Back to announcement
20250505_MBAP_Pemanggilan RUPS_31881972_lamp3.pdf
RUPS notice Text extracted MBAPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 1
Page 1
3 MONEY & BANKING
SENIN, 5 MEI 2025
Bank Mandiri Pimpin
Deretan Bank Beraset Jumbo
JAKARTA, ID - Di tengah berbagai dinamika ekonomi global dan domestik, industri perbankan nasional tetap menunjukkan kinerja positif.
Sampai dengan posisi Maret 2025, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) masih kokoh berada di puncak sebagai bank beraset jumbo.
Oleh Nida Sahara (yoy) pada akhir Maret 2025. Se-
hingga, porsi aset BBCA sebesar
strategi ekspansi yang inklusif.
“Selama kuartal pertama 2025, 10 Bank dengan nior & Associate Faculty Lembaga
Pengembangan Perbankan Indonesia
Aset Terbesar
T
16,51% dari total 10 bank. Posisi pertumbuhan Bank Mandiri ter- (LPPI) Ryan Kiryanto, program terse-
otal aset dari 10 bank keempat adalah PT Bank Negara sebar merata di seluruh wilayah but tidak memberatkan karena yang
terbesar di Indonesia Indonesia (Persero) Tbk (BNI) de- Tanah Air dan juga mencatatkan (Rp triliun) penting bank menerapkan mitigasi
mencapai Rp 9.290,8 ngan aset konsolidasi Rp 1.146,58 pertumbuhan kredit dan DPK Emiten Bank Individual Konsolidasi risiko yang benar, karena semua pasti
triliun pada kuartal triliun, tumbuh 7,49% (yoy). di atas rata-rata pertumbuhan Mar’25 Mar’24 YOY (%) Mar’25 Mar’24 YOY (%) ada risikonya, baik tinggi, menengah,
I-2025, tumbuh 8,79% Apabila ditotal kelompok bank industri,” tambahnya. BMRI 1919,66 1666,45 15,19 2463,66 2163,78 13,86 maupun risiko rendah.
secara tahunan (year on year/yoy). berdasarkan modal inti (KBMI) 4 Dalam penyaluran kredit, BBRI 1932,39 1850,48 37,55 2098,23 1989,07 5,49 “Dan semua itu bisa dikelola, ma-
Di mana, total aset Bank Mandiri tersebut, maka total aset secara Bank Mandiri fokus membidik BBCA 1489,49 1404,84 6,02 1533,76 1444,01 6,21 kanya ada namanya risk management.
memiliki pangsa pasar lebih dari konsolidasi mencapai Rp 7.242,23 sektor-sektor prospektif dan BBNI 1098,2 1026,15 7,02 1146,58 1066,71 7,49 Jadi kalau gitu yang risiko tinggi
seperempatnya atau tepatnya triliun, tumbuh 8,68% (yoy) per resilien seperti konstruksi dan BBTN 468,53 454,02 3,19 nggak dibiayai dong? Sepanjang bank
26,52% dari total aset 10 bank Maret 2025. Alhasil, kontribusi infrastruktur, energi, makanan BRIS 400,88 357,9 12,01 itu meyakini dari prinsip mitigasi ri-
besar tersebut atau senilai Rp kuartet bank papan atas tersebut dan minuman, serta sektor padat BNGA 359,47 325,39 10,47 370,99 332,99 11,41 sikonya itu, program atau apapun itu
2.463,66 triliun secara konsolida- mencapai 77,95% dari total aset karya lainnya. Adapun, kredit NISP 293,29 252,52 16,14 293,1 252,41 16,12 accepted, ya do it. Tang penting sistem
si, tumbuh 13,86% (yoy). 10 bank besar di Indonesia. korporasi tumbuh sebesar 20% BNLI 264,28 252,83 4,53 pengendalian risikonya sudah dila-
Posisi kedua adalah PT Bank Total aset yang besar tersebut (yoy) atau bertambah Rp 102 tri- BDMN 231,06 205,71 12,32 250,79 226,56 10,69 kukan,” urai Ryan ketika dihubungi
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk utamanya didorong dari penya- liun menjadi Rp 608 triliun. Selain Sumber: Sumber: Lapkeu publikasi bank, diolah Investor Daily, akhir pekan lalu.
(BRI) dengan total aset secara luran kredit perbankan yang itu, kredit komersial tumbuh baik
konsolidasi sebesar Rp 2.098,23 masih besar pada kuartal I-2025. sepanjang kuartal I 2025 menca-
triliun, tumbuh 5,49% (yoy) Utamanya Bank Mandiri yang pai 21,4% (yoy) atau sebesar Rp
pada kuartal I-2025. Aset BRI masih mencatatkan pertumbuh- 296 triliun. Di sisi lain, kredit
ini memiliki porsi 22,58% dari an kredit dua digit 16,5% (yoy) kepada sektor UMKM secara ta- Per 31 Desember 2024 dan 2023
total aset 10 bank besar. Meski menjadi Rp 1.672 triliun. hunan naik sebesar Rp 11 triliun
demikian, jika dilihat berdasar- Direktur Operation Bank Man- menjadi Rp 136 triliun pada tiga LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF INDIKATOR KESEHATAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 (Dalam Jutaan Rupiah) Per 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 (Dalam Jutaan Rupiah) Per 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 (Dalam Jutaan Rupiah)
ASET 31 Desember 2024 31 Desember 2023 LIABILITAS DAN EKUITAS 31 Desember 2024 31 Desember 2023 URAIAN 31 Desember 2024 31 Desember 2023 URAIAN 31 Desember 2024 31 Desember 2023
kan data bank only atau tanpa diri Toni EB Subari mengatakan, bulan pertama 2025, realisasi ini I INVESTASI
33.000,00 48.000,00
I LIABILITAS I PENDAPATAN UNDERWRITING
1 Premi Bruto
A Tingkat Solvabilitas
a Aset yang diperkenankan 118.412,28 127.419,01
pertumbuhan tersebut didorong mempertegas komitmen Bank
1 Deposito Berjangka 1 Utang Klaim 627,50 95,03
memperhitungkan perusahaan 2 Sertifikat Deposito - - 2 Utang Koasuransi - - a Premi Bruto Langsung 53.019,96 9.233,89 b Liabilitas 56.360,21 11.841,59
anak, total aset BRI mencapai Rp oleh pertumbuhan positif baik di Mandiri dalam memperkuat eko- 3 Saham
4 Obligasi Korporasi
-
-
-
-
3 Utang Reasuransi
4 Utang Komisi
8.526,51
2.474,91
831,19
665,65
b Premi Penutupan Tidak Langsung
2 Jumlah Pendapatan Premi 53.019,96
-
9.233,89
- c Jumlah tingkat Solvabilitas
B Modal Minimum Berbasis Risiko (MMBR)
62.052,07 115.577,42
1.932,39 triliun, melesat 37,55% segmen wholesale maupun ritel. nomi berbasis kerakyatan. 5 MTN
6 Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Negara RI 70.661,71
- -
72.372,50
5 Utang Pajak
6 Biaya yang masih harus dibayar
315,65
1.939,21
616,45
2.061,32
c Komisi Dibayar
3 Jumlah Premi Bruto
7.077,67
45.942,30
1.522,58
7.711,31
a Risiko Kredit
b Risiko Likuiditas
1.817,53
50,56
972,87
0,01
(yoy), sehingga BRI menjadi bank “Selain menjadi pendorong utama 7 Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Negara Selain Negara RI - - 7 Utang Lain 13.833,78 3.291,25 4 Premi Reasuransi c Risiko Pasar 2,09 0,00
dengan aset terbesar di Indonesia, kinerja kredit, segmen wholesale Bankir Harus Berani 8 Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Bank Indonesia - - 8 Jumlah Utang (1 s/d 7) 27.717,56 7.560,89 a Premi Reasuransi Dibayar 15.240,42 2.488,43 d Risiko Asuransi 5.165,14 409,17
9 Surat Berharga yang Diterbitkan oleh Lembaga Multinasional - - II CADANGAN TEKNIS b Komisi Reasuransi Diterima 5.114,37 674,64 e Risiko Operasional 182,14 69,23
atau bertukar tempat dengan juga menjadi bahan baku per- Terkait banyaknya program 10 Reksa Dana
11 Efek Beragun Aset
-
-
-
-
9 Cadangan Premi
10 Cadangan Atas Premi Yang Belum
2.684,54
22.294,14
3.725,21
151,33
5 Jumlah Premi Reasuransi
6 Jumlah Premi Netto
10.126,05
35.816,25
1.813,79
5.897,52
f Jumlah MMBR
C Kelebihan (Kekurangan) Tingkat Solvabilitas
7.217,46
54.834,62
1.451,27
114.126,15
Bank Mandiri dengan total aset tumbuhan segmen ritel melalui pemerintah yang melibatkan
Merupakan Pendapatan
7 Penurunan (Kenaikan) Cadangan Premi,
12 Dana Investasi Real Estat - - 11 Cadangan Klaim 3.663,97 404,15 D Rasio Pencapaian (%)* 860% 7964%
CAPYBMP dan Cadangan Catastrophic
12 Cadangan Atas Risiko Bencana
bank only Rp 1.919,66 triliun di ekosistemnya,” kata Toni dikutip bank-bank pelat merah, dinilai
13 REPO - - - - a Penurunan (Kenaikan) Cadangan Premi 662,58 (3.284,21) RASIO SELAIN TINGKAT SOLVABILITAS
(Catastrophic)
14 Penyertaan Langsung - - 13 Jumlah Cadangan Teknis (9 s/d 12) 28.642,65 4.280,70 b Penurunan (Kenaikan) CAPYBMP (17.800,49) (148,46) a Rasio Kecukupan Investasi (%) 441% 3329%
peringkat runner up. Minggu (4/5/2025). sejumlah pihak cukup membebani 15 Tanah, Bangunan dengan Hak Strata, atau Tanah dengan c Penurunan (Kenaikan) Cadangan atas Risiko
- - 14 Jumlah Liabilitas (8 + 13) 56.360,21 11.841,59 - - b Rasio Likuiditas (%) 294% 1867%
Bangunan, untuk Investasi Bencana (Catastrophic)
c Rasio Perimbangan Hasil Investasi dengan
16 Pembiayaan Melalui Kerjasama dengan Pihak Lain (Executing) - - 15 Pinjaman Subordinasi 8 Jumlah Penurunan (Kenaikan) Cadangan (17.137,91) (3.432,67) 37% 258%
Pendapatan Premi Neto (%)
Kemudian, PT Bank Central Dia menuturkan, pertumbuh- bank BUMN yang dikhawatirkan 17 Emas Murni - - III EKUITAS 9 Jumlah Pendapatan Premi Netto
10 Pendapatan Underwriting Lain Netto
18.678,34 2.464,86
d Rasio beban (Klaim, Usaha dan Komisi) Terhadap
Pendapatan Premi Netto (%) 307% 1216%
meningkatkan risiko kredit dan
156.000,00 156.000,00 303,91 41,62
Asia Tbk (BCA) berada di peringkat an kredit Bank Mandiri tersebar
18 Pinjaman yang Dijamin dengan Hak Tanggungan - - 16 Modal Disetor
19 Pinjaman Polis - - 17 Agio Saham - - 11 Jumlah Pendapatan Underwritting 18.982,25 2.506,47 Keterangan
ketiga dengan total aset konsolidasi merata di seluruh Indonesia, juga likuiditas semakin ketat.
*) Sesuai dengan ketentuan Pasal 3 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
20 Investasi Lain - - 18 Saldo Laba (50.568,69) (26.165,99) II BEBAN UNDERWITING nomor 71/POJK.05/2016 tentangKesehatan KeuanganPerusahaan Asuransi dan PerusahaanReasuransi,
rasio pencapaiantingkatsolvabilitassekurang-kurangnyaadalah100% dengan targetinternal paling rendah
21 Jumlah Investasi 103.661,71 120.372,50 19 Komponen Ekuitas Lainnya (1.473,87) (216,84) 12 Beban Klaim 120% dari MMBR.
Rp 1.533,76 triliun, tumbuh 6,21% menunjukkan efektivitas dari Namun, menurut Ekonom Se- II BUKAN INVESTASI
22 Kas dan Bank 4.207,95 8.042,78
20 Jumlah Ekuitas (16 s/d 19)
21 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas (14 +
103.957,44
160.317,65
129.617,17
141.458,76
a Klaim Bruto
b Klaim Reasuransi
9.663,74
1.948,06
591,69
73,52 Catatan:
15 + 20)
a. Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Laba Rugi dan PendapatanKomprehensif Lain disajikansesuai
23 Tagihan Premi Penutupan Langsung 14.531,48 3.430,68 c Kenaikan (Penurunan) Cadangan Klaim 2.122,08 400,67 dengan Surat Edaran OJK No. 9/SEOJK.05/2021 mengenai “Bentuk dan Susunan Laporan Berkala
Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi” di mana angka-angkanyamerupakan bagian dari
24 Tagihan Premi Reasuransi - - 13 Jumlah Beban Klaim Neto 9.837,76 918,84 Laporan Keuangan PT Asuransi Untuk Semua (“Perusahaan”) pada tanggal 31 Desember 2024 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut yang disusun oleh Manajemen Perusahaan sesuai
denganStandar AkuntansiKeuangan di Indonesia dan telah diauditoleh Kantor AkuntanPublik Mirawati
25 Aset Reasuransi 5.549,33 622,91 14 Beban Underwriting Lain Netto 0,26 -
Sensi Idris, dengan rekan penanggung jawab adalah Benedictus Yuliando, auditor independen,
berdasarkanStandar Audit yang ditetapkanoleh Institut AkuntanPublik Indonesia, dengan opini tanpa
26 Tagihan Klaim Koasuransi - - 15 Jumlah Beban Underwriting 9.838,02 918,84 modifikasian, sebagaimana tercantum dalam laporannya tanggal 11 April 2025 yang tidak termasuk
Laporan Keuangan TeLKom KuarTaL I 2025
dalam publikasi ini.
27 Tagihan Klaim Reasuransi 2.021,58 73,52 16 HASIL UNDERWRITING 9.144,23 1.587,63
b. LaporanPosisi Keuangan(Neraca) dan LaporanLaba Rugi dan PendapatanKomprehensif Lain di atas
28 Tagihan Investasi - - 17 Hasil Investasi 6.872,85 6.352,65 disajikandenganbeberapapenyesuaianuntukmemenuhi Kententuandan Peraturanyang berlakutentang
Bentuk dan Susunan Laporan Berkala Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi.
29 Tagihan Hasil Investasi 1.403,88 1.384,74 18 Beban Usaha
30 Bangunan dengan Hak Strata atau Tanah dengan Bangunan
Perkuat Bisnis Digital, Telkom Catat Pendapatan
- - a Beban Pemasaran 513,31 275,81 c. Angka (nilai) yang disajikan pada Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2024 dan per 31
untuk dipakai sendiri
Desember 2023 serta Laporan Laba Rugi Komprehensif per 31 Desember 2024 dan per 31 Desember
31 Biaya Akuisisi yang Ditangguhkan - - b Beban Umum Administrasi 2023 berdasarkan SAK (Audited).
32 Aset Tetap Lain 11.665,00 6.385,55 - Beban Pegawai dan Pengurus 25.364,68 20.740,22
d. Cadangan Teknis per 31 Desember 2024 dan 2023 dihitung oleh Aktuaris internal Perusahaan,
yang telah terdaftar di OJK.
33 Aset Lain 17.276,73 1.146,08 - Beban Pendidikan dan Pelatihan 679,66 128,66
Konsolidasi Rp36,6 Triliun di Awal Tahun 2025
e. Kurs pada tanggal 31 Desember 2024 , 1 US $ = Rp 16,162
34 Jumlah Bukan Investasi 56.655,95 21.086,26 - Beban Umum Administrasi 18.893,16 7.051,56 Kurs pada tanggal 31 Desember 2023 , 1 US $ = Rp 15,416
35 Jumlah Aset (21 + 34) 160.317,65 141.458,76 c Beban Terkait Estimasi Kecelakaan Diri - -
19 Jumlah Beban Usaha 45.450,82 28.196,25
DIREKSI DAN KOMISARIS REASURADUR UTAMA 20 LABA (RUGI) USAHA ASURANSI (29.433,74) (20.255,98) Jakarta, 11 April 2025
KOMISARIS Reasuransi Dalam Negeri 21 Hasil (Beban) Lain 5.031,04 48,82 PT Asuransi Untuk Semua
Komisaris Utama Edy Setiadi PT Reasuransi Nusantara Makmur 25,00% 22 Laba (Rugi) Sebelum Pajak (24.402,70) (20.207,15)
l Pertumbuhan pendapatan positif pada segmen Komisaris Michael Alvin Saputra PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi 10,00% 23 Pajak Penghasilan - -
Enterprise, Wholesale and International, termasuk Komisaris Independen Edy Setiadi PT Maskapai Reasuransi Tbk 5,00% 24 Laba (Rugi) Setelah Pajak
25 Pendapatan Komprehensif Lain Setelah Pajak
(24.402,70) (20.207,15)
Komisaris Independen H. Yasril Rasyid PT Reasuransi Indonesia Utama 5,00% (1.257,03) (216,84) Direksi
bisnis Menara Telekomunikasi. DIREKSI 26 TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF (25.659,73) (20.423,99)
l Total pelanggan IndiHome residensial (B2C) terus Direktur Operasional & Pemasaran (Plt. Direktur Utama) Cleosent Randing Reasuransi Luar Negeri
meningkat dan mengalami pertumbuhan double Direktur
Suherman Budi
Darmawan
Munich Re, Singapore 55,00%
digit sebesar 10,4% YoY. Direktur Makki Ibrahim Kusuma
l Telkom terus mendorong praktik bisnis yang
PEMILIK PERUSAHAAN
berkelanjutan melalui penerapan prinsip ESG Cleosent Randing 42,31%
(Environmental, Social, and Governance). Antony Lesmana 38,46%
John Marco Rasjid 11,54%
7,69%
JAKARTA, 1 Mei 2025 – Menghadapi
The Daniel Tedja
kondisi ekonomi yang penuh tantangan di awal
tahun 2025, PT Telkom Indonesia (Persero)
Tbk (Telkom) terus berupaya dalam mengim-
plementasikan strategi perusahaan yang solid
dengan berfokus pada inovasi berkelanjutan,
serta menciptakan nilai jangka panjang bagi
seluruh pemangku kepentingan. Pada kuartal
I 2025, Telkom membukukan pendapatan kon-
solidasi sebesar Rp36,6 triliun. EBITDA (Laba
sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amorti- Rp5,0 triliun atau tumbuh 2,9% dibandingkan menunjukkan kemajuan yang stabil dalam
sasi) konsolidasi tercatat sebesar Rp18,2 triliun periode yang sama tahun sebelumnya. Pertum- transisi menuju fase operasional dan komersial.
dengan margin EBITDA pada 49,8%. Perseroan buhan ini didorong oleh layanan Indibiz, satelit, Pada kuartal I 2025, Telkom telah menyelesai-
juga mencatat laba bersih sebesar Rp5,8 triliun serta bisnis pembayaran digital. Kontributor kan inspeksi lapangan dan asesmen teknis se-
dengan margin laba bersih pada 15,9%. terbesar dalam segmen ini adalah layanan cara menyeluruh terhadap aset jaringan utama
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah konektivitas (Enterprise Connectivity) dan solusi sebagai bagian dari rencana pemisahan bisnis
mengatakan, “TelkomGroup terus mem- Digital IT Services. wholesale fiber connectivity dan infrastruktur
buktikan resiliensi dalam menghadapi ber- Kemudian untuk segmen Wholesale pendukungnya. Langkah ini dilakukan untuk
bagai dinamika, seperti kondisi ekonomi yang and International, perseroan membuku- memastikan kondisi aset yang optimal serta
kian menantang dan pelemahan daya beli kan pendapatan sebesar Rp4,8 triliun atau kepatuhan terhadap standar tata kelola dan
masyarakat. Fokus kami pada pengembangan tumbuh 0,6% YoY yang didorong oleh bisnis regulasi. Portofolio produk TIF mencakup
infrastruktur dan bisnis digital, penyediaan infrastruktur digital dan peningkatan bisnis layanan Wholesale Fiber Connectivity serta Ma-
solusi yang relevan, serta simplifikasi produk layanan suara internasional (International naged Services, baik MSA maupun Professional
guna meningkatkan pengalaman terbaik bagi Wholesale Voice). Managed Service.
pelanggan, menjadi kunci dalam menjaga per- Pada bisnis menara telekomunikasi, Dengan terus menyempurnakan proses
tumbuhan yang berkelanjutan. Kami optimis Mitratel sebagai anak usaha Telkom mencatat bisnis, memperkuat solusi, serta inovasi yang
bahwa langkah strategis ini dapat memberikan pendapatan positif sebesar Rp2,3 triliun atau berkelanjutan, TIF berhasil membangun
hasil positif yang mendukung pertumbuhan tumbuh 1,4% YoY. Berkat efektivitas pengelo- fondasi bisnis yang kuat di tengah dinamika
jangka panjang dan keberlanjutan perusahaan.” laan biaya yang baik, Mitratel berhasil membu- industri. Pada kuartal I 2025, TIF mengelola ja-
Pada segmen Consumer (Mobile dan Fixed kukan EBITDA sebesar Rp1,9 triliun dan laba ringan end-to-end Telkom untuk meningkatkan
Broadband), Telkomsel selaku anak usaha Tel- bersih sebesar Rp526 miliar, dengan margin pengalaman pelanggan TelkomGroup. Hal ini
kom membukukan pendapatan sebesar Rp27,2 EBITDA dan margin laba bersih yang stabil tercermin dalam capaian SLA melalui penyeder-
triliun. Digital Business terus menunjukkan masing-masing di angka 83,0% dan 23,3%. hanaan proses bisnis, efisiensi operasional, dan
kinerja yang kuat dengan menyumbang kontri- Bisnis penyewaan menara (Tower Leasing) peningkatan pengelolaan aset. Selain itu, TIF
busi sebesar 90,3% terhadap total pendapatan tetap menjadi penopang utama dengan kon- juga mulai mendorong pendapatan eksternal
pada segmen ini. Selain itu, pendapatan dari tribusi sebesar 82% terhadap total pendapatan dari segmen pasar wholesale.
IndiHome residensial (B2C) mengalami per- Mitratel. Hal ini dibuktikan dengan terus Sepanjang tiga bulan pertama tahun 2025,
tumbuhan sebesar 1,3% YoY. Hasil positif dari bertambahnya penyewa (tenants) dengan total TelkomGroup merealisasikan belanja modal
implementasi FMC juga ditunjukkan dengan tenant mencapai 60.259. Guna meningkatkan (Capex) sebesar Rp5 triliun, atau 13,5% dari
meningkatnya total pelanggan IndiHome res- kapabilitasnya, pada kuartal I 2025, Mitratel total pendapatan perusahaan. Lebih dari 50%
idensial (B2C) menjadi 9,8 juta pelanggan atau menambah 189 menara baru, sehingga total belanja modal tersebut dialokasikan untuk
tumbuh double digit sebesar 10,4% YoY. Sedan- kepemilikan menara mencapai 39.593 unit. memperluas konektivitas digital, seperti
gkan total keseluruhan pelanggan IndiHome Sebagai upaya memperkuat portofolio bisnis, pembangunan jaringan fiber optic, menara te-
B2C dan B2B juga mengalami pertumbuhan Mitratel juga menambah jaringan fiber optik lekomunikasi, satelit, dan kabel bawah laut.
sebesar 7% YoY menjadi 11 juta pelanggan. secara organik sepanjang 2.505 km, sehingga Langkah ini semakin menegaskan komitmen
Sementara itu, total pelanggan seluler seban- total panjang fiber optik yang dimiliki menjadi perusahaan untuk menghadirkan layanan
yak 158,8 juta pelanggan. Pada kuartal I 2025, 53.544 km. internet berkecepatan tinggi dan pemerataan
Telkomsel juga melakukan simplifikasi produk Berikutnya untuk bisnis Data Center dan akses digital di seluruh Indonesia.
demi mengoptimalkan pengalaman terbaik Cloud, Telkom mencatat pendapatan sebesar Penerapan prinsip ESG (Environmental, So-
bagi pelanggan, serta mendorong peningkatan Rp446 miliar. Pada kuartal I 2025, Telkom cial, and Governance) menjadi salah satu fokus
penetrasi pasar dan mempertahankan posisi mengoperasikan 35 data center dengan total utama bagi perusahaan demi mewujudkan
sebagai pemimpin pasar pada segmen ini. kapasitas 38 MW untuk melayani segmen praktik bisnis yang berkelanjutan, transparan,
Telkomsel terus memperluas cakupan ja- enterprise dan hyperscale di dalam dan luar dan bertanggung jawab. Sebagai bagian dari
ringannya dan memastikan kualitas layanan negeri. Selain itu, Telkom juga memiliki 2.420 komitmen menuju Net Zero Emissions pada
tetap terjaga. Hingga Maret 2025, jumlah Base rack untuk edge data center yang tersebar di tahun 2060, Telkom telah melakukan verifikasi
Transceiver Station (BTS) yang dimiliki mencapai seluruh Indonesia. independen terhadap emisi Gas Rumah Kaca
278.100 unit, termasuk 227.454 BTS 4G dan Sebagai bagian dari strategi untuk mewujud- (GRK) Scope 1 dan 2 untuk tahun 2023–2024,
1.910 BTS 5G. Infrastruktur ini disiapkan untuk kan pusat ekosistem digital terintegrasi, Telkom menggunakan standar ISO 14064-1:2018.
memastikan kapasitas yang andal guna menja- terus menjajaki peluang kolaborasi strategis Inisiatif ini dilakukan untuk meningkatkan
wab kebutuhan digital yang terus meningkat guna memperluas cakupan dan kapabilitas bis- kepercayaan dan kredibilitas terhadap kea-
di masa mendatang. Dibuktikan dengan per- nis data center. Langkah ini menjadi wujud nyata kuratan data emisi yang menjadi dasar dalam
tumbuhan lalu lintas data (data payload) yang komitmen TelkomGroup dalam membangun merumuskan strategi dekarbonisasi, sekaligus
juga mengalami peningkatan signifikan sebesar ekosistem data center yang berkelanjutan. mempersiapkan pemenuhan standar IFRS S2.
19,8% YoY menjadi 5.778.048 TB. Implementasi Infraco sebagai bagian dari Hasil verifikasi menyatakan bahwa data emisi
Selanjutnya segmen Enterprise, menunjuk- inisiatif 5 Bold Moves, melalui pendirian PT GRK Telkom dinyatakan “unmodified” atau
kan kinerja positif dengan pendapatan sebesar Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF), terus tanpa temuan signifikan.
Names mentioned 22 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Mandiri Pimpin Deretan Bank Beraset Jumbo
p.1
unresolved
org
Indonesia (Persero) Tbk
p.1
unresolved
org
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
p.1
unresolved
org
Bank Man-
p.1
unresolved
org
Bank Indonesia
p.1
unresolved
org
PT Bank Central
p.1
unresolved
org
Asia Tbk
p.1
unresolved
person
Edy Setiadi
· Komisaris Utama
p.1 ×2
unresolved
org
PT Reasuransi Nusantara Makmur
p.1
unresolved
person
Michael Alvin Saputra
· Komisaris
p.1
unresolved
org
PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi
p.1
unresolved
org
Maskapai Reasuransi Tbk
p.1 ×2
unresolved
person
H. Yasril Rasyid
· Komisaris Independen
p.1
unresolved
org
PT Reasuransi Indonesia Utama
p.1
unresolved
person
Makki Ibrahim Kusuma
· Direktur
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.