Back to announcement
20250429_RONY_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31879358_lamp1.pdf
Other Text extracted RONYSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 10
Page 1
PT. AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk
Noble House #36 – 11
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung
Kav. E4.2 No.2. Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Nomor Surat : 13 /AGI/HNR/IV/2025
Lampiran :0
Perihal : Penjelasan Tentang KI Pemegang Saham Tertentu dan Laporan
Keunagan tahunan 2024
Kepada Yth. Bu Vera Florida
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1
Dengan hormat,
Berikut adalah penjelasan mengenai Keterbukaan Informasi Pemegang Saham
Tertentu dan Laporan Keuangan 2024
Pertanyaan:
1. Merujuk pada Keterbukaan Informasi Pemegang Saham Tertentu yang
disampaikan Perseroan pada tanggal 13 Maret 2025, dijelaskan bahwa terdapat
transaksi penjualan saham PT Nakula Investama dan PT Karimun Jawa Pratama
selaku Pengendali Perseroan kepada Honour Accord Limited dengan rincian sebagai
berikut:
Sebelum transaksi pengambilalihan tersebut, berikut struktur kepemilikan saham
Perseroan sebagai berikut:
Struktur kepemilikan saham setelah transaksi pengambilalihan:
Page 2
PT. AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk
Noble House #36 – 11
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung
Kav. E4.2 No.2. Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Penentuan harga per saham atas transaksi pengambilalihan.
b. Apakah Perseroan menggunakan Penilai Independen untuk menentukan nilai
wajar Perusahaan? Mohon disampaikan Laporan Penilai Independen tersebut. (Jika
ada).
c. Alasan Honour Accord Limited hanya membeli 550.000.000 saham milik PT
Nakula Investama.
d. Pihak yang mengambil porsi saham milik PT Nakula Investama sebesar
60.625.000 saham yang tidak dibeli oleh Honour Accord Limited.
Jawaban:
1. A. Penentuan harga per saham atas transaksi pengambilalihan berdasarkan
kesepekatan Bersama antara para pihak melalui negosiasi komersial.
Saham milik milik PT Nakula Investama, yang jumlahnya lebih besar
(610.625.000 saham atau 48,85%), disepakati untuk dibeli dengan harga Rp
50,- per saham, sedangkan saham milik PT Karimun Jawa Pratama, yang
jumlahnya lebih kecil (450.000.000 saham atau 36%), disepakati untuk dibeli
dengan harga Rp 41,- per saham.
Penetapan harga tersebut merupakan hasil negosiasi yang
mempertimbangkan porsi kepemilikan saham masing-masing penjual, posisi
komersial masing-masing penjual, kepentingan strategis dari
pengambilalihan saham, serta kesepakatan para pihak secara sukarela dan
berdasarkan prinsip keterbukaan.
Masing-masing pemegang saham mengetahui perbedaan harga
pengambilalihan karena informasi yang terbuka dan sebagaimana dituangkan
dalam dokumen transaksi. Selain itu, masing-masing pemegang saham juga
tidak keberatan dengan perbedaan harga pengambilalihan.
B. Dalam transaksi pengambilalihan ini, Perseroan tidak menggunakan
Penilai Independen untuk menentukan nilai wajar Perusahaan. Penentuan
harga dilakukan melalui negosiasi langsung antara Pihak Yang Menawarkan
dan masing-masing pemegang saham, dan disepakati secara komersial tanpa
adanya persyaratan untuk melibatkan Penilai Independen.
Page 3
PT. AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk
Noble House #36 – 11
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung
Kav. E4.2 No.2. Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
C.Berdasarkan informasi yang Perseroan dapatkan, transaksi jual beli antara
Honour Accord Limited dengan PT Nakula Investama Indonesia adalah hasil
negosiasi antara para pihak, yang mana disepakati bahwa Honour Accord
Limited hanya akan membeli sebanyak 550.000.000 saham dari total
610.625.000 saham yang dimiliki oleh PT Nakula Investama Indonesia.
Titik temu negosiasi ini menentukan bahwa sisa saham sebesar 60.625.000
saham tidak termasuk dalam saham yang dijual kepada Honour Accord
Limited, dan tetap berada di luar cakupan transaksi pengambilalihan.
D. Perseroan tidak memiliki informasi mengenai apakah sisa saham sebesar
60.625.000 saham tersebut masih dimiliki oleh PT Nakula Investama
Indonesia atau telah dialihkan kepada pihak lain, mengingat hal tersebut
merupakan hak dari masing-masing pemegang saham untuk menentukan
apakah akan mempertahankan atau menjual sahamnya.
Pertanyaan:
2. Sehubungan dengan pengambilalihan Perusahaan oleh Honour Accord Limited
sehingga Perseroan sudah tidak terafiliasi dengan Grup Perusahaan PT Pollux
Properties Indonesia Tbk, Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Strategi dan rencana pengembangan bisnis Perseroan dengan adanya Pengendali
baru.
b. Apakah Honour Accord Limited berencana untuk mengubah model bisnis yang
saat ini dijalankan Perseroan atau melakukan diversifikasi usaha ke sektor baru?
Jelaskan.
c. Apakah terdapat rencana untuk merestrukturisasi jajaran manajemen atau
struktur organisasi guna menyesuaikan dengan strategi Pengendali baru? Jelaskan.
d. Bagaimana keberlanjutan dan kelanjutan proyek-proyek yang sebelumnya telah
dirintis bersama PT Pollux Properties Indonesia Tbk? Jelaskan.
Jawaban:
2. A. Dengan adanya Pengendali baru, Perseroan berencana untuk
mengembangkan lini bisnis di bidang proyek sumber energi terbarukan dan
logistik.
Strategi pengembangan akan difokuskan pada:
- Akuisisi dan pengembangan proyek-proyek energi berkelanjutan,
- Peningkatan kapasitas dan efisiensi di sektor logistik,
- Sinergi antara sektor energi terbarukan dan infrastruktur logistik untuk
membangun portofolio bisnis yang terdiversifikasi dan berkelanjutan.
B. Ya, Honour Accord Limited selaku Pengendali baru berencana untuk
mengubah model bisnis Perseroan. Model bisnis Perseroan akan diarahkan
dari sebelumnya berfokus pada sektor arsitektur dan properti, menjadi proyek
pengembangan sumber energi terbarukan dan pengembangan layanan
logistik.
Page 4
PT. AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk
Noble House #36 – 11
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung
Kav. E4.2 No.2. Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
C. Ya, seiring dengan perubahan model bisnis, Honour Accord Limited
berencana akan melakukan, Pengendali baru akan melakukan
merestrukturisasi jajaran manajemen atau struktur organisasi.
Restrukturisasi ini bertujuan untuk menyesuaikan keahlian manajerial
dengan kebutuhan sektor energi terbarukan dan logistic, memperkuat
struktur tata kelola perusahaan (GCG), dan mendukung implementasi strategi
bisnis baru secara efektif dan berkelanjutan.
D. Sehubungan dengan perubahan model bisnis dan struktur pengendalian,
proyek-proyek yang sebelumnya telah dirintis bersama Perseroan dengan PT
Pollux Properties Indonesia TBK, Perseroan berencana tidak akan
dilanjutkan. Fokus bisnis Perseroan ke depan rencananya akan diarahkan
pada pengembangan sektor sumber energi terbarukan dan logistik, sejalan
dengan visi dan strategi Pengendali baru.
Pertanyaan:
3. Merujuk pada Laporan Arus Kas, Perseroan hanya mencatatkan arus kas dari
aktivitas operasional per 31 Desember 2024 sebesar Rp3,07 juta. Bursa meminta
penjelasan:
a. Latar belakang Perseroan tidak melakukan aktivitas investasi dan pendanaan.
b. Strategi Perseroan untuk memastikan kelangsungan operasionalnya dalam jangka
pendek
hingga menengah?
c. Apakah arus kas operasional yang rendah ini berpotensi mempengaruhi
kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban di masa depan?
Jawaban:
a. Pada tahun 2024, Perseroan memfokuskan upaya pada pengelolaan
operasional secara optimal dan konservatif dalam penggunaan kas. Dengan
mempertimbangkan kondisi pasar dan kebutuhan internal, Perseroan
memilih untuk tidak melakukan aktivitas investasi maupun pendanaan yang
signifikan guna menjaga likuiditas dan meminimalkan risiko finansial.
b. Perseroan berkomitmen untuk mempertahankan keberlanjutan operasional
melalui beberapa strategi utama, antara lain:
- Optimalisasi pendapatan dari lini bisnis yang sudah ada.
- Efisiensi biaya operasional untuk menjaga margin keuntungan.
- Penguatan manajemen kas dan arus kas secara disiplin.
c. Meskipun arus kas operasional yang tercatat relatif rendah, Perseroan tetap
melakukan pengelolaan keuangan yang berhati-hati, termasuk menjaga saldo
kas dan setara kas pada tingkat yang memadai. Untuk saat ini, Perseroan
meyakini bahwa posisi kas yang ada serta potensi penerimaan ke depan masih
cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dan menengah. Namun
demikian, Perseroan akan terus memantau perkembangan kinerja keuangan
Page 5
PT. AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk
Noble House #36 – 11
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung
Kav. E4.2 No.2. Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
secara ketat dan siap mengambil langkah-langkah strategis jika diperlukan
untuk memastikan keberlanjutan usaha.
Pertanyaan:
4. Merujuk pada Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) 5 Piutang Usaha per 30
September 2024, dijelaskan bahwa piutang usaha pihak berelasi Perseroan
mengalami penurunan sebesar 35,68% dari sebelumnya sebesar Rp4,42 miliar pada
31 Desember 2023 menjadi Rp2,84 miliar pada 31 Desember 2024. Sedangkan untuk
piutang usaha pihak ketiga Perseroan mengalami kenaikan sebesar 31,33% dari
sebelumnya sebesar Rp2,47 miliar pada 31 Desember 2023 menjadi Rp3,25 miliar
pada 31 Desember 2024. Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan
terkait latar belakang penurunan piutang usaha pihak berelasi sebesar 35,68% dan
kenaikan piutang usaha pihak ketiga sebesar 31,33% tersebut.
Jawaban:
Penurunan piutang usaha pihak berelasi sebesar 35,68% dari Rp4,42 miliar per 31
Desember 2023 menjadi Rp2,84 miliar per 31 Desember 2024, terutama disebabkan
oleh realisasi pembayaran dari pihak berelasi atas piutang yang telah jatuh tempo.
Pembayaran tersebut merupakan bagian dari penyelesaian kewajiban pihak berelasi
kepada Perseroan. Di sisi lain, kenaikan piutang usaha pihak ketiga sebesar 31,33%
dari Rp2,47 miliar menjadi Rp3,25 miliar terjadi akibat adanya penambahan
transaksi penjualan kepada pelanggan eksternal yang pembayarannya belum
direalisasikan hingga tanggal laporan. Kenaikan ini sejalan dengan upaya Perseroan
dalam memperluas basis pelanggan dan meningkatkan pendapatan dari pihak
ketiga. Perseroan tetap melakukan pemantauan ketat terhadap saldo piutang ini
untuk memastikan kualitas piutang dan memitigasi risiko kredit yang mungkin
timbul.
Pertanyaan:
5. Merujuk pada CALK 5 Piutang Usaha per 30 September 2024, dijelaskan bahwa
umur piutang usaha Perseroan adalah sebagai berikut.
Berdasarkan informasi di atas, Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Latar belakang bertambahnya piutang yang telah jatuh tempo di atas 90 hari.
Jelaskan kendala yang dihadapi dalam penagihan.
b. Rencana dan strategi penagihan piutang usaha dari pelanggan.
c. Nilai piutang usaha yang telah tertagih per 31 Maret 2025.
d. Pertimbangan Perseroan dalam menetapkan cadangan penurunan nilai atas
piutang usaha
sebesar Rp7.391.287.795 atau 54,78% dari total piutang usaha.
Jawaban:
a. Latar belakang bertambahnya piutang yang telah jatuh tempo di atas 90 hari
serta kendala penagihan yaitu bertambahnya saldo piutang usaha yang telah
jatuh tempo di atas 90 hari pada umumnya disebabkan oleh kebutuhan
pelanggan untuk menyesuaikan jadwal pembayaran dengan kondisi arus kas
Page 6
PT. AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk
Noble House #36 – 11
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung
Kav. E4.2 No.2. Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
(cash flow) mereka. Perseroan memahami bahwa beberapa pelanggan
mengalami pengelolaan cash flow yang lebih ketat sehingga pembayaran
membutuhkan waktu lebih panjang dari yang direncanakan.
b. Untuk mempercepat proses penagihan, Perseroan menerapkan sejumlah
strategi, antara lain:
- Melakukan pendekatan proaktif dan komunikasi intensif dengan
pelanggan terkait jadwal pembayaran.
- Menawarkan opsi penjadwalan ulang pembayaran untuk menjaga
hubungan bisnis yang berkelanjutan.
- Memperkuat fungsi monitoring dan evaluasi berkala atas saldo piutang
untuk memastikan pengelolaan piutang yang lebih efektif.
c. Menyesuaikan laporan Q1 2025 yg akan dilaporkan qinfa
d. Cadangan penurunan nilai atas piutang usaha sebesar Rp7.391.287.795 atau
54,78% dari total piutang usaha telah dibentuk sejak periode sebelumnya.
Penetapan cadangan ini dilakukan berdasarkan evaluasi kolektibilitas
piutang, dengan mempertimbangkan potensi risiko kerugian kredit masa
depan sesuai dengan ketentuan dalam Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) yang berlaku.
Pertanyaan:
6. Merujuk pada CALK 7 Aset Hak Guna dan Liabilitas Sewa, dijelaskan bahwa
Perseroan tidak
memiliki aset hak guna pada 31 Desember 2024 dimana pada 31 Desember 2023,
Perseroan
memiliki aset hak guna sebesar Rp289,26 juta. Aset hak guna tersebut merupakan
bangunan kantor Perseroan yang berdasarkan perjanjian sewa dengan PT Graha
Lestari Internusa (GLI), pihak berelasi, telah berakhir pada 31 Desember 2024.
Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Sehubungan dengan berakhirnya perjanjian sewa ruang kantor dengan GLI,
apakah terdapat
perubahan pada alamat kantor Perseroan? Jelaskan.
b. Jika terdapat perpanjangan perjanjian sewa ruang kantor dengan GLI, mohon
sampaikan
perjanjian terbaru dengan GLI (jika ada).
c. Apakah terdapat potensi risiko atau tantangan yang timbul akibat berakhirnya
perjanjian sewa tersebut, baik dari sisi operasional maupun keuangan?
Jawaban:
a. Sehubungan dengan berakhirnya perjanjian sewa ruang kantor dengan PT
Graha Lestari Internusa (GLI), Perseroan akan melakukan relokasi kantor ke
alamat baru di Menara Astra, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 5-6, Karet
Tengsin, Tanah Abang, Jakarta 10220.
b. Tidak terdapat perpanjangan perjanjian sewa ruang kantor dengan PT Graha
Lestari Internusa (GLI). Dengan demikian, tidak terdapat perjanjian baru
yang dibuat antara Perseroan dengan GLI.
Page 7
PT. AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk
Noble House #36 – 11
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung
Kav. E4.2 No.2. Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
c. Berakhirnya perjanjian sewa ruang kantor dengan GLI tidak menimbulkan
risiko atau tantangan yang signifikan terhadap operasional maupun keuangan
Perseroan. Perseroan telah memastikan bahwa relokasi ke kantor baru
berjalan lancar tanpa gangguan terhadap kegiatan usaha, termasuk
kelangsungan operasional dan komunikasi dengan mitra bisnis. Perseroan
juga tetap menjaga efisiensi biaya dan kelangsungan layanan kepada seluruh
pemangku kepentingan.
Pertanyaan:
7. Merujuk pada CALK 8 Perpajakan, dijelaskan bahwa pada 31 Desember 2024,
Perseroan memiliki utang pajak sebesar Rp555,44 juta meningkat sebesar Rp36,48
juta atau sebesar 7,03% dari periode sebelumnya dengan rincian sebagai berikut:
Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Latar belakang peningkatan utang pajak sebesar Rp36,48 juta atau 7,03% pada
tahun 2024
dibandingkan dengan tahun 2023?
b. Bagaimana strategi Perseroan untuk mengelola dan melunasi utang pajak
tersebut?
Jawaban:
a) Peningkatan utang pajak Perseroan sebesar Rp36,48 juta atau 7,03% pada
tahun 2024 dibandingkan dengan tahun 2023 terutama disebabkan oleh
adanya kenaikan pendapatan yang terkait dengan objek pajak, baik dari sisi
penghasilan maupun transaksi lain yang terutang pajak. Sejalan dengan
peningkatan aktivitas usaha, terdapat penyesuaian atas perhitungan
kewajiban pajak yang harus diakui sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.
Perseroan melakukan pencatatan atas seluruh kewajiban pajak tersebut
secara akurat sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi dan
kepatuhan perpajakan.
b) Dalam mengelola dan melunasi utang pajak, Perseroan menerapkan strategi
yang fokus pada pengelolaan keuangan yang disiplin dan proaktif. Perseroan
melakukan pencadangan dana secara berkala untuk memastikan ketersediaan
kas dalam memenuhi kewajiban pajak tepat waktu. Selain itu, Perseroan juga
melakukan monitoring rutin terhadap posisi utang pajak dan senantiasa
memastikan bahwa seluruh pelaporan dan pembayaran pajak dilakukan
sesuai jadwal dan ketentuan perpajakan yang berlaku, guna menghindari
potensi denda maupun sanksi administrasi.
Pertanyaan:
8. Merujuk pada CALK 14 Pendapatan, dijelaskan bahwa pendapatan Perseroan per
31 Desember 2024 menurun sebesar Rp2,28 miliar atau sebesar 46,75%
dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar Rp4,88 miliar. Penurunan ini disebabkan
oleh penurunan pada pendapatan jasa manajemen konstruksi.
Berdasarkan informasi di atas, Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Target proyek yang adan didapatkan Perseroan di tahun 2025.
Page 8
PT. AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk
Noble House #36 – 11
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung
Kav. E4.2 No.2. Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
b. Sumber dan rencana pendanaan proyek yang sedang dilakukan dan yang akan
didapatkan
mengingat terbatasnya kas Perseroan.
c. Bagaimana strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan dan memperbaiki
saldo laba Perseroan yang per 31 Desember 2024 masih defisit.
d. Target waktu atau proyeksi Perseroan atas saldo laba Perseroan akan bisa
membaik dan mencatatkan nilai positif.
Jawaban:
a. Perusahaan dengan pengendali baru menargetkan beberapa baru
diantaranya proyek sumber energi terbarukan dan logistik.
b. Perusahaan akan mendapatkan investasi baru baik dalam modal ataupun
pinjaman dari pengendali baru untuk melaksanakan proyek baru tersebut
c. Perseroan dengan adanya pengendali baru akan melakukan beberapa
projek terutama logistik yang dapat menghasilkan pendapatan yang dalam
jangka pendek maupun jangka panjang.
d. Projeksi perseroan atas saldo laba akan membaik dalam 2 sampai 3 tahun
kedepan akan menjadi positif
9. Pada 31 Desember 2024, Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,88
miliar atau 1.729,84% dari periode sebelumnya. Nilai tersebut meningkat sebesar
Rp1,77 miliar dibandingkan periode 31 Desember 2023 sebesar Rp102,77 juta.
Peningkatan laba bersih yang signifikan tersebut dikarenakan adanya keuntungan
atas penghapusan liabilitas sewa sebesar Rp1,77 miliar.
Berdasarkan informasi tersebut, Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Dasar pengakuan keuntungan penghapusan liabilitas sewa.
b. Bagaimana cara Perseroan menghitung nilai penghapusan liabilitas sewa sebesar
Rp1,77 miliar?
c. Apakah keuntungan penghapusan liabilitas sewa sebesar Rp1,77 miliar telah
disesuaikan dengan ketentuan dalam standar akuntansi yang relevan? Jelaskan.
Jawaban:
a) Pengakuan keuntungan atas penghapusan liabilitas sewa dilakukan karena
pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan tidak memperpanjang perjanjian
sewa atas ruang kantor yang sebelumnya digunakan. Dengan berakhirnya
masa sewa tersebut dan tidak adanya perjanjian perpanjangan, Perseroan
memutuskan untuk menghentikan pengakuan atas aset hak guna dan
liabilitas sewa terkait. Sebagai bagian dari penyusunan laporan keuangan
yang sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, Perseroan mencatatkan
keuntungan atas penghapusan liabilitas sewa tersebut dalam laporan laba
rugi.
b) Penghapusan liabilitas sewa dilakukan melalui pencatatan jurnal akuntansi
pembalik (reversal) atas akun terkait. Perseroan membalik nilai liabilitas sewa
sebesar Rp1.770.000.000, menghapuskan nilai aset hak guna sebesar
Rp1.446.344.185, serta mengakui akumulasi depresiasi aset hak guna sebesar
Page 9
PT. AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk
Noble House #36 – 11
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung
Kav. E4.2 No.2. Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Rp1.446.344.185. Selisih antara nilai liabilitas sewa dan nilai tercatat aset hak
guna tersebut diakui sebagai "Pendapatan Lain-lain" sebesar
Rp1.770.000.000 dalam laporan laba rugi tahun berjalan. Pencatatan ini
dilakukan untuk mencerminkan berakhirnya kewajiban dan hak guna atas
aset sewa secara akurat sesuai standar akuntansi yang berlaku.
c) Penghapusan liabilitas sewa sebesar Rp1,77 miliar telah dilakukan dengan
mengacu pada ketentuan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
(PSAK) 73 tentang Sewa. Berdasarkan PSAK 73, apabila suatu kontrak sewa
tidak lagi memenuhi kriteria pengakuan sewa — dalam hal ini karena masa
sewa telah berakhir tanpa adanya perpanjangan dan lessee tidak lagi memiliki
hak untuk menggunakan aset sewa (misalnya, aset telah digunakan atau
disewakan kepada pihak lain) — maka liabilitas sewa tersebut dapat dihapus
dari laporan posisi keuangan. Perseroan telah menerapkan ketentuan ini
secara konsisten dan konservatif untuk memastikan bahwa laporan keuangan
mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya.
Pertanyaan:
10. Pada Laporan Posisi Keuangan 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023,
Perseroan mencatatkan saldo laba yang sudah ditentukan penggunaannya
(appropriated retained earnings) dengan nilai negatif sebesar Rp28,2 miliar dan
Rp30,1 miliar. Berdasarkan informasi terebut, Bursa meminta penjelasan terkait:
a. Latar belakang pencatatan saldo laba tersebut pada kategori yang sudah
ditentukan penggunaannya?
b. Latar belakang perbedaan nilai saldo appropriated retained earnings antara
Laporan Posisi
Keuangan dan Laporan Perubahan Ekuitas.
c. Jika terdapat kesalahan penyajian dan pengungkapan nilai saldo laba tersebut,
mohon untuk melakukan konsultasi dengan Auditor Perseroan dan dilakukan
perbaikan.
Jawaban:
a) Secara umum, pencatatan saldo laba yang sudah ditentukan penggunaannya
(appropriated retained earnings) dilakukan untuk memenuhi ketentuan
internal perusahaan, yang bertujuan menyisihkan sebagian saldo laba untuk
tujuan-tujuan khusus, seperti cadangan umum. Pencatatan ini bertujuan
untuk memperkuat struktur permodalan dan menjaga kesinambungan
keuangan jangka panjang Perseroan.
b) Terkait perbedaan nilai tersebut, kami sampaikan bahwa ada kesalahan
keterangan pada penyajian di Laporan Posisi Keuangan. Nilai saldo laba yang
sudah ditentukan penggunaannya (appropriated retained earnings) yang
benar adalah sebesar Rp401.770.550,-, sesuai dengan yang tercantum dalam
Laporan Perubahan Ekuitas.
c) Perseroan memohon maaf atas ketidakakuratan ini dan akan memastikan
perbaikan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Koreksi atas kesalahan
penyajian ini akan dilakukan dan disesuaikan dalam laporan keuangan
periode berikutnya.
Page 10
PT. AESLER GRUP INTERNASIONAL Tbk
Noble House #36 – 11
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung
Kav. E4.2 No.2. Mega Kuningan
Jakarta Selatan 12950
Pertanyaan:
11. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat
mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang
belum diungkapkan kepada publik.
Jawaban:
Perseroan menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat informasi, fakta, atau
kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek
Perseroan maupun kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada
publik. Perseroan berkomitmen untuk selalu memenuhi kewajiban keterbukaan
informasi dengan menyampaikan seluruh informasi material secara tepat waktu,
akurat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Names mentioned 11 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung
p.1 ×10
unresolved
org
Alasan Honour Accord Limited
p.2
unresolved
org
PT Nakula Investama Indonesia. Titik
p.3
unresolved
org
Apakah Honour Accord Limited
p.3
unresolved
org
PT Graha Lestari Internusa
p.6 ×3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.