Back to announcement
20250430_SRSN_Laporan Informasi dan Fakta Material_31880763_lamp2.pdf
Financial statement Text extracted SRSNSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 35
Page 1
PT INDO ACIDATAMA Tbk LAPORAN KEUANGAN INTERIM PER TANGGAL 31 MARET 2025 (Tidak Diaudit) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
Page 2
Sippr, tNDo AcTDATAMA rbk. ffi e'sscx**s ffi ;f'ffi,ffi; *. ?$#,ffi
*
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
TENTANG
TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM 31 MARET 2025 DAN
31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
TANGGAL 3l MARET 2425 DAN 2024
PT. INDO ACIDATAMA TbK
Kami yang bertanda tangan di bawah ini
l. Nama : Budhi Moeiiono
Alamat Kantor : Gralra Kencana Lt I, Jt. Raya Perjuangan 88 Jakarta
Alamat Dornisili/ sesuai KTP atau : Jl. Ir. i-1. Juanda 134
kartu identitas lain RT 002 RW 009 Kel. Candekan Kec. Jebres Surakarta
Nomor Telepon : fi66}777
Jabatan : Presiden Direktur
2. Narna : Shar-ad Ganesh Ugrankar
Alamat Kantor : Graha Kencana Lt 9, Jl. Raya Perjuangan 88 Jakarta
Alamat Domisili/ sesuai KTP atau : Apt. Belleeza Torver lvi 1 23A
kartu identitas lain Grogol Selatan - Jakarla Selatan
Nomor Telepon : 53660717
Jabatan : Direktur
menyatakan irahwa:
1- Bertanggungjawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan perusahaan;
2. Laporan keuangan perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi keuangan di
Indonesia;
3. a. Sernua informasi dalam laporan kuangan perusahaan telah dimuat secara lengkap dan benar;
b. Laporan keuangan perusahaan tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak benar, dan
tidak menghilangkan informasi atau fakta material;
4. Bertanggungjawab atas sislem pengendalian intern dalam perusahaan.
Demikian pemyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta,29 Aprii 2025
.!t' E
,rrg,
^ ni-
*
,'E 5\ F
Slerad UclauLar Budhi l\,loeljono
Direktur Presiden Direktur
Head Office : TPE : Factory:
Graha Kencana Suite 9-A Sepreh, Sroyo, Jaten, JI. Raya Solo - Sragen Km. 11 ,4 Kemiri Kebakkramat,
Jl. Raya Perjuangan No. BB Jakarta 11530, lndonesia Karanganyar 57731, Karanganyar 57762, Surakarta, lndonesia
Phone : (62-21) 53660777 Jawa Tengah, lndonesia Phone : (62-271) 648400 (hunting) Fax.'. (62-271)648700
Fax. : (62-21) 53660698 Phone: (62-271) 648400 IVail : P.O. Box 302, Surakarta 57100 lndonesia
E-mail :acidatama@acidatama.co.id
Website : http//www.acidatama.co.id
Page 3
PT INDO ACIDATAMA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERM
Per Tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Catatan (Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Bank 3, 32, 33 7.240.934 4.673.796
Piutang Usaha - Bersih 4, 32, 33
Pihak Berelasi 17 1.097.837 458.237
Pihak Ketiga 251.000.210 206.080.387
Aset Keuangan Lancar Lainnya - Bersih 5 2.538.671 1.948.300
Persediaan 6 317.793.913 411.909.715
Pajak Dibayar di Muka 7a. 34.150.906 30.532.117
Biaya Dibayar di Muka 8 1.352.356 1.156.572
Uang Muka Pembelian dan Lainnya 9 169.107.122 80.490.335
Total Aset Lancar 784.281.949 737.249.459
ASET TIDAK LANCAR
Properti Investasi 10 1.198.000 1.198.000
Aset Tetap dan Aset Hak Guna 11 401.792.976 396.981.530
Total Aset Tidak Lancar 402.990.976 398.179.530
TOTAL ASET 1.187.272.925 1.135.428.989
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman Jangka Pendek 12, 33 331.475.769 301.533.333
Utang Usaha - Pihak Ketiga 13, 32, 33 38.028.256 28.271.541
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya 14, 33 4.768.000 4.768.000
Uang Muka dari Pelanggan 16 17.817.433 20.185.625
Utang Pajak 7.d 3.192.789 601.661
Beban Akrual 18, 33 16.047.606 16.627.192
Utang Dividen 15 16.145 16.145
Bagian Lancar atas Pinjaman Jangka Panjang
Utang Bank 19, 33 1.750.000 2.500.000
Liabilitas Sewa 20, 33 1.936.874 2.604.229
Total Liabilitas Jangka Pendek 415.032.872 377.107.726
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman Jangka Panjang - Setelah dikurangi Bagian Lancar
Utang Bank 19, 33 - -
Liabilitas Sewa 20, 33 6.341.336 3.373.046
Liabilitas Imbalan Kerja 28 16.379.477 15.479.477
Liabilitas Pajak Tangguhan 7.c 1.228.696 911.411
Total Liabilitas Jangka Panjang 23.949.510 19.763.934
TOTAL LIABILITAS 438.982.381 396.871.660
EKUITAS
Modal Saham - nilai nominal Rp. 50 (dalam 21 301.000.000 301.000.000
Rupiah Penuh) per saham
Modal Dasar - 12.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh 6.020.000.000 saham
Tambahan Modal Disetor 22 600.000 600.000
Komponen Ekuitas Lainnya 165.299.663 165.299.663
Saldo Laba 281.390.881 271.657.666
Total Ekuitas 748.290.544 738.557.329
TOTAL LIABILITAS dan EKUITAS 1.187.272.925 1.135.428.989
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini
1
Page 4
PT INDO ACIDATAMA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAINNYA
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Catatan (Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
PENJUALAN 17, 23 312.451.513 228.194.939
BEBAN POKOK PENJUALAN 24 (249.199.938) (181.329.293)
LABA KOTOR 63.251.575 46.865.646
Beban Usaha 25 (46.814.021) (35.011.887)
Pendapatan Lain-lain 26.a 2.679.458 1.965.177
Beban Lain-lain 26.b (34.637) (2.432)
LABA USAHA 19.082.375 13.816.504
Beban Keuangan 27 (6.444.485) (2.782.341)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 12.637.890 11.034.163
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
Pajak Penghasilan
Pajak Kini 7.b (2.587.390) (2.470.049)
Pajak Tangguhan (317.285) 29.411
Total Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan (2.904.675) (2.440.638)
LABA TAHUN BERJALAN 9.733.215 8.593.525
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi
Total Penghasilan Komprehensif Lain - 198.000
TOTAL LABA dan PENGHASILAN KOMPREHENSIF 9.733.215 8.791.525
PERIODE BERJALAN
LABA PER SAHAM DASAR
30 1,62 1,43
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini
2
Page 5
PT INDO ACIDATAMA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Per Tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Saldo Laba
Modal
Tambahan Surplus Belum Pengukuran
Ditempatkan dan Ditentukan Total Saldo
Modal Disetor Revaluasi Ditentukan Kembali Jumlah Ekuitas
Disetor Penuh Penggunaannya Laba
Penggunaannya Imbalan Pasti
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo per 1 Januari 2024 301.000.000 600.000 154.579.133 193.284.433 62.000.000 (876.046) 254.408.387 710.587.520
Dividen Tunai dan Dana Cadangan - - - (6.020.000) - - (6.020.000) (6.020.000)
Laba Tahun Berjalan - - - 22.501.564 - - 22.501.564 22.501.564
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - - 10.720.530 - - 767.715 767.715 11.488.245
Saldo per 31 Desember 2024 301.000.000 600.000 165.299.663 209.765.997 62.000.000 (108.331) 271.657.666 738.557.329
Laba Tahun Berjalan - - - 9.733.215 - - 9.733.215 9.733.215
Saldo per 31 Maret 2025 301.000.000 600.000 165.299.663 219.499.211 62.000.000 (108.331) 281.390.881 748.290.544
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini
3
Page 6
PT INDO ACIDATAMA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan/(Pembayaran) Kas dari pihak ketiga 265.064.330 241.338.605
Penerimaan/(Pembayaran) Kas kepada pemasok dan pihak ketiga Lainnya (260.313.520) (186.734.681)
Penerimaan/(Pembayaran) Pajak (3.547.457) (7.183.470)
Penerimaan/(Pembayaran) Bunga (6.442.297) (2.780.414)
Pembayaran pada karyawan (13.920.500) (10.290.918)
Arus Kas Diperoleh dari Aktivitas Operasi (19.159.444) 34.349.122
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap dan Aset Dalam Penyelesaian (9.710.776) (6.451.966)
Penjualan Aset Tetap 63.063 -
Arus Kas dari Aktivitas Investasi (9.647.713) (6.451.966)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan Pinjaman Jangka Pendek Utang Bank 108.643.568 68.123.434
Pembayaran Pinjaman Jangka Pendek Utang Bank (78.701.132) (95.262.655)
Pembayaran Pinjaman Jangka Panjang Utang Bank (750.000) (2.028.464)
Peningkatan Utang Sewa 2.895.677 425.735
Pembayaran Utang Sewa (594.741) (594.741)
Arus Kas Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 31.493.372 (29.336.691)
(Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas 2.686.214 (1.439.535)
Laba(rugi) selisih kurs yang belum direalisasi
Terhadap Kas dan setara kas akhir tahun (119.077) 293.327
Kas Dan Setara Kas Awal Tahun 4.673.796 18.160.023
Kas Dan Setara Kas Akhir Tahun 7.240.934 17.013.814
Kas Dan Setara Kas Akhir Tahun terdiri dari:
Kas 1.138.829 998.481
Bank 6.102.105 16.015.333
Jumlah 7.240.934 17.013.814
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini
4
Page 7
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1 Umum
1.a. Pendirian Perusahaan
PT. Indo Acidatama Tbk (Perusahaan) didirikan pada awalnya bernama PT Sarasa Nugraha Tbk, berdasarkan Akta Notaris Sri Rahayu, SH, Notaris di
Jakarta No. 5 tanggal 7 Desember 1982. Akta Pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-
1433.HT.01.TH.85 tanggal 18 Maret 1985.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta Notaris Fathiah Helmi, SH, Notaris di Jakarta, No.
69 tanggal 16 Juni 2015 untuk menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK,04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan
Rapat Umum Pemegang Saham Terbuka dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan no. 33/POJK,04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten
atau Perusahaan Publik, Akta perubahan ini telah disampaikan dan diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. AHU-3522865.AH.1.11 tahun 2015 tanggal 22 Juni 2015.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan perusahaan meliputi industri pakaian jadi, kimia dasar, kemasan dari
plastik dan perdagangan ekspor dan impor. Pada saat ini kegiatan Perusahaan adalah dalam bidang industri kimia dasar.
Perusahaan berkedudukan di Gedung Graha Kencana Suite 9A, Jl. Raya Perjuangan 88, Jakarta. Perusahaan memiliki pabrik yang berlokasi Surakarta
dengan alamat Jl. Raya Solo-Sragen Km 11 Desa Kemiri , Jawa Tengah. Perusahaan memulai kegiatan komersiil garmen sejak 1984 dan kimia sejak
tahun 1989.
Perusahaan tidak mempunyai entitas induk karena tidak terdapat pemegang saham Perusahaan yang memiliki porsi kepemilikan efektif atau hak suara
melebihi 50%.
Pada tanggal pelaporan PT Budhi Bersaudara Manunggal dan PT Kemiri Sarana Investama merupakan entitas yang masing-masing memiliki pengaruh
signifikan terhadap perusahaan dan tidak terdapat pihak pengendali.
1.b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 2 Desember 1992 Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No.
S-1917/PM/1992 untuk melakukan penawaran umum atas 5.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat.
Pada tanggal 11 Oktober 2000 dan 30 Oktober 2000 Perusahaan melakukan penambahan modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar
81.100.000 saham biasa dan 110.000.000 saham biasa melalui konversi utang.
Pada tanggal 25 Agustus 2005 Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam sehubungan dengan penggabungan usaha dan jumlah
penambahan saham yang beredar sebesar 3.820.000.000 lembar saham.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 seluruh saham Perusahaan atau sejumlah 6.020.000.000 saham telah tercatat pada Bursa Efek
Indonesia.
1.c. Karyawan, Direksi dan Komisaris
Susunan anggota Komisaris dan Direksi Perusahaan per tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut :
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris Biantoro Setijo
Wakil Presiden Komisaris Budhi Santoso
Komisaris Budhi Hartono
Wymbo Widjaksono
Komisaris Independen FS Bahari Nusantara
Stephanus Junianto
Dewan Direksi
Presiden Direktur Budhi Moeljono
Wakil Presiden Direktur Mulyadi Utomo Budhi Moeljono
Direktur Wong Lukas Yoyok Nurcahya
Nurdjono Kusumohadi
Shelumiel Setijo
Direktur Independen Sharad Ganesh Ugrankar
1.d. Komite Audit
Susunan Komite Audit per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 berdasarkan Rapat Dewan Komisaris sebagai berikut :
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
Ketua Komite Audit FS Bahari Nusantara
Anggota Hoo Kwie Han
Ignatius Dion Setiawan
1.e. Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Perusahaan per 31 Maret 2025 adalah Bram Andika Cahya Gumilang.
5
Page 8
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1.f. Kepala Internal Audit
Kepala Internal Audit Perusahaan per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah Ruci Abdi Muhyi, S. Akt .
2 Ikhtisar Kebijakan Akuntasi
2.a. Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan
Akuntan Indonesia (“DSAK – IAI”).
2.b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan Keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas. Dasar pengukuran dalam
penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan., kecuali beberapa akun tertentu yang berdasarkan pengukuran lain sebagaimana
dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Biaya perolehan umumnya didasarkan pada nilai wajar imbalan yang diserahkan
dalam pemerolehan aset
Laporan arus kas disusun dengan metode tidak langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah Indonesia (“IDR/ Rp”) yang merupakan mata uang
fungsional Perusahaan.
2.c. Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan
Mulai 1 Januari 2024, referensi terhadap masing-masing PSAK dan ISAK telah diubah sesuai dengan penerbitan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”) yaitu:
Nomor PSAK Nomor PSAK
Judul
dan ISAK Sebelum dan ISAK Setelah
PSAK 1 PSAK 201 Penyajian Laporan Keuangan
PSAK 2 PSAK 207 Laporan Arus Kas
PSAK 3 PSAK 234 Laporan Keuangan Interim
PSAK 4 PSAK 227 Laporan Keuangan Tersendiri
PSAK 5 PSAK 108 Segmen Operasi
PSAK 7 PSAK 224 Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi
PSAK 8 PSAK 210 Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
PSAK 10 PSAK 221 Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing
PSAK 13 PSAK 240 Properti Investasi
PSAK 14 PSAK 202 Persediaan
PSAK 15 PSAK 228 Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama
PSAK 16 PSAK 216 Aset Tetap
PSAK 19 PSAK 238 Aset Takberwujud
PSAK 22 PSAK 103 Kombinasi Bisnis
PSAK 24 PSAK 219 Imbalan Kerja
PSAK 25 PSAK 208 Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan
PSAK 26 PSAK 223 Biaya Pinjaman
PSAK 38 PSAK 338 Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
PSAK 46 PSAK 212 Pajak Penghasilan
PSAK 48 PSAK 236 Penurunan Nilai Aset
PSAK 50 PSAK 232 Instrumen Keuangan: Penyajian
PSAK 53 PSAK 102 Pembayaran Berbasis Saham
PSAK 55 PSAK 239 Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran
PSAK 56 PSAK 233 Laba per Saham
PSAK 57 PSAK 237 Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi
PSAK 60 PSAK 107 Instrumen Keuangan: Pengungkapan
PSAK 65 PSAK 110 Laporan Keuangan Konsolidasian
PSAK 66 PSAK 111 Pengaturan Bersama
PSAK 67 PSAK 112 Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain
PSAK 68 PSAK 113 Pengukuran Nilai Wajar
PSAK 70 PSAK 370 Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak
PSAK 71 PSAK 109 Instrumen Keuangan
PSAK 72 PSAK 115 Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
PSAK 73 PSAK 116 Sewa
ISAK 11 ISAK 117 Distribusi Aset Nonkas kepada Pemilik
ISAK 13 ISAK 116 Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri
ISAK 14 ISAK 232 Aset Takberwujud – Biaya Situs Web
ISAK 15 ISAK 114 PSAK 219 – Batas Aset Imbalan Pasti, Persyaratan Pendanaan Minimum, dan Interaksinya
ISAK 17 ISAK 110 Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai
ISAK 19 ISAK 107 Penerapan Pendekatan Penyajian Kembali dalam PSAK 229: Pelaporan Keuangan dalam
Ekonomi Hiperinflasi
ISAK 20 ISAK 225 Pajak Penghasilan – Perubahan dalam Status Pajak Entitas atau Para Pemegang Sahamnya
ISAK 28 ISAK 119 Pengakhiran Liabilitas Keuangan dengan Instrumen Ekuitas
ISAK 30 ISAK 121 Pungutan
6
Page 9
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
ISAK 31 ISAK 331 Interpretasi atas Ruang Lingkup PSAK 240: Properti Investasi
ISAK 32 ISAK 332 Definisi dan Hierarki Standar Akuntansi Keuangan
ISAK 33 ISAK 122 Transaksi Valuta Asing dan Imbalan di Muka
ISAK 34 ISAK 123 Ketidakpastian dalam Perlakuan Pajak Penghasilan
ISAK 36 ISAK 336 Interpretasi atas Interaksi antara Ketentuan Mengenai Hak atas Tanah dalam PSAK 216: Aset
Tetap dan PSAK 116: Sewa
ISAK 101 ISAK 401 Pengakuan Pendapatan Murabahah Tangguh Tanpa Risiko Signifikan Terkait Kepemilikan
Persediaan
ISAK 102 ISAK 402 Penurunan Nilai Piutang Murabahah
Mulai dari 1 Januari 2024, referensi terhadap masing-masing PSAK dan ISAK telah diubah sesuai dengan penerbitan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”).
● Amendemen PSAK 116: Sewa tentang Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa–Balik;
● Amendemen PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan tentang Kewajiban Diklasifikasikan Sebagai Lancar atau Tidak Lancar;
● Amendemen PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan tentang Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan;
● Amendemen PSAK 207: Laporan Arus Kas dan amendemen PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Pengaturan Pembiayaan
Pemasok; dan
● Revisi PSAK 409: Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah dan Revisi PSAK 401: Penyajian Laporan Keuangan Syariah.
Implementasi amendemen standar tersebut tidak memiliki dampak yang material terhadap jumlah yang dilaporkan di periode berjalan atau tahun
sebelumnya.
2.d. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah (“IDR/ Rp”) dengan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Dalam Rupiah Penuh) (Dalam Rupiah Penuh)
1 Pound Sterling Britania Raya ("GBP") 21.416,78 20.332,61
1 Euro ("EUR") 17.892,65 16.851,32
1 Dolar Amerika Serikat ("USD") 16.588,00 16.162,00
1 Dolar Singapura ("SGD") 12.406,43 11.919,34
1 Ringgit Malaysia ("MYR") 3.745,33 3.616,48
1 Renmimbi Cina ("RMB") 2.283,74 2.214,17
1 Baht Thailand ("THB") 488,67 475,98
1 Peso Filipina ("PHP") 287,50 278,71
1 Yen Jepang ("YEN") 110,30 102,36
1 Rupee Pakistan ("PKR") 58,67 57,77
1 Dong Vietnam ("VND") 0,65 0,64
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing diakui sebagai laba atau rugi dalam tahun
berjalan.
2.e. Kas dan Bank
Kas dan bank termasuk kas dan bank di bank (rekening giro) yang tidak digunakan sebagai jaminan dan tidak dibatasi penggunaannya.
2.f. Persediaan dan Penyisihan Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah.
Biaya perolehan bahan baku, bahan pendukung, barang jadi dan barang dalam proses ditentukan dengan metode rata-rata bergerak (moving average).
Penyisihan persediaan usang dan tidak lancar ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan di akhir tahun.
2.g. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method).
2.h. Properti Investasi
Properti investasi terdiri dari tanah yang dikuasai untuk kenaikan nilai dan belum ditentukan penggunaannya oleh Perusahaan.
Properti Investasi pada pengakuan awal diukur sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi.
Properti investasi, setelah pengakuan awal diukur dengan menggunakan model nilai wajar. Nilai wajar tanah biasanya ditentukan melalui penilaian
berdasarkan bukti pasar yang dilakukan oleh penilai yang memiliki kualifikasi profesional.
Properti Investasi dihentikan pengakuannya (dikeluarkan dari laporan posisi keuangan) pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak
digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis dimasa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Laba atau Rugi
yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dalam tahun
terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut.
Perusahaan mengalihkan properti ke, atau dari properti investasi jika dan hanya jika, ketika properti memenuhi, atau berhenti memenuhi definisi
properti investasi dan terdapat bukti atas perubahan penggunaan, mencakup :
7
Page 10
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan mengalihkan properti ke, atau dari properti investasi jika dan hanya jika, ketika properti memenuhi, atau berhenti memenuhi definisi
properti investasi dan terdapat bukti atas perubahan penggunaan, mencakup :
a. Dimulainya penggunaan oleh pemilik, atau pengembangan untuk pemilik, untuk pengalihan dari properti investasi menjadi properti yang
digunakan sendiri;
b. Dimulainya pengembangan untuk dijual, untuk pengalihan dari properti investasi menjadi persediaan;
c. Berakhirnya pemakaian oleh pemilik, atau pengalihan dari properti yang digunakan sendiri menjadi properti investasi; dan
d. Insepsi sewa operasi kepada pihak lain, untuk pengalihan dari persediaan menjadi properti investasi.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat
ekonomi masa depan yang diperkirakan dari pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan ditentukan dari
selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian atau pelepasan.
2.i. Aset Tetap
Aset Tetap pada pengakuan awal diakui sebesar biaya perolehannya yang meliputi harga perolehannya dan setiap biaya yang dapat diatribusikan
langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang diperlukan agar aset siap digunakan sesuai intensi manajemen.
Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap,
kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap diperoleh atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode tertentu untuk tujuan selain
untuk memproduksi persediaan selama periode tersebut.
Setelah pengakuan awal, aset tetap kecuali tanah dan bangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
rugi penurunan nilai.
Aset tetap berupa tanah dan bangunan, setelah pengakuan awal diukur dengan menggunakan model revaluasi. Nilai wajar tanah dan bangunan
biasanya ditentukan melalui penilaian berdasarkan bukti pasar yang dilakukan oleh penilai yang memiliki kualifikasi profesional.
Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode
garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset sebagai berikut :
Tahun
Bangunan 20
Mesin dan Peralatan 10 - 20
Kendaraan 5
Inventaris Kantor 5
Laboratorium 10
Unit Pengolah Limbah 5 - 10
Biaya legal awal untuk mendapatkan hak legal diakui sebagai bagian akuisisi tanah, biaya-biaya tersebut tidak didepresiasikan. Biaya terkait dengan
pembaruan hak atas tanah diakui sebagai aset tak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atas tanah.
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan langsung ke laba rugi saat terjadinya biaya biaya tersebut.
Perusahaan melakukan evaluasi atas penurunan nilai aset tetap apabila terdapat peristiwa atau keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset
tetap tersebut kemungkinan tidak dapat dipulihkan. Bila nilai tercatat suatu aset melebihi estimasi jumlah terpulihkan, nilai aset tersebut diturunkan
menjadi sebesar estimasi jumlah terpulihkan, yang ditentukan berdasarkan nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai
pakai.
Apabila suatu aset tetap tidak lagi digunakan atau dijual, nilai perolehan dan akumulasi penyusutan tersebut dikeluarkan dari pencatatannya sebagai
aset tetap dan keuntungannya atau kerugian yang terjadi diperhitungkan sebagai laba atau rugi tahun bersangkutan.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan
direklasifikasi ke masing-masing akun aset tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan.
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan di reviu setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku
prospektif.
2.j. Sewa
Pada tanggal insepsi kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung sewa. Suatu kontrak merupakan atau
mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk
dipertukarkan dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu, Perusahaan
menilai apakah salama periode penggunaan, Perusahaan memiliki dua hal berikut:
(a) Hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset identifikasian; dan
(b) Hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian, yaitu hanya jika:
(i) Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan selama periode penggunaan; atau
(ii) Keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
● Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan selama periode penggunaan; atau
● Perusahaan mendesain aset (atau aspek tertentu dari aset) dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset akan
digunakan selama periode penggunaan.
8
Page 11
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan sebagai Lessee
Perusahaan menerapkan satu pendekatan pengakuan dan pengukuran bagi seluruh sewa, kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai
rendah. Perusahaan mengakui liabilitas sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-guna yang merupakan hak untuk menggunakan aset
pendasar.
Perusahaan mengakui aset hak-guna pada tanggal dimulainya sewa (yaitu tanggal aset tersedia untuk digunakan). Aset hak-guna diukur pada harga
perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan
aset hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung yang timbul di awal, dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau
sebelum tanggal mulai dikurangi setiap insentif sewa yang diterima. Aset hak guna disusutkan dengan metode garis lurus selama periode yang lebih
pendek antara sewa dan estimasi masa manfaat aset.
Jika kepemilikan aset sewa beralih ke Perusahaan pada akhir masa sewa atau biaya perolehan mencerminkan pelaksanaan opsi beli, penyusutan
dihitung dengan menggunakan estimasi masa manfaat aset.
Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang harus dilakukan selama masa
sewa. Pembayaran sewa mencakup pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran
sewa variabel yang bergantung pada indeks atau tarif, dan jumlah yang diharapkan akan dibayar dibawah jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga
mencakup harga pelaksanaan dari opsi beli yang cukup pasti akan dilaksanakan oleh Perusahaan, dan pembayaran denda untuk penghentian sewa, jika
masa sewa merefleksikan Perusahaan melaksanakan opsi untuk menghentikan sewa. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks
atau tarif diakui sebagai beban (kecuali terjadi untuk menghasilkan persediaan) pada periode dimana peristiwa atau kondisi yang memicu terjadinya
pembayaran.
Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental pada tanggal dimulainya sewa karena
tingkat bunga implisit dalam sewa tidak dapat segera ditentukan. Setelah tanggal permulaan, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk merefleksikan
penambahan bunga dan mengurangi pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi,
perubahan masa sewa, perubahan pembayaran sewa (misalnya, perubahan pembayaran masa depan akibat perubahan indeks atau kurs yang digunakan
untuk pembayaran sewa) atau perubahan penilaian opsi untuk membeli aset pendasar.
Ketika liabilitas sewa diukur kembali dengan cara ini, penyesuaian terkait dilakukan terhadap jumlah tercatat aset hak-guna, atau dicatat dalam laba
rugi jika jumlah tercatat aset hak guna telah berkurang menjadi nol.
Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa bangunan (yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan
atau kurang, dari tanggal permulaan dan tidak mengandung opsi beli). Hal ini juga berlaku untuk pengecualian pengakuan sewa aset bernilai rendah
untuk sewa bangunan yang dianggap bernilai rendah. Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset bernilai rendah diakui sebagai
beban dengan metode garis lurus selama masa sewa.
Perusahaan mencatat modifikasi sewa sebagai sewa terpisah jika:
● Mengurangi jumlah tercatat untuk Modifikasi meningkatkan ruang lingkup sewa dengan menambahkan hak untuk menggunakan satu aset
pendasar atau lebih; dan
● Imbalan sewa meningkat sebesar jumlah yang setara dengan harga tersendiri untuk peningkatan dalam ruang lingkup dan penyesuaian yang tepat
pada harga tersendiri tersebut untuk merefleksikan kondisi kontrak tertentu.
Untuk modifikasi sewa yang tidak dicatat sebagai sewa terpisah, pada tanggal efektif modifikasi sewa, Perusahaan:
● Mengukur kembali dan mengalokasikan imbalan kontrak modifikasian;
● Menentukan masa sewa dari sewa modifikasian;
● Mengukur kembali liabilitas sewa dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian menggunakan tingkat diskonto revisian berdasarkan sisa
umur sewa dan sisa pembayaran sewa dengan melakukan penyesuaian terhadap aset hak guna. Tingkat diskonto revisian ditentukan sebagai suku
bunga pinjaman inkremental Perusahaan pada tanggal efektif modifikasi;
● Menurunkan jumlah tercatat aset hak guna untuk merefleksikan penghentian sebagian atau sepenuhnya sewa untuk modifikasi sewa yang
menurunkan ruang lingkup sewa. Perusahaan mengakui dalam laba rugi setiap laba rugi yang terkait dengan penghentian sebagian atau
sepenuhnya sewa tersebut; dan
● Membuat penyesuaian terkait dengan aset hak-guna untuk seluruh modifikasi sewa lainnya.
Perusahaan sebagai Lessor
Perusahaan mengakui aset untuk sewa operasi di laporan posisi keuangan sesuai sifat aset tersebut. Biaya langsung awal sehubungan proses negosiasi
sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui sebagai beban selama masa sewa dengan dasar yang sama dengan
pendapatan sewa operasi. Sewa kontinjen, apabila ada, diakui sebagai pendapatan pada periode terjadinya. Pendapatan sewa operasi diakui sebagai
pendapatan atas dasar garis lurus selama masa sewa.
2.k. Penurunan Nilai Aset
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut,
Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan ditentukan atas suatu aset individual, dan jika tidak memungkinkan,
Perusahaan menentukan jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas dari aset tersebut.
Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya. Nilai pakai adalah nilai kini
dari arus kas yang diharapkan akan diterima dari aset atau unit penghasil kas. Nilai kini dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak
yang mencerminkan nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset atau unit yang penurunan nilainya diukur.
Jika, dan hanya jika, jumlah terpulihkan aset lebih kecil dari jumlah tercatatnya, maka jumlah tercatat aset diturunkan menjadi sebesar jumlah
terpulihkan. Penurunan tersebut adalah rugi penurunan nilai dan segera diakui dalam laba rugi.
Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi
yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Jika demikian, jumlah tercatat aset
dinaikan ke jumlah terpulihkannya. Kenaikan ini merupakan suatu pembalikan rugi penurunan nilai.
9
Page 12
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan
RugiRupiah, kecuali
penurunan nilaiDinyatakan
yang telahLain)
diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi
yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Jika demikian, jumlah tercatat aset
dinaikan ke jumlah terpulihkannya. Kenaikan ini merupakan suatu pembalikan rugi penurunan nilai.
2.l. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Perusahaan melakukan analisa transaksi melalui lima langkah analisa berikut:
1. Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, dengan kriteria sebagai berikut:
- Kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak terkait dalam kontrak
- Perusahaan bisa mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu pembayaran dari barang atau
jasa yang akan dialihkan
- Kontrak memiliki substansi komersial
2. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang
atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
3. Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan, pajak penjualan barang mewah, pajak pertambahan nilai dan
pungutan ekspor, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan.
4. Mengalokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual dari setiap barang atau jasa berbeda yang
dijanjikan di kontrak.
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (sepanjang waktu atau pada suatu waktu tertentu).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
● Suatu waktu tertentu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
● Sepanjang waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu waktu,
Perusahaan memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya
kewajiban pelaksanaan.
Suatu kewajiban pelaksanaan dipenuhi pada suatu waktu tertentu kecuali jika memenuhi salah satu kriteria berikut, dalam hal ini dipenuhi dari
sepanjang waktu:
● Pelanggan secara bersamaan menerima dan menggunakan manfaat yang diberikan oleh pelaksanaan Perusahaan sebagaimana yang dilakukan
Perusahaan;
● Pelaksanaan Perusahaan menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan saat aset itu dibuat atau ditingkatkan; dan
● Pelaksanaan Perusahaan tidak menciptakan aset dengan penggunaan alternatif untuk Perusahaan dan Perusahaan memiliki hak yang dapat
diberlakukan atas pembayaran untuk pelaksanaan yang diselesaikan hingga saat ini.
Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan. Pendapatan jasa diakui pada saat
pelanggan menerima dan mengonsumsi manfaat dari jasa tersebut.
Beban diakui pada saat terjadinya dengan dasar akrual.
2.m. Imbalan Kerja
Imbalan Kerja Jangka Pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam suatu periode akuntansi, sebesar jumlah tidak terdiskonto dari
imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan akan dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut.
Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah, gaji, bonus dan insentif.
Imbalan Pasca Kerja
Imbalan pascakerja seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang
berlaku.
Perusahaan mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai
wajar aset program yang dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan imbalan
pasti ditentukan dengan mendiskontokan imbalan tersebut.
Perusahaan mencatat tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan pasti, tetapi juga kewajiban konstruktif yang
timbul dari praktik informal entitas.
Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui dalam
laba rugi.
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, imbal hasil atas aset program dan
setiap perubahan dampak batas atas aset diakui sebagai penghasilan komprehensif lain.
Pesangon
Perusahaan mengakui pesangon sebagai liabilitas dan beban pada tanggal yang lebih awal di antara:
(a) Ketika Perusahaan tidak dapat lagi menarik tawaran atas imbalan tersebut; dan
(b) Ketika Perusahaan mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup PSAK No. 57 dan melibatkan pembayaran pesangon.
Perusahaan mengukur pesangon pada saat pengakuan awal, dan mengukur dan mengakui perubahan selanjutnya, sesuai dengan sifat imbalan kerja.
2.n. Pajak Penghasilan
Beban pajak adalah jumlah gabungan pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam 'menentukan laba rugi pada suatu periode. Pajak kini
dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi, kecuali pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui dalam penghasilan
komprehensif lain atau secara langsung di ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau
ekuitas.
10
Page 13
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah,
Beban pajakkecuali
adalah Dinyatakan Lain) pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam 'menentukan laba rugi pada suatu periode. Pajak kini
jumlah gabungan
dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi, kecuali pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui dalam penghasilan
komprehensif lain atau secara langsung di ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau
ekuitas.
Jumlah pajak kini untuk periode berjalan dan 'periode sebelumnya yang belum dibayar diakui 'sebagai liabilitas. Jika jumlah pajak yang telah dibayar
untuk periode berjalan dan periodeperiode 'sebelumnya melebihi jumlah pajak yang terutang untuk periode tersebut, maka 'kelebihannya diakui
sebagai aset. Liabilitas (aset) pajak kini untuk periode berjalan dan periode 'sebelumnya diukur sebesar jumlah yang 'diperkirakan akan dibayar kepada
(direstitusi dari) otoritas perpajakan, yang dihitung menggunakan tarif pajak (dan undang-undang pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah
berlaku padaakhir periode pelaporan.
Manfaat terkait dengan rugi pajak yang dapat ditarik untuk memulihkan pajak kini dari periode 'sebelumnya diakui sebagai aset. Aset pajak tangguhan
diakui untuk akumulasi rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan sepanjang kemungkinan besar laba 'kena pajak masa
depan akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan.
Seluruh perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, kecuali perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari :
(a) pengakuan awal goodwill; atau
(b) pengakuan awal aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan 'pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau
laba kena pajak (rugi pajak).
(c) pada saat transaksi tidak menimbulkan perbedaan temporer kena pajak dan perbedaan temporer dapat dikurangkan dalam jumlah yang sama.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia
sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba dimaksud, kecuali jika aset pajak tangguhan timbul dari pengakuan awal aset
atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat transaksi tidak menimbulkan perbedaan temporer kena
pajak dan perbedaan temporer dapat dikurangkan dalam jumlah yang sama.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan,
berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan. Pengukuran aset
dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Perusahaan memperkirakan, pada akhir periode pelaporan,
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Perusahaan memperkirakan, pada akhir
periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan. Perusahaan mengurangi jumlah tercatat aset pajak tangguhan jika
kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak
tangguhan tersebut. Setiap pengurangan tersebut dilakukan pembalikan atas aset pajak tangguhan hingga kemungkinan besar laba kena pajak yang
tersedia jumlahnya memadai.
Perusahaan melakukan saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika, dan hanya jika:
(a) Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini; dan
(b) Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama atas:
i. entitas kena pajak yang sama; atau
ii. entitas kena pajak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan
aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan dimana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak
tangguhan diperkirakan untuk diselesaikan atau dipulihkan.
Perusahaan melakukan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika, dan hanya jika, Perusahaan:
(a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang diakui
(b) bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan
2.o. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang
saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan. Laba per saham dilusian mempertimbangkan pula efek lain yang diterbitkan bagi semua efek
berpotensi saham biasa yang sifatnya dilutif yang beredar sepanjang periode pelaporan.
2.p. Informasi Segmen
Perusahaan menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi yang disiapkan secara internal untuk mengambil keputusan operasional. Pengambil
keputusan operasional bertanggungjawab untuk mengalokasikan sumber daya, menilai kerja segmen operasi dan membuat keputusan strategis.
Sebuah segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas :
* yang terlihat dalam akktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban.
* hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada
segmen tersebut dan menilai kinerjanya;
* dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan
2.q. Transaksi dan saldo dengan Pihak Berelasi
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor :
a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut :
i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor
ii. memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor
11
Page 14
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
iii. personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut :
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinga entitas induk, entitas anak, entitas anak berikutnya
terkait dengan entitas lain)
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain ( atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan
anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya)
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari satu pihak ketiga yang sama.
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait
dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi
dengan entitas pelapor.
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diindetifikasi dalam huruf (a).
vii. Orang yang diindentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas
induk dari entitas).
viii. Entitas atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil manajemen
kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak berelasi dilakukan dengan kondisi dan persyaratan yang sama dengan pihak ketiga,
diungkapkan dalam catatan yang relevan.
2.r. Instrumen Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran Awal
Perusahaan mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan
atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut. Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan
penerbitan liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera.
Nilai wajar instrumen keuangan pada pengakuan awal biasanya sama dengan harga transaksi (yaitu nilai wajar imbalan yang diberikan atau diterima).
Jika nilai wajar instrumen keuangan pada saat pengakuan awal berbeda dari harga transaksinya, Perusahaan mengakui perbedaan antara nilai wajar
pada saat pengakuan awal dan harga transaksi sebagai keuntungan atau kerugian.
Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan
Aset keuangan Perusahaan diklasifikasikan sebagai berikut: aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
(i) Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi berikut terpenuhi:
1) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual
saja; dan
2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok
dan bunga (solely payments of principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau
ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif atas perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh tempo, dan penurunan
nilainya.
Pendapatan keuangan dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dan diakui di laba rugi. Perubahan pada nilai wajar diakui di
laba rugi ketika aset dihentikan atau direklasifikasi.
Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dapat dijual ketika terdapat
peningkatan risiko kredit. Penghentian untuk alasan lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak material jumlahnya atau
tidak sering.
(ii) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain (”FVTOCI”)
Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
(1) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset
keuangan; dan
(2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok
dan bunga (solely payments of principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar. Keuntungan atau kerugian diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk
kerugian akibat penurunan nilai dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada laba rugi. Ketika aset keuangan tersebut
dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
direklasifikasi dari ekuitas
ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
(iii) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (“FVTPL”)
Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi
atau untuk diukur FVTOCI.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau
kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi.
12
Page 15
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi
atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI, sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian, Perusahaan dapat menetapkan pilihan yang tidak
dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas yang bukan untuk diperjualbelikan dalam waktu dekat (held for
trading) untuk diukur pada
FVTOCI. Penetapan ini menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan komprehensif lain, kecuali pendapatan dividen
tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke
saldo laba tidak melalui laba rugi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Aset keuangan dinilai apakah terdapat indikasi penurunan nilai pada setiap akhir periode pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya apabila
terdapat bukti obyektif sebagai akibat adanya satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan tersebut dan dilakukan
estimasi terhadap arus kas masa depan dari investasi tersebut yang akan terdampak.
Perusahaan mengakui kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan yang diukur
pada FVTOCI, piutang sewa, aset kontrak atau komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan. Aset keuangan yang berupa investasi pada
instrumen ekuitas tidak dilakukan penurunan nilai.
Pada setiap tanggal pelaporan, Perusahaan mengukur penyisihan kerugian instrumen keuangan sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Namun, jika risiko kredit
instrumen keuangan tersebut tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, maka mengakui sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan.
Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak
tanpa komponen pendanaan yang signifikan.
Perusahaan menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pihak ketiga tidak mampu membayar kewajiban kreditnya kepada Perusahaan secara penuh.
Periode maksimum yang dipertimbangkan ketika memperkirakan kerugian kredit ekspektasian adalah periode maksimum kontrak dimana Perusahaan
terekspos terhadap risiko kredit.
Penyisihan kerugian diakui sebagai pengurang jumlah tercatat aset keuangan kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada FVTOCI yang penyisihan
kerugiannya diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Sedangkan jumlah kerugian kredit ekspektasian (atau pemulihan kerugian kredit) diakui
dalam laba rugi, sebagai keuntungan atau kerugian penurunan nilai.
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian dari instrumen keuangan dilakukan dengan suatu cara yang mencerminkan:
(i) Jumlah yang tidak bias dan rata-rata probabilitas tertimbang yang ditentukan dengan mengevaluasi serangkaian
kemungkinan yang dapat terjadi;
(ii) Nilai waktu uang; dan
(iii) Informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan pada tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu,
kondisi kini, dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan.
Aset keuangan dapat dianggap tidak mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal jika aset keuangan memiliki risiko
kredit yang rendah pada tanggal pelaporan. Risiko kredit pada instrumen keuangan dianggap rendah ketika aset keuangan tersebut memiliki risiko
gagal bayar yang rendah, peminjam memiliki kapasitas yang kuat untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya dalam jangka waktu dekat dan
memburuknya kondisi
ekonomik dan bisnis dalam jangka waktu panjang mungkin, namun tidak selalu, menurunkan kemampuan peminjam untuk memenuhi kewajiban arus
kas kontraktualnya. Untuk menentukan apakah aset keuangan memiliki risiko kredit rendah, Perusahaan dapat menggunakan peringkat risiko kredit
internal atau penilaian eksternal. Misal, aset keuangan dengan peringkat “investment grade” berdasarkan penilaian eksternal merupakan instrumen
yang memiliki risiko kredit yang rendah, sehingga tidak mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal.
Reklasifikasi
Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan ketika Perusahaan mengubah tujuan model bisnis untu pengelolaan aset keuangan sehingga penilaian
sebelumnya menjadi tidak dapat diterapkan
Ketika Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan, maka Perusahaan menerapkan reklasifikasi secara prospektif dari tanggal reklasifikasi. Perusahaan
tidak menyajikan kembali keuntungan, kerugian (termasuk keuntungan atau kerugian penurunan nilai), atau bunga yang diakui sebelumnya.
Ketika Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTPL, nilai
wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan
nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. Pada saat Perusahaan melakukan reklasifikasi sebaliknya, yaitu dari aset keuangan kategori FVTPL
menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, maka nilai wajar pada tanggal reklasifikasi menjadi jumlah tercatat bruto yang baru.
Pada saat Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTOCI,
nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan diamortisasi
sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian
kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi. Ketika Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan sebaliknya, yaitu keluar
dari kategori FVTOCI menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan direklasifikasi pada nilai wajarnya pada tanggal
reklasifikasi. Akan tetapi keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dihapus dari ekuitas
dan disesuaikan terhadap nilai wajar aset keuangan pada tanggal reklasifikasi. Akibatnya, pada tanggal reklasifikasi aset keuangan diukur seperti
halnya jika aset keuangan tersebut selalu diukur pada biaya perolehan
13 diamortisasi.
Page 16
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
Pada saat Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTOCI,
CATATANnilai
ATASwajarnya
LAPORAN KEUANGAN
diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan diamortisasi
Untuk Tahun-tahun yang berakhir
sebelumnya dan nilai31 wajar
Maret 2025 dan 31 Desember
aset keuangan 2024 penghasilan komprehensif lain. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian
diakui dalam
(Dalam Ribuan Rupiah,
kredit kecuali Dinyatakan
ekspektasian Lain) sebagai akibat dari reklasifikasi. Ketika Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan sebaliknya, yaitu keluar
tidak disesuaikan
dari kategori FVTOCI menjadi kategori pengukuran biaya perolehan diamortisasi, aset keuangan direklasifikasi pada nilai wajarnya pada tanggal
reklasifikasi. Akan tetapi keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dihapus dari ekuitas
dan disesuaikan terhadap nilai wajar aset keuangan pada tanggal reklasifikasi. Akibatnya, pada tanggal reklasifikasi aset keuangan diukur seperti
halnya jika aset keuangan tersebut selalu diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Penyesuaian ini memengaruhi penghasilan komprehensif lain tetapi tidak memengaruhi laba rugi, dan karenanya bukan merupakan penyesuaian
reklasifikasi. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi.
Pada saat Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran FVTPL menjadi kategori pengukuran FVTOCI, aset keuangan
tetap diukur pada nilai wajarnya. Sama halnya, ketika Perusahaan mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori FVTOCI menjadi kategori
pengukuran FVTPL, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui di penghasilan
komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi pada tanggal reklasifikasi.
Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, kecuali:
(a) Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabiitas dimaksud, termasuk derivatif yang merupakan liabilitas,
selanjutnya akan diukur pada nilai wajar.
(b) Liabitas keuangan yang timbul ketika pengalihan aset keuangan yang tidak memenuhi kualifikasi penghentian
pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan diterapkan.
(c) Kontrak jaminan keuangan dan komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga dibawah pasar. Setelah pengakuan awal,
penerbit kontrak dan penerbit komitmen selanjutnya mengukur kontrak tersebut sebesar jumlah yang lebih tinggi antara:
(i) Jumlah penyisihan kerugian dan
(ii) Jumlah yang pertama kali diakui dikurangi dengan, jika sesuai, jumlah kumulatif dari penghasilan yang diakui sesuai dengan
prinsip PSAK 72
(d) Imbalan kontijensi yang diakui oleh pihak pengakusisi dalam kombinasi bisnis ketika PSAK 22 diterapkan. Imbalan kontijensi
selanjutnya diukur pada nilai wajar dan selisihnya dalam laba rugi
Saat pengakuan awal, Perusahaan dapat membuat penetapan yang takterbatalkan untuk mengukur liabilitas keuangan pada nilai wajar
melalui laba rugi, jika diizinkan oleh standar atau jika penetapan akan menghasilkan informasi yang lebih relevan, karena:
(a) mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkosistensi pengukuran atau pengakuan (kadang disebut sebagai
“accounting mismatch”) yang dapat timbul dari pengukuran aset atau liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas aset atau
liabilitas dengan dasar yang berbeda beda; atau
(b) sekelompok liabilitas keuangan atau aset keuangan dan liabilitas keuangan dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai
manajemen risiko atau strategi investasi yang terdokumentasi, dan informasi dengan dasar nilai wajar dimaksud atas kelompok tersebut
disediakan secara internal untuk personil manajemen kunci Perusahaan.
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan
berakhir atau Perusahaan mengalihkan hak kontraktual untuk menerima kas yang berasal dari aset keuangan atau tetap memiliki hak
kontraktual untuk menerima kas tetapi juga menanggung kewajiban kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima tersebut
kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan. Jika Perusahaan secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan
manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan dan mengakui secara terpisah
sebagai aset atau liabilitas untuk setiap hak dan kewajiban yang timbul atau yang masih dimiliki dalam pengalihan tersebut. Jika Perusahaan
secara substansial tidak mengalihkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut dan
masih memiliki pengendalian, maka Perusahaan mengakui aset keuangan sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut.
Jika Perusahaan secara substansial masih memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Perusahaan
tetap mengakui aset keuangan tersebut.
Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas keuangan tersebut berakhir, yaitu ketika
kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa.
Metode Suku Bunga Efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan
(atau kelompok aset atau liabilitas keuangan) dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang
relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas masa depan
selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh jumlah tercatat
neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Perusahaan mengestimasi arus kas dengan
mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, seperti pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain,
tetapi tidak mempertimbangkan kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan atau
diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau
diskonto lain.
Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam
transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan
pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan.
14
Page 17
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam
transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan
pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan.
Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan pada apakah input suatu pengukuran
dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap keseluruhan pengukuran nilai wajar:
(i) Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat diakses pada tanggal
pengukuran (Level 1);
(ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun
tidak langsung (Level 2);
(iii) Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3).
Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Perusahaan sebisa mungkin menggunakan data pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar
aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara langsung, Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan
memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Perpindahan antara level hirarki nilai wajar diakui oleh Perusahaan pada akhir periode pelaporan dimana perpindahan terjadi.
2.s. Sumber Ketidakpastian Estimasi dan Pertimbagan Akuntansi yang Penting
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan
pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat
mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi
penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan
mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai
perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut
dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Estimasi Umur Manfaat Aset Tetap
Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan faktor-faktor seperti kondisi teknis dan
perkembangan teknologi di masa depan. Hasil operasi di masa depan akan dipengaruhi secara material atas perubahan estimasi ini yang
diakibatkan oleh perubahan faktor yang telah disebutkan di atas. Nilai tercatat aset tetap disajikan dalam Catatan 11.
Imbalan Kerja
Nilai kini liabilitas imbalan kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar dengan menggunakan beberapa asumsi. Asumsi
yang digunakan antara lain mencakup tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji, dan tingkat pengunduran diri. Perubahan asumsi ini akan
mempengaruhi jumlah tercatat imbalan kerja.
Perusahaan menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir periode pelaporan, yakni tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk
menentukan nilai kini arus kas keluar masa depan estimasian yang diharapkan untuk menyelesaikan liabilitas. Dalam menentukan tingkat suku
bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan
dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas yang terkait. Asumsi kunci liabilitas Imbalan kerja sebagian
ditentukan berdasarkan kondisi pasar saat ini. Informasi tambahan diungkapkan pada Catatan 28.
Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan
Perusahaan membuat penyisihan penurunan nilai persediaan berdasarkan estimasi penggunaan persediaan pada masa mendatang. Walaupun asumsi
yang digunakan dalam mengestimasi penyisihan penurunan nilai persediaan telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini akan
berdampak material terhadap penyisihan penurunan nilai persediaan, yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil usaha Perusahaan. Nilai tercatat
persediaan diungkapkan dalam Catatan 6.
Estimasi Cadangan untuk Penurunan Nilai Atas Piutang
Perusahaan mengakui penyisihan kerugian untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas piutang usaha dan piutang lain-lain dan aset kontrak. Nilai
kerugian kredit ekspektasian diperbarui pada tanggal pelaporan untuk mencerminkan perubahan risiko kredit sejak pengakuan awal masing-masing
instrumen keuangan.
Perusahaan selalu mengakui ECL sepanjang umurnya untuk piutang usaha dan aset kontrak. Kerugian kredit ekspektasian atas aset
keuangan diestimasi menggunakan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan, disesuaikan untuk faktor
spesifik debitur, kondisi ekonomi umum serta penilaian atas arah kondisi kini dan perkiraan masa depan pada tanggal pelaporan, termasuk
nilai waktu atas uang jika tepat.
Untuk semua instrumen keuangan lainnya, Perusahaan mengakui ECL sepanjang umur ketika telah ada peningkatan risiko kredit yang
signifikan sejak pengakuan awal. Jika, sebaliknya, risiko kredit pada instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan
sejak pengakuan awal, Perusahaan mengukur penyisihan kerugian untuk instrument keuangan tersebut sejumlah ECL 12 bulan.
Penilaian apakah ECL sepanjang umur harus diakui didasarkan pada peningkatan signifikan dalam kemungkinan terjadinya atau pada risiko
gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan pada bukti asset keuangan yang mengalami kerugian kredit pada tanggal
pelaporan atau kejadian gagal bayar sebenarnya.
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umur merupakan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari seluruh kemungkinan peristiwa
gagal bayar selama perkiraan umur instrument keuangan. Sebaliknya, ECL 12 bulan mewakili porsi ECL sepanjang umur yang timbul dari
peristiwa gagal bayar pada instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
15
Page 18
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah,kredit
Kerugian kecualiekspektasian
Dinyatakan Lain)
sepanjang umur merupakan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari seluruh kemungkinan peristiwa
gagal bayar selama perkiraan umur instrument keuangan. Sebaliknya, ECL 12 bulan mewakili porsi ECL sepanjang umur yang timbul dari
peristiwa gagal bayar pada instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan
tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak
penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan posisi keuangan tidak tersedia di pasar aktif, ditentukan dengan
menggunakan berbagai teknik penilaian termasuk penggunaan model matematika. Masukan (input) untuk model ini berasal dari data pasar yang bisa
diamati sepanjang data tersebut tersedia. Bila data pasar yang bisa diamati tersebut tidak tersedia, pertimbangan manajemen diperlukan untuk
menentukan nilai wajar. Pertimbangan tersebut mencakup pertimbangan likuiditas dan masukan model seperti volatilitas untuk transaksi derivatif yang
berjangka waktu panjang dan tingkat diskonto, tingkat pelunasan dipercepat dan asumsi tingkat gagal bayar.
Pertimbangan Penting dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan
atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan
mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK 71. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan
akuntansi Perusahaan
16
Page 19
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
3 Kas dan Bank
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Kas
IDR 942.724 741.055,00
USD 82.940 14.546
RMB 39.310 38.114
GBP 26.557 25.212
EUR 17.356 16.346
PHP 7.685 7.450
YEN 6.618 6.142
MYR 5.993 5.786
THB 4.007 3.903
PKR 3.262 3.212
VND 2.080 2.048
SGD 298 1.478
1.138.830 865.292
Bank
IDR
PT Bank Central Asia Tbk 920.014 1.454.939
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 694.019 371.917
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 101.449 118.300
PT Bank Multiarta Sentosa Tbk 76.815 22.413
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 49.794 49.805
PT Bank HSBC Indonesia 2.970 39.170
1.845.062 2.056.544
USD
PT Bank Central Asia Tbk 4.139.635 1.664.774
PT Bank HSBC Indonesia 117.408 87.186
4.257.043 1.751.960
Total 7.240.934 4.673.796
Tidak terdapat saldo kas dan bank yang ditempatkan kepada pihak berelasi pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
4 Piutang Usaha - Bersih
a. Berdasar Pelanggan 31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Pihak Berelasi (Catatan 17.a) 1.097.837 458.237
Pihak Ketiga 255.936.514 211.019.293
Dikurangi: Penyisihan Penurunan Nilai Piutang Pihak Ketiga (4.936.304) (4.938.907)
Total 252.098.047 206.538.624
b. Berdasarkan Umur 31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Belum Jatuh Tempo 173.873.130 131.999.851
Telah Jatuh Tempo
1 bulan - 2 bulan 71.607.781 70.228.908
2 bulan - 3 bulan 4.439.355 2.504.816
lebih dari 3 bulan 7.114.084 6.743.956
Dikurangi: Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha (4.936.304) (4.938.907)
Total 252.098.047 206.538.624
c. Berdasarkan Mata Uang 31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
IDR 153.997.604 159.943.924
USD 103.036.747 51.533.607
Dikurangi: Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha (4.936.304) (4.938.907)
Total 252.098.047 206.538.624
17
Page 20
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
d. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha
Saldo Awal 4.938.907 5.152.122
Pemulihan (Catatan 26.a) (2.603) (213.215)
Saldo Akhir 4.936.304 4.938.907
Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan yang dibentuk cukup untuk menutupi penurunan nilai dari piutang usaha.
5 Aset Keuangan Lancar Lainnya - Bersih
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Pihak Ketiga 5.858.704 5.268.334
Dikurangi : Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang (3.320.034) (3.320.034)
Total 2.538.671 1.948.300
Pada tanggal 19 Agustus 2008, Perusahaan menerima surat dari PT Supra Busanayasa (SBY) dan PT Panca Brothers Swakarsa (PBS) tentang permohonan
konversi tagihan Perusahaan masing-masing sebesar USD208,811.33 dan USD134,400 ke dalam mata uang Rupiah. Perusahaan menyetujui dengan
mengkonversi ke Rupiah dengan kurs Rp9.378 sehingga tagihan masing-masing menjadi Rp2.048.001 (termasuk PPN Rp89.768) dan Rp1.272.033 (termasuk
PPN Rp11.630). Pada tanggal 20 Oktober 2008, Perusahaan menerima surat dari SBY dan PBS yang menyatakan ketidaksanggupan untuk membayar
kewajiban kepada Perusahaan. Perusahaan telah membentuk penyisihan penurunan nilai atas piutang ini.
Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan yang dibentuk cukup untuk menutupi penurunan nilai dari piutang usaha.
6 Persediaan
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Bahan Baku 240.031.121 343.605.617
Barang Jadi 69.003.264 55.633.093
Barang Dalam Proses 3.967.005 3.367.120
Bahan Pembantu 3.160.806 6.725.631
Suku Cadang dan Utility 1.631.717 2.578.254
Total 317.793.913 411.909.715
Persediaan senilai Rp. 260.000.000 dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Central Asia TBK (BCA) (lihat Catatan 12 dan
19).
Persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya kepada PT Asuransi Jasa Indonesia dan PT Asuransi Multi Artha Guna
Tbk dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 260.000.000 dan USD 1,967,213 pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas persediaan yang dipertanggungkan.
Manajemen berpendapat bahwa semua persediaaan dapat digunakan atau dijual, Manajemen juga berpendapat nilai realisasi neto persediaan masih melebihi
nilai tercatatnya. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai persediaan.
7 Perpajakan
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
a. Pajak Dibayar di Muka
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 27.863.588 24.244.800
PPh Pasal 28A Tahun 2024 6.287.317 6.287.317
Total 34.150.906 30.532.117
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
b. Beban Pajak Penghasilan
Pajak Kini 2.587.390 4.677.948
Beban Pajak Tangguhan 317.284 2.378.960
Total 2.904.674 7.056.908
18
Page 21
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lainnya dengan laba rugi fiscal untuk periode
dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 sebagai berikut :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 12.637.890 29.558.472
Beda waktu
Penyusutan Aset Tetap (1.803.629) (9.470.286)
Beban Imbalan Kerja 900.000 2.369.297
Pembayaran Manfaat - (3.178.070)
Laba dari Perubahan Nilai Wajar Properti Investasi - (6.000)
Aset Hak Guna dan Aset Sewa Pembiayaan (239.898) 2.052.607
Pembayaran Liabilitas Sewa (77.238) (2.346.513)
Cadangan (Pemulihan) Penurunan Nilai
Piutang Usaha (221.444) (213.215)
Total Beda Waktu (1.442.211) (10.792.180)
Beda Tetap
Beban & Denda Pajak 27 158.843
Pendapatan Bunga (2.190) (10.002)
Representasi dan Sumbangan 89.500 208.300
Biaya Lainnya 477.846 2.139.967
Jumlah Beda Tetap 565.183 2.497.108
Laba Kena Pajak 11.760.862 21.263.400
Beban Pajak Kini dengan tarif pajak yang berlaku 2.587.390 4.677.948
Dikurangi :
Pajak Penghasilan Dibayar di Muka
PPh Pasal 22 (464.122) (3.493.915)
PPh Pasal 25 - (7.471.350)
Kurang (Lebih) Bayar Pajak Penghasilan 2.123.268 (6.287.317)
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan dengan hasil perkalian laba akuntansi dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 12.637.890 29.558.472
Pajak dihitung pada tarif pajak berlaku 2.780.336 6.502.864
Koreksi Fiskal (192.946) (1.824.916)
Pajak Kini
Periode Berjalan 2.587.390 4.677.948
Pajak Tangguhan 317.284 2.378.960
Total 2.904.674 7.056.908
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menetapkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Salah
satu pasal dalm UU HPP ini adalah tarif pajak penghasilan badan yang berlaku di tahun 2022 dan seterusnya adalah 22%
c. Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan
Dikreditkan
Dibebankan Ke
(Dibebankan) ke
31 Desember 2024 Penghasilan 31 Maret 2025
Laba Tahun
Komprehensif Lain
Berjalan
Rp. Rp. Rp. Rp.
Cadangan Penurunan Nilai
Aset Keuangan Lancar Lainnya 730.408 - - 730.408
Cadangan Penurunan
Nilai Piutang Usaha 1.086.560 (48.717) - 1.037.843
Keuntungan Revaluasi Aset tetap (3.555.732) - - (3.555.732)
Properti Investasi (25.766) - - (25.766)
Penyusutan Aset Tetap (2.430.630) (396.798) - (2.827.428)
Imbalan Kerja 3.405.485 198.001 - 3.603.486
Aset Hak Guna Usaha dan Aset Sewa Pembiayaan 2.227.177 (52.778) - 2.174.399
Pembayaran Liabilitas Sewa (2.348.913) (16.992) - (2.365.905)
Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan - Bersih (911.411) (317.284) - (1.228.695)
19
Page 22
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Dikreditkan
Dibebankan Ke
(Dibebankan) ke
31 Desember 2023 Penghasilan 31 Desember 2024
Laba Tahun
Komprehensif Lain
Berjalan
Rp. Rp. Rp. Rp.
Cadangan Penurunan Nilai
Aset Keuangan Lancar Lainnya 730.408 - - 730.408
Cadangan Penurunan
Nilai Piutang Usaha 1.133.467 (46.907) - 1.086.560
Keuntungan Revaluasi Aset tetap (3.280.847) - (274.885) (3.555.732)
Properti Investasi (19.766) (6.000) - (25.766)
Penyusutan Aset Tetap (347.167) (2.083.463) - (2.430.630)
Imbalan Kerja 3.799.951 (177.931) (216.535) 3.405.485
Aset Hak Guna Usaha dan Aset Sewa Pembiayaan 1.775.603 451.574 - 2.227.177
Pembayaran Liabilitas Sewa (1.832.680) (516.233) - (2.348.913)
Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan - Bersih 1.958.969 (2.378.960) (491.420) (911.411)
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
d. Utang Pajak
Pajak Penghasilan
Pasal 25 2.123.268 -
Pasal 21 706.015 374.347
Pasal 23 285.510 117.559
Pasal 4 (2) 54.473 18.611
Pasal 22 23.523 91.144
Total 3.192.789 601.661
e. Administrasi
Undang-undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa masing-masing perusahaan menghitung, menetapkan dan membayar sendiri
besarnya jumlah pajak yang terutang secara individu
Berdasarkan UU yang berlaku, Direktorat Jendral Pajak (“DJP”) dapat menetapkan atau mengubah kewajiban pajak dalam jangka waktu tertentu. Untuk
tahun pajak 2008 dan seterusnya, jangka waktunya adalah lima tahun sejak saat terutangnya pajak.
8 Biaya Dibayar di Muka
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Asuransi Dibayar di Muka 1.352.356 1.156.572
Total 1.352.356 1.156.572
9 Uang Muka Pembelian dan Lainnya
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Pembelian Bahan Baku 163.063.583 79.522.677
Pembelian Aset 4.431.418 733.744
Lain-lain 1.612.122 233.914
Total 169.107.122 80.490.335
20
Page 23
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
10 Properti Investasi
31 Desember 2024 Penambahan Penjualan Revaluasi 31 Maret 2025
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
Nilai Perolehan
Tanah 1.198.000 - - - 1.198.000
Nilai Tercatat 1.198.000 - - - 1.198.000
31 Desember 2023 Penambahan Penjualan Revaluasi 31 Desember 2024
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
Nilai Perolehan
Tanah 958.000 - - 240.000 1.198.000
Nilai Tercatat 958.000 - - 240.000 1.198.000
Nilai pasar tanah yang disajikan adalah berdasarkan laporan penilaian aset dari KJPP Nirboyo, Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan No.00047/2.0018-00/PI/04/0496/1/II/2025 tanggal 3
Februari 2025 untuk penilaian tanggal 31 Desember 2024. Nilai wajar tanah dihitung menggunakan metode pendekatan pasar dan pendekatan biaya.
Properti Investasi berupa beberapa bidang tanah yang penggunaannya belum ditentukan dan tidak digunakan untuk proses produksi. Tanah tersebut terletak di jalan desa, Desa Kemiri,
Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 luas tanah masing-masing sebesar 4,790 m2.
Properti investasi tidak disewakan sehingga tidak ada beban operasi di laba rugi.
Manajemen berkeyakinan tidak terdapat indikasi penurunan nilai properti investasi pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
11 Aset Tetap dan Aset Hak Guna
31 Desember 2024 Penambahan Pengurangan Revaluasi Reklasifikasi 31 Maret 2025
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
Nilai Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 196.825.000 313.000 - - - 197.138.000
Bangunan 56.546.282 53.000 - - 238.500 56.837.782
Mesin dan Peralatan 412.151.369 1.514.451 - - 3.069.721 416.735.541
Kendaraan 30.783.946 2.779.963 (117.200) - - 33.446.710
Laboratorium 5.795.209 - - - - 5.795.209
Inventaris Kantor 3.691.817 - - - - 3.691.817
Unit Pengolah Limbah 12.678.118 - - - - 12.678.118
Subtotal 718.471.741 4.660.414 (117.200) - 3.308.221 726.323.176
Aset Dalam Penyelesaian
Bangunan 253.251 429.603 - - (238.500) 444.354
Mesin dan Peralatan 2.906.945 2.954.769 - - (3.069.721) 2.791.994
Subtotal 3.160.196 3.384.372 - - (3.308.221) 3.236.348
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 26.901.620 829.234 - - - 27.730.854
Mesin dan Peralatan 258.110.125 2.589.112 - - - 260.699.237
Kendaraan 26.472.884 504.036 (117.200) - - 26.859.720
Laboratorium 3.751.909 65.813 - - - 3.817.723
Inventaris Kantor 3.303.627 23.413 - - - 3.327.040
Unit Pengolah Limbah 12.678.118 - - - - 12.678.118
Subtotal 331.218.283 4.011.608 (117.200) - - 335.112.691
Nilai Perolehan
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan 6.856.399 1.304.397 - - - 8.160.796
Subtotal 6.856.399 1.304.397 - - - 8.160.796
Akumulasi Penyusutan
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan 2.316.920 387.396 - - - 2.704.316
Subtotal 2.316.920 387.396 - - - 2.704.316
Nilai Perolehan
Aset Hak Guna
Bangunan 2.473.232 - - - - 2.473.232
Kendaraan 471.314 - - - - 471.314
Subtotal 2.944.546 - - - - 2.944.546
Akumulasi Penyusutan
Aset Hak Guna
Bangunan 425.220 36.636 - - - 461.856
Kendaraan 490.929 102.099 - - - 593.028
Subtotal 916.149 138.735 - - - 1.054.884
Nilai Tercatat 396.981.531 401.792.976
21
Page 24
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Desember 2023 Penambahan Pengurangan Revaluasi Reklasifikasi 31 Desember 2024
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
Nilai Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 184.320.049 7.990.278 - 4.514.673 - 196.825.000
Bangunan 48.620.068 284.000 - 6.480.742 1.161.472 56.546.282
Mesin dan Peralatan 373.513.841 1.403.003 - - 37.234.525 412.151.369
Kendaraan 28.849.955 2.411.628 (477.636) - - 30.783.946
Laboratorium 4.560.209 1.235.000 - - - 5.795.209
Inventaris Kantor 3.537.239 154.578 - - - 3.691.817
Unit Pengolah Limbah 12.678.118 - - - - 12.678.118
Subtotal 656.079.479 13.478.486 (477.636) 10.995.415 38.395.997 718.471.741
Aset Dalam Penyelesaian
Bangunan 407.599 1.007.124 - - (1.161.472) 253.251
Mesin dan Peralatan 579.097 39.562.373 - - (37.234.525) 2.906.945
Subtotal 986.696 40.569.497 - - (38.395.997) 3.160.196
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 24.261.777 2.639.843 - - - 26.901.620
Mesin dan Peralatan 249.108.812 9.001.313 - - - 258.110.125
Kendaraan 25.414.013 1.536.507 (477.636) - - 26.472.884
Laboratorium 3.529.893 222.016 - - - 3.751.909
Inventaris Kantor 3.228.788 74.839 - - - 3.303.627
Unit Pengolah Limbah 12.678.118 - - - - 12.678.118
Subtotal 318.221.401 13.474.518 (477.636) - - 331.218.283
Nilai Perolehan
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan 3.049.658 3.806.741 - - - 6.856.399
Subtotal 3.049.658 3.806.741 - - - 6.856.399
Akumulasi Penyusutan
Aset Sewa Pembiayaan
Kendaraan 713.263 1.603.657 - - - 2.316.920
Subtotal 713.263 1.603.657 - - - 2.316.920
Nilai Perolehan
Aset Hak Guna
Bangunan 289.047 2.184.185 2.473.232
Kendaraan 300.423 170.891 471.314
Subtotal 589.470 2.355.076 - - - 2.944.546
Akumulasi Penyusutan
Aset Hak Guna
Bangunan 252.917 172.303 - - - 425.220
Kendaraan 288.161 202.768 - - - 490.929
Subtotal 541.078 375.071 - - - 916.149
Nilai Tercatat 341.229.561 396.981.530
Beban penyusutan periode berjalan dialokasikan sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Beban Pokok Penjualan 3.484.159 11.863.172
Beban Umum dan Administrasi (Catatan 25.b) 1.053.580 3.590.074
Total 4.537.738 15.453.246
Nilai pasar tanah dan bangunan yang disajikan adalah berdasarkan laporan penilaian aset dari KJPP Nirboyo, Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan No. 00109/2.0018-
00/PI/04/0148/1/II/2023 tanggal 13 Februari 2023 untuk penilaian tanggal 31 Desember 2022. Nilai wajar tanah dihitung menggunakan metode pendekatan pasar dan bangunan
menggunakan metode biaya.
Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Karanganyar, Surakarta dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan yang berjangka waktu 20 (dua puluh) sampai 30
(tiga puluh) tahun yang akan jatuh tempo tahun sampai dengan tahun 2038.
Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai.
Aset tetap tertentu telah dijadikan sebagai jaminan perolehan pinjaman jangka pendek (Catatan 12 dan 19).
Aset tetap, kecuali tanah, telah diasuransikan ke PT Asuransi Bintang Tbk dan PT BCA Insurance terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya dengan nilai
pertanggungan sebesar Rp 20,559,700 dan USD 27,236,138 pada tanggal 31 Desember 2024 dan Rp 29.559.700 dan USD 25.268.925 pada tanggal 31 Desember 2023. Manajemen
berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Manajemen melakukan pengkajian berkala mengenai nilai residu dan umur manfaat setiap akhir periode pelaporan.
Aset dalam penyelesaian merupakan bangunan, mesin serta peralatan. Pada tanggal 31 Destember 2024, aset dalam penyelesaian telah mencapai 50% dan proyeksi
penyelesaian berkisar antara Juni 2025. Manajemen berkeyakinan tidak terdapat hal yang mengakibatkan penyelesaiannya tidak dapat dicapai.
Manajemen berkeyakinan tidak terdapat indikasi penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
22
Page 25
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
12 Pinjaman Jangka Pendek
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) 314.058.369 301.533.333
PT Bank HSBC Indonesia 17.417.400 -
Total 331.475.769 301.533.333
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 23 Juni 2016, Perusahaan dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menandatangani permohonan fasilitas kredit No. 616/KRD/SLO/2016 yang telah mengalami perubahan
terakhir berdasarkan perjanjian No. 0815/394/KRD/SLO/2023 tanggal 4 April 2023. Perusahaan memperoleh fasilitas sebagai berikut:
Fasilitas kredit yang disetujui :
1 Overdraft
Plafond : Rp. 30.000.000
Tingkat Bunga : 7,50% pa per tahun
Jangka Waktu : sampai dengan November 2025
2 Pinjaman Berulang
Plafond : Rp. 385.000.000
Tingkat Bunga : 7,50% pa per tahun
Jangka Waktu : sampai dengan November 2025
Fasilitas - fasilitas tersebut dijaminkan dengan 11 bidang tanah (HGB 20, 1, 4, 5, 11, 14, 15, 16, 17, 23, 24), fiduciary transfer persediaan sebesar IDR 260.000.000 dan fiduciary
transfer terhadap mesin (Produksi) senilai Rp. 184.026.326 (Catatan 6 dan 11).
Dalam Perjanjian kredit disebutkan bahwa Perusahaan terikat dengan beberapa batasan antara lain, Perusahaan harus memberitahukan secara tertulis kepada BCA untuk :
1. Menginformasikan kepada bank tentang perkara yang menyangkut Perusahaan termasuk perdata, tata usaha negara, tuntutan pajak, penyidikan dan perkara pidana yang akan
mempengaruhi usaha maupun aset perusahaan.
2. Menginformasikan kepada Bank dengan melampirkan dokumen pendukung setiap kali terjadi perubahan anggaran dasar serta perubahan susunan Direksi, Komisaris dan/atau
pemegang saham Perusahaan.
3. Menyerahkan Laporan Keuangan Tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik terdaftar yang disetujui oleh Bank setiap 1 (satu) tahun sekali, selambat lambatnya 6 (enam)
bulan setelah akhir tahun buku.
4. Menyerahkan Laporan Pembelian, Penjualan, dan Persediaan setiap proses tambahan/perpanjangan.
5. Harus menjaga nilai total persediaan, piutang, uang muka pembelian lebih tinggi dari nilai total utang bank jangka pendek, utang dagang, uang muka penjualan.
Dalam Perjanjian kredit disebutkan bahwa Perusahaan harus menjaga rasio keuangan sebagai berikut:
a. EBITDA/Interest + Installment > 1x
b. Debt/Equity Maximum 1x
c. Current Ratio > 1x
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, saldo fasilitas pinjaman berulang masing-masing sebesar Rp 314.058.369 dan Rp 301.533.333
PT Bank HSBC Indonesia
Pada tanggal 27 Juli 2005, Perusahaan dengan PT Bank HSBC Indonesia menandatangani Corporate Facility Agreement No. SEM/050433/U/050708 yang telah mengalami beberapa
kali perubahan, terakhir berdasarkan Corpotate Facility Agreement No. JAK/212660/U/240819 tanggal 7 Oktober 2024. Perusahaan memperoleh fasilitas sebagai berikut :
i Pinjaman Berulang
Plafon : Rp. 50.000.000
Bunga : 6,15 % per tahun dibawah Term Lending Rate
Jangka Waktu : Maksimal 120 hari
ii Fasilitas Impor
Plafon : Rp. 20.000.000
Bunga : 6,65 % per tahun dibawah Term Lending Rate
Jangka Waktu : Maksimal 120 hari
iii Pinjaman Ekspor (POE)
a. Plafond : Rp. 50.000.000
Tingkat Bunga : 6,65 % per tahun dibawah Term Lending Rate
Jangka Waktu : Maksimal 120 hari
b. Plafond : USD 3.000.000
Tingkat Bunga : 8,87 % per tahun dibawah Term Lending Rate
Jangka Waktu : Maksimal 120 hari
Dalam perjanjian kredit disebutkan bahwa Perusahaan terikat dengan beberapa batasan antara lain, Perusahaan harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari HSBC untuk:
1. Membuat, menanggung atau mengizinkan adanya suatu penjaminan atas aktiva tidak bergerak, gadai, hak tanggungan atau hak jaminan apapun juga atas properti, aset atau
pendapatan dari Perusahaan, baik yang saat ini atau yang akan diperoleh di kemudian hari.
2. Membuat, mengadakan atau mengizinkan suatu utang ataupun kewajiban apapun.
3. Memberikan suatu pinjaman atau kredit kepada Perusahaan atau orang lain siapapun juga
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, saldo fasilitas pinjaman berulang masing-masing sebesar Rp 17.417.400dan Nihil .
23
Page 26
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
13 Utang Usaha - Pihak Ketiga
a. Berdasarkan Pelanggan 31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Pihak Ketiga 38.028.256 28.271.541
b. Berdasarkan Mata Uang 31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
IDR 30.866.663 24.351.100
USD 7.161.592 3.920.441
Total 38.028.256 28.271.541
Jangka waktu kredit yang timbul dari pembelian bahan baku dan bahan pembantu, baik dari pemasok dalam maupun luar negeri, berkisar 30 sampai dengan 60
hari.
14 Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya
Akun ini merupakana atas Surat berharga komersial. Surat Berharga ini diterbitkan oleh Perusahaan dengan PT Bakrie Sekuritas sebagai arranger (agen) untuk
jangka waktu 3 (tiga) bulan dan tingkat bunga diskonto sebesar 20,75% per tahun.
Surat berharga ini telah jatuh tempo pada tanggal 10 Pebruari 1996 dan berdasarkan hasil negosiasi Manajemen dalam tahun 1997 dengan pihak arranger (agen),
Perusahaan hanya diwajibkan untuk melunasi pokok pinjaman sejak tanggal jatuh tempo. Namun sejak tahun 1998 sampai dengan tanggal neraca pihak arranger
maupun pemegang surat berharga belum menghubungi Perusahaan untuk membicarakan penyelesaian atas surat berharga komersial tersebut.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, nilai liabilitas keuangan jangka pendek lainnya sebesar Rp4.768.000 dan Rp4.768.000
15 Deviden Tunai dan Dana Cadangan
Total saldo laba cadangan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp 62.000.000 .
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 saldo Utang deviden masing-masing sebesar Rp 16.145 dan Rp 16.145 .
16 Uang Muka dari Pelanggan
Akun ini merupakan uang muka dari pelanggan, seluruhnya kepada pihak ketiga yang merupakan atas penjualan Ethanol, Molases, dan Pupuk.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, nilai uang muka dari pelanggan adalah sebesar Rp 17.817.433 dan Rp 20.185.625
17 Saldo dan Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi
a. Transaksi dengan Pihak Berelasi
Manajemen kunci termasuk dewan direksi, komisaris dan personil manajemen kunci lainnya (catatan 1.c)
Kompensasi yang dibayar atau terutang pada manajemen kunci atas jasa pekerja adalah sebagai berikut :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Dewan Direksi Dewan Komisaris Dewan Direksi Dewan Komisaris
Beban Komisi
Gaji dan Imbalan Jangka Pendek 2.535.108 757.500 6.558.807 1.791.500
Total 2.535.108 757.500 6.558.807 1.791.500
Prosentase terhadap Total Aset
31 Maret 2025 31 Desember 2024 31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
% %
Rp. Rp.
Piutang Usaha
PT. Sama Mandiri 1.038.587 430.187 0,0875 0,0441
PT. Sari Warna Asli Textile Industri 59.250 28.050 0,0050 0,0129
Total 1.097.837 458.237 0,0925 0,0570
Prosentase Terhadap Total Penjualan
31 Maret 2025 31 Desember 2024 31-Mar-25 31-Dec-24
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
% %
Rp. Rp.
Penjualan
PT. Sama Mandiri 935.664 1.933.644 0,2995 0,1047
PT. Sari Warna Asli Textile Industri 84.567 259.080 0,0271 0,0228
Total 1.020.231 2.192.724 0,3265 0,1275
24
Page 27
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Sifat Pihak Berelasi
Pihak Berelasi Hubungan dengan Perusahaan Sifat Saldo Akun/Transaksi
PT Sama Mandiri Dalam pengendalian yang sama Uang Muka Penjualan, Penjualan CO2
PT Sari Warna Asli Dalam pemegang saham yang sama Piutang Usaha, Penjualan Asam Asetat
Dewan Direksi, Dewan Komisaris dan Manajemen Kunci Kompensasi dan Renumerasi
Personil Manajemen Kunci lainnya
Transaksi-transaksi dengan pihak berelasi dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan transaksi-transaksi dengan pihak ketiga.
18 Beban Akrual
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Rupiah
Komisi Penjualan 7.257.792 5.885.217
Pengiriman 5.309.474 4.830.572
Listrik PLN dan Energi 2.363.395 2.444.311
Bunga Bank 1.093.694 937.077
Profesional 23.250 86.500
Asuransi - 252.402
Bonus - 2.191.113
Total 16.047.606 16.627.192
19 Pinjaman Jangka Panjang
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Pinjaman Jangka Panjang
Bank Central Asia Tbk 1.750.000 2.500.000
Dikurangi: Bagian Jangka Pendek (1.750.000) (2.500.000)
Bagian Jangka Panjang - -
PT Bank Central Asia Tbk
Pada tanggal 23 Juni 2016, Perusahaan dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menandatangani permohonan fasilitas kredit No. 616/KRD/SLO/2016 yang telah
mengalami perubahan terakhir berdasarkan Perjanjian nomor 1706/KRD/SLA/2020 tanggal 17 September 2020.
Perusahaan memperoleh fasilitas sebagai berikut:
Kredit Investasi:
Plafond : Rp. 15.000.000
Provisi : 1 % pa
Jangka Waktu : 5 tahun sampai dengan 2025
Fasilitas-fasilitas tersebut dijaminkan dengan 11 bidang tanah (HGB 20, 1, 4, 5, 11, 14, 15, 16, 17, 23, 24), transfer fidusia terhadap persediaan sebesar Rp
260,000,000 dan transfer fidusia terhadap mesin senilai Rp 184,026,326 (catatan 6 dan 11).
Dalam perjanjian kredit disebutkan bahwa Perusahaan harus menjaga rasio keuangan sebagai berikut:
a. EBITDA/Interest + Instalment > 1x
b. Debt/Equity Maximum 1x
c. Current Ratio > 1x
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, saldo pinjaman masing-masing sebesar Rp 1.750.000 dan Rp 2.500.000.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, perusahaan telah memenuhi rasio-rasio yang disyaratkan dalam bank covenant.
20 Liabilitas Sewa
Rincian Liabilitas sewa berdasarkan perusahaan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
PT Orix Indonesia Finance 5.857.056 2.990.102
PT Kawasan Industri Kujang Cikampek 1.555.473 1.942.525
PT BCA Finance 430.546 605.400
PT Hadisurjo Propertama 188.280 196.605
PT Mandiri Tunas Finance 154.643 154.643
PT Pusaka Prima Transport 92.211 88.000
Total Liabilitas Sewa Jangka Panjang 8.278.210 5.977.275
Dikurangi : Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun (1.936.874) (2.604.229)
Total Liabilitas Sewa Jangka Panjang - Bersih 6.341.336 3.373.046
25
Page 28
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian Liabilitas sewa berdasarkan periode jatuh tempo adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Pembayaran yang Jatuh Tempo
pada Tahun:
2025 2.542.895 2.549.222
2026 2.693.508 2.174.807
2027 2.414.006 1.215.526
2028 1.249.642 449.642
2029 435.886 435.886
Pembayaran Minimum Liabilitas Sewa 9.335.938 6.825.083
Bunga (1.057.728)
- (847.808)
Nilai Tunai Pembayaran Minimum Liabilitas Sewa 8.278.210 5.977.275
Bagian Jatuh Tempo dalam Satu Tahun (1.936.874) (2.604.229)
Total Liabilitas Sewa Jangka Panjang-Neto 6.341.336 3.373.046
21 Modal Saham
Susunan pemegang saham perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut :
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
Jumlah Persentase Jumlah
Saham Kepemilikan Modal Saham
(lembar) (%) Rp
PT Budhi Bersaudara Manunggal 851.685.910 14,15 42.584.296
PT Kemiri Sarana Investama 819.055.188 13,61 40.952.759
Budhi Santoso (Wakil Presiden Komisaris) 596.233.053 9,90 29.811.653
Budhi Hartono (Komisaris) 596.233.053 9,90 29.811.653
Budhi Moeljono (Presiden Direktur) 592.011.282 9,83 29.600.564
Ludjianto Setijo 584.680.812 9,71 29.234.041
Biantoro Setijo (Presiden Komisaris) 584.680.811 9,71 29.234.041
PT Sarana Integritas 303.457.702 5,04 15.172.885
Mulyadi Utomo Budhi Moeljono (Wakil Presiden Direktur) 102.470.588 1,70 5.123.529
Masyarakat (di bawah 5%) 989.491.601 16,44 49.474.580
Total 6.020.000.000 100,00 301.000.000
31 Desember 2024 (Diaudit)
Jumlah Persentase Jumlah
Saham Kepemilikan Modal Saham
(lembar) (%) Rp
PT Budhi Bersaudara Manunggal 851.685.910 14,15 42.584.296
PT Kemiri Sarana Investama 819.055.188 13,61 40.952.759
Budhi Santoso (Wakil Presiden Komisaris) 596.233.053 9,90 29.811.653
Budhi Hartono (Komisaris) 596.233.053 9,90 29.811.653
Budhi Moeljono (Presiden Direktur) 592.011.282 9,83 29.600.564
Ludjianto Setijo 584.680.812 9,71 29.234.041
Biantoro Setijo (Presiden Komisaris) 584.680.811 9,71 29.234.041
PT Sarana Integritas 303.457.702 5,04 15.172.885
Mulyadi Utomo Budhi Moeljono (Wakil Presiden Direktur) 102.470.588 1,70 5.123.529
Masyarakat (di bawah 5%) 989.491.601 16,44 49.474.580
Total 6.020.000.000 100,00 301.000.000
22 Tambahan Modal Disetor
Merupakan selisih antara nominal saham dengan harga pasar saham pada saat penawaran saham kepada masyarakat, dikurangi dengan pembagian bonus pada
tahun 1994. Perhitungannya adalah sebagai berikut :
Rp.
Penawaran 5.000.000 saham berdasarkan harga pasar Rp. 3.500 17.500.000
Nilai 5.000.000 saham berdasarkan nilai nominal Rp. 1.000 5.000.000
Agio saham 12.500.000
Pembagian saham bonus :
Setiap 10 saham mendapat 7 saham,
Jumlah lembar saham bonus, 7 x 1.700.000 = 11.900.000 (@ Rp. 1,000) (11.900.000)
Saldo Tambahan Modal Disetor 600.000
26
Page 29
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
23 Penjualan
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
Ekspor
Ethanol (Alkohol) 109.569.150 54.109.845
109.569.150 54.109.845
Lokal
Ethanol (Alkohol) 160.386.659 146.892.504
Acetic Acid 24.174.109 25.483.541
CO2 935.664 410.940
Spiritus 858.000 979.000
Pupuk 243.002 319.109
Lain-lain 16.284.929 -
202.882.363 174.085.094
Total 312.451.513 228.194.939
Penjualan yang melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih masing-masing pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sbb :
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
Tanduay Distillers, Inc 62.832.406 22.749.681
Pinnacle Synergy Pte. Ltd. 38.317.625 -
Nippon Shokubai Indonesia, PT 29.045.306 28.342.283
Total 130.195.337 51.091.964
24 Beban Pokok Penjualan
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
Pemakaian Bahan Baku
Persediaan Awal 343.605.617 270.007.294
Pembelian 88.163.473 617.330
Tersedia untuk dipakai 431.769.090 270.624.624
Persediaan Akhir (240.031.121) (139.975.821)
Pemakaian Bahan Baku 191.737.969 130.648.803
Upah Langsung 346.376 318.405
Biaya Pabrikasi 35.638.334 31.591.391
Jumlah Beban Produksi 227.722.679 162.558.599
Barang Dalam Proses
Persediaan Awal 3.367.120 3.816.489
Persediaan Akhir (3.967.005) (4.180.254)
Beban Pokok Produksi 227.122.793 162.194.834
Barang Jadi
Persediaan Awal 55.633.093 39.405.445
Pembelian 31.548.744 22.198.834
Persediaan Akhir (69.003.264) (46.821.123)
Beban Pokok Penjualan 245.301.366 176.977.989
Beban Pokok Penjualan Kemasan 3.898.571 4.351.304
Total 249.199.938 181.329.293
Pembelian yang melebihi 10% masing-masing pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut :
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
Pinnacle Synergy PTE, LTD 18.492.887 21.884.690
Total 18.492.887 21.884.690
27
Page 30
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
25 Beban Usaha
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
a. Beban Penjualan
Ekspor dan Pengangkutan 18.276.770 11.134.919
Komisi 7.767.178 3.634.916
Gaji dan Tunjangan 899.536 763.772
Operasional Pupuk 796.293 960.441
Sewa Tangki 456.906 439.674
Perjalanan Dinas 398.430 396.304
Biaya Pengemasan 391.720 420.484
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp. 200 juta) 889.314 1.014.580
Sub Total 29.876.147 18.765.089
b. Beban Umum dan Administrasi
Gaji dan Tunjangan 9.177.857 7.173.151
Perbaikan dan Pemeliharaan 1.388.062 1.473.265
Perlengkapan Kantor 1.332.383 1.230.055
Penyusutan Aset Tetap dan Aset Hak Guna (Catatan 11) 1.053.580 982.731
Imbalan Kerja (Catatan 28) 900.000 900.000
Sewa 421.606 483.429
Pos, Telephone, Faksimili dan Listrik 274.094 261.798
Jasa Profesional 234.728 540.940
Perjalanan Dinas 229.432 168.323
Kesehatan 176.836 72.243
Jamuan dan Representasi 162.181 149.027
Sumbangan dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan 161.400 136.100
Pengembangan Produk 90.679 245.290
Pajak dan Perijinan 16.850 32.002
Cadangan Piutang Tak Tertagih (2.603) 1.504.537
Biaya lain-lain (dibawah 200 juta) 1.320.790 893.907
Sub Total 16.937.874 16.246.798
Total 46.814.021 35.011.887
26 Pendapatan dan Beban Lain-Lain
a. Pendapatan Lain-Lain
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
Laba Selisih Kurs - Bersih 2.041.766 1.953.780
Laba Penjualan Aset Tetap (Catatan 11) 63.063 -
Pendapatan Bunga 2.190 1.927
Lain-Lain Bersih 572.439 9.470
Total 2.679.458 1.965.177
b. Beban Lain-Lain
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
Beban dan Denda Pajak 27 -
Beban Lain-Lain Bersih 34.610 2.432
Total 34.637 2.432
27 Beban Keuangan
Pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, saldo beban keuangan berjumlah masing-masing Rp 6.444.485 dan Rp 2.782.341.
28 Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
Perusahaan mengakui liabilitas manfaat karyawan sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Liabilitas diestimasi atas imbalan kerja
Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan telah dihitung oleh aktuaris independen PT Sentra Jasa Aktuaria dengan laporannya tanggal 28
Februari 2025.
Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan Liabilitas imbalan kerja pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut :
Usia Pensiun Normal 55 tahun
Tingkat diskonto 6,88% - 7,13% per tahun
Estimasi Kenaikan Gaji di masa datang 9%
Tabel Moralita Tabel Moralita Indonesia 2019
Tingkat pengunduran diri 15% untuk karyawan sebelum usia 30 tahun
dan akan menurun sampai 0% pada usia 2
tahun sebelum usia pensiun normal
Metode Projected Unit Credit
28
Page 31
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
29 Perikatan
Perusahaan melakukan perjanjian jual beli tetes dengan PT Kebon Agung, PT Perkebunan Nusantara IX, PT Perkebunan Nusantara X dan PT
Perkebunan Nusantara XI, PT Perkebunan Nusantara XII dan PT PG Rajawali II.
Perusahaan mendapat kontrak alokasi pembelian tetes total untuk musim giling tahun 2025 sebanyak 180.000 ton dan tahun 2024 sebanyak
210.000 ton .
30 Laba Per Saham
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Perhitungan laba per saham dalam Rupiah penuh adalah sebagai berikut : (Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp. Rp.
Laba Bersih 9.733.215 8.593.525
Rata-rata Tertimbang Saham 6.020.000.000 6.020.000.000
Laba per Saham Dasar (dalam Rupiah Penuh) 1,62 1,43
Pada tanggal pelaporan, tidak ada efek berpotensi saham yang menimbulkan pengaruh dilusi pada laba bersih per saham Perusahaan.
29
Page 32
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
31 Informasi Segmen Pasar
Segmen Perusahaan dikelompokkan berdasarkan produk yang dihasilkan
31 Maret 2025
(Tidak Diaudit)
Ethanol A. Acid Lainnya Jumlah
Rp. Rp. Rp. Rp.
Penjualan Bersih 269.955.809 24.174.109 18.321.595 312.451.513
Hasil Segmen 57.553.686 3.142.078 2.555.811 63.251.576
Beban Usaha Tidak Dapat Dialokasi (46.814.021)
Beban Keuangan (6.444.485)
Penghasilan (Beban) Lain-lain - Bersih 2.644.821
Laba Sebelum Pajak 12.637.891
Beban Pajak Penghasilan (2.904.675)
Laba Bersih 9.733.216
Aset Segmen 1.187.272.925
Liabilitas Segmen 438.982.381
Pengeluaran Barang Modal (9.710.776)
Penyusutan 4.537.738
31 Maret 2024
(Tidak Diaudit)
Ethanol A. Acid Lainnya Jumlah
Rp. Rp. Rp. Rp.
Penjualan Bersih 201.002.349 25.483.541 1.709.049 228.194.939
Hasil Segmen 44.542.886 2.983.276 (660.516) 46.865.646
Beban Usaha Tidak Dapat Dialokasi (35.011.887)
Beban Keuangan (2.782.341)
Penghasilan (beban) Lain-lain - Bersih 1.962.745
Laba Sebelum Pajak 11.034.164
Beban Pajak Penghasilan (2.440.638)
Laba Bersih 8.593.526
Aset Segmen 913.400.773
Liabilitas Segmen 194.021.727
Pengeluaran Barang Modal (6.451.966)
Penyusutan 3.983.964
32 Aset dan Liabilitas Moneter Dalam Mata Uang Asing
Perusahaan memiliki aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Mata Uang Setara Rupiah Mata Uang Setara Rupiah
Asing Indonesia Asing Indonesia
Aset
Kas dan Bank
EUR 970 17.355,87 970 16.346
GBP 1.240 26.556,81 1.240 25.212
USD 5.000 82.940,00 109.733 14.546
RMB 17.213 39.310,02 17.213 38.113
THB 8.200 4.007,09 8.000 3.903
PHP 26.732 7.685,38 26.732 7.450
SGD 24 297,75 124 1.478
PKR 55.600 3.262,05 55.600 3.212
YEN 60.000 6.618,00 59.999 6.142
VND 3.200.000 2.080,00 3.200.000 2.048
MYR 1.600 5.992,53 1.600 5.786
Piutang Usaha - Bersih
USD 6.211,52 103.036.747 3.188.566 51.533.607
Liabilitas
Utang Usaha - Pihak Ketiga
USD 431,73 7.161.592,31 242.572 3.920.441
Uang Muka dari Pelanggan
USD - -
Total Aset - Bersih 110.394.445 55.578.284
30
Page 33
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
33 Manajemen Risiko Keuangan
Kebijakan Manajemen Risiko
Berbagai aktivitas yang dilakukan membuat Perusahaan menghadapi berbagai macam risiko keuangan, termasuk dampak perubahan harga komoditas dan nilai tukar mata uang asing.
Manajemen risiko dijalankan oleh Dewan Direksi bertugas melakukan identifikasi, evaluasi dan lindung nilai yang tepat terhadap risiko-risiko keuangan jika diperlukan. Dewan Direksi menentukan prinsip manajemen
risiko secara keseluruhan, sekaligus juga menetapkan kebijakan-kebijakan yang mencakup risiko-risiko dalam bidang tertentu, seperti risiko tingkat kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang, dan risiko harga
komoditas.
Beberapa risiko yang di hadapi oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:
i Resiko Kredit
Risiko kredit merupakan risiko yang muncul dikarenakan debitur tidak membayar semua atau sebagian piutang atau tidak membayar secara tepat waktu dan akan menyebabkan kerugian Perusahaan.
Risiko kredit Perusahaan terutama melekat pada penagihan penjualan. Perusahaan mengendalikan eksposur risiko kredit dengan menetapkan kebijakan di mana persetujuan atau penolakan kontrak penjualan dan
kepatuhan atas kebijakan tersebut dipantau oleh direksi. Sebagai bagian dari proses persetujuan atau penolakan tersebut, reputasi dan catatan historis pelanggan menjadi bahan pertimbangan.
Selain pengungkapan di bawah ini, Perusahaan tidak memiliki konsentrasi risiko kredit.
Kas dan Bank
Risiko kredit atas penempatan rekening koran dikelola oleh manajemen sesuai dengan kebijakan Perusahaan. Penempatan dana dan hanya dilakukan bank dengan reputasi dan kredibilitas yang baik. Kebijakan
ini dievaluasi setiap tahun oleh Direksi untuk meminimalkan risiko konsentrasi kredit sehingga mengurangi kemungkinan kerugian akibat kebangkrutan bank-bank tersebut.
Piutang Usaha
Risiko kredit atas penjualan kredit kepada pelanggan adalah risiko bahwa Perusahaan akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan yang gagal memenuhi kewajiban kontraktual mereka. Perusahaan
mengelola dan mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan kebijakan atas persetujuan atau penolakan kontrak kredit baru. Kepatuhan atas kebijakan tersebut dipantau oleh Dewan Direksi. Sebagai bagian
dari proses persetujuan atau penolakan tersebut, reputasi dan rekam jejak pelanggan menjadi bahan pertimbangan.
Perusahaan melakukan hubungan usaha hanya dengan pihak ketiga yang diakui dan kredibel. Manajemen menerapkan peninjauan mingguan dan bulanan pada umur piutang dan penagihan untuk membatasi
risiko kredit. Sesuai dengan kebijakan manajemen, pelanggan yang tagihannya telah melewati batas jatuh tempo akan dikenakan status hold .
Saat ini tidak ada risiko kredit terpusat secara signifikan.
Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum Perusahaan terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai tercatat masing-masing kategori aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan.
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Aset Keuangan
Pinjaman yang diberikan dan Piutang
Kas dan Bank 7.240.934 4.673.796
Piutang Usaha 252.098.046 206.538.624
Aset Keuangan Lancar Lainnya 2.538.671 1.948.300
Total Aset Keuangan 261.877.651 213.160.720
ii Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah suatu risiko yang dapat terjadi di mana pendapatan jangka pendek tidak dapat menutupi pengeluaran jangka pendek.
Pada saat ini Perusahaan berharap dapat membayar semua liabilitas pada saat jatuh tempo. Untuk memenuhi komitmen kas, Perusahaan berharap kegiatan operasinya dapat menghasilkan arus kas masuk yang
cukup. Perusahaan memelihara rekening bank yang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya.
Tabel berikut menganalisis liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi berdasarkan sisa umur jatuh temponya :
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
Kurang dari 1
1-2 tahun 2-3 tahun Total
tahun
Pinjaman Jangka Pendek 331.475.769 - - 331.475.769
Utang Usaha 38.028.256 - - 38.028.256
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek lainnya 4.768.000 - - 4.768.000
Beban Akrual 16.047.606 - - 16.047.606
Utang Bank 1.750.000 - - 1.750.000
Utang Dividen 16.145 - - 16.145
Liabilitas Sewa 1.936.874 3.798.441 2.542.895 8.278.210
Total 394.022.650 3.798.441 2.542.895 400.363.986
31 Desember 2024 (Diaudit)
Kurang dari 1
1-2 tahun 2-3 tahun Total
tahun
Pinjaman Jangka Pendek 301.533.333 - - 301.533.333
Utang Usaha 28.271.541 - - 28.271.541
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek lainnya 4.768.000 - - 4.768.000
Beban Akrual 16.627.192 - - 16.627.192
Utang Bank 2.500.000 - - 2.500.000
Utang Dividen 16.145 - - 16.145
Liabilitas Sewa 2.604.229 2.555.746 817.300 5.977.275
Total 356.320.440 2.555.746 817.300 359.693.486
31
Page 34
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
iii Risiko Mata Uang Asing
Risiko mata uang merupakan risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai tukar mata uang asing.
Perusahaan secara signifikan terekpos risiko mata uang asing karena sebagian transaksi. Perusahaan dalam mata uang asing. Jumlah eksposur mata uang asing bersih pada tanggal laporan diungkapkan dalam
catatan 32. Untuk meminimalkan risiko ini, Perusahaan selalu berusaha menjaga aliran kas dengan mengatur waktu pembayaran dengan mempertimbangkan kurs yang berlaku pada saat akan dilakukan
pembayaran, serta merencanakan secara cermat alokasi penempatan dana dalam mata uang asing, untuk mengantisipasi perubahan kurs yang signifikan pada sisi liabilitas serta menghindari spekulasi ambil
keuntungan atas penempatan dana dalam mata uang asing
Tabel berikut ini menunjukkan sensivitas kemungkinan perubahan tingkat pertukaran mata uang asing terhadap Rupiah, dengan asumsi variabel lain konstan, dampak terhadap laba sebelum beban pajak penghasilan
sebgai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp. Rp.
Dampak Terhadap Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Perubahan tingkat pertukaran Mata Uang Asing terhadap Rupiah (1%) 1.616 494.906
Perubahan tingkat pertukaran Mata Uang Asing terhadap Rupiah (-1%) (1.616) (494.906)
iv Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko suku bunga terdiri dari risiko suku bunga atas nilai wajar, yaitu risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan suku bunga pasar, dan risiko suku bunga atas arus kas, yaitu risiko arus
kas di masa datang akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar
Tabel berikut ini menunjukkan sensivitas kemungkinan perubahan tingkat pertukaran tingkat bunga pinjaman. Dengan asumsi variabel lain konstan, laba sebelum beban pajak dipengaruhi oleh tingkat suku bunga
mengambang sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Dampak Terhadap Laba Sebelum Beban Pajak Rp. Rp.
Kenaikan (1%) (1.000.675) (3.040.333)
Penurunan (-1%) 1.000.675 3.040.333
v Risiko Harga
Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga harga pasar, terlepas dari apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen individual
atau penerbitnya atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrument yang diperdagangkan di pasar
Perusahaan terkena dampak risiko harga yang terutama diakibatkan oleh pembelian tetes tebu yang merupakan bahan baku utama. Harga tetes tebu tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain
permintaan dan pasokan.
Dampak risiko harga tersebut mengakibatkankenaikan biaya produksi. Dampak yang terjadi terhadap instrumen keuangan adalah penyediaan kebutuhan dana yang cukup besar untuk pembelian bahan baku.
Kebijakan Perusahaan untuk meminimalkan resiko yang berasal dari fluktuasi harga tetes tebu adalah antara lain dengan mengadakan kontrak pembelian yang berjangka waktu 12 bulan atau kurang dan pembelian
kepada pemasok agar mendapatkan harga dan kuantitas yang memadai.
b. Estimasi Nilai Wajar
Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan:
31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) 31 Desember 2024 (Diaudit)
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Rp Rp Rp Rp
Aset Keuangan
Kas dan Bank 7.240.934 7.240.934 4.673.796 4.673.796
Piutang Usaha 252.098.046 252.098.046 206.538.624 206.538.624
Aset Keuangan Lancar Lainnya 2.538.671 2.538.671 1.948.300 1.948.300
Total 261.877.650 261.877.650 213.160.720 213.160.720
Liabilitas Keuangan
Pinjaman Jangka Pendek 331.475.769 331.475.769 301.533.333 301.533.333
Utang Usaha dan Lain-lain 38.028.256 38.028.256 28.271.541 28.271.541
Liabilitas keuangan Jangka Pendek Lainnya 4.768.000 4.768.000 4.768.000 4.768.000
Pinjaman Jangka Panjang - Bank 1.750.000 1.750.000 2.500.000 2.500.000
Beban Akrual 16.047.606 16.047.606 16.627.192 16.627.192
Utang Deviden 16.145 16.145 16.145 16.145
Pinjaman Jangka Panjang 8.278.210 8.278.210 5.977.275 5.977.275
Total 400.363.986 400.363.986 359.693.486 359.693.486
Manajemen berpendapat bahwa nilai buku dari aset dan liabilitas keuangannya mendekati nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan tersebut pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, karena dampak
pendiskontoan yang tidak signifikan.
c. Manajemen Permodalan
Tujuan Perusahaan dalam mengelola permodalan adalah untuk melindungi kemampuan Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usaha, sehingga entitas dapat tetap memberikan imbal hasil bagi pemegang
saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya dan untuk mengelola struktur modal yang optimal untuk meminimalisasi biaya modal yang efektif.
Perusahaan secara aktif dan rutin menelaah dan mengelola permodalannya untuk memastikan struktur modal dan pengembalian yang optimal bagi pemegang saham, dengan mempertimbangkan efisiensi penggunaan
modal berdasarkan arus kas operasi dan belanja modal,serta mempertimbangkan kebutuhan modal di masa yang akan datang.
32
Page 35
PT. INDO ACIDATAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Untuk Tahun-tahun yang berakhir 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
34 Informasi Tambahan Arus Kas
Tabel dibawah ini menunjukkan rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari pendanaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024:
Perubahan Nonkas
31 Desember
Penambahan Pergerakan Perubahan 31 Maret 2025
2024 Arus Kas
Aset Tetap Valuta Asing Nilai Wajar
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Utang Bank Jangka Pendek 301.533.333 29.942.436 - - - 331.475.769
Utang Bank Jangka Panjang 2.500.000 (750.000) - - - 1.750.000
Liabilitas Sewa 5.977.275 2.300.935 - - - 8.278.210
Jumlah Liabilitas dari Aktivitas Pendanaan 310.010.608 31.493.372 - - - 341.503.980
Perubahan Nonkas
31 Desember
Penambahan Pergerakan Perubahan 31 Desember 2024
2023 Arus Kas
Aset Tetap Valuta Asing Nilai Wajar
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Utang Bank Jangka Pendek 142.241.501 159.291.832 - - - 301.533.333
Utang Bank Jangka Panjang 9.366.267 (6.866.267) - - - 2.500.000
Liabilitas Sewa 1.895.712 4.081.563 - - - 5.977.275
Jumlah Liabilitas dari Aktivitas Pendanaan 153.503.480 156.507.128 - - - 310.010.608
35 Standar Akuntansi dan Interpretasi Standar Yang Telah Disahkan
Standar baru dan amendemen atas standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:
Amandemen dan revisi atas standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2023, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:
• Amendemen PSAK 1031: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing tentang Kekurangan Ketertukaran;
• PSAK 117: Kontrak Asuransi; dan
• Amandemen PSAK 117: Kontak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK 117 dan PSAK 109 – Informasi Komparatif.
Beberapa PSAK juga diamendemen yang merupakan amendemen konsekuensial karena berlakunya PSAK 104: Kontrak Asuransi, yaitu:
• PSAK 103: Kombinasi Bisnis;
• PSAK 105: Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan;
• PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan;
• PSAK 109: Instrumen Keuangan;
• PSAK 115: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan;
• PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan
• PSAK 207: Laporan Arus Kas;
• PSAK 216: Aset Tetap;
• PSAK 219: Imbalan Kerja;
• PSAK 1038: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama;
• PSAK 232: Instrumen Keuangan Penyajian;
• PSAK 236: Penurunan Nilai Aset;
• PSAK 237: Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi;
• PSAK 238: Aset Takberwujud; dan
• PSAK 240: Properti Investasi
Hingga tanggal laporan keuangan ini diotorisasi, Perusahaan masih melakukan evaluasi atas dampak potensial dari penerapan standar baru, amandemen standar dan
interpretasi standar tersebut.
36 Tanggung Jawab Manajemen atas Laporan Keuangan
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang diotorisasi oleh Direktur untuk diterbitkan pada tanggal 29 April 2025.
33
Names mentioned 57 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Sarasa Nugraha Tbk
p.7 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Sri Rahayu
p.7 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.7
unresolved
person
Akta Notaris Fathiah Helmi
p.7
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.7
unresolved
org
PT Budhi Bersaudara Manunggal
p.7 ×3
unresolved
org
PT Kemiri Sarana Investama
p.7 ×3
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.7
unresolved
org
Bapepam
p.7 ×4
unresolved
org
FS Bahari Nusantara
· Komisaris Independen
p.7
unresolved
person
Wong Lukas Yoyok Nurcahya
· Direktur
p.7
unresolved
person
Sharad Ganesh Ugrankar
· Direktur Independen
p.7
unresolved
person
Hoo Kwie Han
· Anggota
p.7
unresolved
org
Bank Indonesia
p.9
unresolved
org
PT Supra Busanayasa
p.20
unresolved
org
PT Panca Brothers Swakarsa
p.20
unresolved
org
KJPP Nirboyo
p.23 ×2
unresolved
org
Dewi Apriyanti & Rekan
p.23 ×2
unresolved
org
PT BCA Insurance
p.24
unresolved
org
PT Bakrie Sekuritas
p.26
unresolved
org
PT. Sama Mandiri
p.26 ×3
unresolved
org
PT. Sari Warna Asli Textile Industri
p.26 ×2
unresolved
org
PT Sari Warna Asli
p.27
unresolved
org
Rp. Pinjaman Jangka Panjang Bank Central Asia Tbk
p.27
unresolved
org
PT Orix Indonesia Finance
p.27
unresolved
org
PT Kawasan Industri Kujang Cikampek
p.27
unresolved
org
PT BCA Finance
p.27
unresolved
org
PT Hadisurjo Propertama
p.27
unresolved
org
PT Pusaka Prima Transport
p.27
unresolved
org
PT Sarana Integritas
p.28 ×2
unresolved
org
Pinnacle Synergy Pte. Ltd.
p.29
unresolved
org
PT Sentra Jasa Aktuaria
p.30
unresolved
org
PT Kebon Agung
p.31
unresolved
org
PT Perkebunan Nusantara IX
p.31
unresolved
org
PT Perkebunan Nusantara X
p.31
unresolved
org
PT Perkebunan Nusantara XI
p.31
unresolved
org
PT Perkebunan Nusantara XII
p.31
unresolved
org
PT PG Rajawali II. Perusahaan
p.31
unresolved
org
Bank EUR
p.32
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.