Back to announcement
20250422_PTSP_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31877159.pdf
Other Text extracted PTSPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 12
Page 1
Go To English Page Nomor Surat 090/PGI/LGL/Surat-Penjelasan/IV/2025 Nama Perusahaan Pioneerindo Gourmet International Tbk Kode Emiten PTSP Lampiran 1 Perihal Penjelasan atas Permintaan Penjelasan Bursa Permintaan Penjelasan Bursa Nomor:090/PGI/LGL/Surat Penjelasan/IV/2025 Jakarta, 22 April 2025 Perihal:PermohonanPenjelasan Surat Bursa KepadaYth. PT Bursa Efek Indonesia Up. Direktur dan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 Gedung Bursa Efek Indonesia,Tower 1, Lantai 6. Jl. Jend. Sudirman Kav 52 53 Jakarta Selatan 12190 Denganhormat, Sehubungan dengan kami terimanya surat permintaan penjelasan dari PT Bursa Efek Indonesia No. S 03597/BEI.PP2/04 2025 tanggal 16 April 2025, berikut kami sampaikan penjelasan yang diminta oleh PT Bursa Efek Indonesia sebagai berikut : Operasional dan Bisnis 1. Berkenaan dengan operasional, bisnis, serta rencana manajemen tahun 2025, agar dijelaskan a) Perseroan merencanakan akan menambah jumlah gerai pada tahun 2025 sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis yang berkelanjutan. Target utama penambahan gerai difokuskan pada wilayah wilayah dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan tingkat konsumsi makanan cepat saji yang kuat seperti diwilayah Jabodetabek, Sumatera, Jawa dan Indonesia bagian Timur. Jumlah gerai baru yang direncanakan akan disesuaikan dengan kesiapan lokasi dan hasil kajian kelayakan internal b) Selain memperkuat kerja sama dengan platform layanan pesan antar daring yang sudah berjalan (ShopeeFood, GoFood, dan GrabFood), Perseroan juga sedang mengembangkan program layanan katering dengan meluncurkan nomor whatsapp bisnis khusus pemesanan produk catering. Selain itu juga memberikan promo promo menarik seperti cashback voucer sebesar 10% untuk pemesanan produk dengan jumlah tertentu serta promo promo tematik yang hadir pada saat momen tertentu. c) Kerja sama dengan platform online food delivery seperti ShopeeFood, GoFood, dan GrabFood masih memberikan kenaikan yang signifikan dengan kontribusi sebesar 14.1% dari total sales perseroan. d) Perseroan tidak memiliki rencana investasi, ekspansi, divestasi, akuisisi dan restrukturisasi sehingga perseroan tidak dapat menyajikan informasi hal ini. e) Hingga saat ini, tidak terdapat perolehan atau pemutusan kontrak strategis dengan pemasok utama maupun pihak ketiga lainnya yang berdampak material terhadap operasional Perseroan f) Tidak terdapat pemutusan kontrak dengan pelanggan yang berdampak signifikan terhadap pendapatan Perseroan. Relasi dengan pelanggan tetap terjaga baik. g) Tidak terdapat pemutusan hubungan kerja (PHK) massal selama tahun 2024. Penyesuaian tenaga kerja yang dilakukan bersifat selektif dan mempertimbangkan efisiensi operasional. h) Beberapa kendala yang dihadapi oleh perseroan dalam hal operasional sepanjang tahun 2024 dipengaruhi
Page 2
oleh kondisi ekonomi global dan kondisi geopolitik yang memberikan dampak salah satunya kenaikan bahan baku yang signifikan sehingga mempengaruhi biaya produksi dan margin keuntungan. Selain itu penurunan daya beli masyarakat dan tingkat konsumsi yang menurun juga memberikan tekanan pada kinerja penjualan perseoan. i) Hingga saat ini, tidak terdapat informasi atau rencana resmi dari pemegang saham mayoritas terkait divestasi, akuisisi, atau perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan saham Perseroan. j) Saat ini perseroan tidak ada rencana aksi korporasi yang bersifat material seperti rights issue, stock split, atau aksi korporasi lainnya. 2. Sampai dengan penyampaian jawaban ini, Perseroan tidak sedang menghadapi perkara hukum, somasi, atau gugatan yang bersifat material dan berdampak signifikan terhadap kelangsungan usaha. Rencana Perubahan kegiatan usaha 3. Terkait rencana perubahan kegiatan usaha agar dapat dijelaskan: a. Dalam hal aspek keuangan, PTSP telah menyiapkan dana sebesar Rp1.106.129.000 (Satu Miliar Seratus Enam Juta Seratus Dua Puluh Sembilan Ribu Rupiah) yang akan digunakan dalam proses rencana perubahan kegiatan usaha ini, pada rencana kesiapan operasional dan legalitas sesuai dengan penjelasan latar belakang yaitu penambahan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas kinerja keuangan dan memenuhi legalitas operasional yang belum tercatat dalam izin usaha. Harapannya dengan memenuhi legalitas ini PTSP dapat memastikan kegiatan usaha sesuai regulasi pemerintah dan mendukung pengembangan bisnis yang berkelanjutan kedepannya. b. Perseroan tidak memiliki produk khusus yang akan dijual menggunakan food truck dikarenakan produk yang akan dipasarkan merupakan produk yang terdapat dalam restoran. c. Risiko dan tantangan yaitu: 1. Risiko Kesehatan Masyarakat: Kualitas produk adalah hal yang sangat penting di industri makanan. Jika terdapat masalah terkait dengan kualitas atau keamanan produk, seperti kontaminasi atau masalah kesehatan lainnya, hal ini dapat merusak reputasi merek PTSP, menyebabkan tuntutan hukum, dan berpotensi menyebabkan kerugian finansial yang besar. 2. Risiko Operasional dalam Distribusi: Proses distribusi produk makanan olahan beku memerlukan penanganan yang tepat untuk menjaga kualitas dan keamanan produk. Kesalahan dalam distribusi, Misalnya, masalah logistik, masalah distribusi karena bencana alam, atau kendala transportasi bisa menghambat pasokan produk ke outlet dan mempengaruhi penjualan. 3. Risiko Fluktuasi Harga Bahan Baku: Sebagai perusahaan yang bergantung pada bahan baku makanan, PTSP rentan terhadap fluktuasi harga bahan baku seperti daging, bahan bakery, dan bahan pokok lainnya. Kenaikan harga bahan baku yang tiba tiba dapat meningkatkan biaya produksi dan menurunkan profitabilitas perusahaan, terutama jika perusahaan kesulitan untuk menyesuaikan harga jual produk. 4. Risiko Persaingan Pasar: Industri makanan cepat saji di Indonesia sangat kompetitif, dengan kehadiran berbagai merek internasional dan lokal yang menawarkan produk serupa. Persaingan yang ketat ini dapat mempengaruhi kemampuan PTSP untuk mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar, terutama jika pesaing menawarkan inovasi produk atau strategi pemasaran yang lebih efektif. 5. Risiko Reputasi: dengan keberadaan merek seperti CFC, Sugakiya, dan produk lainnya yang sudah memiliki pengikut setia, risiko reputasi menjadi penting. Isu isu negatif yang muncul, baik terkait dengan kualitas produk, kebijakan perusahaan, atau penanganan keluhan pelanggan, dapat merusak citra perusahaan dan mempengaruhi kepercayaan pelanggan. 6. Risiko Regulasi dan Kepatuhan: Perubahan dalam regulasi pemerintah terkait standar keamanan pangan, label nutrisi, pajak, atau kebijakan kesehatan masyarakat dapat mempengaruhi operasional perusahaan. PTSP perlu
Page 3
memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku untuk menghindari sanksi atau penarikan produk dari pasar. 7. Risiko Nilai Tukar dan Ekonomi Makro: Fluktuasi nilai tukar mata uang dan kondisi ekonomi makro dapat mempengaruhi biaya bahan baku dan operasional. Kenaikan harga komoditas atau depresiasi mata uang lokal terhadap mata uang asing dapat meningkatkan biaya produksi dan menekan margin keuntungan. 8. Risiko Keamanan Siber: Dengan semakin bergantungnya perusahaan pada teknologi digital untuk operasional dan pemasaran, ancaman terhadap keamanan data dan sistem informasi menjadi semakin signifikan. Serangan siber dapat mengakibatkan kebocoran data pelanggan, gangguan operasional, dan kerugian finansial. Untuk mengelola risiko risiko tersebut, PTSP perlu mengimplementasikan strategi manajemen risiko yang komprehensif, termasuk pemantauan tren pasar, inovasi produk yang lebih sehat, peningkatan kualitas distribusi, kepatuhan terhadap regulasi, serta investasi dalam keamanan siber dan teknologi informasi. d. Berdasarkan informasi PTSP, tidak terdapat hal hal material yang berkaitan dengan penambahan kegiatan usaha. Laporan Studi Kelayakan 4. Terkait Laporan Studi Kelayakan, agar dapat dijelaskan: a. Terkait pertumbuhan pendapatan sebesar 10%, dari pihak KJPP kami mengacu pada pertumbuhan proyeksi yang telah diberikan oleh , kami telah melakukan diskusi dengan pihak manajemen dan pihak manajemen telah meyakini bahwasanya pertumbuhan pendapatan tersebut dapat dicapai serta mengacu historis keuangan dari 2 tahun terakhir pertumbuhan berada kurang lebih pada persen tersebut. b. Berdasarkan informasi dari sebagaimana yang dijelaskan di latar belakang yaitu untuk pemenuhan legalitas operasional. Dalam hal profitabilitas memang tidak berdampak signifikan, yang Dimana dalam waktu dekat fokus untuk pemenuhan legalitas operasional, sehingga kedepannya dalam menjalankan usahannya memastikan kegiatan usaha sesuai regulasi pemerintah dan mendukung pengembangan bisnis yang berkelanjutan. c. Pihak KJPP menggunakan tingkat bunga pinjaman rata rata yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebagai dasar dalam perhitungan cost of debt (biaya utang) karena tingkat suku bunga tersebut dianggap lebih representatif dan wajar secara pasar (market based). Tingkat bunga tersebut mencerminkan rata rata kondisi pasar perbankan secara nasional dan berlaku umum bagi pelaku usaha dengan profil risiko yang setara di berbagai sektor. d. Dalam perhitungan cost of equity, KJPP menggunakan nilai unlevered beta sebesar 0,59 yang bersumber dari data Damodaran, dan tidak menggunakan nilai unlevered beta yang dihitung dari rata rata perusahaan sejenis (peers) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Adapun pertimbangan penggunaan unlevered beta tersebut yaitu: 1. Data industri yang digunakan sesuai dengan yang dijalankan PTSP, 2. Perusahaan sejenis yang terdaftar di BEI terkadang memiliki struktur modal, skala usaha, atau model bisnis yang bervariasi, yang bisa menyebabkan distorsi dalam perhitungan rata rata unlevered beta jika digunakan sebagai pembanding.s 3. Data Damodaran secara luas digunakan dalam praktik valuasi global dan diterima secara profesional oleh para penilai, investor, maupun akademisi. Oleh karena itu, penggunaannya memberikan dasar penilaian yang konsisten, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis. 4. Dengan menggunakan unlevered beta dari Damodaran, fokus risiko diarahkan pada industri secara keseluruhan, tanpa dipengaruhi oleh tingkat leverage atau struktur keuangan masing masing perusahaan, sehingga lebih mencerminkan risiko usaha murni (pure business risk) dari industri terkait.
Page 4
Laporan keuangan 31 desember 2024 5. Terkait pendapatan perseroan, dapat dijelaskan: a. Peningkatan pendapatan Perseroan per 31 Desember 2024 sebesar 10,78% dibandingkan tahun sebelumnya terutama disebabkan oleh adanya penambahan jumlah gerai ditahun 2024 yang berpengaruh pada pendapatan serta adanya kebijakan penyesuaian harga jual yang diterapkan secara efektif dan peluncuran berbagai produk baru di sepanjang tahun 2024. Inovasi produk ini berhasil menarik minat pelanggan baru sekaligus meningkatkan frekuensi pembelian dari pelanggan eksisting, sehingga mendorong pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan. Selain itu, upaya peningkatan kualitas pelayanan dan pengalaman konsumen juga turut memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan tersebut. b. Perseroan tidak mengalami penurunan melainkan mengalami kenaikan sebesar 11.59% secara tahunan (YoY). Kenaikan ini dipengaruhi oleh penambahan gerai California Fried Chicken (CFC) baru sebanyak 26 gerai sepanjang tahun 2024, meningkatnya penjualan produk secara online dan penambahan produk produk baru. c. Penurunan pendapatan produk Sugakiya sebesar 14,50% YoY disebabkan oleh penutupan dua gerai eksisting pada pertengahan tahun 2024 karena pertimbangan dari cash flow negatif yang dihasilkan sehingga mempengaruhi kinerja keuangan perseroan. Meskipun Perseroan telah membuka kembali dua gerai baru Sugakiya di akhir tahun 2024, namun waktu operasional yang relatif singkat dari gerai baru tersebut belum mampu memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan untuk menutupi penurunan sebelumnya. d. Dalam rangka mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba bersih ke depan, Perseroan akan terus melakukan inovasi produk yang sesuai dengan tren pasar dan preferensi konsumen. Selain itu, strategi ekspansi melalui pembukaan gerai baru di lokasi lokasi potensial tetap menjadi fokus utama, didukung dengan pelaksanaan program pemasaran seperti memberikan promo promo yang menarik. Perseroan juga akan terus mengembangkan sistem operasional dan efisiensi biaya guna menjaga profitabilitas yang sehat dan berkelanjutan. 6. Terkait laporan arus kas perseroan, dapat dijelaskan a. Peningkatan arus kas dari aktivitas operasi per 31 Desember 2024 yang tercatat sebesar Rp83,43 miliar atau tumbuh 20,61% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, utamanya disebabkan oleh kenaikan penjualan bersih seiring pertumbuhan pendapatan Perseroan sepanjang tahun 2024. Selain itu, kontribusi dari penerimaan restitusi pajak penghasilan sebesar Rp943,49 juta, yang meningkat signifikan dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp585,41 juta, turut memperkuat arus kas masuk dari aktivitas operasional. Perbaikan kinerja operasional secara keseluruhan, termasuk efisiensi biaya dan pengelolaan modal kerja yang lebih optimal, juga memberikan dampak positif terhadap pencapaian ini b. Sehubungan dengan perbaikan arus kas oprasional, perseroan telah mempertimbangkan posisi kas internal yang solid serta arus kas operasi yang terus menunjukkan tren positif, Perseroan berencana untuk memanfaatkan dana internal sebagai salah satu sumber utama pembiayaan kebutuhan modal kerja di masa mendatang, khususnya untuk mendukung rencana ekspansi seperti pembukaan gerai baru di tahun 2025. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha tanpa ketergantungan tinggi pada sumber pembiayaan eksternal. c. Untuk menjaga agar arus kas dari aktivitas operasi tetap positif dan berkelanjutan, manajemen telah menyiapkan berbagai strategi yang berfokus pada pertumbuhan pendapatan serta efisiensi operasional. Strategi tersebut antara lain meliputi pengembangan dan inovasi produk yang sesuai dengan selera konsumen, perluasan jaringan gerai di lokasi strategis, optimalisasi pengelolaan persediaan dan piutang usaha, serta peningkatan efektivitas program pemasaran. Selain itu, Perseroan juga akan terus melakukan pengendalian biaya secara disiplin guna menjaga margin usaha dan memperkuat arus kas operasional secara keseluruhan.
Page 5
7. Terkait Aset Lancar, dapat dijelaksan :
a. Peningkatan aset lancar lain lain disebabkan kenaikan uang muka renovasi untuk gerai gerai baru.
b. Nature Aset Lancar Lainnya :
(terlampir)
8. a. Dikarenakan adanya perbedaan waktu penerimaan sponsorship yang masuk ditahun 2025
sebesar Rp. 706.319.533
b. Nature Akun lain lain :
(terlampir)
9. Tidak ada informasi material lainnya yang belum dipublikasikan atau diungkapkan kepada publik yang
dapat mempengaruhi harga Efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan.
Demikian surat ini kami sampaikan, atas waktu dan kerjasamanya kami ucapka terima kasih.
Hormat kami,
PT.Pioneerindo Gourmet International, Tbk.
Teh Kian Kun
Corporate Secretary
Demikian untuk diketahui.
Hormat Kami,
Pioneerindo Gourmet International Tbk
Teh Kian Kun
Direktur
Pioneerindo Gourmet International Tbk
Jl. Palmerah Utara No. 100
Telepon : 5366-8999, 5366-2013, Fax : 5366-2012, www.cfcindonesia.com
Nama Pengirim Teh Kian Kun
Jabatan Direktur
Page 6
Tanggal dan Waktu 22-04-2025 18:56
Lampiran 1. Penjelasan Surat Bursa.pdf
Dokumen ini merupakan dokumen resmi Pioneerindo Gourmet International Tbk yang tidak memerlukan tanda
tangan karena dihasilkan secara elektronik oleh sistem pelaporan elektronik. Pioneerindo Gourmet International Tbk
bertanggung jawab penuh atas informasi yang tertera didalam dokumen ini.
Page 7
Go To Indonesian Page Letter / Announcement No. 090/PGI/LGL/Surat-Penjelasan/IV/2025 Issuer Name Pioneerindo Gourmet International Tbk Issuer Code PTSP Attachment 1 Subject Explanation for Request for Explanation Of Indonesia Stock Exchange Request for Explanation from the Exchange Nomor:090/PGI/LGL/Surat Penjelasan/IV/2025 Jakarta, 22 April 2025 Perihal:PermohonanPenjelasan Surat Bursa KepadaYth. PT Bursa Efek Indonesia Up. Direktur dan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 Gedung Bursa Efek Indonesia,Tower 1, Lantai 6. Jl. Jend. Sudirman Kav 52 53 Jakarta Selatan 12190 Denganhormat, Sehubungan dengan kami terimanya surat permintaan penjelasan dari PT Bursa Efek Indonesia No. S 03597/BEI.PP2/04 2025 tanggal 16 April 2025, berikut kami sampaikan penjelasan yang diminta oleh PT Bursa Efek Indonesia sebagai berikut : Operasional dan Bisnis 1. Berkenaan dengan operasional, bisnis, serta rencana manajemen tahun 2025, agar dijelaskan a) Perseroan merencanakan akan menambah jumlah gerai pada tahun 2025 sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis yang berkelanjutan. Target utama penambahan gerai difokuskan pada wilayah wilayah dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan tingkat konsumsi makanan cepat saji yang kuat seperti diwilayah Jabodetabek, Sumatera, Jawa dan Indonesia bagian Timur. Jumlah gerai baru yang direncanakan akan disesuaikan dengan kesiapan lokasi dan hasil kajian kelayakan internal b) Selain memperkuat kerja sama dengan platform layanan pesan antar daring yang sudah berjalan (ShopeeFood, GoFood, dan GrabFood), Perseroan juga sedang mengembangkan program layanan katering dengan meluncurkan nomor whatsapp bisnis khusus pemesanan produk catering. Selain itu juga memberikan promo promo menarik seperti cashback voucer sebesar 10% untuk pemesanan produk dengan jumlah tertentu serta promo promo tematik yang hadir pada saat momen tertentu. c) Kerja sama dengan platform online food delivery seperti ShopeeFood, GoFood, dan GrabFood masih memberikan kenaikan yang signifikan dengan kontribusi sebesar 14.1% dari total sales perseroan. d) Perseroan tidak memiliki rencana investasi, ekspansi, divestasi, akuisisi dan restrukturisasi sehingga perseroan tidak dapat menyajikan informasi hal ini. e) Hingga saat ini, tidak terdapat perolehan atau pemutusan kontrak strategis dengan pemasok utama maupun pihak ketiga lainnya yang berdampak material terhadap operasional Perseroan f) Tidak terdapat pemutusan kontrak dengan pelanggan yang berdampak signifikan terhadap pendapatan Perseroan. Relasi dengan pelanggan tetap terjaga baik. g) Tidak terdapat pemutusan hubungan kerja (PHK) massal selama tahun 2024. Penyesuaian tenaga kerja yang dilakukan bersifat selektif dan mempertimbangkan efisiensi operasional. h) Beberapa kendala yang dihadapi oleh perseroan dalam hal operasional sepanjang tahun 2024 dipengaruhi
Page 8
oleh kondisi ekonomi global dan kondisi geopolitik yang memberikan dampak salah satunya kenaikan bahan baku yang signifikan sehingga mempengaruhi biaya produksi dan margin keuntungan. Selain itu penurunan daya beli masyarakat dan tingkat konsumsi yang menurun juga memberikan tekanan pada kinerja penjualan perseoan. i) Hingga saat ini, tidak terdapat informasi atau rencana resmi dari pemegang saham mayoritas terkait divestasi, akuisisi, atau perubahan signifikan dalam struktur kepemilikan saham Perseroan. j) Saat ini perseroan tidak ada rencana aksi korporasi yang bersifat material seperti rights issue, stock split, atau aksi korporasi lainnya. 2. Sampai dengan penyampaian jawaban ini, Perseroan tidak sedang menghadapi perkara hukum, somasi, atau gugatan yang bersifat material dan berdampak signifikan terhadap kelangsungan usaha. Rencana Perubahan kegiatan usaha 3. Terkait rencana perubahan kegiatan usaha agar dapat dijelaskan: a. Dalam hal aspek keuangan, PTSP telah menyiapkan dana sebesar Rp1.106.129.000 (Satu Miliar Seratus Enam Juta Seratus Dua Puluh Sembilan Ribu Rupiah) yang akan digunakan dalam proses rencana perubahan kegiatan usaha ini, pada rencana kesiapan operasional dan legalitas sesuai dengan penjelasan latar belakang yaitu penambahan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas kinerja keuangan dan memenuhi legalitas operasional yang belum tercatat dalam izin usaha. Harapannya dengan memenuhi legalitas ini PTSP dapat memastikan kegiatan usaha sesuai regulasi pemerintah dan mendukung pengembangan bisnis yang berkelanjutan kedepannya. b. Perseroan tidak memiliki produk khusus yang akan dijual menggunakan food truck dikarenakan produk yang akan dipasarkan merupakan produk yang terdapat dalam restoran. c. Risiko dan tantangan yaitu: 1. Risiko Kesehatan Masyarakat: Kualitas produk adalah hal yang sangat penting di industri makanan. Jika terdapat masalah terkait dengan kualitas atau keamanan produk, seperti kontaminasi atau masalah kesehatan lainnya, hal ini dapat merusak reputasi merek PTSP, menyebabkan tuntutan hukum, dan berpotensi menyebabkan kerugian finansial yang besar. 2. Risiko Operasional dalam Distribusi: Proses distribusi produk makanan olahan beku memerlukan penanganan yang tepat untuk menjaga kualitas dan keamanan produk. Kesalahan dalam distribusi, Misalnya, masalah logistik, masalah distribusi karena bencana alam, atau kendala transportasi bisa menghambat pasokan produk ke outlet dan mempengaruhi penjualan. 3. Risiko Fluktuasi Harga Bahan Baku: Sebagai perusahaan yang bergantung pada bahan baku makanan, PTSP rentan terhadap fluktuasi harga bahan baku seperti daging, bahan bakery, dan bahan pokok lainnya. Kenaikan harga bahan baku yang tiba tiba dapat meningkatkan biaya produksi dan menurunkan profitabilitas perusahaan, terutama jika perusahaan kesulitan untuk menyesuaikan harga jual produk. 4. Risiko Persaingan Pasar: Industri makanan cepat saji di Indonesia sangat kompetitif, dengan kehadiran berbagai merek internasional dan lokal yang menawarkan produk serupa. Persaingan yang ketat ini dapat mempengaruhi kemampuan PTSP untuk mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar, terutama jika pesaing menawarkan inovasi produk atau strategi pemasaran yang lebih efektif. 5. Risiko Reputasi: dengan keberadaan merek seperti CFC, Sugakiya, dan produk lainnya yang sudah memiliki pengikut setia, risiko reputasi menjadi penting. Isu isu negatif yang muncul, baik terkait dengan kualitas produk, kebijakan perusahaan, atau penanganan keluhan pelanggan, dapat merusak citra perusahaan dan mempengaruhi kepercayaan pelanggan. 6. Risiko Regulasi dan Kepatuhan: Perubahan dalam regulasi pemerintah terkait standar keamanan pangan, label nutrisi, pajak, atau kebijakan kesehatan masyarakat dapat mempengaruhi operasional perusahaan. PTSP perlu
Page 9
memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku untuk menghindari sanksi atau penarikan produk dari pasar. 7. Risiko Nilai Tukar dan Ekonomi Makro: Fluktuasi nilai tukar mata uang dan kondisi ekonomi makro dapat mempengaruhi biaya bahan baku dan operasional. Kenaikan harga komoditas atau depresiasi mata uang lokal terhadap mata uang asing dapat meningkatkan biaya produksi dan menekan margin keuntungan. 8. Risiko Keamanan Siber: Dengan semakin bergantungnya perusahaan pada teknologi digital untuk operasional dan pemasaran, ancaman terhadap keamanan data dan sistem informasi menjadi semakin signifikan. Serangan siber dapat mengakibatkan kebocoran data pelanggan, gangguan operasional, dan kerugian finansial. Untuk mengelola risiko risiko tersebut, PTSP perlu mengimplementasikan strategi manajemen risiko yang komprehensif, termasuk pemantauan tren pasar, inovasi produk yang lebih sehat, peningkatan kualitas distribusi, kepatuhan terhadap regulasi, serta investasi dalam keamanan siber dan teknologi informasi. d. Berdasarkan informasi PTSP, tidak terdapat hal hal material yang berkaitan dengan penambahan kegiatan usaha. Laporan Studi Kelayakan 4. Terkait Laporan Studi Kelayakan, agar dapat dijelaskan: a. Terkait pertumbuhan pendapatan sebesar 10%, dari pihak KJPP kami mengacu pada pertumbuhan proyeksi yang telah diberikan oleh , kami telah melakukan diskusi dengan pihak manajemen dan pihak manajemen telah meyakini bahwasanya pertumbuhan pendapatan tersebut dapat dicapai serta mengacu historis keuangan dari 2 tahun terakhir pertumbuhan berada kurang lebih pada persen tersebut. b. Berdasarkan informasi dari sebagaimana yang dijelaskan di latar belakang yaitu untuk pemenuhan legalitas operasional. Dalam hal profitabilitas memang tidak berdampak signifikan, yang Dimana dalam waktu dekat fokus untuk pemenuhan legalitas operasional, sehingga kedepannya dalam menjalankan usahannya memastikan kegiatan usaha sesuai regulasi pemerintah dan mendukung pengembangan bisnis yang berkelanjutan. c. Pihak KJPP menggunakan tingkat bunga pinjaman rata rata yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebagai dasar dalam perhitungan cost of debt (biaya utang) karena tingkat suku bunga tersebut dianggap lebih representatif dan wajar secara pasar (market based). Tingkat bunga tersebut mencerminkan rata rata kondisi pasar perbankan secara nasional dan berlaku umum bagi pelaku usaha dengan profil risiko yang setara di berbagai sektor. d. Dalam perhitungan cost of equity, KJPP menggunakan nilai unlevered beta sebesar 0,59 yang bersumber dari data Damodaran, dan tidak menggunakan nilai unlevered beta yang dihitung dari rata rata perusahaan sejenis (peers) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Adapun pertimbangan penggunaan unlevered beta tersebut yaitu: 1. Data industri yang digunakan sesuai dengan yang dijalankan PTSP, 2. Perusahaan sejenis yang terdaftar di BEI terkadang memiliki struktur modal, skala usaha, atau model bisnis yang bervariasi, yang bisa menyebabkan distorsi dalam perhitungan rata rata unlevered beta jika digunakan sebagai pembanding.s 3. Data Damodaran secara luas digunakan dalam praktik valuasi global dan diterima secara profesional oleh para penilai, investor, maupun akademisi. Oleh karena itu, penggunaannya memberikan dasar penilaian yang konsisten, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis. 4. Dengan menggunakan unlevered beta dari Damodaran, fokus risiko diarahkan pada industri secara keseluruhan, tanpa dipengaruhi oleh tingkat leverage atau struktur keuangan masing masing perusahaan, sehingga lebih mencerminkan risiko usaha murni (pure business risk) dari industri terkait.
Page 10
Laporan keuangan 31 desember 2024 5. Terkait pendapatan perseroan, dapat dijelaskan: a. Peningkatan pendapatan Perseroan per 31 Desember 2024 sebesar 10,78% dibandingkan tahun sebelumnya terutama disebabkan oleh adanya penambahan jumlah gerai ditahun 2024 yang berpengaruh pada pendapatan serta adanya kebijakan penyesuaian harga jual yang diterapkan secara efektif dan peluncuran berbagai produk baru di sepanjang tahun 2024. Inovasi produk ini berhasil menarik minat pelanggan baru sekaligus meningkatkan frekuensi pembelian dari pelanggan eksisting, sehingga mendorong pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan. Selain itu, upaya peningkatan kualitas pelayanan dan pengalaman konsumen juga turut memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan tersebut. b. Perseroan tidak mengalami penurunan melainkan mengalami kenaikan sebesar 11.59% secara tahunan (YoY). Kenaikan ini dipengaruhi oleh penambahan gerai California Fried Chicken (CFC) baru sebanyak 26 gerai sepanjang tahun 2024, meningkatnya penjualan produk secara online dan penambahan produk produk baru. c. Penurunan pendapatan produk Sugakiya sebesar 14,50% YoY disebabkan oleh penutupan dua gerai eksisting pada pertengahan tahun 2024 karena pertimbangan dari cash flow negatif yang dihasilkan sehingga mempengaruhi kinerja keuangan perseroan. Meskipun Perseroan telah membuka kembali dua gerai baru Sugakiya di akhir tahun 2024, namun waktu operasional yang relatif singkat dari gerai baru tersebut belum mampu memberikan kontribusi pendapatan yang signifikan untuk menutupi penurunan sebelumnya. d. Dalam rangka mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba bersih ke depan, Perseroan akan terus melakukan inovasi produk yang sesuai dengan tren pasar dan preferensi konsumen. Selain itu, strategi ekspansi melalui pembukaan gerai baru di lokasi lokasi potensial tetap menjadi fokus utama, didukung dengan pelaksanaan program pemasaran seperti memberikan promo promo yang menarik. Perseroan juga akan terus mengembangkan sistem operasional dan efisiensi biaya guna menjaga profitabilitas yang sehat dan berkelanjutan. 6. Terkait laporan arus kas perseroan, dapat dijelaskan a. Peningkatan arus kas dari aktivitas operasi per 31 Desember 2024 yang tercatat sebesar Rp83,43 miliar atau tumbuh 20,61% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, utamanya disebabkan oleh kenaikan penjualan bersih seiring pertumbuhan pendapatan Perseroan sepanjang tahun 2024. Selain itu, kontribusi dari penerimaan restitusi pajak penghasilan sebesar Rp943,49 juta, yang meningkat signifikan dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp585,41 juta, turut memperkuat arus kas masuk dari aktivitas operasional. Perbaikan kinerja operasional secara keseluruhan, termasuk efisiensi biaya dan pengelolaan modal kerja yang lebih optimal, juga memberikan dampak positif terhadap pencapaian ini b. Sehubungan dengan perbaikan arus kas oprasional, perseroan telah mempertimbangkan posisi kas internal yang solid serta arus kas operasi yang terus menunjukkan tren positif, Perseroan berencana untuk memanfaatkan dana internal sebagai salah satu sumber utama pembiayaan kebutuhan modal kerja di masa mendatang, khususnya untuk mendukung rencana ekspansi seperti pembukaan gerai baru di tahun 2025. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan dan menjaga keberlanjutan pertumbuhan usaha tanpa ketergantungan tinggi pada sumber pembiayaan eksternal. c. Untuk menjaga agar arus kas dari aktivitas operasi tetap positif dan berkelanjutan, manajemen telah menyiapkan berbagai strategi yang berfokus pada pertumbuhan pendapatan serta efisiensi operasional. Strategi tersebut antara lain meliputi pengembangan dan inovasi produk yang sesuai dengan selera konsumen, perluasan jaringan gerai di lokasi strategis, optimalisasi pengelolaan persediaan dan piutang usaha, serta peningkatan efektivitas program pemasaran. Selain itu, Perseroan juga akan terus melakukan pengendalian biaya secara disiplin guna menjaga margin usaha dan memperkuat arus kas operasional secara keseluruhan.
Page 11
7. Terkait Aset Lancar, dapat dijelaksan :
a. Peningkatan aset lancar lain lain disebabkan kenaikan uang muka renovasi untuk gerai gerai baru.
b. Nature Aset Lancar Lainnya :
(terlampir)
8. a. Dikarenakan adanya perbedaan waktu penerimaan sponsorship yang masuk ditahun 2025
sebesar Rp. 706.319.533
b. Nature Akun lain lain :
(terlampir)
9. Tidak ada informasi material lainnya yang belum dipublikasikan atau diungkapkan kepada publik yang
dapat mempengaruhi harga Efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan.
Demikian surat ini kami sampaikan, atas waktu dan kerjasamanya kami ucapka terima kasih.
Hormat kami,
PT.Pioneerindo Gourmet International, Tbk.
Teh Kian Kun
Corporate Secretary
Thus to be informed accordingly.
Respectfully,
Pioneerindo Gourmet International Tbk
Teh Kian Kun
Direktur
Pioneerindo Gourmet International Tbk
Jl. Palmerah Utara No. 100
Phone : 5366-8999, 5366-2013, Fax : 5366-2012, www.cfcindonesia.com
Sender Name Teh Kian Kun
Function Direktur
Page 12
Date and Time 22-04-2025 18:56
Attachment 1. Penjelasan Surat Bursa.pdf
This is an official document of Pioneerindo Gourmet International Tbk that does not require a signature as it was
generated electronically by the electronic reporting system. Pioneerindo Gourmet International Tbk is fully
responsible for the information contained within this document.
Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Up.
p.1 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.3 ×2
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.7
unresolved
person
Function
· Direktur
p.11
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.