Back to announcement
20250331_FIMP_Laporan Informasi dan Fakta Material_31872445_lamp1.pdf
Financial statement Text extracted FIMPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 33
Page 1
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2024 DAN 2023 DAN UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT d1/
Page 2
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 2
Laporan Perubahan Ekuitas 3
Laporan Arus Kas 4
Catatan atas Laporan Keuangan 5
Page 3
Page 4
Kantor Akuntan Publik
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
Epiwalk Office Suites 7th Floor Unit B 708, Komplek Rasuna Epicentrum
Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, 12940
Tel : +62 21 299 122 72 , +62 21 299 124 73
E-mail : mgnainggolan@kapmgn.co.id , kapmgn@gmail.com
Web : www.kapmgn.co.id
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Nomor: 00017/2.1104/AU.1/03/1686-1/1/III/2025
Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi
PT Fimperkasa Utama Tbk
Opini
Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Fimperkasa Utama Tbk (“Perusahaan”), yang terdiri dari laporan
posisi keuangan tanggal 31 Desember 2024, serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain,
laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta
catatan atas laporan keuangan, termasuk informasi kebijakan akuntansi material.
Menurut opini kami, laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material,
posisi keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 2024, serta kinerja keuangan dan arus kasnya untuk
tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Basis Opini
Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik
Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung
Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan pada laporan kami. Kami independen terhadap
Perusahaan berdasarkan ketentuan etika yang relevan dalam audit kami atas laporan keuangan di Indonesia,
dan kami telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin bahwa
bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit
kami.
Hal Audit Utama
Hal audit utama adalah hal-hal yang, menurut pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang paling
signifikan dalam audit kami atas laporan keuangan periode kini. Hal tersebut disampaikan dalam konteks audit
kami atas laporan keuangan secara keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas laporan keuangan
terkait, kami tidak menyatakan suatu opini terpisah atas hal audit utama tersebut.
Hal audit utama yang teridentifikasi dalam audit kami diuraikan sebagai berikut:
1. Piutang Usaha Bernilai Signifikan Melebihi Jumlah Penjualan Tahun Berjalan 2024.
Perusahaan mengakui Piutang Usaha pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 13.262.315.170 yang nilainya
melebihi pendapatan tahun berjalan sebesar Rp 5.866.000.000. Hal ini disebabkan karena ada piutang dari
pihak ketiga sebesar Rp 6.694.480.000 yang sudah berumur lebih dari 365 hari (1 tahun) dan piutang dari
pihak ketiga yang berasal dari pendapatan tahun berjalan sebesar Rp 5.866.000.000.
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
Registered Public Accountants
License : KMK No. 300/KM.1/2017
Page 5
Respon kami atas Hal Audit Utama:
• Kami memahami dan mengevaluasi perjanjian jasa konstruksi antara Perusahaan dengan PT Sarana
Jasa Konstruksi;
• Kami memperoleh Berita Acara Penyelesaian Proyek yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak
dan memastikan bahwa pengakuan pendapatan jasa konstruksi oleh Perusahaan sudah sesuai dengan
progres pekerjaan yang tertuang dalam Berita Acara tersebut;
• Kami telah mengunjungi seluruh proyek untuk memastikan keberadaan proyek dan progresnya.
Pendapatan usaha yang diakui telah didukung oleh bukti yang cukup dan tepat;
• Kami melakukan prosedur konfirmasi dan memperoleh jawaban konfirmasi dari para pelanggan atas
Piutang Usaha per 31 Desember 2024;
• Kami memeriksa ketepatan perlakuan akuntansi yang diterapkan dan kecukupan pengungkapan pada
Catatan 5 atas laporan keuangan.
2. Utang Pajak Penghasilan dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Lihat Catatan 3 (Pertimbangan Kritis Akuntansi dan Estimasi Akuntansi yang signifikan) Lihat Catatan 11a
atas Laporan Keuangan.
Pada 31 Desember 2024, Perusahaan mencatat utang pajak PPN dan pajak penghasilan final pasal 4 ayat (2)
masing-masing sebesar Rp 3.418.427.858 dan Rp 702.124.966 dengan total Rp 4.120.552.823 atau setara
dengan 89,05% dari jumlah liabilitas dalam laporan posisi keuangan. Sampai dengan tanggal laporan auditor
independen, utang pajak tersebut belum dibayarkan.
Respon kami atas Hal Audit Utama:
• Kami melakukan prosedur pemeriksaan dan pengecekan dokumen perpajakan seperti faktur pajak,
Surat Pemberitahuan Pajak (SPT), Bukti pelaporan dan Bukti pembayaran atas pajak tersebut dan
ditemukan bahwa pajak tersebut belum dibayarkan;
• Kami memeroleh status dan perkembangan ketetapan pajak selama tahun berjalan dan berdiskusi
dengan manajemen tentang status utang pajak tersebut;
• Kami membaca dan memahami syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan utama Undang-Undang
perpajakan yang berlaku atas utang pajak tersebut;
• Kami memeriksa ketepatan perlakuan akuntansi yang diterapkan dan kecukupan pengungkapan
pada Catatan 11 atas laporan keuangan.
Informasi Lain
Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum dalam
Laporan Tahunan 2024 (”Laporan Tahunan”), tetapi tidak mencantumkan laporan keuangan dan laporan
auditor kami. Laporan Tahunan diharapkan akan tersedia bagi kami setelah tanggal laporan auditor ini.
Opini kami atas laporan keuangan tidak mencakup informasi lain, dan oleh karena itu, kami tidak menyatakan
bentuk keyakinan apapun atas Laporan Tahunan tersebut.
Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan, tanggung jawab kami adalah untuk membaca
Laporan Tahunan ketika tersedia dan, dalam melaksanakannya, mempertimbangkan apakah Laporan
Tahunan mengandung ketidakkonsistensian material dengan laporan keuangan atau pemahaman yang kami
peroleh selama audit, atau mengandung kesalahan penyajian material.
Ketika kami membaca Laporan Tahunan, jika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan penyajian
material di dalamnya, kami diharuskan untuk mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang bertanggung
jawab atas tata kelola dan melakukan tindakan yang tepat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
Page 6
Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan
keuangan
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan tersebut sesuai
dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh
manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian
material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.
Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen bertanggung jawab untuk menilai kemampuan dalam
mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya, hal-hal yang
berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha, kecuali
manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi atau menghentikan operasi, atau tidak memiliki alternatif yang
realistis selain melaksanakannya.
Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola untuk mengawasi proses pelaporan keuangan Perusahaan.
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan
Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara
keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun
kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai
merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang
dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal
tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap
material jika, baik secara individual maupun secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan
memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan tersebut.
Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan
mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga:
• Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan melaksanakan prosedur audit yang
responsive terhadap risiko tersebut, serta memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk
menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang
disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat
melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian
pengendalian internal.
• Memeroleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk
mendesain prosedur audit yang tepat sesuai kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini
atas keefektivitasan pengendalian internal Perusahaan.
• Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan
pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen.
• Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan,
berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait
dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan
Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa
terdapat suatu ketidakpastian material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor
kami ke pengungkapan terkait dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak
memadai, harus menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan
pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi
masa depan dapat menyebabkan Perusahaan tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha.
• Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk
pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan mencerminkan transaksi dan peristiwa yang
mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar.
Page 7
Kami mengomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara lain, ruang lingkup dan saat yang direncanakan atas audit, serta temuan audit signifikan, termasuk setiap defisiensi signifikan dalam pengendalian internal yang teridentifikasi oleh kami selama audit. Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan mengomunikasikan seluruh hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi kami, dan jika relevan, pengamanan terkait. Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode kini dan oleh karenanya manjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit utama tersebut dalam laporan auditor independen kami, kecuali peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal audit utama tersebut atau ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal audit utama tidak boleh dikomunikasikan dalam laporan kami karena konsekuensi yang merugikan dari mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi tersebut. Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan & Rekan Linda Wahyuni Wijaya Izin Akuntan Publik No. AP.1686 Jakarta, 27 Maret 2025
Page 8
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2024 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas di Bank 4 1.730.454.198 62.663.057
Piutang Usaha-Bersih
Pihak Berelasi 5 49.359.284 1.692.892.745
Pihak Ketiga 5 12.283.070.886 7.718.183.811
Tagihan Bruto 6 16.509.689.703 15.937.808.225
Jumlah Aset Lancar 30.572.574.071 25.411.547.838
ASET TIDAK LANCAR
Aset Hak-Guna 7 8.204.880 41.024.448
Aset Tetap 8 5.069.309.716 9.250.138.060
Jumlah Aset Tidak Lancar 5.077.514.596 9.291.162.508
JUMLAH ASET 35.650.088.667 34.702.710.346
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 9 85.756.302 11.481.302
Beban Akrual 10 14.926.742 91.154.071
Utang Pajak 11a 4.120.552.823 3.366.812.823
Liabilitas Sewa Jangka Pendek
kepada Pihak Berelasi 12 - 128.061.792
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 4.221.235.867 3.597.509.988
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas Sewa Jangka Panjang
kepada Pihak Berelasi 12 - 36.036.036
Liabilitas Imbalan Pascakerja 13 406.053.951 381.879.103
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 406.053.951 417.915.139
JUMLAH LIABILITAS 4.627.289.818 4.015.425.127
EKUITAS
Modal Saham - Nilai nominal
Rp 50 per saham periode 31 December 2024
dan tahun 2023
Modal Dasar 800.000.000 saham
Modal Ditempatkan dan Disetor
400.000.975 saham 14 20.000.048.750 20.000.048.750
Tambahan Modal Disetor-Bersih 15 10.030.217.958 10.030.217.958
Penghasilan Komprehensif Lain 16 166.120.374 140.680.163
Saldo Laba 17 826.411.767 516.338.348
JUMLAH EKUITAS 31.022.798.849 30.687.285.219
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 35.650.088.667 34.702.710.346
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-1-
Page 9
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2024 2023
PENDAPATAN USAHA 18 5.866.000.000 7.150.000.000
BEBAN LANGSUNG 19 (4.376.737.479) (5.273.035.764)
LABA BRUTO 1.489.262.521 1.876.964.236
Beban Umum dan Administrasi 20 (646.423.627) (716.649.747)
Beban Pajak Final 21 (175.980.000) (214.500.000)
Beban Lain-lain - Bersih 22 (356.785.475) (304.028.521)
LABA USAHA 310.073.419 641.785.968
Beban Pajak Penghasilan - -
LABA TAHUN BERJALAN 310.073.419 641.785.968
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
POS YANG TIDAK AKAN
DIREKLASIFIKASI KE LABA RUGI
Pengukuran Kembali Program Imbalan Pasti 16 25.440.211 16.566.117
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 335.513.630 658.352.085
LABA PER SAHAM 23 0,78 1,60
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-2-
Page 10
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Penghasilan Saldo Laba
Tambahan Komprehensif Tidak Ditentukan
Catatan Modal Saham Modal Disetor Lain Penggunaannya Jumlah Ekuitas
Saldo 1 Januari 2023 20.000.048.750 10.030.217.958 124.114.046 (125.447.619) 30.028.933.134
Laba Tahun Berjalan - - - 641.785.968 641.785.968
Pengukuran Kembali Program Imbalan Pasti 16 - - 16.566.117 - 16.566.117
Saldo 31 Desember 2023 20.000.048.750 10.030.217.958 140.680.163 516.338.348 30.687.285.219
Laba Tahun Berjalan - - - 310.073.419 310.073.419
Pengukuran Kembali Program Imbalan Pasti 16 - - 25.440.211 - 25.440.211
Saldo 31 Desember 2024 20.000.048.750 10.030.217.958 166.120.374 826.411.767 31.022.798.849
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-3-
Page 11
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2024 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan 5, 18 2.944.646.384 7.072.824.199
Pembayaran Kas kepada Pemasok 6, 7, 10, 21 (759.577.415) (4.638.357.364)
Pembayaran Kas kepada Karyawan 15, 21 (353.180.000) (356.820.000)
Kas dihasilkan dari operasi 1.831.888.969 2.077.646.835
Pembayaran Bunga dan Beban Keuangan - -
Kas Bersih Diperoleh Dari
Aktivitas Operasi 1.831.888.969 2.077.646.835
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI - -
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran Liabilitas Sewa 7, 20 (164.097.828) -
Utang Pemegang Saham
Penerimaan 479.800.000 -
Pembayaran (479.800.000) (2.091.712.509)
Kas Bersih Digunakan Untuk
Aktivitas Pendanaan (164.097.828) (2.091.712.509)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DI BANK 1.667.791.141 (14.065.674)
KAS DI BANK AWAL TAHUN 62.663.057 76.728.730
KAS DI BANK AKHIR TAHUN 1.730.454.198 62.663.057
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
-4-
Page 12
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
1. UMUM
1.a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Fimperkasa Utama Tbk (“Perusahaan“) didirikan di Jakarta berdasarkan Akta No. 41 tanggal
8 Februari 1993 dibuat di hadapan Adam Kasdarmadji, S.H. Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini
telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan No. C2-1025 HT.01.01.TH.94 tahun 1994, tanggal 24 Januari 1994, serta
diumumkan dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 3357 tahun 1996, Berita
Negara Republik Indonesia No. 28 tanggal 4 April 1996. Anggaran dasar Perusahaan telah
mengalami beberapa kali perubahan, terakhir Akta No. 92 tanggal 17 Maret 2020 dari Rosida
Rajagukguk Siregar, S.H, M.Kn, Notaris di Jakarta Selatan, mengenai maksud dan tujuan
Perusahaan, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris, dan menegaskan kembali alamat
lengkap Perusahaan. Akta ini telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0054605.AH.01.11 Tahun 2020
tanggal 18 Maret 2020.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan meliputi
bidang usaha Konstruksi, Gedung, Tempat Tinggal, Perkantoran, Industri, Perbelanjaan,
Kesehatan, Pendidikan, Penginapan, Tempat Hiburan dan Olahraga, Konstruksi Jalan Raya,
Jembatan Layang, Konstruksi Komunikasi, Pemasangan Bangunan Prapabrikasi dan Penyiapan
Lahan.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1996.
Perusahaan berdomisili di Jakarta beralamat di Jl.Teuku Cik Ditiro No. 37 Kelurahan Menteng,
Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.
Pada saat ini kegiatan utama Perusahaan adalah usaha dalam bidang pengurukan tanah dan
konstruksi.
Pengendali terakhir perusahaan adalah Mohamad Mulky Thalib.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Fimperkasa Utama Tbk No. 022/FPU.Dir/Corsec/2020
tanggal 30 November 2020, Perusahaan mengangkat Fahmi Fadillah sebagai Sekretaris
Perusahaan, efektif sejak tanggal Surat Keputusan Direksi tersebut.
Jumlah karyawan per 31 Desember 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebanyak
8 orang.
1.b. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 susunan pengurus Perusahaan adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Faried Thalib
Komisaris : Idrus, M.Sc
Komisaris Independen : Yahya Attamimi
Dewan Direksi
Direktur Utama : Mohammad Mulky Thalib
Direktur : Cholid Wuryanto
-5-
Page 13
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
1.c. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 31 Maret 2021 Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan suratnya No. S-49/D.04/2021 untuk
melakukan penawaran umum perdana saham sebanyak 160.000.000 lembar saham kepada
masyarakat. Pada tanggal 9 April 2021, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek
Indonesia.
Pada tanggal 9 April 2021, 240.000.000 saham milik pemegang saham pendiri dan 31 Desember
2022 telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia sejumlah 400.000.975 saham telah tercatat pada
Bursa Efek Indonesia.
1.d. Penyelesaian Laporan Keuangan
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan ini yang telah
diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi pada tanggal 27 Maret 2025.
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
2.a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan Keuangan Perusahaan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI), dan peraturan pasar modal antara
lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
(OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
Emiten atau Perusahaan Publik.
2.b. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan
Laporan keuangan Perusahaan, kecuali laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep akrual
dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang disebutkan dalam catatan
atas laporan keuangan yang relevan.
Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran
kas dan setara kas yang diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah yang merupakan
mata uang fungsional Perusahaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini disajikan dalam
Rupiah penuh, kecuali bila dinyatakan lain.
2.c. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntasi Keuangan (PSAK)
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”) telah menerbitkan
amendemen dan interpretasi yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2024 sebagai berikut:
• Kerangka Standar Pelaporan Keuangan Indonesia ("KSPKI") dan perubahan nomenklatur
PSAK dan ISAK dalam Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (sebelumnya Standar
Akuntansi Keuangan), berlaku efektif tanggal 1 Januari 2024. KSPKI mengatur pilar SAK
yang berlaku di Indonesia, kriteria, dan perpindahan antar pilar SAK, sedangkan perubahan
nomenklatur mengatur ketentuan penomoran PSAK dan ISAK yang mengacu pada IFRS
Accounting Standards;
• Amendemen PSAK 201: “Penyajian Laporan Keuangan” terkait klasifikasi liabilitas sebagai
jangka pendek atau jangka panjang;
• Amendemen PSAK 116: “Sewa” terkait liabilitas sewa pada transaksi jual dan sewa-balik;
• Amendemen PSAK 207, “Laporan Arus Kas” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan:
Pengungkapan” terkait “Pengaturan Pembiayaan Pemasok”.
-6-
Page 14
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Penerapan dari amendemen atas standar di atas tidak menimbulkan perubahan substansial
atas kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak signifikan terhadap laporan
keuangan pada tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
2.d. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah kontrak yang menimbulkan aset keuangan bagi suatu entitas dan
liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas bagi entitas yang lain.
(i). Aset Keuangan
Pengakuan awal
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus
kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
1) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi;
2) Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui
penghasilan komprehensif lain.
Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak
bisa melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.
Semua aset keuangan pada awalnya diakui sebesar nilai wajarnya ditambah dengan biaya-
biaya transaksi, kecuali aset keuangan dicatat pada nilai wajar melalui laba rugi.
Aset keuangan Perusahaan meliputi kas di bank dan piutang usaha. Aset keuangan
diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka
aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai
berikut:
1) Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur
dengan menggunakan metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”),
setelah dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung
dengan memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang
merupakan bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laporan
laba rugi. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laporan laba rugi.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi Perusahaan terdiri
dari kas di bank dan piutang usaha.
2) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan sebesar nilai
wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba rugi atau penghasilan
komprehensif lain.
Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
atau melalui penghasilan komprehensif lain.
-7-
Page 15
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Penghentian Pengakuan
Aset keuangan (atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis) dihentikan pengakuannya pada saat:
1) Hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau
2) Perusahaan telah mentransfer hak mereka untuk menerima arus kas yang berasal dari
aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa
penundaan yang material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “passthrough”, dan
salah satu diantara (a) Perusahaan telah mentransfer secara substansial seluruh risiko
dan manfaat dari aset, atau (b) Perusahaan tidak mentransfer atau mempertahankan
secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, namun telah mentransfer
kendali atas aset tersebut.
(ii). Liabilitas Keuangan
Penghentian Pengakuan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 71 diklasifikasikan sebagai berikut:
1) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
2) Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui
penghasilan komprehensif lain.
Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan
awal.
Pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Perusahaan hanya memiliki liabilitas
keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Setelah pengakuan awal, yaitu pada nilai wajar ditambah biaya transaksi, Perusahaan
mengukur seluruh liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
Penghentian Pengakuan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas keuangan telah berakhir.
(iii). Instrumen keuangan disalinghapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan jumlah netonya dilaporkan
pada laporan posisi keuangan ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk
menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas
secara bersamaan. Hak yang berkekuatan hukum tidak boleh tergantung pada kejadian di
masa yang akan datang dan harus dapat dilaksanakan dalam kondisi bisnis yang normal
dan dalam keadaan lalai, tidak dapat membayar atau kebangkrutan Perusahaan atau
pihak lawan.
2.e. Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen
keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian,
Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan
usia instrumen keuangan.
-8-
Page 16
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan menerapkan pendekatan umum PSAK 109 untuk mengukur kerugian kredit
ekspektasian yang menggunakan penyisihan kerugian ekspektasian sepanjang umurnya untuk
semua piutang usaha.
Dalam melakukan penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi
atas instrumen keuangan pada saat tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi
atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta
ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan
terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa
depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
2.f. Transaksi Pihak Berelasi
Berdasarkan PSAK 224, ”Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”, entitas atau individu yang
dikategorikan sebagai pihak berelasi memenuhi syarat sebagai berikut:
Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam Catatan 24
atas Laporan Keuangan.
2.g. Tagihan Bruto kepada Pemberi Kerja
Tagihan bruto kepada pemberi kerja merupakan piutang Perusahaan yang berasal dari
pekerjaan kontrak konstruksi yang dilakukan namun pekerjaan yang dilakukan masih dalam
pelaksanaan. Tagihan bruto disajikan sebesar selisih antara biaya yang terjadi ditambah laba
yang diakui dikurangi dengan kerugian yang diakui dan termin. Tagihan bruto kepada pemberi
kerja diakui sebagai pendapatan sesuai dengan metode persentase penyelesaian yang
dinyatakan dalam berita acara penyelesaian pekerjaan, dimana faktur belum dapat ditagihkan
karena perbedaan antara tanggal berita acara kemajuan (progress) fisik dengan pengajuan
penagihan pada tanggal laporan posisi keuangan.
2.h. Aset Tetap
Berdasarkan PSAK 216, “Aset Tetap”, pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya
perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat
diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan.
Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model biaya dimana seluruh aset tetap
diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian
penurunan nilai (jika ada).
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset
yang terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di
masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya tersebut
dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya
pada tahun dimana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan
pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
selama estimasi manfaat ekonomi aset tetap adalah sebagai berikut:
Jenis Aset Tetap Masa Manfaat
Mesin dan Alat Berat 8 tahun
Kendaraan 4 - 8 tahun
Peralatan Kantor 4 tahun
-9-
Page 17
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada saat terjadinya, renovasi perbaikan yang signifikan dikapitalisasi. Ketika
aset tidak digunakan lagi atau dilepas, biaya dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari
kelompok aset tetap dan laba atau rugi yang dihasilkan tercermin dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain untuk periode tersebut.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul
dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain pada tahun aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.
2.i. Aset Hak-Guna
Aset Hak-Guna
Berdasarkan PSAK 116, “Sewa”, aset-hak guna diakui pada tanggal dimulainya sewa (yaitu,
tanggal aset pendasar tersedia untuk digunakan). Pada pengukuran awal, aset-hak guna diukur
pada biaya perolehan yang meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa, biaya langsung
awal yang dikeluarkan, pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai
dikurangi insentif sewa yang diterima dan estimasi biaya dalam membongkar dan memindahkan
aset pendasar.
Setelah pengakuan awal, aset hak-guna diukur dengan menggunakan model biaya dimana aset
hak-guna diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi
kerugian penurunan nilai.
Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
selama estimasi manfaat ekonomi aset hak-guna adalah sebagai berikut:
Jenis Aset Hak – Guna Masa Manfaat
Gedung Kantor 10 Tahun
Liabilitas Sewa
Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
dari pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa.
Dalam menghitung nilai sekarang dari pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku
bunga pinjaman modal kerja pada tanggal dimulainya sewa. Setelah tanggal dimulainya, jumlah
kewajiban sewa ditingkatkan untuk mencerminkan pertambahan bunga dan dikurangi untuk
pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai tercatat kewajiban sewa diukur kembali jika
ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa, perubahan pembayaran sewa.
Sewa Jangka Pendek dan Sewa Aset Bernilai Rendah
Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek (untuk sewa yang
memiliki jangka waktu selama 12 bulan atau kurang dari tanggal dimulainya dan tidak
mengandung opsi pembelian). Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa untuk
aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Perusahaan sebagai Pesewa
Sewa dimana Perusahaan tidak mentransfer secara substansial seluruh risiko dan manfaat
yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pendapatan
sewa yang timbul dicatat secara garis lurus selama masa sewa dan termasuk dalam
pendapatan dalam laporan laba rugi karena sifat operasinya.
- 10 -
Page 18
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.j. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Aset yang diamortisasi diuji untuk penurunan nilai apabila terdapat peristiwa atau perubahan
keadaan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat diperoleh kembali.
Penurunan nilai diakui untuk jumlah dimana jumlah tercatat aset melebihi jumlah terpulihkannya.
Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya untuk
menjual atau nilai pakai.
Untuk tujuan pengujian terhadap penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang
dapat teridentifikasi dalam menghasilkan arus kas terpisah (unit penghasil kas). Aset non-
keuangan yang mengalami penurunan nilai ditelaah untuk kemungkinan pemulihan dari
penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.
2.k. Imbalan Pascakerja
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023, Perusahaan mencatat
liabilitas imbalan Pascakerja yang tidak didanakan berdasarkan Undang-Undang Republik
Indonesia No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja tanggal 2 November 2020 dan Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia No. 35 tahun 2021 tentang PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja dan
Waktu Istirahat dan Pemutusan Hubungan Kerja tanggal 2 Februari 2021.
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, Perusahaan mencatat liabilitas
imbalan kerja jangka panjang sesuai dengan Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan.
Berdasarkan PSAK 219, “Imbalan Kerja”, imbalan pascakerja diakui sebesar jumlah yang diukur
dengan menggunakan dasar diskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada
Perusahaan dalam suatu periode akuntansi, liabilitas dan beban diukur dengan menggunakan
teknik aktuaria yang mencakup pula liabilitas konstruktif yang timbul dari praktik kebiasaan
Perusahaan. Dalam perhitungan liabilitas, imbalan harus didiskontokan dengan menggunakan
metode Projected Unit Credit.
Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika dan hanya jika, Perusahaan berkomitmen untuk:
a. Memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal, atau
b. Menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri
secara sukarela.
2.l. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Perusahaan melakukan penerapan PSAK 115 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan
harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
• Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
• Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan
janji-janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik
berbeda ke pelanggan.
• Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak
diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
dijanjikan ke pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu
jumlah yang bersifat variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan
tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja
jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak.
- 11 -
Page 19
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
• Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar
harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di
kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif
diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
• Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan
menyerahkan barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah
memiliki kendali atas barang atau jasa tersebut.
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke (pelanggan). Untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Perusahaan memilih
ukuran penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui
karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah
penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban
pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas
kontrak disajikan dalam "Pendapatan tangguhan”.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
2.m. Pajak Final
Beban pajak akhir diakui secara proporsional dengan jumlah pendapatan sesuai dengan
akuntansi yang diakui pada tahun berjalan. Selisih antara jumlah pajak penghasilan akhir yang
dibayarkan dan jumlah yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lainnya diakui sebagai pajak prabayar atau pajak yang harus dibayarkan. Jika penghasilan telah
dikenakan pajak penghasilan akhir, perbedaan antara jumlah pengangkutan aset dan kewajiban
dan basis pajak mereka tidak diakui sebagai aset dan kewajiban yang ditangguhkan.
Pajak penghasilan dari aktivitas jasa konstruksi dihitung berdasarkan Peraturan Pemerintah
(PP) No.40 tahun 2009 mengenai perubahan atas PP No. 51 tahun 2008 tentang pajak
penghasilan atas penghasilan dari usaha jasa konstruksi yang berlaku efektif mulai tanggal
1 Agustus 2008, dimana perlakuan pengenaan pajak final dikenakan atas kontrak sebesar 3%
yang diperoleh mulai tanggal 1 Agustus 2008.
Pajak penghasilan final disajikan diluar beban pajak penghasilan pada laba rugi.
Perbedaan nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final
dengan dasar pengenaan pajaknya tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan.
2.n. Laba Per Saham
Berdasarkan PSAK 223, “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan membagi
laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang
dari saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jumlah
saham biasa yang dibeli kembali.
Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada
pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan
dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif.
- 12 -
Page 20
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.o. Biaya Pinjaman
Berdasarkan PSAK 223, “Biaya Pinjaman”, biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan, konstruksi atau pembuatan aset kualifikasian, merupakan aset
yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar siap untuk digunakan atau dijual, ditambahkan
pada biaya perolehan aset tersebut, sampai dengan saat selesainya aset secara substansial
siap untuk digunakan atau dijual.
Penghasilan investasi diperoleh atas investasi sementara dari pinjaman yang secara spesifik
belum digunakan untuk pengeluaran aset kualifikasian dikurangi dari biaya pinjaman yang
dikapitalisasi.
Semua biaya pinjaman lainnya diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya.
Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan
aset agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya dan pengeluaran untuk aset tersebut dan
biaya pinjaman telah terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat selesainya secara
substansial yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan
sesuai dengan maksudnya.
2.p. Biaya Emisi Saham
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada
publik dikurangkan langsung dengan hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang akun
tambahan modal disetor dalam laporan posisi keuangan.
3. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, yang dijelaskan dalam Catatan 2, direksi
diwajibkan untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan
liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada
pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda
dari estimasi tersebut.
Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui
dalam periode dimana estimasi tersebut direvisi jika revisi hanya mempengaruhi periode itu, atau pada
periode revisi dan periode masa depan jika revisi mempengaruhi kedua periode tersebut.
Pertimbangan Kritis dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan dalam Catatan 2, tidak terdapat
pertimbangan kritis yang memiliki dampak signifikan pada jumlah yang diakui dalam laporan keuangan,
selain dari penyajian perkiraan yang diatur dibawah ini:
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber estimasi ketidakpastian utama lainnya pada akhir
periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap
jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya dijelaskan dibawah ini:
Penurunan Nilai Aset
Pengujian atas penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai. Penentuan nilai
pakai aset memerlukan estimasi mengenai arus kas yang diharapkan untuk dihasilkan dari
penggunaan aset (unit penghasil kas) dan penjualan aset tersebut serta tingkat diskonto yang sesuai
untuk menentukan nilai sekarang.
- 13 -
Page 21
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Walaupun asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai pakai aset yang tercermin dalam laporan
keuangan dianggap telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini akan
berdampak material terhadap penentuan jumlah yang dapat dipulihkan dan akibatnya kerugian
penurunan nilai yang timbul akan berdampak terhadap hasil usaha.
Berdasarkan pertimbangan manajemen, tidak terdapat indikator penurunan nilai atas aset Perusahaan.
Imbalan Kerja
Nilai kini dari kewajiban imbalan pasti tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan berdasarkan
basis aktuarial dengan menggunakan sejumlah asumsi. Asumsi yang digunakan dalam menentukan
biaya untuk imbalan pascakerja termasuk tingkat diskonto dan kenaikan gaji dimasa datang. Setiap
perubahan dalam asumsi ini akan berdampak pada nilai tercatat atas kewajiban imbalan pensiun.
Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji dimasa datang yang sesuai pada
akhir periode pelaporan. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan
mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang
dimana imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas
terkait. Dalam menentukan tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data
historis mengenai perubahan gaji dasar pekerja dan menyesuaikan dengan perencanaan bisnis masa
mendatang.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Hak-Guna dan Aset Tetap
Berdasarkan PSAK 216 dan 116, masa manfaat setiap aset tetap dan aset hak-guna Perusahaan
ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari penggunaan aset tersebut. Estimasi ini
ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat
setiap aset direviu secara periodik dan disesuaikan apabila perkiraan berbeda dengan estimasi
sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas
pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat
dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang
diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.
Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah beban penyusutan yang diakui dan
penurunan nilai tercatat aset tetap dan aset hak-guna.
Nilai tercatat aset tetap dan aset hak-guna masing-masing diungkapkan dalam Catatan 8 dan 7.
4. KAS DI BANK
2024 2023
Bank Central Asia 1.729.600.616 59.270.706
Bank Rakyat Indonesia 792.761 1.412.761
Bank Permata 60.821 1.473.321
Bank Panin - 106.814
Bank Negara Indonesia - 399.455
Jumlah 1.730.454.198 62.663.057
- 14 -
Page 22
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
5. PIUTANG USAHA-BERSIH
2024 2023
Pihak Berelasi
PT Property Prioritas Utama 56.575.170 1.806.575.170
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (7.215.886) (113.682.425)
Sub Jumlah Pihak Berelasi - Bersih 49.359.284 1.692.892.745
Pihak Ketiga
PT Sarana Jasa Kontruksi 13.205.740.000 8.194.480.000
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (922.669.114) (476.296.189)
Sub Jumlah Pihak Ketiga - Bersih 12.283.070.886 7.718.183.811
Jumlah Piutang 12.332.430.170 9.411.076.556
Rincian umur piutang usaha sebagai berikut:
2024 2023
Belum Jatuh Tempo 2.910.642.000 -
Jatuh tempo:
1-30 hari 3.600.618.000 -
31-60 hari - -
61-90 hari - -
≥ 120 hari 6.751.055.170 10.001.055.170
Jumlah 13.262.315.170 10.001.055.170
Mutasi Cadangan Kerugian Penurunan Nilai:
2024 2023
Saldo Awal 589.978.614 300.674.415
Penambahan Pencadangan 339.906.386 289.304.199
Jumlah 929.884.100 589.978.614
Perusahaan membentuk cadangan kerugian penurunan nilai berdasarkan kerugian kredit ekspektasian
dengan menelaah kolektibilitas saldo piutang secara kolektif dan mempertimbangkan informasi makro
ekonomi yang berorientasi ke masa depan dan relevan.
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir periode
pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai telah memadai untuk
menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
Apabila ada pembayaran atas piutang yang telah dilakukan penurunan nilai, dilakukan pemulihan dan
dicatat sebagai pendapatan lain-lain.
6. TAGIHAN BRUTO
2024 2023
Proyek Dalam Pelaksanaan 16.509.689.703 15.937.808.214
Jumlah 16.509.689.703 15.937.808.214
- 15 -
Page 23
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Proyek Dalam Pelaksanaan terdiri dari:
2024 2023
Casa Bintaro Residence 10.030.971.489 9.459.090.000
Ciangsana Residence:
Tanah dan Bangunan 6.478.718.214 6.478.718.214
Jumlah 16.509.689.703 15.937.808.214
Proyek Dalam Pelaksanaan Casa Bintaro Residence merupakan biaya perolehan bangunan rumah
tinggal sebanyak 15 unit yang masih dalam proses konstruksi berdasarkan persentase penyelesaian
proyek yang berlokasi atas pekerjaan pembangunan rumah yang berlokasi di Jl. AMD V No.70B,
RT.07/RW.001, Sawah Lama, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten.
Proyek dalam pelaksanaan Perumahan Ciangsana Resindence merupakan pembangunan perumahan
yang berlokasi di Ciangsana Gunung Putri Bogor.
Proyek Dalam Pelaksanaan Al-Mabrukh Residence merupakan biaya perolehan bangunan rumah
tinggal sebanyak 3 unit yang masih dalam proses konstruksi berdasarkan persentase penyelesaian
proyek yang berlokasi di Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Manajemen berpendapat tidak terdapat hambatan dalam penyelesaian proyek.
7. ASET HAK-GUNA
2024 2023
Ruang Kantor 164.097.828 164.097.828
Akumulasi Penyusutan (155.892.948) (123.073.380)
Jumlah 8.204.880 41.024.448
Beban penyusutan Aset Hak-Guna tahun 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp 32.819.568 dan
Rp 32.819.568 dialokasikan ke beban administrasi dan umum (Catatan 20).
Perusahaan mengadakan perjanjian sewa ruang kantor dengan Tn. Fikri Thalib berdasarkan perjanjian
nomor 003 tanggal 8 Maret 2015, dengan jangka waktu sewa 10 tahun, terhitung mulai tanggal
2 Maret 2015 dan akan berakhir pada tanggal 3 Maret 2025. Nilai sewa untuk jangka waktu 10 tahun
adalah sebesar Rp 400.000.000,- (empat ratus juta rupiah) yang akan dibayar oleh pihak kedua
kepada pihak pertama secara bertahap setiap tahun sekali yaitu sebesar Rp 40.000.000.
8. ASET TETAP
2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Kendaraan 20.612.683.333 - - 20.612.683.333
Mesin dan Alat Berat 12.929.663.429 - - 12.929.663.429
Peralatan Kantor 34.679.100 - - 34.679.100
Jumlah 33.577.025.862 - - 33.577.025.862
Akumulasi Penyusutan
Kendaraan 15.475.349.994 2.568.666.663 - 18.044.016.657
Mesin dan Alat Berat 8.816.858.708 1.612.161.685 - 10.429.020.393
Peralatan Kantor 34.679.100 - - 34.679.100
Jumlah 24.326.887.802 4.180.828.348 - 28.507.716.150
Nilai Buku 9.250.138.060 5.069.309.716
- 16 -
Page 24
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Kendaraan 20.612.683.333 - - 20.612.683.333
Mesin dan Alat Berat 12.929.663.429 - - 12.929.663.429
Peralatan Kantor 34.679.100 - - 34.679.100
Jumlah 33.577.025.862 - - 33.577.025.862
Akumulasi Penyusutan
Kendaraan 12.906.683.334 2.568.666.660 - 15.475.349.994
Mesin dan Alat Berat 7.204.697.024 1.612.161.684 - 8.816.858.708
Peralatan Kantor 34.679.100 - - 34.679.100
Jumlah 20.146.059.458 4.180.828.344 - 24.326.887.802
Nilai Buku 13.430.966.404 9.250.138.060
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
2024 2023
Beban Langsung (Catatan 19) 4.180.828.344 4.180.828.344
Jumlah 4.180.828.344 4.180.828.344
Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
9. UTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA
2024 2023
Toko Bangunan Raja 85.756.302 11.481.302
Jumlah 85.756.302 11.481.302
Rincian umur utang usaha sebagai berikut:
2024 2023
Jatuh tempo:
31 - 60 hari 85.756.302 11.481.302
Jumlah 85.756.302 11.481.302
10. BEBAN AKRUAL
2024 2023
Jasa Profesional 11.000.000 -
Utilitas 3.926.742 3.599.947
Gaji dan Tunjangan - 44.950.000
Bunga - 42.604.124
Jumlah 14.926.742 91.154.071
- 17 -
Page 25
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
11. PERPAJAKAN
2024 2023
a. Utang Pajak
Pajak Pertambahan Nilai-Bersih 3.418.427.858 2.773.167.858
Pajak Penghasilan Final:
Pasal 4 (2):
Tahun 2024 175.980.000 -
Tahun 2023 147.000.000 214.500.000
Tahun 2022 196.363.636 196.363.636
Tahun 2021 182.781.330 182.781.330
Jumlah 4.120.552.824 3.366.812.824
b. Pajak Final
3% x 5.866.000.000 Tahun 2024 175.980.000
3% x 7.150.000.000 Tahun 2023 - 214.500.000
Jumlah 175.980.000 214.500.000
Dikurangi Pajak Penghasilan Dibayar Dimuka:
PPh Pasal 4 (2) - -
Utang Pajak PPh Final Pasal 4 (2) 175.980.000 214.500.000
12. LIABILITAS SEWA KEPADA PIHAK BERELASI
2024 2023
Liabilitas Sewa Kantor 177.748.589 177.748.589
Dikurangi beban bunga yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun: (35.902.172) (31.938.208)
Nilai Sekarang Atas Pembayaran
Minimum Utang Sewa Kantor (Catatan 26) 164.097.828 164.097.828
Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo
dalam Waktu Satu Tahun (164.097.828) (128.061.792)
Bagian Jangka Panjang Liabilitas Sewa - 36.036.036
Liabilitas sewa merupakan liabilitas terkait aset hak-guna yang sudah dilunasi pada tanggal
31 Desember 2024 (Catatan 7).
13. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Besarnya imbalan kerja jangka panjang dihitung berdasarkan peraturan yang berlaku, yakni Undang-
Undang No. 11 tahun 2020 tentang “Cipta Kerja”. Tidak terdapat pendanaan khusus yang disisihkan
sehubungan dengan imbalan kerja jangka panjang tersebut.
Perhitungan aktuaria atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang untuk Perusahaan dilakukan
oleh Kantor Konsultan Aktuaria Independen Muh Imam Basuki dan Rekan dengan Laporan
No. 051/PSA-MIB/LA/II/2025 tanggal 24 Januari 2025 dan No. 019/PSA-MIB/LA/I/2024 tanggal
31 Januari 2024.
Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan pascakerja tersebut masing-masing adalah 8 karyawan
pada tahun 2024 dan 2023.
Program pensiun imbalan pasti memberikan eksposur Perusahaan terhadap risiko aktuarial seperti
risiko tingkat bunga, risiko harapan hidup, dan risiko gaji.
- 18 -
Page 26
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Risiko Tingkat Bunga
Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.
Risiko Harapan Hidup
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada estimasi terbaik dari mortalitas
peserta program baik selama dan setelah kontrak kerja. Peningkatan harapan hidup peserta program
akan meningkatkan liabilitas program.
Risiko Gaji
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program.
Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu.
Beban imbalan pascakerja yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah
sebagai berikut:
2024 2023
Diakui pada Laba Rugi
Biaya Jasa Kini 23.386.067 19.744.603
Biaya Bunga Neto 26.228.992 25.830.120
Sub Jumlah 49.615.059 45.574.723
Diakui pada penghasilan komprehensif lain
keuntungan dan (kerugian) aktuarial (25.440.211) (16.566.116)
Sub Jumlah (25.440.211) (16.566.116)
Jumlah 24.174.848 29.008.607
Beban imbalan pascakerja dialokasikan ke beban umum dan administrasi masing-masing sebesar
Rp 49.615.059 dan 45.574.723 pada tahun 2024 dan 2023 (Catatan 20).
2024 2023
Saldo Awal
Kewajiban imbalan pasti – awal 381.879.103 352.870.496
Biaya bunga 26.228.992 25.830.120
Biaya jasa kini 23.386.067 19.744.603
Penghasilan komprehensif lain (25.440.211) (16.566.116)
Kewajiban Imbalan Pasti - Akhir 406.053.951 381.879.103
Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Muh Imam Basuki dan Rekan
untuk tahun 2024 dan 2023. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan penilaian aktuarial
adalah sebagai berikut:
2024 2023
Tingkat Diskonto
Per Tahun 7,12% 6,87%
Tingkat Kenaikan Gaji
Per Tahun 7,00% 7,00%
Umur Pensiun Normal 55 Tahun 55 Tahun
Jumlah Karyawan 8 8
- 19 -
Page 27
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto,
kenaikan gaji yang diharapkan dan mortalitas. Sensitivitas analisis di bawah ini ini ditentukan
berdasarkan masing-masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan,
dengan semua asumsi lain konstan.
• Jika tingkat diskonto lebih tinggi (lebih rendah) 1%, kewajiban imbalan pasti akan berkurang
menjadi Rp 419.384.076 (meningkat menjadi Rp 394.474.223).
• Jika pertumbuhan gaji yang diharapkan naik (turun) sebesar 1%, kewajiban imbalan pasti akan
naik menjadi sebesar Rp 417.858.731 (turun menjadi sebesar Rp 395.607.491).
Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam
kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain
karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi.
14. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 berdasarkan catatan yang
dibuat oleh PT Bima Registra, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
31 Desember 2024
Jumlah Persentase Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Saham Pemilikan (%) Disetor
PT Bangun Bumi Utama 55.300.000 13,82% 2.765.000.000
PT Karya Berkah Investama 40.300.000 10,07% 2.015.000.000
Ferry Teja 23.595.100 5,90% 1.179.755.000
Herry Wibowo 20.504.300 5,13% 1.025.215.000
Faried Thalib 12.200.000 3,05% 610.000.000
Mohamad Mulky Thalib 12.200.000 3,05% 610.000.000
Masyarakat (masing-masing
dibawah 5%) 235.901.575 58,98% 11.795.078.750
Jumlah 400.000.975 100% 20.000.048.750
31 Desember 2023
Jumlah Persentase Jumlah Modal
Nama Pemegang Saham Saham Pemilikan (%) Disetor
PT Karya Berkah Investama 107.800.000 26,95% 5.390.000.000
PT Bangun Bumi Utama 107.800.000 26,95% 5.390.000.000
Faried Thalib 12.200.000 3,05% 610.000.000
Mohamad Mulky Thalib 12.200.000 3,05% 610.000.000
Masyarakat (Masing-masing
dibawah 5%) 160.000.975 40% 8.000.048.750
Jumlah 400.000.975 100% 20.000.048.750
Pada 31 Desember 2024, Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya sebanyak 400.000.975
lembar saham pada Bursa Efek Indonesia.
Berdasarkan Akta Notaris No. 221 tanggal 31 Oktober 2022 dari Rosida Rajagukguk Siregar, S.H.,
M.Kn, para pemegang saham sepakat untuk meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang
semula Rp 20.000.038.750 menjadi Rp 20.000.048.750, yang terbagi atas 400.000.975 saham. Akta
tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusannya No. AHU-AH.01.09-0079328 tertanggal 24 November 2022.
- 20 -
Page 28
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
15. TAMBAHAN MODAL DISETOR-BERSIH
2024 2023
Tambahan modal disetor dari Initial Public Offering (IPO)
Agio Saham
Penawaran Perdana Saham Sebesar 160.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 50 yang ditawarkan Rp 125 12.000.000.000 12.000.000.000
Pelaksanaan Waran 97.500 97.500
Biaya Emisi Saham (1.969.879.542) (1.969.879.542)
Jumlah 10.030.217.958 10.030.217.958
Agio saham merupakan kelebihan jumlah yang diterima dan/atau nilai tercatat saham atas nilai
nominal saham yang dikeluarkan setelah dikurangi semua biaya emisi saham.
16. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
2024 2023
Saldo Awal 140.680.163 124.114.046
Ditambah:
Pengukuran Kembali Program Imbalan Pasti 25.440.211 16.566.117
Saldo Akhir 166.120.374 140.680.163
Pada tahun 2024, Perusahaan memperoleh penghasilan komprehensif lain atas pengukuran imbalan
pasti.
17. SALDO LABA
Merupakan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya oleh Perusahaan terdiri dari:
2024 2023
Saldo Awal Tahun 516.338.348 (125.447.620)
Penambahan:
Laba Bersih 310.073.419 641.785.968
Saldo Akhir Tahun 826.411.767 516.338.348
18. PENDAPATAN USAHA
Pendapatan usaha Perusahaan merupakan pendapatan atas pekerjaan pembangunan perumahan
Resindence sebanyak 9 unit dan 8 unit atas pekerjaan pembangunan rumah yang berlokasi di Jl. AMD
V No.70B, RT.07/RW.001, Sawah Lama, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten pada tahun
2024 dan 2023 dengan rincian sebagai berikut:
2024 2023
Pendapatan Usaha:
Pekerjaan Proyek 5.866.000.000 7.150.000.000
Jumlah 5.866.000.000 7.150.000.000
- 21 -
Page 29
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian pendapatan usaha berdasarkan pelanggan untuk tahun 31 Desember 2024 dan 2023 adalah
sebagai berikut:
2024 2023
Pihak Ketiga
PT Sarana Jasa Konstruksi 5.866.000.000 7.150.000.000
Jumlah 5.866.000.000 7.150.000.000
19. BEBAN LANGSUNG
2024 2023
Penyusutan Kendaraan
Mesin dan Alat Berat (Catatan 8) 4.180.828.344 4.180.828.344
Material 115.789.135 683.540.280
Gaji Pekerja Proyek 51.220.000 394.674.300
Perbaikan dan Pemeliharaan 10.400.000 1.500.000
Listrik, Air dan Telepon 9.800.000 5.124.957
Bahan Bakar 8.700.000 7.367.883
Jumlah 4.376.737.479 5.273.035.764
20. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2024 2023
Gaji dan Tunjangan Karyawan 353.180.000 347.833.350
Jasa Profesional 81.320.713 47.570.000
Legalitas dan Perijinan 68.330.002 59.750.000
Imbalan Pascakerja (Catatan 13) 49.615.059 45.574.723
Penyusutan Aset Hak-Guna (Catatan 7) 32.819.568 32.819.568
Beban BPJS TK 16.244.998 48.217.400
Perangkat Lunak 14.037.000 13.572.276
Peralatan Kantor 10.100.000 7.574.990
Listrik, Air & Telepon 12.011.289 11.098.837
Makan Pegawai 8.764.998 8.986.666
Beban Pajak - 68.284.690
Iklan dan Promosi - 19.367.247
Denda - 6.000.000
Jumlah 646.423.627 716.649.747
21. BEBAN PAJAK FINAL
Laba kena pajak hasil rekonsiliasi tahun menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan Pajak
Penghasilan Badan. Beban pajak final sehubungan dengan pemberian jasa pengerjaan tanah.
2024 2023
Pendapatan Usaha 5.866.000.000 7.150.000.000
Beban Pajak Final-3% (Catatan 11) 175.980.000 214.500.000
- 22 -
Page 30
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
22. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN - BERSIH
2024 2023
Pemulihan Cadangan Penurunan Nilai Piutang Usaha 110.074.482 -
Beban Administrasi Bank (2.996.770) (3.971.977)
Pajak Jasa Giro (13.882.319) -
Cadangan Penurunan Nilai Piutang Usaha (449.980.868) (289.304.199)
Beban Bunga Liabilitas Sewa - (10.752.345)
Jumlah (356.785.475) (304.028.521)
23. LABA PER SAHAM
2024 2023
Laba untuk Perhitungan Laba Per Saham 310.073.419 641.785.968
Jumlah Saham Lembar Lembar
Jumlah Saham untuk perhitungan laba 400.000.975 400.000.975
Laba Per Saham 0,78 1,60
24. TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha, Perusahaan melakukan beberapa transaksi dengan pihak berelasi yang
dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama dengan transaksi-transaksi dengan pihak ketiga.
Saldo dan transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
2024 2023
Liabilitas Sewa kepada Pihak Berelasi - 164.097.819
Jumlah - 164.097.819
Persentase terhadap Total Liabilitas 0% 4%
Sifat transaksi dan hubungan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak Berelasi Sifat Pihak Berelasi Sifat Transaksi
PT Property Prioritas Utama Personil Kunci Piutang Usaha
Fikri Thalib Keluarga Dekat Pemegang Liabilitas Sewa kepada
Saham Pihak Berelasi
Perusahaan menyediakan remunerasi kepada Dewan Direksi untuk periode 31 Desember 2024 dan
2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Dewan Direksi 180.000.000 180.000.000
Jumlah 180.000.000 180.000.000
- 23 -
Page 31
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
25. INFORMASI SEGMEN
Informasi segmen geografis Perusahaan adalah sebagai berikut:
2024 2023
Pendapatan
Provinsi Banten 5.866.000.000 5.034.944.542
Provinsi DKI Jakarta - 2.115.055.458
Jumlah 5.866.000.000 7.150.000.000
26. IKATAN
a. Perjanjian Kerjasama dengan PT Property Prioritas Utama
Berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan (SPPP) Nomor 21/PPU/Ciangsana
/01/2021 tanggal 4 Januari 2021, Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan
PT Property Prioritas Utama untuk Pekerjaan Pembangunan Perumahan Ciangsana Resindence,
yang beralamat di Kp. Pabuaran Wetan RT.002 RW 019 Ciangsana, Gunung Putri, Bogor.
Perusahaan harus melaksanakan sejak tanggal 31 Januari 2021 dan berakhir pada tanggal
31 Desember 2025. Harga pekerjaan dalam pelaksanakan perjanjian ini adalah sebesar
Rp 39.400.000.000 (belum termasuk PPN 10%).
b. Perjanjian Kerjasama dengan PT Sarana Jasa Kontruksi
Berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan (SPPP) Nomor 005/SJK-FPU/IV/2023
tanggal 10 April 2023, Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Sarana Jasa
Kontruksi, untuk pekerjaan pembangunan 15 unit rumah tinggal Jl. AMD V No.70B,
RT.07/RW.001, Sawah Lama, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten. Harga pekerjaan
dalam pelaksanakan perjanjian ini adalah sebesar Rp 20.000.000.000 (belum termasuk PPN
11%). dan menyelesaikan pekerjaan sejak tanggal 17 April 2023 dan berakhir pada tanggal 16
April 2025.
Berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan Pekerjaan (SPPP) Nomor 005/SJK-FPU/XII/2020
tanggal 2 Desember 2020, Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Sarana
Jasa Kontruksi, untuk pekerjaan pembangunan 21 unit rumah tinggal serta pengelolaan
kebersihan dan keamanan di Jl. Masjid Almabrukkh III/No 16, Balekambang, Condet, Jakarta
Timur. Perjanjian ini mengalami perubahan, terakhir berdasarkan addendum kedua Nomor
006/SJK-FPU/VII/2021 tanggal 26 Juli 2021 terdapat perubahan harga pekerjaan dalam
pelaksanakan perjanjian ini adalah sebesar Rp 15.300.000.000 (termasuk PPN 10%).
Perusahaan harus melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sejak tanggal 5 Januari 2021
dan berakhir pada tanggal 5 Januari 2023.
c. Perjanjian Kerjasama Sewa-Menyewa
Perusahaan mengadakan perjanjian sewa ruang kantor dengan Fikri Thalib berdasarkan
perjanjian Nomor 003 tanggal 8 Maret 2015, dengan jangka waktu 10 tahun terhitung mulai
tanggal 2 Maret 2015 dan akan berakhir pada tanggal 3 Maret 2025. Nilai sewa untuk jangka
waktu 10 (sepuluh) tahun adalah sebesar Rp 400.000.000,- (empat ratus juta rupiah) yang akan
dibayar oleh Perusahaan secara bertahap setiap tahun sekali yaitu sebesar Rp 40.000.000,-
(empat puluh juta rupiah).
- 24 -
Page 32
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
27. INSTRUMEN KEUANGAN
2024 2023
Akun
Aset Keuangan
Kas dan Bank 1.730.454.198 62.663.057
Piutang Usaha
Pihak Berelasi 49.359.284 1.692.892.745
Pihak Ketiga 13.838.621.801 7.718.183.811
Jumlah Aset Keuangan 15.618.435.283 9.473.739.613
2024 2023
Liabilitas Keuangan
Utang Usaha kepada Pihak Ketiga 85.756.302 11.481.302
Beban Akrual 14.926.742 91.154.071
Liabilitas Sewa kepada Pihak Berelasi - 164.097.828
Jumlah Liabilitas Keuangan 100.683.044 266.733.201
Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok
instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:
Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek.
Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu (1) tahun atau kurang (kas di bank,
piutang usaha, utang usaha, utang kepada pemegang saham, liabilitas sewa, utang bank dan beban
akrual). Instrumen keuangan ini sangat mendekati nilai tercatat mereka karena jatuh tempo mereka
dalam jangka pendek.
28. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Perusahaan memiliki beberapa eksposur risiko terhadap instrumen keuangan dalam bentuk risiko
kredit, risiko tingkat suku bunga, dan risiko likuiditas.
Kebijakan manajemen terhadap risiko keuangan dimaksudkan untuk meminimalisir potensi dan
dampak keuangan merugikan yang mungkin timbul adalah sebagai berikut:
a. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal
memenuhi liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan.
Risiko kredit yang dihadapi Perusahaan berasal dari tagihan kepada para pelanggan. Risiko ini
dikelola dan umur tagihan secara rutin dan menjalankan secara konsisten prosedur serta
pengendalian yang telah ditetapkan oleh Perusahaan terkait dengan manajemen piutang.
Perusahaan tidak memiliki agunan sebagai jaminan atas piutang.
Piutang usaha berasal dari para debitur yang memiliki catatan pembayaran kredit yang baik. Kas di
Bank ditempatkan pada bank terpercaya atau Perusahaan yang memiliki peringkat kredit yang baik
dan tidak memiliki riwayat gagal bayar.
- 25 -
Page 33
PT FIMPERKASA UTAMA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Desember 2024 dan 2023
Serta Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko tingkat suku bunga adalah risiko di mana arus kas masa yang akan datang dari suatu
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur atas risiko ini
terutama terkait dengan utang bank jangka panjang.
Risiko ini dikelola melalui profil optimal antara pinjaman dengan suku bunga tetap dan
mengambang, terus-menerus memonitor pergerakan suku bunga pasar dan kondisi ekonomi
makro, baik nasional maupun regional.
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas (risiko pendanaan) adalah risiko di mana Perusahaan akan mengalami kesulitan
dalam memperoleh dana guna memenuhi komitmennya atas instrumen keuangan.
Pengelolaan terhadap risiko likuiditas dilakukan dengan cara menjaga profil jatuh tempo antara
aset dan liabilitas keuangan, penerimaan tagihan yang tepat waktu, manajemen kas yang
mencakup proyeksi dan realisasi arus kas hingga beberapa tahun ke depan serta memastikan
ketersediaan pendanaan melalui komitmen fasilitas kredit.
Tabel dibawah merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan
pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023.
2024
Kurang dari Lebih dari
1 Tahun 1 Tahun Jumlah
Tanpa Bunga
Utang Usaha kepada
Pihak Ketiga 85.756.302 - 85.756.302
Jumlah 85.756.302 - 85.756.302
2023
Kurang dari Lebih dari
1 Tahun 1 Tahun Jumlah
Tanpa Bunga
Utang Usaha kepada
Pihak Ketiga 11.481.302 - 11.481.302
Jumlah 11.481.302 - 11.481.302
- 26 -
Names mentioned 39 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
p.4 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Maurice Ganda Nainggolan
p.4 ×2
unresolved
org
Maurice Ganda Nainggolan & Rekan
p.4
unresolved
org
PT Sarana Jasa Konstruksi
p.5 ×2
unresolved
person
Adam Kasdarmadji
· Notaris
p.12
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.12 ×3
unresolved
person
Rosida Rajagukguk Siregar
p.12 ×2
unresolved
person
Idrus
p.12
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.13
unresolved
org
Bapepam-LK
p.13 ×2
unresolved
org
PT Property Prioritas Utama
p.22 ×3
unresolved
org
PT Sarana Jasa Kontruksi
p.22 ×3
unresolved
person
Fikri Thalib
p.23
unresolved
org
Kantor Konsultan Aktuaria Independen Muh Imam Basuki dan Rekan
p.25
unresolved
org
Muh Imam Basuki dan Rekan
p.26
unresolved
org
PT Bima Registra
p.27
unresolved
org
PT Bangun Bumi
p.27 ×2
unresolved
org
PT Karya Berkah Investama
p.27 ×3
unresolved
org
PT Property Prioritas Utama Berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan
p.31
unresolved
org
PT Sarana Jasa Kontruksi Berdasarkan Surat Perjanjian Pemborongan
p.31
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.