Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 50
Page 1
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM Pada Tanggal dan Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
Page 2
PT ASIA PAC IFIC INVESTAMA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA
DAFTAR ISI
Halaman
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
PADA TANGGAL DAN PERIO DE BERAKHIR 31 MARET 2025
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 1-3
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN 4-5
LAPORAN PERUBAHAN DEFISIENSI MODAL KONSOLIDASIAN 6
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN 7
CAT AT AN AT AS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN 8
Page 3
Page 4
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPO RAN PO SISI KEUANGAN KO NSO LIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Desember 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 3g,3i,5,36,37 34.145 31.751
Piutang usaha - neto 3g,6,36,37
Pihak ketiga 44.920 86.843
Aset keuangan lancar lainnya - neto 3g,7,36,37
Pihak ketiga 499 525
Persediaan - neto 3j,8 437.366 404.246
Uang muka pembelian
Pihak ketiga 9 30.797 30.036
Pajak dibayar dimuka 19a 3.104 2.290
Beban dibayar dimuka 3k 954 33
Total Aset Lancar 551.785 555.724
ASET TIDAK LANCAR
Investasi saham 3g,3m,10,36,37 1.000 1.000
Aset tetap - neto 3l,11 2.787.241 2.722.362
Aset pajak tangguhan - neto 3u,19e 21.655 21.099
Uang jaminan 3g,36,37 3.113 3.113
Total Aset Tidak Lancar 2.813.009 2.747.574
TOTAL ASET 3.364.794 3.303.298
LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 3g,12,36,37
Pihak berelasi 3f,35 1.730 1.685
Pihak ketiga 71.685 70.127
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya 3g,13,36,37
Pihak ketiga 1.055 960
Utang pajak 19b 364 2.625
Uang muka penjualan
Pihak berelasi 3f,15,35 1.546.820 1.556.646
Pihak ketiga 5.003 9.950
Beban akrual 3g,14,36,37 126.533 120.055
Utang bank jangka pendek 3g,16,36,37 39.414 101.487
Liabilitas jangka panjang bagian
jatuh tempo dalam satu tahun 3g,36,37
Utang bank 17 41.261 94.906
Total Liabilitas Jangka Pendek 1.833.865 1.958.441
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas keuangan
jangka panjang lainnya 3g,20,36,37
Pihak berelasi 3f,35 1.282 1.282
Pihak ketiga 14.382 14.382
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi
bagian jatuh tempo dalam satu tahun 3g,36,37
Utang bank 17 1.731.081 1.565.957
Liabilitas sewa 3n,18 -
Liabilitas imbalan kerja 3r,21 37.905 38.146
Liabilitas diestimasi 3g,3p,22,36,37 204.964 200.810
Utang subordinasi - pihak berelasi 3g,23,35,36,37 106.993 104.245
Total Liabilitas Jangka Panjang 2.096.607 1.924.822
TOTAL LIABILITAS 3.930.472 3.883.263
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
1
Page 5
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPO RAN PO SISI KEUANGAN KO NSO LIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Desember 2024
DEFISIENSI MODAL
Defisiensi modal yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Modal saham
- saham seri A nilai nominal Rp 1.000 (nilai penuh) per saham
- saham seri B nilai nominal Rp 250 (nilai penuh) per saham
- saham seri C nilai nominal Rp 100 (nilai penuh) per saham
Modal dasar - 15.340.000.000 saham terdiri dari
- 1.040.000.000 saham seri A
- 4.000.000.000 saham seri B
- 10.300.000.000 saham seri C
Modal ditempatkan dan disetor - pada tahun
2022 dan 2021 adalah 7.747.281.949 saham terdiri dari
- 534.666.577 saham seri A
- 932.000.000 saham seri B
- 6.280.615.372 saham seri C 24 1.395.728 1.395.728
Tambahan modal disetor 25 (48.125) (48.125)
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali 3,26 200.951 200.951
Penghasilan komprehensif lain 1.348.771 1.349.689
Defisit
Ditentukan penggunaannya 2.000 2.000
Belum ditentukan penggunaannya (3.450.725) (3.465.050)
Defisiensi modal yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk 3 (551.400) (564.807)
Kepentingan nonpengendali 3,27 (14.278) (15.158)
DEFISIENSI MODAL (565.678) (579.965)
TOTAL LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 3.364.794 3.303.298
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secar a keseluruhan.
2
Page 6
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPO RAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KO MPREHENSIF LAIN KO NSO LIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2025 31 Maret 2024
Catatan (3 Bulan) (3 Bulan)
PENJUALAN NETO 3s,28,35 243.878 328.048
BEBAN POKOK PENJUALAN 3s,29,35 (245.636) (345.222)
LABA (RUGI) BRUTO (1.758) (17.174)
Beban penjualan 3s,30 (2.771) (3.150)
Beban umum dan administrasi 3s,31 (4.254) (4.863)
Keuntungan (kerugian) selisih kurs - neto 3e 40.485 58.296
Penghasilan (beban) lain-lain 3s,32 (3.792) (27)
LABA (RUGI) USAHA 27.910 33.082
Biaya keuangan 3s,33 (12.671) (13.685)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 15.239 19.397
BEBAN PAJAK PENGHASILAN - NETO 3u,19c - -
RUGI NETO TAHUN BERJALAN 15.239 19.397
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Keuntungan (kerugian) dari penjabaran laporan keuangan 3e (952) (9.517)
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN - NETO
(952) (9.517)
SETELAH PAJAK
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 14.287 9.880
LABA (RUGI) NETO TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA
Pemilik entitas induk 14.325 18.686
Kepentingan nonpengendali 914 711
TOTAL 15.239 19.397
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
Pemilik entitas induk 3 13.407 9.507
Kepentingan nonpengendali 3 880 373
TOTAL 14.287 9.880
Laba (Rugi) per saham - dasar dan dilusian 3q,34 1,85 2,41
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
3
Page 7
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPO RAN PERUBAHAN DEFISIENSI MO DAL KO NSO LIDASIAN
Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Defisiensi Modal yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
Penghasilan Komprehensif Lain Defisit
Selisih Kurs
Karena
Selisih transaksi Penjabaran Belum
Tambahan Modal dengan pihak Laporan Ditentukan Ditentukan Kepentingan Total Defisiensi
Modal Saham Disetor nonpengendali Keuangan Surplus Revaluasi Penggunaannya Penggunaannya Total Nonpengendali Modal
Saldo 1 Januari 2025 1.395.728 (48.125) 200.951 84.807 1.264.882 2.000 (3.465.050) (564.807) (15.158) (579.965)
Laba (Rugi) neto tahun berjalan - - - - - - 14.325 14.325 914 15.239
Rugi komprehensif lain - neto - - - (918) - - - (918) (34) (952)
Saldo 31 Maret 2025 1.395.728 (48.125) 200.951 83.889 1.264.882 2.000 (3.450.725) (551.400) (14.278) (565.678)
Saldo 1 Januari 2024 1.395.728 (48.125) 200.951 102.814 1.264.882 2.000 (3.399.074) (480.824) (12.723) (493.547)
Laba (Rugi) neto tahun berjalan - - - - - - 18.686 18.686 711 19.397
Rugi komprehensif lain - neto - - - (9.179) - - - (9.179) (338) (9.517)
Saldo 31 Maret 2024 1.395.728 (48.125) 200.951 93.635 1.264.882 2.000 (3.380.388) (471.317) (12.350) (483.667)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
4
Page 8
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
LAPO RAN ARUS KAS KO NSO LIDASIAN
Untuk Periode yang Berakhir 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2025 31 Maret 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 271.028 360.771
Pembayaran kas kepada pemasok (240.344) (383.257)
Pembayaran kas untuk karyawan (48.180) (50.262)
Pembayaran untuk beban operasional (4.724) (4.217)
Pembayaran bunga (6.118) (3.946)
Penerimaan (pembayaran) lain-lain - neto 9.674 (5.415)
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Operasi (18.664) (86.326)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap 11 (3.993) (981)
Penerimaan penjualan aset tetap 11 1.666 -
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi (2.327) (981)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (Pembayaran) dari utang bank jangka pendek (63.825) (11.124)
Penerimaan (Pembayaran) utang bank jangka panjang 68.291 (46.334)
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan 4.466 (57.458)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN BANK (16.525) (144.765)
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 18.919 124.217
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 31.751 83.551
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 5 34.145 63.003
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
5
Page 9
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Kegiatan Usaha Perusahaan
PT Asia Pacific Investama T bk (dahulu PT Apac Citra Centertex T bk) (“Perusahaan”) didirikan di Republik Indonesia
berdasarkan Akta Notaris No. 105 tanggal 10 Februari 1987 dibuat di hadapan Misahardi Wilamarta S.H., Notaris
di Jakarta, sebagaimana diperbaharui dengan Akta Notaris No. 561 tanggal 30 April 1987 dibuat di hadapan Misahardi
Wilamarta S.H., Notaris di Jakarta, Akta Notaris No. 320 tanggal 25 Juni 1987 dibuat di hadapan Lieyono, S.H., sebagai
notaris pengganti Misahardi Wilamarta S.H., Notaris di Jakarta, Akta Notaris No. 250 tanggal 19 Ok tober 1987 oleh
Misahardi Wilamarta S.H., Notaris di Jakarta (“Akta Pendirian”). Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C2 -7337.HT .01.01.T H-87 tanggal 17 November 1987 serta diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 76, T ambahan No. 2034 tanggal 22 September 1989.
Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 42 tanggal 26 Juni
2023, oleh Joko Hanggono, S.H., M.M., M.Kn., M. Hum., Notaris di Kabupaten T angerang, mengenai perubahan susunan
Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan. Perubahan akta tersebut telah telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi
Badan Hukum pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-AH.01.09-
0133642 tanggal 27 Juni 2023.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perusahaan meliputi industri tekstil
dan garmen. Perusahaan melalui entitas anaknya mulai berproduksi secara komersial pada tahun 1987.
Perusahaan didirikan di Indonesia dengan kantor pusat yang terdaftar berlokasi di Jalan Pajajaran 14 No. 62, Gandasari -
Jatiuwung, T angerang 15137 - Indonesia.
Perusahaan dan entitas anaknya selanjutnya secara bersama-sama disebut sebagai “Grup”.
PT Indah Jaya Investama adalah entitas induk langsung dan terakhir Perusahaan..
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 14 September 1989, Perusahaan mendapat izin dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan atau Bapepam dan LK atas nama Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk melakukan penawaran umum atas
2.500.000 saham Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 2 Juli 1990, Perusahaan mencatatkan saham pendiri (company
listing) sebanyak 6.000.000 saham pada Bursa Efek Indonesia (“BEI”), (dahulu Bursa Efek Jakarta) (“BEJ”).
Pada tanggal 15 Agustus 1990, Perusahaan memperoleh surat dari Ketua Bapepam dan LK No. S-1197/PM/1990 perihal
efektifnya pernyataan pendaftaran penawaran umum terbatas kepada para pemegang saham sebanyak 8.500.000 saham.
Saham-saham tersebut dicatatkan pada BEI pada tanggal 23 Agustus 1990.
Pada tanggal 25 Juni 1996, Perusahaan memperoleh surat dari Ketua Bapepam dan LK No. S-1034/PM/1996 perihal
pemberitahuan efektifnya pernyataan pendaftaran emisi saham dalam rangka penawaran umum terbatas II Perusahaan kepada
para pemegang saham sejumlah 408.000.000 saham disertai dengan waran lekat sebanyak 76.500.000 waran yang diber ikan
secara cuma-cuma sebagai insentif. Saham-saham tersebut dicatatkan pada BEI pada tanggal 26 Juli 1996. Setiap pemegang
satu waran berhak membeli satu saham Perusahaan dengan pelaksanaan sebesar Rp1.000 per saham. Pembelian dapat
dilakukan selama masa pelaksanaan yaitu mulai tanggal 16 Januari 1997 sampai dengan tanggal 14 Juli 2001.
Pada tanggal 13 Desember 2018, Perusahaan memperoleh surat dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. S-
183/D.04/2018 perihal Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran. Pernyataan efektif ini diberikan sehubungan
dengan Penawaran Umum T erbatas Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek T erlebih Dahulu Perusahaan (“PUT III”)
kepada para pemegang saham sejumlah 6.966.666.241 saham. Saham -saham tersebut dicatatkan pada BEI pada tanggal 11
Januari 2019. Setiap pemegang empat saham berhak membeli sembilan belas saham baru Perusahaan dengan harga
pelaksanaan sebesar Rp 100 per saham (nilai penuh). Pembelian dapat dilakukan selama masa pelaksanaanya itu mula i
tanggal 31 Desember 2018 sampai dengan tanggal 8 Januari 2019 dan untuk pembayaran pemesanan saham tambahan
dilakukan pada tanggal 11 Januari 2019.
Berdasarkan laporan kepemilikan efek dari Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora pada tangga l 11 Januari 2019
dalam suratnya nomor OPR/060/AJK/012019 perihal komposisi kepemilikan saham Perusahaan, telah diterbitkan saham Seri
C sebanyak 6.280.615.372 saham.
Periode perdagangan PUT III Perusahaan dilaksanakan dari tanggal 31 Desember 2018 sampai dengan tanggal 8 Januari 2019
dan untuk pembayaran dari pembeli siaga pada tanggal 11 Januari 2019. Jumlah dana yang diterima seluruhnya sebesar
Rp628.061 untuk 6.280.615.372 saham seri C dengan nilai nominal Rp100 (nilai penuh) per saham.
6
Page 10
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Penambahan saham seri C dengan nominal Rp100 per saham (nilai penuh) dilakukan melalui:
- Inbreng saham oleh PT World Harvest T extile (“ WHT ”) di dalam PT Apac Inti Corpora (“ AIC”) kepada Perusahaan
sebesar Rp245.000 (nilai penuh) (Catatan 24);
- Konversi utang PT Indah Jaya Investama (“ IJI”) menjadi saham sebesar USD2.000.000 (nilai penuh) (Catatan 24);
- Setoran tunai IJI untuk melunasi utang Perusahaan kepada IJI yang merupakan pengalihan utang WHT ke IJI sebesar
USD3.063.871 (nilai penuh) (Catatan 24);
- Setoran tunai IJI untuk melunasi utang Perusahaan kepada IJI yang berasal dari pembayaran utang Bank Mandiri sebesar
USD18.000.000 (nilai penuh) (Catatan 24);
- Setoran tunai PT Prima Graha Hiburan (“PGH”) untuk melunasi utang Perusahaan kepada PT Prima Graha Hiburan yang
merupakan pengalihan utang dari WHT ke PGH sebesar USD1.644.776 (nilai penuh) (Catatan 24).
Pada tanggal 11 Januari 2019, seluruh saham Perusahaan sejumlah 7.747.281.949 saham terdiri dari 534.666.577 saham seri
A, 932.000.000 saham seri B dan 6.280.615.372 saham seri C telah tercatat di BursaEfek Indonesia.
Pada tanggal 27 Agustus 2021, seluruh saham Perusahaan sejumlah 7.747.281.949 saham terdiri dari 534.666.577 saham seri
A, 932.000.000 saham seri B dan 6.280.615.372 saham seri C telah tercatat di Bursa Efek Indonesia.
c. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit serta Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2025
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Johnny Pesik
Komisaris : Benny Soetrisno
Komisaris Independen : Sintong Panjaitan
Direksi
Presiden Direktur : Ivan Pesik
Direktur : Kristina Bay Maca
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Komite Audit
Ketua : Sintong Panjaitan
Anggota : Rakiyo Wibowo
Anggota : Gatot Hidayat
Personel manajemen kunci Grup terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi. Ruang lingkup Presiden Direktur mencakup
bidang hukum, sumber daya manusia, pemasaran dan operasional, sementara ruang lingkup Direktur Keuangan mencakup
bidang keuangan dan akuntansi.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Grup memiliki masing-masing sebanyak 2.731 dan 2.691 orang
karyawan (tidak diaudit).
d. Struktur Entitas Anak
Tahun Awal Persentase Kepemilikan Total Aset Sebelum
Entitas Anak Domisili Kegiatan Usaha
Operasi 31 Mar 25 31 Des 24 31 Mar 25 31 Des 24
Kepemilikan langsung
PT Apac Inti Corpora Jakarta 1995 Penenunan dan pemintalan 96,44% 96,44% 3,500,557 3,857,146
AIC mendapatkan status badan hukum pada tanggal 24 Juli 1995, berdasarkan Akta Notaris No. 1 tanggal 1 Juli 1995 oleh
Popie Savitri Martosuharjo Pharmanto, S.H., notaris di Serang. Akta pendirian ini disahkan oleh Kementerian Kehakiman
Republik Indonesia dalam Surat Keputusannya No. C2-8905.HT .01.01.T H-95 tanggal 24 Juli 1995 serta diumumkan dalam
Berita Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 12 September 1995, T ambahan No. 7571.
Anggaran Dasar AIC telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 22 tanggal 28 Agustus
2020 oleh Edi Priyono, S.H., Notaris di Jakarta. Akta ini memuat kedudukan serta alamat Perusahaan; dan juga memuat
persetujan atas perubahan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar AIC mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha AIC.
Perubahan anggaran dasar ini telah mendapat persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-0066527.AH.01.02. T ahun 2020 tanggal 26 September 2020. Perubahan tersebut telah diterima oleh
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.03-0391365 tanggal 26 September 2020.
7
Page 11
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 24 Januari 2019, Perusahaan menggadaikan saham yang dimiliki oleh Perusahaan dalam AIC sebanyak
8.326.294.136 saham kepada PT Bank Mandiri (Persero) T bk (Bank Mandiri) berdasarkan Akta Perjanjian Gadai Saham No.
29, tanggal 24 Januari 2019, oleh Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, S.H., notaris di Jakarta. Gadai saham ini diberikan untuk
menjamin kewajiban utang AIC kepada Bank Mandiri berdasarkan Perjanjian Restrukturisasi. Dalam hal ini, Perusahaan
menggantikan kedudukan WHT yang sebelumnya merupakan pemberi gadai atas Saham yang Dialihkan ( Catatan 24).
2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“PSAK”) DAN INTERPRETASI STANDAR
AKUNTANSI KEUANGAN (“ISAK”) BARU DAN REVISI
a. PSAK dan ISAK yang Diterbitkan dan Berlaku Efektif Dalam Periode Berjalan
Dalam periode berjalan, Grup telah menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan (“PSAK”) dan interpretasi standar
akuntansi keuangan (“ISAK”) baru dan revisi termasuk pengesahan amendemen dan penyesuaian tahunan yang dikeluarkan
oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”) yang dianggap relevan dengan kegiatan
operasinya dan memengaruhi laporan keuangan berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah 1
Januari 2024.
- Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1): Penyajian Laporan Keuangan terkait Liabilitas Jangka Panjang dengan
Kovenan.
- Amendemen PSAK 201 (sebelumnya PSAK 1): Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai
Jangka Pendek atau Jangka Panjang.
- Amendemen PSAK 207 (sebelumnya PSAK 2): Laporan Arus Kas.
- Amendemen PSAK 107 (sebelumnya PSAK 60): Instrumen Keuangan tentang Pengungkapan -Pengaturan Pembiayaan
Pemasok.
- Amendemen PSAK 116 (sebelumnya PSAK 73):Sewa terkait Liabilitas Sewa pada T ransaksi Jual dan Sewa -balik.
b. PSAK dan ISAK yang Diterbitkan dan Berlaku Efektif pada atau setelah 1 Januari 2025
- Amendemen PSAK 221 (sebelumnya PSAK 10): Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing - Kekurangan Ketertukaran.
- PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74): Kontrak Asuransi.
- Amendemen PSAK 117 (sebelumnya PSAK 74): Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK
- 117 (sebelumnya PSAK 74) dan PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71).
Beberapa PSAK juga diamendemen yang merupakan amendemen konsekuensial karena berlakunya PSAK 117 (sebelumnya
PSAK 74): Kontrak Asuransi, yaitu:
- PSAK 103 (sebelumnya PSAK 22): Kombinasi Bisnis.
- PSAK 105 (sebelumnya PSAK 58): Aset T idak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan.
- PSAK 107 (sebelumnya PSAK 60): Instrumen Keuangan: Pengungkapan
- PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71): Instrumen Keuangan.
- PSAK 115 (sebelumnya PSAK 72): Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan.
- PSAK 207 (sebelumnya PSAK 2): Laporan Arus Kas.
- PSAK 216 (sebelumnya PSAK 16): Aset T etap.
- PSAK 219 (sebelumnya PSAK 24): Imbalan Kerja.
- PSAK 228 (sebelumnya PSAK 15): Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama.
- PSAK 232 (sebelumnya PSAK 50): Instrumen Keuangan: Penyajian.
- PSAK 236 (sebelumnya PSAK 48): Penurunan Nilai Aset.
- PSAK 237 (sebelumnya PSAK 57): Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi.
- PSAK 238 (sebelumnya PSAK 19): Aset T akberwujud.
- PSAK 240 (sebelumnya PSAK 13): Properti Investasi.
c. PSAK dan ISAK yang Diterbitkan dan Berlaku Efektif pada atau setelah 1 Januari 2026
- Amendemen PSAK 107 (sebelumnya PSAK 60): Instrumen Keuangan: Pengungkapan - Klasifikasi dan Pengungkapan
Instrumen Keuangan.
- Amendemen PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71): Instrumen Keuangan - Klasifikasi dan pengungkapan Instrumen
Keuangan.
- Amendemen PSAK 207 (sebelumnya PSAK 2): Laporan Arus Kas - Metode Biaya Perolehan
Beberapa dari PSAK dan ISAK termasuk amendemen dan penyesuaian tahunan yang berlaku dalam tahun berjalan dan
relevan dengan kegiatan Perusahaan telah diterapkan sebagaimana dijelaskan dalam “Informasi Kebijakan Akuntansi
Material”.
Beberapa PSAK dan ISAK lainnya yang tidak relevan dengan kegiatan Perusahaan atau mungkin akan memengaruhi
kebijakan akuntansinya di masa depan sedang dievaluasi oleh manajemen potensi dampak yang mungkin timbul dari
penerapan standar-standar ini terhadap laporan keuangan konsolidasian.
8
Page 12
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. INFO RMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
Kebijakan akuntansi diterapkan secara konsisten dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian kecuali bagi penerapan
beberapa SAK yang telah direvisi dan berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2023, yaitu sebagai berikut:
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
("SAK"), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ("PSAK") dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
(“ISAK") yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan katan Akuntan Indonesia, serta Peraturan No. VIII.G.7
Lampiran Keputusan Ketua OJK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman
Penvailan dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh OJK. Kebijakan ini telah diterapkan secara konsisten
terhadap seluruh tahun yang disajikan, kecuali jika dinyatakan lain.
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus
kas konsolidasian yang menggunakan dasar kas.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam
aktivitas operasi,investasi dan pendanaan
Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan (historical cost),
kecuali untuk beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana yang diungkapkan pada kebijakan
akuntansi dalam masing-masing akun tersebut.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah (Rp).
c. Prinsip-prinsip Konsolidasi
Grup menerapkan PSAK 110 (sebelumnya PSAK 65) "Laporan Keuangan Konsolidasian". PSAK ini mensyaratkan entitas
induk (entitas yang mengendalikan satu atau lebih entitas lain) untuk menyajikan laporan keuangan konsolidasian. Investor
menentukan apakah investor merupakan entitas induk dengan menilai apakah investor mengendalikan satu atau lebih investee
investor mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan yang relevan ketika menilai apakah investor mengendalikan i nvestee.
Investor mengendalikan investee ketika investor terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannyadengan investee dan memiliki kemampuan untuk memengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas
investee.
Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika dan hanya jika, investor memiliki seluruh hal berikut ini:
a. kekuasaan atas investee (misalnya hak yang ada saat ini yang memberi investor tersebut kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan investee);
b. eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee; dan
c. kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah imbal hasil.
Pada umumnya, mayoritas hak suara menghasilkan pengendalian. Ketika Grup memiliki kurang dari mayoritas hak suara, atau
serupa atas investee, investor mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki
kekuasaan atas investee, termasuk:
a. pengaturan kontraktual dengan pemegang suara lainnya dari investee;
b. hak-hak yang timbul dari pengaturan kontraktual;
c. hak suara dan hak suara potensial investor.
Investor menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya perubahan
terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
Laporan keuangan konsolidasian:
- menggabungkan item sejenis seperti aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dari entitas induk dengan
entitas anaknya;
- menghapus (mengeliminasi) jumlah tercatat dari investasi entitas induk di setiap entitas anak dan bagian entitas induk
pada ekuitas setiap entitas anak;
- mengeliminasi secara penuh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas dalam intra Grup yang berkaitan
dengan transaksi antara entitas-entitas dalam Grup.
Entitas memasukkan penghasilan dan beban entitas anak dalam laporan keuangan konsolidasian dari tanggal diperolehnya
pengendalian sampai dengan tanggal ketika entitas kehilangan pengendalian atas entitas anak. Penghasilan dan beban entitas
anak didasarkan pada jumlah aset dan liabilitas yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian pada tanggal akuisisi.
9
Page 13
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Entitas induk dan entitas anak disyaratkan untuk mempunyai kebijakan akuntansi dan tanggal pelaporan yang sama, atau
konsolidasian berdasarkan informasi keuangan tambahan yang dibuat entitas anak.
d. Kombinasi Bisnis
Grup menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan untuk akuisisi suatu entitas anak
adalah sebesar nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil alih dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup.
Beban akuisisi terkait dibebankan pada saat terjadinya. Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas serta liabilitas
kontinjensi yang diambil alih dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada awalnya sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi.
Selisih imbalan yang dialihkan, jumlah kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal
akuisisi dari kepentingan ekuitas sebelumnya pada pihak yang diakuisisi yang melebihi nilai wajar bagian Grup atas aset neto
yang dapat diidentifikasi yang diakuisisi dicatat sebagai goodwill. Jika jumlah ini lebih rendah dari nilai wajar aset neto entitas
anak yang diakuisisi dalam kasus pembelian dengan diskon, selisihnya diakui langsung dalam laba rugi.
e. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang As ing
(a) Mata Uang Fungsional dan Penyajian
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah (“Rp”) yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
Mata uang fungsional AIC adalah Dolar Amerika Serikat. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan konsolidasian, aset
dan liabilitas AIC pada tanggal laporan dijabarkan menggunakan kurs penutup yang berlaku pada tanggal laporan posisi
keuangan, sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata -rata. Selisih kurs yang dihasilkan
diakui dalam penghasilan komprehensif lain.
(b) T ransaksi dan Saldo
T ransaksi dalam mata uang asing dicatat ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal
transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan dengan kurs yang berlaku saat itu. Pos non-moneter dalam mata uang asing yang diukur berdasarkan nilai
historis tidak dijabarkan kembali. Selisih kurs yang timbul atas penyelesaian pos-pos moneter dan penjabaran kembali
pos-pos moneter diakui pada laba rugi.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024 dan 31 Desember 2024 kurs tengah yang diterbitkan Bank Indonesia adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024 31 Maret 2024
1 Euro (“EUR”) 17.893 16.851 17.161
1 Dolar Amerika Serikat (“USD”) 16.588 16.162 15.853
1 Franc Swiss (“CHF”) 18.771 17.921 17.508
1 Dolar Hongkong (HKD) 2.134 2.082 2.026
1 Dolar Singapura (“SGD”) 12.406 11.919 11.766
1 Yen Jepang (“JPY”) 110 102 105
1 Renminbi Cina (“CNY”) 2.284 2.212 2.193
f. Transaksi dengan Pihak -pihak Berelasi
Sesuai dengan PSAK 224 (sebelumnya PSAK 7), “Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”, suatu pihak yang dianggap berelasi
jika salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan langsung maupun tidak langsung)
atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam kebijakan keuangan dan operasional) selama pihak lain
berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional.
Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam Catatan 35 atas laporan keuangan
konsolidasian.
g. Instrumen Keuangan
Aset Keuangan
Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus
didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam kategori sebagai berikut:
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi, dan
Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (“FVOCI”)
Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (“FVT PL”)
10
Page 14
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Aset keuangan Grup meliputi kas dan bank, piutang usaha, aset keuangan lancar lainnya, investasi saham, dan uang jaminan .
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini
diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
(i) Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
Grup mengukur aset keuangan pada biaya diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi: (1) aset keuangan yang
dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual; dan (2) persyaratan kontraktual
dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang semata-mata pembayaran pokok dan
bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode suku bunga
efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi
dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral
dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian. Kerugian yang timbul dari penurunan
nilai juga diakui pada laba rugi konsolidasian.
Kelompok aset keuangan ini meliputi kas dan bank, piutang usaha, aset keuangan lancar lainnya, dan uang jaminan .
(ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI
Instrumen utang
Grup mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi: (1) aset keuangan
yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas kontraktual dan penjualan; dan (2)
persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang semata-mata
pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.
Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga, revaluasi selisih kurs, dan kerugian
atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama seperti aset keuangan yang
diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui dalam OCI. Setelah penghentian
pengakuan, perubahan nilai wajar kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang menjadi laba rugi.
Grup tidak memiliki instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
OCI.
Instrumen ekuitas
Setelah pengakuan awal, Grup dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi ekuitasnya secara tidak dapat
dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK 50:
Instrumen Keuangan: Penyajian dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen
per instrumen.
Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi laba atau rugi. Dividen diakui sebagai
pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Grup memperoleh
keuntungan dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan
tersebut adalah dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada
penilaian penurunan nilai.
Kelompok aset keuangan ini meliputi investasi saham.
(iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset
keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur
pada nilai wajar. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan
dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Aset
keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi, terlepas dari model bisnisny a. T erlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan
diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen
utang dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan, atau
secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.
11
Page 15
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi selanjutnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laporan laba rugi
konsolidasian.
Grup tidak memiliki aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba
rugi.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) diklasifikasikan sebagai berikut:
Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.
Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang, termasuk biaya
transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Liabilitas keuangan Grup meliputi utang usaha, liabilitas keuangan jangka pendek lainnya, beban akrual, liabilitas keuangan
jangka panjang lainnya, utang bank, liabilitas sewa, liabilitas diestimasi dan utang subordinasi - pihak berelasi. Liabilitas
keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka
pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.
Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
(i) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang dikenakan bunga) selanjutnya
diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk di dalam biaya keuangan dalam laba rugi
konsolidasian.
Kelompok liabilitas keuangan Grup meliputi utang usaha, liabilitas keuangan jangka pendek lainnya, beban akrual, utang
bank, utang lembaga keuangan lainnya, liabilitas sewa, liabilitas diestimasi dan utang subordinasi - pihak berelasi.
(ii) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan
dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
konsolidasian.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual
atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen keuangan derivatif yang diambil Grup yang
tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai dalam hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK
71. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan
sebagai instrumen lindung nilai efektif.
Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan laba rugi
konsolidasian.
Grup tidak memiliki liabilitas keuangan yang diklasifikasikan sebagai liabilitas Keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan atau k edaluwarsa.
Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama
dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas
yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pe ngakuan
liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian.
Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
jika, dan hanya jika, Grup saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang
telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitasnya secara simultan.
12
Page 16
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup menerapkan model kerugian kredit ekspetasian (“ECL”) untuk pengukuran dan pengakuan kerugian penurunan nilai.
Pada setiap periode pelaporan, Grup menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan
sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Grup menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi
sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah ECL. Dalam melakukan penilaian, Grup
membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko
gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta
ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu,
kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasika n kenaikan risiko kredit sejak
pengakuan awal.
Grup menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur ECL tersebut terhadap piutang usaha dan aset keuangan
lancar lainnya tanpa komponen pendanaan yang signifikan.
Grup menilai ECL terhadap instrumen utang yang diukur dengan nilai wajar melalui OCI berdasarkan basis forward-looking.
Metode penurunan nilai dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit telah meningkat secara signifikan.
h. Penentuan Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu
liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama (atau pasar yang paling menguntungkan) pada tanggal
pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga keluar) terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung
atau diestimasi dengan menggunakan teknik penilaian lain pada tanggal pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
liabilitas terjadi:
a) di pasar utama (principal market) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau
b) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous market) untuk aset atau
liabilitas tersebut.
Grup mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomis
terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomis
dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya (highest and best use) atau dengan menjualnya kepada
pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai
wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang
tidak dapat diobservasi.
Hierarki nilai wajar dikategorikan dalam 3 (tiga) level input untuk teknik penilaian yang digunakan dalam pengukuran nilai
wajar, sebagai berikut:
a) Input Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang dapat
diakses entitas pada tanggal pengukuran.
b) Input Level 2 - input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau
liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
c) Input Level 3 - input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Grup menentukan apakah terjadi
transfer antara Level di dalam hierarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan input level terendah yang signifikan
dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.
Grup menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko aset dan liabilitas, dan level
hierarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan
i. Kas dan Bank
Kas dan bank tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi penggunaannya.
13
Page 17
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
j. Persediaan
Persediaan diakui sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto.
Biaya untuk memproses sampai dengan persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang siap digunakan atau dijual, dicatat
sebagai berikut:
Bahan baku: Biaya pembelian dengan metode rata-rata.
Barang jadi dan barang dalam proses: Biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja dan proporsi biaya overhead manufaktur
berdasarkan kapasitas operasi normal, tidak termasuk biaya pinjaman.
Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi dengan estimasi biaya penyelesaian dan
taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
k. Beban Dibayar Dimuka
Beban dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
l. Aset Tetap
Aset tetap awalnya dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri harga pembelian dan biaya lainnya yang
dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke kondisi kerja dan lokasi untuk digunakan.
Setelah pengakuan awal, aset tetap, diukur pada biaya dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan
nilai.
Efektif tanggal 31 Desember 2017, manajemen memutuskan untuk mengubah pengukuran selanjutnya atas aset tetap - tanah
yang awalnya dari model biaya menjadi model revaluasi. Aset tetap tersebut diukur pada nilai wajar, berdasarkan penilaian
yang dilakukan oleh penilai independen eksternal yang terdaftar di OJK.
Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi dieleminasi terhadap nilai tercatat bruto aset dan nilai netonya disajikan
kembali sebesar jumlah revaluasi aset. Kenaikan nilai tercatat beberapa aset tetap tersebut dikreditkan pada “Surplus revaluasi
aset tetap” sebagai bagian dari penghasilan komprehensif lainnya. Penurunan yang menghapus nilai kenaikan yang
sebelumnya atas aset yang sama dibebankan terhadap “Surplus revaluasi aset tetap” sebagai bagian dari penghasilan
komprehensif; penurunan lainnya dibebankan pada laba rugi.
Revaluasi harus dilakukan dengan keteraturan yang cukup untuk memastikan bahwa jumlah tercatat tidak berbeda secara
material dari yang akan ditentukan dengan menggunakan nilai wajar pada akhir periode pelaporan.
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang terpisah, mana yang lebih
tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke
Grup dan biaya tersebut dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya pada
tahun dimana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laba
rugi konsolidasian.
Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan jumlah tersusutkan selama estimasi masa
manfaat asset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana 20 - 30
Mesin dan peralatan 5 - 20
Peralatan kantor 4-5
Kendaraan 4–5
Masa manfaat, nilai residu dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap periode pelaporan dan pengaruh dari setiap
perubahan estimasi akuntansi tersebut berlaku prospektif.
Sesuai dengan ISAK 336 (sebelumnya ISAK 36), Grup menganalisa fakta dan keadaan untuk masing- masing jenis hak atas
tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) dalam menentukan
akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau
transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian atas aset pendasar
kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas
transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK 116 (sebelumnya PSAK 73), “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi
menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan PSAK 216 (sebelumnya PSAK 16) “Aset tetap”.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan nilai. Aset dalam
penyelesaian akan direklasifikasi ke aset tetap yang bersangkutan pada aset tersebut saat selesai dan siap untuk digunakan.
Penyusutan mulai dibebankan pada tanggal aset tersebut siap digunakan.
14
Page 18
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari
penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai
perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laba rugi pada periode aset
tersebut itu dihentikan pengakuannya.
m. Investasi pada Saham
Investasi saham merupakan investasi yang tidak diperoleh dari pasar modal dan dimaksudkan untuk dimiliki untuk jangka
waktu yang lama. Grup memiliki kepemilikan kurang dari hak suara.
n. Sewa
Grup sebagai Penyewa
Pada insepsi kontrak, Grup menilai apakah kontrak adalah, atau mengandung, sewa. Suatu kontrak adalah atau mengandung
sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang identifikasian selama suatu jangka
waktu waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang identifikasian, Grup menilai
apakah:
Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset identifikasian
selama periode penggunaan; dan
Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini ketika Grup memiliki hak
pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah cara dan tujuan penggunaan aset telah ditentukan
sebelumnya:
1. Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset identifikasian;
2. Grup telah mendesain aset identifikasian dengan cara yang telah ditentukan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan
apa aset itu akan digunakan.
Pada insepsi atau penilaian kembali kontrak yang berisi komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak untuk
setiap komponen sewa atas dasar harga tersendiri relative dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa. Akan tetapi,
untuk sewa perbaikan dimana Grup adalah penyewa, Grup telah memilih untuk tidak memisahkan komponen nonsewa dan
mencatat komponen sewa dan nonsewa sebagai komponen sewa tunggal.
Pada saat permulaan sewa, penyewa mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa. Aset hak guna awalnya diukur pada harga
perolehan, yang terdiri dari jumlah awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau
sebelum tanggal permulaan, ditambah biaya langsung awal yang timbul dan estimasi biaya untuk m embongkar dan
memindahkan aset pendasar atau merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa,
dikurangi insentif sewa yang diterima.
Setelah tanggal permulaan, Grup mengukur aset hak guna dengan menggunakan model biaya yang berkaitan aset tetap sesuai
PSAK 216 (sebelumnya PSAK 16) (Catatan 11)..
Berdasarkan model biaya, aset hak guna diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
penurunan nilai. Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika biaya
perolehan aset hak guna mencerminkan bahwa penyewa akan mengeksekusi opsi beli, Grup mendepresiasi hak guna sejak
tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, Grup men depresiasi aset hak guna dari tanggal
permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa pada awalnya diukur pada nilai kini dari pembayaran sewa yang terutang selama masa sewa, didiskontokan
pada suku bunga implisit dalam sewa jika hal itu dapat segera ditentukan. Jika suku bunga implisit tersebut tidak dapat segera
ditentukan, Grup menggunakan suku bunga pinjaman inkremental.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri dari:
pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara-substansi dikurangi piutang insentif sewa;
pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga, awalnya diukur menggunakan indeks atau suku
bunga pada tanggal permulaan;
jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh Grup dalam jaminan nilai residual;
harga eksekusi opsi beli yang cukup pasti Grup akan mengeksekusi; dan
pembayaran penalti untuk penghentian sewa lebih awal kecuali Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan kontrak lebih
awal.
15
Page 19
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Liabilitas sewa selanjutnya diukur kembali untuk mencerminkan perubahan dalam:
masa sewa (menggunakan tingkat diskonto yang direvisi);
penilaian opsi beli (menggunakan tingkat diskonto yang direvisi);
jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan dalam jaminan nilai residual (menggunakan tingkat diskonto yang tidak
berubah); atau
pembayaran sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau suku bunga yang digunakan untuk menentukan
pembayaran tersebut (menggunakan tingkat diskonto yang tidak berubah).
Sewa jangka pendek
Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka pendek yang memiliki masa
sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut sebagai beban dengan dasar garis lurus
selama masa sewa.
o. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Standar ini tidak diterapkan untuk aset yang timbul dari kontrak konstruksi, aset pajak tangguhan, aset yang timbul dari
imbalan kerja, aset keuangan, aset kontrak asuransi, aset tidak lancar dimiliki untuk dijual. PSAK ini diterapkan untuk aset
tetap.
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai. Jika
terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian secara tahunan penurunan nilai aset diperlukan, maka perusahaan membuat
estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
p. Provisi
Provisi diakui jika Grup memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif), sebagai akibat peristiwa
masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung
manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat. Ketika Grup mengharapkan
sebagian atau seluruh provisi diganti, maka penggantian tersebut diakui sebagai aset yang terpisah tetapi hanya pada saat
timbul keyakinan pengantian pasti diterima. Beban yang terkait dengan provisi disajikan secara neto pada laba rugi setelah
dikurangi jumlah yang diakui sebagai penggantiannya.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika
kemungkinan besar tidak terjadi arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas
tersebut, maka provisi dibatalkan.
q. Laba (Rugi) per Saham
Jumlah laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada periode yang bersangkutan.
Laba (rugi) per saham dilusi dihitung dengan membagi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk (setelah disesuaikan dengan bunga atas saham preferen yang dapat dikonversi) dengan jumlah rata-rata tertimbang
saham yang beredar selama periode ditambah jumlah saham rata-rata tertimbang yang akan diterbitkan pada saat
pengkonversian semua instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilusian menjadi saham biasa.
r. Liabilitas Imbalan Kerja
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Grup menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai dengan
Peraturan Pemerintah (“PP”) No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 T ahun 2020 (Undang-Undang Cipta Kerja)
yang diundangkan pada November 2020, sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 tahun 2023
tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 T ahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.
Program imbalan past i ini tidak didanai.
Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Perusahaan ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara
periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto, hasil yang
diharapkan atas aset program dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
Seluruh pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian aktuarial dan hasil atas aset program (tidak termasuk bunga
bersih) diakui langsung melalui penghasilan komprehensif lainnya dengan tujuan agar aset atau liabilitas pensiun neto diakui
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program. Pengukuran
kembali tidak mereklasifikasi laba atau rugi pada periode berikutnya.
Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara k etika amendemen/ kurtailmen terjadi atau ketika biaya
restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui.
16
Page 20
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya jasa terdiri
dari biaya jasa kini dan biaya jasa lalu, keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian tidak rutin, jika ada. Beban atau
pendapatan bunga neto, dan biaya jasa diakui dalam laba atau rugi.
s. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Grup mengakui pendapatan sesuai dengan ketentuan PSAK 115 (sebelumnya PSAK 72), Grup mengakui pendapatan pada
saat dan sejauh pengalihan barang atau jasa kepada pelanggan akan mencerminkan jumlah yang diharapkan akan diterima
Grup dalam pertukaran untuk barang atau jasa tersebut. Dalam menerapkan Standar ini, Grup mempertimbangkan syarat -
syarat kontrak dan semua fakta dan keadaan yang relevan. Pendapatan diakui menggunakan penilaian 5 langkah:
1. Identifikasi Kontrak dengan Pelanggan
Kontrak adalah kesepakatan antara dua pihak atau lebih yang menciptakan hak dan kewajiban yang dapat dipaksakan.
2. Identifikasi Kewajiban Pelaksanan dalam Kontrak
Kewajiban pelaksanaan adalah janji kepada pelanggan untuk mengalihkan barang atau jasa (atau sekumpulan barang atau
jasa) yang bersifat dapat dibedakan; atau serangkaian barang atau jasa bersifat dapat dibedakan yang secara substansial
sama dan memiliki pola pengalihan yang sama kepada pelanggan. Bersifat dapat dibedakan artinya dapat dipisahkan, atau
dapat diidentifikasi secara terpisah.
3. Penetapan Harga Transaksi
Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diperkirakan menjadi hak Grup dalam pertukaran untuk mengalihkan barang
atau jasa kepada pelanggan, tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga (misalnya, pajak pertambahan
nilai). Jika imbalan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel Grup mengestimasi jumlah imba lan yang
diharapkan menjadi haknya dalam pertukaran untuk mengalihkan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan
dikurangi estimasi jumlah variabel yang akan dibayar selama kontrak.
4. Alokasi Harga Transaksi untuk Kewajiban Pelaksanaan
Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap
barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat diamati secara langsung, harga jual
berdiri sendiri relatif perlu diestimasi.
5. Pengakuan Pendapatan ketika Kewajiban Pelaksanaan Dipenuhi
Pendapatan dari penjualan diakui sebagai representasi penyerahan barang atau jasa dengan jumlah yang secara tepat
mewakili kewajiban yang dilakukan dan hak untuk menerima imbalan sebagai imbalan atas barang dan/atau jasa tersebut.
Pengakuan pendapatan tergantung pada apakah pengalihan diselesaikan sepanjang waktu atau pada waktu tertentu.
Pengalihan kendali diperhitungkan.
Biaya Mendapatkan Kontrak
Biaya inkremental untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan diakui sebagai aset jika Grup mengharapkan untuk
memulihkan biaya tersebut. Biaya inkremental tersebut adalah biaya yang timbul untuk mendapatkan kontrak dengan
pelanggan yang tidak akan terjadi jika kontrak tersebut tidak berhasil diperoleh.
Biaya Pemenuhan Kontrak
Suatu aset diakui untuk biaya yang timbul untuk memenuhi kontrak hanya jika biaya tersebut memenuhi semua kriteria
berikut:
a) biaya terkait langsung dengan kontrak atau kontrak yang diantisipasi yang secara spesifik dapat diidentifikasi oleh Grup;
b) biaya menghasilkan atau meningkatkan sumber daya Grup yang akan digunakan untuk memenuhi (atau terus memenuhi)
kewajiban pelaksanaan di masa depan; dan
c) biaya diharapkan dapat dipulihkan
Aset yang dihasilkan akan diamortisasi secara sistematis selama periode kontrak. Ketika biaya yang timbul dalam memenuhi
kontrak dengan pelanggan berada dalam lingkup Pernyataan lain, biaya tersebut diperhitungkan sesuai dengan Pernyataan
lainnya.
Beban diakui pada saat terjadinya dengan dasar akrual.
17
Page 21
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
t. Informasi Segmen
Segmen adalah komponen yang dapat dibedakan dari Grup yang terlibat baik dalam menyediakan produk -produk tertentu
(segmen usaha), atau dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki
risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk hal-hal yang dapat diatribusikan secara langsung kepada suatu
segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut. Segmen ditentukan
sebelum saldo dan transaksi antar perusahaan dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.
u. Pajak Penghasilan
Beban pajak penghasilan terdiri dari jumlah beban pajak kini dan pajak tangguhan.
Pajak diakui sebagai pendapatan atau beban dan termasuk dalam laba rugi untuk periode berjalan, kecuali pajak yang timbul
dari transaksi atau kejadian yang diakui di luar laba rugi. Pajak ter kait dengan pos yang diakui dalam penghasilan
komprehensif lain, diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan pajak terkait dengan pos yang diakui langsung di ekuitas,
diakui langsung di ekuitas.
Pajak Kini
Pajak terutang kini didasarkan pada laba kena pajak tahun berjalan. Laba kena pajak berbeda dari laba yang dilaporkan dalam
masing-masing laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain perusahaan dalam Grup karena tidak termasuk pos-pos
dari pendapatan atau beban yang dapat dikenakan pajak atau dikurangkan di tahun -tahun lainnya dan selanjutnya tidak
termasuk pos-pos yang tidak dapat dikenakan pajak atau dikurangkan dari pajak. Liabilitas pajak kini masing-masing
perusahaan di dalam Grup dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial berlaku pada
tanggal periode pelaporan.
Manajemen secara berkala mengevaluasi jumlah yang dilaporkan di dalam Surat Pemberitahuan T ahunan (“SPT ”) terkait
dengan keadaan dimana peraturan pajak yang berlaku memerlukan interpretasi dan, jika diperlukan, manajemen akan
menghitung provisi atas jumlah yang mungkin timbul.
Pajak T angguhan
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak dari
aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh
perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal belum dikompensasi, bila kemungkinan besar laba
kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dikurangkan, dan rugi fiskal belum dikompensasi, dapat
dimanfaatkan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak
diakui jika perbedaan temporer timbul dari (a) pengakuan awal goodwill; atau (b) pada saat pengakuan awal aset atau
liabilitas dari transaksi yang (i) bukan transaksi kombinasi bisnis, dan (ii) pada waktu transaksi tidak memengaruhi laba
akuntansi dan laba kena pajak/rugi pajak.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan jumlah tercatat aset pajak tangguhan tersebut
diturunkan apabila laba kena pajak mungkin tidak memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua manfaat a set pajak
tangguhan. Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menilai kembali aset pajak tangguhan yang tidak diakui. Grup mengakui aset
pajak tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba kena pajak pada masa yang akan
datang akan tersedia untuk pemulihannya.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku pada tahun saat aset
dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang berlaku atau secara substantif telah
berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dapat saling hapus jika, dan hanya jika, (a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara
hukum untuk melakukan saling hapus antara aset dan liabilitas pajak kini dan (b) aset serta liabilitas pajak tangguhan tersebut
terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama.
4. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi
yang memengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontije nsi,
pada akhir periode pelaporan.
18
Page 22
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan
bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk periode berikutnya diungkapkan di bawah ini.
Grup mendasarkan estimasi dan asumsi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi
mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Grup. Perubahan
tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Grup yang
memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam lap oran keuangan konsolidasian:
Menentukan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional adalah mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana Grup beroperasi. Manajemen mempertimbangkan
mata uang yang paling memengaruhi pendapatan dan harga pokok penjualan dan indikator lainnya dalam menentukan mata uang
yang paling sesuai mewakili dampak ekonomi yang mendasari transaksi, peristiwa dan kondisi.
Menentukan Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan
mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK 109 (sebelumnya PSAK 71) dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan
liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup seperti diungkapkan pada Catatan 3g atas laporan keuangan
konsolidasian
.
Menentukan Penilaian Model Bisnis
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil pengujian semata pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) atas
jumlah pokok terutang dan model bisnis. Grup menentukan model bisnis pada tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok
aset keuangan dikelola bersama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan
semua bukti yang relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset
dan bagaimana pengelolaannya. Grup memantau aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar
melalui pendapatan komprehensif lain yang dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya
dan apakah alasan tersebut konsisten dengan tujuan bisnis dimana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penila ian
berkelanjutan Grup tentang apakah model bisnis yang memiliki aset keuangan yang tersisa masih sesuai dan jika tidak sesuai
apakah telah terjadi perubahan model bisnis dan oleh karena itu terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset keuan gan
tersebut.
Menentukan Peningkatan Risiko Kredit yang Signifikan
ECL diukur sebagai penyisihan yang setara dengan ECL 12 -bulan (“12mECL”) untuk aset tahap 1, atau ECL sepanjang umur
untuk aset tahap 2 atau tahap 3. Suatu aset bergerak ke tahap 2 ketika risiko kreditnya telah meningkat secara signifikan sejak
pengakuan awal. Dalam menilai apakah risiko kredit suatu aset telah meningkat secara signifikan, Grup mempertimbangkan
informasi berwawasan ke depan yang wajar dan dapat didukung secara kualitatif dan kuantitatif.
Menentukan dan Menghitung Penyisihan Kerugian
Ketika mengukur ECL, Grup menggunakan informasi berwawasan ke depan yang wajar dan dapat didukung, yang didasarkan pada
asumsi untuk pergerakan masa depan dari berbagai pendorong ekonomi dan bagaimana pendorong ini akan saling memengaruhi.
Loss given default adalah estimasi kerugian yang timbul karena gagal bayar (default). Hal ini didasarkan pada perbedaan antara
arus kas kontraktual yang jatuh tempo dan yang diharapkan akan diterima pemberi pinjaman, dengan mempertimbangkan arus kas
dari agunan dan peningkatan kredit integral.
Probabilitas default merupakan input utama dalam mengukur ECL. Probabilitas gagal bayar (default) adalah estimasi kemungkinan
gagal bayar (default) selama jangka waktu tertentu, yang penghitungannya mencakup data historis, asumsi, dan ekspektasi kondisi
masa depan.
Menentukan Nilai Wajar dan Menghitung Amortisasi Biaya Perolehan dari Instrumen Keuangan
Grup mencatat aset keuangan dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar dan pada biaya perolehan yang diamortisasi, yan g
mengharuskan penggunaan estimasi akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar dan asumsi yang
digunakan dalam perhitungan amortisasi biaya perolehan ditentukan menggunakan bukti objektif yang dapat diverifikasi, jumlah
nilai wajar atau amortisasi dapat berbeda bila Grup menggunakan metodologi penilaian atau asumsi yang berbeda. Perubahan
tersebut dapat memengaruhi secara langsung laba atau rugi Grup.
19
Page 23
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Mengevaluasi Perjanjian Sewa
Grup sebagai penyewa - Menilai pengaturan sewa dan jangka waktu sewa
Penentuan apakah suatu perjanjian mengandung unsur sewa membutuhkan pertimbangan yang cermat untuk menilai apakah
perjanjian tersebut memberikan hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset
identifikasian dan hak unt uk mengarahkan penggunaan aset identifikasian, bahkan jika hak tersebut tidak dijabarkan secara
eksplisit di perjanjian. Dalam menentukan jangka waktu sewa, Grup mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang
menimbulkan insentif ekonomi untuk menggunakan o psi perpanjangan, atau tidak menggunakan opsi penghentian. Opsi
perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian kontrak kerja) hanya termasuk dalam jangka waktu sewa jika cukup pasti
akan diperpanjang (atau tidak dihentikan).
Grup sebagai penyewa - Memperkirakan Suku Bunga Pinjaman Inkremental untuk Liabilitas Sewa
Karena Grup tidak dapat langsung menentukan suku bunga implisit, manajemen menggunakan suku bunga pinjaman inkremental
Grup sebagai tingkat diskonto. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan suku bunga pinjaman
inkremental, yang banyak di antaranya memerlukan pertimbangan untuk dapat secara andal mengukur penyesuaian yang
diperlukan untuk mencapai tingkat diskonto akhir. Dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, Grup
mempertimbangkan faktor-faktor utama berikut: risiko kredit korporat Grup, jangka waktu sewa, jangka waktu pembayaran sewa,
lingkungan ekonomi, waktu dimana sewa dimulai, dan mata uan g dimana pembayaran sewa ditentukan.
Penurunan Nilai Persediaan
Grup telah membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan perputarannya lambat berdasarkan perkiraan persediaan yang akan
dijual di masa yang akan datang dengan mempertimbangkan nilai realisasi neto dari persediaan tersebut.
Perhitungan penyisihan ini mempertimbangkan beberapa variabel, terutama waktu dimana persediaan tersebut diharapkan akan
terjual dan tingkat harga dimana persediaan dapat dijual. Ketidakpastian yang terkait dengan faktor-faktor ini mengakibatkan
jumlah realisasi akan berbeda dari jumlah tercatat persediaan yang dilaporkan. Jumlah tercatat persediaan diungkapkan dalam
Catatan 8 atas laporan keuangan konsolidasian.
Masa Manfaat Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya.
Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap 4 sampai dengan 30 tahun, suatu kisaran yang umumnya diperkirakan
dalam industri sejenis. Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan teknologi dapat memengaruhi masa manfaat
ekonomis serta nilai sisa aset dan karenanya biaya penyusutan masa depan memiliki kem ungkinan untuk diubah/direvisi. Jumlah
tercatat aset tetap Grup pada tanggal posisi keuangan diungkapkan di dalam Catatan 11 laporan keuangan konsolidasian.
Liabilitas Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas imbalan kerja dan beban imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris
independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut.
Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan,
tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.
Hasil aktual yang berbeda dengan jumlah yang diestimasi diperlakukan sesuai dengan kebijakan sebagaimana diatur dalam Catatan
3 atas laporan keuangan konsolidasian. Sementara manajemen Grup berpendapat bah wa asumsi yang digunakan adalah wajar dan
sesuai, perbedaan signifikan dari hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan secara material dapat
memengaruhi perkiraan jumlah liabilitas atas imbalan kerja dan beban imbalan kerja karyawa n. Jumlah tercatat liabilitas imbalan
pascakerja Grup diungkapkan pada Catatan 21 atas laporan keuangan konsolidasian.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan. T erdapat transaksi dan
perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Grup mengakui liabilitas a tas
pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Ketika hasil pajak yang
dikeluarkan berbeda dengan jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak penghasilan dan
penyisihan pajak tangguhan pada periode dimana penentuan tersebut dilakukan. Jumlah tercatat utang pajak penghasilan Grup
diungkapkan di dalam Catatan 19b atas laporan keuangan konsolidasian.
20
Page 24
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. KAS DAN BANK
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Kas
Dolar Amerika Serikat 83 81
Rupiah 37 26
Sub-total 120 107
Bank
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 24.256 15.937
PT Bank Central Asia Tbk 4.588 10.903
PT Bank Artha Graha International Tbk 3.151 3.401
Sub-total 31.995 30.241
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.351 725
PT Bank Central Asia Tbk 244 249
PT Bank Artha Graha International Tbk 103 105
Sub-total 1.698 1.079
Euro
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 332 324
Total 34.145 31.751
Seluruh saldo Bank Grup pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 ditempatkan di rekening Bank pihak ketiga.
6. PIUTANG USAHA – NETO
31 Maret 2025 31 Desember 2024
P T Robby Rajasa Jaya 10,993 11,760
P T Bina Karya Trimakmur 7,984 5,547
P T Bintang Asahi Textil Industri 4,856 -
Asia Multi Kreasi 3,850 4,177
CV Gemilang Textile 2,850 5,066
P T Hendratex Indah Lestari 1,341 8,997
P T Whtex Hendra Lestari 1,133 11,471
P T Duta Ananda Utama Tekstil 779 3,340
P T Intan Dua 35 3,103
P T Ria Indah Mandiri Abadi - 9,442
Lain-lain(masing-masing dibawah Rp3.000) 35,114 47,338
Sub-total 68,935 110,241
P enyisihan penurunan nilai (24,015) (23,398)
Neto 44,920 86,843
Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
Belum jatuh tempo 26.647 60.694
Jatuh tempo
1 - 30 hari 16.451 25.526
31 - 60 hari 2.491 1.537
61 - 90 hari 2.552 896
91 - 120 hari 43 370
> 120 hari 20.751 21.218
Sub-total 68.935 110.241
Dikurangi: Penyisihan penurunan nilai (24.015) (23.398)
Neto 44.920 86.843
21
Page 25
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rincian saldo piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah 68.142 109.428
Dolar Amerika Serikat 793 813
Sub-total 68.935 110.241
Dikurangi: Penyisihan penurunan nilai (24.015) (23.398)
Neto 44.920 86.843
Mutasi penyisihan atas penurunan nilai adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal tahun 23.398 14.656
Penyisihan penurunan nilai tahun berjalan (Catatan 31) 617 8.742
Saldo akhir 24.015 23.398
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, piutang usaha digunakan sebagai jaminan sehubungan dengan fasilitas kredit
yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) T bk (Catatan 16 dan 17).
Berdasarkan evaluasi manajemen terhadap kolektibilitas saldo masing-masing piutang pada tanggal 31 Maret 2025 dan 2024,
manajemen berpendapat bahwa penyisihan atas penurunan nilai memadai untuk menutup kemungkinan kerugian dari tidak
tertagihnya piutang usaha tersebut
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang usaha - pihak ketiga.
7. ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak ketiga
PT Sarana Bhakti Angkasa 319 319
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp100) 180 206
Neto 499 525
Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai atas aset keuangan lancar lainnya.
8. PERSEDIAAN - NETO
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Barang jadi (Catatan 29) 300.211 271.909
Barang dalam proses (Catatan 29) 77.878 77.142
Bahan baku dan bahan pembantu 53.295 64.347
Suku cadang 22.992 22.333
Lain-lain 18.257 2.876
Sub-total 472.633 438.607
Dikurangi: Penyisihan penurunan nilai (35.267) (34.361)
Neto 437.366 404.246
Mutasi penyisihan atas penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal tahun 34.361 32.175
Penyisihan penurunan nilai tahun berjalan (Catatan 32) - (618)
Selisih kurs 906 2.804
Saldo akhir 35.267 34.361
Grup membuat penyisihan penurunan nilai persediaan berdasarkan estimasi persediaan yang digunakan pada masa mendatang.
22
Page 26
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Manajemen Grup berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai persediaan cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
persediaan.
Persediaan telah diasuransikan kepada PT Lippo General Insurance T bk, terhadap segala risiko kebakaran, kehilangan dan
kerusakan dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar USD50.000.000 (nilai penuh) atau setara dengan Rp 829.400 dan
Rp808.100 masing-masing pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, persediaan digunakan sebagai jaminan sehubungan dengan fasilitas kredit yang
diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) T bk (Catatan 16 dan 17).
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi k emungkinan kerugian atas aset yang
dipertanggungkan.
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari persediaan telah mencerminkan nilai realisasi bersih dari persediaan pada tan ggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
9. UANG MUKA PEMBELIAN
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Mei Sheng Textiles Vietnam Co., Ltd 10,096 1,503
Cargill Cotton Ltd 7,538 8,414
Xuzhou Yinyu Textile Co., Ltd 4,685 -
Olam Global Agri Pte Ltd 1,242 1,210
South Pacific Viscose, Pt 769 -
Haining Herovo Textile Machinery Co 738 -
A.Monforts Textilmaschinen Gmb 595 -
Omnicotton Australia Pty Ltd - 5,810
Banyuthama Sukses Abadi. Pt - 3,502
Indo Bharat Rayon, Pt - 1,744
Yin Xiang International Co.Ltd - 1,674
Morrison Textile Machinery Co., Ltd. - 961
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp500) 5,134 5,218
Total 30,797 30,036
Uang muka pembelian merupakan uang muka pembelian bahan baku, mesin produksi dan lain -lain kepada pihak ketiga.
10. INVESTASI SAHAM
Persentase Kepemilikan (%)
Tempat Nilai
Usaha 31 Mare t 31 Desember 31 Mare t 31 Desember
2025 2024 2025 2024
PT Indotex Bangun Bersama
(“IBB”) Jakarta 10.00 10.00 1.000 1.000
Investasi saham pada IBB diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dinilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Karena tidak terdapat basis yang dapat diandalkan dalam menentukan nilai wajar, maka investasi ini dinyatakan pada biaya
perolehan.
Perubahan investasi saham dengan metode biaya adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Biaya akuisisi 180 180
Penyesuaian translasi 820 820
Total 1.000 1.000
23
Page 27
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
11. ASET TETAP
Saldo Awal Penyesuaian Saldo Akhir
Penambahan Pengurangan Reklasifikasi
01 Januari 2025 Translasi 31 Maret 2025
Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung:
Tanah 2.287.898 60.281 - (1.666) - 2.346.513
Bangunan dan prasarana 689.369 18.224 3.682 - - 711.275
Mesin dan peralatan 2.516.681 66.340 311 - - 2.583.332
Peralatan kantor 66.116 1.742 - - - 67.858
Kendaraan 13.089 342 - (202) - 13.229
Sub-total 5.573.153 146.929 3.993 (1.868) - 5.722.207
Total Biaya Perolehan 5.573.153 146.929 3.993 (1.868) - 5.722.207
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung:
Bangunan dan prasarana 523.618 13.843 2.886 - - 540.347
Mesin dan peralatan 2.146.248 56.661 6.113 - - 2.209.022
Peralatan kantor 65.795 1.733 37 - - 67.565
Kendaraan 11.985 314 71 (202) - 12.168
Sub-total 2.747.646 72.551 9.107 (202) - 2.829.102
Total 2.747.646 72.551 9.107 (202) - 2.829.102
Penurunan nilai 103.145 2.719 - - - 105.864
Total Akumulasi Penyusutan dan
Kerugian Penurunan Nilai 2.850.791 75.270 9.107 (202) - 2.934.966
Nilai Tercatat Neto 2.722.362 2.787.241
Saldo Awal Penyesuaian Saldo Akhir
Penambahan Pengurangan Reklasifikasi
01 Januari 2023 Translasi 31 Desember 2024
Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung:
Tanah 2.182.294 105.604 - - - 2.287.898
Bangunan dan prasarana 657.549 31.820 - - - 689.369
Mesin dan peralatan 2.413.135 117.045 1.602 (15.101) - 2.516.681
Peralatan kantor 66.899 3.302 14 (4.099) - 66.116
Kendaraan 12.036 593 461 (1) - 13.089
Sub-total 5.331.913 258.364 2.077 (19.201) - 5.573.153
Aset hak guna
Mesin dan peralatan 384.672 - - (384.672) - -
Total Biaya Perolehan 5.716.585 258.364 2.077 (403.873) - 5.573.153
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung:
Bangunan dan prasarana 486.490 23.809 13.319 - - 523.618
Mesin dan peralatan 2.021.068 98.301 24.149 2.731 - 2.146.249
Peralatan kantor 66.158 3.205 158 (3.727) - 65.794
Kendaraan 11.236 548 201 - - 11.985
Sub-total 2.584.952 125.863 37.827 (996) - 2.747.646
Aset hak guna
Mesin dan peralatan 156.265 37 13.584 (169.886) - -
Total 2.741.217 125.900 51.411 (170.882) - 2.747.646
Penurunan nilai 98.387 4.758 - - - 103.145
Total Akumulasi Penyusutan dan
Kerugian Penurunan Nilai 2.839.604 130.658 51.411 (170.882) - 2.850.791
Nilai Tercatat Neto 2.876.981 2.722.362
Keuntungan penjualan mesin adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Harga jual 7.538 -
Nilai tercatat neto (1.772) -
Keuntungan penjualan aset (Catatan 32) 5.766 -
24
Page 28
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
AIC, entitas anak, melakukan penghapusan aset hak -guna sehubungan dengan pengakhiran perjanjian sewa sesuai dengan Akta
Notaris No. 86 tanggal 27 Juni 2024 oleh Notaris Joko Hanggono, S.H., M.M., M.Kn., M. Hum.
Beban penyusutan pada tahun 31 Maret 2025 dan 31 Maret 2024 dialokasikan pada akun-akun sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Beban pokok penjualan (Catatan 29) 9.024 51.088
Beban penjualan (Catatan 30) 12 47
Beban umum dan administrasi (Catatan 31) 71 276
Total 9.107 51.411
AIC memiliki beberapa bidang tanah seluas ±1.030.912 m 2 yang terletak di Bawen, Semarang dengan hak kepemilikan atas tanah
berupa Hak Guna Bangunan (“HGB”) yang akan jatuh tempo antara tahun 2027 dan 2050. AIC juga memiliki beberapa bidang
tanah seluas ±33.742 m 2 dengan status Hak Milik atas nama pihak ketiga, yang mana seluruhnya masih dalam proses balik nama ke
AIC. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sa h
dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tanah, bangunan, mesin dan peralatan digunakan sebagai jaminan sehubungan
dengan fasilitas kredit yang diperoleh dari PT Bank Artha Graha International T bk dan PT Bank Mandiri (Persero) T bk (Catatan 16
dan 17).
Seluruh aset tetap kecuali tanah, telah diasuransikan terhadap segala risiko kebakaran, kehilangan dan kerusakan kepada PT Li ppo
General Insurance T bk dengan jumlah pertanggungan sebesar USD250.200.000 (nilai penuh) atau setara dengan Rp 4.150.318 dan
Rp4.043.732 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang
dipertanggungkan.
Pada 31 Desember 2023, aset dalam penyelesaian merupakan akumulasi konstruksi atas mesin untuk divisi yarn dan beberapa
prasarana. Konstruksi tersebut telah diselesaikan pada akhir tahun 2023.
Pada laporan keuangan tanggal 31 Desember 2020, tanah AIC dicatat berdasarkan nilai revaluasi dengan tanggal pisah batas 31
Desember 2020 telah direviuw oleh manajemen dan didukung dengan penilai independen yang terdaftar di OJK, KJPP Nirboyo
Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan dalam laporannya tertanggal 25 Mei 2021. Metode penilaian yang digunakan adalah dengan
pendekatan pasar dan kerugian atas revaluasi sebesar Rp170.473 telah dikreditkan pada penghasilan komprehensif lainnya dan
disajikan sebagai “Surplus Revaluasi” pada laporan posisi keuangan konsolidasian. Pada tanggal 31 Desember 2024, nilai pe njualan
pajak tanah adalah sebesar Rp2.489.851. NJOP ditentukan oleh pemerintah daerah. Nilai ini termasuk dalam kategori pengukuran
nilai wajar tingkat 2
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Grup memiliki aset tetap dengan total biaya masing-masing sebesar
Rp2.748.664 dan Rp2.688.822, yang telah sepenuhnya disusutkan tetapi masih digunakan.
12. UTANG USAHA
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi (Catatan 35) 1.730 1.685
Pihak ketiga
PT Laju Samudra Perkasa 25.605 28.445
PT Robby Rajasa Jaya 11.210 11.234
PT Polysindo Eka Perkasa 4.774 5.604
Wonderful Chemical Industrial Ltd. 4.101 4.002
Lain - lain (masing-masing dibawah Rp4.000) 25.995 20.842
Sub-total 71.685 70.127
Total 73.415 71.812
25
Page 29
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Rincian utang usaha berdasarkan mata uang:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Rupiah 57.404 58.880
Mata uang asing
Dolar Amerika Serikat 15.827 12.863
Euro 78 28
Franc Swiss 50 24
Yen Jepang 39 3
Dolar Singapura 10 10
Dolar Hongkong 7 4
Total 73.415 71.812
Jangka waktu kredit yang timbul dari pembelian bahan baku utama dan pembantu, baik dari pemasok dalam maupun luar negeri
berkisar 14 sampai 180 hari.
13. LIABILITAS KEUANGAN JANGKA PENDEK LAINNYA
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, liabilitas keuangan jangka pendek lainnya merupakan BPJS Ketenagakerjaan
masing-masing sebesar Rp1.055 dan Rp960.
14. BEBAN AKRUAL
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Bunga 105.140 98.587
Listrik 4.295 4.363
Pengangkutan 591 627
Jasa profesional 109 110
Lain-lain ( Masing-masing dibawah Rp 100 ) 16.398 16.368
Total 126.533 120.055
Rincian beban akrual berdasarkan mata uang:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Dolar Amerika Serikat 96.229 87.751
Rupiah 30.304 32.304
Total 126.533 120.055
15. UANG MUKA PENJUALAN
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi (Catatan 35)
PT Indah Jaya Textile Industry 792.777 785.625
PT Spinmill Indah Industry 754.043 771.021
Sub-total 1.546.820 1.556.646
Pihak ketiga
PT Tarunakusuma Purinusa - 5.886
PT Industri Sandang Nusantara 665 665
Lain-lain ( masing masing dibawah Rp 500 ) 4.338 3.399
Sub-total 5.003 9.950
Total 1.551.823 1.566.596
Uang muka penjualan dari pihak berelasi merupakan uang muka penjualan atas persediaan seperti benang dan kain
26
Page 30
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. UTANG BANK JANGKA PENDEK
Rincian utang bank berdasarkan kreditur adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Fasilitas Non-Cash Loan 39.414 101.487
PT Apac Inti Corpora (“AIC” entitas anak )
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Bank Mandiri”)
AIC memeroleh fasilitas Non Cash Loan untuk penerbitan L/C Impor/SKBDN sebesar USD20.000.000 (nilai penuh) dari penurunan
pokok fasilitas T ranche 2 yang merupakan initial payment tahap II. Fasilitas ini berjangka waktu 180 hari terhitung sejak tanggal B/L
atau tanggal pengiriman barang. Fasilitas ini dikenakan bunga sesuai counter rate yang berlaku di Bank Mandiri
Berdasarkan Surat No. CMB.EBO/T FW.SPPK/101/2024 tanggal 6 November 2024, fasilitas Non -Cash Loan sebesar
USD20.000.000 menjadi USD3.000.000. Jangka waktu fasilitas sampai dengan 30 Juni 2025.
Saldo pinjaman bank pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar USD 2.376.082(nilai penuh) dan
USD6.279.341.(nilai penuh) atau setara dengan Rp39.414 dan Rp 101.487
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, jumlah bunga yang dibayarkan oleh AIC adalah masing-masing sebesar Rp
2.389 dan Rp16.717.
17. UTANG BANK
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Utang bank
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
LTL Tranche 1 311.606 305.058
LTL Tranche 2 1.034.143 1.010.009
LTL Tranche 3 276.816 188.682
PT Bank Artha Graha International Tbk
Pinjaman Tetap - 1 (FL 1) 106.626 108.076
Pinjaman Tetap - 2 (FL 2) 43.151 49.038
Sub-total 1.772.342 1.660.863
Bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
LTL Tranche 1 5.972 5.818
LTL Tranche 2 9.953 9.697
LTL Tranche 3 5.474 3.879
PT Bank Artha Graha International Tbk
Pinjaman Tetap - 1 (FL 1) 13.786 52.403
Pinjaman Tetap - 2 (FL 2) 6.076 23.109
Bagian jangka pendek 41.261 94.906
Bagian jangka panjang 1.731.081 1.565.957
PT Apac Inti Corpora (“AIC”, Entitas Anak)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri)
Berdasarkan Surat No. CMB.EBO/T FW.SPPK/101/2024 tanggal 6 November 2024, Bank Mandiri menyetujui restrukturisasi
fasilitas Kredit Investasi (“KI”) dan Kredit Modal Kerja Non Revolving (”KMK”) menjadi sebagai
berikut:
1. Tranche 1
Fasilitas KI sebesar USD20.000.000 menjadi USD19.025.003. Jangka waktu fasilitas sampai dengan 23 Desember 2028.
27
Page 31
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. Tranche 2
Fasilitas KMK sebesar USD63.969.092,45 menjadi USD62.671.941,31. Jangka waktu fasilitas sampai dengan 23 Desember
2033.
3. Tranche 3
Fasilitas KMK sebesar USD17.000.000. Fasilitas ini merupakan peralihan sebagian fasilitas Non -Cash Loan dengan tujuan
penyelesaian kredit. Jangka waktu fasilitas sampai dengan 23 Desember 2028.
Seluruh fasilitas kredit Bank Mandiri dijamin dengan:
a. Agunan tanah bangunan, mesin, piutang dan persediaan sesuai pengikatan (Catatan 6, 8 dan 11)
b. Corporate Guarantee dari PT World Harvest T extile dan PT Asia Pasific lnvestama T bk (dahulu PT Apac Citra Centertex)
c. Gadai saham AIC yang dimiliki PT Asia Pacific lnvestama T bk sejumlah 8.326.294.136 lembar
Berdasarkan Surat No. CMB.EBO/T FW.SPPK/101/2024 tanggal 6 November 2024, menyata kan bahwa perubahan angsuran pokok dan
tingkat suku bunga menjadi sebagai berikut:
a. Tranche 1, Kredit Investasi sebesar USD19.025.003 dengan tingkat bunga:
3,56%/ tahun untuk periode tanggal 23 April 2021 sampai dengan 23 Maret 2023.
4%/ tahun untuk periode 23 April 2023 sampai dengan 23 Desember 2024.
4,5%/ tahun untuk periode 23 Januari 2025 sampai dengan 23 Desember 2028.
Angsuran pokok fasilitas pinjaman ini menjadi:
Oktober 2024 s.d. Desember 2024 sebesar USD150.000/ tahun.
Januari 2025 s.d. Desember 2025 sebesar USD360.000/ tahun.
Januari 2026 s.d. Desember 2026 sebesar USD360.000/ tahun.
Januari 2027 s.d. Desember 2027 sebesar USD600.000/ tahun.
Januari 2028 s.d. November 2028 sebesar USD550.000/ tahun.
Desember 2028 sebesar USD17.005.003,01/ tahun.
b. Tranche 2, KreditModal Kerja sebesar USD62.671.941,31 dengan tingkat bunga:
2%/ tahun untuk periode tanggal 23 April 2021 sampai dengan 23 Desember 2026.
4,5%/ tahun untuk periode 23 Januari 2027 sampai dengan 23 Desember 2033.
Angsuran pokok fasilitas pinjaman ini menjadi:
Oktober 2024 s.d. Desember 2024 sebesar USD179.113,47/ tahun.
Januari 2025 s.d. Desember 2025 sebesar USD600.000/ tahun.
Januari 2026 s.d. Desember 2026 sebesar USD600.000/ tahun.
Januari 2027 s.d. Desember 2027 sebesar USD720.000/ tahun
Januari 2028 s.d. Desember 2028 sebesar USD720.000/ tahun
Januari 2029 s.d. Desember 2029 sebesar USD3.960.000/ tahun.
Januari 2030 s.d. Desember 2030 sebesar USD13.680.000/ tahun.
Januari 2031 s.d. Desember 2031 sebesar USD13.680.000/ tahun. 84/ tahun.
Januari 2032 s.d. Desember 2032 sebesar USD13.680.000/ tahun
Januari 2033 s.d. November 2033 sebesar USD12.540.000/ tahun
Desember 2033 sebesar USD2.312.827,84/ tahun
c. Tranche 3, Kredit Modal Kerja sebesar USD17.000.000 dengan tingkat bunga sampai dengan 23 Desember 2028 sebesar
2%/ tahun. Angsuran pokok fasilitas pinjaman ini menjadi:
Mei 2025 s.d Desember 2025 sebesar USD240.000/ tahun
Januari 2026 s.d. Desember 2026 sebesar USD360.000/ tahun
Januari 2027 s.d. Desember 2027 sebesar USD600.000/ tahun
Januari 2028 s.d. November 2028 sebesar USD550.000/ tahun
Desember 2028 sebesar USD15.250.000/ tahun.
Atas pinjaman tersebut, tanpa persetujuan tertulis dari Bank Mandiri, AIC tidak diperbolehkan untuk:
a. Melakukan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan, termasuk di dalamnya mengubah struktur modal, mengubah
susunan pengurus dan/atau pemegang saham kecuali peningkatan modal tanpa mengubah komposisi kepemilikan
saham.
b. Membagikan dividen.
c. Melakukan investasi dalam rangka pengembangan dan/atau ekspansi usaha diluar core business.
d. Meminjamkan dan atau mengalihkan barang jaminan
e. Memeroleh fasilitas kredit dari kreditur lain
f. Menjual agunan
28
Page 32
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Selain itu atas fasilitas pinjaman tersebut, AIC diharuskan antara lain:
a. Melakukan upaya konkrit untuk memperbaiki kondisi keuangan dengan parameter sebagai berikut:
EBIT DA positif, yang tercermin sejak laporan keuangan Desember 2025 dan seterusnya.
Ending cashflow tetap positif, baik dengan melalui hasil operasional, bantuan Group Usaha ataupun bantuan pemegang
saham.
b. Melakukan pelunasan sebagian /seluruhnya yang utamanya bersumber dari penjualan agunan termasuk namun tidak terbatas
pada penjualan asset non agunn, dana group usaha, dan investor dengan ketentuan sebagai berikut:
Minimal penurunan/pelunasan sebagian baki debet diluar angsuran kewajiban pokok bulanan paling lambat 30 Juni 2025
sebesar Rp5.580 juta.
T otal akumulasi penurunan/pelunasan sebagian baki debet diluar angsuran kewajiban pokok bulanan per 31 Desember
2026 sebesar Rp16.216 juta.
T otal akumulasi penurunan/pelunasan sebagian baki debet diluar angsuran kewajiban pokok bulanan per 31 Desember
2027 minimal sebesar Rp28.775 juta.
T otal akumulasi penurunan/pelunasan sebagian baki debet dilar angsuran kewajiban pokok bulanan per 31 Desember 2028
minimal sebesar Rp64.024 juta.
T otal akumulasi penurunan/pelunasan sebagian baki debet diluar angsuran kewajiban pokok bulanan per 31 Desember
2029 minimal sebesar Rp86.862 juta.
T otal akumulasi penurunan/pelunasan sebagian baki debet diluar angsuran kewajiban pokok bulanan per 31 Desember
2030 minimal sebesar Rp236.862 juta.
T otal akumulasi penurunan/pelunasan sebagian baki debet per 31 Desember 2031 minimal sebesar Rp386.862 juta.
T otal akumulasi penurunan/pelunasan sebagian baki debet per 31 Desember 2032 minimal sebesar Rp536.862 juta.
T otal akumulasi penurunan/pelunasan sebagian baki debet per 31 Desember 2033 minimal sebesar Rp.1.994.102 juta.
Khusus penurunan/pelunasan sebagian baki debet yang bersumber dari luar operasional perusahaan tmt 2030 dapat dialokasikan
untuk pembayaran kewajiban angsuran pokok pada tahun berjalan ataupun pembayaran angsuran pokok paling belakang.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2024, AIC tidak memenuhi syarat dan kondisi pinjaman yang ditetapkan bank,
terutama tidak terpenuhinya ketentuan untuk rasio tertentu.
Saldo pinjaman bank pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar USD97.815.587 (nilai penuh)
dan USD 93.042.260 (nilai penuh) atau setara dengan Rp1.622.565 dan Rp1.503.749
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, jumlah beban bunga yang dibayarkan oleh AIC adalah masing-masing
sebesar Rp3.924 dan Rp27.281
PT Bank Artha Graha International Tbk (BAG)
Pada tanggal 4 Oktober 2019, BAG dan AIC menandatangani beberapa perjanjian dengan mengacu pada Surat BAG
No. SK/0012/DKK2/IX/2019 tanggal 20 September 2019 perihal Penawaran Perpanjangan Plafond Fasilitas Kredit. Dalam hal
ini, BAG menyetujui permohonan AIC atas perpanjangan dan perubahan f asilitas kredit dengan ketentuan dan syarat antara lain
sebagai berikut:
1. Perubahan fasilitas Revolving Loan 2 Menurun Sublimit Sight/Usance/Upas Letter of Credit dan Surat Kredit Berdokumen
Dalam Negeri (RL 2 Menurun Sublimit Sight/Usance/Upas LC dan SKBDN) menjadi fasilitas Fixed Loan 1 sebesar
USD9.199.250 (nilai penuh), dengan jangka waktu sampai dengan 7 (tujuh) tahun termasuk Grace Period sampai dengan
Juni 2021 yang tertuang dalam Akta Perubahan Perjanjian Kredit (FL 1) No. 1, tanggal 4 Oktober 2019, dibuat di hadapan
Aubertus Nugroho Satria, S.H., sebagai pengganti Nyonya Herlina T obing Manullang, S.H., Notaris/PPAT di Jakarta
berkedudukan di Jakarta Selatan;
2. Perubahan fasilitas Revolving Loan 3 Sublimit Sight/Usance/Upas Letter of Credit dan Surat Kredit Berdokumen Dalam
Negeri menjadi fasilitas Fixed Loan 2 sebesar Rp68.000 dengan jangka waktu sampai dengan 7 (tujuh) tahun termasuk Grace
Period sampai dengan Juni 2021 yang tertuang dalam Akta Perubahan Perjanjian Kredit (FL 2) No. 2, tanggal 4 Oktober
2019, dibuat di hadapan Aubertus Nugroho Satria, S.H., sebagai pengganti Nyonya Herlina T obing Manullang, S.H.,
Notaris/PPAT di Jakarta berkedudukan di Jakarta Selatan.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, AIC telah memenuhi syarat dan kondisi pinjaman yang ditetapkan bank.
Saldo utang bank pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp149.777 dan Rp157.114.
Pembayaran yang dilakukan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing
sebesar Rp10.125 dan Rp22.217.
29
Page 33
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. LIABILITAS SEWA
Grup memiliki kontrak sewa untuk mesin yang digunakan dalam operasinya. Kewajiban Grup atas sewa yang dimilikinya dijamin
dengan hak lessor atas aset yang disewakan. Secara umum, Grup tidak dibatasi dari penugasan dan subleasing aset sewaan dan
tidak mengharuskan Grup untuk mempertahankan rasio keuangan tertentu.
Jumlah tercatat liabilitas sewa dan pergerakannya selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal tahun - 370.331
Pengakhiran transaksi - (370.331)
Bagian Jangka Panjang - -
Berikut ini adalah jumlah yang diakui dalam laba rugi:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(3 bulan) (3 bulan)
Beban penyusutan aset hak-guna (Catatan 11) - 12.208
Total - 12.208
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, Grup memiliki arus kas keluar total masing-masing sebesar nihil.
19. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Dimuka
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Perusahaan
Pajak Penghasilan Pasal 21 - 21
Pajak Pertambahan Nilai 647 647
Entitas Anak
Pajak Penghasilan Pasal 21 - 139
Pajak Penghasilan Pasal 22 575 -
Pajak Pertambahan Nilai 1.882 1.483
Total 3.104 2.290
b. Utang Pajak
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Perusahaan
Pajak penghasilan
Pasal 21 3 -
Pasal 23 1
Entitas Anak
Pajak penghasilan
Pasal 21 209 -
Pasal 22 8 44
Pasal 23 104 105
Pasal 4 (2) 39 5
Pajak Pertambahan Nilai - 2.471
Total 364 2.625
30
Page 34
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
c. Beban Pajak
Beban pajak Grup untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pajak tangguhan
Entitas anak - (102.396)
Total - (102.396)
d. Pajak Kini
Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dan taksiran rugi fiskal untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut :
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan laporan menurut
15.234 26.821
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasi
Laba (rugi) sebelum pajak entitas anak (25.680) (28.250)
Laba (rugi) sebelum pajak Perusahaan (10.446) (1.429)
Beda temporer - -
Beda tetap - -
Taksiran rugi fiskal tahun berjalan - Perusahaan (10.446) (1.429)
Akumulasi rugi fiskal:
2021 (1.982) (1.982)
2020 (3.731) (3.731)
2019 (23.965) (23.965)
Akumulasi rugi fiskal Perusahaan (40.124) (31.107)
Akumulasi rugi fiskal Entitas Anak (427.506) (427.506)
Akumulasi rugi fiskal Grup (467.630) (458.613)
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan dan jumlah pajak teoritis atas rugi sebelum pajak adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan laporan menurut
15.234 26.821
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasi
Laba (rugi) sebelum pajak entitas anak (25.680) (28.250)
Laba (rugi) sebelum pajak Perusahaan (10.446) (1.429)
Pajak dihitung dengan tarif yang berlaku (Catatan 19g)
Beda tetap - -
Taksiran rugi fiskal tahun berjalan - Perusahaan (10.446) (1.429)
Akumulasi rugi fiskal:
Pajak dihitung dengan tarif yang berlaku - 314
Dampak penyesuaian pajak tangguhan
Rugi fiskal yang tidak digunakan - (314)
Beban pajak penghasilan – Perusahaan
Beban pajak penghasilan - Entitas anak - (102.396)
Beban Pajak Penghasilan - Neto - (102.396)
Perusahaan tidak mengakui beban pajak kini pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 karena Perusahaan masih
mengalami rugi fiskal.
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan belum menyampaikan Surat Pemberitahuan
Pajak T ahunan (“SPT ”) untuk tahun pajak 2024
Besarnya pajak terutang ditetapkan berdasarkan perhitungan pajak yang dilakukan sendiri ( self-assessment). Berdasarkan
peraturan perundang- undangan yang berlaku, DJP dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak dalam jangka waktu lima
tahun sejak saat terutangnya pajak.
31
Page 35
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
e. Aset Pajak Tangguhan
31 Maret 2025
Dikredit
Manfaat Pajak
Penghasilan
Saldo Awal Penghasilan Penyesuaian Selisih kurs Saldo Akhir
Komprehensif
(Beban)
Lain
AIC
Imbalan kerja 8.391 - - - 221 8.612
Penurunan nilai piutang 5.148 - - - 136 5.284
Penurunan nilai persediaan 7.560 - - - 199 7.759
Total 21.099 - - - 556 21.655
31 Desember 2024
Dikredit
Manfaat Pajak
Penghasilan
Saldo Awal Penghasilan Penyesuaian Selisih kurs Saldo Akhir
Komprehensif
(Beban)
Lain
AIC
Imbalan kerja 9.684 (728) (2.021) 1.022 434 8.391
Rugi fiskal 94.049 - - (96.681) 2.632 -
Penurunan nilai piutang 3.225 1.733 - - 190 5.148
Penurunan nilai persediaan 7.079 136 - - 345 7.560
Penyusutan aset tetap 7.665 - - (7.878) 213 -
Total 121.702 1.141 (2.021) (103.537) 3.814 21.099
Pada tanggal 31 Desember 2024, AIC, entitas anak, tidak mengakui aset pajak tagguhan atas rugi fiskal. Manajemen AIC,
entitas anak, berkeyakinan bahwa aset pajak tangguhan tersebut tidak akan terpulihkan di masa mendatang.
f. Surat Ketetapan Pajak
Apac Inti Corpora (AIC)
Perusahaan menerima Surat T agihan Pajak (“ST P”) dan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”) atas hasil pemeriksaan pajak untuk tahun
pajak 2018, 2019, 2020, 2021 dan 2022 dengan rincian sebagai berikut:
Tahun pajak Objek pajak Nomor Tanggal Pajak kurang bayar
Rp ‘000
2020 Pajak Penghasilan Pasal 21 00016/201/20/415/23 12 September 2023 355,859
2020 Pajak Penghasilan Pasal 23 00022/203/20/415/23 12 September 2023 460,448
2020 Pajak Penghasilan Pasal 26 00005/204/20/415/23 12 September 2023 44,308
2020 Pajak Penghasilan Pasal 4 Ayat 2 00019/240/20/415/23 12 September 2023 52,327
2020 Pajak Pertambahan Nilai 00067/207/20/415/23 12 September 2023 84,521
2020 Pajak Pertambahan Nilai 00553/107/20/415/23 12 September 2023 5,942
2020 Pajak Pertambahan Nilai – Luar Daerah Pabean 00001/277/20/415/23 12 September 2023 101,152
2021 Pajak Penghasilan Pasal 21 00366/101/21/505/23 11 Oktober 2023 384
2022 Pajak Penghasilan Pasal 21 00480/101/22/505/23 11 Oktober 2023 242
2022 Pajak Penghasilan Pasal 21 00481/101/22/505/23 11 Oktober 2023 110
2021 Pajak Penghasilan Pasal 21 00390/101/21/505/23 8 November 2023 2,015
2021 Pajak Penghasilan Pasal 21 00386/101/21/505/23 8 November 2023 1,404
2021 Pajak Penghasilan Pasal 21 00381/101/21/505/23 8 November 2023 1,689
2021 Pajak Penghasilan Pasal 21 00384/101/21/505/23 8 November 2023 1,669
2021 Pajak Penghasilan Pasal 21 00388/101/21/505/23 11 November 2023 829
2021 Pajak Penghasilan Pasal 21 00389/101/21/505/23 11 November 2023 48
2021 Pajak Penghasilan Pasal 21 00387/101/21/505/23 11 November 2023 48
2021 Pajak Penghasilan Pasal 21 00383/101/21/505/23 11 November 2023 48
2021 Pajak Penghasilan Pasal 21 00391/101/21/505/23 11 November 2023 22
2021 Pajak Penghasilan Pasal 21 00382/101/21/505/23 11 November 2023 46
2021 Pajak Penghasilan Pasal 21 00385/101/21/505/23 11 November 2023 45
2022 Pajak Penghasilan Pasal 21 00480/101/22/505/23 11 Oktober 2023 242
2022 Pajak Penghasilan Pasal 21 00481/101/22/505/23 11 Oktober 2023 110
2023 Pajak Penghasilan Pasal 21 00135/101/23/505/24 3 April 2024 1366
2023 Pajak Penghasilan Pasal 21 00137/101/23/505/24 3 April 2024 1432
2023 Pajak Penghasilan Pasal 21 00136/101/23/505/24 3 April 2024 1352
2023 Pajak Penghasilan Pasal 21 00134/101/23/505/24 3 April 2024 802
2023 Pajak Penghasilan Pasal 21 00133/101/23/505/24 3 April 2024 939
Pada tanggal 31 Agustus 2023 dan 5 September 2023, Perusahaan telah membayar pajak kurang bayar yang berasal dari Surat
Ketetepan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) pajak tanggal 7 Agustus 2023 atas penghasilan Pasal 4(2), Pasal 21, Pasal 23, Pasal 26
32
Page 36
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
untuk Masa Pajak Agustus - Desember 2018 sebesar Rp1.016.678 (nilai penuh). Perusahaan juga membayar pajak kurang
bayar yang berasal dari surat tagihan pajak tanggal 7 Agustus 2023 atas Pajak pertambahan Nilai dan Pajak Pertambahan Nilai
Luar Daerah pabean masa Desember 2018 masing-masing sebesar Rp134.081 (nilai penuh) dan Rp31.033 (nilai penuh).
Pembayaran tersebut dicatatat sebagai beban pajak pada laporan laba rugi konsolidasian.
Pada tanggal 30 Agustus 2023 dan 5 September 2023, Perusahaan telah membayar pajak kurang bayar yang berasal dari Surat
Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) tanggal 7 Agustus 2023 atas pajak penghasilan Pasal 4(2), Pasal 21, Pasal 23, Pasal 26
untuk Masa Pajak Januari - Desember 2019 sebesar Rp1.126.000 (nilai penuh). Perusahaan juga membayar pajak kurang bayar
yang berasal dari surat tagihan pajak tanggal 7 Agustus 2023 atas Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Pertambahan Nilai Luar
Daerah pabean masa Desember 2019 masing-masing sebesar Rp7.889 (nilai penuh) dan Rp97.523 (nilai penuh). Pembayaran
tersebut dicatat sebagai beban pajak pada laporan laba rugi konsolidasian.
Pada tanggal 26 September 2023, Perusahaan telah membayar pajak kurang bayar yang berasal dari SKPKB tanggal 26 Juli
2023 dan 12 September 2023 atas pajak penghasilan Pasal 4(2), Pasal 21, Pasal 23, Pasal 26 untuk Masa Pajak Januari -
Desember 2020 sebesar Rp912.942 (nilai penuh). Perusahaan juga membayar pajak kurang bayar yang berasal dari surat
tagihan pajak tanggal 12 September 2023 atas Pajak pertambahan Nilai dan Pajak Pertambahan Nilai Luar Daerah pabean masa
Desember 2020 masing-masing sebesar Rp90.463 (nilai penuh) dan Rp101.152 (nilai penuh). Pembayaran tersebut dicatat
sebagai beban pajak pada laporan laba rugi konsolidasian.
Pada tanggal 22 Agustus 2023, 7 November 2023 dan 11 Desember 2023, Perusahaan telah membayar pajak kurang bayar yang
berasal dari surat tagihan pajak tanggal 26 Juli 2023, 11 Oktober 2023, dan 16 November 2023 atas pajak penghasilan Pasal 21
untuk Masa Pajak Maret 2020 dan Januari - Desember 2021 sebesar Rp8.247 (nilai penuh). Pembayaran tersebut dicatat sebagai
beban pajak pada laporan laba rugi konsolidasian.
Pada tanggal 7 November 2023, Perusahaan telah membayar pajak kurang bayar yang berasal dari surat tagihan pajak tanggal
11 Oktober 2023, atas pajak penghasilan Pasal 21 untuk Masa Pajak April dan Desember 2022 sebesar Rp352 (nilai penuh).
Pembayaran tersebut dicatat sebagai beban pajak pada laporan laba rugi konsolidasian.
Pada tanggal 6 Mei 2024, Perusahaan telah membayar pajak kurang bayar yang berasal dari surat tagihan pajak tanggal 3 April
2024, atas pajak penghasilan Pasal 21 untuk Masa Pajak Januari, Februari, Maret, Mei dan Juni 2024 sebesar Rp5.891 (nilai
penuh). Pembayaran tersebut dicatat sebagai beban pajak pada laporan laba rugi konsolidasian.
g. Perubahan Peraturan Pajak
Perubahan T arif Pajak
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan
(RUU HPP) menjadi UU Nomor 7 T ahun 2021 yang menetapkan, antara lain, kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
dari semula 10% menjadi 11% mulai tanggal 1 April 2022 dan 12% mulai tanggal 1 Januari 2025. Selain itu, membatalkan
penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula turun ke 20% menjadi
tetap sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022.
Pada bulan Desember 2024, Pemerintah Indonesia mengesahkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 131
T ahun 2024 tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai atas Impor Barang Kena Pajak, Penyerahan Barang Kena Pajak,
Penyerahan Jasa Kena Pajak, Pemanfaatan Barang Kena Pajak T idak Berwujud dari Luar Daerah Pabean di Dalam Daerah
Pabean, dan Pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari Luar Daerah Pabean di Dalam Daerah Pabean yang mengubah cara
perhitungan pajak pertambahan nilai yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif 12% dengan dasar pengenaan pajak
berupa nilai lain sebesar 11/12 (sebelas per dua belas) dari harga jual mulai tanggal 1 Januari 2025.
20. LIABILITAS KEUANGAN JANGKA PANJANG LAINNYA
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pihak berelasi (Catatan 35)
Nation Soul Limited 677 677
PT Apac Century Corporation 320 320
PT Inti Sukses Garmindo 216 216
PT Apac Pavindo Lestari 69 69
Sub-total 1.282 1.282
Pihak ketiga
PT Lippo Pacific Finance 14.342 14.342
Savore 40 40
Sub-total 14.382 14.382
Total 15.664 15.664
Seluruh liabilitas keuangan jangka panjang lainnya adalah dalam mata uang rupiah.
33
Page 37
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Imbalan kerja jangka Panjang
AIC membukukan imbalan kerja jangka panjang untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 6 T ahun
2023. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan kerja tersebut adalah 1.234 pada tanggal
31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 (tidak diaudit).
Saldo liabilitas program imbalan kerja sampai pada 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 mengacu pada hasil perhitungan
Aktuaria Independen KKA T ubagus Syafrial dan Amran Nangasan dalam laporannya tertanggal 13 Januari 2025 dan 8 Januari
2024 sesuai dengan penerapan PSAK 24 (Revisi 2013) mengenai Imbalan Kerja, dengan menggunakan Projected Unit Credit
Method.
Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuaris adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Tingkat diskonto per tahun 6,63% 6,63%
Kenaikan gaji rata-rata per tahun 5,00% 5,00%
Usia pensiun normal 55 tahun/years 55 tahun/years
Tingkat pengunduran diri 5% 5%
Tingkat kematian TMI IV-2019 TMI IV-2019
Liabilitas imbalan kerja di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 38.146 44.021
Beban imbalan kerja karyawan (Catatan 31) 122 5.620
Pembayaran tahun berjalan - (2.310)
Pengukuran kembali:
Dampak perubahan asumsi keuangan (363) (9.185)
Total 37.905 38.146
Liabilitas imbalan kerja di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Biaya jasa kini 122 2.919
Biaya bunga - 2.701
Total Beban Imbalan Kerja Karyawan 122 5.620
Program imbalan pasti memberikan eksposur Grup terhadap risiko tingkat bunga dan risiko gaji, sebagai berikut:
Risiko tingkat bunga
Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.
Risiko kenaikan gaji
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program. Dengan demikian, kenaikan
gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu.
Analisis sensitivitas
Sensitivitas dari liabilitas imbalan pascakerja lainnya terhadap perubahan asumsi aktuaria adalah sebagai berikut:
31 Desember 2024
Perubahan Asumsi Dampak pada Liabilitas
Tingkat diskonto
Naik 1% (36.102)
Turun -1% 40.394
Tingkat gaji
Naik 1% (408.119)
Turun -1% 35.669
34
Page 38
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. LIABILITAS DIESTIMASI
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Bunga yang ditangguhkan 201.701 197.547
Utang bunga 3.263 3.263
Total 204.964 200.810
Berdasarkan Surat No. SAM.SA1/SPPK /LWO3.105/ 2016 tanggal 28 Oktober 2016, pihak Bank Mandiri menyetujui
menjadwalkan kembali kewajiban tunggakan bunga yang ditangguhkan dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Perusahaan harus menambah modalnya sebesar USD 4 juta (nilai penuh) dan diperpanjang sampai dengan 23 Januari 2017;
b. Menyetujui keringanan T unggakan Bunga Dijadwal Kembali (“T BYD) yang belum efektif sampai dengan akhir 2013 dan
T BYD dapat diimplementasikan sebesar Rp43.205 (setara dengan USD2.673.253 (nilai penuh) di tahun 2024 dan
USD2.802.615 (nilai penuh) di tahun 2023) dan selanjutnya penghapusan T BYD dapat dilaksanakan sepanjang persyaratan
pemenuhan modal telah terpenuhi dan tidak terdapat tunggakan kewajiban atas angsuran terjadwal; dan
c. Keringanan penghapusan T BYD dapat dilakukan secara proporsional dengan penurunan baki debit kredit, keringanan
diefektifkan pada setiap akhir tahun berjalan.
Berdasarkan Surat No. SAM.SA1/SPPK/LWO3.15/2017 tanggal 12 Mei 2017 berlaku ketentuan sebagai berikut:
1. Atas tunggakan bunga/denda/T BYD/BYDT dan bunga serta denda berjalan sampai dengan efektif restrukturisasi atas
fasilitas KI, KMK Aflopend, KMK Post Fin 1 dan KMK Post Fin 2 dan KJPOS serta T BYD fasilitas kredit Tranche 1
digabungkan menjadi T BYD fasiltas Kredit Tranche 2 (ex rekening KMK Aflopend);
2. T BYD fasilitas KJPOS Rupiah dikonversi menjadi T BYD valuta USD dan digabungkan kedalam T BYD fasilitas kredit
Tranche 2;
2. Atas T BYD diberikan keringanan/dihapuskan dan akan berlaku efektif setelah seluruh pokok fasilitas kredit Tranche 1 dan
Tranche 2 lunas.
Berdasarkan Surat No. SAM.SA1/LWO3.210/2017 tanggal 21 Juni 2017 besarnya T BYD fasilitas Tranche 2 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 197,547 190,362
Selisih Kurs 4,154 7,185
Total 201,701 197,547
23. UTANG SUBO RDINASI - PIHAK BERELASI
Pada tanggal 28 Desember 2018, AIC dan PT Indah Jaya T extile Industry ( “ IJT I”) menandatangani Perjanjian Pinjaman
Subordinasi No. 22 oleh Sri Hidianingsih Adi Sugijanto, S.H., notaris di Jakarta.
Perjanjian tersebut dibuat sehubungan dengan Perjanjian Restrukturisasi dengan Bank Mandiri, yang mensyaratkan AIC untuk
melakukan modernisasi mesin yang dapat berasal dari modal disetor dan/atau pinjaman subordinasi yang dapat berasal dari
pemegang saham ataupun grup usaha.
IJT I setuju untuk memberikan pinjaman subordinasi kepada AIC sebesar USD6.450.000 (nilai penuh) dengan bunga sebesar 4,2%
per tahun. Pinjaman tersebut berlaku mulai tanggal 28 Desember 2018 dan berakhir sa at Perjanjian Restrukturisasi berakhir,
kecuali terjadinya perpanjangan waktu akibat tidak dapatnya AIC memenuhi pengembalian Utang Subordinasi.
Pada tahun 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 total utang subordinasi masing-masing adalah sebesar Rp 106.993. dan
Rp104.245. (Catatan 35)
35
Page 39
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. MO DAL SAHAM
Susunan pemegang saham sesuai dengan registrasi Biro Administrasi Efek Perusahaan dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Pemegang Saham Jumlah saham Ditempatkan dan Disetor Persentase Kepemilikan Total
Saham seri A
PT Indah Jaya Investama 178.871.966 2,31 178.872
PT Prima Graha Hiburan 96.315.674 1,24 96.316
PT Inti Perkasa Wira Sentosa 17.339.400 0,22 17.339
PT Krida Bumi Raya 14.783.500 0,19 14.784
PT Apac Century Corporation 50.000 - 50
Masyarakat lainnya 227.306.037 2,94 227.306
Saham seri B
PT Indah Jaya Investama 560.300.000 7,23 140.075
PT Prima Graha Hiburan 301.700.000 3,89 75.425
Masyarakat lainnya 70.000.000 0,91 17.500
Saham seri C
PT Indah Jaya Investama 5.075.202.836 65,51 507.520
PT Prima Graha Hiburan 1.048.667.280 13,54 104.867
Masyarakat lainnya 156.745.256 2,02 15.674
Total 7.747.281.949 100,00 1.395.728
Pada tanggal 13 Desember 2018, Perusahaan memperoleh surat dari Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan
No. S-183/D.04/2018 perihal Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran. Pernyataan efektif ini diberikan sehubungan
dengan Penawaran Umum T erbatas Dalam Rangka Penerbitan Hak Memesan Efek T erlebih Dahulu Perusahaan (“PUT III”) kepada
para pemegang saham sejumlah 6.966.666.241 saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada BEI pada tanggal 11 Januari 2019.
Sesuai Peraturan BEI No. I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perseroan
T erdaftar, Lampiran Keputusan Direksi BEI No. KEP -00183/BEI/12-2018 tanggal 26 Desember 2018 bagi Perusahaan terdaftar
untuk mempertahankan pencatatannya di BEI dan Perubahan Peraturan Bursa No. I-A T ahun 2021 Ketentuan V.1.1 tanggal 21
Desember 2021 mengenai pemenuhan saham free float, persyaratan tersebut adalah: (a) jumlah total saham yang dimiliki oleh
"pemegang saham nonpengendali" dan "pemegang sah am nonsubstansial" harus paling sedikit 50 juta saham dan paling sedikit 7,5%
saham dari total modal disetor; dan (b) jumlah total pemegang saham harus paling sedikit 300 yang memiliki rekening efek dengan
pialang yang tergabung dalam BEI ("Persyaratan Free Float BEI").Perusahaan mempunyai masa relaksasi selama 2 tahun sampai
dengan tanggal 21 Desember 2023 sejak keputusan ini ditetapkan untuk memenuhi persyaratan tersebut.
Rekonsiliasi jumlah saham beredar pada akhir dan awal tahun pelaporan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal 7.747.281.949 7.747.281.949
Penawaran umum terbatas III - -
Total 7.747.281.949 7.747.281.949
Manajemen Permodalan
T ujuan utama dari pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan bahwa Grup mempertahankan rasio modal yang sehat dalam
rangka mendukung bisnis dan memaksimalkan nilai pemegang saham. Grup tidak diwajibkan untuk memenuhi syarat -syarat modal
tertentu.
Grup mengelola struktur modal dan membuat penyesuaian terhadap struktur modal sehubungan dengan perubahan kondisi
ekonomi. Grup memantau modalnya dengan menggunakan analisis gearing ratio (rasio utang terhadap modal), yakni membagi
utang bersih terhadap jumlah modal.
Rasio utang bersih terhadap ekuitas pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Total pinjaman yang dikenakan bunga 1.811.756 1.762.350
Dikurangi: kas dan bank (34.145) (31.751)
Pinjaman neto 1.777.611 1.730.599
Defisiensi modal neto (565.678) (579.965)
Rasio utang neto terhadap ekuitas (3,14) (2,98)
36
Page 40
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. TAMBAHAN MO DAL DISETO R
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Pengeluaran 2.500.000 saham Perusahaan pada penawaran
umum tahun 1989 25.000 25.000
Pengeluaran 8.500.000 saham melalui penawaran umum
terbatas kepada para pemegang saham tahun 1990 62.050 62.050
Kapitalisasi agio saham ke saham
1994 (51.000) (51.000)
1995 (34.000) (34.000)
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali
2013 14.044 14.044
2017 (9.062) (9.062)
2018 (51.552) (51.552)
Biaya emisi saham - PUT III (3.605) (3.605)
Total (48.125) (48.125)
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali tahun 2017 adalah AIC meningkatkan modal disetor dan ditempatkan
sebesar USD10.000.000 (nilai penuh) yang diambil oleh Perusahaan dan WHT yang mengakibatkan persentase kepemilikan
Perusahaan atas saham AIC meningkat dari 45,17% menjadi 45,34%.
Uang muka setoran modal merupakan inbreng saham dan konversi utang menjadi saham yang akan direklasifikasi menjadi modal
saham Perusahaan dalam rangka pelaksanaan PUT III yang sahamnya dicatatkan di BEI pada tanggal 11 Januari 2019 (Catatan 1.b
dan 21) dan peningkatan modal dasar, ditempatkan dan disetor baru disetujui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia pada tanggal 3 Januari 2019 (Catatan 1.a).
1. Berdasarkan Perjanjian Pengalihan Saham, WHT mengalihkan seluruh kepemilikan saham dalam AIC kepada Perusahaan
sebesar 8.326.294.136 saham (Saham Yang Dialihkan). Pembayaran atas pengalihan saham tersebut dilakukan dengan cara
inbreng berdasarkan Akta Notaris No. 21, tanggal 31 Desember 2018 yang dibuat di hadapan Edi Priyono, S.H., Notaris di
Jakarta (“Akta Pemasukan ke Dalam Perusahaan”).
Nilai perolehan atas Saham yang Dialihkan ditetapkan sebesar Rp245.000 dan dinyatakan wajar sesuai dengan Laporan
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) Atas T ransaksi Pembelian 50,43% Saham PT Apac Inti Corpora Milik PT World
Harvest T extile oleh Kantor Jasa Penilai Publik Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan dengan laporan No. 18 -
344.2/NDR/API-WHT /B/LL/R tanggal 22 Oktober 2018.
Berdasarkan Perjanjian Pengalihan Saham juncto Akta Pemasukan ke Dalam Perusahaan, maka Perusahaan memiliki
tambahan investasi dalam AIC berupa Saham Yang Dialihkan, yaitu 8.326.294.136 saham dan WHT memiliki modal saham
seri C Perusahaan sebanyak 2.450.000.000 saham atau setara dengan Rp245.000.
2. Berdasarkan Akta Konversi Hak T agih Menjadi Setoran Saham No. 22 tanggal 31 Desember 2018 dari Edi Priyono, S.H.,
Notaris di Jakarta, hak tagih IJI kepada Perusahaan dilunasi dengan cara konversi utang menjadi saham baru Perusahaan
sebesar USD2.000.000 (nilai penuh) atau setara Rp31.000.
26. SELISIH TRANSAKSI DENGAN PIHAK NO N PENGENDALI
Dampak dari perubahan kepemilikan di entitas anak tanpa kehilangan pengendalian
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Peningkatan modal ditempatkan dan disetor:
2003 184.352 184.352
2006 57.837 57.837
2008 9.528 9.528
2013 (50.766) (50.766)
Total 200.951 200.951
Pada tahun 2003, AIC meningkatkan modal disetor dan ditempatkan yang mengakibatkan persentase kepemilikan Perusahaan atas
saham AIC terdilusi dari 94,12% menjadi 51%.
Pada tahun 2006, AIC meningkatkan modal disetor dan ditempatkan yang merupakan hasil dari konversi utang AIC kepada Nation
Soul Limited (“ NSL”), salah satu pemegang saham entitas anak, yang mengakibatkan persentase kepemilikan Perusahaan atas
saham AIC terdilusi dari 51% menjadi 42,69%.
37
Page 41
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 8 Agustus 2008 saldo utang restrukturisasi milik NSL sejumlah Rp33.000 dikonversi menjadi saham AIC. Sehingga
kepemilikan Perusahaan di AIC turun dari 42,69% menjadi 41,68%.
Pada tanggal 22 Oktober 2013, AIC meningkatkan modal disetor dan ditempatkan yang merupakan hasil dari kon versi utang AIC
kepada Perusahaan dan NSL, salah satu pemegang saham entitas anak, yang mengakibatkan persentase kepemilikan Perusahaan
atas saham AIC meningkat dari 41,68% menjadi 45,16%.
27. KEPENTINGAN NO NPENGENDALI
Akun ini merupakan hak pemegang saham minoritas atas aset neto dan rugi neto AIC dengan rincian sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Saldo awal tahun (15.158) (12.723)
Rugi neto tahun berjalan 914 (2.690)
Rugi komprehensif lain (34) 255
Total (14.278) (15.158)
28. PENJUALAN NETO
Rincian dari penjualan bersih Grup menurut kelompok produk utama adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(3 bulan) (3 bulan)
Denim 101.075 87.852
Greige 39.831 35.405
Benang 36.525 47.725
Makloon 15.876 5.169
Finished fabrics 12.703 11.266
Garmen 10.124 11.340
Rajut 2.344 17.024
Lain-lain 27.873 114.699
Sub Total 246.351 330.480
Retur (2.398) (2.396)
Diskon (75) (36)
Penjualan Neto 243.878 328.048
Rincian pembelian yang melebihi 10% jumlah penjualan Perusahaan sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(3 bulan) (3 bulan)
Pihak berelasi (Catatan 35)
PT Indah Jaya Textile Industry 58.797 148.704
PT Spinmill Indah Industry 24.483 39.354
Total 83.280 188.058
Persentase dari Total Penjualan 34,15% 57,33%
T idak terdapat penjualan ke pihak ketiga dengan nilai lebih besar dari 10% dari total penjualan.
38
Page 42
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. BEBAN PO KO K PENJUALAN
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(3 bulan) (3 bulan)
Pemakaian bahan baku 143.717 149.369
Upah langsung 28.368 22.996
Biaya overhead produksi 73.556 84.048
Total biaya produksi 245.641 256.413
Barang dalam proses
Saldo awal 77.142 109.153
Saldo akhir (Catatan 8) (77.878) (109.780)
Harga pokok produksi 244.905 255.786
Barang jadi
Saldo awal 271.909 341.962
Pembelian 29.033 53.544
Saldo akhir (Catatan 8) (300.211) (306.070)
Beban pokok penjualan 245.636 345.222
Rincian biaya overhead produksi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(3 bulan) (3 bulan)
Barang konsumsi 24.516 24.510
Biaya listrik dan utilitas 13.518 16.653
Penyusutan (Catatan 11) 9.024 14.514
Gaji dan upah 4.593 5.567
Perbaikan dan pemeliharaan 1.276 1.661
Air 1.188 1.547
Material Pembungkus 1.165 933
Asuransi 1.713 121
Lain-lain 16.563 18.542
Biaya overhead produksi 73.556 84.048
Rincian pemasok dengan jumlah pembelian yang melebihi 10% dari penjualan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(3 bulan) (3 bulan)
Pihak berelasi (Catatan 35)
PT Spinmill Indah Industry 33.322 23.807
PT Indah Jaya Textile Industry 21.725 30.494
Total 55.047 54.301
Persentase dari Total Penjualan 22,57% 23,93%
30. BEBAN PENJUALAN
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(3 bulan) (3 bulan)
Pengangkutan 1.531 1.935
Gaji dan tunjangan 766 793
Komisi dan administrasi penjualan lokal dan ekspor 152 4
Iklan dan promosi 134 220
Perjalanan dinas 125 130
Asuransi 47 44
Penyusutan (Catatan 11) 12 11
Administrasi penjualan ekspor 1 9
Pos dan telekomunikasi - 4
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp38) 3 -
Total 2.771 3.150
39
Page 43
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(3 bulan) (3 bulan)
Gaji dan tunjangan 2.456 3.388
Administrasi bank 905 37
Jasa profesional 428 358
Imbalan kerja (Catatan 21) 122 805
Sewa kantor 90 89
Penyusutan (Catatan 11) 71 68
Keanggotaan 3 -
Perjalanan dinas - 25
Lain-lain 179 93
TOTAL 4.254 4.863
32. PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(3 bulan) (3 bulan)
Keuntungan penjualan aset tetap (Catatan 11) 5.766 136
Penjualan produk sisa 326 -
Penghasilan bunga 95 101
Lain-lain (9.979) (264)
Total (3.792) (27)
33. BIAYA KEUANGAN
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(3 bulan) (3 bulan)
Beban bunga 12.671 11.839
Beban keuangan lainnya - 2.017
Total 12.671 13.856
34. LABA (RUGI) PER SAHAM
Berikut ini adalah data yang digunakan untuk laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk:
a. PT Indah Jaya Investama merupakan pemegang saham terakhir Grup.
b. PT Prima Graha Hiburan merupakan pemegang saham Perusahaan.
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(3 bulan) (3 bulan)
Jumlah rugi neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 14.325 18.686
Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa untuk perhitungan
laba neto per saham - dasar dan dilusian 7.747.281.949 7.747.281.949
Rugi per saham - dasar dan dilusian 1,85 2,41
T idak ada saham yang memiliki potensi fitur dilusi. Dengan demikian, laba (rugi) per saham sama dengan laba (rugi) per saham
dilusian.
40
Page 44
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. INFO RMASI PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usahanya, Perusahaan melakukan beberapa transaksi dengan pihak -pihak berelasi yang dilakukan pada tingkat
harga dan persyaratan tertentu. Rangkuman transaksi dan saldo dari transaksi-transaksi tersebut adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Utang Usaha (Catatan 12)
PT Indah Jaya Textile Industry 1.730 1.685
Presentase dari Total Liabilitas 0,04% 0,04%
PT Indah Jaya Textile Industry 792.777 785.625
PT Spinmill Indah Industry 754.043 771.021
Total 1.546.820 1.556.646
Presentase dari Total Liabilitas 39,35% 40,09%
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang Lainnya (Catatan 20)
Nation Soul Limited 677 677
PT Apac Century Corporation 320 320
PT Inti Sukses Garmindo 216 216
PT Apac Pavindo Lestari 69 69
Total 1.282 1.282
Presentase dari Total Liabilitas 0,03% 0,03%
4009979 4102896
Utang Subordinasi (Catatan 23)
PT Indah Jaya Textile Industry 106.993 104.245
Presentase dari Total Liabilitas 2,27% 2,68%
4030334
31 Maret 2025 31 Maret 2024
(3 bulan) (3 bulan)
Penjualan (Catatan 28)
PT Indah Jaya Textile Industry 58.797 148.704
PT Spinmill Indah Industry 24.483 39.354
Total 83.280 188.058
Presentase dari Total Penjualan 34,15% 57,33%
Pembelian Bahan Baku (Catatan 29)
PT Spinmill Indah Industry 33.322 23.807
PT Indah Jaya Textile Industry 21.725 30.494
Total 55.047 54.301
Persentase dari Total Beban Pokok Penjualan 22,57% 23,93%
4009979 4102896
Sifat transaksi pihak berelasi di atas adalah sebagai berikut:
Pihak Berelasi Sifat Hubungan Sifat Transaksi
PT Inti Sukses Garmindo Entitas Sepengendali Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
Utang usaha, uang muka penjualan, utang subordinasi, penjualan
PT Indah Jaya Textile Industry Entitas Sepengendali
dan pembelian bahan baku
PT Spinmill Indah Industry Entitas Sepengendali Uang muka penjualan, penjualan dan pembelian bahan baku
PT Apac Century Corporation Entitas Sepengendali Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
PT Apac Pavindo Lestari Entitas Sepengendali Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
Nation Soul Limited Entitas Sepengendali Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya
Jumlah imbalan yang diberikan Perusahaan untuk komisaris dan direksi pada tanggal 31 Maret 202 5 dan 31 Desember 2024 masing -
masing sebesar Rp 597 dan Rp3.966.
36. INSTRUMEN KEUANGAN
Aset keuangan Grup meliputi kas dan bank, piutang usaha, aset keuangan lancar lainnya, investasi saham dan uang jaminan.
Liabilitas keuangan Grup meliputi utang usaha, liabilitas keuangan jangka pendek lainnya, beban akrual, utang bank jangka
pendek¸liabilitas keuangan jangka panjang lainnya, utang bank, utang lembaga keuangan lainnya, liabilitas sewa dan utang
subordinasi.
41
Page 45
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diukur dengan dasar sebagai berikut:
Aset dan liabilitas keuangan lancar
Karena instrumen keuangan tersebut jatuh tempo dalam jangka pendek, maka nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan lancar telah
mendekati estimasi nilai wajarnya.
Aset dan liabilitas keuangan tidak lancar
1. Instrumen keuangan tanpa kuotasi harga di pasar
Investasi saham tanpa kuotasi harga pasar dengan kepemilikan kurang dari 20% dan nilai wajarnya tidak dapat ditentukan
dengan pasti, dicatat pada biaya perolehannya.
2. Liabilitas keuangan jangka panjang dengan suku bunga tetap dan variabel
T erdiri dari utang bank, lembaga keuangan lainnya, liabilitas sewa, liabilitas jangka panjang lainnya, liabilitas diestimasi dan
utang subordinasi. Nilai wajarnya ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa datang menggunakan suku bunga yang
berlaku dari transaksi pasar yang dapat diamati untuk instrumen dengan persyaratan, risiko kredit dan jatuh tempo yang sama.
3. Uang jaminan, piutang dan utang pihak berelasi yang tidak memiliki masa jatuh tempo
Selain piutang dan utang yang memiliki periode jatuh tempo, Grup juga memiliki uang jaminan, piutang dan utang ke pihak
ketiga yang tidak dikenakan bunga dan tanpa periode jatuh tempo yang pasti tetapi dibayarkan sesuai permintaan.
37. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Grup adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko mata uang dan risiko suku
bunga. Kepentingan untuk mengelola risiko ini telah meningkat secara signifikan dengan mempertimbangkan perubahan dan
volatilitas pasar keuangan baik di Indonesia maupun internasional.
Direksi Grup menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola risiko -risiko yang dirangkum di bawah ini.
a. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa Grup akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak lawan akibat gagal
memenuhi kewajiban kontraktualnya. Manajemen melakukan evaluasi atas kondisi keuangan pelanggan dalam hal pemenuhan
kewajiban pelanggan kepada Grup. Berdasarkan evaluasi tersebut pihak Manajemen Grup akan menentukan perkiraan jumlah
yang tidak dapat ditagih atas aset keuangan tersebut.
Berikut adalah eksposur maksimal Grup pada laporan posisi keuangan yang terkait risiko kredit pada tanggal 31 Maret 2025
dan 31 Desember 2024.
31 Maret 2025 31 Desember 2024
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Kas dan bank 34.145 31.751
Piutang usaha - neto
Pihak ketiga 44.920 86.843
Aset keuangan lancar lainnya - neto
Pihak ketiga 499 525
Uang jaminan 3.113 3.113
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI
Investasi saham 1.000 1.000
Total 83.677 123.232
42
Page 46
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, kualitas kredit pada setiap klasifikasi aset keuangan berdasarkan peringkat
yang dilakukan oleh Grup adalah sebagai berikut:
31 Maret 2025
Belum jatuh Jatuh tempo
tempo maupun tetapi tidak ada Penyisihan
penurunan nilai penurunan nilai Penurunan nilai Penurunan nilai Total
Kas dan bank 34.145 - - - 34.145
Piutang usaha
Pihak ketiga 26.647 42.288 - (24.015) 44.920
Aset Keuangan Lancar Lainnya
Pihak ketiga - 499 - 499
Investasi Saham 1.000 - - - 1.000
Uang jaminan 3.113 - - - 1.000
Total 64.905 42.787 - (24.015) 81.564
31 Desember 2024
Belum jatuh Jatuh tempo
tempo maupun tetapi tidak ada Penyisihan
penurunan nilai penurunan nilai Penurunan nilai Penurunan nilai Total
Kas dan bank 31.751 - - - 31.751
Piutang usaha
Pihak ketiga 60.694 49.547 - (23.398) 86.843
Aset Keuangan Lancar Lainnya
Pihak ketiga - 525 - - 525
Investasi Saham 1.000 - - - 1.000
Uang jaminan 3.113 - - - 3.113
Total 96.558 50.072 - (23.398) 123.232
b. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko dimana Grup tidak dapat memenuhi liabilitas jangka pendek pada saat jatuh tempo. Manajemen
melakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat atas arus kas masuk dan kas keluar untuk memastikan tersedianya dana untuk
memenuhi kebutuhan pembayaran liabilitas yang jatuh tempo. Secara umum, kebutuhan dana untuk pelunasan liabilitas jangka
pendek maupun jangka panjang diperoleh dari penjualan kepada pelanggan.
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, liabilitas keuangan Grup berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak
didiskontokan :
31 Maret 2025
Kurang dari 1 Lebih dari 5
1-2 tahun 3-5 tahun Total
tahun tahun
Utang usaha
Pihak berelasi 1.730 - - - 1.730
Pihak ketiga 17.685 - - - 17.685
Liabilitas keuangan jangka pendek
Pihak ketiga 1.055 - - - 1.055
Beban akrual 126.533 - - - 126.533
Utang bank jangka pendek 39.414 - - - 39.414
Utang bank 41.261 50.856 71.928 1.613.476 1.777.521
Liabilitas sewa - - - - -
Liabilitas keuangan jangka panjang
Pihak berelasi - 1.282 - - 1.282
Pihak ketiga - - - 14.382 14.382
Liabilitas diestimasi 204.964 204.964
Utang subordinasi - pihak berelasi 106.993 106.993
Total 227.678 52.138 71.928 1.939.815 2.291.559
43
Page 47
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2024
Kurang dari 1 Lebih dari 5
1-2 tahun 3-5 tahun Total
tahun tahun
Utang usaha
Pihak berelasi 1.685 - - - 1.685
Pihak ketiga 70.127 - - - 70.127
Liabilitas keuangan jangka pendek
Pihak ketiga 960 - - - 960
Beban akrual 120.055 - - - 120.055
Utang bank jangka pendek 101.487 - - - 101.487
Utang bank 94.906 102.936 31.031 1.431.990 1.660.863
Liabilitas sewa - - - - -
Liabilitas keuangan jangka panjang
Pihak berelasi - 1.282 - - 1.282
Pihak ketiga - - - 14.382 14.382
Liabilitas diestimasi - - - 200.810 200.810
Utang subordinasi - pihak berelasi - - - 104.245 104.245
Total 389.220 104.218 31.031 1.751.427 2.275.896
c. Risiko Mata Uang
Risiko nilai tukar adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa dating dari suatu instrumen keuangan akan
terpengaruh akibat perubahan nilai tukar. Grup memiliki eksposur yang terpengaruh risiko nilai tukar. Eksposur akan timbul
apabila transaksi dilakukan dalam berbagai mata uang asing dibandingkan jika menggunakan mata uang fungsional untuk
operasional Perusahaan atau transaksi kepada pihak ketiga.
Berikut adalah posisi aset dan liabilitas dalam mata uang asing.
31 Maret 2025
Dolar Amerika Dolar Franc Dolar Total Setara
Euro Yen Jepang
Serikat Singapura Swiss Hohgkong Rupiah
Aset Keuangan
Kas dan bank 107.349 16.990 2.113
Piutang usaha 47.806 793
Total Aset Keuangan 155.155 16.990 - - - - 2.906
Liabilitas Keuangan
Utang usaha 954.123 4.359 806 354.545 2.664 3.281 16.011
Beban akrual 1.826.863 30.304
Utang bank jangka pendek 2.376.055 39.414
Utang bank jangka panjang 88.668.727 1.470.837
Liabilitas Diestimasi 12.356.161 204.964
Utang subordinasi 6.450.024 106.993
Total Liabilitas 112.631.953 4.359 806 354.545 2.664 3.281 1.868.523
Aset (liabilitas) keuangan didenominasi
dalam mata uang asing- neto (112.476.798) 12.631 (806) (354.545) (2.664) (3.281) (1.865.617)
31 Desember 2024
Dolar Amerika Dolar Franc Dolar Total Setara
Euro Yen Jepang
Serikat Singapura Swiss Hohgkong Rupiah
Aset Keuangan
Kas dan bank 71.135 19.227 - - - - 1.484
Piutang usaha 50.303 - - - - - 813
Total Aset Keuangan 121.438 19.227 - - - - 2.297
Liabilitas Keuangan
Utang usaha 795.927 1.662 839 29.412 1.339 1.921 12.932
Beban akrual 5.457.450 - - - - - 87.751
Utang bank jangka pendek 6.279.341 - - - - - 101.487
Utang bank jangka panjang 98.830.352 - - - - - 1.597.296
Liabilitas Diestimasi 9.751.583 - - - - - 157.605
Utang subordinasi 6.450.000 - - - - - 104.245
Total Liabilitas 127.564.653 1.662 839 29.412 1.339 1.921 2.061.316
Aset (liabilitas) keuangan didenominasi
dalam mata uang asing- neto (127.443.215) 17.565 (839) (29.412) (1.339) (1.921) (2.059.019)
Pada tanggal 31 Maret 2025 dan 31 Desember 2024, jika mata uang melemah/menguat sebesar 1% terhadap Dolar Amerika
44
Page 48
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Serikat dengan variabel lain konstan, laba setelah pajak untuk tahun berjalan akan lebih tinggi/rendah sebesar
Rp 12.812 dan Rp 10.647, terutama diakibatkan keuntungan/(kerugian) serta keuntungan/(kerugian) penjabaran pinjaman dalam
mata uang Dolar Amerika Serikat.
d. Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrument keuangan akan berfluktuasi
akibat perubahan suku bunga pasar. Risiko ini sebagian besar timbul dari pinjaman bank.
Untuk meminimalkan risiko suku bunga, manajeman menelaah berbagai suku bunga yang ditawarkan kreditur untuk
mendapatkan suku bunga yang paling menguntungkan sebelum melakukan perikatan utang.
T abel berikut menunjukkan sensitivitas terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada suku bunga pinjaman bank. Dengan
semua variabel lainnya dianggap tetap, laba Grup setelah pajak dipengaruhi dampak atas utang dengan suku bunga
mengambang. T idak ada dampak lain pada ekuitas Grup selain yang sudah memengaruhi laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian.
31 Mar 2025 31 Mar 2024
Kenaikan Kenaikan
Dampak Laba Dampak Laba
(Penurunan) Dalam (Penurunan) Dalam
Setelah Pajak Setelah Pajak
Basis Poin Basis Poin
Utang bank jangka panjang -1% 14,788 -1% 14,346
38. INFO RMASI SEGMEN USAHA
Segmen operasi dilaporkan sesuai dengan pelaporan internal kepada pembuat keputusan operasional, yang bertanggung jawab atas
alokasi sumber daya ke masing-masing segmen yang dilaporkan serta menilai kinerja masing-masing segmen tersebut. Grup dibagi
kelompok segmen, masing-masing sesaui dengan kegiatan usahanya, yaitu (a) garmen, (b) pemintalan, (c) penenunan dan (d) rajut.
Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
31 Maret 2025 (3 Bulan) (Tidak Diaudit)
Kantor Pusat Garmen Pemintalan Penenunan Perajutan Eliminasi Jumlah
PENJUALAN - 10,124 63,697 156,235 13,822 - 243,878
BEBAN POKOK PENJUALAN - (15,191) (68,226) (144,274) (17,945) - (245,636)
LABA (RUGI) BRUTO - (5,067) (4,529) 11,961 (4,123) - (1,758)
Beban Penjualan - - (1,270) (1,405) (96) - (2,771)
Beban Umum dan Administrasi (448) - (635) (2,886) (285) - (4,254)
Laba (Rugi) Selisih Kurs 1,976 6,907 28,983 2,619 - 40,485
(Beban)Pendapatan lain-lain - neto (157) (991) (2,429) (215) (3,792)
LABA (RUGI) USAHA (448) (3,248) (518) 34,224 (2,100) - 27,910
Beban keuangan (1) (526) (3,309) (8,117) (718) - (12,671)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (449) (3,774) (3,827) 26,107 (2,818) - 15,239
MANFAAT PAJAK TANGGUHAN - NETO - -
LABA (RUGI) NETO TAHUN BERJALAN (449) (3,774) (3,827) 26,107 (2,818) - 15,239
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Keuntungan (Kerugian) dari Penjabaran Laporan
Keuangan dalam mata uang asing - - - - - (952) (952)
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (449) (3,774) (3,827) 26,107 (2,818) (952) 14,287
ASET 761 145,317 914,289 2,242,554 198,397 (136,524) 3,364,794
LIABILITAS 151,585 162,539 1,022,642 2,508,321 221,909 (136,524) 3,930,472
4% 26% 64% 6%
45
Page 49
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31-Maret-24 (3 Bulan) (Tidak Diaudit)
Kantor Pusat Garmen Pemintalan Penenunan Perajutan Eliminasi Jumlah
PENJUALAN -- 11.340 158.323 141.814 16.571 -- 328.048
BEBAN POKOK PENJUALAN -- (12.882) (175.051) (132.793) (24.496) -- (345.222)
LABA (RUGI) BRUTO -- (1.542) (16.728) 9.021 (7.925) -- (17.174)
Beban Penjualan -- -- (1.245) (1.675) (230) -- (3.150)
Beban Umum dan Administrasi (607) -- (954) (2.950) (352) -- (4.863)
Laba (Rugi) Selisih Kurs 2.421 15.043 36.788 4.044 -- 58.296
(Beban)Pendapatan lain-lain - neto -- 5 (32) 2 (2) -- (27)
LABA (RUGI) USAHA (607) 884 (3.916) 41.186 (4.465) -- 33.082
Beban keuangan -- (776) (2.656) (9.215) (1.038) -- (13.685)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (607) 108 (6.572) 31.971 (5.503) -- 19.397
MANFAAT PAJAK TANGGUHAN - NETO -- -- -- -- -- -- --
LABA (RUGI) NETO TAHUN BERJALAN (607) 108 (6.572) 31.971 (5.503) -- 19.397
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Keuntungan (Kerugian) dari Penjabaran Laporan
Keuangan dalam mata uang asing -- -- -- -- -- (9.517) (9.517)
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (607) 108 (6.572) 31.971 (5.503) (9.517) 9.880
ASET 761 133.334 1.861.541 1.667.430 194.840 (135.312) 3.722.594
LIABILITAS 150.297 144.881 2.022.794 1.811.869 211.717 (135.302) 4.206.260
Grup berdomisili di Indonesia dan tidak ada aktivitas signifikan di luar negeri sehingga tidak ada pendapatan dan pengeluaran modal
dari aktivitas luar negeri.
39. PERJANJIAN PENTING
1. IJT I dengan AIC menandatangani perjanjian KSO tertanggal 28 Juni 2019 dimana IJT I setuju untuk menempatkan mesin milik
IJT I di pabrik AIC dan secara bersama-sama melakukan proses produksi dan penjualan dengan membentuk Divisi Knitting.
Atas kerjasama ini akan dilakukan pembagian hasil dari laba bersih atas penjualan produk tersebut dengan komposisi 53%
untuk AIC dan 47% untuk IJT I.
Berdasarkan Akta Notaris No. 82 tanggal 26 Juni 2024, oleh Joko Hanggono, S.H., M.M., M.Kn., M. Hum., Notaris di
Kabupaten T angerang, mengenai berita acara rapat umum pemegang saham luar biasa, para pemegang saham sepakat untuk
mengakhiri kerjasama operasi perjanjian KSO antaraPT Indah Jaya T extile Industry dengan Grup AIC
2. AIC dengan IJT I menandatangani addendum kedua perjanjian sewa menyewa tertanggal 30 September 2023 dimana dalam
hal ini IJT I menyewa lahan bangunan milik AIC yang berada di Jl. Soekarno Hatta KM 32, Kel. Harjosari, Kecamatan
Bawen, Semarang, untuk keperluan operasional IJT I dengan nilai sewa sebesar Rp5.000.000/tahun dan untuk jangka waktu
2 tahun terhitung sejak tanggal 1 Oktober 2023 sampai dengan tanggal 30 September 2025.
3. Perusahaan menyewa ruang kantor seluas 489,7 m 2 milik IJT I untuk jangka waktu 10 tahun berdasarkan Perjanjian Sewa
Menyewa No. 01/LEG/AIC- IJT I/II/2020 tanggal 28 Februari 2020. Ruang kantor ini digunakan Perusahaan untuk
melaksanakan kegiatan usahanya dan sebagai kantor pusat.
40. KELANGSUNGAN USAHA
Grup telah mencatat laba neto, untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 sebesar Rp15.2 miliar, yang mengakibatkan
defisit pada tanggal 31 Maret 2025 sebesar Rp3.449 miliar dan defisiensi modal sebesar Rp 551 miliar. Pada tanggal tersebut, total
liabilitas jangka pendek telah melebihi total aset lancarnya sebesar Rp 1.282 miliar. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya
suatu ketidakpastian material yang dapat menyebabk an keraguan signifikan atas kemampuan Grup untuk mempertahankan
kelangsungan usahanya.
Untuk menghadapi faktor-faktor ekonomi yang merugikan tersebut, Grup mempersiapkan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Grup menciptakan peluang pasar bagi produk-produk perusahaan, peningkatan kualitas dan efisiensi produksi, melakukan
diversifikasi dan inovasi produk sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dan keuntungan;
b. Grup selalu memantau eksposur dalam mata uang dan memberlakukan kebijakan yan g tepat untuk mengurangi risiko yang
merugikan Perusahaan.;
b. Grup melakukan langkah-langkah untuk mengurangi biaya operasional yang tidak memberikan nilai tambah bagi produk serta
berupaya untuk terus meningkatkan keuntungan;
c. Pemegang saham senantiasa mendukung kegiatan operasional AIC dengan memberikan bantuan yang memadai dan
memastikan proses produksi berjalan lancar.
46
Page 50
PT ASIA PACIFIC INVESTAMA Tbk DAN ENTITAS ANAKNYA
CATATAN ATAS LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Pada dan untuk Periode yang Berakhir Tanggal 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Manajemen Grup berkeyakinan bahwa AIC mampu untuk melanjutkan operasinya dengan dukungan penuh dari para pemegang
saham. Manajemen juga berpendapat rencana in mampu terlaksana secara efektif namun faktor eksternal lainnya, seperti peraturan
pemerintah, kebijakan fiskal, iklim usaha dan lain-lain berada diluar kendali Grup sebagaimana tersebut dalam surat tertanggal 17
Februari 2025.
41. INFO RMASI TAMBAHAN ARUS KAS
Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan:
Saldo Arus Kas- Selisih Mata
Awal neto Uang Asing Lain-lain Saldo Akhir
Utang bank jangka
pendek 101.487 (63.825) 1.752 - 39.414
Utang bank jangka
panjang 1.660.863 68.291 43.188 - 1.772.342
42. PERISTIWA SETELAH PERIO DE PELAPO RAN
Berdasarkan surat BEI No. S-00986/BEI.PLP/01-2025 tanggal 31 Januari 2025, meminta Perusahaan untuk dapat segera
memenuhi ketentuan V.1.1. Peraturan Bursa Nomor I-A. Dalam ha l Perusahaan masih belum memenuhi ketentuan tersebut
sampai dengan periode pemantauan berikutnya yaitu 31 Maret 2025, maka BEI dapat mempertimbangkan untuk tetap
melakukan Suspensi Efek atas saham Perusahaan
Sebagaimana dinyatakan dalam aturan III.1.3.3. Peraturan Nomor I -N tentang Pembatalan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan
Kembali (Relisting), Bursa dapat melakukan Delisting atas saham Perusahaan T ercatat yang telah mengalami Suspensi Efek, baik
di Pasar Reguler dan Pasar T unai, dan/atau di seluruh Pasar, paling kurang selama 24 (dua puluh empat) bulan terakhir
43. PENYELESAIAN LAPO RAN KEUANGAN KO NSO LIDASIAN
Manajemen Grup bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini yang telah diotorisasi oleh Direksi
untuk diterbitkan pada tanggal 25 April 2025.
47
Names mentioned 80 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
ASIA PAC IFIC INVESTAMA Tbk
p.2 ×2
unresolved
org
PT Apac Citra Centertex T
p.9
unresolved
person
Misahardi Wilamarta S.H.
· Notaris
p.9 ×3
unresolved
person
Lieyono
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.9
unresolved
person
Joko Hanggono
p.9 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.9
unresolved
org
Bapepam
p.9 ×6
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.9 ×2
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.9
unresolved
org
PT World Harvest T
p.10 ×3
unresolved
org
PT Apac Inti Corpora
p.10 ×4
unresolved
org
PT Prima Graha Hiburan
p.10 ×8
unresolved
person
Popie Savitri Martosuharjo Pharmanto
p.10
unresolved
org
Kementerian Kehakiman Republik Indonesia
p.10
unresolved
person
Edi Priyono
· Notaris
p.10 ×4
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.10
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.
p.10
unresolved
person
Sri Hidianingsih Adi Sugijanto
p.11 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.13
unresolved
org
Bank Artha Graha International Tbk
p.24 ×10
unresolved
org
PT Sarana Bhakti Angkasa
p.25
unresolved
org
Sheng Textiles Vietnam Co., Ltd
p.26
unresolved
org
Cargill Cotton Ltd
p.26
unresolved
org
Xuzhou Yinyu Textile Co., Ltd
p.26
unresolved
org
Olam Global Agri Pte Ltd
p.26
unresolved
org
Omnicotton Australia Pty Ltd
p.26
unresolved
org
Yin Xiang International Co.Ltd
p.26
unresolved
org
Morrison Textile Machinery Co., Ltd.
p.26
unresolved
org
PT Indotex Bangun Bersama
p.26
unresolved
org
PT Bank Artha Graha International T
p.28
unresolved
org
PT Li
p.28
unresolved
org
KJPP Nirboyo Adiputro
p.28
unresolved
org
Dewi Apriyanti & Rekan
p.28 ×2
unresolved
org
PT Laju Samudra Perkasa
p.28
unresolved
org
PT Robby Rajasa Jaya
p.28
unresolved
org
PT Polysindo Eka Perkasa
p.28
unresolved
org
Wonderful Chemical Industrial Ltd.
p.28
unresolved
org
PT Indah Jaya Textile Industry
p.29 ×9
unresolved
org
PT Spinmill Indah Industry
p.29 ×7
unresolved
org
PT Tarunakusuma Purinusa
p.29
unresolved
org
PT Industri Sandang Nusantara
p.29
unresolved
org
Bank Mandiri Berdasarkan Surat No. CMB.
p.30
unresolved
org
PT Asia Pasific
p.31
unresolved
org
PT Apac Citra Centertex
p.31
unresolved
org
PT Asia Pacific
p.31
unresolved
person
Aubertus Nugroho Satria
p.32 ×2
unresolved
person
Herlina T
p.32 ×2
unresolved
person
Manullang
p.32 ×2
unresolved
org
Nation Soul Limited
p.36 ×4
unresolved
org
PT Apac Century Corporation
p.36 ×4
unresolved
org
PT Inti Sukses Garmindo
p.36 ×3
unresolved
org
PT Apac Pavindo Lestari
p.36 ×3
unresolved
org
PT Lippo Pacific Finance
p.36
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.39
unresolved
org
PT Inti Perkasa Wira Sentosa
p.39
unresolved
org
PT Krida Bumi Raya
p.39
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.40
unresolved
org
PT Apac Inti Corpora Milik
p.40
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Nirboyo Adiputro
p.40
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.