Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 63
Page 1
Page 2
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 MARET 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
ASET
Catatan 31 Maret 2025 31 Desember 2024
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 2g, 4 4.765.915.607 5.722.483.612
Piutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih 2h, 5 277.607.467 595.988.398
Piutang Lain-Lain:
- Pihak Ketiga 2h, 6 62.223.877 54.224.551
Persediaan 2i, 7 426.116.445 433.086.354
Perlengkapan 2i, 8 1.642.791.203 1.632.681.211
Pajak Dibayar Di Muka 2r, 16a 4.818.529.269 4.805.481.987
Uang Muka dan Biaya Dibayar Di Muka: 9 1.273.813.785 832.486.351
Jumlah Aset Lancar 13.266.997.653 14.076.432.464
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Pihak Berelasi 2f, 6,12b - -
Biaya Dibayar di Muka 9 546.976 2.187.903
Aset Tetap 2l, 10 402.362.114.930 403.844.523.031
Aset Pajak Tangguhan 2r, 16d 2.019.269.217 2.019.269.217
Aset Lain-lain 11 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 405.581.931.123 407.065.980.151
JUMLAH ASET 418.848.928.776 421.142.412.615
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
1
Page 3
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 MARET 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
LIABILITAS DAN EKUITAS
Catatan 31 Maret 2025 31 Desember 2024
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Hutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih 2n, 13a 738.813.130 483.004.068
Utang Lain-Lain:
- Pihak Ketiga 14a 1.840.992 158.728.407
- Pihak Berelasi 2f, 12b 1.279.031.000 1.300.031.000
Utang Pajak 16b 516.405.176 721.730.974
Beban Akrual 15 1.815.044.869 2.277.327.155
Jaminan Pelanggan 20 104.699.069 256.763.744
Liabilitas Jangka Panjang- Bagian yang jatuh
tempo dalam Waktu Satu Tahun:
- Utang Bank 17 9.208.131.306 8.905.873.087
- Liabilitas Sewa Pembiayaan 2s, 18 65.940.000 65.940.000
Jumlah Liabiltas Jangka Pendek 13.729.905.542 14.169.398.435
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Pihak Berelasi 12b, 14 111.884.801.956 107.095.747.230
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu
Satu Tahun:
- Utang Bank 17 47.153.215.474 49.681.445.097
- Liabilitas Sewa Pembiayaan 2r, 18 5.495.000 21.980.000
Liabilitas Imbalan Pascakerja 2t, 19 1.559.685.070 1.559.685.070
Liabilitas Pajak Tangguhan 53.626.451.774 53.626.451.774
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 214.229.649.274 211.985.309.171
Jumlah Liabilitas 227.959.554.816 226.154.707.606
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
2
Page 4
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 MARET 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Desember 2024
EKUITAS
Modal Saham
Modal Dasar 2.400.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 100 per saham
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
-1.000.003.979 lembar saham pada 31 Maret 2025
dan 31 Desember 2024 21 100.000.397.900 100.000.397.900
Tambahan Modal Disetor 22 14.491.453.870 14.491.453.870
Surplus Revaluasi Aset Tetap 183.875.074.658 183.875.074.658
Pendapatan Komprehensif Lainnya 1.630.418.401 1.630.418.401
Saldo Laba Ditahan (118.909.895.149) (114.862.484.236)
Jumlah Ekuitas yang Dapat Didistribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk 181.087.449.680 185.134.860.593
Kepentingan Non Pengendali 23 9.801.924.280 9.852.844.416
Jumlah Ekuitas 190.889.373.960 194.987.705.009
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 418.848.928.776 421.142.412.615
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
3
Page 5
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Maret 2024
PENDAPATAN
Hotel 4.418.696.409 4.524.983.564
Spa 31.867.149 25.391.736
Jumlah Pendapatan 2q, 24 4.450.563.558 4.550.375.300
BEBAN POKOK PENDAPATAN
Hotel (1.649.917.683) (1.706.962.758)
Spa (17.654.699) (15.901.652)
Jumlah Beban Pokok Pendapatan 2q, 25 (1.667.572.382) (1.722.864.410)
LABA KOTOR 2.782.991.176 2.827.510.890
BEBAN USAHA
Beban Penjualan 2q, 26 (232.849.430) (240.777.278)
Beban Umum dan Administrasi 2q, 27 (5.373.135.952) (5.149.313.851)
Jumlah Beban Usaha (5.605.985.382) (5.390.091.129)
RUGI USAHA (2.822.994.206) (2.562.580.239)
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan Bunga 9.130.995 56.417.350
Beban Keuangan 28 (1.408.108.946) (1.739.803.983)
Lain-Lain - Bersih 200.445.438 (16.670.118)
Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain (1.198.532.513) (1.700.056.751)
RUGI SEBELUM PAJAK FINAL DAN PAJAK (4.021.526.719) (4.262.636.990)
PENGHASILAN
Pajak Final - -
RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (4.021.526.719) (4.262.636.990)
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan - -
RUGI TAHUN BERJALAN (4.021.526.719) (4.262.636.990)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
4
Page 6
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGA-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Maret 2024
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak Akan Direklasifikasikan ke
Laba Rugi:
Surplus Revaluasi Aset Tetap - -
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja - -
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Terkait - -
Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan - -
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN (4.021.526.719) (4.262.636.990)
RUGI TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (3.970.606.583) (4.236.874.496)
Kepentingan Non-Pengendali (50.920.136) (25.762.494)
Jumlah (4.021.526.719) (4.262.636.990)
-
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (3.970.606.583) (4.236.874.496)
Kepentingan Non-Pengendali (50.920.136) (25.762.494)
Jumlah (4.021.526.719) (4.262.636.990)
RUGI PER SAHAM DASAR 33 (4,02) (4,24)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
5
Page 7
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGAL-TANGGAL 31 MARET 2025 DAN 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Surplus
Tambahan Revaluasi Komponen Ekuitas Saldo Laba Kepentingan
Catatan Modal Saham Modal Disetor Aset Tetap Lainnya (Rugi) Jumlah Non-Pengendali Jumlah Ekuitas
SALDO PER 31 DESEMBER 2023 100.000.397.900 14.491.453.870 183.875.074.658 1.561.103.217 (98.403.115.285) 201.524.914.360 10.007.115.249 211.532.029.609
Rugi Tahun Berjalan - - - - (4.236.874.496) (4.236.874.496) (25.762.494) (4.262.636.990)
Pengukuran Kembali Liabilitas -
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - - - - - - - -
Transaksi Ekuitas Lainnya - - - - - -
SALDO PER 31 MARET 2024 100.000.397.900 14.491.453.870 183.875.074.658 1.561.103.217 (102.639.989.781) 197.288.039.864 9.981.352.755 207.269.392.619
Rugi Tahun Berjalan - - - - (12.222.494.455) (12.222.494.455) (128.603.843) (12.351.098.298)
Setoran Modal - - -
Pengukuran Kembali Liabilitas - -
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - - - - - - - -
Transaksi Ekuitas Lainnya - 69.315.184 - 69.315.184 95.504 69.410.688
SALDO PER 31 DESEMBER 2024 100.000.397.900 14.491.453.870 183.875.074.658 1.630.418.401 (114.862.484.236) 185.134.860.593 9.852.844.416 194.987.705.009
Penyesuaian Tahun Sebelumnya - - - - (76.804.330) (76.804.330) - (76.804.330)
Rugi Tahun Berjalan - - - - (3.970.606.583) (3.970.606.583) (50.920.136) (4.021.526.719)
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan -
Kerja, Setelah Pajak - - - - - - - -
Transaksi Ekuitas Lainnya - - - -
SALDO PER 31 MARET 2025 100.000.397.900 14.491.453.870 183.875.074.658 1.630.418.401 (118.909.895.149) 181.087.449.680 9.801.924.280 190.889.373.960
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
6
Page 8
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Maret 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kas yang Diperoleh dari Pelanggan 4.356.273.810 3.922.126.737
Kas yang Dibayarkan kepada Pemasok (3.357.473.663) (2.137.092.545)
Kas yang Dibayarkan kepada Karyawan (2.952.840.321) (3.590.065.071)
Kas yang dihasilkan dari operasi (1.954.040.174) (1.805.030.879)
Penerimaan (Pembayaran):
Penerimaan Bunga 9.130.995 56.417.350
Penerimaan (Pengeluaran) Kas Lainnya (146.108.033) (457.449.888)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (2.091.017.212) (2.206.063.417)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap 10 (14.039.000) (7.775.000)
Aset Tetap dalam Pembangunan 10 (137.432.224) (267.381.000)
Penjualan Aset Tetap 191.351.351 -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi 39.880.127 (275.156.000)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Liabilitas Sewa Pembiayaan 18 (16.485.000) (16.485.000)
Pembayaran Utang Bank 17 (2.250.000.000) (1.950.000.000)
Peningkatan Utang Lain-Lain - Pihak Berelasi 4.768.054.726 4.153.861.750
Pembayaran bunga dari aktivitas pendanaan 17, 18, 28 (1.407.000.646) (1.738.700.839)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan 1.094.569.080 448.675.911
PENINGKATAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (956.568.005) (2.032.543.506)
KAS DAN SETARA KAS, AWAL PERIODE 2g, 4 5.722.483.612 11.887.905.520
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR PERIODE 2g, 4 4.765.915.607 9.855.362.014
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
7
Page 9
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Satria Mega Kencana Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris Ilmiawan Dekrit
Supatmo, SH No.62 tanggal 16 Juni 2004. Anggaran Dasar Perusahaan telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.C-
10271HT.01.01.TH.2005 tanggal 14 April 2005.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dilakukan
berdasarkan Akta Notaris No. 167 tanggal 20 November 2024 oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum.,
M.Kn., sehubungan dengan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”), antara
lain tentang persetujuan pengeluaran saham dalam simpanan/portepel Perseroan dan
menawarkan/menjual saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel tersebut melalui Penawaran
Umum kepada masyarakat. Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No.AHU-AH.01.09-0285089 tertanggal 6 Desember
2024.
Pada tanggal 7 Juni 2023, terdapat perubahan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, di mana
kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang real estate yang di miliki sendiri atau di sewa; kawasan
pariwisata; kawasan industri; real estate atas dasar balas jasa (fee ) atau kontrak; dan aktivitas
perusahaan holding, dan perubahan dalam Pasal 17 ayat 5 Anggaran Dasar Perusahaan mengenai
pengumuman laporan keuangan Perusahaan sebagaimana di muat dalam Akta No.75 tanggal 7 Juni
2023. Perubahan dan penyesuaian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0036710.AH.01.02.TAHUN
2023 tanggal 27 Juni 2023.
Pada saat ini, Perusahaan melakukan kegiatan berupa real estate dan kawasan pariwisata yang juga
melakukan investasi saham pada Entitas Anak.
Kantor pusat Perusahaan terletak di Jl. Panglima Polim Raya No.28, Kelurahan Pulo, Kecamatan
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2013.
Pemegang saham pengendali Perusahaan adalah Herman Herry Adranacus.
b. Penawaran Umum
Pada tanggal 23 Agustus 2018, melalui Surat Pengantar Pernyataan Pendaftaran No.097/SMK-
DIR/VII/2018 serta perubahan terakhir yang disampaikan melalui Surat No. 160/SMK-DIR/XI/2018
tanggal 28 November 2018, Perusahaan telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat melalui
pasar modal sejumlah 400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga
penawaran Rp165 per saham. Pada tanggal 30 November 2018, berdasarkan Surat Otoritas Jasa
Keuangan No.S-171/D.04/2018, Perusahaan telah memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif
Pernyataan Pendaftaran. Selisih lebih jumlah yang diterima dari pengeluaran saham terhadap nilai
nominalnya sebesar Rp21.299.134.834 di catat dalam akun “Tambahan Modal Disetor” setelah
dikurangi biaya emisi saham sebesar Rp4.700.865.166 (catatan 22). Pada tanggal 10 Desember 2018,
seluruh saham Perseroan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
Pada tanggal 10 Desember 2018, Perusahaan menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya
200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membeli saham baru dalam
Penawaran Umum, dan waran ini dapat dialihkan dan/atau diperjualbelikan secara terpisah dari saham
baru tersebut. Rincian waran seri I yang sudah dikonversi sejak tahun 2019 sampai dengan per 31
Desember 2023 dengan mengisi tabel sebagai berikut:
6
Page 10
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
b. Penawaran Umum (Lanjutan)
Nilai Nominal Harga Jumlah (Rp) (lembar saham x
Nama Waran Tanggal Konversi Lembar Saham
(Rp) Pelaksanaan (Rp) harga pelaksanaan)
Waran Seri I 11-07-2019 5 100 600 3.000
Waran Seri I 04-11-2020 10 100 600 6.000
Waran Seri I 11-02-2021 50 100 600 30.000
Waran Seri I 05-07-2021 10 100 600 6.000
Waran Seri I 30-11-2023 4 100 600 2.400
Waran Seri I 06-12-2023 800 100 600 480.000
Waran Seri I 07-12-2023 3.100 100 600 1.860.000
Jumlah 3.979 2.387.400
Untuk waran yang belum diterbitkan sampai dengan batas waktu tanggal peralihan (7 Desember 2023)
dengan jumlah 199.996.021 lembar waran tidak dilakukan konversi.
c. Entitas Anak
Per tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Perusahaan memiliki kepemilikan pada Entitas Anak berikut
ini:
Persentase Tahun operasi Jumlah aset
Entitas Anak Domisili Jenis Usaha
kepemilikan efektif komersial sebelum eliminasi
31 Mar 2025 31 Des 2024
PT Tanjung Karoso Permai
("TKP") Jakarta Belum beroperasi 90,00 - 136.658.386 136.628.846
PT Dwimukti Mitra Wisata
("DMW") Jakarta Perhotelan 99,00 2013 14.002.416 13.437.211
i. Pendirian Entitas Anak
Pada tanggal 14 Desember 2012, Perusahaan dan Vonny Kristiani mendirikan PT Tanjung Karoso
Permai ("TKP") dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 90% dan 10% saham.
ii. Pembelian Saham Entitas Anak
Pada tanggal 31 Januari 2013, Perusahaan membeli saham PT Dwimukti Mitra Wisata ("DMW")
dari Yudi Adranacus dan Herman Herry Adranacus masing-masing sebanyak 50 lembar saham
(atau sebesar 1% kepemilikan dalam DMW) dan 2.450 lembar saham (atau sebesar 49%
kepemilikan dalam DMW) sehingga kepemilikan saham Perusahaan setelah pembelian tersebut
adalah sebesar 50% dan sisanya dimiliki oleh Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani
masing-masing sebesar 25%. Nilai buku aset bersih entitas anak pada saat pembelian adalah
sebesar Rp5.000.000.000 dan tidak ada Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
Sepengendali yang dicatat terkait transaksi pembelian ini.
Pada tanggal 29 Maret 2018, Perusahaan membeli 49% kepemilikan saham dalam DMW dari
Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar saham (atau
sebesar 25% kepemilikan dalam DMW) dan 1.200 lembar saham (atau sebesar 24% kepemilikan
dalam DMW) dengan harga beli Rp1.000.000 per lembar saham dengan total sebesar
Rp2.450.000.000. Setelah pembelian saham tersebut, kepemilikan saham Perusahaan adalah
99% dan sisanya dimiliki oleh Vonny Kristiani sebesar 1%. Atas pembelian ini, timbul selisih antara
nilai perolehan investasi dengan proporsi nilai buku aset bersih entitas anak sebesar
Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali
dalam akun Tambahan Modal Disetor dalam bagian Ekuitas pada Laporan Posisi Keuangan
Konsolidasian per 31 Desember 2024 (catatan 22).
7
Page 11
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember
2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Stevano Rizki Adranacus Stevano Rizki Adranacus
Komisaris Independen Husni Heron Husni Heron
Direksi
Direktur Utama Floreta Tane Martinelly
Direktur Sorta Delima Rosida Floreta Tane
Elisabeth Cesilia Purba
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 20 November 2024, para pemegang saham
menyetujui pengangkatan kembali Floreta Tane selaku Direktur Utama dan Sorta Delima Rosida
Elisabeth Cesilia selaku Direktur Perusahaan terhitung sejak ditutupnya rapat. Perubahan ini diaktakan
dengan akta notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.Kn. No.167 tanggal 20 November 2024 dan
telah dicatatkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
Surat No.AHU-AH.01.09-0285089 tanggal 6 Desember 2024.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, susunan Komite Audit Perusahaan adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Ketua Husni Heron Husni Heron
Anggota Maskanah Maskanah
Aryo Kusumo Wibowo Aryo Kusumo Wibowo
Sekretaris Perusahaan Margaretha R.W. Tanaji Yovita
Kepala Audit Internal Anne Rahardja Anne Rahardja
Pada tanggal 28 Agustus 2024 terdapat perubahan jabatan Sekretaris Perusahaan, berdasarkan surat
keputusan Direksi Perusahaan No.126/SMK-Dir/SK/VIII/2024 tentang pengangkatan sekretaris
Perusahaan, mengangkat Margaretha R.W. Tanaji sebagai Sekretaris Perusahaan menggantikan
Yovita. Pengangkatan Sekretaris Perusahaan tersebut telah disampaikan kepada Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) melalui surat No.Ref.:126/SMK-Dir/SK/VIII/2024.
Jumlah remunerasi yang diterima oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Entitas Anak
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar
Rp2.255.668.100 dan Rp2.034.354.000.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan dan Entitas Anak mempekerjakan
masing-masing 15 karyawan tetap.
e. Izin Usaha Kawasan Industri
Pada tanggal 31 Desember 2020 Perusahaan memiliki Izin Usaha Kawasan Industri yang berlokasi di
jalan Panglima Polim Raya No.28 Kelurahan Pulo Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan
dengan luas lahan 246 m2. Adapun rencana kegiatan adalah untuk Real Estate atas dasar balas jasa
(fee ) atau kontrak, kawasan pariwisata dan kawasan industri.
8
Page 12
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
f. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian yang
telah diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2025.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a. Dasar Penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disusun dan disajikan sesuai Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan No.VIII.G7 Lampiran Keputusan Ketua OJK
No.KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian
dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disajikan berdasarkan konsep Biaya Perolehan
(Historical Cost), kecuali beberapa akun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam
masing-masing Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan
dan Entitas Anak. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau
area dimana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap Laporan Keuangan
Konsolidasian diungkapkan di Catatan 3.
Laporan Keuangan Konsolidasian disusun dengan menggunakan dasar Akrual (Accrual basis ),
kecuali Laporan Arus Kas Konsolidasian. Laporan Arus Kas Konsolidasian disajikan dengan
menggunakan metode Langsung (Direct method ) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas
operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian adalah
Rupiah yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.
b. Standar dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif Tahun
Berjalan
Standar dan interpretasi standar akuntansi keuangan yang baru serta amendemen dan penyesuaian
terhadap standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan dan berlaku efektif untuk tahun buku yang
dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 namun tidak berdampak secara material terhadap pelaporan
kinerja ataupun posisi keuangan Perusahaan adalah sebagai berikut:
• Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1) tentang “Penyajian Laporan Keuangan - Klasifikasi
Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang”;
• Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1) tentang “Penyajian Laporan Keuangan - Liabilitas
Jangka Panjang dengan Kovenan”;
• Amendemen PSAK (sebelumnya PSAK 73) tentang “Sewa - Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa-
balik”; dan
• Amendemen PSAK 207 (sebelumnya PSAK 2), “Laporan Arus Kas” dan PSAK 107 (sebelumnya
PSAK 60), “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, tentang “PSAK 207 dan PSAK 107 -
Pengaturan Pembiayaan Pemasok”.
9
Page 13
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
c. Standar dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi telah Diterbitkan namun Belum
Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan
Pada tanggal penerbitan laporan keuangan ini, terdapat pula beberapa standar dan interpretasi
standar akuntansi keuangan yang baru serta amendemen ataupun penyesuaian terhadap standar
akuntansi keuangan lainnya yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif.
Standar, interpretasi, amendemen ataupun penyesuaian tersebut akan berlaku efektif untuk tahun
buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025, sebagai berikut:
• PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74) tentang “Kontrak Asuransi”;
• Amendemen PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74) tentang “Kontrak Asuransi - Penerapan Awal
PSAK 117 dan PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) - Informasi Komparatif”; dan
• Amendemen PSAK 221 (sebelumnya PSAK 10) tentang “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing -
Kekurangan Ketertukaran”.
Beberapa PSAK juga diamendemen yang merupakan amendemen konsekuensial karena berlakunya
PSAK 117: Kontrak Asuransi, yaitu:
• PSAK 103: Kombinasi Bisnis (sebelumnya PSAK 22);
• PSAK 105: Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan
(sebelumnya PSAK 58);
• PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan (sebelumnya PSAK 60);
• PSAK 109: Instrumen Keuangan (sebelumnya PSAK 71);
• PSAK 115: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan (sebelumnya PSAK 72);
• PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan (sebelumnya PSAK 1);
• PSAK 207: Laporan Arus Kas (sebelumnya PSAK 2);
• PSAK 216: Aset Tetap (sebelumnya PSAK 16);
• PSAK 219: Imbalan Kerja (sebelumnya PSAK 24);
• PSAK 228: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama (sebelumnya PSAK 15);
• PSAK 232: Instrumen Keuangan: Penyajian (sebelumnya PSAK 50);
• PSAK 236: Penurunan Nilai Aset (sebelumnya PSAK 48);
• PSAK 237: Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi (sebelumnya PSAK 57);
• PSAK 238: Aset Takberwujud (sebelumnya PSAK 19); dan
• PSAK 240: Properti Investasi (sebelumnya PSAK 13).
Penerapan dini untuk standar, interpretasi, amandemen ataupun penyesuaian terhadap standar
akuntansi keuangan di atas diperkenankan.
Manajemen masih mengevaluasi penerapan dari standar, interpretasi, amendemen ataupun
penyesuaian tersebut, dan belum dapat menentukan dampak yang mungkin timbul terhadap
pelaporan keuangan Perusahaan secara keseluruhan.
10
Page 14
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
d. Prinsip-prinsip konsolidasian
(i) Entitas anak
Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas terstruktur) dimana Grup memiliki
pengendalian. Grup mengendalikan entitas lain ketika Grup terekspos atas, atau memiliki hak
untuk, pengembalian yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki
kemampuan untuk mempengaruhi pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas entitas
tersebut. Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal dimana pengendalian
dialihkan kepada Grup. Entitas anak tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal dimana Grup
kehilangan pengendalian.
Transaksi, saldo dan keuntungan antar entitas Grup yang belum direalisasi telah dieliminasi.
Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi. Jika diperlukan, nilai yang dilaporkan oleh
entitas anak telah diubah untuk menyesuaikan dengan kebijakan akuntansi yang diadopsi oleh
Grup.
Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 38 (Revisi
2012) “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” dimana selisih harga perolehan yang dibayar
dengan nilai tercatat aset neto yang diperoleh dicatat sebagai bagian akun tambahan modal
disetor di ekuitas.
Berdasarkan PSAK 38 (Revisi 2012) tersebut, unsur-unsur laporan keuangan konsolidasian dari
entitas yang bergabung, untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali dan
untuk periode komparatif, disajikan sedemikian rupa seolah-olah penggabungan tersebut telah
terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.
(ii) Entitas asosiasi
Entitas asosiasi adalah seluruh entitas dimana Grup memiliki pengaruh signifikan namun bukan
pengendalian, biasanya melalui kepemilikan hak suara antara 20% dan 50%. Investasi pada
entitas asosiasi dicatat dengan metode ekuitas (lihat poin (iii) di bawah), setelah pada awalnya
diakui pada nilai perolehan.
Nilai perolehan diukur pada nilai wajar aset yang dialihkan, kepemilikan ekuitas yang diterbitkan,
atau liabilitas yang diakui pada tanggal transaksi, termasuk biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan. Goodwill pada entitas asosiasi merupakan
selisih lebih dari nilai perolehan entitas asosiasi atas bagian Grup atas nilai wajar aset neto
teridentifikasi entitas asosiasi dan dimasukkan dalam nilai tercatat investasi. Jika bagian Grup
atas nilai wajar aset neto teridentifikasi entitas asosiasi melebihi nilai perolehannya dalam kasus
pembelian diskon, selisih tersebut diakui pada laba rugi.
(iii) Pengaturan bersama
Menurut PSAK 66, pengaturan bersama diklasifikasikan sebagai operasi bersama atau ventura
bersama bergantung pada hak dan kewajiban kontraktual para investor bukan struktur hukum
dari pengaturan bersama. Grup telah menilai sifat dari pengaturan bersama dan menentukan
pengaturan tersebut sebagai ventura bersama. Ventura bersama dicatat menggunakan metode
ekuitas, setelah pada awalnya diakui sebagai biaya pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
11
Page 15
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
d. Prinsip-prinsip konsolidasian
(iv) Metode ekuitas
Pada metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat pada biaya perolehan dan selanjutnya
disesuaikan untuk mengakui bagian investor atas laba rugi pasca akuisisi dari investee pada laba
rugi dan bagiannya dalam pergerakan penghasilan komprehensif lainnya dari investee pada
penghasilan komprehensif lainnya.
Keuntungan yang belum terealisasi atas transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi atau
ventura bersama dieliminasi sebesar kepentingan Grup dalam entitas-entitas tersebut. Kerugian
yang belum direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan bukti penurunan
nilai atas aset yang dialihkan. Kebijakan akuntansi entitas asosiasi atau ventura bersama telah
diubah jika diperlukan untuk memastikan konsistensi dengan kebijakan yang diterapkan oleh
Grup.
Jika bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi atau ventura bersama sama dengan atau
melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama, termasuk piutang tanpa
agunan, Grup menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Grup memiliki kewajiban
atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa telah
terjadi penurunan nilai atas investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Jika demikian,
maka nilai tercatat dari investasi yang dicatat dengan akuntansi ekuitas diuji untuk penurunan
nilai sesuai dengan kebijakan yang dijelaskan pada Catatan 2n. Dividen yang diterima dan yang
akan diterima dari entitas asosiasi atau ventura bersama diakui sebagai pengurang jumlah
tercatat investasi.
e. Penjabaran mata uang asing
(i) Mata uang fungsional dan penyajian
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang fungsional
Perusahaan dan mata uang penyajian Grup. Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan
konsolidasian setiap entitas anak di dalam Grup diukur menggunakan mata uang dari lingkungan
ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi (“mata uang fungsional”). Untuk tujuan
konsolidasi, untuk entitas anak Grup yang memiliki mata uang fungsional berbeda, maka aset
dan liabilitas entitas anak Grup ditranslasikan dengan kurs tengah Bank Indonesia pada akhir
periode pelaporan. Sementara itu, pendapatan dan beban ditranslasikan dengan kurs rata-rata
dari kurs tengah Bank Indonesia selama periode laporan laba rugi.
Selisih yang timbul dari penjabaran laporan keuangan konsolidasian entitas anak Grup tersebut
ke dalam Rupiah disajikan dalam akun “Penghasilan komprehensif lainnya” pada ekuitas dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian.
12
Page 16
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
e. Penjabaran mata uang asing (lanjutan)
(ii) Transaksi dan saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan menjadi mata uang fungsional menggunakan kurs
yang berlaku pada tanggal transaksi.
Pada setiap tanggal pelaporan, setiap aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah disesuaikan untuk mencerminkan kurs penutup.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang
asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing menggunakan kurs
yang berlaku pada akhir periode pelaporan diakui di dalam laba rugi.
Kurs Dolar Amerika Serikat (Dolar AS atau AS$) terhadap Rupiah berdasarkan kurs tengah yang
diterbitkan oleh bank Indonesia pada tanggal 31 Maret 2025 dalam nilai penuh adalah Rp16.588
(2024: Rp16.162).
Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi sesuai dengan yang
diatur dalam PSAK 224, "Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi".
Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas laporan
keuangan konsolidasian.
f. Transaksi Pihak-pihak Berelasi
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan
keuangannya (dalam pernyataan ini dirujuk sebagai entitas pelapor).
1) Orang atau anggota keluarga terdekat yang mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
a. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor,
b. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor atau,
c. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
2) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
a. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas
induk, entitas anak, berikutnya terkait dengan entitas lain).
b. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi
atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain
tersebut adalah anggotanya).
c. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
d. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas lain adalah entitas asosiasi
dari entitas ketiga.
e. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu
entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah
entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan
entitas pelapor.
f. Orang yang diidentifikasi dalam angka 1 butir b memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
g. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok
tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada
entitas induk dari entitas pelapor.
13
Page 17
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
f. Transaksi Pihak-pihak Berelasi (lanjutan)
Semua transaksi dengan pihak-pihak yang berelasi, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan
tingkat bunga atau harga, persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak
ketiga, diungkapan dalam laporan keuangan.
g. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas termasuk kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu
tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak
dibatasi penggunaannya.
Bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya disajikan pada akun “kas yang dibatasi
penggunaannya” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
h. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain
Piutang usaha adalah jumlah tagihan dari pelanggan untuk barang yang dijual atau jasa yang
diberikan dalam transaksi bisnis pada umumnya. Piutang lain-lain adalah jumlah tagihan dari pihak
ketiga atau pihak yang berelasi di luar kegiatan usaha. Jika pembayaran piutang diharapkan selesai
dalam satu tahun atau kurang (atau dalam siklus normal operasi dari bisnis jika lebih lama), piutang
tersebut dikelompokkan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang tersebut disajikan sebagai aset tidak
lancar.
Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur pada
biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan
provisi atas penurunan nilai.
Kolektibilitas piutang usaha dan piutang lain-lain ditinjau secara berkala. Piutang yang diketahui tidak
tertagih, dihapuskan dengan secara langsung mengurangi nilai tercatatnya. Akun provisi digunakan
ketika terdapat bukti yang objektif bahwa Perusahaan tidak dapat menagih seluruh atau sebagian nilai
terutang sesuai dengan persyaratan awal piutang.
Kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur, debitur dinyatakan pailit atau melakukan
reorganisasi keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan indikator yang
dianggap dapat menunjukan adanya penurunan nilai piutang. Arus kas terkait dengan piutang jangka
pendek tidak didiskontokan apabila efek diskonto tidak material.
Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan disajikan sebagai “(beban)/pendapatan lain-
lain, neto” untuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Ketika piutang usaha dan piutang lain-lain, yang
rugi penurunan nilainya telah diakui, tidak dapat ditagih pada periode selanjutnya, maka piutang
tersebut dihapusbukukan dengan mengurangi akun provisi. Jumlah yang selanjutnya dapat ditagih
kembali atas piutang yang sebelumnya telah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap
“(beban)/pendapatan lain-lain, neto” pada laba rugi.
14
Page 18
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
i. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi bersih (the
lower of cost or net realizable value ). Biaya perolehan persediaan di nilai dengan menggunakan
metode Rata-rata (Average method ). Penyisihan persediaan usang dan penyisihan penurunan nilai
persediaan ditentukan untuk menyesuaikan nilai persediaan ke nilai realisasi bersih.
Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan
taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
Pembayaran dimuka adalah biaya yang dibayar dimuka dan dicatat sebagai aset sebelum
dimanfaatkan. Akun ini terdiri dari uang muka pembelian dan biaya dibayar dimuka. Uang muka
pembelian merupakan pembayaran dimuka atas pembelian perlengkapan keperluan operasional dan
beban lainnya. Pembayaran dimuka dialokasikan selama jangka waktu pembayaran dan dibebankan
ke akun yang sesuai dalam laporan laba rugi saat terjadinya. Pembayaran dimuka yang diharapkan
akan terealisasi dalam waktu tidak lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan, diklasifikasikan
sebagai aset lancar, selebihnya, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
k. Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan diukur pada nilai yang lebih rendah
antara jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan harus diklasifikasikan sebagai dimiliki
untuk dijual jika jumlah tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan dari pada
melalui pemakaian berlanjut.
Kondisi ini dapat terpenuhi hanya ketika investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset
lepasan berada dalam keadaan segera dapat dijual dan penjualannya harus sangat mungkin terjadi.
Manajemen harus berkomitmen terhadap rencana penjualan tersebut, yang diperkirakan memenuhi
ketentuan pengakuan sebagai penjualan dalam waktu satu tahun dari tanggal klasifikasi.
l. Aset Tetap dan Penyusutan
Pemilikan Langsung
Perusahaan dan Entitas Anak melakukan perubahan kebijakan akuntansi aset tetap untuk kelompok
tanah dan bangunan pada tahun 2017, semula dicatat berdasarkan metode biaya perolehan, menjadi
metode revaluasi, yang dihitung oleh penilai independen. Perubahan kebijakan akuntansi ini dilakukan
dengan tujuan agar Laporan Keuangan Konsolidasian dapat menggambarkan investasi Perusahaan
dan Entitas Anak dalam aset tetap kelompok tanah dan bangunan dan perubahan dalam investasi
tersebut sesuai dengan nilai pasar pada periode Laporan Keuangan Konsolidasian (Catatan 10).
Aset tetap tanah dan bangunan dinyatakan berdasarkan nilai revaluasi yang merupakan nilai wajar
pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang
terjadi setelah tanggal revaluasi. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang memadai untuk
memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan
menggunakan nilai wajar pada tanggal pelaporan.
15
Page 19
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset Tetap dan Penyusutan (lanjutan)
Pemilikan Langsung (lanjutan)
Kenaikan yang berasal dari revaluasi tanah dan bangunan diakui pada penghasilan komprehensif lain
dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi, kecuali sebelumnya penurunan
revaluasi atas aset tetap yang sama pernah diakui dalam laporan laba rugi, dalam hal ini kenaikan
revaluasi hingga sebesar penurunan nilai aset akibat revaluasi tersebut, dikreditkan dalam laba rugi.
Penurunan jumlah tercatat berasal dari revaluasi dibebankan dalam laba rugi apabila penurunan
tersebut melebihi nilai saldo surplus revaluasi aset yang bersangkutan, jika ada.
Surplus revaluasi tanah dan bangunan yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke
saldo laba pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan
akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan
tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomis yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak
mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk
menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai
sewa berdasarkan PSAK 73, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian
tanah, maka Grup menerapkan PSAK 16, “Aset Tetap” yaitu hak atas tanah diakui sebesar harga
perolehan dan tidak disusutkan.
Aset tetap pemilikan langsung kecuali tanah disajikan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan rugi penurunan nilai aset, jika ada dan disusutkan dengan menggunakan metode
Garis Lurus (Straight-line ) dengan taksiran masa manfaat keekonomian aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan Permanen 20
Bangunan Semi Permanen 10
Kendaraan 4-8
Perabotan dan Peralatan 4-8
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan dalam laba rugi pada saat terjadinya biaya-biaya
tersebut, sedangkan pengeluaran dalam jumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aset secara
signifikan dikapitalisasi. Semua pengeluaran setelah perolehan awal aset tetap akan ditambah
(kapitalisasi) pada jumlah tercatat aset yang bersangkutan.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada
manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi
yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba rugi pada periode/tahun aset
tersebut dihentikan pengakuannya.
Secara berkala, nilai residu, metode penyusutan dan masa manfaat setiap aset ditelaah, dan
disesuaikan jika perlu.
Keuntungan dan kerugian yang timbul dari pelepasan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan antara
penerimaan hasil pelepasan dan jumlah tercatat aset tersebut dan diakui dalam akun
“(Beban)/penghasilan lain-lain, bersih” di laba rugi.
16
Page 20
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset Tetap dan Penyusutan (lanjutan)
Pemilikan Langsung (lanjutan)
Aset Tetap dalam Pembangunan
Aset tetap dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian
dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing aset tetap pada saat
aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan, dan penyusutan mulai dibebankan pada saat itu.
m. Aset keuangan
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran
Grup menerapkan PSAK 71, yang mensyaratkan pengaturan instrumen keuangan terkait
klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen aset keuangan dan akuntansi lindung
nilai.
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan ditentukan berdasarkan jenis aset. Untuk aset
keuangan berupa instrumen utang, pengklasifikasiannya harus didasarkan pada model bisnis dan
arus kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
a. Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
b. Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis Grup dan persyaratan kontraktual arus kas - apakah
penentuan arus kasnya semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal.
Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model
bisnis atas aset keuangan tersebut.
Untuk investasi pada instrumen ekuitas yang bukan termasuk dimiliki untuk diperdagangkan,
tergantung apakah Grup telah melakukan pemilihan yang tidak dapat dibatalkan pada saat
pengakuan awal untuk instrumen ekuitas yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain.
Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model
bisnis atas aset keuangan tersebut.
Pembelian dan penjualan aset keuangan diakui pada saat tanggal perdagangan dimana, Grup
berkomitmen untuk membeli atau menjual aset keuangan. Aset keuangan dihentikan
pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut telah
kedaluwarsa atau dialihkan dan Grup telah mengalihkan secara substansial risiko dan manfaat
atas kepemilikan.
Saat pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajar ditambah dengan, dalam
hal aset keuangan diukur dengan nilai wajar tidak melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung pada akuisisi aset keuangan. Biaya transaksi atas aset keuangan
pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan pada laba rugi.
17
Page 21
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
m. Aset keuangan (Lanjutan)
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran (Lanjutan)
Instrumen utang
Pengukuran selanjutnya atas instrumen utang bergantung kepada model bisnis Grup dalam
mengelola aset dan karakteristik dari arus kas. Berikut adalah kategori pengukuran dalam
mengklasifikan instrumen utang:
• Biaya perolehan diamortisasi: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus kas kontraktual,
dimana arus kas tersebut merupakan pembayaran pokok dan bunga, diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi. Penghasilan bunga dari aset keuangan ini termasuk dalam
penghasilan keuangan menggunakan metode suku bunga efektif. Laba atau rugi yang timbul
dari penghentian pengakuan diakui secara langsung dalam laba rugi dan disajikan dalam
keuntungan/ (kerugian) lainnya bersama dengan keuntungan dan kerugian selisih kurs.
Penurunan nilai aset keuangan disajikan terpisah dalam laba rugi.
• Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus
kas kontraktual dan untuk penjualan keuangan aset, dimana arus kas aset merupakan
pembayaran pokok dan bunga diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Mutasi dalam jumlah tercatat dilakukan melalui penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk
pengakuan keuntungan atau kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga dan keuntungan
dan kerugian selisih kurs, yang diakui dalam laba rugi. Ketika aset keuangan dihentikan
pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam
penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi pada
pendapatan/(beban) lain-lain. Pendapatan bunga dari aset keuangan ini termasuk dalam
penghasilan keuangan menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugian
selisih kurs disajikan pada pendapatan/(beban) lain-lain, dan penurunan nilai disajikan pada
bagian terpisah dalam laba rugi.
Instrumen ekuitas
Grup selanjutnya mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar. Dimana manajemen Grup
telah memilih untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar dari investasi ekuitas pada
penghasilan komprehensif lain. Tidak ada reklasifikasi selanjutnya atas keuntungan dan kerugian
dari nilai wajar ke laba rugi setelah penghentian pengakuan investasi. Dividen dari investasi
tersebut terus diakui dalam laba rugi sebagai penghasilan lainnya ketika hak Grup untuk
menerima pembayaran ditetapkan. Kerugian penurunan nilai pada investasi ekuitas yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tidak dilaporkan secara terpisah dari
perubahan nilai wajarnya.
(ii) Penghentian pengakuan
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari investasi
tersebut telah jatuh tempo atau telah ditransfer dan Grup telah mentransfer secara substansial
seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset.
Ketika aset keuangan instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain dihentikan pengakuannya, akumulasi penyesuaian
nilai wajar yang diakui pada ekuitas tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
18
Page 22
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
m. Aset keuangan (lanjutan)
(iii) Saling hapus antar instrumen
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian jika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan terdapat maksud untuk
menyelesaikan secara bersih atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan.
Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara
hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa
kepailitan atau kebangkrutan Grup atau pihak lawan.
n. Penurunan nilai dari aset keuangan
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur Kerugian Kredit Ekspektasian
(“KKE”) yang menggunakan cadangan KKE seumur hidup berdasarkan basis forward-looking untuk
seluruh saldo piutang usaha. Selain untuk piutang usaha, Grup menerapkan pendekatan umum untuk
mengukur KKE.
Grup menilai berdasarkan basis forward-looking untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
terhadap instrumen utang yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Metode penurunan nilai dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit telah meningkat
secara signifikan.
o. Utang Usaha
Utang usaha adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diperoleh dari pemasok
dalam kegiatan usaha normal. Utang usaha dikelompokkan sebagai liabilitas jangka pendek apabila
pembayaran jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang usaha tersebut
disajikan sebagai liabilitas jangka panjang.
p. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode Akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi
diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan
jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi
mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar atau pun pada proporsi kepemilikan
KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul
dibebankan langsung pada tahun berjalan.
Pada tanggal akuisisi, selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui
untuk KNP dengan aset teridentifikasi dan liabilitas yang diambil-alih (aset neto) dicatat sebagai
goodwill. Jika imbalan lebih rendah dari nilai wajar aset neto dari Perusahaan yang diakuisisi maka
selisihnya diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian.
19
Page 23
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
p. Kombinasi Bisnis (Lanjutan)
Transaksi yang dilakukan dengan entitas sepengendali diterapkan metode Penyatuan Kepemilikan.
Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali berupa pengalihan bisnis yang dilakukan
dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama,
bukan perubahan pemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi demikian tidak
menimbulkan laba rugi bagi seluruh kelompok usaha atau bagi entitas individual dalam kelompok
usaha tersebut. Selisih antara harga pengalihan dengan jumlah tercatat dari setiap transaksi
kombinasi bisnis antara entitas sepengendali pada tanggal pengalihan dicatat sebagai “Tambahan
Modal Disetor”.
q. Pendapatan dan beban
Pendapatan
Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah penilaian:
a) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
b) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam
kontrak untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.
c) Tentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak
entitas sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan.
Jika pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Grup memperkirakan
jumlah imbalan yang diharapkan berhak sebagai imbalan atas pengalihan barang atau jasa yang
dijanjikan kepada pelanggan dikurangi perkiraan jumlah jaminan tingkat layanan yang akan
dibayarkan selama masa kontrak.
d) Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak
dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi berdasarkan biaya
ekspektasian ditambah margin.
e) Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang atau
jasa yang dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang
atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:
a) Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
b) Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan pelayanan pada pelanggan). Untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran kemajuan yang
sesuai untuk menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika kewajiban pelaksanaan
dipenuhi.
Pendapatan Sewa
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama
masa sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa
tambahan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar Garis Lurus selama masa
sewa.
Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka
dan akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku.
20
Page 24
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
q. Pendapatan dan beban (Lanjutan)
Pendapatan Hotel
Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang
diserahkan.
Pendapatan Spa
Pendapatan dari spa diakui pada saat jasa diberikan kepada pelanggan.
Beban
Beban diakui pada saat terjadi berdasarkan konsep akrual.
Pendapatan bunga dan beban bunga diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif
Lain Konsolidasian secara akrual menggunakan metode Suku Bunga Efektif.
r. Pajak penghasilan kini dan tangguhan
Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak tersebut diakui dalam laba
rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui dalam
ekuitas atau dalam penghasilan komprehensif lain. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui
dalam ekuitas atau penghasilan komprehensif lain.
Pajak penghasilan kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang telah diberlakukan pada tanggal
posisi keuangan.
Pajak penghasilan tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak
atas aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya. Pajak penghasilan tangguhan diukur menggunakan
tarif pajak yang telah berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan dan yang
diharapkan akan diterapkan pada saat aset pajak tangguhan yang bersangkutan direalisasi atau pada
saat liabilitas pajak tangguhan diselesaikan.
Aset pajak penghasilan tangguhan diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba kena pajak pada
masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang menimbulkan
aset pajak tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini
dan apabila aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang
sama, baik atas entitas kena pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya niat untuk melakukan
penyelesaian saldo-saldo tersebut secara neto.
s. Sewa
Suatu kontrak mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
penggunaan aset selama jangka waktu tertentu yang dipertukarkan dengan imbalan. Entitas menyewa
aset tetap tertentu dengan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa.
Aset hak-guna diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai. Aset hak guna disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur
manfaat aset hak-guna atau masa sewa.
21
Page 25
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
s. Sewa (Lanjutan)
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar. Setiap pembayaran sewa
dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan. Liabilitas sewa, disajikan sebagai
liabilitas jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang
yang disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur bunga dalam biaya keuangan dibebankan ke
laba rugi selama masa sewa yang menghasilkan tingkat suku bunga konstan atas sisa saldo liabilitas.
Grup tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk:
- Sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa dua belas (12) bulan atau kurang; atau
- Sewa yang asetnya bernilai rendah. Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut dibebankan
ke laba rugi dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
t. Liabilitas manfaat karyawan
Entitas mengakui liabilitas atas imbalan kerja karyawan berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja atau
Perjanjian Kerja Bersama. Nilai kini liabilitas imbalan pasti, beban jasa kini dan beban jasa lalu
ditentukan dengan menggunakan metode penilaian “Projected Unit Credit” .
Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas di masa depan
dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah jangka panjang pada akhir periode pelaporan
dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan dibayarkan dan
yang memiliki jangka waktu yang sesuai dengan liabilitas imbalan pensiunan yang bersangkutan.
Pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial
langsung diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya.
Biaya jasa lalu yang timbul dari amendemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban dalam
laba rugi pada saat terjadinya.
u. Aset dan liabilitas pengampunan pajak
Grup telah menerapkan PSAK 70 mengenai "Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak".
PSAK ini mengatur mengenai perlakuan akuntansi atas aset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai
dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.
Aset pengampunan pajak diukur sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset pengampunan pajak
merupakan deemed cost dan menjadi dasar bagi Grup dalam melakukan pengukuran setelah
pengakuan awal.
Liabilitas pengampunan pajak diukur sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau
setara kas untuk menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan aset
pengampunan pajak.
Selisih antara aset pengampunan pajak dan liabilitas pengampunan pajak diakui di ekuitas dalam pos
tambahan modal disetor. Grup mengakui uang tebusan yang dibayarkan pada laba rugi pada periode
Surat Keterangan disampaikan.
22
Page 26
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
v. Informasi Segmen
Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang
digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan
alokasi sumber daya yang dimilikinya. Segmen didasarkan pada aktivitas dari setiap kegiatan operasi
entitas legal di dalam Perusahaan dan Entitas Anak.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
- yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas
yang sama);
- yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk
membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
kinerjanya; dan
- yang informasi keuangan yang terpisah miliknya tersedia.
w. Provisi
Provisi diakui ketika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum
maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Perusahaan dan Entitas
Anak diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi andal mengenai jumlah kewajiban tersebut
dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan
ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang
diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.
x. Laba Per Saham Dasar
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Untuk tujuan perhitungan laba per saham dilusian, Perusahaan menyesuaikan laba atau rugi yang
dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang
saham yang beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Asumsi kelangsungan usaha
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa Perusahaan tetap dapat melangsungkan usahanya. laporan
keuangan konsolidasian ini tidak mencakup penyesuaian-penyesuaian yang mungkin timbul sebagai
dampak dari ketidakpastian tersebut.
23
Page 27
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Estimasi dan asumsi ini memiliki risiko dan ketidakpastian; sehingga ada kemungkinan bahwa perubahan
situasi akan mengubah proyeksi ini, yang selanjutnya dapat mempengaruhi kelangsungan usaha
Perusahaan. Dalam keadaan seperti itu, asumsi kelangsungan usaha Perusahaan dapat berubah.
Perusahaan telah mengidentifikasi hal-hal berikut dimana diperlukan pertimbangan, estimasi, dan asumsi
dan dimana hasil aktual dapat berbeda dari estimasi tersebut jika menggunakan asumsi dan kondisi yang
berbeda dan dapat mempengaruhi secara material hasil keuangan atau posisi keuangan Perusahaan
yang dilaporkan dalam periode mendatang.
Rugi penurunan nilai piutang
Perusahaan menilai penurunan nilai piutang pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah
rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah terdapat bukti
objektif bahwa kerugian telah terjadi. Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi dan asumsi
untuk memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang direviu secara berkala untuk
mengurangi perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya.
Pajak penghasilan dan pajak lainnya
Pertimbangan dan asumsi diperlukan dalam menentukan besaran fasilitas pengurang pajak dan investasi
(capital allowance) dan pengurangan beban tertentu untuk tujuan fiskal selama proses estimasi atas
perhitungan beban pajak penghasilan Perusahaan. Secara khusus, perhitungan beban pajak penghasilan
Perusahaan melibatkan penafsiran terhadap peraturan perpajakan dan peraturan lainnya. Banyaknya
transaksi dan perhitungan yang dapat menyebabkan ketidakpastian di dalam penentuan kewajiban pajak
selama bisnis normal.
Semua pertimbangan dan estimasi yang dibuat manajemen seperti yang diungkapkan di atas dapat
dipertanyakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) atau Auditor Pemerintah. Sebagai akibatnya, terjadi
ketidakpastian dalam penentuan kewajiban pajak. Resolusi posisi pajak yang diambil oleh Perusahaan,
dapat berlangsung bertahun-tahun dan sangat sulit untuk memprediksi hasil akhirnya. Apabila terdapat
perbedaan perhitungan pajak dengan jumlah yang telah dicatat, perbedaan tersebut akan berdampak
Aset pajak tangguhan, termasuk yang timbul dari rugi fiskal, besaran capital allowance, dan perbedaan
temporer lainnya, diakui hanya apabila dianggap lebih mungkin daripada tidak bahwa mereka dapat
diterima kembali, dimana hal ini tergantung pada kecukupan pembentukan laba kena pajak di masa
depan. Sama seperti “penurunan nilai aset non-keuangan” asumsi atas laba kena pajak masa depan yang
dapat dihasilkan sangat dipengaruhi oleh estimasi dan asumsi manajemen atas volume penjualan, harga
komoditas, dan lain-lain; yang mana terpapar risiko dan ketidakpastian, sehingga terdapat kemungkinan
perubahan keadaan akan mengubah proyeksi laba kena pajak di masa mendatang.
Kewajiban imbalan pascakerja
Nilai kini kewajiban imbalan pascakerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar
aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya/(penghasilan)
pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan kenaikan gaji di masa datang. Adanya perubahan pada
asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat kewajiban imbalan pascakerja.
Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan kenaikan gaji masa datang yang sesuai pada akhir tahun
pelaporan. Tingkat diskonto adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini
atas estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban imbalan
pascakerja. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat
suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan
memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu kewajiban imbalan pascakerja yang terkait.
24
Page 28
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Perusahaan menentukan tingkat
Catatandiskonto dan kenaikan
atas laporan gajikonsolidasian
keuangan masa datang yang sesuai pada akhir tahun
pelaporan. Tingkat diskonto Untuk
adalahtahun-tahun
tingkat sukuyang
bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini
berakhir pada tanggal
atas estimasi arus kas keluar 31
masaMaret 2025 dan 31 Desember 2024 menyelesaikan kewajiban imbalan
depan yang diharapkan untuk
pascakerja. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan
memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu kewajiban imbalan pascakerja yang terkait.
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
Untuk tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data historis mengenai perubahan
gaji dasar pekerja dan menyesuaikannya dengan perencanaan bisnis masa datang.
Penurunan nilai aset nonkeuangan dan aset tetap
Jumlah nilai yang dapat dipulihkan kembali dari sebuah aset atau kelompok aset penghasil kas diukur
berdasarkan nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai.
Penentuan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai mewajibkan manajemen untuk
membuat estimasi dan asumsi atas tingkat produksi yang diharapkan dan volume penjualan, harga
komoditas (mempertimbangkan harga saat ini dan harga masa lalu, tren harga dan faktor-faktor terkait),
cadangan (lihat ‘Estimasi Cadangan’), biaya operasi, biaya penutupan dan rehabilitasi serta belanja modal
di masa depan. Estimasi dan asumsi ini terpapar risiko dan ketidakpastian; sehingga terdapat
kemungkinan perubahan situasi yang dapat mengubah proyeksi ini, sehingga dapat mempengaruhi nilai
aset yang dapat dipulihkan kembali. Dalam keadaan seperti itu, sebagian atau seluruh nilai tercatat aset
mungkin akan mengalami penurunan nilai lebih lanjut atau terjadi pengurangan rugi penurunan nilai yang
dampaknya akan dicatat dalam laba rugi.
Revaluasi Aset Tetap
Grup mengukur tanah dan bangunan pada nilai revaluasian, dan perubahan nilai wajar aset tersebut
diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Nilai revaluasian aset tersebut pada 31 Desember 2023
berdasarkan laporan penilai independen dari KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan tanggal 28 Juni 2024.
Asumsi asumsi utama yang digunakan untuk menentukan nilai wajar tanah dan bangunan diungkapkan
dalam Catatan 10.
Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4
sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur secara umum diharapkan dalam industri dimana Grup
menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi
masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin
direvisi. Nilai tercatat bersih aset tetap Grup pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
sebesar Rp402.362.114.930 dan Rp403.844.523.031 . Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan
10.
25
Page 29
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Kas - Rupiah 153.124.563 175.165.505
Bank
Pihak ketiga - rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 1.819.371.731 3.082.268.828
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1.494.003.542 1.523.542.109
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 266.098.015 338.984.430
PT Bank Pan Indonesia Tbk 16.122.473 16.414.836
PT Bank Bukopin Tbk 14.967.322 83.722.479
Jumlah Bank 3.610.563.083 5.044.932.682
Deposito Berjangka
Pihak ketiga - rupiah
PT Bank Capital 502.227.961 502.385.425
PT Bank MNC Internasional Tbk 500.000.000 -
Jumlah Deposito Berjangka 1.002.227.961 502.385.425
Jumlah 4.765.915.607 5.722.483.612
Deposito berjangka mempunyai jangka waktu 1 bulan dan memiliki tingkat bunga berkisar antara 5,75% -
7,25% per tahun pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 tidak terdapat bank yang dibatasi penggunaannya
dan seluruh bank ditempatkan pada pihak ketiga.
5. PIUTANG USAHA
Akun ini merupakan piutang atas jasa penyewaan kamar hotel dan spa, berikut fasilitas dan penunjang
lainnya dengan rincian per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 sebagai berikut:
a. Berdasarkan pelanggan
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pelanggan yang telah check out:
Pelanggan sektor pemerintahan 158.669.200 125.842.900
PT Mitra Global Holiday 26.390.000 44.150.000
MG BedBank 21.114.000 163.030.000
Online Travel Agent 10.631.525 37.129.153
Klik N Book - 16.250.000
Lain-lain (Saldo di bawah Rp 10.000.000) 26.547.509 60.927.400
Subjumlah 243.352.234 447.329.453
Pelanggan yang belum check out 8.834.840 137.368.479
Kartu Kredit 867.500 12.105.650
Kartu Debit 28.714.327 3.346.250
281.768.901 600.149.832
Provisi atas penurunan nilai (4.161.434) (4.161.434)
Jumlah 277.607.467 595.988.398
26
Page 30
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA (Lanjutan)
b. Berdasarkan umur
Rincian piutang berdasarkan umur piutang per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
1 - 30 hari 155.838.551 487.712.967
31 - 60 hari 125.325.350 72.536.865
61 - 90 hari 605.000 39.900.000
> 90 hari - -
Jumlah 281.768.901 600.149.832
Kolektibilitas piutang usaha pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rata-rata Piutang usaha - Bersih 436.797.933 496.125.814
Penjualan 4.450.563.558 22.552.571.484
Kolektibilitas Piutang 8,83 hari 7,92 hari
Seluruh piutang usaha kepada pihak ketiga merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang
Rupiah serta tidak dikenakan jaminan dan bunga serta tidak digunakan sebagai jaminan kredit.
Mutasi provisi penurunan nilai piutang lain-lain adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 5.317.921 5.317.921
Penambahan (pemulihan) Penyisihan (1.156.487) (1.156.487)
Saldo akhir 4.161.434 4.161.434
Manajemen berpendapat bahwa provisi penurunan nilai piutang lain-lain tersebut cukup untuk
menutupi kerugian dari tidak tertagihnya piutang lain-lain.
6. PIUTANG LAIN-LAIN
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Karyawan 60.075.000 52.075.000
Piutang Bunga 2.148.877 2.149.551
Sub Jumlah 62.223.877 54.224.551
Pihak berelasi (Catatan 12b) - -
Provisi atas penurunan nilai - -
Jumlah 62.223.877 54.224.551
Bagian lancar 62.223.877 54.224.551
Bagian tidak lancar - -
Jumlah 62.223.877 54.224.551
27
Page 31
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG LAIN-LAIN (Lanjutan)
Seluruh piutang lain-lain merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang Rupiah serta tidak
dikenakan jaminan dan bunga.
Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih sehingga tidak perlu dilakukan
cadangan kerugian penurunan nilai.
7. PERSEDIAAN
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Makanan 109.343.852 87.872.488
Minuman 50.426.602 58.220.507
Lain-lain 266.345.991 286.993.359
Jumlah 426.116.445 433.086.354
Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban masing-masing sebesar Rp356.454.718 dan
Rp358.403.927 untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 2024.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dari persediaan, Manajemen berkeyakinan bahwa
tidak perlu dilakukan penyisihan atas keusangan persediaan karena Manajemen berkeyakinan bahwa
seluruh persediaan dapat dijual atau digunakan sesuai dengan periode peruntukannya.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, persediaan tidak diasuransikan atas resiko
kerugian, kebakaran dan bencana alam. Manajemen memahami adanya risiko yang terkait sehubungan
dengan persediaan yang tidak diasuransikan.
8. PERLENGKAPAN
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Linen 1.224.698.801 1.223.611.943
Perkakas, Alat, Bahan bakar dan supply 165.677.697 157.781.307
Barang Pecah Belah 156.750.907 156.966.162
Perangkat Makan Perak 29.714.204 28.526.704
Seragam 12.049.043 12.049.043
Lain-lain 53.900.551 53.746.052
Jumlah 1.642.791.203 1.632.681.211
28
Page 32
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Uang Muka:
Uang muka pembelian 204.003.584 184.063.584
Uang muka karyawan 53.000.000 73.000.000
Biaya Dibayar Dimuka:
Beban Tangguhan 384.316.689 -
Perijinan 250.341.374 243.581.620
Asuransi 153.365.853 206.180.688
Sewa - 68.128.684
Kontrak Service - 45.796.862
Lain-lain 228.786.285 13.922.816
Jumlah 1.273.813.785 834.674.254
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Bagian lancar 1.273.813.785 832.486.351
Bagian tidak lancar 546.976 2.187.903
1.274.360.761 834.674.254
10. ASET TETAP
31 Maret 2025
Saldo Akhir
Revaluasi
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Sebelum Saldo Akhir
(Penurunan Nilai)
Revaluasi
Harga perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah 332.483.700.000 - - - 332.483.700.000 - 332.483.700.000
Bangunan 73.789.700.000 - - - 73.789.700.000 - 73.789.700.000
Kendaraan 8.373.340.022 - (269.200.000) - 8.104.140.022 - 8.104.140.022
Perabot dan peralatan 16.249.974.135 14.039.000 (79.541.721) 118.000.000 16.302.471.414 - 16.302.471.414
Subjumlah 430.896.714.157 14.039.000 (348.741.721) 118.000.000 430.680.011.436 - 430.680.011.436
Aset Hak Guna
Kendaraan 282.600.000 - - - 282.600.000 - 282.600.000
Subjumlah 282.600.000 - - - 282.600.000 - 282.600.000
Aset Tetap dalam
Pembangunan 201.795.000 137.432.224 - (118.000.000) 221.227.224 - 221.227.224
Jumlah harga
perolehan 431.381.109.157 151.471.224 (348.741.721) - 431.183.838.660 - 431.183.838.660
Akumulasi penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan 5.552.646.923 1.388.161.731 - - 6.940.808.654 - 6.940.808.654
Kendaraan 8.080.561.309 59.542.669 (269.200.000) - 7.870.903.978 - 7.870.903.978
Perabot dan peralatan 13.844.502.894 177.343.675 (79.541.721) - 13.942.304.848 - 13.942.304.848
Subjumlah 27.477.711.126 1.625.048.075 (348.741.721) - 28.754.017.480 - 28.754.017.480
Aset Hak Guna
Kendaraan 58.875.000 8.831.250 - - 67.706.250 - 67.706.250
Subjumlah 58.875.000 8.831.250 - - 67.706.250 - 67.706.250
Jumlah akumulasi
penyusutan 27.536.586.126 1.633.879.325 (348.741.721) - 28.821.723.730 - 28.821.723.730
Nilai buku 403.844.523.031 402.362.114.930
29
Page 33
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (Lanjutan)
31 Desember 2024
Saldo Akhir
Revaluasi
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Sebelum Saldo Akhir
(Penurunan Nilai)
Revaluasi
Harga perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah 332.483.700.000 - - - 332.483.700.000 - 332.483.700.000
Bangunan 73.789.700.000 - - - 73.789.700.000 - 73.789.700.000
Kendaraan 8.373.340.022 - - - 8.373.340.022 - 8.373.340.022
Perabot dan peralatan 15.056.488.374 782.778.625 (114.500.000) 525.207.136 16.249.974.135 - 16.249.974.135
Subjumlah 429.703.228.396 782.778.625 (114.500.000) 525.207.136 430.896.714.157 - 430.896.714.157
Aset Hak Guna
Kendaraan 282.600.000 - - - 282.600.000 - 282.600.000 ok
Subjumlah 282.600.000 - - - 282.600.000 - 282.600.000 ok
Aset Tetap dalam
Pembangunan 427.207.136 659.779.075 (359.984.075) (525.207.136) 201.795.000 201.795.000
Jumlah harga
perolehan 430.413.035.532 1.442.557.700 (474.484.075) - 431.381.109.157 - 431.381.109.157
Akumulasi penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan - 5.552.646.923 - - 5.552.646.923 5.552.646.923
Kendaraan 7.842.390.639 238.170.670 - - 8.080.561.309 8.080.561.309
Perabot dan peralatan 13.220.130.379 738.872.515 (114.500.000) - 13.844.502.894 13.844.502.894
Subjumlah 21.062.521.018 6.529.690.108 (114.500.000) - 27.477.711.126 - 27.477.711.126
Aset Hak Guna
Kendaraan 23.550.000 35.325.000 - - 58.875.000 58.875.000
Subjumlah 23.550.000 35.325.000 - - 58.875.000 - 58.875.000
Jumlah akumulasi
penyusutan 21.086.071.018 6.565.015.108 (114.500.000) - 27.536.586.126 - 27.536.586.126
Nilai buku 409.326.964.514 403.844.523.031
Tanah milik Perusahaan dan Entitas Anak merupakan tanah yang berlokasi di Jakarta Pusat
(Pejompongan), Jakarta Selatan (Falatehan dan Pondok Pinang), Kepulauan Seribu, NTT (Tanjung
Karoso) dan Bali (Canggu) dengan total area seluas masing-masing seluas 1.175.063m2 pada 31 Maret
2025 dan 31 Desember 2023.
Atas tanah di Kepulauan Seribu, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)
tertanggal 8 Mei 2015 dengan PT Setia utama Island atas pembelian sebuah villa dengan total area
seluas 1.500 m2 yang berlokasi di Pulau Tengah, Kepulauan Seribu dengan harga beli sebesar
Rp15.800.000.000. Aset tersebut telah diserah terima dengan baik oleh Perusahaan melalui berita acara
serah terima dengan PT Setia utama Island. Sampai saat ini, akta jual beli masih dalam proses karena
harus menunggu proses pemecahan dari sertifikat induk oleh penjual.
Tanah, bangunan dan perabotan dan peralatan yang berlokasi di Jalan Falatehan I No.21-22, Melawai,
Jakarta Selatan (Sotis Falatehan) dan di Jalan Raya Kayu Tulang, Desa Canggu (Sotis Villa Canggu)
digunakan oleh PT Dwimukti Mitra Wisata (Entitas Anak) untuk menjalankan kegiatan usaha perhotelan.
Pada tahun 2024 dan 2023, tanah dan bangunan di Jalan Falatehan tersebut dijadikan sebagai jaminan
sehubungan dengan pinjaman bank yang diperoleh Entitas Anak dari PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk (Catatan 17).
Aset dalam penyelesaian merupakan proyek pembangunan fasilitas pendukung hotel dan bangunan
pendukung yang masih dalam tahap penyelesaian.
Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Beban umum dan administrasi (Catatan 27) 1.633.879.325 6.565.015.108
Jumlah 1.633.879.325 6.565.015.108
30
Page 34
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (Lanjutan)
Biaya perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan sebesar Rp19.125.058.274
dan Rp19.051.672.274 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
Aset tetap tidak termasuk tanah telah diasuransikan terhadap risiko akibat kerusakan, bencana alam,
kebakaran dan risiko lainnya pada PT Asuransi Central Asia dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp119.692.733.894 pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024. Manajemen akan meningkatkan nilai
pertanggungan tersebut untuk menutupi kerugian yang mungkin terjadi.
Analisis laba (rugi) terkait yang timbul dari penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Harga jual 191.351.351 21.793.694
Nilai buku - -
Jumlah 191.351.351 21.793.694
Perusahaan telah melakukan penilaian kembali aset tetap pada tahun 2023 dengan Laporan No.
00068/2.0004-14/PI/03/0595/1/VI/2024 tanggal 28 Juni 2024 oleh KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan
yang ditandatangani oleh Ir. Aguson Rosano. MAPPI (Cert.) Laporan penilaian tersebut dilakukan sesuai
dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditentukan berdasarkan transaksi terkini dalam ketentuan
yang wajar dan Peraturan Bapepam-LK No.VIII.C.4 tentang pedoman penilaian dan penyajian laporan
penilaian properti di pasar modal. Penilaian kembali aset tetap untuk tanah pada tanggal 31 Desember
2023 hanya untuk tujuan akuntansi sesuai dengan PSAK No.16 tentang “Aset Tetap” dan tidak ditujukan
untuk tujuan pajak. Penentuan nilai wajar dilakukan dengan metode pendekatan biaya.
31 Desember 2023
No. Lokasi Alamat Aset Jenis Aset Nilai Wajar Metode Pendekatan
1. Jakarta Jl. Falatehan I No. 21-22
Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan Tanah (523 m2) 36.262.200.000 Pendekatan Biaya
Bangunan (3.020 m2) 21.744.000.000 dan Pendapatan
2. Jakarta Jl. Penjernihan Bendungan Tanah (501 m2) 29.904.700.000 Pendekatan Biaya
Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat Bangunan (2.974 m2) 19.925.800.000 dan Pendapatan
3. Jakarta Jl. Pinang Kuningan I No.25 Kel. Pondok Tanah (3.027 m2) 60.181.200.000 Pendekatan Pasar
Pinang Kec. Kebayoran Lama Jakarta
Selatan
4. Jakarta Lexington Apartement L : 26-06, Jl. Deplu Bangunan - Apartemen 2.020.600.000 Pendekatan Pasar
Raya No. 12, Bintaro Pesanggrahan Lexington (68 m2)
Jakarta Selatan
Lexington Apartement L : 26-08, Jl. Deplu Bangunan - Apartemen 2.279.400.000 Pendekatan Pasar
Raya No. 12, Bintaro Pesanggrahan Lexington (76 m2)
Jakarta Selatan
5. Jakarta Pulau Tengah Kav. 51, Pulau Pari, Pulau Tanah (1.500 m2) 18.761.600.000 Pendekatan Biaya dan
Seribu Selatan, Kep. Seribu Bangunan (1.677 m2) 17.608.500.000 Pendapatan
6. Sumba Desa Tanjung Karoso, Kec. Kodi, Kab. Tanah (1.162.282 m2) 135.615.700.000 Pendekatan Pendapatan
Barat Daya, Sumba Barat Nusa Tenggara Timur
Nusa
Tenggara
Timur
7. Canggu, Bali Jalan Raya Kayutulang, Tanah (7.230 m2) 51.758.300.000 Pendekatan Biaya
Desa Canggu, Kec. Kuta Utara, Kab. Badung, Bangunan
Bali (1.674 m2) 10.211.400.000 dan Pendapatan
Jumlah 406.273.400.000
31
Page 35
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET LAIN-LAIN
Rincian per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Kas yang dibatasi penggunaannya 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 1.200.000.000 1.200.000.000
Kas yang di batasi penggunaannya adalah uang jaminan sehubungan dengan pinjaman kredit investasi
BNI, yang dapat digunakan ketika hutang sudah lunas.
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI
a. Sifat hubungan dengan pihak berelasi
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi keuangan dengan
pihak-pihak berelasi.
Sifat Pihak Berelasi
Hubungan dan jenis akun atau transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
No Pihak Berelasi Hubungan Sifat Saldo Akun/Transaksi
1. Herman Herry Adranacus Pemegang Saham dan Utang lain-lain
Komisaris Utama di Entitas
Anak
2. Vonny Kristiani Pemegang Saham Perusahaan Piutang lain-lain
dan Entitas Anak serta
Komisaris Entitas Anak
3. Cindy Angelina Adranacus Pemegang Saham Perusahaan Piutang lain-lain; Utang lain-lain
4. PT Dwimukti Graha Elektrindo Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-lain
sama dengan Perusahaan dan
Entitas Anak
5. PT Dwimukti Inti Boga Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-lain
sama dengan Perusahaan dan
Entitas Anak
6. PT Sotis Hotel Manajemen Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-lain
sama dengan Perusahaan dan
Entitas Anak
7. PT Sungai Mas Propertindo Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain
sama dengan Perusahaan dan
Entitas Anak
8. Stevano Rizki Adranacus Komisaris Utama Perusahaan Utang lain-lain
32
Page 36
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b. Utang lain-lain
31 Maret 2025 31 Desember 2024
PT Dwimukti Graha Elektrindo 106.257.103.473 101.468.048.747
Herman Herry Adranacus 5.627.698.483 5.627.698.483
PT Sotis Hotel Manajemen 1.279.031.000 1.300.031.000
Jumlah 113.163.832.956 108.395.778.230
Bagian lancar 1.279.031.000 1.300.031.000
Bagian tidak lancar 111.884.801.956 107.095.747.230
Jumlah 113.163.832.956 108.395.778.230
Persentase terhadap jumlah liabilitas 49,64% 47,93%
Transaksi signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE")
Pada tahun 2025, Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh tambahan dana dari DGE untuk
operasional sehingga saldo utang per 31 Maret 2025 menjadi sebesar Rp106.257.103.473 terdiri dari
saldo utang PT SMK sebesar Rp86.818.286.634, PT DMW sebesar Rp15.464.205.811 dan saldo
utang PT TKP sebesar Rp 3.974.611.028.
a. SMK
Perusahaan menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan
pembayaran atas pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo
pinjaman Perusahaan kepada DGE adalah sebesar Rp10.441.864.479. Atas saldo sisa hutang
tersebut telah dinyatakan dalam Addendum Perjanjian Utang Piutang No.289/PHP/XII/2022
tertanggal 30 Desember 2022. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per
tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap
setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.
Pada tanggal 30 Desember 2024 SMK memiliki utang dan menerima pinjaman dana dari waktu ke
waktu sebagai mana tercantum pada Perjanjian Pengakuan Hutang No. 214A/SMK-
DGE/PH/XII/2024 sebesar Rp9.585.483.185.
Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pembaharuan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024
dengan Nomor: 225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT
Dwimukti Mitra Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk mengalihkan
atau memindahkan seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui perhitungan utang dengan
nilai Utang DMW ke DGE.
Sehingga saldo utang SMK kepada DGE sebesar Rp86.436.286.634
b. DMW
Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No.147/PHP/XII/2016 antara DMW (Entitas Anak) dengan
DGE tanggal 28 Desember 2016, DGE setuju untuk memberikan pinjaman kepada DMW sebagai
tambahan modal/modal kerja dan atau keperluan operasional DMW dengan nilai sebanyak-
banyaknya sebesar Rp11.000.000.000 yang dapat diterima secara sekaligus ataupun secara
bertahap. Atas pinjaman tersebut, tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali secara bertahap
setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan DMW.
33
Page 37
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b. Utang lain-lain (Lanjutan)
b. DMW (Lanjutan)
Perjanjian ini telah mengalami perubahan melalui Penegasan Perjanjian Utang Piutang
No.149/PPHP/XII/2017 tanggal 27 Desember 2017, dimana DMW mengakui utang kepada DGE
sebesar Rp10.825.825.978.
Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No.150/PHP/XII/2017 antara DMW dengan DGE tanggal 28
Desember 2017, DMW setuju untuk memberikan pinjaman kepada DGE sebagai tambahan
modal/modal kerja dan atau keperluan operasional DGE sebesar Rp66.693.458.803. Atas
pinjaman tersebut, tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali secara bertahap setiap
bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan DGE.
Atas kedua Perjanjian Utang Piutang di atas (No.149/PPHP/XII/2017 dan No.150/PHP/XII/2017),
DMW dan DGE membuat Perjanjian Perjumpaan Utang (Kompensasi) pada tanggal 28 Desember
2017, dimana kedua belah pihak setuju untuk melakukan perjumpaan utang/kompensasi antara
saldo utang DGE kepada DMW sebesar Rp66.693.458.803 dengan saldo utang DMW kepada
DGE sebesar Rp10.825.825.978 sehingga saldo akhir utang DGE kepada DMW menjadi sebesar
Rp55.867.632.824.
Sehubungan dengan Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) antara Perusahaan, DMW dan DGE,
dimana DGE bermaksud melunasi sebagian utangnya kepada DMW dengan jalan Perusahaan
menyatakan mengakui utang kepada DMW sejumlah Rp12.527.470.050 maka atas novasi
tersebut, saldo utang DGE kepada DMW yang sebelumnya sebesar Rp55.867.632.824 setelah
dikurangi nilai utang di dalam novasi sebesar Rp12.527.470.050 maka akan menjadi sebesar
Rp43.340.162.774.
Berdasarkan Nota Kesepahaman tanggal 29 Desember 2017 antara DMW dengan DGE, dimana
atas nilai sisa utang DGE kepada DMW sebesar Rp43.340.162.774 (“Sisa Utang”) akan dilunasi
oleh DGE dengan cara menjual kepada DMW sebidang tanah yang terletak di daerah Propinsi DKI
Jakarta, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Kelurahan Pondok
Pinang yang dikenal sebagai Jalan Pinang Kuningan I sebagaimana diuraikan dalam Sertifikat Hak
Guna Bangunan No.09017/Pondok Pinang tertanggal 21 November 2017 seluas 3.239m2 yang
terdaftar atas nama DGE. Harga Jual Beli yang disepakati adalah sebesar Rp54.122.438.057 yang
pembayarannya dilakukan secara bertahap oleh DMW dengan cara sebagai berikut:
1. Sejumlah sisa utang diakui sebagai pembayaran uang muka oleh DMW kepada DGE atas
pembelian tanah pada saat tanggal penandatanganan Nota Kesepahaman.
2. Sebesar Rp10.782.275.282 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal 29 Desember
2018 yang akan diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
Atas nota kesepahaman di atas, DMW mencatat saldo masing-masing sebesar Rp43.340.162.774
sebagai Uang Muka Pembelian Tanah pada Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian per 31
Desember 2017.
Pada tahun 2018, DMW memperoleh pinjaman dari DGE dengan total sebesar Rp11.733.332.653
per 31 Desember 2018 yang tertuang di dalam perubahan kedua Perjanjian Utang Piutang No.
166/PPHP-II/XII/2018 tanggal 28 Desember 2018.
34
Page 38
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b. Utang lain-lain (Lanjutan)
b. DMW (Lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2018, sesuai dengan Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) antara
DGE, DMW dan Perusahaan, bahwa Perusahaan bermaksud mengalihkan sebagian utangnya
dengan DGE menjadi utang kepada DMW dan DMW ingin melunasi sebagian utangnya kepada
DGE dengan memperhitungkan uang muka pembelian tanah Pondok Pinang sehingga jumlah
pinjaman adalah sebagai berikut:
1. Saldo utang Perusahaan kepada DGE sebesar Rp28.740.395.980 telah dialihkan menjadi
utang kepada DMW. Saldo utang Perusahaan kepada DMW per 31 Desember 2018 adalah
sebesar Rp68.832.147.811 dan saldo utang Perusahaan kepada DGE per 31 Desember 2018
adalah sebesar Rp4.153.781.850.
2. Saldo uang muka pembelian tanah Pondok Pinang sebesar Rp43.340.162.774 diperhitungkan
dengan utang DMW kepada DGE sebesar Rp11.733.332.653 dan pengalihan atas utang
Perusahaan kepada DGE yang diterima oleh DMW yaitu sebesar Rp28.740.395.980 sehingga
saldo uang muka pembelian tanah Pondok Pinang per 31 Desember 2018 yaitu sebesar
Rp2.866.434.141.
Pada tanggal 30 Desember 2022 dibuat Penegasan Nota Kesepahaman antara DMW dengan
DGE untuk melakukan Addendum II atas Nota Kesepahaman dimana para pihak sepakat untuk
mengubah ketentuan dan menegaskan kembali pasal 2 pada MOU, sebagai berikut:
1. Sisa utang sebesar Rp2.866.434.141 diakui oleh DGE sebagai pembayaran uang muka oleh
DMW kepada DGE atas pembelian tanah Pondok Pinang.
2. Sisa pembayaran sebesar Rp51.224.865.859 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada
tanggal 30 Desember 2024 yang diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
3. Semua syarat dan ketentuan hutang piutang sebagaimana dinyatakan dan ditetapkan dalam
Perjanjian terdahulu yang telah ada, selama tidak dinyatakan berubah dalam Penegasan
Perjanjian, tetap berlaku sebagaimana adanya.
Pada tahun 2023, uang muka yang diberikan oleh DMW senilai Rp2.866.434.141 sesuai dengan
adendum nota kesepahaman tahun 2022 dikompensasikan menjadi pembayaran utang DMW
kepada DGE. Yang berarti DMW tidak menjadi membeli tanah Pondok Pinang dan tidak terdapat
sisa pembayaran yang harus dibayar oleh DMW.
DMW menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran
atas pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman
Perusahaan kepada DGE adalah sebesar Rp75.717.419.658. Atas saldo sisa hutang tersebut telah
dinyatakan dalam Addendum II Perjanjian Utang Piutang No.284/DGE-DMW/PHP/XII/2023
tertanggal 29 Desember 2023. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per
tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap
setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow DMW.
Saldo piutang lain-lain DGE per 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing sebesar Rp0 dan
Rp6.033.100 merupakan sisa saldo piutang atas transaksi penjualan kendaraan Perusahaan
kepada DGE. Atas saldo sisa piutang tersebut telah dinyatakan dalam 284/DGE-
DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29 Desember 2023. Piutang tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol
persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran dilaksanakan secara
bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow DGE.
35
Page 39
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. Utang lain-lain (Lanjutan)
b. DMW (Lanjutan)
DMW menerima pinjaman dari DGE pada tanggal 30 Desember 2024 yang telah dinyatakan pada
Addendum III Perjanjian Utang Piutang No.213/DGE-DMW/PHP/XII/2024 sebesar
Rp88.425.009.260. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan
tanpa biaya tambahan lainnya.
Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pembaharuan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024
dengan Nomor: 225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT
Dwimukti Mitra Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk mengalihkan
atau memindahkan seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui perhitungan utang dengan
nilai Utang DMW ke DGE.
Sehingga saldo hutang DMW kepada DGE sebesar Rp11.574.205.810
c. TKP
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.284/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember
2022 TKP (Entitas Anak) mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar Rp2.110.516.548.
Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya
tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan
nominal yang disesuaikan dengan cash flow TKP.
TKP menerima pinjaman dari DGE pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah dinyatakan pada
Addendum II Perjanjian Utang Piutang No.217/TKP-DGE/PHP/XII/2024 sebesar Rp3.457.556.303.
Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya
tambahan lainnya.
Herman Herry Adranacus ("HHA")
a. DMW
Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No. 285/PHP/XII/2022 tanggal 30 Desember 2022, dimana
HHA setuju untuk memberikan pinjaman sebanyak-banyaknya Rp6.627.698.483 yang dapat
diterima sekaligus ataupun secara bertahap kepada DMW. Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan
bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan
keuangan DMW.
Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) No.279/HH-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29 Desember
2023, dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp5.627.698.483. Saldo
utang DMW per 31 Desember 2023 sebesar Rp5.627.698.483.
Perjanjian Utang No. 222/HH-DMW/PPH/XII/2024 tanggal 31 Maret 2025, dimana DMW mengakui
utang kepada pihak pertama sebesar Rp5.627.698.483. Saldo utang DMW per 31 Desember 2024
sebesar Rp5.627.698.483
Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya dengan
nominal yang disesuaikan dengan keuangan DMW.
b. TKP
Berdasarkan perjanjian utang piutang tertanggal 31 Desember 2018, PT Tanjung Karoso Permai
(Entitas Anak) memberikan pinjaman kepada HHA sebesar Rp1.000.000.000. Pinjaman tersebut
tidak dikenakan bunga dan tanpa jangka waktu pengembalian yang pasti.
36
Page 40
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. Utang lain-lain (Lanjutan)
Herman Herry Adranacus ("HHA") (Lanjutan)
b. TKP (Lanjutan)
Berdasarkan perjanjian, pihak peminjam akan membayar pinjaman tersebut secara bertahap setiap
bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan arus kas pihak peminjam. Sisa piutang per 31
Desember 2022 adalah sebesar Rp1.000.000.000 yang dicatat sebagai bagian dari piutang lain-
lain dan dinyatakan dalam Penegasan Perjanjian Hutang Piutang No.184A/PHP/XII/2021 tertanggal
31 Desember 2021. Piutang tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan
tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan
nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam. Berdasarkan Perjanjian
Pembaharuan Utang (Novasi) No.279/HH-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29 Desember 2023, HHA
telah melunasi pinjamannya kepada TKP sehingga saldo Piutang per 31 Desember 2023 adalah
Rp0 (nol rupiah)
PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM")
Utang DMW kepada SHM sebesar Rp 1.279.031.000 dan Rp1.300.031.000 pada 31 Maret 2025 dan
31 Desember 2024.
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No.193a/PHP/XII/2012 tertanggal 31 Desember 2021 SHM
mengakui dan menerima pinjaman dari DMW. Pinjaman tersebut diberikan untuk keperluan
operasional SHM dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
Sisa piutang per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp9.017.457 yang dicatat sebagai bagian dari
piutang lain-lain.
Berdasarkan Addendum III Perjanjian Hutang Piutang No.281/SHM-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal 29
Desember 2023 DMW telah menerima pinjaman dari SHM dari waktu ke waktu dan saat perjanjian
pada saat perjanjian ditandatangani total pinjaman adalah sebesar Rp935.707.000.
Adapun perincian jumlah pinjaman tersebut sebagai berikut:
1. Pinjaman untuk dana operasional sebesar Rp 385.707.000.
2. Biaya Jasa Manajemen (Management Fee) yang belum dibayar atas pengoperasian Sotis Hotel
sebesar Rp550.057.000. Terhadap biaya Jasa Manajemen (Management Fee) ini tidak dikenakan
biaya tambahan berupa denda dan/atau bunga atas keterlambatan pembayaran yang belum
dilakukan oleh DMW.
Berdasarkan Perjanjian Manajemen Hotel No.0012/CTR/SHM/VIII/2018 tanggal 1 Agustus 2018 antara
Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata) dengan PT Sotis Hotel Manajemen (SHM), bahwa Entitas
Anak bermaksud menggunakan merk Sotis, sistem manajemen serta jasa pengelolaan hotel dari
SHM. Jangka waktu perjanjian ini adalah selama periode 2 tahun mulai dari tanggal 1 Agustus 2018
sampai dengan 31 Juli 2020. Atas perjanjian ini, Entitas Anak membayar biaya pelaksanaan pekerjaan
yang terdiri dari incentive management fee sebesar Rp70.000.000 setiap bulan untuk masing-masing
hotel. Selain itu, Entitas Anak wajib mencadangkan 3% dari GOP (Gross Operating Profit) hotel setiap
bulannya sebagai cadangan untuk penggantian, penambahan dan penyempurnaan alat terpasang dan
perlengkapan hotel. Di tahun 2023 dan 2022, Entitas Anak membayar jasa manajemen kepada SHM
masing-masing sebesar Rp1.800.000.000 dan Rp1.800.000.000 yang dicatat sebagai “Jasa
Manajemen” sebagai bagian dari Beban Umum dan Administrasi (Catatan 27).
37
Page 41
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. Utang lain-lain (Lanjutan)
PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM") (Lanjutan)
Berdasarkan Addendum IV Perjanjian Hutang Piutang No.220/SHM-DMW/PHP/XII/2024 tertanggal 31
Desember 2024 DMW telah menerima pinjaman dari SHM sebesar Rp1.306.031.000.
Adapun perincian jumlah pinjaman tersebut sebagai berikut:
1. Pinjaman untuk dana operasional sebesar Rp 538.031.000.
2. Biaya Jasa Manajemen (Management Fee) yang belum dibayar atas pengoperasian Sotis Hotel
sebesar Rp762.000.000. Terhadap biaya Jasa Manajemen (Management Fee) ini tidak dikenakan
biaya tambahan berupa denda dan/atau bunga atas keterlambatan pembayaran yang belum
dilakukan oleh DMW.
13. UTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:
a. Berdasarkan pemasok
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Rupiah
Sari Alam Supplier 114.624.930 83.511.154
PT Sahih Mitra Sinergi 47.811.175 14.902.350
CV Jasa Boga Niaga 41.800.300 10.290.100
PLN 36.599.521 -
PT Rumah Duta Pangan 35.536.425 43.989.255
Makmur Stand Buah 28.328.725 10.649.695
Jeng Rince Kitchen 27.750.000 11.634.000
PT Seiga Plus Energy 19.500.000 17.800.000
PT Fitra Food International 18.928.215 15.192.133
CV Maju Bersama Meat Shop 17.288.700 -
PT Budi Jaya Amenities 14.608.000 -
Pastry The Maleo 14.284.830 20.533.480
Semoga Berkah 13.684.000 -
Mpo Muhayah 13.537.000 -
PT Jayasegar Berkah Mandiri 12.156.000 -
CV Santi Jaya Lestari 11.987.000 16.825.000
PT Paskomnas Niaga Utama - 16.161.454
PT Sentral Sari Prima Sentosa - 15.186.000
PT Yuza Graha Gemilang Raya - 18.482.750
Pratama Laundry & Dry Cleaning - 11.581.500
Lain-lain (Saldo dibawah Rp10.000.000) 270.388.309 176.265.197
738.813.130 483.004.068
38
Page 42
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG USAHA (Lanjutan)
b. Berdasarkan umur
Rincian utang usaha dikategorikan berdasarkan tanggal tertagih adalah sebagai berikut :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
0 - 30 hari 389.766.762 268.502.172
31 - 60 hari 184.448.841 100.481.677
61 - 90 hari 54.202.850 23.649.541
> 90 hari 110.394.677 90.370.677
Jumlah 738.813.130 483.004.067
Seluruh utang usaha kepada pihak ketiga merupakan utang kepada pemasok dalam mata uang
Rupiah per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024. Seluruh utang usaha berjangka waktu 30 sampai
dengan 120 hari dan tanpa jaminan.
14. UTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari:
a. Berdasarkan pemasok
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Rupiah
PT Asuransi Central Asia - 39.797.164
Lainnya 1.840.992 118.931.243
1.840.992 158.728.407
Pihak berelasi (catatan 12d) 113.163.832.956 108.395.778.230
Jumlah 113.165.673.948 108.554.506.637
Bagian lancar 1.280.871.992 1.458.759.407
Bagian tidak lancar 111.884.801.956 107.095.747.230
113.165.673.948 108.554.506.637
Seluruh utang lain-lain kepada pihak berelasi dilakukan tanpa dikenakan bunga, tanpa jaminan dan
jatuh tempo sewaktu-waktu.
39
Page 43
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. BEBAN AKRUAL
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Jasa Pelayanan 518.325.325 600.236.472
Kerusakan dan Penggantian 362.708.695 348.904.780
Provisi 252.607.286 218.507.172
Jasa Profesional 100.000.000 100.000.000
Komisi 54.103.595 71.743.578
Gaji dan Tunjangan 21.039.491 385.109.061
Pembelian aset - 118.640.000
Listrik - 77.548.025
Lain-lain dibawah Rp50.000.000 506.260.477 356.638.067
Jumlah 1.815.044.869 2.277.327.155
16. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar dimuka
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Perusahaan
Pajak Pertambahan Nilai 4.815.137.632 4.790.913.030
Pasal 21 - 8.677.320
Entitas anak
Pasal 23 3.391.637 5.891.637
Jumlah 4.818.529.269 4.805.481.987
b. Utang pajak
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Perusahaan
Pasal 21 73.360.093 75.842.550
Pasal 23 548.000 818.001
Pasal 4 (2) 44.000.000 -
Entitas anak
Pajak pembangunan 1 100.878.154 289.253.175
Pasal 29 234.667.904 275.301.813
Pasal 21 49.694.106 64.411.616
Pasal 23 13.256.919 16.103.819
Jumlah 516.405.176 721.730.974
c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pajak Kini
Anak - (478.471.358)
Penyesuaian Tahun Lalu - 1.963.745
Tangguhan
Perusahaan - (96.345.678)
Anak - 113.643.160
Jumlah - (459.210.131)
40
Page 44
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (Lanjutan)
c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan (Lanjutan)
Rekonsiliasi antara laba sebelum Pajak Penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif, dengan taksiran laba fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan
31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Laba sebelum Pajak Penghasilan konsolidasian - (16.154.525.157)
Laba sebelum Pajak Penghasilan - Entitas anak - 5.970.027.232
Laba sebelum Pajak Penghasilan Perusahaan - (10.184.497.925)
Beda waktu:
Selisih Penyusutan Aset Tetap Komersial dan Fiskal - 1.716.091.422
Beban Imbalan Kerja - - 437.934.900
Realisasi Pembayaran Manfaat - -
Jumlah beda waktu - 1.278.156.522
Beda tetap:
Jasa giro - (556.062)
Pendapatan Lain-lain - -
Beban Penyusutan Aset Tetap yang Tidak Diakui oleh Fiskal - -
Beban yang tidak dapat dikurangkan lain-lain - 625.960.919
Jumlah beda tetap - 625.404.857
Taksiran Rugi Fiskal - (8.280.936.546)
Rugi Fiskal Tahun sebelumnya:
Tahun 2019 - -
Tahun 2020 - (8.273.978.141)
Tahun 2021 - (8.912.287.273)
Tahun 2022 - (9.302.166.990)
Tahun 2023 - (8.167.893.601)
Taksiran Akumulasi Rugi Fiskal - (42.937.262.551)
Rugi fiskal Perusahaan dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak untuk periode lima tahun
mendatang sejak kerugian fiskal terjadi. Namun, Manajemen berpendapat bahwa Perusahaan tidak
akan memiliki laba kena pajak yang mengakibatkan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat digunakan
sebelum tanggal kadaluarsanya, sehingga aset pajak tangguhan atas rugi fiskal tersebut tidak diakui.
Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan konsolidasian dengan taksiran rugi
fiskal Perusahaan diatas menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan.
41
Page 45
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (Lanjutan)
d. Aset Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset
dan liabilitas menurut komersial dengan ketentuan pajak, dengan rincian perhitungan sebagai berikut:
31 Maret 2025
Dikreditkan Dikreditkan
1 Januari 2025 (dibebankan) ke (dibebankan) ke 31 Maret 2025
laporan laba rugi penghasilan
komprehensif lain
Perusahaan
Liabilitas Pajak Tangguhan -
Bersih
Aset Tetap (26.264.355.311) - - (26.264.355.311)
Imbalan kerja 185.454.337 - - 185.454.337
Jumlah (26.078.900.974) - - (26.078.900.974)
Entitas Anak
Aset Pajak Tangguhan -
Bersih
Aset Tetap 1.974.039.026 - - 1.974.039.026
Cadangan penurunan piutang 915.735 - - 915.735
Imbalan kerja 157.676.049 - - 157.676.049
Amortisasi (113.361.593) - - (113.361.593)
Jumlah aset
pajak tangguhan 2.019.269.217 - - 2.019.269.217
Liabilitas Pajak Tangguhan -
Bersih
Aset Tetap (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Jumlah aset (liabilitas)
pajak tangguhan (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
31 Maret 2025
Dikreditkan Dikreditkan
1 Januari 2023 (dibebankan) ke (dibebankan) ke 31 Desember 2023
laporan laba rugi penghasilan
komprehensif lain
Konsolidasian
Aset Pajak Tangguhan
Entitas Anak :
PT Dwimukti Mitra Wisata 2.019.269.217 - - 2.019.269.217
Liabilitas Pajak Tangguhan
Perusahaan (26.078.900.974) - - (26.078.900.974)
Entitas Anak :
PT Tanjung Karoso Permai (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Liabilitas Pajak Tangguhan (53.626.451.774) (53.626.451.774)
Manfaat (Beban)
Pajak Tangguhan - -
42
Page 46
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Aset Pajak Tangguhan (Lanjutan)
31 Desember 2024
Dikreditkan Dikreditkan
1 Januari 2024 (dibebankan) ke (dibebankan) ke 31 Desember 2024
laporan laba rugi penghasilan
komprehensif lain
Perusahaan
Liabilitas Pajak Tangguhan -
Bersih
Aset Tetap (26.264.355.311) - - (26.264.355.311)
Imbalan kerja 298.683.673 (113.229.336) - 185.454.337
Jumlah (25.965.671.638) (113.229.336) - (26.078.900.974)
Entitas Anak
Aset Pajak Tangguhan -
Bersih
Aset Tetap 1.963.524.611 10.514.415 - 1.974.039.026
Cadangan penurunan piutang 1.170.163 (254.428) - 915.735
Imbalan kerja 34.700.794 142.552.628 (19.577.373) 157.676.049
Amortisasi (91.075.796) (22.285.797) - (113.361.593)
Jumlah aset
pajak tangguhan 1.908.319.772 130.526.818 (19.577.373) 2.019.269.217
Liabilitas Pajak Tangguhan -
Bersih
Aset Tetap (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Jumlah aset (liabilitas)
pajak tangguhan (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
31 Desember 2024
Dikreditkan Dikreditkan
1 Januari 2024 (dibebankan) ke (dibebankan) ke 31 Desember 2024
laporan laba rugi penghasilan
komprehensif lain
Konsolidasian
Aset Pajak Tangguhan
Entitas Anak :
PT Dwimukti Mitra Wisata 1.908.319.772 130.526.818 (19.577.373) 2.019.269.217
Liabilitas Pajak Tangguhan
Perusahaan (25.965.671.638) (113.229.336) - (26.078.900.974)
Entitas Anak :
PT Tanjung Karoso Permai (27.547.550.800) - - (27.547.550.800)
Liabilitas Pajak Tangguhan (53.513.222.438) (53.626.451.774)
Manfaat (Beban)
Pajak Tangguhan 17.297.482 (19.577.373)
43
Page 47
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Pengampunan Pajak
Pada tahun 2017 dan 2016, Perusahaan dan Entitas Anak ikut berpartisipasi dalam program
pengampunan pajak. Perusahaan dan Entitas Anak telah melaporkan Surat Pernyataan Harta untuk
Pengampunan Pajak (SPHPP) kepada Direktorat Jenderal Pajak antara tanggal 28 September 2016
sampai dengan 31 Maret 2017. Aset dan liabilitas pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh
Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:
Jenis Aset/Liabilitas Jumlah
Kas 22.205.650.000
Bank 16.857.636
Investasi dalam saham 2.500.000.000
Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan 4.950.000.000
Tanah 41.899.430.000
Bangunan 4.176.000.000
Kendaraan 1.798.600.000
Utang Bank (516.930.801)
Utang Lain-lain (11.850.000.000)
Liabilitas Sewa Pembiayaan (80.846.577)
Jumlah 65.098.760.258
Seluruh aset dan liabilitas terkait dengan pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh Perusahaan
dan Entitas Anak telah diakui, diukur dan dibukukan sesuai dengan kriteria yang ditentukan dalam UU
No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.
Perusahaan dan Entitas Anak membayar uang tebusan sebesar Rp197.500.000 pada tahun 2017 dan
dicatat sebagai bagian dari Beban Pajak dalam akun Penghasilan (Beban) Lain-lain.
f. Ketetapan Pajak
Pada 31 Desember 2024, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (”STP”) untuk berbagai jenis
pajak tahun fiskal 2021 yang menyatakan sanksi administrasi atas keterlambatan pelaporan sebesar
Rp 4.668.579. Perusahaan telah menyetujui tagihan pajak tersebut dan dicatat sebagai beban pajak
pada laba atau rugi tahun 2024.
Jenis Pajak Periode Pajak No. SKP Jumlah SKP
PPH Desember 2021 00026/103/21/019/24 1.657.929
PPH Desember 2021 00072/101/21/019/24 3.010.650
44
Page 48
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
f. Ketetapan Pajak (Lanjutan)
Pada 31 Desember 2023, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (”STP”) untuk berbagai jenis
pajak tahun fiskal 2019 dan 2020 yang menyatakan sanksi administrasi atas keterlambatan pelaporan
sebesar Rp 3.000.000. Perusahaan telah menyetujui tagihan pajak tersebut dan dicatat sebagai beban
pajak pada laba atau rugi tahun 2023.
Jenis Pajak Periode Pajak No. SKP Jumlah SKP
PPH Maret 2020 00056/140/20/054/23 100.000
PPH November 2020 00057/140/20/054/23 100.000
PPH September 2020 00112/103/20/054/23 100.000
PPH November 2020 00113/103/20/054/23 100.000
PPH Desember 2020 00114/103/20/054/23 100.000
PPN April 2020 00195/107/20/054/23 500.000
PPN Desember 2020 00196/107/20/054/23 500.000
PPN Maret 2020 00197/107/20/054/23 500.000
PPN Februari 2020 00198/107/20/054/23 500.000
PPN November 2020 00199/107/20/054/23 500.000
PPH Desember 2024 00180/101/24/054/25 28.773
g. Administrasi
Undang-undang perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa Perusahaan menghitung,
menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang secara individu. Berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, DJP dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak
terutang dalam jangka waktu 5 (lima) tahun.
Pemerintah mengurangi tarif Pajak Penghasilan Badan menjadi 22% untuk tahun 2020-2021 dan 20%
untuk tahun 2022 dan seterusnya, sesuai dengan Pasal 5 bagian 1 dari Perppu No. 1 tahun 2020.
Kebijakan ini mulai berlaku sejak 31 Maret 2020, setelah dikeluarkannya Peraturan sebagai Pengganti
Undang-Undang tentang Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Sistem Keuangan
sehubungan dengan Wabah Virus Corona 2019 (“COVID-19”) dan/atau untuk mengantisipasi
ancaman yang akan membahayakan Ekonomi Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Negara.
Perpu tersebut telah diundangkan dalam Undang-undang No. 2 Tahun 2020 yang berlaku efektif 18
Mei 2020.
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7
Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (“UU HPP”). Aturan tersebut menetapkan tarif
pajak penghasilan badan menjadi sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan
seterusnya.
17. UTANG BANK
31 Maret 2025 31 Desember 2024
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 56.650.000.000 58.900.000.000
Dikurangi:
Biaya Transaksi Utang Bank yang Belum
Diamortisasi (288.653.220) (312.681.816)
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun (9.208.131.306) (8.905.873.087)
Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun 47.153.215.474 49.681.445.097
45
Page 49
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (Lanjutan)
Entitas Anak
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Berdasarkan Perjanjian Kredit No.240/JRM/PK-KI/2017 tanggal 15 Desember 2017 antara PT Dwimukti
Mitra Wisata (Entitas Anak) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Entitas Anak mendapatkan
Fasilitas Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp100.000.000.000 untuk keperluan
refinancing pembiayaan Hotel Sotis Falatehan dan Sotis Residence Penjernihan berikut sarana
prasarana, mesin dan perlengkapan.
Jangka waktu kredit diberikan selama 144 bulan terhitung sejak tanggal 15 Desember 2017 sampai
dengan 14 Desember 2029. Pinjaman ini dikenakan bunga mengambang dan memiliki jadwal
pembayaran atas angsuran pokok setiap bulannya yang berkisar antara Rp300.000.000-Rp1.300.000.000
per bulan selama jangka waktu kredit. Tingkat suku bunga yang dikenakan atas pinjaman di tahun 2023
dan 2022 adalah sebesar 12% per tahun.
Jaminan yang diberikan atas fasilitas kredit tersebut adalah:
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1458/melawai seluas 523 m2 di Jalan Falatehan I No.21 dan 22,
Jakarta Selatan yang terdaftar atas nama PT Satria Mega Kencana (Perusahaan).
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1256/bendungan hilir seluas 567 m2 di Jalan Penjernihan I No.10B,
Jakarta Pusat yang terdaftar atas nama PT Dwimukti Graha Elektrindo.
- Jaminan perusahaan oleh PT Satria Mega Kencana (Perusahaan) dan PT Dwimukti Graha Elektrindo.
- Jaminan perorangan oleh Vonny Kristiani.
Jumlah pembayaran pokok pinjaman atas fasilitas tersebut sebesar Rp2.250.000.000 dan
Rp1.950.000.000 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024.
Saldo utang pinjaman per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp
56.361.346.780 dan Rp 58.587.318.184 .
Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas
Anak yaitu:
a. Mengubah bentuk atau status hukum Entitas Anak, anggaran dasar, memindah tangankan saham
Entitas Anak yang mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan;
b. Mengubah susunan pengurus, direksi, komisaris dan kepemilikan saham Entitas Anak;
c. Mengadakan merger dan/atau konsolidasi;
d. Melakukan akuisisi/pengambilalihan aset milik pihak ketiga;
e. Mengijinkan pihak lain menggunakan Entitas Anak untuk kegiatan pihak lain;
f. Melunasi seluruh atau sebagian utang ke pemegang saham atau perusahaan afiliasi;
g. Menjual atau menyewakan harta kekayaan atau barang-barang agunan;
h. Melakukan interfinancing dengan perusahaan afiliasi, induk, entitas anak tanpa underlying transaction;
i. Mengalihkan seluruh atau sebagian hak dan kewajiban berdasarkan perjanjian kredit kepada pihak
lain;
j. Menggunakan dana Entitas Anak untuk tujuan diluar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit;
k. Menerima fasilitas kredit baru dari bank lain;
46
Page 50
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (Lanjutan)
Entitas Anak (Lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Lanjutan)
Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas
Anak yaitu: (lanjutan)
l. Mengikatkan diri sebagai penjamin dan menjaminkan harta kekayaan yang telah dijaminkan kepada
pihak lain;
m. Membayar dividen;
n. Melakukan likuidasi;
o. Melakukan investasi yang melebihi proceed Entitas Anak;
p. Membuka usaha baru yang tidak terkait dengan usaha yang telah ada;
q. Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar, namun tidak terbatas pada:
- Mengadakan atau membatalkan kontrak yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha.
- Mengadakan kerjasama yang mengancam keberlangsungan usaha.
- Mengadakan transaksi dengan pihak lain dengan cara-cara yang berada di luar kebiasaan yang
wajar.
Disamping itu, terdapat juga rasio-rasio keuangan yang harus dipenuhi oleh Entitas Anak yaitu:
a. Current Ratio (Rasio Lancar) minimal 1 kali;
b. Debt to Equity Ratio maksimal 2,5 kali;
c. Debt Service Coverage minimal 100%.
Per tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, rasio-rasio keuangan DMW (Entitas Anak) sebagai
berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Current Ratio 0,62 kali 0,64 kali
Debt to Equity Ratio -1,20 kali -1,19 kali
Debt Service Coverage -11,94% 15,11%
Per tanggal 31 Maret 2025, Perusahaan belum dapat memenuhi batasan atas syarat Rasio Lancar, Debt
to Equity Ratio (DER) dan Debt Service Coverage (DSCR).
Pada tanggal 17 Juli 2018, Entitas Anak mendapatkan surat tertulis dari BNI No.JRM/1/365/R terkait
batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak, yaitu membayar dividen.
Berdasarkan surat tersebut, Entitas Anak dapat membagi dividen tanpa persetujuan BNI selama Entitas
Anak masih memenuhi financial convenant yang ditetapkan oleh BNI. Pemberitahuan wajib dilakukan 7
hari kerja sebelum tanggal efektif pembayaran dividen.
47
Page 51
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. LIABILITAS SEWA PEMBIAYAAN
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Jumlah utang sewa guna usaha 137.375.000 153.860.000
Pembayaran (65.940.000) (65.940.000)
71.435.000 87.920.000
Dikurangi:
Bagian jangka pendek 65.940.000 65.940.000
Bagian jangka panjang 5.495.000 21.980.000
Liabilitas sewa pembiayaan merupakan sewa pembiayaan kepada Bank Central Asia yang dilakukan oleh
entitas anak DMW pada unit Sotis Falatehan untuk kendaraan operasional. Jangka waktu nya adalah 3
tahun dengan bunga 2,66% setiap tahunnya
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Perusahaan dan Entitas Anak mencatat liabilitas imbalan pasca kerja sesuai UU CIPTAKERJA
No.11/2020 berdasarkan perhitungan aktuaris independen, Kantor Konsultan Aktuaria Arya Bagiastra
yang dalam laporannya tertanggal 29 Februari 2024 dan 14 Maret 2023 untuk perhitungan per 31 Maret
2025 dan 31 Desember 2024 dengan menggunakan metode Proyeksi Kredit Unit, dengan asumsi sebagai
berikut :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Usia pensiun normal - 55 tahun
Tingkat bunga diskonto (per tahun) - 6,91% - 7,10%
Tingkat kenaikan gaji (per tahun) - 10,00%
Tingkat kematian - TMI IV
Tingkat cacat dari tingkat kematian - 10% dari TMI IV
Beban imbalan pasca kerja karyawan untuk 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Biaya jasa kini - 196.911.154
Biaya bunga liabilitas manfaat pasti, neto - 98.491.004
Biaya terminasi - (12.244.159)
Pengakuan Segera dari Biaya Jasa Lalu yang Vested - 431.267.281
Jumlah - 714.425.280
Mutasi liabilitas manfaat karyawan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal - 1.515.385.440
Beban yang diakui di laporan laba rugi - 714.425.280
Pembayaran tahun berjalan - -
Kurtailmen - (593.381.748)
Penyesuaian liabilitas atas pengakuan masa kerja lalu - (76.743.902)
Jumlah - 1.559.685.070
48
Page 52
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (Lanjutan)
Jumlah tercantum pada laporan posisi keuangan yang timbul dari liabilitas Entitas dalam rangka liabilitas
imbalan pasca kerja adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Nilai kini liabilitas imbalan pasti 1.559.685.070 1.559.685.070
Jumlah 1.559.685.070 1.559.685.070
Analisa sensitivitas kuantitatif untuk asumsi-asumsi yang signifikan pada tanggal 31 Maret 2025 adalah
sebagai berikut:
Pengaruh atas nilai kini liabilitas
Keterangan Persentase (%)
imbalan pasca kerja
Tingkat diskonto
Kenaikan 1,00% 1.466.376.494
Penurunan 1,00% 1.663.970.521
Kenaikan gaji di masa depan
Kenaikan 1,00% 1.653.745.117
Penurunan 1,00% 1.473.561.099
20. JAMINAN PELANGGAN
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga 104.699.069 256.763.744
Jumlah 104.699.069 256.763.744
Jaminan Pelanggan merupakan uang muka atau deposit yang diberikan terlebih dahulu oleh pelanggan
sebelum menggunakan jasa hotel.
21. MODAL SAHAM
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.12 tertanggal 4 Mei 2018, para
pemegang saham Perusahaan telah menyetujui untuk:
- Meningkatkan modal dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp 10.000.000.000 menjadi sebesar Rp
240.000.000.000.
- Meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan dari semula sebesar
Rp10.000.000.000 yang terbagi atas 10.000 saham menjadi sebesar Rp60.000.000.000 yang terbagi
atas 60.000 saham. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan dilakukan dengan
menerbitkan saham baru dalam simpanan yaitu sebanyak 50.000 saham dengan nilai nominal sebesar
Rp1.000.000, seluruhnya diambil bagian dan disetor oleh Herman Herry Adranacus.
Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010228.AH.01.02. Tahun 2018
tanggal 8 Mei 2018.
49
Page 53
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM (Lanjutan)
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.27 tertanggal 9 Mei 2018, para
pemegang saham Perusahaan telah menyetujui untuk merubah nilai nominal saham Perusahaan dari
semula sebesar Rp 1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 100 per saham.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dalam Akta Notaris
Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.49 tertanggal 25 Juli 2018, para pemegang saham
Perusahaan telah menyetujui untuk:
1. Merubah jumlah saham yang dikeluarkan dalam simpanan/portepel Perusahaan yang akan
ditawarkan/dijual ke masyarakat melalui Penawaran Umum dari semula sebanyak-banyaknya
150.000.000 saham baru menjadi sebanyak-banyaknya 400.000.000 saham baru dengan nilai nominal
masing-masing saham sebesar Rp100, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang
berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang berlaku.
2. Menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma
kepada masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran Umum, dan waran ini dapat
dialihkan dan/atau diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut, dengan memperhatikan
peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa
Efek di Indonesia yang berlaku.
3. Mencatatkan Waran Seri I dan saham-saham hasil pelaksanaan Waran Seri I pada Bursa Efek
Indonesia serta mendaftarkan saham-saham Perusahaan dalam Penitipan Kolektif sesuai dengan
Peraturan Kustodian Sentral Efek Indonesia.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No.59 tanggal 21 September 2018 dan Akta
Hibah Saham No.60 tanggal 22 September 2018 dari Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn.,
para pemegang saham Perusahaan menyetujui pengalihan saham dalam Perusahaan yang dimiliki oleh
Herman Herry Adranacus kepada Stevano Rizki Adranacus sebanyak 240.000.000.
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
Perusahaan No. AHU-AH.01.03-0245655 tanggal 24 September 2018.
Berdasarkan Laporan dari Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora, susunan pemegang saham
per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
Jumlah saham
Persentase
Pemegang Saham ditempatkan dan Jumlah
kepemilikan (%)
disetor penuh
Herman Herry Adranacus 260.000.000 26,00% 26.000.000.000
Stevano Rizki Adranacus 247.967.600 24,80% 24.796.760.000
Indjun 143.375.700 14,33% 14.337.570.000
Vonny Kristiani 99.000.000 9,90% 9.900.000.000
Cindy Angelina Adranacus 1.000.000 0,10% 100.000.000
Masyarakat 248.660.679 24,87% 24.866.067.900
Jumlah 1.000.003.979 100,00% 100.000.397.900
50
Page 54
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM (Lanjutan)
Sesuai dengan Daftar Pemegang Saham per tanggal 31 Desember 2024, jumlah saham yang telah
dikeluarkan oleh Perseroan dalam rangka pelaksanaan Waran sampai dengan tanggal 31 Desember
2024, adalah sebanyak 3.979 (tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham dengan nilai nominal
seluruhnya sebesar Rp397.900 (tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah), sehingga
jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan adalah sebanyak 1.000.003.979 (satu
milyar tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
Rp100.000.397.900 (seratus milyar tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah).
22. TAMBAHAN MODAL DISETOR
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Agio Saham - Penawaran Umum Perdana 26.000.000.000 26.000.000.000
Biaya Emisi Saham - Penawaran Umum Perdana (4.700.865.166) (4.700.865.166)
Subjumlah 21.299.134.834 21.299.134.834
Agio Saham - Saham Waran 1.989.500 1.989.500
Selisih Nilai Transaksi Rekstrukturisasi Entitas Sepengendali (6.809.670.464) (6.809.670.464)
Jumlah 14.491.453.870 14.491.453.870
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali merupakan tambahan modal disetor atas
peningkatan modal saham Perusahaan di Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata (DMW)). Peningkatan
dilakukan melalui pembelian saham DMW dari Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-
masing sebesar 1.250 lembar saham dan 1.200 lembar saham dengan harga beli seluruhnya sebesar
Rp2.450.000.000. Atas pembelian ini, timbul selisih antara harga pengalihan dengan proporsi nilai
liabilitas bersih entitas anak pada saat pembelian sebesar Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih
Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali.
23. KEPENTINGAN NON PENGENDALI
Kepentingan non pengendali atas aset bersih entitas anak per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Vonny Kristiani 9.801.924.280 9.852.844.416
Jumlah 9.801.924.280 9.852.844.416
Kepentingan non pengendali atas rugi bersih entitas anak:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Vonny Kristiani (50.920.136) (154.366.337)
(50.920.136) (154.366.337)
51
Page 55
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. KEPENTINGAN NON PENGENDALI (Lanjutan)
Mutasi kepentingan non pengendali adalah:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 9.852.844.416 10.007.115.249
Rugi Tahun Berjalan (50.920.136) (154.366.337)
Surplus Revaluasi Aset Tetap - -
Penghasilan Komprehensif Lain:
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja, Setelah Pajak - 95.504
9.801.924.280 9.852.844.416
24. PENDAPATAN USAHA
Penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Maret 2025 dan 2024 adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Pendapatan Hotel
Kamar 2.920.654.608 3.091.163.523
Makanan dan Minuman 1.481.602.985 1.412.308.109
Lain-lain 16.438.816 21.511.932
Subjumlah 4.418.696.409 4.524.983.564
Pendapatan Spa 31.867.149 25.391.736
Jumlah 4.450.563.558 4.550.375.300
Pendapatan kamar merupakan pendapatan atas penggunaan kamar hotel Sotis Falatehan, hotel Sotis
Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan makanan dan minuman merupakan pendapatan atas penjualan dari restoran dan bar hotel
Sotis Falatehan, hotel Sotis Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan dari telepon, laundry, business center, listrik dan parkir.
Tidak terdapat pendapatan dari pihak berelasi maupun pelanggan dengan transaksi lebih dari 10% total
nilai pendapatan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 2024.
52
Page 56
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Beban pokok pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Maret 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Beban Hotel
Gaji dan Tunjangan 781.458.502 848.601.682
Makanan dan Minuman 445.221.968 450.784.368
Reservasi 113.227.515 46.758.895
Perlengkapan Kantor dan Rumah 108.561.638 134.107.505
Pemeliharaan 71.158.397 83.633.064
Internet dan TV Kabel 68.416.597 77.508.313
Bahan Bakar 33.820.395 31.950.000
Penyisihan Perlengkapan dan Alat 11.719.753 14.909.674
Transportasi dan Perjalanan Dinas 2.774.510 1.553.000
Lain-lain 13.558.408 17.156.257
Subjumlah 1.649.917.683 1.706.962.758
Beban Operasional Spa 17.654.699 15.901.652
Jumlah 1.667.572.382 1.722.864.410
Sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 tidak terdapat
transaksi dengan pihak berelasi maupun transaksi dengan pemasok yang berjumlah lebih dari 10% dari
jumlah beban konsolidasian.
26. BEBAN PENJUALAN
Beban penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Maret 2025 dan 2024 adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Gaji dan tunjangan 156.146.761 133.637.133
Komisi 20.000.000 60.185.500
Iklan dan Promosi 18.184.018 7.205.457
Transportasi dan Perjalanan Dinas 17.951.580 20.500.226
Lain-lain dibawah Rp10.000.000 20.567.071 19.248.962
Jumlah 232.849.430 240.777.278
53
Page 57
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Beban umum dan administrasi untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Maret 2025 dan 2024
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Gaji dan Tunjangan 1.936.837.255 2.052.374.087
Penyusutan dan Amortisasi (catatan 10) 1.633.879.325 1.630.096.499
Perbaikan dan Pemeliharaan 191.025.986 219.052.958
Jasa Manajemen 450.000.000 450.000.000
Listrik, Air dan Telekomunikasi 352.014.551 309.745.909
Perijinan dan Legalitas 210.865.625 141.106.072
Keamanan 206.264.400 50.100.000
Jasa Profesional 56.847.000 67.390.000
Asuransi 55.618.476 56.806.357
Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel 34.100.114 -
Transportasi dan Perjalanan Dinas 49.424.594 44.256.506
Administrasi Bank 23.351.777 -
Perlengkapan Kantor dan Rumah 21.820.340 12.717.472
Lainnya dibawah Rp50.000.000 151.086.509 115.667.991
Jumlah 5.373.135.952 5.149.313.851
28. BEBAN KEUANGAN
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Beban Bunga Pinjaman Bank 1.405.684.846 1.737.385.039
Beban Bunga dari Liabilitas Sewa Pembiayaan 1.315.800 1.315.800
Biaya Administrasi Bank 1.108.300 1.103.144
Jumlah 1.408.108.946 1.739.803.983
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau
disajikan dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau
karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal.
Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi
penggunaannya, piutang usaha, piutang lain-lain, uang muka pembelian, utang usaha, utang lain-lain,
beban yang masih harus dibayar, utang pembelian aset tetap dan liabilitas sewa kurang lebih sebesar
nilai wajarnya karena instrumen keuangan tersebut sebagian besar berjangka pendek.
54
Page 58
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)
Tabel berikut menyajikan aset dan liabilitas keuangan Entitas pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31
Desember 2024:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Nilai tercatat Nilai wajar Nilai tercatat Nilai wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 4.765.915.607 4.765.915.607 5.722.483.612 5.722.483.612
Piutang usaha 277.607.467 277.607.467 595.988.398 595.988.398
Piutang lain-lain 62.223.877 62.223.877 54.224.551 54.224.551
Aset lain-lain 1.200.000.000 1.200.000.000 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 6.305.746.951 6.305.746.951 7.572.696.561 7.572.696.561
Liabilitas Keuangan
Utang Usaha 738.813.130 738.813.130 483.004.068 483.004.068
Utang lain-lain 113.165.673.948 113.165.673.948 108.554.506.637 108.554.506.637
Beban akrual 1.815.044.869 1.815.044.869 2.277.327.155 2.277.327.155
Jaminan pelanggan 104.699.069 104.699.069 256.763.744 256.763.744
Pinjaman bank 56.361.346.780 56.361.346.780 58.587.318.184 58.587.318.184
Liabilitas sewa 1.625.625.070 1.625.625.070 1.625.625.070 1.625.625.070
Jumlah 173.811.202.866 173.811.202.866 171.784.544.858 171.784.544.858
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
terjadi:
a. Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau
b. Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar atas aset non-keuangan mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar dalam
menghasilkan keuntungan ekonomi dengan penggunaan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik aset
atau dengan menjualnya ke pelaku pasar yang lain yang akan menggunakan aset di kemampuan tertinggi
dan terbaik.
Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data
untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
PSAK 60, "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai
wajar dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut:
(i) Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat
1);
(ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau
liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari
harga) (tingkat 2), dan;
(iii) Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input
yang tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).
55
Page 59
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi
nilai pasar pada tanggal pelaporan. Instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 1.
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian tertentu. Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat diobservasi
sepanjang tersedia, dan seminimal mungkin mengacu pada estimasi. Apabila seluruh input signifikan atas
nilai wajar dapat diobservasi, instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 2.
Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi, maka
instrumen tersebut masuk ke dalam tingkat 3.
Entitas tidak mempunyai aset dan liabilitas keuangan yang diukur dan diakui pada nilai wajar (tingkat 1
dan 2). The Entity does not have financial asset and liability which is measured and recognized on fair
value (level 1 and 2). Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai
wajar dari setiap golongan instrumen keuangan Entitas:
1. Kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi pengguaannya, piutang usaha, dan piutang lain-lain.
Untuk aset keuangan yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, nilai tercatat aset keuangan
tersebut dianggap telah mencerminkan nilai wajar dari aset keuangan tersebut.
2. Utang usaha, utang lain-lain dan beban yang masih harus dibayar.
Seluruh liabilitas keuangan di atas merupakan liabilitas yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan
sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah mencerminkan nilai wajar.
3. Liabilitas sewa dan utang pembelian aset tetap
Liabilitas keuangan di atas memiliki suku bunga variabel yang disesuaikan dengan pergerakan suku
bunga pasar sehingga jumlah terutang liabilitas keuangan tersebut telah mendekati nilai wajar.
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko keuangan utama yang dihadapi oleh Grup adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang
dan risiko suku bunga. Grup mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko di
atas melalui pendekatan manajemen risiko.
(i) Risiko kredit
Risiko kredit adalah di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi
liabilitasnya dan mengakibatkan pihak lain mengalami kerugian keuangan.
Instrumen keuangan Grup yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas
di bank dan piutang usaha. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai tercatat atas
akun-akun tersebut.
Untuk risiko kredit yang berhubungan dengan bank, hanya bank-bank dengan predikat baik yang
dipilih. Selain itu, kebijakan Grup adalah untuk tidak membatasi eksposur hanya kepada satu institusi
tertentu, sehingga Grup memiliki kas dan setara kas di bank dan piutang di berbagai institusi
(catatan 4, 5, 6 dan 12).
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Kas dan setara kas 4.765.915.607 5.722.483.612
Piutang usaha 277.607.467 595.988.398
Piutang lain-lain 62.223.877 54.224.551
Aset lain-lain 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 6.305.746.951 7.572.696.561
Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum Grup terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai
tercatat masing-masing kategori aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan.
56
Page 60
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Tabel berikut menganalisis aset keuangan berdasarkan jatuh tempo:
31 Maret 2025
Belum jatuh Jatuh Tempo
Jumlah
tempo < 30 hari 30 - 90 hari > 90 hari
Kas dan
Setara Kas - 4.765.915.607 - - 4.765.915.607
Piutang usaha - 155.838.551 125.930.350 - 281.768.901
Piutang lain-lain - - - - -
Aset lain-lain - - - 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah - 4.921.754.158 125.930.350 1.200.000.000 6.247.684.508
31 Desember 2024
Belum jatuh Jatuh Tempo
Jumlah
tempo < 30 hari 30 - 90 hari > 90 hari
Kas dan
Setara Kas - 5.722.483.612 - - 5.722.483.612
Piutang usaha - 155.838.551 125.930.350 - 281.768.901
Piutang lain-lain - 62.223.877 - - 62.223.877
Aset lain-lain - - - 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah - 5.940.546.040 125.930.350 1.200.000.000 7.266.476.390
(ii) Risiko likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko di mana Grup akan mengalami kesulitan dalam rangka memperoleh
dana untuk memenuhi komitmennya terkait dengan instrumen keuangan.
Liabilitas keuangan terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Utang usaha 738.813.130 483.004.068
Beban akrual 1.815.044.869 2.277.327.155
Liabilitas sewa 71.435.000 87.920.000
Utang lain-lain 113.165.673.948 108.554.506.637
Pinjaman bank 56.361.346.780 58.587.318.184
Jumlah 172.152.313.727 169.990.076.044
Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas yang mencukupi untuk memungkinkan
Grup dalam memenuhi komitmen Grup untuk operasi normal Grup. Selain itu Grup juga melakukan
pengawasan proyeksi dan arus kas aktual secara terus menerus serta pengawasan tanggal jatuh
tempo aset dan liabilitas keuangan.
(iii) Risiko nilai tukar mata uang asing
Risiko mata uang adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai
tukar nilai mata uang asing.
Grup melakukan transaksi-transaksi dengan menggunakan mata uang asing, diantaranya adalah
transaksi penjualan, pembelian dan pinjaman Entitas. Entitas harus mengkonversikan Rupiah ke
mata uang asing, terutama Dolar Amerika Serikat, untuk memenuhi kebutuhan liabilitas dalam mata
uang asing pada saat jatuh tempo. Fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang Dolar
Amerika Serikat dapat memberikan dampak pada kondisi keuangan Entitas.
57
Page 61
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Grup mengelola risiko mata uang dengan melakukan pengawasan terhadap fluktuasi nilai tukar mata
uang secara terus-menerus sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat untuk mengurangi risiko
mata uang.
(iv) Risiko suku bunga
Risiko suku bunga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan suku
bunga pasar.
Grup memiliki risiko bunga terutama karena melakukan pinjaman. Grup melakukan pengawasan
terhadap dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Grup.
Utang yang berdampak bunga terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Utang bank 56.361.346.780 58.587.318.184
Liabilitas sewa 71.435.000 87.920.000
Jumlah 56.432.781.780 58.675.238.184
(v) Risiko harga
Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga pasar,
terlepas apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen individual
atau penerbitnya atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrumen yang diperdagangkan di
pasar.
Perusahaan mengelola risiko harga dengan melakukan pengawasan internal oleh manajemen
secara berkelanjutan.
31. PENGELOLAAN MODAL
Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat
untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Grup dipersyaratkan oleh Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, efektif sejak
2007, untuk mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh ke
dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut telah
dipertimbangkan oleh Grup bahwa pembentukan dana cadangan belum bisa dilakukan.
Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, bila diperlukan, berdasarkan
perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat
mengusahakan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses
selama tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
Grup mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit, dengan membagi jumlah utang yang
berdampak bunga dengan jumlah ekuitas. Kebijakan Grup adalah menjaga rasio pengungkit dalam
kisaran dari perusahaan terkemuka di Indonesia untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada
biaya yang rasional. Termasuk dalam total pinjaman berdampak bunga adalah liabilitas sewa dan utang
pembelian aset tetap.
58
Page 62
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. PENGELOLAAN MODAL (Lanjutan)
Rasio pengungkit pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Utang bank 56.361.346.780 58.587.318.184
Liabilitas sewa 71.435.000 87.920.000
Dikurangi: Kas dan setara kas (4.765.915.607) (5.722.483.612)
Utang Bersih 51.666.866.173 52.952.754.572
Jumlah Ekuitas 190.889.373.960 194.987.705.009
Rasio pengungkit 27,07% 27,16%
33. RUGI PER SAHAM DASAR
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Rugi untuk perhitungan Rugi Bersih per saham (4.021.526.719) (4.262.636.990)
Jumlah Lembar Saham
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa yang Beredar
untuk perhitungan Rugi Bersih per saham Dasar 1.000.000.000 1.000.000.000
Pengaruh Efek Berpotensi Saham Biasa yang Dilutif -
Waran 199.996.021 199.996.021
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa untuk
Perhitungan Rugi Bersih per Saham Dilusian 800.003.979 800.003.979
Rugi per saham:
- Dasar (4,02) (4,26)
35. KELANGSUNGAN USAHA
Perusahaan menjalankan kegiatan usahanya melalui Entitas Anak yaitu DMW dan TKP. DMW
bekerjasama dengan pemilik merk Sotis Hotel, yang merupakan operator dari 3 hotel yang dimiliki oleh
Perusahaanya itu Sotis Hotel Falatehan Jakarta, Sotis Residence Perjernihan Jakarta dan Sotis Villa
Canggu Bali. TKP memiliki aset tanah dan akan mengoperasikan kawasan di Tanjung Karoso, Sumba
Barat Daya.
DMW sebagai pemegang kendali perhotelan akan terus mengembangkan perhotelan dari aset yang
dimiliki oleh Perusahaan di masa yang akan datang. Pencapaian dan rencana manajemen di dalam
upaya mengembangkan perhotelan, sebagai berikut:
1. Mengeksplorasi penawaran produk dan jasa yang inovatif, di luar produk kamar hotel, makanan dan
minuman melalui pengoptimalan lahan dan ruang yang dimiliki di seluruh properti dengan:
• Perluas varian produk dan jasa diluar kamar, makanan, dan minuman;
• Optimalisasi pemanfaatan ruang di seluruh aset;
• Berkolaborasi dengan pihak ketiga untuk formulasi produk dan jasa baru.
2. Mengimplementasikan program peningkatan dan renovasi aset untuk meningkatkan kualitas aset
properti guna memperpanjang masa penggunaannya dengan:
• Renovasi aset (yang sedang berlangsung);
• Implementasi Rencana Pembaharuan dan Perbaikan Properti;
• Standarisasi desain dan interior;
59
Page 63
PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. KELANGSUNGAN USAHA (Lanjutan)
TKP akan berfungsi untuk mewujudkan rencana strategis Perusahaan jangka waktu panjang dalam
meningkatkan zona pariwisata di Tanjung Karoso, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.
36. PERISTIWA SIGNIFIKAN
a. Perjanjian sewa
Hotel Sotis
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 212/LGL-PSM/XII/2024 tanggal 30
Desember 2024, Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Falatehan I Nomor 21-22,
Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang dipakai untuk Hotel Sotis Falatehan.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat
diperpanjang setiap tahun berikutnya.
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 210/LGL-PSM/XII/2024 tanggal 30
Desember 2024., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Raya Kayu Tulang, Banjar
Kayu Tulang, Canggu, Kuta Utara, Badung yang dipakai untuk Sotis Villa Canggu.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat
diperpanjang setiap tahun berikutnya.
Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 211/LGL-PSM/XII/2022 tanggal 30
Desember 2024., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Penjernihan I No. 10B,
Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang dipakai untuk Sotis Residence Penjernihan.
Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat
diperpanjang setiap tahun berikutnya.
b. Peristiwa Kontinjensi
Peristiwa kontinjensi antara lain : karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi; estimasi dari dampak
keuangannya; indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu arus keluar
sumber daya; dan kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga tidak ada.
60
Names mentioned 53 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo
p.9
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×4
unresolved
org
PT Tanjung Karoso Permai
p.10 ×5
unresolved
org
PT Dwimukti Mitra Wisata
p.10 ×10
unresolved
person
Floreta Tane
· Direktur Utama
p.11 ×2
unresolved
—
Sorta Delima Rosida Elisabeth Cesilia
· Direktur
p.11 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.11
unresolved
person
Maskanah
· Anggota
p.11
unresolved
person
Margaretha
· Sekretaris Perusahaan
p.11 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.15 ×3
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.27 ×2
unresolved
org
KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan
p.28 ×2
unresolved
org
KJPP Pung's Zulkarnain
p.28 ×2
unresolved
org
Bank Bukopin Tbk
p.29 ×2
unresolved
org
PT Mitra Global Holiday
p.29
unresolved
org
PT Setia
p.33 ×2
unresolved
person
Ir. Aguson Rosano. MAPPI
p.34
unresolved
org
Bapepam-LK
p.34 ×2
unresolved
org
PT Dwimukti Graha Elektrindo Di
p.35
unresolved
org
PT Dwimukti Inti Boga
p.35
unresolved
org
PT Sotis Hotel Manajemen
p.35 ×5
unresolved
org
PT Sungai Mas Propertindo Di
p.35
unresolved
org
PT Dwimukti Graha Elektrindo
p.36 ×6
unresolved
org
PT SMK
p.36
unresolved
org
PT DMW
p.36
unresolved
org
PT TKP
p.36
unresolved
org
PT Satria Mega Kencana. Perjanjian
p.36 ×2
unresolved
org
PT Sahih Mitra Sinergi
p.41
unresolved
org
PT Rumah Duta Pangan
p.41
unresolved
org
PT Seiga Plus Energy
p.41
unresolved
org
PT Fitra Food International
p.41
unresolved
org
PT Budi Jaya Amenities
p.41
unresolved
org
PT Jayasegar Berkah Mandiri
p.41
unresolved
org
PT Paskomnas Niaga Utama
p.41
unresolved
org
PT Sentral Sari Prima Sentosa
p.41
unresolved
org
PT Yuza Graha Gemilang Raya
p.41
unresolved
person
Akta Notaris Christina Dwi Utami
p.52 ×6
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.53
unresolved
org
Menteri
p.53
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.53
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.