Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 83
Page 1
Page 1 of 83
CHECKLIST PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN UNTUK SELURUH
INDUSTRI DI PASAR MODAL DI INDONESIA
Petunjuk Pengisian Checklist:
1. Seluruh Emiten dan Perusahaan Publik harus menggunakan Checklist Pengungkapan Laporan Keuangan ini, kecuali Emiten dan Perusahaan Publik
No. VIII.G.17).
yang merupakan Perusahaan Efek. Setiap Perusahaan Efek harus menggunakan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (Peraturan
'Ada'
2. Tanda (v') diisi pada kolom apabila Emiten/Perusahaan Publik telah memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan dan
'Keterangan‘
selanjutnya pada kolom ditambahkan cross reference ke nomor catatan atas Iaporan keuangan.
'Tidak
3. Apabila Emiten/Perusahaan Publik tidak memenuhi persyaratan pengungkapan yang diharuskan maka tanda v') diisi pada kolom
Ada' dengan menambahkan keterangan alasannya pada kolom keterangan.
4. Apabiia Emiten/Perusahaan Publik tidak memiliki pos—pos tertentu sehingga tidak wajib memenuhi persyaratan pengungkapan yang ada maka
'N/A'.
tanda (v') diisi pada kolom
5. Checklist ini wajib ditandatangani oleh Direktur yang membawahi akuntansi dan keuangan dan Akuntan (untuk Iaporan keuangan audited).
Data Umum
Nama Emiten/Perusahaan Publik PT Global Digital Niaga Tbk.
Bidang Usaha perdagangan barang melalui jaringan media
elektronika (iasa e—commerce)
Jenis penawaran umum
Maret 2025 Maret 2024 2024
- Purwantono,
Nama Kantor Akuntan Publik
Sungkoro & Surja
- Daniel Amdhani
Nama Partner Judistira, CPA
- Wajartanpa
Opini Akuntan
modifikasian
Catatan tentang Opini (jika ada)
* disesuaikan dengan periode penyajian laporan keuangan.
Page 2
Page 2 of 83
Ya Tidak
Pemenuhan Peraturan No.VIII.G.11 Tentang
“Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan" V
“Independensi
Pemenuhan Peraturan N0.VIII.A.2 tentang
Akuntan Yang Memberikan Jasa Audit di Pasar Modal” V
Data Keuangan Penting (dalam Jutaan Rupiah)
Periode Iaporan keuangan 31—03-2025 3l-03-2024 31-12-2024
Laba Rugi Komprehensif (dalam jutaan rupiah)
Laba (rugi) bruto
Laba (rugi) usaha/operasional (624.782)
(511.208)
Laba (rugi) BerSih periode berjalan (696.059)
Laba (rugi) komprehensif (636.173) (695.382)
Laba (rugi) Per saham (dasar)(dalam satuan Rupiah)
Laba Per saham (dilusian)
Laporan Posisi keuangan (dalam jutaan rupiah)
Jumlah Aset 17.698.277
Jumlah Aset Lancar
Jumlah Aset Tidak Lancar
Jumlah Liabilitas 8.519.486
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 7.247.011
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 1.272.475
Jumlah Ekuitas
Modal Disetor
Tambahan Modal Disetor
Uang Muka Setoran Modal
Selisih transaksi dengan kepentingan non pengendali (670.634)
Saldo Laba (rugi) (26.664.030)
Page 3
Page 3 of 83
Penghasilan komprehensif lain
Ekuitas entitas yang bergabung
Selisih kurs penjabaran Iaporan keuangan
Proforma kepentingan nonpengendali dari entitas yang
bergabung
Kepentingan nonpengendali
Rasio Keuangan*
*dapat disesuaikan berdasarkan industrinya
Catatan:
1. Pengungkapan yang dipersyaratkan untuk masing-masing pos wajib diungkapkan seluruhnya, kecuali pengungkapan tersebut tidak relevan
atau tidak dapat diterapkan pada Emiten atau Perusahaan Publik. Emiten atau Perusahaan Publik wajib menyesuaikan pengungkapan sesuai
dengan karakteristik industri apabila pengungkapan tersebut dipersyaratkan oleh SAK atau relevan untuk memahami Iaporan keuangan
Emiten atau Perusahaan Publik.
Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan Perusahaan Efek tidak mengacu pada checklist ini, namun mengikuti peraturan Bapepam—LK
No VIII.G.17 tentang Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek.
Laporan Keuangan Terdm darl.
1 Laporan posisi keuangan pada akhir periode x/
2 Laporan laba rugi komprehensif selama periode x/
3 Laporan perubahan ekuitas selama periode x/
4 Laporan arus kas selama periode x/
5 Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan saat
Perusahaan menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau
membuat penyajian kembali pos-pos Iaporan keuangan atau ketika
w/
Perusahaan mereklasifikasi pos-pos dalam Iaporan keuangannya.
6 Catatan atas Laporan Keuangan
W H‘GMW WNWH"H‘W£§%$WHW
Ketentuan Umum
Page 4
Page 4 of 83
Perusahaan waJIb menyaJIkan catatan atas Iaporan keuangan dengan urutan sebagal
berikut:
Catatan 1 atas LK
a. gambaran umum Perusahaan;
b. dasar penyusunan Iaporan keuangan dan ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan yang Catatan 2 dan catatan 3 atas
diterapkan; LK
c. informasi tambahan untuk pos-pos yang disajikan dalam laporan posisi keuangan,
Catatan 39 atas LK
laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas,
sesuai dengan urutan penyajian laporan dan penyajian masing<masing pos; clan
d. pengungkapan lainnya yang antara lain meliputi:
1) informasi yang dipersyaratkan oleh SAK yang tidak disajikan di bagian manapun Catatan 33 atas LK
dalam laporan keuangan; clan
2) informaSi yang tidak disajikan di bagian manapun dalam Iaporan keuangan, tetapi
informasi tersebut relevan untuk memahami Iaporan keuangan.
Perusahaan wajib menyatakan dalam bentuk nilai atau persentase untuk menjelaskan
“sebagian”.
adanya bagian dari suatu jumlah, tidak menggunakan kata
Perusahaan wajib mengungkapkan dalam penjelasan masing-masing p05 mengenai Aset Catatan 9, 16 atas LK
yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan.
Dalam hal Aset Perusahaan diasuransikan, wajib diungkapkan jenis dan nilai aset yang Catatan 9, 12 atas LK
diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan risiko yang ditutup serta pendapat
manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib
diungkapkan alasannya.
Unsur—unsur Catatan Atas Laporan Keuangan
Gambaran Umum Perusahaan
Hal-hal yang harus diungkapkan, antara Iain:
Pendirian perusahaan
Catatan 1.a atas LK
1) Riwayat ringkas perusahaan;
2) Nomor dan tanggal akta pendirian serta perubahan terakhir, pengesahan dari instansi yang Catatan 1.a atas LK
berwenang, clan nomor serta tanggal Berita Negara;
3) Kegiatan usaha sesuai anggaran dasar Perusahaan dan yang sedang dijalankan Catatan 1.a atas LK
pada periode pelaporan;
Catatan 1.a atas LK
4) Tempat kedudukan perusahaan dan lokasi utama kegiatan usaha;
5) Tanggal mulai beroperasinya perusahaan secara komersial. Dalam hal perusahaan
Catatan 1.a atas LK
melakukan ekspansi atau perampingan usaha secara signifikan pada periode laporan
yang disajikan, wajib disebutkan saat dimulainya operasi komersial dari ekspansi atau
Page 5
Page 5 of 83
perampmgan usaha dan kapaSItas produksmya; dan
6) Nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir dalam kelompok usaha (ultimate Catatan 1.a atas LK
parent of the group). Dalam hal tidak dapat diungkapkan, wajib disebutkan alasannya.
7) Khusus Industri Media
V
Penjelasan rinci tentang Perizinan yang dimiliki.
8) Khusus Industri Jalan Tol
Peraturan perundangan atau keputusan pemerintah yang mendasari penyelenggaraan x/
jalan tol tersebut.
9) Khusus untuk Asuransi dan Pembiayaan
x/
Izin bidang usaha dari Menteri Keuangan atau Otoritas yang berwenang.
10) Khusus untuk Industri Perbankan
Izin usaha sebagai bank umum, sebagai bank devisa (jika ada), serta izin x/
untuk menjalankan kegiatan berdasarkan prinsip syariah (jika ada).
11) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi dan Pertambangan Umum
Area Eksplorasi dan Eksploitasi/Pengembangan.
Penjelasan mengenai area eksplorasi dan eksploitasi Perseroan meliputi :
a) Area Eksplorasi, meliputi:
o Nama lokasi; \/
t Nama pemilik izin lokasi; x/
x/
o Tanggal perolehan izin ekplorasi serta tanggal jatuh temponya;
o Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik izin lokasi; dan v
o Jumlah biaya eksplorasi yang telah dibukukan sebagai Aset Minyak dan Gas
Bumi per tanggal Laporan Posisi Keuangan;
b) Area Eksploitasi/Pengembangan meliputi:
o Nama lokasi; V
- Nama pemilik ijin lokasi; v
o Tanggal perolehan ijin eksploitasi serta tanggal jatuh temponya; v
o Persentasi kepemilikan saham Perseroan pada perusahaan pemilik ijin lokasi;
v
o Jumlah Cadangan Terbukti (P1), keterangan tentang pihak yang
melakukan sertifikasi, dan tanggal sertifikasi;
v
V
o Jumlah produksi pada tahun berjalan; dan
a Akumulasi jumlah produksi sejak awal kegiatan eksploitasi/pengembangan \/
oleh Perseroan hingga tanggal !aporan posisi keuangan.
Page 6
Page 6 of 83
12) Khusus Industri Kehutanan
Yang harus diungkapkan antara Iain:
x/
a) pelaksanaan kegiatan pengusahaan hutan; x/
b) rincian luas areal sisa hutan yang belum dikelola selama masa sisa manfaat HPH; dan x/
c) sisa umur HPH. x/
b. Penawaran Umum Efek, yang harus diungkapkan antara Iain:
Catatan 1.b atas LK
1) Tanggal dan/atau nomor surat efektif penawaran umum, termasuk penawaran Efek V
yang diterbitkan di Iuar Indonesia;
2) Jenis dan jumlah Efek yang ditawarkan;
‘/ Catatan 1.b atas LK
V Catatan 1.b atas LK
3) Bursa tempat Efek dicatatkan; dan
4) Tindakan perusahaan yang dapat mempengaruhi jumlah Efek yang diterbitkan (corporate
\/ Catatan 1.b atas LK
action) sejak penawaran umum perdana sampai dengan periode pelaporan terakhir.
c. Struktur Perusahaan, entitas anak, dan Entitas Bertujuan Khusus
(EBK) Yang harus diungkapkan antara lain:
1) Nama entitas anak dan/atau EBK yang dikendalikan baik secara langsung maupun \/ Catatan Lc atas LK
tidak Iangsung;
2) Tempat kedudukan;
x/ Catatan 1.c atas LK
3) Jenis usaha;
x/ Catatan 1.c atas LK
4) Tahun beroperasi secara komersial;
x/ Catatan 1.c atas LK
5) Persentase kepemilikan dan proporsi hak suara (jika berbeda);
\/ Catatan 11c atas LK
6) Total Aset; dan
x/ Catatan 1.c atas LK
7) Informasi penting Iainnya antara Iain:
\/
a) sifat hubungan antara entitas induk dan entitas anak, apabila entitas induk tidak
memiliki baik langsung maupun tidak langsung melalui entitas anak, lebih dari
50% (lima puluh perseratus) hak suara yang sah;
b) alasan mengapa kepemilikan baik langsung maupun tidak langsung Iebih dari 50%
(lima puluh perseratus) hak suara atau hak Suara potensial atas investee tidak diikuti x/
dengan pengendalian;
c) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak apabila laporan keuangan
Page 7
Page 7 of 83
tersebut digunakan untuk menyusun [aporan keuangan konsohdasran dan tanggal atau
x/
periode berbeda dari tanggal laporan keuangan entitas induk, dan alasan menggunakan
tanggal atau periode yang berbeda;
d) sifat dan [uas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak
untuk mentransfer dana ke entitas induk dalam bentuk dividen tunai, atau \/
pembayaran kembali pinjaman atau uang muka;
e) suatu rincian yang menunjukkan dampak setiap perubahan bagian kepemilikan
entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya Pengendalian
ata5 ekuitas yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk; dan x/
f) dalam hal hilangnya Pengendalian atas entitas anak, maka entitas induk
harus mengungkapkan:
(1) keuntungan atau kerugian (jika ada) yang diakui dari hilangnya Pengendalian, dan x/
porsi dari keuntungan atau kerugian yang dapat diatribusikan pada pengakuan
sisa investasi pada entitas anak terdahulu dengan Nilai Wajar pada tanggal
hilangnya Pengendalian;
(2) jumlah persentase kepemiiikan yang dilepaskan; v
(3) jumlah harga yang diterima; V
x/
(4) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas;
(5) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis Iainnya V
dimana Pengendalian dilepaskan; dan
(6) jumlah Aset dan Liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis v
lainnya dimana Pengendalian dilepaskan, yang diikhtisarkan berdasarkan kategori
utamanya.
d. Karyawan, direksi, komisaris, dan komite
audit Yang harus diungkapkan antara Iain:
V Catatan 1.d atas LK
1) Nama dan jabatan untuk masing—masing anggota direksi, dewan komisaris, dan
komite audit;
x/ Catatan 1.d atas LK
2) Cakupan manajemen kunci; dan
3) Jumlah karyawan tetap pada masing—masing akhir periode atau rata—rata jumlah karyawan
Catatan 1.d atas LK
tetap selama periode yang bersangkutan, secara konsolidasi untuk Perusahaan dan entitas V
anak)
e. Penerbitan Laporan Keuangan
V Catatan 1.e atas LK
1) Tanggal laporan keuangan diotorisasi untukterbit; dan
Page 8
Page 8 of 83
“ ‘EHH‘ ‘””“"‘\W%§
otorisasi [aporan keuangan,
2. Ikhtisar Kebijakan Ak
Dalam bagian ini harus diungkapkan hal-hal sebaga’ berikut:
a. Pernyataan kepatuhan terhadap SAK
Pernyataan ini merupakan pernyataan bahwa aporan keuangan telah disusun dan \/ Catatan 2.a atas LK
disajikan sesuai dengan SAK.
b. Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan
1) Dasar pengukuran Iaporan keuangan yaitu berdasarkan biaya historis (historical cost), Catatan 2.a atas LK
biaya perolehan kini (current cost), nilai realisasi neto (net realizable value), Nilai Wajar V
(fair value) atau jumlah yang dapat dipulihkan berdasarkan SAK yang berlaku.
Z) Dasar penyusunan laporan keuangan, yaitu dasar akrual, kecuali untuk laporan arus kas. \/ Catatan 2.a atas LK
3) Mata uang fungsional dan mata uang penyajian yang digunakan, meliputi:
x/ Catatan 2.a atas LK
a) mata uang fungsional Perusahaan dan entitas anak;
b) fakta dan alasan perubahan, apabila terdapat perubahan mata uang
fungsional Perusahaan maupun kegiatan usaha asing yang signifikan; dan x/
c) alasan perubahan mata uang penyajian (jika ada). V
4) Alasan perubahan periode pelaporan (jika ada).
‘/
c. Penggunaan Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Signifikan oleh Manajemen
1) Perusahaan harus mengungkapkan dalam ikhtisar kebijakan akuntansi Signifikan atau
bagian lain dari catatan atas laporan keuangan, pertimbangan yang telah dibuat
\l V Catatan 3 atas LK
manajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi dan memiliki dampak yang
paling Signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan;
2) Perusahaan harus mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat mengenai
Catatan 3 atas LK
masa depan, dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode
x/
pelaporan, yang memiliki risiko Signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material
terhadap jumlah tercatat Aset dan Liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya; dan
3) Berkaitan dengan Aset dan Liabilitas sebagaimana dimaksud dalam angka 2), catatan
Catatan 3 atas LK
atas laporan keuangan memasukkan rincian atas sifat dan jumlah tercatat pada akhir w/
periode pelaporan.
d. Kebijakan Akuntansi Tertentu
Page 9
Page 9 of 83
‘
relevan untuk memahami Iaporan keuangan. Kebijakan akuntansi tertentu meliputi, tetapi
tidak terbatas pada hal—hal 5ebagai berikut:
1) Prinsip-prinsip konsolidasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ruang lingkup Laporan Keuangan Konsolidasian, yang meliputi pos—pos entitas
induk dan entitas anak; v Catatan 2.c atas LK
b) dasar dan kapan suatu entitas anak dikonsolidasikan ke dalam laporan ‘/ Catatan 2.c atas LK
keuangan entitas induk;
x/
c) kebijakan akuntansi sehubungan dengan perubahan kepemilikan tanpa Catatan 2.c atas LK
kehilangan Pengendalian atas entitas anak;
\/ Catatan 2.c atas LK
d) kebijakan akuntansi sehubungan dengan kehilangan Pengendahan atas entitasanak;
e) kebijakan akuntansi sehubungan dengan pencatatan dan penyajian x/ Catatan 2.c atas LK
kepentingan nonpengendaH; dan
f) pernyataan bahwa saldo pos dan transaksi material antar entitas yang x/ Catatan 2.c atas LK
dikonsolidasi telah dieliminasi.
2) Kombinasi bisnis
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) metode yang digunakan dalam kombinasi bisnis, termasuk metode yang x/ Catatan 2.e atas LK
digunakan untuk mengukur kepentingan nonpengendali;
\/ Catatan 2.e atas LK
b) pengakuan awal untuk goodwill;
c) pengukuran setelah pengakuan awal untuk goodwi/I; dan \/ Catatan 2.e atas LK
d) kebijakan lainnya yang relevan terkait dengan kombinasi bisnis yang
ada di Perusahaan, antara lain:
(1) pembelian dengan diskon; \/
(2) akuisisi secara bertahap; dan ‘/
\/
(3) imbalan kontinjensi.
3) Kas dan setara kas;
V Catatan Z.g atas LK
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan dalam menentukan komponen kas dan
setara kas.
4) Instrumen Keuangan
a) Instrumen Keuangan selain Sukuk
Page 10
Page 10 of 83
Yang harus duela5kan antara Ial
1) pengakuan awal instrumen keuangan setiap kategori, termasuk perlakuan atas
\/ Catatan Z.h atas LK
biaya transaksi;
2) pengukuran setelah pengakuan awal instrumen keuangan setiap kategori; \/ Catatan 2.h atas LK
3) ketentuan saling hapus dari instrumen keuangan; w/ Catatan 2.h atas LK
4) metode yang digunakan untuk menentukan Nilai Wajar instrumen keuangan; \/ Catatan 2.h atas LK
5) metode perhitungan yang digunakan untuk menentukan penurunan nilai dari x/ Catatan 2.h atas LK
aset keuangan;
6) ketentuan penghentian pengakuan instrumen keuangan; w/ Catatan 2.h atas LK
7) khusus instrumen keuangan derivatif dan akuntansi lindung nilai, selain penjelasan
sebagaimana dimaksud dalam angka (1), angka (2), angka (3), angka
(4), angka (5), dan angka (6), wajib ditambahkan penjelasan mengenai;
a. ketentuan pemenuhan kriteria akuntansi lindung nilai; V
b. klasifikasi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilai atas x/
instrumen keuangan derivatif; dan
c. perlakuan akuntansi lindung nilai untuk tujuan akuntansi lindung nilai.
b) Investasi pada Sukuk
Yang harus dijelaskan antara lain:
klasifikasi dan reklasifikasi investasi pada Sukuk; \/
(1)
(2) pengakuan awal Sukuk; x/
(3) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk; x/
(4) Penyajian pendapatan sukuk; dan \/
(5) penyajian amortisasi biaya transaksi. w/
c) Sukuk yang diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) pengakuan awal Sukuk;
x/
(2) pengukuran setelah pengakuan awal Sukuk; x/
(3) biaya transaksi penerbitan Sukuk; \/
(4) posisi penyajian Sukuk; dan \/
(5) akad syariah yang digunakan. x/
5) Khusus Industri Perbankan
\/
a) Giro Wajib Minimum
Page 11
Page 11 of 83
Yang harus dIJelaskan antara la1n ketentuan mengenal Jumlah giro waJIb mlnlmum.
b) Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain v
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Giro pada Bank Indonesia dan Bank
Lain.
c) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian Penempatan pada Bank \/
Indonesia dan Bank Lain.
6) Piutang Reverse Repo
Yang harus dijelaskan antara lain unsur—unsur Piutang Reverse Repo, metode x/
pencatatan dan pengukurannya.
7) Khusus Industri Perbankan
Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kelompok obligasi rekapitalisasi yang dimiliki; x/
b) Pengakuan nilai pada investasi untuk setiap kelompok Obligasi Rekapitalisasi
Pemerintah;dan x/
c) Dasar penyajian efek—efek dalam laporan keuangan. x/
8) Khusus Industri Perbankan
a) Kredit
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Penjelasan ems masing-masing jenis kredit yang diben‘kan;
‘/
(2) Dasar penyajian atas kredit; ‘/
(3) Kebijakan manajemen dan pelaksanaan pengendaHan risiko portofoho kredit;
v
‘/
(4) Perlakuan akuntansi untuk kredit yang dibeli dari BPPN (jika ada); dan
(5) Kebijakan bank akan agunan kredit. V
b) Tagihan/Kewajiban Akseptasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian atas tagihan/kewajiban akseptasii v
c) Agunan yang Diambil Alih
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar peniiaian dan penyajian;
x/
(2) Periakuan akuntansi atas niiai reaiisasi piutang/pernbiayaan yang diberikan x/
dengan saido piutang/pembiayaan yang tidak dapat ditagih; dan
(3) Perlakuan akuntansi atas keuntungan (kerugian) dari realisasi penjuaian agunan.
Page 12
Page 12 of 83
Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penyajian piutang pembiayaan konsumen; dan .‘/
b) Dasar penilaian aset jika perusahaan menarik kembali aset pembiayaan
konsumen dari konsumennya. v
10) Anjak Piutang
Yang harus dijelaskan antara Iain:
a) Jenis transaksi anjak piutang (dengan recourse atau tanpa recourse);
b) Penyajian transaksi anjak piutang; \/
\/
c) Perlakuan akuntansi atas perbedaan antara harga pengalihan dan jumlah \/
bersih piutang dialihkan; dan
d) Perlakuan terhadap kegagalan atas tagihan anjak piutang(ditagihkan kembali ke w/
klien atau ditanggung oleh perusahaan).
11) Sewa
Yang harus dijelaskan antara lain:
x
x/
a) kebijakan penentuan suatu perjanjian mengandung suatu sewa; Catatan 2.m atas LK
b) kebijakan penentuarl suatg sewa merupakan _sewa pembiayaan atau sewa operasi; dan Catatan 2.m atas LK
c) kebIJakan akuntansu apabl|a Perusahaan bertlndak sebagau lessee dan/atau lessor. Catatan 2.m atas LK
12) Persediaan :
Catatan 2‘j atas LK
yang harus dijelaskan antara lain mengenai kebijakan akuntansi yang x/
digunakan dan rumusan biaya yang digunakan.
a) Khusus Industri Kehutanan HTI
Dalam Pengembangan Yang
harus dijelaskan antara lain:
Beban—beban yang dikapitalisasi, antara lain: kewajiban kepada negara,
pemeliharaan sarana dan pra—sarana. x/
HTI Siap Panen
Yang harus dijelaskan antara lain:
Biaya perolehan, mutasi pembebanan ke biaya produksi.
Page 13
Page 13 of 83
b) Khusus Industr Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Dasar klasifikasi untukjenis tanaman sebagai per5ediaan, tanaman
x/
belum menghasilkan, atau tanaman telah menghasilkan;
(2) Dasar penilaian dan pengukuran; \/
(3) Kebijakan akuntansi reklasifikasi tanaman belum menghasnkan ke tanaman \/
telah menghasilkan;
(4) Metode penyusutan dan masa manfaat tanaman yang disusutkan; dan x/
(5) Kebijakan akuntansi biaya pinjaman. x/
c) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Hewan ternak telah menghasiikan :
(a) Metode penilaian; x/
(b) Metode amortisaSi (deplesi); dan x/
(c) Cadangan kematian atau metode penghapusan langsung, jika ada. \/
(2) Hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) :
(a) Metode penilaian; dan
(b) Perkiraan Waktu yang dibutuhkan untuk dapat berpindah menjadi x/
hewan ternak telah menghasilkan. x/
13) Aset Tetap:
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Aset Tetap; \/ Catatan 2.k atas LK
b) pengukuran setelah pengakuan awal Asei Tetap; \/ Catatan 2.k atas LK
c) pengelompokan Aset Tetap; x/ Catatan 2.k atas LK
d) metode penyusutan yang digunakan; x/ Catatan 2.k atas LK
kapitalisasi biaya yang terkait dengan Aset Tetap; x/ Catatan 2.k atas LK
e)
Catatan 2.k atas LK
f) estimasi umur manfaat dan tarif penyusutan; x/ Catatan 2.k atas LK
g) penghentian pengakuan; x/
h) nilai residu; dan V
i) pernyataan bahwa manajemen telah mengkaji ulang atas estimasi umur ekonomis, V
metode penyusutan, dan nilai residu pada setiap akhir periode pelaporan.
Page 14
Page 14 of 83
14) Investas pada Ent as Asos as
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang digunakan untuk mencatat investasi pada ‘/ Catatan 2.p atas LK
asosmsu.
15) Bagian parti pasi dalarn Ventura Bersama
Yang hams dijelaskan antara lain metode vang digunakan untuk mencatat bagian \/
partisipasi dalam Ventura Bersama.
16) Pola Kerjasama
Yang harus dijelaskan antara lain:
Kriteria dari bentuk kerjasama;
\/
a) w/
b) Kebijakan akuntansi untuk setiap jenis aset dan liabilitas yang timbul; dan w/
c) Sistem pembagian hasil, jika ada.
17) Aset Tak Berwujud
Yang harus dijelaskan antara lain :
Catatan 2.l atas LK
a) pengakuan awal Aset Tak berwujud; \/
Catatan 2.l atas LK
x/
b) pengukuran setelah pengakuan awal Aset Tak berwujucl; Catatan 2.l atas LK
x/
c) umur manfaat tidak terbatas atau terbatas, dan apabila umur manfaat
terbatas, diungkapkan tarif amortisasi yang digunakan dan umur manfaatnya; .‘/ Catatan 2.l atas LK
d) sumber telj‘adinya Aset Tak berwujud;
e) metode amortisasi yang digunakan; V Catatan 2.l atas LK
f) penghentian pengakuan Aset Tak berwujud; dan V Catatan 2.] atas LK
g) riset dan pengembangan (jika ada).
x/
18) Aset tidak lancar atau kelompok Lepasan yang dimiliki untuk dijual
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) kebijakan tentang peristiwa dan kondisi Suatu aset tidak lancar dildasifikasikan x/
sebagai aset yang dimiliki untuk dijual; dan
x/
b) pengukuran aset tidak lancar atau kelompok lepaSan yang dimiliki untuk dijuaL
19) Properti Investasi :
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) pengakuan awal Properti Investasi; x/
b) pengukuran setelah pengakuan awal Properti Investasi; x/
c) metode penyusutan yang digunakan, khusus untuk model biaya; x/
d) estimasi umur manfaat dan/atau tarif penyusutan untuk model biaya; dan x/
e) penghentian pengakuan Properti Investasi. x/
Page 15
Page 15 of 83
20) Khusus Indust Gas dan M nyak
Bumi Aset Minyak dan Gas Bumi
Yang harus dijelaskan antara Iain:
a) Dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat bruto; .‘/
b) Kriteria kapitalisasi biaya, penurunan nilai (impairment) dan penilaian kembali aset ‘/
(revaluasi);
c)
d)
Metode penyusutan dan amortisasi yang digunakan;
Masa manfaat atau tarif penyusutan dan amortisasi yang digunakan; dan
vx/
e) Pertanggungan Asuransi. \/
21) Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan peristiwa dan kondisi yang mengindikasikan kemungkinan Catatan 2‘0 atas LK
terjadinya penurunan nilai; dan
b) kebijakan akuntansi pengakuan penurunan nilai aset nonkeuangan dan pembalikannya. Catatan 2.0 atas LK
22) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
Yang harus dijelaskan antara lain dasar penyajian liabilitas segera.
Simpanan Nasabah
Yang harus dijelaskan antara lain:
v
a) Penjelasan atas simpanan; dan v
b) Dasar penyajian dari masing-masing kategori
simpanan.simpanan dari bank Iain Yang harus
dijelaskan antara lain:
a) Penjelasan atas simpanan dari bank lain; dan v
x/
b) Dasar penyajian simpanan dari bank lain.
Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Kriteria dan jenis—jenis surat berharga yang diterbitkan; dan x/
x/
b) Perlakuan akuntansi atas premi atau diskonto.
23) Provisi
Yang harus dijelaskan antara Iain: Catatan 2.q atas LK
a) kondisi provisi yang harus diakui; dan
Page 16
Page 16 of 83
.....
b) dasar penentuan nilai proviSI.
24) Utang Repo
x/
Yang harus dijelaskan antara lain unsur—unsur Utang Repo, metode pencatatan dan
pengukurannya.
25) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan.
Yang harus dijelaskan antara !ain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biava PLH;
V
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan; ‘/
c) Metode penyusutan prasarana PLH; dan ‘/
d) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Lokasi penambangan; x/
(2) Saldo awal untuk masing-masing lokasi; \/
(3) Penambahan dan Pengurangan untuk masing-masing Iokasi penambangan; dan
x/
(4) Saldo akhir untuk masing-masing lokasi penambangan. x/
26) Khusus Industri Pertambangan Umum
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan
Tangguhan Yang hams dijelaskan antara lain:
a) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan ataS kegiatan eksplorasi yang masih berjalan \/
dengan penjela5an mengenai jangka waktu kontrak untuk Area of Interest yang
bersangkutan;
b) Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan atas kegiatan ekspl0rasi yang sudah menemukan
v
adanya Cadangan Terbukti dengan penjelasan bahwa amortisasinya baru akan
dilaksanal<an pada saat dimulainya produksi;
c) Dasar penentuan ditangguhkannya biaya pengembangan dan kapitalisasi biaya \/
pekerjaan konstruksi dan prasarana; dan
d) Metode amortisasi dan penyusutan yang dipergunakan dengan penjelasan jangka
waktu perijinan penambangan, taksiran umur ekonomis tambang dan dasar v
perhitungan amortisasi.
Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/ Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus dijelaskan antara Iain:
a) Perlakuan akuntansi atas pembebanan biaya PLH; x/
b) Metode amortisasi atas biaya PLH yang ditangguhkan; dan \/
Page 17
Page 17 of 83
c) Metode penyusutan prasarana PLH
27) Pengakuan Pendapatan
a) Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) kondisi dan metode pengakuan pendapatan serta dasar pengukuran yang x/ Catatan 2.s atas LK
digunakan berdaSarkan jenis pendapatan yang ada; dan
(2) dalam hal terdapat transaksi hubungan keagenan, kebijakan pengakuan
x/
pendapatan dan penjualan dari hubungan keagenan serta beban terkait.
b) Pengakuan pendapatan dan Beban dengan menggunakan metode persentase
penyelesaian x/
Yang harus dijelaskan antara lain metode yang diterapkan untuk menentukan tahap
penyelesaian suatu kontrak.
c) Khusus Industri Asuransi
(1) Pengakuan pendapatan premi
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
(a) Tarif yang digunakan dalam perhitungan premi yang belum merupakan
pendapatan; ‘/
(b) Kebijakan akuntansi untuk transaksi reasuransi prospektif dan retroaktif; dan V
(c) Penyajian pendapatan premi dalam Iaporan Iaba rugi. v
(2) Beban Klaim
Penjelasan yang harus ditambahkan antara lain:
(a) Kelompok beban klaim dalam bentuk: klaim yang disetujui, klaim clalam w/
proses penyelesaian, klaim yang terjadi namun belum dilaporkan dan
beban penyelesaian klaim; dan
(b) Penyajian beban klaim dalam laporan Iaba rugi. \/
d) Khusus Industri Real Estate
Kapitalisasi dan metode alokasi biaya proyek pengembangan Real Estat
Yang harus dijelaskan antara lain:
(1) Unsur biaya yang kapitalisasi ke proyek pengembangan Real Estat; x/
(2) Unsur biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek; x/
Penyisihan atas realisasi pendapatan pada masa mendatang lebih rendah dari nilai
\/
(3)
tercatat proyek;
(4) Metode alokasi biaya yang telah dikapitalisasi ke setiap unit Real Estat; x/
(5) Biaya yang direvisi dan direalokasi akibat perubahan mendasar pada estimasi kini; \/
dan
(6) Unsur biaya yang diakui sebagai beban pada saat terjadinya. \/
Page 18
Page 18 of 83
28) Program Loya s Pelanggan
\/ Catatan 2.s atas LK
Yang harus dijelaskan antara Iain kebijakan terkait program loyalitas pelanggan
29) Transksi dan Saldo dalam mata uang asing
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) ketentuan dalam penjabaran transaksi dan saldo dalam mata uang asing; x/ Catatan Z.t atas LK
b) perlakuan akuntansi selisih kurs yang timbul dari penjabaran aset dan w/ Catatan 2.t atas LK
liabilitas moneter; dan
c) referensi dan kurs yang digunakan untuk menjabarkan transaksi dan saldo dalam \/ Catatan 2.t atas LK
mata uang asing.
30) Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar penetapan Pihak-pihak berelasi; v Catatan 2.1 atas LK
b) Pengungkapan Pihak-pihak berelasi dalam Laporan Keuangan; dan ‘/ Catatan 2.i atas LK
31) Hibah Pemerintah
Yang harus dijelaskan antara lainkebijakan akuntansi tentang metode penyajian dalam
Iaporan keuangan.
32) Pajak Penghasilan
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) dasar penentuan tarif pajak untuk mengukur pajak kini dan pajak tangguhan; x/ Catatan 2.u atas LK
b) ketentuan mengenai saling hapus; x/ Catatan 2.u atas LK
x/ Catatan 2.u atas LK
c) pengakuan dan pengukuran aset pajak tangguhan; dan
metode yang digunakan dalam menilai aset (liabilitas) pajak tangguhan. \/ Catatan 2.u atas LK
d)
33) Imbalan Kerja
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) jenis imbalan kerja yang diberikan kepada karyawan;
x/ Catatan 2.r atas LK
b) deskripsi umum mengenai jenis program imbalan pascakerja yang \/ Catatan 2.r atas LK
diselenggarakan oleh Perusahaan;
c) kebijakan akuntansi Perusahaan dalam mengakui keuntungan dan kerugian \/ Catatan 2.r atas LK
aktuarial; dan
Catatan 2.r atas LK
d) pengakuan keuntungan dan kerugian untuk curtailment dan penyelesaian. x/
34) Saham Treasuri
Yang harus dijelaskan antara lain metode pengakuan dan pengukuran atas pembelian,
penjualan, atau pembatalan saham treasuri.
Page 19
Page 19 of 83
35) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus dijelaskan antara lain kebijakan akuntansi untuk transaksi pembayaran
berbasis saham yang diselesaikan melalui instrumen ekuitas dan/atau diselesaikan
v
melalui Kas, termasuk pengukurannya.
36) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus dijelaskan antara lain:
a) Dasar dilakukannya kuasi—reorganisasi; V
b) Dasar penentuan nilai wajar Aset dan Liabilitas; dan v
c) Perlakuan akuntansi untuk selisih hasil revaluasi Aset dan Liabilitas. x/
Catatan: Berlaku untuk kuasi reorganisasi sebe/um 1 Januari 2013,
37) Biaya Pinjaman
Yang harus dijelaskan antara lain kondisi yang mengharuskan biaya v
pinjaman dikapitalisasikan sebagai bagian dari biaya perolehan aset
kualif‘Ikasian.
38) Segmen Operasi
Yang harus dijelaskan antara lain dasar yang digunakan oleh manajemen
v Catatan 2.v atas LK
untuk mengidentifikasikan Segmen Operasi.
39) Laba (Rugi) per saham
Yang harus dijelaskan antara Iain dasar perhitungan laba (rugi) per saham dasar
x/ Catatan 2.x atas LK
dan laba (rugi per saham dilusian.
‘ ‘
W“ W‘ “W”
W
Aset
1) Kas dan Setara Kas
Yang harus diungkapkan antara Iain:
a) unsur Kas dan Setara Kas pada pihak berelasi dan pihak ketiga; x/ Catatan 4.a atas LK
b) rincian jumlah penempatan di bank berdasarkan nama bank serta jenis mata
uang asing;
v Catatan 4.a atas LK
c) kisaran suku bunga kontraktual dari Setara Kas selama periode pelaporan; dan x/ Catatan 4.b atas LK
d) jumlah saldo Kas dan Setara Kas yang signifikan yang tidak dapat digunakan x/ Catatan 4.b atas LK
oleh kelompok usaha disertai pendapat manajemen,
Page 20
Page 20 of 83
2) Khusus Industri Perbankan
a) Kas \/
Yang harus diungkapkan adalah rincian jumlah kas berdasarkan jenis mata uang.
b) Giro pada Bank Indonesia
Yang harus diungkapkan antara Iain:
(1) Rincian jumlah Giro pada Bank Indonesia berdasarkan jenis mata uang v
(nilai dalam mata uang original); dan
(2) Ketentuan Giro Wajib Minimum (GWM) menurut BI dan posisi GWM bank x/
pada saat periode peiaporan.
c) Giro pada Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan jenis mata uang;
(l) Jumiah penyisihan penurunan nilai; x/
(2) Perubahan penyisihan selama periode berjaian untuk masing—masing giro; x/
(3) Rincian jumlah Giro pada Bank Lain berdasarkan pihak yang x/
mempunyai hubungan istimewa dan pihak ketiga;
(4) Tingkat suku bunga rata—rata per tahun; dan w/
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan penurunan niiai V
d) Penempatan
pada Bank Indonesia dan Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara iain:
(1) Rincian jumlah penempatan berdasarkan jenis dan mata uang; i/
(2) Rincian penempatan berdasarkan yang mengaiami penurunan nilai x/
(impaired) dan tidak mengaiami penurunan nilai (unimpaired);
Jangka waktu (rata»rata atau per keiompok); ‘/
(3)
(4) Jumiah penyisihan penurunan niiai dan mutasi seiama periode berjaian; x/
(5) Rincian jumlah penempatan berdasarkan pihak yang mempunyai x/
hubungan istimewa dan pihak ketiga;
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; x/
(6)
(7) Jumiah dana yang diblokir dan aiasannya; x/
Page 21
Page 21 of 83
(8) Jumlah dana yang t1 ak dapat Icalrkan pada bank bermasalah, bank beku x/
operasi atau likuidasi termasuk tingkat kemungkinan diterimanya kembali
dana tersebut berdasarkan informasi dari otoritas yang berwenang; dan
(9) Pendapat manajemen akan kecukupan jumiah penyisihan penurunan nilai. \/
3) Piutang Usaha
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumiah piutang yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi; Catatan 6.a atas LK
b) jumlah piutang menurut debitur; v
c) jumlah piutang menurut mata uang; Catatan 6‘a atas LK
d) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai; \/
e) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan Catatan 6.a atas LK
nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang;
f) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan atau keyakinan Catatan 6.b atas LK
manajemen atas ketertagihan piutang apabila tidak dibentuk cadangan;
g) piutang yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan dijaminkan; ‘/
‘/
h) jumlah diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif; dan
i) informasi keterlibatan berkelanjutan atas piutang yang ditransfer, meliputi:
(1)jumlah yang ditransfer, beban bunga, retensi, jatuh tempo, dan ikatan penting x/
lain yang diatur dalam perjanjian; dan
(2) jaminan yang diberikan (bila ada). \/
4) Khusus Industri Asuransi
a) Piutang Premi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan tertanggung dan asuradur; v
Jumlah piutang berdasarkan jenis asuransi; dan .‘/
(2)
(3) Jumlah piutang premi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. v
b) Piutang Koasuransi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
i (1) Jumlah berdasarkan ko~asuradur; \/
(2) Jumlah menurut jenis asuransi; dan x/
(3) Jumlah piutang koasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas.
x/
Page 22
Page 22 of 83
‘ c) Plutang Reasurans
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
(1) Jumlah piutang berdasarkan reasuradur; v
(2) Jumlah piutang atau utang reasuransi yang di5alinghapuskan; dan
(3) Jumlah piutang reasuransi yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. V x/
d) Piutang Hasil Investasi
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
Pemisahan antara piutang kepada pihak berelasi dan pihak ketiga; x/
(1)
.‘/
(2) Jumlah piutang menurut jenis investasi;
(3) Jumlah piutang menurut mata uang; dan v
(4) Jumlah piutang yang diperkenankan dalam perhitungan solvabilitas. v
5) Khusus Industri Pembiayaan
a) Piutang Pembiayaan Konsumen
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah piutang menurut dan jenis obyek pembiayaan (contoh:
kendaraan bermotor, elektronik, rumah, dan Iain—Iain); x/
Rincian umur dari angsuran pembiyaan konsumen; x/
(2)
(3) Bagian pinjaman yang dibiayai bank-bank sehubungan dengan transaksi kerja .‘/
(4) sama pembiayaan bersama, penunjukan selaku pengel0la piutang, penerusan
pinjaman dan pengambilalihan piutang apabila perusahaan membagi risiko tidak V
tertagihnya piutang tersebut dengan bank—bank dalam rangka transaksi di atas;
(5) Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui; v
Nilai dan jenis jaminan yang diserahkan oleh pelanggan atas piutang
(6)
pen‘ibiayaan konsumen yang diberikan berdasarkan objek pembiayaan; ‘/
(7) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan \/
(8) Piutang pembiayaan konsumen yang dialihkan dan atau digunakan
sebagai jaminan atas utang. x/
b) Tagihan Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa recourse dan dengan recourse, beserta x/
jumlah utang retensi anjak piutang dan pendapatan anjak piutang (tanpa
Page 23
Page 23 of 83
recourse) se a pen apa an anJa plu ang a gg
Pengungkapan mengenai tingkat bunga, jatuh tempo dan jumiah piutang yang V
(2)
diperoleh serta ikatan penting yang diatur dalam perjanjian anjak piutang.
C) PiutangSewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian jumiah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga; V
(2) rekonsiliasi antara investasi sewa bruto dan nilai kini piutang pembayaran sewa
minimum pada akhir periode pelaporan. Di samping itu, lessor mengungkapkan
investasi sewa bruto dan nilai kini piutang pembayaran sewa minimum pada
akhir periode pelaporan, untuk setiap periode berikut:
(a) kurang dari satu tahun
\/
(b) Iebih dari satu tahun sampai [ima tahun \/
(c) lebih dari lima tahun
x/
(3) pendapatan keuangan yang belum diterima;
‘/
(4) nilai residu yang tidak dijamin yang diakru sebagai manfaat lessor; v
(5) akumulasi penyisihan piutang tidak tertagih atas pembayaran sewa minimum;
v
(6) rentai kontinjen yang diakui sebagai pendapatan daiam periode; dan \/
(7) penjeiasan umum isi peijanjian sewa Iessor yang material. \/
d) Piutang Sewa Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) jumiah agregat pembayaran sewa minimum masa depan daiam sewa operasi
yang tidak dapat dibataikan untuk setiap periode berikut;
(a) kurang dari satu tahun ‘/
(b) Iebih dari satu tahun sampai iima tahun ‘/
V
(c) Iebih dari iima tahun
(2) totai rentai kontinjen yang diakui sebagai pendapatan pada periode; dan v
(3) penjeiasan umum isi perjanjian sewa lessor. x/
Page 24
Page 24 of 83
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Piutang Retensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Jumlah piutang dari masing—masing kontrak konstruksi; dan x/
b) Pendapat manajemen akan kemungkinan tertagihnya piutang retensi. x/
7) Tagihan Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara Iain tagihan bruto dari setiap
kontrak konstruksi.
Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel yaitu :
a) biaya kontrak yang ten'adi; \/
!aba yang diakui;
x/
b)
c) kerugian yang tenjadi; dan w/
d) pekeljaan yang sudah ditagih (termin). v
8) Piutang Reverse Repo
Yang harus diungkapkan antara Iain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang ditransaksikan;
x/
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek; x/
x/
c) Nama pihak/counterparty;
d) Lokasi Efek jaminan; x/
x/
e) Tingkat bunga piutang reverse repo;
f) Cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada); dan V
V
g) Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai (jika ada).
9) Agunan Yang Diambil Alih
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Nilai realisasi bersih pada saat diambilahh; x/
b) Selisih antara nilai realisasi bersih atas agunan yang diambilalih dengan saldo x/
piutang yang tidak tertagih; dan
c) Laba atau rugi yang timbul, termasuk biaya»biaya yang timbul setelah pengambilalihan w/
agunan tersebut.
Page 25
Page 25 of 83
10) Piutang Dividen dan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlah tagihan dividen,
bunga, dan dendakepada pihak lain. w/
11) Piutang Lain-Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jenis dan jumlah piutang; Catatan 8.a atas LK
b) Jumlah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN); dan Catatan 8.a atas LK
c) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan.
Catatan 8.b atas LK
12) Aset Keuangan Lainnya
Pengungkapan ini telah diterapkan untuk aset keuangan lainnya yang bersifat
iancar maupun tidak lancar.
a) Pengelompokkan aset keuangan lainnya sesuai klasifikasi yang dipisahkan antara pihak
ketiga dan pihak berelasi.
v
b) Yang harus diungkapkan antara Iain:
(1) nilai tercatat aset keuangan untuk setiap kelompok dan rincian investasinya; Catatan 11 atas LK
(2) laba atau rugi neto pada setiap kelompok aset keuangan berdasarkan Catatan 11 atas LK
klasifikasi, baik yang disajikan pada pos pendapatan komprehensif [ainnya
maupun yang diakui sebagai iaba atau rugi periode ben‘alan;
(3) total pendapatan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif \/
untuk aset keuangan selain yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi;
(4) biaya perolehan termasukjumlah premium dan diskonto yang belum diamortisasi, \/
(5)
untuk Efek dimiliki hingga jatuh tempo;
peringkat Efek utang berikut nama pemeringkat (jika ada).
\/
(6) uraian tentang alasan diambilnya keputusan menjual untuk aset keuangan
yang diklasifikasikan dimiliki hingga jatuh tempo; x/
(7) jika terdapat reklasifikasi aset keuangan, maka wajib diungkapkan:
(a) jumlah yang direklasifikasi ke dan dari setiap kategori; x/
(b) alasan reklasinkasi; dan x/
(c) sisa investasi dalam keiompok dimiliki hingga jatuh tempo x/
yang telah direklasifikasi dalam kelompok tersedia untuk
dijuaL
Page 26
Page 26 of 83
(8) jumlah tercatat aset keuangan yang di minkan sebagai agunan untuk Liabi as V
atau liabilitas kontinjensi serta syarat dan kondisi yang terkait dengan penjaminan
tersebut;
(9) jumlah penurunan nilai atas aset keuangan (jika ada), termasuk mutasinya, x/
dipisahkan antara aset keuangan yang mengalami penurunan nilai dan aset
keuangan yang tidak mengalami penurunan nilai, serta dipisahkan antara
penurunan nilai yang dihitung secara kolektif dan individual, termasuk
beban penurunan nilai yang diakui dalam Iaba rugi; dan
(10) jumlah amortisasi keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas \/
investasi yang tersedia untuk dijual yang direklasifikasi menjadi dimiliki
hingga jatuh tempo.
13) Khusus Deposito
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
x/ Catatan 4.b atas LK
a) nama bank, dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi;
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan; x/ Catatan 4.b atas LK
Catatan 4.a atas LK
c) jenis dan jumlah deposito dalam mata uang asing; dan x/
d) hal—hal lain yang dapat mempengaruhi kualitas pencairan deposito tersebut. v
14) Khusus Investasi pada Sukuk
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) rincian Sukuk berdasarkan nama penerbit dan akad syariah; x/
\/
b) tujuan model usaha yang digunakan;
c) jumlah investasi yang direklasmkasikan, jika ada, dan penyebabnya; dan \/
d) Nilai Wajar untuk investasi yang diukur pada biaya perolehan. x/
15) Khusus Obligasi Rekapitalisasi Pemerinfah
Tambahan pengungkapan mengenai antara lain:
a) Rincian jumlah nominal dan nilai pasar efek berdasarkan jenis;
b) Tanggal jatuh tempo dan frekuensi pembayaran bunga;
\/
\/
c) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; dan \/
\/
d) Informasi penting lainnya.
16) Khusus Unit Penyertaan Reksadana
Tambahan pengungkapan mengenai antara Iain:
Page 27
Page 27 of 83
a) Rincian unit penyertaan reksadana dan Nilai Aset Bersih, dan
x/
b) iaba atau rugi neto berdasarkan klasmkasi, baik yang disajikan pada pos
pendapatan v
komprehensif lainnya maupun yang diakui sebagai laba atau rugi periode ben‘alan
17) Khusus Wesel Tagih
V
Tambahan pengungkapan mengenaiantara lain, pihak penerbit, kisaran tingkat
bunga, jatuh tempo, jenis mata uang, dan uraian tentang sifat dan asal terjadinya
(dari transaksi usaha atau lainnya).
18) Khusus Industri Asuransi
w/
Tambahan pengungkapan mengenai aset—aset yang menjadi dana jaminan.
19) Pinjaman Polis
Yang harus diungkapkan antaralain rincian berdasarkan:
a) Saldo pinjaman polis menurutjenis mata uang; x/
b) Tingkat suku bunga. ‘/
20) Khusus Industri Perbankan
Kredit
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian jumlah kredit berdasarkan jenis, mata uang, sektor ekonomi dan x/
jangka waktu serta kolektibilitas;
b) Jumiah cadangan kerugian penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan; x/
c) Rincian jumlah kredit berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga; x/
d) Rasio kredit usaha kecil terhadap jumlah kredit yang diberikan; x/
e) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; \/
f) Rincian kredit bermasalah berdasarkan sektor dan jumlah cadangan x/
penghapusan menurut ketentuan Bank Indonesia;
g) Rasio kredit bermasaiah terhadap jumlah Aset keuangan dan rasio jumlah x/
cadangan kerugian penurunan nilai Aset keuangan yang telah dibentuk
terhadap jumlah minimum cadangankerugian penurunan niiai Aset keuangan
sesuai ketentuan Bank Indonesia;
h) Jumiah kredit yang direstrukturisasi berdasarkan jenis dan koiektibiiitas; x/
i) Jumiah dan persentase bagian bank atas kredit sindikasi baik seiaku
pimpinan, agen, atau anggota sindikasi;
Page 28
Page 28 of 83
Ikhtisar pembelian kredit dari BPPN berdasarkan periode pembelian, jika ada; x/
j)
k) Pendapat manajemen akan ketaatan bank terhadap Batas Maksimum Pemberian x/
Kredit (BMPK) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia;
i) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan nilai. \/
21) Tagihan dan Liabilitas Akseptasi
Yang harus diungkapkan antara Iain:
a) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak, mata uang, dan jatuh tempo; V
b) Untuk tagihan akseptasi diungkapkan kolektibi|itas, jumlah cadangan x/
penghapusan dan mutasi selama periode berjalan;
c) Rincian jumlah tagihan dan liabilitas berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga; x/
d) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian \/
penurunan nilai tagihan akseptasi
22) Persediaan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(l) total jumlah tercatat persediaan dan jumlah nilai tercatat menurut klasifikasi
yang sesuai bagi Perusahaan; Catatan 9 atas LK
(2) jumlah tercatat persediaan yang dicatat dengan Nilai Wajar dikurangi biaya
untuk menjual; Catatan 9 atas LK
Catatan 9 atas LK
(3) jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selama periode berjalan;
(4) jumlah setiap penurunan nilai yang diakui sebagai pengurang jumlah
persediaan Catatan 9 atas LK
yang diakui sebagai beban dalam periode berjalan;
(5) jumlah dari setiap pemulihan dari setiap penurunan nilai yang diakui sebagai
pengurang jumlah persediaan yang diakui sebagai beban dalam Catatan 9 atas LK
periode beljalan;
(6) kondisi atau peristiwa penyebab terjadinya pemulihan nilai persediaan yang
diturunkan;
x/
(7) dalam hal terdapat kapitaiisasi biaya pinjaman untuk persediaan yang
memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka diungkapkan:
(i) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan
x/
(ii) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya x/
pinjaman yang Iayak dikapitaiisasi.
(8) persediaan yang dijaminkan, nama pihak yang menerima jaminan, dan alasan Catatan 9, 16 atas LK
Page 29
Page 29 of 83
dIJamInka
(9) jenis dan nilai persediaan yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi,
dan
Catatan 9 atas LK
risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan
pertanggungan asuransi, apabila tidak diasuransikan wajib diungkapkan
b) Khusus Industri Perhotelan
Tambahan pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi yang
harus diungkapkan antara lain:
\/
(1) Makanan dan minuman;
x/
(2) Perlengkapan; dan
Barang Dagangan.
x/
(3)
c) Khusus Industri Real Estat
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Pengungkapan nilai tercatat persediaan menurut klasifikasi:
(a) Tanah Matang; V
(b) Unit Bangunan; dan V
(c) Unit Bangunan dalam Penyelesaian. V
(2) Jumlah biaya perolehan aset Real Estat yang pengikatan jual belinya telah
berlaku namun penjualannya belum diakui, termasuk jumlah utang terkait V
yang akan dialihkan, bila ada‘
d) Tanah untuk Pengembangan
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Lokasi, luas tanah, proses perizinan;
w/
(2) Jumlah biaya bunga dan rugi kurs yang dikapitalisasi ke tanah
untuk pengembangan; dan x/
(3) Proporsi tanah yang dijadikan jaminan utang.
x/
e) Khusus Industri Media
Tambahan pengungkapan antara lain:
(1) Materi program : |okal, impor (media televisi); V
(2) Buku, kertas koran, barang pra cetak (media cetak); V
Page 30
Page 30 of83
(3) Barang promosi dan barter (media cetak); dan
(4) Bahan persediaan lain yang sesuai dengan industrinya. v
f) Khusus Industri Rumah Sakit
Tambahan pengungkapan antara Iain:
(1) Obat-obatan; x/
x/
(2) Periengkapan medis (disposable); dan
Persediaan Iainnya \/
(3)
g) Khusus Industri Peternakan
(1) Pengungkapan jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifikasi tertentu,
seperti hewan ternak menjadi:
(a) Hewan Ternak Tersedia untuk Dijual; dan \/
(b) Hewan Ternak dalam Pertumbuhan.
v
(2) Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek
Yang harus diungkapkan antara lain:
(a) Total jumlah tercatat dan nilai tercatat menurut klasifil<asi hewan
ternak telah menghasilkan dan hewan ternak belum menghasilkan; ‘/
(b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama
paling tidak 2 tahun terakhir;
v
(c) Niiai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan;
V
(cl) Pendapat manajemen atas kecukupan jumlah penyisihan atau
penghapuSan persediaan yang mat] atau hilang; x/
(e) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi
x/
dan risiko yang ditutup;
(f) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan
x/
kematian atau metode penghapusan langsung;
(g) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai pertanggungan asuransi; dan
\/
(h) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang
menerima jaminan. x/
Page 31
Page 31 of 83
23) Pajak ayar Di muka
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian menurutjenis dan jumlah masing»masing pajaknya; dan Catatan 20‘a atas LK
b) uraian mengenai jumlah restitusi pajakyang diajukan dan statusnya. Catatan 20.b atas LK
24) Biaya Dibayar Dimuka
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurutjenis dan jumlah.
Catatan 10 atas LK
25) Aset tidak lancar atau kelompok lepasan yang Dimiliki untuk Dijual
Yang harus diungkapkanantara lain:
(1) uraian dari aset yang dimiliki untuk dijual atau kelompok lepasan;
v
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada v
pelepasan yang diharapkan, serta cara dan waktu pelepasan;
(3) kerugian penurunan nilai atau keuntungan pemulihan penurunan nilai;
(4) dalam hal aset yang dimiliki untuk dijual belum dapat direalisasikan dalam satu
tahun, diungkapkan peristiwa atau keadaan yang dapat memperpanjang periode x/
penyelesaian penjualan menjadi lebih dari satu tahun;
(S) dalam hal dapat diterapkan, segmen yang dilaporkan dari aset yang dimiliki untuk
dijual dan kelompok lepasan disajikan sesuai dengan SAK yang berlaku; dan
(6) dalam hal aset yang diklasif‘ukasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual x/
atau kelompok [epasan dihentikan pengklasit‘Ikasiannya, diungkapkan:
(a) nilai dari aset tersebut, yaitu nilai yang lebih rendah antara:
i. jumlah tercatat aset tersebut sebelum aset atau kelompok lepasan
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, disesuaikan dengan \/
penyusutan, amortisasi atau penilaian kembali yang telah diakui apabila
aset atau kelompok lepasan tersebut tidak diklasifikasikan sebagai
dimiliki untuk dijual; dan
\/
ii. jumlah terpulihkan pada saat tanggal keputusan untuk tidak menjual;
(b) uraian fakta dan keadaan yang mengarah kepada keputusan tersebut; dan x/
(c) dampaknya terhadap hasil operasi untuk periode tersebut dan periode sajian
sebelumnya.
26) Piutang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang harus diungkapkan antara Iain z
a) rincian jenis, nama pihak berelasi, dan jumlah piutang; Catatan 8.a atas LK
b) alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai serta
\/
penjelasan ten‘adinya piutang pihak berelasi tersebut;
Catatan 8.a atas LK
c) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian penurunan nilai
Page 32
Page 32 of 83
secara indIVIdual dan kolektlf, dan penghapusan plutan
d) pendapat manajemen akan kecukupan jumlah cadangan kerugian penurunan v
nilai; dan
e) daiam hal piutang berelasi non usaha disajikan daiam aset lancar, hal tersebut v
harus dibuktikan serta diungkapkan alasannya.
27) Investasi pada Entitas Asosiasi
Yang harusdiungkapkan antara Iain:
a) nama entitas asosiasi; x/ Catatan ll atas LK
b) persentase kepemihkan dan penjelasan adanya pengaruh signifikan, beserta alasannya;
x/ Catatan 11 atas LK
c) nilaitercatat dan Nilai Wajar investasi daiam entitas asosiasi yang kuotasi x/ Catatan 11 atas LK
harganya tersedia;
d) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi termasukjumlah agregat x/ Catatan 11 atas LK
Aset, Liabilitas, pendapatan, dan laba atau rugi;
e) alasan tidak adanya pengaruh signifikan walaupun Perusahaan memiliki lebih x/
dari 20% (dua puluh perseratus) hak suara atau hak suara potensial investee
secara Iangsung atau tidak Iangsung;
f) akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas asosiasi, ketika laporan x/
keuangan tersebut digunakan daiam menerapkan metode ekuitas dan tanggal atau
periode yang berbeda dengan Perusahaan, dan alasan menggunakan tanggal atau
periode yang berbeda;
g) sifat dan tingkatan setiap pembatasan signifikan atas kemampuan entitas
asosiasi untuk mentransfer dana kepada Perusahaan; \/
h) bagian rugi entitas asosiasi yang tidak diakui dan alasannya, apabila Perusahaan
menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi entitas asosiasi, baik untuk periode \/
teujadinya kerugian tersebut maupun secara kumulatif;
i) bagian atas liabilitas kontinjensi entitas asosiasi yang terjadi bersama-sama x/
dengan investor lain;
j) liabilitas kontinjensi yang terjadi karena investor berkewajiban bersama-sama
untuk semua atau sebagian Liabilitas entitas asosiasi; dan x/
k) ringkasan informasi keuangan entitas asosiasi, secara individuai atau daiam
keiompok, yang tidak dicatat dengan menggunakan metode ekuitas x/
termasuk totai Aset, total Liabiiitas, Pendapatan, dan Iaba atau rugi.
28) Khusus Industri Konstruksi
Jaminan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jaminan yang diberikan dan jumiah jaminan \/
tersebut serta kontrak konstruksi yang mensyaratkan adanya jaminan tersebut.
Page 33
Page 33 of 83
29) Khusus Industri Kehutanan
HTI dan HTI dalam pengembangan V
Berupabiaya yang ditangguhkan dalam pelaksanaan pembangunan HTI, yang
disajikan sebagai berikut:
a) Saldo awal; \/
b) Penyisihan periode berjalan; \/
x/
c) Realisasi yang dilakukan selama periode berjalan; dan w/
d) Saldo akhir.
30) Khusus Industri Jalan Tol
Hak Bagi Hasil Tol
Investor tanpa kuasa hak penyelenggaraan harus mengungkapkan hal-hal berikut:
(a) Dasar pengukuran hak bagi hasil tol; V
(b) Masa hak bagi hasil tol dan amortisasinya; V
(c) Perubahan hak bagi hasil tol selama periode berjalan; dan \/
(d) Reklasifikasi proyek kerjasama operasi dalam pelaksanaan ke hak bagi hasil tol. x/
31) Khusus Industri Perkebunan
Tanaman Perkebunan
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk tanaman telah menghasilkan
(l) Rincian nilai tercatat dan akumulasi penyusutan menurutjenis tanaman; \/
(2) Rekonsiliasi nilai tercatat awal tahun dan akhir tahun tanaman untuk x/
setiap kelompok selama paling sedikit 2 tahun terakhir;
(3) Status tanah yang digunakan untuk menanam; V
(4) Nilai tanaman telah menghasilkan berdasarkan area/Iokasi penanaman; x/
(5) Perbandingan saldo tanaman belum menghasilkan selama paling sedikit 2 v
tahun; dan x/
(6) Tanaman yang dijaminkan.
b) Untuk tanaman belum menghasilkan
(1) Mutasi tanaman belum menghasilkan sebagai berikut :
(a) Saldo awal
i. Tambahan tahun berjalan x/
ii. Biaya langsung x/
(b) Jumlah kapitalisasi biaya pinjaman, dan rugi kurs dalam hal terjadi x/
depresiasi Iuar biasa
Page 34
Page 34 of 83
Pengurangan tahun berjalan V
ii. Jumlah yang direklasifikasi ke tanaman telah menghasilkan V
(c) Pengurangan lainnya v
(d) Saldo akhir; v
(2) Nilai tanaman dalam Perkebunan Inti Rakyat/ Perkebunan Int] Plasma yang
menjadi milik perusahaan (inti) dan tanaman yang bukan milik perusahaan V
(perkebunan rakyat/perkebunan plasma); dan
(3) Cadangan kerugian yang mungkin timbul pada plasma. V
32) Khusus Industri Peternakan
Hewan Ternak Produksi — Berumur Panjang
Yang harus diungkapkan antara Iain:
a) Pengelompokan hewan ternak dalam pertumbuhan (belum menghasilkan) dan hewan x/
ternak telah menghasilkan;
b) Rekonsiliasi saldo awal dan akhir hewan ternak tiap kelompok selama paling tidak 2 x/
tahun terakhir;
c) Nilai amortisasi (deplesi) atas hewan ternak telah menghasilkan; \/
\/
d) Nilai hewan ternak tiap kelompok berdasarkan lokasi/area peternakan; x/
e) Kondisi hewan ternak; \/
f) Persentase kematian selama tiga tahun terakhir; \/
g) Nilai hewan ternak yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi dan risiko yang
ditutup; V
h) Jika tak ada asuransi untuk wabah penyakit, perlu dibuat cadangan kematian atau
metode penghapusan Iangsung; V
i) Nilai cadangan kematian atau metode penghapusan Iangsung, jika ada;
j) Pendapat manajemen atas kecukupan nilai cadangan kematian, jika ada; dan V
V
k) Nilai hewan ternak yang dijaminkan dan nama pihak yang menerima jaminan.
33) Properti Investasi
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) model pengukuran setelah pengakuan awal yang digunakan, model Nilai Wajar V
atau model biaya;
(2) metode dan asumsi signinkan yang diterapkan dalam menentukan Nilai Wajar V
dari Properti Investasi;
(3) pernyataan bahwa penentuan Nilai Wajar didukung oleh bukti pasar atau V
lebih banyak berdasarkan faktor lain karena sifat properti tersebut dan
keterbatasan data pasar yang dapat diperbandingkan;
(4) nama Penilai, tanggal penilaian, dan tanggal Iaporan penilaian terakhir; w/
(5) jumlah yang diakui dalam laba rugi untuk:
Page 35
Page 35 of 83
(a) penghasilan sewa da ri Proper tl Investa;SI
(b) beban operasi langsung yang terjadi baik dari Properti Investasi yang
menghasilkan maupun yang tidak menghasilkan penghasilan sewa
selama periode tersebut; dan
(c) perubahan kumulatif dalam Nilai Wajar yang diakui dalam laba rugi atas
penjualan Properti Investasi dari sekelompok aset yang menggunakan
model biaya ke kelompok aset yang menggunakan model Nilai Wajar;
(6) keberadaan dan jumlah pembatasan atas realisasi dari Properti Investasi
atau pembayaran penghasilan dan hasil pelepasan; dan
(7) kewajiban kontraktual untuk membeli, membangun atau mengembangkan
Properti Investasi atau untuk perbaikan, pemeliharaan atau peningkatan.
b) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model Nilai Wajar, selain
pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf (a) ditambahkan
pengungkapan antara Iain:
(1) rekonsiliasi antara jumlah tercatat Properti Investasi pada awal dan akhir
periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi;
(2) saat suatu penilaian terhadap Properti Investasi disesuaikan secara signifikan
untuk tujuan pelaporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan
rekonsiliasi antara penilaian tersebut dan penilaian yang telah disesuaikan yang
dilaporkan dalam Iaporan keuangan, dengan menunjukkan secara terpisah:
(a) jumiah agregat dari pengakuan kewajiban sewa yang telah
ditambahkan kembali; dan
(b) penyesuaian signifikan lain.
C) Khusus untuk Properti Investasi yang menggunakan model biaya, selain
pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) ditambahkan pengungkapan
antara Iain:
(1) umur manfaat;
(2) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan Properti Investasi
pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan,
dan reklasifikasi;
(3) jumlah penyusutan untuk masing-masing periode penyajian dan alokasi beban
penyusutan;
(4) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui, dan jumlah pemulihan rugi penurunan <<<<<§
nilai, selama satu periode sesuai SAK yang berlaku;
(5) transfer ke dan dari persediaan dan properti yang digunakan sendiri; dan
(6) Nilai Wajar Properti Investasi.
d) Khusus untuk Properti Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan,
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian Properti Investasi dalam proseS pembangunan dan pengembangan;
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nilai kontrak; <<
Page 36
Page 36 of 83
.......
hv
(3) estlmaSI saat penye esalan,
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian;
(5) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat Properti
Investasi dalam proses pembangunan dan pengembangan; dan v
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk properti investasi
yang memenuhi kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan:
(a)jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan V
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang Iayak dikapitalisasi. \/
34) Aset Tetap
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) setiap kelompok Aset Tetap wajib diungkapkan secara terpisah berdasarkan \/ Catatan 12 atas LK
kepemilikan aset yaitu aset pemilikan langsung dan/atau aset sewa pembiayaan;
b) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumu!asi penyusutan Aset Tetap pada awal \/ Catatan 12 atas LK
dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, pengurangan, dan reklasifikasi;
x/ Catatan 12 atas LK
c) jumlah penyusutan untuk masing—masing periode penyajian dan alokasi beban
penyusutan;
d) rugi penurunan nilai dan jumlah yang dijurnal balik yang diakui dalam laba rugi dan v
ekuitas (jika ada);
e) jumlah komitmen kontraktual dalam perolehan Aset Tetap; V
f) jumlah kompensasi dari pihak ketiga untuk Aset Tetap yang mengalami penurunan
nilai, hilang, atau dihentikan yang dimasukkan dalam Iaba rugi, apabila x/
tidak diungkapkan secara terpisah pada laporan laba rugi komprehensif;
g) Dalam hal Aset Tetap disajikan pada jumlah revaluasian, yang harus diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian); \/
(2) tanggal efektif persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) apabila \/
Aset Tetap untuk perhitungan pajak menggunakan jumlah revaluasian;
(3) nama Penilai dan tanggal laporan penilaian terakhir; x/
(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai x/
Wajar aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Tetap seandainya aset tersebut dicatat V
dengan model biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan perubahan \/
selama periode dan pembatasan-pembatasan distribusi saldo surplus
kepada para pemegang saham.
h) Khusus untuk Aset Tetap dalam proses pembangunan, yang harus diungkapkan
antara
'(1)-rincian
Aset Tetap yang sedang dalam pembangunan; x/ Catatan 12 atas LK
Page 37
Page 37 of 83
(2) persentase jumlah tercatat terhadap nllal kontrak
\/ Catatan 12 atas LK
(3) estimasi saat penyelesaian; V
(4) hambatan kelanjutan penyelesaian (jika ada);
\/
(S) jumlah pengeluaran yang diakui dalam jumlah tercatat aset tetap
dalam pembangunan; dan
(6) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi
kriteria aset kualifikasian, maka wajib diungkapkan: ‘/
(a) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan
‘/
(b) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya
pinjaman yang layak dikapitalisasi.
i) Pengungkapan Iainnya antara lain:
(1) jumlah tercatat Aset Tetap yang tidak dipakai sementara; x/
(2) jumlah tercatat bruto dari setiap Aset Tetap yang telah disusutkan penuh V
Catatan 12 atas LK
dan masih digunakan;
x/
(3) jumlah tercatat Aset Tetap yang dihentikan dari penggunaan aktif dan
tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual;
(4) dalam hal model biaya digunakan, Nilai Wajar Aset Tetap apabila berbeda x/
secara material dari jumlah tercatat;
(5) nilai buku, hasil penjualan neto, keuntungan (kerugian) dari Aset Tetap Catatan 12 atas LK
yang dihentikan pengakuannya; V
(6) dalam hal terdapat Aset Tetap yang berasal dari hibah, agar diungkapkan
jenis Aset, nilai tercatat, dan tanggal perolehan; \/
(7) perubahan estimasi masa guna dan/atau metode penyusutan menurut
jenis Aset Tetap; \/
(8) Kondisi atau peristiwa yang menyebabkan terjadinya penurunan \/
nilai atau pemulihan penurunan nilai;
(9) Jumlah aset tetap yang dijadikan jaminan, nama pihak yang menerimajaminan
dan alasan penjaminan; dan w/
(10) Jenis dan nilai aset tetap yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi, dan Catatan 12 atas LK
risiko yang ditutup serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan \/
asuransi, apabila tildak diasuransikan agar diungkapkan alasannya.
35) Khusus Industri Minyak dan Gas Bumi
Aset Minyak dan Gas Bumi
(khusus untuk perusahaan yang memiliki kegiatan hulu minyak dan gas
bumi) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Rincian aset menurut jenisnya, seperti; operated acreage, unoperated acreage, sumur
dan peralatan serta fasilitas yang berhubungan, peralatan kantor, kendaraan, sumur
dan peralatan serta fasilitas dalam pengeujaan; x/
Page 38
Page 38 of 83
.....
.. w;....
(2) Tabel yang memuat penJeIasan tentang
(a) Lokasi penambangan; V
(b) Saldo awal untuk masing-masing lokasi; V
(c) Penambahan dan Pengurangan untuk masing—masing lokasi penambangan; dan \/
(d) Saldo akhir untuk masing—masing lokasi penambangan \/
(3) Dalam hal saldo aset Minyak dan Gas Bumi tersebut mengandung hak tagih kepada
Regulator terkait, perlu penjelasan k0lektabilitas tagihan tersebut dalam bentuk x/
tabel analisa umur tagihan.
36) Aset Tak Berwujud
Yang harus diungkapkan untuk setiap jenis Aset Takberwujud antara lain:
a) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi; Catatan 14 atas LK
b) alokasi jumlah amortisasi Aset Takberwujud ke dalam pos laporan Catatan 14 atas LK
laba rugi komprehensif;
c) rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi Aset Takberwujud
pada awal dan akhir periode dengan menunjukkan penambahan, Catatan 14 atas LK
pengurangan, dan reklasifikasi;
d) dalam hal terdapat kapitalisasi biaya pinjaman untuk aset yang memenuhi kriteria aset
kualifikasian, maka harus diungkapkan:
(1) jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama periode berjalan; dan \/
(2) tarif kapitalisasi yang digunakan untuk menentukan jumlah biaya pinjaman \/
yang layak dikapitalisasi;
e) jumlah tercatat Aset dan faktor signifikan yang mendukung penentuan Catatan 14 atas LK
dan penilaiannya untuk Aset Takberwujud yang dinilai dengan umur
manfaat tidak terbatas;
\/
f) penjelasan atas jumiah tercatat dan sisa periode amortisasi dari setiap Aset
Tak berwujud yang material terhadap laporan keuangan Perusahaan;
g) Aset Takberwujud yang diperoleh melalui Hibah Pemerintah dan awalnya diakui pada
Nilai Wajar sesuai SAK yang berlaku, diungkapkan:
(1) Nilai Wajar pada pengakuan awal atas aset—aset tersebut;
.‘/
(2) jumlah tercatatnya; dan v
(3) Aset tersebut diukur setelah pengakuan awal dengan mode] biaya atau v
model revaluasi;
h) keberadaan dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang kepemilikannya dibatasi v
dan jumlah tercatat Aset Takberwujud yang menjadi jaminan untuk Liabilitas;
i) nilai komitmen kontraktual untuk akuisisi Aset TakbenNujud; V
j) Aset Takberwujud disajikan pada jumlah revaluasian, diungkapkan:
(1) tanggal efektif revaluasi (Tanggal Penilaian); V
(2) nama Penilai dan tanggal [aporan penilaian terakhir; \/
Page 39
Page 39 of 83
(3) jum!ah tercatat Aset Takberwujud yang direvaluas v
(4) metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam mengestimasi Nilai V
Wajar aset;
(5) jumlah tercatat untuk setiap Aset Takberwujud seandainya Aset tersebut dicatat \/
dengan model biaya; dan
(6) surplus revaluasi atau rugi penurunan nilai, yang menunjukkan perubahan ‘/
selama periode dan pembatasan—pembatasan distribusi saldo surplus kepada
para pemegang saham.
37) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi dan Pertambangan umum
a) Biaya Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan/Penyisihan
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain tabel yang memuat penjelasan tentang :
V
(1) Saldo awal;
(2) Penambahan dan pengurangan; V
Saldo akhir‘ V
(3)
b) Aset Eksplorasi dan Evaluasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian biaya per0lehan aset eksplorasi dan evaluasi per area ofinterest yang
mencakup saldo awal, penambahan dan pengurangan, dan saldo akhir; dan w/
(2) Jumlah aset, liabilitas, penghasilan dan beban, arus kas operasi, dan arus kas x/
investasi yang timbul dari ekspl0rasi dan evaluasi pertambangan.
c) Bagian dari Biaya Eksplorasi Tangguhan: pengupasan tanah tambang.
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Kebijakan akuntansi sehubungan dengan:
\/
(a) Metode pembebanan biaya pengupasan tanah, dan v
(b) Metode perhitungan Rasio Rata-Rata Tanah Penutup.
(2) Jumlah Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan yang terdiri dari (1) biaya x/
pengupasan awal, (2) biaya pengupasan lanjutan dengan penjelasan mengenai
perbedaan antara rasio aktual tanah menutup terhadap rasio rata-ratanya; V
(3) Perubahan atas Rasio Rata~Rata Tanah Penutup (bila ada);
(4) Biaya Pengupasan Tanah yang Ditangguhkan dimana terjadi penundaan masa
produksi, meliputi penjelasan :
(a) Alasan terjadinya penundaan; V
(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dimulainya produksi, dan V
(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya evaluasi (jika ada),
terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi x/
Page 40
Page 40 of 83
utama yang dlpergunakan dalam menghltung penurunan nl|al tersebu
d) Biaya Pengembangan Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Mutasi Biaya Eksplorasi clan Pengembangan Tangguhan selama tahun
berjalan dengan menunjukkan: .‘/
(a) Lokasi eksplorasi dan pengembangan; \/
(b) Saldo awal; V
(c) Penambahan/pengurangan; V
V
(d) Amortisasi, dan
(e) Saldo akhir.
(2) Biaya pengembangan yang ditangguhkan atas kegiatan pengembangan
yang masih berjalan; x/
(3) Penjelasan apabila terjadi penghapusan biaya eksplorasi dan pengembangan \/
tangguhan yang menurut penelaahan manajemen tidak dapat dipulihkan;
(4) Jumlah biaya eksplorasi dan pengembangan yang ditangguhkan dimana
terjadi penundaan masa produksi, meliputi penjelasan:
(a) Alasan terjadinya penundaan; x/
(b) Amortisasi belum diperhitungkan karena belum dinilainya produksi; dan
x/
(c) Jumlah penurunan (write down) akibat dilakukannya eva!uasi bila ada,
terhadap biaya yang ditangguhkan tersebut, serta metode dan asumsi
utama yang dipergunakan dalam menghitung penurunan nilai tersebut.
v
(5) Apabila terdapat Iebih dari satu Area of Interest, maka harus diungkapkan rincian
dari Biaya Eksplorasi yang Ditangguhkan untuk tiap-tiap Area of Interest. v
Liabilitas
Utang Usaha
Yang haru5 diungkapkan antara lain:
a) jumlah utang usaha yang dipisahkan antara pihak ketiga dan pihak berelasi; \/ Catatan 18 atas LK
b) jumlah Utang usaha menurut mata uang; dan x/ Catatan 18 atas LK
\/
c) jaminan yang diberikan oleh Perusahaan dengan menunjuk pos»pos yang berhubungan.
Provisi
a) Pengungkapan untuk provisi berlaku untuk provisi jangka pendek dan provisi ‘/
jangka panjang.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) nilai tercatat pada awal dan akhir periode;
V
(2) provisi tambahan dalam periode bersangkutan; x/
Page 41
Page 41 of 83
(3) Jumlah yang tenadl dan dlbebankan pada provusl selama periode bersangkutan,
(4) jumlah yang dibatalkan selama periode bersangkutan atas jumlah yang
belum digunakan; x/
(5) peningkatan selama periode yang bersangkutan, dalam nilai kini, yang ten‘adi
karena berlalunya waktu dan dampak dari setiap perubahan tingkat diskonto; \/
(6) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat terjadinya
arus keluar sumber daya ekonomi; w/
(7) indikasi ketidakpastian waktu atau jumlah arus keluar sebagaimana dimaksud
dalam angka(6). Dalam hal diperlukan, Perusahaan mengungkapkan asumsi w/
utama yang mendasari prakiraan peristiwa masa depan; dan
(8) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan jumlah \/
Aset yang telah diakui untuk estimasi penggantian tersebut.
3) Beban akrual
Yang wajib diungkapkan antara lain jenis dan jumlah dari unsur utama beban yang Catatan 21 atas LK
belum jatuh tempo.
4) Khusus Industri Perbankan
Liabilitas Segera
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian berdasarkan jenis dan mata uang; dan x/
x/
b) Uraian mengenai sifat masing—masing kewajiban.
5) Utang Repo
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Rincian mengenai jenis dan jumlah Efek yang dijual Perusahaan pada transaksi repo; w/
b) Tanggal dan harga dilakukannya pembelian dan penjualan kembali Efek‘ w/
6) Khusus Kontrak Konstruksi
Utang Bruto kepada Pelanggan
Yang harus diungkapkan dalam pos ini antara lain Iiabiiitas brute dari setiap kontrak
konstruksi. Dalam penjelasan tagihan tersebut, juga harus dirinci dalam bentuk tabel
yaitu :
a) biaya kontrak yang terjadi;
b) laba yang diakui; vx/
c) kerugian yang dialami; dan .‘/
d) peken’aan yang sudah ditagih (termin). V
Page 42
Page 42 of 83
a) Simpanan Nasabah
Yang harus diungkapkan antara lain rincian tiap jenis simpanan yang mengungkapkan:
(1) Rincian berdasarkan mata uang, dan jangka waktu;
x/
(2) Rincian jumlah simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga; \/
(3) Tingkat suku bunga rata»rata per tahun; w/
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito; x/
(5) Rincian simpanan bermasalah berdasarkan statusnya, misalnya diblokir w/
atau dijaminkan; dan
(6) Pemberian fasilitas istimewa kepada pemilik rekening giro. x/
‘b) Simpanan dari Bank Lain
Yang harus diungkapkan antara lain:
x/
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu;
(2) Rincian jumlah Simpanan berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga; v
(3) Tingkat suku bunga rata-rata per tahun; V
(4) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan untuk sertifikat deposito; dan \/
(5) Rincian Simpanan bermasalah berdasarkan jenis dan statusnya, misalnya V
diblokir atau dijaminkan.
8) Khusus Industri Asuransi Kerugian dan Jiwa
a) Kewajiban Manfaat Polis Masa Depan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Rincian berdasarkan program asuransi;
v
(2) Rincian berdasarkan jenis pertanggungan; v
(3) Rincian berdasarkan mata uang; ‘/
(4) Dasar perhitungan dan asumsi aktuaris; dan ‘/
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awal dan akhir periode yang memperlihatkan
penambahan dan pengurangan. v
b) Utang Klaim
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga; V
(2) Jumlah utang klaim berdasarkan tertanggung; V
.‘/
(3) Jumlah utang klaim menurutjenis asuransi; dan
(4) Jumlah utang menurut mata uang. \/
Page 43
Page 43 of 83
c) Estlma Klaum RetenSI Sendm
Yang harus diungkapkan antara Iain:
(1) Jumlah menurut jenis asuransi; x/
Jumlah menurut tertanggung;
x/
(2) V
(3) Jumlah menurut mata uang; dan V
(4) Jumlah estimasi klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan.
d) Premi yang belum merupakan Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara Iain:
(1) Jumlah menurut program asuransi;
‘/
(2) Jumlah menurut jenis pertanggungan;
\/
(3) Pemisahan antara premi yang beXum merupakan pendapatan kepada x/
pihak berelasi dan pihak ketiga;
(4) Metode perhitungan yang digunakan; dan x/
(5) Rekonsiliasi jumlah pada awa! dan akhir periode yang memperhhatkan \/
penambahan dan pengurangan.
e) Utang Koasuransi (rewrite)
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pernisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga;
Jumlah berdasarkan ko-asuradur;
x/
(2) x/
(3) Jumlah menurut jenis mata uang; dan x/
(4) Jumlah menurut umur utang. x/
f) Utang Reasuransi
Yang harus diungkapkan antara Iain:
(l) Pemisahan antara utang klaim kepada pihak berelasi dan pihak ketiga;
V
(2) Jumlah berdasarkan reasuradur; \/
(3) Jumlah menurutjenis mata uang; V
V
(4) Jumlah menurut umur utang; dan V
(5) Jumlah utang atau piutang reasuransi yang disalinghapuskan.
g) Utang Komisi
Yang harus diungkapkan antara Iain:
(1) Jumlah berdasarkan tertanggung dan asuradur;
V
(2) Jumlah menurut jeniS mata uang; dan
V
(3) Jumlah menurutjenis asuranSi. V
Page 44
Page 44 of 83
h) T pan Premi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian menurut jenis asuransi. x/
i) Hak Laba Pemegang Polis Yang Belum Dibagikan
Yang harus diungkapkan:
V
(1) Tanggal dan hasil keputusan rapat pemegang saham; V
(2) Dasar perhitungan; dan V
(3) Saldo menurut usia.
9) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek
\/ Catatan 2.r ata5 LK
Yang harus diungkapkan antara lain jenis dan jumlahnya.
10) Utang Pajak
Yang harus diungkapkan antara lain: w/ Catatan 20.c atas LK
a) jenis dan jumlahnya; dan
b) informasi mengenai ketetapan pajak. x/ Catatan 20.9 atas LK
11) Khusus Industri
Pembiayaan Kewajiban
Anjak Piutang
Yang harus diungkapkan antara Iain: x/
a) Jumlah liabilitas anjak piutang dalam rangka anjak piutang dengan recourse; dan
b) Jumlah beban tangguhan, piutang retensi anjak piutang, dan jatuh tempo serta x/
ikatan penting lainnya yang diatur dalam perjanjian anjak piutang.
12) Khusus Kontrak Konstruksi
Uang Muka Kontrak
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah uang muka kontrak yang diterima. x/
13) Bagian Lancar atas Liabilitas Jangka Panjang
Yang harus diungkapkan antara lain bagian Iancar atas Iiabilitas jangka panjang sesuai Catatan 13, 16, 17 atas LK
\/
dengan pengungkapan utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang sebagaimana
diatur dalam Checklist ini.
l4) Liabilitas Keuangan Lainnya
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Pengungkapan untuk liabilita$ keuangan Iainnya berlaku untuk liabilitas \/
keuangan Iainnya yang bersifat jangka pendek dan jangka panjang;
(2) Perusahaan wajib mengelompokkan sesuai klasifikasi yang dipisahkan antara x/
pihak ketiga dan pihak berelasi;
(3) Yang harus diungkapkan antara lain:
Page 45
Page 45 of 83
(a) V
(b) laba atau rugi neto pada setiap Iiabilitas keuangan; dan V
(c) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam v
memenuhi persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi
utang dan kondisi default).
b) Dalam hal terdapat restrukturisasi Utang
Yang harus diungkapkan antara lain :
x/
(1) Penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan dan
penyelesaian utang; x/
(2) Jumlah keuntungan atas restrukturisasi utang dan dampak pajak
penghasilan yang terkait; x/
(3) Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas pengalihan aset yang
diakui selama periode tersebut; dan \/
(4) Jumlah utang kontinjen yang dimasukkan dalam nilai tercatat utang
yang telah direstrukturisasi.
1 S ) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Bagian Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang Jatuh Tempo
dalam Satu Tahun
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya.
‘/
1 6 ) Khusus Industri Pertambangan Umum
Bagian Penyisihan untuk Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup yang
Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
w/
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jenis dan jumlahnya.
1 7 ) Liabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual.
Yang harus diungkapkan antara lain [iabilitas terkait aset atau kelompok lepasan yang x/
dimiliki untuk dijual sesuai dengan dan dapat digabung dengan pengungkapan aset
tidak lancar atau keiompok lepasan yang dik!asifikasikan sebagai dimiliki untuk dijuaL
Liabilitas Jangka Panjang
1 8 ) Utang Pihak Berelasi Non-Usaha
Yang Harus diungkapkan antara lain :
a) rincian nama pihak berelasi, jenis, dan jumlah utang; Catatan 32 atas LK
b) jumlah utang menurut mata uang; dan \/
c) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos~pos yang berhubungan. w/
Page 46
Page 46 of 83
19) Utang Bank dan Lembaga Keuangan Jangka Panjang
Yang Harus diungkapkan antara iain:
a) rincian jumlah utang berdasarkan nama bank/lembaga keuangan dan jenis mata \/ Catatan 16, 17 atas LK
uang;
b) kisaran suku bunga kontraktual selama periode pelaporan; x/ Catatan l6, 17 atas LK
\/ Catatan 16, 17 atas LK
c) tanggal jatuh tempo;
x/ Catatan 16, 17 atas LK
d) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan; \/ Catatan 16, 17 atas LK
e) penjelasan tentang fasilitas pinjaman yang diperoleh, termasuk jumlah dan tujuan
perolehannya; v Catatan 16, 17 atas LK
f) pembayaran yang dilakukan pada periode berjalan untuk masing-masing fasilitas
pinjaman; v Catatan 16 atas LK
g) kejadian penting Iainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default); \/x/ Catatan 16, 17 atas LK
Catatan 16, 17 atas LK
h) jaminan yang diberikan dengan menunjuk pos-pos yang berhubungan;
i) persyaratan lain yang penting, seperti adanya pembatasan pembagian dividen,
pembatasan rasio tertentu, dan/atau pembatasan perolehan utang baru; dan
j) pengungkapan informasi sehubungan dengan liabilitas berbunga jangka panjang yang
akan jatuh tempo dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal Iaporan posisi
keuangan tetapi tetap diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang, antara lain \/
adalah:
(1) nama bank/lembaga keuangan dan jumlahnya; dan x/
(2) ringkasan perjanjian lama dan baru, yang meliputi tanggal kesepakatan, w/
jangka waktu pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan persyaratan penting.
20) Utang Sewa Pembiayaan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) jumlah neto niiai tercatat untuk setiap kelompok aset dan pemberi sewa (lessor)
pada tanggal Iaporan posisi keuangan; \/
b) rekon5iliasi antara total pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal
Iaporan posisi keuangan, dengan nilai kininya. Selain itu wajib mengungkapkan total
pembayaran sewa minimum di masa depan pada tanggal laporan posisi
keuangan, dan nilai kininya, untuk setiap periode berikut:
(1) sampai dengan satu tahun; v
(2) Iebih dari satu tahun sampai S (lima) tahun; dan V
(3) Iebih dari 5 (lima)tahun. v
V
c) pembayaran sewa kontinjen yang diakui sebagai beban pada periode tersebut;
d) total pembayaran minimum sewa»lanjut (subiease) ma5a depan yang diperkirakan \/
akan diterima dari kontrak sewa-[anjut yang tidak dapat dibataikan (non-
canceiiable sublease) pada tanggal laporan posisi keuangan;
Page 47
Page 47 of 83
e) keuntungan atau keruglan yang dltangguhkan beserta amorttsasmya sehubungan
dengan transaksi penjualan dan penyewaan kembali (sale and leaseback); dan
f) penjelasan umum isi perjanjian sewa yang material, antara lain:
(1) dasar penentuan utang sewa kontinjen;
(2) ada tidaknya klausul-k|ausu| yang berkaitan dengan opsi perpanjangan atau x/
pembelian dan eskalasi beserta syarat—syaratnya; dan x/
(3) pembatasan-pembatasan yang ditetapkan dalam perjanjian sewa. x/
21) Khusus Industri Perbankan
a) Surat Berharga yang Diterbitkan
Yang harus diungkapkan antara lain: v
(1) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan jangka waktu;
\/
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga; \/
(3) Tingkat suku bunga rata—rata per tahun; \/
(4) Rincian berdasarkan peringkat efek dan perusahaan pemeringkat; v’
(5) Jumlah amortisasi pada tahun berjalan; \/
(6) Ringkasan perjanjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka x/
waktu perjanjian, tanggal jatuh tempo, kewajiban yang harus
dipenuhi, dan persyaratan penting Iainnya (Debt Covenance);
(7) Pendapat manajemen tentang pemenuhan Debt Covenanceatas surat \/
berharga yang diterbitkan.
b) Pinjaman Diterima
Yang harus diungkapkan antara Iain:
(1) Rincian berdasarkan pihak, jenis' dan mata uang; \/
(2) Rincian jumlah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga; x/
(3) Ringkasan pen‘anjian yang meliputi tanggal kesepakatan, jangka waktu
perjanjian, tingkat bunga, tanggal jatuh tempo, nilai Aset bank yang \/
dijaminkan' dan persyaratan penting lainnya(debt covenance);
(4) Pendapat manajemen terkait pemenuhan debt covenance; x/
(5) Apabila bank menerima dana atau fasilitas pinjaman dari pemerintah atau pihak
lain dengan tingkat imbalan yang !ebih rendah dari tingkat bunga pasar maka \/
manajemen mengungkapkan mengenai fasilitas tersebut dan dampaknya
terhadap laba bersih.
c) Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara lain:
(l) Rincian berdasarkan jenis, mata uang, dan kolektibHitas; v
Page 48
Page 48 of 83
(2) Rincian Jumlah berdasarkan plhak berelasu dan plhak ketlga; v
(3) Jumlah penyisihan penurunan nilai dan mutasi selama periode berjalan; V
(4) Ketentuan minimum penyisihan penurunan nilai komitmen dan
kontinjensi menurut BI dan posisi penyisihan penghapusan bank x/
pada saat periode pelaporan; dan
(5) Pendapat manajemen akan kecukupan jumlah penyisihan x/
penurunan nilai komitmen dan kontinjensi.
22) Khusus Industri Gas dan Minyak Bumi
Liabilitas Pengelolaan dan Reklamasi Lingkungan Hidup Tangguhan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Mutasi taksiran provisi PLH selama tahun berjalan dengan menunjukkan:
(1) Saldo awal; x/
(2) Penyisihan yang dibentuk; \/
(3) Pengeluaran yang terjadi; dan v
(4) Saldo akhir. x/
b) Kegiatan PLH yang telah dilaksanakan dan yang sedang berjalan; x/
c) Liabilitas bersyarat sehubungan dengan PLH dan liabilitas bersyarat
lainnya sebagaimana diatur dalam standar akuntansi keuangan; w/
d) Apabila dalam pos ini terdapat komponen biaya yang sifatnya material, misalnya
beban penutupan tambang, maka perusahaan dapat menyajikannya dalam pos \/
yang terpisah;
e) Tabel yang memuat penjelasan tentang:
(1) Saldo awal; \/
(2) Penambahan dan Pengurangan ; \/
(3) Saldo akhir.
23) Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang
a) imbalan Pasti
Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) gambaran umum mengenai jenis program. x/ Catatan 23 atas LK
(2) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari nilai kini kewajiban imbalan pasti
yang menunjukkan secara terpisah, pengaruhnya selama periode berjalan
yang dapat diatribusikan ke dalam:
(a) biaya jasa kini; \/ Catatan 23 atas LK
(b) biaya bunga; \/ Catatan 23 atas LK
(c) iuran oleh peserta program; \/ Catatan 23 atas LK
(d) keuntungan dan kerugian aktuarial; x/ Catatan 23 atas LK
Page 49
Page 49 of83
(e) perubahan kurs mata uang asung pada program yang dlukur dengan
mata uang yang berbeda dengan mata uang penyajian;
(f) imbalan yang dibayarkan; x/ Catatan 23 atas LK
(g) biaya jasa lam; \/ Catatan 23 atas LK
(h) kombinasi bisnis; V
(i) curtailment; dan V Catatan 23 atas LK
(j) penyelesaian. ‘/ Catatan 23 atas LK
(3) analisis kewajiban imbalan pasti terhadap jumlah yang dihasilkan dari program
yang seluruhnya tidak didanai dan jumlah yang dihasilkan dari program yang \/
seluruhnya atau sebagian didanai;
(4) rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari Nilai Wajar aset program serta saldo awal
dan akhir dari setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan
SAK menunjukkan secara terpisah, dampak selama periode yang
dapat diatribusikan pada setiap:
(a) hasil yang diharapkan dari aset program; x/
(b) keuntungan dan kerugian aktuarial; \/
(c) perubahan kurs mata uang asing pada program yang diukur dengan mata
uang yang berbeda dengan mata uang penyajian;
(d) iuran oleh pemberi pekerja; x/
(e) iuran oleh peserta program; V
(f) imbalan yang dibayarkan; \/
(g) kombinasi bisnis; dan V
(h) penyelesaian; V
(5) RekonsiHasi nilai kini kewajiban imbalan pasti sebagaimana dimaksud dalam butir
(2) dan Nilai Wajar aset program sebagaimana dimaksud dalam butir (4) atas
Aset dan Liabilitas yang diakui dalam laporan posisi keuangan, paling
kurang mengungkapkan:
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial neto yang tidak diakui dalam V
laporan posisi keuangan;
(b) biaya jasa lalu yang tidak diakui dalam laporan posisi keuangan; V
(c) setiap jumlah yang tidak diakui sebagai Aset, dikarenakan oleh \/
batasan dalam SAK;
(d) Nilai Wajar pada akhir periode pelaporan dari setiap hak \/
penggantian yang diakui sebagai Aset sesuai dengan SAK; dan
(e) jumlah Iainnya yang diakui dalam laporan posisi keuangan; x/
(6) total beban yang diakui di laba rugi untuk setiap hal—hal berikut dan
nama pos dimana hal tersebut termasuk:
(a) biaya jasa kini; V Catatan 23 atas LK
Page 50
Page 50 of 83
(b) blaya bunga; Catatan 23 atas
(c) hasi! yang diharapkan dari aset program;
(d) hasil yang diharapkan clari setiap hak penggantian yang diakui sebagai Aset
sesuai dengan SAK;
(e) keuntungan dan kerugian aktuarial, jika Perusahaan memilih metode koridor
10% (sepuluh per seratus);
(f) biaya jasa lalu; Catatan 23 atas LK
(g) dampak dari curtailment terutama terkait dengan penyelesaiannya; dan Catatan 23 atas LK
(h) dampak dari batasan dalam SAK;
(7) jumlah total yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain yang akan diakui
segera dalam salclo Iaba, meliputi:
(a) keuntungan dan kerugian aktuarial; dan Catatan 23 atas LK
(b) dampak dari batasan dalam SAK;
(8) jumlah kumulatif dari keuntungan dan kerugian aktuarial yang diakui pada
Catatan 23 atas LK
pendapatan komprehensif Iain, dalam hal Ferusahaan mengakui keuntungan dan
kerugian dalam pendapatan komprehensif lain sesuai dengan SAK;
(9) persentase atau jumlah setiap kategori utama yang merupakan Nilai Wajar total
aset program, untuk setiap kategori utama dari aset program, yang mencakup,
namun tidak terbatas pada, instrumen ekuitas, instrumen utang, properti, clan
seluruh aset Iain;
(10) jumlah yang mencakup Nilai Wajar aset program untuk:
(a) setiap kategori instrumen keuangan milik Perusahaan; dan
(b) setiap properti atau Aset lain yang digunakan oleh Perusahaan;
(11) penjelasan atas dasar yang digunakan untuk menentukan tingkat pengembalian
yang diharapkan atas Aset secara keseluruhan, termasuk dampak kategori
utama dari aset program;
(l2) imbal ha5il aktual atas aset program, serta imbal hasil aktual atas setiap hak <<<<
penggantian yang diakui sebagai Aset;
(13) Asumsi aktuarial utama yang digunakan sampai pada akhir periode pelaporan
dan diungkapkan dalam ukuran yang absolut dan tidak hanya sebagai marjin
antara persentase dan variabe! [ainnya, termasuk:
(a) tingkat diskonto; Catatan 23 atas LK
(b) tingkat imbal hasil yang diharapkan atas setiap aset program untuk periode
yang disajikan dalam Iaporan keuangan;
(c) tingkat imbal hasil yang diharapkan untuk periode yang disajikan dalam
laporan keuangan pada setiap hak penggantian yang diakui Sebagai Aset;
(d) tingkat kenaikan gaji yang diharapkan (dan perubahan dalam indeks atau Catatan 23 atas LK
variabel tertentu lainnya dalam masa program formal atau konstruktif
sebagai dasar untuk Kenaikan imbalan masa depan);
Page 51
Page 51 0f 83
e tl ngkat tren bia ya keseatan;
() h dan <
(f) asumsi material Iain yang digunakan dalam aktuaria; <
(14) dampak kenaikan atau penurunan satu angka persentase dalam tingkat
tren biaya kesehatan yang diasumsikan pada:
(a) biaya jasa kini agregat dan komponen biaya bunga dari biaya
kesehatan pascakerja periodik neto; dan
(b) akumulasi kewajiban imbalan pascaken‘a untuk biaya kesehatan.
(c) Dalam hal program dioperasikan dalam lingkungan inflasi yang tinggi, wajib
diungkapkan dampak persentase kenaikan atau penurunan tingkat tren
biaya kesehatan yang diasumsikan dari makna yang serupa dengan satu
angka persentase dalam lingkungan inflasi yang rendah.
(15) Jumlah periode tahunan saat ini dan periode empat tahun sebelumnya dari:
(a) nilai kini kewajiban imbalan pasti, Nilai Wajar aset program dan surplus
atau defisit pada program; dan
(b) penyesuaian yang timbul pada:
(i) liabilitas program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase
dari liabititas program pada akhir periode pelaporan; dan
(ii) aset program dinyatakan sebagai jumlah atau persentase dari
aset program pada akhir periode pelaporan;
(16) estimasi terbaik pemberi kerja, segera setelah dapat ditentukan secara andal,
dari iuran yang diharapkan akan dibayar dalam program selama periode tahunan
dimulai setelah periode pelaporan;
(17) khusus untuk program imbalan pasti yang membagi risiko antar
entitas sepengendali, wajib diungkapkan sebagai berikut:
(a) peljanjian kontraktual atau kebijakan tertulis untuk pembebanan biaya
imbalan pasti neto atau bukti bahwa tidak ada kebijakan seperti itu;
(b) dalam hal Perusahaan mencatat alokasi biaya imbalan pasti neto sesuai
SAK, maka Perusahaan mengungkapkan:
(i) informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk
mengevaiuasi sifat program imbalan pasti dan dampak keuangan atas
perubahan program selama periode tersebut;
(ii) pengungkapan gambaran umum jenis program sesuai dengan huruf a)
butir (1) mencakup penjelasan praktik informai yang menimbuikan
kewajiban konstruktif termasuk dalam pengukuran kewajiban imbalan
pasti; dan
(iii) jika Perusahaan mencatat iuran yang terutang untuk periode sesuai SAK
informasi tentang program secara keseluruhan disyaratkan sesuai dengan
butir (1), butir (Z), butir (3), butir (4), butir (9), butir (13), butir (14),
dan butir (16) serta butir ii.
Page 52
Page 52 of 83
..,
b) Iuran Pastl
Perusahaan yang menyelenggarakan program iuran pasti harus .‘/
mengungkapkan jumlah yang diakui sebagai beban untuk program iuran pasti.
c) Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
Yang harus diungkapkan paling kurang jenis dan jumlah imbalan kerja \/
jangka panjang lainnya.
d) Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja
Yang harus diungkapkan antara Iain:
(1) iuran program dan jumlah pesangon pemutusan kontrak kerja; dan x/
(2) penjelasan mengenai liabilitas kontinjen (jika ada).
24) Utang Obligasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, niiai nominal dan nilai tercatat dalam rupiah dan mata uang
V
asing, tanggal jatuh tempo, jadwal pembayaran bunga, suku bunga' bursa tempat
obligasi dicatatkan, dan tujuan penerbitannya;
b) peringkat dan nama Ferusahaan Pemeringkat Efek;
x/
C) jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan; \/
d) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan; x/
e) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi dengan x/
menunjuk pos-pos yang berhubungan, jika ada;
f) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan;
g) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi x/
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi
default); dan ‘/
h) persyaratan panting Iainnya. v
25) Sukuk
a) Perusahaan wajib mengelompokkan Sukuk berdasarkan akad syariah yang digunakan.
w/
b) Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
(1) uraian tentang persyaratan utama dalam penerbitan Sukuk, termasuk:
(a) ringkasan akad syariah dan skema transaksisyariah yang digunakan; x/
(b) Aset, manfaat, atau aktivitas yang mendasari; x/
(c) nilai nominal;
x/
x/
(d) besaran imbalan (untuk Sukuk ijarah); x/
(e) prinsip pembagian hasil usaha, dasar bagi hasil, dan besaran nisbah bagi
Page 53
Page 53 of 83
hasil (untuk Sukuk mudharabah);
(f) rencana jadwal dan tata Cara pembagian dan/atau pembayaran imbalan
atau bagi hasil; \/
(g) jangka waktu; x/
x/
(h) tujuan penerbitannya; dan \/
(i) persyaratan penting lain;
(2) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek; x/
(3) bursa tempat Sukuk dicatatkan; \/
\/
(4)jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dLIa belas) bulan;
(5) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan;
w/
(6)jaminan dengan menunjuk pos—pos yang berhubungan (jika ada); x/
(7) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan; dan x/
(8) kejadian penting lainnya antara lain kepatuhan Emiten atau Perusahaan Pubiik x/
dalam memenuhi persyaratan dan kondisi Sukuk (misalnya restrukturisasi Sukuk
dan kondisi default).
26) Utang Subordinasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) nama kreditur, sifat ikatan, jangka waktu, jenis mata uang, dan kisaran suku \/
bunga kontraktual selama periode pelaporan
x/
b) tujuan perolehannya; x/
c) persyaratan terkait dengan pelunasan utang subordinasi; x/
d) kejadian penting Iainnya antara lain kepatuhan Perusahaan dalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi Utang dan kondisi default); \/
e) pembatasan yang dipersyaratkan dalam Kontrak Perwaliamanatan; dan
\/
f) persyaratan penting lainnya.
27) Obligasi Konversi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) rincian mengenai jenis, nilai nominal dan nilai tercatat, tanggal jatuh tempo, jadwal \/
pembayaran bunga, suku bunga, bursa tempat obligasi konversi dicatatkan, dan
tujuan penerbitannya;
b) periode konversi dan persyaratan konversi, antara lain meliputi rasio konversi, harga \/
pelaksanaan, hak konversi sebelum jatuh tempo serta persyaratannya, dan penalti;
c) dampak dilusi apabila 5eluruh obligasi dikonversikan, dengan memperhatikan tingkat x/
konversi atau harga pelaksanaan (exercise price) yang paling menguntungkan dari
sudut pandang pemegang obligasi konversi;
d) jumlah obligasi yang telah dikonversikan dan dampak dilusinya; w/
Page 54
Page 54 of 83
e) peringkat dan nama Perusahaan Pemeringkat Efek; v
jumlah bagian yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 (dua belas) bulan;
v
f)
v
g) nama Wali Amanat dan keterkaitan usaha dengan Perusahaan; v
h) jaminan serta pembentukan dana untuk pelunasan utang pokok obligasi
dengan menunjuk pos—pos yang berhubungan (jika ada); \/
i) kejadian penting Iainnya antara lain kepatuhan Perusahaan clalam memenuhi
persyaratan dan kondisi utang (misalnya restrukturisasi utang dan kondisi default); \/
j) dalam hal Perusahaan menerbitkan obligasi konversi tanpa melalui penawaran
umum, wajib diungkapkan tujuan penerbitan dan nama pembeli;
x/
k) komponen Liabilitas dari obligasi konversi; x/
i) keberadaan fitur derivatif melekat; dan x/
m) persyaratan penting Iainnya
c. Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
1) Modal Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Bagi Setiap jenis saham, antara Iain:
V Catatan 24 atas LK
(l) Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada awal dan akhir periode;
(2) Hak, keistimewaan, dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham,
termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kernbali atas modal; dan
v
(3) Saham yang dicadangkan untuk penerbitan dengan hak opsi dan kontrak V
penjualan saham, termasukjumlah dan persyaratan;
b) Penjelasan mengenai sifat dan tujuan setiap pos cadangan dalam ekuitas; ‘/
c) Susunan pemegang saham dengan mengungkapkan jumlah lembar saham dan
persentase kepemilikan, yaitu:
(1) Pemegang saham yang memiliki 5% (lima perseratus) atau lebih; \/ Catatan 24 atas LK
(2) Nama direktur dan komisaris yang memiliki saham; dan v Catatan Z4 atas LK
(3) Pemegang saham lainnya; x/ Catatan 24 atas LK
d) Dalam hal terjadi perubahan modal saham da!am periode berjalan:
(1) Keputusan yang berhubungan dengan perubahan modal saham tersebut,
seperti pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, persetujuan
dan/atau pemberitahuan Menteri terkait, dan keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham (RUPS);
x/ Catatan Z4 atas LK
(2) Sumber peningkatan modal saham, antara lain dari kapitalisasi agio, sald0 laba, \/
penerbitan saham baru dari Penawaran Umum dengan dan/atau tanpa Hak
Page 55
Page 55 of 83
Memesan Efek Terleblh Dahulu (r/ghtrssue dan private placement),
pelaksanaan waran, serta konversi obligasi; dan
(3) Tujuan pembahan modal saham, antara lain dalam rangka ekspansi, \/
penyelesaian pinjaman, atau pemenuhan kecukupan modal;
e) Dalam hal hanya sebagian saham Perusahaan yang dicatatkan di Bursa Efek, agar x/
.disebutkan jumlah saham yang dicatatkan dan yang tidak dicatatkan pada Bursa
Efek.
2) Tambahan Modal Disetor (Additional Paid-in Capital)
Yang harus diungkapkan antara lain:
x/ Catatan 25 atas LK
a) Rincian jumlah tambahan modal disetor;
b) Uraian sumber agio saham;
v Catatan 25 atas LK
x/
c) Rincian biaya emisi Efek ekuitas berdasarkan penerbitan Efek ekuitas; x/
d) Uraian mengenai sifat dan asal selisih kurs atas modal disetor;
e) Uraian mengenai sifat dan asal tambahan modal disetor lainnya;
w/
f) Pengungkapan untuk selisih nllai transaksi dengan entitas sepengendali, antara lain:
(1) Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang berkombinasi; x/ Catatan 25 atas LK
(2) Penjelasan mengenai hubungan sepengendali dari entitas—entitas yang x/ Catatan 25 atas LK
bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat sementara;
(3) Tanggal efektif transaksi; Catatan 25 atas LK
(4) Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual atau v
dihentikan akibat kombinasi bisnis tersebut;
(5) Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan jumlah x/ Catatan 25 atas LK
imbalan yang ten‘adi;
(6) Nilai tercatat bisnis yang dikombinasikan atau dialihkan serta selisih antara nilai v Catatan 25 atas LK
tercatat ter5ebut dengan jumlah imbalan yang diserahkan atau diterima; dan
(7) Penyajian kembali laporan keuangan yang memberikan informasi antara lain:
(a) Ikhtisar angka—angka laporan keuangan yang telah dilaporkan \/ Catatan 25 atas LK
sebelumnya untuk periode yang disajikan kembali;
(b) Ikhtisarjumlah tercatat Aset dan Llabilitas entitas atau bisnis x/ Catatan 25 atas LK
yang dikombinasikan;
(c) Dampak penyesuaian kebijakan akuntansi; dan x/ Catatan 25 atas LK
(d) Ikhtisar angka»angka laporan keuangan setelah disajikan kembali. x/ Catatan 25 atas LK
3) Selisih Transaksi dengan Pihak Non pengendali
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Uraian transaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya Pengendalian yang meliputi: x/ Catatan 1c atas LK
.‘/
(1) Jenis transaksi dan perubahan persentase kepemilikan;
Page 56
Page 56 of 83
(2) Nama entitas anak; dan v‘/ Catatan 1c atas LK
Catatan 1c atas LK
(3) Nama pihak yang bertransaksi;
b) Perhitungan selisih tranSaksi perubahan kepemilikan tanpa hilangnya x/ Catatan 1c atas LK
Pengendalian; dan
c) Jumlah yang direalisasi ke Iaba rugi atas pelepasan investasi pada saat ‘/
hilangnya Pengendalian.
4) Saham Treasuri
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Latar belakang pembelian kembali saham, pelepasan, atau pengurangan modal
disetor;
v
b) Tanggal atau periode perolehan 5erta jumlah lembar dan nilai saham treasuri yang
dipero!eh;
\/\/
c) Tangga! dan jumlah saham treasuri yang digunakan Sebagai pengurangan modal
d)
disetor;
Tanggal dan jumlah saham treasuri yang dilepaskan kembali serta selisih antara
\/
harga perolehan dengan harga pelepasan saham treasuri; dan
x/
e) Akumulasi jumlah lembar dan nilai saham treasuri.
5) Saldo Laba
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Alasan dan jumlah penyesuaian periode yang lalu (jika ada);
v
b) Perubahan saldo Iaba pada periode bersangkutan dan persetujuan RUPS yang terkait;
v Laporan Perubahan Ekuitas
(akumulasi defisit)
\/
dan
c) Saldo laba yang ditentukan penggunaannya, sifat, dan tujuan setiap pos cadangan.
6) Waran
Yang harus diungkapkan antara Iain: x/
a) jenis waran dan harga pelaksanaan dari masing-masing waran; V
b) dasar penentuan Nilai Wajar waran;
c)- nilai waran yang beium dan tidak dilaksanakan (kadaluwarsa);
\/
\/
d) jumlah waran yang diterbitkan dan beredar serta dampak dilusinya; dan x/
e) ikatan-ikatan yang terkait dengan penerbitan waran.
7) Pendapatan Komprehensif Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain keterangan mengenai perubahan masing—masing x/ Laparan Perubahan Ekuitas
komponen pendapatan komprehensif lainnya. (PenghasHan komprehensif
lain)
Page 57
Page 57 of 83
8) Kepentmgan Nonpengendall
Yang harus diungkapkan antara lain rincian bagian pemegang saham nonpengendali atas Laporan Perubahan Ekuitas
ekuitas masing-masing entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung atau (kepentingan nonpengendah)
tidak langsung pada entitas induk.
Laba Rugi Komprehensif
1) Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama periode,
termasuk pendapatan yang berasal dari:
(1) Penjualan barang; Catatan 27 atas LK
(2) Penjualanjasa; Catatan 27 atas LK
(3) Bunga; x/
(4) Royalti; dan/atau w/
(S) Dividen; \/
diungkapkan secara terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
b) Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama;
\/
c) Nama pihak pembeli dan jumlah nilai penjualan yang melebihi 10% Tidak ada pihak yang
x/ melebihi 10%
(sepuluh perseratus) dari pendapatan;
d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa yang tercakup \/
dalam setiap kategori signifikan dari pendapatan (jika ada), yang diungkapkan
terpisah berdasarkan pihak berelasi dan pihak ketiga;
e) Khusus untuk kontrak konstruksi, diungkapkan antara Iain:
(1) Pendapatan kontrak konstruksi:
(a) Jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan dalam ‘/
periode berjalan;
(b) Metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kontrak yang
diakui dalam periode berjalan; dan
(c) Metode yang digunakan untuk menentukan tahap penyelesaian kontrak;
(2) Pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal akhir periode pelaporan:
(a) Jumlah agregat biaya yang terjadi dan Iaba/rugi yang diakui sampai tanggal
pelaporan;
(b) Jumlah uang muka yang diterima; dan v
(C) Jumlah retensi; ‘/
(3) Jumlah tagihan dan utang bruto kepada pemberi kerja, masing-masing sebagai
Aset dan Liabilitas;
Page 58
Page 58 of 83
f) Dalam hal Perusahaan memmkl transaksu hubungan keagenan, dlungkapkan secara
terpisah, antara lain:
(1) Penjualan biasa dan penjualan dari hubungan keagenan; x/
(2) Pendapatan komisi yang diperoleh Perusahaan sebagai agen dari
transaksi keagenan dengan pendapatan [ainnya; dan x/
(3) Perincian dari komponen pendapatan neto yang diperoleh Perusahaan sebagai
prinsipal dari transaksi keagenan, yang antara lain terdiri dari:
(a) Pendapatan bruto; ‘/
(b) Retur/rabat/diskon terkait; dan ‘/
(c) Total pendapatan neto. \/
2) Khusus Industri yang Tarifnya Diatur oleh Regulator
Ketentuan Tarif
Yang harus diungkapkan antara Iain:
a) Dasar ketentuan tarif;
x/
b) Objek atau aktivitas yang dikenakan tarif; x/
Masa berlaku tarif; x/
vV
c)
d) Besaran tarif; dan
e) Perjanjian lain yang terkait.
3) Khusus Industri pembiayaan
Rincian jumlah berdasarkan kelompok produk/jasa utama antara lain:
a) Pendapatan pembiayaan konsumen; x/
b) Pendapatan anjak piutang; dan \/
\/
c) Pendapatan sewa.
4) Khusus Industri Rumah Sakit
Terdiri dari:
Jasa pelayanan medis, jasa penunjang !ainnya, jasa dokter, rawat inap, rawat jalan dan
penunjang medis,
Rincian pengurang pendapatan, antara Iain:
‘/
a) Restitusi;
b) Subsidi tidak mampu; dan \/
c) Selisih perhitungan klaim. \/
5) Khusus Industri Transportasi
Rincian jumlah dari kelompok produk/jasa utama antara lain:
Page 59
Page S9 of 83
.....
a) Rincian pendapatan bersih jasa transporta ; x/
\/
b) Rincian pendapatan usaha dari jasa penyewaan alat transportasi; x/
c) Rincian pendapatan usaha dari jasa ekspedisi; x/
d) Rincian pendapatan usaha dari keagenan; dan
e) Rincian pendapatan dipisahkan sesuai dengan jenisnya armada (bus, taksi, feri, tanker
x/
dan pesawat udara) dengan ketentuan memisahkan atas dasar kepemilikan armada
tersebut.
6) Khusus Industri Telekomunikasi
Rincian pendapatan usaha antara lain pendapatan usaha jasa interkoneksi, jasa
telekomunikasi sendiri, jasa telekomunikasi yang dilaksanakan melalui kerjasama x/
dengan pihak lain.
7) Khusus Industri Asuransi:
Pendapatan Premi x/
Yang harus diungkapkan antara Iain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok premi
bruto, premi reasuransi, dan penurunan (kenaikan) premi yang belum merupakan
pendapatan untuk setiap jenis asuransi.
Catatan: menyesuaikan dengan PSAK yang ber/aku (PSAK 36 dan 62)
8) Khusus Industri Jalan
Tol: Pendapatan
Yang harus diungkapkan antara Iain:
a) Penjualan meliputi rincian pendapatan jasa tol sendiri, rincian pendapatan jasa lain,
dan rincian pendapatan keljasama operasi;
b) Jika perusahaan memiliki hak penyelenggaraan sejumlah ruasjalan to], maka
pendapatan usaha untuk setiap ruas jalan tol tersebut harus diungkapkan.
9) Khusus Industri Perbankan
Pendapatan Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain:
Pendapatan bunga, yang dapat terdiri dari dan tidak terbatas pada :
a) Obligasi Pemerintah; V
b) Kredit, dengan pengungkapan tambahan untuk provisi dan komisi yang diakui; V
c) Efek—efek; dan V
d) Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Iain. ‘/
Page 60
Page 60 0f 83
10) Beban Pokok Penjualan
ang harus diungkapkan antara lain:
a) Untuk perusahaan manufaktur, diungkapkan beban pokok produksi yang dirinci:
(1) Biaya bahan baku; w/
(2) Biaya tenaga ken'a; dan x/
(3) Biaya overhead x/
ditambah dan dikurangi saldo awal dan akhir persediaan;
b) Nama pihak penjual dan nilai pembelian yang melebihi 10% (sepuluh perseratus) dari Tidak ada pihak yang
x/ melebihi 10%
pendapatan; dan
c) Untuk industri jasa, diungkapkan beban pokok berdasarkan pada jasa yang dijual. x/ Catatan 28 atas LK
11) Khusus Industri Rumah Sakit
Beban Departementalisasi/Beban Operasional
ang harus diungkapkan antara Iain, rincian beban departementahsasi:
\/
a) Beban bahan; \/
b) Beban jasa pelayanan; \/
c) Beban pegawai; \/
d) Beban penyusutan sarana medis;
e) Beban pemeliharaan sarana;
vv
‘/\/
f) Beban asuransi;
g) Beban langganan daya dan jasa;
h) Beban depresiasi.
l2) lKhusus Industri Asuransi:
a) Beban Klaim Asuransi Kerugian
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan kelompok
klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenaikan (penurunan) estimasi klaim retensi x/
sendiri untuk setiap jenis asuransi.
b) Beban Klaim Asuransi Jiwa Yang
harus diungkapkan antara lain:
Rincian dan jumlah beban menurut jenis klaim dan manfaat, diantaranya : x/
klaim jatuh tempo, klaim nilai tunai, dan klaim kematian.
c) Komisi Neto
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah berdasarkan
kelompuk pendapatan komisi dan beban komisi untuk setiap jenis asuransi.
x/
Page 61
Page 61 of 83
d) HaSII InvestaSI
Yang harus diungkapkan antara lain rincian dan jumlah menurutjenis investasi.
13) Khusus Industri Perhotelan
Beban Departementalisasi
Yang harus diungkapkan antara Iain:
a) Rincian jumlah unsur—unsur beban departementaHsasi; v
b) Gaji dan beban pegawai Iainnya; dan x/
x/
c) Rincian jumlah unsur—unsur beban departemen lainnya.
14) Beban Usaha
Yang harus diungkapkan rincian sifat beban berdasarkan kategori fungsinya, yaitu
antara lain:
a) Beban penjualan; V Catatan 29 atas LK
b) Beban distribusi; dan \/
c) Beban umum dan administrasi.
‘/ Catatan 3O atas LK
15) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Bunga
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban bunga berdasarkan x/
kelompok produk/jasa utama.
b) Beban Provisi dan Komisi
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah beban beban provisi dan x/
komisi berdasarkan kelompok produk/jasa utama.
16) Khusus Industri Pembiayaan
BebanKerugian Penurunan Nilai
Yang harus diungkapkan antara lain jumlah beban kerugian penurunan nilai untuk
masingmasing akun Piutang Pembiayaan Konsumen, Tagihan Anjak Piutang, dan V
Piutang Sewa Pembiayaan.
17) Pendapaian dan Beban Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian dan jumlah Pendapatan Iainnya.
x/ Catatan 2 atas LK
x/ Catatan 2 atas LK
b) rincian dan jumlah Beban Iainnya.
c) Untuk Biaya Keuangan, meliputi :
\/ Catatan 31 ata5 LK
(1) biaya pinjaman meliputi:
Page 62
Page 62 0f 83
.......
(a) beban keuangan yang dlhltung dengan menggunakan metode suku
bunga efektif;
(b) beban keuangan dalam sewa pembiayaan yang diakui sesuai SAK
yang berlaku; dan
(c) selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang
selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian terhadap bunga;
(2) biaya keuangan lainnya yang terjadi dari transaksi instrumen keuangan meliputi:
(a) rugi penurunan nilai dari kuotasi atas investasi tersedia untuk dijual;
(b) rugi neto dari instrumen keuangan yang diakui pada Nilai Wajar melalui
laba rugi; dan
(c) amortisasi premi/diskonto kontrak berjangka yang bertujuan untuk
Iindung nilai.
d) Untuk Bagian Laba Rugi dari Entitas Asosiasi dan/atau Ventura Bersama meliputi :
(1) bagian Iaba rugi dari masing—masing entitas asosiasi dan/atau Ventura
Bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas; dan
(Z) bagian Iaba rugi dari entitas asosiasi dari operasi yang dihentikan,
yang diungkapkan secara terpisah.
18) Khusus Industri Perbankan
a) Beban Penyisihan Penurunan Nilai atas Aset Keuangan
Yang harus diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis aset keuangan.
b) Keuntungan (Kerugian) dari kenaikan (penurunan) nilai surat-surat
berharga dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah Yang harus
diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis‘
c) Keuntungan (Kerugian) Penjualan Surat-Surat Berharga
dan Obligasi Rekapitalisasi Pemerintah Yang harus
diungkapkan antara lain rincian jumlah berdasarkan jenis.
19) Pendapatan Komprehensif Lain
Yang harus diungkapkan antara Iain:
a) perubahan dalam surplus revaluasi Aset Tetap maupun Aset Tak berwujud;
b) keuntungan dan kerugian aktuarial atas program manfaat pasti; Catatan Z atas LK
c) selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan; Catatan 2 atas LK
d) keuntungan (kerugian) dari aset keuangan tersedia untuk dijual;
e) bagian efektif dari keuntungan dan kerugian instrumen lindung nilai dalam
rangka Iindung nilai arus kas; danbagian pendapatan komprehensif lain dari
entitas asosiasi dan/atau Ventura Bersama.
Page 63
Page 63 of 83
20) PajakPengh a Ian
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) komponen beban (penghasnan) pajak yang terdiri clari:
(1) beban (penghasHan) pajak kini; ‘/ Catatan 20d atas LK
(2) penyesuaian yang diakui pada periode atas pajak kini yang berasal dari ‘/ Catatan 20d atas LK
periode lalu;
‘/ Catatan 20d atas LK
(3) jumlah beban (penghasnan) pajak tangguhan yang bera5al dari
perbedaan temporer dan pembalikannya;
(4) jumlah beban (penghasHan) pajak tangguhan terkait dengan perubahan v Catatan 20d atas LK
tarif pajak atau penerapan peraturan perpajakan yang baru;
(5) jumlah manfaat yang berasal dari rugi pajak yang tidak diakui sebelumnya
atau perbedaan temporer suatu periode lalu yang digunakan untuk \/ Catatan 20d atas LK
mengurangi beban pajak kini dan beban pajak tangguhan;
x/
(6) beban pajak tangguhan yang disebabkan oleh penurunan atau
pembalikan penurunan sebelumnya atas aset pajak tangguhan; dan
(7) jumlah beban (penghasHan) terkait dengan perubahan kebijakan akuntansi
dan kesalahan yang diperhitungkan dalam Iaporan laba rugi komprehensif, x/
dikarenakan tidak dapat diperlakukan secara retrospektif;
b) agregat pajak kini dan pajak tangguhan terkait dengan transaksi yang dibebankan
atau dikreditkan langsung ke ekuitas;
c) jumiah pajak penghasilan terkait dengan setiap komponen pendapatan
komprehensif Iain, kecuali untuk bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas
asosiasi dan/atau Ventura Bersama; x/
d) penjelasan hubungan antara beban (penghasHan) pajak dan laba akuntansi dalam
satu atau kedua bentuk berikut ini:
(1) rekonsiliasi antara beban (penghasilan) pajak dan hasil perkalian laba
akuntansi dengan tarif pajak yang berlaku, dengan mengungkapkan dasar w/
Catatan 20d atas LK
perhitungan tarif pajak yang berlaku; atau
(2) rekonsiliasi antara tarif pajak efektif rata—rata dan tarif pajak yang berlaku,
dengan mengungkapkan dasar perhitungan tarif pajak yang berlaku; x/ Catatan 20d atas LK
e) penjelasan mengenai perubahan tarif pajak yang berlaku dan perbandingan dengan
tarif pajak yang berlaku pada periode akuntansi sebelumnya; v
f) jumlah (dan batas waktu penggunaan, jika ada) perbedaan temporer yang dapat
dikurangkan dan rugi pajak belum dikompensasi yang tidak diakui sebagai aset pajak v
tangguhan dalam Iaporan keuangan;
Page 64
Page 64 of 83
9) jumlah agregat perbedaan temporer yang terkalt dengan Investasn pada entltas
anak, cabang, entitas asosiasi, dan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama
atas liabilitas pajak tangguhan yang belum diakui;
h) rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini dengan cara sebagai berikut:
(1) laba sebelum pajak menurut akuntansi; Catatan 20d atas LK
(2) ditambah/dikurangi koreksi positif atau negatif (dirinci); dan Catatan 20d atas LK
(3) laba kena pajak; Catatan 20d atas LK
perhitungan beban dan Iiabilitas pajak kini dengan menerapkan tarif pajak <<<< Catatan 20d atas LK
sesuai dengan ketentuan perundang~undangan pajak yang berlaku;
j) pernyataan bahwa laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian
< Catatan 20d atas LK
SPT Tahunan PPh Badan;
k) setiap jenis perbedaan temporer dan setiap jenis rugi pajak yang
belum dikompensasi:
Catatan 20e atas LK
(1) jumlah aset dan liabilitas pajak tangguhan yang diakui pada laporan
posisi keuangan untuk periode sajian; dan
(2) jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui dalam laba rugi, Catatan 20e atas LK
apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari perubahan jumlah aset atau liabilitas
pajak tangguhan yang diakui dalam laporan posisi keuangan;
beban pajak terkait dengan operasi yang dihentikan:
(1) keuntungan atau kerugian atas penghentian; dan
(2) laba rugi dari kegiatan normal atas operasi yang dihentikan selama
periode, bersama dengan jumlah terkait untuk setiap periode sajian;
m) jumlah konsekuensi pajak penghasilan atas dividen kepada pemegang saham
Perusahaan yang diusulkan atau diumumkan sebelum Laporan Keuangan Diotorisasi
untuk Terbit namun tidak diakui sebagai Liabilitas dalam laporan keuangan;
n) uraian jumlah perubahan pada jumlah pengakuan untuk aset pajak tangguhan
praakuisisi apabila Perusahaan adalah pihak pengakuisisi dalam suatu kombinasi
bisnis;
0) peristiwa atau perubahan keadaan yang menyebabkan manfaat pajak tangguhan
wajib diakui apabila manfaat pajak tangguhan yang diperoleh dari kombinasi bisnis
tidak diakui pada tanggal akuisisi tetapi diakui setelah tanggal akuisisi; dan
p) jumlah aset pajak tangguhan dan alasan atau bukti yang mendukung pengakuan
atas aset pajak tangguhan, apabila2
(1) penggunaan aset pajak tangguhan bergantung pada kondisi Iaba kena Catatan 20e atas LK
pajak mendatang lebih besar dari [aba pernbalikan perbedaan temporer
kena pajak yang telah ada; dan
(2) entita5 mengalami kerugian pada periode kini atau periode sebelumnya yang Catatan 20e atas LK
Page 65
Page 65 of 83
\ ~
mengakibatkan dlakumya aset paJak tangguhan terkalt.
21) Laba (Rugi) per Saham Dasar dan Dilusian
Yang harus diungkapkan antara Iain :
a) jumlah yang digunakan sebagai pembilang dalam penghitungan laba per saham dasar
dan dilusian, dan rekonsiliasi jumlah tersebut terhadap laba atau rugi yang dapat V Catatan 26 atas LK
diatribusikan kepada entitas induk untuk periode tersebut. Rekonsiliasi tersebut
mencakup dampak individual dari setiap jenis instrumen yang mempengaruhi Iaba per
saham;
b) jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang digunakan sebagai penyebut dalam
penghitungan laba per saham dasar dan dilusian, dan rekonsiliasi penyebut tersebut. x/ Catatan 26 atas LK
Rekonsiliasi tersebut mencakup dampak individual dari setiap jenis instrumen yang
mempengaruhi laba per saham;
c) instrumen (termasuk saham yang dapat diterbitkan secara kontinjen) yang x/
berpotensi mendilusi Iaba per saham dasar di masa depan, namun tidak dimasukkan
dalam penghitungan Iaba per saham dilusian karena instrumen tersebut bersifat
antidilutif untuk periode sajian;
d) penjelasan transaksi saham biasa atau transaksi instrumen berpotensi saham biasa,
selain yang dihitung sesuai dengan SAK yang berlaku, yang tetjadi setelah periode \/
pelaporan dan akan secara signif‘ukan mengubah jumlah saham biasa atau instrumen
berpotensi saham biasa yang beredar pada akhir periode tersebut seandainya transaksi
dimaksud terjadi sebelum akhir periode pelaporan; dan \/
e) laba per saham dasar dan dilusian untuk operasi yang dihentikan.
22) Transaksi Pihak Berelasi
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Pengungkapan mengenai transaksi atau saldo dengan pihak berelasi, yang
jumlahnya:
(1) lebih dari Rp 1‘000.000.000,00 (satu miliar rupiah) untuk transaksi v Catatan 32 atas LK
dengan orang atau anggota keluarga terdekat; dan/atau
Catatan 32 atas LK
(2) lebih dari 0,5% (nol koma lima perseratus) dari modal disetor untuk
transaksi dengan entitas berelasi.
b) terkait dengan transaksi dengan orang atau anggota keluarga terdekat meliputi x/ Catatan 32 atas LK
nama, sifat dan hubungan dengan pihak berelasi serta informasi tentang
transaksi dan saldo dengan pihak dimaksud;
c) terkait dengan transaksi dengan entitas berelasi meliputi sifat dan hubungan dengan
pihak—pihak berelasi serta informasi mengenai transaksi dan saido, termasuk
komitmen, yang diperlukan untuk memahami potensi dampak hubungan tersebut
Page 66
Page 66 of 83
dalam Iaporan keuangan, pa ng kurang
\/ Catatan 32 atas LK
(1) jumiah transaksi beserta persentasenya terhadap total pendapatan dan beban
terkait;
x/ Catatan 32 atas LK
(2) jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total Aset atau Liabilitas,
termasuk komitmen, dan:
(a) persyaratan dan ketentuannya, termasuk apakah terdapat jaminan,
dan sifat imbalan yang akan diberikan, untuk penyelesaian; dan \/
(b) rincian garansi yang diberikan atau diterima;
(3) jumlah cadangan kerugian penurunan nilai, beban cadangan kerugian v Catatan 6, 8 atas LK
penurunan nilai secara individual dan kolektif, dan penghapusan piutang terkait
dengan jumlah saido piutang usaha dan piutang pihak berelasi non-usaha; dan
alasan dan dasar pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai, jika \/
(4)
dilakukan pembentukan;
cl) pengungkapan yang disyaratkan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) dan b)
clilakukan secara terpisah untuk masing-masing kategori berikut:
(1) entitas induk;
(2) entitas dengan pengendalian bersama atau Pengaruh Signifikan terhadap <<
entitas;
(3) entitas anak;
(4) entitas asosiasi;
(5) Ventura Bersama dimana entitas merupakan venturer; <<<
persm I [I a] a e en k JI Ci d al‘ e ttas pelapDr a tau e titaS if cl Jk ya; da \/ ( a tata n 32 ataS K
(6)
(7) pi h ak>pi h ak b ereasi IaHya \/ catatan 32 atas K
e) seluruh kompensasi yang diberikan kepada masing-masing anggota atau kelompok
direksi, komisaris, pemegang saham utama yang juga sebagai karyawan, dan
manajemen kunci lainnya untuk masing-masing kategori berikut:
imbalan kerja jangka pendek; x/ Catatan 32 atas LK
(1)
(2) imbalan pascakerja; x/
(3) imbalan kerja jangka panjang lainnya;
(4) pesangon pemutusan kontrak kerja; dan
(5) pembayaran berbasis saham. <<<
f) untuk entitas berelasi dengan pemerintah :
(1) nama entitas berelasi dengan pemerintah dan sifat hubungannya dengan
Perusahaan; V
Page 67
Page 67 of 83
.....
(2) mlah se p transak yang secara
(3) untuk transaksi lainnya yang secara kolektif, tetapi tidak secara individual,
signifikan, indikasi secara kuantitatif atau kualitatif atas luasnya transaksi
tersebut.
23) Aset dan Liabilitas dalam Mata Uang Asing
Catatan 34 atas LK
a) Mata uang asing yang dimaksud adalah mata uang selain mata uang fungsionaL
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) rincian aset dan iiabilitas moneter dalam mata uang asing serta ekuivalennya Catatan 34 atas LK
dalam mata uang fungsional;
(2) posisi neto dari aset dan liabilitas moneter daiam mata uang asing; Catatan 34 atas LK
(3) rincian kontrak valuta berjangka dan ekuivalen dalam mata uang fungsional;
(4) jumlah selisih kurs yang diakui dalam laba rugi, kecuali untuk selisih kurs yang Catatan 2 atas LK
timbul pada instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui [aba
rugi; dan
(5) selisih kurs neto diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan diakumulasikan Catatan 2 atas LK
dalam komponen ekuitas yang terpisah, serta rekonsiliasi selisih kurs tersebut
pada awal dan akhir periode.
24) Penurunan NHai Aset Nonkeuangan
Yang harus diungkapkan antara lain z
a) untuk setiap rugi penurunan nilai yang diakui atau dibalik selama periode tertentu
untuk suatu aset individual, termasuk goodwill atau suatu unit penghasil kas:
(l) peristiWa dan kondisi yang mengindikasikan pengakuan atau
pembalikan rugi penurunan nilai;
(2) jumlah rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi selama periode
tersebut dan unsur Iaporan laba rugi komprehensif yang didalamnya
tercakup rugi penurunan nilai;
(3) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai yang diakui dalam laba rugi
selama periode tersebut dan unsur Iaporan laba rugi komprehensif yang
di dalamnya tercakup rugi penurunan nilai yang dibalik;
(4) goodwi/Iyang telah diakui rugi penurunan nilainya;
(5) jumlah rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui dalam
pendapatan komprehensif lain selama periode tersebut; dan
(6) jumlah pembalikan rugi penurunan nilai atas aset revaluasian yang diakui
dalam pendapatan komprehensif lain selama periode tersebut.
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam angka (1) dilakukan untuk setiap
kelompok aset.
Page 68
Page 68 of 83
25) Perubahan Es a Akuntan , Perubahan Keb akan Akuntan , dan Kesalahan
Periode Lalu
a) Perubahan Estimasi Akuntansi \/
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dan alasan perubahan estimasi akuntansi; v
(2) jumlah perubahan estimasi yang berdampak pada periode berjalan; dan \/
(3) perkiraan dampak estimasi pada periode mendatang‘ Dalam ha! jumlah V
dampak pada periode mendatang tidak praktis, fakta tersebut harus
diungkapkan.
b) Perubahan Kebijakan Akuntansi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi; x/ Catatan 2.b atas LK
(2) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru memberikan informasi yang andal w/ Catatan 2.b atas LK
dan relevan;
(3) jumlah penyesuaian untuk periode berjalan clan setiap periode lalu sajian:
(a) setiap p05 laporan keuangan yang terpengaruh; dan w/ Catatan 2.b atas LK
(b) Iaba per saham dasar dan dilusian; \/
(4) jumlah penyesuaian yang terkait dengan periode-periode sebelum periode yang x/ Catatan 2.b atas LK
disajikan. Dalam hal tidak praktis dilakukan, maka diungkapkan alasannya;
dan
(S) keadaan yang membuat penerapan retrospektif tidak praktis untuk suatu x/ Catatan 2.b atas LK
periode tertentu atau untuk periode—periode sebelum periode-periode
tersebut disajikan dan tanggal dimulainya perubahan kebijakan akuntansi‘
c) Kesalahan Periode Lalu
Yang harus diungkapkan antara lain :
sifat dari kesalahan periode Ialu; V
(1)
(2) jumlah koreksi untuk setiap periode sajian:
(a) bagi setiap pos laporan keuangan; dan x/
(b) Iaba per saham dasar dan dilusian; \/
(3) jumlah koreksi pada awal periode sajian paling awal; dan v
(4) keadaan yang membuat penerapan retrospketif tidak praktis dilakukan dan
penjelasan mengenai cara dan waktu dilakukannya koreksi apabila penyajian V
kembali retrospektif tidak praktis.
Page 69
Page 69 of 83
26) Kombinasi Bisnis
a) Perusahaan harus mengungkapkan hal—hal sebagai berikut untuk setiap kombinasi
bisnis yang terjadi selama periode pelaporan, yaitu:
\/ Catatan 1c atas LK
(1) nama dan penjelasan tentang pihak yang diakuisisi;
tanggal akuisisi; V Catatan 1c atas LK
(2)
(3) biaya terkait akuisisi, di luar biaya penerbitan Efek utang dan Efek ekuitas, \/
periode ben'alan, dan akumulasinya untuk masing-masing kombinasi bisnis;
Catatan 1c atas LK
(4) persentase kepentingan ekuitas berhak suara yang diperoleh; \/
(5) alasan utama untuk kombinasi bisnis dan penjelasan tentang cara pihak \/
pengakuisisi memperoleh Pengendalian atas pihak yang diakuisisi;
penjelasan kualitatif tentang faktor yang membentuk goodwiH yang diakui; \/
(6)
(7) Nilai Wajar pada saat tanggal akuisisi atas total imbalan yang dialihkan dan
Nilai Wajar tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama imbalan; x/
(8) kesepakatan imbalan kontinjensi dan aset indemnifikasi:
\/
(a) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi;
(b) penjelasan tenmng kesepakatan dan dasar penentuan jumlah pembayatan;
dan
(c) estimasi kisaran hasil (tidak didiskonto) atau, jika apabila kisaran tidak
dapat diestimasikan maka fakta dan alasan mengapa kisaran tersebut tidak ‘/
dapat diestimasikan. Dalam hal jumlah maksimum pembayaran tidak
terbatas, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan fakta tersebut;
(9) Perusahaan harus mengungkapkan piutang yang diperoleh berdasarkan
kelompok utama piutang, misalnya pinjaman yang diberikan, sewa pembiayaan
langsung, dan kelompok piutang lain, yaitu sebagai berikut:
(a) Nilai Wajar piutang; \/
(b) jumlah piutang bruto kontraktual; dan <<
(c) estimasi terbaik pada tanggal akuisisi atas jumlah arus kas
kontraktual yang diperkirakan tidak tertagih;
(10) jumlah yang diakui pada tanggal akuisisi untuk setiap kelompok utama Aset
yang diperoleh dan Liabilitas yang diambil alih;
(11) setiap liabilitas kontinjensi yang diakui pada Nilai Wajar:
(a) uraian mengenai karakteristik kewajiban dan perkiraan saat arus
keluar sumber daya ekonomi terjadi;
indikasi ketidakpastian saat atau jumlah arus keluar tersebut. Dalam hal <
(b)
Page 70
Page 70 of 83
diperlukan, Perusahaan harus mengungkapkan asumSI utama
yang mendasari prakiraan peristiwa masa depan; dan
(c) jumlah estimasi penggantian yang akan diterima dengan menyebutkan
jumlah Aset yang telah diakui untuk estimasi penggantian tersebut;
(12) dalam hal liabilitas kontinjensi tidak diakui karenaNiIai Wajarnya tidak dapat
diukur secara andal, maka pihak pengakuisisi mengungkapkan:
(a) informasi sebagaimana dimaksud dalam angka 33 huruf b)
angka (4) terkait perikatan dan kontijensi; dan
(b) alasan Liabilitas tidak dapat diukur secara andal;
(13) dalam hal pembelian dengan diskon:
(a) jumlah keuntungan yang diakui dan pos dalam Iaporan laba
rugi komprehensif dimana keuntungan tersebut diakui; dan
(b) penjelasan tentang alasan transaksi tersebut menghasilkan keuntungan;
(14) setiap kombinasi bisnis dimana pihak pengakuisisi memiliki kurang dari 100%
(seratus perseratus) dari kepentingan ekuitas pihak yang diakuisisi
pada tanggal akuisisi:
(a) jumlah dari kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi,
yang diakui pada tanggal akuisisi dan dasar pengukurannya; dan
(b) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan dalam penentuan
nilai tersebut, untuk setiap kepentingan nonpengendali pada pihak yang
diakuisisi yang diukur pada Nilai Wajar;
(15) dalam hal suatu kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap:
(a) Nilai Wajar pada tanggal akuisisi atas kepentingan ekuitas pihakyang
diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi segera sebelum
tanggal akuisisi; dan
(b) jumlah keuntungan atau kerugian yang diakui sebagai hasil dari
pengukuran kembali Nilai Wajar dari kepentingan ekuitas pada pihak
yang diakuisisi yang dimiliki oleh pihak pengakuisisi sebelum kombinasi
bisnis dan pos dalam laporan laba rugi komprehensif untuk mengakui
keuntungan atau kerugian tersebut;
(16) Informasi sebagai berikut:
(a) jumlah pendapatan dan laba atau rugi dari pihak yang diakuisisi sejak
tanggal akuisisi yang dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif
pada periode pelaporan; dan
(b) pendapatan dan laba atau rugi dari entitas hasil penggabungan untuk
periode pelaporan berjalan seolah-olah tanggal akuisisi untuk semua
Page 71
Page 71 of 83
kombinasi bisnis yang ten'adi selama tahun beljalan telah
diperhitungkan sejak awal periode pelaporan.
b) Terhadap kombinasi bisnis yang teujadi pada periode sekarang dan periode
sebelumnya, Perusahaan yang menjadi pihak pengakuisisi wajib mengungkapkan V
informasi berikut untuk setiap kombinasi bisnis yang material atau secara koiektif
material:
(1) dalam hal akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai untuk Aset, v
Liabilitas, kepentingan nonpengendaH tertentu atau jenis imbalan dan jumlah
yang diakui dalam laporan keuangan kombinasi bisnis sehingga
ditentukan hanya bersifat penyisihan, maka diungkapkan:
(a) alasan akuntansi awa! untuk kombinasi bisnis belum selesai; ‘/
(b) Aset, Liabilitas, kepentingan ekuitas atau jenis imbalan yang
akuntansi awalnya belum selesai; dan \/
(c) sifat dan jumlah dari setiap penyesuaian periode pengukuran yang
diakui selama periode pelaporan
(2) setiap periode pelaporan setelah tanggal akuisisi sampai dengan Perusahaan
mendapatkan, menjual atau kehilangan hak atas aset imbalan kontinjensi,
atau sampai dengan Perusahaan menyelesaikan liabilitas imbalan kontinjensi
atau liabilitas tersebut dibata!kan atau lewat waktu, maka diungkapkan:
(a) setiap perubahan dalam jumlah yang diakui, termasuk setiap
\/
perbedaan yang timbul selama penyelesaian;
(b) setiap perubahan dalam kisaran hasil (tidak didiskonto) dan
alasan perubahan tersebut; dan <
(c) teknik penilaian dan input model utama yang digunakan untuk
mengukur imbalan kontinjensi;
(3) liabilitas kontinjensi yang diakui dalam kombinasi bisnis, jika ada;
(4) rekonsiliasi atas nilai tercatat goodwill pada awal dan akhir periode pelaporan; <<<
(5) jumlah dan penjelasan dari setiap keuntungan atau kerugianyang diakui pada
periode pelaporan yang:
(a) terkait dengan aset teridentifikasi yang diperoleh atau liabilitas yang \/
diambil—alih da!am kombinasi bisnis pada periode pelaporan berjalan
atau periode pelaporan sebelumnya; dan
ukuran, sifat, atau kejadian relevan yang diungkapkan untuk memahami x/
(b)
laporan keuangan Perusahaan hasil penggabungan;
c) pernyataan kesesuaian dengan peraturan Bapepam dan LK dalam
x/
pelaksanaan transaksi kombinasi bisnis; dan
Page 72
Page 72 of 83
d) Perusahaan harus mengungkapkan hal—hal berikut secara keseluruhan, sehubungan
dengan perolehan atas entitas anak dan unit bisnis Iainnya selama suatu periode:
Catatan 1c atas LK
(l) jumlah harga yang dibayarkan;
(2) bagian dari harga yang merupakan Kas dan Setara Kas; Catatan 1c atas LK
(3) jumlah Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau bisnis lainnya apabila
Pengendalian diperoleh; dan
(4) jumlah aset dan liabilitas selain Kas dan Setara Kas pada entitas anak atau
bisnis Iainnya apabila Pengendalian diperoleh, diikhtisarkan berdasarkan
kategori utamanya.
27) Segmen Operasi
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) pengungkapan pada !evel segmen;
(1) informasi umum, yang terdiri dari:
(a) faktor-faktor yang digunakan oleh manajemen untuk Catatan 35 atas LK
mengidentifikasi segmen dilaporkan; dan
(b) jenis produk dan jasa yang menghasi!kan pendapatan dari setiap Catatan 3S atas LK
segmen dilaporkan;
informasi mengenai Iaba atau rugi segmen, termasuk pendapatan dan beban Catatan 35 atas LK
(2)
tertentu, aset segmen, dan Iiabilitas segmen dari segmen dilaporkan, serta
dasar pengukurannya;
(3) rekonsiliasi dari total pendapatan segmen, ukuran Iaba atau rugi segmen Catatan 35 atas LK
dilaporkan, aset segmen, liabilitas segmen, dan unsur segmen material lainnya
terhadap jumlah yang terkait dalam Iaporan keuangan Perusahaan;
b) pengungkapan pada level entitas
(1) Informasi produk dan jasa
Pendapatan dari pelanggan eksternal untuk setiap produk dan jasa atau setiap
kelompok produk dan jasa yang serupa.
(2) Informasi wilayah geografis
(a) Pendapatan dari pelanggan eksternal yang diatribusikan kepada:
i. negara domisili Perusahaan; dan
ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memperoleh
pendapatan. Dalam hal pendapatan dari suatu negara asing secara
individual jumiahnya material, pendapatan tersebut diungkapkan secara
terpisah, termasuk dasar pengatribusian pendapatannya kepada negara
Page 73
Page 73 of 83
tersebut secara nd
(b) Aset tidak lancar selain instrumen keuangan, aset pajak yang ditangguhkan,
aset imbalan pascakerja, dan hak yang terjadi akibat kontrak asuransi
yang berlokasi di:
i. negara domisili Perusahaan; dan \/
ii. semua negara asing secara total dimana Perusahaan memiliki aset.
Dalam hal aset dari suatu negara asing secara individual jumlahnya \/
material, maka aset tersebut diungkapkan secara terpisah.
(3). Infomasi pelanggan umma
Dalam hal pendapatan dari transaksi dengan pelanggan eksternal
tunggal mencapai 10% (sepu!uh perseratus) atau lebih dari pendapatan
konsolidasi, Perusahaan harus mengungkapkan:
w/
(a) fakta; x/
(b) total pendapatan dari setiap pelanggan; dan x/
(c) identitas segmen yang melaporkan pendapatan tersebut.
28) Operasi yang Dihentikan
a) Yang harus diungkapkan antara lain:
(l) uraian tentang alasan operasi dihentikan; x/
(2) uraian fakta dan keadaan dari penjualan, atau yang mengarah kepada pelepasan x/
yang diharapkan, cara, dan waktu pelepasan dari aset dan liabilitas operasi yang
dihentikan; dan
V
(3) pengaruh dari opera5i yang dihentikan terhadap segmen yang dilaporkan dari
aset tidak Iancar atau kelompok Iepasan disajikan sesuai SAK yang berlaku.
b) Yang harus diungkapkan atas informasi terkait dengan laba (rugi) operasi yang
dihentikan, antara iain:
(1) analisa atas jumlah tunggal yang disajikan dalam Iaporan laba
rugi komprehensif meliputi:
(a) pendapatan, beban, dan laba atau rugi sebelum pajak dari operasi ‘/
yang dihentikan dan beban pajak penghasilan yang terkait; dan
(b) laba atau rugi yang diakui dalam pengukuran ke Nilai Wajar setelah V
dikurangi biaya untuk menjual atau pelepasan aset atau kelompok
lepasan yang terkait dengan operasi yang dihentikan dan beban pajak
penghasilan yang terkait;
(2) arus kas neto yang dapat diatribusikan pada aktivitas operasi, investasi
dan pendanaan dari operasi yang dihentikan; dan ‘/
(3) jumlah penghasilan dari operasi yang dilanjutkan dan operasi yang
dihentikan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk.
v
Page 74
Page 74 of 83
a) Perusahaan wajib mengelompokkan instrumen derivatif sesuai dengan tujuannya, v
yaitu untuk lindung nilai atau tujuan lainnya (non lindung nilai), seperti untuk
tujuan spekulasi;
b) Perusahaan yang memiliki atau menerbitkan instrumen derivatif wajib
mengungkapkan untuk setiap kontrak instrumen derivatif dalam kelompok
klasifikasi Iindung nilai dan kelompok non Iindung nilai:
(1) hakikat dan sifat dari transaksi, berupa transaksi berjangka dalam x/
bentuk valuta, bunga, komoditas atau Iain-lain;
(2) pihak lawan transaksi (counterparties); V
(3) tanggal jatuh tempo; v
(4) nilai keseluruhan kontrak dan Nilai Wajar pada tanggal Iaporan
posisi keuangan; v
(5) beban atau Pendapatan pada periode pelaporan; x/
(6) pos Aset dan/atau Liabiiitas yang dilindung nilai; dan v
(7) persyaratan penting lainnya. w/
c) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) Hal-hal yang diperlukan untuk memahami tujuan transaksi derivatif dan strategi
untuk mencapai tujuan tersebut; \/
(2) Kebijakan manajemen risiko untuk setiap klasifikasi lindung nilai,
termasuk penjelasan mengenai Aset dan/atau Liabilitas dan jenis \/
transaksi yang dilindung niiai; dan
(3) Bagi instrumen yang tidak dimaksudkan sebagai suatu lindung nilai,
disebutkan tujuannya. \/
30) Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Yang harus diungkapkan untuk setiap kelompok aset keuangan dan liabilitas
keuangan antara lain:
a) Nilai Wajar setiap kelompok Aset dan Liabilitas tersebut dengan cara yang x/ Catatan 37 atas LK
memungkinkan untuk dapat diperbandingkan dengan nilai tercatat dalam laporan
posisi keuangan; dan
b) hierarki, metode, dan asumsi signifikan yang digunakan dalam menentukan Nilai x/ Catatan 37 atas LK
Wajar aset keuangan dan Iiabilitas keuangan.
31) Dividen
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) jumlah dividen dan dividen per saham yang telah dideklarasikan dan v
dibayarkan sebagai distribusi kepada pemilik pada periode pelaporan;
b) jumlah utang dividen untuk: v
Page 75
Page 75 of 83
.....
(l) pe de pelaporan' dan .‘/
v
(2) periode sebelumnya;
c) jumlah dividen dan dividen per saham yang diusulkan atau dideklarasikan setelah V
periode pelaporan tetapi sebelum tangga] penyelesaian Iaporan keuangan dan
tidak diakui sebagai Liabilitas kepada pemilik pada akhir periode pelaporan; dan v
d) jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui‘
32) Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama
Yang harus diungkapkan antara Iain:
a) jumlah agregat dari liabilitas kontinjensi dengan jumlah liabilitas kontinjensi
Iainnya secara terpisah;
x/
b) jumlah agregat dari komitmen modal terkait dengan bagian partisipasinya x/
dalam Ventura Bersama secara terpisah dari komitmen lainnya;
c) daftar dan penjelasan bagian partisipasi dalam Ventura Bersama yang signiflkan dan x/
bagian partisipasi kepemilikan dalam pengendalian bersama entitas; dan
d) dalam hal Ventura Bersama diakui dalam pengendalian bersama entitas, x/
agar ditambahkan pengungkapan tambahan tentang:
(1) metode yang digunakan untuk mengakui bagian partisipasinya; dan \/
(2) jumlah agregat setiap aset lancar, aset tidak lancar, Iiabilitas jangka pendek,
liabilitas jangka panjang, penghasilan dan beban yang terkait dengan bagian x/
partisipasinya dalam Ventura Bersama.
33) Perikatan dan Kontinjensi
a) Perikatan
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perikatan yang meliputi:
(a) perjanjian sewa, keagenan dan distribusi, bantuan manajemen dan teknis,
royalti, dan lisensi, diungkapkan: Catatan 33 atas LK
i. pihak—pihak yang terkait dalam peljanjian;
ii. periode berlakunya perikatan;
iii. dasar penentuan kompensasi dan denda;
iv. jumlah beban atau pendapatan pada periode pelaporan; dan
v. pembatasan—pembatasanlainnya;
(b) kontrak atau perjanjian yang memerlukan penggunaan dana di masa yang
akan datang, seperti: pembangunan pabrik, peijanjian pembelian, ikatan v
untuk investasi, diungkapkan:
Page 76
Page 76 of 83
kh
plha—plak yang ter kalt dl
aam penn;
rjaJIa
ii. periode berlakunya perikatan;
iii. nilai keseluruhan, mata uang, dan bagian yang telah direalisasi; dan
iv. sanksi»sanksi;
(2) pemberian jaminan atau garansi, diungkapkan:
(a) pihak-pihak yang dijamin dan yang menerima jaminan, yang dipisahkan
antara pihak berelasi dan pihak ketiga untuk pihak yang dijamin;
(b) latar be!akang dikeluarkannya jaminan;
(c) periode berlakunya jaminan; dan
(d) nilai jaminan;
(3) fasilitas kredit yang belum digunakan, misalnya fasilitas L/C, cerukan bank; dan
(4) uraian mengenai sifat, jenis, jumlah dan batasan—batasannya. <<<<<<
b) Kontinjensi
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) perkara atau sengketa hukum,
diungkapkan:
(a) pihak—pihak yang terkait;
(b) jumlah yang diperkarakan; <<
(c) latar belakang, isi dan status perkaradan pendapat hukum (legal
opinion); dan
(d) dampak keuangan; <<
(2) Peraturan Pemerintah yang berdampak terhadap Perusahaan, misainya masaiah
iingkungan hidup, diungkapkan uraian singkat tentang peraturan dan
estimasi dampak keuangannya; <
(3) kemungkinan Iiabilitas pajaktambahan:
(a) jenis ketetapan atau tagihan pajak, jenis pajak, tahun pajak serta
jumlah pokok dan denda atau bunganya; dan
(b) sikap Perusahaan terhadap ketetapan atau tagihan pajak (keberatan
atau banding);
(4) peristiwa kontinjensi lainnya, yang diungkapkan antara lain:
(a) karakteristik aset atau liabilitas kontinjensi;
(b) estimasi dari dampak keuangannya;
(c) indikasi tentang ketidakpastian yang terkait dengan jumlah atau waktu arus <<<
Page 77
Page 77 of 83
.....
keluar sumber daya; dan
(d) kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga. \/
34) Khusus Industri Perkebunan
Perkebunan Inti Rakyat dan Plasma
Yang harus diungkapkan antara lain:
a) Isi perjanjian kerjasama IR/Plasma;
x/
b) Pihak-pihak yang terkait dalam kerjasama; w/
c) Lokasi aset dan jangka waktu pengelolaan; v
d) Hak dan liabilitas dari masing-masing pihak dalam keujasama; vw/
e) Ketentuan tentang perbahan perjanjian kerjasama; dan x/
f) Isi perubahan perjanjian, jika ada.
35) Manajemen Risiko Keuangan
a) Perusahaan harus mengungkapkan informasi yang memungkinkan para
pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan luas risiko yang timbul
dari instrumen keuangan, serta kebijakan dalam pengelolaan risiko, termasuk,
namun tidak terbatas pada risiko sebagai berikut:
(1) risiko kredit, antara lain ikhtisar analisis umur aset keuangan yang belum jatuh
tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan yang lewat jatuh tempo Catatan 36b atas LK
pada akhir periode pelaporan tetapi tidak mengalami penurunan nilai;
(2) risiko Iikuiditas, antara lain:
(a) analisis jatuh tempo untuk liabilitas keuangan derivatif dan nonderivatif Catatan 36.b atas LK
yang menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual yang bertujuan untuk
pemahaman terhadap periode arus kas; dan
(b) deskripsi mengenai cara Perusahaan mengelola risiko likuiditas; Catatan 36.b atas LK
(3) risiko pasar, antara lain analisis sensitivitas untuk setiap jenis risiko pasar dimana
entitas terdampak pada akhir periode pelaporan, yang menunjukkan dampak Catatan 36.b atas LK
perubahan pada variabel risiko yang relevan pada tanggal tersebut terhadap
laba rugi dan ekuitas; dan
(4) risiko lainnya yang dimiliki oleh Perusahaan. x/
b) Pengungkapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a) terdiri dari pengungkapan Catatan 36.b atas LK
kualitatif dan pengungkapan kuantitatif untuk setiap jenis risiko yang timbul dari
instrumen keuangant
36) Khusus Industri Perbankan
a) Rasio Kecukupan Modal (Capital Adequacy Ratio)
Yang harus diungkapkan antara lain:
Rincian perhitungan dan jumlah rasio kecukupan modal pada tanggal laporan
x/
(1)
Page 78
Page 78 of 83
posisi keuangan;
(2) Posisi QR minimum berdasarkan peramran Bank Indonesia; dan \/
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan CAR, \/
b) Posisi Devisa Neto
Yang harus diungkapkan antara Iain:
(1) Rincian perhitungan dan posisi devisa neto menurutjenis mata uang pada x/
tanggai laporan posisi keuangan;
\/
(2) Posisi devisa neto maksimum berdasarkan peraturan Bank Indonesia;
(3) Aspek khusus yang mendasari perhitungan posisi devisa neto. \/
c) Jaminan Pemerintah terhadap Liabilitas Pembayaran Bank Umum
Yang harus diungkapkan antara lain dasar hukum yang melandasi jaminan atas v
dana pihak ketiga di bank.
d) Aktivitas Fiduciary
Yang harus diungkapkan antara lain uraian masing—masing aktivitas fiduciaryyang
meliputi jasa kustodian, waii amanat, pengeioiaan investasi dan reksadana. \/
37) Kuasi-Reorganisasi
Yang harus diungkapkan antara lain uraian mengenai kegiatan kuasi—
reorganisasi yang meiiputi:
a) Jumiah saido negatif yang dieiiminasi daiam iaporan posisi keuangan dan jumiah \/
tersebut disajikan seiama tiga tahun berurutan sejak kuasi-reorganisasi;
b) Status going concern perusahaan dan rencana manajemen dan pemegang saham x/
setelah kuasi—reorganisasi yang menggambarkan prospek usaha di masa mendatang;
c) Penyajian laporan posisi keuangan sebelum, pada saat dan sesudah kuasi— x/
reorganisasu
d) Rincian dari jumiah yang membentuk akun selisih peniiaian Aset dan liabilitas sebeium
i/
digunakan untuk mengeiiminasi defisit; dan
e) Keterangan tentang tanggai terjadinya kuasi—reorganisasi pada akun saldo laba daiam
laporan posisi keuangan untukjangka waktu 10 tahun ke depan sejak kuasi— \/
reorganisaSI.
38) Pengelolaan Modal
Yang harus diungkapkan antara lain : Catatan 36.a atas LK
a) informasi kuaiitatif tentang tujuan, kebijakan, dan proses Perusahaan daiam
Page 79
Page 79 of 83
mengelola permodalannya, termasu v
(1) deskripsi tentang bagian yang dikelola sebagai modal;
Sifat persyaratan dan implementasinya dalam hal Perusahaan diharuskan
v
(2)
untuk memenuhi persyaratan permodalan yang disyaratkan oleh pihak
eksternal; dan \/
(3) cara Perusahaan memenuhi tujuannya dalam mengel0la permodalannya; x/
b) ringkasan data kuantitatif tentang bagian yang dikexola sebagai modal;
x/
c) setiap perubahan pada angka a) dan angka b) dari periode sebelumnya;
d) pernyataan atas kepatuhan terhadap setiap persyaratan permodalan dari x/
pihak eksternal (jika ada); dan
e) konsekuensi dari ketidakpatuhan persyaratan permodalan dari pihak eksternal,
x/
apabila terjadi ketidakpatuhan.
39) Transaksi Nonkas
Yang harus diungkapkan antara lain :
Transaksi pada aktivitas investasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaan Kas v Catatan 39 atas LK
dan Setara Kas yang tidak termasuk dalam laporan arus kasa
Transaksi tersebut antara lain berupa per0lehan Aset secara kredit atau sewa pembiayaan,
akuisisi melalui penerbitan saham, dan konversi utang menjadi modal. \/ Catatan 39 atas LK
40) Pembayaran Berbasis Saham
Yang harus diungkapkan antara lain :
a) rincian jumlah Liabilitas atas pembayaran berbasis saham baik untuk jangka pendek
ataupun jangka panjang;
b) penjelasan mengenai setiap jenis perjanjian pembayaran berbasis saham yang ada
pada suatu periode, termasuk syarat clan ketentuan umum setiap perjanjian, seperti
kondisi vesting, jangka waktu maksimum atas opsi yang diberikan, dan metode
penyelesaian;
c) jumlah dan rata—rata tertimbang harga eksekusi opsi saham untuk setiap kelompok
opsi saham;
d) untuk opsi saham yang dieksekusi selama periode, rata-rata tertimbang harga saham
pada tanggal eksekusi atau selama periode pelaporan;
e) kisaran harga eksekusi dan rata-rata tertimbang sisa umur kontrak untuk opsi saham
yang beredar pada akhir periode;
f) penentuan Nilai Wajar dengan mengungkapkan paling kurang hal-hal sebagai
berikut:
(1) opsi yang diberikan selama suatu periode, rata-rata tertimbang Nilai Wajar
Page 80
Page 80 of 83
opsi tersebut pada tanggal pengukuran dan informasi tentang bagaimana
Nilai Wajar tersebut diukur; dan
(2) jumlah dan Iata-ram tertimbang nilai wajar instrumen ekuitas tersebut pada
tanggal pengukuran, dan informasi tentang pengukuran Nilai Wajar V
tersebut untuk instrumen ekuitas lain yang diberikan selama suatu
periode (yaitu selain opsi saham);
g) dampak transaksi pembayaran berbasis saham terhadap laba rugi Perusahaan dalam \/
suatu periode dan terhadap posisi keuangannya.
41) Khusus Industri Asuransi:
a) Analisis kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas
Yang harus diungkapkan antara lain :
(1) Analisis Kekayaan; x/
x/
(2) Perhitungan batas tingkat solvabilitas; x/
(3) Batas tingkat solvabilitas yang harus dipenuhi;
(4) Tingkat solvabilitas yang dicapai perusahaan per tanggal pelaporan; dan \/
x/
(5) Jumlah investasi yang diperkenankan dalam perhitungan soIvabiHtas.
42) Aset Liabilitas dan Hasil Usaha Program Asuransi Syariah
Hal—hal yang harus diungkapkan:
a) Ijin Menteri Keuangan atas pendirian unit Asuransi Syariah;
x/
b) Jenis Akad Asuransi Syariah; x/
c) Rincian Aset, Liabilitas, Pendapatan, Beban, dan Laba Usaha Unit Asuransi w/
Syariah; dan
d) Zakat. x/
43) Informasi Penting Lainnya
Yang harus diungkapkan antara 1am sifat, jenis, jumlah dan dampak dari:
a) Kontrak reasuransi; x/
b) Pen'anjian penting dan ikatan lainnya; \/ Catatan 33 atas LK
c) Rasio keuangan penting; x/
x/
d) Pendapatan, beban dan hasil underwriting; dan
e) Peristiwa atau keadaan yang mempengaruhi kinerja atau keiangsungan
\/
hidup perusahaan.
44) Khusus Industri Kehutanan :
a) Rincian voiume penjuaian kayu buiat (jenis kayu); v
Page 81
Page 81 of 83
.......
b) Pemenuhan liabilitas terhadap negara seperti DR, IHH, BPPHH, IHPH dan Iuran waJIb \/
lainnya;
c) Realisasi kegiatan dan biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan penanaman
kembali hutan alam (TPTI, pembinaan dan perlindungan hutan, penanaman x/
tanah kosong dan usaha lainnya untuk kelestarian alam);
d) Realisasi jenis kegiatan sehubungan pelaksanaan Bina desa hutan dan biayanya; x/
e) Khusus HTI, diungkapkan realisasi anggaran dan penanaman pada periode berjalan
dan akumulasinya; dan
x/
f) Sehubungan dengan pembangunan sarana dan prasarana :
(1) ReaHsasi pembangunan jalan dan jembatan serta pemeliharaannya; dan \/
(2) Jenis jalan yang dibangun pada periode berjalan dan akumulasinya. x/
45) Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Yang harus diungkapkan antara Iain:
Catatan 4O atas LK
a) dalam hal Perusahaan menerima informasi setelah periode pelaporan tentang kondisi w/
yang ada pada akhir periode pelaporan, maka Perusahaan memutakhirkan
pengungkapan kondisi tersebut sesuai dengan informasi terkini; dan
contoh peristiwa setelah periode pelaporan yang mensyaratkan entitas untuk
menyesuaikan jumlah yang diakui dalam Iaporan keuangannya, atau untuk
mengakui peristiwa yang sebelumnya tidak diakui:
b) dalam hal terdapat peristiwa nonpenyesuai yang material setelah periode pelaporan,
\/
maka Perusahaan mengungkapkan uraian peristiwa, misalnya:
(1) tanggal terjadinya;
(2) sifat peristiwa; dan
(3) estimasi atas dampak keuangan, atau pernyataan dan alasan bahwa
estimasi tersebut tidak dapat dibuat.
46) Perkembangan Terakhir Standar Akuntansi Keuangan dan Peraturan yang Terkait
dengan Aktivitas Perusahaan
Dalam hal Perusahaan belum menerapkan suatu SAK dan/atau peraturan yang terkait
dengan aktivitas Perusahaan, yang telah diterbitkan tetapi belum efektif berlaku, Yang
harus diungkapkan antara lain:
a) judul SAK dan jenis peraturan baru tersebut; V Catatan Z.y atas LK
b) sifat dari perubahan yang belum berlaku efektif atau perubahan kebijakan akuntansi; v Catatan 2.y atas LK
Catatan 2.y atas LK
c) tanggal penerapan SAK dan peraturan baru tersebut disyaratkan; dan x/ Catatan 2.y atas LK
‘/
d) pembahasan rnengenai dampak penerapan awal SAK dan peraturan baru atas laporan
Page 82
Page 82 of 83
keuangan atau pernyataan manajemen bahwa dampak tersebut tidak dapat
diketahui atau diestimasi secara wajar.
47) Reklasifikasi
a) Dalam hal Perusahaan mengubah penyajian atau pengklasif‘Ikasian pos-pos dalam
laporan keuangan, maka Perusahaan harus mengungkapkan antara lain:
sifat reklasifikasi;
x/
(1)
(Z) jumlah masing-masing pos atau gabungan beberapa pos yang
direklasifikasi; dan x/
(3) alasan reklasifikasi. x/
b) Dalam hal reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis untuk dilakukan, maka
Perusahaan harus mengungkapkan:
x/
(1) alasan tidak mereklasifikasi jumlah tersebut; dan
(2) sifat penyesuaian yang akan dilakukan jika jumlah tersebut direklasmkasi. V
48) Hibah Pemerintah
Setiap Hibah Pemerintah yang diterima, Perusahaan harus mengungkapkan hal—hal
sebagai berikut:
a) sifat dan luas Hibah Pemerintah yang diakui dalam laporan keuangan dan
indikasi bentuk lain dari bantuan pemerintah; dan
v
b) kondisi yang belum terpenuhi dan kontinjensi lain yang melekat atas x/
bantuan pemerintah yang telah diakui.
49) Rekonsiliasi antara SAK dengan Standar Akuntansi di Negara Lain
a) Ketentuan ini berlaku bagi Perusahaan yang menyusun Iaporan keuangan dengan
menggunakan standar akuntansi selain SAK untuk memenuhi persyaratan otoritas x/
pasar modal di negara lain atau dalam rangka penawaran Efek di negara Iain.
b) Yang harus diungkapkan antara lain:
(1) ringkasan perbedaan SAK dengan stander akuntansi di negara lain;
\/
(2) rekonsiliasi pos—pos yang berbeda untuk laporan posisi keuangan \/
beserta penjelasannya; dan
(3) rekonsiliasi pos-pos yang berbeda untuk laporan laba rugi komprehensif
beserta penjelasannya. \/
c) Dalam hal Perusahaan dipersyaratkan oleh otoritas pasar modal di negara lain untuk x/
melakukan pengungkapan tambahan mengikuti ketentuan yang berlaku di negara
Page 83
Page 83 of 83
bahka dalam laporan keuanga
50) Informasi Penting Lainnya
Yang harus diungkapkan antara lain sifat, jenis, jumlah dan dampak dari peristiwa atau
keadaan tertentu yang mempengaruhi kinerja perusahaan, seperti peristiwa/keadaan yang
mempengaruhi keiangsungan hidup perusahaan.
Jakarta, 29 April 2025
Mengetahui,
Kusumo Martanto Ronald Winardi
Direktur Utama Direktur
W3
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Sungkoro
p.1
unresolved
person
Judistira
p.1
unresolved
org
Bapepam
p.3 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.5 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.11 ×12
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.36
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.54
unresolved
org
Bank Iain.
p.59
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.