Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
LAPORAN PELAKSANAAN PAPARAN PUBLIK
PT CIPUTRA DEVELOPMENT TBK (PERSEROAN)
I. Pelaksanaan
Paparan publik telah dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Jum’at, 26 Juni 2026
Waktu : Pk. 14.00 – 15.00 WIB
Teknis pelaksanaan : Hybrid (Offline dan Virtual)
Tempat / Media : Ciputra Artpreneur Gallery (Offline)
Lotte Mall Level 11, Ciputra World 1 Jakarta
Jl. Prof. DR. Satrio Kav. 3-5, Karet Kuningan, Jakarta 12940
: Aplikasi Zoom (Virtual)
Manajemen yang hadir : 1. Candra Ciputra - Direktur Utama
2. Budiarsa Sastrawinata – Direktur
3. Harun Hajadi - Direktur
4. Agussurja Widjaja - Direktur
5. Artadinata Djangkar - Direktur
6. Meiko Handoyo - Direktur
7. Nanik J. Santoso - Direktur
8. Tulus Santoso - Direktur
9. Aditya Ciputra Sastrawinata - Sekretaris Perusahaan
II. Daftar Hadir Peserta
Terlampir
III. Materi Presentasi
Terlampir
IV. Pertanyaan dan Jawaban
Nama: Nitya - Kontan
Pertanyaan:
1. Berapa nilai presales Perseroan pada akhir bulan Mei atau Juni 2026 ini dan berapa
pencapaiannya terhadap target setahun? Apakah Perseroan akan melakukan revisi target
presales untuk tahun ini?
2. Apa dampak kenaikan BI rate yang saat ini menjadi 5,75% dan pelemahan nilai Rupiah
belakangan ini terhadap kinerja Perseroan? Bagaimana strategi Perseroan menghadapi
hal ini?
3. Terkait penurunan presales rumah dengan harga per unit di bawah Rp1 miliar, sementara
insentif PPN DTP yang diberikan Pemerintah adalah untuk rumah dengan harga per unit
antara Rp2-5 miliar, apakah insentif PPN DTP ini masih relevan sebagai stimulus di
industri properti?
4. Berapa stok rumah Perseroan terkait insentif PPN DTP dan berapa kontribusi presales
dari PPN DTP terhadap total presales tahun ini?
Jawaban:
1. Perseroan melaporkan kinerja presales setiap kuartal, dengan demikian presales kuartal
kedua akan dilaporkan pada awal bulan Juli, setelah tutup buku (closing) kuartal kedua.
Page 2
2. APBN disusun dengan asumsi harga minyak mentah USD70 per barel dan setiap kenaikan USD1 di atas harga tersebut diperkirakan akan menambah beban APBN sekitar Rp10 triliun. Dengan harga minyak mentah yang meningkat dari USD70 menjadi sekitar USD90 per barel dalam 3 bulan terakhir, tambahan beban APBN diperkirakan mencapai sekitar Rp200 triliun. Ke depan, diharapkan harga minyak mentah dapat kembali stabil pada pada kisaran USD70 per barel, sehingga tekanan terhadap beban APBN dapat berkurang secara signifikan. Namun demikian ruang fiskal Pemerintah diperkirakan masih akan tetap terbatas terkait pendanaan berbagai program prioritas lainnya seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang berpotensi menyerap likuiditas di pasar domestik sehingga menyebabkan kenaikan suku bunga dan memberikan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah. Secara eksternal, pelemahan nilai tukar Rupiah dipengaruhi oleh tingkat suku bunga Amerika Serikat (AS), dimana tingkat bunga yang tinggi akan mendorong arus modal keluar (capital flight). Sebagai respons, Bank Indonesia dapat menaikkan tingkat suku bunga domestik untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan menarik kembali aliran modal ke pasar domestik. Terkait dengan presales Perseroan yang sebagian besar dibiayai oleh KPR dengan jangka waktu yang panjang (10-15 tahun), Perseroan melihat kenaikan suku bunga sebesar 1% hanya akan menaikkan cicilan bulanan secara moderat, sehingga tidak memberikan tambahan beban yang signifikan bagi konsumen. Dengan demikian dampaknya terhadap daya beli dan permintaan properti diperkirakan tetap terkendali sehingga Perseroan masih dapat mengelola profitabilitasnya. Perseroan juga berharap Pemerintah tetap melanjutkan kebijakan PPN DTP, mengingat kebijakan tesebut dapat menjaga keterjangkauan harga rumah (housing affordability) dan mendukung permintaan sektor properti. 3. Meskipun insentif PPN DTP memberikan manfaat pengurangan harga pembelian properti sebesar 11%, Perseroan menilai bahwa permintaan properti relatif tidak dipengaruhi oleh permberlakuan insentif tersebut. Hal ini tercermin dari presales Perseroan yang selama 3 bulan pertama tahun 2026 ini mengalami penurunan 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mengindikasikan insentif tersebut belum dapat mengimbangi pelemahan permintaan di pasar properti. Perseroan melihat hal ini sebagai bagian dari siklus penurunan (down cycle) setelah industri properti mengalami periode pertumbuhan yang kuat (booming period) selama tahun 2022-2024. Permintaan properti lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor fundamental, diantaranya tingkat suku bunga KPR, daya beli masyarakat dan ketersediaan pembiayaan dari perbankan, disamping pengetatan likuiditas (liquidity crunch) yang dapat menekan permintaan secara tidak langsung. 4. Di awal tahun Perseroan memiliki rumah dan ruko yang merupakan stock properti terkait PPN DTP sekitar Rp1 triliun. Ditambah unit-unit properti yang proses pembangunannya akan dipercepat sehingga dapat diserahterimakan kepada konsumen sampai dengan akhir tahun 2026 ini dengan nilai sekitar Rp3 triliun, total seluruh stock properti PPN DTP Perseroan tahun ini adalah sekitar Rp4 triliun. Nama: Wawan Kuswandi - KoranProperti.com Pertanyaan: 1. Berapa investasi untuk pengembangan proyek baru Ciputra Bukit Golf Sentul yang akan dilaunching akhir tahun ini?
Page 3
2. Terkait kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah dalam hal biaya perjalanan dinas dan pertemuan, apa strategi Perseroan untuk memperkuat sektor hospitality khususnya segmen perhotelan untuk akhir tahun 2026 sampai dengan awal tahun 2027? Jawaban: 1. Pengembangan proyek Ciputra Bukit Golf Sentul dilakukan dalam beberapa tahap dan di tahap awal Perseroan menginvestasikan dana sekitar Rp400 miliar untuk persiapan infrastruktur sampai dengan pembangunan proyeknya. 2. Segmen perhotelan yang paling terdampak oleh kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah dalam hal perjalanan dinas adalah hotel bintang empat ke bawah, yang dalam portofolio Perseroan adalah Hotel Ciputra dan CitraDream Hotel, sementara Raffles Hotel (hotel bintang lima) yang memiliki basis pelanggan yang berbeda, dengan porsi terbesar dari segmen non-Pemerintah relatif tidak terdampak. Untuk Hotel Ciputra, Perseroan melakukan strategi diversifikasi sumber pendapatan dengan mengembangkan layanan catering ke pelanggan korporasi dan institusi, termasuk Google, Mandiri University dan beberapa rumah sakit. Sementara untuk CitraDream Hotel (hotel budget) yang sudah mengalami tekanan pasar bahkan sebelum diberlakukannya efisiensi anggaran Pemerintah, Perseroan memfokuskan strategi pada peningkatan efisiensi operasional melalui pengendalian biaya dan penyesuaian jumlah karyawan. Nama: Daniel Surjadi - Umum Pertanyaan: Bagaimana Perseroan mengantisipasi jika insentif PPN DTP tidak diperpanjang di tahun 2027? Apakah Perseroan telah melakukan analisis mengenai potensi dampaknya ke volume penjualan dan struktur harga? Jawaban: Sebetulnya Pemerintah sudah mengumumkan rencana untuk memperpanjang insentif PPN DTP sampai tahun 2027 secara lisan, namun sampai saat ini belum ada ketentuan tertulis dalam bentuk regulasi (PMK) nya. Perseroan menyadari bahwa pemberlakuan insentif PPN DTP sejak beberapa tahun terakhir telah membuat konsumen terbiasa memperoleh manfaat harga pembelian properti yang lebih rendah, sehingga apabila insentif PPN DTP tidak diberlakukan lagi, harga pembelian properti akan meningkat 11% atas komponen PPN yang kembali dibebankan kepada konsumen. Namun demikian, Perseroan memandang kondisi ini sebagai normalisasi setelah kebijakan pemberian insentif berakhir dan bukan merupakan perubahan struktural yang bersifat negatif bagi industri properti. Perseroan juga menilai bahwa presales Perseroan dan pembelian properti tidak hanya ditentukan oleh insentif harga, namun juga dipengaruhi oleh faktor fundamental, seperti: BI rate, tingkat suku bunga KPR, kondisi ekonomi, stabilitas nilai Rupiah serta tingkat kepercayaan konsumen (consumer confidence). Sebagai contoh dalam kondisi nilai tukar Rupiah yang sedang mengalami tekanan dan ketidakpastian ekonomi meningkat, masyarakat cenderung menahan pembelian properti walaupun tersedia insentif harga. Dengan demikian, Perseroan tidak melihat berakhirnya insentif PPN DTP sebagai faktor yang akan mengubah penetapan harga secara mendasar. Strategi Perseroan adalah menyesuaikan harga ke tingkat normal setelah insentif PPN DTP berakhir, dengan tetap memperhatikan kondisi pasar dan daya beli masyarakat. Perseroan berharap pada saat normalisasi terjadi, kondisi ekonomi sudah jauh lebih baik sehingga permintaan properti tetap dapat bertumbuh.
Page 4
Nama: Dhika P. Putra - IDN Financials Pertanyaan: 1. Berapa target pendapatan dan laba bersih Perseroan untuk tahun 2026? Apa strategi Perseroan untuk mencapai target tersebut? 2. Target presales proyek baru CitraHomes Halim dan Citra Bukit Golf Sentul untuk tahun 2026 masing-masing sebesar Rp300 miliar dan Rp400miliar. Berapa unit yang ditargetkan terjual dari kedua proyek tersebut? Jawaban: 1. Perseroan memperkirakan pendapatan dan laba bersih tahun 2026 akan mengalami penurunan sekitar 10%, seiring dengan penurunan presales Perseroan yang terjadi pada tahun 2025. Sebagai pengembang properti (developer), Perseroan hanya bisa mengakui pendapatan pada saat unit properti diserahterimakan kepada pembeli, sehingga penurunan presales pada tahun 2025 akan berdampak pada pendapatan tahun 2026. 2. Proyek CitraHomes Halim sudah di-launch pada bulan Mei yang lalu, namun karena Perseroan merilis informasi terkait presales secara kuartalan, maka hasil launching dari proyek CitraHomes Halim baru akan dipublikasikan bersama dengan informasi presales kuartal kedua pada awal bulan Juli. Untuk proyek Citra Bukit Golf Sentul yang menargetkan presales sebesar Rp400 miliar, dengan harga jual rumah per unit berkisar antara Rp3-4 miliar, maka presales diperkirakan akan berasal dari sekitar 150 unit rumah. Nama: Lemens Kodongan – Jakarta-tv.com Pertanyaan: Apakah Perseroan melakukan investasi di IKN? Jika ada, investasinya dalam bentuk apa dan jika tidak, mengapa Perseroan tidak ikut berinvestasi? Jawaban: Perseroan telah mengajukan proposal untuk melakukan pengembangan terintegrasi (integrated development) di IKN pada lokasi yang tidak berada pada sumbu utama (Lokasi Tahap 2), dengan pembangunan fisik baru akan dimulai setelah infrastruktur pendukung selesai dibangun. Sampai saat ini proses pembangunan infrastruktur pendukung masih berlangsung, sehingga Perseroan belum memulai pembangunan fisiknya. Nama: Anitana – Bisnis Indonesia Pertanyaan: Untuk saat sekarang, apakah Perseroan berencana untuk melakukan ekspansi ke luar negeri dan melanjutkan pengembangan proyek-proyek di luar negeri? Seperti apakah bentuk capex- nya?
Page 5
Jawaban: Perseroan hanya memiliki kepemilikan efektif sebesar 7,43% pada proyek di luar negeri, sementara mayoritas kepemilikan berada pada induk perusahaan (holding company) di Singapura. Belanja modal (capex) proyek juga dikelola oleh holding company di Singapura. Dengan struktur kepemilikan seperti di atas, sampai saat ini Perseroan belum berencana untuk melakukan ekspansi ke luar negeri. Nama: Rafdi – Majoris Asset Management Pertanyaan: 1. Terkait kondisi saat ini dan ke depannya, bagaimana rencana capex Perseroan dalam jangka menengah (2-3 tahun)? 2. Apakah Perseroan mempertimbangkan untuk melakukan share buyback terkait dengan penurunan harga saham yang sangat signifikan? 3. Perseroan berhasil mencatat pertumbuhan laba namun ROE masih di bawah 10%. Apa faktor penyebabnya dan strategi apa yang akan dilakukan Perseroan untuk meningkatkan profitabilitas ke depannya? Jawaban: 1. Perseroan mengalokasikan capex sekitar Rp1 triliun pada tahun ini, relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebagian besar capex pada tahun 2020-2023 dan tahun 2025 dialokasikan untuk pembelian lahan (landbanking) yang sifatnya membulatkan tanah di lokasi yang sudah ada atau melengkapi area pengembangan yang telah dimiliki Perseroan, untuk selanjutnya dikembangkan menjadi klaster baru dalam kurun waktu tiga tahun. Sementara pada tahun 2024 Perseroan melakukan landbanking di lokasi yang baru yaitu Sentul dan Makassar. Untuk 2-3 tahun ke depan, Perseroan belum melihat peluang yang menarik untuk melakukan landbanking di lokasi baru. Namun demikian Perseroan akan terus memantau pasar dan mengevaluasi peluang untuk itu. Selain untuk landbanking, capex juga dialokasikan untuk pengembangan mal baru di Makassar dan pengembangan rumah sakit di lokasi-lokasi baru. Perseroan memperkirakan kebutuhan capex akan tetap berada pada kisaran Rp1 triliun per tahun. 2. Dibandingkan dengan melakukan pembelian kembali saham (share buyback), Perseroan lebih memilih untuk meningkatkan pembagian dividen kepada pemegang saham. Baik share buyback maupun dividen merupakan alternatif kebijakan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham (shareholder return), namun Perseroan menilai bahwa share buyback berpotensi mengurangi jumlah saham yang beredar (free float) sehingga likuiditas perdagangan saham dapat menurun, sementara pembagian dividen tidak mempengaruhi jumlah saham yang beredar. Oleh karena itu, selama masih terdapat ruang untuk meningkatkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio), Perseroan akan memprioritaskan opsi tersebut.
Page 6
3. Perseroan berhasil mencatat peningkatan laba pada tahun 2025, bahkan membukukan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah Perseroan. Namun demikian, Perseroan tidak dapat mengungkapkan secara rinci strategi bisnis untuk mempertahankan kinerja tersebut karena merupakan bagian dari strategi kompetitif Perseroan. Perseroan senantiasa menempatkan profitabilitas sebagai salah satu pertimbangan utama dalam setiap keputusan investasi. Setiap rencana pengembangan proyek dievaluasi secara menyeluruh, diantaranya melalui analisa gross profit margin. Bila hasil evaluasi menunjukkan tingkat profitabilitas yang tidak mencapai target yang ditetapkan, Perseroan tidak akan melanjutkan pengembangan proyek tersebut.
Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Koperasi Desa Merah Putih
p.2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.