Skip to content
Back to announcement

20250331_LF_PPRI.pdf

Financial statement Text extracted PPRI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 49

Page 1

          
Page 2
                           SURAT PERNYATAAN DIREKSI
                TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN
                          PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                              LAPORAN KEUANGAN
                                 31 MARET 2025


Kami yang bertanda-tangan di bawah ini:

1.    Nama              : Catur Jatiwaluyo
      Alamat kantor     : PT Paperocks Indonesia Tbk
                          Ruko Cibubur Times Square C1 No.23 Jalan aternatif Cibubur (Transtogi)
                          Jatikarya, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat
      Alamat Domisili     Raffles Hill Blok J2 No.16 RT 002 RW 025
                          Desa Sukatani, Tapos Depok, Jawa barat
      Nomor Telepon     : (021) 22816962
      Jabatan           : Direktur Utama

Kami yang bertanda-tangan di bawah ini:

1.    Nama              : Dillon Sutandar
      Alamat kantor     : PT Paperoks Indonesia Tbk
                          Ruko Cibubur Times Square C1 No.23 Jalan aternatif Cibubur (Transtogi)
                          Jatikarya, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat
      Alamat Domisili     Raffles Hill Blok I-5 No.29 RT 002 RW 025
                          Desa Sukatani, Tapos Depok, Jawa barat
      Nomor Telepon     : (021) 22816962
      Jabatan           : Direktur

menyatakan bahwa:

1.   Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan PT Paperocks Indonesia
     Tbk;

2.   Laporan keuangan PT Paperocks Indonesia Tbk telah disusun dan disajikan sesuai dengan
     Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia;

3.   a. Semua informasi dalam laporan keuangan PT Paperocks IndonesiaTbk dinyatakan secara
        lengkap dan sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya;

     b. Laporan keuangan PT Paperocks Indonesia Tbk tidak mengandung informasi atau fakta
        material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material;

4.   Bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal PT Paperocks Indonesia.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.



Bekasi, 29 April 2025




        Catur Jatiwaluyo                            Dillon Sutandar
        Direktur Utama                                   Direktur
Page 3
                                  PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                                      LAPORAN KEUANGAN
                                        31 MARET 2025



                                            DAFTAR ISI


Surat Pernyataan Direksi


                                                               Ekshibit

Laporan Posisi Keuangan                                          A


Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain              B


Laporan Perubahan Ekuitas                                        C


Laporan Arus Kas                                                 D


Catatan atas Laporan Keuangan                                    E
Page 4
                                                                                                 Ekshibit A


                                        PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                                         LAPORAN POSISI KEUANGAN
                                               31 Maret 2025
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                      Catatan       31 Maret 2025       31 Desember 2024

ASET

Aset Lancar
Kas dan bank                                             4              1.011.547.139        2.826.287.141
Deposito berjangka                                       5             33.667.500.000       33.667.500.000
Piutang usaha – Neto                                     6             30.836.625.177       26.605.842.999
Persediaan                                               7              8.451.714.416        8.937.826.163
Biaya dibayar di muka                                                     293.937.662        1.453.019.981
Uang muka                                                                 341.909.399          152.904.940

Total Aset Lancar                                                    74.603.233.793        73.643.381.224

Aset Tidak Lancar
Uang jaminan                                            24b            13.500.000.000       13.500.000.000
Aset tetap - Neto                                        8             37.074.062.554       33.406.553.189
Aset pajak tangguhan                                    12d               674.211.428          674.211.428

Total Aset Tidak Lancar                                              51.248.273.982        47.580.764.617

TOTAL ASET                                                          125.851.507.775       121.224.145.841




                        Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
              yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 5
                                                                                                             Ekshibit A/2


                                             PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                                              LAPORAN POSISI KEUANGAN
                                                    31 Maret 2025
                                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                           Catatan        31 Maret 2025           31 Desember 2024

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
  Pihak ketiga                                                 9               9.566.895.084             5.741.227.599
  Pihak berelasi                                            9, 24c             7.758.923.874            10.274.329.876
Biaya yang masih harus dibayar                                                   528.993.704               512.495.681
Utang pajak                                                  12a                 848.055.996             2.208.419.830
Uang muka penjualan                                                              300.706.172                29.263.214
Utang jangka panjang – Bagian jangka pendek:
  Utang bank                                                  11                           -                   424.781
  Liabilitas sewa                                             10                 177.525.029               243.870.247

Total Liabilitas Jangka Pendek                                              19.181.099.859             19.010.031.228

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi
  bagian jangka pendek:
   Utang bank                                                 11               8.174.092.681             4.882.466.584
   Liabilitas sewa                                            10                 421.606.639               434.055.046
Liabilitas imbalan pascakerja                                 13               1.565.178.840             1.565.178.840

Total Liabilitas Jangka Panjang                                             10.160.878.160              6.881.700.470

TOTAL LIABILITAS                                                            29.341.978.019             25.891.731.698

EKUITAS
Modal saham
  Modal dasar – 2.000.000.000 saham dengan nilai
   nominal Rp 50 per saham
  Modal ditempatkan dan disetor penuh – 1.075.027.288
   saham pada 31 Maret 2025 dan 1.075.003.112 saham
   pada 31 Maret 2024                                         14              53.751.364.400            53.751.364.400
Tambahan modal disetor                                        15              24.440.201.533            24.440.201.533
Saldo laba
  Telah ditentukan penggunaannya                                                 120.000.000               120.000.000
  Belum ditentukan penggunaannya                                              12.032.939.788            10.855.824.175
Surplus revaluasi                                                              6.244.865.000             6.244.865.000
Pengukuran kembali atas imbalan pascakerja                           (            79.840.965) (             79.840.965 )

TOTAL EKUITAS                                                               96.509.529.756             95.332.414.143

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                               125.851.507.775            121.224.145.841


                             Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
                   yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 6
                                                                                                     Ekshibit B


                                         PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
                                      UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
                                                31 Maret 2025
                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                      Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                                 31 Maret
                                                     Catatan           2025                     2024

PENJUALAN                                               17          42.191.296.046            40.499.245.029

BEBAN POKOK PENJUALAN                                   18     (     35.238.071.125) (        34.429.678.464)

LABA KOTOR                                                           6.953.224.921            6.069.566.565

Beban penjualan dan pemasaran                           19     (      1.491.575.664) (          1.395.964.224)
Beban umum dan administrasi                             20     (      3.669.642.695) (          3.230.331.907)
Pendapatan lain-lain                                    21              231.828.382               267.326.682
Beban lain-lain                                         22     (       376.918.038) (             257.978.423)

LABA SEBELUM (BEBAN) MANFAAT
 PAJAK PENGHASILAN                                                   1.646.916.906            1.452.618.693

(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN                      12b
  Kini                                                         (        469.801.293) (            424.589.000)
  Tangguhan

Beban pajak penghasilan - Neto                                 (        469.801.293) (            424.589.000 )

LABA TAHUN BERJALAN                                                  1.177.115.613            1.028.029.693

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi
 ke laba rugi:
 Revaluasi aset tetap                                                              -                         -
 Rugi pengukuran kembali atas
   imbalan pascakerja                                   14                         -                         -
 Pajak penghasilan terkait                             13d                         -                         -

Penghasilan komprehensif lain -
 Setelah pajak                                                                     -                         -

PENGHASILAN KOMPREHENSIF NETO                                        1.177.115.613            1.028.029.693

LABA PER SAHAM DASAR                                    23                     1,09                      0,96


                        Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
              yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 7
                                                                                                                                                                   Ekshibit C

                                                        PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                                          LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
                                                     UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
                                                               31 Maret 2025
                                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                        Modal saham                                       Saldo laba                                       Pengukuran
                                        ditempatkan                                 Telah             Belum                                kembali atas
                                         dan disetor        Tambahan             ditentukan        ditentukan           Surplus              imbalan
                             Catatan       penuh           modal disetor       penggunaannya     penggunaannya         revaluasi            pacakerja         Total ekuitas

Saldo 31 Desember 2023                   53.750.000.000     24.436.108.333         80.000.000         6.393.984.975    6.244.865.000 (       110.301.236)      90.794.657.072

Pelaksanaan Waran                             1.364.400          4.093.200                  -                     -                -                    -           5.457.600
Pembentukkan Cadangan Umum                            -                  -         40.000.000   (       40.000.000)                -                    -                   0
Laba tahun berjalan                                   -                  -                  -         4.501.839.200                -           30.460.271       4.532.299.471

Saldo 31 Desember 2024                 53.751.364.400      24.440.201.533        120.000.000        10.855.824.175    6.244.865.000    (     79.840.965)      95.332.414.143


Saldo 31 Desember 2024                   53.750.000.000     24.436.108.333        120.000.000        10.855.824.175    6.244.865.000   (     79.840.965 )      95.332.414.143

Pelaksanaan Waran                                      -                   -                -                     -                -                      -                   -

Laba tahun berjalan                                    -                   -                -         1.177.115.613                -                      -     1.177.115.613

Saldo 31 Maret 2025                      53.751.364.400     24.440.201.533        120.000.000        12.032.939.788    6.244.865.000   (      79.840.965)      96.509.529.756


                                             Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
                                   yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 8
                                                                                                        Ekshibit D


                                          PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                                               LAPORAN ARUS KAS
                                       UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
                                                 31 Maret 2025
                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                           Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                                      31 Maret
                                                       Catatan              2025                     2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari:
 Pelanggan                                                                38.231.956.826           34.400.465.518
 Bunga                                                                       225.714.772              247.655.419

Pembayaran untuk:
 Pemasok                                                           (      33.441.952.114) (        30.159.274.160)
 Karyawan                                                          (       2.763.992.804) (         2.454.279.029)
 Bunga                                                             (         179.180.483) (           133.839.210)
 Pajak                                                             (         446.293.026) (           165.307.025)
 Operasi lainnya                                                   (       2.690.249.250) (         2.094.029.262)

Arus kas neto diperoleh dari
  (digunakan untuk) aktivitas operasi                             (        1.063.996.079) (            358.607.749)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                      10       (       3.963.576.394) (         3.746.691.300)
Penjualan aset tetap                                      10                            -                       -
Pencairan (Penempatan) Deposito                                                         -                       -

Arus kas neto digunakan
 untuk aktivitas investasi                                         (       3.963.576.394) (         3.746.691.300)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Setoran modal                                           15,16                          -                  622.400
Penerimaan pinjaman bank                                                   3.640.376.096            2.005.444.250
Pembayaran pinjaman bank                                           (         348.750.000) (           453.305.577)
Pembayaran liabilitas sewa                                         (          78.793.625) (            44.349.371)

Arus kas neto diperoleh dari
 aktivitas pendanaan                                                       3.212.832.471            1.508.411.702

KENAIKAN NETO DALAM
 KAS DAN BANK                                                      (       1.814.740.002) (         2.596.887.347)

KAS DAN BANK PADA AWAL PERIODE                                             2.826.287.141            6.910.792.127

KAS DAN BANK PADA AKHIR PERIODE                                            1.011.547.139            4.313.904.780




                        Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
              yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 9
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     31 MARET 2025
                DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                             31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM

  a. Pendirian Perusahaan

    PT Paperocks Indonesia Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan akta Notaris No. 65 tanggal
    14 Februari 2011 yang dibuat oleh Buntario Tigris, S.H., S.E., M.H., Notaris di Jakarta Pusat. Akta
    Pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
    Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-10842.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal
    03 Maret 2011 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 62 tanggal
    3 Agustus 2012, Tambahan No. 31605/2012.

    Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, antara lain berdasarkan
    Akta     pernyataan    keputusan    sirkuler     para   pemegang       saham       Perusahaan
    No. 2 tanggal 15 September 2022 yang dibuat di hadapan Notaris Roza, S.H., Notaris di Bekasi, di
    mana pemegang saham memutuskan untuk melakukan perubahan beberapa pasal dalam
    Anggaran Dasar Perusahaan. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari
    Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusannya
    No. AHU-0067858.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal 20 September 2022.

    Berdasarkan Akta No. 18 tanggal 28 September 2022 dibuat dihadapan Notaris Roza, S.H., Notaris
    di Bekasi, para pemegang saham menerima dan menyetujui penetapan penggunaan laba bersih
    Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 untuk disisihkan
    sebesar Rp 40.000.000 sebagai cadangan dan memberikan sebesar Rp 9.800.000.000 sebagai
    dividen saham yang berasal dari laba ditahan tahun buku 2021 yang dikonversi menjadi setoran
    saham kepada masing-masing pemegang saham secara proporsional sesuai dengan persentase
    kepemilikan.

    Berdasarkan Akta No. 19 tanggal 28 September 2022 dibuat dihadapan Notaris Roza, S.H., Notaris
    di Bekasi, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar Perusahaan menjadi
    sebesar Rp 100.000.000.000 dengan modal ditempatkan dan disetor penuh menjadi sebesar
    Rp 30.000.000.000. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh tersebut dengan
    menerbitkan sebanyak 297.500 lembar saham baru, setelah mengeluarkan 500 lembar saham
    dalam simpanan terlebih dahulu dengan nilai nominal saham sebesar Rp 100.000, sehingga
    seluruhnya bernilai nominal sebesar Rp 29.800.000.000. Atas persetujuan peningkatan modal
    Perusahaan tersebut, pemegang saham menyetujui penyetoran atas pengambilan bagian saham
    baru yang dilakukan dengan cara konversi dividen saham yang berasal dari laba ditahan tahun
    buku 2021 sebesar Rp 9.800.000.000, menambahkan setoran modal secara tunai sebesar
    Rp 20.000.000.000, serta menyetujui perubahan nilai nominal saham (stock split) yang semula
    sebesar Rp 100.000 per lembar saham menjadi Rp 50 per lembar saham, sehingga jumlah saham
    yang dimiliki oleh para pemegang saham adalah 600.000.000 lembar saham dengan nilai nominal
    seluruhnya sebesar Rp 30.000.000.000. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari
    Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusannya
    No. AHU-0070410.AH.01.02 Tahun 2022 pada tanggal 29 September 2022.




                                                  6
Page 10
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)

  a. Pendirian Perusahaan (lanjutan)

     Berdasarkan Akta No. 36 tanggal 20 Oktober 2022, yang dibuat dihadapan Notaris Yulia, S.H.,
     Notaris di Jakarta Selatan, para pemegang saham menyetujui rencana Perusahaan untuk
     melakukan penawaran umum perdana saham-saham Perusahaan kepada masyarakat dalam
     jumlah sebanyak - banyaknya 250.000.000 lembar saham dan mencatatkan saham-saham
     Perusahaan tersebut pada Bursa Efek Indonesia, serta mengubah status Perseroan dari
     Perusahaan Tertutup menjadi Perusahaan Terbuka, menyetujui rencana untuk mengeluarkan
     saham baru melalui Penawaran Umum kepada masyarakat dalam jumlah sebanyak - banyaknya
     250.000.000 lembar saham dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 50, menyetujui
     rencana Perseroan untuk menerbitkan waran seri I atas nama Perusahaan sebanyak-banyaknya
     150.000.000 waran, menyetujui untuk mencatatkan seluruh saham dan waran Perusahaan,
     memberikan kuasa pada Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan sehubungan dengan
     Penawaran Umum saham dan jumlah pasti waran yang akan diterbitkan atas nama Perusahaan
     mengubah maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan, dan menyetujui untuk mengubah
     dan menyusun kembali seluruh Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan dengan perubahan
     status Perusahaan menjadi Perseroan Terbatas Terbuka (Tbk). Perubahan tersebut telah
     mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat
     keputusannya No. AHU-0076068.AH.01.02 Tahun 2022 pada tanggal 20 Oktober 2022.
     Berdasarkan Akta No. 129 Tanggal 22 Desember 2022 dibuat dihadapan Notaris Yulia, S.H.,
     Notaris di Jakarta Selatan, para pemegang saham menyetujui untuk mengubah status Perusahaan
     yang semula Perseroan Terbatas Terbuka (Tbk) menjadi Perseroan Tertutup, menyetujui
     peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp 30.000.000.000 menjadi
     sebesar Rp 40.000.000.000 yang terbagi atas 800.000.000 lembar saham yang diambil bagian oleh
     para pemegang saham secara proporsional, dan menyetujui untuk mengubah seluruh Anggaran
     Dasar Perusahaan sehubungan dengan perubahan status Perusahaan menjadi Perseroan
     Terbatas Tertutup untuk disesuaikan dengan perundang - undangan yang berlaku. Perubahan
     tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
     Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-0096920.AH.01.02 Tahun 2022 pada tanggal
     22 Desember 2022.
     Berdasarkan Akta No. 60 tanggal 22 Februari 2023, yang dibuat dihadapan Notaris Yulia, S.H.,
     Notaris di Jakarta Selatan, para pemegang saham menyetujui rencana Perusahaan untuk
     melakukan penawaran umum perdana saham-saham Perusahaan kepada masyarakat dalam
     jumlah sebanyak-banyaknya 275.000.000 lembar saham dan mencatatkan saham-saham
     Perusahaan tersebut pada Bursa Efek Indonesia, serta mengubah status Perusahaan dari
     Perusahaan Tertutup menjadi Perusahaan Terbuka, menyetujui rencana untuk mengeluarkan
     saham baru melalui Penawaran Umum kepada masyarakat dalam jumlah sebanyak banyaknya
     275.000.000 lembar saham dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 50, menyetujui
     rencana Perusahaan untuk menerbitkan waran seri I atas nama Perusahaan sebanyak-banyaknya
     165.000.000 waran, menyetujui untuk mencatatkan seluruh saham dan waran Perusahaan,
     memberikan kuasa pada Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan sehubungan dengan
     Penawaran Umum saham dan jumlah pasti waran yang akan diterbitkan atas nama Perusahaan,
     mengubah maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perusahaan, dan menyetujui untuk mengubah
     dan menyusun kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan perubahan status
     Perusahaan menjadi Perseroan Terbatas Terbuka (Tbk).
     Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
     Republik Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-0012041.AH.01.02 Tahun 2023 pada
     tanggal 22 Februari 2023 diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
     Kementerian    Hukum     dan    Hak    Asasi   Manusia     Republik Indonesia    dengan
     surat No. AHU-AH.01.03-0030062 tanggal 22 Februari 2023.



                                                7
Page 11
                                    PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                         31 MARET 2025
                    DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)
  a. Pendirian Perusahaan (lanjutan)
     Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, perubahan terakhir
     berdasarkan Akta Notaris Yulia, S.H., No. 06 tanggal 07 September 2023 mengenai peningkatan
     modal ditempatkan/ disetor. Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan ini telah disetujui oleh Menteri
     Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusannya
     No. AHU-0176387.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 07 September 2023 dan telah diterima dan
     dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
     Republik Indonesia dengan surat No. AHU-AH.01.03-0114970 tanggal 07 September 2023.
     Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan saat ini
     meliputi perdagangan besar barang dari kertas dan karton, angkutan bermotor untuk barang umum,
     dan pergudangan dan penyimpanan. Kegiatan usaha utama yang saat ini sedang dijalankan oleh
     Perusahaan adalah perdagangan kemasan makanan dan minuman.
     Perusahaan berlokasi di Ruko Cibubur Times Square Blok C1 No. 23, Jl. Alternatif Cibubur
     (Transyogi), RT.001/RW.010, Kel. Jatikarya, Kec. Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat 17435.
     Perusahaan memulai kegiatan operasinya pada bulan Mei 2011.
     Dillon Sutandar, Philip Sumali dan Catur Jatiwaluyo merupakan pemegang saham Perusahaan.
  b. Penawaran Umum Efek Perusahaan

     Pada tanggal 31 Juli 2023, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Dewan Komisioner
     Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan surat No. S-200/D.04/2023 untuk melakukan penawaran
     umum perdana saham kepada masyarakat sebanyak 275.000.000 saham dengan nilai nominal
     Rp 50 per saham dan harga penawaran Rp 140 per saham.
     Perusahaan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 165.000.000 Waran Seri I dengan nilai
     nominal Rp 50 per saham dan harga pelaksanaan sebesar Rp 200 per saham.
     Pada tahun 2024, terdapat peningkatan modal disetor yang berasal dari hasil pelaksaan Waran
     sebanyak 27.288 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 50 per saham dan harga
     pelaksanaan sebesar Rp 200 per saham. Selisih harga pelaksanaan dan harga nominal atas
     pelaksanaan waran telah dibukukan pada tambahan modal disetor sebesar Rp 5.457.600.
  c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi,
     dan Karyawan
     Berdasarkan akta No. 36 tanggal 20 Oktober 2022 dibuat dihadapan Notaris Yulia, S.H., Notaris
     di Jakarta Selatan, akta No. 14 tanggal 19 Januari 2021 dari Notaris Roza, S.H., Notaris di Bekasi,
     serta akta No. 24 tanggal 6 Desember 2016 dari Notaris Buntario Tigris, S.H., S.E., M.H, Notaris
     di Bekasi, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024
     dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                              31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024

     Dewan Komisaris
     Komisaris Utama                                                         Philip Sumali
     Komisaris                                                             Frederick Rompas

     Direksi
     Direktur Utama                                                         Catur Jatiwaluyo
     Direktur                                                               Dillon Sutandar*
     * Merupakan Direktur yang membawahi bidang akuntansi dan keuangaan Perusahaan.




                                                          8
Page 12
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (Lanjutan)

  c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi,
     dan Karyawan (lanjutan)

     Berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris No.KOM.001/PI/VII/2024 sesuai dengan peraturan
     Otoritas Jasa Keuangan nomor 55/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015, tentang
     ”Pembentukan dan pedoman pelaksaan kerja komite audit” Perusahaan melakukan perubahan
     struktur dan keanggotaan Komite Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah
     sebagai berikut:

                                                    31 Maret 2025          31 Desember 2024
     Komite Audit
     Ketua                                  Frederick Rompas            Frederick Rompas
     Anggota                                Wito                        Wito
     Anggota                                Aries Murdyana              Aries Murdyana

     Komite Nominasi dan Remunerasi
     Ketua                                  Frederick Rompas            Frederick Rompas
     Anggota                                Zayatri Novlesia            Zayatri Novlesia
     Anggota                                Winda Aryuningsih           Winda Aryuningsih

     Perusahaan memiliki karyawan tetap masing-masing sebanyak 28 dan 28 karyawan, serta
     karyawan tidak tetap masing – masing sebanyak 24 dan 24 karyawan pada 31 Maret 2025 dan 31
     Desember 2024 (Audit).

  d. Penyelesaian Laporan Keuangan

     Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang
     telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan pada tanggal 29 April 2025.

2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

  a. Dasar penyusunan laporan keuangan

     Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
     (“SAK”) yang merupakan Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar
     Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan
     Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik. Kebijakan tersebut telah
     diterapkan secara konsisten untuk setiap tahun penyajian, kecuali dinyatakan lain.

     Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan PSAK No. 201 (Sebelumnya PSAK 1): Penyajian
     Laporan Keuangan. Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan basis
     akrual, menggunakan dasar akuntansi biaya historis, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang
     disajikan berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-
     masing akun tersebut.

     Laporan arus kas yang disajikan dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan
     dan pengeluaran kas dan bank yang diklasifikasikan ke dalam aktivitas operasi, investasi dan
     pendanaan.

     Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah konsisten
     dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun
     yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.




                                                9
Page 13
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
  b. Perubahan Kebijakan Akuntansi
    Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan bank yang dikelompokkan
    ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas disajikan dengan
    menggunakan metode langsung.
    Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah mata uang
    Rupiah (“Rp”), yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
    Standar baru, amendemen, revisi, penyesuaian dan interpretasi yang telah diterbitkan, dan yang
    berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada 1 Januari 2024, dan relevan terhadap aktifitas
    Perusahaan, adalah sebagai berikut:
    -   Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1), “Penyajian Laporan Keuangan”, tentang
        tentang liabilitas jangka panjang dengan kovenan;
        Efektif tanggal 1 Januari 2024, Perusahaan telah menerapkan Amendemen PSAK 201
        (sebelumnya PSAK 1), “Penyajian Laporan Keuangan” tentang liabilitas jangka panjang dengan
        kovenan. Amendemen ini mengatur bahwa hanya kovenan yang harus dipatuhi entitas pada
        atau sebelum tanggal pelaporan yang akan memengaruhi klasifikasi liabilitas jangka pendek
        atau jangka panjang serta pengungkapannya.
    -   Amendemen PSAK 207 (sebelumnya PSAK 2), “Laporan Arus Kas” dan PSAK 107
        (sebelumnya PSAK 60) “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” tentang Pengaturan
        Pembiayaan Pemasok;
        Efektif tanggal 1 Januari 2024, Perusahaan telah menerapkan Amendemen PSAK 207
        (sebelumnya PSAK 2), “Laporan Arus Kas” dan PSAK 107 (sebelumnya PSAK 60) “Instrumen
        Keuangan: Pengungkapan” tentang pengaturan pembiayaan pemasok. Amendemen ini
        memperjelas pengungkapan terkait pengaturan pembiayaan pemasok.
    -   Amendemen PSAK 116 (sebelumnya PSAK 73) “Sewa” tentang Sewa pada Transaksi Jual
        dan Sewa balik;
        Amandemen ini mengatur tentang Perusahaan telah menerapkan Amendemen PSAK 116
        (sebelumnya PSAK 73), “Sewa”, tentang liabilitas sewa dalam jual dan sewa balik. Amendemen
        ini mengatur pengukuran selanjutnya atas transaksi jual dan sewa balik.
    Standar baru, interpretasi dan amendemen yang belum efektif
    Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) telah menerbitkan beberapa standar, amendemen dan penyesuaian
    atas standar, serta interpretasi atas standar akuntansi namun belum berlaku efektif untuk periode
    tahun buku yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2024.
    Standar baru dan amendemen PSAK yang telah diterbitkan dan berlaku efektif untuk periode tahun
    buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025, dengan penerapan dini
    diperkenankan, yaitu:
      - PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74) "Kontrak Asuransi";
      - Amendemen PSAK 117 "Kontrak Asuransi" tentang Penerapan Awal PSAK 117 dan
     - PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) - Informasi Komparatif; dan
      - Amendemen PSAK 221 (sebelumnya PSAK 10) "Pengaruh Kurs Valuta Asing"
        tentangKekurangan Ketertukaran.
    Penerapan dini atas amendemen dan PSAK baru tersebut diperkenankan.
    Pada tanggal penerbitan laporan keuangan ini, manajemen masih dalam proses melakukan
    evaluasi atas dampak dari amendemen, penyesuaian dan PSAK baru tersebut di atas terhadap
    laporan keuangan Perusahaan.



                                                10
Page 14
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  c. Pengukuran Nilai Wajar

    Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
    untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama atau
    pasar yang paling menguntungkan pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu
    harga keluar) terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi
    dengan menggunakan teknik penilaian lain pada tanggal pengukuran.

    Perusahaan mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan
    digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi
    bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomis terbaiknya.

    Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
    menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
    terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset
    tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

    Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan di mana data yang
    memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
    diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

    Perusahaan menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko
    aset dan liabilitas, dan level hirarki nilai wajar di mana pengukuran nilai wajar tersebut
    dikategorikan.

  d. Kas dan Bank

    Kas dan bank terdiri dari saldo kas dan kas di bank, yang tidak digunakan sebagai jaminan atau
    tidak dibatasi penggunaannya.

    Deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari tiga bulan disajikan sebagai “deposito
    berjangka”, dalam laporan posisi keuangan.

  e. Transaksi Pihak-pihak Berelasi

      a) Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan. Orang atau anggota
         keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan Perusahaan, jika:
         (i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Perusahaan;
         (ii) memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan; atau
         (iii) merupakan personil manajemen kunci Perusahaan.

      b) Suatu entitas berelasi dengan Perusahaan jika memenuhi salah satu hal berikut:
         (i) entitas dan Perusahaan adalah anggota dari Perusahaan yang sama.
         (ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari Perusahaan (atau entitas
               asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu Perusahaan, yang mana
               Perusahaan adalah anggotanya).
         (iii) entitas dan Perusahaan adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
         (iv) Perusahaan adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
               entitas asosiasi dari entitas ketiga.
         (v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari
               Perusahaan atau entitas yang terkait dengan Perusahaan.




                                                 11
Page 15
                                 PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                        31 MARET 2025
                   DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  e. Transaksi Pihak-pihak Berelasi (lanjutan)

           (vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasikan
                 dalam huruf a
           (vii) Seseorang yang diidentifikasi dalam poin a (i) memiliki pengaruh signifikan terhadap atau
                 merupakan anggota personel manajemen kunci entitas.

    Transaksi signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 24.

  f. Instrumen Keuangan

    Perusahaan mengklasifikasi instrumen keuangan dalam bentuk aset dan liabilitas keuangan.

    1. Aset Keuangan

       Pengakuan Awal

       Aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah biaya transaksi.
       Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangan menjadi:
       (i) aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi,
       (ii) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVOCI)
             dan
       (iii) aset keuangan yang ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL),
             Klasifikasi aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model Perusahaan dan
             persyaratan kontraktual arus kas apakah penentuan arus kasnya semata dari pembayaran
             pokok dan bunga. Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada
             pengakuan awal dan tidak melakukan perubahan atas klasifikasi yang telah dibuat.

       Pengukuran selanjutnya

       -      Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi.

              Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan
              diamortisasi dimana aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk
              memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual. Aset keuangan
              yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi pada awalnya diakui sebesar nilai
              wajarnya ditambah dengan biaya-biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya
              perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.

       -      Aset keuangan pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.

             Aset keuangan berupa instrumen utang diklasifikasikan sebagai aset keuangan FVOCI jika
             aset keuangannya dimiliki dalam model bisnis yang tujuannya dicapai dengan
             mengumpulkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan.

              Untuk aset keuangan berupa instrumen ekuitas di mana Perusahaan memilih opsi FVOCI
              maka keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah direklasifikasi ke laba
              rugi.




                                                    12
Page 16
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     31 MARET 2025
                DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                             31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

    1. Aset Keuangan (lanjutan)

       Pengukuran selanjutnya (lanjutan)

       -   Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi.

           Aset keuangan diklasifikasikan sebagai FVTPL jika aset keuangan tersebut tidak memenuhi
           kriteria sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dan
           FVOCI.

       Penurunan Nilai Aset Keuangan

       Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen
       keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian,
       Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan
       umur instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam
       melakukan penilaian tersebut, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang
       terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang
       terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal, yang mempertimbangkan
       kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha yang tidak
       semestinya pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
       perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan signifikan risiko
       kredit sejak pengakuan awal.

       Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit
       ekspektasian yang menggunakan cadangan kerugian kredit ekspektasian seumur hidup untuk
       seluruh saldo piutang usaha, piutang lain-lain dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan
       yang signifikan.

       Penghentian Pengakuan Aset Keuangan

       Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan jika, dan hanya jika, hak kontraktual atas
       arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau mengalihkan hak kontraktual
       untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan, atau tetap memiliki hak kontraktual
       untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan namun juga menanggung kewajiban
       kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak
       penerima melalui suatu kesepakatan yang memenuhi persyaratan tertentu. Ketika Perusahaan
       mengalihkan aset keuangan, maka Perusahaan mengevaluasi sejauh mana Perusahaan tetap
       memiliki risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut.

    2. Liabilitas Keuangan

       Pengakuan Awal

       Perusahaan mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangannya pada saat pengakuan awal.
       Perusahaan memiliki liabilitas keuangan yang diklasifikasikan dalam liabilitas keuangan yang
       diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya
       sebesar nilai wajar dan dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya transaksi yang dapat
       diatribusikan secara langsung.




                                                13
Page 17
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       31 MARET 2025
                  DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                               31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  f. Instrumen Keuangan (lanjutan)

    2. Liabilitas Keuangan (lanjutan)

       Pengukuran Selanjutnya

       Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan dalam kategori ini selanjutnya diukur pada biaya
       perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Amortisasi suku
       bunga efektif termasuk di dalam biaya keuangan dalam laba rugi.

       Keuntungan atau kerugian diakui dalam laba rugi pada saat liabilitas tersebut dihentikan
       pengakuannya serta melalui proses amortisasi suku bunga efektif.

       Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan

       Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan jika, dan hanya jika, kewajiban
       Perusahaan dilepaskan, dibatalkan atau kedaluwarsa.

    3. Penghentian Pengakuan Instrumen Keuangan

       Penghentian pengakuan aset keuangan

       Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika, hak kontraktual atas
       arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau mengalihkan hak kontraktual
       untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan, atau tetap memiliki hak kontraktual
       untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan namun juga menanggung kewajiban
       kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak
       penerima melalui suatu kesepakatan yang memenuhi persyaratan tertentu. Ketika Perusahaan
       mengalihkan aset keuangan, maka Perusahaan mengevaluasi sejauh mana Perusahaan tetap
       memiliki risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut.

       Penghentian pengakuan liabilitas keuangan

       Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan jika, dan hanya jika, kewajiban
       Perusahaan dilepaskan, dibatalkan atau kedaluwarsa.

    4. Saling Hapus Instrumen Keuangan

       Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya dilaporkan dalam
       laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum
       untuk saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan terdapat tujuan untuk menetapkannya
       secara neto (net basis), atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
       simultan.

  g. Persediaan

    Persediaan Persediaan awalnya diakui pada biaya perolehannya dan kemudian pada nilai terendah
    antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih. Biaya perolehan terdiri atas semua biaya
    pembelian dan biaya lainnya yang terjadi untuk menempatkan persediaan sampai kepada lokasi
    dan kondisi saat ini. Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata
    tertimbang.

    Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi
    estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya penjualan.




                                                14
Page 18
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       31 MARET 2025
                  DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                               31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  h. Aset Tetap

    Pada pengakuan awal, item-item aset tetap dinilai sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan
    meliputi harga pembelian, biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dan estimasi nilai
    kini dari seluruh biayabiaya masa mendatang yang tidak dapat dihindari dari pembongkaran dan
    pemindahan aset tetap.

    Pada tahun 2022, Perusahaan melakukan perubahan kebijakan akuntansi atas tanah didalam
    pengukuran setelah pengakuan awal dari model biaya menjadi model revaluasi. Perusahaan
    menetapkan untuk melakukan revaluasi maksimal 5 tahun sekali.

    Perusahaan telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi
    pengukuran asset tetapnya kecuali untuk tanah dinyatakan sebesar nilai revaluasi. Aset tetap selain
    tanah dinyatakan sebesar harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai.
    Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus dengan masa manfaat ekonomis
    berikut ini:

                                                                    Tarif                  Tahun
    Bangunan                                                       5%                        20
    Kendaraan                                                      20%                       5
    Peralatan kantor                                            10% - 33 %                 3 - 10

    Tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Bangunan
    (“HGB”) ketika tanah diperoleh pertama kali dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak
    diamortisasi karena manajemen berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut
    dapat diperbaharui/diperpanjang pada saat masa berlakunya selesai.

    Kenaikan nilai tercatat yang timbul dari revaluasi tanah dicatat sebagai “Surplus Revaluasi”.
    Penurunan nilai tercatat yang timbul dari revaluasi dicatat sebagai beban pada tahun berjalan.
    Apabila aset tersebut memiliki saldo “Keuntungan Revaluasi Aset Tetap” yang disajikan sebagai
    “Penghasilan Komprehensif Lain”, maka selisih penurunan nilai tercatat tersebut dibebankan
    terhadap “Keuntungan Revaluasi Aset Tetap” dan sisanya diakui sebagai beban tahun berjalan.

    Surplus revaluasi tanah yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke saldo laba
    pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya.

    Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi beban
    pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam
    penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun “Aset Tetap” yang
    bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan.
    Aset tetap dalam penyelesaian tidak disusutkan sampai memenuhi syarat pengakuan sebagai aset
    tetap seperti diungkapkan di atas.

    Nilai sisa, masa manfaat dan metode penyusutan dikaji pada tiap akhir periode pelaporan, dan
    disesuaikan secara prospektif, sesuai dengan keadaan.

    Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya, biaya
    penggantian atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada saat terjadinya jika besar
    kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke
    Perusahaan, dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.




                                                 15
Page 19
                                PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  h. Aset Tetap (lanjutan)

    Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis
    masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
    penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laba rugi pada periode aset tersebut dihentikan
    pengakuannya.

  i. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan (Tidak Termasuk Persediaan dan Aset Pajak
     Tangguhan)

    Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami
    penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka Perusahaan mengestimasi jumlah
    terpulihkan aset tersebut. Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah
    yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakainya. Jika jumlah
    terpulihkan suatu aset lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset harus diturunkan menjadi
    sebesar jumlah terpulihkan. Kerugian penurunan nilai diakui segera dalam laba rugi.

    Pembalikan rugi penurunan nilai untuk aset nonkeuangan, diakui jika, dan hanya jika, terdapat
    perubahan estimasi yang digunakan dalam menentukan jumlah terpulihkan aset sejak pengujian
    penurunan nilai terakhir kali dilakukan. Pembalikan rugi penurunan nilai tersebut diakui segera
    dalam laba rugi.

  j. Sewa

    Perusahaan mengevaluasi pada saat insepsi kontrak bila kontrak tersebut adalah, atau
    mengandung sewa yaitu jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan
    aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.

    Perusahaan sebagai Penyewa

    Perusahaan menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa,
    kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa dengan aset pendasar bernilai rendah. Perusahaan
    mengakui liabilitas sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-guna yang mewakili
    hak untuk menggunakan aset pendasar.

    Aset hak-guna

    Perusahaan mengakui aset hak-guna pada tanggal permulaan sewa. Aset hak-guna diukur pada
    biaya perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk
    setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan aset hak-guna mencakup jumlah
    liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, dan pembayaran sewa yang
    dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai dikurangi insentif sewa yang diterima.

    Setelah pengakuan awal, aset hak-guna diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan disusutkan
    selama masa sewa menggunakan metode garis lurus.

     Liabilitas sewa

    Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
    dari pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa.




                                                   16
Page 20
                                 PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  j. Sewa (lanjutan)

    Liabilitas sewa (lanjutan)

    Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan dari opsi pembelian yang secara wajar pasti
    akan dilaksanakan oleh Perusahaan dan pembayaran denda untuk penghentian sewa, jika masa
    sewa mencerminkan pelaksanaan opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak
    bergantung pada indeks atau tarif diakui sebagai beban pada periode terjadinya peristiwa atau
    kondisi yang memicu terjadinya pembayaran tersebut.

    Dalam menghitung nilai kini dari pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan Suku Bunga
    Pinjaman Inkremental (“SBPI”) pada tanggal permulaan sewa karena tingkat bunga yang tersirat
    dalam sewa tidak tersedia untuk ditentukan. Setelah tanggal permulaan, jumlah liabilitas sewa
    ditingkatkan untuk mencerminkan peningkatan bunga dan dikurangi pembayaran sewa yang
    dilakukan.

    Selain itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu
    sewa, perubahan pembayaran sewa (misalnya, perubahan pembayaran masa depan yang
    dihasilkan dari perubahan indeks atau kurs yang digunakan untuk menentukan pembayaran sewa)
    atau perubahan dalam penilaian opsi untuk memperoleh aset pendasar.

    Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa jangka
    pendeknya (yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 (dua belas) bulan atau kurang dari
    tanggal permulaan dan tidak memiliki opsi pembelian). Perusahaan juga menerapkan pengecualian
    pengakuan sewa aset bernilai rendah untuk sewa yang dianggap bernilai rendah.

    Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset pendasar bernilai rendah diakui
    sebagai beban dengan metode garis lurus selama masa sewa.

    Perusahaan sebagai Pesewa

    Sewa yang dalam pengaturannya Perusahaan tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko
    dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
    Pendapatan sewa yang timbul dicatat dengan metode garis lurus selama masa sewa dan
    disertakan dalam pendapatan pada laba rugi karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang
    timbul dalam negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan ke nilai tercatat dari aset
    sewaan dan diakui selama masa sewa atas dasar yang sama dengan pendapatan sewa.

  k. Imbalan Kerja

    Imbalan kerja jangka pendek

    Imbalan kerja jangka pendek merupakan kompensasi yang diberikan oleh Perusahaan seperti
    gaji,tunjangan, bonus dan iuran pensiun yang diakui pada saat diberikan kepada karyawan.

    Imbalan pascakerja

    Perusahaan mengakui liabilitas imbalan pascakerja yang tidak didanai sesuai dengan
    Undang-Undang Ketenagakerjaan.




                                                  17
Page 21
                                PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       31 MARET 2025
                  DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                               31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  k. Imbalan Kerja (lanjutan)

    Imbalan pascakerja (lanjutan)

    Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Perusahaan ditentukan melalui
    perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit-credit dan
    menerapkan asumsi atas tingkat diskonto, hasil yang diharapkan atas aset dana pensiun dan
    tingkat kenaikan manfaatpasti pensiun tahunan.

     i.     Program iuran pasti
            iuran untuk program iuran pasti untuk program pensiun dibebankan pada laba rugi pada
            periode di mana iuran tersebut terkait.

     ii.    Program imbalan pasti
            Surplus dan defisit program imbalan pasti diukur pada:
            • Nilai wajar dari aset yang direncanakan pada tanggal pelaporan; dikurangi
            • Liabilitas program yang dihitung dengan menggunakan metode projected-unit-credit yang
              didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan imbal hasil obligasi Pemerintah
              (dikarenakan saat ini tidak ada pasar aktif untuk obligasi Perusahaan yang berkualitas
              tinggi) yang tersedia yang memiliki tanggal jatuh tempo yang mendekati persyaratan
              liabilitas; ditambah
            • Biaya servis masa lalu yang tidak diakui; dikurangi
            • Dampak persyaratan pendanaan minimum yang disetujui dengan skema wali amanat.

            Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja diakui langsung dalam ekuitas.
            Pengukuran kembali tersebut termasuk:

            • Keuntungan dan kerugian aktuaris;
            • Imbalan atas aset program (tidak termasuk bunga); dan
            • Aset dengan efek batas tertinggi (tidak termasuk bunga).

            Biaya jasa diakui dalam laba rugi, dan termasuk biaya jasa kini dan masa lalu, serta
            keuntungan dan kerugian kurtailmen.

            Beban (pendapatan) bunga neto diakui dalam laba rugi dan dihitung dengan menerapkan
            tingkat diskonto untuk mengukur liabilitas imbalan pascakerja (aset) pada awal
            periode tahunan dengan saldo neto liabilitas imbalan pascakerja (aset) dan
            mempertimbangkan dampak kontribusi dan pembayaran manfaat selama periode.

            Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan program manfaat atau program
            kurtailmen diakui secara langsung dalam laba rugi.

            Penyelesaian program manfaat pasti diakui dalam periode di mana penyelesaian tersebut
            terjadi.

     iii.   Manfaat jasa jangka panjang lain

            Imbalan kerja lain yang diharapkan untuk diselesaikan secara keseluruhan dalam
            12 (dua belas) bulan setelah akhir periode pelaporan disajikan sebagai liabilitas jangka
            pendek.




                                                  18
Page 22
                                PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       31 MARET 2025
                  DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                               31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  k. Imbalan Kerja (lanjutan)

    Imbalan pascakerja (lanjutan)

     iv.   Manfaat jasa jangka panjang lain (lanjutan)

           Imbalan kerja lain yang tidak diharapkan untuk diselesaikan secara keseluruhan dalam
           12 (dua belas) bulan setelah akhir periode pelaporan disajikan sebagai liabilitas jangka
           panjang dan dihitung dengan menggunakan metode projected-unit-credit dan kemudian
           didiskonto dengan menggunakan imbal hasil obligasi Pemerintah yang tersedia dengan
           tanggal jatuh tempo mendekati sisa periode yang diharapkan untuk diselesaikan.

  l. Modal Saham

    Modal saham merupakan jumlah nominal atas seluruh saham yang ditempatkan dan disetor.

  m. Saldo Laba

    Saldo laba merupakan saldo kumulatif laba rugi dan penghasilan komprehensif lain bersih,
    distribusi dividen, penyesuaian periode sebelumnya, efek dari perubahan kebijakan akuntansi dan
    penyesuaian modal lainnya.

  n. Pengakuan Pendapatan, Biaya dan Beban

    Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan

    Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Perusahaan melakukan analisa transaksi melalui lima
    langkah penilaian berikut:
    1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
    2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak;
    3. Penetapan harga transaksi;
    4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual berdiri sendiri
        relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Ketika tidak dapat
        diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang
        diharapkan ditambah margin; dan
    5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
        barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
        barang atau jasa tersebut).

    Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 (dua) cara, sebagai berikut:
    a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
    b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan).

    Pendapatan diukur berdasarkan nilai yang diharapkan dapat diterima Perusahaan atas pengalihan
    barang yang dijanjikan kepada pelanggan, tidak termasuk jumlah yang ditagihkan atas nama pihak
    ketiga.

    Pendapatan diakui ketika Perusahaan memenuhi kewajibannya untuk mengalihkan barang yang
    dijanjikan kepada pelanggan, yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang atau jasa
    tersebut. Jumlah pendapatan yang diakui adalah sebesar jumlah yang dialokasikan dari kewajiban
    yang terpenuhi.




                                                  19
Page 23
                                PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       31 MARET 2025
                  DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                               31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  n. Pengakuan Pendapatan, Biaya dan Beban (lanjutan)

    Perusahaan telah secara umum menentukan bahwa hal itu merupakan prinsipal dalam pengaturan
    pendapatannya dan mencatat pendapatan secara bruto karena Perusahaan mengendalikan
    barang sebelum mengalihkannya kepada pelanggan.

    Kriteria spesifik berikut juga harus dipenuhi sebelum pendapatan diakui:

    Pendapatan dari penjualan barang

    Untuk pendapatan dari penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan
    pendapatan diakui, pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan
    (pada suatu titik waktu).

    Beban

    Beban diakui pada saat terjadinya (dasar akrual).

  o. Perpajakan

    Pajak Penghasilan

    Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak penghasilan tangguhan.
    Beban pajak kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak periode berjalan.

    Pajak penghasilan diakui dalam laba rugi, kecuali untuk transaksi yang berhubungan dengan
    transaksi yang diakui langsung dalam ekuitas atau penghasilan komprehensif lain, dalam hal ini
    diakui dalam ekuitas atau penghasilan komprehensif lain.

    Pajak kini

    Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini dilakukan saling hapus jika, dan hanya jika, entitas memiliki
    hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus jumlah yang diakui; dan
    memiliki intensi untuk menyelesaikan dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan
    menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.

    Pajak tangguhan

    Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas untuk
    tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan
    diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan sepanjang besar kemungkinan
    perbedaan temporer yang boleh dikurangkan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba
    fiskal pada masa yang akan datang. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal
    yang belum digunakan, diakui sejauh besar kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut.

    Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan pada
    periode ketika aset direalisasi atau ketika liabilitas dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan peraturan
    perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada akhir periode pelaporan.




                                                   20
Page 24
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)
  o. Perpajakan (lanjutan)
    Pajak tangguhan (lanjutan)

    Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan dilakukan saling hapus jika, dan hanya jika,
    entitas memiliki hak secara hukum untuk saling hapus aset pajak kini pada liabilitas pajak kini, dan
    aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang
    dikenakan oleh otoritas perpajakan atas entitas kena pajak yang sama, atau entitas kena pajak
    berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau
    merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa
    depan yang mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan
    diselesaikan atau dipulihkan.

  p. Dividen

    Dividen diakui pada saat dividen secara legal menjadi terutang. Pembagian dividen interim menjadi
    terutang pada saat diumumkan oleh Direksi. Pembagian dividen final menjadi terutang pada saat
    disetujui oleh para pemegang saham pada saat Rapat Umum Pemegang Saham.

  q. Pelaporan Segmen

    Suatu segmen adalah suatu unsur yang dapat dibedakan dari Perusahaan yang beroperasi baik di
    dalam menghasilkan produk dan jasa tertentu (segmen bisnis), atau di dalam menghasilkan produk
    dan jasa di antara lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang merupakan subjek
    manfaat dan risiko yang berbeda dari segmen-segmen lainnya. Segmen operasi dilaporkan secara
    konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan kepada pengambil keputusan pimpinan
    operasi. Pengambil keputusan pimpinan operasi, yang bertanggung jawab di dalam
    mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi, telah diidentifikasi sebagai
    komite pengendali yang membuat keputusan strategis.

    Pendapatan, beban, hasil aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan
    langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
    kepada segmen tersebut.

    Termasuk di dalamnya adalah penjelasan singkat atas segmen operasi yang digabungkan dan
    indikator ekonomi yang dinilai dalam penentuan apakah segmen operasi memiliki karakteristik
    ekonomi serupa. Selain dari itu, penerapan dari penyesuaian ini tidak memiliki dampak untuk tahun
    berjalan atau tahun sebelumnya dan tidak akan berpengaruh di periode yang akan datang.

  r. Provisi dan Kontinjensi

    Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
    konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban
    tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan
    estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

    Provisi ditelah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi
    terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban
    kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.

    Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan. Liabilitas kontinjensi
    diungkapkan dalam laporan keuangan, kecuali arus keluar sumber daya yang mengandung
    manfaat ekonomi kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi diungkapkan dalam laporan keuangan



                                                  21
Page 25
                                PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       31 MARET 2025
                  DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                               31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
     jika terdapat kemungkinan besar arus masuk manfaat ekonomis akan diperoleh.
2. KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan)

  s. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan

     Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan atas posisi Perusahaan
     pada akhir periode pelaporan (peristiwa yang memerlukan penyesuaian) tercermin dalam laporan
     keuangan.

     Peristiwa setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian diungkapkan dalam
     catatan atas laporan keuangan apabila material.

  t. Laba Neto per Saham Dasar

     Laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba neto dengan rata-rata tertimbang dari
     jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun yang bersangkutan.


3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING

  Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan
  manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah
  yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat
  dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda
  dengan jumlah estimasi yang dibuat.

  Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan
  keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat
  perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam
  asumsi terkait pada saat terjadinya.

  a. Pertimbangan di dalam penerapan kebijakan akuntansi

     Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah membuat keputusan
     berikut, yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan
     keuangan:

     Pajak Penghasilan

     Perusahaan memiliki eksposur pajak penghasilan. Pertimbangan signifikan diperlukan di dalam
     menentukan provisi pajak penghasilan. Ada beberapa transaksi dan penghitungan di mana
     penentuan pajak akhir adalah tidak pasti selama kegiatan usaha biasa. Perusahaan mengakui
     liabilitas bagi isu perpajakan yang diharapkan berdasarkan estimasi apakah pajak tambahan akan
     jatuh tempo. Apabila terdapat perbedaan perhitungan pajak dengan jumlah yang telah dicatat,
     maka jumlah tersebut akan berdampak pada pajak penghasilan kini di dalam periode di mana
     penentuan tersebut dibuat.

     Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

     Klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan ditetapkan
     oleh Perusahaan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK 109 dipenuhi.
     Dengan demikian aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi
     seperti dijelaskan pada Catatan 2f.




                                                    22
Page 26
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3.    ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

a. Pertimbangan di dalam penerapan kebijakan akuntansi (lanjutan)

     Penentuan Mata Uang Fungsional

     Perusahaan mengukur transaksi mata uang asing di dalam mata uang fungsional Perusahaan.
     Di dalam menentukan mata uang fungsional entitas dalam Perusahaan, pertimbangan diperlukan
     untuk menentukan mata uang yang paling mempengaruhi harga jual barang dan jasa dan negara
     di mana kekuatan persaingan dan regulasi paling menentukan harga jual barang dan jasa. Mata
     uang fungsional entitas di dalam Perusahaan ditentukan berdasarkan penilaian manajemen
     terhadap lingkungan ekonomi di mana entitas beroperasi dan proses entitas di dalam menentukan
     harga jual.

b. Sumber utama ketidakpastian estimasi

     Asumsi utama berkenaan dengan sumber utama dan sumber lainnya dari ketidakpastian estimasi
     di masa depan pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang dapat
     menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada tahun buku
     mendatang, diungkapkan sebagai berikut:

     Penyisihan atas Penurunan Nilai Piutang Usaha

     Perusahaan mengevaluasi penggunaan cadangan kerugian ekspektasian sepanjang taksiran umur
     piutang untuk seluruh piutang usaha dan piutang lain-lain. Untuk mengukur kerugian kredit
     ekspektasian, piutang usaha dan piutang lain-lain dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko
     kredit dan jatuh tempo yang serupa. Ketika melakukan penilaian atas cadangan kerugian kredit
     ekspektasian, Perusahaan mengevaluasi risiko gagal bayar yang mungkin terjadi sepanjang
     perkiraan usia instrumen keuangan dalam menentukan jumlah kerugian kredit ekspektasian
     dengan mempertimbangkan ketersediaan informasi kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
     perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan.

     Penyusutan Aset Tetap

     Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan
     taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen Perusahaan mengestimasi masa manfaat
     ekonomi aset tetap antara 3 tahun sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum
     diharapkan dalam industri di mana Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat
     pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomik dan nilai
     sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci
     atas nilai tercatat aset tetap Perusahaan diungkapkan dalam Catatan 8.

     Aset Pajak Tangguhan

     Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan sepanjang
     besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan
     temporer yang dapat dikurangkan tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen
     disyaratkan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat
     penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan strategi perencanaan pajak masa depan.
     Penjelasan lebih rinci atas nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan Perusahaan
     diungkapkan dalam Catatan 12.




                                                 23
Page 27
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (Lanjutan)

  b. Sumber utama ketidakpastian estimasi (lanjutan)

    Pensiun dan Imbalan Kerja

    Nilai kini liabilitas imbalan pascakerja bergantung pada faktor-faktor yang ditetapkan berdasarkan
    basis akrual dengan menggunakan sejumlah asumsi. Asumsi yang digunakan di dalam
    menetapkan biaya (pendapatan) neto pensiun meliputi tingkat suku bunga diskon dan tingkat
    kenaikan gaji di masa depan. Semua perubahan di dalam asumsi-asumsi ini akan berdampak pada
    nilai kini liabilitas imbalan pascakerja.

    Perusahaan menetapkan tingkat suku bunga yang sesuai dan kenaikan tingkat gaji di masa depan
    pada tiap akhir periode pelaporan. Tingkat suku bunga adalah tingkat suku bunga yang harus
    digunakan untuk menetapkan arus kas keluar masa depan yang diharapkan yang disyaratkan untuk
    menyelesaikan liabilitas imbalan pascakerja. Di dalam menetapkan tingkat suku bunga yang
    sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang
    didenominasi oleh mata uang di mana manfaat tersebut akan dibayarkan dan memiliki syarat-syarat
    jatuh tempo yang mendekati syarat-syarat liabilitas imbalan pascakerja terkait.

    Tingkat kenaikan gaji di masa depan ditentukan dengan mengumpulkan semua data historis terkait
    dengan perubahan dasar gaji dan menyesuaikannya pada rencana bisnis di masa depan.

    Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan
    signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan
    dapat mempengaruhi secara material liabilitas imbalan pascakerja yang diestimasi dan beban
    imbalan kerja neto.

    Penjelasan lebih rinci atas nilai tercatat liabilitas imbalan pascakerja Perusahaan diungkapkan
    dalam Catatan 13.

    Pengukuran Nilai Wajar

    Beberapa kebijakan akuntansi dan pengungkapan Perusahaan membutuhkan pengukuran nilai
    wajar, baik untuk aset dan liabilitas keuangan maupun nonkeuangan. Ketika mengukur kewajaran
    aset atau liabilitas, Perusahaan sebisa mungkin menggunakan data dari penelitian di pasar. Nilai
    wajar dikategorikan ke beberapa tingkatan berbeda di hirarki nilai wajar berdasarkan teknik
    penilaian sebagai berikut:
    • Tingkat 1: Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di dalam pasar aktif bagi aset maupun liabilitas
    yang identikal yang dapat diakses Perusahaan pada tanggal pengukuran;
    • Tingkat 2: Input selain harga kuotasian yang termasuk di dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi
    bagi aset atau liabilitas, baik langsung (misalnya, harga) maupun tidak langsung (misalnya, derivatif
    harga); dan
    • Tingkat 3: Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.

    Perusahaan memiliki instrumen keuangan yang disajikan sebesar jumlah tercatat baik karena
    jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai wajarnya tidak dapat
    diukur secara andal.




                                                  24
Page 28
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN BANK

                                                             31 Maret 2025     31 Desember 2024

  Kas                                                            20.000.000           15.000.000
  Bank
    Rupiah
    PT Bank Maybank Indonesia Tbk                               490.543.415          306.419.575
    PT Bank OCBC NISP Tbk                                       350.786.090          310.653.162
    PT Bank CIMB Niaga Tbk                                       78.399.443          116.416.279
    PT Bank Central Asia Tbk                                     71.818.191        2.077.798.125
  Subtotal                                                      991.547.139        2.811.287.141
  Total                                                       1.011.547.139        2.826.287.141

  Seluruh saldo kas di bank ditempatkan pada pihak ketiga.
  Tidak terdapat saldo kas dan kas di bank yang dibatasi penggunaannya ataupun dijaminkan oleh
  Perusahaan.

5. DEPOSITO BERJANGKA
                                                             31 Maret 2025     31 Desember 2024
  Deposito berjangka – Rupiah
    PT Bank Maybank Indonesia Tbk                             28.667.500.000       28.667.500.000
    PT Bank OCBC NISP Tbk                                      5.000.000.000        5.000.000.000
  Total                                                       33.667.500.000       33.667.500.000

  Suku bunga tahunan atas deposito berjangka adalah 3,25% - 4,00% untuk tahun yang berakhir pada
  tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
  Seluruh saldo deposito berjangka ditempatkan pada pihak ketiga.
6. PIUTANG USAHA - NETO

                                                             31 Maret 2025     31 Desember 2024
  Pihak ketiga
     PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk                       7.415.548.404         7.130.075.464
     PT. Indomarco Prismatama                                 4.261.872.474         3.833.851.197
     PT. Circleka Indonesia Utama                             2.441.224.110         2.649.194.598
     PT. Fastfood Indonesia                                   1.851.335.683         1.420.623.423
     PT. Blue Origin Trading Indonesia                        1.824.728.198                     -
     PT. Inti Cakrawala Citra                                 1.118.811.735           743.424.442
     PT. Sriboga Marugame Indonesia                             970.244.895           789.210.153
     PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk                            744.077.400           260.561.400
     Lain-lain (dibawah 500jt)                               10.223.833.021         9.590.454.357
                                                             30.851.675.920        26.417.395.034




                                                25
Page 29
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG USAHA – NETO (Lanjutan)

                                                           31 Maret 2025            31 Desember 2024
  Pihak ketiga
  Pindahan                                                  30.851.675.920             26.417.395.034
  Pihak berelasi
     PT Glopac Indonesia (Catatan 24a)                         186.758.596                390.257.304
  Total                                                     31.038.434.516             26.807.652.338
  Penyisihan kerugian penurunan nilai                  (      201.809.339)     (         201.809.339)
  Total                                                     30.836.625.177             26.605.842.999

  Analisa umur piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                             31 Maret 2025         31 Desember 2024
  Belum jatuh tempo                                          21.490.421.131            15.282.134.300
  1 - 30 hari                                                 6.987.279.335             9.028.080.150
  31 - 60 hari                                                1.128.699.608             1.630.250.229
  61 - 90 hari                                                  400.053.550               447.817.351
  91 – 120 hari                                               1.031.980.892               419.370.308
  Total                                                      31.038.434.516            26.807.652.338

  Mutasi dari penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                             31 Maret 2025         31 Desember 2024

  Saldo awal                                                    201.809.339              201.809.339
  Penambahan penyisihan pada tahun berjalan                               -                        -
  Total                                                         201.809.339              201.809.339

  Seluruh piutang usaha pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah dalam mata uang Rupiah.

  Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun,
  manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai tersebut cukup
  untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.

  Tidak terdapat piutang usaha yang dijadikan sebagai jaminan untuk fasilitas pinjaman yang diperoleh
  dari bank.

7. PERSEDIAAN

                                                             31 Maret 2025         31 Desember 2024

  Cups, Bowl dan Lids                                         4.239.646.524            4.543.417.246
  Box, Cartoon dan Wrap                                       2.561.346.789            2.997.522.091
  Bottle                                                        741.122.105              450.332.105
  Tray dan Bag                                                  703.485.678              844.325.927
  Stirrer                                                        78.881.769               76.895.569
  Lain – lain                                                   127.231.551               25.333.225
  Total                                                       8.451.714.416            8.937.826.163



                                                 26
Page 30
                                     PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                                 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                             31 MARET 2025
                        DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                     31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PERSEDIAAN (Lanjutan)

  Persediaan telah diasuransikan pada PT Great Eastern General Insurance Indonesia dengan jenis
  pertanggungan pada produk asuransi yaitu product liability, dengan nilai pertanggungan sebesar USD
  500.000 pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024. Manajemen Perusahaan berkeyakinan
  bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko tersebut.

  Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban pokok penjualan adalah masing-masing sebesar
  Rp 35.238.071.125 dan Rp 34.429.678.464 untuk tahun - tahun yang berakhir pada tanggal
  31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024 (Catatan 18).

  Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa persediaan dapat direalisasi sesuai jumlah di atas dan
  karenanya tidak perlu ada penyisihan penurunan nilai persediaan.

8. ASET TETAP - NETO

  Rincian aset tetap sebagai berikut:




                                                                       2025
                                     Saldo Awal                                                       Saldo Akhir
                                      1 Januari        Penambahan      Pengurangan   Reklasifikasi     31 Maret
  Biaya Perolehan
  Pemi l i ka n l a ngs ung
  Ta na h                             22.674.577.495               -            -                 -   22.674.577.495
  Ba nguna n                          12.557.187.575               -            -                 -   12.557.187.575
  Kenda ra a n                         1.803.273.714               -            -                 -    1.803.273.714
  Pera l a tan Ka ntor                 1.256.855.137      16.695.300            -                 -    1.273.550.437
  As et da l a m penyel es a i a n       310.125.000   3.946.881.094            -                 -    4.257.006.094
  Sub total                           38.602.018.921   3.963.576.394            -             -       42.565.595.315

  As et Ha k Guna
  Ba nguna n                             231.292.283               -            -                 -      231.292.283
  Kenda ra a n                         1.392.408.045               -            -                 -    1.392.408.045
  Sub Total                            1.623.700.328               -            -                 -    1.623.700.328
  Total Bi a ya Perol eha n           40.225.719.249   3.963.576.394            -                 -   44.189.295.643

  Akumul a s i Penyus utan
  Pemi l i ka n l a ngs ung
  Ba nguna n                           3.822.701.363     152.783.594            -                 -    3.975.484.957
  Kenda ra a n                         1.574.937.967      35.174.710            -                 -    1.610.112.677
  Pera l a tan Ka ntor                   995.298.910      26.923.709            -                 -    1.022.222.619
  Sub Total                            6.392.938.240     214.882.013            -                 -    6.607.820.253

  As et Ha k Guna
  Ba nguna n                              38.548.714      11.564.614            -                 -       50.113.328
  Kenda ra a n                           387.679.106      69.620.402            -                 -      457.299.508
  Sub Total                              426.227.820      81.185.016            -                 -      507.412.836
  Total Akumul a s i Penyus utan       6.819.166.060     296.067.029            -                 -    7.115.233.089

  Jumlah Tercatat                     33.406.553.189                                                  37.074.062.554




                                                       27
Page 31
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                         31 MARET 2025
                    DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                 31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8.   ASET TETAP – NETO (Lanjutan)

                                                                  2024
                               Saldo Aw al                                                           Saldo Akhir
                                1 Januari      Penam bahan      Pengurangan         Reklasifikasi   31 Desem ber
Biaya Perolehan
Pemilikan langsung
Tanah                         12.874.577.495    9.800.000.000              -                    -   22.674.577.495
Bangunan                      12.557.187.575                -              -                    -   12.557.187.575
Kendaraan                      2.004.605.201                -    201.331.487                    -    1.803.273.714
Peralatan kantor               1.115.211.449      141.643.688              -                    -    1.256.855.137
Aset dalam penyelesaian                    -      310.125.000              -                    -      310.125.000
Subtotal                      28.551.581.720   10.251.768.688    201.331.487                    -   38.602.018.921

Aset hak-guna
Bangunan                                  -      231.292.283               -                    -      231.292.283
Kendaraan                       698.849.360      693.558.685               -                    -    1.392.408.045
Subtotal                         698.849.360      924.850.968              -                    -    1.623.700.328
Total Biaya Perolehan         29.250.431.080   11.176.619.656    201.331.487                    -   40.225.719.249

Akum ulasi Penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan                       3.194.841.984     627.859.379               -                   -     3.822.701.363
Kendaraan                      1.666.027.180     194.630.383     201.331.487    (     84.388.109)    1.574.937.967
Peralatan kantor                 905.172.851      90.126.059               -                   -       995.298.910
Subtotal                       5.766.042.015     912.615.821     201.331.487    (     84.388.109)    6.392.938.240
Aset hak-guna
Bangunan                                  -       38.548.714               -                   -       38.548.714
Kendaraan                       110.763.526      192.527.471               -          84.388.109      387.679.106
Subtotal                        110.763.526      231.076.185               -          84.388.109      426.227.820
Total Akumulasi Penyusutan     5.876.805.541    1.143.692.006    201.331.487                    -    6.819.166.060
Jum lah Tercatat              23.373.625.539                                                        33.406.553.189




Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut :

                                                                  Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                               31 Maret
                                                                         2025                         2024
Beban umum dan administrasi (Catatan 20)                             296.067.029                    261.637.679

Rincian penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
                                                                  31 Maret 2025                       2024
Hasil penjualan aset tetap                                                             -             97.000.000
Dikurangi: Nilai buku                                                                  -                      -
Laba penjualan aset tetap (Catatan 21)                                                 -             97.000.000

Aset tetap berupa bangunan dan kendaraan telah diasuransikan pada PT Asuransi Sinar Mas,
PT Asuransi Umum Mega Unit Usaha Syariah, PT Asuransi Total Bersama, PT Zurich General Takaful
Indonesia dan PT Asuransi Umum BCA, dengan jenis pertanggungan semua risiko properti,
kebakaran, gangguan usaha termasuk gempa bumi dan risiko kerugian lainnya dengan nilai
pertanggungan masing-masing sebesar Rp 9.842.016.000 dan Rp 10.078.271.000 pada tanggal
31 Desember 2024 dan 2023.
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian dari risiko tersebut.




                                                  28
Page 32
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       31 MARET 2025
                  DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                               31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
  8.    ASET TETAP – NETO (Lanjutan)

  Jumlah tercatat bruto dari setiap aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan
  masing-masing sebesar Rp 1.991.276.858 dan Rp 1.610.434.039 pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31
  Desember 2024.

  Aset dalam pembangunan berupa bangunan berlokasi di Cikarang. Pada 31 Maret 2025, kemajuan
  pekerjaan sebesar dengan 56,772% dan estimasi penyelesaian pada tahun 2025. Manajemen
  berkeyakinan tidak terdapat hambatan dalam proses pembangunan yang terjadi.

  Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang terletak di Cibubur dan Cikarang dengan luas
  keseluruhan sebesar 2.832 m2. Hak Guna Bangunan (HGB) berjangka waktu 28 (dua puluh delapan)
  tahun sampai dengan 50 (lima puluh) tahun. Manajemen Perusahaan berpendapat tidak terdapat
  masalah dengan perpanjangan HGB karena tanah tersebut diperoleh secara sah dan didukung
  dengan bukti pemilikan yang memadai.

  Tidak terdapat aset tetap yang tidak dipakai sementara ataupun yang dihentikan dari penggunaan aktif
  dan tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual.

  Menurut penilaian manajemen Perusahaan, tidak akan ada kejadian ataupun perubahan keadaan
  yang merupakan indikasi penurunan nilai aset tetap masing-masing pada tanggal
  31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.

  31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, aset tetap berupa tanah dan bangunan dijaminkan untuk
  fasilitas pinjaman bank (Catatan 11).

9. UTANG USAHA

                                                             31 Maret 2025      31 Desember 2024
  Pihak ketiga
     PT Wijaya Inti Packindo                                  2.176.106.160           1.362.487.260
     PT Putra Kemas Makmur                                    1.621.841.535             953.390.988
     PT Tekarindo Sejahtera                                     848.757.726             430.014.888
     PT Pradaya Sinar Abadi                                     785.230.095             711.112.065
     PT Kevin Persada Mandiri                                   616.248.624             108.178.779
     PT Perfect Partner Abadi                                   462.081.456             115.637.580
     PT Griya Grafika Utama                                     456.806.425             327.456.304
     PT Sentralindo Teguh Gemilang                              406.876.178                       -
     CV Bungur Jaya                                             328.793.100             510.369.120
     Lain-lain (dibawah Rp 300 jt)                            1.864.153.785           1.222.580.615
       Subtotal pihak ketiga                                  9.566.895.084           5.741.227.599


   Pihak Berelasi
      PT Glopac Indonesia (Catatan 24c)                       7.758.923.874          10.274.329.876
   Total                                                     17.325.818.958          16.015.557.475

   Utang usaha tidak dijamin, tidak dikenakan bunga dan umumnya dikenakan syarat pembayaran
   antara 30 hari sampai dengan 60 hari.




                                                 29
Page 33
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
 9. UTANG USAHA ( Lanjutan)

   Analisis umur utang usaha adalah sebagai berikut:

                                                            31 Maret 2025         31 Desember 2024

   Belum jatuh tempo                                        11.901.619.460           12.627.092.264
   1 - 30 hari                                               4.094.735.317            2.844.781.020
   31 - 60 hari                                              1.329.464.181              543.684.191
   61 - 90 hari                                                          -                        -
   91 - 120 hari                                                         -                        -
   Total                                                    17.325.818.958           16.015.557.475

   Sumber dana yang digunakan untuk melunasi utang-utang tersebut berasal dari internal
   kas Perusahaan yang merupakan hasil operasi Perusahaan.

10. LIABILITAS SEWA

   Perusahaan melakukan perjanjian sewa untuk gedung kantor dan memperoleh pembiayaan
   konsumen dari PT BCA Finance. Pembayaran sewa minimum di masa yang akan datang
   berdasarkan perjanjian sewa dan pembiayaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
   adalah sebagai berikut:

                                                           31 Maret 2025          31 Desember 2024

     Liabilitas Sewa
     Saldo awal                                              677.925.293                 297.930.549
     Penambahan                                                        -                 715.393.228
     Akresi bunga                                             11.017.613                  32.420.816
     Pembayaran liabilitas sewa                        (     89.811.238)      (         367.819.300)
     Saldo akhir                                             599.131.668                 677.925.293
     Bagian jangka pendek                                    177.525.029                 243.870.247
     Bagian jangka panjang                                   421.606.639                 434.055.046


                                                            31 Maret 2025         31 Desember 2024

   2024                                                                  -                         -
   2025                                                        165.454.993               244.248.618
   2026                                                        235.490.197               235.490.197
   2027                                                         94.835.903                94.835.903
   2028                                                        103.350.575               103.350.575
   Total                                                       599.131.668               677.925.293

   Perusahaan menyewa bangunan untuk periode kontrak berkisar antara 2 - 5 tahun. Kontrak sewa
   termasuk opsi untuk memperbaharui periode sewa untuk tambahan durasi setelah akhir masa
   kontrak sesuai kesepakatan bersama.
   Perusahaan menilai pada saat permulaan sewa apakah Perusahaan cukup pasti untuk
   mengeksekusi opsi perpanjangan. Perusahaan menilai kembali apakah cukup pasti untuk
   mengeksekusi opsi tersebut apabila terdapat peristiwa signifikasi atau perubahan signifikasi atas
   keadaan yang berada dalam pengendalian Perusahaan.



                                                30
Page 34
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. UTANG BANK JANGKA PANJANG
                                                             31 Maret 2025          31 Desember 2024

   PT Bank Central Asia Tbk                                   3.195.969.372                         -
   PT Bank Cimb Niaga Tbk                                     4.978.123.309             4.882.891.365
   Dikurangi: bagian jangka pendek                                        -     (            424.781)
   Utang bank jangka panjang - setelah
      dikurangi bagian jangka pendek                          8.174.092.681             4.882.466.584

   PT Bank Central Asia Tbk

   Pada tanggal 10 Februari 2025, Perusahaan memperoleh fasilitas Multi dari PT Bank Central Asia
   Tbk, dengan jumlah plafon tidak melebihi Rp. 10.000.000.001,- yang terdiri dari sublimit Fasilitas
   Kredit Lokal (Rekening Koran), dan sublimit fasilitas Kredit Investasi dengan ketentuan sebagai
   berikut :
      - Sublimit fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran) maksimal sebesar Rp. 1,-
      - Sublimit fasilitas Kredit Investasi maksimal sebesar Rp. 10.000.000.000,-
   Fasilitas Kredit tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan gudang yang akan
   digunakan untuk perluasan gudang Perusahaan.

   Sublimit Fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran) dikenakan bunga sebesar 7,88% per tahun yang
   dihitung dari utang yang timbul dari Fasilitas Kredit Lokal (Rekening Koran), dimana suku bunga
   tersebut berlaku secara tetap (fixed) selama Periode Suku Bunga Tetap yaitu untuk periode yang
   dimulai sejak tanggal 10 Februari 2025 sampai dengan tanggal yang sama 1 tahun kemudian.

   Sublimit Fasilitas Kredit Investasi dikenakan biaya sebesar 7,88 % dimana suku bunga tersebut
   berlaku secara tetap (fixed) selama Periode Suku Bunga Tetap, yaitu untuk periode yang dimulai
   sejak tanggal 10 Februari 2025 sampai dengan tanggal yang sama 5 tahun kemudian, yang dihitung
   dari jumlah Fasilitas Kredit Investasi yang telah ditarik.

   Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan yang terletak di kelurahan
   Sukasari, Kecamatan Serang baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

   PT Bank CIMB Niaga Tbk
   Pada tanggal 21 Mei 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas Pembiayaan Transaksi
   Khusus - Musyarakah Mutanaqisah - 2 dari PT Bank CIMB Niaga Tbk sebesar Rp 6.000.000.000.
   Fasilitas pembiayaan transaksi khusus digunakan untuk pengambilalihan porsi kepemilikan aset
   MMQ nasabah atas tanah dan bangunan berupa ruko, dengan jangka waktu pinjaman berakhir pada
   tanggal 27 Juni 2026. Fasilitas Pembiayaan Transaksi Khusus dikenakan bunga imbal hasil sebesar
   8,25% (fix 5 tahun).
   Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
   - Tanah dan bangunan sebanyak lima (5) Sertifikat Hak Guna Bangunan yang terletak di kelurahan
     Jatikarya, Kecamatan Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat.
   - Tanah dan bangunan sebanyak dua (2) Sertifikat Hak Guna Bangunan yang terletak di kelurahan
     Jatikarya, Kecamatan Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat.
   Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas Pembiayaan Transaksi Khusus
   Musyarakah Mutanaqisah-2 dari PT Bank CIMB Niaga Tbk sebesar Rp 6.975.000.000. Fasilitas
   pembiayaan transaksi khusus digunakan untuk pengambilalihan porsi kepemilikan aset MMQ
   nasabah atas tanah dan bangunan berupa ruko, dengan jangka waktu pinjaman berakhir pada
   tanggal 27 Juni 2028. Fasilitas Pembiayaan Transaksi Khusus dikenakan bunga imbal hasil
   sebesar 7,50% (fix 5 tahun).
   Pada tanggal 15 Agustus 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas Pembiayaan Transaksi Khusus -
   Musyarakah Mutanaqisah - dari PT Bank CIMB Niaga Tbk sebesar Rp 906.148.333; Fasilitas



                                                 31
Page 35
                             PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     31 MARET 2025
                DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                             31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. UTANG BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan)

   pembiayaan transaksi khusus digunakan untuk pengambilalihan porsi kepemilikan aset MMQ
   nasabah atas tanah dan bangunan berupa ruko, dengan jangka waktu pinjaman berakhir pada
   tanggal 15 Agustus 2025. Fasilitas Pembiayaan Transaksi Khusus dikenakan bunga imbal hasil
   sebesar 7,50% (fix 5 tahun).
   Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
   - Tanah dan bangunan sebanyak lima (5) Sertifikat Hak Guna Bangunan yang terletak di Kelurahan
     Jatikarya, Kecamatan Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat.
   - Tanah dan bangunan sebanyak dua (2) Sertifikat Hak Guna Bangunan yang terletak di Kelurahan
     Jatikarya, Kecamatan Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat.

12. PERPAJAKAN
   a. Utang pajak
                                                           31 Maret 2025         31 Desember 2024
     Pajak penghasilan
        Pasal 4 (2)                                        55.181.722,00                   495.494
        Pasal 21                                      (      18.076.548)     (         31.923.796)
        Pasal 23                                              14.192.012                 9.587.924
        Pasal 25                                            181.236.627                157.728.361
        Pasal 29                                            456.189.011                456.189.011
     Pajak pertambahan nilai - keluaran                     159.333.172              1.616.342.836
     Total                                                   848.055.996             2.208.419.830

   b. Beban Pajak Penghasilan
                                                            Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                       31 Maret
                                                               2025                   2024
     Kini                                             (     469.801.293)     (        424.589.000)
     Tangguhan                                                         -                         -
     Neto                                             (     469.801.293)     (        424.589.000)




                                               32
Page 36
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



12. PERPAJAKAN (Lanjutan)

   c. Perhitungan pajak:
      Rekonsiliasi antara laba sebelum (beban) manfaat pajak penghasilan, sesuai dengan laporan
      laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan taksiran penghasilan kena pajak
      masing-masing untuk tahun - tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 adalah
      sebagai berikut:
                                                              Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                         31 Maret

                                                                  2025                    2024
      Laba sebelum beban pajak penghasilan                    1.646.916.907           1.452.618.693
      Beda temporer
        Penyisihan imbalan kerja karyawan                                 -                       -
        Provisi bonus karyawan                                  450.000.000             445.000.000
        Beban depresiasi                                                  -                       -
      Beda tetap
        Biaya - biaya yang tidak dapat
           dikurangkan                                           38.543.515              32.332.917
      Taksiran penghasilan kena pajak                         2.135.460.422           1.929.951.610

      Beban pajak penghasilan                                   469.801.293             424.589.000

      Laba kena pajak hasil rekonsiliasi tahun 2024 dan 2023 menjadi dasar dalam pengisian SPT
      Tahunan PPh Badan yang disampaikan kepada otoritas perpajakan.

      Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti
      Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2020 (“Perpu No.1 2020”) tentang Kebijakan Keuangan Negara
      Dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk menangani pandemi Coronavirus Disease 2019
      ("COVID-19"). Melalui peraturan ini, Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan baru dan
      salah satunya terkait dengan penyesuaian tarif pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri
      dan bentuk usaha tetap sebagai berikut:
         - Tarif pajak penghasilan sebesar 22% yang berlaku pada tahun pajak 2020 dan 2021, dan
         - Tarif pajak penghasilan sebesar 20% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan
            selanjutnya.

      Pada tanggal 7 Oktober 2021, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan
      Undang - Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan No. 7 (UU No. 7 Tahun 2021). Dalam
      undang - undang ini terdapat perubahan tarif pajak penghasilan badan dalam negeri dan bentuk
      usaha tetap dari semula 20% menjadi 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan
      selanjutnya.




                                                33
Page 37
                                          PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                        31 MARET 2025
                   DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


12. PERPAJAKAN (Lanjutan)

 d. Pajak Tangguhan

                                                                              31 Maret 2025
                                                                                        Dikreditkan ke
                                                                      Dikreditkan         Penghasilan
                                                                    (dibebankan) ke      komprehensif
                                                     saldo              laba rugi             lain               Saldo Akhir
       Li a bi l i ta s i mba l a n pa s ca kerja    272.688.500         80.242.203         (8.591.358)           344.339.345
       Provi s i bonus ka rya wa n                   103.400.000        107.074.611                      -        210.474.611
       Penyi s i ha n kerugi a n
         Penuruna n ni l a i                          44.398.055                  -                      -          44.398.055
       As et teta p                                   50.766.927         24.230.490                      -          74.997.417
       As et pa ja k ta ngguha n                     471.253.482        211.547.304          -8.591.358           674.209.428



                                                                           31 Desember 2024
                                                                                      Dikreditkan ke
                                                                      Dikreditkan       Penghasilan
                                                                    (dibebankan) ke    komprehensif
                                                     saldo              laba rugi           lain                 Saldo Akhir
        Li a bi l i ta s i mba l a n pa s ca kerja    272.688.500         80.242.203         (8.591.358)           344.339.345
        Provi s i bonus ka rya wa n                   103.400.000        107.074.611                         -     210.474.611
        Penyi s i ha n kerugi a n
          Penuruna n ni l a i                          44.398.055                     -                      -       44.398.055
        As et teta p                                   50.766.927         24.230.490                         -       74.997.417
        As et pa ja k ta ngguha n                     471.253.482        211.547.304          -8.591.358           674.209.428



   Aset pajak tangguhan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 telah dihitung dengan
   memperhitungkan tarif pajak yang diharapkan berlaku pada saat realisasi. Manajemen
   berpendapat bahwa aset pajaktangguhan yang timbul dari perbedaan temporer diperkirakan akan
   dapat direalisasikan pada periode mendatang.

 e. Administrasi

   Administrasi  Sesuai   dengan    peraturan    perpajakan    di   Indonesia,    Perusahaan
   melaporkan/menyetorkan pajak berdasarkan prinsip self-assessment. Direktorat Jenderal Pajak
   dapat menetapkan/mengubah pajak-pajak tersebut dalam jangka waktu tertentu sesuai peraturan
   yang berlaku.




                                                             34
Page 38
                             PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



13. LIABILITAS IMBALAN KERJA

   Perusahaan menghitung dan membukukan liabilitas imbalan pascakerja untuk seluruh karyawan
   yang berhak yang memenuhi kualifikasi sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan dan
   Peraturan Perusahaan.

   Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Perusahaan mencatat liabilitas imbalan pascakerja
   berdasarkan laporan aktuaris yang dihitung oleh Kantor Konsultan Aktuaria Riana & Rekan sesuai
   nomor laporan 516/LAP/KKA/III/25 dan 6706/II/24/KKA-RM masing-masing pada tanggal
   03 Maret 2025 dan 25 Februari 2024 dengan asumsi-asumsi utama sebagai berikut:

                                                          31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024

   Tingkat diskonto                                                  7,00% per tahun
   Tingkat kenaikan gaji                                              8% per tahun
   Tingkat mortalita                                                   100% TMI-4
   Tingkat cacat                                                        5% TMI4
   Usia pension                                                          56 tahun

   Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
   berikut:

                                                         31 Maret 2025          31 Desember 2024

   Beban yang diakui pada laba rugi
   Biaya jasa kini                                                     -               283.364.224
   Biaya bunga                                                         -                84.233.259
   Pengukuran kembali liabilitas imbalan
      pasti neto atas penghargaan masa kerja                           -                  139.804
   Total                                                               -               367.737.287

   Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
   berikut:

                                                         31 Maret 2025          31 Desember 2024
   Kerugian (keuntungan) yang diakui pada
     Penghasilan (komprehensif) lain
   Kerugian (keuntungan) aktuarial yang
     timbul dari:
     - asumsi pengalaman                                               -    (           7.434.137)
     - asumsi keuangan                                                 -    (          31.617.492)
   Total                                                               -    (          39.051.629)




                                               35
Page 39
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



13. LIABILITAS IMBALAN KERJA (Lanjutan)

   Mutasi nilai kini kewajiban imbalan pasti adalah sebagai berikut:

                                                             31 Maret 2025         31 Desember 2024

   Saldo awal                                                             -              1.239.493.182
   Biaya yang diakui pada laporan
      laba rugi                                                           -               367.737.287
   Pembayaran manfaat oleh Perusahaan                                     -    (           3.000.000)
   Kerugiaan (keuntungan) yang diakui
     pada penghasilan komprehensif lain                                   -    (           39.051.629)
   Saldo Akhir                                                            -              1.565.178.840

   Analisis sensitivitas didasarkan pada perubahan asumsi ketika menganggap asumsi lainnya adalah
   tetap. Dalam praktIknya, hal ini tidak mungkin terjadi, dan perubahan beberapa asumsi mungkin
   saling berkorelasi. Apabila menghitung sensitivitas kewajiban imbalan terhadap asumsi pokok,
   metode yang sama (nilai kini liabilitas imbalan pascakerja dihitung menggunakan metode projected
   unit credit di akhir periode) telah diterapkan.
                                                              31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
   Analisis sensitivitas
     Tingkat diskonto
     Di atas 10 tahun
          Kenaikan 1%                                                    1.447.598.482
          Penurunan 1%                                                   1.697.569.278
   Analisis sensitivitas
     Kenaikan gaji
          Kenaikan 1%                                                    1.699.360.032
          Penurunan 1%                                                   1.443.846.795


   Pembayaran kontribusi yang diharapkan dari kewajiban imbalan kerja pada tahun mendatang adalah
   sebagai berikut:

                                                              31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024

   Dalam 12 bulan mendatang                                               167.573.099
   Antara 1 sampai 2 tahun                                                109.223.168
   Antara 2 dan 5 tahun                                                   692.695.845
   Diantara 5 tahun                                                      7.966.219.820
   Total                                                                 8.935.711.932

  Durasi rata-rata tertimbang liabilitas imbalan pascakerja masing-masing pada tanggal
  31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing adalah 11,94 tahun dan 11,94 tahun.




                                                  36
Page 40
                                PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. MODAL SAHAM

   Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 adalah sebagai berikut:

                                                             Persentase
   Pemegang saham                         Total saham       pemilikan (%)             Total

   Dillon Sutandar                           215.000.000            20,00%            10.750.000.000
   Philip Sumali                             280.000.000            26,05%            14.000.000.000
   Catur Jatiwaluyo                          140.000.000            13,02%             7.000.000.000
   Masyarakat lain - lain
       (masing - masing dibawah 5%)          440.027.288            40,93%            22.001.364.400

   Total                                   1.075.027.288              100%            53.751.364.400


   Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                             Persentase
   Pemegang saham                         Total saham       pemilikan (%)             Total

   Dillon Sutandar                           215.000.000            20,00%            10.750.000.000
   Philip Sumali                             280.000.000            26,05%            14.000.000.000
   Catur Jatiwaluyo                          140.000.000            13,02%             7.000.000.000
   Masyarakat lain – lain
       (masing – masing dibawah 5%)          440.027.288            40,93%            22.001.364.400

   Total                                   1.075.027.288              100%            53.751.364.400


   Pada Tahun 2024 selisih harga pelaksanaan dan harga nominal atas pelaksaanan Warran seri I telah
   dibukukan pada tambahan modal disetor sebesar Rp 5.457.600 yang berakhir pada tanggal
   7 Agustus 2024.
   Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat sebagai Pengganti
   Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dalam akta Notaris Roza, S.H., Notaris di
   Kabupaten Bekasi, No. 19 tanggal 28 September 2022, para pemegang saham Perusahaan
   menyetujui beberapa keputusan sebagai berikut:
   1) Menyetujui peningkatan modal dasar Perusahaan dari sebesar Rp 250.000.000 menjadi sebesar
      Rp 100.000.000.000, dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan dari
      Rp 200.000.000 menjadi sebesar Rp 30.000.000.000 dengan nilai per lembar saham sebesar
      Rp 100.000. Perusahaan mengalihkan pembagian dividen sebesar Rp 9.800.000.000 sebagai
      tambahan modal ditempatkan dan disetor penuh.
   2) Atas peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh tersebut, Perusahaan menerbitkan
      sebanyak 298.000 lembar saham yang terdiri dari 297.500 lembar saham baru dan 500 lembar
      saham dalam simpanan.
   3) Menyetujui pemecahan nilai nominal saham (stock split), dari semula sebesar Rp 100.000
      per lembar saham menjadi Rp 50 per lembar saham.
   4) Susunan pemegang saham Perusahaan menjadi:
      a. Philip Sumali memiliki 210.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
         Rp 10.500.000.000.
      b. Dillon Sutandar memiliki 210.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
         Rp 10.500.000.000.
      c. Catur Jatiwaluyo memiliki 180.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
         Rp 9.000.000.000.




                                                37
Page 41
                             PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     31 MARET 2025
                DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                             31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. MODAL SAHAM (Lanjutan)

   Perubahan Anggaran Dasar ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
   Indonesia dalam surat keputusan No. AHU-0070410.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal
   29 September 2022.
   Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham dalam akta Notaris Yulia, S.H., Notaris
   di Kota Jakarta Selatan, No. 129 tanggal 22 Desember 2022, para pemegang saham Perusahaan
   menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan dari sebesar
   Rp 30.000.000.000 menjadi sebesar Rp 40.000.000.000 dengan nilai per lembar saham sebesar
   Rp 50, sehingga susunan pemegang saham Perusahaan menjadi:
   1) Philip Sumali memiliki 280.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
      Rp14.000.000.000.
   2) Dillon Sutandar memiliki 280.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar
      Rp14.000.000.000.
   3) Catur Jatiwaluyo memiliki 240.000.000 lembar saham dengan nilai nominal
      sebesar Rp12.000.000.000.
   Perubahan Anggaran Dasar ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
   Indonesia dalam surat keputusan Nomor AHU-0096920.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal
   26 Desember 2022.
   Berdasarkan Akta Notaris Yulia, S.H., No. 60 tanggal 02 Februari 2023, para pemegang saham
   Perusahaan menyetujui pengeluaran saham dalam simpanan atau portepel Perusahaan dalam
   jumlah sebanyak-banyaknya 275.000.000 (dua ratus tujuh puluh lima juta) saham dengan
   masing-masing saham bernilai nominal Rp 50 (lima puluh Rupiah) (selanjutnya disebut sebagai
   “Saham Baru”) untuk ditawarkan kepada masyarakat melalui Penawaran Umum Perdana Saham
   (Initial Public Offering/IPO). Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perusahaan telah menyelesaikan
   penawaran umum perdana atas 275.000.000 saham kepada publik.

   Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
   Republik Indonesia dalam surat keputusan Nomor AHU-0012041.AH.01.02 Tahun 2023 pada
   tanggal 22 Februari 2023 diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
   Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat
   Nomor AHU-AH.01.03-0030062 tanggal 22 Februari 2023.

15. TAMBAHAN MODAL DISETOR

                                                        31 Maret 2025           31 Desember 2024

   Tambahan modal disetor                               24.440.201.533              3.406.000.000
   Penambahan modal dari penawaran
      umum perdana saham                                                -          24.750.000.000
   Biaya emisi saham                                                    -   (      3.719.891.667)
   Agio saham                                                           -               4.093.200
   Total                                                24.440.201.533             24.440.201.533




                                              38
Page 42
                            PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     31 MARET 2025
                DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                             31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. CADANGAN UMUM

   Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat sebagai Pengganti
   Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dalam akta Notaris Roza, S.H., Notaris di
   Kabupaten Bekasi, No. 18 tanggal 19 Juni 2024, para pemegang saham Perusahaan memutuskan
   untuk menyisihkan cadangan umum atas saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya sebesar
   Rp 40.000.000 dan sisanya, akan menambah saldo laba untuk mendukung operasional dan
   pengembangan usaha Perusahaan.

17. PENJUALAN

                                                         Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                    31 Maret
                                                           2025                   2024

   Cups, Bowl dan Lids                                 22.451.866.815           20.887.478.871
   Box, Cartoon dan Wrap                               14.317.695.242           14.729.202.413
   Tray dan Bag                                         3.681.675.830            2.523.835.660
   Botol                                                1.440.301.215            1.192.441.688
   Stirrer                                                  3.415.900                8.423.600
   Lain-lain                                              471.785.200            1.215.072.299
   Subtotal                                            42.366.740.202           40.556.454.531

   Potongan penjualan                             (      175.444.156 )   (         57.209.502 )
   Total                                               42.191.296.046           40.499.245.029


   Pada 31 Maret 2025, terdapat penjualan kepada pelanggan pihak ketiga yang melebihi 10% dari
   jumlah penjualan, yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur dengan persentase sebesar 23,81% dan
   PT Indomarco Prismatama sebesar 11,80%.
   Seluruh penjualan yang dilakukan Perusahaan merupakan penjualan kepada pihak ketiga.

18. BEBAN POKOK PENJUALAN

                                                         Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                    31 Maret
                                                            2025                 2024

   Cups, Bowl dan Lids                                  19.348.157.858        17.837.330.400
   Box, Cartoon dan Wrap                                11.521.461.596        12.603.128.322
   Tray dan Bag                                          2.793.006.329         2.021.098.442
   Botol                                                 1.157.476.500           969.570.000
   Stirrer                                                   2.850.260             6.740.000
   Lain-lain                                               415.118.582           991.811.300
   Total                                                35.238.071.125        34.429.678.464


   Total pembelian Perusahaan dari pihak berelasi adalah sebesar Rp 25.881.792.403 dan
   Rp 26.778.790.967 atau sebesar 73,90% dan 77,78% dari total pembelian Perusahaan
   masing - masing untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024.

   Seluruh beban pokok penjualan yang dimiliki Perusahaan merupakan beban pokok penjualan dari
   pihak ketiga dan pihak berelasi (Catatan 24d).




                                             39
Page 43
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



19. BEBAN PENJUALAN DAN PEMASARAN

                                                    Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                               31 Maret
                                                       2025                 2024
   Pengiriman                                        520.934.044           437.322.279
   Bahan bakar, parkir dan tol kantor                366.751.262           324.649.220
   Insentif penjualan                                207.475.910            50.483.000
   Pergudangan                                        31.813.620            57.675.964
   Perkakas Kantor                                    16.092.502           150.128.206
   Lain-lain                                         348.508.326           375.705.555
   Total                                            1.491.575.664         1.395.964.224


20. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

                                                    Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                               31 Maret
                                                       2025                 2024
   Gaji dan lembur                                  1.488.442.500         1.197.072.273
   Bonus, insentif dan tunjangan hari raya            963.387.084           921.703.333
   Penyusutan aset tetap (Catatan 8)                  296.067.029           261.637.679
   Tunjangan karyawan                                 218.481.921           179.174.372
   Sewa kendaraan                                     165.042.858           126.638.776
   Pajak                                               96.554.837            90.823.410
   BPJS ketenagakerjaan                                84.781.299            63.905.641
   Air, listrik, telepon, fax dan internet             51.737.700            90.403.074
   Premi Asuransi                                      31.589.072            15.514.523
   Jasa profesional                                    20.850.000           146.038.462
   Lain-lain (di bawah Rp 100 juta)                   252.708.395           137.420.363
   Total                                            3.669.642.695         3.230.331.906

21. PENDAPATAN LAIN-LAIN

                                                    Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                               31 Maret
                                                       2025                 2024
   Pendapatan bunga deposito                         223.222.321           247.655.419
   Pendapatan jasa giro                                2.492.451            13.471.356
   Lain-lain                                           6.113.610                     -
   Total                                             231.828.382           267.326.682




                                             40
Page 44
                               PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



22. BEBAN LAIN-LAIN

                                                             Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                        31 Maret
                                                                2025                 2024
   Administrasi bank                                           179.483.959                   18.048.642
   Bunga pinjaman bank                                         170.919.751                  129.423.920
   Bunga Leasing                                                 8.260.732                    4.415.290
   Selisih persediaan                                                    -                   83.014.118
   Lain-lain                                                    18.253.596                   23.076.453
   Total                                                       376.918.038                  257.978.423

23. LABA PER SAHAM DASAR

   Berikut ini adalah data yang digunakan untuk perhitungan laba per saham dasar:

                                                             Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                        31 Maret
                                                                2025                 2024
   Laba neto
   Laba neto untuk perhitungan
     laba per saham dasar                                     1.177.115.613             1.028.029.693

   Jumlah saham
   Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa
     untuk perhitungan laba per saham dasar                   1.075.027.288             1.075.003.112
   Laba per saham dasar                                                1,09                 3,83.8323
                                                                                                 0,96

24. SIFAT HUBUNGAN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI

   Sifat hubungan

    No      Pihak-pihak berelasi                                         Sifat hubungan
     1.     PT Glopac Indonesia                                          Entitas afiliasi

   Hubungan afiliasi antara Perseroan dengan PT Glopac Indonesia disebabkan karena kesamaan
   manajemen dan pemegang saham.

   Transaksi dengan pihak berelasi

   Transaksi pihak berelasi dilakukan dengan ketentuan yang setara dengan yang berlaku dalam
   transaksi yang wajar, hanya jika pernyataan tersebut dapat dibuktikan. Penjualan dan pembelian dari
   pihak berelasi dilakukan pada harga yang disepakati tergantung jenis produk terkait yang mengacu
   pada harga pasar.




                                                 41
Page 45
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                     31 MARET 2025
                DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                             31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. SIFAT HUBUNGAN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)

   a. Piutang Usaha

                                                          31 Maret 2025       31 Desember 2024
     PT Glopac Indonesia                                     186.758.596             390.257.304
     Persentase terhadap total aset                               0,15%                   0,32%

   b. Uang Jaminan

                                                          31 Maret 2025       31 Desember 2024
     PT Glopac Indonesia                                  13.500.000.000          13.500.000.000
     Persentase terhadap total aset                              10,73%                  11,14%

     Pada tanggal 16 September 2022, Perusahaan dan PT Glopac Indonesia (GI), pihak berelasi,
     menandatangani perjanjian kerja sama, dimana GI memberikan jaminan penyediaan kemasan
     dari plastik dan karton (packaging) secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan
     Perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya, sedangkan Perusahaan setuju untuk
     membayarkan uang jaminan sebesar Rp 10.000.000.000. Perjanjian ini berlaku selama 5 (lima)
     tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

     Pada tanggal 12 Desember 2024, Perusahaan dan PT Glopac Indonesia (GI), pihak berelasi
     menandatangani perjanjian kerja sama, secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan
     Perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya, sedangkan Perusahaan setuju untuk
     membayarkan uang jaminan sebesar Rp 3.500.000.000. Perjanjian ini berlaku selama 2 (dua)
     tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

   c. Utang usaha

                                                           31 Maret 2025       31 Desember 2024
     PT Glopac Indonesia                                     7.758.923.874        10.274.329.876
     Persentase terhadap total Liabilitas                          26,44%                39,68%


   d. Beban pokok penjualan

     Total beban pokok penjualan dari pihak berelasi adalah sebesar Rp 25.881.792.403 dan
     Rp 26.778.790.967 atau sebesar 73,90% dan 77,78% dari total beban pokok penjualan
     Perusahaan masing-masing untuk tahun - tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan
     2024.

   e. Hubungan manajemen atau karyawan kunci Perusahaan

     Gaji dan kompensasi lainnya yang dibayarkan kepada Direksi dan Komisaris untuk tahun - tahun
     yang berakhir pada 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024 adalah sebesar Rp. 487.500.000,- dan
     Rp 390.000.000.




                                              42
Page 46
                                PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                        31 MARET 2025
                   DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. SEGMEN OPERASI
    Tabel berikut ini menyajikan informasi pendapatan dan laba dan aset dan liabilitas tertentu
    sehubungan dengan segmen usaha Perusahaan:
                                                                31 Maret 2025
                                             Jawa                  Luar Jawa             Total
    Penjualan segmen                    35.144.435.213           7.046.860.833      42.191.296.046
    Beban pokok penjualan segmen     ( 29.323.927.512)     (    5.914.143.613)   ( 35.238.071.125)

    Laba kotor                                                                         6.953.224.921

    Beban penjualan dan pemasaran                                                (    1.491.575.664)
    Beban umum dan administrasi                                                  (    3.669.642.695)
    Beban lain-lain - neto                                                       (      145.089.656)
    Laba sebelum beban pajak
       penghasilan                                                                     1.646.916.906
    Beban pajak penghasilan - neto                                               (      469.801.293)
    Laba neto tahun berjalan                                                           1.177.115.613
    Penghasilan komprehensif
      lain – setelah pajak                                                                         -
    Penghasilan komprehensif
      neto                                                                             1.177.115.613

    Aset segmen                                                                      125.851.507.775
    Liabilitas segmen                                                                 29.341.978.019
    Pengeluaran modal                                                                  3.963.576.394
    Penyusutan                                                                           296.067.029

                                                           31 Desember 2024
                                               Jawa                Luar Jawa              Total
    Penjualan segmen                      66.896.183.187        80.756.518.943      147.652.702.130
    Beban pokok penjualan segmen     (   57.824.530.007)   (   66.149.348.788)   ( 123.973.878.795)

    Laba kotor                                                                        23.678.823.335

    Beban penjualan dan pemasaran                                                (    6.533.737.040)
    Beban umum dan administrasi                                                  (   11.506.055.846)
    Beban lain-lain - neto                                                       (      258.621.860)
    Laba sebelum beban pajak
     penghasilan                                                                       5.897.652.309
    Beban pajak penghasilan - neto                                               (    1.395.813.109)
    Laba neto tahun berjalan                                                           4.501.839.200
    Rugi komprehensif
      lain - setelah pajak                                                       (        30.460.271
    Penghasilan komprehensif
      neto                                                                             4.532.299.471

    Aset segmen                                                                      121.224.145.841
    Liabilitas segmen                                                                 25.891.731.698
    Pengeluaran modal                                                                 10.251.768.688
    Penyusutan                                                                         1.143.692.006




                                                43
Page 47
                                 PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                       31 MARET 2025
                  DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                               31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
   Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan adalah risiko tingkat suku bunga, risiko kredit
   dan risiko likuiditas. Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola masing-masing
   risiko tersebut yang dijelaskan dengan lebih rinci sebagai berikut:
   a. Risiko tingkat suku bunga atas nilai wajar dan arus kas
      Risiko tingkat suku bunga Perusahaan terutama timbul dari pinjaman untuk modal kerja dan
      investasi. Pinjaman pada berbagai suku bunga menimbulkan risiko suku bunga atas nilai wajar
      kepada Perusahaan. Tidak terdapat pinjaman bank Perusahaan yang dikenakan suku bunga
      tetap.
      Saat ini, Perusahaan tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai atas risiko suku bunga.
   b. Risiko kredit
      Risiko kredit adalah risiko dimana pihak yang berhubungan dengan Perusahaan terkait dengan
      instrumen keuangan atau kontrak pelanggan tidak akan memenuhi kewajibannya sehingga
      menyebabkan kerugian keuangan. Risiko kredit Perusahaan terutama berasal dari piutang usaha
      dan piutang lain lain. Untuk aset keuangan lainnya (termasuk kas dan bank dan deposito
      berjangka), Perusahaan meminimalkan risiko kredit dengan berurusan secara khusus dengan
      pihak yang mempunyai kredibilitas tinggi.
      Tujuan Perusahaan adalah meningkatkan pendapatan dan mengurangi kerugian yang timbul dari
      peningkatan risiko kredit. Transaksi Perusahaan hanya dengan pihak ketiga yang diakui dan
      kredibel serta menggunakan prosedur verifikasi kredit untuk semua transaksi dengan pelanggan
      secara kredit. Selain itu, saldo piutang dimonitor secara terus-menerus sehingga piutang tak
      tertagih Perusahaan tidak signifikan.
      Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, maksimum eksposur Perusahaan untuk risiko kredit
      disajikan sebesar nilai tercatat setiap aset keuangan yang diakui dalam laporan posisi keuangan.
   c. Risiko likuiditas
      Perusahaan mengelola profil likuiditasnya untuk membiayai belanja modal dan melunasi utang
      yang jatuh tempo dengan menyediakan kas dan bank yang cukup, dan ketersediaan pendanaan
      melalui kecukupan jumlah fasilitas kredit yang diterima.
      Perusahaan secara teratur mengevaluasi informasi arus kas proyeksi dan aktual dan
      terus-menerus memantau kondisi pasar keuangan untuk mengidentifikasikan kesempatan
      melakukan penggalangan dana yang mencakup utang bank.
      Tabel di bawah ini merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan, berdasarkan
      arus kas kontraktual yang tidak terdiskonto:
                                                                  31 Maret 2025
                                                          Lebih dari
                                     Sewaktu-waktu     1 tahun sampai
                                       dan dalam           Dengan           Lebih dari
                                     waktu 1 tahun         5 tahun           5 tahun           Total

      Liabilitas keuangan
         Utang usaha                  17.325.818.958                 -                   -   17.325.818.958
         Biaya masih harus dibayar       528.993.704                 -                   -      528.993.704
         Utang bank jangka panjang                 -     8.174.092.681                   -    8.174.092.681
         Liabilitas sewa                 177.525.029       421.606.639                   -      599.131.668
      Total                           18.032.337.691     8.595.699.320                   -   26.628.037.011




                                                  44
Page 48
                                        PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                               CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                           31 MARET 2025
                      DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                                   31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)

   c. Risiko likuiditas (lanjutan)

       Tabel di bawah ini merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan, berdasarkan
       arus kas kontraktual yang tidak terdiskonto: (lanjutan)

                                                                               31 Desember 2024
                                                                         Lebih dari
                                               Sewaktu-waktu          1 tahun sampai
                                                 dan dalam                Dengan        Lebih dari
                                               waktu 1 tahun              5 tahun        5 tahun             Total

       Liabilitas keuangan
          Utang usaha                            16.015.557.475                      -               -     16.015.557.475
          Biaya masih harus dibayar                 512.495.681                      -               -        512.495.681
          Utang bank jangka panjang                     424.781          4.882.466.584               -      4.882.891.365
          Liabilitas sewa                           243.870.247            434.055.046               -        677.925.293
       Total                                     16.772.348.184          5.316.521.630               -     22.088.869.814


27. MANAJEMEN PERMODALAN

   Tujuan utama manajemen permodalan Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan tingkat
   kredit yang kuat dan rasio permodalan yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan
   nilai pemegang saham.

   Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan strategi dan
   kondisi keuangan Perusahaan, serta kondisi ekonomi global dan domestik. Untuk memelihara atau
   menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada
   pemegang saham, pengembalian modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru.

   Selanjutnya, Perusahaan memiliki kebijakan kas manajemen untuk mengelola modal. Perusahaan
   menerapkan manajemen keuangan terpusat untuk menjaga fleksibilitas pembiayaan dan
   mengurangi risiko likuiditas. Perusahaan juga berusaha untuk mempertahankan kebutuhan modal
   kerja yang memadai.

28. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN

                                                        31 Maret 2025                            31 Desember 2024
                                            Nilai tercatat            Nilai wajar**      Nilai tercatat      Nilai wajar**

   Aset keuangan
   Kas dan bank                             1.011.547.139          1.011.547.139          2.826.287.141      2.826.287.141
   Deposito berjangka                      33.667.500.000         33.667.500.000         33.667.500.000     33.667.500.000
   Piutang usaha                           30.836.625.177         30.836.625.177         26.605.842.999     26.605.842.999
   Uang jaminan                            13.500.000.000         13.500.000.000         13.500.000.000     13.500.000.000
   Total                                   79.015.672.316         79.015.672.316         76.599.630.140     76.599.630.140

   Liabilitas keuangan
   Utang usaha                             17.325.818.958         17.325.818.958         16.015.557.475     16.015.557.475
   Biaya yang masih harus dibayar             528.993.704            528.993.704            512.495.681        512.495.681
   Utang jangka panjang                     8.174.092.681          8.174.092.681          4.882.891.365      4.882.891.365
   Total                                   26.028.905.343         26.028.905.343         21.410.944.521     21.410.944.521


   **) Diukur dengan hirarki pengukuran nilai wajar Tingkat 3.




                                                                 45
Page 49
                              PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                          CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
                                      31 MARET 2025
                 DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
                              31 MARET 2025 (TIDAK DIAUDIT)
                      (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN (Lanjutan)

   Manajemen Perusahaan menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan bank, deposito berjangka, piutang
   usaha, piutang lain-lain, uang jaminan, utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain dan
   biaya yang masih harus dibayar kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena dampak dari diskonto
   yang tidak signifikan.

   Nilai tercatat dari utang bank jangka panjang dengan tingkat suku bunga mengambang kurang lebih
   sebesar nilai wajarnya karena dinilai ulang secara berkala.




                                                 46

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.15 MB
Published29 Apr 2025
Pages49
Characters159,625
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 53 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PAPEROCKS INDONESIA Tbk p.2 ×160
linked person Catur Jatiwaluyo · Direktur Utama p.2 ×9
linked person Dillon Sutandar · Direktur p.2 ×9
linked person Philip Sumali · Komisaris Utama p.11 ×7
linked person Frederick Rompas · Komisaris p.11 ×7
linked person Aries Murdyana · Anggota p.12 ×2
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk p.28 ×4
linked org Bank OCBC NISP Tbk p.28 ×5
linked org Bank CIMB Niaga Tbk p.28 ×17
linked org Bank Central Asia Tbk p.28 ×11
linked org Indofood CBP Sukses Makmur Tbk p.28 ×4
linked org PT. Sumber Alfaria Trijaya p.28
linked org Sinar Mas p.31
linked org Asuransi Umum Mega p.31
possible org Negara Republik Indonesia p.9
possible org Bursa Efek Indonesia p.10 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.11 ×2
possible person Wito · Anggota p.12
unresolved org Paperoks Indonesia Tbk p.2 ×2
unresolved org PT Paperocks IndonesiaTbk p.2
unresolved person Buntario Tigris · Notaris p.9 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9 ×10
unresolved person Roza · Notaris p.9 ×8
unresolved person Yulia · Notaris p.10 ×8
unresolved org Kementerian p.10
unresolved person Akta Notaris Yulia p.11 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.11 ×2
unresolved — Frederick Romp · Anggota p.12 ×2
unresolved person Zayatri Novlesia · Anggota p.12
unresolved person Winda Aryuningsih · Anggota p.12
unresolved org PT. Indomarco Prismatama p.28 ×2
unresolved org PT. Circleka Indonesia Utama p.28
unresolved org PT. Fastfood Indonesia p.28
unresolved org PT. Blue Origin Trading Indonesia p.28
unresolved org PT. Inti Cakrawala Citra p.28
unresolved org PT. Sriboga Marugame Indonesia p.28
unresolved org PT Glopac Indonesia p.29 ×9
unresolved org PT Great Eastern General Insurance Indonesia p.30
unresolved org PT Asuransi Sinar Mas p.31
unresolved org PT Asuransi Umum Mega Unit Usaha Syariah p.31
unresolved org PT Zurich General Takaful Indonesia p.31
unresolved org PT Asuransi Umum BCA p.31
unresolved org PT Wijaya Inti Packindo p.32
unresolved org PT Putra Kemas Makmur p.32
unresolved org PT Tekarindo Sejahtera p.32
unresolved org PT Pradaya Sinar Abadi p.32
unresolved org PT Kevin Persada Mandiri p.32
unresolved org PT Perfect Partner Abadi p.32
unresolved org PT Griya Grafika Utama p.32
unresolved org PT Sentralindo Teguh Gemilang p.32
unresolved org PT BCA Finance. Pembayaran p.33
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.37
unresolved org Kantor Konsultan Aktuaria Riana & Rekan p.38

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2025-I-PPRI.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result