Skip to content
Back to announcement

20250430_YPAS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31880436_lamp1.pdf

Financial statement Text extracted YPAS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 55

Page 1
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK

LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
Page 2
             PT. YANAPRIMA HASTA PERSADA TbK.
               lrx^rra     : GPI'NG GIAEA IIIIIA I.,T}ITAI 2I
                                   r
                             IL E L SI,NA SAID ttrOXr-I XAV. 1{XIJNING,/rN   TrUUI
                            , x rraus-tNDoNB8[a
                            TEr. (@) r2aurzil mrTrJ l/rx E, Esru
               srrroArJo   : rL IAAIAWAI$ Dl8/ICn [llc(/rr {I{G
                                                                                             CERTIFICAIE NO:36it59
                            8IDO/IIIO a[2tl rATtX - TNDONBSTA
                            TEr. (6) rrcnrilo rAx FD rr:"r
                            nfell.rrlrfyn4arrm
                                   ArarOynryau.cu

                            SURAT PERNYATAAN DIREKSI
                TENTANG TANGGUNG ]AWAB ATAS UPORAN KEUANGAN
                   PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK. ('Perseroan')
                          TANGGAL 31 Maret 2025 DAN 2024
         UNTUK PERIODE 3 (nGA) BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT


Kami, yang bertanda-tangan di bawah ini

1     Nama                  JAP IRWAN SUSANTO
      Alamat Kantor         Gedung Graha Irama, Lantai 2-E
                            ll. H.R. Rasuna Said Blok X-L, Kav.0ll02
                            Jakarta 12950
      Alamat Rumah          Bintang Graha Family V, Blok 0-135
                            RT.003 RW.011, Babatan, Wiyung, Surabaya
      Jabatan               Direktur Utama

2     Nama                  RINAWATI
      Alamat Kantor         Gedung Graha lrama, Lantai 2-E
                            ll. H.R. Rasuna Said Blok X-1, Kav. 01/02
                            Jakarta 12950
      Alamat Rumah          Babatan Pratama 28/W-80
                            RT. 006 RW. 008, Babatan, Wiyung, Surabaya
     labatan                Direkur Keuangan


Menyatakan bahwa:
1.    Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan Perseroan

2.    Laporan keuangan Perseroan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
      Keuangan di Indonesia.

3.   a. Semua informasi dalam laporan keuangan Perseroan telah dimuat secara lengkap dan benar;
     b. Laporan keuangan Perseroan tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak
          benar dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material.

4.    Kami hrtanggung jawab atas sistem pengendalian internal dalam Perseroan


Demikian Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya

                                                   29 April 2025
                                             Jakarta,

                                              l


                                                           METERAI

                                                                390907

                                                                         ]AP IRWAN SUSANTO
                            Direktur                                        Direktur Utama
Page 3
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)




                                      DAFTAR ISI

                                                                    Halaman


Laporan Posisi Keuangan …………………………………………………………………….                    1-2

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain …………………………………         3

Laporan Perubahan Ekuitas …………………………………………………………………..                     4

Laporan Arus Kas ………………………………………………………………………………                           5

Catatan atas Laporan Keuangan ……………………………………………………………..               6 - 52



                                 **************************
Page 4
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                         Catatan          31 Maret 2025        31 Desember 2024
ASET

ASET LANCAR
Kas dan bank                                                  2d, 4           4.374.927.022        6.289.218.331
Piutang usaha
    Pihak berelasi                                         2e, 2f,
                                                          5, 6, 12             350.044.299           594.370.342
    Pihak ketiga - bersih                                2e, 5, 12         108.890.316.974       105.350.951.531
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                               334.873.900           446.420.939
Persediaan - bersih                                      2g, 7, 12          62.082.543.415        64.780.814.559
Pajak dibayar dimuka                                       2q, 14              761.975.562           557.166.619
Biaya dibayar di muka                                           2h             754.563.490             8.515.096
Uang muka pembelian                                              8           9.801.953.227         6.907.466.542
Jumlah Aset Lancar                                                         187.351.197.889       184.934.923.959


ASET TIDAK LANCAR
Uang muka pembelian aset tetap                                    9               5.544.350        1.545.585.348
Aset pajak tangguhan - bersih                                2q, 14           2.216.379.746        2.104.825.976
                                                         2i, 2j, 2k,
Aset tetap - bersih                                           9, 12        103.640.464.786       101.377.212.232
Taksiran klaim pajak penghasilan                             2q, 14          3.977.800.655         6.062.589.199
Aset hak-guna - bersih                                       2u, 10            128.948.493           147.369.707
Aset tidak lancar lain-lain                                      11            600.000.000           600.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                   110.569.138.030       111.837.582.462
JUMLAH ASET                                                                297.920.335.919       296.772.506.421




                              Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                            yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                          1
Page 5
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                         Catatan          31 Maret 2025        31 Desember 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                          12       100.707.562.401        91.046.236.271
Utang usaha
    pihak ketiga                                                 13          12.298.733.851       15.282.183.576
    pihak berelasi                                        2f, 6, 13             664.579.948        1.198.658.109
Utang pajak                                                 2q, 14              165.662.949           28.492.608
Beban harus dibayar                                              15           3.150.564.529        3.381.262.993
Uang muka dari pelanggan                                    2n, 19              371.069.854          904.147.333
Liabilitas sewa jangka pendek                               2u, 10               36.794.861           73.589.720
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                      2p, 15            4.070.362.993        6.508.361.969
Utang pembelian aset tetap                                        9           2.377.115.800           47.175.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                            123.842.447.186       118.470.107.579

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa jangka panjang                                2u, 10             78.317.493           78.317.493
Utang pihak berelasi                                            2f, 6        50.000.000.000       50.000.000.000
Estimasi liabilitas atas imbalan kerja
    karyawan                                                  2p, 23          4.180.531.967        4.075.753.297
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                             54.258.849.460       54.154.070.790
Jumlah Liabilitas                                                          178.101.296.646       172.624.178.369


EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
    Modal dasar - 2.000.000.000 saham
    Modal ditempatkan dan disetor penuh -
        668.000.089 saham                                         16         66.800.008.900       66.800.008.900
Tambahan modal disetor - bersih                               2s, 17         28.054.021.637       28.054.021.637
Pebghasilan komprehensif lain                                                 2.322.858.493        2.305.576.805
Saldo laba
    Telah ditentukan penggunaannya
        untuk dana cadangan umum                                             14.000.000.000       14.000.000.000
    Belum ditentukan penggunaannya                                            8.642.150.243       12.988.720.710
Jumlah Ekuitas                                                             119.819.039.273       124.148.328.052
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                              297.920.335.919       296.772.506.421




                              Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                            yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                          2
Page 6
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                                              2025                     2024
                                                      Catatan             (Tiga Bulan)             (Tiga Bulan)
PENJUALAN BERSIH                                    2f, 2n, 6, 19           86.863.802.303         79.678.212.881

BEBAN POKOK PENJUALAN                               2f, 2n, 6, 20          (83.305.116.412 )       (72.692.414.459)
LABA BRUTO                                                                   3.558.685.891           6.985.798.422
BEBAN USAHA
Beban penjualan                                              2n, 21         (2.811.139.445 )        (2.302.650.128)
Beban umum dan administrasi                                  2n, 21         (4.503.407.782 )        (3.552.765.732)
Jumlah beban usaha                                                          (7.314.547.227 )        (5.855.415.860)
LABA (RUGI) USAHA                                                           (3.755.861.336 )         1.130.382.562

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Beban keuangan                                               2n, 22           (683.041.457 )          (456.813.235)
Pemulihan (pencadangan) piutang tak tertagih                      6           (173.085.081 )           399.703.359
Laba penjualan aset tetap                                         9             84.375.000                       -
Selisih kurs - bersih                                            2o            128.164.911              42.090.742
Pendapatan bunga                                                 2n              2.712.537               2.707.956
Lain-lain - bersih                                               2n            (66.263.133 )          (321.145.528)
Beban lain-lain - bersih                                                      (707.137.223 )          (333.456.706)
LABA (RUGI) SEBELUM MANFAAT (BEBAN)
PAJAK PENGHASILAN                                                           (4.462.998.559 )          796.925.856
MANFAAT (BEBAN )PAJAK PENGHASILAN                            2q, 14
Pajak kini                                                                               -             (18.134.600)
Pajak tangguhan                                                                116.428.092               9.720.934
Manfaat (beban) Pajak Penghasilan                                              116.428.092              (8.413.666)
LABA (RUGI) PERIODE BERJALAN                                                (4.346.570.467 )          788.512.190
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak akan Direklasifikasi
    ke Laba Rugi
Keuntungan (kerugian) aktuarial
    atas program imbalan pasti                                                   22.156.010           (146.814.720)
Pajak penghasilan atas keuntungan (kerugian)
    aktuarial atas program imbalan pasti                                         (4.874.322 )          32.299.238
Laba (Rugi) Komprehensif Lain - Setelah Pajak                                    17.281.688           (114.515.482)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN                                                            (4.329.288.779 )          673.996.708

LABA (RUGI) PER SAHAM                                        2r, 27                       (6,5 )                  1,2




                             Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                           yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                         3
Page 7
 q




PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                                                                                                 Saldo Laba
                                                                Tambahan                  Penghasilan
                                                               Modal Disetor -           Komprehensif          Belum Ditentukan          Telah Ditentukan
                                        Modal Saham               Bersih                     Lain               Penggunaannya            Penggunaannya          Jumlah Ekuitas


Saldo 31 Desember 2023                    66.800.008.900          28.054.021.637            2.236.450.054              17.320.912.184         14.000.000.000      128.411.392.775

Laba periode berjalan                                   -                        -                                       788.512.190                        -         788.512.190

Penghasilan komprehensif lain
  tahun berjalan:
Pengukuran kembali liabilitas                           -                        -           (146.814.720 )                         -                       -        (146.814.720)
  imbalan kerja
Pajak penghasilan terkait                                                                      32.299.238                           -                       -          32.299.238

Jumlah rugi komprehensif                                -                        -           (114.515.482)                          -                       -        (114.515.482)

Saldo 31 Maret 2024                       66.800.008.900          28.054.021.637            2.121.934.572              18.109.424.374         14.000.000.000      129.085.389.483


Saldo 31 Desember 2024                    66.800.008.900          28.054.021.637            2.305.576.805              12.988.720.710         14.000.000.000      124.148.328.052

Rugi periode berjalan                                   -                        -                        -            (4.346.570.467)                      -       (4.346.570.467)

Penghasilan komprehensif lain
  tahun berjalan:
Pengukuran kembali liabilitas                           -                        -             22.156.010                           -                       -          22.156.010
  imbalan kerja
Pajak penghasilan terkait                               -                        -              (4.874.322 )                        -                       -           (4.874.322)

Jumlah penghasilan komprehensif                         -                        -             17.281.688                           -                       -          17.281.688

Saldo 31 Maret 2025                       66.800.008.900          28.054.021.637            2.322.858.493               8.642.150.243         14.000.000.000      119.819.039.273




                                                      Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                                                    yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                                                     4
Page 8
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN ARUS KAS
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                                               2025                 2024
                                                      Catatan              (Tiga Bulan)         (Tiga Bulan)
Penerimaan kas dari pelanggan                                              83.035.685.424        86.136.918.617
Pembayaran kas kepada pemasok                                             (67.494.270.091 )     (65.789.724.414)
Pembayaran kas kepada karyawan                                            (20.907.905.553 )     (14.099.156.517)
Pembayaran beban usaha                                                     (5.779.856.888 )      (5.691.963.161)
Kas yang diperoleh dari
     (digunakan untuk) operasi                                            (11.146.347.108 )         556.074.525
Pembayaran beban keuangan                                                    (712.664.508 )        (368.657.835)
Penerimaan pajak penghasilan dan
     pajak pertambahan nilai                                                2.017.149.942           (5.015.521)
Pendapatan bunga                                                                2.712.537            2.707.956
Lain-lain - bersih                                                            173.808.976           58.434.010
Kas Bersih yang (Diperoleh dari)
     Digunakan untuk Aktivitas Operasi                                     (9.665.340.161 )        243.543.135

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                            9          (1.957.497.260 )      (1.589.389.432)
Hasil penjualan aset tetap                                      9              84.375.000                     -
Kas Bersih yang Digunakan untuk
    Aktivitas Investasi                                                    (1.873.122.260 )      (1.589.389.432)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari pinjaman bank jangka pendek                   12           36.661.326.130        33.726.134.304
Pembayaran pinjaman bank jangka pendek                        12          (27.000.000.000 )     (28.726.134.304)
Pembayaran liabilitas sewa                                    10              (36.794.859 )         (34.573.675)
Kas Bersih yang Diperoleh dari
    Aktivitas Pendanaan                                                     9.624.531.271         4.965.426.325
KENAIKAN (PENURUNAN)
   BERSIH KAS DAN BANK                                                     (1.913.931.150 )       3.619.580.028

DAMPAK BERSIH PERUBAHAN
NILAI TUKAR ATAS
KAS DAN BANK                                                                       (360.159 )        (8.136.180)

KAS DAN BANK AWAL PERIODE                                                   6.289.218.331         1.985.478.914

KAS DAN BANK AKHIR PERIODE                                                  4.374.927.022         5.596.922.762




                            Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                          yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                       5
Page 9
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


1.   UMUM

     a. Pendirian Perusahaan

        PT Yanaprima Hastapersada Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Indonesia pada tanggal
        14 Desember 1995 berdasarkan akta Notaris Emmy Hartati Yunizar, S.H., No. 38. Akta pendirian
        tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
        No. C2-3253.HT.01.01.TH.1996 tanggal 1 MARET 1996 dan telah diumumkan dalam Berita
        Negara Republik Indonesia No. 40 tanggal 17 Maret 1996, Tambahan No. 4599. Anggaran Dasar
        Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Rusnaldy,
        S.H., No. 8 tanggal 15 Maret 2015, sehubungan dengan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan,
        untuk disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tahun 2014. Akta perubahan
        tersebut telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
        Indonesia melalui Surat No. AHU-AH.01.03-0939930 tanggal 11 Juni 2015.

        Sesuai anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama adalah
        bergerak dalam bidang industri karung plastik dan yang sejenisnya.

        Perusahaan berkedudukan di Jakarta, dengan kantor pusat berlokasi di Gedung Graha Irama
        Lantai 15G, Jalan H.R. Rasuna Said Blok. X/1 Kav. 1-2, Jakarta Selatan, sedangkan pabriknya,
        saat ini berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya
        pada bulan Juli 1997.

        PT Hastagraha Bumipersada adalah entitas induk terakhir dari Perusahaan.

     b. Penawaran Umum Efek Saham Perusahaan

        Pada tanggal 22 Februari 2008, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
        Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM & LK) (sekarang Otoritas Jasa
        Keuangan/OJK) dengan suratnya No. S-1109/BL/2008 untuk melakukan penawaran umum atas
        68.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga penawaran Rp 545 per
        saham serta penerbitan 68.000.000 Waran Seri I dengan harga pelaksanaan Rp 680 setiap waran
        yang menyertai saham biasa atas nama Perusahaan kepada masyarakat. Perusahaan telah
        mencatatkan seluruh sahamnya beserta waran terkait pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada
        tanggal 5 Maret 2008 (lihat Catatan 17).

     c. Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

        Susunan anggota Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan
        31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

        Komisaris
        Komisaris Utama                       :   Alexander Tanzil
        Komisaris                             :   Santoso Wijaya
        Komisaris Independen                  :   Sri Wahjuningsih

        Direksi
        Direktur Utama                        :   Jap Irwan Susanto
        Direktur Keuangan
            (Direktur Independen)             :   Rinawati




                                                  6
Page 10
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


1.   U M U M (lanjutan)

     c. Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan (lanjutan)

        Susunan anggota komite audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
        adalah sebagai berikut:

        Ketua                                 :   Sri Wahjuningsih
        Anggota                               :   Rinna Yohana
        Anggota                               :   Patricia Sulistya Riani

        Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, jumlah karyawan tetap Perusahaan, masing-
        masing sejumlah 17 orang dan 19 orang (tidak diaudit).

     d. Penyelesaian Laporan Keuangan

        Laporan keuangan telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada
        tanggal 29 April 2025.


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

     a. Pernyataan Kepatuhan dan Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

        Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (SAK),
        yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
        Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
        Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh
        Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).

        Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras
        dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan posisi keuangan
        Perusahan pada tanggal 31 Desember 2024 dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
        lain, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal
        31 Maret 2024, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti diungkapkan
        dalam catatan-catatan terkait atas laporan keuangan, beberapa standar akuntansi yang telah
        direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2025.

        Perusahan telah menyusun laporan keuangan dengan dasar bahwa Perusahan akan terus
        mempertahankan kelangsungan usaha.

        Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan dasar akrual dengan
        menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan
        pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

        Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus
        kas dalam aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

        Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah, yang merupakan
        mata uang fungsional Perusahaan.




                                                  7
Page 11
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     b. Perubahan Kebijakan Akuntansi

        Perusahaan telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar akuntansi yang
        relevan dengan pelaporan keuangan dan efektif untuk tahun periode yang dimulai pada atau
        setelah 1 Januari 2025 sebagai berikut:

        •      PSAK 221 (Amendemen),         “Pengaruh       Perubahan Kurs   Valuta Asing”:   Kekurangan
               Ketertukaran”

        Amandemen standar tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang
        dilaporkan di tahun berjalan atau tahun sebelumnya.

     c. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar

        Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi
        lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:

        i. akan direalisasi, dijual atau digunakan dalam siklus operasi normal,
        ii. untuk diperdagangkan,
        iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali
             yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam
             paling lambat 12 bulan setelah periode pelaporan.

        Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

        Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:

        i.     akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
        ii.    untuk diperdagangkan,
        iii.   akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau.
        iv.    tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya selama paling tidak 12 bulan
               setelah periode pelaporan.

        Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.

        Aset pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset lancar dan liabilitas pajak tangguhan
        diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.




                                                         8
Page 12
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     d. Kas dan Bank

          Kas dan bank terdiri dari kas dan penempatan di bank yang tidak dibatasi penggunaannya dan
          tanpa terjadi perubahan nilai yang signifikan, dan tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman
          dan perjanjian fasilitas kredit lainnya.

     e. Piutang Usaha

          Piutang usaha disajikan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai
          piutang usaha. Kebijakan akuntansi untuk penyisihan atas penurunan nilai dijabarkan dalam
          Catatan 2l.

     f.   Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

          Perusahaan menerapkan PSAK No. 224 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

          Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam
          catatan atas laporan keuangan.

     g. Persediaan

          Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih.
          Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak. Penyisihan
          penurunan nilai persediaan dibentuk berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan
          pada akhir periode, untuk menyesuaikan nilai tercatat persediaan menjadi nilai realisasi bersih.

          Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi dengan
          estimasi biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.

     h. Biaya Dibayar di Muka

          Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang bersangkutan
          dengan menggunakan metode garis lurus.

     i.   Aset Tetap

          Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan
          biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
          kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan.

          Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi
          penyusutan dan kerugian penurunan nilai.

          Pada setiap akhir periode pelaporan, taksiran masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap
          ditelaah oleh manajemen dan jika perlu disesuaikan secara prospektif.
          Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan
          maksud penggunaannya dan dihitung dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
          manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:




                                                    9
Page 13
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     i.   Aset Tetap (lanjutan)
                                                                                                    Tahun
          Bangunan dan prasarana                                                                      20
          Mesin dan peralatan                                                                       4 - 20
          Perlengkapan pabrik                                                                       4-8
          Peralatan kantor                                                                          4-8
          Kendaraan                                                                                 4-8

          Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen
          berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang
          pada saat jatuh tempo.

          Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna
          Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai
          bagian dari biaya perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan tidak diamortisasi. Sementara
          biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU,
          HGB dan HP diakui pada laporan posisi keuangan dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih
          pendek antar umur hukum hak dan umur ekonomi tanah.

          Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
          komprehensif lain pada saat terjadinya; pengeluaran dalam jumlah signifikan dan yang
          memperpanjang masa manfaat aset atau yang memberikan tambahan manfaat aset atau yang
          memberikan tambahan manfaat ekonomis dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak
          dipergunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan
          laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada
          periode yang bersangkutan.

     j.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

          Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
          mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan diestimasi
          untuk aset individual. Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual,
          maka Perusahaan menentukan nilai terpulihkan dari Unit Penghasilan Kas (UPK) yang mana aset
          tercakup (aset dari UPK).

          Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih
          tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat
          aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami
          penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi
          penurunan nilai diakui pada laba rugi sebagai “rugi penurunan nilai”. Dalam menghitung nilai
          pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat
          diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko
          spesifik atas aset.

          Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi pasar
          terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan menggunakan model
          penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini di dikuatkan
          oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.




                                                      10
Page 14
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     j.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (lanjutan)

          Kerugian penurunan nilai, jika ada, diakui pada laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang
          konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.

          Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi
          penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset mungkin tidak ada
          lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi jumlah
          terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya
          untuk suatu aset dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
          menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.

          Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya
          maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi yang telah diakui
          untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba
          rugi. Setelah pembalikan tersebut diakui sebagai laba rugi, penyusutan aset tersebut disesuaikan
          di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurang nilai
          sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

     k. Aset Dalam Penyelesaian

          Aset dalam penyelesaian (disajikan sebagai bagian dari akun “Aset Tetap” pada laporan posisi
          keuangan) dinyatakan berdasarkan biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan
          direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat aset tersebut telah diselesaikan dan siap untuk
          digunakan.

     l.   Instrumen Keuangan

          Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan
          liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.

          1. Aset Keuangan

             Pengakuan dan pengukuran awal

             Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang
             diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
             melalui pendapatan komprehensif lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi.

             Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset
             tidak lancar lain-lain diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya
             diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
             laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

             Perusahaan menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu
             model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas
             kontraktual dari aset keuangan (“SPPI”).




                                                    11
Page 15
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     l.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          1. Aset Keuangan (lanjutan)

             Pengujian SPPI

             Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Perusahaan menilai persyaratan kontraktual
             keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.

             Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan
             pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada
             pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon).

             Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas
             nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Perusahaan
             menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang
             dimana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan.

             Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas
             risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan
             pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo. Dalam kasus
             seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss
             (“FVTPL”).

             Penilaian model bisnis

             Perusahaan menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan
             bagaimana Perusahaan mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan
             bisnisnya.

             Model bisnis Perusahaan tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada
             tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang
             dapat diamati seperti:

             •   Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
                 tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
             •   Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam
                 model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
             •   Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada
                 nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
             •   Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting
                 dari penilaian Perusahaan.

             Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa
             mempertimbangkan skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas setelah
             pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan,
             Perusahaan tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model
             bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset
             keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya.




                                                   12
Page 16
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     l.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          1. Aset Keuangan (lanjutan)

             Penilaian model bisnis (lanjutan)

             Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola
             dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan
             arus kas kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal
             tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari
             jumlah pokok terutang.

             Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
             diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.

             Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat
             dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan diakui sebagai “Pendapatan
             Keuangan”. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang
             dari nilai tercatat aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan sebagai “Kerugian
             penurunan nilai”.

             Penurunan Nilai Aset Keuangan

             Perusahaan mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas instrumen
             utang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI, piutang sewa, aset
             kontrak maupun kontrak jaminan keuangan.

             Pengukuran kerugian kredit ekspektasian merupakan fungsi dari probability of default, loss
             given default (yaitu besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar) dan eksposur pada gagal
             bayar. Penilaian probability of default dan loss given default berdasarkan data historis yang
             disesuaikan dengan informasi masa depan seperti dijelaskan di atas. Adapun eksposur atas
             gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh nilai tercatat bruto aset pada tanggal
             pelaporan; untuk kontrak jaminan keuangan, eksposur mencakup jumlah yang ditarik pada
             tanggal pelaporan, ditambah dengan jumlah yang diperkirakan akan ditarik di masa depan
             sebelum tanggal gagal bayar yang ditentukan berdasarkan tren historis, pemahaman
             Perusahaan mengenai kebutuhan pembiayaan masa depan yang spesifik dari debiturnya, dan
             informasi perkiraan masa depan lainnya yang relevan.

             ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak
             dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Perusahaan, didiskontokan
             menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima tersebut
             mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan perbaikan risiko-kredit
             lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.

             ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak
             mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk
             kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12
             bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami
             peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan
             sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya gagal bayar (ECL sepanjang
             umurnya).

                                                   13
Page 17
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     l.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          1. Aset Keuangan (lanjutan)

             Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan)

             Karena piutang usaha dan aset kontrak tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan,
             Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan ECL. Oleh
             karena itu, Perusahaan tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit, namun justru
             mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL sepanjang umurnya pada setiap tanggal
             pelaporan. Perusahaan membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit
             masa lampau, disesuaikan dengan perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang
             spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.

             Penghentian Pengakuan

             Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
             kelompok aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:

             a.   hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
             b.   Perusahaan mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari
                  aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima
                  tanpa penundaan yang material kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan
                  penyerahan dan (i) secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas
                  kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mengalihkan dan
                  tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan
                  tersebut, namun telah mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.

             Ketika Perusahaan telah mengalihkan hak untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah
             menandatangani kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan secara substansial
             tidak mengalihkan dan tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan,
             maupun tidak mengalihkan pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan
             berkelanjutan Perusahaan terhadap aset keuangan tersebut.

             Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur
             sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang
             diterima yang mungkin harus dibayar kembali.

             Dalam hal ini, Perusahaan juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas
             terkait diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dipertahankan
             Perusahaan.

             Pada penghentian pengkuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi,
             perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui
             dalam laba rugi. Selain itu, pada penghentian pengakuan investasi dalam instrumen utang
             yang diklasifikasikan sebagai FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya
             diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi, direklasifikasi ke laba rugi. Sebaliknya, pada
             penghentian pengakuan investasi dalam instrumen ekuitas yang telah dipilih Perusahaan
             pada pengakuan awal untuk diukur di FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang
             sebelumnya diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi tidak direklasifikasi ke laba rugi,
             tetapi dipindahkan ke saldo laba.


                                                    14
Page 18
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
     l.   Instrumen Keuangan (lanjutan)
          2. Liabilitas Keuangan
             Pengakuan dan pengukuran awal
             Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
             melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan
             menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
             Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat
             diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan
             yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar
             liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat
             diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
             wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.
             Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang bank jangka pendek, utang usaha, beban
             harus dibayar, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, liabilitas sewa dan utang pihak berelasi,
             diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.
             Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
             Pengukuran selanjutnya
             Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE.
             Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman
             terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam
             laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi
             SBE.
             Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium
             atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE.
             Amortisasi SBE dicatat sebagai “Beban Keuangan” dalam laba rugi.
             Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
             diamortisasi dari liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan biaya bunga selama
             periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat
             mendiskontokan estimasi pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan bentuk
             lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku
             bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur
             liabilitas keuangan, atau (jika lebih tepat) digunakan periode yang lebih singkat untuk
             memperoleh nilai tercatat neto pada saat pengakuan awal.
             Penghentian pengakuan

             Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan
             dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

             Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi
             pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan
             dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi
             persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan
             pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas
             keuangan tersebut diakui pada laba rugi.


                                                    15
Page 19
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     l.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          3. Reklasifikasi Instrumen Keuangan

             Perusahaan diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki
             jika Perusahaan mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Perusahaan
             tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan.

             Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan
             operasional Perusahaan seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis.
             Selain itu, Perusahaan perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak
             eksternal.

             Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi berkaitan
             dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi
             pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c) pengalihan aset
             keuangan antara bagian dari Perusahaan dengan model bisnis berbeda.

          4. Saling Hapus dari Instrumen Keuangan

             Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam
             laporan posisi keuangan jika Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum
             untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk
             menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
             secara simultan.

             Hak saling hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu
             peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis
             normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.

     m. Pengukuran Nilai Wajar

          Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan
          pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku
          pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.

          Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non- keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku
          pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan
          tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
          menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

          Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai
          tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati
          (observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati
          (unobservable).

          Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
          dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang
          signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:




                                                   16
Page 20
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     m. Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)

        i) Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
             identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
        ii) Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
             signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara
             langsung atau tidak langsung.
        iii) Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
             signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik secara
             langsung atau tidak langsung.

        Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan
        menentukan apakah terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi
        ulang atas penetapan kategori (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan
        terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.

     n. Pengakuan Pendapatan dan Beban

        Perusahaan menerapkan PSAK 115 “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan“ yang
        mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:

        1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
        2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
           janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda
           ke pelanggan.
        3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak
           pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas
           diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
        4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga
           jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak.
           Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan
           berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
        5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
           barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
           barang atau jasa tersebut).

        Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui,
        pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).

        Penerimaan kas dari pelanggan sehubungan dengan transaksi penjualan yang belum memenuhi
        kriteria pengakuan pendapatan, dicatat sebagai bagian dari ”Uang Muka dari Pelanggan” dalam
        laporan posisi keuangan.

        Pengakuan beban

        Beban diakui pada saat terjadinya (asas akrual).

     o. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

        Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
        dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
        asing disesuaikan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs rata-rata Bank Indonesia yang berlaku pada
        tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi, dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi
        periode berjalan.

                                                   17
Page 21
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

    o. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing (lanjutan)

       Pada tanggal laporan posisi keuangan, kurs rata-rata dari mata uang asing yang digunakan
       adalah sebagai berikut:

       Mata Uang Asing                                          31 Maret 2025        31 Desember 2024
       Dolar Amerika Serikat (US$) 1                                   16.588,00              16.162,00
       Euro Eropa (EUR) 1                                              17.892,65              16.851,32

    p. Imbalan Kerja Karyawan

       Imbalan kerja jangka pendek

       Perusahaan mengakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek ketika jasa diberikan oleh karyawan
       dan imbalan atas jasa tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan setelah jasa
       tersebut diberikan.

       Imbalan pascakerja

       Perusahan mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang
       No. 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2
       tahun 2022 Cipta Kerja. Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti
       Perusahan ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode
       projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto, hasil atas aset program dan
       tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.

       Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian akturial, segera diakui pada laporan
       posisi keuangan dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui
       penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi
       ke laba rugi periode berikutnya.

       Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:
       i) ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi; atau
       ii) ketika Perusahaan mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.

       Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas
       imbalan kerja. Perusahaan mengakui perubahan berikut pada kewajiban obligasi neto pada
       laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain:
       i) biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas
           penyelesaian (curtailment) tidak rutin dan
       ii) Beban atau penghasilan bunga neto.




                                                  18
Page 22
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

    q. Pajak Penghasilan

       Pajak kini

       Aset atau liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat
       direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang
       digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif
       telah berlaku pada tanggal pelaporan di negara tempat Perusahaan beroperasi dan menghasilkan
       pendapatan kena pajak. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat
       Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku
       membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang
       diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak.

       Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari
       beban pajak dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

       Bunga dan denda yang timbul dari ketetapan pajak dan kurang bayar atau lebih bayar pajak
       lainnya disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak dianggap
       sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.

       Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika
       Perusahan mengajukan keberatan, Perusahan mempertimbangkan apakah besar kemungkinan
       otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas
       perpajakan Perusahan.

       Pajak tangguhan

       Pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar
       pengenaan pajak aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan pada akhir
       periode pelaporan.

       Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk setiap perbedaan temporer kena pajak.

       Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi
       fiskal belum dikompensasi, sejauh terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan
       tersedia untuk dimanfaatkan dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal
       belum dikompensasi dapat dimanfaatkan.

       Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan
       diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang
       memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi.
       Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset pajak tangguhan yang tidak
       diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan besar laba
       kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.

       Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan
       berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan
       peraturan pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.




                                                 19
Page 23
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

    q. Pajak Penghasilan (lanjutan)

         Pajak Pertambahan Nilai

         Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN“)
         kecuali:
         •  PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor
            pajak, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai
            bagian dari item beban-beban yang diterapkan; dan
         •  Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.

         Jumlah PPN Neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai
         bagian dari piutang atau utang pada laporan posisi keuangan.

    r.   Laba (rugi) per Saham

         Pada periode 2025 dan 2024, Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham yang bersifat
         dilutif, oleh karena itu, laba (rugi) per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba
         rugi dan penghasilan komprehensif lain.

         Laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) periode berjalan dengan jumlah
         rata-rata tertimbang saham yang beredar dalam periode yang bersangkutan yaitu sejumlah
         668.000.089 saham.

    s. Biaya Emisi Efek Ekuitas

         Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran umum saham Perusahaan kepada
         masyarakat dicatat dan disajikan sebagai pengurang terhadap akun “Tambahan Modal Disetor -
         Bersih” (agio saham) yang berasal dari penawaran umum saham tersebut (Catatan 1b dan 17).

    t.   Informasi Segmen

         Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan
         jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi
         tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

         Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil
         keputusan operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya
         kepada segmen dan menilai kinerjanya.

         Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan
         langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
         kepada segmen tersebut.

    u. Sewa

         Perusahaan menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak adalah, atau berisi, sewa. Artinya,
         jika kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset terindentifikasi untuk suatu
         periode waktu sebagai imbalan untuk dipertukarkan.




                                                      20
Page 24
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     u. Sewa (lanjutan)

        Sebagai Penyewa

        Perusahaan menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk seluruh sewa,
        kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas
        sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-guna yang memberikan hak untuk
        menggunakan aset pendasarnya.

        Aset hak-guna

        Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak
        guna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang
        disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan,
        ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan
        dikeluarkan untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset
        pendasar ke kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang
        diterima.

        Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan
        hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

        Jika kepemilikan aset sewa beralih kepada Perusahaan pada akhir masa sewa atau biaya
        perolehan merefleksikan penyewa akan mengeksekusi opsi beli, depresiasi dihitung dengan
        menggunakan estimasi umur manfaat aset. Aset hak-guna juga diuji penurunan nilainya sesuai
        dengan PSAK 236 “Penurunan Nilai Aset“.

        Liabilitas sewa

        Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
        pembayaran sewa yang harus dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa mencakup
        pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif sewa,
        pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau arif, dan jumlah yang diharapkan
        akan dibayar di bawah jaminan nilai sisa. Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan
        dari opsi pembelian yang secara wajar pasti akan dilaksanakan oleh Perusahaan dan pembayaran
        denda untuk penghentian sewa, jika masa sewa mencerminkan Perusahaan melaksanakan opsi
        untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau tarif diakui
        sebagai beban (kecuai terjadi untuk menghasilkan persediaan) pada periode di mana peristiwa
        atau kondisi yang memicu terjadinya pembayaran.

        Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman
        inkremental pada tanggal dimulainya sewa karena tingkat suku bunga implisit dalam sewa tidak
        dapat segera ditentukan. Setelah tanggal pemulaan, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk
        mencerminkan penambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain
        itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa
        (misalnya, perubahan pembayaran masa depan akibat perubahan indeks atau kurs yang
        digunakan untuk pembayaran sewa) atau perubahan peniliaian opsi untuk membeli aset yang
        mendasarinya.




                                                   21
Page 25
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     u. Sewa (lanjutan)

        Sebagai Penyewa (lanjutan)

        Sewa Jangka-Pendek dan Sewa Aset Bernilai - Rendah

        Perusahaan memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-
        pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dan sewa atas aset bernilai, rendah.
        Perusahaan mengakui pembayaran sewa terkait dengan sewa ini sebagai beban dengan dasar
        garis lurus selama masa sewa.

     v. Provisi

        Provisi diakui jika Perusahaan memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
        konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut
        mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
        andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dibuat.

        Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
        estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumberdaya yang mengandung
        manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi dibatalkan.

3.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI

     Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan
     manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah
     yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat
     dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda
     dengan jumlah estimasi yang dibuat.

     Pertimbangan

     Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
     Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan
     keuangan:

     Penentuan mata uang fungsional

     Mata uang fungsional Perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana
     Perusahaan beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan
     beban dari penjualan barang dan jasa yang diberikan.

     Perpajakan

     Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks dan perubahan peraturan
     perpajakan, jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan dapat menyebabkan
     penyesuaian di masa depan atas pendapatan dan beban pajak yang telah dicatat.

     Estimasi juga diperlukan dalam menentukan cadangan untuk pajak penghasilan badan. Transaksi dan
     perhitungan tertentu yang selama kegiatan usaha normal selalu dikenakan pajak.

     Perusahaan mengakui liabilitas untuk masalah pajak penghasilan badan berdasarkan perkiraan
     apakah tambahan pajak penghasilan badan akan jatuh tempo.



                                                   22
Page 26
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
     (lanjutan)

     Pertimbangan (lanjutan)

     Menentukan Masa Sewa Kontrak dengan Opsi Pembaruan dan Penghentian - Perusahaan sebagai
     Lessee

     Perusahaan menentukan bahwa masa sewa sebagai masa sewa yang tidak dapat dibatalkan,
     bersamaan dengan periode yang tercakup dalam opsi perpanjangan sewa, jika dieksekusi secara
     wajar dan pasti, atau periode yang tercakup dalam opsi penghentian sewa, jika tidak dieksekusi
     secara wajar dan pasti.

     Perusahaan menerapkan pertimbangan dalam mengevaluasi apakah wajar dan pasti untuk
     mengeksekusi opsi untuk pembaruan atau penghentian sewa atau tidak. Untuk kontrak sewa dengan
     opsi perpanjangan dan penghentian, manajemen perlu mengestimasi masa sewa yang memerlukan
     pertimbangan semua fakta dan keadaan yang menimbulkan insentif ekonomi untuk mengeksekusi
     opsi perpanjangan dan tidak mengeksekusi opsi penghentian, termasuk setiap perubahan yang
     diharapkan dalam fakta dan keadaan dari tanggal permulaan hingga tanggal pengekesekusian opsi
     tersebut. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian) hanya dimasukkan dalam
     persyaratan sewa jika Perusahaan cukup yakin untuk mengeksekusi opsi perpanjangan dan tidak
     mengeksekusi opsi penghentian. Jika terdapat peristiwa signifikan atau perubahan keadaan yang
     signifikan yang mempengaruhi penilaian ini dan masih dalam kendali penyewa, maka penilaian diatas
     akan ditelaah kembali.

     Estimasi dan Asumsi

     Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode
     pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset
     dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan
     asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan
     situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi
     diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
     terjadinya.

     Cadangan atas penurunan nilai piutang usaha

     Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL atas piutang usaha. Tarif provisi
     didasarkan pada hari yang lewat jatuh tempo untuk mengelompokan pelanggan ke segmen yang
     memiliki pola kerugian serupa. Matriks provisi awalnya berdasarkan tarif default yang diamati
     Perusahaan secara historis. Perusahaan akan mengkalibrasi matriks tersebut untuk menyesuaikan
     pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi kedepan. Misalnya, jika prakiraan kondisi
     ekonomi diperkirakan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah
     default di sektor usaha Perusahaan, tingkat default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal
     pelaporan, tarif default yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi ke
     depan dianalisa kembali.

     Penilaian korelasi antara tingkat default yang dapat diamati secara historis, taksiran kondisi ekonomi
     dan ECL adalah estimasi yang signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan
     taksiran kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan perkiraan kondisi
     ekonomi mungkin juga tidak mewakili aktual default pelanggan yang sebenarnya di masa depan.




                                                    23
Page 27
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
     (lanjutan)
     Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
     Penyusutan Aset Tetap
     Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
     masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4
     sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur secara umum diharapkan dalam industri dimana
     Perusahaan menjalankan bisnisnya.
     Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat
     ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
     Nilai tercatat bersih aset tetap Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024,
     masing-masing adalah sebesar Rp 103.640.464.786 dan Rp 101.377.212.232. Penjelasan lebih rinci
     diungkapkan dalam Catatan 9.

     Imbalan Kerja
     Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan
     oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara
     lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan,
     tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi
     tersebut adalah wajar dan sesuai. Nilai tercatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan
     Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, masing-masing adalah sebesar
     Rp 4.180.531.967 dan Rp 4.075.753.297. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 23.
     Pajak Penghasilan
     Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
     transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang
     kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan
     estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
     Estimasi IBR untuk Sewa
     Perusahaan tidak dapat langsung menentukan tingkat bunga implisit dalam sewa, oleh karena itu,
     Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental (“IBR”) untuk mengukur kewajiban
     sewa. IBR adalah tingkat bunga yang harus dibayar Perusahaan untuk meminjam dalam jangka waktu
     yang sama, dan dengan jaminan serupa, dana yang diperlukan untuk memperoleh aset dengan nilai
     yang sama dengan aset hak guna dalam lingkungan ekonomi yang sama. Oleh karena itu, IBR
     mencerminkan apa yang 'harus dibayar' oleh Perusahaan, yang memerlukan perkiraan ketika tidak
     ada tarif yang tersedia sebagai acuan atau ketika perlu disesuaikan untuk mencerminkan syarat dan
     ketentuan sewa. Perusahaan memperkirakan IBR menggunakan input yang dapat diamati (seperti
     suku bunga pasar) jika tersedia dan membuat estimasi spesifik untuk entitas tertentu jika diperlukan
     (seperti peringkat kredit).




                                                   24
Page 28
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


 4. KAS DAN BANK
     Akun ini terdiri dari:

                                                            31 Maret 2025        31 Desember 2024
     Kas                                                        225.684.315            135.738.934
     Bank
     Pihak ketiga
     Rupiah
         PT Bank Central Asia Tbk                              4.082.759.065            45.721.165
         PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                             9.422.865            32.195.037
         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                   19.007.241         3.030.228.325
     Dolar Amerika Serikat
         PT Bank Central Asia Tbk
             (US$ 2.294 pada tanggal 31 Maret 2025 dan
             US$ 188.426 pada tanggal 31 Desember 2024)          38.053.536          3.045.334.870
     Jumlah Kas dan Bank                                       4.374.927.022         6.289.218.331


     Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat kas dan bank Perusahaan yang
     dibatasi penggunaannya atau ditempatkan pada pihak berelasi.


5.   PIUTANG USAHA
     Rincian piutang usaha terdiri dari:
                                                            31 Maret 2025        31 Desember 2024
     Pihak Berelasi (Catatan 6)
     Rupiah                                                     350.161.022            594.634.631
     Penyisihan atas kerugian kredit
         ekspektasian                                               (116.723 )            (264.289)
     Jumlah pihak berelasi                                      350.044.299            594.370.342
     Pihak Ketiga
     Rupiah                                                 107.924.216.603        107.033.706.255
     Dolar Amerika Serikat
         (US$ 267.519 pada tanggal 31 Maret 2025 dan
         US$ 98.186 pada tanggal 31 Desember 2024)             3.904.568.274         1.082.480.532
     Penyisihan atas kerugian kredit
         ekspektasian                                         (2.938.467.903 )      (2.765.235.256)
     Jumlah pihak ketiga - bersih                           108.890.316.974        105.350.951.531
     Piutang Usaha - Bersih                                 109.240.361.273        105.945.321.873




                                                25
Page 29
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


5.   PIUTANG USAHA (lanjutan)

     Analisis umur piutang usaha tersebut pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
     sebagai berikut:
                                                                     Mata Uang Asing

                                                                                   Ekuivalen               Jumlah
     31 Maret 2025                    Rupiah                Jumlah (US$)         dalam Rupiah           dalam Rupiah

     Belum jatuh tempo                56.756.085.790                185.753            3.084.755.083       59.840.840.873
     Lewat jatuh tempo:
         1 - 30 hari                  23.948.644.416                      -                       -        23.948.644.416
         31 - 60 hari                  8.811.758.232                 14.560             238.041.440         9.049.799.672
         61 - 90 hari                  3.315.842.938                      -                       -         3.315.842.938
         >90 hari                     15.442.046.249                 67.206             581.771.751        16.023.818.000

     Jumlah                          108.274.377.625                267.519            3.904.568.274      112.178.945.899



                                                                     Mata Uang Asing

                                                                                   Ekuivalen               Jumlah
     31 Desember 2024                 Rupiah                Jumlah (US$)         dalam Rupiah           dalam Rupiah

     Belum jatuh tempo                56.825.772.963                 30.980             500.708.781        57.326.481.744
     Lewat jatuh tempo:

         1 - 30 hari                  17.948.032.790                      -                       -        17.948.032.790
         31 - 60 hari                  7.359.035.127                      -                       -         7.359.035.127
         61 - 90 hari                  5.676.281.090                      -                       -         5.676.281.090
         >90 hari                     19.819.218.916                 67.206             581.771.751        20.400.990.667

     Jumlah                          107.628.340.886                 98.186            1.082.480.532      108.710.821.418



     Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:
                                                                               2025                        2024
                                                                           (Tiga Bulan)                (Tiga Bulan)
     Saldo awal periode                                                       2.765.499.545            1.493.604.470
     Perubahan selama periode berjalan                                          173.085.081              (399.703.359)
     Saldo akhir periode                                                      2.938.584.626             1.093.901.111


     Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang usaha tersebut cukup untuk
     menutupi kemungkinan kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya piutang.

     Jangka waktu rata-rata kredit penjualan barang adalah 30 hari. Tidak ada bunga yang dibebankan
     pada piutang usaha.

     Pada tanggal 31 Maret 2025, piutang usaha Perusahaan dijadikan sebagai jaminan dengan
     penyerahan hak secara fidusia atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk, sebagaimana
     yang dijelaskan dalam Catatan 12.




                                                       26
Page 30
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


6.   SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

     Perusahaan, dalam kegiatan usaha normal, melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Rincian
     saldo dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

                                                                                     Persentase Terhadap
                                                     Jumlah                            Jumlah Aset (%)
                                     31 Maret 2025       31 Desember 2024      31 Maret 2025      31 Desember 2024

     Piutang Usaha
     PT Yanasurya Bhaktipersada         350.161.022                1.237.650            0,1175                0,0004
     PT Forindoprima Perkasa                      -              593.396.981                 -                0,2000

     Jumlah                             350.161.022              594.634.631            0,1175                0,2004


                                                                                     Persentase Terhadap
                                                     Jumlah                          Jumlah Liabilitas (%)
                                     31 Maret 2025       31 Desember 2024      31 Maret 2025      31 Desember 2024
     Utang Usaha
     PT Forindoprima Perkasa            664.579.948            1.198.658.109              0,37                  0,69


                                                                                     Persentase Terhadap
                                                     Jumlah                          Jumlah Liabilitas (%)
                                     31 Maret 2025       31 Desember 2024      31 Maret 2025      31 Desember 2024
     Utang Pihak Berelasi
     (lihat Catatan 25)
     PT Hastagraha Bumipersada        50.000.000.000          50.000.000.000             28,07                 28,96


                                                                                     Persentase Terhadap
                                                                                      Jumlah Akun yang
                                                     Jumlah                           Bersangkutan (%)
                                         2025                     2024             2025                  2024
                                     (Tiga Bulan)             (Tiga Bulan)     (Tiga Bulan)          (Tiga Bulan)
     Penjualan Bersih
     PT Yanasurya Bhaktipersada         702.487.500              511.945.045              0,81                  0,64
     PT Forindoprima Perkasa                      -            1.149.212.835                 -                  1,44

     Jumlah                             702.487.500            1.661.157.880              0,81                  2,08


                                                                                     Persentase Terhadap
                                                                                      Jumlah Akun yang
                                                     Jumlah                           Bersangkutan (%)
                                         2025                     2024             2025                  2024
                                     (Tiga Bulan)             (Tiga Bulan)     (Tiga Bulan)          (Tiga Bulan)


     Pembelian
     PT Forindoprima Perkasa           6.492.241.068           1.427.841.254              7,79                  1,79

     Beban Umum dan Administrasi -
     Beban Sewa (Catatan 25)
     Alexander Tanzil                      1.250.000               1.250.000             50,00                 50,00
     Santoso Wijaya                        1.250.000               1.250.000             50,00                 50,00

     Jumlah                                2.500.000               2.500.000            100,00                100,00




                                                        27
Page 31
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


6.   SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)

     Rincian transaksi dan saldo berdasarkan sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai
     berikut:
       No.        Pihak-pihak Berelasi                 Sifat Relasi                         Jenis Transaksi
       1.     PT Hastagraha Bumipersada    Pemegang saham Perusahaan              Transaksi keuangan
       2.     PT Yanasurya Bhaktipersada   Entitas dengan pengendalian bersama    Transaksi usaha
       3.     PT Forindoprima Perkasa      Entitas dengan pengendalian bersama    Transaksi usaha
       4.     Alexander Tanzil             Pemegang saham Perusahaan              Transaksi sewa
       5.     Santoso Wijaya               Pemegang saham Perusahaan              Transaksi sewa

     Jumlah kompensasi personil manajemen kunci (komisaris dan direksi) dalam Perusahaan:
                                                                             2025                    2024
                                                                         (Tiga Bulan)            (Tiga Bulan)
     Imbalan kerja jangka pendek (dalam jutaan Rupiah)                              416                       309

     Jumlah dalam tabel di atas merupakan jumlah yang diakui sebagai biaya selama periode pelaporan
     sehubungan dengan kompensasi yang diberikan kepada personil manajemen kunci tersebut.
     Manajemen kunci Perusahaan meliputi semua anggota komisaris dan direksi.


7.   PERSEDIAAN
     Persediaan terdiri dari:
                                                                       31 Maret 2025         31 Desember 2024
     Barang jadi                                                         16.713.352.584          14.899.576.814
     Barang dalam proses                                                 22.262.409.561          23.882.301.367
     Bahan baku dan bahan pembantu                                       23.300.153.447          26.192.308.555
     Jumlah                                                              62.275.915.592          64.974.186.736
     Dikurangi penyisihan penurunan nilai persediaan                       (193.372.177 )          (193.372.177)
     Bersih                                                              62.082.543.415          64.780.814.559


     Mutasi penyisihan atas penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:

                                                                             2025                    2024
                                                                         (Tiga Bulan)            (Tiga Bulan)
     Saldo awal periode                                                      193.372.177               788.956.741
     Perubahan selama periode berjalan:
         Penyisihan periode berjalan                                                    -                        -
     Saldo akhir periode                                                     193.372.177               788.956.741


     Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan tersebut cukup untuk
     menutupi kemungkinan kerugian yang terjadi akibat penurunan nilai persediaan.

     Pada tanggal 31 Maret 2025, persediaan Perusahaan dijadikan sebagai jaminan dengan penyerahan
     hak secara fidusia atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk, sebagaimana yang
     dijelaskan dalam Catatan 12.

                                                       28
Page 32
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


7.   PERSEDIAAN (lanjutan)

     Pada tanggal 31 Maret 2025, persediaan tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian
     kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan secara keseluruhan sekitar
     US$ 5.000.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi
     kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.


8.   UANG MUKA PEMBELIAN

     Akun ini merupakan uang muka pembelian kepada pihak ketiga atas pembelian bahan baku dan
     bahan pembantu, dengan rincian sebagai berikut:

                                                                         31 Maret 2025            31 Desember 2024
     Pihak Ketiga
     Rupiah                                                                  8.283.740.921                3.498.555.400
     Dolar Amerika Serikat
         (US$ 92.480 pada tanggal 31 Maret 2025 dan
         US$ 101.962 pada tanggal 31 Desember 2024)                          1.518.212.306                1.584.899.229
     Euro Eropa
         (EUR 109.419 pada tanggal 31 Desember 2024)                                        -             1.824.011.913
     Jumlah                                                                  9.801.953.227                6.907.466.542



9.   ASET TETAP

     Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:

                                                                  31 Maret 2025
                                Saldo Awal       Penambahan       Pengurangan         Reklasifikasi        Saldo Akhir
     Nilai Tercatat
     Pemilikan Langsung
     Tanah                      35.817.601.419               -                  -                  -        35.817.601.419
     Bangunan dan prasarana     65.872.621.865               -                  -                  -        65.872.621.865
     Mesin dan peralatan       180.460.956.308     192.924.200                  -      1.279.245.581       181.933.126.089
     Perlengkapan pabrik         3.275.383.552      14.436.215                  -                  -         3.289.819.767
     Peralatan kantor            2.048.546.029      14.228.730                  -                  -         2.062.774.759
     Kendaraan                   3.038.655.339     882.889.892        131.841.637                  -         3.789.703.594
     Jumlah Nilai Tercatat     290.513.764.512    1.104.479.037       131.841.637      1.279.245.581       292.765.647.493


     Aset dalam Penyelesaian
     Mesin dan peralatan          146.303.800     4.723.000.021                   -   (1.279.245.581 )       3.590.058.240

     Jumlah Nilai Tercatat     290.660.068.312    5.827.479.058       131.841.637                     -    296.355.705.733


     Akumulasi Penyusutan
     Pemilikan Langsung
     Bangunan dan prasarana     44.613.604.200      721.704.911                 -                     -     45.335.309.111
     Mesin dan peralatan       136.937.984.827    2.756.138.922                 -                     -    139.694.123.749
     Perlengkapan pabrik         3.197.200.569       50.910.858                 -                     -      3.248.111.427
     Peralatan kantor            1.878.406.372        3.815.392                 -                     -      1.882.221.764
     Kendaraan                   2.655.660.112       31.656.421       131.841.637                     -      2.555.474.896
     Jumlah Akumulasi
        Penyusutan             189.282.856.080    3.564.226.504       131.841.637                     -    192.715.240.947
     Nilai Buku                101.377.212.232                                                             103.640.464.786




                                                          29
Page 33
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


9.   ASET TETAP (lanjutan)

                                                                  31 Desember 2024
                                Saldo Awal       Penambahan         Pengurangan       Reklasifikasi         Saldo Akhir

     Nilai Tercatat
     Pemilikan Langsung
     Tanah                      35.817.601.419                -                   -                -         35.817.601.419
     Bangunan dan prasarana     64.989.029.865      855.510.000                   -       28.082.000         65.872.621.865
     Mesin dan peralatan       173.736.800.427    9.148.317.597       2.425.303.617        1.141.901        180.460.956.308
     Perlengkapan pabrik         3.230.080.254       45.303.298                   -                -          3.275.383.552
     Peralatan kantor            1.972.479.872       76.066.157                   -                -          2.048.546.029
     Kendaraan                   2.640.038.148      437.708.828          39.091.637                -          3.038.655.339

     Jumlah                    282.386.029.985   10.562.905.880       2.464.395.254       29.223.901        290.513.764.512

     Aset dalam Penyelesaian
     Bangunan dan prasarana         18.341.901               -                    -       (18.341.901 )                  -
     Mesin dan peralatan            10.882.000     146.303.800                    -       (10.882.000 )        146.303.800

     Jumlah                         29.223.901     146.303.800                    -       (29.223.901 )        146.303.800

     Jumlah Nilai Tercatat     282.415.253.886   10.709.209.680       2.464.395.254                   -     290.660.068.312

     Akumulasi Penyusutan
     Pemilikan Langsung
     Bangunan dan prasarana     41.733.818.887    2.879.785.313                   -                   -      44.613.604.200
     Mesin dan peralatan       128.364.851.319   10.942.440.953       2.369.307.445                   -     136.937.984.827
     Perlengkapan pabrik         3.176.198.892       21.001.677                   -                   -       3.197.200.569
     Peralatan kantor            1.788.990.042       89.416.330                   -                   -       1.878.406.372
     Kendaraan                   2.640.038.145       54.713.604          39.091.637                   -       2.655.660.112

     Jumlah Akumulasi
          Penyusutan           177.703.897.285   13.987.357.877       2.408.399.082                   -     189.282.856.080

     Nilai Buku                104.711.356.601                                                              101.377.212.232



     Penyusutan yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah
     sebesar Rp 3.564.226.504 dan Rp 3.447.994.671, masing-masing untuk periode 2025 dan 2024 yang
     dibebankan sebagai berikut:

                                                                               2025                           2024
                                                                           (Tiga Bulan)                   (Tiga Bulan)
     Beban pabrikasi (Catatan 20)                                             3.397.489.904                3.306.683.796
     Beban umum dan administrasi (Catatan 21)                                   166.736.600                  141.310.875
     Jumlah                                                                   3.564.226.504                3.447.994.671


     Rincian penjualan aset tetap pada periode 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                                              2025
                                                                                                          (Tiga Bulan)
     Nilai tercatat                                                                                         131.841.637
     Akumulasi penyusutan                                                                                   131.841.637
     Nilai buku                                                                                                        -
     Harga jual                                                                                               84.375.000
     Laba penjualan aset tetap                                                                                84.375.000




                                                          30
Page 34
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


9.   ASET TETAP (lanjutan)

     Pada periode 2025, laba penjualan aset tetap disajikan sebagai akun “Laba Penjualan Aset Tetap”
     dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

     Pada tanggal 31 Maret 2025, aset tetap tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian
     kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sejumlah Rp 81 milyar dan US$ 11.000.000
     Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
     kerugian atas risiko tersebut.

     Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aset Perusahaan tersebut dapat dipulihkan,
     sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai atas aset tersebut.

     Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki uang muka pembelian aset
     tetap kepada pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 5.544.350 dan Rp 1.545.585.348.

     Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki utang pembelian aset
     tetap kepada pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 2.377.115.800 dan Rp 47.175.000 yang
     merupakan utang pembelian aset tetap berupa mesin dan peralatan dan utang retensi atas
     pembangunan bangunan dan prasarana.

     Pada tanggal 31 Maret 2025, aset tetap berupa tanah dan bangunan pabrik dijadikan sebagai jaminan
     atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk, sebagaimana yang dijelaskan dalam
     Catatan 12.

     Pada tanggal 31 Maret 2025, Hak Guna Bangunan (HGB) Perusahaan memiliki sisa jangka waktu
     yang berkisar antara 3-22 tahun. Manajemen berpendapat bahwa jangka waktu HGB tersebut dapat
     diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo.


10. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA

     Rincian aset hak-guna adalah sebagai berikut:

                                                                       31 Maret 2025

                                           Saldo Awal         Penambahan         Penghapusan       Saldo Akhir

     Harga perolehan
     Sewa ruangan kantor                      221.054.563                  -                   -      221.054.563

     Akumulasi penyusutan
     Sewa ruangan kantor                       73.684.856         18.421.214                   -       92.106.070

     Nilai tercatat - bersih                  147.369.707                                             128.948.493


                                                                     31 Desember 2024

                                           Saldo Awal         Penambahan         Penghapusan       Saldo Akhir

     Harga perolehan
     Sewa ruangan kantor                      221.054.563                  -                   -      221.054.563

     Akumulasi penyusutan
     Sewa ruangan kantor                                  -       73.684.856                   -       73.684.856

     Nilai tercatat - bersih                  221.054.563                                             147.369.707




                                                     31
Page 35
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


10. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA (lanjutan)

    Rincian liabilitas sewa adalah sebagai berikut:

                                                               31 Maret 2025         31 Desember 2024
    Liabilitas sewa
    Bagian jangka pendek                                                36.794.861           73.589.720
    Bagian jangka panjang                                               78.317.493           78.317.493

    Jumlah                                                          115.112.354             151.907.213


    Jumlah yang diakui dalam laporan arus kas adalah sebagai berikut:

                                                                    2025                    2024
                                                                (Tiga Bulan)            (Tiga Bulan)
    Jumlah kas keluar untuk
       Pembayaran liabilitas sewa                                       36.794.860           34.573.675
       Pembayaran bunga                                                  4.879.640            7.100.825
    Jumlah                                                              41.674.500           41.674.500


    Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
    berikut:

                                                                    2025                    2024
                                                                (Tiga Bulan)            (Tiga Bulan)
    Bunga liabilitas sewa                                                4.879.640            7.100.825
    Beban penyusutan aset hak-guna (Catatan 21)                         18.421.214           18.421.214

    Ringkasan komponen perubahan liabilitas yang timbul dari sewa adalah sebagai berikut:

                                                               31 Maret 2025         31 Desember 2024
    Saldo awal                                                      151.907.213             221.054.563
    Arus kas                                                        (36.794.859 )           (69.147.350)
    Saldo akhir                                                     115.112.354             151.907.213



11. ASET TIDAK LANCAR LAIN-LAIN

    Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, aset tidak lancar lain-lain merupakan uang
    jaminan untuk proyek tender sebesar Rp 600.000.000.




                                                      32
Page 36
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


12. UTANG BANK JANGKA PENDEK

    Utang bank terdiri dari:

                                                                 31 Maret 2025        31 Desember 2024
    Utang bank jangka pendek
    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
       Kredit Modal Kerja                                          83.000.000.000          85.000.000.000
    PT Mandiri (Persero) Tbk
       Kredit Agunan Surat Berharga                                16.600.000.000           5.000.000.000
    PT Bank Central Asia Tbk
       Kredit Lokal                                                  1.107.562.401          1.046.236.271
    Jumlah                                                        100.707.562.401          91.046.236.271

    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Bank BRI)

    Pada tanggal 4 Oktober 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja - cash collateral
    dari Bank BRI dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 85.000.000.000, yang ditujukan untuk
    modal kerja. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 6 (enam) bulan, terakhir telah
    diperpanjang sampai dengan tanggal 4 April 2026. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per
    tahun sebesar 2,90%.

    Fasilitas tersebut dijamin dengan jaminan pribadi dari Alexander Tanzil dan Santoso Wijaya
    (pemegang saham Perusahaan).

    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri)

    Pada tanggal 7 Februari 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Agunan Surat Berharga dari
    Bank Mandiri dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 43.600.000.000, yang ditujukan untuk
    modal kerja. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 11 (sebelas) bulan, sampai dengan
    tanggal 6 Januari 2026. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 0,50%.

    Fasilitas tersebut dijamin dengan jaminan pribadi dari Alexander Tanzil dan Santoso Wijaya
    (pemegang saham Perusahaan).

    PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)

    Pada tanggal 7 September 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit lokal dan time loan revolving
    dari Bank BCA dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 75.000.000.000 dan
    Rp 100.000.000.000, yang ditujukan untuk modal kerja. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu
    selama 12 (dua belas) bulan, terakhir telah diperpanjang sampai dengan tanggal 7 April 2024.
    Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 7,00%.

    Pada tanggal 14 Desember 2022, Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas kredit dari bank BCA
    berupa fasilitas kredit investasi I dan fasilitas kredit investasi II dengan jumlah fasilitas maksimum,
    masing-masing sebesar Rp 8.500.000.000 dan Rp 16.500.000.000, yang ditujukan untuk membiayai
    pembelian mesin produksi dan pembangunan tambahan ruang produksi. Fasilitas kredit ini memiliki
    jangka waktu selama 12 (dua belas) bulan sampai dengan tanggal 7 April 2024. Fasilitas tersebut
    dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 7,00%.




                                                   33
Page 37
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


12. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

    PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)

    Pada tanggal 19 Maret 2024, Perusahaan memperoleh perpanjangan fasilitas kredit lokal, time loan
    revolving, kredit investasi I, kredit investasi II dan bank garansi dari Bank BCA dengan jumlah fasilitas
    maksimum sebesar Rp 75.000.000.000, Rp 100.000.000.000, Rp 8.500.000.000, Rp 16.500.000.000
    dan Rp 5.000.000.000 yang ditujukan untuk modal kerja dan membiayai pembelian mesin produksi
    dan pembangunan tambahan ruang produksi. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 12 (dua
    belas) bulan, terakhir telah diperpanjang sampai dengan tanggal 7 Juni 2025, fasilitas kredit tersebut
    masih dalam proses perpanjangan. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar
    7,25%.

    Fasilitas tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan Perusahaan, piutang usaha, persediaan dan
    jaminan perusahaan dari PT Hastagraha Bumipersada (pemegang saham Perusahaan).

    Sehubungan dengan fasilitas di atas, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi persyaratan tertentu
    seperti menjaga rasio keuangan tertentu (rasio EBITDA per (interest ditambah installment) lebih dari 1
    kali, current ratio lebih dari 1 kali dan Debt per Equity kurang dari 3 kali. Pada tanggal
    31 Maret 2025, Perusahaan telah memenuhi persyaratan sehubungan dengan fasilitas kredit di atas.

    Pada tanggal 31 Maret 2025, Perusahaan belum menggunakan fasilitas kredit investasi I dan fasilitas
    kredit investasi II tersebut.

    Saldo pinjaman fasilitas Time Loan Revolving telah dilunasi seluruhnya pada bulan Oktober 2023.

    Beban bunga atas seluruh pinjaman di atas sebesar Rp 657.263.551 dan Rp 430.803.152, masing-
    masing untuk periode 2025 dan 2024, dan disajikan sebagai bagian dari “Beban Keuangan” pada
    laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.


13. UTANG USAHA

    Akun ini merupakan liabilitas yang timbul dari pembelian bahan baku dan bahan pembantu, dengan
    rincian sebagai berikut:

                                                                   31 Maret 2025        31 Desember 2024
    Pihak berelasi (lihat Catatan 6)
    PT Forindoprima Perkasa                                             664.579.948           1.198.658.109




                                                    34
Page 38
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


13. UTANG USAHA (lanjutan)

                                                             31 Maret 2025       31 Desember 2024
    Pihak ketiga - lokal
    Rupiah                                                     12.247.062.231        10.165.060.835
    Dolar Amerika Serikat
        (US$ 3.115 pada tanggal 31 Maret 2025 dan
        US$ 316.614 pada tanggal 31 Desember 2024)                 51.671.620          5.117.122.741
    Jumlah pihak ketiga                                        12.298.733.851        15.282.183.576
    Jumlah                                                     12.963.313.799        16.480.841.685


    Pemasok utama Perusahaan antara lain adalah PT Puranusa Persada dan PT Bukit Mega Masabadi.

14. PERPAJAKAN
    a. Pajak dibayar di muka dan utang pajak

       Pajak dibayar di muka

       Pajak dibayar di muka terdiri dari:

                                                             31 Maret 2025       31 Desember 2024
       Deposit Coretax                                              2.653.084                     -
       Pajak Pertambahan Nilai (PPN) - masukan                    759.322.478           557.166.619
       Jumlah                                                     761.975.562             28.492.608


       Utang pajak

       Utang pajak terdiri dari:
                                                             31 Maret 2025       31 Desember 2024
       Pajak Penghasilan:
           Pasal 21                                               142.999.285              2.674.627
           Pasal 23                                                22.663.664             25.817.981
       Jumlah                                                     165.662.949             28.492.608



    b. Manfaat (beban) pajak penghasilan
       Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba
       rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan taksiran laba (rugi) fiskal untuk periode yang
       berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:




                                                 35
Page 39
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


14. PERPAJAKAN (lanjutan)
    b. Manfaat (beban) pajak penghasilan (lanjutan)
                                                                 2025                  2024
                                                             (Tiga Bulan)          (Tiga Bulan)
       Laba (rugi) sebelum manfaat (beban)
          pajak penghasilan menurut laporan laba rugi
          dan penghasilan komprehensif lain                   (4.462.998.559 )        796.925.856
       Beda temporer:
          Penyusutan aset tetap                                  87.603.588           150.126.223
          Transaksi sewa                                          2.463.604             4.684.789
          Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan       126.934.680           103.569.552
          Penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha         173.085.081          (399.703.359)
          Kompensasi PKWT                                       139.131.644           185.508.859
       Beda tetap:
          Kesejahteraan karyawan                                 23.766.830            17.997.900
          Sumbangan dan representasi                             30.097.610            19.454.550
          Penghasilan yang pajaknya bersifat final               (2.712.537 )          (2.707.956)
          Lain-lain - bersih                                     25.039.754           (26.272.950)
       Taksiran laba (rugi) fiskal - periode berjalan         (3.857.588.305 )        849.583.464
       Akumulasi taksiran rugi fiskal pada tahun:
          2024                                                (2.290.945.802 )                  -
          2021                                                (5.480.006.867 )     (3.419.689.935)
       Penyesuaian taksiran rugi fiskal atas:
          2021                                                 2.652.537.445        2.652.537.445
          2022                                                    24.117.500                    -
          2023                                                    34.220.000                    -
       Akumulasi taksiran laba (rugi)
          fiskal akhir periode                                (8.917.666.029 )         82.430.974

       Sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan Indonesia, pajak penghasilan badan secara tahunan.
       Laporan keuangan tanggal 31 Maret 2025 dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
       tanggal tersebut tidak dapat digunakan untuk menghitung pajak penghasilan badan tahunan.
       Dalam laporan keuangan ini, jumlah taksiran penghasilan kena pajak untuk periode tiga bulan
       yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 didasarkan atas perhitungan sementara. Jumlah
       tersebut mungkin berbeda dari penghasilan kena pajak yang dilaporkan dalam Surat
       Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) pajak penghasilan badan.
       Beban pajak penghasilan (tahun berjalan) dan perhitungan taksiran klaim pajak penghasilan
       adalah sebagai berikut:

                                                                 2025                  2024
                                                             (Tiga Bulan)          (Tiga Bulan)
       Taksiran laba (rugi) fiskal (dibulatkan)               (8.917.666.029 )         82.430.000
       Beban pajak penghasilan - periode berjalan                           -          18.134.600
       Pajak penghasilan dibayar di muka:
           (Pasal 22)                                           795.608.735           748.128.042
       Taksiran klaim pajak penghasilan                         795.608.735           729.993.442


                                                        36
Page 40
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


14. PERPAJAKAN (lanjutan)

    b. Manfaat (beban) pajak penghasilan (lanjutan)

       Taksiran klaim pajak penghasilan pada tanggal laporan posisi keuangan terdiri dari klaim untuk
       tahun pajak sebagai berikut:

                                                             31 Maret 2025         31 Desember 2024
       Taksiran klaim pajak penghasilan:
          Periode 2025                                            795.608.735                      -
          Tahun 2024                                            3.182.191.920          3.182.191.920
          Tahun 2023                                                        -          2.880.397.279
       Jumlah                                                   3.977.800.655          6.062.589.199


       Pada tahun 2024, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pajak
       penghasilan No. 00022/406/23/054/24 tertanggal 19 Desember 2024 atas pajak penghasilan
       badan tahun pajak 2023 yang menetapkan klaim atas pajak penghasilan Perusahaan sebesar
       Rp 2.880.397.282. Pada tanggal 16 Januari 2025, Perusahaan telah menerima pembayaran atas
       pajak yang dinyatakan lebih bayar tersebut.

       Rekonsiliasi antara manfaat (beban) pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif
       pajak yang berlaku dari laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan dengan manfaat
       pajak penghasilan seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
       lain untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 adalah sebagai
       berikut:
                                                                  2025                   2024
                                                              (Tiga Bulan)           (Tiga Bulan)
       Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak
          penghasilan menurut laporan laba rugi
          dan penghasilan komprehensif lain                     (4.462.998.559 )         796.925.856

       Beban pajak penghasilan dengan
          tarif pajak yang berlaku                                (981.859.683 )         175.323.688
       Pengaruh pajak atas beda tetap:
          Kesejahteraan karyawan                                     5.228.703             3.959.538
          Sumbangan dan representasi                                 6.621.474             4.280.001
          Penghasilan yang pajaknya bersifat final                    (596.758 )            (595.750)
          Lain-lain - bersih                                         5.508.746            (5.780.049)
          Pemanfaatan rugi pajak yang pajak
              tangguhannya belum diakui                           848.669.426           (168.773.762)
       Beban (manfaat) pajak penghasilan
          menurut laporan laba rugi dan
          penghasilan komprehensif lain                           (116.428.092 )           8.413.666




                                                   37
Page 41
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


14. PERPAJAKAN (lanjutan)

    c. Aset pajak tangguhan - bersih

        Pajak tangguhan yang berasal dari pengaruh beda temporer yang signifikan antara pelaporan
        komersial dan pajak adalah sebagai berikut:

                                                             31 Maret 2025        31 Desember 2024
        Aset (liabilitas) pajak tangguhan
        Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan           919.717.033           896.665.725
        Penyisihan atas penurunan nilai persediaan                 42.541.879            42.541.879
        Penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha             646.488.617           608.409.899
        Penyisihan atas penurunan nilai piutang lain-lain         115.133.326           115.133.326
        Penyusutan aset tetap                                    (126.474.648 )       (145.747.437)
        Kompensasi PKWT                                           617.433.295           586.824.333
        Transaksi sewa                                              1.540.244               998.251
        Aset pajak tangguhan - bersih                           2.216.379.746         2.104.825.976


    d. Administrasi

        Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan
        membayar secara sendiri pajak penghasilannya (self-assessment). Direktorat Jenderal Pajak
        (DJP) dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak
        saat terutangnya pajak.


15. BEBAN AKRUAL

    Akun ini terdiri dari:

                                                             31 Maret 2025        31 Desember 2024
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
    Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan                       4.070.362.993         6.508.361.969

    Beban harus dibayar
    Listrik, air dan telepon                                    1.613.648.591         1.442.176.460
    Pengangkutan                                                1.431.810.757         1.378.102.296
    Bunga                                                          62.278.033            91.901.084
    Lain-lain                                                      42.827.148           469.083.153
    Jumlah                                                      3.150.564.529         3.381.262.993




                                                   38
Page 42
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


16. MODAL SAHAM

    Rincian pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
    sebagai berikut:

                                                                  Persentase
    Pemegang Saham                          Jumlah Saham          Pemilikan            Jumlah
    PT Hastagraha Bumipersada                   597.650.500            89,469%       59.765.050.000
    Alexander Tanzil (Komisaris Utama)            1.174.750             0,176%          117.475.000
    Santoso Wijaya (Komisaris)                    1.174.750             0,176%          117.475.000
    Lain-lain (masing-masing dengan
       pemilikan di bawah 5%)                     68.000.089           10,179%        6.800.008.900
    Jumlah                                      668.000.089           100,000%       66.800.008.900


    Anggota Komisaris dan Direksi yang memiliki saham Perusahaan, sesuai Daftar Pemegang Saham
    Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, adalah sebagai berikut:

                                                                  Persentase
    Pemegang Saham                          Jumlah Saham          Pemilikan            Jumlah
    Komisaris
    Alexander Tanzil                                1.174.750           0,176%          117.475.000
    Santoso Wijaya                                  1.174.750           0,176%          117.475.000
    Jumlah                                          2.349.500           0,352%          234.950.000


    Pengelolaan Modal

    Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal
    yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

    Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk
    menyisihkan dan mempertahankan suatu dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai
    dana cadangan tersebut mencapai 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh. Persyaratan
    permodalan eksternal tersebut akan dipertimbangkan oleh Perusahaan dalam Rapat Umum
    Pemegang Saham (“RUPS”) tahunan berikutnya.

    Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan
    kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat
    menyesuaikan usulan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau
    mengusahakan tambahan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan
    maupun proses dalam manajemen modal untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal
    31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.

    Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan struktur pemodalan yang sehat untuk mengamankan
    akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar, antara lain dengan memonitor permodalan
    menggunakan rasio debt to equity dan rasio gearing.




                                               39
Page 43
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


17. TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH
    Rincian tambahan modal disetor pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai
    berikut:

    Agio saham sehubungan penawaran umum saham (Catatan 1b)                                                 30.260.000.000
    Biaya emisi efek ekuitas (Catatan 1b dan 2s)                                                            (2.206.029.983)
    Agio saham sehubungan - pelaksanaan Waran Seri I                                                                51.620
    Bersih                                                                                                  28.054.021.637



18. DIVIDEN TUNAI

    Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada tanggal
    21 Juni 2024, para pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen kepada para
    pemegang saham.


19. PENJUALAN BERSIH
    Akun ini terdiri dari:
                                                                                 2025                           2024
                                                                             (Tiga Bulan)                   (Tiga Bulan)
    Pihak berelasi (Catatan 6)
        Lokal                                                                       702.487.500              1.661.157.880
    Pihak ketiga
        Lokal                                                                 80.907.744.249                72.784.305.291
        Ekspor                                                                 5.253.570.554                 5.232.749.710
    Jumlah                                                                    86.863.802.303                79.678.212.881

    Sebagian penjualan, yaitu sekitar 0,81% dan 2,08%, masing-masing pada periode 2025 dan 2024,
    dilakukan kepada pihak berelasi (Catatan 6).

    Pada periode 2025 dan 2024, penjualan kepada pihak ketiga dengan jumlah penjualan melebihi 10%
    dari jumlah penjualan bersih adalah sebagai berikut:

                                                                                                     Persentase
                                                                                                  Terhadap Jumlah
                                                            Jumlah                               Penjualan Bersih (%)

                                                 2025                    2024                 2025                  2024
                                             (Tiga Bulan)            (Tiga Bulan)         (Tiga Bulan)          (Tiga Bulan)

    Penjualan Bersih
    PT Conch International Trade Indonesia   18.356.188.405          16.637.342.335                 21,13                 20,88



    Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki uang muka dari pelanggan
    (pihak ketiga) sebesar Rp 371.069.854 dan Rp 907.147.333.




                                                       40
Page 44
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


20. BEBAN POKOK PENJUALAN

    Akun ini terdiri dari:

                                                                 2025                  2024
                                                             (Tiga Bulan)          (Tiga Bulan)
    Bahan baku yang digunakan                                 42.931.296.171       39.130.736.292
    Upah buruh langsung                                        9.855.942.498        7.652.594.691
    Beban pabrikasi
       Pemakaian bahan pembantu                               15.606.676.365       13.977.586.406
       Upah buruh tidak langsung                               6.271.157.346        4.839.408.160
       Listrik                                                 4.553.903.010        4.660.244.781
       Penyusutan (Catatan 9)                                  3.397.489.904        3.306.683.796
       Perawatan dan pemeliharaan                              1.771.210.854        2.085.093.532
       Lain-lain                                                 119.552.363          197.055.760
    Jumlah Beban Produksi                                     84.507.228.511       75.849.403.418
    Persediaan barang dalam proses
        Awal periode                                          23.882.301.367       26.060.206.606
        Akhir periode                                        (22.262.409.561)     (27.558.725.976)
    Beban Pokok Produksi                                      86.127.120.317       74.350.884.048
    Persediaan barang jadi
        Awal periode                                          14.899.576.814       13.097.005.292
        Pembelian                                                501.621.622        1.077.590.456
        Pemakaian sendiri                                     (1.509.849.757)        (372.167.474)
        Akhir periode                                        (16.713.352.584)     (15.460.897.863)
    Beban Pokok Penjualan                                     83.305.116.412       72.692.414.459


    Sebagian pembelian, yaitu sekitar 7,79% dan 1,79% pada periode 2025 dan 2024, dilakukan dengan
    pihak berelasi (Catatan 6).

    Pada periode 2025 dan 2024, tidak ada pembelian dari pemasok pihak ketiga dengan jumlah
    pembelian melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih.


21. BEBAN USAHA
    Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:
                                                                  2025                 2024
                                                              (Tiga Bulan)         (Tiga Bulan)
    Beban Penjualan
    Pengangkutan dan transportasi                              2.426.765.417        2.027.550.804
    Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan                        251.562.500          129.150.000
    Lain-lain                                                    132.811.528          145.949.324
    Jumlah                                                     2.811.139.445        2.302.650.128




                                                  41
Page 45
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


21. BEBAN USAHA (lanjutan)

                                                                         2025                 2024
                                                                     (Tiga Bulan)         (Tiga Bulan)
    Beban Umum dan Administrasi
    Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan                             2.218.178.913        1.687.458.419
    Beban kantor                                                      1.554.191.327        1.237.797.296
    Asuransi                                                            213.835.049          173.209.785
    Penyusutan aset tetap (Catatan 9)                                   166.736.600          141.310.875
    Perjalanan dinas                                                     53.600.614          165.225.444
    Penyusutan aset hak-guna (Catatan 10)                                18.421.214           18.421.214
    Lain-lain                                                           278.444.065          129.342.699
    Jumlah                                                            4.503.407.782        3.552.765.732
    Jumlah Beban Usaha                                                7.314.547.227        5.855.415.860



22. BEBAN KEUANGAN
    Rincian beban keuangan adalah sebagai berikut:
                                                                        2025                  2024
                                                                     (Tiga Bulan)         (Tiga Bulan)
    Bunga pinjaman bank                                                 657.263.551          430.803.152
    Provisi dan administrasi bank                                        25.777.906           26.010.083
    Jumlah                                                              683.041.457          456.813.235



23. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN

    Perusahaan mencatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan pada tanggal 31 Maret 2025 dan
    31 Desember 2024. Pada laporan keuangan tahun 2024, berdasarkan perhitungan aktuaria yang
    dilakukan oleh KKA Tumpal Marbun, aktuaris independen, berdasarkan laporannya tanggal
    6 Maret 2025, yang menggunakan metode “Projected Unit Credit”.

    Asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam perhitungan aktuaria tersebut adalah sebagai berikut:

    Tingkat diskonto                               :    7,00% per tahun
    Tingkat kenaikan gaji                          :    10%
    Referensi tingkat mortalitas                   :    TMI-2019
    Tingkat cacat tahunan                          :    5% dari tingkat mortalitas
    Umur pensiun                                   :    55 tahun

    Analisis liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang disajikan sebagai “Estimasi Liabilitas
    atas Imbalan Kerja Karyawan” di laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Maret 2025 dan
    31 Desember 2024, masing-masing adalah sebesar Rp 4.180.531.967 dan Rp 4.075.753.297.

    Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan
    yang berlaku.




                                                   42
Page 46
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


24. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING

    Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki aset dan liabilitas moneter
    dalam mata uang asing adalah sebagai berikut:

                                                                         31 Maret 2025
                                                                                       Ekuivalen
                                                             Mata Uang Asing         Dalam Rupiah
    Aset
    Kas dan bank                                            US$          2.294              38.053.536
    Piutang usaha                                           US$        267.519           3.904.568.274
    Jumlah                                                                               3.942.621.810
    Liabilitas
    Utang usaha                                             US$           3.151            51.671.620
    Aset - Bersih                                                                        3.890.950.190


                                                                       31 Desember 2024
                                                                                       Ekuivalen
                                                             Mata Uang Asing         Dalam Rupiah
    Aset
    Kas dan bank                                            US$        188.426           3.045.334.870
    Piutang usaha                                           US$         98.186           1.082.480.532
    Jumlah                                                                               4.127.815.402
    Liabilitas
    Utang usaha                                             US$        316.614           5.117.122.741
    Liabilitas - Bersih                                                                   989.307.339



25. PERJANJIAN PENTING DAN KONTINJENSI

    a. Pada tanggal 17 Desember 2018, Perusahaan memiliki perjanjian sewa ruangan kantor dengan
       Yuandala Kolopaking untuk kantor pusat Perusahaan yang berlokasi di Gedung Graha Irama
       Lantai 2E, Jalan H.R. Rasuna Said Blok. X/1 Kav. 1-2, Jakarta Selatan, yang berlaku untuk
       periode 2 (dua) tahun, dari tanggal 21 Januari 2021 sampai dengan tanggal 20 Januari 2022,
       dengan nilai sewa sebesar Rp 185.220.000, terakhir telah diperpanjang kembali untuk 3 (tiga)
       tahun sampai dengan tanggal 20 Januari 2027 dengan nilai sewa sebesar Rp 227.830.000 atau
       Rp 92.610.000 per tahun.

    b. Pada tanggal 3 Agustus 2018, Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Hastagaha
       Bumipersada (pemegang saham Perusahaan) dengan jumlah pinjaman maksimum
       Rp 50.000.000.000, yang ditujukan untuk modal kerja. Pinjaman ini memiliki jangka waktu selama
       12 (dua belas) bulan, terakhir telah diperpanjang kembali sampai dengan tanggal 3 Agustus 2025
       dan tidak dikenakan bunga (Catatan 6). Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah
       melakukan      Keterbukaan       Informasi    melalui   surat    No.    06/11/CS/18     tanggal
       22 November 2018 ke OJK.



                                                 43
Page 47
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


25. PERJANJIAN PENTING DAN KONTINJENSI (lanjutan)

    c.     Pada tanggal 21 Maret 2022, Perusahaan memiliki perjanjian sewa atas sebagian ruangan kantor
           di Rukan Golden Palace Blok A No. 21-23, Surabaya dengan Alexander Tanzil dan Santoso
           Wijaya (pemegang saham Perusahaan) untuk kantor pemasaran Perusahaan, yang berlaku untuk
           periode 21 Maret 2022 sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, dengan nilai sewa sebesar
           Rp 10.000.000. Perjanjian sewa tersebut, terakhir telah diperpanjang kembali sampai dengan
           tanggal 31 Desember 2025. Jumlah beban sewa pada periode 2025 dan 2024 adalah sebesar
           Rp 2.500.000 (Catatan 6).


26. INFORMASI SEGMEN

    Segmen Usaha

    Kegiatan usaha Perusahaan dikelompokkan dalam 4 (empat) segmen usaha utama, yaitu Karung
    Plastik, Kantong Semen, Roll Sheet dan Sandwich Sheet dan Lain-lain. Segmen ini digunakan
    sebagai dasar pelaporan informasi segmen usaha. Pembebanan harga antar segmen, jika ada,
    didasarkan pada harga pokok segmen (at cost).

    Informasi mengenai segmen usaha Perusahaan tersebut adalah sebagai berikut:
                                        Karung            Kantong             Roll Sheet dan
    31 Maret 2025                       Plastik            Semen             Sandwich Sheet       Lain-lain        Jumlah

    PENJUALAN BERSIH                   33.379.478.388     43.087.983.200         9.906.777.990      489.562.725     86.863.802.303

    BEBAN POKOK PENJUALAN              (32.587.946.702)   (40.744.727.820)      (9.484.883.090)    (487.558.800)   (83.305.116.412 )

    HASIL
    Hasil segmen (laba bruto)             791.531.686      2.343.255.380           421.894.900        2.003.925      3.558.685.891

    Beban penjualan dan
       beban umum dan administrasi
       tidak dapat dialokasikan                                                                                     (7.314.547.227 )

    Rugi usaha                                                                                                      (3.755.861.336 )

    Beban keuangan                                                                                                    (683.041.457 )
    Lain-lain - bersih                                                                                                 (24.095.766)

    Rugi sebelum manfaat pajak
      penghasilan                                                                                                   (4.462.998.559 )

    Manfaat pajak penghasilan                                                                                         116.428.092

    Rugi periode berjalan                                                                                           (4.346.570.467 )

    Laba komprehensif lain -
       - setelah pajak                                                                                                  17.281.688

    Jumlah laba (rugi) komprehensif
       periode berjalan                                                                                             (4.329.288.779 )

    Aset segmen
       Persediaan-bersih               21.825.884.455     25.463.275.960        14.793.383.000                -     62.082.543.415

    Aset tidak dapat dialokasi                                                                                     235.837.792.504

    Jumlah aset                                                                                                    297.920.335.919

    Liabilitas tidak dapat dialokasi                                                                               178.101.296.646

    Jumlah liabilitas                                                                                              178.101.296.646

    Penambahan aset tetap                                                                                            5.827.479.058

    Penyusutan                                                                                                       3.564.226.504




                                                                    44
Page 48
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


26. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)

                                        Karung            Kantong             Roll Sheet dan
    31 Maret 2024                       Plastik            Semen             Sandwich Sheet       Lain-lain              Jumlah

    PENJUALAN BERSIH                   26.481.415.031     40.453.776.848         6.423.630.030       6.319.390.972        79.678.212.881

    BEBAN POKOK PENJUALAN              (25.378.711.648)   (37.332.121.504)      (4.924.721.406)   (5.056.859.901)        (72.692.414.459 )

    HASIL
    Hasil segmen (laba bruto)           1.102.703.383      3.121.655.344         1.498.908.624       1.262.531.071         6.985.798.422

    Beban penjualan dan
       beban umum dan administrasi
       tidak dapat dialokasikan                                                                                           (5.855.415.860)

    Laba usaha                                                                                                             1.130.382.562

    Beban keuangan                                                                                                         (456.813.235)
    Lain-lain - bersih                                                                                                       123.356.529

    Laba sebelum beban pajak
       penghasilan                                                                                                           796.925.856

    Beban pajak penghasilan                                                                                                   (8.413.666 )

    Laba periode berjalan                                                                                                    788.512.190

    Rugi komprehensif lain -
      - setelah pajak                                                                                                       (114.515.482 )

    Jumlah laba komprehensif
       periode berjalan                                                                                                      673.996.708

                                        Karung            Kantong             Roll Sheet dan
    31 Desember 2024                    Plastik            Semen             Sandwich Sheet       Lain-lain              Jumlah

    Aset segmen
       Persediaan-bersih               23.212.093.195     28.840.559.425        12.728.161.939                   -        64.780.814.559

    Aset tidak dapat dialokasi                                                                                           231.991.691.862

    Jumlah aset                                                                                                          296.772.506.421

    Liabilitas tidak dapat dialokasi                                                                                     172.624.178.369

    Jumlah liabilitas                                                                                                    172.624.178.369

    Penambahan aset tetap                                                                                                 10.709.209.680

    Penyusutan                                                                                                            13.987.357.877



    Segmen Geografis

    Aset utama Perusahaan berlokasi di Sidoarjo, Surabaya. Analisis penjualan bersih berdasarkan
    wilayah pemasaran adalah sebagai berikut:
                                                                                          2025                           2024
                                                                                      (Tiga Bulan)                   (Tiga Bulan)

    Lokal                                                                              81.610.231.749                74.445.463.171
    Ekspor
       Asia                                                                              4.451.959.225                4.468.331.394
       Amerika Selatan                                                                     801.611.329                  764.418.316

    Jumlah                                                                             86.863.802.303                79.678.212.881




                                                                    45
Page 49
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


27. LABA (RUGI) PER SAHAM

    Laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) periode berjalan dengan rata-rata
    tertimbang jumlah saham yang beredar pada periode yang bersangkutan. Perhitungannya adalah
    sebagai berikut:

                                                                       2025                     2024
                                                                   (Tiga Bulan)             (Tiga Bulan)
    Laba (rugi) periode berjalan                                    (4.346.570.467 )           788.512.190
    Jumlah rata-rata tertimbang saham
       yang beredar                                                    668.000.089             668.000.089
    Laba (rugi) per saham                                                       (6,5 )                  1,2


28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN

    Risiko utama dari instrumen keuangan adalah risiko pasar (termasuk risiko fluktuasi harga bahan
    baku, risiko perubahan nilai tukar mata uang asing dan risiko tingkat bunga), risiko kredit serta risiko
    likuiditas. Kebijakan keuangan Perusahaan dimaksudkan untuk mengurangi dampak keuangan dari
    fluktuasi tingkat bunga dan nilai tukar mata uang asing serta meminimalisir potensi kerugian yang
    dapat berdampak pada risiko keuangan Perusahaan.

    Faktor-faktor Risiko Keuangan

    a. Risiko Pasar

        Risiko Fluktuasi Harga Bahan Baku

        Risiko usaha utama yang dihadapi oleh Perusahaan adalah fluktuasi harga bahan baku biji plastik
        Polypropylene (PP). PP merupakan produk komoditas yang mana harga pasarnya ditentukan oleh
        permintaan dan penawaran di dunia. Harga PP dapat diklasifikasikan menjadi 2 area yaitu harga
        PP nasional dan regional. Secara regional, PP di Indonesia diimpor dari Asia Tenggara, Asia
        Selatan, Asia Timur dan Negara Timur Tengah. Harga pasar yang terbentuk di Indonesia
        merupakan ekuilibrium dari harga PP nasional, Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Timur dan
        Negara Timur Tengah.

        Walaupun secara umum, harga PP dipengaruhi oleh harga minyak karena PP merupakan produk
        turunan dari minyak, namun korelasi antara harga PP dan harga minyak ini cukup kecil dan faktor
        yang paling dominan adalah permintaan dan penawaran.

        Risiko Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing

        Pembelian bahan baku adalah dalam mata uang asing (Dolar Amerika Serikat). Seiring dengan
        meningkatnya harga minyak dunia, nilai kurs mata uang dunia selalu berubah. Untuk mengatasi
        hal ini, Perusahaan mengadakan pembelian bahan baku yang terjadwal dengan memperhatikan
        fluktuasi kurs dolar setiap saat dan juga dengan memperkuat pasar ekspor, dimana harga jual
        juga dalam valuta asing (Dolar Amerika Serikat) sehingga gejolak nilai tukar dapat diminimalisasi.




                                                    46
Page 50
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)

    Faktor-faktor Risiko Keuangan (lanjutan)

    a. Risiko Pasar (lanjutan)

       Risiko Tingkat Bunga

       Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar arus kas di masa depan akan
       berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga di pasar. Pinjaman yang diperoleh dengan
       tingkat bunga mengambang menimbulkan risiko suku bunga atas arus kas.

       Risiko tingkat bunga Perusahaan terutama terkait dengan pinjaman yang diperoleh Perusahaan.
       Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas dampak perubahan suku bunga untuk mengelola
       risiko suku bunga.

       Tabel berikut menyajikan nilai tercatat instrumen keuangan yang dimiliki oleh Perusahaan yang
       terpengaruh oleh risiko suku bunga berdasarkan tanggal jatuh tempo:

                                                                          31 Maret 2025
                                                  Kurang                     Lebih
                                                dari 1 tahun              dari 1 tahun            Nilai tercatat
       Suku bunga mengambang
       Kas di bank                                4.149.242.706                           -          4.149.242.706

       Suku bunga tetap
       Utang bank jangka pendek                (100.707.562.401)                          -       (100.707.562.401 )
       Liabilitas sewa
           bagian jangka pendek                     (36.794.861)                          -            (36.794.861 )
       Liabilitas sewa
           bagian jangka panjang                                 -            (78.317.493)             (78.317.493 )


       Bersih                                   (96.595.114.556)              (78.317.493)         (96.673.432.049 )


                                                                         31 Desember 2024
                                                  Kurang                     Lebih
                                                dari 1 tahun              dari 1 tahun            Nilai tercatat
       Suku bunga mengambang
       Kas di bank                                 6.153.479.397                              -       6.153.479.397

       Suku bunga tetap
       Utang bank jangka pendek                  (91.046.236.271)                             -     (91.046.236.271)
       Liabilitas sewa
           bagian jangka pendek                        (73.589.720)                           -         (73.589.720)
       Liabilitas sewa
           bagian jangka panjang                                     -         (78.317.493)             (78.317.493)

       Bersih                                    (84.966.346.594)              (78.317.493)         (85.044.664.087)




                                                  47
Page 51
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)

    Faktor-faktor Risiko Keuangan (lanjutan)

    a. Risiko Pasar (lanjutan)

       Risiko Tingkat Bunga (lanjutan)

       Instrumen keuangan lainnya yang dimiliki Perusahaan yang tidak dimasukkan pada tabel di atas
       adalah yang tidak dikenakan bunga atau tidak signifikan sehingga tidak terpengaruh risiko tingkat
       bunga.

       Tabel berikut ini menunjukan sensitivitas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pinjaman.
       Dengan asumsi variabel lain konstan, laba sebelum beban pajak dipengaruhi oleh tingkat suku
       bunga mengambang sebagai berikut:

                                                             Kenaikan / Penurunan    Dampak Terhadap Laba
                                                              Dalam Satuan Poin/      (Rugi) Sebelum Pajak/

        31 Maret 2025
        Rupiah                                                                 +50             (504.113.374)
        Rupiah                                                                 -50              504.113.374

        31 Desember 2024
        Rupiah                                                                 +50             (455.990.717)
        Rupiah                                                                 -50              455.990.717


    b. Risiko Kredit
       Perusahaan tidak memiliki risiko yang signifikan terhadap risiko kredit. Perusahaan memiliki
       kebijakan untuk memastikan keseluruhan penjualan produk dilakukan kepada pelanggan dengan
       reputasi dan riwayat kredit yang baik. Selain itu, Perusahaan senantiasa melakukan penelaahan
       berkala atas kredit pelanggan yang ada.
    c. Risiko Likuiditas
       Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati mensyaratkan tersedianya kas dan bank yang memadai
       untuk memenuhi kebutuhan modal operasional. Perusahaan dalam menjalankan kegiatan
       usahanya senantiasa menjaga fleksibilitas melalui dana kas dan bank yang memadai dan
       ketersediaan dana dalam bentuk kredit yang memadai.

       Manajemen mengelola risiko likuiditas dengan senantiasa memantau perkiraan cadangan
       likuiditas Perusahaan berdasarkan arus kas yang diharapkan serta menelaah kebutuhan
       pembiayaan untuk modal kerja dan aktivitas pendanaan secara teratur dan pada saat yang
       dianggap perlu.




                                                 48
Page 52
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)

    Nilai Wajar Instrumen Keuangan
    Nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan yang dicatat di laporan
    posisi keuangan tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                          31 Maret 2025

                                                               Nilai tercatat         Nilai wajar
    Aset Keuangan Lancar
    Kas dan bank                                                 4.374.927.022          4.374.927.022
    Piutang usaha
        Pihak berelasi                                             350.044.299           350.044.299
        Pihak ketiga - bersih                                  108.890.316.974       108.890.316.974
    Piutang lain-lain - pihak ketiga                               334.873.900           334.873.900
    Jumlah aset keuangan lancar                                113.950.162.195       113.950.162.195

    Aset Keuangan Tidak Lancar
    Aset tidak lancar lain-lain                                    600.000.000            600.000.000
    Jumlah Aset Keuangan                                       114.550.162.195       114.550.162.195
    Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
    Utang bank jangka pendek                                   100.707.562.401       100.707.562.401
    Utang usaha
        pihak ketiga                                            12.298.733.851         12.298.733.851
        pihak berelasi                                             664.579.948            664.579.948
    Beban harus dibayar                                          3.150.564.529          3.150.564.529
    Liabilitas sewa jangka pendek                                   36.794.861             36.794.861
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                       4.070.362.993          4.070.362.993
    Jumlah liabilitas keuangan jangka pendek                   120.928.598.583       120.928.598.583
    Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
    Liabilitas sewa jangka panjang                                  78.317.493             78.317.493
    Utang pihak berelasi                                        50.000.000.000         50.000.000.000
    Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang                   50.078.317.493         50.078.317.493
    Jumlah Liabilitas Keuangan                                 171.006.916.076       171.006.916.076




                                                 49
Page 53
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)

    Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)

                                                                          31 Desember 2024
                                                                 Nilai tercatat           Nilai wajar
    Aset Keuangan Lancar
    Kas dan bank                                                    6.289.218.331          6.289.218.331
    Piutang usaha
        Pihak berelasi                                               594.370.342             594.370.342
        Pihak ketiga - bersih                                    105.350.951.531         105.350.951.531
    Piutang lain-lain - pihak ketiga                                 446.420.939             446.420.939
    Jumlah aset keuangan lancar                                  112.680.961.143         112.680.961.143
    Aset Keuangan Tidak Lancar
    Aset tidak lancar lain-lain                                       600.000.000            600.000.000
    Jumlah Aset Keuangan                                         118.680.961.143         118.680.961.143
    Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
    Utang bank jangka pendek                                       91.046.236.271         91.046.236.271
    Utang usaha
        pihak ketiga                                               15.282.183.576         15.282.183.576
        pihak berelasi                                              1.198.658.109          1.198.658.109
    Beban harus dibayar                                             3.150.564.529          3.150.564.529
    Liabilitas sewa jangka pendek                                      73.589.720             73.589.720
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                          6.508.361.969          6.508.361.969
    Jumlah liabilitas keuangan
       jangka pendek                                             117.259.594.174         117.259.594.174
    Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
    Liabilitas sewa bagian jangka panjang                              78.317.493             78.317.493
    Utang pihak berelasi                                           50.000.000.000         50.000.000.000
    Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang                      50.078.317.493         50.078.317.493
    Jumlah Liabilitas Keuangan                                   167.337.911.667         167.337.911.667

    Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan berdasarkan jumlah dimana instrumen tersebut
    dapat dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties) dan
    bukan merupakan penjualan yang dipaksakan atau likuidasi.

    Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau
    disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya
    atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.

    Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok
    instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:




                                                   50
Page 54
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)

    Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)

    Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek

    Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau kurang terdiri dari kas dan
    bank, piutang usaha, piutang lain-lain, utang bank jangka pendek, utang usaha, beban harus dibayar
    dan liabilitas imbalan kerja jangka pendek.

    Manajemen menetapkan bahwa nilai wajar aset dan liabilitas jangka pendek diasumsikan sama
    dengan nilai tercatatnya karena akan jatuh tempo dalam waktu singkat.

    Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang

    Utang pihak berelasi dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan metode suku
    bunga efektif dan dampaknya dianggap tidak material.

    Manajemen menetapkan bahwa nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka panjang yang tidak
    memiliki kuotasi harga di pasar aktif dan/atau nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal (aset
    tidak lancar lain-lain) adalah kurang lebih sebesar nilai tercatatnya.


29. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK LAPORAN ARUS KAS

    Aktivitas non-kas

                                                                      2025                       2024
                                                                  (Tiga Bulan)               (Tiga Bulan)
    Penambahan aset tetap dari reklasifikasi
       uang muka pembelian aset tetap                               1.540.040.998              266.267.850
    Penambahan aset tetap dari utang pembelian
       aset tetap                                                   2.329.940.800                              -

    Rekonsiliasi utang neto

    Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan pada laporan arus kas adalah sebagai
    berikut:

                                                                             Transaksi
                                        1 Januari 2025     Arus Kas          Non Kas           31 Maret 2025

    Utang bank jangka pendek             91.046.236.271    9.661.326.130                 -    100.707.562.401
    Liabilitas sewa                         151.907.213      (36.794.859 )               -        115.112.354


                                                                             Transaksi
                                        1 Januari 2024     Arus Kas          Non Kas           31 Maret 2024

    Utang bank jangka pendek             70.000.000.000    5.000.000.000                 -     75.000.000.000
    Liabilitas sewa                         221.054.563      (34.573.675 )               -        186.480.888




                                                   51
Page 55
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


30. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF

    Standar akuntansi yang telah diterbitkan sampai tanggal penerbitan laporan keuangan Perusahaan
    namun belum berlaku efektif diungkapkan berikut ini. Manajemen bermaksud untuk menerapkan
    standar tersebut yang dipertimbangkan relevan terhadap Perusahaan pada saat efektif.

    Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2026

    -   Amandemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan:
        Pengungkapan”: Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan
    -   Penyesuaian Tahunan 2024 terhadap PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, PSAK
        109, “Instrumen Keuangan”, PSAK 207, “Laporan Arus Kas”

    Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2027

    -   Amandemen PSAK 413: “Penurunan Nilai”

    Perusahaan sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari standar akuntansi yang baru
    dan diamandemen ini terhadap laporan keuangan.




                                                     52

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.06 MB
Published30 Apr 2025
Pages55
Characters179,003
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 31 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK p.1 ×167
linked person Alexander Tanzil p.9 ×9
linked person Santoso Wijaya p.9 ×9
linked person Sri Wahjuningsih p.9 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.28 ×23
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.28 ×9
possible person IRWAN SUSANTO p.2 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.9
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.9 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.9
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.28 ×8
unresolved org PT. YANAPRIMA HASTA PERSADA TbK. p.2
unresolved person Emmy Hartati Yunizar p.9
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.9
unresolved person Rusnaldy p.9
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9
unresolved org PT Hastagraha Bumipersada p.9 ×5
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.9
unresolved org BAPEPAM p.9
unresolved org Bank Indonesia p.20
unresolved org PT Yanasurya Bhaktipersada p.30 ×3
unresolved org PT Forindoprima Perkasa p.30 ×6
unresolved org Mandiri (Persero) Tbk p.36 ×2
unresolved org Bank BRI p.36 ×2
unresolved org Bank BCA p.36 ×4
unresolved org PT Puranusa Persada p.38
unresolved org PT Bukit Mega Masabadi. p.38
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.41
unresolved — pemilikan di bawah 5%) p.42
unresolved org PT Conch International Trade Indonesia p.43
unresolved org PT Hastagaha Bumipersada p.46

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result