace Hotel Perseroan memiliki sebuah hotel bintang tiga yang beralamat di Jalan Otto Iskandardinata no.3 Bandung dengan luas tanah sekitar 3.020 m2 dan luas bangunan 7408 m2. Hotel mulai beroperasi pada tahun 2018 dan diresmikan pada Grand Opening di bulan Desember. Vue Palace Bandung memiliki 102 kamar, dimana diantaranya adalah kamar dengan tipe Studio 25, Artsy 25, Studio 50 & Studio 55. Fasilitas Kamar: • Wired & Wireles Internet • 32” LCD TV with 60 TV Channels • Fridge • Work Desk • Phone with IDD Access • Bathrobes & Slippers • Bathroom Amenities • Room Amenities (Mineral Water, Coffee & tea, Water Jug) • Safe Deposit Box • 24 Hour room service Ruang pertemuan tersebut dilengkapi dengan akses internet dan juga perlengkapan pendukung MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang merupakan salah satu MICE terbaik di Bandung Vue Palace Hotel Bandung memiliki sejumlah Meeting Room dengan berbagai kapasitas: 1. The Grand Palace Ballroom Capacity: 35-400 pax 2. Imperial Meeting Room Capacity: 70-90 pax 3. Winter Meeting Room Capacity: 70-90 pax 4. Buckingham Meeting Room Capacity: 20 pax
Page 10
Fasilitas Meeting Room:
• Memo Pad
• Ballpoint
• Candy
• Mineral Water
• Flip chart with Marker
• Board Marker
• Projector & Screen
• Stage
• Standar Audio Sound
• Mic
Bisnis Fokus F&B dan Banquet Periode 2025
• Membuat Inovasi paket yang Menarik untuk meeting misal dengan membuat paket komplit termasuk dengan full
entertain.
• Membuat Inovasi Brand Activation mengikuti calender event atau yang lainnya secara konsisten.
• Berkolaborasi dengan Travel Agent membuat perjalanan wisata atau paket plus misal kerjasama dengan BANDROS
(Bandung Tour on The Bus)
• Menjaga dan konsisten relasi dengan government dan corporate menawarkan paket yang berbeda misal bias nya
menyediakan event on site.
• Membuat inovasi berkerjasama dengan EO Party Planner untuk social event misal birthday atau event konser.
• Membuat paket wedding dan berkolaborasi dengan WO yang menawarkan free tambahan venue untuk pemberkatan
atau akad atau paket lengkap All in.
• Konsisten terhadap pemasaran Digital Marketing dan Media Social dengan konten yang menarik.
• Social Media Marketing: Fokus pada media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok dengan konten visual
menarik mengenai desain hotel, fasilitas, dan pengalaman yang dapat didapatkan oleh tamu. Menggunakan influencer
atau micro-influencer untuk menarik audiens muda.
Page 11
Fasilitas Hotel:
• Karupa All Day Dining
• Room Service 24 jam
• Lobby café with terrace seating
• Teras Adipati on The Weekend
• Open lobby lounge area
• Swimming Pool
• Meeting Facility
• Free WIFI
• Gymnasium spa and Fitness facility
• On-site undercover car park
• Express check-out facility
• Laundry and dry cleaning
• Non-smoking hotel
Pengelolaan dan Pengembangan Hotel Boutique dengan Sentuhan Lokal dan Sustainability
Dengan Detail Sebagai Berikut :
• Konsep: Menyediakan pengalaman menginap yang lebih personal, dengan desain dan nuansa yang mencerminkan
budaya lokal Bandung. Setiap kamar dan area umum dapat mengusung tema kerajinan tangan atau seni lokal,
memberikan kesan unik yang tidak dapat ditemukan di hotel lainnya serat Menyediakan akomodasi yang cocok untuk
wisatawan keluarga dengan anak-anak, lengkap dengan area bermain, kolam renang anak-anak, serta fasilitas lain
yang mendukung kenyamanan keluarga
• Fasilitas: Layanan kamar yang nyaman, restoran dengan menu khas Bandung, serta area bermain anak, menu khusus
anak, dan layanan baby sitting.
• Sistem Pemasaran :
1. Website : Membangun website yang ramah pengguna, dengan fitur pemesanan online dan optimasi untuk
pencarian di Google.
2. Social Media Marketing: Fokus pada media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok dengan konten visual
menarik mengenai desain hotel, fasilitas, dan pengalaman yang dapat didapatkan oleh tamu. Menggunakan
influencer atau micro-influencer untuk menarik audiens muda.
Page 12
Performa Hotel tahun 2024 dan Target di masa mendatang :
Actual Result
2024
Jan Feb March April May June July August Sept Oct Nov Dec Year
Occup.
64,86% 69,20% 46,65% 67,09% 77,93% 77,97% 84,56% 82,80% 83,15% 82,26% 78,27% 93,64% 75,70%
Rate
2025 Jan Feb March April May June July August Sept Oct Nov Dec Year
Occup.
77,70% 79,25% 77,95% 78,35% 77,85% 78,85% 79,85% 80,65% 81,80% 79,68% 80,65% 87,77% 80,03%
Rate
2026 Jan Feb March April May June July August Sept Oct Nov Dec Year
Occup.
77,85% 80,05% 78,01% 78,38% 78,17% 78,81% 79,85% 80,68% 81,88% 80,18% 80,87% 87,88% 80,22%
Rate
2027 Jan Feb March April May June July August Sept Oct Nov Dec Year
Occup.
79,60% 79,10% 62,60% 81,50% 79,60% 81,20% 82,90% 81,00% 80,60% 83,20% 85,60% 93,30% 80,85%
Rate
Page 13
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk Laporan Keuangan 31 Desember 2024 Dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal tersebut Dan Laporan Auditor Independen
Page 14
Daftar Isi
Halaman / Pages
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Auditor Independen
Laporan Posisi Keuangan 1-2
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 3
Laporan Perubahan Ekuitas 4
Laporan Arus Kas 5
Catatan Atas Laporan Keuangan 6 - 38
Page 15
Page 16
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Laporan No. 00316/2.0459/AU.1/03/1664-2/1/III/2025
Pemegang Saham, Komisaris dan Direksi
PT Planet Properindo Jaya Tbk
Opini
Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Planet Properindo Jaya Tbk (“Perusahaan”), yang terdiri dari laporan
posisi keuangan tanggal 31 Desember 2024, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan
perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta catatan atas laporan
keuangan, termasuk ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan.
Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi
keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 2024, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Basis Opini
Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia.
Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung Jawab Auditor
terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada laporan kami. Kami independen terhadap Perusahaan berdasarkan
ketentuan etika yang relevan dalam audit kami atas laporan keuangan di Indonesia, dan kami telah memenuhi
tanggung jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh
adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit kami.
Ketidakpastian Material Tentang Kelangsungan Usaha
Kami membawa perhatian ke Catatan 28 atas laporan keuangan terlampir yang menjelaskan tentang jumlah liabilitas
jangka pendek melebihi aset lancar pada tanggal 31 Desember 2024. Kondisi tersebut mengindikasi adanya suatu
ketidakpastian material yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk
mempertahankan kelangsungan usahanya. Perusahaan telah mengambil kebijakan dan langkah-langkah bisnis untuk
mengatasi kondisi tersebut. Laporan keuangan terlampir tidak mencakup penyesuaian yang berasal dari kondisi
tersebut dan disusun dengan anggapan bahwa Perusahaan akan melanjutkan operasinya sebagai entitas yang
berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Opini kami tidak dimodifikasi sehubungan dengan
hal-hal tersebut.
Hal Audit Utama
Hal audit utama adalah hal-hal yang, menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang paling signifikan
dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal tersebut disampaikan dalam konteks audit kami atas laporan
keuangan secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas laporan keuangan terkait, kami tidak
menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama tersebut.
Hal audit utama yang teridentifikasi dalam audit kami diuraikan sebagai berikut:
Pendapatan Usaha
Pendapatan usaha Perusahaan meningkat dari Rp 12.368.445.625 pada tahun 2023 menjadi Rp 14.534.752.332
pada tahun 2024, yang menunjukkan peningkatan sebesar 17,5%. Pendapatan Perusahaan terutama berasal dari
operasional hotel Vue Palace di Bandung yang dikelola oleh Artotel Curated sebagai pihak ketiga.
Pengakuan pendapatan menjadi area audit utama karena pendapatan merupakan komponen signifikan dalam laporan
keuangan Perusahaan dan terdapat risiko salah saji material terkait waktu pengakuan dan jumlah pendapatan yang
diakui. Selain itu, kompleksitas transaksi yang berasal dari pengelolaan hotel oleh pihak ketiga (Artotel Curated)
memerlukan pemahaman yang mendalam tentang perjanjian kerjasama manajemen dan mekanisme bagi hasil antara
Perusahaan dengan pengelola hotel.
Bagaimana audit kami merespons Hal Audit Utama:
Kami memperoleh pemahaman dan mengevaluasi kebijakan akuntansi Perusahaan terkait pengakuan
pendapatan dan menilai kesesuaiannya dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia;
Kami memeriksa perjanjian kerjasama manajemen dengan Artotel Curated untuk memahami syarat dan
ketentuan yang dapat mempengaruhi pengakuan pendapatan Perusahaan;
Page 17
Hal Audit Utama (Lanjutan)
Kami melakukan pengujian atas efektivitas pengendalian internal terkait siklus pendapatan, termasuk pemisahan
tugas dalam proses penerimaan, pencatatan, dan pelaporan pendapatan;
Kami melakukan pengujian substantif terhadap sampel transaksi pendapatan, termasuk memeriksa dokumen
pendukung seperti laporan operasional hotel, faktur, dan bukti penerimaan pembayaran;
Kami melakukan pengujian cut-off untuk memastikan pendapatan diakui pada periode yang tepat;
Kami melakukan prosedur analitis dengan membandingkan pendapatan per bulan dan menganalisis tren serta
fluktuasi yang signifikan;
Kami mengevaluasi kecukupan pengungkapan terkait pendapatan usaha dalam laporan keuangan sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Informasi Lainnya
Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum dalam Laporan
Tahunan 2024 (“Laporan Tahunan”). Laporan Tahunan diharapkan akan tersedia bagi kami setelah tanggal laporan
auditor independen ini.
Opini audit kami atas laporan keuangan terlampir tidak mencakup Laporan Tahunan, dan oleh karena itu, kami tidak
menyatakan bentuk keyakinan apapun atas Laporan Tahunan tersebut.
Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan terlampir, tanggung jawab kami adalah untuk membaca
Laporan Tahunan dan, dalam pelaksanaannya, mempertimbangkan apakah Laporan Tahunan mengandung
ketidakkonsistensian material dengan laporan keuangan terlampir atau pemahaman yang kami peroleh selama audit,
atau mengandung kesalahan penyajian material.
Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan penyajian material
di dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata
kelola dan melakukan tindakan yang tepat berdasarkan peraturan perundangundangan yang berlaku.
Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan
Keuangan
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen
untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen bertanggung jawab untuk menilai kemampuan Perusahaan dalam
mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya, hal-hal yang berkaitan
dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha, kecuali manajemen memiliki
intensi untuk melikuidasi Perusahaan atau menghentikan operasi, atau tidak memiliki alternatif yang realistis selain
melaksanakannya.
Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan keuangan
Perusahaan.
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan
Tujuan kami adalah untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara keseluruhan
bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, dan untuk
menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai merupakan suatu tingkat keyakinan
tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu
mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh
kecurangan maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik secara individual maupun secara agregat, dapat
diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan
laporan keuangan tersebut.
Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan
mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga:
Page 18
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan (Lanjutan)
Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang disebabkan
oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan melaksanakan prosedur audit yang responsif terhadap risiko
tersebut, serta memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk menyediakan basis bagi opini kami. Risiko
tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang
disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan secara
sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian pengendalian internal.
Memperoleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk mendesain
prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas
keefektivitasan pengendalian internal Perusahaan.
Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan
pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.
Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan, berdasarkan
bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait dengan peristiwa atau
kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan
kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu ketidakpastian material, kami
diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor kami ke pengungkapan terkait dalam laporan keuangan
atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai, harus menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami.
Kesimpulan kami didasarkan pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun,
peristiwa atau kondisi masa depan dapat menyebabkan Perusahaan tidak dapat mempertahankan kelangsungan
usaha.
Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk pengungkapannya,
dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan peristiwa yang mendasarinya dengan suatu cara
yang mencapai penyajian wajar.
Memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat terkait informasi keuangan entitas atau aktivitas bisnis dalam
Perusahaan untuk menyatakan opini atas laporan keuangan. Kami bertanggung jawab atas arahan, supervisi,
dan pelaksanaan audit Perusahaan. Kami tetap bertanggung jawab sepenuhnya atas opini audit kami.
Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain, ruang lingkup
dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap defisiensi signifikan dalam
pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit.
Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami telah
mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan mengomunikasikan seluruh hubungan, serta
hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi kami, dan, jika relevan, pengamanan
terkait.
Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan hal-hal
tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode kini dan oleh karenanya menjadi hal audit
utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam laporan auditor kami, kecuali peraturan perundang-undangan
melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami
menentukan bahwa suatu hal tidak boleh dikomunikasikan dalam laporan kami karena konsekuensi merugikan dari
mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas
komunikasi tersebut.
KANTOR AKUNTAN PUBLIK
HELIANTONO & REKAN
Andiek Nugroho, SE., Ak., M.Ak., CA., CPA
Registrasi Akuntan Publik No. AP. 1664
Jakarta, 24 Maret 2025
Page 19
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2024 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 2,4,26,27 517.067.106 539.516.597
Piutang usaha 2,5,26,27 777.186.122 768.870.154
Piutang lain-lain 2,6,26,27
Pihak berelasi 24 1.176.928.572 -
Pihak ketiga 46.359.961 11.999.000
Pajak dibayar dimuka 2,13a 19.861.936 -
Persediaan 2,7 674.602.409 502.576.341
Beban dibayar di muka 2,8 166.666.670 416.666.668
Total Aset Lancar 3.378.672.776 2.239.628.760
ASET TIDAK LANCAR
Persediaan 2,7 1.006.630.387 945.122.559
Aset tetap 2,9 81.766.465.209 83.453.394.997
Aset Hak - Guna 2,10 360.000.000 375.000.000
Total Aset Tidak Lancar 83.133.095.596 84.773.517.556
TOTAL ASET 86.511.768.372 87.013.146.316
Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
1
Page 20
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2024 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang lain-lain - pihak ketiga 11,26,27 1.713.368.861 1.902.319.982
Beban akrual 12,26,27 306.435.229 384.523.541
Utang pajak 2,13b 1.017.389.259 696.497.554
Utang bank 14 23.898.476.747 22.277.000.000
Total Liabilitas Jangka Pendek 26.935.670.096 25.260.341.077
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pemegang saham 11,24 - 1.511.029.474
Liabilitas imbalan pascakerja 15 245.782.000 291.426.730
Total Liabilitas Jangka Panjang 245.782.000 1.802.456.204
TOTAL LIABILITAS 27.181.452.096 27.062.797.281
EKUITAS
Modal dasar - 1.875.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp80 per saham
Modal ditempatkan dan disetor -
896.709.596 saham 16 71.736.767.680 71.736.767.680
Tambahan modal disetor 17 6.711.738.981 6.711.738.981
Penghasilan komprehensif lain 38.520.038 43.244.652
Akumulasi rugi (19.156.710.423 ) (18.541.402.278 )
TOTAL EKUITAS 59.330.316.276 59.950.349.035
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 86.511.768.372 87.013.146.316
Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
2
Page 21
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal
31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2024 2023
PENDAPATAN USAHA 2,18 14.534.752.332 12.368.445.625
BEBAN POKOK PENDAPATAN 2,19 (10.966.518.713 ) (10.089.742.369 )
LABA BRUTO 3.568.233.619 2.278.703.256
Beban umum dan administrasi 2,20 (1.829.680.008 ) (1.851.216.871 )
Pendapatan lain-lain - neto 2,21 87.600.038 428.882.662
LABA USAHA 1.826.153.649 856.369.047
Penghasilan keuangan 3.395.974 5.460.164
Biaya keuangan (2.444.857.768 ) (2.190.699.176 )
RUGI SEBELUM
PAJAK PENGHASILAN (615.308.145 ) (1.328.869.965 )
Beban pajak penghasilan 2 - -
RUGI TAHUN BERJALAN (615.308.145 ) (1.328.869.965 )
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN 15 (4.724.614 ) 3.048.481
RUGI KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (620.032.759 ) (1.325.821.484 )
RUGI NETO PER SAHAM 23 (0,69 ) (1,48 )
Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
3
Page 22
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal
31 Desember 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tambahan Modal Penghasilan
Modal Saham Disetor komprehensif lain Akumulasi Rugi Total Ekuitas
Saldo 1 Januari 2023 71.429.054.400 6.711.738.981 40.196.171 (17.212.532.313 ) 60.968.457.239
Rugi tahun berjalan - - - (1.328.869.965 ) (1.328.869.965 )
Pelaksanaan Waran 307.713.280 - - - 307.713.280
Penghasilan komprehensif lain - - 3.048.481 - 3.048.481
Saldo 31 Desember 2023 71.736.767.680 6.711.738.981 43.244.652 (18.541.402.278 ) 59.950.349.035
Rugi tahun berjalan - - - (615.308.145 ) (615.308.145 )
Rugi komprehensif lain - - (4.724.614 ) - (4.724.614 )
Saldo 31 Desember 2024 71.736.767.680 6.711.738.981 38.520.038 (19.156.710.423) 59.330.316.276
Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
4
Page 23
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 2024 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 18 14.526.436.364 11.980.227.567
Pembayaran kas kepada karyawan 12,19,20 (2.962.387.023 ) (3.140.513.446 )
Pembayaran kas kepada pemasok 7,11,19 (5.194.693.811 ) (4.418.291.685 )
Penerimaan pengasilan keuangan 3.395.974 5.460.164
Pembayaran beban keuangan 22 (2.444.857.768 ) (2.190.699.176 )
Pembayaran beban operasional lainnya (2.250.298.987 ) (2.307.063.122 )
Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi 1.677.594.749 (70.879.698 )
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap 9 (189.014.768 ) (553.235.582 )
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang lain-lain dari pihak berelasi 11,26 (1.511.029.472 ) (244.107.640 )
Pelaksanaan waran - 307.713.280
Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (1.511.029.472 ) 63.605.640
PENURUNAN NETO KAS DAN BANK (22.449.491 ) (560.509.640 )
KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN 4 539.516.597 1.100.026.237
KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN 4 517.067.106 539.516.597
Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
5
Page 24
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
Pendirian Perusahaan dan Kegiatan Bisnis Perusahaan
PT Planet Properindo Jaya Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Bandung berdasarkan akta No. 1 tanggal 7 Juni
2003 dibuat di hadapan Lili Sugianto, S.H. Notaris di Bandung. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C-22912
HT.01.01.TH.2003. Tahun 2003, tanggal 26 September 2003. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir Akta No. 05 tanggal 31 Mei 2024 dari Rahayu Ningsih, S.H., Notaris di
Jakarta, yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan
Surat Keputusan No. AHU-0108094.AH.01.11.TAHUN.2024 tanggal 03 Juni 2024.
Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan didirikannya Perusahaan adalah
berusaha di bidang perhotelan. Ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang penyediaan
kamar tempat menginap, penyediaan tempat dan pelayanan makan dan minum, pelayanan pencucian/binatu,
penyediaan fasilitas akomodasi dan pelayanan lain yang diperlukan bagi penyelenggaraan kegiatan usaha
hotel.
Perusahaan adalah pemilik Hotel Vue Palace, Artotel Curated yang berdomisili di Bandung dengan kantor
beralamat di Jl. Otto Iskandar Dinata No. 3 Babakan Ciamis Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa
Barat.
Pada saat ini kegiatan utama Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang perhotelan yaitu
mengelola dan menyewakan Hotel Vue Palace, Artotel Curated di Bandung.
Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha PT Wahana Tata Bangun, dengan PT Sosial Integrasi
Internasional sebagai pemegang saham utama dan Tn. Antonyo Hartono Tanujaya sebagai pengendali
terakhir.
Perusahaan memiliki 6 dan 7 karyawan tetap masing-masing pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai
berikut:
Komisaris
Komisaris Utama : Seto Andry Wibowo
Komisaris : Hannar Yogia
Direksi
Direktur Utama : Antonyo Hartono Tanujaya
Direktur : Emilia Marlina Kiuk
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
Komite Audit
Ketua Komite Audit : Hannar Yogia
Anggota Komite Audit : Asen Julianto
Anggota Komite Audit : Defi Desmiati
6
Page 25
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 31 Agustus 2020, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif No S-238/D.04/2020 dari
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat sebanyak
267.856.800 saham atau sebanyak 30% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai
nominal Rp80 setiap saham dengan harga penawaran Rp112 setiap saham disertai dengan penerbitan
Waran Seri I sebanyak 212.053.300 yang diberikan secara cuma-cuma dengan nilai nominal Rp80 per saham
dengan harga pelaksanaan Rp130 per saham. Selisih lebih antara harga penawaran per saham dengan nilai
nominal per saham dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor” setelah dikurangi biaya emisi saham, yang
disajikan pada bagian ekuitas pada laporan posisi keuangan. Masa pelaksanaan waran yaitu mulai tanggal
15 Maret 2021 sampai dengan 15 September 2023. Setiap pemegang 1 (satu) saham baru Perusahaan
berhak membeli 1 (satu) waran. Bila waran tidak dilaksanakan sampai masa berlakunya habis, maka waran
tersebut menjadi kedaluwarsa.
Pada tanggal 31 Desember 2024 seluruh saham Perusahaan sejumlah 896.709.596 saham telah tercatat
pada Bursa Efek Indonesia.
Penerbitan Laporan Keuangan
Laporan keuangan ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan, selaku pihak yang
bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan, pada tanggal 24 Maret 2025.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Kebijakan akuntansi diterapkan secara konsisten dalam penyajian laporan keuangan kecuali bagi penerapan
beberapa SAK yang telah direvisi dan berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2024, yaitu sebagai berikut:
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan Perusahaan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan
Indonesia (DSAK-IAI), dan peraturan pasar modal antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang Penyajian
dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual, kecuali
laporan arus kas yang menggunakan dasar kas.
Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan (historical
cost), kecuali untuk beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana yang
diungkapkan pada kebijakan akuntansi dalam masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan
mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsisten dengan yang
digunakan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024, kecuali untuk penerapan amendemen PSAK yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2024
seperti yang diungkapkan dalam Catatan ini.
7
Page 26
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan (lanjutan)
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah (“Rp”) yang juga
merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
c. Penerapan PSAK yang Baru dan Direvisi
Perusahaan telah menerapkan menerapkan PSAK yang baru dan revisi, yang berlaku efektif tanggal
1 Januari 2024:
• Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1): Penyajian Laporan Keuangan terkait Liabilitas
Jangka Panjang dengan Kovenan
• Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1): Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi
Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang
• Amendemen PSAK 207 (sebelumnya PSAK 2): Laporan Arus Kas
• Amendemen PSAK 107 (sebelumnya PSAK 60): Instrumen Keuangan tentang Pengungkapan -
Pengaturan Pembiayaan Pemasok
• Amendemen PSAK 116 (sebelumnya PSAK 73): Sewa terkait Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual
dan Sewa-balik
Penerapan standar yang baru dan revisi tersebut tidak mengakibatkan perubahan substansial terhadap
kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan
untuk tahun berjalan.
d. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah (“Rp”), yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku
pada tanggal transaksi.
Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan
dengan kurs yang berlaku saat itu. Pos non-moneter dalam mata uang asing yang diukur berdasarkan
nilai historis tidak dijabarkan kembali. Selisih kurs yang timbul atas penyelesaian pos-pos moneter dan
penjabaran kembali pos-pos moneter diakui pada laba rugi.
e. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Sesuai dengan PSAK 224 (sebelumnya PSAK 7), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, suatu pihak
dianggap berelasi jika salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara
kepemilikan, secara langsung atau tidak langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara
partisipasi dalam kebijakan keuangan dan operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan
keuangan dan operasional.
Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 26 atas laporan
keuangan.
f. Instrumen Keuangan
Aset Keuangan
Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Klasifikasi dan
pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual - apakah
semata dari pembayaran pokok dan bunga.
8
Page 27
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)
Aset keuangan diklasifikasikan dalam kategori berikut:
• Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.; dan
• Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset keuangan
lainnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika
tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
(i) Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
(1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas
kontraktual; dan (2) persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang
ditentukan untuk arus kas yang semata-mata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok
yang belum dibayar.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan
metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan
nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi
atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR
dicatat dalam laba rugi. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laba rugi.
Kelompok aset keuangan ini meliputi kas dan bank, piutang usaha dan piutang lain-lain.
(ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI
Instrumen utang
Perusahaan mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi berikut
terpenuhi: (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan
arus kas kontraktual dan penjualan; dan (2) persyaratan kontraktual dari aset keuangan
menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang semata-mata pembayaran pokok
dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.
Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga, revaluasi
selisih kurs, dan kerugian atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi dan dihitung
dengan cara yang sama seperti aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui dalam OCI. Setelah penghentian pengakuan, perubahan
nilai wajar kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang menjadi laba rugi. Perusahaan tidak memiliki
instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
OCI.
Perusahaan tidak memiliki instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang
diukur pada OCI.
9
Page 28
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)
(ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI (lanjutan)
Instrumen ekuitas
Setelah pengakuan awal, Perusahaan dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitasnya
secara tidak dapat dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui
OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK 232 (sebelumnya PSAK 50): Instrumen Keuangan: Penyajian
dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per
instrumen.
Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi keuntungan
atau kerugian. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak
pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Perusahaan memperoleh keuntungan dari hasil tersebut
sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut
adalah dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak
tunduk pada penilaian penurunan nilai.
(iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk
diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui
laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar. Aset keuangan diklasifikasikan
sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali
dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang
efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran pokok dan bunga
diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, terlepas dari model bisnisnya. Terlepas
dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi
atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada
nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan, atau secara
signifikan mengurangi, ketidak sesuaian akuntansi.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selanjutnya disajikan dalam laporan
posisi keuangan sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi.
Perusahaan memiliki aset keuangan lainnya, yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Aset keuangan (atau mana yang lebih tepat, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok
aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya pada saat: (1) hak untuk menerima arus kas yang
berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau (2) Perusahaan telah mengalihkan hak mereka untuk
menerima arus kas yang berasal dari aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang
diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “pass-
through”; dan baik (a) Perusahaan telah secara substansial, mengalihkan seluruh risiko dan
manfaat dari aset, atau (b) Perusahaan secara substansial tidak mengalihkan atau tidak memiliki
seluruh risiko dan manfaat suatu aset, namun telah mengalihkan kendali atas aset tersebut.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) diklasifikasikan sebagai berikut:
• Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
• Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.
10
Page 29
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan dalam hal pinjaman dan utang,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Perusahaan hanya memiliki liabilitas keuangan
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Liabilitas keuangan
Perusahaan meliputi utang lain-lain, deposit tamu, beban akrual, dan utang bank. Liabilitas keuangan
diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas
jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.
Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
i) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang
dikenakan bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk
di dalam biaya keuangan dalam laba rugi.
ii) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk liabilitas
keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan
awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh
untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen
keuangan derivatif yang diambil Perusahaan yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai
dalam hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71).
Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali
mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif.
Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan
laba rugi.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan atau
kedaluwarsa.
Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut
diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih
antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laba rugi.
11
Page 30
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai
Metode pengakuan keuntungan atau kerugian yang timbul tergantung dari apakah derivatif tersebut
dimaksudkan sebagai instrumen lindung nilai, dan jika demikian, sifat dari item yang dilindung nilai.
Untuk derivatif yang dikategorikan sebagai lindung nilai arus kas, pada awal transaksi, Perusahaan
mendokumentasikan hubungan antara instrumen lindung nilai dengan item yang dilindung nilai, beserta
tujuan manajemen risiko dan strategi pelaksanaan transaksi lindung nilai. Perusahaan juga
mendokumentasikan penilaiannya, pada saat dimulainya lindung nilai dan secara berkesinambungan,
apakah derivatif yang digunakan dalam transaksi lindung nilai sangat efektif dalam menghapus dampak
perubahan nilai wajar atas arus kas yang dilindung nilai.
Nilai wajar penuh derivatif lindung nilai diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas jangka
panjang jika jatuh tempo yang tersisa untuk pokok yang dilindung nilai melebihi 12 bulan, dan sebagai
aset lancar atau liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.
Perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan dan memenuhi kriteria lindung nilai atas arus kas untuk
tujuan akuntansi, bagian efektifnya, diakui di penghasilan komprehensif lain di dalam "cadangan lindung
nilai arus kas". Ketika instrumen derivatif tersebut kadaluarsa atau tidak lagi memenuhi kriteria lindung
nilai untuk tujuan akuntansi, maka keuntungan atau kerugian kumulatif di penghasilan komprehensif lain
diakui pada laporan laba rugi.
Perubahan nilai wajar derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi diakui
langsung pada laporan laba rugi di dalam "(Kerugian) keuntungan perubahan nilai wajar derivatif -
bersih".
Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan jika, dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara
neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Perusahaan menerapkan model kerugian kredit ekspektasian ("ECL") untuk pengukuran dan
pengakuan kerugian penurunan nilai. Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko
kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika
melakukan penilaian, Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi
sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah ECL. Dalam melakukan
penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan
pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat
pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa
biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak
pengakuan awal.
Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur ECL tersebut terhadap piutang
usaha dan lain-lain tanpa komponen pendanaan yang signifikan.
12
Page 31
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
g. Penentuan Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama (atau
pasar yang paling menguntungkan) pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga
keluar) terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi dengan
menggunakan teknik penilaian lain pada tanggal pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
terjadi:
(a) di pasar utama (principal market) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau
(b) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous market)
untuk aset atau liabilitas tersebut.
Perusahaan mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan digunakan
pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar
bertindak dalam kepentingan ekonomis terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya (highest and best use) atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Hierarki nilai wajar dikategorikan dalam 3 (tiga) level input untuk teknik penilaian yang digunakan dalam
pengukuran nilai wajar, sebagai berikut:
(a) Input Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
(b) Input Level 2 - input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi
untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
(c) Input Level 3 - input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan menentukan
apakah terjadi transfer antara Level di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan
input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.
Perusahaan menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko aset
dan liabilitas, dan level hirarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
terjadi di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan di
mana Perusahaan memiliki akses pada tanggal tersebut.
Jika tersedia, Perusahaan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga
kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif,
Perusahaan menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi dan relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
13
Page 32
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
g. Penentuan Nilai Wajar (lanjutan)
Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-
pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length market transactions), penggunaan nilai
wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang didiskonto, atau model
penilaian lain.
h. Kas dan Bank
Kas dan bank terdiri dari kas dan bank yang tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi
penggunaannya.
i. Dana Cadangan Untuk Penggantian Perabotan dan Perlengkapan Hotel
Pemasukan yang diperoleh dari hasil pengelolaan hotel harus diambil sebagian terlebih dahulu untuk
dimasukkan sebagai Dana Cadangan yang diperlukan untuk penggantian, penambahan perabotan dan
semua perlengkapan yang tidak dapat digunakan lagi dalam pengelolaan hotel.
Besar Dana Cadangan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Tahun buku pertama sebesar 1% dari Pendapatan Total (Total Revenue).
b. Tahun buku kedua sebesar 1,5% dari Pendapatan Total (Total Revenue).
c. Tahun buku ketiga dan seterusnya sebesar 3% dari Pendapatan Total (Total Revenue).
Dana Cadangan yang tidak digunakan dalam tahun-tahun yang bersangkutan dapat digunakan pada
tahun-tahun berikutnya.
Sampai dengan 31 Desember 2024 belum dibentuk dana cadangan untuk penggantian perabotan dan
perlengkapan hotel.
j. Persediaan Hotel
Persediaan hotel merupakan makanan dan minuman, perlengkapan hotel lainnya, peralatan operasional
dan barang dagangan yang dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana
yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average
method). Nilai realisasi bersih merupakan estimasi harga jual dari persediaan dikurangi seluruh biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
k. Beban Dibayar di Muka
Beban dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang bersangkutan
dengan menggunakan metode garis lurus.
l. Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri dari harga
pembelian dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi
dan kondisi yang diinginkan supaya aset siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah
pengakuan awal, aset tetap, kecuali tanah, diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan
tidak disusutkan.
14
Page 33
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
l. Aset Tetap (lanjutan)
Sesuai dengan ISAK 36, Perusahaan menganalisa fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak
atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”)
dalam menentukan akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat
merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak
atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Perusahaan,
melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Perusahaan menerapkan perlakuan
akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 116 (sebelumnya PSAK 73),
“Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Perusahaan
menerapkan PSAK 216 (sebelumnya PSAK 16) “Aset tetap”.
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang
terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa depan
berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya tersebut dapat diukur secara
andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya pada tahun dimana pada saat
penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan
laba rugi.
Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan jumlah tersusutkan
selama estimasi manfaat aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan Prasarana 40
Mebel dan Perlatan 4-8
Nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap akhir tahun keuangan
atas pengaruh dari setiap perubahan estimasi akuntansi yang berlaku prospektif.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan
yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai selisih antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah
tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada tahun
aset tersebut dihentikan pengakuannya.
m. Sewa
Perusahaan sebagai Penyewa
Pada insepsi kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak adalah, atau mengandung, sewa. Suatu
kontrak adalah atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang
identifikasian, Perusahaan menilai apakah:
- Perusahaan memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari
penggunaan aset identifikasian selama periode penggunaan; dan
- Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Perusahaan memiliki
hak ini ketika Perusahaan memiliki hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk
mengubah cara dan tujuan penggunaan aset telah ditentukan sebelumnya:
1. Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset identifikasian;
2. Perusahaan telah mendesain aset identifikasian dengan cara yang telah ditentukan
sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset itu akan digunakan.
15
Page 34
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
m. Sewa (lanjutan)
Perusahaan sebagai Penyewa (lanjutan)
Pada insepsi atau penilaian kembali kontrak yang berisi komponen sewa, Perusahaan mengalokasikan
imbalan dalam kontrak untuk setiap komponen sewa atas dasar harga tersendiri relatif dan harga
tersendiri agregat dari komponen nonsewa. Akan tetapi, untuk sewa perbaikan di mana Perusahaan
adalah penyewa, Perusahaan telah memilih untuk tidak memisahkan komponen nonsewa dan mencatat
komponen sewa dan nonsewa sebagai komponen sewa tunggal.
Pada saat permulaan sewa, penyewa mengakui aset hak-guna. Aset hak guna awalnya diukur pada
harga perolehan, yang terdiri dari jumlah awal yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang
dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah biaya langsung awal yang timbul dan
estimasi biaya untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau merestorasi aset pendasar ke
kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, dikurangi insentif sewa yang diterima.
Setelah tanggal permulaan, Perusahaan mengukur aset hak guna dengan menggunakan model biaya
yang berkaitan aset tetap sesuai PSAK 216 (sebelumnya PSAK 16).
Berdasarkan model biaya, aset hak guna diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
dan akumulasi penurunan nilai. Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Perusahaan
pada akhir masa sewa atau jika biaya perolehan aset hak guna mencerminkan bahwa penyewa akan
mengeksekusi opsi beli, Perusahaan mendepresiasi hak guna sejak tanggal permulaan hingga akhir
umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, Perusahaan mendepresiasi aset hak guna dari tanggal
permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak guna atau akhir masa
sewa.
Liabilitas sewa pada awalnya diukur pada nilai kini dari pembayaran sewa yang terutang selama masa
sewa, didiskontokan pada suku bunga implisit dalam sewa jika hal itu dapat segera ditentukan. Jika suku
bunga implisit tersebut tidak dapat segera ditentukan, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri dari:
• Pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara-substansi dikurangi piutang insentif sewa;
• Pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga, awalnya diukur
menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
• Jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh Perusahaan dalam jaminan nilai residual;
• Harga eksekusi opsi beli yang cukup pasti Perusahaan akan mengeksekusi; dan
• Pembayaran penalti untuk penghentian sewa lebih awal kecuali Perusahaan cukup pasti untuk tidak
menghentikan kontrak lebih awal.
Liabilitas sewa selanjutnya diukur kembali untuk mencerminkan perubahan dalam:
• Masa sewa (menggunakan tingkat diskonto yang direvisi);
• Penilaian opsi beli (menggunakan tingkat diskonto yang direvisi);
• Jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan dalam jaminan nilai residual (menggunakan tingkat
diskonto yang tidak berubah); atau
• Pembayaran sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau suku bunga yang
digunakan untuk menentukan pembayaran tersebut (menggunakan tingkat diskonto yang tidak
berubah).
16
Page 35
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
m. Sewa (lanjutan)
Perusahaan sebagai Penyewa (lanjutan)
Sewa jangka pendek
Perusahaan memutuskan untuk tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka
pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Perusahaan mengakui pembayaran sewa atas
sewa tersebut sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
n. Liabilitas Imbalan Kerja
Perusahaan menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai dengan Peraturan
Pemerintah (“PP”) No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 (Undang-Undang
Cipta Kerja) yang diundangkan pada November 2020, sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang
Republik Indonesia No. 6 tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor
2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Program imbalan pasti ini tidak didanai.
Liabilitas neto Perusahaan atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan pascakerja
pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan liabilitas
imbalan pascakerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam perhitungan
aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial,
b) imbal hasil atas aset program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas
aset, tidak termasuk bunga, diakui di penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran
kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.
Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang berubah
terkait biaya jasa lalu, atau keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi pada saat terdapat
perubahan atau kurtailmen atas program.
Perusahaan menentukan (penghasilan) beban bunga neto atas (aset) liabilitas imbalan pascakerja neto
dengan menerapkan tingkat bunga diskonto pada awal periode pelaporan tahunan untuk mengukur
liabilitas imbalan pascakerja selama periode berjalan.
Perusahaan mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan pascakerja pada
saat penyelesaian terjadi. keuntungan atau kerugian atas penyelesaian merupakan selisih antara nilai
kini liabilitas imbalan pascakerja yang ditetapkan pada tanggal penyelesaian dengan harga
penyelesaian, termasuk setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang dilakukan
secara langsung oleh Perusahaan sehubungan dengan penyelesaian tersebut.
Perusahaan mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap
keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi
pada saat terjadinya.
o. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Perusahaan mengakui pendapatan sesuai dengan ketentuan PSAK 115 (sebelumnya PSAK 72),
Perusahaan mengakui pendapatan pada saat dan sejauh pengalihan barang atau jasa kepada
pelanggan akan mencerminkan jumlah yang diharapkan akan diterima Perusahaan dalam pertukaran
untuk barang atau jasa tersebut. Dalam menerapkan Standar ini, Perusahaan mempertimbangkan
syarat-syarat kontrak dan semua fakta dan keadaan yang relevan. Pendapatan diakui menggunakan
penilaian 5 langkah:
17
Page 36
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
o. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
1. Identifikasi Kontrak dengan Pelanggan
Kontrak adalah kesepakatan antara dua pihak atau lebih yang menciptakan hak dan kewajiban yang
dapat dipaksakan.
2. Identifikasi Kewajiban Pelaksanan dalam Kontrak
Kewajiban pelaksanaan adalah janji kepada pelanggan untuk mengalihkan barang atau jasa (atau
sekumpulan barang atau jasa) yang bersifat dapat dibedakan; atau serangkaian barang atau jasa
bersifat dapat dibedakan yang secara substansial sama dan memiliki pola pengalihan yang sama
kepada pelanggan. Bersifat dapat dibedakan artinya dapat dipisahkan, atau dapat diidentifikasi
secara terpisah.
3. Penetapan Harga Transaksi
Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diperkirakan menjadi hak Perusahaan dalam
pertukaran untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan, tidak termasuk jumlah yang
ditagih atas nama pihak ketiga (misalnya, pajak pertambahan nilai). Jika imbalan yang dijanjikan
dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Perusahaan mengestimasi jumlah imbalan yang
diharapkan menjadi haknya dalam pertukaran untuk mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan
kepada pelanggan dikurangi estimasi jumlah variabel yang akan dibayar selama kontrak.
4. Alokasi Harga Transaksi untuk Kewajiban Pelaksanaan
Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak
dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif perlu diestimasi.
5. Pengakuan Pendapatan ketika Kewajiban Pelaksanan Dipenuhi
Pendapatan dari penjualan diakui sebagai representasi penyerahan barang atau jasa dengan
jumlah yang secara tepat mewakili kewajiban yang dilakukan dan hak untuk menerima imbalan
sebagai imbalan atas barang dan/atau jasa tersebut. Pengakuan pendapatan tergantung pada
apakah pengalihan diselesaikan sepanjang waktu atau pada waktu tertentu. Pengalihan kendali
diperhitungkan.
Untuk setiap kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, pendapatan diakui dengan
mengukur kemajuan penyelesaian kewajiban pelaksanaan tersebut berdasarkan pengukuran kemajuan
yang tepat baik “Metode Keluaran” atau “Metode Masukan”.
Biaya Mendapatkan Kontrak
Biaya inkremental untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan diakui sebagai aset jika Perusahaan
mengharapkan untuk memulihkan biaya tersebut. Biaya inkremental tersebut adalah biaya yang timbul
untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan yang tidak akan terjadi jika kontrak tersebut tidak
berhasil diperoleh.
18
Page 37
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
o. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Biaya Pemenuhan Kontrak
Suatu aset diakui untuk biaya yang timbul untuk memenuhi kontrak hanya jika biaya tersebut memenuhi
semua kriteria berikut:
a) biaya terkait langsung dengan kontrak atau kontrak yang diantisipasi yang secara spesifik dapat
diidentifikasi oleh Perusahaan;
b) biaya menghasilkan atau meningkatkan sumber daya Perusahaan yang akan digunakan untuk
memenuhi (atau terus memenuhi) kewajiban pelaksanaan di masa depan; dan
c) biaya diharapkan dapat dipulihkan.
Aset yang dihasilkan akan diamortisasi secara sistematis selama periode kontrak. Ketika biaya yang
timbul dalam memenuhi kontrak dengan pelanggan berada dalam lingkup Pernyataan lain, biaya
tersebut diperhitungkan sesuai dengan Pernyataan lainnya.
Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).
p. Pajak Penghasilan
Beban pajak penghasilan terdiri dari jumlah beban pajak kini dan pajak tangguhan.
Pajak diakui sebagai pendapatan atau beban dan termasuk dalam laba rugi untuk periode berjalan,
kecuali pajak yang timbul dari transaksi atau kejadian yang diakui di luar laba rugi. Pajak terkait dengan
pos yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain, diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan
pajak terkait dengan pos yang diakui langsung di ekuitas, diakui langsung di ekuitas.
Pajak kini
Pajak terutang kini didasarkan pada laba kena pajak tahun berjalan. Laba kena pajak berbeda dari laba
yang dilaporkan dalam masing-masing laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain perusahaan
dalam Perusahaan karena tidak termasuk pos-pos dari pendapatan atau beban yang dapat dikenakan
pajak atau dikurangkan di tahun-tahun lainnya dan selanjutnya tidak termasuk pos-pos yang tidak dapat
dikenakan pajak atau dikurangkan dari pajak.
Liabilitas pajak kini masing-masing perusahaan di dalam Perusahaan dihitung dengan menggunakan
tarif pajak yang berlaku atau secara substansial berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan.
Manajemen secara berkala mengevaluasi jumlah yang dilaporkan di dalam Surat Pemberitahuan
Tahunan (“SPT”) terkait dengan keadaan dimana peraturan pajak yang berlaku memerlukan interpretasi
dan, jika diperlukan, manajemen akan menghitung provisi atas jumlah yang mungkin timbul.
Pajak tangguhan
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan pada akhir periode
pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang kena pajak.
19
Page 38
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
p. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Pajak tangguhan (lanjutan)
Nilai tercatat dari aset dan liabilitas pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan
diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang
memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi. Aset pajak
tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap tanggal pelaporan dan diakui sepanjang
kemungkinan besar laba kena pajak di masa depan akan memungkinkan aset pajak tangguhan untuk
dipulihkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan
berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan
peraturan pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara
hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan
tersebut terkait dengan Perusahaan kena pajak yang sama dan otoritas perpajakan yang sama.
q. Laba Per Saham
Berdasarkan PSAK 233 (sebelumnya PSAK 56), “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung
dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata
tertimbang dari saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jumlah
saham biasa yang dibeli kembali.
Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas
induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan dengan dampak dari
semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif.
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi
Penyusunan laporan keuangan mengharuskan manajemen Perusahaan untuk membuat pertimbangan,
estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas,
dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai
pertimbangan, estimasi dan asumsi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai
tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
periode berikutnya diungkapkan dibawah ini.
Perusahaan mendasarkan estimasi dan asumsi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan
pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada
saat terjadinya.
20
Page 39
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan
akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan:
Menentukan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional adalah mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana Perusahaan beroperasi.
Manajemen mempertimbangkan mata uang yang paling memengaruhi pendapatan dan harga pokok
penjualan dan indikator lainnya dalam menentukan mata uang yang paling sesuai mewakili dampak ekonomi
yang mendasari transaksi, peristiwa dan kondisi.
Menentukan Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) dipenuhi.
Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi
Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2f pada laporan keuangan.
Menentukan Penilaian Model Bisnis
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil pengujian semata pembayaran pokok dan
bunga (“SPPI”) atas jumlah pokok terutang dan model bisnis. Perusahaan menentukan model bisnis pada
tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama untuk mencapai tujuan
bisnis tertentu.
Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk bagaimana
kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset dan bagaimana
pengelolaannya. Perusahaan memantau aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau
nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain yang dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk
memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut konsisten dengan tujuan bisnis dimana aset
tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian berkelanjutan Perusahaan tentang apakah model
bisnis yang memiliki aset keuangan yang tersisa masih sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi
perubahan model bisnis dan oleh karena itu terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset
keuangan tersebut.
Menentukan Peningkatan Risiko Kredit yang Signifikan
ECL diukur sebagai penyisihan yang setara dengan ECL 12-bulan (“12mECL”) untuk aset tahap 1, atau ECL
sepanjang umur untuk aset tahap 2 atau tahap 3. Suatu aset bergerak ke tahap 2 ketika risiko kreditnya telah
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Dalam menilai apakah risiko kredit suatu aset telah
meningkat secara signifikan, Perusahaan mempertimbangkan informasi berwawasan ke depan yang wajar
dan dapat didukung secara kualitatif dan kuantitatif.
Menentukan dan Menghitung Penyisihan Kerugian
Ketika mengukur ECL, Perusahaan menggunakan informasi berwawasan ke depan yang wajar dan dapat
didukung, yang didasarkan pada asumsi untuk pergerakan masa depan dari berbagai pendorong ekonomi
dan bagaimana pendorong ini akan saling memengaruhi.
Loss given default adalah estimasi kerugian yang timbul karena gagal bayar (default). Hal ini didasarkan
pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo dan yang diharapkan akan diterima pemberi
pinjaman, dengan mempertimbangkan arus kas dari agunan dan peningkatan kredit integral.
21
Page 40
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Menentukan dan Menghitung Penyisihan Kerugian (lanjutan)
Probabilitas default merupakan input utama dalam mengukur ECL. Default adalah estimasi kemungkinan
default selama jangka waktu tertentu, yang penghitungannya mencakup data historis, asumsi, dan
ekspektasi kondisi masa depan.
Menentukan Apakah Suatu Pengaturan adalah atau Mengandung Sewa
Penentuan apakah suatu pengaturan merupakan atau mengandung sewa memerlukan pertimbangan yang
cermat untuk menilai apakah pengaturan tersebut memberikan hak untuk memperoleh secara substansial
semua manfaat ekonomik dari penggunaan aset selama periode penggunaan dan hak untuk mengarahkan
penggunaan aset, bahkan jika pengaturan tersebut hak tidak secara eksplisit ditentukan dalam pengaturan.
Penentuan Opsi Masa Sewa
Masa sewa merupakan komponen signifikan dalam pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa.
Pertimbangan dilakukan dalam menentukan apakah terdapat opsi untuk memperpanjang sewa atau membeli
aset pendasar cukup pasti akan dieksekusi, atau opsi untuk mengakhiri sewa tidak akan dieksekusi, ketika
memastikan periode yang akan disertakan dalam masa sewa. Dalam menentukan masa sewa, semua fakta
dan keadaan yang menciptakan insentif ekonomik untuk menggunakan opsi perpanjangan, atau tidak untuk
menggunakan opsi penghentian, dipertimbangkan pada tanggal insepsi sewa.
Faktor-faktor yang dipertimbangkan dapat mencakup pentingnya aset untuk operasi Perusahaan;
perbandingan syarat dan ketentuan dengan harga pasar yang berlaku; timbulnya penalti yang signifikan;
adanya perbaikan hak penyewaan yang signifikan; dan biaya serta masalah gangguan untuk mengganti
aset. Perusahaan menilai kembali apakah cukup pasti untuk mengeksekusi opsi perpanjangan, atau tidak
mengeksekusi opsi penghentian, jika terdapat peristiwa signifikan atau perubahan keadaan yang signifikan.
Menentukan Suku Bunga Pinjaman Inkremental
Jika suku bunga implisit dalam sewa tidak dapat segera ditentukan, suku bunga pinjaman inkremental
diestimasi untuk mendiskontokan pembayaran sewa di masa mendatang untuk mengukur nilai kini liabilitas
sewa pada tanggal permulaaan sewa. Suku bunga tersebut didasarkan pada estimasi Perusahaan yang
harus dibayarkan oleh Perusahaan kepada pihak ketiga untuk meminjam dana yang diperlukan untuk
memperoleh aset dengan nilai yang sama dengan aset hak-guna, dengan persyaratan, keamanan, dan
lingkungan ekonomi yang serupa.
Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan
Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan membentuk
penyisihan untuk persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang lambat, dengan
mempertimbangkan nilai realisasi neto dari persediaan berdasarkan pada harga jual dan kondisi pasar saat
ini. Jumlah tercatat persediaan diungkapkan di dalam Catatan 7 atas laporan keuangan.
Menentukan Metode Penyusutan dan Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
Perusahaan mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan utilisasi dari aset yang
diharapkan dan didukung dengan rencana dan strategi usaha dan perilaku pasar.
Estimasi dari masa manfaat aset tetap adalah berdasarkan penelaahan Perusahaan terhadap praktek
industri, evaluasi teknis internal dan pengalaman untuk aset yang setara.
22
Page 41
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Menentukan Metode Penyusutan dan Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap (lanjutan)
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4 sampai
dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan
menjalankan bisnisnya. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 9 atas laporan keuangan.
Menentukan Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah
akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Perusahaan
menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan jumlah cadangan
yang harus diakui sesuai dengan PSAK 237 (sebelumnya PSAK 57) “Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset
Kontijensi” dan ISAK 34 “Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan”. Perusahaan membuat
analisis untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan jika liabilitas pajak
untuk manfaat pajak yang belum diakui harus diakui.
Perusahaan menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal pelaporan dan mengurangi nilai tercatat
sepanjang tidak ada kemungkinan bahwa laba kena pajak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau
seluruh aset pajak tangguhan. Perusahaan juga menelaah waktu yang diharapkan dan tarif pajak atas
pemulihan perbedaan temporer dan menyesuaikan pengaruh atas pajak tangguhan yang sesuai. Penjelasan
lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 13 atas laporan keuangan.
4. KAS DAN BANK
2024 2023
Kas 139.719 6.726.950
Bank
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 397.646.833 414.450.738
PT Bank Central Asia Tbk 78.107.232 33.158.792
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan
Banten Tbk 29.521.643 73.230.602
PT Bank KEB Hana Indonesia 11.651.679 11.949.515
Total 517.067.106 539.516.597
5. PIUTANG USAHA
2024 2023
Agen Wisata 634.140.336 298.028.768
PT Rumah Karya Entertaiment 87.600.038 114.388.556
Kartu Kredit 25.023.518 83.208.587
Korporasi 23.479.830 20.868.818
Instansi Pemerintahan 6.942.400 252.375.425
Total 777.186.122 768.870.154
23
Page 42
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA (lanjutan)
Berdasarkan Umur:
2024 2023
Belum jatuh tempo dan tidak Mengalami penurunan nilai:
Kurang dari 30 hari 534.660.088 488.943.829
31 - 60 hari 154.191.806 -
61 - 90 hari 734.190 252.375.425
Lebih dari 90 hari 87.600.038 27.550.900
Total 777.186.122 768.870.154
Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Rumah Karya Entertaiment (Conclave Bar)
sehubungan dengan pembukaan restoran dan bar yang berada di properti milik perusahaan (Catatan 25).
Seluruh piutang usaha dari pihak ketiga didenominasi dalam mata uang rupiah.
Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang usaha dapat ditagih, sehingga, tidak ada penurunan nilai
yang diakui.
6. PIUTANG LAIN-LAIN
2024 2023
Pihak berelasi (Catatan 24) 1.176.928.572 -
Pihak ketiga 46.359.961 11.999.000
Total 1.223.288.533 11.999.000
Piutang lain-lain ke Pihak Ketiga merupakan piutang karyawan yang berkeyakinan bahwa seluruh piutang
lain-lain dapat ditagih, sehingga, tidak ada penurunan nilai yang diakui.
7. PERSEDIAAN
2024 2023
Aset Lancar
Bahan Baku 399.855.079 328.795.665
Perlengkapan 274.747.330 173.780.676
Subtotal 674.602.409 502.576.341
Aset Tidak Lancar
Perlengkapan operasional hotel 1.006.630.387 945.122.559
Total 1.681.232.796 1.447.698.900
Berdasarkan penelaahan pada akhir tahun berjalan, pihak manajemen berkeyakinan bahwa semua jenis
persediaan masih dalam kondisi baik dan masih dapat digunakan.
24
Page 43
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. BEBAN DIBAYAR DI MUKA
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, akun ini merupakan biaya digital marketing yang telah dibayar
dimuka masing-masing sebesar Rp166.666.670 dan Rp416.666.668.
9. ASET TETAP
2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya perolehan
Tanah 14.000.000.000 - - 14.000.000.000
Bangunan dan Prasarana 66.528.366.267 - - 66.528.366.267
Mebel dan Peralatan 6.161.711.269 189.014.768 - 6.350.726.037
Subtotal 86.690.077.536 189.014.768 - 86.879.092.304
Aset dalam Penyelesaian
Bangunan Hotel 23.999.969.280 - - 23.999.969.280
Total 110.690.046.816 - - 110.879.061.584
Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan Prasarana 22.071.461.723 1.663.209.157 - 23.734.670.880
Mebel dan Peralatan 5.165.190.096 212.735.399 - 5.377.925.495
Total 27.236.651.819 1.875.944.556 - 29.112.596.375
Nilai buku neto 83.453.394.997 81.766.465.209
2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya perolehan
Tanah 14.000.000.000 - - 14.000.000.000
Bangunan dan Prasarana 66.461.880.767 66.485.500 - 66.528.366.267
Mebel dan Peralatan 5.674.961.187 486.750.082 - 6.161.711.269
Subtotal 86.136.841.954 553.235.582 - 86.690.077.536
Aset dalam Penyelesaian
Bangunan Hotel 23.999.969.280 - - 23.999.969.280
Total 110.136.811.234 553.235.582 - 110.690.046.816
Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan Prasarana 20.383.739.279 1.687.722.444 - 22.071.461.723
Mebel dan Peralatan 4.900.382.433 264.807.663 - 5.165.190.096
Total 25.284.121.712 1.952.530.107 - 27.236.651.819
Nilai buku neto 84.852.689.522 83.453.394.997
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
2024 2023
Beban pokok pendapatan (Catatan 19) 1.663.209.157 1.687.722.444
Beban umum dan administrasi (Catatan 20) 212.735.399 264.807.663
Total 1.875.944.556 1.952.530.107
25
Page 44
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. ASET TETAP (lanjutan)
Bangunan dan Prasarana merupakan Bangunan Hotel Vue Palace, Artotel Curated yang berdomisili di
Jl. Otto Iskandardinata no.3 Bandung, dengan luas bangunan 7.408m2.
Bangunan hotel dalam penyelesaian merupakan hotel yang berlokasi di CITI HUB Kelapa Gading sesuai
dengan Surat Perintah Kerja No. 005/SPK/PPJ/VIII/2020 tanggal 2 Agustus 2020. Perusahaan mengadakan
perjanjian kerja dengan PT Wahana Sugiharto Makmur, atas pekerjaan pembangunan Hotel 3 lantai di CITI
HUB Kelapa Gading dengan nilai kontrak sebesar Rp23.999.969.280. Pada 31 Desember 2024 progres
penyelesaian pekerjaan di CITI HUB Kelapa Gading telah mencapai 95% (Catatan 25).
Perusahaan memiliki sebidang tanah berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 224 tanggal 20
Desember 2019 oleh Notaris Yunita Aristina, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Utara. Tanah seluas 17.370 m 2
yang terletak di Kelurahan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa
Barat. Hak kepemilikan berupa Sertifikat Hak Milik Nomor: 116/Bojong Koneng. Penurunan Hak Milik yang
sedang dalam proses penurunan hak menjadi Sertifikat Hak Guna Bangunan.
Perusahaan juga memiliki sebidang tanah berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 225 tanggal
20 Desember 2019 oleh Notaris Yunita Aristina, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Utara, dengan tanah total
seluas 13.010 m2 yang terletak di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten
Bogor, Provinsi Jawa Barat atas beberapa Sertifikat Hak Milik Nomor: 315/Karang Tengah seluas 3.270 m2,
Nomor: 316/Karang Tengah seluas 3.265 m2, Nomor: 317/Karang Tengah seluas 3.240 m2, Nomor:
318/Karang Tengah seluas 3.235 m2. Penurunan Hak Milik menjadi Sertifikat Hak Guna Bangunan sedang
dalam proses.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Bangunan dan tanah Perusahaan berupa hotel dengan nilai
sebesar Rp48.000.000.000 digunakan sebagai jaminan atas utang bank (Catatan 25).
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, aset tetap tertentu, kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap
risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 50.972.498.980.
Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kerugian yang mungkin
timbul atas aset tersebut.
Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
10. ASET HAK – GUNA
2024 2023
Tanah 450.000.000 450.000.000
Akumulasi penyusutan (90.000.000 ) (75.000.000 )
Jumlah 360.000.000 375.000.000
Perusahaan mengadakan perjanjian Sewa-Menyewa dengan Tn. Hartono Tanujaya atas sebidang tanah
Sertifikat Hak Milik No. 481/Babakan Ciamis, seluas 3.020 m 2. yang kemudian didirikan sebuah bangunan
Hotel dengan nama Hotel Vue Palace, Artotel Curated yang beralamat di Jl. Otto Iskandardinata no.3
Bandung. Masa sewa ini berlaku selama 30 tahun sejak Hotel mulai beroperasional dengan harga sewa
Rp450.000.000. harga sewa Rp450.000.000. Beban amortisasi sebesar Rp15.000.000 untuk tahun 2024
dan 2023 dicatat pada Beban Pokok Pendapatan (Catatan 19).
26
Page 45
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. UTANG LAIN-LAIN
2024 2023
Pihak Ketiga
PT Artotel Indonesia 471.027.111 798.627.234
PT Falco Security 123.416.340 150.106.080
Berkah Putra Lestari 116.695.600 136.689.150
Djitu Groseries 49.260.000 -
CV Sun Prima 47.732.863 49.232.863
Dennis Catering 46.046.000 -
Bintang Mandiri 36.579.700 -
Tuti Mart 33.697.900 -
Ootigo 31.658.500 62.071.750
Global Food 29.345.000 53.570.300
PT Calmic Indonesia 4.272.748 2.176.487
Bina Artha Loundry VP - 45.982.985
Lain-lain 723.427.099 603.863.133
Sub Jumlah 1.713.368.861 1.902.319.982
Pihak berelasi
Tn. Antonyo Hartono Tanujaya - 1.511.029.474
Sub Jumlah - 1.511.029.474
Total 1.713.368.861 3.413.349.456
Pada tanggal 31 Desember 2023, perusahaan memiliki utang lain-lain kepada Tuan Antonyo Hartono
Tanujaya sebesar Rp1.511.029.474. Utang ini merupakan pinjaman tanpa bunga berdasarkan perjanjian
pinjaman No. 003/PPJ/II/2023 tanggal 16 Februari 2023. Seluruh saldo pinjaman tersebut telah dilunasi oleh
perusahaan pada tahun 2024.
Utang kepada Artotel Group merupakan utang tagihan Manajemen Artotel Group kepada Perusahaan
sehubungan dengan biaya jasa manajemen.
Utang kepada Berkah Putra Lestari merupakan utang untuk pembelian bahan baku makanan oleh
Perusahaan pada bulan Desember 2024.
12. BEBAN AKRUAL
2024 2023
Service Charge 134.011.856 172.316.005
Biaya Utilitas 118.259.642 128.139.009
Jasa Profesional 32.700.000 65.400.000
Gaji dan Tunjangan 21.463.731 18.668.527
Total 306.435.229 384.523.541
27
Page 46
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
Pada tanggal 31 Desember 2024, akun ini berkaitan dengan Pajak Penghasilan pasal 21 dengan nilai
sebesar Rp19.861.936.
b. Utang Pajak
2024 2023
Pajak Penghasilan
Pasal 21 - 2.460.026
Pasal 23 20.847.420 22.352.697
Pasal 25 - 2.151.031
Pajak Hotel dan Restoran 996.541.839 669.533.800
Pajak Bumi dan Bangunan - -
Jumlah 1.017.389.259 696.497.554
c. Pajak Penghasilan Badan
2024 2023
Rugi sebelum pajak penghasilan (615.308.145 ) (1.328.869.965 )
Beda Temporer
Tunjangan Pensiun Karyawan (50.369.344 ) (36.341.196 )
Beda Permanen
Beban yang tidak dapat dikurangkan secara pajak 29.576.000 76.660.337
Rugi Kena Pajak (Rugi Fiskal) (636.101.489 ) (1.288.550.824 )
Akumulasi Rugi Fiskal
2023 (1.288.550.824 ) -
2022 (1.962.905.623 ) (1.962.905.623 )
2021 (658.344.675 ) (658.344.675 )
Total Akumulasi Rugi Fiskal (4.545.902.611 ) (3.909.801.122 )
14. UTANG BANK
Rincian utang pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Bank KEB Hana Indonesia 23.898.476.747 22.277.000.000
Bank KEB Hana Indonesia
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit dan Pengakuan utang Nomor 17 tanggal 8 Maret 2013 yang dibuat
dihadapan Hariyanti Poerbiantari, S.H, Notaris di Jakarta Utara, Perusahaan memperoleh Kredit Investasi
dari Bank KEB Hana Indonesia. Perjanjian ini mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Perpanjangan Fasilitas Pembiayaan antara Perusahaan
dengan PT Bank KEB Hana Indonesia No.69/MK/2024/KRED tanggal 24 Oktober 2024 sebagai berikut:
28
Page 47
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. UTANG BANK (lanjutan)
Bank KEB Hana Indonesia (lanjutan)
1. Fasilitas Kredit
Jenis Kredit : Fixed Loan (FL) – Investasi - Uncommitted
Plafon Kredit : Rp22.277.000.000
Tujuan Kredit Refinancing Pembelian dan Renovasi Hotel yang berlokasi di Jl. Otto
: Iskandardinata - No.3, Kel.Babakan-Ciamis, Kec.Sumur Bandung, Jawa
Barat.
Jangka Waktu : 25 Oktober 2024 s/d 25 Oktober 2025.
Suku Bunga : 10% p.a (sepuluh persen per annum), efektif, mengambang (floating).
Suku Bunga Dasar Kredit : 7,5% p.a (Tujuh koma lima persen per annum), Efektif.
Provisi 0,25% p.a (nol koma dua lima persen per annum), dari Plafon Kredit,
:
dibayar dimuka.
Biaya Administrasi : Rp2.500.000,- (Lima Juta Rupiah), dibayar dimuka.
Pembayaran Kewajiban Kewajiban Perusahaan per bulannya hanya bunga yang dibayarkan pada
tanggal 25 (dua puluh lima) setiap bulannya. Seluruh pokok pinjaman
:
akan dibayarkan oleh Perusahaan sekaligus pada akhir jangka waktu
Fasilitas Kredit.
Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan Jaminan Berjalan 1 (satu) unit Tanah dan Bangunan berupa
Hotel, yang terletak di Jl. Otto Iskandardinata No. 3, Kelurahan Babakan Ciamis Kecamatan Sumur
Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sesuai dengan SHM No.481/Babakan-Ciamis terdaftar atas
nama Tn. Hartono Tanujaya, Ny. Nanirich Tanujaya, Ny. Allentina Tanujaya, Angela Tanujaya, Amelina
Tanjaya.
2. Perjanjian pinjaman ini juga mencakup persyaratan tertentu untuk melakukan hal-hal berikut:
• Wajib memberikan laporan secara tertulis apabila memperoleh fasilitas kredit / pinjaman dari pihak lain
atau kreditur lain kepada Bank.
• Memberi kuasa kepada Bank untuk mendebet secara otomatis rekening giro atau tabungan atas nama
Perusahaan untuk pembayaran angsuran Perusahaan untuk pembayaran angsuran pada tanggal yang
telah ditentukan setiap bulannya dan biaya-biaya lain yang berhubungan dengan fasilitas kredit
sebagaimana tercantum dalam SPPK ini.
• Wajib menerima petugas Bank yang melaksanakan kunjungan untuk penilaian aktivitas usaha.
• Wajib menyalurkan aktivitas keuangan usaha melalui rekening di Bank.
• Wajib menggunakan fasilitas kredit sesuai dengan tujuan penggunaan kredit.
• Wajib menjaga saldo rekening koran / tabungan pada Bank untuk pembebanan bunga/ angsuran
minimum sejumlah 1 (satu) bulan.
• Wajib memberitahukan kepada Bank apabila melakukan perubahan Anggaran Dasar.
• Tidak melakukan penurunan modal dan perubahan pemegang saham mayoritas tanpa persetujuan
terlebih dahulu dari Bank.
3. Pembiayaan Kewajiban
Perusahaan wajib melakukan pembayaran selisih suku bunga sebesar 4,0% (empat persen), efektif,
fixed, ditambah dengan suku bunga yang berjalan normal pada saat itu yang akan dibayarkan pada bulan
Januari 2024 berturut - turut sampai dengan bulan November 2024, yang dibayarkan pada tanggal 25
(dua puluh lima) setiap bulannya.
Seluruh pokok pinjaman akan dibayarkan oleh Perusahaan sekaligus pada akhir jangka waktu per
pencairan fasilitas kredit (dalam hal fasilitas tersebut memiliki tenor atau jangka waktu per pencairan).
Atas keterlambatan pembayaran kewajiban kepada Bank, Perusahaan dikenakan denda sebesar 36,0%
(tiga puluh enam persen) p.a.
Syarat - syarat khusus:
29
Page 48
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. UTANG BANK (lanjutan)
Bank KEB Hana Indonesia (lanjutan)
3. Pembiayaan Kewajiban (lanjutan)
1. Terhadap Selisih suku bunga Fasilitas Kredit FL lnvestasi milik Perusahaan, sisanya sebesar
4,0% p.a (Empat Persen Per Annum), efektif fixed, akan dibebankan kembali pada bulan Januari
2023 berturut - turut sampai dengan Agustus 2024 ditambah dengan bunga berjalan normal pada
saat itu.
2. Jaminan wajib dinilai oleh appraisal intemal Bank dan appraisal independen dengan nilai yang
dapat diterima oleh Bank. Appraisal internal Bank wajib dilakukan sebelum penandatanganan
Perjanjian Kredit dan Jaminan, sedangkan untuk appraisal independen wajib dilampirkan
selambat-lambatnya pada bulan Desember 2024.
15. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Perusahaan menghitung dan membukukan imbalan pascakerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan
Undang-Undang Cipta Kerja No. 11/2020. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pascakerja tersebut
adalah 6 dan 7 orang pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
Risiko Tingkat Bunga
Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.
Risiko Harapan Hidup
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada estimasi terbaik dari mortalitas peserta
program baik selama dan setelah kontrak kerja. Peningkatan harapan hidup peserta program akan
meningkatkan liabilitas program.
Risiko Gaji
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program. Dengan
demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program.
Beban imbalan pascakerja yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah
sebagai berikut:
2024 2023
Biaya Jasa:
Biaya Jasa Kini 58.259.615 62.734.726
Biaya Bunga 19.427.672 23.900.493
Biaya Jasa Lalu - -
Dampak Kurtaimen (128.056.631 ) (122.976.415 )
Komponen dari biaya imbalan pasti yang diakui
dalam laba rugi (50.369.344 ) (36.341.196 )
Komponen beban imbalan pasti yang diakui dalam
penghasilan komprehensif lain 4.724.614 (3.048.481 )
Total (45.644.730 ) (39.389.677 )
30
Page 49
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan)
Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti adalah sebagai berikut:
2024 2023
Saldo awal 291.426.730 330.816.407
Biaya Jasa Kini 58.259.615 62.734.726
Biaya Bunga 19.427.672 23.900.493
Kurtailmen-Penyelesaian (128.056.631 ) (122.976.415 )
Komponen beban imbalan pasti yang diakui dalam
penghasilan komprehensif lain 4.724.614 (3.048.481 )
Saldo akhir 245.782.000 291.426.730
Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Budi Ramdani
untuk tanggal 31 Desember 2024 dengan nomor laporan 346/PSAK/KKA-BR /III-2025 tanggal laporan
13 Maret 2025 dan untuk 31 Desember 2023 Kantor Konsultan Aktuaria Tubagus Syafrial & Amran Nangasan
dengan nomor laporan 2939/PSAK-TBA.AN/III-2024 tanggal laporan 14 Maret 2024. Asumsi utama yang
digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial adalah sebagai berikut:
2024 2023
Tingkat diskonto per tahun 7,13% 6,67%
Tingkat kenaikan gaji per tahun 8,00% 8,00%
Tingkat pensiun normal 55 tahun 55 tahun
Tabel Amortisasi TMI-2019 TMI-2019
(Average) (Average)
Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto, kenaikan
gaji yang diharapkan dan mortalitas. Sensitivitas analisis di bawah ini ditentukan berdasarkan masing-
masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan, dengan semua asumsi lain
konstan.
Perubahan sebesar satu persen pada tingkat diskonto akan berdampak pada nilai kini liabilitas imbalan kerja
dan biaya jasa kini:
2024 2023
Kenaikan 1%:
Nilai kini 231.203.666 271.638.421
Biaya jasa kini 52.939.360 58.345.746
Penurunan 1%:
Nilai kini 262.162.411 313.191.555
Biaya jasa kini 64.595.473 67.562.147
Perubahan sebesar satu persen pada tingkat kenaikan gaji akan berdampak pada nilai kini liabilitas imbalan
kerja dan biaya jasa kini:
2024 2023
Kenaikan 1%:
Nilai kini 260.644.011 310.895.239
Biaya jasa kini 64.165.465 67.052.060
Penurunan 1%:
Nilai kini 232.301.369 273.278.463
Biaya jasa kini 53.194.287 58.710.174
31
Page 50
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan)
Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam
kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain
karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi.
Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas di atas, nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan
menggunakan metode projected unit credit pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan yang
diterapkan dalam menghitung liabilitas manfaat pasti yang diakui dalam laporan posisi keuangan.
Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis sensitivitas
dari tahun sebelumnya.
16. MODAL SAHAM
Pemegang saham Perusahaan, jumlah saham yang ditempatkan dan disetor dan saldo yang terkait pada
tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
Jumlah Persentase Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Saham Pemilikan (%) Disetor
PT Wahana Tata Bangun 599.462.500 66,85% 47.957.000.000
Tn. Antonyo Hartono Tanujaya 25.537.500 2,85% 2.043.000.000
Masyarakat (Masing-masing dibawah 5%) 271.709.596 30,30% 21.736.767.680
Jumlah 896.709.596 100% 71.736.767.680
Informasi mengenai susunan pemegang saham dan kepemilikan saham Perusahaan per 31 Desember 2024
adalah berdasarkan laporan dari PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek Perusahaan.
Modal ditempatkan dan disetor penuh adalah saham biasa yang memberikan hak satu suara per saham dan
berpartisipasi dalam dividen.
17. TAMBAHAN MODAL DISETOR - NETO
2024 2023
Tambahan modal disetor dari Initial
Public Offering (IPO) Penawaran
Perdana Saham Sebesar 271.709.596 saham
dengan nilai nominal Rp80 yang ditawarkan Rp130 8.571.417.600 8.571.417.600
Pelaksanaan Waran 319.000 319.000
Dikurangi dengan biaya emisi saham (1.859.997.619 ) (1.859.997.619 )
Total 6.711.738.981 6.711.738.981
18. PENDAPATAN USAHA
2024 2023
Hotel 14.534.752.332 12.368.445.625
Pendapatan usaha perusahaan merupakan pendapatan atas sewa kamar hotel, penjualan makanan,
minuman dan lain-lain.
32
Page 51
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. BEBAN POKOK PENDAPATAN
2024 2023
Gaji dan Tunjangan 3.002.529.186 2.968.421.545
Penyusutan Bangunan (Catatan 9) 1.663.209.157 1.687.722.444
Listrik dan Air 1.324.359.941 1.338.625.416
Operasional Hotel 1.447.032.591 1.498.247.884
Makanan dan Minuman 1.536.703.410 950.878.151
Biaya Layanan Manajemen 892.541.102 746.561.190
Keamanan dan Kebersihan 463.459.264 490.900.326
Perlengkapan dan peralatan Hotel 400.477.950 267.222.494
Telepon dan Internet 221.206.112 126.162.919
Amortisasi Aset Hak-Guna (Catatan 10) 15.000.000 15.000.000
Total 10.966.518.713 10.089.742.369
20. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2024 2023
Perbaikan dan Pemeliharaan 513.538.253 675.857.104
Pemasaran 262.362.861 192.743.567
Jasa Profesional 256.054.200 216.994.811
Penyusutan (Catatan 9) 212.735.399 264.807.663
Biaya Sewa 184.715.849 89.090.230
Pajak Hotel dan Restoran 132.939.903 127.179.891
Biaya Asuransi 100.254.221 22.232.184
Transportasi dan Perjalanan 9.441.288 42.655.943
Imbalan Pascakerja (Catatan 15) (50.369.344 ) (36.341.196)
Lain-lain 208.007.378 255.996.674
Total 1.829.680.008 1.851.216.871
21. PENDAPATAN LAIN-LAIN - NETO
2024 2023
Pendapatan Sewa - 66.666.667
Pendapatan Lain-lain 87.600.038 362.215.995
Total 87.600.038 428.882.662
Pendapatan sewa pada tahun 2023 merupakan pendapatan atas sewa Tower Pemancar dari
PT XL Axiata Tbk sebesar Rp66.666.667 (Catatan 21).
22. BIAYA KEUANGAN
2024 2023
Bunga pinjaman bank 2.311.783.258 2.178.545.489
Provisi dan administrasi bank 133.074.510 12.153.687
Total 2.444.857.768 2.190.699.176
33
Page 52
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. RUGI NETO PER SAHAM DASAR
2024 2023
Rugi neto tahun berjalan (615.308.145 ) (1.328.869.965 )
Rata-rata tertimbang jumlah saham untuk perhitungan
laba per saham dasar 896.709.596 896.709.596
Rugi per Saham Dasar (0,69 ) (1,48 )
24. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI
Perusahaan melakukan transaksi usaha kepada pihak-pihak berelasi dimana menurut manajemen dilakukan
dengan persyaratan dan kondisi normal sebagaimana hal nya bila dilakukan dengan pihak ketiga.
Saldo dari transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
2024 2023
Aset lancar
Piutang lain-lain
Tn. Antonyo Hartono Tanujaya (Catatan 6) 1.176.928.572 -
Total 1.176.928.572 -
Persentase terhadap total aset 1,36% -
Utang Lain-lain
Tn. Antonyo Hartono Tanujaya (Catatan 11) - 1.511.029.474
-
Persentase terhadap total liabilitas - 5,58%
Perusahaan menyediakan remunerasi kepada Dewan Direksi masing-masing untuk periode 31 Desember
2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Dewan Direksi 240.000.000 600.000.000
Sifat transaksi dan hubungan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak Berelasi Sifat Pihak Berelasi Sifat Transaksi
Tn. Antonyo Hartono Tanujaya Pemegang Saham Piutang dan utang lain-lain
34
Page 53
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. IKATAN
• Berdasarkan Surat Perjanjian Pengelolaan antara Perusahaan dengan PT Artotel Indonesia No.150/SU-
MA/DIR/X/2021 tanggal 14 Oktober 2021, bahwa Perusahaan dan PT Artotel Indonesia telah melakukan
perjanjian kerjasama pengelolaan dengan PT Artotel Indonesia dengan jangka waktu selama 10 tahun
dengan syarat-syarat sebagai berikut:
1. Selama Jangka Waktu Perjanjian, Hotel akan menggunakan Merek “VUE PALACE, ARTOTEL
CURATED”.
2. Pemilik wajib melakukan perancangan, kontruksi, furnishing dan melengkapi di atas lahan, sebuah
Hotel yang sesuai dengan brand Standart ARTOTEL dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Memiliki sedikitnya 102 (seratus dua) kamar;
b. Adanya ruang pertemuan;
c. Lobby;
d. Back-of-house facility; dan
e. Fasilitas lain yang terkait.
3. Pemilik harus membayar tiap bulan kepada operator atas jasa yang telah diberikan berdasarkan
Perjanjian ini termasuk seluruh imbalan jasa intensif selama masa perjanjian berlaku. Jumlah
pembayaran Imbalan Kerja Manajemen sebesar 2% (Dua Persen) dihitung dari Gross Operating
Revenue (GOR) dan Perusahaan harus membayar Imbalan Jasa Intensif sebesar 5% (lima persen)
dihitung dari Gross Operating Profit (GOP). Pembayaran Imbalan Jasa insentif dan Imbalan Jasa
Manajemen dilakukan setiap bulan.
Perjanjian ini efektif sejak 1 Januari 2022, dan akan mulai mengakui pendapatan bersama pada periode
buku 2022.
• Pada tanggal 25 April 2022, Perusahaan mengadakan perjanjian Kerja Sama tempat ruang usaha dengan
PT Rumah Karya Entertaiment selaku Pengelola Conclave Bar dengan jangka waktu 10 tahun terhitung
sejak tanggal ditandatanganinya dan dapat diperpanjang selama 5 tahun sebagai hak prioritas sesuai
kesepakatan tertulis. Perusahaan berhak mendapatkan service tata kelola yang layak serta berasaskan
ketertiban dan keamanan di dalam maupun luar Hotel Bar. Keuntungan didapat sebesar 2,5% dari omset
apabila total Omset per bulan di bawah Rp1,7 Miliar dan 3% dari omset apabila total Omset per bulan di
atas Rp1,7 Miliar.
• Pada tanggal 11 November 2021, The Peak Vue palace hotel membuat rincian anggaran dalam
pembuatan design 3D kurang lebih 30 hari kerja setelah Commitment Fee ditransfer ke rekening BCA,
kerja kurang lebih 30 hari setelah design 3D disetujui oleh pihak klien. Proses produksi dan pengerjaan
interior dilakukan setelah gambar kerja dan RAB disetujui dan uang muka tahap 1 diterima oleh pihak
kontraktor.
• Pada tanggal 23 September 2011, Perusahaan mengadakan perjanjian Sewa-Menyewa dengan
Tn. Hartono Tanujaya atas sebidang tanah Sertifikat Hak Milik No. 481/Babakan Ciamis, seluas 3.020
m2 yang terletak di Kelurahan Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Bandung, Jawa Barat.
Masa sewa ini berlaku selama 30 tahun sejak Hotel mulai beroperasional dengan harga sewa
Rp450.000.000. Perjanjian ini memiliki opsi perpanjangan masa sewa. Sampai dengan saat ini,
Perusahaan menggunakan tanah ini sebagai lokasi Hotel Vue Palace milik Perusahaan. Hotel mulai
beroperasi secara komersial tahun 2019. Beban sewa tanah sebesar Rp15.000.000. dicatat pada beban
pokok pendapatan (catatan 19).
• Pada tanggal 18 Juli 2018, berdasarkan surat perpanjangan perjanjian Sewa-Menyewa No. 219/XL-
LM/VII/2018 Perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT XL Axiata, Tbk bahwa Perusahaan
menyediakan tempat pada area gedung yang akan digunakan untuk memasang peralatan telekomunikasi
milik PT XL Axiata, Tbk yang digunakan untuk pengembangan areal jasa pelayanan GSM didalam gedung
dan sebagai fasilitas jasa telekomunikasi lainnya. Jangka waktu sewa selama 5 (lima) tahun yang mulai
berlaku efektif sejak tanggal 1 Oktober 2018 sampai dengan 30 September 2023, dengan harga sewa
Rp444.444.445.
35
Page 54
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. IKATAN (lanjutan)
• Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Investasi Perusahaan dengan PT Wahana Makmur Jaya
(WMJ) No: 001/WMJ-PPJ/V/2020 tanggal 14 Mei 2020, bahwa Perusahaan dan WMJ telah membuat
dan menyetujui perjanjian kerjasama investasi dalam kegiatan pembangunan infrastruktur dan interior
hotel serta penyediaan modal kerja hotel oleh pihak Perusahaan di gedung CITI HUB milik WMJ dengan
nilai investasi sebesar Rp21.400.000.000. Obyek dalam perjanjian ini adalah area di lantai 9, 10 dan 11
gedung CITI HUB seluas +/- 3.105 m2 yang terletak di Jl. Sentra Bisnis Artha Gading Blok D kav No. 3
Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Perusahaan dapat melakukan pembangunan infrastruktur dan
interior hotel dengan memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku. Perjanjian ini berlaku efektif sampai dengan 10 tahun berikut seluruh
perubahan-perubahan dan perpanjangan-perpanjangan serta pembaharuannya, dan akan diperpanjang
secara otomatis berdasarkan kesepakatan Perusahaan dan WMJ, kecuali disepakati lain oleh Para
pihak secara tertulis.
• Bedasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) No. 005/SPK/PPJ/VIII/2020 tanggal 2 Agustus 2020 antara
Perusahaan dengan PT Wahana Sugiharto Makmur, dengan ini Perusahaan telah memberikan perintah
kerja untuk melakukan pekerjaan pembangunan hotel 3 (tiga) lantai di CITI HUB kelapa gading yang
berlokasi di Jl. Sentra Bisnis Artha Gading Blok D kav No. 3 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara dengan
nilai kontrak sebesar Rp23.999.969.280.
26. INSTRUMEN KEUANGAN
Kecuali untuk utang bank dan utang pemegang saham, manajemen menganggap bahwa jumlah tercatat
aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diakui di dalam laporan posisi keuangan mendekati nilai
wajarnya dikarenakan jangka waktu yang singkat atas instrumen keuangan tersebut dan beberapa instrumen
keuangan tertentu ditentukan dengan menggunakan harga pasar yang dikutip dalam pasar aktif pada tanggal
pelaporan.
Perbandingan antara jumlah tercatat dan nilai wajar dari utang bank dan utang pemegang saham yang
dimiliki oleh Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Jumlah Jumlah
Tercatat Nilai Wajar Tercatat Nilai Wajar
Liabilitas
Keuangan
Utang bank 23.898.476.747 23.898.476.747 22.277.000.000 22.277.000.000
Utang pemegang
saham - - 1.511.029.474 1.511.029.474
Nilai wajar dari instrumen keuangan di atas diperkirakan sebagai nilai sekarang dari seluruh arus kas masa
depan yang didiskontokan menggunakan tingkat bunga saat ini untuk instrumen dengan persyaratan yang
sama, risiko kredit dan jatuh tempo yang sama.
Manajemen menganggap bahwa nilai tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui dalam
laporan posisi keuangan mendekati nilai wajarnya karena jatuh tempo jangka pendek dari instrumen
keuangan, dan karena pengungkapan informasi nilai wajar tidak diperlukan.
36
Page 55
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Perusahaan memiliki eksposur risiko dalam bentuk risiko kredit dan risiko likuiditas. Manajemen terus
memantau proses manajemen risiko Perusahaan untuk memastikan keseimbangan yang sesuai antara
risiko dan pengendalian yang dicapai. Kebijakan dan sistem manajemen risiko dipantau secara berkala untuk
mencerminkan perubahan dalam kondisi pasar dan kegiatan Perusahaan.
a. Risiko kredit
Risiko kredit adalah risiko dimana salah satu pihak atas instrumen keuangan atau kontrak pelanggan
akan gagal memenuhi liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Tujuan
Perusahaan adalah untuk mencari pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dan meminimalkan
kerugian yang terjadi karena peningkatan eksposur risiko kredit. Perusahaan melakukan transaksi
hanya dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Ini adalah kebijakan
Perusahaan bahwa semua pelanggan yang akan melakukan transaksi secara kredit harus melalui
prosedur verifikasi kredit. Selain itu, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan bahwa
eksposur Perusahaan terhadap piutang tak tertagih tidak signifikan.
Kas dan bank ditempatkan pada lembaga keuangan yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik.
Eksposur maksimum atas risiko kredit adalah sebesar jumlah tercatat dari masing-masing kelas aset
keuangan dalam laporan posisi keuangan. Perusahaan tidak memiliki jaminan yang diterima terkait
dengan risiko ini.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, kualitas kredit per kelas aset keuangan berdasarkan rating
Perusahaan adalah berada dalam kategori belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai.
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas (risiko pendanaan) adalah risiko dimana Perusahaan akan mengalami kesulitan dalam
memperoleh dana guna memenuhi komitmennya atas instrumen keuangan.
Pengelolaan terhadap risiko likuiditas dilakukan dengan cara menjaga profil jatuh tempo antara aset dan
liabilitas keuangan, penerimaan tagihan yang tepat waktu, manajemen kas yang mencakup proyeksi
dan realisasi arus kas hingga beberapa tahun ke depan serta memastikan ketersediaan pendanaan
melalui komitmen fasilitas kredit.
Tabel di bawah merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan pembayaran
kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
2024
Kurang dari 1 sampai Lebih dari
1 tahun / Less 2 tahun / 2 tahun / More Total /
than 1 year 1 to 2 years than 2 years Total
Utang lain-lain -
pihak ketiga 1.713.368.861 - - 1.713.368.861
Utang bank 23.898.476.747 - - 23.898.476.747
Total 25.611.845.608 - - 25.611.845.608
37
Page 56
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
c. Risiko Likuiditas (lanjutan)
2023
Kurang dari 1 sampai Lebih dari
1 tahun / Less 2 tahun / 2 tahun / More Total /
than 1 year 1 to 2 years than 2 years Total
Utang lain-lain -
pihak ketiga 1.902.319.982 - - 1.902.319.982
Utang bank 22.277.000.000 - - 22.277.000.000
Total 24.179.319.982 - - 24.179.319.982
28. KELANGSUNGAN USAHA
Dalam menghadapi kondisi ini, manajemen Perusahaan telah mengambil kebijakan dan Langkah-Langkah
sebagai berikut:
1. Melakukan restrukturisasi utang bank kepada PT Bank KEB Hana Indonesia (Catatan 23). Pihak Bank
telah menyetujui perpanjangan jatuh tempo dari yang semula tanggal 25 Oktober 2024, diperpanjang
12 bulan menjadi tanggal 25 Oktober 2025.
2. Melakukan efisiensi beban operasional hotel dengan cara mengelola sendiri hotel Vue Palace milik
Perusahaan.
Manajemen berkeyakinan bahwa kebijakan dan langkah-langkah yang telah diambil Perusahaan saat ini
dan yang akan dikerjakan di masa mendatang dapat memperkuat Perusahaan dalam melanjutkan
operasinya sebagai entitas yang berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.
29. PENERBITAN AMENDEMEN DAN PENYESUAIAN PSAK, PSAK DAN ISAK BARU
DSAK-IAI telah menerbitkan amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan ISAK baru yang berdampak
kepada, yang akan berlaku efektif untuk laporan keuangan dengan periode tahun buku yang dimulai pada
atau setelah tanggal berikut:
(a) 1 Januari 2025
• Amendemen PSAK 221 (sebelumnya PSAK 10): Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing -
Kekurangan Ketertukaran
• PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74): Kontrak Asuransi
• Amendemen PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74): Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK
117 (sebelumnya PSAK 74) dan PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) - Informasi Komparatif
Perusahaan masih mengevaluasi dampak dari amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan ISAK baru
di atas dan belum dapat menentukan dampak yang timbul terkait dengan hal tersebut terhadap laporan
keuangan secara keseluruhan
38
Names mentioned 49 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Sosial Integrasi Internasional
· Direktur
p.4 ×4
unresolved
person
Rahayu Ningsih
· Notaris
p.4 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.4
unresolved
org
PT Diva Nusa Prima
· Komisaris
p.5
unresolved
org
PT Mitra Cerdas Favorit
· Direktur
p.5
unresolved
org
PT Wahana Tata Mandiri
p.5
unresolved
org
Bank Mayora
p.5
unresolved
org
PT Wahana Makmur Jaya
p.6 ×4
unresolved
org
PT NYK Puninar Logistik Indonesia
p.6
unresolved
org
PT Multicon Indonesia
p.6
unresolved
—
Telp/Fax
p.8
unresolved
org
PT. Inti Bangun Adipratama
p.8
unresolved
org
PT. Arta Buana Sakti
p.8
unresolved
org
PT. Ming Horng
p.8
unresolved
org
PT. Centratama Nasional Bank
p.8
unresolved
org
PT. Garansindo Interglobal
p.8
unresolved
—
Supervisor
p.8
unresolved
org
KANTOR AKUNTAN PUBLIK HELIANTONO & REKAN
p.18
unresolved
org
REKAN Andiek Nugroho
p.18
unresolved
person
Lili Sugianto
· Notaris
p.24
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.24 ×2
unresolved
person
Antonyo Hartono Tanujaya
p.24 ×22
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.25
unresolved
org
Bapepam-LK
p.25 ×2
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat
p.41
unresolved
org
Banten Tbk
p.41
unresolved
org
PT Rumah Karya Entertaiment
p.41 ×3
unresolved
org
PT Wahana Sugiharto Makmur
p.44 ×2
unresolved
person
Yunita Aristina
· Notaris
p.44 ×3
unresolved
org
PT Artotel Indonesia
p.45 ×4
unresolved
org
PT Falco Security
p.45
unresolved
org
PT Calmic Indonesia
p.45
unresolved
org
Bank KEB Hana Indonesia Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit
p.46
unresolved
person
Hariyanti Poerbiantari
· Notaris
p.46
unresolved
org
Bank KEB Hana Indonesia. Perjanjian
p.46
unresolved
person
Nanirich Tanujaya
p.47
unresolved
person
Allentina Tanujaya
p.47
unresolved
—
Masyarakat (Masing-masing dibawah 5%)
p.50
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.50
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.100
1369 ms
12 Sep 2026 22:51
no e-reporting cover - issuer taken from the announcement
Raw output
{'announced_date': '2025-03-24',
'changes': [],
'event_date': None,
'informasi_lain': 'nya Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. '
'Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum dalam '
'Laporan Tahunan 2024 (“Laporan Tahunan”). Laporan Tahunan '
'diharapkan akan tersedia bagi kami setelah tanggal laporan '
'auditor independen ini. Opini audit kami atas laporan '
'keuangan terlampir tidak mencakup Laporan Tahunan, dan '
'oleh karena itu, kami tidak menyatakan bentuk keyakinan '
'apapun atas Laporan Tahunan tersebut. Sehubungan dengan '
'audit kami atas laporan keuangan terlampir, tanggung jawab '
'kami adalah untuk membaca Laporan Tahunan dan, dalam '
'pelaksanaannya, mempertimbangkan apakah Laporan Tahunan '
'mengandung ketidakkonsistensian material dengan laporan '
'keuangan terlampir atau pemahaman yang kami peroleh selama '
'audit, atau mengandung kesalahan penyajian material. '
'Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami '
'menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan penyajian '
'material di dalamnya, kami diharuskan untuk '
'mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang '
'bertanggung jawab atas tata kelola dan melakukan tindakan '
'yang tepat berdasarkan peraturan perundangundangan yang '
'berlaku. Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang '
'Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan '
'Keuangan Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan '
'penyajian wajar laporan keuangan tersebut sesuai dengan '
'Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas '
'pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen '
'untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas '
'dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan '
'oleh kecurangan maupun kesalahan. Dalam penyusunan laporan '
'keuangan, manajemen bertanggung jawab untuk menilai '
'kemampuan Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan '
'usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya, hal-hal '
'yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan '
'basis akuntansi kelangsungan usaha, kecuali manajemen '
'memiliki intensi untuk melikuidasi Perusahaan atau '
'menghentikan operasi, atau tidak memiliki alternatif yang '
'realistis selain melaksanakannya. Pihak yang bertanggung '
'jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi '
'proses pelaporan keuangan Perusahaan. Tanggung Jawab '
'Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan Tujuan kami '
'adalah untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah '
'laporan keuangan secara keseluruhan bebas dari kesalahan '
'penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan '
'maupun kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor '
'yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai merupakan '
'suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan '
'suatu jaminan bahwa audit yang dilaksanakan berdasarkan '
'Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian '
'material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian '
'dapat disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan '
'dianggap material jika, baik secara individual maupun '
'secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan '
'memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna '
'berdasarkan laporan keuangan tersebut. Sebagai bagian dari '
'suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan '
'pertimbangan profesional dan mempertahankan skeptisisme '
'profesional selama audit. Kami juga: Tanggung Jawab '
'Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan (Lanjutan) '
'\uf0b7 Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan '
'penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang '
'disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan '
'melaksanakan prosedur audit yang responsif terhadap risiko '
'tersebut, serta memperoleh bukti audit yang cukup dan '
'tepat untuk menyediakan basis bagi opini kami. Risiko '
'tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang '
'disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang '
'disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat '
'melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan secara sengaja, '
'pernyataan salah, atau pengabaian pengendalian internal. '
'\uf0b7 Memperoleh suatu pemahaman tentang pengendalian '
'internal yang relevan dengan audit untuk mendesain '
'prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi '
'bukan untuk tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan '
'pengendalian internal Perusahaan. \uf0b7 Mengevaluasi '
'ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta '
'kewajaran estimasi akuntansi dan pengungkapan terkait yang '
'dibuat oleh manajemen. \uf0b7 Menyimpulkan ketepatan '
'penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh '
'manajemen dan, berdasarkan bukti audit yang diperoleh, '
'apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait '
'dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan '
'keraguan signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk '
'mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami '
'menyimpulkan bahwa terdapat suatu ketidakpastian material, '
'kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan '
'auditor kami ke pengungkapan terkait dalam laporan '
'keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai, '
'harus menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini '
'kami. Kesimpulan kami didasarkan pada bukti audit yang '
'diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun, '
'peristiwa atau kondisi masa depan dapat menyebabkan '
'Perusahaan tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha. '
'\uf0b7 Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan '
'keuangan secara keseluruhan, termasuk pengungkapannya, dan '
'apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan '
'peristiwa yang mendasarinya dengan suatu cara yang '
'mencapai penyajian wajar. \uf0b7 Memperoleh bukti audit '
'yang cukup dan tepat terkait informasi keuangan entitas '
'atau aktivitas bisnis dalam Perusahaan untuk menyatakan '
'opini atas laporan keuangan. Kami bertanggung jawab atas '
'arahan, supervisi, dan pelaksanaan audit Perusahaan. Kami '
'tetap bertanggung jawab sepenuhnya atas opini audit kami. '
'Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab '
'atas tata kelola mengenai, antara lain, ruang lingkup dan '
'saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit '
'signifikan, termasuk setiap defisiensi signifikan dalam '
'pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami '
'selama audit. Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada '
'pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami '
'telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai '
'independensi, dan mengomunikasikan seluruh hubungan, serta '
'hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh '
'terhadap independensi kami, dan, jika relevan, pengamanan '
'terkait. Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak '
'yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan '
'hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas '
'laporan keuangan periode kini dan oleh karenanya menjadi '
'hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama dalam '
'laporan auditor kami, kecuali peraturan perundang-undangan '
'melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau '
'ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami '
'menentukan bahwa suatu hal tidak boleh dikomunikasikan '
'dalam laporan kami karena konsekuensi merugikan dari '
'mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan secara '
'wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi '
'tersebut. KANTOR AKUNTAN PUBLIK HELIANTONO & REKAN Andiek '
'Nugroho, SE., Ak., M.Ak., CA., CPA Registrasi Akuntan '
'Publik No. AP. 1664 Jakarta, 24 Maret 2025 PT PLANET '
'PROPERINDO JAYA Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN 31 Desember '
'2024 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) '
'Catatan 2024 2023 ASET ASET LANCAR Kas dan bank 2,4,26,27 '
'517.067.106 539.516.597 Piutang usaha 2,5,26,27 '
'777.186.122 768.870.154 Piutang lain-lain 2,6,26,27 Pihak '
'berelasi 24 1.176.928.572 - Pihak ketiga 46.359.961 '
'11.999.000 Pajak dibayar dimuka 2,13a 19.861.936 - '
'Persediaan 2,7 674.602.409 502.576.341 Beban dibayar di '
'muka 2,8 166.666.670 416.666.668 Total Aset Lancar '
'3.378.672.776 2.239.628.760 ASET TIDAK LANCAR Persediaan '
'2,7 1.006.630.387 945.122.559 Aset tetap 2,9 '
'81.766.465.209 83.453.394.997 Aset Hak - Guna 2,10 '
'360.000.000 375.000.000 Total Aset Tidak Lancar '
'83.133.095.596 84.773.517.556 TOTAL ASET 86.511.768.372 '
'87.013.146.316 Catatan atas Laporan Keuangan yang '
'merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan '
'keuangan secara keseluruhan. 1 PT PLANET PROPERINDO JAYA '
'Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) 31 Desember 2024',
'issuer_name': 'PT Planet Properindo Jaya Tbk',
'issuer_ticker': '',
'letter_number': '',
'positions': [],
'source_shape': 'ROSTER',
'subject': ''}