Skip to content
Back to announcement

20260702_VISI_Transaksi Material Tanpa Persetujuan RUPS_32107717_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review VISI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 158

Page 1
                         LAPORAN PENILAIAN
                       TANAH, BANGUNAN ( GUDANG )
                         DAN SARANA PELENGKAP

                                ATAS PROPERTI
                      PT SATU VISI PUTRA TBK

                         UNTUK KEPENTINGAN
                       PT. SATU VISI PUTRA TBK
                                  &
               OTORITAS JASA KEUANGAN ( PASAR MODAL )

                                   Terletak Di :

1. Kawasan Marunda Center Blok Q2 No. 26, Desa Segara Makmur, Kecamatan Taruma
   Jaya, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Kode Pos 17211
2. Gudang B-19, Jalan Greges Jaya II, Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo,
   Kota Surabaya, Jawa Timur 60183
3. Gudang B-20, Jalan Greges Jaya II, Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo,
   Kota Surabaya, Jawa Timur 60183
4. Gudang C-05, Jalan Greges Jaya II, Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo,
   Kota Surabaya, Jawa Timur 60183
5. Gudang C-06, Jalan Greges Jaya II, Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo,
   Kota Surabaya, Jawa Timur 60183
6. Kompleks Pergudangan Bumi Maspion, Romokalisari, Kec. Benowo, Surabaya, Jawa
   Timur 60192
7. Jalan Legundi Business Park Blok I-03, Desa Banjaran, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten
   Gresik, Jawa Timur 61177
8. Kompleks Pergudangan Banjardowo, Jalan Banjardowo Tengah, Kelurahan Banjardowo,
   Keamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah 50117
Page 2
                                           KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
                                           SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
                                           Public Appraisers and Consultants
                                           Bidang Jasa Penilaian Properti dan Bisnis
                                           Wilayah Kerja Seluruh Indonesia
                                           No. KMK : 722/KM.1/2015 Izin Usaha 2.15.0131



                                                                                                     Semarang, 15 Juni 2026

   Kepada Yth.
   PT. Satu Visi Putra Tbk
   Blok B, Jalan Greges Jaya II No. 19
   Kelurahan Greges Kecamatan Asem Rowo
   Surabaya – Jawa Timur 60184

   No. Laporan         : 00864/2.0131-03/PI/05/0656/0/VI/2026
   Hal                 : Laporan Penilaian Properti

   Dengan hormat,

   Dengan terbitnya laporan ini, maka Laporan Nomor: 00834/2.0131-03/PI/05/0656/0/VI/2026 tanggal 04 Juni 2026
   kami nyatakan sudah tidak berlaku, dikarenakan adanya analisa ulang untuk Nilai Pasar.

   Dalam rangka memenuhi kontrak penugasan penilaian yang dilakukan berdasarkan surat penawaran yang telah
   disetujui sekaligus menjadi kontrak kerja penugasan Nomor : 00255/2.0131-03/KJPPSPR-PRO/APP/IV/2026
   tanggal 08 April 2026 dan telah di addendum menjadi Nomor : 00429/2.0131-03/KJPPSPR-PRO/APP/VI/2026
   tanggal 03 Juni 2026. Kami menyatakan bahwa kami telah melakukan proses penilaian atas Objek Penilaian.
   Kami telah melakukan investigasi yang terdiri dari inspeksi, penelaahan, penghitungan, analisis, dan memastikan
   bahwa proses penilaian sudah dilakukan dengan cara yang benar.

   1. STATUS PENILAI
       Penilai Publik yang bertanda tangan di dalam Laporan Penilaian ini adalah Dea Murty, S.E., S.H., M.Ec.
        Dev, M.H., MAPPI (Cert) merupakan Penilai Publik Properti dengan Nomor Izin : P-1.23.00656, bertindak
        atas nama Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sugianto Prasodjo dan Rekan yang memperoleh Izin Usaha
        dari Kementerian Keuangan No. 2.15.0131 berdasarkan Kepmenkeu No. 722/KM.1/2015 tanggal 9
        September 2015.
       KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan memiliki Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.
        S-859/PM.223/2015 tanggal 17 November 2015.
       Penilai Publik terdaftar sebagai Penilai Profesi Penunjang Pasar Modal dengan Nomor Izin : STTD.PP-
        307/PM.112/2026 tanggal 12 Januari 2026.
       Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian secara obyektif dan tidak memihak.
       Penilai tidak memiliki potensi benturan kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian.
       Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian sehingga tidak memerlukan bantuan tenaga ahli
        untuk melengkapi pelaksanaan tugas sebagaimana yang dimaksud dalam Lingkup Penugasan.
       Seluruh Penilai, ahli, dan staf pelaksana dalam penugasan ini di bawah koordinator Penilai berizin atau
        Penilai Publik pada laporan penilaian.

   2. PEMBERI TUGAS
      Pemberi Tugas adalah PT. Satu Visi Putra Tbk yang beralamat di Blok B, Jalan Greges Jaya II No. 19,
      Kelurahan Greges, Kecamatan Asem Rowo, Surabaya – Jawa Timur 60184.

   3. PENGGUNA LAPORAN
      Pengguna Laporan adalah PT. Satu Visi Putra Tbk yang beralamat di Blok B, Jalan Greges Jaya II No. 19,
      Kelurahan Greges, Kecamatan Asem Rowo, Surabaya – Jawa Timur 60184 dan Otoritas Jasa Keuangan
      (Pasar Modal).

                      Kantor Pusat : 18 Office Park 3rd floor Unit A-3E, Jl. TB Simatupang, No. 18 Jakarta 12520
Telp. (021) 22708555, 22708666, 22708777 Fax (021) 22708288, E-mail : sugiantodanrekan@yahoo.co.id, admin.pusat@kjpp-spr.co.id
                 Kantor Cabang Semarang : Jalan Meranti Timur IV/153 Banyumanik Semarang Jawa Tengah 50267
                                Telp & Fax (024) 7463440, E-mail : kjppsgr.semarang@gmail.com
 Cabang KJPP SPR : Cabang Denpasar (PS), Cabang Makasar (P), Cabang Semarang (P), Cabang Pontianak (PS), Cabang Surabaya (PS),
Cabang Bandung (P), Cabang Cirebon (PS), Cabang Lampung (P), Cabang Palembang (P), Cabang Sukoharjo Solo (PS), Cabang Serang (P)
                                 Cabang Karawang (P), Cabang Manado (PS), Cabang Medan (PS) .
Page 3
4. OBJEK PENILAIAN DAN KEPEMILIKAN
   Objek penilaian dalam penugasan ini adalah :
    Objek 1
    Jenis Properti                 :   Real Properti
    Komponen yang dinilai          :   Tanah, Bangunan dan Sarana Pelengkap
    Jenis Pengembangan             :   Gudang
    Lokasi                         :   Kawasan Marunda Center Blok Q2 No. 26, Desa Segara Makmur,
                                       Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Kode
                                       Pos 17211
    Bentuk Kepemilikan             :   Tunggal
    Asumsi Penilaian               :   Dinilai sebagai satu kesatuan
    Informasi Tambahan             :   Aset tersebut dicatat pada neraca sebagai aset tetap
    Objek 2
    Jenis Properti                 :   Real Properti
    Komponen yang dinilai          :   Tanah, Bangunan dan Sarana Pelengkap
    Jenis Pengembangan             :   Gudang
    Lokasi                         :   Gudang B-19, Jalan Greges Jaya II, Kelurahan Tambak Sarioso,
                                       Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya, Jawa Timur 60183
    Bentuk Kepemilikan             :   Tunggal
    Asumsi Penilaian               :   Dinilai sebagai satu kesatuan
    Informasi Tambahan             :   Aset tersebut dicatat pada neraca sebagai aset tetap
    Objek 3
    Jenis Properti                 :   Real Properti
    Komponen yang dinilai          :   Tanah, Bangunan dan Sarana Pelengkap
    Jenis Pengembangan             :   Gudang
    Lokasi                         :   Gudang B-20, Jalan Greges Jaya II, Kelurahan Tambak Sarioso,
                                       Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya, Jawa Timur 60183
    Bentuk Kepemilikan             :   Tunggal
    Asumsi Penilaian               :   Dinilai sebagai satu kesatuan
    Informasi Tambahan             :   Aset tersebut dicatat pada neraca sebagai aset tetap
    Objek 4
    Jenis Properti                 :   Real Properti
    Komponen yang dinilai          :   Tanah, Bangunan dan Sarana Pelengkap
    Jenis Pengembangan             :   Gudang
    Lokasi                         :   Gudang C-05, Jalan Greges Jaya II, Kelurahan Tambak Sarioso,
                                       Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya, Jawa Timur 60183
    Bentuk Kepemilikan             :   Tunggal
    Asumsi Penilaian               :   Dinilai sebagai satu kesatuan
    Informasi Tambahan             :   Aset tersebut dicatat pada neraca sebagai aset tetap
    Objek 5
    Jenis Properti                 :   Real Properti
    Komponen yang dinilai          :   Tanah, Bangunan dan Sarana Pelengkap
    Jenis Pengembangan             :   Gudang
    Lokasi                         :   Gudang C-06, Jalan Greges Jaya II, Kelurahan Tambak Sarioso,
                                       Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya, Jawa Timur 60183

Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                       ii
Page 4
    Bentuk Kepemilikan             :   Tunggal
    Asumsi Penilaian               :   Dinilai sebagai satu kesatuan
    Informasi Tambahan             :   Aset tersebut dicatat pada neraca sebagai aset tetap
    Objek 6
    Jenis Properti                 :   Real Properti
    Komponen yang dinilai          :   Tanah, Bangunan dan Sarana Pelengkap
    Jenis Pengembangan             :   Gudang
    Lokasi                         :   Kompleks Pergudangan Bumi Maspion, Romokalisari, Kec. Benowo,
                                       Surabaya, Jawa Timur 60192
    Bentuk Kepemilikan             :   Tunggal
    Asumsi Penilaian               :   Dinilai sebagai satu kesatuan
    Informasi Tambahan             :   Aset tersebut dicatat pada neraca sebagai aset tetap. Dalam neraca
                                       perusahaan, aset tersebut masih tercatat sebagai pekerjaan dalam proses
                                       (WIP). Namun pada tanggal penilaian, secara fisik telah terbangun.
    Objek 7
    Jenis Properti                 :   Real Properti
    Komponen yang dinilai          :   Tanah, Bangunan dan Sarana Pelengkap
    Jenis Pengembangan             :   Gudang
    Lokasi                         :   Jalan Legundi Business Park Blok I-03, Desa Banjaran, Kecamatan
                                       Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61177
    Bentuk Kepemilikan             :   Tunggal
    Asumsi Penilaian               :   Dinilai sebagai satu kesatuan
    Informasi Tambahan             :   Aset tersebut dicatat pada neraca sebagai aset tetap
    Objek 8
    Jenis Properti                 :   Real Properti
    Komponen yang dinilai          :   Tanah, Bangunan dan Sarana Pelengkap
    Jenis Pengembangan             :   Gudang
    Lokasi                         :   Kompleks Pergudangan Banjardowo, Jalan Banjardowo Tengah,
                                       Kelurahan Banjardowo, Keamatan Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah
                                       50117
    Bentuk Kepemilikan             :   Tunggal
    Asumsi Penilaian               :   Dinilai sebagai satu kesatuan
    Informasi Tambahan             :   Aset tersebut dicatat pada neraca sebagai aset tetap

5. JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN
   Objek Penilaian dinilai dengan menggunakan mata uang Rupiah. Sebagai tambahan informasi, nilai kurs
   tengah Bank Indonesia pada tanggal penilaian adalah US$1 = Rp. 17.142,-.

6. MAKSUD DAN TUJUAN PENILAIAN
   Maksud dan tujuan penilaian adalah untuk memberikan opini Nilai Pasar (Market Value) dari properti yang
   dinilai untuk tujuan Transaksi pada Perusahaan Terbuka terkait Rencana Jual Beli Aset antara PT. Satu Visi
   Putra Tbk dengan PT. Inti Megah Putra.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            iii
Page 5
7. DASAR NILAI
   Sesuai dengan tujuan penilaian, dasar nilai yang digunakan adalah Nilai Pasar serta POJK
   No.28/POJK.04/2021 (Tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal).
   Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar untuk penukaran
   suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
   berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara layak, dimana
   kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa
   paksaan. (SPI 101 3.1-Nilai Pasar sebagai Dasar Nilai)
8. TANGGAL PENILAIAN
   Tanggal Penilaian diartikan dalam SPI sebagai tanggal pada saat nilai dinyatakan dan diberlakukan. Tanggal
   ini berbeda dengan tanggal laporan penilaian yang akan diterbitkan atau tanggal dimana inspeksi akan
   dilakukan. Dalam penilaian ini tanggal penilaian ditetapkan berdasarkan tanggal cut off laporan keuangan,
   yaitu 31 Desember 2025.

9. TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
   Penilaian ini dilakukan dengan batasan investigasi sebagai berikut :
    Penilai tidak melakukan uji tuntas (due diligence) yang mendalam atas status hak yang melekat pada objek
      penilaian, dan hanya berpegang pada status hak yang tercantum dalam dokumen kepemilikan hak yang
      diberikan oleh Pemberi Tugas. Penilai tidak bertanggung jawab atas ketidaksesuaian atau kekeliruan
      informasi yang terdapat dalam dokumen tersebut.
    Inspeksi dilakukan secara menyeluruh pada setiap unit penilaian atas objek penilaian yang memungkinkan
      untuk diinspeksi. Pada unit penilaian dengan kuantitas besar, dilakukan inspeksi secara sampling yang
      dianggap representatif, dengan asumsi bahwa kondisi unit yang tidak dapat dimungkinkan untuk dilakukan
      inspeksi serupa dengan yang diinspeksi. Apabila terdapat bagian dari objek penilaian yang tidak dapat
      diakses atau tidak memungkinkan untuk dilakukan inspeksi secara fisik karena keterbatasan tertentu,
      Penilai mengandalkan informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas atau pihak terkait yang berwenang.
      Penilai tidak bertanggung jawab atas perbedaan kondisi aktual yang mungkin terjadi pada bagian yang tidak
      dapat diinspeksi, dan setiap risiko yang timbul akibat keterbatasan ini menjadi tanggung jawab pengguna
      laporan.
    Data luas dan kuantitas objek penilaian yang didapatkan dari Pemberi Tugas telah dikonfirmasi oleh Penilai
      melalui pengamatan di lokasi, namun Penilai tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau ketidakakuratan
      data yang diberikan oleh Pemberi Tugas.
    Data spesifikasi, kondisi objek penilaian serta utilitasnya diperoleh dari Pemberi Tugas yang kemudian
      dikonfirmasi oleh Penilai berdasarkan pengamatan di lokasi. Penilai tidak bertanggung jawab atas kondisi
      tersembunyi atau yang tidak dapat terdeteksi secara visual selama inspeksi.
    Informasi terkait kondisi, kualitas, dan daya dukung tanah dan pondasi pada objek real properti diperoleh
      Penilai berdasarkan pengamatan di lokasi. Penilai tidak melakukan pengujian yang mendalam dan tidak
      bertanggung jawab atas kondisi tanah atau pondasi yang tersembunyi atau tidak terlihat.
    Informasi terkait potensi risiko lingkungan yang dapat mempengaruhi hasil penilaian diperoleh Penilai
      berdasarkan pengamatan di lokasi dan informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas. Penilai tidak
      melakukan pengujian lingkungan mendalam seperti analisis kualitas tanah, air, atau udara.
    Data dan informasi terkait ketentuan tata ruang diperoleh Penilai dari Pemberi Tugas dan/atau Instansi
      terkait termasuk peraturan tata ruang yang berlaku secara umum di lokasi Objek Penilaian. Penilai tidak
      bertanggung jawab atas perubahan peraturan atau ketentuan tata ruang yang terjadi setelah tanggal
      penilaian.
    Penilaian ini sepenuhnya bergantung pada informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas, serta sumber
      data yang tersedia secara umum. Penilai tidak bertanggung jawab atas akurasi, kelengkapan, maupun


Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            iv
Page 6
     keandalan informasi tersebut, dan tidak melakukan verifikasi independen terkait data yang diberikan. Setiap
     kekurangan atau keterbatasan dalam informasi yang diberikan dapat mempengaruhi hasil akhir penilaian.
    Investigasi yang dilakukan oleh Penilai terbatas pada aspek-aspek yang dapat diamati secara langsung
     selama proses inspeksi dan analisis dokumen yang disediakan. Penilai tidak melakukan pemeriksaan yang
     memerlukan keahlian teknis atau legal khusus, seperti analisis struktur bangunan, pemeriksaan geoteknik,
     atau verifikasi aspek hukum, dan lain - lain yang memerlukan spesialisasi lebih lanjut, kecuali secara
     eksplisit disebutkan dalam laporan ini. Setiap aspek yang berada pada lingkup penugasan ini diasumsikan
     sesuai dengan informasi yang telah disediakan oleh Pemberi Tugas.

10. SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
    Informasi dan data yang relevan namun tidak membutuhkan verifikasi, dapat disetujui untuk digunakan
    sepanjang sumber data tersebut dipublikasikan pada tingkat nasional maupun internasional. Sumber data
    tersebut antara lain :
     Bank Indonesia atau bank sentral negara lain
     Bursa efek Indonesia atau bursa lainnya
     Badan Pusat Statistik atau lembaga statistik lain
     Asosiasi Profesi Penilai di Indonesia maupun di luar negeri
     Data riset dari lembaga independen
     Informasi dari media elektronik dan media cetak

11. ASUMSI DAN ASUMSI KHUSUS
    Asumsi-asumsi
     Bahwa objek penilaian yang ditunjukkan kepada Penilai adalah benar dan sesuai dengan identifikasi serta
      dokumentasi yang disediakan oleh Pemberi Tugas, tanpa ada kekeliruan atau ketidaksesuaian dengan
      kenyataan lapangan.
     Bahwa objek penilaian yang dinilai tidak mempunyai masalah hukum yang terpendam, dan kepemilikan hak
      yang tercantum dalam dokumen yang diberikan oleh Pemberi Tugas adalah sah, bebas dari sengketa, dan
      dapat dialihkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
     Objek penilaian yang tidak diinspeksi secara menyeluruh namun berada dalam lingkup penugasan dan
      hanya dilakukan inspeksi secara sampling, diasumsikan memiliki karakteristik fisik dan legal yang serupa
      dengan objek yang dapat diinspeksi, kecuali dinyatakan sebaliknya oleh Penilai.
     Data luas dan kuantitas objek penilaian yang diperoleh dari Pemberi Tugas dan telah terkonfirmasi oleh
      Penilai diasumsikan benar.
     Data spesifikasi dan kondisi objek penilaian yang diperoleh dari Pemberi Tugas dan telah terkonfirmasi oleh
      Penilai diasumsikan benar. Kondisi objek tertentu yang tidak dapat diinspeksi secara langsung diasumsikan
      berada dalam kondisi normal dan dapat dipergunakan sesuai dengan tujuannya.
     Data spesifikasi dan kondisi utilitas objek penilaian yang diperoleh dari Pemberi Tugas dan telah
      terkonfirmasi oleh Penilai diasumsikan benar dan dengan asumsi bahwa utilitas objek yang tidak dapat
      diinspeksi secara langsung berada dalam kondisi normal dan fungsional
     Informasi terkait kondisi, kualitas, dan daya dukung tanah serta pondasi pada objek real properti yang
      diperoleh dari pengamatan di lokasi dianggap benar, dan diasumsikan bahwa tidak ada kondisi tersembunyi
      atau masalah struktural yang tidak terlihat pada saat inspeksi.
     Tidak terdapat potensi risiko lingkungan lainnya yang dapat mempengaruhi hasil penilaian selain yang
      diperoleh Penilai berdasarkan pengamatan di lokasi.
     Data dan informasi terkait ketentuan tata ruang yang diperoleh oleh Penilai dianggap akurat dan relevan
      pada tanggal penilaian, dengan asumsi tidak ada perubahan ketentuan atau kebijakan yang tidak diketahui
      dan atau tidak dapat terkonfirmasi pada saat penilaian dilakukan.


Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                              v
Page 7
    Semua asumsi yang digunakan dalam penilaian ini dibuat berdasarkan pemahaman dan informasi yang
     tersedia pada tanggal penilaian. Perubahan terhadap data, informasi, atau kondisi setelah tanggal penilaian,
     baik yang bersifat fisik maupun legal, dapat mempengaruhi relevansi hasil penilaian.
   Asumsi Khusus
    Mencermati kondisi ekonomi nasional Indonesia yang semakin menurun, ditandai menurunnya ekspor,
      turunnya pertumbuhan ekonomi, melemahnya daya beli, melemahnya kurs rupiah terhadap dollar Amerika
      dan mata uang asing, sementara harga barang dan komoditi mengalami kenaikan, maka terdapat
      ketidakpastian kondisi ekonomi pada tahun ini.
    Oleh karena beberapa hal yang disebutkan di atas, maka data, asumsi, analisa, perhitungan, dan nilai
      properti yang dihasilkan merupakan nilai yang sangat sensitif terhadap perubahan ekonomi secara cepat
      dan bersamaan. Penilai menyatakan jika nilai properti sangat mungkin berubah secara cepat terkait
      perubahan makro ekonomi yang berubah setiap saat.
    Dalam melakukan inspeksi lapangan, penelaahan, perhitungan, dan analisa terhadap obyek penelitian kami
      memiliki keterbatasan dalam beberapa hal antara lain disebabkan oleh batasan waktu, detail luasan, detail
      teknis konstruksi, dan sebagainya.

12. PERSYARATAN DAN PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
    Hasil laporan penilaian dan/atau referensi yang melampirinya hanya ditujukan untuk pemberi tugas dan
    pengguna laporan. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga, dan baik sebagian maupun keseluruhan
    laporan atau rujukan terhadap laporan ini tidak dibenarkan untuk diterbitkan dalam dokumen apapun,
    pernyataan, edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis terlebih
    dahulu dari kami untuk format maupun konteks yang akan dimunculkan.

13. KONFIRMASI BAHWA PENILAIAN DILAKUKAN BERDASARKAN SPI
    Penilaian ini dilakukan berdasarkan Kode Etik (KEPI) & Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII Tahun 2018
    dan SPI Edisi VII Revisi Tahun 2020 SPI-300 serta POJK No.28/POJK.04/2021 (Tentang Penilaian dan
    Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal). Sesuai ketentuan yang berlaku dan menjadi bagian yang
    tidak terpisahkan dari standar penilaian yang digunakan.
         A. Hak dan Kewajiban Pemberi Tugas:
             menerima laporan lengkap meliputi: resume, draf dan final laporan
             meminta diskusi dan penjelasan
             meminta bantuan penilai dalam memberikan penjelasan kepada pihak ketiga (auditor atau OJK)
             membayar biaya jasa
             memberikan keterangan, data dan dokumen yang diminta penilai
         B. Hak dan Kewajiban Penilai:
             mengerjakan penilaian sesuai lingkup penugasan dan tujuannya
             meminta keterangan manajemen, data dan dokumen yang diperlukan
             melakukan review, analisa dan perhitungan
             menyerahkan resume, draft dan final laporan
             melakukan diskusi dengan manajemen
             menerima biaya jasa penilaian
             memberikan opini dan analisa yang independen




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                              vi
Page 8
14. PENDEKATAN PENILAIAN DAN ALASAN PENERAPANNYA
    Penilaian ini menggunakan Pendekatan Biaya karena tersedianya data untuk menghitung biaya baru dari objek
    penilaian. Penilaian ini menggunakan Pendekatan Pasar karena tersedianya data pembanding yang dapat
    dijadikan pembanding secara langsung terhadap objek penilaian. Penilaian ini tidak menggunakan Pendekatan
    Pendapatan karena objek penilaian bukan merupakan income producing property.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                         vii
Page 9
15. KESIMPULAN NILAI
Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan informasi yang relevan, kondisi pasar, perhitungan,
analisa yang dilakukan, dan faktor lain yang berkaitan dengan penilaian, serta berpedoman pada kondisi pembatas
dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa Nilai Pasar dari aset/properti pada tanggal 31 Desember
2025 adalah :

                                                        Nilai Pasar
                                                Rp. 74.327.000.000,-
                         (Tujuh Puluh Empat Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Tujuh Juta Rupiah)

Berkaitan dengan penugasan penilaian ini kami tidak melakukan penyelidikan yang berkaitan dengan status hukum
kepemilikan, kondisi keuangan, dan lain sebagainya atas aset/properti tersebut. Dalam penilaian ini kami
berasumsi bahwa seluruh aset/properti didukung oleh dokumen kepemilikan yang sah, bebas dari sengketa, hipotik
dan atau beban hukum lainya. Dengan tegas kami menyatakan, bahwa kami dan para penilai yang terlibat tidak
memiliki kepentingan finansial dan atau menarik keuntungan, baik sekarang maupun di masa yang akan datang
dari aset/properti yang dinilai maupun terhadap nilai yang diperoleh dari hasil penilaian ini. Lebih lanjut, kami
menegaskan bahwa laporan penilaian ini disusun semata-mata untuk memberikan opini profesional mengenai nilai
berdasarkan ruang lingkup penugasan yang diberikan kepada kami, data dan informasi yang tersedia, serta asumsi
dan kondisi pembatas yang berlaku. Laporan ini bukan merupakan rekomendasi, pertimbangan kebijakan, maupun
dasar tunggal dalam pengambilan keputusan oleh Pemberi Tugas dan atau Pengguna Laporan. Seluruh keputusan
bisnis, pembiayaan, investasi, tindakan hukum,dan atau lainya yang diambil berdasarkan laporan ini sepenuhnya
menjadi tanggung jawab Pengguna Laporan, dan berada di luar kewenangan serta tanggung jawab Penilai..

Akhirnya, sesuai dengan praktek standar yang kami terapkan, maka kami menegaskan bahwa laporan ini bersifat
rahasia kepada Perusahaan sesuai dengan keperluan yang tertulis. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak
ketiga atas penggunaan laporan ini, baik sebagian maupun keseluruhan laporan atau rujukan terhadap laporan ini
tidak dibenarkan untuk diterbitkan dalam dokumen apapun, prnyataan, edaran, ataupun untuk dikomunikasikan
kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari kami untuk format maupun konteks yang akan
dimunculkan.

Surat Pengantar ini akan diikuti oleh Laporan Penilaian dengan format Laporan Penilaian Terinci (Comprehensive
Style) yang berisi informasi atas hasil penilaian yang telah dilakukan.

Hormat Kami,

KJPP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN
Public Appraisers & Consultants




Dea Murty, S.E., S.H., M.Ec. Dev, M.H., MAPPI (Cert)
Partner / Kepala Cabang Semarang
Penilai Properti
Izin Men Keu No. P-1.23.00656
Izin Penilai Pasar Modal No.: STTD.PP-307/PM.112/2026
MAPPI No. 13-S-04397
RMK-2017.00593




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                             viii
Page 10
                               RINGKASAN PENILAIAN

                                              RESUME HASIL PENILAIAN
                                                   ATAS PROPERTI
                                              PT SATU VISI PUTRA TBK
                                                UNTUK KEPENTINGAN
                           PT Satu Visi Putra Tbk Dan Otoritas Jasa Keuangan (Pasar Modal)
                                                                Tanggal Penilaian : 31 Desember 2025
                                                                 Tanggal Inspeksi : 22 April 2026
         Nilai Sesuai Fisik
          No.                       Uraian                          Luas (m²)         Nilai Pasar (Rp.)

                Lokasi :
                Kawasan Marunda Center Blok Q2 No. 26
                Kelurahan Segara Makmur
                Kecamatan Taruma Jaya
                Kabupaten Bekasi
                Provinsi Jawa Barat 17211

                PENDEKATAN BIAYA (A)
           I    Tanah                                                      600 m²            4,764,000,000
                SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan) No. 1103

           II   Bangunan
                II.1. Gudang                                               450 m²            1,317,897,000


                                           Jumlah                                            6,081,897,000
                                         Pembulatan                                          6,082,000,000

                PENDEKATAN PASAR (B)
           I    Pendekatan Pasar                                                             6,003,000,000

                REKONSILIASI NILAI                                   BOBOT
           I    Pendekatan Biaya (A)                                  40%                    2,432,800,000
           II   Pendekatan Pasar (B)                                  60%                    3,601,800,000
                REKONSILIASI NILAI (A+B)                              100%                   6,034,600,000




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            ix
Page 11
                                         RESUME HASIL PENILAIAN
                                              ATAS PROPERTI
                                          PT SATU VISI PUTRA TBK
                                            UNTUK KEPENTINGAN
                    PT SATU VISI PUTRA TBK DAN OTORITAS JASA KEUANGAN (PASAR MODAL)

                                                            Tanggal Penilaian : 31 Desember 2025
                                                             Tanggal Inspeksi : 16 Mei 2026
         Nilai Sesuai Fisik
            No.                          Uraian                 Luas (m²)            (Rp.)

                   Lokasi :
                   Jalan Greges Jaya II Blok B-19
                   Kelurahan Tambak Sarioso
                   Kecamatan Asemrowo
                   Kota Surabaya
                   Provinsi Jawa Timur 60183
                   SHGB No 606

         PENDEKATAN BIAYA (A)
             I  Tanah                                                345.0 m²      2,860,050,000
             II Bangunan                                             345.0 m²        290,766,000
            III Sarana Pelengkap                                           Ls         71,015,000


                   Total Nilai Pendekatan Biaya                                    3,221,831,000

                                           Pembulatan                              3,222,000,000

         PENDEKATAN PASAR (B)
                Pendekatan Pasar Gudang Greges Jaya                                3,440,000,000

                           REKONSILIASI NILAI                    BOBOT           NILAI PASAR
             1     Pendekatan Biaya (A)                           40%              1,288,800,000
             2     Pendekatan Pasar (B)                           60%              2,064,000,000
                         REKONSILIASI NILAI A+B                   100%             3,352,800,000




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                  x
Page 12
                                             RESUME HASIL PENILAIAN
                                                  ATAS PROPERTI
                                              PT SATU VISI PUTRA TBK
                                                UNTUK KEPENTINGAN
                        PT SATU VISI PUTRA TBK DAN OTORITAS JASA KEUANGAN (PASAR MODAL)

                                                                    Tanggal Penilaian : 31 Desember 2025
                                                                     Tanggal Inspeksi : 16 Mei 2026
         Nilai Sesuai Fisik
                No.                                 Uraian              Luas (m²)            (Rp.)

                              Lokasi :
                              Jalan Greges Jaya II Blok B-20
                              Kelurahan Tambak Sarioso
                              Kecamatan Asemrowo
                              Kota Surabaya
                              Provinsi Jawa Timur 60183
                              SHGB No 607

         PENDEKATAN BIAYA (A)
                 I     Tanah                                                 345.0 m²      2,860,050,000
                II     Bangunan                                              345.0 m²        292,940,000
               III     Sarana Pelengkap                                            Ls         12,409,000


                              Total Nilai Pendekatan Biaya                                 3,165,399,000
                                                  Pembulatan                               3,165,000,000

         PENDEKATAN PASAR (B)
                       Pendekatan Pasar Gudang Greges Jaya                                 3,440,000,000

                                  REKONSILIASI NILAI                     BOBOT           NILAI PASAR
                 1            Pendekatan Biaya (A)                        40%              1,266,000,000
                 2            Pendekatan Pasar (B)                        60%              2,064,000,000
                                REKONSILIASI NILAI A+B                    100%             3,330,000,000




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                          xi
Page 13
                                             RESUME HASIL PENILAIAN
                                                  ATAS PROPERTI
                                              PT SATU VISI PUTRA TBK
                                                UNTUK KEPENTINGAN
                        PT SATU VISI PUTRA TBK DAN OTORITAS JASA KEUANGAN (PASAR MODAL)

                                                                           Tanggal Penilaian : 31 Desember 2025
                                                                            Tanggal Inspeksi : 23 April 2026
         Nilai Sesuai Fisik
                No.                                 Uraian                     Luas (m²)            (Rp.)

                              Lokasi :
                              Jalan Greges Jaya II C-05, RT 001 / RW 001
                              Kelurahan Tambak Sarioso
                              Kecamatan Asem Rowo
                              Kota Surabaya
                              Provinsi Jawa Timur 60183
                              SHGB No 608

         PENDEKATAN BIAYA (A)
                 I     Tanah                                                        418.0 m²      3,469,400,000
                II     Bangunan                                                     345.0 m²        269,353,000
               III     Sarana Pelengkap                                                   Ls         17,454,000


                              Total Nilai Pendekatan Biaya                                        3,756,207,000
                                                  Pembulatan                                      3,756,000,000

         PENDEKATAN PASAR (B)
                       Pendekatan Pasar Gudang Greges Jaya                                        3,440,000,000

                                  REKONSILIASI NILAI                            BOBOT           NILAI PASAR
                 1            Pendekatan Biaya (A)                               40%              1,502,400,000
                 2            Pendekatan Pasar (B)                               60%              2,064,000,000
                                REKONSILIASI NILAI A+B                           100%             3,566,400,000




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                 xii
Page 14
                                             RESUME HASIL PENILAIAN
                                                  ATAS PROPERTI
                                              PT SATU VISI PUTRA TBK
                                                UNTUK KEPENTINGAN
                        PT SATU VISI PUTRA TBK DAN OTORITAS JASA KEUANGAN (PASAR MODAL)

                                                                           Tanggal Penilaian : 31 Desember 2025
                                                                            Tanggal Inspeksi : 23 April 2026
         Nilai Sesuai Fisik
                No.                                 Uraian                     Luas (m²)            (Rp.)
                              Lokasi :
                              Jalan Greges Jaya II C-06, RT 001 / RW 001
                              Kelurahan Tambak Sarioso
                              Kecamatan Asem Rowo
                              Kota Surabaya
                              Provinsi Jawa Timur 60183
                              SHGB No 622

         PENDEKATAN BIAYA (A)
                I      Tanah                                                        420.0 m²      3,486,000,000
                II     Bangunan                                                     345.0 m²        273,942,000
               III     Sarana Pelengkap                                                   Ls         19,257,000


                              Total Nilai Pendekatan Biaya                                        3,779,199,000
                                                  Pembulatan                                      3,779,000,000

         PENDEKATAN PASAR (B)
                       Pendekatan Pasar Gudang Greges Jaya                                        3,440,000,000

                                  REKONSILIASI NILAI                            BOBOT           NILAI PASAR
                 1            Pendekatan Biaya (A)                               40%              1,511,600,000
                 2            Pendekatan Pasar (B)                               60%              2,064,000,000
                                REKONSILIASI NILAI A+B                           100%             3,575,600,000




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                 xiii
Page 15
                                        RESUME HASIL PENILAIAN
                                             ATAS PROPERTI
                                         PT SATU VISI PUTRA TBK
                                           UNTUK KEPENTINGAN
                   PT SATU VISI PUTRA TBK DAN OTORITAS JASA KEUANGAN (PASAR MODAL)

                                                                          Tanggal Penilaian : 31 Desember 2025
                                                                           Tanggal Inspeksi : 23 April 2026
         Nilai Sesuai Fisik
            No.                          Uraian                               Luas (m²)            (Rp.)

                    Lokasi :
                    Kawasan Pergudangan Bumi Maspion, Jalan
                    Romokalisari Industri IV
                    Kelurahan Romokalisari
                    Kecamatan Benowo
                    Kota Surabaya
                    Provinsi Jawa Timur 60192
                    SHGB No 558, SHGB No 559 dan SHGB No
                    1128

         PENDEKATAN BIAYA (A)
            I   Tanah
                1. SHGB 558                                                        4,050 m²
                2. SHGB 559                                                        3,860 m²
                3. SHGB 1128                                                         140 m²
                                                            Total Tanah            8,050 m²     33,029,150,000
              II    Bangunan                                                    1,278.75 m²      4,066,665,000
             III    Sarana Pelengkap                                                     LS        393,598,000


                    Total Nilai Pendekatan Biaya                                                37,489,413,000

                                            Pembulatan                                          37,489,000,000

         PENDEKATAN PASAR (B)
                    Pendekatan Pasar Gudang Bumi M aspion                                       34,476,000,000

                          REKONSILIASI NILAI                                   BOBOT           NILAI PASAR
             1      Pendekatan Biaya (A)                                        40%             14,995,600,000
             2      Pendekatan Pasar (B)                                        60%             20,685,600,000
                        REKONSILIASI NILAI A+B                                  100%            35,681,200,000




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                xiv
Page 16
                                        RESUME HASIL PENILAIAN
                                             ATAS PROPERTI
                                         PT SATU VISI PUTRA TBK
                                           UNTUK KEPENTINGAN
                   PT SATU VISI PUTRA TBK DAN OTORITAS JASA KEUANGAN (PASAR MODAL)

                                                           Tanggal Penilaian : 31 Desember 2025
                                                            Tanggal Inspeksi : 23 April 2026
         Nilai Sesuai Fisik
            No.                         Uraian                 Luas (m²)            (Rp.)
                   Lokasi :
                   Legundi Business Park Blok I-03
                   Desa Banjaran
                   Kecamatan Driyorejo
                   Kabupaten Gresik
                   Provinsi Jawa Timur 61177
                   SHGB NO 276

         PENDEKATAN BIAYA (A)
             I  Tanah                                                 544 m²      2,743,936,000
            II  Bangunan                                            723.0 m²      1,825,193,000
            III Sarana Pelengkap                                          LS         85,108,000


                   Total Nilai Pendekatan Biaya                                   4,654,237,000
                                           Pembulatan                             4,654,000,000

         PENDEKATAN PASAR (B)
                Pendekatan Pasar Gudang Legundi                                   5,162,000,000

                           REKONSILIASI NILAI                   BOBOT           NILAI PASAR
             1     Pendekatan Biaya (A)                          40%              1,861,600,000
             2     Pendekatan Pasar (B)                          60%              3,097,200,000
                        REKONSILIASI NILAI A+B                   100%             4,958,800,000




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                 xv
Page 17
                                             RESUME HASIL PENILAIAN
                                                  ATAS PROPERTI
                                              PT SATU VISI PUTRA TBK
                                                UNTUK KEPENTINGAN
                        PT SATU VISI PUTRA TBK DAN OTORITAS JASA KEUANGAN (PASAR MODAL)

                                                                         Tanggal Penilaian : 31 Desember 2025
                                                                          Tanggal Inspeksi : 23 April 2026
         Nilai Sesuai Fisik
                No.                               Uraian                     Luas (m²)            (Rp.)
                              Lokasi :
                              Jalan Banjardowo Tengah
                              Kelurahan Banjardowo
                              Kecamatan Genuk
                              Kota Semarang
                              Provinsi Jawa Tengah 50117
                              SHGB No 103

         PENDEKATAN BIAYA (A)
                 I     Tanah                                                      2,617 m²      8,523,569,000
                II     Bangunan                                                 1,617.5 m²      5,340,919,000
               III     Sarana Pelengkap                                                 LS        463,800,000


                              Total Nilai Pendekatan Biaya                                     14,328,288,000
                                                 Pembulatan                                    14,328,000,000

         PENDEKATAN PASAR (B)
                       Pendekatan Pasar Gudang Banjardowo                                      13,494,000,000

                                  REKONSILIASI NILAI                          BOBOT           NILAI PASAR
                 1            Pendekatan Biaya (A)                             40%              5,731,200,000
                 2            Pendekatan Pasar (B)                             60%              8,096,400,000
                                REKONSILIASI NILAI A+B                         100%            13,827,600,000


                                TOTAL REKONSILIASI NILAI PASAR 8 ASET                        74.327.000.000


       Ringkasan penilaian ini hanya digunakan bersama dengan laporan penilaian dengan segala macam asumsi,
        batasan, dan dasar penilaian yang dinyatakan di dalam laporan ini dan tidak dapat dibaca secara terpisah.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                               xvi
Page 18
                               PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa :

1.  Pernyataan dalam laporan penilaian ini, yang berdasarkan pada analisis, opini, dan kesimpulan yang digambarkan di
    dalamnya, adalah benar, akurat, dan disusun secara independen sesuai dengan standar penilaian yang berlaku.
2. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dinyatakan dalam laporan penilaian ini didasarkan pada informasi yang tersedia dan
    diperoleh pada saat penilaian dilakukan, serta dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas yang diungkapkan dalam
    laporan penilaian, yang merupakan hasil analisis, opini, dan kesimpulan. Penilai yang tidak berpihak dan tidak memiliki
    benturan kepentingan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan finansial atau keterkaitan lainnya baik sekarang atau dimasa yang akan datang
    terhadap perusahaan atau objek yang dinilai dalam laporan ini, maupun kepentingan pribadi atau keberpihakan
    sehubungan dengan hal-hal dalam laporan ini atau pihak-pihak terkait.
4. Penunjukan dalam penugasan ini dilakukan tanpa adanya perjanjian sebelumnya terkait dengan hasil atau nilai tertentu
    yang diinginkan oleh Pemberi Tugas.
5. Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan nilai yang telah ditentukan sebelumnya atau gambaran nilai yang diinginkan
    oleh Pemberi Tugas, besaran opini nilai, pencapaian hasil yang dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian
    (subsequent event) yang berhubungan secara langsung dengan penggunaan yang dimaksud.
6. Penilai bertanggung jawab sepenuhnya atas hasil penilaian yang dinyatakan dalam laporan ini, dengan tetap mengacu
    pada standar dan batasan profesional yang berlaku.
7. Penugasan penilaian profesional dilakukan sesuai dengan Tanggal Penilaian (Cut-Off Date) yang ditentukan dalam
    laporan, tanpa mempertimbangkan perubahan kondisi ekonomi, hukum, atau industri yang terjadi setelah tanggal
    tersebut.
8. Penilai Properti telah melakukan analisis yang objektif dan independent untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam
    Laporan Penilaian ini.
9. Estimasi nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian ini telah disajikan secara professional dan independen sebagai
    kesimpulan nilai.
10. Lingkup pekerjaan, data yang dikumpulkan, serta proses analisis telah diungkapkan dalam laporan.
11. Kesimpulan nilai yang diberikan telah disesuaikan dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas yang telah dijelaskan
     dalam laporan.
12. Data ekonomi dan industri yang digunakan dalam laporan diperoleh dari berbagai sumber yang kami anggap dapat
    dipertanggungjawabkan, namun kami tidak bertanggung jawab atas keakuratan atau kelengkapan data yang disediakan
    oleh pihak lain.
13. Biaya profesional yang diterima oleh Penilai tidak berhubungan dengan opini kewajaran yang terdapat dalam laporan ini.
14. Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh Masyarakat Profesi
    Penilai Indonesia (MAPPI).
15. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan perusahaan dan/atau jenis industri yang dinilai.
16. Hasil penugasan ini tidak didasarkan pada indikasi nilai awal (pre-determined value), arahan analisa yang mengarah
    pada nilai tertentu, atau pengaruh dari peristiwa setelah penilaian yang mungkin berdampak pada penggunaan laporan
    ini.
17. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut :
     Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi penilaian, dan tanggal penilaian)
     Pengumpulan data dan wawancara
     Analisis data berdasarkan pendekatan penilaian yang relevan.
     Estimasi nilai berdasarkan metode penilaian yang relevan.
     Penyusunan laporan sesuai standar professional.
18. Penilai telah melakukan investigasi dengan metode yang mencakup inspeksi fisik, penelaahan dokumen, analisis obyek
    penilaian, serta verifikasi data yang tersedia pada saat penilaian. Apabila terdapat keterbatasan dalam inspeksi atau
    akses terhadap data, maka asumsi yang digunakan telah diungkapkan dalam laporan. pada tanggal penilaian.
19. Penilaian ini telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
20. Tidak ada penilai lainnya selain yang bertanda tangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam pelaksanaan inspeksi,
    analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan penilaian




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                      xvii
Page 19

          
Page 20
                                                                 DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
Lingkup Penugasan ........................................................................................................................................             i
Kesimpulan .................................................................................................................................................... vi
Ringkasan Penilaian ....................................................................................................................................... viii
Pernyataan Penilai .......................................................................................................................................... x
Daftar Isi ......................................................................................................................................................... xii
Istilah-Istilah Penilaian .................................................................................................................................... xiiv


PROSES PENILAIAN ASET/PROPERTI
Lokasi 1 ......................................................................................................................................................... 1
Data Penilaian ................................................................................................................................................ 2
     Deskripsi Properti ...................................................................................................................................... 2
     Hak Kepemilikan ....................................................................................................................................... 2
     Analisis Lingkungan .................................................................................................................................. 2
     Deskripsi Pengembangan ......................................................................................................................... 3
     Deskripsi Tapak ........................................................................................................................................ 4
     Analisis Pasar Properti .............................................................................................................................. 5
Pendekatan Penilaian ..................................................................................................................................... 10
     Metode Penilaian Tanah ........................................................................................................................... 10
     Metode Penilaian Bangunan & Sarana Pelengkap ................................................................................... 12
     Kesimpulan Nilai Properti .......................................................................................................................... 16
Lokasi 2 .......................................................................................................................................................... 17
Data Penilaian ................................................................................................................................................ 18
     Deskripsi Properti ...................................................................................................................................... 18
     Hak Kepemilikan ....................................................................................................................................... 18
     Analisis Lingkungan .................................................................................................................................. 18
     Deskripsi Pengembangan ......................................................................................................................... 19
     Deskripsi Tapak ........................................................................................................................................ 20
     Analisis Pasar Properti .............................................................................................................................. 21
Pendekatan Penilaian ..................................................................................................................................... 26
     Metode Penilaian Tanah ........................................................................................................................... 26
     Metode Penilaian Bangunan & Sarana Pelengkap ................................................................................... 28
     Kesimpulan Nilai Properti .......................................................................................................................... 32
Lokasi 3 ......................................................................................................................................................... 33
Data Penilaian ................................................................................................................................................ 34
     Deskripsi Properti ...................................................................................................................................... 34

Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                                                                          xix
Page 21
     Hak Kepemilikan ....................................................................................................................................... 34
     Analisis Lingkungan .................................................................................................................................. 34
     Deskripsi Pengembangan ......................................................................................................................... 35
     Deskripsi Tapak ........................................................................................................................................ 36
     Analisis Pasar Properti .............................................................................................................................. 37
Pendekatan Penilaian ..................................................................................................................................... 42
     Metode Penilaian Tanah ........................................................................................................................... 42
     Metode Penilaian Bangunan & Sarana Pelengkap ................................................................................... 44
     Kesimpulan Nilai Properti .......................................................................................................................... 48
Lokasi 4 ......................................................................................................................................................... 49
Data Penilaian ................................................................................................................................................ 50
     Deskripsi Properti ...................................................................................................................................... 50
     Hak Kepemilikan ....................................................................................................................................... 50
     Analisis Lingkungan .................................................................................................................................. 50
     Deskripsi Pengembangan ......................................................................................................................... 51
     Deskripsi Tapak ........................................................................................................................................ 52
     Analisis Pasar Properti .............................................................................................................................. 53
Pendekatan Penilaian ..................................................................................................................................... 58
     Metode Penilaian Tanah ........................................................................................................................... 58
     Metode Penilaian Bangunan & Sarana Pelengkap ................................................................................... 60
     Kesimpulan Nilai Properti .......................................................................................................................... 64
Lokasi 5 ......................................................................................................................................................... 65
Data Penilaian ................................................................................................................................................ 66
     Deskripsi Properti ...................................................................................................................................... 66
     Hak Kepemilikan ....................................................................................................................................... 66
     Analisis Lingkungan .................................................................................................................................. 66
     Deskripsi Pengembangan ......................................................................................................................... 67
     Deskripsi Tapak ........................................................................................................................................ 68
     Analisis Pasar Properti .............................................................................................................................. 69
Pendekatan Penilaian ..................................................................................................................................... 74
     Metode Penilaian Tanah ........................................................................................................................... 74
     Metode Penilaian Bangunan & Sarana Pelengkap ................................................................................... 76
     Kesimpulan Nilai Properti .......................................................................................................................... 80
Lokasi 6 ......................................................................................................................................................... 81
Data Penilaian ................................................................................................................................................ 82
     Deskripsi Properti ...................................................................................................................................... 82
     Hak Kepemilikan ....................................................................................................................................... 82
     Analisis Lingkungan .................................................................................................................................. 82

Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                                                                       xx
Page 22
     Deskripsi Pengembangan ......................................................................................................................... 84
     Deskripsi Tapak ........................................................................................................................................ 84
     Analisis Pasar Properti .............................................................................................................................. 86
Pendekatan Penilaian ..................................................................................................................................... 91
     Metode Penilaian Tanah ........................................................................................................................... 91
     Metode Penilaian Bangunan & Sarana Pelengkap ................................................................................... 93
     Kesimpulan Nilai Properti .......................................................................................................................... 97
Lokasi 7 ......................................................................................................................................................... 98
Data Penilaian ................................................................................................................................................ 99
     Deskripsi Properti ...................................................................................................................................... 99
     Hak Kepemilikan ....................................................................................................................................... 99
     Analisis Lingkungan .................................................................................................................................. 99
     Deskripsi Pengembangan ......................................................................................................................... 100
     Deskripsi Tapak ........................................................................................................................................ 101
     Analisis Pasar Properti .............................................................................................................................. 103
Pendekatan Penilaian ..................................................................................................................................... 108
     Metode Penilaian Tanah ........................................................................................................................... 108
     Metode Penilaian Bangunan & Sarana Pelengkap ................................................................................... 110
     Kesimpulan Nilai Properti .......................................................................................................................... 114
Lokasi 8 ......................................................................................................................................................... 115
Data Penilaian ................................................................................................................................................ 116
     Deskripsi Properti ...................................................................................................................................... 116
     Hak Kepemilikan ....................................................................................................................................... 116
     Analisis Lingkungan .................................................................................................................................. 116
     Deskripsi Pengembangan ......................................................................................................................... 117
     Deskripsi Tapak ........................................................................................................................................ 118
     Analisis Pasar Properti .............................................................................................................................. 120
Pendekatan Penilaian ..................................................................................................................................... 125
     Metode Penilaian Tanah ........................................................................................................................... 125
     Metode Penilaian Bangunan & Sarana Pelengkap ................................................................................... 127
     Kesimpulan Nilai Properti .......................................................................................................................... 131
Asumsi dan Syarat-Syarat Pembatas ............................................................................................................. 132
Lampiran-Lampiran




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                                                                        xxi
Page 23
                      ISTILAH-ISTILAH PENILAIAN
Penilaian
Proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas nilai ekonomi suatu objek penilaian sesuai dengan SPI.

Penilai
Seseorang yang memiliki kompetensi dalam melakukan kegiatan penilaian, yang sekurang-kurangnya telah lulus
pendidikan awal penilaian.

Penilai Publik
Penilai yang telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan untuk memberikan jasa sebagaimana diatur dalam
Peraturan Menteri Keuangan.

Penyelia / Reviewer / Quality Control
Penilai yang bertindak sebagai pengawas yang bertugas untuk mereview dan memastikan bahwa proses penilaian
oleh pelaksana telah dilakukan dengan benar.

Pelaksana / Penilai
Tenaga Penilai yang bertugas untuk melaksanakan proses penilaian.

Pelaksana Inspeksi / Petugas Inspeksi
Pegawai KJPP yang telah mengikuti pendidikan tingkat dasar yang diselenggarakan atau diakui oleh Asosiasi
Profesi Penilai yang bertugas untuk melaksanakan kegiatan inspeksi.

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP)
Badan usaha yang telah mendapatkan izin usaha dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi Penilai Publik dalam
memberikan jasanya.

Pemberi Tugas
Seorang, kelompok, atau suatu entitas yang penugasan penilaiannya dilakukan.

Pengguna Laporan
Seorang, kelompok, atau suatu entitas sebagai pengguna hasil penilaian yang didasarkan dari hasil perikatan
penugasan antara Penilai dan Pemberi Tugas.

Nilai
Suatu opini dari manfaat ekonomi atas kepemilikan aset, atau harga yang paling mungkin dibayarkan untuk suatu
aset dalam pertukaran, sehingga nilai bukan merupakan fakta.

Dasar Nilai
Premis fundamental yang mendasari nilai yang dilaporkan.

Tanggal Inspeksi
Tanggal pada saat inspeksi terakhir telah selesai dilaksanakan.

Tanggal Penilaian
Tanggal pada saat opini nilai dinyatakan.

Tanggal Laporan
Tanggal pada saat laporan penilaian diterbitkan.

Asumsi Umum
Asumsi fakta yang konsisten dengan, atau dapat konsisten dengan yang terjadi pada tanggal penilaian.

Asumsi Khusus
Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                          xxii
Page 24
Asumsi fakta yang berbeda dengan yang terjadi pada tanggal penilaian.

Data Masukan Penilaian (Valuation Inputs)
Data dan informasi lainnya yang digunakan pada salah satu pendekatan penilaian yang diuraikan dalam SPI. Data
masukan ini dapat berupa data yang aktual atau yang diasumsikan.

Lingkup Penugasan
Dasar dalam pengaturan kesepakatan penugasan penilaian, tingkat kedalaman investigasi, penentuan asumsi,
dan batasan penilaian.

Implementasi
Bagian dari tugas penilaian, merupakan prosedur yang harus dilaksanakan oleh Penilai meliputi tahapan
investigasi, penerapan pendekatan penilaian, dan penyusunan kertas kerja.

Investigasi
Proses pengumpulan data yang cukup dengan cara melakukan inspeksi, penelaahan, penghitungan, dan analisis
sesuai tujuan penilaian.

Laporan Penilaian
Suatu dokumen yang mencantumkan instruksi penugasan, tujuan dan dasar penilaian, dan hasil analisis yang
menghasilkan opini nilai.

Laporan Penilaian Terinci
Laporan penilaian yang secara umum mendeskripsikan informasi secara detail dan komprehensif. Laporan ini
seharusnya mengandung seluruh informasi yang signifikan dalam penilaian, termasuk pembahasan secara
mendetail atas setiap hal yang dinyatakan dalam laporan. Laporan ini membutuhkan tingkat kedalaman investigasi
sesuai yang dimaksud dalam Lingkup Penugasan.

Pendekatan Penilaian
Landasan proses penilaian dilengkapi dengan dengan metode penilaian dari masing-masing pendekatan yang
digunakan.

Pendekatan Pasar
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai dengan membandingkan aset dengan aset lainnya yang identik atau
sebanding dimana terdapat informasi harga.

Pendekatan Pendapatan
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai dengan mengkonversi arus kas masa depan menjadi satu nilai saat
ini.

Pendekatan Biaya
Pendekatan yang memberikan indikasi nilai menggunakan prinsip ekonomi bahwa pembeli akan membayar aset
tidak lebih dari biaya untuk mendapatkan aset dengan utilitas yang sama, baik melalui pembelian atau dengan
pembuatan konstruksi dengan mengecualikan faktor-faktor seperti waktu yang tidak semestinya,
ketidaknyamanan, risiko, atau faktor-faktor lainnya.

Metode Penilaian
Masing-masing pendekatan penilaian mempunyai metode penerapan yang berbeda yang dijelaskan dalam SPI
106.

Metode Perbandingan Data Pasar
Menggunakan informasi dari transaksi yang melibatkan aset yang diperdagangkan di bursa yang sama atau sejenis
dengan aset yang dinilai untuk mendapatkan indikasi nilai.

Metode Diskonto Arus Kas (DCF)
Arus kas yang diproyeksikan didiskonto kembali ke tanggal penilaian, menghasilkan nilai kini dari aset.

Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                         xxiii
Page 25
Metode Biaya Pengganti
Metode yang mengindikasikan nilai dengan menghitung biaya untuk membuat aset yang serupa dengan utilitas
yang setara.

Metode Biaya Reproduksi
Metode yang mengindikasikan nilai dengan menghitung biaya untuk membuat replika aset.

Metode Penjumlahan
Metode yang menghitung nilai aset dengan menjumlahkan nilai dari setiap bagian komponennya.

Kelangsungan Usaha (Going Concern)
Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi atau sekurang-kurangnya dalam proses
konstruksi atau suatu premis dalam penilaian, dimana Penilai menganggap suatu perusahaan akan terus
melanjutkan operasinya secara berkelanjutan.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                   xxiv
Page 26
                                        PROSES PENILAIAN
                                         ASET/PROPERTI

                                                    Gudang




                                                Lokasi : 1
                        Kawasan Marunda Center Blok Q2 No. 26
              Keluarahan Segara Makmur, Kecamatan Taruma Jaya
                         Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa Barat




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                1
Page 27
                                           1. DATA PENILAIAN
1.1     DESKRIPSI PROPERTI
        Properti yang dinilai adalah Real Property, terdiri dari Tanah, Bangunan, dan Sarana Pelengkap dengan
        luas tanah 600 meter persegi dan luas bangunan ± 450 meter persegi dengan penggunaan saat ini
        sebagai Gudang. Properti dinilai sebagai satu kesatuan.
1.2     HAK KEPEMILIKAN
        Berdasarkan salinan sertifikat yang kami terima, properti yang dinilai telah dilengkapi dengan 1 (Satu)
        dokumen kepemilikan yang terdiri dari :

                                      Surat Ukur/         Dikeluarkan        Berakhir         Terdaftar            Luas
          No    Surat Tanah
                                     Gambar Situasi         Tanggal          Tanggal         Atas Nama             (m2)
                                           No
                 SHGB No.
          1                       8/SegaraMakmur/2012      24-04-2012     24-09-2034    PT SATU VISI PUTRA         600
                   1103
                                      Tgl 06-0-2012

                                                         Luas Total                                                600

        Kami asumsikan bahwa dokumen (salinan surat tanah) tersebut sesuai dengan aslinya, sah/legal, dapat
        diperjualbelikan serta bebas dari sengketa atau ikatan-ikatan lainnya.

        Hubungan antara Pemilik Aset, Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
        PT SATU VISI PUTRA adalah Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan.
        Kami tegaskan bahwa seluruh pimpinan, rekan, dan staf KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan tidak
        bertanggung jawab jika informasi di atas tidak benar. Untuk itu Penilai menyarankan agar pengguna
        laporan memeriksa semua dokumen terkait informasi di atas.

1.3     ANALISIS LINGKUNGAN
        1.6.1       LOKASI
                    Berdasarkan analisis lingkungan sekitar, properti yang dinilai berada di kawasan industri
                    Perkembangan daerah tersebut cukup baik, dimana bisa mempengaruhi harga jual properti.
                    Properti yang dinilai bebas banjir, tidak terdapat saluran listrik tegangan tinggi (sutet), posisi
                    tanah tidak tusuk sate, dan marketabilitas cukup.
                    Secara administratif lokasi ini berada dalam wilayah :
                     Kelurahan         :   Segara Makmur
                     Kecamatan         :   Tarma Jaya
                     Kabupaten         :   Bekasi
                     Provinsi          :   Jawa Barat

                    Properti terletak pada titik koordinat : ' 6°05'46.6"S 106°59'00.3"E (-6.096278, 106.983417)

                    Bangunan yang dapat dijadikan sebagai petunjuk adalah :
                     PT Aggreko Energy Services Indonesia Depot

        1.6.2       AKSESIBILITAS
                    Aksesbilitas dari Gerbang TOL Taruma Jaya ke arah Utara masuk ke Kawasan Industri Marunda
                    Center Sejauh + 1.300 meter Lalu Terdapat Terdapat pertigaan belok kiri ke jalan Kawasan
                    Marundan Center sejauh + 850 meter, Lalu terdapat Pertigaan Belok Kanan sejauh + 450 meter.
                    Objek Penilaian berada di sebelah kanan Jalan.
Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                    2
Page 28
        1.6.3    FASILITAS UMUM
                 Kawasan tempat properti berada, dilengkapi jaringan listrik dari PLN dan jaringan telepon dari
                 TELKOM. Sarana kebutuhan sosial masyarakat seperti : pusat pertokoan/mini market, tempat
                 ibadah, sekolah, rumah makan, dan lainnya dapat ditemui di sekitar lokasi aset.

        1.6.4    FAKTOR-FAKTOR LAIN YANG MEMPENGARUHI NILAI PROPERTI
                 Faktor-faktor yang dipertimbangkan dapat menambah dan mengurangi nilai properti pada
                 tanggal penilaian adalah sebagai berikut :
                 Faktor Penambah :
                  Tanah bebas dari sengketa
                  Lebar jalan depan memadai
                  Kondisi lingkungan aman dan tertata
                  Lokasi aset tidak masuk gang dan lebar jalan > meter
                  Bukan merupakan Tanah Helikopter (tanpa jalan masuk)
                  Berjarak jauh dari induk gardu listrik atau SUTET dengan jarak > 50 meter
                  Sebagian area tanahnya tidak digunakan untuk mendirikan BTS (tidak termasuk BTS yang
                   didirikan di atas bangunan)
                  Tidak terkena banjir (hingga masuk ke dalam properti/aset ) setiap terjadi hujan besar
                  Tidak dijadikan rumah ibadah, sekolah, panti jompo, panti asuhan, rumah duka, rumah sakit,
                   atau prasarana lainnya yang bersifat kemanusiaan
                  Berlokasi jauh dengan pemakaman umum (berjarak > 200 meter)
                  Berlokasi jauh dengan TPA dengan jarak 1 km

                 Faktor Pengurang :
                  Penyusutan bangunan

1.6.5   PARAMETER PENGEMBANGAN TAPAK
        Penilai telah melakukan penelusuran terhadap ketentuan tata ruang melalui aplikasi Distaru setempat
        dan/atau portal GISTARU Kementerian ATR/BPN, untuk memperoleh informasi zonasi dari lokasi objek
        penilaian. Berdasarkan hasil pencarian, Kami memperoleh hasil peruntukan dari portal GISTARU.
        Karena tidak terdapat informasi rinci mengenai parameter pengembangan tapak (seperti KDB, KLB, GSB,
        dan ketentuan teknis lain) untuk lokasi tersebut, maka acuan yang digunakan adalah Peraturan Daerah
        tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di wilayah administratif setempat, yaitu:
        Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang
        Wilayah DKI Jakarta Tahun 2011-2031,Kami tidak mendapatkan Informasi mengenai tapak objek
        penilaian.
        Dengan demikian, parameter pengembangan tapak dalam laporan ini didasarkan pada ketentuan umum
        RTRW tersebut, yang meliputi:
            Peruntukan                             : Lahan Peruntukan Industri
            Koefisien Dasar Bangunan (KDB)         : Tidak Ada Informasi
            Koefisien Lantai Bangunan (KLB)        : Tidak Ada Informasi
            Garis Sempadan Bangunan (GSB)          : Tidak Ada Informasi
            Rencana Pelebaran Jalan                : Tidak Ada Informasi

        Penilai telah berupaya memperoleh informasi resmi dari sumber daring maupun instansi terkait, dan
        menyatakan bahwa data yang digunakan merupakan hasil penelusuran terbaik (best available data) pada
        saat tanggal pemeriksaan.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            3
Page 29
1.4     DESKRIPSI TAPAK
        Tapak tanah berupa dua bidang tanah berbentuk Persegi Panjang dengan kontur tanah datar dan
        mempunyai ketinggian setara dari permukaan jalan di depan properti, lebar tanah bagian depan sejajar
        dengan Jalan ± 15 meter dengan Lebar jalan ± 8 meter.
        Batas-batas properti (tanah) adalah sebagai berikut :
               Sebelah Timur Laut       :   Tanah Bangunan
               Sebelah Tenggara         :   Tanah Bangunan
               Sebelah Barat Laut       :   Jalan
               Sebelah Barat Daya       :   Tanah Bangunan

        Kami tidak melakukan pengukuran secara menyeluruh terhadap luasan tanah tersebut, tetapi berdasarkan
        pengamatan batas fisik di lapangan dan membandingkan dengan salinan surat sertifikat tanah, kami
        beranggapan bahwa besaran luas yang digunakan dalam penilaian ini sesuai dengan besaran luas yang
        dinyatakan dalam salinan surat sertifikat tanah properti yang dimaksud.
1.5     DESKRIPSI PENGEMBANGAN
        1.6.1     IZIN PENGEMBANGAN
                  Pada saat peninjauan lokasi, penilai mendapatkan salinan dari IMB dengan Nomor:
                  503/382/A/BPPT yang dikeluarkan pada 18 Oktober 2012 oleh Badan Pelayanan Perizinan
                  Terpadu Kabupaten Bekasi.

        1.6.2     SPESIFIKASI BANGUNAN
                  Uraian spesifikasi bangunan dalam penilaian ini secara lengkap dijelaskan seperti di bawah ini :

                  1. Gudang
                       Tahun dibangun           :       2012
                       Jumlah Lantai            :       1 (Satu) lantai
                       Pondasi                  :       Tapak Beton dan Batu Kali
                       Konstruksi               :       Profil Baja
                       Rangka Atap              :       Profil Baja
                       Penutup Atap             :       Spandek
                       Dinding                  :       Bata Ringan dilapisi Cat (Diplester dan diaci)
                       Lantai                   :       Plat lantai Beton T=8cm
                       Pintu                    :       Pintu Besi
                       Jendela                  :       -
                       Fasilitas Bangunan       :       Seluruh bangunan dilengkapi dengan instalasi air bersih/kotor,
                                                         instalasi telepon, instalasi listrik, instalasi air bersih
                       Luas Bangunan            :       ± 450 m2
                       Kondisi                  :       Cukup
                       Perawatan                :       Cukup

          1.5.3 SPESIFIKASI SARANA PELENGKAP
                  Uraian spesifikasi sarana pelengkap bangunan yang termasuk objek penilaian secara lengkap
                  dijelaskan seperti di bawah ini :
                    Sambungan Listrik       :       -
                    Sumber Air Bersih       :       -




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                         4
Page 30
1.6   ANALISIS PASAR PROPERTI KOMERSIAL

      Pada Triwulan I Tahun 2026, pasar properti komersial di Indonesia menunjukkan kondisi yang relatif
      melambat dibandingkan periode sebelumnya. Perlambatan terjadi pada sisi permintaan, pasokan, maupun
      pertumbuhan harga, yang mencerminkan masih berlangsungnya proses penyesuaian pasar di tengah
      dinamika ekonomi dan tingkat kehati-hatian pelaku usaha.

      1.6.1 Permintaan Properti Komersial

              Indeks Permintaan Properti Komersial pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,56%
              (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,69% (yoy). Perlambatan
              permintaan terutama terjadi pada kategori properti komersial jual, khususnya pada segmen
              apartemen, hotel, dan convention hall. Secara triwulanan, pertumbuhan permintaan tercatat sebesar
              0,04% (qtq), yang mengindikasikan masih terbatasnya aktivitas transaksi pada beberapa segmen
              properti komersial.




                                                        Sumber: Data Bank Indonesia




              Permintaan yang relatif tertahan tersebut dipengaruhi oleh masih adanya kehati-hatian pelaku pasar
              dalam melakukan ekspansi usaha maupun investasi properti. Selain itu, tingkat serapan pasar pada
              beberapa segmen juga belum sepenuhnya pulih, terutama pada properti yang sangat dipengaruhi
              aktivitas bisnis dan mobilitas ekonomi.




                                                        Sumber: Data Bank Indonesia




              Meskipun demikian, beberapa segmen tertentu masih menunjukkan daya tahan yang cukup baik,
              khususnya lahan industri dan warehouse complex yang didorong oleh aktivitas logistik, distribusi,
              dan industri manufaktur.

Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                             5
Page 31
      1.6.2 Pasokan Properti Komersial

              Dari sisi pasokan, Indeks Pasokan Properti Komersial tercatat tumbuh sebesar 2,06% (yoy),
              melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,18% (yoy). Perlambatan tersebut
              menunjukkan bahwa pengembang cenderung lebih selektif dalam menambah suplai baru, terutama
              pada segmen dengan tingkat permintaan yang belum stabil.




                                                      Sumber: Data Bank Indonesia




              Peningkatan pasokan masih terjadi pada beberapa kategori properti komersial, terutama segmen
              hotel dan properti sewa di kota-kota utama seperti Jakarta, Bodebek, Surabaya, dan Denpasar.
              Namun demikian, secara umum pasar masih berada pada kondisi penyesuaian antara tingkat suplai
              dan kemampuan serap pasar.




                                                      Sumber: Data Bank Indonesia




              Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembang masih menjaga keseimbangan antara
              pengembangan proyek baru dengan kondisi pasar yang ada guna menghindari oversupply pada
              beberapa segmen tertentu.

      1.6.3 Harga Properti Komersial

              Indeks Harga Properti Komersial pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,78% (yoy),
              sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,79% (yoy). Secara triwulanan,
              pertumbuhan harga tercatat sebesar 0,15% (qtq).




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                          6
Page 32
              Pertumbuhan harga properti komersial masih ditopang oleh segmen lahan industri dan warehouse
              complex yang relatif stabil dan memiliki tingkat permintaan yang baik. Segmen tersebut masih
              memperoleh dukungan dari pertumbuhan sektor industri, pergudangan, dan logistik.




                                                              Sumber: Data Bank Indonesia




              Di sisi lain, beberapa segmen seperti hotel dan convention hall mengalami tekanan akibat
              perlambatan permintaan dan penyesuaian tingkat okupansi. Hal tersebut menyebabkan
              pertumbuhan harga pada segmen tersebut menjadi relatif terbatas dibandingkan segmen industri
              dan logistik.

      1.6.4 Tren Regional
              Secara regional, perkembangan pasar properti komersial menunjukkan variasi antar wilayah.
              Kawasan dengan aktivitas industri dan distribusi yang kuat, seperti Semarang, Bodebek, dan wilayah
              sekitar Jakarta, masih menunjukkan perkembangan yang relatif stabil terutama pada segmen lahan
              industri dan pergudangan.

              Sementara itu, wilayah yang memiliki ketergantungan lebih besar pada sektor hospitality dan
              kegiatan komersial berbasis konsumsi cenderung mengalami perlambatan pertumbuhan, terutama
              pada segmen hotel, apartemen sewa, dan convention hall.

              Kondisi tersebut mencerminkan bahwa kinerja pasar properti komersial saat ini sangat dipengaruhi
              oleh karakteristik ekonomi masing-masing wilayah serta jenis aktivitas usaha yang mendominasi
              wilayah tersebut.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                             7
Page 33
       1.6.5 Kesimpulan

              Secara umum, pasar properti komersial pada Triwulan I Tahun 2026 masih menunjukkan
              pertumbuhan yang moderat dengan kecenderungan pasar yang lebih selektif dan berhati-hati.
              Segmen properti yang berkaitan dengan aktivitas industri, logistik, dan pergudangan masih
              menunjukkan prospek yang relatif lebih baik dibandingkan segmen hospitality maupun properti
              berbasis konsumsi.

              Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, perkembangan pasar properti komersial saat ini
              menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam analisis pasar dan pertimbangan penentuan
              opini nilai, khususnya dalam melihat prospek permintaan, tingkat serapan pasar, stabilitas harga,
              dan risiko pasar pada properti yang dinilai.

              Dengan mempertimbangkan kondisi permintaan yang selektif namun tetap aktif di beberapa segmen
              unggulan, serta dukungan eksternal seperti perkembangan kegiatan ekonomi, aktivitas MICE, dan
              pertumbuhan industri logistik, maka dapat diasumsikan bahwa properti yang dinilai memiliki tingkat
              kelayakan pasar (marketability) yang cukup baik. Properti ini memiliki potensi untuk dipasarkan
              secara optimal dan berada dalam siklus transaksi yang berkelanjutan di pasar properti komersial
              saat ini.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                             8
Page 34
1.7    ANALISIS PENGGUNAAN TERTINGGI DAN TERBAIK
       Dalam analisis HBU properti tanah kosong, fokus dari analisis adalah terhadap kemungkinan
       pengembangan tanah yang paling optimal. Dalam analisis HBU properti tanah yang telah dikembangkan,
       fokus dari analisis adalah terhadap 3 (tiga) kemungkinan, yaitu: kelanjutan dari penggunaan yang ada,
       modifikasi dari penggunaan yang ada, dan pembongkaran yang dilanjutkan pengembangan lahan kembali.
       Kemungkinan tersebut diuji dengan 4 (empat) aspek dalam analisis HBU, yaitu : aspek legal, fisik, finansial,
       dan produktifitas maksimal yang menjadi kesimpulan analisis HBU. Hal-hal yang dipertimbangkan
       merupakan salah satu atau lebih dari beberapa poin aspek sebagai berikut :
                                   Aspek Legal                                         Aspek Fisik

                      Peruntukan (zoning)                            Ukuran tanah
                      Status aset publik/swasta                      Bentuk tanah
                      Peraturan bangunan                             Frontage
                      Kontrak yang membatasi                         Aksesibilitas
                      Hak menggunakan properti pihak lain            Dukungan utilitas
                      KDB & KLB                                      Lokasi
                      Status area bersejarah                         Topografi
                      Peraturan lingkungan                           Water frontage
                      Perubahan di masa depan                        Kondisi tanah
                                                                      Potensi banjir & longsor
                                                             Aspek Finansial

                      Pengembangan yang sesuai
                      Lama waktu penjualan
                      Ketersediaan pinjaman
                      Daya beli calon pembeli tanah
                      Profit pengembangan tanah

       Dengan mempertimbangkan poin-poin yang telah dijelaskan di atas, kesimpulan dari analisis HBU adalah
       tanah dikembangkan sebagai Gudang/Pabrik.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                9
Page 35
                            2. PENDEKATAN PENILAIAN
2.1    PENDEKATAN PENILAIAN
       Dalam penilaian ini kami menggunakan Pendekatan Biaya (Cost Approach) dengan Metode Biaya
       Pengganti yaitu dengan menjumlahkan dari masing-masing agregasi penilaian yang terdiri dari tanah,
       bangunan & sarana pelengkap menjadi satu kesatuan opini nilai.

       2.1.1     METODE PENILAIAN TANAH
                 Dalam melakukan penilaian tanah, kami menggunakan Teknik Perbandingan Data Pasar
                 (Market Data Comparison Technique). Dalam Teknik Perbandingan Data Pasar, penilaian
                 tanah melibatkan perbandingan langsung dari properti yang dinilai dengan bidang tanah yang
                 sejenis dimana data aktual untuk transaksi pasar terakhir tersedia. Meskipun data transaksi
                 adalah sangat penting, analisis dari penawaran dan harga yang ditawarkan untuk bidang tanah
                 yang sejenis merupakan properti pesaing dapat memberikan pemahaman yang lebih baik
                 terhadap pasar.




                 Untuk data pasar berupa tanah kosong kami melakukan analisis perbandingan dan penyesuaian
                 secara langsung, sedangkan untuk data pasar tanah yang sudah dikembangkan kami melakukan
                 ekstraksi atas bangunan kemudian melakukan analisis perbandingan dan penyesuaian dengan
                 asumsi tanah dalam keadaan belum dikembangkan/kosong.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                        10
Page 36
                 DATA PASAR TANAH
                 Adapun data pasar yang kami peroleh di sekitar lokasi properti yang bisa dijadikan dasar
                 penilaian adalah sebagai berikut :
                 Data 1 :
                         Properti                   : Gudang
                         Alamat                     : Kawasan Marunda Center Blok Q2, Desa Segara Makmur,
                                                    Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi
                        Luas Tanah                  : 600m²
                        Luas Bangunan               : ± 620 m²
                        Surat Tanah                 : Sertifikat Hak Milik
                        Harga Penawaran             : Rp. 7.000.000.000,-
                        Sumber Informasi            : Ibu Eva
                        Tanggal Penawaran           : 31 Desember 2025
                 Data 2 :
                         Properti                   : Gudang
                         Alamat                     : Kawasan Marunda Center Blok H1 No. 5, Desa Segara
                                                    Makmur, Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi
                        Luas Tanah                  : 3.000 m²
                        Luas Bangunan               : ± 2.120 m²
                        Surat Tanah                 : Sertifikat Hak Milik
                        Harga Penawaran             : Rp. 35.000.000.000,-
                        Sumber Informasi            : Ibu Susan Lim
                        Tanggal Penawaran           : 31 Desember 2025
                 Data 3 :
                         Properti                   : Gudang
                         Alamat                     : Kawasan Marunda Center Blok P, Desa Segara Makmur,
                                                    Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi
                         Luas Tanah                 : 350 m²
                         Luas Bangunan              : ± 240 m²
                         Surat Tanah                : Sertifikat Hak Milik
                         Harga Penawaran            : Rp. 3.500.000.000,-
                         Sumber Informasi           : Ibu Wenny
                         Tanggal Penawaran          : 31 Desember 2025

                 Data pasar tanah yang tersedia kemudian disesuaikan dengan kondisi tanah properti objek
                 sehingga menghasilkan Indikasi Nilai Tanah.
                 Dalam melakukan wawancara dengan sumber data pembanding, kami tidak menggunakan
                 identitas yang sebenarnya, hal ini dimaksudkan agar mendapatkan informasi yang lengkap dan
                 dapat diandalkan.

                 ELEMEN PERBANDINGAN
                 Elemen perbandingan mengidentifikasi karakteristik khusus dari properti dan transaksi yang
                 dapat menjelaskan variasi harga. Analisis pasar mengidentifikasi elemen yang secara khusus
                 bersifat sensitif. Elemen perbandingan berikut ini dianggap mendasar dalam analisis
                 perbandingan data pasar meliputi :
                 - Hak atas properti yang dialihkan
                 - Syarat pembiayaan
                 - Kondisi penjualan
                 - Pengeluaran yang dilakukan segera setelah pembelian
                 - Kondisi pasar
                 - Lokasi
                 - Karakter fisik

Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                       11
Page 37
                 - Karakteristik ekonomi
                 - Penggunaan komponen non-realty dalam penjualan

                 KESIMPULAN NILAI TANAH
                 Berdasarkan pertimbangan di atas serta faktor-faktor yang mempengaruhi nilai, maka kami
                 berkesimpulan bahwa Indikasi Nilai Tanah tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                      Rp. 4.764.000.000,-
                                (Empat Miliar Tujuh Ratus Enam Puluh Empat Juta Rupiah)

        2.1.2    METODE PENILAIAN BANGUNAN DAN SARANA PELENGKAP
                 Dalam melakukan penilaian bangunan, kami menghitung Biaya Reproduksi Bangunan setelah
                 penyusutan. Biaya Reproduksi Baru bangunan dihitung menggunakan metode Unit Terpasang
                 (Unit in Place). Data dan informasi mengenai biaya unit terpasang bangunan mengacu kepada
                 Biaya Teknis Bangunan (BTB) semester I tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi
                 Penilai Indonesia (MAPPI). Dalam melakukan penilaian sarana pelengkap kami menghitung
                 Biaya Reproduksi sarana pelengkap setelah penyusutan. Penyusutan dihitung menggunakan
                 metode Breakdown yang membagi penyusutan menjadi tiga (3) aspek, yaitu :
                 1. Penyusutan Fisik
                 2. Keusangan Fungsional
                 3. Keusangan Ekonomis
                 Rincian perhitungan Indikasi Nilai Bangunan properti adalah sebagai berikut :
                                                             Biaya Pengganti Baru
                               Unit Bangunan                                               Indikasi Nilai (Rp)
                                                                     (Rp)
                    Bangunan Utama
                    - Gudang                                           1.610.100.000              1.317.897.000
                    Sub Total                                          1.610.100.000              1.317.897.000
                    Sarana Pelengkap
                    - Sambungan Listrik                                            -                          -
                    - PDAM dan Sumur                                               -                          -
                    Sub Total                                                      -                          -
                    TOTAL                                              1.610.100.000              1.317.897.000

                 KESIMPULAN NILAI BANGUNAN DAN SARANA PELENGKAP
                 Berdasarkan pertimbangan di atas serta faktor-faktor yang mempengaruhi nilai, maka kami
                 berkesimpulan bahwa Indikasi Nilai Bangunan dan Sarana Pelengkap pada tanggal 31
                 Desember 2025 adalah :

                                                       Rp. 1.317.897.000,-
                   (Satu Miliar Tiga Ratus Tujuh Belas Juta Delapan Ratus Sembilan Puluh Tujuh Ribu Rupiah)




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            12
Page 38
2.2     KESIMPULAN NILAI PROPERTI
        Dari beberapa metode dan teknik yang telah diterapkan dalam perhitungan atas setiap unit penilaian
        properti dalam penilaian ini yang terdiri dari :

                                            Biaya Pengganti Baru
                      Unit Penilaian                                    Nilai Pasar (Rp)
                                                    (Rp)
                  Tanah                               4.764.000.000            4.764.000.000
                  Bangunan dan
                                                      1.610.100.000            1.317.897.000
                  Sarana Pelengkap
                         TOTAL                        6.374.100.000            6.081.897.000
                                                        Pembulatan             6.082.000.000

        Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan informasi yang relevan, kondisi pasar,
        perhitungan, analisa yang dilakukan, dan faktor lain yang berkaitan dengan penilaian, serta berpedoman
        pada kondisi pembatas dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa representasi Nilai Pasar dari
        aset/properti tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                    Nilai Pasar
                                              Rp. 6.082.000.000,-
                                 (Enam Miliar Delapan Puluh Dua Juta Rupiah)




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                          13
Page 39
2.3    PENILAIAN DENGAN PENDEKATAN PASAR
       Dalam melakukan penilaian ini, kami menggunakan Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan
       Metode Perbandingan Langsung (Direct Comparison Method) dengan pertimbangan bahwa :

       -    Dasar dan premis nilai yang sesuai yang ditentukan oleh persyaratan dan tujuan penugasan penilaian.
       -    Kekuatan dan kelemahan dari pendekatan dan metode penilaian yang mungkin diterapkan.
       -    Kesesuaian dari setiap metode dilihat dari karakteristik aset, dan pendekatan atau metode yang umum
            digunakan oleh pelaku pasar dalam pasar yang relevan
       -    Ketersediaan dari informasi yang andal yang dibutuhkan dalam penerapan metode atau beberapa
            metode.

       Dalam menilai gudang dengan Pendekatan Pasar, untuk Tanah, Bangunan dan Sarana Pelengkap, dinilai
       sebagai satu kesatuan opini nilai dengan membandingkan objek dengan data pasar (pembanding) di sekitar
       lokasi yang kemudian dilakukan analisis perbandingan dan penyesuaian secara langsung.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                          14
Page 40
        DATA PASAR GUDANG
        Adapun data pasar yang kami peroleh di sekitar lokasi properti yang bisa dijadikan dasar penilaian adalah
        sebagai berikut :

                 Data 1 :
                         Properti                    : Gudang
                         Alamat                      : Kawasan Marunda Center Blok Q2, Desa Segara Makmur,
                                                     Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi
                        Luas Tanah                   : 600m²
                        Luas Bangunan                : ± 620 m²
                        Surat Tanah                  : Sertifikat Hak Milik
                        Harga Penawaran              : Rp. 7.000.000.000,-
                        Sumber Informasi             : Ibu Eva
                        Tanggal Penawaran            : 31 Desember 2025
                 Data 2 :
                         Properti                    : Gudang
                         Alamat                      : Kawasan Marunda Center Blok H1 No. 5, Desa Segara
                                                     Makmur, Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi
                        Luas Tanah                   : 3.000 m²
                        Luas Bangunan                : ± 2.120 m²
                        Surat Tanah                  : Sertifikat Hak Milik
                        Harga Penawaran              : Rp. 35.000.000.000,-
                        Sumber Informasi             : Ibu Susan Lim
                        Tanggal Penawaran            : 31 Desember 2025
                 Data 3 :
                         Properti                    : Gudang
                         Alamat                      : Kawasan Marunda Center Blok P, Desa Segara Makmur,
                                                     Kecamatan Taruma Jaya, Kabupaten Bekasi
                         Luas Tanah                  : 350 m²
                         Luas Bangunan               : ± 240 m²
                         Surat Tanah                 : Sertifikat Hak Milik
                         Harga Penawaran             : Rp. 3.500.000.000,-
                         Sumber Informasi            : Ibu Wenny
                         Tanggal Penawaran           : 31 Desember 2025

        Dalam melakukan wawancara dengan sumber data pembanding, kami tidak menggunakan identitas yang
        sebenarnya, hal ini dimaksudkan agar mendapatkan informasi yang lengkap dan dapat diandalkan.

        ELEMEN PERBANDINGAN
        Elemen perbandingan mengidentifikasi karakteristik khusus dari properti dan transaksi yang dapat
        menjelaskan variasi harga. Analisis pasar mengidentifikasi elemen yang secara khusus bersifat sensitif.
        Elemen perbandingan berikut ini dianggap mendasar dalam analisis perbandingan data pasar meliputi :
        -      Hak atas properti yang dialihkan
        -      Syarat pembiayaan
        -      Kondisi penjualan
        -      Pengeluaran yang dilakukan segera setelah pembelian
        -      Kondisi pasar
        -      Lokasi
        -      Karakter fisik
        -      Karakteristik ekonomi
        -      Penggunaan komponen non-realty dalam penjualan



Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                             15
Page 41
2.4    KESIMPULAN NILAI PROPERTI
        Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan informasi yang relevan, kondisi pasar,
        perhitungan, analisa yang dilakukan, dan faktor lain yang berkaitan dengan penilaian, serta berpedoman
        pada kondisi pembatas dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa representasi Nilai Pasar dari
        properti pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                       Nilai Pasar
                                                 Rp. 6.003.000.000,-
                                             (Enam Miliar Tiga Juta Rupiah)

2.5    KESIMPULAN NILAI PROPERTI REKONSILIASI

        Berdasarkan hasil analisis, pengolahan data, dan penerapan pendekatan penilaian yang telah diuraikan
        pada bab sebelumnya, Penilai melakukan rekonsiliasi indikasi nilai guna menghasilkan kesimpulan nilai
        tunggal yang paling andal dan mencerminkan nilai pasar objek penilaian.

        Dalam proses rekonsiliasi ini, Penilai memberikan bobot pada masing - masing Pendekatan sebesar 40%
        dan 60% dengan alasan bahwa pendekatan tersebut memanfaatkan data transaksi/penawaran yang
        paling aktif di pasar, memiliki tingkat akurasi data pembanding yang tinggi, serta paling mencerminkan
        perilaku pengunaan tertinggi dan terbaik (Highest and Best Use) atas objek penilaian pada tanggal
        penilaian.

                 REKONSILIASI NILAI                                      BOBOT
             I   Pendekatan Biaya (A)                                     40%                2,432,800,000
            II   Pendekatan Pasar (B)                                     60%                3,601,800,000
                 REKONSILIASI NILAI (A+B)                                 100%               6,034,600,000

        Dengan mempertimbangkan seluruh faktor pembatas, asumsi, serta kondisi pasar aktual per tanggal 31
        Desember 2025, maka kesimpulan Rekonsiliasi Nilai Pasar (Market Value) untuk objek penilaian berupa
        Gudang adalah sebesar:

                                                Rekonsiliasi Nilai Pasar
                                                    Rp 6.034.600.000,-
                             (Enam Miliar Tiga Puluh Empat Juta Enam Ratus Ribu Rupiah)


        Nilai ini merupakan satu kesatuan utuh dengan laporan penilaian ini dan tidak dapat dipisahkan atau
        digunakan secara parsial.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            16
Page 42
                                        PROSES PENILAIAN
                                         ASET/PROPERTI
                                                    GUDANG




                                      Lokasi : 2
                         Gudang B-19, Jalan Greges Jaya II 8-B
                   Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo
                           Kota Surabaya, Jawa Timur 60183




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                 17
Page 43
                                        3. DATA PENILAIAN
  3.1 DESKRIPSI PROPERTI
        Properti yang dinilai adalah Real Properti, terdiri dari Tanah Bangunan berupa Gudang, dan Sarana
        Pelengkap dengan luas tanah 345 meter persegi dan luas bangunan ± 345 meter persegi dengan
        penggunaan saat ini sebagai Gudang. Properti dinilai sebagai satu kesatuan.

  3.2 HAK KEPEMILIKAN
        Berdasarkan salinan sertifikat yang kami terima, properti yang dinilai telah dilengkapi dengan 1 (Satu)
        dokumen kepemilikan yang terdiri dari :

                                         Surat Ukur/        Dikeluarkan     Berakhir       Terdaftar       Luas
          No     Surat Tanah
                                        Gambar Situasi        Tanggal       Tanggal       Atas Nama        (m2)

                      SHGB       25/Tambak Sarioso/2014                                  PT SATU VISI
           1.                                               01-05-2003     14-12-2051                      345
                     No. 00606       Tgl. 26-11-2014                                        PUTRA

                                                     Luas Total                                            345

        Kami asumsikan bahwa dokumen (salinan surat tanah) tersebut sesuai dengan aslinya, sah/legal, dapat
        diperjualbelikan serta bebas dari sengketa atau ikatan-ikatan lainnya.
        Hubungan antara Pemilik Aset, Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
        PT SATU VISI PUTRA adalah Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

        Kami tegaskan bahwa seluruh pimpinan, rekan, dan staf KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan tidak
        bertanggung jawab jika informasi di atas tidak benar. Untuk itu Penilai menyarankan agar pengguna
        laporan memeriksa semua dokumen terkait informasi di atas.

3.3     ANALISIS LINGKUNGAN
        3.3.1    LOKASI
                 Berdasarkan analisis lingkungan sekitar, properti yang dinilai berada di kawasan industri.
                 Perkembangan kawasan tersebut cukup baik, dimana bisa mempengaruhi harga jual properti.
                 Properti yang dinilai bebas banjir, tidak terdapat saluran listrik tegangan tinggi (sutet), posisi
                 tanah tidak tusuk sate.
                 Secara administratif lokasi ini berada dalam wilayah :
                     Kelurahan      :     Tambak Sarioso
                     Kecamatan      :     Asem Rowo
                     Kota           :     Surabaya
                     Provinsi       :     Jawa Timur
                 Properti terletak pada titik koordinat : -7.227910, 112.680402
                 Bangunan yang dapat dijadikan sebagai petunjuk adalah :
                       Kompleks Pergudangan Margomulyo

        3.3.2    AKSESIBILITAS
                 Properti yang dinilai memiliki akses Jalan Margomulyo ke utara di persimpangan ujung berbelok
                 sedikit ke kiri, ambil putar balik , dan belok kiri menuju Greges Jaya. Setelah pos jaga ambil ke
                 kiri dan lurus diujung berbelok ke kanan. Aset berada di sebelah kanan jalan.


Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                 18
Page 44
        3.3.3    FASILITAS UMUM
                 Kawasan tempat properti berada, dilengkapi jaringan listrik dari PLN dan jaringan telepon dari
                 TELKOM. Sarana kebutuhan sosial masyarakat seperti : pusat pertokoan/mini market, tempat
                 ibadah, sekolah, rumah makan, dan lainnya dapat ditemui di sekitar lokasi aset.

        3.3.4    FAKTOR-FAKTOR LAIN YANG MEMPENGARUHI NILAI PROPERTI
                 Faktor-faktor yang dipertimbangkan dapat menambah dan mengurangi nilai properti pada
                 tanggal penilaian adalah sebagai berikut :
                 Faktor Penambah :
                     Tanah bebas dari sengketa
                     Lebar jalan depan memadai
                     Kondisi lingkungan aman dan tertata
                     Lokasi aset tidak masuk gang dan lebar jalan < 3 meter
                     Bukan merupakan Tanah Helikopter (tanpa jalan masuk)
                     Berjarak jauh dari induk gardu listrik atau SUTET dengan jarak > 50 meter
                     Sebagian area tanahnya tidak digunakan untuk mendirikan BTS (tidak termasuk BTS yang
                      didirikan di atas bangunan)
                     Tidak terkena banjir (hingga masuk ke dalam properti/aset ) setiap terjadi hujan besar
                     Tidak dijadikan rumah ibadah, sekolah, panti jompo, panti asuhan, rumah duka, rumah
                      sakit, atau prasarana lainnya yang bersifat kemanusiaan
                     Berlokasi jauh dengan pemakaman umum (berjarak > 200 meter)
                     Berlokasi jauh dengan TPA dengan jarak 1 km
                     Tidak digunakan dan atau diperuntukkan sebagai sawah/lading/pertanian/rawa-rawa/tanah
                      gambut
                     Tidak termasuk ke dalam Zona Jalur Hijau
                     Jaminan bukan merupakan Kawasan Cagar Budaya

                 Faktor Pengurang :
                     Penyusutan bangunan

        3.3.5    PARAMETER PENGEMBANGAN TAPAK
                 Penilai telah melakukan penelusuran terhadap ketentuan tata ruang melalui aplikasi Distaru
                 setempat dan/atau portal GISTARU Kementerian ATR/BPN, untuk memperoleh informasi zonasi
                 dari lokasi objek penilaian. Berdasarkan hasil pencarian, Kami memperoleh hasil peruntukan dari
                 portal GISTARU.
                 Karena tidak terdapat informasi rinci mengenai parameter pengembangan tapak (seperti KDB,
                 KLB, GSB, dan ketentuan teknis lain) untuk lokasi tersebut, maka acuan yang digunakan
                 adalah Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di wilayah
                 administratif setempat, yaitu:
                 Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 8 Tahun 2012 tentang Rencana Detail
                 Tata Ruang Dan Peraturan Zonasi Kota Surabaya Tahun 2018-2038,Kami tidak mendapatkan
                 Informasi mengenai tapak objek penilaian.
                 Dengan demikian, parameter pengembangan tapak dalam laporan ini didasarkan pada kete
                 ntuan umum RTRW tersebut, yang meliputi:
                   Parameter                                        Ketentuan
                   Peruntukan                                       Kawasan Industri
                   Koefisien Dasar Bangunan (KDB)                   Tidak Ada Informasi


Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                             19
Page 45
                   Parameter                                           Ketentuan
                   Koefisien Lantai Bangunan (KLB)                     Tidak Ada Informasi
                   Garis Sempadan Bangunan (GSB)                       Tidak Ada Informasi
                   Rencana Pelebaran Jalan                             Tidak Ada Informasi

                 Penilai telah berupaya memperoleh informasi resmi dari sumber daring maupun instansi terkait,
                 dan menyatakan bahwa data yang digunakan merupakan hasil penelusuran terbaik (best
                 available data) pada saat tanggal pemeriksaan.
3.4     DESKRIPSI TAPAK
        Tapak tanah berbentuk persegi panjang dengan kontur tanah datar dan mempunyai elevasi lebih tinggi
        dari permukaan jalan di depan properti, lebar tanah bagian depan sejajar dengan jalan ± 12 meter.

        Batas-batas properti (tanah) adalah sebagai berikut:
          Sebelah Utara                      : Gudang
          Sebelah Timur                      : Gudang
          Sebelah Selatan                    : Gudang
          Sebelah Barat                      : Jalan Akses Pergudangan

        Kami tidak melakukan pengukuran secara menyeluruh terhadap luasan tanah tersebut, tetapi berdasarkan
        pengamatan batas fisik di lapangan dan membandingkan dengan salinan surat sertifikat tanah, kami
        beranggapan bahwa besaran luas yang digunakan dalam penilaian ini sesuai dengan besaran luas yang
        dinyatakan dalam salinan surat sertifikat tanah properti yang dimaksud.

3.5     DESKRIPSI PENGEMBANGAN
        3.5.1    IJIN PENGEMBANGAN
                 Pada saat peninjauan lokasi, penilai mendapatkan salinan dari IMB dengan Nomor: 188/836-
                 94/402.4.6/2003 yang dikeluarkan pada 5 Maret 2003 oleh Dinas Bangunan Kota Surabaya.

        3.5.2    SPESIFIKASI BANGUNAN
                 Uraian spesifikasi bangunan dalam penilaian ini secara lengkap dijelaskan seperti di bawah ini :
                 1. Bangunan Gudang
                      Tahun Dibangun        :      2003
                      Jumlah Lantai         :      1 (Satu) lantai
                      Pondasi               :      Tapak Beton, Batu Kali
                      Konstruksi            :      Profil Baja
                      Rangka Atap           :      Profil Baja
                      Penutup Atap          :      Spandek
                      Plafond               :      Gypsum
                      Dinding               :      Bata Ringan Dilapis Cat (diplester dan diaci)
                      Pintu                 :      Besi, Kaca Rangka Aluminium, KM UPVC/PVC
                      Jendela               :      Kaca Rangka Aluminium
                      Lantai                :      Keramik dan Plat Beton
                      Fasilitas Bangunan    :      Seluruh bangunan dilengkapi dengan instalasi air bersih/kotor,
                                                    instalasi telepon, instalasi listrik
                      Luas Bangunan         :      ± 345 m2
                      Kondisi               :      Cukup
                      Perawatan             :      Cukup




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                20
Page 46
        3.5.3      SPESIFIKASI SARANA PELENGKAP
                   Uraian spesifikasi sarana pelengkap bangunan yang termasuk objek penilaian secara lengkap
                   dijelaskan seperti di bawah ini :
                     Sambungan Listrik        :    Kapasitas 23.000 VA
                     Sumber Air Bersih        :    PDAM
                     Mezzanine                :    ± 138 m2
                     Kondisi                  :    Cukup
                     Perawatan                :    Cukup


  3.6 ANALISIS PASAR PROPERTI KOMERSIAL

      Pada Triwulan I Tahun 2026, pasar properti komersial di Indonesia menunjukkan kondisi yang relatif
      melambat dibandingkan periode sebelumnya. Perlambatan terjadi pada sisi permintaan, pasokan, maupun
      pertumbuhan harga, yang mencerminkan masih berlangsungnya proses penyesuaian pasar di tengah
      dinamika ekonomi dan tingkat kehati-hatian pelaku usaha.

      3.6.1 Permintaan Properti Komersial

                Indeks Permintaan Properti Komersial pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,56%
                (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,69% (yoy). Perlambatan
                permintaan terutama terjadi pada kategori properti komersial jual, khususnya pada segmen
                apartemen, hotel, dan convention hall. Secara triwulanan, pertumbuhan permintaan tercatat sebesar
                0,04% (qtq), yang mengindikasikan masih terbatasnya aktivitas transaksi pada beberapa segmen
                properti komersial.




                                                          Sumber: Data Bank Indonesia




                Permintaan yang relatif tertahan tersebut dipengaruhi oleh masih adanya kehati-hatian pelaku pasar
                dalam melakukan ekspansi usaha maupun investasi properti. Selain itu, tingkat serapan pasar pada
                beberapa segmen juga belum sepenuhnya pulih, terutama pada properti yang sangat dipengaruhi
                aktivitas bisnis dan mobilitas ekonomi.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                              21
Page 47
                                                       Sumber: Data Bank Indonesia




              Meskipun demikian, beberapa segmen tertentu masih menunjukkan daya tahan yang cukup baik,
              khususnya lahan industri dan warehouse complex yang didorong oleh aktivitas logistik, distribusi,
              dan industri manufaktur.

      3.6.2 Pasokan Properti Komersial

              Dari sisi pasokan, Indeks Pasokan Properti Komersial tercatat tumbuh sebesar 2,06% (yoy),
              melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,18% (yoy). Perlambatan tersebut
              menunjukkan bahwa pengembang cenderung lebih selektif dalam menambah suplai baru, terutama
              pada segmen dengan tingkat permintaan yang belum stabil.




                                                       Sumber: Data Bank Indonesia




              Peningkatan pasokan masih terjadi pada beberapa kategori properti komersial, terutama segmen
              hotel dan properti sewa di kota-kota utama seperti Jakarta, Bodebek, Surabaya, dan Denpasar.
              Namun demikian, secara umum pasar masih berada pada kondisi penyesuaian antara tingkat suplai
              dan kemampuan serap pasar.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                           22
Page 48
                                                        Sumber: Data Bank Indonesia




              Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembang masih menjaga keseimbangan antara
              pengembangan proyek baru dengan kondisi pasar yang ada guna menghindari oversupply pada
              beberapa segmen tertentu.

      3.6.3 Harga Properti Komersial

              Indeks Harga Properti Komersial pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,78% (yoy),
              sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,79% (yoy). Secara triwulanan,
              pertumbuhan harga tercatat sebesar 0,15% (qtq).

              Pertumbuhan harga properti komersial masih ditopang oleh segmen lahan industri dan warehouse
              complex yang relatif stabil dan memiliki tingkat permintaan yang baik. Segmen tersebut masih
              memperoleh dukungan dari pertumbuhan sektor industri, pergudangan, dan logistik.




                                                                   Sumber: Data Bank Indonesia




              Di sisi lain, beberapa segmen seperti hotel dan convention hall mengalami tekanan akibat
              perlambatan permintaan dan penyesuaian tingkat okupansi. Hal tersebut menyebabkan
              pertumbuhan harga pada segmen tersebut menjadi relatif terbatas dibandingkan segmen industri
              dan logistik.

      3.6.4 Tren Regional
              Secara regional, perkembangan pasar properti komersial menunjukkan variasi antar wilayah.
              Kawasan dengan aktivitas industri dan distribusi yang kuat, seperti Semarang, Bodebek, dan wilayah


Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            23
Page 49
              sekitar Jakarta, masih menunjukkan perkembangan yang relatif stabil terutama pada segmen lahan
              industri dan pergudangan.

              Sementara itu, wilayah yang memiliki ketergantungan lebih besar pada sektor hospitality dan
              kegiatan komersial berbasis konsumsi cenderung mengalami perlambatan pertumbuhan, terutama
              pada segmen hotel, apartemen sewa, dan convention hall.

              Kondisi tersebut mencerminkan bahwa kinerja pasar properti komersial saat ini sangat dipengaruhi
              oleh karakteristik ekonomi masing-masing wilayah serta jenis aktivitas usaha yang mendominasi
              wilayah tersebut.

       3.6.5 Kesimpulan

              Secara umum, pasar properti komersial pada Triwulan I Tahun 2026 masih menunjukkan
              pertumbuhan yang moderat dengan kecenderungan pasar yang lebih selektif dan berhati-hati.
              Segmen properti yang berkaitan dengan aktivitas industri, logistik, dan pergudangan masih
              menunjukkan prospek yang relatif lebih baik dibandingkan segmen hospitality maupun properti
              berbasis konsumsi.

              Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, perkembangan pasar properti komersial saat ini
              menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam analisis pasar dan pertimbangan penentuan
              opini nilai, khususnya dalam melihat prospek permintaan, tingkat serapan pasar, stabilitas harga,
              dan risiko pasar pada properti yang dinilai.

              Dengan mempertimbangkan kondisi permintaan yang selektif namun tetap aktif di beberapa segmen
              unggulan, serta dukungan eksternal seperti perkembangan kegiatan ekonomi, aktivitas MICE, dan
              pertumbuhan industri logistik, maka dapat diasumsikan bahwa properti yang dinilai memiliki tingkat
              kelayakan pasar (marketability) yang cukup baik. Properti ini memiliki potensi untuk dipasarkan
              secara optimal dan berada dalam siklus transaksi yang berkelanjutan di pasar properti komersial
              saat ini.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            24
Page 50
  3.7 ANALISIS PENGGUNAAN TERTINGGI DAN TERBAIK
        Dalam analisis HBU properti tanah kosong, fokus dari analisis adalah terhadap kemungkinan
        pengembangan tanah yang paling optimal. Dalam analisis HBU properti tanah yang telah dikembangkan,
        fokus dari analisis adalah terhadap 3 (tiga) kemungkinan, yaitu: kelanjutan dari penggunaan yang ada,
        modifikasi dari penggunaan yang ada, dan pembongkaran yang dilanjutkan pengembangan lahan
        kembali. Kemungkinan tersebut diuji dengan 4 (empat) aspek dalam analisis HBU, yaitu : aspek legal,
        fisik, finansial, dan produktifitas maksimal yang menjadi kesimpulan analisis HBU. Hal-hal yang
        dipertimbangkan merupakan salah satu atau lebih dari beberapa poin aspek sebagai berikut :
                             Aspek Legal                                        Aspek Fisik

                  Peruntukan (zoning)                         Ukuran tanah
                  Status aset publik/swasta                   Bentuk tanah
                  Peraturan bangunan                          Frontage
                  Kontrak yang membatasi                      Aksesibilitas
                  Hak menggunakan properti pihak lain         Dukungan utilitas
                  KDB & KLB                                   Lokasi
                  Status area bersejarah                      Topografi
                  Peraturan lingkungan                        Water frontage
                  Perubahan di masa depan                     Kondisi tanah
                                                               Potensi banjir & longsor
                                                    Aspek Finansial

                                               Pengembangan yang sesuai
                                               Lama waktu penjualan
                                               Ketersediaan pinjaman
                                               Daya beli calon pembeli tanah
                                               Profit pengembangan tanah

        Dengan mempertimbangkan poin-poin yang telah dijelaskan di atas, kesimpulan dari analisis HBU adalah
        tanah dikembangkan sebagai Gudang.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                         25
Page 51
                           4. . PENDEKATAN PENILAIAN
 4.1    PENILAIAN DENGAN PENDEKATAN BIAYA
        Dalam penilaian ini kami menggunakan Pendekatan Biaya (Cost Approach) dengan Metode Biaya
        Pengganti yaitu dengan menjumlahkan dari masing-masing agregasi penilaian yang terdiri dari tanah,
        bangunan & sarana pelengkap menjadi satu kesatuan opini nilai.

        4.1.1    METODE PENILAIAN TANAH
                 Dalam melakukan penilaian tanah, kami menggunakan Teknik Perbandingan Data Pasar
                 (Market Data Comparison Technique). Dalam Teknik Perbandingan Data Pasar, penilaian
                 tanah melibatkan perbandingan langsung dari properti yang dinilai dengan bidang tanah yang
                 sejenis dimana data aktual untuk transaksi pasar terakhir tersedia. Meskipun data transaksi
                 adalah sangat penting, analisis dari penawaran dan harga yang ditawarkan untuk bidang tanah
                 yang sejenis merupakan properti pesaing dapat memberikan pemahaman yang lebih baik
                 terhadap pasar.




                 Untuk data pasar berupa tanah kosong kami melakukan analisis perbandingan dan penyesuaian
                 secara langsung, sedangkan untuk data pasar tanah yang sudah dikembangkan kami melakukan
                 ekstraksi atas bangunan kemudian melakukan analisis perbandingan dan penyesuaian dengan
                 asumsi tanah dalam keadaan belum dikembangkan/kosong.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                        26
Page 52
                 DATA PASAR TANAH
                 Adapun data pasar yang kami peroleh di sekitar lokasi properti yang bisa dijadikan dasar
                 penilaian adalah sebagai berikut :
                 Data 1 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Greges, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah              : 426 m²
                            Luas Bangunan           : ± 426 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Milik
                            Harga Penawaran         : Rp 6.000.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Karojim
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025
                 Data 2 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Margomulyo Permai, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah              : 332 m²
                            Luas Bangunan           : ± 332 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran         : Rp 3.200.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Ita Goh
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025
                 Data 3 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Margomulyo Permai, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah              : 582 m²
                            Luas Bangunan           : ± 582 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran         : Rp 6.000.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Ita Goh
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025

                 Data pasar tanah yang tersedia kemudian disesuaikan dengan kondisi tanah properti objek
                 sehingga menghasilkan Indikasi Nilai Tanah.
                 Dalam melakukan wawancara dengan sumber data pembanding, kami tidak menggunakan
                 identitas yang sebenarnya, hal ini dimaksudkan agar mendapatkan informasi yang lengkap dan
                 dapat diandalkan.

                 ELEMEN PERBANDINGAN
                 Elemen perbandingan mengidentifikasi karakteristik khusus dari properti dan transaksi yang
                 dapat menjelaskan variasi harga. Analisis pasar mengidentifikasi elemen yang secara khusus
                 bersifat sensitif. Elemen perbandingan berikut ini dianggap mendasar dalam analisis
                 perbandingan data pasar meliputi :
                 - Hak atas properti yang dialihkan
                 - Syarat pembiayaan
                 - Kondisi penjualan
                 - Pengeluaran yang dilakukan segera setelah pembelian
                 - Kondisi pasar
                 - Lokasi
                 - Karakter fisik
                 - Karakteristik ekonomi
                 - Penggunaan komponen non-realty dalam penjualan



Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                       27
Page 53
                 KESIMPULAN NILAI TANAH
                 Berdasarkan pertimbangan di atas serta faktor-faktor yang mempengaruhi nilai, maka kami
                 berkesimpulan bahwa Indikasi Nilai Tanah tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                      Rp. 2.860.050.000,-
                              (Dua Miliar Delapan Ratus Enam Puluh Juta Lima Puluh Ribu Rupiah)

        4.1.2    METODE PENILAIAN BANGUNAN DAN SARANA PELENGKAP
                 Dalam melakukan penilaian bangunan, kami menghitung Biaya Reproduksi Bangunan setelah
                 penyusutan. Biaya Reproduksi Baru bangunan dihitung menggunakan metode Unit Terpasang
                 (Unit in Place). Data dan informasi mengenai biaya unit terpasang bangunan mengacu kepada
                 Biaya Teknis Bangunan (BTB) semester I tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi
                 Penilai Indonesia (MAPPI). Dalam melakukan penilaian sarana pelengkap kami menghitung
                 Biaya Reproduksi sarana pelengkap setelah penyusutan. Penyusutan dihitung menggunakan
                 metode Breakdown yang membagi penyusutan menjadi tiga (3) aspek, yaitu :
                  1. Penyusutan Fisik
                  2. Keusangan Fungsional
                  3. Keusangan Ekonomis
                 Rincian perhitungan Indikasi Nilai Bangunan properti adalah sebagai berikut :
                                                                  Biaya Pengganti
                                 Unit Bangunan                                           Indikasi Nilai (Rp)
                                                                     Baru (Rp)
                    Bangunan Utama
                    - Gudang                                           1.246.140.000             290.766.000
                    Sub Total                                          1.246.140.000             290.766.000
                    Sarana Pelengkap
                    - Sambungan Listrik                                   25.719.000              25.719.000
                    - Sumber Air Bersih                                    9.966.000               9.966.000
                    - Mezzanine                                          151.414.000              35.330.000
                    Sub Total                                            187.099.000              71.015.000
                    Total                                              1.433.239.000             361.781.000

                 KESIMPULAN NILAI BANGUNAN DAN SARANA PELENGKAP
                 Berdasarkan pertimbangan di atas serta faktor-faktor yang mempengaruhi nilai, maka kami
                 berkesimpulan bahwa Indikasi Nilai Bangunan dan Sarana Pelengkap pada tanggal 31
                 Desember 2025 adalah :

                                                     Rp. 361.781.000,-
                        (Tiga Ratus Enam Puluh Satu Juta Tujuh Ratus Delapan Puluh Satu Ribu Rupiah)




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                              28
Page 54
          4.1.3 INDIKASI NILAI PROPERTI DENGAN PENDEKATAN BIAYA
                 Dari beberapa metode dan teknik yang telah diterapkan dalam perhitungan atas setiap unit
                 penilaian properti dalam penilaian ini yang terdiri dari :

                                                                   Nilai Pasar
                                 Unit Penilaian
                                                                       (Rp)
                        Tanah                                           2.860.050.000

                        Bangunan dan Sarana Pelengkap                       361.781.000
                                    Total                               3.221.831.000
                                  Pembulatan                            3.222.000.000

                 Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan informasi yang relevan, kondisi
                 pasar, perhitungan, analisa yang dilakukan, dan faktor lain yang berkaitan dengan penilaian,
                 serta berpedoman pada kondisi pembatas dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa
                 representasi Indikasi Nilai Pasar dengan menggunakan Pendekatan Biaya dari aset/properti
                 tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                          Nilai Pasar
                                                      Rp. 3.222.000.000,-
                                       (Tiga Miliar Dua Ratus Dua Puluh Dua Juta Rupiah)




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                         29
Page 55
4.2     PENILAIAN DENGAN PENDEKATAN PASAR
        Dalam melakukan penilaian ini, kami menggunakan Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan
        Metode Perbandingan Langsung (Direct Comparison Method) dengan pertimbangan bahwa :

          -    Dasar dan premis nilai yang sesuai yang ditentukan oleh persyaratan dan tujuan penugasan
               penilaian.
          -    Kekuatan dan kelemahan dari pendekatan dan metode penilaian yang mungkin diterapkan.
          -    Kesesuaian dari setiap metode dilihat dari karakteristik aset, dan pendekatan atau metode yang
               umum digunakan oleh pelaku pasar dalam pasar yang relevan
          -    Ketersediaan dari informasi yang andal yang dibutuhkan dalam penerapan metode atau beberapa
               metode.

        Dalam menilai gudang dengan Pendekatan Pasar, untuk Tanah, Bangunan dan Sarana Pelengkap, dinilai
        sebagai satu kesatuan opini nilai dengan membandingkan objek dengan data pasar (pembanding) di
        sekitar lokasi yang kemudian dilakukan analisis perbandingan dan penyesuaian secara langsung.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                        30
Page 56
        DATA PASAR GUDANG
        Adapun data pasar yang kami peroleh di sekitar lokasi properti yang bisa dijadikan dasar penilaian adalah
        sebagai berikut :

                 Data 1 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Greges, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah               : 426 m²
                            Luas Bangunan            : ± 426 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Milik
                            Harga Penawaran          : Rp 6.000.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Karojim
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025
                 Data 2 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Margomulyo Permai, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah               : 332 m²
                            Luas Bangunan            : ± 332 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran          : Rp 3.200.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Ita Goh
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025
                 Data 3 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Margomulyo Permai, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah               : 582 m²
                            Luas Bangunan            : ± 582 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran          : Rp 6.000.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Ita Goh
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025

        Dalam melakukan wawancara dengan sumber data pembanding, kami tidak menggunakan identitas yang
        sebenarnya, hal ini dimaksudkan agar mendapatkan informasi yang lengkap dan dapat diandalkan.

        ELEMEN PERBANDINGAN
        Elemen perbandingan mengidentifikasi karakteristik khusus dari properti dan transaksi yang dapat
        menjelaskan variasi harga. Analisis pasar mengidentifikasi elemen yang secara khusus bersifat sensitif.
        Elemen perbandingan berikut ini dianggap mendasar dalam analisis perbandingan data pasar meliputi :
        -      Hak atas properti yang dialihkan
        -      Syarat pembiayaan
        -      Kondisi penjualan
        -      Pengeluaran yang dilakukan segera setelah pembelian
        -      Kondisi pasar
        -      Lokasi
        -      Karakter fisik
        -      Karakteristik ekonomi
        -      Penggunaan komponen non-realty dalam penjualan




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                             31
Page 57
4.3     KESIMPULAN NILAI PROPERTI
        Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan informasi yang relevan, kondisi pasar,
        perhitungan, analisa yang dilakukan, dan faktor lain yang berkaitan dengan penilaian, serta berpedoman
        pada kondisi pembatas dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa representasi Nilai Pasar dari
        properti pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                       Nilai Pasar
                                                  Rp. 3.440.000.000,-
                                  (Tiga Miliar Empat Ratus Empat Puluh Juta Rupiah)

4.4     KESIMPULAN NILAI PROPERTI REKONSILIASI

        Berdasarkan hasil analisis, pengolahan data, dan penerapan pendekatan penilaian yang telah diuraikan
        pada bab sebelumnya, Penilai melakukan rekonsiliasi indikasi nilai guna menghasilkan kesimpulan nilai
        tunggal yang paling andal dan mencerminkan nilai pasar objek penilaian.

        Dalam proses rekonsiliasi ini, Penilai memberikan bobot pada masing - masing Pendekatan sebesar 40%
        dan 60% dengan alasan bahwa pendekatan tersebut memanfaatkan data transaksi/penawaran yang
        paling aktif di pasar, memiliki tingkat akurasi data pembanding yang tinggi, serta paling mencerminkan
        perilaku pengunaan tertinggi dan terbaik (Highest and Best Use) atas objek penilaian pada tanggal
        penilaian.

                             REKONSILIASI NILAI                              BOBOT           NILAI PASAR
               1     Pendekatan Biaya (A)                                     40%             1,288,800,000
               2     Pendekatan Pasar (B)                                     60%             2,064,000,000
                           REKONSILIASI NILAI A+B                             100%            3,352,800,000

        Dengan mempertimbangkan seluruh faktor pembatas, asumsi, serta kondisi pasar aktual per tanggal 31
        Desember 2025, maka kesimpulan Rekonsiliasi Nilai Pasar (Market Value) untuk objek penilaian berupa
        Gudang adalah sebesar:

                                                Rekonsiliasi Nilai Pasar
                                                    Rp 3.352.800.000,-
                        (Tiga Miliar Tiga Ratus Lima Puluh Dua Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)


        Nilai ini merupakan satu kesatuan utuh dengan laporan penilaian ini dan tidak dapat dipisahkan atau
        digunakan secara parsial.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                             32
Page 58
                                        PROSES PENILAIAN
                                         ASET/PROPERTI
                                                    GUDANG




                                      Lokasi : 3
                         Gudang B-20, Jalan Greges Jaya II 8-B
                   Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo
                           Kota Surabaya, Jawa Timur 60183




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                 33
Page 59
                                        5. DATA PENILAIAN
5.1     DESKRIPSI PROPERTI
        Properti yang dinilai adalah Real Properti, terdiri dari Tanah Bangunan berupa Gudang, dan Sarana
        Pelengkap dengan luas tanah 345 meter persegi dan luas bangunan ± 345 meter persegi dengan
        penggunaan saat ini sebagai Gudang. Properti dinilai sebagai satu kesatuan.

5.2     HAK KEPEMILIKAN
        Berdasarkan salinan sertifikat yang kami terima, properti yang dinilai telah dilengkapi dengan 1 (Satu)
        dokumen kepemilikan yang terdiri dari :

                                         Surat Ukur/        Dikeluarkan     Berakhir       Terdaftar       Luas
          No     Surat Tanah
                                        Gambar Situasi        Tanggal       Tanggal       Atas Nama        (m2)

                      SHGB       24/Tambak Sarioso/2014                                  PT SATU VISI
           1.                                               01-05-2003     14-12-2051                      345
                     No. 00607       Tgl. 26-11-2014                                        PUTRA

                                                     Luas Total                                            345

        Kami asumsikan bahwa dokumen (salinan surat tanah) tersebut sesuai dengan aslinya, sah/legal, dapat
        diperjualbelikan serta bebas dari sengketa atau ikatan-ikatan lainnya.
        Hubungan antara Pemilik Aset, Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
        PT SATU VISI PUTRA adalah Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

        Kami tegaskan bahwa seluruh pimpinan, rekan, dan staf KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan tidak
        bertanggung jawab jika informasi di atas tidak benar. Untuk itu Penilai menyarankan agar pengguna
        laporan memeriksa semua dokumen terkait informasi di atas.

5.3     ANALISIS LINGKUNGAN
        5.3.1    LOKASI
                 Berdasarkan analisis lingkungan sekitar, properti yang dinilai berada di kawasan industri.
                 Perkembangan kawasan tersebut cukup baik, dimana bisa mempengaruhi harga jual properti.
                 Properti yang dinilai bebas banjir, tidak terdapat saluran listrik tegangan tinggi (sutet), posisi
                 tanah tidak tusuk sate.
                 Secara administratif lokasi ini berada dalam wilayah :
                     Kelurahan      :     Tambak Sarioso
                     Kecamatan      :     Asem Rowo
                     Kota           :     Surabaya
                     Provinsi       :     Jawa Timur
                 Properti terletak pada titik koordinat : -7.228014, 112.680416
                 Bangunan yang dapat dijadikan sebagai petunjuk adalah :
                       Kompleks Pergudangan Margomulyo

        5.3.2    AKSESIBILITAS
                 Properti yang dinilai memiliki akses Jalan Margomulyo ke utara di persimpangan ujung berbelok
                 sedikit ke kiri, ambil putar balik , dan belok kiri menuju Greges Jaya. Setelah pos jaga ambil ke
                 kiri dan lurus diujung berbelok ke kanan. Aset berada di sebelah kanan jalan.


Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                 34
Page 60
          5.3.3   FASILITAS UMUM
                  Kawasan tempat properti berada, dilengkapi jaringan listrik dari PLN dan jaringan telepon dari
                  TELKOM. Sarana kebutuhan sosial masyarakat seperti : pusat pertokoan/mini market, tempat
                  ibadah, sekolah, rumah makan, dan lainnya dapat ditemui di sekitar lokasi aset.

          5.3.4   FAKTOR-FAKTOR LAIN YANG MEMPENGARUHI NILAI PROPERTI
                  Faktor-faktor yang dipertimbangkan dapat menambah dan mengurangi nilai properti pada
                  tanggal penilaian adalah sebagai berikut :
                  Faktor Penambah :
                      Tanah bebas dari sengketa
                      Lebar jalan depan memadai
                      Kondisi lingkungan aman dan tertata
                      Lokasi aset tidak masuk gang dan lebar jalan < 3 meter
                      Bukan merupakan Tanah Helikopter (tanpa jalan masuk)
                      Berjarak jauh dari induk gardu listrik atau SUTET dengan jarak > 50 meter
                      Sebagian area tanahnya tidak digunakan untuk mendirikan BTS (tidak termasuk BTS yang
                       didirikan di atas bangunan)
                      Tidak terkena banjir (hingga masuk ke dalam properti/aset ) setiap terjadi hujan besar
                      Tidak dijadikan rumah ibadah, sekolah, panti jompo, panti asuhan, rumah duka, rumah
                       sakit, atau prasarana lainnya yang bersifat kemanusiaan
                      Berlokasi jauh dengan pemakaman umum (berjarak > 200 meter)
                      Berlokasi jauh dengan TPA dengan jarak 1 km
                      Tidak digunakan dan atau diperuntukkan sebagai sawah/lading/pertanian/rawa-rawa/tanah
                       gambut
                      Tidak termasuk ke dalam Zona Jalur Hijau
                      Jaminan bukan merupakan Kawasan Cagar Budaya

                  Faktor Pengurang :
                      Penyusutan bangunan

          5.3.5   PARAMETER PENGEMBANGAN TAPAK
                  Penilai telah melakukan penelusuran terhadap ketentuan tata ruang melalui aplikasi Distaru
                  setempat dan/atau portal GISTARU Kementerian ATR/BPN, untuk memperoleh informasi zonasi
                  dari lokasi objek penilaian. Berdasarkan hasil pencarian, Kami memperoleh hasil peruntukan dari
                  portal GISTARU.
                  Karena tidak terdapat informasi rinci mengenai parameter pengembangan tapak (seperti KDB,
                  KLB, GSB, dan ketentuan teknis lain) untuk lokasi tersebut, maka acuan yang digunakan
                  adalah Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di wilayah
                  administratif setempat, yaitu:
                  Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 8 Tahun 2012 tentang Rencana Detail
                  Tata Ruang Dan Peraturan Zonasi Kota Surabaya Tahun 2018-2038,Kami tidak mendapatkan
                  Informasi mengenai tapak objek penilaian.
                  Dengan demikian, parameter pengembangan tapak dalam laporan ini didasarkan pada ketentuan
                  umum RTRW tersebut, yang meliputi:
             Peruntukan                             : Lahan Peruntukan Industri
             Koefisien Dasar Bangunan (KDB)         : Tidak Ada Informasi
             Koefisien Lantai Bangunan (KLB)        : Tidak Ada Informasi
             Garis Sempadan Bangunan (GSB)          : Tidak Ada Informasi
             Rencana Pelebaran Jalan                : Tidak Ada Informasi


Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                              35
Page 61
                 Penilai telah berupaya memperoleh informasi resmi dari sumber daring maupun instansi terkait,
                 dan menyatakan bahwa data yang digunakan merupakan hasil penelusuran terbaik (best
                 available data) pada saat tanggal pemeriksaan.
5.4     DESKRIPSI TAPAK
        Tapak tanah berbentuk persegi panjang dengan kontur tanah datar dan mempunyai elevasi lebih tinggi
        dari permukaan jalan di depan properti, lebar tanah bagian depan sejajar dengan jalan ± 12meter.

        Batas-batas properti (tanah) adalah sebagai berikut:
          Sebelah Utara                      : Gudang
          Sebelah Timur                      : Gudang
          Sebelah Selatan                    : Gudang
          Sebelah Barat                      : Jalan Akses Pergudangan

        Kami tidak melakukan pengukuran secara menyeluruh terhadap luasan tanah tersebut, tetapi berdasarkan
        pengamatan batas fisik di lapangan dan membandingkan dengan salinan surat sertifikat tanah, kami
        beranggapan bahwa besaran luas yang digunakan dalam penilaian ini sesuai dengan besaran luas yang
        dinyatakan dalam salinan surat sertifikat tanah properti yang dimaksud.

5.5     DESKRIPSI PENGEMBANGAN
        5.5.1    IJIN PENGEMBANGAN
                 Pada saat peninjauan lokasi, penilai mendapatkan salinan dari IMB dengan Nomor: 188/836-
                 94/402.4.6/2003 yang dikeluarkan pada 5 Maret 2003 oleh Dinas Bangunan Kota Surabaya.

        5.5.2    SPESIFIKASI BANGUNAN
                 Uraian spesifikasi bangunan dalam penilaian ini secara lengkap dijelaskan seperti di bawah ini :
                1. Bangunan Gudang
                      Tahun Dibangun        :      2003
                      Jumlah Lantai         :      1 (Satu) lantai
                      Pondasi               :      Tapak Beton, Batu Kali
                      Konstruksi            :      Profil Baja
                      Rangka Atap           :      Profil Baja
                      Penutup Atap          :      Spandek
                      Plafond               :      Gypsum
                      Dinding               :      Bata Ringan Dilapis Cat (diplester daan diaci)
                      Pintu                 :      Besi, Kayu Dobel Triplek
                      Jendela               :      Kaca Rangka Aluminium
                      Lantai                :      Keramik dan Plat Beton
                      Fasilitas Bangunan    :      Seluruh bangunan dilengkapi dengan instalasi air bersih/kotor,
                                                    instalasi telepon, instalasi listrik
                      Luas Bangunan         :      ± 345 m2
                      Kondisi               :      Cukup
                      Perawatan             :      Cukup

        5.5.3    SPESIFIKASI SARANA PELENGKAP
                 Uraian spesifikasi sarana pelengkap bangunan yang termasuk objek penilaian secara lengkap
                 dijelaskan seperti di bawah ini :
                   Sambungan Listrik        :      Kapasitas 2.200 VA
                   Sumber Air Bersih        :      PDAM
                   Kondisi                  :      Cukup
                   Perawatan                :      Cukup


Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                36
Page 62
 5.6 ANALISIS PASAR PROPERTI KOMERSIAL

      Pada Triwulan I Tahun 2026, pasar properti komersial di Indonesia menunjukkan kondisi yang relatif
      melambat dibandingkan periode sebelumnya. Perlambatan terjadi pada sisi permintaan, pasokan, maupun
      pertumbuhan harga, yang mencerminkan masih berlangsungnya proses penyesuaian pasar di tengah
      dinamika ekonomi dan tingkat kehati-hatian pelaku usaha.

      5.6.1 Permintaan Properti Komersial

              Indeks Permintaan Properti Komersial pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,56%
              (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,69% (yoy). Perlambatan
              permintaan terutama terjadi pada kategori properti komersial jual, khususnya pada segmen
              apartemen, hotel, dan convention hall. Secara triwulanan, pertumbuhan permintaan tercatat sebesar
              0,04% (qtq), yang mengindikasikan masih terbatasnya aktivitas transaksi pada beberapa segmen
              properti komersial.




                                                        Sumber: Data Bank Indonesia




              Permintaan yang relatif tertahan tersebut dipengaruhi oleh masih adanya kehati-hatian pelaku pasar
              dalam melakukan ekspansi usaha maupun investasi properti. Selain itu, tingkat serapan pasar pada
              beberapa segmen juga belum sepenuhnya pulih, terutama pada properti yang sangat dipengaruhi
              aktivitas bisnis dan mobilitas ekonomi.




                                                        Sumber: Data Bank Indonesia




              Meskipun demikian, beberapa segmen tertentu masih menunjukkan daya tahan yang cukup baik,
              khususnya lahan industri dan warehouse complex yang didorong oleh aktivitas logistik, distribusi,
              dan industri manufaktur.
Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            37
Page 63
      5.6.2 Pasokan Properti Komersial

              Dari sisi pasokan, Indeks Pasokan Properti Komersial tercatat tumbuh sebesar 2,06% (yoy),
              melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,18% (yoy). Perlambatan tersebut
              menunjukkan bahwa pengembang cenderung lebih selektif dalam menambah suplai baru, terutama
              pada segmen dengan tingkat permintaan yang belum stabil.




                                                       Sumber: Data Bank Indonesia




              Peningkatan pasokan masih terjadi pada beberapa kategori properti komersial, terutama segmen
              hotel dan properti sewa di kota-kota utama seperti Jakarta, Bodebek, Surabaya, dan Denpasar.
              Namun demikian, secara umum pasar masih berada pada kondisi penyesuaian antara tingkat suplai
              dan kemampuan serap pasar.




                                                       Sumber: Data Bank Indonesia




              Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembang masih menjaga keseimbangan antara
              pengembangan proyek baru dengan kondisi pasar yang ada guna menghindari oversupply pada
              beberapa segmen tertentu.

      5.6.3 Harga Properti Komersial

              Indeks Harga Properti Komersial pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,78% (yoy),
              sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,79% (yoy). Secara triwulanan,
              pertumbuhan harga tercatat sebesar 0,15% (qtq).




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                         38
Page 64
              Pertumbuhan harga properti komersial masih ditopang oleh segmen lahan industri dan warehouse
              complex yang relatif stabil dan memiliki tingkat permintaan yang baik. Segmen tersebut masih
              memperoleh dukungan dari pertumbuhan sektor industri, pergudangan, dan logistik.




                                                              Sumber: Data Bank Indonesia




              Di sisi lain, beberapa segmen seperti hotel dan convention hall mengalami tekanan akibat
              perlambatan permintaan dan penyesuaian tingkat okupansi. Hal tersebut menyebabkan
              pertumbuhan harga pada segmen tersebut menjadi relatif terbatas dibandingkan segmen industri
              dan logistik.

      5.6.4 Tren Regional
              Secara regional, perkembangan pasar properti komersial menunjukkan variasi antar wilayah.
              Kawasan dengan aktivitas industri dan distribusi yang kuat, seperti Semarang, Bodebek, dan wilayah
              sekitar Jakarta, masih menunjukkan perkembangan yang relatif stabil terutama pada segmen lahan
              industri dan pergudangan.

              Sementara itu, wilayah yang memiliki ketergantungan lebih besar pada sektor hospitality dan
              kegiatan komersial berbasis konsumsi cenderung mengalami perlambatan pertumbuhan, terutama
              pada segmen hotel, apartemen sewa, dan convention hall.

              Kondisi tersebut mencerminkan bahwa kinerja pasar properti komersial saat ini sangat dipengaruhi
              oleh karakteristik ekonomi masing-masing wilayah serta jenis aktivitas usaha yang mendominasi
              wilayah tersebut.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            39
Page 65
       5.6.5 Kesimpulan

              Secara umum, pasar properti komersial pada Triwulan I Tahun 2026 masih menunjukkan
              pertumbuhan yang moderat dengan kecenderungan pasar yang lebih selektif dan berhati-hati.
              Segmen properti yang berkaitan dengan aktivitas industri, logistik, dan pergudangan masih
              menunjukkan prospek yang relatif lebih baik dibandingkan segmen hospitality maupun properti
              berbasis konsumsi.

              Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, perkembangan pasar properti komersial saat ini
              menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam analisis pasar dan pertimbangan penentuan
              opini nilai, khususnya dalam melihat prospek permintaan, tingkat serapan pasar, stabilitas harga,
              dan risiko pasar pada properti yang dinilai.

              Dengan mempertimbangkan kondisi permintaan yang selektif namun tetap aktif di beberapa segmen
              unggulan, serta dukungan eksternal seperti perkembangan kegiatan ekonomi, aktivitas MICE, dan
              pertumbuhan industri logistik, maka dapat diasumsikan bahwa properti yang dinilai memiliki tingkat
              kelayakan pasar (marketability) yang cukup baik. Properti ini memiliki potensi untuk dipasarkan
              secara optimal dan berada dalam siklus transaksi yang berkelanjutan di pasar properti komersial
              saat ini.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            40
Page 66
   5.7 ANALISIS PENGGUNAAN TERTINGGI DAN TERBAIK
        Dalam analisis HBU properti tanah kosong, fokus dari analisis adalah terhadap kemungkinan
        pengembangan tanah yang paling optimal. Dalam analisis HBU properti tanah yang telah dikembangkan,
        fokus dari analisis adalah terhadap 3 (tiga) kemungkinan, yaitu: kelanjutan dari penggunaan yang ada,
        modifikasi dari penggunaan yang ada, dan pembongkaran yang dilanjutkan pengembangan lahan
        kembali. Kemungkinan tersebut diuji dengan 4 (empat) aspek dalam analisis HBU, yaitu : aspek legal,
        fisik, finansial, dan produktifitas maksimal yang menjadi kesimpulan analisis HBU. Hal-hal yang
        dipertimbangkan merupakan salah satu atau lebih dari beberapa poin aspek sebagai berikut :
                             Aspek Legal                                        Aspek Fisik

                  Peruntukan (zoning)                         Ukuran tanah
                  Status aset publik/swasta                   Bentuk tanah
                  Peraturan bangunan                          Frontage
                  Kontrak yang membatasi                      Aksesibilitas
                  Hak menggunakan properti pihak lain         Dukungan utilitas
                  KDB & KLB                                   Lokasi
                  Status area bersejarah                      Topografi
                  Peraturan lingkungan                        Water frontage
                  Perubahan di masa depan                     Kondisi tanah
                                                               Potensi banjir & longsor
                                                    Aspek Finansial

                                               Pengembangan yang sesuai
                                               Lama waktu penjualan
                                               Ketersediaan pinjaman
                                               Daya beli calon pembeli tanah
                                               Profit pengembangan tanah

        Dengan mempertimbangkan poin-poin yang telah dijelaskan di atas, kesimpulan dari analisis HBU adalah
        tanah dikembangkan sebagai Gudang.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                         41
Page 67
                            7. PENDEKATAN PENILAIAN
7.1     PENILAIAN DENGAN PENDEKATAN BIAYA
        Dalam penilaian ini kami menggunakan Pendekatan Biaya (Cost Approach) dengan Metode Biaya
        Pengganti yaitu dengan menjumlahkan dari masing-masing agregasi penilaian yang terdiri dari tanah,
        bangunan & sarana pelengkap menjadi satu kesatuan opini nilai.

        7.1.1    METODE PENILAIAN TANAH
                 Dalam melakukan penilaian tanah, kami menggunakan Teknik Perbandingan Data Pasar
                 (Market Data Comparison Technique). Dalam Teknik Perbandingan Data Pasar, penilaian
                 tanah melibatkan perbandingan langsung dari properti yang dinilai dengan bidang tanah yang
                 sejenis dimana data aktual untuk transaksi pasar terakhir tersedia. Meskipun data transaksi
                 adalah sangat penting, analisis dari penawaran dan harga yang ditawarkan untuk bidang tanah
                 yang sejenis merupakan properti pesaing dapat memberikan pemahaman yang lebih baik
                 terhadap pasar.




                 Untuk data pasar berupa tanah kosong kami melakukan analisis perbandingan dan penyesuaian
                 secara langsung, sedangkan untuk data pasar tanah yang sudah dikembangkan kami melakukan
                 ekstraksi atas bangunan kemudian melakukan analisis perbandingan dan penyesuaian dengan
                 asumsi tanah dalam keadaan belum dikembangkan/kosong.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                        42
Page 68
                 DATA PASAR TANAH
                 Adapun data pasar yang kami peroleh di sekitar lokasi properti yang bisa dijadikan dasar
                 penilaian adalah sebagai berikut :
                 Data 1 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Greges, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah              : 426 m²
                            Luas Bangunan           : ± 426 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Milik
                            Harga Penawaran         : Rp 6.000.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Karojim
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025
                 Data 2 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Margomulyo Permai, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah              : 332 m²
                            Luas Bangunan           : ± 332 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran         : Rp 3.200.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Ita Goh
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025
                 Data 3 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Margomulyo Permai, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah              : 582 m²
                            Luas Bangunan           : ± 582 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran         : Rp 6.000.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Ita Goh
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025

                 Data pasar tanah yang tersedia kemudian disesuaikan dengan kondisi tanah properti objek
                 sehingga menghasilkan Indikasi Nilai Tanah.
                 Dalam melakukan wawancara dengan sumber data pembanding, kami tidak menggunakan
                 identitas yang sebenarnya, hal ini dimaksudkan agar mendapatkan informasi yang lengkap dan
                 dapat diandalkan.

                 ELEMEN PERBANDINGAN
                 Elemen perbandingan mengidentifikasi karakteristik khusus dari properti dan transaksi yang
                 dapat menjelaskan variasi harga. Analisis pasar mengidentifikasi elemen yang secara khusus
                 bersifat sensitif. Elemen perbandingan berikut ini dianggap mendasar dalam analisis
                 perbandingan data pasar meliputi :
                 - Hak atas properti yang dialihkan
                 - Syarat pembiayaan
                 - Kondisi penjualan
                 - Pengeluaran yang dilakukan segera setelah pembelian
                 - Kondisi pasar
                 - Lokasi
                 - Karakter fisik
                 - Karakteristik ekonomi
                 - Penggunaan komponen non-realty dalam penjualan



Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                       43
Page 69
                 KESIMPULAN NILAI TANAH
                 Berdasarkan pertimbangan di atas serta faktor-faktor yang mempengaruhi nilai, maka kami
                 berkesimpulan bahwa Indikasi Nilai Tanah tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                      Rp. 2.860.050.000,-
                              (Dua Miliar Delapan Ratus Enam Puluh Juta Lima Puluh Ribu Rupiah)

        7.1.2    METODE PENILAIAN BANGUNAN DAN SARANA PELENGKAP
                 Dalam melakukan penilaian bangunan, kami menghitung Biaya Reproduksi Bangunan setelah
                 penyusutan. Biaya Reproduksi Baru bangunan dihitung menggunakan metode Unit Terpasang
                 (Unit in Place). Data dan informasi mengenai biaya unit terpasang bangunan mengacu kepada
                 Biaya Teknis Bangunan (BTB) semester I tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi
                 Penilai Indonesia (MAPPI). Dalam melakukan penilaian sarana pelengkap kami menghitung
                 Biaya Reproduksi sarana pelengkap setelah penyusutan. Penyusutan dihitung menggunakan
                 metode Breakdown yang membagi penyusutan menjadi tiga (3) aspek, yaitu :
                    1. Penyusutan Fisik
                    2. Keusangan Fungsional
                    3. Keusangan Ekonomis
                 Rincian perhitungan Indikasi Nilai Bangunan properti adalah sebagai berikut :
                                                                  Biaya Pengganti
                                 Unit Bangunan                                           Indikasi Nilai (Rp)
                                                                     Baru (Rp)
                    Bangunan Utama
                    - Gudang                                           1.255.455.000             292.940.000
                    Sub Total                                          1.255.455.000             292.940.000
                    Sarana Pelengkap
                    - Sambungan Listrik                                    2.443.000               2.443.000
                    - Sumber Air Bersih                                    9.966.000               9.966.000
                    Sub Total                                             12.409.000              12.409.000
                    Total                                              1.267.864.000             305.349.000

                 KESIMPULAN NILAI BANGUNAN DAN SARANA PELENGKAP
                 Berdasarkan pertimbangan di atas serta faktor-faktor yang mempengaruhi nilai, maka kami
                 berkesimpulan bahwa Indikasi Nilai Bangunan dan Sarana Pelengkap pada tanggal 31
                 Desember 2025 adalah :

                                                       Rp. 305.349.000,-
                             (Tiga Ratus Lima Juta Tiga Ratus Empat Puluh Sembilan Ribu Rupiah)




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                              44
Page 70
        7.1.3    INDIKASI NILAI PROPERTI DENGAN PENDEKATAN BIAYA
                 Dari beberapa metode dan teknik yang telah diterapkan dalam perhitungan atas setiap unit
                 penilaian properti dalam penilaian ini yang terdiri dari :

                                                                   Nilai Pasar
                                 Unit Penilaian
                                                                       (Rp)
                        Tanah                                           2.860.050.000

                        Bangunan dan Sarana Pelengkap                       305.349.000
                                    Total                               3.165.399.000
                                  Pembulatan                            3.165.000.000

                 Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan informasi yang relevan, kondisi
                 pasar, perhitungan, analisa yang dilakukan, dan faktor lain yang berkaitan dengan penilaian,
                 serta berpedoman pada kondisi pembatas dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa
                 representasi Indikasi Nilai Pasar dengan menggunakan Pendekatan Biaya dari aset/properti
                 tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                          Nilai Pasar
                                                      Rp. 3.165.000.000,-
                                       (Tiga Miliar Seratus Enam Puluh Lima Juta Rupiah)




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                         45
Page 71
7.2     PENILAIAN DENGAN PENDEKATAN PASAR
        Dalam melakukan penilaian ini, kami menggunakan Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan
        Metode Perbandingan Langsung (Direct Comparison Method) dengan pertimbangan bahwa :

          -    Dasar dan premis nilai yang sesuai yang ditentukan oleh persyaratan dan tujuan penugasan
               penilaian.
          -    Kekuatan dan kelemahan dari pendekatan dan metode penilaian yang mungkin diterapkan.
          -    Kesesuaian dari setiap metode dilihat dari karakteristik aset, dan pendekatan atau metode yang
               umum digunakan oleh pelaku pasar dalam pasar yang relevan
          -    Ketersediaan dari informasi yang andal yang dibutuhkan dalam penerapan metode atau beberapa
               metode.

        Dalam menilai gudang dengan Pendekatan Pasar, untuk Tanah, Bangunan dan Sarana Pelengkap, dinilai
        sebagai satu kesatuan opini nilai dengan membandingkan objek dengan data pasar (pembanding) di
        sekitar lokasi yang kemudian dilakukan analisis perbandingan dan penyesuaian secara langsung.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                        46
Page 72
        DATA PASAR GUDANG
        Adapun data pasar yang kami peroleh di sekitar lokasi properti yang bisa dijadikan dasar penilaian adalah
        sebagai berikut :

                 Data 1 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Greges, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah               : 426 m²
                            Luas Bangunan            : ± 426 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Milik
                            Harga Penawaran          : Rp 6.000.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Karojim
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025
                 Data 2 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Margomulyo Permai, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah               : 332 m²
                            Luas Bangunan            : ± 332 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran          : Rp 3.200.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Ita Goh
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025
                 Data 3 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Margomulyo Permai, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah               : 582 m²
                            Luas Bangunan            : ± 582 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran          : Rp 6.000.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Ita Goh
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025

        Dalam melakukan wawancara dengan sumber data pembanding, kami tidak menggunakan identitas yang
        sebenarnya, hal ini dimaksudkan agar mendapatkan informasi yang lengkap dan dapat diandalkan.

        ELEMEN PERBANDINGAN
        Elemen perbandingan mengidentifikasi karakteristik khusus dari properti dan transaksi yang dapat
        menjelaskan variasi harga. Analisis pasar mengidentifikasi elemen yang secara khusus bersifat sensitif.
        Elemen perbandingan berikut ini dianggap mendasar dalam analisis perbandingan data pasar meliputi :
        -      Hak atas properti yang dialihkan
        -      Syarat pembiayaan
        -      Kondisi penjualan
        -      Pengeluaran yang dilakukan segera setelah pembelian
        -      Kondisi pasar
        -      Lokasi
        -      Karakter fisik
        -      Karakteristik ekonomi
        -      Penggunaan komponen non-realty dalam penjualan




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                             47
Page 73
7.3     KESIMPULAN NILAI PROPERTI
        Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan informasi yang relevan, kondisi pasar,
        perhitungan, analisa yang dilakukan, dan faktor lain yang berkaitan dengan penilaian, serta berpedoman
        pada kondisi pembatas dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa representasi Nilai Pasar dari
        properti pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                       Nilai Pasar
                                                  Rp. 3.440.000.000,-
                              (Tiga Miliar Empat Ratus Empat Puluh Juta Rupiah)

7.4     KESIMPULAN NILAI PROPERTI REKONSILIASI

        Berdasarkan hasil analisis, pengolahan data, dan penerapan pendekatan penilaian yang telah diuraikan
        pada bab sebelumnya, Penilai melakukan rekonsiliasi indikasi nilai guna menghasilkan kesimpulan nilai
        tunggal yang paling andal dan mencerminkan nilai pasar objek penilaian.

        Dalam proses rekonsiliasi ini, Penilai memberikan bobot pada masing - masing Pendekatan sebesar 40%
        dan 60% dengan alasan bahwa pendekatan tersebut memanfaatkan data transaksi/penawaran yang
        paling aktif di pasar, memiliki tingkat akurasi data pembanding yang tinggi, serta paling mencerminkan
        perilaku pengunaan tertinggi dan terbaik (Highest and Best Use) atas objek penilaian pada tanggal
        penilaian.

                               REKONSILIASI NILAI                              BOBOT         NILAI PASAR
                  1        Pendekatan Biaya (A)                                 40%            1,266,000,000
                  2        Pendekatan Pasar (B)                                 60%            2,064,000,000
                             REKONSILIASI NILAI A+B                             100%           3,330,000,000

        Dengan mempertimbangkan seluruh faktor pembatas, asumsi, serta kondisi pasar aktual per tanggal 31
        Desember 2025, maka kesimpulan Rekonsiliasi Nilai Pasar (Market Value) untuk objek penilaian berupa
        Gudang adalah sebesar:

                                                Rekonsiliasi Nilai Pasar
                                                    Rp 3.330.000.000,-
                                     (Tiga Miliar Tiga Ratus Tiga Puluh Juta Rupiah)


        Nilai ini merupakan satu kesatuan utuh dengan laporan penilaian ini dan tidak dapat dipisahkan atau
        digunakan secara parsial.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                              48
Page 74
                                        PROSES PENILAIAN
                                         ASET/PROPERTI
                                                    GUDANG




                                     Lokasi :4
                        Gudang C-05, Jalan Greges Jaya II 8-B
                   Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo
                          Kota Surabaya, Jawa Timur 60183




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                 49
Page 75
                              8. PENDEKATAN PENILAIAN
8.1     DESKRIPSI PROPERTI
        Properti yang dinilai adalah Real Properti, terdiri dari Tanah Bangunan berupa Gudang, dan Sarana
        Pelengkap dengan luas tanah 418 meter persegi dan luas bangunan ± 345 meter persegi dengan
        penggunaan saat ini sebagai Gudang. Properti dinilai sebagai satu kesatuan.

8.2     HAK KEPEMILIKAN
        Berdasarkan salinan sertifikat yang kami terima, properti yang dinilai telah dilengkapi dengan 1 (Satu)
        dokumen kepemilikan yang terdiri dari :

                     Surat        Surat Ukur/       Dikeluarkan     Berakhir           Terdaftar           Luas
          No
                     Tanah       Gambar Situasi       Tanggal       Tanggal           Atas Nama            (m2)
                                                                                  Perseroan Terbatas
                                   43/Tambak                                        PT SATU VISI
                   SHGB
           1.                     Sarioso/2014      01-05-2003     14-12-2051           PUTRA,             418
                  No. 00608
                                 Tgl. 08-12-2014                                 berkedudukan di Kota
                                                                                       Surabaya
                                                    Luas Total                                             418

        Kami asumsikan bahwa dokumen (salinan surat tanah) tersebut sesuai dengan aslinya, sah/legal, dapat
        diperjualbelikan serta bebas dari sengketa atau ikatan-ikatan lainnya.
        Hubungan antara Pemilik Aset, Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
        PT SATU VISI PUTRA adalah Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

        Kami tegaskan bahwa seluruh pimpinan, rekan, dan staf KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan tidak
        bertanggung jawab jika informasi di atas tidak benar. Untuk itu Penilai menyarankan agar pengguna
        laporan memeriksa semua dokumen terkait informasi di atas.

8.3     ANALISIS LINGKUNGAN
        8.3.1    LOKASI
                 Berdasarkan analisis lingkungan sekitar, properti yang dinilai berada di kawasan industri.
                 Perkembangan kawasan tersebut cukup baik, dimana bisa mempengaruhi harga jual properti.
                 Properti yang dinilai bebas banjir, tidak terdapat saluran listrik tegangan tinggi (sutet), posisi
                 tanah tidak tusuk sate.
                 Secara administratif lokasi ini berada dalam wilayah :
                     Kelurahan      :    Tambak Sarioso
                     Kecamatan      :    Asem Rowo
                     Kota           :    Surabaya
                     Provinsi       :    Jawa Timur
                 Properti terletak pada titik koordinat -7.228264, 112.680116
                 Bangunan yang dapat dijadikan sebagai petunjuk adalah :
                      Kompleks Pergudangan Margomulyo

        8.3.2    AKSESIBILITAS
                 Properti yang dinilai memiliki akses Jalan Margomulyo ke utara di persimpangan ujung berbelok
                 sedikit ke kiri, ambil putar balik , dan belok kiri menuju Greges Jaya. Setelah pos jaga ambil ke
                 kiri dan lurus diujung berbelok ke kanan. Aset berada di sebelah kiri jalan.
Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                 50
Page 76
        8.3.3     FASILITAS UMUM
                  Kawasan tempat properti berada, dilengkapi jaringan listrik dari PLN dan jaringan telepon dari
                  TELKOM. Sarana kebutuhan sosial masyarakat seperti : pusat pertokoan/mini market, tempat
                  ibadah, sekolah, rumah makan, dan lainnya dapat ditemui di sekitar lokasi aset.

        8.3.4     FAKTOR-FAKTOR LAIN YANG MEMPENGARUHI NILAI PROPERTI
                  Faktor-faktor yang dipertimbangkan dapat menambah dan mengurangi nilai properti pada
                  tanggal penilaian adalah sebagai berikut :
                  Faktor Penambah :
                      Tanah bebas dari sengketa
                      Lebar jalan depan memadai
                      Kondisi lingkungan aman dan tertata
                      Lokasi aset tidak masuk gang dan lebar jalan < 3 meter
                      Bukan merupakan Tanah Helikopter (tanpa jalan masuk)
                      Berjarak jauh dari induk gardu listrik atau SUTET dengan jarak > 50 meter
                      Sebagian area tanahnya tidak digunakan untuk mendirikan BTS (tidak termasuk BTS yang
                       didirikan di atas bangunan)
                      Tidak terkena banjir (hingga masuk ke dalam properti/aset ) setiap terjadi hujan besar
                      Tidak dijadikan rumah ibadah, sekolah, panti jompo, panti asuhan, rumah duka, rumah
                       sakit, atau prasarana lainnya yang bersifat kemanusiaan
                      Berlokasi jauh dengan pemakaman umum (berjarak > 200 meter)
                      Berlokasi jauh dengan TPA dengan jarak 1 km
                      Tidak digunakan dan atau diperuntukkan sebagai sawah/lading/pertanian/rawa-rawa/tanah
                       gambut
                      Tidak termasuk ke dalam Zona Jalur Hijau
                      Jaminan bukan merupakan Kawasan Cagar Budaya

                  Faktor Pengurang :
                      Penyusutan bangunan

       8.3.5     PARAMETER PENGEMBANGAN TAPAK
                Penilai telah melakukan penelusuran terhadap ketentuan tata ruang melalui aplikasi Distaru
                setempat dan/atau portal GISTARU Kementerian ATR/BPN, untuk memperoleh informasi zonasi
                dari lokasi objek penilaian. Berdasarkan hasil pencarian, Kami memperoleh hasil peruntukan dari
                portal GISTARU.
                Karena tidak terdapat informasi rinci mengenai parameter pengembangan tapak (seperti KDB,
                KLB, GSB, dan ketentuan teknis lain) untuk lokasi tersebut, maka acuan yang digunakan
                adalah Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di wilayah
                administratif setempat, yaitu:
                Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 8 Tahun 2012 tentang Rencana Detail
                Tata Ruang Dan Peraturan Zonasi Kota Surabaya Tahun 2018-2038,Kami tidak mendapatkan
                Informasi mengenai tapak objek penilaian.
                Dengan demikian, parameter pengembangan tapak dalam laporan ini didasarkan pada ketentuan
                umum RTRW tersebut, yang meliputi:
              Peruntukan                            : Lahan Peruntukan Industri
              Koefisien Dasar Bangunan (KDB)        : Tidak Ada Informasi
              Koefisien Lantai Bangunan (KLB)       : Tidak Ada Informasi
              Garis Sempadan Bangunan (GSB)         : Tidak Ada Informasi
              Rencana Pelebaran Jalan               : Tidak Ada Informasi


Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                              51
Page 77
               Penilai telah berupaya memperoleh informasi resmi dari sumber daring maupun instansi terkait,
               dan menyatakan bahwa data yang digunakan merupakan hasil penelusuran terbaik (best available
               data) pada saat tanggal pemeriksaan.
8.4     DESKRIPSI TAPAK
        Tapak tanah berbentuk persegi panjang dengan kontur tanah datar dan mempunyai elevasi lebih tinggi
        dari permukaan jalan di depan properti, lebar tanah bagian depan sejajar dengan jalan ± 12meter.

        Batas-batas properti (tanah) adalah sebagai berikut:
           Sebelah Utara                         :               Gudang
           Sebelah Timur                         :               Jalan Akses Pergudangan
           Sebelah Selatan                       :               Gudang
           Sebelah Barat                         :               Depo Kontainer

        Kami tidak melakukan pengukuran secara menyeluruh terhadap luasan tanah tersebut, tetapi berdasarkan
        pengamatan batas fisik di lapangan dan membandingkan dengan salinan surat sertifikat tanah, kami
        beranggapan bahwa besaran luas yang digunakan dalam penilaian ini sesuai dengan besaran luas yang
        dinyatakan dalam salinan surat sertifikat tanah properti yang dimaksud.

8.5     DESKRIPSI PENGEMBANGAN
        8..1     IJIN PENGEMBANGAN
                 Pada saat peninjauan lokasi, penilai mendapatkan salinan dari IMB Induk Pergudangan dengan
                 Nomor: 188/836/94/402.4.6/2003 yang dikeluarkan pada 5 Maret 2003 oleh Dinas Bangunan
                 Pemerintah Kota Surabaya.

        8..2     SPESIFIKASI BANGUNAN
                 Uraian spesifikasi bangunan dalam penilaian ini secara lengkap dijelaskan seperti di bawah ini :
                 1. Bangunan Gudang
                      Tahun Dibangun        :      2003
                      Jumlah Lantai         :      1 (Satu) lantai
                      Pondasi               :      Tapak Beton, Batu Kali
                      Konstruksi            :      Profil Baja
                      Rangka Atap           :      Profil Baja
                      Penutup Atap          :      Spandek
                      Plafond               :      -
                      Dinding               :      Bata Ringan Dilapis Cat (diplester dan diaci)
                      Pintu                 :      Besi
                      Jendela               :      -
                      Lantai                :      Plat Beton
                      Fasilitas Bangunan    :      Seluruh bangunan dilengkapi dengan instalasi air bersih/kotor,
                                                    instalasi telepon, instalasi listrik
                      Luas Bangunan         :      ± 345 m2
                      Kondisi               :      Cukup
                      Perawatan             :      Cukup

        8..3     SPESIFIKASI SARANA PELENGKAP
                 Uraian spesifikasi sarana pelengkap bangunan yang termasuk objek penilaian secara lengkap
                 dijelaskan seperti di bawah ini :
                   Sambungan Listrik        :      Kapasitas 6.600 VA
                   Sumber Air Bersih        :      PDAM
                   Kondisi                  :      Cukup
                   Perawatan                :      Cukup

Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                52
Page 78
 8.6 ANALISIS PASAR PROPERTI KOMERSIAL

      Pada Triwulan I Tahun 2026, pasar properti komersial di Indonesia menunjukkan kondisi yang relatif
      melambat dibandingkan periode sebelumnya. Perlambatan terjadi pada sisi permintaan, pasokan, maupun
      pertumbuhan harga, yang mencerminkan masih berlangsungnya proses penyesuaian pasar di tengah
      dinamika ekonomi dan tingkat kehati-hatian pelaku usaha.

      8.6.1 Permintaan Properti Komersial

              Indeks Permintaan Properti Komersial pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,56%
              (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,69% (yoy). Perlambatan
              permintaan terutama terjadi pada kategori properti komersial jual, khususnya pada segmen
              apartemen, hotel, dan convention hall. Secara triwulanan, pertumbuhan permintaan tercatat sebesar
              0,04% (qtq), yang mengindikasikan masih terbatasnya aktivitas transaksi pada beberapa segmen
              properti komersial.




                                                        Sumber: Data Bank Indonesia




              Permintaan yang relatif tertahan tersebut dipengaruhi oleh masih adanya kehati-hatian pelaku pasar
              dalam melakukan ekspansi usaha maupun investasi properti. Selain itu, tingkat serapan pasar pada
              beberapa segmen juga belum sepenuhnya pulih, terutama pada properti yang sangat dipengaruhi
              aktivitas bisnis dan mobilitas ekonomi.




                                                        Sumber: Data Bank Indonesia




              Meskipun demikian, beberapa segmen tertentu masih menunjukkan daya tahan yang cukup baik,
              khususnya lahan industri dan warehouse complex yang didorong oleh aktivitas logistik, distribusi,
              dan industri manufaktur.
Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            53
Page 79
      8.6.2 Pasokan Properti Komersial

              Dari sisi pasokan, Indeks Pasokan Properti Komersial tercatat tumbuh sebesar 2,06% (yoy),
              melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,18% (yoy). Perlambatan tersebut
              menunjukkan bahwa pengembang cenderung lebih selektif dalam menambah suplai baru, terutama
              pada segmen dengan tingkat permintaan yang belum stabil.




                                                      Sumber: Data Bank Indonesia




              Peningkatan pasokan masih terjadi pada beberapa kategori properti komersial, terutama segmen
              hotel dan properti sewa di kota-kota utama seperti Jakarta, Bodebek, Surabaya, dan Denpasar.
              Namun demikian, secara umum pasar masih berada pada kondisi penyesuaian antara tingkat suplai
              dan kemampuan serap pasar.




                                                      Sumber: Data Bank Indonesia




              Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembang masih menjaga keseimbangan antara
              pengembangan proyek baru dengan kondisi pasar yang ada guna menghindari oversupply pada
              beberapa segmen tertentu.

      8.6.3 Harga Properti Komersial

              Indeks Harga Properti Komersial pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,78% (yoy),
              sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,79% (yoy). Secara triwulanan,
              pertumbuhan harga tercatat sebesar 0,15% (qtq).




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                         54
Page 80
              Pertumbuhan harga properti komersial masih ditopang oleh segmen lahan industri dan warehouse
              complex yang relatif stabil dan memiliki tingkat permintaan yang baik. Segmen tersebut masih
              memperoleh dukungan dari pertumbuhan sektor industri, pergudangan, dan logistik.




                                                              Sumber: Data Bank Indonesia




              Di sisi lain, beberapa segmen seperti hotel dan convention hall mengalami tekanan akibat
              perlambatan permintaan dan penyesuaian tingkat okupansi. Hal tersebut menyebabkan
              pertumbuhan harga pada segmen tersebut menjadi relatif terbatas dibandingkan segmen industri
              dan logistik.

      8.6.4 Tren Regional
              Secara regional, perkembangan pasar properti komersial menunjukkan variasi antar wilayah.
              Kawasan dengan aktivitas industri dan distribusi yang kuat, seperti Semarang, Bodebek, dan wilayah
              sekitar Jakarta, masih menunjukkan perkembangan yang relatif stabil terutama pada segmen lahan
              industri dan pergudangan.

              Sementara itu, wilayah yang memiliki ketergantungan lebih besar pada sektor hospitality dan
              kegiatan komersial berbasis konsumsi cenderung mengalami perlambatan pertumbuhan, terutama
              pada segmen hotel, apartemen sewa, dan convention hall.

              Kondisi tersebut mencerminkan bahwa kinerja pasar properti komersial saat ini sangat dipengaruhi
              oleh karakteristik ekonomi masing-masing wilayah serta jenis aktivitas usaha yang mendominasi
              wilayah tersebut.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            55
Page 81
       8.6.5 Kesimpulan

              Secara umum, pasar properti komersial pada Triwulan I Tahun 2026 masih menunjukkan
              pertumbuhan yang moderat dengan kecenderungan pasar yang lebih selektif dan berhati-hati.
              Segmen properti yang berkaitan dengan aktivitas industri, logistik, dan pergudangan masih
              menunjukkan prospek yang relatif lebih baik dibandingkan segmen hospitality maupun properti
              berbasis konsumsi.

              Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, perkembangan pasar properti komersial saat ini
              menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam analisis pasar dan pertimbangan penentuan
              opini nilai, khususnya dalam melihat prospek permintaan, tingkat serapan pasar, stabilitas harga,
              dan risiko pasar pada properti yang dinilai.

              Dengan mempertimbangkan kondisi permintaan yang selektif namun tetap aktif di beberapa segmen
              unggulan, serta dukungan eksternal seperti perkembangan kegiatan ekonomi, aktivitas MICE, dan
              pertumbuhan industri logistik, maka dapat diasumsikan bahwa properti yang dinilai memiliki tingkat
              kelayakan pasar (marketability) yang cukup baik. Properti ini memiliki potensi untuk dipasarkan
              secara optimal dan berada dalam siklus transaksi yang berkelanjutan di pasar properti komersial
              saat ini.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            56
Page 82
 8.7 ANALISIS PENGGUNAAN TERTINGGI DAN TERBAIK
       Dalam analisis HBU properti tanah kosong, fokus dari analisis adalah terhadap kemungkinan
       pengembangan tanah yang paling optimal. Dalam analisis HBU properti tanah yang telah dikembangkan,
       fokus dari analisis adalah terhadap 3 (tiga) kemungkinan, yaitu: kelanjutan dari penggunaan yang ada,
       modifikasi dari penggunaan yang ada, dan pembongkaran yang dilanjutkan pengembangan lahan kembali.
       Kemungkinan tersebut diuji dengan 4 (empat) aspek dalam analisis HBU, yaitu : aspek legal, fisik, finansial,
       dan produktifitas maksimal yang menjadi kesimpulan analisis HBU. Hal-hal yang dipertimbangkan
       merupakan salah satu atau lebih dari beberapa poin aspek sebagai berikut :
                                   Aspek Legal                                         Aspek Fisik

                      Peruntukan (zoning)                            Ukuran tanah
                      Status aset publik/swasta                      Bentuk tanah
                      Peraturan bangunan                             Frontage
                      Kontrak yang membatasi                         Aksesibilitas
                      Hak menggunakan properti pihak lain            Dukungan utilitas
                      KDB & KLB                                      Lokasi
                      Status area bersejarah                         Topografi
                      Peraturan lingkungan                           Water frontage
                      Perubahan di masa depan                        Kondisi tanah
                                                                      Potensi banjir & longsor
                                                             Aspek Finansial

                      Pengembangan yang sesuai
                      Lama waktu penjualan
                      Ketersediaan pinjaman
                      Daya beli calon pembeli tanah
                      Profit pengembangan tanah

       Dengan mempertimbangkan poin-poin yang telah dijelaskan di atas, kesimpulan dari analisis HBU adalah
       tanah dikembangkan sebagai Gudang.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                               57
Page 83
                            9. PENDEKATAN PENILAIAN
9.1     PENILAIAN DENGAN PENDEKATAN BIAYA
        Dalam penilaian ini kami menggunakan Pendekatan Biaya (Cost Approach) dengan Metode Biaya
        Pengganti yaitu dengan menjumlahkan dari masing-masing agregasi penilaian yang terdiri dari tanah,
        bangunan & sarana pelengkap menjadi satu kesatuan opini nilai.

        9.1.1    METODE PENILAIAN TANAH
                 Dalam melakukan penilaian tanah, kami menggunakan Teknik Perbandingan Data Pasar
                 (Market Data Comparison Technique). Dalam Teknik Perbandingan Data Pasar, penilaian
                 tanah melibatkan perbandingan langsung dari properti yang dinilai dengan bidang tanah yang
                 sejenis dimana data aktual untuk transaksi pasar terakhir tersedia. Meskipun data transaksi
                 adalah sangat penting, analisis dari penawaran dan harga yang ditawarkan untuk bidang tanah
                 yang sejenis merupakan properti pesaing dapat memberikan pemahaman yang lebih baik
                 terhadap pasar.




                 Untuk data pasar berupa tanah kosong kami melakukan analisis perbandingan dan penyesuaian
                 secara langsung, sedangkan untuk data pasar tanah yang sudah dikembangkan kami melakukan
                 ekstraksi atas bangunan kemudian melakukan analisis perbandingan dan penyesuaian dengan
                 asumsi tanah dalam keadaan belum dikembangkan/kosong.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                        58
Page 84
                 DATA PASAR TANAH
                 Adapun data pasar yang kami peroleh di sekitar lokasi properti yang bisa dijadikan dasar
                 penilaian adalah sebagai berikut :
                 Data 1 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Greges, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah              : 426 m²
                            Luas Bangunan           : ± 426 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Milik
                            Harga Penawaran         : Rp 6.000.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Karojim
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025
                 Data 2 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Margomulyo Permai, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah              : 332 m²
                            Luas Bangunan           : ± 332 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran         : Rp 3.200.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Ita Goh
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025
                 Data 3 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Margomulyo Permai, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah              : 582 m²
                            Luas Bangunan           : ± 582 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran         : Rp 6.000.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Ita Goh
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025

                 Data pasar tanah yang tersedia kemudian disesuaikan dengan kondisi tanah properti objek
                 sehingga menghasilkan Indikasi Nilai Tanah.
                 Dalam melakukan wawancara dengan sumber data pembanding, kami tidak menggunakan
                 identitas yang sebenarnya, hal ini dimaksudkan agar mendapatkan informasi yang lengkap dan
                 dapat diandalkan.

                 ELEMEN PERBANDINGAN
                 Elemen perbandingan mengidentifikasi karakteristik khusus dari properti dan transaksi yang
                 dapat menjelaskan variasi harga. Analisis pasar mengidentifikasi elemen yang secara khusus
                 bersifat sensitif. Elemen perbandingan berikut ini dianggap mendasar dalam analisis
                 perbandingan data pasar meliputi :
                 - Hak atas properti yang dialihkan
                 - Syarat pembiayaan
                 - Kondisi penjualan
                 - Pengeluaran yang dilakukan segera setelah pembelian
                 - Kondisi pasar
                 - Lokasi
                 - Karakter fisik
                 - Karakteristik ekonomi
                 - Penggunaan komponen non-realty dalam penjualan



Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                       59
Page 85
                 KESIMPULAN NILAI TANAH
                 Berdasarkan pertimbangan di atas serta faktor-faktor yang mempengaruhi nilai, maka kami
                 berkesimpulan bahwa Indikasi Nilai Tanah tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                      Rp. 3.469.400.000,-
                          (Tiga Miliar Empat Ratus Enam Puluh Sembilan Juta Empat Ratus Ribu Rupiah)

        9.1.2    METODE PENILAIAN BANGUNAN DAN SARANA PELENGKAP
                 Dalam melakukan penilaian bangunan, kami menghitung Biaya Reproduksi Bangunan setelah
                 penyusutan. Biaya Reproduksi Baru bangunan dihitung menggunakan metode Unit Terpasang
                 (Unit in Place). Data dan informasi mengenai biaya unit terpasang bangunan mengacu kepada
                 Biaya Teknis Bangunan (BTB) semester I tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi
                 Penilai Indonesia (MAPPI). Dalam melakukan penilaian sarana pelengkap kami menghitung
                 Biaya Reproduksi sarana pelengkap setelah penyusutan. Penyusutan dihitung menggunakan
                 metode Breakdown yang membagi penyusutan menjadi tiga (3) aspek, yaitu :
                     1.    Penyusutan Fisik
                     2.    Keusangan Fungsional
                     3.    Keusangan Ekonomis
                 Rincian perhitungan Indikasi Nilai Bangunan properti adalah sebagai berikut :
                                                                  Biaya Pengganti
                                 Unit Bangunan                                           Indikasi Nilai (Rp)
                                                                     Baru (Rp)
                    Bangunan Utama
                    - Gudang                                           1.154.370.000             269.353.000
                    Sub Total                                          1.154.370.000             269.353.000
                    Sarana Pelengkap
                    - Sambungan Listrik                                    7.488.000               7.488.000
                    - Sumber Air Bersih                                    9.966.000               9.966.000
                    Sub Total                                             17.454.000              17.454.000
                    Total                                              1.171.824.000             286.807.000

                 KESIMPULAN NILAI BANGUNAN DAN SARANA PELENGKAP
                 Berdasarkan pertimbangan di atas serta faktor-faktor yang mempengaruhi nilai, maka kami
                 berkesimpulan bahwa Indikasi Nilai Bangunan dan Sarana Pelengkap pada tanggal 31
                 Desember 2025 adalah :

                                                      Rp. 286.807.000,-
                             (Dua Ratus Delapan Puluh Enam Juta Delapan Ratus Tujuh Ribu Rupiah)




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                              60
Page 86
9.2     INDIKASI NILAI PROPERTI DENGAN PENDEKATAN BIAYA
        Dari beberapa metode dan teknik yang telah diterapkan dalam perhitungan atas setiap unit penilaian
        properti dalam penilaian ini yang terdiri dari :

                                                                          Nilai Pasar
                                      Unit Penilaian
                                                                             (Rp)
                                Tanah                                     3.469.400.000
                                Bangunan dan Sarana
                                                                            286.807.000
                                Pelengkap
                                        Total                             3.756.207.000
                                     Pembulatan                           3.756.000.000

        Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan informasi yang relevan, kondisi pasar,
        perhitungan, analisa yang dilakukan, dan faktor lain yang berkaitan dengan penilaian, serta berpedoman
        pada kondisi pembatas dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa representasi Indikasi Nilai
        Pasar dengan menggunakan Pendekatan Biaya dari aset/properti tersebut pada tanggal 31 Desember
        2025 adalah :

                                                        Nilai Pasar
                                                    Rp. 3.756.000.000,-
                                (Tiga Miliar Tujuh Ratus Lima Puluh Enam Juta Rupiah)




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                          61
Page 87
9.3     PENILAIAN DENGAN PENDEKATAN PASAR
        Dalam melakukan penilaian ini, kami menggunakan Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan
        Metode Perbandingan Langsung (Direct Comparison Method) dengan pertimbangan bahwa :

          -    Dasar dan premis nilai yang sesuai yang ditentukan oleh persyaratan dan tujuan penugasan
               penilaian.
          -    Kekuatan dan kelemahan dari pendekatan dan metode penilaian yang mungkin diterapkan.
          -    Kesesuaian dari setiap metode dilihat dari karakteristik aset, dan pendekatan atau metode yang
               umum digunakan oleh pelaku pasar dalam pasar yang relevan
          -    Ketersediaan dari informasi yang andal yang dibutuhkan dalam penerapan metode atau beberapa
               metode.

        Dalam menilai gudang dengan Pendekatan Pasar, untuk Tanah, Bangunan dan Sarana Pelengkap, dinilai
        sebagai satu kesatuan opini nilai dengan membandingkan objek dengan data pasar (pembanding) di
        sekitar lokasi yang kemudian dilakukan analisis perbandingan dan penyesuaian secara langsung.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                        62
Page 88
        DATA PASAR GUDANG
        Adapun data pasar yang kami peroleh di sekitar lokasi properti yang bisa dijadikan dasar penilaian adalah
        sebagai berikut :

                 Data 1 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Greges, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah               : 426 m²
                            Luas Bangunan            : ± 426 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Milik
                            Harga Penawaran          : Rp 6.000.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Karojim
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025
                 Data 2 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Margomulyo Permai, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah               : 332 m²
                            Luas Bangunan            : ± 332 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran          : Rp 3.200.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Ita Goh
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025
                 Data 3 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Margomulyo Permai, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah               : 582 m²
                            Luas Bangunan            : ± 582 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran          : Rp 6.000.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Ita Goh
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025

        Dalam melakukan wawancara dengan sumber data pembanding, kami tidak menggunakan identitas yang
        sebenarnya, hal ini dimaksudkan agar mendapatkan informasi yang lengkap dan dapat diandalkan.

        ELEMEN PERBANDINGAN
        Elemen perbandingan mengidentifikasi karakteristik khusus dari properti dan transaksi yang dapat
        menjelaskan variasi harga. Analisis pasar mengidentifikasi elemen yang secara khusus bersifat sensitif.
        Elemen perbandingan berikut ini dianggap mendasar dalam analisis perbandingan data pasar meliputi :
        -      Hak atas properti yang dialihkan
        -      Syarat pembiayaan
        -      Kondisi penjualan
        -      Pengeluaran yang dilakukan segera setelah pembelian
        -      Kondisi pasar
        -      Lokasi
        -      Karakter fisik
        -      Karakteristik ekonomi
        -      Penggunaan komponen non-realty dalam penjualan




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                             63
Page 89
9.4     KESIMPULAN NILAI PROPERTI
        Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan informasi yang relevan, kondisi pasar,
        perhitungan, analisa yang dilakukan, dan faktor lain yang berkaitan dengan penilaian, serta berpedoman
        pada kondisi pembatas dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa representasi Nilai Pasar dari
        properti pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                       Nilai Pasar
                                                  Rp. 3.440.000.000,-
                                  (Tiga Miliar Empat Ratus Empat Puluh Juta Rupiah)

9.5     KESIMPULAN NILAI PROPERTI REKONSILIASI

        Berdasarkan hasil analisis, pengolahan data, dan penerapan pendekatan penilaian yang telah diuraikan
        pada bab sebelumnya, Penilai melakukan rekonsiliasi indikasi nilai guna menghasilkan kesimpulan nilai
        tunggal yang paling andal dan mencerminkan nilai pasar objek penilaian.

        Dalam proses rekonsiliasi ini, Penilai memberikan bobot pada masing - masing Pendekatan sebesar 40%
        dan 60% dengan alasan bahwa pendekatan tersebut memanfaatkan data transaksi/penawaran yang
        paling aktif di pasar, memiliki tingkat akurasi data pembanding yang tinggi, serta paling mencerminkan
        perilaku pengunaan tertinggi dan terbaik (Highest and Best Use) atas objek penilaian pada tanggal
        penilaian.

                                REKONSILIASI NILAI                            BOBOT          NILAI PASAR
                  1         Pendekatan Biaya (A)                               40%             1,502,400,000
                  2         Pendekatan Pasar (B)                               60%             2,064,000,000
                              REKONSILIASI NILAI A+B                           100%            3,566,400,000

        Dengan mempertimbangkan seluruh faktor pembatas, asumsi, serta kondisi pasar aktual per tanggal 31
        Desember 2025, maka kesimpulan Rekonsiliasi Nilai Pasar (Market Value) untuk objek penilaian berupa
        Gudang adalah sebesar:

                                                Rekonsiliasi Nilai Pasar
                                                    Rp 3.566.400.000,-
                       (Tiga Miliar Lima Ratus Enam Puluh Enam Juta Empat Ratus Ribu Rupiah)


        Nilai ini merupakan satu kesatuan utuh dengan laporan penilaian ini dan tidak dapat dipisahkan atau
        digunakan secara parsial.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                              64
Page 90
                                        PROSES PENILAIAN
                                         ASET/PROPERTI
                                                    GUDANG




                                     Lokasi : 5
                        Gudang C-06, Jalan Greges Jaya II 8-B
                   Kelurahan Tambak Sarioso, Kecamatan Asemrowo
                          Kota Surabaya, Jawa Timur 60183




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                 65
Page 91
                                 10 DATA PENILAIAN
10.1    DESKRIPSI PROPERTI
        Properti yang dinilai adalah Real Properti, terdiri dari Tanah Bangunan berupa Gudang, dan Sarana
        Pelengkap dengan luas tanah 420 meter persegi dan luas bangunan ± 345 meter persegi dengan
        penggunaan saat ini sebagai Gudang. Properti dinilai sebagai satu kesatuan.

10.2    HAK KEPEMILIKAN
        Berdasarkan salinan sertifikat yang kami terima, properti yang dinilai telah dilengkapi dengan 1 (Satu)
        dokumen kepemilikan yang terdiri dari :

                     Surat        Surat Ukur/       Dikeluarkan     Berakhir           Terdaftar           Luas
          No
                     Tanah       Gambar Situasi       Tanggal       Tanggal           Atas Nama            (m2)
                                                                                  Perseroan Terbatas
                                   48/Tambak                                        PT SATU VISI
                   SHGB
           1.                     Sarioso/2014      01-05-2003     13-03-2052           PUTRA,             420
                  No. 00622
                                 Tgl. 09-12-2014                                 berkedudukan di Kota
                                                                                       Surabaya
                                                    Luas Total                                             420

        Kami asumsikan bahwa dokumen (salinan surat tanah) tersebut sesuai dengan aslinya, sah/legal, dapat
        diperjualbelikan serta bebas dari sengketa atau ikatan-ikatan lainnya.
        Hubungan antara Pemilik Aset, Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
        PT SATU VISI PUTRA adalah Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

        Kami tegaskan bahwa seluruh pimpinan, rekan, dan staf KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan tidak
        bertanggung jawab jika informasi di atas tidak benar. Untuk itu Penilai menyarankan agar pengguna
        laporan memeriksa semua dokumen terkait informasi di atas.

10.3    ANALISIS LINGKUNGAN
        10.3.1 LOKASI
                 Berdasarkan analisis lingkungan sekitar, properti yang dinilai berada di kawasan industri.
                 Perkembangan kawasan tersebut cukup baik, dimana bisa mempengaruhi harga jual properti.
                 Properti yang dinilai bebas banjir, tidak terdapat saluran listrik tegangan tinggi (sutet), posisi
                 tanah tidak tusuk sate.
                 Secara administratif lokasi ini berada dalam wilayah :
                     Kelurahan      :    Tambak Sarioso
                     Kecamatan      :    Asem Rowo
                     Kota           :    Surabaya
                     Provinsi       :    Jawa Timur
                 Properti terletak pada titik koordinat -7.228168, 112.680082
                 Bangunan yang dapat dijadikan sebagai petunjuk adalah :
                      Kompleks Pergudangan Margomulyo

        10.3.2 AKSESIBILITAS
                 Properti yang dinilai memiliki akses Jalan Margomulyo ke utara di persimpangan ujung berbelok
                 sedikit ke kiri, ambil putar balik , dan belok kiri menuju Greges Jaya. Setelah pos jaga ambil ke
                 kiri dan lurus diujung berbelok ke kanan. Aset berada di sebelah kiri jalan.
Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                 66
Page 92
        10.3.3 FASILITAS UMUM
                 Kawasan tempat properti berada, dilengkapi jaringan listrik dari PLN dan jaringan telepon dari
                 TELKOM. Sarana kebutuhan sosial masyarakat seperti : pusat pertokoan/mini market, tempat
                 ibadah, sekolah, rumah makan, dan lainnya dapat ditemui di sekitar lokasi aset.

        10.3.4 FAKTOR-FAKTOR LAIN YANG MEMPENGARUHI NILAI PROPERTI
                 Faktor-faktor yang dipertimbangkan dapat menambah dan mengurangi nilai properti pada
                 tanggal penilaian adalah sebagai berikut :
                 Faktor Penambah :
                     Tanah bebas dari sengketa
                     Lebar jalan depan memadai
                     Kondisi lingkungan aman dan tertata
                     Lokasi aset tidak masuk gang dan lebar jalan < 3 meter
                     Bukan merupakan Tanah Helikopter (tanpa jalan masuk)
                     Berjarak jauh dari induk gardu listrik atau SUTET dengan jarak > 50 meter
                     Sebagian area tanahnya tidak digunakan untuk mendirikan BTS (tidak termasuk BTS yang
                      didirikan di atas bangunan)
                     Tidak terkena banjir (hingga masuk ke dalam properti/aset ) setiap terjadi hujan besar
                     Tidak dijadikan rumah ibadah, sekolah, panti jompo, panti asuhan, rumah duka, rumah
                      sakit, atau prasarana lainnya yang bersifat kemanusiaan
                     Berlokasi jauh dengan pemakaman umum (berjarak > 200 meter)
                     Berlokasi jauh dengan TPA dengan jarak 1 km
                     Tidak digunakan dan atau diperuntukkan sebagai sawah/lading/pertanian/rawa-rawa/tanah
                      gambut
                     Tidak termasuk ke dalam Zona Jalur Hijau
                     Jaminan bukan merupakan Kawasan Cagar Budaya

                 Faktor Pengurang :
                     Penyusutan bangunan

        10.3.5 PARAMETER PENGEMBANGAN TAPAK
                 Penilai telah melakukan penelusuran terhadap ketentuan tata ruang melalui aplikasi Distaru
                 setempat dan/atau portal GISTARU Kementerian ATR/BPN, untuk memperoleh informasi zonasi
                 dari lokasi objek penilaian. Berdasarkan hasil pencarian, Kami memperoleh hasil peruntukan dari
                 portal GISTARU.
                 Karena tidak terdapat informasi rinci mengenai parameter pengembangan tapak (seperti KDB,
                 KLB, GSB, dan ketentuan teknis lain) untuk lokasi tersebut, maka acuan yang digunakan
                 adalah Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di wilayah
                 administratif setempat, yaitu:
                 Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 8 Tahun 2012 tentang Rencana Detail
                 Tata Ruang Dan Peraturan Zonasi Kota Surabaya Tahun 2018-2038,Kami tidak mendapatkan
                 Informasi mengenai tapak objek penilaian.
                 Dengan demikian, parameter pengembangan tapak dalam laporan ini didasarkan pada ketentuan
                 umum RTRW tersebut, yang meliputi:
            Peruntukan                             : Lahan Peruntukan Industri
            Koefisien Dasar Bangunan (KDB)         : Tidak Ada Informasi
            Koefisien Lantai Bangunan (KLB)        : Tidak Ada Informasi
            Garis Sempadan Bangunan (GSB)          : Tidak Ada Informasi
            Rencana Pelebaran Jalan                : Tidak Ada Informasi


Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                             67
Page 93
                 Penilai telah berupaya memperoleh informasi resmi dari sumber daring maupun instansi terkait,
                 dan menyatakan bahwa data yang digunakan merupakan hasil penelusuran terbaik (best
                 available data) pada saat tanggal pemeriksaan.
10.4    DESKRIPSI TAPAK
        Tapak tanah berbentuk persegi panjang dengan kontur tanah datar dan mempunyai elevasi lebih tinggi
        dari permukaan jalan di depan properti, lebar tanah bagian depan sejajar dengan jalan ± 12meter.

        Batas-batas properti (tanah) adalah sebagai berikut:
          Sebelah Utara                      : Gudang
          Sebelah Timur                      : Jalan Akses Pergudangan
          Sebelah Selatan                    : Gudang
          Sebelah Barat                      : Depo Kontainer

        Kami tidak melakukan pengukuran secara menyeluruh terhadap luasan tanah tersebut, tetapi berdasarkan
        pengamatan batas fisik di lapangan dan membandingkan dengan salinan surat sertifikat tanah, kami
        beranggapan bahwa besaran luas yang digunakan dalam penilaian ini sesuai dengan besaran luas yang
        dinyatakan dalam salinan surat sertifikat tanah properti yang dimaksud.

10.5    DESKRIPSI PENGEMBANGAN
        10.5.1 IJIN PENGEMBANGAN
                 Pada saat peninjauan lokasi, penilai mendapatkan salinan dari IMB Induk Pergudangan dengan
                 Nomor: 188/836/94/402.4.6/2003 yang dikeluarkan pada 5 Maret 2003 oleh Dinas Bangunan
                 Pemerintah Kota Surabaya..

        10.5.2 SPESIFIKASI BANGUNAN
                 Uraian spesifikasi bangunan dalam penilaian ini secara lengkap dijelaskan seperti di bawah ini :
                1. Bangunan Gudang
                      Tahun Dibangun        :      2003
                      Jumlah Lantai         :      1 (Satu) lantai
                      Pondasi               :      Tapak Beton, Batu Kali
                      Konstruksi            :      Profil Baja
                      Rangka Atap           :      Profil Baja
                      Penutup Atap          :      Spandek
                      Plafond               :      -
                      Dinding               :      Bata Ringan Dilapis Cat (diplester dan diaci)
                      Pintu                 :      Besi, Kaca Rangka Alumunium
                      Jendela               :      -
                      Lantai                :      Keramik dan Plat Beton
                      Fasilitas Bangunan    :      Seluruh bangunan dilengkapi dengan instalasi air bersih/kotor,
                                                    instalasi telepon, instalasi listrik
                      Luas Bangunan         :      ± 345 m2
                      Kondisi               :      Cukup
                      Perawatan             :      Cukup

        10.5.3 SPESIFIKASI SARANA PELENGKAP
                 Uraian spesifikasi sarana pelengkap bangunan yang termasuk objek penilaian secara lengkap
                 dijelaskan seperti di bawah ini :
                   Sambungan Listrik        :      Kapasitas 6.600 VA
                   Sumber Air Bersih        :      PDAM
                   Kondisi                  :      Cukup
                   Perawatan                :      Cukup

Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                68
Page 94
10.6 ANALISIS PASAR PROPERTI KOMERSIAL

      Pada Triwulan I Tahun 2026, pasar properti komersial di Indonesia menunjukkan kondisi yang relatif
      melambat dibandingkan periode sebelumnya. Perlambatan terjadi pada sisi permintaan, pasokan, maupun
      pertumbuhan harga, yang mencerminkan masih berlangsungnya proses penyesuaian pasar di tengah
      dinamika ekonomi dan tingkat kehati-hatian pelaku usaha.

      10.6.1 Permintaan Properti Komersial

              Indeks Permintaan Properti Komersial pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,56%
              (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,69% (yoy). Perlambatan
              permintaan terutama terjadi pada kategori properti komersial jual, khususnya pada segmen
              apartemen, hotel, dan convention hall. Secara triwulanan, pertumbuhan permintaan tercatat sebesar
              0,04% (qtq), yang mengindikasikan masih terbatasnya aktivitas transaksi pada beberapa segmen
              properti komersial.




                                                        Sumber: Data Bank Indonesia




              Permintaan yang relatif tertahan tersebut dipengaruhi oleh masih adanya kehati-hatian pelaku pasar
              dalam melakukan ekspansi usaha maupun investasi properti. Selain itu, tingkat serapan pasar pada
              beberapa segmen juga belum sepenuhnya pulih, terutama pada properti yang sangat dipengaruhi
              aktivitas bisnis dan mobilitas ekonomi.




                                                        Sumber: Data Bank Indonesia




              Meskipun demikian, beberapa segmen tertentu masih menunjukkan daya tahan yang cukup baik,
              khususnya lahan industri dan warehouse complex yang didorong oleh aktivitas logistik, distribusi,
              dan industri manufaktur.
Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            69
Page 95
                 10.6.2       Pasokan Properti Komersial

              Dari sisi pasokan, Indeks Pasokan Properti Komersial tercatat tumbuh sebesar 2,06% (yoy),
              melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,18% (yoy). Perlambatan tersebut
              menunjukkan bahwa pengembang cenderung lebih selektif dalam menambah suplai baru, terutama
              pada segmen dengan tingkat permintaan yang belum stabil.




                                                       Sumber: Data Bank Indonesia




              Peningkatan pasokan masih terjadi pada beberapa kategori properti komersial, terutama segmen
              hotel dan properti sewa di kota-kota utama seperti Jakarta, Bodebek, Surabaya, dan Denpasar.
              Namun demikian, secara umum pasar masih berada pada kondisi penyesuaian antara tingkat suplai
              dan kemampuan serap pasar.




                                                       Sumber: Data Bank Indonesia




              Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembang masih menjaga keseimbangan antara
              pengembangan proyek baru dengan kondisi pasar yang ada guna menghindari oversupply pada
              beberapa segmen tertentu.

                 10.6.3       Harga Properti Komersial

              Indeks Harga Properti Komersial pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,78% (yoy),
              sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,79% (yoy). Secara triwulanan,
              pertumbuhan harga tercatat sebesar 0,15% (qtq).




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                         70
Page 96
              Pertumbuhan harga properti komersial masih ditopang oleh segmen lahan industri dan warehouse
              complex yang relatif stabil dan memiliki tingkat permintaan yang baik. Segmen tersebut masih
              memperoleh dukungan dari pertumbuhan sektor industri, pergudangan, dan logistik.




                                                              Sumber: Data Bank Indonesia




              Di sisi lain, beberapa segmen seperti hotel dan convention hall mengalami tekanan akibat
              perlambatan permintaan dan penyesuaian tingkat okupansi. Hal tersebut menyebabkan
              pertumbuhan harga pada segmen tersebut menjadi relatif terbatas dibandingkan segmen industri
              dan logistik.

                 10.6.4       Tren Regional
              Secara regional, perkembangan pasar properti komersial menunjukkan variasi antar wilayah.
              Kawasan dengan aktivitas industri dan distribusi yang kuat, seperti Semarang, Bodebek, dan wilayah
              sekitar Jakarta, masih menunjukkan perkembangan yang relatif stabil terutama pada segmen lahan
              industri dan pergudangan.

              Sementara itu, wilayah yang memiliki ketergantungan lebih besar pada sektor hospitality dan
              kegiatan komersial berbasis konsumsi cenderung mengalami perlambatan pertumbuhan, terutama
              pada segmen hotel, apartemen sewa, dan convention hall.

              Kondisi tersebut mencerminkan bahwa kinerja pasar properti komersial saat ini sangat dipengaruhi
              oleh karakteristik ekonomi masing-masing wilayah serta jenis aktivitas usaha yang mendominasi
              wilayah tersebut.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            71
Page 97
                 10.6.5       Kesimpulan

              Secara umum, pasar properti komersial pada Triwulan I Tahun 2026 masih menunjukkan
              pertumbuhan yang moderat dengan kecenderungan pasar yang lebih selektif dan berhati-hati.
              Segmen properti yang berkaitan dengan aktivitas industri, logistik, dan pergudangan masih
              menunjukkan prospek yang relatif lebih baik dibandingkan segmen hospitality maupun properti
              berbasis konsumsi.

              Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, perkembangan pasar properti komersial saat ini
              menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam analisis pasar dan pertimbangan penentuan
              opini nilai, khususnya dalam melihat prospek permintaan, tingkat serapan pasar, stabilitas harga,
              dan risiko pasar pada properti yang dinilai.

              Dengan mempertimbangkan kondisi permintaan yang selektif namun tetap aktif di beberapa segmen
              unggulan, serta dukungan eksternal seperti perkembangan kegiatan ekonomi, aktivitas MICE, dan
              pertumbuhan industri logistik, maka dapat diasumsikan bahwa properti yang dinilai memiliki tingkat
              kelayakan pasar (marketability) yang cukup baik. Properti ini memiliki potensi untuk dipasarkan
              secara optimal dan berada dalam siklus transaksi yang berkelanjutan di pasar properti komersial
              saat ini.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            72
Page 98
 10.7 ANALISIS PENGGUNAAN TERTINGGI DAN TERBAIK
        Dalam analisis HBU properti tanah kosong, fokus dari analisis adalah terhadap kemungkinan
        pengembangan tanah yang paling optimal. Dalam analisis HBU properti tanah yang telah dikembangkan,
        fokus dari analisis adalah terhadap 3 (tiga) kemungkinan, yaitu: kelanjutan dari penggunaan yang ada,
        modifikasi dari penggunaan yang ada, dan pembongkaran yang dilanjutkan pengembangan lahan
        kembali. Kemungkinan tersebut diuji dengan 4 (empat) aspek dalam analisis HBU, yaitu : aspek legal,
        fisik, finansial, dan produktifitas maksimal yang menjadi kesimpulan analisis HBU. Hal-hal yang
        dipertimbangkan merupakan salah satu atau lebih dari beberapa poin aspek sebagai berikut :
                             Aspek Legal                                        Aspek Fisik

                  Peruntukan (zoning)                         Ukuran tanah
                  Status aset publik/swasta                   Bentuk tanah
                  Peraturan bangunan                          Frontage
                  Kontrak yang membatasi                      Aksesibilitas
                  Hak menggunakan properti pihak lain         Dukungan utilitas
                  KDB & KLB                                   Lokasi
                  Status area bersejarah                      Topografi
                  Peraturan lingkungan                        Water frontage
                  Perubahan di masa depan                     Kondisi tanah
                                                               Potensi banjir & longsor
                                                    Aspek Finansial

                                               Pengembangan yang sesuai
                                               Lama waktu penjualan
                                               Ketersediaan pinjaman
                                               Daya beli calon pembeli tanah
                                               Profit pengembangan tanah

        Dengan mempertimbangkan poin-poin yang telah dijelaskan di atas, kesimpulan dari analisis HBU adalah
        tanah dikembangkan sebagai Gudang.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                         73
Page 99
                    11 PENDEKATAN PENILAIAN
11.1    PENILAIAN DENGAN PENDEKATAN BIAYA
        Dalam penilaian ini kami menggunakan Pendekatan Biaya (Cost Approach) dengan Metode Biaya
        Pengganti yaitu dengan menjumlahkan dari masing-masing agregasi penilaian yang terdiri dari tanah,
        bangunan & sarana pelengkap menjadi satu kesatuan opini nilai.

        11.1.1 METODE PENILAIAN TANAH
                 Dalam melakukan penilaian tanah, kami menggunakan Teknik Perbandingan Data Pasar
                 (Market Data Comparison Technique). Dalam Teknik Perbandingan Data Pasar, penilaian
                 tanah melibatkan perbandingan langsung dari properti yang dinilai dengan bidang tanah yang
                 sejenis dimana data aktual untuk transaksi pasar terakhir tersedia. Meskipun data transaksi
                 adalah sangat penting, analisis dari penawaran dan harga yang ditawarkan untuk bidang tanah
                 yang sejenis merupakan properti pesaing dapat memberikan pemahaman yang lebih baik
                 terhadap pasar.




                 Untuk data pasar berupa tanah kosong kami melakukan analisis perbandingan dan penyesuaian
                 secara langsung, sedangkan untuk data pasar tanah yang sudah dikembangkan kami melakukan
                 ekstraksi atas bangunan kemudian melakukan analisis perbandingan dan penyesuaian dengan
                 asumsi tanah dalam keadaan belum dikembangkan/kosong.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                        74
Page 100
                 DATA PASAR TANAH
                 Adapun data pasar yang kami peroleh di sekitar lokasi properti yang bisa dijadikan dasar
                 penilaian adalah sebagai berikut :
                 Data 1 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Greges, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah              : 426 m²
                            Luas Bangunan           : ± 426 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Milik
                            Harga Penawaran         : Rp 6.000.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Karojim
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025
                 Data 2 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Margomulyo Permai, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah              : 332 m²
                            Luas Bangunan           : ± 332 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran         : Rp 3.200.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Ita Goh
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025
                 Data 3 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Margomulyo Permai, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah              : 582 m²
                            Luas Bangunan           : ± 582 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran         : Rp 6.000.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Ita Goh
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025

                 Data pasar tanah yang tersedia kemudian disesuaikan dengan kondisi tanah properti objek
                 sehingga menghasilkan Indikasi Nilai Tanah.
                 Dalam melakukan wawancara dengan sumber data pembanding, kami tidak menggunakan
                 identitas yang sebenarnya, hal ini dimaksudkan agar mendapatkan informasi yang lengkap dan
                 dapat diandalkan.

                 ELEMEN PERBANDINGAN
                 Elemen perbandingan mengidentifikasi karakteristik khusus dari properti dan transaksi yang
                 dapat menjelaskan variasi harga. Analisis pasar mengidentifikasi elemen yang secara khusus
                 bersifat sensitif. Elemen perbandingan berikut ini dianggap mendasar dalam analisis
                 perbandingan data pasar meliputi :
                 - Hak atas properti yang dialihkan
                 - Syarat pembiayaan
                 - Kondisi penjualan
                 - Pengeluaran yang dilakukan segera setelah pembelian
                 - Kondisi pasar
                 - Lokasi
                 - Karakter fisik
                 - Karakteristik ekonomi
                 - Penggunaan komponen non-realty dalam penjualan



Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                       75
Page 101
                 KESIMPULAN NILAI TANAH
                 Berdasarkan pertimbangan di atas serta faktor-faktor yang mempengaruhi nilai, maka kami
                 berkesimpulan bahwa Indikasi Nilai Tanah tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                       Rp. 3.486.000.000,-
                                   (Tiga Miliar Empat Ratus Delapan Puluh Enam Juta Rupiah)

        11.1.2 METODE PENILAIAN BANGUNAN DAN SARANA PELENGKAP
                 Dalam melakukan penilaian bangunan, kami menghitung Biaya Reproduksi Bangunan setelah
                 penyusutan. Biaya Reproduksi Baru bangunan dihitung menggunakan metode Unit Terpasang
                 (Unit in Place). Data dan informasi mengenai biaya unit terpasang bangunan mengacu kepada
                 Biaya Teknis Bangunan (BTB) semester I tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi
                 Penilai Indonesia (MAPPI). Dalam melakukan penilaian sarana pelengkap kami menghitung
                 Biaya Reproduksi sarana pelengkap setelah penyusutan. Penyusutan dihitung menggunakan
                 metode Breakdown yang membagi penyusutan menjadi tiga (3) aspek, yaitu :
                     1. Penyusutan Fisik
                     2. Keusangan Fungsional
                     3. Keusangan Ekonomis
                 Rincian perhitungan Indikasi Nilai Bangunan properti adalah sebagai berikut :
                                                                  Biaya Pengganti
                                 Unit Bangunan                                           Indikasi Nilai (Rp)
                                                                     Baru (Rp)
                    Bangunan Utama
                    - Gudang                                           1.174.035.000             273.942.000
                    Sub Total                                          1.174.035.000             273.942.000
                    Sarana Pelengkap
                    - Sambungan Listrik                                    7.488.000               7.488.000
                    - Sumber Air Bersih                                   11.769.000              11.769.000
                    Sub Total                                             19.257.000              19.257.000
                    Total                                              1.193.292.000             293.199.000

                 KESIMPULAN NILAI BANGUNAN DAN SARANA PELENGKAP
                 Berdasarkan pertimbangan di atas serta faktor-faktor yang mempengaruhi nilai, maka kami
                 berkesimpulan bahwa Indikasi Nilai Bangunan dan Sarana Pelengkap pada tanggal 31
                 Desember 2025 adalah :

                                                      Rp. 293.199.000,-
                      (Dua Ratus Sembilan Puluh Tiga Juta Seratus Sembilan Puluh Sembilan Ribu Rupiah)




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                              76
Page 102
11.2    INDIKASI NILAI PROPERTI DENGAN PENDEKATAN BIAYA
        Dari beberapa metode dan teknik yang telah diterapkan dalam perhitungan atas setiap unit penilaian
        properti dalam penilaian ini yang terdiri dari :

                                                                          Nilai Pasar
                                      Unit Penilaian
                                                                             (Rp)
                                Tanah                                     3.486.000.000
                                Bangunan dan Sarana
                                                                            293.199.000
                                Pelengkap
                                        Total                             3.779.199.000
                                     Pembulatan                           3.779.000.000

        Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan informasi yang relevan, kondisi pasar,
        perhitungan, analisa yang dilakukan, dan faktor lain yang berkaitan dengan penilaian, serta berpedoman
        pada kondisi pembatas dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa representasi Indikasi Nilai
        Pasar dengan menggunakan Pendekatan Biaya dari aset/properti tersebut pada tanggal 31 Desember
        2025 adalah :

                                                        Nilai Pasar
                                                    Rp. 3.779.000.000,-
                              (Tiga Miliar Tujuh Ratus Tujuh Puluh Sembilan Juta Rupiah)




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                          77
Page 103
11.3    PENILAIAN DENGAN PENDEKATAN PASAR
        Dalam melakukan penilaian ini, kami menggunakan Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan
        Metode Perbandingan Langsung (Direct Comparison Method) dengan pertimbangan bahwa :

          -    Dasar dan premis nilai yang sesuai yang ditentukan oleh persyaratan dan tujuan penugasan
               penilaian.
          -    Kekuatan dan kelemahan dari pendekatan dan metode penilaian yang mungkin diterapkan.
          -    Kesesuaian dari setiap metode dilihat dari karakteristik aset, dan pendekatan atau metode yang
               umum digunakan oleh pelaku pasar dalam pasar yang relevan
          -    Ketersediaan dari informasi yang andal yang dibutuhkan dalam penerapan metode atau beberapa
               metode.

        Dalam menilai gudang dengan Pendekatan Pasar, untuk Tanah, Bangunan dan Sarana Pelengkap, dinilai
        sebagai satu kesatuan opini nilai dengan membandingkan objek dengan data pasar (pembanding) di
        sekitar lokasi yang kemudian dilakukan analisis perbandingan dan penyesuaian secara langsung.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                        78
Page 104
        DATA PASAR GUDANG
        Adapun data pasar yang kami peroleh di sekitar lokasi properti yang bisa dijadikan dasar penilaian adalah
        sebagai berikut :

                 Data 1 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Greges, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah               : 426 m²
                            Luas Bangunan            : ± 426 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Milik
                            Harga Penawaran          : Rp 6.000.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Karojim
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025
                 Data 2 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Margomulyo Permai, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah               : 332 m²
                            Luas Bangunan            : ± 332 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran          : Rp 3.200.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Ita Goh
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025
                 Data 3 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Margomulyo Permai, Asemrowo, Surabaya
                            Luas Tanah               : 582 m²
                            Luas Bangunan            : ± 582 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran          : Rp 6.000.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Ita Goh
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025

        Dalam melakukan wawancara dengan sumber data pembanding, kami tidak menggunakan identitas yang
        sebenarnya, hal ini dimaksudkan agar mendapatkan informasi yang lengkap dan dapat diandalkan.

        ELEMEN PERBANDINGAN
        Elemen perbandingan mengidentifikasi karakteristik khusus dari properti dan transaksi yang dapat
        menjelaskan variasi harga. Analisis pasar mengidentifikasi elemen yang secara khusus bersifat sensitif.
        Elemen perbandingan berikut ini dianggap mendasar dalam analisis perbandingan data pasar meliputi :
        -      Hak atas properti yang dialihkan
        -      Syarat pembiayaan
        -      Kondisi penjualan
        -      Pengeluaran yang dilakukan segera setelah pembelian
        -      Kondisi pasar
        -      Lokasi
        -      Karakter fisik
        -      Karakteristik ekonomi
        -      Penggunaan komponen non-realty dalam penjualan




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                             79
Page 105
11.4    KESIMPULAN NILAI PROPERTI
        Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan informasi yang relevan, kondisi pasar,
        perhitungan, analisa yang dilakukan, dan faktor lain yang berkaitan dengan penilaian, serta berpedoman
        pada kondisi pembatas dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa representasi Nilai Pasar dari
        properti pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                       Nilai Pasar
                                                  Rp. 3.440.000.000,-
                                  (Tiga Miliar Empat Ratus Empat Puluh Juta Rupiah)

11.5    KESIMPULAN NILAI PROPERTI REKONSILIASI

        Berdasarkan hasil analisis, pengolahan data, dan penerapan pendekatan penilaian yang telah diuraikan
        pada bab sebelumnya, Penilai melakukan rekonsiliasi indikasi nilai guna menghasilkan kesimpulan nilai
        tunggal yang paling andal dan mencerminkan nilai pasar objek penilaian.

        Dalam proses rekonsiliasi ini, Penilai memberikan bobot pada masing - masing Pendekatan sebesar 40%
        dan 60% dengan alasan bahwa pendekatan tersebut memanfaatkan data transaksi/penawaran yang
        paling aktif di pasar, memiliki tingkat akurasi data pembanding yang tinggi, serta paling mencerminkan
        perilaku pengunaan tertinggi dan terbaik (Highest and Best Use) atas objek penilaian pada tanggal
        penilaian.

                                REKONSILIASI NILAI                             BOBOT          NILAI PASAR
                  1         Pendekatan Biaya (A)                                40%            1,511,600,000
                  2         Pendekatan Pasar (B)                                60%            2,064,000,000
                              REKONSILIASI NILAI A+B                            100%           3,575,600,000

        Dengan mempertimbangkan seluruh faktor pembatas, asumsi, serta kondisi pasar aktual per tanggal 31
        Desember 2025, maka kesimpulan Rekonsiliasi Nilai Pasar (Market Value) untuk objek penilaian berupa
        Gudang adalah sebesar:

                                                Rekonsiliasi Nilai Pasar
                                                    Rp 3.575.600.000,-
                        (Tiga Miliar Lima Ratus Tujuh Puluh Lima Juta Enam Ratus Ribu Rupiah)


        Nilai ini merupakan satu kesatuan utuh dengan laporan penilaian ini dan tidak dapat dipisahkan atau
        digunakan secara parsial.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                              80
Page 106
                                        PROSES PENILAIAN
                                         ASET/PROPERTI
                                                    GUDANG




                                Lokasi : 6
      Kawasan Pergudangan Bumi Maspion, Jalan Romokalisari Industri IV
                Kelurahan Romokalisari, Kecamatan Benowo
                     Kota Surabaya, Jawa Timur 60192




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                        81
Page 107
                               12 DATA PENILAIAN
12.1    DESKRIPSI PROPERTI
        Properti yang dinilai adalah Real Properti, terdiri dari Tanah Bangunan berupa Gudang, dan Sarana
        Pelengkap dengan luas tanah 8.050 meter persegi, luas bangunan ± 1.260 meter persegi dengan
        penggunaan saat ini sebagai Gudang, dan luas bangunan ± 18,75 meter persegi dengan penggunaan
        saat ini sebagai Pos Jaga. Properti dinilai sebagai satu kesatuan.

12.2    HAK KEPEMILIKAN
        Berdasarkan salinan sertifikat yang kami terima, properti yang dinilai telah dilengkapi dengan 3 (Tiga)
        dokumen kepemilikan yang terdiri dari :

                   Surat            Surat Ukur/            Dikeluarkan   Berakhir         Terdaftar          Luas
          No
                   Tanah           Gambar Situasi            Tanggal     Tanggal         Atas Nama           (m2)
                                                                                     Perseroan Terbatas
                                                                                    PT SATU VISI PUTRA
                   SHGB         297/Romokalisari/2012                     24-09-
           1.                                               12-04-2012               Tbk, berkedudukan       3.860
                  No. 00559        Tgl. 16-03-2012                         2044
                                                                                    dan berkantor pusat di
                                                                                       Kota Surabaya
                                                                                     Perseroan Terbatas
                                                                                    PT SATU VISI PUTRA
                   SHGB         296/Romokalisari/2012                     24-09-
           2.                                               12-04-2012               Tbk, berkedudukan       4.050
                  No. 00558        Tgl. 16-03-2012                         2044
                                                                                    dan berkantor pusat di
                                                                                       Kota Surabaya
                                                                                     Perseroan Terbatas
                                                                                    PT SATU VISI PUTRA
                   SHGB       00924/Romokalisari/2014                     19-03-
           3.                                               26-11-2014               Tbk, berkedudukan       140
                  No. 01128       Tgl. 21-11-2014                          2042
                                                                                    dan berkantor pusat di
                                                                                       Kota Surabaya
                                                        Luas Total                                           8.050

        Kami asumsikan bahwa dokumen (salinan surat tanah) tersebut sesuai dengan aslinya, sah/legal, dapat
        diperjualbelikan serta bebas dari sengketa atau ikatan-ikatan lainnya.
        Hubungan antara Pemilik Aset, Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
        PT SATU VISI PUTRA adalah Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

        Kami tegaskan bahwa seluruh pimpinan, rekan, dan staf KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan tidak
        bertanggung jawab jika informasi di atas tidak benar. Untuk itu Penilai menyarankan agar pengguna
        laporan memeriksa semua dokumen terkait informasi di atas.

12.3    ANALISIS LINGKUNGAN
        12.3.1 LOKASI
                 Berdasarkan analisis lingkungan sekitar, properti yang dinilai berada di kawasan industri.
                 Perkembangan kawasan tersebut cukup baik, dimana bisa mempengaruhi harga jual properti.
                 Properti yang dinilai bebas banjir, tidak terdapat saluran listrik tegangan tinggi (sutet), posisi
                 tanah tidak tusuk sate.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                               82
Page 108
                 Secara administratif lokasi ini berada dalam wilayah :
                     Kelurahan      :   Romokalisari
                     Kecamatan      :   Benowo
                     Kota           :   Surabaya
                     Provinsi       :   Jawa Timur
                 Properti terletak pada titik koordinat -7.205031, 112.637636
                 Bangunan yang dapat dijadikan sebagai petunjuk adalah :
                      Kompleks Pergudangan Bumi Maspion

        12.3.2 AKSESIBILITAS
                 Properti yang dinilai memiliki akses dari Taman Gapura Kota Gresik ke selatan dan putar balik
                 di simpang Monumen Surabaya. Ikuti jalan sejauh 200m dan berbelok ke kiri menuju Jalan
                 Romokalisari dan lurus sejauh 580m untuk berbelok ke kiri menuju Kawasan Pergudangan Bumi
                 Maspion. Masuk sejauh 1,3km dan berbelok ke kanan di persimpangan. Lurus sejauh 200m dan
                 aset berada di sebelah kiri jalan.

        12.3.3 FASILITAS UMUM
                 Kawasan tempat properti berada, dilengkapi jaringan listrik dari PLN dan jaringan telepon dari
                 TELKOM. Sarana kebutuhan sosial masyarakat seperti : pusat pertokoan/mini market, tempat
                 ibadah, sekolah, rumah makan, dan lainnya dapat ditemui di sekitar lokasi aset.

        12.3.4 FAKTOR-FAKTOR LAIN YANG MEMPENGARUHI NILAI PROPERTI
                 Faktor-faktor yang dipertimbangkan dapat menambah dan mengurangi nilai properti pada
                 tanggal penilaian adalah sebagai berikut :
                 Faktor Penambah :
                      Tanah bebas dari sengketa
                      Lebar jalan depan memadai
                      Kondisi lingkungan aman dan tertata
                      Lokasi aset tidak masuk gang dan lebar jalan < 3 meter
                      Bukan merupakan Tanah Helikopter (tanpa jalan masuk)
                      Berjarak jauh dari induk gardu listrik atau SUTET dengan jarak > 50 meter
                      Sebagian area tanahnya tidak digunakan untuk mendirikan BTS (tidak termasuk BTS yang
                       didirikan di atas bangunan)
                      Tidak terkena banjir (hingga masuk ke dalam properti/aset ) setiap terjadi hujan besar
                      Tidak dijadikan rumah ibadah, sekolah, panti jompo, panti asuhan, rumah duka, rumah
                       sakit, atau prasarana lainnya yang bersifat kemanusiaan
                      Berlokasi jauh dengan pemakaman umum (berjarak > 200 meter)
                      Berlokasi jauh dengan TPA dengan jarak 1 km
                      Tidak digunakan dan atau diperuntukkan sebagai sawah/lading/pertanian/rawa-rawa/tanah
                       gambut
                      Tidak termasuk ke dalam Zona Jalur Hijau
                      Jaminan bukan merupakan Kawasan Cagar Budaya

                 Faktor Pengurang :
                      Penyusutan bangunan




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                             83
Page 109
        12.3.5 PARAMETER PENGEMBANGAN TAPAK
                 Penilai telah melakukan penelusuran terhadap ketentuan tata ruang melalui aplikasi Distaru
                 setempat dan/atau portal GISTARU Kementerian ATR/BPN, untuk memperoleh informasi zonasi
                 dari lokasi objek penilaian. Berdasarkan hasil pencarian, Kami memperoleh hasil peruntukan dari
                 portal GISTARU.
                 Karena tidak terdapat informasi rinci mengenai parameter pengembangan tapak (seperti KDB,
                 KLB, GSB, dan ketentuan teknis lain) untuk lokasi tersebut, maka acuan yang digunakan
                 adalah Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di wilayah
                 administratif setempat, yaitu:
                 Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 8 Tahun 2012 tentang Rencana Detail
                 Tata Ruang Dan Peraturan Zonasi Kota Surabaya Tahun 2018-2038,Kami tidak mendapatkan
                 Informasi mengenai tapak objek penilaian.
                 Dengan demikian, parameter pengembangan tapak dalam laporan ini didasarkan pada ketentuan
                 umum RTRW tersebut, yang meliputi:
            Peruntukan                                : Lahan Peruntukan Industri
            Koefisien Dasar Bangunan (KDB)            : 60%
            Koefisien Lantai Bangunan (KLB)           : 1.8
            Garis Sempadan Bangunan (GSB)             :6m
            Rencana Pelebaran Jalan                                : Tidak Ada Informasi
                 Penilai telah berupaya memperoleh informasi resmi dari sumber daring maupun instansi terkait,
                 dan menyatakan bahwa data yang digunakan merupakan hasil penelusuran terbaik (best
                 available data) pada saat tanggal pemeriksaan.
12.4    DESKRIPSI TAPAK
        Tapak tanah berbentuk beraturan beberapa bidang dengan kontur tanah datar dan mempunyai elevasi
        lebih tinggi dari permukaan jalan di depan properti, lebar tanah bagian depan sejajar dengan jalan ±
        12meter.

        Batas-batas properti (tanah) adalah sebagai berikut:
          Sebelah Barat Laut                 : Gudang
          Sebelah Timur Laut                 : Jalan Akses Pergudangan
          Sebelah Tenggara                   : Tanah Kosong
          Sebelah Barat Daya                 : Jalan Tol Surabaya - Gresik

        Kami tidak melakukan pengukuran secara menyeluruh terhadap luasan tanah tersebut, tetapi berdasarkan
        pengamatan batas fisik di lapangan dan membandingkan dengan salinan surat sertifikat tanah, kami
        beranggapan bahwa besaran luas yang digunakan dalam penilaian ini sesuai dengan besaran luas yang
        dinyatakan dalam salinan surat sertifikat tanah properti yang dimaksud.

12.5    DESKRIPSI PENGEMBANGAN
        12.5.1 IJIN PENGEMBANGAN
                 Pada saat peninjauan lokasi sampai pada penerbitan laporan kami belum menerima salinan
                 Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas bangunan yang dinilai, namun kami mengasumsikan
                 bangunan tersebut berdiri secara sah di atas tanah yang dinilai.

        12.5.2 SPESIFIKASI BANGUNAN
                 Uraian spesifikasi bangunan dalam penilaian ini secara lengkap dijelaskan seperti di bawah ini :
                1. Bangunan Gudang
                      Tahun Dibangun        :      2025
                      Jumlah Lantai         :      1 (Satu) lantai
                      Pondasi               :      Tapak Beton, Batu Kali
Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                             84
Page 110
                      Konstruksi            :      Profil Baja
                      Rangka Atap           :      Profil Baja
                      Penutup Atap          :      Spandek
                      Plafond               :      -
                      Dinding               :      Bata Ringan Dicat 9diplester dan diaci) dan Partisi Gypsum
                                                    Board
                      Pintu                 :      Besi
                      Jendela               :      -
                      Lantai                :      Plat Beton
                      Fasilitas Bangunan    :      Seluruh bangunan dilengkapi dengan instalasi air bersih/kotor,
                                                    instalasi telepon, instalasi listrik
                      Luas Bangunan         :      ± 1.260 m2
                      Kondisi               :      Baik
                      Perawatan             :      Baik

                2. Bangunan Pos Jaga
                      Tahun Dibangun        :      2025
                      Jumlah Lantai         :      1 (Satu) lantai
                      Pondasi               :      Tapak Beton, Batu Kali
                      Konstruksi            :      Profil Baja
                      Rangka Atap           :      Profil Baja
                      Penutup Atap          :      Spandek
                      Plafond               :      -
                      Dinding               :      Partisi Gypsum Board Dicat
                      Pintu                 :      Pintu Kaca Rangka Alumunium
                      Jendela               :      Jendela Kaca Rangka Alumunium
                      Lantai                :      Keramik
                      Fasilitas Bangunan    :      Seluruh bangunan dilengkapi dengan instalasi air bersih/kotor,
                                                    instalasi telepon, instalasi listrik
                      Luas Bangunan         :      ± 18,75 m2
                      Kondisi               :      Baik
                      Perawatan             :      Baik

        12.5.3 SPESIFIKASI SARANA PELENGKAP
                 Uraian spesifikasi sarana pelengkap bangunan yang termasuk objek penilaian secara lengkap
                 dijelaskan seperti di bawah ini :
                   Sambungan Listrik        :      Kapasitas 197.000 VA
                   Perkerasan Paving        :      1.140 m2
                   Kondisi                  :      Baik
                   Perawatan                :      Baik




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                85
Page 111
 12.6 ANALISIS PASAR PROPERTI KOMERSIAL

      Pada Triwulan I Tahun 2026, pasar properti komersial di Indonesia menunjukkan kondisi yang relatif
      melambat dibandingkan periode sebelumnya. Perlambatan terjadi pada sisi permintaan, pasokan, maupun
      pertumbuhan harga, yang mencerminkan masih berlangsungnya proses penyesuaian pasar di tengah
      dinamika ekonomi dan tingkat kehati-hatian pelaku usaha.

                 12.6.1       Permintaan Properti Komersial

              Indeks Permintaan Properti Komersial pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,56%
              (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,69% (yoy). Perlambatan
              permintaan terutama terjadi pada kategori properti komersial jual, khususnya pada segmen
              apartemen, hotel, dan convention hall. Secara triwulanan, pertumbuhan permintaan tercatat sebesar
              0,04% (qtq), yang mengindikasikan masih terbatasnya aktivitas transaksi pada beberapa segmen
              properti komersial.




                                                        Sumber: Data Bank Indonesia




              Permintaan yang relatif tertahan tersebut dipengaruhi oleh masih adanya kehati-hatian pelaku pasar
              dalam melakukan ekspansi usaha maupun investasi properti. Selain itu, tingkat serapan pasar pada
              beberapa segmen juga belum sepenuhnya pulih, terutama pada properti yang sangat dipengaruhi
              aktivitas bisnis dan mobilitas ekonomi.




                                                        Sumber: Data Bank Indonesia




              Meskipun demikian, beberapa segmen tertentu masih menunjukkan daya tahan yang cukup baik,
              khususnya lahan industri dan warehouse complex yang didorong oleh aktivitas logistik, distribusi,
              dan industri manufaktur.

Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            86
Page 112
                 12.6.2       Pasokan Properti Komersial

              Dari sisi pasokan, Indeks Pasokan Properti Komersial tercatat tumbuh sebesar 2,06% (yoy),
              melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,18% (yoy). Perlambatan tersebut
              menunjukkan bahwa pengembang cenderung lebih selektif dalam menambah suplai baru, terutama
              pada segmen dengan tingkat permintaan yang belum stabil.




                                                       Sumber: Data Bank Indonesia




              Peningkatan pasokan masih terjadi pada beberapa kategori properti komersial, terutama segmen
              hotel dan properti sewa di kota-kota utama seperti Jakarta, Bodebek, Surabaya, dan Denpasar.
              Namun demikian, secara umum pasar masih berada pada kondisi penyesuaian antara tingkat suplai
              dan kemampuan serap pasar.




                                                       Sumber: Data Bank Indonesia




              Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembang masih menjaga keseimbangan antara
              pengembangan proyek baru dengan kondisi pasar yang ada guna menghindari oversupply pada
              beberapa segmen tertentu.

                 12.6.3       Harga Properti Komersial

              Indeks Harga Properti Komersial pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,78% (yoy),
              sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,79% (yoy). Secara triwulanan,
              pertumbuhan harga tercatat sebesar 0,15% (qtq).




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                         87
Page 113
              Pertumbuhan harga properti komersial masih ditopang oleh segmen lahan industri dan warehouse
              complex yang relatif stabil dan memiliki tingkat permintaan yang baik. Segmen tersebut masih
              memperoleh dukungan dari pertumbuhan sektor industri, pergudangan, dan logistik.




                                                              Sumber: Data Bank Indonesia




              Di sisi lain, beberapa segmen seperti hotel dan convention hall mengalami tekanan akibat
              perlambatan permintaan dan penyesuaian tingkat okupansi. Hal tersebut menyebabkan
              pertumbuhan harga pada segmen tersebut menjadi relatif terbatas dibandingkan segmen industri
              dan logistik.

                 12.6.4       Tren Regional
              Secara regional, perkembangan pasar properti komersial menunjukkan variasi antar wilayah.
              Kawasan dengan aktivitas industri dan distribusi yang kuat, seperti Semarang, Bodebek, dan wilayah
              sekitar Jakarta, masih menunjukkan perkembangan yang relatif stabil terutama pada segmen lahan
              industri dan pergudangan.

              Sementara itu, wilayah yang memiliki ketergantungan lebih besar pada sektor hospitality dan
              kegiatan komersial berbasis konsumsi cenderung mengalami perlambatan pertumbuhan, terutama
              pada segmen hotel, apartemen sewa, dan convention hall.

              Kondisi tersebut mencerminkan bahwa kinerja pasar properti komersial saat ini sangat dipengaruhi
              oleh karakteristik ekonomi masing-masing wilayah serta jenis aktivitas usaha yang mendominasi
              wilayah tersebut.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            88
Page 114
                 12.6.5       Kesimpulan

              Secara umum, pasar properti komersial pada Triwulan I Tahun 2026 masih menunjukkan
              pertumbuhan yang moderat dengan kecenderungan pasar yang lebih selektif dan berhati-hati.
              Segmen properti yang berkaitan dengan aktivitas industri, logistik, dan pergudangan masih
              menunjukkan prospek yang relatif lebih baik dibandingkan segmen hospitality maupun properti
              berbasis konsumsi.

              Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, perkembangan pasar properti komersial saat ini
              menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam analisis pasar dan pertimbangan penentuan
              opini nilai, khususnya dalam melihat prospek permintaan, tingkat serapan pasar, stabilitas harga,
              dan risiko pasar pada properti yang dinilai.

              Dengan mempertimbangkan kondisi permintaan yang selektif namun tetap aktif di beberapa segmen
              unggulan, serta dukungan eksternal seperti perkembangan kegiatan ekonomi, aktivitas MICE, dan
              pertumbuhan industri logistik, maka dapat diasumsikan bahwa properti yang dinilai memiliki tingkat
              kelayakan pasar (marketability) yang cukup baik. Properti ini memiliki potensi untuk dipasarkan
              secara optimal dan berada dalam siklus transaksi yang berkelanjutan di pasar properti komersial
              saat ini.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            89
Page 115
12.4    ANALISIS PENGGUNAAN TERTINGGI DAN TERBAIK
        Dalam analisis HBU properti tanah kosong, fokus dari analisis adalah terhadap kemungkinan
        pengembangan tanah yang paling optimal. Dalam analisis HBU properti tanah yang telah dikembangkan,
        fokus dari analisis adalah terhadap 3 (tiga) kemungkinan, yaitu: kelanjutan dari penggunaan yang ada,
        modifikasi dari penggunaan yang ada, dan pembongkaran yang dilanjutkan pengembangan lahan
        kembali. Kemungkinan tersebut diuji dengan 4 (empat) aspek dalam analisis HBU, yaitu : aspek legal,
        fisik, finansial, dan produktifitas maksimal yang menjadi kesimpulan analisis HBU. Hal-hal yang
        dipertimbangkan merupakan salah satu atau lebih dari beberapa poin aspek sebagai berikut :
                             Aspek Legal                                        Aspek Fisik

                  Peruntukan (zoning)                         Ukuran tanah
                  Status aset publik/swasta                   Bentuk tanah
                  Peraturan bangunan                          Frontage
                  Kontrak yang membatasi                      Aksesibilitas
                  Hak menggunakan properti pihak lain         Dukungan utilitas
                  KDB & KLB                                   Lokasi
                  Status area bersejarah                      Topografi
                  Peraturan lingkungan                        Water frontage
                  Perubahan di masa depan                     Kondisi tanah
                                                               Potensi banjir & longsor
                                                    Aspek Finansial

                                               Pengembangan yang sesuai
                                               Lama waktu penjualan
                                               Ketersediaan pinjaman
                                               Daya beli calon pembeli tanah
                                               Profit pengembangan tanah

        Dengan mempertimbangkan poin-poin yang telah dijelaskan di atas, kesimpulan dari analisis HBU adalah
        tanah dikembangkan sebagai Gudang.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                         90
Page 116
                    13 PENDEKATAN PENILAIAN
13.1    PENILAIAN DENGAN PENDEKATAN BIAYA
        Dalam penilaian ini kami menggunakan Pendekatan Biaya (Cost Approach) dengan Metode Biaya
        Pengganti yaitu dengan menjumlahkan dari masing-masing agregasi penilaian yang terdiri dari tanah,
        bangunan & sarana pelengkap menjadi satu kesatuan opini nilai.

        13.1.1 METODE PENILAIAN TANAH
                 Dalam melakukan penilaian tanah, kami menggunakan Teknik Perbandingan Data Pasar
                 (Market Data Comparison Technique). Dalam Teknik Perbandingan Data Pasar, penilaian
                 tanah melibatkan perbandingan langsung dari properti yang dinilai dengan bidang tanah yang
                 sejenis dimana data aktual untuk transaksi pasar terakhir tersedia. Meskipun data transaksi
                 adalah sangat penting, analisis dari penawaran dan harga yang ditawarkan untuk bidang tanah
                 yang sejenis merupakan properti pesaing dapat memberikan pemahaman yang lebih baik
                 terhadap pasar.




                 Untuk data pasar berupa tanah kosong kami melakukan analisis perbandingan dan penyesuaian
                 secara langsung, sedangkan untuk data pasar tanah yang sudah dikembangkan kami melakukan
                 ekstraksi atas bangunan kemudian melakukan analisis perbandingan dan penyesuaian dengan
                 asumsi tanah dalam keadaan belum dikembangkan/kosong.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                        91
Page 117
                 DATA PASAR TANAH
                 Adapun data pasar yang kami peroleh di sekitar lokasi properti yang bisa dijadikan dasar
                 penilaian adalah sebagai berikut :
                 Data 1 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Kawasan Pergudangan Bumi Maspion, Surabaya
                            Luas Tanah              : 1.580 m²
                            Luas Bangunan           : ± 1.000 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran         : Rp 9.000.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Don Seran
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025
                 Data 2 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Kawasan Pergudangan Bumi Maspion, Surabaya
                            Luas Tanah              : 2.062 m²
                            Luas Bangunan           : ± 1.875 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran         : Rp 15.500.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Ibu Lia
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025
                 Data 3 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Kawasan Pergudangan Bumi Maspion, Surabaya
                            Luas Tanah              : 1.150 m²
                            Luas Bangunan           : ± 1.150 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran         : Rp 7.000.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Vera Ang Propnex
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025

                 Data pasar tanah yang tersedia kemudian disesuaikan dengan kondisi tanah properti objek
                 sehingga menghasilkan Indikasi Nilai Tanah.
                 Dalam melakukan wawancara dengan sumber data pembanding, kami tidak menggunakan
                 identitas yang sebenarnya, hal ini dimaksudkan agar mendapatkan informasi yang lengkap dan
                 dapat diandalkan.

                 ELEMEN PERBANDINGAN
                 Elemen perbandingan mengidentifikasi karakteristik khusus dari properti dan transaksi yang
                 dapat menjelaskan variasi harga. Analisis pasar mengidentifikasi elemen yang secara khusus
                 bersifat sensitif. Elemen perbandingan berikut ini dianggap mendasar dalam analisis
                 perbandingan data pasar meliputi :
                 - Hak atas properti yang dialihkan
                 - Syarat pembiayaan
                 - Kondisi penjualan
                 - Pengeluaran yang dilakukan segera setelah pembelian
                 - Kondisi pasar
                 - Lokasi
                 - Karakter fisik
                 - Karakteristik ekonomi
                 - Penggunaan komponen non-realty dalam penjualan



Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                       92
Page 118
                 KESIMPULAN NILAI TANAH
                 Berdasarkan pertimbangan di atas serta faktor-faktor yang mempengaruhi nilai, maka kami
                 berkesimpulan bahwa Indikasi Nilai Tanah tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                        Rp. 33.029.150.000,-
                          (Tiga Puluh Tiga Miliar Dua Puluh Sembilan Juta Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah)

        13.1.2 METODE PENILAIAN BANGUNAN DAN SARANA PELENGKAP
                 Dalam melakukan penilaian bangunan, kami menghitung Biaya Reproduksi Bangunan setelah
                 penyusutan. Biaya Reproduksi Baru bangunan dihitung menggunakan metode Unit Terpasang
                 (Unit in Place). Data dan informasi mengenai biaya unit terpasang bangunan mengacu kepada
                 Biaya Teknis Bangunan (BTB) semester I tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi
                 Penilai Indonesia (MAPPI). Dalam melakukan penilaian sarana pelengkap kami menghitung
                 Biaya Reproduksi sarana pelengkap setelah penyusutan. Penyusutan dihitung menggunakan
                 metode Breakdown yang membagi penyusutan menjadi tiga (3) aspek, yaitu :
                  1.     Penyusutan Fisik
                  2.     Keusangan Fungsional
                  3.     Keusangan Ekonomis
                 Rincian perhitungan Indikasi Nilai Bangunan properti adalah sebagai berikut :
                                                                   Biaya Pengganti
                                  Unit Bangunan                                          Indikasi Nilai (Rp)
                                                                      Baru (Rp)
                       Bangunan Utama
                       - Gudang                                         4.142.880.000            4.004.784.000
                       - Pos Jaga                                          65.137.500               61.881.000
                       Sub Total                                        4.208.017.500            4.066.665.000
                       Sarana Pelengkap
                       - Sambungan Listrik                                186.967.000              186.967.000
                       - Perkerasan Paving                                215.241.000              206.631.000
                       Sub Total                                          402.208.000              393.598.000
                       Total                                            4.610.225.500            4.460.263.000

                 KESIMPULAN NILAI BANGUNAN DAN SARANA PELENGKAP
                 Berdasarkan pertimbangan di atas serta faktor-faktor yang mempengaruhi nilai, maka kami
                 berkesimpulan bahwa Indikasi Nilai Bangunan dan Sarana Pelengkap pada tanggal 31
                 Desember 2025 adalah :

                                                      Rp. 4.460.263.000,-
                       (Empat Miliar Empat Ratus Enam Puluh Juta Dua Ratus Enam Puluh Tiga Ribu Rupiah)




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                                93
Page 119
        13.1.3 INDIKASI NILAI PROPERTI DENGAN PENDEKATAN BIAYA
                 Dari beberapa metode dan teknik yang telah diterapkan dalam perhitungan atas setiap unit
                 penilaian properti dalam penilaian ini yang terdiri dari :

                                                                  Nilai Pasar
                                 Unit Penilaian
                                                                      (Rp)
                        Tanah                                          33.029.150.000

                        Bangunan dan Sarana Pelengkap                   4.460.263.000
                                    Total                              37.489.413.000
                                  Pembulatan                           37.489.000.000

                 Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan informasi yang relevan, kondisi
                 pasar, perhitungan, analisa yang dilakukan, dan faktor lain yang berkaitan dengan penilaian,
                 serta berpedoman pada kondisi pembatas dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa
                 representasi Indikasi Nilai Pasar dengan menggunakan Pendekatan Biaya dari aset/properti
                 tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                         Nilai Pasar
                                                     Rp. 37.489.000.000,-
                           (Tiga Puluh Tujuh Miliar Empat Ratus Delapan Puluh Sembilan Juta Rupiah)




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                         94
Page 120
13.2    PENILAIAN DENGAN PENDEKATAN PASAR
        Dalam melakukan penilaian ini, kami menggunakan Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan
        Metode Perbandingan Langsung (Direct Comparison Method) dengan pertimbangan bahwa :

          -    Dasar dan premis nilai yang sesuai yang ditentukan oleh persyaratan dan tujuan penugasan
               penilaian.
          -    Kekuatan dan kelemahan dari pendekatan dan metode penilaian yang mungkin diterapkan.
          -    Kesesuaian dari setiap metode dilihat dari karakteristik aset, dan pendekatan atau metode yang
               umum digunakan oleh pelaku pasar dalam pasar yang relevan
          -    Ketersediaan dari informasi yang andal yang dibutuhkan dalam penerapan metode atau beberapa
               metode.

        Dalam menilai gudang dengan Pendekatan Pasar, untuk Tanah, Bangunan dan Sarana Pelengkap, dinilai
        sebagai satu kesatuan opini nilai dengan membandingkan objek dengan data pasar (pembanding) di
        sekitar lokasi yang kemudian dilakukan analisis perbandingan dan penyesuaian secara langsung.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                        95
Page 121
        DATA PASAR GUDANG
        Adapun data pasar yang kami peroleh di sekitar lokasi properti yang bisa dijadikan dasar penilaian adalah
        sebagai berikut :

                 Data 1 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Kawasan Pergudangan Bumi Maspion, Surabaya
                            Luas Tanah               : 1.580 m²
                            Luas Bangunan            : ± 1.000 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran          : Rp 9.000.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Don Seran
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025
                 Data 2 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Kawasan Pergudangan Bumi Maspion, Surabaya
                            Luas Tanah               : 2.062 m²
                            Luas Bangunan            : ± 1.875 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran          : Rp 15.500.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Ibu Lia
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025
                 Data 3 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Kawasan Pergudangan Bumi Maspion, Surabaya
                            Luas Tanah               : 1.000 m²
                            Luas Bangunan            : ± 1.000 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran          : Rp 10.000.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Djiang
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025

        Dalam melakukan wawancara dengan sumber data pembanding, kami tidak menggunakan identitas yang
        sebenarnya, hal ini dimaksudkan agar mendapatkan informasi yang lengkap dan dapat diandalkan.

        ELEMEN PERBANDINGAN
        Elemen perbandingan mengidentifikasi karakteristik khusus dari properti dan transaksi yang dapat
        menjelaskan variasi harga. Analisis pasar mengidentifikasi elemen yang secara khusus bersifat sensitif.
        Elemen perbandingan berikut ini dianggap mendasar dalam analisis perbandingan data pasar meliputi :
        -      Hak atas properti yang dialihkan
        -      Syarat pembiayaan
        -      Kondisi penjualan
        -      Pengeluaran yang dilakukan segera setelah pembelian
        -      Kondisi pasar
        -      Lokasi
        -      Karakter fisik
        -      Karakteristik ekonomi
        -      Penggunaan komponen non-realty dalam penjualan




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                             96
Page 122
 13.3 KESIMPULAN NILAI PROPERTI
        Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan informasi yang relevan, kondisi pasar,
        perhitungan, analisa yang dilakukan, dan faktor lain yang berkaitan dengan penilaian, serta berpedoman
        pada kondisi pembatas dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa representasi Nilai Pasar dari
        properti pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                        Nilai Pasar
                                                 Rp. 34.476.000.000,-
                      (Tiga Puluh Empat Miliar Empat Ratus Tujuh Puluh Enam Juta Rupiah)

 13.4 KESIMPULAN NILAI PROPERTI REKONSILIASI

        Berdasarkan hasil analisis, pengolahan data, dan penerapan pendekatan penilaian yang telah diuraikan
        pada bab sebelumnya, Penilai melakukan rekonsiliasi indikasi nilai guna menghasilkan kesimpulan nilai
        tunggal yang paling andal dan mencerminkan nilai pasar objek penilaian.

        Dalam proses rekonsiliasi ini, Penilai memberikan bobot pada masing - masing Pendekatan sebesar 40%
        dan 60% dengan alasan bahwa pendekatan tersebut memanfaatkan data transaksi/penawaran yang
        paling aktif di pasar, memiliki tingkat akurasi data pembanding yang tinggi, serta paling mencerminkan
        perilaku pengunaan tertinggi dan terbaik (Highest and Best Use) atas objek penilaian pada tanggal
        penilaian.

                            REKONSILIASI NILAI                             BOBOT           NILAI PASAR
               1      Pendekatan Biaya (A)                                  40%             14,995,600,000
               2      Pendekatan Pasar (B)                                  60%             20,685,600,000
                          REKONSILIASI NILAI A+B                            100%            35,681,200,000

        Dengan mempertimbangkan seluruh faktor pembatas, asumsi, serta kondisi pasar aktual per tanggal 31
        Desember 2025, maka kesimpulan Rekonsiliasi Nilai Pasar (Market Value) untuk objek penilaian berupa
        Gudang adalah sebesar:

                                                Rekonsiliasi Nilai Pasar
                                                    Rp 35.681.200.000,-
                   (Tiga Puluh Lima Miliar Enam Ratus Delapan Puluh Satu Juta Dua Ratus Ribu Rupiah)


        Nilai ini merupakan satu kesatuan utuh dengan laporan penilaian ini dan tidak dapat dipisahkan atau
        digunakan secara parsial.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            97
Page 123
                                        PROSES PENILAIAN
                                         ASET/PROPERTI
                                  GUDANG DAN WORKSHOP




                                        Lokasi : 7
                              Legundi Business Park Blok I-03
                            Desa Banjaran, Kecamatan Driyorejo
                            Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61177




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                98
Page 124
                                 14 DATA PENILAIAN
14.1    DESKRIPSI PROPERTI
        Properti yang dinilai adalah Real Properti, terdiri dari Tanah Bangunan berupa Gudang, dan Sarana
        Pelengkap dengan luas tanah 544 meter persegi, luas bangunan ± 198 meter persegi dengan
        penggunaan saat ini sebagai Gudang, dan luas bangunan ± 525 meter persegi dengan penggunaan saat
        ini sebagai Workshop dan Kantor. Properti dinilai sebagai satu kesatuan.

14.2    HAK KEPEMILIKAN
        Berdasarkan salinan sertifikat yang kami terima, properti yang dinilai telah dilengkapi dengan 1 (Satu)
        dokumen kepemilikan yang terdiri dari :

                     Surat        Surat Ukur/         Dikeluarkan     Berakhir           Terdaftar          Luas
          No
                     Tanah       Gambar Situasi         Tanggal       Tanggal           Atas Nama           (m2)
                                                                                     PT. SATU VISI
                   SHGB          00323/0211/2015
           1.                                         18-05-2015     13-09-2043    PUTRA Berkdudukan         544
                  No. 00276       Tgl. 03-05-2015
                                                                                    di Kota Surabaya
                                                      Luas Total                                             544

        Kami asumsikan bahwa dokumen (salinan surat tanah) tersebut sesuai dengan aslinya, sah/legal, dapat
        diperjualbelikan serta bebas dari sengketa atau ikatan-ikatan lainnya.
        Hubungan antara Pemilik Aset, Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
        PT SATU VISI PUTRA adalah Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

        Kami tegaskan bahwa seluruh pimpinan, rekan, dan staf KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan tidak
        bertanggung jawab jika informasi di atas tidak benar. Untuk itu Penilai menyarankan agar pengguna
        laporan memeriksa semua dokumen terkait informasi di atas.

14.3    ANALISIS LINGKUNGAN
        14.3.1 LOKASI
                 Berdasarkan analisis lingkungan sekitar, properti yang dinilai berada di kawasan industri.
                 Perkembangan kawasan tersebut cukup baik, dimana bisa mempengaruhi harga jual properti.
                 Properti yang dinilai bebas banjir, tidak terdapat saluran listrik tegangan tinggi (sutet), posisi
                 tanah tidak tusuk sate.
                 Secara administratif lokasi ini berada dalam wilayah :
                     Desa            :   Banjaran
                     Kecamatan       :   Driyorejo
                     Kabupaten       :   Gresik
                     Provinsi        :   Jawa Timur
                 Properti terletak pada titik koordinat -7.358908, 112.573672
                 Bangunan yang dapat dijadikan sebagai petunjuk adalah :
                      Kompleks Pergudangan Legundi Business Park

        14.3.2 AKSESIBILITAS
                 Properti yang dinilai memiliki akses dari Kota Surabaya melalui Toll Surabaya Mojokerto dan
                 keluar di Pintu Toll Krian. Berbelok ke kanan lurus sejauh 1km untuk berbelok ke kanan menuju
                 Kawasan Pergudangan Legundi Business Park. Masuk sejauh 1,3km dan berbelok ke kanan di

Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                               99
Page 125
                 persimpangan. Lurus ikuti jalur sejauh 950m menuju Blok I dan aset berada di sebelah kanan
                 jalan.

        14.3.3 FASILITAS UMUM
                 Kawasan tempat properti berada, dilengkapi jaringan listrik dari PLN dan jaringan telepon dari
                 TELKOM. Sarana kebutuhan sosial masyarakat seperti : pusat pertokoan/mini market, tempat
                 ibadah, sekolah, rumah makan, dan lainnya dapat ditemui di sekitar lokasi aset.

        14.3.4 FAKTOR-FAKTOR LAIN YANG MEMPENGARUHI NILAI PROPERTI
                 Faktor-faktor yang dipertimbangkan dapat menambah dan mengurangi nilai properti pada
                 tanggal penilaian adalah sebagai berikut :
                 Faktor Penambah :
                     Tanah bebas dari sengketa
                     Lebar jalan depan memadai
                     Kondisi lingkungan aman dan tertata
                     Lokasi aset tidak masuk gang dan lebar jalan < 3 meter
                     Bukan merupakan Tanah Helikopter (tanpa jalan masuk)
                     Berjarak jauh dari induk gardu listrik atau SUTET dengan jarak > 50 meter
                     Sebagian area tanahnya tidak digunakan untuk mendirikan BTS (tidak termasuk BTS yang
                      didirikan di atas bangunan)
                     Tidak terkena banjir (hingga masuk ke dalam properti/aset ) setiap terjadi hujan besar
                     Tidak dijadikan rumah ibadah, sekolah, panti jompo, panti asuhan, rumah duka, rumah
                      sakit, atau prasarana lainnya yang bersifat kemanusiaan
                     Berlokasi jauh dengan pemakaman umum (berjarak > 200 meter)
                     Berlokasi jauh dengan TPA dengan jarak 1 km
                     Tidak digunakan dan atau diperuntukkan sebagai sawah/lading/pertanian/rawa-rawa/tanah
                      gambut
                     Tidak termasuk ke dalam Zona Jalur Hijau
                     Jaminan bukan merupakan Kawasan Cagar Budaya

                 Faktor Pengurang :
                     Penyusutan bangunan

        14.3.5 PARAMETER PENGEMBANGAN TAPAK
               Penilai telah melakukan penelusuran terhadap ketentuan tata ruang melalui aplikasi Distaru
               setempat dan/atau portal GISTARU Kementerian ATR/BPN, untuk memperoleh informasi zonasi
               dari lokasi objek penilaian. Berdasarkan hasil pencarian, Kami memperoleh hasil peruntukan dari
               portal GISTARU.
               Karena tidak terdapat informasi rinci mengenai parameter pengembangan tapak (seperti KDB,
               KLB, GSB, dan ketentuan teknis lain) untuk lokasi tersebut, maka acuan yang digunakan
               adalah Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di wilayah
               administratif setempat, yaitu:
               Berdasarkan Peraturan Daerah Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 8 Tahun 2011
               tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Gresik Tahun 2010-2030,Kami tidak
               mendapatkan Informasi mengenai tapak objek penilaian.
               Dengan demikian, parameter pengembangan tapak dalam laporan ini didasarkan pada ketentuan
               umum RTRW tersebut, yang meliputi:




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                           100
Page 126
            Peruntukan                                 : Lahan Peruntukan Industri
            Koefisien Dasar Bangunan (KDB)             : Tidak Ada Informasi
            Koefisien Lantai Bangunan (KLB)            : Tidak Ada Informasi
            Garis Sempadan Bangunan (GSB)              : Tidak Ada Informasi
            Rencana Pelebaran Jalan                                   : Tidak Ada Informasi
               Penilai telah berupaya memperoleh informasi resmi dari sumber daring maupun instansi terkait,
               dan menyatakan bahwa data yang digunakan merupakan hasil penelusuran terbaik (best available
               data) pada saat tanggal pemeriksaan.
14.4    DESKRIPSI TAPAK
        Tapak tanah berbentuk persegi panjang dengan kontur tanah datar dan mempunyai elevasi lebih tinggi
        dari permukaan jalan di depan properti, lebar tanah bagian depan sejajar dengan jalan ± 11meter.

        Batas-batas properti (tanah) adalah sebagai berikut:
          Sebelah Utara                      : Gudang
          Sebelah Timur                      : Gudang
          Sebelah Selatan                    : Jalan Akses Pergudangan
          Sebelah Barat                      : Gudang

        Kami tidak melakukan pengukuran secara menyeluruh terhadap luasan tanah tersebut, tetapi berdasarkan
        pengamatan batas fisik di lapangan dan membandingkan dengan salinan surat sertifikat tanah, kami
        beranggapan bahwa besaran luas yang digunakan dalam penilaian ini sesuai dengan besaran luas yang
        dinyatakan dalam salinan surat sertifikat tanah properti yang dimaksud.

14.5    DESKRIPSI PENGEMBANGAN
        14.5.1 IJIN PENGEMBANGAN
                 Pada saat peninjauan lokasi, penilai mendapatkan salinan dari IMB dengan Nomor:
                 503.03/134/437.74/2015 yang dikeluarkan pada 14 April 2015 oleh Bupati Gresik.

        14.5.2 SPESIFIKASI BANGUNAN
                 Uraian spesifikasi bangunan dalam penilaian ini secara lengkap dijelaskan seperti di bawah ini:
                 1. Bangunan Gudang
                      Tahun Dibangun        :      2014
                      Jumlah Lantai         :      1 (Satu) lantai
                      Pondasi               :      Tapak Beton, Batu Kali
                      Konstruksi            :      Profil Baja
                      Rangka Atap           :      Profil Baja
                      Penutup Atap          :      Spandek
                      Plafond               :      -
                      Dinding               :      Bata Ringan Dicat (diplester dan diaci) dan Partisi Gypsum
                                                    Board
                      Pintu                 :      Besi
                      Jendela               :      -
                      Lantai                :      Plat Beton
                      Fasilitas Bangunan    :      Seluruh bangunan dilengkapi dengan instalasi air bersih/kotor,
                                                    instalasi telepon, instalasi listrik
                      Luas Bangunan         :      ± 198 m2
                      Kondisi               :      Baik
                      Perawatan             :      Baik

                2. Bangunan Workshop dan Kantor
                      Tahun Dibangun        :      2014
                      Jumlah Lantai         :      1 (Satu) lantai
Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                               101
Page 127
                      Pondasi               :      Tapak Beton, Batu Kali
                      Konstruksi            :      Profil Baja
                      Rangka Atap           :      Profil Baja
                      Penutup Atap          :      Spandek
                      Plafond               :      Gypsum
                      Dinding               :      Bata Ringan Dicat
                      Pintu                 :      Pintu Kaca Rangka Alumunium, Pintu Kayu Dobel Triplek,
                                                    dan Pintu KM UPVC/PVC
                      Jendela               :      Jendela Kaca Rangka Alumunium
                      Lantai                :      Keramik dan Rabat Beton
                      Fasilitas Bangunan    :      Seluruh bangunan dilengkapi dengan instalasi air bersih/kotor,
                                                    instalasi telepon, instalasi listrik
                      Luas Bangunan         :      ± 525 m2
                      Kondisi               :      Baik
                      Perawatan             :      Baik

        14.5.3 SPESIFIKASI SARANA PELENGKAP
                 Uraian spesifikasi sarana pelengkap bangunan yang termasuk objek penilaian secara lengkap
                 dijelaskan seperti di bawah ini :
                   Sambungan Listrik        :      Kapasitas 67.000 VA
                   Sumber Air Bersih        :      Sumur
                   Kondisi                  :      Baik
                   Perawatan                :      Baik




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                               102
Page 128
14.6 ANALISIS PASAR PROPERTI KOMERSIAL

      Pada Triwulan I Tahun 2026, pasar properti komersial di Indonesia menunjukkan kondisi yang relatif
      melambat dibandingkan periode sebelumnya. Perlambatan terjadi pada sisi permintaan, pasokan, maupun
      pertumbuhan harga, yang mencerminkan masih berlangsungnya proses penyesuaian pasar di tengah
      dinamika ekonomi dan tingkat kehati-hatian pelaku usaha.

              14.6.1 Permintaan Properti Komersial

              Indeks Permintaan Properti Komersial pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,56%
              (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,69% (yoy). Perlambatan
              permintaan terutama terjadi pada kategori properti komersial jual, khususnya pada segmen
              apartemen, hotel, dan convention hall. Secara triwulanan, pertumbuhan permintaan tercatat sebesar
              0,04% (qtq), yang mengindikasikan masih terbatasnya aktivitas transaksi pada beberapa segmen
              properti komersial.




                                                        Sumber: Data Bank Indonesia




              Permintaan yang relatif tertahan tersebut dipengaruhi oleh masih adanya kehati-hatian pelaku pasar
              dalam melakukan ekspansi usaha maupun investasi properti. Selain itu, tingkat serapan pasar pada
              beberapa segmen juga belum sepenuhnya pulih, terutama pada properti yang sangat dipengaruhi
              aktivitas bisnis dan mobilitas ekonomi.




                                                        Sumber: Data Bank Indonesia




              Meskipun demikian, beberapa segmen tertentu masih menunjukkan daya tahan yang cukup baik,
              khususnya lahan industri dan warehouse complex yang didorong oleh aktivitas logistik, distribusi,
              dan industri manufaktur.

Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                           103
Page 129
              14.6.2 Pasokan Properti Komersial

              Dari sisi pasokan, Indeks Pasokan Properti Komersial tercatat tumbuh sebesar 2,06% (yoy),
              melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,18% (yoy). Perlambatan tersebut
              menunjukkan bahwa pengembang cenderung lebih selektif dalam menambah suplai baru, terutama
              pada segmen dengan tingkat permintaan yang belum stabil.




                                                       Sumber: Data Bank Indonesia




              Peningkatan pasokan masih terjadi pada beberapa kategori properti komersial, terutama segmen
              hotel dan properti sewa di kota-kota utama seperti Jakarta, Bodebek, Surabaya, dan Denpasar.
              Namun demikian, secara umum pasar masih berada pada kondisi penyesuaian antara tingkat suplai
              dan kemampuan serap pasar.




                                                       Sumber: Data Bank Indonesia




              Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembang masih menjaga keseimbangan antara
              pengembangan proyek baru dengan kondisi pasar yang ada guna menghindari oversupply pada
              beberapa segmen tertentu.

              14.6.3 Harga Properti Komersial

              Indeks Harga Properti Komersial pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,78% (yoy),
              sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,79% (yoy). Secara triwulanan,
              pertumbuhan harga tercatat sebesar 0,15% (qtq).




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                        104
Page 130
              Pertumbuhan harga properti komersial masih ditopang oleh segmen lahan industri dan warehouse
              complex yang relatif stabil dan memiliki tingkat permintaan yang baik. Segmen tersebut masih
              memperoleh dukungan dari pertumbuhan sektor industri, pergudangan, dan logistik.




                                                              Sumber: Data Bank Indonesia




              Di sisi lain, beberapa segmen seperti hotel dan convention hall mengalami tekanan akibat
              perlambatan permintaan dan penyesuaian tingkat okupansi. Hal tersebut menyebabkan
              pertumbuhan harga pada segmen tersebut menjadi relatif terbatas dibandingkan segmen industri
              dan logistik.

              14.6.4 Tren Regional
              Secara regional, perkembangan pasar properti komersial menunjukkan variasi antar wilayah.
              Kawasan dengan aktivitas industri dan distribusi yang kuat, seperti Semarang, Bodebek, dan wilayah
              sekitar Jakarta, masih menunjukkan perkembangan yang relatif stabil terutama pada segmen lahan
              industri dan pergudangan.

              Sementara itu, wilayah yang memiliki ketergantungan lebih besar pada sektor hospitality dan
              kegiatan komersial berbasis konsumsi cenderung mengalami perlambatan pertumbuhan, terutama
              pada segmen hotel, apartemen sewa, dan convention hall.

              Kondisi tersebut mencerminkan bahwa kinerja pasar properti komersial saat ini sangat dipengaruhi
              oleh karakteristik ekonomi masing-masing wilayah serta jenis aktivitas usaha yang mendominasi
              wilayah tersebut.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                           105
Page 131
              14.6.5 Kesimpulan

              Secara umum, pasar properti komersial pada Triwulan I Tahun 2026 masih menunjukkan
              pertumbuhan yang moderat dengan kecenderungan pasar yang lebih selektif dan berhati-hati.
              Segmen properti yang berkaitan dengan aktivitas industri, logistik, dan pergudangan masih
              menunjukkan prospek yang relatif lebih baik dibandingkan segmen hospitality maupun properti
              berbasis konsumsi.

              Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, perkembangan pasar properti komersial saat ini
              menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam analisis pasar dan pertimbangan penentuan
              opini nilai, khususnya dalam melihat prospek permintaan, tingkat serapan pasar, stabilitas harga,
              dan risiko pasar pada properti yang dinilai.

              Dengan mempertimbangkan kondisi permintaan yang selektif namun tetap aktif di beberapa segmen
              unggulan, serta dukungan eksternal seperti perkembangan kegiatan ekonomi, aktivitas MICE, dan
              pertumbuhan industri logistik, maka dapat diasumsikan bahwa properti yang dinilai memiliki tingkat
              kelayakan pasar (marketability) yang cukup baik. Properti ini memiliki potensi untuk dipasarkan
              secara optimal dan berada dalam siklus transaksi yang berkelanjutan di pasar properti komersial
              saat ini.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                           106
Page 132
14.7 ANALISIS PENGGUNAAN TERTINGGI DAN TERBAIK
       Dalam analisis HBU properti tanah kosong, fokus dari analisis adalah terhadap kemungkinan
       pengembangan tanah yang paling optimal. Dalam analisis HBU properti tanah yang telah dikembangkan,
       fokus dari analisis adalah terhadap 3 (tiga) kemungkinan, yaitu: kelanjutan dari penggunaan yang ada,
       modifikasi dari penggunaan yang ada, dan pembongkaran yang dilanjutkan pengembangan lahan kembali.
       Kemungkinan tersebut diuji dengan 4 (empat) aspek dalam analisis HBU, yaitu : aspek legal, fisik, finansial,
       dan produktifitas maksimal yang menjadi kesimpulan analisis HBU. Hal-hal yang dipertimbangkan
       merupakan salah satu atau lebih dari beberapa poin aspek sebagai berikut :
                                   Aspek Legal                                         Aspek Fisik

                      Peruntukan (zoning)                            Ukuran tanah
                      Status aset publik/swasta                      Bentuk tanah
                      Peraturan bangunan                             Frontage
                      Kontrak yang membatasi                         Aksesibilitas
                      Hak menggunakan properti pihak lain            Dukungan utilitas
                      KDB & KLB                                      Lokasi
                      Status area bersejarah                         Topografi
                      Peraturan lingkungan                           Water frontage
                      Perubahan di masa depan                        Kondisi tanah
                                                                      Potensi banjir & longsor
                                                             Aspek Finansial

                      Pengembangan yang sesuai
                      Lama waktu penjualan
                      Ketersediaan pinjaman
                      Daya beli calon pembeli tanah
                      Profit pengembangan tanah

       Dengan mempertimbangkan poin-poin yang telah dijelaskan di atas, kesimpulan dari analisis HBU adalah
       tanah dikembangkan sebagai Gudang.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                             107
Page 133
                    15 PENDEKATAN PENILAIAN
15.1    PENILAIAN DENGAN PENDEKATAN BIAYA
        Dalam penilaian ini kami menggunakan Pendekatan Biaya (Cost Approach) dengan Metode Biaya
        Pengganti yaitu dengan menjumlahkan dari masing-masing agregasi penilaian yang terdiri dari tanah,
        bangunan & sarana pelengkap menjadi satu kesatuan opini nilai.

        15.1.1 METODE PENILAIAN TANAH
                 Dalam melakukan penilaian tanah, kami menggunakan Teknik Perbandingan Data Pasar
                 (Market Data Comparison Technique). Dalam Teknik Perbandingan Data Pasar, penilaian
                 tanah melibatkan perbandingan langsung dari properti yang dinilai dengan bidang tanah yang
                 sejenis dimana data aktual untuk transaksi pasar terakhir tersedia. Meskipun data transaksi
                 adalah sangat penting, analisis dari penawaran dan harga yang ditawarkan untuk bidang tanah
                 yang sejenis merupakan properti pesaing dapat memberikan pemahaman yang lebih baik
                 terhadap pasar.




                 Untuk data pasar berupa tanah kosong kami melakukan analisis perbandingan dan penyesuaian
                 secara langsung, sedangkan untuk data pasar tanah yang sudah dikembangkan kami melakukan
                 ekstraksi atas bangunan kemudian melakukan analisis perbandingan dan penyesuaian dengan
                 asumsi tanah dalam keadaan belum dikembangkan/kosong.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                       108
Page 134
                 DATA PASAR TANAH
                 Adapun data pasar yang kami peroleh di sekitar lokasi properti yang bisa dijadikan dasar
                 penilaian adalah sebagai berikut :
                 Data 1 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Legundi Business Park Blok C
                            Luas Tanah              : 756 m²
                            Luas Bangunan           : ± 720 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran         : Rp 5.500.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Rosalia Stout
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025
                 Data 2 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Legundi Business Park Blok K
                            Luas Tanah              : 412 m²
                            Luas Bangunan           : ± 398 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran         : Rp 3.500.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Johanes Sutanto
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025
                 Data 3 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Legundi Business Park Blok B
                            Luas Tanah              : 378 m²
                            Luas Bangunan           : ± 360 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran         : Rp 3.200.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Vero Lie
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025

                 Data pasar tanah yang tersedia kemudian disesuaikan dengan kondisi tanah properti objek
                 sehingga menghasilkan Indikasi Nilai Tanah.
                 Dalam melakukan wawancara dengan sumber data pembanding, kami tidak menggunakan
                 identitas yang sebenarnya, hal ini dimaksudkan agar mendapatkan informasi yang lengkap dan
                 dapat diandalkan.

                 ELEMEN PERBANDINGAN
                 Elemen perbandingan mengidentifikasi karakteristik khusus dari properti dan transaksi yang
                 dapat menjelaskan variasi harga. Analisis pasar mengidentifikasi elemen yang secara khusus
                 bersifat sensitif. Elemen perbandingan berikut ini dianggap mendasar dalam analisis
                 perbandingan data pasar meliputi :
                 - Hak atas properti yang dialihkan
                 - Syarat pembiayaan
                 - Kondisi penjualan
                 - Pengeluaran yang dilakukan segera setelah pembelian
                 - Kondisi pasar
                 - Lokasi
                 - Karakter fisik
                 - Karakteristik ekonomi
                 - Penggunaan komponen non-realty dalam penjualan



Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                      109
Page 135
                 KESIMPULAN NILAI TANAH
                 Berdasarkan pertimbangan di atas serta faktor-faktor yang mempengaruhi nilai, maka kami
                 berkesimpulan bahwa Indikasi Nilai Tanah tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                     Rp. 2.743.936.000,-
                 (Dua Miliar Tujuh Ratus Empat Puluh Tiga Juta Sembilan Ratus Tiga Puluh Enam Ribu Rupiah)

        15.1.2 METODE PENILAIAN BANGUNAN DAN SARANA PELENGKAP
                 Dalam melakukan penilaian bangunan, kami menghitung Biaya Reproduksi Bangunan setelah
                 penyusutan. Biaya Reproduksi Baru bangunan dihitung menggunakan metode Unit Terpasang
                 (Unit in Place). Data dan informasi mengenai biaya unit terpasang bangunan mengacu kepada
                 Biaya Teknis Bangunan (BTB) semester I tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi
                 Penilai Indonesia (MAPPI). Dalam melakukan penilaian sarana pelengkap kami menghitung
                 Biaya Reproduksi sarana pelengkap setelah penyusutan. Penyusutan dihitung menggunakan
                 metode Breakdown yang membagi penyusutan menjadi tiga (3) aspek, yaitu :
                 1. Penyusutan Fisik
                 2. Keusangan Fungsional
                 3. Keusangan Ekonomis
                 Rincian perhitungan Indikasi Nilai Bangunan properti adalah sebagai berikut :
                                                                  Biaya Pengganti
                                 Unit Bangunan                                           Indikasi Nilai (Rp)
                                                                     Baru (Rp)
                    Bangunan Utama
                    - Gudang                                             694.188.000               416.513.000
                    - Workshop dan Kantor                              2.347.800.000             1.408.680.000
                    Sub Total                                          3.041.988.000             1.825.193.000
                    Sarana Pelengkap
                    - Sambungan Listrik                                   76.862.000                76.862.000
                    - Sambungan Air                                        8.246.000                 8.246.000
                    Sub Total                                             85.108.000                85.108.000
                    Total                                              3.127.096.000             1.910.301.000

                 KESIMPULAN NILAI BANGUNAN DAN SARANA PELENGKAP
                 Berdasarkan pertimbangan di atas serta faktor-faktor yang mempengaruhi nilai, maka kami
                 berkesimpulan bahwa Indikasi Nilai Bangunan dan Sarana Pelengkap pada tanggal 31
                 Desember 2025 adalah :

                                                       Rp. 1.910.301.000,-
                             (Satu Miliar Sembilan Ratus Sepuluh Juta Tiga Ratus Satu Ribu Rupiah)




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            110
Page 136
        15.1.3 INDIKASI NILAI PROPERTI DENGAN PENDEKATAN BIAYA
                 Dari beberapa metode dan teknik yang telah diterapkan dalam perhitungan atas setiap unit
                 penilaian properti dalam penilaian ini yang terdiri dari :

                                                                  Nilai Pasar
                                 Unit Penilaian
                                                                      (Rp)
                        Tanah                                          2.743.936.000

                        Bangunan dan Sarana Pelengkap                  1.910.301.000
                                    Total                              4.654.237.000
                                  Pembulatan                           4.654.000.000

                 Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan informasi yang relevan, kondisi
                 pasar, perhitungan, analisa yang dilakukan, dan faktor lain yang berkaitan dengan penilaian,
                 serta berpedoman pada kondisi pembatas dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa
                 representasi Indikasi Nilai Pasar dengan menggunakan Pendekatan Biaya dari aset/properti
                 tersebut pada tanggal 31 Desember 2025adalah :

                                                         Nilai Pasar
                                                     Rp. 4.654.000.000,-
                                   (Empat Miliar Enam Ratus Lima Puluh Empat Juta Rupiah)




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                        111
Page 137
15.2    PENILAIAN DENGAN PENDEKATAN PASAR
        Dalam melakukan penilaian ini, kami menggunakan Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan
        Metode Perbandingan Langsung (Direct Comparison Method) dengan pertimbangan bahwa :

          -    Dasar dan premis nilai yang sesuai yang ditentukan oleh persyaratan dan tujuan penugasan
               penilaian.
          -    Kekuatan dan kelemahan dari pendekatan dan metode penilaian yang mungkin diterapkan.
          -    Kesesuaian dari setiap metode dilihat dari karakteristik aset, dan pendekatan atau metode yang
               umum digunakan oleh pelaku pasar dalam pasar yang relevan
          -    Ketersediaan dari informasi yang andal yang dibutuhkan dalam penerapan metode atau beberapa
               metode.

        Dalam menilai gudang dengan Pendekatan Pasar, untuk Tanah, Bangunan dan Sarana Pelengkap, dinilai
        sebagai satu kesatuan opini nilai dengan membandingkan objek dengan data pasar (pembanding) di
        sekitar lokasi yang kemudian dilakukan analisis perbandingan dan penyesuaian secara langsung.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                       112
Page 138
        DATA PASAR GUDANG
        Adapun data pasar yang kami peroleh di sekitar lokasi properti yang bisa dijadikan dasar penilaian adalah
        sebagai berikut :

                 Data 1 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Legundi Business Park Blok C
                            Luas Tanah               : 756 m²
                            Luas Bangunan            : ± 720 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran          : Rp 5.500.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Rosalia Stout
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025
                 Data 2 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Legundi Business Park Blok K
                            Luas Tanah               : 412 m²
                            Luas Bangunan            : ± 398 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran          : Rp 3.500.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Johanes Sutanto
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025
                 Data 3 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Legundi Business Park Blok B
                            Luas Tanah               : 378 m²
                            Luas Bangunan            : ± 360 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran          : Rp 3.200.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Vero Lie
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025

        Dalam melakukan wawancara dengan sumber data pembanding, kami tidak menggunakan identitas yang
        sebenarnya, hal ini dimaksudkan agar mendapatkan informasi yang lengkap dan dapat diandalkan.

        ELEMEN PERBANDINGAN
        Elemen perbandingan mengidentifikasi karakteristik khusus dari properti dan transaksi yang dapat
        menjelaskan variasi harga. Analisis pasar mengidentifikasi elemen yang secara khusus bersifat sensitif.
        Elemen perbandingan berikut ini dianggap mendasar dalam analisis perbandingan data pasar meliputi :
        -      Hak atas properti yang dialihkan
        -      Syarat pembiayaan
        -      Kondisi penjualan
        -      Pengeluaran yang dilakukan segera setelah pembelian
        -      Kondisi pasar
        -      Lokasi
        -      Karakter fisik
        -      Karakteristik ekonomi
        -      Penggunaan komponen non-realty dalam penjualan




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            113
Page 139
15.3    KESIMPULAN NILAI PROPERTI
        Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan informasi yang relevan, kondisi pasar,
        perhitungan, analisa yang dilakukan, dan faktor lain yang berkaitan dengan penilaian, serta berpedoman
        pada kondisi pembatas dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa representasi Nilai Pasar dari
        properti pada tanggal 23 April adalah :

                                                       Nilai Pasar
                                                   Rp. 5.162.000.000,-
                                   (Lima Miliar Seratus Enam Puluh Dua Juta Rupiah)

15.4    KESIMPULAN NILAI PROPERTI REKONSILIASI

        Berdasarkan hasil analisis, pengolahan data, dan penerapan pendekatan penilaian yang telah diuraikan
        pada bab sebelumnya, Penilai melakukan rekonsiliasi indikasi nilai guna menghasilkan kesimpulan nilai
        tunggal yang paling andal dan mencerminkan nilai pasar objek penilaian.

        Dalam proses rekonsiliasi ini, Penilai memberikan bobot pada masing - masing Pendekatan sebesar 40%
        dan 60% dengan alasan bahwa pendekatan tersebut memanfaatkan data transaksi/penawaran yang
        paling aktif di pasar, memiliki tingkat akurasi data pembanding yang tinggi, serta paling mencerminkan
        perilaku pengunaan tertinggi dan terbaik (Highest and Best Use) atas objek penilaian pada tanggal
        penilaian.

                           REKONSILIASI NILAI                              BOBOT          NILAI PASAR
             1     Pendekatan Biaya (A)                                     40%             1,861,600,000
             2     Pendekatan Pasar (B)                                     60%             3,097,200,000
                        REKONSILIASI NILAI A+B                              100%            4,958,800,000

        Dengan mempertimbangkan seluruh faktor pembatas, asumsi, serta kondisi pasar aktual per tanggal 31
        Desember 2025, maka kesimpulan Rekonsiliasi Nilai Pasar (Market Value) untuk objek penilaian berupa
        Gudang adalah sebesar:

                                                Rekonsiliasi Nilai Pasar
                                                    Rp 4.958.800.000,-
                  (Empat Miliar Sembilan Ratus Lima Puluh Delapan Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)


        Nilai ini merupakan satu kesatuan utuh dengan laporan penilaian ini dan tidak dapat dipisahkan atau
        digunakan secara parsial.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                           114
Page 140
                                        PROSES PENILAIAN
                                         ASET/PROPERTI
                                                    GUDANG




                                        Lokasi : 8
                                Jalan Banjardowo Tengah
                         Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk
                           Kota Semarang, Jawa Tengah 50117




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                115
Page 141
                                 16 DATA PENILAIAN
16.1    DESKRIPSI PROPERTI
        Properti yang dinilai adalah Real Properti, terdiri dari Tanah Bangunan berupa Gudang, dan Sarana
        Pelengkap dengan luas tanah 2.617 meter persegi, luas bangunan ± 1.533 meter persegi dengan
        penggunaan saat ini sebagai Gudang, dan luas bangunan ± 84,5 meter persegi dengan penggunaan saat
        ini sebagai Kantor. Properti dinilai sebagai satu kesatuan.

16.2 HAK KEPEMILIKAN
        Berdasarkan salinan sertifikat yang kami terima, properti yang dinilai telah dilengkapi dengan 1 (Satu)
        dokumen kepemilikan yang terdiri dari :

                     Surat           Surat Ukur/            Dikeluarkan      Berakhir        Terdaftar        Luas
          No
                     Tanah          Gambar Situasi            Tanggal        Tanggal        Atas Nama         (m2)

                  SHGB        00817/BANJARDOWO/2019                                        PT. SATU VISI
           1.                                               06-11-2019      06-11-2026                       2.617
                 No. 00103         Tgl. 01-11-2019                                            PUTRA

                                                     Luas Total                                              2.617

        Kami asumsikan bahwa dokumen (salinan surat tanah) tersebut sesuai dengan aslinya, sah/legal, dapat
        diperjualbelikan serta bebas dari sengketa atau ikatan-ikatan lainnya.
        Hubungan antara Pemilik Aset, Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
        PT SATU VISI PUTRA adalah Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

        Kami tegaskan bahwa seluruh pimpinan, rekan, dan staf KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan tidak
        bertanggung jawab jika informasi di atas tidak benar. Untuk itu Penilai menyarankan agar pengguna
        laporan memeriksa semua dokumen terkait informasi di atas.

16.3    ANALISIS LINGKUNGAN
        16.3.1 LOKASI
                 Berdasarkan analisis lingkungan sekitar, properti yang dinilai berada di kawasan industri.
                 Perkembangan kawasan tersebut cukup baik, dimana bisa mempengaruhi harga jual properti.
                 Properti yang dinilai bebas banjir, tidak terdapat saluran listrik tegangan tinggi (sutet), posisi
                 tanah tidak tusuk sate.
                 Secara administratif lokasi ini berada dalam wilayah :
                     Kelurahan      :   Banjardowo
                     Kecamatan      :   Genuk
                     Kota           :   Semarang
                     Provinsi       :   Jawa Tengah
                 Properti terletak pada titik koordinat -6.953192, 110.489780
                 Bangunan yang dapat dijadikan sebagai petunjuk adalah :
                      Gereja Santo Ignatius Loyola Banjardowo

        16.3.2 AKSESIBILITAS
                 Properti yang dinilai memiliki akses dari Jalan Kaligawe Raya berbelok ke selatan tepat di
                 Alfamart Kaligawe Km.7 masuk dan memutari ke kanan dari Gereja Santo Ignatius Loyola
                 Banjardowo dan lurus ikut jalan sampai ujung, aset berada di sebelah timur jalan.

Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                             116
Page 142
        16.3.3 FASILITAS UMUM
                 Kawasan tempat properti berada, dilengkapi jaringan listrik dari PLN dan jaringan telepon dari
                 TELKOM. Sarana kebutuhan sosial masyarakat seperti : pusat pertokoan/mini market, tempat
                 ibadah, sekolah, rumah makan, dan lainnya dapat ditemui di sekitar lokasi aset.

        16.3.4 FAKTOR-FAKTOR LAIN YANG MEMPENGARUHI NILAI PROPERTI
                 Faktor-faktor yang dipertimbangkan dapat menambah dan mengurangi nilai properti pada
                 tanggal penilaian adalah sebagai berikut :
                 Faktor Penambah :
                     Tanah bebas dari sengketa
                     Lebar jalan depan memadai
                     Kondisi lingkungan aman dan tertata
                     Lokasi aset tidak masuk gang dan lebar jalan < 3 meter
                     Bukan merupakan Tanah Helikopter (tanpa jalan masuk)
                     Berjarak jauh dari induk gardu listrik atau SUTET dengan jarak > 50 meter
                     Sebagian area tanahnya tidak digunakan untuk mendirikan BTS (tidak termasuk BTS yang
                      didirikan di atas bangunan)
                     Tidak terkena banjir (hingga masuk ke dalam properti/aset ) setiap terjadi hujan besar
                     Tidak dijadikan rumah ibadah, sekolah, panti jompo, panti asuhan, rumah duka, rumah
                      sakit, atau prasarana lainnya yang bersifat kemanusiaan
                     Berlokasi jauh dengan pemakaman umum (berjarak > 200 meter)
                     Berlokasi jauh dengan TPA dengan jarak 1 km
                     Tidak digunakan dan atau diperuntukkan sebagai sawah/lading/pertanian/rawa-rawa/tanah
                      gambut
                     Tidak termasuk ke dalam Zona Jalur Hijau
                     Jaminan bukan merupakan Kawasan Cagar Budaya

                 Faktor Pengurang :
                     Penyusutan bangunan

        16.3.5 PARAMETER PENGEMBANGAN TAPAK
                 Penilai telah melakukan penelusuran terhadap ketentuan tata ruang melalui aplikasi Distaru
                 setempat dan/atau portal GISTARU Kementerian ATR/BPN, untuk memperoleh informasi zonasi
                 dari lokasi objek penilaian. Berdasarkan hasil pencarian, Kami memperoleh hasil peruntukan dari
                 portal GISTARU.
                 Karena tidak terdapat informasi rinci mengenai parameter pengembangan tapak (seperti KDB,
                 KLB, GSB, dan ketentuan teknis lain) untuk lokasi tersebut, maka acuan yang digunakan
                 adalah Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di wilayah
                 administratif setempat, yaitu:
                 Berdasarkan Peraturan Daerah Peraturan Daerah 14 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata
                 Ruang Wilayah Kota Semarang Tahun 2011-2031, Kami tidak mendapatkan Informasi
                 mengenai tapak objek penilaian.
                 Dengan demikian, parameter pengembangan tapak dalam laporan ini didasarkan pada ketentuan
                 umum RTRW tersebut, yang meliputi:
            Peruntukan                             : Lahan Kawasan Industri
            Koefisien Dasar Bangunan (KDB)         : Tidak Ada Informasi
            Koefisien Lantai Bangunan (KLB)        : Tidak Ada Informasi
            Garis Sempadan Bangunan (GSB)          : Tidak Ada Informasi
            Rencana Pelebaran Jalan                : Tidak Ada Informasi


Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                           117
Page 143
                 Penilai telah berupaya memperoleh informasi resmi dari sumber daring maupun instansi terkait,
                 dan menyatakan bahwa data yang digunakan merupakan hasil penelusuran terbaik (best
                 available data) pada saat tanggal pemeriksaan.
16.4    DESKRIPSI TAPAK
        Tapak tanah berbentuk beraturan satu bidang dengan kontur tanah datar dan mempunyai elevasi lebih
        tinggi dari permukaan jalan di depan properti, lebar tanah bagian depan sejajar dengan jalan ± 11meter.

        Batas-batas properti (tanah) adalah sebagai berikut:
          Sebelah Utara                      : Tanah Kosong
          Sebelah Timur                      : Tanah Kosong
          Sebelah Selatan                    : Tanah Kosong
          Sebelah Barat                      : Jalan Akses Pergudangan

        Kami tidak melakukan pengukuran secara menyeluruh terhadap luasan tanah tersebut, tetapi berdasarkan
        pengamatan batas fisik di lapangan dan membandingkan dengan salinan surat sertifikat tanah, kami
        beranggapan bahwa besaran luas yang digunakan dalam penilaian ini sesuai dengan besaran luas yang
        dinyatakan dalam salinan surat sertifikat tanah properti yang dimaksud.

16.5    DESKRIPSI PENGEMBANGAN
        16.5.1 IJIN PENGEMBANGAN
                 Pada saat peninjauan lokasi sampai pada penerbitan laporan kami belum menerima salinan
                 Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas bangunan yang dinilai, namun kami mengasumsikan
                 bangunan tersebut berdiri secara sah di atas tanah yang dinilai.

        16.5.2 SPESIFIKASI BANGUNAN
                 Uraian spesifikasi bangunan dalam penilaian ini secara lengkap dijelaskan seperti di bawah ini:
                 1. Bangunan Gudang
                      Tahun Dibangun        :      2025
                      Jumlah Lantai         :      1 (Satu) lantai
                      Pondasi               :      Tapak Beton, Batu Kali
                      Konstruksi            :      Profil Baja
                      Rangka Atap           :      Profil Baja
                      Penutup Atap          :      Spandek
                      Plafond               :      -
                      Dinding               :      Bata Ringan Dicat (diplester dan dicai)dan Partisi Gypsum
                                                    Board
                      Pintu                 :      Besi
                      Jendela               :      -
                      Lantai                :      Plat Beton
                      Fasilitas Bangunan    :      Seluruh bangunan dilengkapi dengan instalasi air bersih/kotor,
                                                    instalasi telepon, instalasi listrik
                      Luas Bangunan         :      ± 1.533 m2
                      Kondisi               :      Baik
                      Perawatan             :      Baik

                 2. Bangunan Kantor
                      Tahun Dibangun        :      2025
                      Jumlah Lantai         :      1 (Satu) lantai
                      Pondasi               :      Tapak Beton, Batu Kali
                      Konstruksi            :      Profil Baja
                      Rangka Atap           :      Profil Baja
                      Penutup Atap          :      Spandek

Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                               118
Page 144
                      Plafond               :      Gypsum
                      Dinding               :      Partisi Gypsumboard Dicat
                      Pintu                 :      Pintu Kaca Rangka Alumunium
                      Jendela               :      Jendela Kaca Rangka Alumunium
                      Lantai                :      Keramik
                      Fasilitas Bangunan    :      Seluruh bangunan dilengkapi dengan instalasi air bersih/kotor,
                                                    instalasi telepon, instalasi listrik
                      Luas Bangunan         :      ± 84,5 m2
                      Kondisi               :      Baik
                      Perawatan             :      Baik

        16.5.3 SPESIFIKASI SARANA PELENGKAP
                 Uraian spesifikasi sarana pelengkap bangunan yang termasuk objek penilaian secara lengkap
                 dijelaskan seperti di bawah ini :
                   Sambungan Listrik        :      Kapasitas 390.000 VA
                   Sumber Air Bersih        :      Sumur
                   Kanopi                   :      15 m2
                   Pagar Panel Beton        :      250 m
                   Pagar Besi Minimalis     :      10 m
                   Kondisi                  :      Baik
                   Perawatan                :      Baik




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                               119
Page 145
16.6 ANALISIS PASAR PROPERTI KOMERSIAL

      Pada Triwulan I Tahun 2026, pasar properti komersial di Indonesia menunjukkan kondisi yang relatif
      melambat dibandingkan periode sebelumnya. Perlambatan terjadi pada sisi permintaan, pasokan, maupun
      pertumbuhan harga, yang mencerminkan masih berlangsungnya proses penyesuaian pasar di tengah
      dinamika ekonomi dan tingkat kehati-hatian pelaku usaha.

      16.6.1 Permintaan Properti Komersial

              Indeks Permintaan Properti Komersial pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,56%
              (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,69% (yoy). Perlambatan
              permintaan terutama terjadi pada kategori properti komersial jual, khususnya pada segmen
              apartemen, hotel, dan convention hall. Secara triwulanan, pertumbuhan permintaan tercatat sebesar
              0,04% (qtq), yang mengindikasikan masih terbatasnya aktivitas transaksi pada beberapa segmen
              properti komersial.




                                                        Sumber: Data Bank Indonesia




              Permintaan yang relatif tertahan tersebut dipengaruhi oleh masih adanya kehati-hatian pelaku pasar
              dalam melakukan ekspansi usaha maupun investasi properti. Selain itu, tingkat serapan pasar pada
              beberapa segmen juga belum sepenuhnya pulih, terutama pada properti yang sangat dipengaruhi
              aktivitas bisnis dan mobilitas ekonomi.




                                                        Sumber: Data Bank Indonesia




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                           120
Page 146
              Meskipun demikian, beberapa segmen tertentu masih menunjukkan daya tahan yang cukup baik,
              khususnya lahan industri dan warehouse complex yang didorong oleh aktivitas logistik, distribusi,
              dan industri manufaktur.

      16.6.2 Pasokan Properti Komersial

              Dari sisi pasokan, Indeks Pasokan Properti Komersial tercatat tumbuh sebesar 2,06% (yoy),
              melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,18% (yoy). Perlambatan tersebut
              menunjukkan bahwa pengembang cenderung lebih selektif dalam menambah suplai baru, terutama
              pada segmen dengan tingkat permintaan yang belum stabil.




                                                       Sumber: Data Bank Indonesia




              Peningkatan pasokan masih terjadi pada beberapa kategori properti komersial, terutama segmen
              hotel dan properti sewa di kota-kota utama seperti Jakarta, Bodebek, Surabaya, dan Denpasar.
              Namun demikian, secara umum pasar masih berada pada kondisi penyesuaian antara tingkat suplai
              dan kemampuan serap pasar.




                                                       Sumber: Data Bank Indonesia




              Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembang masih menjaga keseimbangan antara
              pengembangan proyek baru dengan kondisi pasar yang ada guna menghindari oversupply pada
              beberapa segmen tertentu.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                          121
Page 147
   16.6.3     Harga Properti Komersial

              Indeks Harga Properti Komersial pada Triwulan I Tahun 2026 tercatat tumbuh sebesar 0,78% (yoy),
              sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,79% (yoy). Secara triwulanan,
              pertumbuhan harga tercatat sebesar 0,15% (qtq).

              Pertumbuhan harga properti komersial masih ditopang oleh segmen lahan industri dan warehouse
              complex yang relatif stabil dan memiliki tingkat permintaan yang baik. Segmen tersebut masih
              memperoleh dukungan dari pertumbuhan sektor industri, pergudangan, dan logistik.




                                                             Sumber: Data Bank Indonesia




              Di sisi lain, beberapa segmen seperti hotel dan convention hall mengalami tekanan akibat
              perlambatan permintaan dan penyesuaian tingkat okupansi. Hal tersebut menyebabkan
              pertumbuhan harga pada segmen tersebut menjadi relatif terbatas dibandingkan segmen industri
              dan logistik.

      16.6.4 Tren Regional
             Secara regional, perkembangan pasar properti komersial menunjukkan variasi antar wilayah.
             Kawasan dengan aktivitas industri dan distribusi yang kuat, seperti Semarang, Bodebek, dan wilayah
             sekitar Jakarta, masih menunjukkan perkembangan yang relatif stabil terutama pada segmen lahan
             industri dan pergudangan.

              Sementara itu, wilayah yang memiliki ketergantungan lebih besar pada sektor hospitality dan
              kegiatan komersial berbasis konsumsi cenderung mengalami perlambatan pertumbuhan, terutama
              pada segmen hotel, apartemen sewa, dan convention hall.

              Kondisi tersebut mencerminkan bahwa kinerja pasar properti komersial saat ini sangat dipengaruhi
              oleh karakteristik ekonomi masing-masing wilayah serta jenis aktivitas usaha yang mendominasi
              wilayah tersebut.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                          122
Page 148
       16.6.5 Kesimpulan

              Secara umum, pasar properti komersial pada Triwulan I Tahun 2026 masih menunjukkan
              pertumbuhan yang moderat dengan kecenderungan pasar yang lebih selektif dan berhati-hati.
              Segmen properti yang berkaitan dengan aktivitas industri, logistik, dan pergudangan masih
              menunjukkan prospek yang relatif lebih baik dibandingkan segmen hospitality maupun properti
              berbasis konsumsi.

              Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, perkembangan pasar properti komersial saat ini
              menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam analisis pasar dan pertimbangan penentuan
              opini nilai, khususnya dalam melihat prospek permintaan, tingkat serapan pasar, stabilitas harga,
              dan risiko pasar pada properti yang dinilai.

              Dengan mempertimbangkan kondisi permintaan yang selektif namun tetap aktif di beberapa segmen
              unggulan, serta dukungan eksternal seperti perkembangan kegiatan ekonomi, aktivitas MICE, dan
              pertumbuhan industri logistik, maka dapat diasumsikan bahwa properti yang dinilai memiliki tingkat
              kelayakan pasar (marketability) yang cukup baik. Properti ini memiliki potensi untuk dipasarkan
              secara optimal dan berada dalam siklus transaksi yang berkelanjutan di pasar properti komersial
              saat ini.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                           123
Page 149
16.7 ANALISIS PENGGUNAAN TERTINGGI DAN TERBAIK
       Dalam analisis HBU properti tanah kosong, fokus dari analisis adalah terhadap kemungkinan
       pengembangan tanah yang paling optimal. Dalam analisis HBU properti tanah yang telah dikembangkan,
       fokus dari analisis adalah terhadap 3 (tiga) kemungkinan, yaitu: kelanjutan dari penggunaan yang ada,
       modifikasi dari penggunaan yang ada, dan pembongkaran yang dilanjutkan pengembangan lahan kembali.
       Kemungkinan tersebut diuji dengan 4 (empat) aspek dalam analisis HBU, yaitu : aspek legal, fisik, finansial,
       dan produktifitas maksimal yang menjadi kesimpulan analisis HBU. Hal-hal yang dipertimbangkan
       merupakan salah satu atau lebih dari beberapa poin aspek sebagai berikut :
                                   Aspek Legal                                         Aspek Fisik

                      Peruntukan (zoning)                            Ukuran tanah
                      Status aset publik/swasta                      Bentuk tanah
                      Peraturan bangunan                             Frontage
                      Kontrak yang membatasi                         Aksesibilitas
                      Hak menggunakan properti pihak lain            Dukungan utilitas
                      KDB & KLB                                      Lokasi
                      Status area bersejarah                         Topografi
                      Peraturan lingkungan                           Water frontage
                      Perubahan di masa depan                        Kondisi tanah
                                                                      Potensi banjir & longsor
                                                             Aspek Finansial

                      Pengembangan yang sesuai
                      Lama waktu penjualan
                      Ketersediaan pinjaman
                      Daya beli calon pembeli tanah
                      Profit pengembangan tanah

       Dengan mempertimbangkan poin-poin yang telah dijelaskan di atas, kesimpulan dari analisis HBU adalah
       tanah dikembangkan sebagai Gudang.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                             124
Page 150
                       17. PENDEKATAN PENILAIAN
17.1    PENILAIAN DENGAN PENDEKATAN BIAYA
        Dalam penilaian ini kami menggunakan Pendekatan Biaya (Cost Approach) dengan Metode Biaya
        Pengganti yaitu dengan menjumlahkan dari masing-masing agregasi penilaian yang terdiri dari tanah,
        bangunan & sarana pelengkap menjadi satu kesatuan opini nilai.

        17.1.1 METODE PENILAIAN TANAH
                 Dalam melakukan penilaian tanah, kami menggunakan Teknik Perbandingan Data Pasar
                 (Market Data Comparison Technique). Dalam Teknik Perbandingan Data Pasar, penilaian
                 tanah melibatkan perbandingan langsung dari properti yang dinilai dengan bidang tanah yang
                 sejenis dimana data aktual untuk transaksi pasar terakhir tersedia. Meskipun data transaksi
                 adalah sangat penting, analisis dari penawaran dan harga yang ditawarkan untuk bidang tanah
                 yang sejenis merupakan properti pesaing dapat memberikan pemahaman yang lebih baik
                 terhadap pasar.




                 Untuk data pasar berupa tanah kosong kami melakukan analisis perbandingan dan penyesuaian
                 secara langsung, sedangkan untuk data pasar tanah yang sudah dikembangkan kami melakukan
                 ekstraksi atas bangunan kemudian melakukan analisis perbandingan dan penyesuaian dengan
                 asumsi tanah dalam keadaan belum dikembangkan/kosong.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                       125
Page 151
                 DATA PASAR TANAH
                 Adapun data pasar yang kami peroleh di sekitar lokasi properti yang bisa dijadikan dasar
                 penilaian adalah sebagai berikut :
                 Data 1 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Banjardowo, Kota Semarang
                            Luas Tanah              : 950 m²
                            Luas Bangunan           : ± 900 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran         : Rp 7.500.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Irawan
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025
                 Data 2 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Muktiharjo Lor, Kota Semarang
                            Luas Tanah              : 2.148 m²
                            Luas Bangunan           : ± 2.050 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran         : Rp 15.000.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Desi
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025
                 Data 3 :
                            Properti                : Gudang
                            Alamat                  : Muktiharjo Lor, Kota Semarang
                            Luas Tanah              : 360m²
                            Luas Bangunan           : ± 360 m²
                            Surat Tanah             : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran         : Rp 2.100.000.000,-
                            Sumber Informasi        : Jimmy Santoso
                            Tanggal Penawaran       : 31 Desember 2025

                 Data pasar tanah yang tersedia kemudian disesuaikan dengan kondisi tanah properti objek
                 sehingga menghasilkan Indikasi Nilai Tanah.
                 Dalam melakukan wawancara dengan sumber data pembanding, kami tidak menggunakan
                 identitas yang sebenarnya, hal ini dimaksudkan agar mendapatkan informasi yang lengkap dan
                 dapat diandalkan.

                 ELEMEN PERBANDINGAN
                 Elemen perbandingan mengidentifikasi karakteristik khusus dari properti dan transaksi yang
                 dapat menjelaskan variasi harga. Analisis pasar mengidentifikasi elemen yang secara khusus
                 bersifat sensitif. Elemen perbandingan berikut ini dianggap mendasar dalam analisis
                 perbandingan data pasar meliputi :
                 - Hak atas properti yang dialihkan
                 - Syarat pembiayaan
                 - Kondisi penjualan
                 - Pengeluaran yang dilakukan segera setelah pembelian
                 - Kondisi pasar
                 - Lokasi
                 - Karakter fisik
                 - Karakteristik ekonomi
                 - Penggunaan komponen non-realty dalam penjualan



Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                      126
Page 152
                 KESIMPULAN NILAI TANAH
                 Berdasarkan pertimbangan di atas serta faktor-faktor yang mempengaruhi nilai, maka kami
                 berkesimpulan bahwa Indikasi Nilai Tanah tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                     Rp. 8.523.569.000,-
                     (Delapan Miliar Lima Ratus Dua Puluh Tiga Juta Lima Ratus Enam Puluh Sembilan Ribu
                                                           Rupiah)

        17.1.2 METODE PENILAIAN BANGUNAN DAN SARANA PELENGKAP
                 Dalam melakukan penilaian bangunan, kami menghitung Biaya Reproduksi Bangunan setelah
                 penyusutan. Biaya Reproduksi Baru bangunan dihitung menggunakan metode Unit Terpasang
                 (Unit in Place). Data dan informasi mengenai biaya unit terpasang bangunan mengacu kepada
                 Biaya Teknis Bangunan (BTB) semester I tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi
                 Penilai Indonesia (MAPPI). Dalam melakukan penilaian sarana pelengkap kami menghitung
                 Biaya Reproduksi sarana pelengkap setelah penyusutan. Penyusutan dihitung menggunakan
                 metode Breakdown yang membagi penyusutan menjadi tiga (3) aspek, yaitu :
                 1. Penyusutan Fisik
                 2. Keusangan Fungsional
                 3. Keusangan Ekonomis
                 Rincian perhitungan Indikasi Nilai Bangunan properti adalah sebagai berikut :
                                                                  Biaya Pengganti
                                 Unit Bangunan                                           Indikasi Nilai (Rp)
                                                                     Baru (Rp)
                    Bangunan Utama
                    - Gudang                                           5.305.713.000             4.951.999.000
                    - Kantor                                             432.133.000               388.920.000
                    Sub Total                                          5.737.846.000             5.340.919.000
                    Sarana Pelengkap
                    - Sambungan Listrik                                  333.840.000               333.840.000
                    - Kanopi                                               3.009.000                 2.859.000
                    - Pagar Panel Beton                                  124.669.000               120.513.000
                    - Pagar Besi                                           6.863.000                 6.588.000
                    Sub Total                                            468.381.000               463.800.000
                    Total                                              6.206.227.000             5.804.719.000

                 KESIMPULAN NILAI BANGUNAN DAN SARANA PELENGKAP
                 Berdasarkan pertimbangan di atas serta faktor-faktor yang mempengaruhi nilai, maka kami
                 berkesimpulan bahwa Indikasi Nilai Bangunan dan Sarana Pelengkap pada tanggal 31
                 Desember 2025 adalah :

                                                     Rp. 5.804.719.000,-
                        (Lima Miliar Delapan Ratus Empat Juta Tujuh Ratus Sembilan Belas Ribu Rupiah)




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            127
Page 153
        17.1.3 INDIKASI NILAI PROPERTI DENGAN PENDEKATAN BIAYA
                 Dari beberapa metode dan teknik yang telah diterapkan dalam perhitungan atas setiap unit
                 penilaian properti dalam penilaian ini yang terdiri dari :

                                                                  Nilai Pasar
                                 Unit Penilaian
                                                                      (Rp)
                        Tanah                                           8.523.569.000

                        Bangunan dan Sarana Pelengkap                  . 5.804.719.000
                                    Total                              14.328.288.000
                                  Pembulatan                           14.328.000.000

                 Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan informasi yang relevan, kondisi
                 pasar, perhitungan, analisa yang dilakukan, dan faktor lain yang berkaitan dengan penilaian,
                 serta berpedoman pada kondisi pembatas dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa
                 representasi Indikasi Nilai Pasar dengan menggunakan Pendekatan Biaya dari aset/properti
                 tersebut pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                         Nilai Pasar
                                                    Rp. 14.328.000.000,-
                                (Empat Belas Miliar Tiga Ratus Dua Puluh Delapan Juta Rupiah)




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                        128
Page 154
17.2    PENILAIAN DENGAN PENDEKATAN PASAR
        Dalam melakukan penilaian ini, kami menggunakan Pendekatan Pasar (Market Approach) dengan
        Metode Perbandingan Langsung (Direct Comparison Method) dengan pertimbangan bahwa :

          -    Dasar dan premis nilai yang sesuai yang ditentukan oleh persyaratan dan tujuan penugasan
               penilaian.
          -    Kekuatan dan kelemahan dari pendekatan dan metode penilaian yang mungkin diterapkan.
          -    Kesesuaian dari setiap metode dilihat dari karakteristik aset, dan pendekatan atau metode yang
               umum digunakan oleh pelaku pasar dalam pasar yang relevan
          -    Ketersediaan dari informasi yang andal yang dibutuhkan dalam penerapan metode atau beberapa
               metode.

        Dalam menilai gudang dengan Pendekatan Pasar, untuk Tanah, Bangunan dan Sarana Pelengkap, dinilai
        sebagai satu kesatuan opini nilai dengan membandingkan objek dengan data pasar (pembanding) di
        sekitar lokasi yang kemudian dilakukan analisis perbandingan dan penyesuaian secara langsung.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                       129
Page 155
        DATA PASAR GUDANG
        Adapun data pasar yang kami peroleh di sekitar lokasi properti yang bisa dijadikan dasar penilaian adalah
        sebagai berikut :

                 Data 1 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Banjardowo, Kota Semarang
                            Luas Tanah               : 950 m²
                            Luas Bangunan            : ± 900 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran          : Rp 7.500.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Irawan
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025
                 Data 2 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Muktiharjo Lor, Kota Semarang
                            Luas Tanah               : 2.148 m²
                            Luas Bangunan            : ± 2.050 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran          : Rp 15.000.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Desi
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025
                 Data 3 :
                            Properti                 : Gudang
                            Alamat                   : Muktiharjo Lor, Kota Semarang
                            Luas Tanah               : 360m²
                            Luas Bangunan            : ± 360 m²
                            Surat Tanah              : Sertifikat Hak Guna Bangunan
                            Harga Penawaran          : Rp 2.100.000.000,-
                            Sumber Informasi         : Jimmy Santoso
                            Tanggal Penawaran        : 31 Desember 2025

        Dalam melakukan wawancara dengan sumber data pembanding, kami tidak menggunakan identitas yang
        sebenarnya, hal ini dimaksudkan agar mendapatkan informasi yang lengkap dan dapat diandalkan.

        ELEMEN PERBANDINGAN
        Elemen perbandingan mengidentifikasi karakteristik khusus dari properti dan transaksi yang dapat
        menjelaskan variasi harga. Analisis pasar mengidentifikasi elemen yang secara khusus bersifat sensitif.
        Elemen perbandingan berikut ini dianggap mendasar dalam analisis perbandingan data pasar meliputi :
        -      Hak atas properti yang dialihkan
        -      Syarat pembiayaan
        -      Kondisi penjualan
        -      Pengeluaran yang dilakukan segera setelah pembelian
        -      Kondisi pasar
        -      Lokasi
        -      Karakter fisik
        -      Karakteristik ekonomi
        -      Penggunaan komponen non-realty dalam penjualan




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            130
Page 156
17.3    KESIMPULAN NILAI PROPERTI
        Berdasarkan praktek penilaian yang normal dan berdasarkan informasi yang relevan, kondisi pasar,
        perhitungan, analisa yang dilakukan, dan faktor lain yang berkaitan dengan penilaian, serta berpedoman
        pada kondisi pembatas dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan bahwa representasi Nilai Pasar dari
        properti pada tanggal 31 Desember 2025 adalah :

                                                        Nilai Pasar
                                                 Rp. 13.494.000.000,-
                          (Tiga Belas Miliar Empat Ratus Sembilan Puluh Empat Juta Rupiah)

17.4    KESIMPULAN NILAI PROPERTI REKONSILIASI

        Berdasarkan hasil analisis, pengolahan data, dan penerapan pendekatan penilaian yang telah diuraikan
        pada bab sebelumnya, Penilai melakukan rekonsiliasi indikasi nilai guna menghasilkan kesimpulan nilai
        tunggal yang paling andal dan mencerminkan nilai pasar objek penilaian.

        Dalam proses rekonsiliasi ini, Penilai memberikan bobot pada masing - masing Pendekatan sebesar 40%
        dan 60% dengan alasan bahwa pendekatan tersebut memanfaatkan data transaksi/penawaran yang
        paling aktif di pasar, memiliki tingkat akurasi data pembanding yang tinggi, serta paling mencerminkan
        perilaku pengunaan tertinggi dan terbaik (Highest and Best Use) atas objek penilaian pada tanggal
        penilaian.

                              REKONSILIASI NILAI                           BOBOT           NILAI PASAR
                1         Pendekatan Biaya (A)                              40%              5,731,200,000
                2         Pendekatan Pasar (B)                              60%              8,096,400,000
                            REKONSILIASI NILAI A+B                          100%            13,827,600,000

        Dengan mempertimbangkan seluruh faktor pembatas, asumsi, serta kondisi pasar aktual per tanggal 31
        Desember 2025, maka kesimpulan Rekonsiliasi Nilai Pasar (Market Value) untuk objek penilaian berupa
        Gudang adalah sebesar:

                                                Rekonsiliasi Nilai Pasar
                                                    Rp 13.827.600.000,-
                    (Tiga Belas Miliar Delapan Ratus Dua Puluh Tujuh Juta Enam Ratus Ribu Rupiah)


        Nilai ini merupakan satu kesatuan utuh dengan laporan penilaian ini dan tidak dapat dipisahkan atau
        digunakan secara parsial.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                            131
Page 157
               ASUMSI DAN SYARAT-SYARAT PEMBATAS
1.    Bahwa kami tidak memiliki kepentingan finansial atau afiliasi apapun terhadap aset yang dinilai, dan hasil dari
      penilaian yang dilakukan sepenuhnya independen, tanpa pengaruh dari pihak manapun.
2.    Dalam melaksanakan penilaian dalam laporan ini kami mengasumsikan dan bergantung kepada keakuratan,
      kehandalan serta kelengkapan dari semua informasi berdasarkan data legalitas informasi-informasi lain yang
      diberikan kepada kami dari pihak Pemberi Tugas maupun pengguna laporan atau yang tersedia secara umum
      dengan dilandasi itikad baik, semua dokumen dan informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas dan
      pengguna laporan kepada kami dalam rangka penilaian pada hakikatnya adalah benar, lengkap, sah, dan
      tidak menyesatkan. Kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
      informasi-informasi tersebut.
3.    Penilaian atas aset dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas, segala
      perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara materi.
      Kami tidak bertanggung jawab atas opini yang kami berikan dalam laporan ini yang dapat menyebabkan
      kerugian yang disebabkan oleh ketidakterbukaan dan ketidaksesuaian/penyesatan informasi sehingga data
      yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau disalahartikan.
4.    Bahwa dalam melakukan penilaian aset ini, kami tidak memeriksa keaslian legalitas, kelengkapan/syarat-
      syarat yang harus dipenuhi layaknya sebagai jaminan pengikatan hak tanggungan, dan oleh karenanya jika
      laporan ini bertujuan sebagai dasar kebijakan pemberi kredit maka bank bersangkutanlah yang berkewajiban
      memeriksa dan memastikan terpenuhinya syarat-syarat tersebut termasuk di dalamnya aspek legalitas.
5.    Perbedaan kondisi yang mungkin terjadi antara tanggal penilaian dengan penggunaan hasil penilaian
      dapat menurunkan relevansi opini nilai terhadap kebutuhan penggunan hasil penilaian, dikarenakan
      adanya perbedaan akses data dan informasi serta asumsi dan analisis penilaian. Apabila pengguna
      hasil penilaian menemukan kondisi tersebut, disarankan untuk menugaskan Penilai melakukan reviu
      terhadap penugasan yang telah dilaksanakan dan apabila dimungkinkan dan dibutuhkan, Penilai
      dapat melakukan penilaian ulang dengan mengulang kembali prosedur penilaian yang sebelumnya
      dilakukan, secara lebih lengkap. Proses dan prosedur tersebut harus dituangkan dalam penugasan
      yang berdiri sendiri dan berbeda dengan penugasan penilaian sebelumnya.
6.    Kami melakukan pengukuran secara sampling atas batas bidang tanah dari objek penilainan berdasarkan
      informasi dari dokumen yang kami terima serta informasi lisan yang kami dapatkan dari pihak yang
      berkompeten dalam hal ini adalah pihak pemilik objek dan atau orang yang dikuasakan/atau orang yang
      dianggap mengetahui letak dan batas-batas objek yang dinilai tersebut. Kami tidak bertanggung jawab apabila
      terdapat pengaburan informasi dari pihak pemberi informasi atas letak dan batas-batas objek yang dinilai.
7.    Kami bertanggung jawab terhadap opini penilaian yang kami keluarkan pada tanggal penilaian dan kami
      berasumsi bahwa aset yang dinilai bebas dan bersih dari sengketa dalam bentuk pidana dan perdata.
8.    Bahwa nilai diberikan dalam bentuk satuan rupiah yang didasari pemahaman bahwa pasar aset/properti
      dimaksud dalam mata uang rupiah. Untuk itu penggunaan mata uang selain rupiah dinyatakan tidak berlaku.
9.    Bahwa Laporan Penilaian ini dianggap sah apabila terdapat tanda tangan digital/elektronik tersertifikasi PSrE,
      Cap Perusahaan, dan QR Code laporan yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
10.   Bahwa biaya penilaian ditentukan berdasarkan hari-orang (man-day) dan bukan ditentukan berdasarkan
      besarnya nilai yang diberikan dalam Laporan Penilaian.
11.   Bahwa perubahan-perubahan yang dilakukan oleh Pihak Pemerintah maupun Swasta yang berkaitan dengan
      kondisi aset, dalam hal ini rezoning, pelebaran jalan, market conditions dan sebagainya bukan menjadi
      tanggung jawab kami.
12.   Bahwa jika terdapat bangunan objek penilaian, maka kami mempertimbangkan kondisi visual bangunan
      dimaksud, namun demikian tidak berkewajiban untuk memeriksa struktur bangunan ataupun bagian-bagian
      dari aset yang tertutup, tidak terlihat maupun tidak terjangkau, dan kami tidak memberikan jaminan jika
      terdapat pelapukan rayap, kerusakan serta gangguan lain yang tidak terlihat.
13.   Bahwa gambar, sketsa atau peta yang dilampirkan dalam laporan penilaian ini dimaksudkan hanya untuk
      membantu pembaca agar mendapatkan gambaran tentang aset yang dinilai.
14.   Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan, serta ditujukan terbatas
      kepada Pemberi Tugas, kami tidak bertanggung jawab terhadap penggunaan untuk tujuan lain.
15.   Penilai bertanggung jawab atas hasil penilaian aset tersebut per tanggal penilaian.



Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                               132
Page 158
16. Penilai bersedia memberikan keterangan dan mempertanggungjawabkan laporan hasil penilaian ini kepada
    Pemberi Tugas dalam hal ini Bank maupun kepada pihak lain yang berkepentingan dengan persetujuan dari
    Pemberi Tugas.
17. Penilai bersedia mempresentasikan laporan kepada unit Pemberi Tugas (apabila diperlukan).
18. Dilarang menyebarluaskan, memperbanyak Laporan Penilaian ini baik secara seluruh, sebagian atau
    sebagian narasi nilai yang terdapat di dalamnya, tanpa persetujuan tertulis dari penilai yang bersangkutan.




Laporan Penilaian Properti PT SATU VISI PUTRA Tbk                                                          133

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.07 MB
Published2 Jul 2026
Pages158
Characters377,472
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 27 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SATU VISI PUTRA TBK p.1 ×550
linked org PT. Inti Megah Putra. p.4
possible org OTORITAS JASA KEUANGAN p.1 ×10
possible org Bursa efek Indonesia p.6
unresolved person Dev p.2 ×2
unresolved org Sugianto Prasodjo dan Rekan p.2 ×10
unresolved org Kementerian Keuangan p.2
unresolved org KJPP Sugianto Prasodjo p.2 ×9
unresolved org KJPP SPR p.2
unresolved org Bank Indonesia p.4 ×42
unresolved org Pusat Statistik p.6
unresolved org KJPP SUGIANTO PRASODJO DAN REKAN Public Appraisers p.9
unresolved person Consultants Dea Murty p.9 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.23 ×2
unresolved org Menteri Keuangan. Penyelia p.23
unresolved org PT Aggreko Energy Services Indonesia Depot p.27
unresolved org Kementerian ATR p.28 ×8
unresolved org Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Bekasi. p.29
unresolved org Bank Indonesia Di p.32 ×8
unresolved person Eva Tanggal Penawaran p.36 ×2
unresolved person Susan Lim Tanggal Penawaran p.36 ×2
unresolved person Wenny Tanggal Penawaran p.36 ×2
unresolved org PT SATU VISI SHGB p.75 ×3
unresolved org Pemerintah Kota Surabaya. p.77 ×2
unresolved org PT SATU VISI PUTRA SHGB p.107 ×3
unresolved person Lia Tanggal Penawaran p.117 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia. p.157

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 16380 ms 12 Sep 2026 21:53
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result