Back to announcement
LF Bank Raya Indonesia Tbk Maret 2025.pdf
Financial statement Text extracted AGROSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 121
Page 1
PT Bank Raya Indonesia Tbk
group
PT Bank Raya Indonesia Tbk
Laporan Keuangan Interim
Tanggal 31 Maret 2025 dan periode 3 Bulan yang berakhir pada tanggal tersebut.
group
talang
an SAKU
dana
UTAMA SAKU
BUJET
SAKU
JAGA
SAKU
PINTAR
SAKU BARENG
SAKU BISNIS
AGEN BRILink
Page 2
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN KEUANGAN INTERIM
TANGGAL 31 MARET 2025
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL TERSEBUT
Daftar Isi
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan .........................................................................................................................................1 - 3
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lain...............................................................................................................................................4 - 5
Laporan Perubahan Ekuitas ......................................................................................................................................6 - 7
Laporan Arus Kas .....................................................................................................................................................8 - 9
Catatan Atas Laporan Keuangan ........................................................................................................................ 10 - 117
***************************
Page 3
Page 4
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2025 Catatan 31 Desember 2024
ASET
Kas 8.834.226 2a,2b,2x,3 15.976.481
Giro pada Bank Indonesia 453.037.692 2a,2b,2e,2x,4 491.826.632
Giro pada bank lain 295.991.490 2a,2b,2c,2d, 228.492.702
Cadangan kerugian penurunan nilai (23.624) 2e,2x,5,33 (15.660)
295.967.866 228.477.042
Penempatan pada Bank Indonesia 2a,2b,2d,
dan bank lain 699.320.577 2f,2x,6 949.861.499
Cadangan kerugian penurunan nilai - -
699.320.577 949.861.499
Efek-efek 4.909.056.445 2b,2c,2d, 4.460.715.068
Cadangan kerugian penurunan nilai (112.019) 2g,2x,7,33 (112.054 )
4.908.944.426 4.460.603.014
Efek yang dibeli dengan janji dijual
kembali - 2b,2d,2h,8 197.808.583
Kredit yang diberikan 7.341.107.217 2b,2c,2d, 7.125.950.688
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.062.106.028) 2i,2x,9,33 (1.046.214.325)
6.279.001.189 6.079.736.363
Penyertaan saham 77.510 2b,2d,2k,10 77.510
Aset tetap dan Aset Hak Guna
Biaya perolehan 572.368.069 2l,2m,11 569.092.800
Akumulasi penyusutan (225.690.465) (213.221.883)
Nilai buku neto 346.677.604 355.870.917
Aset tak berwujud - neto 68.344.616 2l,2m,11 61.988.813
Aset pajak tangguhan 172.290.436 2y,20c 179.934.557
Agunan yang diambil alih 6.043.700 2m,2n,12 6.043.700
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.206.801) (1.206.801)
4.836.899 4.836.899
Biaya dibayar dimuka dan 2b,2m,2o,
aset lain-lain 109.271.186 2x,13 101.921.857
TOTAL ASET 13.346.604.227 13.128.920.167
1
Page 5
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2025
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2025 Catatan 31 Desember 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas segera 14.632.869 2b,2p,2x,14 23.641.653
2c,2q,33
Simpanan nasabah
Giro 765.248.776 15 714.865.591
Tabungan 1.543.370.549 16 1.521.833.548
Deposito berjangka 6.054.257.386 17 5.896.352.860
8.362.876.711 8.133.051.999
Simpanan dari bank lain 454.000.000 2b,2c,2q, 867.000.000
2x,18,33
Efek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 708.738.246 2b,2j,19 290.682.750
Utang pajak 10.884.918 2y,20a 9.917.304
2b,2c,2r
Pinjaman yang diterima 13.360.634 21,33 13.622.042
Estimasi kerugian komitmen
dan kontinjensi 1.654.969 2c,2d,22,2v 1.039.956
Liabilitas imbalan kerja 104.992.921 23,33 100.635.430
Liabilitas lain-lain 206.532.148 2b,2s,2x,24 235.964.506
Total Liabilitas 9.877.673.416 9.675.555.640
2
Page 6
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2025
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2025 Catatan 31 Desember 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS (lanjutan)
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal
Rp100 (Rupiah penuh)
per lembar saham
Modal dasar - 60.000.000.0000
lembar saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 24.740.494.294 lembar
saham pada tanggal 31 Maret
2025 dan 31 Desember 2024 2.474.049.429 1, 25 2.474.049.429
Tambahan modal disetor 3.735.116.314 25 3.735.116.314
Modal saham diperoleh kembali
(11.838.657) 1e,2ab,25 (5.969.791)
(Saham treasuri)
Kerugian yang belum
direalisasi atas efek-efek yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - setelah pajak
tangguhan (17.755.520) 2g (22.439.133)
Cadangan kerugian penurunan nilai
atas efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 256.148 2d,2g,7 248.580
Pengukuran kembali program
imbalan pasti - setelah
pajak tangguhan (3.252.103) 2w,23 (3.009.421)
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya:
Cadangan khusus 116.559 25 116.559
Cadangan umum 32.254.317 25 32.254.317
Belum ditentukan penggunaannya (2.740.015.676) (2.757.002.327)
Total Ekuitas 3.468.930.811 3.453.364.527
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 13.346.604.227 13.128.920.167
3
Page 7
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Maret
2025 Catatan 2024
PENDAPATAN DAN BEBAN
OPERASIONAL
Pendapatan bunga 286.928.274 2t,26 254.842.361
Beban bunga (123.620.671) 2t,27 (119.985.485)
Pendapatan Bunga - neto 163.307.603 134.856.876
Pendapatan Operasional Lainnya
Provisi dan komisi lainnya 2.586.293 2u 2.543.288
Keuntungan dari penjualan
efek-efek - neto 6.816.981 2g,7g 3.710.444
Penerimaan kembali aset
keuangan yang telah
dihapusbukukan 19.840.813 2d 168.828.032
Keuntungan yang belum
direalisasi dari perubahan
nilai wajar efek-efek - neto 6.064.636 2g,7d 2.599.526
Lain-lain 7.543.934 2.015.132
Total Pendapatan Operasional
Lainnya 42.852.657 179.696.422
Penyisihan Kerugian
Penurunan Nilai (38.067.724) 2d,2m,28 (147.408.149)
Beban Operasional Lainnya
Beban gaji dan tunjangan (76.610.079) 2c,2v,23 (85.372.781)
29,33
Beban umum dan administrasi (64.918.696) 2l,30 (56.930.790)
Kerugian transaksi (23.819) 2x (27.009)
mata uang asing - neto
Lain-lain (4.472.163) (3.775.832)
Total Beban Operasional Lainnya (146.024.757) (146.106.412)
LABA OPERASIONAL 22.067.779 21.038.737
PENDAPATAN
1.247.136 400.626
NON-OPERASIONAL - NETO 31
LABA SEBELUM PAJAK 23.314.915 21.439.363
BEBAN PAJAK (6.391.553) 2y,20b (12.276.991)
LABA TAHUN BERJALAN 16.923.362 9.162.372
4
Page 8
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM (lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Maret
2025 Catatan 2024
PENGHASILAN KOMPREHENSIF
LAINNYA
Akun yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi
Pengukuran kembali atas
program imbalan pasti (311.131) 2v, 23 (216.209)
Pajak penghasilan
terkait akun yang tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi 68.449 67.162
Akun yang akan
direklasifikasi ke laba rugi
Keuntungan (kerugian) yang belum
direalisasi atas efek-efek yang
diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain 6.004.632 2g (2.702.543)
Cadangan kerugian penurunan nilai
atas efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 7.568 2d,2g (30.326)
Pajak penghasilan terkait akun
yang akan direklasifikasi ke
laba rugi (1.321.019) 594.560
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN TAHUN
BERJALAN SETELAH PAJAK 4.448.499 (2.287.356)
TOTAL PENGHASILAN
KOMPREHENSIF TAHUN 21.371.861 6.875.016
BERJALAN
LABA TAHUN BERJALAN
PER SAHAM 2w,32
Dasar (dalam Rupiah penuh) 0,68 0,37
5
Page 9
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keuntungan yang
belum direalisasi
atas efek-efek
yang diukur pada
nilai wajar melalui Cadangan kerugian
pengahsilan penurunan nilai
komprehensif lain atas efek-efek Saldo laba
Pengukuran
Modal atau efek-efek yang yang diukur pada kembali program
ditempatkan tersedia untuk nilai wajar melalui imbalan pasti
Tambahan Telah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan
dan disetor dijual -setelah penghasilan setelah pajak
Catatan penuh modal disetor Saham treasuri pajak tangguhan komprehensif lain tangguhan Cadangan khusus Cadangan umum penggunaannya Ekuitas
Saldo pada tanggal 31 Desember 2023 2.474.049.429 3.735.116.314 - (9.627.551) 326.107 (4.091.103) 116.559 32.254.317 (2.807.894.097) 3.420.249.975
Laba tahun berjalan - - - - - - - - 9.162.371 9.162.371
Penghasilan (kerugian) komprehensif lainnya 2d,2g,2v - - - (2.107.984) (30.327) (149.045) - - - (2.287.356)
Total penghasilan komprehensif untuk
- - - (2.107.984) (30.327) (149.045) - - 9.162.371 6.875.015
tahun berjalan
Penerbitan saham baru 26 - - - - - - - - - -
Saham treasuri 2ac,26 - - - - - - - - - -
Saldo pada tanggal 31 Maret 2024 2.474.049.429 3.735.116.314 - (11.735.535) 295.780 (4.240.148) 116.559 32.254.317 (2.798.731.726) 3.427.124.990
6
Page 10
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Keuntungan yang
belum direalisasi
atas efek-efek
yang diukur pada
nilai wajar melalui Cadangan kerugian
pengahsilan penurunan nilai
komprehensif lain atas efek-efek Saldo laba
Pengukuran
Modal atau efek-efek yang yang diukur pada kembali program
ditempatkan tersedia untuk nilai wajar melalui imbalan pasti
Tambahan Telah ditentukan penggunaannya Belum ditentukan
dan disetor dijual -setelah penghasilan setelah pajak
Catatan penuh modal disetor Saham treasuri pajak tangguhan komprehensif lain tangguhan Cadangan khusus Cadangan umum penggunaannya Ekuitas
Saldo pada tanggal 31 Desember 2024 2.474.049.429 3.735.116.314 (5.969.791) (22.439.133) 248.580 (3.009.421) 116.559 32.254.317 (2.756.939.038) 3.453.427.816
Laba tahun berjalan - - - - - - - - 16.923.362 16.923.362
Penghasilan (kerugian) komprehensif lainnya 2d,2g,2v - - - 4.683.613 7.568 (242.682) - - - 4.448.499
Total penghasilan komprehensif untuk
- - - 4.683.613 7.568 (242.682) - - 16.923.362 21.371.861
tahun berjalan
Penerbitan saham baru 26 - - - - - - - - - -
Saham treasuri 2ac,25 - - (5.868.866) - - - - - - (5.868.866)
Saldo pada tanggal 31 Maret 2025 2.474.049.429 3.735.116.314 (11.838.657) (17.755.520) 256.148 (3.252.103) 116.559 32.254.317 (2.740.015.676) 3.468.930.811
7
Page 11
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN ARUS KAS INTERIM
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Maret
2025 Catatan 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan bunga, provisi dan komisi 287.060.402 263.885.912
Pembayaran bunga, provisi dan komisi (113.390.046) (115.787.706)
Penerimaan kembali aset keuangan
yang telah dihapusbukukan 19.840.813 168.828.032
Pendapatan operasional lainnya 16.947.207 8.268.864
Beban operasional lainnya (97.573.334) (73.131.686)
Pendapatan (beban) lain - neto 1.161.607 397.332
Arus kas sebelum perubahan dalam
aset dan liabilitas operasi 114.046.649 252.460.748
Perubahan dalam aset dan
liabilitas operasi:
Penurunan (kenaikan) dalam
aset operasi:
Kredit yang diberikan (237.184.479) 53.742.030
Efek-efek yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi (463.910.772) (335.678.434)
Efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali 197.808.583 94.591.880
Aset lain-lain (7.460.205) (10.702.929)
Kenaikan (penurunan) dalam
liabilitas operasi:
Liabilitas segera (9.008.784) 459.665
Giro 50.383.185 28.490.965
Tabungan 21.537.001 11.140.565
Deposito Berjangka 157.904.526 (175.358.343)
Simpanan dari bank lain (413.000.000) (124.253.552)
Liabilitas lain-lain (24.407.811) (14.992.235)
Kas Neto Digunakan
untuk Aktivitas Operasi (613.292.107) (220.099.640)
8
Page 12
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
LAPORAN ARUS KAS INTERIM (lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2025
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal
31 Maret
2025 Catatan 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Penurunan efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain dan biaya
perolehan diamortisasi 27.638.663 225.094.184
Hasil penjualan aset tetap 92.271 11 3.694
Perolehan aset tetap (4.021.813) 11 (573.954)
Perolehan aset tak berwujud (10.488.015) 11 (3.219.426)
Kas Neto Diperoleh dari
(Digunakan untuk) 13.221.106 221.304.498
Aktivitas Investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Saham yang dibeli kembali (5.868.866) -
Pembayaran pokok liabilitas sewa (39.967.828) -
Pembayaran pinjaman yang diterima (261.408) 21,42 (248.685)
Kenaikan efek-efek yang
dijual dengan janji dibeli kembali 417.195.774 (66.898.440)
Kas Neto Diperoleh dari (67.147.125)
371.097.672
Aktivitas Pendanaan
PENURUNAN NETO KAS DAN
(228.973.329) (65.942.267)
SETARA KAS
KAS DAN SETARA KAS
1.686.157.314 1.123.186.993
AWAL PERIODE
KAS DAN SETARA KAS
1.457.183.985 1.057.244.726
AKHIR PERIODE
Kas dan Setara Kas akhir periode
terdiri dari:
Kas 8.834.226 3 11.476.265
Giro pada Bank Indonesia 453.037.692 4 565.682.877
Giro pada bank lain 295.991.490 5 240.085.584
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank
lain - jangka waktu jatuh tempo
tiga bulan atau kurang
sejak tanggal perolehan 699.320.577 6 240.000.000
Total Kas dan Setara Kas 1.457.183.985 1.057.244.726
9
Page 13
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Bank
PT Bank Agroniaga Tbk ("Bank") didirikan dengan Akta No. 27 Notaris Raden Soekarsono, S.H., tanggal
27 September 1989. Anggaran Dasar Bank telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. C.2-10019.HT.01.01-TH.89 tanggal 28 Oktober 1989 serta diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 96, Tambahan No. 3303 tanggal 1 Desember 1989.
Bank memperoleh izin usaha sebagai bank umum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan
No. 1347/KMK.013/1989 tanggal 11 Desember 1989 dan Surat Keputusan Direktur Bank Indonesia
No. 22/1037/UPPS/ PSbD tanggal 26 Desember 1989.
Perubahan status Bank dari perseroan tertutup menjadi perseroan terbuka berdasarkan Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 1 tanggal 2 Desember 2002 di hadapan Notaris Siti Rayhana, S.H., dan telah
mendapatkan persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal 24 Desember 2002, dengan
Surat Keputusan No. C-24779.HT.01.04.TH.2002, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 9, Tambahan No. 881 tanggal 31 Januari 2003.
Pada tanggal 8 Mei 2006, Bank mendapatkan izin sebagai bank devisa berdasarkan Surat Keputusan
Gubernur Bank Indonesia No. 8/41/KEP.GBI/2006.
Untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Anggaran
Dasar Bank telah dilakukan penyesuaian. Penyesuaian tersebut dinyatakan dalam Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 41 tanggal 16 Juli 2008 yang dibuat di hadapan Rusnaldy, S.H., notaris di Jakarta.
Perubahan ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-46794.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 1 Agustus 2008 dan
telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 69, Tambahan No. 15961 tanggal
26 Agustus 2008.
Pada tahun 2012, PT Bank Agroniaga Tbk melakukan perubahan nama menjadi PT Bank Rakyat Indonesia
Agroniaga Tbk (“BRI Agro”) sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 30 tanggal 16 Mei 2012
yang dibuat dihadapan Notaris Rusnaldy, S.H., yang telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-30947.AH.01.02.Tahun 2012
tanggal 7 Juni 2012 dan Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 14/72/KEP.GBI/2012 tanggal
10 Oktober 2012.
PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk melakukan perubahan nama menjadi PT Bank Raya Indonesia
Tbk (“Bank Raya”) sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 24 tanggal 27 September 2021
yang dibuat dihadapan Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn. yang yang telah diterima dan dicatat di dalam
Sistem Administrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
0052731.AH.01.02.Tahun 2021 tanggal 27 September 2021 dan telah disetujui oleh Otoritas Jasa
Keuangan dalam Salinan Keputusan Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan
No. KEP-65/PBI.1/2021 tanggal 1 November 2021 yang diterima Bank pada tanggal 5 November 2021
melalui surat Otoritas Jasa Keuangan No. S-426/PB.12/2021.
Anggaran Dasar Bank telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 13 tanggal 8 Mei 2024 yang dibuat dihadapan M. Nova Faisal, S.H., M.Kn, notaris di
Jakarta, mengenai persetujuan perubahan Anggaran Dasar. Perubahan ini telah diterima dan dicatat di
dalam Sistem Administrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
0090893.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 13 Mei 2024.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Bank adalah menjalankan kegiatan umum
di bidang perbankan.
10
Page 14
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Kantor pusat Bank berlokasi di Menara BRILiaN, Jl. Gatot Subroto No. 177A, Jakarta. Pada tanggal-
tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Bank memiliki kantor-kantor sebagai berikut (tidak diaudit):
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Kantor Pusat Non Operasional 1 1
Kantor Cabang 19 19
Kantor Cabang Pembantu 4 4
Kantor Kas 2 2
E-Buzz 1 1
Entitas induk Bank adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk. dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas.
b. Penawaran Umum Saham Bank
Pada tanggal 21 Mei 2003, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Perusahaan Publik kepada
Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ("Bapepam-LK") di Jakarta. Berdasarkan
Surat Ketua Bapepam-LK No. S-1565/PM/2003 tanggal 30 Juni 2003, Bank dinyatakan efektif menjadi
perusahaan publik.
Selanjutnya Bank mencatatkan saham perdananya sebanyak 1.529.336.690 lembar saham dengan
nominal Rp100 (Rupiah penuh) per lembar saham di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Surabaya)
pada tanggal 8 Agustus 2003, berdasarkan Surat Persetujuan Pencatatan Awal Saham Bank No. JKT-
007/LIST/BES/VIII/2003 tanggal 7 Agustus 2003.
c. Penawaran Umum Terbatas Saham Bank
Pada tanggal 9 Oktober 2003, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas
I kepada Ketua Bapepam-LK dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak
305.867.338 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) setiap lembar saham.
Pada tanggal 7 November 2003, Ketua Bapepam-LK melalui Surat No. S-2718/PM/2003, menyetujui
pernyataan pendaftaran tersebut. Dari Penawaran Umum Terbatas I, Bank dapat meningkatkan jumlah
modal saham sebesar Rp30.586.734.
Pada tanggal 14 Maret 2005, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas
II kepada Ketua Bapepam-LK dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak
513.857.128 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) setiap lembar saham.
Pada tanggal 12 April 2005, Ketua Bapepam-LK melalui Surat No. S-757/PM/2005 menyetujui pernyataan
pendaftaran tersebut. Dari penawaran umum terbatas II, Bank dapat meningkatkan jumlah modal saham
sebesar Rp51.385.713. Pada tanggal 24 Maret 2009, Bank meningkatkan modal disetornya sebanyak
64.000.000 saham melalui penambahan modal tanpa penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Peningkatan modal tersebut dilakukan oleh Dana Pensiun Perkebunan, pemegang saham pengendali
Bank.
Pada tanggal 28 September 2009, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum
Terbatas III kepada Ketua Bapepam-LK dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
sebanyak 1.040.632.622 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) setiap
lembar saham. Pada tanggal 9 November 2009, Ketua Bapepam-LK melalui Surat No. S-9827/BL/2009
menyetujui Pernyataan Penawaran Umum Terbatas III tersebut. Dari penawaran umum terbatas ini Bank
telah meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 1.005.144.172 lembar saham. Pada Penawaran
Umum Terbatas III tersebut, Bank juga menerbitkan waran sejumlah 502.572.084 lembar yang dapat
dikonversi menjadi saham Bank dengan nilai nominal Rp100 per lembar (Rupiah penuh). Sampai dengan
tanggal 25 Mei 2011 (akhir dari konversi waran), jumlah waran yang telah dikonversi menjadi saham
sejumlah 199.890.250 lembar, sehingga meningkatkan modal saham Bank sebesar Rp19.989.025.
Pada tanggal 10 Mei 2013, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas IV
kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih
11
Page 15
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Dahulu sebanyak 3.846.035.599 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh)
setiap lembar saham. Pada tanggal 26 Juni 2013, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan melalui
Surat No. S-186/D.04/2013, menyetujui Pernyataan Penawaran Umum Terbatas IV tersebut. Dari
penawaran umum terbatas ini Bank telah meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 3.832.685.599
lembar saham.
Pada tanggal 11 Mei 2015, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas V
kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu sebanyak 5.588.080.286 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh)
setiap lembar saham. Pada tanggal 17 Juni 2015, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan melalui
Surat No. S-259/D.04/2015, menyatakan efektifnya Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas
V tersebut. Dari penawaran umum terbatas ini Bank telah meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak
4.028.934.521 lembar saham.
Pada tanggal 17 Oktober 2016, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas
VI kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka Penambahan Modal Dengan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 3.845.996.122 saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham dan menerbitkan Waran Seri II sebanyak 616.908.103
lembar. Pada tanggal 25 November 2016, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan melalui Surat No.
S-695/D.04/2016 memberitahu mengenai Efektifnya Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas
VI, sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 3.845.996.122 lembar saham.
Waran Seri II dapat dikonversi menjadi saham Bank dengan nilai Rp130 per lembar (Rupiah penuh) dengan
periode pelaksanaan dari 9 Juni 2017 sampai dengan 11 Juni 2018. Sampai dengan tanggal 11 Juni 2018
(akhir dari konversi waran), jumlah waran yang telah dikonversi menjadi saham sejumlah 612.937.654
lembar, sehingga meningkatkan modal saham Bank sebesar Rp61.293.765.
Pada tanggal 2 Mei 2017, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas VII
kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka Penambahan Modal Dengan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 2.515.555.707 saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham. Pada tanggal 12 Juni 2017, Dewan Komisioner Otoritas
Jasa Keuangan melalui Surat No. S-293/D.04/2017, memberitahu mengenai efektifnya Pernyataan
Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas VII, sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak
2.515.555.707 lembar saham.
Pada tanggal 16 Juli 2018, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas VIII
kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka Penambahan Modal Dengan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 5.001.089.604 saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham. Pada tanggal 30 Agustus 2018, Dewan Komisioner OJK
melalui Surat No. S-113/D.04/2018 memberitahu mengenai efektifnya Pernyataan Pendaftaran Penawaran
Umum Terbatas VIII, sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 2.889.085.049 lembar
saham.
Pada tanggal 30 September 2021, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum
Terbatas IX kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka Penambahan Modal
Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 1.054.545.185 saham
biasa dengan nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham. Pada tanggal 18 November 2021, Dewan
Komisioner OJK melalui Surat No. S-207/D.04/2021 menyatakan mengenai efektifnya Pernyataan
Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas IX, sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak
1.054.545.185 lembar saham (Catatan 25).
Pada tanggal 5 Oktober 2022, Bank menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Penawaran Umum Terbatas
X kepada Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka Penambahan Modal Dengan Hak
Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebanyak-banyaknya 2.320.000.000 saham biasa dengan
nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham. Pada tanggal 30 November 2022, Dewan Komisioner OJK
melalui Surat No. S-250/D.04/2022 menyatakan mengenai efektifnya Pernyataan Pendaftaran Penawaran
Umum Terbatas X, sehingga meningkatkan jumlah modal sahamnya sebanyak 1.993.201.832 lembar
saham (Catatan 25).
12
Page 16
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
d. Akuisisi Bank
Pada tanggal 19 Agustus 2010, Dana Pensiun Perkebunan selaku pemegang 95,96% saham Bank dan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli
(PPJB) Saham untuk mengakuisisi saham Bank dengan total nominal sebesar Rp330.296.054 untuk
3.030.239.023 lembar saham dengan harga Rp109 (Rupiah penuh) per lembar.
Komposisi kepemilikan saham Bank setelah akuisisi dan setelah dilakukan penjualan saham kembali
kepada publik oleh BRI adalah 76% dimiliki oleh BRI, 14% Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) dan
10% publik.
Akuisisi ini diselesaikan pada tanggal 3 Maret 2011, berdasarkan Akta Akuisisi No. 14 Notaris Fathiah
Helmi, S.H., dimana BRI memiliki 88,65% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam
Bank, sebagaimana dimuat dalam Akta No. 68 tanggal 29 Desember 2009, Notaris Rusnaldy, S.H. Hal
tersebut di atas telah mempertimbangkan efek dari Waran Seri I yang dapat dieksekusi sampai dengan
tanggal 25 Mei 2011.
Untuk memenuhi Peraturan Bapepam-LK No. IX.H.1, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-
259/BL/2008, tanggal 30 Juni 2008, tentang “Pengambilalihan Perusahaan Terbuka”, BRI sebagai
pengendali baru Bank diwajibkan untuk melaksanakan Penawaran Tender terhadap saham Bank yang
dimiliki pemegang saham publik. Pernyataan Penawaran Tender telah dinyatakan efektif pada tanggal
4 Mei 2011 berdasarkan Surat Ketua Bapepam-LK No. S-4985/BL/2011 dan telah diumumkan pada 2 (dua)
surat kabar harian nasional pada tanggal 5 Mei 2011.
Masa Penawaran Tender dimulai pada tanggal 5 Mei 2011 dan berakhir pada tanggal 24 Mei 2011. Pada
tanggal penutupan masa Penawaran Tender, terdapat 113.326.500 lembar saham (3,15% dari seluruh
saham Bank) yang dibeli oleh BRI dari publik. Harga Penawaran Tender yang digunakan adalah sebesar
Rp182 (Rupiah penuh) per lembar.
Pada tanggal 1 Juli 2011, BRI melakukan penjualan saham kepada Dapenbun sejumlah 256.375.502
lembar atas eksekusi opsi beli Dapenbun dengan harga Rp109 (Rupiah penuh) per lembar.
Sesuai dengan peraturan Bapepam-LK No. IX.H.1, jangka waktu pengembalian penawaran tender adalah
selama 2 (dua) tahun, namun khusus untuk Bank, BRI wajib memenuhi minimal kepemilikan saham publik
sebesar 10%, paling lambat pada tanggal 24 Mei 2013. Hal ini untuk memenuhi Surat Bursa Efek Indonesia
No. S-06472/BEI.PPJ/09-2011 tanggal 23 September 2011 mengenai perpanjangan batas waktu
peningkatan kepemilikan saham publik.
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2011, saham Bank yang berhasil dijual ke publik sebesar 500.000
lembar saham, sehingga kepemilikan saham BRI di Bank pada tanggal 31 Desember 2011 menjadi 79,78%
dan Dapenbun 14%.
Selama tahun 2012 dan sampai dengan tanggal 24 Mei 2013 tidak terdapat penjualan saham, sehingga
kepemilikan saham publik untuk memenuhi Surat Bursa Efek Indonesia No. S-06472/BEI.PPJ/09-2011
tanggal 23 September 2011 sebesar 10% pada tanggal 24 Mei 2013, tidak dapat dipenuhi BRI karena tidak
aktifnya harga saham Bank di pasar modal.
13
Page 17
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
e. Modal Saham Diperoleh Kembali (Saham Treasuri)
Bank melalui surat No. R.303/DIR.01/CSC/03/2024 tanggal 8 Juli 2024 mengajukan permohonan
persetujuan rencana pembelian kembali (buyback) saham Bank sebanyak-banyaknya sebesar
Rp20.000.000 secara sekaligus ataupun bertahap. Rencana buyback saham Bank telah disetujui oleh OJK
melalui surat No. S-118/PB.21/2024 pada tanggal 26 Juli 2024.
Rencana pembelian tersebut mendapat persetujuan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(RUPSLB) Bank pada tanggal 21 Agustus 2024, yang diaktakan oleh Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn.,
di Jakarta. Buyback saham Bank akan disimpan sebagai saham treasuri dengan jumlah seluruh buyback
sebesar-besarnya Rp20.000.000 sudah termasuk biaya buyback dan pajak.
Dari Bulan Oktober 2024 sampai dengan Desember 2024, Bank telah melakukan pembelian saham
sebanyak 22.817.600 lembar saham dengan harga perolehan sebesar Rp5.116.088 dan biayanya sebesar
Rp853.703 dengan rata-rata harga pembelian Rp224 (nilai penuh) per lembar saham.
Dari Bulan Januari 2025 sampai dengan Maret 2025, Bank telah melakukan pembelian saham sebanyak
27.138.100 lembar saham dengan harga perolehan sebesar Rp5.868.867 dengan rata-rata harga
pembelian Rp216 (nilai penuh) per lembar saham.
f. Struktur dan Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank pada tanggal 31 Maret 2025 ditetapkan berdasarkan Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank tanggal 21 Agustus 2024 sesuai Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 20 tanggal 27 Agustus 2024 dari Notaris M. Nova Faisal, S.H., M.Kn. di Jakarta, yang
telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia No. AHU-AH.01.09-0244928 tanggal 28 Agustus 2024.
Sususan Dewan Komisaris dan Direksi Bank adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Dewan Komisaris
Komisaris Utama M. Sidik Heruwibowo M. Sidik Heruwibowo
Komisaris Independen Retno W. Wijayanti Retno W. Wijayanti
Komisaris Independen Johanes Kuntjoro Johanes Kuntjoro
Adisardjono Adisardjono
Komisaris Nyimas Dewi Ratih Nyimas Dewi Ratih
Kamil*) Kamil*)
Direksi
Direktur Utama Ida Bagus K. Subagia Ida Bagus K. Subagia
Direktur Keuangan Rustarti Suri Pertiwi Rustarti Suri Pertiwi
Direktur Digital dan Operasional Lukman Hakim Lukman Hakim
Direktur Manajemen Risiko, Danar Widyantoro Danar Widyantoro
Kepatuhan & Sumber Daya
Manusia
Direktur Bisnis Kicky Andrie Davetra Kicky Andrie Davetra
* Efektif 19 Februari 2025 setelah mendapat persetujuan penilaian kemampuan dan kepatutan Otoritas Jasa Keuangan
Susunan Komite Audit Bank pada tanggal 31 Maret 2025 yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan
Direksi No. Kpts.R.147/Dir.01.02/HCP/05/2024 tanggal 30 Mei 2024, adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Ketua Johanes Kuntjoro Johanes Kuntjoro
Adisardjono Adisardjono
Anggota Ari Setyo Wibowo Ari Setyo Wibowo
Anggota Sus Kiranawati Handayani Sus Kiranawati Handayani
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Sekretaris Perusahaan Bank adalah Ajeng Putri
Hapsari sesuai dengan Surat Keputusan Direksi Bank No.R.109/Dir.01.03/HCP/TML/03/2022 tanggal 14
Maret 2022.
14
Page 18
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 31 Maret 2025, Kepala Satuan Kerja Audit Internal Bank adalah Muhammad Antariksa
berdasarkan SK R.30/Dir.01.04/HCP/02/2025 tanggal 19 Februari 2025.
Pada tanggal 31 Desember 2024, Kepala Satuan Kerja Audit Internal Bank adalah Swasti Dian Anggaini
berdasarkan SK No. Kpts. R.445/Dir.01.04/HCP/11/2024 tanggal 29 November 2024.
Berdasarkan kebijakan Bank, manajemen kunci Bank mencakup anggota dewan komisaris, direksi, komite
audit, komite remunerasi, kepala divisi, kepala bagian langsung dibawah direksi dan kepala cabang.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Bank memiliki karyawan tetap dan karyawan tidak
tetap sebagai berikut (tidak diaudit):
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Tetap 765 747
Tidak Tetap 125 134
Total 890 881
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan pada tanggal 31 Maret 2025 dan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal
tersebut telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang mencakup
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang
dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) dan peraturan
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. VIII.G.7 lampiran keputusan Ketua
Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.
a. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 201:
“Penyajian Laporan Keuangan”. Laporan keuangan disusun berdasarkan nilai historis kecuali untuk
beberapa akun yang dinilai menggunakan dasar pengukuran lain sebagaimana dijelaskan pada kebijakan
akuntansi dari akun tersebut. Laporan keuangan disusun dengan dasar akrual, kecuali laporan arus kas.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas
dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Untuk keperluan laporan arus kas, yang termasuk kas dan setara kas terdiri dari kas, giro pada Bank
Indonesia dan giro pada bank lain dan penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain yang jatuh tempo
dalam waktu 3 (tiga) bulan sejak tanggal perolehan, sepanjang tidak digunakan sebagai jaminan atas
pinjaman yang diterima serta tidak dibatasi penggunaannya.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam laporan keuangan adalah mata uang Rupiah (Rp) yang juga
merupakan mata uang fungsional Bank. Angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan, kecuali bila
dinyatakan secara khusus, adalah dibulatkan dalam ribuan Rupiah.
b. Aset keuangan dan liabilitas keuangan
Aset keuangan terdiri dari kas, giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain, efek-efek, efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, kredit yang diberikan,
penyertaan saham dan aset lain-lain (piutang bunga dan piutang lain-lain).
Liabilitas keuangan terdiri dari liabilitas segera, simpanan nasabah, simpanan dari bank lain, efek-efek yang
dijual dengan janji dibeli kembali, pinjaman yang diterima dan liabilitas lain-lain (bunga yang masih harus
dibayar, liabilitas sewa dan setoran jaminan).
(i) Klasifikasi
Untuk menentukan kategori dan klasifikasi, Bank menilai seluruh aset keuangan, kecuali instrumen
ekuitas, berdasarkan kombinasi dari model bisnis pengelolaan aset dan karakteristik arus kas
kontraktual instrumen terkait. Berikut klasifikasi aset keuangan pada saat pengakuan awal:
15
Page 19
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
• Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
• Aset keuangan, dalam hal ini instrumen utang, yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain, dengan keuntungan/kerugian diakui pada laba rugi pada saat
pelepasan;
• Aset keuangan, dalam hal ini Instrumen ekuitas, yang diukur pada nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain dengan keuntungan/kerugian tidak diakui pada laba rugi pada
saat pelepasan; atau
• Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Bank mengklasifikasi dan mengukur instrumen derivatif dan portofolio trading pada aset keuangan
yang diakui pada nilai wajar melalui laba rugi. Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi
jika memenuhi kondisi sebagai berikut:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam
rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu
atas arus kas yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
Aset keuangan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika memenuhi kondisi
sebagai berikut:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk mendapatkan arus kas
kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu
atas arus kas yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang.
Aset keuangan lainnya yang tidak memenuhi persyaratan untuk diklasifikasikan sebagai diukur pada
biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, diklasifikasikan
sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Saat pengakuan awal, Bank dapat membuat penetapan yang tidak dapat dibatalkan untuk mengukur
aset yang memenuhi persyaratan untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain pada nilai wajar melalui laba rugi, apabila penetapan tersebut
mengeliminasi atau secara signifikan mengurangi inkonsistensi pengukuran atau pengakuan (kadang
disebut sebagai “accounting mismatch”).
Pada saat pengakuan awal, Bank dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk menyajikan
instrumen ekuitas yang bukan dimiliki untuk diperdagangkan pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain.
Penilaian model bisnis
Model bisnis ditentukan pada level yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola
bersama-sama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu.
Penilaian model bisnis dilakukan dengan mempertimbangkan, tetapi tidak terbatas pada, hal-hal
berikut:
• Bagaimana kinerja dari model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
dievaluasi dan dilaporkan kepada personil manajemen kunci Bank;
• Apakah risiko yang memengaruhi kinerja dari model bisnis (termasuk aset keuangan yang dimiliki
dalam model bisnis) dan khususnya bagaimana cara aset keuangan tersebut dikelola; dan
• Bagaimana penilaian kinerja pengelola aset keuangan (sebagai contoh, apakah penilaian
kinerja berdasarkan nilai wajar dari aset yang dikelola atau arus kas kontraktual yang
diperoleh).
Aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan dan penilaian kinerja berdasarkan nilai wajar diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi.
16
Page 20
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Penilaian mengenai arus kas kontraktual yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga
Untuk tujuan penilaian ini, pokok didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada saat
pengakuan awal. Bunga didefinisikan sebagai imbalan untuk nilai waktu atas uang dan risiko kredit terkait
jumlah pokok terutang pada periode waktu tertentu dan juga risiko dan biaya peminjaman standar, dan
juga marjin laba.
Penilaian mengenai arus kas kontraktual yang diperoleh semata dari pembayaran pokok dan bunga
dilakukan dengan mempertimbangkan persyaratan kontraktual, termasuk apakah aset keuangan
mengandung persyaratan kontraktual yang dapat merubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual.
Dalam melakukan penilaian, Bank mempertimbangkan:
• Peristiwa Kontinjensi yang akan mengubah waktu atau jumlah arus kas kontraktual;
• Fitur leverage;
• Persyaratan pembayaran dimuka dan perpanjangan kontraktual;
• Persyaratan mengenai klaim yang terbatas atas arus kas yang berasal dari aset spesifik; dan
• Fitur yang dapat merubah nilai waktu dari elemen uang
Bank mengklasifikasikan liabilitas keuangan dalam kategori:
• Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
• Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Liabilias keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi terdiri dari dua sub-kategori, yaitu
liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang pada saat
pengakuan awal telah ditetapkan oleh Bank untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual
atau dibeli kembali dalam waktu dekat atau jika merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan
tertentu yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek
yang terkini.
Bank mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan setelah pengakuan awal diukur pada biaya
perolehan diamortisasi, kecuali:
• Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
• Liabilitas keuangan yang timbul ketika pengalihan aset keuangan tidak memenuhi syarat
penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan diterapkan;
• Kontrak jaminan keuangan;
• Komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga di bawah pasar; atau
• Imbalan kontinjensi yang diakui oleh pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis
(ii) Pengakuan awal
• Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun
waktu yang telah ditetapkan oleh peraturan dan kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian
secara reguler) diakui pada tanggal penyelesaian.
• Aset keuangan dan liabilitas keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajarnya. Dalam hal
aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai
wajar tersebut ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Pengukuran aset keuangan dan liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada
klasifikasinya.
Biaya transaksi hanya meliputi biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk perolehan
suatu aset keuangan atau penerbitan suatu liabilitas keuangan dan merupakan biaya tambahan yang
tidak akan terjadi apabila instrumen keuangan tersebut tidak diperoleh atau diterbitkan.
Untuk aset keuangan, biaya transaksi ditambahkan pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan
aset, sedangkan untuk liabilitas keuangan, biaya transaksi dikurangkan dari jumlah utang yang diakui
pada pengakuan awal liabilitas.
17
Page 21
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Biaya transaksi tersebut diamortisasi selama umur instrumen berdasarkan metode suku bunga efektif
dan dicatat sebagai bagian dari pendapatan bunga untuk biaya transaksi sehubungan dengan aset
keuangan atau sebagai bagian dari beban bunga untuk biaya transaksi sehubungan dengan liabilitas
keuangan.
Bank pada pengakuan awal dapat menetapkan aset keuangan tertentu sebagai nilai wajar melalui laba
rugi (opsi nilai wajar). Opsi nilai wajar dapat digunakan hanya bila memenuhi ketetapan sebagai berikut:
• Penetapan sebagai opsi nilai wajar mengurangi atau mengeliminasi inkonsistensi pengukuran
dan pengakuan (accounting mismatch) yang dapat timbul; atau
• Aset keuangan merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan yang risikonya
dikelola dan dilaporkan kepada manajemen kunci berdasarkan nilai wajar; atau
• Aset keuangan terdiri dari kontrak utama dan derivatif melekat yang harus dipisahkan.
Opsi nilai wajar digunakan untuk kredit yang diberikan dan piutang tertentu yang dilindung nilai
menggunakan credit derivatives atau swap suku bunga, namun tidak memenuhi kriteria untuk
akuntansi lindung nilai. Jika tidak, kredit yang diberikan akan dicatat menggunakan biaya diamortisasi
dan derivatif akan diukur menggunakan nilai wajar melalui laba rugi. Saat ini Bank tidak menerapkan
akuntansi lindung nilai. Opsi nilai wajar juga digunakan untuk dana investasi yang merupakan bagian
dari portofolio yang dikelola dengan basis nilai wajar. Opsi nilai wajar juga digunakan untuk structured
investment termasuk derivatif melekat.
(iii) Pengukuran setelah pengakuan awal
Aset keuangan dalam kelompok yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
diukur pada nilai wajarnya dan perubahan atas nilai wajar tersebut dicatat pada penghasilan
komprehensif lain. Aset keuangan dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi diukur pada nilai wajarnya dan perubahan diakui pada laba rugi. Aset keuangan dan liabilitas
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada biaya perolehan diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
(iv) Penghentian pengakuan
a. Aset keuangan dihentikan pengakuannya jika:
• Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
• Bank mentransfer haknya untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau
menanggung liabilitas untuk membayarkan arus kas yang diterima tersebut secara penuh
tanpa penundaan berarti kepada pihak ketiga di bawah kesepakatan pelepasan (pass-
through arrangement), dan antara (a) Bank telah mentransfer secara substansial seluruh
risiko dan manfaat atas aset, atau (b) Bank tidak mentransfer maupun tidak memiliki secara
substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, tetapi telah mentransfer kendali atas aset.
Ketika Bank telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau telah memasuki pass-
through arrangement dan tidak mentransfer serta tidak mempertahankan secara substansial
seluruh risiko dan manfaat atas aset atau tidak mentransfer kendali atas aset, aset tersebut diakui
sebesar keterlibatan Bank yang berkelanjutan atas aset tersebut.
Bank melepaskan aset keuangan, seperti kredit yang diberikan, ketika syarat dan kondisi telah
direnegosiasi hingga secara substansial, kredit yang diberikan tersebut menjadi baru, dengan
perbedaan akan dicatat sebagai keuntungan atau kerugian dari pelepasan, jika kerugian
penurunan nilai belum dicatat.
Kredit yang diberikan tersebut akan dilkasifikasikan sebagai Stage 1 untuk penilaian Expected
Credit Losses (ECL), kecuali kredit yang diberikan tersebut dianggap aset keuangan yang dibeli
atau yang berasal dari aset keuangan memburuk (Purchased or Originated Credit-Impaired
Financial Assets - POCI).
18
Page 22
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Jika modifikasi tidak akan menghasilkan arus kas yang secara substansi berbeda, maka
modifikasi tidak akan berujung pada pelepasan aset. Berdasarkan perbedaan arus kas yang
didiskonto pada Effective Interest Rate (EIR) awal, Bank akan mencatat keuntungan atau
kerugian akibat modifikasi, sampai dengan jumlah kerugian penurunan nilai yang belum diakui.
Penghapusbukuan kredit yang diberikan dilakukan ketika tidak terdapat lagi prospek yang realistis
mengenai pengembalian pinjaman atau hubungan normal antara Bank dan debitur telah berakhir.
Kredit yang tidak dapat dilunasi tersebut dihapusbukukan dengan mendebit cadangan kerugian
penurunan nilai.
Pada saat aset keuangan dihentikan pengakuannya atau terjadi penurunan nilai, maka
keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas harus direklasifikasi
ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Akumulasi keuntungan/kerugian yang diakui pada penghasilan komprehensif lain terkait pilihan
Bank untuk menyajikan instrumen ekuitas yang bukan dimiliki untuk diperdagangkan pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain, tidak diakui dalam laba rugi pada saat penghentian
pengakuan.
b. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas keuangan tersebut berakhir, yaitu
ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Jika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan yang lain oleh pemberi pinjaman yang
sama pada keadaan yang secara substansial berbeda, atau berdasarkan suatu liabilitas yang ada
yang secara substansial telah diubah, maka pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan
sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru dan perbedaan nilai
tercatat masing-masing diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
(v) Pengakuan pendapatan dan beban
a. Pendapatan dan beban bunga, untuk aset yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain serta aset keuangan dan liabilitas keuangan yang dicatat berdasarkan biaya
perolehan diamortisasi, diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan
menggunakan suku bunga efektif.
b. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan dan liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
c. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar dan lainnya atas aset keuangan
yang diklasifikasikan dalam kelompok nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain diakui
secara langsung dalam ekuitas, kecuali keuntungan atau kerugian akibat perubahan nilai tukar
dari item moneter, dihentikan pengakuannya atau adanya penurunan nilai dari aset keuangan
tersebut.
Jumlah tercatat bruto aset keuangan adalah biaya perolehan diamortisasi aset keuangan sebelum
disesuaikan dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Dalam menghitung pendapatan dan beban bunga, tingkat bunga efektif diterapkan pada jumlah tercatat
bruto aset (ketika aset tersebut bukan aset keuangan memburuk) atau terhadap biaya perolehan
diamortisasi dari liabilitas.
Untuk aset keuangan yang memburuk setelah pengakuan awal, pendapatan bunga dihitung dengan
menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan tersebut.
Jika aset tersebut tidak lagi memburuk, maka perhitungan pendapatan bunga akan dihitung dengan
menerapkan tingkat bunga efektif terhadap nilai tercatat bruto dari aset keuangan tersebut.
Untuk aset keuangan yang telah memburuk pada saat pengakuan awal, pendapatan bunga dihitung
dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan
tersebut.
19
Page 23
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Jika aset tersebut tidak lagi memburuk, maka perhitungan pendapatan bunga akan tetap dihitung
dengan menerapkan tingkat bunga efektif terhadap biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan
tersebut.
(vi) Reklasifikasi aset keuangan
Bank mereklasifikasi aset keuangan jika dan hanya jika, model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan
berubah. Tidak terdapat reklasifikasi untuk liabilitas keuangan.
(vii) Saling hapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan dilakukan saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika Bank memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya maksud untuk
menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
simultan.
Hal yang berkekuatan hukum harus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan harus dapat
dipaksakan di dalam situasi bisnis yang normal, peristiwa kegagalan atau kebangkrutan dari entitas
atas seluruh pihak lawan.
Pendapatan dan beban disajikan dalam jumlah neto hanya jika diperkenankan oleh Standar Akuntansi
Keuangan.
(viii) Pengukuran biaya diamortisasi
Biaya perolehan diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan adalah jumlah aset keuangan
atau liabilitas keuangan yang diukur pada saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok pinjaman,
ditambah atau dikurangi amortisasi kumulatif menggunakan metode suku bunga efektif yang dihitung
dari selisih antara nilai pengakuan awal dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi penurunan nilai.
(ix) Pengukuran nilai wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
liabilitas terjadi:
• Di pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau
• Jika tidak terdapat pasar utama, dipasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Nilai wajar suatu aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar
ketika menentukan harga aset dan liabilitas tersebut dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak
dalam kepentingan ekonomik terbaiknya.
Bank menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai
tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang
relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
20
Page 24
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan dapat
dikategorikan pada level hierarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input terendah yang signifikan atas
pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
• Level 1: harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses pada tanggal pengukuran.
• Level 2: input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi
untuk aset dan liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
• Level 3: input yang tidak dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Bank menentukan
apakah terjadi transfer antara level di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori berdasarkan
input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar setiap akhir periode pelaporan.
Bank untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, telah menentukan kelas aset dan liabilitas berdasarkan
sifat, karakteristik, risiko aset dan liabilitas, dan level hierarki nilai wajar (Catatan 35).
(x) Aset keuangan sukuk
Berdasarkan PSAK 410, Bank menentukan klasifikasi investasi pada sukuk sebagai berikut:
a. Diukur pada biaya perolehan
• Investasi tersebut dimiliki dalam suatu model usaha yang bertujuan utama untuk
memperoleh arus kas kontraktual dan terdapat persyaratan kontraktual dalam
menentukan tanggal tertentu atas pembayaran pokok dan atau hasilnya.
• Biaya perolehan sukuk termasuk biaya transaksi.
• Selisih antara biaya perolehan dan nilai nominal diamortisasi secara garis lurus selama
jangka waktu sukuk dan diakui dalam laba rugi.
b. Diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
• Investasi tersebut dimiliki dalam suatu model usaha yang bertujuan utama untuk
memperoleh arus kas kontraktual dan melakukan penjualan sukuk, terdapat persyaratan
kontraktual dalam menentukan tanggal tertentu atas pembayaran pokok dan atau
hasilnya.
• Biaya perolehan sukuk termasuk biaya transaksi.
• Selisih antara biaya perolehan dan nilai nominal diamortisasi secara garis lurus selama
jangka waktu sukuk dan diakui dalam laba rugi.
• Keuntungan atau kerugian dari perubahan nilai wajar diakui dalam penghasilan
komprehensif lain setelah memperhitungkan saldo selisih biaya perolehan dan nilai
nominal yang belum diamortisasi dan saldo akumulasi keuntungan dan kerugian nilai wajar
yang telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain sebelumnya. Ketika investasi
sukuk dihentikan pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya
diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi.
c. Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
• Biaya perolehan sukuk tidak termasuk biaya transaksi.
• Selisih antara nilai wajar dan jumlah tercatat diakui dalam laba rugi.
c. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
Bank melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi seperti yang didefinisikan dalam PSAK 224 tentang
“Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
21
Page 25
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Suatu pihak dianggap pihak berelasi dengan Bank jika:
(1) Langsung, atau tidak langsung yang melalui satu atau lebih perantara, suatu pihak
(i) mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah pengendalian bersama, dengan
Bank; (ii) memiliki kepentingan dalam Bank yang memberikan pengaruh signifikan atas Bank; atau
(iii) memiliki pengendalian bersama atas Bank;
(2) Suatu pihak yang berada dalam kelompok usaha yang sama dengan Bank;
(3) Suatu pihak adalah ventura Bersama di mana Bank sebagai venturer;
(4) Suatu pihak adalah anggota dari personil manajemen kunci Bank;
(5) Suatu pihak adalah anggota keluarga dekat dari individu yang diuraikan dalam butir (1) atau (4);
(6) Suatu pihak adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi signifikan oleh
atau untuk pihak yang memiliki hak suara signifikan pada beberapa entitas, langsung maupun tidak
langsung, yaitu individu seperti diuraikan dalam butir (4) atau (5);
(7) Suatu pihak adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Bank atau entitas
yang terkait dengan Bank.
Transaksi dengan pihak berelasi dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak,
dimanA persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi yang dilakukan dengan pihak ketiga.
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan yang relevan dan rinciannya telah disajikan dalam Catatan 33 atas laporan keuangan.
d. Cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan
Bank mengakui penyisihan kerugian kredit ekskpektasian pada instrumen keuangan yang tidak diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi. Tidak ada penyisihan kerugian kredit ekskpektasian pada investasi instrumen
ekuitas.
Bank mengukur cadangan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian seumur hidup, kecuali untuk hal
berikut, diukur sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 (dua belas) bulan:
• Instrumen utang yang memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan; dan
• Instrumen keuangan lainnya yang risiko kreditnya tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan
awal.
Bank menganggap instrumen utang memiliki risiko kredit yang rendah ketika peringkat risiko kreditnya
setara dengan definisi investment grade yang dipahami secara global.
Kerugian kredit ekspektasian 12 (dua belas) bulan adalah bagian dari kerugian kredit ekspektasian
sepanjang umurnya yang merepresentasikan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari peristiwa gagal
bayar instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan.
Kerugian yang terjadi diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan dicatat pada
akun penyisihan kerugian penurunan nilai sebagai pengurang terhadap aset keuangan yang dicatat pada
biaya perolehan diamortisasi. Jika pada suatu periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai
berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara objektif pada peristiwa yang terjadi setelah
penurunan nilai diakui (seperti meningkatnya peringkat kredit debitur atau penerbit), maka kerugian
penurunan nilai yang sebelumnya diakui harus dipulihkan, dengan menyesuaikan akun cadangan. Jumlah
pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada periode
berjalan.
Kerugian kredit ekspektasian untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar tidak mengurangi nilai
tercatat di dalam aset keuangan di laporan posisi keuangan, yaitu nilai wajar. Kerugian kredit ekspektasian
diakui sebagai penambah dari penghasilan komprehensif lainnya di dalam laporan posisi keuangan.
22
Page 26
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian
Kerugian kredit ekspektasian adalah estimasi probabilitas tertimbang dari kerugian kredit yang diukur
sebagai berikut:
• Aset keuangan yang tidak memburuk pada tanggal pelaporan, kerugian kredit ekspektasian diukur
sebesar selisih antara nilai kini dari seluruh kekurangan kas (yaitu selisih antara arus kas yang terutang
kepada Bank sesuai dengan kontrak dan arus kas yang diperkirakan akan diterima oleh Bank);
• Aset keuangan yang memburuk pada tanggal pelaporan, kerugian kredit ekspektasian diukur sebesar
selisih antara jumlah tercatat bruto dan nilai kini arus kas masa depan yang diestimasi;
• Komitmen pinjaman yang belum ditarik, kerugian kredit ekspektasian diukur sebesar selisih antara nilai
kini jumlah arus kas jika komitmen ditarik dan arus kas yang diperkirakan akan diterima oleh Bank;
dan
• Kontrak jaminan keuangan, kerugian kredit ekspektasian diukur sebesar selisih antara pembayaran
yang diperkirakan untuk mengganti pemegang atas kerugian kredit yang terjadi dikurangi jumlah yang
diperkirakan dapat dipulihkan.
Aset keuangan yang direstrukturisasi
Jika ketentuan aset keuangan dinegosiasikan ulang atau dimodifikasi atau aset keuangan yang ada diganti
dengan yang baru karena kesulitan keuangan peminjam, maka dilakukan penilaian apakah aset keuangan
yang ada harus dihentikan pengakuannya dan kerugian kredit ekspektasian diukur sebagai berikut:
• Jika restrukturisasi tidak mengakibatkan penghentian pengakuan aset yang ada, maka arus kas yang
diperkirakan yang timbul dari aset keuangan yang dimodifikasi dimasukkan dalam perhitungan
kekurangan kas dari aset yang ada.
• Jika restrukturisasi akan menghasilkan penghentian pengakuan aset yang ada, maka nilai wajar aset
baru diperlakukan sebagai arus kas akhir dari aset keuangan yang ada pada saat penghentian
pengakuannya. Jumlah ini dimasukkan dalam perhitungan kekurangan kas dari aset keuangan yang
ada yang didiskontokan dari tanggal penghentian pengakuan ke tanggal pelaporan menggunakan suku
bunga efektif awal dari aset keuangan yang ada.
Aset keuangan yang memburuk
Pada setiap tanggal pelaporan, Bank menilai apakah aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan
diamortisasi dan aset keuangan instrumen utang yang dicatat pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain mengalami penurunan nilai kredit (memburuk). Aset keuangan memburuk ketika satu atau
lebih peristiwa yang memiliki dampak merugikan atas estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan
telah terjadi.
Bukti bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit (memburuk) termasuk data yang dapat
diobservasi mengenai peristiwa berikut ini:
(1) Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam;
(2) Pelanggaran kontrak, seperti peristiwa gagal bayar atau peristiwa tunggakan;
(3) Pihak pemberi pinjaman, untuk alasan ekonomik atau kontraktual sehubungan dengan kesulitan
keuangan yang dialami pihak peminjam, telah memberikan konsesi pada pihak peminjam yang tidak
mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut;
(4) Terjadi kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi
keuangan lainnya;
(5) Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan;
(6) Pembelian atau penerbitan aset keuangan dengan diskon sangat besar yang mencerminkan kerugian
kredit yang terjadi; atau
(7) Sulit untuk mengidentifikasi peristiwa diskrit tunggal, namun demikian, dampak kombinasi dari beberapa
peristiwa dapat menyebabkan aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit.
23
Page 27
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Aset keuangan yang dibeli atau yang berasal dari aset keuangan memburuk (purchased or originated
credit-impaired financial assets/POCI)
Aset keuangan dikategorikan sebagai POCI apabila terdapat bukti objektif penurunan nilai pada saat
pengakuan awal. Pada saat pengakuan awal, tidak ada penyisihan kerugian kredit yang diakui karena
harga pembelian atau nilainya telah termasuk estimasi kerugian kredit sepanjang umurnya. Selanjutnya,
perubahan kerugian kredit sepanjang umurnya, apakah positif atau negatif, diakui dalam laporan laba rugi
sebagai bagian dari penyisihan kerugian kredit.
Berdasarkan proses di atas, Bank melakukan pembagian aset keuangan atas Stage 1, Stage 2, Stage 3
dan POCI, sebagai berikut:
• Stage 1: mencakup instrumen keuangan yang tidak memiliki peningkatan risiko kredit secara signifikan
sejak pengakuan awal atau memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan. Untuk instrumen-
instrumen keuangan ini, akan berlaku perhitungan ECL 12 bulan. Aset keuangan di dalam stage 1
termasuk fasiltas dimana risiko kredit telah membaik dan aset keuangan dapat direklasifikasi dari stage
2.
• Stage 2: mencakup instrumen keuangan yang mengalami peningkatan risiko kredit sejak pengakuan
awal (kecuali Bank merasa risiko kredit tergolong rendah pada tanggal pelaporan) namun belum
terbukti adanya bukti penurunan nilai secara objektif. Untuk instrumen-instrumen ini, akan berlaku
perhitungan ECL seumur hidup. ECL seumur hidup adalah kerugian kredit ekspektasian yang
diharapkan dari semua kejadian gagal bayar yang mungkin terjadi selama perkiraan umur dari
instrumen keuangan tersebut. Stage 2 juga mencakup fasilitas dimana risiko kedit telah membaik dan
aset keuangan telah direklasifikasi dari Stage 3.
• Stage 3: mencakup instrumen keuangan yang telah terbukti mengalami penurunan nilai secara objektif
pada tanggal pelaporan. Kelompok ini biasanya terdiri atas debitur yang mengalami gagal bayar. Bank
mencatat cadangan ECL seumur hidup.
• POCI: aset POCI adalah aset keuangan yang mengalami penurunan nilai berdasarkan penilaian risiko
kredit pada saat pengakuan awal. Aset tersebut dicatat pada nilai wajar pada saat pengakuan awal,
dan pendapatan bunga akan diakui selanjutnya berdasarkan metode suku bunga efektif yang
disesuaikan. Cadangan ECL hanya dicatat atau dilepaskan jika ada perubahan selanjutnya pada
kerugian kredit ekspektasian.
Terdapat kritera kualitatif dan kuantatif untuk memastikan aset keuangan tercakup dalam stage tertentu
yang telah diformalkan di dalam Surat Edaran Bank.
Bank menghitung penurunan nilai melalui dua metode, yaitu penurunan nilai secara individual atau kolektif.
Perhitungan penurunan nilai secara individual dilakukan untuk aset keuangan yang signifikan dan pernah
mengalami gagal bayar ataupun restrukturisasi. Selain itu, perhitungan penurunan nilai akan dilakukan
secara kolektif.
Penurunan nilai individual
Metode perhitungan penurunan nilai secara individual akan mempertimbangkan 3 (tiga) skenario
kemungkinan pengembalian, yaitu: (i) skenario dasar (base), (ii) skenario terbaik (upturn), dan (iii) skenario
terburuk (downturn). Pembuatan skenario dilakukan dengan menggunakan metode Discounted Cash Flow
(DCF) dan mempertimbangkan kondisi industri dan perusahaan terkait. Selanjutnya ECL yang dihasilkan
oleh masing-masing skenario akan dirata-ratakan secara tertimbang terhadap bobot skenario yang telah
diatur.
Penurunan nilai kolektif
Evaluasi penurunan nilai secara kolektif didasarkan pada konsep Probability of Default (PD), Loss Given
Default (LGD) dan Exposure at Default (EAD) yang mempertimbangkan informasi masa lalu, terkini, dan
masa mendatang.
24
Page 28
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Bank menggunakan model (i) Observed Default Rate dan (ii) Vasicek maupun pendekatan lainnya dalam
menentukan nilai PD dari setiap debitur.
Bank menggunakan metode (i) Historical dan (ii) Diminish Balance dalam menentukan nilai LGD dari setiap
debitur. LGD menggambarkan persentase nominal fasilitas yang tidak akan dapat dipulihkan oleh Bank
terhadap debitur default. LGD biasa dihitung dengan 1-Recovery Rate. Recovery rate dihitung
mempertimbangkan Time Value of Money dari pengembalian dari kewajiban yang telah default. Tingkat
suku bunga yang digunakan untuk menghitung Time Value of Money dari Recovery adalah EIR awal.
EAD merupakan estimasi nilai buku pada saat terjadi gagal bayar, dengan mempertimbangkan arus kas
instumen keuangan terkait, serta kemungkinan penarikan tambahan dari limit kredit sampai dengan tanggal
gagal bayar.
EAD juga mempertimbangkan jadwal pembayaran dan amortisasi serta perubahan dalam utilisasi saldo
yang belum ditarik menjelang terjadinya kegagalan bayar. Pemodelan EAD akan dilakukan berdasarkan
karakteristik dari instrumen keuangan terkait, yang dibagi ke dalam beberapa kategori: (i) kredit angsuran
(ii) kredit revolving, (iii) trade finance dan (iv) treasury.
Pengukuran ECL berdasarkan PSAK 109 mewajibkan Bank untuk memodelkan ECL sesuai dengan
skenario forward-looking yang ada, dengan mempertimbangkan kemungkinan ekonomi baik dan buruk.
Oleh karena itu, nilai ECL yang dihasilkan Bank harus berdasarkan hasil probabilitas dari tiga skenario
(kasus ekonomi normal/normal, baik/good dan buruk/bad). PD dan LGD akan dihitung menurut tiga
skenario dengan nilai makro-ekonomi sesuai dengan skenario-skenario tersebut.
Untuk segmentasi beragunan (secured), LGD juga akan dihitung berdasarkan tiga skenario ketika data
sudah mencukupi. Bobot dari skenario baik, normal dan buruk dapat disesuaikan seiring dengan perubahan
kondisi ekonomidan dan diskresi Bank.
Penyajian penyisihan kerugian kredit ekspektasian dalam laporan posisi keuangan
Penyisihan kerugian kredit ekspektasian disajikan dalam laporan posisi keuangan sebagai berikut:
● Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, penyisihan kerugian kredit
ekspektasian disajikan sebagai pengurang dari jumlah tercatat bruto aset;
● Komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan, umumnya penyisihan kerugian kredit
ekspektasian disajikan sebagai provisi;
● Instrumen keuangan yang mencakup komponen komitmen pinjaman yang telah ditarik dan belum
ditarik, dan Bank tidak dapat mengidentifikasi kerugian kredit ekspektasian komponen komitmen
pinjaman yang telah ditarik secara terpisah dari komponen komitmen pinjaman yang belum ditarik,
maka penyisihan kerugian kredit ekspekstasian tersebut digabungkan dan disajikan sebagai
pengurang dari jumlah tercatat bruto. Setiap kelebihan dari penyisihan kerugian kredit ekspektasian
atas jumlah bruto disajikan sebagai provisi; dan
● Instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, penyisihan
kerugian kredit ekspektasian tidak disajikan sebagai pengurang dari jumlah tercatat aset dalam laporan
posisi keuangan karena jumlah tercatat dari aset-aset ini adalah nilai wajarnya. Namun demikian
penyisihan kerugian kredit ekspektasian diungkapkan dan diakui dalam penghasilan komprehensif lain
pada komponen nilai wajar.
Penghapusan
Pinjaman dan instrumen utang dihapusbukukan ketika tidak ada prospek yang realistis untuk memulihkan
aset keuangan secara keseluruhan atau secara parsial. Hal ini pada umumnya terjadi Ketika Bank
menentukan bahwa peminjam tidak memiliki aset atau sumber penghasilan yang dapat menghasilkan arus
kas yang cukup untuk membayar jumlah yang dihapusbukukan. Namun demikian, aset keuangan yang
dihapusbukukan masih bisa dilakukan tindakan penyelamatan sesuai dengan prosedur Bank dalam rangka
pemulihan jumlah yang jatuh tempo.
Penerimaan Kembali atas asset keuangan yang telah dihapusbukukan dicatat sebagai pendapatan
operasional selain bunga.
25
Page 29
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
e. Giro pada Bank Indonesia dan bank lain
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain dinyatakan sebesar biaya perolehan diamortisasi menggunakan
metode suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai. Giro pada Bank Indonesia dan
bank lain diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi.
f. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia terdiri dari penanaman dana pada Bank Indonesia berupa Deposit
Facility dan Term Deposit, sedangkan penempatan dana pada bank lain merupakan penanaman dana
pada bank lain. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain dinyatakan sebesar biaya perolehan
diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi cadangan kerugian penurunan nilai.
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi.
g. Efek-efek
Efek-efek yang dimiliki terdiri dari Surat Perbendaharaan Negara, Obligasi Pemerintah, Sekuritas Rupiah
Bank Indonesi (SRBI), unit penyertaan reksadana, Medium-Term Note, Negotiable Certificate Deposit
dan obligasi lain yang diperoleh melalui pasar perdana dan sekunder.
Efek-efek pada awalnya disajikan sebesar nilai wajarnya. Setelah pengakuan awal, efek-efek dicatat
sesuai dengan kategorinya yaitu biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi.
Penilaian efek-efek didasarkan atas klasifikasinya sebagai berikut:
(1) Efek-efek pada biaya perolehan diamortisasi dicatat pada biaya perolehan yang diamortisasi
menggunakan suku bunga efektif.
(2) Efek-efek yang diperdagangkan dinyatakan pada nilai wajar. Keuntungan dan kerugian yang timbul
dari perubahan nilai wajar efek-efek diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
(3) Efek-efek yang diklasifikasikan sebagai nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dinyatakan
pada nilai wajar. Pendapatan bunga diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
menggunakan metode suku bunga efektif. Laba atau rugi selisih kurs atas efek-efek diakui pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Perubahan nilai wajar lainnya diakui secara
langsung dalam ekuitas sampai dengan efek-efek tersebut dijual, dimana keuntungan dan kerugian
kumulatif yang sebelumnya diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
h. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Efek-efek yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali disajikan sebagai aset keuangan dalam laporan
posisi keuangan sebesar jumlah penjualan kembali dikurangi dengan bunga yang belum diamortisasi dan
cadangan kerugian penurunan nilai. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali diperlakukan sebagai
pendapatan bunga yang ditangguhkan (belum diamortisasi) dan diakui sebagai pendapatan selama periode
sejak efek-efek tersebut dibeli hingga dijual kembali dengan menggunakan suku bunga efektif. Efek-efek
yang dibeli dengan janji untuk dijual kembali diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi.
i. Kredit yang diberikan
Kredit yang diberikan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat disetarakan dengan itu,
berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam dengan debitur yang mewajibkan debitur
untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dan membayar imbalan bunga.
Kredit yang diberikan pada awalnya diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dan merupakan biaya tambahan untuk memperoleh aset keuangan tersebut,
dan setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga
efektif dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai. Kredit yang diberikan diklasifikasikan sebagai
biaya perolehan diamortisasi. Kredit dalam rangka pembiayaan bersama (kredit sindikasi) dinyatakan
sebesar pokok kredit sesuai dengan porsi risiko yang ditanggung oleh Bank.
26
Page 30
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Kredit yang direstrukturisasi disajikan sebesar nilai yang lebih rendah antara nilai tercatat kredit pada
tanggal restrukturisasi atau nilai tunai penerimaan kas masa depan setelah restrukturisasi. Kerugian akibat
selisih antara nilai tercatat kredit pada tanggal restrukturisasi dan nilai tunai penerimaan kas masa depan
setelah restrukturisasi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Setelah
restrukturisasi, semua penerimaan kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru dicatat
sebagai pengembalian pokok kredit yang diberikan dan pendapatan bunga sesuai dengan syarat-syarat
restrukturisasi.
Kredit yang diberikan dihapusbukukan ketika tidak terdapat prospek yang realistis mengenai pengembalian
di masa datang dan semua jaminan telah diupayakan untuk direalisasi atau sudah diambil alih. Kredit yang
tidak dapat dilunasi dihapusbukukan dengan mendebit cadangan kerugian penurunan nilai. Pelunasan
kemudian atas kredit yang telah dihapusbukukan pada tahun-tahun sebelumnya dicatat sebagai
pendapatan operasional selain bunga.
j. Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali
Efek-efek yang dijual dengan janji untuk dibeli kembali disajikan sebagai liabilitas dalam laporan posisi
keuangan sebesar harga pembelian kembali, dikurangi dengan bunga dibayar di muka yang belum
diamortisasi. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali diperlakukan sebagai bunga dibayar di muka
dan diakui sebagai beban bunga selama jangka waktu sejak efek-efek tersebut dijual hingga dibeli kembali
menggunakan metode suku bunga efektif. Efek-efek yang dijual dengan janji untuk dibeli kembali diukur
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
k. Penyertaan saham
Penyertaan saham terutama merupakan penanaman dana dalam bentuk saham pada perusahaan yang
tidak melalui pasar modal untuk tujuan investasi jangka panjang. Penyertaan saham pada entitas dimana
Bank tidak memiliki pengaruh yang signifikan dicatat pada nilai wajar sesuai dengan PSAK 109. Dividen kas
yang diterima atas penyertaan saham diakui sebagai pendapatan.
l. Aset tetap, aset hak guna dan liabilitas sewa serta aset tidak berwujud
Aset tetap
Aset tetap awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-biaya
tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan
supaya aset tersebut siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah pengakuan awal, aset
tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan
nilai.
Aset tetap yang diperoleh dalam pertukaran aset non-moneter atau kombinasi aset moneter dan non-
moneter diukur pada nilai wajar, kecuali:
(i) transaksi pertukaran tidak memiliki substansi komersial, atau
(ii) nilai wajar dari aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal.
Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud penggunaannya dan
dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi umur manfaat ekonomi sebagai
berikut:
Tahun Persentase
Bangunan 20-30 3,33 - 5%
Renovasi bangunan sewa 5 20%
Kendaraan 5 20%
Perlengkapan kantor 5 20%
Penilaian aset tetap dilakukan atas penurunan dan kemungkinan penurunan nilai wajar aset jika terjadi
peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat mungkin tidak dapat
seluruhnya terealisasi.
27
Page 31
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Jumlah tercatat komponen dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat
sudah tidak ada lagi manfaat ekonomik masa depan yang diekspektasikan dari penggunaan maupun
pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut dimasukkan kedalam laba
rugi untuk tahun dimana penghentian pengakuan tersebut dilakukan.
Nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan dievaluasi setiap akhir tahun dan disesuaikan secara
prospektif, jika diperlukan.
Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan.
Jika biaya perolehan tanah termasuk biaya pembongkaran, pemindahan dan restorasi lokasi, serta manfaat
yang diperoleh dari pembongkaran, pemindahan dan pemugaran tersebut terbatas, maka biaya tersebut
disusutkan selama periode manfaat yang diperolehnya. Dalam beberapa kasus, tanah itu sendiri memiliki
umur manfaat yang terbatas, dalam hal ini, tanah tersebut disusutkan dengan cara yang mencerminkan
manfaat yang diperoleh dari tanah tersebut.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada operasi pada saat terjadinya. Beban pemugaran dan
penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi kepada jumlah tercatat aset tetap terkait bila besar
kemungkinan bagi Bank manfaat ekonomi masa depan menjadi lebih besar dari standar kinerja awal yang
ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa manfaat aset tetap terkait.
Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi beban
pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam
penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun “Aset Tetap” yang
bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset tetap
dalam penyelesaian tidak disusutkan karena belum tersedia untuk digunakan.
Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB)
dan Hak Pakai (HP) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah
pada akun “Aset Tetap”.
Aset hak guna dan liabilitas sewa
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial
seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa
operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan
kepemilikan aset.
Bank menerapkan PSAK 116 tentang “Sewa” untuk seluruh sewa dengan mengakuiaset hak guna dan
liabilitas terkait, dengan 2 (dua) pengecualian yaitu aset pendasar bernilai rendah dan sewa jangka pendek.
Pada tanggal insepsi suatu kontrak, Bank menilai apakah suatu kontrak merupakan, atau mengandung,
sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung, sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk
mengendalikan penggunaan suatu aset selama suatu jangka waktu tertentu untuk dipertukarkan dengan
imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak untuk mengendalikan suatu aset
identifikasian, Bank menilai apakah:
• Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian.
• Bank memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan
aset selama periode penggunaan; dan
• Bank memiliki hak untuk mengendalikan aset identifikasian dalam bentuk:
a. Bank memiliki hak untuk mengoperasikan aset.
b. Bank mempunyai hak untuk menetapkan tujuan apa aset akan digunakan.
28
Page 32
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal insepsi atau pada saat penilaian kembali suatu kontrak yang mengandung suatu komponen
sewa, Bank mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan
harga tersendiri relatif dari komponen sewa. Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas
sewa meliputi:
• Pembayaran lunas dimuka.
• Pembayaran angsuran tetap.
• Pembayaran angsuran sewa berubah yang bergantung pada fluktuasi pembayaran sewa yang
ditetapkan oleh counterpart.
Bank mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak-guna awalnya
diukur pada biaya perolehan, yang terdiri dari jumlah pengukuran awal dari liabilitas sewa disesuaikan
dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya
langsung awal yang dikeluarkan.
Setelah tanggal permulaan, aset hak-guna diukur dengan model biaya. Aset hak-guna diukur sebesar
harga perolehan dikurangi akumulasi depresiasi dan akumulasi penurunan nilai serta disesuaikan dengan
pengukuran kembali liabilitas sewa. Liabilitas sewa diukur pada biaya perolehan diamortisasi
menggunakan metode suku bunga efektif.
Sewa jangka pendek dengan durasi kurang dari 12 (dua belas) bulan dan sewa aset bernilai rendah, serta
elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak menerapkan prinsip-prinsip pengakuan
yang ditentukan oleh PSAK 116. Bank akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis lurus
selama masa sewa dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Beban ini disajikan pada
beban umum dan administrasi dalam laporan laba rugi.
Aset tak berwujud
Aset tak berwujud terdiri dari perangkat lunak yang dibeli Bank, yang bukan merupakan bagian integral dari
perangkat keras yang terkait. Aset tidak berwujud diakui jika, atau hanya jika, biaya perolehan aset tersebut
dapat diukur secara andal dan kemungkinan besar Bank akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan
dari aset tersebut. Aset tak berwujud dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan
akumulasi kerugian penurunan nilai.
Amortisasi diakui dalam laba rugi dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomis selama 5 (lima) tahun, dimulai dari pada saat aset tak berwujud tersebut siap untuk
digunakan sesuai dengan maksud penggunaannya.
Nilai residu, umur manfaat dan metode amortisasi ditelaah setiap akhir tahun dan disesuaikan jika
diperlukan.
Aset tidak berwujud dihentikan pengakuannya jika dilepas atau ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomi
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang
muncul dari penghentian pengakuan aset tak berwujud ditentukan sebagai selisih antara hasil neto
pelepasan, jika ada, dan jumlah tercatat aset. Keuntungan atau kerugian diakui dalam laba rugi ketika aset
tersebut dihentikan penggunaannya.
m. Penurunan nilai aset non-keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Bank menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian tahunan atas penurunan nilai aset
tertentu diperlukan, maka Bank akan membuat estimasi atas jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar
aset atau Unit Penghasil Kas (UPK) dikurangi biaya pelepasan dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut
tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset atau kelompok aset lain.
Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami
penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya.
29
Page 33
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain sebagai “rugi penurunan nilai”. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa
depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang
menggambarkan penilaian pasar kini atas nilai waktu uang dan risiko spesifik aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan, mengacu pada PSAK 113 tentang “Pengukuran
Nilai Wajar” (Catatan 2b).
Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomi dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya
atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam
penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Kerugian penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan, jika ada, diakui pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan fungsi aset yang
diturunkan nilainya.
n. Agunan yang diambil alih
Agunan yang diambil alih sehubungan dengan penyelesaian kredit diakui sebesar nilai neto yang dapat
direalisasi atau sebesar nilai tercatat dari kredit, mana yang lebih rendah. Nilai neto yang dapat direalisasi
adalah nilai wajar agunan setelah dikurangi estimasi biaya pelepasan. Kelebihan saldo kredit yang
diberikan, yang belum dilunasi oleh peminjam diatas nilai dari agunan yang diambil alih, dibebankan
sebagai penyisihan penghapusan aset pada tahun berjalan. Selisih antara nilai agunan yang diambil alih
dengan hasil penjualannya diakui sebagai keuntungan atau kerugian pada saat penjualan agunan.
Bank mengevaluasi nilai agunan yang diambil alih secara berkala. Penyisihan kerugian agunan yang
diambil alih dibentuk berdasarkan penurunan nilai agunan yang diambil alih. Beban perbaikan
(reconditioning cost) yang timbul setelah pengambilalihan agunan dikapitalisasi dalam akun agunan yang
diambil alih tersebut.
o. Biaya dibayar di muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus
(straight-line method).
p. Liabilitas segera
Liabilitas segera merupakan liabilitas Bank kepada pihak lain yang sifatnya wajib segera dibayarkan sesuai
dengan perintah pemberi amanat perjanjian yang ditetapkan sebelumnya. Liabilitas segera diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan dan dihitung berdasarkan biaya perolehan diamortisasi.
q. Simpanan nasabah dan bank lain
Giro merupakan simpanan nasabah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat menggunakan cek,
atau dengan cara pemindahbukuan dengan bilyet giro atau sarana perintah pembayaran lainnya. Giro
dinyatakan sebesar nilai liabilitas kepada pemegang giro.
Tabungan merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat
tertentu yang disepakati. Tabungan dinyatakan sebesar nilai liabilitas kepada pemilik tabungan.
Deposito berjangka merupakan simpanan nasabah yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu
tertentu sesuai perjanjian antara penyimpan dengan Bank. Deposito berjangka dinyatakan sebesar nilai
nominal yang tercantum dalam bilyet deposito atau yang diperjanjikan.
Simpanan dari bank lain terdiri dari liabilitas terhadap bank lain, baik lokal maupun luar negeri, dalam
bentuk giro, deposito berjangka dan inter-bank call money serta dinyatakan sesuai dengan jumlah liabilitas
terhadap bank tersebut.
30
Page 34
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Simpanan nasabah dan bank lain diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Biaya tambahan yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan simpanan nasabah dikurangkan dari jumlah simpanan
yang diterima.
r. Pinjaman yang diterima
Pinjaman yang diterima merupakan dana yang diterima dari pihak lain dengan liabilitas pembayaran
kembali sesuai dengan persyaratan perjanjian pinjaman. Pinjaman yang diterima diakui sebesar nilai wajar
pada awalnya dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode
suku bunga efektif (EIR). Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan adanya diskonto
atau premi terkait dengan pengakuan awal dan biaya transaksi yang tidak terpisah dari suku bunga efektif.
s. Provisi
Provisi diakui jika Bank memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang
diakibatkan peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan
arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah
kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang
paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi,
maka provisi dibalik.
t. Pendapatan dan beban bunga
Pendapatan dan beban bunga untuk semua instrumen keuangan yang dikenakan suku bunga diakui pada
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau
penerimaan kas di masa datang selama perkiraan umur dari aset keuangan atau liabilitas keuangan (atau,
jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat) untuk memperoleh nilai tercatat neto dari aset
keuangan atau liabilitas keuangan.
Pada saat menghitung suku bunga efektif, Bank mengestimasi arus kas di masa datang dengan
mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, tetapi tidak
mempertimbangkan kerugian kredit di masa mendatang.
Perhitungan ini mencakup seluruh komisi, provisi dan bentuk lain diterima oleh para pihak dalam kontrak
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan seluruh premi atau
diskon lainnya.
Jika aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa telah diturunkan nilainya sebagai akibat kerugian
penurunan nilai, maka pendapatan bunga yang diperoleh setelahnya diakui berdasarkan suku bunga efektif
yang digunakan untuk mendiskonto arus kas masa datang dalam menghitung kerugian penurunan nilai.
u. Pendapatan provisi dan komisi
Pendapatan provisi dan komisi yang berkaitan langsung dengan kegiatan pemberian kredit, atau
pendapatan provisi dan komisi yang berhubungan dengan jangka waktu tertentu, diamortisasi sesuai
dengan jangka waktu kontrak menggunakan metode suku bunga efektif dan diklasifikasikan sebagai bagian
dari pendapatan bunga pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Pendapatan provisi dan komisi yang tidak berkaitan dengan kegiatan pemberian kredit atau suatu jangka
waktu dan/atau terkait dengan pemberian suatu jasa, diakui sebagai pendapatan pada saat terjadinya
transaksi dan dicatat pada akun pendapatan operasional lainnya.
31
Page 35
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
v. Imbalan kerja
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek seperti upah, iuran jaminan sosial, cuti jangka pendek, bonus dan imbalan
non moneter lainnya diakui selama periode jasa diberikan. Imbalan jangka pendek dihitung sebesar jumlah
yang tidak didiskontokan.
Program pensiun iuran pasti
Merupakan Iuran kepada dana pensiun sebesar persentase tertentu gaji pegawai yang menjadi peserta
program pensiun iuran pasti Bank. Iuran dicadangkan dan diakui sebagai biaya ketika jasa telah diberikan
oleh pegawai-pegawai tersebut dan pembayaran dikurangkan dari utang iuran. Iuran terutang dihitung
berdasarkan jumlah yang tidak didiskontokan.
Program imbalan pasti dan imbalan kerja jangka panjang lainnya
Imbalan pasca-kerja dan imbalan kerja jangka panjang lainnya seperti cuti besar dan penghargaan masa
kerja dicadangkan dan diakui sebagai biaya ketika jasa telah diberikan oleh pegawai yang memenuhi
syarat. Imbalan kerja ditentukan berdasarkan peraturan Bank dan peraturan yang berlaku. Imbalan pasca-
kerja dan imbalan kerja jangka panjang lainnya secara aktuaris ditentukan berdasarkan metode Projected
Unit Credit.
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang diakui sebagai penghasilan
komprehensif lain, terdiri atas:
(i) Keuntungan dan kerugian aktuarial.
(ii) Imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas
(aset).
(iii) Setiap perubahan dampak batas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas
liabilitas (aset).
Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang diakui sebagai penghasilan
komprehensif lain tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya. Untuk imbalan kerja jangka
panjang lain atas biaya jasa kini, biaya bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, dan pengukuran
kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto langsung diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain tahun berjalan. Biaya jasa lalu diakui sebagai beban pada tanggal yang lebih awal antara
ketika amendemen atau kurtailmen program terjadi, dan ketika biaya restrukturisasi atau pesangon diakui,
sehingga biaya jasa lalu yang belum vested tidak lagi dapat ditangguhkan dan diakui selama periode vesting
masa depan.
w. Laba per lembar saham
Laba per lembar saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada tahun yang bersangkutan. Laba per lembar
saham dilusian dihitung setelah melakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap jumlah rata-rata
tertimbang saham biasa yang beredar.
x. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
Bank menyelenggarakan catatan akuntansi-nya dalam Rupiah. Transaksi yang melibatkan mata uang
asing dicatat pada nilai tukar pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset
dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan
menggunakan kurs spot Reuters pada pukul 16:00 WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat). Keuntungan atau
kerugian yang timbul sebagai akibat dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain tahun berjalan.
32
Page 36
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, kurs mata uang asing yang digunakan untuk
penjabaran mata uang asing terhadap Rupiah adalah sebagai berikut (Rupiah penuh):
31 Maret 2025 31 Desember 2024
1 Dolar Amerika Serikat 16.560 16.095
y. Perpajakan
Beban pajak tahun berjalan ditetapkan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan. Aset
dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer aset dan liabilitas antara pelaporan
komersial dan pajak pada setiap tanggal pelaporan.
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan saldo rugi
fiskal yang belum dikompensasikan, sepanjang perbedaan temporer dan rugi fiskal yang belum
dikompensasikan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang akan datang.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal posisi laporan keuangan dan nilai
tercatat aset pajak tangguhan tersebut diturunkan apabila tidak lagi terdapat kemungkinan besar bahwa
laba fiskal yang memadai akan tersedia untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat aset pajak
tangguhan.
Aset dan kewajiban pajak tangguhan diukur berdasarkan tarif pajak yang akan berlaku pada tahun saat
aset direalisasikan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atau yang
secara substantif telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi keuangan.
Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan untuk dan/atau pembalikan seluruh perbedaan temporer selama
tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, diakui sebagai “Manfaat (Beban) Pajak
Penghasilan, Tangguhan” dan termasuk dalam laba atau rugi neto tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-
transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Perubahan terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat penetapan pajak diterima atau jika Bank
mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan telah ditetapkan.
Aset dan liabilitas atas pajak tangguhan dan pajak kini dapat saling hapus apabila terdapat hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus.
z. Informasi segmen
Segmen adalah bagian yang dapat dibedakan dari Bank yang terlibat baik dalam menyediakan produk
tertentu (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekonomi tertentu
(segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan segmen lainnya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen mencakup item-item yang dapat diatribusikan
langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada
segmen tersebut.
Bank menyajikan segmen operasi berdasarkan laporan internal yang disajikan kepada pengambil
keputusan operasional dan keuangan yaitu Direksi.
Bank telah mengidentifikasi dan mengungkapkan informasi keuangan berdasarkan kegiatan bisnis utama
(segmen bisnis) yang terbagi atas kelompok konsumer, ritel, menengah, mikro dan lainnya.
aa. Saham Treasuri
Instrumen ekuitas Bank yang diperoleh kembali (saham treasuri) diakui pada harga perolehan kembali dan
dikurangi dari ekuitas. Tidak ada laba atau rugi yang diakui pada laba rugi atas perolehan, penjualan
kembali, penerbitan atau pembatalan dari instrumen ekuitas Bank. Selisih antara jumlah tercatat dan
penerimaan, bila diterbitkan kembali, diakui sebagai bagian dari tambahan modal disetor pada ekuitas.
33
Page 37
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
ab. Opsi saham
Bank memberikan opsi saham kepada manajemen dan karyawan berdasarkan persyaratan yang telah
ditetapkan. Jumlah biaya kompensasi saham dihitung pada tanggal diberikannya opsi saham (grant date)
dengan menggunakan nilai wajar opsi saham tersebut dan diakui pada akun “Beban Gaji dan Tunjangan”
berdasarkan program hak yang diakui selama tahun berjalan dengan metode garis lurus selama periode
vesting. Akumulasi dari biaya kompensasi saham diakui sebagai “Opsi Saham” dalam bagian ekuitas.
Nilai wajar dari opsi saham tersebut dinilai dengan menggunakan model penentuan harga opsi Black-
Scholes.
ac. Penggunaan pertimbangan, estimasi dan asumsi akuntansi yang signifikan
Penyusunan laporan keuangan Bank mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi
dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan
pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi
dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas
dalam periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Bank yang
memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan Bank sebagai berikut:
Usaha yang berkelanjutan
Manajemen Bank telah melakukan penilaian atas kemampuan Bank untuk melanjutkan kelangsungan
usahanya dan berkeyakinan bahwa Bank memiliki sumber daya untuk melanjutkan usahanya di masa
mendatang. Selain itu, manajemen Bank tidak mengetahui adanya ketidakpastian material yang dapat
menimbulkan keraguan yang signifikan terhadap kemampuan Bank untuk melanjutkan kelangsungan
usahanya. Oleh karena itu, laporan keuangan telah disusun atas dasar usaha yang berkelanjutan.
Nilai wajar atas instrumen keuangan
Semua aset dan liabilitas dimana nilai wajar diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan dapat
dikategorikan pada level hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkatan input terendah yang signifikan atas
pengukuran nilai wajar secara keseluruhan:
• Level 1: harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang
dapat diakses pada tanggal pengukuran.
• Level 2: input selain harga kuotasian yang termasuk dalam level 1 yang dapat diobservasi untuk aset
dan liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
• Level 3: input yang tidak dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas.
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Bank yang
memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan Bank sebagai berikut:
Kontinjensi
Bank sedang terlibat dalam proses hukum. Perkiraan biaya kemungkinan bagi penyelesaian klaim telah
dikembangkan melalui konsultasi dengan bantuan konsultan hukum Bank didasarkan pada analisis hasil
yang potensial.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan untuk dapat menyebabkan penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset
dan liabilitas untuk tahun berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Bank mendasarkan asumsi dan estimasi
yang digunakan pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun.
34
Page 38
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan dapat berubah akibat perubahan pasar atau
situasi yang timbul di luar kendali Bank. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi yang digunakan
pada saat terjadinya.
Cadangan kerugian penurunan nilai kredit yang diberikan
Manajemen Bank menelaah portofolio kredit yang diberikan setiap tahun untuk menilai penurunan nilai
dengan memperbaharui cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk selama periode yang diperlukan
berdasarkan analisis berkelanjutan dan pemantauan terhadap rekening individual oleh petugas terkait.
Dalam menentukan apakah penurunan nilai harus dibentuk dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain, Bank membuat penilaian, apakah terdapat data yang dapat diobservasi yang
menunjukkan bahwa terdapat penurunan yang dapat diukur dalam laporan perkiraan arus kas masa depan
dari portofolio pinjaman sebelum penurunan tersebut dapat diidentifikasi secara individual dalam portofolio
tersebut.
Bukti seperti ini dapat termasuk data yang dapat diobservasi yang menunjukkan bahwa telah terjadi
perubahan yang merugikan pada status pembayaran kelompok peminjam, atau kondisi ekonomi nasional
atau lokal yang berkorelasi dengan wanprestasi atas aset dalam kelompok. Bank menggunakan perkiraan
dalam menentukan jumlah dan waktu dari arus kas masa depan ketika menentukan tingkat cadangan
kerugian yang diperlukan. Estimasi tersebut didasarkan pada asumsi mengenai sejumlah faktor dan hasil
aktual yang dapat berbeda, yang mengakibatkan perubahan terhadap jumlah cadangan kerugian di masa
yang akan datang (Catatan 9).
Penurunan nilai aset non-keuangan
Bank mengevaluasi penurunan nilai aset non-keuangan apabila terdapat kejadian atau perubahan keadaan
yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset non-keuangan tidak dapat dipulihkankembali. Faktor-faktor
penting yang dapat menyebabkan penelaahan penurunan nilai adalah sebagai berikut:
• Performa yang tidak tercapai secara signifikan terhadap ekspektasi historis atau proyeksi hasil operasi
di masa yang akan datang;
• Perubahan yang signifikan dalam cara penggunaan aset atau strategi bisnis secara keseluruhan; dan
• Industri atau tren ekonomi yang secara signifikan bernilai negatif.
Bank mengakui kerugian penurunan nilai apabila nilai tercatat aset melebihi nilai yang dapat dipulihkan.
Jumlah terpulihkan adalah nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurang biaya pelepasan dengan nilai
pakai aset (atau unit penghasil kas). Jumlah terpulihkan diestimasi untuk aset individual atau, jika tidak
memungkinkan, untuk unit penghasil kas yang mana aset tersebut merupakan bagian daripada unit
tersebut.
Pengakuan aset pajak tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh saldo rugi fiskal yang belum digunakan dalam hal terdapat
kemungkinan bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia untuk dikompensasi terhadap kerugian yang
dapat digunakan. Pertimbangan manajemen yang signifikan diperlukan untuk menentukan jumlah aset
pajak tangguhan yang dapat diakui, sesuai dengan saat dan jumlah penghasilan kena pajak di masa
mendatang seiring dengan strategi perencanaan pajak.
Bank menelaah aset pajak tangguhan pada setiap tanggal posisi laporan keuangan dan mengurangi jumlah
tercatat dalam hal tidak adanya lagi kemungkinan bahwa penghasilan kena pajak yang cukup akan tersedia
untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan (Catatan 20).
Nilai kini atas liabilitas imbalan kerja
Biaya atas program pensiun dan imbalan pasca-kerja lainnya ditentukan dengan perhitungan aktuaris.
Perhitungan aktuaris melibatkan penggunaan asumsi mengenai tingkat diskonto, tingkat pengembalian
yang diharapkan dari aset, kenaikan gaji di masa depan, tingkat kematian dan tingkat kecacatan. Karena
program tersebut memiliki sifat jangka panjang, maka perkiraan tersebut memiliki ketidakpastian yang
signifikan (Catatan 23).
35
Page 39
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
ad. Perubahan kebijakan akuntansi dan pengungkapan
Bank telah menerapkan standar akuntansi pada tanggal 1 Januari 2024, yang dianggap relevan dengan
laporan keuangan, yaitu:
• Nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan
Penomoran baru untuk setiap PSAK dan ISAK diurut ulang dan diubah sebagaimana yang
dipublikasikan oleh DSAK IAI untuk periode akuntansi yang dimulai pada dan setelah 1 Januari 2024.
Isi dari PSAK dan ISAK terkait tidak berubah dan tidak menimbulkan dampak akuntansi pada laporan
keuangan konsolidasi.
• Amandemen PSAK 116 (sebelumnya dirujuk sebagai PSAK 73), Liabilitas Sewa dalam Jual Beli dan
Sewa-Balik
Amandemen PSAK 116 tentang “Sewa” menetapkan persyaratan yang digunakan penjual-penyewa
dalam mengukur kewajiban sewa yang timbul dalam transaksi jual beli dan sewa-balik, untuk
memastikan penjual-penyewa tidak mengakui jumlah setiap keuntungan atau kerugian yang terkait
dengan hak guna yang dipertahankan.
• Amandemen PSAK 207 (sebelumnya dirujuk sebagai PSAK 2) dan PSAK 107 (sebelumnya dirujuk
sebagai PSAK 60), Pengaturan Pembiayaan Pemasok
Amandemen PSAK 207 dan PSAK 107 mengklarifikasi karakteristik pengaturan pembiayaan pemasok
dan mensyaratkan pengungkapan tambahan atas pengaturan pembiayaan pemasok tersebut.
Persyaratan pengungkapan dalam amandemen ini dimaksudkan untuk membantu pengguna laporan
keuangan dalam memahami dampak pengaturan pembiayaan pemasok terhadap liabilitas, arus kas,
dan eksposur terhadap risiko likuiditas suatu entitas.
Penerapan standar akuntansi tersebut di atas dan tidak berdampak material terhadap laporan keuangan Bank.
3. KAS
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Rupiah 8.771.215 15.915.240
Dolar Amerika Serikat 3.805 63.011 3.805 61.241
Total 8.834.226 15.976.481
Bank mengasuransikan kas yang dimiliki untuk menutup risiko kerugian terhadap kebakaran dan pencurian
kepada PT BRI Asuransi Indonesia.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 tidak terdapat kas yang tidak dapat digunakan dan tidak
terdapat kas yang dijaminkan oleh Bank.
4. GIRO PADA BANK INDONESIA
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Rupiah 452.507.496 491.102.088
Dolar Amerika Serikat 32.017 530.196 45.017 724.544
Total 453.037.692 491.826.632
36
Page 40
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. GIRO PADA BANK LAIN
a) Berdasarkan mata uang
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Pihak ketiga
Rupiah 38.428 47.520
Dolar Amerika Serikat 309.918 5.132.246 331.043 5.328.142
5.170.674 5.375.662
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah 285.881.387 218.281.907
Dolar Amerika Serikat 298.275 4.939.429 300.412 4.835.133
290.820.816 223.117.040
Total 295.991.490 228.492.702
Cadangan kerugian penurunan nilai (23.624) (15.660)
Neto 295.967.866 228.477.042
b) Berdasarkan bank
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Rupiah
Standard Chartered Bank 38.428 47.520
38.428 47.520
Dolar Amerika Serikat
UOB Singapore 3.365.564 3.235.863
PT Bank Central Asia Tbk 894.694 869.339
Citibank, N.A., New York 871.988 1.222.940
5.132.246 5.328.142
5.170.674 5.375.662
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 285.597.014 217.997.513
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 256.491 255.619
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 27.882 28.775
285.881.387 218.281.907
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 3.829.397 3.756.512
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.110.032 1.078.621
4.939.429 4.835.133
290.820.816 223.117.040
Total 295.991.490 228.492.702
Cadangan kerugian penurunan nilai (23.624) (15.660)
Neto 295.967.866 228.477.042
37
Page 41
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
c) Cadangan kerugian penurunan nilai
Bank melakukan penilaian cadangan kerugian penurunan nilai atas giro pada bank lain secara kolektif
dengan mempertimbangkan adanya bukti objektif penurunan nilai.
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat bruto dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
31 Maret 2025
Stage 2 -
Kerugian kredit Stage 3 -
Stage 1 - ekspektasian Kerugian kredit
Kerugian kredit sepanjang ekspektasian
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit sepanjang umurnya Total
tidak memburuk - kredit memburuk
Nilai tercatat awal 228.492.702 - - 228.492.702
Pengukuran kembali bersih
nilai tercatat 67.498.312 - - 67.498.312
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli - - - -
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya - - - -
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan
perubahan lain 476 - - 476
Nilai tercatat akhir 295.991.490 - - 295.991.490
31 Desember 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 147.094.655 - - 147.094.655
Pengukuran kembali bersih
nilai tercatat 78.213.191 - - 78.213.191
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 3.160.057 - - 3.160.057
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (19.698) - - (19.698)
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan
perubahan lain 44.497 - - 44.497
Nilai tercatat akhir 228.492.702 - - 228.492.702
31 Maret 2025
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Saldo awal 15.660 - - 15.660
Pengukuran kembali bersih
penyisihan (474.474) - - (474.474)
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli - - - -
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya - - - -
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan
perubahan lain 482.438 - - 482.438
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 23.624 - - 23.624
38
Page 42
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Saldo awal 29.851 - - 29.851
Pengukuran kembali bersih
penyisihan (15.198) - - (15.198)
Aset keuangan baru yang
Diterbitkan atau dibeli 506 - - 506
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (4) - - (4)
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan
perubahan lain 505 - - 505
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 15.660 - - 15.660
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, terdapat giro pada bank lain yang digunakan
sebagai jaminan dan dibatasi penggunaannya dengan nominal yang tidak signifikan.
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk giro pada bank lain:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah 2,01% 0,83%
Dolar Amerika Serikat 2,96% 0,09%
6. PENEMPATAN PADA BANK INDONESIA DAN BANK LAIN
a) Berdasarkan mata uang dan jenis
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
Deposit facility 699.320.577 949.861.499
Total 699.320.577 949.861.499
Cadangan kerugian penurunan nilai - -
Neto 699.320.577 949.861.499
b) Berdasarkan sisa umur jatuh tempo
Klasifikasi jangka waktu penempatan berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan 699.320.577 949.861.499
Total 699.320.577 949.861.499
Cadangan kerugian penurunan nilai - -
Neto 699.320.577 949.861.499
39
Page 43
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
c) Cadangan kerugian penurunan nilai
Bank melakukan penilaian cadangan kerugian penurunan nilai atas penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain secara kolektif dengan mempertimbangkan adanya bukti objektif penurunan nilai.
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat bruto dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
31 Maret 2025
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 949.861.499 - - 949.861.499
Pengukuran kembali bersih
nilai tercatat 5.909.450 - - 5.909.450
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 23.278.627.267 - - 23.278.627.267
Aset keuangan yang
dihentikan pengakuannya (23.535.077.639) - - (23.535.077.639)
Nilai tercatat akhir 699.320.577 - - 699.320.577
31 Desember 2024
Stage 2 - Kerugian Stage 3 -
kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 444.935.142 - - 444.935.142
Aset keuangan baru yang
71.602.687.058 - - 71.602.687.058
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang
(71.097.760.701) - - (71.097.760.701)
dihentikan pengakuannya
Nilai tercatat akhir 949.861.499 - - 949.861.499
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian penurunan nilai tidak diperlukan pada tanggal 31 Maret
2025 dan 31 Desember 2024, karena manajemen berkeyakinan bahwa penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain dapat tertagih.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat penempatan pada Bank Indonesia dan
bank lain yang digunakan sebagai jaminan dan dibatasi penggunaannya.
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah
Deposit facility 5,04% 5,34%
40
Page 44
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. EFEK-EFEK
a) Berdasarkan tujuan, mata uang dan jenis
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak ketiga
Rupiah
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 198.002.000 269.416.020
198.002.000 269.416.020
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
Obligasi pemerintah 429.493.566 25.893.011
Obligasi 141.904.000 -
571.397.566 25.893.011
769.399.566 295.309.031
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak ketiga
Rupiah
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 310.759.256 461.833.197
Obligasi 75.498.000 75.794.500
Reksadana 30.425.388 80.496.067
416.682.644 618.123.764
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
Obligasi pemerintah 1.698.277.761 1.634.405.565
Obligasi 108.955.000 84.140.200
Reksadana - -
1.807.232.761 1.718.545.765
2.223.915.405 2.336.669.529
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
Obligasi pemerintah 1.830.566.474 1.743.561.508
Obligasi 75.000.000 75.000.000
Medium-Term Note 10.175.000 10.175.000
1.915.741.474 1.828.736.508
Total 4.909.056.445 4.460.715.068
Cadangan kerugian penurunan nilai (112.019) (112.054)
Neto 4.908.944.426 4.460.603.014
41
Page 45
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b) Berdasarkan sisa umur jatuh tempo
Klasifikasi jangka waktu efek-efek berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan 198.002.000 269.416.020
> 1 bulan - 3 bulan 89.391.000 256.622.299
> 3 bulan - 1 tahun 327.291.644 361.501.465
614.684.644 887.539.784
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
≤ 1 bulan 571.397.566 25.893.011
> 1 bulan - 3 bulan 227.013.047 -
> 3 bulan - 1 tahun 1.641.137.284 1.780.020.254
> 1 tahun 1.854.823.904 1.767.262.019
4.294.371.801 3.573.175.284
Total 4.909.056.445 4.460.715.068
Cadangan kerugian penurunan nilai (112.019) (112.054)
Neto 4.908.944.426 4.460.603.014
c) Berdasarkan jenis dan penerbit
1) Obligasi pemerintah
Obligasi pemerintah merupakan obligasi yang diterbitkan oleh Negara Republik Indonesia, termasuk
Surat Perbendaharaan Negara (SPN), dalam rangka pengelolaan portofolio surat utang negara.
31 Maret 2025
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per tahun
tempo nilai tercatat
(%)
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
FR0096 7,00 15 Februari 2033 49.320.000
FR0101 6,87 15 April 2029 25.072.500
FR0103 6,75 15 Juli 2035 323.598.000
FR0104 6,50 15 Juli 2030 31.503.066
429.493.566
42
Page 46
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2025
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per tahun tempo nilai tercatat
(%)
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak berelasi (Catatan 33)
FR0040 11,00 15 September 2025 66.423.500
FR0056 8,37 15 September 2026 66.278.680
FR0059 7,00 15 Mei 2027 60.330.000
FR0062 6,37 15 April 2042 18.346.000
FR0065 6,62 15 Mei 2033 22.336.800
FR0071 9,00 15 Maret 2029 53.755.000
FR0072 8,25 15 Mei 2036 21.442.000
FR0073 8,75 15 Mei 2031 495.900
FR0075 7,50 15 Mei 2038 55.485
FR0080 7,50 15 Juni 2035 77.962.500
FR0081 6,50 15 Juni 2025 174.930.000
FR0082 7,00 15 September 2030 20.094.000
FR0086 5,50 15 April 2026 163.284.000
FR0087 6,50 15 Februari 2031 113.160.000
FR0088 6,25 15 Juni 2036 9.283.000
FR0090 5,12 15 April 2027 80.823.803
FR0091 6,37 15 April 2032 9.628.570
FR0095 6,37 15 Agustus 2028 159.757.707
FR0096 7,00 15 Februari 2033 23.362.884
FR0100 6,62 15 Februari 2034 212.366.000
FR0101 6,87 15 April 2029 120.348.000
FR0103 6,75 15 Juli 2035 73.042.933
PBS017 6,12 15 Oktober 2025 119.988.000
FRSDG001 7,37 15 Oktober 2030 30.783.000
1.698.277.762
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
FR0040 11,00 15 September 2025 30.819.123
FR0042 10,25 15 Juli 2027 48.110.815
FR0052 10,50 15 Agustus 2030 57.209.655
FR0059 7,00 15 Mei 2027 35.103.689
FR0071 9,00 15 Maret 2029 53.619.044
FR0075 7,50 15 Mei 2038 10.483.728
FR0078 8,25 15 Mei 2029 103.663.975
FR0080 7,50 15 Juni 2035 20.906.812
FR0081 6,50 15 Juni 2025 30.098.448
43
Page 47
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2025
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per tahun tempo nilai tercatat
(%)
Biaya perolehan diamortisasi
(lanjutan)
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
FR0082 7,00 15 September 2030 15.147.621
FR0085 7,75 15 April 2031 150.355.698
FR0087 6,50 15 Februari 2031 79.130.959
FR0090 5,13 15 April 2027 48.610.657
FR0091 6,38 15 April 2032 28.495.518
FR0095 6,38 15 Agustus 2028 58.745.699
FR0098 7,13 15 Juni 2038 19.990.385
FR0100 6,63 15 Februari 2034 79.366.073
FR0103 6,75 15 Jul 2035 88.841.745
FR0104 6,50 15 Juli 2030 55.405.511
PBS029 6,38 15 Maret 2034 65.898.191
FR0095 6,38 15 Agustus 2028 198.813.264
FR0091 6,38 15 April 2032 143.252.753
FR0096 7,00 15 Februari 2033 150.714.502
FR0071 9,00 15 Maret 2029 107.234.474
FR0082 7,00 15 September 2031 150.548.134
1.830.566.473
Total 3.958.337.801
31 Desember 2024
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per tahun
tempo nilai tercatat
(%)
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
FR0103 6,75 15 Juli, 2035 25.893.011
25.893.011
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak berelasi (Catatan 33)
FR0040 11,00 15 September 2025 66.917.500
FR0056 8,38 15 September 2026 66.097.520
FR0059 7,00 15 Mei 2027 60.060.000
FR0062 6,38 15 April 2042 18.740.000
FR0065 6,63 15 Mei 2033 22.109.800
FR0071 9,00 15 Maret 2029 53.490.000
FR0072 8,25 15 Mei 2036 21.694.000
FR0073 8,75 15 Mei 2031 495.262
FR0075 7,50 15 Mei 2038 55.507
FR0080 7,50 15 Juni 2035 77.077.500
FR0081 6,50 15 Juni 2025 174.580.000
FR0082 7,00 15 September 2030 19.974.000
FR0086 5,50 15 April 2026 161.733.000
44
Page 48
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2024
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per tahun tempo nilai tercatat
(%)
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain (lanjutan)
Pihak berelasi (Catatan 33)
FR0087 6,50 15 Februari 2031 112.067.500
FR0088 6,25 15 Juni 2036 9.385.000
FR0090 5,13 15 April 2027 79.857.848
FR0091 6,38 15 April 2032 9.589.632
FR0095 6,38 15 Agustus 2028 100.459.707
FR0096 7,00 15 Februari 2033 23.604.471
FR0100 6,62 15 Februari 2034 214.170.000
FR0101 6,87 15 April 2029 119.304.000
FR0103 6,75 15 Juli 2035 73.132.318
PBS017 6,13 15 Oktober 2025 119.028.000
FRSDG001 7,37 15 Oktober 2030 30.783.000
1.634.405.565
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
FR0040 11,00 15 September 2025 31.257.905
FR0042 10,25 15 Juli 2027 48.421.608
FR0052 10,50 15 Agustus 2030 57.479.136
FR0059 7,00 15 Mei 2027 35.114.903
FR0071 9,00 15 Maret 2029 107.624.769
FR0075 7,50 15 Mei 2038 10.489.349
FR0078 8,25 15 Mei 2029 103.905.703
FR0080 7,50 15 Juni 2035 20.922.025
FR0081 6,50 15 Juni 2025 30.216.585
FR0082 7,00 15 September 2030 165.719.694
FR0085 7,75 15 April 2031 150.496.877
FR0087 6,50 15 Februari 2031 79.068.047
FR0090 5,12 15 April 2027 48.455.157
FR0091 6,37 15 April 2032 171.528.127
FR0095 6,37 15 Agustus 2028 9.771.303
FR0096 7,00 15 Februari 2033 150.731.398
FR0098 7,12 15 Juni 2038 19.990.276
FR00100 6,62 15 Februari 2034 79.353.420
FR00103 6,75 15 Juli 2035 20.042.031
FR00104 6,50 15 Juli 2030 35.710.563
PBS029 6,37 15 Maret 2034 65.818.300
FR0095 6,37 15 Agustus 2028 247.630.039
FR0091 6,37 15 April 2032 53.814.293
1.743.561.508
Total 3.403.860.084
45
Page 49
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Nilai pasar obligasi pemerintah yang diklasifikasikan “Nilai wajar melalui laba rugi” dan “Nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain” berkisar antara 91,73% sampai dengan 108,75% pada tanggal
31 Maret 2025.
Nilai pasar obligasi pemerintah yang diklasifikasikan “Nilai wajar melalui laba rugi” dan “Nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain” berkisar antara 93,70% sampai dengan 108,61% pada tanggal
31 Desember 2024.
2) Obligasi
31 Maret 2025
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
Bunga per Peringkat*
tempo nilai tercatat
tahun (%)
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak ketiga
Rupiah
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.
Tahap I 2022 Seri C 10,00 - 5 Agustus 2027 - IdA 10.240.000
Tahap II 2023 Seri B 10,25 - 25 Agustus 2026 - IdA 40.256.000
Federal International Finance
Berkelanjutan V Tahap V 2023 Seri B 6,80 24 Februari 2026 idAAA 5.002.000
PT Astra Sedaya Finance
Berkelanjutan VI Tahap IV 2024 Seri B 6,70 2 Oktober 2027 idAAA 20.000.000
75.498.000
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Berkelanjutan Tahap III 2023 Seri B 6,70 17 Mei 2026 idAAA 14.967.000
PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk.
Berwawasan Lingkungan 2022 Seri A 6,35 21 Juni 2025 IdAAA 21.984.600
Berwawasan Lingkungan 2022 Seri B 6,85 21 Juni 2027 idAAA 7.934.400
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Berkelanjutan I Tahap I 2023 Seri A 5,80 4 Juli 2026 IdAAA 19.696.000
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Berkelanjutan VII Tahap II 2023 Seri C 6,75 20 Oktober 2028 IdAAA 24.455.000
Berkelanjutan VII Tahap V 2024 Seri B 6,80 26 Juni 2027 idAAA 19.918.000
108.955.000
*) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
46
Page 50
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2025
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
Bunga per Peringkat*
tempo nilai tercatat
tahun (%)
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk,
Berkelanjutan I Tahap II 2025 Seri A 6,35 5 April 2026 idAAA 47.000.000
Berkelanjutan I Tahap II 2025 Seri B 6,65 25 Maret 2028 idAAA 15.000.000
PT Pegadaian
Sukuk Mudharabah Berwawasan
Sosial Berkelanjutan I Tahap II Tahun
2024 6,65 7 September 2025 idAAA 79.904.000
141.904.000
*) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
31 Maret 2025
Tingkat suku
Tanggal jatuh Nilai wajar/
Bunga per Peringkat*
tempo nilai tercatat
tahun (%)
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Berkelanjutan VI Tahap II 2021 6,00 17 November 2026 idAAA 64.000.000
Berkelanjutan VI Tahap I 2021 Seri B 6,40 8 Juli 2026 idAAA 11.000.000
75.000.000
Total 401.357.000
*) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
31 Desember 2024
Tingkat suku Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per Peringkat*
tahun (%) tempo nilai tercatat
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak ketiga
Rupiah
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk,
Tahap I 2022 Seri C 10,00 25 Agustus 2027 idA 10.196.000
Tahap III 2022 Seri B 10,25 25 Agustus 2026 IdA 40.620.000
Federal International Finance
Berkelanjutan V Tahap V 2023
Seri B 6,80 24 Februari 2026 IdAAA 4.978.500
PT Astra Sedaya Finance
Berkelanjutan VI Tahap IV 2024 Seri B 6,70 2 Oktober 2027 IdAAA 20.000.000
75.794.500
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Berkelanjutan Tahap III 2019 Seri C 6,70 17 Mei 2026 idAAA 14.898.000
PT. Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk
Berwawasan Lingkungan Seri A 2022 6,35 21 Juni 2025 IdAAA 21.931.800
Berwawasan Lingkungan Seri B 2022 6,85 21 Juni 2027 idAAA 7.934.400
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Berkelanjutan I Tahap I 2023 Seri A 5,80 4 Juli 2026 idAAA 19.606.000
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Berkelanjutan VII Tahap V 2024 Seri 6,80 26 Juni 2027 idAAA 19.770.000
B
84.140.200
159.934.700
47
Page 51
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2024
Tingkat suku Tanggal jatuh Nilai wajar/
bunga per Peringat*
tahun (%) tempo nilai tercatat
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
Berkelanjutan VI Tahap II 2021 6,00 17 November 2026 idAAA 64.000.000
Berkelanjutan VI Tahap I 2021 Seri B 6,40 8 Juli 2026 idAAA 11.000.000
75.000.000
Total s 234.934.700
*) Berdasarkan peringkat yang diterbitkan oleh
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
3) Medium-Term Notes (MTN)
31 Maret 2025
Tingkat suku
bunga per Tanggal jatuh Nilai wajar/
Penerbit Nilai nominal
tahun tempo nilai tercatat
(%)
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
PT Perkebunan Nusantara II
Tahap VIII Seri A 9.250.000 10,75 26 Juni 2027 9.250.000
Tahap VIII Seri B 925.000 10,75 31 Oktober 2027 925.000
10.175.000
31 Desember 2024
Tingkat suku
bunga per Tanggal jatuh Nilai wajar/
Penerbit Nilai nominal
tahun tempo nilai tercatat
(%)
Biaya perolehan diamortisasi
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
PT Perkebunan Nusantara II
Tahap VIII Seri A 10.000.000 11,00 26 Juni 2027 9.250.000
Tahap VIII Seri B 1.000.000 11,00 31 Oktober 2027 925.000
10.175.000
4) Reksadana
Nilai tercatat/nilai wajar
Penerbit 31 Maret 2025 31 Desember 2024
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
Reksa Dana Terproteksi BRI Proteksi 90 30.425.388 30.463.086
Reksa Dana BRI Gebyar Dana Likuid II - 50.032.981
30.425.388 80.496.067
48
Page 52
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5) Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)
31 Maret 2025
Tanggal jatuh Nilai wajar/
Penerbit Nilai nominal
tempo nilai tercatat
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
IDSR180725364S 50.000.000 18 Juli 2025 49.100.000
IDSR140525364S 100.000.000 14 Mei 2025 99.340.000
IDSR020625185S 30.000.000 2 Juni 2025 29.700.000
IDSR160525364S 20.000.000 16 Mei 2025 19.862.000
198.002.000
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
IDSR190126367S 7.240.000 19 Januari, 2026 6.880.172
IDSR200226364S 100.000.000 20 Februari, 2026 94.490.000
IDSR300625367S 50.000.000 30 Juni, 2025 49.260.000
IDSR020725364S 3.720.000 2 Juli, 2025 3.663.084
IDSR140525364S 40.000.000 14 Mei, 2025 39.736.000
IDSR071125364S 20.000.000 7 November, 2025 19.250.000
IDSR121225364S 50.000.000 12 Desember, 2025 47.825.000
IDSR160525364S 50.000.000 16 Mei, 2025 49.655.000
310.759.256
508.761.256
31 Desember 2024
Tanggal jatuh Nilai wajar/
Penerbit Nilai nominal
tempo nilai tercatat
Nilai wajar melalui laba rugi
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
IDSR230045273S 39.399.000 23 April 2025 29.791.020
IDSR141125364S 100.000.000 14 November 2025 94.140.000
IDSR071125364S 50.000.000 7 November 2025 47.135.000
IDSR160525364S 50.000.000 16 Mei 2025 48.780.000
IDSR210225364S 50.000.000 7 November 2024 49.570.000
269.416.020
49
Page 53
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2024
Tanggal jatuh Nilai wajar/
Penerbit Nilai nominal
tempo nilai tercatat
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
IDSR020725364S 125.000.000 7 Maret, 2025 123.600.000
IDSR310125364S 30.000.000 31 Januari 2025 29.859.000
IDSR300625367S 50.000.000 30 Juni 2025 48.315.000
IDSR020725364S 3.720.000 2 Juli 2025 3.593.148
IDSR140525364S 40.000.000 14 Mei 2025 39.040.000
IDSR120225273S 50.000.000 13 Februari 2025 49.650.000
IDSR050325273S 3.734.000 5 Maret 2025 3.693.299
IDSR071125364S 20.000.000 7 November 2025 18.854.000
IDSR121225364S 50.000.000 12 Desember 2025 46.628.750
IDSR160525364S 50.000.000 16 Mei 2025 48.780.000
IDSR220125182S 50.000.000 22 Januari 2025 49.820.000
461.833.197
731.249.217
d) Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024, Bank mengakui keuntungan yang belum
direalisasi neto dari perubahan nilai wajar efek-efek yang diklasifikasikan “Nilai wajar melalui laba rugi” sebesar
Rp6.064.636 dan Rp2.599.526, yang disajikan pada akun “Keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan
nilai wajar efek-efek - neto” di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
e) Bank mengakui keuntungan neto atas penjualan efek-efek sebesar Rp6.816.981 dan Rp3.710.444 untuk
periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 yang disajikan dalam akun “Keuntungan dari
penjualan efek-efek - neto” di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
f) Cadangan kerugian penurunan nilai
Bank melakukan penilaian atas penurunan nilai efek-efek secara kolektif dengan adanya bukti objektif
penurunan nilai.
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat bruto dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
31 Maret 2025
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - kerugian ekspektasian ekspektasian
kredit ekspektasian 12 sepanjang Total
sepanjang
bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif
lain
Nilai tercatat awal 2.336.669.529 - - 2.336.669.529
Pengukuran kembali bersih
24.245.995 - - 24.245.995
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
160.549.443 - - 160.549.443
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(297.549.561) - - (297.549.561)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir 2.223.915.405 - - 2.223.915.405
50
Page 54
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - kerugian ekspektasian ekspektasian
kredit ekspektasian 12 sepanjang Total
sepanjang
bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif
lain
Nilai tercatat awal 1.999.727.021 - - 1.999.727.021
Pengukuran kembali bersih
(370.953) - - (370.953)
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
1.082.087.861 - - 1.082.087.861
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(744.774.400) - - (744.774.400)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir 2.336.669.529 - - 2.336.669.529
31 Maret 2025
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - kerugian ekspektasian ekspektasian
kredit ekspektasian 12 sepanjang Total
sepanjang
bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif
lain
Saldo awal 248.580 - - 248.580
Pengukuran kembali bersih
(1.549) - - (1.549)
penyisihan
Aset keuangan baru yang 9.117 - - 9.117
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan - -
- -
pengakuannya
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 256.148 - - 256.148
31 Desember 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - kerugian ekspektasian ekspektasian
kredit ekspektasian 12 sepanjang Total
sepanjang
bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif
lain
Saldo awal 326.107 - - 326.107
Pengukuran kembali bersih - -
penyisihan (158.871) (158.871)
Aset keuangan baru yang 98.370 98.370
- -
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(17.026) - - (17.026)
pengakuannya
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 248.580 - - 248.580
51
Page 55
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2025
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - kerugian ekspektasian ekspektasian
kredit ekspektasian 12 sepanjang Total
sepanjang
bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi
Nilai tercatat awal 1.828.736.508 - - 1.828.736.508
Pengukuran kembali bersih (1.439.628) (1.439.628)
- -
nilai tercatat
Aset keuangan baru yang
818.276.614 - - 818.276.614
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(729.832.020) - - (729.832.020)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir 1.915.741.474 - - 1.915.741.474
31 Desember 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - kerugian ekspektasian ekspektasian
kredit ekspektasian 12 sepanjang Total
sepanjang
bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi
Nilai tercatat awal 2.058.003.067 - - 2.058.003.067
Pengukuran kembali bersih
nilai tercatat (6.997.575) - - (6.997.575)
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 165.731.016 - - 165.731.016
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (388.000.000) - - (388.000.000)
Nilai tercatat akhir 1.828.736.508 - - 1.828.736.508
31 Maret 2025
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi
Saldo awal 112.054 - - 112.054
Pengukuran kembali bersih
Penyisihan (35) - - (35)
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli - - - -
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya - - - -
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 112.019 - - 112.019
52
Page 56
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Efek-efek yang diukur pada
biaya perolehan
diamortisasi
Saldo awal 618.954 - - 618.954
Pengukuran kembali bersih (398.688) (398.688)
- -
penyisihan
Aset keuangan baru yang 87.301 - - 87.301
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan
(195.513) - - (195.513)
pengakuannya
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 112.054 - - 112.054
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk efek-efek:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah 6,58% 6,73%
8. EFEK-EFEK YANG DIBELI DENGAN JANJI DIJUAL KEMBALI
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali pada tanggal 31 Desember 2024 terdiri dari:
31 Desember 2024
Tingkat suku
Tanggal jual
bunga per tahun Tanggal beli Nilai beli Nilai jual Nilai tercatat
kembali
(%)
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
Obligasi Pemerintah
31 December
VR0034 6,00 7 Januari 2025 197.775.620 198.006.358 197.808.583
2024
Total 197.775.620 198.006.358 197.808.583
Cadangan kerugian
-
penurunan nilai
Neto 197.808.583
Bank melakukan penilaian cadangan kerugian penurunan nilai atas efek-efek yang dibeli dengan janji dijual
kembali secara kolektif dengan mempertimbangkan adanya bukti objektif penurunan nilai.
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat bruto berdasarkan kategori instrumen keuangan:
31 Desember 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - kerugian ekspektasian ekspektasian
kredit ekspektasian 12 sepanjang Total
sepanjang
bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 245.055.656 - - 245.055.656
Aset keuangan baru yang
- -
diterbitkan atau dibeli 244.529.281 244.529.281
Aset keuangan yang dihentikan
- -
pengakuannya (291.776.354) (291.776.354)
Nilai tercatat akhir 197.808.583 - - 197.808.583
53
Page 57
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai tidak diperlukan pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, karena manajemen berkeyakinan bahwa efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali dapat dipulihkan secara penuh.
9. KREDIT YANG DIBERIKAN
a) Berdasarkan mata uang dan jenis
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Rupiah
Investasi 2.489.206.226 2.151.638.776
Modal kerja 1.766.695.536 1.902.736.186
Konsumsi 1.311.029.709 1.206.229.120
Sindikasi 347.257.953 338.129.892
Program 278.586.239 291.282.602
6.192.775.663 5.890.016.576
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
Sindikasi 560.940.550 567.754.816
Investasi 381.044.296 401.472.518
Modal Kerja 204.493.355 264.793.350
Konsumsi 1.853.353 1.913.428
1.148.331.554 1.235.934.112
Total 7.341.107.217 7.125.950.688
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.062.106.028) (1.046.214.325)
Neto 6.279.001.189 6.079.736.363
b) Berdasarkan sektor ekonomi
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Rupiah
Pertanian 2.117.681.247 1.966.769.619
Jasa Dunia Usaha 980.941.365 830.384.201
Perindustrian 761.520.188 785.886.286
Perdagangan 645.464.652 696.632.520
Konstruksi 282.982.867 301.636.058
Jasa pelayanan sosial 21.816.112 22.790.840
Pengangkutan 12.653.776 16.936.529
Pertambangan 7.872.538 9.882.496
Listrik, gas dan air 6.919.496 9.672.709
Lain-lain 1.354.923.422 1.249.425.318
6.192.775.663 5.890.016.576
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
Konstruksi 690.956.563 691.065.991
Pertanian 452.432.776 464.735.017
Jasa dunia usaha 3.088.862 78.219.676
Lain-lain 1.853.353 1.913.428
1.148.331.554 1.235.934.112
Total 7.341.107.217 7.125.950.688
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.062.106.028) (1.046.214.325)
Neto 6.279.001.189 6.079.736.363
54
Page 58
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
c) Berdasarkan sisa umur jatuh tempo
Klasifikasi jangka waktu kredit yang diberikan berdasarkan sisa umur sampai dengan jatuh temponya
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan 889.032.858 926.510.843
> 1 bulan - 3 bulan 108.419.075 125.911.167
> 3 bulan - 1 tahun 1.073.846.654 1.016.016.257
> 1 tahun - 2 tahun 1.114.479.782 1.133.480.666
> 2 tahun - 5 tahun 936.392.700 943.099.496
> 5 tahun 2.070.604.594 1.744.998.147
6.192.775.663 5.890.016.576
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
≤ 1 bulan 1.322 2.334
> 1 bulan - 3 bulan 4.250.001 12.947.695
> 3 bulan - 1 tahun 203.137.093 269.866.736
> 1 tahun - 2 tahun 3.513.756 3.817.252
> 2 tahun - 5 tahun 74.999.837 79.999.850
> 5 tahun 862.429.546 869.300.245
1.148.331.554 1.235.934.112
Total 7.341.107.217 7.125.950.688
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.062.106.028) (1.046.214.325)
Neto 6.279.001.189 6.079.736.363
d) Informasi penting lainnya
1) Kredit berdasarkan segmen operasi :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Rupiah
Menengah 2.843.323.532 2.552.355.219
Konsumer 1.309.667.468 1.201.277.964
Ritel 1.204.165.707 1.287.254.249
Mikro 835.618.956 849.129.144
6.192.775.663 5.890.016.576
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
Menengah 1.145.478.201 1.233.020.685
Konsumer 1.853.353 1.913.427
Ritel 1.000.000 1.000.000
1.148.331.554 1.235.934.112
Total 7.341.107.217 7.125.950.688
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.062.106.028) (1.046.214.325)
Neto 6.279.001.189 6.079.736.363
2) Kredit yang diberikan pada umumnya dijamin dengan agunan yang diikat dengan hak tanggungan,
surat kuasa untuk menjual, giro, tabungan, deposito atau jaminan lain yang umumnya diterima oleh
perbankan (Catatan 15, 16 dan 17).
3) Kredit modal kerja dan investasi diberikan kepada debitur untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan
barang-barang modalnya.
55
Page 59
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4) Kredit konsumsi terdiri dari kredit pemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor dan kredit perorangan
lainnya.
5) Kredit program merupakan kredit yang disalurkan Bank berdasarkan arahan dari Pemerintah dalam
rangka mendukung pembangunan di Indonesia khususnya pengembangan usaha kecil, menengah
dan koperasi.
6) Kredit yang diberikan Bank kepada pihak berelasi disajikan pada Catatan 33.
Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat bruto dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
31 Maret 2025
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 4.912.878.308 1.983.369.586 229.702.794 7.125.950.688
Pengalihan ke
Stage 1 1.920.692 (1.783.960) (136.732) -
Stage 2 (46.468.804) 47.603.077 (1.134.273) -
Stage 3 (16.455.838) (50.065.211) 66.521.049 -
Pengukuran kembali bersih
nilai tercatat (44.113.636) (27.024.909) 23.268.903 (47.869.642)
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 2.796.125.856 21.655.845 2.327.053 2.820.108.754
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (2.457.032.171) (51.425.045) (26.597.418) (2.535.054.634)
Penghapusbukuan - - (22.027.949) (22.027.949)
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan
perubahan lain - - - -
Nilai tercatat akhir 5.146.854.407 1.922.329.383 271.923.427 7.341.107.217
31 Desember 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Nilai tercatat awal 5.187.916.837 1.401.955.800 303.458.746 6.893.331.383
Pengalihan ke
Stage 1 5.557.860 (3.555.405) (2.002.455) -
Stage 2 (250.938.627) 252.492.355 (1.553.728) -
Stage 3 (48.466.200) (54.661.335) 103.127.535 -
Pengukuran kembali bersih
nilai tercatat (1.270.462.215) 424.271.935 373.244.829 (472.945.451)
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 9.695.260.910 34.543.671 23.220.634 9.753.025.215
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (8.412.774.256) (71.677.435) (301.162.185) (8.785.613.876)
Penghapusbukuan - - (268.630.582) (268.630.582)
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan
perubahan lain 6.783.999 - - 6.783.999
Nilai tercatat akhir 4.912.878.308 1.983.369.586 229.702.794 7.125.950.688
56
Page 60
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2025
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Saldo awal tahun 33.514.447 868.291.526 144.408.352 1.046.214.325
Pengalihan ke
Stage 1 340.986 (239.089) (101.897) -
Stage 2 (927.634) 1.661.580 (733.946) -
Stage 3 (1.175.686) (8.611.058) 9.786.744 -
Pengukuran kembali bersih
nilai tercatat 1.387.988 2.676.715 43.325.044 47.389.747
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 3.997.669 4.366.399 1.624.365 9.988.433
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (2.185.668) (10.355.206) (6.917.654) (19.458.528)
Penghapusbukuan - - (22.027.949) (22.027.949)
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan - - - -
perubahan lain
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 34.952.102 857.790.867 169.363.059 1.062.106.028
31 Desember 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Saldo awal tahun 254.719.343 444.360.516 199.580.675 898.660.534
Pengalihan ke
Stage 1 1.379.646 (241.785) (1.137.861) -
Stage 2 (127.019.568) 128.058.936 (1.039.368) -
Stage 3 (843.625) (5.171.280) 6.014.905 -
Pengukuran kembali bersih
nilai tercatat (14.342.233) 312.194.292 390.250.824 688.102.883
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 16.143.780 2.374.403 17.092.090 35.610.273
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (99.633.269) (13.283.556) (197.722.331) (310.639.156)
Penghapusbukuan - - (268.630.582) (268.630.582)
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan
perubahan lain 3.110.373 - - 3.110.373
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 33.514.447 868.291.526 144.408.352 1.046.214.325
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk pada tanggal-
tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 telah memadai. Pada tanggal 31 Maret 2025 dan
31 Desember 2024, tidak terdapat kredit yang diberikan yang dialihkan dan/atau digunakan sebagai
jaminan atas utang.
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk kredit yang diberikan:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah
Suku bunga kontraktual 12,50% 11,71%
Suku bunga efektif 14,23% 12,51%
57
Page 61
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. PENYERTAAN SAHAM
Rincian penyertaan saham adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Nama Perusahaan Jenis usaha Pemilikan Nilai Tercatat
PT BPR Cinta Manis Agroloka Bank 1,75% 35.010
PT BPR Bungamayang Agroloka Bank 1,12% 22.500
PT Aplikanusa Lintasarta Non-bank 0,23% 20.000
Total 77.510
31 Desember 2024
Nama Perusahaan Jenis usaha Pemilikan Nilai Tercatat
PT BPR Cinta Manis Agroloka Bank 1,75% 35.010
PT BPR Bungamayang Agroloka Bank 1,12% 22.500
PT Aplikanusa Lintasarta Non-bank 0,23% 20.000
Total 77.510
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025, Bank belum menerima dividen tunai dari
PT Aplikanusa Lintasarta, PT BPR Cintamanis Agroloka, dan PT BPR Bungamayang Agroloka, sedangkan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, Bank telah menerima dividen tunai dari PT
Aplikanusa Lintasarta, PT BPR Cintamanis Agroloka, dan PT BPR Bungamayang Agroloka masing-masing
sebesar Rp14.525, Rp6.695 dan Rp5.191.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai tidak diperlukan pada tanggal-
tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
11. ASET TETAP, ASET HAK GUNA, DAN ASET TAK BERWUJUD
Aset tetap dan aset hak guna
Aset tetap terdiri atas:
31 Maret 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga perolehan
Hak atas tanah 154.559.803 - - - 154.559.803
Bangunan 104.947.171 - 605 - 104.946.566
Renovasi bangunan sewa 65.835.466 - - 1.426.918 67.262.384
Kendaraan 19.873.293 - 290.764 - 19.582.529
Perlengkapan kantor 144.815.014 1.336.388 455.175 390.082 146.086.309
Aset dalam penyelesaian 598.500 2.685.425 - (1.817.000) 1.466.925
490.629.247 4.021.813 746.544 - 493.904.516
Aset hak guna 78.463.553 - - - 78.463.553
569.092.800 4.021.813 746.544 - 572.368.069
Akumulasi penyusutan
Bangunan 36.125.615 1.004.001 605 - 37.129.011
Renovasi bangunan sewa 35.034.500 2.853.675 - - 37.888.175
Kendaraan 16.095.037 325.855 290.764 - 16.130.128
Perlengkapan kantor 89.045.892 5.102.353 448.433 - 93.699.812
176.301.044 9.285.884 739.802 - 184.847.126
Aset hak guna 36.920.839 3.922.500 - - 40.843.339
213.221.883 13.208.384 739.802 - 225.690.465
Nilai buku neto 355.870.917 346.677.604
58
Page 62
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan* Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga perolehan
Hak atas tanah 154.559.803 - - - 154.559.803
Bangunan 102.615.294 1.156.031 - 1.175.846 104.947.171
Renovasi bangunan sewa 70.999.640 2.583.779 10.537.102 2.789.149 65.835.466
Kendaraan 18.687.574 1.761.044 575.325 - 19.873.293
Perlengkapan kantor 132.701.784 15.505.802 4.157.577 765.005 144.815.014
Aset dalam penyelesaian 60.000 5.268.500 - (4.730.000) 598.500
479.624.095 26.275.156 15.270.004 - 490.629.247
Aset hak guna 79.608.097 9.068.067 10.212.611 - 78.463.553
559.232.192 35.343.223 25.482.615 - 569.092.800
Akumulasi penyusutan
Bangunan 32.155.048 3.970.567 - - 36.125.615
Renovasi bangunan sewa 27.943.682 12.689.873 5.599.055 - 35.034.500
Kendaraan 15.490.449 1.179.913 575.325 - 16.095.037
Perlengkapan kantor 73.589.179 18.811.268 3.354.555 - 89.045.892
149.178.358 36.651.621 9.528.935 - 176.301.044
Aset hak guna 24.764.121 16.188.915 4.032.197 - 36.920.839
173.942.479 52.840.536 13.561.132 - 213.221.883
Nilai buku neto 385.289.713 355.870.917
*) Pada tahun 2024, terdapat modifikasi aset hak guna sebesar Rp6.180.414 (Catatan 38).
Rincian aset hak guna pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga perolehan
Bangunan 75.065.830 - - 75.065.830
Kendaraan 3.397.723 - - 3.397.723
78.463.553 - - 78.463.553
Akumulasi penyusutan
Bangunan 35.561.750 3.752.614 - 39.314.364
Kendaraan 1.359.089 169.886 - 1.528.975
36.920.839 3.922.500 - 40.843.339
Nilai buku neto 41.542.714 37.620.214
31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan* Saldo Akhir
Harga perolehan
Bangunan 76.210.374 9.068.067 10.212.611 75.065.830
Kendaraan 3.397.723 - - 3.397.723
79.608.097 9.068.067 10.212.611 78.463.553
Akumulasi penyusutan
Bangunan 24.084.575 15.509.372 4.032.197 35.561.750
Kendaraan 679.546 679.543 - 1.359.089
24.764.121 16.188.915 4.032.197 36.920.839
Nilai buku neto 54.843.976 41.542.714
*) Pada tahun 2024, terdapat modifikasi aset hak guna sebesar Rp6.180.414 (Catatan 38).
59
Page 63
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Beban hak guna yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2025
Beban penyusutan aset Beban bunga
hak guna liabilitas sewa
Bangunan 3.752.614 626.909
Kendaraan 169.886 32.849
Total 3.922.500 659.758
31 Maret 2024
Beban penyusutan aset Beban bunga
hak guna liabilitas sewa
Bangunan 15.509.372 957.102
Kendaraan 679.545 43.093
Total 16.188.916 1.000.196
Rata-rata masa sewa berdasarkan kontrak yang dimiliki oleh Bank adalah 5 (lima) tahun.
Bank juga memiliki sewa tertentu dengan masa sewa 12 (dua belas) bulan atau kurang dan sewa aset bernilai
rendah, Bank menerapkan pengecualian untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah untuk sewa
tersebut.
Jumlah penyusutan aset tetap yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
adalah masing-masing sebesar Rp13.208.384 dan Rp52.840.536 untuk periode tiga bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Maret 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024.
Bank telah mengasuransikan aset tetap kecuali hak atas tanah untuk menutup kemungkinan kerugian terhadap
risiko kebakaran dan pencurian kepada PT Asuransi Jasa Tania Tbk dan PT BRI Asuransi Indonesia dengan
nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp253.571 dan Rp559.755 untuk periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, nilai tercatat bruto dari setiap aset tetap yang telah
disusutkan penuh dan masih digunakan masing-masing sebesar Rp84.804.692 dan Rp79.334.084.
Pada tanggal 31 Maret 2025, aset dalam penyelesaian berupa pengerjaan renovasi ruang kerja sebesar
Rp1.466.925 dengan rata-rata estimasi presentase penyelesaian sebesar 75% dan estimasi penyelesaian pada
tahun 2025. Sedangkan, pada tanggal 31 Desember 2024, aset dalam penyelesaian berupa pengadaan
renovasi ruang kerja sebesar Rp598.500 dengan estimasi presentase penyelesaian sebesar 85% dan estimasi
penyelesaian pada tahun 2025.
Rincian penjualan aset tetap Bank adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Harga perolehan
Kendaraan 268.400 41.325
Perlengkapan kantor 201.492 -
469.892 41.325
Akumulasi penyusutan (469.892) (40.925)
Nilai buku - 400
Harga jual 92.271 3.694
Keuntungan penjualan (Catatan 31) 92.271 3.294
Manajemen Bank memutuskan untuk melakukan penghapusbukuan atas sebagian aset tetap yang dimiliki
dikarenakan aset tetap tersebut rusak, telah usang, penutupan beberapa kantor cabang dan tidak memiliki nilai
ekonomis untuk ke depannya. Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025, harga perolehan dan
akumulasi penyusutan aset tetap yang dihapusbuku masing-masing sebesar Rp276.653 dan Rp269.911
sehingga terdapat kerugian akibat hapus buku sebesar Rp6.742. Sedangkan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024, harga perolehan dan akumulasi penyusutan aset tetap yang dihapusbuku masing-
masing sebesar Rp10.553.829 dan Rp5,894.181 sehingga terdapat kerugian akibat hapus buku sebesar
Rp4.659.648.
60
Page 64
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Aset tak berwujud
Aset tak berwujud terdiri atas :
31 Maret 2025
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Perangkat Lunak
Harga perolehan 95.851.844 10.488.015 - - 106.339.859
Akumulasi amortisasi (33.863.031) (4.132.212) - - (37.995.243 )
Nilai buku neto 61.988.813 68.344.616
31 Desember 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Perangkat Lunak
Harga perolehan 66.734.135 29.117.709 - - 95.851.844
Akumulasi amortisasi (20.811.204) (13.051.827) - - (33.863.031)
Nilai buku neto 45.922.931 61.988.813
Jumlah amortisasi aset tak berwujud yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain adalah masing-masing sebesar Rp4.132.212 dan Rp13.051.827 tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
Pada tanggal 31 Maret 2025, aset tak berwujud juga termasuk aset dalam penyelesaian, yang terdiri dari
pengadaan Pengadaan Renewal Dashboard Monitoring dan Pengadaan Development Fitur Aplikasi Bank Raya
dan Pinang A dengan total sebesar Rp1.879.346, dengan rata-rata estimasi presentase penyelesaian mencapai
55%. Seluruh aset dalam penyelesaian untuk aset tak berwujud diestimasi selesai di tahun 2025.
Sedangkan, pada tanggal 31 Desember 2024, aset tak berwujud juga termasuk aset dalam penyelesaian, yang
terdiri dari Pengadaan Renewal Dashboard Monitoring, Pengadaan Change Request Project Development
Aplikasi Bank Raya, Pengadaan Raya Saving dan Pinang Enhancemenet 2024 Customer Experience Design,
Pengembangan Sistem Big Data, dan Kelanjutan Pengembangan Pinang Product Data Analytics and Self
Services Data Analytics dengan total sebesar Rp11.129.732, dengan rata-rata estimasi presentase
penyelesaian mencapai 79%. Seluruh aset dalam penyelesaian untuk aset tak berwujud diestimasi selesai di
tahun 2025.
Tidak ada aset tetap dan aset tak berwujud Bank yang dijadikan jaminan pada tanggal 31 Maret 2025 dan
31 Desember 2024.
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset tetap dan jumlah nilai pertanggungan
asuransi cukup untuk menutup risiko kerugian yang mungkin timbul atas aset tetap pada tanggal 31 Maret 2025
dan 31 Desember 2024.
12. AGUNAN YANG DIAMBIL ALIH
Rincian agunan yang diambil alih (AYDA) yang dimiliki Bank pada tanggal 31 Maret 2025 dan
31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Jumlah unit /
Debitur Jenis agunan yang diambil alih Nilai tercatat awal Nilai tercatat akhir
kavling
CV Fadilah Jaya Tanah dan bangunan 1 1.122.630 1.122.630
CV Syintia Tanah dan bangunan 1 1.083.240 1.083.240
Ifti Seviana Tanah dan bangunan 1 1.043.562 1.043.562
Yosi Agustina Tanah dan bangunan 1 913.237 913.237
Sutigno Tanah dan bangunan 1 895.400 895.400
Sutrisno Tanah dan bangunan 1 632.400 632.400
PT Mulyasari R Gemilang Tanah dan Bangunan 1 353.231 353.231
Total 6.043.700 6.043.700
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.206.801) (1.206.801)
Neto 4.836.899 4.836.899
61
Page 65
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2024
Jumlah unit /
Debitur Jenis agunan yang diambil alih Nilai tercatat awal Nilai tercatat akhir
kavling
CV Fadilah Jaya Tanah dan bangunan 1 1.122.630 1.122.630
CV Syintia Tanah dan bangunan 1 1.083.240 1.083.240
Ifti Seviana Tanah dan bangunan 1 1.043.562 1.043.562
Yosi Agustina Tanah dan bangunan 1 913.237 913.237
Sutigno Tanah dan bangunan 1 895.400 895.400
Sutrisno Tanah dan bangunan 1 632.400 632.400
PT Mulyasari R Gemilang Tanah dan Bangunan 1 353.231 353.231
Total 6.043.700 6.043.700
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.206.801) (1.206.801)
Neto 4.836.899 4.836.899
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai yang dibentuk pada tanggal-
tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 telah memadai.
13. BIAYA DIBAYAR DIMUKA DAN ASET LAIN-LAIN
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Jumlah nosional Jumlah nosional
Ekuivalen Ekuivalen
mata uang asing mata uang asing
Rupiah Rupiah
(Angka penuh) (Angka penuh)
Biaya Dibayar Dimuka
Rupiah 34.295.862 26.121.036
Dolar Amerika Serikat 30.387 503.214 42.166 678.662
34.799.076 26.799.698
Aset Lain-lain
Rupiah
Piutang bunga 67.831.816 67.963.944
Tagihan terkait ATM 2.264.710 3.096.479
Setoran jaminan 2.169.225 2.176.225
Lain-lain 2.206.359 1.885.511
74.472.110 75.122.159
Total 109.271.186 101.921.857
14. LIABILITAS SEGERA
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah
Umum dan administrasi 11.678.628 22.232.807
Titipan transfer dan ATM 2.519.511 1.267.898
Personalia 61.422 61.422
Lain-lain 346.827 53.788
14.606.388 23.615.915
Dolar Amerika Serikat
Umum dan administrasi 26.475 25.732
Titipan transfer 6 6
26.481 25.738
Total 14.632.869 23.641.653
62
Page 66
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. GIRO
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Jumlah nosional Jumlah nosional
Ekuivalen Ekuivalen
mata uang asing mata uang asing
Rupiah Rupiah
(Angka penuh) (Angka penuh)
Pihak ketiga
Rupiah 536.829.735 227.431.851
Dolar Amerika Serikat 98.438 1.630.135 98.657 1.587.886
538.459.870 229.019.737
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah 224.363.134 483.488.729
Dolar Amerika Serikat 146.484 2.425.772 146.451 2.357.125
226.788.906 485.845.854
Total 765.248.776 714.865.591
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk giro:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah 2,49% 1,67%
Dolar Amerika Serikat 0,21% 0,21%
Giro yang dijadikan jaminan atas fasilitas perbankan yang diberikan oleh Bank adalah sebesar Rp165.500.000
dan Rp700.000.000 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
16. TABUNGAN
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Rupiah
Tabungan Raya Infiniti 1.015.193.044 861.361.995
Tabungan Raya 481.793.460 603.065.656
Tabunganku 3.263.365 3.438.493
Tabungan Raya Multima 2.410.677 2.715.217
Tabungan Berhadiah 2.030.481 1.295.426
1.504.691.027 1.471.876.787
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
Tabungan Raya 19.160.323 16.154.664
Tabungan Raya Infiniti 16.641.966 13.944.270
Tabungan Berhadiah 2.876.525 19.857.119
Tabunganku 708 708
38.679.522 49.956.761
Total 1.543.370.549 1.521.833.548
Tabungan yang dijadikan jaminan atas fasilitas perbankan yang diberikan oleh Bank masing-masing sebesar
Rp57.976.432 dan Rp70.136.067, pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk tabungan adalah 3,06% dan 2,97% masing-masing untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
63
Page 67
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. DEPOSITO BERJANGKA
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Jumlah nosional Jumlah nosional
Ekuivalen Ekuivalen
mata uang asing mata uang asing
Rupiah Rupiah
(Angka penuh) (Angka penuh)
Pihak ketiga
Rupiah 5.479.536.148 5.239.468.543
Dolar Amerika Serikat 493.111 8.165.917 501.395 8.069.960
5.487.702.065 5.247.538.503
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah 566.555.321 648.797.470
Dolar Amerika Serikat - - 1.049 16.887
566.555.321 648.814.357
Total 6.054.257.386 5.896.352.860
Deposito berjangka berdasarkan periode kontrak adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Rupiah
Deposits on call 247.050.000 179.425.000
Deposito
1 bulan 2.942.255.678 2.758.161.710
3 bulan 2.082.194.918 2.070.918.219
6 bulan 198.088.124 206.513.717
>12 bulan 9.947.428 24.449.897
5.479.536.148 5.239.468.543
Dolar Amerika Serikat
Deposito
1 bulan 4.484.130 4.504.411
3 bulan 3.508.674 3.397.344
6 bulan 173.113 168.205
8.165.917 8.069.960
5.487.702.065 5.247.538.503
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
Deposits on call 191.948.000 284.000.000
Deposito
1 bulan 189.857.321 244.312.470
3 bulan 174.275.000 110.010.000
6 bulan 9.325.000 9.325.000
>12 bulan 1.150.000 1.150.000
566.555.321 648.797.470
Dolar Amerika Serikat
Deposito
1 bulan - 16.887
566.555.321 648.814.357
Total 6.054.257.386 5.896.352.860
64
Page 68
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk deposito berjangka:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah 5,00% 5,37%
Dolar Amerika Serikat 1,66% 3,85%
Deposito berjangka yang dijadikan jaminan atas fasilitas perbankan yang diberikan oleh Bank masing-masing
sebesar Rp28.979.848 dan Rp39.452.000 pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
18. SIMPANAN DARI BANK LAIN
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Pihak ketiga
Rupiah
Inter-bank call money 330.000.000 455.000.000
Deposito berjangka 24.000.000 12.000.000
354.000.000 467.000.000
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Jumlah nosional Jumlah nosional
mata uang asing Ekuivalen mata uang asing Ekuivalen
(Angka penuh) Rupiah (Angka penuh) Rupiah
Pihak berelasi
Rupiah
Inter-bank call money 100.000.000 400.000.000
Total 454.000.000 867.000.000
Klasifikasi jangka waktu simpanan dari bank lain berdasarkan sisa umur jatuh tempo adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Rupiah
≤ 1 bulan
Inter-bank call money 330.000.000 455.000.000
Deposito berjangka 24.000.000 12.000.000
354.000.000 467.000.000
Pihak berelasi
Rupiah
≤ 1 bulan
Inter-bank call money 100.000.000 400.000.000
Total 454.000.000 867.000.000
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk simpanan dari bank lain adalah:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah
Deposito berjangka 5,23% 3,00%
Inter-bank call money 6,12% 6,32%
65
Page 69
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. EFEK-EFEK YANG DIJUAL DENGAN JANJI DIBELI KEMBALI
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024:
31 Maret 2025
Tingkat suku
bunga Tanggal beli
Tanggal jual Nilai nominal Nilai jual Nilai tercatat
per tahun kembali
(%)
Pihak ketiga
Rupiah
Obligasi
FR0095 6,00 24 Maret 2025 8 April 2025 200.000.000 186.378.100 186.626.604
FR0091 6,00 24 Maret 2025 8 April 2025 150.000.000 139.783.575 139.969.953
FR0096 6,00 24 Maret 2025 8 April 2025 150.000.000 139.783.575 139.969.953
FR0082 6,80 27 Maret 2025 10 April 2025 150.000.000 139.393.775 139.525.424
FR0071 6,25 26 Maret 2025 9 April 2025 100.000.000 102.539.500 102.646.312
Total 750.000.000 707.878.525 708.738.246
31 Desember 2024
Tingkat suku
bunga Tanggal beli
Tanggal jual Nilai nominal Nilai jual Nilai tercatat
per tahun kembali
(%)
Pihak ketiga
Rupiah
Bank Indonesia
Obligasi Pemerintah
FR0095 6,25 30 Desember 2024 6 Januari 2025 250.000.000 238.168.250 238.250.947
FR0095 6,15 31 Desember 2024 2 Januari 2025 50.000.000 52.422.848 52.431.803
Total 300.000.000 290.591.098 290.682.750
20. PERPAJAKAN
a) Utang pajak
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, rincian utang pajak adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pajak penghasilan
Pasal 21 4.213.630 629.199
Pasal 23 360.202 459.361
Pasal 4 ayat (2) 6.306.339 8.685.453
Pajak pertambahan nilai 4.747 143.291
Total 10.884.918 9.917.304
b) Manfaat (beban) pajak
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2025 2024
Beban pajak kini tahun berjalan - -
Manfaat (beban) pajak tangguhan 6.391.553 (12.276.991)
6.391.553 (12.276.991)
66
Page 70
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain dan taksiran penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut:
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2025 2024
(Rugi) laba sebelum beban pajak sesuai
dengan laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain 23.314.915 21.439.363
Perbedaan temporer
Pembentukan cadangan beban pegawai (25.382.994) 1.566.715
Pembentukan (pembalikan)
cadangan litigasi - -
Pembalikan atas cadangan
kerugian penurunan nilai diluar
kredit yang diberikan 15.498 (83.356)
Penyusutan aset tetap (1.773.984) (616.168)
Keuntungan yang belum
direalisasi dari nilai efek-efek yang
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (6.064.636) (2.599.526)
Pembentukan (pembalikan) cadangan
kerugian kredit yang diberikan 3.538.588 (56.030.653)
Estimasi kerugian komitmen dan
Kontinjensi 615.013 1.958.483
(29.052.515) (55.804.505)
Perbedaan tetap
Representasi dan sumbangan 3.883.064 1.515.696
Kegiatan Pegawai 2.265.178 482.704
Biaya sewa dan pemeliharaan
rumah dinas 843.534 (9.846.928)
Lain-lain 9.084.591 (4.044.702)
16.076.367 (11.893.232)
10.338.767 (46.258.373)
Perhitungan beban dan utang pajak penghasilan badan adalah sebagai berikut:
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2025 2024
Taksiran penghasilan kena pajak 10.338.767 (46.258.373)
Rugi fiskal tahun sebelumnya (2.361.054.197) (2.437.538.205)
Rugi fiskal tahun – saldo akhir (2.350.715.430) (2.483.796.578)
Beban pajak kini - -
Pembayaran angsuran pajak penghasilan
- -
selama tahun berjalan
(Piutang) utang pajak penghasilan –
- -
Pasal 29
67
Page 71
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rekonsiliasi atas (manfaat) beban pajak penghasilan dengan perkalian (rugi) laba sebelum pajak
penghasilan dan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut:
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2025 2024
Laba sebelum beban pajak
sesuai dengan laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain 23.314.915 21.439.363
Beban pajak dengan tarif yang berlaku 5.129.281 4.716.660
Pengaruh pajak atas beda tetap 3.536.800 (2.616.511)
Aset pajak tangguhan yang tidak diakui (2.274.528) 10.176.842
6.391.553 12.276.991
Berdasarkan peraturan perpajakan di Indonesia, Bank menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak
Tahunan ke Kantor Pajak atas self-assessment. Perhitungan pajak penghasilan badan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 akan menjadi dasar dalam pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan
(SPT) pajak. Kantor Pajak berhak memeriksa atau mengoreksi pajak dalam jangka waktu 5 (lima) tahun
setelah tanggal pajak terutang.
Pemeriksaan tahun pajak 2021
Pada tanggal 12 April 2023, Bank telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan
Surat Tagihan Pajak (STP) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang telah disetujui oleh Bank, dengan rincian
sebagai berikut:
SKPKB
No. 00162/207/21/054/23 343.869
No. 00012/277/21/054/23 2.272
346.141
STP
No. 00107/107/21/054/23 24.134
370.275
Pada tanggal 12 April 2023, Bank telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Pajak
Penghasilan (PPh) Pasal 21 yang telah disetujui oleh Bank, dengan rincian sebagai berikut:
SKPKB
No. 00030/201/21/054/23 775.713
No. 00004/243/21/054/23 218.795
994.508
Pada tanggal 12 April 2023, Bank telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan
Surat Tagihan Pajak (STP) Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 yang telah disetujui oleh Bank, dengan
rincian sebagai berikut :
STP
No. 00411/101/21/427/21 75
No. 00503/101/21/414/21 113
No. 00470/101/21/707/22 139
No. 00042/101/20/222/23 100
No. 00123/101/21/707/23 100
527
995.035
68
Page 72
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 12 April 2023, Bank telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) Pajak
Penghasilan (PPh) Pasal 4 ayat (2) No. 00016/240/21/054/23 sebesar Rp50.093 yang telah disetujui oleh
Bank. Pada tanggal 12 April 2023, Bank telah menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB)
Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 No. 00048/203/21/054/23 sebesar Rp287.328 dan Surat Tagihan
Pajak (STP) No. 00028/103/19/222/23 sebesar Rp100 dan No. 00005/103/20/222/23 sebesar Rp100 yang
telah disetujui oleh Bank. Pada tanggal 12 April 2023, Bank telah menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih
Bayar (SKPLB) Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 29 No. 00058/406/21/054/23 sebesar Rp7.432.208 yang
telah disetujui oleh Bank.
Pada tanggal 19 Mei 2023, Bank telah menerima pengembalian kelebihan pembayaran pajak (PPh) Pasal
29 setelah dikurangi dengan SKP dan STP PPN, PPh Pasal 21, PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 4 (2) sebesar
Rp5.729.274.
c) Aset pajak tangguhan
31 Maret 2025
Dibebankan/
Dibebankan/
31 Desember (dikreditkan) ke 31 Maret
(dikreditkan) ke
2024 penghasilan 2025
Laporan Laba Rugi
komprehensif lain
Cadangan kerugian aset produktif dan
non produktif 90.977.209 917.202 - 91.894..411
Cadangan litigasi 220.000 - - 220.000
Cadangan beban pegawai 39.000.721 (5.584.258) - 33.416.463
Penyusutan aset tetap (11.138.660) (390.276) - (11.528.936)
Kerugian (keuntungan) yang belum
direalisasi dari nilai efek-efek yang
diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi 153.243 (1.334.219) - (1.1870.976)
Kerugian (keuntungan) yang belum
direalisasi dari efek-efek yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 6.328.985 - (1.321.019) 5.007.966
Pengukuran kembali program imbalan
pasti 848.812 - 68.449 917.261
Aset Pajak Tangguhan 126.390.310 (6.391.551) (1.252.570) 118.746.189
Dampak PMK 74 yang belum diakui 2024
53.544.247 - - 53.544.247
179.934.557 (6.391.551) (1.252.570) 172.290.436
31 Desember 2024
Dibebankan/
Dibebankan/
31 Desember (dikreditkan) ke 31 Desember
(dikreditkan) ke
2023 penghasilan 2024
Laporan Laba Rugi
komprehensif lain
Cadangan kerugian aset produktif dan
non produktif 157.027.455 (66.050.246) - 90.977.209
Cadangan litigasi 446.203 (226.203) - 220.000
Cadangan beban pegawai 28.907.111 10.093.610 - 39.000.721
Penyusutan aset tetap (9.755.956) (1.382.704) - (11.138.660)
Kerugian (keuntungan) yang belum
direalisasi dari nilai efek-efek yang
diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi 582.135 (428.892) - 153.243
Keuntungan yang belum direalisasi
dari efek-efek yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 2.715.462 - 3.613.523 6.328.985
Pengukuran kembali program imbalan
pasti 1.153.902 - (305.090) 848.812
Aset pajak tangguhan 181.076.312 (57.994.435) 3.308.433 126.390.310
Dampak penerapan PMK 74
- 53.544.247 - 53.544.247
yang belum dimanfaatkan
Aset pajak tangguhan - neto 181.076.312 (4.450.188) 3.308.433 179.934.557
Manajemen Bank berpendapat bahwa aset pajak tangguhan yang timbul dari perbedaan temporer
diperkirakan dapat direalisasikan pada periode mendatang.
69
Page 73
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, aset pajak tangguhan masing-masing sebesar Rp
517.157.395 dan Rp 519.431.923 yang berasal dari kerugian pajak, tidak diakui oleh Bank karena tidak
terdapat kemungkinan besar bahwa perbedaan temporer tersebut dapat direalisasikan pada periode
mendatang.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2024 (“PMK 74”) tentang
Pembentukan Cadangan Piutang Tak Tertagih yang Boleh Dikurangkan dari Penghasilan Bruto, terdapat
perubahan pada ketentuan perhitungan penyisihan piutang tak tertagih yang boleh dikurangkan dari
penghasilan bruto. Selisih lebih antara saldo awal cadangan piutang tak tertagih tahun 2024 yang dihitung
menggunakan PMK 74 dan saldo akhir cadangan piutang tak tertagih tahun 2023 yang dihitung
menggunakan peraturan sebelumnya dapat diakui oleh Bank sebagai beban yang dapat dikurangkan pada
tahun fiskal 2024 dan 2025. Terkait hal tersebut, aset pajak tangguhan yang dimanfaatkan Bank pada
tahun fiskal 2024 dan 2025 masing-masing sebesar Rp 35.696.164 dan Rp 53.544.247.
d) Lainnya
Pada tanggal 31 Maret 2020, Presiden Republik Indonesia menandatangani Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 1 Tahun 2020 tentang “Kebijakan Keuangan Negara dan
Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau
Dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas
Sistem Keuangan”, yang mengatur penyesuaian tarif PPh badan menjadi 22% untuk tahun pajak 2020 dan
2021 serta 20% untuk tahun pajak 2022.
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Presiden Republik Indonesia menandatangani UU No. 7 Tahun 2021
tentang “Harmonisasi Peraturan Perpajakan”, yang menerapkan, antara lain, tarif pajak penghasilan badan
sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 (sebelumnya 20% yang diatur dalam Perppu No.
1 Tahun 2020 tertanggal 31 Maret 2020).
21. PINJAMAN YANG DITERIMA
Pinjaman yang diterima terdiri atas:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 13.360.634 13.622.042
Klasifikasi jangka waktu pinjaman yang diterima berdasarkan sisa umur sampai dengan saat jatuh tempo
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi (Catatan 33)
Rupiah
> 5 tahun 13.360.634 13.622.042
Pada tanggal 14 Desember 2020, Bank menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan
PT Sarana Multigriya Finansial untuk penyaluran KPR Sejahtera bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Fasilitas pinjaman ini memiliki jangka waktu paling lama 20 (dua puluh) tahun sejak tanggal pencairan fasilitas
pinjaman dengan suku bunga paling rendah sebesar 4,45% per tahun dan availability period sampai dengan
tanggal 31 Desember 2020. Angsuran pokok fasilitas pinjaman dibayarkan pada tanggal 10 (sepuluh) setiap
bulan bersamaan dengan pembayaran bunga, dimana angsuran pokok pertama kali mulai dibayarkan pada
tanggal 10 Februari 2021 sebesar Rp157.003 sampai dengan jatuh tempo, Bank tidak memberikan jaminan
apapun atas pinjaman ini.
Persyaratan-persyaratan (covenants) penting dalam perjanjian pinjaman ini antara lain, sebelum memperoleh
persetujuan tertulis, Bank tidak diperkenankan untuk:
• Mengajukan permohonan pailit;
• Mengalihkan dan/atau menyerahkan kepada pihak lain, hak dan kewajiban yang timbul akibat
perjanjian ini;
• Mengikatkan diri sebagai penanggung atau penjamin utang dan menjaminkan harta kekayaan Bank;
• Menggunakan fasilitas pinjaman tidak sesuai dengan tujuannya.
Manajemen Bank berpendapat bahwa semua persyaratan yang ditetapkan telah dipenuhi.
70
Page 74
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. ESTIMASI KERUGIAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI
a) Rincian estimasi kerugian atas transaksi komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah
Fasilitas kredit yang belum ditarik 1.654.492 1.039.910
Garansi yang diterbitkan 477 46
Total 1.654.969 1.039.956
b) Rincian transaksi komitmen dan kontinjensi diluar fasilitas kredit yang belum ditarik:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah
Garansi yang diterbitkan 252.569 48.835
Cadangan kerugian penurunan nilai (477) (46)
Total 252.092 48.789
c) Tabel berikut menyajikan perubahan nilai tercatat bruto dan cadangan kerugian ekspektasian berdasarkan
kategori instrumen keuangan:
31 Maret 2025
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Garansi yang diterbitkan yang
diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi
Nilai tercatat awal 48.835 - - 48.835
Aset keuangan baru yang 292.847 - - 292.847
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan (89.113) - - (89.113)
pengakuannya
Nilai tercatat akhir 252.569 - - 252.569
31 Desember 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Garansi yang diterbitkan yang
diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi
Nilai tercatat awal 608.861 - - 608.861
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 360.600 - - 360.600
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (920.626) - - (920.626)
Nilai tercatat akhir 48.835 - - 48.835
71
Page 75
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2025
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Garansi yang diterbitkan yang
diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi
Saldo awal 46 - - 46
Pengukuran kembali bersih 33 - - 33
penyisihan
Aset keuangan baru yang 473 - - 473
diterbitkan atau dibeli
Aset keuangan yang dihentikan (75) - - (75)
pengakuannya
Cadangan atas kerugian 477 - - 477
kredit ekspektasian akhir
31 Desember 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang Total
sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Garansi yang diterbitkan yang
diukur pada biaya perolehan
yang diamortisasi
Saldo awal 3.244 - - 3.244
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 1.426 - - 1.426
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (4.624) - - (4.624)
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 46 - - 46
31 Maret 2025
Stage 2 – Stage 3 –
Stage 1 – Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
sepanjang Total
ekspektasian 12 sepanjang
bulan umurnya – kredit umurnya – kredit
tidak memburuk memburuk
Fasilitas kredit yang belum ditarik
yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 122.616.845 963.152 - 123.579.997
Pengalihan ke
Stage 1 167.133 (167.133) - -
Stage 2 (495.000) 495.000 - -
Stage 3 - (671.591) 671.591 -
Pengukuran 72embali bersih
nilai tercatat 9.113.207 1.867.495 (671.591) 10.309.111
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 168.463.198 499.200 - 168.962.398
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (74.631.295) (1.871.619) - (76.502.914)
Nilai tercatat akhir 225.234.088 1.114.504 - 226.348.592
72
Page 76
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Stage 1 - Kerugian kredit Kerugian kredit
Kerugian kredit ekspektasian ekspektasian
ekspektasian 12 sepanjang sepanjang
umurnya - kredit Total
bulan umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Fasilitas kredit yang belum ditarik
yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 136.149.678 11.253.499 - 147.403.177
Pengalihan ke
Stage 1 422.373 (422.373) - -
Stage 2 (2.734.537) 2.734.537 - -
Stage 3 (557.912) 557.912 -
Pengukuran kembali bersih
nilai tercatat (157.148.257) (11.841.216) - (168.989.473)
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 276.618.178 16.507.542 - 293.125.720
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (130.132.678) (17.826.748) - (147.959.426)
Nilai tercatat akhir 122.616.845 963.153 - 123.579.998
31 Maret 2025
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Fasilitas kredit yang belum
ditarik yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 1.019.499 20.411 - 1.039.910
Pengalihan ke
Stage 1 1.020 (1.020) - -
Stage 2 (859) 859 - -
Stage 3 - (9.126) 9.126 -
Pengukuran kembali bersih
penyisihan 210.850 148.199 (9.126) 349.923
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 735.605 14.701 - 750.306
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (342.811) (142.838) - (485.649)
Cadangan atas kerugian
kredit ekspektasian akhir 1.623.304 31.185 - 1.654.491
31 Desember 2024
Stage 2 - Stage 3 -
Kerugian kredit Kerugian kredit
Stage 1 - ekspektasian ekspektasian
Kerugian kredit sepanjang sepanjang
ekspektasian 12 bulan umurnya - kredit Total
umurnya - kredit
tidak memburuk memburuk
Fasilitas kredit yang belum
ditarik yang diukur pada
biaya perolehan diamortisasi
Nilai tercatat awal 812.559 2.333.024 - 3.145.583
Pengalihan ke
Stage 1 13.178 (13.178) - -
Stage 2 (27.792) 27.792 - -
Stage 3 (1.085) 1.085 - -
Pengukuran kembali bersih (1.489.187) (2.280.308) - (3.769.495)
penyisihan
Aset keuangan baru yang
diterbitkan atau dibeli 6.179.712 245 - 6.179.957
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (4.573.264) (48.249) - (4.621.513)
Perubahan model atau
parameter valuta asing dan
perubahan lain 105.378 - - 105.378
Cadangan atas kerugian 20.411 -
1.019.499 1.039.910
kredit ekspektasian akhir
73
Page 77
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Bank melakukan penilaian atas transaksi komitmen dan kontinjensi yang mempunyai risiko kredit secara kolektif
dan individual dengan menggunakan bukti objektif.
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
23. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Liabilitas imbalan kerja terdiri atas:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pemutusan hubungan kerja 81.783.411 79.392.567
Penghargaan masa kerja 14.686.513 13.226.153
Cuti besar 7.994.361 7.319.262
Kompensasi perjanjian kerja waktu tertentu 528.636 697.448
Total 104.992.921 100.635.430
Perhitungan aktuaria atas program pemutusan hubungan kerja, cuti besar, penghargaan masa kerja dan
kompensasi perjanjian kerja waktu tertentu pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
dilakukan oleh KKA Enny Diah Awal, aktuaris independen, dalam laporannya masing-masing tertanggal 9 April
2025 dan 10 Februari 2025.
a) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
Program imbalan pasca kerja Bank disebut dengan Program Pemutusan Hubungan Kerja (PHK),
Perhitungan PHK dilakukan dengan menggunakan asumsi-asumsi penilaian aktuaria atas liabilitas Bank
berkaitan dengan cadangan untuk penetapan uang pesangon, uang penghargaan tanda jasa dan ganti
kerugian sesuai dengan ketentuan internal Bank dan peraturan yang berlaku.
Perhitungan aktuaria tersebut dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit serta
mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Tingkat diskonto tahunan 7,10% 7,10%
Tingkat kenaikan gaji tahunan
di masa depan 8,50% 8,50%
Tingkat pengembangan akumulasi iuran
PPIP 4,85% 4,85%
Tingkat kematian TMI 2019 TMI 2019
Tingkat cacat 10% dari TMI 2019 10% dari TMI 2019
Usia pensiun normal 56 tahun 56 tahun
Tingkat pengunduran diri Usia 15-29 6,00% Usia 15-29 6,00%
Usia 30-34 3,00% Usia 30-34 3,00%
Usia 35-39 1,80% Usia 35-39 1,80%
Usia 40-50 1,20% Usia 40-50 1,20%
Usia 51-52 0,60% Usia 51-52 0,60%
Usia>52 0,00% Usia>52 0,00%
Mutasi atas liabilitas PHK masing-masing pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 79.392.567 70.124.463
Beban yang diakui pada tahun berjalan 18.747.895
(Catatan 29) 4.202.656
Pengukuran kembali atas liabilitas PHK 311.131 (1.386.772)
Pembayaran manfaat aktual (2.122.943) (8.093.019)
Liabilitas PHK 81.783.411 79.392.567
74
Page 78
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pengukuran kembali atas liabilitas PHK masing-masing pada tanggal 31 Maret 2025 dan
31 Desember 2024 adalah sebagai berikut :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 3.858.231 5.245.003
Keuntungan aktuaria 311.131 (1.386.772)
Pengukuran kembali atas liabilitas PHK 4.169.362 3.858.231
Perhitungan beban PHK untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan
31 Desember 2024 sesuai dengan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Biaya jasa kini 2.812.279 11.394.583
Beban bunga 1.390.377 4.559.379
Beban pesangon - 2.793.933
Beban PHK (Catatan 29) 4.202.656 18.747.895
Mutasi nilai kini liabilitas PHK adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 79.392.567 70.124.463
Biaya jasa kini 2.812.279 11.394.583
Biaya bunga 1.390.377 4.559.379
Beban pesangon - 2.793.933
Kerugian (keuntungan) aktuaria 311.131 (1.386.772)
Pembayaran manfaat (2.122.943) (8.093.019)
Nilai kini liabilitas PHK 81.783.411 79.392.567
Analisis sensitivitas untuk asumsi aktuaria liabilitas PHK adalah sebagai berikut :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Perubahan Nilai kini atas Perubahan Nilai kini atas
persentase liabilitas persentase liabilitas
Tingkat diskonto +1,0% 74.675.222 +1,0% 72.611.772
-1,0% 90.010.982 -1,0% 87.236.801
Tingkat kenaikan upah +1,0% 89.817.213 +1,0% 87.728.770
-1,0% 74.699.825 -1,0% 72.017.324
Jadwal jatuh tempo dari liabilitas PHK pada tahun mendatang adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
< 1 tahun 5.799.138 6.433.287
≥ 1 tahun - 5 tahun 25.966.421 25.505.261
≥ 5 tahun 1.481.624.045 1.456.429.465
Total 1.513.389.604 1.488.368.013
75
Page 79
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
b) Cuti besar
Perhitungan aktuaria atas cuti besar dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit serta
mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Tingkat diskonto tahunan 6,60% 7,00%
Tingkat kenaikan gaji tahunan di masa depan 8,50% 8,50%
Tingkat kematian TMI 2019 TMI 2019
Tingkat cacat 10,0% dari TMI 2019 10,0% dari TMI 2019
Tingkat pengunduran diri Usia 15-29 6,00% Usia 15-29 6,00%
Usia 30-34 3,00% Usia 30-34 3,00%
Usia 35-39 1,80% Usia 35-39 1,80%
Usia 40-50 1,20% Usia 40-50 1,20%
Usia 51-52 0,60% Usia 51-52 0,60%
Usia>52 0,00% Usia>52 0,00%
Mutasi liabilitas atas cuti besar masing-masing pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 7.319.262 6.767.969
Beban yang diakui pada tahun berjalan
(Catatan 29) 1.300.100 2.864.872
Pembayaran manfaat aktual (625.001) (2.313.579)
Liabilitas cuti besar 7.994.361 7.319.262
Beban cuti besar untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
berdasarkan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Biaya jasa kini 616.211 2.718.605
Beban bunga 122.619 359.115
Keuntungan aktuaria 561.270 (212.848)
Beban cuti besar (Catatan 29) 1.300.100 2.864.872
Analisis sensitivitas untuk asumsi aktuaria liabilitas cuti besar adalah sebagai berikut :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Perubahan Nilai kini atas Perubahan Nilai kini atas
persentase liabilitas persentase liabilitas
Tingkat diskonto +1,0% 7.851.024 +1,0% 7.179.690
-1,0% 8.142.954 -1,0% 7.464.009
Tingkat kenaikan upah +1,0% 8.138.948 +1,0% 7.460.645
-1,0% 7.852.203 -1,0% 7.180.327
Jadwal jatuh tempo dari liabilitas cuti besar pada tahun mendatang adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
< 1 tahun 2.387.990 2.015.570
≥ 1 tahun - 5 tahun 12.469.703 12.490.123
≥ 5 tahun 2.305.299 2.322.082
Total 17.162.992 16.827.775
76
Page 80
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
c) Penghargaan masa kerja
Perhitungan aktuaria atas penghargaan masa kerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected
Unit Credit serta mempertimbangkan asumsi-asumsi sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Tingkat diskonto tahunan 7,10% 7,10%
Tingkat kenaikan gaji tahunan di masa depan 8,50% 8,50%
Tingkat kenaikan harga emas 10,00% 10,00%
Tingkat kematian TMI 2019 TMI 2019
Tingkat cacat 10,0% dari TMI 2019 10,0% dari TMI 2019
Tingkat pengunduran diri Usia 15-29 6,00% Usia 15-29 6,00%
Usia 30-34 3,00% Usia 30-34 3,00%
Usia 35-39 1,80% Usia 35-39 1,80%
Usia 40-50 1,20% Usia 40-50 1,20%
Usia 51-52 0,60% Usia 51-52 0,60%
Usia>52 0,00% Usia>52 0,00%
Mutasi untuk liabilitas penghargaan masa kerja pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 13.226.153 10.890.113
Beban yang diakui pada tahun berjalan
(Catatan 29) 1.460.360 2.645.530
Pembayaran manfaat aktual - (309.490)
Liabilitas penghargaan masa kerja 14.686.513 13.226.153
Beban penghargaan masa kerja untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember
2024 berdasarkan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Biaya jasa kini 577.205 2.257.062
Beban bunga 234.764 740.740
Kerugian (keuntungan) aktuaria 648.391 (352.272)
Beban penghargaan masa kerja
(Catatan 29) 1.460.360 2.645.530
Analisis sensitivitas untuk asumsi aktuaria liabilitas penghargaan masa kerja adalah sebagai berikut :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Perubahan Nilai kini atas Perubahan Nilai kini atas
persentase liabilitas persentase liabilitas
Tingkat diskonto +1,0% 12.882.337 +1,0% 11.607.852
-1,0% 16.846.367 -1,0% 15.162.355
Tingkat kenaikan upah +1,0% 16.794.669 +1,0% 14.188.231
-1,0% 12.888.476 -1,0% 12.394.254
Jadwal jatuh tempo dari liabilitas penghargaan masa kerja pada tahun mendatang adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
< 1 tahun 819.205 748.627
≥ 1 tahun - 5 tahun 2.358.757 1.990.010
≥ 5 tahun 207.472.771 190.674.105
Total 210.650.733 193.412.742
77
Page 81
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
d) Kompensasi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu
Perhitungan kompensasi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dilakukan dengan menggunakan
metode proporsional.
Mutasi untuk liabilitas kompensasi PKWT pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 697.448 959.696
Beban yang diakui pada tahun berjalan
36.281 584.958
(Catatan 29)
Pembayaran manfaat aktual (88.243) (847.206)
Liabilitas Kompensasi PKWT 645.486 697.448
Beban kompensasi PKWT untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
berdasarkan perhitungan aktuaria adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Biaya jasa kini 36.281 658.733
Keuntungan aktuaria - (73.775)
(Pendapatan) Beban Kompensasi PKWT
(Catatan 29) 36.281 584.958
Jadwal jatuh tempo dari liabilitas kompensasi PKWT pada tahun mendatang adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
< 1 tahun 565.475 661.604
≥ 1 tahun - 5 tahun 261.111 324.139
Total 826.586 985.743
e) Program pensiun iuran pasti
Bank menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetapnya yang dikelola oleh
Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (pihak berelasi –
Catatan 33).
Jumlah kontribusi Bank untuk dana pensiun adalah sebesar 85,06% dari iuran yang sudah ditetapkan
berdasarkan tingkat dari masing-masing karyawan yang disajikan sebagai bagian dari “Beban Gaji dan
Tunjangan” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 besaran iuran yang telah
dibayarkan oleh Bank masing-masing sebesar Rp287.596 dan Rp273.381 (Catatan 29).
78
Page 82
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. LIABILITAS LAIN-LAIN
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Jumlah nosional Jumlah nosional
Ekuivalen Ekuivalen
mata uang asing mata uang asing
Rupiah sRupiah
(Angka penuh) (Angka penuh)
Pihak ketiga
Rupiah
Rekening Penampungan Kredit Program 58.503.919 59.979.012
Liabilitas sewa 36.833.128 39.870.121
Insentif dan tunjangan kerja 27.919.208 52.672.586
Bonus dan tantiem 23.150.248 27.826.225
Cadangan perkara dan kerugian
22.409.557 23.481.491
operasional (Catatan 38)
Bunga yang masih harus dibayar 21.992.057 13.281.027
Setoran jaminan 47.750 47.750
Lain-lain 15.487.009 18.622.363
206.342.876 235.780.575
Dolar Amerika Serikat
Bunga yang masih harus dibayar 226 3.750 226 3.635
Lain-lain 11.203 185.522 11.202 180.296
189.272 183.931
Total 206.532.148 235.964.506
Rekening penampungan Kredit Program merupakan rekening penampungan angsuran atas penyaluran
pembiayaan perumahan yang akan disetorkan kepada Pemerintah Republik Indonesia. Bank bekerja sama
dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) Republik Indonesia dalam
penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dalam rangka perolehan rumah melalui
KPR Sejahtera bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sesuai dengan Perjanjian Kerjasama Operasi (PKO)
antara Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kemen PUPR dengan Bank No.
14/PKS/Pg/2020, komposisi sharing pembiayaan tersebut adalah sebesar 25% dana Bank dan 75% dana
Kemen PUPR.
25. EKUITAS
Modal saham
Rincian pemegang saham Bank dan kepemilikannya pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Total lembar saham
ditempatkan dan Persentase
Pemegang saham disetor penuh kepemilikan Total
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 21.487.162.037 86,850% 2.148.716.204
Direksi
Lukman Hakim 100.000 0,000% 10.000
Masyarakat (masing-masing
dibawah 5%) 3.203.276.557 12,948% 320.327.655
24.690.538.594 99,798% 2.469.053.859
Saham Treasuri (Catatan 1e) 49.955.700 0,202% 4.995.570
Total 24.740.494.294 100,000% 2.474.049.429
79
Page 83
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2024
Total lembar saham
ditempatkan dan Persentase
Pemegang saham disetor penuh kepemilikan Total
PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 21.487.162.037 86,850% 2.148.716.204
Direksi
Lukman Hakim 100.000 0,000% 10.000
Masyarakat (masing-masing
dibawah 5%) 3.230.414.657 13,057% 323.041.465
24.717.676.694 99,908% 2.471.767.669
Saham Treasuri (Catatan 1e) 22.817.600 0,092% 2.281.760
Total 24.740.494.294 100,000% 2.474.049.429
Perubahan tambahan modal disetor pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 3.735.116.314 3.735.116.314
Agio saham - -
Pembalikan cadangan opsi saham - -
Biaya emisi saham - -
Saldo akhir 3.735.116.314 3.735.116.314
Cadangan
1) Cadangan Khusus
Merupakan cadangan yang bertujuan untuk jaminan sosial pegawai yang dibentuk sesuai dengan
Keputusan Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham tanggal 19 Mei 1992.
2) Cadangan Umum dan Wajib
Cadangan umum dan wajib pada awalnya dibentuk dalam rangka memenuhi ketentuan Pasal 61 ayat (1)
Undang-undang No. 1/1995 mengenai Perseroan Terbatas (kemudian diganti dengan Undang-undang
Perseroan Terbatas No, 40/2007), yang mengharuskan perusahaan Indonesia untuk membuat penyisihan
cadangan umum dan wajib sebesar sekurang-kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan
disetor penuh. Undang-undang tersebut tidak mengatur jangka waktu untuk pembentukan penyisihan
tersebut.
26. PENDAPATAN BUNGA
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2025 2024
Rupiah
Kredit yang diberikan
Menengah 66.183.572 72.595.490
Konsumer 65.587.849 33.076.827
Mikro 44.604.409 35.416.525
Ritel 27.554.360 30.253.215
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi
Obligasi pemerintah 5.491.023 5.746.162
Obligasi 1.623.880 1.696.201
Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
Obligasi pemerintah 24.785,586 20.444.133
Sekuritas Rupiah Bank Indonesia 6.478.424 5.342.577
Obligasi 3.428.346 3.018.698
Biaya perolehan diamortisasi
Obligasi pemerintah 31.696.175 30.194.775
Obligasi 1.129.957 5.192.188
Medium-Term Notes 272.919 302.208
80
Page 84
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2025 2024
Rupiah
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 210.371 3.456.265
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
Deposit facility 5.831.811 3.441.398
Inter-bank call money 77.639 313.111
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain 1.934.982 1.902.357
286.891.303 252.392.130
Dolar Amerika Serikat
Kredit yang diberikan
Menengah - 2.442.028
Giro pada Bank Indonesia
dan bank lain 36.971 8.203
36.971 2.450.231
Total 286.928.274 254.842.361
27. BEBAN BUNGA
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2025 2024
Rupiah
Deposito berjangka 91.622.487 91.508.716
Simpanan dari bank lain 11.474.418 6.400.473
Tabungan 10.032.297 9.907.336
Giro 4.027.499 1.603.954
Premi Lembaga Penjamin Simpanan 3.787.325 3.062.281
Repo 1.830.336 4.415.848
Pinjaman yang diterima 150.579 161.902
Liabilitas sewa 659.758 1.000.196
123.584.699 118.060.706
Dolar Amerika Serikat
Deposito berjangka 33.826 1.822.487
Simpanan dari bank lain - 99.360
Giro 2.146 2.932
35.972 1.924.779
Total 123.620.671 119.985.485
28. PENYISIHAN (PEMBALIKAN) KERUGIAN PENURUNAN NILAI
Akun ini merupakan penyisihan (pembalikan) cadangan kerugian penurunan nilai atas aset keuangan, aset
non-keuangan dan tagihan komitmen dan kontinjensi, sebagai berikut:
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2025 2024
Aset keuangan
Kredit yang diberikan (Catatan 9) 37.919.652 145.533.388
Efek-efek (Catatan 7) 7.533 (100.964)
Giro pada bank lain (Catatan 5) (474.474) 17.243
37.452.711 145.449.667
81
Page 85
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2025 2024
Tagihan komitmen dan kontinjensi (Catatan 22)
Fasilitas kredit yang belum ditarik 614.582 1.958.822
Bank garansi yang diterbitkan 431 (340)
615.013 1.958.482
Total 38.067.724 147.408.149
29. BEBAN GAJI DAN TUNJANGAN
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2025 2024
Gaji 23.276.613 22.914.404
Tunjangan 21.937.426 34.820.048
Outsourcing 7.102.636 5.446.332
Imbalan kerja (Catatan 23) 6.999.397 4.994.850
Asuransi pegawai 5.581.351 5.019.423
Bonus dan insentif 5.133.710 4.956.000
Pendidikan dan pelatihan 2.727.022 1.844.629
Program kepemilikan mobil 1.326.330 1.596.547
Lembur 1.210.251 1.140.583
Pengobatan 434.040 2.194.314
Penerimaan karyawan 385.302 69.181
Dana pensiun (Catatan 23) 287.597 273.381
Lain-lain 208.404 103.089
Total 76.610.079 85.372.781
Jumlah gaji dan tunjangan untuk Direksi Bank adalah sebesar Rp3.547.444 dan Rp2.887.444, masing-masing
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024, sedangkan jumlah gaji dan tunjangan untuk
Dewan Komisaris Bank adalah sebesar Rp1.369.377 dan Rp1.357.848, masing-masing untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 (Catatan 33).
Jumlah tantiem, bonus dan insentif Direksi, Dewan Komisaris dan karyawan kunci Bank yang dibayarkan adalah
sebesar Rp18.652 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 (Catatan 33).
30. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2025 2024
Penyusutan dan amortisasi 17.340.596 16.329.625
Iklan dan promosi 14.050.467 7.531.180
Kontrak service 6.144.036 1.622.485
Asuransi 4.978.338 2.037.655
Honorarium tenaga ahli 2.654.782 3.263.130
Perjalanan dinas 2.343.786 2.455.070
Kegiatan pegawai 1.655.210 112.799
Pemeliharaan Sistem 1.482.959 877.106
Biaya Pungutan Otoritas Jasa Keuangan 1.399.572 1.563.612
Transportasi dan pengiriman 1.318.895 1.162.758
Jasa layanan gedung kantor 1.280.046 1.526.503
Pemeliharaan dan perbaikan 1.240.495 1.300.233
Pengolahan data 1.212.331 509.931
82
Page 86
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2025 2024
Keperluan kantor dan rapat 1.205.360 1.976.569
Sewa 891.375 1.295.633
Representasi 868.490 1.097.255
Listrik, air dan gas 816.535 1.151.266
Barang cetakan 548.063 429.265
Pajak dan perijinan 510.493 396.228
Alat tulis dan fotokopi 493.269 477.417
Telepon dan faksimili 387.319 391.357
Penyelesaian kredit 206.422 432.110
Transaksi ATM 150.982 243.492
Cadangan perkara dan kerugian operasional - 7.500.000
Lain-lain 1.738.875 1.248.111
Total 64.918.696 56.930.790
31. PENDAPATAN NON OPERASIONAL - NETO
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2025 2024
Pendapatan Bagi Hasil 1.103.956 539.489
Laba penjualan aset tetap (Catatan 11) 92.271 3.294
Lain-lain - neto 50.909 (142.157)
Total 1.247.136 400.626
32. LABA PER SAHAM
Perhitungan laba per saham pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2025 2024
Laba tahun berjalan 16.923.362 9.162.372
Jumlah rata-rata tertimbang saham
biasa yang beredar 24.740.494.294 24.740.494.294
Laba bersih
per saham dasar (Rupiah penuh) 0,68 0,37
Bank tidak memiliki potensi saham yang bersifat dilutif untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025
dan 2024.
83
Page 87
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. TRANSAKSI PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan normal usaha, Bank melakukan transaksi dengan pihak berelasi karena hubungan kepemilikan
dan/atau kepengurusan.
Pihak-pihak berelasi Bank dan jenis hubungannya adalah sebagai berikut:
Unsur transaksi pihak
Pihak-pihak berelasi Jenis Hubungan
berelasi
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Entitas Induk Giro pada bank lain,
Tbk simpanan dari bank lain
PT BRI Asuransi Indonesia Hubungan pengendalian melalui entitas Kas, aset tetap
induk
PT BRI Multifinance Indonesia Hubungan pengendalian melalui entitas Kredit yang diberikan
induk
PT Pegadaian Hubungan pengendalian melalui entitas Efek-efek
induk
Dana Pensiun Lembaga Keuangan Hubungan program imbalan Program pensiun iuran
BRI pasca kerja pasti
Pemerintah Republik Indonesia (RI) Kepemilikan saham mayoritas melalui Efek-efek
Kementerian Keuangan RI
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hubungan pengendalian bersama melalui Giro pada bank lain,
Pemerintah Pusat RI efek-efek
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Hubungan pengendalian bersama melalui Giro pada bank lain,
Tbk Pemerintah Pusat RI efek-efek
PT Sarana Multigriya Finansial Hubungan pengendalian bersama melalui Efek-efek, pinjaman
(Persero) Pemerintah Pusat RI yang diterima
PT Sarana Multi Infrasturuktur Hubungan pengendalian bersama melalui Efek-efek
(Persero) Pemerintah Pusat RI
PT Perkebunan Nusantara II Hubungan pengendalian bersama melalui Efek-efek, kredit yang
Pemerintah Pusat RI diberikan
PT Perkebunan Nusantara IV Hubungan pengendalian bersama melalui Kredit yang diberikan
Pemerintah Pusat RI
PT Kresna Kusuma Dyandra Marga Hubungan pengendalian bersama melalui Kredit yang diberikan
Pemerintah Pusat RI
PT Hutama Karya (Persero) Hubungan pengendalian bersama melalui Kredit yang diberikan
Pemerintah Pusat RI
Perum Damri Hubungan pengendalian bersama melalui Kredit yang diberikan
Pemerintah Pusat RI
Perum Perhutani Hubungan pengendalian bersama melalui Kredit yang diberikan
Pemerintah Pusat RI
PT Laras Astra Kartika Hubungan pengendalian bersama melalui Kredit yang diberikan
Pemerintah Pusat RI
PT Bromo Steel Indonesia Hubungan pengendalian bersama melalui Kredit yang diberikan
Pemerintah Pusat RI
Entitas dan Lembaga Pemerintah Hubungan pengendalian bersama melalui Giro, tabungan, dan
Pemerintah Pusat RI deposito berjangka
84
Page 88
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Aset
Giro pada bank lain (Catatan 5)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 289.426.411 221.754.025
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.137.914 1.107.396
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 256.491 255.619
290.820.816 223.117.040
Efek-efek (Catatan 7)
Pemerintah RI 3.958.337.801 3.403.860.084
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 119.373.000 94.770.000
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 81.696.000 19.606.000
PT Pegadaian 79.904.000 -
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 29.919.000 29.866.200
PT Sarana Multi Infrasturuktur (Persero) 14.967.000 14.898.000
PT Perkebunan Nusantara II 10.175.000 10.175.000
4.294.371.801 3.573.175.284
Kredit Yang Diberikan (Catatan 9)
PT Kresna Kusuma Dyandra Marga 390.250.967 390.362.999
PT Hutama Karya (Persero) 299.705.596 299.702.992
Perum Perhutani 274.999.827 279.999.840
PT Perkebunan Nusantara IV 170.689.583 177.391.817
PT Laras Astra Kartika 6.743.366 7.343.361
Perum Damri 3.088.862 18.219.676
PT Bromo Steel Indonesia 1.000.000 1.000.000
PT BRI Multifinance Indonesia - 60.000.000
Lain-lain 1.853.352 1.913.428
1.148.331.553 1.235.934.112
Total aset dari pihak-pihak berelasi 5.733.524.170 5.032.226.436
Total aset 13.346.604.227 13.128.920.167
Persentase total aset dari pihak-pihak
berelasi terhadap total aset 42,96% 38,33%
Liabilitas
Giro (Catatan 15)
Entitas dan lembaga pemerintah 878.204 1.523.053
Lain-lain 225.910.704 484.322.801
226.788.908 485.845.854
Tabungan (Catatan 16)
Entitas dan lembaga pemerintah 2.920.066 19.900.489
Karyawan kunci 10.043.160 7.152.305
Lain-lain 25.716.296 22.903.967
38.679.522 49.956.761
Deposito berjangka (Catatan 17)
Entitas dan lembaga pemerintah 40.000.000 12.134.713
Karyawan kunci 235.220
Lain-lain 526.555.323 636.444.424
566.555.323 648.814.357
85
Page 89
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Liabilitas (lanjutan)
Simpanan dari bank lain (Catatan 18)
Entitas dan lembaga pemerintah 100.000.000 400.000.000
Pinjaman yang diterima (Catatan 21)
Entitas dan lembaga pemerintah 13.360.634 13.622.042
Kompensasi kepada karyawan kunci
Nilai kini liabilitas pemutusan hubungan kerja 12.484.194 12.772.307
Nilai kini liabilitas cuti besar 1.080.925 1.018.628
Nilai kini liabilitas penghargaan masa kerja 1.216.865 1.213.157
14.781.984 15.004.092
Total liabilitas kepada pihak- pihak berelasi 960.166.371 1.613.243.106
Total liabilitas 9.877.673.416 9.675.555.640
Persentase total liabilitas dari pihak-pihak berelasi 9,72% 16,67%
Gaji dan tunjangan Dewan Komisaris,
Direksi dan karyawan kunci (Catatan 29)
Dewan Komisaris 1.780.013 1.357.848
Direksi 4.958.144 2.887.444
Karyawan kunci 7.387.925 4.431.283
14.126.082 8.676.575
Tantiem, bonus dan insentif Dewan Komisaris,
Direksi dan karyawan kunci (Catatan 29)
Tantiem Dewan Komisaris - 18.652
- 18.652
Persentase transaksi dengan pihak-pihak berelasi terhadap total aset dan total liabilitas Bank adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Aset
Giro pada bank lain 2,18% 1,70%
Efek-efek 32,18% 27,22%
Kredit yang diberikan 8,60% 9,41%
42,96% 38,33%
Liabilitas
Giro 2,30% 5,02%
Tabungan 0,39% 0,51%
Deposito berjangka 5,74% 6,71%
Simpanan dari bank lain 1,01% 4,13%
Pinjaman yang diterima 0,14% 0,14%
Kompensasi kepada karyawan kunci 0,15% 0,16%
9,72% 16,67%
86
Page 90
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. MANAJEMEN RISIKO
Dalam rangka mencapai manajemen risiko yang mendukung pencapaian target kinerja dan mampu menjaga
kelangsungan usaha, diperlukan strategi manajemen risiko yang proaktif yang dapat meningkatkan efektivitas
penggunaan modal dan tingkat pengembangan modal (Return on Equity/ROE) sehingga dapat memberikan
nilai tambah bagi pemegang saham, mengantisipasi ketentuan baru yang mengarah pada best practice,
meningkatkan kepercayaan pemegang saham dan stakeholders lainnya serta meningkatkan bisnis pada tingkat
optimal. Bank selaku lembaga jasa keuangan (LJK) telah menerapkan manajemen risiko sesuai ketentuan
Otoritas Jasa Keuangan antara lain dengan menerapkan proses manajemen risiko yang telah dituangkan dalam
beberapa kebijakan dan prosedur, antara lain Kebijakan Umum Manajemen Risiko (KUMR). KUMR berperan
sebagai aturan tertinggi dalam implementasi manajemen risiko pada seluruh kegiatan bisnis Bank, yang meliputi
kebijakan, strategi, organisasi, sistem informasi manajemen risiko, pengawasan risiko, pengelolaan produk dan
aktivitas baru dan Business Continuity Plan (BCP).
Proses penerapan manajemen risiko meliputi identifikasi, pengukuran, pemantauan, pengelolaan dan
pengendalian terhadap 8 (delapan) risiko yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko
kepatuhan, risiko strategis, risiko hukum dan risiko reputasi.
Profil risiko Bank menggambarkan risiko yang melekat dalam kegiatan bisnis Bank (inherent risk) termasuk
kualitas penerapan Manajemen Risiko yang mencerminkan sistem pengendalian risiko (risk control system)
melalui proses self-assessment pada seluruh aktivitas bisnis Bank yang mencakup 8 (delapan) risiko. Penilaian
Profil Risiko Bank telah dilakukan sesuai dengan ketentuan SEOJK No. 14/SEOJK.03/2017 tentang Penilaian
Tingkat Kesehatan Bank Umum.
Dewan Komisaris melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan implementasi manajemen risiko yang dilakukan
oleh Direksi. Evaluasi dilakukan dalam rangka memastikan bahwa Direksi mengelola aktivitas dan risiko-risiko
Bank secara efektif. Dalam melakukan pengawasan aktif terhadap manajemen risiko Bank, Dewan Komisaris
dibantu oleh Komite Pemantau Risiko.
Risiko Kredit
Dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis kredit dilakukan pengelolaan kualitas mulai dari tahap awal proses
prakarsa kredit hingga pelunasan kredit. Monitoring dan pembinaan dilakukan terhadap Debitur dan Pemasar
untuk memastikan kredit tetap terjaga performanya (Performing Loan/PL), Pengelolaan kredit yang efektif dan
efisien akan meminimalkan risiko bad debt dan loss sehingga pencadangan biaya yang dialokasikan untuk
aktivitas perkreditan menjadi minimum.
Tujuan pengelolaan risiko kredit Bank adalah untuk mengoptimalkan penggunaan sumber dana yang berasal dari
Dana Pihak Ketiga maupun akumulasi laba untuk memperoleh pendapatan bunga aset produktif yang wajar,
memenuhi target kinerja yang telah ditetapkan oleh shareholders, memastikan cost and benefit yang optimal
dan menjaga kecukupan pencadangan biaya baik pada tingkat individu maupun portofolio kredit keseluruhan.
Bank telah memiliki kebijakan dan prosedur perkreditan serta manajemen risiko kredit, yang diputuskan melalui
forum Komite Kebijakan Perkreditan (KKP), Komite Kredit (KK), Komite Kebijakan Kredit dan Pengembangan
Produk (KKK-PP), Komite Manajemen Risiko (RMC) yang beranggotakan Direksi dan anggota manajemen senior
serta Rapat Direksi (Radisi) dan disetujui oleh Dewan Komisaris, juga secara tertulis dituangkan pada Kebijakan
Umum Perkreditan (KUP), Pedoman Pelaksanaan Kredit (PPK) Ritel, Fintech, Mikro, Konsumer, dan Treasury
Line.
Kebijakan Umum Perkreditan (KUP) memberikan pedoman lengkap keseluruhan proses pemberian kredit dari
proses awal pengajuan kredit, proses analisis, persetujuan, pemantauan, dokumentasi, pengendalian,
penyelamatan atau restrukturisasi dan penyelesaian kredit, sehingga dapat menjaga kualitas dan target bisnis
yang ditetapkan.
Dalam rangka mendukung proses pemberian kredit yang prudent Bank melakukan pengkajian dan
penyempurnaan kebijakan perkreditan maupun proses bisnis prekreditan secara berkala.
Pengelolaan risiko kredit diukur dan diterapkan pada tingkat individu dan portofolio pada segmen Konsumer,
Mikro, Ritel dan Menengah. Fungsi pemasaran dan analisa kredit dilakukan oleh Account Officer yang berada di
bawah Unit Bisnis. Selanjutnya Unit Analisa Risiko Kredit menyediakan data analisa kredit secara makro sesuai
dengan prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Condition, Collateral) dan 5P (Penilaian, Pengikatan,
87
Page 91
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Penguasaan, Pengamanan, dan Pemanfaatan). Putusan terhadap usulan kredit dilakukan oleh Pejabat yang
berbeda dari Pemrakarsa kredit yaitu individu Pemutus kredit ataupun rapat Komite Kredit sesuai dengan
eksposur kredit yang diputus. Dengan demikian, putusan yang diberikan sesuai dengan asas-asas perkreditan
yang baik dan sehat berdasarkan profesionalisme secara jujur, objektif, cermat dan saksama.
Manajemen Risiko Kredit
Penerapan manajemen risiko untuk aktivitas perkreditan dilakukan sebagai berikut:
• Terdapat pemisahan Pejabat Relationship Manager (RM) dan Credit Risk Manager (CRM).
• Terdapat pemisahan pengelolaan kredit lancar (performing) dengan kredit kualitas rendah agar
pengelolaan risiko dalam aktivitas perkreditan dan aktivitas perkreditan yang berorientasi pada
pertumbuhan bisnis yang sehat dilaksanakan berjalan baik.
• Setiap individu Pejabat kredit lini mendapat delegasi kewenangan memprakarsai atau memutus kredit
yang dituangkan dalam suatu penetapan berdasarkan pertimbangan kompetensi, kapabilitas, pengalaman
di bidang perkreditan, integritas, sehingga setiap prakarsa atau putusan akan dibuat berdasarkan penilaian
yang tajam dan komprehensif dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam perbankan (prudential
banking).
• Credit Risk Rating (CRR) dan Credit Risk Scoring (CRS) sebagai perangkat pengukur risiko dalam proses
perkreditan
• Kapasitas appetite kredit ditetapkan melalui Pasar Sasaran (PS) dan Kriteria Risiko yang Dapat Diterima
(KRD)serta penerapan Loan Portfolio Guidelines (LPG) sebagai pedoman dalam pelaksanaan ekspansi
kredit.
• Pengendalian risiko dilakukan dengan cara melakukan pembatasan eksposur, monitoring on site dan off
site terhadap usaha Debitur, dan tindakan perbaikan sehingga usaha Debitur maupun bisnis bank berjalan
lancar.
• Dalam melakukan monitoring terhadap usaha Debitur diterapkan konsep early warning system (EWS)
untuk mendeteksi dini potensi permasalahan bisnis baik karena sebab internal maupun faktor eksternal.
(i) Analisa eksposur maksimum terhadap risiko kredit setelah memperhitungkan dampak agunan dan mitigasi
risiko kredit lainnya:
Nilai tercatat dari aset keuangan Bank selain kredit yang diberikan dan efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali menggambarkan eksposur maksimum atas risiko kredit.
Untuk kredit yang diberikan, Bank menggunakan agunan untuk meminimalkan risiko kredit. Berdasarkan
klasifikasi risiko, portofolio kredit Bank dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:
(a) Secured loans, produk bank yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah produk kredit dari segmen
menengah, ritel baik konvensional maupun digital (Pinang Maksima), kredit mikro, dan kredit konsumer
yang memiliki plafond tinggi.
(b) Unsecured loans, produk bank yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah kredit konsumer dengan
plafond kecil termasuk Pinang Flexi dan Pinang Dana Talangan.
Untuk secured loans, Bank menetapkan jenis dan nilai agunan yang dijaminkan sesuai skema kredit dan
perkiraan tingkat risiko kredit dari counterpart sebagai second way out yang ditetapkan. Jenis dari agunan
terdiri dari:
(a) Agunan fisik, seperti tanah dan bangunan, BPKB kendaraan bermotor, dan properti.
(b) Agunan keuangan, seperti simpanan tabungan, giro, deposito berjangka, dan surat berharga.
(c) Lainnya, seperti piutang dagang, garansi, jaminan Pemerintah, dan Lembaga Penjamin.
Untuk seluruh agunan khususnya physical collateral akan dilakukan penilaian dimana nilai likuidasi atas
agunan tersebut digunakan dalam menentukan kecukupan agunan (collateral coverage ratio).
88
Page 92
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Agunan dilakukan pengikatan sesuai ketentuan perkreditan sehingga risiko kredit diminimalkan apabila
debitur mengalami kegagalan dalam pembayaran kembali (wanprestasi) di kemudian hari.
Selain aspek agunan untuk meminimalkan risiko kredit, pemberian kredit oleh Bank selalu dilakukan
berdasarkan evaluasi dan analisa kelayakan sehingga kemampuan pengembalian kredit (first way out)
dapat dipastikan. Setiap pengajuan kredit wajib melalui proses pre-screening kemudian dilakukan scoring
untuk kredit konsumtif dan rating untuk kredit komersial.
Terdapat keharusan bagi debitur untuk memenuhi evaluasi atas kelayakan bisnisnya memperoleh kredit,
pengikatan kredit secara legal, pre-screening dan proses rating atau scoring, dan kecukupan agunan yang
dipersyaratkan, untuk menurunkan eksposur risiko pinjamannya ke tingkat yang layak dan dapat diterima.
(ii) Kualitas aset keuangan
Tabel di bawah menunjukkan kualitas aset keuangan berdasarkan golongan aset untuk semua aset
keuangan yang mempunyai risiko kredit (diluar cadangan kerugian penurunan nilai):
31 Maret 2025
Belum jatuh tempo atau tidak Telah jatuh
mengalami penurunan nilai tempo tetapi
Mengalami
tidak
penurunan Total
Tingkat Tingkat mengalami
nilai
tinggi standar penurunan
nilai
Aset
Giro pada Bank Indonesia 453.037.692 - - - 453.037.692
Giro pada bank lain 291.753.937 4.237.553 295.991.490
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain 699.320.577 - - - 699.320.577
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 769.399.566 - - - 769.399.566
Nilai wajar melalui
penghasilan
komprehensif lain 2.223.915.405 - - - 2.223.915.405
Biaya perolehan
diamortisasi 1.915.741.474 - - - 1.915.741.474
Kredit yang diberikan
Menengah 2.566.691.486 - - 1.422.110.248 3.988.801.734
Ritel 659.690.158 118.867.999 52.696.478 373.911.072 1.205.165.707
Mikro 760.088.480 17.810.461 20.048.227 37.671.788 835.618.956
Kosumer 1.114.874.194 41.157.297 83.037.843 72.451.486 1.311.520.820
Penyertaan saham - 77.510 - - 77.510
Aset lain-lain*) 65.070.955 5.100.158 - 1.837.617 72.008.730
Total 11.519.583.924 187.250.978 155.782.548 1.907.982.211 13.770.599.661
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
89
Page 93
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2024
Belum jatuh tempo atau tidak Telah jatuh
mengalami penurunan nilai tempo tetapi
Mengalami
tidak
penurunan Total
Tingkat Tingkat mengalami
nilai
tinggi standar penurunan
nilai
Aset
Giro pada Bank Indonesia 491.826.632 - - - 491.826.632
Giro pada bank lain 224.033.899 4.458.803 - - 228.492.702
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain 949.861.499 - - - 949.861.499
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 295.309.031 - - - 295.309.031
Nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif
lain 2.286.636.548 50.032.981 - - 2.336.669.529
Biaya perolehan diamortisasi 1.828.736.508 - - - 1.828.736.508
Efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual
kembali 197.808.583 - - - 197.808.583
Kredit yang diberikan
Menengah 2.345.529.039 - - 1.439.846.865 3.785.375.904
Ritel 714.165.107 131.423.511 83.593.776 359.071.855 1.288.254.249
Mikro 778.059.887 22.411.613 13.343.659 35.313.985 849.129.144
Kosumer 1.030.974.532 45.001.101 67.190.893 60.024.865 1.203.191.391
Penyertaan saham - 77.510 - - 77.510
Aset lain-lain*) 66.690.383 5.885.950 - - 72.546.333
Total 11.209.631.648 259.291.469 164.128.328 1.894.257.570 13.527.309.015
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
Kualitas kredit didefinisikan sebagai berikut:
Tingkat tinggi
(a) Giro pada Bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain yaitu
giro atau penempatan pada institusi Pemerintah, institusi Pemerintah Daerah, bank yang terdaftar di
bursa serta transaksi dengan bank yang memiliki reputasi baik dengan tingkat kemungkinan gagal
bayar atas kewajiban yang rendah.
(b) Efek-efek yaitu efek-efek yang dikeluarkan oleh Pemerintah, efek-efek dan obligasi yang termasuk
dalam investment grade dengan rating minimal idBBB (Pefindo), BBB+ (S&P), Baa1 (Moody’s) atau
BBB+ (Fitch).
(c) Tagihan lainnya yaitu tagihan kepada pihak ketiga yang belum jatuh tempo dan memiliki kapasitas
finansial yang kuat dalam hal pembayaran kembali seluruh kewajibannya tepat waktu.
(d) Kredit yang diberikan yaitu kredit kepada debitur dengan riwayat pembayaran yang baik dan tidak
pernah direstrukturisasi, memiliki kemampuan membayar dan rasio-rasio laporan posisi keuangan
yang konservatif.
(e) Penyertaan saham adalah investasi bank pada entitas lain dengan kepemilikan dibawah 20%. Entitas
tersebut merupakan institusi Pemerintah atau institusi Pemerintah Daerah.
(f) Aset lain-lain yaitu piutang bunga kepada Pemerintah atau Pemerintah Daerah seperti Pendapatan
Bunga yang Masih Harus Diterima (PYMHD) atas obligasi Pemerintah dan piutang lainnya.
Tingkat standar
(a) Giro pada bank lain, penempatan pada bank lain yaitu giro atau penempatan pada bank yang tidak
terdaftar di bursa.
(b) Efek-efek dan obligasi yaitu efek-efek dan obligasi yang termasuk dalam non-investment grade dengan
rating minimal idBB (Pefindo), BBB- (S&P), Baa3 (Moody’s) atau BBB- (Fitch).
90
Page 94
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(c) Tagihan lainnya kepada pihak ketiga yang belum jatuh tempo dan memiliki kapasitas finansial yang
memadai dalam hal pembayaran kembali seluruh kewajibannya tepat waktu.
(d) Kredit yang diberikan yaitu kredit kepada debitur dengan riwayat pembayaran yang baik, debitur
dengan riwayat pernah direstrukturisasi, akses terbatas untuk memperoleh pendanaan dalam jumlah
besar dari pasar terbuka, tingkat pendapatan dan kinerja keseluruhan tidak stabil, memiliki kemampuan
membayar yang cukup.
(e) Penyertaan saham adalah investasi bank pada entitas lain selain institusi Pemerintah dengan
kepemilikan dibawah 20%.
(f) Aset lain-lain yaitu aset keuangan lainnya selain piutang bunga kepada Pemerintah atau Pemerintah
Daerah seperti tagihan rupa-rupa kepada pihak ketiga lainnya.
Analisa kualitas kredit
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian
(a) Peningkatan risiko kredit secara signifikan
Ketika menentukan apakah risiko gagal bayar pada instrumen keuangan telah meningkat secara
signifikan sejak pengakuan awal, Bank mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung, serta
relevan yang tersedia tanpa biaya atau upaya yang berlebihan. Hal tersebut mencakup informasi dan
analisa kuantitatif dan kualitatif, berdasarkan pada pengalaman historis dan penilaian pakar kredit dan
termasuk perkiraan masa depan (forward-looking).
Tujuan dari penilaian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah peningkatan risiko kredit secara
signifikan atas eksposur telah terjadi dengan membandingkan:
(1) Probability of Default (PD) atas umur tersisa pada tanggal pelaporan; dengan
(2) Probability of Default (PD) atas umur tersisa yang diestimasi pada saat pengakuan awal
eksposur (jika relevan, disesuaikan dengan perubahan ekspektasi pembayaran dimuka).
Bank juga menggunakan kriteria berikut dalam menentukan apakah peningkatan risiko kredit secara
signifikan atas eksposur telah terjadi:
(1) Pengujian kuantitatif berdasarkan perubahan Probability of Default (PD).
(2) Indikator kualitatif.
(3) Tertunggak lebih dari 30 hari.
Credit risk grades adalah input utama dalam penentuan struktur PD term structure atas eksposur. Bank
mengumpulkan informasi kinerja dan gagal bayar tentang eksposur risiko kredit yang dianalisa
berdasarkan yurisdiksi atau wilayah dan menurut jenis produk dan peminjam serta penilaian risiko
kredit. Untuk beberapa portofolio, informasi yang dibeli dari penilai kredit eksternal juga digunakan.
Bank menggunakan model statistik untuk menganalisa data yang dikumpulkan dan menghasilkan
perkiraan Probability of Default (PD) atas umur tersisa dan bagaimana hal ini diperkirakan akan
berubah sebagai akibat dari berlalunya waktu.
(b) Penentuan struktur Probability of Default
Analisa ini mencakup identifikasi dan kalibrasi hubungan antara perubahan tingkat gagal bayar dan
perubahan dalam faktor-faktor makro ekonomi utama serta analisa mendalam tentang dampak faktor-
faktor lain tertentu (misalkan restrukturisasi) pada risiko gagal bayar, Untuk sebagian besar eksposur,
indikator makro ekonomi utama meliputi: Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB), suku bunga acuan, dan
tingkat pengangguran. Untuk eksposur pada industri dan/atau wilayah tertentu, analisa dapat
mencakup harga komoditas dan/atau harga properti yang relevan.
(c) Penentuan terjadinya peningkatan risiko kredit secara signifikan
Kriteria untuk menentukan apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan bervariasi untuk
setiap portofolio dan termasuk perubahan kuantitatif pada PD dan faktor kualitatif, termasuk penentuan
berdasarkan status hari tunggakan.
91
Page 95
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Risiko kredit dari eksposur tertentu dianggap telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal
jika, berdasarkan permodelan kuantitatif Bank, PD atas umur tersisa telah meningkat signifikan.
Bank juga dapat menggunakan penilaian dari analis kredit dan, jika mungkin, pengalaman historis yang
relevan, dalam menentukan bahwa mungkin eksposur telah mengalami peningkatan risiko kredit yang
signifikan berdasarkan indikator kualitatif tertentu yang dianggap dapat mengindikasi hal tersebut dan
pengaruhnya mungkin tidak sepenuhnya tercermin dalam analisis kuantitatif secara tepat waktu.
Bank menentukan bahwa peningkatan risiko kredit secara signifikan belum terjadi apabila masih kurang
dari 30 hari tunggakan. Hari tunggakan ditentukan dengan menghitung jumlah hari sejak tanggal jatuh
tempo awal dimana pembayaran penuh belum diterima. Tanggal jatuh tempo ditentukan tanpa
mempertimbangkan masa tenggang yang mungkin tersedia bagi peminjam.
Bank memantau efektivitas kriteria yang digunakan dalam mengidentifikasi peningkatan risiko kredit
yang signifikan dengan cara reviu berkala.
(d) Modifikasi aset keuangan
Ketentuan kontraktual pinjaman dapat dimodifikasi untuk beberapa alasan, termasuk perubahan
kondisi pasar, retensi pelanggan dan faktor-faktor lain yang tidak terkait dengan penurunan kredit saat
pinjaman yang ketentuan kontraktualnya dimodifikasi dapat menyebabkan pinjaman awal dihentikan
pengakuannya dan pinjaman hasil modifikasi diakui sebagai pinjaman baru pada nilai wajar.
Ketika ketentuan kontraktual pinjaman dimodifikasi dan tidak mengakibatkan penghentian pengakuan,
penentuan terjadinya peningkatan risiko kredit secara signifikan dilakukan dengan cara
membandingkan:
• Sisa PD sepanjang umur pada tanggal pelaporan berdasarkan ketentuan yang dimodifikasi;
dengan
• Sisa PD sepanjang umur yang diestimasi berdasarkan data pada saat pengakuan awal dan
ketentuan kontraktual awal.
(e) Definisi gagal bayar (default)
Bank menganggap aset keuangan dalam keadaan gagal bayar ketika:
• Debitur tidak mungkin membayar kewajiban kreditnya secara penuh, tanpa bantuan (recourse)
dari kelompok usahanya; atau
• Debitur telah melewati jatuh tempo lebih dari 90 hari atas kewajiban kredit material apa pun
kepada kelompok usahanya.
Dalam menilai apakah debitur dalam keadaan gagal bayar, Bank mempertimbangkan indikator berikut:
• Kualitatif, seperti pelanggaran persyaratan penjanjian (covenants);
• Kuantitatif, seperti status tunggakan; dan
• Berdasarkan data yang dikembangkan secara internal dan diperoleh dari sumber eksternal.
Bank menggunakan informasi forward-looking dalam menilai apakah telah terjadinya peningkatan
risiko kredit secara signifikan dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian.
(f) Input, asumsi, dan teknik yang digunakan dalam mengestimasi penurunan nilai
Penggunaan informasi perkiraan masa depan (forward-looking)
Berdasarkan saran dari Komite Manajemen Risiko, pakar ekonomi dan pertimbangan berbagai
informasi aktual dan perkiraan eksternal. Bank merumuskan pandangan dasar (base case) tentang
pergerakan variabel ekonomi yang relevan dimasa depan serta perkiraan skenario lain yang mungkin
terjadi. Proses ini meliputi pengembangan dua atau lebih skenario ekonomi tambahan dan
mempertimbangkan probabilitas relatif dari keluaran (output) yang mungkin. Informasi eksternal
mencakup data ekonomi dan perkiraan yang diterbitkan oleh, seperti badan pemerintah dan analis
sektor swasta dan akademisi terpilih.
92
Page 96
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pandangan dasar (base case) mencerminkan keluaran dengan probabilitas yang paling tinggi dan
digunakan dalam perencanaan strategis dan anggaran. Skenario yang lain, mencerminkan keluaran
yang lebih optimis dan keluaran yang lebih pesimis.
Skenario ekonomi yang dirumuskan menggunakan kisaran indikator utama berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pertumbuhan PDB Dasar 5,08% Dasar 5,02%
Kisaran antara 4,45 hingga 5,23% Kisaran antara 4,40 hingga 5,12%
Tingkat Konsumsi Dasar 4,98% Dasar 4,98%
Kisaran antara 4,37 hingga 5,13% Kisaran antara 4,25 hingga 4,99%
Tingkat Investasi Dasar 5,81% Dasar 5,03%
Kisaran antara 5,15 hingga 5,96% Kisaran antara 3,90 hingga 4,76%
Input utama dalam pengukuran kerugian kredit ekspektasian adalah variabel berikut:
• Probability of Default (PD)
• Loss Given Default (LGD)
• Exposure at Default (EAD)
Parameter ini umumnya berasal dari model statistik yang dikembangkan secara internal dan data
historis lainnya. Parameter ini disesuaikan untuk mencerminkan informasi forward-looking.
Estimasi PD adalah estimasi pada tanggal tertentu, yang dihitung berdasarkan model peringkat
statistik, dan dinilai menggunakan rating yang disesuaikan dengan berbagai kategori dari debitur dan
eksposur. Model statistik ini didasarkan pada data yang disusun secara internal yang terdiri dari faktor
kuantitatif dan kualitatif.
LGD adalah besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar. Parameter LGD diestimasi secara historis
berdasarkan tingkat pemulihan atas klaim terhadap debitur yang gagal bayar. Model LGD
mempertimbangkan struktur, jaminan, senioritas klaim, industri debitur, dan biaya pemulihan setiap
jaminan yang merupakan bagian integral dari aset keuangan.
EAD merepresentasikan estimasi eksposur jika terjadi gagal bayar. EAD suatu aset keuangan adalah
jumlah tercatat bruto.Untuk komitmen pinjaman dan jaminan keuangan, EAD mencakup jumlah yang
telah ditarik, serta jumlah potensial di masa depan yang akan ditarik, yang diestimasi berdasarkan
pengamatan historis dan perkiraan berwawasan ke depan (forward-looking).
Ketika pemodelan parameter dilakukan secara kolektif, instrumen keuangan dikelompokkan
berdasarkan kesamaan karakteristik risiko yang meliputi:
• Jenis instrumen;
• Peringkat risiko kredit;
• Jenis agunan;
• Tanggal pengakuan awal;
• Sisa waktu jatuh tempo.
93
Page 97
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Berdasarkan PSAK 109, aset keuangan yang telah jatuh tempo ditentukan ketika debitur gagal
melakukan pembayaran sesuai jadwal. Tabel di bawah menunjukkan aging analysis terhadap kredit
yang diberikan yang telah jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai:
31 Maret 2025
≤ 30 hari 31 - 60 hari 61 - 90 hari > 90 hari Total
Kredit yang diberikan
Ritel 52.696.478 - - - 52.696.478
Mikro 18.009.880 2.038.346 - - 20.048.227
Konsumer 83.016.905 20.939 - - 83.037.844
Total 153.723.264 2.059.285 - - 155.782.549
31 Desember 2024
≤ 30 hari 31 - 60 hari 61 - 90 hari > 90 hari Total
Kredit yang diberikan
Ritel 78.545.530 5.048.246 - - 83.593.776
Mikro 12.271.425 1.072.234 - - 13.343.659
Konsumer 67.165.125 25.768 - - 67.190.893
Total 157.982.080 6.146.248 - - 164.128.328
(iii) Analisa konsentrasi risiko
(a) Sektor geografis
Tabel berikut menggambarkan rincian eksposur kredit yang dikategorikan berdasarkan wilayah
geografis pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, dimana pengelompokan wilayah
geografis berdasarkan pada tempat beroperasinya bisnis Bank yang sekaligus menggambarkan
potensial bisnis di wilayah masing-masing:
31 Maret 2025
Jabodetabek Jawa dan Bali Sumatera Sulawesi Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 453.037.692 - - - 453.037.692
Giro pada bank lain 295.812.042 119.548 49.900 10.000 295.991.490
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain 699.320.577 - - - 699.320.577
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 769.399.566 - - - 769.399.566
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 2.223.915.405 - - - 2.223.915.405
Biaya perolehan diamortisasi 1.915.741.474 - - - 1.915.741.474
Kredit yang diberikan
Menengah 3.830.670.289 - 158.131.444 - 3.988.801.734
Ritel 631.577.756 260.150.594 269.770.597 43.666.760 1.205.165.707
Mikro 727.605.966 52.095.097 50.323.315 5.594.578 835.618.956
Konsumer 1.086.017.868 21.076.071 190.067.853 14.359.028 1.311.520.820
Penyertaan saham 77.510 - - - 77.510
Aset lain-lain*) 71.581.801 91.648 291.067 44.213 72.008.729
Total 12.704.757.947 333.532.959 668.634.176 63.674.578 13.770.599.659
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.062.241.671)
Neto 12.708.357.988
Rekening Administratif
Fasilitas kredit yang belum ditarik**) 139.516.897 37.344.341 45.438.707 4.048.647 226.348.592
Garansi yang diterbitkan 23.000 229.569 - - 252.569
139.539.897 37.573.910 45.438.707 4.048.647 226.601.161
94
Page 98
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2024
Jabodetabek Jawa dan Bali Sumatera Sulawesi Total
Aset
Giro pada Bank Indonesia 491.826.632 - - - 491.826.632
Giro pada bank lain 228.312.812 119.957 49.933 10.000 228.492.702
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain 949.861.499 - - - 949.861.499
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 295.309.031 - - - 295.309.031
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 2.336.669.529 - - - 2.336.669.529
Biaya perolehan diamortisasi 1.828.736.508 - - - 1.828.736.508
Efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual kembali 197.808.583 - - - 197.808.583
Kredit yang diberikan
Menengah 3.632.637.821 - 152.738.083 - 3.785.375.904
Ritel 761.660.872 220.187.755 262.458.858 43.946.764 1.288.254.249
Mikro 740.334.328 53.311.727 49.722.642 5.760.447 849.129.144
Konsumer 979.177.755 17.391.041 191.671.383 14.951.212 1.203.191.391
Penyertaan saham 77.510 - - - 77.510
Aset lain-lain*) 72.354.128 27.447 125.608 39.150 72.546.333
Total 12.514.767.008 291.037.927 656.766.507 64.707.573 13.527.279.015
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.046.342.039)
Neto 12.480.936.976
Rekening Administratif
Fasilitas kredit yang belum ditarik**) 71.765.699 13.576.503 34.691.864 3.545.932 123.579.998
Garansi yang diterbitkan - 48.835 - - 48.835
71.765.699 13.625.338 34.691.864 3.545.932 123.628.833
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
**)
Hanya fasilitas kredit komitmen yang belum ditarik
(b) Sektor industri
Tabel berikut menggambarkan rincian eksposur kredit pada nilai tercatat yang dikategorikan
berdasarkan sektor industri pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024:
31 Maret 2025
Bank dengan
Pemerintah
lembaga Perusahaan
(termasuk Bank Perseorangan Total
keuangan lainnya
Indonesia)
lainnya
Aset
Giro pada Bank Indonesia 453.037.692 - - - 453.037.692
Giro pada bank lain - 295.991.490 - - 295.991.490
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain 699.320.577 - - - 699.320.577
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 627.495.566 141.904.000 - - 769.399.566
Nilai wajar melalui
penghasilan
komprehensif lain 2.009.037.017 164.382.388 50.496.000 - 2.223.915.405
Biaya perolehan diamortisasi 1.830.566.474 75.000.000 10.175.000 - 1.915.741.474
Kredit yang diberikan
Menengah 748.483.869 - 3.240.317.866 - 3.988.801.734
Ritel - - 870.299.691 334.866.016 1.205.165.707
Mikro - - 20.290.657 815.328.299 835.618.956
Konsumer - - - 1.311.520.820 1.311.520.820
Penyertaan saham - 57.510 20.000 - 77.510
Aset lain-lain*) 64.140.729 1.295.887 6.572.116 - 72.008.732
Total 6.432.081.924 678.631.275 4.187.996.330 2.461.715.135 13.770.599.663
Cadangan kerugian
penurunan nilai (1.062.241.671)
Neto 12.708.357.992
Rekening Administratif
Fasilitas kredit yang belum
ditarik**) 10 - 216.996.152 9.352.429 226.348.591
Garansi yang diterbitkan - - 23.000 229.569 252.569
Total 10 - 217.019.152 9.581.998 226.601.160
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
**)
Hanya fasilitas kredit komitmen yang belum ditarik
95
Page 99
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2024
Bank dengan
Pemerintah
lembaga Perusahaan
(termasuk Bank Perseorangan Total
keuangan lainnya
Indonesia)
lainnya
Aset
Giro pada Bank Indonesia 491.826.632 - - - 491.826.632
Giro pada bank lain - 228.492.702 - - 228.492.702
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain 949.861.499 - - - 949.861.499
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 295.309.031 - - - 295.309.031
Nilai wajar melalui -
penghasilan
komprehensif lain 2.161.369.848 124.483.681 50.816.000 2.336.669.529
Biaya perolehan diamortisasi 1.828.736.508 - - - 1.828.736.508
Efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali 197.808.583 - - - 197.808.583
Kredit yang diberikan
Menengah 775.314.325 - 3.010.061.579 - 3.785.375.904
Ritel 500.000 - 945.451.425 342.302.824 1.288.254.249
Mikro - - 22.008.878 827.120.266 849.129.144
Konsumer - - - 1.203.191.391 1.203.191.391
Penyertaan saham - 57.510 20.000 - 77.510
Aset lain-lain*) 66.690.383 706.441 5.149.509 - 72.546.333
Total 6.767.416.809 353.740.334 4.033.507.391 2.372.614.481 13.527.279.015
Cadangan kerugian
penurunan nilai (1.046.342.039)
Neto 12.480.936.976
Rekening Administratif
Fasilitas kredit yang belum
ditarik**) 10 - 118.342.514 5.237.474 123.579.998
Garansi yang diterbitkan - - - 48.835 48.835
Total 10 - 118.342.514 5.286.309 123.628.833
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
**)
Hanya fasilitas kredit komitmen yang belum ditarik
(iv) Penurunan nilai aset keuangan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024:
(a) Giro pada bank lain
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, aset keuangan ini tidak mengalami penurunan
nilai baik secara individual maupun kolektif.
(b) Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, aset keuangan ini tidak mengalami penurunan
nilai baik secara individual maupun kolektif.
(c) Efek-efek
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, aset keuangan ini tidak mengalami penurunan
nilai baik secara individual maupun kolektif.
(d) Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, aset keuangan ini tidak mengalami
mengalami penurunan nilai secara individual maupun kolektif.
96
Page 100
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
(e) Kredit yang diberikan
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, rincian kredit yang tidak mengalami penurunan
nilai dan yang mengalami penurunan nilai adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Belum jatuh tempo atau tidak Telah jatuh tempo
mengalami penurunan nilai tetapi tidak
mengalami Mengalami
Tingkat tinggi Tingkat standar Total
penurunan nilai penurunan nilai
Rupiah
Pertanian 1.382.150.158 9.889.558 4.163.156 1.173.911.150 2.570.114.022
Perdagangan, perhotelan, restoran 457.080.427 58.425.295 30.558.014 99.400.915 645.464.651
Konstruksi 455.327.320 12.063.789 10.941.984 495.606.338 973.939.431
Perindustrian 716.595.210 16.461.506 8.518.212 19.945.260 761.520.188
Jasa dunia usaha 941.061.300 15.416.655 13.083.215 14.469.057 984.030.227
Pengangkutan, pergudangan dan
komunikasi 6.297.525 3.524.566 614.419 2.217.267 12.653.777
Jasa pelayanan sosial 4.500.981 11.984.949 459.679 4.870.503 21.816.112
Listrik, gas dan air 6.248.574 581.861 - 89.060 6.919.496
Pertambangan 4.427.498 - 1.000.000 2.445.040 7.872.538
Lain-lain 1.127.655.326 49.487.578 86.443.870 93.190.002 1.356.776.776
5.101.344.318 177.835.757 155.782.549 1.906.144.592 7.341.107.217
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.062.106.028)
Neto 6.279.001.189
31 Desember 2024
Belum jatuh tempo atau tidak Telah jatuh tempo
mengalami penurunan nilai tetapi tidak
mengalami Mengalami
Tingkat tinggi Tingkat standar penurunan nilai Total
penurunan nilai
Rupiah
Pertanian 1.230.805.503 11.013.563 5.789.624 1.183.895.946 2.431.504.636
Jasa dunia usaha 851.958.965 18.143.105 17.232.054 21.269.753 908.603.877
Perdagangan, perhotelan, restoran 493.398.070 72.162.918 46.663.362 84.408.170 696.632.520
Perindustrian 740.256.290 19.189.620 8.176.166 18.264.210 785.886.286
Konstruksi 477.501.909 13.061.055 5.942.199 496.196.886 992.702.049
Jasa pelayanan sosial 4.976.013 8.137.059 6.214.085 3.463.683 22.790.840
Pengangkutan, pergudangan dan
komunikasi 8.872.093 4.233.057 2.064.154 1.767.225 16.936.529
Listrik, gas dan air 8.996.538 587.111 - 89.060 9.672.709
Pertambangan 7.437.473 - - 2.445.023 9.882.496
Lain-lain 1.044.525.711 52.308.737 72.046.684 82.457.614 1.251.338.746
4.868.728.565 198.836.225 164.128.328 1.894.257.570 7.125.950.688
Cadangan kerugian
penurunan nilai (1.046.342.039)
Neto 6.079.608.649
(f) Aset lain-lain
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, aset keuangan ini tidak mengalami penurunan
nilai secara individual maupun kolektif.
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah
Fasilitas kredit yang belum ditarik 226.348.591 123.579.998
Garansi yang diterbitkan 252.569 48.835
226.601.161 123.628.833
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.654.969) (1.039.956)
Neto 224.946.192 122.588.877
97
Page 101
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Manajemen Risiko Pasar
Pengelolaan manajemen risiko pasar dilakukan melalui rapat Asset and Liability Committee (ALCO) yang
membahas manajemen risiko pasar, strategi Asset and Liability Management (ALMA) dan pengukuran risiko
pasar melalui analisis terhadap pemicu munculnya risiko (risk driver), yaitu suku bunga dan nilai tukar. Risiko
suku bunga dan risiko nilai tukar dapat berasal dari posisi trading book maupun banking book. Cakupan posisi
banking book dan trading book mengacu pada ketentuan Bank Indonesia mengenai kewajiban penyediaan
modal minimum (KPMM).
Dalam pengelolaan risiko pasar trading book, Bank menetapkan prinsip segregation of duties. Terdapat
pemisahan fungsi antara pihak yang melakukan transaksi, yang melakukan pencatatan transaksi, verifikasi, unit
pembuat kebijakan, prosedur dan penetapan limit serta pengukuran risiko pasarnya termasuk perhitungan
KPMM. Bank melakukan perhitungan KPMM risiko pasar dengan menggunakan model standar sebagai
komponen perhitungan KPMM. Apabila terdapat gap terhadap eksposur aset dan liabilitas untuk risiko pasar
dan risiko nilai tukar dalam periode tidak lebih dari 3 bulan, Bank memitigasinya dengan contingent stand by
credit lines dari BRI sebagai Entitas Induk.
Risiko pasar banking book, terdiri dari risiko tingkat suku bunga yang diakibatkan oleh aktivitas perbankan (aset
dan liabilitas) dan risiko nilai tukar. Risiko pasar banking book dikelola dengan tujuan agar laporan posisi
keuangan Bank dapat bertahan pada perubahan suku bunga dan nilai tukar, sehingga dapat mencapai Net
Interest Income (NII) yang dapat dikendalikan sesuai dengan toleransi risiko Bank.
(a) Risiko tingkat suku bunga
Instrumen keuangan yang berbasis suku bunga memiliki risiko karena terdapat potensi perubahan suku
bunga yang akan membawa dampak kepada arus kas di masa depan.
Risiko tingkat suku bunga terutama terjadi karena adanya gap suku bunga (repricing gap) akibat
perbedaan-perbedaan dalam jatuh tempo atau waktu repricing antar aset, liabilitas dan komponen
rekening administratif yang dimiliki oleh Bank.
Tabel di bawah ini merupakan tingkat suku bunga rata-rata per tahun untuk posisi aset dan liabilitas
keuangan Bank untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024:
Periode yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Mata uang Mata uang
Rupiah Rupiah
asing asing
(%) (%) (%) (%)
Aset
Giro pada bank lain 2,01 2,96 0,83 0,09
Penempatan pada
Bank Indonesia dan bank lain 5,57 - 5,34 -
Efek-efek 6,58 - 6,73 -
Efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali 5,79 - 6,18 -
Kredit yang diberikan 13,37 - 12,11 -
Liabilitas
Simpanan nasabah
Giro 2,49 0,21 1,96 0,21
Tabungan 3,06 - 2,97 -
Deposito berjangka 5,00 1,66 5,93 3,50
Efek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 6,27 -
Simpanan dari bank lain
Deposito berjangka 5,23 - 3,00 -
Giro - - - -
Inter-bank call money 6,12 - 6,32 -
Pinjaman yang diterima 4,45 - 4,45 -
98
Page 102
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tabel berikut ini mengikhtisarkan eksposur aset dan liabilitas terhadap risiko tingkat suku bunga (gross):
31 Maret 2025
Suku bunga mengambang
Lebih dari 3
Tidak
Tidak lebih bulan tetapi Lebih dari Suku bunga
dikenakan Total
dari 3 bulan tidak lebih 1 tahun tetap
bunga
dari 1 tahun
Aset
Kas - - - - 8.834.226 8.834.226
Giro pada Bank Indonesia 453.037.692 - - - - 453.037.692
Giro pada bank lain 295.991.490 - - - - 295.991.490
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain - - - 699.320.577 - 699.320.577
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi - - - 769.399.566 - 769.399.566
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - - - 2.193.490.017 30.425.388 2.223.915.405
Biaya perolehan diamortisasi - - - 1.915.741.474 - 1.915.741.474
Kredit yang diberikan
Menengah 3.267.832 389.393.724 3.596.140.178 - - 3.988.801.734
Ritel 236.727.842 509.871.405 458.566.460 - - 1.205.165.707
Mikro 29.825.303 41.103.737 60.608.098 704.081.818 - 835.618.956
Konsumer 1.949.110 12.750.768 377.787.186 919.033.756 - 1.311.520.820
Penyertaan saham - - - - 77.510 77.510
Aset lain-lain*) - - - - 72.008.731 72.008.731
Total 1.020.799.269 953.119.634 4.493.101.922 7.201.067.208 111.345.855 13.779.433.888
Liabilitas
Liabilitas segera - - - - 14.632.869 14.632.869
Simpanan nasabah
Giro 765.248.776 - - - - 765.248.776
Tabungan 1.543.370.549 - - - - 1.543.370.549
Deposito berjangka 5.835.573.720 218.683.666 - - - 6.054.257.386
Simpanan dari bank lain 454.000.000 - - - - 454.000.000
Efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali - - - 708.738.246 - 708.738.246
Pinjaman yang diterima - - - 13.360.634 - 13.360.634
Liabilitas lain-lain*) - - - 36.833.128 22.043.557 58.876.685
Total 8.598.193.045 218.683.666 - 758.932.008 36.676.426 9.612.485.145
Perbedaan (gap) repricing
suku bunga antara aset dan
liabilitas keuangan (7.577.393.776) 734.435.968 4.493.101.922 6.442.135.200 74.669.429 4.166.948.743
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
*)
Liabilitas lain-lain terdiri dari bunga yang masih harus dibayar, setoran jaminan dan liabilitas sewa
31 Desember 2024
Suku bunga mengambang
Lebih dari 3
Tidak
Tidak lebih bulan tetapi Lebih dari Suku bunga
dikenakan Total
dari 3 bulan tidak lebih 1 tahun tetap
bunga
dari 1 tahun
Aset
Kas - - - - 15.976.481 15.976.481
Giro pada Bank Indonesia 491.826.632 - - - - 491.826.632
Giro pada bank lain 228.492.702 - - - - 228.492.702
Penempatan pada Bank
- - - 949.861.499 - 949.861.499
Indonesia dan bank lain
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi - - - 25.893.011 269.416.020 295.309.031
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - - - 1.824.803.351 511.866.178 2.336.669.529
Biaya perolehan diamortisasi - - - 1.828.736.508 - 1.828.736.508
Efek-efek yang dibeli dengan janji
dijual kembali - - - 197.808.583 - 197.808.583
Kredit yang diberikan
Menengah 12.964.923 455.730.983 3.316.679.998 - - 3.785.375.904
Ritel 287.695.819 526.611.193 473.947.237 - - 1.288.254.249
Mikro 30.900.728 47.384.378 61.790.351 709.053.687 - 849.129.144
Konsumer 2.090.022 13.902.819 398.469.008 788.729.542 - 1.203.191.391
Penyertaan saham - - - - 77.510 77.510
Aset lain-lain*) - - - - 72.546.333 72.546.333
Total 1.053.970.826 1.043.629.373 4.250.886.594 6.324.886.181 869.882.522 13.543.255.496
99
Page 103
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2024
Suku bunga mengambang
Lebih dari 3
Tidak
Tidak lebih bulan tetapi Lebih dari Suku bunga
dikenakan Total
dari 3 bulan tidak lebih 1 tahun tetap
bunga
dari 1 tahun
Liabilitas
Liabilitas segera - - - - 23.641.653 23.641.653
Simpanan nasabah
Giro 714.865.591 - - - - 714.865.591
Tabungan 1.521.833.548 - - - - 1.521.833.548
Deposito berjangka 5.654.746.041 241.606.819 - - - 5.896.352.860
Simpanan dari bank lain 867.000.000 - - - - 867.000.000
Efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali - - - 290.682.750 - 290.682.750
Pinjaman yang diterima - - - 13.622.042 - 13.622.042
Liabilitas lain-lain*) - - - 39.870.120 13.332.411 53.202.531
Total 8.758.445.180 241.606.819 - 344.174.912 36.974.064 9.381.200.975
Perbedaan (gap) repricing
suku bunga antara aset dan
liabilitas keuangan (7.704.474.354) 802.022.554 4.250.886.594 5.980.711.269 832.908.458 4.162.054.521
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
*)
Liabilitas lain-lain terdiri dari bunga yang masih harus dibayar, setoran jaminan dan liabilitas sewa
Tabel di bawah ini menunjukkan sensitivitas terhadap kemungkinan perubahan atas suku bunga terhadap
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan asumsi bahwa semua variabel lain yang dimiliki
adalah konstan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Dampak terhadap Dampak terhadap
laba (rugi) dan laba (rugi) dan
penghasilan penghasilan
Perubahan komprehensif lain Perubahan komprehensif lain
Persentase sebelum pajak Persentase sebelum pajak
Rupiah 1% 60.084.798 1% 27.683.693
-1% (60.084.798) -1% (27.683.693)
Tingkat sensitivitas digunakan untuk menganalisis kemungkinan perubahan suku bunga yang berdampak
pada keuntungan dan kerugian portofolio banking book. Pada analisa sensitivitas di atas, asumsi
perubahan suku bunga untuk portofolio banking book dengan basis 1%.
(b) Risiko nilai tukar
Tabel di bawah ini menunjukkan sensitivitas terhadap kemungkinan perubahan atas nilai tukar terhadap
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan asumsi bahwa semua variabel lain yang dimiliki
adalah konstan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Dampak terhadap Dampak terhadap
laba (rugi) dan laba (rugi) dan
penghasilan penghasilan
Perubahan komprehensif lain Perubahan komprehensif lain
persentase sebelum pajak persentase sebelum pajak
Dolar Amerika Serikat +1% - +1% (6.200)
-1% - -1% 6.200
Manajemen Risiko Likuiditas
Pengelolaan risiko likuiditas Bank telah diatur dalam kebijakan penerapan manajemen risiko likuiditas,
Kebijakan manajemen risiko likuiditas mencakup tata kelola likuiditas, penetapan strategi pendanaan, sistem
peringatan dini, pengukuran dan penetapan limit risiko likuiditas termasuk pengelolaan aset likuid berkualitas
tinggi (HQLA) dan rencana pendanaan darurat likuiditas. Kebijakan ini disusun untuk menjaga kecukupan dana
harian dalam memenuhi kewajiban secara terukur dari berbagai sumber dana yang tersedia termasuk
memastikan ketersediaan aset likuid berkualitas tinggi yang cukup.
100
Page 104
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pengendalian eksposur dan konsentrasi likuiditas, dibahas pada rapat Asset and Liability Committee (ALCO)
dan rapat Risk Management Committee (RMC). Hal-hal yang dimonitor diantaranya terkait realisasi, limit risiko
konsentrasi 25 deposan inti, konsentrasi deposan besar, Primary Reserve, Secondary Reserve, LDR, PDN dan
lainnya. Potensi risiko likuiditas di masa depan diukur melalui liquidity gap analysis dan repricing gap yang
menggambarkan kondisi proyeksi lebih dan kurang arus kas berdasarkan jatuh tempo komponen kas dari sisi
aset dan sisi liabilitas, setelah memperhitungkan kebutuhan untuk ekspansi bisnis. Analisa ini bermanfaat dalam
perencanaan likuiditas yang lebih efisien dan pengelolaan arus kas, termasuk kebutuhan ekspansi bisnis.
Berikut adalah tabel mengenai pemetaan aset dan liabilitas keuangan dalam skala waktu tertentu (maturity
bucket) berdasarkan sisa jangka waktu sampai dengan jatuh tempo (remaining maturity) pada tanggal 31 Maret
2025 dan 31 Desember 2024:
31 Maret 2025
Lebih dari 1 Lebih dari 3 Lainnya yang
Sampai dengan Lebih dari 1
bulan sampai bulan sampai tidak memiliki Total
1 bulan tahun
dengan 3 bulan dengan 1 tahun jatuh tempo
Aset
Kas 8.834.226 - - - - 8.834.226
Giro pada Bank Indonesia 453.037.692 - - - - 453.037.692
Giro pada bank lain 295.991.490 - - - - 295.991.490
Cadangan kerugian penurunan nilai - - - - (23.624) (23.624)
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain 699.320.577 - - - - 699.320.577
Cadangan kerugian penurunan nilai - - - - - -
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 769.399.566 - - - - 769.399.566
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - 335.565.600 1.888.349.805 - - 2.223.915.405
Biaya perolehan diamortisasi 750.563.128 30.098.447 30.819.123 1.104.260.776 - 1.915.741.474
Cadangan kerugian penurunan nilai - - - - (112.019) (112.019)
Kredit yang diberikan
Menengah - 3.267.832 389.393.724 3.596.140.178 - 3.988.801.734
Ritel 154.938.667 81.789.175 509.871.405 458.566.460 - 1.205.165.707
Mikro 726.048.104 7.859.017 41.103.737 60.608.098 - 835.618.956
Konsumer 8.047.409 19.753.053 336.614.880 947.105.478 - 1.311.520.820
Cadangan kerugian penurunan nilai - - - - (1.062.106.028) (1.062.106.028)
Penyertaan saham - - - - 77.510 77.510
Aset lain-lain*) 31.393.623 15.581.263 21.533.381 3.500.464 - 72.008.731
Total 3.897.534.482 493.914.387 3.217.686.055 6.170.181.454 (1.062.164.161) 12.717.192.217
Liabilitas
Liabilitas segera - 14.632.869 - - - 14.632.869
Simpanan nasabah - - - - - -
Giro 765.248.776 - - - - 765.248.776
Tabungan 1.543.370.549 - - - - 1.543.370.549
Deposito berjangka 3.575.595.129 2.259.978.591 218.683.666 - - 6.054.257.386
Simpanan dari bank lain 454.000.000 - - - - 454.000.000
Efek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 708.738.246 - - - - 708.738.246
Pinjaman yang diterima - - - 13.360.634 - 13.360.634
Liabilitas lain-lain*) - 47.750 21.995.807 36.833.128 - 58.876.685
Total 7.046.952.700 2.274.659.210 240.679.473 50.193.762 - 9.612.485.145
Perbedaan jatuh tempo (3.149.378.218) (1.780.744.823) 2.977.006.582 6.119.987.692 (1.062.164.161) 3.104.707.072
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
*)
Liabilitas lain-lain terdiri dari bunga yang masih harus dibayar, setoran jaminan dan liabilitas sewad
101
Page 105
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2024
Lebih dari 1 Lebih dari 3 Lainnya yang
Sampai dengan Lebih dari 1
bulan sampai bulan sampai tidak memiliki Total
1 bulan tahun
dengan 3 bulan dengan 1 tahun jatuh tempo
Aset
Kas 15.976.481 - - - - 15.976.481
Giro pada Bank Indonesia 491.826.632 - - - - 491.826.632
Giro pada bank lain 228.492.702 - - - - 228.492.702
Cadangan kerugian
penurunan nilai - - - - (15.660) (15.660)
Penempatan pada Bank
Indonesia dan bank lain 949.861.499 - - - - 949.861.499
Cadangan kerugian
penurunan nilai - - - - - -
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 295.309.031 - - - - 295.309.031
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain - 256.622.299 2.080.047.230 - - 2.336.669.529
Biaya perolehan diamortisasi - - 61.474.490 1.767.262.018 - 1.828.736.508
Cadangan kerugian
penurunan nilai - - - - (112.054) (112.054)
Efek-efek yang dibeli dengan
janji dijual kembali 197.808.583 - - - - 197.808.583
Kredit yang diberikan
Menengah - 12.964.923 455.730.983 3.316.679.997 - 3.785.375.903
Ritel 188.248.256 99.447.563 526.611.193 473.947.237 - 1.288.254.249
Konsumer 6.204.693 18.552.192 256.156.439 922.278.067 - 1.203.191.391
Mikro 732.060.230 7.894.185 47.384.378 61.790.352 - 849.129.145
Cadangan kerugian
penurunan nilai - - - - (1.046.214.325) (1.046.214.325)
Penyertaan saham - - - - 77.510 77.510
Aset lain-lain*) 10.989.531 44.196.599 16.005.600 1.354.603 - 72.546.333
Total 3.116.777.638 439.677.761 3.443.410.313 6.543.312.274 (1.046.264.529) 12.496.913.457
Liabilitas
Liabilitas segera - 23.641.653 - - - 23.641.653
Simpanan nasabah
Deposito berjangka 3.470.420.478 2.184.325.563 241.606.819 - - 5.896.352.860
Giro 714.865.591 - - - - 714.865.591
Tabungan 1.522.563.743 - - - - 1.522.563.743
Simpanan dari bank lain 867.000.000 - - - - 867.000.000
Efek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 290.682.750 - - - - 290.682.750
Pinjaman yang diterima - - - 13.622.042 - 13.622.042
Liabilitas lain-lain*) - 47.750 13.284.661 39.870.120 - 53.202.531
Total 6.865.532.562 2.208.014.966 254.891.480 53.492.162 - 9.381.931.170
Perbedaan jatuh tempo (3.748.754.924) (1.768.337.205) 3.188.518.833 6.489.820.112 (1.046.264.529) 3.114.982.287
*)
Aset lain-lain terdiri atas piutang bunga dan piutang lain-lain
*)
Liabilitas lain-lain terdiri dari bunga yang masih harus dibayar, setoran jaminan dan liabilitas sewa
Tabel berikut menyajikan informasi mengenai perkiraan jatuh tempo dari liabilitas keuangan berdasarkan arus
kas yang tidak terdiskonto pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024:
31 Maret 2025
Lebih dari 1 Lebih dari 3 Lainnya yang
Sampai dengan Lebih dari 1
bulan sampai bulan sampai tidak memiliki Total
1 bulan tahun
dengan 3 bulan dengan 1 tahun jatuh tempo
Liabilitas
Liabilitas segera - 14.632.869 - - - 14.632.869
Simpanan nasabah - - - - -
Giro 765.248.776 - - - - 765.248.776
Tabungan 1.543.370.549 - - - - 1.543.370.549
Deposito berjangka 4.306.081.944 1.749.946.996 29.640.768 - - 6.085.669.708
Simpanan dari bank lain 454.809.432 - - - - 454.809.432
Efek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 811.907.497 - - - - 811.907.497
Pinjaman yang diterima - - - 17.068.960 - 17.068.960
Liabilitas lain-lain*) - 47.750 21.995.807 40.668.210 - 62.711.767
Total 7.881.418.198 1.764.627.615 51.636.575 57.737.170 - 9.755.419.558
102
Page 106
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2024
Lebih dari 1 Lebih dari 3 Lainnya yang
Sampai dengan Lebih dari 1
bulan sampai bulan sampai tidak memiliki Total
1 bulan tahun
dengan 3 bulan dengan 1 tahun jatuh tempo
Liabilitas
Liabilitas segera - 23.641.653 - - - 23.641.653
Simpanan nasabah
Giro 714.865.591 - - - - 714.865.591
Tabungan 1.521.833.548 - - - - 1.521.833.548
Deposito berjangka 3.874.901.562 1.825.628.654 234.252.865 - - 5.934.783.081
Simpanan dari bank lain 867.484.185 - - - - 867.484.185
Efek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali 290.945.198 - - - - 290.945.198
Pinjaman yang diterima - - - 17.480.946 - 17.480.946
Liabilitas lain-lain*) - 47.750 13.284.661 43.983.000 - 57.315.411
Total 7.270.030.084 1.849.318.057 247.537.526 61.463.946 - 9.428.349.613
Manajemen Modal
Tujuan manajemen permodalan Bank adalah untuk mempertahankan posisi modal yang kuat untuk mendukung
pertumbuhan bisnis dan mempertahankan investor, deposan, pelanggan dan kepercayaan pasar. Dalam
pengelolaan permodalan, Bank mempertimbangkan faktor-faktor seperti: pengembalian modal yang optimal
pada pemegang saham dan menjaga keseimbangan antara keuntungan yang lebih tinggi dankeamanan yang
diberikan oleh posisi modal yang sehat.
35. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan antara nilai tercatat dan nilai wajar dari semua aset dan liabilitas
keuangan. Nilai wajar yang diungkapkan adalah berdasarkan informasi relevan yang tersedia pada tanggal-
tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 tidak diperbaharui untuk mencerminkan perubahan dalam
kondisi pasar yang telah terjadi setelah tanggal tersebut.
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Nilai tercatat Nilai wajar Nilai tercatat Nilai wajar
Aset
Kas 8.834.226 8.834.226 15.976.481 15.976.481
Giro pada Bank Indonesia 453.037.692 453.037.692 491.826.632 491.826.632
Giro pada bank lain 295.967.866 295.967.866 228.477.042 228.477.042
Penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain 699.320.577 699.320.577 949.861.499 949.861.499
Efek-efek
Nilai wajar melalui laba rugi 769.399.566 769.399.566 295.309.031 295.309.031
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain 2.223.915.405 2.223.915.405 2.336.669.529 2.336.669.529
Biaya perolehan diamortisasi 1.915.629.455 1.917.940.302 1.828.624.454 1.827.797.865
Efek-efek yang dibeli dengan janji jual
- - 197.808.583 197.808.583
kembali
Kredit yang diberikan 7.341.107.217 6.283.746.638 6.079.736.363 5.993.672.506
Penyertaan saham*) 77.510 77.510 77.510 77.510
Aset lain-lain**) 74.177.971 74.177.971 74.834.233 74.834.233
Total 13.781.467.485 12.726.417.753 12.499.201.357 12.412.310.911
Liabilitas
Liabilitas segera 14.632.869 14.632.869 23.641.653 23.641.653
Simpanan nasabah
Giro 765.248.776 765.248.776 714.865.591 714.865.591
Tabungan 1.543.370.549 1.543.370.549 1.521.833.548 1.521.833.548
Deposito berjangka 6.054.257.386 6.054.257.386 5.896.352.860 5.896.352.860
Simpanan dari bank lain 454.000.000 454.000.000 867.000.000 867.000.000
Efek yang dijual dengan janji dibeli
kembali 708.738.246 708.738.246 290.682.750 290.682.750
Pinjaman yang diterima 13.360.634 13.360.634 13.622.042 13.622.042
Liabilitas lain-lain***) 58.876.685 58.876.685 53.202.532 53.202.531
Total 9.612.485.145 9.612.485.145 9.381.200.975 9.381.200.975
*) Penyertaan saham yang tidak memiliki pengaruh signifikan
**) Aset lain-lain terdiri dari piutang bunga dan piutang lain-lain
***) Liabilitas lain-lain terdiri dari bunga yang masih harus dibayar, setoran jaminan dan liabilitas sewa.
103
Page 107
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Metode dan asumsi yang digunakan untuk perkiraan nilai wajar adalah sebagai berikut:
a) Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tertentu, kecuali efek-efek yang diukur melalui biaya perolehan
diamortisasi dan dimiliki hingga jatuh tempo, kredit yang diberikan, tagihan dan liabilitas derivatif, surat
berharga yang diterbitkan dan pinjaman yang diterima mendekati nilai tercatatnya karena memiliki jangka
waktu jatuh tempo yang singkat.
Estimasi nilai wajar terhadap aset keuangan tertentu ditetapkan berdasarkan diskonto arus kas dengan
menggunakan suku bunga pasar uang yang berlaku untuk utang dengan risiko kredit dan sisa jatuh tempo
yang serupa.
b) Efek-efek
Nilai wajar untuk efek-efek yang diukur melalui biaya perolehan diamortisasi dan dimiliki hingga jatuh
tempo ditetapkan berdasarkan harga pasar atau harga kuotasi perantara (broker)/pedagang efek (dealer).
Jika informasi ini tidak tersedia, nilai wajar diestimasi dengan menggunakan harga pasar kuotasi efek yang
memiliki karakteristik kredit, jatuh tempo dan yield yang serupa atau dinilai dengan menggunakan metode
penilaian internal.
c) Kredit yang diberikan
Portofolio kredit Bank secara umum terdiri dari kredit yang diberikan dengan suku bunga mengambang
dan suku bunga tetap. Kredit yang diberikan dinyatakan berdasarkan jumlah nilai tercatat. Nilai wajar dari
kredit yang diberikan menunjukkan nilai diskon dari perkiraan arus kas masa depan yang diharapkan akan
diterima oleh Bank. Perkiraan arus kas ini didiskontokan dengan menggunakan suku bunga pasar untuk
menentukan nilai wajar.
Tabel di bawah ini menyajikan instrumen keuangan yang diakui pada nilai wajar berdasarkan hierarki yang
digunakan Bank untuk menentukan dan mengungkapkan nilai wajar dari instrumen keuangan (Catatan 2b):
31 Maret 2025
Nilai wajar Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3
Aset Keuangan
Nilai wajar melalui laba rugi
Efek-efek 769.399.566 769.399.566 - -
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Efek-efek 2.223.915.405 2.223.915.405 - -
Biaya perolehan diamortisasi
Efek-efek 1.917.940.302 1.917.940.302 - -
Kredit yang diberikan 6.283.746.638 - 5.484.463.615 799.283.023
Total aset keuangan 11.195.001.911 4.911.255.273 5.484.463.615 799.283.023
31 Desember 2024
Nilai wajar Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3
Aset Keuangan
Nilai wajar melalui laba rugi
Efek-efek 295.309.031 295.309.031 - -
Nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain
Efek-efek 2.336.669.529 2.336.669.529 - -
Biaya perolehan diamortisasi
Efek-efek 1.827.797.865 1.827.797.865 - -
Kredit yang diberikan 5.993.672.506 - 5.172.032.731 821.639.775
Total aset keuangan 10.453.448.932 4.459.776.425 5.172.032.731 821.639.775
104
Page 108
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. INFORMASI MENGENAI KOMITMEN DAN KONTINJENSI
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Komitmen
Liabilitas Komitmen
Rupiah
Fasilitas kredit yang diberikan kepada debitur (226.348.591) (123.579.998)
yang belum digunakan
Komitmen (226.348.591) (123.579.998)
Kontinjensi
Liabilitas kontinjensi
Rupiah
Garansi bank yang diterbitkan (252.569) (48.835)
Kontinjensi (252.569) (48.835)
37. SEGMEN OPERASI
Berikut ini adalah informasi segmen Bank berdasarkan segmen operasi:
Tanggal 31 Maret 2025 dan untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut
Keterangan Konsumer Ritel Menengah Mikro Lainnya Total
Pendapatan bunga 65.587.849 27.554.360 66.183.572 44.604.409 82.998.084 286.928.274
Beban bunga (19.680.297) (18.084.364) (59.854.791) (12.539.053) (13.462.166) (123.620.671)
Pendapatan bunga - neto 45.907.552 9.469.996 6.328.781 32.065.356 69.535.918 163.307.603
Pendapatan operasi lainnya 4.666.541 14.440.908 7.138.076 1.437.834 15.169.298 42.852.657
Total pendapatan 50.574.093 23.910.904 13.466.857 33.503.190 84.705.216 206.160.260
Beban operasi lainnya (21.760.534) (20.682.144) (54.035.678) (14.255.504) (35.290.897) (146.024.757)
Penyisihan kerugian
penurunan nilai (27.456.040) (9.177.299) 3.909.568 (5.810.463) 466.510 (38.067.724)
Total beban (49.216.574) (29.859.443) (50.126.110) (20.065.967) (34.824.387) (184.092.481)
Pendapatan
non-operasional - neto 193.378 177.893 574.437 123.283 178.145 1.247.136
Laba (rugi) sebelum beban
pajak penghasilan 1.550.897 (5.770.646) (36.084.816) 13.560.506 50.058.974 23.314.915
Manfaat (beban) pajak
penghasilan - neto (425.163) 1.581.966 9.892.295 (3.717.479) (13.723.172) (6.391.553)
Laba (rugi) tahun berjalan 1.125.734 (4.188.680) (26.192.521) 9.843.027 36.335.802 16.923.362
Aset segmen
Kredit yang diberikan 1.311.520.820 1.205.165.707 3.988.801.734 835.618.956 - 7.341.107.217
Cadangan kerugian
penurunan nilai kredit
yang diberikan (69.965.248) (247.458.601) (720.770.415) (23.911.764) - (1.062.106.028)
Non-kredit yang diberikan 59.530.609 56.764.090 179.123.573 38.740.051 6.734.787.159 7.068.945.482
Cadangan kerugian
penurunan nilai non-kredit
yang diberikan (134.310) (1.072.491) - - (135.643) (1.342.444)
1.300.951.871 1.013.398.705 3.447.154.892 850.447.243 6.734.651.516 13.346.604.227
Liabilitas segmen
Pendanaan 903.200.000 829.956.832 6.054.257.386 575.462.493 - 8.362.876.711
Non-pendanaan 31.688.015 16.841.398 55.987.561 11.677.059 1.398.602.672 1.514.796.705
934.888.015 846.798.230 6.110.244.947 587.139.552 1.398.602.672 9.877.673.416
105
Page 109
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tanggal 31 Maret 2024 dan untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut
Keterangan Konsumer Ritel Menengah Mikro Lainnya Total
Pendapatan bunga 33.076.827 30.253.215 75.037.518 35.416.525 81.058.276 254.842.361
Beban bunga (12.982.091) (20.637.884) (65.303.280) (9.840.441) (11.221.789) (119.985.485)
Pendapatan bunga - neto 20.094.736 9.615.331 9.734.238 25.576.084 69.836.487 134.856.876
Pendapatan operasi lainnya 1.778.388 5.749.539 163.915.256 1.045.854 7.207.385 179.696.422
Total pendapatan 21.873.124 15.364.870 173.649.494 26.621.938 77.043.872 314.553.298
Beban operasi lainnya (12.559.663) (28.859.685) (63.981.051) (15.158.849) (25.547.164) (146.106.412)
Penyisihan kerugian
penurunan nilai (14.487.442) (30.185.608) (97.589.343) (5.229.817) 84.061 (147.408.149)
Total beban (27.047.105) (59.045.293) (161.570.394) (20.388.666) (25.463.103) (293.514.561)
Pendapatan (beban)
non-operasional - neto 55.008 127.814 299.004 67.909 (149.109) 400.626
Laba (rugi) sebelum beban
pajak penghasilan (5.118.973) (43.552.609) 12.378.104 6.301.181 51.431.660 21.439.363
Manfaat (beban) pajak
penghasilan - neto 2.931.319 24.939.873 (7.088.172) (3.608.295) (29.451.716) (12.276.991)
Laba (rugi) tahun berjalan (2.187.654) (18.612.736) 5.289.932 2.692.886 21.979.944 9.162.372
Aset segmen
Kredit yang diberikan 807.896.452 1.280.231.197 4.058.370.838 609.725.067 - 6.756.223.554
Cadangan kerugian
penurunan nilai kredit (42.515.896) (233.503.739) (658.609.719) (24.410.724) - (959.040.078)
yang diberikan
Non-kredit yang diberikan 35.227.922 88.136.735 206.513.713 41.126.971 6.075.099.926 6.446.105.267
Cadangan kerugian
penurunan nilai non-kredit
yang diberikan (134.310) (1.072.491) - - (595.775) (1.802.576)
800.474.168 1.133.791.702 3.606.274.832 626.441.314 6.074.504.151 12.241.486.167
Liabilitas segmen
Pendanaan 441.409.813 1.242.984.240 5.773.868.949 591.985.769 - 8.050.248.771
Non-pendanaan 22.676.586 17.375.067 43.229.993 8.112.252 672.718.508 764.112.406
464.086.399 1.260.359.307 5.817.098.942 600.098.021 672.718.508 8.814.361.177
Berikut ini adalah informasi segmen Bank berdasarkan segmen geografis:
a) Pendapatan bunga neto dan operasi lainnya
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2025 2024
Jabodetabek 197.321.858 304.461.456
Jawa (5.410.611) (5.457.244)
Sumatera 12.487.508 11.899.784
Sulawesi 1.761.505 3.649.302
Total 206.160.260 314.553.298
b) Laba sebelum beban pajak penghasilan
Periode tiga bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Maret
2025 2024
Jabodetabek 37.818.749 43.374.140
Jawa (18.883.882) (18.002.514)
Sumatera 4.021.084 (3.872.637)
Sulawesi 358.964 (59.626)
Total 23.314.915 21.439.363
106
Page 110
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
c) Total aset
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Jabodetabek 12.373.909.629 12.196.537.646
Jawa 348.465.435 312.614.582
Sumatera 563.291.564 556.992.506
Sulawesi 60.937.599 62.775.433
Total 13.346.604.227 13.128.920.167
d) Total liabilitas
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Jabodetabek 8.271.115.566 8.189.601.284
Jawa 1.091.508.570 856.245.525
Sumatera 506.409.615 613.578.598
Sulawesi 8.639.665 16.130.233
Total 9.877.673.416 9.675.555.640
38. PERJANJIAN, KOMITMEN DAN KONTINJENSI SIGNIFIKAN
Perjanjian signifikan
Pada tanggal 31 Maret 2024, Bank mengadakan perjanjian dengan PT Euronet Technologies Indonesia
sehubungan dengan Pengadaan Card Management System dengan nilai kontrak sebesar Rp20.320.000.
Pada tanggal 24 Oktober 2024, Bank mengadakan perjanjian dengan PT Data Sinergitama Jaya sehubungan
dengan Layanan Google Cloud Platform Periode Agustus 2024 sampai dengan Juli 2025 dengan nilai kontrak
sebesar Rp13.242.420.
Pada tanggal 30 Juli 2024, Bank mengadakan perjanjian dengan PT ITSEC Asia sehubungan dengan
Pengadaan Jasa Managed Service Security Operation Center dengan nilai kontrak sebesar Rp2.767.008.
Pada tanggal 30 Mei 2024, Bank mengadakan perjanjian dengan PT Siggap Teknologi Internasional
sehubungan dengan Pengadaan Bulk Mandays Jasa Audit Independen dan Penetration Testing tahun 2024
dengan nilai kontrak sebesar Rp1.098.900.
Pada tanggal 11 Januari 2023, Bank mengadakan perjanjian dengan PT Bringin Karya Sejahtera dalam hal ini
bertindak untuk dan atas nama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sehubungan dengan perjanjian sewa
gedung Menara BRILiaN:
• 1 Juni 2022 untuk ruang Lantai 19 dan 20
• 1 September 2022 untuk ruang Lantai 2 (KCU), 17 dan 18
• 1 November 2022 untuk ruang Lantai 12, 15, dan 16
dengan total nilai kontrak aset hak guna gedung sebesar Rp92.927.129.
Pada tanggal 7 Februari 2024, Bank mengadakan Addendum Pertama Perjanjian dengan PT Bringin Karya
Sejahtera dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sehubungan
dengan perjanjian sewa gedung Menara BRILiaN dengan perubahan harga dan jangka waktu sewa dengan
total nilai kontrak aset hak guna gedung berubah menjadi sebesar Rp66.423.551 dan berlaku surut.
Pada tanggal 17 Desember 2024, Bank mengadakan Addendum Kedua Perjanjian dengan PT Bringin Karya
Sejahtera dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT Bank Rakya Indonesia (Persero) Tbk. sehubungan
dengan perjanjian sewa gedung Menara BRILiaN dengan penghentian sewa ruang Lantai 18 per tanggal 30
April 2024. Perubahan tersebut mengubah total nilai kontrak aset hak guna gedung menjadi sebesar
Rp60.243.140 dan berlaku surut.
Pada tanggal 18 Agustus 2023, Bank mengadakan Perjanjian Kerjasama dengan PT Investree Radhika Jaya
sehubungan dengan Pengembangan Credit Scoring Engine Pinang Performa dengan nilai kontrak sebesar
Rp1.677.500.
107
Page 111
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Dalam menjalankan usahanya, Perusahaan mengadakan perjanjian asuransi dengan PT Penjaminan Kredit
Daerah Jakarta (JAMKRINDA) untuk menutup potensi kerugian dari risiko gagal bayar kredit oleh konsumen.
Berdasarkan perjanjian, JAMKRINDA akan menanggung maksimal 75% dari jumlah pinjaman yang tidak
tertagih ditambah bunga dan denda maksimal 4x angsuran. Perusahaan tidak dapat melakukan klaim apabila
pengajuan dilakukan melebihi 15 hari.
Dalam menjalankan usahanya, Perusahaan mengadakan perjanjian asuransi dengan PT Citra International
Underwriters (CIU Insurance) untuk menutup potensi kerugian dari risiko gagal bayar kredit oleh konsumen.
Berdasarkan perjanjian, CIU Insurance akan menanggung 100% dari jumlah pinjaman yang tidak tertagih.
Maksimum rasio klaim adalah 90% dari premi yang telah dibayarkan. Apabila rasio klaim telah mencapai 90%,
maka Perusahaan tidak dapat melakukan klaim.
Liabilitas kontinjensi
Dalam melakukan usahanya, Bank menghadapi berbagai perkara hukum dan tuntutan dimana Bank sebagai
tergugat, terutama sehubungan dengan kepatuhan dengan kontrak. Walaupun belum ada kepastian yang jelas.
Bank berpendapat bahwa berdasarkan informasi yang ada dan keputusan terakhir dari perkara bahwa tuntutan
hukum ini tidak akan berdampak secara material pada operasi, posisi keuangan atau tingkat likuiditas Bank.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Bank telah membentuk cadangan (disajikan dalam akun
“Liabilitas Lain-lain”) untuk sejumlah perkara sebesar Rp1.000.000 (Catatan 24). Manajemen berpendapat
bahwa jumlah cadangan yang dibentuk atas kemungkinan timbulnya kerugian.
39. JAMINAN PEMERINTAH TERHADAP KEWAJIBAN PEMBAYARAN BANK UMUM
Berdasarkan Keputusan Presiden No. 26 Tahun 1998 yang dilaksanakan melalui Keputusan Menteri Keuangan
tanggal 28 Januari 1998 dan Surat Keputusan Bersama Direksi Bank Indonesia dan Ketua BPPN (SKB BI dan
BPPN) No. 30/270/KEP/DIR dan No. 1/BPPN/1998 tanggal 6 Maret 1998, Pemerintah telah menjamin kewajiban
tertentu dari seluruh bank umum yang berbadan hukum Indonesia.
Berdasarkan perubahan terakhir yang terdapat pada Keputusan Menteri Keuangan No. 179/KMK.017/2000
tanggal 26 Mei 2000, jaminan tersebut berlaku sejak tanggal 26 Januari 1998 sampai dengan 31 Januari 2001
dan dapat diperpanjang dengan sendirinya setiap enam bulan berikutnya secara terus-menerus, kecuali apabila
dalam waktu enam bulan sebelum berakhirnya jangka waktu Program Penjaminan atau jangka waktu
perpanjangannya. Menteri Keuangan mengumumkan pengakhiran dan atau perubahan Program Penjaminan
tersebut untuk diketahui oleh umum. Atas penjaminan ini, Pemerintah membebankan premi yang dihitung
berdasarkan persentase tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 17/PMK.05/2005 tanggal 3 Maret 2005, terhitung sejak tanggal
18 April 2005 jenis kewajiban bank umum yang dijamin berdasarkan Program Penjaminan Pemerintah meliputi
giro, tabungan, deposito berjangka dan pinjaman yang diterima dari bank lain dalam bentuk transaksi pasar
uang antar bank.
Program Penjaminan Pemerintah melalui UP3 telah berakhir pada tanggal 22 September 2005, sebagaimana
dinyatakan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 68/PMK.05/2005 tanggal 10 Agustus 2005 tentang
“Perhitungan dan Pembayaran Premi Program Penjaminan Pemerintah terhadap Kewajiban Pembayaran Bank
Umum” untuk periode 1 Juli sampai dengan 21 September 2005. Sebagai pengganti UP3, Pemerintah telah
membentuk lembaga independen yaitu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berdasarkan Undang-undang No.
24 Tahun 2004 tanggal 22 September 2004 tentang “Lembaga Penjamin Simpanan”, dimana LPS menjamin
dana masyarakat termasuk dana dari bank lain dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan
dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.
Suku bunga penjaminan LPS pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebesar 4,25% untuk
simpanan dalam mata uang Rupiah dan sebesar 2,25% untuk simpanan dalam mata uang asing.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2008 tanggal 13 Oktober 2008 tentang “Besaran Nilai
Simpanan yang Dijamin Lembaga Penjamin Simpanan” yang disempurnakan melalui peraturan LPS No.
2/PLPS/2010 tanggal 25 November 2010 tentang Program Penjaminan Simpanan Pasal 29, nilai simpanan
setiap nasabah pada satu bank yang dijamin oleh Pemerintah adalah paling tinggi sebesar Rp2.000.000.000
(angka penuh).
108
Page 112
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
40. PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) DAN INTERPRETASI STANDAR AKUNTANSI
KEUANGAN (ISAK) YANG DIKELUARKAN DAN DIREVISI
Berikut adalah ringkasan revisi dan amandemen PSAK yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) yang relevan untuk Bank, namun belum berlaku efektif untuk
laporan keuangan pada tanggal 31 Maret 2025:
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025:
● Amandemen PSAK 221, “Kekurangan ketertukaran”
Amandemen tersebut mengharuskan pengungkapan informasi yang memungkinkan pengguna laporan
keuangan memahami dampak mata uang yang tidak dapat dipertukarkan. Amandemen berlaku untuk
periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025. Penerapan dini diperkenankan
dimana entitas diharuskan mengungkapkan fakta tersebut. Tanggal penerapan awal adalah awal periode
pelaporan tahunan saat entitas pertama kali menerapkan amandemen tersebut.
● PSAK 117, “Kontrak Asuransi”
Standar akuntansi baru yang komprehensif untuk kontrak asuransi yang mencakup pengakuan dan
pengukuran, penyajian dan pengungkapan, pada saat berlaku efektif PSAK 117 akan menggantikan PSAK
104, “Kontrak Asuransi”. PSAK 117 berlaku untuk semua jenis kontrak asuransi, jiwa, non-jiwa, asuransi
langsung dan reasuransi, terlepas dari entitas yang menerbitkannya, serta untuk jaminan dan instrumen
keuangan tertentu dengan fitur partisipasi tidak mengikat, serta beberapa pengecualian ruang lingkup akan
berlaku. Tujuan keseluruhan dari PSAK 117 adalah untuk menyediakan model akuntansi untuk kontrak
asuransi yang lebih bermanfaat dan konsisten untuk asuradur.
Efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2026:
● PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, tentang
“Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan”
Saat ini, Bank sedang mengevaluasi dan belum menetapkan dampak dari PSAK yang direvisi tersebut terhadap
laporan keuangannya.
41. INFORMASI TAMBAHAN YANG TIDAK DIPERSYARATKAN OLEH STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
DI INDONESIA
Informasi tambahan berikut bukan merupakan informasi yang dipersyaratkan oleh Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia:
a. Giro Wajib Minimum (GWM) & Rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM)
Saldo giro pada Bank Indonesia disediakan untuk memenuhi persyaratan Giro Wajib Minimum (GWM) dari
Bank Indonesia. Rasio GWM Bank pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
GWM Utama - Rupiah 6,46% 6,64%
Harian 0,00% 0,00%
Rata-rata 6,46% 6,64%
PLM(d/h GWM Sekunder) - Rupiah 55,89% 56,30%
GWM Utama - Mata Uang Asing 4,27% 4,40%
Harian 2,00% 2,00%
Rata-rata 2,27% 2,40%
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, GWM dihitung sesuai dengan Peraturan
Bank Indonesia (PBI) No. 20/3/PBI/2018 tanggal 29 Maret 2018 tentang Giro Wajib Minimum dalam Rupiah
dan Valuta Asing Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah,
sebagaimana telah diubah beberapa kali melalui PBI No. 22/3/PBI/2020 tanggal 24 Maret 2020,
PBI No. 22/10/PBI/2020 tanggal 28 Juli 2020, PBI No. 23/16/PBI/2021 tanggal 17 Desember 2021,
PBI No. 24/4/PBI/2022 tanggal 25 Februari 2022 dan No. 11 Tahun 2024 tanggal 31 Desember 2024
tentang Pengendalian Moneter.
109
Page 113
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PBI tersebut dijelaskan oleh Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No. 20/10/PADG/2018 tanggal
31 Mei 2018 tentang Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank Umum Konvensional,
Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah sebagaimana telah diubah beberapa kali melalui
PADG No. 20/30/PADG/2018 tanggal 30 November 2018, PADG No. 21/14/PADG/2019 tanggal 26 Juni
2019, PADG No. 21/27/PADG/2019 tanggal 26 Desember 2019, PADG No. 22/2/PADG/2020 tanggal 10
Maret 2020, PADG No. 22/10/PADG/2020 tanggal 29 April 2020, PADG No. 22/19/PADG/2020 tanggal 29
Juli 2020, PADG No. 23/27/PADG/2021 tanggal 21 Desember 2021, PADG No. 24/3/PADG/2022 tanggal
1 Maret 2022, PADG 24/8/PADG/2022 tanggal 30 Juni 2022, PADG No.12 Tahun 2023 tanggal 27
September 2023 dan PADG No.8 Tahun 2025 tanggal 27 Maret 2025.
Untuk mendukung pertumbuhan Ekonomi dan mendukung intermediasi perbankan maka Bank Indonesia
menerbitkan Peraturan Bank Indonesia PBI No 11 tahun 2023 tanggal 18 September 2023 tentang
Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial yang selanjutnya diatur lebih lanjut melalui PADG No. 11
tahun 2023 tanggal 27 September 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan Kebijakan Insentif Likuiditas
Makroprudensial.
Untuk periode 1 Maret 2025 sampai dengan 31 Maret 2025, PT Bank Raya Indonesia Tbk memperoleh
total Insentif Likuiditas Makroprudensial sebesar 3,00%.
Sedangkan, Rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) dihitung berdasarkan
PBI No. 20/4/PBI/2018 tanggal 3 April 2018, tentang Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan
Penyangga Likuiditas Makroprudensial bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit
Usaha Syariah yang telah diubah beberapa kali melalui PBI No. 21/12/PBI/2019 tanggal 25 November
2019, PBI No. 22/17/PBI/2020 tanggal 30 September 2020, PBI No. 23/17/PBI/2021 tanggal 17 Desember
2021, dan PBI No. 24/16/PBI/2022 tanggal 31 Oktober 2022, serta dijelaskan melalui
PADG No. 21/22/PADG/2019 tanggal 28 November 2019 yang telah diubah beberapa kali melalui
PADG No. 22/11/PADG/2020 tanggal 29 April 2020, PADG No. 22/30/PADG/2020 tanggal 5 Oktober
2020, PADG No.23/7/PADG/2021 tanggal 26 April 2021, PADG No. 23/31/PADG/2021 tanggal 31
Desember 2021, PADG No. 24/16/PBI/2022 tanggal 31 Oktober 2022, PADG No. 10 Tahun 2023 tanggal
14 September 2023 dan PADG No. 18 Tahun 2023 tanggal 29 November 2023.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, sesuai dengan peraturan Anggota Dewan
Gubernur dan Bank Indonesia tersebut di atas, Bank harus memenuhi persyaratan GWM dan PLM
sebesar:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
GWM Utama - Rupiah 9,00% 9,00%
Harian 0,00% 0,00%
Rata-rata 9,00% 9,00%
PLM (d/h GWM Sekunder) - Rupiah 5,00% 5,00%
GWM Utama - Mata Uang Asing 4,00% 4,00%
Harian 2,00% 2,00%
Rata-rata 2,00% 2,00%
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Bank juga harus memenuhi RIM dan GWM
RIM, jika RIM dan GWM RIM Bank kurang dari batas bawah Bank Indonesia (BI) yaitu sebesar 84% atau
melebihi batas atas BI yaitu 94% dengan KPMM Bank lebih kecil dari KPMM insentif BI yang sebesar 14%.
RIM dan GWM RIM diatur berdasarkan PBI No. 20/4/PBI/2018 tanggal 29 Maret 2018 yang telah diubah
terakhir kali melalui PBI No. 24/16/PBI/2022 tanggal 31 Oktober 2022 dan dijelaskan melalui
PADG No. 18 Tahun 2023 tanggal 29 November 2023.
Bank telah memenuhi ketentuan Bank Indonesia tentang rasio-rasio tersebut pada tanggal-tanggal 31
Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
b. Giro pada Bank Lain
Berdasarkan kolektibilitas, pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh giro pada
bank lain diklasifikasikan “lancar".
c. Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Berdasarkan kolektibilitas, pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh
penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain diklasifikasikan “lancar”.
110
Page 114
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
d. Efek-efek
Berdasarkan kolektibilitas, pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh efek-efek
diklasifikasikan “lancar”.
e. Kredit yang Diberikan
Kredit berdasarkan kolektibilitas, pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Individual
Lancar 488.658.932 514.916.490
Dalam perhatian khusus 1.145.562.235 1.149.638.286
Kolektif
Lancar 5.279.180.075 5.067.564.790
Dalam perhatian khusus 155.782.549 164.128.328
Kurang lancar 25.728.746 20.132.384
Diragukan 51.867.334 30.925.993
Macet 194.327.346 178.644.417
Total 5.706.886.050 7.125.950.688
Cadangan kerugian penurunan nilai
Individual (836.928.252) (844.986.634)
Kolektif (225.177.776) (201.227.691)
Neto 6.279.001.189 6.079.736.363
Kredit sindikasi merupakan kredit yang diberikan kepada debitur di bawah perjanjian pembiayaan bersama
dengan bank lain, Keikutsertaan Bank sebagai anggota sindikasi sebesar 2,26% dan 2,33% pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
Rasio kredit bermasalah Non Performing Loan (NPL) Bank berdasarkan Peraturan Bank
Indonesia/Otoritas Jasa Keuangan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Total kredit bermasalah
271.923.426 229.702.793
(NPL)
Total kredit yang diberikan 7.341.107.217 7.125.950.688
% kredit bermasalah
3,70% 3,22%
(NPL-bruto)
% kredit bermasalah
1,40% 1,20%
(NPL-neto)
Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan Bank adalah sebesar 9,87% dan 9,88%
masing-masing pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
111
Page 115
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Jumlah kredit yang diberikan yang telah direstrukturisasi oleh Bank, sesuai dengan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan (POJK) No. 40/POJK.03/2019 tanggal 19 Desember 2019 tentang Penilaian Kualitas Aset
Bank Umum, sampai dengan tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 yang dilaporkan kepada
Otoritas Jasa Keuangan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Modal Kerja
Lancar 93.010.224 107.341.410
Dalam perhatian khusus 35.388.615 32.742.963
Kurang lancar 2.695.232 5.560.227
Diragukan 14.978.689 5.349.729
Macet 100.713.680 96.305.464
246.786.440 247.299.793
Investasi
Lancar 52.026.814 70.358.232
Dalam perhatian khusus 941.252.559 946.436.243
Kurang lancar 2.412.256 2.792.728
Diragukan 4.454.240 5.124.915
Macet 23.597.914 19.197.892
1.023.743.783 1.043.910.010
Program
Lancar 90.049.388 94.660.209
Dalam perhatian khusus 123.996.745 126.179.777
Kurang lancar 87.779 93.953
Macet 526.518 441.067
214.660.429 221.375.006
Konsumsi
Lancar 41.157.297 51.029.864
Dalam perhatian khusus 14.695.091 19.696.656
Kurang lancar 2.429.821 1.017.296
Diragukan 4.533.721 3.648.514
Macet 19.484.062 15.212.186
82.299.992 90.604.516
Sindikasi
Lancar 390.250.967 390.362.999
Dalam Perhatian Khusus 86.601.751 86.750.753
476.852.717 477.113.752
Total 2.044.343.361 2.080.303.077
Skema restrukturisasi tersebut dilakukan dengan perpanjangan jangka waktu dan penurunan suku bunga
kredit.
Jumlah kredit yang diberikan yang telah direstrukturisasi oleh Bank akibat pandemi Covid-19, sesuai
dengan POJK No. 11/POJK.03/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional
Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 dan
POJK No. 48/POJK.03/2020 tanggal 1 Desember 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan
Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019, sampai dengan tanggal 31 Maret 2025
dan 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp206.101.671 dan Rp240.992.932. Skema restrukturisasi
tersebut dilakukan dengan perpanjangan jangka waktu, penurunan suku bunga dan penundaan
pembayaran pokok dan/atau bunga.
Dalam laporan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) per tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember
2024 kepada Bank Indonesia/Otoritas Jasa Keuangan, Bank tidak memiliki debitur yang melampaui
ketentuan BMPK.
112
Page 116
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rincian kredit kolektif bermasalah (kolektibilitas 3, 4 dan 5) dan total kredit individual, serta total cadangan
kerugian penurunan nilai, berdasarkan sektor ekonomi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pertanian 1.173.911.150 1.183.895.946
Konstruksi 495.606.338 496.196.886
Perdagangan 99.400.915 84.408.170
Perindustrian 19.945.260 18.264.210
Jasa dunia usaha 14.469.057 21.269.753
Jasa pelayanan sosial 4.870.503 3.463.683
Pertambangan 2.445.040 2.445.023
Pengangkutan 2.217.267 1.767.225
Listrik, air dan gas 89.060 89.060
Lain-lain 93.190.002 82.457.614
Total 1.906.144.592 1.894.257.570
Cadangan kerugian penurunan nilai (1.006.291.309) (989.394.986)
Neto 899.853.283 904.862.584
Jumlah minimum Penyisihan Penilaian Kualitas Aset (PPKA) kredit yang diberikan, yang wajib dibentuk
sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia/Otoritas Jasa Keuangan adalah sebesar Rp346.727.265 dan Rp
Rp318.574.675 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
f. Pernyataan Saham
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh penyertaan saham diklasifikasikan “lancar”.
g. Transaksi Komitmen dan Kontinjensi
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, seluruh transaksi garansi yang diterbikan
diklasifikasikan “lancar”.
h. Manajemen Risiko
Dalam rangka mencapai manajemen risiko yang mendukung pencapaian target kinerja dan mampu
menjaga kelangsungan usaha, diperlukan strategi manajemen risiko yang proaktif yang dapat
meningkatkan efektivitas penggunaan modal dan tingkat pengembangan modal (Return on Equity/ROE)
sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, mengantisipasi ketentuan baru yang
mengarah pada best practice, meningkatkan kepercayaan pemegang saham dan stakeholders lainnya
serta meningkatkan bisnis pada tingkat optimal. Bank selaku lembaga jasa keuangan (LJK) telah
menerapkan manajemen risiko sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan antara lain dengan menerapkan
proses manajemen risiko yang telah dituangkan dalam beberapa kebijakan dan prosedur, antara lain
Kebijakan Umum Manajemen Risiko (KUMR). KUMR berperan sebagai aturan tertinggi dalam
implementasi manajemen risiko pada seluruh kegiatan bisnis Bank, yang meliputi kebijakan, strategi,
organisasi, sistem informasi manajemen risiko, pengawasan risiko, pengelolaan produk dan aktivitas baru
dan Business Continuity Plan (BCP).
Proses penerapan manajemen risiko meliputi identifikasi, pengukuran, pemantauan, pengelolaan dan
pengendalian terhadap 8 (delapan) risiko yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional,
risiko kepatuhan, risiko strategis, risiko hukum dan risiko reputasi.
Profil risiko Bank menggambarkan risiko yang melekat dalam kegiatan bisnis Bank (inherent risk) termasuk
kualitas penerapan ManajemenRisiko yang mencerminkan sistem pengendalian risiko (risk control system)
melalui proses self-assessment pada seluruh aktivitas bisnis Bank yang mencakup 8 (delapan) risiko.
Penilaian Profil Risiko Bank telah dilakukan sesuai dengan ketentuan SEOJK No. 14/SEOJK.03/2017
tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.
113
Page 117
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Dewan Komisaris melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan implementasi manajemen risiko yang
dilakukan oleh Direksi. Evaluasi dilakukan dalam rangka memastikan bahwa Direksi mengelola aktivitas
dan risiko-risiko Bank secara efektif. Dalam melakukan pengawasan aktif terhadap manajemen risiko
Bank, Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Pemantau Risiko.
Direksi menentukan arah kebijakan dan strategi manajemen risiko secara komprehensif beserta
implementasinya. Selain itu, Direksi bertanggungjawab untuk memastikan bahwa seluruh risiko yang
material dan dampak yang ditimbulkan oleh risiko dimaksud telah ditindaklanjuti, termasuk pelaksanaan
langkah-langkah perbaikan atas permasalahan atau penyimpangan dalam kegiatan usaha Bank yang
ditemukan oleh Satuan Kerja Audit Intern (SKAI).
Direksi Bank dibantu oleh Komite Manajemen Risiko (Risk Management Committee/RMC) sebagai komite
tertinggi dalam sistem manajemen risiko Bank. Komite Manajemen Risiko mempunyai tugas dan tanggung
jawab memberikan rekomendasi kepada Direktur Utama dalam merumuskan kebijakan, strategi
manajemen risiko termasuk penetapan limit serta memperbaiki atau menyempurnakan pelaksanaan
manajemen risiko yang dilakukan secara berkala maupun insidental sebagai akibat dari perubahan kondisi
eksternal dan internal Bank yang akan mempengaruhi kecukupan permodalan dan profil risiko.
Penerapan manajemen risiko melibatkan semua unsur dalam Bank, dimana Dewan Komisaris dan Direksi
mempunyai tugas memastikan penerapan manajemen risiko telah memadai sesuai dengan karakteristik,
kompleksitas dan profil risiko Bank serta memahami dengan baik jenis dan tingkat risiko yang melekat
pada kegiatan bisnis bank.
Berdasarkan laporan terakhir self-assessment, peringkat inherent risk Bank posisi 31 Maret 2025 berada
pada peringkat 2 (Low to Moderate) dengan peringkat kualitas penerapan manajemen risiko berada pada
peringkat 2 (Satisfactory) sehingga peringkat komposit Profil Risiko Bank adalah 2 (Low to Moderate).
Parameter tingkat kesehatan bank (TKB) Bank pada tanggal 31 Desember 2024 sebagai berikut:
1. Profil Risiko
Hasil penilaian Profil Risiko Bank secara self-assessment periode 31 Desember 2024 di peringkat 2
(Low to Moderate) dengan tren stabil dibandingkan periode 31 Desember 2023. Risiko yang menjadi
highlight adalah risiko kredit, risiko operasional dan risiko stratejik.
Aktivitas perkreditan meliputi mapping debitur kredit kualitas rendah berdasarkan analisa prospek dan
kemampuan membayar yang kemudian akan ditindak lanjuti untuk dilakukan perbaikan dan
penyelesaian kredit, baik berupa restrukturisasi ataupun melakukan lelang agunan. Sementara itu,
untuk meningkatkan pencapaian kinerja Bank melalui optimalisasi pertumbuhan CASA dan digital
lending dengan merancang program pemasaran untuk meningkatkan brand awareness, menambah
variasi produk digital saving & digital lending sesuai kebutuhan nasabah, serta melakukan upgrade fitur
pada aplikasi produk digital. Selanjutnya dalam mendukung pencapaian kinerja bank dan operational
excellence maka diperlukan penguatan aspek pengendalian risiko operasional terutama pada aspek
teknologi sehingga dapat menurunkan potensi kerugian risiko operasional.
2. Rentabilitas
Hasil pencapaian rentabilitas untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 adalah
peringkat 2 (Memadai). Pencapaian kinerja Bank dalam menghasilkan laba memadai yang tercermin
pada pencapaian laba/rugi bersih perseroan dan mendukung pertumbuhan permodalan Bank.
3. Permodalan
Permodalan Bank sampai dengan 31 Desember 2024 berada pada posisi skor 2 (Memadai) dengan
kecukupan rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) untuk mengantisipasi potensi
kerugian sesuai profil risiko mencapai 44,29%.
Angka ini jauh melampaui batas persyaratan minimum KPMM sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) yaitu CAR 9,90% sesuai internal capital adequacy assessment process (ICAAP). Dewan
Komisaris dan Direksi turut berperan aktif dalam memantau kecukupan modal Bank.
114
Page 118
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. Tata Kelola
Tata kelola Bank pada posisi 31 Desember 2024 berada pada peringkat 2 (Baik) yang mencerminkan
bahwa Bank telah menerapkan prinsip-prinsip corporate governance yang baik dan tercermin pada
kegiatan operasionalnya dengan menetapkan kebijakan dan prosedur yang memadai serta adanya
tugas dan kewenangan yang jelas dalam pengambilan keputusan. Selain itu terdapat beberapa hal
yang telah dilakukan oleh Bank, diantaranya: penanganan terhadap aset produktif melalui koordinasi
dengan debitur, melakukan penilaian risiko dan melaksanakan program restrukturisasi kredit, telah
melakukan pengkinian kebijakan internal antara lain di bidang perkreditan, operasional dan SDM yang
disesuaikan dengan ketentuan Regulator, dan telah menyampaikan Rencana Bisnis Bank kepada
Regulator.
Penerapan manajemen risiko operasional dilakukan melalui penyusunan pedoman prosedur operasional
(BPO) bekerja untuk memastikan kejelasan tahapan aktivitas operasional dan bisnis dan meminimalkan
kejadian lalai ataupun fraud. Pengendalian risiko operasional juga dilakukan dengan menetapkan limit
risiko operasional yang terukur untuk memastikan kegiatan perbankan dilaksanakan secara penuh kehati-
hatian (prudently).
Pengukuran kecukupan modal untuk meng-cover risiko operasional menggunakan pendekatan metode
indikator dasar.
Untuk meningkatkan pemahaman manajemen risiko secara menyeluruh maka dilakukan pelatihan berkala
manajemen risiko untuk Pekerja dan pelaksanaan kewajiban Sertifikasi Manajemen Risiko bagi Pejabat
yang diwajibkan bersertifikat.
Satuan Kerja Manajemen Risiko (SKMR) sebagai second line of defense bertanggung jawab dalam
melakukan penyusunan kebijakan dan metodologi, melakukan pengukuran, kaji ulang dan pemantauan
manajemen risiko pada tingkat perusahaan. SKMR melakukan pemantauan dan penilaian profil risiko Bank
dan mengkaji dampak risiko suatu produk dan aktivitas baru serta memberikan rekomendasi atas usulan
mitigasi risiko.
Manajemen risiko adalah kegiatan yang menjadi tanggung jawab setiap Pekerja Bank, baik pada tingkat
first level, second level dan third level of defense. Setiap satuan kerja operasional sebagai pemegang risiko
berkewajiban untuk aktif dalam identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko baik di
tingkat transaksi maupun keseluruhan rangkaian aktivitas di unit kerjanya.
Kebijakan Manajemen Risiko
Penyempurnaan kebijakan dan pedoman penerapan manajemen risiko untuk segmen bisnis dilaksanakan
secara berkelanjutan untuk mengakomodasi perubahan eksposur risiko karena kondisi eksternal dan
internal serta perubahan regulasi.
Identifikasi risiko Nasabah dilakukan dengan menentukan karakteristik risiko yang melekat untuk setiap
Nasabah dengan parameter risiko seperti identitas Nasabah, lokasi usaha, profil Nasabah, kegiatan usaha,
struktur kepemilikan bagi Nasabah perusahaan, jumlah dan frekuensi transaksi, dan informasi lainnya yang
dapat digunakan untuk mengukur tingkat risiko Nasabah. Hasil identifikasi dan pengukuran tersebut akan
menghasilkan profil risiko Nasabah yang wajib dilakukan tindak lanjut pemantauan dan pengendalian
terhadap masing-masing profil risiko tersebut.
i. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM)
KPMM pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar 41,04% dan 44,29%,
dihitung berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 27/POJK/2022 tentang Perubahan
Kedua atas POJK No. 11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum
dimana modal untuk risiko kredit, pasar, dan operasional terdiri dari modal inti (modal inti utama/Common
Equity Tier 1 dan modal inti tambahan) dan modal pelengkap.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Bank telah membentuk Countercyclical Buffer
masing-masing sebesar 0% dari kisaran yang ditetapkan sebesar 0% sampai dengan 2,5% dari Aset
Tertimbang Menurut Risiko (ATMR). Sedangkan, untuk Capital Conservation Buffer dan Capital
Surcharge, Bank tidak diwajibkan untuk melakukan pembentukan sesuai POJK No 27 Tahun 2022 tentang
Perubahan Kedua atas POJK No. 11/POJK.093/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Minimum Bank
Umum.
115
Page 119
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
KPMM minimum tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 sebesar 9,90% sesuai internal capital
adequacy assessment process (ICAAP).
Penentuan kepatuhan Bank terhadap peraturan dan rasio yang berlaku didasarkan pada peraturan praktik
akuntansi yang berbeda dalam beberapa hal dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Bank telah memenuhi rasio sesuai yang
disyaratkan OJK untuk rasio kecukupan modal.
Perhitungan KPMM Bank pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Modal
Modal Inti (Tier 1)
Modal Inti Utama (CET-1) 3.229.968.354 3.212.878.639
Modal Inti Tambahan (AT-1) - -
Total Modal Inti (Tier 1) 3.229.968.354 3.212.878.639
Modal Pelengkap (Tier 2) 63.346.730 61.153.310
Total Modal 3.293.315.084 3.274.031.949
Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR)
ATMR untuk Risiko Kredit setelah
memperhitungkan Risiko Spesifik*) 6.274.046.959 6.233.990.297
ATMR untuk Risiko Pasar**) 515.778.864 82.370.453
ATMR untuk Risiko Operasional***) 1.234.858.489 1.076.527.620
Total ATMR 8.024.684.312 7.392.888.370
Rasio KPMM
Rasio CET 1 40,25% 43,46%
Rasio Tier 1 40,25% 43,46%
Rasio Tier 2 0,79% 0,83%
Rasio Total 41,04% 44,29%
Rasio Minimum CET 1 9,11% 9,07%
Rasio Minimum Tier 2 0,79% 0,83%
KPMM Minimum Berdasarkan Profil Risiko 9,90% 9,90%
*) Risiko kredit dihitung berdasarkan SE OJK No. 24/SEOJK.03/2021 tanggal 7 Oktober 2021.
**) Risiko pasar dihitung berdasarkan SE OJK No. 23/SEOJK.03/2022 tanggal 7 Desember 2022.
***)Risiko operasional dihitung berdasarkan SE OJK No. 3/SEOJK.03/2020 tanggal 29 April 2020.
j. Rasio Posisi Devisa Neto
Risiko nilai tukar yang ada pada Bank tercermin dalam Posisi Devisa Neto (PDN) karena adanya gap posisi
valuta asing yang dimiliki Bank. Pemantauan terhadap risiko nilai tukar dilakukan secara harian yang
berpengaruh terhadap pendapatan Bank. Lingkup valuta asing tersebut yaitu posisi banking book dalam
rangka pengendalian PDN.
Menurut Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 17/5/PBI/2015 tanggal 29 Mei 2015 perubahan keempat atas
PBI No. 5/13/PBI/2003 tentang Posisi Devisa Neto Bank Umum tanggal 17 Juli 2003, PDN ditetapkan
maksimum sebesar 20% dari modal, sedangkan Bank secara internal menetapkan limit posisi devisa neto
per valuta asing maksimum sebesar 15% dari modal.
116
Page 120
PT BANK RAYA INDONESIA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 dan Untuk Periode Tiga Bulan
yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
PDN Bank pada tanggal-tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 sebagai berikut:
31 Maret 2025
Mata Uang Aset Liabilitas Posisi Devisa Neto
Laporan Posisi Keuangan
dan Rekening Administratif*
Dolar Amerika Serikat 11.167.292 12.442.119 1.274.827
Modal (Catatan 41i) 3.293.315.084
Rasio PDN (keseluruhan) 0,04%
*) Merupakan penjumlahan absolut dari selisih aset dan liabilitas.
31 Desember 2024
Mata Uang Aset Liabilitas Posisi Devisa Neto
Laporan Posisi Keuangan
dan Rekening Administratif*
Dolar Amerika Serikat 11.627.025 12.247.033 (620.008)
Modal (Catatan 41i) 3.274.031.949
Rasio PDN (keseluruhan) 0,02%
*) Merupakan penjumlahan absolut dari selisih aset dan liabilitas.
42. TAMBAHAN INFORMASI ARUS KAS AKTIVITAS PENDANAAN
Arus kas
31 Desember 2024 Penerimaan Pembayaran Perubahan non-kas 31 Maret 2025
Efek-efek yang dijual
dengan janji dibeli
kembali 290.682.750 1.501.712.085 (1.085.486.925) 1.830.336 708.738.246
Liabilitas sewa 39.870.120 - (3.036.992) - 36.833.128
Pinjaman yang diterima 13.622.042 - (261.408) - 13.360.634
344.174.912 1.501.712.085 (1.088.785.325) 1.830.336 758.932.008
Arus kas
31 Desember 2023 Penerimaan Pembayaran Perubahan non-kas 31 Maret 2024
Efek-efek yang dijual
dengan janji dibeli
kembali - 62.552.278 - 4.415.848 66.968.126
Liabilitas sewa 76.141.199 - (19.526.554) - 56.614.644
Pinjaman yang diterima 14.635.666 - (248.684) - 14.386.982
90.776.865 62.552.278 (19.775.239) 4.415.848 137.969.752
43. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN
Manajemen Bank bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan yang diselesaikan dan disetujui
untuk diterbitkan pada tanggal 30 April 2025.
117
Page 121
PT Bank Raya Indonesia Tbk
Gedung Menara BRILiaN
Jl. Gatot Subroto No. 177A,
Jakarta Selatan 12870
Contact Center : 1500 494
Email : humas@bankraya.co.id
www.bankraya.co.id
Names mentioned 81 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×46
unresolved
org
Bank Agroniaga Tbk
p.13 ×4
unresolved
person
Raden Soekarsono
p.13
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.13 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.13 ×6
unresolved
person
Siti Rayhana
p.13
unresolved
person
Rusnaldy
p.13 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.13
unresolved
org
Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk
p.13 ×4
unresolved
org
Menteri
p.13
unresolved
person
M. Nova Faisal
p.13 ×4
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.13 ×2
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.14 ×2
unresolved
org
Bapepam-LK
p.14 ×28
unresolved
org
Bank No. JKT-
p.14
unresolved
person
Fathiah Helmi
p.16
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.
p.17
unresolved
person
Sususan
· Komisaris
p.17
unresolved
person
M. Sidik Heruwibowo
· Komisaris Utama
p.17
unresolved
person
Retno W. Wijayanti
· Komisaris Independen
p.17
unresolved
person
Ida Bagus K. Subagia
· Direktur Utama
p.17
unresolved
org
Bank Indonesi
p.29
unresolved
org
PT BRI Asuransi Indonesia.
p.39 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia Deposit
p.42
unresolved
org
PT Indah Kiat Pulp
p.49 ×2
unresolved
org
Paper Tbk.
p.49 ×2
unresolved
org
PT Astra Sedaya Finance Berkelanjutan VI Tahap IV
p.49 ×2
unresolved
org
PT Pemeringkat Efek Indonesia
p.49 ×4
unresolved
org
PT Pegadaian Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial Berkelanjutan I
p.50
unresolved
org
PT Perkebunan Nusantara II Tahap VIII Seri A
p.51 ×2
unresolved
org
Reksa Dana Terproteksi BRI Proteksi
p.51
unresolved
org
Reksa Dana BRI Gebyar Dana Likuid II
p.51
unresolved
org
Bank Indonesia IDSR
p.52 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia Obligasi Pemerintah
p.56
unresolved
org
PT BPR Cinta Manis Agroloka
p.61 ×2
unresolved
org
PT BPR Bungamayang Agroloka
p.61 ×4
unresolved
org
PT BPR Cintamanis Agroloka
p.61 ×2
unresolved
org
PT Mulyasari R Gemilang
p.64 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia Obligasi Pemerintah FR
p.69
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.73
unresolved
org
Dana Pensiun Lembaga Keuangan
p.81 ×2
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
p.82
unresolved
—
Treasuri (Catatan 1e)
p.82 ×2
unresolved
org
PT BRI Multifinance Indonesia
p.87 ×2
unresolved
org
PT Sarana Multi Infrasturuktur
p.87 ×2
unresolved
org
PT Perkebunan Nusantara II
p.87 ×2
unresolved
org
PT Perkebunan Nusantara IV
p.87 ×2
unresolved
org
PT Laras Astra Kartika
p.87 ×2
unresolved
org
PT Bromo Steel Indonesia
p.87 ×2
unresolved
org
PT Citra International Underwriters
p.111
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.