Skip to content
Back to announcement

20250509_FPNI_Laporan Informasi dan Fakta Material_31884802_lamp3.pdf

Other Text extracted FPNI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 73

Page 1
     LAPORAN STUDI KELAYAKAN
    PT LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk

RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

         31 DESEMBER 2024
Page 2
No. : 00064/2.0162-00/BS/05/0153/1/V/2025                                     7 Mei 2025



Kepada Yth.

PT LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk
Mangkuluhur City Tower One, Lt. 32
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 1 – 3
Karet Semanggi, Setiabudi
Jakarta Selatan 12930

U.p. : Direksi

Hal : Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha


Dengan hormat,

PT Lotte Chemical Titan Nusantara (selanjutnya disebut “LCTN”) merencanakan untuk
melakukan penambahan kegiatan usaha dalam bidang aktivitas konsultasi manajemen
lainnya, jasa pengujian laboratorium, dan reparasi mesin untuk keperluan umum (selanjutnya
disebut “Rencana Penambahan Kegiatan Usaha”).

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen PT Lotte Chemical Titan Tbk
(selanjutnya disebut “Perseroan”), pada tanggal 31 Desember 2024, LCTN merupakan
entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,85%.

Sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tersebut, manajemen
Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto
& rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas kelayakan dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan surat
penawaran kami No. KR.250307-001 tanggal 7 Maret 2025 yang telah disetujui oleh
manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan
Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”)
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-
1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan kelayakan atas Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang perdagangan besar karet dan plastik
dalam bentuk dasar, sebagai distributor utama dan importir. Perseroan mulai beroperasi
secara komersial pada tahun 1990. Perseroan berdomisili di Mangkuluhur City Tower One,
Lantai 32, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 1 – 3, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta
Selatan 12930, dengan nomor telepon: (021) 2788 3355, nomor faksimile: (021) 2788 3366,
dan website: www.lottechem.co.id.

LCTN merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha LCTN terutama meliputi bidang industri damar buatan (resin sintetis) dan
bahan baku plastik, perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, real estat
yang dimiliki sendiri atau disewa, pengadaan uap/air panas dan udara dingin, perdagangan
besar bahan dan barang kimia, serta pergudangan dan penyimpanan lainnya. LCTN mulai
berproduksi secara komersial sejak bulan Februari 1993. LCTN memiliki dan mengoperasikan
fasilitas produksi petrokimia yang berlokasi di Kota Cilegon, Provinsi Banten, dengan hasil
produk berupa polyethylene.

LCTN merencanakan untuk memperluas kegiatan usahanya dengan menambahkan layanan
dalam bidang aktivitas konsultasi manajemen lainnya yang bertujuan untuk memberikan
dukungan profesional di bidang manajerial dan pengelolaan strategis kepada PT Lotte
Chemical Indonesia (selanjutnya disebut “LCI”), pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan
LCTN. Langkah ini diharapkan dapat mendorong terciptanya efisiensi proses serta
peningkatan efektivitas operasional secara menyeluruh yang pada akhirnya dapat
memberikan nilai tambah bagi LCTN.

LCTN merencanakan untuk memberikan jasa pengujian laboratorium khususnya analisis
terhadap kegiatan produksi polimer yang dijalankan oleh LCI. Layanan ini mencakup proses
pengumpulan sampel dari berbagai tahapan produksi yang kemudian akan diuji dan dianalisis
guna memastikan setiap proses telah memenuhi standar mutu dan spesifikasi teknis yang
telah ditentukan serta jasa mengoperasikan press mold dan injection molding yang
merupakan komponen penting dalam proses pembentukan produk berbasis polyethylene
untuk mencapai tingkat ketepatan tinggi dan efisiensi skala besar, di mana LCTN memandang
kedua jasa ini diharapkan dapat menciptakan peluang bagi LCTN untuk menghasilkan
pendapatan dari aktivitas operasional baru.

Selanjutnya, LCTN merencanakan untuk memperluas cakupan layanan teknis dengan
menyediakan jasa reparasi mesin untuk keperluan umum khususnya perawatan peralatan
produksi kepada LCI di mana layanan ini dirancang untuk melakukan kegiatan pemeliharaan
dan inspeksi serta perbaikan atas mesin maupun unit pendukung lainnya untuk memastikan
keberlangsungan proses produksi yang efisien. LCTN memandang langkah ini merupakan
bentuk pemanfaatan kapabilitas internal LCTN yang dapat memberikan pendapatan secara
berkelanjutan melalui diversifikasi usaha berbasis keahlian teknis.




                                            ii
Page 4
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan salah satu upaya Perseroan untuk
memperluas spektrum layanan, mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, dan menciptakan
sinergi yang lebih kuat antar unit usaha dalam kelompok Perseroan. Melalui langkah ini, LCTN
diharapkan mampu menghasilkan nilai tambah dari sisi operasional, meningkatkan daya saing
internal, dan dapat mendorong peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
masa yang akan datang.

Alasan dilakukannya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebagai berikut:

•   LCTN merencanakan untuk memperluas kegiatan usahanya dengan menambahkan
    layanan dalam bidang aktivitas konsultasi manajemen lainnya yang bertujuan untuk
    memberikan dukungan profesional di bidang manajerial dan pengelolaan strategis kepada
    LCI, pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan LCTN. Langkah ini diharapkan dapat
    mendorong terciptanya efisiensi proses serta peningkatan efektivitas operasional secara
    menyeluruh yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi LCTN.

•   LCTN merencanakan untuk memberikan jasa pengujian laboratorium khususnya analisis
    terhadap kegiatan produksi polimer yang dijalankan oleh LCI. Layanan ini mencakup
    proses pengumpulan sampel dari berbagai tahapan produksi yang kemudian akan diuji
    dan dianalisis guna memastikan setiap proses telah memenuhi standar mutu dan
    spesifikasi teknis yang telah ditentukan serta jasa mengoperasikan press mold dan
    injection molding yang merupakan komponen penting dalam proses pembentukan produk
    berbasis polyethylene untuk mencapai tingkat ketepatan tinggi dan efisiensi skala besar,
    di mana LCTN memandang kedua jasa ini diharapkan dapat menciptakan peluang bagi
    LCTN untuk menghasilkan pendapatan dari aktivitas operasional baru.

•   Selanjutnya, LCTN merencanakan untuk memperluas cakupan layanan teknis dengan
    menyediakan jasa reparasi mesin untuk keperluan umum khususnya perawatan peralatan
    produksi kepada LCI di mana layanan ini dirancang untuk melakukan kegiatan
    pemeliharaan dan inspeksi serta perbaikan atas mesin maupun unit pendukung lainnya
    untuk memastikan keberlangsungan proses produksi yang efisien. LCTN memandang
    langkah ini merupakan bentuk pemanfaatan kapabilitas internal LCTN yang dapat
    memberikan pendapatan secara berkelanjutan melalui diversifikasi usaha berbasis
    keahlian teknis.

•   Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan salah satu upaya Perseroan untuk
    memperluas spektrum layanan, mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, dan
    menciptakan sinergi yang lebih kuat antar unit usaha dalam kelompok Perseroan. Melalui
    langkah ini, LCTN diharapkan mampu menghasilkan nilai tambah dari sisi operasional,
    meningkatkan daya saing internal, dan dapat mendorong peningkatan kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan pada masa yang akan datang.




                                             iii
Page 5
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan”.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”). Namun
demikian, Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan penambahan kegiatan usaha
sebagaimana diatur dalam POJK 17/2020.

Untuk penambahan kegiatan usaha, POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan studi
kelayakan atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan pendapat
atas kelayakan usaha (selanjutnya disebut “Laporan Studi Kelayakan”) atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha.

Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan
lainnya. Laporan Studi Kelayakan ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi
untuk menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Penambahan Kegiatan Usaha atau
mengambil tindakan tertentu atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.


TUJUAN DAN MAKSUD PENUGASAN

Laporan Studi Kelayakan ini bertujuan untuk mengkaji prospek usaha Perseroan (selanjutnya
disebut “Objek Penilaian”) sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha di
masa mendatang ditinjau dari berbagai aspek, meliputi:

•   Aspek kelayakan pasar;
•   Aspek kelayakan teknis;
•   Aspek kelayakan pola bisnis;
•   Aspek kelayakan model manajemen; dan
•   Aspek kelayakan keuangan,

sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

Maksud dari Laporan Studi Kelayakan adalah untuk memberikan gambaran tentang
kelayakan dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang selanjutnya akan digunakan
sebagai rujukan dan pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka memenuhi
POJK 17/2020.




                                            iv
Page 6
Studi Kelayakan ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).


TANGGAL STUDI KELAYAKAN

Studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dalam Laporan Studi Kelayakan
diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan
kepentingan dan tujuan penyusunan Studi Kelayakan dari Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha serta dari data keuangan Perseroan yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa
laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang menjadi dasar penyusunan Laporan Studi Kelayakan atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini merupakan
laporan terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL STUDI KELAYAKAN (SUBSEQUENT EVENT)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal studi
kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, tidak terdapat kejadian penting
setelah tanggal studi kelayakan (subsequent event) yang secara signifikan dapat
memengaruhi kesimpulan studi kelayakan.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penugasan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau
melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang
   disusun oleh manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut
   “KAP”) Purwantono, Sungkoro & Surja (selanjutnya disebut “PSS”) sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00222/2.1032/AU.1/05/0696-5/1/III/2025 tanggal 18 Maret 2025
   dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;




                                           v
Page 7
3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00094/2.1032/AU.1/05/0696-4/1/II/2024 tanggal 29 Februari 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00425/2.1032/AU.1/05/0696-3/1/III/2023 tanggal 28 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00254/2.1032/AU.1/05/0696-3/1/III/2022 tanggal 18 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00231/2.1032/AU.1/05/0696-1/1/III/2021 tanggal 4 Maret 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

7. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
   yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00223/2.1032/AU.1/04/0696-5/1/III/2025 tanggal 18 Maret 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

8. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
   yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00108/2.1032/AU.1/04/0696-4/1/II/2024 tanggal 29 Februari 2024 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;

9. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
   yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00426/2.1032/AU.1/04/0696-3/1/III/2023 tanggal 28 Maret 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;

10. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
    yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00253/2.1032/AU.1/04/0696-2/1/III/2022 tanggal 18 Maret 2022 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;

11. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
    yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00242/2.1032/AU.1/04/0696-1/1/III/2021 tanggal 4 Maret 2021 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;

12. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah
    Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
    31 Desember 2025 – 2034 yang disusun oleh manajemen Perseroan;




                                          vi
Page 8
13. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 6
    tanggal 11 Juni 2021 yang dibuat di hadapan Notaris Fathiah Helmi, S.H., antara lain untuk
    disesuaikan dengan POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang “Rencana dan
    Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka” dan POJK No.
    16/POJK.04/2020 tentang “Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan
    Terbuka Secara Elektronik” serta menyusun kembali seluruh anggaran dasar Perseroan;

14. Anggaran dasar LCTN yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 483 tanggal
    24 Oktober 2024 oleh Jimmy Tanal, S.H. M.Kn., mengenai penyesuaian maksud dan
    tujuan serta kegiatan usaha LCTN;

15. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Calvin Wiryapranata dengan
    posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha;

16. Tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah berdasarkan laba kena pajak dalam
    periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum,
    yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2025 – 2034;

17. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan untuk
    penugasan;

18. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

19. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

20. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

21. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha; dan

22. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung
jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.




                                             vii
Page 9
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Perseroan. Jasa-jasa yang
kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan studi kelayakan atas
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau
perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu,
kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk
transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
tanggal penerbitan Laporan Studi Kelayakan ini.

Studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang dilakukan dengan metode
diskonto arus kas (discounted cash flow) dengan mengacu pada net present value (NPV)
yang didasarkan pada proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan
setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang disusun oleh manajemen Perseroan.
Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan
rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap
proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja
Perseroan yang dinilai pada saat studi kelayakan ini dengan lebih wajar. Secara garis besar,
tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan
dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung
jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi laporan keuangan
berdasarkan informasi manajemen Perseroan terhadap proyeksi laporan keuangan
Perseroan tersebut.

Dalam penugasan studi kelayakan ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal studi kelayakan sampai
dengan tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi
kelayakan. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
studi kelayakan telah dilakukan dengan benar dan kami bertanggungjawab atas Laporan
Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.




                                            viii
Page 10
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan LCTN atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan LCTN bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dipersiapkan
menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas
data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material.
Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas studi kelayakan kami maupun
segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh
ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau
dapat disalahartikan.

Karena hasil dari studi kelayakan kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari studi kelayakan kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap
data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil studi kelayakan dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari Laporan Studi Kelayakan ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat
menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang
disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil studi kelayakan sebagai
dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang
dijadikan sebagai dasar studi kelayakan. Laporan Studi Kelayakan bersifat non-disclaimer
opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan LCTN.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan
atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau
pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum
Perseroan dan LCTN berdasarkan anggaran dasar Perseroan dan LCTN.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, KR
diberikan kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan
Laporan Studi Kelayakan.




                                             ix
Page 11
INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha, KR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak
terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga
tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Selanjutnya, laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi
oleh analisis yang dihasilkan dari proses studi kelayakan ini dan KR hanya menerima imbalan
sesuai dengan surat penawaran kami No. KR/250307-001 tanggal 7 Maret 2025 yang telah
disetujui oleh manajemen Perseroan.


METODE YANG DIGUNAKAN

Analisis kelayakan dalam penugasan ini menggunakan perhitungan nilai kini atas proyeksi
laba tahun berjalan Perseroan sebelum dan setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
dengan mengacu pada net present value (NPV) sehingga Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha dapat dikatakan layak atau menguntungkan.


ANALISIS KELAYAKAN

Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034:

Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                                           (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan          31/12/25       31/12/26     31/12/27      31/12/28      31/12/29

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan     402.832        429.230      465.906       491.517       529.057
Beban pokok penjualan                        390.555        412.615      445.905       468.332       501.362
Laba kotor                                    12.277         16.615       20.001        23.185        27.695
Beban usaha                                   14.619         15.527       16.962        18.062        19.420
Laba (rugi) usaha                              (2.342)        1.088        3.039         5.124         8.275
Pendapatan lain-lain                            3.242         2.421        2.421         2.421         2.421
Laba sebelum pajak penghasilan                     899        3.508         5.460         7.544       10.696
Beban pajak penghasilan - neto                    (198)        (772)       (1.201)       (1.660)      (2.353)
Laba tahun berjalan                               702         2.737        4.259         5.884         8.343




                                              x
Page 12
                                                                                            (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan          31/12/30        31/12/31     31/12/32      31/12/33      31/12/34

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan     533.149         537.405      541.831       546.435       551.222
Beban pokok penjualan                        503.044         500.877      501.155       502.933       504.665
Laba kotor                                    30.105          36.528       40.676        43.502        46.558
Beban usaha                                   20.075          20.573       21.217        21.963        15.369
Laba usaha                                    10.029          15.956       19.459        21.539        31.189
Pendapatan lain-lain                           2.421           2.421        2.421         2.421         2.421
Laba sebelum pajak penghasilan                12.450          18.377       21.880        23.959        33.610
Beban pajak penghasilan - neto                (2.739)         (4.043)      (4.814)       (5.271)       (7.394)
Laba tahun berjalan                            9.711          14.334       17.066        18.688        26.215



Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                                            (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan          31/12/25        31/12/26     31/12/27      31/12/28      31/12/29

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan     402.832         429.230      465.906       491.517       529.057
Beban pokok penjualan                        390.555         412.615      445.905       468.332       501.362
Laba kotor                                    12.277          16.615       20.001        23.185        27.695
Beban usaha                                   14.624          15.532       16.966        18.066        19.424
Laba (rugi) usaha                              (2.347)         1.083        3.035         5.119         8.271
Pendapatan lain-lain                            3.342          2.530        2.540         2.551         2.558
Laba sebelum pajak penghasilan                      995        3.614         5.575         7.670       10.829
Beban pajak penghasilan - neto                     (219)        (795)       (1.226)       (1.687)      (2.382)
Laba tahun berjalan                                776         2.819        4.348         5.983         8.447



                                                                                            (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan          31/12/30        31/12/31     31/12/32      31/12/33      31/12/34

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan     533.149         537.405      541.831       546.435       551.222
Beban pokok penjualan                        503.044         500.877      501.155       502.933       504.665
Laba kotor                                    30.105          36.528       40.676        43.502        46.558
Beban usaha                                   20.080          20.577       21.221        21.967        15.373
Laba usaha                                    10.025          15.951       19.455        21.534        31.185
Pendapatan lain-lain                           2.565           2.573        2.581         2.590         2.599
Laba sebelum pajak penghasilan                12.590          18.525       22.036        24.124        33.784
Beban pajak penghasilan - neto                (2.770)         (4.075)      (4.848)       (5.307)       (7.432)
Laba tahun berjalan                            9.821          14.449       17.188        18.817        26.351



Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah laba tahun berjalan Perseroan sebelum
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebesar USD 107,94 juta. Selanjutnya,
proyeksi jumlah laba tahun berjalan Perseroan setelah Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha adalah sebesar USD 109,00 juta.




                                              xi
Page 13
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut di atas,
setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menjadi efektif, Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2034, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
Perseroan pada masa yang akan datang.

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2034 dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 9,69% adalah
sebesar USD 57,81 juta.

Selanjutnya, perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan setelah
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2034 dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 9,69% adalah
sebesar USD 58,47 juta.

Dengan demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan setelah
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2034 lebih besar daripada jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun
berjalan Perseroan sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034.

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 adalah sebagai berikut:

Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                         (Dalam ribuan USD)
                                                                      Proyeksi
                      Keterangan
                                           31/12/25      31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29
Laba tahun berjalan                              702         2.737        4.259        5.884         8.343
Faktor diskonto                                0,9548        0,8704       0,7935       0,7234        0,6595
Nilai kini                                         670       2.382        3.379        4.257         5.502



                                                                                         (Dalam ribuan USD)
                                                                      Proyeksi
                      Keterangan
                                           31/12/30      31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34
Laba tahun berjalan                            9.711        14.334       17.066       18.688        26.215
Faktor diskonto                                0,6012        0,5481       0,4997       0,4555        0,4153
Nilai kini                                     5.838         7.856        8.528        8.513        10.887
Jumlah nilai kini                             57.812




                                             xii
Page 14
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                                         (Dalam ribuan USD)
                                                                      Proyeksi
                      Keterangan
                                          31/12/25       31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29
Laba tahun berjalan                             776          2.819        4.348        5.983         8.447
Faktor diskonto                               0,9548         0,8704       0,7935       0,7234        0,6595
Nilai kini                                         741       2.453        3.450        4.328         5.570



                                                                                         (Dalam ribuan USD)
                                                                      Proyeksi
                      Keterangan
                                          31/12/30       31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34
Laba tahun berjalan                           9.821         14.449       17.188       18.817        26.351
Faktor diskonto                               0,6012         0,5481       0,4997       0,4555        0,4153
Nilai kini                                    5.904          7.920        8.589        8.571        10.944
Jumlah nilai kini                            58.471




KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi dalam analisis
kelayakan, maka menurut pendapat kami Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, ditinjau
dari aspek kelayakan pasar, aspek kelayakan teknis, aspek kelayakan pola bisnis, aspek
kelayakan model manajemen, dan aspek keuangan adalah layak.

Kelayakan tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami peroleh dari
pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan dengan penugasan. Kami
menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan
atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan mempengaruhi kelayakan tersebut secara
material.

Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak
material terhadap Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. Perubahan tersebut termasuk,
namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun
secara eksternal yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan
dan keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan
Studi Kelayakan ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka
kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha mungkin berbeda.




                                            xiii
Page 15
DISTRIBUSI LAPORAN STUDI KELAYAKAN

Laporan Studi Kelayakan ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain
atau untuk kepentingan lain. Laporan Studi Kelayakan ini tidak merupakan rekomendasi
kepada pemegang saham untuk menyetujui Rencana Penambahan Kegiatan Usaha atau
melakukan tindakan lainnya dalam kaitannya dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Laporan Studi Kelayakan ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Laporan Studi Kelayakan kami
karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan ini. Laporan
Studi Kelayakan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan
stempel perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xiv
Page 16
                           ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap Perseroan
   untuk sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk studi kelayakan ini tidak tergantung pada besarnya kesimpulan yang
   diperoleh atau yang tercantum dalam laporan.

3. Kesimpulan dicantumkan dalam mata uang USD dan/atau ekuivalennya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan, serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan Studi Kelayakan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                            xv
Page 17
                        PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang diuji
   kelayakannya.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang diuji kelayakannya.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang diuji kelayakannya.

4. Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                                 .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PM.22/2018
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                    .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                      .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Kezia Melisa Rondonuwu                                            .....................................
No. MAPPI      : 20-P-10333



Adhi Fahreza                                                      .....................................
No. MAPPI       : 24-A-13098




                                            xvi
Page 18
                                  SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang memengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan
   ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang
   “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar Penilaian
   Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah dibuat
   dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan studi kelayakan profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada
   tanggal studi kelayakan yang ditentukan, yaitu 31 Desember 2024.

5. Penugasan studi kelayakan profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi
   Kelayakan.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang diuji kelayakannya.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh Penilai tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                            xvii
Page 19
14. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Studi Kelayakan ini diperoleh dari berbagai
    sumber yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam Laporan Studi Kelayakan ini telah
    menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan ini.

16. KR telah melakukan inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait
    dengan operasional, kinerja, dan prospek dari LCTN.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                             .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PM.22/2018
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                  .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Kezia Melisa Rondonuwu                                        .....................................
No. MAPPI      : 20-P-10333



Adhi Fahreza                                                  .....................................
No. MAPPI      : 24-A-13098




                                           xviii
Page 20
                                        DAFTAR ISI

                                                                             HALAMAN

OPINI                                                                                i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                         xv

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                   xvi

SURAT PERNYATAAN                                                                 xvii

DAFTAR ISI                                                                        xix

DAFTAR TABEL                                                                      xxi

DAFTAR GRAFIK                                                                    xxiii

DAFTAR LAMPIRAN                                                                  xxiv

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                               1
        B. Tujuan dan Maksud Penugasan                                             4
        C. Data dan Informasi yang Digunakan                                       5
        D. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                                7
        E. Tingkat Kedalaman Investigasi                                           9
        F. Kejadian Penting Setelah Tanggal Studi Kelayakan (Subsequent Event)     9
        G. Independensi Penilai                                                    9
        H. Pendekatan dan Prosedur Penilaian Studi Kelayakan                      10
        I. Metode yang Digunakan                                                  10
        J. Analisis Kelayakan                                                     10
        K. Kesimpulan                                                             13

II.     ASPEK HUKUM

        A. PT Lotte Chemical Titan Tbk                                            14
        B. PT Lotte Chemical Titan Nusantara                                      15

III.    ASPEK KELAYAKAN PASAR

        A. Tinjauan Industri Plastik di Dunia                                     17
        B. Tinjauan Industri Plastik di Indonesia                                 19
        C. Strategi Pemasaran                                                     20
        D. Pesaing Usaha                                                          21




                                              xix
Page 21
                                                                         HALAMAN

IV.     ASPEK KELAYAKAN TEKNIS

        A. Gambaran Umum Wilayah Operasional PT Lotte Chemical Titan Nusantara   22
        B. Proses Operasional PT Lotte Chemical Titan Nusantara                  22
        C. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya                                 24

V.      ASPEK KELAYAKAN POLA BISNIS

        A. Keunggulan Kompetitif                                                 25
        B. Aktivitas Perseroan Setelah Pelaksanaan
           Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                     25

VI.     ASPEK KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

        A. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen                                     28
        B. Ketersediaan Tenaga Kerja                                             28
        C. Risiko Usaha                                                          29

VII.    ASPEK KELAYAKAN KEUANGAN

        A. Proyeksi Keuangan Perseroan Sebelum
           Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                     31
        B. Proyeksi Keuangan Perseroan Setelah
           Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                     38
        C. Analisis Kelayakan                                                    42

VIII.   KESIMPULAN                                                               45




                                           xx
Page 22
                                   DAFTAR TABEL

                                                                         HALAMAN

Tabel 1   Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
          PT Lotte Chemical Titan Tbk
          Untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034                            10

Tabel 2   Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
          PT Lotte Chemical Titan Tbk
          Untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034                            11

Tabel 3   Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
          Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
          PT Lotte Chemical Titan Tbk
          Untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034                            12

Tabel 4   Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
          Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
          PT Lotte Chemical Titan Tbk
          Untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034                            12

Tabel 5   Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
          PT Lotte Chemical Titan Tbk                                        15

Tabel 6   Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
          PT Lotte Chemical Titan Nusantara                                  16

Tabel 7   Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
          PT Lotte Chemical Titan Tbk
          Untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034                            34

Tabel 8   Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
          Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
          PT Lotte Chemical Titan Tbk
          Untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034                            37




                                         xxi
Page 23
                                                                         HALAMAN

Tabel 9   Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
          PT Lotte Chemical Titan Tbk
          Untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034                            41

Tabel 10 Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
         Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
         PT Lotte Chemical Titan Tbk
         Untuk tahun yang berakhir pada
         tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034                             42

Tabel 11 Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
         Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
         PT Lotte Chemical Titan Tbk
         Untuk tahun yang berakhir pada
         tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034                             42

Tabel 12 Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
         Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
         PT Lotte Chemical Titan Tbk
         Untuk tahun yang berakhir pada
         tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034                             43

Tabel 13 Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
         Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
         PT Lotte Chemical Titan Tbk
         Untuk tahun yang berakhir pada
         tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034                             44

Tabel 14 Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
         Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
         PT Lotte Chemical Titan Tbk
         Untuk tahun yang berakhir pada
         tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034                             45




                                         xxii
Page 24
                                  DAFTAR GRAFIK

                                                                               HALAMAN

Grafik 1 Proyeksi Nilai Pasar Kemasan Plastik di Dunia Tahun 2025 – 2035           18

Grafik 2 Pendapatan Industri Pembuatan Produk Karet dan Plastik di Indonesia
         Tahun 2020 – 2023                                                         19

Grafik 3 Proyeksi Pendapatan Sektor Mainan Plastik & Lainnya di Indonesia
         Tahun 2025 – 2028                                                         20

Grafik 4 Proyeksi Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
         PT Lotte Chemical Titan Tbk
         Tahun 2025 – 2034                                                         32

Grafik 5 Proyeksi Beban Pokok Penjualan
         PT Lotte Chemical Titan Tbk
         Tahun 2025 – 2034                                                         33

Grafik 6 Proyeksi Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
         PT Lotte Chemical Titan Tbk
         Tahun 2025 – 2034                                                         39

Grafik 7 Proyeksi Beban Pokok Penjualan
         PT Lotte Chemical Titan Tbk
         Tahun 2025 – 2034                                                         40




                                          xxiii
Page 25
                               DAFTAR LAMPIRAN

                                                                            HALAMAN

Lampiran A   Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
             Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
             PT Lotte Chemical Titan Tbk
             Untuk tahun yang berakhir pada
             tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034                            46

             Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
             Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
             PT Lotte Chemical Titan Tbk
             Untuk tahun yang berakhir pada
             tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034                            47

Lampiran B   Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
             Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
             PT Lotte Chemical Titan Tbk
             Untuk tahun yang berakhir pada
             tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034                            48

             Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
             Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
             PT Lotte Chemical Titan Tbk
             Untuk tahun yang berakhir pada
             tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034                            48




                                        xxiv
Page 26
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Lotte Chemical Titan Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan suatu
       perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang perdagangan besar karet dan
       plastik dalam bentuk dasar, sebagai distributor utama dan importir. Perseroan
       mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1990. Perseroan berdomisili di
       Mangkuluhur City Tower One, Lantai 32, Jalan Jenderal Gatot Subroto
       Kavling 1 – 3, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan 12930, dengan nomor
       telepon: (021) 2788 3355, nomor faksimile: (021) 2788 3366, dan
       website: www.lottechem.co.id.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, PT Lotte
       Chemical Titan Nusantara (selanjutnya disebut “LCTN”) merupakan entitas anak
       Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,85%.

       LCTN merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
       (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
       Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha LCTN terutama meliputi bidang industri
       damar buatan (resin sintetis) dan bahan baku plastik, perdagangan besar atas
       dasar balas jasa (fee) atau kontrak, real estat yang dimiliki sendiri atau disewa,
       pengadaan uap/air panas dan udara dingin, perdagangan besar bahan dan barang
       kimia, serta pergudangan dan penyimpanan lainnya. LCTN mulai berproduksi
       secara komersial sejak bulan Februari 1993. LCTN memiliki dan mengoperasikan
       fasilitas produksi petrokimia yang berlokasi di Kota Cilegon, Provinsi Banten,
       dengan hasil produk berupa polyethylene.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
       LCTN merencanakan untuk melakukan penambahan kegiatan usaha dalam
       bidang aktivitas konsultasi manajemen lainnya, jasa pengujian laboratorium, dan
       reparasi mesin untuk keperluan umum (selanjutnya disebut “Rencana
       Penambahan Kegiatan Usaha”).

       LCTN merencanakan untuk memperluas kegiatan usahanya dengan
       menambahkan layanan dalam bidang aktivitas konsultasi manajemen lainnya yang
       bertujuan untuk memberikan dukungan profesional di bidang manajerial dan
       pengelolaan strategis kepada PT Lotte Chemical Indonesia (selanjutnya disebut
       “LCI”), pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan LCTN. Langkah ini diharapkan
       dapat mendorong terciptanya efisiensi proses serta peningkatan efektivitas
       operasional secara menyeluruh yang pada akhirnya dapat memberikan nilai
       tambah bagi LCTN.




                                         1
Page 27
LCTN merencanakan untuk memberikan jasa pengujian laboratorium khususnya
analisis terhadap kegiatan produksi polimer yang dijalankan oleh LCI. Layanan ini
mencakup proses pengumpulan sampel dari berbagai tahapan produksi yang
kemudian akan diuji dan dianalisis guna memastikan setiap proses telah
memenuhi standar mutu dan spesifikasi teknis yang telah ditentukan serta jasa
mengoperasikan press mold dan injection molding yang merupakan komponen
penting dalam proses pembentukan produk berbasis polyethylene untuk mencapai
tingkat ketepatan tinggi dan efisiensi skala besar, di mana LCTN memandang
kedua jasa ini diharapkan dapat menciptakan peluang bagi LCTN untuk
menghasilkan pendapatan dari aktivitas operasional baru.

Selanjutnya, LCTN merencanakan untuk memperluas cakupan layanan teknis
dengan menyediakan jasa reparasi mesin untuk keperluan umum khususnya
perawatan peralatan produksi kepada LCI di mana layanan ini dirancang untuk
melakukan kegiatan pemeliharaan dan inspeksi serta perbaikan atas mesin
maupun unit pendukung lainnya untuk memastikan keberlangsungan proses
produksi yang efisien. LCTN memandang langkah ini merupakan bentuk
pemanfaatan kapabilitas internal LCTN yang dapat memberikan pendapatan
secara berkelanjutan melalui diversifikasi usaha berbasis keahlian teknis.

Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan salah satu upaya Perseroan
untuk memperluas spektrum layanan, mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki,
dan menciptakan sinergi yang lebih kuat antar unit usaha dalam kelompok
Perseroan. Melalui langkah ini, LCTN diharapkan mampu menghasilkan nilai
tambah dari sisi operasional, meningkatkan daya saing internal, dan dapat
mendorong peningkatan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
yang akan datang.

Alasan dilakukannya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebagai
berikut:

•   LCTN merencanakan untuk memperluas kegiatan usahanya dengan
    menambahkan layanan dalam bidang aktivitas konsultasi manajemen lainnya
    yang bertujuan untuk memberikan dukungan profesional di bidang manajerial
    dan pengelolaan strategis kepada LCI, pihak yang terafiliasi dengan Perseroan
    dan LCTN. Langkah ini diharapkan dapat mendorong terciptanya efisiensi
    proses serta peningkatan efektivitas operasional secara menyeluruh yang pada
    akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi LCTN.




                                  2
Page 28
•   LCTN merencanakan untuk memberikan jasa pengujian laboratorium
    khususnya analisis terhadap kegiatan produksi polimer yang dijalankan oleh
    LCI. Layanan ini mencakup proses pengumpulan sampel dari berbagai
    tahapan produksi yang kemudian akan diuji dan dianalisis guna memastikan
    setiap proses telah memenuhi standar mutu dan spesifikasi teknis yang telah
    ditentukan serta jasa mengoperasikan press mold dan injection molding yang
    merupakan komponen penting dalam proses pembentukan produk berbasis
    polyethylene untuk mencapai tingkat ketepatan tinggi dan efisiensi skala besar,
    di mana LCTN memandang kedua jasa ini diharapkan dapat menciptakan
    peluang bagi LCTN untuk menghasilkan pendapatan dari aktivitas operasional
    baru.

•   Selanjutnya, LCTN merencanakan untuk memperluas cakupan layanan teknis
    dengan menyediakan jasa reparasi mesin untuk keperluan umum khususnya
    perawatan peralatan produksi kepada LCI di mana layanan ini dirancang untuk
    melakukan kegiatan pemeliharaan dan inspeksi serta perbaikan atas mesin
    maupun unit pendukung lainnya untuk memastikan keberlangsungan proses
    produksi yang efisien. LCTN memandang langkah ini merupakan bentuk
    pemanfaatan kapabilitas internal LCTN yang dapat memberikan pendapatan
    secara berkelanjutan melalui diversifikasi usaha berbasis keahlian teknis.

•   Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan salah satu upaya
    Perseroan untuk memperluas spektrum layanan, mengoptimalkan sumber
    daya yang dimiliki, dan menciptakan sinergi yang lebih kuat antar unit usaha
    dalam kelompok Perseroan. Melalui langkah ini, LCTN diharapkan mampu
    menghasilkan nilai tambah dari sisi operasional, meningkatkan daya saing
    internal, dan dapat mendorong peningkatan kinerja keuangan konsolidasian
    Perseroan pada masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha bukan merupakan transaksi afiliasi
sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan”.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tersebut bukan merupakan transaksi
material, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
(selanjutnya disebut “POJK 17/2020”). Namun demikian, Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha merupakan penambahan kegiatan usaha sebagaimana diatur
dalam POJK 17/2020.

Untuk penambahan kegiatan usaha, POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
studi kelayakan atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.




                                   3
Page 29
       Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan
       Usaha tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk
       memberikan pendapat atas kelayakan usaha (selanjutnya disebut “Laporan Studi
       Kelayakan”) atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

       Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini hanya dapat digunakan sehubungan
       dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan tidak dapat dipergunakan
       untuk kepentingan lainnya. Laporan Studi Kelayakan ini juga tidak dimaksudkan
       untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui Rencana
       Penambahan Kegiatan Usaha atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana
       Penambahan Kegiatan Usaha.

I.B.   Tujuan dan Maksud Penugasan

       Laporan Studi Kelayakan ini bertujuan untuk mengkaji prospek usaha Perseroan
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) sehubungan dengan Rencana
       Penambahan Kegiatan Usaha di masa mendatang ditinjau dari berbagai aspek,
       meliputi:

       •   Aspek kelayakan pasar;
       •   Aspek kelayakan teknis;
       •   Aspek kelayakan pola bisnis;
       •   Aspek kelayakan model manajemen; dan
       •   Aspek kelayakan keuangan,

       sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

       Maksud dari Laporan Studi Kelayakan adalah untuk memberikan gambaran
       tentang kelayakan dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang selanjutnya
       akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh manajemen Perseroan
       dalam rangka memenuhi POJK 17/2020.

       Studi Kelayakan ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK
       35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310,
       SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).




                                        4
Page 30
I.C.   Data dan Informasi yang Digunakan

       Dalam melakukan penugasan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
       mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

       1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan
          Usaha yang disusun oleh manajemen Perseroan;

       2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
          (selanjutnya disebut “KAP”) Purwantono, Sungkoro & Surja (selanjutnya
          disebut     “PSS”)     sebagaimana      tertuang    dalam     laporannya
          No. 00222/2.1032/AU.1/05/0696-5/1/III/2025 tanggal 18 Maret 2025 dengan
          pendapat wajar tanpa modifikasian;

       3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana
          tertuang dalam laporannya No. 00094/2.1032/AU.1/05/0696-4/1/II/2024
          tanggal 29 Februari 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

       4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana
          tertuang dalam laporannya No. 00425/2.1032/AU.1/05/0696-3/1/III/2023
          tanggal 28 Maret 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

       5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana
          tertuang dalam laporannya No. 00254/2.1032/AU.1/05/0696-3/1/III/2022
          tanggal 18 Maret 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

       6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana
          tertuang dalam laporannya No. 00231/2.1032/AU.1/05/0696-1/1/III/2021
          tanggal 4 Maret 2021 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

       7. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang
          dalam laporannya No. 00223/2.1032/AU.1/04/0696-5/1/III/2025 tanggal
          18 Maret 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

       8. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang
          dalam laporannya No. 00108/2.1032/AU.1/04/0696-4/1/II/2024 tanggal
          29 Februari 2024 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

       9. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang
          dalam laporannya No. 00426/2.1032/AU.1/04/0696-3/1/III/2023 tanggal
          28 Maret 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;


                                       5
Page 31
10. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang
    dalam laporannya No. 00253/2.1032/AU.1/04/0696-2/1/III/2022 tanggal
    18 Maret 2022 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

11. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang
    dalam laporannya No. 00242/2.1032/AU.1/04/0696-1/1/III/2021 tanggal
    4 Maret 2021 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

12. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah
    Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 yang disusun oleh manajemen
    Perseroan;

13. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
    No. 6 tanggal 11 Juni 2021 yang dibuat di hadapan Notaris Fathiah Helmi, S.H.,
    antara lain untuk disesuaikan dengan POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang
    “Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan
    Terbuka” (selanjutnya disebut “POJK 15/2020”) dan POJK No.
    16/POJK.04/2020 tentang “Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham
    Perusahaan Terbuka Secara Elektronik” (selanjutnya disebut “POJK 16/2020”)
    serta menyusun kembali seluruh anggaran dasar Perseroan;

14. Anggaran dasar LCTN yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
    No. 483 tanggal 24 Oktober 2024 oleh Jimmy Tanal, S.H. M.Kn., mengenai
    penyesuaian maksud dan tujuan serta kegiatan usaha LCTN;

15. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Calvin
    Wiryapranata dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar
    belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha;

16. Tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah berdasarkan laba kena
    pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak
    yang berlaku umum, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2025 – 2034;

17. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

18. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

19. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg;




                                  6
Page 32
       20. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
           antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
           Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

       21. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Penambahan
           Kegiatan Usaha; dan

       22. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
           dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

       Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
       keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
       informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang
       tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
       informasi-informasi tersebut.

       Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Perseroan.
       Jasa-jasa yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan studi kelayakan
       atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit,
       atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan tidak
       merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
       penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
       keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
       mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau
       penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami
       tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-
       transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.

I.D.   Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

       Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
       umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku
       sampai dengan tanggal penerbitan Laporan Studi Kelayakan ini.

       Studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang dilakukan
       dengan metode diskonto arus kas (discounted cash flow) dengan mengacu pada
       net present value (NPV) yang didasarkan pada proyeksi laporan keuangan
       konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana Penambahan Kegiatan
       Usaha yang disusun oleh manajemen Perseroan. Dalam penyusunan proyeksi
       laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan rencana
       manajemen di masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian
       terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi
       operasi dan kinerja Perseroan yang dinilai pada saat studi kelayakan ini dengan
       lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami
       lakukan terhadap target kinerja Perseroan dan telah mencerminkan kemampuan
       pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan studi
       kelayakan dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan informasi
       manajemen Perseroan terhadap proyeksi laporan keuangan Perseroan tersebut.




                                        7
Page 33
Dalam penugasan studi kelayakan ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
studi kelayakan sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update)
pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
studi kelayakan telah dilakukan dengan benar dan kami bertanggungjawab atas
Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan LCTN
atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap,
dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan LCTN bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dipersiapkan
menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala
perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir
pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan
kesimpulan atas studi kelayakan kami maupun segala kehilangan, kerusakan,
biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari studi kelayakan kami sangat tergantung dari data serta
asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
sesuai data pasar akan mengubah hasil dari studi kelayakan kami. Oleh karena
itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat
berpengaruh terhadap hasil studi kelayakan dan bahwa perbedaan yang terjadi
dapat bernilai material. Walaupun isi dari Laporan Studi Kelayakan ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan
kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya
hasil studi kelayakan sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun
adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar studi kelayakan.
Laporan Studi Kelayakan bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang
dapat memengaruhi operasional Perseroan dan LCTN.




                                  8
Page 34
       Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan atas Rencana
       Penambahan Kegiatan Usaha tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam
       bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur
       tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
       dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
       kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
       hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum
       Perseroan dan LCTN berdasarkan anggaran dasar Perseroan dan LCTN.

I.E.   Tingkat Kedalaman Investigasi

       Dalam menyusun laporan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
       Usaha, KR diberikan kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung
       proses penyusunan Laporan Studi Kelayakan.

I.F.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Studi Kelayakan (Subsequent Event)

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
       studi kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan tanggal
       diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
       Usaha, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal studi kelayakan
       (subsequent event) yang secara signifikan dapat memengaruhi kesimpulan studi
       kelayakan.

I.G.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan
       Kegiatan Usaha, KR bertindak secara independen tanpa adanya benturan
       kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang
       terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
       keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan Studi
       Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
       manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh
       analisis yang dihasilkan dari proses studi kelayakan ini dan KR hanya menerima
       imbalan sesuai dengan surat penawaran kami No. KR/250307-001 tanggal
       7 Maret 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                        9
Page 35
I.H.   Pendekatan dan Prosedur Penilaian Studi Kelayakan

       Dalam evaluasi studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, kami
       telah melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur studi kelayakan atas
       Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ditinjau dari berbagai aspek, meliputi:

       •    Aspek kelayakan pasar;
       •    Aspek kelayakan teknis;
       •    Aspek kelayakan pola bisnis;
       •    Aspek kelayakan model manajemen; dan
       •    Aspek kelayakan keuangan,

       sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

I.I.   Metode yang Digunakan

       Analisis kelayakan dalam penugasan ini menggunakan perhitungan nilai kini atas
       proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum dan setelah Rencana
       Penambahan Kegiatan Usaha dengan mengacu pada net present value (NPV)
       sehingga Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dapat dikatakan layak atau
       menguntungkan.

I.J.   Analisis Kelayakan

       Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
       yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034:

       Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
       Tabel 1
       PT Lotte Chemical Titan Tbk
       Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
       Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                             (Dalam ribuan USD)

                              Keterangan                     31/12/25       31/12/26     31/12/27      31/12/28      31/12/29

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                 402.832       429.230      465.906       491.517       529.057
       Beban pokok penjualan                                    390.555       412.615      445.905       468.332       501.362
       Laba kotor                                                12.277        16.615       20.001        23.185        27.695
       Beban usaha                                               14.619        15.527       16.962        18.062        19.420
       Laba (rugi) usaha                                          (2.342)       1.088        3.039         5.124         8.275
       Pendapatan lain-lain                                        3.242        2.421        2.421         2.421         2.421
       Laba sebelum pajak penghasilan                               899         3.508         5.460         7.544       10.696
       Beban pajak penghasilan - neto                              (198)         (772)       (1.201)       (1.660)      (2.353)
       Laba tahun berjalan                                          702         2.737        4.259         5.884         8.343




                                                        10
Page 36
                                                                                                       (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan                      31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33       31/12/34

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                  533.149      537.405       541.831       546.435         551.222
Beban pokok penjualan                                     503.044      500.877       501.155       502.933         504.665
Laba kotor                                                 30.105       36.528        40.676        43.502          46.558
Beban usaha                                                20.075       20.573        21.217        21.963          15.369
Laba usaha                                                 10.029       15.956        19.459        21.539          31.189
Pendapatan lain-lain                                        2.421        2.421         2.421         2.421           2.421
Laba sebelum pajak penghasilan                             12.450       18.377        21.880        23.959          33.610
Beban pajak penghasilan - neto                             (2.739)      (4.043)       (4.814)       (5.271)         (7.394)
Laba tahun berjalan                                         9.711       14.334        17.066        18.688          26.215



Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Tabel 2
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                         (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan                      31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28       31/12/29

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                  402.832       429.230       465.906       491.517        529.057
Beban pokok penjualan                                     390.555       412.615       445.905       468.332        501.362
Laba kotor                                                 12.277        16.615        20.001        23.185          27.695
Beban usaha                                                14.624        15.532        16.966        18.066          19.424
Laba (rugi) usaha                                          (2.347)        1.083         3.035         5.119           8.271
Pendapatan lain-lain                                        3.342         2.530         2.540         2.551           2.558
Laba sebelum pajak penghasilan                                995         3.614         5.575         7.670          10.829
Beban pajak penghasilan - neto                               (219)         (795)       (1.226)       (1.687)         (2.382)
Laba tahun berjalan                                           776         2.819         4.348         5.983           8.447



                                                                                                         (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan                      31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33       31/12/34

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                  533.149      537.405       541.831       546.435         551.222
Beban pokok penjualan                                     503.044      500.877       501.155       502.933         504.665
Laba kotor                                                 30.105       36.528        40.676        43.502          46.558
Beban usaha                                                20.080       20.577        21.221        21.967          15.373
Laba usaha                                                 10.025       15.951        19.455        21.534          31.185
Pendapatan lain-lain                                        2.565        2.573         2.581         2.590           2.599
Laba sebelum pajak penghasilan                             12.590       18.525        22.036        24.124          33.784
Beban pajak penghasilan - neto                             (2.770)      (4.075)       (4.848)       (5.307)         (7.432)
Laba tahun berjalan                                         9.821       14.449        17.188        18.817          26.351




Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah laba tahun berjalan
Perseroan sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebesar
USD 107,94 juta. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba tahun berjalan Perseroan
setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebesar USD 109,00 juta.

Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut
di atas, setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034, sehingga diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.




                                                 11
Page 37
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 dengan menggunakan tingkat diskonto
sebesar 9,69% adalah sebesar USD 57,81 juta.

Selanjutnya, perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan
Perseroan setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 dengan menggunakan
tingkat diskonto sebesar 9,69% adalah sebesar USD 58,47 juta.

Dengan demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan
setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 lebih besar daripada jumlah nilai kini
dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2034.

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 adalah
sebagai berikut:

Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Tabel 3
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                         (Dalam ribuan USD)
                                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/25      31/12/26       31/12/27      31/12/28      31/12/29
Laba tahun berjalan                                            702         2.737         4.259         5.884         8.343
Faktor diskonto                                              0,9548        0,8704        0,7935        0,7234        0,6595
Nilai kini                                                     670         2.382         3.379         4.257         5.502



                                                                                                         (Dalam ribuan USD)
                                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/30      31/12/31       31/12/32      31/12/33      31/12/34
Laba tahun berjalan                                          9.711         14.334        17.066        18.688        26.215
Faktor diskonto                                              0,6012         0,5481        0,4997        0,4555        0,4153
Nilai kini                                                    5.838         7.856         8.528         8.513        10.887
Jumlah nilai kini                                            57.812




Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Tabel 4
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                         (Dalam ribuan USD)
                                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/25      31/12/26       31/12/27      31/12/28      31/12/29
Laba tahun berjalan                                            776         2.819         4.348         5.983         8.447
Faktor diskonto                                              0,9548        0,8704        0,7935        0,7234        0,6595
Nilai kini                                                     741          2.453         3.450         4.328         5.570




                                                  12
Page 38
                                                                                            (Dalam ribuan USD)
                                                                         Proyeksi
                             Keterangan
                                               31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34
       Laba tahun berjalan                         9.821       14.449       17.188       18.817        26.351
       Faktor diskonto                             0,6012       0,5481       0,4997       0,4555        0,4153
       Nilai kini                                  5.904        7.920        8.589        8.571        10.944
       Jumlah nilai kini                          58.471



I.K.   Kesimpulan

       Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
       dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
       dalam analisis kelayakan, maka menurut pendapat kami Rencana Penambahan
       Kegiatan Usaha, ditinjau dari aspek kelayakan pasar, aspek kelayakan teknis,
       aspek kelayakan pola bisnis, aspek kelayakan model manajemen, dan aspek
       keuangan adalah layak.

       Kelayakan tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
       peroleh dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
       dengan penugasan. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah
       benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan
       mempengaruhi kelayakan tersebut secara material.

       Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
       dampak material terhadap Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. Perubahan
       tersebut termasuk, namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara
       internal pada Perseroan maupun secara eksternal yaitu kondisi pasar dan
       perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan, serta
       peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah
       tanggal Laporan Studi Kelayakan ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
       Laporan Studi Kelayakan ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di
       atas, maka kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha mungkin
       berbeda.




                                          13
Page 39
II.       ASPEK HUKUM

II.A.     PT Lotte Chemical Titan Tbk

II.A.1.   Latar Belakang

          Perseroan didirikan di Republik Indonesia dengan nama PT Indofatra Plastik
          Industri berdasarkan Akta Notaris Rukmasanti Hardjasatya, S.H., No. 19 tanggal
          9 Desember 1987 dan kemudian berganti nama menjadi PT Fatrapolindo Nusa
          Industri berdasarkan Akta No. 53 tanggal 18 Juli 1988 dari Notaris Rukmasanti
          Hardjasatya, S.H. Akta pendirian beserta perubahannya tersebut disahkan oleh
          Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-6603.HT.01.01.TH.’88 tanggal
          30 Juli 1988, dan diumumkan dalam Berita Negara No. 80, Tambahan No. 3831
          tanggal 5 Oktober 1990.

          Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
          terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 6 tanggal 11 Juni 2021 yang
          dibuat di hadapan Notaris Fathiah Helmi, S.H., antara lain untuk disesuaikan
          dengan POJK 15/2020 dan POJK 16/2020 serta menyusun kembali seluruh
          anggaran dasar Perseroan. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam
          Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam Suratnya tertanggal 6 Juli
          2021 No. AHU-AH.01.03-0420842.

          Kantor pusat Perseroan beralamat di Mangkuluhur City Tower One, Lantai 32,
          Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 1 – 3, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta
          Selatan 12930.

II.A.2.   Manajemen

          Susunan Dewan Komisaris dan Direksi                  Perseroan   pada   tanggal
          31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

          Dewan Komisaris
          Komisaris Utama                       :   Park Hyun Chul
          Komisaris Independen                  :   Hendang Tanusdjadja

          Direksi
          Direktur Utama                        :   Jang Seon Pyo
          Direktur                              :   Calvin Wiryapranata
          Direktur                              :   Rudi Repelita




                                           14
Page 40
II.A.3.   Kepemilikan Saham

          Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
          tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

          Tabel 5
          PT Lotte Chemical Titan Tbk
          Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                   (Dalam USD)
                                                                              Persentase
                       Pemegang Saham                     Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                              Kepemilikan
          Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd.        5.148.902.750           92,50%       151.549.000
          Masyarakat (masing-masing dengan
            kepemilikan di bawah 5,00%)                        417.511.250            7,50%         12.289.000
          Jumlah                                              5.566.414.000          100,00%       163.838.000



II.A.4    Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang perdagangan
          besar karet dan plastik dalam bentuk dasar, sebagai distributor utama dan importir.
          Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1990.

II.B.     PT Lotte Chemical Titan Nusantara

II.B.1.   Latar Belakang

          LCTN didirikan di Republik Indonesia pada tahun 1990 dengan nama
          PT Petrokimia Nusantara Interindo berdasarkan Akta Notaris Moendjiati Soegito,
          S.H., No. 68 tanggal 19 Juli 1990. Akta pendirian tersebut disahkan oleh Menteri
          Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-4808.HT.01.01-TH.90 tanggal
          15 Agustus 1990, dan diumumkan dalam Berita Negara No. 84, Tambahan
          No. 4257 tanggal 19 Oktober 1990.

          Anggaran dasar LCTN telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
          terakhir berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal, S.H. M.Kn., No. 483 tanggal
          24 Oktober 2024, mengenai penyesuaian maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
          LCTN. Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
          Manusia      Republik    Indonesia    melalui   Keputusan      No.      AHU-
          0069247.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 29 Oktober 2024.




                                                         15
Page 41
II.B.2.   Manajemen

          Komisaris dan Direksi LCTN pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai
          berikut:

          Komisaris                                           :   Jang Seon Pyo

          Direksi
          Presiden Direktur                                   :   Choi Kyoungyoon
          Direktur                                            :   Robin Wahyudi Handoko
          Direktur                                            :   Rudi Repelita

II.B.3.   Kepemilikan Saham

          Susunan pemegang saham LCTN berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
          31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

          Tabel 6
          PT Lotte Chemical Titan Nusantara
          Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                     (Dalam USD)
                                                                                Persentase
                       Pemegang Saham                     Jumlah Saham                           Jumlah Modal
                                                                                Kepemilikan
          Perseroan                                               128.562.500           99,85%       128.562.000
          Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd.                187.500            0,15%           188.000
          Jumlah                                                  128.750.000          100,00%       128.750.000



II.B.4    Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha LCTN terutama meliputi bidang industri damar
          buatan (resin sintetis) dan bahan baku plastik, perdagangan besar atas dasar balas
          jasa (fee) atau kontrak, real estat yang dimiliki sendiri atau disewa, pengadaan
          uap/air panas dan udara dingin, perdagangan besar bahan dan barang kimia, serta
          pergudangan dan penyimpanan lainnya. LCTN mulai berproduksi secara komersial
          sejak bulan Februari 1993.




                                                         16
Page 42
III.     ASPEK KELAYAKAN PASAR

III.A.   Tinjauan Industri Plastik di Dunia

         Industri plastik merupakan salah satu sektor ekonomi yang besar serta memainkan
         peran penting dalam berbagai sektor lainnya seperti kemasan, otomotif, konstruksi,
         dan elektronik. Adanya proses pembentukan plastik melalui tahap polyethylene
         merupakan salah satu kunci dalam produksi plastik. Polyethylene merupakan
         suatu proses penggabungan dari beberapa molekul sederhana atau monomer
         menjadi molekul besar yang disebut makromolekul atau polimer melalui suatu
         proses kimia. Bahan plastik mudah dibentuk sesuai dengan apa yang dibutuhkan
         ketika bahan plastik tersebut terpapar oleh tekanan dan suhu panas.
         Bermacam-macam bentuk dari bahan plastik antara lain seperti batangan, balok,
         hingga silinder. Semua bentuk dasar tersebut kemudian dapat diolah kembali
         menjadi plastik kresek, pembungkus makanan, kemasan botol, dan lain
         sebagainya. Salah satu jenis plastik yang paling umum digunakan dan diproduksi
         pada saat ini adalah polietilena yang merupakan campuran sejenis polimer dari
         etilen yang memiliki dua tipe kepadatan yaitu kepadatan tinggi dan kepadatan
         rendah.

         Berdasarkan data yang diperoleh dari Argus Consulting dalam laporan dengan
         judul Polyethylene model update: Key insights on 2024 PE market trends and
         challenges, hampir seluruh peningkatan produksi polyethylene pada tahun 2024
         didorong oleh produksi Amerika Utara dan Kanada, dengan pertumbuhan produksi
         AS dan Kanada masing-masing adalah sebesar 1,60 juta ton dan 0,50 juta ton
         pada tahun 2024, di mana pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh pabrik
         polyethylene baru di kawasan tersebut termasuk Shell Chemicals Monaca, Bayport
         Polymers Bayport Dan Nova Chemicals di Sarnia. Di samping itu, Amerika Latin
         dan Karibia merupakan kawasan dengan peningkatan permintaan polyethylene
         yang signifikan masing-masing sebesar 11,80% dan 7,20%. Peningkatan tersebut
         karena kebutuhan polyethylene di Rio de Jainero untuk membangun kembali kota
         pasca banjir besar.

         Menurut laporan yang berjudul Plastic Packaging Market Size - By Material, By
         Product Type, By Technology, By End Use Industry, Forecast, 2025 – 2034 yang
         dipublikasikan oleh Global Market Insight, pada tahun 2024 pasar kemasan plastik
         di dunia adalah sebesar USD 397,50 miliar. Jumlah tersebut mengalami
         pertumbuhan terutama disebabkan oleh meningkatnya produk untuk kesehatan
         dan farmasi, serta peningkatan layanan pengantaran makanan dan minuman.
         Selain itu tekstur plastik yang fleksibel, ringan, dan transparan menjadi salah satu
         faktor yang mendorong penggunaan dari beberapa sektor industri tersebut
         dibandingkan dengan bahan sejenis kaca atau logam.




                                           17
Page 43
Berdasarkan data yang diperoleh dari Fortune Business Insight dalam laporannya
dengan judul Plastics Market Size, Share & Industry Analysis, By Type, By End-
use Industry, and Regional Forecast, 2024-2032, pada tahun 2024 ukuran pasar
industri plastik di dunia adalah sebesar USD 532,64 miliar dan diperkirakan
mengalami pertumbuhan hingga mencapai USD 778,67 miliar pada tahun 2032
dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan/compound annual growth rate
(CAGR) sebesar 5,10%.

Grafik 1
Proyeksi Nilai Pasar Kemasan Plastik di Dunia
Tahun 2025 – 2035
(Dalam miliar USD)

 400,00

                                                                     340,03
 350,00

 300,00                                                   286,86
                                              271,83
                                  258,59
                       246,84
 250,00       236,32

 200,00

 150,00

 100,00

  50,00

   0,00
               2025     2026       2027        2028       2029        2030

Sumber: Statista


Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun
2026 – 2030 nilai pasar kemasan plastik di dunia mengalami kenaikan masing-
masing sebesar USD 10,52 miliar, USD 11,75 miliar, USD 13,24 miliar,
USD 15,03 miliar, dan USD 53,17 miliar atau masing-masing setara dengan
4,45%, 4,76%, 5,12%, 5,53%, dan 18,54%. Dengan adanya tren positif tersebut,
maka industri plastik di dunia diperkirakan memiliki kinerja yang positif pada masa
mendatang.




                                  18
Page 44
III.B.   Tinjauan Industri Plastik di Indonesia

         Industri plastik nasional memiliki peranan penting sekaligus berkaitan erat dengan
         industri lainnya, seperti industri makanan dan minuman, kosmetik, farmasi,
         elektronika, pertanian, otomotif, barang-barang rumah tangga, serta mainan.
         Industri plastik di Indonesia menjadi rantai pasok produksi bagi sektor strategis
         lainnya.

         Grafik 2
         Pendapatan Industri Pembuatan Produk Karet dan Plastik di Indonesia
         Tahun 2020 – 2023
         (Dalam miliar USD)

          22,50
                                                                           22,00
          22,00
                                                         21,46
          21,50                         21,18
          21,00
                            20,46
          20,50

          20,00

          19,50
                            2020        2021              2022             2023

         Sumber: Statista


         Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun 2021 – 2023
         pendapatan industri pembuatan produk karet dan plastik di Indonesia jika
         dibandingkan dengan tahun sebelumnya terus mengalami kenaikan yaitu sebesar
         USD 0,72 miliar, USD 0,28 miliar, dan USD 0,54 miliar atau masing-masing setara
         dengan 3,52%, 1,32%, dan 2,52%.

         Menurut laporan yang diperoleh dari Kementerian Koordinator Bidang
         Perekonomian, industri plastik berhubungan erat dengan sektor manufaktur
         dengan peluang pasar yang cukup besar karena dibutuhkan sebagai bahan baku
         dari berbagai industri lain. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian
         Perindustrian, sektor manufaktur di Indonesia pada Q3/2024 berkontribusi sebesar
         17,18% dari PDB Indonesia, mengalami pertumbuhan sebesar 4,84%
         dibandingkan dengan Q2/2024 dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi.

         Potensi konsumsi produk plastik di Indonesia masih cukup besar dan hal ini
         memberikan peluang dalam rangka mendorong pertumbuhan industri pengolahan
         plastik. Konsumsi plastik yang meningkat salah satunya tercermin dari nilai impor
         yang besar dimana menurut laporan yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik,
         pada tahun 2024 nilai impor plastik dan barang dari plastik mencapai
         USD 2,51 miliar.




                                           19
Page 45
         Grafik 3
         Proyeksi Pendapatan Sektor Mainan Plastik & Lainnya di Indonesia
         Tahun 2025 – 2028
         (Dalam miliar USD)

          250,00
                                                                          208,50
                                                         197,40
          200,00                        185,00
                            173,40

          150,00

          100,00

           50,00

            0,00
                            2025         2026             2027             2028

         Sumber: Statista


         Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun 2026 – 2028
         pendapatan sektor mainan plastik dan lainnya terus mengalami kenaikan jika
         dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu masing-masing sebesar
         USD 11,60 miliar, USD 12,40 miliar, dan USD 11,10 miliar atau masing-masing
         setara dengan 6,69%, 6,70%, dan 5,62%.

         Sementara itu, berdasarkan data Mordor Intelligence dalam laporannya dengan
         judul Plastics Industry Indonesia Size & Share Analysis - Growth Trends &
         Forecasts (2025 - 2030), pangsa pasar industri plastic di Indonesia diproyeksikan
         tumbuh dengan CAGR sebesar 4,50% dihitung sejak tahun 2025 hingga tahun
         2030. Dengan mempertimbangkan kebutuhan dari sektor industri lainnya terhadap
         industri plastik dan tren perkembangan yang ada maka diperkirakan industri plastik
         di Indonesia menunjukkan kinerja positif pada masa mendatang.

III.C.   Strategi Pemasaran

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, LCTN akan bergerak lebih dinamis untuk
         mengikuti perubahan di pasar. Komitmen LCTN adalah menunjukkan eksistensi
         dengan selalu mengembangkan diri dan up-to-date mengikuti kondisi aktual di
         lingkungan bisnis. Perubahan kebutuhan dan perilaku pelanggan pada khususnya
         menuntut LCTN untuk dapat berkembang mengikuti perubahan tersebut dengan
         selalu memberikan produk dan pelayanan yang diinginkan. LCTN juga akan selalu
         berusaha menjaga hubungan baik dengan pelanggan yang ada serta membina
         hubungan baik dengan calon pelanggan yang berpotensi.

         Dari sisi operasional, prioritas LCTN adalah memastikan kesinambungan proses
         usaha untuk senantiasa berjalan dengan normal tanpa ada kendala.




                                           20
Page 46
III.D.   Pesaing Usaha

         Dalam hal bidang aktivitas konsultasi manajemen lainnya, bidang usaha ini
         merupakan layanan khusus yang diberikan oleh LCTN kepada LCI sehingga
         bidang aktivitas konsultasi manajemen lainnya tidak memiliki pesaing langsung di
         dalam pangsa pasar karena pada umumnya setiap penyedia jasa aktivitas
         konsultasi manajemen lainnya menawarkan jasa yang berbeda yang disesuaikan
         dengan kebutuhan dari masing-masing pengguna jasa.

         Untuk bidang jasa pengujian laboratorium, pesaing usaha LCTN adalah
         PT Sucofindo SBU Laboratorium dan PT SGS Indonesia.

         Selanjutnya, dalam bidang reparasi mesin untuk keperluan umum, pesaing usaha
         LCTN adalah sebagai berikut:

         •   PT Artha Teknik Abadi;
         •   PT Hein Global Utama; dan
         •   PT JM Constrindo Perkasa Engineering.




                                          21
Page 47
IV.     ASPEK KELAYAKAN TEKNIS

IV.A.   Gambaran Umum Wilayah Operasional PT Lotte Chemical Titan Nusantara

        Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang aktivitas konsultasi manajemen
        lainnya, bidang jasa pengujian laboratorium, dan bidang reparasi mesin untuk
        keperluan umum, LCTN akan melakukan kegiatan usaha tersebut kepada LCI,
        pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan LCTN. Dengan demikian, pasar
        geografis LCTN dalam menjalankan kegiatan usaha di bidang aktivitas konsultasi
        manajemen lainnya, bidang jasa pengujian laboratorium, dan bidang reparasi
        mesin untuk keperluan umum adalah kota Cilegon, Provinsi Banten.

IV.B.   Proses Kegiatan Operasional PT Lotte Chemical Nusantara

        Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang usaha aktivitas konsultasi
        manajemen lainnya, proses kegiatan operasional LCTN adalah sebagai berikut:

            Permintaan terkait
                                                                                      Kontrak mengenai
          bantuan sehubungan                                 Penyusunan rincian
                                   Identifikasi bantuan                              aktivitas konsultasi
            dengan aktivitas                                 rencana kerja yang
                                 yang dibutuhkan oleh LCI                          manajemen antara LCTN
          konsultasi manajemen                               dibutuhkan oleh LCI
                                                                                           dan LCI
          dari LCI kepada LCTN




                                    Proses dinyatakan        Melakukan revaluasi
                                 selesai setelah evaluasi    terhadap hasil jasa
                                                                                   LCTN memberikan jasa
                                      akhir dan hasil         pendukung yang
                                                                                   pendukung terhadap LCI
                                 diserahkan LCTN kepada      diberikan oleh LCTN
                                           LCI                   kepada LCI




        Proses konsultasi manajemen dari LCTN kepada LCI diawali dengan adanya
        permintaan bantuan sehubungan dengan aktivitas konsultasi manajemen dari LCI
        kepada LCTN. Permintaan ini dapat berupa kebutuhan dalam bidang finance, tax,
        corporate planning, information technology, human resources and general affairs,
        dan/atau aktivitas konsultasi manajemen lainnya. Selanjutnya, setelah LCTN
        menerima permintaan tersebut, pihak terkait dari LCTN akan melakukan
        identifikasi dan klarifikasi untuk memahami secara rinci jenis kebutuhan aktivitas
        konsultasi manajemen yang disampaikan oleh LCI.

        Selanjutnya, LCTN mengkategorikan permintaan tersebut berdasarkan fungsi
        operasional, kemudian departemen terkait menyusun rencana kerja untuk
        memberikan dukungan yang sesuai dan efektif. Selama pelaksanaan aktivitas
        konsultasi manajemen, maka akan dilakukan koordinasi dan komunikasi secara
        rutin antara LCTN dan LCI untuk memastikan bahwa implementasi atas dukungan
        yang diberikan berjalan sesuai dengan rencanan dan kebutuhan di lapangan.




                                                        22
Page 48
Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang jasa pengujian laboratorium,
proses kegiatan operasional LCTN adalah sebagai berikut:

 Kontrak mengenai jasa   Karyawan LCTN bekerja           Laboratorium LCI           Melakukan cek kondisi
pengujian laboratorium     di laboratorium LCI          menerima sampel                    sampel




                                                      Pencatatan dan validasi
  Persiapan pengujian      Pengujian sampel                                           Pelaporan hasil uji
                                                               hasil




Proses kegiatan operasional di bidang jasa pengujian laboratorium dimulai dari
kontrak mengenai jasa pengujian laboratorium antara LCTN dan LCI. Berdasarkan
kontrak tersebut, karyawan LCTN akan bekerja di laboratorium milik LCI untuk
melakukan pengujian sampel. Sampel yang diterima akan dilakukan pengecekan
atas kondisi sampel tersebut dan dilakukan input ke dalam laboratory information
management system. Selanjutnya, sampel tersebut dipersiapkan sesuai dengan
metode uji dan kalibrasi alat pengujian jika diperlukan. Sampel tersebut akan diuji
berdasarkan metode Standar Nasional Indonesia, International Organization for
Standardization, American Society for Testing and Materials, dan sebagainya serta
dilakukan oleh analis yang terlatih dan kompeten. Hasil pengujian sampel tersebut
kemudian dilakukan verifikasi dan validasi oleh supervisor yang kemudian
dilaporkan dalam bentuk fisik atau digital.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang reparasi mesin untuk keperluan
umum, proses kegiatan operasional LCTN adalah sebagai berikut:

                             LCI mengeluarkan                                          LCTN melakukan reparasi
 Konrak mengenai jasa                                   LCTN menerima dokumen
                          dokumen perintah kerja                                        sesuai dokumen perintah
    reparasi mesin                                        perintah kerja dari LCI
                         untuk jasa reparasi mesin                                            kerja tersebut




Proses kegiatan operasional di bidang jasa reparasi mesin dimulai dari adanya
kontrak kerja sama antara LCTN dan LCI dalam bidang reparasi dan pemeliharaan
mesin. Setelah kontrak disepakati, pihak LCI akan mengeluarkan dokumen
perintah kerja (work order) sebagai bentuk instruksi resmi untuk melakukan
pekerjaan pemeliharaan. Perintah kerja tersebut kemudian diterima oleh LCTN,
yang bertindak sebagai pelaksana teknis di lapangan. Selanjutnya, LCTN akan
melaksanakan proses reparasi sesuai dengan detail serta ketentuan yang
tercantum dalam work order tersebut untuk memastikan bahwa perbaikan
dilakukan tepat waktu dan sesuai standar yang ditetapkan dalam kontrak.




                                                 23
Page 49
IV.C.   Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

        Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang aktivitas konsultasi
        manajemen lainnya, jasa pengujian laboratorium, dan reparasi mesin untuk
        keperluan umum, LCTN didukung oleh manajemen kunci yang berdedikasi dan
        berkompeten dalam bidang kegiatan usaha LCTN. Manajemen merupakan suatu
        faktor yang dominan untuk kelangsungan kegiatan operasional. Selain itu, LCTN
        juga telah memastikan memiliki tenaga kerja operasional yang berpengalaman dan
        mempunyai kompetensi untuk menangani kegiatan usaha bidang aktivitas
        konsultasi manajemen lainnya, jasa pengujian laboratorium, dan reparasi mesin
        untuk keperluan umum yang akan dijalankan. Dengan demikian, LCTN dapat
        memastikan bahwa kegiatan usaha LCTN dapat terus beroperasi dengan baik.

        Selanjutnya, dalam rangka memenuhi ketersediaan tenaga ahli, LCTN akan
        memanfaatkan sumber daya manusia dan tenaga kerja dari internal perusahaan
        (internal recruitment) yang sudah kompeten dan berpengalaman pada bidangnya
        masing-masing untuk mengisi kebutuhan sumber daya manusia serta tenaga kerja
        di LCTN.




                                        24
Page 50
V.     ASPEK KELAYAKAN POLA BISNIS

V.A.   Keunggulan Kompetitif

       LCTN mempunyai keunggulan kompetitif sebagai berikut:

       •   Sinergi operasional dan standar yang seragam;

       •   Pengalaman lapangan dan spesialisasi di bidang petrokimia;

       •   Transparansi hasil uji dan komunikasi langsung antar tim teknis; dan

       •   Kepatuhan atas jaminan mutu.

V.B.   Aktivitas Perseroan Setelah Pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan
       Usaha

       Setelah dilaksanakannya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, maka
       Perseroan akan secara aktif melakukan kegiatan usaha di bidang aktivitas
       konsultasi manajemen lainnya, bidang jasa pengujian laboratorium, dan bidang
       reparasi mesin untuk keperluan umum. Strategi-strategi usaha baru yang
       diterapkan oleh Perseroan dan LCTN dalam menjalankan kegiatan usaha
       diharapkan dapat memperkuat eksistensi Perseroan di mata konsumen serta
       dapat memberikan pelayanan terbaik sebagai lini distribusi bagi konsumen.




                                         25
Page 51
VI.   ASPEK KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

      Perseroan dan LCTN telah memiliki sumber daya manusia yang unggul sebagai
      bagian dari organisasi dan senantiasa melakukan pengembangan sumber daya
      manusia agar dapat menjadi yang terbaik sebagai pelaku industri yang diharapkan
      dapat mendorong pertumbuhan di masa yang akan datang. Sistem organisasi dan
      manajemen yang baik sangat diperlukan untuk mendukung terciptanya suatu
      struktur perusahaan yang sistematis dalam pengendalian internal sehingga dapat
      membentuk struktur perusahaan yang stabil. Struktur organisasi dan manajemen
      yang baik sangat erat hubungannya dengan koordinasi kerja yang terpadu dan
      terarah guna mendukung Perseroan dan LCTN dalam mencapai tujuan
      perusahaannya.

      Selanjutnya, dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian
      tugas yang disesuaikan dengan struktur organisasi, delegasi wewenang yang
      jelas, dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga kerja yang sesuai
      dengan pengalaman, keahlian, dan keterampilannya merupakan faktor yang
      penting dalam menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan
      memperlancar delegasi terhadap rencana kerja kepada unit di bawahnya atau
      sebaliknya, yang pada akhirnya diharapkan dapat memperlancar kinerja
      perusahaan.

      Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menjadi efektif, LCTN akan terus
      mengembangkan usahanya pada masa yang akan datang. Oleh karena itu,
      struktur organisasi LCTN setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menjadi
      efektif harus dijadikan pedoman dalam menjalankan kegiatan usahanya. Struktur
      organisasi yang dimiliki oleh LCTN setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
      adalah sebagai berikut:

      Struktur Organisasi Aktivitas Konsultasi Manajemen
                                                                                                                                                         Presiden Director




                    Commercial &                                                                                         Finance and
                                                                                                                                                                                                                Manufacturing
               Business Development                                                                                 Corporate Planning
                                                                                                                                                                                                                   Director
                      Director                                                                                              Director


                                                                                                                                                                                                                Manufacturing
                                                                                                                                                                                                              Senior General
                                                                                                                                                                                                                   Manager


                                                                                                                                                                                                  Technical PPIC, QC
        Domestics Sales          TS & PD General                    Accounting General                        Tax General          Corporate Planning   Legal & Compliance   Production General                                   Maintenance      Support Service    HRD & GA General
                                                                                                                                                                                                    & QA General
       General Manager              Manager                             Manager                                Manager             General Manager       General Manager         Manager                                        General Manager   General Manager         Manager
                                                                                                                                                                                                      Manager



       Export & Import                             A/P & Treasury      Accounting        Credit Control A/R                        Corporate Planning                                             Technical & PPIC
                                                                                                                                                                              Prod. 1 Manager                                     M1 Manager      HSE & R Manager      HRD Manager
       Logistic Manager                              Manager            Manager              Manager                                   Manager                                                        Manager




         Commercial                                                                                                                                                                                                                                 Procurement
                                                                                                                                                                              Prod. 2 Manager     QA & QC Manager                 M2 Manager                            GA Manager
      Planning Manager                                                                                                                                                                                                                                Manager




                                                                                                                                                                                                                                                  Warehouse & Store
                                                                                                                                                                                                                                  M3 Manager
                                                                                                                                                                                                                                                      Manager




                                                                                                                                                                                                                                                     IT Manager



                                                                                                                                                                                                                                                                       Head of Internal
                                                                                                                                                                                                                                                                           Auditor




                                                                                                                    26
Page 52
Struktur Organisasi Jasa Pengujian Laboratorium

                                                                 TECH PPIC & QCQA
                                                                  General Manager



                                                                 QC/QA ISO Manager



    QS Chemist                                 QA Superintendant                            QC Manager LCI                              QA Superintendant



                                                   QA Officer                                      Supervisor                                   Supervisor



                                                                                                                                                Technician



Struktur Organisasi Jasa Reparasi Mesin Untuk Keperluan Umum

•   Mekanikal

                                                                                                   Maintanance I
                                                                                                     Manager



                                             Train 1/2/3
                                                                           Mechanic Rotating                    Utility Mechanical               Senior Mechanical
                                             Mechanical
                                                                              Specialist                         Superintendent                      Engineer
                                           Superintendent



           Train 1/2                                                       Train 3 Mechanical                                                    Utility Mechanical
          Supervisor                                                           Supervisor                                                            Supervisor




          Technician                             Rigging                        Technician                      Shift Technician                        Technician




•   Elektrikal dan Instrumen

                                                                                  Maintenance II
                                                                                    Manager


                                                                                                         Maintenance
                                                                                                        Administration



                            Electrical                                             Instrument 1                               Instrument 2
                                                                                                                                                           DS Superintendent
                          Superintendent                                          Superintendent                             Superintendent
                                                                                                                                                              Arif Wibowo



    Utility Electrical   PE 1/2/3 Electrical                                               Utility Instrument    PE1/PE2 Instrument      PE3 Instrument
                                                 Electric Engineer   Instrument Engineer                                                                     DS Engineer
       Supervisor            Supervisor                                                        Supervisor            Supervisor            Supervisor




       Technician           Technician                               Bagging Technician       Technician             Technician            Technician         Technician




                                                                                                                             Shift Technician




                                                                      27
Page 53
        •   Engineering and Reliability

                                                                     Maintenance III
                                                                       Manager



                                                                                                                                   Condition
                 Planner                    Workshop                   Reliability
                                                                                                             Project Engineer     Monitoring
              Superintendent              Superintendent             Superintendent
                                                                                                                                Superintendent


               Maintenance
                                   Workshop                            Inspection
              Superintendent                           Contractor                      Inspection Engineer   Project Engineer     Technician
                                  Techincian                           Supervisor
             Mech & Engineer


                Maintenance
                                                                                                                Mechanical
             Planner Supervisor                                        Contractor                                                 Contractor
                                                                                                                 Engineer
                     I/E



                                                                                                                 Drafter &
                                                                                                             Document Control




                                                                                                               Civil Engineer




VI.A.   Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

        Pada perkembangan selanjutnya, struktur organisasi LCTN akan berkembang
        sesuai dengan perkembangan industri. Kapasitas dan kapabilitas manajemen dan
        karyawan yang ada pada saat ini sudah sangat mencukupi untuk menjalankan
        kegiatan usaha baru yang akan dijalankan tersebut. Namun demikian, untuk
        pertumbuhan di masa yang akan datang, LCTN akan senantiasa melakukan
        peninjauan ulang dan analisis secara berkala terkait keperluan perekrutan sumber
        daya manusia baru, yang diutamakan memiliki keahlian yang dapat memberikan
        nilai tambah bagi produk dan jasa yang akan diberikan oleh LCTN kepada pada
        pelanggan.

VI.B.   Ketersediaan Tenaga Kerja

        LCTN akan senantiasa berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi standar
        kualitas dan kuantitas terhadap sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk
        menjalankan kegiatan usahanya. LCTN akan senantiasa fokus terhadap
        pengembangan kemampuan sumber daya manusia, yang terdiri dari beberapa
        aspek, antara lain matriks kompetensi yang harus dicapai atau dipenuhi oleh
        karyawan, internalisasi pembagian tugas yang dipetakan berdasarkan tingkatan
        setiap departemen, kompetensi masing-masing karyawan berdasarkan detail atas
        ruang lingkup pekerjaan, serta kompetensi yang akan dicapai melalui pemberian
        pelatihan atau sertifikasi dan uji kompetensi.

        Selanjutnya, LCTN memiliki budaya perusahaan dimana setiap sumber daya
        manusia merupakan tulang punggung perusahaan sehingga LCTN senantiasa
        mendorong pemberdayaan sumber daya manusia secara optimal. Sebagai contoh,
        LCTN senantiasa mengadakan berbagai aktivitas karyawan dengan tujuan
        meningkatkan rasa kebersamaan dan kepercayaan antar anggota tim, serta
        aktivitas yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup karyawan.




                                                                28
Page 54
VI.C.   Risiko Usaha

        Dalam menjalankan kegiatan usahanya, LCTN tidak terlepas dari berbagai risiko
        usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap LCTN adalah sebagai berikut:

        1. Risiko Perekonomian

           Kegiatan operasional yang dijalankan LCTN rentan terhadap kondisi ekonomi
           nasional, regional, dan global. Penurunan tingkat konsumsi masyarakat secara
           umum pada akhirnya berpotensi mengakibatkan penurunan terhadap tingkat
           permintaan produk LCTN. Untuk mengantisipasi dampak dari risiko
           perekonomian, LCTN senantiasa akan melakukan penelaahan secara berkala
           terkait kondisi perekonomian nasional, regional, dan global pada saat
           mengembangkan suatu strategi bisnis yang akan dijalankan.

        2. Risiko Persaingan Usaha

           LCTN senantiasa menyiapkan diri untuk menghadapi persaingan di pasar
           Indonesia dengan memberikan produk dan layanan terbaik untuk melayani
           pertumbuhan pasar di Indonesia yang diperkirakan masih akan terus
           berkembang. Sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak dari risiko
           persaingan usaha, LCTN senantiasa menjalin hubungan baik dengan setiap
           pelanggan yang akan selalu dijaga dan ditingkatkan, termasuk mempelajari
           kondisi pasar yang berpotensi meningkatkan pangsa pasar atas kegiatan
           operasional LCTN di masa yang akan datang.

        3. Risiko Keuangan

           Dalam menjalankan kegiatan usahanya, LCTN tidak terlepas dari berbagai
           risiko keuangan, antara lain risiko kredit, risiko likuiditas, risiko harga
           komoditas, risiko nilai tukar, dan risiko suku bunga. Dalam meminimalisasi
           dampak risiko tersebut, manajemen LCTN senantiasa akan melakukan
           evaluasi dan membuat kebijakan dalam melakukan pengelolaan terhadap
           masing-masing risiko kredit, risiko likuiditas, risiko harga komoditas, risiko nilai
           tukar, dan risiko suku bunga tersebut.




                                           29
Page 55
4. Risiko Perubahan Iklim Bisnis

   Sebagai bagian dari strategi perusahaan yang agresif, LCTN akan bergantung
   pada kemampuan untuk berinvestasi dalam sektor pertumbuhan baru untuk
   menciptakan aliran pendapatan baru dan membuat keputusan yang tepat
   berdasarkan tren bisnis yang terjadi di pasar. Kegagalan untuk memprediksi
   preferensi konsumen yang senantiasa berubah, pola pengeluaran konsumen,
   dan keputusan gaya hidup konsumen dapat memberikan dampak bagi kinerja
   keuangan LCTN di masa yang akan datang. Untuk melakukan antisipasi
   terhadap dampak risiko tersebut, manajemen LCTN senantiasa akan
   melakukan evaluasi terhadap tren bisnis di pasar dan membuat kebijakan
   dalam melakukan riset terhadap potensi investasi yang akan dilakukan di masa
   yang akan datang.

5. Risiko Litigasi

   Dalam menjalankan kegiatan usahanya, LCTN akan menghadapi risiko litigasi
   dan kepatuhan terhadap peraturan serta peraturan perundang-undangan yang
   berlaku di Indonesia. Pelanggaran terhadap kewajiban hukum dan peraturan
   yang berlaku dapat memberikan dampak bagi bisnis, hasil operasi, kondisi
   keuangan, arus kas, reputasi, dan kredibilitas LCTN. Terkait risiko ini, LCTN
   senantiasa melakukan pembaruan serta pemahaman teknis terhadap
   kebijakan-kebijakan serta peraturan-peraturan yang ada, baik terhadap
   peraturan yang ada pada saat ini maupun di masa yang akan datang sehingga
   risiko litigasi ini dapat diminimalisasi dengan baik.

6. Risiko Kebijakan Pemerintah

   Perubahan peraturan dan kebijakan Pemerintah, khususnya di bidang industri
   terkait yang dijalankan oleh LCTN dapat memberikan dampak bagi kinerja
   operasional LCTN. Perubahan peraturan dan kebijakan Pemerintah ini juga
   dapat menyebabkan perubahan iklim persaingan usaha dalam industri LCTN
   beroperasi. Dalam mengantisipasi risiko ini, LCTN senantiasa melakukan
   kepatuhan dan pemahaman teknis terhadap peraturan dan kebijakan
   Pemerintah sehingga risiko kebijakan Pemerintah ini dapat diminimalisasi
   dengan baik.




                                30
Page 56
VII.      ASPEK KELAYAKAN KEUANGAN

VII.A.    Proyeksi Keuangan Perseroan Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan
          Usaha

VII.A.1   Proyeksi Keuangan

          Perhitungan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang
          dilakukan didasarkan pada proyeksi keuangan Perseroan. Dalam penyusunan
          proyeksi keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja
          Perseroan pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen
          di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan saran yang
          relevan diberikan oleh Perseroan sehubungan dengan perubahan-perubahan
          pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi
          bahan pertimbangan. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi
          tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan yang
          diuji pada saat studi kelayakan ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak
          ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja
          Perseroan yang diuji kelayakannya.

          Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
          keuangan yang digunakan dalam perhitungan studi kelayakan.

VII.A.1.a Umum

          •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
              hukum, atau undang-undang yang akan memengaruhi Perseroan, industri,
              atau negara di mana Perseroan beroperasi.
          •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
              tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
              keuangan yang dapat memengaruhi kinerja Perseroan selain yang telah
              diproyeksikan.
          •   Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama
              Perseroan atau pada sumber utama penghasilan Perseroan selain yang telah
              diproyeksikan.
          •   Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen Perseroan.
          •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
              perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
              memengaruhi kegiatan usaha Perseroan.
          •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
              bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada
              Perseroan.




                                            31
Page 57
         •   Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku,
             bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban tenaga
             kerja, beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku sekarang ini
             dan yang diproyeksikan.
         •   Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
         •   Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh Perseroan
             atas kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
             tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
         •   Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
             ketentuan-ketentuan yang ada.
         •   Sesuai dengan sifat industri, manajemen Perseroan mempersiapkan proyeksi
             laporan keuangan untuk tahun 2025 sampai dengan 2034.

VII.A.1.b Asumsi-asumsi yang Digunakan dalam Perhitungan Studi Kelayakan

         1. Proyeksi Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan

             Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan dalam penilaian ini terutama terdiri
             dari pendapatan atas penjualan polyethylene.

             Grafik berikut menunjukkan proyeksi pendapatan dari kontrak dengan
             pelanggan Perseroan untuk tahun 2025 – 2034.

             Grafik 4
             PT Lotte Chemical Titan Tbk
             Proyeksi Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan Tahun 2025 – 2034
             (Dalam jutaan USD)

                            Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
                  600

                  500

                  400

                  300

                  200

                  100

                     -
                         2025   2026   2027    2028   2029   2030   2031   2032   2033   2034




                                              32
Page 58
2. Proyeksi Beban Pokok Penjualan

   Beban pokok penjualan Perseroan terutama terdiri dari beban pemakaian
   bahan baku serta upah dan biaya pabrikasi. Beban pokok penjualan untuk
   tahun 2025 – 2034 diproyeksikan sebesar 92% – 97% dari pendapatan dari
   kontrak dengan pelanggan.

   Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok penjualan Perseroan untuk
   tahun 2025 – 2034.

   Grafik 5
   PT Lotte Chemical Titan Tbk
   Proyeksi Beban Pokok Penjualan Tahun 2025 – 2034
   (Dalam jutaan USD)

                             Beban Pokok Penjualan
        600

        500

        400

        300

        200

        100

           -
               2025   2026   2027    2028   2029   2030   2031   2032   2033   2034




3. Beban Usaha

   Beban usaha Perseroan terutama terdiri dari beban pengangkutan serta beban
   gaji, upah, dan kesejahteraan karyawan. Beban usaha untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 diprediksikan
   berkisar antara 3% – 4% dari pendapatan dari kontrak dengan pelanggan.

4. Pajak

   Mengingat Perseroan adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka
   tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah tarif pajak yang berlaku
   umum di Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2025 – 2034.




                                    33
Page 59
5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   Perseroan sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 adalah sebagai
   berikut:
   Tabel 7
   PT Lotte Chemical Titan Tbk
   Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
   Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                          (Dalam ribuan USD)

                          Keterangan                     31/12/25       31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

   Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                 402.832        429.230       465.906       491.517       529.057
   Beban pokok penjualan                                    390.555        412.615       445.905       468.332       501.362
   Laba kotor                                                12.277         16.615        20.001        23.185        27.695
   Beban usaha                                               14.619         15.527        16.962        18.062        19.420
   Laba (rugi) usaha                                          (2.342)        1.088         3.039         5.124         8.275
   Pendapatan lain-lain                                        3.242         2.421         2.421         2.421         2.421
   Laba sebelum pajak penghasilan                               899          3.508         5.460         7.544        10.696
   Beban pajak penghasilan - neto                              (198)          (772)       (1.201)       (1.660)       (2.353)
   Laba tahun berjalan                                          702          2.737         4.259         5.884         8.343



                                                                                                          (Dalam ribuan USD)

                          Keterangan                     31/12/30       31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34

   Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                 533.149       537.405       541.831       546.435       551.222
   Beban pokok penjualan                                    503.044       500.877       501.155       502.933       504.665
   Laba kotor                                                30.105        36.528        40.676        43.502        46.558
   Beban usaha                                               20.075        20.573        21.217        21.963        15.369
   Laba usaha                                                10.029        15.956        19.459        21.539        31.189
   Pendapatan lain-lain                                       2.421         2.421         2.421         2.421         2.421
   Laba sebelum pajak penghasilan                            12.450        18.377        21.880        23.959        33.610
   Beban pajak penghasilan - neto                            (2.739)       (4.043)       (4.814)       (5.271)       (7.394)
   Laba tahun berjalan                                        9.711        14.334        17.066        18.688        26.215




   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dari kontrak
   dengan pelanggan dan laba tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana
   Penambahan      Kegiatan      Usaha      masing-masing     adalah     sebesar
   USD 5.028,58 juta dan USD 107,94 juta.




                                                34
Page 60
VII.A.2   Penentuan Tingkat Diskonto

          Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang
          digunakan adalah biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost
          of capital) yang ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

          WACC      =   (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

          Dimana:

          ke        =   Biaya modal ekuitas/saham biasa
          kd        =   Biaya modal utang
          We        =   Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
          Wd        =   Bobot utang dalam struktur kapital
          t         =   Pajak penghasilan perusahaan

VII.A.2.a Biaya Modal untuk Ekuitas

          Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
          ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model (CAPM) dengan
          menggunakan persamaan sebagai berikut:

          ke        =   Rf + (β x RPm) – RBDS

          Dimana:

          ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
                        biaya modal ekuitas/saham biasa
          Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
                        free rate)
          β         =   Beta
          RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                        premium)

          Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
          memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
          dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
          Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2024,
          maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka
          panjang dalam mata uang USD dengan jangka waktu 46 tahun dengan tingkat yield
          rata-rata sebesar 5,86% yang diperoleh dari Bloomberg dan angka tersebut akan
          digunakan sebagai tingkat balikan bebas resiko.




                                               35
Page 61
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 6,87%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2024 yang dikeluarkan pada bulan
Januari 2025.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset Aswath
Damodaran (New York University Business School) sampai dengan tahun 2024
sebesar 0,85 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage yang berlaku di
pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB Perseroan
tersebut dengan formula sebagai berikut:

βL   = βU x (1 + (1-T) x DER)

Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 53,81% untuk memperoleh beta
Perseroan. Tarif pajak yang digunakan untuk Perseroan sesuai dengan tarif pajak
yang berlaku umum adalah sebesar 22,00% untuk tahun 2025 – 2034. Dengan
demikian, maka diperoleh beta Perseroan sebesar 1,20 untuk tahun 2025 – 2034
dengan rincian perhitungan sebagai berikut:

βL         = 0,85 x (1 + (1 – 22,00%) x 53,81%) = 1,20

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 1,89%, diperoleh
biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak dalam perhitungan di
bawah ini:

Ke         = 5,86% + 1,20 x 6,87% – 1,89% = 12,23%




                                   36
Page 62
VII.A.2.b Biaya Modal untuk Utang

           Karena perhitungan nilai ekuitas keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free
           cash flow to invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat
           diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
           pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
           ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

           Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
           pinjaman dalam mata uang USD yang diambil dari suku bunga kredit investasi
           bank Persero untuk bulan Desember 2024 yang dipublikasikan oleh Bank
           Indonesia sebesar 6,39%.

VII.A.3    Weighted Average Cost of Capital

           Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
           sebesar 65,01% dan bobot utang sebesar 34,99%, yang diolah dari data rata-rata
           DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
           berlaku untuk Perseroan sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah
           sebesar 22,00% untuk tahun 2025 – 2034 maka weighted average cost of capital
           (WACC) adalah sebagai berikut:

           WACC                     = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
                                    = (12,23% x 65,01%) + (6,39% x [1 – 22,00%] x 34,99%) = 9,69%

VII.A.4.   Perhitungan Jumlah Nilai Kini Laba Bersih Tahun Berjalan

           Dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 9,69%, perhitungan jumlah nilai
           kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Penambahan
           Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025 – 2034 adalah sebesar USD 57,81 juta.

           Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum
           Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 adalah sebagai berikut:
           Tabel 8
           PT Lotte Chemical Titan Tbk
           Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
           Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                                  (Dalam ribuan USD)
                                                                                               Proyeksi
                                 Keterangan
                                                                   31/12/25     31/12/26       31/12/27     31/12/28     31/12/29
           Laba tahun berjalan                                           702         2.737         4.259        5.884         8.343
           Faktor diskonto                                             0,9548        0,8704        0,7935       0,7234        0,6595
           Nilai kini                                                     670         2.382        3.379        4.257         5.502




                                                             37
Page 63
                                                                                                 (Dalam ribuan USD)
                                                                              Proyeksi
                                 Keterangan
                                                    31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34
           Laba tahun berjalan                          9.711       14.334       17.066       18.688        26.215
           Faktor diskonto                              0,6012       0,5481       0,4997       0,4555        0,4153
           Nilai kini                                   5.838        7.856        8.528        8.513        10.887
           Jumlah nilai kini                           57.812




VII.B.     Proyeksi Keuangan Perseroan Setelah Rencana Penambahan Kegiatan
           Usaha

VII.B.1.   Proyeksi Keuangan

           Perhitungan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang
           dilakukan didasarkan pada proyeksi keuangan Perseroan. Dalam penyusunan
           proyeksi keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja
           Perseroan pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen
           di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan saran yang
           relevan diberikan oleh Perseroan sehubungan dengan perubahan-perubahan
           pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi
           bahan pertimbangan. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi
           tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan yang
           diuji pada saat studi kelayakan ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak
           ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja
           Perseroan yang diuji kelayakannya.

           Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
           keuangan yang digunakan dalam perhitungan studi kelayakan.

VII.B.1.a. Umum

           •     Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
                 hukum, atau undang-undang yang akan memengaruhi Perseroan, industri,
                 atau negara di mana Perseroan beroperasi.
           •     Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
                 tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
                 keuangan yang dapat memengaruhi kinerja Perseroan selain yang telah
                 diproyeksikan.
           •     Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama
                 Perseroan atau pada sumber utama penghasilan Perseroan selain yang telah
                 diproyeksikan.
           •     Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen Perseroan.
           •     Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
                 perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
                 memengaruhi kegiatan usaha Perseroan.
           •     Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
                 bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada
                 Perseroan.




                                               38
Page 64
         •   Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku,
             bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban tenaga
             kerja, beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku sekarang ini
             dan yang diproyeksikan.
         •   Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
         •   Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh Perseroan
             atas kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
             tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
         •   Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
             ketentuan-ketentuan yang ada.
         •   Sesuai dengan sifat industri, manajemen Perseroan mempersiapkan proyeksi
             laporan keuangan untuk tahun 2025 sampai dengan 2034.

VII.B.1.b. Asumsi-asumsi yang Digunakan dalam Perhitungan Studi Kelayakan

         1. Proyeksi Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan

             Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan dalam penilaian ini terutama terdiri
             dari pendapatan atas penjualan polyethylene.

             Grafik berikut menunjukkan proyeksi pendapatan dari kontrak dengan
             pelanggan Perseroan untuk tahun 2025 – 2034.

             Grafik 6
             PT Lotte Chemical Titan Tbk
             Proyeksi Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan Tahun 2025 – 2034
             (Dalam jutaan USD)

                            Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
                  600

                  500

                  400

                  300

                  200

                  100

                     -
                         2024   2025   2026    2027   2028   2029   2030   2031   2032   2033




         2. Proyeksi Beban Pokok Penjualan

             Beban pokok penjualan Perseroan terutama terdiri dari beban pemakaian
             bahan baku serta upah dan biaya pabrikasi. Beban pokok penjualan untuk
             tahun 2025 – 2034 diproyeksikan sebesar 92% – 97% dari pendapatan dari
             kontrak dengan pelanggan.



                                              39
Page 65
   Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok penjualan Perseroan untuk
   tahun 2025 – 2034.

   Grafik 7
   PT Lotte Chemical Titan Tbk
   Proyeksi Beban Pokok Penjualan Tahun 2025 – 2034
   (Dalam jutaan USD)

                             Beban Pokok Penjualan
        600

        500

        400

        300

        200

        100

           -
               2024   2025   2026    2027   2028   2029   2030   2031   2032   2033




3. Beban Usaha

   Beban usaha Perseroan terutama terdiri dari beban pengangkutan serta beban
   gaji, upah, dan kesejahteraan karyawan. Beban usaha untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 diprediksikan
   berkisar antara 3% – 4% dari pendapatan dari kontrak dengan pelanggan.

4. Pajak

   Mengingat Perseroan adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka
   tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah tarif pajak yang berlaku
   umum di Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2025 – 2034.




                                    40
Page 66
5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   Perseroan setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 adalah sebagai
   berikut:
   Tabel 9
   PT Lotte Chemical Titan Tbk
   Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
   Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                            (Dalam ribuan USD)

                          Keterangan                      31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28       31/12/29

   Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                  402.832       429.230       465.906       491.517        529.057
   Beban pokok penjualan                                     390.555       412.615       445.905       468.332        501.362
   Laba kotor                                                 12.277        16.615        20.001        23.185         27.695
   Beban usaha                                                14.624        15.532        16.966        18.066         19.424
   Laba (rugi) usaha                                          (2.347)        1.083         3.035         5.119          8.271
   Pendapatan lain-lain                                        3.342         2.530         2.540         2.551          2.558
   Laba sebelum pajak penghasilan                                995         3.614         5.575         7.670         10.829
   Beban pajak penghasilan - neto                               (219)         (795)       (1.226)       (1.687)        (2.382)
   Laba tahun berjalan                                           776         2.819         4.348         5.983          8.447



                                                                                                          (Dalam ribuan USD)

                          Keterangan                      31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34

   Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                  533.149      537.405       541.831       546.435         551.222
   Beban pokok penjualan                                     503.044      500.877       501.155       502.933         504.665
   Laba kotor                                                 30.105       36.528        40.676        43.502          46.558
   Beban usaha                                                20.080       20.577        21.221        21.967          15.373
   Laba usaha                                                 10.025       15.951        19.455        21.534          31.185
   Pendapatan lain-lain                                        2.565        2.573         2.581         2.590           2.599
   Laba sebelum pajak penghasilan                             12.590       18.525        22.036        24.124          33.784
   Beban pajak penghasilan - neto                             (2.770)      (4.075)       (4.848)       (5.307)         (7.432)
   Laba tahun berjalan                                         9.821       14.449        17.188        18.817          26.351




   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dari kontrak
   dengan pelanggan dan laba tahun berjalan Perseroan setelah Rencana
   Penambahan      Kegiatan      Usaha      masing-masing     adalah     sebesar
   USD 5.028,58 juta dan USD 109,00 juta.




                                                 41
Page 67
VII.B.2.   Perhitungan Jumlah Nilai Kini Laba Bersih Tahun Berjalan

           Dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 9,69%, perhitungan jumlah nilai
           kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan setelah Rencana Penambahan
           Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2025 – 2034 adalah sebesar USD 58,47 juta.

           Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum
           Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 adalah sebagai berikut:
           Tabel 10
           PT Lotte Chemical Titan Tbk
           Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
           Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                                    (Dalam ribuan USD)
                                                                                                Proyeksi
                                  Keterangan
                                                                   31/12/25       31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29
           Laba tahun berjalan                                            776         2.819         4.348         5.983         8.447
           Faktor diskonto                                              0,9548        0,8704        0,7935        0,7234        0,6595
           Nilai kini                                                     741          2.453         3.450        4.328         5.570



                                                                                                                    (Dalam ribuan USD)
                                                                                                Proyeksi
                                  Keterangan
                                                                   31/12/30       31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34
           Laba tahun berjalan                                          9.821         14.449       17.188        18.817        26.351
           Faktor diskonto                                              0,6012         0,5481       0,4997        0,4555        0,4153
           Nilai kini                                                    5.904         7.920         8.589        8.571        10.944
           Jumlah nilai kini                                            58.471



VII.C      Analisis Kelayakan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033:

           Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
           Tabel 11
           PT Lotte Chemical Titan Tbk
           Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
           Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                                    (Dalam ribuan USD)

                                  Keterangan                       31/12/25       31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

           Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                    402.832      429.230        465.906      491.517       529.057
           Beban pokok penjualan                                       390.555      412.615        445.905      468.332       501.362
           Laba kotor                                                   12.277        16.615        20.001       23.185        27.695
           Beban usaha                                                  14.619        15.527        16.962       18.062        19.420
           Laba (rugi) usaha                                            (2.342)        1.088         3.039        5.124          8.275
           Pendapatan lain-lain                                          3.242         2.421         2.421        2.421          2.421
           Laba sebelum pajak penghasilan                                  899         3.508         5.460         7.544       10.696
           Beban pajak penghasilan - neto                                 (198)         (772)       (1.201)       (1.660)      (2.353)
           Laba tahun berjalan                                            702          2.737         4.259        5.884          8.343




                                                             42
Page 68
                                                                                                       (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan                      31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                  533.149      537.405       541.831       546.435         551.222
Beban pokok penjualan                                     503.044      500.877       501.155       502.933         504.665
Laba kotor                                                 30.105       36.528        40.676        43.502          46.558
Beban usaha                                                20.075       20.573        21.217        21.963          15.369
Laba usaha                                                 10.029       15.956        19.459        21.539          31.189
Pendapatan lain-lain                                        2.421        2.421         2.421         2.421           2.421
Laba sebelum pajak penghasilan                             12.450       18.377        21.880        23.959          33.610
Beban pajak penghasilan - neto                             (2.739)      (4.043)       (4.814)       (5.271)         (7.394)
Laba tahun berjalan                                         9.711       14.334        17.066        18.688          26.215



Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Tabel 12
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                         (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan                      31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28       31/12/29

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                  402.832       429.230       465.906       491.517        529.057
Beban pokok penjualan                                     390.555       412.615       445.905       468.332        501.362
Laba kotor                                                 12.277        16.615        20.001        23.185         27.695
Beban usaha                                                14.624        15.532        16.966        18.066         19.424
Laba (rugi) usaha                                          (2.347)        1.083         3.035         5.119          8.271
Pendapatan lain-lain                                        3.342         2.530         2.540         2.551          2.558
Laba sebelum pajak penghasilan                                995         3.614         5.575         7.670         10.829
Beban pajak penghasilan - neto                               (219)         (795)       (1.226)       (1.687)        (2.382)
Laba tahun berjalan                                           776         2.819         4.348         5.983          8.447



                                                                                                         (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan                      31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33       31/12/34

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                  533.149       537.405       541.831       546.435        551.222
Beban pokok penjualan                                     503.044       500.877       501.155       502.933        504.665
Laba kotor                                                 30.105        36.528        40.676        43.502         46.558
Beban usaha                                                20.080        20.577        21.221        21.967         15.373
Laba usaha                                                 10.025        15.951        19.455        21.534         31.185
Pendapatan lain-lain                                        2.565         2.573         2.581         2.590          2.599
Laba sebelum pajak penghasilan                             12.590        18.525        22.036        24.124         33.784
Beban pajak penghasilan - neto                             (2.770)       (4.075)       (4.848)       (5.307)        (7.432)
Laba tahun berjalan                                         9.821        14.449        17.188        18.817         26.351




Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah laba tahun berjalan
Perseroan sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebesar
USD 107,94 juta. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba tahun berjalan Perseroan
setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebesar USD 109,00 juta.

Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut
di atas, setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034, sehingga diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.




                                                 43
Page 69
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 dengan menggunakan tingkat diskonto
sebesar 9,69% adalah sebesar USD 57,81 juta.

Selanjutnya, perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan
Perseroan setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 dengan menggunakan
tingkat diskonto sebesar 9,69% adalah sebesar USD 58,47 juta.

Dengan demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan
setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 lebih besar daripada jumlah nilai kini
dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2034.

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 adalah
sebagai berikut:

Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Tabel 13
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                        (Dalam ribuan USD)
                                                                                    Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29
Laba tahun berjalan                                           702         2.737         4.259         5.884         8.343
Faktor diskonto                                             0,9548        0,8704        0,7935        0,7234        0,6595
Nilai kini                                                     670         2.382        3.379         4.257         5.502



                                                                                                        (Dalam ribuan USD)
                                                                                    Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34
Laba tahun berjalan                                          9.711        14.334        17.066        18.688        26.215
Faktor diskonto                                              0,6012        0,5481        0,4997        0,4555        0,4153
Nilai kini                                                   5.838         7.856         8.528         8.513        10.887
Jumlah nilai kini                                           57.812




                                                  44
Page 70
        Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
        Tabel 14
        PT Lotte Chemical Titan Tbk
        Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
        Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                               (Dalam ribuan USD)
                                                                                            Proyeksi
                              Keterangan
                                                                31/12/25      31/12/26      31/12/27     31/12/28     31/12/29
        Laba tahun berjalan                                            776         2.819        4.348        5.983         8.447
        Faktor diskonto                                              0,9548        0,8704       0,7935       0,7234        0,6595
        Nilai kini                                                     741          2.453       3.450        4.328         5.570



                                                                                                               (Dalam ribuan USD)
                                                                                            Proyeksi
                              Keterangan
                                                                31/12/30      31/12/31      31/12/32     31/12/33     31/12/34
        Laba tahun berjalan                                          9.821        14.449       17.188       18.817        26.351
        Faktor diskonto                                              0,6012        0,5481       0,4997       0,4555        0,4153
        Nilai kini                                                    5.904         7.920       8.589        8.571        10.944
        Jumlah nilai kini                                            58.471



VIII.   Kesimpulan

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
        dalam analisis kelayakan, maka menurut pendapat kami Rencana Penambahan
        Kegiatan Usaha, ditinjau dari aspek kelayakan pasar, aspek kelayakan teknis,
        aspek kelayakan pola bisnis, aspek kelayakan model manajemen, dan aspek
        keuangan adalah layak.

        Kelayakan tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
        peroleh dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
        dengan penugasan. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah
        benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan
        mempengaruhi kelayakan tersebut secara material.

        Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
        dampak material terhadap Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. Perubahan
        tersebut termasuk, namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara
        internal pada Perseroan maupun secara eksternal yaitu kondisi pasar dan
        perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan, serta
        peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah
        tanggal Laporan Studi Kelayakan ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
        Laporan Studi Kelayakan ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di
        atas, maka kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha mungkin
        berbeda.




                                                          45
Page 71
                                                                                                         Lampiran A

PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                       (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan                     31/12/25        31/12/26     31/12/27      31/12/28      31/12/29

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                 402.832        429.230      465.906       491.517       529.057
Beban pokok penjualan                                    390.555        412.615      445.905       468.332       501.362
Laba kotor                                                12.277         16.615       20.001        23.185        27.695
Beban usaha                                               14.619         15.527       16.962        18.062        19.420
Laba (rugi) usaha                                          (2.342)        1.088        3.039         5.124         8.275
Pendapatan lain-lain                                        3.242         2.421        2.421         2.421         2.421
Laba sebelum pajak penghasilan                                 899        3.508         5.460         7.544       10.696
Beban pajak penghasilan - neto                                (198)        (772)       (1.201)       (1.660)      (2.353)
Laba tahun berjalan                                           702         2.737        4.259         5.884         8.343



                                                                                                       (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan                     31/12/30        31/12/31     31/12/32      31/12/33      31/12/34

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                 533.149        537.405      541.831       546.435       551.222
Beban pokok penjualan                                    503.044        500.877      501.155       502.933       504.665
Laba kotor                                                30.105         36.528       40.676        43.502        46.558
Beban usaha                                               20.075         20.573       21.217        21.963        15.369
Laba usaha                                                10.029         15.956       19.459        21.539        31.189
Pendapatan lain-lain                                       2.421          2.421        2.421         2.421         2.421
Laba sebelum pajak penghasilan                            12.450         18.377       21.880        23.959        33.610
Beban pajak penghasilan - neto                            (2.739)        (4.043)      (4.814)       (5.271)       (7.394)
Laba tahun berjalan                                        9.711         14.334       17.066        18.688        26.215




                                                         46
Page 72
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                         (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan                      31/12/25       31/12/26     31/12/27      31/12/28       31/12/29

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                  402.832       429.230      465.906       491.517         529.057
Beban pokok penjualan                                     390.555       412.615      445.905       468.332         501.362
Laba kotor                                                 12.277        16.615       20.001        23.185          27.695
Beban usaha                                                14.624        15.532       16.966        18.066          19.424
Laba (rugi) usaha                                          (2.347)        1.083        3.035         5.119           8.271
Pendapatan lain-lain                                        3.342         2.530        2.540         2.551           2.558
Laba sebelum pajak penghasilan                                 995        3.614         5.575         7.670         10.829
Beban pajak penghasilan - neto                                (219)        (795)       (1.226)       (1.687)        (2.382)
Laba tahun berjalan                                           776         2.819        4.348         5.983           8.447



                                                                                                         (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan                      31/12/30       31/12/31     31/12/32      31/12/33       31/12/34

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                  533.149       537.405      541.831       546.435         551.222
Beban pokok penjualan                                     503.044       500.877      501.155       502.933         504.665
Laba kotor                                                 30.105        36.528       40.676        43.502          46.558
Beban usaha                                                20.080        20.577       21.221        21.967          15.373
Laba usaha                                                 10.025        15.951       19.455        21.534          31.185
Pendapatan lain-lain                                        2.565         2.573        2.581         2.590           2.599
Laba sebelum pajak penghasilan                             12.590        18.525       22.036        24.124          33.784
Beban pajak penghasilan - neto                             (2.770)       (4.075)      (4.848)       (5.307)         (7.432)
Laba tahun berjalan                                         9.821        14.449       17.188        18.817          26.351




                                                         47
Page 73
                                                                                                         Lampiran B

PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                        (Dalam ribuan USD)
                                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/25      31/12/26       31/12/27     31/12/28     31/12/29
Laba tahun berjalan                                            702         2.737         4.259        5.884         8.343
Faktor diskonto                                              0,9548        0,8704        0,7935       0,7234        0,6595
Nilai kini                                                      670         2.382        3.379        4.257         5.502



                                                                                                        (Dalam ribuan USD)
                                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/30      31/12/31       31/12/32     31/12/33     31/12/34
Laba tahun berjalan                                          9.711         14.334       17.066       18.688        26.215
Faktor diskonto                                              0,6012         0,5481       0,4997       0,4555        0,4153
Nilai kini                                                    5.838         7.856        8.528        8.513        10.887
Jumlah nilai kini                                            57.812



PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                        (Dalam ribuan USD)
                                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/25      31/12/26       31/12/27     31/12/28     31/12/29
Laba tahun berjalan                                            776         2.819         4.348        5.983         8.447
Faktor diskonto                                              0,9548        0,8704        0,7935       0,7234        0,6595
Nilai kini                                                      741         2.453        3.450        4.328         5.570



                                                                                                        (Dalam ribuan USD)
                                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/30      31/12/31       31/12/32     31/12/33     31/12/34
Laba tahun berjalan                                          9.821         14.449       17.188       18.817        26.351
Faktor diskonto                                              0,6012         0,5481       0,4997       0,4555        0,4153
Nilai kini                                                    5.904         7.920        8.589        8.571        10.944
Jumlah nilai kini                                            58.471




                                                           48

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.11 MB
Published9 May 2025
Pages73
Characters190,646
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 42 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk p.1 ×154
linked — Lotte Chemical p.3 ×3
linked person Calvin Wiryapranata p.8 ×3
linked person Park Hyun Chul p.39
linked person Jang Seon Pyo p.39 ×2
linked person Rudi Repelita p.39 ×2
linked person Choi Kyoungyoon p.41
possible person Gatot Subroto p.2 ×4
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.8 ×6
unresolved org PT Lotte Chemical Titan Nusantara p.2 ×7
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org PT Lotte Chemical Indonesia p.3 ×2
unresolved org PSS p.7 ×18
unresolved person Fathiah Helmi p.8 ×3
unresolved org Bank Indonesia p.8 ×7
unresolved org KJPP Kusnanto p.15 ×4
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.15
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.15
unresolved org PT Indofatra Plastik Industri p.39
unresolved person Akta Notaris Rukmasanti Hardjasatya p.39 ×2
unresolved org PT Fatrapolindo Nusa Industri p.39
unresolved org Menteri Kehakiman p.39 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.39
unresolved — USD · Pemegang Saham p.40 ×2
unresolved org Modal Kepemilikan Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd. p.40
unresolved org PT Lotte Chemical Titan Nusantara II. p.40
unresolved org PT Petrokimia Nusantara Interindo p.40
unresolved person Akta Notaris Moendjiati Soegito p.40
unresolved person Akta Notaris Jimmy Tanal p.40 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.40
unresolved org PT Lotte Chemical Titan Nusantara Daftar Kepemilikan p.41
unresolved org Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd. p.41
unresolved org Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian p.44
unresolved org Kementerian Perindustrian p.44
unresolved org Pusat Statistik p.44
unresolved org PT Sucofindo SBU Laboratorium p.46
unresolved org PT SGS Indonesia. Selanjutnya p.46
unresolved org PT Artha Teknik Abadi p.46
unresolved org PT Hein Global Utama p.46
unresolved org PT JM Constrindo Perkasa Engineering. p.46
unresolved org PT Lotte Chemical Nusantara p.47

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result