Skip to content
Back to announcement

20260624_MCOR_Informasi Transaksi Afiliasi_32104023_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review MCOR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 17

Page 1
CCB             China Constnjction Bank Indonesia



 No. 161/CCBI/DDIR-OJK/VI/2026                                                   Jakarta, 30Juni 2026
 Lamp. 1 (satu) set


 Kepada Yth.
 Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
 GedungSurnitro Djojohadikusomo
 Jl. Lapangan BantengTimur No. 2-4
 Jakarta Pusat 10710
 Up. Kepaia Eksekutif Pengawas Pasar Modal




 Perihal :    Keterbukaan Informasi atas Transaksi Afiliasi PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk


 Menunjuk Ketentuan berikut:
 • Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.18 Tahun 2025 tanggal 4 Agustus 2025 tentang Transparansi dan
   Publikasi Laporan Bank;
 • POJK No.42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan;
 • POJK No.31/POJK.04/2015 tanggal 16 Desember 2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi atau Fakta Material
   oleh Emiten atau Perusahaan Publik;
 • Surat Keputusan Direksi Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00087/BEI/12-2025 tanggal 12 Desember 2025
   tentang Kewajiban Penyampaian Informasi.

 Dengan ini menyarnpaikan Keterbukaan Informasi atasTransaksi Afiliasi yang telah dilakukan oleh PT Bank China
 Construction Bank Indonesia Tbk, dengan uraian sebagai berikut:

 I. KETERANGAN MENGENAI TRANSAKSI AFILIASI


 A. TANGGAL TRANSAKSI AFILIASI


 Tanggal Transaksi Afiliasi adalah tanggal 30 Juni 2026 sesuai dengan tanggal penandatanganan Perjanjian NGS.

 B. OBJEK TRANSAKSI AFILIASI


     Objek Transaksi Afiliasi adalah Proyek Sistem Inti Baru dan Implementasinya serta Layanan Integrasi Umum di
     Perseroan, dimana CCB Fintech akan menyediakan aplikasi yang akan dipecah menjadi sub-komponen bisnis
     yangterdiri dari 38 (tiga puluh delapan) komponen bisnis termasuk diantaranya penyelesaian transaksi nasabah,
     perbankan elektronik, deposito, manajemen informasi nasabah, dan sebagainya, yang melibatkan pengadaan
     perangkat lunak dengan lisensi yang dimiliki oleh CCB Fintech dan pihak ketiga.

     Dengan lingkup pekerjaan diantaranya:

             Mobilisasi proyek, tata kelola proyek, dan penyusunan rencana kerja terpadu;
             Penyediaan solusi perbankan dan pendukungnya, terrnasuk paket penyebaran komponen aplikasi spesifik,
             parameter instansiasi dasar;
             Konfigurasi, kustomisasi, dan pengembangan yang berbeda yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan
             bisnis, persyaratan peraturan, dan praktik pasar lokal di Indonesia;
             Desain dan implementasi integrasi dengan sistem yang disepakati/sistem pendukung/koneksi eksternal,
             termasuk namun tidak terbatas pada sistem nasabah, pembayaran & penyelesaian transaksi, saluran,
             pelaporan, dan treasuri;
             Desain, pengembangan, dan implementasi migrasi data;
             Pelaksanaan pengujian vendor internal, termasuk pengujian perakitan aplikasi/dukungan SIT, pengujian
             non-fungsional, pengujian keamanan, perbaikan cacat, dan dukungan UAT;
             Dukungan untuk pengaturan model operasi aplikasi dan platform Perseroan, termasuk pembentukan desk
Page 2
            China Construction Bank Indonesia



        layanan, pengaturan manajer tugas, dukungan lini pertama, dukungan aplikasi lini pertama, dan prosedur
        operasi serta transfer pengetahuan terkait;
        Pelatihan pengguna, transfer pengetahuan, dan penyerahan buku petunjuk teknis dan operasional sistem
        kepada Perseroan;
        Latihan produksi, dukungan cutover, dukungan go-live, stabilisasi, dan dukungan penerimaan hingga
        penyelesaian penandatanganan tahapan pencapaian; dan
        3(tiga) bulan dukungan pascago-//Vekritis untuk lingkup terkait infrastruktur, termasuk dukungan integrasi
        infrastruktur, stabilisasi lingkungan, dukungan penerapan, pemecahan masalah, dan transfer kemampuan
        operasional infrastruktur ke Perseroan.

  Proyek Sistern Inti Baru dan Irnplementasinya serta Layanan Integrasi Umum direncanakan go-live dalam waktu
  12 (dua belas) bulan setelah tanggal penandatanganan Perjanjian NGS.



C. NILAITRANSAKSI

   Nilai transaksi atas Objek Transaksi sejumlah RMB 16.490.000 (enam belas juta empat ratus sembilan puluh ribu
   Renminbi} belurn termasuk pajak yang berlaku yang dibebankan berdasarkan peraturan perpajakan di negara
   Republik Indonesia.

D. PIHAK-PIHAK YANG MELAKUKAN TRANSAKSI AFILIASI

   Perseroan

   Riwayat Singkat

  Perseroan merupakan bank umum konvensional. Awalnya Perseroan didirikan pada tahun 1974 sebagai
  Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dengan nama "PT Multinational Finance Corporation". Pada tahun 1993,
  Perseroan bertransformasi menjadi bank umum dengan nama "PT Multicor Bank" dan pada tahun 1995 berubah
  nama menjadi "PT Bank Multicor" dimana selanjutnya pada tahun 2007 berubah status menjadi perusahaan
  terbuka dengan nama "PT Bank Multicor Tbk".

   Pada tahun 2007, PT Bank Multicor Tbk melakukan penggabungan/merger dengan PT Bank Windu Kentjana
   dimana nama perusahaan hasil penggabungan adalah "PT Bank Windu Kentjana International Tbk".

  Selanjutnya, pada tahun 2016 PT Bank Windu Kentjana Internationa] Tbk melakukan penggabungan/merger
  dengan PT Bank Antardaerah dengan nama perusahaan hasil penggabungan adalah "PT Bank China Construction
  Bank Indonesia Tbk" (yang dismgkat dengan "CCB Indonesia", untuk selanjutnya disebut sebagai "Perseroan"}
  dan terkait hal tersebut Perseroan telah memperoleh penetapan penggunaan izin usaha berdasarkan Keputusan
  Dewan Komisioner OJK No. 17/KDK.03.2016 tentang Penetapan Penggunaan Izin Usaha atas Nama PT Bank
  Windu Kentjana International Tbk menjadi Izin Usaha atas Nama PT Bank China Construction Bank Indonesia
  Tbk.

   Pada tahun 2017, China Construction Bank Corporation mengambil porsi kepemilikan saham dalam Perseroan
   sebesar60% (enam puluh persen), dimana porsi ini tidak berubah hingga Keterbukaan Inforrnasi ini disampaikan.

   Perseroan berkedudukan dan berkantor pusat di Gedung Sahid Sudirman Center, Lantai 15, Jalan Jenderal
   Sudirman Kav. 86, Jakarta Pusat 10220.

   Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

   Berdasarkan Akta Penegasan Pernyataan Keputusan Rapat PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk
   Nomor 53 tanggal 21 Januari 2026, yang dibuat dihadapan Notaris Eliwaty Tjitra, Sarjana Hukum, Notaris di
   Jakarta Barat, yang perubahan anggaran dasarnya telah ditehma dan dicatatkan dalam Sistem Administrasi
   Badan Hukum Kementerian Hukum Republik Indonesia ("Sisminbakum") berdasarkan Surat Nomor AHU-
   AH.01.03-0078395 tanggal 13 Februari 2026 dan perubahan datanya telah diterima dan dicatat dalam dalam

                                                                                                       Page 2 of 7,   V
Page 3
CCBQ China Construction Bank Indonesia
                               J-5Z TR "flT Ep^/SfSIE




       Sisminbakum berdasarkan Surat Nomor AHU-AH.01.09-0133304 tanggal 20 Februari 2026, struktur permodalan
       dan susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut:

                          Keterangan                       Jumlah Saham              Nilai Nominal    Persentase
                                                                 (Lembar)                  (Rupiah)          [%!
                        Modal Dasar                       60.000.000.000       60.000.000.000.000
         1. China Construction Bank Corporation           22.751.563.707        2.275.156.370.700        60,00%
         2. UOBKayHianPte. Ltd                             3.112.832.456          311.283.245.600         8,21%
         3. Drs. Johnny Wiraatmadja                        2.631.113.705          263.111.370.500         6,94%
         4. Masyarakat                                      9.424.220.646         942.422.064.600        24,85%
         Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh              37.919.730.514        3.791,973.051.400       100,00%
         Saham dalam Portepel                             22.080.269.486        2.208.026.948.600

       Susunan Pengurus

       Susunan Pengurus Perseroan berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Bank
       China Construction Bank Indonesia Tbk Nomor 33 tanggal 12 Juni 2026 yang dibuat oleh Notaris Hendra Justin
       Fu, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta Barat, adalah sebagai berikut:


         DireJtsJ
         Direktur Utama                           Jiang Yongdong
         Direktur                                 Zhu Yong
         Direktur                                 Junianto
         Direktur                                 Andreas Herman Basuki
         Direktur                                 Suryati Budiyanto

         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama                          Wu Jianzheng
         Komisaris                                Shen Huayu*
         Komisaris {Independen)                   Mohamad Hasan
         Komisaris (Independen)                   Yudo Sutanto, Nyoo




        * berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian kemampuan dan
          kepatutan (fit and proper test).

        CCB FJntech

        Riwayat Singkat

        CCB Fintech merupakan perseroan yang bergerak di bidang diantaranya, pengembangan teknologi (technology
        development), konsultasi teknologi (technology consulting), teknologi finansial (fintech), penelitian dan
        pengembangan perangkat lunak, serta penyediaan solusi digital terintegrasi untuk sektor keuangan yang
        beroperasi di China.

        CCB Fintech merupakan badan hukum milik negara yang didirikan pada tahun 2018 di Shanghai, Republik Rakyat
        Tiongkok. CCB Fintech merupakan perusahaan yang dikendalikan oleh CCB Corporation dengan porsi
        kepemilikan sebesar 92,5% (sembilan puluh dua koma lima persen) saham.

        CCB Fintech berkedudukan dan berkantor pusat di 99 Yincheng Road, Lantai 12 & 15, Shanghai Pilot Free Trade
        Zone, China.




                                                                                                        Page 3 of 7
                                                                                                                      f-
Page 4
                         ISlfifBtr
                 China Construction Bank Indonesia



      Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

                                 Keterangan                      Jumlah    J umlah Nominal    I(epemilikan
                                                                 Saham           (Rp)              (%)
 1.  CCBI Tenghui (Shanghai) Private Fund Management Co., Ltd.   160.000      1.600.000.000         92,50%
 2.  China Centra! Depository & Clearing Co., Ltd.                 4.324         43.243.243          2,50%
 3. Shanghai Lianyin Venture Capital Co., Ltd.                     4.324         43.243.243          2,50%
 4.  CDB Capital Co., Ltd.                                         4.324         43.243.243          2,50%
    Jumtah Modal Saham ditempatkan dan disetor penuh             172.973      1.729.729.729        100,00%

E. SIFAT HUBUNGAN AFILIASI DARI PIHAK YANG MELAKUKAN TRANSAKSI DENGAN PERSEROAN

      Perseroan dan CCB Fintech memiliki hubungan afiliasi karena sama-sama dikendalikan oleh CCB Corporation
      sebagai pemegang saham pengendali dengan struktur pengendalian berdasarkan c/jort/bagan di bawah ini:




      CCB Indonesia dikendalikan secara langsung oleh CCB Corporation melalui kepemilikan saham sejumlah 60%
      (enam puluh persen) atas total saham ditempatkan/disetor dalam CCB Indonesia.

      CCB Fintech dikendalikan secara tidak langsung oleh CCB Corporation melalui CCBI Tenghui (Shanghai) Private
      Fund Management Co., Ltd., yang memiliki kepemilikan saham secara langsung dalam CCB Fintech sejumlah
      92,5% (sembilan puluh dua koma lima persen) atas total saham ditempatkan/disetor dalam CCB Fintech.



II. PIHAK INDEPENDEN YANG DITUNJUK DALAM TRANSAKSI

Perseroan telah menunjuk KantorJasa Penilai Publik Ruky, Safrudin & Rekan ("KJPP RSR") yang memiliki Izin Usaha
No 2.11.0095 berdasarkan Keputusan Kementerian Keuangan No 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober 2011 dan
terdaftarsebagai Profesi Penunjangpenilai publikdengansurat Keputusan Dewan KomisarisOtoritasJasa Keuangan
No. KEP-795/KS.13/2026 tanggal 10 Juni 2026, sebagai penilai independen sesuai dengan Perjanjian tentang
Penilaian Aset Tak Berwujud dan Pendapat Kewajaran antara Perseroan dan KJPP RSR No. CCBI: 022/PKS-
LGL/CCBI/ll/2026 No. RSR: RSR/L/B/250226.01 tanggal 27 Februari 2026 yang ditandatangani oleh Perseroan dan
KJPPRSR, untukmelakukan penilaian asettakberwujuddanpendapat kewajaranatasTransaksi.Transaksi iniadalah
suatu transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam POJK No. 42/2020, dan oleh karena itu diharuskan untuk
mendapatkan Penilaian Kewajaran dari Penilai Independen.

A. Ringkasan Laporan Penilaian Aset Tak Berwujud

      Berikut adalah ringkasan laporan penilaian Aset Tak Berwujud ("ATB") sebagaimana tertuang dalam laporan No.
      00060/2.0095-00/BS/07/0269/1/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026:




      Head Office
      Sahid Sudirman Center 15th Floor
      Jl. Jend. Sudirman Kav. 86, Jakarta 10220
      T: +6221 5082 1000 F: +6221 5082 1010
Page 5
            China Construction Bank Indonesia



  (1) Objek Penilaian
      ATB Sistem Inti Perbankan dan Sistern Penunjangnya dengan tanggal penilaian per 31 Desember 2025.

  (2) Tujuan Penilaian
      Untuk mengestimasi Nilai Pasar ATB Sistem Inti Perbankan dan Sistem Penunjangnya per 31 Desember 2025
      sehubungan dengan Transaksi, dalarn rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020, dan tidak untuk menjadi
      dasar suatu rencana transaksi tertentu, serta tidak dimaksudkan untuk perbankan dan perpajakan.

  (3) Asurnsi dan Kondisi Pembatas
      Laporan penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion berdasarkan penelaahan KJPP RSR atas dokumen-
      dokumen, data, dan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan dan sumber lain yang dapat
      dipercaya keakuratannya.

      Laporan penilaian ini disusun dengan menggunakan proyeksi keuangan yang disiapkan oleh manajemen
      Perseroan dengan mencerminkan kewajaran proyeksi dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).

      KJPP RSR bertanggung jawab atas pelaksanaan analisis penilaian proyeksi keuangan yang telah disiapkan
      manajemen Perseroan. KJPP RSR bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam laporan penilaian.
      Laporan penilaian bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
      mempengaruhi operasional Perseroan.

  (4) Pendekatan dan Metode Penilaian
      Untuk menentukan nilai pasar ATB, KJPP RSR mengaplikasikan pendekatan biaya dengan metode Biaya
      Pengganti Baru (Replacement Cost New).

  (5) Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
      Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan
      penilaian ini, terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil penilaian secara signifikan.

      Berdasarkan analisis KJPP RSR, kejadian penting setelah tanggal penilaian di atas tidak memiliki dampak
      terhadap kesimpulan nilai per saham Pembeli yangakan digunakan untuk transaksi inbrengsaham.

  (6) Kesimpulan Nilai
      Dengan menggunakan pendekatan aset, Nilai Pasar ATB Sistem Inti Perbankan dan Sistem Penunjangnya
      adalah sebesar Rp38.471.000.000,00- (dibulatkan) (tiga puluh delapan miliar empat ratus tujuh puluh satu
      juta Rupiah).

B. Ringkasan Laporan Pendapat Kewajaran

   Berikut adalah ringkasan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi sebagaimana tertuang dalam laporan No.
   00061/2.0095-00/BS/07/0269/1/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026:

   (1) Identitias Pihak
       Identitas Pihak yang terlibat dalam Transaksi ini adalah Perseroan selaku pihak yang menggunakan sistem
       inti perbankan dan sistem penunjangnya dan memberikan kompensasi, dan CCB Fintech selaku pihak yang
       menyediakan sistem inti perbankan dan sistem penunjangnya dan menerima kompensasi dari Perseroan.

   (2) Obyek Pendapat Kewajaran
       Rencana Perseroan rnelakukan penggantian sistem inti perbankan dan sistem penunjangnya              melalui
       pembelian dari pihak terafiliasi yaitu CCB Fintech.

   (3) Tujuan Pendapat Kewajaran
       Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran rencana Perseroan
       melakukan penggantian sistem inti perbankan dan sistem penunjangnya melalui pembelian dari pihak
       terafiliasi yaitu CCB Fintech, sebagaimana didefinisikan dalam laporan ini dalam rangka memenuhi ketentuan
       POJK 42/2020, tidak untuk perpajakan, perbankan serta tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya.

                                                                                                       Page 5 of 7
Page 6
             CD HD 5H 15Z tH
             China Construction Bank Indonesia




   (4) Asumsi dan Kondisi Pembatas
       Laporan Pendapat Kewajaran bersifat non-disclaimer opinion, KJPP RSR telah melakukan penelaahan atas
       dokurnen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan pendapat kewajaran, data dan informasi yang
       diperoleh berasal baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang dapat dipercaya
       keakuratannya.

      Laporan Pendapat Kewajaran disusun dengan menggunakan Proyeksi Keuangan yang disiapkan oleh
      manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran proyeksi dan kemampuan pencapaiannya
      (fiduciary duty).

      KJPP RSR bertanggung jawab atas pelaksanaan analisis kewajaran proyeksi keuangan yang telah disiapkan
      manajemen Perseroan. KJPP RSR bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam Laporan Pendapat
      Kewajaran.

      Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia
      yang dapat mempengaruhi operasiona! Perseroan.

      KJPP RSR telah mernperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Perseroan.

   (5) Pendekatan dan Metode Penilaian
       a. Analisa transaksi: identifikasi para pihak yang terlibat dalam transaksi, analisa atas syarat dan ketentuan
          dari perjanjian-perjanjian, dan analisa atas manfaat dan risiko dari transaksi;
       b. Analisa kualitatif: analisa atas latar belakang dari transaksi, penjelasan singkat dari Perseroan dan
          kegiatan usaha, analisa industri, analisa operasional, prospek bisnis, keuntungan dan kerugian dari
          transaksi;
       c. Analisa kuantitatif: analisis kinerja historis, analisis proyeksi keuangan, analisis proforma laporan
          keuangan, dan analisis incremental;
       d. Analisa atas faktor lain yang relevan; dan
       e. Analisa kewajaran harga transaksi.

   (6) Pendapat Kewajaran atas Transaksi
       Dengan mempertimbangkan analisa kewajaran atas transaksi yang meliputi analisa terhadap Transaksi,
       analisa kualitatif dan analisa kuantitatif, analisis atas kewajaran harga transaksi serta faktor lain yang relevan,
       rnenurut pendapat KJPP RSR, transaksi ini adalah Wajar.



III. PENJELASAN, PERTIMBANGAN, DAN A LAS AN DILAKU KAN NYA TRANSAKSI DIBANDINGKAN DENGAN APABILA
DILAKUKAN TRANSAKSI SEJENIS DENGAN PIHAK YANG TIDAK TERAFILIASI


Saat ini Perseroan masih menggunakan Core Banking System dengan model managed service dan masih
ditemukan sejumlah isu. Selain itu, seiring dengan bertarnbahnya skala bisnis, kompleksitas layanan, tuntutan
untuk keamanan, serta fleksibilitas teknologi, model managed service mulai menunjukkan keterbatasan tertentu.
Untuk itu, Perseroan memandang perlu dilakukannya transformasi sistem core banking dari model managed
service menjadi on-premise.

Transformasi core banking dari model managed service ke infrastruktur on-premise merupakan langkah strategis
yang bertujuan untuk memperkuat posisi institusi dalam pengelolaan teknologi, menjaga daya saing, serta
membangun pondasi kemandirian Perseroan dalam waktu jangka panjang.

Dalam rangka meningkatkan keamanan dan kemandirian digital, Perseroan berencana melakukan penggantian
sistem inti perbankan dan sistem penunjangnya dari pihak terafiliasi yaitu CCB Fintech.




                                                                                                              Page 6 of 7
Page 7
                                ix?-T
            China Construction Bank Indonesia




Demikian kami sampaikan, terima kasih atas perhatiannya.



Hormat kami,
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk




                                  Andreas Basuki
Direktur                          Direktur Kepatuhan




Tembusan :
PT Bursa Efek Indonesia (BE!)




                                                           Page 7 of 7
Page 8
                              KETERBUKAAN INFORMASI
                        SEHUBUNGAN DENGAN TRANSAKSI AFILIASI


KETERBUKAAN INFORMASI INI PENTING UNTUK DIBACA DAN DIPERHATIKAN OLEH PEMEGANG
SAHAM PERSEROAN SEHUBUNGAN DENGAN TRANSAKSI AFILIASI DALAM RANGKA PEMENUHAN
PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NO. 42/POJK.04/2020 TENTANG TRANSAKSI AFILIASI DAN
TRANSAKSI BENTURAN KEPENTINGAN (“POJK 42/2020”).




                   PT BANK CHINA CONSTRUCTION BANK INDONESIA TBK
                                       (“PERSEROAN”)


                                   Kegiatan Usaha Utama:
                                        Jasa Perbankan


                          Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia


                                         Kantor Pusat
                          Gedung Sahid Sudirman Center, Lantai 15
                      Jl. Jenderal Sudirman Kav. 86 Jakarta Pusat 10220
                                     Telp: 021-50821000
                                 Email : corsec@idn.ccb.com




                 Keterbukaan Informasi ini diterbitkan di Jakarta, 30 Juni 2026



                                                                                  Page 1 of 10
Page 9
                                          PENDAHULUAN


Keterbukaan Informasi ini dibuat dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020, yang mewajibkan
Perseroan untuk melakukan Keterbukaan Informasi atas Transaksi Afiliasi yang dilakukan oleh
Perseroan dan afiliasi Perseroan (yakni CCB Fintech Co., Ltd, untuk selanjutnya disebut “CCB Fintech”)
Ltd) sehubungan dengan telah ditandatanganinya The New Core System and Its Implementation and
General Integration Services Project in PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk Contract No.
CCBI: 057/PKS-LGL/CCBI/VI/2026 dated 30 June 2026 (Kontrak untuk Proyek Sistem Inti Baru dan
Implementasinya serta Layanan Integrasi Umum di PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk No.
Kontrak CCBI: 057/PKS-LGL/CCBI/VI/2026 tanggal 30 Juni 2026 atau “Perjanjian NGS”), dimana
Perseroan wajib mengumumkan Transaksi Afiliasi tersebut kepada masyarakat paling lambat 2 (dua)
hari kerja setelah terjadinya Transaksi Afiliasi.

Sehubungan dengan hal di atas, Direksi Perseroan mengumumkan Keterbukaan Informasi ini. Melalui
Keterbukaan Informasi ini, Perseroan akan memberikan penjelasan, pertimbangan serta alasan
dilakukannya Transaksi Afiliasi tersebut. Dalam Keterbukaan Informasi ini akan dijelaskan mengenai
objek Transaksi Afiliasi bersangkutan termasuk nilai dari Transaksi Afiliasi, para pihak yang melakukan
Transaksi Afiliasi, dan sifat dari hubungan Afiliasi atas Transaksi Afiliasi yang dilakukan.

.
                              URAIAN MENGENAI TRANSAKSI AFILIASI


A. LATAR BELAKANG TRANSAKSI
Core Banking Perseroan sebelumnya dikelola oleh vendor pihak ketiga, yang menyebabkan:
1) Keterbatasan fleksibilitas strategis dan teknis bagi Perseroan dalam mengembangkan serta
   menyesuaikan sistem sesuai kebutuhan bisnis dan regulasi yang berlaku;
2) Ketergantungan pada vendor dalam hal keamanan, pembaruan sistem (updates), dan penanganan
   insiden;
3) Fleksibilitas yang terbatas dalam melakukan modifikasi sistem untuk memenuhi kebutuhan bisnis
   spesifik Perseroan dan/atau persyaratan regulasi OJK; dan
4) Adanya kemungkinan rendahnya prioritas dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi
   Perseroan karena vendor pihak ketiga harus melayani banyak klien secara bersamaan, sehingga
   kepentingan dan urgensi Perseroan tidak selalu menjadi prioritas utama.

B. TANGGAL TRANSAKSI
Tanggal Transaksi Afiliasi adalah tanggal 30 Juni 2026 sesuai dengan tanggal penandatanganan
Perjanjian NGS.

C. OBJEK TRANSAKSI
Objek Transaksi Afiliasi adalah Proyek Sistem Inti Baru dan Implementasinya serta Layanan Integrasi
Umum di Perseroan, dimana CCB Fintech Co., Ltd (“CCB Fintech”) akan menyediakan aplikasi yang akan
dipecah menjadi sub komponen bisnis yang terdiri dari 38 (tiga puluh delapan) komponen bisnis
termasuk diantaranya penyelesaian transaksi nasabah, perbankan elektronik, deposito, manajemen
informasi nasabah, dan sebagainya, yang melibatkan pengadaan perangkat lunak dengan lisensi yang
dimiliki oleh CCB Fintech dan pihak ketiga.

Dengan lingkup pekerjaan diantaranya:



                                                                                            Page 2 of 10
Page 10
-   Mobilisasi proyek, tata kelola proyek, dan penyusunan rencana kerja terpadu;
-   Penyediaan solusi perbankan dan pendukungnya, termasuk paket penyebaran komponen aplikasi
    spesifik, parameter instansiasi dasar;
-   Konfigurasi, kustomisasi, dan pengembangan yang berbeda yang diperlukan untuk memenuhi
    kebutuhan bisnis, persyaratan peraturan, dan praktik pasar lokal di Indonesia;
-   Desain dan implementasi integrasi dengan sistem yang disepakati/sistem pendukung/koneksi
    eksternal, termasuk namun tidak terbatas pada sistem nasabah, pembayaran & penyelesaian
    transaksi, saluran, pelaporan, dan treasuri;
-   Desain, pengembangan, dan implementasi migrasi data;
-   Pelaksanaan pengujian vendor internal, termasuk pengujian perakitan aplikasi/dukungan SIT,
    pengujian non-fungsional, pengujian keamanan, perbaikan cacat, dan dukungan UAT;
-   Dukungan untuk pengaturan model operasi aplikasi dan platform Perseroan, termasuk
    pembentukan desk layanan, pengaturan manajer tugas, dukungan lini pertama, dukungan aplikasi
    lini pertama, dan prosedur operasi serta transfer pengetahuan terkait;
-   Pelatihan pengguna, transfer pengetahuan, dan penyerahan buku petunjuk teknis dan operasional
    sistem kepada Perseroan;
-   Latihan produksi, dukungan cutover, dukungan go-live, stabilisasi, dan dukungan penerimaan
    hingga penyelesaian penandatanganan tahapan pencapaian; dan
-   3 (tiga) bulan dukungan pasca go-live kritis untuk lingkup terkait infrastruktur, termasuk dukungan
    integrasi infrastruktur, stabilisasi lingkungan, dukungan penerapan, pemecahan masalah, dan
    transfer kemampuan operasional infrastruktur ke Perseroan.

Proyek Sistem Inti Baru dan Implementasinya serta Layanan Integrasi Umum direncanakan go-live
dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal penandatanganan Perjanjian NGS.

D. NILAI TRANSAKSI
Nilai transaksi atas Objek Transaksi sejumlah RMB 16.490.000 (enam belas juta empat ratus sembilan
puluh ribu Renminbi) belum termasuk pajak yang berlaku yang dibebankan berdasarkan peraturan
perpajakan di negara Republik Indonesia.

E. PIHAK-PIHAK YANG MELAKUKAN TRANSAKSI DAN HUBUNGAN DENGAN PERUSAHAAN TERBUKA

Perseroan

Riwayat Singkat

Perseroan merupakan bank umum konvensional. Awalnya Perseroan didirikan pada tahun 1974
sebagai Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dengan nama “PT Multinational Finance Corporation”.
Pada tahun 1993, Perseroan bertransformasi menjadi bank umum dengan nama “PT Multicor Bank”
dan pada tahun 1995 berubah nama menjadi “PT Bank Multicor” dimana selanjutnya pada tahun 2007
berubah status menjadi perusahaan terbuka dengan nama “PT Bank Multicor Tbk”.

Pada tahun 2007, PT Bank Multicor Tbk melakukan penggabungan/merger dengan PT Bank Windu
Kentjana dimana nama perusahaan hasil penggabungan adalah “PT Bank Windu Kentjana International
Tbk”.

Selanjutnya, pada tahun 2016 PT Bank Windu Kentjana International Tbk melakukan
penggabungan/merger dengan PT Bank Antardaerah dengan nama perusahaan hasil penggabungan
adalah “PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk” (yang disingkat dengan CCB Indonesia) dan
terkait hal tersebut telah memperoleh penetapan penggunaan izin usaha berdasarkan Keputusan
Dewan Komisioner OJK No. 17/KDK.03.2016 tentang Penetapan Penggunaan Izin Usaha atas Nama PT


                                                                                            Page 3 of 10
Page 11
Bank Windu Kentjana International Tbk menjadi Izin Usaha atas Nama PT Bank China Construction Bank
Indonesia Tbk.

Pada tahun 2017, China Construction Bank Corporation mengambil porsi kepemilikan saham dalam
Perseroan sebesar 60% (enam puluh persen), dimana porsi ini tidak berubah hingga Keterbukaan
Informasi ini disampaikan.

Perseroan berkedudukan dan berkantor pusat di Gedung Sahid Sudirman Center, Lantai 15, Jalan
Jenderal Sudirman Kav. 86, Jakarta Pusat 10220.

Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan Akta Penegasan Pernyataan Keputusan Rapat PT Bank China Construction Bank Indonesia
Tbk Nomor 53 tanggal 21 Januari 2026, yang dibuat dihadapan Notaris Eliwaty Tjitra, Sarjana Hukum,
Notaris di Jakarta Barat, yang perubahan anggaran dasarnya telah diterima dan dicatatkan dalam
Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum Republik Indonesia (“Sisminbakum”)
berdasarkan Surat Nomor AHU-AH.01.03-0078395 tanggal 13 Februari 2026 dan perubahan datanya
telah diterima dan dicatat dalam dalam Sisminbakum berdasarkan Surat Nomor AHU-AH.01.09-
0133304 tanggal 20 Februari 2026, struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan
adalah sebagai berikut:


              Keterangan                      Jumlah Saham             Nilai Nominal    Persentase
                                                   (Lembar)                  (Rupiah)          (%)
              Modal Dasar                    60.000.000.000       60.000.000.000.000
 1. China Construction Bank Corporation      22.751.563.707        2.275.156.370.700       60,00%
 2. UOB Kay Hian Pte. Ltd                     3.112.832.456          311.283.245.600        8,21%
 3. Drs. Johnny Wiraatmadja                   2.631.113.705          263.111.370.500        6,94%
 4. Masyarakat                                9.424.220.646          942.422.064.600       24,85%
 Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh         37.919.730.514        3.791.973.051.400      100,00%
 Saham dalam Portepel                        22.080.269.486        2.208.026.948.600

Susunan Pengurus

Susunan Pengurus Perseroan berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk Nomor 33 tanggal 12 Juni 2026 yang dibuat oleh
Notaris Hendra Justin Fu, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta Barat, adalah
sebagai berikut:

Direksi
- Direktur Utama                      :   Jiang Yongdong
- Direktur                            :   Zhu Yong
- Direktur                            :   Junianto
- Direktur                            :   Andreas Herman Basuki
- Direktur                            :   Suryati Budiyanto


Dewan Komisaris
- Komisaris Utama                     : Wu Jianzheng
- Komisaris                           : Shen Huayu*
- Komisaris Independen                : Mohamad Hasan
- Komisaris Independen                  Yudo Sutanto, Nyoo


                                                                                               Page 4 of 10
Page 12
*berlaku efektif sejak mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian kemampuan
dan kepatutan (fit and proper test).

CCB Fintech

Riwayat Singkat

CCB Fintech merupakan perseroan yang bergerak di bidang diantaranya, pengembangan teknologi
(technology development), konsultasi teknologi (technology consulting)¸teknologi finansial (fintech),
penelitian dan pengembangan perangkat lunak, serta penyediaan solusi digital terintegrasi untuk
sektor keuangan yang beroperasi di China.

CCB Fintech merupakan badan hukum milik negara yang didirikan pada tahun 2018 di Shanghai,
Republik Rakyat Tiongkok. CCB Fintech merupakan perusahaan yang dikendalikan oleh CCB
Corporation dengan porsi kepemilikan sebesar 92,5% (sembilan puluh dua koma lima persen) saham.

CCB Fintech berkedudukan dan berkantor pusat di 99 Yincheng Road, Lantai 12 & 15, Shanghai Pilot
Free Trade Zone, China.

Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

                            Keterangan                             Jumlah    Jumlah Nominal    Kepemilikan
                                                                   Saham          (Rp)             (%)
 1.    CCBI Tenghui (Shanghai) Private Fund Management Co., Ltd.   160.000     1.600.000.000        92,50%
 2.    China Central Depository & Clearing Co., Ltd.                 4.324        43.243.243         2,50%
 3.    Shanghai Lianyin Venture Capital Co., Ltd.                    4.324        43.243.243         2,50%
 4.    CDB Capital Co., Ltd.                                         4.324        43.243.243         2,50%
      Jumlah Modal Saham ditempatkan dan disetor penuh             172.973     1.729.729.729       100,00%



F. SIFAT HUBUNGAN AFILIASI DARI PIHAK YANG MELAKUKAN TRANSAKSI DENGAN PERUSAHAAN
TERBUKA
Perseroan dan CCB Fintech memiliki hubungan afiliasi karena sama-sama dikendalikan oleh CCB
Corporation sebagai pemegang saham pengendali dengan struktur pengendalian berdasarkan
chart/bagan di bawah ini:




                                                                                                   Page 5 of 10
Page 13
CCB Indonesia dikendalikan secara langsung oleh CCB Corporation melalui kepemilikan saham
sejumlah 60% (enam puluh persen) atas total saham ditempatkan/disetor dalam CCB Indonesia.

CCB Fintech dikendalikan secara tidak langsung oleh CCB Corporation melalui CCBI Tenghui (Shanghai)
Private Fund Management Co., Ltd., yang memiliki kepemilikan saham secara langsung dalam CCB
Fintech sejumlah 92,5% (sembilan puluh dua koma lima persen) atas total saham ditempatkan/disetor
dalam CCB Fintech.



                    PIHAK INDEPENDEN YANG DITUNJUK DALAM TRANSAKSI
Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Ruky, Safrudin & Rekan (“KJPP RSR”) yang
memiliki Izin Usaha No 2.11.0095 berdasarkan Keputusan Kementerian Keuangan No 1131/KM.1/2011
tanggal 14 Oktober 2011 dan terdaftar sebagai Profesi Penunjang penilai publik dengan surat
Keputusan Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan No. KEP-795/KS.13/2026 tanggal 10 Juni 2026,
sebagai penilai independen sesuai dengan Perjanjian tentang Penilaian Aset TakBerwujud dan
Pendapat Kewajaran antara RSR dan Perseroan No. RSR/L/B/250226.01 tanggal 27 Februari 2026 untuk
melakukan penilaian aset takberwujud dan pendapat kewajaran atas Transaksi. Transaksi ini adalah
suatu transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam POJK No. 42/2020, dan oleh karena itu diharuskan
untuk mendapatkan Penilaian Kewajaran dari Penilai Independen.

A.     Ringkasan Laporan Penilaian Aset Tak Berwujud
       Berikut adalah ringkasan laporan penilaian Aset Takberwujud (ATB) sebagaimana tertuang
       dalam laporan No. 00060/2.0095-00/BS/07/0269/1/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026:
       (1) Objek Penilaian
            ATB Sistem Inti Perbankan dan Sistem Penunjangnya dengan tanggal penilaian per
            31 Desember 2025.
       (2) Tujuan Penilaian
            Untuk mengestimasi Nilai Pasar ATB Sistem Inti Perbankan dan Sistem Penunjangnya per
            31 Desember 2025 sehubungan dengan Transaksi, dalam rangka memenuhi ketentuan
            POJK 42/2020, dan tidak untuk menjadi dasar suatu rencana transaksi tertentu, serta tidak
            dimaksudkan untuk perbankan dan perpajakan.
       (3) Asumsi dan Kondisi Pembatas
            Laporan penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion berdasarkan penelaahan KJPP RSR
            atas dokumen-dokumen, data dan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan
            dan sumber lain yang dapat dipercaya keakuratannya.
            Laporan penilaian ini disusun dengan menggunakan proyeksi keuangan yang disiapkan
            oleh manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran proyeksi dan kemampuan
            pencapaiannya (fiduciary duty).
            KJPP RSR bertanggung jawab atas pelaksanaan analisis penilaian proyeksi keuangan yang
            telah disiapkan manajemen Perseroan. KJPP RSR bertanggung jawab atas opini yang
            dihasilkan dalam laporan penilaian.
            Laporan penilaian bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
            rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.




                                                                                           Page 6 of 10
Page 14
     (4) Pendekatan dan Metode Penilaian
         Untuk menentukan nilai pasar ATB, KJPP RSR mengaplikasikan pendekatan biaya dengan
         metode Biaya Pengganti Baru (Replacement Cost New).
     (5) Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
         Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan tanggal
         diterbitkannya laporan penilaian ini, terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi
         hasil penilaian secara signifikan.
          Berdasarkan analisis KJPP RSR, kejadian penting setelah tanggal penilaian di atas tidak
          memiliki dampak terhadap kesimpulan nilai per saham Pembeli yang akan digunakan
          untuk transaksi inbreng saham.
     (6) Kesimpulan Nilai
         Dengan menggunakan pendekatan aset, Nilai Pasar ATB Sistem Inti Perbankan dan Sistem
         Penunjangnya adalah sebesar Rp38.471.000.000,- (dibulatkan) (Tiga Puluh Delapan Miliar
         Empat Ratus Tujuh Puluh Satu Juta Rupiah)


B.   Ringkasan Laporan Pendapat Kewajaran
     Berikut adalah ringkasan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi sebagaimana tertuang
     dalam laporan No. 00061/2.0095-00/BS/07/0269/1/VI/2026 tanggal 26 Juni 2026:


     (1) Identitias Pihak
         Identitas Pihak yang terlibat dalam Transaksi ini adalah Perseroan selaku pihak yang
         menggunakan sistem inti perbankan dan sistem penunjangnya dan memberikan
         kompensasi, dan CCB Fintech selaku pihak yang menyediakan sistem inti perbankan dan
         sistem penunjangnya dan menerima kompensasi dari Perseroan.
     (2) Objek Penilaian (Pendapat Kewajaran)
         rencana Perseroan melakukan penggantian sistem inti perbankan dan sistem
         penunjangnya melalui pembelian dari pihak terafiliasi yaitu CCB Fintech.
     (3) Tujuan Penilaian (Pendapat Kewajaran)
         Tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini adalah untuk memberikan opini atas kewajaran
         rencana Perseroan melakukan penggantian sistem inti perbankan dan sistem
         penunjangnya melalui pembelian dari pihak terafiliasi yaitu CCB Fintech, sebagaimana
         didefinisikan dalam laporan ini dalam rangka memenuhi ketentuan POJK 42/2020, tidak
         untuk perpajakan, perbankan serta tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya.
     (4) Asumsi dan Kondisi Pembatas
         Laporan Pendapat Kewajaran bersifat non-disclaimer opinion, KJPP RSR telah melakukan
         penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan pendapat
         kewajaran, data dan informasi yang diperoleh berasal baik dari manajemen Perseroan
         maupun dari sumber lain yang dapat dipercaya keakuratannya.
         Laporan Pendapat Kewajaran disusun dengan menggunakan Proyeksi Keuangan yang
         disiapkan oleh manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran proyeksi dan
         kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).




                                                                                       Page 7 of 10
Page 15
                      KJPP RSR bertanggung jawab atas pelaksanaan analisis kewajaran proyeksi keuangan yang
                      telah disiapkan manajemen Perseroan. KJPP RSR bertanggung jawab atas opini yang
                      dihasilkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
                      Laporan Pendapat Kewajaran bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi
                      yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
                      KJPP RSR telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari
                      Perseroan.
           (5) Pendekatan dan Metode Penilaian
                      a. Analisa transaksi: identifikasi para pihak yang terlibat dalam transaksi, analisa atas
                         syarat dan ketentuan dari perjanjian-perjanjian dan analisa atas manfaat dan risiko dari
                         transaksi;
                      b. Analisa kualitatif: analisa atas latar belakang dari transaksi, penjelasan singkat dari
                         Perseroan dan kegiatan usaha, analisa industri, analisa operasional, prospek bisnis,
                         keuntungan dan kerugian dari transaksi;
                      c. Analisa kuantitatif: analisis kinerja historis, analisis proyeksi keuangan, analisis
                         proforma laporan keuangan dan analisis incremental;
                      d. Analisa atas faktor lain yang relevan,.
                      e. Analisa kewajaran harga transaksi;
           (6) Pendapat Kewajaran atas Transaksi
                      Dengan mempertimbangkan analisa kewajaran atas transaksi yang meliputi analisa
                      terhadap Transaksi, analisa kualitatif dan analisa kuantitatif, analisis atas kewajaran harga
                      transaksi serta faktor lain yang relevan, menurut pendapat KJPP RSR, transaksi ini adalah
                      Wajar.


                 DAMPAK TRANSAKSI TERHADAP KEADAAN KONDISI KEUANGAN PERSEROAN

Analisa terhadap Proforma Perseroan dilakukan berdasarkan Laporan Keuangan Proforma Perseroan
per 31 Desember 2025, yang telah disusun oleh Manajemen Perseroan.

Tabel Laporan Laba Rugi Proforma
                                                                                                      (dalam miliar Rupiah)
                                 Keterangan                 31 Desember 2025        Penyesuaian        31 Desember 2025
                                                                  Actual                                   Proforma
Pendapatan dan Beban Operasional
Pendapatan bunga                                                        2.180.379                 -                  2.180.379
Beban bunga                                                           (1.228.609)                 -                (1.228.609)
Pendapatan Bunga Bersih                                                   951.770                 -                    951.770
Pendapatan operasional lainnya                                            74.740                 -                      74.740
Beban operasional lainnya                                              (640.155)          (32.556)                   (672.711)
Pendapatan Operasional Bersih                                            386.355          (32.556)                    353.799
Pendapatan/(beban) bukan operasional - bersih
                                                                           7.018                 -                       7.018
Pendapatan bukan operasional beban bukan operasional
                                                                           (214)                 -                       (214)
Jumlah pendapatan/(beban) bukan operasional - bersih                       6.804                 -                       6.804
Laba Sebelum Pajak Penghasilan                                          393.159           (32.556)                    360.603
Beban pajak penghasilan                                                 (91.211)             7.551                    (83.660)
Laba Tahun Berjalan                                                      301.948          (25.005)                    276.943




                                                                                                                          Page 8 of 10
Page 16
Tabel Laporan Posisi Keuangan Proforma
                                                                                                                     (dalam miliar Rupiah)
                                                                    31 Desember 2025                                  31 Desember 2025
                                  Keterangan                                                   Penyesuaian
                                                                          Actual                                          Proforma
ASET
Kas                                                                              147.547               (32.556)                     114.991
Giro pada Bank Indonesia                                                       1.222.936                      -                   1.222.936
Giro pada bank lain
 Pihak berelasi                                                                   71.750                         -                   71.750
 Pihak ketiga                                                                   258.935                          -                  258.935
Cadangan kerugian penurunan nilai                                                 (236)                          -                    (236)
Neto                                                                            330.449                          -                  330.449
 Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain pihak ketiga                      667.032                          -                  667.032
Cadangan kerugian penurunan nilai                                                    (2)                         -                       (2)
Neto                                                                            667.030                          -                  667.030
Tagihan derivatif                                                                  2.427                         -                       2.427
Efek-efek                                                                      8.070.783                         -                8.070.783
Cadangan kerugian penurunan nilai                                                     (2)                        -                       (2)
Neto                                                                           8.070.781                         -                8.070.781
Tagihan akseptasi                                                                  3.172                         -                       3.172
Cadangan kerugian penurunan nilai                                                     (3)                        -                          (3)
Neto                                                                               3.169                         -                       3.169
Tagihan atas efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali                             -                     -                            -
Biaya dibayar di muka                                                             11.672                         -                   11.672
Kredit yang diberikan Pihak berelasi                                               4.211                         -                       4.211
Pihak ketiga                                                                  26.402.976                         -               26.402.976
Cadangan kerugian penurunan nilai                                              (268.605)                         -                (268.605)
Neto                                                                          26.138.582                         -               26.138.582
Pendapatan bunga yang masih akan diterima                                       155.389                          -                  155.389
Agunan yang diambil alih                                                          78.491                         -                   78.491
Aset tetap dan aset hak guna                                                    748.082                 32.556                      780.638
Goodwill                                                                        190.075                          -                  190.075
Aset pajak tangguhan                                                            130.773                          -                  130.773
Aset lain-lain                                                                  186.306                          -                  186.306
TOTAL ASET                                                                   38.083.709                          -               38.083.709



                                                                    31 Desember 2025                                  31 Desember 2025
                                  Keterangan                                                   Penyesuaian
                                                                          Actual                                          Proforma

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas segera                                                                23.453                      -                       23.453
Liabilitas derivatif                                                              1.321                      -                           1.321
Liabilitas akseptasi                                                              3.172                      -                           3.172
Simpanan dari nasabah Pihak berelasi                                             71.233                      -                       71.233
Pihak ketiga                                                                 28.594.779                      -                    28.594.779
Simpanan dari bank lain Pihak berelasi                                              805                      -                             805
Pihak ketiga                                                                  1.692.837                      -                     1.692.837
Bunga yang masih harus dibayar                                                   59.973                      -                       59.973
Liabilitas atas efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali              169.393                       -                      169.393
Pinjaman yang diterima                                                           16.695                      -                       16.695
Utang pajak                                                                      33.655                      -                       33.655
Provisi                                                                          55.035                      -                       55.035
Surat berharga subordinasi                                                             -                     -                                -
Liabilitas imbalan kerja karyawan                                              175.329                       -                      175.329
Liabilitas lain-lain                                                             40.511                      -                       40.511
TOTAL LIABILITAS                                                             30.938.191                      -                    30.938.191

EKUITAS
Modal saham                                                                   3.791.973                      -                     3.791.973
Tambahan modal disetor                                                        1.267.378                      -                     1.267.378
Penghasilan komprehensif lain                                                  363.130                       -                      363.130




                                                                                                                                         Page 9 of 10
Page 17
Saldo laba telah ditentukan penggunaannya                                 6.000             -       6.000
Belum ditentukan penggunaannya                                         1.717.037            -    1.717.037
TOTAL EKUITAS                                                          7.145.518            -    7.145.518
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                          38.083.709            -   38.083.709




        PENJELASAN, PERTIMBANGAN DAN ALASAN DILAKUKANNYA TRANSAKSI DIBANDINGKAN
       DENGAN APABILA DILAKUKAN TRANSAKSI SEJENIS DENGAN PIHAK YANG TIDAK TERAFILIASI


Saat ini Perseroan masih menggunakan Core Banking System dengan model managed service dan
masih ditemukan sejumlah isu. Selain itu, seiring dengan bertambahnya skala bisnis, kompleksitas
layanan, tuntutan untuk keamanan, serta fleksibilitas teknologi, model managed service mulai
menunjukkan keterbatasan tertentu. Untuk itu, Perseroan memandang perlu dilakukannya
transformasi sistem core banking dari model managed service menjadi on-premise.

Transformasi core banking dari model managed service ke infrastruktur on-premise merupakan
langkah strategis yang bertujuan untuk memperkuat posisi institusi dalam pengelolaan teknologi,
menjaga daya saing, serta membangun pondasi kemandirian Perseroan dalam waktu jangka panjang.

Dalam rangka meningkatkan keamanan dan kemandirian digital, Perseroan berencana melakukan
penggantian sistem inti perbankan dan sistem penunjangnya dari pihak terafiliasi yaitu CCB Fintech.



                                       PERNYATAAN DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS
Direksi Perseroan menyatakan bahwa Transaksi ini telah melalui prosedur Transaksi Afiliasi.

Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama
menyatakan bahwa:
 (1) Transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK
     42/2020 dan bukan merupakan Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
     Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
     Kegiatan Usaha; dan
 (2) Seluruh informasi/fakta material telah diungkapkan seluruhnya dalam Keterbukaan Informasi ini
     adalah benar dan tidak ada informasi penting atau fakta material lainnya yang tidak dikemukakan
     yang dapat menyebabkan informasi tersebut menjadi tidak benar dan/atau menyesatkan.


                                                         Jakarta, 30 Juni 2026
                                            PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk
                                                                Direksi




                                                                                                  Page 10 of 10

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.02 MB
Published2 Jul 2026
Pages17
Characters54,852
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 38 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org CCB Fintech p.1 ×33
linked person Jiang Yongdong · Direktur Utama p.3 ×2
linked person Zhu Yong · Direktur p.3 ×2
linked person Andreas Herman Basuki · Direktur p.3 ×2
linked person Suryati Budiyanto · Direktur p.3 ×2
linked person Wu Jianzheng · Komisaris Utama p.3 ×2
linked person Yudo Sutanto, Nyoo · Komisaris Independen p.3 ×3
linked person Mohamad Hasan - Komisaris Independen p.11 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×7
possible org Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
possible org negara Republik Indonesia p.2 ×2
possible person Junianto · Direktur p.3
possible org UOB Kay Hian Pte. Ltd p.11
unresolved org Bank Indonesia p.1 ×24
unresolved org PT Multinational Finance Corporation p.2 ×2
unresolved org PT Multicor Bank p.2 ×2
unresolved org Bank Multicor Tbk p.2 ×10
unresolved org PT Bank Windu Kentjana p.2 ×2
unresolved org Bank Windu Kentjana International Tbk p.2 ×10
unresolved org PT Bank Windu Kentjana Internationa p.2
unresolved org PT Bank Antardaerah p.2 ×2
unresolved org China Construction Bank Corporation p.2 ×4
unresolved org Kementerian Hukum Republik Indonesia p.2 ×2
unresolved org UOBKayHianPte. Ltd p.3
unresolved person Drs. Johnny Wiraatmadja p.3 ×2
unresolved person Shen Huayu · Komisaris p.3
unresolved org CCB Corporation p.3 ×8
unresolved org Private Fund Management Co., Ltd. p.4 ×4
unresolved org Clearing Co., Ltd. p.4 ×2
unresolved org Shanghai Lianyin Venture Capital Co., Ltd. p.4 ×2
unresolved org CDB Capital Co., Ltd. p.4 ×2
unresolved org Safrudin & Rekan p.4 ×2
unresolved org KJPP RSR p.4 ×22
unresolved org Kementerian Keuangan p.4 ×2
unresolved org KJPP RSR No. CCBI p.4
unresolved person Andreas Basuki · Direktur | Direktur Kepatuhan p.7
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Ruky p.13

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.500 4618 ms 12 Sep 2026 21:54
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None, 'category': 'OTHER', 'description': 'AFILIASI'}],
 'currency': 'RMB',
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'AFILIASI',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2025-12-31',
 'value': '16490000'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result