Skip to content
Back to announcement

LK SMK 310325.pdf

Financial statement Text extracted SOTS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 63

Page 1

          
Page 2
                            PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                               LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                PER 31 MARET 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


                                                     ASET

                                                       Catatan         31 Maret 2025          31 Desember 2024
ASET LANCAR
  Kas dan Setara Kas                                     2g, 4              4.765.915.607         5.722.483.612
  Piutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih                  2h, 5                277.607.467           595.988.398
  Piutang Lain-Lain:
  - Pihak Ketiga                                         2h, 6                 62.223.877            54.224.551
  Persediaan                                             2i, 7                426.116.445           433.086.354
  Perlengkapan                                           2i, 8              1.642.791.203         1.632.681.211
  Pajak Dibayar Di Muka                                 2r, 16a             4.818.529.269         4.805.481.987
  Uang Muka dan Biaya Dibayar Di Muka:                     9                1.273.813.785           832.486.351

     Jumlah Aset Lancar                                                   13.266.997.653         14.076.432.464

ASET TIDAK LANCAR
  Piutang Pihak Berelasi                               2f, 6,12b                     -                      -
  Biaya Dibayar di Muka                                     9                    546.976              2.187.903
  Aset Tetap                                             2l, 10          402.362.114.930        403.844.523.031
  Aset Pajak Tangguhan                                  2r, 16d            2.019.269.217          2.019.269.217
  Aset Lain-lain                                           11              1.200.000.000          1.200.000.000

     Jumlah Aset Tidak Lancar                                            405.581.931.123        407.065.980.151

JUMLAH ASET                                                              418.848.928.776        421.142.412.615




                       Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                      bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini




                                                       1
Page 3
                               PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                  LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                   PER 31 MARET 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)


                                             LIABILITAS DAN EKUITAS

                                                          Catatan         31 Maret 2025          31 Desember 2024
LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Hutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih                   2n, 13a               738.813.130            483.004.068
   Utang Lain-Lain:
    - Pihak Ketiga                                           14a                   1.840.992           158.728.407
    - Pihak Berelasi                                       2f, 12b             1.279.031.000         1.300.031.000
   Utang Pajak                                               16b                 516.405.176           721.730.974
   Beban Akrual                                               15               1.815.044.869         2.277.327.155
   Jaminan Pelanggan                                          20                 104.699.069           256.763.744
   Liabilitas Jangka Panjang- Bagian yang jatuh
      tempo dalam Waktu Satu Tahun:
   - Utang Bank                                              17                9.208.131.306         8.905.873.087
    - Liabilitas Sewa Pembiayaan                           2s, 18                 65.940.000            65.940.000

     Jumlah Liabiltas Jangka Pendek                                          13.729.905.542         14.169.398.435

LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Utang Pihak Berelasi                                   12b, 14           111.884.801.956        107.095.747.230
   Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi
      Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu
      Satu Tahun:
    - Utang Bank                                             17              47.153.215.474         49.681.445.097
    - Liabilitas Sewa Pembiayaan                           2r, 18                 5.495.000             21.980.000
   Liabilitas Imbalan Pascakerja                           2t, 19             1.559.685.070          1.559.685.070
   Liabilitas Pajak Tangguhan                                                53.626.451.774         53.626.451.774
      Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                      214.229.649.274        211.985.309.171

     Jumlah Liabilitas                                                      227.959.554.816        226.154.707.606




                          Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                         bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini


                                                          2
Page 4
                            PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                               LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                PER 31 MARET 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)




                                                      Catatan         31 Maret 2025          31 Desember 2024
EKUITAS
  Modal Saham
    Modal Dasar 2.400.000.000 saham
      dengan nilai nominal Rp 100 per saham
    Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
    -1.000.003.979 lembar saham pada 31 Maret 2025
    dan 31 Desember 2024                                  21            100.000.397.900         100.000.397.900
  Tambahan Modal Disetor                                  22             14.491.453.870          14.491.453.870
  Surplus Revaluasi Aset Tetap                                          183.875.074.658         183.875.074.658
  Pendapatan Komprehensif Lainnya                                         1.630.418.401           1.630.418.401
  Saldo Laba Ditahan                                                   (118.909.895.149)       (114.862.484.236)

    Jumlah Ekuitas yang Dapat Didistribusikan
      kepada Pemilik Entitas Induk                                      181.087.449.680        185.134.860.593
        Kepentingan Non Pengendali                        23              9.801.924.280          9.852.844.416
  Jumlah Ekuitas                                                        190.889.373.960        194.987.705.009

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                           418.848.928.776        421.142.412.615




                      Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                     bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini




                                                      3
Page 5
                         PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
              LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
                      UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
                                      31 MARET 2025 DAN 2024
                          (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)




                                                     Catatan         31 Maret 2025            31 Maret 2024
PENDAPATAN
  Hotel                                                                   4.418.696.409           4.524.983.564
  Spa                                                                        31.867.149              25.391.736
    Jumlah Pendapatan                                 2q, 24              4.450.563.558           4.550.375.300

BEBAN POKOK PENDAPATAN
  Hotel                                                                  (1.649.917.683)         (1.706.962.758)
  Spa                                                                       (17.654.699)            (15.901.652)
    Jumlah Beban Pokok Pendapatan                     2q, 25             (1.667.572.382)         (1.722.864.410)

LABA KOTOR                                                                2.782.991.176           2.827.510.890

BEBAN USAHA
Beban Penjualan                                       2q, 26               (232.849.430)           (240.777.278)
Beban Umum dan Administrasi                           2q, 27             (5.373.135.952)         (5.149.313.851)
    Jumlah Beban Usaha                                                   (5.605.985.382)         (5.390.091.129)

RUGI USAHA                                                               (2.822.994.206)         (2.562.580.239)

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan Bunga                                                              9.130.995              56.417.350
Beban Keuangan                                          28               (1.408.108.946)         (1.739.803.983)
Lain-Lain - Bersih                                                          200.445.438             (16.670.118)
      Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain                                (1.198.532.513)         (1.700.056.751)


RUGI SEBELUM PAJAK FINAL DAN PAJAK                                       (4.021.526.719)         (4.262.636.990)
  PENGHASILAN
Pajak Final                                                                          -                        -

RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                           (4.021.526.719)         (4.262.636.990)
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan                                                   -                       -

RUGI TAHUN BERJALAN                                                      (4.021.526.719)         (4.262.636.990)




                       Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                      bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini




                                                       4
Page 6
                        PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
         LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
                      UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGA-TANGGAL
                                     31 MARET 2025 DAN 2024
                         (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)




                                                      Catatan         31 Maret 2025            31 Maret 2024
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
  Pos yang Tidak Akan Direklasifikasikan ke
    Laba Rugi:
    Surplus Revaluasi Aset Tetap                                                      -                        -
    Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja                                       -                        -
    Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Terkait                                         -                        -

  Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan                                        -                        -

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                                   (4.021.526.719)         (4.262.636.990)

RUGI TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
  DIATRIBUSIKAN KEPADA:
    Pemilik Entitas Induk                                                 (3.970.606.583)         (4.236.874.496)
    Kepentingan Non-Pengendali                                               (50.920.136)            (25.762.494)

     Jumlah                                                               (4.021.526.719)         (4.262.636.990)
                                                                                                             -
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT
  DIATRIBUSIKAN KEPADA:
    Pemilik Entitas Induk                                                 (3.970.606.583)         (4.236.874.496)
    Kepentingan Non-Pengendali                                               (50.920.136)            (25.762.494)

     Jumlah                                                               (4.021.526.719)         (4.262.636.990)

RUGI PER SAHAM DASAR                                     33                         (4,02)                 (4,24)




                        Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                       bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini




                                                        5
Page 7
                                                                        PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                                                         LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                                            UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGAL-TANGGAL 31 MARET 2025 DAN 2024
                                                                         (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                                    Surplus
                                                              Tambahan             Revaluasi        Komponen Ekuitas          Saldo Laba                             Kepentingan
                           Catatan      Modal Saham          Modal Disetor         Aset Tetap           Lainnya                 (Rugi)             Jumlah           Non-Pengendali     Jumlah Ekuitas

SALDO PER 31 DESEMBER 2023                100.000.397.900     14.491.453.870      183.875.074.658        1.561.103.217        (98.403.115.285)   201.524.914.360     10.007.115.249     211.532.029.609
Rugi Tahun Berjalan                                   -                  -                    -                    -           (4.236.874.496)    (4.236.874.496)       (25.762.494)     (4.262.636.990)
Pengukuran Kembali Liabilitas                                                                                                                                -
     Imbalan Kerja, Setelah Pajak                     -                  -                      -                   -                       -                -                  -                   -
Transaksi Ekuitas Lainnya                             -                                                             -                       -                -                  -                   -

SALDO PER 31 MARET 2024                   100.000.397.900     14.491.453.870      183.875.074.658        1.561.103.217       (102.639.989.781)   197.288.039.864      9.981.352.755     207.269.392.619
Rugi Tahun Berjalan                                   -                  -                    -                    -          (12.222.494.455)   (12.222.494.455)      (128.603.843)    (12.351.098.298)
Setoran Modal                                                                                                                             -                  -                                      -
Pengukuran Kembali Liabilitas                                                                                                                                -                                      -
     Imbalan Kerja, Setelah Pajak                     -                  -                      -                  -                      -                  -                  -                   -
Transaksi Ekuitas Lainnya                             -                                                     69.315.184                    -           69.315.184             95.504          69.410.688
SALDO PER 31 DESEMBER 2024                100.000.397.900     14.491.453.870      183.875.074.658        1.630.418.401       (114.862.484.236)   185.134.860.593      9.852.844.416     194.987.705.009
Penyesuaian Tahun Sebelumnya                          -                  -                    -                    -              (76.804.330)       (76.804.330)               -           (76.804.330)
Rugi Tahun Berjalan                                   -                  -                    -                    -           (3.970.606.583)    (3.970.606.583)       (50.920.136)     (4.021.526.719)
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan                                                                                                                        -
     Kerja, Setelah Pajak                             -                  -                      -                   -                       -                -                  -                   -
Transaksi Ekuitas Lainnya                             -                  -                                                                                   -                                      -

SALDO PER 31 MARET 2025                   100.000.397.900     14.491.453.870      183.875.074.658        1.630.418.401       (118.909.895.149)   181.087.449.680      9.801.924.280     190.889.373.960




                                                                     Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                                                                    bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini


                                                                                                     6
Page 8
                              PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
                                      LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
                          UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
                                            31 MARET 2025 DAN 2024
                               (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)



                                                            Catatan      31 Maret 2025        31 Maret 2024


ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Kas yang Diperoleh dari Pelanggan                                         4.356.273.810        3.922.126.737
  Kas yang Dibayarkan kepada Pemasok                                       (3.357.473.663)      (2.137.092.545)
  Kas yang Dibayarkan kepada Karyawan                                      (2.952.840.321)      (3.590.065.071)
  Kas yang dihasilkan dari operasi                                         (1.954.040.174)      (1.805.030.879)
  Penerimaan (Pembayaran):
    Penerimaan Bunga                                                            9.130.995          56.417.350
    Penerimaan (Pengeluaran) Kas Lainnya                                     (146.108.033)        (457.449.888)
    Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                           (2.091.017.212)      (2.206.063.417)


ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  Perolehan Aset Tetap                                         10             (14.039.000)          (7.775.000)
  Aset Tetap dalam Pembangunan                                 10            (137.432.224)        (267.381.000)
  Penjualan Aset Tetap                                                       191.351.351                   -
    Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                             39.880.127         (275.156.000)


ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  Pembayaran Liabilitas Sewa Pembiayaan                        18             (16.485.000)         (16.485.000)
  Pembayaran Utang Bank                                        17          (2.250.000.000)      (1.950.000.000)
  Peningkatan Utang Lain-Lain - Pihak Berelasi                              4.768.054.726        4.153.861.750
  Pembayaran bunga dari aktivitas pendanaan                 17, 18, 28     (1.407.000.646)      (1.738.700.839)
    Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                          1.094.569.080         448.675.911


PENINGKATAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                        (956.568.005)      (2.032.543.506)


KAS DAN SETARA KAS, AWAL PERIODE                              2g, 4         5.722.483.612      11.887.905.520


KAS DAN SETARA KAS, AKHIR PERIODE                             2g, 4         4.765.915.607        9.855.362.014




                         Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
                      bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini


                                                        7
Page 9
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1. UMUM
   a. Pendirian dan Informasi Umum
      PT Satria Mega Kencana Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris Ilmiawan Dekrit
      Supatmo, SH No.62 tanggal 16 Juni 2004. Anggaran Dasar Perusahaan telah disahkan oleh Menteri
      Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.C-
      10271HT.01.01.TH.2005 tanggal 14 April 2005.

      Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dilakukan
      berdasarkan Akta Notaris No. 167 tanggal 20 November 2024 oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum.,
      M.Kn., sehubungan dengan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”), antara
      lain tentang persetujuan pengeluaran saham dalam simpanan/portepel Perseroan dan
      menawarkan/menjual saham baru yang akan dikeluarkan dari portepel tersebut melalui Penawaran
      Umum kepada masyarakat. Perubahan ini telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak
      Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No.AHU-AH.01.09-0285089 tertanggal 6 Desember
      2024.

      Pada tanggal 7 Juni 2023, terdapat perubahan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, di mana
      kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang real estate yang di miliki sendiri atau di sewa; kawasan
      pariwisata; kawasan industri; real estate atas dasar balas jasa (fee ) atau kontrak; dan aktivitas
      perusahaan holding, dan perubahan dalam Pasal 17 ayat 5 Anggaran Dasar Perusahaan mengenai
      pengumuman laporan keuangan Perusahaan sebagaimana di muat dalam Akta No.75 tanggal 7 Juni
      2023. Perubahan dan penyesuaian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
      Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0036710.AH.01.02.TAHUN
      2023 tanggal 27 Juni 2023.

      Pada saat ini, Perusahaan melakukan kegiatan berupa real estate dan kawasan pariwisata yang juga
      melakukan investasi saham pada Entitas Anak.

      Kantor pusat Perusahaan terletak di Jl. Panglima Polim Raya No.28, Kelurahan Pulo, Kecamatan
      Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

      Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2013.
      Pemegang saham pengendali Perusahaan adalah Herman Herry Adranacus.

   b. Penawaran Umum

      Pada tanggal 23 Agustus 2018, melalui Surat Pengantar Pernyataan Pendaftaran No.097/SMK-
      DIR/VII/2018 serta perubahan terakhir yang disampaikan melalui Surat No. 160/SMK-DIR/XI/2018
      tanggal 28 November 2018, Perusahaan telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat melalui
      pasar modal sejumlah 400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga
      penawaran Rp165 per saham. Pada tanggal 30 November 2018, berdasarkan Surat Otoritas Jasa
      Keuangan No.S-171/D.04/2018, Perusahaan telah memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif
      Pernyataan Pendaftaran. Selisih lebih jumlah yang diterima dari pengeluaran saham terhadap nilai
      nominalnya sebesar Rp21.299.134.834 di catat dalam akun “Tambahan Modal Disetor” setelah
      dikurangi biaya emisi saham sebesar Rp4.700.865.166 (catatan 22). Pada tanggal 10 Desember 2018,
      seluruh saham Perseroan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.

      Pada tanggal 10 Desember 2018, Perusahaan menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya
      200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membeli saham baru dalam
      Penawaran Umum, dan waran ini dapat dialihkan dan/atau diperjualbelikan secara terpisah dari saham
      baru tersebut. Rincian waran seri I yang sudah dikonversi sejak tahun 2019 sampai dengan per 31
      Desember 2023 dengan mengisi tabel sebagai berikut:




                                                   6
Page 10
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                  Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                      31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1. UMUM (Lanjutan)
   b. Penawaran Umum (Lanjutan)
                                                               Nilai Nominal        Harga             Jumlah (Rp) (lembar saham x
          Nama Waran    Tanggal Konversi Lembar Saham
                                                                    (Rp)       Pelaksanaan (Rp)           harga pelaksanaan)

     Waran Seri I           11-07-2019                   5              100                     600                          3.000
     Waran Seri I           04-11-2020                  10              100                     600                          6.000
     Waran Seri I           11-02-2021                  50              100                     600                         30.000
     Waran Seri I           05-07-2021                  10              100                     600                          6.000
     Waran Seri I           30-11-2023                   4              100                     600                          2.400
     Waran Seri I           06-12-2023                 800              100                     600                        480.000
     Waran Seri I           07-12-2023               3.100              100                     600                      1.860.000
         Jumlah                                      3.979                                                               2.387.400

     Untuk waran yang belum diterbitkan sampai dengan batas waktu tanggal peralihan (7 Desember 2023)
     dengan jumlah 199.996.021 lembar waran tidak dilakukan konversi.

  c. Entitas Anak
     Per tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Perusahaan memiliki kepemilikan pada Entitas Anak berikut
     ini:

                                                                   Persentase         Tahun operasi            Jumlah aset
             Entitas Anak        Domisili      Jenis Usaha
                                                                kepemilikan efektif     komersial           sebelum eliminasi

                                                                                                      31 Mar 2025    31 Des 2024
     PT Tanjung Karoso Permai
     ("TKP")                  Jakarta       Belum beroperasi           90,00                -          136.658.386      136.628.846

     PT Dwimukti Mitra Wisata
     ("DMW")                  Jakarta       Perhotelan                 99,00              2013          14.002.416       13.437.211


     i.    Pendirian Entitas Anak
           Pada tanggal 14 Desember 2012, Perusahaan dan Vonny Kristiani mendirikan PT Tanjung Karoso
           Permai ("TKP") dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 90% dan 10% saham.

     ii. Pembelian Saham Entitas Anak
           Pada tanggal 31 Januari 2013, Perusahaan membeli saham PT Dwimukti Mitra Wisata ("DMW")
           dari Yudi Adranacus dan Herman Herry Adranacus masing-masing sebanyak 50 lembar saham
           (atau sebesar 1% kepemilikan dalam DMW) dan 2.450 lembar saham (atau sebesar 49%
           kepemilikan dalam DMW) sehingga kepemilikan saham Perusahaan setelah pembelian tersebut
           adalah sebesar 50% dan sisanya dimiliki oleh Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani
           masing-masing sebesar 25%. Nilai buku aset bersih entitas anak pada saat pembelian adalah
           sebesar Rp5.000.000.000 dan tidak ada Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
           Sepengendali yang dicatat terkait transaksi pembelian ini.

           Pada tanggal 29 Maret 2018, Perusahaan membeli 49% kepemilikan saham dalam DMW dari
           Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar saham (atau
           sebesar 25% kepemilikan dalam DMW) dan 1.200 lembar saham (atau sebesar 24% kepemilikan
           dalam DMW) dengan harga beli Rp1.000.000 per lembar saham dengan total sebesar
           Rp2.450.000.000. Setelah pembelian saham tersebut, kepemilikan saham Perusahaan adalah
           99% dan sisanya dimiliki oleh Vonny Kristiani sebesar 1%. Atas pembelian ini, timbul selisih antara
           nilai perolehan investasi dengan proporsi nilai buku aset bersih entitas anak sebesar
           Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali
           dalam akun Tambahan Modal Disetor dalam bagian Ekuitas pada Laporan Posisi Keuangan
           Konsolidasian per 31 Desember 2024 (catatan 22).



                                                                 7
Page 11
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1. UMUM (Lanjutan)
   d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan

     Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember
     2024 adalah sebagai berikut:

                                                  31 Maret 2025                 31 Desember 2024
     Dewan Komisaris
     Komisaris Utama                         Stevano Rizki Adranacus         Stevano Rizki Adranacus
     Komisaris Independen                    Husni Heron                     Husni Heron

     Direksi
     Direktur Utama                          Floreta Tane                    Martinelly
     Direktur                                Sorta Delima Rosida             Floreta Tane
                                             Elisabeth Cesilia Purba
     Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 20 November 2024, para pemegang saham
     menyetujui pengangkatan kembali Floreta Tane selaku Direktur Utama dan Sorta Delima Rosida
     Elisabeth Cesilia selaku Direktur Perusahaan terhitung sejak ditutupnya rapat. Perubahan ini diaktakan
     dengan akta notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.Kn. No.167 tanggal 20 November 2024 dan
     telah dicatatkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
     Surat No.AHU-AH.01.09-0285089 tanggal 6 Desember 2024.

     Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, susunan Komite Audit Perusahaan adalah
     sebagai berikut:
                                           31 Maret 2025             31 Desember 2024

     Ketua                                   Husni Heron                     Husni Heron
     Anggota                                 Maskanah                        Maskanah
                                             Aryo Kusumo Wibowo              Aryo Kusumo Wibowo
     Sekretaris Perusahaan                   Margaretha R.W. Tanaji          Yovita
     Kepala Audit Internal                   Anne Rahardja                   Anne Rahardja

     Pada tanggal 28 Agustus 2024 terdapat perubahan jabatan Sekretaris Perusahaan, berdasarkan surat
     keputusan Direksi Perusahaan No.126/SMK-Dir/SK/VIII/2024 tentang pengangkatan sekretaris
     Perusahaan, mengangkat Margaretha R.W. Tanaji sebagai Sekretaris Perusahaan menggantikan
     Yovita. Pengangkatan Sekretaris Perusahaan tersebut telah disampaikan kepada Otoritas Jasa
     Keuangan (OJK) melalui surat No.Ref.:126/SMK-Dir/SK/VIII/2024.

     Jumlah remunerasi yang diterima oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dan Entitas Anak
     untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing sebesar
     Rp2.255.668.100 dan Rp2.034.354.000.

     Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan dan Entitas Anak mempekerjakan
     masing-masing 15 karyawan tetap.

  e. Izin Usaha Kawasan Industri

     Pada tanggal 31 Desember 2020 Perusahaan memiliki Izin Usaha Kawasan Industri yang berlokasi di
     jalan Panglima Polim Raya No.28 Kelurahan Pulo Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan
     dengan luas lahan 246 m2. Adapun rencana kegiatan adalah untuk Real Estate atas dasar balas jasa
     (fee ) atau kontrak, kawasan pariwisata dan kawasan industri.




                                                    8
Page 12
                           PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                           Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                            Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                          (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


1. UMUM (Lanjutan)
   f. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian

     Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian yang
     telah diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2025.


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

  a. Dasar Penyusunan laporan keuangan konsolidasian
     Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disusun dan disajikan sesuai Standar Akuntansi
     Keuangan di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
     Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
     Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan No.VIII.G7 Lampiran Keputusan Ketua OJK
     No.KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian
     dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


     Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disajikan berdasarkan konsep Biaya Perolehan
     (Historical Cost), kecuali beberapa akun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam
     masing-masing Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
     Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
     Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan
     manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan
     dan Entitas Anak. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau
     area dimana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap Laporan Keuangan
     Konsolidasian diungkapkan di Catatan 3.
     Laporan Keuangan Konsolidasian disusun dengan menggunakan dasar Akrual (Accrual basis ),
     kecuali Laporan Arus Kas Konsolidasian. Laporan Arus Kas Konsolidasian disajikan dengan
     menggunakan metode Langsung (Direct method ) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas
     operasi, investasi dan pendanaan.

     Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian adalah
     Rupiah yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.

  b. Standar dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif Tahun
     Berjalan

     Standar dan interpretasi standar akuntansi keuangan yang baru serta amendemen dan penyesuaian
     terhadap standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan dan berlaku efektif untuk tahun buku yang
     dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 namun tidak berdampak secara material terhadap pelaporan
     kinerja ataupun posisi keuangan Perusahaan adalah sebagai berikut:
     •   Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1) tentang “Penyajian Laporan Keuangan - Klasifikasi
         Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang”;
     •   Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1) tentang “Penyajian Laporan Keuangan - Liabilitas
         Jangka Panjang dengan Kovenan”;
     •   Amendemen PSAK (sebelumnya PSAK 73) tentang “Sewa - Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa-
         balik”; dan
     •   Amendemen PSAK 207 (sebelumnya PSAK 2), “Laporan Arus Kas” dan PSAK 107 (sebelumnya
         PSAK 60), “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, tentang “PSAK 207 dan PSAK 107 -
         Pengaturan Pembiayaan Pemasok”.


                                                   9
Page 13
                           PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                           Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                            Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                          (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   c. Standar dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi telah Diterbitkan namun Belum
      Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan
     Pada tanggal penerbitan laporan keuangan ini, terdapat pula beberapa standar dan interpretasi
     standar akuntansi keuangan yang baru serta amendemen ataupun penyesuaian terhadap standar
     akuntansi keuangan lainnya yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif.

     Standar, interpretasi, amendemen ataupun penyesuaian tersebut akan berlaku efektif untuk tahun
     buku yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025, sebagai berikut:
      •   PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74) tentang “Kontrak Asuransi”;
      •   Amendemen PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74) tentang “Kontrak Asuransi - Penerapan Awal
          PSAK 117 dan PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) - Informasi Komparatif”; dan
      •   Amendemen PSAK 221 (sebelumnya PSAK 10) tentang “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing -
          Kekurangan Ketertukaran”.

     Beberapa PSAK juga diamendemen yang merupakan amendemen konsekuensial karena berlakunya
     PSAK 117: Kontrak Asuransi, yaitu:
      •   PSAK 103: Kombinasi Bisnis (sebelumnya PSAK 22);
      •   PSAK 105: Aset Tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan
          (sebelumnya PSAK 58);
      •   PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan (sebelumnya PSAK 60);
      •   PSAK 109: Instrumen Keuangan (sebelumnya PSAK 71);
      •   PSAK 115: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan (sebelumnya PSAK 72);
      •   PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan (sebelumnya PSAK 1);
      •   PSAK 207: Laporan Arus Kas (sebelumnya PSAK 2);
      •   PSAK 216: Aset Tetap (sebelumnya PSAK 16);
      •   PSAK 219: Imbalan Kerja (sebelumnya PSAK 24);
      •   PSAK 228: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama (sebelumnya PSAK 15);
      •   PSAK 232: Instrumen Keuangan: Penyajian (sebelumnya PSAK 50);
      •   PSAK 236: Penurunan Nilai Aset (sebelumnya PSAK 48);
      •   PSAK 237: Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi (sebelumnya PSAK 57);
      •   PSAK 238: Aset Takberwujud (sebelumnya PSAK 19); dan
      •   PSAK 240: Properti Investasi (sebelumnya PSAK 13).
     Penerapan dini untuk standar, interpretasi, amandemen ataupun penyesuaian terhadap standar
     akuntansi keuangan di atas diperkenankan.

     Manajemen masih mengevaluasi penerapan dari standar, interpretasi, amendemen ataupun
     penyesuaian tersebut, dan belum dapat menentukan dampak yang mungkin timbul terhadap
     pelaporan keuangan Perusahaan secara keseluruhan.




                                                 10
Page 14
                                PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                               (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   d. Prinsip-prinsip konsolidasian
      (i) Entitas anak

            Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas terstruktur) dimana Grup memiliki
            pengendalian. Grup mengendalikan entitas lain ketika Grup terekspos atas, atau memiliki hak
            untuk, pengembalian yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki
            kemampuan untuk mempengaruhi pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas entitas
            tersebut. Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal dimana pengendalian
            dialihkan kepada Grup. Entitas anak tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal dimana Grup
            kehilangan pengendalian.
            Transaksi, saldo dan keuntungan antar entitas Grup yang belum direalisasi telah dieliminasi.
            Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi. Jika diperlukan, nilai yang dilaporkan oleh
            entitas anak telah diubah untuk menyesuaikan dengan kebijakan akuntansi yang diadopsi oleh
            Grup.

            Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 38 (Revisi
            2012) “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” dimana selisih harga perolehan yang dibayar
            dengan nilai tercatat aset neto yang diperoleh dicatat sebagai bagian akun tambahan modal
            disetor di ekuitas.

            Berdasarkan PSAK 38 (Revisi 2012) tersebut, unsur-unsur laporan keuangan konsolidasian dari
            entitas yang bergabung, untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali dan
            untuk periode komparatif, disajikan sedemikian rupa seolah-olah penggabungan tersebut telah
            terjadi sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.


     (ii)   Entitas asosiasi

            Entitas asosiasi adalah seluruh entitas dimana Grup memiliki pengaruh signifikan namun bukan
            pengendalian, biasanya melalui kepemilikan hak suara antara 20% dan 50%. Investasi pada
            entitas asosiasi dicatat dengan metode ekuitas (lihat poin (iii) di bawah), setelah pada awalnya
            diakui pada nilai perolehan.

            Nilai perolehan diukur pada nilai wajar aset yang dialihkan, kepemilikan ekuitas yang diterbitkan,
            atau liabilitas yang diakui pada tanggal transaksi, termasuk biaya transaksi yang dapat
            diatribusikan secara langsung dengan perolehan. Goodwill pada entitas asosiasi merupakan
            selisih lebih dari nilai perolehan entitas asosiasi atas bagian Grup atas nilai wajar aset neto
            teridentifikasi entitas asosiasi dan dimasukkan dalam nilai tercatat investasi. Jika bagian Grup
            atas nilai wajar aset neto teridentifikasi entitas asosiasi melebihi nilai perolehannya dalam kasus
            pembelian diskon, selisih tersebut diakui pada laba rugi.

     (iii) Pengaturan bersama

            Menurut PSAK 66, pengaturan bersama diklasifikasikan sebagai operasi bersama atau ventura
            bersama bergantung pada hak dan kewajiban kontraktual para investor bukan struktur hukum
            dari pengaturan bersama. Grup telah menilai sifat dari pengaturan bersama dan menentukan
            pengaturan tersebut sebagai ventura bersama. Ventura bersama dicatat menggunakan metode
            ekuitas, setelah pada awalnya diakui sebagai biaya pada laporan posisi keuangan konsolidasian.




                                                      11
Page 15
                             PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                             Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                              Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                  31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                            (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   d. Prinsip-prinsip konsolidasian
      (iv) Metode ekuitas

           Pada metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat pada biaya perolehan dan selanjutnya
           disesuaikan untuk mengakui bagian investor atas laba rugi pasca akuisisi dari investee pada laba
           rugi dan bagiannya dalam pergerakan penghasilan komprehensif lainnya dari investee pada
           penghasilan komprehensif lainnya.

           Keuntungan yang belum terealisasi atas transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi atau
           ventura bersama dieliminasi sebesar kepentingan Grup dalam entitas-entitas tersebut. Kerugian
           yang belum direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan bukti penurunan
           nilai atas aset yang dialihkan. Kebijakan akuntansi entitas asosiasi atau ventura bersama telah
           diubah jika diperlukan untuk memastikan konsistensi dengan kebijakan yang diterapkan oleh
           Grup.

           Jika bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi atau ventura bersama sama dengan atau
           melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama, termasuk piutang tanpa
           agunan, Grup menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Grup memiliki kewajiban
           atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama.

           Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa telah
           terjadi penurunan nilai atas investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Jika demikian,
           maka nilai tercatat dari investasi yang dicatat dengan akuntansi ekuitas diuji untuk penurunan
           nilai sesuai dengan kebijakan yang dijelaskan pada Catatan 2n. Dividen yang diterima dan yang
           akan diterima dari entitas asosiasi atau ventura bersama diakui sebagai pengurang jumlah
           tercatat investasi.

  e. Penjabaran mata uang asing

     (i)   Mata uang fungsional dan penyajian
           Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang fungsional
           Perusahaan dan mata uang penyajian Grup. Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan
           konsolidasian setiap entitas anak di dalam Grup diukur menggunakan mata uang dari lingkungan
           ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi (“mata uang fungsional”). Untuk tujuan
           konsolidasi, untuk entitas anak Grup yang memiliki mata uang fungsional berbeda, maka aset
           dan liabilitas entitas anak Grup ditranslasikan dengan kurs tengah Bank Indonesia pada akhir
           periode pelaporan. Sementara itu, pendapatan dan beban ditranslasikan dengan kurs rata-rata
           dari kurs tengah Bank Indonesia selama periode laporan laba rugi.


           Selisih yang timbul dari penjabaran laporan keuangan konsolidasian entitas anak Grup tersebut
           ke dalam Rupiah disajikan dalam akun “Penghasilan komprehensif lainnya” pada ekuitas dalam
           laporan posisi keuangan konsolidasian.




                                                    12
Page 16
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   e. Penjabaran mata uang asing (lanjutan)
      (ii) Transaksi dan saldo
          Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan menjadi mata uang fungsional menggunakan kurs
          yang berlaku pada tanggal transaksi.
          Pada setiap tanggal pelaporan, setiap aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
          dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah disesuaikan untuk mencerminkan kurs penutup.
          Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang
          asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing menggunakan kurs
          yang berlaku pada akhir periode pelaporan diakui di dalam laba rugi.

          Kurs Dolar Amerika Serikat (Dolar AS atau AS$) terhadap Rupiah berdasarkan kurs tengah yang
          diterbitkan oleh bank Indonesia pada tanggal 31 Maret 2025 dalam nilai penuh adalah Rp16.588
          (2024: Rp16.162).

     Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi sesuai dengan yang
     diatur dalam PSAK 224, "Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi".

     Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas laporan
     keuangan konsolidasian.

  f. Transaksi Pihak-pihak Berelasi

     Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan
     keuangannya (dalam pernyataan ini dirujuk sebagai entitas pelapor).
     1) Orang atau anggota keluarga terdekat yang mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
        tersebut:
        a. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor,
        b. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor atau,
        c. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.

     2) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
        a. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas
           induk, entitas anak, berikutnya terkait dengan entitas lain).
        b. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi
           atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain
           tersebut adalah anggotanya).
        c. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
        d. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas lain adalah entitas asosiasi
           dari entitas ketiga.
        e. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu
           entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah
           entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan
           entitas pelapor.
        f. Orang yang diidentifikasi dalam angka 1 butir b memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
           personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
        g. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok
           tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada
           entitas induk dari entitas pelapor.




                                                    13
Page 17
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   f. Transaksi Pihak-pihak Berelasi (lanjutan)
     Semua transaksi dengan pihak-pihak yang berelasi, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan
     tingkat bunga atau harga, persyaratan dan kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak
     ketiga, diungkapan dalam laporan keuangan.

  g. Kas dan Setara Kas

     Kas dan setara kas termasuk kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu
     tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak
     dibatasi penggunaannya.

     Bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya disajikan pada akun “kas yang dibatasi
     penggunaannya” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

  h. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain

     Piutang usaha adalah jumlah tagihan dari pelanggan untuk barang yang dijual atau jasa yang
     diberikan dalam transaksi bisnis pada umumnya. Piutang lain-lain adalah jumlah tagihan dari pihak
     ketiga atau pihak yang berelasi di luar kegiatan usaha. Jika pembayaran piutang diharapkan selesai
     dalam satu tahun atau kurang (atau dalam siklus normal operasi dari bisnis jika lebih lama), piutang
     tersebut dikelompokkan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang tersebut disajikan sebagai aset tidak
     lancar.

     Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur pada
     biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan
     provisi atas penurunan nilai.

     Kolektibilitas piutang usaha dan piutang lain-lain ditinjau secara berkala. Piutang yang diketahui tidak
     tertagih, dihapuskan dengan secara langsung mengurangi nilai tercatatnya. Akun provisi digunakan
     ketika terdapat bukti yang objektif bahwa Perusahaan tidak dapat menagih seluruh atau sebagian nilai
     terutang sesuai dengan persyaratan awal piutang.

     Kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur, debitur dinyatakan pailit atau melakukan
     reorganisasi keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan indikator yang
     dianggap dapat menunjukan adanya penurunan nilai piutang. Arus kas terkait dengan piutang jangka
     pendek tidak didiskontokan apabila efek diskonto tidak material.

     Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan disajikan sebagai “(beban)/pendapatan lain-
     lain, neto” untuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Ketika piutang usaha dan piutang lain-lain, yang
     rugi penurunan nilainya telah diakui, tidak dapat ditagih pada periode selanjutnya, maka piutang
     tersebut dihapusbukukan dengan mengurangi akun provisi. Jumlah yang selanjutnya dapat ditagih
     kembali atas piutang yang sebelumnya telah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap
     “(beban)/pendapatan lain-lain, neto” pada laba rugi.




                                                    14
Page 18
                             PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                             Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                              Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                  31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                            (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   i. Persediaan
      Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi bersih (the
      lower of cost or net realizable value ). Biaya perolehan persediaan di nilai dengan menggunakan
      metode Rata-rata (Average method ). Penyisihan persediaan usang dan penyisihan penurunan nilai
      persediaan ditentukan untuk menyesuaikan nilai persediaan ke nilai realisasi bersih.


      Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan
      taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.



      Pembayaran dimuka adalah biaya yang dibayar dimuka dan dicatat sebagai aset sebelum
      dimanfaatkan. Akun ini terdiri dari uang muka pembelian dan biaya dibayar dimuka. Uang muka
      pembelian merupakan pembayaran dimuka atas pembelian perlengkapan keperluan operasional dan
      beban lainnya. Pembayaran dimuka dialokasikan selama jangka waktu pembayaran dan dibebankan
      ke akun yang sesuai dalam laporan laba rugi saat terjadinya. Pembayaran dimuka yang diharapkan
      akan terealisasi dalam waktu tidak lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan, diklasifikasikan
      sebagai aset lancar, selebihnya, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

   k. Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan

      Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan diukur pada nilai yang lebih rendah
      antara jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
      Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan harus diklasifikasikan sebagai dimiliki
      untuk dijual jika jumlah tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan dari pada
      melalui pemakaian berlanjut.
      Kondisi ini dapat terpenuhi hanya ketika investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset
      lepasan berada dalam keadaan segera dapat dijual dan penjualannya harus sangat mungkin terjadi.
      Manajemen harus berkomitmen terhadap rencana penjualan tersebut, yang diperkirakan memenuhi
      ketentuan pengakuan sebagai penjualan dalam waktu satu tahun dari tanggal klasifikasi.

   l. Aset Tetap dan Penyusutan
      Pemilikan Langsung
      Perusahaan dan Entitas Anak melakukan perubahan kebijakan akuntansi aset tetap untuk kelompok
      tanah dan bangunan pada tahun 2017, semula dicatat berdasarkan metode biaya perolehan, menjadi
      metode revaluasi, yang dihitung oleh penilai independen. Perubahan kebijakan akuntansi ini dilakukan
      dengan tujuan agar Laporan Keuangan Konsolidasian dapat menggambarkan investasi Perusahaan
      dan Entitas Anak dalam aset tetap kelompok tanah dan bangunan dan perubahan dalam investasi
      tersebut sesuai dengan nilai pasar pada periode Laporan Keuangan Konsolidasian (Catatan 10).

      Aset tetap tanah dan bangunan dinyatakan berdasarkan nilai revaluasi yang merupakan nilai wajar
      pada tanggal revaluasi dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang
      terjadi setelah tanggal revaluasi. Revaluasi dilakukan dengan keteraturan yang memadai untuk
      memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara material dari jumlah yang ditentukan dengan
      menggunakan nilai wajar pada tanggal pelaporan.




                                                    15
Page 19
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   l. Aset Tetap dan Penyusutan (lanjutan)
      Pemilikan Langsung (lanjutan)
     Kenaikan yang berasal dari revaluasi tanah dan bangunan diakui pada penghasilan komprehensif lain
     dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi, kecuali sebelumnya penurunan
     revaluasi atas aset tetap yang sama pernah diakui dalam laporan laba rugi, dalam hal ini kenaikan
     revaluasi hingga sebesar penurunan nilai aset akibat revaluasi tersebut, dikreditkan dalam laba rugi.
     Penurunan jumlah tercatat berasal dari revaluasi dibebankan dalam laba rugi apabila penurunan
     tersebut melebihi nilai saldo surplus revaluasi aset yang bersangkutan, jika ada.

     Surplus revaluasi tanah dan bangunan yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke
     saldo laba pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya.

     Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan
     akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan
     tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomis yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak
     mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk
     menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai
     sewa berdasarkan PSAK 73, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian
     tanah, maka Grup menerapkan PSAK 16, “Aset Tetap” yaitu hak atas tanah diakui sebesar harga
     perolehan dan tidak disusutkan.

     Aset tetap pemilikan langsung kecuali tanah disajikan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
     penyusutan dan rugi penurunan nilai aset, jika ada dan disusutkan dengan menggunakan metode
     Garis Lurus (Straight-line ) dengan taksiran masa manfaat keekonomian aset tetap sebagai berikut:

                                                                                             Tahun
     Bangunan Permanen                                                                         20
     Bangunan Semi Permanen                                                                    10
     Kendaraan                                                                                4-8
     Perabotan dan Peralatan                                                                  4-8

     Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan dalam laba rugi pada saat terjadinya biaya-biaya
     tersebut, sedangkan pengeluaran dalam jumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aset secara
     signifikan dikapitalisasi. Semua pengeluaran setelah perolehan awal aset tetap akan ditambah
     (kapitalisasi) pada jumlah tercatat aset yang bersangkutan.
     Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada
     manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi
     yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
     pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba rugi pada periode/tahun aset
     tersebut dihentikan pengakuannya.

     Secara berkala, nilai residu, metode penyusutan dan masa manfaat setiap aset ditelaah, dan
     disesuaikan jika perlu.

     Keuntungan dan kerugian yang timbul dari pelepasan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan antara
     penerimaan hasil pelepasan dan jumlah tercatat aset tersebut dan diakui dalam akun
     “(Beban)/penghasilan lain-lain, bersih” di laba rugi.




                                                   16
Page 20
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   l. Aset Tetap dan Penyusutan (lanjutan)
      Pemilikan Langsung (lanjutan)

     Aset Tetap dalam Pembangunan


     Aset tetap dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian
     dari aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing aset tetap pada saat
     aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan, dan penyusutan mulai dibebankan pada saat itu.

  m. Aset keuangan
     (i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran
          Grup menerapkan PSAK 71, yang mensyaratkan pengaturan instrumen keuangan terkait
          klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen aset keuangan dan akuntansi lindung
          nilai.

          Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan ditentukan berdasarkan jenis aset. Untuk aset
          keuangan berupa instrumen utang, pengklasifikasiannya harus didasarkan pada model bisnis dan
          arus kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.

          Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
          a. Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
          b. Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
             komprehensif lain.

          Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis Grup dan persyaratan kontraktual arus kas - apakah
          penentuan arus kasnya semata dari pembayaran pokok dan bunga.

          Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal.
          Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model
          bisnis atas aset keuangan tersebut.

          Untuk investasi pada instrumen ekuitas yang bukan termasuk dimiliki untuk diperdagangkan,
          tergantung apakah Grup telah melakukan pemilihan yang tidak dapat dibatalkan pada saat
          pengakuan awal untuk instrumen ekuitas yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan
          komprehensif lain.

          Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model
          bisnis atas aset keuangan tersebut.

          Pembelian dan penjualan aset keuangan diakui pada saat tanggal perdagangan dimana, Grup
          berkomitmen untuk membeli atau menjual aset keuangan. Aset keuangan dihentikan
          pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut telah
          kedaluwarsa atau dialihkan dan Grup telah mengalihkan secara substansial risiko dan manfaat
          atas kepemilikan.

          Saat pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajar ditambah dengan, dalam
          hal aset keuangan diukur dengan nilai wajar tidak melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat
          diatribusikan secara langsung pada akuisisi aset keuangan. Biaya transaksi atas aset keuangan
          pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan pada laba rugi.




                                                   17
Page 21
                               PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                               Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                    31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                              (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   m. Aset keuangan (Lanjutan)
      (i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran (Lanjutan)
           Instrumen utang
             Pengukuran selanjutnya atas instrumen utang bergantung kepada model bisnis Grup dalam
             mengelola aset dan karakteristik dari arus kas. Berikut adalah kategori pengukuran dalam
             mengklasifikan instrumen utang:
             •   Biaya perolehan diamortisasi: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus kas kontraktual,
                 dimana arus kas tersebut merupakan pembayaran pokok dan bunga, diukur dengan biaya
                 perolehan diamortisasi. Penghasilan bunga dari aset keuangan ini termasuk dalam
                 penghasilan keuangan menggunakan metode suku bunga efektif. Laba atau rugi yang timbul
                 dari penghentian pengakuan diakui secara langsung dalam laba rugi dan disajikan dalam
                 keuntungan/ (kerugian) lainnya bersama dengan keuntungan dan kerugian selisih kurs.
                 Penurunan nilai aset keuangan disajikan terpisah dalam laba rugi.

             •   Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus
                 kas kontraktual dan untuk penjualan keuangan aset, dimana arus kas aset merupakan
                 pembayaran pokok dan bunga diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
                 Mutasi dalam jumlah tercatat dilakukan melalui penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk
                 pengakuan keuntungan atau kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga dan keuntungan
                 dan kerugian selisih kurs, yang diakui dalam laba rugi. Ketika aset keuangan dihentikan
                 pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam
                 penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi pada
                 pendapatan/(beban) lain-lain. Pendapatan bunga dari aset keuangan ini termasuk dalam
                 penghasilan keuangan menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugian
                 selisih kurs disajikan pada pendapatan/(beban) lain-lain, dan penurunan nilai disajikan pada
                 bagian terpisah dalam laba rugi.


             Instrumen ekuitas
             Grup selanjutnya mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar. Dimana manajemen Grup
             telah memilih untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar dari investasi ekuitas pada
             penghasilan komprehensif lain. Tidak ada reklasifikasi selanjutnya atas keuntungan dan kerugian
             dari nilai wajar ke laba rugi setelah penghentian pengakuan investasi. Dividen dari investasi
             tersebut terus diakui dalam laba rugi sebagai penghasilan lainnya ketika hak Grup untuk
             menerima pembayaran ditetapkan. Kerugian penurunan nilai pada investasi ekuitas yang diukur
             pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tidak dilaporkan secara terpisah dari
             perubahan nilai wajarnya.

      (ii)   Penghentian pengakuan
             Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari investasi
             tersebut telah jatuh tempo atau telah ditransfer dan Grup telah mentransfer secara substansial
             seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset.
             Ketika aset keuangan instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai
             wajar melalui penghasilan komprehensif lain dihentikan pengakuannya, akumulasi penyesuaian
             nilai wajar yang diakui pada ekuitas tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.




                                                      18
Page 22
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  m. Aset keuangan (lanjutan)

     (iii) Saling hapus antar instrumen
          Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan
          posisi keuangan konsolidasian jika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
          melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan terdapat maksud untuk
          menyelesaikan secara bersih atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
          bersamaan.

          Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara
          hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa
          kepailitan atau kebangkrutan Grup atau pihak lawan.

  n. Penurunan nilai dari aset keuangan

     Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur Kerugian Kredit Ekspektasian
     (“KKE”) yang menggunakan cadangan KKE seumur hidup berdasarkan basis forward-looking untuk
     seluruh saldo piutang usaha. Selain untuk piutang usaha, Grup menerapkan pendekatan umum untuk
     mengukur KKE.
     Grup menilai berdasarkan basis forward-looking untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
     terhadap instrumen utang yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
     Metode penurunan nilai dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit telah meningkat
     secara signifikan.

  o. Utang Usaha

     Utang usaha adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diperoleh dari pemasok
     dalam kegiatan usaha normal. Utang usaha dikelompokkan sebagai liabilitas jangka pendek apabila
     pembayaran jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang usaha tersebut
     disajikan sebagai liabilitas jangka panjang.

  p. Kombinasi Bisnis

     Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode Akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi
     diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan
     jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi
     mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar atau pun pada proporsi kepemilikan
     KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul
     dibebankan langsung pada tahun berjalan.

     Pada tanggal akuisisi, selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui
     untuk KNP dengan aset teridentifikasi dan liabilitas yang diambil-alih (aset neto) dicatat sebagai
     goodwill. Jika imbalan lebih rendah dari nilai wajar aset neto dari Perusahaan yang diakuisisi maka
     selisihnya diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian.




                                                   19
Page 23
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   p. Kombinasi Bisnis (Lanjutan)

     Transaksi yang dilakukan dengan entitas sepengendali diterapkan metode Penyatuan Kepemilikan.
     Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali berupa pengalihan bisnis yang dilakukan
     dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama,
     bukan perubahan pemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi demikian tidak
     menimbulkan laba rugi bagi seluruh kelompok usaha atau bagi entitas individual dalam kelompok
     usaha tersebut. Selisih antara harga pengalihan dengan jumlah tercatat dari setiap transaksi
     kombinasi bisnis antara entitas sepengendali pada tanggal pengalihan dicatat sebagai “Tambahan
     Modal Disetor”.

  q. Pendapatan dan beban

     Pendapatan

     Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah penilaian:
     a) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
     b) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam
        kontrak untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.
     c) Tentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak
        entitas sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan.
        Jika pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Grup memperkirakan
        jumlah imbalan yang diharapkan berhak sebagai imbalan atas pengalihan barang atau jasa yang
        dijanjikan kepada pelanggan dikurangi perkiraan jumlah jaminan tingkat layanan yang akan
        dibayarkan selama masa kontrak.
     d) Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri
        sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak
        dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi berdasarkan biaya
        ekspektasian ditambah margin.
     e) Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang atau
        jasa yang dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang
        atau jasa tersebut).

     Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:
     a) Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
     b) Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan pelayanan pada pelanggan). Untuk
        kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran kemajuan yang
        sesuai untuk menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika kewajiban pelaksanaan
        dipenuhi.

     Pendapatan Sewa
     Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama
     masa sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa
     tambahan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar Garis Lurus selama masa
     sewa.

     Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka
     dan akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku.




                                                    20
Page 24
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   q. Pendapatan dan beban (Lanjutan)

     Pendapatan Hotel
     Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang
     diserahkan.

     Pendapatan Spa
     Pendapatan dari spa diakui pada saat jasa diberikan kepada pelanggan.

     Beban
     Beban diakui pada saat terjadi berdasarkan konsep akrual.
     Pendapatan bunga dan beban bunga diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif
     Lain Konsolidasian secara akrual menggunakan metode Suku Bunga Efektif.

  r. Pajak penghasilan kini dan tangguhan

     Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak tersebut diakui dalam laba
     rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui dalam
     ekuitas atau dalam penghasilan komprehensif lain. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui
     dalam ekuitas atau penghasilan komprehensif lain.
     Pajak penghasilan kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang telah diberlakukan pada tanggal
     posisi keuangan.
     Pajak penghasilan tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak
     atas aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya. Pajak penghasilan tangguhan diukur menggunakan
     tarif pajak yang telah berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan dan yang
     diharapkan akan diterapkan pada saat aset pajak tangguhan yang bersangkutan direalisasi atau pada
     saat liabilitas pajak tangguhan diselesaikan.
     Aset pajak penghasilan tangguhan diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba kena pajak pada
     masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang menimbulkan
     aset pajak tangguhan tersebut.
     Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang
     berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini
     dan apabila aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang
     sama, baik atas entitas kena pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya niat untuk melakukan
     penyelesaian saldo-saldo tersebut secara neto.

  s. Sewa

     Suatu kontrak mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
     penggunaan aset selama jangka waktu tertentu yang dipertukarkan dengan imbalan. Entitas menyewa
     aset tetap tertentu dengan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa.
     Aset hak-guna diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan
     penurunan nilai. Aset hak guna disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur
     manfaat aset hak-guna atau masa sewa.




                                                   21
Page 25
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
   s. Sewa (Lanjutan)
     Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar. Setiap pembayaran sewa
     dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan. Liabilitas sewa, disajikan sebagai
     liabilitas jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang
     yang disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur bunga dalam biaya keuangan dibebankan ke
     laba rugi selama masa sewa yang menghasilkan tingkat suku bunga konstan atas sisa saldo liabilitas.


     Grup tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk:
     - Sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa dua belas (12) bulan atau kurang; atau
     - Sewa yang asetnya bernilai rendah. Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut dibebankan
        ke laba rugi dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

  t. Liabilitas manfaat karyawan

     Entitas mengakui liabilitas atas imbalan kerja karyawan berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja atau
     Perjanjian Kerja Bersama. Nilai kini liabilitas imbalan pasti, beban jasa kini dan beban jasa lalu
     ditentukan dengan menggunakan metode penilaian “Projected Unit Credit” .
     Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas di masa depan
     dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah jangka panjang pada akhir periode pelaporan
     dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan dibayarkan dan
     yang memiliki jangka waktu yang sesuai dengan liabilitas imbalan pensiunan yang bersangkutan.


     Pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial
     langsung diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya.
     Biaya jasa lalu yang timbul dari amendemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban dalam
     laba rugi pada saat terjadinya.
  u. Aset dan liabilitas pengampunan pajak

     Grup telah menerapkan PSAK 70 mengenai "Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak".
     PSAK ini mengatur mengenai perlakuan akuntansi atas aset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai
     dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.

     Aset pengampunan pajak diukur sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset pengampunan pajak
     merupakan deemed cost dan menjadi dasar bagi Grup dalam melakukan pengukuran setelah
     pengakuan awal.
     Liabilitas pengampunan pajak diukur sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau
     setara kas untuk menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan aset
     pengampunan pajak.
     Selisih antara aset pengampunan pajak dan liabilitas pengampunan pajak diakui di ekuitas dalam pos
     tambahan modal disetor. Grup mengakui uang tebusan yang dibayarkan pada laba rugi pada periode
     Surat Keterangan disampaikan.




                                                   22
Page 26
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

  v. Informasi Segmen

     Perusahaan dan Entitas Anak menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang
     digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam menilai kinerja segmen dan menentukan
     alokasi sumber daya yang dimilikinya. Segmen didasarkan pada aktivitas dari setiap kegiatan operasi
     entitas legal di dalam Perusahaan dan Entitas Anak.

     Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
     - yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
        (termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas
        yang sama);
     - yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk
        membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
        kinerjanya; dan
     - yang informasi keuangan yang terpisah miliknya tersedia.

  w. Provisi

     Provisi diakui ketika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum
     maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Perusahaan dan Entitas
     Anak diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi andal mengenai jumlah kewajiban tersebut
     dapat dibuat.

     Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
     menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan
     ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang
     diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.



  x. Laba Per Saham Dasar

     Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata
     tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
     Untuk tujuan perhitungan laba per saham dilusian, Perusahaan menyesuaikan laba atau rugi yang
     dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang
     saham yang beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.


3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING

  Asumsi kelangsungan usaha

  Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa Perusahaan tetap dapat melangsungkan usahanya. laporan
  keuangan konsolidasian ini tidak mencakup penyesuaian-penyesuaian yang mungkin timbul sebagai
  dampak dari ketidakpastian tersebut.




                                                    23
Page 27
                             PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                             Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                              Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                  31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                            (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
   Estimasi dan asumsi ini memiliki risiko dan ketidakpastian; sehingga ada kemungkinan bahwa perubahan
   situasi akan mengubah proyeksi ini, yang selanjutnya dapat mempengaruhi kelangsungan usaha
   Perusahaan. Dalam keadaan seperti itu, asumsi kelangsungan usaha Perusahaan dapat berubah.

   Perusahaan telah mengidentifikasi hal-hal berikut dimana diperlukan pertimbangan, estimasi, dan asumsi
   dan dimana hasil aktual dapat berbeda dari estimasi tersebut jika menggunakan asumsi dan kondisi yang
   berbeda dan dapat mempengaruhi secara material hasil keuangan atau posisi keuangan Perusahaan
   yang dilaporkan dalam periode mendatang.

   Rugi penurunan nilai piutang

   Perusahaan menilai penurunan nilai piutang pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah
   rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah terdapat bukti
   objektif bahwa kerugian telah terjadi. Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi dan asumsi
   untuk memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang direviu secara berkala untuk
   mengurangi perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya.

   Pajak penghasilan dan pajak lainnya
   Pertimbangan dan asumsi diperlukan dalam menentukan besaran fasilitas pengurang pajak dan investasi
   (capital allowance) dan pengurangan beban tertentu untuk tujuan fiskal selama proses estimasi atas
   perhitungan beban pajak penghasilan Perusahaan. Secara khusus, perhitungan beban pajak penghasilan
   Perusahaan melibatkan penafsiran terhadap peraturan perpajakan dan peraturan lainnya. Banyaknya
   transaksi dan perhitungan yang dapat menyebabkan ketidakpastian di dalam penentuan kewajiban pajak
   selama bisnis normal.

   Semua pertimbangan dan estimasi yang dibuat manajemen seperti yang diungkapkan di atas dapat
   dipertanyakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) atau Auditor Pemerintah. Sebagai akibatnya, terjadi
   ketidakpastian dalam penentuan kewajiban pajak. Resolusi posisi pajak yang diambil oleh Perusahaan,
   dapat berlangsung bertahun-tahun dan sangat sulit untuk memprediksi hasil akhirnya. Apabila terdapat
   perbedaan perhitungan pajak dengan jumlah yang telah dicatat, perbedaan tersebut akan berdampak
   Aset pajak tangguhan, termasuk yang timbul dari rugi fiskal, besaran capital allowance, dan perbedaan
   temporer lainnya, diakui hanya apabila dianggap lebih mungkin daripada tidak bahwa mereka dapat
   diterima kembali, dimana hal ini tergantung pada kecukupan pembentukan laba kena pajak di masa
   depan. Sama seperti “penurunan nilai aset non-keuangan” asumsi atas laba kena pajak masa depan yang
   dapat dihasilkan sangat dipengaruhi oleh estimasi dan asumsi manajemen atas volume penjualan, harga
   komoditas, dan lain-lain; yang mana terpapar risiko dan ketidakpastian, sehingga terdapat kemungkinan
   perubahan keadaan akan mengubah proyeksi laba kena pajak di masa mendatang.


   Kewajiban imbalan pascakerja
   Nilai kini kewajiban imbalan pascakerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar
   aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya/(penghasilan)
   pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan kenaikan gaji di masa datang. Adanya perubahan pada
   asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat kewajiban imbalan pascakerja.
   Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan kenaikan gaji masa datang yang sesuai pada akhir tahun
   pelaporan. Tingkat diskonto adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini
   atas estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban imbalan
   pascakerja. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat
   suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan
   memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu kewajiban imbalan pascakerja yang terkait.




                                                    24
Page 28
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
  Perusahaan menentukan tingkat
                            Catatandiskonto  dan kenaikan
                                     atas laporan          gajikonsolidasian
                                                    keuangan    masa datang yang sesuai pada akhir tahun
  pelaporan. Tingkat diskonto Untuk
                              adalahtahun-tahun
                                      tingkat sukuyang
                                                   bunga  yang  harus digunakan untuk menentukan nilai kini
                                                       berakhir pada tanggal
  atas estimasi arus kas keluar 31
                                 masaMaret 2025 dan 31 Desember 2024 menyelesaikan kewajiban imbalan
                                         depan  yang  diharapkan   untuk
  pascakerja. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
  suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan
  memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu kewajiban imbalan pascakerja yang terkait.
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)
  Untuk tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data historis mengenai perubahan
  gaji dasar pekerja dan menyesuaikannya dengan perencanaan bisnis masa datang.

  Penurunan nilai aset nonkeuangan dan aset tetap
  Jumlah nilai yang dapat dipulihkan kembali dari sebuah aset atau kelompok aset penghasil kas diukur
  berdasarkan nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai.
  Penentuan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai mewajibkan manajemen untuk
  membuat estimasi dan asumsi atas tingkat produksi yang diharapkan dan volume penjualan, harga
  komoditas (mempertimbangkan harga saat ini dan harga masa lalu, tren harga dan faktor-faktor terkait),
  cadangan (lihat ‘Estimasi Cadangan’), biaya operasi, biaya penutupan dan rehabilitasi serta belanja modal
  di masa depan. Estimasi dan asumsi ini terpapar risiko dan ketidakpastian; sehingga terdapat
  kemungkinan perubahan situasi yang dapat mengubah proyeksi ini, sehingga dapat mempengaruhi nilai
  aset yang dapat dipulihkan kembali. Dalam keadaan seperti itu, sebagian atau seluruh nilai tercatat aset
  mungkin akan mengalami penurunan nilai lebih lanjut atau terjadi pengurangan rugi penurunan nilai yang
  dampaknya akan dicatat dalam laba rugi.


  Revaluasi Aset Tetap
  Grup mengukur tanah dan bangunan pada nilai revaluasian, dan perubahan nilai wajar aset tersebut
  diakui dalam penghasilan komprehensif lain. Nilai revaluasian aset tersebut pada 31 Desember 2023
  berdasarkan laporan penilai independen dari KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan tanggal 28 Juni 2024.
  Asumsi asumsi utama yang digunakan untuk menentukan nilai wajar tanah dan bangunan diungkapkan
  dalam Catatan 10.

  Penyusutan Aset Tetap
  Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
  masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4
  sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur secara umum diharapkan dalam industri dimana Grup
  menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi
  masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin
  direvisi. Nilai tercatat bersih aset tetap Grup pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
  sebesar Rp402.362.114.930 dan Rp403.844.523.031 . Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan
  10.




                                                    25
Page 29
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                   31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


4. KAS DAN SETARA KAS

  Kas dan setara kas terdiri dari:
                                                                    31 Maret 2025     31 Desember 2024
  Kas - Rupiah                                                         153.124.563         175.165.505

  Bank
  Pihak ketiga - rupiah
   PT Bank Central Asia Tbk                                          1.819.371.731        3.082.268.828
   PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                            1.494.003.542        1.523.542.109
   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                       266.098.015          338.984.430
   PT Bank Pan Indonesia Tbk                                            16.122.473           16.414.836
   PT Bank Bukopin Tbk                                                  14.967.322           83.722.479
     Jumlah Bank                                                     3.610.563.083        5.044.932.682

  Deposito Berjangka
  Pihak ketiga - rupiah
   PT Bank Capital                                                     502.227.961         502.385.425
   PT Bank MNC Internasional Tbk                                       500.000.000                   -
     Jumlah Deposito Berjangka                                       1.002.227.961         502.385.425
  Jumlah                                                             4.765.915.607         5.722.483.612

  Deposito berjangka mempunyai jangka waktu 1 bulan dan memiliki tingkat bunga berkisar antara 5,75% -
  7,25% per tahun pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.

  Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 tidak terdapat bank yang dibatasi penggunaannya
  dan seluruh bank ditempatkan pada pihak ketiga.


5. PIUTANG USAHA

  Akun ini merupakan piutang atas jasa penyewaan kamar hotel dan spa, berikut fasilitas dan penunjang
  lainnya dengan rincian per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 sebagai berikut:

  a. Berdasarkan pelanggan
                                                                    31 Maret 2025     31 Desember 2024
     Pelanggan yang telah check out:
        Pelanggan sektor pemerintahan                                  158.669.200         125.842.900
        PT Mitra Global Holiday                                         26.390.000          44.150.000
        MG BedBank                                                      21.114.000         163.030.000
        Online Travel Agent                                             10.631.525          37.129.153
        Klik N Book                                                              -          16.250.000
        Lain-lain (Saldo di bawah Rp 10.000.000)                        26.547.509          60.927.400
        Subjumlah                                                      243.352.234         447.329.453
     Pelanggan yang belum check out                                      8.834.840         137.368.479
     Kartu Kredit                                                          867.500          12.105.650
     Kartu Debit                                                        28.714.327           3.346.250
                                                                       281.768.901         600.149.832
     Provisi atas penurunan nilai                                       (4.161.434)         (4.161.434)
     Jumlah                                                            277.607.467         595.988.398



                                                    26
Page 30
                             PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                             Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                              Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                  31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                            (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


5. PIUTANG USAHA (Lanjutan)

  b. Berdasarkan umur

     Rincian piutang berdasarkan umur piutang per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 sebagai berikut:

                                                                     31 Maret 2025      31 Desember 2024
     1 - 30 hari                                                        155.838.551          487.712.967
     31 - 60 hari                                                       125.325.350           72.536.865
     61 - 90 hari                                                           605.000           39.900.000
     > 90 hari                                                                    -                    -
     Jumlah                                                             281.768.901          600.149.832


  Kolektibilitas piutang usaha pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                     31 Maret 2025      31 Desember 2024
     Rata-rata Piutang usaha - Bersih                                   436.797.933           496.125.814
     Penjualan                                                        4.450.563.558        22.552.571.484
     Kolektibilitas Piutang                                             8,83 hari           7,92 hari

     Seluruh piutang usaha kepada pihak ketiga merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang
     Rupiah serta tidak dikenakan jaminan dan bunga serta tidak digunakan sebagai jaminan kredit.


     Mutasi provisi penurunan nilai piutang lain-lain adalah sebagai berikut:
                                                                     31 Maret 2025      31 Desember 2024
     Saldo awal                                                            5.317.921            5.317.921
     Penambahan (pemulihan) Penyisihan                                    (1.156.487)          (1.156.487)
     Saldo akhir                                                           4.161.434            4.161.434
     Manajemen berpendapat bahwa provisi penurunan nilai piutang lain-lain tersebut cukup untuk
     menutupi kerugian dari tidak tertagihnya piutang lain-lain.


6. PIUTANG LAIN-LAIN

                                                                     31 Maret 2025      31 Desember 2024
  Pihak ketiga
     Karyawan                                                             60.075.000          52.075.000
     Piutang Bunga                                                         2.148.877           2.149.551
     Sub Jumlah                                                           62.223.877          54.224.551
  Pihak berelasi (Catatan 12b)                                                      -                    -
  Provisi atas penurunan nilai                                                      -                    -
  Jumlah                                                                  62.223.877          54.224.551
  Bagian lancar                                                           62.223.877          54.224.551
  Bagian tidak lancar                                                              -                   -
  Jumlah                                                                  62.223.877          54.224.551



                                                     27
Page 31
                           PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                           Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                            Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                          (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


6. PIUTANG LAIN-LAIN (Lanjutan)
  Seluruh piutang lain-lain merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang Rupiah serta tidak
  dikenakan jaminan dan bunga.
  Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih sehingga tidak perlu dilakukan
  cadangan kerugian penurunan nilai.


7. PERSEDIAAN

                                                                 31 Maret 2025    31 Desember 2024
  Makanan                                                           109.343.852           87.872.488
  Minuman                                                            50.426.602           58.220.507
  Lain-lain                                                         266.345.991          286.993.359
  Jumlah                                                            426.116.445          433.086.354

  Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban masing-masing sebesar Rp356.454.718                 dan
  Rp358.403.927 untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 2024.
  Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dari persediaan, Manajemen berkeyakinan bahwa
  tidak perlu dilakukan penyisihan atas keusangan persediaan karena Manajemen berkeyakinan bahwa
  seluruh persediaan dapat dijual atau digunakan sesuai dengan periode peruntukannya.
  Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, persediaan tidak diasuransikan atas resiko
  kerugian, kebakaran dan bencana alam. Manajemen memahami adanya risiko yang terkait sehubungan
  dengan persediaan yang tidak diasuransikan.

8. PERLENGKAPAN

                                                                 31 Maret 2025     31 Desember 2024
  Linen                                                           1.224.698.801        1.223.611.943
  Perkakas, Alat, Bahan bakar dan supply                            165.677.697          157.781.307
  Barang Pecah Belah                                                156.750.907          156.966.162
  Perangkat Makan Perak                                              29.714.204           28.526.704
  Seragam                                                            12.049.043           12.049.043
  Lain-lain                                                          53.900.551           53.746.052
  Jumlah                                                          1.642.791.203        1.632.681.211




                                                 28
Page 32
                                      PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                      Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                       Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                           31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                                     (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


9. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA

                                                                                                     31 Maret 2025                 31 Desember 2024
  Uang Muka:
   Uang muka pembelian                                                                                 204.003.584                           184.063.584
   Uang muka karyawan                                                                                   53.000.000                            73.000.000

  Biaya Dibayar Dimuka:
   Beban Tangguhan                                                                                     384.316.689                                     -
   Perijinan                                                                                           250.341.374                           243.581.620
   Asuransi                                                                                            153.365.853                           206.180.688
   Sewa                                                                                                          -                            68.128.684
   Kontrak Service                                                                                               -                            45.796.862
   Lain-lain                                                                                           228.786.285                            13.922.816
  Jumlah                                                                                             1.273.813.785                           834.674.254


                                                                                                     31 Maret 2025                 31 Desember 2024
  Bagian lancar                                                                                      1.273.813.785                           832.486.351
  Bagian tidak lancar                                                                                      546.976                             2.187.903
                                                                                                     1.274.360.761                           834.674.254


10. ASET TETAP
                                                                                 31 Maret 2025
                                                                                                      Saldo Akhir
                                                                                                                          Revaluasi
                             Saldo Awal       Penambahan       Pengurangan       Reklasifikasi         Sebelum                              Saldo Akhir
                                                                                                                       (Penurunan Nilai)
                                                                                                       Revaluasi

  Harga perolehan
  Kepemilikan langsung
    Tanah                   332.483.700.000               -                 -                 -      332.483.700.000                  -    332.483.700.000
    Bangunan                 73.789.700.000               -                 -                 -       73.789.700.000                  -     73.789.700.000
    Kendaraan                 8.373.340.022               -      (269.200.000)                -        8.104.140.022                  -      8.104.140.022
    Perabot dan peralatan    16.249.974.135      14.039.000       (79.541.721)      118.000.000       16.302.471.414                  -     16.302.471.414
  Subjumlah                 430.896.714.157      14.039.000      (348.741.721)      118.000.000      430.680.011.436                  -    430.680.011.436

  Aset Hak Guna
    Kendaraan                  282.600.000                 -                 -                   -      282.600.000                   -       282.600.000
  Subjumlah                    282.600.000                 -                 -                   -      282.600.000                   -       282.600.000

  Aset Tetap dalam
    Pembangunan                201.795.000      137.432.224                  -     (118.000.000)        221.227.224                   -       221.227.224

  Jumlah harga
    perolehan               431.381.109.157     151.471.224      (348.741.721)                   -   431.183.838.660                  -    431.183.838.660


  Akumulasi penyusutan
  Kepemilikan langsung
    Bangunan                  5.552.646.923    1.388.161.731                -               -          6.940.808.654                  -      6.940.808.654
    Kendaraan                 8.080.561.309       59.542.669     (269.200.000)              -          7.870.903.978                  -      7.870.903.978
    Perabot dan peralatan    13.844.502.894      177.343.675      (79.541.721)              -         13.942.304.848                  -     13.942.304.848
  Subjumlah                  27.477.711.126    1.625.048.075     (348.741.721)                   -    28.754.017.480                  -     28.754.017.480

  Aset Hak Guna
    Kendaraan                   58.875.000        8.831.250                  -                   -       67.706.250                   -        67.706.250
  Subjumlah                     58.875.000        8.831.250                  -                   -       67.706.250                   -        67.706.250

  Jumlah akumulasi
    penyusutan               27.536.586.126    1.633.879.325     (348.741.721)                   -    28.821.723.730                  -     28.821.723.730


  Nilai buku                403.844.523.031                                                                                                402.362.114.930




                                                                        29
Page 33
                                      PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                      Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                       Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                           31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                                     (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


10. ASET TETAP (Lanjutan)

                                                                                 31 Desember 2024
                                                                                                         Saldo Akhir
                                                                                                                             Revaluasi
                             Saldo Awal       Penambahan       Pengurangan          Reklasifikasi         Sebelum                              Saldo Akhir
                                                                                                                          (Penurunan Nilai)
                                                                                                          Revaluasi

  Harga perolehan
  Kepemilikan langsung
    Tanah                   332.483.700.000               -                 -                    -      332.483.700.000                  -    332.483.700.000
    Bangunan                 73.789.700.000               -                 -                    -       73.789.700.000                  -     73.789.700.000
    Kendaraan                 8.373.340.022               -                 -                    -        8.373.340.022                  -      8.373.340.022
    Perabot dan peralatan    15.056.488.374     782.778.625      (114.500.000)         525.207.136       16.249.974.135                  -     16.249.974.135
  Subjumlah                 429.703.228.396     782.778.625      (114.500.000)         525.207.136      430.896.714.157                  -    430.896.714.157

  Aset Hak Guna
    Kendaraan                  282.600.000                 -                 -                      -      282.600.000                   -       282.600.000    ok
  Subjumlah                    282.600.000                 -                 -                      -      282.600.000                   -       282.600.000    ok
  Aset Tetap dalam
    Pembangunan                427.207.136      659.779.075      (359.984.075)        (525.207.136)        201.795.000                           201.795.000

  Jumlah harga
    perolehan               430.413.035.532    1.442.557.700     (474.484.075)                      -   431.381.109.157                  -    431.381.109.157

  Akumulasi penyusutan
  Kepemilikan langsung
    Bangunan                              -    5.552.646.923                -                       -     5.552.646.923                         5.552.646.923
    Kendaraan                 7.842.390.639      238.170.670                -                       -     8.080.561.309                         8.080.561.309
    Perabot dan peralatan    13.220.130.379      738.872.515     (114.500.000)                      -    13.844.502.894                        13.844.502.894
  Subjumlah                  21.062.521.018    6.529.690.108     (114.500.000)                      -    27.477.711.126                  -     27.477.711.126

  Aset Hak Guna
    Kendaraan                   23.550.000       35.325.000                  -                      -       58.875.000                            58.875.000
  Subjumlah                     23.550.000       35.325.000                  -                      -       58.875.000                   -        58.875.000

  Jumlah akumulasi
    penyusutan               21.086.071.018    6.565.015.108     (114.500.000)                      -    27.536.586.126                  -     27.536.586.126

  Nilai buku                409.326.964.514                                                                                                   403.844.523.031



  Tanah milik Perusahaan dan Entitas Anak merupakan tanah yang berlokasi di Jakarta Pusat
  (Pejompongan), Jakarta Selatan (Falatehan dan Pondok Pinang), Kepulauan Seribu, NTT (Tanjung
  Karoso) dan Bali (Canggu) dengan total area seluas masing-masing seluas 1.175.063m2 pada 31 Maret
  2025 dan 31 Desember 2023.
  Atas tanah di Kepulauan Seribu, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)
  tertanggal 8 Mei 2015 dengan PT Setia utama Island atas pembelian sebuah villa dengan total area
  seluas 1.500 m2 yang berlokasi di Pulau Tengah, Kepulauan Seribu dengan harga beli sebesar
  Rp15.800.000.000. Aset tersebut telah diserah terima dengan baik oleh Perusahaan melalui berita acara
  serah terima dengan PT Setia utama Island. Sampai saat ini, akta jual beli masih dalam proses karena
  harus menunggu proses pemecahan dari sertifikat induk oleh penjual.

  Tanah, bangunan dan perabotan dan peralatan yang berlokasi di Jalan Falatehan I No.21-22, Melawai,
  Jakarta Selatan (Sotis Falatehan) dan di Jalan Raya Kayu Tulang, Desa Canggu (Sotis Villa Canggu)
  digunakan oleh PT Dwimukti Mitra Wisata (Entitas Anak) untuk menjalankan kegiatan usaha perhotelan.
  Pada tahun 2024 dan 2023, tanah dan bangunan di Jalan Falatehan tersebut dijadikan sebagai jaminan
  sehubungan dengan pinjaman bank yang diperoleh Entitas Anak dari PT Bank Negara Indonesia
  (Persero) Tbk (Catatan 17).

  Aset dalam penyelesaian merupakan proyek pembangunan fasilitas pendukung hotel dan bangunan
  pendukung yang masih dalam tahap penyelesaian.

  Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut:
                                                                                                        31 Maret 2025                31 Desember 2024
  Beban umum dan administrasi (Catatan 27)                                                              1.633.879.325                         6.565.015.108
  Jumlah                                                                                                1.633.879.325                         6.565.015.108


                                                                        30
Page 34
                                     PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                     Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                      Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                          31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                                    (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


10. ASET TETAP (Lanjutan)
  Biaya perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan sebesar Rp19.125.058.274
  dan Rp19.051.672.274 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.

  Aset tetap tidak termasuk tanah telah diasuransikan terhadap risiko akibat kerusakan, bencana alam,
  kebakaran dan risiko lainnya pada PT Asuransi Central Asia dengan nilai pertanggungan sebesar
  Rp119.692.733.894 pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024. Manajemen akan meningkatkan nilai
  pertanggungan tersebut untuk menutupi kerugian yang mungkin terjadi.

  Analisis laba (rugi) terkait yang timbul dari penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
                                                                                         31 Maret 2025         31 Desember 2024
  Harga jual                                                                               191.351.351                 21.793.694
  Nilai buku                                                                                         -                          -
       Jumlah                                                                              191.351.351                 21.793.694

  Perusahaan telah melakukan penilaian kembali aset tetap pada tahun 2023 dengan Laporan No.
  00068/2.0004-14/PI/03/0595/1/VI/2024 tanggal 28 Juni 2024 oleh KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan
  yang ditandatangani oleh Ir. Aguson Rosano. MAPPI (Cert.) Laporan penilaian tersebut dilakukan sesuai
  dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditentukan berdasarkan transaksi terkini dalam ketentuan
  yang wajar dan Peraturan Bapepam-LK No.VIII.C.4 tentang pedoman penilaian dan penyajian laporan
  penilaian properti di pasar modal. Penilaian kembali aset tetap untuk tanah pada tanggal 31 Desember
  2023 hanya untuk tujuan akuntansi sesuai dengan PSAK No.16 tentang “Aset Tetap” dan tidak ditujukan
  untuk tujuan pajak. Penentuan nilai wajar dilakukan dengan metode pendekatan biaya.


                                                                31 Desember 2023
  No. Lokasi        Alamat Aset                                   Jenis Aset               Nilai Wajar         Metode Pendekatan

  1.    Jakarta     Jl. Falatehan I No. 21-22
                    Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan      Tanah (523 m2)              36.262.200.000   Pendekatan Biaya
                                                                  Bangunan (3.020 m2)         21.744.000.000   dan Pendapatan

  2.    Jakarta     Jl. Penjernihan Bendungan                     Tanah (501 m2)              29.904.700.000   Pendekatan Biaya
                    Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat             Bangunan (2.974 m2)         19.925.800.000   dan Pendapatan

  3.    Jakarta     Jl. Pinang Kuningan I No.25 Kel. Pondok       Tanah (3.027 m2)            60.181.200.000   Pendekatan Pasar
                    Pinang Kec. Kebayoran Lama Jakarta
                    Selatan

  4.    Jakarta     Lexington Apartement L : 26-06, Jl. Deplu     Bangunan - Apartemen         2.020.600.000   Pendekatan Pasar
                    Raya No. 12, Bintaro Pesanggrahan             Lexington (68 m2)
                    Jakarta Selatan
                    Lexington Apartement L : 26-08, Jl. Deplu     Bangunan - Apartemen         2.279.400.000   Pendekatan Pasar
                    Raya No. 12, Bintaro Pesanggrahan             Lexington (76 m2)
                    Jakarta Selatan

  5.    Jakarta     Pulau Tengah Kav. 51, Pulau Pari, Pulau       Tanah (1.500 m2)            18.761.600.000   Pendekatan Biaya    dan
                    Seribu Selatan, Kep. Seribu                   Bangunan (1.677 m2)         17.608.500.000   Pendapatan

  6.    Sumba       Desa Tanjung Karoso, Kec. Kodi, Kab.          Tanah (1.162.282 m2)       135.615.700.000   Pendekatan Pendapatan
        Barat Daya, Sumba Barat Nusa Tenggara Timur
        Nusa
        Tenggara
        Timur

  7.    Canggu, Bali Jalan Raya Kayutulang,                    Tanah (7.230 m2)               51.758.300.000   Pendekatan Biaya
                     Desa Canggu, Kec. Kuta Utara, Kab. Badung, Bangunan
                                                                Bali      (1.674 m2)          10.211.400.000   dan Pendapatan
                                                                          Jumlah             406.273.400.000




                                                                     31
Page 35
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                   31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


11. ASET LAIN-LAIN

  Rincian per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                    31 Maret 2025            31 Desember 2024
  Kas yang dibatasi penggunaannya                                    1.200.000.000              1.200.000.000
  Jumlah                                                             1.200.000.000              1.200.000.000

  Kas yang di batasi penggunaannya adalah uang jaminan sehubungan dengan pinjaman kredit investasi
  BNI, yang dapat digunakan ketika hutang sudah lunas.

12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI

  a. Sifat hubungan dengan pihak berelasi
     Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi keuangan dengan
     pihak-pihak berelasi.

     Sifat Pihak Berelasi

     Hubungan dan jenis akun atau transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

     No Pihak Berelasi                              Hubungan                 Sifat Saldo Akun/Transaksi
      1.   Herman Herry Adranacus         Pemegang        Saham   dan      Utang lain-lain
                                          Komisaris Utama di Entitas
                                          Anak
      2.   Vonny Kristiani                Pemegang Saham Perusahaan        Piutang lain-lain
                                          dan   Entitas     Anak serta
                                          Komisaris Entitas Anak
      3.   Cindy Angelina Adranacus     Pemegang Saham Perusahaan          Piutang lain-lain; Utang lain-lain
      4.   PT Dwimukti Graha Elektrindo Di bawah pengendali yang           Piutang lain-lain; Utang lain-lain
                                        sama dengan Perusahaan dan
                                        Entitas Anak
      5.   PT Dwimukti Inti Boga        Di bawah pengendali yang           Piutang lain-lain; Utang lain-lain
                                        sama dengan Perusahaan dan
                                        Entitas Anak
      6.   PT Sotis Hotel Manajemen     Di bawah pengendali yang           Piutang lain-lain; Utang lain-lain
                                        sama dengan Perusahaan dan
                                        Entitas Anak
      7.   PT Sungai Mas Propertindo Di bawah pengendali yang              Piutang lain-lain
                                        sama dengan Perusahaan dan
                                        Entitas Anak
      8.   Stevano Rizki Adranacus      Komisaris Utama Perusahaan         Utang lain-lain




                                                    32
Page 36
                          PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                          Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                           Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                               31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                         (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


b. Utang lain-lain
                                                                 31 Maret 2025     31 Desember 2024
   PT Dwimukti Graha Elektrindo                                  106.257.103.473      101.468.048.747
   Herman Herry Adranacus                                         5.627.698.483        5.627.698.483
   PT Sotis Hotel Manajemen                                       1.279.031.000        1.300.031.000
    Jumlah                                                       113.163.832.956     108.395.778.230
   Bagian lancar                                                  1.279.031.000        1.300.031.000
   Bagian tidak lancar                                           111.884.801.956      107.095.747.230

    Jumlah                                                       113.163.832.956     108.395.778.230
   Persentase terhadap jumlah liabilitas                                49,64%          47,93%

   Transaksi signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

   PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE")

   Pada tahun 2025, Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh tambahan dana dari DGE untuk
   operasional sehingga saldo utang per 31 Maret 2025 menjadi sebesar Rp106.257.103.473 terdiri dari
   saldo utang PT SMK sebesar Rp86.818.286.634, PT DMW sebesar Rp15.464.205.811 dan saldo
   utang PT TKP sebesar Rp 3.974.611.028.

   a. SMK
      Perusahaan menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan
      pembayaran atas pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo
      pinjaman Perusahaan kepada DGE adalah sebesar Rp10.441.864.479. Atas saldo sisa hutang
      tersebut telah dinyatakan dalam Addendum Perjanjian Utang Piutang No.289/PHP/XII/2022
      tertanggal 30 Desember 2022. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per
      tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap
      setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.

      Pada tanggal 30 Desember 2024 SMK memiliki utang dan menerima pinjaman dana dari waktu ke
      waktu sebagai mana tercantum pada Perjanjian Pengakuan Hutang No. 214A/SMK-
      DGE/PH/XII/2024 sebesar Rp9.585.483.185.
      Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pembaharuan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024
      dengan Nomor: 225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT
      Dwimukti Mitra Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk mengalihkan
      atau memindahkan seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui perhitungan utang dengan
      nilai Utang DMW ke DGE.
      Sehingga saldo utang SMK kepada DGE sebesar Rp86.436.286.634

   b. DMW
      Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No.147/PHP/XII/2016 antara DMW (Entitas Anak) dengan
      DGE tanggal 28 Desember 2016, DGE setuju untuk memberikan pinjaman kepada DMW sebagai
      tambahan modal/modal kerja dan atau keperluan operasional DMW dengan nilai sebanyak-
      banyaknya sebesar Rp11.000.000.000 yang dapat diterima secara sekaligus ataupun secara
      bertahap. Atas pinjaman tersebut, tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali secara bertahap
      setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan DMW.




                                                 33
Page 37
                         PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                          Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                              31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                        (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


b. Utang lain-lain (Lanjutan)
   b. DMW (Lanjutan)
      Perjanjian ini telah mengalami perubahan melalui Penegasan Perjanjian Utang Piutang
      No.149/PPHP/XII/2017 tanggal 27 Desember 2017, dimana DMW mengakui utang kepada DGE
      sebesar Rp10.825.825.978.

      Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No.150/PHP/XII/2017 antara DMW dengan DGE tanggal 28
      Desember 2017, DMW setuju untuk memberikan pinjaman kepada DGE sebagai tambahan
      modal/modal kerja dan atau keperluan operasional DGE sebesar Rp66.693.458.803. Atas
      pinjaman tersebut, tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali secara bertahap setiap
      bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan DGE.

      Atas kedua Perjanjian Utang Piutang di atas (No.149/PPHP/XII/2017 dan No.150/PHP/XII/2017),
      DMW dan DGE membuat Perjanjian Perjumpaan Utang (Kompensasi) pada tanggal 28 Desember
      2017, dimana kedua belah pihak setuju untuk melakukan perjumpaan utang/kompensasi antara
      saldo utang DGE kepada DMW sebesar Rp66.693.458.803 dengan saldo utang DMW kepada
      DGE sebesar Rp10.825.825.978 sehingga saldo akhir utang DGE kepada DMW menjadi sebesar
      Rp55.867.632.824.

      Sehubungan dengan Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) antara Perusahaan, DMW dan DGE,
      dimana DGE bermaksud melunasi sebagian utangnya kepada DMW dengan jalan Perusahaan
      menyatakan mengakui utang kepada DMW sejumlah Rp12.527.470.050 maka atas novasi
      tersebut, saldo utang DGE kepada DMW yang sebelumnya sebesar Rp55.867.632.824 setelah
      dikurangi nilai utang di dalam novasi sebesar Rp12.527.470.050 maka akan menjadi sebesar
      Rp43.340.162.774.

      Berdasarkan Nota Kesepahaman tanggal 29 Desember 2017 antara DMW dengan DGE, dimana
      atas nilai sisa utang DGE kepada DMW sebesar Rp43.340.162.774 (“Sisa Utang”) akan dilunasi
      oleh DGE dengan cara menjual kepada DMW sebidang tanah yang terletak di daerah Propinsi DKI
      Jakarta, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Kelurahan Pondok
      Pinang yang dikenal sebagai Jalan Pinang Kuningan I sebagaimana diuraikan dalam Sertifikat Hak
      Guna Bangunan No.09017/Pondok Pinang tertanggal 21 November 2017 seluas 3.239m2 yang
      terdaftar atas nama DGE. Harga Jual Beli yang disepakati adalah sebesar Rp54.122.438.057 yang
      pembayarannya dilakukan secara bertahap oleh DMW dengan cara sebagai berikut:



      1. Sejumlah sisa utang diakui sebagai pembayaran uang muka oleh DMW kepada DGE atas
         pembelian tanah pada saat tanggal penandatanganan Nota Kesepahaman.
      2. Sebesar Rp10.782.275.282 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal 29 Desember
         2018 yang akan diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.

      Atas nota kesepahaman di atas, DMW mencatat saldo masing-masing sebesar Rp43.340.162.774
      sebagai Uang Muka Pembelian Tanah pada Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian per 31
      Desember 2017.
      Pada tahun 2018, DMW memperoleh pinjaman dari DGE dengan total sebesar Rp11.733.332.653
      per 31 Desember 2018 yang tertuang di dalam perubahan kedua Perjanjian Utang Piutang No.
      166/PPHP-II/XII/2018 tanggal 28 Desember 2018.




                                               34
Page 38
                         PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                         Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                          Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                              31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                        (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


b. Utang lain-lain (Lanjutan)
   b. DMW (Lanjutan)
      Pada tanggal 31 Desember 2018, sesuai dengan Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) antara
      DGE, DMW dan Perusahaan, bahwa Perusahaan bermaksud mengalihkan sebagian utangnya
      dengan DGE menjadi utang kepada DMW dan DMW ingin melunasi sebagian utangnya kepada
      DGE dengan memperhitungkan uang muka pembelian tanah Pondok Pinang sehingga jumlah
      pinjaman adalah sebagai berikut:
      1. Saldo utang Perusahaan kepada DGE sebesar Rp28.740.395.980 telah dialihkan menjadi
         utang kepada DMW. Saldo utang Perusahaan kepada DMW per 31 Desember 2018 adalah
         sebesar Rp68.832.147.811 dan saldo utang Perusahaan kepada DGE per 31 Desember 2018
         adalah sebesar Rp4.153.781.850.
      2. Saldo uang muka pembelian tanah Pondok Pinang sebesar Rp43.340.162.774 diperhitungkan
         dengan utang DMW kepada DGE sebesar Rp11.733.332.653 dan pengalihan atas utang
         Perusahaan kepada DGE yang diterima oleh DMW yaitu sebesar Rp28.740.395.980 sehingga
         saldo uang muka pembelian tanah Pondok Pinang per 31 Desember 2018 yaitu sebesar
         Rp2.866.434.141.
      Pada tanggal 30 Desember 2022 dibuat Penegasan Nota Kesepahaman antara DMW dengan
      DGE untuk melakukan Addendum II atas Nota Kesepahaman dimana para pihak sepakat untuk
      mengubah ketentuan dan menegaskan kembali pasal 2 pada MOU, sebagai berikut:
      1. Sisa utang sebesar Rp2.866.434.141 diakui oleh DGE sebagai pembayaran uang muka oleh
         DMW kepada DGE atas pembelian tanah Pondok Pinang.
      2. Sisa pembayaran sebesar Rp51.224.865.859 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada
         tanggal 30 Desember 2024 yang diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
      3. Semua syarat dan ketentuan hutang piutang sebagaimana dinyatakan dan ditetapkan dalam
         Perjanjian terdahulu yang telah ada, selama tidak dinyatakan berubah dalam Penegasan
         Perjanjian, tetap berlaku sebagaimana adanya.
      Pada tahun 2023, uang muka yang diberikan oleh DMW senilai Rp2.866.434.141 sesuai dengan
      adendum nota kesepahaman tahun 2022 dikompensasikan menjadi pembayaran utang DMW
      kepada DGE. Yang berarti DMW tidak menjadi membeli tanah Pondok Pinang dan tidak terdapat
      sisa pembayaran yang harus dibayar oleh DMW.
      DMW menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran
      atas pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman
      Perusahaan kepada DGE adalah sebesar Rp75.717.419.658. Atas saldo sisa hutang tersebut telah
      dinyatakan dalam Addendum II Perjanjian Utang Piutang No.284/DGE-DMW/PHP/XII/2023
      tertanggal 29 Desember 2023. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per
      tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap
      setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow DMW.
      Saldo piutang lain-lain DGE per 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing sebesar Rp0 dan
      Rp6.033.100 merupakan sisa saldo piutang atas transaksi penjualan kendaraan Perusahaan
      kepada DGE. Atas saldo sisa piutang tersebut telah dinyatakan dalam 284/DGE-
      DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29 Desember 2023. Piutang tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol
      persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran dilaksanakan secara
      bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow DGE.




                                               35
Page 39
                          PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                          Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                           Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                               31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                         (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
    b. Utang lain-lain (Lanjutan)
       b. DMW (Lanjutan)
        DMW menerima pinjaman dari DGE pada tanggal 30 Desember 2024 yang telah dinyatakan pada
        Addendum      III Perjanjian   Utang    Piutang   No.213/DGE-DMW/PHP/XII/2024       sebesar
        Rp88.425.009.260. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan
        tanpa biaya tambahan lainnya.
        Pada tahun 2024 terdapat perjanjian pembaharuan utang (Novasi) pada 31 Desember 2024
        dengan Nomor: 225/SMK-DGE-DMW/PPH/XXI/2024 antara PT Dwimukti Graha Elektrindo, PT
        Dwimukti Mitra Wisata dan PT Satria Mega Kencana. Perjanjian ini bertujuan untuk mengalihkan
        atau memindahkan seluruh Piutang DMW tersebut kepada DGE melalui perhitungan utang dengan
        nilai Utang DMW ke DGE.
        Sehingga saldo hutang DMW kepada DGE sebesar Rp11.574.205.810

     c. TKP
        Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.284/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember
        2022 TKP (Entitas Anak) mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar Rp2.110.516.548.
        Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya
        tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan
        nominal yang disesuaikan dengan cash flow TKP.
        TKP menerima pinjaman dari DGE pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah dinyatakan pada
        Addendum II Perjanjian Utang Piutang No.217/TKP-DGE/PHP/XII/2024 sebesar Rp3.457.556.303.
        Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya
        tambahan lainnya.

     Herman Herry Adranacus ("HHA")
     a. DMW
        Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No. 285/PHP/XII/2022 tanggal 30 Desember 2022, dimana
        HHA setuju untuk memberikan pinjaman sebanyak-banyaknya Rp6.627.698.483 yang dapat
        diterima sekaligus ataupun secara bertahap kepada DMW. Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan
        bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan
        keuangan DMW.

        Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) No.279/HH-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29 Desember
        2023, dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp5.627.698.483. Saldo
        utang DMW per 31 Desember 2023 sebesar Rp5.627.698.483.
        Perjanjian Utang No. 222/HH-DMW/PPH/XII/2024 tanggal 31 Maret 2025, dimana DMW mengakui
        utang kepada pihak pertama sebesar Rp5.627.698.483. Saldo utang DMW per 31 Desember 2024
        sebesar Rp5.627.698.483
        Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya dengan
        nominal yang disesuaikan dengan keuangan DMW.

     b. TKP
        Berdasarkan perjanjian utang piutang tertanggal 31 Desember 2018, PT Tanjung Karoso Permai
        (Entitas Anak) memberikan pinjaman kepada HHA sebesar Rp1.000.000.000. Pinjaman tersebut
        tidak dikenakan bunga dan tanpa jangka waktu pengembalian yang pasti.




                                                36
Page 40
                           PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                           Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                            Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                          (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
    b. Utang lain-lain (Lanjutan)
     Herman Herry Adranacus ("HHA") (Lanjutan)
     b. TKP (Lanjutan)
        Berdasarkan perjanjian, pihak peminjam akan membayar pinjaman tersebut secara bertahap setiap
        bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan arus kas pihak peminjam. Sisa piutang per 31
        Desember 2022 adalah sebesar Rp1.000.000.000 yang dicatat sebagai bagian dari piutang lain-
        lain dan dinyatakan dalam Penegasan Perjanjian Hutang Piutang No.184A/PHP/XII/2021 tertanggal
        31 Desember 2021. Piutang tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan
        tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan
        nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam. Berdasarkan Perjanjian
        Pembaharuan Utang (Novasi) No.279/HH-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29 Desember 2023, HHA
        telah melunasi pinjamannya kepada TKP sehingga saldo Piutang per 31 Desember 2023 adalah
        Rp0 (nol rupiah)


     PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM")

     Utang DMW kepada SHM sebesar Rp 1.279.031.000 dan Rp1.300.031.000 pada 31 Maret 2025 dan
     31 Desember 2024.

     Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No.193a/PHP/XII/2012 tertanggal 31 Desember 2021 SHM
     mengakui dan menerima pinjaman dari DMW. Pinjaman tersebut diberikan untuk keperluan
     operasional SHM dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
     Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
     disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.

     Sisa piutang per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp9.017.457 yang dicatat sebagai bagian dari
     piutang lain-lain.

     Berdasarkan Addendum III Perjanjian Hutang Piutang No.281/SHM-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal 29
     Desember 2023 DMW telah menerima pinjaman dari SHM dari waktu ke waktu dan saat perjanjian
     pada saat perjanjian ditandatangani total pinjaman adalah sebesar Rp935.707.000.

     Adapun perincian jumlah pinjaman tersebut sebagai berikut:
     1. Pinjaman untuk dana operasional sebesar Rp 385.707.000.
     2. Biaya Jasa Manajemen (Management Fee) yang belum dibayar atas pengoperasian Sotis Hotel
        sebesar Rp550.057.000. Terhadap biaya Jasa Manajemen (Management Fee) ini tidak dikenakan
        biaya tambahan berupa denda dan/atau bunga atas keterlambatan pembayaran yang belum
        dilakukan oleh DMW.
     Berdasarkan Perjanjian Manajemen Hotel No.0012/CTR/SHM/VIII/2018 tanggal 1 Agustus 2018 antara
     Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata) dengan PT Sotis Hotel Manajemen (SHM), bahwa Entitas
     Anak bermaksud menggunakan merk Sotis, sistem manajemen serta jasa pengelolaan hotel dari
     SHM. Jangka waktu perjanjian ini adalah selama periode 2 tahun mulai dari tanggal 1 Agustus 2018
     sampai dengan 31 Juli 2020. Atas perjanjian ini, Entitas Anak membayar biaya pelaksanaan pekerjaan
     yang terdiri dari incentive management fee sebesar Rp70.000.000 setiap bulan untuk masing-masing
     hotel. Selain itu, Entitas Anak wajib mencadangkan 3% dari GOP (Gross Operating Profit) hotel setiap
     bulannya sebagai cadangan untuk penggantian, penambahan dan penyempurnaan alat terpasang dan
     perlengkapan hotel. Di tahun 2023 dan 2022, Entitas Anak membayar jasa manajemen kepada SHM
     masing-masing sebesar Rp1.800.000.000 dan Rp1.800.000.000 yang dicatat sebagai “Jasa
     Manajemen” sebagai bagian dari Beban Umum dan Administrasi (Catatan 27).




                                                  37
Page 41
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
    b. Utang lain-lain (Lanjutan)
       PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM") (Lanjutan)
     Berdasarkan Addendum IV Perjanjian Hutang Piutang No.220/SHM-DMW/PHP/XII/2024 tertanggal 31
     Desember 2024 DMW telah menerima pinjaman dari SHM sebesar Rp1.306.031.000.

     Adapun perincian jumlah pinjaman tersebut sebagai berikut:
     1. Pinjaman untuk dana operasional sebesar Rp 538.031.000.
     2. Biaya Jasa Manajemen (Management Fee) yang belum dibayar atas pengoperasian Sotis Hotel
        sebesar Rp762.000.000. Terhadap biaya Jasa Manajemen (Management Fee) ini tidak dikenakan
        biaya tambahan berupa denda dan/atau bunga atas keterlambatan pembayaran yang belum
        dilakukan oleh DMW.


13. UTANG USAHA

  Akun ini terdiri dari:

  a. Berdasarkan pemasok

                                                                  31 Maret 2025    31 Desember 2024
     Pihak ketiga
      Rupiah
        Sari Alam Supplier                                           114.624.930         83.511.154
        PT Sahih Mitra Sinergi                                        47.811.175         14.902.350
        CV Jasa Boga Niaga                                            41.800.300         10.290.100
        PLN                                                           36.599.521                  -
        PT Rumah Duta Pangan                                          35.536.425         43.989.255
        Makmur Stand Buah                                             28.328.725         10.649.695
        Jeng Rince Kitchen                                            27.750.000         11.634.000
        PT Seiga Plus Energy                                          19.500.000         17.800.000
        PT Fitra Food International                                   18.928.215         15.192.133
        CV Maju Bersama Meat Shop                                     17.288.700                  -
        PT Budi Jaya Amenities                                        14.608.000                  -
        Pastry The Maleo                                              14.284.830         20.533.480
        Semoga Berkah                                                 13.684.000                  -
        Mpo Muhayah                                                   13.537.000                  -
        PT Jayasegar Berkah Mandiri                                   12.156.000                  -
        CV Santi Jaya Lestari                                         11.987.000         16.825.000
        PT Paskomnas Niaga Utama                                               -         16.161.454
        PT Sentral Sari Prima Sentosa                                          -         15.186.000
        PT Yuza Graha Gemilang Raya                                            -         18.482.750
        Pratama Laundry & Dry Cleaning                                         -         11.581.500
        Lain-lain (Saldo dibawah Rp10.000.000)                       270.388.309        176.265.197
                                                                     738.813.130        483.004.068




                                                  38
Page 42
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                   31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


13. UTANG USAHA (Lanjutan)

   b. Berdasarkan umur
       Rincian utang usaha dikategorikan berdasarkan tanggal tertagih adalah sebagai berikut :
                                                                    31 Maret 2025       31 Desember 2024
       0 - 30 hari                                                     389.766.762               268.502.172
       31 - 60 hari                                                    184.448.841               100.481.677
       61 - 90 hari                                                     54.202.850                23.649.541
       > 90 hari                                                       110.394.677                90.370.677
       Jumlah                                                          738.813.130               483.004.067

       Seluruh utang usaha kepada pihak ketiga merupakan utang kepada pemasok dalam mata uang
       Rupiah per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024. Seluruh utang usaha berjangka waktu 30 sampai
       dengan 120 hari dan tanpa jaminan.


14. UTANG LAIN-LAIN
    Akun ini terdiri dari:

   a. Berdasarkan pemasok

                                                                    31 Maret 2025       31 Desember 2024
       Pihak ketiga
        Rupiah
          PT Asuransi Central Asia                                                 -               39.797.164
          Lainnya                                                          1.840.992              118.931.243
                                                                          1.840.992               158.728.407

       Pihak berelasi (catatan 12d)                                  113.163.832.956        108.395.778.230

       Jumlah                                                        113.165.673.948        108.554.506.637

       Bagian lancar                                                   1.280.871.992          1.458.759.407
       Bagian tidak lancar                                           111.884.801.956        107.095.747.230
                                                                     113.165.673.948        108.554.506.637

       Seluruh utang lain-lain kepada pihak berelasi dilakukan tanpa dikenakan bunga, tanpa jaminan dan
       jatuh tempo sewaktu-waktu.




                                                     39
Page 43
                           PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                           Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                            Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                          (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


15. BEBAN AKRUAL

                                                                 31 Maret 2025        31 Desember 2024
  Jasa Pelayanan                                                    518.325.325            600.236.472
  Kerusakan dan Penggantian                                         362.708.695            348.904.780
  Provisi                                                           252.607.286            218.507.172
  Jasa Profesional                                                  100.000.000            100.000.000
  Komisi                                                             54.103.595             71.743.578
  Gaji dan Tunjangan                                                 21.039.491            385.109.061
  Pembelian aset                                                              -            118.640.000
  Listrik                                                                     -             77.548.025
  Lain-lain dibawah Rp50.000.000                                    506.260.477            356.638.067
   Jumlah                                                         1.815.044.869           2.277.327.155

16. PERPAJAKAN

  a. Pajak dibayar dimuka
                                                                 31 Maret 2025        31 Desember 2024
     Perusahaan
      Pajak Pertambahan Nilai                                     4.815.137.632           4.790.913.030
      Pasal 21                                                                -               8.677.320
     Entitas anak
      Pasal 23                                                         3.391.637              5.891.637
     Jumlah                                                       4.818.529.269           4.805.481.987

  b. Utang pajak
                                                                 31 Maret 2025        31 Desember 2024
     Perusahaan
      Pasal 21                                                       73.360.093             75.842.550
      Pasal 23                                                          548.000                818.001
      Pasal 4 (2)                                                    44.000.000                      -
     Entitas anak
      Pajak pembangunan 1                                           100.878.154            289.253.175
      Pasal 29                                                      234.667.904            275.301.813
      Pasal 21                                                       49.694.106             64.411.616
      Pasal 23                                                       13.256.919             16.103.819
     Jumlah                                                         516.405.176            721.730.974

  c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan
                                                                  31 Maret 2025       31 Desember 2024

     Pajak Kini
      Anak                                                                        -         (478.471.358)
      Penyesuaian Tahun Lalu                                                      -            1.963.745
     Tangguhan
      Perusahaan                                                                  -         (96.345.678)
      Anak                                                                        -         113.643.160
     Jumlah                                                                       -         (459.210.131)



                                                 40
Page 44
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                   31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


16. PERPAJAKAN (Lanjutan)
    c. Beban (Manfaat) Pajak Penghasilan (Lanjutan)
      Rekonsiliasi antara laba sebelum Pajak Penghasilan, seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi
      komprehensif, dengan taksiran laba fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan
      31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                     31 Maret 2025           31 Desember 2024
      Laba sebelum Pajak Penghasilan konsolidasian                                   -          (16.154.525.157)
      Laba sebelum Pajak Penghasilan - Entitas anak                                  -            5.970.027.232
      Laba sebelum Pajak Penghasilan Perusahaan                                      -          (10.184.497.925)

      Beda waktu:
       Selisih Penyusutan Aset Tetap Komersial dan Fiskal                            -           1.716.091.422
       Beban Imbalan Kerja                                                           -   -         437.934.900
       Realisasi Pembayaran Manfaat                                                  -                       -
       Jumlah beda waktu                                                             -           1.278.156.522
      Beda tetap:
       Jasa giro                                                                     -                (556.062)
       Pendapatan Lain-lain                                                          -                       -
       Beban Penyusutan Aset Tetap yang Tidak Diakui oleh Fiskal                     -                       -
       Beban yang tidak dapat dikurangkan lain-lain                                  -             625.960.919
       Jumlah beda tetap                                                             -             625.404.857
      Taksiran Rugi Fiskal                                                           -           (8.280.936.546)
      Rugi Fiskal Tahun sebelumnya:
       Tahun 2019                                                                    -                        -
       Tahun 2020                                                                    -           (8.273.978.141)
       Tahun 2021                                                                    -           (8.912.287.273)
       Tahun 2022                                                                    -           (9.302.166.990)
       Tahun 2023                                                                    -           (8.167.893.601)
      Taksiran Akumulasi Rugi Fiskal                                                 -          (42.937.262.551)

      Rugi fiskal Perusahaan dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak untuk periode lima tahun
      mendatang sejak kerugian fiskal terjadi. Namun, Manajemen berpendapat bahwa Perusahaan tidak
      akan memiliki laba kena pajak yang mengakibatkan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat digunakan
      sebelum tanggal kadaluarsanya, sehingga aset pajak tangguhan atas rugi fiskal tersebut tidak diakui.

      Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan konsolidasian dengan taksiran rugi
      fiskal Perusahaan diatas menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan.




                                                      41
Page 45
                                 PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                 Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                  Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                      31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                                (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


16. PERPAJAKAN (Lanjutan)

  d. Aset Pajak Tangguhan

     Pajak tangguhan dihitung berdasarkan pengaruh dari perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset
     dan liabilitas menurut komersial dengan ketentuan pajak, dengan rincian perhitungan sebagai berikut:


                                                                      31 Maret 2025
                                                               Dikreditkan          Dikreditkan
                                      1 Januari 2025      (dibebankan) ke      (dibebankan) ke     31 Maret 2025
                                                         laporan laba rugi         penghasilan
                                                                             komprehensif lain
     Perusahaan
     Liabilitas Pajak Tangguhan -
       Bersih
     Aset Tetap                       (26.264.355.311)                  -                    -       (26.264.355.311)
     Imbalan kerja                        185.454.337                   -                    -           185.454.337
     Jumlah                           (26.078.900.974)                  -                    -       (26.078.900.974)

     Entitas Anak
     Aset Pajak Tangguhan -
       Bersih
     Aset Tetap                         1.974.039.026                   -                    -        1.974.039.026
     Cadangan penurunan piutang               915.735                   -                    -              915.735
     Imbalan kerja                        157.676.049                   -                    -          157.676.049
     Amortisasi                          (113.361.593)                  -                    -         (113.361.593)
     Jumlah aset
       pajak tangguhan                  2.019.269.217                   -                    -        2.019.269.217
     Liabilitas Pajak Tangguhan -
       Bersih
     Aset Tetap                       (27.547.550.800)                  -                    -       (27.547.550.800)
     Jumlah aset (liabilitas)
       pajak tangguhan                (27.547.550.800)                  -                    -       (27.547.550.800)



                                                                      31 Maret 2025
                                                               Dikreditkan          Dikreditkan
                                      1 Januari 2023      (dibebankan) ke      (dibebankan) ke    31 Desember 2023
                                                         laporan laba rugi         penghasilan
                                                                             komprehensif lain
     Konsolidasian

     Aset Pajak Tangguhan
      Entitas Anak :
        PT Dwimukti Mitra Wisata        2.019.269.217                   -                    -        2.019.269.217

     Liabilitas Pajak Tangguhan
       Perusahaan                     (26.078.900.974)                  -                    -       (26.078.900.974)
       Entitas Anak :
         PT Tanjung Karoso Permai     (27.547.550.800)                  -                    -       (27.547.550.800)


     Liabilitas Pajak Tangguhan       (53.626.451.774)                                               (53.626.451.774)
     Manfaat (Beban)
       Pajak Tangguhan                                                  -                    -




                                                         42
Page 46
                                  PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                  Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                   Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                       31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                                 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



16. PERPAJAKAN (lanjutan)
    d. Aset Pajak Tangguhan (Lanjutan)
                                                                      31 Desember 2024
                                                                Dikreditkan           Dikreditkan
                                       1 Januari 2024      (dibebankan) ke       (dibebankan) ke    31 Desember 2024
                                                          laporan laba rugi          penghasilan
                                                                               komprehensif lain
      Perusahaan
      Liabilitas Pajak Tangguhan -
        Bersih
      Aset Tetap                       (26.264.355.311)                   -                    -       (26.264.355.311)
      Imbalan kerja                        298.683.673         (113.229.336)                   -           185.454.337
      Jumlah                           (25.965.671.638)        (113.229.336)                   -       (26.078.900.974)

      Entitas Anak
      Aset Pajak Tangguhan -
        Bersih
      Aset Tetap                         1.963.524.611          10.514.415                    -         1.974.039.026
      Cadangan penurunan piutang             1.170.163            (254.428)                   -               915.735
      Imbalan kerja                         34.700.794         142.552.628          (19.577.373)          157.676.049
      Amortisasi                           (91.075.796)        (22.285.797)                   -          (113.361.593)
      Jumlah aset
        pajak tangguhan                  1.908.319.772         130.526.818          (19.577.373)        2.019.269.217
      Liabilitas Pajak Tangguhan -
        Bersih
      Aset Tetap                       (27.547.550.800)                   -                    -       (27.547.550.800)
      Jumlah aset (liabilitas)
        pajak tangguhan                (27.547.550.800)                   -                    -       (27.547.550.800)

                                                                      31 Desember 2024
                                                                Dikreditkan           Dikreditkan
                                       1 Januari 2024      (dibebankan) ke       (dibebankan) ke    31 Desember 2024
                                                          laporan laba rugi          penghasilan
                                                                               komprehensif lain
      Konsolidasian

      Aset Pajak Tangguhan
       Entitas Anak :
         PT Dwimukti Mitra Wisata        1.908.319.772         130.526.818          (19.577.373)        2.019.269.217

      Liabilitas Pajak Tangguhan
        Perusahaan                     (25.965.671.638)        (113.229.336)                   -       (26.078.900.974)
        Entitas Anak :
          PT Tanjung Karoso Permai     (27.547.550.800)                   -                    -       (27.547.550.800)
      Liabilitas Pajak Tangguhan       (53.513.222.438)                                                (53.626.451.774)
      Manfaat (Beban)
        Pajak Tangguhan                                         17.297.482          (19.577.373)




                                                          43
Page 47
                             PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                             Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                              Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                  31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                            (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


16. PERPAJAKAN (lanjutan)
    e. Pengampunan Pajak

     Pada tahun 2017 dan 2016, Perusahaan dan Entitas Anak ikut berpartisipasi dalam program
     pengampunan pajak. Perusahaan dan Entitas Anak telah melaporkan Surat Pernyataan Harta untuk
     Pengampunan Pajak (SPHPP) kepada Direktorat Jenderal Pajak antara tanggal 28 September 2016
     sampai dengan 31 Maret 2017. Aset dan liabilitas pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh
     Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:

                                 Jenis Aset/Liabilitas                                   Jumlah
     Kas                                                                                 22.205.650.000
     Bank                                                                                    16.857.636
     Investasi dalam saham                                                                2.500.000.000
     Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan                          4.950.000.000
     Tanah                                                                               41.899.430.000
     Bangunan                                                                             4.176.000.000
     Kendaraan                                                                            1.798.600.000
     Utang Bank                                                                            (516.930.801)
     Utang Lain-lain                                                                    (11.850.000.000)
     Liabilitas Sewa Pembiayaan                                                             (80.846.577)
       Jumlah                                                                            65.098.760.258

     Seluruh aset dan liabilitas terkait dengan pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh Perusahaan
     dan Entitas Anak telah diakui, diukur dan dibukukan sesuai dengan kriteria yang ditentukan dalam UU
     No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.
     Perusahaan dan Entitas Anak membayar uang tebusan sebesar Rp197.500.000 pada tahun 2017 dan
     dicatat sebagai bagian dari Beban Pajak dalam akun Penghasilan (Beban) Lain-lain.

  f. Ketetapan Pajak

     Pada 31 Desember 2024, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (”STP”) untuk berbagai jenis
     pajak tahun fiskal 2021 yang menyatakan sanksi administrasi atas keterlambatan pelaporan sebesar
     Rp 4.668.579. Perusahaan telah menyetujui tagihan pajak tersebut dan dicatat sebagai beban pajak
     pada laba atau rugi tahun 2024.

       Jenis Pajak           Periode Pajak                    No. SKP                    Jumlah SKP
          PPH                Desember 2021               00026/103/21/019/24                  1.657.929
          PPH                Desember 2021               00072/101/21/019/24                  3.010.650




                                                    44
Page 48
                             PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                             Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                              Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                  31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                            (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


16. PERPAJAKAN (lanjutan)

  f. Ketetapan Pajak (Lanjutan)

     Pada 31 Desember 2023, Perusahaan menerima Surat Tagihan Pajak (”STP”) untuk berbagai jenis
     pajak tahun fiskal 2019 dan 2020 yang menyatakan sanksi administrasi atas keterlambatan pelaporan
     sebesar Rp 3.000.000. Perusahaan telah menyetujui tagihan pajak tersebut dan dicatat sebagai beban
     pajak pada laba atau rugi tahun 2023.
       Jenis Pajak             Periode Pajak                  No. SKP                      Jumlah SKP
          PPH               Maret 2020                   00056/140/20/054/23                      100.000
          PPH               November 2020                00057/140/20/054/23                      100.000
          PPH               September 2020               00112/103/20/054/23                      100.000
          PPH               November 2020                00113/103/20/054/23                      100.000
          PPH               Desember 2020                00114/103/20/054/23                      100.000
          PPN               April 2020                   00195/107/20/054/23                      500.000
          PPN               Desember 2020                00196/107/20/054/23                      500.000
          PPN               Maret 2020                   00197/107/20/054/23                      500.000
          PPN               Februari 2020                00198/107/20/054/23                      500.000
          PPN               November 2020                00199/107/20/054/23                      500.000
          PPH               Desember 2024                00180/101/24/054/25                       28.773

  g. Administrasi
     Undang-undang perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa Perusahaan menghitung,
     menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang secara individu. Berdasarkan
     peraturan perundang-undangan yang berlaku, DJP dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak
     terutang dalam jangka waktu 5 (lima) tahun.
     Pemerintah mengurangi tarif Pajak Penghasilan Badan menjadi 22% untuk tahun 2020-2021 dan 20%
     untuk tahun 2022 dan seterusnya, sesuai dengan Pasal 5 bagian 1 dari Perppu No. 1 tahun 2020.
     Kebijakan ini mulai berlaku sejak 31 Maret 2020, setelah dikeluarkannya Peraturan sebagai Pengganti
     Undang-Undang tentang Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Sistem Keuangan
     sehubungan dengan Wabah Virus Corona 2019 (“COVID-19”) dan/atau untuk mengantisipasi
     ancaman yang akan membahayakan Ekonomi Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Negara.
     Perpu tersebut telah diundangkan dalam Undang-undang No. 2 Tahun 2020 yang berlaku efektif 18
     Mei 2020.
     Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7
     Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (“UU HPP”). Aturan tersebut menetapkan tarif
     pajak penghasilan badan menjadi sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan
     seterusnya.


17. UTANG BANK

                                                                    31 Maret 2025      31 Desember 2024
  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                             56.650.000.000       58.900.000.000
  Dikurangi:
   Biaya Transaksi Utang Bank yang Belum
     Diamortisasi                                                      (288.653.220)        (312.681.816)
  Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun                     (9.208.131.306)      (8.905.873.087)
  Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun                      47.153.215.474       49.681.445.097




                                                   45
Page 49
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


17. UTANG BANK (Lanjutan)

  Entitas Anak

  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

  Berdasarkan Perjanjian Kredit No.240/JRM/PK-KI/2017 tanggal 15 Desember 2017 antara PT Dwimukti
  Mitra Wisata (Entitas Anak) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Entitas Anak mendapatkan
  Fasilitas Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp100.000.000.000 untuk keperluan
  refinancing pembiayaan Hotel Sotis Falatehan dan Sotis Residence Penjernihan berikut sarana
  prasarana, mesin dan perlengkapan.
  Jangka waktu kredit diberikan selama 144 bulan terhitung sejak tanggal 15 Desember 2017 sampai
  dengan 14 Desember 2029. Pinjaman ini dikenakan bunga mengambang dan memiliki jadwal
  pembayaran atas angsuran pokok setiap bulannya yang berkisar antara Rp300.000.000-Rp1.300.000.000
  per bulan selama jangka waktu kredit. Tingkat suku bunga yang dikenakan atas pinjaman di tahun 2023
  dan 2022 adalah sebesar 12% per tahun.
  Jaminan yang diberikan atas fasilitas kredit tersebut adalah:
  - Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1458/melawai seluas 523 m2 di Jalan Falatehan I No.21 dan 22,
    Jakarta Selatan yang terdaftar atas nama PT Satria Mega Kencana (Perusahaan).
  - Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1256/bendungan hilir seluas 567 m2 di Jalan Penjernihan I No.10B,
    Jakarta Pusat yang terdaftar atas nama PT Dwimukti Graha Elektrindo.
  - Jaminan perusahaan oleh PT Satria Mega Kencana (Perusahaan) dan PT Dwimukti Graha Elektrindo.
  - Jaminan perorangan oleh Vonny Kristiani.
  Jumlah pembayaran pokok pinjaman atas fasilitas tersebut sebesar Rp2.250.000.000                     dan
  Rp1.950.000.000 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024.

  Saldo utang pinjaman per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp
  56.361.346.780 dan Rp 58.587.318.184 .

  Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas
  Anak yaitu:
  a. Mengubah bentuk atau status hukum Entitas Anak, anggaran dasar, memindah tangankan saham
     Entitas Anak yang mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan;
  b. Mengubah susunan pengurus, direksi, komisaris dan kepemilikan saham Entitas Anak;
  c. Mengadakan merger dan/atau konsolidasi;
  d. Melakukan akuisisi/pengambilalihan aset milik pihak ketiga;
  e. Mengijinkan pihak lain menggunakan Entitas Anak untuk kegiatan pihak lain;
  f. Melunasi seluruh atau sebagian utang ke pemegang saham atau perusahaan afiliasi;
  g. Menjual atau menyewakan harta kekayaan atau barang-barang agunan;
  h. Melakukan interfinancing dengan perusahaan afiliasi, induk, entitas anak tanpa underlying transaction;

  i. Mengalihkan seluruh atau sebagian hak dan kewajiban berdasarkan perjanjian kredit kepada pihak
     lain;
  j. Menggunakan dana Entitas Anak untuk tujuan diluar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit;
  k. Menerima fasilitas kredit baru dari bank lain;




                                                   46
Page 50
                             PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                             Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                              Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                  31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                            (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


17. UTANG BANK (Lanjutan)
  Entitas Anak (Lanjutan)
  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Lanjutan)
  Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas
  Anak yaitu: (lanjutan)
  l. Mengikatkan diri sebagai penjamin dan menjaminkan harta kekayaan yang telah dijaminkan kepada
     pihak lain;
  m. Membayar dividen;
  n. Melakukan likuidasi;
  o. Melakukan investasi yang melebihi proceed Entitas Anak;
  p. Membuka usaha baru yang tidak terkait dengan usaha yang telah ada;
  q. Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar, namun tidak terbatas pada:
     - Mengadakan atau membatalkan kontrak yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha.
     - Mengadakan kerjasama yang mengancam keberlangsungan usaha.
     - Mengadakan transaksi dengan pihak lain dengan cara-cara yang berada di luar kebiasaan yang
       wajar.

  Disamping itu, terdapat juga rasio-rasio keuangan yang harus dipenuhi oleh Entitas Anak yaitu:
  a. Current Ratio (Rasio Lancar) minimal 1 kali;
  b. Debt to Equity Ratio maksimal 2,5 kali;
  c. Debt Service Coverage minimal 100%.

  Per tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, rasio-rasio keuangan DMW (Entitas Anak) sebagai
  berikut:
                                                                   31 Maret 2025       31 Desember 2024
  Current Ratio                                                       0,62 kali              0,64 kali
  Debt to Equity Ratio                                                -1,20 kali            -1,19 kali
  Debt Service Coverage                                                -11,94%               15,11%
  Per tanggal 31 Maret 2025, Perusahaan belum dapat memenuhi batasan atas syarat Rasio Lancar, Debt
  to Equity Ratio (DER) dan Debt Service Coverage (DSCR).
  Pada tanggal 17 Juli 2018, Entitas Anak mendapatkan surat tertulis dari BNI No.JRM/1/365/R terkait
  batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak, yaitu membayar dividen.
  Berdasarkan surat tersebut, Entitas Anak dapat membagi dividen tanpa persetujuan BNI selama Entitas
  Anak masih memenuhi financial convenant yang ditetapkan oleh BNI. Pemberitahuan wajib dilakukan 7
  hari kerja sebelum tanggal efektif pembayaran dividen.




                                                   47
Page 51
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


18. LIABILITAS SEWA PEMBIAYAAN

                                                                  31 Maret 2025         31 Desember 2024
  Jumlah utang sewa guna usaha                                       137.375.000             153.860.000
  Pembayaran                                                          (65.940.000)           (65.940.000)
                                                                      71.435.000               87.920.000
  Dikurangi:
   Bagian jangka pendek                                               65.940.000               65.940.000

  Bagian jangka panjang                                                 5.495.000             21.980.000

  Liabilitas sewa pembiayaan merupakan sewa pembiayaan kepada Bank Central Asia yang dilakukan oleh
  entitas anak DMW pada unit Sotis Falatehan untuk kendaraan operasional. Jangka waktu nya adalah 3
  tahun dengan bunga 2,66% setiap tahunnya


19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA

  Perusahaan dan Entitas Anak mencatat liabilitas imbalan pasca kerja sesuai UU CIPTAKERJA
  No.11/2020 berdasarkan perhitungan aktuaris independen, Kantor Konsultan Aktuaria Arya Bagiastra
  yang dalam laporannya tertanggal 29 Februari 2024 dan 14 Maret 2023 untuk perhitungan per 31 Maret
  2025 dan 31 Desember 2024 dengan menggunakan metode Proyeksi Kredit Unit, dengan asumsi sebagai
  berikut :

                                                                  31 Maret 2025         31 Desember 2024
  Usia pensiun normal                                                           -            55 tahun
  Tingkat bunga diskonto (per tahun)                                            -         6,91% - 7,10%
  Tingkat kenaikan gaji (per tahun)                                             -            10,00%
  Tingkat kematian                                                              -             TMI IV
  Tingkat cacat dari tingkat kematian                                           -        10% dari TMI IV

  Beban imbalan pasca kerja karyawan untuk 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
                                                                  31 Maret 2025         31 Desember 2024
  Biaya jasa kini                                                                   -        196.911.154
  Biaya bunga liabilitas manfaat pasti, neto                                        -         98.491.004
  Biaya terminasi                                                                   -        (12.244.159)
  Pengakuan Segera dari Biaya Jasa Lalu yang Vested                                 -        431.267.281
    Jumlah                                                                          -        714.425.280

  Mutasi liabilitas manfaat karyawan adalah sebagai berikut:
                                                                  31 Maret 2025         31 Desember 2024
  Saldo awal                                                                        -       1.515.385.440
  Beban yang diakui di laporan laba rugi                                            -         714.425.280
  Pembayaran tahun berjalan                                                         -                   -
  Kurtailmen                                                                        -        (593.381.748)
  Penyesuaian liabilitas atas pengakuan masa kerja lalu                             -         (76.743.902)
    Jumlah                                                                          -       1.559.685.070




                                                    48
Page 52
                                PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                 Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                     31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                               (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (Lanjutan)
  Jumlah tercantum pada laporan posisi keuangan yang timbul dari liabilitas Entitas dalam rangka liabilitas
  imbalan pasca kerja adalah sebagai berikut:
                                                                      31 Maret 2025       31 Desember 2024
  Nilai kini liabilitas imbalan pasti                                    1.559.685.070         1.559.685.070
    Jumlah                                                               1.559.685.070         1.559.685.070

  Analisa sensitivitas kuantitatif untuk asumsi-asumsi yang signifikan pada tanggal 31 Maret 2025 adalah
  sebagai berikut:

                                                                             Pengaruh atas nilai kini liabilitas
                      Keterangan                        Persentase (%)
                                                                                        imbalan pasca kerja
  Tingkat diskonto
    Kenaikan                                                1,00%                              1.466.376.494
    Penurunan                                               1,00%                              1.663.970.521
  Kenaikan gaji di masa depan
    Kenaikan                                                1,00%                              1.653.745.117
    Penurunan                                               1,00%                              1.473.561.099



20. JAMINAN PELANGGAN

                                                                      31 Maret 2025       31 Desember 2024
  Pihak ketiga                                                            104.699.069            256.763.744
    Jumlah                                                                104.699.069            256.763.744

  Jaminan Pelanggan merupakan uang muka atau deposit yang diberikan terlebih dahulu oleh pelanggan
  sebelum menggunakan jasa hotel.


21. MODAL SAHAM

  Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.12 tertanggal 4 Mei 2018, para
  pemegang saham Perusahaan telah menyetujui untuk:
  - Meningkatkan modal dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp 10.000.000.000 menjadi sebesar Rp
    240.000.000.000.
  - Meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan dari semula sebesar
    Rp10.000.000.000 yang terbagi atas 10.000 saham menjadi sebesar Rp60.000.000.000 yang terbagi
    atas 60.000 saham. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan dilakukan dengan
    menerbitkan saham baru dalam simpanan yaitu sebanyak 50.000 saham dengan nilai nominal sebesar
    Rp1.000.000, seluruhnya diambil bagian dan disetor oleh Herman Herry Adranacus.


  Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
  Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010228.AH.01.02. Tahun 2018
  tanggal 8 Mei 2018.




                                                      49
Page 53
                           PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                           Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                            Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                          (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


21. MODAL SAHAM (Lanjutan)
  Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.27 tertanggal 9 Mei 2018, para
  pemegang saham Perusahaan telah menyetujui untuk merubah nilai nominal saham Perusahaan dari
  semula sebesar Rp 1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 100 per saham.
  Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dalam Akta Notaris
  Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.49 tertanggal 25 Juli 2018, para pemegang saham
  Perusahaan telah menyetujui untuk:
  1. Merubah jumlah saham yang dikeluarkan dalam simpanan/portepel Perusahaan yang akan
     ditawarkan/dijual ke masyarakat melalui Penawaran Umum dari semula sebanyak-banyaknya
     150.000.000 saham baru menjadi sebanyak-banyaknya 400.000.000 saham baru dengan nilai nominal
     masing-masing saham sebesar Rp100, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang
     berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang berlaku.


  2. Menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma
     kepada masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran Umum, dan waran ini dapat
     dialihkan dan/atau diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut, dengan memperhatikan
     peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa
     Efek di Indonesia yang berlaku.
  3. Mencatatkan Waran Seri I dan saham-saham hasil pelaksanaan Waran Seri I pada Bursa Efek
     Indonesia serta mendaftarkan saham-saham Perusahaan dalam Penitipan Kolektif sesuai dengan
     Peraturan Kustodian Sentral Efek Indonesia.

  Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No.59 tanggal 21 September 2018 dan Akta
  Hibah Saham No.60 tanggal 22 September 2018 dari Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn.,
  para pemegang saham Perusahaan menyetujui pengalihan saham dalam Perusahaan yang dimiliki oleh
  Herman Herry Adranacus kepada Stevano Rizki Adranacus sebanyak 240.000.000.
  Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan
  Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
  Perusahaan No. AHU-AH.01.03-0245655 tanggal 24 September 2018.
  Berdasarkan Laporan dari Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora, susunan pemegang saham
  per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
                                 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                                          Jumlah saham
                                                                Persentase
           Pemegang Saham              ditempatkan dan                                  Jumlah
                                                           kepemilikan (%)
                                           disetor penuh
  Herman Herry Adranacus                     260.000.000                26,00%         26.000.000.000
  Stevano Rizki Adranacus                    247.967.600                24,80%         24.796.760.000
  Indjun                                     143.375.700                14,33%         14.337.570.000
  Vonny Kristiani                             99.000.000                 9,90%          9.900.000.000
  Cindy Angelina Adranacus                     1.000.000                 0,10%            100.000.000
  Masyarakat                                 248.660.679                24,87%         24.866.067.900
  Jumlah                                   1.000.003.979               100,00%        100.000.397.900




                                                 50
Page 54
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


21. MODAL SAHAM (Lanjutan)



  Sesuai dengan Daftar Pemegang Saham per tanggal 31 Desember 2024, jumlah saham yang telah
  dikeluarkan oleh Perseroan dalam rangka pelaksanaan Waran sampai dengan tanggal 31 Desember
  2024, adalah sebanyak 3.979 (tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham dengan nilai nominal
  seluruhnya sebesar Rp397.900 (tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah), sehingga
  jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan adalah sebanyak 1.000.003.979 (satu
  milyar tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
  Rp100.000.397.900 (seratus milyar tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah).


22. TAMBAHAN MODAL DISETOR

                                                                  31 Maret 2025      31 Desember 2024
  Agio Saham - Penawaran Umum Perdana                             26.000.000.000        26.000.000.000
  Biaya Emisi Saham - Penawaran Umum Perdana                      (4.700.865.166)       (4.700.865.166)
   Subjumlah                                                      21.299.134.834        21.299.134.834
  Agio Saham - Saham Waran                                             1.989.500             1.989.500
  Selisih Nilai Transaksi Rekstrukturisasi Entitas Sepengendali   (6.809.670.464)       (6.809.670.464)
    Jumlah                                                        14.491.453.870        14.491.453.870

  Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali merupakan tambahan modal disetor atas
  peningkatan modal saham Perusahaan di Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata (DMW)). Peningkatan
  dilakukan melalui pembelian saham DMW dari Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-
  masing sebesar 1.250 lembar saham dan 1.200 lembar saham dengan harga beli seluruhnya sebesar
  Rp2.450.000.000. Atas pembelian ini, timbul selisih antara harga pengalihan dengan proporsi nilai
  liabilitas bersih entitas anak pada saat pembelian sebesar Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih
  Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali.


23. KEPENTINGAN NON PENGENDALI

  Kepentingan non pengendali atas aset bersih entitas anak per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
  adalah sebagai berikut:
                                                                  31 Maret 2025      31 Desember 2024
  Vonny Kristiani                                                  9.801.924.280          9.852.844.416
    Jumlah                                                         9.801.924.280          9.852.844.416

  Kepentingan non pengendali atas rugi bersih entitas anak:
                                                                  31 Maret 2025      31 Desember 2024
  Vonny Kristiani                                                     (50.920.136)         (154.366.337)
                                                                      (50.920.136)         (154.366.337)




                                                    51
Page 55
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


23. KEPENTINGAN NON PENGENDALI (Lanjutan)

  Mutasi kepentingan non pengendali adalah:
                                                                    31 Maret 2025       31 Desember 2024
  Saldo awal                                                         9.852.844.416         10.007.115.249
  Rugi Tahun Berjalan                                                  (50.920.136)          (154.366.337)
  Surplus Revaluasi Aset Tetap                                                   -                      -
  Penghasilan Komprehensif Lain:
   Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja, Setelah Pajak                      -                95.504
                                                                     9.801.924.280           9.852.844.416


24. PENDAPATAN USAHA

  Penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Maret 2025 dan 2024 adalah sebagai
  berikut:

                                                                    31 Maret 2025         31 Maret 2024
  Pendapatan Hotel
   Kamar                                                             2.920.654.608           3.091.163.523
   Makanan dan Minuman                                               1.481.602.985           1.412.308.109
   Lain-lain                                                            16.438.816              21.511.932
    Subjumlah                                                        4.418.696.409           4.524.983.564
  Pendapatan Spa                                                        31.867.149              25.391.736
    Jumlah                                                           4.450.563.558           4.550.375.300

  Pendapatan kamar merupakan pendapatan atas penggunaan kamar hotel Sotis Falatehan, hotel Sotis
  Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
  Pendapatan makanan dan minuman merupakan pendapatan atas penjualan dari restoran dan bar hotel
  Sotis Falatehan, hotel Sotis Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
  Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan dari telepon, laundry, business center, listrik dan parkir.

  Tidak terdapat pendapatan dari pihak berelasi maupun pelanggan dengan transaksi lebih dari 10% total
  nilai pendapatan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 2024.




                                                    52
Page 56
                            PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                            Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                             Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                           (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


25. BEBAN POKOK PENDAPATAN
    Beban pokok pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Maret 2025 dan 2024 adalah
    sebagai berikut:

                                                                  31 Maret 2025       31 Maret 2024
   Beban Hotel
    Gaji dan Tunjangan                                               781.458.502          848.601.682
    Makanan dan Minuman                                              445.221.968          450.784.368
    Reservasi                                                        113.227.515           46.758.895
    Perlengkapan Kantor dan Rumah                                    108.561.638          134.107.505
    Pemeliharaan                                                      71.158.397           83.633.064
    Internet dan TV Kabel                                             68.416.597           77.508.313
    Bahan Bakar                                                       33.820.395           31.950.000
    Penyisihan Perlengkapan dan Alat                                  11.719.753           14.909.674
    Transportasi dan Perjalanan Dinas                                  2.774.510            1.553.000
    Lain-lain                                                         13.558.408           17.156.257
    Subjumlah                                                      1.649.917.683        1.706.962.758
   Beban Operasional Spa                                              17.654.699           15.901.652
    Jumlah                                                         1.667.572.382        1.722.864.410

   Sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 tidak terdapat
   transaksi dengan pihak berelasi maupun transaksi dengan pemasok yang berjumlah lebih dari 10% dari
   jumlah beban konsolidasian.


26. BEBAN PENJUALAN
    Beban penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Maret 2025 dan 2024 adalah sebagai
    berikut:
                                                                   31 Maret 2025       31 Maret 2024
   Gaji dan tunjangan                                                156.146.761          133.637.133
   Komisi                                                             20.000.000           60.185.500
   Iklan dan Promosi                                                  18.184.018            7.205.457
   Transportasi dan Perjalanan Dinas                                  17.951.580           20.500.226
   Lain-lain dibawah Rp10.000.000                                     20.567.071           19.248.962
   Jumlah                                                            232.849.430          240.777.278




                                                  53
Page 57
                             PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                             Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                              Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                  31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                            (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
    Beban umum dan administrasi untuk tahun yang berakhir pada tanggaltanggal 31 Maret 2025 dan 2024
    adalah sebagai berikut:

                                                                   31 Maret 2025        31 Maret 2024
   Gaji dan Tunjangan                                               1.936.837.255          2.052.374.087
   Penyusutan dan Amortisasi (catatan 10)                           1.633.879.325          1.630.096.499
   Perbaikan dan Pemeliharaan                                         191.025.986            219.052.958
   Jasa Manajemen                                                     450.000.000            450.000.000
   Listrik, Air dan Telekomunikasi                                    352.014.551            309.745.909
   Perijinan dan Legalitas                                            210.865.625            141.106.072
   Keamanan                                                           206.264.400             50.100.000
   Jasa Profesional                                                    56.847.000             67.390.000
   Asuransi                                                            55.618.476             56.806.357
   Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel                  34.100.114                      -
   Transportasi dan Perjalanan Dinas                                   49.424.594             44.256.506
   Administrasi Bank                                                   23.351.777                      -
   Perlengkapan Kantor dan Rumah                                       21.820.340             12.717.472
   Lainnya dibawah Rp50.000.000                                       151.086.509            115.667.991
   Jumlah                                                           5.373.135.952          5.149.313.851


28. BEBAN KEUANGAN

                                                                   31 Maret 2025        31 Maret 2024
   Beban Bunga Pinjaman Bank                                        1.405.684.846          1.737.385.039
   Beban Bunga dari Liabilitas Sewa Pembiayaan                          1.315.800              1.315.800
   Biaya Administrasi Bank                                              1.108.300              1.103.144
   Jumlah                                                           1.408.108.946          1.739.803.983


29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN

   Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau
   disajikan dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau
   karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal.

   Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi
   penggunaannya, piutang usaha, piutang lain-lain, uang muka pembelian, utang usaha, utang lain-lain,
   beban yang masih harus dibayar, utang pembelian aset tetap dan liabilitas sewa kurang lebih sebesar
   nilai wajarnya karena instrumen keuangan tersebut sebagian besar berjangka pendek.




                                                   54
Page 58
                             PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                             Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                              Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                  31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                            (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)

  Tabel berikut menyajikan aset dan liabilitas keuangan Entitas pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31
  Desember 2024:

                                              31 Maret 2025                           31 Desember 2024
                                   Nilai tercatat         Nilai wajar       Nilai tercatat         Nilai wajar

  Aset Keuangan
   Kas dan Setara Kas               4.765.915.607          4.765.915.607     5.722.483.612           5.722.483.612
   Piutang usaha                      277.607.467            277.607.467       595.988.398             595.988.398
   Piutang lain-lain                   62.223.877             62.223.877        54.224.551              54.224.551
   Aset lain-lain                   1.200.000.000          1.200.000.000     1.200.000.000           1.200.000.000
  Jumlah                            6.305.746.951          6.305.746.951     7.572.696.561           7.572.696.561

  Liabilitas Keuangan
    Utang Usaha                       738.813.130          738.813.130         483.004.068            483.004.068
    Utang lain-lain               113.165.673.948      113.165.673.948     108.554.506.637        108.554.506.637
    Beban akrual                    1.815.044.869        1.815.044.869       2.277.327.155          2.277.327.155
    Jaminan pelanggan                 104.699.069          104.699.069         256.763.744            256.763.744
    Pinjaman bank                  56.361.346.780       56.361.346.780      58.587.318.184         58.587.318.184
    Liabilitas sewa                 1.625.625.070        1.625.625.070       1.625.625.070          1.625.625.070
  Jumlah                          173.811.202.866      173.811.202.866     171.784.544.858        171.784.544.858

  Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
  mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
  Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
  terjadi:
  a. Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut, atau
  b. Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
     tersebut.
  Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
  menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
  kepentingan ekonomi terbaiknya.
  Pengukuran nilai wajar atas aset non-keuangan mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar dalam
  menghasilkan keuntungan ekonomi dengan penggunaan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik aset
  atau dengan menjualnya ke pelaku pasar yang lain yang akan menggunakan aset di kemampuan tertinggi
  dan terbaik.
  Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data
  untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
  meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

  PSAK 60, "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai
  wajar dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut:
  (i)   Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat
        1);
  (ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau
        liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari
        harga) (tingkat 2), dan;
  (iii) Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input
        yang tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).



                                                      55
Page 59
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                   31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)
  Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi
  nilai pasar pada tanggal pelaporan. Instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 1.

  Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan
  menggunakan teknik penilaian tertentu. Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat diobservasi
  sepanjang tersedia, dan seminimal mungkin mengacu pada estimasi. Apabila seluruh input signifikan atas
  nilai wajar dapat diobservasi, instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 2.

  Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi, maka
  instrumen tersebut masuk ke dalam tingkat 3.

  Entitas tidak mempunyai aset dan liabilitas keuangan yang diukur dan diakui pada nilai wajar (tingkat 1
  dan 2). The Entity does not have financial asset and liability which is measured and recognized on fair
  value (level 1 and 2). Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai
  wajar dari setiap golongan instrumen keuangan Entitas:
  1. Kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi pengguaannya, piutang usaha, dan piutang lain-lain.
     Untuk aset keuangan yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, nilai tercatat aset keuangan
     tersebut dianggap telah mencerminkan nilai wajar dari aset keuangan tersebut.
  2. Utang usaha, utang lain-lain dan beban yang masih harus dibayar.
     Seluruh liabilitas keuangan di atas merupakan liabilitas yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan
     sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah mencerminkan nilai wajar.
  3. Liabilitas sewa dan utang pembelian aset tetap
     Liabilitas keuangan di atas memiliki suku bunga variabel yang disesuaikan dengan pergerakan suku
     bunga pasar sehingga jumlah terutang liabilitas keuangan tersebut telah mendekati nilai wajar.

30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

  Risiko keuangan utama yang dihadapi oleh Grup adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang
  dan risiko suku bunga. Grup mencoba untuk meminimalkan potensi dampak negatif dari risiko-risiko di
  atas melalui pendekatan manajemen risiko.

  (i)   Risiko kredit

        Risiko kredit adalah di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi
        liabilitasnya dan mengakibatkan pihak lain mengalami kerugian keuangan.
        Instrumen keuangan Grup yang mempunyai potensi atas risiko kredit terdiri dari kas dan setara kas
        di bank dan piutang usaha. Jumlah eksposur risiko kredit maksimum sama dengan nilai tercatat atas
        akun-akun tersebut.

        Untuk risiko kredit yang berhubungan dengan bank, hanya bank-bank dengan predikat baik yang
        dipilih. Selain itu, kebijakan Grup adalah untuk tidak membatasi eksposur hanya kepada satu institusi
        tertentu, sehingga Grup memiliki kas dan setara kas di bank dan piutang di berbagai institusi
        (catatan 4, 5, 6 dan 12).
                                                                      31 Maret 2025     31 Desember 2024
        Kas dan setara kas                                             4.765.915.607           5.722.483.612
        Piutang usaha                                                    277.607.467             595.988.398
        Piutang lain-lain                                                 62.223.877              54.224.551
        Aset lain-lain                                                 1.200.000.000           1.200.000.000
        Jumlah                                                         6.305.746.951           7.572.696.561

        Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum Grup terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai
        tercatat masing-masing kategori aset keuangan yang disajikan pada laporan posisi keuangan.


                                                     56
Page 60
                                   PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                                   Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                                    Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                        31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                                  (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
         Tabel berikut menganalisis aset keuangan berdasarkan jatuh tempo:
                                                                     31 Maret 2025
                               Belum jatuh                          Jatuh Tempo
                                                                                                            Jumlah
                                 tempo            < 30 hari          30 - 90 hari      > 90 hari
           Kas dan
             Setara Kas                      -   4.765.915.607                 -                  -        4.765.915.607
           Piutang usaha                     -     155.838.551       125.930.350                  -          281.768.901
           Piutang lain-lain                 -               -                 -                  -                    -
           Aset lain-lain                    -               -                 -      1.200.000.000        1.200.000.000
         Jumlah                              -   4.921.754.158       125.930.350      1.200.000.000        6.247.684.508



                                                                   31 Desember 2024
                               Belum jatuh                          Jatuh Tempo
                                                                                                            Jumlah
                                 tempo            < 30 hari          30 - 90 hari      > 90 hari
         Kas dan
           Setara Kas                        -   5.722.483.612                 -                  -        5.722.483.612
         Piutang usaha                       -     155.838.551       125.930.350                  -          281.768.901
         Piutang lain-lain                   -      62.223.877                 -                  -           62.223.877
         Aset lain-lain                      -               -                 -      1.200.000.000        1.200.000.000
         Jumlah                              -   5.940.546.040       125.930.350      1.200.000.000        7.266.476.390


  (ii)   Risiko likuiditas
         Risiko likuiditas adalah risiko di mana Grup akan mengalami kesulitan dalam rangka memperoleh
         dana untuk memenuhi komitmennya terkait dengan instrumen keuangan.
         Liabilitas keuangan terdiri dari:
                                                                               31 Maret 2025          31 Desember 2024
         Utang usaha                                                              738.813.130               483.004.068
         Beban akrual                                                           1.815.044.869             2.277.327.155
         Liabilitas sewa                                                           71.435.000                87.920.000
         Utang lain-lain                                                      113.165.673.948           108.554.506.637
         Pinjaman bank                                                         56.361.346.780            58.587.318.184
         Jumlah                                                               172.152.313.727           169.990.076.044

         Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas yang mencukupi untuk memungkinkan
         Grup dalam memenuhi komitmen Grup untuk operasi normal Grup. Selain itu Grup juga melakukan
         pengawasan proyeksi dan arus kas aktual secara terus menerus serta pengawasan tanggal jatuh
         tempo aset dan liabilitas keuangan.

  (iii) Risiko nilai tukar mata uang asing
         Risiko mata uang adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan nilai
         tukar nilai mata uang asing.

         Grup melakukan transaksi-transaksi dengan menggunakan mata uang asing, diantaranya adalah
         transaksi penjualan, pembelian dan pinjaman Entitas. Entitas harus mengkonversikan Rupiah ke
         mata uang asing, terutama Dolar Amerika Serikat, untuk memenuhi kebutuhan liabilitas dalam mata
         uang asing pada saat jatuh tempo. Fluktuasi nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang Dolar
         Amerika Serikat dapat memberikan dampak pada kondisi keuangan Entitas.




                                                              57
Page 61
                             PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                             Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                              Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                  31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                            (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
       Grup mengelola risiko mata uang dengan melakukan pengawasan terhadap fluktuasi nilai tukar mata
       uang secara terus-menerus sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat untuk mengurangi risiko
       mata uang.
  (iv) Risiko suku bunga

        Risiko suku bunga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan suku
        bunga pasar.
        Grup memiliki risiko bunga terutama karena melakukan pinjaman. Grup melakukan pengawasan
        terhadap dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap Grup.

        Utang yang berdampak bunga terdiri dari:
                                                                    31 Maret 2025       31 Desember 2024
        Utang bank                                                   56.361.346.780         58.587.318.184
        Liabilitas sewa                                                  71.435.000             87.920.000
        Jumlah                                                       56.432.781.780         58.675.238.184

  (v)   Risiko harga
        Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga pasar,
        terlepas apakah perubahan tersebut disebabkan oleh faktor-faktor spesifik dari instrumen individual
        atau penerbitnya atau faktor-faktor yang mempengaruhi seluruh instrumen yang diperdagangkan di
        pasar.

        Perusahaan mengelola risiko harga dengan melakukan pengawasan internal oleh manajemen
        secara berkelanjutan.


31. PENGELOLAAN MODAL

  Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat
  untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

  Grup dipersyaratkan oleh Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, efektif sejak
  2007, untuk mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh ke
  dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut telah
  dipertimbangkan oleh Grup bahwa pembentukan dana cadangan belum bisa dilakukan.

  Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, bila diperlukan, berdasarkan
  perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat
  mengusahakan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses
  selama tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
  Grup mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit, dengan membagi jumlah utang yang
  berdampak bunga dengan jumlah ekuitas. Kebijakan Grup adalah menjaga rasio pengungkit dalam
  kisaran dari perusahaan terkemuka di Indonesia untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada
  biaya yang rasional. Termasuk dalam total pinjaman berdampak bunga adalah liabilitas sewa dan utang
  pembelian aset tetap.




                                                    58
Page 62
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                   31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


31. PENGELOLAAN MODAL (Lanjutan)

  Rasio pengungkit pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
                                                                     31 Maret 2025         31 Desember 2024
  Utang bank                                                          56.361.346.780          58.587.318.184
  Liabilitas sewa                                                         71.435.000              87.920.000
  Dikurangi: Kas dan setara kas                                       (4.765.915.607)         (5.722.483.612)
  Utang Bersih                                                        51.666.866.173          52.952.754.572
  Jumlah Ekuitas                                                    190.889.373.960          194.987.705.009
  Rasio pengungkit                                                      27,07%                 27,16%

33. RUGI PER SAHAM DASAR

                                                                     31 Maret 2025          31 Maret 2024

  Rugi untuk perhitungan Rugi Bersih per saham                        (4.021.526.719)          (4.262.636.990)
  Jumlah Lembar Saham
  Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa yang Beredar
    untuk perhitungan Rugi Bersih per saham Dasar                      1.000.000.000           1.000.000.000
  Pengaruh Efek Berpotensi Saham Biasa yang Dilutif -
    Waran                                                               199.996.021              199.996.021
  Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa untuk
    Perhitungan Rugi Bersih per Saham Dilusian                          800.003.979              800.003.979
  Rugi per saham:
  - Dasar                                                                         (4,02)                (4,26)


35. KELANGSUNGAN USAHA

  Perusahaan menjalankan kegiatan usahanya melalui Entitas Anak yaitu DMW dan TKP. DMW
  bekerjasama dengan pemilik merk Sotis Hotel, yang merupakan operator dari 3 hotel yang dimiliki oleh
  Perusahaanya itu Sotis Hotel Falatehan Jakarta, Sotis Residence Perjernihan Jakarta dan Sotis Villa
  Canggu Bali. TKP memiliki aset tanah dan akan mengoperasikan kawasan di Tanjung Karoso, Sumba
  Barat Daya.
  DMW sebagai pemegang kendali perhotelan akan terus mengembangkan perhotelan dari aset yang
  dimiliki oleh Perusahaan di masa yang akan datang. Pencapaian dan rencana manajemen di dalam
  upaya mengembangkan perhotelan, sebagai berikut:

  1. Mengeksplorasi penawaran produk dan jasa yang inovatif, di luar produk kamar hotel, makanan dan
     minuman melalui pengoptimalan lahan dan ruang yang dimiliki di seluruh properti dengan:
     •  Perluas varian produk dan jasa diluar kamar, makanan, dan minuman;
     •  Optimalisasi pemanfaatan ruang di seluruh aset;
     •  Berkolaborasi dengan pihak ketiga untuk formulasi produk dan jasa baru.
  2. Mengimplementasikan program peningkatan dan renovasi aset untuk meningkatkan kualitas aset
     properti guna memperpanjang masa penggunaannya dengan:
     •  Renovasi aset (yang sedang berlangsung);
     •  Implementasi Rencana Pembaharuan dan Perbaikan Properti;
     •  Standarisasi desain dan interior;




                                                    59
Page 63
                              PT Satria Mega Kencana Tbk dan Entitas Anak
                              Catatan atas laporan keuangan konsolidasian
                               Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
                                   31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
                             (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


35. KELANGSUNGAN USAHA (Lanjutan)

  TKP akan berfungsi untuk mewujudkan rencana strategis Perusahaan jangka waktu panjang dalam
  meningkatkan zona pariwisata di Tanjung Karoso, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.


36. PERISTIWA SIGNIFIKAN

  a. Perjanjian sewa
     Hotel Sotis

     Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 212/LGL-PSM/XII/2024 tanggal 30
     Desember 2024, Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Falatehan I Nomor 21-22,
     Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang dipakai untuk Hotel Sotis Falatehan.

     Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
     Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat
     diperpanjang setiap tahun berikutnya.

     Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 210/LGL-PSM/XII/2024 tanggal 30
     Desember 2024., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Raya Kayu Tulang, Banjar
     Kayu Tulang, Canggu, Kuta Utara, Badung yang dipakai untuk Sotis Villa Canggu.
     Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
     Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat
     diperpanjang setiap tahun berikutnya.

     Berdasarkan perjanjian sewa menyewa dengan pihak berelasi No. 211/LGL-PSM/XII/2022 tanggal 30
     Desember 2024., Entitas Anak menyewa tanah dan bangunan di Jalan Penjernihan I No. 10B,
     Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang dipakai untuk Sotis Residence Penjernihan.

     Perjanjian sewa menyewa tersebut berlaku 3 tahun sejak tanggal 1 Januari 2025 sampai dengan 31
     Desember 2027 dengan nilai sebesar Rp245.000.000 per tahun Perjanjian tersebut dapat
     diperpanjang setiap tahun berikutnya.

  b. Peristiwa Kontinjensi
     Peristiwa kontinjensi antara lain : karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi; estimasi dari dampak
     keuangannya; indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu arus keluar
     sumber daya; dan kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga tidak ada.




                                                    60

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.61 MB
Published30 Apr 2025
Pages63
Characters225,247
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 53 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT SATRIA MEGA KENCANA p.2 ×187
linked — Herman Herry Adranacus. p.9 ×12
linked — Vonny Kristiani p.10 ×10
linked person Stevano Rizki Adranacus · Komisaris Utama p.11 ×6
linked person Husni Heron · Komisaris Independen p.11 ×5
linked org Bank Central Asia Tbk p.29 ×4
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.29 ×2
linked org Bank Pan Indonesia Tbk p.29 ×2
linked org Bank MNC Internasional Tbk p.29 ×2
linked org PT Asuransi Central Asia p.34 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.9 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.29 ×12
unresolved person Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo p.9
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9 ×4
unresolved org PT Tanjung Karoso Permai p.10 ×5
unresolved org PT Dwimukti Mitra Wisata p.10 ×10
unresolved person Floreta Tane · Direktur Utama p.11 ×2
unresolved — Sorta Delima Rosida Elisabeth Cesilia · Direktur p.11 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.11
unresolved person Maskanah · Anggota p.11
unresolved person Margaretha · Sekretaris Perusahaan p.11 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.15 ×3
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.27 ×2
unresolved org KJPP Pung's Zulkarnain dan Rekan p.28 ×2
unresolved org KJPP Pung's Zulkarnain p.28 ×2
unresolved org Bank Bukopin Tbk p.29 ×2
unresolved org PT Mitra Global Holiday p.29
unresolved org PT Setia p.33 ×2
unresolved person Ir. Aguson Rosano. MAPPI p.34
unresolved org Bapepam-LK p.34 ×2
unresolved org PT Dwimukti Graha Elektrindo Di p.35
unresolved org PT Dwimukti Inti Boga p.35
unresolved org PT Sotis Hotel Manajemen p.35 ×5
unresolved org PT Sungai Mas Propertindo Di p.35
unresolved org PT Dwimukti Graha Elektrindo p.36 ×6
unresolved org PT SMK p.36
unresolved org PT DMW p.36
unresolved org PT TKP p.36
unresolved org PT Satria Mega Kencana. Perjanjian p.36 ×2
unresolved org PT Sahih Mitra Sinergi p.41
unresolved org PT Rumah Duta Pangan p.41
unresolved org PT Seiga Plus Energy p.41
unresolved org PT Fitra Food International p.41
unresolved org PT Budi Jaya Amenities p.41
unresolved org PT Jayasegar Berkah Mandiri p.41
unresolved org PT Paskomnas Niaga Utama p.41
unresolved org PT Sentral Sari Prima Sentosa p.41
unresolved org PT Yuza Graha Gemilang Raya p.41
unresolved person Akta Notaris Christina Dwi Utami p.52 ×6
unresolved org Sentral Efek Indonesia p.53
unresolved org Menteri p.53
unresolved org PT Adimitra Jasa Korpora p.53

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2025-I-SOTS.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result