Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 45
Page 1
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK Laporan Keuangan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
Page 2
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
Laporan Keuangan Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Auditor Independen
Laporan Posisi Keuangan .............................................................................................................................. 1 - 2
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain ….……………………........………............ 3
Laporan Perubahan Ekuitas ..................………………………………….…….........…………............... 4
Laporan Arus Kas ..............……………………………………………………......................................... 5
Catatan atas Laporan Keuangan ..................................................................................................................6 - 42
Page 3
Page 4
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Desember 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 2,4,28 243.363.316 232.087.437
Piutang usaha - neto 2,5,28 3.696.312.613 3.944.082.707
Piutang lain-lain 2,6,28 760.650.000 783.500.000
Persediaan - neto 2,7 11.743.903.062 11.256.165.044
Pajak dibayar di muka 14a 22.401.558 -
Uang muka 8 -
Biaya dibayar di muka 2,9 282.962.700 230.915.602
Jumlah Aset Lancar 16.749.593.249 16.446.750.790
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan -. neto 2,14d 219.911.233 219.911.233
Aset tetap – neto 2,10 46.304.474.822 47.270.520.875
Properti investasi 2,11 1.350.243.662 1.369.261.178
Jumlah Aset Tidak Lancar
47.874.629.717 48.859.693.286
JUMLAH ASET 64.624.222.966 65.306.444.076
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
1
Page 5
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Desember 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 2,12 1.193.936.104 837.674.810
Utang lain-lain 2,13,27 2.113.789.336 641.036.283
Utang pajak 14b 254.032.745 183.058.657
Utang sewa 2 -
Pendapatan diterima di muka 2,15 1.271.749.306 1.428.929.898
Bagian utang jangka panjang yang
jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang pembiayaan konsumen 2,16 163.385.798 236.619.893
Utang bank 2,17 2.445.723.763 2.390.269.337
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 7.442.617.052 5.717.588.878
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja 2,18 405.122.957 405.122.957
Utang lain-lain
Bagian utang jangka panjang
setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang pembiayaan konsumen 2,16 -
Utang bank 2,17 1.942.891.564 2.566.984.675
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 2.348.014.521 2.972.107.632
JUMLAH LIABILITAS 9.790.631.573 8.689.696.510
EKUITAS
Modal saham – nilai nominal Rp 20
per saham
Modal dasar – 5.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh – 1.562.500.000 saham 19 31.250.000.000 31.250.000.000
Tambahan modal disetor 20 29.867.355.456 29.867.355.456
Saldo laba (Defisit) 21
Ditentukan penggunaannya 1.000.000.000 1.000.000.000
Belum ditentukan penggunaannya (6.959.348.506) (5.176.192.333 )
Rugi komprehensif lain (324.415.557) (324.415.557 )
JUMLAH EKUITAS 54.833.591.393 56.616.747.566
JUMLAH LIABILITAS DAN 64.624.222.966 65.306.444.076
EKUITAS
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
2
Page 6
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Maret 2024
PENJUALAN 2,22 1.813.875.242 4.837.130.217
BEBAN POKOK PENJUALAN 2,23 (1.584.486.038) (2.957.048.945)
LABA KOTOR 229.389.204 1.880.081.272
Beban penjualan 2,24 (303.781.208) (421.677.354)
Beban umum dan administrasi 2,25 (1.620.192.359) (2.260.134.803)
RUGI USAHA (1.694.584.363) (801.730.885)
Penghasilan keuangan 2 103.296 285.541
Beban keuangan 2 (131.400.154) (137.519.830)
Lain-lain – neto 2 42.725.048 (4.263.767)
RUGI SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN (943.228.941)
(1.783.156.173)
PAJAK PENGHASILAN 2
Pajak kini 14c
Pajak tangguhan 14d 3.410.222
3.410.222
RUGI TAHUN BERJALAN (1.783.156.173) (939.818.719)
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan
direklasifikasikan ke laba rugi
Pengukuran kembali atas imbalan
pascakerja 2,18 (22.293.510)
Pajak penghasilan terkait 2,14d 4.904.572
RUGI KOMPREHENSIF LAIN -
NETO SETELAH PAJAK (1.783.156.173) (957.207.657)
JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (1.783.156.173) (957.207.657)
RUGI PER SAHAM 2,26 (1,14 ) (0,61)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
3
Page 7
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo laba (Defisit)
Rugi
Tambahan Ditentukan Belum ditentukan komprehensif
Modal saham modal disetor penggunaannya penggunaannya lain Jumlah ekuitas
Saldo 1 Januari 2024 31.250.000.000 29.867.355.456 1.000.000.000 3.357.358.952 (318.925.965 ) 65.155.788.443
Rugi tahun berjalan - - - (8.533.551.285) - (8.533.551.285)
Rugi komprehensif lain tahun berjalan - - - - (5.489.592) (5.489.592)
Saldo 31 Desember 2024 31.250.000.000 29.867.355.456 1.000.000.000 (5.176.192.333) (324.415.557 ) 56.616.747.566
Rugi tahun berjalan - - - (1.783.156.173) - (1.783.156.173)
Rugi komprehensif lain tahun berjalan - - - -
Saldo 31 Maret 2025 31.250.000.000 29.867.355.456 1.000.000.000 (6.959.348.506) (324.415.557 ) 54.833.591.393
4
Page 8
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
LAPORAN ARUS KAS
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Maret 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 1.904.464.745 1.859.547.596
Pembayaran kepada pemasok (1.715.962.762) (3.147.650.706)
Penerimaan pengembalian uang muka dari
pemasok 5.023.955.990
Pembayaran untuk beban operasional lainnya (831.501.687) (2.068.919.332)
Penerimaan penghasilan keuangan 103.296 285.541
Pembayaran beban keuangan (131.400.154) (137.519.830)
Penerimaan restitusi pajak penghasilan 13
Pembayaran pajak penghasilan (25.181.952)
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi (799.478.514) 1.529.699.259
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS
INVESTASI
Penjualan aset tetap 10
Perolehan aset tetap 10,32 (20.125.880) (132.491.930)
Pembayaran uang muka perolehan aset 8,32 -
Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi (20.125.880) (132.491.930)
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang bank (568.638.685) (582.018.917)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen 16,32 (73.234.095) (758.080.249)
Penerimaan (pembayaran) utang lain-lain –
pihak berelasi 13,27 1.472.753.053 (66.085.804)
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas
Pendanaan 830.880.273 (1.406.184.970)
PENURUNAN NETO KAS DAN BANK 11.275.879 (8.977.641)
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 232.087.437 665.569.697
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 4 243.363.316 656.592.056
5
Page 9
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
Pendirian Perusahaan
PT Hetzer Medical Indonesia Tbk ("Perusahaan") didirikan tanggal 31 Desember 2010
berdasarkan Akta Notaris No. 12 yang dibuat oleh Cahya Suryana, S.H., Notaris di Bandung.
Akta Pendirian Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-06450.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 8 Februari
2011.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Notaris No. 13 tanggal 9 Agustus 2024, dibuat oleh Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.H., tentang
perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha perseroan. Perubahan Anggaran Dasar
Perusahaan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. AHU-0050916.AH.01.02. Tahun 2024 tanggal 15 Agustus 2024.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
terutama bergerak di bidang industri pengolahan dan di bidang perdagangan besar dan eceran
dengan kegiatan usaha utama yaitu industri barang plastik lainnya, industri peralatan kedokteran
dan kedokteran gigi serta perlengkapan lainnya, perdagangan besar alat laboratorium, alat
farmasi dan alat kedokteran untuk manusia.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 kegiatan usaha utama yang dijalankan
Perusahaan adalah di bidang perdagangan dan industri masker dan peralatan kedokteran.
Perusahaan berkedudukan di Kota Cimahi.
Perusahaan tidak memiliki Entitas Induk.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Perusahaan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Jemmy Kurniawan : Jemmy Kurniawan
Komisaris : Alvi Hadi Sugondo : Alvi Hadi Sugondo
Komisaris Independen : Tato Suprapto Basir : Tato Suprapto Basir
Direksi
Direktur Utama : dr. Yenny Marlina : dr. Yenny Marlina
Direktur : Herry : Herry
Fancy Marsiana Fancy Marsiana
Personil manajemen kunci Perusahaan meliputi seluruh anggota Komisaris dan Direksi.
Manajemen kunci tersebut memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan,
memimpin, dan mengendalikan aktivitas Perusahaan.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 01/HMI/DIR/II/2024 tanggal 12 Februari 2024, Dewan
Direksi mengangkat dr. Yenny Marlina sebagai Sekretaris Perusahaan.
Perusahaan telah membentuk komite audit berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris
Perseroan No. 001/HMI/KOM/IV/2024 tanggal 1 April 2024 dengan susunan anggota sebagai
berikut:
6
Page 10
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan (lanjutan)
Komite Audit
Ketua : Tato Suprapto Basir
Anggota 1 : Aam Rahmani SE.,Ak.,CA
Anggota 2 : Drs. Widjaja Muliadi, MM., MBA
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 13/HMI/BS/IV/2022 tanggal 14 April 2022, Dewan Direksi
mengangkat Dera Susanty Herman sebagai Kepala Unit Audit Internal.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 Perusahaan masing-masing memiliki 18 dan 18
karyawan tetap.
Penawaran Umum Saham Perdana
Pada tanggal 29 Juli 2022, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) dengan Surat No. S-159/D.04/2022 untuk melakukan penawaran umum perdana 312.500.000
saham dengan nilai nominal Rp 20 per saham, dengan harga penawaran Rp 125 per saham. Pada
tanggal 10 Agustus 2022, seluruh saham tersebut telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
Penawaran Umum Saham Perdana tersebut disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham dan
dituangkan dalam Akta Notaris No. 64 oleh Sugih Haryati, S.H., M.Kn., tanggal 19 Oktober 2022.
Penerbitan Laporan Keuangan
Laporan keuangan ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Dewan Direksi Perusahaan, selaku pihak
yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan, pada tanggal
29 April 2025.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Laporan keuangan Perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang
meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi
Keuangan (“ISAK”) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan
Indonesia (“DSAK-IAI”), serta Peraturan No. VIII.G.7 yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK, tentang
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
Dasar Penyajian Laporan Keuangan
Laporan keuangan, kecuali laporan arus kas, telah disusun secara akrual dengan menggunakan konsep
biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun tertentu yang diukur berdasarkan basis lain
seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi terkait.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung, dan dikelompokkan ke dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsisten dengan yang
digunakan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023, kecuali untuk penerapan amendemen PSAK yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2024
seperti yang diungkapkan dalam Catatan ini.
Mata uang fungsional dan pelaporan yang digunakan oleh Perusahaan adalah Rupiah.
7
Page 11
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
Dasar Penyajian Laporan Keuangan (lanjutan)
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan SAK Indonesia mengharuskan manajemen untuk
membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi penerapan kebijakan akuntansi dan
jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini dibuat
berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan tindakan saat ini,
hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang melibatkan
pertimbangan atau kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal di mana asumsi dan estimasi adalah
signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan keuangan.
Penerapan PSAK yang Baru dan Direvisi
Perusahaan telah menerapkan menerapkan PSAK yang baru dan revisi, yang berlaku efektif tanggal
1 Januari 2024:
- Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1): Penyajian Laporan Keuangan terkait Liabilitas
Jangka Panjang dengan Kovenan dan Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek atau Jangka
Panjang
- Amendemen PSAK 207 (sebelumnya PSAK 2): Laporan Arus Kas
- Amendemen PSAK 107 (sebelumnya PSAK 60): Instrumen Keuangan tentang Pengungkapan -
Pengaturan Pembiayaan Pemasok
- Amendemen PSAK 116 (sebelumnya PSAK 73): Sewa terkait Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual
dan Sewa-balik
Penerapan standar yang baru dan revisi tersebut tidak mengakibatkan perubahan substansial terhadap
kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan
untuk tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah (“Rp”), yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang
berlaku pada tanggal transaksi.
Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan
dengan kurs yang berlaku saat itu. Pos non-moneter dalam mata uang asing yang diukur berdasarkan
nilai historis tidak dijabarkan kembali. Selisih kurs yang timbul atas penyelesaian pos-pos moneter dan
penjabaran kembali pos-pos moneter diakui pada laba rugi.
Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak berelasi sesuai dengan definisi yang diuraikan pada
PSAK 224 (sebelumnya PSAK 7), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, yang
mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
Seluruh transaksi signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 27 atas laporan
keuangan.
Instrumen Keuangan
Aset Keuangan
Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan nilai wajar melalui laba rugi.
8
Page 12
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset
keuangan dan model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan tersebut. Kecuali untuk
piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan atau saat Perusahaan
menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Perusahaan mengukur aset keuangan pada
nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya
transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan atau ketika
Perusahaan menerapkan panduan praktis, diukur pada harga transaksi yang telah ditentukan
berdasarkan PSAK 72.
Agar aset keuangan dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan harus memiliki arus kas yang semata dari
pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal sebagai Solely
Payment of Principal and Interest (”SPPI”) testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.
Model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Perusahaan
mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas
akan dihasilkan dari perolehan arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
i) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
(1) aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam
rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan (2) persyaratan kontraktual dari aset keuangan
menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari
jumlah pokok terutang.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortiasi setelah pengakuan awal diukur
dengan menggunakan metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah
dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan
memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian
integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laporan laba rugi. Kerugian yang timbul
dari penurunan nilai juga diakui pada laporan laba rugi.
Aset keuangan Perusahaan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi meliputi kas dan bank,
piutang usaha dan piutang lain-lain.
ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Instrumen utang
Perusahaan mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika
kedua kondisi berikut terpenuhi: (1) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya
akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan (2)
Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas
arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
pendapatan bunga, keuntungan atau kerugian selisih kurs, dan kerugian penurunan nilai diakui
dalam laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama seperti aset keuangan yang diukur dengan
biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar lainnya diakui dalam OCI. Ketika aset
keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui
dalam pendapatan komprehensif lainnya direklasifikasi ke laba rugi.
9
Page 13
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)
ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (lanjutan)
Instrumen ekuitas
Saat pengakuan awal, Perusahaan dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk
menyajikan dalam penghasilan komprehensif lain perubahan nilai wajar investasi dalam instrumen
ekuitas yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 71 dan yang bukan merupakan instrumen ekuitas
dimiliki untuk diperdagangkan. Pilihan ini dilakuikan berdasarkan level instrumen per instrumen.
Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak direklasifikasikan ke laba rugi. Dividen diakui
sebagai laba rugi pada saat hak untuk menerima pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika
Perusahaan memperoleh keuntungan dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya
perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut adalah dicatat dalam OCI. Instrumen
ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada penilaian penurunan nilai.
iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk
diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui
laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar. Aset keuangan diklasifikasikan
sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali
dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang
efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran pokok dan bunga
diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, terlepas dari model bisnisnya.
Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan
diamortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat
ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan,
atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selanjutnya disajikan dalam laporan
posisi keuangan sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laporan laba
rugi.
Perusahaan tidak memiliki investasi dalam instrumen ekuitas, yang diklasifikasikan sebagai aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal
dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh resiko dan manfaat dari aset keuangan tersebut
ditransfer secara substansial kepada pihak lain.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan diklasifikasikan pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman, dan hutang atau sebagai derivatif yang ditetapkan sebagai
instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai.
Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai: liabilitas keuangan yang diukur dengan
biaya diamortisasi; dan liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, untuk pinjaman, sebesar
pinjaman yang diterima setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
10
Page 14
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Liabilitas keuangan Perusahaan meliputi utang usaha, utang lain-lain, utang sewa, utang pembiayaan
konsumen, dan utang bank. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika
jatuh tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang
dari 12 bulan.
Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
i) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang
dikenakan bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk
di dalam biaya keuangan dalam laporan laba rugi.
ii) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk liabilitas
keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan
awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh
untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen
keuangan derivatif yang diambil Perusahaan yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai
dalam hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71).
Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali
mereka ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif.
Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan
laba rugi.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban kontraktual untuk membayar
dilepaskan, dibatalkan atau berakhir.
Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut
diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih
antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi.
Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai
Metode pengakuan keuntungan atau kerugian yang timbul tergantung dari apakah derivatif tersebut
dimaksudkan sebagai instrumen lindung nilai, dan jika demikian, sifat dari item yang dilindung nilai.
Untuk derivatif yang dikategorikan sebagai lindung nilai arus kas, pada awal transaksi, Perusahaan
mendokumentasikan hubungan antara instrumen lindung nilai dengan item yang dilindung nilai, beserta
tujuan manajemen risiko dan strategi pelaksanaan transaksi lindung nilai. Perusahaan juga
mendokumentasikan penilaiannya, pada saat dimulainya lindung nilai dan secara berkesinambungan,
apakah derivatif yang digunakan dalam transaksi lindung nilai sangat efektif dalam menghapus dampak
perubahan nilai wajar atas arus kas yang dilindung nilai.
Nilai wajar penuh derivatif lindung nilai diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas jangka
panjang jika jatuh tempo yang tersisa untuk pokok yang dilindung nilai melebihi 12 bulan, dan sebagai
aset lancar atau liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.
11
Page 15
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai (lanjutan)
Perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan dan memenuhi kriteria lindung nilai atas arus kas untuk
tujuan akuntansi, bagian efektifnya, diakui di penghasilan komprehensif lain di dalam "cadangan lindung
nilai arus kas". Ketika instrumen derivatif tersebut kadaluarsa atau tidak lagi memenuhi kriteria lindung
nilai untuk tujuan akuntansi, maka keuntungan atau kerugian kumulatif di penghasilan komprehensif
lain diakui pada laporan laba rugi.
Perubahan nilai wajar derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi diakui
langsung pada laporan laba rugi di dalam "(Kerugian) keuntungan perubahan nilai wajar derivatif -
bersih".
Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan jika, dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara
neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Kerugian kredit ekspektasian
Perusahaan mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian untuk seluruh instrumen utang
yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Kerugian kredit
ekspektasian didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan
kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Perusahaan, didiskontokan menggunakan
perkiraan suku bunga efektif awal,
Kerugian kredit ekspektasian diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang
tidak mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, pengukuran penyisihan kerugian
dilakukan sejumlah kerugian kredit ekspektasian dalam 12 bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen
keuangan yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian
dilakukan untuk kerugian kredit ekspektasian selama sisa umurnya, terlepas dari waktu gagal bayar
(sepanjang umurnya),
Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Perusahaan menerapkan panduan praktis dalam menghitung
kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Perusahaan tidak mengidentifikasi perubahan dalam
risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umur. Perusahaan telah membentuk model provisi yang didasarkan pada data historis
kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) yaitu kondisi
pelanggan dan lingkungan ekonomi.
Penentuan Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama (atau
pasar yang paling menguntungkan) pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga
keluar) terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi dengan
menggunakan teknik penilaian lain pada tanggal pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
terjadi:
i) di pasar utama (principal market) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau
ii) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous market)
untuk aset atau liabilitas tersebut.
12
Page 16
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Penentuan Nilai Wajar (lanjutan)
Perusahaan mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan digunakan
pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar
bertindak dalam kepentingan ekonomis terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya (highest and best use) atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Hirarki nilai wajar dikategorikan dalam tiga (3) level input untuk teknik penilaian yang digunakan dalam
pengukuran nilai wajar, sebagai berikut:
a) Input Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
b) Input Level 2 - input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi
untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
c) Input Level 3 - input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan menentukan
apakah terjadi transfer antara Level di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan
input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.
Perusahaan menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko aset
dan liabilitas, dan level hirarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
terjadi di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan di
mana Perusahaan memiliki akses pada tanggal tersebut.
Jika tersedia, Perusahaan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga
kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif,
Perusahaan menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi dan relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-
pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length market transactions), penggunaan nilai
wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang didiskonto, atau model
penilaian lain.
Kas dan setara kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas di tangan, kas dan bank, dan deposito jangka pendek yang sangat
likuid dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang, yang siap dikonversi menjadi uang tunai dalam
jumlah yang diketahui dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan dan tidak digunakan
sebagai jaminan ataupun dibatasi penggunaannya.
13
Page 17
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
Biaya perolehan persediaan meliputi seluruh biaya yang timbul sampai persediaan berada dalam
kondisi dan lokasi saat ini, di mana ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.
Biaya barang jadi dan barang dalam proses terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya
langsung lain dan biaya tidak langsung yang terkait dengan produksi (berdasarkan kapasitas operasi
normal). Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi
estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
Ketika persediaan dijual, jumlah tercatat persediaan tersebut diakui sebagai beban pada tahun di mana
pendapatan terkait diakui.
Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan, kerusakan, kehilangan dan lambatnya
perputaran ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masing-masing persediaan
untuk mencerminkan nilai realisasi neto pada akhir tahun. Penyisihan penurunan nilai persediaan ke
nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode penurunan nilai
atau kerugian terjadi. Jumlah setiap pemulihan penyisihan penurunan nilai persediaan karena kenaikan
nilai realisasi neto, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah persediaan yang diakui sebagai beban
pada periode terjadinya pemulihan tersebut.
Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat setiap biaya dengan menggunakan metode
garis lurus.
Aset Tetap
Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya perolehan yang meliputi harga pembelian,
biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke
lokasi dan kondisi yang diperlukan. Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model biaya
di mana seluruh aset tetap diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada).
Biaya pengurusan legal awal untuk hak atas tanah diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah
dan biaya ini tidak disusutkan. Biaya yang berkaitan dengan perpanjangan hak atas tanah diakui
sebagai beban ditangguhkan dan diamortisasi selama periode hak atas tanah atau manfaat ekonomis
tanah, mana yang lebih pendek.
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang
terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa depan
berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya tersebut dapat diukur secara
andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya pada tahun di mana
penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laba
rugi.
Penyusutan dihitung sejak aset tersebut siap untuk digunakan dengan menggunakan metode garis
lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap yang bersangkutan dengan rincian
sebagai berikut:
Tahun Persentase
Bangunan 20 5%
Mesin 8–16 6,25%-12,5%
Kendaraan 8 12,5%
Peralatan 4–8 12,5%-25%
Inventaris 4 25%
Furniture 4–8 12,5%-25%
Aset hak guna - bangunan 3 33,33%
14
Page 18
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
Aset Tetap (lanjutan)
Masa manfaat ekonomi, nilai residu dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap akhir tahun dan
pengaruh dari setiap perubahan estimasi akuntansi tersebut berlaku prospektif.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan
yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat
dari aset tetap) diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.
Properti Investasi
Properti investasi yang merupakan properti yang dimiliki untuk penghasilan sewa jangka panjang
dan/atau untuk peningkatan modal, pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan dan selanjutnya
dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai.
Biaya perolehan juga termasuk biaya penggantian bagian properti investasi, jika memenuhi kriteria
pengakuan. Seluruh biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui
dalam laba rugi pada saat terjadinya.
Properti investasi Perusahaan terdiri dari bangunan dan disusutkan menggunakan metode garis lurus
(straight-line method) sesuai dengan taksiran masa manfaat ekonomis selama 20 tahun.
Transfer ke atau dari properti investasi dilakukan pada saat terdapat perubahan penggunaan.
Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas tidak diamortisasi namun diuji penurunan nilainya
setiap tahun, atau lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan pada kondisi yang
mengindikasikan kemungkinan penurunan nilai. Aset yang diamortisasi ditelaah untuk penurunan nilai
apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat
diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui sebesar selisih jumlah tercatat aset terhadap jumlah
terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi
biaya penjualan dengan nilai pakai.
Untuk tujuan menguji penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus
kas terpisah teridentifikasi (unit penghasil kas). Aset non keuangan yang mengalami penurunan nilai
ditelaah untuk kemungkinan pembalikkan atas penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.
Sewa
Perusahaan menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa, yaitu
jika kontrak memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang diidentifikasi untuk jangka waktu
tertentu dengan imbalan pertimbangan. Jangka waktu sewa tidak dapat dibatalkan untuk masing
masing kontrak, kecuali dalam kasus di mana Perusahaan cukup yakin untuk melaksanakan opsi
perpanjangan kontrak.
Perusahaan sebagai penyewa
Perusahaan menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali
untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas sewa untuk
melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset yang
mendasarinya.
15
Page 19
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
Sewa (lanjutan)
Perusahaan sebagai penyewa (lanjutan)
Perusahaan mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak guna diukur pada biaya
perolehan, dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap
pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset hak guna termasuk jumlah liabilitas sewa yang diakui,
biaya langsung awal yang dikeluarkan, biaya restorasi dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau
sebelum tanggal dimulainya dikurangi insentif sewa yang diterima.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga
tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut
tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya,
Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
- pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif
sewa;
- pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya
diukur dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
- jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
- harga eksekusi opsi beli jika Perusahaan cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
- penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Perusahaan cukup pasti untuk tidak
menghentikan lebih awal.
Sewa jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari 12 bulan dan sewa aset bernilai rendah, serta
elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip
pengakuan yang ditetapkan oleh PSAK 73 akan diperlakukan sama dengan sewa operasi. Perusahaan
akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis lurus selama masa sewa dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Liabilitas Imbalan Kerja
Perusahaan menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai dengan Peraturan
Pemerintah (“PP”) No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 (Undang-Undang
Cipta Kerja) yang diundangkan pada November 2020, sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang
Republik Indonesia No. 6 tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor
2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Program imbalan pasti ini tidak didanai.
Liabilitas neto Perusahaan atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan
pascakerja pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan
liabilitas imbalan pascakerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam
perhitungan aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial,
b) imbal hasil atas aset program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas
aset, tidak termasuk bunga, diakui di penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran
kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.
Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang berubah
terkait biaya jasa lalu, atau keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi pada saat terdapat
perubahan atau kurtailmen atas program.
16
Page 20
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
Liabilitas Imbalan Kerja (lanjutan)
Perusahaan menentukan (penghasilan) beban bunga neto atas (aset) liabilitas imbalan pascakerja neto
dengan menerapkan tingkat bunga diskonto pada awal periode pelaporan tahunan untuk mengukur
liabilitas imbalan pascakerja selama periode berjalan.
Perusahaan mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan pascakerja pada
saat penyelesaian terjadi. keuntungan atau kerugian atas penyelesaian merupakan selisih antara nilai
kini liabilitas imbalan pascakerja yang ditetapkan pada tanggal penyelesaian dengan harga
penyelesaian, termasuk setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang dilakukan
secara langsung oleh Perusahaan sehubungan dengan penyelesaian tersebut.
Perusahaan mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap
keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi
pada saat terjadinya.
Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
i) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
ii) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji
dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
pelanggan.
iii) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh
suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke
pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat
variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang
diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan
dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode
kontrak.
iv) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual
berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak
dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya
yang diharapkan ditambah marjin.
v) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
barang atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
- Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
- Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu Perusahaan memilih ukuran penyelesaian
yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya
kewajiban pelaksanaan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah
penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban
kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang
telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak disajikan dalam
"Pendapatan diterima di muka".
Penjualan barang
Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara signifikan
telah dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat barang diserahkan dan pelanggan
telah menerima barang tersebut.
17
Page 21
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan dengan rata-rata tertimbang
jumlah saham yang beredar selama tahun tersebut.
Laba per saham dilusian dihitung manakala Perusahaan memiliki instrumen berpotensi saham biasa
yang bersifat dilutif.
Pajak Penghasilan
Beban pajak penghasilan untuk periode berjalan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak tangguhan.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain, kecuali pajak penghasilan tersebut sehubungan dengan transaksi atau
kejadian yang diakui secara langsung di ekuitas dimana pajak penghasilannya diakui secara langsung
di ekuitas.
i) Pajak Kini
Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan
keuangan, dan ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen
secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”)
sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika
perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada
otoritas pajak.
Bunga dan denda untuk kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan, jika ada,
dicatat sebagai beban operasi dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain karena
tidak dianggap sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.
Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”)
diakui sebagai bagian dari “Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan” dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain tahun berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian
selanjutnya. Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP
ditangguhkan pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset.
ii) Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui berdasarkan perbedaan temporer pada tanggal pelaporan antara dasar
pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan
keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan
beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh
dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak
pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan, dan mengurangi
jumlah tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang
memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak
tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui
sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan memungkinkan aset pajak
tangguhan tersedia untuk dipulihkan.
18
Page 22
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
Pajak Penghasilan (lanjutan)
ii) Pajak Tangguhan (lanjutan)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode
saat aset direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak
yang berlaku atau berlaku secara substantif pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh pajak
terkait dengan penyisihan dan/atau pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun berjalan,
termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah
langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan
secara hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, atau aset pajak
tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau
Perusahaan bermaksud untuk menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa
depan di mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan untuk
dipulihkan atau diselesaikan.
Segmen operasi
Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa
(segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu
(segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk akun-akun yang dapat diatribusikan
langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
kepada segmen tersebut.
Provisi
Provisi diakui ketika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal
mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar
Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi
lancar dan tidak lancar. Suatu aset disajikan sebagai lancar bila:
akan direalisasi, dijual, atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
untuk diperdagangkan; atau
akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi
suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Aset yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan sebagai lancar bila:
akan dilunasi dalam siklus operasi normal;
untuk diperdagangkan;
akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah
tanggal pelaporan.
19
Page 23
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar
Persyaratan liabilitas yang dapat mengakibatkan diselesaikannya liabilitas tersebut dengan
menerbitkan instrumen ekuitas sesuai dengan pilihan pihak lawan, tidak berdampak terhadap klasifikasi
liabilitas tersebut.
Liabilitas yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.
3. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset dan
liabilitas yang dilaporkan serta pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada setiap akhir periode
pelaporan. Namun, hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi, ketidakpastian atas
asumsi serta estimasi tersebut dapat menimbulkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset
dan liabilitas pada tahun berikutnya. Pertimbangan, estimasi, dan asumsi yang mempunyai pengaruh
signifikan terhadap jumlah tercatat atas aset dan liabilitas diungkapkan dibawah ini.
Penyisihan Pajak Penghasilan Badan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan.
Terdapat transaksi dan perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah tidak pasti dalam
kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan
estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Ketika hasil pajak yang dikeluarkan
berbeda dengan jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak
penghasilan dan penyisihan pajak tangguhan pada periode di mana penentuan tersebut dilakukan.
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum dikompensasi sejauh besar
kemungkinan bahwa laba fiskal akan tersedia untuk dikompensasi dengan saldo rugi fiskal yang dapat
dikompensasikan. Penentuan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui berdasarkan perbedaan
waktu dan laba kena pajak di masa mendatang bersama-sama dengan strategi perencanaan pajak
masa depan membutuhkan pertimbangan signifikan dari manajemen.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya bergantung pada model bisnis untuk mengelola aset
keuangan tersebut dan apakah persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut semata-mata
pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Aset dan liabilitas keuangan diakui dan
dikelompokkan sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2
atas laporan keuangan.
Sewa
Penentuan apakah suatu perjanjian mengandung unsur sewa membutuhkan pertimbangan yang cermat
untuk menilai apakah perjanjian tersebut memberikan hak untuk mendapatkan secara subtansial
seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset identifikasian dan hak untuk mengarahkan penggunaan
aset identifikasian, bahkan jika hak tersebut tidak dijabarkan secara eksplisit di perjanjian. Dalam
menentukan jangka waktu sewa, Perusahaan mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang
menimbulkan insentif ekonomi untuk menggunakan opsi perpanjangan, atau tidak menggunakan opsi
penghentian. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian kontrak kerja) hanya termasuk
dalam jangka waktu sewa jika cukup pasti akan diperpanjang (atau tidak dihentikan).
20
Page 24
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Sewa (lanjutan)
Karena Perusahaan tidak dapat langsung menentukan suku bunga implisit, manajemen menggunakan
suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan sebagai tingkat diskonto. Ada beberapa faktor yang
perlu dipertimbangkan dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, yang banyak di antaranya
memerlukan pertimbangan untuk dapat secara andal mengukur penyesuaian yang diperlukan untuk
mencapai tingkat diskonto akhir. Dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, Perusahaan
mempertimbangkan faktor-faktor utama berikut: risiko kredit korporat Perusahaan, jangka waktu sewa,
jangka waktu pembayaran sewa, lingkungan ekonomi, waktu di mana sewa dimulai, dan mata uang di
mana pembayaran sewa ditentukan.
Penurunan Nilai Piutang Usaha dan Piutang Lain-Lain
Perusahaan menghitung KKE piutang. Tingkat provisi adalah berdasarkan hari jatuh tempo atas
kelompok segmen pelanggan yang mempunyai karakteristik risiko kredit yang serupa.
Perusahaan menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan infomasi forward-looking.
Sebagai contoh, jika prakiraan atas kondisi ekonomi diperkirakan memburuk selama tahun depan, yang
dapat menyebabkan meningkatnya jumlah gagal bayar, tingkat gagal bayar historis disesuaikan. Pada
setiap tanggal pelaporan, tingkat gagal bayar historis diperbaharui dan perubahan estimasi forward-
looking dianalisis..
Penilaian atas korelasi antara tingkat gagal bayar historis yang diobservasi, prakiraan atas kondisi
ekonomi dan KKE merupakan estimasi yang signifikan. Jumlah KKE paling dipengaruhi oleh perubahan
keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan prakiraan
kondisi ekonomi juga mungkin tidak menggambarkan gagal bayar aktual pelanggan di masa yang akan
datang.
Penurunan Nilai Persediaan
Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan
membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang lambat
yang diidentifikasi tidak lagi sesuai untuk digunakan dalam produksi, dengan mempertimbangkan nilai
realisasi neto dari persediaan barang jadi dan barang dalam proses berdasarkan pada harga jual dan
kondisi pasar saat ini.
Mengestimasi Masa Manfaat Properti Investasi dan Aset Tetap
Biaya perolehan properti investasi dan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis
properti investasi dan aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun, suatu kisaran yang umumnya
diperkirakan dalam industri sejenis. Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan
teknologi dapat memengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai sisa aset dan karenanya biaya
penyusutan masa depan memiliki kemungkinan untuk diubah/direvisi.
Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penurunan nilai aset nonkeuangan ditelaah apabila terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali. Nilai yang dapat
diperoleh kembali suatu aset atau unit penghasil kas ditentukan berdasarkan yang lebih tinggi antara
harga jual dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai, yang dihitung berdasarkan asumsi dan estimasi
manajemen. Perubahan asumsi penting, termasuk asumsi tingkat diskonto atau tingkat pertumbuhan
dalam proyeksi arus kas dan asumsi harga, dapat memengaruhi perhitungan nilai yang dapat diperoleh
kembali secara material.
21
Page 25
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan
Penentuan liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan Perusahaan bergantung pada pemilihan
asumsi aktuarial yang digunakan. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat
kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun
dan tingkat kematian.
Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi pada tanggal pelaporan tersebut adalah wajar dan sesuai.
Perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan
Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan dan
beban imbalan kerja karyawan.
Pajak Penghasilan
Perusahaan selaku wajib pajak menghitung liabilitas perpajakannya secara self assessment
berdasarkan pada peraturan pajak yang berlaku. Perhitungan tersebut dianggap benar selama belum
terdapat ketetapan dari Direktorat Jenderal Pajak atas jumlah pajak yang terutang atau ketika sampai
dengan jangka waktu lima (5) tahun (masa daluarsa pajak) tidak terdapat ketetapan pajak yang
diterbitkan. Perbedaan jumlah pajak yang terutang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti
pemeriksaan pajak, penemuan bukti-bukti pajak baru dan perbedaan interpretasi antara manajemen
dan pejabat kantor pajak terhadap peraturan pajak tertentu. Perbedaan hasil aktual dan jumlah tercatat
tersebut dapat mempengaruhi jumlah tagihan pajak, utang pajak, aset pajak tangguhan dan beban
pajak.
4. KAS DAN BANK
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Kas 141.156.507 162.408.280
Bank – Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 100.742.736 68.215.084
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.000.000 1.000.000
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa
Barat dan Banten Tbk 464.073 464.073
Bank – USD
PT Bank Central Asia Tbk
Sub-jumlah 102.206.809 69.679.157
Jumlah 243.363.316 232.087.437
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat saldo kas dan bank yang ditempatkan
kepada pihak berelasi.
22
Page 26
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga – Rupiah
PT Cipta sukses 2.749.880.000 2.749.880.000
PT Buana Inti Prima 603.336.000 603.336.000
PT Alexa Medika 24.000.420 177.058.000
Lain-lain (masing-masing di bawah
Rp 100.000.000) 458.067.908 552.780.422
Sub-jumlah 3.835.284.328 4.083.054.422
Dikurangi cadangan kerugian penurunan
nilai (138.971.715) (138.971.715 )
Jumlah - neto 3.696.312.613 3.944.082.707
Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Belum jatuh tempo 89.040.780 241.364.033
Telah jatuh tempo:
1 – 30 hari 5.059.314 89.444.949
31 – 60 hari 47.550.336 12.019.000
61 – 90 hari 5.687.998 3.216.440
> 90 hari 3.687.945.900 3.737.010.000
Jumlah 3.835.284.328 4.083.054.422
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan
kerugian penurunan nilai piutang adalah cukup untuk menutup kerugian penurunan nilai atas tidak
tertagihnya piutang usaha.
6. PIUTANG LAIN-LAIN
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, akun ini merupakan piutang karyawan dengan
saldo masing-masing sebesar Rp 760.500.000 dan Rp 783.500.000. Piutang ini merupakan
penghargaan kepada karyawan yang berprestasi dan telah memiliki masa kerja yang lama. Manajemen
berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan cadangan
penurunan nilai piutang.
7. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Barang jadi 6.273.294.112 6.539.679.500
Bahan baku 4.177.297.225 4.224.403.503
Kemasan 1.748.813.571 947.583.887
Jumlah (dipindahkan) 12.199.404.908 11.711.666.890
23
Page 27
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PERSEDIAAN (lanjutan)
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Jumlah (pindahan) 12.199.404.908 11.711.666.890
Dikurangi cadangan kerugian penurunan
nilai (455.501.846) (455.501.846)
Jumlah - neto 11.743.903.062 11.256.165.044
Mutasi persediaan selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Bahan baku dan kemasan
Saldo awal 5.171.987.390 3.517.758.117
Pembelian bahan baku dan kemasan 1.236.921.581 5.381.197.508
Pemakaian bahan baku dan kemasan
untuk produksi (Catatan 23) (482.798.175) (3.726.968.235 )
Saldo akhir 5.926.110.796 5.171.987.390
Barang Jadi
Saldo awal 6.539.679.500 5.051.838.744
Beban pokok produksi 1.318.100.650 7.028.321.794
Beban pokok penjualan (Catatan 23) (1.584.486.038) (5.540.481.038)
Saldo akhir 6.273.294.112 6.539.679.500
Jumlah 12.199.404.908 11.711.666.890
Dikurangi cadangan kerugian penurunan
nilai (455.501.846) (455.501.846 )
Jumlah - neto 11.743.903.062 11.256.165.044
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap harga pasar dan kondisi fisik dari persediaan pada tanggal
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan tersebut di atas cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian dari keusangan dan penurunan nilai pasar persediaan.
Pada tahun 2024, persediaan telah diasuransikan pada PT China Taiping Insurance Indonesia terhadap
risiko kerugian dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 10.182.390.251 yang menurut pendapat
manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.
8. UANG MUKA
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pembelian bahan baku - -
Pembelian furniture - -
Jumlah - -
24
Page 28
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. BIAYA DIBAYAR DI
MUKA
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Asuransi 38.516.935 55.353.127
Sewa 16.212.424 4.147.466
Lain-lain 228.233.341 171.415.009
Jumlah 282.962.700 230.915.602
10. ASET TETAP
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2025
Penambahan/ Pengurangan/
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah 12.865.025.000 12.865.025.000
Bangunan 20.100.244.479 20.100.244.479
Mesin 16.676.113.176 16.676.113.176
Kendaraan 3.768.307.899 3.768.307.899
Peralatan 2.820.591.732 19.848.500 2.840.440.232
Inventaris 1.906.051.991 277.380 1.906.329.371
Furniture 2.865.054.556 2.865.054.556
Aset hak guna
Bangunan 1.100.000.000 1.100.000.000
Jumlah Biaya Perolehan 62.101.388.833 20.125.880 62.121.514.713
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan 2.535.277.625 251.253.033 2.786.530.658
Mesin 5.891.093.529 352.465.044 6.243.558.573
Kendaraan 2.003.731.422 57.145.080 72.941.562 1.987.934.940
Peralatan 1.110.655.536 155.775.979 1.266.431.515
Inventaris 1.308.362.799 69.168.732 1.377.531.531
Furniture 1.278.969.281 81.638.963 1.360.608.244
Aset hak guna
Bangunan 702.777.766 91.666.664 794.444.430
Jumlah Akumulasi
Penyusutan 14.830.867.958 1.059.113.495 72.941.562 15.817.039.891
Nilai Buku 47.270.520.875 46.304.474.822
25
Page 29
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
31 Desember 2024
Penambahan/ Pengurangan/
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah 12.865.025.000 12.865.025.000
Bangunan 20.100.244.479 20.100.244.479
Mesin 16.676.113.176 16.676.113.176
Kendaraan 4.646.269.399 131.000.000 1.008.961.500 3.768.307.899
Peralatan 2.692.158.043 128.433.689 2.820.591.732
Inventaris 1.889.642.391 16.409.600 1.906.051.991
Furniture 2.861.279.556 3.775.000 2.865.054.556
-
Aset hak guna
Bangunan 1.995.000.000 895.000.000 1.100.000.000
Jumlah Biaya Perolehan 63.725.732.044 279.618.289 1.903.961.500 62.101.388.833
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan
Mesin 1.530.265.493 1.005.012.132 - 2.535.277.625
Kendaraan 4.473.994.231 1.417.099.298 - 5.891.093.529
Peralatan 1.959.081.557 425.590.487 380.940.622 2.003.731.422
Inventaris 484.249.851 626.405.685 - 1.110.655.536
Furniture 989.801.725 318.561.074 - 1.308.362.799
945.760.807 333.208.474 - 1.278.969.281
Aset hak guna
Bangunan 1.231.111.105 366.666.661 895.000.000 702.777.766
Jumlah Akumulasi
Penyusutan 11.614.264.769 4.492.543.811 1.275.940.622 14.830.867.958
Nilai Buku 52.111.467.275 47.270.520.875
Aset tetap berupa tanah dan bangunan dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman bank yang diterima
Perusahaan (lihat Catatan 17).
Beban penyusutan aset tetap dialokasikan pada:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Beban pokok penjualan (Catatan 23) 559.757.368 2.249.951.184
Beban penjualan (Catatan 24) 19.191.853 107.622.073
Beban umum dan administrasi (Catatan 407.222.712 2.134.970.554
25)
Jumlah 986.171.933 4.492.543.811
Perhitungan laba penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Hasil penjualan 636.936.938
Nilai buku 628.020.878
Laba Penjualan Aset Tetap 8.916.060
26
Page 30
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi perubahan keadaan yang menyebabkan terjadinya
penurunan nilai atas nilai tercatat aset tetap pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
Pada tahun 2024, aset tetap berupa mesin-mesin berikut instalasinya dan kendaraan telah
diasuransikan pada PT China Taiping Insurance Indonesia, BCA Insurance dan beberapa perusahaan
asuransi lainnya terhadap risiko kerugian dengan nilai pertanggungan seluruhnya sebesar
Rp27.366.001.968 yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
atas risiko tersebut.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 nilai perolehan aset tetap Perusahaan yang telah
disusutkan penuh namun masih digunakan masing-masing adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Mesin 1.394.238.800 1.394.238.800
Kendaraan 372.818.856 372.818.856
Peralatan 306.241.020 281.801.020
Inventaris 691.707.400 625.784.900
Furniture 119.464.600 112.814.600
Jumlah 2.884.470.676 2.787.458.176
11. PROPERTI INVESTASI
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2025
Penambahan/ Pengurangan/
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Bangunan 1.521.401.307 - - 1.521.401.307
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 152.140.129 19.017.516 171.157.645
Nilai Buku 1.369.261.178 19.017.516 1.350.243.662
31 Desember 2024
Penambahan/ Pengurangan/
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Bangunan 1.521.401.307 - 1.521.401.307
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 76.070.065 76.070.065 - 152.140.129
76.070.065
Nilai Buku 1.445.331.242- 1.369.261.178
27
Page 31
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. PROPERTI INVESTASI (lanjutan)
Properti investasi merupakan bangunan di Jl. Mekar Utama, Kel. Mekarwangi, Kec. Bojongloa Kidul,
Bandung, Jawa Barat.
Beban penyusutan untuk Januari sampai dengan Maret 2025 seluruhnya dibebankan dalam beban umum
dan administrasi.
Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi perubahan keadaan yang menyebabkan terjadinya
penurunan nilai atas nilai tercatat properti investasi pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
12. UTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga – Rupiah
PT Teska Kenko Indonesia 277.098.043 315.904.725
PT Venindo Imperia 73.740.075 159.584.700
Sugiharto 53.727.259 143.944.319
PT Multi Spunindo Jaya 430.932.590 114.402.533
PT Surya Sukses Mekar Makmur 189.501.420 19.056.000
CV Bandung Printer 103.300.763 -
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp
100.000.000) 65.635.954 84.782.533
Jumlah 1.193.936.104 837.674.810
13. UTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga 148.097.736 163.536.283
Pihak berelasi (Catatan 27) 1.805.691.600 477.500.000
Utang Gaji 160.000.000
Jumlah 2.113.789.336 641.036.283
14. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar di muka
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, akun ini terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Taksiran tagihan pajak penghasilan
tahun 2022 -
Pajak Pertambahan Nilai 21.772.658
Pajak Penghasilan pasal 23 628.900
Jumlah 22.401.558
Pajak penghasilan badan tahun 2022 telah dinyatakan rampung oleh Direktur Jendral Pajak dengan
lebih bayar sebesar Rp2.299.954.047 sedangkan menurut catatan Perusahaan adalah lebih bayar
sebesar Rp2.730.427.741. Perbedaan sebesar Rp430.473.694 dicatat sebagai bagian dari “Pajak
Penghasilan Kini” dalam laporan laba rugi dan perubahan komprehensif lain (Catatan 14c). Lebih
bayar yang disetujui sebesar Rp2.299.954.047 telah diterima oleh Perusahaan.
28
Page 32
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
b. Utang pajak
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pajak Pertambahan Nilai 225.565.048 137.933.346
Pajak Penghasilan:
Pasal 21 27.905.690 43.524.527
Pasal 23 562.007 1.600.784
Pasal 25 - -
Pasal 4 ayat 2 - -
Jumlah 254.032.745 183.058.657
c. Pajak penghasilan kini
Perhitungan taksiran akumulasi rugi fiskal pajak penghasilan kini Perusahaan adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rugi sebelum pajak penghasilan menurut
laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain (8.273.604.579 )
Beda temporer:
Imbalan pasca kerja karyawan 109.147.164
Cadangan kerugian penurunan nilai
piutang (20.714.704 )
Cadangan kerugian penurunan nilai
persediaan 376.001.423
Beda tetap:
Pendapatan jasa giro (816.486 )
Sumbangan dan jamuan 57.113.485
Pajak penghasilan 4.313.366
Pajak lainnya 71.827.231
Lainnya yang tidak diakui secara
pajak 23.377.796
Taksiran rugi fiskal (7.653.355.304 )
Saldo rugi fiskal tahun sebelumnya (2.941.046.356 )
Akumulasi rugi fiskal (10.594.401.660 )
Pajak Penghasilan Kini:
Pajak penghasilan badan tahun berjalan -
Penyesuaian tahun sebelumnya (Catatan
14a) 430.473.694
Jumlah pajak penghasilan kini - 430.473.694
Taksiran rugi fiskal hasil rekonsiliasi di atas menjadi dasar dalam pengisian Surat Pemberitahuan
Tahunan Pajak Penghasilan Badan Perusahaan.
29
Page 33
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Pajak penghasilan kini (lanjutan)
Berdasarkan undang-undang perpajakan yang berlaku di Indonesia, Perusahaan menghitung dan
membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) dapat
menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak saat terutangnya
pajak.
d. Aset pajak tangguhan
31 Maret 2025
Saldo awal Dikreditkan ke
Dikreditkan ke Saldo Akhir
laba rugi
penghasilan
komprehensif lain
Imbalan pascakerja karyawan 89.127.050 89.127.050
Cadangan kerugian penurunan nilai
piutang 30.573.777 30.573.777
Cadangan kerugian penurunan nilai
persediaan 100.210.406 100.210.406
Rugi fiskal 2.330.768.365 2.330.768.365
Penyusutan aset tetap - -
Jumlah 2.550.679.598 2.550.679.598
Penyisihan penurunan nilai aset pajak
tangguhan (2.330.768.365) (2.330.768.365)
Aset pajak tangguhan - neto 219.911.233 219.911.233
31 Desember 2024
Saldo awal Dikreditkan ke
Dikreditkan ke Saldo Akhir
laba rugi
penghasilan
komprehensif lain
Imbalan pascakerja karyawan 72.469.948 15.108.755 1.548.347 89.127.050
Cadangan kerugian penurunan nilai
piutang 35.131.012 (4.557.235) - 30.573.777
Cadangan kerugian penurunan nilai
persediaan - 100.210.406 - 100.210.406
Rugi fiskal 647.030.198 1.683.738.167 - 2.330.768.365
Penyusutan aset tetap (59.765.062) 59.765.062 - -
Jumlah 694.866.096 1.854.265.155 1.548.347 2.550.679.598
Penyisihan penurunan nilai aset pajak
tangguhan (647.030.198) (1.683.738.167) - (2.330.768.365)
Aset pajak tangguhan - neto 47.835.898 170.526.988 1.548.347 219.911.233
Pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan tidak mengakui aset pajak tangguhan
atas kerugian fiskal yang dapat dikurangkan yang disebabkan oleh ketidakpastian signifikan dalam
menghasilkan pendapatan kena pajak di masa yang akan datang.
15. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, akun ini merupakan pendapatan diterima di muka
atas penjualan:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Stetoskop dan tensimeter 672.858.108 803.781.790
Masker 598.891.200 625.148.108
Jumlah 1.271.749.308 1.428.929.898
30
Page 34
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 akun ini merupakan utang atas pembelian
kendaraan dengan rincian sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
PT BCA Finance 163.385.798 236.619.893
Dikurang bagian yang jatuh tempo dalam
163.385.798
satu tahun 236.619.893
Bagian jangka panjang - -
Utang pembiayaan konsumen kepada PT BCA Finance diangsur secara bulanan dan pembayaran
terakhir akan jatuh tempo pada tanggal 1 Desember 2025. Utang pembiayaan konsumen ini dikenakan
bunga berkisar antara 3,55% - 7,09% per tahun.
17. UTANG BANK
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 akun ini terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
PT Bank Central Asia Tbk 4.388.615.327 4.957.254.012
Dikurang bagian yang jatuh tempo dalam
satu tahun 2.445.723.763
2.390.269.337
Bagian jangka panjang 1.942.891.564 2.566.984.675
Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 3327/7770/21 tanggal 2 Desember 2021 dan Perubahan Perjanjian
Kredit No. 0068/3327/7770/22 tanggal 13 Januari 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit
Investasi dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan pagu kredit tidak melebihi Rp 11.200.000.000.
Fasilitas Kredit tersebut digunakan untuk pembelian gudang di Komplek Pergudangan Blue Sky
Industrial Estate No. 9. Fasilitas Kredit tersebut memiliki jangka waktu 5 tahun dan dikenakan bunga
sebesar 7% per tahun.
Agunan atas Fasilitas Kredit ini adalah sebidang tanah dan bangunan sebagaimana diuraikan dalam
SHGB No. 01839/Kelurahan Leuwigajah, terletak di Kota Cimahi Blok Kubang, Kecamatan Cimahi
Selatan, Kelurahan Leuwigajah, Jawa Barat atas nama Jemmy Kurniawan dan Fransciscus Rijadi (lihat
Catatan 10).
Hal-hal yang wajib dilaksanakan oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:
a. Mentaati semua undang-undang, peraturan pemerintah, kebijakan pemerintah, petunjuk atau
instruksi dari pemerintah yang berlaku terhadap Perusahaan.
b. Segera memberitahukan kepada BCA secara tertulis tentang adanya setiap perkara yang
menyangkut Perusahaan, baik perdata, tatausaha negara, tuntutan pajak, penyidikan maupun
perkara pidana yang akan mempengaruhi usaha maupun harta kekayaan Perusahaan.
c. Segera memberitahukan kepada BCA secara tertulis dengan melampirkan dokumen pendukung
setiap kali terjadi perubahan anggaran dasar serta perubahan susunan Direksi, Komisaris dan/atau
pemegang saham mayoritas Perusahaan.
d. Membayar semua biaya yang timbul dan berhubungan dengan pemberian Fasilitas Kredit serta
pelaksanaan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan Perjanjian Kredit meskipun Fasilitas Kredit
tidak digunakan dan/atau Perjanjian Kredit dibatalkan.
e. Memberikan segala keterangan yang diminta oleh BCA yang berhubungan dengan pemberian
Fasilitas Kredit dan Agunan.
f. Mempertahankan Hak atas Kekayaan Intelektual, antara lain hak cipta, paten dan merek yang telah
atau akan dimiliki oleh Perusahaan.
g. Wajib menyerahkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Terdaftar
setiap 1 tahun sekali selambat-lambatnya 6 bulan setelah berakhir tahun buku.
h. Tetap memusatkan aktivitas keuangan usaha pada rekening BCA.
i. Menyerahkan Laporan Keuangan Audited Maksimal 1 tahun setelah realisasi.
31
Page 35
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (lanjutan)
Hal-hal yang tidak boleh dilakukan Perusahaan selama belum membayar lunas Fasilitas Kredit ini tanpa
persetujuan tertulis dari PT Bank Central Asia Tbk adalah sebagai berikut:
a. Memperoleh pinjaman uang/kredit baru dari pihak lain dan/atau mengikatkan diri sebagai
penanggung/penjamin dalam bentuk dan dengan nama apa pun dan/atau mengagunkan harta
kekayaan Perusahaan kepada pihak lain.
b. Meminjamkan uang, termasuk tetapi tidak terbatas kepada perusahaan afiliasinya, kecuali dalam
rangka menjalankan usaha sehari-hari.
c. Melakukan investasi, penyertaan atau membuka usaha baru di luar bisnis inti Perusahaan.
d. Melakukan peleburan, penggabungan, pengambilalihan pembubaran/likuidasi, spin-off.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan telah memenuhi seluruh
pembatasan dan kewajiban yang diwajibkan oleh bank.
18. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Perusahaan memiliki program pensiun manfaat pasti yang sepenuhnya tidak didanai untuk mencakup
seluruh karyawan tetap. Perusahaan mencadangkan liabilitas imbalan kerja jangka panjang sesuai
dengan Peraturan Pemerintah (“PP”) No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020
(Undang-Undang Cipta Kerja) yang diundangkan pada November 2020, sebagaimana diubah menjadi
Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Liabilitas imbalan
kerja pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 didasarkan pada laporan Kantor Konsultan
Aktuaria Muh Imam Basuki dan Rekan, aktuaris independen, tanggal 8 Januari 2025. Liabilitas tersebut
dihitung menggunakan metode “Projected Unit Credit”, dengan asumsi-asumsi utama sebagai
berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Tingkat diskonto 7,09% 7,09%
Kenaikan gaji 4% per tahun 4% per tahun
Umur pensiun normal 55 tahun 55 tahun
Tingkat mortalitas TMI IV 2019 TMI IV 2019
Tingkat kecacatan 0,01% dari Tingkat 0,01% dari Tingkat
Kematian Kematian
Tingkat pengunduran diri 2% pada usia 20 2% pada usia 20
tahun dan menurun tahun dan menurun
secara linier sampai secara linier sampai
dengan 0% pada usia dengan 0% pada usia
55 tahun. 56 tahun.
Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti dan jumlah yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 405.122.957 329.408.854
Beban yang diakui dalam laba rugi
Biaya jasa kini 48.265.022
Biaya bunga 22.531.566
Biaya jasa lalu 38.350.576
Sub-total (Catatan 25) 109.147.164
Pengukuran kembali yang diakui dalam
penghasilan komprehensif lain 7.037.939
Pembayaran imbalan kerja (40.471.000 )
Jumlah 405.122.957 405.122.957
32
Page 36
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan)
Analisis sensitivitas kuantitatif untuk asumsi yang signifikan pada tahun yang berakhir tanggal
31 Maret 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
1% Kenaikan 1% Penurunan
Tingkat kenaikan gaji: 4%
Dampak terhadap liabilitas imbalan kerja
karyawan - -
Tingkat diskonto: 7,09%
Dampak terhadap liabilitas imbalan kerja
karyawan - -
31 Desember 2024
1% Kenaikan 1% Penurunan
Tingkat kenaikan gaji: 4%
Dampak terhadap liabilitas imbalan kerja
karyawan 35.876.226 (32.103.116 )
Tingkat diskonto: 7,09%
Dampak terhadap liabilitas imbalan kerja
karyawan (32.407.196 ) 36.987.050
Analisis sensitivitas di atas telah ditentukan berdasarkan suatu metode yang mengekstrapolasi dampak
pada kewajiban imbalan pasti sebagai akibat dari perubahan yang wajar atas asumsi utama yang terjadi
pada akhir periode pelaporan. Analisis sensitivitas didasarkan pada perubahan asumsi yang signifikan,
dengan menjaga agar semua asumsi lainnya tetap konstan. Analisis sensitivitas mungkin tidak mewakili
perubahan aktual dalam kewajiban imbalan pasti karena kecil kemungkinannya bahwa perubahan
asumsi akan terjadi secara terpisah satu sama lain.
Perkiraan jatuh tempo yang diharapkan dari manfaat pensiun yang tidak terdiskonto adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
0 – 1 tahun 75.530.000
>1 – 2 tahun -
>2 – 5 tahun -
>5 tahun 2.762.178.374
Jumlah 2.837.708.374
33
Page 37
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS LAPORAN
KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. MODAL SAHAM
Rincian pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 3 1 D e s e m b e r 2024 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2025
Jumlah Saham
Ditempatkan dan Persentase
Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan (%) Jumlah
Jemmy Kurniawan 1.062.500.000 68 21.250.000.000
Fancy Marsiana 62.500.000 4 1.250.000.000
Masyarakat 437.500.000 28 8.750.000.000
Jumlah 1.562.500.000 100 31.250.000.000
31 Desember 2024
Jumlah Saham
Ditempatkan dan Persentase
Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan (%) Jumlah
Jemmy Kurniawan 1.062.500.000 68 21.250.000.000
Fancy Marsiana 62.500.000 4 1.250.000.000
Masyarakat 437.500.000 28 8.750.000.000
Jumlah 1.562.500.000 100 31.250.000.000
20. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Akun ini terdiri dari: 31 Maret 2025 31 Desember 2024
Agio saham setelah penawaran umum 32.812.500.000 32.812.500.000
Dikurang biaya emisi saham (2.945.144.544 ) (2.945.144.544 )
Jumlah 29.867.355.456 29.867.355.456
21. SALDO LABA (DEFISIT)
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Ditentukan penggunaannya
Saldo awal 1.000.000.000 1.000.000.000
Sub-jumlah 1.000.000.000 1.000.000.000
Belum ditentukan penggunaannya
Saldo awal (5.176.192.333) 3.357.358.952
Rugi bersih tahun berjalan (1.783.156.173) (8.533.551.285 )
Sub-jumlah (6.959.348.506) (5.176.192.333 )
Jumlah (5.959.348.506) (4.176.192.333 )
34
Page 38
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN
ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. PENJUALAN
Rincian penjualan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Masker plus 834.317.599 666.408.487
Masker 392.102.042 922.305.621
Stetoskop 90.421.005 854.710.759
Tensimeter 40.323.563 2.356.107.895
Bouffant cap 456.711.033 35.091.039
Antiseptic 2.506.416
Jumlah 1.813.875.242 4.837.130.217
Pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024, pelanggan dengan nilai transaksi yang melebihi 10% dari
penjualan adalah sebagai berikut :
31 Maret 2025 31 Maret 2024
PT. Karya Pratama - 1.951.557.000
Jap Mie Lian 523.243.243 -
PT Citra Jaya Agung Lestari 512.703.800 -
PT Buana Intiprima Usaha 198.198.198 1.338.963..964
PT Serenity Indonesia 18.558.558 472.972.973
PT Banmal Indonesia Gemilang 26.018.018 44.396.396
23. BEBAN POKOK PENJUALAN
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Persediaan bahan baku dan kemasan
awal tahun 5.171.987.390 3.517.758.117
Pembelian 1.236.921.581 2.758.549.636
Tersedia untuk produksi 6.408.908.971 6.276.307.753
Persediaan bahan baku dan kemasan
akhir tahun (5.926.110.796) (4.256.017.090)
Pemakaian bahan baku dan kemasan 482.798.175 2.020.290.663
Penyusutan (Catatan 10) 559.757.368 564.086.354
Upah bagian produksi 190.212.500 317.477.103
Listrik 33.591.465 39.784.002
Operasional pabrik 51.741.142 14.934.983
Beban pokok produksi 1.318.100.650 2.956.573.105
Persediaan barang jadi awal tahun 6.539.679.500 5.051.838.744
Tersedia untuk dijual 7.857.780.150 8.008.411.849
Persediaan barang jadi akhir tahun (6.273.294.112) (5.051.362.904)
Beban pokok penjualan 1.584.486.038 2.957.048.945
35
Page 39
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN
ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024 pemasok dengan nilai transaksi yang melebihi 10% dari pembelian
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Whenzou - 1.136.414.600
PT Multi Spunindo 333.327.521 54.843.392
PT Suryasukses Mekar Makmur 252.967.045 99.654.153
CV. Venindo Imperial 66.432.500 241.210.000
24. BEBAN PENJUALAN
Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Gaji, upah dan komisi 127.601.656 173.908.572
Pemasaran 77.049.787 75.259.113
Penyusutan (Catatan 10) 19.191.853 23.989.938
Pengiriman 17.753.803 16.647.796
Lain-lain 62.184.109 131.871.935
Jumlah 303.781.208 421.677.354
36
Page 40
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN
ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian beban umum dan administrasi adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Gaji dan tunjangan 711.541.018 646.487.102
Penyusutan (Catatan 10) 407.222.712 583.418.005
Kesejahteraan karyawan 95.437.755 135.046.647
Kebersihan dan keamanan 77.623.429 100.502.806
Cadangan penurunan nilai persediaan
(Catatan 7)
Perbaikan dan pemeliharaan 46.773.751 109.239.310
Cadangan penurunan nilai piutang (Catatan 5)
Transportasi 45.097.560 50.544.129
Asuransi 21.588.824 42.988.523
Perjalanan dinas 8.294.590 17.432.225
Imbalan pascakerja karyawan
(Catatan 18) 15.501.010
Perijinan 9.864.015 7.330.000
Telekomunikasi 12.376.263 14.370.752
Sumbangan dan jamuan 6.218.750 26.912.504
Sewa 8.106.664 9.569.139
Lain-lain 170.047.028 500.792.651
Jumlah 1.620.192.359 2.260.134.803
26. RUGI PER SAHAM
Rugi per saham dihitung dengan membagi rugi bersih tahun berjalan dengan rata-rata tertimbang
jumlah saham biasa yang ditempatkan penuh, yang beredar pada tahun bersangkutan sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Jumlah rugi bersih tahun berjalan (1.783.156.173) (957.207.657 )
Rata-rata tertimbang jumlah lembar saham beredar
1.562.500.000 1.562.500.000
Rugi per saham (1,14 ) (0,61 )
37
Page 41
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI
Berikut ini transaksi signifikan antara Perusahaan dan pihak berelasi sesuai dengan persyaratan yang
ditetapkan antara pihak-pihak terkait:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Utang lain-lain (Catatan 13)
Jemmy Kurniawan 1.797.500.000
Hery 8.191.600
Persentase terhadap jumlah liabilitas 18,44% -
Pada tanggal 31 Maret 2025, utang kepada Jemmy Kurniawan, pemegang saham dan Komisaris
Utama Perusahaan, merupakan utang jangka pendek yang akan dilunasi paling lambat tanggal
31 Desember 2025.
Pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, imbalan kerja jangka pendek untuk manajemen kunci
Perusahaan masing- masing sebesar Rp 300.000.000 dan Rp 1.230.000.000.
28. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN
Nilai tercatat dari aset dan liabilitas keuangan dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun, termasuk kas
dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain, utang usaha, utang lain-lain jangka pendek diperkirakan
mendekati nilai wajarnya karena bersifat jangka pendek. Nilai tercatat piutang lain-lain, liabilitas sewa
dan utang lain-lain dengan jatuh tempo lebih dari 1 tahun ditentukan dengan mendiskontokan arus kas
masa depan dengan menggunakan tingkat suku bunga pasar untuk instrumen dengan syarat, risiko
kredit dan jatuh tempo yang serupa.
29. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Perusahaan memiliki beberapa eksposur risiko keuangan dalam bentuk risiko kredit dan risiko likuiditas.
Manajemen senantiasa memonitor proses manajemen risiko Perusahaan guna memastikan kesesuaian
antara risiko dan pengendalian terhadap risiko tersebut. Kebijakan dan sistem manajemen risiko secara
rutin dikaji untuk mengantisipasi perubahan dari kondisi pasar dan aktivitas Perusahaan.
a. Risiko kredit
Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak yang terikat dalam kontrak atas instrumen
keuangan gagal memenuhi liabilitasnya sehingga menyebabkan pihak lain mengalami kerugian
keuangan. Eksposur risiko kredit yang dihadapi Perusahaan terutama terkait dengan penempatan
di bank dan piutang.
Guna meminimumkan eksposur yang ada atas simpanan dana di bank, Perusahaan hanya akan
menempatkan dana pada bank yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Manajemen juga
senantiasa memantau kesehatan bank serta mempertimbangkan keikutsertaan bank di dalam
Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).
Selain itu, Perusahaan hanya melakukan transaksi dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi dan
kredibilitas yang baik. Ini adalah kebijakan Perusahaan bahwa semua pelanggan harus melalui
prosedur verifikasi. Lebih jauh, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan bahwa
eksposur atas piutang tak tertagih tidak siginifikan.
38
Page 42
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
b. Risiko likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko di mana Perusahaan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban
keuangan yang harus diselesaikan dengan penyerahan kas atau aset keuangan lainnya.
Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan bank yang mencukupi
dalam memenuhi komitmen Perusahaan untuk operasi normal Perusahaan dan secara rutin
mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan
liabilitas keuangan.
Tabel di bawah berikut merupakan profil liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan kontrak
pembayaran tanpa diskonto pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024:
31 Maret 2025
< 1 tahun 1 – 5 tahun Total
Liabilitas keuangan
Utang usaha 1.193.936.104 1.193.936.104
Utang lain-lain 2.113.789.336 2.113.789.336
Utang pembiayaan
konsumen 163.385.798 163.385.798
Utang bank 2.445.723.763 1.942.891.564 4.388.615.327
Jumlah 5.916.835.001 1.942.891.564 7.859.726.565
31 Desember 2024
< 1 tahun 1 – 5 tahun Total
Liabilitas keuangan
Utang usaha 837.674.810 - 837.674.810
Utang lain-lain 641.036.283 - 641.036.283
Utang sewa -
Utang pembiayaan
konsumen 236.619.893 236.619.893
Utang bank 2.390.269.337 2.566.984.675 4.957.254.012
Jumlah 4.105.600.323 2.566.984.675 6.672.584.998
b. Risiko suku bunga
Risiko suku bunga adalah risiko bahwa nilai wajar atau arus kas masa datang atas instrumen
keuangan akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar.
Perusahaan terpengaruh risiko perubahan suku bunga pasar terutama diakibatkan dari utang bank
dan utang pembiayaan.
Manajemen selalu memantau fluktuasi suku bunga pasar sehingga dapat mengambil tindakan-
tindakan yang dianggap paling menguntungkan Perusahaan.
Tidak terdapat eksposur signifikan atas risiko suku bunga karena perubahannya tidak material.
c. Risiko mata uang asing
Risiko mata uang asing adalah risiko bahwa nilai wajar atau arus kas masa datang atas instrumen
keuangan akan berfluktuasi karena perubahan nilai tukar mata uang asing.
39
Page 43
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
c. Risiko mata uang asing (lanjutan)
Mata uang penyajian Perusahaan adalah Rupiah dan hamper seluruh transaksi Perusahaan
dilakukan dalam mata uang Rupiah, oleh karenanya tidak terdapat eksposur signifikan atas risiko
mata uang asing karena perubahannya tidak material.
30. MANAJEMEN RISIKO MODAL
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan peringkat kredit
yang baik dan rasio modal yang sehat guna mendukung usaha dan memaksimalkan nilai pemegang
saham.
Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan
kondisi ekonomi. Untuk memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat
menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang
saham atau menerbitkan saham baru. Tidak terdapat perubahan tujuan, kebijakan atau proses selama
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
Perusahaan mengelola permodalan dengan menggunakan rasio pengungkit. Kebijakan Perusahaan
adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran yang umum dalam industri sejenis dengan tujuan untuk
mengamankan pendanaan terhadap biaya yang rasional.
Rasio utang terhadap modal dihitung sebagai hutang bersih dibagi dengan total modal. Hutang bersih
dihitung berdasarkan jumlah liabilitas dikurangi kas dan setara kas. Total modal dihitung sebagai jumlah
ekuitas.
Perhitungan rasio utang terhadap modal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Jumlah liabilitas 9.790.631.573 8.689.696.510
Dikurangi: kas dan bank 243.363.316 232.087.437
Utang neto 9.547.268.257 8.457.609.073
Total ekuitas 54.833.591.393 56.616.747.566
Rasio utang terhadap modal 0,18 0,15
40
Page 44
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. SEGMEN OPERASI
Dalam pengambilan keputusan oleh manajemen, Perusahaan digolongkan menjadi unit usaha
berdasarkan segmentasi produksi.
Segmen operasi Perusahaan berdasarkan segmentasi produksi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Masker Masker Plus Bouffant Cap Tensimeter Stetoskop Lain-lain Jumlah
Penjualan 392.102.042 834.317.599 456.711.033 40.323.563 90.421.005 1.813.875.242
Beban pokok
penjualan (342.515.404) (728.806.787) (398.953.709) (35.224.100) (78.986.039) (1.584.486.038)
Laba bruto 49.586.638 105.510.812 57.757.324 5.099.463 11.434.966 229.389.204
Beban penjualan (303.781.208)
Beban umum dan
administrasi (1.620.192.359)
Penghasilan
keuangan 103.296
Beban keuangan (131.400.154)
Beban lain-lain –
neto 42.725.048
Rugi sebelum
pajak
penghasilan (1.783.156.173)
penghasilan -neto
berjalan (1.783.156.173)
Aset segmen
Aset yang tidak
dapat
dialokasikan
Jumlah aset
Liabilitas segmen
Liabilitas yang
tidak dapat
dialokasikan
Jumlah liabilitas
31 Desember 2024
Masker Masker Plus Bouffant Cap Tensimeter Stetoskop Lain-lain Jumlah
Penjualan 2.060.994.775 3.233.405.444 268.918.587 384.164.399 441.024.619 2.506.416 6.391.014.240
Beban pokok (1.786.712.100 ) (2.803.095.233 ) (233.130.185 ) (333.038.777 ) (382.331.888 ) (2.172.855 ) (5.540.481.038 )
penjualan
Laba bruto 274.282.675 430.310.211 35.788.402 51.125.622 58.692.731 333.561 850.533.202
Beban penjualan (1.303.925.634 )
Beban umum dan
administrasi (8.220.174.256 )
Penghasilan
keuangan 816.486
Beban keuangan (482.402.179 )
Beban lain-lain –
neto 881.547.802
Rugi sebelum pajak
penghasilan (8.273.604.579 )
Beban pajak
penghasilan -neto (259.946.706 ))
Rugi bersih
tahun berjalan (8.533.551.285)
Aset segmen 1.045.003.533 11.039.037.936 205.243.649 1.990.230.434 3.136.286.535 65.638.930 17.481.441.017
Aset yang
tidak dapat 47.825.003.059
dialokasikan
Jumlah Aset
65.306.444.076
Liabilitas
segmen 625.148.108 803.781.790 1.428.929.898
Liabilitas
yang tidak 7.260.766.612
dapat
dialokasikan
Jumlah
Liabilitas 8.689.696.510
41
Page 45
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
dan 31 Maret 2024 (Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. AKTIVITAS YANG TIDAK MEMPENGARUHI ARUS KAS
Aktivitas yang tidak memengaruhi arus kas adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Perolehan aset tetap melalui utang
pembiayaan -
Perolehan aset tetap melalui realisasi
uang muka pembelian - 3.775.000
Perolehan aset tetap melalui utang sewa -
Perolehan property investasi melalui
reklasifikasi dari aset dalam proses -
33. KELANGSUNGAN USAHA
Perusahaan telah mencatat rugi bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025
sebesar 1.738.156.174 dan 31 Desember 2024 sebesar Rp 8.533.551.285, serta melaporkan saldo
akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2025 sebesar Rp 5.959.348.507.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan
dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;
b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;
c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus;
dan
d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.
Selain itu, Perusahaan juga telah memperoleh surat dukungan dari Pemegang Saham Pengendali
sekaligus sebagai Komisaris Utama, yang memberikan konfirmasi bahwa akan terus memberikan
dukungan finansial bagi Perusahaan agar Perusahaan mampu mempertahankan kelangsungan
usahanya dan untuk dapat memenuhi kewajiban Perusahaan.
34. PENERBITAN AMENDEMEN DAN PENYESUAIAN PSAK, PSAK DAN ISAK BARU
DSAK-IAI telah menerbitkan amendemen PSAK baru yang akan berlaku efektif atas laporan keuangan
untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025 sebagai berikut:
- Amendemen PSAK 221 (sebelumnya PSAK 10): Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing -
Kekurangan Ketertukaran
- PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74): Kontrak Asuransi
- Amendemen PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74): Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK
117 (sebelumnya PSAK 74) dan PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) - Informasi Komparatif
Perusahaan masih mengevaluasi dampak dari amendemen PSAK baru di atas dan belum dapat
menentukan dampak yang timbul terkait dengan hal tersebut terhadap laporan keuangan secara
keseluruhan.
42
Names mentioned 42 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Cahya Suryana
· Notaris
p.9
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×2
unresolved
person
Dr. Erny Kencanawati
p.9 ×2
unresolved
person
Aam Rahmani SE.
p.10
unresolved
—
Dera Susanty Herman
· Kepala Unit Audit Internal
p.10
unresolved
person
Sugih Haryati
p.10
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.10 ×2
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.25 ×2
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat
p.25
unresolved
org
Banten Tbk
p.25
unresolved
org
PT Cipta
p.26
unresolved
org
PT Buana Inti Prima
p.26
unresolved
org
PT Alexa Medika
p.26
unresolved
org
PT China Taiping Insurance Indonesia
p.27 ×2
unresolved
org
PT Teska Kenko Indonesia
p.31
unresolved
org
PT Venindo Imperia
p.31
unresolved
org
PT Surya Sukses Mekar Makmur
p.31
unresolved
org
PT BCA Finance
p.34 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik
p.34
unresolved
org
Kantor Konsultan Aktuaria Muh Imam Basuki dan Rekan
p.35
unresolved
org
PT. Karya Pratama
p.38
unresolved
org
PT Citra Jaya Agung Lestari
p.38
unresolved
org
PT Buana Intiprima
p.38
unresolved
org
PT Serenity Indonesia
p.38
unresolved
org
PT Banmal Indonesia Gemilang
p.38
unresolved
org
PT Multi Spunindo
p.39
unresolved
org
PT Suryasukses Mekar Makmur
p.39
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.