Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 98
Page 1
Laporan Keuangan Konsolidasian
PT Asia Pacific Fibers Tbk
Dan Entitas Anak
31 Maret 2025, 31 Desember 2024
dan 31 Maret 2024
(Tidak Diaudit)
PT ASIA PACIFIC FIBERS TBK | The EAST Lt. 35 Unit 7
Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E3.2 No.1, Jakarta - 12950, INDONESIA
Phone: +62 21 57938555 | Fax: +62 21 57938565 | www.asiapacificfibers.com
Page 2
DAFTAR ISI
Surat Pernyataan Direksi
Halaman
Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1–3
Laporan Laba Rugidan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 4–5
Laporan Perubahan Defisiensi Modal Konsolidasian 6
Laporan Arus Kas Konsolidasian 7
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 8-95
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
1. U M U M
a Pendirian dan Informasi Umum
PT Asia Pacific Fibers Tbk (“Perusahaan”) memproduksi bahan kimia dan serat sintetis, pertenunan dan perajutan serta aktivitas lainnya yang
berhubungan dengan industri tekstil. Perusahaan mempunyai 2 (dua) pabrik, dan memasarkan produknya di dalam dan di luar negeri,
diantaranya ke Eropa, Amerika Serikat, Asia, Australia dan Timur Tengah.
PT Asia Pacific Fibers Tbk didirikan dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968. Undang undang No.
12 tahun 1970 berdasarkan Akta No. 22 tanggal 15 Februari 1984 dari Januar Tirtaamidjaja, S.H., notaris di Semarang. Undang-undang
diatas telah diubah dengan Undang-undang Perusahaan Terbatas Republik Indonesia No. 40 tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007. Akta
pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-
6107.HT.01.01.TH.84 tanggal 26 Oktober 1984 dan diumumkan dalam Tambahan No. 3247 Berita Negara Republik Indonesia No. 72
Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan dengan akta No. 92 tanggal 24 Maret 2009 oleh notaris Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta,
untuk menyesuaikan Anggaran Dasar Perusahaan dengan Peraturan Bapepam-LK No. IX.J.1 tanggal 14 Mei 2008 tentang Pokok-Pokok
Anggaran Dasar Perusahaan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik. Akta notaris ini telah disahkan
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0052618.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal
14 Agustus 2009.
Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan dengan akta No. 50 tanggal 10 September 2009 oleh notaris Sutjipto, S.H., notaris di
Jakarta, mengenai perubahan nama Perusahaan dari PT Polysindo Eka Perkasa Tbk menjadi PT Asia Pacific Fibers Tbk. Akta notaris ini telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.AHU-54294.AH.01.02. Tahun 2009
tanggal 10 Nopember 2009 dan diumumkan dalam Tambahan No. 21449 Berita Negara Republik Indonesia No. 77 tanggal 24 September
2010.
Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan dengan akta No. 107 tanggal 23 Februari 2012 oleh notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn.,
notaris di Jakarta, mengenai implementasi dari program pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (MESOP)
berdasarkan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) Indonesia No. IX.D.4. Akta notaris ini telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan No.AHU-0018443.AH.01.09. Tahun 2012 tanggal 29
Februari 2012.
Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan, dengan akta No. 30 tanggal 7 Juli 2015 oleh notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., notaris
di Jakarta untuk menyesuaikan Anggaran Dasar Perusahaan dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan. Akta notaris ini telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan AHU-AH.01.03-0954603. Tahun 2015, tanggal 31 Juli 2015.
Kemudian, Perusahaan juga telah menerima persetujuan dari Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Jawa Barat untuk
melakukan ekspansi terhadap kapasitas fiber di Karawang melalui surat persetujuan No. 03/32/IU-PL/PMDN/2016 tanggal 27 Januari 2016.
Proyek ini dimulai pada kuartal pertama tahun 2016.
Berdasarkan akta No. 20 tanggal 9 September 2020 oleh Notaris Aulia Taufani, S.H., tujuan dan ruang lingkup aktivitas Perusahaan sesuai
dengan pasal 3 anggaran dasar meliputi industri kimia dan serat sintetis, pertenunan, perajutan, peralatan kedokteran dan kedokteran gigi dan
perlengkapan lainnya, serta aktivitas lain yang berhubungan dengan industri tekstil. Perusahaan berkedudukan di Kendal, Jawa Tengah
dengan pabrik yang berlokasi di Kendal, Jawa Tengah dan Karawang, Jawa Barat. Kantor perwakilan Perusahaan berlokasi di Gedung “The
East” , Lantai 35, Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung (dahulu Jalan Lingkar Mega Kuningan) Kav. E-3.2 No. 1, Jakarta. Perusahaan mulai
berproduksi secara komersial pada tahun 1986.
Perusahaan turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar dua lokasi pabrik yang terletak di Karawang dan Semarang.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Dalam upaya untuk mendukung kegiatan ini dengan lebih
efektif. Perusahaan telah mendirikan yayasan yang bernama “Yayasan Asia Pasific Fiber” pada tanggal 15 Januari 2010. Persetujuan
pendirian yayasan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No. AHU
960.AH.01.04. Tahun 2010 tanggal 15 Maret 2010.
Entitas induk langsung Perusahaan adalah Damiano Investments B.V., yang didirikan di Belanda, sedangkan entitas induk utama Perusahaan
adalah ADM Capital and Spinnaker Capital Company, yang masing-masing didirikan dan berdomisili di Hong Kong dan Inggris
8/95
Page 12
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Sejak 1 Nopember 2024, Perseroan telah menghentikan sementara salah satu unit produksinya yakni unit produksi polimen dan serat di
Karawang Jawa Barat. Perseroan tetap mempertahankan kelangsungan usahanya melalui operasional terbatas divisi benang filamen di Kendal,
Jawa Tengah untuk melayani permintaan essensial pelanggan tertentu.
b Penawaran Umum Efek, Wesel Bayar Perusahaan
• Pada tanggal 14 Desember 1990, Perusahaan menawarkan 12.000.000 sahamnya kepada masyarakat melalui Bursa Efek Jakarta dan
Surabaya, sekarang dikenal dengan Bursa Efek Indonesia.
• Pada tanggal 8 Oktober 1993, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM),
dengan suratnya No. S-1738/PM/1993, untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
sebesar 184.000.000 saham kepada pemegang saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada
tanggal 1 November 1993.
• Pada tanggal 15 Desember 1994, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM. No S-2027/PM/1994, perihal
perubahan nilai nominal per saham dari Rp1.000 menjadi Rp500 per saham.
• Pada tanggal 20 Mei 1996, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM, dengan suratnya No. S-
778/PM/1996, untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas II dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar 1.104.000.000
saham kepada pemegang saham. Saham-saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tanggal 10 Juni
1996
• Pada tanggal 11 Desember 1997, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM, dengan suratnya No. S-
2844/PM/1997, untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas III dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar 2.185.920.000
saham kepada pemegang saham. Saham-saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tanggal 5 Januari
• Pada tahun 1994, Perusahaan menerbitkan Unsecured Senior Notes sebesar US$125.000.000 yang dicatat di Bursa Efek Luxembourg.
Pada tahun 1996, Perusahaan menawarkan kepada pemegang Unsecured Senior Notes untuk menukarkan Notes tersebut dengan
Guaranteed Senior Notes sebesar US$125.000.000 yang diterbitkan oleh PIFC dimana Perusahaan bertindak sebagai penjamin. Wesel ini
dicatat di Bursa Efek Luxembourg.
• Pada tahun 1996, PIFC, dengan Perusahaan sebagai penjamin, menerbitkan Secured Floating Rate Notes sebesar US$50.000.000 dan
Guaranteed Secured Notes sebesar US$260.000.000 yang tercatat di Bursa Efek Luxembourg.
• Pada tahun 1997, PIFC, dengan Perusahaan sebagai penjamin, menerbitkan Guaranteed Secured Notes sebesar US$250.000.000 yang
tercatat di Bursa Efek Luxembourg.
• Sejak bulan Januari 2000, wesel bayar yang dikeluarkan oleh PIFC sudah tidak tercatat (delisted) dari Bursa Efek Luxembourg.
• Mulai bulan Desember 2004, seluruh saham Perusahaan sejumlah 4.393.920.000 disuspensi sehubungan dengan tuntutan pailit terhadap
Perusahaan dan keterlambatan menyerahkan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan. Saham-saham Perusahaan tetap disuspensi
walaupun Perusahaan telah lepas dari pailit. Akan tetapi, Perusahaan berusaha untuk keluar dari suspensi ini dengan menyerahkan
langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Perusahaan. Kemudian, pada bulan Juli 2006, saham-saham Perusahaan telah diperdagangkan
kembali.
• Pada tahun 2006, Perusahaan telah melakukan konversi atas utang tidak terjamin sebagai bagian dari implementasi perjanjian perdamaian
yang telah diputuskan oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan menerbitkan sebanyak 43.144.238.750 lembar saham dimana sesuai
dengan ketentuan Bursa Efek Indonesia. saham tersebut tidak dapat diperdagangkan dalam waktu 1 (satu) tahun. Kemudian, pada bulan
Oktober 2007, saham baru tersebut telah diperdagangkan.
• Menurut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 21 Februari 2008, para pemegang saham
menyetujui untuk melakukan penggabungan nilai nominal saham (reverse stock split) dengan rasio 20 berbanding 1 yang artinya 20
saham lama akan menjadi 1 saham baru. Reverse stock ini dilakukan agar saham Perusahaan lebih likuid dan sesuai dengan kinerja
Perusahaan. Anggaran Dasar Perusahaan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tanggal 3 Maret 2008.
Selanjutnya, menurut akta notaris Sutjipto, S.H. No. 122 tanggal 27 Februari 2008 tentang perjanjian pembelian sisa saham hasil reverse
stock Perusahaan, dinyatakan bahwa PT Trimegah Securities Tbk sebagai pembeli siaga. Disamping itu, jumlah saham hasil reverse stock
telah diperdagangkan di Pasar Reguler pada tanggal 14 Maret 2008.
9/95
Page 13
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
• Pada tanggal 10 Oktober 2008, saham dari Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) sudah tidak tercatat (delisted) di Bursa Efek Indonesia
melalui surat keputusan No. S 04741/BEI.PSR/09/2008 dan Peng-004/BEI.PSR/DEL/09-2008 akibat suspensi saham PT Texmaco Jaya
Tbk dari perdagangannya dan masalah kelangsungan hidupnya.
• Sejak tanggal 2 Desember 2009, saham Perusahaan di Bursa Efek Indonesia sudah diganti dengan menggunakan nama Perusahaan yang
baru.
• Menurut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 24 Maret 2009 yang telah dikukuhkan
dalam akta notaris Sutjipto, S.H., No. 91 tanggal 24 Maret 2009, notaris di Jakarta. Pemegang Saham setuju untuk melakukan
penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu melalui pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan
(Management Employee Stock Option Programme / MESOP) sebanyak 118.845.397 lembar saham seri C (5% dari jumlah saham yang
ditempatkan dan disetor). Akta notaris ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. AHU-0052619.AH.01.09. Tahun 2009 tanggal 14 Agustus 2009. Berdasarkan rencana Perusahaan yang telah dilaporkan
ke Bursa Efek Indonesia melalui surat tertanggal 17 Maret 2009, program ini telah diimplementasikan pada 1 Februari 2012.
• Kemudian, berdasarkan akta notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., No. 107 tanggal 23 Februari 2012, notaris di Jakarta, program
pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (Management Employee Stock Option Programme / MESOP) telah
diimplementasikan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp45 per saham. Semua saham telah disetor penuh melalui rekening bank
Perusahaan pada tanggal 20 Februari 2012 dan 21 Februari 2012, dan telah didaftarkan di Bursa Efek Indonesia melalui pengumuman
No. Peng P-00032/BEI.PPR/03-2012 tanggal 5 Maret 2012 dan No. Peng-P- 00033/BEI.PPR/03-2012 tanggal 7 Maret 2012.
• Menurut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 18 Juni 2012 yang telah dikukuhkan dalam
akta notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn. No. 88 tanggal 18 Juni 2012, notaris di Jakarta. Pemegang Saham setuju untuk melakukan
penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu melalui pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan
(Management Employee Stock Option Programme / MESOP) sebanyak 74.872.600 lembar saham seri C (3% dari jumlah saham yang
ditempatkan dan disetor). Perusahaan telah mengirimkan surat No. 068/APF-CS/VI/2014 tanggal 25 Juni 2014 dan No. 071/APF-
CS/VIII/2014 tanggal 7 Juli 2014 kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang perihal pembatalan atas implementasi MESOP akibat
belum selesainya restrukturisasi hutang yang telah mengakibatkan penurunan pada harga pasar saham Perusahaan. Menurut Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 16 Juni 2015 yang telah dikukuhkan dalam akta notaris Aryanti
Artisari, S.H., M.Kn. No. 49 tanggal 16 Juni 2015, notaris di Jakarta. Pemegang Saham setuju untuk melakukan pembatalan atas
implementasi MESOP.
c Entitas Anak Yang Dikonsolidasi
Perusahaan memiliki beberapa entitas anak yang tidak aktif sebagai berikut:
Entitas Anak Lokasi Kegiatan Usaha Operasi Komersil % Jumlah Asset
(dalam Jutaan)
2024 2023
US$ US$
PT Texmaco Jaya Tbk (TJ) Karawang Perdagangan, 1972 92 12 228
pertenunan,perajutan dan
PT Texmaco Graha Busana Jakarta Perdagangan tekstil danproduksi 1997 91 0 167
(TGB), dimiliki TJ dengan pakaian jadi dan asesoris
kepemilikan 99%
Polysindo International Belanda Jasa Keuangan 1997 100 682 682
Finance Company B.V.
(PIFC)
Polysindo (Mauritius) Ltd. Republik Mauritius Jasa Keuangan Pra Operasi 100 0 0
(PML)
10/95
Page 14
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
• Pada tahun 2001, Perusahaan mengakuisisi 10.000 saham yang merupakan 100% kepemilikan di Polysindo (Mauritius) Ltd. Saham yang
diperoleh sejumlah US$10.000. Perbedaan antara harga perolehan dengan nilai aktiva bersih dari PML sejumlah Rp221.924.188 (setara
dengan US$21.339) dicatat pada akun” selisih restrukturisasi entitas sepengendali” sebagai bagian dari tambahan modal disetor di dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 30).
• Tidak terdapat transaksi antara Perusahaan dengan Polysindo (Mauritius) Ltd., dan Polysindo International Finance Company BV selama
tahun 2024 dan 2023. Perusahaan berniat untuk menutup kegiatan Entitas Anak tersebut bersama dengan proses restrukturisasi
Perusahaan.
• Terhitung bulan April 2008, operasional divisi Fleece pada PT Texmaco Jaya Tbk (TJ) telah dioperasikan oleh Perusahaan dengan sistem
maklon. Sejak November 2024, operasi TJ Tolling telah dihentikan sementara.
• Sejak semester kedua tahun 2004, PT Texmaco Graha Busana sudah menghentikan operasional bisnisnya.
Perusahaan dan entitas anaknya secara Bersama-sama selanjutnya disebut “Perusahaan” dalam laporan keuangan konsolidasian ini.
d Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit dan Karyawan
Susunan Dewan Komisaris, Direksi Perusahaan dan Komite Audit (manajemen kunci) pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah
sesuai dengan Akta notaris No. 39, tanggal 27 Juni 2024 dari Aryanti Artisari, S.H, M.Kn.,notaris di Jakarta dan Akta notaris No. 6 tanggal 5
September 2023 dari Aulia Taufani, S.H notaris di Jakarta
• Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Robert Mc Carthy Robert Mc Carthy
Komisaris Independen : Ir. Agus Tjahajana Wirakusumah Ir. Agus Tjahajana Wirakusumah
Sumiyati Sumiyati
Komisaris : Christoper Ian Teague Christoper Ian Teague
Christopher Robert Botsford Christopher Robert Botsford
Alexander Shaik Alexander Shaik
Dewan Direksi: :
Direktur Utama : Vasudevan Ravi Shankar Vasudevan Ravi Shankar
Direktur : Jegatheesan Seeniappa Jegatheesan Seeniappa
Dr. Antonius Widyatma Sumarlin Dr. Antonius Widyatma Sumarlin
Deddy Sutrisno Deddy Sutrisno
Untuk memenuhi Peraturan BAPEPAM No. IX.1.5 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit, Dewan
Komisaris telah membentuk Komite Audit.
Susunan Komite Audit yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris/ The Resolution of The Board of Commissioners
No. 100/APF-CS/2023 tanggal 22 November 2023 sebagai berikut:
2025 2024
Ketua : Sumiyati Sumiyati
Anggota : Doedy Darwin Doedy Darwin
Husni Sidik Sodikin Husni Sidik Sodikin
• Corporate Secretary Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah Bapak Tunaryo.
• Pada bulan Februari 2009, Perusahaan telah membentuk departemen internal audit untuk memenuhi ketentuan BAPEPAM-LK
• Pada tanggal 31 Maret 2025 Perusahaan (area Kaliwungu) memilik 911 orang karyawan dan pada tanggal 31 Desember 2024
Perusahaan Induk memiliki 1.136 orang karyawan tetap dan 85 orang karyawan tidak tetap, sedangkan pada tanggal pada tanggal 31
Maret 2025 dan 31 Desember 2024 Entitas anak tidak memiliki karyawan tetap dan tidak tetap.
11/95
Page 15
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
e Persetujuan dan Otorisasi atas Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut telah disetujui
dan diotorisasi oleh Dewan Direksi pada tanggal 30 April 2025.
2. KELANGSUNGAN HIDUP PERUSAHAAN, RESTRUKTURISASI HUTANG DAN KONDISI EKONOMI
a Kelangsungan Hidup
Industri poliester sedang mengalami transformasi yang signifikan. Seiring dengan perkembangan industri dan perubahan preferensi
konsumen, pasar serat poliester menghadapi tren yang dinamis yang akan mempengaruhi prospeknya di masa depan.
Industri ini terus menghadapi ketidakpastian dan volatilitas pada tahun 2024 akibat ketegangan geopolitik yang berkelanjutan, seperti perang
Rusia-Ukraina, perlambatan pertumbuhan ekonomi global, inflasi yang tinggi, dan meningkatnya biaya bunga.
Pasar poliester global mengalami pertumbuhan yang signifikan akibat meningkatnya permintaan serat poliester untuk berbagai aplikasi, seperti
tekstil dan pakaian, otomotif dan transportasi, perlengkapan rumah tangga, serta sektor industri. Daur ulang poliester mendukung tujuan
keberlanjutan global, yang semakin mendorong ekspansi pasar. Peningkatan inovasi teknologi, berkembangnya fasilitas penelitian dan
pengembangan, serta meningkatnya penggunaan serat poliester berongga di bidang medis menjadi faktor utama yang mendorong
pertumbuhan pasar.
Dalam lima tahun terakhir, tingkat utilisasi industri tekstil hulu di Indonesia telah menurun secara signifikan. Menurut Asosiasi Produsen
Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), tingkat utilisasi turun dari 66% pada tahun 2021 menjadi 56% pada tahun 2024. Produksi
serat menurun dari 78% menjadi 65%, dengan kapasitas sebesar 1,7 juta ton dan produksi aktual sebesar 1,1 juta ton. Sementara itu, tingkat
utilisasi filamen turun dari 60% menjadi hanya 35%-40%, dengan kapasitas sebesar 700.000 ton.
Industri tekstil domestik menghadapi tahun yang penuh tantangan, ditandai dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), penutupan pabrik,
penurunan ekspor, dan persaingan ketat dari impor Tiongkok. Perlambatan ekonomi global menurunkan permintaan terhadap produk pakaian
dan tekstil, sementara lonjakan impor berbiaya rendah semakin menghambat operasional produsen di Indonesia.
Karena gangguan pasar dan keterbatasan modal kerja, Perusahaan mengalami kerugian EBITDA dan mengalami deplesi modal kerja sehingga
mengurangi skala operasional untuk mengelola arus kasnya. Untuk mengurangi kerugian Perusahaan menutup sementara pabrik Poliester dan
Serat di Karawang sejak November 2024. Selain itu, operasional pabrik benang Filamen di Semarang mengalami pengurangan yang
signifikan dan saat ini hanya beroperasi pada kapasitas 30%. Perusahaan melakukan pembayaran fasilitas LC untuk pembelian bahan baku,
yang jatuh tempo, dan belum membeli bahan baku baru sementara ini karena pabrik Karawang masih ditutup.
Pada tahun 2024, harga rata-rata minyak mentah Brent tercatat sebesar $80,53 per barel, atau $2 lebih rendah dibandingkan rata-rata tahun
2023. Harga berfluktuasi dalam kisaran sempit antara $68 hingga $93 per barel, menjadikannya rentang perdagangan tersempit sejak 2019.
Permintaan yang lemah dan pasokan yang tinggi dari negara-negara di luar OPEC+ berkontribusi pada terbatasnya pergerakan harga tersebut.
Pemangkasan produksi oleh OPEC+ membantu meningkatkan harga minyak mentah Brent selama empat bulan pertama tahun 2024. Selain
itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta gangguan pengiriman di Laut Merah turut mempengaruhi harga minyak mentah.
Situasi pasar poliester di Indonesia tidak menunjukkan perubahan yang signifikan sepanjang tahun 2024. Sebaliknya, kondisi perdagangan
semakin menantang akibat menurunnya permintaan dan kelebihan pasokan. Sebagian besar produsen di seluruh dunia telah mengurangi skala
operasional mereka untuk menghadapi krisis dengan lebih efektif. Harga dan margin dalam rantai poliester tetap tertekan akibat volatilitas
harga minyak mentah dan bahan baku.
Di tengah ketidakpastian pasar dan perlambatan signifikan pada aktivitas hilir akibat menurunnya permintaan, Perusahaan terpaksa
mengurangi dan sebagian menghentikan operasionalnya pada tahun 2024. Pendapatan penjualan tahun 2024 tercatat sebesar US$190.149.718,
mencerminkan penurunan sebesar 34,10% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan pendapatan terjadi baik di pasar domestik maupun
ekspor, masing masing turun sebesar 35,53% dan 25,83%. Penurunan pendapatan ini terutama disebabkan oleh penurunan volume yang
signifikan sebesar 34,62% serta penurunan harga jual.
12/95
Page 16
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Volume produksi dan penjualan mengalami penurunan yang signifikan, karena fasilitas manufaktur serat dan filamen beroperasi di bawah
kapasitas optimal akibat menurunnya permintaan di pasar domestik maupun internasional. Setelah penghentian sementara operasional
fasilitasnya di Karawang dan penurunan utilisasi produksi di Kaliwungu, Perusahaan telah merumahkan sekitar 1.800 karyawan di kedua
Lokasi tersebut.
Pendapatan penjualan divisi Performance Fabrics pada tahun 2024 tercatat sebesar US$1,18 juta, turun dari US$1,96 juta pada tahun
sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh rendahnya tingkat utilisasi kapasitas akibat menurunnya permintaan pasar, yang akhirnya
mengarah pada penghentian sementara operasional bisnis.
Kinerja keuangan Perusahaan secara keseluruhan terdampak negatif oleh beberapa faktor, seperti penurunan signifikan dalam produksi dan
penjualan, lemahnya permintaan, penyusutan margin produk, serta rendahnya utilisasi kapasitas akibat keterbatasan modal kerja. Perusahaan
mencatatkan kerugian EBITDA sebesar US$ 103,95 ribu untuk tahun ini, dibandingkan dengan US$6,73 juta pada periode yang sama tahun
sebelumnya. Perubahan negatif dalam EBITDA ini terutama disebabkan oleh penutupan pabrik, rendahnya utilisasi kapasitas, penurunan
Akibat kerugian EBITDA sepanjang tahun, Perusahaan menghadapi tantangan signifikan dalam posisi arus kasnya, yang berdampak pada
kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan operasional dan modal kerja, persyaratan belanja modal (Capex) yang krusial, serta kewajiban
keuangan lainnya.
Karena keterbatasan kas bebas dan modal kerja yang telah habis, Perusahaan tidak dapat membayar bunga kepada kreditur tanpa jaminan
(Catatan 23) sepanjang tahun. Jumlah bunga yang terutang untuk keempat kuartal dikapitalisasi dengan persetujuan mayoritas kreditur.
Damiano Investment BV sebagai kreditor Perusahaan telah menghapuskan bunga atas fasilitas LC untuk tahun 2024. Sementara itu, bunga
atas pinjaman CAPEX tidak dapat dibayarkan sepanjang tahun dan ditangguhkan dengan persetujuan kreditor.
Industri poliester, yang telah mengalami perubahan signifikan selama pandemi, terus menghadapi fluktuasi. Dipengaruhi oleh kenaikan harga
minyak mentah, gas alam, dan nafta, rantai nilai poliester mengalami variasi harga serta penurunan margin. Sejumlah faktor diperkirakan akan
memengaruhi masa depan rantai nilai poliester.
Singkatnya, tahun 2025 mungkin akan menjadi tahun yang menantang lagi, karena kapasitas berlebih masih menjadi isu utama di hampir
seluruh segmen pasar. Namun, permintaan mulai pulih, dan ada harapan bahwa rantai pasokan dapat menyeimbangkan kembali
ketidakseimbangan permintaan dan penawaran setelah serangkaian penyesuaian yang sulit tetapi diperlukan, serta pemulihan kepercayaan
investor.
Kinerja dan prospek masa depan Perusahaan sangat bergantung pada keberhasilan terobosan dalam rencana restrukturisasi utang yang telah
berlangsung lama serta perolehan fasilitas modal kerja yang memadai untuk mengembalikan operasional ke tingkat optimal.
Selain itu, kondisi keuangan Perusahaan pada 31 Maret 2025 menunjukkan posisi sebagai berikut:
• Rugi komprehensif tahun berjalan sebesar US$ 1,447,830
• Modal kerja negatif sebesar US$ 1,006,827,204
• Defisiensi modal sebesar US$ 1,004,513,385
Operasional Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk):
Sebagai konsekuensi dari pernyataan pailit PT Texmaco Jaya Tbk berdasarkan keputusan Pengadilan Jakarta pada tanggal 19 Agustus 2011
dengan mengacu pada putusan pengadilan 10/PKPU/2010/PN.NIAGA.JKT.PST.Jo.No.71/PAILIT/2010/PN.NIAGA.JKT.PST, manajemen
Perusahaan dan penegakan proses likuidasi berada di bawah tim kurator yang ditunjuk oleh Pengadilan dan diawasi oleh hakim pengawas.
Kurator dan Pengadilan Niaga Jakarta telah mengakui dan mendaftarkan jumlah piutang sebesar Rp1.106.832.761.717 sebagai utang tanpa
jaminan. Proses likuidasi entitas anak Perseroan masih dalam proses.
Untuk saat ini, Pengadilan telah menyetujui untuk melanjutkan kelangsungan usaha dari operasional divisi Fleece untuk mempertahankan
nilai dari aset pailit. Sesuai dengan persetujuan Pengadilan dan sesuai dengan perjanjian tolling antara tim kurator dengan PT Asia Pacific
Fibers Tbk, divisi Fleece tetap dioperasikan secara tolling.
13/95
Page 17
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Namun, aktivitas bisnis divisi fleece terdampak parah akibat kondisi pasar, menurunnya pesanan pelanggan, dan kurangnya pembaruan
mesin. Tingkat utilisasi kapasitas anjlok tajam, sehingga divisi ini akhirnya dihentikan sementara efektif sejak November 2024. Sebagai
akibatnya, karyawan kontrak diberhentikan. Saat ini, Perusahaan sedang bernegosiasi dengan kurator terkait status kelangsungan usaha divisi
tersebut.
Perusahaan sedang membahas pengaturan modal kerja dengan PT Pacific Poly dalam penyediaan pre finance bahan baku, untuk tetap
mempertahankan utilisasi 30% atas pabrik di Kaliwungu. Perusahaan juga sedang mencari mitra untuk kegiatan maklon dan pre finance
bahan baku untuk penambahan kapasitas di pabrik Kaliwungu
Pengaturan ini kemungkinan akan tetap berlaku hingga rencana restrukturisasi utang Perusahaan berhasil diselesaikan dan modal kerja baru
dapat diperoleh.
Oleh karena itu, kemampuan Perusahaan untuk sepenuhnya melanjutkan operasional di kedua fasilitasnya dan mempertahankan kelangsungan
usahanya bergantung pada keberhasilan implementasi rencana restrukturisasi yang diusulkan, perolehan dana tambahan untuk belanja modal
(Capex), serta mendapatkan modal kerja baru untuk mendukung dimulainya kembali operasional.
Laporan keuangan konsolidasian yang menyertai telah disusun dengan mempertimbangkan perkembangan situasi yang terus berubah, serta
mencakup penyesuaian yang diperlukan akibat ketidakpastian tersebut. Dampak terkait telah dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian.
b Restrukturisasi Utang
Utang Terjamin
Menanggapi himbauan dan diskusi berkelanjutan kami dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu)/PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA)
untuk solusi restrukturisasi Utang dengan Agunan, Kementerian Keuangan telah menunjuk komite tingkat tinggi yang dipimpin oleh Mandiri
Sekuritas (divisi Investasi dan Keamanan Bank BUMN – Bank Mandiri) untuk mempelajari dan merekomendasikan proposal restrukturisasi
untuk utang Perusahaan Texmaco termasuk PT Asia Pacific Fibers Tbk yang dijamin utang kepada Kementerian untuk ditinjau dan
persetujuan.
Komite telah melakukan beberapa kali diskusi dengan Manajemen dan pemegang saham mayoritas Perusahaan mengenai berbagai opsi
restrukturisasi yang dapat diterapkan dalam kondisi saat ini. Komite juga melakukan uji tuntas keuangan dan hukum terhadap Perusahaan,
serta evaluasi teknis dan penilaian aset guna merumuskan proposal restrukturisasi yang tepat. Selama diskusi bilateral, Perusahaan
menekankan perlunya solusi segera atas permasalahan yang ada serta meminta untuk dipisahkan dari Perusahaan Texmaco, karena
Perusahaan tidak lagi menjadi afiliasi dan mayoritas sahamnya kini dimiliki oleh Damiano Investments B.V. di Belanda, yang juga
merupakan kreditor utama Perusahaan.
Setelah beberapa kali diskusi dan mempertimbangkan kondisi saat ini serta berbagai faktor ekonomi, Perusahaan mengajukan proposal terbaru
untuk Restrukturisasi Utang dengan Jaminan kepada Komite dan Kementerian Keuangan pada Oktober 2016. Rencana restrukturisasi akhir
yang diusulkan oleh Perusahaan mencakup konversi seluruh utang dengan jaminan menjadi ekuitas melalui skema debt-equity swap.
Selanjutnya, karena tidak ada keputusan yang diambil terkait proposal restrukturisasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Perusahaan
mengadakan beberapa pertemuan dengan Kemenkeu selama tahun 2017 dan 2018. Mengingat kesulitan keuangan yang dihadapi serta
ketidakmampuan Perusahaan untuk memperoleh fasilitas modal kerja atau menghimpun dana bagi investasi belanja modal (Capex) yang
bersifat kritis dan strategis, kebutuhan akan Proposal Restrukturisasi Utang (Debt Restructuring Proposal/DRP) yang diperbarui dan dapat
dijalankan disampaikan kepada seluruh Kreditor dengan Jaminan, termasuk Kemenkeu.
Setelah mempertimbangkan masukan dari kreditor dan kondisi bisnis saat ini, Perusahaan mengajukan Proposal Restrukturisasi Utang (Debt
Restructuring Proposal/DRP) yang telah direvisi pada 26 Maret 2018 kepada Kementerian Keuangan dan Kreditor dengan Jaminan. Proposal
tersebut mencakup konversi 100% Utang dengan Jaminan menjadi ekuitas melalui penerbitan tambahan sebanyak 7.487.260.041 saham, yang
mewakili 75% dari ekuitas yang telah diperluas. Dari jumlah tersebut, 6.988.109.372 saham atau 70% dari ekuitas yang telah diperluas akan
dialokasikan kepada Kreditor dengan Jaminan secara proporsional terhadap pokok utang mereka.
14/95
Page 18
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Perusahaan telah mengambil beberapa langkah, sebagaimana dirinci di bawah ini, untuk memfasilitasi restrukturisasi obligasi dengan jaminan
dan utang dengan jaminan lainnya.
Pada 6 Maret 2017, PT Asia Pacific Fibers Tbk mendirikan anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, yaitu Asia Pacific Fibers Hong Kong
Limited, sebuah perusahaan terbatas swasta yang didirikan berdasarkan hukum Hong Kong Special Administrative Region (HKSAR), dengan
nomor registrasi perusahaan 2493881 dan kantor terdaftar yang berlokasi di Hong Kong.
Asia Pacific Fibers Hong Kong Limited akan mengambil alih kewajiban atas obligasi dengan jaminan sebesar US$ 682,5 juta dari Penerbit
dan/atau Penjamin melalui Deed Poll. Langkah ini bertujuan untuk merestrukturisasi Notes melalui skema perjanjian (scheme of arrangement)
sesuai dengan Pasal 673 dan 674 dari Companies Ordinance (Cap 622, Hukum HKSAR), yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
Perusahaan dan para pemangku kepentingan, termasuk para pemegang Notes
Karena Asia Pacific Fibers Hong Kong Limited tidak dapat menjalankan tujuan yang dimaksudkan, langkah-langkah telah diambil untuk
membatalkan pendaftaran (deregistrasi) perusahaan. Surat permohonan diajukan kepada otoritas terkait di Hong Kong pada 24 Juli 2018, dan
persetujuan "No Objection for Deregistration" diterima pada 22 Agustus 2018. Selanjutnya, pada 11 Januari 2019, Registrar of Companies di
Hong Kong mengeluarkan surat yang menyatakan bahwa Asia Pacific Fibers Hong Kong Limited telah dibubarkan.
Pada September 2020, Perseroan mengadakan pertemuan dengan tim koordinasi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,
Kementerian Investasi, Kementerian Keuangan, dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) untuk menegaskan perlunya solusi segera
terhadap permasalahan restrukturisasi utang yang telah berlangsung lama. APF meminta agar tim tersebut mempertimbangkan secara positif
proposal sebelumnya untuk mengonversi 100% utang menjadi ekuitas, suatu usulan yang telah disetujui oleh semua kreditur terjamin lainnya
dan kini menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan. Menyusul diskusi tersebut, Perseroan mengajukan permohonan kepada Menteri
Keuangan melalui Direktur Jenderal Kekayaan Negara pada 25 September 2020, untuk mendapatkan persetujuan atas Proposal
Restrukturisasi Utang Terjamin, yang mencakup konversi 100% utang menjadi ekuitas.
Sebagai tanggapan atas permohonan Perseroan dan untuk mencari solusi, Pemerintah Indonesia (GoI) membentuk Satuan Tugas BLBI pada
April 2021 untuk menangani seluruh klaim yang masih tertunda terkait dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), termasuk
permasalahan restrukturisasi utang PT Asia Pacific Fibers. Satuan tugas ini merupakan lembaga independen resmi pemerintah yang
bertanggung jawab dalam proses pengambilan keputusan terkait proposal restrukturisasi utang Perseroan.
Setelah beberapa diskusi antara Perusahaan dan satuan tugas, Proposal Restrukturisasi Utang Perusahaan ditolak karena konversi utang
sepenuhnya menjadi ekuitas tidak diizinkan untuk utang pemerintah, yang harus dilunasi.
15/95
Page 19
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
1) Perusahaan telah mengajukan kembali revisi proposal restrukturisasi utang kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) pada
tanggal 14 April 2025, yang sudah mempertimbangkan masukan dari para kreditor. Atas proposal ini kami meminta agar kreditor dapat
memberikan persetujuan prinsip dalam waktu 30 hari kerja, dan setelah itu dialokasikan waktu 60 hari untuk pembicaraan lebih lanjut
dengan investor dan proses due diligence. Timeline proposal saat ini sangat penting karena pabrik di Karawang sudah berhenti operasi
lebih dari 6 bulan sehingga hanya tersedia waktu yang terbatas untuk dapat menghidupkan lagi pabrik tersebut. Melebihi dari timeline
akan menyebabkan Perusahaan kesulitan dalam menghidupkan lagi pabrik di Karawang.
2) Sebagian kecil utang tetap dipertahankan sebagai utang dan dilunasi/diselesaikan selama jangka waktu tertentu
3) Dibutuhkan investor baru untuk penyediaan dana modal kerja, CAPEX dan deposit untuk pembayaran utang kepada Kementerian
Keuangan
Skema restrukturisasi utang secara rinci adalah sbb.:
Rincian Utang atau Kreditur Nilai Utang Ketentuan Restrukturisasi yang Diusulkan
(31 Maret 2025)
1 Kementrian Keuangan 82.746.612 Dipertahankan sebagai utang dan akan diselesaikan
dalam jangka waktu tertentu
2 PT Bina Prima Perdana (BPP) 129.548.837 Dikonversi sepenuhnya (100%) menjadi ekuitas
3 Pemegang obligasi lainnya 682.526.000 85.000.000 dipertahankan sebagai utang dan akan
diselesaikan dalam periode tertentu, 597.526.000
dikonversi menjadi ekuitas mekanisme debt-equity
swap
4 Pinjaman eks bank: Damiano InvestmentBV 29.405.186 Sepenuhnya dikonversi menjadi ekuitas melalui
mekanisme debt-equity swap
5 Wesel bayar tidak terjamin 34.567.174 Sepenuhnya dikonversi menjadi ekuitas melalui
mekanisme debt-equity swap
6 Pinjaman bank (fasilitas LC): Damiano 69.511.945 Sepenuhnya dikonversi menjadi ekuitas melalui
Investment BV mekanisme debt-equity swap
7 Pinjaman modal 22.445.000 Sepenuhnya dikonversi menjadi ekuitas melalui
mekanisme debt-equity swap
8 Bunga yang masih harus dibayar 46.180.535 Sepenuhnya dikonversi menjadi ekuitas melalui
mekanisme debt-equity swap
Wesel Bayar Tidak Terjamin
Perusahaan telah melaksanakan perjanjian restrukturisasi dengan kreditor tanpa jaminan, sebagaimana telah disetujui oleh para kreditor dan
disahkan oleh Pengadilan. Pada 29 September 2006, kreditor tanpa jaminan, termasuk bank, PT Bina Prima Perdana, leasing, dan notes,
direstrukturisasi menjadi Fixed Rate Notes yang disimpan di bawah pengelolaan The Hong Kong and Shanghai Banking Corporation Limited,
Hong Kong. Sebagai hasil dari restrukturisasi ini, total pinjaman tanpa jaminan setelah restrukturisasi adalah sebesar US$18.670.630. Per 31
Desember 2024, saldo terutang dari unsecured new notes adalah US$34.567.174 (Catatan 23), termasuk bunga yang dikapitalisasi sebesar
US$15.896.544.
Perusahaan telah melakukan semua tindakan korporasi yang diperlukan untuk melaksanakan Rencana Komposisi ("Peace Plan"), yang telah
disetujui oleh para kreditor tanpa jaminan dan disahkan oleh Pengadilan Niaga. Tindakan ini mencakup penerbitan utang baru, baik dengan
jaminan maupun tanpa jaminan, sebagai pengganti utang tanpa jaminan lama serta penerbitan saham untuk mengurangi pokok utang sesuai
dengan ketentuan dalam Rencana Komposisi. Perusahaan telah mengurangi utang tanpa jaminan sesuai dengan Rencana Komposisi dan
meningkatkan modal saham sebagai tambahan modal yang menunggu alokasi kepada para kreditor.
Madison Pacific Trust Limited bertindak sebagai Agen Fiskal dan Pembayaran untuk Unsecured New Notes.
16/95
Page 20
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Restrukturisasi utang berjamin yang masih belum terselesaikan terus membebani Perusahaan dengan kesulitan keuangan dan menghambat
kemampuannya untuk memenuhi kebutuhan belanja modal (Capex) guna meningkatkan kinerja. Selain itu, pandemi COVID-19 berdampak
negatif terhadap kinerja Perusahaan, menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang melemah dan perlambatan pasar. Akibatnya, Perusahaan tidak
dapat melunasi unsecured new notes sesuai jadwal yang ditetapkan pada tahun 2022.
Mengingat kesulitan keuangan yang dihadapi, Perusahaan telah mengajukan dan memperoleh persetujuan dari Pemegang Notes untuk
menjadwalkan ulang pembayaran New Notes, dengan memperpanjang jadwal pelunasan selama dua tahun. Hal ini dilakukan dengan
mencabut dan mengganti tabel Tanggal Penebusan yang ditetapkan.
Pada Januari 2024, Perusahaan mengajukan dan memperoleh persetujuan dari Pemegang New Notes Tanpa Jaminan untuk perpanjangan
jatuh tempo dari Februari 2024 hingga Februari 2026, termasuk kapitalisasi bunga hingga Februari 2024.
Dalam rapat luar biasa dengan pemegang New Notes Tanpa Jaminan yang diadakan pada 11 Februari 2025, Perusahaan mengajukan
persetujuan untuk mengubah tingkat bunga menjadi nol persen (0%) untuk periode 16 Februari 2025 hingga 15 Februari 2031.
Dengan demikian, jadwal pelunasan Wesel Bayar Tidak Terjamin telah direvisi sesuai dengan tabel di bawah ini:
c Kondisi Ekonomi
Pertumbuhan global stabil pada tingkat yang rendah, dengan risiko signifikan yang membayangi kondisi global. Pada tahun 2024,
perekonomian global menunjukkan kinerja yang beragam, dengan pertumbuhan melambat menjadi 2,6%, melanjutkan tren penurunan pasca-
pandemi. Inflasi tetap tinggi, tetapi diperkirakan akan menurun pada tahun 2025. Tren utama mencakup ketahanan ekonomi AS, sementara
sebagian besar negara maju lainnya tidak menunjukkan kekuatan serupa. Banyak negara mengalami depresiasi mata uang, yang berpotensi
mengganggu, terutama bagi ekonomi pasar berkembang. Ketegangan perdagangan yang meningkat dan ketidakpastian kebijakan yang lebih
tinggi tetap menjadi perhatian utama. Ekonomi berkembang diproyeksikan tumbuh sebesar 4% pada tahun 2024, sedikit lebih lambat
dibandingkan tahun 2023. Adopsi AI berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan PDB global pada tahun 2024. Pertumbuhan
global diperkirakan akan tetap stabil pada 2,6% pada tahun 2024 sebelum meningkat sedikit menjadi rata-rata 2,7% pada tahun 2025 dan
2026.
Sebagian besar bank sentral utama, kecuali Bank of Japan, telah memulai siklus pemotongan suku bunga. Dolar AS awalnya melemah setelah
pemotongan suku bunga pertama oleh Federal Reserve pada bulan September. Namun, kemudian berbalik arah dan menguat akibat ekspektasi
inflasi yang lebih tinggi setelah pemilu. Rusia dan Turki, bersama dengan negara-negara Eropa Timur, diperkirakan akan menghadapi
tantangan inflasi yang berkepanjangan.
17/95
Page 21
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Pertumbuhan PDB Indonesia tetap tangguh, didukung oleh permintaan domestik yang kuat. Ekonomi tumbuh sekitar 5,03% pada tahun 2024,
melambat dari 5,05% pada tahun 2023. Penurunan inflasi yang cepat telah mendukung kepercayaan konsumen dan penjualan ritel, yang telah
melampaui tingkat pra-pandemi. Konsumsi swasta menyumbang sekitar 55% dari pertumbuhan. Konsumsi pemerintah juga meningkat,
berkontribusi sebesar 10% terhadap pertumbuhan keseluruhan, sejalan dengan meningkatnya pengeluaran publik untuk program bantuan
sosial dan belanja terkait pemilu pada tahun 2024. Sementara itu, investasi melalui kegiatan hilirisasi di sektor pertambangan serta aktivitas
konstruksi di sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi menyumbang 27% dari pertumbuhan (sama seperti tahun 2023).
Perkembangan positif ini telah mengimbangi lemahnya kinerja ekspor bersih, yang disebabkan oleh moderasi dalam terms of trade dan harga
komoditas serta peningkatan kembali impor.
Sektor jasa terus tumbuh, sementara sektor manufaktur menunjukkan hasil yang beragam. Sektor jasa tetap menjadi pendorong utama
pertumbuhan, sedangkan kinerja sektor manufaktur lebih tidak konsisten. Manufaktur berbasis komoditas dan sektor konstruksi mengalami
pertumbuhan yang kuat berkat penyelesaian proyek infrastruktur dan transportasi yang signifikan. Sementara itu, pertumbuhan di sektor
manufaktur yang berorientasi ekspor melambat, terutama karena industri seperti tekstil mengalami penurunan pangsa pasar dan pemutusan
hubungan kerja dalam jumlah besar.
Pada tahun 2024, total ekspor Indonesia meningkat menjadi USD 264,70 miliar dari USD 258,77 miliar pada tahun 2023, mencerminkan
pertumbuhan tahunan sebesar 2,29%. Impor juga meningkat secara signifikan sebesar 5,31%, mencapai USD 233,66 miliar pada tahun 2024
dibandingkan USD 221,89 miliar pada tahun 2023. Akibatnya, surplus perdagangan keseluruhan menurun menjadi USD 31,04 miliar, turun
dari USD 36,89 miliar pada tahun sebelumnya.
Meskipun Rupiah mengalami volatilitas, inflasi secara bertahap mereda seiring dengan penurunan harga pangan dan energi. Setelah
mengalami percepatan pada paruh pertama tahun 2024, inflasi melunak seiring dengan turunnya harga pangan dan energi. Inflasi tahunan
turun menjadi 1,57 persen pada tahun 2024 (year-over-year), dibandingkan dengan 2,61 persen pada tahun 2023. Didukung oleh kondisi
cuaca yang menguntungkan, disinflasi ini mencerminkan pemulihan produksi pertanian, terutama pada sektor biji-bijian, hortikultura, dan
beras. Selain itu, moderasi harga minyak global, subsidi bahan bakar, dan kebijakan pemerintah yang bertujuan menurunkan tarif transportasi
udara ke destinasi wisata utama telah menstabilkan biaya transportasi secara keseluruhan.
Kurs Rupiah mencerminkan tren global. Sepanjang tahun, Rupiah bergerak dalam kisaran sempit sekitar Rp15.341 hingga Rp16.358. Nilai
tukar acuan Rupiah yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR), yang melemah di Rp15.439 pada
Desember 2023, berfluktuasi dalam rentang yang ketat dan ditutup di Rp16.074 pada akhir Desember 2024.
BI merevisi suku bunga acuannya (BI Rate) sebanyak tiga kali antara 1 Januari 2024 hingga 19 Maret 2025. BI Rate awal sebesar 6% (suku
bunga pinjaman utama 6,75%) per 1 Januari 2024 secara efektif diturunkan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% (suku bunga pinjaman
utama 6,50%) per 19 Maret 2025. Keputusan ini sejalan dengan upaya menjaga inflasi dalam kisaran target 2,5±1% pada tahun 2025 dan
Prospek Ekonomi & Bisnis
Setelah satu tahun lagi dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil pada 2024, perekonomian Indonesia diperkirakan akan tetap kuat sepanjang
periode proyeksi. Pertumbuhan diperkirakan meningkat secara moderat hingga rata-rata 5,1 persen dari 2025 hingga 2027. Kenaikan ini akan
didukung oleh peningkatan konsumsi publik dan investasi, seiring dengan implementasi bertahap program bantuan sosial dan investasi oleh
pemerintahan baru, terutama di sektor perumahan, pangan, dan ibu kota baru.
Prospek ekonomi menghadapi risiko yang seimbang. Ketegangan geopolitik yang meningkat dapat menyebabkan penurunan perdagangan
yang lebih tajam, mengakibatkan inflasi, dan berpotensi membatasi ruang fiskal akibat berkurangnya pendapatan. Kecepatan reformasi fiskal
dan struktural akan sangat memengaruhi arus masuk investasi asing langsung (FDI), stabilitas makroekonomi, dan prospek pertumbuhan. Di
sisi positif, pemulihan yang lebih kuat dari perkiraan di negara mitra dagang utama, seperti China atau AS, atau perubahan harga komoditas
utama seperti kelapa sawit, nikel, bijih besi, atau batu bara, dapat mendorong ekspor, memperluas ruang fiskal, dan meningkatkan
pertumbuhan.
Pemerintah yang baru berkomitmen untuk mencapai Visi Indonesia 2045, yang bertujuan mencapai status negara berpenghasilan tinggi, dan
telah menetapkan target pertumbuhan PDB sebesar 8 persen pada tahun 2028. Untuk mencapai pertumbuhan 8 persen ini, otoritas berupaya
meningkatkan permintaan agregat secara signifikan dalam lima tahun ke depan. Strategi ini mencakup dorongan kuat untuk investasi sektor
swasta, disertai dengan stimulus fiskal. Investasi swasta ini direncanakan dalam sektor konstruksi, perumahan, agribisnis, sumber daya alam,
dan manufaktur.
18/95
Page 22
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Namun demikian, pasar tekstil Indonesia diperkirakan akan pulih dari kemunduran saat ini dan mencatat tingkat pertumbuhan tahunan
gabungan (CAGR) lebih dari 5% dalam lima tahun ke depan. Meskipun menghadapi tantangan seperti biaya produksi yang tinggi,
infrastruktur yang menua, dan persaingan global yang ketat, sektor tekstil Indonesia telah menunjukkan ketahanan yang luar biasa.
Langkah-langkah dukungan pemerintah untuk melindungi sektor TPT domestik, seperti pembatasan impor ilegal, pencapaian substitusi impor
sebesar 35%, penerapan bea masuk pengamanan (safeguard duties) pada beberapa barang tekstil, dan rasionalisasi tarif impor, diperkirakan
akan meningkatkan prospek pertumbuhan sektor TPT dalam beberapa tahun mendatang. Pemerintah menerbitkan Peraturan Impor Menteri
Perdagangan pada November 2023, yang akan mulai berlaku pada Maret 2024. Regulasi ini terutama membatasi aktivitas impor dengan
mengalihkan mekanisme pemeriksaan dari post-border menjadi border inspection.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan daya beli yang meningkat, Indonesia semakin menjadi tujuan menarik bagi industri pakaian dan
tekstil. Namun, persaingan ketat dari perusahaan internasional menghadirkan baik risiko maupun peluang di pasar. Sektor tekstil domestik
diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan moderat pada 2025, didorong oleh pemulihan konsumsi domestik dan ekspor.
Selain itu, dukungan kuat dan fokus dari pemerintah Indonesia diperkirakan akan membantu pemulihan industri. Sebagai bagian dari rencana
induk pembangunan nasional, "Industry 4.0," pemerintah berencana menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari lima produsen tekstil
terbesar di dunia pada tahun 2030.
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL
Kebijakan akuntasi utama Perusahaan dan Entitas Anak yang ditetapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah seperti yang
dijelaskan dibawah ini:
a Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan ini telah di susun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
(“SAK”) yang mencakup Penyataan Standar Akuntasi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”), yang
dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntansi Indonesia (“DSAK – IAI”) serta peraturan dan pedoman penyajian
laporan keuangan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”, dahulu BAPEPAM – LK) No. VIII.G7 tentang “Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten Perusahaan Publik” yang terdapat dalam laporan keputusan ketua BAPEPAM – LK No. KEP –
347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012.
Laporan keuangan konsolidasi Perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Perusahaan
memilih untuk menyajikan semua pendapatan dan beban dalam laporan tunggal (Single Statement). Sehubungan dengan amandemen PSAK
227 “Laporan Keuangan Tersendiri”. Perusahaan telah mengukur investasi pada Entitas Anak menggunakan metode biaya.
Pada tanggal 19 Agustus 2011, Pengadilan Niaga mengumumkan bahwa Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) telah pailit dan insolven
efektif per tanggal 26 September 2011. Terhitung tanggal tersebut, pengendalian atas Entitas Anak berada dibawah Pengadilan, dan
menyebabkan Perusahaan hilang pengendalian atas Entitas Anak.
Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan dasar pengukuran biaya perolehan, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang disusun
berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan
konsolidasian juga disusun berdasarkan basis akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan sumber dan penggunaan kas dan setara kas
dengan mengelompokkan arus kas atas dasar kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan. Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank, dan
deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah Dolar Amerika Serikat (“US$”), yang
juga merupakan mata uang fungsional dan mata uang penyajian perusahaan. Angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan
konsolidasian disajikan secara penuh dalam US$, kecuali dinyatakan lain. Lihat Catatan 3c untuk informasi mata uang fungsional.
19/95
Page 23
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Perusahaan telah menerima persetujuan dari Bank Indonesia melalui surat No. 17/1192/DKSP tanggal 11 Agustus 2015 mengenai
penggunaan US$ sebagai mata uang fungsional sampai dengan bulan Juli 2016 dalam kaitannya dengan aturan Bank Indonesia Nomor
17/3/PBI/2015. Lebih lanjut, berdasarkan surat dari Bank Indonesia No. 23/152/DKSP-GPRP/Srt/B tertanggal 21 Juli 2022, Perusahaan telah
menerima izin untuk memperpanjang penggunaan US$ sebagai mata uang transaksi sampai dengan 30 Juni 2026. Namun, Perusahaan telah
mengganti sebagian dari transaksi domestiknya ke dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi persyaratan Bank Indonesia.
Kebijakan akuntansi telah diterapkan secara konsisten dengan laporan keuangan tahunan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024 yang
telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi
dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi
Perusahaan. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau area di mana asumsi dan estimasi dapat
berdampak signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan di Catatan 4.
b Prinsip-prinsip Konsolidasian
(a) Entitas Anak
Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas terstruktur) dimana perusahaan memiliki pengendalian. Perusahaan mengendalikan
entitas lain ketika perusahaan terekspos atas, atau memiliki hak untuk, pengembalian yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas
dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas entitas tersebut. Entitas anak
dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal di mana pengendalian dialihkan kepada Perusahaan. Entitas anak tidak dikonsolidasikan lagi
sejak tanggal dimana perusahaan kehilangan pengendalian.
Perusahaan menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan untuk akuisisi suatu entitas anak
adalah sebesar nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diakui terhadap pemilik pihak yang diakuisisi sebelumnya dan kepentingan
ekuitas yang diterbitkan oleh perusahaan. Imbalan yang dialihkan termasuk nilai wajar aset atau liabilitas yang timbul dari kesepakatan
imbalan kontinjensi. Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas serta liabilitas kontinjensi yang diambil alih dalam suatu kombinasi
bisnis diukur pada awalnya sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi.
Perusahaan mengakui kepentingan non pengendali pada pihak yang diakuisisi baik sebesar nilai wajar atau sebesar bagian proporsional
kepentingan non pengendali atas aset neto pihak yang diakuisisi. Kepentingan non pengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.
Biaya yang terkait dengan akuisisi dibebankan pada saat terjadinya.
Jika kombinasi bisnis diperoleh secara bertahap, nilai wajar pada tanggal akuisisi dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh
pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi melalui laporan laba rugi.
Imbalan kontinjensi yang masih harus dialihkan, oleh Perusahaan diakui sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi. Perubahan selanjutnya
atas nilai wajar imbalan kontinjensi yang diakui sebagai aset atau liabilitas dan dicatat sesuai dengan PSAK 239 “Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Imbalan kontinjensi yang
diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali dan penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas.
Selisih lebih imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan non-pengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal
akuisisi kepentingan ekuitas sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi atas nilai wajar aset bersih teridentifikasi
yang diperoleh akan dicatat sebagai goodwill. Jika jumlah imbalan yang dialihkan, kepentingan non pengendali yang diakui, dan
kepentingan yang sebelumnya dimiliki pengakuisisi lebih rendah dari nilai wajar aset bersih entitas anak yang diakuisisi dalam kasus
pembelian dengan diskon, selisihnya diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan konsolidasian.
20/95
Page 24
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Transaksi, saldo dan keuntungan antar entitas Perusahaan yang belum direalisasi telah dieliminasi. Kerugian yang belum direalisasi juga
dieliminasi. Kebijakan akuntansi Entitas Anak diubah jika diperlukan untuk memastikan konsistensi dengan kebijakan akuntansi yang
diadopsi Perusahaan.
(b) Perubahan kepemilikan tanpa kehilangan pengendalian
Transaksi dengan kepentingan non pengendali yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian merupakan transaksi ekuitas. Selisih
antara nilai wajar imbalan yang dibayar dan bagian yang diakuisisi atas nilai tercatat aset neto entitas anak dicatat pada ekuitas.
Keuntungan atau kerugian pelepasan kepentingan non-pengendali juga dicatat pada ekuitas.
(c) Pelepasan Entitas Anak
Perusahaan memperlakukan transaksi dengan kepentingan non-pengendali yang tidak mengakibatkan hilangnya kontrol sebagai transaksi
dengan pemilik ekuitas Perusahaan. Perubahan dalam kepemilikan menghasilkan penyesuaian antara nilai tercatat dari kepentingan
pengendali dan non-pengendali untuk mencerminkan kepentingan relatifnya di anak perusahaan. Selisih antara jumlah penyesuaian untuk
kepentingan non-pengendali dan pertimbangan yang dibayarkan atau diterima diakui dalam cadangan terpisah dalam ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik Perusahaan.
Ketika Perusahaan tidak lagi mengkonsolidasikan atau mencatat menggunakan metode ekuitas untuk investasi karena hilangnya
pengendalian, pengendalian bersama atau pengaruh signifikan, maka kepentingan yang masih tersisa atas entitas diukur kembali
berdasarkan nilai wajarnya, dan perubahan nilai tercatat diakui dalam laporan laba rugi. Nilai tercatat awal adalah sebesar nilai wajar
untuk kepentingan pengukuran kembali kepentingan yang tersisa sebagai entitas asosiasi, ventura bersama atau aset keuangan.
Di samping itu, jumlah yang sebelumnya diakui pada pendapatan komprehensif lain sehubungan dengan entitas tersebut dicatat seolah-
olah Perusahaan telah melepas aset atau liabilitas terkait. Hal ini dapat berarti bahwa jumlah yang sebelumnya diakui pada pendapatan
komprehensif lain direklasifikasi ke laporan laba rugi.
Jika kepemilikan saham pada ventura bersama atau perusahaan asosiasi berkurang namun pengendalian bersama atau pengaruh signifikan
dipertahankan, hanya sebagian proporsional dari jumlah yang telah diakui sebelumnya dalam pendapatan komprehensif lain yang
direklasifikasi ke laba atau rugi jika diperlukan.
c Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asin
• Mata uang fungsional dan penyajian
Laporan keuangan individu masing-masing entitas Perusahaan diukur dan disajikan dalam mata uang dari lingkungan ekonomi utama
dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan konsolidasian dari Perusahaan disajikan dalam mata uang Dolar
Amerika Serikat yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan mata uang penyajian untuk laporan keuangan konsolidasian.
Dalam penyusunan laporan keuangan entitas Perusahaan, transaksi dalam mata uang selain mata uang fungsional entitas (mata uang
asing) diakui pada kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada setiap akhir periode pelaporan, pos moneter dalam valuta asing
dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Pos-pos non moneter yang diukur pada nilai wajar dalam valuta asing
dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos non moneter yang diukur dalam biaya historis
dalam valuta asing tidak dijabarkan kembali.
• Transaksi dan saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dengan menggunakan kurs yang berlaku pada
tanggal transaksi. Pada setiap tanggal pelaporan. aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang
Dolar Amerika Serikat menggunakan kurs penutup. Kurs yang digunakan sebagai acuan adalah kurs yang dikeluarkan oleh Bank
Indonesia.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan
liabilitas moneter dalam mata uang asing diakui di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
21/95
Page 25
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Dibawah ini adalah kurs tengah Bank Indonesia yang digunakan oleh Perusahaan:
Maret 2025 Des 2024 Maret 2024
US$ 1 16,588 16,162 15,853
JPY 1 110.30 102.36 104.51
SGD 1 12,406.43 11,919.34 11,765.64
GBP 1 21,416.78 20,332.61 20,021.57
EUR 1 17,892.65 16,851.32 17,160.89
d Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
PSAK ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi termasuk komitmen dalam laporan keuangan
konsolidasian.
PSAK ini juga memberikan pengecualian dari persyaratan umum pengungkapan pihak berelasi atas transaksi dengan pemerintah dan entitas
yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi secara signifikan oleh Pemerintah (entitas berelasi dengan Pemerintah).
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas
Pihak berelasi dijelaskan sebagai berikut:
a Orang atau anggota keluarga orang tersebut terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
(i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
(ii) memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
(iii) personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
b Suatu entitas mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika entitas memenuhi salah satu hal berikut:
(i) entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Perusahaan yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, berikutnya terkait dengan
entitas lain);
(ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan
anggota suatu Perusahaan, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
(iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
(iv) suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;
(v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan paska kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas lain yang
terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga
berelasi dengan entitas pelapor;
(vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasikan dalam huruf a;
(vii) orang yang diidentifikasikan dalam huruf a (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau
entitas induk dari entitas) ; dan
(viii) entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil
manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan persyaratan dan
kondisi sebagaimana yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak mempunyai hubungan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan konsolidasian (Catatan 43).
22/95
Page 26
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
e Perubahan pada pernyataan standar akuntansi keuangan dan interpretasi pernyataan standar akuntansi keuangan
Nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan
Standar ini mengatur penomoran baru untuk standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Institut Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”).
Perubahan tersebut untuk membedakan penomoran PSAK dan ISAK yang merujuk pada IFRS Accounting Standards (diawali dengan angka
1 dan 2) dan tidak merujuk pada IFRS Accounting Standards (diawali dengan angka 3 dan 4). Perubahan ini berlaku efektif pada 1 Januari
2024.
Efektif tanggal 1 Januari 2024, Perusahaan menerapkan PSAK baru yang berlaku efektif pada tanggal pelaporan. Perubahan kebijakan
akuntansi Perusahaan telah dibuat sesuai kebutuhan, sesuai dengan ketentuan transisi dalam masing-masing standar
Penerapan standar baru dan amandemen yang relevan dengan operasi Perusahaan adalah sebagai berikut:
– PSAK 116: Sewa (sebelumnya PSAK 73) – Sewa jual dan sewa-balik;
– PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan (sebelumnya PSAK 1) – Liabilitas Tidak Lancar dengan Persyaratan;
– PSAK 207: Laporan arus kas (sebelumnya PSAK 2) dan PSAK 107, Instrumen keuangan: Pengungkapan (sebelumnya PSAK 60) –
Pengaturan keuangan pemasok.
Dampak dari penerapan standar akuntansi baru ini adalah sebagai berikut:
– PSAK 116: Sewa (sebelumnya PSAK 73) – Sewa jual dan sewa-balik;
DSAK IAI mengeluarkan keputusan agenda oleh Komite Interpretasi IFRS yang membahas bagaimana penjual-penyewa harus mengukur
aset hak guna usaha yang timbul dari sewa balik dan, sebagai akibatnya, bagaimana menentukan keuntungan atau kerugian dari transaksi
jual dan sewa-balik di mana transaksi tersebut dikualifikasikan sebagai 'penjualan' menurut PSAK 115 dan pembayaran sewa termasuk
pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau tingkat suku bunga. Meskipun keputusan agenda tersebut memberikan
pendekatan untuk pengukuran awal aset hak guna usaha dan liabilitas sewa yang timbul dari sewa-balik, keputusan tersebut tidak
membahas bagaimana liabilitas sewa akan diukur selanjutnya.
Amandemen PSAK 116 yang diterbitkan pada bulan November 2022, bertujuan untuk mengatasi kesenjangan tersebut. PSAK 116
sekarang menetapkan bahwa, dalam mengukur liabilitas sewa selanjutnya, lessee menentukan 'pembayaran sewa' dan 'pembayaran sewa
yang direvisi' dengan cara yang tidak mengakibatkan lessee mengakui jumlah keuntungan atau kerugian yang terkait dengan hak guna
yang masih dimilikinya
Dengan kata lain, tanpa amandemen ini, lessee penjual, yang menerapkan persyaratan pengukuran berikutnya untuk liabilitas sewa yang
tidak terkait dengan transaksi jual dan sewa-balik, mungkin mengakui keuntungan atas aset hak guna yang masih dimilikinya semata
mata karena pengukuran kembali (misalnya, setelah modifikasi sewa atau perubahan masa sewa), meskipun tidak ada transaksi atau
peristiwa yang terjadi yang menimbulkan keuntungan tersebut.
– PSAK 201, Penyajian Laporan Keuangan (sebelumnya PSAK 1) - Liabilitas Tidak Lancar dengan Persyaratan;
PSAK 201 'Penyajian laporan keuangan' mensyaratkan bahwa, agar entitas dapat mengklasifikasikan liabilitas sebagai tidak lancar,
entitas harus memiliki hak pada tanggal pelaporan untuk menunda penyelesaian liabilitas selama sekurang-kurangnya dua belas bulan
setelah tanggal tersebut.
Ketika entitas mengklasifikasikan liabilitas yang timbul dari perjanjian pinjaman sebagai tidak lancar dan liabilitas tersebut tunduk pada
persyaratan yang harus dipenuhi oleh entitas dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan, maka entitas harus mengungkapkan
informasi dalam catatan atas laporan keuangan yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk memahami risiko bahwa
liabilitas tersebut akan dilunasi dalam waktu dua belas bulan setelah tanggal pelaporan, yang meliputi:
(a) nilai tercatat liabilitas;
(b) informasi mengenai perikatan-perikatan;
(c) fakta akta dan situasi, jika ada, yang mengindikasikan entitas mungkin mengalami kesulitan untuk memenuhi persyaratan yang
diperjanjikan. Fakta dan keadaan tersebut juga dapat mencakup fakta bahwa entitas tidak akan mematuhi kovenan berdasarkan
keadaannya pada akhir periode pelaporan.
23/95
Page 27
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
– PSAK 207, Laporan arus kas (sebelumnya PSAK 2) dan PSAK 107, Instrumen keuangan: Pengungkapan (sebelumnya PSAK 60) -
Pengaturan keuangan pemasok;
Pada tanggal 1 Desember 2023, DSAK IAI menerbitkan amandemen PSAK 207 dan PSAK 107 yang mensyaratkan pengungkapan
spesifik mengenai Pengaturan Keuangan Pemasok (SFA). Amandemen tersebut menanggapi investor yang mengatakan bahwa mereka
sangat membutuhkan informasi lebih lanjut tentang SFA untuk dapat menilai bagaimana pengaturan ini memengaruhi liabilitas, arus kas,
dan risiko likuiditas entitas.
Untuk memenuhi kebutuhan investor, pengungkapan baru ini akan memberikan informasi tentang:
1. Syarat dan ketentuan SFA.
2. Nilai tercatat liabilitas keuangan yang merupakan bagian dari SFA dan pos-pos di mana liabilitas tersebut disajikan.
3. Nilai tercatat liabilitas keuangan dalam butir (2) yang telah diterima pembayarannya oleh pemasok dari penyedia keuangan.
4. Kisaran tanggal jatuh tempo pembayaran untuk liabilitas keuangan yang merupakan bagian dari SFA, dan utang usaha yang sebanding
yang bukan merupakan bagian dari pengaturan tersebut.
5. Perubahan non-kas atas nilai tercatat liabilitas keuangan dalam butir (2).
6. Akses terhadap fasilitas SFA dan konsentrasi risiko likuiditas pada penyedia pembiayaan.
Beberapa standar dan interpretasi akuntansi baru yang telah diterbitkan yang tidak wajib diterapkan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 dan belum diterapkan secara dini oleh Perusahaan, dibahas pada Catatan 49.
f Aset Keuangan
Klasifikasi
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori pengukuran berikut:
− aset keuangan yang diukur pada nilai wajar (baik melalui penghasilan komprehensif lain, atau melalui laba rugi), dan
− aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Klasifikasi tersebut tergantung pada model bisnis entitas untuk mengelola aset keuangan dan persyaratan kontraktual arus kas
Untuk aset yang diukur pada nilai wajar, keuntungan dan kerugian akan dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
konsolidasian. Untuk investasi pada instrumen utang, hal ini akan bergantung pada model bisnis dimana investasi tersebut diadakan. Untuk
investasi pada instrumen ekuitas yang tidak dimiliki untuk diperdagangkan, hal ini akan tergantung pada apakah Perusahaan telah melakukan
pemilihan takterbatalkan pada saat pengakuan awal untuk mencatat investasi ekuitas pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Perusahaan mereklasifikasi investasi utang jika dan hanya jika model bisnis untuk mengelola aset tersebut berubah.
Pengukuran
Pada pengakuan awal, Perusahaan mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi, biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset keuangan. Biaya transaksi
dari aset keuangan yang dicatat pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dibebankan pada laporan laba rugi.
Aset keuangan dengan derivatif melekat dipertimbangkan secara keseluruhan saat menentukan apakah arus kasnya hanya merupakan
pembayaran pokok dan bunga.
Instrumen utang
Pengukuran selanjutnya instrumen utang bergantung pada model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset dan karakteristik arus kas dari aset
tersebut. Perusahaan mengklasifikasikan instrumen utangnya pada kategori biaya perolehan diamortisasi yaitu aset yang dimiliki untuk
mengumpulkan arus kas kontraktual dimana arus kas tersebut hanya mewakili pembayaran pokok dan bunga diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi.
Keuntungan atau kerugian dari investasi utang yang selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan bukan merupakan bagian dari
hubungan lindung nilai, diakui dalam laporan laba rugi pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya atau penurunan nilainya. Pendapatan
bunga dari aset keuangan tersebut dimasukkan ke dalam pendapatan keuangan dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
24/95
Page 28
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Instrumen keuangan disalinghapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan posisi keuangan konsolidasian ketika
terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk
menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. Hak saling hapus tidak kontinjen
atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau
peristiwa kepailitan atau kebangkrutan Perusahaan atau pihak lawan.
Penghentian pengakuan aset keuangan
Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan
berakhir, atau Perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset
kepada entitas lain. Jika Perusahaan tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta
masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Perusahaan mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas
terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset
keuangan yang ditransfer, Perusahaan masih mengakui asset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang
diterima.
Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah
imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam laba rugi.
g Penurunan Nilai Aset Keuangan
Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan
penilaian, Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada
perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar
yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat
pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha, yang mengindikasikan
kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur Kerugian Kredit Ekspektasian (“KKE”) yang menggunakan
cadangan KKE seumur hidup berdasarkan basis forward-looking untuk seluruh saldo piutang usaha dan kontrak aset tanpa komponen
pendanaan yang signifikan. Selain untuk piutang usaha dan kontrak aset tanpa komponen pendanaan yang signifikan, Perusahaan menerapkan
pendekatan umum untuk mengukur KKE
Kerugian kredit ekspektasian adalah estimasi probabilitas tertimbang dari kerugian kredit. Kerugian kredit diukur sebagai nilai sekarang dari
semua kekurangan kas (yaitu perbedaan antara arus kas terutang dari entitas berdasarkan kontrak dan arus kas yang Perusahaan harapkan
untuk diterima). Kerugian kredit ekpektasian didiskontokan pada suku bunga efektif dari aset keuangan tersebut.
Cadangan kerugian untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dikurangkan dari jumlah tercatat bruto aset.
Jumlah tercatat bruto dari aset keuangan dihapuskan (baik sebagian atau seluruhnya) sejauh tidak ada prospek pemulihan yang realistis. Hal
ini umumnya terjadi ketika Perusahaan menentukan bahwa debitur tidak memiliki aset atau sumber pendapatan yang dapat menghasilkan arus
kas yang cukup untuk membayar jumlah yang harus dihapuskan. Namun, aset keuangan yang dihapuskan masih dapat dipaksakan secara
hukum untuk mematuhi prosedur Perusahaan untuk pemulihan jumlah yang jatuh tempo.
Perusahaan menilai dengan basis forward-looking kerugian kredit ekspektasian terkait dengan instrumen utangnya yang dicatat pada biaya
perolehan diamortisasi. Metodologi penurunan nilai yang diterapkan tergantung pada apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang
signifikan.
Definisi gagal bayar
Perusahaan menganggap hal-hal berikut ini merupakan peristiwa gagal bayar untuk tujuan manajemen risiko kredit internal karena
pengalaman historis menunjukkan bahwa aset keuangan yang memenuhi salah satu kriteria berikut umumnya tidak dapat dipulihkan:
− ketika terdapat pelanggaran persyaratan keuangan oleh debitur; atau
− Informasi yang dikembangkan secara internal atau diperoleh dari sumber eksternal menunjukkan bahwa debitur kemungkinan tidak akan
membayar kreditornya, termasuk Perusahaan, secara penuh (tanpa memperhitungkan jaminan yang dimiliki oleh Perusahaan).
25/95
Page 29
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Terlepas dari analisis di atas, Perusahaan menganggap bahwa gagal bayar telah terjadi ketika aset keuangan tertunggak lebih dari 90 hari
kecuali jika Perusahaan memiliki informasi yang wajar dan terdukung untuk menunjukkan bahwa kriteria yang lebih panjang lebih tepat.
Kebijakan penghapusan
Perusahaan menghapuskan aset keuangan ketika ada informasi yang menunjukkan bahwa pihak lawan berada dalam kesulitan keuangan yang
buruk dan tidak ada prospek pemulihan yang realistis, contoh ketika pihak lawan dalam proses likuidasi atau telah memasuki proses
kebangkrutan, atau untuk hal piutang usaha, ketika jumlahnya sudah lebih dari 120 hari tertunggak, mana yang terjadi lebih dulu. Aset
keuangan yang dihapuskan dapat menjadi subjek aktivitas penagihan dalam prosedur pemulihan Perusahaan, dengan mempertimbangkan
nasihat hukum yang sesuai. Setiap pemulihan yang terjadi diakui dalam laba rugi.
h Kas dan setara kas
Pada laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas mencakup kas, simpanan yang sewaktu-waktu bisa dicairkan dan investasi likuid
jangka pendek lainnya dengan yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dan cerukan. Pada laporan posisi keuangan
konsolidasian, cerukan disajikan bersama sebagai pinjaman dalam liabilitas jangka pendek.
i Piutang usaha dan piutang non-usaha
Piutang usaha merupakan jumlah yang terutang dari pelanggan atas penjualan barang dagangan atau jasa dalam kegiatan usaha normal. Jika
piutang diperkirakan dapat ditagih dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi normal jika lebih panjang), piutang
diklasifikasikan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang disajikan sebagai aset tidak lancar.
Piutang non-usaha dari pihak berelasi merupakan saldo piutang yang terkait dengan pinjaman yang diberikan kepada pihak berelasi
Perusahaan.
Setoran yang dapat dikembalikan yang diberikan oleh Perusahaan merupakan hak kontraktual untuk menerima uang tunai dari pemegang
simpanan ini.
Piutang non-usaha dari pihak berelasi merupakan saldo piutang yang terkait dengan pinjaman yang diberikan kepada pihak berelasi
Perusahaan.
Piutang usaha dan piutang non-usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode bunga efektif, apabila dampak pendiskontoan signifikan, dikurangi provisi atas penurunan nilai.
j Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam
transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar berdasarkan asumsi bahwa transaksi untuk menjual
aset atau mengalihkan liabilitas terjadi di: pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau dalam hal tidak terdapat pasar utama, maka pasar
yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan harus dapat diakses oleh Perusahaan.
Nilai wajar aset dan liabilitas di ukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas
tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar,
memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian dikelompokkan dalam hirarki
nilai wajar, sebagaimana dijelaskan dibawah ini, berdasarkan tingkatan level input yang terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar secara keseluruhan:
26/95
Page 30
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik.
Level 2 - Teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat diobservasi baik secara
langsung atau tidak langsung
Level 3 - Teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi baik
secara langsung atau tidak langsung
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Perusahaan menentukan apakah terdapat
perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang atas penetapan kategori (berdasarkan Level masukan (input) paling
rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.
k Persediaan
Persediaan diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi neto mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata,
yang meliputi semua biaya dalam memperoleh persediaan, produksi atau biaya konversi, dan biaya lainnya yang terjadi dalam membawanya
kedalam lokasi dan kondisi yang ada. Dalam hal persediaan yang diproduksi dan barang dalam proses, biaya mencakup bagian yang sesuai
atas overhead produksi terkait berdasarkan kapasitas operasi normal. Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha
normal dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan tersebut.
Penyisihan penurunan nilai sehubungan dengan persediaan yang usang dan lambat bergerak ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau
penjualan masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang. Jumlah setiap penurunan nilai persediaan menjadi nilai realisasi bersih dan
seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut. Jumlah setiap pemulihan kembali
atas penurunan nilai persediaan yang timbul dari meningkatnya nilai realisasi bersih diakui sebagai pengurang terhadap jumlah persediaan
yang diakui dan diakui sebagai beban pada periode pemulihan kembali terjadi.
l Biaya yang dibayar di muka dan Uang Muka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
Uang muka adalah bagian dari kontrak yang dibayarkan atau diterima di muka untuk barang dan jasa. Uang muka dicatat sebagai aset pada
laporan posisi keuangan konsolidasian.
m Aset Tetap
Aset tetap diukur sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Perusahaan
dan Entitas Anak memilih untuk menerapkan model biaya.
Biaya perolehan meliputi pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset tersebut.
Ketika bagian dari suatu aset tetap memiliki masa manfaat yang berbeda, maka aset tetap tersebut dicatat sebagai item yang terpisah dari aset
tetap secara keseluruhan (komponen utama).
Keuntungan atau kerugian atas penjualan suatu aset tetap (yang dihitung sebagai perbedaan antara hasil penjualan bersih dari pelepasan dan
jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
Biaya-biaya setelah pengakuan awal diakui hanya jika terdapat kemungkinan besar bahwa manfaat ekonomis di masa depan akan mengalir ke
Perusahaan. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada saat terjadinya
Aset tetap disusutkan dari tanggal dimana aset tetap tersebut tersedia untuk digunakan atau pada saat dimana aset tersebut diselesaikan dan
siap untuk digunakan dalam hal aset tersebut dibangun sendiri.
Penyusutan dihitung berdasarkan biaya perolehan dari aset tetap dikurangi dengan estimasi nilai sisa dari aset tersebut dengan menggunakan
metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaatnya. Penyusutan secara umum diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian, kecuali jumlah tersebut termasuk dalam nilai tercatat aset lainnya.
27/95
Page 31
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Tanah tidak disusutkan
Estimasi masa manfaat aset tetap adalah sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana 20
Mesin dan peralatan 3 - 20
Kendaraan 5
Peralatan kantor 5
Biaya legal awal untuk mendapatkan hak legal diakui sebagai bagian biaya akuisisi tanah, biaya-biaya tersebut tidak disusutkan. Biaya terkait
dengan pembaharuan hak atas tanah diakui sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak.
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif konsolidasian pada saat terjadinya;
pembaruan dan perbaikan yang signifikan dikapitalisasi.
n Aset dalam penyelesaian
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi penyusutan akan
direklasifikasi ke aset tetap ketika konstruksi telah diselesaikan dan aset sudah siap untuk digunakan.
o Aset Tidak Berwujud
Biaya perpanjangan atau pembaharuan hak atas tanah diakui sebagai aset tidak berwujud dan akan diamortisasi selama dua puluh (20) tahun.
Piranti Lunak
Aset tak berwujud diukur sebesar nilai perolehan pada pengakuan awal. Setelah pengakuan awal, aset tak berwujud dicatat pada biaya
perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai. Umur manfaat aset tak berwujud dinilai apakah terbatas atau
tidak terbatas.
Estimasi masa manfaat aset tidak berwujud adalah sebagai berikut:
Tahun
Hak guna bangunan 20
Perangkat lunak 5-8
Biaya yang terkait dengan pemeliharaan program piranti lunak komputer diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Biaya pengembangan
yang dapat secara langsung diatribusikan kepada desain dan pengujian produk piranti lunak yang dapat diidentifikasi dan unik yang
dikendalikan oleh Perusahaan diakui sebagai aset tak berwujud.
Biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dikapitalisasi sebagai bagian produk piranti lunak mencakup beban pekerja pengembang
piranti lunak dan bagian overhead yang relevan.
Pengeluaran pengembangan yang lain yang tidak memenuhi kriteria ini diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Biaya pengembangan yang
sebelumnya diakui sebagai beban tidak dapat diakui sebagai aset pada periode berikutnya.
Biaya pengembangan piranti lunak komputer diakui sebagai aset yang diamortisasi selama estimasi masa manfaat, yang tidak lebih dari tiga
tahun.
Amortisasi dihitung sebagai penghapusan biaya perolehan aset, dikurangi nilai residunya, periode amortisasi dan metode amortisasi untuk aset
tak berwujud dengan umur manfaat terbatas ditelaah setidaknya setiap akhir tahun buku.
28/95
Page 32
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
p Penurunan Nilai Aset Non Keuangan
Pada akhir setiap periode pelaporan, Perusahaan menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa
aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, jumlah terpulihkan dari aset diestimasi untuk menentukan
tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah terpulihkan atas suatu aset individual,
Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas atas aset. Ketika dasar alokasi yang wajar dan konsisten dapat
diidentifikasi, aset perusahaan juga dialokasikan ke masing-masing kelompok unit penghasil kas, atau sebaliknya mereka dialokasikan ke
kelompok terkecil dari kelompok unit penghasil kas di mana dasar alokasi yang wajar dan konsisten dapat diidentifikasi.
Aset tak berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas dan aset tak berwujud yang belum tersedia untuk digunakan diuji penurunan nilainya
setiap tahun dan ketika terdapat indikasi penurunan nilai.
Jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakai. Dalam menilai nilai pakainya, estimasi
arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari
nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset dengan estimasi arus kas masa depan belum disesuaikan.
Jika jumlah terpulihkan dari aset nonkeuangan (unit penghasil kas) lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas)
diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan dan rugi penurunan nilai segera diakui dalam laba rugi.
Ketika penurunan nilai selanjutnya dibalik, jumlah tercatat aset (atau unit penghasil kas) ditingkatkan ke estimasi yang direvisi dari jumlah
terpulihkannya, namun kenaikan jumlah tercatat tidak boleh melebihi jumlah tercatat ketika kerugian penurunan nilai tidak diakui untuk aset
(atau unit penghasil kas) pada tahun-tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui segera dalam laba rugi.
q Sewa
Perusahaan menilai apakah sebuah kontrak mengandung sewa, pada tanggal insepsi kontrak. Perusahaan mengakui aset hak-guna dan
liabilitas sewa terkait sehubungan dengan seluruh kesepakatan sewa di mana Perusahaan merupakan penyewa, kecuali untuk sewa jangka-
pendek (yang didefinisikan sebagai sewa yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang) dan sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah.
Untuk sewa-sewa tersebut, Perusahaan mengakui pembayaran sewa sebagai beban operasi secara garis lurus selama masa sewa kecuali dasar
sistematis lainnya lebih merepresentasikan pola konsumsi manfaat penyewa dari aset sewa.
Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini pembayaran sewa masa depan yang belum dibayarkan pada tanggal permulaan, yang
didiskontokan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa. Jika suku bunga ini tidak dapat ditentukan, Perusahaan menggunakan suku
bunga pinjaman inkremental khusus untuk penyewa.
Bunga pinjaman inkremental bergantung pada jangka waktu, mata uang dan tanggal mulai sewa, dan ditentukan berdasarkan serangkaian
input, termasuk: tingkat bebas risiko berdasarkan suku bunga obligasi pemerintah; penyesuaian risiko khusus negara; penyesuaian risiko
kredit berdasarkan imbal hasil obligasi; dan penyesuaian khusus entitas ketika profil risiko entitas yang melakukan perjanjian sewa berbeda
dengan Perusahaan dan sewa tersebut tidak memperoleh manfaat atas jaminan dari Perusahaan.
Pembayaran sewa yang diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri atas:
-. pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara-substansi), dikurangai insentif sewa
-. pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur dengan menggunakan indeks atau
suku bunga pada tanggal permulaan;
-. jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dalam jaminan nilai residual;
-. harga eksekusi opsi beli jika penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
-. pembayaran penalti karena penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan penyewa mengeksekusi opsi untuk menghentikan sewa.
Liabilitas sewa disajikan sebagai pos terpisah dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Liabilitas sewa selanjutnya diukur dengan meningkatkan jumlah tercatat untuk mereflesikan bunga atas liabilitas sewa (menggunakan metode
suku bunga efektif) dan dengan mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan sewa yang telah dibayar.
29/95
Page 33
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Aset hak-guna terdiri dari pengukuran awal atas liabilitas sewa, pembayaran sewa yang dilakukan pada saat atau sebelum permulaan sewa
dan biaya langsung awal. Aset hak-guna selanjutnya diukur sebesar biaya dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai
Jika Perusahaan dibebankan kewajiban atas biaya membongkar dan memindahkan aset sewa, merestorasi tempat di mana aset berada atau
merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, provisi diakui dan diukur sesuai PSAK 237. Biaya
tersebut diperhitungkan dalam aset hak guna terkait, kecuali jika biaya tersebut terjadi untuk memproduksi persediaan
Aset hak-guna disusutkan selama periode yang lebih singkat antara masa sewa dan masa manfaat aset pendasar. Jika sewa mengalihkan
kepemilikan aset pendasar atau jika biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan Perusahaan akan mengeksekusi opsi beli, aset hak-guna
disusutkan selama masa manfaat aset pendasar. Penyusutan dimulai pada tanggal permulaan sewa.
Aset hak-guna disajikan sebagai pos terpisah di laporan posisi keuangan konsolidasian.
Perusahaan menerapkan PSAK 236 untuk menentukan apakah aset hak-guna mengalami penurunan nilai dan mencatat kerugian penurunan
nilai yang teridentifikasi sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan aset penurunan nilai
Sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku bunga tidak diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas sewa dan aset hak-guna.
Pembayaran terkait diakui sebagai beban dalam periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu pembayaran tersebut terjadi dan dicatat
dalam pos "Beban umum dan administrasi" dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
r Liabilitas Keuangan
Perusahaan mengakui liabilitas pada tanggal diperdagangkan, yang mana pada tanggal tersebut. Perusahaan menjadi salah satu pihak yang ada
di dalam perjanjian kontrak dari suatu instrumen keuangan.
Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangan non-derivatif kedalam kategori Utang Usaha, Biaya yang masih harus dibayar, Pinjaman
Jangka Pendek, Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek, Utang Bank, Utang Terjamin, Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya, dan
Pinjaman dari institusi keuangan lain (seperti: Wesel Bayar Tidak Terjamin dan Pinjaman Modal). Liabilitas keuangan ini pada saat
pengakuan awal diakui sebesar nilai wajarnya setelah dikurangi dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Setelah
pengakuan awal, liabilitas keuangan ini diukur sebesar biaya perolehan yang diamortisasi. selisih antara penerimaan (dikurangi biaya
transaksi) dan nilai pelunasan dicatat pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lain konsolidasian selama periode liabilitas dengan
menggunakan metode bunga efektif.
Liabilitas keuangan pada perolehan biaya perolehan diamortisasikan.
Liabilitas keuangan yang bukan merupakan 1) imbalan kontinjen dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis, 2) dimiliki untuk
diperdagangkan, atau 3) ditetapkan sebagai FVTPL, selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku
bunga efektif.
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan dan
metode untuk mengalokasikan biaya bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat
mendiskontokan estimasi pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur
liabilitas keuangan, atau (jika lebih tepat) digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih pada saat pengakuan
awal.
Utang Bank, Utang Terjamin, dan Pinjaman dari Institusi Keuangan Lain diterima untuk mendukung pendanaan jangka pendek atas
operasional Perusahaan
Utang usaha adalah kewajiban membayar barang atau jasa yang telah diterima dalam kegiatan usaha normal dari pemasok. Utang usaha
diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek jika pembayarannya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus
operasi normal, jika lebih lama). Jika tidak, utang tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka panjang. Utang usaha pada awalnya diakui pada
nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
30/95
Page 34
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Pinjaman jangka panjang pada awalnya diakui sebesar nilai wajar, setelah dikurangi biaya transaksi. Pinjaman selanjutnya dicatat pada biaya
perolehan diamortisasi; perbedaan antara hasil (setelah dikurangi biaya transaksi) dan nilai penebusan diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian selama periode pinjaman dengan menggunakan metode bunga efektif
Penghentian pengakuan liabilitas keuangan
Perusahaan menghapus suatu liabilitas keuangan hanya jika liabilitas tersebut dibatalkan atau kadaluarsa.
Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Perusahaan telah dilepaskan, dibatalkan atau
kadaluarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan utang diakui
dalam laba rugi
Ketika Perusahaan bertukar dengan pemberi pinjaman, satu instrumen utang menjadi instrumen lain dengan persyaratan yang berbeda secara
substansial, pertukaran tersebut dicatat sebagai penghapusan labilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas keuangan baru. Demikian
pula, Perusahaan memperhitungkan modifikasi substansial dari ketentuan liabilitas yang ada atau bagian dari liabilitas tersebut sebagai
pelepasan liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas baru. Diasumsikan bahwa persyaratannya berbeda secara substansial jika nilai
kini arus kas yang didiskonto berdasarkan persyaratan yang baru, termasuk setiap imbalan (fee) yang dibayarkan setelah dikurangi setiap
imbalan (fee) yang diterima dan didiskonto menggunakan suku bunga efektif orisinal, berbeda sedikitnya 10% dari nilai kini sisa arus kas
yang didiskonto yang berasal dari liabilitas keuangan orisinal. Jika modifikasi tidak substansial, maka perbedaan antara: (1) jumlah tercatat
liabilitas sebelum modifikasi; dan (2) nilai kini dari arus kas setelah modifikasi, diakui dalam laba rugi sebagai keuntungan atau kerugian
modifikasi dalam keuntungan dan kerugian lainnya.
s Hibah Pemerintah
Hibah Pemerintah adalah bantuan Pemerintah dalam bentuk transfer sumber daya untuk suatu entitas sebagai imbalan atas masa lalu atau
masa depan sesuai dengan kondisi tertentu yang berkaitan dengan kegiatan operasional entitas. Dan hibah yang terkait dengan aset adalah
hibah Pemerintah yang kondisi utamanya adalah bahwa entitas yang memenuhi syarat harus melakukan pembelian, membangun, atau
membeli aset jangka panjang
Hibah Pemerintah diakui jika terdapat keyakinan memadai bahwa entitas akan mematuhi kondisi yang melekat pada hibah tersebut, dan hibah
akan diterima.
Ada dua pendekatan akuntansi untuk Hibah Pemerintah diantaranya pendekatan modal, dimana hibah diakui di luar laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian, dan pendekatan penghasilan, dimana hibah diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian untuk satu atau lebih periode.
Perusahaan memilih untuk menerapkan pendekatan penghasilan dan mengakui hibah Pemerintah melalui pendapatan ditangguhkan, yang
kemudian akan diamortisasi menjadi pendapatan selama periode yang sama dengan biaya yang berhubungan dengan aset tetap tersebut secara
sistematis (20 tahun).
t Imbalan Kerja
(a) Imbalan kerja jangka pendek
Liabilitas diakui atas manfaat yang menjadi hak karyawan sehubungan dengan upah dan gaji, cuti tahunan dan cuti sakit dalam periode di
mana jasa terkait diserahkan, sebesar jumlah yang tidak didiskontokan dari pembayaran manfaat ekspektasian sebagai imbalan atas jasa
tersebut.
Hak karyawan atas cuti tahunan diakui ketika karyawan mendapat hak. Provisi dibuat untuk liabilitas cuti tahunan akibat jasa yang
diserahkan oleh karyawan sampai tanggal periode pelaporan.
31/95
Page 35
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
(b) Imbalan pascakerja program imbalan pasti
Pada bulan April 2022, DSAK IAI (Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia) menerbitkan materi penjelasan
melalui siaran pers atas persyaratan pengatribusian imbalan pada periode jasa sesuai PSAK 219: Imbalan Kerja yang diadopsi dari IAS 19
Employee Benefits. Materi penjelasan tersebut menyampaikan informasi bahwa pola fakta umum dari program pensiun berbasis undang-
undang ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia saat ini memiliki pola fakta serupa dengan yang ditanggapi dan disimpulkan dalam
IFRS Intepretation Committee (“IFRIC”) Agenda Decision Attributing Benefit to Periods of Service (IAS 19).
Perusahaan menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti untuk semua karyawan tetapnya. Perusahaan juga memberikan imbalan
pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja (Undang-Undang
Cipta Kerja). Perusahaan menghitung selisih antara imbalan yang diterima karyawan berdasarkan Undang Undang Cipta Kerja yang
berlaku dengan manfaat yang diterima dari program pensiun untuk pensiun normal
Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit dengan penilaian aktuaria yang dilakukan pada
setiap akhir periode pelaporan tahunan. Pengukuran kembali terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak batas atas aset (jika
ada) dan dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), diakui langsung dalam laporan posisi keuangan konsolidasian yang
dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain periode terjadinya. Pengukuran kembali diakui dalam penghasilan
komprehensif lain tercermin segera dalam ”saldo laba”.
Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi ketika terjadi amandemen program atau kurtailmen, atau ketika Perusahaan mengakui biaya
restrukturisasi terkait atau pesangon, jika lebih dahulu. Bunga neto dihitung dengan mengalikan tingkat diskonto dengan liabilitas atau
aset imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti dibagi menjadi tiga kategori:
-. Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian);
-. Beban atau pendapatan bunga neto; dan
-. Pengukuran kembali.
Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan dan kerugian kurtailmen dicatat
sebagai biaya jasa lalu.
Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan defisit atau surplus aktual dalam
program imbalan pasti Perusahaan. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat ekonomis yang tersedia
dalam bentuk pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan atas program
(c) Pesangon
Liabilitas untuk pesangon diakui mana yang terjadi lebih dulu ketika entitas tidak dapat lagi menarik penawaran imbalan tersebut dan
ketika entitas mengakui biaya restrukturisasi terkait.
u Pajak Penghasilan
Pajak kini
Pajak kini terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan
di laba rugi karena tidak memperhitungkan penghasilan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan pada tahun berbeda dan tidak
memperhitungkan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat dikurangkan. Liabilitas Perusahaan untuk pajak kini dihitung
berdasarkan tarif pajak yang telah berlaku pada akhir periode pelaporan.
Provisi diakui untuk penentuan pajak yang tidak pasti, tetapi kemungkinan besar akan mengangkibatkan arus keluar dana kepada otoritas
pajak. Provisi diukur sebesar estimasi terbaik atas jumlah ekspektasian yang terhutang. Penilaian berdasarkan pada pertimbangan professional
pajak dalam Perusahaan yang didukung dengan pengalaman lalu atas aktivitas tersebut dan dalam kasus tertentu berdasarkan saran pakar
pajak independen
32/95
Page 36
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Pajak tangguhan
Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian dengan dasar
pengenaan pajak yang digunakan dalam perhitungan laba kena pajak. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan
temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan sepanjang
kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak
tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (selain dari kombinasi bisnis) dari aset dan liabilitas suatu
transaksi yang tidak mempengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan
temporer timbul dari pengakuan awal goodwill.
Pajak penghasilan tangguhan diakui dengan menggunakan metode balance sheet untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan
pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada laporan keungan konsolidasian
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku dalam periode ketika liabilitas
diselesaikan atau aset dipulihkan berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada
akhir periode pelaporan
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Perusahaan memperkirakan, pada
akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar
laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan
tersebut.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba rugi periode berjalan, kecuali untuk pajak penghasilan yang
timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui di luar laba rugi (baik dalam penghasilan komprehensif lain maupun secara langsung di
ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba rugi, atau yang timbul dari akuntansi awal kombinasi bisnis. Dalam hal kombinasi
bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam akuntansi kombinasi bisnis
v Tambahan Modal Disetor
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan emisi saham kepada masyarakat ditangguhkan dan diamortisasi dalam jangka waktu sepuluh
tahun berdasarkan metode garis lurus. Pada tahun 1997, Perusahaan mempercepat jangka waktu amortisasi menjadi lima tahun. Berdasarkan
Surat Keputusan BAPEPAM KEP–No.06/PM/2000 tanggal 13 Maret 2000, beban emisi saham secara retrospektif dibukukan pada akun
“Tambahan Modal Disetor”.
w Pengakuan Pendapatan dan Beban
Perusahaan telah menerapkan PSAK 115 yang membutuhkan pendapatan pengakuan untuk memenuhi 5 langkah penilaian
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam kontrak untuk mentransfer barang atau jasa
yang berbeda kepada pelanggan.
3. Menentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak entitas sebagai imbalan untuk
mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan. Jika pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah
variabel, Perusahaan memperkirakan jumlah imbalan yang diharapkan berhak sebagai imbalan atas pengalihan barang atau jasa yang
dijanjikan kepada pelanggan dikurangi perkiraan jumlah jaminan tingkat layanan yang akan dibayarkan selama masa kontrak
4. Mengalokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau
jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi
berdasarkan biaya ekspektasian ditambah marjin.
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan
(yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang atau jasa).
33/95
Page 37
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:
a. Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
b. Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan layanan pada pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi
sepanjang waktu, Perusahaan memilih ukuran kemajuan yang sesuai untuk menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika
kewajiban pelaksanaan dipenuhi
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui setelah imbalan yang dibayarkan oleh pelanggan kurang dari
saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Liabilitas kontrak diakui setelah imbalan yang dibayarkan oleh pelanggan lebih dari saldo
kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
a. Penjualan barang :
Perusahaan memproduksi dan menjual serat kimia dan sintetis, tenun, rajutan, dan aktivitas terkait lainnya untuk tekstil.
Untuk penjualan lokal, Perusahaan mengakui pendapatan pada saat penyerahan barang (sales delivery order). Sedangkan untuk penjualan
ekspor mengikuti incoterms yang tertera dalam bill of lading
Untuk barang umum
Pendapatan diakui pada suatu waktu atau setelah dikirimkan ke pelanggannya. Pelanggan memperoleh kendali atas aset yang dijanjikan
dan kewajiban kinerja Perusahaan. Indikator kontrol dialihkan ke pelanggan termasuk tetapi tidak terbatas pada hal-hal berikut:
a. Perusahaan memiliki hak sekarang untuk pembayaran aset;
b. Pelanggan memiliki hak legal atas aset;
c. Perusahaan telah mengalihkan kepemilikan fisik aset;
d. Pelanggan memiliki risiko dan manfaat yang signifikan atas kepemilikan aset; dan
e. Pelanggan telah menerima aset tersebut.
Hak untuk membeli
Untuk memperhitungkan pengalihan produk dengan hak pengembalian, entitas harus mengakui semua hal berikut:
a. Pendapatan untuk produk yang ditransfer sebesar jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak entitas (oleh karena itu pendapatan
tidak akan diakui untuk produk yang diharapkan dikembalikan;
b. Kewajiban pengembalian uang; dan
c. Produk lain sebagai gantinya
Beban diakui pada saat pemanfaatan jasa atau pada tanggal terjadinya
Komponen pembiayaan
Perusahaan tidak memperkirakan adanya kontrak di mana jangka waktu antara pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan kepada
pelanggan dan pembayaran oleh pelanggan melebihi satu tahun. Akibatnya, Perusahaan tidak menyesuaikan harga transaksi apa pun
dengan nilai waktu uang.
x Penghasilan Bunga
Pendapatan bunga dihitung dengan menerapkan suku bunga efektif terhadap nilai tercatat bruto dari aset keuangan kecuali untuk aset
keuangan yang kemudian mengalami penurunan nilai kredit. Untuk aset keuangan yang mengalami penurunan nilai kredit, suku bunga efektif
diterapkan ke nilai tercatat bersih dari aset keuangan (setelah dikurangi penyisihan kerugian).
Pendapatan bunga disajikan sebagai pendapatan keuangan yang diperoleh dari aset keuangan yang dimiliki untuk tujuan pengelolaan kas.
Pendapatan bunga lainnya dimasukkan ke dalam pendapatan lain
34/95
Page 38
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
y Laba (Rugi) per Saham
Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih yang tersedia bagi pemegang saham Perusahaan dengan jumlah rata-
rata tertimbang saham biasa yang beredar pada periode berjalan.
Untuk tujuan perhitungan laba per saham dilusian, Perusahaan disesuaikan laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham
biasa Perusahaan disesuaikan dengan efek setelah pajak bunga yang diakui dalam periode tersebut terkait dengan obligasi konversi.
z Informasi Segmen
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Perusahaan yang secara regular direview oleh
“pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
1. yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait
dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
2. yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya
yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
3. dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penillaian kinerja mereka terfokus
pada kategori dari setiap produk.
aa Provisi
Provisi diakui ketika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa
lalu, kemungkinan besar Perusahaan diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat
dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir
periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur
menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas (ketika
pengaruh nilai waktu uang bersifat material).
Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomi untuk penyelesaian provisi yang diharapkan dapat dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui
sebagai aset apabila terdapat kepastian bahwa penggantian akan diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara andal.
Garansi
Provisi untuk biaya ekspektasian atas kewajiban garansi berdasarkan ketentuan penjualan barang lokal diakui pada tanggal penjualan barang
tersebut, sebesar estimasi terbaik direktur atas pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban Perusahaan
ab Kontinjensi
Liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan
konsolidasian. Namun pengungkapan tidak diperlukan jika arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi kemungkinannya
kecil. Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan
konsolidasian jika adanya kemungkinan arus masuk dari manfaat ekonomi
35/95
Page 39
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
ac Modal Saham
Biaya tambahan yang secara langsung dapat diatribusikan kepada penerbitan saham biasa atau opsi disajikan pada ekuitas sebagai pengurang
penerimaan, setelah dikurangi pajak.
Ketika Perusahaan membeli modal saham ekuitas entitas (saham treasuri), imbalan yang dibayar, termasuk biaya tambahan yang secara
langsung dapat diatribusikan (dikurangi pajak penghasilan) dikurangkan dari kuitas yang diatribusikan kepada pemilik ekuitas entitas sampai
saham tersebut dibatalkan atau diterbitkan kembali. Ketika saham biasa tersebut selanjutnya diterbitkan kembali, imbalan yang diterima,
dikurangi biaya tambahan transaksi yang terkait dan dampak pajak penghasilan yang terkait dimasukkan pada ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik ekuitas entitas.
ad Peristiwa Setelah Tanggal Neraca
Peristiwa setelah tanggal neraca yang menyediakan informasi tambahan tentang posisi Perusahaan pada tanggal pelaporan (peristiwa
penyesuaian) disajikan dalam laporan keuangan konsolidasian jika material. peristiwa setelah tanggal neraca yang bukan merupakan peristiwa
penyesuaian diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian apabila material.
4 ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan manajemen untuk membuat
estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian. Sehubungan dengan adanya
ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi
yang dibuat. Estimasi dan asumsi yang mendasarinya direview dengan dasar kesinambungan. Revisi terhadap estimasi akuntansi diakui dalam
suatu periode dengan merevisi estimasi dan efeknya di periode yang akan datang.
Estimasi dan asumsi yang secara signifikan berisiko menyebabkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas selama 12
bulan kedepan dipaparkan dibawah ini.
a. Pertimbangan
Di dalam proses penerapan kebijakan akuntansi, manajemen telah membuat penilaian, termasuk estimasi dan asumsi, yang memiliki pengaruh
paling signifikan terhadap jumlah yang diakui di dalam laporan keuangan konsolidasian.
Penggunaan asumsi kelangsungan usaha
Dalam menerapkan kebijakan akuntansi Perusahaan, selain yang melibatkan estimasi, manajemen telah menyusun laporan keuangan
konsolidasian dengan asumsi bahwa Perusahaan akan dapat mempertahankan elangsungan usaha dalam operasinya di tahun mendatang, yang
merupakan pertimbangan penting yang berdampak paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian.
Penilaian asumsi pelangsungan usaha melibatkan pengambilan keputusan oleh manajemen, pada titik waktu tertentu, tentang hasil masa depan
dari peristiwa atau kondisi yang secara inheren tidak pasti. Manajemen Perusahaan mempertimbangkan bahwa Perusahaan memiliki
kemampuan untuk melanjutkan kelangsungan usahanya dan peristiwa atau kondisi utama, yang dapat menimbulkan risiko bisnis, yang secara
individual atau kolektif dapat menimbulkan keraguan signifikan atas asumsi kelangsungan usaha sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 2a
terhadap laporan keuangan konsolidasian.
Mata uang fungsional
Mata uang fungsional dari Perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi. Perusahaan
mempertimbangkan beberapa faktor dalam menentukan mata uang fungsionalnya seperti mata uang yang mempengaruhi pendapatan, biaya
dan aktivitas pendanaan serta mata uang yang mana penerimaan dari aktivitas operasi pada umumnya ditahan.
Berdasarkan substansi ekonomis dari kondisi yang sesuai dengan Perusahaan, mata uang fungsional telah ditentukan berupa Dolar Amerika
Serikat (US$), karena hal ini berkaitan dengan fakta bahwa mayoritas kegiatan operasional bisnis Perusahaan dipengaruhi oleh penetapan
harga di pasar komoditas internasional Dolar Amerika Serikat (US$) sebagai lingkungan ekonomi utamanya
36/95
Page 40
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Penilaian ekspektasi kerugian kredit (ECL) pada piutang dagang
Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam penghitungan ECL, awalnya menggunakan matriks provisi berdasarkan tarif
default historis untuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Matriks provisi menentukan tingkat provisi tergantung pada jumlah hari piutang
usaha dan piutang lain-lain telah lewat jatuh tempo. Perusahaan juga menggunakan pengelompokan yang tepat jika historis pengalaman
kerugian kredit menunjukkan pola kerugian yang berbeda secara signifikan untuk segmen pelanggan yang berbeda. Perusahaan kemudian
menyesuaikan historis pengalaman kerugian kredit dengan informasi berwawasan ke depan berdasarkan data yang dapat diobservasi saat ini
yang mempengaruhi setiap segmen pelanggan untuk mencerminkan pengaruh kondisi ekonomi saat ini dan yang diperkirakan
Perusahaan menyesuaikan tarif default historis ke tarif default berwawasan ke depan dengan menentukan faktor ekonomi terkait yang
memengaruhi setiap segmen pelanggan. Perusahaan telah mengidentifikasi PDB indonesia di mana ia menjual barang-barangnya sebagai
faktor yang paling relevan. Perusahaan secara teratur meninjau metodologi dan asumsi yang digunakan untuk memperkirakan ECL untuk
mengurangi perbedaan antara estimasi dan pengalaman kerugian kredit yang sebenarnya.
Penentuan hubungan antara tingkat gagal bayar historis dan kondisi ekonomi yang diperkirakan merupakan estimasi akuntansi yang
signifikan. Oleh karena itu, ketentuan ECL pada piutang usaha dan piutang lain-lain sensitif terhadap perubahan asumsi tentang prakiraan
kondisi ekonomi.
Perhitungan cadangan kerugian
Perusahaan juga menganggap aset keuangan yang telah lewat lebih dari 180 hari sebagai titik terakhir di mana ECL seumur hidup harus
diakui kecuali dapat menunjukkan bahwa hal ini tidak mewakili risiko yang signifikan dalam risiko kredit seperti ketika non-pembayaran
adalah administrasi. pengawasan daripada akibat kesulitan keuangan peminjam.
Perusahaan telah menilai bahwa ECL atas aset keuangan lainnya kas di bank dan setara kas pada biaya perolehan diamortisasi tidak material
karena transaksi yang berkaitan dengan aset keuangan ini dilakukan oleh Perusahaan hanya dengan bank dan perusahaan terkemuka dengan
reputasi kredit yang baik dan relatif risiko gagal bayar yang rendah.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, penyisihan penurunan nilai piutang Perusahaan masing-masing berjumlah US$236.497.975 dan
US$198.145.032 (Catatan 6, 7, 12 dan 13).
Pengakuan pendapata
Perusahaan mengakui pendapatan sebesar US$190.149.718 untuk penjualan barang selama tahun berjalan. Pembeli berhak mengembalikan
barang jika konsumennya tidak puas. Berdasarkan pengalaman sebelumnya dengan penjualan serupa, Perusahaan yakin bahwa tingkat
ketidakpuasan tidak akan melebihi 0,57%
Oleh karena itu, Perusahaan mengakui pendapatan dari transaksi ini dengan penyisihan terkait pendapatan untuk estimasi pengembalian
sebesar US$416.816.
Pendapatan diakui saat kontrol atas barang atau jasa dialihkan kepada pelanggan, baik pada suatu titik waktu maupun sepanjang waktu, sesuai
dengan sifat transaksi.
Metode pengakuan pendapatan ditentukan dengan mempertimbangkan sifat barang/jasa dan waktu pelanggan memperoleh manfaat, hak
perusahaan atas pembayaran untuk pekerjaan yang telah dilakukan, serta apakah barang/jasa tersebut dibuat khusus dan tidak dapat dialihkan
ke pihak lain.
Jika pelanggan langsung memperoleh kontrol, pendapatan diakui pada suatu titik waktu. Jika pelanggan menerima manfaat secara bertahap,
pendapatan diakui sepanjang waktu.
Estimasi masa sewa
Dalam mengestimasi masa sewa dari masing masing perjanjian sewa, manajemen mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan yang
memberikan insentif ekonomik untuk mengeksekusi opsi perpanjangan, atau untuk tidak mengeksekusi opsi penghentian, termasuk perubahan
fakta atau keadaan yang diekspektasi dari tanggal permulaan hingga tanggal eksekusi opsi. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi
penghentian) hanya diperhitungkan dalam masa sewa jika sewa cukup pasti akan diperpanjang (atau tidak dihentikan).
37/95
Page 41
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Jaminan
Ketentuan jaminan adalah kewajiban dengan waktu atau jumlah yang tidak pasti. Tanggung jawab tersebut mungkin merupakan kewajiban
hukum atau kewajiban konstruktif. Kewajiban konstruktif muncul dari tindakan entitas, yang melalui tindakan tersebut telah menunjukkan
kepada orang lain bahwa ia akan menerima tanggung jawab tertentu, dan sebagai hasilnya telah menciptakan ekspektasi bahwa ia akan
melaksanakan tanggung jawab tersebut.
Provisi jaminan diukur pada jumlah yang secara rasional akan dibayar entitas untuk menyelesaikan kewajiban pada akhir periode pelaporan
berdasarkan informasi historis dari klaim aktual di masa lalu atau untuk mentransfernya ke pihak ketiga pada saat itu. Risiko dan
ketidakpastian diperhitungkan dalam mengukur pemberian jaminan.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya dengan penjualan serupa, Perusahaan yakin bahwa tingkat garansi sekitar 0,23% dari total penjualan.
Pada tanggal 31 Desember 2024, ketentuan jaminan sebesar US$30.239 (Catatan 18).
Penyisihan penurunan nilai persediaan
Perusahaan membuat penyisihan penurunan nilai persediaan berdasarkan estimasi penggunaan persediaan pada masa mendatang. Walaupun
asumsi yang digunakan dalam mengestimasi penyisihan penurunan nilai persediaan telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas
asumsi ini akan berdampak material terhadap penyisihan penurunan nilai persediaan, yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil usaha
Perusahaan. Nilai tercatat persediaan diungkapkan dalam Catatan 9.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, total penyisihan penurunan nilai atas persediaan yang diakui oleh Perusahaan masing-masing
sebesar US$918.750 dan US$1.416.092 (Catatan 9).
Penurunan nilai atas aset tetap dan aset tidak berwujud
PSAK mensyaratkan bahwa penelaahan atas penurunan nilai atas aset tetap dan aset tidak berwujud harus dilakukan apabila terdapat kejadian
atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Penentuan jumlah yang dapat
diperoleh kembali membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan, yang akan dihasilkan dari penggunaan secara berkelanjutan dan hasil
akhir dari aset tersebut. Sementara itu, manajemen yakin bahwa asumsi yang digunakan dalam menghitung estimasi nilai wajar yang
tercermin di dalam laporan keuangan konsolidasian adalah sudah sesuai dan wajar. Maka perubahan yang signifikan dalam asumsi ini dapat
secara material mempengaruhi penilaian atas jumlah yang dapat diperoleh kembali dan kerugian atas penurunan nilai yang dihasilkan bisa
memiliki dampak yang material terhadap hasil usaha
Pada tanggal 31 Maret dan 31 Desember 2024, tidak ada penurunan nilai yang diakui dalam aset tetap dan aset tidak berwujud Perusahaan
(Catatan 14 dan 16).
b. Asumsi dan Estimasi
Asumsi penting mengenai masa depan dan sumber utama lainnya dalam ketidakpastian estimasi pada akhir periode pelaporan memiliki risiko
signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan dijabarkan di
bawah ini.
Penentuan Nilai Wajar atas Instrumen Keuangan
Manajemen menggunakan teknik penilaian, termasuk model diskonto arus kas dalam mengukur nilai wajar dari instrumen keuangan dimana
penawaran pasar aktif tidak tersedia.
Dalam menerapkan teknik penilaian, manajemen memanfaatkan input pasar semaksimal mungkin, dan menggunakan estimasi dan asumsi,
yang sejauh mungkin, sesuai dengan data yang dapat diobservasi oleh pelaku pasar akan digunakan di dalam penentuan harga instrumen.
Dalam hal data yang berlaku tidak dapat dicermati, maka manajemen akan menggunakan estimasi terbaik dimana asumsi akan digunakan
oleh pelaku pasar. Perkiraan ini mungkin berbeda dengan harga sebenarnya yang akan dicapai dalam transaksi wajar pada tanggal pelaporan.
Tingkat penyisihan khusus dievaluasi oleh manajemen atas dasar faktor-faktor yang mempengaruhi kolektabilitas dari piutang. Penyisihan
kolektif yang diakui didasarkan pada pengalaman kerugian historis dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti kinerja historis dari
debitur di dalam kelompok kolektif dan penilaian tentang pengaruh dari penurunan di pasar dimana debitur beroperasi serta kelemahan
struktural yang diidentifikasi atau penurunan kinerja arus kas dari debitur.
38/95
Page 42
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap, properti investasi dan aset tidak berwujud lain lain
Masa manfaat setiap aset tetap, dan aset tidak berwujud Perusahaan ditentukan berdasarkan periode kegunaan yang diharapkan dari aset
tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu
secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial,
hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat
dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang diakibatkan karena perubahan faktor yang
disebutkan di atas.
Perubahan masa manfaat aset tetap, dan aset tidak berwujud dapat mempengaruhi jumlah beban penyusutan dan amortisasi yang diakui dan
penurunan nilai tercatat aset tersebut.
Nilai tercatat aset tetap, dan aset tidak berwujud diungkapkan dalam Catatan 14 dan 16.
Estimasi atas pensiun dan imbalan kerja
Nilai kini liabilitas imbalan pasca kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar aktuaris berdasarkan beberapa asumsi.
Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto. Perubahan asumsi ini akan
mempengaruhi nilai tercatat imbalan pasca kerja. Tingkat diskonto merupakan tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan
estimasi nilai kini atas arus kas keluar di masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan liabilitas tersebut.
Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi Pemerintah yang
didenominasikan dalam mata uang dimana imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas
terkait. Untuk tingkat kenaikan gaji. Perusahaan mengumpulkan semua data historis yang berhubungan dengan perubahan dasar gaji dan
mengoreksinya di dalam rencana bisnis di masa yang akan datang.
Asumsi utama liabilitas imbalan pasca kerja ditentukan berdasarkan kondisi pasar saat ini. Informasi tambahan telah dipaparkan di Catatan
27.
Pajak penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang
penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan
berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan
Penentuan provisi untuk pajak penghasilan badan memerlukan pertimbangan yang signifikan dari manajemen. Ada transaksi dan perhitungan
tertentu yang penentuan pajak akhirnya tidak pasti selama kegiatan usaha biasa. Perusahaan mengakui liabilitas atas masalah pajak
penghasilan badan yang diharapkan berdasarkan estimasi apakah tambahan pajak penghasilan badan akan terutang. Jika hasil pajak final dari
hal-hal tersebut berbeda dari jumlah yang pada awalnya dicatat, perbedaan tersebut akan berdampak pada aset dan liabilitas pajak kini dan
tangguhan pada periode di mana penentuan tersebut dibuat.
Realisasi dari aset pajak tangguhan
Perusahaan melakukan penelaahan atas nilai tercatat aset pajak tangguhan pada setiap akhir periode pelaporan dan mengurangi nilai aset
tersebut sebesar mungkin yang tidak dapat direalisasikan, dimana ketersediaan penghasilan kena pajak memungkinkan untuk menggunakan
seluruh atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut. Penelaahan Perusahaan atas pengakuan aset pajak tangguhan untuk perbedaan
temporer yang dapat dikurangkan dapat dikurangkan berdasarkan tingkat dan waktu dari taksiran penghasilan kena pajak untuk periode
pelaporan berikutnya. Estimasi tersebut didasarkan pada pencapaian Perusahaan di masa lalu dan ekspektasi masa depan terhadap pendapatan
dan beban, serta dengan strategi perencanaan pajak di masa depan. Namun tidak ada kepastian bahwa Perusahaan dapat menghasilkan
penghasilan kena pajak yang cukup untuk memungkinkan penggunaan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
Provisi dan Kontijensi
Perusahaan, dalam kegiatan usaha normal, menjalankan sesuai ketentuan untuk kewajiban hukum maupun konstruktif, jika ada, sesuai
dengan kebijakan pada ketentuan dan kontinjensi. Dalam pengakuan dan pengukuran ketentuan, manajemen mengambil pertimbangan risiko
dan ketidakpastian.
39/95
Page 43
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
5. KAS DAN SETARA KAS
Maret 2025 Desember 2024
Kas: US$ US$
Rupiah 56,190 34,376
Dolar Singapura 1,855 1,873
Euro Eropa 820 794
Dolar Amaerika 725 725
Jumlah kas 59,589 37,768
Kas Dibank
Pihak Ketiga
PT Bank Central Asia Tbk
Rekening Rupiah 1,979,774 2,062,500
Rekening Dolar Amerika Serikat 46,144 27,336
Deutsche Bank, Jakarta
Rekening Dolar Amerika Serikat 292,253 618,356
Rekening Rupiah 102,346 580,695
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Rekening Dolar Amerika Serikat 306,097 739,467
Rekening Rupiah 254,601 233,540
Rekening Euro 2,101 39,925
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Rekening Dolar Amerika Serikat 81,164 584,517
Rekening Rupiah 776,471 352
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Rekening Rupiah 329,802 154,608
PT Bank Bukopin Tbk
Rekening Rupiah 18,552 19,023
PT Bank SBI Indonesia
Rekening Dolar Amerika Serikat 2,666 2,665
Rekening Rupiah 128 138
Jumlah Kas di Bank 4,192,097 5,063,122
Jumlah 4,251,687 5,100,890
Kas di bank dapat ditarik setiap saat.
Rekening di bank memiliki tingkat suku bunga mengambang sesuai dengan tingkat penawaran pada masing-masing bank.
Perusahaan tidak mempunyai hubungan berelasi dengan bank dimana kas dan setara kas ditempatkan
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas kas dan setara kas sebagaimana
yang dijabarkan pada Catatan 49.
6. PIUTANG USAHA
Maret 2025 Desember 2024
Piutang Pihak Ketiga US$ US$
Pelangan Dalam Negeri 6,728,962 6,748,846
Pelangan Luar Negeri 1,721,815 1,509,777
Jumlah pihak ketiga sebelum cadangan atas kerugian kredit ekpestasian 8,450,777 8,258,623
Cadangan atas kerugian kredit ekspektasian (3,757,735) (3,590,933)
Jumlah 4,693,043 4,667,690
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat piutang usaha dari pihak ketiga kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
40/95
Page 44
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Rincian umur piutang usaha dari pihak ketiga adalah sebagai berikut: Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Sampai dengan 1 bulan 3,354,866 3,763,326
> 1 bulan – 3 bulan 1,462,568 917,798
> 3 bulan – 6 bulan 44,439 225,442
> 6 bulan – 1 tahun 3,588,903 125,492
> 1 tahun - 3,226,565
8,450,777 8,258,623
Cadangan atas kerugian kredit ekspektasian (3,757,735) (3,590,933)
Jumlah 4,693,043 4,667,690
Mutasi atas cadangan atas kerugian kredit ekspektasian dari piutang usaha dari pihak ketiga adalah sebagai berikut
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Saldo awal 3,590,933 1,897,473
Penyisihan tahun berjalan, bersih (Catatan 39) - 1,721,554
Pengurangan penyisihan - (28,094)
Saldo akhir 3,590,933 3,590,933
Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan atas kerugian kredit ekspektasian piutang tersebut cukup untuk menutupi kerugian dari tidak tertagihnya piutang
usaha.
Rincian piutang usaha dari pihak ketiga menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Dolar Amerika Serikat 5,542,583 1,298,998
Rupiah
(Rp 48.241.128.210 pada tahun 2025 dan Rp54.444.800.104 pada tahun 2024) 2,908,194 3,368,692
Jumlah 8,450,777 4,667,690
Seluruh jumlah piutang usaha dari pihak ketiga tidak dikenakan bunga dan telah ditelaah ulang untuk tujuan indikasi penurunan nilai
Maret 2025 Desember 2024
Pihak berelasi US$ US$
PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) 15,657,945 15,657,945
Dikurangi: Cadangan atas kerugian kredit ekspektasian (15,657,945) (15,657,945)
- -
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat piutang usaha dari pihak berelasi kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
Rincian umur piutang usaha dari pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Rincian umur piutang usaha dari pihak ketiga adalah sebagai berikut: Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Sampai dengan 1 bulan - -
> 1 bulan – 3 bulan - -
> 3 bulan – 6 bulan - -
> 6 bulan – 1 tahun - -
> 1 tahun 15,657,945 15,657,945
15,657,945 15,657,945
Cadangan atas kerugian kredit ekspektasian (15,657,945) (15,657,945)
Jumlah - -
41/95
Page 45
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Mutasi cadangan atas kerugian kredit ekspektasian untuk piutang usaha dari pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Saldo awal 15,657,945 15,657,945
Penyisihan tahun berjalan, bersih (Catatan 39) - -
Pengurangan penyisihan - -
Saldo akhir 15,657,945 15,657,945
Seluruh jumlah piutang usaha dari pihak berelasi tidak dikenakan bunga dan telah ditelaah ulang untuk tujuan indikasi penurunan nilai. Berdasarkan hasil
penelaahan terhadap status dari piutang usaha kepada pihak berelasi, manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat diperkirakan telah mendekati nilai wajar.
Berdasarkan akta notaris DR. H. Teddy Anwar, S.H., No. 111 tanggal 16 Agustus 2002, saham milik PT Multikarsa Investama (MKI) sudah dijual kepada
PT Bina Prima Perdana (Catatan 29), sehingga MKI sudah bukan merupakan pemegang saham Perusahaan.
Piutang usaha sejumlah US$45.000.000 masing masing pada tahun 2024 dan 2023 digunakan sebagai jaminan atas utang bank Perusahaan yang
diperolehnya dari Damiano Investments B.V., Belanda (Catatan 19).
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas piutang usaha sebagaimana yang
dijabarkan pada Catatan 49.
7. PIUTANG LAIN-LAIN
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Pihak ketiga:
Piutang karyawan 350,243 119,966
Lain-lain - 4,171
Jumlah pihak ketiga 350,243 124,137
Pihak ketiga lainnya:
Uang muka operasional kepada:
PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit) 34,267,327 34,267,327
PT Wastra Indah 15,745,733 15,745,733
PT Texmaco Perkasa Engineering Tbk 5,678,072 5,678,072
PT Wahana Perkasa Auto Jaya 5,579,991 5,579,991
PT Sumatex Subur 3,192,784 3,192,784
PT Texmaco Taman Synthetics 2,986,021 2,986,021
PT Bina Prima Perdana 366,208 366,208
PT Jaya Perkasa Engineering 277,828 277,828
PT Perkasa Heavindo Engineering 194,587 194,587
PT Raja Busana Mahameru 136,945 136,945
PT Supermitory Utama Tbk 93,407 93,407
PT Saritex Jaya Swasti 50,163 50,163
PT Devrindo Widya 25,434 25,434
PT Perkasa Indobaja 15,816 15,816
PT Perkasa Indosteel 13,327 13,327
PT Wahana Jaya Perkasa 11,102 11,102
PT Bina Peranan Busana 2,336 2,336
PT Citra Indah Textile 985 985
Jumlah pihak ketiga lainnya sebelum cadangan atas kerugian kredit ekpestasian 68,638,066 68,638,066
Cadangan atas kerugian kredit ekspektasian (68,638,066) (68,638,066)
Jumlah - -
350,243 124,137
42/95
Page 46
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Piutang lain-lain dari karyawan merupakan pinjaman yang diberikan kepada karyawan. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga dan pembayarannya dilakukan
berdasarkan skedul pembayaran yang telah ditentukan
Piutang lain-lain dari perusahaan-perusahaan diatas merupakan pinjaman dan uang muka untuk tujuan modal kerja. Pinjaman dan uang muka ini tidak
dikenakan bunga dan tidak ditetapkan jangka waktu pembayarannya. Sampai saat ini, perusahaan perusahaan tersebut diatas belum dapat membayar
utangnya kepada Perusahaan karena masih mengalami kesulitan keuangan. Beberapa perusahaan-perusahaan tersebut sudah tidak beroperasi dan masih
berada dalam program restrukturisasi utang dengan PT PerusahaanPengelola Aset (PPA).
Pada tanggal 31 Desember 2024 , Perusahaan telah membuat penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian atas piutang lain-lain pihak ketiga (uang muka)
sebesar masing-masing US$68.638.066. Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian, proses restrukturisasi utang tersebut belum selesai.
Pembayaran yang dilakukan oleh Perusahaan kepada PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit) merupakan kelebihan pembayaran atas jumlah yang tertera di
dalam tagihan, yang dianggap sebagai piutang lain lain kepada PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit) sehubungan dengan adanya perjanjian antara PT
Wismakarya Prasetya dengan Perusahaan pada tanggal 16 Nopember 2006, dan modal kerja yang diberikan kepada PT Wismakarya Prasetya di masa lalu
untuk pembayaran kepada PT Perusahaan Gas Negara (PGN), PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan perpajakan. Perusahaan telah mengajukan klaim
kepada kurator untuk nilai pokok sebesar Rp279.593.977.457 dan bunga sebesar Rp206.051.448.529. Sampai dengan tanggal pengesahan laporan
keuangan konsolidasian, hal ini masih didiskusikan dengan kurator.
Sesuai dengan pernyataan didalam PSAK yang berkaitan dengan “Penurunan Nilai Piutang” dan mengingat adanya fakta bahwa PT Wismakarya Prasetya
telah dinyatakan pailit dan proses likuidasi telah dimulai, maka per tanggal 31 Desember 2024, Perusahaan telah membuat cadangan penuh atas kerugian
kredit ekspektasian atas piutang lan-lain. Namun, hal itu terus diusahakan dengan kurator untuk penyelesaian piutang PT Wismakarya Prasetya yang telah
jatuh tempo
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat piutang lain-lain kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
Mutasi cadangan kerugian kredit ekspektasian adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Saldo awal 68,638,066 67,637,756
Penyisihan tahun berjalan, bersih (Catatan 39) 1,000,310
Pengurangan penyisihan -
Saldo akhir 68,638,066 68,638,066
Rincian piutang lain-lain menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
Rincian piutang usaha dari pihak ketiga menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Dolar Amerika Serikat 35,107,022 35,107,022
Rupiah
(Rp 562.022.787.927 pada tahun 2025 dan Rp543.935.035.322 pada tahun 2024) 33,881,287 33,655,181
Jumlah 68,988,309 68,762,203
Cadangan atas kerugian kredit ekspektasian (68,638,066) (68,638,066)
Jumlah 350,243 124,137
Seluruh jumlah piutang lain-lain telah ditelaah ulang untuk tujuan indikasi penurunan nilai. Berdasarkan hasil penelaahan terhadap status dari piutang lain
lain secara individual, Seluruh piutang lain-lain dari pihak ketiga lainnya telah ditinjau dan dinyatakan mengalami penurunan nilai sepenuhnya. Manajemen
meyakini bahwa cadangan kerugian kredit ekspektasian yang tersedia cukup untuk menutup seluruh penurunan nilai atas piutang tersebut.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dan setiap kelas piutang lain-lain sebagaimana yang
dijabarkan pada Catatan 49.
43/95
Page 47
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
8. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Akun ini terdiri dari:
Bank garansi / SBLC 1,893,474 1,893,474
Uang jaminan:
Pihak ketiga
Uang jaminan atas listrik 959,385 813,914
Uang jaminan atas sewa 41,432 15,370
Lain-lain 367,957 53,735
Jumlah uang jaminan pihak ketiga 1,368,773 883,019
Jumlah 3,262,247 2,776,493
a. Bank Garansi / SBLC
Perusahaan dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk telah menandatangani perjanjian No. 011700.PK/HK.02/USH/2014 untuk menyediakan gas
kepada Perusahaan. Disamping itu seperti yang diungkapkan di dalam perjanjian, Perusahaan juga harus membayar penalti sebesar Rp22.500.000.000
dalam 45 bulan. Berdasarkan pembaharuan perjanjian tanggal 20 Oktober 2015, kedua belah pihak setuju untuk mengubah ketentuan mengenai batas
maksimum pemakaian gas untuk periode 1 November 2015 sampai dengan 31 Desember 2018.
Perusahaan telah menyediakan bank garansi (SBLC) untuk memasok gas yang kira-kira setara dengan dua (2) bulan dari nilai konsumsi gas. Untuk itu,
Perusahaan menerbitkan SBLC melalui Deutsche Bank, Jakarta sebesar US$1.545.264 dengan Pembayaran Obligasi sebesar US$1.032.800 melalui PT
Jasarahardja Putera. Pada tahun 2021, Perusahaan telah memberikan SBLC kepada PT PGN sebesar US$1.757.032 melalui Deutsche Bank, Jakarta
yang berlaku hingga Maret 2022. Jaminan ini diberikan kepada PT PGN setara dengan 2 bulan konsumsi gas.
Pada tahun 2023, Perusahaan telah memberikan SBLC kepada PT PGN sebesar US$2.035.641 melalui PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Jakarta yang
berlaku hingga April 2024. Jaminan ini diberikan kepada PT PGN setara dengan 2 bulan konsumsi gas
Pada tahun 2024, Perusahaan telah memberikan SBLC kepada PT PGN sebesar US$1.893.474 melalui PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Jakarta yang
berlaku hingga April 2025. Jaminan ini diberikan kepada PT PGN setara dengan 2 bulan konsumsi gas.
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat aset keuangan lancar lainnya kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Dolar Amerika Serikat 1,893,474 1,893,474
Rupiah
(Rp 16.601.542.277 pada tahun 2025 dan Rp14.271.353.078 pada tahun 2024) 1,368,773 883,019
Jumlah 3,262,247 2,776,493
Tidak terdapat aset keuangan lancar lainnya kepada pihak yang berelasi.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas aset keuangan lancar lainnya
sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 49
44/95
Page 48
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
9. PERSEDIAAN, BERSIH
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Barang jadi 3,275,578 3,814,819
Barang dalam proses 444,758 576,653
Bahan baku 587,467 733,900
Bahan pembantu 17,371,137 17,362,680
Bahan pembantu dalam perjalanan - 183,910
Bahan baku dalam perjalanan - -
Jumlah persediaan sebelum cadangan penurunan nilai 21,678,939 22,671,962
Cadangan penurunan nilai persediaan (918,750) (918,750)
Bersih 20,760,189 21,753,212
Mutasi atas cadangan penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Saldo awal 918,750 1,416,092
Perubahan selama tahun berjalan:
Penambahan penyisihan (Catatan 34) - 189,210
Pemulihan penyisihan (Catatan 34) - (686,552)
Saldo akhir 918,750 918,750
Pada tanggal 31 Desember 2024, Perusahaan mengakui cadangan penurunan nilai persediaan sebesar US$918.750, yang terdiri dari US$189.210 untuk
penyesuaian ke nilai realisasi bersih dan US$729.540 untuk persediaan usang.
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan fisik persediaan pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa cadangan penurunan nilai atas persediaan sudah
memadai. Jumlah atas penambahan penurunan nilai persediaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar US$189.210 dan
dicatat sebagai bagian dari Beban Pokok Penjualan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (Catatan 34).
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, persediaan dilindungi oleh kebijakan dari polis asuransi (throughput) dari asuransi pemasok utama PT Asuransi
Multi Graha Guna Tbk. meliputi risiko kebakaran dan risiko-risiko kerugian lainnya dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar US$135.000.000
dan US$310.000.000. Manajemen berpendapat bahwa jumlah pertanggungan asuransi cukup memadai untuk penutup kerugian-kerugian yang mungkin
timbul.
Pada tahun 2024 dan 2023, masing-masing persediaan sejumlah US$60.200.000 digunakan sebagai jaminan atas utang bank Perusahaan yang diperolehnya
dari Damiano Investments B.V., Belanda (Catatan 19).
Pada tahun 2023, persediaan sejumlah US$60.200.000 digunakan sebagai jaminan atas utang bank Perusahaan yang diperolehnya dari Damiano
Investments B.V., Belanda (Catatan 19).
10. UANG MUKA PEMBELIAN
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Pihak ketiga
Pembelian bahan baku dan operasional 883,175 940,550
Pembelian aset tetap 26,937 53,431
Lain-lain 220,848 69,808
Jumlah uang muka sebelum cadangan penurunan nilai 1,130,960 1,063,789
Cadangan penurunan nilai uang muka pembelian (401,257) (401,257)
Jumlah 729,703 662,532
45/95
Page 49
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Pada tahun 2024, Perusahaan mencadangkan penurunan nilai atas uang muka pembelian sebesar US$401.257 sehubungan dengan rendahnya kemungkinan
pemulihan di masa mendatang. Manajemen telah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi terkini pemasok dan prospek realisasi uang muka
tersebut. Pencadangan ini telah diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi dan akan dievaluasi secara berkala sesuai dengan perkembangan informasi
yang tersedia
Pada tahun 2023, total uang muka pembelian aset tetap sebesar US$144.657 (setara dengan Rp2.027.420.771) merupakan uang muka yang berkaitan
dengan pembelian mesin dan perlengkapan pada divisi benang filamen dengan total sebesar US$140.719 (setara dengan Rp1.971.650.771) dan pembelian
mesin dan perlengkapan untuk memproduksi fiber dalam rangka ekspansi dengan total sebesar US$3.938 (setara dengan Rp55.770.000). Mesin dan
perlengkapan tersebut akan diterima pada tahun 2024.
11. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Premi asuransi dibayar dimuka 60,249 -
Lain-lain 850,346 287
Jumlah 910,595 287
12. PIUTANG NON-USAHA
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Pihak ketiga:
PT Multikarsa Investam 40,489,606 40,489,606
Pihak berelasi:
PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) 107,132,220 107,132,220
Jumlah piutang non-usaha sebelum penyisihan atas kerugian kredit ekpestasian 147,621,826 147,621,826
Cadangan atas kerugian kredit ekspektasian (147,621,826) (147,621,826)
Jumlah (0) -
Piutang non-usaha dari PT Multikarsa Investama berasal dari penerimaan AR International Limited, Hong Kong masing-masing sebesar Rp21.313.289.128
(setara dengan US$1.318.728 pada tahun 2024) untuk pengembalian uang muka pembelian aset tetap (mesin dan peralatan) dan sisanya masing-masing
sebesar US$39.170.878 pada tanggal 31 Desember 2024 merupakan pinjaman untuk uang muka gaji karyawan dan biaya lainnya
Mutasi cadangan kerugian kredit ekspektasian adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Saldo awal 147,621,826 111,962,653
Perubahan selama tahun berjalan:
Penambahan penyisihan (Catatan 39) - 35,659,173
Pengurangan penyisihan - -
Saldo akhir 147,621,826 147,621,826
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang non-usaha dan dinyatakan mengalami penurunan nilai sepenuhnya. Manajemen berpendapat bahwa
nilai tercatat diperkirakan telah mendekati nilai wajarnya.
Rincian piutang usaha dari pihak ketiga menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Dolar Amerika Serikat 106,410,712 106,410,712
Rupiah
(Rp 683.609.959.032 pada tahun 2025 dan Rp 666.054.024.468 pada tahun 2024) 41,211,114 41,211,114
Jumlah 147,621,826 147,621,826
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas piutang non-usaha sebagaimana
yang dijabarkan pada Catatan 49.
46/95
Page 50
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
13. ASET KEUANGAN TIDAK LANCAR LAINNYA Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Badan Penyehatan Perbankan Indonesi
(PT Perusahaan Pengelola Aset):
PT Bank Putera Multikarsa
Rekening Dolar Amerika Serikat 701,266 701,266
Rekening Rupiah 281,383 281,383
PT Bank Papan Sejahtera
Rekening Rupiah 2,687 2,687
PT Bank Dharmala
Rekening Rupiah 1,947 1,947
PT Bank Umum Nasional
Rekening Dolar Amerika Serikat 1,882 1,882
PT Bank Asia Pacific
Rekening Rupiah 40 40
Jumlah aset keuangan tidak lancar lainnya sebelum cadangan atas kerugian kredit ekpestasian 989,205 989,205
Cadangan atas kerugian kredit ekspektasia (989,205) (989,205)
Jumlah - -
Mutasi cadangan atas kerugian kredit ekspektasian dari asset keuangan lancar lainnya adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Saldo awal 989,205 989,205
Perubahan selama tahun berjalan:
Penambahan penyisihan - -
Pengurangan penyisihan - -
Saldo akhir 989,205 989,205
Perusahaan dan Entitas Anak sedang dalam proses restrukturisasi oleh Badan Penyehatan Perbankan Indonesia (BPPN), maka keseluruhan saldo rekening
bank dibatasi penggunaannya oleh BPPN.
Pemerintah Indonesia melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) menghentikan izin operasi PT Bank Putera Multikarsa, yang merupakan
pihak yang berelasi, pada tanggal 28 Januari 2000; PT Bank Dharmala, PT Bank Asia Pacific dan PT Bank Papan Sejahtera pada tanggal 13 Maret 1999;
dan PT Bank Umum Nasional pada tanggal 21 Agustus 1998. Akibatnya, saldo masing masing pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 sejumlah
US$989.205, disajikan sebagai aset keuangan tidak lancar lainnya di laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
Perusahaan berpendapat bahwa nilai pada bank yang dibatasi penggunaannya perlu disesuaikan selama restrukturisasi utang terjamin dengan PT Perusahaan
Pengelola Aset (PPA) / Kementerian Keuangan. namun, adalah tepat untuk membuat cadangan kerugian kredit ekspektasian sebesar US$989.205.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas aset keuangan tidak lancar lainnya
sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 49.
47/95
Page 51
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
14. ASET TETAP
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:
Nilai tercatat 1,511,915,966 1,511,915,965
Akumulasi penyusutan (1,450,276,036) (1,449,046,822)
Nilai buku 61,639,930 62,869,143
Aset dalam penyelesaian 458,135 458,135
Jumlah 62,098,064 63,327,278
Rincian pemilikan langsung adalah sebagai berikut:
2025
Perubahan selama periode berjalan (in US$)
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikas Saldo akhir
Pemilikan langsung
Nilai tercatat:
Tanah 15,665,079 15,665,079
Bangunan dan prasarana 48,656,191 48,656,191
Mesin dan peralatan 1,438,694,192 1,438,694,192
Kendaraan 5,373,758 5,373,758
Peralatan kantor 3,526,745 3,526,745
Jumlah nilai tercatat 1,511,915,965 - - - 1,511,915,965
Akumulasi penyusutan:
Bangunan dan prasarana 47,292,264 38,044 47,330,308
Mesin dan peralatan 1,392,878,216 1,638,192 1,394,516,408
Kendaraan 5,373,749 9 5,373,758
Peralatan kantor 3,502,593 (447,031) 3,055,562
Jumlah Akumulasi Penyusutan 1,449,046,822 1,229,214 - - 1,450,276,036
Nilai buku 62,869,143 61,639,929
2024
Perubahan selama periode berjalan (in US$)
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikas Saldo akhir
Pemilikan langsung
Nilai tercatat:
Tanah 15,665,079 - - - 15,665,079
Bangunan dan prasarana 48,647,708 - - 8,483 48,656,191
Mesin dan peralatan 1,441,992,349 - (4,095,690) 797,533 1,438,694,192
Kendaraan 5,509,976 - (136,218) - 5,373,758
Peralatan kantor 3,524,750 1,487 - 508 3,526,745
Jumlah nilai tercatat 1,515,339,862 1,487 (4,231,908) 806,524 1,511,915,965
Akumulasi penyusutan:
Bangunan dan prasarana 47,157,248 135,016 - - 47,292,264
Mesin dan peralatan 1,392,375,831 4,598,075 (4,095,690) - 1,392,878,216
Kendaraan 5,506,818 3,149 (136,218) - 5,373,749
Peralatan kantor 3,431,298 71,295 - - 3,502,593
Jumlah Akumulasi Penyusutan 1,448,471,195 4,807,535 (4,231,908) - 1,449,046,822
Nilai buku 66,868,667 62,869,143
48/95
Page 52
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Rincian aset dalam penyelesaian adalah sebagai berikut:
2025
Perubahan selama periode berjalan (in US$)
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikas Saldo akhir
Nilai tercatat:
Aset dalam penyelesaian 458,135 - - - 458,135
2024
Perubahan selama periode berjalan (in US$)
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikas Saldo akhir
Nilai tercatat:
Aset dalam penyelesaian 1,264,659 - - (806,524) 458,135
Beban penyusutan dialokasikan pada:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Pemilikan langsung:
Beban pabrikasi (Catatan 35) 1,217,074 4,733,027
Beban umum dan administrasi (Catatan 37) 12,139 74,508
Jumlah 1,229,213 4,807,535
Catatan : Biaya Amortisasi Software (Catatan 37) 34,148
Perusahaan memperoleh hasil penjualan aset tetap sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Nilai buku - -
Hasil penjualan aset tetap - (713,174)
Laba dari penjualan aset tetap - (713,174)
Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang berlokasi di Karawang dan Kendal seluas 755.071 m² dengan sertifikat berupa Hak Guna Bangunan
(HGB) yang berjangka waktu 20 – 30 tahun yang akan jatuh tempo antara tahun 2006 dan 2044. Pada tahun 2007, sertifikat HGB atas tanah yang berlokasi
di Semarang seluas 78.111 m² sudah diperpanjang hingga 29 November 2027.
Dan pada tahun 2014, Perusahaan juga telah memperpanjang sertifikat hak atas tanah yang berlokasi di Karawang seluas 319.755 m2 sampai dengan 3 Mei
2034. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan sertifikat hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan
didukung dengan bukti pemilikan yang memadai.
Sebagian tanah Perusahaan di Karawang, dengan sertifikat berupa Hak Guna Bangunan (HGB) No. 13 seluas 33.630 m² dan Hak Guna Bangunan (HGB)
No. 14 seluas 35.380 m², dijaminkan kepada PT Bina Prima Perdana (BPP) atas utang terjamin milik PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) (Catatan 20).
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2024, total persentase penyelesaian untuk instalasi mesin dan peralatan tersebut adalah sekitar 70% dan sudah
diselesaikan pada tahun 2025. Manajemen yakin bahwa tidak ada indikasi halangan terhadap penyelesaian dari aset dalam penyelesaian ini.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2023, total persentase penyelesaian untuk instalasi mesin dan peralatan tersebut adalah sekitar 63% dan sudah
diselesaikan pada tahun 2024. Manajemen yakin bahwa tidak ada indikasi halangan terhadap penyelesaian dari aset dalam penyelesaian ini.
Pada bulan November 2014, Perusahaan telah membeli sebuah Gas Turbine senilai US$4.217.940 dari kurator PT Wismakarya Prasetya melalui sebuah
proses lelang.
Manajemen berpendapat bahwa estimasi nilai perolehan kembali dari aset tetap tersebut sudah melebihi nilai bukunya sehingga tidak perlu dilakukan
penurunan nilai atas aset tetap pada tanggal pelaporan.
49/95
Page 53
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Pada tahun 2024, nilai wajar atas tanah (814.764 m²) berdasarkan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) adalah sebesar Rp717.869.078.000 (setara dengan
US$46.566.494) dan nilai wajar atas bangunan (256.881 m²) berdasarkan NJOP adalah sebesar Rp321.776.042.000 (setara dengan US$20.872.862)
Berdasarkan laporan jasa penilai KJPP Nirboyo A., Dewi A. & Rekan tanggal 10 Desember 2021, jumlah nilai pasar atas aset tetap Perusahaan adalah
sebesar US$396.778.300 dengan nilai likuidasi sebesar US$238.506.000.
Penilaian, yang sesuai dengan Standar Penilaian Internasional, ditentukan berdasarkan transaksi pasar terkini yang dilakukan dalam ketentuan-ketentuan
yang wajar. Metode penilaian yang digunakan adalah Metode Pendekatan Data Pasar. Elemen elemen yang digunakan dalam perbandingan data untuk
menentukan nilai wajar aset, antara lain:
a. Jenis hak yang melekat pada properti;
b. Kondisi pasar;
c. Lokasi;
d. Karakteristik fisik dan tanah; dan
e. Karakteristik dalam menghasilkan pendapatan
Pada tanggal 31 Desember 2024 , total nilai tercatat dari aset tetap yang telah disusutkan penuh masing-masing sebesar US$ 1.450.276.036 . Namun
Perusahaan masih menggunakannya untuk kegiatan operasional.
Sebagian besar tanah, bangunan, mesin dan peralatan milik Perusahaan di Kendal digunakan sebagai jaminan atas obligasi yang dijaminkan kepada PT
Bina Prima Perdana (BPP)/ PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) (Catatan 20). Mesin dan peralatan dalam Proyek Batch Poly (tidak termasuk pekerjaan
sipil), Fiber Line, dan Proyek Otomotif dengan mesin EFK masing-masing sebesar US$17.700.000 pada tahun 2024 dan 2023 digunakan sebagai jaminan
atas pinjaman modal kerja dari Damiano Investments B.V., Belanda (Catatan 24).
Seluruh aset tetap Perusahaan, kecuali tanah, telah diasuransikan kepada PT Asuransi Multi Graha Guna Tbk. terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya
termasuk gempa bumi dengan jumlah pertanggungan sebesar US$40.000.000 pada tanggal 31 Desember 2024. Manajemen Perusahaan berkeyakinan
bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut di atas adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko yang dipertanggungkan.
15. HAK PAKAI
Tabel berikut menunjukkan rincian hak pakai aset dalam laporan posisi keuangan konsolidasian:
Maret 2025
Perubahan selama periode berjalan (in US$)
Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Pemilikan langsung
Nilai tercatat:
Bangunan dan prasarana 932,181 932,181
Mesin dan peralatan - -
Kendaraan 88,686 88,686
Peralatan kantor 5,458 5,458
Jumlah nilai tercatat 1,026,325 - - 1,026,325
Akumulasi penyusutan:
Bangunan dan prasarana 305,701 305,701
Mesin dan peralatan - -
Kendaraan 28,006 28,006
Peralatan kantor 2,882 2,882
Jumlah Akumulasi Penyusutan 336,589 - - 336,589
Nilai buku 689,736 689,736
50/95
Page 54
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Desember 2024
Perubahan selama periode berjalan (in US$)
Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Pemilikan langsung
Nilai tercatat:
Bangunan dan prasarana 1,999,829 88,685 (1,156,333) 932,181
Mesin dan peralatan 1,254,204 (1,254,204) -
Kendaraan 501,298 (412,612) 88,686
Peralatan kantor 5,458 - 5,458
Jumlah nilai tercatat 3,760,789 88,685 (2,823,149) 1,026,325
Akumulasi penyusutan:
Bangunan dan prasarana 900,664 356,736 (951,699) 305,701
Mesin dan peralatan 891,045 167,481 (1,058,526) -
Kendaraan 235,187 128,143 (335,324) 28,006
Peralatan kantor 1,061 1,821 - 2,882
Jumlah Akumulasi Penyusutan 2,027,957 654,181 (2,345,549) 336,589
Nilai buku 1,732,832 689,736
Jumlah yang diakui dalam laporan laba atau rugi dan pendapatan komprehensif lain konsolidasian:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Beban penyusutan aset hak guna
Beban pabrikasi (Catatan 35) - 524,218
Beban umum dan administrasi (Catatan 37) - 129,963
Jumlah beban penyusutan aset hak guna - 654,181
Beban bunga (termasuk dalam biaya keuangan) (Catatan 40) - 44,307
Beban yang berkaitan dengan sewa jangka pendek, termasuk dalam:
Beban pabrikasi (Catatan 35) - 141,301
Beban umum dan administrasi (Catatan 37) - 612,392
Sewa di luar lingkup PSAK 116
Beban pabrikasi (Catatan 35) - 89,811
16. ASET TIDAK BERWUJUD
Maret 2025
Perubahan selama periode berjalan (in US$)
Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Nilai tercatat:
Biaya proses legal hak tanah 166,652 - - 166,652
SAP 641,740 - - 641,740
Jumlah nilai tercatat 808,392 - - 808,392
Akumulasi amortisasi:
Biaya proses legal hak tanah 99,316 1,577 - 100,893
SAP 267,391 34,148 - 301,539
Jumlah akumulasi amortisas 366,707 35,725 - 402,432
Nilai buku 441,685 405,960
51/95
Page 55
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Desember 2024
Perubahan selama periode berjalan (in US$)
Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Nilai tercatat:
Biaya proses legal hak tanah 166,652 - - 166,652
SAP 641,740 - - 641,740
Jumlah nilai tercatat 808,392 - - 808,392
Akumulasi amortisasi:
Biaya proses legal hak tanah 84,761 14,555 - 99,316
SAP 139,043 128,348 - 267,391
Jumlah akumulasi amortisas 223,804 142,903 - 366,707
Nilai buku 584,588 441,685
Beban amortisasi dialokasikan pada:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Beban umum dan administrasi (Catatan 37) 35,725 142,903
Jumlah 35,725 142,903
Aset tidak berwujud merupakan biaya legal sehubungan dengan perpanjangan hak atas tanah yang berlokasi di Bandung (166 m²) dan perpanjangan hak
atas tanah yang berlokasi di Karawang (319.755 m²). Atas aset tidak berwujud ini diamortisasi sepanjang masa manfaat (Hak Guna Bangunan) selama 20
tahun atau 3 Mei 2034
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai pada aset tidak berwujud.
17. UTANG USAHA
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Pihak ketiga:
Pemasok loka 4,949,830 3,978,119
Pemasok luar negeri 2,513,049 2,660,078
7,462,880 6,638,197
Rincian umur utang usaha kepada pihak ketiga yang dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Sampai dengan 1 bulan 3,406,610 1,412,657
> 1 bulan – 3 bulan 336,923 548,783
> 3 bulan – 6 bulan 657,482 986,955
Lebih dari 6 bulan 3,061,865 3,689,802
Jumlah 7,462,880 6,638,197
52/95
Page 56
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Rincian utang usaha kepada pihak ketiga menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Dolar Amerika Serikat 4,879,145 3,577,380
Rupiah
Maret 2025 41,719,996,919 2,515,071
Desember 2024 48,260,459,290 2,986,045
Euro Eropa
Maret 2025 36,436 39,301
Desember 2024 41,297 43,058
Yen Jepang
Maret 2025 2,097,775 13,948
Desember 2024 2,461,721 15,591
Poundsterling
Maret 2025 5,887 7,600
Desember 2024 6,178 7,772
Singapore Dolar
Maret 2025 9,964 7,452
Desember 2024 10,000 7,375
Swiss Franc
Maret 2025 319 361
Desember 2024 880.56 976
Jumlah 7,462,879 6,638,197
Utang usaha pihak ketiga kepada pemasok lokal dan pemasok luar negeri merupakan utang atas pembelian bahan baku dan bahan pembantu. Utang ini
tidak dikenakan bunga dan tidak ditentukan jangka waktu pelunasannya.
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat utang usaha kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
Tidak terdapat utang usaha yang dijaminkan.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas utang usaha sebagaimana yang
dijabarkan pada Catatan 49.
18. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Pihak ketiga:
Bunga 25,187,081 23,973,882
Listrik dan gas 56,333 497,770
Pemasaran 499,114 423,609
Jasa profesional 169,434 189,176
Transportasi 23,002 51,464
Liabilitas klaim pelanggan 30,239
Asuransi 14,504 19,784
Sewa - -
Keamanan -
Lain-lain 28,033 18,634
Jumlah pihak ketiga 25,977,501 25,204,558
Pihak berelasi
Bunga 22,206,653 22,206,653
Jumlah 48,184,154 47,411,211
53/95
Page 57
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Bagian dari biaya bunga sebesar Rp 388.284.040.664 (setara dengan US$ 25.187.081) dan Rp387.465.880.830 (setara dengan US$23.973.882 pada tahun
2024) merupakan biaya bunga atas utang terjamin yang telah diakui pada tahun 2001 dan 2002, dimana seluruh jumlah tersebut belum dibayarkan dan
hutang bunga sampai dengan tahun 2000 telah dihapuskan berdasarkan DMOA. Biaya bunga setelah tahun 2002 tidak dicatat oleh Perusahaan karena
proses restrukturisasi belum selesai (Catatan 20).
Rincian biaya masih harus dibayar menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Rupiah
Rp 13.281.222.177 pada tahun 2025 dan Rp26.392.594.486 pada tahun 2024 790,420 1,633,003
Dolar Amerika Serika 47,393,734 45,778,208
Jumlah 48,184,154 47,411,211
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat biaya yang masih harus dibayar kurang lebih sama dengan nilai wajarnya
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas utang usaha sebagaimana yang
dijabarkan pada Catatan 49.
19. UTANG BANK
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Pihak berelasi:
Damiano Investment B.V., Belanda 68,690,400 69,511,945
Menurut perjanjian pinjaman tanggal 3 Maret 2006 dan pembaharuannya tanggal 31 Agustus 2006 antara Perusahaan (Peminjam). Damiano Investments
B.V., Belanda (Pemberi Pinjaman), dan PT Ferrier Hodgson monitoring Agent), pemberi pinjaman menyetujui untuk menyediakan fasilitas letter of credit
dengan jumlah keseluruhan sebesar US$50.000.000. Dengan demikian, Perusahaan juga dapat menggunakan nama memberi pinjaman sebagai penjamin
untuk membuka Letter of Credit di Barclays Bank Plc, Hong Kong (Barclays). Disamping itu, Perusahaan juga membayar biaya pendanaan sebesar 2,25%
per bulan atas jumlah penggunaan fasilitas di Barclays kepada Damiano Investments B.V., Belanda
Berdasarkan pembaharuan perjanjian pinjaman tanggal 1 Januari 2009 antara Perusahaan (Peminjam). Damiano Investments B.V., Belanda (Pemberi
Pinjaman), dan PT Kordamentha (d/h PT Ferrier Hodgson) sebagai Monitoring Agent, sejak tanggal 3 April 2009, semua fasilitas “Letter of Credit di
Barclays” dipindahkan ke “Deutsche Bank AG: Fasilitas Letter of Credit”. Total biaya pendanaan yang dibebankan oleh Damiano Investments B.V.,
Belanda untuk fasilitas ini adalah sebesar 1,25% per bulan.
Fasilitas Letter of Credit ini selalu berubah sesuai dengan kebutuhan Perusahaan untuk pembelian bahan baku. Berdasarkan perubahan perjanjian pada
tanggal 8 April 2011 antara Perusahaan (Peminjam) dan Damiano Investments B.V., Belanda (Pemberi Pinjaman), dan PT Ferrier Hodgson (Monitoring
Agent), pemberi pinjaman setuju untuk meningkatkan fasilitas Letter of Credit dari jumlah sebesar US$50.000.000 menjadi US$80.000.000.
Berdasarkan perubahan perjanjian pada bulan Agustus 2021 antara Perusahaan (Peminjam). Damiano Investments B.V., Belanda (Pemberi Pinjaman), dan
PT Kordamentha (Monitoring Agent). Pemberi pinjaman setuju untuk meningkatkan fasilitas Letter of Credit dari jumlah sebesar US$100.000.000 menjadi
US$102.000.000.
Fasilitas yang tersedia pada tanggal 31 Desember 2023 US$98.070.775. Letter of Credit yang telah digunakan oleh Perusahaan untuk membeli bahan baku
sejumlah US$95.846.330 pada tahun 2023. Seluruh utang bank dinyatakan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat. Fasilitas ini merupakan revolving
facility. Jangka waktu jatuh tempo dari fasilitas Letter of Credit ini adalah 10 Oktober 2025.
Perusahaan telah menandatangani perjanjian kerjasama atas fasilitas pembiayaan Letter of Credit dengan Deutsche bank, Jakarta pada tanggal 24 September
2018 sejumlah US$ 20.000.000. Ini merupakan bagian (Sub-Limit) dari keseluruhan fasilitas pinjaman Letter of Credit yang diberikan oleh Damiano
Invesment B.V. melalui Deutsche Bank, Hong Kong.
54/95
Page 58
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2024, bunga biaya pendanaan atas utang bank telah dibebaskan oleh Damiano Investments B.V., Belanda sesuai
dengan amandemen perjanjian tanggal 9 Januari 2024.
Kondisi pasar yang tidak mendukung, menurunnya permintaan, utilisasi yang rendah dan biaya manufaktur yang meningkat menyebabkan Perusahaan
menutup sementara pabrik di Karawang. Perusahaan melakukan pembayaran fasilitas LC untuk pembelian bahan baku, yang jatuh tempo, dan belum
membeli bahan baku baru sementara ini karena pabrik Karawang masih ditutup.
Fasilitas Letter of Credit dijamin secara fidusia dengan piutang usaha dan persediaan yang masing masing bernilai US$45.000.000 dan US$60.200.000
(Catatan 6 dan 9).
Karena bersifat jangka pendek, maka jumlah tercatat pinjaman bank mendekati nilai wajarnya.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas utang bank sebagaimana yang
dijabarkan pada Catatan 49.
20. UTANG TERJAMIN
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Obligasi:
13% Guaranteed Secured Notes 122,526,000 122,526,000
Secured Floating Rate Notes 50,000,000 50,000,000
9,375% Guaranteed Secured Notes 250,000,000 250,000,000
11,375% Guaranteed Secured Notes 260,000,000 260,000,000
Jumalah Obligasi 682,526,000 682,526,000
PT Bina Prima Perdana:
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Rp1.302.583.907.331 78,525,676 80,595,465
Dolar Amerika Serikat 29,055,834 29,055,834
EUR849.87 916,716 886,121
YEN3.001.711.400 19,958,856 19,011,427
Jumlah PT Bina Prima Perdana 128,457,082 129,548,847
Eks - Bank – Pinjaman Bilateral:
Damiano Investments B.V., Belanda (Eks.Credit Agricole Indosuez, Singapura) 12,117,088 12,117,088
Damiano Investments B.V., Belanda (Eks. PT Bank Finconesia) EUR7.471.539 8,059,177 7,790,205
Damiano Investments B.V., Belanda (Eks.Union Europeene de CIC, Singapura EUR5.941.395 6,408,687 6,194,799
Damiano Investments B.V., Belanda (Eks. Bangkok Bank, Singapura) 1,303,097 1,303,097
Kyoa Investment Limited, British Virgin Island (Ex. Bangkok Bank, Singapore) 500,000 500,000
Sverige Financing Limited, British Virgin Island (Ex. Bangkok Bank, Singapore) 500,000 500,000
Sasando Pte. Ltd., Singapore (Ex. Bangkok Bank, Singapore) 500,000 500,000
Sverige Netherlands B.V., Netherland (Ex. Bangkok Bank, Singapore) 9,600 9,600
Lain-lain 490,400 490,400
Jumlah eks - bank – pinjaman bilateral 29,888,050 29,405,189
Menteri Keuangan (Eks. BNI LC):
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Dolar Amerika Serikat 80,366,458 80,366,458
Rupiah - Rp38.468.048.072 2,319,028.70 2,380,154
82,685,487 82,746,612
923,556,618 924,226,648
55/95
Page 59
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Pada bulan November 2010 dan Desember 2010, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) mengumumkan program “Penjualan aset dan saham Perusahaan
Texmaco” yang meliputi pabrik di Semarang. Namun karena beberapa alasan, program ini kemudian dibatalkan.
Sejumlah proposal restrukturisasi (SDRP) utang telah diajukan kepada pengelola utang, yaitu sbb.:
• Bulan Februari 2014, Perusahaan telah mengirimkan revisi dari usulan restrukturisasi (SDRP) kepada PPA sejalan dengan bisnis saat itu dan
keberlanjutan dari utang. Utang terjamin akan dikonversi menjadi utang yang ditahan sebesar US$ 80.000.000 dan sisanya dikonversi ke ekuitas
• Bulan Maret 2018, Perusahaan telah mengajukan pembaharuan atas usulan Restrukturisasi Utang Terjamin kepada Komite dan Kementerian
Keuangan.
• Bulan September 2020, Perusahaan mengajukan usulan kepada Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Kekayaan Negara untuk menyetujui
Usulan Restrukturisasi Hutang Terjaminnya atas konversi 100% hutang menjadi ekuitas.
Proposal ditolak karena tidak diperbolehkan konversi utang secara penuh menjadi ekuitas kepada Pemerintah.
Perusahaan telah mengajukan kembali proposal restrukturisasi hutang pada bulan Agustus 2024, tetapi masih belum diterima oleh Satuan Tugas BLBI.
Perusahaan telah mengajukan kembali revisi proposal restrukturisasi utang kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) pada tanggal 14 April
2025, yang sudah mempertimbangkan masukan dari para kreditor. Dalam proposal ini, porsi obligasi yang merupakan milik Damiano Investment BV
sebesar US$ 85,000,000 tetap dipertahankan sebagai utang dan akan dilunasi dengan melihat kemajuan atas perkembangan pelaksanaan restrukturisasi
utang. Utang kepada Menteri Keuangan sebesar US$ 82.685.487 akan tetap dipertahankan sebagai utang dan akan dilunasi dalam jangka waktu 15 tahun
dengan menggunakan skema defeasement melalui deposit yang diberikan oleh investor baru. Sisa utang berjaminan lainnya akan dikonversi ke ekuitas.
Perusahaan tidak mengakui adanya beban bunga atas utang terjamin sejak tahun 2002 dimana Perusahaan masih dalam proses restrukturisasi, dan utang
bunga tidak akan diperhitungkan nantinya. Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Perusahaan mempunyai utang bunga sebesar Rp387.465.880.830
(setara dengan US$23.973.882 pada tahun 2024) dan 388.284.040.664 (setara dengan US$ 25.187.081 pada tahun 2023) dan disajikan sebagai bagian dari
biaya yang masih harus dibayar di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 18).
56/95
Page 60
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Berdasarkan Akta Perjanjian Utang tanggal 11 Juni 2014, Damiano Investments B.V., Belanda setuju untuk memberikan hak, nama dan kepemilikannya
atas utang terjamin Perusahaan kepada Kyoa Investment Limited, Sverige Financing Limited, Sverige Netherland B.V., dan Sasando Pte. Ltd. sesuai dengan
proporsi yang tertera dibawah ini:
Pertimbangan dalam Pembelian
Kreditur Jumlah Pokok Pinjaman yang dibeli Penjual menahan suatu proporsi atas utang
Damiano Investments B.V. US$ 1,303,097.37 -
Kyoa Investment Limited US$ 500,000.00 US$ 50,000
Sverige Financing Limited US$ 500,000.00 US$ 50,000
Sverige Netherland B.V. US$ 500,000.00 US$ 50,000
Sasando Pte. Ltd. US$ 500,000.00 US$ 50,000
Jumlah US$ 3,303,097.37 US$ 200,000
Kemudian, berdasarkan Transfer Certificate tanggal 30 April 2015, Sverige Financing Limited mengalihkan sebagian pokok utang terjamin Perusahaan
sejumlah US$490.400 kepada pihak lain dan sisanya sebesar US$9.600 tetap dimiliki oleh Sverige Financing Limited.
Sehingga proporsi kepemilikan atas utang terjamin Perusahaan menjadi sebagai berikut:
Pertimbangan dalam Pembelian
Kreditur Jumlah Pokok Pinjaman yang dibeli Penjual menahan suatu proporsi atas utang
Damiano Investments B.V. US$ 1,303,097.37 -
Kyoa Investment Limited US$ 500,000.00 US$ 50,000
Sverige Netherland B.V. US$ 500,000.00 US$ 50,000
Sasando Pte. Ltd. US$ 500,000.00 US$ 50,000
Sverige Financing Limited US$ 9,600.00 US$ 50,000
Lain-lain US$ 490,400.00 -
Jumlah US$ 3,303,097.37 US$ 200,000
Sebagai konsekuensinya, Perusahaan harus membayarkan utang sesuai dengan jumlah utang yang dibeli oleh masing-masing kreditur diatas sesuai dengan
proporsi dari nilai pembelian yang dimiliki oleh masing masing kreditur seperti yang dinyatakan pada tabel diatas
Rincian utang terjamin menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut: Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Dolar Amerika Serikat 807,368,478 807,368,478
Euro - EUR 14.262.806 15,384,580 14,871,125
Yen Jepang - JPY 3.001.711.400 19,958,856 19,011,427
Rupiah - Rp1.341.051.955.403 80,844,704 82,975,618
Jumlah 923,556,618 924,226,648
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat utang terjamin kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas utang terjamin sebagaimana yang
dijabarkan pada Catatan 49.
21. LIABILITAS IMBALAN KERJA JANGKA PENDEK
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar US$205.732 dan US$308.191. Akun ini
merupakan liabilitas atas bonus untuk karyawan, pensiun, gaji, tunjangan kesehatan, dan tunjangan karyawan lainnya.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas liabilitias keuangan jangka pendek
lainnya sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 49.
57/95
Page 61
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
22. LIABILITAS KEUANGAN JANGKA PENDEK LAINNYA
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Liabilitas kontrak 1,074,715 1,112,753
Pengangkutan dan transportas 287,610 466,126
Sewa 246,765 307,498
PT Pacific Poly 190,935 171,899
PLN 409,754
Lainnya 50,267 50,669
Jumlah 2,260,046 2,108,945
Rincian liabilitas keuangan jangka pendek lainnya menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Rupiah - (Rp 25.064.420.061 pada tahun 2025 dan Rp28.149.468.534 pada tahun 2024) 1,551,674 1,741,707
Dolar Amerika Serikat 708,372 367,238
Jumlah 2,260,046 2,108,945
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat liabilitas keuangan jangka pendek lainnya kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas liabilitias keuangan jangka pendek
lainnya sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 49.
23. WESEL BAYAR TIDAK TERJAMIN
Rincian utang terjamin menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Madison Pacific Trust Limited 34,920,527 34,567,174
Perusahaan telah mengambil langkah untuk implementasi Rencana Perdamaian (Composition Plan) yang telah disetujui oleh para kreditur tidak terjamin
Perusahaan dan diratifikasi oleh Pengadilan Niaga. Pada tanggal 29 September 2006, utang tidak terjamin yang terdiri dari Bank, PT Bina Prima Perdana,
sewa guna usaha dan wesel bayar sebesar US$18.670.630 telah direstrukturisasi ke dalam wesel bayar dengan tingkat bunga tetap (Fixed Rate Notes) dan
berada dibawah pengawasan (Custodian) The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, Hong Kong.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, jumlah utang tidak terjamin setelah direstrukturisasi sebesar US$34.567.174 yang terdiri dari utang
pokok US$18.670.630 ditambah dengan utang bunga yang dikapitalisasi masing-masing sebesar US$15.896.544 pada tahun 2025 dan 2024.
Pada tanggal 18 Desember 2023, Perusahaan telah menerima dan mendapatkan persetujuan untuk penundaan tanggal jatuh tempo atas Surat Utang Baru
dari Februari 2027 sampai Februari 2031termasuk kapitalisasi bunga hingga Februari 2031.
Rinciannya adalah sebagai berikut: Tahun Amortisas
2026 5.0%
2027 17.5%
2028 17.5%
2029 17.5%
2030 20.0%
2031 22.5%
Seluruh wesel bayar tidak terjamin dinyatakan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat.
58/95
Page 62
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Berdasarkan Akta Novasi dan Aksesi tanggal 28 April 2016 antara Perusahaan, Damiano Investments, B.V., Belanda, Deutsche Bank AG, PT Pilot Asia
Capital, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, dan Madison Pacific Trust Limited, para pihak setuju untuk mengganti jasa Agen
Fiskal atas Wesel Bayar tidak Terjamin dari The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited menjadi Madison Pacific Trust Limited.
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, beban bunga atas wesel bayar tidak terjamin masing-masing sebesar
US$1.370.716 dan US$1.312.854, dan disajikan sebagai bagian dalam beban keuangan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian (Catatan 40).
Dalam rapat luar biasa dengan pemegang surat utang tanpa jaminan pada 11 Februari 2025, perusahaan meminta persetujuan untuk mengubah tingkat
bunga menjadi nol persen (0%) untuk periode 16 Februari 2025 hingga 15 Februari 2031.
Nilai wajar dari liabilitas keuangan jangka panjang ditentukan dengan cara memperhitungkan nilai kini pada saat tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian. dengan menggunakan metode suku bunga efektif tetap yang tersedia pada Perusahaan.
Tidak ada perubahan nilai wajar yang dibukukan pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif konsolidasian selama tahun berjalan sebagai
liabilitas keuangan yang dinyatakan sebesar nilai amortisasi
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas wesel bayar tidak terjamin
sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 49.
24. PINJAMAN MODAL
Rincian utang terjamin menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut: Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Pihak berelasi:
Damiano Investments B.V., Belanda 20,445,000 20,445,000
Sverige Netherlands B.V 1,000,000 1,000,000
PT Pacific Poly 1,000,000 1,000,000
Jumlah 22,445,000 22,445,000
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Modal Kerja antara Perusahaan dan Damiano Investments B.V., Belanda tanggal 1 Juni 2006. Damiano Investments
B.V., Belanda setuju untuk menyediakan fasilitas pinjaman modal kerja kepada Perusahaan. Suku bunga yang dibebankan atas pinjaman tersebut adalah
9% per tahun sampai dengan diimplementasikannya Rencana Perdamaian. Setelah Rencana Perdamaian diimplementasikan, tingkat suku bunga akan
mengikuti surat utang baru atas pinjaman yang direstrukturisasi. Fasilitas pinjaman modal kerja ini tersedia sampai dengan tahun ke 5 (lima) sejak tanggal
Berdasarkan pembaharuan kedua atas Perjanjian Pinjaman Modal Kerja pada tanggal 1 Juni 2011, jangka waktu pelunasan telah diperbaharui dari 5 (lima)
tahun menjadi 7 (tujuh) tahun.
Berdasarkan pembaharuan ketiga atas Perjanjian Pinjaman Modal Kerja pada tanggal 1 Agustus 2013, jangka waktu pelunasannya kembali diperbaharui
dari 7 (tujuh) tahun menjadi 9 (sembilan) tahun.
Berdasarkan pembaharuan keempat atas Perjanjian Pinjaman Modal Kerja pada tanggal 1 Juni 2015, jangka waktu pelunasannya kembali diperbaharui dari
9 (sembilan) tahun menjadi 11 (sebelas) tahun. Manajemen menginformasikan bahwa pinjaman akan diperpanjang selama 2 (dua) tahun lebih ketika
berakhir pada bulan Juni 2017.
Perubahan Kedelapan dari Pinjaman Ketiga
Berdasarkan perjanjian amandemen kedelapan tertanggal 1 Juni 2023 antara Perusahaan dengan Damiano Investments B.V., Belanda, jangka waktu
pinjaman diperpanjang dari 1 Juni 2023 menjadi 1 Juni 2025.
59/95
Page 63
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Perubahan Kedua dari Pinjaman Keempat
Berdasarkan perjanjian amandemen kedua tanggal 5 November 2021 antara Perseroan dengan Damiano Investments B.V., Belanda, jangka waktu pinjaman
diperpanjang dari tanggal 5 November 2021 sampai dengan 5 November 2024.
Berdasarkan perjanjian pengalihan (assignment agreement) tertanggal 6 Mei 2024, Damiano Investments B.V. telah mengalihkan sebagian dari pinjaman
ketiga kepada PT Pacific Poly, yang melibatkan jumlah pokok terutang sebesar US$1.000.000 dengan imbalan harga pembelian sebesar US$10.000.
Berdasarkan perjanjian pengalihan (assignment agreement) tertanggal 6 Mei 2024, Damiano Investments B.V. telah mengalihkan sebagian dari pinjaman
ketiga kepada Sverige Netherlands B.V., yang melibatkan nilai pokok terutang sebesar US$1.000.000 dengan imbalan harga pembelian sebesar US$10.000.
Berdasarkan perjanjian amandemen (amendment agreement) tertanggal 3 Juni 2024, Damiano Investments B.V. telah setuju untuk membebaskan biaya
bunga atas pinjaman capex mulai 1 Mei 2024 hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, beban bunga atas pinjaman modal kerja dari Damiano Investment B.V.,
Belanda masing-masing sebesar US$1.154.719 dan US$3.211.217 dan disajikan sebagai beban keuangan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian (Catatan 40).
Nilai wajar dari liabilitas keuangan jangka panjang ditentukan dengan cara memperhitungkan nilai kini pada saat tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian dengan menggunakan metode suku bunga efektif tetap yang tersedia pada Perusahaan. Tidak ada perubahan nilai wajar yang dibukukan pada
laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif konsolidasian selama tahun berjalan sebagai liabilitas keuangan yang dinyatakan sebesar nilai amortisasi
pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas pinjaman modal sebagaimana yang
dijabarkan pada Catatan 49.
25. PENDAPATAN DITANGGUHKAN
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Hibah Pemerintah 246,027 246,027
Dikurangi: Akumulasi amortisasi (149,710) (142,381)
Jumlah 96,317 103,646
Pendapatan amortisasi dialokasikan pada:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Pendapatan lain-lain, bersih (Catatan 41) 7,329 8,375
Pendapatan ditangguhkan merupakan bantuan Pemerintah yang berhubungan dengan pembelian mesin EFK Multi Spindel Texturing and EFK Coolflex
senilai Rp37.629.356.188 (setara dengan US$3.972.862). Mesin tersebut berlokasi di Semarang, Jawa Tengah.
Bantuan Pemerintah tersebut didasarkan pada Surat Perjanjian Pemberian Hibah untuk Program Revitalisasi dan Pertumbuhan Industri melalui
Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri TPT serta IAK dari Kementerian Perindustrian No. 0043/BIM.5/SPPB-TL/A/5/2013 tanggal 10 Mei 2013, yang
menyatakan bahwa Perusahaan mendapatkan bantuan atas pembelian mesin sebesarRp2.388.181.818 (setara dengan US$246.027). Dan atas bantuan
Pemerintah ini diamortisasi selama masa manfaat mesin (20 tahun).
60/95
Page 64
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
26. LIABILITAS SEWA
Tabel berikut menunjukkan rincian liabilitas sewa dalam laporan posisi keuangan konsolidasian:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Liabilitas sewa
Jangka pendek 21,993 21,993
Jangka panjang 706,387 711,885
Jumlah 728,380 733,878
Pembayaran sewa pembiayaan minimum di masa mendatang, serta nilai kini atas pembayaran minimum sewa pembiayaan pada tanggal 31 Desember 2025
dan 2024 adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Liabilitas sewa pembiayaan bruto - pembayaran sewa minimum:
Tidak lebih dari 1 tahun 71,009 94,679
Lebih dari 1 tahun dan kurang dari 5 tahun 298,773 298,773
Lebih dari 5 tahun 815,437 839,107
Beban keuangan di masa depan atas sewa (456,840) (498,681)
Nilai kini liabilitas sewa 728,380 733,878
Nilai kini liabilitas sewa adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Tidak lebih dari 1 tahun 21,993 21,993
Lebih dari 1 tahun dan kurang dari 5 tahun 170,963 170,963
Lebih dari 5 tahun 535,424 540,922
Jumlah 728,380 733,878
Tidak ada pembatasan signifikan yang ditetapkan oleh penyewa dalam perjanjian sewa pembiayaan dengan Perusahaan terkait dengan penggunaan aset atau
pencapaian kinerja keuangan tertentu.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas kewajiban sewa sebagaimana yang
dijabarkan pada Catatan 49.
27. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA JANGKA PANJANG
Jumlah yang diakui di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Imbalan pasca kerja - 2,837,899
Imbalan kerja jangka panjang manajemen senior - 657,819
Jumlah - 3,495,718
Imbalan Pasca Kerja
Perusahaan mempunyai perencanaan imbalan pasti yang melindungi seluruh karyawan tetap yang mempunyai syarat. Saldo imbalan pasca kerja jangka
panjang pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar US$2.837.899 dan US$8.543.281, dihitung oleh aktuaris independen secara
tahunan
61/95
Page 65
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Liabilitas imbalan pasca kerja dalam laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Nilai kini liabilitas imbalan pa - 2,837,899
Nilai wajar aset program - -
- 2,837,899
Mutasi dari nilai kini liabilitas imbalan pasti selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Nilai kini kewajiban imbalan pasti awal tahun - 8,543,281
Biaya jasa kini - 200,688
Biaya bunga - 532,126
Biaya jasa lalu - -
Kelebihan pembayaran - 2,855,313
Kurtailmen penyelesaian - (4,662,587)
Keuntungan aktuarial dari penyesuaian pengalaman - (707,555)
Keuntungan aktuarial dari perubahan asumsi keuangan - (72,586)
Pembayaran manfaat - (3,528,687)
(Laba) rugi selisih kurs - bersih - (322,094)
Nilai kini kewajiban imbalan pasti akhir tahun - 2,837,899
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 seluruh liabilitas imbalan pasti tidak didanai sehingga tidak terdapat nilai wajar dari aset yang direncanakan.
Jumlah yang diakui di dalam laporan laba rugi konsolidasian adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Biaya jasa kini - 200,688
Biaya bunga - 532,126
Biaya jasa lalu - -
Kelebihan pembayaran - 2,855,313
Kurtailmen penyelesaian - (4,662,587)
Jumlah (Catatan 37) - (1,074,460)
Jumlah yang diakui di dalam pendapatan komprehensif lainnya konsolidasian adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Penyesuaian pengalaman - (707,555)
Perubahan asumsi keuangan - (72,586)
Jumlah - (780,141)
Mutasi liabilitas bersih di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Saldo awal 2,837,899 8,543,281
Beban imbalan pasca kerja yang diakui selama periode berjalan - (1,074,460)
Pembayaran manfaat - (3,528,687)
Penghasilan komprehensif lain - (780,141)
(Laba) rugi selisih kurs - bersih - (322,094)
Saldo akhir tahun 2,837,899 2,837,899
62/95
Page 66
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Perhitungan aktuaria tersebut di atas telah dihitung oleh aktuaris Kantor Konsultan Aktuaria Budi Ramdani dengan menggunakan asumsi sebagai berikut:
Tingkat diskont : 7,12% setahun pada tahun 2024
Tingkat kenaikan gaji : 7% setahun pada tahun 2024
Tingkat mortalitas : Tabel Mortalitas di Indonesia tahun 2019
Usia pensiun normal : 10% pada usia 20 tahun dan menurun sampai dengan usia 55 tahun
Tingkat kemungkinan pengunduran diri : 1% dari tingkat mortalitas
Metode pendanaan : Projected Unit Credit
Durasi rata-rata tertimbang jasa layanan : 13,54 pada tahun 2024
Asumsi yang berhubungan dengan pengalaman mortalitas masa depan ditentukan berdasarkan saran aktuaris menurut statistik yang telah diterbitkan dan
pengalaman setiap wilayah. Di Indonesia, asumsi mortalitas yang digunakan adalah berdasarkan Tabel Mortalitas di Indonesia tahun 2019 (“TMI 2019”).
Manajemen telah menelaah asumsi yang digunakan dan berpendapat bahwa asumsi tersebut telah memadai dan juga berpendapat bahwa provisi atas uang
jasa telah memadai untuk menutup liabilitas yang ditentukan oleh UU Ketenagakerjaan No. 13/2003.
Perkiraan jumlah manfaat imbalan kerja yang akan jatuh tempo sesuai dengan rata-rata durasi tertimbang adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Dalam satu tahun - 466,526
Satu sampai dua tahun - 421,703
Dua sampai lima tahun - 1,593,813
Lima tahun sampai sepuluh tahun - 2,005,880
Setelah sepuluh tahu - 5,708,821
Jumlah - 10,196,743
Sensitivitas nilai kini kewajiban imbalan pasti dan biaya jasa kini terhadap perubahan asumsi utama sebesar 1% adalah sebagai berikut:
Nilai kini kewajiban pasti Biaya jasa kini
Tingkat diskonto pada 7,12%
Tingkat diskonto +1% 2,709,762 -4.52% 187,915 -6.36%
Tingkat diskonto -1% 2,977,903 4.93% 215,124 7.19%
Tingkat kenaikan gaji pada 7,00%
Tingkat kenaikan gaji +1% 2,963,608 4.40% 214,088 6.68%
Tingkat kenaikan gaji -1% 2,720,547 -4.10% 188,596 -6.03%
Informasi historis atas nilai kini liabilitas imbalan pasti dan penyesuaian pengalaman pada liabilitas program adalah sebagai berikut:
63/95
Page 67
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Imbalan Kerja Jangka Panjang Manajemen Senior
Sebagai tambahan, Perusahaan telah membuat provisi atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang bagi senior manajemen berdasarkan Undang –Undang
Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2003 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, masing masing sebesar US$657.819 dan
US$1.155.766 dan diakui sebagai biaya jasa kini pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang manajemen senior dalam laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Nilai kini liabilitas imbalan kerja jangka panjang manajemen senior 657,819 657,819
Nilai wajar aset program - -
Liabilitas bersih 657,819 657,819
Mutasi dari nilai kini liabilitas imbalan pasti selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Nilai kini kewajiban imbalan pasti awal tahun 657,819 1,155,766
Biaya jasa kini - (497,947)
Nilai kini kewajiban imbalan pasti akhir tahun 657,819 657,819
Jumlah yang diakui di dalam laporan laba rugi konsolidasian adalah sebagai berikut:
28. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar di muka Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Lebih bayar atas pajak penghasilan badan:
2021 450,489 450,489
2022 -
2023 1,780,975 1,780,975
2024 763,674 763,674
2025 -
Pajak pertambahan nilai 5,868,630 6,254,610
Jumlah 8,863,768 9,249,748
Pajak penghasilan tahun 2023
Pada tanggal 5 Agustus 2024, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Pemeriksaan Pajak dari Direktur Jenderal Pajak (DJP) No. PRIN-
208/RIKSIS/KPP.1902/2024 atas pajak penghasilan badan tahun 2023. sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian ini disetujui,
pemeriksaan pajak tersebut masih dalam proses.
Pajak penghasilan tahun 2022
Pada tanggal 5 Juni 2024, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) dari DJP No. 00059/406/22/092/24 yang menyatakan
lebih bayar pajak badan tahun 2022 sebesar Rp33.074.069.000. Jumlah ini berbeda dengan yang diajukan oleh Perusahaan yaitu sebesar
Rp33.074.789.000 atau setara dengan US$2.119.363.
Atas kelebihan pembayaran tersebut, telah dikompensasikan dengan beberapa utang pajak sebesar Rp3.556.863.960, dan sisanya sebesar
Rp29.517.205.040 telah diterima pada tanggal 3 Juli 2024.
64/95
Page 68
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Pajak penghasilan tahun 2021
Pada tanggal 20 Februari 2023, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak
Penghasilan Badan untuk periode 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00001/206/21/092/23, Perusahaan mempunyai lebih bayar
pajak Rp20.140.372.000.
Pada tanggal 16 Februari 2024, Berdasarkan SPMKP No. KEP-00025/PPH/KPP.1902/2024 pengembalian lebih bayar sudah dikabulkan sebesar
Rp16.655.220.000, namun perusahaan sedang menyampaikan surat keberatan atau melakukan uji banding ke Direktorat Jenderal Pajak Kantor
Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua. Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian ini Perusahaan masih belum memperoleh keputusan
dari DJP ataupun dari Pengadilan Pajak.
Pajak pertambahan nilai
Pada tanggal 9 Februari 2017, Perusahaan menjalani pemeriksaan pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP), yang kemudian dilanjutkan dengan
penyidikan tindak pidana perpajakan pada 29 Juni 2020 terkait penerbitan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi sebenarnya. Selanjutnya, pada
13 Maret 2017, Perusahaan menerima Surat Pemberitahuan Penangguhan Pemeriksaan karena diduga menerbitkan faktur pajak yang tidak berdasarkan
transaksi sebenarnya serta menyampaikan SPT Masa PPN yang tidak benar.
Pada 27 Juli 2023, Kejaksaan Negeri Kota Bandung mengeluarkan surat dakwaan terhadap Perusahaan terkait penerbitan faktur pajak yang tidak
didukung oleh transaksi yang sebenarnya. Hal ini kemudian berujung pada putusan Pengadilan Negeri Bandung pada 26 Juni 2024 (Putusan No.
652/Pid.Sus/2023/PN Bdg) yang menyatakan Perusahaan bersalah dan menjatuhkan denda sebesar Rp29.072.703.651.
Perusahaan kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bandung.
Pada 21 Agustus 2024, Pengadilan Tinggi Bandung menerbitkan Putusan No. 246/Pid.Sus/2023/PT Bdg yang menegaskan kembali kesalahan
Perusahaan dan menjatuhkan denda yang disesuaikan menjadi Rp9.690.901.217. Menanggapi putusan tersebut, pada tanggal 4 September 2024,
Perusahaan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung
Terpisah dari proses hukum tersebut, Manajemen berpendapat bahwa setelah hasil penyidikan diperoleh, proses pemeriksaan pajak seharusnya
ditindaklanjuti dengan penerbitan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) mengingat adanya kelebihan pembayaran pajak sebesar Rp53.804.659.782. Pada
22 November 2024, Perusahaan mengirimkan surat kepada DJP untuk menanyakan tindak lanjut atas penangguhan pemeriksaan PPN untuk periode
Januari – Desember 2016. Pada 18 Maret 2025, Perusahaan menerima tanggapan dari DJP yang menyatakan bahwa tindak lanjut pemeriksaan PPN
tersebut baru akan dilakukan setelah diperolehnya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atas tindak pidana perpajakan yang sedang
berlangsung
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan masih belum menerima hasil kasasi dari Mahkamah Agung
b. Utang pajak
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Pajak penghasilan pasal 21 (7,470) 95,187
Pajak penghasilan pasal 23 4,201 5,129
Pajak penghasilan pasal 26 2 -
Pajak penghasilan pasal 4 (2) 10,395 13,863
Jumlah 7,129 114,179
65/95
Page 69
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
c. Pajak penghasilan badan
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum taksiran pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lain konsolidasian dengan
taksiran laba (rugi) fiskal yang dihitung oleh Perusahaan induk untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah
sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Rugi sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan konsolidasian (2,312,391) (47,828,020)
Laba Entitas Anak sebelum pajak penghasilan - -
Rugi sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan Perusahaan (2,312,391) (47,828,020)
Penyesuaian fiskal terdiri dari:
Beda tetap
Pajak penghasilan pasal 21 108,851 391,207
Beban pajak 1,037 223,118
Sumbangan 22,788 157,898
Sewa rumah 27,839 102,116
Perjamuan dan representasi 11,944 788,170
Listrik dan air ekspatriat - 27,622
Beban bunga 353,353 2,525,435
Penghasilan bunga (6,907) (10,778)
Rugi bersih atas selisih kurs - -
Penyisihan kerugian piutang lain-lain dan piutang non-usaha - 36,659,483
Penghapusan piutang - (29,871)
Penyisihan penurunan nilai uang muka pembelian - 401,257
Lainnya - 865
518,905 41,236,522
Beda waktu
Beban penyusutan asset tetap 100,299 401,194
Liabilitas imbalan pasca kerja jangka panjang - (5,423,187)
Aset tidak berwujud (551) (2,205)
Amortisasi pendapatan ditangguhkan (7,329) (8,375)
Amortisasi beban tangguhan (17,772) (71,087)
Beban penyusutan hak pakai aset dan beban bunga PSAK 116 - 28,883
Liabilitas klaim pelanggan PSAK 115 - 6,758
Liabilitas pengembalian PSAK 115 - 190,208
Penyisihan kerugian piutang tak tertagih - 1,721,554
(Pemulihan) penyisihan persediaan usang - (497,341)
74,647 (3,653,598)
Taksiran laba (rugi) fiskal tahun berjalan sebelum kompensasi kerugian tahun sebelumnya (1,718,839) (10,245,096)
Akumulasi rugi fiskal tahun sebelumnya (112,860,262) (83,712,546)
Penyesuaian atas SPT pembetulan - (18,902,618)
Jumlah taksiran akumulasi rugi fiskal (114,579,101) (112,860,260)
Taksiran pajak penghasilan badan -
Pajak dibayar dimuka:
Pajak penghasilan pasal 22 (40,068) (763,674)
Taksiran lebih bayar pajak penghasilan badan (40,068) (763,674)
66/95
Page 70
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Rekonsiliasi jumlah estimasi rugi fiskal antara jumlah yang diperhitungkan berdasarkan mata uang fungsional/penyajian dengan mata uang untuk
tujuan perpajakan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
Maret 2025
Mata uang Pelaporan Pajak Mata uang Pelaporan Pajak
(Rp) US$ US$
Rugi sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba (386,144,199,729) (2,312,391) (47,828,020)
rugi dan penghasilan konsolidasian
Laba Entitas Anak sebelum pajak penghasilan - - -
Rugi sebelum pajak penghasilan menurut laporan (386,144,199,729) (2,312,391) (47,828,020)
laba rugi dan penghasilan Perusahaan
Penyesuaian fiskal terdiri dari:
Beda tetap
Pajak penghasilan pasal 21 1,803,908,751 16,572 108,851 108,851
Beban pajak 16,966,383 16,367 1,037 1,037
Sumbangan 374,001,000 16,412 22,788 22,788
Sewa rumah 456,100,000 16,384 27,839 27,839
Perjamuan dan representasi 195,545,054 16,372 11,944 11,944
Listrik dan air ekspatria -
Beban bunga -
Penghasilan bunga (113,414,942) 16,421 (6,907) (6,907)
Rugi bersih atas selisih kurs -
Penyisihan kerugian piutang lain-lain dan piutang non-usaha -
Penghapusan piutang -
Penyisihan penurunan nilai uang muka pembelian -
Lainnya (ROU) (86,644,508) (5,498) (5,498)
2,646,461,738 160,054 160,054
Beda waktu
Beban penyusutan asset tetap (20,610,049,647) 9,569 (2,153,756) (2,153,756)
Liabilitas imbalan pasca kerja jangka panjang -
Aset tidak berwujud 492,799,087 14,431 34,148 34,148
Amortisasi pendapatan ditangguhkan (71,137,333.00) 9,707 (7,328) (7,328)
Amortisasi beban tangguhan 18,111,217.00 11,485 1,577 1,577
Bbn penyusutan hak pakai aset dan beban bunga PSAK 116 -
Liabilitas klaim pelanggan PSAK 115 -
Liabilitas pengembalian PSAK 115 -
Penyisihan kerugian piutang tak tertagih 2,552,801,389 15,910 160,449 160,449
(Pemulihan) penyisihan persediaan usang -
(17,617,475,287) (1,964,910) (1,964,910)
Taksiran laba (rugi) fiskal tahun berjalan sebelum kompensasi
kerugian tahun sebelumnya (401,115,213,278) 97,423 (4,117,248) (4,117,248)
Akumulasi rugi fiskal tahun sebelumnya (2,501,519,521,252) 22,165 (112,860,262) (112,860,262)
Penyesuaian atas SPT pembetulan - -
Jumlah taksiran akumulasi rugi fiskal (2,501,519,521,252) (116,977,510) (116,977,510)
Taksiran pajak penghasilan badan - -
Pajak dibayar dimuka:
Pajak penghasilan pasal 22 (654,466,793) 16,334 (40,068) (40,068)
Taksiran lebih bayar pajak penghasilan badan (654,466,793) 16,334 (40,068) (40,068)
67/95
Page 71
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
2024
Mata uang Pelaporan Pajak Mata uang Pelaporan Pajak
(Rp) US$ US$
Rugi sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba (1,440,484,704,679) (47,828,020) (47,828,020)
rugi dan penghasilan konsolidasian
Laba Entitas Anak sebelum pajak penghasilan - - -
Rugi sebelum pajak penghasilan menurut laporan (1,440,484,704,679) (47,828,020) (47,828,020)
laba rugi dan penghasilan Perusahaan
Penyesuaian fiskal terdiri dari:
Beda tetap
Pajak penghasilan pasal 21 6,228,015,440 15,920 391,207 391,207
Beban pajak 3,613,619,128 16,196 223,118 223,118
Sumbangan 2,508,841,322 15,889 157,898 157,898
Sewa rumah 1,750,778,820 17,145 102,116 102,116
Perjamuan dan representasi 12,483,036,460 15,838 788,170 788,170
Listrik dan air ekspatria 437,062,906 15,823 27,622 27,622
Beban bunga 39,982,686,920 15,832 2,525,435 2,525,435
Penghasilan bunga (171,650,428) 15,926 (10,778) (10,778)
Rugi bersih atas selisih kurs - - -
Penyisihan kerugian piutang lain-lain dan piutang non-usaha 536,344,803,685 14,630 36,659,483 36,659,483
Penghapusan piutang (652,830,705) 21,855 (29,871) (29,871)
Penyisihan penurunan nilai uang muka pembelian 5,776,897,029 14,397 401,257 401,257
Lainnya 13,373,765 15,461 865 865
608,314,634,342 41,236,522 41,236,522
Beda waktu
Beban penyusutan asset tetap (12,678,660,124) (31,602) 401,194 401,194
Liabilitas imbalan pasca kerja jangka panjang (80,414,087,667) 14,828 (5,423,187) (5,423,187)
Aset tidak berwujud (30,541,732) 13,851 (2,205) (2,205)
Amortisasi pendapatan ditangguhkan (81,296,807) 9,707 (8,375) (8,375)
Amortisasi beban tangguhan (159,434,995) 2,243 (71,087) (71,087)
Bbn penyusutan hak pakai aset dan beban bunga PSAK 116 634,304,090 21,961 28,883 28,883
Liabilitas klaim pelanggan PSAK 115 128,361,519 18,994 6,758 6,758
Liabilitas pengembalian PSAK 115 3,096,926,172 16,282 190,208 190,208
Penyisihan kerugian piutang tak tertagih 27,876,278,362 16,193 1,721,554 1,721,554
(Pemulihan) penyisihan persediaan usang (7,525,865,357) 15,132 (497,341) (497,341)
(69,154,016,539) (3,653,598) (3,653,598)
Taksiran laba (rugi) fiskal tahun berjalan sebelum kompensasi
kerugian tahun sebelumnya (901,324,086,876) 87,976 (10,245,096) (10,245,096)
Akumulasi rugi fiskal tahun sebelumnya (1,305,424,914,096) 15,594 (83,712,546) (83,712,546)
Penyesuaian atas SPT pembetulan (294,770,021,683) 15,594 (18,902,618) (18,902,618)
Jumlah taksiran akumulasi rugi fiskal (1,600,194,935,779) (102,615,164) (102,615,164)
Taksiran pajak penghasilan badan - -
Pajak dibayar dimuka:
Pajak penghasilan pasal 22 (12,116,690,225) 15,866 (763,674) (763,674)
Taksiran lebih bayar pajak penghasilan badan (12,116,690,225) 15,866 (763,674) (763,674)
Dalam laporan keuangan konsolidasian ini jumlah rugi fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 didasarkan atas perhitungan
sementara karena Perusahaan belum menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Badan 2024.
68/95
Page 72
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
d. Aset (liabilitas) pajak tangguhan
Maret 2025
Saldo Awal Dikreditkan pada Dibebankan RL Penyesuaian Saldo Akhir
laporan laba rugi Komprehensif
laba konsolidasian
Perusahaan:
Akumulasi rugi fiskal 24,975,811 26,640,847 51,616,658
Penyisihan penilaian (24,975,811) (26,640,847) (51,616,658)
Beban penyusutan aset tetap (2,485,531) (473,826) (2,959,357)
Imbalan pasca kerja jangka panjang 769,059 - 769,059
Aset tidak berwujud (39,988) 7,513 (32,475)
Amortisasi pendapatan ditangguhkan 22,801 (1,612) 21,189
Amortisasi beban tangguhan 454,968 347 455,315
Beban penyusutan aset hak guna aset 151,742 -
dan beban bunga 151,742
Liabilitas klaim pelanggan 6,653 - 6,653
Liabilitas
Liabilitas
pengembalian
pengembalian
danadana 47,613 - 47,613
Cadangan atas kerugian kredit 790,004 35,299
ekspektasian 825,303
Cadangan penurunan nilai persediaan 202,125 - 202,125
Total asset (liabilitas) pajak tangguhan (80,554) (432,280) - - (512,834)
2024
Saldo Awal Dikreditkan pada Dibebankan RL Penyesuaian Saldo Akhir
laporan laba rugi Komprehensif
laba konsolidasian
Perusahaan:
Akumulasi rugi fiskal 18,416,760 6,559,051 - 24,975,811
Penyisihan penilaian (18,416,760) (6,559,051) - (24,975,811)
Beban penyusutan aset tetap (2,561,832) 88,263 - (11,962) (2,485,531)
Imbalan pasca kerja jangka panjang 2,133,791 (1,193,101) (171,631) - 769,059
Aset tidak berwujud (65,387) (485) - 25,884 (39,988)
Amortisasi pendapatan ditangguhkan 24,644 (1,843) - 22,801
Amortisasi beban tangguhan 470,607 (15,639) - 454,968
Beban penyusutan aset hak guna aset 21,952 6,354 -
dan beban bunga 123,436 151,742
Liabilitas klaim pelanggan 5,166 1,487 - 6,653
Liabilitas
Liabilitas
pengembalian
pengembalian
danadana 5,766 41,847 - 47,613
Cadangan atas kerugian kredit 417,444 378,741 -
ekspektasian (6,181) 790,004
Cadangan penurunan nilai persediaan 311,540 (109,415) - 202,125
Total asset (liabilitas) pajak tangguhan 763,691 (803,791) (171,631) 131,177 (80,554)
Pengakuan aset pajak penghasilan yang ditangguhkan oleh Perusahaan adalah berdasarkan perkiraan dari manajemen akan hasil di masa mendatang
termasuk perkiraan atas tingkat produksi dan harga komoditi atas produk Perusahaan, waktu dan sifat penyelesaian atas liabilitas pajak tangguhan serta
strategi perencanaan pajak. Berdasarkan perkiraan tersebut, manajemen berpendapat bahwa kemungkinan besar perusahaan dan Entitas Anak tidak
dapat merealisasikan aset pajak tangguhannya yang timbul dari rugi fiskal kumulatif. Oleh karena itu, manajemen membentuk penyisihan penilaian
yang masing masing sebesar US$6.559.051 dan US$19.509.936 yang dicadangkan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
Dasar rincian atas pengakuan dari aset pajak tangguhan ditelaah secara regular oleh manajemen.
69/95
Page 73
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
e. Manfaat (beban) pajak
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Pajak kini
Perusahaan - -
Entitas Anak - -
- -
(Beban)/manfaat pajak tangguhan - bersih
Perusahaan (864,561) (672,614)
Entitas Anak (864,561) (672,614)
Jumlah manfaat (beban) pajak
Rekonsiliasi antara jumlah beban dan jumlah yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak efektif terhadap rugi sebelum pajak penghasilan adalah
sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Rugi sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan konsolidasian (2,312,391) (47,828,020)
Laba Entitas Anak sebelum pajak penghasilan -
Rugi sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan Perusahaan (2,312,391) (47,828,020)
Manfaat pada tarif 22% 508,726 10,522,164
Pengaruh pajak atas penghasilan (beban) yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal (35,212) (9,072,035)
Penyesuaian atas aset pajak tangguhan (432,280) 131,177
Utilisasi rugi fiskal tahun sebelumnya (905,794) (2,253,921)
Jumlah manfaat (beban) pajak (864,561) (672,615)
f. Administrasi
Perubahan tarif pajak
Pada bulan Desember 2024, Pemerintah Indonesia mengesahkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 131 Tahun 2024 tentang
Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai atas Impor Barang Kena Pajak, penyerahan Barang Kena Pajak, Penyerahan Jasa Kena Pajak, Pemanfaatan Barang
Kena Pajak Tidak Berwujud dari Luar Daerah Pabean di Dalam Daerah Pabean, dan Pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari Luar Daerah Pabean di Dalam
Daerah Pabean yang mengubah cara perhitungan pajak pertambahan nilai yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif 12% dengan dasar
pengenaan pajak berupa nilai lain sebesar 11/12 (sebelas per dua belas) dari harga jual mulai tanggal 1-31 Januari 2025. Efektif mulai 1 Februari 2025,
ketentuan tarif pajak pertambahan nilai berlaku kembali menjadi 12%.
Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia. Perusahaan menghitung menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak
yang terhutang secara individu. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) dapat menetapkan atau
mengubah jumlah pajak terhutang dalam jangka waktu tertentu. Untuk tahun pajak 2007 dan sebelumnya jangka waktu tersebut adalah sepuluh (10)
tahun sejak saat terutangnya pajak tetapi tidak lebih dari tahun 2013 sedangkan untuk tahun 2008 dan seterusnya, jangka waktunya adalah lima (5)
tahun sejak saat terutangnya pajak.
Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa Perusahaan dan Entitas Anak telah patuh terhadap peraturan perpajakan yang ada.
29. MODAL SAHAM
Berdasarkan akta notaris Januar Tirtaamidjaja, S.H., No. 22 tanggal 15 Februari 1984, modal dasar Perusahaan adalah sebesar Rp15.000.000.000 yang
terdiri dari 600 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp25.000.000 per lembar. Modal ditempatkan sebesar Rp7.500.000.000 (setara dengan
US$6.710.179) atau sebanyak 300 lembar saham.
70/95
Page 74
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham dengan akta notaris Aulia Taufani, S.H., No. 100 tanggal 27 Desember 2002, para pemegang saham
Perusahaan menyetujui rencana perubahan modal dasar dari semula Rp8.500.000.000.000 menjadi Rp16.000.000.000.000 dan modal ditempatkan dan
disetor dari semula Rp2.196.960.000.000 menjadi Rp4.174.224.000.000.
Berdasarkan akta notaris Aulia Taufani. SH. No. 12 tanggal 4 Juli 2006 tentang perubahan Anggaran Dasar Perusahaan dan Rapat Luar Biasa Pemegang
Saham dengan akta notaris Aulia Taufani, S.H., No. 111 tanggal 21 Juni 2006, para pemegang saham telah menyetujui beberapa hal sebagai berikut:
a. Modal dasar Perusahaan sebesar Rp16.000.000.000.000, modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp4.174.224.000.000.
b. Alokasi 83.484.480.000 lembar saham baru (seri C) dengan nilai nominal Rp 2 per saham berdasarkan konversi utang menjadi modal. Saham baru
sebesar 43.144.238.750 lembar untuk kreditur tidak terjamin dan pemberi fasilitas modal kerja baru sedangkan sisanya sebanyak 40.340.241.250
lembar saham untuk kreditur terjamin.
c. Membukukan agio saham hasil konversi saham menjadi modal sebesar Rp5.574.513.535.500 (setara dengan US$618.017.022).
Akta notaris tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia berdasarkan keputusannya No. C-25038.HT.01.04.TH.2006 tanggal
28 Agustus 2006 dan telah didaftarkan di Departemen Industri dan Perdagangan No. 233/BH 1/IX/2006 tanggal 1 September 2006.
Pada tanggal 31 Desember 2006, modal dasar Perusahaan sebesar Rp16.000.000.000.000 terdiri dari 247.145.100.800 lembar saham dengan
pengelompokkan sebagai berikut:
a. 17.000.000.000 lembar saham seri A dengan nilai nominal Rp500 per saham.
b. 146.660.620.800 lembar saham seri B dengan nilai nominal Rp50 per saham.
c. 83.484.480.000 lembar saham seri C dengan nilai nominal Rp2 per saham.
Dan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp2.283.248.477.500 yang terdiri dari 4.393.920.000 lembar saham seri A dan 43.144.238.750 lembar
saham seri C.
Pada bulan Februari 2008, Perusahaan melakukan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan reverse stock yang dilakukan dengan rasio 20 : 1.
Dan menurut akta notaris Sutjipto, S.H., No. 91 tanggal 21 Februari 2008 tentang Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan, modal saham Perusahaan sebesar
Rp16.000.000.000.000 terbagi atas 12.357.255.040 lembar saham dengan pengelompokan sebagai berikut:
a. 850.000.000 lembar saham seri A dengan nilai nominal Rp10.000 per saham.
b. 7.333.031.040 lembar saham seri B dengan nilai nominal Rp1.000 per saham.
c. 4.174.224.000 lembar saham seri C dengan nilai nominal Rp40 per saham.
Modal ditempatkan dan disetor penuh seluruhnya sebesar Rp 4.174.224.000.000 (26%) terbagi atas:
a. 219.696.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp10.000 per saham atau seluruhnya sebesar Rp2.196.960.000.000.
b. 1.890.975.522 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp1.000 per saham atau seluruhnya sebesar Rp1.890.975.522.000.
c. 2.157.211.950 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp40 per saham atau seluruhnya sebesar Rp86.288.478.000.
Susunan pemegang saham pada tanggal 21 Februari 2008 menurut akta notaris adalah sebagai berikut:
71/95
Page 75
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Akta notaris tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan keputusannya No. AHU
10588.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 3 Maret 2008.
Menurut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 24 Maret 2009 yang telah dikukuhkan dalam akta notaris
Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta, No. 91 tanggal 24 Maret 2009, Pemegang saham setuju untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek
terlebih dahulu melalui pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (Management Employee Stock Option Programme / MESOP)
Tahap 1. Saham yang dikeluarkan adalah sebanyak 5% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor (sebanyak 118.845.397 lembar saham seri C). Akta
notaris ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU 0052619.AH.01.09. Tahun
2009 tanggal 14 Agustus 2009. Berdasarkan rencana Perusahaan yang telah dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia melalui surat tertanggal 17 Maret 2009,
program ini akan diimplementasikan pada periode sebagai berikut:
Periode Periode Implementasi
I 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 April 2009
II 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 Oktober 2009
III 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 April 2010
IV 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 Oktober 2010
V 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 April 2011
VI 5 (lima) hari bursa dimulai dari 3 Oktober 2011
VII 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 Februari 2012
Berdasarkan akta notaris dari Aryanti Artisari, S.H., M.Kn. No. 107 tanggal 23 Februari 2012, pemegang saham setuju bahwa harga eksekusi saham tanpa
hak memesan efek terlebih dahulu melalui pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan Tahap 1 adalah sebesar Rp 45 per lembar
saham. Dan pada tanggal 5 Maret 2012. Perusahaan telah mengeluarkan 118.845.397 lembar saham seri C tersebut dengan nilai nominal sebesar Rp40 per
lembar saham atau total sebesar Rp4.753.815.880 (setara dengan US$524.125). Akta notaris ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.AHU-0018443.AH.01.09., Tahun 2012, tanggal 29 Februari 2012.
Susunan kepemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 berdasarkan catatan pemegang saham yang dikeluarkan oleh Kantor
Administrasi Saham, PT Datindo Entrycom adalah sebagai berikut:
Saham Seri C yang belum diambil merupakan saham baru yang belum ditukarkan oleh kreditur (melalui The Hong Kong and Shanghai Banking
Corporation Limited. Hong Kong – custodian). Sehingga nama pemegang sahamnya belum didaftarkan di PT Datindo Entrycom (administrator saham).
72/95
Page 76
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Kemudian, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 18 Juni 2012 yang telah dikukuhkan dalam
akta notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta No. 88 tanggal 18 Juni 2012. Pemegang Saham setuju untuk melakukan penambahan modal
tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak 74.872.600 lembar saham seri C (3% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor) melalui
pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (Management Employee Stock Option Programme / MESOP) tahap 2. Berdasarkan
rencana Perusahaan yang telah dilaporkan kepada PT Bursa Efek Indonesia tanggal 17 Maret 2012, program ini akan diimplementasikan pada periode
sebagai berikut:
Periode Periode Implementasi
I Mulai tanggal 15 Desember 2012 sampai dengan 22 Desember 2012
II Mulai tanggal 18 Juni 2013 sampai dengan tanggal 24 Juni 2013
III Mulai tanggal 18 Desember 2013 sampai dengan 24 Desember 2013
IV Mulai tanggal 2 Juni 2014 sampai dengan 24 Juni 2014
Perusahaan telah mengirimkan surat No. 068/APF CS/VI/2014 tanggal 25 Juni 2014 dan No. 071/APF CS/VII/2014 tanggal 7 Juli 2014 kepada Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) sehubungan dengan pembatalan atas Implementasi MESOP akibat dari belum selesainya proses restrukturisasi hutang berjaminan.
Lebih lanjut, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar biasa yang diadakan pada tanggal 16 Juni 2015 yang dikukuhkan dengan akta notaris dari
Aryanti Artisari, S.H., MKn., No. 49 tanggal 16 Juni 2015, para pemegang saham Perusahaan menyetujui pembatalan atas implementasi MESOP ini.
Berdasarkan akta notaris DR. H. Teddy Anwar, S.H., Spn. No. 111 tanggal 16 Agustus 2002, sebagian saham PT Multikarsa Investama sebanyak
2.454.081.290 saham (atau 122.704.064 saham setelah penggabungan saham) telah dijual kepada PT Bina Prima Perdana. Namun menurut catatan yang
dibuat oleh PT Datindo Entrycom masih terdaftar atas nama PT Multikarsa Investama.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, jumlah saham yang dimiliki oleh publik termasuk saham yang dimiliki oleh Direktur Perusahaan dengan rincian
sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Bapak Jegatheesan Seeniappa 10,701,700 10,701,700
Jumlah 10,701,700 10,701,700
30. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Selisih antara nilai nominal dengan hasil penjualan saham Perusahaan pada penawaran umum kepada masyarakan
pada tahun 1990 13,571,804 13,571,804
Biaya emisi saham (7,263,223) (7,263,223)
6,308,581 6,308,581
Selisih restrukturisasi atas entitas sepengendali pada tahun 2001 (Catatan 1c) (21,339) (21,339)
Selisih antara nilai nominal dari hasil konversi utang ke modal pada tahun 2006 618,017,022 618,017,022
Selisih antara nilai nominal dengan hasil MESOP tahap 1 pada tahun 2012 65,516 65,516
Biaya emisi saham (46,612) (46,612)
18,904 18,904
Jumlah 624,323,168 624,323,168
Menurut usulan restrukturisasi (Rencana Perdamaian), Perusahaan telah menerbitkan sebanyak 16.780.718.747 lembar saham seri C kepada para kreditur
utang tidak terjamin dan 26.363.520.000 lembar saham seri C untuk Damiano Investments B.V., Belanda, sehubungan dengan konversi utang menjadi
saham sebesar Rp5.660.802.013.000.
73/95
Page 77
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Kemudian, berdasarkan perubahan anggaran dasar Perusahaan tanggal 4 Juli 2006 melalui akta notaris Aulia Taufani, S.H., No. 12, Perusahaan telah
mencatat saham yang diterbitkan sebesar p5.660.802.013.000, modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp86.288.477.500 dan tambahan modal
disetor sebesar Rp5.574.513.535.500 (setara dengan US$618.017.022).
Kemudian. melalui program pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (Management Employee Stock Option Programme/MESOP)
tahap 1 pada tanggal 23 Februari 2012, Perusahaan menerima sebesar Rp5.348.042.865 untuk penerbitan saham sebanyak 118.845.397 lembar saham seri
C dengan nilai nominal sebesar Rp40 per lembar saham. Tarif konversi yang digunakan adalah sebesar Rp9.070.
31. SALDO LABA YANG DITENTUKAN PENGGUNANNYA
Berdasarkan Undang-undang Perusahaan Terbatas. Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan cadangan wajib hingga sekurang-kurangnya 20%
dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana tercantum dalam akta No. 351 tanggal 23 Juni 1997 dan akta No. 402
tanggal 24 Juni 1996 dari Adam Kasdarmadji. S.H., notaris di Jakarta, disetujui penyisihan cadangan umum sebesar Rp8.280.000.000 (setara dengan
US$2.345.301) dari saldo laba guna memenuhi ketentuan pasal 61 Undang-undang No. 1 tahun 1995 tentang Perusahaan terbatas. Pada tahun 2021 dan
2020, Perusahaan tidak membuat tambahan cadangan karena akumulasi defisitnya.
74/95
Page 78
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
32. PENDAPATAN BERSIH
Maret 2025 Maret 2024
US$ US$
Lokal
Benang 6,854,972 23,993,888
Fibre 509,072 25,864,497
Chips 220,406 5,627,212
Fleece (Pemintalan) 61,319 351,509
Jumlah lokal 7,645,769 55,837,106
Ekspor
Benang 3,590,994 6,438,891
Fibre 322,773 2,056,386
Chips - 181,250
Fleece (Pemintalan) 3,892 36,656
Jumlah Export 3,917,660 8,713,183
Pada tahun 2025 dan 2024, total penjualan bersih fleece (pemintalan) masing-masing sebesar US$ 65.212 dan US$ 388.165 merupakan penjualan kepada
pihak ketiga. Produk ini diproduksi oleh PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) berdasarkan sistem maklon
Pada tahun 2025 dan 2024, tidak ada penjualan kepada pihak yang berelasi.
Pada tahun 2025 dan 2024, tidak terdapat penjualan kepada pihak ketiga yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan usaha.
Estimasi Retur
Perusahaan mengakui pendapatan berdasarkan PSAK 115, di mana transaksi penjualan mencakup hak pelanggan untuk mengembalikan barang dalam
kondisi tertentu. Dalam hal ini, Perusahaan mengakui hak pengembalian aset dan liabilitas pengembalian dana.
Hak pengembalian aset mencerminkan estimasi nilai barang yang diperkirakan akan dikembalikan oleh pelanggan, sementara liabilitas pengembalian dana
mencerminkan kewajiban Perusahaan untuk mengembalikan dana kepada pelanggan atas barang yang dikembalikan
Perubahan saldo hak pengembalian aset selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
Saldo awal Penambahan Realisasi (retur Saldo akhir
sebenarnya)
US$ US$ US$ US$
Hak pengembalian aset 200,400 200,400
Perubahan saldo liabilitas pengembalian dana selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
Saldo awal Penambahan Realisasi (retur Saldo akhir
sebenarnya)
US$ US$ US$ US$
Liabilitas pengembalian dan 416,816 416,816
33. PENDAPATAN USAHA LAINNYA
Maret 2025 Maret 2024
US$ US$
Produk tidak standar dan lainnya - -
Barang pembantu rusak 606,756 391,964
Jumlah 606,756 391,964
Pada tahun 2025 pendapatan usaha lainnya dari fleece (pemintalan) masing-masing sebesar US$78.707 yang merupakan pendapatan usaha lain dari pihak
ketiga. Produk ini diproduksi oleh PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) berdasarkan sistem maklon.
Pada tahun 2025 dan 2024, tidak ada pendapatan usaha lainnya kepada pihak yang berelasi.
Pada tahun 2025 dan 2024, tidak terdapat pendapatan usaha lainnya kepada pihak ketiga yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan usaha.
75/95
Page 79
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
34. BEBAN POKOK PENJUALAN
Maret 2025 Maret 2024
US$ US$
Bahan baku dan bahan pembantu
Bahan baku yang digunakan 8,923,316 41,681,876
Bahan pembantu yang digunakan 1,257,666 6,007,921
Upah tenaga kerja langsung 1,294,165 2,864,461
Beban pabrikasi (Catatan 35) 2,706,945 8,544,215
Jumlah beban produksi 14,182,093 59,098,472
Persediaan barang dalam proses
Pada awal tahun 576,653 2,018,704
Pada akhir tahun (3,210,274) (2,461,112)
Beban pokok produksi 11,548,472 58,656,064
Persediaan barang jadi
Pada awal tahun 3,104,543 19,563,593
Pada akhir tahun (3,210,274) (15,007,302)
Penyisihan penurunan nilai persediaan ke nilai realisasi bersih (Catatan 9)
(Pemulihan) penambahan nilai penyisihan barang usang (Catatan 9)
Hak pengembalian - Persediaan (540,062)
Penjualan suku cadang rongsokan
Jumlah 11,442,741 62,672,293
Pada tahun 2025 dan 2024, bahan baku dan bahan pembantu yang digunakan mencakup bahan baku yang digunakan untuk produk fleece (pemintalan)
setelah dieliminasi dengan akun intercompany masing-masing sebesar US$ Nil dan US NIL
Pada tahun 2025 dan 2024, pembelian kepada pihak berelasi masing-masing sebesar US$ Nihil dan Nihil, merupakan pembelian Polyester Chip dari PT
Pacific Poly (Note 44).
Pada tahun 2025 dan 2024, pembelian dari pihak ketiga yang melebihi 10% dari jumlah pembelian:
2025 2024
US$ % US$ %
PT. PACIFIC POLY 4,191,963 41.17%
PT Ineos Aromatics Indonesia 26,911,517 45.93%
PT Mitsubishi Chemical Indonesia 7,678,089 13.11%
Kolmar Group AG 6,818,516 11.64%
35. BEBAN PABRIKASI
Maret 2025 Maret 2024
US$ US$
Listrik dan gas 1,416,132 6,476,149
Beban penyusutan aset tetap (Catatan 14) 1,217,074 1,214,131
Asuransi - 327,516
Perbaikan dan pemeliharaan 19,809 202,593
Pengangkutan 9,472 145,841
Sewa (Catatan 15) 18,329 68,122
Beban penyusutan aset hak guna (Catatan 15) - 5,733
Biaya proses (jasa maklon) 8,063 36,317
Lain-lain 18,067 67,814
Jumlah 2,706,945 8,544,215
Pada tahun 2024, biaya proses (jasa maklon) sebesar US$92.565 merupakan biaya proses yang dibayarkan kepada PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit)
sebesar US$92.565. Pada tahun 2023, biaya proses (jasa maklon) sebesar US$1.010.111 merupakan biaya proses yang dibayarkan kepada PT Texmaco
Jaya Tbk (dalam pailit) sebesar US$226.337 dan PT Multikarsa Investama sebesar US$783.774 (Catatan 44).
76/95
Page 80
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
36. BEBAN PENJUALAN
Maret 2025 Maret 2024
US$ US$
Beban ekspor 89,406 525,595
Pengangkutan 311,701 574,133
Beban administrasi penjualan 2,337 111,062
Klaim pelanggan 7,716
Pemasaran 286 13,030
Iklan dan promosi 272
Jumlah 403,730 1,231,808
37. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Maret 2025 Maret 2024
US$ US$
Gaji, upah dan tunjangan 1,001,560 2,417,224
Jasa profesional 32,059 73,694
Sewa (Catatan 15) 58,404 211,840
Beban pajak 7,409 89
Perjalanan bisnis 35,561 96,630
Komunikasi 63,617 47,860
Beban keamanan 32,810 32,374
Sumbangan dan tanggung jawab sosial perusahaan 22,788 50,185
Amortisasi aset tidak berwujud (Catatan 16) 1,577 1,577
Beban lansekap 45,125
Beban penyusutan aset hak guna (Catatan 15) - 17,777
Beban legal 15,682 18,040
Perbaikan dan pemeliharaan 21,076 37,594
Beban penyusutan aset tetap (Catatan 14) 46,287 55,580
Perjamuan dan representasi 11,944 18,061
Alat tulis dan fotokopi 112,959 140,818
Listrik dan air 11,906
Beban pelatihan 6,448
Asuransi 21,512 133,401
Lain-lain
Jumlah 1,485,244 3,416,224
38. PENYELESAIAN ATAS KLAIM ASURANSI, BERSIH
Maret 2025 Maret 2024
US$ US$
Penerimaan klaim asuransi atas kerugian persediaan dalam perjalanan yang rusak atau hilang - -
Jumlah - -
39. PENYISIHAN ATAS KERUGIAN KREDIT EKSPEKTASIAN
Maret 2025 Maret 2024
US$ US$
Piutang non-usaha (Catatan 12) - -
Piutang lain-lain (Catatan 7) - -
Piutang usaha (Catatan 6) - -
Jumlah - -
77/95
Page 81
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
40. BEBAN KEUANGAN, BERSIH
Maret 2025 Maret 2024
US$ US$
Beban keuangan:
Beban bunga dari
Pinjaman modal (Catatan 24) - 1,130,597
Liabilitas sewa (Catatan 15) - -
Wesel bayar tidak terjamin (Catatan 23) - -
Jumlah beban bunga - 1,130,597
Administrasi bank 8,505 142,600
Jumlah beban keuangan 8,505 1,273,198
Penghasilan keuangan:
Pendapatan bunga dari jasa giro dan deposito berjangka (6,907) -
Jumlah 1,598 -
41. PENDAPATAN LAIN-LAIN, BERSIH
Maret 2025 Maret 2024
US$ US$
Penghapusan piutang - (877)
Amortisasi atas pendapatan ditangguhkan (Catatan 25) - 3,141
Keuntungan penghapusan aset hak guna - -
Penyisihan penurunan nilai uang muka pembelian (Catatan 10) -
Lain-lain 188,658 7,094
Jumlah 188,658 9,358
42. RUGI PER SAHAM
Maret 2025 Maret 2024
US$ US$
Jumlah rugi bersih tahun berjalan (1,447,830) 687,629
Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar 2,495,753,347 2,495,753,347
Rugi /laba per saham dasar yang diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk (0.0006) 0.00028
43. TRANSAKSI NON-KAS
Pada tahun 2025 dan 2024, transaksi non-cash yang penting adalah sebagai berikut:
a. Reklasifikasi hutang bunga dari biaya yang masih harus dibayar ke wesel bayar tidak terjamin sebagaimana yang telah dijabarkan dalam Catatan 18
dan 23.
Berikut ini adalah ikhtisar pergerakan liabilitas keuangan sesuai dengan PSAK 207, laporan arus kas konsolidasian
2025
Saldi awal Arus kas, bersih Valuta Asing Lain-lain Saldi awal
Utang bank 69,511,945 (821,545) - - 68,690,400
Utang terjamin 924,226,648 (670,030) - - 923,556,618
Wesel bayar tidak terjamin 34,567,174 - 353,353 - 34,920,527
Pinjaman modal 22,445,000 - - - 22,445,000
Jumlah 1,050,750,767 (1,491,575) 353,353.24 - 1,049,612,545
78/95
Page 82
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
2024
Saldi awal Arus kas, bersih Valuta Asing Lain-lain Saldi awal
Utang bank 95,846,330 (26,334,385) - - 69,511,945
Utang terjamin 931,547,148 - (7,320,500) - 924,226,648
Wesel bayar tidak terjamin 33,196,458 - - 1,370,716 34,567,174
Pinjaman moda 22,445,000 - - - 22,445,000
Jumlah 1,083,034,936 (26,334,385) (7,320,500.00) 1,370,716 1,050,750,767
44. TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Perusahaan dikendalikan oleh Damiano Investments B.V., (berdomisili di Belanda) yang memiliki 1.443.805.382 saham Perusahaan (57,85%). Induk
utama Perusahaan adalah ADM Capital dan Spinnaker Capital Company, yang masing-masing berdomisili di Hong Kong dan Inggris.
Nama pihak-pihak yang berelasi Sifat relasi Sifat transaksi
Damiano Investments B.V., Belanda Pemegang saham Pinjaman, pemegang saham
PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) Perusahaan afiliasi Pinjaman, maklon
Kyoa Investment Limited Pemegang saham Pinjaman, pemegang saham
PT Pacific Poly Perusahaan afiliasi Rental, pembelian bahan baku
Bapak Agus Tjahajana Wirakusumah Komisaris Independen Kompensasi dan renumerasi
Ibu Sumiyati Komisaris Independen Kompensasi dan renumerasi
Bapak Vasudevan Ravi Shankar Direktur Utama Kompensasi dan renumerasi
Bapak Jegatheesan Seeniappa Direktur Kompensasi dan renumerasi
Bapak Peter Vinzez Merkle Direktur Kompensasi dan renumerasi
Bapak Deddy Sutrisno Direktur Kompensasi dan renumerasi
Bapak Antonius Widyatma Sumarlin Direktur Kompensasi dan renumerasi
Transaksi dengan pihak yang berelasi
Dalam kegiatan normal usahanya, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan bisnis dan transaksi keuangan tertentu dengan pihak-pihak berelasi. Transaksi
ini dilakukan pada harga dan kondisi normal seperti yang dilakukan kepada pihak yang tidak berelasi. Transaksi tersebut meliputi antara lain:
Maret 2025 Maret 2024
US$ US$
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya 190,935 1,041,436
Biaya yang masih harus dibayar Bunga 22,206,653 21,958,776
Utang bank - Damiano Investment B.V., Belanda 68,690,400 96,681,394
Utang terjamin Obligasi 682,526,000 682,526,000
Pinjaman modal Damiano Investments B.V., Belanda 22,445,000 22,445,000
Beban pabrikasi
Biaya proses (jasa maklon) kepada
PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) 8,063 36,317
Pembelian Bahan Baku
PT Pacific Poly 4,191,963 -
79/95
Page 83
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
• Kompensasi manajemen kunci
Personel manajemen kunci Perusahaan adalah Dewan Komisaris dan Dewan Direksi seperti yang telah diungkapkan pada Catatan 1d.
Imbalan berupa gaji yang diberikan kepada Komisaris dan Direktur Perusahaan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024
masing masing sebesar Rp 4.091.705.119 dan Rp Rp 3.927.690.884. Tidak ada imbalan berupa manfaat pensiun, uang jasa karyawan dan manfaat
khusus lainnya yang diberikan selama tahun 2025 dan 2024.
45. PERJANJIAN PENTING
Perjanjian Maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit)
Pada tanggal 1 April 2008, Perusahaan mengadakan perjanjian sewa dan maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk untuk periode 12 bulan dan dapat
diperbaharui. Perjanjian ini dibuat karena PT Texmaco Jaya Tbk tidak mempunyai modal kerja yang cukup untuk melayani permintaan dari para
pelanggannya. Berdasarkan perjanjian ini, Perusahaan harus membayar biaya yang terdiri dari biaya maklon, sewa gedung dan sewa mesin kepada PT
Texmaco Jaya Tbk setiap bulannya. Biaya maklon diperhitungkan berdasarkan hasil produksi.
Pada tanggal 3 Agustus 2009, Perusahaan mengadakan pembaharuan perjanjian maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk untuk periode tiga (3) bulan dan
dapat diperbaharui. Berdasarkan perjanjian ini, Perusahaan harus membayar biaya maklon sebesar US$1,20 per yard dengan hasil produksi minimum
sebesar 100.000 yards kepada PT Texmaco Jaya Tbk setiap bulannya. Pada tanggal 23 Oktober 2009, Perusahaan setuju untuk memperpanjang perjanjian
maklon untuk periode tujuh (7) bulan dari tanggal 1 November 2009 sampai dengan 30 Juni 2010.
Pada tanggal 15 Juli 2010, Perusahaan mengadakan pembaharuan perjanjian maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk untuk perpanjangan periode selama
lima belas (15) bulan yang dimulai dari tanggal 1 Juli 2010 sampai dengan 30 September 2011 dan dapat diperbaharui. Berdasarkan perjanjian ini,
Perusahaan harus membayar biaya maklon sebesar US$1,20 per yard untuk periode tanggal 1 Juli 2010 sampai dengan 30 September 2010 dan US$0,75
per yard untuk periode dari tanggal 1 Oktober 2010 sampai dengan 30 September 2011.
Pada tanggal 10 Januari 2011, Perusahaan mengadakan pembaharuan perjanjian maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk untuk perpanjangan periode selama
lima (5) tahun yang dimulai dari tanggal 1 Januari 2011 sampai dengan 30 Desember 2016 dan dapat diperbaharui untuk periode tiga (3) tahun kemudian.
Berdasarkan perjanjian ini, Perusahaan harus membayar biaya maklon sebesar US$0,30 per kgs dan minimal sebesar US$50.000 setiap bulannya.
Selanjutnya, berdasarkan amandemen perjanjian tolling dengan PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) tanggal 23 Maret 2012, Perusahaan setuju untuk
membayar tolling fee sebesar US$0,30 per kg dengan biaya minimum sebesar US$64.000 per bulan. Efektif pada bulan Juli 2023, biaya tolling akan
menjadi minimal Rp150.000.000 per bulan sesuai dengan perjanjian amandemen No.016/APF/VII/2023 tanggal 3 Juli 2023.
Karena penghentian sementara operasional Divisi Fleece mulai November 2024, Perusahaan melanjutkan diskusi dengan kurator untuk negosiasi ulang
biaya.
Berdasarkan perjanjian sewa tanah tanggal 15 Juni 2009 antara Perusahaan dengan PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit), Perusahaan setuju untuk
menyewa tanah tersebut untuk pemasangan pipa gas sepanjang 950 meter, pipa air sepanjang 1.500 meter, fasilitas pompa air sepanjang 800 meter dan
kabel listrik sepanjang 1.000 meter. Perjanjian ini berlaku selama tiga puluh (30) tahun terhitung sejak tanggal 1 Januari 2010 sampai dengan tanggal 31
Desember 2040. Sebagai konsekuensinya, Perusahaan harus membayar biaya sewa sebesar Rp100.000.000 per bulan.
Karena penghentian sementara operasional Divisi Serat Karawang mulai November 2024, Perusahaan melanjutkan diskusi dengan kurator untuk negosiasi
ulang biaya
Perjanjian Gas Turbin dengan PT Wismakarya Prasetya
Berdasarkan pada surat korespondensi tertanggal 27 Maret 2013, Perusahaan setuju untuk membayar biaya tambahan masing-masing sebesar US$250.000
per bulan selama 6 (enam) bulan. Perusahaan telah membayar sejumlah US$250.000 per bulan untuk periode 3 (tiga) bulan, yang dimulai pada bulan April
2013 sampai dengan Juni 2013. PT Wismakarya Prasetya (WKP), yang menyediakan 100% kebutuhan energi pada fasilitas Perusahaan di Karawang telah
dinyatakan pailit, berdasarkan pada klaim hutang yang diajukan oleh krediturnya, oleh Mahkamah Agung Jakarta dalam Putusan No.
440k/Pdt.sus.PAILIT/2013 tanggal 22 Oktober 2013, yang terhitung efektif pada tanggal 22 Oktober 2013. Bagaimanapun, Pengadilan telah memutuskan
untuk menjaga kelangsungan usaha dari WKP akibat adanya faktor dalam penyediaan kebutuhan energi bagi fasilitas Perusahaan di Karawang melalui
Keputusan No. 440K/PDT.SUS/PAILIT/2013 j.o. No: 05/Pdt.sus/PKPU/2013/PN. Niaga.Jkt.Pst. pada tanggal 13 Februari 2014.
80/95
Page 84
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Berdasarkan perjanjian penyediaan atas peralatan listrik dan uap tanggal 16 April 2014 antara Perusahaan dan PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit).
Perusahaan setuju untuk menyewa peralatan selama 5 (lima) tahun yang terhitung sejak 1 Januari 2014 sampai dengan 31 Desember 2018. Peralatan disini
terdiri dari 4 (empat) buah gas turbine “Cogen Mitsubishi with capacity 12.50 MW + HRSG” dan 1 buah gas turbine “ABB/Siemens with capacity 20 MW
+ HRSG”. Sebagai konsekuensinya, Perusahaan harus membayar biaya sewa sebesar US$40.800 per bulan. Pada tanggal 5 November 2014, 1 buah gas
turbine “ABB/Siemens with capacity 20 MW telah dibeli oleh Perusahaan pada proses lelang dari Kurator melalui fasilitas Fourth Loan dari Damiano
Investments B.V., Belanda.
Kemudian, berdasarkan pembaharuan perjanjian tanggal 24 November 2014 antara Perusahaan dan PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit), biaya sewa
telah diubah dari US$40.800 menjadi US$30.600 per bulan yang merupakan biaya sewa untuk untuk 4 (empat) buah gas turbine. Perjanjian ini berlaku
untuk periode 4 (empat) tahun yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2015 sampai dengan 31 Desember 2018.
Berdasarkan pembaharuan perjanjian tanggal 18 Desember 2015 antara Perusahaan dan PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit), biaya sewa telah diubah
dari US$30.600 menjadi Rp210.375.000 per bulan, yang merupakan biaya sewa untuk untuk 2 (dua) buah gas turbine. Perjanjian ini berlaku untuk periode
3 (tiga) tahun yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Desember 2018. Lebih lanjut, berdasarkan pembaharuan perjanjian tanggal 21
Desember 2021 antara Perusahaan dan PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit), masa sewa gas turbine diperpanjang untuk jangka waktu dari 1 Januari
2022 sampai dengan tanggal 31 Desember 2024. Beban sewa telah diubah dari Rp210.375.000 menjadi Rp105.000.000 setiap bulannya untuk sewa 2 (dua)
buah turbin.
Berdasarkan perjanjian perpanjangan tanggal 15 Januari 2025, periode sewa diperpanjang mulai 1 Januari 2025 hingga 15 April 2025. Dengan demikian,
Perusahaan harus membayar beban sewa sebesar Rp10.000.000 per bulan.
Perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Wismakarya Prasetya untuk menyewa 53 unit rumah. Sesuai dengan amandemen perjanjian tanggal 29
Desember 2017, perjanjian ini akan berlaku untuk 1 (satu) tahun. Berdasarkan perjanjian perpanjangan tanggal 22 Desember 2023, jangka waktu sewa
diperpanjang dari tanggal 1 Januari 2024 sampai dengan 31 Desember 2024. Oleh karena itu, Perusahaan harus membayar beban sewa sebesar
Rp123.000.000 per bulan.
Berdasarkan perjanjian perpanjangan tanggal 20 Desember 2024, periode sewa diperpanjang mulai 1 Januari 2025 hingga 30 April 2025. Dengan
demikian, Perusahaan harus membayar beban sewa sebesar Rp75.000.000 per bulan.
Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)
Berdasarkan perjanjian tanggal 17 Oktober 2016 antara Perusahaan dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (“PLN”), PLN setuju untuk
memberikan layanan jasa listrik Premium Bronze kepada Perusahaan. Dalam perjanjian ini. PLN akan menyalurkan tenaga listrik tegangan tinggi 150kV ke
instalasi listrik milik Perusahaan yang berlokasi di Kendal, Jawa Tengah. Layanan ini akan efektif mulai bulan November 2016 dan atas jasa ini maka
Perusahaan akan dikenakan penyesuaian uang jaminan langganan sebesar Rp18.917.000.000 dan akan dibayarkan secara cicilan selama 60 bulan.
Perjanjian Sewa dengan PT Pacific Poly
Perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Pacific Poly untuk penggunaan mesin, tanah, dan bangunan (fasilitas) melalui sewa. Berdasarkan
amandemen atas perjanjian sewa tanggal 1 Januari 2016, besarnya nilai sewa telah direvisi menjadi US$50.000 per kuartal. Perjanjian sewa ini berlaku
sampai dengan tanggal 31 Desember 2018. Berdasarkan pembaharuan perjanjian tanggal 4 Desember 2018, para pihak setuju untuk memperpanjang masa
sewa sampai dengan 31 Desember 2020. Selanjutnya, berdasarkan Perjanjian Perubahan Keempat tanggal 6 Desember 2023, para pihak sepakat untuk
memperpanjang jangka waktu sewa sampai dengan tanggal 31 Desember 2027.
81/95
Page 85
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
46. KONTINJENSI
• Efektif tanggal 19 Agustus 2011, Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) menjadi berada dibawah pengendalian Pengadilan, dan menyebabkan
Perusahaan kehilangan pengendaliannya. Pengadilan juga sudah menetapkan Hakim Pengawas dan tim kurator untuk menjaga aset pailit dan
memonitor operasional dan arus kas Entitas Anak tersebut. Liabilitas bersih Entitas Anak pada tanggal tersebut adalah sebesar Rp 656.593.951.279.
PT Asia Pacific Fibers Tbk yang merupakan Entitas Induk tidak ada liabilitas atas utang kreditur dari Entitas Anak tersebut.
• Berdasarkan surat koresponden dengan PT Bina Prima Perdana tanggal 8 Agustus 2011, PT Bina Prima Perdana mengajukan klaim terhadap
Perusahaan selaku pemberi garansi atas beberapa pinjaman yang diberikannya kepada Entitas Anak dari Bank Dharmala dan Bank Arya. Namun,
manajemen Perusahaan menyatakan bahwa garansi (promissory note) tersebut tidak pernah didaftarkan oleh PT Bina Prima Perdana selama proses
verifikasi utang yang dilakukan oleh kurator PT Asia Pacific Fibers Tbk (dahulu PT Polysindo Eka Perkasa Tbk) dalam proses pailit pada tahun 2005
dan sebagai konsekuensinya, klaim dari PT Bina Prima Perdana tersebut adalah tidak sah. Disamping itu, proses restrukturisasi utang tidak terjamin PT
Asia Pacific Fibers Tbk telah selesai dilakukan.
• Sertifikat tanah Perusahaan dengan HGB No. 13 dan HGB No. 14 yang berlokasi di Kiara Payung, Kecamatan Klari, Karawang dijaminkan kepada PT
Bina Prima Perdana sehubungan dengan utang terjamin milik PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit). PT Bina Prima Perdana telah mengajukan klaim
kepada Perusahaan melalui suratnya tertanggal 21 Februari 2013 sebesar Rp 19 miliar untuk membebaskan jaminan tersebut. Hal ini sedang dalam
proses diskusi dengan PT Bina Prima Perdana (Catatan 20).
• Kementerian Keuangan Republik Indonesia telah membentuk Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia
(SATGAS BLBI) pada 6 April 2021 melalui Keppres No. 6 tahun 2021, yang akan bertugas sampai dengan 31 Desember 2023, untuk melakukan
penyelesaian dari para debitur termasuk penyelesaian dari Perusahaan Texmaco sesuai dengan Master Restructuring Agreement dimana di dalamnya
termasuk PT Asia Pacific Fibers Tbk. Pada tanggal 20 Januari 2022 Satgas BLBI telah melakukan penyitaan terhadap aset yang menjadi jaminan yaitu
tanah yang ada di Nolokerto dan sumberejo Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah dan sebagian tanah yang ada di Kiara Payung, Kecamatan Klari,
Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Namun demikian karena Perusahaan masih beroperasi dan masih mempekerjakan karyawan kunci yang telah
berpengalaman serta merupakan produsen bahan baku untuk industri tekstil nasional maka Satgas BLBI lebih memilih untuk penyelesaian dengan
restrukturisasi hutang Perusahaan.
• Dalam beberapa kali pembahasan dengan Satgas BLBI, manajemen Perusahaan menyampaikan permohonan restrukturisasi yang hingga saat ini masih
dalam diskusi intens dengan Perusahaan.Perusahaan berharap permohonan restrukturisasi Perusahaan dapat segera diselesaikan sehingga kedepan akan
ada solusi dalam mencari pendanaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja bagi Perusahaan.
• Perusahaan menjalani pemeriksaan pajak sejak 9 Februari 2017, yang kemudian berlanjut ke penyidikan tindak pidana perpajakan pada 29 Juni 2020
terkait penerbitan faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi sebenarnya. Setelah melalui proses hukum, Pengadilan Negeri Bandung pada 26 Juni
2024 menyatakan Perusahaan bersalah dan menjatuhkan denda sebesar Rp29.072.703.651. Putusan ini diperkuat oleh Pengadilan Tinggi Bandung
pada 21 Agustus 2024 dengan penyesuaian denda menjadi Rp9.690.901.217, yang kemudian diajukan kasasi ke Mahkamah Agung pada tanggal 4
September 2025. hasil kasasi belum diterima. Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan masih belum
menerima hasil kasasi dari Mahkamah Agung.
82/95
Page 86
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
47. INFORMASI SEGMEN
Dewan Direksi adalah pengambil keputusan operasional Perusahaan. Manajemen telah menentukan segmen operasi berdasarkan informasi yang ditelaah
oleh Dewan Direksi dan ditujukan untuk mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja Perusahaan.
Perusahaan dikelola dan dikelompokkan ke dalam segmen usaha yang terdiri dari pabrik-pabrik yang terletak di lokasi sebagai berikut:
Maret 2025
Semarang Karawang Total
Penjualan 10,942,129 1,228,056 12,170,185
Beban pokok penjualan (9,312,181) (2,130,561) (11,442,741)
Laba (rugi) kotor 1,629,948 (902,505) 727,443
Beban-beban (1,293,336) (881,938) (2,175,274)
Laba (rugi) bersih 336,612 (1,784,443) (1,447,830)
Aset segmen 40,196,994 67,018,642 107,215,636
Liabilitas segmen 1,035,441,864 76,287,158 1,111,729,021
Maret 2024
Semarang Karawang Total
Penjualan 30,737,242 34,205,012 64,942,254
Beban pokok penjualan (28,268,401) (34,403,892) (62,672,293)
Laba (rugi) kotor 2,468,841 (198,880) 2,269,961
Beban-beban 459,809 (2,235,846) (1,776,037)
Laba (rugi) bersih 2,928,650 (2,434,726) 493,924
Aset segmen 69,206,290 101,904,779 171,111,069
Liabilitas segmen (1,044,470,754) (116,785,255) (1,161,256,009)
Dewan Direksi mempertimbangkan bisnis baik dari perspektif geografis maupun dari perspektif produk. Secara geografis, manajemen mempertimbangkan
kinerja di Indonesia, Asia, Amerika, Eropa, Australia dan Afrika. Namun dari perspektif produk, manajemen secara terpisah mempertimbangkan segmen
bisnis sebagai berikut:
1. Industri kimia dan benang sintetis; dan
2. Pertenunan dan perajutan.
Walaupun segmen pertenunan dan perajutan tidak memenuhi batas kuantitatif yang diisyaratkan PSAK 108 sebagai segmen yang dapat dilaporkan,
manajemen menyimpulkan bahwa segmen ini harus dilaporkan, karena dimonitor secara ketat oleh Dewan Direksi sebagai segmen yang memiliki potensi
pertumbuhan dan diharapkan akan berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan Perusahaan di masa yang akan datang.
83/95
Page 87
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Maret 2024
Industri kimia dan Pertenunan dan Eliminasi Jumlah
benang sinteti Perajutan
PENJUALAN SEGMEN:
Penjualan eksternal
Lokal 8,070,899 140,026 8,210,925
Ekspor
Eropa 1,471,728 2,985 1,474,713
Amerika 577,400 908 578,308
Asia 603,430 - 603,430
Afrika 1,302,809 - 1,302,809
Australia - - -
12,026,267 143,918 - 12,170,185
Penjualan antar segmen -
Jumlah penjualan segmen 12,026,267 143,918 - 12,170,185
Hasil segmen 929,300 (201,856) 727,443
Beban yang tidak dapat dialokasikan (2,075,273) (964,561) (3,039,834)
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan (1,145,974) (1,166,417) (2,312,391)
Beban pajak 864,561
Jumlah rugi bersih tahun berjalan (1,447,830)
Pendapatan komprehensif lain, setelah pajak -
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan (1,447,830)
LAPORAN POSISI KEUANGAN:
Aset segmen 113,989,636 (3,258,039) (2,731,955) 107,999,642
Liabilitas segmen 1,111,891,166 600,522 - 1,112,491,688
Maret 2024
Industri kimia dan Pertenunan dan Eliminasi Jumlah
benang sinteti Perajutan
PENJUALAN SEGMEN:
Penjualan eksternal
Lokal 55,877,322 - - 55,877,322
Ekspor
Eropa 3,476,021 - - 3,476,021
Amerika 2,113,834 20,935 - 2,134,769
Asia 1,218,051 367,470 - 1,585,521
Afrika 1,342,645 - - 1,342,645
Australia 525,975 - - 525,975
64,553,849 388,405 - 64,942,253
Penjualan antar segmen 18,640,853 - (18,640,853) -
Jumlah penjualan segmen 83,194,702 388,405 (18,640,853) 64,942,253
Hasil segmen 2,236,858 33103 - 2,269,961
Beban yang tidak dapat dialokasikan -
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan 2,269,961
Beban pajak 193,704
Jumlah rugi bersih tahun berjalan 2,463,665
Pendapatan komprehensif lain, setelah pajak -
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan 2,463,665
84/95
Page 88
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
LAPORAN POSISI KEUANGAN:
Aset segmen 211,124,648 (1,622,485) (1,791,493) 207,710,669
Liabilitas segmen (1,160,360,286) (895,722) (940,462) (1,162,196,471)
INFORMASI LAINNYA:
Pengeluaran modal 1,995 - - 1,995
Beban penyusutan 681,946 35,354 - 717,300
Tabel berikut ini menunjukkan bahwa nilai tercatat dari segmen aset tidak lancar dan penambahan aset tetap berdasarkan area geografis dimana aset
tersebut ditempatkan adalah sebagai berikut:
Nilai tercatat dari aset tetap dan Penambahan aset tetap dan aset tidak
aset tidak berwujud berwujud
2025 2024 2025 2024
Indonesia - - - -
48. ASET DAN LIABILITAS MONETER BERSIH DALAM MATA UANG ASING
Perusahaan dan Anak Perusahaan memiliki aset dan liabilitas dalam mata uang asing sebagai berikut:
2025 2024
Mata uang Asing Setara dalam Mata Uang Asing Setara Dalam
US$ US$
Aset:
Kas dan setara kas IDR #REF! #REF! 49,863,519,584 3,085,232
EUR 2,707 2,920 39,054 40,719
SGD 2,480 1,855 2,540 1,873
Piutang usaha Pihak ketiga IDR 48,241,128,209.56 2,908,194 54,444,800,104 3,368,692
Piutang lain-lain IDR 582,355,280,936 35,107,022 543,935,035,322 33,655,181
Aset keuangan lancar lainnya IDR 22,705,208,846 1,368,773 14,271,353,078 883,019
Piutang non-usaha IDR 683,609,959,032 41,211,114 666,054,024,468 41,211,114
Aset keuangan tidak lancar lainnya IDR 4,745,113,516 286,057 4,623,253,234 286,057
Jumlah aset #REF! 82,531,887
Liablitas:
Utang usaha Pihak ketiga IDR (41,398,604,419) (2,495,696) (48,260,459,290) (2,986,045)
EUR (36,436) (39,301) (41,297) (43,058)
SGD (9,964) (7,452) (10,000) (7,375)
YEN (2,097,775) (13,948) (2,461,721) (15,591)
GBP (5,887) (7,600) (6,178) (7,772)
CHF (319) (361) (880) (976)
Biaya yang masih harus dibayar IDR (13,111,489,614) (790,420) (26,392,594,486) (1,633,003)
Utang terjamin IDR (1,341,051,955,403) (80,844,704) (1,341,051,938,116) (82,975,618)
EUR (14,262,806.82) (15,384,580) (14,263,078) (14,871,125)
YEN (3,001,711,400.00) (19,958,856) (3,001,784,713) (19,011,427)
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek IDR (4,131,093,103) (249,041) (3,325,040,584) (205,732)
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya IDR (25,739,167,980) (1,551,674) (28,149,468,534) (1,741,707)
Jumlah liabilitas (1,428,450,435,106) (121,343,635) (123,499,429)
Liabilitas bersih
(40,967,542)
Aset dan liabilitas moneter diatas dijabarkan menggunakan kurs penutup Bank Indonesia per Maret 2025 dan 31 Desember 2024
85/95
Page 89
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
49. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Perusahaan dan Entitas Anak memiliki beragam eksposur risiko yang berasal dari pengunaan instrumen keuangan diantaranya:
• Risiko Kredit
• Risiko Likuiditas
• Risiko Pasar
Catatan ini menyajikan informasi tentang eksposur Perusahaan dan Entitas Anak terhadap setiap risiko diatas, tujuan, kebijakan dan proses Perusahaan dan
Entitas Anak dalam mengukur dan mengelola risiko, serta manajemen modal atas Perusahaan dan Entitas Anak. Tujuan utama Perusahaan dan Entitas
Anak dalam melakukan instrumen keuangan adalah untuk membiayai operasional dan belanja modal. Perusahaan dan Entitas Anak tidak aktif terlibat
dalam perdagangan aset keuangan untuk tujuan spekulasi atau opsi. Dewan Direksi secara keseluruhan bertanggung jawab untuk membentuk dan
mengawasi kerangka kerja dari manajemen risiko atas Perusahaan dan Entitas Anak. Dewan Direksi juga bertanggung jawab untuk mengembangkan dan
memonitor kebijakan serta manajemen risiko dari Perusahaan dan Entitas Anak.
Kebijakan manajemen risiko Perusahaan dan Entitas Anak dibentuk untuk mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang dihadapi oleh Perusahaan dan
Entitas Anak, untuk menetapkan batas risiko dan pengendalian yang tepat, serta memonitor risiko dan kepatuhan terhadap batas yang telah ditentukan.
Kebijakan dari sistem dan manajemen risiko ditelaah secara berkala untuk mencerminkan setiap perubahan dalam kondisi pasar dan setiap kegiatan
Perusahaan dan Entitas Anak. Semua risiko yang dihadapi oleh Perusahaan dan Entitas Anak tergabung dalam anggaran operasional secara tahunan.
Mitigasi dari strategi dan prosedur juga dirancang untuk mengatasi risiko yang pasti terjadi sehingga tidak mempengaruhi operasional dan hasil yang
diperkirakan dari Perusahaan dan Entitas Anak. Perusahaan dan Entitas Anak, melalui pelatihan dan kebijakan serta prosedur manajemen memiliki tujuan
untuk mengembangkan lingkungan pengendalian secara disiplin dan konstruktif dimana semua karyawan akan memahami peran dan kewajibannya.
Dewan Direksi melakukan pengawasan atas fungsi pelaporan keuangan, khususnya di bidang pengelolaan kredit, likuiditas, pasar dan risiko lainnya
terhadap Perusahaan. Dewan Direksi juga melakukan penelaahan atas pengendalian dan prosedur manajemen risiko serta memastikan integritas dari
kegiatan pengendalian internal yang akan mempengaruhi sistem pelaporan keuangan dari Perusahaan.
a. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko dimana Perusahaan dan Entitas Anak akan mengalami kerugian yang timbul jika pelanggan atau rekanan gagal dalam
memenuhi kewajiban kontraktualnya.Informasi keuangan perusahaan dan Entitas Anak serta eksposur maksimal atas risiko kredit pada tanggal 31
Desember 2024 dan 2023, tanpa mempertimbangkan adanya efek agunan dan teknik risiko mitigasi lainnya. adalah seperti yang disajikan dibawah ini:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Kas dan setara kas 4,251,687 5,100,890
Piutang usaha, bersih 4,693,043 4,667,690
Piutang lain-lain, bersih 350,243 124,137
Aset keuangan lancar lainnya 3,262,247 2,776,493
Piutang non-usaha - -
12,557,219 12,669,210
i Kas dan Setara Kas
Manajemen mengevaluasi kondisi keuangan dari industri perbankan dan deposito/investasi bank terhadap reputasi bank tersebut. Untuk bank,
hanya dengan peringkat kredit dari penilai independen dengan minimum ”A” yang dapat diterima. Kualitas kredit dapat dinilai dengan mengacu
pada peringkat kredit eksternal sebagai berikut:
Desember 2024
Dengan pihak yang memiliki peringkat kredit Counterparties with external credit eksternal: US$
- Fitch:
F1+ 1,220,877
F3 2,674,705
- Pefindo:
idAAA 154,608
idAA+ 1,012,932
5,063,122
Dengan pihak yang tidak memiliki peringkat kredit eksternal: 37,768
Jumlah kas dan setara kas 5,100,890
86/95
Page 90
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Perusahaan memiliki jenis aset keuangan berikut yang menjadi subjek kerugian pada kredit yang diharapkan:
• Piutang usaha untuk penjualan persediaan;
• Piutang lainnya;
• Aset keuangan lancar lainnya;
• Piutang non-usaha; dan
• Aset kuangan tidak lancar lainnya.
Sementara kas dan setara kas serta piutang lain-lain dari pihak berelasi juga termasuk subjek dari penurunan nilai PSAK 109, kerugian penurunan
nilai yang teridentifikasi tidak material.
ii Piutang Usaha
Perusahaan menerapkan pendekatan sederhana PSAK 109 untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan penyisihan kerugian
ekspektasian sepanjang umurnya untuk semua piutang usaha dan aset kontrak.
Untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian, piutang usaha dan aset kontrak telah dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko kredit
bersama dan hari jatuh tempo. Aset kontrak terkait dengan pekerjaan yang belum tertagih dan secara substansial memiliki karakteristik risiko yang
sama dengan piutang usaha untuk jenis kontrak yang sama. Oleh karena itu, Perusahaan menyimpulkan bahwa tingkat kerugian yang diharapkan
untuk piutang usaha adalah perkiraan yang wajar dari tingkat kerugian untuk aset kontrak.
Tingkat kerugian yang diharapkan didasarkan pada profil pengumpulan penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan
31 Desember 2023 masing-masing dan kerugian kredit historis terkait yang dialami dalam periode ini. Tingkat kerugian historis disesuaikan untuk
mencerminkan arus dan informasi berwawasan ke depan mengenai faktor makroekonomi yang mempengaruhi kemampuan pelanggan dalam
melunasi piutang. Perusahaan telah mengidentifikasi PDB Indonesia di mana ia menjual barang-barangnya sebagai faktor yang paling relevan, dan
karenanya menyesuaikan tingkat kerugian historis berdasarkan perubahan yang diharapkan pada faktor-faktor ini.
Atas dasar itu, cadangan kerugian kredit ekpekstasian pada tanggal 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 (dengan penerapan PSAK 109)
ditetapkan sebagai berikut untuk piutang usaha dan aset keuangan tidak lancar lainnya:
2024
Tingkat kerugian Cadangan untuk (pemulihan dari)
ekspektasian US$ kerugian kredit ekspektasian US$
Piutang usaha:
Lancar 2.67% 126,724
1-30 hari 10.57% 32,106
31-90 hari 26.89% 116,087
91-180 hari 59.30% 89,451
Lebih dari 180 hari 100.00% 3,226,565
Jumlah 3,590,933
Aset keuangan tidak lancar lainnya:
Lancar 0.00% -
1-30 hari 0.00% -
31-90 hari 0.00% -
91-180 hari 0.00% -
Lebih dari 180 hari 100.00% 989,205
Jumlah 989,205
87/95
Page 91
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Piutang usaha dan aset kontrak dihapuskan jika tidak ada ekspektasi pemulihan yang wajar. Indikator bahwa tidak ada ekspektasi pemulihan yang
wajar mencakup, antara lain kegagalan debitur untuk terlibat dalam rencana pembayaran kembali dengan Perusahaan dan kegagalan melakukan
pembayaran kontraktual untuk jangka waktu lebih dari 365 hari lewat jatuh tempo.
Kerugian penurunan nilai piutang usaha dan aset kontrak disajikan sebagai penyisihan kerugian kredit ekspektasian bersih dalam laba operasi.
Pemulihan selanjutnya dari jumlah yang dihapuskan sebelumnya dikreditkan ke item baris yang sama.
Mayoritas risiko kredit Perusahaan adalah dari piutang yang dapat diatribusikan kepada aktivitas yang dipengaruhi oleh karakteristik individual
untuk setiap pelanggan dan uang muka tanpa bunga yang diterima oleh Perusahaan dan Entitas Anak dengan aktivitas operasional yang serupa.
Demografi dari pelanggan Perusahaan mencakup risiko kegagalan dalam industri dan wilayah dimana pelanggan beroperasi, yang memiliki
pengaruh terhadap risiko kredit.
Sehubungan dengan piutang usaha, Perusahaan tidak memiliki eksposur yang signifikan terhadap risiko kredit dari para pelanggan baik, secara
individual maupun secara Perusahaan. Piutang usaha terdiri dari banyak pelanggan. Berdasarkan informasi historis, tingkat kegagalan dalam
pelunasan piutang dari para pelanggan adalah kecil karena pembayaran dari pelanggan biasanya diterima oleh Perusahaan dalam batas waktu
kredit. Lagipula, beberapa penjualan ekspor dilakukan dengan penerimaan uang muka terlebih dahulu dari pelanggan (prefinance). Dengan
demikian, manajemen berpendapat bahwa kualitas kredit atas saldo piutang usaha tidak diperlukan adanya penurunan nilai.
Dewan Direksi telah menetapkan kebijakan kredit untuk setiap jumlah uang muka yang diterima dari setiap pelanggan/rekanan baru dengan
menganalisa secara individual untuk setiap kreditnya seperti yang dinyatakan dalam persyaratan kondisi dalam kebijakan kredit yang telah
ditentukan.
Penelaahan yang dilakukan oleh Perusahaan mencakup persyaratan untuk memperbaharui dokumen aplikasi kredit, verifikasi kredit atas tidak
adanya catatan yang negatif dan daftar rekening yang di blacklisted, serta menganalisa kinerja keuangan untuk memastikan kapasitas kredit telah
memadai. Status dari masing-masing akun pada awalnya akan diperiksa sebelum jumlah uang muka ditetapkan.
Kualitas kredit aset keuangan baik yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai, dan jatuh tempo tetapi tidak mengalami
penurunan nilai dapat dinilai dengan mengacu pada informasi historis mengenai tingkat gagal bayar dari debitur:
Desember 2024
US$
Jumlah bruto Cadanngan
kerugian
kreditekpektasian
Dengan pihak yang tidak memiliki peringkat kredit eksternal:
Perusahaan 1 4,906,566 -
Perusahaan 2 6,942,990 3,590,933
Perusahaan 3 15,657,945 15,657,945
Jumlah 27,507,501 19,248,878
• Perusahaan 1 – pelanggan / pihak-pihak berelasi (kurang dari enam bulan).
• Perusahaan 2 – pelanggan / pihak-pihak berelasi (lebih dari enam bulan) tanpa adanya kasus gagal bayar di masa lalu.
• Perusahaan 3 – pelanggan / pihak pihak berelasi (lebih dari enam bulan) dengan beberapa kejadian gagal bayar pada masa lalu.
Pada tanggal pelaporan, tidak ada eksposur risiko kredit yang signifikan.
iii Piutang Lain-lain
Dalam piutang lain-lain, Perusahaan tidak memiliki eksposur yang signifikan terhadap risiko kredit dari para pelanggan, baik secara individual
maupun secara Perusahaan. Berdasarkan informasi historis tentang tingkat kegagalan dari para pelanggan, manajemen mempertimbangkan bahwa
kualitas kredit dari piutang lain-lain, bersih pada Perusahaan 1 dan Perusahaan 2 tidak perlu dilakukan penurunan nilai.
88/95
Page 92
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Kualitas kredit aset keuangan baik yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai, dan jatuh tempo tetapi tidak mengalami
penurunan nilai dapat dinilai dengan mengacu pada informasi historis mengenai tingkat gagal bayar dari debitur:
Desember 2024
US$
Jumlah bruto Cadanngan
kerugian
kreditekpektasian
Dengan pihak yang tidak memiliki peringkat kredit eksternal:
Perusahaan 1 - -
Perusahaan 2 124,137 -
Perusahaan 3 68,638,066 68,638,066
Jumlah 68,762,203 68,638,066
• Perusahaan 1 – pelanggan / pihak-pihak berelasi (kurang dari enam bulan).
• Perusahaan 2 – pelanggan / pihak-pihak berelasi (lebih dari enam bulan) tanpa adanya kasus gagal bayar di masa lalu.
• Perusahaan 3 – pelanggan / pihak pihak berelasi (lebih dari enam bulan) dengan beberapa kejadian gagal bayar pada masa lalu.
iv Piutang Non-usaha
Piutang non-usaha merupakan piutang kepada PT Multikarsa Investama. Manajemen Perusahaan menyatakan bahwa tidak ada indikasi penurunan
nilai yang dapat diukur dari estimasi arus kas di masa yang akan datang, karena PT Multikarsa Investama sedang dalam proses restrukturisasi
dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Disamping itu, nilai tercatat akan disesuaikan pada waktu restrukturisasi selesai
v Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya
Perusahaan berpendapat bahwa nilai pada bank yang dibatasi penggunaannya perlu disesuaikan selama restrukturisasi utang terjamin dengan PT
Perusahaan Pengelola Aset (PPA) / Kementerian Keuangan. namun, adalah tepat untuk membuat penyisihan kerugian kredit ekspektasian sebesar
US$989.205.
b. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko yang terjadi saat Perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya yang terkait dengan liabilitas keuangan yang akan
diselesaikan dengan cara memberikan uang tunai atau aset keuangan lainnya
Perusahaan mengelola risiko liabilitas dengan memproyeksikan arus kas dan menjaga keseimbangan serta fleksibilitas dari kesinambungan dalam
pendanaan . Pengendalian dan prosedur treasuri digunakan untuk memastikan bahwa kas yang memadai akan dipertahankan untuk menutupi kebutuhan
modal operasional secara harian dan berkala.
Manajemen terus memonitor liabilitas Perusahaan di masa depan dan juga untuk liabilitas kontinjensinya, serta mengatur cadangan kas yang diperlukan
menurut kebutuhan internal.
Berikut ini adalah liabilitas keuangan kontraktual berdasarkan jatuh temponya, yang termasuk estimasi pembayaran bunga dan tidak termasuk dampak
dari perjanjian saling hapus Perusahaan dan Entitas Anak:
89/95
Page 93
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Maret 2025
Lancar Lancar
Dalam 6 bulan 6 sampai 12 bulan 1 sampai 5 tahun Lebih dari 5 tahun Jumlah
US$ US$ US$ US$ US$
31 Desember 2024:
Utang usaha 3,602,474 3,860,405 7,462,880
Biaya yang masih harus dibayar 48,184,154 48,184,154
Utang bank 68,690,400 68,690,400
Utang terjamin 923,556,618 923,556,618
Liabilitas imbalan kerja jangka -
pendek 249,041 249,041
Liabilitas keuangan jangka pendek -
lainnya 2,260,046 2,260,046
Liabilitas sewa 21,993 706,387 728,380
Wesel bayar tidak terjamin - 15,896,544 19,023,983 34,920,527
Pinjaman modal - 22,445,000 22,445,000
Jumlah 1,046,564,727 3,860,405 39,047,931 19,023,983 1,108,497,046
Desember 2024
Lancar Lancar
Dalam 6 bulan 6 sampai 12 bulan 1 sampai 5 tahun Lebih dari 5 tahun Jumlah
US$ US$ US$ US$ US$
31 Desember 2024:
Utang usaha 1,961,440 4,676,757 - - 6,638,197
Biaya yang masih harus dibayar 47,411,211 - - - 47,411,211
Utang bank 69,511,945 - - - 69,511,945
Utang terjamin 924,226,648 - - - 924,226,648
Liabilitas imbalan kerja jangka - - - -
pendek 205,732 - - - 205,732
Liabilitas keuangan jangka pendek - - - -
lainnya 2,108,945 - - - 2,108,945
Liabilitas sewa 21,993 - 711,885 - 733,878
Wesel bayar tidak terjamin - - 15,896,544 18,670,630 34,567,174
Pinjaman modal - - 22,445,000 - 22,445,000
Jumlah 1,045,447,914 4,676,757 39,053,429 18,670,630 1,107,848,730
c. Risiko Pasar
Risiko pasar adalah risiko dimana terdapat perubahan harga pasar, seperti suku bunga, nilai tukar mata uang asing, dan harga pasar lainnya yang akan
mempengaruhi penghasilan Perusahaan serta nilai kepemilikan atas instrumen keuangan. Tujuan pengelolaan risiko pasar adalah untuk mengelola dan
mengendalikan eksposur risiko pasar dalam parameter yang dapat diterima, sekaligus untuk mengoptimalkan pengembaliannya.
Perusahaan memiliki beberapa eksposur terhadap risiko pasar yang terdiri dari risiko suku bunga dan risiko nilai tukar mata uang asing.
i. Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko tingkat suku bunga merupakan dampak dari perubahan suku bunga pada aset dan liabilitas Perusahaan. Risiko tingkat suku bunga pada
umumnya disebabkan karena perubahan dari suku bunga tetap dan suku bunga mengambang. Ketika mempertimbangkan risiko tingkat suku
bunga, lindung nilai atas suku bunga merupakan salah satu cara untuk mengurangi risiko nilai wajar yang berhubungan dengan aset dan liabilitas
dengan suku bunga tetap serta risiko arus kas yang berhubungan dengan aset dan liabilitas dengan suku bunga mengambang.
Kebijakan Perusahaan adalah untuk meminimalkan eksposur risiko arus kas pendanaan jangka panjang. Bunga atas pinjaman jangka panjang
biasanya dalam tingkat suku bunga tetap . Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023. Perusahaan mempunyai tingkat suku bunga tetap atas
pinjaman kepada pihak bank, pihak ketiga dan pihak berelasi, dengan demikian, tidak terdapat risiko tingkat bunga pada Perusahaan.
90/95
Page 94
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
ii. Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
Mayoritas transaksi Perusahaan dilakukan dalam beberapa mata uang asing. Eksposur terhadap nilai tukar mata uang asing timbul karena transaksi
aktivitas operasional Perusahaan yang didominasi dalam mata uang Rupiah dan mata uang lainnya, selain Dolar Amerika Serikat.
Perusahaan juga peduli terhadap risiko pasar yang timbul dari fluktuasi nilai tukar. Manajemen telah menentukan kebijakan yang meminta
Perusahaan untuk menjaga risiko nilai tukar terhadap mata uang fungsional. Tidak ada perjanjian spesifik untuk mengurangi risiko melalui
instrumen derivatif dan lindung nilai. Risiko nilai tukar timbul ketika transaksi komersial dimasa yang akan datang terjadi atau pada saat
pengakuan aset dan liabilitas yang dinyatakan dalam mata uang selain mata uang fungsional.
Untuk mengurangi risiko terhadap risiko nilai tukar mata uang asing. Perusahaan selalu memonitor arus kas dalam mata uang asingnya. Aset dan
liabilitas keuangan dalam mata uang asing, dijabarkan ke Dolar Amerika Serikat dengan kurs tengah Bank Indonesia yang telah dijabarkan dalam
Aset dan Liabilitas Moneter dalam Mata Uang Asing (Catatan 48)
Manajemen berpendapat bahwa Perusahaan pada dasarnya telah melakukan lindung nilai terhadap risiko nilai tukar. Risiko ini diukur dengan
menggunakan rencana arus kas di dalam analisa sensitivitas.
Tabel berikut ini menunjukan sensitivitas kemungkinan perubahan tingkat pertukaran mata uang asing terhadap Dolar AS. Dengan asumsi variabel
lain konstan, laba konsolidasian sebelum beban pajak sebagai berikut:
Desember 2024
US$
Dampak terhadap laba sebelum pajak penghasilan
Perubahan tingkat pertukaran terhadap Dolar AS (1%) 3,575,779
Perubahan tingkat pertukaran terhadap Dolar AS (-1%) (3,575,779)
Kebijakan Perusahaan untuk mengelola aset keuangannya dalam mata uang asing yang dilakukan dengan menyediakan dana guna menyelesaikan
liabilitas keuangan dalam mata uang asing. Pada tanggal 31 Desember 2024, liabilitas keuangan dalam mata uang asing telah melebihi jumlah aset
keuangan dalam mata uang asing sebesar US$80.254.995. Hal ini disebabkan karena adanya utang terjamin milik Perusahaan
yang belum selesai direstrukturisasi. Jika utang terjamin yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan mata uang lainnya selain Dolar Amerika
Serikat tidak dipertimbangkan, maka tidak ada selisih lebih liabilitas keuangan diatas aset keuangan. Jumlah ini menggambarkan nilai yang akan
dibayarkan saat jatuh tempo.
Pengaturan Pembiayaan
Pada 31 Desember 2024 dan 2023, Perusahaan memiliki fasilitas letter of credit yang difasilitasi oleh Damiano Investment BV melalui Deutsche Bank
(Hongkong) masing-masing sejumlah US$ 69.511.945 dan US$ 95.846.330
Estimasi Nilai Wajar
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan.
PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai
berikut:
1. Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat 1).
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi nilai pasar pada tanggal pelaporan.
Kuotasi nilai pasar yang digunakan untuk aset keuangan adalah harga penawaran, sedangkan untuk liabilitas keuangan adalah harga jual.
91/95
Page 95
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
2. Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga)
atau secara tidak langsung (misalnya derivasi dari harga) (tingkat 2), dan
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan pada pasar aktif (misalnya derivatif over-the-counter) ditentukan dengan teknik
penilaian. Teknik penilaian tersebut memaksimumkan penggunaan data pasar yang dapat diobservasi apabila tersedia dan sedapat mungkin
meminimalisir penggunaan estimasi yang bersifat spesifik dari entitas. Jika seluruh input yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar instrumen
keuangan dapat diobservasi, instrumen tersebut termasuk dalam tingkat 2.
3. Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).
Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan pada data pasar yang dapat diobservasi, instrumen ini termasuk dalam tingkat 3.
Teknik penilaian tertentu digunakan untuk menentukan nilai instrumen keuangan yang mencakup:
a. Penggunaan harga yang diperoleh dari bursa atau pedagang efek untuk instrumen sejenis, dan
b. Teknik lain, seperti analisis arus kas yang didiskontokan, digunakan untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan lainnya.
Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan diukur dan diakui dengan hierarki tingkat pengukuran nilai wajar tingkat 2 dan tingkat 3.
Maret 2025 Desember 2024
Nilai tercatat Nilai wajar Nilai tercatat Nilai wajar
US$ US$ US$ US$
Aset Keuangan:
Aset Lancar
Kas dan setara kas 4,251,687 4,251,687 5,100,890 5,100,890
Piutang usaha, bersih 4,693,043 4,693,043 4,667,690 4,667,690
Piutang lain-lain, bersih 350,243 350,243 124,137 124,137
Aset keuangan lancar lainnya 3,262,247 3,262,247 2,776,493 2,776,493
Aset tidak lancar
Piutang non-usaha - - - -
Jumlah aset keuangan 12,557,219 12,557,219 12,669,210 12,669,210
Liabilitas Keuangan:
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha 7,462,880 7,462,880 6,638,197 6,638,197
Biaya yang masih harus dibayar 48,184,154 48,184,154 47,411,211 47,411,211
Utang bank 68,690,400 68,690,400 69,511,945 69,511,945
Utang terjamin 923,556,618 923,556,618 924,226,648 924,226,648
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 249,041 249,041 205,732 205,732
Bagian jangka pendek dari liabilitas sewa 21,993 21,993 21,993 21,993
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya 2,260,046 2,260,046 2,108,945 2,108,945
Liabilitas jangka panjang
Wesel bayar tidak terjamin 34,920,527 34,920,527 34,567,174 34,567,174
Pinjaman modal 22,445,000 22,445,000 22,445,000 22,445,000
Bagian jangka panjang dari liabilitas sewa 706,387 706,387 711,885 711,885
Jumlah liabilitas keuangan 1,108,497,046 1,108,497,046 1,107,848,730 1,107,848,730
92/95
Page 96
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu (1) tahun atau kurang (kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset
keuangan lancar lainnya, utang usaha, biaya yang masih harus dibayar, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, pinjaman jangka pendek, utang
terjamin, dan liabilitas keuangan lancar lainnya). Nilai tercatat dari aset dan liabilitas keuangan ini dipertimbangkan telah mendekati nilai wajarnya
karena merupakan jangka pendek.
Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu (1) tahun atau kurang (kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset
keuangan lancar lainnya, utang usaha, biaya yang masih harus dibayar, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, pinjaman jangka pendek, utang
terjamin, dan liabilitas keuangan lancar lainnya). Nilai tercatat dari aset dan liabilitas keuangan ini dipertimbangkan telah mendekati nilai wajarnya
karena merupakan jangka pendek.
Instrumen keuangan jangka panjang dengan jatuh tempo lebih dari satu (1) tahun. Nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan ini diperhitungkan
dengan menggunakan diskonto arus kas di masa yang akan datang dengan menggunakan tingkat suku bunga yang dapat diobservasi pada pasar
dari transaksi instrumen dengan kondisi, risiko kredit dan waktu jatuh tempo yang sama.
Berdasarkan tingkatan nilai wajar yang berbeda beda, tabel dibawah ini merupakan aset dan liabilitas keuangan Perusahaan yang diukur pada nilai
wajar pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023:
Maret 2025
Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Jumlah
US$ US$ US$ US$
Aset Keuangan:
Aset Lancar
Kas dan setara kas - 4,251,687 - 4,251,687
Piutang usaha, bersih - 4,693,043 - 4,693,043
Piutang lain-lain, bersih - 350,243 - 350,243
Aset keuangan lancar lainnya - 3,262,247 - 3,262,247
Aset tidak lancar
Piutang non-usaha - - - -
Jumlah aset keuangan - 12,557,219 - 12,557,219
Liabilitas Keuangan:
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha - 7,462,880 - 7,462,880
Biaya yang masih harus dibayar - 48,184,154 - 48,184,154
Utang bank - 68,690,400 - 68,690,400
Utang terjamin - - 923,556,618 923,556,618
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek - 249,041 - 249,041
Bagian jangka pendek dari liabilitas sewa - 21,993 - 21,993
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya - 2,260,046 - 2,260,046
Liabilitas jangka panjang
Wesel bayar tidak terjamin - 34,920,527 - 34,920,527
Pinjaman modal - 22,445,000 - 22,445,000
Bagian jangka panjang dari liabilitas sewa - 706,387 - 706,387
Jumlah liabilitas keuangan - 184,940,428 923,556,618 1,108,497,046
93/95
Page 97
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Desember 2024
Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Jumlah
US$ US$ US$ US$
Aset Keuangan:
Aset Lancar
Kas dan setara kas - 5,100,890 - 5,100,890
Piutang usaha, bersih - 4,667,690 - 4,667,690
Piutang lain-lain, bersih - 124,137 - 124,137
Aset keuangan lancar lainnya - 2,776,493 - 2,776,493
Aset tidak lancar
Piutang non-usaha - - - -
Jumlah aset keuangan - 12,669,210 - 12,669,210
Liabilitas Keuangan:
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha - 6,638,197 - 6,638,197
Biaya yang masih harus dibayar - 47,411,211 - 47,411,211
Utang bank - 69,511,945 - 69,511,945
Utang terjamin - - 924,226,648 924,226,648
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek - 205,732 - 205,732
Bagian jangka pendek dari liabilitas sewa - 21,993 - 21,993
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya - 2,108,945 - 2,108,945
Liabilitas jangka panjang
Wesel bayar tidak terjamin - 34,567,174 - 34,567,174
Pinjaman modal - 22,445,000 - 22,445,000
Bagian jangka panjang dari liabilitas sewa - 711,885 - 711,885
Jumlah liabilitas keuangan - 183,622,082 924,226,648 1,107,848,730
Tabel dibawah ini merupakan mutasi dari instrumen tingkat 3:
Maret 2025
Piutang jangka panjang Utang Terjamin Jumlah
US$ US$ US$
Saldo awal - (924,226,648) (924,226,648)
Keuntungan selisih kurs, bersih 670,030 670,030
Cadangan penurunan nilai - -
Saldo akhir - (923,556,618) (923,556,618)
Desember 2024
Piutang jangka panjang Utang Terjamin Jumlah
US$ US$ US$
Saldo awal 35,659,173 (931,547,148) (895,887,975)
Keuntungan selisih kurs, bersih - 7,320,500 7,320,500
Cadangan penurunan nilai (35,659,173) - (35,659,173)
Saldo akhir - (924,226,648) (924,226,648)
94/95
Page 98
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2025 , 31 Desember 2024 dan 31 Maret 2024
Manajemen risiko permodalan
Tujuan Perusahaan dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Perusahaan dan Entitas Anak guna memberikan
imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemangku kepentingan lainnya serta mengelola struktur modal yang optimal untuk
meminimalisasi biaya modal yang efektif.
Perusahaan mengkaji dan mengelola struktur modal secara aktif dan berkala untuk memastikan struktur modal dan pengembalian kepada pemegang
saham sudah optimal dengan mempertimbangkan kebutuhan modal di masa depan dan defisiensi modal dari Perusahaan, serta memproyeksikan tingkat
keuntungan, arus kas bersih dari operasional, belanja modal dan kesempatan investasi yang strategis. Dalam rangka mempertahankan atau
menyesuaikan struktur permodalan. Perusahaan selalu menyesuaikan jumlah saham baru yang diterbitkan serta menambah/mengurangi jumlah utang
dari waktu ke waktu.
Konsisten dengan entitas lain dalam industri yang sama, Perusahaan memonitor permodalan berdasarkan gearing ratio. Gearing ratio per tanggal 31
Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
Maret 2025 Desember 2024
US$ US$
Jumlah pinjaman
Dikurangi: 971,620,382 1,096,931,302
Kas dan setara kas (4,251,687) (5,100,890)
Aset keuangan lancar lainnya (3,262,247) (2,776,493)
Liabilitas bersih 964,106,448 1,089,053,919
Jumlah defisiensi 1,004,513,385 (1,003,065,555)
Gearing ratio 1.04 (0.92)
Jumlah liabilitas mencakup jumlah utang terjamin yang belum direstrukturisasi sebesar US$1.096.931.302. Perusahaan akan merestrukturisasi utang
ini pada tingkat yang berkelanjutan dimana tahap negosiasi dengan kreditur terjamin termasuk PPA/BPP sedang berlangsung. Jika usulan Perusahaan
mengenai konversi utang menjadi modal diterima, maka hal ini akan memperbaiki struktur permodalan Perusahaan.
50. STANDAR AKUNTANSI BARU DAN AMANDEMENNYA
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (DSAK-IAI) telah menerbitkan amandemen Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) berikut ini. Standar
akuntansi yang diubah akan berlaku efektif atau berlaku untuk laporan keuangan konsolidasian Grup untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal
1 Januari 2025:
Amandemen standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025, dengan diperbolehkannya penerapan dini,
adalah sebagai berikut:
• PSAK 117: Kontrak asuransi; dan
• Amandemen PSAK 117: Kontrak asuransi mengenai penerapan awal PSAK 117 dan PSAK 109 Informasi komparatif; dan
• Amandemen PSAK No. 221: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing – Kekurangan Ketertukaran.
Sampai dengan tanggal pengesahan laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen Grup masih mengevaluasi dampak potensial dari perubahan standar
akuntansi ini terhadap laporan keuangan konsolidasian.
95/95
Names mentioned 135 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung
p.1 ×2
unresolved
person
Januar Tirtaamidjaja
p.11 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.11 ×7
unresolved
person
Sutjipto
p.11 ×6
unresolved
org
Bapepam-LK
p.11 ×6
unresolved
org
Polysindo Eka Perkasa Tbk
p.11 ×4
unresolved
person
Aryanti Artisari
p.11 ×9
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.11
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.11 ×3
unresolved
org
Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu
p.11
unresolved
person
Aulia Taufani
p.11 ×5
unresolved
org
Yayasan Asia Pasific Fiber
p.11
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.12
unresolved
org
BAPEPAM
p.12 ×8
unresolved
org
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat
p.12
unresolved
org
Trimegah Securities Tbk
p.12 ×2
unresolved
org
Texmaco Jaya Tbk
p.13 ×56
unresolved
org
PT Texmaco Graha Busana
p.13 ×2
unresolved
person
Ir. Agus Tjahajana Wirakusumah Sumiyati
· Komisaris Independen
p.14 ×4
unresolved
person
Dr. Antonius Widyatma Sumarlin Deddy Sutrisno
· Direktur
p.14 ×3
unresolved
person
Tunaryo.
p.14
unresolved
org
Pengadilan Niaga
p.16
unresolved
org
PT Pacific Poly
p.17 ×9
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.17 ×7
unresolved
org
Bank BUMN
p.17
unresolved
org
Kementerian Keuangan dan Kreditor
p.17
unresolved
org
Asia Pacific Fibers Hong Kong Limited
p.18 ×2
unresolved
org
Hong Kong. Asia Pacific Fibers Hong Kong Limited
p.18
unresolved
org
Notes Karena Asia Pacific Fibers Hong Kong Limited
p.18
unresolved
org
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
p.18
unresolved
org
Kementerian Investasi
p.18
unresolved
org
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara
p.18 ×3
unresolved
org
Kementerian Keuangan. Menyusul
p.18
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.18 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.18 ×10
unresolved
org
PT Asia Pacific Fibers. Satuan
p.18
unresolved
org
Kementerian Keuangan Skema
p.19
unresolved
org
PT Bina Prima Perdana
p.19 ×16
unresolved
org
Shanghai Banking Corporation Limited
p.19 ×5
unresolved
org
Madison Pacific Trust Limited
p.19 ×4
unresolved
org
Menteri Perdagangan
p.22
unresolved
org
Bank Bukopin Tbk
p.43 ×2
unresolved
org
PT Bank SBI Indonesia Rekening Dolar Amerika Serikat
p.43
unresolved
person
DR. H. Teddy Anwar
p.45 ×4
unresolved
org
PT Wismakarya Prasetya
p.45 ×15
unresolved
org
PT Wastra Indah
p.45
unresolved
org
Texmaco Perkasa Engineering Tbk
p.45 ×2
unresolved
org
PT Wahana Perkasa Auto Jaya
p.45
unresolved
org
PT Sumatex Subur
p.45
unresolved
org
PT Texmaco
p.45
unresolved
org
PT Jaya Perkasa Engineering
p.45
unresolved
org
PT Perkasa Heavindo Engineering
p.45
unresolved
org
PT Raja Busana Mahameru
p.45
unresolved
org
Supermitory Utama Tbk
p.45 ×2
unresolved
org
PT Saritex Jaya Swasti
p.45
unresolved
org
PT Devrindo Widya
p.45
unresolved
org
PT Perkasa Indobaja
p.45
unresolved
org
PT Perkasa Indosteel
p.45
unresolved
org
PT Wahana Jaya Perkasa
p.45
unresolved
org
PT Bina Peranan Busana
p.45
unresolved
org
PT Citra Indah Textile
p.45
unresolved
org
PT PerusahaanPengelola Aset
p.46
unresolved
org
Bank Garansi
p.47
unresolved
org
PT Jasarahardja Putera.
p.47
unresolved
org
PT PGN
p.47 ×6
unresolved
org
Asuransi Multi Graha Guna Tbk.
p.48 ×4
unresolved
org
PT Multikarsa Investam
p.49
unresolved
org
AR International Limited
p.49
unresolved
org
Penyehatan Perbankan Indonesi
p.50
unresolved
org
PT Bank Putera Multikarsa Rekening Dolar Amerika Serikat
p.50
unresolved
org
PT Bank Papan Sejahtera Rekening
p.50
unresolved
org
PT Bank Dharmala Rekening
p.50
unresolved
org
PT Bank Umum Nasional Rekening Dolar Amerika Serikat
p.50
unresolved
org
PT Bank Asia Pacific Rekening
p.50
unresolved
org
Penyehatan Perbankan Indonesia
p.50
unresolved
org
Penyehatan Perbankan Nasional
p.50
unresolved
org
PT Bank Putera Multikarsa
p.50
unresolved
org
PT Bank Dharmala
p.50 ×2
unresolved
org
PT Bank Asia Pacific
p.50
unresolved
org
PT Bank Papan Sejahtera
p.50
unresolved
org
KJPP Nirboyo A.
p.53
unresolved
org
Dewi A. & Rekan
p.53
unresolved
—
Belanda
· Pemberi Pinjaman
p.57 ×3
unresolved
org
PT Ferrier Hodgson
p.57 ×3
unresolved
org
PT Kordamentha
p.57 ×2
unresolved
org
Damiano Invesment B.V.
p.57
unresolved
org
PT Bank Finconesia
p.58
unresolved
org
Kyoa Investment Limited
p.58 ×5
unresolved
org
Sverige Financing Limited
p.58 ×6
unresolved
org
Sasando Pte. Ltd.
p.58 ×4
unresolved
org
Sverige Netherlands B.V.
p.58 ×2
unresolved
org
Sverige Netherland B.V.
p.60 ×3
unresolved
org
PT Pilot Asia Capital
p.62
unresolved
org
Kementerian Perindustrian
p.63
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.68 ×3
unresolved
org
Pengadilan Negeri Bandung
p.68 ×2
unresolved
org
PT Bdg
p.68
unresolved
org
Mahkamah Agung
p.68 ×5
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.73
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
p.74
unresolved
org
Departemen Industri dan Perdagangan
p.74
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.75
unresolved
org
PT Datindo Entrycom
p.75 ×3
unresolved
org
PT Bina Prima Perdana. Namun
p.76
unresolved
org
PT Ineos Aromatics Indonesia
p.79
unresolved
org
PT Mitsubishi Chemical Indonesia
p.79
unresolved
person
Kompensasi
· Komisaris Independen
p.82 ×7
unresolved
person
Vasudevan Ravi Shankar
· Direktur Utama
p.82
unresolved
person
Peter Vinzez Merkle
· Direktur
p.82
unresolved
org
PT Pacific Poly Perusahaan
p.84
unresolved
org
Bank Arya. Namun
p.85
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.85
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.