Back to announcement
20250430_YPAS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31880436_lamp1.pdf
Financial statement Text extracted YPASSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 55
Page 1
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT) SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT) (MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
Page 2
PT. YANAPRIMA HASTA PERSADA TbK.
lrx^rra : GPI'NG GIAEA IIIIIA I.,T}ITAI 2I
r
IL E L SI,NA SAID ttrOXr-I XAV. 1{XIJNING,/rN TrUUI
, x rraus-tNDoNB8[a
TEr. (@) r2aurzil mrTrJ l/rx E, Esru
srrroArJo : rL IAAIAWAI$ Dl8/ICn [llc(/rr {I{G
CERTIFICAIE NO:36it59
8IDO/IIIO a[2tl rATtX - TNDONBSTA
TEr. (6) rrcnrilo rAx FD rr:"r
nfell.rrlrfyn4arrm
ArarOynryau.cu
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
TENTANG TANGGUNG ]AWAB ATAS UPORAN KEUANGAN
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK. ('Perseroan')
TANGGAL 31 Maret 2025 DAN 2024
UNTUK PERIODE 3 (nGA) BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
Kami, yang bertanda-tangan di bawah ini
1 Nama JAP IRWAN SUSANTO
Alamat Kantor Gedung Graha Irama, Lantai 2-E
ll. H.R. Rasuna Said Blok X-L, Kav.0ll02
Jakarta 12950
Alamat Rumah Bintang Graha Family V, Blok 0-135
RT.003 RW.011, Babatan, Wiyung, Surabaya
Jabatan Direktur Utama
2 Nama RINAWATI
Alamat Kantor Gedung Graha lrama, Lantai 2-E
ll. H.R. Rasuna Said Blok X-1, Kav. 01/02
Jakarta 12950
Alamat Rumah Babatan Pratama 28/W-80
RT. 006 RW. 008, Babatan, Wiyung, Surabaya
labatan Direkur Keuangan
Menyatakan bahwa:
1. Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan Perseroan
2. Laporan keuangan Perseroan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia.
3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan Perseroan telah dimuat secara lengkap dan benar;
b. Laporan keuangan Perseroan tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak
benar dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material.
4. Kami hrtanggung jawab atas sistem pengendalian internal dalam Perseroan
Demikian Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya
29 April 2025
Jakarta,
l
METERAI
390907
]AP IRWAN SUSANTO
Direktur Direktur Utama
Page 3
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
DAFTAR ISI
Halaman
Laporan Posisi Keuangan ……………………………………………………………………. 1-2
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain ………………………………… 3
Laporan Perubahan Ekuitas ………………………………………………………………….. 4
Laporan Arus Kas ……………………………………………………………………………… 5
Catatan atas Laporan Keuangan …………………………………………………………….. 6 - 52
**************************
Page 4
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
Catatan 31 Maret 2025 31 Desember 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 2d, 4 4.374.927.022 6.289.218.331
Piutang usaha
Pihak berelasi 2e, 2f,
5, 6, 12 350.044.299 594.370.342
Pihak ketiga - bersih 2e, 5, 12 108.890.316.974 105.350.951.531
Piutang lain-lain - pihak ketiga 334.873.900 446.420.939
Persediaan - bersih 2g, 7, 12 62.082.543.415 64.780.814.559
Pajak dibayar dimuka 2q, 14 761.975.562 557.166.619
Biaya dibayar di muka 2h 754.563.490 8.515.096
Uang muka pembelian 8 9.801.953.227 6.907.466.542
Jumlah Aset Lancar 187.351.197.889 184.934.923.959
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka pembelian aset tetap 9 5.544.350 1.545.585.348
Aset pajak tangguhan - bersih 2q, 14 2.216.379.746 2.104.825.976
2i, 2j, 2k,
Aset tetap - bersih 9, 12 103.640.464.786 101.377.212.232
Taksiran klaim pajak penghasilan 2q, 14 3.977.800.655 6.062.589.199
Aset hak-guna - bersih 2u, 10 128.948.493 147.369.707
Aset tidak lancar lain-lain 11 600.000.000 600.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 110.569.138.030 111.837.582.462
JUMLAH ASET 297.920.335.919 296.772.506.421
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
1
Page 5
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
Catatan 31 Maret 2025 31 Desember 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 12 100.707.562.401 91.046.236.271
Utang usaha
pihak ketiga 13 12.298.733.851 15.282.183.576
pihak berelasi 2f, 6, 13 664.579.948 1.198.658.109
Utang pajak 2q, 14 165.662.949 28.492.608
Beban harus dibayar 15 3.150.564.529 3.381.262.993
Uang muka dari pelanggan 2n, 19 371.069.854 904.147.333
Liabilitas sewa jangka pendek 2u, 10 36.794.861 73.589.720
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 2p, 15 4.070.362.993 6.508.361.969
Utang pembelian aset tetap 9 2.377.115.800 47.175.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 123.842.447.186 118.470.107.579
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa jangka panjang 2u, 10 78.317.493 78.317.493
Utang pihak berelasi 2f, 6 50.000.000.000 50.000.000.000
Estimasi liabilitas atas imbalan kerja
karyawan 2p, 23 4.180.531.967 4.075.753.297
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 54.258.849.460 54.154.070.790
Jumlah Liabilitas 178.101.296.646 172.624.178.369
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar - 2.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
668.000.089 saham 16 66.800.008.900 66.800.008.900
Tambahan modal disetor - bersih 2s, 17 28.054.021.637 28.054.021.637
Pebghasilan komprehensif lain 2.322.858.493 2.305.576.805
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya
untuk dana cadangan umum 14.000.000.000 14.000.000.000
Belum ditentukan penggunaannya 8.642.150.243 12.988.720.710
Jumlah Ekuitas 119.819.039.273 124.148.328.052
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 297.920.335.919 296.772.506.421
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
2
Page 6
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2025 2024
Catatan (Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
PENJUALAN BERSIH 2f, 2n, 6, 19 86.863.802.303 79.678.212.881
BEBAN POKOK PENJUALAN 2f, 2n, 6, 20 (83.305.116.412 ) (72.692.414.459)
LABA BRUTO 3.558.685.891 6.985.798.422
BEBAN USAHA
Beban penjualan 2n, 21 (2.811.139.445 ) (2.302.650.128)
Beban umum dan administrasi 2n, 21 (4.503.407.782 ) (3.552.765.732)
Jumlah beban usaha (7.314.547.227 ) (5.855.415.860)
LABA (RUGI) USAHA (3.755.861.336 ) 1.130.382.562
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Beban keuangan 2n, 22 (683.041.457 ) (456.813.235)
Pemulihan (pencadangan) piutang tak tertagih 6 (173.085.081 ) 399.703.359
Laba penjualan aset tetap 9 84.375.000 -
Selisih kurs - bersih 2o 128.164.911 42.090.742
Pendapatan bunga 2n 2.712.537 2.707.956
Lain-lain - bersih 2n (66.263.133 ) (321.145.528)
Beban lain-lain - bersih (707.137.223 ) (333.456.706)
LABA (RUGI) SEBELUM MANFAAT (BEBAN)
PAJAK PENGHASILAN (4.462.998.559 ) 796.925.856
MANFAAT (BEBAN )PAJAK PENGHASILAN 2q, 14
Pajak kini - (18.134.600)
Pajak tangguhan 116.428.092 9.720.934
Manfaat (beban) Pajak Penghasilan 116.428.092 (8.413.666)
LABA (RUGI) PERIODE BERJALAN (4.346.570.467 ) 788.512.190
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak akan Direklasifikasi
ke Laba Rugi
Keuntungan (kerugian) aktuarial
atas program imbalan pasti 22.156.010 (146.814.720)
Pajak penghasilan atas keuntungan (kerugian)
aktuarial atas program imbalan pasti (4.874.322 ) 32.299.238
Laba (Rugi) Komprehensif Lain - Setelah Pajak 17.281.688 (114.515.482)
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN (4.329.288.779 ) 673.996.708
LABA (RUGI) PER SAHAM 2r, 27 (6,5 ) 1,2
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
3
Page 7
q
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
Saldo Laba
Tambahan Penghasilan
Modal Disetor - Komprehensif Belum Ditentukan Telah Ditentukan
Modal Saham Bersih Lain Penggunaannya Penggunaannya Jumlah Ekuitas
Saldo 31 Desember 2023 66.800.008.900 28.054.021.637 2.236.450.054 17.320.912.184 14.000.000.000 128.411.392.775
Laba periode berjalan - - 788.512.190 - 788.512.190
Penghasilan komprehensif lain
tahun berjalan:
Pengukuran kembali liabilitas - - (146.814.720 ) - - (146.814.720)
imbalan kerja
Pajak penghasilan terkait 32.299.238 - - 32.299.238
Jumlah rugi komprehensif - - (114.515.482) - - (114.515.482)
Saldo 31 Maret 2024 66.800.008.900 28.054.021.637 2.121.934.572 18.109.424.374 14.000.000.000 129.085.389.483
Saldo 31 Desember 2024 66.800.008.900 28.054.021.637 2.305.576.805 12.988.720.710 14.000.000.000 124.148.328.052
Rugi periode berjalan - - - (4.346.570.467) - (4.346.570.467)
Penghasilan komprehensif lain
tahun berjalan:
Pengukuran kembali liabilitas - - 22.156.010 - - 22.156.010
imbalan kerja
Pajak penghasilan terkait - - (4.874.322 ) - - (4.874.322)
Jumlah penghasilan komprehensif - - 17.281.688 - - 17.281.688
Saldo 31 Maret 2025 66.800.008.900 28.054.021.637 2.322.858.493 8.642.150.243 14.000.000.000 119.819.039.273
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
4
Page 8
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN ARUS KAS
TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2025 2024
Catatan (Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Penerimaan kas dari pelanggan 83.035.685.424 86.136.918.617
Pembayaran kas kepada pemasok (67.494.270.091 ) (65.789.724.414)
Pembayaran kas kepada karyawan (20.907.905.553 ) (14.099.156.517)
Pembayaran beban usaha (5.779.856.888 ) (5.691.963.161)
Kas yang diperoleh dari
(digunakan untuk) operasi (11.146.347.108 ) 556.074.525
Pembayaran beban keuangan (712.664.508 ) (368.657.835)
Penerimaan pajak penghasilan dan
pajak pertambahan nilai 2.017.149.942 (5.015.521)
Pendapatan bunga 2.712.537 2.707.956
Lain-lain - bersih 173.808.976 58.434.010
Kas Bersih yang (Diperoleh dari)
Digunakan untuk Aktivitas Operasi (9.665.340.161 ) 243.543.135
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap 9 (1.957.497.260 ) (1.589.389.432)
Hasil penjualan aset tetap 9 84.375.000 -
Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Investasi (1.873.122.260 ) (1.589.389.432)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari pinjaman bank jangka pendek 12 36.661.326.130 33.726.134.304
Pembayaran pinjaman bank jangka pendek 12 (27.000.000.000 ) (28.726.134.304)
Pembayaran liabilitas sewa 10 (36.794.859 ) (34.573.675)
Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Pendanaan 9.624.531.271 4.965.426.325
KENAIKAN (PENURUNAN)
BERSIH KAS DAN BANK (1.913.931.150 ) 3.619.580.028
DAMPAK BERSIH PERUBAHAN
NILAI TUKAR ATAS
KAS DAN BANK (360.159 ) (8.136.180)
KAS DAN BANK AWAL PERIODE 6.289.218.331 1.985.478.914
KAS DAN BANK AKHIR PERIODE 4.374.927.022 5.596.922.762
Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
5
Page 9
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Yanaprima Hastapersada Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Indonesia pada tanggal
14 Desember 1995 berdasarkan akta Notaris Emmy Hartati Yunizar, S.H., No. 38. Akta pendirian
tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. C2-3253.HT.01.01.TH.1996 tanggal 1 MARET 1996 dan telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 40 tanggal 17 Maret 1996, Tambahan No. 4599. Anggaran Dasar
Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Rusnaldy,
S.H., No. 8 tanggal 15 Maret 2015, sehubungan dengan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan,
untuk disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tahun 2014. Akta perubahan
tersebut telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat No. AHU-AH.01.03-0939930 tanggal 11 Juni 2015.
Sesuai anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama adalah
bergerak dalam bidang industri karung plastik dan yang sejenisnya.
Perusahaan berkedudukan di Jakarta, dengan kantor pusat berlokasi di Gedung Graha Irama
Lantai 15G, Jalan H.R. Rasuna Said Blok. X/1 Kav. 1-2, Jakarta Selatan, sedangkan pabriknya,
saat ini berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya
pada bulan Juli 1997.
PT Hastagraha Bumipersada adalah entitas induk terakhir dari Perusahaan.
b. Penawaran Umum Efek Saham Perusahaan
Pada tanggal 22 Februari 2008, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM & LK) (sekarang Otoritas Jasa
Keuangan/OJK) dengan suratnya No. S-1109/BL/2008 untuk melakukan penawaran umum atas
68.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga penawaran Rp 545 per
saham serta penerbitan 68.000.000 Waran Seri I dengan harga pelaksanaan Rp 680 setiap waran
yang menyertai saham biasa atas nama Perusahaan kepada masyarakat. Perusahaan telah
mencatatkan seluruh sahamnya beserta waran terkait pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada
tanggal 5 Maret 2008 (lihat Catatan 17).
c. Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan
Susunan anggota Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan
31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Komisaris
Komisaris Utama : Alexander Tanzil
Komisaris : Santoso Wijaya
Komisaris Independen : Sri Wahjuningsih
Direksi
Direktur Utama : Jap Irwan Susanto
Direktur Keuangan
(Direktur Independen) : Rinawati
6
Page 10
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
1. U M U M (lanjutan)
c. Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan (lanjutan)
Susunan anggota komite audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut:
Ketua : Sri Wahjuningsih
Anggota : Rinna Yohana
Anggota : Patricia Sulistya Riani
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, jumlah karyawan tetap Perusahaan, masing-
masing sejumlah 17 orang dan 19 orang (tidak diaudit).
d. Penyelesaian Laporan Keuangan
Laporan keuangan telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada
tanggal 29 April 2025.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
a. Pernyataan Kepatuhan dan Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (SAK),
yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh
Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras
dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan posisi keuangan
Perusahan pada tanggal 31 Desember 2024 dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti diungkapkan
dalam catatan-catatan terkait atas laporan keuangan, beberapa standar akuntansi yang telah
direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2025.
Perusahan telah menyusun laporan keuangan dengan dasar bahwa Perusahan akan terus
mempertahankan kelangsungan usaha.
Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan dasar akrual dengan
menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan
pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus
kas dalam aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah, yang merupakan
mata uang fungsional Perusahaan.
7
Page 11
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
b. Perubahan Kebijakan Akuntansi
Perusahaan telah menerapkan sejumlah amandemen dan penyesuaian standar akuntansi yang
relevan dengan pelaporan keuangan dan efektif untuk tahun periode yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2025 sebagai berikut:
• PSAK 221 (Amendemen), “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”: Kekurangan
Ketertukaran”
Amandemen standar tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang
dilaporkan di tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
c. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar
Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi
lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
i. akan direalisasi, dijual atau digunakan dalam siklus operasi normal,
ii. untuk diperdagangkan,
iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali
yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam
paling lambat 12 bulan setelah periode pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:
i. akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
ii. untuk diperdagangkan,
iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau.
iv. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya selama paling tidak 12 bulan
setelah periode pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.
Aset pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset lancar dan liabilitas pajak tangguhan
diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.
8
Page 12
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
d. Kas dan Bank
Kas dan bank terdiri dari kas dan penempatan di bank yang tidak dibatasi penggunaannya dan
tanpa terjadi perubahan nilai yang signifikan, dan tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman
dan perjanjian fasilitas kredit lainnya.
e. Piutang Usaha
Piutang usaha disajikan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai
piutang usaha. Kebijakan akuntansi untuk penyisihan atas penurunan nilai dijabarkan dalam
Catatan 2l.
f. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Perusahaan menerapkan PSAK No. 224 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan.
g. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih.
Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak. Penyisihan
penurunan nilai persediaan dibentuk berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan
pada akhir periode, untuk menyesuaikan nilai tercatat persediaan menjadi nilai realisasi bersih.
Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi dengan
estimasi biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
h. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang bersangkutan
dengan menggunakan metode garis lurus.
i. Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan
biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan.
Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
Pada setiap akhir periode pelaporan, taksiran masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap
ditelaah oleh manajemen dan jika perlu disesuaikan secara prospektif.
Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan
maksud penggunaannya dan dihitung dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:
9
Page 13
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
i. Aset Tetap (lanjutan)
Tahun
Bangunan dan prasarana 20
Mesin dan peralatan 4 - 20
Perlengkapan pabrik 4-8
Peralatan kantor 4-8
Kendaraan 4-8
Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen
berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang
pada saat jatuh tempo.
Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna
Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai
bagian dari biaya perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan tidak diamortisasi. Sementara
biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU,
HGB dan HP diakui pada laporan posisi keuangan dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih
pendek antar umur hukum hak dan umur ekonomi tanah.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada saat terjadinya; pengeluaran dalam jumlah signifikan dan yang
memperpanjang masa manfaat aset atau yang memberikan tambahan manfaat aset atau yang
memberikan tambahan manfaat ekonomis dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak
dipergunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan
laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada
periode yang bersangkutan.
j. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan diestimasi
untuk aset individual. Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual,
maka Perusahaan menentukan nilai terpulihkan dari Unit Penghasilan Kas (UPK) yang mana aset
tercakup (aset dari UPK).
Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih
tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat
aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami
penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi
penurunan nilai diakui pada laba rugi sebagai “rugi penurunan nilai”. Dalam menghitung nilai
pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat
diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko
spesifik atas aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi pasar
terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan menggunakan model
penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini di dikuatkan
oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.
10
Page 14
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
j. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (lanjutan)
Kerugian penurunan nilai, jika ada, diakui pada laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang
konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.
Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi
penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset mungkin tidak ada
lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi jumlah
terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya
untuk suatu aset dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya
maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi yang telah diakui
untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba
rugi. Setelah pembalikan tersebut diakui sebagai laba rugi, penyusutan aset tersebut disesuaikan
di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurang nilai
sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
k. Aset Dalam Penyelesaian
Aset dalam penyelesaian (disajikan sebagai bagian dari akun “Aset Tetap” pada laporan posisi
keuangan) dinyatakan berdasarkan biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan
direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat aset tersebut telah diselesaikan dan siap untuk
digunakan.
l. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan
liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.
1. Aset Keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui pendapatan komprehensif lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi.
Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset
tidak lancar lain-lain diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya
diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Perusahaan menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu
model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas
kontraktual dari aset keuangan (“SPPI”).
11
Page 15
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
l. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1. Aset Keuangan (lanjutan)
Pengujian SPPI
Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Perusahaan menilai persyaratan kontraktual
keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.
Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan
pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada
pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon).
Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas
nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Perusahaan
menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang
dimana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan.
Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas
risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan
pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo. Dalam kasus
seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss
(“FVTPL”).
Penilaian model bisnis
Perusahaan menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan
bagaimana Perusahaan mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan
bisnisnya.
Model bisnis Perusahaan tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada
tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang
dapat diamati seperti:
• Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
• Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam
model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
• Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada
nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
• Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting
dari penilaian Perusahaan.
Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa
mempertimbangkan skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas setelah
pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan,
Perusahaan tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model
bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset
keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya.
12
Page 16
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
l. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1. Aset Keuangan (lanjutan)
Penilaian model bisnis (lanjutan)
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola
dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan
arus kas kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal
tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari
jumlah pokok terutang.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.
Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan diakui sebagai “Pendapatan
Keuangan”. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang
dari nilai tercatat aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan sebagai “Kerugian
penurunan nilai”.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Perusahaan mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas instrumen
utang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI, piutang sewa, aset
kontrak maupun kontrak jaminan keuangan.
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian merupakan fungsi dari probability of default, loss
given default (yaitu besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar) dan eksposur pada gagal
bayar. Penilaian probability of default dan loss given default berdasarkan data historis yang
disesuaikan dengan informasi masa depan seperti dijelaskan di atas. Adapun eksposur atas
gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh nilai tercatat bruto aset pada tanggal
pelaporan; untuk kontrak jaminan keuangan, eksposur mencakup jumlah yang ditarik pada
tanggal pelaporan, ditambah dengan jumlah yang diperkirakan akan ditarik di masa depan
sebelum tanggal gagal bayar yang ditentukan berdasarkan tren historis, pemahaman
Perusahaan mengenai kebutuhan pembiayaan masa depan yang spesifik dari debiturnya, dan
informasi perkiraan masa depan lainnya yang relevan.
ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak
dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Perusahaan, didiskontokan
menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima tersebut
mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan perbaikan risiko-kredit
lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.
ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak
mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk
kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12
bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami
peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan
sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya gagal bayar (ECL sepanjang
umurnya).
13
Page 17
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
l. Instrumen Keuangan (lanjutan)
1. Aset Keuangan (lanjutan)
Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan)
Karena piutang usaha dan aset kontrak tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan,
Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan ECL. Oleh
karena itu, Perusahaan tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit, namun justru
mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL sepanjang umurnya pada setiap tanggal
pelaporan. Perusahaan membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit
masa lampau, disesuaikan dengan perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang
spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.
Penghentian Pengakuan
Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:
a. hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
b. Perusahaan mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari
aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima
tanpa penundaan yang material kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan
penyerahan dan (i) secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas
kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mengalihkan dan
tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan
tersebut, namun telah mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.
Ketika Perusahaan telah mengalihkan hak untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah
menandatangani kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan secara substansial
tidak mengalihkan dan tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan,
maupun tidak mengalihkan pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan
berkelanjutan Perusahaan terhadap aset keuangan tersebut.
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur
sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang
diterima yang mungkin harus dibayar kembali.
Dalam hal ini, Perusahaan juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas
terkait diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dipertahankan
Perusahaan.
Pada penghentian pengkuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi,
perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui
dalam laba rugi. Selain itu, pada penghentian pengakuan investasi dalam instrumen utang
yang diklasifikasikan sebagai FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya
diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi, direklasifikasi ke laba rugi. Sebaliknya, pada
penghentian pengakuan investasi dalam instrumen ekuitas yang telah dipilih Perusahaan
pada pengakuan awal untuk diukur di FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang
sebelumnya diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi tidak direklasifikasi ke laba rugi,
tetapi dipindahkan ke saldo laba.
14
Page 18
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
l. Instrumen Keuangan (lanjutan)
2. Liabilitas Keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan
menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar
liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.
Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang bank jangka pendek, utang usaha, beban
harus dibayar, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, liabilitas sewa dan utang pihak berelasi,
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.
Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Pengukuran selanjutnya
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE.
Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman
terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam
laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi
SBE.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium
atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE.
Amortisasi SBE dicatat sebagai “Beban Keuangan” dalam laba rugi.
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan biaya bunga selama
periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat
mendiskontokan estimasi pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan bentuk
lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku
bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur
liabilitas keuangan, atau (jika lebih tepat) digunakan periode yang lebih singkat untuk
memperoleh nilai tercatat neto pada saat pengakuan awal.
Penghentian pengakuan
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan
dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan
dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi
persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan
pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas
keuangan tersebut diakui pada laba rugi.
15
Page 19
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
l. Instrumen Keuangan (lanjutan)
3. Reklasifikasi Instrumen Keuangan
Perusahaan diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki
jika Perusahaan mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Perusahaan
tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan.
Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan
operasional Perusahaan seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis.
Selain itu, Perusahaan perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak
eksternal.
Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi berkaitan
dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi
pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c) pengalihan aset
keuangan antara bagian dari Perusahaan dengan model bisnis berbeda.
4. Saling Hapus dari Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum
untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk
menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
secara simultan.
Hak saling hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu
peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis
normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.
m. Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan
pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku
pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non- keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku
pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan
tertinggi dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai
tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati
(observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati
(unobservable).
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:
16
Page 20
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
m. Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)
i) Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
ii) Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara
langsung atau tidak langsung.
iii) Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik secara
langsung atau tidak langsung.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan
menentukan apakah terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi
ulang atas penetapan kategori (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan
terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.
n. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Perusahaan menerapkan PSAK 115 “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan“ yang
mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda
ke pelanggan.
3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak
pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas
diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga
jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak.
Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan
berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
barang atau jasa tersebut).
Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui,
pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).
Penerimaan kas dari pelanggan sehubungan dengan transaksi penjualan yang belum memenuhi
kriteria pengakuan pendapatan, dicatat sebagai bagian dari ”Uang Muka dari Pelanggan” dalam
laporan posisi keuangan.
Pengakuan beban
Beban diakui pada saat terjadinya (asas akrual).
o. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
asing disesuaikan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs rata-rata Bank Indonesia yang berlaku pada
tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi, dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi
periode berjalan.
17
Page 21
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
o. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing (lanjutan)
Pada tanggal laporan posisi keuangan, kurs rata-rata dari mata uang asing yang digunakan
adalah sebagai berikut:
Mata Uang Asing 31 Maret 2025 31 Desember 2024
Dolar Amerika Serikat (US$) 1 16.588,00 16.162,00
Euro Eropa (EUR) 1 17.892,65 16.851,32
p. Imbalan Kerja Karyawan
Imbalan kerja jangka pendek
Perusahaan mengakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek ketika jasa diberikan oleh karyawan
dan imbalan atas jasa tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan setelah jasa
tersebut diberikan.
Imbalan pascakerja
Perusahan mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang
No. 6 tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2
tahun 2022 Cipta Kerja. Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti
Perusahan ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode
projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto, hasil atas aset program dan
tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian akturial, segera diakui pada laporan
posisi keuangan dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui
penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi
ke laba rugi periode berikutnya.
Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:
i) ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi; atau
ii) ketika Perusahaan mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.
Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas
imbalan kerja. Perusahaan mengakui perubahan berikut pada kewajiban obligasi neto pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain:
i) biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas
penyelesaian (curtailment) tidak rutin dan
ii) Beban atau penghasilan bunga neto.
18
Page 22
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
q. Pajak Penghasilan
Pajak kini
Aset atau liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat
direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang
digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif
telah berlaku pada tanggal pelaporan di negara tempat Perusahaan beroperasi dan menghasilkan
pendapatan kena pajak. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat
Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku
membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang
diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak.
Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari
beban pajak dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Bunga dan denda yang timbul dari ketetapan pajak dan kurang bayar atau lebih bayar pajak
lainnya disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak dianggap
sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika
Perusahan mengajukan keberatan, Perusahan mempertimbangkan apakah besar kemungkinan
otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas
perpajakan Perusahan.
Pajak tangguhan
Pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan pada akhir
periode pelaporan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk setiap perbedaan temporer kena pajak.
Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi
fiskal belum dikompensasi, sejauh terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan
tersedia untuk dimanfaatkan dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal
belum dikompensasi dapat dimanfaatkan.
Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan
diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang
memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi.
Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset pajak tangguhan yang tidak
diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan besar laba
kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan
berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan
peraturan pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
19
Page 23
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
q. Pajak Penghasilan (lanjutan)
Pajak Pertambahan Nilai
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN“)
kecuali:
• PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor
pajak, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai
bagian dari item beban-beban yang diterapkan; dan
• Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
Jumlah PPN Neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai
bagian dari piutang atau utang pada laporan posisi keuangan.
r. Laba (rugi) per Saham
Pada periode 2025 dan 2024, Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham yang bersifat
dilutif, oleh karena itu, laba (rugi) per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) periode berjalan dengan jumlah
rata-rata tertimbang saham yang beredar dalam periode yang bersangkutan yaitu sejumlah
668.000.089 saham.
s. Biaya Emisi Efek Ekuitas
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran umum saham Perusahaan kepada
masyarakat dicatat dan disajikan sebagai pengurang terhadap akun “Tambahan Modal Disetor -
Bersih” (agio saham) yang berasal dari penawaran umum saham tersebut (Catatan 1b dan 17).
t. Informasi Segmen
Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan
jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi
tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.
Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil
keputusan operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya
kepada segmen dan menilai kinerjanya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan
langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
kepada segmen tersebut.
u. Sewa
Perusahaan menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak adalah, atau berisi, sewa. Artinya,
jika kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset terindentifikasi untuk suatu
periode waktu sebagai imbalan untuk dipertukarkan.
20
Page 24
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
u. Sewa (lanjutan)
Sebagai Penyewa
Perusahaan menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk seluruh sewa,
kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas
sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-guna yang memberikan hak untuk
menggunakan aset pendasarnya.
Aset hak-guna
Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak
guna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang
disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan,
ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan
dikeluarkan untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset
pendasar ke kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang
diterima.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan
hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Jika kepemilikan aset sewa beralih kepada Perusahaan pada akhir masa sewa atau biaya
perolehan merefleksikan penyewa akan mengeksekusi opsi beli, depresiasi dihitung dengan
menggunakan estimasi umur manfaat aset. Aset hak-guna juga diuji penurunan nilainya sesuai
dengan PSAK 236 “Penurunan Nilai Aset“.
Liabilitas sewa
Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
pembayaran sewa yang harus dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa mencakup
pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif sewa,
pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau arif, dan jumlah yang diharapkan
akan dibayar di bawah jaminan nilai sisa. Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan
dari opsi pembelian yang secara wajar pasti akan dilaksanakan oleh Perusahaan dan pembayaran
denda untuk penghentian sewa, jika masa sewa mencerminkan Perusahaan melaksanakan opsi
untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau tarif diakui
sebagai beban (kecuai terjadi untuk menghasilkan persediaan) pada periode di mana peristiwa
atau kondisi yang memicu terjadinya pembayaran.
Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman
inkremental pada tanggal dimulainya sewa karena tingkat suku bunga implisit dalam sewa tidak
dapat segera ditentukan. Setelah tanggal pemulaan, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk
mencerminkan penambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain
itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa
(misalnya, perubahan pembayaran masa depan akibat perubahan indeks atau kurs yang
digunakan untuk pembayaran sewa) atau perubahan peniliaian opsi untuk membeli aset yang
mendasarinya.
21
Page 25
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
u. Sewa (lanjutan)
Sebagai Penyewa (lanjutan)
Sewa Jangka-Pendek dan Sewa Aset Bernilai - Rendah
Perusahaan memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-
pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dan sewa atas aset bernilai, rendah.
Perusahaan mengakui pembayaran sewa terkait dengan sewa ini sebagai beban dengan dasar
garis lurus selama masa sewa.
v. Provisi
Provisi diakui jika Perusahaan memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumberdaya yang mengandung
manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi dibatalkan.
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan
manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah
yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat
dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda
dengan jumlah estimasi yang dibuat.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan:
Penentuan mata uang fungsional
Mata uang fungsional Perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana
Perusahaan beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan
beban dari penjualan barang dan jasa yang diberikan.
Perpajakan
Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks dan perubahan peraturan
perpajakan, jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan dapat menyebabkan
penyesuaian di masa depan atas pendapatan dan beban pajak yang telah dicatat.
Estimasi juga diperlukan dalam menentukan cadangan untuk pajak penghasilan badan. Transaksi dan
perhitungan tertentu yang selama kegiatan usaha normal selalu dikenakan pajak.
Perusahaan mengakui liabilitas untuk masalah pajak penghasilan badan berdasarkan perkiraan
apakah tambahan pajak penghasilan badan akan jatuh tempo.
22
Page 26
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
(lanjutan)
Pertimbangan (lanjutan)
Menentukan Masa Sewa Kontrak dengan Opsi Pembaruan dan Penghentian - Perusahaan sebagai
Lessee
Perusahaan menentukan bahwa masa sewa sebagai masa sewa yang tidak dapat dibatalkan,
bersamaan dengan periode yang tercakup dalam opsi perpanjangan sewa, jika dieksekusi secara
wajar dan pasti, atau periode yang tercakup dalam opsi penghentian sewa, jika tidak dieksekusi
secara wajar dan pasti.
Perusahaan menerapkan pertimbangan dalam mengevaluasi apakah wajar dan pasti untuk
mengeksekusi opsi untuk pembaruan atau penghentian sewa atau tidak. Untuk kontrak sewa dengan
opsi perpanjangan dan penghentian, manajemen perlu mengestimasi masa sewa yang memerlukan
pertimbangan semua fakta dan keadaan yang menimbulkan insentif ekonomi untuk mengeksekusi
opsi perpanjangan dan tidak mengeksekusi opsi penghentian, termasuk setiap perubahan yang
diharapkan dalam fakta dan keadaan dari tanggal permulaan hingga tanggal pengekesekusian opsi
tersebut. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian) hanya dimasukkan dalam
persyaratan sewa jika Perusahaan cukup yakin untuk mengeksekusi opsi perpanjangan dan tidak
mengeksekusi opsi penghentian. Jika terdapat peristiwa signifikan atau perubahan keadaan yang
signifikan yang mempengaruhi penilaian ini dan masih dalam kendali penyewa, maka penilaian diatas
akan ditelaah kembali.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset
dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan
asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan
situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi
diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
terjadinya.
Cadangan atas penurunan nilai piutang usaha
Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL atas piutang usaha. Tarif provisi
didasarkan pada hari yang lewat jatuh tempo untuk mengelompokan pelanggan ke segmen yang
memiliki pola kerugian serupa. Matriks provisi awalnya berdasarkan tarif default yang diamati
Perusahaan secara historis. Perusahaan akan mengkalibrasi matriks tersebut untuk menyesuaikan
pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi kedepan. Misalnya, jika prakiraan kondisi
ekonomi diperkirakan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah
default di sektor usaha Perusahaan, tingkat default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal
pelaporan, tarif default yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi ke
depan dianalisa kembali.
Penilaian korelasi antara tingkat default yang dapat diamati secara historis, taksiran kondisi ekonomi
dan ECL adalah estimasi yang signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan
taksiran kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan perkiraan kondisi
ekonomi mungkin juga tidak mewakili aktual default pelanggan yang sebenarnya di masa depan.
23
Page 27
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
(lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4
sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur secara umum diharapkan dalam industri dimana
Perusahaan menjalankan bisnisnya.
Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat
ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
Nilai tercatat bersih aset tetap Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024,
masing-masing adalah sebesar Rp 103.640.464.786 dan Rp 101.377.212.232. Penjelasan lebih rinci
diungkapkan dalam Catatan 9.
Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan
oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara
lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan,
tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi
tersebut adalah wajar dan sesuai. Nilai tercatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan
Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, masing-masing adalah sebesar
Rp 4.180.531.967 dan Rp 4.075.753.297. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 23.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang
kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan
estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Estimasi IBR untuk Sewa
Perusahaan tidak dapat langsung menentukan tingkat bunga implisit dalam sewa, oleh karena itu,
Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental (“IBR”) untuk mengukur kewajiban
sewa. IBR adalah tingkat bunga yang harus dibayar Perusahaan untuk meminjam dalam jangka waktu
yang sama, dan dengan jaminan serupa, dana yang diperlukan untuk memperoleh aset dengan nilai
yang sama dengan aset hak guna dalam lingkungan ekonomi yang sama. Oleh karena itu, IBR
mencerminkan apa yang 'harus dibayar' oleh Perusahaan, yang memerlukan perkiraan ketika tidak
ada tarif yang tersedia sebagai acuan atau ketika perlu disesuaikan untuk mencerminkan syarat dan
ketentuan sewa. Perusahaan memperkirakan IBR menggunakan input yang dapat diamati (seperti
suku bunga pasar) jika tersedia dan membuat estimasi spesifik untuk entitas tertentu jika diperlukan
(seperti peringkat kredit).
24
Page 28
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
4. KAS DAN BANK
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Kas 225.684.315 135.738.934
Bank
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 4.082.759.065 45.721.165
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 9.422.865 32.195.037
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 19.007.241 3.030.228.325
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Central Asia Tbk
(US$ 2.294 pada tanggal 31 Maret 2025 dan
US$ 188.426 pada tanggal 31 Desember 2024) 38.053.536 3.045.334.870
Jumlah Kas dan Bank 4.374.927.022 6.289.218.331
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat kas dan bank Perusahaan yang
dibatasi penggunaannya atau ditempatkan pada pihak berelasi.
5. PIUTANG USAHA
Rincian piutang usaha terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak Berelasi (Catatan 6)
Rupiah 350.161.022 594.634.631
Penyisihan atas kerugian kredit
ekspektasian (116.723 ) (264.289)
Jumlah pihak berelasi 350.044.299 594.370.342
Pihak Ketiga
Rupiah 107.924.216.603 107.033.706.255
Dolar Amerika Serikat
(US$ 267.519 pada tanggal 31 Maret 2025 dan
US$ 98.186 pada tanggal 31 Desember 2024) 3.904.568.274 1.082.480.532
Penyisihan atas kerugian kredit
ekspektasian (2.938.467.903 ) (2.765.235.256)
Jumlah pihak ketiga - bersih 108.890.316.974 105.350.951.531
Piutang Usaha - Bersih 109.240.361.273 105.945.321.873
25
Page 29
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
5. PIUTANG USAHA (lanjutan)
Analisis umur piutang usaha tersebut pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut:
Mata Uang Asing
Ekuivalen Jumlah
31 Maret 2025 Rupiah Jumlah (US$) dalam Rupiah dalam Rupiah
Belum jatuh tempo 56.756.085.790 185.753 3.084.755.083 59.840.840.873
Lewat jatuh tempo:
1 - 30 hari 23.948.644.416 - - 23.948.644.416
31 - 60 hari 8.811.758.232 14.560 238.041.440 9.049.799.672
61 - 90 hari 3.315.842.938 - - 3.315.842.938
>90 hari 15.442.046.249 67.206 581.771.751 16.023.818.000
Jumlah 108.274.377.625 267.519 3.904.568.274 112.178.945.899
Mata Uang Asing
Ekuivalen Jumlah
31 Desember 2024 Rupiah Jumlah (US$) dalam Rupiah dalam Rupiah
Belum jatuh tempo 56.825.772.963 30.980 500.708.781 57.326.481.744
Lewat jatuh tempo:
1 - 30 hari 17.948.032.790 - - 17.948.032.790
31 - 60 hari 7.359.035.127 - - 7.359.035.127
61 - 90 hari 5.676.281.090 - - 5.676.281.090
>90 hari 19.819.218.916 67.206 581.771.751 20.400.990.667
Jumlah 107.628.340.886 98.186 1.082.480.532 108.710.821.418
Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Saldo awal periode 2.765.499.545 1.493.604.470
Perubahan selama periode berjalan 173.085.081 (399.703.359)
Saldo akhir periode 2.938.584.626 1.093.901.111
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang usaha tersebut cukup untuk
menutupi kemungkinan kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya piutang.
Jangka waktu rata-rata kredit penjualan barang adalah 30 hari. Tidak ada bunga yang dibebankan
pada piutang usaha.
Pada tanggal 31 Maret 2025, piutang usaha Perusahaan dijadikan sebagai jaminan dengan
penyerahan hak secara fidusia atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk, sebagaimana
yang dijelaskan dalam Catatan 12.
26
Page 30
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
6. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Perusahaan, dalam kegiatan usaha normal, melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Rincian
saldo dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Persentase Terhadap
Jumlah Jumlah Aset (%)
31 Maret 2025 31 Desember 2024 31 Maret 2025 31 Desember 2024
Piutang Usaha
PT Yanasurya Bhaktipersada 350.161.022 1.237.650 0,1175 0,0004
PT Forindoprima Perkasa - 593.396.981 - 0,2000
Jumlah 350.161.022 594.634.631 0,1175 0,2004
Persentase Terhadap
Jumlah Jumlah Liabilitas (%)
31 Maret 2025 31 Desember 2024 31 Maret 2025 31 Desember 2024
Utang Usaha
PT Forindoprima Perkasa 664.579.948 1.198.658.109 0,37 0,69
Persentase Terhadap
Jumlah Jumlah Liabilitas (%)
31 Maret 2025 31 Desember 2024 31 Maret 2025 31 Desember 2024
Utang Pihak Berelasi
(lihat Catatan 25)
PT Hastagraha Bumipersada 50.000.000.000 50.000.000.000 28,07 28,96
Persentase Terhadap
Jumlah Akun yang
Jumlah Bersangkutan (%)
2025 2024 2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan) (Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Penjualan Bersih
PT Yanasurya Bhaktipersada 702.487.500 511.945.045 0,81 0,64
PT Forindoprima Perkasa - 1.149.212.835 - 1,44
Jumlah 702.487.500 1.661.157.880 0,81 2,08
Persentase Terhadap
Jumlah Akun yang
Jumlah Bersangkutan (%)
2025 2024 2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan) (Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Pembelian
PT Forindoprima Perkasa 6.492.241.068 1.427.841.254 7,79 1,79
Beban Umum dan Administrasi -
Beban Sewa (Catatan 25)
Alexander Tanzil 1.250.000 1.250.000 50,00 50,00
Santoso Wijaya 1.250.000 1.250.000 50,00 50,00
Jumlah 2.500.000 2.500.000 100,00 100,00
27
Page 31
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
6. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Rincian transaksi dan saldo berdasarkan sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai
berikut:
No. Pihak-pihak Berelasi Sifat Relasi Jenis Transaksi
1. PT Hastagraha Bumipersada Pemegang saham Perusahaan Transaksi keuangan
2. PT Yanasurya Bhaktipersada Entitas dengan pengendalian bersama Transaksi usaha
3. PT Forindoprima Perkasa Entitas dengan pengendalian bersama Transaksi usaha
4. Alexander Tanzil Pemegang saham Perusahaan Transaksi sewa
5. Santoso Wijaya Pemegang saham Perusahaan Transaksi sewa
Jumlah kompensasi personil manajemen kunci (komisaris dan direksi) dalam Perusahaan:
2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Imbalan kerja jangka pendek (dalam jutaan Rupiah) 416 309
Jumlah dalam tabel di atas merupakan jumlah yang diakui sebagai biaya selama periode pelaporan
sehubungan dengan kompensasi yang diberikan kepada personil manajemen kunci tersebut.
Manajemen kunci Perusahaan meliputi semua anggota komisaris dan direksi.
7. PERSEDIAAN
Persediaan terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Barang jadi 16.713.352.584 14.899.576.814
Barang dalam proses 22.262.409.561 23.882.301.367
Bahan baku dan bahan pembantu 23.300.153.447 26.192.308.555
Jumlah 62.275.915.592 64.974.186.736
Dikurangi penyisihan penurunan nilai persediaan (193.372.177 ) (193.372.177)
Bersih 62.082.543.415 64.780.814.559
Mutasi penyisihan atas penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Saldo awal periode 193.372.177 788.956.741
Perubahan selama periode berjalan:
Penyisihan periode berjalan - -
Saldo akhir periode 193.372.177 788.956.741
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan tersebut cukup untuk
menutupi kemungkinan kerugian yang terjadi akibat penurunan nilai persediaan.
Pada tanggal 31 Maret 2025, persediaan Perusahaan dijadikan sebagai jaminan dengan penyerahan
hak secara fidusia atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk, sebagaimana yang
dijelaskan dalam Catatan 12.
28
Page 32
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
7. PERSEDIAAN (lanjutan)
Pada tanggal 31 Maret 2025, persediaan tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian
kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan secara keseluruhan sekitar
US$ 5.000.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi
kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.
8. UANG MUKA PEMBELIAN
Akun ini merupakan uang muka pembelian kepada pihak ketiga atas pembelian bahan baku dan
bahan pembantu, dengan rincian sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak Ketiga
Rupiah 8.283.740.921 3.498.555.400
Dolar Amerika Serikat
(US$ 92.480 pada tanggal 31 Maret 2025 dan
US$ 101.962 pada tanggal 31 Desember 2024) 1.518.212.306 1.584.899.229
Euro Eropa
(EUR 109.419 pada tanggal 31 Desember 2024) - 1.824.011.913
Jumlah 9.801.953.227 6.907.466.542
9. ASET TETAP
Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Nilai Tercatat
Pemilikan Langsung
Tanah 35.817.601.419 - - - 35.817.601.419
Bangunan dan prasarana 65.872.621.865 - - - 65.872.621.865
Mesin dan peralatan 180.460.956.308 192.924.200 - 1.279.245.581 181.933.126.089
Perlengkapan pabrik 3.275.383.552 14.436.215 - - 3.289.819.767
Peralatan kantor 2.048.546.029 14.228.730 - - 2.062.774.759
Kendaraan 3.038.655.339 882.889.892 131.841.637 - 3.789.703.594
Jumlah Nilai Tercatat 290.513.764.512 1.104.479.037 131.841.637 1.279.245.581 292.765.647.493
Aset dalam Penyelesaian
Mesin dan peralatan 146.303.800 4.723.000.021 - (1.279.245.581 ) 3.590.058.240
Jumlah Nilai Tercatat 290.660.068.312 5.827.479.058 131.841.637 - 296.355.705.733
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan dan prasarana 44.613.604.200 721.704.911 - - 45.335.309.111
Mesin dan peralatan 136.937.984.827 2.756.138.922 - - 139.694.123.749
Perlengkapan pabrik 3.197.200.569 50.910.858 - - 3.248.111.427
Peralatan kantor 1.878.406.372 3.815.392 - - 1.882.221.764
Kendaraan 2.655.660.112 31.656.421 131.841.637 - 2.555.474.896
Jumlah Akumulasi
Penyusutan 189.282.856.080 3.564.226.504 131.841.637 - 192.715.240.947
Nilai Buku 101.377.212.232 103.640.464.786
29
Page 33
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
9. ASET TETAP (lanjutan)
31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Nilai Tercatat
Pemilikan Langsung
Tanah 35.817.601.419 - - - 35.817.601.419
Bangunan dan prasarana 64.989.029.865 855.510.000 - 28.082.000 65.872.621.865
Mesin dan peralatan 173.736.800.427 9.148.317.597 2.425.303.617 1.141.901 180.460.956.308
Perlengkapan pabrik 3.230.080.254 45.303.298 - - 3.275.383.552
Peralatan kantor 1.972.479.872 76.066.157 - - 2.048.546.029
Kendaraan 2.640.038.148 437.708.828 39.091.637 - 3.038.655.339
Jumlah 282.386.029.985 10.562.905.880 2.464.395.254 29.223.901 290.513.764.512
Aset dalam Penyelesaian
Bangunan dan prasarana 18.341.901 - - (18.341.901 ) -
Mesin dan peralatan 10.882.000 146.303.800 - (10.882.000 ) 146.303.800
Jumlah 29.223.901 146.303.800 - (29.223.901 ) 146.303.800
Jumlah Nilai Tercatat 282.415.253.886 10.709.209.680 2.464.395.254 - 290.660.068.312
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan dan prasarana 41.733.818.887 2.879.785.313 - - 44.613.604.200
Mesin dan peralatan 128.364.851.319 10.942.440.953 2.369.307.445 - 136.937.984.827
Perlengkapan pabrik 3.176.198.892 21.001.677 - - 3.197.200.569
Peralatan kantor 1.788.990.042 89.416.330 - - 1.878.406.372
Kendaraan 2.640.038.145 54.713.604 39.091.637 - 2.655.660.112
Jumlah Akumulasi
Penyusutan 177.703.897.285 13.987.357.877 2.408.399.082 - 189.282.856.080
Nilai Buku 104.711.356.601 101.377.212.232
Penyusutan yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah
sebesar Rp 3.564.226.504 dan Rp 3.447.994.671, masing-masing untuk periode 2025 dan 2024 yang
dibebankan sebagai berikut:
2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Beban pabrikasi (Catatan 20) 3.397.489.904 3.306.683.796
Beban umum dan administrasi (Catatan 21) 166.736.600 141.310.875
Jumlah 3.564.226.504 3.447.994.671
Rincian penjualan aset tetap pada periode 2025 adalah sebagai berikut:
2025
(Tiga Bulan)
Nilai tercatat 131.841.637
Akumulasi penyusutan 131.841.637
Nilai buku -
Harga jual 84.375.000
Laba penjualan aset tetap 84.375.000
30
Page 34
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
9. ASET TETAP (lanjutan)
Pada periode 2025, laba penjualan aset tetap disajikan sebagai akun “Laba Penjualan Aset Tetap”
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Pada tanggal 31 Maret 2025, aset tetap tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian
kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sejumlah Rp 81 milyar dan US$ 11.000.000
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
kerugian atas risiko tersebut.
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aset Perusahaan tersebut dapat dipulihkan,
sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai atas aset tersebut.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki uang muka pembelian aset
tetap kepada pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 5.544.350 dan Rp 1.545.585.348.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki utang pembelian aset
tetap kepada pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 2.377.115.800 dan Rp 47.175.000 yang
merupakan utang pembelian aset tetap berupa mesin dan peralatan dan utang retensi atas
pembangunan bangunan dan prasarana.
Pada tanggal 31 Maret 2025, aset tetap berupa tanah dan bangunan pabrik dijadikan sebagai jaminan
atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk, sebagaimana yang dijelaskan dalam
Catatan 12.
Pada tanggal 31 Maret 2025, Hak Guna Bangunan (HGB) Perusahaan memiliki sisa jangka waktu
yang berkisar antara 3-22 tahun. Manajemen berpendapat bahwa jangka waktu HGB tersebut dapat
diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo.
10. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA
Rincian aset hak-guna adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Saldo Awal Penambahan Penghapusan Saldo Akhir
Harga perolehan
Sewa ruangan kantor 221.054.563 - - 221.054.563
Akumulasi penyusutan
Sewa ruangan kantor 73.684.856 18.421.214 - 92.106.070
Nilai tercatat - bersih 147.369.707 128.948.493
31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Penghapusan Saldo Akhir
Harga perolehan
Sewa ruangan kantor 221.054.563 - - 221.054.563
Akumulasi penyusutan
Sewa ruangan kantor - 73.684.856 - 73.684.856
Nilai tercatat - bersih 221.054.563 147.369.707
31
Page 35
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
10. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA (lanjutan)
Rincian liabilitas sewa adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Liabilitas sewa
Bagian jangka pendek 36.794.861 73.589.720
Bagian jangka panjang 78.317.493 78.317.493
Jumlah 115.112.354 151.907.213
Jumlah yang diakui dalam laporan arus kas adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Jumlah kas keluar untuk
Pembayaran liabilitas sewa 36.794.860 34.573.675
Pembayaran bunga 4.879.640 7.100.825
Jumlah 41.674.500 41.674.500
Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
berikut:
2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Bunga liabilitas sewa 4.879.640 7.100.825
Beban penyusutan aset hak-guna (Catatan 21) 18.421.214 18.421.214
Ringkasan komponen perubahan liabilitas yang timbul dari sewa adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 151.907.213 221.054.563
Arus kas (36.794.859 ) (69.147.350)
Saldo akhir 115.112.354 151.907.213
11. ASET TIDAK LANCAR LAIN-LAIN
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, aset tidak lancar lain-lain merupakan uang
jaminan untuk proyek tender sebesar Rp 600.000.000.
32
Page 36
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
12. UTANG BANK JANGKA PENDEK
Utang bank terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Utang bank jangka pendek
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Kredit Modal Kerja 83.000.000.000 85.000.000.000
PT Mandiri (Persero) Tbk
Kredit Agunan Surat Berharga 16.600.000.000 5.000.000.000
PT Bank Central Asia Tbk
Kredit Lokal 1.107.562.401 1.046.236.271
Jumlah 100.707.562.401 91.046.236.271
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Bank BRI)
Pada tanggal 4 Oktober 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja - cash collateral
dari Bank BRI dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 85.000.000.000, yang ditujukan untuk
modal kerja. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 6 (enam) bulan, terakhir telah
diperpanjang sampai dengan tanggal 4 April 2026. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per
tahun sebesar 2,90%.
Fasilitas tersebut dijamin dengan jaminan pribadi dari Alexander Tanzil dan Santoso Wijaya
(pemegang saham Perusahaan).
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri)
Pada tanggal 7 Februari 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Agunan Surat Berharga dari
Bank Mandiri dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 43.600.000.000, yang ditujukan untuk
modal kerja. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 11 (sebelas) bulan, sampai dengan
tanggal 6 Januari 2026. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 0,50%.
Fasilitas tersebut dijamin dengan jaminan pribadi dari Alexander Tanzil dan Santoso Wijaya
(pemegang saham Perusahaan).
PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)
Pada tanggal 7 September 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit lokal dan time loan revolving
dari Bank BCA dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 75.000.000.000 dan
Rp 100.000.000.000, yang ditujukan untuk modal kerja. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu
selama 12 (dua belas) bulan, terakhir telah diperpanjang sampai dengan tanggal 7 April 2024.
Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 7,00%.
Pada tanggal 14 Desember 2022, Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas kredit dari bank BCA
berupa fasilitas kredit investasi I dan fasilitas kredit investasi II dengan jumlah fasilitas maksimum,
masing-masing sebesar Rp 8.500.000.000 dan Rp 16.500.000.000, yang ditujukan untuk membiayai
pembelian mesin produksi dan pembangunan tambahan ruang produksi. Fasilitas kredit ini memiliki
jangka waktu selama 12 (dua belas) bulan sampai dengan tanggal 7 April 2024. Fasilitas tersebut
dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 7,00%.
33
Page 37
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
12. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)
PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)
Pada tanggal 19 Maret 2024, Perusahaan memperoleh perpanjangan fasilitas kredit lokal, time loan
revolving, kredit investasi I, kredit investasi II dan bank garansi dari Bank BCA dengan jumlah fasilitas
maksimum sebesar Rp 75.000.000.000, Rp 100.000.000.000, Rp 8.500.000.000, Rp 16.500.000.000
dan Rp 5.000.000.000 yang ditujukan untuk modal kerja dan membiayai pembelian mesin produksi
dan pembangunan tambahan ruang produksi. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 12 (dua
belas) bulan, terakhir telah diperpanjang sampai dengan tanggal 7 Juni 2025, fasilitas kredit tersebut
masih dalam proses perpanjangan. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar
7,25%.
Fasilitas tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan Perusahaan, piutang usaha, persediaan dan
jaminan perusahaan dari PT Hastagraha Bumipersada (pemegang saham Perusahaan).
Sehubungan dengan fasilitas di atas, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi persyaratan tertentu
seperti menjaga rasio keuangan tertentu (rasio EBITDA per (interest ditambah installment) lebih dari 1
kali, current ratio lebih dari 1 kali dan Debt per Equity kurang dari 3 kali. Pada tanggal
31 Maret 2025, Perusahaan telah memenuhi persyaratan sehubungan dengan fasilitas kredit di atas.
Pada tanggal 31 Maret 2025, Perusahaan belum menggunakan fasilitas kredit investasi I dan fasilitas
kredit investasi II tersebut.
Saldo pinjaman fasilitas Time Loan Revolving telah dilunasi seluruhnya pada bulan Oktober 2023.
Beban bunga atas seluruh pinjaman di atas sebesar Rp 657.263.551 dan Rp 430.803.152, masing-
masing untuk periode 2025 dan 2024, dan disajikan sebagai bagian dari “Beban Keuangan” pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
13. UTANG USAHA
Akun ini merupakan liabilitas yang timbul dari pembelian bahan baku dan bahan pembantu, dengan
rincian sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi (lihat Catatan 6)
PT Forindoprima Perkasa 664.579.948 1.198.658.109
34
Page 38
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
13. UTANG USAHA (lanjutan)
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga - lokal
Rupiah 12.247.062.231 10.165.060.835
Dolar Amerika Serikat
(US$ 3.115 pada tanggal 31 Maret 2025 dan
US$ 316.614 pada tanggal 31 Desember 2024) 51.671.620 5.117.122.741
Jumlah pihak ketiga 12.298.733.851 15.282.183.576
Jumlah 12.963.313.799 16.480.841.685
Pemasok utama Perusahaan antara lain adalah PT Puranusa Persada dan PT Bukit Mega Masabadi.
14. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar di muka dan utang pajak
Pajak dibayar di muka
Pajak dibayar di muka terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Deposit Coretax 2.653.084 -
Pajak Pertambahan Nilai (PPN) - masukan 759.322.478 557.166.619
Jumlah 761.975.562 28.492.608
Utang pajak
Utang pajak terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pajak Penghasilan:
Pasal 21 142.999.285 2.674.627
Pasal 23 22.663.664 25.817.981
Jumlah 165.662.949 28.492.608
b. Manfaat (beban) pajak penghasilan
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan taksiran laba (rugi) fiskal untuk periode yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
35
Page 39
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
b. Manfaat (beban) pajak penghasilan (lanjutan)
2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban)
pajak penghasilan menurut laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain (4.462.998.559 ) 796.925.856
Beda temporer:
Penyusutan aset tetap 87.603.588 150.126.223
Transaksi sewa 2.463.604 4.684.789
Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan 126.934.680 103.569.552
Penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha 173.085.081 (399.703.359)
Kompensasi PKWT 139.131.644 185.508.859
Beda tetap:
Kesejahteraan karyawan 23.766.830 17.997.900
Sumbangan dan representasi 30.097.610 19.454.550
Penghasilan yang pajaknya bersifat final (2.712.537 ) (2.707.956)
Lain-lain - bersih 25.039.754 (26.272.950)
Taksiran laba (rugi) fiskal - periode berjalan (3.857.588.305 ) 849.583.464
Akumulasi taksiran rugi fiskal pada tahun:
2024 (2.290.945.802 ) -
2021 (5.480.006.867 ) (3.419.689.935)
Penyesuaian taksiran rugi fiskal atas:
2021 2.652.537.445 2.652.537.445
2022 24.117.500 -
2023 34.220.000 -
Akumulasi taksiran laba (rugi)
fiskal akhir periode (8.917.666.029 ) 82.430.974
Sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan Indonesia, pajak penghasilan badan secara tahunan.
Laporan keuangan tanggal 31 Maret 2025 dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
tanggal tersebut tidak dapat digunakan untuk menghitung pajak penghasilan badan tahunan.
Dalam laporan keuangan ini, jumlah taksiran penghasilan kena pajak untuk periode tiga bulan
yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 didasarkan atas perhitungan sementara. Jumlah
tersebut mungkin berbeda dari penghasilan kena pajak yang dilaporkan dalam Surat
Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) pajak penghasilan badan.
Beban pajak penghasilan (tahun berjalan) dan perhitungan taksiran klaim pajak penghasilan
adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Taksiran laba (rugi) fiskal (dibulatkan) (8.917.666.029 ) 82.430.000
Beban pajak penghasilan - periode berjalan - 18.134.600
Pajak penghasilan dibayar di muka:
(Pasal 22) 795.608.735 748.128.042
Taksiran klaim pajak penghasilan 795.608.735 729.993.442
36
Page 40
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
b. Manfaat (beban) pajak penghasilan (lanjutan)
Taksiran klaim pajak penghasilan pada tanggal laporan posisi keuangan terdiri dari klaim untuk
tahun pajak sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Taksiran klaim pajak penghasilan:
Periode 2025 795.608.735 -
Tahun 2024 3.182.191.920 3.182.191.920
Tahun 2023 - 2.880.397.279
Jumlah 3.977.800.655 6.062.589.199
Pada tahun 2024, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pajak
penghasilan No. 00022/406/23/054/24 tertanggal 19 Desember 2024 atas pajak penghasilan
badan tahun pajak 2023 yang menetapkan klaim atas pajak penghasilan Perusahaan sebesar
Rp 2.880.397.282. Pada tanggal 16 Januari 2025, Perusahaan telah menerima pembayaran atas
pajak yang dinyatakan lebih bayar tersebut.
Rekonsiliasi antara manfaat (beban) pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif
pajak yang berlaku dari laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan dengan manfaat
pajak penghasilan seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 adalah sebagai
berikut:
2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak
penghasilan menurut laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain (4.462.998.559 ) 796.925.856
Beban pajak penghasilan dengan
tarif pajak yang berlaku (981.859.683 ) 175.323.688
Pengaruh pajak atas beda tetap:
Kesejahteraan karyawan 5.228.703 3.959.538
Sumbangan dan representasi 6.621.474 4.280.001
Penghasilan yang pajaknya bersifat final (596.758 ) (595.750)
Lain-lain - bersih 5.508.746 (5.780.049)
Pemanfaatan rugi pajak yang pajak
tangguhannya belum diakui 848.669.426 (168.773.762)
Beban (manfaat) pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain (116.428.092 ) 8.413.666
37
Page 41
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Aset pajak tangguhan - bersih
Pajak tangguhan yang berasal dari pengaruh beda temporer yang signifikan antara pelaporan
komersial dan pajak adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Aset (liabilitas) pajak tangguhan
Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan 919.717.033 896.665.725
Penyisihan atas penurunan nilai persediaan 42.541.879 42.541.879
Penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha 646.488.617 608.409.899
Penyisihan atas penurunan nilai piutang lain-lain 115.133.326 115.133.326
Penyusutan aset tetap (126.474.648 ) (145.747.437)
Kompensasi PKWT 617.433.295 586.824.333
Transaksi sewa 1.540.244 998.251
Aset pajak tangguhan - bersih 2.216.379.746 2.104.825.976
d. Administrasi
Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan
membayar secara sendiri pajak penghasilannya (self-assessment). Direktorat Jenderal Pajak
(DJP) dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak
saat terutangnya pajak.
15. BEBAN AKRUAL
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 4.070.362.993 6.508.361.969
Beban harus dibayar
Listrik, air dan telepon 1.613.648.591 1.442.176.460
Pengangkutan 1.431.810.757 1.378.102.296
Bunga 62.278.033 91.901.084
Lain-lain 42.827.148 469.083.153
Jumlah 3.150.564.529 3.381.262.993
38
Page 42
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
16. MODAL SAHAM
Rincian pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut:
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Pemilikan Jumlah
PT Hastagraha Bumipersada 597.650.500 89,469% 59.765.050.000
Alexander Tanzil (Komisaris Utama) 1.174.750 0,176% 117.475.000
Santoso Wijaya (Komisaris) 1.174.750 0,176% 117.475.000
Lain-lain (masing-masing dengan
pemilikan di bawah 5%) 68.000.089 10,179% 6.800.008.900
Jumlah 668.000.089 100,000% 66.800.008.900
Anggota Komisaris dan Direksi yang memiliki saham Perusahaan, sesuai Daftar Pemegang Saham
Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, adalah sebagai berikut:
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Pemilikan Jumlah
Komisaris
Alexander Tanzil 1.174.750 0,176% 117.475.000
Santoso Wijaya 1.174.750 0,176% 117.475.000
Jumlah 2.349.500 0,352% 234.950.000
Pengelolaan Modal
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal
yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk
menyisihkan dan mempertahankan suatu dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai
dana cadangan tersebut mencapai 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh. Persyaratan
permodalan eksternal tersebut akan dipertimbangkan oleh Perusahaan dalam Rapat Umum
Pemegang Saham (“RUPS”) tahunan berikutnya.
Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan
kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat
menyesuaikan usulan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau
mengusahakan tambahan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan
maupun proses dalam manajemen modal untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan struktur pemodalan yang sehat untuk mengamankan
akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar, antara lain dengan memonitor permodalan
menggunakan rasio debt to equity dan rasio gearing.
39
Page 43
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
17. TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH
Rincian tambahan modal disetor pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai
berikut:
Agio saham sehubungan penawaran umum saham (Catatan 1b) 30.260.000.000
Biaya emisi efek ekuitas (Catatan 1b dan 2s) (2.206.029.983)
Agio saham sehubungan - pelaksanaan Waran Seri I 51.620
Bersih 28.054.021.637
18. DIVIDEN TUNAI
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada tanggal
21 Juni 2024, para pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen kepada para
pemegang saham.
19. PENJUALAN BERSIH
Akun ini terdiri dari:
2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Pihak berelasi (Catatan 6)
Lokal 702.487.500 1.661.157.880
Pihak ketiga
Lokal 80.907.744.249 72.784.305.291
Ekspor 5.253.570.554 5.232.749.710
Jumlah 86.863.802.303 79.678.212.881
Sebagian penjualan, yaitu sekitar 0,81% dan 2,08%, masing-masing pada periode 2025 dan 2024,
dilakukan kepada pihak berelasi (Catatan 6).
Pada periode 2025 dan 2024, penjualan kepada pihak ketiga dengan jumlah penjualan melebihi 10%
dari jumlah penjualan bersih adalah sebagai berikut:
Persentase
Terhadap Jumlah
Jumlah Penjualan Bersih (%)
2025 2024 2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan) (Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Penjualan Bersih
PT Conch International Trade Indonesia 18.356.188.405 16.637.342.335 21,13 20,88
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki uang muka dari pelanggan
(pihak ketiga) sebesar Rp 371.069.854 dan Rp 907.147.333.
40
Page 44
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
20. BEBAN POKOK PENJUALAN
Akun ini terdiri dari:
2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Bahan baku yang digunakan 42.931.296.171 39.130.736.292
Upah buruh langsung 9.855.942.498 7.652.594.691
Beban pabrikasi
Pemakaian bahan pembantu 15.606.676.365 13.977.586.406
Upah buruh tidak langsung 6.271.157.346 4.839.408.160
Listrik 4.553.903.010 4.660.244.781
Penyusutan (Catatan 9) 3.397.489.904 3.306.683.796
Perawatan dan pemeliharaan 1.771.210.854 2.085.093.532
Lain-lain 119.552.363 197.055.760
Jumlah Beban Produksi 84.507.228.511 75.849.403.418
Persediaan barang dalam proses
Awal periode 23.882.301.367 26.060.206.606
Akhir periode (22.262.409.561) (27.558.725.976)
Beban Pokok Produksi 86.127.120.317 74.350.884.048
Persediaan barang jadi
Awal periode 14.899.576.814 13.097.005.292
Pembelian 501.621.622 1.077.590.456
Pemakaian sendiri (1.509.849.757) (372.167.474)
Akhir periode (16.713.352.584) (15.460.897.863)
Beban Pokok Penjualan 83.305.116.412 72.692.414.459
Sebagian pembelian, yaitu sekitar 7,79% dan 1,79% pada periode 2025 dan 2024, dilakukan dengan
pihak berelasi (Catatan 6).
Pada periode 2025 dan 2024, tidak ada pembelian dari pemasok pihak ketiga dengan jumlah
pembelian melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih.
21. BEBAN USAHA
Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Beban Penjualan
Pengangkutan dan transportasi 2.426.765.417 2.027.550.804
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 251.562.500 129.150.000
Lain-lain 132.811.528 145.949.324
Jumlah 2.811.139.445 2.302.650.128
41
Page 45
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
21. BEBAN USAHA (lanjutan)
2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Beban Umum dan Administrasi
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 2.218.178.913 1.687.458.419
Beban kantor 1.554.191.327 1.237.797.296
Asuransi 213.835.049 173.209.785
Penyusutan aset tetap (Catatan 9) 166.736.600 141.310.875
Perjalanan dinas 53.600.614 165.225.444
Penyusutan aset hak-guna (Catatan 10) 18.421.214 18.421.214
Lain-lain 278.444.065 129.342.699
Jumlah 4.503.407.782 3.552.765.732
Jumlah Beban Usaha 7.314.547.227 5.855.415.860
22. BEBAN KEUANGAN
Rincian beban keuangan adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Bunga pinjaman bank 657.263.551 430.803.152
Provisi dan administrasi bank 25.777.906 26.010.083
Jumlah 683.041.457 456.813.235
23. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN
Perusahaan mencatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan pada tanggal 31 Maret 2025 dan
31 Desember 2024. Pada laporan keuangan tahun 2024, berdasarkan perhitungan aktuaria yang
dilakukan oleh KKA Tumpal Marbun, aktuaris independen, berdasarkan laporannya tanggal
6 Maret 2025, yang menggunakan metode “Projected Unit Credit”.
Asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam perhitungan aktuaria tersebut adalah sebagai berikut:
Tingkat diskonto : 7,00% per tahun
Tingkat kenaikan gaji : 10%
Referensi tingkat mortalitas : TMI-2019
Tingkat cacat tahunan : 5% dari tingkat mortalitas
Umur pensiun : 55 tahun
Analisis liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang disajikan sebagai “Estimasi Liabilitas
atas Imbalan Kerja Karyawan” di laporan posisi keuangan pada tanggal 31 Maret 2025 dan
31 Desember 2024, masing-masing adalah sebesar Rp 4.180.531.967 dan Rp 4.075.753.297.
Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan
yang berlaku.
42
Page 46
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
24. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Ekuivalen
Mata Uang Asing Dalam Rupiah
Aset
Kas dan bank US$ 2.294 38.053.536
Piutang usaha US$ 267.519 3.904.568.274
Jumlah 3.942.621.810
Liabilitas
Utang usaha US$ 3.151 51.671.620
Aset - Bersih 3.890.950.190
31 Desember 2024
Ekuivalen
Mata Uang Asing Dalam Rupiah
Aset
Kas dan bank US$ 188.426 3.045.334.870
Piutang usaha US$ 98.186 1.082.480.532
Jumlah 4.127.815.402
Liabilitas
Utang usaha US$ 316.614 5.117.122.741
Liabilitas - Bersih 989.307.339
25. PERJANJIAN PENTING DAN KONTINJENSI
a. Pada tanggal 17 Desember 2018, Perusahaan memiliki perjanjian sewa ruangan kantor dengan
Yuandala Kolopaking untuk kantor pusat Perusahaan yang berlokasi di Gedung Graha Irama
Lantai 2E, Jalan H.R. Rasuna Said Blok. X/1 Kav. 1-2, Jakarta Selatan, yang berlaku untuk
periode 2 (dua) tahun, dari tanggal 21 Januari 2021 sampai dengan tanggal 20 Januari 2022,
dengan nilai sewa sebesar Rp 185.220.000, terakhir telah diperpanjang kembali untuk 3 (tiga)
tahun sampai dengan tanggal 20 Januari 2027 dengan nilai sewa sebesar Rp 227.830.000 atau
Rp 92.610.000 per tahun.
b. Pada tanggal 3 Agustus 2018, Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Hastagaha
Bumipersada (pemegang saham Perusahaan) dengan jumlah pinjaman maksimum
Rp 50.000.000.000, yang ditujukan untuk modal kerja. Pinjaman ini memiliki jangka waktu selama
12 (dua belas) bulan, terakhir telah diperpanjang kembali sampai dengan tanggal 3 Agustus 2025
dan tidak dikenakan bunga (Catatan 6). Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah
melakukan Keterbukaan Informasi melalui surat No. 06/11/CS/18 tanggal
22 November 2018 ke OJK.
43
Page 47
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
25. PERJANJIAN PENTING DAN KONTINJENSI (lanjutan)
c. Pada tanggal 21 Maret 2022, Perusahaan memiliki perjanjian sewa atas sebagian ruangan kantor
di Rukan Golden Palace Blok A No. 21-23, Surabaya dengan Alexander Tanzil dan Santoso
Wijaya (pemegang saham Perusahaan) untuk kantor pemasaran Perusahaan, yang berlaku untuk
periode 21 Maret 2022 sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, dengan nilai sewa sebesar
Rp 10.000.000. Perjanjian sewa tersebut, terakhir telah diperpanjang kembali sampai dengan
tanggal 31 Desember 2025. Jumlah beban sewa pada periode 2025 dan 2024 adalah sebesar
Rp 2.500.000 (Catatan 6).
26. INFORMASI SEGMEN
Segmen Usaha
Kegiatan usaha Perusahaan dikelompokkan dalam 4 (empat) segmen usaha utama, yaitu Karung
Plastik, Kantong Semen, Roll Sheet dan Sandwich Sheet dan Lain-lain. Segmen ini digunakan
sebagai dasar pelaporan informasi segmen usaha. Pembebanan harga antar segmen, jika ada,
didasarkan pada harga pokok segmen (at cost).
Informasi mengenai segmen usaha Perusahaan tersebut adalah sebagai berikut:
Karung Kantong Roll Sheet dan
31 Maret 2025 Plastik Semen Sandwich Sheet Lain-lain Jumlah
PENJUALAN BERSIH 33.379.478.388 43.087.983.200 9.906.777.990 489.562.725 86.863.802.303
BEBAN POKOK PENJUALAN (32.587.946.702) (40.744.727.820) (9.484.883.090) (487.558.800) (83.305.116.412 )
HASIL
Hasil segmen (laba bruto) 791.531.686 2.343.255.380 421.894.900 2.003.925 3.558.685.891
Beban penjualan dan
beban umum dan administrasi
tidak dapat dialokasikan (7.314.547.227 )
Rugi usaha (3.755.861.336 )
Beban keuangan (683.041.457 )
Lain-lain - bersih (24.095.766)
Rugi sebelum manfaat pajak
penghasilan (4.462.998.559 )
Manfaat pajak penghasilan 116.428.092
Rugi periode berjalan (4.346.570.467 )
Laba komprehensif lain -
- setelah pajak 17.281.688
Jumlah laba (rugi) komprehensif
periode berjalan (4.329.288.779 )
Aset segmen
Persediaan-bersih 21.825.884.455 25.463.275.960 14.793.383.000 - 62.082.543.415
Aset tidak dapat dialokasi 235.837.792.504
Jumlah aset 297.920.335.919
Liabilitas tidak dapat dialokasi 178.101.296.646
Jumlah liabilitas 178.101.296.646
Penambahan aset tetap 5.827.479.058
Penyusutan 3.564.226.504
44
Page 48
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
26. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
Karung Kantong Roll Sheet dan
31 Maret 2024 Plastik Semen Sandwich Sheet Lain-lain Jumlah
PENJUALAN BERSIH 26.481.415.031 40.453.776.848 6.423.630.030 6.319.390.972 79.678.212.881
BEBAN POKOK PENJUALAN (25.378.711.648) (37.332.121.504) (4.924.721.406) (5.056.859.901) (72.692.414.459 )
HASIL
Hasil segmen (laba bruto) 1.102.703.383 3.121.655.344 1.498.908.624 1.262.531.071 6.985.798.422
Beban penjualan dan
beban umum dan administrasi
tidak dapat dialokasikan (5.855.415.860)
Laba usaha 1.130.382.562
Beban keuangan (456.813.235)
Lain-lain - bersih 123.356.529
Laba sebelum beban pajak
penghasilan 796.925.856
Beban pajak penghasilan (8.413.666 )
Laba periode berjalan 788.512.190
Rugi komprehensif lain -
- setelah pajak (114.515.482 )
Jumlah laba komprehensif
periode berjalan 673.996.708
Karung Kantong Roll Sheet dan
31 Desember 2024 Plastik Semen Sandwich Sheet Lain-lain Jumlah
Aset segmen
Persediaan-bersih 23.212.093.195 28.840.559.425 12.728.161.939 - 64.780.814.559
Aset tidak dapat dialokasi 231.991.691.862
Jumlah aset 296.772.506.421
Liabilitas tidak dapat dialokasi 172.624.178.369
Jumlah liabilitas 172.624.178.369
Penambahan aset tetap 10.709.209.680
Penyusutan 13.987.357.877
Segmen Geografis
Aset utama Perusahaan berlokasi di Sidoarjo, Surabaya. Analisis penjualan bersih berdasarkan
wilayah pemasaran adalah sebagai berikut:
2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Lokal 81.610.231.749 74.445.463.171
Ekspor
Asia 4.451.959.225 4.468.331.394
Amerika Selatan 801.611.329 764.418.316
Jumlah 86.863.802.303 79.678.212.881
45
Page 49
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
27. LABA (RUGI) PER SAHAM
Laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) periode berjalan dengan rata-rata
tertimbang jumlah saham yang beredar pada periode yang bersangkutan. Perhitungannya adalah
sebagai berikut:
2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Laba (rugi) periode berjalan (4.346.570.467 ) 788.512.190
Jumlah rata-rata tertimbang saham
yang beredar 668.000.089 668.000.089
Laba (rugi) per saham (6,5 ) 1,2
28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN
Risiko utama dari instrumen keuangan adalah risiko pasar (termasuk risiko fluktuasi harga bahan
baku, risiko perubahan nilai tukar mata uang asing dan risiko tingkat bunga), risiko kredit serta risiko
likuiditas. Kebijakan keuangan Perusahaan dimaksudkan untuk mengurangi dampak keuangan dari
fluktuasi tingkat bunga dan nilai tukar mata uang asing serta meminimalisir potensi kerugian yang
dapat berdampak pada risiko keuangan Perusahaan.
Faktor-faktor Risiko Keuangan
a. Risiko Pasar
Risiko Fluktuasi Harga Bahan Baku
Risiko usaha utama yang dihadapi oleh Perusahaan adalah fluktuasi harga bahan baku biji plastik
Polypropylene (PP). PP merupakan produk komoditas yang mana harga pasarnya ditentukan oleh
permintaan dan penawaran di dunia. Harga PP dapat diklasifikasikan menjadi 2 area yaitu harga
PP nasional dan regional. Secara regional, PP di Indonesia diimpor dari Asia Tenggara, Asia
Selatan, Asia Timur dan Negara Timur Tengah. Harga pasar yang terbentuk di Indonesia
merupakan ekuilibrium dari harga PP nasional, Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Timur dan
Negara Timur Tengah.
Walaupun secara umum, harga PP dipengaruhi oleh harga minyak karena PP merupakan produk
turunan dari minyak, namun korelasi antara harga PP dan harga minyak ini cukup kecil dan faktor
yang paling dominan adalah permintaan dan penawaran.
Risiko Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing
Pembelian bahan baku adalah dalam mata uang asing (Dolar Amerika Serikat). Seiring dengan
meningkatnya harga minyak dunia, nilai kurs mata uang dunia selalu berubah. Untuk mengatasi
hal ini, Perusahaan mengadakan pembelian bahan baku yang terjadwal dengan memperhatikan
fluktuasi kurs dolar setiap saat dan juga dengan memperkuat pasar ekspor, dimana harga jual
juga dalam valuta asing (Dolar Amerika Serikat) sehingga gejolak nilai tukar dapat diminimalisasi.
46
Page 50
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)
Faktor-faktor Risiko Keuangan (lanjutan)
a. Risiko Pasar (lanjutan)
Risiko Tingkat Bunga
Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar arus kas di masa depan akan
berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga di pasar. Pinjaman yang diperoleh dengan
tingkat bunga mengambang menimbulkan risiko suku bunga atas arus kas.
Risiko tingkat bunga Perusahaan terutama terkait dengan pinjaman yang diperoleh Perusahaan.
Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas dampak perubahan suku bunga untuk mengelola
risiko suku bunga.
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat instrumen keuangan yang dimiliki oleh Perusahaan yang
terpengaruh oleh risiko suku bunga berdasarkan tanggal jatuh tempo:
31 Maret 2025
Kurang Lebih
dari 1 tahun dari 1 tahun Nilai tercatat
Suku bunga mengambang
Kas di bank 4.149.242.706 - 4.149.242.706
Suku bunga tetap
Utang bank jangka pendek (100.707.562.401) - (100.707.562.401 )
Liabilitas sewa
bagian jangka pendek (36.794.861) - (36.794.861 )
Liabilitas sewa
bagian jangka panjang - (78.317.493) (78.317.493 )
Bersih (96.595.114.556) (78.317.493) (96.673.432.049 )
31 Desember 2024
Kurang Lebih
dari 1 tahun dari 1 tahun Nilai tercatat
Suku bunga mengambang
Kas di bank 6.153.479.397 - 6.153.479.397
Suku bunga tetap
Utang bank jangka pendek (91.046.236.271) - (91.046.236.271)
Liabilitas sewa
bagian jangka pendek (73.589.720) - (73.589.720)
Liabilitas sewa
bagian jangka panjang - (78.317.493) (78.317.493)
Bersih (84.966.346.594) (78.317.493) (85.044.664.087)
47
Page 51
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)
Faktor-faktor Risiko Keuangan (lanjutan)
a. Risiko Pasar (lanjutan)
Risiko Tingkat Bunga (lanjutan)
Instrumen keuangan lainnya yang dimiliki Perusahaan yang tidak dimasukkan pada tabel di atas
adalah yang tidak dikenakan bunga atau tidak signifikan sehingga tidak terpengaruh risiko tingkat
bunga.
Tabel berikut ini menunjukan sensitivitas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pinjaman.
Dengan asumsi variabel lain konstan, laba sebelum beban pajak dipengaruhi oleh tingkat suku
bunga mengambang sebagai berikut:
Kenaikan / Penurunan Dampak Terhadap Laba
Dalam Satuan Poin/ (Rugi) Sebelum Pajak/
31 Maret 2025
Rupiah +50 (504.113.374)
Rupiah -50 504.113.374
31 Desember 2024
Rupiah +50 (455.990.717)
Rupiah -50 455.990.717
b. Risiko Kredit
Perusahaan tidak memiliki risiko yang signifikan terhadap risiko kredit. Perusahaan memiliki
kebijakan untuk memastikan keseluruhan penjualan produk dilakukan kepada pelanggan dengan
reputasi dan riwayat kredit yang baik. Selain itu, Perusahaan senantiasa melakukan penelaahan
berkala atas kredit pelanggan yang ada.
c. Risiko Likuiditas
Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati mensyaratkan tersedianya kas dan bank yang memadai
untuk memenuhi kebutuhan modal operasional. Perusahaan dalam menjalankan kegiatan
usahanya senantiasa menjaga fleksibilitas melalui dana kas dan bank yang memadai dan
ketersediaan dana dalam bentuk kredit yang memadai.
Manajemen mengelola risiko likuiditas dengan senantiasa memantau perkiraan cadangan
likuiditas Perusahaan berdasarkan arus kas yang diharapkan serta menelaah kebutuhan
pembiayaan untuk modal kerja dan aktivitas pendanaan secara teratur dan pada saat yang
dianggap perlu.
48
Page 52
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan yang dicatat di laporan
posisi keuangan tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Nilai tercatat Nilai wajar
Aset Keuangan Lancar
Kas dan bank 4.374.927.022 4.374.927.022
Piutang usaha
Pihak berelasi 350.044.299 350.044.299
Pihak ketiga - bersih 108.890.316.974 108.890.316.974
Piutang lain-lain - pihak ketiga 334.873.900 334.873.900
Jumlah aset keuangan lancar 113.950.162.195 113.950.162.195
Aset Keuangan Tidak Lancar
Aset tidak lancar lain-lain 600.000.000 600.000.000
Jumlah Aset Keuangan 114.550.162.195 114.550.162.195
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 100.707.562.401 100.707.562.401
Utang usaha
pihak ketiga 12.298.733.851 12.298.733.851
pihak berelasi 664.579.948 664.579.948
Beban harus dibayar 3.150.564.529 3.150.564.529
Liabilitas sewa jangka pendek 36.794.861 36.794.861
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 4.070.362.993 4.070.362.993
Jumlah liabilitas keuangan jangka pendek 120.928.598.583 120.928.598.583
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
Liabilitas sewa jangka panjang 78.317.493 78.317.493
Utang pihak berelasi 50.000.000.000 50.000.000.000
Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang 50.078.317.493 50.078.317.493
Jumlah Liabilitas Keuangan 171.006.916.076 171.006.916.076
49
Page 53
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)
Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)
31 Desember 2024
Nilai tercatat Nilai wajar
Aset Keuangan Lancar
Kas dan bank 6.289.218.331 6.289.218.331
Piutang usaha
Pihak berelasi 594.370.342 594.370.342
Pihak ketiga - bersih 105.350.951.531 105.350.951.531
Piutang lain-lain - pihak ketiga 446.420.939 446.420.939
Jumlah aset keuangan lancar 112.680.961.143 112.680.961.143
Aset Keuangan Tidak Lancar
Aset tidak lancar lain-lain 600.000.000 600.000.000
Jumlah Aset Keuangan 118.680.961.143 118.680.961.143
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 91.046.236.271 91.046.236.271
Utang usaha
pihak ketiga 15.282.183.576 15.282.183.576
pihak berelasi 1.198.658.109 1.198.658.109
Beban harus dibayar 3.150.564.529 3.150.564.529
Liabilitas sewa jangka pendek 73.589.720 73.589.720
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 6.508.361.969 6.508.361.969
Jumlah liabilitas keuangan
jangka pendek 117.259.594.174 117.259.594.174
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
Liabilitas sewa bagian jangka panjang 78.317.493 78.317.493
Utang pihak berelasi 50.000.000.000 50.000.000.000
Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang 50.078.317.493 50.078.317.493
Jumlah Liabilitas Keuangan 167.337.911.667 167.337.911.667
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan berdasarkan jumlah dimana instrumen tersebut
dapat dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties) dan
bukan merupakan penjualan yang dipaksakan atau likuidasi.
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau
disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya
atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.
Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok
instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:
50
Page 54
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)
Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek
Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau kurang terdiri dari kas dan
bank, piutang usaha, piutang lain-lain, utang bank jangka pendek, utang usaha, beban harus dibayar
dan liabilitas imbalan kerja jangka pendek.
Manajemen menetapkan bahwa nilai wajar aset dan liabilitas jangka pendek diasumsikan sama
dengan nilai tercatatnya karena akan jatuh tempo dalam waktu singkat.
Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang
Utang pihak berelasi dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan metode suku
bunga efektif dan dampaknya dianggap tidak material.
Manajemen menetapkan bahwa nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka panjang yang tidak
memiliki kuotasi harga di pasar aktif dan/atau nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal (aset
tidak lancar lain-lain) adalah kurang lebih sebesar nilai tercatatnya.
29. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK LAPORAN ARUS KAS
Aktivitas non-kas
2025 2024
(Tiga Bulan) (Tiga Bulan)
Penambahan aset tetap dari reklasifikasi
uang muka pembelian aset tetap 1.540.040.998 266.267.850
Penambahan aset tetap dari utang pembelian
aset tetap 2.329.940.800 -
Rekonsiliasi utang neto
Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan pada laporan arus kas adalah sebagai
berikut:
Transaksi
1 Januari 2025 Arus Kas Non Kas 31 Maret 2025
Utang bank jangka pendek 91.046.236.271 9.661.326.130 - 100.707.562.401
Liabilitas sewa 151.907.213 (36.794.859 ) - 115.112.354
Transaksi
1 Januari 2024 Arus Kas Non Kas 31 Maret 2024
Utang bank jangka pendek 70.000.000.000 5.000.000.000 - 75.000.000.000
Liabilitas sewa 221.054.563 (34.573.675 ) - 186.480.888
51
Page 55
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2025 DAN 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)
30. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF
Standar akuntansi yang telah diterbitkan sampai tanggal penerbitan laporan keuangan Perusahaan
namun belum berlaku efektif diungkapkan berikut ini. Manajemen bermaksud untuk menerapkan
standar tersebut yang dipertimbangkan relevan terhadap Perusahaan pada saat efektif.
Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2026
- Amandemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan:
Pengungkapan”: Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan
- Penyesuaian Tahunan 2024 terhadap PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, PSAK
109, “Instrumen Keuangan”, PSAK 207, “Laporan Arus Kas”
Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2027
- Amandemen PSAK 413: “Penurunan Nilai”
Perusahaan sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari standar akuntansi yang baru
dan diamandemen ini terhadap laporan keuangan.
52
Names mentioned 31 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT. YANAPRIMA HASTA PERSADA TbK.
p.2
unresolved
person
Emmy Hartati Yunizar
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.9
unresolved
person
Rusnaldy
p.9
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9
unresolved
org
PT Hastagraha Bumipersada
p.9 ×5
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.9
unresolved
org
BAPEPAM
p.9
unresolved
org
Bank Indonesia
p.20
unresolved
org
PT Yanasurya Bhaktipersada
p.30 ×3
unresolved
org
PT Forindoprima Perkasa
p.30 ×6
unresolved
org
Mandiri (Persero) Tbk
p.36 ×2
unresolved
org
Bank BRI
p.36 ×2
unresolved
org
Bank BCA
p.36 ×4
unresolved
org
PT Puranusa Persada
p.38
unresolved
org
PT Bukit Mega Masabadi.
p.38
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.41
unresolved
—
pemilikan di bawah 5%)
p.42
unresolved
org
PT Conch International Trade Indonesia
p.43
unresolved
org
PT Hastagaha Bumipersada
p.46
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.