Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 50
Page 1
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI Tbk LAPORAN KEUANGAN INTERIM (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2025 DAN 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2025 DAN 2024
Page 2
Page 3
DAFTAR ISI
Halaman
Pernyataan Direksi
Laporan Keuangan
- Laporan Posisi Keuangan 1-2
- Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 3
- Laporan Perubahan Ekuitas 4
- Laporan Arus Kas 5
- Catatan Atas Laporan Keuangan 6-47
Page 4
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM (TIDAK DIAUDIT)
31 MARET 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Desember 2024
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 2g, 4 5.358.676.795 3.251.404.222
Piutang usaha - neto
Pihak ketiga 2h, 5 9.281.941.741 7.799.713.266
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 2d, 6, 31 3.043.485.984 2.988.885.984
Pihak ketiga 6 498.554.578 319.711.092
Persediaan 7 5.716.711.416 5.616.404.888
Biaya dibayar dimuka 2i, 8 1.537.588.775 582.658.472
Pajak dibayar dimuka 20a 3.305.684.620 1.484.550.922
Uang muka 9 1.308.583.708 545.957.946
Deposit sewa 10 4.687.885.440 3.574.446.667
Jumlah Aset Lancar 34.739.113.057 26.163.733.459
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian aset tetap 9 4.287.196.601 874.746.601
Aset tetap - neto 2j, 11 284.489.221.144 288.131.096.234
Aset hak guna - neto 2d, 2k, 12 15.975.755.797 17.258.270.878
Deposit sewa 10, 31 1.225.000.000 1.225.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 305.977.173.542 307.489.113.713
JUMLAH ASET 340.716.286.599 333.652.847.172
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan secara keseluruhan 1
Page 5
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM (TIDAK DIAUDIT)
31 MARET 2025 DAN 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Desember 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
Pihak ketiga 2l, 13 12.897.879.708 14.151.571.475
Utang lain-lain
Pihak Berelasi 31 32.356.778.600 20.406.095.714
Pihak ketiga 11.750.189 11.750.189
Utang jaminan 17 10.377.660.000 9.772.660.000
Utang pajak 20b 936.365.380 656.023.863
Biaya yang masih harus dibayar 14 6.785.922.001 5.634.887.144
Pendapatan diterima dimuka 16 11.300.000.000 11.683.333.334
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Pinjaman bank 21 21.270.857.143 21.223.542.259
Liabilitas sewa 2d, 2k, 18, 31 5.241.383.211 5.241.383.211
Utang pembiayaan 15 126.781.857 167.570.850
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 101.305.378.089 88.948.818.039
Liabilitas Jangka Panjang setelah bagian jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Pinjaman bank 21 108.577.022.509 113.930.617.666
Liabilitas sewa 2d, 2k, 18, 31 12.173.010.495 13.449.891.658
Utang pembiayaan 15 - -
Liabilitas imbalan pasca kerja 2p, 19 203.024.867 203.024.867
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 120.953.057.871 127.583.534.191
JUMLAH LIABILITAS 222.258.435.960 216.532.352.230
EKUITAS
Modal saham
Nilai nominal Rp25 per saham, modal dasar
8.000.000.000 saham, modal ditempatkan dan
disetor penuh 4.538.067.441 saham dan
4.538.065.482 saham pada tanggal 31 Maret
2025 dan 31 Desember 2024. 22a 113.451.686.025 113.451.637.050
Tambahan modal disetor 22b 59.489.071.396 59.488.614.949
Penghasilan komprehensif lain 23 (24.782.546) (24.782.546)
Akumulasi defisit 24 (54.458.124.236) (55.794.974.511)
JUMLAH EKUITAS 118.457.850.639 117.120.494.942
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 340.716.286.599 333.652.847.172
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan secara keseluruhan 2
Page 6
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN (TIDAK DIAUDIT)
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR
31 MARET 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Maret 2024
PENDAPATAN 2q, 25 21.688.974.896 15.098.281.935
BEBAN POKOK PENDAPATAN 2q, 26 (12.941.163.042) (7.294.971.396)
LABA (RUGI) BRUTO 8.747.811.854 7.803.310.539
BEBAN USAHA
Beban umum dan administrasi 2q, 27 (3.771.474.139) (2.151.777.607)
Penghasilan (beban) lain-lain-neto 2q, 28 (74.960.097) 30.030.143
LABA (RUGI) USAHA 4.901.377.618 5.681.563.074
Beban keuangan 2m, 29 (3.304.259.644) (3.555.716.990)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 1.597.117.974 2.125.846.084
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 20c (260.267.699) (181.179.383)
LABA (RUGI) NETO TAHUN BERJALAN 1.336.850.275 1.944.666.701
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke
laba rugi:
Pengukuran kembali imbalan pasca kerja
jangka panjang 19 - -
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN - NETO 1.336.850.275 1.944.666.701
Laba (Rugi) Per Saham Dasar dan Dilusian 30 0,29 0,43
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan secara keseluruhan 3
Page 7
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS INTERIM (TIDAK DIAUDIT)
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2025 DAN 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tambahan Modal Penghasilan
Catatan Modal Saham Disetor Komprehensif Lain Akumulasi Defisit Total Ekuitas
Saldo 1 Januari 2024 113.450.790.525 59.480.725.336 (115.041.646) (4.133.579.622) 168.682.894.593
Rugi neto tahun berjalan - - - 1.944.666.701 1.944.666.701
Penghasilan komprehensif lain 19 - - - - -
Saldo 31 Maret 2024 113.450.790.525 59.480.725.336 (115.041.646) (2.188.912.921) 170.627.561.294
Saldo 1 Januari 2025 113.451.637.050 59.488.614.949 (24.782.546) (55.794.974.511) 117.120.494.942
Pelaksanaan waran 22b 48.975 456.447 - - 505.422
Rugi neto tahun berjalan - - - 1.336.850.275 1.336.850.275
Penghasilan komprehensif lain 19 - - - - -
Saldo 31 Maret 2025 113.451.686.025 59.489.071.396 (24.782.546) (54.458.124.236) 118.457.850.639
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan secara keseluruhan 4
Page 8
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Maret 2025 dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2025 31 Maret 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 20.249.569.601 9.441.403.242
Pembayaran kepada pemasok dan operasional lainnya (15.123.317.428) (4.601.783.330)
Pembayaran kepada direksi dan karyawan (2.682.312.572) (1.194.601.986)
Pembayaran bunga (313.718.837) (2.594.392.990)
Penerimaan lain-lain 31.674.983 14.859.143
Pembayaran pajak (260.267.699) (181.179.383)
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi 1.901.628.048 884.304.696
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (768.362.739) (168.362.748.383)
Pembayaran uang muka pembelian (4.287.196.601) -
Penerimaan (pembayaran) piutang lain - lain pihak berelasi - -
Kas Neto Digunakan Untuk Aktivitas Investasi (5.055.559.340) (168.362.748.383)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan utang lain-lain pihak berelasi 11.896.082.886 4.500.000.000
Pelaksanaan waran 505.422 -
Pembayaran pinjaman bank (5.317.714.286) (1.000.000.000)
Pembayaran liabilitas sewa (1.317.670.157) (1.035.330.401)
Kas Neto Diperoleh dari
Aktivitas Pendanaan 5.261.203.865 2.464.669.599
KENAIKAN (PENURUNAN)
NETO KAS DAN SETARA KAS 2.107.272.573 (165.013.774.088)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 3.251.404.222 173.585.482.379
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 5.358.676.795 8.571.708.291
Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari laporan keuangan secara keseluruhan 5
Page 9
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum
PT Cakra Buana Resources Energi, Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Jakarta berdasarkan Akta Notaris
Bonifasius Sulistiyo Wibowo, S.H., M.Kn No. 5 tanggal 17 Juni 2016. Akta Pendirian Perusahaan telah
mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
Keputusan No. AHU-0029831.AH.01.01. tanggal 21 Juni 2016. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami
beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 55 dari Notaris Dr. Sugih Haryati, SH., M.Kn, pada
tanggal 16 September 2022. Sehubungan dengan penawaran umum perdana saham, Akta tersebut telah
diterima dan dicatat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan No. AHU-
0066859.AH.01.02. Tahun 2022.
Berdasarkan akta Notaris No. 55 dari Notaris Dr. Sugih Haryati, SH., M.Kn, pada tanggal 16 September 2022,
sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, lingkup usaha Perusahaan melakukan kegiatan usaha
dalam bidang angkutan laut dalam negeri untuk barang umum. Kegiatan usaha Perusahaan saat ini antara
lain penyediaan kapal tongkang dan kapal tunda untuk domestik dan luar negeri.
Kantor Pusat Perusahaan berlokasi di Sahid Sudirman Centre Lantai 42, unit 42B Jl. Jend. Sudirman Kav. 86,
Jakarta Selatan. Sebelumnya, kantor pusat Perusahaan berlokasi di Sona Topas Tower Lt. 5A Jl. Jenderal
Sudirman Kav.26. Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan. Perusahaan mulai
beroperasi secara komersial pada tahun 2016.
Pemegang saham pengendali dan pemilik manfaat Perusahaan adalah Suganto Gunawan dan Suminto Husin
Giman melalui PT Omudas Investment Holdco dengan kepemilikan langsung pada saham Perusahaan.
b. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit, Internal Audit serta Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2024
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Suganto Gunawan Suganto Gunawan
Komisaris : Suwito Suwito
Komisaris : H.R. Agung Laksono H.R. Agung Laksono
Komisaris Independen : Rivolinggo Pamudji Rivolinggo Pamudji
Komisaris Independen : George Samuel George Samuel
Direksi
Direktur Utama : Suminto Husin Giman Suminto Husin Giman
Direktur : Amanda Octania Amanda Octania
Personel manajemen kunci Perusahaan adalah orang - orang yang mempunyai kewenangan dan tanggung
jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan aktivitas Perusahaan. Seluruh anggota Komisaris
dan Dewan Direksi dianggap sebagai manajemen kunci Perusahaan.
6
Page 10
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit, Internal Audit serta Karyawan (lanjutan)
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perusahaan No. 0001/SKDK/CBRE/IX/2022 tanggal 8
September 2022 tentang Penunjukan Komite Audit Perusahaan yang berlaku efektif pada tanggal 19
September 2022, susunan anggota sebagai berikut:
Ketua : Rivolinggo Pamudji
Anggota : Raditia Christine Senjaya
Anggota : Saka Marlinang Nainggolan
Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perusahaan No. 0006/SKDD/CBRE/IX/2022 tanggal 16
September 2022 tentang Pengangkatan/Penunjukan Kepala Unit Audit Internal Perusahaan yang berlaku
efektif pada tanggal 16 September 2022, menunjuk Oktaviana Magdalena sebagai Kepala Unit Audit Internal
Perusahaan.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, jumlah karyawan tetap pada Perusahaan masing-
masing sebanyak 10 karyawan dan 10 karyawan (tidak diaudit).
c. Penawaran umum saham Perusahaan
Berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham, disetujui penawaran umum perdana saham Perusahaan dan
dituangkan dalam Akta No. 55 Notaris Dr. Sugih Haryati, SH., M.Kn, pada tanggal 16 September 2022.
Pada tanggal 20 September 2022, Perusahaan menyampaikan surat No. 0100/LO-CBRE/JKT/IX/2022 untuk
pendaftaran Penawaran Umum Perdana Saham Perusahaan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Perusahaan memperoleh surat No. S-278/D.04/2022 tanggal 29 Desember 2022 perihal Pemberitahuan
Efektif Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham Perusahan dari Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Perusahaan melakukan penawaran umum perdana saham sebanyak 738.000.000 saham baru dengan nilai
nominal sebesar Rp25 per saham dan harga perdana sebesar Rp108 per saham di Bursa Efek Indonesia
(BEI). Serta penerbitan 1.328.400.000 Waran Seri I yang diberikan kepada setiap 1 saham baru dengan nilai
nominal sebesar Rp25 dan harga pelaksanaan sebesar Rp258 per saham, periode pelaksanaan mulai tanggal
10 Juli 2023 sampai dengan 08 Januari 2025. Apabila Waran Seri I tidak dilaksanakan sampai habis masa
berlakunya, maka Waran Seri I tersebut menjadi kadaluarsa, tidak bernilai dan tidak berlaku. Berdasarkan
surat No. Peng-P-00021/BEI-PP1/01-2023 tanggal 9 Januari 2023 dari BEI, bahwa saham Perusahaan
dengan Kode Saham CBRE efektif diperdagangkan di BEI pada tanggal 9 Januari 2023.
d. Persetujuan laporan keuangan
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan ini yang telah diotorisasi oleh
Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 29 April 2025.
7
Page 11
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan ("SAK")
Laporan keuangan Perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang meliputi
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”)
yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”), serta
Peraturan No. VIII.G.7 yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK, tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, yang terlampir dalam surat keputusan No. KEP-347/BL/2012 dari
Ketua BAPEPAM-LK tanggal 25 Juni 2012.
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha dan biaya perolehan, kecuali untuk akun
tertentu yang diukur berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi terkait.
Laporan keuangan juga disusun dengan menggunakan basis akrual, kecuali untuk laporan arus kas yang
disusun berdasarkan basis kas. Laporan arus kas disusun berdasarkan metode langsung dengan
mengelompokkan arus kas atas dasar aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost ),
biaya perolehan kini (current cost) , nilai realisasi neto (net realizable value) , Nilai Wajar (fair value) , kecuali
untuk beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana yang diungkapkan pada
kebijakan akuntansi dalam masing-masing akun tersebut.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan SAK di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi penerapan kebijakan akuntansi dan jumlah aset,
liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan
terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang sebenarnya mungkin
berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang melibatkan pertimbangan atau kompleksitas yang lebih
tinggi atau hal-hal dimana asumsi dan estimasi adalah signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan
dalam Catatan 3 atas laporan keuangan.
Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
c. Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif pada Tahun
Berjalan
Berikut amendemen dan penyesuaian atas standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2024, dengan penerapan dini diperkenankan, yaitu:
Amendemen PSAK 116: Liabilitas Sewa dalam Jual dan Sewa-Balik;
PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Pengaturan Pembiayaan pemasok;
Revisi PSAK 401: Penyajian Laporan Keuangan Syariah; dan
Revisi PSAK 409: Akuntansi Zakat, Infak, dan Sedekah.
Implementasi standar-standar tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang dilaporkan
di periode berjalan atau tahun sebelumnya.
DSAK-IAI mengesahkan perubahan penomoran PSAK dan ISAK yang berlaku efektif pada 1 Januari 2024,
perubahan ini tidak memengaruhi substansi pengaturan dalam masing-masing PSAK dan ISAK tersebut.
8
Page 12
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
d. Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi
Perusahaan memiliki transaksi dengan pihak berelasi sebagaimana yang didefinisikan dalam PSAK No. 224,
“Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”.
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan yang menyiapkan laporan
keuangannya, yaitu:
(a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan Perusahaan jika orang tersebut:
i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Perusahaan;
ii. Memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan; atau
iii. Personil manajemen kunci Perusahaan atau entitas induk Perusahaan.
(b) Suatu entitas berelasi dengan Perusahaan jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas adalah anggota dari Perusahaan (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak
berikutnya terkait dengan entitas lain);
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi
atau ventura bersama yang merupakan anggota Perusahaan, yang mana entitas lain tersebut
adalah anggotanya);
iii. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang diidentifikasi dalam huruf (a);
iv. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil
manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas);
v. Entitas, atau anggota dari Perusahaan dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari
Perusahaan tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Perusahaan atau
kepada entitas induk dari Perusahaan.
Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam Catatan 31 atas
laporan keuangan.
e. Penjabaran mata uang asing
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku
pada tanggal transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
asing dijabarkan dengan kurs yang berlaku saat itu.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan penjabaran aset
dan liabilitas moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan penjabaran aset
dan liabilitas moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain.
Kurs utama yang digunakan, berdasarkan kurs tengah yang diterbitkan Bank Indonesia, adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Mata uang
Dolar Amerika Serikat ("USD") 16.588 16.162
9
Page 13
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
f. Instrumen Keuangan
Aset Keuangan
Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Klasifikasi dan pengukuran
aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual - apakah semata dari
pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam kategori berikut:
- Aset keuangan yang diukur dengan biaya amortisasi; dan
- Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan komprehensif
lain.
Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-biaya transaksi,
kecuali aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi .
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang
ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (perdagangan yang lazim) diakui pada
tanggal perdagangan, yaitu pada tanggal Perusahaan berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024, Perusahaan hanya memiliki aset keuangan diklasifikasikan sebagai
aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Aset keuangan Peruahaan meliputi kas dan bank,
piutang usaha, deposit sewa, dan piutang lain-lain (instrumen keuangan yang memiliki dan tidak memiliki
kuotasi harga). Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan,
jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku
bunga efektif (Effective Interest Rate ) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang
diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang
merupakan bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laba rugi. Kerugian yang timbul dari
penurunan nilai juga diakui pada laba rugi .
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari aset tersebut telah berakhir
atau telah ditransfer dan Perusahaan telah secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat
kepemilikannya.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 109 diklasifikasikan sebagai berikut:
- Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamoritsasi; dan
- Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.
Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
10
Page 14
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024, Perusahaan hanya memiliki liabilitas keuangan yang diukur dengan
biaya perolehan diamortisasi. Liabilitas keuangan Perusahaan meliputi utang usaha, utang lain - lain, utang
jaminan, akrual dan liabilitas sewa. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika
jatuh tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari
12 bulan.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan atau
kedaluwarsa.
Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman
yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas
persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai
penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-
masing liabilitas diakui dalam laba rugi .
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan
jika, dan hanya jika, 1) Perusahaan saat ini memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan 2) berniat untuk menyelesaikan secara neto atau
untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Perusahaan menerapkan model kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) untuk pengukuran dan pengakuan
kerugian penurunan nilai.
Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Perusahaan menggunakan
perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada
perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian.
Dalam melakukan penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas
instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen
keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang
tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini
dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak
pengakuan awal.
Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian tersebut
terhadap piutang usaha dan lain-lain tanpa komponen pendanaan yang signifikan.
11
Page 15
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
f. Instrumen Keuangan (lanjutan)
Penentuan Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur (orderly transaction) antara pelaku pasar (market
participants ) pada tanggal pengukuran di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang
paling menguntungkan dimana Perusahaan memiliki akses pada tanggal tersebut. Nilai wajar liabilitas
mencerminkan risiko wanprestasinya.
Jika tersedia, Perusahaan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga kuotasi di
pasar aktif untuk instrumen tersebut. Jika harga kuotasi tidak tersedia di pasar aktif, Perusahaan
menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi dan relevan
serta meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. Teknik penilaian mencakup penggunaan
transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami
(recent arm’s length market transactions ), penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain yang secara
substansial sama, analisa arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lain.
g. Kas dan setara kas
Kas dan setara kas termasuk kas, kas di bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu 3
bulan atau kurang pada saat penempatan yang tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi
penggunaannya.
h. Piutang usaha dan piutang lain-lain
Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali jika efek diskontonya tidak
material, setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai yang diukur berdasarkan kerugian kredit ekspektasian
dengan menelaah kolektibilitas saldo piutang secara individual atau kolektif dan mempertimbangkan informasi
makro ekonomi yang berorientasi ke masa depan dan relevan yang dilakukan pada setiap akhir periode
pelaporan. Penyisihan penurunan nilai dihapuskan pada saat piutang tersebut dipastikan tidak tertagih.
Pemulihan dari jumlah yang disisihkan sebelumnya dikreditkan ke akun yang sama.
i. Biaya dibayar di muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi sesuai masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode
garis lurus.
12
Page 16
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
j. Aset Tetap
Manajemen Perusahaan memilih model biaya (cost model ) sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset
tetap.
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan (kecuali tanah), dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi
penurunan nilai jika ada. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method )
selama umur manfaat aset. Taksiran masa manfaat ekonomis sebagai berikut:
Tahun Persentase
Aset tetap
Kapal (tongkang / tunda) 20 5,0%
Kendaraan 8 12,5%
Perabot dan instalasi bangunan kantor 8 12,5%
Peralatan kantor 4 25,0%
Peralatan kapal 4 25,0%
Docking 5 20,0%
Pada setiap akhir tahun buku, manajemen mengkaji ulang nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan,
dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
pada saat terjadinya. Biaya penggantian atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada saat terjadinya, dan
jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke
Entitas, dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
Aset dalam pembangunan disajikan dalam “Aset Tetap” dan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi
biaya perolehan untuk aset dalam pembangunan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang
bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan sesuai dengan tujuannya.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan dan kerugian yang
timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan
jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif pada tahun aset tersebut
dihentikan pengakuannya.
k. Sewa
Perusahaan sebagai Penyewa
Pada insepsi kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak adalah, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak
adalah atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset
yang identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
13
Page 17
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
k. Sewa (lanjutan)
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang identifikasian,
Perusahaan menilai apakah:
- Perusahaan memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari
penggunaan aset identifikasian selama periode penggunaan; dan
- Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Perusahaan memiliki hak ini
ketika Perusahaan memiliki hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah cara dan
tujuan penggunaan aset telah ditentukan sebelumnya:
a. Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset identifikasian;
b. Perusahaan telah mendesain aset identifikasian dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya
bagaimana dan untuk tujuan apa aset itu akan digunakan.
Pada insepsi atau penilaian kembali kontrak yang berisi komponen sewa, Perusahaan mengalokasikan
imbalan dalam kontrak untuk setiap komponen sewa atas dasar harga tersendiri relatif dan harga tersendiri
agregat dari komponen nonsewa.
Pada saat permulaan sewa, penyewa mengakui aset hak-guna. Aset hak-guna awalnya diukur pada harga
perolehan, yang terdiri dari jumlah awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang
dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah biaya langsung awal yang timbul dan estimasi
biaya untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau merestorasi aset pendasar ke kondisi yang
disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, dikurangi insentif sewa yang diterima.
Setelah tanggal permulaan, Perusahaan mengukur aset hak-guna dengan menggunakan model biaya yang
berkaitan aset tetap.
Berdasarkan model biaya, aset hak-guna diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
akumulasi penurunan nilai. Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Perusahaan pada akhir
masa sewa atau jika biaya perolehan aset hak-guna mencerminkan bahwa penyewa akan mengeksekusi opsi
beli, Perusahaan mendepresiasi hak-guna sejak tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar.
Jika tidak, Perusahaan mendepresiasi aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal
antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Sewa Jangka-Pendek
Perusahaan memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek
yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Perusahaan mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut
sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Perusahaan sebagai Pesewa
Ketika Perusahaan bertindak sebagai pesewa, maka setiap sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi atau
sewa pembiayaan.
14
Page 18
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
k. Sewa (lanjutan)
Perusahaan sebagai Pesewa (lanjutan)
Sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa mengalihkan secara substansial semua risiko dan
manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset pendasar. Jika tidak, sewa diklasifikasikan sebagai sewa
operasi.
Sebagai bagian dari penilaian ini, Perusahaan mempertimbangkan indikator-indikator tertentu seperti:
a. Sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada penyewa pada akhir masa sewa;
b. Penyewa memiliki opsi untuk membeli aset pendasar dengan harga yang diperkirakan cukup lebih rendah
dari nilai wajar pada tanggal opsi tersebut dapat dieksekusi sehingga menjadi cukup pasti, pada tanggal
insepsi, bahwa opsi tersebut akan dieksekusi;
c. Masa sewa adalah untuk sebagian besar umur ekonomik aset pendasar meskipun hak milik tidak dialihkan;
d. Pada tanggal insepsi, nilai kini dari pembayaran sewa setidaknya mencakup secara substansial seluruh
nilai wajar aset pendasar;
e. Aset pendasar bersifat khusus sehingga hanya penyewa yang dapat menggunakannya tanpa modifikasi
signifikan.
Pada permulaan sewa, Perusahaan mengakui aset yang dimiliki dalam sewa pembiayaan sebagai piutang
pada jumlah yang sama dengan investasi neto sewa.
Investasi neto sewa adalah investasi sewa bruto yang didiskontokan pada tingkat bunga implisit dalam sewa.
Investasi bruto dalam sewa adalah jumlah dari:
1. Piutang pembayaran sewa oleh Perusahaan dalam sewa pembiayaan; dan
2. Nilai residual yang tidak dijamin yang diperoleh Perusahaan. Nilai residual yang tidak dijamin adalah
bagian dari nilai residual aset pendasar yang realisasinya oleh Perusahaan tidak diyakini atau dijamin
hanya oleh satu pihak yang terkait dengan Perusahaan.
Perusahaan mengakui pendapatan keuangan selama masa sewa dari sewa pembiayaan, berdasarkan pola
yang mencerminkan tingkat pengembalian investasi neto periodik yang konstan. Hal ini dicapai dengan
mengalokasikan sewa yang diterima (setelah dikurangi biaya jasa, dan lain-lain) oleh Perusahaan antara
pendapatan keuangan (bunga) kepada Perusahaan dan pembayaran kembali saldo debitur (pokok), yaitu
metode biaya perolehan diamortisasi.
Perusahaan mengakui pembayaran sewa operasi sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus atau, jika
lebih merepresentasikan pola manfaat dari penggunaan aset pendasar yang menurun, maka dengan dasar
sistematis lain.
l. Utang Usaha
Utang usaha adalah kewajiban membayar barang atau jasa yang telah diterima dalam kegiatan usaha normal
dari pemasok.
Utang usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Utang usaha dan non- usaha diklasifikasikan
sebagai liabilitas jangka pendek jika pembayaran jatuh tempo dalam satu tahun atau kurang (atau dalam
siklus operasi normal bisnis jika lebih lama). Jika tidak, utang tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka
panjang.
15
Page 19
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
m. Pinjaman
Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biaya-biaya transaksi yang
terjadi. Selanjutnya, pinjaman diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi; selisih antara penerimaan kas
(dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasan dicatat pada laba rugi selama periode pinjaman dengan
menggunakan metode bunga efektif.
Biaya yang dibayar untuk memperoleh fasilitas pinjaman diakui sebagai biaya transaksi pinjaman sepanjang
besar kemungkinan sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik. Dalam hal ini, biaya memperoleh pinjaman
ditangguhkan sampai penarikan pinjaman terjadi. Sepanjang tidak terdapat bukti bahwa besar kemungkinan
sebagian atau seluruh fasilitas akan ditarik, biaya memperoleh pinjaman dikapitalisasi sebagai biaya dibayar
dimuka untuk jasa likuiditas dan diamortisasi selama periode fasilitas yang terkait.
Biaya pinjaman yang terjadi untuk konstruksi aset kualifikasian dikapitalisasi selama periode waktu yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan konstruksi aset dan mempersiapkannya sampai dapat digunakan sesuai
tujuan yang dimaksudkan atau untuk dijual. Biaya pinjaman lainnya dibebankan pada laba rugi.
Pinjaman diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek kecuali Perusahaan memiliki hak tanpa syarat untuk
menunda pembayaran liabilitas selama paling tidak 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
n. Penurunan Nilai Aset Non - keuangan
Aset yang diamortisasi ditelaah untuk penurunan nilai apabila terjadi kondisi atau perubahan yang
mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui
sebesar jumlah tercatat aset yang melebihi jumlah terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang
lebih tinggi dari nilai wajar aset dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pemakaian. Untuk tujuan pengujian
penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah teridentifikasi
(unit penghasil kas). Aset non-keuangan yang mengalami penurunan ditelaah untuk kemungkinan pembalikan
dari penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.
o. Provisi dan Kontinjensi
Provisi diakui apabila Perusahaan memiliki kewajiban hukum atau konstruktif masa kini sebagai akibat
peristiwa masa lalu dan terdapat kemungkinan besar penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus
keluar sumber daya dan jumlah kewajiban tersebut dapat diestimasi secara andal. Provisi tidak diakui untuk
kerugian operasi masa depan.
Provisi diukur sebesar nilai kini dari estimasi terbaik manajemen atas pengeluaran yang diharapkan diperlukan
untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan. Tingkat diskonto yang digunakan untuk
menentukan nilai kini adalah tingkat diskonto sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar atas nilai
waktu uang dan risiko yang terkait dengan kewajiban. Peningkatan provisi karena berjalannya waktu diakui
sebagai beban bunga.
Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan. Liabilitas kontinjensi diungkapkan dalam
laporan keuangan, kecuali arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi kemungkinannya
kecil. Aset kontinjensi diungkapkan dalam laporan keuangan, jika terdapat kemungkinan besar arus masuk
manfaat ekonomis akan diperoleh.
16
Page 20
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
p. Imbalan Kerja
Sesuai dengan PSAK 219 tentang “Imbalan Kerja”, Perusahaan-Perusahaan diwajibkan untuk mengakui
seluruh imbalan kerja yang diberikan melalui program atau perjanjian formal dan informal, peraturan
perundang - undangan atau peraturan industri, yang mencakup imbalan pasca-kerja, imbalan kerja jangka
pendek dan jangka panjang lainnya, pesangon pemutusan hubungan kerja dan imbalan berbasis ekuitas.
Berdasarkan PSAK ini, perhitungan liabilitas imbalan kerja karyawan dihitung berdasarkan ketentuan di dalam
Undang-Undang Cipta Kerja No. 11/2020 dan PP No. 35/2021 dengan menggunakan metode aktuarial
“Projected Unit Credit”.
Pesangon yang akan diberikan kepada karyawan pada saat pemutusan hubungan kerja diakui pada saat
pesangon tersebut dibayarkan kepada karyawan. Peningkatan jumlah pesangon terutang seiring dengan
meningkatnya masa kerja karyawan, tidak diakui sebagai beban tahun berjalan.
Liabilitas neto Perusahaan atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan kerja pasti pada
akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan liabilitas imbalan kerja
dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam perhitungan aktuaria yang dilakukan
setiap akhir periode pelaporan.
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial, b) imbal hasil atas
aset program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk bunga,
diakui di penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba
rugi pada periode berikutnya
Ketika program imbalan berubah, atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang berubah terkait
biaya jasa lalu, atau keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi pada saat terdapat perubahan
atau kurtailmen atas program.
Perusahaan menentukan (penghasilan) beban bunga neto atas (aset) liabilitas imbalan kerja neto dengan
menerapkan tingkat bunga diskonto pada awal periode pelaporan tahunan untuk mengukur liabilitas imbalan
kerja selama periode berjalan.
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Perusahaan mengakui pendapatan sesuai dengan ketentuan PSAK No. 115, Perusahaan mengakui
pendapatan pada saat dan sejauh pengalihan barang atau jasa kepada pelanggan akan mencerminkan jumlah
yang diharapkan akan diterima Perusahaan dalam pertukaran untuk barang atau jasa tersebut. Dalam
menerapkan Standar ini, Perusahaan mempertimbangkan syarat-syarat kontrak dan semua fakta dan keadaan
yang relevan.
Pendapatan diakui menggunakan penilaian 5 langkah:
1. Identifikasi Kontrak dengan Pelanggan
Kontrak adalah kesepakatan antara dua pihak atau lebih yang menciptakan hak dan kewajiban yang dapat
dipaksakan.
17
Page 21
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
2. Identifikasi Kontrak Pelaksana dalam Kontrak
Kewajiban pelaksanaan adalah janji kepada pelanggan untuk mengalihkan barang atau jasa (atau
sekumpulan barang atau jasa) yang bersifat dapat dibedakan; atau serangkaian barang atau jasa bersifat
dapat dibedakan yang secara substansial sama dan memiliki pola pengalihan yang sama kepada
pelanggan. Bersifat dapat dibedakan artinya dapat dipisahkan, atau dapat diidentifikasi secara terpisah.
3. Penetapan Harga Transaksi
Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diperkirakan menjadi hak Perusahaan dalam pertukaran
untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan, tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama
pihak ketiga (misalnya, pajak pertambahan nilai). Jika imbalan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup
jumlah variabel, Perusahaan mengestimasi jumlah imbalan yang diharapkan menjadi haknya dalam
pertukaran untuk mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dikurangi estimasi
jumlah variabel yang akan dibayar selama kontrak.
4. Alokasi Harga Transaksi untuk Kewajiban Pelaksanaan
Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual berdiri sendiri
relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat diamati
secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif perlu diestimasi.
5. Pengakuan Pendapatan ketika Kewajiban Pelaksanaan Dipenuhi
Pendapatan dari penjualan diakui sebagai representasi penyerahan barang atau jasa dengan jumlah yang
secara tepat mewakili kewajiban yang dilakukan dan hak untuk menerima imbalan sebagai imbalan atas
barang dan/atau jasa tersebut. Pengakuan pendapatan tergantung pada apakah pengalihan diselesaikan
sepanjang waktu atau pada waktu tertentu. Pengalihan kendali diperhitungkan.
Untuk setiap kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, pendapatan diakui dengan mengukur
kemajuan penyelesaian kewajiban pelaksanaan tersebut berdasarkan pengukuran kemajuan yang tepat baik
“Metode Keluaran” atau “Metode Masukan”.
Pendapatan dari time charter dan ship management diakui secara proporsional selama periode yang dicakup
sesuai dengan kontrak.
Penghasilan bunga
Penghasilan bunga diakui atas dasar proporsi waktu dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Biaya Mendapatkan Kontrak
Biaya inkremental untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan diakui sebagai aset jika Perusahaan
mengharapkan untuk memulihkan biaya tersebut. Biaya inkremental tersebut adalah biaya yang timbul untuk
mendapatkan kontrak dengan pelanggan yang tidak akan terjadi jika kontrak tersebut tidak berhasil diperoleh.
18
Page 22
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Biaya Pemenuhan Kontrak
Suatu aset diakui untuk biaya yang timbul untuk memenuhi kontrak hanya jika biaya tersebut memenuhi
semua kriteria berikut:
a) Biaya terkait langsung dengan kontrak atau kontrak yang diantisipasi yang secara spesifik dapat
diidentifikasi oleh Perusahaan;
b) Biaya menghasilkan atau meningkatkan sumber daya Perusahaan yang akan digunakan untuk memenuhi
(atau terus memenuhi) kewajiban pelaksanaan di masa depan; dan
c) Biaya diharapkan dapat dipulihkan.
Aset yang dihasilkan akan diamortisasi secara sistematis selama periode kontrak. Ketika biaya yang timbul
dalam memenuhi kontrak dengan pelanggan berada dalam lingkup Pernyataan lain, biaya tersebut
diperhitungkan sesuai dengan Pernyataan lainnya.
r. Pajak Penghasilan
Beban pajak penghasilan merupakan jumlah dari pajak penghasilan badan yang terutang saat ini dan pajak
tangguhan. Pajak penghasilan diakui dalam laporan laba rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan
transaksi atau kejadian yang diakui di penghasilan komprehensif lain atau langsung diakui ke ekuitas. Dalam
hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.
Pajak kini
Aset dan liabilitas pajak kini untuk periode berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi
dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang digunakan untuk
menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal
pelaporan.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan dicatat saat surat ketetapan pajak diterima atau apabila dilakukan
banding, ketika hasil banding sudah diputuskan.
Pajak penghasilan final
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 416/ KMK.04/1996 tanggal 14 Juni
1996 dan Surat Edaran Direktorat Jenderal Pajak No. 29/PJ.4/1996 tanggal 13 Agustus 1996, pendapatan dari
jasa pengangkutan dan sewa kapal yang diterima Wajib Pajak Dalam Negeri dikenakan pajak bersifat final
sebesar 1,2% dari pendapatan yang diterima Wajib Pajak Dalam Negeri, serta biaya sehubungan dengan
kegiatan di atas tidak dapat dikurangkan untuk tujuan perhitungan pajak penghasilan.
Beban pajak penghasilan tahun berjalan sehubungan dengan penghasilan yang dikenakan pajak penghasilan
final diakui secara proporsional dengan total pendapatan yang diakui pada periode berjalan untuk tujuan
akuntansi.
Selisih lebih (kurang) antara jumlah pajak penghasilan final yang telah dibayar dengan jumlah yang
dibebankan sebagai beban pajak penghasilan final pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
diakui sebagai pajak dibayar di muka (utang pajak).
Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat final.
Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku
transaksi mengalami kerugian. Pajak penghasilan final dihitung pada jumlah total tagihan untuk nilai kontrak
yang dikumpulkan selama setahun.
19
Page 23
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
Pajak tangguhan
Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan antara dasar
pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas
pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset
pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat
kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak pada masa mendatang akan memadai untuk
mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan jumlah tercatat aset pajak
tangguhan tersebut diturunkan apabila laba kena pajak mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi
sebagian atau semua manfaat aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali
pada setiap tanggal pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak di masa depan akan
memungkinkan aset pajak tangguhan untuk dipulihkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode saat aset
direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak yang berlaku atau
berlaku secara substantif pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan
dan/atau pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif
pajak, dikreditkan atau dibebankan pada periode operasi berjalan, untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya
telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan secara
hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, atau aset pajak tangguhan dan liabilitas
pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau Perusahaan bermaksud untuk
menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
s. Informasi Segmen
Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa
(segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen
geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk akun-akun yang dapat diatribusikan langsung
kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen
tersebut.
t. Laba Per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang tersedia bagi pemegang saham
Perusahaan dengan menggunakan jumlah saham beredar sesuai dengan jumlah modal saham pada saat
laporan keuangan diterbitkan.
u. Dividen
Pembagian dividen final diakui sebagai liabilitas ketika dividen tersebut disetujui Rapat Umum Pemegang
Saham Perusahaan. Pembagian dividen interim diakui sebagai liabilitas ketika dividen disetujui berdasarkan
keputusan rapat Direksi, disetujui oleh Dewan Komisaris, serta sudah diumumkan kepada publik.
20
Page 24
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi
Penyusunan laporan keuangan mengharuskan manajemen Perusahaan untuk membuat pertimbangan, estimasi
dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan
pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki
risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk periode berikutnya
diungkapkan di bawah ini.
Perusahaan mendasarkan estimasi dan asumsi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar
atau situasi diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
terjadinya.
Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan
akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:
Menentukan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional adalah mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana Perusahaan beroperasi.
Manajemen mempertimbangkan mata uang yang paling mempengaruhi pendapatan dan harga pokok penjualan
dan indikator lainnya dalam menentukan mata uang yang paling sesuai mewakili dampak ekonomi yang
mendasari transaksi, peristiwa dan kondisi.
Menentukan Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK No. 109 dipenuhi. Dengan demikian, aset
keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan
pada Catatan 2f atas laporan keuangan.
Menentukan dan Menghitung Penyisihan Kerugian
Ketika mengukur kerugian kredit ekspektasian (“ECL”). Perusahaan menggunakan informasi berwawasan ke
depan yang wajar dan dapat didukung yang didasarkan pada asumsi untuk pergerakan masa depan dari berbagai
ekonomi dan bagaimana akan saling memengaruhi.
Probabilitas default merupakan input utama dalam mengukur ECL. Probabilitas gagal bayar (default) adalah
estimasi kemungkinan gagal bayar (default) selama jangka waktu tertentu, yang perhitungannya mencakup data
historis, asumsi, dan ekspektasi kondisi masa depan.
Menentukan Apakah Suatu Kontrak adalah atau Mengandung Sewa
Penentuan apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa memerlukan pertimbangan yang cermat
untuk menilai apakah kontrak tersebut memberikan hak untuk memperoleh secara substansial semua manfaat
ekonomik dari penggunaan aset selama periode penggunaan dan hak untuk mengarahkan penggunaan aset,
bahkan jika kontrak tersebut hak tidak secara eksplisit ditentukan dalam kontrak.
21
Page 25
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
Menentukan Opsi Masa Sewa
Masa sewa merupakan komponen signifikan dalam pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa. Pertimbangan
dilakukan dalam menentukan apakah terdapat opsi untuk memperpanjang sewa atau membeli aset pendasar
cukup pasti akan dieksekusi, atau opsi untuk mengakhiri sewa tidak akan dieksekusi, ketika memastikan periode
yang akan disertakan dalam masa sewa. Dalam menentukan masa sewa, semua fakta dan keadaan yang
menciptakan insentif ekonomi untuk menggunakan opsi perpanjangan, atau tidak untuk menggunakan opsi
penghentian, dipertimbangkan pada tanggal insepsi sewa.
Faktor-faktor yang dipertimbangkan dapat mencakup pentingnya aset untuk operasi Perusahaan; perbandingan
syarat dan ketentuan dengan harga pasar yang berlaku; timbulnya penalti yang signifikan; adanya perbaikan hak
penyewaan yang signifikan; dan biaya serta masalah gangguan untuk mengganti aset. Perusahaan menilai
kembali apakah cukup pasti untuk mengeksekusi opsi perpanjangan, atau tidak mengeksekusi opsi penghentian,
jika terdapat peristiwa signifikan atau perubahan keadaan yang signifikan.
Menentukan Metode Penyusutan dan Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
Perusahaan mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan utilisasi dari aset yang diharapkan
dan didukung dengan rencana dan strategi usaha dan perilaku pasar.
Estimasi dari masa manfaat aset tetap adalah berdasarkan penelaahan Perusahaan terhadap praktik industri,
evaluasi teknis internal dan pengalaman untuk aset yang setara.
Estimasi masa manfaat ditelaah minimal setiap akhir tahun pelaporan dan diperbarui jika ekspektasi berbeda dari
estimasi sebelumnya dikarenakan pemakaian dan kerusakan fisik, keusangan secara teknis atau komersial dan
hukum atau pembatasan lain atas penggunaan dari aset serta perkembangan teknologi.
Namun demikian, adalah mungkin, hasil di masa depan dari operasi dapat dipengaruhi secara material oleh
perubahan-perubahan dalam estimasi yang diakibatkan oleh perubahan faktor-faktor yang disebutkan di atas, dan
karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
Estimasi Beban Pensiun dan Imbalan Pasca Kerja
Penentuan liabilitas atas pensiun dan kewajiban imbalan pasca kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan
asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut.
Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri
karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian dan tingkat pengembalian aset program
yang diharapkan.
Meskipun Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi pada tanggal pelaporan tersebut wajar dan telah sesuai,
perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan
dapat mempengaruhi secara material liabilitas dan beban imbalan pascakerja. Penjelasan lebih rinci diungkapkan
dalam Catatan 19 atas laporan keuangan.
22
Page 26
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas terdiri dari :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Kas di Bank
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk 2.395.375.535 3.154.829.629
PT Bank Central Asia, Tbk 66.657.647 90.346.402
PT Bank CIMB Niaga, Tbk 6.643.613 6.228.191
PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk - -
Deposito
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 2.890.000.000 -
Jumlah 5.358.676.795 3.251.404.222
Tingkat suku bunga tahunan atas deposito sepanjang periode adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah 2,25% -
5. PIUTANG USAHA
Rincian piutang usaha berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Rupiah
PT Wistara Internasional Maritim 6.796.194.000 6.406.030.066
PT SYS Petrolindo Utama 1.102.007.741 671.043.200
PT. Vama Samudera Jaya 650.000.000 -
PT Mitra Bahari Internusa 400.000.000 400.000.000
PT Padas Mustapa Jaya 260.850.000 249.750.000
PT Armada Elnusa Samudera 72.890.000 72.890.000
Jumlah 9.281.941.741 7.799.713.266
Rincian piutang usaha berdasarkan umur adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah
Belum jatuh tempo 1.102.007.741 -
Jatuh tempo - -
< 30 hari 3.860.850.000 3.480.629.266
91 - 120 hari 4.319.084.000 4.319.084.000
Jumlah 9.281.941.741 7.799.713.266
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa berdasarkan penelaahan manajemen seluruh piutang usaha dapat tertagih.
23
Page 27
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG LAIN-LAIN
Rincian piutang lain-lain adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi (Catatan 31) 3.043.485.984 2.988.885.984
Pihak ketiga
Rupiah
PT Wistara Internasional Maritim 377.611.092 302.611.092
PT. Vama Samudera Jaya 103.843.486 -
PT Halmahera Persada Lygend 9.600.000 9.600.000
PT Obi Nickel Cobalt 7.500.000 7.500.000
Subjumlah 498.554.578 319.711.092
Jumlah 3.542.040.562 3.308.597.076
Piutang lain-lain adalah piutang yang timbul dari transaksi diluar kegiatan usaha normal Perusahaan yang merupakan pinjaman yang
diberikan kepada pihak berelasi dan pihak ketiga yang tidak dikenakan jaminan dan bunga serta dapat dibayarkan sewaktu-waktu.
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat ditagihkan sehingga tidak diperlukan penyisihan atas
piutang ragu-ragu.
7. PERSEDIAAN
Persediaan per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 merupakan persediaan berupa bahan bakar, masing-masing sebesar Rp
5.716.711.416 dan Rp5.616.404.888. Berdasarkan penelaahan terhadap kondisi fisik persediaan, manajemen berpendapat bahwa nilai
tercatat persediaan tersebut dapat dipulihkan dan tidak perlu membentuk penyisihan penurunan nilai.
8. BIAYA DIBAYAR DI MUKA
Rincian biaya dibayar di muka dan uang muka adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Asuransi 1.328.963.536 579.158.474
lainnya 208.625.239 3.499.999
-
Jumlah 1.537.588.775 582.658.472
24
Page 28
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. UANG MUKA
Rincian uang muka adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Uang muka lancar
Operasional 1.308.583.708 545.957.946
Subjumlah 1.308.583.708 545.957.946
Uang muka tidak lancar
Pembelian aset tetap 4.287.196.601 874.746.601
Jumlah 5.595.780.309 1.420.704.547
10. DEPOSIT SEWA
Rincian deposit sewa adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak Berelasi (Catatan 31) 1.225.000.000 1.225.000.000
Pihak ketiga
PT Wistara Internasional Maritim 2.695.900.000 2.695.900.000
PT IMC Ship Management 726.138.773 -
PT Epo Trans Abadi 410.000.000 410.000.000
PT Nusantara Terminal Terpadu 320.000.000 320.000.000
PT Fortuna Andre Lines 134.500.000 142.500.000
PT Fortuna Samudera 401.346.667 1.346.667
Deposit lainnya - 4.700.000
Sub-jumlah 4.687.885.440 3.574.446.667
Jumlah 5.912.885.440 4.799.446.667
Deposit sewa kepada pihak berelasi merupakan deposit untuk masa sewa lebih dari satu tahun.
11. ASET TETAP
31 Maret 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Kepemilikan langsung
Biaya Perolehan
Kapal 272.393.038.193 - - - 272.393.038.193
Perabot dan instalasi
bangunan kantor 1.777.711.596 - - - 1.777.711.596
Peralatan kantor 273.044.156 14.505.280 - - 287.549.436
Kendaraan 592.400.000 - - - 592.400.000
Perlengkapan kantor 862.825.233 - - - 862.825.233
Peralatan kapal 7.935.999.479 1.628.604.060 - - 9.564.603.539
Docking 33.000.821.119 - - - 33.000.821.119
Aset dalam
pembangunan 24.128.754.008 - - - 24.128.754.008
Jumlah 340.964.593.784 1.643.109.340 - - 342.607.703.124
25
Page 29
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)
31 Maret 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Akumulasi Penyusutan
Kapal 22.519.977.116 3.404.913.006 - - 25.924.890.122
Perabot dan instalasi
bangunan kantor 516.912.623 55.553.488 - - 572.466.111
Peralatan kantor 261.310.784 15.327.571 - - 276.638.355
Kendaraan 148.100.000 18.592.188 - - 166.692.188
Perlengkapan kantor 448.426.490 53.343.202 - - 501.769.692
Peralatan kapal 4.739.912.075 415.725.933 - - 5.155.638.008
Docking 16.960.232.259 1.321.529.043 - - 18.281.761.302
Jumlah 45.594.871.347 5.284.984.431 - - 50.879.855.778
Penurunan nilai 7.238.626.202 - - - 7.238.626.202
Nilai buku neto 288.131.096.234 284.489.221.144
31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Kepemilikan langsung
Biaya Perolehan
Kapal 60.655.658.030 211.737.380.163 - - 272.393.038.193
Perabot dan instalasi
bangunan kantor 1.777.711.596 - - - 1.777.711.596
Peralatan kantor 251.044.156 22.000.000 - - 273.044.156
Kendaraan 592.400.000 - - - 592.400.000
Perlengkapan kantor 862.825.233 - - - 862.825.233
Peralatan kapal 6.571.699.124 1.364.300.355 - - 7.935.999.479
Docking 26.457.204.193 6.543.616.926 - - 33.000.821.119
Aset dalam
pembangunan 24.128.754.008 - - - 24.128.754.008
Jumlah 121.297.296.340 219.667.297.444 - - 340.964.593.784
Akumulasi Penyusutan
Kapal 9.782.564.324 12.737.412.792 - - 22.519.977.116
Perabot dan instalasi
bangunan kantor 294.698.674 222.213.950 - - 516.912.623
Peralatan kantor 203.727.822 57.582.962 - - 261.310.784
Kendaraan 74.368.750 73.731.250 - - 148.100.000
Perlengkapan kantor 235.053.682 213.372.808 - - 448.426.490
Peralatan kapal 3.074.940.817 1.664.971.258 - - 4.739.912.075
Docking 11.131.493.668 5.828.738.591 - - 16.960.232.259
Jumlah 24.796.847.736 20.798.023.611 - - 45.594.871.347
Penurunan nilai - 7.238.626.202 - - 7.238.626.202
Nilai buku neto 96.500.448.604 288.131.096.234
26
Page 30
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)
Harga perolehan kapal per 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 sebesar Rp272.393.038.193 terdiri dari 1 Mother Vessel dan 5 kapal
Tongkang.
Rincian aset dalam pembangunan pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Aset dalam pembangunan
Kapal tugboat 2 Unit 24.128.754.008 24.128.754.008
24.128.754.008 24.128.754.008
Penurunan nilai (7.238.626.202) (7.238.626.202)
Jumlah 16.890.127.806 16.890.127.806
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai tersebut cukup untuk menutupi risiko penurunan nilai aset dalam
pembangunan.
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Beban pokok pendapatan (Catatan 26) 5.142.167.984 4.275.326.688
Beban administrasi dan umum (Catatan 27) 142.816.447 141.380.799
Jumlah 5.284.984.431 4.416.707.487
Manajemen Perusahaan telah mengkaji ulang atas estimasi umur ekonomis, metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir
periode pelaporan.
Perusahaan mengasuransikan 5 unit tongkang dan 1 mother vessel sebesar Rp54.778.000.000 dan USD1.042.800.000 untuk marine
hull dan protection & indemnity. Manajemen berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut cukup untuk menutup semua
kemungkinan kerugian atas aset tetap yang diasuransikan. Perusahaan tidak memiliki hubungan afiliasi terhadap Perusahaan asuransi.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, sebagian aset tetap digunakan sebagai jaminan atas Pinjaman bank dan utang
pembiayaan (Catatan 21 dan 15).
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 tidak terdapat aset yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan oleh
Perusahaan.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 tidak terdapat aset tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan tidak
diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual.
27
Page 31
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. ASET HAK GUNA
31 Maret 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Bangunan kantor 9.949.236.502 - - - 9.949.236.502
Kapal 20.020.567.420 - - - 20.020.567.420
Sub-jumlah 29.969.803.922 - - - 29.969.803.922
Akumulasi Penyusutan
Bangunan kantor 3.005.498.525 310.913.642 - 3.316.412.167
Kapal 9.706.034.519 971.601.439 - 10.677.635.958
Sub-jumlah 12.711.533.044 1.282.515.081 - - 13.994.048.125
Nilai Buku 17.258.270.878 15.975.755.797
31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Bangunan kantor 9.949.236.502 - - - 9.949.236.502
Kapal 20.020.567.420 - - - 20.020.567.420
Sub-jumlah 29.969.803.922 - - - 29.969.803.922
Akumulasi Penyusutan
Bangunan kantor 1.761.843.963 1.243.654.562 - 3.005.498.525
Kapal 5.701.921.034 4.004.113.484 - 9.706.034.519
Sub-jumlah 7.463.764.998 5.247.768.046 - - 12.711.533.044
Nilai Buku 22.506.038.924 17.258.270.878
Aset hak guna bangunan kantor merupakan sewa kantor Perusahaan yang berlokasi di Gedung Sahid Sudirman Center dengan masa
sewa selama 8 (delapan) tahun (Catatan 31).
Aset hak guna kapal merupakan sewa kapal kepada PT Mandala Armada Nusantara dengan masa sewa selama 5 (lima) tahun (Catatan
31).
Beban penyusutan aset hak guna dialokasikan sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Beban pokok pendapatan (Catatan 26) 971.601.439 1.001.028.371
Beban administrasi dan umum (Catatan 27) 310.913.642 310.913.641
Jumlah 1.282.515.081 1.311.942.012
13. UTANG USAHA
Utang usaha merupakan utang atas pembelian kepada pemasok lokal masing-masing sebesar Rp12.897.879.708 dan
Rp14.151.571.475 pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 tidak terdapat jaminan yang diberikan kepada pihak berelasi maupun pihak ketiga
atas utang usaha Perusahaan.
28
Page 32
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Sewa 5.893.434.857 4.742.400.000
Beban bunga pinjaman bank 892.487.144 892.487.144
Jumlah 6.785.922.001 5.634.887.144
15. UTANG PEMBIAYAAN
31 Maret 2025 31 Desember 2024
PT BCA Finance 126.781.857 167.570.850
Jumlah 126.781.857 167.570.850
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 126.781.857 167.570.850
Bagian jangka panjang - -
Berdasarkan Perjanjian Pembiayaan No. 9768002024-PK-001, tanggal 9 Januari 2023, Entitas mengadakan perjanjian pembiayaan
dengan PT BCA Finance untuk pembelian 1 unit mobil Toyota Fortuner 2.8 VRZ 4x2 A/T GR Sport sebesar Rp 592.400.000 dengan
jangka waktu 36 bulan. Fasilitas pinjaman ini dibebani bunga tetap sebesar 7,09% per tahun. Fasilitas ini dijaminkan dengan aset terkait
(Catatan 11).
16. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
Pendapatan diterima dimuka merupakan pendapatan yang diterima dimuka dari Pesewa pihak ketiga dalam bentuk Rupiah per 31 Maret
2025 dan 31 Desember 2024 sebesar Rp11.300.000.000 dan Rp11.683.333.334.
17. UTANG JAMINAN
Rincian utang jaminan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak Ketiga
Rupiah
PT SYS Petrolindo Utama 4.350.000.000 4.350.000.000
PT Wistara Internasional Maritim 2.612.500.000 2.612.500.000
PT Halmahera Jaya Feronikel 2.210.160.000 2.210.160.000
PT Vama Samudera Jaya 650.000.000
PT Mitra Bahari Internusa 400.000.000 400.000.000
PT Padas Mustapa Jaya 100.000.000 100.000.000
PT Sinar Wandiole Balikpapan 55.000.000 100.000.000
Jumlah 10.377.660.000 9.772.660.000
Utang jaminan merupakan jaminan deposit dari pelanggan atas sewa kapal kepada Perusahaan dengan masa sewa kurang dari atau
sama dengan satu tahun.
29
Page 33
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. LIABILITAS SEWA
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Kapal
PT Mandala Armada Nusantara 10.197.411.485 11.196.423.270
Bangunan kantor
PT Catur Dharma Anugerah Surya 7.216.982.221 7.494.851.599
Jumlah 17.414.393.706 18.691.274.869
Dikurangi : bagian jangka pendek (5.241.383.211) (5.241.383.211)
Bagian jangka panjang 12.173.010.495 13.449.891.658
Liabilitas sewa kapal dan bangunan kantor merupakan transaksi dengan pihak berelasi (Catatan 12 dan 31).
Pembayaran liabilitas sewa minimum di masa mendatang, serta nilai kini atas pembayaran minimum liabilitas sewa pada tanggal 31
Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Sampai dengan satu tahun 6.362.400.000 6.362.400.000
Lebih dari 1 tahun dan kurang dari 5 tahun 13.343.200.000 14.933.800.000
Lebih dari 5 tahun - -
19.705.600.000 21.296.200.000
Dikurangi :
Beban bunga yang belum jatuh tempo (2.291.206.294) (2.604.925.131)
Nilai kini atas pembayaran
minimum liabilitas sewa 17.414.393.706 18.691.274.869
Dikurangi :
Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun (5.241.383.211) (5.241.383.211)
Bagian jangka panjang 12.173.010.495 13.449.891.658
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan mencatat liabilitas imbalan pasca kerja berdasarkan perhitungan
aktuaris independen, yaitu KKA Bambang Sudradjad. Liabilitas imbalan pasca kerja dihitung dengan menggunakan metode “Projected
Unit Credit” dan asumsi - asumsi utama sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Umur pensiun normal 57 tahun 57 tahun
Kenaikan gaji tahunan 9,00% 9,00%
Tingkat diskonto tahunan - Permanen 7,25% 7,25%
Tingkat diskonto tahunan - Kontrak 6,57% 6,57%
Tingkat mortalitas TMI - 2019 TMI - 2019
Beban imbalan kerja karyawan yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Biaya jasa kini - 63.307.889
Biaya bunga - 16.484.573
Biaya jasa lalu - 7.165.757
Biaya pemutusan hubungan kerja - -
Dampak kurtailmen atau penyelesaian program - -
Jumlah - 86.958.219
30
Page 34
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan)
Mutasi nilai kini liabilitas imbalan kerja jangka panjang adalah sebagai berikut :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 203.024.867 222.405.028
Biaya imbalan pasti yang diakui pada laba rugi - 86.958.219
Biaya yang diakui pada penghasilan komprehensif lain - (90.259.100)
Pembayaran manfaat - terminasi - -
Pembayaran manfaat - normatif - (16.079.280)
Jumlah 203.024.867 203.024.867
Mutasi penghasilan komprehensif lain adalah sebagai berikut :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 24.782.546 115.041.646
Biaya yang diakui pada penghasilan
komprehensif lain - (90.259.100)
Jumlah 24.782.546 24.782.546
20. PERPAJAKAN
a. Piutang Pajak
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pajak Pertambahan nilai-neto 3.305.684.620 -
Jumlah 3.305.684.620 -
b. Utang Pajak
Rincian utang pajak adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pajak Penghasilan
Pasal 21 816.929.639 605.018.850
Pasal 23 17.219.295 2.991.057
Pasal 15 19.620.000 41.542.512
Pasal 4 ayat 2 6.146.446 6.471.444
Lainnya 76.450.000 -
Jumlah 936.365.380 656.023.863
c. Pajak Penghasilan Badan - Final
Perusahaan bergerak di bidang pelayaran yang dikenakan PPh pasal 15 final sebesar 1,2% dari peredaran bruto sesuai Keputusan
Menteri Keuangan No. 416/KMK.04/1996 tanggal 14 Juni 1996 dan SE-29/PJ.4/1996 tanggal 13 Agustus 1996.
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Pendapatan yang berhubungan dengan persewaan kapal 21.688.974.896 15.098.281.935
Beban pajak penghasilan final (1,2%) 260.267.699 181.179.383
Perhitungan pajak di atas menjadi dasar dalam pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) yang disampaikan kepada Kantor
Pajak.
31
Page 35
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Beban Penghasilan Badan - Non Final
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan sebagaimana yang disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain dan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan
menurut laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain 1.597.117.974 2.125.846.084
Beda permanen
Pendapatan yang telah dikenakan pajak final (21.688.974.896) (15.098.281.935)
Beban yang tidak dapat dikurangkan 12.941.163.042 7.294.971.396
Lainnya 560.086.537 425.370.178
Rugi kena pajak (6.590.607.342) (5.252.094.277)
Pajak kini - -
Rugi kena pajak hasil rekonsiliasi tahun yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut menjadi dasar dalam pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak penghasilan badan.
Pada tahun 2025 dan 2024 sebagian besar pendapatan Perusahaan dikenakan pajak yang bersifat final dan tidak terdapat
perbedaan temporer signifikan, sehingga Perusahaan tidak mengakui adanya pajak tangguhan.
e. Administrasi Pajak
Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa masing-masing perusahaan menghitung, menetapkan dan
membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang secara individu.
Berdasarkan Undang-Undang yang berlaku, Direktur Jenderal Pajak (DJP) dapat menetapkan atau mengubah kewajiban pajak
dalam jangka waktu tertentu. Untuk tahun pajak 2007 dan sebelumnya, jangka waktu tersebut adalah sepuluh tahun sejak saat
terutangnya pajak tetapi tidak lebih dari tahun 2013, sedangkan untuk tahun pajak 2008 dan seterusnya, jangka waktunya adalah
lima tahun sejak saat terutangnya pajak.
Pada Oktober 2021, Pemerintahan Indonesia mengesahkan Undang-Undang No. 7 tahun 2021 tentang harmonisasi peraturan
perpajakan yang mengubah tarif pajak penghasilan badan dari 20% menjadi 22% untuk tahun 2022 dan seterusnya.
21. PINJAMAN BANK
31 Maret 2025 31 Desember 2024
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk 130.215.428.570 135.533.142.856
Jumlah 130.215.428.570 135.533.142.856
Biaya perolehan pinjaman yang
belum diamortisasi (367.548.918) (378.982.930)
Jumlah 129.847.879.652 135.154.159.926
Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 21.270.857.143 21.223.542.259
Bagian jangka panjang 108.577.022.509 113.930.617.666
32
Page 36
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. PINJAMAN BANK (lanjutan)
Pada tanggal 09 November 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas Kredit dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berdasarkan Akta No.
35.Notaris Toki Thomas. S.H., M.Kn., dengan ketentuan sebagai berikut:
Limit kredit : Maksimal Rp166.000.000.000
Jenis kredit : Kredit investasi
Sifat kredit : Non Revolving, committed, dan Advised
Tujuan penggunaan : Pembiayaan 1 unit Kapal bulk Carrier "Seacon Dalian"
Jangka waktu : 87 bulan terhitung mulai tanggal penandatangan perjanjian kredit termasuk grace
period selama 3 bulan.
Suku bunga : 9% per tahun, dibayar efektif setiap bulan pada tanggal 5 dan suku bunga dapat
berubah sewaktu-sewaktu.
Provisi & structuring fee : 0,25% dari limit kredit yang ditarik
Annual servicing fee : 0,15% dari nominal oustanding fasilitas kredit
Biaya administrasi : Rp50.000.000
Perusahaan telah menggunakan fasilitas pinjaman ini sebesar Rp148.896.000.000.
Agunan yang diberikan adalah sebagai berikut:
a. 1 unit kapal MV Majestic Laksono dh. MV Secon Dalian, dengan bukti grosse akta a.n PT Cakra Buana Resources Energi Tbk,
yang diikat hipotik sebesar Rp222.227.000.000 atau sebesar nilai realisasi transaksi yang tercantum dalam MoA.
b. 4 kapal eksisting yakni TK. Cakrawala 3009, TK. Cakrawala 3010, TK. Matahari 3016 dan TK. GTO 395 yang akan diikat hipotek
dengan total nilai pengikatan sebesar Rp64.316.000.000.
c. Gadai Saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk sebesar 2.774.000.000 lembar saham yang dimiliki oleh PT Omudas
Investment Holdco.
d. Gadai Saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk sebesar 513.000.000 lembar saham yang dimiliki oleh PT Republic Capital
Indonesia.
e. Tanah & Bangunan yang berada di JI. Kol. MT. Haryono, Desa Beji, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah
akan dikat Hak Tanggungan dengan nilai Rp8.000.000.000, paling lambat 3 (tiga) bulan setelah penandatanganan Perjanjian
Kredit.
f. Personal Guarantee an. Suminto Husin Giman.
g. Personal Guarantee an. Suganto Gunawan.
Syarat Kredit/Covenant Pinjaman Bank antara lain :
1. PT Cakra Buana Resources Energi Tbk. Mengikatkan diri kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, bahwa selama kredit belum
dinyatakan lunas oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, berjanji dan menyanggupi untuk menjaga rasio keuangan PT Cakra
Buana Resources Energi Tbk sebagai berikut:
- DSCR = EBITDA/(Interest expense + Current Portion Long Term Debt Liabilities) = min. 1 x (sejak tahun 2023 dan
seterusnya)
- DER = Total Interest Bearing Debt/Equity = max. 3,0 x
- Debt Capacity = Total Interest Bearing Debt/EBITDA = max. 7,0 x
- Cash Flow Positif
Pada tanggal 31 Desember 2024, Perusahaan belum memenuhi rasio atas DSCR dan Debt Capacity.
33
Page 37
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. PINJAMAN BANK (lanjutan)
2. Selama kredit belum lunas, tanpa persetujuan tertulis dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terlebih dahulu PT Cakra Buana
Resources Energi Tbk. Tidak diperkenankan (negative covenant) :
a. Melakukan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan, kecuali melakukan perubahan pengurus Perusahaan, perubahan
pemegang saham, permodalan dan nilai saham dengan tetap mempertahankan porsi kepemilikan PT Omudas Investment
Holdco maka cukup memberitahukan secara tertulis kepada Bank maksimum 30 (tiga puluh) hari kalender sejak tanggal
keputusan RUPS.
b. Memindahtangankan barang agunan kecuali barang dagangan.
c. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman lain dari bank atau lembaga keuangan lain, termasuk namun tidak terbatas pada
transaksi derivatif.
d. Mengikatkan diri sebagai penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan kepada pihak lain kecuali kepada entitas anak
usaha yang mendapatkan fasilitas di Mandiri Group.
e. Melunasi hutang kepada pemegang saham.
f. Membuat suatu perikatan, perjanjian, atau dokumen lain yang bertentangan dengan Perjanjian Kredit dan atau dokumen
agunan.
g. Membuat dan/atau melakukan langkah-langkah atau kebijakan bersifat strategis bagi perusahaan yang pada akhirnya dapat
mengakibatkan terganggunya operasional Perusahaan dan/atau terganggunya kelancaran pembayaran kewajiban kepada
bank dan/atau pihak ke-tiga lainnya dan/atau melanggar ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.
22. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR
a. Modal Saham
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Jumlah Saham Persentase Kepemilikan Jumlah Modal Saham
PT Omudas Investment Holdco 2.774.000.000 61,13% 69.350.000.000
PT Republik Capital Indonesia 513.000.000 11,30% 12.825.000.000
Bes Trus Pte. Ltd 342.000.000 7,54% 8.550.000.000
PT Bima Harsa Rahardja 171.000.000 3,77% 4.275.000.000
Masyarakat 738.067.441 16,26% 18.451.686.025
Jumlah 4.538.067.441 100% 113.451.686.025
31 Desember 2024
Jumlah Saham Persentase Kepemilikan Jumlah Modal Saham
PT Omudas Investment Holdco 2.774.000.000 61,13% 69.350.000.000
PT Republik Capital Indonesia 513.000.000 11,30% 12.825.000.000
Herlienna Qisthi 342.000.000 7,54% 8.550.000.000
PT Bima Harsa Rahardja 171.000.000 3,77% 4.275.000.000
Masyarakat 738.065.482 16,26% 18.451.637.050
Jumlah 4.538.065.482 100% 113.451.637.050
34
Page 38
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR (lanjutan)
Tahun 2024
Sejak tanggal 2 Januari 2024 sampai dengan 31 Desember 2024, sebanyak 33.861 Waran seri I telah dikonversi menjadi 33.861 lembar
saham.
Tahun 2023
Sejak tanggal 11 Juli 2023 sampai dengan 31 Desember 2023, sebanyak 31.621 Waran seri I telah dikonversi menjadi 31.621 lembar
saham.
Tahun 2022
Sesuai dengan akta No. 09 tanggal 28 Juni 2022 Notaris Bonifasius Sulistiyo Wibowo, S.H., M.Kn., dengan SK Kemenkumham No. AHU-
0044547.AH.01.02 tahun 2022 para pemegang saham menyetujui:
1. Peningkatan modal dasar Perusahaan dari sebelumnya sejumlah Rp50.000.000.000 menjadi Rp200.000.000.000.
2. Peningkatan modal disetor dan/ atau modal ditempatkan Perusahaan dari sebelumnya sejumlah Rp12.500.000.000 menjadi
Rp95.000.000.000.
3. Penerbitan 82.500 lembar saham baru dengan nilai nominal masing - masing saham sebesar Rp1.000.000 dengan nilai nominal
seluruhnya sebesar Rp82.500.000.000 yang diambil bagian oleh dan berasal dari:
a. Konversi utang Perusahaan kepada West Ocean International Pte., Ltd sebesar Rp78.225.000.000 yang timbul sehubungan
dengan kewajiban pembayaran Perusahaan kepada West Ocean International Pte., Ltd berdasarkan Perjanjian
Pinjaman no. 0001/CBRE-WOI/JKT/VI/2016 tanggal 30 Juni 2016, dimana konversi utang tersebut seluruhnya telah dialihkan
kepada pihak ketiga sebagai berikut :
- Tuan Chan Kern Ngee sebesar Rp4.370.000.000, berdasarkan Perjanjian Novasi No. 0003/LOA/CBRE-WOI/JKT/IV/2022
tanggal 18 April 2022 atau sebanyak 4.370 lembar saham;
- Tuan Sufrizal khairi Bin Jumahad sebesar Rp2.850.000.000, berdasarkan Perjanjian Novasi No. 0003/LOA/CBRE-
WOI/JKT/IV/2022 tanggal 18 April 2022 atau sebanyak 2.850 lembar saham;
- Ace International Marine Ltd sebesar Rp21.850.000.000, berdasarkan Perjanjian Novasi No. 0003/LOA/CBRE-
WOI/JKT/IV/2022 tanggal 18 April 2022 atau sebanyak 21.850 lembar saham
- Water Wheel Renewables Pte., Ltd sebesar Rp17.480.000.000, berdasarkan Perjanjian Novasi No.0003/LOA/CBRE-
WOI/JKT/IV/2022 tanggal 18 April 2022 atau sebanyak 17.480 lembar saham;
- PT Republik Capital Indonesia sebesar Rp12.825.000.000, berdasarkan Perjanjian Novasi No. 0003/LOA/CBRE-
WOI/JKT/IV/2022 tanggal 18 April 2022 atau sebanyak 12.825 lembar saham;
- PT Omudas Investment Holdco sebesar Rp18.850.000.000, berdasarkan Perjanjian Novasi No. 0003/LOA/CBRE-
WOI/JKT/IV/2022 tanggal 18 April 2022 atau sebanyak 18.850 lembar saham
b. Pengambilan bagian oleh PT Bima Harsa Rahardja atas 4.275 saham baru dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
Rp4.275.000.000.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Di Luar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Cakra Buana
Resources Energi Nomor: 02 tanggal 13 September 2022, yang dibuat di hadapan Bonifasius Sulistiyo Wibowo, S.H., M.Kn., Notaris di
Kabupaten Cianjur, akta mana telah diterima dan dicatat dalam Database Sisminbakum Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU-AH.01.03-0290847 tanggal 13 September 2022 perihal
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan dan Nomor: AHU-AH.01.09-0054324 tanggal 13 September 2022
perihal Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perusahaan serta telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan Nomor: AHU-
0181676.AH.01.11.TAHUN 2022 tanggal 13 September 2022 (selanjutnya disebut “Akta No. 02 tanggal 13 September 2022”), para
pemegang saham Perusahaan telah menyetujui penjualan saham yang dimiliki oleh:
i. Charn Kern Ngee kepada PT Omudas Investment Holdco sebanyak 4.370 (empat ribu tiga ratus tujuh puluh) lembar saham dengan
nilai nominal sebesar Rp4.370.000.000,00 (empat miliar tiga ratus tujuh puluh juta rupiah), berdasarkan Akta Jual Beli Saham PT
Cakra Buana Resources Energi Nomor: 04 tanggal 13 September 2022, yang dibuat di hadapan Bonifasius Sulistiyo Wibowo, S.H.,
M.Kn., Notaris di Kabupaten Cianjur;
35
Page 39
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. MODAL SAHAM DAN TAMBAHAN MODAL DISETOR (lanjutan)
ii. Sufrizal Khairi kepada PT Omudas Investment Holdco sebanyak 2.850 (dua ribu delapan ratus lima puluh) lembar saham dengan
nilai nominal sebesar Rp2.850.000.000,00 (dua miliar delapan ratus lima puluh juta rupiah), berdasarkan Akta Jual Beli Saham PT
Cakra Buana Resources Energi Nomor: 05 tanggal 13 September 2022, yang dibuat di hadapan Bonifasius Sulistiyo Wibowo, S.H.,
M.Kn., Notaris di Kabupaten Cianjur;
iii. Ace International Marine Ltd kepada PT Omudas Investment Holdco sebanyak 21.850 (dua puluh satu ribu delapan ratus lima puluh)
lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp21.850.000.000,00 (dua puluh satu miliar delapan ratus lima puluh juta rupiah),
berdasarkan Akta Jual Beli Saham PT Cakra Buana Resources Energi Nomor: 03 tanggal 13 September 2022, yang dibuat di
hadapan Bonifasius Sulistiyo Wibowo, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Cianjur; dan
iv. Water Wheels Renewables Pte. Ltd. kepada PT Omudas Investment Holdco sebanyak 17.480 (tujuh belas ribu empat ratus delapan
puluh) lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp17.480.000.000,00 (tujuh belas miliar empat ratus delapan puluh juta rupiah),
berdasarkan Akta Jual Beli Saham PT Cakra Buana Resources Energi Nomor: 06 tanggal 13 September 2022, yang dibuat di
hadapan Bonifasius Sulistiyo Wibowo, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Cianjur.
Berdasarkan keputusan tersebut di atas, tidak terdapat perubahan pada struktur permodalan Perusahaan.
Sehubungan dengan pengalihan dan penjualan saham, para pemegang saham Perusahaan juga menyetujui untuk mengubah status dan
jenis Perusahaan dari sebelumnya Penanaman Modal Asing (PMA) menjadi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Berdasarkan Akta Notaris No. 55 tertanggal 16 September 2022 sehubungan rencana Penawaran Umum Perusahaan yang dibuat
dihadapan Dr. Sugih Haryati. SH., M.Kn., notaris di Jakarta Selatan dan telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan No. AHU-0066859.AH.01.02 tahun 2022, para pemegang saham menyetujui:
1. Penurunan nilai nominal setiap saham (stock split 1:40.000) dari sebesar Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah) menjadi sebesar
Rp25,00 (dua puluh lima rupiah);
2. Pengeluaran saham dalam simpanan (portepel) Perusahaan untuk ditawarkan kepada masyarakat melalui Penawaran Umum
sebanyak-banyaknya 738.000.000 (tujuh ratus tiga puluh delapan juta) saham baru yang mewakili 16,26 % (enam belas koma dua
enam persen) dari seluruh modal ditempatkan dan disetor Perusahaan setelah Penawaran Umum;
3. Penerbitan Waran Seri I Perusahaan, sebanyak-banyaknya 1.328.400.000 (satu miliar tiga ratus dua puluh delapan juta empat ratus
ribu) yang merupakan sekitar 34,96% (tiga puluh empat koma sembilan enam persen) dari total jumlah saham ditempatkan dan
disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum, yang diberikan secara Cuma-Cuma sebagai
insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan;
4. Modal dasar sebesar Rp200.000.000.000,00 (dua ratus miliar rupiah), yang terbagi atas 8.000.000.000 (delapan miliar) saham,
dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp25,00 (dua puluh lima rupiah);
5. Modal ditempatkan sebesar Rp95.000.000.000,00 (sembilan puluh lima miliar rupiah), yang terbagi atas 3.800.000.000 (tiga miliar
delapan ratus juta) saham, dengan nilai nominal masing- masing saham sebesar Rp25,00 (dua puluh lima rupiah);
6. Modal disetorkan sebesar Rp95.000.000.000,00 (sembilan puluh lima miliar rupiah), yang terbagi atas 3.800.000.000 (tiga miliar
delapan ratus juta) saham, dengan nilai nominal masing- masing saham sebesar Rp25,00 (dua puluh lima rupiah).
b. Tambahan Modal Disetor
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 59.488.614.949 59.480.725.336
Selisih nilai nominal dengan
penerimaan setoran modal - neto biaya emisi saham - -
Pelaksanaan waran 456.447 7.889.613
Saldo Akhir 59.489.071.396 59.488.614.949
36
Page 40
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. PENGHASILAN KOMPERHENSIF LAIN
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 24.782.546 115.041.646
Pengukuran kembali liabilitas imbalan
pasca kerja (Catatan 19) - (90.259.100)
Saldo Akhir 24.782.546 24.782.546
24. AKUMULASI DEFISIT
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal (55.794.974.511) (4.133.579.622)
Laba (rugi) tahun berjalan 1.336.850.275 (51.661.394.889)
Saldo Akhir (54.458.124.236) (55.794.974.511)
25. PENDAPATAN
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Time Charter 21.688.974.896 15.098.281.935
Freight Charter - -
Ship Management - -
Jumlah 21.688.974.896 15.098.281.935
Persentase pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 berdasarkan pelanggan dengan nilai
pendapatan diatas 10% (sepuluh persen) dari jumlah pendapatan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 % 31 Maret 2024 %
PT SYS Petrolindo Utama 14.790.000.000 68% - 0%
PT Mitra Bahari Internusa 3.534.967.476 16% - 0%
Pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 seluruh pendapatan berasal dari pihak ketiga.
37
Page 41
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. BEBAN POKOK PENDAPATAN
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Penyusutan 5.142.167.984 4.275.326.688
Bahan bakar 1.005.405.319 -
Operasional kapal 2.660.160.345 74.200.000
Sewa kapal 1.635.000.000 1.677.867.588
Perbaikan dan Pemeliharaan 119.408.596 31.960.000
Asuransi 732.184.869 -
Penyusutan aset hak guna (Catatan 12) 971.601.439 1.001.028.371
Legalitas dan profesional 18.626.357 122.291.916
Sertifikat 158.312.990 110.296.833
Keagenan 242.329.144 -
Ekspedisi 235.536.000 2.000.000
Keamanan - -
Lain - lain 20.429.999 -
Jumlah 12.941.163.042 7.294.971.396
Pembelian dari pemasok yang melebihi 10% dari jumlah beban pokok pendapatan merupakan beban sewa kapal dengan rincian sebagai
berikut:
31 Maret 2025 % 31 Maret 2024 %
Pihak ketiga
PT Nusantara Terminal Terpadu - 0% - 0%
PT Fortuna Samudera - 0% - 0%
PT Wisata Internasional Maritim - 0% - 0%
27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Gaji dan tunjangan 2.694.740.572 1.198.389.054
Perbaikan dan Pemeliharaan - -
Penyusutan aset tetap 142.816.447 141.380.799
Penyusutan aset hak guna (Catatan 12) 310.913.642 310.913.641
Legalitas dan profesional 120.114.803 209.000.000
Perjalanan dinas 115.590.000 159.193.603
Representasi dan jamuan 20.260.807 -
Pajak - -
Sewa 127.218.430 15.000.000
Operasional kantor 46.693.097 12.950.000
Transportasi 32.164.840 -
Imbalan kerja 17.219.028 18.829.452
Medis 7.952.515 7.275.132
Utilitas 12.764.422 14.017.962
Administrasi bank 2.492.689 -
Lainnya 120.532.847 64.827.964
Jumlah 3.771.474.139 2.151.777.607
38
Page 42
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN-NETO
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Pendapatan bunga 8.806.957 14.859.143
Rugi selisih kurs (35.469.531) -
Penurunan nilai aset tetap (Catatan 11) - -
Beban Lainnya (48.297.524) 15.171.000
Jumlah (74.960.097) 30.030.143
29. BEBAN KEUANGAN
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Beban bunga liabilitas sewa (313.718.837) (98.496.949)
Beban bunga pinjaman bank (2.990.540.806) (3.451.707.000)
Beban bunga utang leasing - (5.513.041)
Jumlah (3.304.259.644) (3.555.716.990)
30. LABA PER SAHAM
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Laba (rugi) neto tahun berjalan 1.336.850.275 1.944.666.701
Jumlah rata - rata tertimbang saham 4.538.047.916 4.521.835.645
Laba per saham dasar dan dilusi 0,29 0,43
Tidak ada dilusi laba per saham dari waran yang diterbitkan per 31 Maret 2025 dan 2024 karena harga pelaksanaan waran lebih besar
dibandingkan pasar saham.
31. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK - PIHAK BERELASI
a. Sifat hubungan dengan pihak berelasi
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang berelasi. Sifat transaksi dan hubungan
dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak Berelasi Sifat Hubungan Sifat Transaksi
PT Republik Capital Indonesia Pemegang saham Piutang lain - lain
PT Bima Harsa Raharja Entitas afilliasi Piutang lain - lain
PT Karunia Karya Nasional Entitas afilliasi Piutang lain - lain
PT Mandala Armada Nusantara Entitas afilliasi Sewa kapal
PT Catur Dharma Anugerah Surya Entitas afilliasi Sewa kantor
Entitas afiliasi adalah entitas di bawah pengendalian pemegang saham yang sama dan/atau memiliki dewan direksi atau komisaris
yang sama dengan Perusahaan.
39
Page 43
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK - PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. Transaksi pihak berelasi (lanjutan)
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Piutang lain - lain (Catatan 6)
Bagian lancar
PT Mandala Armada Nusantara 2.741.476.324 2.741.476.324
PT Wistara Andalas Persada 252.835.000 238.715.000
PT Bima Harsa Raharja 1.400.000 1.400.000
PT Karunia Karya Nasional 47.774.660 7.294.660
Jumlah 3.043.485.984 2.988.885.984
Deposit (Catatan 9)
Bagian tidak lancar
PT Mandala Armada Nusantara 825.000.000 825.000.000
PT Catur Dharma Anugerah Surya 400.000.000 400.000.000
Jumlah 1.225.000.000 1.225.000.000
Uang muka (Catatan 8)
Bagian lancar
PT Mandala Armada Nusantara 1.308.583.708 545.957.946
Jumlah 1.308.583.708 545.957.946
Aset hak guna (Catatan 12)
Bagian tidak lancar
PT Mandala Armada Nusantara 10.197.411.485 11.196.423.270
PT Catur Dharma Anugerah Surya 7.216.982.221 7.494.851.599
Jumlah 17.414.393.706 18.691.274.869
Jumlah aset - pihak berelasi 22.991.463.398 23.451.118.799
Persentase terhadap jumlah aset 6,75% 7,03%
Liabilitas
Liabilitas sewa (Catatan 18)
Bagian jangka pendek
PT Mandala Armada Nusantara 4.171.605.912 4.100.775.977
PT Catur Dharma Anugerah Surya 1.160.308.173 1.140.607.234
Bagian jangka panjang
PT Mandala Armada Nusantara 6.025.805.573 7.095.647.293
PT Catur Dharma Anugerah Surya 6.056.674.049 6.354.244.365
Jumlah 17.414.393.706 18.691.274.869
Utang lain-lain
Bagian jangka pendek
PT Omudas Investment Holdco 27.066.778.600 19.116.095.714
PT Mandala Armada Nusantara 1.020.000.000 1.020.000.000
PT Catur Dharma Anugrah Surya 270.000.000 270.000.000
Jumlah 28.356.778.600 20.406.095.714
Jumah liabilitas - pihak berelasi 45.771.172.306 39.097.370.583
Persentase terhadap jumlah liabilitas 20,59% 18,06%
40
Page 44
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK - PIHAK BERELASI (lanjutan)
Utang lain-lain seluruhnya tanpa jaminan, tidak dikenakan bunga dan dapat dibayarkan sewaktu-waktu serta didenominasi dalam mata
uang Rupiah.
Utang lain-lain merupakan utang kepada pemegang saham dalam bentuk Rupiah tanpa jaminan, tidak dikenakan bunga dan dapat
dibayarkan sewaktu-waktu.
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Beban pokok pendapatan (Catatan 26)
PT Mandala Armada Nusantara 971.601.439 1.001.028.371
Jumlah 971.601.439 1.001.028.371
Jumah beban pokok pendapatan - pihak berelasi 971.601.439 1.001.028.371
Persentase terhadap jumlah beban pokok pendapatan 7,51% 13,72%
b. Transaksi pihak berelasi (lanjutan)
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Beban administrasi dan umum (Catatan 27)
PT Catur Dharma Anugerah Surya 310.913.642 310.913.642
Jumlah 310.913.642 310.913.642
Jumah beban administrasi dan umum - pihak berelasi 310.913.642 310.913.642
Persentase terhadap jumlah beban administrasi dan umum 8,24% 14,45%
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Pendapatan (biaya) keuangan (Catatan 29)
PT Catur Dharma Anugerah Surya (144.955.823) (165.775.267)
PT Mandala Armada Nusantara (168.763.014) (263.013.752)
Jumlah (313.718.837) (428.789.019)
Jumah pendapatan (biaya) keuangan - pihak berelasi (313.718.837) (428.789.019)
Persentase terhadap jumlah pendapatan (biaya) keuangan 9% 12%
Personel manajemen kunci Perusahaan meliputi seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi (namun tidak termasuk Komisaris
Independen). Manajemen kunci tersebut memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, dan
mengendalikan aktivitas Perusahaan.
Total gaji dan kompensasi lainnya yang diterima Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan masing-masing pada 2024 dan 2023 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Komisaris 1.440.000.000 1.440.000.000
Direksi 750.000.000 750.000.000
Jumlah 2.190.000.000 2.190.000.000
41
Page 45
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Aset keuangan
Kas dan setara kas 5.358.676.795 3.251.404.222
Piutang usaha 9.281.941.741 7.799.713.266
Piutang lain - lain 3.043.485.984 2.988.885.984
Jumlah aset keuangan 17.684.104.520 14.040.003.472
Liabilitas keuangan
Utang usaha 12.897.879.708 14.151.571.475
Utang lain-lain 32.356.778.600 20.406.095.714
Pinjaman bank 129.847.879.652 135.154.159.925
Liabilitas sewa 17.414.393.706 18.691.274.869
Jumlah liabilitas keuangan 192.516.931.666 188.403.101.983
Metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar adalah sebagai berikut:
Nilai wajar kas dan setara kas, piutang usaha, deposit sewa, biaya dibayar dimuka dan uang muka, piutang lain-lain, utang usaha, utang
lain-lain, utang jaminan dan uang muka penjualan mendekati nilai tercatat karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas instrumen
keuangan tersebut.
Liabilitas sewa adalah liabilitas dengan suku bunga tetap, sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut mendekati nilai wajarnya.
33. KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Perusahaan terekspos risiko suku bunga, risiko kredit dan risiko likuiditas yang timbul dalam kegiatan usahanya. Manajemen secara
berkesinambungan memantau proses manajemen risiko Perusahaan untuk memastikan tercapainya keseimbangan yang memadai
antara risiko dan pengendalian. Sistem dan kebijakan manajemen risiko ditelaah secara berkala untuk menyesuaikan dengan perubahan
kondisi pasar dan aktivitas Perusahaan.
Direksi Perusahaan menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola risiko-risiko yang dirangkum di bawah ini:
a. Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi
akibat perubahan suku bunga pasar. Risiko ini sebagian besar timbul dari pinjaman bank.
Untuk meminimalkan risiko suku bunga, manajeman menelaah berbagai suku bunga yang ditawarkan kreditur untuk mendapatkan
suku bunga yang paling menguntungkan sebelum melakukan perikatan utang.
Perusahaan tidak memiliki aset dengan tingkat bunga signifikan, pendapatan dan arus kas dari operasi Perusahaan secara
substansial bebas dari pengaruh perubahan tingkat suku bunga pasar. Perusahaan tidak memiliki eksposur signifikan terhadap risiko
suku bunga karena tidak memiliki pinjaman dengan tingkat bunga mengambang.
b. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa pihak lain tidak dapat memenuhi kewajiban atas suatu instrumen keuangan atau kontrak
pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan. Tujuan Perusahaan adalah untuk mencapai pertumbuhan pendapatan yang
berkelanjutan seraya meminimalkan kerugian yang timbul atas eksposur peningkatan risiko kredit. Perusahaan melakukan transaksi
penjualan hanya dengan pihak ketiga yang memiliki nama baik dan terpercaya.
Kebijakan Perusahaan mengatur bahwa seluruh pelanggan yang akan melakukan transaksi penjualan secara kredit harus melalui
proses verifikasi kredit. Selain itu, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan untuk memastikan bahwa eksposur
Perusahaan terhadap risiko kredit macet tidak signifikan.
42
Page 46
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Piutang usaha dan piutang lain-lain yang belum jatuh tempo ataupun penurunan nilai adalah dengan debitur kredit dengan catatan
pembayaran yang baik. Kas dan setara kas serta aset keuangan lainnya yang belum jatuh tempo ataupun mengalami penurunan
nilai ditempatkan pada lembaga keuangan yang resmi dan memiliki reputasi baik.
Tabel berikut ini menunjukkan informasi mengenai eksposur risiko kredit berdasarkan evaluasi penurunan nilai pada aset keuangan
Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
31 Maret 2025
Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo
Mengalami Penyisihan
dan tidak mengalami tetapi tidak mengalami Jumlah
penurunan nilai penurunan nilai
penurunan nilai penurunan nilai
Kas dan setara kas 5.358.676.795 - - - 5.358.676.795
Piutang usaha dan lain-lain - 12.823.982.303 - - 12.823.982.303
Jumlah 5.358.676.795 12.823.982.303 - - 18.182.659.098
31 Desember 2024
Belum jatuh tempo
Mengalami Penyisihan
dan tidak mengalami Telah jatuh tempo Jumlah
penurunan nilai penurunan nilai
penurunan nilai tetapi tidak mengalami
penurunan nilai
Kas dan setara kas 3.251.404.222 - - - 3.251.404.222
Piutang usaha dan lain-lain - 11.108.310.342 - - 11.108.310.342
Jumlah 3.251.404.222 11.108.310.342 - - 14.359.714.564
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko saat arus kas Perusahaan menunjukkan bahwa pendapatan jangka pendek tidak cukup
untuk menutupi pengeluaran jangka pendek.
Manajemen risiko yang telah diterapkan Perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Secara periodik melakukan penagihan kepada pelanggan agar melakukan pembayaran tepat waktu.
2. Mengusahakan pembelian secara kredit dan mengurangi pembelian secara tunai.
Tabel di bawah merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak
didiskontokan pada tanggal 31 Desember Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
31 Maret 2025
Kurang dari 1 tahun 1 sampai 5 tahun Lebih dari 5 tahun Jumlah
Utang usaha 1.232.196.043 11.665.683.665 - 12.897.879.708
Utang lain-lain 32.356.778.600 - - 32.356.778.600
Pinjaman bank 21.222.469.672 108.625.409.981 - 129.847.879.652
Utang pembiyaan 126.781.857 - - 126.781.857
Liabilitas sewa 5.331.914.085 12.082.479.621 - 17.414.393.706
Jumlah 60.270.140.256 132.373.573.267 - 192.643.713.523
43
Page 47
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
31 Desember 2024
Kurang dari 1 tahun 1 sampai 5 tahun Lebih dari 5 tahun Jumlah
Utang usaha 1.351.967.204 12.799.604.271 - 14.151.571.475
Utang lain-lain 20.406.095.714 - - 20.406.095.714
Pinjaman bank 21.223.542.261 110.885.474.810 3.045.142.854 135.154.159.925
Utang pembiyaan 167.570.850 - - 167.570.850
Liabilitas sewa 5.241.383.211 13.449.891.658 - 18.691.274.869
Jumlah 48.390.559.240 137.134.970.739 3.045.142.854 188.570.672.833
Manajemen Permodalan
Tujuan utama Perusahaan dalam mengelola permodalan adalah melindungi kemampuan Perusahaan dalam mempertahankan
kelangsungan usahanya. Dengan demikian, Perusahaan dapat memberikan imbal hasil yang memadai kepada para pemegang saham
serta juga sekaligus memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam mengelola permodalan tersebut, manajemen senantiasa memperhatikan pemeliharaan rasio modal yang sehat antara jumlah
liabilitas dan ekuitas. Penyesuaian terhadap struktur keuangan dilakukan berdasarkan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik
risiko aset yang mendasari. Di samping itu, kebijakan diarahkan untuk mempertahankan struktur permodalan yang sehat guna
mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar.
Rasio pengungkit pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Total Liabilitas 222.258.435.960 216.532.352.230
Dikurangi :
Kas dan setara kas 5.358.676.795 3.251.404.222
Liabilitas neto 216.899.759.165 213.280.948.008
Total ekuitas 118.457.850.639 117.120.494.942
Rasio pengungkit 1,83 1,82
34. SEGMEN OPERASI
Manajemen telah menentukan segmen operasi berdasarkan laporan yang ditelaah oleh Direksi, yang telah diidentifikasikan sebagai
pengambil keputusan operasional utama Perusahaan dalam mengambil keputusan strategis. Informasi segmen yang diberikan kepada
Direksi untuk pelaporan segmen berdasarkan jenis jasa dalam kegiatan usaha Perusahaan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Time & Freight charter Ship management Jumlah
Aset
Aset segmen 298.912.725.791 41.803.560.808 340.716.286.599
Liabilitas
Liabilitas segmen 194.988.844.197 27.269.591.763 222.258.435.960
Pendapatan 19.027.885.842 2.661.089.054 21.688.974.896
Beban pokok pendapatan (11.353.370.743) (1.587.792.299) (12.941.163.042)
Laba (rugi) kotor 7.674.515.099 \ 1.073.296.755 8.747.811.854
44
Page 48
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
31 Maret 2025
Time & Freight charter Ship management Jumlah
Beban umum dan administrasi (3.771.474.139) - (3.771.474.139)
Penghasilan (beban)
usaha lainnya - neto (74.960.097) - (74.960.097)
Laba (rugi) usaha 3.828.080.863 1.073.296.755 4.901.377.618
Biaya keuangan (3.709.669.730) (405.410.086) (3.304.259.644)
Laba (rugi) usaha per segmen 118.411.133 667.886.669 1.597.117.974
31 Maret 2024
Time charter Ship management Jumlah
Aset
Aset segmen 314.211.043.736 43.943.062.105 358.154.105.841
Liabilitas
Liabilitas segmen 158.428.661.600 29.097.882.982 187.526.544.582
Pendapatan 6.757.770.477 8.340.511.458 15.098.281.935
Beban pokok pendapatan (4.502.878.978) (2.792.092.418) (7.294.971.396)
Laba kotor 2.254.891.499 5.548.419.040 7.803.310.539
Beban umum dan administrasi (2.151.777.607) - (2.151.777.607)
Penghasilan (beban)
usaha lainnya - neto 30.030.143 - 30.030.143
Laba usaha 133.144.036 5.548.419.040 5.681.563.075
Biaya keuangan (3.457.220.041) (98.496.949) (3.555.716.990)
Laba usaha per segmen (3.324.076.005) 5.449.922.091 2.125.846.085
Perusahaan berdomisili di Indonesia dan tidak terdapat aktivitas signifikan di luar negeri sehingga tidak terdapat klasifikasi berdasarkan
segmen geografis pada 31 Maret 2025 dan 2024.
35. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan memiliki aset moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:
2025 2024
Mata uang asing Ekuivalen Mata uang asing Ekuivalen
Aset
Bank USD - - - -
Jumlah - - - -
45
Page 49
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING
1. PT Catur Dharma Anugerah Surya
Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Kantor No. 0003/LOA/CDAS-CBRE/VII/2022 tanggal 04 Juli 2022, Perusahaan
mengadakan Perjanjian dengan PT Catur Dharma Anugerah Surya mengenai Pemanfaatan dan sewa aset berupa ruangan seluas
269,90 sqm yang terletak di Gedung Sahid Sudirman Center Lantai 42 ruang B yang digunakan sebagai kantor Perusahaan. Atas
sewa tersebut, Perusahaan diwajibkan untuk membayar biaya sewa sebesar Rp150.000.000 (diluar ketentuan perpajakan) dan
deposit sebesar Rp350.000.000 yang akan dikembalikan pada saat akhir masa sewa. Perjanjian dimulai sejak tanggal berita acara
serah terima dengan masa sewa selama 8 tahun.
2. PT Mandala Armada Nusantara
Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Kapal No. 001/TC/MAN-CBRE/V/2022 sebagaimana telah diubah terakhir kali dengan
Amandemen II tanggal 30 Desember 2022, Perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Mandala Armada Nusantara mengenai
Pemanfaatan dan Sewa Aset berupa 1 unit Kapal Tugboat dan 1 unit Kapal Tongkang. Atas pemanfaatan aset tersebut, Perusahaan
diwajibkan untuk membayar sewa sebesar Rp412.500.000 perbulan dan deposit sebesar Rp825.000.000 serta seluruh biaya
perbaikan dan pemeliharaan serta biaya perizinan. Perjanjian berlaku selama 5 tahun dimulai tanggal 01 Agustus 2022 sampai
dengan 31 Juli 2027.
3. PT SYS Petrolindo Utama
Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Kapal No.0010/TC/CBRE-SYS/XI/2024 tanggal 25 November 2024. Perusahaan
mengadakan Perjanjian dengan PT SYS Petralindo Utama mengenai Pemanfaatan dan Sewa Aset berupa MV Majstic Laksono.
Perusahaan sebagai pemilik mewajibkan penyewa membayar sewa sebesar Rp.145.000.000,- (seratus empat puluh lima juta rupiah)
belum termasuk PPN per hari dan depoait satu bulan sewa. Perjanjian berlaku sejak tanggal 25 November 2024 sampai dengan 24
November 2029 dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
37. KELANGSUNGAN USAHA
Perusahaan mengalami kerugian dalam operasinya sehingga mengakibatkan rugi tahun berjalan yang signifikan untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 2024 sebesar Rp51 milliar. Penurunan kinerja tersebut terutama disebabkan karena adanya kebutuhan pre
operasional atas unit kapal baru yaitu berjenis Mother Vessel (MV). Hal tersebut menyebabkan kesangsian besar bagi kami
mengenai kelangsungan usaha Perusahaan pada masa yang akan datang. Untuk mengatasi kondisi tersebut, manajemen
Perusahaan telah dan akan mengambil tindakan-tindakan antara lain sebagai berikut:
1. Pada saat Perusahaan telah mencapai tingkat likuiditas yang baik maka akan dilakukan perubahan sumber pendanaan yang semula
dari pihak ketiga mulai diganti dengan dana internal. Sehingga bisa dilakukan penghematan dari sisi beban bunga dan fleksibilitas
pembayaran pokok pinjaman;
2. Peningkatan laba bersih tahun berjalan akibat dari penurunan beban bunga;
3. Rencana Perusahaan menambah unit penghasil kas melalui penambahan armada kapal tongkang dalam akhir atau pertengahan
tahun 2025 sebagai bagian dari rencana untuk memaksimalkan pendapatan dan net profit kedepannya.
Pemegang saham Perusahaan, telah menegaskan niatnya pertanggal 31 Desember 2024 untuk senantiasa memberikan dukungan
finansial kepada Perusahaan sehingga memungkinkan Perseroan memenuhi kewajiban-kewajibannya ketika jatuh tempo.
Laporan keuangan tersebut tidak mencakup penyesuaian yang mungkin timbul akibat ketidakpastian ini.
46
Page 50
PT CAKRA BUANA RESOURCES ENERGI TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) Dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2025 Dan 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS
Transaksi non kas
Transaksi non kas pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 dengan rincian sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Penambahan aset tetap diperoleh melalui utang dan reklasifikasi 874.746.601 42.343.802.366
39. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN
Tidak terdapat kejadian setelah periode pelaporan yang perlu disesuaikan atau diungkapkan dalam catatan laporan keuangan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025.
47
Names mentioned 63 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Akta Notaris Bonifasius Sulistiyo Wibowo
· Notaris
p.9 ×11
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9
unresolved
person
Dr. Sugih Haryati
p.9 ×8
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×2
unresolved
org
PT Omudas Investment Holdco
p.9 ×11
unresolved
—
Oktaviana Magdalena
· Kepala Unit Audit Internal
p.10
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.11 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.12
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.22
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.22
unresolved
org
PT Wistara Internasional Maritim
p.26 ×4
unresolved
org
PT SYS Petrolindo Utama
p.26 ×3
unresolved
org
PT. Vama Samudera Jaya
p.26 ×3
unresolved
org
PT Mitra Bahari Internusa
p.26 ×3
unresolved
org
PT Padas Mustapa Jaya
p.26 ×2
unresolved
org
PT Armada Elnusa Samudera
p.26
unresolved
org
PT Halmahera Persada Lygend
p.27
unresolved
org
PT IMC Ship Management
p.28
unresolved
org
PT Epo Trans Abadi
p.28
unresolved
org
PT Nusantara Terminal Terpadu
p.28 ×2
unresolved
org
PT Fortuna Andre Lines
p.28
unresolved
org
PT Fortuna Samudera
p.28 ×2
unresolved
org
PT Mandala Armada Nusantara
p.31 ×13
unresolved
org
PT BCA Finance
p.32 ×2
unresolved
org
PT Sinar Wandiole Balikpapan
p.32
unresolved
org
PT Catur Dharma Anugerah Surya
p.33 ×9
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.34
unresolved
person
Toki Thomas. S.H.
p.36
unresolved
org
PT Republic Capital Indonesia.
p.36
unresolved
org
PT Bima Harsa Rahardja
p.37 ×5
unresolved
person
Chan Kern Ngee
p.38
unresolved
person
Sufrizal
p.38
unresolved
org
Ace International Marine Ltd
p.38 ×2
unresolved
org
Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.38
unresolved
org
Water Wheels Renewables Pte. Ltd.
p.39
unresolved
org
PT Wisata Internasional Maritim
p.41
unresolved
—
Entitas afilliasi
p.42 ×4
unresolved
org
PT Karunia Karya Nasional
p.42 ×2
unresolved
org
PT Wistara Andalas Persada
p.43
unresolved
org
PT Catur Dharma Anugrah Surya
p.43
unresolved
org
PT Catur Dharma Anugerah Surya Berdasarkan Surat Perjanjian
p.49
unresolved
org
PT Mandala Armada Nusantara Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa
p.49
unresolved
org
PT SYS Petrolindo Utama Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa
p.49
unresolved
org
PT SYS Petralindo Utama
p.49
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.